Musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Cari untuk: Tulisan Terakhir • Wajah Nabi Muhammad SAW tidak boleh dilukis, ini penjelasannya. • Qashas AL-QUR’AN • Dosa Di Kepala Wanita • KISAH MUSAILAMAH AL KADZAB • Kodifikasi al-Qur’an pada masa Abu Bakar ra dan Utsman Bin Affan r.a Komentar Musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku Samba Mania pada ASURANSI Arsip • November 2015 • Oktober 2015 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Musailamah Al Kadzb adalah seorang nabi palsu.

Ia mendakwahkan dirinya jadi nabi. Ia berusaha untuk menandingi Al Qur’an, padahal mustahil bagi manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur’an yang dapat menandinginya.

Keindahan susunan dan gaya bahasanya serta isinya tidak ada tara bandingannya. Al Qur’an adalah mukjizat yang terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al Qur’an sendiri memang terdapat ayat-ayat yang menantang setiap orang dan mengatakan: kendatipun berkumpul jin dan manusia untuk membuat yang serupa dengan Al Qur’an, mereka tidak akan dapat membuatnya, sebagaimana Firman Allah SWT Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk mengatakan yang serupa Al Qur’an ini, niscaya tidak mereka akan dapat membuatnya, biarpun sebagian mereka membantu sebagian (yang lain).” (QS Al Isra’ ayat 88).

Musailamah Al Kadzab nabi palsu itu membuat gubahan untuk menandingi Al Qur’an. Kata-kata Musailamah Al Kadzab yang dianggapnya dapat menandingi sebagian ayat-ayat Al Qur’an contohnya adalah: Artinya: Hai katak (kodok) anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu,bahagian atas engau di air dan bahagian bawah engkau di tanah.

Seorang sasterawan Arab yang ternama yaitu Al Jahiz memberikan penilaian gubahan Musailamah Al Kadzab ini dalam bukunya yang bernama “ Al Hayawan “ sebagai berikut: Saya tidak mngerti apakah gerangan yang menggerakkan jiwa Musailamah menyebut katak (kodok) dan sebagainya itu, Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al Qur’an itu kepadanya sebagai wahyu.” Musailamah Al Kadzab menemui kegagalan dalam menandingi Al Qur’an.

Ia bahkan mendapat cemoohan dan hinaan dari masyarakat. Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai nabi ini akhirnya ditumpas maka terjadilah pertempuran Yamamah pada tahun 12 Musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku, yaitu pertempuran antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Kalid abi Walid melawan pasukan Musailamah Al Kadzab. Dengan pertempuran ini pasukan Islam dapat menumpas pasukan Musailamah Al Kadzab.

Akhirnya Musailamah Al Kadzab berhasil dibunuh oleh Wahsyi. Musailamah Al Kadzab pembohong Bohong adalah tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Musailamah Al Kadzab adalah seorang yang berperilaku bohong. Ia mengaku sebagai Nabi, padahal setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir. Nabi Akhiruz zaman. Musailamah Al Kadzab menunjukkan perilaku yang buruk, tidak mencerminkan perilaku yang terpuji, bahkan merupakan induk dari berbagai akhlak yang buruk.

Berbuat bohong sangat merugikan diri sendiri dan orang banyak. Perilaku bohong merupakan penyakit rokhani, ucapannya tidak akan dipercaya orang, sekalipun yang diucapkannya itu benar. Dalam hal bohong seperti yang dilakukan oleh Musailamah Al Kadzab banyak macam ragamnya diantaranya, mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan Rasul-Nya, berbohong kepada orang lain, berbohong antara atasan dan bawahan, pemimpin dengan pemimpin, berbohong antar teman sendiri dll. Berbohong merupakan akhlak yang tercela yang harus kita hindari sejauh mungkin, apalagi berbohong kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan berakibat yang fatal sebagaimana Firman Allah SWT Artinya: “Dan pada hari Kiamat akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah SWT mukanya menjadi hitam.

Bahkan dalam neraka jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri” (Q.S. Az Zumar ( 39 ): 60) Berbohong selain termasuk sifat tercela yang pelakunya akan ditempatkan di neraka Jahannam, juga merupakan salah satu sifat dari munafik. Dalam hadits Bukhari Muslim disebutkan: Artinya: “ Tanda-tanda orang Munafik ada tiga: apabila berbicara selalu bohong / dusta, apabila berjanji tidak ditepati/ menyelisihi, dan apabila dipercaya berhianat (H.R.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Bukhari Muslim). Perilaku seperti yang dilakukan Musailamah Al Kadzab si Nabi Palsu itu harus kita hindari. Perilaku yang harus kita pupuk adalah perilaku untuk memperbaiki iman kita, karena dengan iman yang baik akan membuahkan akhlak yang terpuji dan dari akhlak yang terpuji akan mewujudkan perbuatan yang terpuji, tegas, lugas dan tidak akan berbohong.

Orang yang selalu berkata jujur, benar, adil dan terbuka akan memperoleh kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akherat kelak.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Oleh karena itu jauhilah sifat –sifat tercela seperti bohong ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti takwa kita terhadap Allah SWT. Orang yang jujur akan dipercaya orang lain, disukai teman, dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya dan bisa hidup dengan tenang dan nyaman.

Akan tetapi sebaliknya apabila sifat bohong kita lakukan akan membuat kita sendiri rugi. Kita akan dijauhi teman, dibenci Allah SWT dan rasul-Nya dan akan selalu merasakan resah, gundah, gelisah dalam hidup dan kehidupannya. KOMPAS.com - Musailamah al-Kadzab adalah seorang musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku mengaku dirinya sebagai nabi pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Awalnya, ia merupakan pemeluk Islam dari Yamamah di Jazirah Arab, yang dikenal sebagai orang musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku memiliki sifat lemah lembut dalam bertutur, pandai bicara, dan menarik simpati.

Bahkan di lingkungan sekitarnya, Musailamah al-Kadzab didukung oleh Bani Hanifah dan memiliki pengaruh cukup besar. Karena klaimnya sebagai nabi, Musailamah al-Kadzab terlibat dalam Pertempuran Yamamah bersama pasukan Khalifah Abu Bakar dan tewas di tangan Wahsyi bin Harb.

Baca juga: Perang Yamamah, Pertempuran Abu Bakar Melawan Nabi Palsu Masuk Islam Musailamah al-Kadzab adalah keturunan Bani Hanifah yang lahir di Yamamah dengan nama asli Maslamah bin Habib. Menurut para sejarawan Arab, Musailamah merupakan salah satu tokoh yang berperan membangun Yamamah bahkan sejak sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yastrib atau Madinah. Ketika agama Islam berkembang di Jazirah Arab, Musailamah menjadi salah satu orang yang memeluknya.

Bahkan ia juga membangun sebuah masjid di Yamamah untuk digunakan beribadah kaum Muslim Yaman. Baca juga: Aswad Al-Ansi, Nabi Palsu dari Yaman Mengaku nabi Meski telah memeluk Islam, Musailamah ternyata juga mempelajari ilmu sihir, yang kemudian ia percaya sebagai mukjizat.

Menurut sejarawan Arab, Musailamah menyatakan bahwa ia mendapatkan wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad SAW. Berita Terkait Abu Ubaidah bin Jarrah, Sahabat Nabi yang Dijuluki Kepercayaan Umat Abu Hurairah, Periwayat Hadis dan Bapak Para Kucing Biografi Imam Abu Dawud, Salah Satu Penyusun Kitab Hadis Utama Abu Muslim Al Khurasani, Panglima Abbasiyah yang Berakhir Dimutilasi Biografi Abu Bakar, Sahabat Rasulullah yang Paling Utama Berita Terkait Abu Ubaidah bin Jarrah, Sahabat Nabi yang Dijuluki Kepercayaan Umat Abu Hurairah, Periwayat Hadis dan Bapak Para Kucing Biografi Imam Abu Dawud, Salah Satu Penyusun Kitab Hadis Utama Abu Muslim Al Khurasani, Panglima Abbasiyah yang Berakhir Dimutilasi Biografi Abu Bakar, Sahabat Rasulullah yang Paling Utama
MUSAILAMAH bin Habib (Arab:مسلمة بن حبيب) atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab.

Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah. Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang Muslim. Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah.

BACA JUGA: Ini Dia Nabi-nabi Palsu Setelah Rasul Muhammad Pada saat yang bersamaan Musailamah juga mempelajari sihir, dan menyatakan sebagai mukjizat.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi. Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman,dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Nabi Muhammad.

Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya. Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi khammar.

BACA JUGA: Peringatan dari Rasulullah: Akan Datang Nabi Palsu dari Yamamah Ia juga kemudian menyatakan sebagai utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid.

Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi. [] MUSAILAMAH bin Habib atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab. Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Musailamah bin Habib musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah.

Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorangMuslim. Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah. BACA JUGA: Nabi-nabi Palsu yang Muncul di Zaman Rasulullah dan Setelahnya Pada saat yang bersamaan Musailamah juga mempelajari sihir, dan menyatakan sebagai mukjizat.

Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi. Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman, dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Nabi Muhammad.

Surat Musailamah Al Kadzab “Dari Musalaimah Rasulullah, kepada Muhammad Rasulullah. Teriring salam untuk Anda. Selanjutnya, aku telah diangkat menjadi sekutu Anda. Separuh bumi ini adalah untuk kami dan separuh lagi untuk kaum Quraisy. Tetapi kaum Quraisy berbuat keterlaluan”. Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan: Dua utusan Musailamah Al Kadzab datang membawa surat Musailamah Al Kadzab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mereka adalah Abdullah bin an-Nawahah dan ibnu Atsal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada keduanya, “Bagaimana pendapat kalian tentang surat ini?”.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

“Kami sependapat dengan Musailamah!” jawab dua utusan itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada keduanya: “Seandainya bukan karena utusan itu tidak dibunuh, maka tentulah aku akan memenggal leher kalian berdua!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas surat Musailamah sebagai berikut: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dari Muhammad Rasulullah, kepada Musailamah Al Kadzab (Pembohong). Keselamatan hanya bagi siapa yang mengikuti petunjuk yang benar. Selanjutnya, sesungguhnya bumi ini adalah milik Allah.

Dialah yang berhak mewariskan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Kemenangan adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” BACA JUGA: Peringatan dari Rasulullah: Akan Datang Nabi Palsu dari Yamamah Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya.

Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi alkohol.

Loading. Ia juga kemudian musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku sebagai utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid.

Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi. [] SUMBER: ZULFANAFDHILLA.COM
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG Musailamah al Kadzab berasal dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah. Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah.

Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang Muslim. Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Namun pada saat yang bersamaan Musailamah juga mempelajari sihir, dan ia menyatakan itu sebagai mukjizat. Dari sihir tersebut Musailamah kemudian mengatakan kepada orang-orang bahwa ia seorang nabi.

Musailamah al Kadzab memang dikenal sebagai orang yang pandai berbicara, ia sangat mahir dalam menarik simpati orang lain, dan memiliki pengaruh besar di Bani Hanifah. Oleh sebab itu, dia menjadi seseorang yang cukup banyak diikuti oleh kaumnya. Apalagi setelah dia mendeklarasikan diri sebagai seorang Nabi dan Rasul utusan Allah.

Tidak main-main, untuk memperkuat pengakuannya sebagai seorang nabi dan Rasul, Musailamah mengaku mendapatkan wahyu dari Allah. Ia juga menyusun beberapa karya sastra yang dimaksudkan untuk menandingi ayat-ayat Al-Qur’an.

Baca Juga: Inilah Bukti-Bukti Keagungan Rasulullah SAW, Mulai dari Nama Hingga Kedudukannya Namun sayang, karya-karya yang dibuat Musailamah isinya begitu sangat aneh bahkan terkesan lucu jauh di bawah standar sastra Arab. Sehingga karya-karya Musailamah itu malah menjadi ejekan dan olok-olokan masyarakat Arab saat itu. Selain isinya yang sama sekali tak ada nilainya, terlalu mengada-ngada, ‘fotmatnya’ juga menjiplak Al-Qur’an. Salah satu karya Musailamah berbunyi: “Wahai katak betina anak dari dua pasang katak.

Bersihlah apa yang kamu bersihkan. Air tidak kamu kotori dan peminum tidak kamu halangi. Kepalamu di dalam air sedangkan ekormu di darat.” Ayat Karya Musailamah Menariknya, ada saja orang yang percaya bahwa Musailamah adalah benar-benar nabi dan rasul Allah. Tidak satu atau dua orang, bahkan puluhan ribu orang- percaya dan menjadi pengikutnya. Musailamah terus menyebarkan ‘ajarannya’, baik ketika Nabi Muhammad Saw masih hidup, terlebih lagi setelah beliau wafat.

Berbagai cara dilakukan Musailamah untuk mengukuhkan posisinya. Salah satunya mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam surat itu, Musailamah menyakinkan bahwa dirinya adalah seorang nabi dan rasul Allah juga, sama seperti Nabi Muhammad. Musailamah mengklaim bahwa dirinya juga musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku tugas untuk menyebarkan risalah langit dan berhak menguasai separuh jazirah Arab.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Berikut surat yang ditulis Musailamah kepada Nabi Muhammad Saw: Baca Juga: Mengenal Suhrawardi Al-Maqtul, Sang Ulama Berbasis Tasawuf dan Filsafat “Dari Musailamah Rasulullah untuk Muhammad Rasulullah.

Salam sejahtera, aku telah ditetapkan untuk menjalankan tugas dan kekuasaan bersama kamu. Aku berkuasa atas separuh negeri dan separuh untuk Quraisy, tetapi Quraisy adalah umat yang kasar dan kejam.” Musailamah mengutus dua pengikutnya untuk menyampaikan surat tersebut kepada Nabi Muhammad.

Ketika sampai di hadapan Rasulullah, dua utusan itu kemudian ditanya perihal isi surat tersebut. Keduanya mengatakan sependapat dengan isi surat Musailamah. Rasulullah Muhamammad kemudian mengirimkan surat balasan untuk Musailamah. Sebagaimana dikutip dalam Sirah Ibnu Ishaq: Buku Tertua Tentang Sejarah Nabi Muhammad, berikut surat balasan Nabi Muhammad: “Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah sang pendusta.

Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk (QS. Thaha: 47). Sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah. Diwariskan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada akhir tahun ke-10 Hijriyah.

Setelah menerima surat balasan dari Nabi Muhammad, bukannya bertaubat Musailamah malah terus berlanjut menyebarkan ajaran sesatnya. Baca Juga: Syaikh Djamaluddin Assegaf Puang Ramma, Pendiri NU Sulawesi Selatan Bahkan semakin aktif setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Sehingga propaganda yang disebarluaskan Musailamah itu mempengaruhi stabilitas pemerintahan umat Islam di bawah Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq.

Merasa situasai yang tidak kondusif setelah ditinggal Nabi Muhammad, Khalifah Abu Bakar lantas membersihkan berbagai pembelotan dan kemurtadan bangsa Arab dalam perang Riddah. Khalifah juga memerangi Musailamah dan pengikutnya dan mereka akhirnya berhasil ditumpas umat Islam dalam perang Yamamah.
• Habib (bapak) Maslamah bin Habib ( Bahasa Arab: مسلمة بن حبيب) atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab.

Menurut ajaran Islam, Musailamah adalah seorang nabi palsu. [ butuh rujukan] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.

Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Maslamah bin Habib dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah.

Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang Muslim.

Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah. Pernyataan sebagai nabi [ sunting - sunting sumber ] Pada saat yang bersamaan Musailamah musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku mempelajari sihir, [1] dan menyatakannya sebagai mukjizat. Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi. [ butuh rujukan] Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah Swt dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad.

[2] Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman, [3] dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Nabi Muhammad. [ butuh rujukan] Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya. [ butuh rujukan] Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi alkohol.

[2] Ia juga kemudian menyatakan sebagai utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy.

[ butuh rujukan] Kematian [ sunting - sunting sumber ] Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid.

[4] Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi. [ butuh rujukan] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kemurtadan menurut Islam • Perang Riddah Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm.

67 • ^ a b The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm. 69 • ^ Ibnu Katsīr, Ismāʻīl bin ʻUmar (2000), al-Miṣbāḥ al-munīr fī tahdhīb tafsīr Ibn Kathīr, 1, Riyadh, Saʻudi Arabia: Darussalam, hlm. 68 Parameter -editorlast= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -editorfirst= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm.

36 Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Articles with hCards • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan Januari 2022 • Artikel yang tidak memiliki referensi Januari 2022 • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Halaman ini terakhir diubah pada 11 Januari 2022, pukul 04.13.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Tak pelak lagi, dia seorang nabi palsu. Ia dikenal sebagai orang baik di daerah tempat tinggalnya, Yamamah. Bahkan dikisahkan Musailamah telah memiliki pengikut sebelum wahyu kerasulan datang kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga disebut sebagai orang yang pandai bicara, pandai menarik simpati, dan lemah lembut dalam bertutur. Terlebih di lingkungan Bani Hanifah, ia mempunyai pengaruh besar. Ternyata di balik kata-katanya yang lembut itu, ia pandai menipu. Saat Musailamah mengumumkan kenabiannya (nabi palsu), Rasulullah sedang berada di Mekkah. Dalam Kitab Tarikh Ar Rusul Wa Al Mulk karya Ath Thabari, dikisahkan Musailamah mengutus orang-orang dari Bani Hanifah untuk pergi ke Mekkah.

Mereka diberi tugas untuk mendengarkan Al Quran dari sahabat-sahabat Nabi. Lalu setelah sampai Yamamah, mereka diminta membacakan Al Quran kepada Musailamah. Setelah musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku, Musailamah membalasnya dengan bacaan lain untuk meniru bacaan Al Qura. Musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku hadapan orang-orang, Musailamah mengaku bacaan itu adalah kalamnya sebagai wahyu Tuhan. Dalam Kitab Ajaib wa Tharaif Abra At-Taarikh karya Hasan Ramadhan, Amru bin Ash pernah mengirim utusan untuk Musailamah.

Bertemu dengan Amru, Musailamah bertanya, “Apa yang telah diturunkan kepada temanmu pada waktu ini?” Amru menjawab, “Telah diturunkan kepadanya suatu surat yang ringkas namun mendalam. "Surat apa itu?" tanya Musailamah.

Amru mengatakan, “Telah diturunkan kepadanya: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 'Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (QS Al Ash: 1-3),'" jawab Amru.

Musailamah berpikir sesaat. Ia kemudian mengangkat kepalanya, lalu berkata, “Aku juga telah mendapat surat yang sejenis.” “Apa itu?” tanya Amru. Musailamah pun berkata: يا وَبَرُ يا وبَرُ، إنّمَا أنتَ إيْرَادٌ وَصَدَرٌ، وسَائِرُكَ نَفْرٌ نَقْرٌ. “Wahai bulu, wahai bulu. Sesungguhnya kamu hanyalan sebutan dan muncul. Sedangkan keseluruhanmu adalah lubang.” Kemudian Musailamah bertanya, “Bagaimana menurutmu wahai Amru?” “Demi Allah, sesungguhnya kamu sendiri tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kalau kamu berdusta," jawab Amru.

Dalam kisah-kisah disebutkan, sahabat-sahabat Nabi termasuk Amru tidak mempercayai ayat palsu yang disampaikan Musailamah. Secara isi kandungan, surat-surat yang dibuat oleh Musailamah begitu jelas kedangkalannya.

Apabila dibandingkan dengan wahyu yang diiturunkan kepada Nabi Muhammad berbanding jauh. Seperti surat An Nahl yang membahas mengenai lebah. Ada penjelasan mengenai manfaat dan kandungan madu yang belum diketahui bangsa Arab. Berbeda jauh dengan surat palsu Ad Difda, artinya katak. يا ضِفداَعة بنت الضفدعين، نَقِي لَكُمْ تنقين، نصفك في الماء ونِصفُك فِي الطين، لا الماء تكدرين، ولا الشراب تمنعين. "Wahai kodok betina anak dari dua pasang katak. Bersihlah apa yang kamu bersihkan. Air tidak kamu kotori.

Dan peminum tidak kamu halangi. Kepala di dalam air, sedangkan ekormu di darat." Umat Islam perlu tahu, mukjizat Nabi Muhammad SAW merupakan Al Quran. Kitab dari Allah SWT yang memiliki bahasa yang indah dan kandungan ayat yang dalam. Ketika itu Al Quran menjadi mukjizat yang diturunkan di tengah bangsa Arab yang gemar menulis syair atau sastra. Saat Nabi Muhammad mendapat Al Quran, orang-orang Suku Quraisy terheran.

Muhammad seorang penggembala tidak bisa baca dan tulis mampu melafalkan ayat-ayat Al Quran yang sangat indah. Maha suci Allah. Demikian kisah pembawa hoaks di zaman Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat untuk Anda. (tribunjateng/fajar bahruddin achmad) • Suami Istri Bersetubuh di Bulan Puasa Ramadhan Siang Hari, Inilah Hukum dan Sanksinya • Niat Qodho Puasa Ramadhan dan Batas Akhir Pelunasannya • Kisah Tragis Kyai Barseso, Ahli Ibadah yang Tergoda Tipu Daya Setan • Kisah Bakti Uwais Al Musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku kepada Ibunda, Sahabat Nabi Berjuluk Penghuni Langit
Musailamah al-Kadzab Nama lengkap Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Habib Hanafi Waili Julukan Abu Tsumamah Lakab Rahman Yamamah • Kadzdzab Garis musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku Bani Hanifah Meninggal 12 H/633 Penyebab Wafat/Syahadah Terbunuh dalam Perang Yamamah oelh pasukan Khalid bin Walid Era Permulaan Islam Peran penting Mengaku sebagai Nabi Musailamah bin Tsumanah Hanafi Waili (bahasa Arab: مسيلمة بن ثمامة الحنفي الوائلي) yang lebih populer dengan sapaan Musailamah Kadzdzab (terbunuh tahun 12 H/633) mengaku nabi pada tahun 10 H/631.

Pada tahun 12 H/633 ia terbunuh dalam Perang Yamamah melawan pasukan Khalid bin Walid. Musailamah menerima akan kenabian Nabi Muhammad saw dan mengaku bersekutu dalam kenabiannya.

Dia menghalalkan zina dan khamar kepada para pengikutnya dan melarang salat terhadap mereka. Ia juga hendak mengulangi sebagian mukjizat- mukjizat Nabi saw namun tidak mampu. Daftar isi • 1 Nama, Garis Keturunan dan Lakab • 2 Mengaku Nabi • 2.1 Mukjizah Lemah • 3 Kematian • 4 Catatan Kaki • 5 Daftar Pustaka Nama, Garis Keturunan dan Lakab Musailamah berasal dari kaum Bani Hanifah, sebuah kabilah di Yamamah.

Ia bernama Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Habib Hanafi Waili [1] dan dipanggil dengan nama Abu Tsumamah. [2] Ia mempunyai lakab Rahman dan pada masa Jahiliyah dikenal dengan Rahman Yamamah. [3] Pada Tahun Delegasi (Sanah al-Wufud) ia bersama para pembesar kabilahnya pergi ke Madinah dari Yamamah. Mengenai pertemuan mereka dengan Nabi Islam terdapat dua penukilan: • Musailamah bersama rombongannya pergi bertemu dengan Nabi saw.

Ia berkata: "Jika Muhammad mengangkat aku sebagai penggantinya, niscaya aku akan mengikutinya". Nabi saw sambil memegang ranting pelepah kurma bersabda: "Jika engkau meminta apa yang ada di tanganku, niscaya tidak akan kuberikan kepadamu.

Dalam urusanmu, janganlah engkau memusuhi segala sesuatu yang telah Allah tentukan kepadamu, jika engkau membangkang pasti Allah memutus keturunanmu". [4] • Musailamah di Madinah menjadi penjaga barang-barang rombongannya dan tidak menemui Nabi saw. [5] Setelah mereka menampakkan ke islaman dihadapan Nabi saw, mereka berkata bahwa kami menugaskan satu orang diantara kami untuk menjaga barang-barang kami. Nabi saw pun mengeluarkan perintah supaya segala sesuatu yang diberikan kepada mereka, diberikan pula kepada Musailamah.

[6] Setelah pulang ke negrinya, Musailaman mengaku nabi [7] dan Rasulullah saw memanggilnya dengan Musailamah Kadzdzab.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

{INSERTKEYS} [8] Ia juga dipanggil dengan nama Harun dan Muslimah. Dikatakan bahwa dahulu namanya Muslimah, namun setelah mengaku nabi ia dipanggil Musailamah (muslim kecil) sebagai penghinaan. [9] Mengaku Nabi Pada tahun 11 H/632, Musailamah mengirim surat kepada Nabi saw mengaku bersekutu dengannya dalam kenabian. Dalam jawabannya, Nabi saw memanggilnya dengan Musailamah Kadzadzab [10] dan beliau mengutus Habib bin Yazid bin Ashim kepadanya, namun karena Habib tidak mengakui kenabian Musailamah, maka Musailamah membunuhnya.

[11] Setelah Nabi saw wafat terciptalah suasana yang baik untuk Musailamah sehingga ia mengumpulkan beberapa orang di sekitarnya, dan dengan meniru Alquran ia membuat kalimat-kalimat dalam bentuk prosa berirama dan menyampaikannya di depan mereka. [12] Musailamah menikah dengan Sajjah putri Harits Tamimi yang ia juga mengaku nabi [13].

Maskawinnya adalah meliburkan salat Subuh dan Isya kepada para pengikutnya. [14] Dia menghalalkan zina dan minuman khamar kepada para pengikutnya dan melarang salat terhadap mereka sementara ia memberikan kesaksian terhadap kenabian Nabi Islam saw. [15] Mukjizah Lemah Berdasarkan sebagain catatan sejarah, Musailamah hendak mengulangi beberapa mukjizat Nabi saw, namun perbuatannya rapuh. Ia melemparkan air ludahnya ke dalam sumur, namun air sumur itu mengering. Ada seorang anak kecil dibawa ke sisi Musailamah supaya didoakan, ketika tangannya diusapkan di atas kepalanya maka anak kecil itu jadi gundul.

Bekas air wudhunya disiramkan di sebuah kebun, maka kebun itu pun tidak menumbuhkan pohon kembali. Tangannya diusapkan di mata seseorang, maka mata orang itu menjadi buta. [16] Kematian Pada tahun 12 H/633 [17] Abu Bakar mengirim sebuah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid ke Yamamah [18], dan di Aqraba' Khalid bertempur dengan Musailamah dan pasukannya. Pada bulan Rabiul Tsani tahun 12 H/633 Musailamah terbunuh. [19] Wahsyi bin Harb (pembunuh Hamzah), Abdullah bin Zaid bin Ashim dan Abu Dujanah memiliki peran dalam pembunuhan Musailamah.

[20] Tentunya, masing-masing dari Wahsyi bin Harb [21] dan Abdullah bin Zaid bin Ashim [22] secara independen diperkenalkan sebagai pembunuhnya. Catatan Kaki • ↑ Zirikli, al-A'lām, jld.7, hlm.226 • ↑ Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, jld.2, hlm.576 • ↑ Zirikli, al-A'lām, jld.7, hlm.226; Baladzuri, Futuh al-Buldān, hlm.109 • ↑ Bukhari, Shahih al-Bukhari, jld.4, hlm.203 • ↑ Ya'kubi, Tarikh Ya'qubi, jld.2, hlm.130; Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, jld.2, hlm.576 • ↑ Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, jld.2, hlm.576-577 • ↑ Zirikli, al-A'lām, jld.7, hlm.226 • ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, jld.3, hlm.146 • ↑ Zirikli, al-A'lām, jld.7, hlm.226 • ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, jld.3, hlm.146 • ↑ Ibnu Abdil Bar, al-Isti'āb, jld.1, hlm.320; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld.1, hlm.4433 • ↑ Zirikli, al-I'lam, jld.7, hlm.226 • ↑ Ibnu Hajar, al-Ishabah, jld.7, hlm.344 • ↑ Ibnu A'tsam, al-Futuh, jld.1, hlm.22 • ↑ Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, jld.2, hlm.577 • ↑ Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld.6, hlm.327 • ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld.3, hlm.194 • ↑ Ibnu Abdil Bar, al-Isti'āb, jld.2, hlm.429 • ↑ Ya'kubi, Tarikh al-Ya'qubi, jld.2, hlm.131 • ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld.5, hlm.96 • ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld.4, hlm.662 • ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld.3, hlm.147 • Baladzuri, Ahmad bin Yahya.

Futuh al-Buldān. Beirut: Dar wa Maktabah al-Hilal, 1988. • Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Peneliti: Al Nashir, Muhammad Zuhair bin Nashir. Damaskus: Dar Thauq al-Najah, cet. 1, 1422 H.

• Ibnu Abdilbar, Yusuf bi Abdullah. Al-Isti'āb fi Makrifah al-Ashhab. Peneliti: Ali Muhammad al-Bajawi. Beirut: Dar al-Jabal, 1412 H/ 1992. • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah ash-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H/ 1989. • Ibnu Hajar Asqalani, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah. Peneliti: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Muawwadh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1415 H/ 1995.

{/INSERTKEYS}

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

• Ibnu Hisyam, Abdul Malik. As-Sirah an-Nabawiyah. Peneliti: Mustafa Saqa dan Ibrahim Abyari dan Abdul Hafiz Syabli. Beirut: Dar al-Makrifah, tanpa tahun. • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa an-Nihayah. Beirut: Dar al-Fikr, 1407 H/1986. • Ibu A'tsam Kufi, Ahmad bn A'tsam. Al-Futuh. Peneliti: Ali Syiri. Beirut: Dar al-Adhwa', 1411 H/ 1991. • Thabari, Muhammad bin Jarir. Trikh al-Umam wa al-Muluk. Peneliti: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim. Beirut: Dar al-Turats, 1387 H/1967.

• Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub. Tarikh al-Ya'qubi. Beirut: Dar Shadir, tanpa tahun. • Zirikli, Khairuddin. Al-A'lām Qamus Tarājum li Asyhar ar-Rijāl musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku an-Nisa min al-Arab wa al-Musta'rabin wa al-Mustasyriqin.

Beirut: Dar al-Ilm li al-Malāyin, 1989. Kategori tersembunyi: • Halaman yang memiliki Editorial Box • Artikel dengan penilaian kualitas dan prioritas • Artikel dengan prioritas c • Artikel dengan kualitas c • Artikel dengan prioritas c dan kualitas c • Artikel dengan link yang sesuai • Artikel yang tidak memerlukan foto • Catatan salah dalam Editorial Box • Artikel dengan infobox • Artikel tanpa navbox • Artikel dengan alih • Artikel yang memiliki referensi
Musailamah Al Kadzb adalah seorang nabi palsu.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Ia mendakwahkan dirinya jadi nabi. Ia berusaha untuk menandingi Al Qur’an, padahal mustahil bagi manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur’an yang dapat menandinginya.

Keindahan susunan dan gaya bahasanya serta isinya tidak ada tara bandingannya. Al Qur’an adalah mukjizat yang terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al Qur’an sendiri memang terdapat ayat-ayat yang menantang setiap orang dan mengatakan: kendatipun berkumpul jin dan manusia untuk membuat yang serupa dengan Al Qur’an, mereka tidak akan dapat membuatnya, sebagaimana Firman Allah SWT Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk mengatakan yang serupa Al Qur’an ini, niscaya tidak mereka akan dapat membuatnya, biarpun sebagian musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku membantu sebagian (yang lain).” (QS Al Isra’ ayat 88).

Musailamah Al Kadzab nabi palsu itu membuat gubahan untuk menandingi Al Qur’an. Kata-kata Musailamah Al Kadzab yang dianggapnya dapat menandingi sebagian ayat-ayat Al Qur’an contohnya adalah: Artinya: Hai katak (kodok) anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu,bahagian atas engau di air dan bahagian bawah engkau di tanah.

Seorang sasterawan Arab yang ternama yaitu Al Jahiz memberikan penilaian gubahan Musailamah Al Kadzab ini dalam bukunya yang bernama “ Al Hayawan “ sebagai berikut: Saya tidak mngerti apakah gerangan yang menggerakkan jiwa Musailamah menyebut katak (kodok) dan sebagainya itu, Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al Qur’an itu kepadanya sebagai wahyu. ”Musailamah Al Kadzab menemui kegagalan dalam menandingi Al Qur’an.

Ia bahkan mendapat cemoohan dan hinaan dari masyarakat.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai nabi ini akhirnya ditumpas maka terjadilah pertempuran Yamamah pada tahun 12 Hijriyah, yaitu pertempuran antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Kalid abi Walid melawan pasukan Musailamah Al Kadzab.

Dengan pertempuran ini pasukan Islam dapat menumpas pasukan Musailamah Al Kadzab. Akhirnya Musailamah Al Kadzab berhasil dibunuh oleh Wahsyi. Perilaku bohong merupakan penyakit rokhani, ucapannya tidak akan dipercaya orang, sekalipun yang diucapkannya itu benar. Dalam hal bohong seperti yang dilakukan oleh Musailamah Al Kadzab banyak macam ragamnya diantaranya, mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan Rasul-Nya, berbohong kepada orang lain, berbohong antara atasan dan bawahan, pemimpin dengan pemimpin, berbohong antar teman sendiri dll.

Berbohong merupakan akhlak yang tercela yang harus kita hindari sejauh mungkin, apalagi berbohong kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan berakibat yang fatal sebagaimana Firman Allah SWT Artinya: “Dan pada hari Kiamat akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah SWT mukanya menjadi hitam.

musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku

Bahkan dalam neraka jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri” (Q.S. Az Zumar ( 39 ): 60) Berbohong selain termasuk sifat tercela yang pelakunya akan ditempatkan di neraka Jahannam, juga merupakan salah satu sifat dari munafik. Dalam hadits Bukhari Muslim disebutkan: Artinya: “ Tanda-tanda orang Munafik ada tiga: apabila berbicara selalu bohong / dusta, apabila berjanji tidak ditepati/ menyelisihi, dan apabila dipercaya berhianat (H.R.

Bukhari Muslim). Perilaku seperti yang dilakukan Musailamah Al Kadzab si Nabi Palsu itu harus kita hindari. Perilaku yang harus kita pupuk adalah perilaku untuk memperbaiki iman kita, karena dengan iman yang baik akan membuahkan akhlak yang terpuji dan dari akhlak yang terpuji akan mewujudkan perbuatan yang terpuji, tegas, lugas dan tidak akan berbohong. Orang yang jujur akan dipercaya orang lain, disukai teman, dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya musailamah al-kadzab adalah orang yang mengaku bisa hidup dengan tenang dan nyaman.

Akan tetapi sebaliknya apabila sifat bohong kita lakukan akan membuat kita sendiri rugi. Kita akan dijauhi teman, dibenci Allah SWT dan rasul-Nya dan akan selalu merasakan resah, gundah, gelisah dalam hidup dan kehidupannya.

• ▼ 2014 (38) • ▼ September (38) • Cara Merawat Rambut Rontok SECARA Alami • Kisah Musailamah Al Kadzab ( Seorang Nabi Palsu ) • SUSUNAN KOMITE KONGRES PEMUDA 1 • KISAH ABU LAHAB • dasanama WATAK/SIFAT PANDAWA • BAGIAN TUBUH KUCING • stratum corneum, Stratum Granulosum, Stratum lusidum • MASA REVOLUSI FISIK INDONESIA ( 1945-1950 ) • CONTOH PIDATO • CERPEN • CONTOH WAWANCARA DAN OBSERVASI BUDUDAYA KANGKUNG • KUMPULAN PANTUN • Penerapan Bilangan Bulat Dalam Kehidupan Sehari-Hari • Pengertian Paragraf Eksposisi DAN Contohnya Paragr.

• PROGRAM DIET 1 MINGGU • PUISI TENTANG ALAM • Alexander Graham Bell (PENEMU TELEPON) • 99 asmaul husna • Bani Abbasiyah • Q S AL HIJR AYAT 9 • LAGU DAN PUISI TENTANG AIR UNTUK ANAK ANAK • MACAM SAYUR DAN BAGIAN YANG DI MANFAATKAN • Cara Membuat Anyaman Kertas • SURAT AL MAIDAH AYAT 16 • Honai RUMAH ADAT PAPUA • PUISI LINGKUNGAN • Manusia purba yang ada di indonesia • Negara Islam Irak dan Syam • Sejarah Perumusan Pancasila. • Rumah Adat - Jawa Barat • Sejarah Internet • BAGIAN BAGIAN / ORGAN TELINGA DAN PENJELASANYA • cerpen TENTANG IBU • Cheat Games PS2 - Cheat deff jam fight new york city • isi kandungan surat at Tin • Zionisme • LETAK WILAYAH DAN PENGARUHNYA bagi KEADAAN ALAM IN.

• Aku yang cinta lingkungan

Musailamah AlKadzab Nabi Palsu Zaman Rasulullah dan Mukjizat Nabi Selamat Dari Hantaman Batu Besar




2022 www.videocon.com