Ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil alias Emil menyatakan diri akan masuk partai politik pada tahun ini. Keputusan mencari kendaraan politik ini akan dilakukannya di pertengahan tahun, antara Juni-Juli 2022. Meski siap diusung di pilpres 2024 menyatakan masuk partai, Emil belum mau menjelaskan partai mana yang akan dipilihnya.

Namun, ia memberikan beberapa petunjuk bahwa partai yang akan menjadi tempatnya berlabuh adalah partai yang paling Pancasilais: tidak terlalu kiri dan tidak terlalu kanan. Berlabuh dengan partai politik bukan hanya sebagai persiapan Pilpres 2024.

Emil mengatakan bahwa hal paling rasional untuk 2024 adalah mencalonkan kembali untuk periode ke dua di Pilgub Jabar. Namun, jika setelah masuk partai diusung untuk mencalonkan diri dalam Pilpres 2024, Emil menyatakan siap.

"Pintu pertama melanjutkan periode dua, karena saya gubernur baru periode satu. Kalau saya pilih kiri, 2024 saya ikut Pilgub lagi. Atau pintu kedua, kepemimpinan nasional. Karena kan Pak Jokowi selesai dalam dua periode," kata Emil, Kamis (2/12/2021). Sebelum adanya pernyataan itu, Emil sendiri sudah melakukan manuver dengan bertemu beberapa pimpinan partai. Mulai dari Airlangga Haratato dari Partai Golkar, Pimpinan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY), Megawati dari PDI Perjuangan, dan Prabowo dari Partai Gerindra.

Lalu apa saja partai yang berpotensi jadi kendaraan Ridwan Kamil di 2024? Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, didampingi Ketua DPW PPP, Jabar, Ade Yasin. (IDN Times/Rubiakto) Menurut Prof. Karim Suryadi, Pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ada beberapa partai yang tepat untuk menjadi tempat Emil pada 2024. Sejumlah partai pengusung pada Pilgub Jabar 2018 bisa jadi dipilih Emil. "Tiga partai pengusung dan satu partai pengusung di Pilgub Jabar bisa menjadi pendukung di Pilpres 2024," ujar Karim, Sabtu (22/1/2022).

Adapun tiga partai pengusung itu adalah Ridwan kamil bakal masuk partai, NasDem, PPP, dan partai pengusung Hanura. Menurutnya, orientasi politik nasionalis-religius yang ditampilkan Emil membuka partai yang sehaluan untuk merapat. Namun, meskipun masuk dalam partai pengusung, PPP merupakan partai yang membuat kadernya Uu Ruzhanul Ulum menjadi Wakil Gubernur Jabar.

Sehingga, menurut Karim, tetap ada potensi Ridwan Kamil gabung dengan partai berlogo Ka'bah ini. Wakil Ketua Komisi ll DPR RI Saan Mustofa (IDN Times/Irfan Fathurohman) Menurut Ridwan kamil bakal masuk partai, Partai NasDem juga sangat berpotensi dipilih oleh Emil.

Apalagi, kata dia, partai itu merupakan partai pengusung dalam Pilpres 2024, sehingga partai besutan Surya Paloh itu kemungkinan pas dengan sosok Emil. "NasDem kan pengusung di Pilgub Jabar, dan sikap NasDem yang terbuka menjadi jalan paling lebar," katanya. Selain itu, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem sekaligus Anggota Dewan Pakar DPW NasDem Jabar, Muhammad Farhan menekankan Ridwan Kamil jangan menunda-nunda untuk mendaftarkan diri jadi kader Partai NasDem.

"Saya pribadi sangat mendorong RK masuk partai, karena partai menegaskan identitas politiknya dan RK bisa menjadi sumber inspirasi pengembangan partai modern," ujar Farhan dalam keterangan persnya yang diterima IDN Times, Minggu (5/12/2021).

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A PKB juga termasuk partai pengusung, dan memiliki potensi sebagai tempat Emil berpolitik. Namun, partai yang dibentuk oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu kini tengah getol mengkampanyekan ketua umumnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk ikut dalam Pilkada 2024.

Meski begitu, potensi Emil untuk gabung dalam partai PKB, kata Karim, bisa saja terjadi karena masih menjadi partai pengusung, "Semua partai pengusung bisa saja dipilih, itu (PKB) termasuk," kata dia. Kemudian, Acep Jamaludin, Sekretaris DPW PKB Jabar juga mengatakan, dalam PKB terdapat simpatisan, kader, dan pengurus. Tiga struktur anggota itu dipastikan memiliki ide yang sama dalam menjalankan roda partai.

"Jadi kader PKB, sarat pertama harus miliki visi misi dan politik itu kan siyasatul ummah mabniyyatun ala aqidatiha. Jadi politik sebuah umat berdasarkan ide dan keyakinan. PKB adala kumpulan orang yang diyakini Partai PKB, dan termaktub dalam apreasiasi," ujar Jamal saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto [nomor tiga dari kiri]. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) Meski bukan partai pengusung, Karim bilang bahwa Partai Golkar juga berpotensi menggaet Emil, sebab, Golkar merupakan partai nasionalis dan merupakan partai lama di Indonesia. Namun, saat ini Golkar digadang-gadang akan mencalonkan Airlangga Hartato dalam Pilpres 2024. "Demikian juga Partai Golkar. Golkar karena nasionalis religiusnya matching dengan orientasi politik Emil," katanya.

Adapun sebelumnya, Emil dan Airlangga Hartato sempat bertemu dengan Emil di Kota Bandung. Kemudian, Ketua PDK KOSGORO 1957 Jabar Aria Girinaya juga mengatakan, Emil memiliki kualifikasi yang mumpuni.

Namun, dalam peta perpolitikan saat ini, dia akan lebih cocok untuk maju dalam Pilgub dan menjadi gubernur dalam periode kedua.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

"Paling ideal untuk Pak RK (Ridwan Kamil) adalah melanjutkan Gubernur Jabar dua periode," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Golkar Nilai Pertemuan Airlangga dan Khofifah hanya Urusan Kedinasan Baca Juga: Survei SMRC: Prabowo Tertinggi jika Jadi Capres, Dikuntit AHY dan Mega TRENDING • Waspada Kemacetan!

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

Hampir 50 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta • Disindir Ridwan Kamil, Yana Mulyana Pastikan Ridwan kamil bakal masuk partai GBLA Selesai • Tak Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Tenggelam di Subang • Prakiraan Cuaca Hari Ini 8 Mei 2022, Sebagian Tasikmalaya Bakal Berawan • Prakiraan Cuaca Hari Ini 8 Mei 2022, Sebagian Kota Bandung Bakal Berawan • Jalur Arteri Padat Imbas One Way di Tol, Menhub: Prioritaskan Pemudik • Cuaca Hari Ini 8 Mei 2022: Kabupaten Bandung Berawan Siang dan Sore Hari Badung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan telah berikhtiar dan siap lahir batin untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

Dia masih memilih partai yang bakal mengusungnya. "Lahir batin kan siap diusung di pilpres 2024 siap (maju Pilpres). Masalah nanti warnanya (partai) apa, itu Allah yang tentukan," kata Ridwan Kamil setelah menghadiri sebuah acara di wilayah Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1/2022) petang. "Yang saya pegang adalah pasti yang sangat konsisten memperjuangkan Pancasila.

Tidak hanya di AD/ART. Semua di AD/ART-nya kan begitu (memperjuangkan Pancasila), tapi track record-nya pasti akan jadi dasar saya berlabuh," kata dia. Menurut dia, selama ini memang banyak yang memberikan doa dan dukungan untuk menjadi capres pada 2024. "Jika gesturnya baik saya aminkan, kan begitu. Dan tugas menjadi manusia adalah berusaha, berikhtiar, masalah takdirnya ada (atau) tidak kan bukan wilayah manusia.

Jadi makin kinerjanya makin bagus, makin disukai, ya otomatis ada apresiasi dari masyarakat berupa doa, ada bikin lagu, ada juga dukungan elektoral. Jadi saya akan fokus bekerja seperti ini," jelasnya. Baca juga: Ridwan Kamil Tancap Gas Safari Daerah, Jaring Dukungan Pilpres? Saat ditanyakan mengenai pasangan untuk maju dalam pilpres, Ridwan Kamil menyinggung soal 'kawin paksa'.

Dia lalu mengatakan nama-nama calon pasangannya tak jauh dari tokoh yang muncul dalam lembaga survei.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

"Dalam politik praktis jodoh politik itu tidak pernah pilihan penganten, semua kawin paksa. (Yang cocok jadi pasangan capres) ya yang ada di survei-survei lah," katanya. Lihat juga video 'Baliho Dukungan Capres 2024 Bermunculan, Kang Emil: Terima Kasih!': [Gambas:Video 20detik] (idn/idn)
Liputan6.com, Jakarta Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih panjang.

Namun, saat ini sejumlah nama mulai muncuk kepermukaan dan digadang akan menjadi salah satu kandidat Pilpres. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sejumlah kandidat kuat lainnya, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Usai mengetahui dirinya digadang sebagai salah satu kandidat Pilpres 2024, pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut secara terang-terangan mengaku tidak menolak bila ada parpol yang ingin mengusung dirinya. Hal tersebut disampaikan usai menjadi pembicara di Workshop Nasional DPP Partai PAN, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa 5 Oktober 2021.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

"Mudah-mudahan, siapa pun yang mendukung tidak boleh ditolak asal dukungannya baik. Saling menguatkan pastilah itu, kerja sama politik yang kita tunggu-tunggu," ujar Ridwan Kamil. Namun, ketika ditanya Ridwan kamil bakal masuk partai berminat untuk meminangnya jadi capres, Kang Emil menilai, auranya yang terjadi saat acara, ridwan kamil bakal masuk partai cukup baik baginya. "Iya terlalu jauh yah, untuk disimpulkan sekarang.

Tapi kalau auranya bagus kayak tadi, iya membesarkan hati kira-kira begitu. Bahwa jodoh tidak jodoh tidak sesederhana penglihatan sekarang. Nanti, tunggu di detik-detik akhir. Biasanya kan pemain bola ada permainan-permainan yang tidak kami pahami," katanya.

Berikut empat pernyataan Ridwan Kamil isyaratkan bakal maju ke Pilpres 2024 dihimpun Liputan6.com: Pria yang biasa disapa Kang Emil ini mengaku sejak pertama maju sebagai kepala daerah sebagai Wali Kota Bandung, hingga Gubernur Jabar, dirinya memang belum pernah menjadi kader partai.

Namun, sangat mungkin dia bergabung dengan partai pada periode mendatang, bila kembali maju sebagai gubernur atau capres maupun wapres di 2024. "Apakah periode kedua gubernur lagi, atau ada tawaran ke nasional, itu saya sudah istikharah-kan. Tentu (saya) akan berlabuh di salah satu partai yang tentunya masih saya pikirkan baik-baik. Salah satunya mungkin PAN yang mengundang saya, memberikan kehormatan di panggung," kata Ridwan Kamil seusai menjadi pembicara di Workshop Nasional DPP Partai PAN, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 5 Oktober 2024.

Saat ditanya tentang partai yang mendekatinya, Emil mengaku sudah berkomunikasi ke semua partai. Dia pun menyebut sejumlah nama ketua umum partai politik yang telah bertemu dengannya. "Beberapa bulan yang lalu saya kedatangan Bapak AHY (Ketum Demokrat), Bapak Airlangga (Ketum Golkar), dan Bapak Zul (Ketum PAN) juga.

Semua partai sudah ketemu dan semua membicarakan kerja sama membangun Indonesia lewat Jawa Barat, mungkin relevannya 2024 nanti di 2022 baru mulai ada," ujarnya. Terkait kandidat pasangannya, Ridwan Kamil menilai dalam politik sangat dinamis. Dia tidak bisa menerka siapa sosok yang nantinya bisa menjadi pasangan dirinya bila maju di kontestasi Pilpres 2024.

"Tapi apapun saya doakan datang dari generasi saya. Saya mendukung, siapapun yang menang kita dukung. Tapi sebagai solidaritas generasi, saya mendoakan agar ada perwakilan generasi saya, yang memimpin bangsa ini di periode berikutnya," ungkap Emil.

Terkait hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan peringkat dirinya di lima besar sebagai kandidat Capres, Ridwan Kamil menduga hal tersebut merupakan efek dari kinerjanya menangani kasus Covid-19. "Segitu sudah lumayan.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

Karena belum melakukan banyak hal-hal yang secara khusus untuk menaikkan elektabilitas. Saya, kerja ngurus Covid-19, iya dapat lima besar mungkin juga dari faktor kepemimpinan selama mengurusin Covid-19," ungkap Emil.

Emil pun mengaku dirinya hingga kini belum mempunyai tim yang membahas mengenai Pilpres 2024. "Intinya saya belum punya tim untuk mengurusi hal-hal terlalu jauh," pungkasnya. Sebelumnya, Ridwan Kamil sudah memberi isyarat siap diusung Partai Amanat Nasional (PAN) di Pilpres mendatang. Hal tersebut diungkap Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Workshop PAN di Bali, Selasa, 5 Oktober 2021.

"Kalau ada sebuah pintu terbuka misalkan dari partai PAN, saya bismillah.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

Tapi kalau tidak, tidak masalah, karena Allah yang akan ridwan kamil bakal masuk partai kata Emil. Cindy Violeta Layan LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bakal gabung ke partai politik di 2022.

Ini bertujuan agar dirinya bisa diusung oleh parpol di Pilpres 2024. Ridwan Kamil mengaku telah melaksanakan istikharah (menentukan pilihan) menjelang Pilpres 2024. "Saya sudah 'haqul yakin' kalau di level nasional tidak mungkin independen. Jadi saya akan istikharah tahun depan mau masuk partai," kata Ridwan Kamil seusai pembukaan pameran "Jabar Motekar" di JNM, Yogyakarta dinukil Suara.com, Kamis (2/12/2021).

Bicara kemungkinan hanya diusung sebagai cawapres, Ridwan Kamil mengaku tidak ambil pusing. Baginya, baik diusung sebagai calon RI 1 atau RI 2 pada muaranya adalah harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. "Enggak ada masalah, pemimpin itu di mata Tuhan sama saja. Bermanfaat kah dia di jabatan nomor satu? Bermanfaatkah di mata rakyat dengan jabatnnya di nomor dua? Jadi nomor satu atau nomor dua bagi saya sama saja yang penting rakyat lebih sejahtera, Indonesia lebih maju," tutur dia.

Kekinian Ridwa Kamil memilih berfokus merealisasikan janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat. Baca Juga: 28 HP Vivo Terbaru Desember 2021, Cek Harga Lengkapnya
Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bakal gabug ke partai politik pada tahun 2022. Ini bertujuan agar dirinya bisa diusung oleh parpol di Pilpres 2024 mendatang. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan mengaku telah melaksanakan istikharah (menentukan pilihan) menjelang Pilpres 2024.

"Saya sudah 'haqul yakin' kalau di level nasional tidak mungkin independen. Jadi saya akan istikharah tahun depan ridwan kamil bakal masuk partai masuk partai," kata Ridwan Kamil seusai pembukaan pameran "Jabar Motekar" di JNM, Yogyakarta, Rabu (1/12/2021). Kang Emil menyadari untuk masuk dalam kontestasi Pilpres 2024 tidak mungkin ditempuh melalui jalur independen.

Baca Juga: Putuskan Bergabung dengan Partai di Tahun 2022, Ridwan Kamil Enggan Banyak Pencitraan Bicara kemungkinan hanya diusung sebagai cawapres, Ridwan Kamil mengaku tidak ambil pusing.

Baginya, baik diusung sebagai calon RI 1 atau RI 2 pada muaranya adalah harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. "Enggak ada masalah, pemimpin itu di mata Tuhan sama saja.

Bermanfaat kah dia di jabatan nomor satu? Bermanfaatkah di mata rakyat dengan jabatnnya di nomor dua? Jadi nomor satu atau nomor dua bagi saya sama saja yang penting rakyat lebih sejahtera, Indonesia lebih maju," tutur dia. Kekinian Ridwa Kamil memilih berfokus merealisasikan janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, tanpa pencitraan dan cukup bekerja dengan fokus dan serius dengan sendirinya bakal memengaruhi tingkat elektabilitasnya ke depan.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

"Jadi kalau survei itu naik turun. Entah itu nomor satu di Partai Nasdem saya apresiasi. Kembali lagi dari mana dukungan itu? dari akumuliasi kerja kan. Makannya foskus saja kerja," ujarnya.

Baca Juga: Bikin Lukisan Warna Merah Kuning Hijau Biru, Ridwan Kamil Kasih Kode Menuju 2024 Nama Ridwan Kamil selalu muncul di peringkat lima besar dalam bursa calon Presiden atau wakil Presiden untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Terbaru, hasil survei Jaringan Survei Pemuda Pelajar (JSPP) bekerja sama dengan Rectoverso Institute menyatakan bahwa mayoritas warga Jawa Barat (Jabar) ingin Gubernur Jabar M Ridwan Kamil maju sebagai capres atau cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Kode Gubernur Jabar ini sebelumnya memastikan siap jika diusung pada Pilpres 2024. Ini disampaikan melalui isyarat sebuah karya lukisannya di Jogja National Museum (JNM). Dalam warna cat yang digoreskan ke dalam kanfas terdapat sejumlah warna yang juga menjadi ciri parpol politik di Indonesia.
Ridwan Kamil Siap Maju Capres di Pilpres 2024, Ini Kriteria Wakilnya Ridwan Kamil menyatakan siap maju sebagai capres di Pilpres 2024 dan telah mengatakan kriteria wakil pilihannya.

• News • 05 October 2021 18:44:28 WIB • Penulis: Chelin Indra Sushmita/Newswire - Editor: Chelin Indra Sushmita • • • • Solopos.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, blak-blakan menyatakan kesiapan maju di Pilpres 2024.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan akan menerima dukungan dari pihak manapun. Dia juga mengaku sudah bertemu dengan pimpinan semua partai politik. Meski demikian sampai saat ini belum ada bahasan tentang Pilpres 2024. Nantinya jika dicalonkan maju di Pilpres 2024, Ridwan Kamil akan menerima dukungan dari siapapun. Promosi Menengok Peninggalan Mataram Kuno di Sukoharjo, Si Putih Candi Sirih “Mudah-mudahan, siapa pun yang mendukung tidak boleh ditolak, asal dukungannya baik, saling menguatkan, pastilah itu sebuah kerja sama politik yang kita tunggu,” kata Kang Emil di acara Workshop DPP PAN di Bali, Selasa (5/10/2021), seperti dilansir Detik.com.

Baca juga: Biaya Pembangunan Sirkuit Mandalika Tak Sampai Rp1 Triliun, Yakin? Meski Pilpres 2024 masih jauh, Ridwan Kamil mengaku sudah memiliki kriteria tentang pendampingnya jika nantinya maju sebagai capres. Dia berharap orang yang mendampinginya berasal dari generasi yang sama. “Masih enggak bisa ditentukan sekarang. Tapi ya apapun saya doakan datang dari generasi saya.

Saya mendukung, siapa pun yang menang kita dukung. Tapi sebagai solidaritas generasi, saya mendoakan agar ada perwakilan generasi saya yang memimpin bangsa ini di periode berikutnya” kata Kang Emil. Sebagai informasi, Ridwan Kamil, menang dalam Pilgub Jawa Barat 2018 setelah diusung empat partai besar, yaitu PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura.

Meski demikian, ia bukanlah kader dari empat parpol tersebut. Baca juga: Ketua MUI: Perempuan Tanpa BH Kurang Sempurna Dikabarkan Solopos.com sebelumnya Ridwan Kamil merupakan salah satu tokoh potensial untuk maju sebagai capres maupun cawapres di 2024. Hal ini, salah satunya dikarenakan ia memiliki elektabilitas yang cukup baik.

Di sejumlah lembaga survei, ia nyaris selalu masuk 10 besar tokoh nasional dengan elektabilitas tertinggi. Bahkan beberapa di antaranya masuk lima besar. “Berjodoh dengan siapa, partai mana saya kira nanti ada proses-proses di waktu yang baik,” kata Ridwan Kamil.JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bakal gabug ke partai politik pada tahun 2022. Ini bertujuan agar dirinya bisa diusung oleh parpol di Pilpres 2024 mendatang.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan mengaku telah melaksanakan istikharah (menentukan pilihan) menjelang Pilpres 2024. “Saya sudah ‘haqul yakin’ kalau di level nasional tidak mungkin independen. Jadi saya akan istikharah tahun depan mau masuk partai,” kata Ridwan Kamil seusai pembukaan pameran “Jabar Motekar” di JNM, Yogyakarta, Rabu (1/12/2021). Kang Emil menyadari untuk masuk dalam kontestasi Pilpres 2024 tidak mungkin ditempuh melalui jalur independen.

Bicara kemungkinan hanya diusung sebagai cawapres, Ridwan Kamil mengaku tidak ambil pusing. Baginya, baik diusung sebagai calon RI 1 atau RI 2 pada muaranya adalah harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Enggak ada masalah, pemimpin itu di mata Tuhan sama saja. Bermanfaat kah dia di jabatan nomor satu? Bermanfaatkah di mata rakyat dengan jabatnnya di nomor dua?

Jadi nomor satu atau nomor dua bagi saya sama saja yang penting rakyat lebih sejahtera, Indonesia lebih maju,” tutur dia. Kekinian Ridwan Kamil memilih berfokus merealisasikan janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, tanpa pencitraan dan cukup bekerja dengan fokus dan serius dengan sendirinya bakal memengaruhi tingkat elektabilitasnya ke depan. “Jadi kalau survei itu naik turun. Entah siap diusung di pilpres 2024 nomor satu di Partai Nasdem saya apresiasi.

Ridwan kamil bakal masuk partai lagi dari mana dukungan itu? dari akumuliasi kerja kan. Makannya foskus saja kerja,” ujarnya. Nama Ridwan Kamil selalu muncul di peringkat lima besar dalam bursa calon Presiden atau wakil Presiden untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Terbaru, hasil survei Jaringan Survei Pemuda Pelajar (JSPP) bekerja sama dengan Rectoverso Institute menyatakan bahwa mayoritas warga Jawa Barat (Jabar) ingin Gubernur Jabar M Ridwan Kamil maju sebagai capres atau cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Gubernur Jabar ini sebelumnya memastikan siap jika diusung pada Pilpres 2024. Ini disampaikan melalui isyarat sebuah karya lukisannya di Jogja National Museum (JNM). Dalam warna cat yang digoreskan ke dalam kanfas terdapat sejumlah warna yang juga menjadi ciri parpol politik di Indonesia. “Ini perjalanan 2024, apakah merah, apakah (melalui) pintu hijau, pintu kuning, pintu biru hanya Allah yang menentukan,” kata Ridwan Kamil sembari menunjuk lukisan karyanya seusai pembukaan pameran “Jabar Motekar” di JNM, Yogyakarta.

( Red)
Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… LIVE : Harga emas 24 karat Pegadaian hari ini (08:19 WIB) LIVE : Proyeksi analis soal IHSG setelah libur Lebaran (07:58 WIB) Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan akan masuk partai politik pada 2022 mendatang.

Keputusan ini sekaligus akan menguatkan rencana pihaknya memasuki gelanggang Pilpres 2024. Ridwan Kamil mengatakan hal ini saat tampil di acara Future Leader yang siap diusung di pilpres 2024 Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (2/12/2021).

Saat itu dia mendapatkan pertanyaan apakah akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2024 mendatang. Menurutnya pilihan politiknya ke depan berlandaskan realita dan dua pilihan. “Pintu pertama melanjutkan periode dua, karena saya gubernur baru periode satu.

Kalau saya pilih kiri, 2024 saya ikut Pilgub lagi. Atau pintu kedua, kepemimpinan nasional.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

Karena kan Pak Jokowi selesai dalam dua periode,” katanya. Menurutnya dirinya akan selalu mendapatkan pertanyaan terkait Pilpres 2024, karena publik bertanya siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan usai Jokowi. Maju dalam kontelasi nasional menurutnya membutuhkan tiga modal besar, yakni elektabilitas dan popularitas, dua logistik, lalu ketiga partai yang dalam sistem demokrasi menjadi kendaraan untuk maju. Karena belum memiliki modal logistik dan berpartai, dirinya saat ini tengah meningkatkan kinerja.

Jika upaya ini direspon partai politik dengan meminangnya untuk maju, Ridwan Kamil memastikan pihaknya tidak akan menolak.

ridwan kamil bakal masuk partai, siap diusung di pilpres 2024

“Tapi politik tahu diri itu, saya harus tahu diri, anda itu siapa? Diusung partai belum pasti, kalau nggak [dipinang] saya tahu diri. Kalau tidak ada partai, saya akan melanjutkan menjadi gubernur. Tapi kalau ada partai butuh tokoh elektabilitas yang lumayan, saya dihitung, saya bismillah,” katanya dalam siaran langsung Humas Jabar.

Dibanding menunggu dipinang, Ridwan Kamil akhirnya memutuskan dirinya akan masuk partai politik pada tahun depan. “Sudah saya putuskan, tahun depan saya akan masuk parpol. Warnanya yang mana, taplak ini, warna baju satpam, hijab merah, saya belum tahu. Yang pasti, yang paling Pancasilais, karena Pancasila itu nomer satu.

Tidak boleh terlalu kiri, kanan, politik jalan tengah lah yang saya pilih,” katanya. Menurutnya posisi politik di tengah saat ini dibutuhkan untuk merangkul yang di kiri dan kanan. Di luar itu, Ridwan Kamil juga sudah mempelajari dua pilkada yang dia ikuti untuk bisa memenangkan sebuah kontestasi.

Terpopuler • Libur Sekolah Diperpanjang, Bentuk Apresiasi Pemerintah • Ridwan Kamil Bicara Kemungkinan Endemi Jika Kasus Covid-19 Pascalebaran Landai • Dinkes se- Jabar dan Praktisi Bahas Hepatitis Akut Misterius • Pilpres 2024: Syarikat Islam Jabar Dorong Duet Anies Baswedan dan Ridwan Kamil • Belum Ada Kasus Hepatitis Misterius di Jabar
Post Views: 9 Channel9.id – Jakarta.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku akan masuk partai politik dan siap untuk diusung menjadi capres di pilpres 2024 nanti. “Kalau ada partai, yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung ya, saya bismillah.

Makanya saya sudah putuskan tahun depan saya akan masuk parpol,” ujar pria yang sering disapa Emil itu dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang diselenggarakan UGM, di Sleman, Kamis (2/12). Seperti dikutip dalam CNNIndonesia.com, Emil mengatakan dirinya punya dua pilihan pada 2024 mendatang. Pertama maju kembali dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar, kedua ikut dalam Pilpres 2024. Dirinya menyadari ada tiga persyaratan yang wajib terpenuhi sebelum bisa bertarung di level nasional.

Baca juga: Usung Capres 2024, PPP Incar Ridwan Siap diusung di pilpres 2024, Anies Baswedan Hingga Khofifah “Satu elektabilitas dan kesukaan, dua ada logistik, mahal kan, triliunan untuk jadi presiden. Saya dengar tuh Rp8 triliun, duit dari mana Rp8 triliun, aduh. Yang ketiga, adalah partai yang mengusung, karena sistem demokrasinya seperti itu,” ridwan kamil bakal masuk partai Emil. Gubernur Jabar itu mengklaim dirinya memiliki elektabilitas dan pengalaman memimpin sebuah daerah dalam 10 tahun terakhir.

Emil mengatakan akan terus memaksimalkan modal yang dimilikinya itu dalam beberapa tahun ke depan. Dengan modal yang dimiliki itu, Emil mengaku tidak akan menolak jika ada tawaran dari partai politik kepada dirinya untuk mencalonkan diri sebagai capres. “Nah jadi kalau ternyata kalau nomer satunya (elektabilitas dan kesukaan) baik, tiba-tiba saya diberi (syarat) nomor tiga, diusung partai untuk kepemimpinan nasional, ya saya tidak akan menolak.

Kira-kira begitu,” ujar Emil. Namun, sejauh ini Emil mengaku belum memastikan akan memilih partai politik mana. Yang pasti kata Emil, dirinya akan masuk ke partai yang berasaskan Pancasila. Partai beraliran tengah dan merangkul golongan kiri maupun kanan. Email mengaku tidak masalah sekalipun dirinya akan dicap abu-abu. “Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua,” tandasnya.

Emil tidak merisaukan hasil survei elektabilitas yang sudah ada. Bagi dirinya, survei elektabilitas bukan cerminan hasil akhir pada setiap politik elektoral lima tahunan. Menurut Emil, survei hanyalah persepsi masyarakat hari ini. “Survei itu tidak mencerminkan hasil akhir, itu hanya persepsi hari ini,” kata Emil. Nama Ridwan Kamil Emil masuk dalam survei elektabilitas calon presiden 2024. Namun, posisinya masih jauh berada di bawah Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Posted on Agustus 13, 2020 Author Yana Post Views: 8 Channel9.id – Jakarta. Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menyatakan, semua peserta Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan Rapat Paripurna DPR RI pada Jumat (14/8) wajib melakukan tes swab test. Hal ini untuk memastikan semua yang hadir di Ruang Sidang dipastikan bebas Covid-19.

“Semua wajib swab test dan kami sudah bekerja […] Posted on Oktober 13, 2021 Author Dewi Post Views: 2 Channel9.id-Jakarta. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut pinjaman online (pinjol) illegal membuat masyarakat ada yang depresi hingga bunuh diri. Dia pun meminta Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas maraknya penipuan pinjol ilegal yang sudah meresahkan masyarakat.

“Masalah pinjaman online ilegal adalah permasalahan krusial dan meresahkan masyarakat, ada yang […] Posted on Desember 24, 2019 Desember 24, 2019 Author Arif Post Views: 4 Channel9.id-Jakarta. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan yak mempermasalahkan rangkap jabatan Ketua KPK Firli Bahuri. Firli diketahui masih aktif sebagai anggota Polri.

Dasco menyatakan tak ada satu pun peraturan, baik Undang-undang KPK maupun Undang-undang Polri yang menyatakan Firli telah melanggar aturan karena menjabat sebagai Ketua KPK ketika dirinya masih […] Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Korlantas Polri Akhiri One Way dan Ganjil Genap dari Tol Kalikangkung hingga Tol Japek • Sebanyak 1.075.518 Kendaraan Telah Kembali ke Jabotabek • Besok Kembali Kerja, Coba Lakukan Ini Kalau Konsentrasi Mulai Menurun • Volodymyr Zeleskiy: Kejahatan Telah Kembali Lagi!

• Dukung Saran Kapolri dan Menteri PANRB, Mendagri Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH Pos-pos Terbaru • Korlantas Polri Akhiri One Way dan Ganjil Genap dari Tol Kalikangkung hingga Tol Japek • Sebanyak 1.075.518 Kendaraan Telah Kembali ke Jabotabek • Besok Kembali Kerja, Coba Lakukan Ini Kalau Konsentrasi Mulai Menurun • Volodymyr Zeleskiy: Kejahatan Telah Kembali Lagi!

• Dukung Saran Kapolri dan Menteri PANRB, Mendagri Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH
"Saya sudah 'haqul yakin' kalau di level nasional tidak mungkin independen. Jadi saya akan istikharah tahun depan mau masuk partai," kata Ridwan Kamil seusai pembukaan pameran "Jabar Motekar" di JNM, Yogyakarta, Rabu (1/12/2021) siap diusung di pilpres 2024 dari Suara.com. Ridwan Kamil mengaku dirinya sadar tidak mungkin menempuh jalur independen untuk masuk dalam kontestasi Pilpres 2024.

Baca Juga: Dihadapan Cak Imin, JK Sindir Menaker Ida Fauziah Soal Upah Minimum Banyak Dikritik Bicara kemungkinan hanya diusung sebagai cawapres, Ridwan Kamil mengaku tidak ambil pusing. Baginya, baik diusung sebagai calon RI 1 atau RI 2 pada muaranya adalah harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Enggak ada masalah, pemimpin itu di mata Tuhan sama saja. Bermanfaat kah dia di jabatan nomor satu? Bermanfaatkah di mata rakyat dengan jabatnnya di nomor dua? Jadi nomor satu atau nomor dua bagi saya sama saja yang penting rakyat lebih sejahtera, Indonesia lebih maju," tutur dia.

Kekinian Ridwan Kamil memilih berfokus merealisasikan janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, tanpa pencitraan dan cukup bekerja dengan fokus dan serius dengan sendirinya bakal memengaruhi tingkat elektabilitasnya ke depan.

"Jadi kalau survei itu naik turun. Entah itu nomor satu di Partai Nasdem saya apresiasi. Kembali lagi dari mana dukungan itu? Dari akumuliasi kerja kan. Makannya foskus saja kerja," ujarnya.

Ditanya soal Pilpres 2024, Begini Jawaban Ridwan Kamil




2022 www.videocon.com