Tema karangan yaiku

tema karangan yaiku

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare tema karangan yaiku cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Topik tema karangan • 1. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Topik (bahasa Yunani:topoi = tempat) adalah pokok utama dari seluruh isi karangan atau pokok pembicaraan yang hendak disampaikan atau pokok permasalahan atau masalah yang dibicarakan atau hal yang menarik perhatian umum pada akhir-akhir ini.

Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan • 2. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Topik merupakan jawaban atas pertanyaan : * masalah apa yang akan ditulis? * hendak menulis tentang apa?  Topik umumnya terdiri dari satu atau dua kata yang tema karangan yaiku  Ciri khas topik terletak pada permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.  Topik karangan ilmiah  nyata, tidak abstrak • 3. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Tema (bahasa Yunani: tithenai = meletakkan, menempatkan) : pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar dalam mengarang, menggubah sajak, dan sebagainya)  Tema (Topik) merupakan masalah, persoalan, gagasan, pikiran, atau ide tema karangan yaiku yang dikembangkan dalam tulisan.

 Tema harus ditentukan sebelum menulis.  Menjiwai seluruh isi tulisan.  Bersifat mengikat (isi karangan harus sesuai dengan tema). • 4. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN TOPIK TEMA Pengertian Pokok utama dari seluruh Pokok pikiran; dasar cerita isi karangan atau pokok (yg dipercakapkan, dipakai pembicaraan yang hendak sbg dasar mengarang, disampaikan atau pokok mengubah sajak, dsb permasalahan atau merupakan masalah, masalah yang dibicarakan persoalan, gagasan, pikiran, atau hal yang menarik atau ide utama yang perhatian umum pada dikembangkan dalam akhir-akhir ini tulisan Permasalahan Bersifat umum dan belum lebih spesifik dan lebih terurai terarah dalam membahas suatu permasalahan Sebagai judul Bisa Bisa karangan Satu atau dua kata Kalimat lengkap • 5.

TOPIK, TEMA DAN KARANGAN Topik Tema Judul • 6. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Judul karangan bukan merupakan masalah pokok atau ide karangan.

Judul hanya sekadar nama karangan atau kepala karangan.  Judul karangan adalah perincian atau penjabaran dari topik atau tema  Judul lebih spesifik, menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas dan terkadang sudah mencerminkan sudut pandang penulisnya  Judul untuk penulisan berita, artikel dan iklan hendaknya atraktif, sedikit bombastis, menarik perhatian (provokatif). • 7. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Persamaan topik, tema dan judul : sama-sama dapat menjadi judul karangan  Perbedaan topik, tema dan judul : Topik bersifat umum dan belum menggambarkan sudut pandang penulisnya, Tema bersifat lebih spesifik tetapi belum menggambarkan sudut pandang penulis Judul bersifat lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang lebih jelas, lebih terarah dan sering telah menggambarkan sudut pandang penulisnya.

• 8. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Judul tidak harus ditentukan sebelum menulis tetapi dapat ditentukan setelah karangan selesai. Kecuali untuk penulisan skripsi. Dalam penyusunan skripsijudul ditentukan di awal berdasarkan topik yang dipilih agar terdapat kejelasan parameter yang akan di ukur atau di amati.  Manggambarkan seluruh isi karangan.

 Bersifat bebas namun harus berhubungan dengan tema. • 9. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN  Syarat umum sebuah judul adalah: singkat, jelas, menarik, dan membayangkan isi karangan.  Judul tak boleh diakhiri dengan tanda baca.  Judul ditulis dengan mengacu EYD (menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata, termasuk semua unsur kata ulang sempurna, kecuali kata di, ke, dari, yang, dan, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal).

• 10. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN Topik dapat dibatasi atau dipersempit berdasarkan: 1. Tempat 2. Waktu atau periode atau masa atau zaman 3. Hubungan sebab akibat 4.

Bidang kehidupan atau kelimuan 5. Aspek khusus – umum atau individual – kolektif 6. Objek material dan objek formal • 11.

TOPIK, TEMA DAN KARANGAN Ada beberapa cara untuk menentukan topik: 1. Melalui referensi atau bahan bacaan seperti buku teks, jurnal, majalah 2. Melalui pencarian informasi di internet. 3. Melalui pengalaman, pengamatan atau penelitian 4. Melalui hasil pemikiran dan perenungan atau refleksi. • 12. TOPIK, TEMA DAN KARANGAN Ada beberapa kriteria TOPIK dan TEMA agar karangan yang dihasilkan berkualitas 1.

Topik/tema yang dipilih sesuai dengan ilmu pengetahuan penulis 2. Topik/tema yang dipilih merupakan sesuatu yang menjadi minat penulis 3. Topik/tema yang dipilih jelas ruang lingkup dan batasannya 4. Topik/tema yang dipilih sesuai waktu dan situasi 5. Topik/tema yang dipilih ditunjang dengan bahan yang memadai • 13. Tema karangan yaiku, TEMA DAN KARANGAN Kriteria judul yang baik : 1.

Singkat dan padat 2. Menarik perhatian 3. Menggambarkan isi karangan 4. Atraktif, bombastis, (berita & iklan) 5. Tidak lebih dari lima kata untuk artikel dan sebaiknya tidak lebih dari 20 kata untuk karangan ilmiah • 14.

KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN  Kerangka karangan adalah rencana yang teratur dalam pembagian dan penyusunan gagasan untuk membentuk suatu karangan.  Fungsi kerangka karangan adalah untuk mengatur hubungan antara gagasan dan melalui kerangka karangan akan dapat diketahui kekuatan dan kelemahan dalam perencanaan karangan.

Oleh karena itu, kerangka karangan dapat mengalami perubahan. • 15. KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN  Kerangka karangan terbagi 2: 1. Kerangka sementara atau outline 2. Kerangka mantap atau outline final  kerangka yang sudah tersusun rapi dan lengkap. Kerangka karangan belum tentu berupa daftar isi Kerangka karangan dicirikan oleh sistem tanda atau kode tertentu seperti huruf dan angka • 16.

KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN  Fungsi Kerangka karangan 1. Mempermudah penulis untuk menuliskan karangannya 2. Mencegah terjadinya pengolahan ide dua kali oleh penulis 3. Mencegah pengarang keluar dari sasaran yang telah ditetapkan 4. Membantu penulis mengatur dan menempatkan klimaks yang berbeda-beda dalam karangannya 5.

Bila kerangka karangan telah tersusun rapi berarti separuh dari karangan sudah selesai. 6. Tema karangan yaiku miniatur dari keseluruhan karangan. • 17. KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN Bentuk kerangka karangan yaitu: 1. Kerangka topik  terdiri dari kata, frasa dan klausa 2. Kerangka kalimat  berbentuk kalimat lengkap sehingga bersifat resmi. Pemikirannya lebih luas dan lebih rinci dibandingkan kerangka topik. 3. Kombinasi kerangka topik dan kerangka kalimat • 18.

KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN Contoh kerangka karangan Benar Salah I. . I. . II. . II. . A. . A. . B. . 1. . 1. . A. . 2. . B. . C. . III. . III. . • 19. KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN Pola penyusunan kerangka karangan 1. Pola alamiah  urutan ruang atau tempat atau wilayah dan urutan waktu atau berdasarkan kronologis kejadian atau urutan peristiwa 2.

tema karangan yaiku

Pola logis  berdasarkan cara berpikir manusia sehingga pada setiap orang tidak akan sama karena pols pikir, sudut pandang dan tanggapan setiap orang tidak akan sama terhadap sesuatu atau kejadian  klimaks – anti klimaks, sebab – akibat, umum – khusus, populasi – individu, dll. • 20. KERANGKA (OUTLINE) KARANGAN Tahapan Penyusunan Karangan 1. Menentukan topik, tema, (judul jika untuk menulis skripsi, thesis, disertasi) 2.

Mengumpulkan data atau informasi 3. Menyusun dan mengatur strategi penempatan gagasan  kerangka 4. Menulis draft karangan termasuk menentukan judul jika judul karangan atau artikel tersebut belum ditentukan di awal 5. Penyuntingan wacana  kaidah bahasa, diksi, kalimat dan alinea 6.

Penulisan karangan final • 21. MENULIS KARANGAN Mengarang = menyusun atau merangkai Dalam kegiatan menulis, mengarang adalah merangkai kata, merangkai kalimat sehingga menghasilkan karangan.

Orang yang merangkai kata, kalimat disebut penyusun, pengarang atau penulis. Karangan dibedakan menjadi: 1. Karangan ilmiah 2. Karangan semi ilmiah tema karangan yaiku. Karangan non ilmiah • 22. MENULIS KARANGAN Karakteristik Karangan ilmiah Karangan semi Karangan non ilmiah ilmiah Sumber Pengamatan, Pengamatan, Non faktual penelitian, faktual penelitian, faktual (rekaan, renungan) Sifat Objektif Objektif + subjektif Subjektif Alur Sistematis, Sistematis, Bebas metodis kronologis, kilas balik Bahasa Denotatif, ragam (denotatif + Denotatif / baku, istilah konotatif) konotatif, khusus semiformal semiformal / informal / istilah umum / daerah Bentuk Argumentasi, Eksposisi, Narasi, deskripsi, campuran persuasi, deskripsi, campuran campuran Sumber : Finoza (2009) • 23.

MENULIS KARANGAN : BENTUK KARANGAN 1. Deskripsi = pemaparan atau penggambaran dng kata-kata secara jelas tema karangan yaiku terperinci; uraian: 2. Narasi = 1.

pengisahan suatu cerita atau kejadian; 2. (Sas) cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan; 3. tema suatu karya seni: 3. Eksposisi = 1 uraian (paparan) yg bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan (msl suatu karangan); 2 pameran (barang hasil industri, karya seni, kerajinan tangan, dsb); 3 (Sas) bagian awal karya sastra yg berisi keterangan tt tokoh dan latar; paparan 4.

Argumentasi = alasan untuk memperkuat atau menolak tema karangan yaiku pendapat, pendirian, atau gagasan; 5. Persuasi = 1 ajakan kpd seseorang dng cara memberikan alasan dan prospek baik yg meyakinkannya; bujukan halus: imbauan; 2 karangan yg bertujuan membuktikan pendapat; 6. Campuran • 24. DESKRIPSI  Adalah karangan yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa atau keadaan sehingga pembaca merasa melihat, menyaksikan dan menjadi bagian dari cerita tersebut.

 Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri yaitu menggambarkan sesuatu dengan jelas dan melibatkan panca indera sehingga pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau merasa terlibat dalam kejadian tersebut. • 25. DESKRIPSI  Paragraf dalam karangan deskripsi dibedakan menajdi 3 yaitu 1.

Paragraf Deskripsi Spasial  menggambarkan objek khusus ruangan, benda atau tempat. 2. Tema karangan yaiku Deskripsi Subjektif  menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. 3. Paragraf Deskripsi Objektif  menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. • 26. DESKRIPSI  Contoh Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara-suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orang-orang yang masih tidur.

Dapat ku lihat burung-burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Dari timur sang surya menyapaku dengan malu-malu untuk menampakkan cahayanya. Aku berjalan ke halaman depan rumah. Tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar untuk berlalu lintas dan dari kejauhan tampak sawah-sawah milik petani yang ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat sejuk, indah, dan damai. Dari kejauhan pula terlihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya yang belum ditanami tumbuhan, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput untuk makan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau.

Didesaku rata-rata penduduknya sebagai petani. • 27. NARASI  Adalah karangan berupa cerita, peristiwa atau kejadian yang disampaikan dalam satu urutan waktu atau plot atau alur. Di dalam kejadian itu terdapat tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur.  Tema karangan yaiku berdasarkan kandungan beritanya dibedakan menjadi narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Narasi ekspositoris adalah narasi yang berisi fakta sedangkan narasi sugestif adalah narasi yang berisi fiksi.

Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam. • 28. NARASI  Karangan narasi tersusun atas bagian awal, tengah dan akhir. Bagian awal berisi pengantar, perkenalan tokoh dan suasana. Dibuat semenarik mungkin sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Bagian tengah merupakan bagian inti dimana konflik dimunculkan, klimaks dan perlahan-lahan mereda.

Bagian akhir merupakan penutup, ada yang disampaikan secara singkat, panjang atau menggantung sehingga pembaca harus menebak akhir cerita tersebut. Kunci dari narasi adalah konflik yang dimunculkan. • 29.

NARASI Contoh narasi berisi fakta: Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia merupakan seorang nasionalis. Pada tahun 1928 beliau mendirikan PNI. Kemampuannya sebagai orator mampu membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk sama-sama berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah sehingga pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama Drs. Mohammad Hatta beliau memproklamirkan kemeredekaan Indonesia.

Pada tahun 1955 Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung. • 30. NARASI Contoh narasi berisi fiksi:  Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu.

Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya. • 31. NARASI Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.

Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah. Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang.

Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang- lubang di pagar ini. Pagar ini tidak tema karangan yaiku pernah bisa sama seperti sebelumnya.

“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik” • 32. EKSPOSISI  Adalah karangan yang berisi paparan, uraian atau penjelasan atas suatu topik dengan tujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan tambahan atas suatu kejadian bagi pembaca sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pembaca  Karangan eksposisi dapat berupa uraian yang dilengkapi tabel, bagan, alur proses, gambar, grafik atau statistik.

Dapat pula berupa uraian tentang langkah, proses dan cara kerja. • 33. EKSPOSISI  Contoh : Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita sudah mengenal tanaman lidah buaya serta manfaatnya. Manfaat lidah buaya tidak hanya sebagai penyubur rambut, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Tumbuhan tanpa tema karangan yaiku ini mempunyai ciri: daun berbentuk panjang, tebal, dan berwarna hijau. Daunnya mengandung serat bening sebagai daging. Meskipun lidah buaya sejak dahulu dikenal memiliki banyak khasiat, belum banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini bisa menjadi komoditas yang menguntungkan.

Menariknya, komoditas ini tidak hanya bermanfaat sebagai ramuan penyubur rambut, tetapi justru sebagai minuman dan makanan yang menyehatkan. • 34. ARGUMENTASI  Adalah karangan yang berisi uraian untuk menyakinkan atau membuktikan sesuatu kepada pembaca.

 Karangan argumentasi merupakan penjelasan, pembuktian, alasan, ulasan obyektif yang disertakan contoh, analogi dan sebab akibat. • 35. ARGUMENTASI  Tema karangan yaiku struktur informasinya, paragraf argumentasi dibagi menjadi : 1. Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan. 2. Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar.

Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.

3. Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui tema karangan yaiku penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis. • 36. ARGUMENTASI  Contoh karangan Argumentasi Populasi ternak unggas (ayam pedaging, ayam petelur, ayam buras, itik) di Provinsi Tema karangan yaiku meningkat dari tahun ke tahun sebagaimana yang dilaporkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jambi (2009).

Begitu pula dengan populasi ternak unggas di Kabupaten Muaro Jambi terus terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Data terakhir memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan populasi ternak unggas yaitu 3.127.218 ekor pada tahun 2008 menjadi 4.166.535 ekor tahun 2009. Peningkatan terbesar terjadi pada populasi ayam pedaging yaitu dari 2.534.250 ekor pada tahun 2008 menjadi 3.542.000 ekor di tahun 2009.

Peningkatan populasi ini dikarenakan adanya mitra atau kerjasama perusahaan makanan ternak dengan peternak atau calon peternak. Perusahaan makanan ternak membantu penyediaan bibit, pakan, obat obatan dan tenaga ahli yang berfungsi sebagai supervisor. Peternak atau calon peternak cukup menyediakan kandang dan perlengkapan kandang.

• 37. PERSUASI  Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (walaupun terkadang caranya tidak logis).  Karangan ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu atau karangan yang besifat mengajak. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

• 38. PERSUASI  Karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu : 1. Persuasi politik  untuk memahami politik lebih baik lagi 2. Persuasi pendidikan  untuk memotivasi pembaca atau pendengar melaksanakan upaya peningkatan pendidikan, belajar mengajar 3.

Persuasi advertensi / iklan  untuk memperkenalkan suatu barang tema karangan yaiku bentuk jasa tertentu sehingga merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan 4. Persuasi propaganda  penyebaran informasi sehingga pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

• 39. PERSUASI  Contoh topik persuasi  Katakan tidak pada NARKOBA  Hutan sahabat kita  Hidup sehat tanpa rokok  Membaca memperluas wawasan • 40. PERSUASI  Contoh karangan persuasi Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baikna atau dengan daur ulang tetapi tema karangan yaiku menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.

Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya.

Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini. Salah sawijining tuladha karangan utawa wacana yaiku cerkak. Cerkak kuwi singkatan saka cerita cekak utawa ana ing basa Indonesia diarani cerpen utawa cerita pendek. Cerkak utawa cerita cekak kuwi lumrahe cerita kang nyritakake sawijining manungsa ing uripe.

Cerkak uga ana bab kang nyengkuyung, yaiku unsur Instrinsik lan Unsur Ekstrinsik. Unsur Instrinsik Unsur iinstrinsik yaiku unsur kang nyengkuyung cerkak saka njerone serkak kuwi. Unsur-unsur kang kalebu unsur instrinsik yaiku: Tema tema yaiku wosing cerita utawa bab kang dadi lelandhesan cerita. Tokoh/ Paraga Tokoh utawa paraga yaiku wong kang ngalami kedadean ana ing cerita. Tokoh utawa paraga bisa kaperang dadi 4, yaiku: 1).

Tokoh Sentral, yaiku tokoh utawa paraga kang asring ngalami kedadean ana ing cerita. Tokoh sentral uga bisa kaperang dadi 2, yaiku: a) Tokoh Sentral Protagonis, yaiku tokoh kang asring ngalami kedadean kang nduweni sipat positif. b). Tokoh Sentral Antagonis, yaiku tokoh kang asring ngalamikedadean lan duwe sipat negatif. 2). Tokoh Bawahan, yaiku tokoh kang nyengkuyung tokoh sentral, Tokoh bawahan uga bisa kaperang dadi 3, yaiku: a). Tokoh Andalan, tokoh kang dadi kepercayaan tokoh sentral.

b). Tokoh tambahan, yaiku tokoh kang ngalami kedadean ana ing cerita nanging mung sethithik. c). Tokoh Lantaran, yaiku tokoh kang dadi lantaran utawa setting kemawon. Amanat/ Pesen Pesen kang bisa dijupuk saka cerita, tujuane supaya sakwise wong maca cerita bisa njupuk dudutan saka cerita mau. Setting Yaiku katrangan kang ana gegayutane karo wektu, papan lan kahanan. Alur (Plot) Yaiku urut-urutane carita, jenising alur ana 3 yaiku: a).

Alur Maju, b). Alur Mundur, c). Alur Campuran Sudut pandang (Point of View) Sudut pandang ana 2 jenise, yaiku: 1). Sudut pandhang tiyang kaping sepisan 2).

sudut pandang tiyang kaping pindo Unsur Ekstrinsik yaiku unsur saka njaba pengarang. Tuladhane unsur ekstrinsik: 1. Unsur Sosial 2. Unsur Politik 3. Unsur Ekonomi 4. Unsur Budaya 5. Unsur Religi, Lsp Macapat iku salah sijining tembang ing tlatah Jawa kang nduweni pathokan utawi aturan guru gatra, guru wilangan lan guru lagu.

Guru Gatra yaiku cacahing larik saben sak pada (bait). Guru Wilangan yaiku cacahing wanda tema karangan yaiku kata) saben sak gatra (baris/larik). Guru Lagu yaiku tibaning swara ing pungkasaning gatra.

*Istilah ing tembang macapat kang kudu di tema karangan yaiku Pada = bait Gatra = baris/larik Wanda = Suku kata Swara = Uni Tuladha analisis tembang macapat adhedhasar pathokane Pitutur bener iku sayektine apantes tiniru nadyan metu saking wong sudra papeki lamun becik nggone muruk iku pantes sira anggo Ana pocapanipun adiguna adigang adigung pan adigang kidang adigung pan esthi adiguna ula iku telu pisan mati sampyoh sikidang umbagipun ngendelake kebat lumpatipun pan si gajah angendelaken geng inggil ula ngendelaken iku mandine kalamun nyakot Analisis: Pada/ bait: tema karangan yaiku Guru Gatra: 5 Guru Wilangan: gatra 1--> 7, gatra 2-->10, gatra PAWARTOS BASA JAWI (BERITA BERBAHASA JAWA) Kompetensi Dasar: 1.

tema karangan yaiku

Memahami dan menganalisis berita yang dibacakan atau melalui berbagai media. 2. Menyajikan berita berbahasa Jawa dengan lisan maupun tulis. Materi Pokok: Berita Berbahasa Jawa Rangkuman Materi: PAWARTOS BASA JAWI Donyaning jurnalistik saya ngrembaka, katitik saka media cetak lan elektronik pada dene mempeng anggone nyuguhake program lan berita.

Pawarta (berita) kuwi nduweni teges kabar utawa pakabaran (Poerwadarminta, 1939: 657A). Dene warta utawa berita kuwi mesthi diwacake dening salah sawijining wong. Wong kang maca berita kudu nduweni sangu. Sangune ora wong sing maca berita yaiku: Wicara Wicara kuwi gegayutan karo pocapane wong. Dadi wong kang maca berita kudu bisa mbedakake antara huruf siji lan sijine, tembung siji lan sijine.

Tuladhane: [d] karo [dh], [t] karo [th] lan sakpanunggalane. Kenang apa kok kudu bisa mbedakake, amarga yen ora bisa mbedakake bisa salah kaprah ana ing tegese. Kajaba kuwi wong kang maca berita kudu cetha ang
Tantri Basa Klas 4 Tantri Basa Hak Cipta © 2016 Tim Penyusun: Drs.

Samsul Hadi Akhmad Winarto, Tema karangan yaiku. Drs. Yusuf Budi Santosa Dra. Umi Nayirotin Editor/Penyelia : Editor/Penyelia : Dra. Sri Sulistiani, M.Pd. Drs. Bambang Purnomo, M.S. Drs. Sukarman M.Si. Desain/Lay Out : Latif Nur Hasan, S.Pd, M.Pd. Desain/Lay Out cover: Rahmat Tema karangan yaiku, S.Pd.

M.M. Penerbit : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Isi : x, 135 hal ISBN : 978I-S6B0N2-497084--600126-4-10(4n-0o1.j6il.1le(nngok.ajipl.)lengkap) ISBN : 978-602I-S4B04N-092708-86(0j2il.440)4-020-8 (jil. 4) Tantri Basa Klas 4 KATA PENGANTAR KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR Alhamdulillah buku “Tantri Basa” sudah selesai disusun dan diterbitkan.

Buku ini disusun dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur No. 19 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah/Madrasah. Pergub tersebut memberikan pegangan hukum yang kuat bagi guru-guru untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh pembelajaran Bahasa Daerah.

Sebagai tindak lanjut, buku ini disusun untuk menyelesaikan masalah ketiadaan buku ajar seiring dengan terbitnya Pergub dan diharapkan dapat diterima dan digunakan dalam pembelajaran di sekolah/madarasah di wilayah Jawa Timur.

Terima kasih disampaikan kepada tim penyusun yang telah dengan kesungguhan menyelesaikan buku ini. Kerja sama Tim Eksternal sebagai penyusun bersama-sama dengan Tim Internal Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi pembentukkan budi pekerti dan karakter generasi muda lewat jalur pendidikan formal di sekolah/madarasah.

Kesempurnaan buku ini adalah tujuan dari penyusun dan pengguna buku ini. Akan tetapi, buku ini masih memiliki kekurangan. Karena itu, kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian, pengembangan, dan pemertahanan Bahasa Daerah sebagai salah satu budaya bangsa ini sangat diharapkan. Insya Allah pada kesempatan lain buku ini akan disempurnakan dengan mengakomodasi masukan dari berbagai pihak.

Surabaya, Agustus 2016 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Saiful Rachman, MM.,MPd Pembina Utama Madya NIP. 19590503 198503 1 018 Tantri Basa Klas 4 Atur Sapala Isinipun buku “Tantri Basa” punika sampun katitipriksa dening para ahli Basa Jawi saking Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dene panyerating buku sampun dipunadani dening para sutresna sarta alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Isi umumipun sampun katiti priksa dening Drs. Sukarman, M. Si. (Ketua Tim Penyusun Kurikulum Bahasa Daerah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur lan Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya ). Wondene babagan Kebahasaan (Linguistik), Sastra, lan Metodologi Pembelajaran sampun dipuntitipriksa dening Dra.

Sri Sulistiani, M. Pd. (Ketua Jurusan, Dosen Bahasa, Sastra, dan Metodologi Pengajaran saking Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni FBS, Universitas Negeri Surabaya - Unesa).

Kanthi asil paniti priksa kasebat dipunajab sageda buku tema karangan yaiku Basa” punika murakabi kangge srana sinau Basa Jawi tumrapipun para siswa. Kejawi punika, ingajaban ugi sageda mbiyantu para kadang dwija anggenipun memucal saha nggulawenthah siswa-siswinipun ing jagading piwucalan Basa Jawi. Laras kaliyan owah-gingsiripun kurikulum pendhidhikan, buku punika sampun kacundhukaken kaliyan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mulok Bahasa Daerah 2013. Asil paniti priksa nedhahaken bilih isinipun buku punika sampun laras kaliyan kurikulum enggal ingkang dipunginakaken ing sekolah-sekolah wekdal samangke.

Isinipun buku punika kabiji sampun dipun serat kanthi lelandhesan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI) lan Kompetensi Dasar (KD), sarta ngginakaken paugeran ingkang sampun dipunrantam dening Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Mugi-mugi wontenipun buku punika saged mbiyantu para siswa, kadang dwija, lan sutresna Basa Jawi, anggenipun marsudi basa, sastra, lan kabudayan Jawi.

tema karangan yaiku

Tundhanipun sageda basa, sastra, lan kabudayan Jawi ngrembaka lan lestari. Surabaya, Agustus 2016 Paniti Priksa Drs. Sukarman, M. Si./ Dra. Sri Sulistiani, M.Pd. (Ketua dan Wakil Ketua Tim Penyusun Kurikulum Mulok Bahasa Daerah Kanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur 2014 Tema karangan yaiku Basa Klas 4 Atur Pangiring Puji syukur konjuk wonten ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Kuwaos awit kanthi berkahipun panyerat sampun saged nyekapaken panganggiting buku Basa Jawi ”Tantri Basa” kangge para siswa Sekolah Dasar ( SD) / Madrasah Tsanawiyah (MI).

Perlu kawuninganan, wiwit taun pelajaran 2014/2015, piwucalan Basa Jawi SD/MI sampun ngginakaken kurikulum enggal inggih punika KTSP Mulok Bahasa Daerah 2013. Alelandhesan Peraturan Gubernur No. tema karangan yaiku Tahun 2014 ”Mata Pelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah/ Madrasah” kanthi alokasi wekdal 2 (kalih) jam pelajaran saben minggunipun. Kangge njangkepi sarana piwucalan Basa Jawi wonten SD/MI wau, panyerat nganggit buku ajar Basa Jawi ”Tantri Basa” punika.

Buku ”Tantri Basa” kasiyapaken kangge nyengkuyung kawicaksanan KTSP 2013. Bab punika laras kaliyan Peraturan Menteri Pendidikan No. 64 Tahun 2013, ingkang ngrembag bab Standar Kompetensi Lulusan (SKL), ingkang paring amanat tema karangan yaiku Buku Teks Pelajaran kedah ngginakaken acuan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) lan Kompetensi Inti (KI) lan sarta alelandhesan paugeran ingkang sampun dipunsusun dening Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Wondene Permendikbud No. 71, Tahun 2013, ingkang ngrembag Buku Teks Pelajaran lan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah, ugi paring amanat bilih Buku Teks Pelajaran ingkang dipun-ginakaken ing pawiyatan-pawiyatan kedah sampun kasusun adhedhasar KTSP Mulok Bahasa Daerah Tahun 2013. Ewah-ewahan tumrap buku teks kedah karancang lan kasusun kanthi lelandhesan (berbasis) teks. Wonten ngriki, teks kawawas minangka perangan basa ingkang nggadhahi makna kontekstual.

Lumantar buku punika, siswa kaajab saged ngasilaken lan ngginakaken teks laras kaliyan tujuan lan fungsi sosialipun. Salebetipun piwucalan basa Jawi ingkang alelandhesan teks, pasinaon boten namung sesambetan kaliyan piwucaling teori lan konsep, ananging teks ugi migunani minangka sumber aktualisasi dhiri tumrap soksintena ingkang migunakaken bab wau, ing salebeting konteks sosial budaya akademis. Wontenipun buku ”Tantri Basa” punika, dipunajab sageda mbiyantu para siswa SD/MI anggenipun ngleluri dalah marsudi Basa Jawi.

Kejawi punika, sageda adamel gampil lan lancaripun para kadang dwija anggenipun memucal dalah nggulawenthah para siswa-siswinipun salebeting piwucalan Basa Jawi. Perlu kawuninganan, kajawi alelandhesan teks, pangrakiting buku punika ugi ngginakaken Pendekatan Saintific. Piwucalan alelandhesan teks, mawi pandom ngrembakakaken babagan (1) Piwucalan basa kawawas saking teks, boten namung kasusun kanthi munjeraken paramasastra utawi ketatabahasaan kemawon.

(2) Piwucalan lelandhesan teks minangka proses pamilihing basa ingkang ngandharaken makna.

tema karangan yaiku

(3) Piwucalan basa lelandhesan teks asipat Tantri Basa Klas 4 fungsional ingkang ateges boten saged uwal saking konteks ingkang mbabaraken maneka warnining ide, karakter, nilai, sarta ugi idiologi panuturipun, (4) Piwucalan basa lelandhesan teks ugi minangka sarana kangge mangun kawasisan olah pikir tumrap para siswa. Jinising teks ingkang kaandharaken wonten ing buku punika arupi teks dheskripsi, palapuran, narasi/carita, eksposisi, eksplanasi, lan sapiturutipun.

Wondene pendekatan Saintific ingkang kababar ing buku punika mawi proses ingkang sesambetan kaliyan tumindak: Mengamati (Observing), Menanya (Questioning), Mencoba (Experimenting), Menalar (Associating), Mengkomu- nikasikan (Comunicating), lan Membentuk Jejaring (Networking). Wondene aspek panggulawenthahing tema karangan yaiku ingkang dados punjering piwucalan, inggih punika kanthi nengenaken aspek Sikap Religius, Sikap Sosial, Kognitif, lan Psikomotorik.

tema karangan yaiku

Pambabaripun buku ”Tantri Basa” kajawi ngandharaken materi, ugi sinartan gladhen (latiyan) kalarasaken kaliyan Kompetensi Dasar lan Indikator ingkang sampun sinerat wonten salabeting silabus. Awit saking punika, dipunajab supados saged nyekapi kangge pangukuring tema karangan yaiku minimal, ingkang kedah dipunkuwaosi dening para siswa. Pambabaripun buku ingkang alelandhesan teks punika, kalampahan kanthi cak-cakan: (1) Tahap Pembangunan Konteks, (2) Tahap Pemodelan Teks, (3) Tahap Pembuatan Teks Bersama-sama, lan (4) Tahap Pembuatan Teks Secara Mandiri.

Kejawi materi lan gladhen, buku punika ugi dipunjangkepi “bausastra” lan “pepeling” ingkang ngandharaken teges sarta pangenget-enget dateng konsep-konsep inti, ing saben wulangan utawi bab. Kanthi tema karangan yaiku perangan punika dipunajab sageda njangkepi pangrembagipun materi piwucalan, kejawi ugi kangge nambah wawasanipun para siswa.

Panyerat sampun mbudidaya murih buku punika saged sampurna, ewa semanten minangka manungsa limrah sarta awit saking winates saha cupeting kawruhipun panyerat, seseratan salebeting buku punika taksih kathah kekiranganipun. Pramila panyaruwe saking pamaos tansah kaantu-antu amrih kangge damel saenipun buku punika. Wusananing atur, mugi-mugi Gusti Ingkang Murbeng Dumadi tansah njangkung lan nyengkuyung pangetrapanipun buku punika tumrap majeng lan lestarinipun piwucalan Basa Jawi.

Nuwun. Surabaya, Agustus 2016 Panyerat Tantri Basa Klas 4 Dhaftar isi Sampul ngarep …………………………………. i Sampul njero …………………………………………………………….……. ii Idhentitas …………………………………………….…………………….……. iii Kata Pengantar ………………………………….…………………….……. iv Atur Sapala ……………………………………………………………….……. v Atur Pangiring . …………………….……. vi Dhaftar Isi . …………………….……. viii Wulangan 1 : Guyub Rukun 1 Mbabar Wawasan . tema karangan yaiku. 2 Pasinaon 1………………………………………….…………………….……. 3 Modhel Teks Pinilih …………………………….…………………….…….

3 Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 4 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 7 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….……. 11 Gladhen1 ………………………………………….…………………….……. 12 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 13 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri …………………….……. …………. 15 Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 15 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 17 Gladhen Wulangan 1 ………………………….…………………….……. 21 Wulangan 2 : Gemi Nggunakake Energi 24 Mbabar Wawasan .

…………………….……. 25 Pasinaon 1………………………………………….…………………….……. 27 Modhel Teks Pinilih …………………………….…………………….……. 27 Tantri Basa Klas 4 Kaca vii Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 27 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 31 Gladhen 3 ………………………………………….…………………….……. 34 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….……. 36 Gladhen1 ………………………………………….…………………….……. 36 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 37 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri ……….…………………….……. 40 Gladhen 1 ………………………………………….…………………….…….

41 Gladhen Wulangan 2 ………………………….…………………….……. 42 Wulangan 3 : Perduli Marang Lingkungan 45 Mbabar Wawasan .…………………….……. 46 Pasinaon 1………………………………………….…………………….……. 48 Modhel Teks Pinilih …………………………….…………………….……. 48 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 48 Gladhen 2 ……………………………………………………………….…….

52 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ……………………….…….… 54 Gladhen1 ……………………………………………………………….……. 54 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 58 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri ………….…………………….……. 59 Gladhen 1 ……………………………………………………………….…….

59 Gladhen 2 …………………………………………. 60 Gladhen Wulangan 3 …………………………. 61 Wulangan 4 : Sregep Makarya 64 Mbabar Wawasan . …………………….……. 65 Pasinaon 1…………………………………………. 68 Modhel Teks Pinilih ……………………………. 68 Gladhen 1 ………………………………………….

69 Gladhen 2 …………………………………………. 72 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….……. 74 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri ……….……………………….……. 76 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 76 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 78 Gladhen Wulangan 4 ………………………….…………………….…….

80 Kaca viii Tantri Basa Klas 4 Tema karangan yaiku 5 : Endahe Nagriku 83 Mbabar Wawasan . …………………….……. 84 Pasinaon 1……………………………………………………………….……. 85 Modhel Teks Pinilih ………………………………………………….……. 85 Gladhen 1 ……………………………………………………………….…….

87 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 89 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….……. 89 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 90 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 91 Gladhen 3 ……………………………………………………………….…….

92 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri ……………………………….……. 93 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 93 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 94 Gladhen Wulangan 5 ………………………….…………………….……. 95 Wulangan 6 : Gegayuhanku 98 Mbabar Wawasan .…………………….……. 99 Pasinaon 1……………………………………………………………….……. 100 Modhel Teks Pinilih …………………………….…………………….……. 100 Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 103 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 104 Gladhen 3 ………………………………………….…………………….……. 105 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….…….

107 Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 107 Gladhen 2 ………………………………………….…………………….……. 107 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri tema karangan yaiku. 108 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 108 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 109 Gladhen Wulangan 6 ………………………….…………………….……. 110 Wulangan 7 : Panganan lan Gizi 113 Mbabar Wawasan .

…………………….……. 114 Pasinaon 1……………………………………………………………….……. 115 Modhel Teks Pinilih ………………………………………………….……. 115 Tantri Basa Klas 4 Kaca ix Gladhen 1 ………………………………………….…………………….……. 116 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 118 Gladhen 3 ……………………………………………………………….……. 120 Gladhen 4 ……………………………………………………………….……. 121 Gladhen 5 ……………………………………………………………….……. 121 Gladhen 6 tema karangan yaiku. 123 Gladhen 7 ……………………………………………………………….…….

124 Pasinaon 2 Makarya Bebarengan ………………………….……. 125 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 127 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 129 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri ………………………….……. 130 Gladhen 1 ……………………………………………………………….……. 130 Gladhen 2 ……………………………………………………………….……. 130 Gladhen Wulangan 7 ………………………….…………………….…….

131 Dhaftar Pustaka ……………………………….…………………….……. 134 Kaca x Tantri Basa Klas 4 WULANGAN 1 GUYUB RUKUN KOMPETENSI DASAR 3.1 Mengenal, memahami, mengidentifikasi teks puisi modern dalam bentuk lisan dan tulis. INDIKATOR 3.1.1 Mengidentifikasi teks puisi berdasarkan tema. 3.1.2 Menjelaskan struktur tema karangan yaiku. 3.1.3 Menjelaskan kata-kata sulit teks puisi modern. 3.1.4 Menjelaskan isi teks puisi modern.

KOMPETENSI DASAR 4.1 Membaca ekspresif teks puisi modern. INDIKATOR 4.1.1 Menulis puisi sesuai tema. 4.1.2 Membaca ekspresif teks puisi modern. Tantri Basa Klas 4 1 Sawise sinau wulangan 1 iki, bocah-bocah kaajab bisa: niteni teks geguritan adhedhasar tema, njlentrehake struktur geguritan, njlentrehake tegese tembung-tembung ing geguritan, lan njlentrehake isine teks geguritan.

Sabanjure, bocah-bocah uga kaajab bisa nulis lan maca geguritan kanthi polatan (ekspresi) kang trep. Mbabar Wawasan Minangka anggota masyarakat, kita kudu guyub rukun. Guyub yaiku greget (semangat) tumindak bebarengan, dene rukun tegese urip kang salaras lan ngedohi pasulayan utawa ora tukar padu. Guyub rukun kudu dikulinakake lan wajib ditindakake. Karo anggota kulawarga kudu guyub rukun, supaya kabeh anggota kulawarga bisa krasan lan ayem ing omah.

Marang tangga aja seneng tukar padu, kudu tulung-tinulung, lan tepa slira. Guyub rukun ing sekolah bisa katindakake kanthi cara ngajeni lan mituhu marang guru, sinau bebarengan karo kanca tanpa mbedak-mbedakake sugih utawa mlarat, gotong royong ngresiki lingkungan sekolah, lan liya-liyane. Guyub rukun karo kanca ing sekolahan. Gambar: sd-gs.tarakanita.or.id 2 Tantri Basa Klas 4 Sawise maca katrangan lan nggatekake gambar ing dhuwur, mesthine banjur tuwuh pitakonan: 1. Bocah-bocah ing gambar iku lagi nindakake pakaryan apa?

2. Bocah-bocah ing gambar iku lagi seneng apa susah? 3. Bocah-bocah ing gambar iku padha rukun apa tukaran? 4. Kepriye kahanane plataran kang ana ing gambar iku? 5. Gotong royong apa sing tau koktindakake ing sekolahmu? Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah. Tegese: rukun ndadekake kuwat, cecongkrahan ndadekake bubrah.

Paribasan iki mujudake salah sawijining piwulang kang tansah digondheli dening wong Jawa sing kepengin urip guyub rukun lan ayem tentrem ing masyarakat. Paribasan iki nuduhake yen wong Jawa ora seneng pasulayan utawa tukar-padu. Pasulayan ora ana gunane, jalaran sakabehe prekara bisa dirampungi kanthi musyawarah. Saliyane paribasan, geguritan (puisi bebas) uga bisa kanggo sarana mulangake ajaran guyub rukun.

tema karangan yaiku

Saka maca lan nulis geguritan, para siswa bisa sinau urip guyub rukun. Pasinaon 1 Model Teks Pinilih : Teks Geguritan Tema Guyub Rukun Pasinaon tema karangan yaiku para siswa bakal tepungan karo teks geguritan kanthi tema “Guyub Rukun”. Supaya tepung karo teks geguritan iku, para siswa kaajak ngrampungake rong garapan.

Garapan 1 magepokan karo maca lan niteni geguritan adhedhasar temane, dene garapan 2 tema karangan yaiku karo njlentrehake struktur teks geguritan. Rukun agawe santosa Gambar: www.pixoto.com Tantri Basa Klas 4 3 Gladhen 1 : Niteni Geguritan Adhedhasar Tema Sadurunge maca teks geguritan kanthi tema “Guyub Rukun”, wangsulana pitakon-pitakon iki!

1. Apa bocah-bocah wis tau krungu tembung geguritan? 2. Geguritan ing Basa Indonesia diarani apa? 3. Apa kowe wis tau maca geguritan? 4. Apa irah-irahan (judhul) geguritan sing tau kokwaca? 5. Apa sing kokrasakake nalika maca geguritan? Geguritan, yaiku puisi basa Jawa gagrag anyar (modern) kang ora kaiket dening paugeran (aturan) sing gumathok.

Bebas jumlah larik ing saben pada (bait), bebas jumlahe pada, lan bebas pilihan tembung kang digunakake. Sing penting, isine mentes lan pantes. Nalika penulis utawa penggurit ngarang teks geguritan, penulis miwiti kanthi netepake tema karangan, yaiku gagasan pokok sing arep tema karangan yaiku sajerone tulisan.

Sabanjure, tema iku nduweni mupangat dadi wadhahe karangan. Tegese, karangan ora oleh metu utawa mlenceng saka tema (wadhah) sing wis ditetepake.

Kanggone wong sing maca teks geguritan sing tema karangan yaiku dadi, tema geguritan bisa ditemokake kanthi cara maca tema karangan yaiku kang titi lan yen perlu dibolan-baleni. Supaya luwih cetha, wacanen teks geguritan iki lan tindakna ayahan sabanjure! Teks 1: Goooong! (Dening: Auliya Azizah) Dak deleng gong gumantung ing Gong ora tau meri drengki. gayor Gambar: kisahasalusul.blogspot ana sing cilik ana sing gedhe endah disawang kepenak Tantri Basa Klas 4 dirungu Kabeh nunggu giliran ditabuh ora ana sing meri drengki 4 ora ana sing cupet budine ora ana sing rumangsa dikuwalonake Ora beda karo kulawargaku adhik nyapu latar aku ngumbah motor ibu tata dhahar bapak tindak kantor kabeh meres kringet .

meres pikir gung . goong . gaaaooong. adhem ayem Teks 2: Guyub rukun nglebokna bal. Tim Futsal Gambar: trunajaya.com (Dening: Ali Akbar) Acong, Amir, Jaka, Kethut, lan Asep tunggal desa tunggal komplek. Cong, iki sepatuku gawenen Mir, iki banyuku ombenen Jak, Thut, Tema karangan yaiku aku sing nggawa bal Bocah lima ngepuh kringet bal bunder genti dioper disadhuk mlebu gawange kiper Mainmu apik tendhanganmu hebat untung aku mau mbok operi bombong atiku nduwe kanca kowe Tantri Basa Klas 4 5 Teks 3: Sapu Sada (Dening: Astuti) Jumat asri resik lan sehat cancut tali wanda nandur kabecikan Cilik gedhe bagus ayu ora mung padha gumuyu ora tinggal glanggang colong playu tumuju adiwiyata murih rahayu Crah agawe bubrah rukun agawe santosa guyub rukun kaya sapu sada Kawruh sapala: adhem ayem : atine rumangsa tentrem bombong : seneng banget cancut taliwanda : nyambut gawe cupet budine : ora bisa tumindak becik dikuwalonake : dianggep kaya anak kuwalon (anak tiri) drengki : ora seneng yen wong liya nemu beja gayor : alat kanggo nyantholake gong gong : gamelan (alat musik Jawa) sing gedhe lan bunder meres kringet : nyambut gawe tenanan (ngepuh kringet) tinggal glanggang colong playu : ninggalake pakaryan sing dadi tanggung jawabe Sawise maca teks geguritan kanthi premati, sabanjure temokna temane teks geguritan kasebut kanthi njangkepi tabel ing ngisor iki!

6 Tantri Basa Klas 4 No. Irah- Tema irahan/Judhul Guyub rukun tema karangan yaiku . 1 Gooong . . 2 Tim Futsal 3 Sapu Sada Gladhen 2 : Njlentrehake Struktur Teks Geguritan Geguritan iku mujudake puisi basa Jawa gagrag anyar sing bebas, nanging umume strukture (wangunan) geguritan mujudake gabungan saka limang perangan, yaiku: 1.

tembung Pilihan tembung uga diarani dhiksi. Kanggo Pantes lan mentes ngasilake geguritan kang trep, pengarang Gambar: ayomendidik.wordpress.com mesthi mikirake pilihan tembung kang mathuk. Tembung-tembung sing digunakake ana sing duwe teges lugu utawa apa anane (denotatif) lan ana sing duwe teges entar utawa ora sabenere (konotatif). Pamilihe tembung sing pantes lan mentes, ndadekake geguritan dadi endah lan aji. 2. larik Larik utawa baris duwe teges sing beda yen kabandhingake karo ukara ing gancaran (prosa).

Larik ing geguritan bisa mung wujud satembung, bisa wujud kumpulan tembung, utawa bisa uga wujud ukara. Tantri Basa Klas 4 7 3.

pada/bait Pada mujudake kumpulan larik kang tumata kanthi laras (harmonis). Saben sapada dumadi saka siji gagasan utama sing beda karo pada liyane. 4. uni/ swara Uni kawangun saka purwakanthi lan wirama. Purwakanthi yaiku runtute swara, sastra, utawa tembung kang ana ngarep karo swara, sastra, utawa tembung kang ana mburi. Wirama yaiku endhek-dhuwur, cendhak-dawa, utawa alus-kasare swara sing diucapake. Anane purwakanthi Geguritan enak diwaca lan dirungokake.

lan wirama ndadekake geguritan Sumber Gambar: vajarsenja.blogspot. penak diwaca lan dirungokake. 5. surasa/makna Surasa mujudake tujuane pengarang utawa panggurit nalika nulis geguritan. Anggone panggurit milih tembung, nata larik, lan bait dilarasake karo tujuane. Surasa bisa wujud isi lan pesen (amanat) saka geguritan.

Kanggo nyinaoni struktur teks geguritan, gatekna tabel struktur teks geguritan 1 kanthi irah-irahan ”Goooong!” ing ngisor iki! 8 Tantri Basa Klas 4 Struktur Katrangan No. Teks Pilihane tembung ana sing duwe teges lugu lan entar. Tuladha: 1 Tembung -teges lugu : cilik, latar, lan montor -teges entar : cupet budine, meres kringet, meres pikir, lan adhem ayem Larik ing geguritan katon endah, sebab ana sing dawa lan ana sing cendhak.

Iki nuduhake kebebasane, ora kudu padha 2 Larik dawane. Tuladha larik sing: -dawa :”Dak deleng gong gumantung ing gayor” -cendhak : ”dikuwalonake” Saben sapada ana sagagasan. Pada 1: Kahanane gong. 3 pada (bait) Pada 2: Sipate (watake) gong. Pada 3: Kahanan lan sipate kulawargaku sing padha karo gong. Minangka purwakanthi, ing geguritan iki ana tembung sing unine runtut karo tembung mburine. Tuladha: latar-dhahar, motor-kantor, lan ana 4 uni/swara Ana tembung sing dibolan-baleni Tuladha : ora ana sing .

Anane purwakanthi ing geguritan iki, ndadekake geguritan kepenak yen diwaca kanthi wirama alus lan alon. nerangake guyub rukune kulawarga iku 5 Surasa kena kanggo tepa tuladha. Tantri Basa Klas 4 9 Supaya kawruhe bocah-bocah ing babagan teks geguritan bisa tambah, jangkepana tabel struktur teks geguritan 2 kanthi irah-irahan ”Sapu Sada” ing ngisor iki kaya tuladha ing dhuwur!

Sumber Gambar: saifulanwar01.blogspot No. Struktur Katrangan Teks Pamilihe tembung ana sing . . lan . Tuladha tembung sing duwe: 1 tembung -teges lugu: .

-teges entar: . Larik ing geguritan katon ., sebab ana sing . lan . Tuladha: 2 larik -larik .: ”. . -larik .: ”.” Saben sapada . Pada 1: Kahanane . Pada 2: Sipate . 3 pada (bait) Pada 3: Guyub rukun . Pada 4: Pujian marang . Minangka purwakanthi, ing geguritan iki ana tembung sing unine runtut karo tembung ngarepe.

4 uni Tuladha: anggonen- ., oper- 10 ., lan ana tembung sing dibolan-baleni yaiku ”.”. Tantri Basa Klas 4 Anane purwakanthi ing geguritan iki, ndadekake geguritan . . Surasane geguritan iki yaiku: 5 surasa ngandharake guyub rukune . . Pasinaon 2 Makarya Bebarengan Babagan Teks Geguritan Sawise maca, niteni geguritan adhedhasar temane, lan mahami struktur teks geguritan, ana ing pasinaon 2 bocah-bocah bakal kaadhepake karo pakaryan sing asipat praktek bebarengan, yaiku negesi tembung-tembung sing angel dingerteni lan njlentrehake isine teks geguritan.

Kanthi greget, dhisiplin, lan percaya marang kabisane dhewe, bocah-bocah dijak sinau karo kancane saklompok negesi tembung- Ora ana sing angel yen digarap tembung sing angel dingerteni bareng.Gambar: http://idea.lk.ipb.ac.id lan njlentrehake isine teks geguritan. Tantri Basa Klas 4 11 Gladhen 1 : Negesi Tembung sing Angel Dingerteni Basa sing dinggo ing geguritan, lumrahe dudu basa padinan. Supaya bisa tema karangan yaiku isine geguritan bocah-bocah kudu nindakake kaya ing ngisor iki: 1.

Maca teks geguritan kanthi setiti. 2. Negesi tembung kang angel, yen perlu bisa nggunakake kamus. 3. Negesi tembung kang duwe teges entar, pasemon, utawa pralambang ing geguritan. Tuladhane, tembung ’sapu sada’ mujudake pralambang guyub rukun. Sada yen ijen gampang ditugel lan ora ana gunane, nanging sada yen akeh, ditaleni dadi siji malih kuwat lan dadi sapu sing ana gunane.

Tindakna pakaryan iki! Tema karangan yaiku karo kancamu saklompok kanggo nemokake tegese tembung-tembung sing kapethik saka teks geguritan 3 kanthi irah- irahan ”Sapu Sada”.

Jodhokna tembung ing kolom sisih kiwa karo tegese ing kolom sisih tengen kanthi nulis aksara ing papan kang sumadya! No. Tembung Aksara Tegese 1 asri (.) A greget tumindak bebarengan 2 cancut (.) 3 kerjabakti (.) B kuwat 4 wiyata (.) 5 disangga (.) C tukar padu 6 crah (.) 7 bubrah (.) D ilang tatanane 8 rukun (.) 9 santosa (.) E urip sing selaras 10 guyub (.) F enggal-enggal G gotong royong H endah didulu I lingkungan sekolah J diangkat dhuwur 12 Tantri Basa Klas 4 Gladhen 2 : Njlentrehake Isine Geguritan Salah sijine cara kanggo mahami geguritan, yaiku kanthi ngowahi wujud teks geguritan dadi wujud teks gancaran (prosa/crita).

Pakaryan ngowahi wujud iki diarani parafrase. Parafrase katindakake kanthi ngowahi susunan pada (bait) dadi paragraf, nanging tanpa ngowahi isine. Awit basa ing geguritan iku basa sing mentes, mula tembung-tembunge akeh sing diilangi utawa dikurangi. Ukara ing basa padinan, umume jangkep tetembungane. Mula, nalika nggawe parafrase, para tema karangan yaiku bisa nambah tembung ing geguritan supaya dadi ukara sing sampurna lan gampang dingerteni. Minangka sarana gladhen njlentrehake isine geguritan, tindakna ayahan iki lumantar dhiskusi klompok: Iki asil karyaku dhewe.

Gambar: blokbojonegoro.com 1. Jangkepana tabel parafrase ing ngisor! Parafrase Geguritan Kanthi Irah-Irahan ”Sapu Sada” Pada Teks Geguritan Teks Parafrase 1 Jumat asri (Saben dina) Jumat (,) resik lan sehat (supaya sekolahan dadi) asri cancut tali wanda (,) resik lan sehat (,) (para nandur kabecikan siswa) cancut tali wanda (padha tumandang nyambut gawe.) (Kabeh) nandur kabecikan (.) (Tumindak becik marang lingkungan) Tantri Basa Klas 4 13 Dadine paragrap: Saben dina Jumat, supaya sekolahan dadi asri, resik lan sehat, para siswa cancut tali wanda padha tumandang nyambut gawe.

Kabeh nandur kabecikan. Tumindak becik marang lingkungan. 2 Cilik gedhe bagus ayu . ora mung padha gumuyu . ora tinggal glanggang . colong playu . tumuju adiwiyata murih . rahayu . Dadine paragrap: 3 Crah agawe bubrah . rukun agawe santosa . guyub rukun kaya sapu . sada . . Dadine paragrap: 2. Saka tabel parafrase ing dhuwur, saiki bisa kadudut yen isine geguritan kanthi irah-irahan ”Sapu Sada” yaiku: _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ____________________________________________________________ _______________________________________________________________ _____________________________________________________________ 14 Tantri Basa Klas 4 Pasinaon 3 Makarya Tema karangan yaiku Mandhiri Babagan Teks Geguritan Suwasana guyub rukun, pranyata bisa karasakake nalika makarya kanthi bebarengan karo kanca ing klompok.

tema karangan yaiku

Kanggo nukulake lan ngrembakakake jiwa mandhirine bocah-bocah, ing pasinaon 3 diajak blajar nulis lan maca geguritan kanthi rasa seneng lan polatan kang trep. Wis gedhe kudu tema karangan yaiku mandhiri.

Gambar: www.sekolahdasar.net Gladhen 1: Nulis Teks Geguritan Bocah-bocah mesthine tau dolanan karo kancane ing plataran omah, papan play station, papan wisata utawa ing lapangan olah raga. Saka dolanan iku mau para siswa oleh pengalaman. Para siswa bisa nyritakake pengalaman iku mau kanthi wujud geguritan.

Kapisan: nemtokake tema Tuladha: dolan bebarengan Kapindho: nemtokake gagasan pokok. Saben sapada mung momot siji gagasan utama! Tantri Basa Klas 4 15 Tuladha: Pada 1: Minggu esuk budhal mancing bareng kanca Pada 2: Kahahan ing kolam pancing Pada 3: Kabeh padha seneng Katelu: ngembangake gagasan pokok dadi bait-bait.

Tuladha kaya ing ngisor iki: Mancing Surya mlethek Minggu Pahing aku sakanca budhal mancing tema karangan yaiku bekal walesan lan umpan dakpancal sepedhaku turut dalan Gurame, nila, lan emas Mancing bareng, seneng bareng ora dakrasa hawane tansaya panas banyu sabotol taksikat amblas senar ditarik atiku dheg-dheg plas Iwak sak kilo didum padha gedhe cilik nedha nrima mesam ngguyu atine seneng aku sakanca mulih bareng Tindakna pakaryan iki!

tema karangan yaiku

Kapisan: Temtokna temane! 16 Tantri Basa Klas 4 Kapindho: Temtokna gagasan pokoke! Pada 1:. Pada 2:. Katelu: Kembangna gagasan pokoke dadi bait-bait! Pada1: Pada 2: Gladhen 2: Maca Teks Geguritan kanthi Polatan kang Trep Maca geguritan ora niru patrape liyan. Maca geguritan iku satemene gambar: fkip.uns.ac.id duwe tujuan supaya wong liya bisa ngrungokake kanthi ati sing tenang.

Kanthi mangkono wong kang ngrungokake bisa ngrasakake lan ngreti isine geguritan kasebut. Mula, sapa wae tema karangan yaiku arep maca geguritan becike bisa ngrasakake lan ngreti isine geguritan luwih Tantri Basa Klas 4 17 dhisik. Manawa maca geguritan tanpa ngerti isine, anggone maca bakal ora penak dirungokake, ora penak dirasakake, lan ora cetha sing dikarepake.

Wong maca geguritan, sing paling apik yaiku kanthi solah bawa lan patrape dhewe-dhewe. Ora niru solah bawa lan patrape wong liya, awit yen maca kanthi tiru-tiru wong liya bisa katon kaku lan ora wajar. Bab sing kudu digatekake nalika maca geguritan ing panggung utawa ngarepe wong akeh, yaiku: 1. olah swara (olah vokal) Kedaling lesan (banter-lirihing swara, endhek-dhuwuring swara, menga-mingkeme lambe), tata pangaturing napas, lan pamedhoting ukara kudu trep.

2. patrap Nalika maca geguritan, solah bawa lan polatan (ekspresi) kudu tema karangan yaiku karo jiwane geguritan. Yen isine geguritan iku sedhih, polatane sing maca kudu katon nelangsa supaya sing ngrungokake melu ngrasakake kasedhihane.

Semono uga yen isine bab Polatane tegas, mandhes, lan makantar-kantar semangat polatane sing maca Gambar: pitoyosusanto.blogspot. kudu katon teges, mandhes, Tantri Basa Klas 4 makantar-kantar, lan merbawani.

18 3. nyawiji Antarane sing maca lan sing ngrungokake kudu nyawiji. Tegese, wiwit saka pamilihe geguritan, tata krama, nganti tata busanane sing maca kudu nggatekake kasenengan utawa kabutuhane sing ngrungokake.

Semono uga sing nonton utawa ngrungokake kudu nyemak kanthi tenanan, supaya bisa methik manfaat saka nyemak geguritan. 4. sarana Sarana yaiku apa wae kang ndhukung supaya anggone maca geguritan tambah ”nges”. Sarana bisa awujud microphone, panggung, gendhing, podhium lan sapanunggale. Ayo gladhen maca geguritan! Amarga para siswa durung kulina maca geguritan, mula kanggo tuntunan becike geguritan sing arep diwaca diwenehi tandha andhegan (jeda) mandheg utawa mbacut anggone maca.

Tuladha: kabeh / nunggu giliran ditabuh // ora ana sing meri / drengki // ora ana sing / cupet budine // ora ana / sing rumangsa = dikuwalonake Tantri Basa Klas 4 19 Katrangan: / tegese mandheg sadhela // tegese mandheg rada suwe = tegese ana sesambungane karo larik ngisore (ora mandheg) Tindakna pakaryan iki!

Kanthi sangu pangerten sing wis kotampa, saiki pilihen salah siji geguritan ing ngarep (Goooong!, Tim Futsal, lan Sapu Sada) utawa geguritan gaweanmu dhewe, banjur wacanen ing ngarep kelas! Sadurunge ngayahi pakaryan iki, becike bocah-bocah gladhen luwih dhisik ing omah utawa papan liya. Guru lan kancamu arep mbiji babagan olah swara, patrap, lan nyawiji sing kotindakake nalika maca teks kanthi lembar pambiji kaya ing ngisor iki.

Samekta ing gati Gambar: pitoyosusanto.blogspot.co.id Lembar Pambiji Maca Teks Geguritan No. Jeneng Aspek Pambiji Skor Biji Swara Patrap Komunikasi 1 2 3 4 5 20 Tantri Basa Klas 4 GLADHEN WULANGAN 1 I. Pitakon ing ngisor iki wangsulana sing patitis, kanthi milih siji wangsulan sing paling bener! 1. Guyub tegese . a. gregeten mulane ora tumindak b. greget tumindak bebarengan c. urip sing selaras d. urip ngedohi pasulayan 2.

Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah. Tegese . a. Cecongkrahan ndadekake kuwat, nanging rukun ndadekake korat-karit. b. Rukun kadhang-kadhang ndadekake kuwat utawa korat- karit. c. Cecongkrahan kadhang-kadhang ndadekake kuwat utawa korat-karit. d. Rukun ndadekake kuwat, nanging cecongkrahan ndadekake korat-karit.

3. Geguritan, yaiku: . a. Puisi basa Tema karangan yaiku gagrag lawas (kuna) kang ora kaiket dening paugeran (aturan) sing gumathok.

tema karangan yaiku

b. Puisi basa Jawa gagrag anyar (modern) kang ora kaiket dening paugeran (aturan) sing gumathok. c. Puisi basa Jawa gagrag anyar (modern) kang kaiket dening paugeran (aturan) sing gumathok. d. Puisi basa Jawa gagrag lawas (kuna) kang kaiket dening paugeran (aturan) sing gumathok. 4. Tema karangan, yaiku . a. gagasan pokok sing arep diwadhahi sajerone tulisan b. gagasan tambahan sing arep diwadhahi sajerone tulisan c. gagasan tambahan sing diandharake sajerone tulisan d. gagasan pokok sing arep diandharake sajerone tulisan Tantri Basa Klas 4 21 5.

Pamilihe tembung sing pantes lan mentes ndadekake geguritan dadi . a. alus lan nrenyuhake b. endah lan aji c. kasar lan mangkelake d. suci lan nyenengake 6. Saben sapada geguritan, dumadi saka siji . a. tema b. gagasan c. gagasan tambahan d.

gagasan pokok 7. Salah sijine cara kanggo mahami geguritan, yaiku kanthi ngowahi wujud teks geguritan dadi wujud teks gancaran (prosa/crita). Pakaryan ngowahi wujud iki diarani . a. ngowahi gancaran b.

prosa/crita c. ngarang gancaran d. parafrase 8. Wong maca geguritan, sing paling apik yaiku . a. kanthi solah bawa lan patrape dhewe-dhewe b. kanthi nuladha solah tema karangan yaiku lan patrape liyan c. kanthi tanpa solah bawa lan patrap d. kanthi solah bawa sing digawe-gawe 9.

Yen isine geguritan iku sedhih, polatane sing maca kudu . a. katon seneng supaya sing ngrungokake melu seneng b. katon bungah supaya sing ngrungokake melu bungah c. katon nelangsa supaya sing ngrungokake melu sedhih d. katon sedhih supaya sing ngrungokake melu seneng 10. Tetembungan sing runtut karo tembung ngarepe diarani .

a. wirama b. purwakanthi c. surasa d. sastra 22 Tantri Basa Klas 4 II. Jodhokna tembung ing kolom sisih kiwa karo tegese ing kolom sisih tengen, kanthi nulis aksara ing papan kang sumadya! No. Tembung Aksara Tegese 1 gayor (.) A slamet 2 ditabuh (.) B kuwat 3 meri (.) C tukar tema karangan yaiku 4 rahayu (.) D korat-karit 5 komplek (.) E urip sing salaras 6 crah (.) F greget tumindak bebarengan 7 bubrah (.) G kumpulan omah 8 rukun (.) H cantholan gong 9 santosa tema karangan yaiku I kepengin duweke wong liya 10 guyub (.) J dithuthuk III.

Wangsulana kanthi patitis! 1. Wenehana tuladha tumindak sing nuduhake pakerti guyub rukun ing masyarakat sakiwa tengenmu! 2. Aranana strukture (wangunan) geguritan! 3. Apa mupangate tema sajrone karangan? 4. Kepriye patrap sing bener tumrap wong sing maca geguritan? 5. Tulisen sawijine (karangan) tema karangan yaiku geguritan kanthi pilihan tema: a. Guyub Tema karangan yaiku ing Kulawarga. b. Guyub Rukun ing Sekolah. c. Guyub Rukun ing Masyarakat.

Tantri Basa Klas 4 23 WULANGAN 2 GEMI NGGUNAKAKE ENERGI KOMPETENSI DASAR 3.1 Mengenal, memahami, dan mengidentifikasi teks dialog, teks cerita, dan teks drama dengan tatakrama. INDIKATOR 3.1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri teks dialog. 3.1.2 Menjelaskan tatakrama dalam berdialog. 3.1.3 Menjelaskan isi teks dialog. KOMPETENSI DASAR 4.1 Melakukan dialog, bermain peran, bercerita, dengan tatakrama. INDIKATOR 4.1.1. Menyusun teks dialog sesuai tema.

4.1.2. Melakukan dialog. 24 Tantri Basa Klas 4 Sawise sinau wulangan 2 iki, para siswa kaajab bisa mahami titikane teks pacelathon, njlentrehake tatakramane pacelathon, lan njlentrehake isine teks pacelathon. Sabanjure, para siswa uga kaajab trampil nulis teks pacelathon jumbuh karo tema lan nindakake pacelathon kanthi pakerti sing trep.

Mbabar Wawasan Gemi (irit) nggunakake energi. Ukara iki saiki kerep kaprungu, jalaran donya saiki lagi ngadhepi krisis energi. Tembung energi asale saka basa Yunani, yaiku daya sing dibutuhake kanggo nindakake pakaryan. Energi mujudake perangan sawijining barang ananging ora kaiket marang barang kasebut, mulane energi duwe sipat fleksibel sing bisa diowahi utawa dipindhah panggone. Energi mujudake sawenehe bab kang wigati tumrap uripe manungsa ing ndonya, awit sakabehe wujud tumindak utawa PILIH SING ENDI?

Ayo gemi nggunakake energi! 25 Gambar : wikihow Tantri Basa Klas 4 kagiatane manungsa mbutuhake energi. Energi sing asale saka minyak, mineral alam, lan batubara ora bisa didandani utawa dianyari. Mula, tumrape manungsa ora ana pilihan kajaba gemi (irit) nggunakake energi. Kanthi nggatekake gambar lan maca andharan ing dhuwur banjur thukul pitakon. Wangsulana pitakon-pitakon ing ngisor iki! 1. Saka rong jinis lampu ing gambar, endi sing kokpilih?

2. Apa tegese gemi nggunakake energi? 3. Sapa sing kudu gemi nggunakake energi? 4. Wiwit kapan kita kudu gemi nggunakake energi? 5. Apa jalarane, kita kudu gemi nggunakake energi? Energi sing wujud listrik lan bahan bakar minyak pancen ndadekake uripe manungsa dadi luwih gampang lan kepenak.

Arep gawe jajan ora usah tema karangan yaiku endhog, cukup nyethekake mixer. Arep olah-olah ora usah cethik geni, cukup nyethekake kompor gas LPG. Listrik mujudake energi sing diasilake saka pangolahan energi bumi. Wiwit saka energi gas, angin, tema karangan yaiku lan liyane bisa diowahi (dikonversi) dadi energi listrik. Jinis energi iki gampang disalurake, disimpen, lan diowahi dadi energi liyane maneh. Awit cacahe manungsa ing donya tansah mundhak lan teknologi perabotan uga melu mundhak, mula kabutuhan energi uga melu mundhak.

Mula, ora mokal yen sawayah-wayah kita bakal kentekan energi. Mula wis samesthine yen wiwit saiki kita kudu gelem lan bisa gemi nggunakake energi. Tegese, kita kudu ngupaya nggunakake energi kanthi efisien, yaiku ngetokake daya sethithik, nanging ngasilake guna/paedah sing gedhe. 26 Tantri Basa Klas 4 Pasinaon 1 Model Teks Pinilih : Teks Pacelathon Gemi Nggunakake Energi Kegiatan ing pasinaon siji bocah- bocah bakal nyinau teks pacelathon kanthi tema ”Gemi nggunakake Energi”.

Kanggo mahami teks pacelathon iku, bocah-bocah bakal nggarap maneka warna ayahan. Garapan 1 mahami titikane teks Gunakna lampu saperlune pacelathon, Gambar: wikiHow njlentrehake garapan 2 tatakramane pacelathon, lan garapan 3 yaiku njlentrehake isine teks pacelathon. Gladhen 1: Mahami Titikane Teks Pacelathon Sadurunge maca teks pacelathon kanthi tema ”Gemi Nggunakake Tema karangan yaiku, wangsulana pitakon-pitakon iki!

1. Apa bocah-bocah wis tau krungu tembung pacelathon? 2. Pacelathon ing Bahasa Indonesia diarani apa? 3. Apa bocah-bocah wis tau nindakake pacelathon? 4. Apa sing kokrembug ing pacelathon mau?

5. Kepriye basa sing kokgunakake ing pacelathon iku? Pacelathon tegese padha karo percakapan utawa dialog ing Basa Indonesia. Pacelathon tegese rembugan antarane wong loro utawa luwih ngenani sawenehing bab.

Wong Jawa yen pacelathon diatur dening tata krama sing diarani unggah-ungguh basa. Kanthi Tantri Basa Klas 4 27 unggah-ungguh basa kang trep, kita bisa ngajeni lan nresnani marang wong liya sing diajak guneman. Yen sing dijak guneman wong sing luwih tuwa, kita bakal ngajeni kanthi nggunakake basa krama.

Suwalike, yen sing dijak guneman luwih enom, minangka tandha tresna asih kita nggunakake basa ngoko. Cethane, wacanen teks pacelathon iki lan tindakna ayahan sabanjure! Wong Jawa Kebak Unggah-ungguh Gambar: blogsamz11.blogspot. Teks 1: LED luwih padhang lan awet Gambar: www.rajalampu.com Pakdhe tema karangan yaiku ”Kok sajak kesusu, arep nyang endi Bim?” Bima Pakdhe : ”Inggih, tumbas lampu pijar.” Bima : ”Kok gak lampu LED wae.” Pakdhe : ”Pilih ingkang mirah, Pak.” : ”Bener, lampu LED regane luwih larang.

Nanging yen dipikir tenan, ora ngono.” 28 Tantri Basa Klas 4 Bima : ”Kok saged mekaten?” Pakdhe : ”Sepisan, lampu LED luwih awet. Dadi.?” Bima : ”Boten perlu wongsal-wangsul tumbas.” Pakdhe : ”Pinter kowe! Kapindho, sinare LED padhange tikel wolune lampu pijar.” Bima : ”Amargi dayanipun alit . tarip listrikipun inggih mirah.” Pakdhe : ”Pinter tenan kowe Bim, dakdongakake besuk gedhe dadi guru.” Bima : ”Matur nuwun pangalembana lan donganipun.” Pakdhe : ”Nah, sapa sing nggunakake lampu LED, ateges melu nyengkuyung gerakan hemat energi.” Bima : ”Ingih, Pakdhe, kula badhe wangsul rumiyin.” Pakdhe : ”Bener, matura bapakmu dhisik!

Aku yakin bapakmu mesthi sarujuk.” Bima : ”Inggih Pak Dhe, kula nyuwun pamit.” Pakdhe : ”Sing ati-ati dhuwite aja nganti ceblok! Mengko bengi rasakna gumebyare sinar lampu hemat energi!” Kawruh sapala: Lampu pijar : lampu sing nganggo elemen LED : lampu cilik, light emetting diode Dayanipun : kekuwatane Tarip : upah, bayar, ongkos.

Pangalembana : dielem (disanjung) Nyengkuyung : nyetujoni, ngombyongi, ndhukung Sarujuk : setuju Gumebyare : padhange, bentere Jingglengana teks ing dhuwur, banjur lumantar dhiskusi karo kanca sabangku wangsulana pitakon iki kanthi milih salah siji wangsulan sing bener!

1. Teks pacelathon iku katulis kanthi wujud . a. gancaran (prosa) b. pada (bait) Tantri Basa Klas 4 29 c. imbal wacana (dhialog) d. geguritan (puisi) 2. Sakabehe ukara ing teks pacelathon iku nggunakake . a. ukara kandha (kalimat langsung) b.

ukara crita (kalimat ora langsung) c. ukara pakon (kalimat perintah) d. ukara panjaluk (kalimat permohonan) 3. Isine teks pacelaton yaiku: a. muji Gusti kang Maha Kuwasa b. nelakake rasa tresna asih c. nyritakake lelakone manungsa d. pangajak lan panerangan 4. Cacahing paraga (tokoh) ing teks pacelathon yaiku . a. loro utawa luwih b. akeh banget c.

siji utawa luwih d. ora bisa dietung 5. Ukara ing teks pacelathon . a. dawa boseni b. cekak aos c. ngelantur d. cekak banget Sawise mangsuli pitakon ing dhuwur kanthi bener, saiki bisa dijupuk dudutan, yen teks pacelathon iku duwe titikan: 1) katulis kanthi wujud dhialog (imbal wacana), 2) nggunakake ukara kandha, 3) isine pangajak lan panerang, 4) cacahing paraga loro utawa luwih, lan 5) nggunakake ukara cekak aos.

Gladhen 2: Njlentrehake Tatakrama Sajrone Teks Pacelathon 30 Tantri Basa Klas 4 Sajerone pacelathon, kita guneman kudu nganggo tatakrama sing diarani unggah-ungguh basa.

Unggah- ungguh yaiku sopan-santun, tata susila, tata pranatane basa sing tujuane kanggo ngajeni wong liya. Unggah-ungguh basa bisa nuduhake kapribadene masyarakat Jawa. Yen tema karangan yaiku basane trep ateges pribadine luhur, kosok baline yen unggah-ungguh basane ala, ateges Pacelathon kanthi unggah-ungguh pribadine asor. Gambar: shoitara-uciha.blogspot.

Miturut unggah-ungguh utawa undha usuk, Basa Jawa kaperang dadi loro, yaiku Basa Ngoko lan Basa Krama. Basa Ngoko kaperang dadi Ngoko Lugu lan Ngoko Alus, dene Basa Krama kaperang dadi Krama Lugu lan Krama Alus. Supaya luwih terang, gatekna andharan iki! unggah- ngoko ngoko lugu unggah basa krama ngoko alus krama lugu krama alus 1. Basa Ngoko, kaperang dadi: a. Ngoko Lugu Yaiku basa Jawa sing kadadean saka tembung-tembung ngoko kabeh tanpa kecampuran tembung krama apadene krama inggil.

Ngoko lugu digunakake : (1) Kanca sing wis rumaket (2) Wong tuwa marang bocah enom (3) Pawongan kang lagi ngunandhika Tuladha: Aku lagi wae mulih saka Jakarta. Kowe apa wis mangan? Tantri Basa Klas 4 31 b. Ngoko Alus Tema karangan yaiku basa Jawa sing ukarane kacampur antarane tembung ngoko lan krama. Ngoko alus digunakake: (1) Kanca padha kanca kang wis akrab nanging luwih ngajeni. (2) Ibu marang bapak. (3) Adhi marang kangmas utawa mbakyu. (4) Wong tuwa marang wong enom, nanging pangkate luwih dhuwur.

Tuladha: Mas Ali sesuk dakaturi tindak Jakarta. Pak Bupati isih gerah. 2. Basa Krama, kaperang dadi: a. Krama Lugu Yaiku basa Jawa sing kadadean saka tembung krama. Krama lugu digunakake: (1) Wong kang durung tema karangan yaiku utawa durung kulina. (2) Wong sing luwih dhuwur drajate marang wong sing luwih tuwa. Tuladha: Pak Bayu ngertos panggenane Walanda.

b. Krama Alus Yaiku basa Jawa sing kadadean saka basa krama lugu lan tembung krama inggil. Krama alus digunakake: (1) Marang wong kang diajeni banget. (2) Abdi marang bendara. Tuladha: Bapak Bupati taksih gerah. Supaya luwih cetha, wacanen teks pacelathon iki! Teks 2: 32 Tantri Basa Klas 4 Pak Bawa : ”Bim, TV ne yen ora kokdeleng, patenana!” Bima Pak Bawa : ”Kula, badhe ningali film kartun, Pak.” Bima : ”Film kartun iku isih sajam maneh.hemat Pak Bawa energi!” Bima Pak Bawa :”Nanging setrumipun Bima Pak Bawa TV niki lak alit, paling bayaripun listrik mirah.” : ”Ora merga hemat mbayare wae, ya hemat energi.

Delengen ta, isih akeh desa sing Gemi nggunakake energi durung dialiri listrik.” Sumber:www.kaskus.co.id : ”Niku ing luar Jawa, Pak ingkang dereng wonten listrik.” : ”Hla yen wis ngreti, saiki TV-ne ndang dipateni.” : ”Inggih Pak, mangke yen film kartune sampun wiwit kula ningali, nggih!” : ”Aja kuwatir, kana sinau dhisik!

Jangkepana pranyatan ing ngisor iki! 1. Manut unggah-ungguhe basa ana basa ngoko lan basa . 2. Basa ngoko kaperang dadi ngoko lugu lan . 3. Basa krama kaperang dadi krama alus lan . 4. Bocah karo bocah nggunakake basa . 5. Bocah marang wong tuwa nggunakake basa.

6. Wong tuwa marang bocah nggunakake basa . 7. Bima ora doyan sega goreng. Ukara kasebut nganggo basa . 8. Miturut unggah-ungguh, Bima nggunakake basa . 9. Tujuane Bima nggunakake basa mau yaiku . 10. Ing pacelathon mau Pak Bawa nggunakake basa . Saliyane unggah-ungguh basa, isih ana maneh tatakrama sing kudu diugemi sajeroning pacelathon, yaiku sing diarani subasita. Bedane, yen unggah-ungguh basa mujudake tatakrama ing bab guneman, Tantri Basa Klas 4 33 nanging subasita mujudake tatakrama ing bab solah bawa (tingkah laku).

Sajerone pacelathon, wong Jawa biasa nuduhake subasita, yaiku; 1) sadurunge pacelathon ngaturake ndhingkluk minangka tandha pakurmatan, 2) polatan (ekspresi) tansah sumeh, 3) tangane ngapurancang (ditangkepake ing ngarep) kajaba yen nuduhake Pacelathon ngugemi tatakrama.

samubarang, 4) madhep Sumber:liberty-aries.blogspot. ora tolah-toleh lan ora nyawang pasuryane wong sepuh sing diajak guneman, lan 5) ora disambi karo ngemut utawa ngemil panganan. Gladhen 3: Njlentrehake Isine Teks Pacelathon Ana ing kalodhangan iki bocah-bocah bakal diajak sinau njlentrehake isine teks pacelathon.

Minangka sarana gladhen, gatekna teks iki banjur garapen pakaryan ing ngisore! Teks 3: Agung : “Nuwun sewu, kok njanur gunung nitih sepedhah, Pak. Kenging punapa mobilipun?” Pak Hari : “Mobile apik-apik wae, mung bapak kepingin Agung sepedhahan.” Pak Hari : “Bapak punapa boten lingsem?” Agung : “Ora, isin iku yen mbolos, telat, ora nggarap Pak Hari PR.” 34 : ”Lajeng menapa tujuanipun bapak nitih sepedhah? : ”Kanggo njaga kesehatan lan ngulinakake Tantri Basa Klas 4 Agung budaya gemi nggunakake energi.” Pak Hari : “Wah, kula kok mboten mudheng, ta?” Agung : “Mobil kae bahan bakare apa?” Pak Hari : “Bensin, petralit, utawi petramax.” : “Kuwi kabeh bahan sing asale saka bumi.

Yen Agung Pak Hari digawe terus, suwe-suwe bisa entek.” Agung : “Wah, dangu-dangu rak saged telas?” : “Mulane aku numpak sepedhah, ben irit energi.” Pak Hari : “Wah, menawi para pejabat ingkang dalemipun celak kantor, kersa niti sepedhah, saged irit BBM?” : “Ya, kajaba kuwi uga nyuda kemacetan.” Wangsulana pitakon-pitakon tema karangan yaiku ngisor iki! 1. Apa tegese tembung njanur gunung ing teks pacelathon dhuwur?

2. Pak Hari bakal rumangsa isin yen tumindak apa? 3. Apa tujuane Pak Hari nitih sepedha? 4. Aranana jinis bahan energi sing sumbere ora bisa didandani utawa dianyari! 5. Kepriye yen energi dinggo terus? 6. Nyapa energi bisa entek?

7. Kendharaan apa wae sing nggunakake energi mau? 8. Kepriye, yen kabeh priyayi sing daleme cedhak kantor kersa nitih sepedha? 9. Saliyane bisa ngirit energi, priyayi tindak kantor kanthi nitih sepedha bisa njalari apa? 10. Tulisen dudutan isine tes pacelathon ing dhuwur! Tantri Basa Klas 4 35 Pasinaon 2 Tema karangan yaiku Bebarengan: Nindakake Pacelathon Kabeh melu tandang gawe.Gambar: Sajerone pasinaon 2 bocah- ndepurba.wordpress.com bocah kaajak ngrakit teks pacelathon adhedhasar tema karo kancane saklompok.

Sabanjure pacelathon kang wis karakit diparagakake ing ngarep kelas. Kanggo kaperluan mau, luwih dhisik para siswa kudu mangerteni tatacarane ngrakit teks pacelathon. Gladhen1: Ngrakit Teks Pacelathon Adhedhasar Tema Trap-trapan nyusun teks pacelathon, yaiku: 1. Nemtokake tema Manawa tema “Gemi Nggunakake Energi” krasa kejembaren, tema bisa kaciutake dadi anak tema, tuladhane: a.

Ngirit setrum setrika listrik. b. Ngirit tema karangan yaiku mesin cuci. c. Ngirit setrum lampu. 2. Golek informasi babagan sing ana sambung rapete karo tema sing dipilih (sumber informasi bisa digoleki saka buku, koran, majalah, utawa internet). 3. Nemtokake cacahe pawongan sing melu omong-omongan ing pacelathon.

4. Ngrembakakake tema sing dipilih dadi ukara. 36 Tantri Basa Klas 4 5. Nyusun teks pacelathon kanthi nggunakake tata tulis sing pener lan bener. Nalika nyusun teks pacelathon, ana bab sing kudu dadi kawigaten, yaiku ukara sing digunakake kudu saur-sauran (gentenan ngomong). Teks pacelathon kerep nggunakake tembung pitakon apa, sapa, kepriye, ing ngendi, lan kapan. Gawea teks pacelathon karo kancamu saklompok kaya pituduh ing dhuwur!

Gladhen2: Maragakake Teks Pacelathon Nalika maragakake teks pacelathon, pocapan kudu jelas, intonasi kudu pas, polatan lan gestur kudu jumbuh karo isine pacelathon. Jlentrehe mangkene: 1. Pocapan Gambar:erfolg.org a. Swara jejeg lan swara miring kanthi pener Pocapan kudu jelas. lan bener. Gambar: ikafitriyanti.blogspot 1) Bisa ngucapake swara a jejeg kaya ing tembung dawa, bata, lan sanga. Semono uga kudu bisa ngucapake swara a miring kaya ing tembung jajan, nanas, lan enak.

2) Bisa ngucapake swara i jejeg kaya ing tembung iki, pari, lan sapi. Semono uga kudu bisa ngucapake swara i miring kaya ing tembung pitik, benjing, lan ing. Tantri Basa Klas 4 37 3) Bisa ngucapake swara u jejeg kaya ing tembung ibu, aku, lan sapu. Semono uga kudu bisa ngucapake swara u miring kaya ing tembung kasur, sarung, lan warung. 4) Bisa ngucapake swara e jejeg kaya ing tembung sate, kare, lan tape.

Semono uga kudu bisa ngucapake swara e miring kaya ing tembung pelem, kalem, lan elek. 5) bisa ngucapake swara o jejeg kaya ing tembung ora, soto, lan bakso. Semono uga kudu bisa ngucapake swara o miring kaya ing tembung kodhok, ngorok, lan kelompok. b. Swara aksara t, th, d, lan dh kanthi pener lan bener. 1) Bisa ngucapake aksara t kanthi nggathukake pucuk ilat ketemu pucuk untu, tuladhane untu, tomat lan tindak.

Semono uga kudu bisa ngucapake Aksara th diucapake kanthi nggathukake pucuk ilat ketemu langit- langit ing alat ucap, tuladhane bathuk, kathoklan manthuk. 2) Bisa ngucapake aksara d kanthi nggathukake pucuk ilat ketemu pucuk untu, tuladhane kudu, duren, lan dudu.

Semono uga kudu bisa ngucapake Aksara dh diucapake kanthi nggathukake pucuk ilat ketemu langit-langit ing alat ucap, tuladhane dhahar, sadhuk, lan dhukun. 2. Intonasi Solah bawa jumbuh karo tatakrama Intonasi ateges wiramane ukara, gambar: ricky-perdana.blogspot yaiku rendhet-cepete lan agal- aluse pocapane paraga nalika nuturake tembung lan ukara sajerone pacelathon.

38 Tantri Basa Klas 4 3. Polatan Polatan yaiku owah-owahane praupan kanggo ngatonake rasane batin. Paraga kudu ngatonake praupan jumbuh karo isine teks pacelathon. 4.Gestur Gestur mujudake solah bawa utawa tingkah polahe paraga jumbuh karo isine teks pacelathon.

Tindakna pakaryan iki! Bocah-bocah, andharan bab tatacara maragani teks pacelathon mau sinaunen kanthi becik. Yen wis rampung, paragakna teks pacelathon ing ngisor iki karo kancamu saklompok! Agung : “Nuwun sewu, kok njanur gunung nitih sepedhah, Pak. Kenging punapa mobilipun?” Pak Hari : “Mobile apik-apik wae, mung bapak kepingin Agung sepedhahan.” Pak Hari : “Bapak punapa boten lingsem?” Agung : “Ora, isin iku yen mbolos, telat, ora nggarap Pak Hari Agung PR.” Pak Hari : ”La, menapa tujuanipun bapak nitih sepedhah?” Agung : ”Njjaga kesehatan lan budaya gemi energi.” Pak Hari : “Wah, kula kok mboten mudheng, ta?” : “Mobil kae bahan bakare apa?” Agung : “Bensin, petralit, utawi petramax.” Pak Hari : “Kuwi kabeh bahan sing asale saka bumi.

Yen Agung digawe terus, suwe-suwe bisa entek.” Pak Hari : “Wah, dangu-dangu saged telas?” : “Mulane aku numpak sepedhah, ben irit energi.” : “Wah, menawi para pejabat tindak kantor, kersa niti sepedhah, saged irit BBM?” : “Ya, kajaba kuwi uga nyuda kemacetan.” Tantri Basa Tema karangan yaiku 4 39 Lembar Pambiji Maragani Teks Pacelathon Aspek Pambiji Gestur Skor Biji No.

Jeneng Pocapan Intonasi Polatan 1 2 3 4 5 Pasinaon 3 Makarya Mandhiri Babagan Teks Pacelathon Mung manungsa sing duwe tema karangan yaiku mandhiri sing bisa tumindak aktif, kreatif, lan inovatif. Supaya duwe jiwa mandhiri, bocah-bocah kudu kerep gladhen makarya kanthi mandhiri. Mula, kanggo sarana gladhen ing pasinaon 3 iki bocah- bocah bakal kaadhepake karo ayahan mandhiri, yaiku nulis teks pacelathon kanthi tema “Gemi Nggunakake Energi”.

Bocah-bocah mesthine kerep nindakake pacelathon karo kanca tunggal sekolahan, tunggal RT, utawa tunggal desa. Ing Aktif, kreatif, lan inovatif. pacelathon mau maneka bab bisa Gambar: ayomendidik.wordpress.com diomongake, wiwit film kartun sing disenengi, alat elektronika, nganti piwulang ing sekolah. Saka pacelathon mau, akeh informasi sing bisa kapethik. Saiki bocah-bocah bakal sinau nyusun teks pacelathon kanthi tema “Gemi Nggunakake Energi”. 40 Tantri Basa Klas 4 Bacalah teks berikut!"Bagaimana?" ia penasaran.

"Soal pemilihan ketua PKK?" diterkanya apa yang bergerak di balik jidatku."Bukan," aku menidakkan.Ketu … a PKK terpilih, Ibu Sasongko, kelihatannya tak percaya dengan perkataanku. Wajahnya merah padam seperti menahan amarah."Lantas, apa yang kamu tahu?" tanyanya sedikit sinis."Maaf, aku nggak tahu apa-apa," jawabku."Pandai benar engkau bersilat lidah," balasnya. Tulislah teks drama antara 6-8 kalimat dialog berdasarkan kutipan cerpen tersebut dengan memperhatikan kesesuaian isi, tema karangan yaiku antardialog, ejaan, dan tanda baca!

45. Perbaikilah kata yang tidak tepat penggunaan ejaannya pada paragraf berikut!langkah terakhir membuat taman adalah menempatkan tanam-tanaman yang kita sediakan sesuai dengan sketsa yang dibuatnya tanam-tanaman hendaknya tidak dalam ukuran yang serupa dan warna senada usahakan membuat komposisi yang nyaman dipandang baik bentuk maupun warnanya terakhir letakkan jembatan rumah gubuk boneka atau kaca sebagai danau tiruan.​ I penguni 1 Pengurang asil timbangan Siu dan Dayu.

o paling berat? Lauban Merjumlahkan bilangan dengan cara bersen 1. Kenakan penjumlahan bersusun pan … jang berikut d Kamu sudah bel Ayo, ingat amb 32 paling ringan? ang paling ringan. 12 ang paling berat C41 26 1 Perhatikan conte Mula-mula ada Sebanyak 5 bun Banyak burung Daun-daun di pa Banyak daun di Ayo, temukan ta dengan Orang Tua 2. Kerjakan penjumlahan bersusun pendek berikut 38 41 21 24 25 22 34 1 mbuat alat ukur tidak baku. Subtema 2 Keme b 51 26 55 31 23 61 13 62 22 74 25 75 22 Mula-mula ad Sebanyak 51 Banyak teluryang paling satu sampai 1 sampai 100 mulai dari ABB a b b b gendut cantik ku ucap syukur kepadamu sebab Kau baik Tuhan kasih setiamu yang kau berikan tulus dan tak bercela hanya padamu Tuhan kasih setiamu ​
Tema karangan adalah tema karangan yaiku yang akan disampaikan atau yang menjadi pokok masalah dalam karangan.

Tema biasanya disampaikan dalam sebuah kalimat. Dalam kerangka karangan, tema dapat dijabarkan menjadi topik-topik yang lebih sempit. Itulah sedikit penjelasan dari Pengertian Tema karangan semoga dapat dipahami.
GLADHEN Salinen Teks ing ngisor iki mawa Aksara Jawa, kanthi nerapake Aksara Murda miturut syarat- syarate. Lintang Mahardika iku salah siji siswa kan … g sregep. Lair ing Bandung, Jawa Barat. Nanging wong tuwane saka Medan lan Palembang. Dheweke duwe simbah kang wis kondhang ing kuthane.

Asmane yaiku Ki Sudarmo Gandung.​ Jalma Cacad iku kabeh jalma duwe Emane nora ngrumangsani Dadi kang katon duweke wong liyan Hara, rak ya mangkono ta? Anane hamung ngrasani wong llya K … ekurangane dhewe den tutup-tutupi Watak wus dadi ciri wanci Anane hamung aku kang bener Tundhone banjur akeh satrune Umuk, sapa sira sapa ingsun Ananging apa ora ngrumangsani Dene jalmo mono, hamung saka siti Ora duwe daya, lamun wis titi wanci Hamung nglampuruk bali kaya wingi uni Rasah umu, lamun dadi jalmal Apa gawanmu teka mring donya Tinimbang mati ngantuk, apa aluwung mati umuk?

Umuk ananing hamung nyamudana lan lamis 1. Apa irah-irahan geguritan kasebut? Wangsulan: 2. Ana pirang pupuh/bait geguritan kasebut? Wangsulan : 3. Apa tegese ngalumpruk ing geguritan kasebut? Wangsulan: 4. Kepriye isi pupuh sepisan?

Wangsulan: 5. Apa piwulang becik sing tinemu ana ing geguritan kasebut? Wangsulan:plis bantu jawab​Pengertian Karangan Deskripsi Karangan deskripsi merupakan salah satu jenis karangan yang memberikan efek kepada pembaca dengan melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya.

Oleh karena itu pembaca juga bisa merasakan apa yang dirasakan penulis melalui karya karangan deskripsi yang ia buat. Jenis karangan ini berkaitan dengan panca tema karangan yaiku manusia, sesuatu … Baca Selengkapnya Kategori B Indonesia Tag Ciri Ciri Karangan Deskripsi, Contoh Karangan Deskripsi, contoh karangan deskripsi tentang keindahan alam, contoh karangan deskripsi tentang lingkungan rumah, contoh karangan deskripsi tentang sekolah, Jenis Jenis Karangan deskripsi, karangan argumentasi, Karangan Deskripsi Artistik atau Impresionitik, karangan deskripsi bahasa jawa, karangan deskripsi bahasa sunda, karangan deskripsi disebut oge karangan, Karangan Deskripsi Ekspositori, Karangan Deskripsi Impresionatis, karangan deskripsi nyaeta, Karangan Deskripsi Realistis, Karangan Deskripsi Spatial, karangan deskripsi yaiku, karangan eksposisi adalah, karangan narasi adalah, Langkah penulisan Karangan Deskripsi, Memberikan Arahan, Membuat Kerangka Karangan, Menceritakan Sebuah Tema karangan yaiku, Menentukan Tema Karangan, Menentukan Tujuan, Mengembangkan Kerangka Karangan, Mengumpulkan Informasi, Menjelaskan Suatu Hal, Menurut Felicia Nuradi Utorodewo, Menurut Gorys Keraf ( 1982:93 ), Menurut Henry Guntur Tarigan tema karangan yaiku 1994 ), Menurut KBBI, Menyunting Karangan, Merangkum, Pengertian Deskripsi Menurut Para Ahli, Pengertian Karangan Deskripsi, Pengertian Secara Umum, Pola Pengembangan (Fokus), Pola Pengembangan Pengamatan (Observasi), Ruang Kelas, Syarat Membuat Karangan Deskripsi, Tujuan Karangan Deskripsi, tuliskan contoh paragraf terakhir karangan deskripsi, urutan langkah langkah yang tepat dalam menyusun karangan deskripsi adalah Pengertian Karangan Deskripsi Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Pengertian lainnya : Suatu ragam tulis yang melukiskan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman dan perasaan penulisnya. Suatu jenis tulisan atau karangan yang berbentuk pemaparan atau pengambaran suatu hal dengan kata-kata yang jelas dan … Baca Selengkapnya Kategori B Indonesia Tag Ciri Ciri Karangan Deskripsi, Contoh Karangan Deskripsi, Contoh Karangan Deskripsi Impresionatis, Contoh Karangan Deskripsi Realistis, Contoh Karangan Deskripsi Spasial, contoh karangan deskripsi tentang keindahan alam, contoh karangan deskripsi tentang lingkungan rumah, contoh karangan deskripsi tentang sekolah, Jenis Jenis Karangan deskripsi, karangan argumentasi, Karangan Deskripsi Artistik atau Impresionitik, karangan deskripsi bahasa jawa, karangan deskripsi bahasa sunda, karangan deskripsi disebut oge karangan, Karangan Deskripsi Ekspositori, Karangan Deskripsi Impresionatis, karangan deskripsi nyaeta, Karangan Deskripsi Realistis, Karangan Deskripsi Spatial, karangan deskripsi yaiku, karangan eksposisi adalah, karangan narasi adalah, Langkah – langkah Karangan Deskripsi, Langkah penulisan Karangan Deskripsi, Memberikan Arahan, Membuat Kerangka Karangan, Memerinci dan Mensistematiskan Hal yang Menunjang Kekuatan, Menceritakan Sebuah Peristiwa, Menentukan Apa yang Akan Dideskripsikan, Menentukan Tema Karangan, Menentukan Tujuan, Menetapkan Bagian yang Akan Dideskripsikan, Mengembangkan Kerangka Karangan, Mengumpulkan Informasi, Menjelaskan Suatu Hal, Menurut Felicia Nuradi Utorodewo, Menurut Gorys Keraf ( 1982:93 ), Menurut Henry Guntur Tarigan ( 1994 ), Menurut KBBI, Tema karangan yaiku Karangan, Merangkum, Merumuskan Tujuan Pendeskripsian, Pengertian Deskripsi Menurut Para Ahli, Pengertian Karangan Deskripsi, Pengertian Secara Umum, Pola Pengembangan (Fokus), Pola Pengembangan Pengamatan (Observasi), Ruang Kelas, Syarat Membuat Karangan Deskripsi, Tujuan Karangan Deskripsi, tuliskan contoh paragraf terakhir karangan deskripsi, urutan langkah langkah yang tepat dalam menyusun karangan deskripsi adalah
Sakwise sungkem pangabekti, calon penganten putrid tumuli dikanthi dening rama lan ibune manjing papan pasiraman.

Calon penganten putri dilenggahake ing papan siraman kang wis cinawisake. Rama lan ibune banjur nampa banyu sumber pitu saka paraga kang piniji, sabanjure banyu sumber pitu kacampurake ing jembangan kanga rep dienggo siraman. Sakwise banyu dicampur, Dhukun Penganten ngandani para sepuh putrid kang pinjil mbaka siji nyirami calon penganten, pungkasane rama lan ibune. Rampung siraman nuli nindakake acara pecah pamor. Carane, kendhipratala sing isi banyu, banyune dicurake dening ramane kanggo wudlu tumprap calon penganten putrid sing muslim ,dene saliyane cukup kanggo ibune, kendhi ditibakake utawa dibanting karo ngucap “ Aku ora mecah kendhi, nanging mecah pamore anakku”.

Sakwise kendhi pecah, calon penganten putrid banjur diandhuki lan dibopong lumebu kamar busana dening rama lan ibune, pepindhane kaya digendhong kanthi kebak rasa tresna asih. • ▼ 2016 (11) • ▼ Desember (4) • CONTOH DAFTAR RIWAYAT HIDUP • Contoh lamaran pekerjaan • Langkah-langkah nulis artikel Bahasa Jawa • Pengertian,Ngoko Lugu,Ngoko Alus,Krama Lugu dan Kr. • ► November (7) • ► 2015 (20) • ► April (9) • ► Maret (2) • ► Februari (6) • ► Januari (3) • ► 2014 (1) • ► Oktober (1)

Karangan Bahasa Melayu




2022 www.videocon.com