Pustula adalah

pustula adalah

Bisul atau furunkel adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah dan terasa nyeri. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut, yaitu tempat tumbuhnya rambut. Bagian tubuh yang paling sering terkena bisul adalah wajah, leher, ketiak, bokong, dan selangkangan.

Bisul juga terkadang bisa muncul di daerah kemaluan. Hal ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul juga bisa tumbuh di kelopak mata, yang dikenal dengan istilah bintitan. Umumnya, bisul kecil akan sembuh dalam waktu 2 minggu dengan perawatan yang tepat. Namun, jika bisul yang muncul makin memburuk dan menimbulkan keluhan lain yang mengganggu, pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah kondisi semakin parah dan timbul komplikasi.

Penyebab Bisul Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Pada beberapa orang, bakteri tersebut dapat ditemukan di kulit dan dalam lapisan hidung tanpa menimbulkan gangguan.

Infeksi baru akan terjadi jika bakteri masuk ke folikel rambut akibat luka gores atau gigitan serangga. Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena bisul adalah: • Melakukan kontak langsung dengan penderita bisul, misalnya karena tinggal serumah • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes • Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat, eksim, atau scabies • Tidak menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan • Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik atau menderita obesitas • Terpapar senyawa kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit Selain berbagai penyebab di atas, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa konsumsi telur juga dapat menyebabkan bisul.

Namun, hal ini belum terbukti benar dan masih perlu diteliti lebih dalam. Gejala Bisul Bisul dapat timbul di bagian tubuh mana saja yang ditumbuhi rambut atau bulu, termasuk di dalam telinga. Namun, bisul umumnya tumbuh di bagian tubuh yang sering mengalami gesekan dan berkeringat, seperti wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, selangkangan, dan pustula adalah. Bisul juga terkadang dapat muncul di payudara.

Kondisi ini biasanya sering terjadi pada ibu menyusui. Namun, wanita yang tidak menyusui juga bisa mengalami bisul di payudara. Saat mengalami bisul, akan muncul benjolan berisi nanah di kulit, yang ditandai dengan beberapa tanda dan gejala berikut: • Muncul benjolan merah berisi nanah yang pada awalnya berukuran kecil, tetapi bisa makin membesar • Kulit di sekitar benjolan akan tampak memerah, bengkak, dan pustula adalah hangat jika disentuh • Benjolan yang timbul akan terasa nyeri, terutama saat disentuh • Benjolan memiliki titik putih atau kuning di bagian puncak (pustula) yang kemudian akan pecah dan mengeluarkan nanah Perlu diketahui, benjolan yang timbul saat terkena bisul umumnya hanya satu.

Jika timbul dalam jumlah banyak dan berkumpul menjadi satu, kondisi ini disebut bisul sabut atau karbunkel. Karbunkel menandakan infeksi yang lebih serius. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang paruh baya yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Kapan harus ke dokter Umumnya, bisul dapat sembuh dengan sendirinya jika berukuran kecil. Meskipun demikian, segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika bisul bertambah parah atau bila: • Disertai demam, tidak enak badan, meriang, pusing, atau pembengkakan kelenjar getah bening • Bertambah buruk dengan cepat dan disertai nyeri hebat • Bertambah besar setelah sebelumnya dilakukan pengobatan mandiri • Tumbuh sebagai jerawat di dalam hidung, di wajah, telinga, atau punggung • Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama atau membentuk karbunkel • Tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 14 hari • Terjadi secara berulang (kambuh) • Dialami oleh orang dengan gangguan sistem imun Diagnosis Bisul Untuk mendiagnosis bisul, dokter akan melakukan tanya jawab terkait keluhan yang dialami, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan pada kulit yang mengalami bisul.

Bisul biasanya dapat dikenali dengan mudah melalui pengamatan langsung. Namun, jika diperlukan, dokter akan mengambil sampel nanah, kulit, atau darah pasien, untuk diperiksa di laboratorium.

Umumnya, pemeriksaan lanjutan ini akan dilakukan apabila: • Bisul tidak kunjung sembuh setelah dilakukan penanganan atau terjadi secara berulang (kambuh) • Bisul timbul dalam jumlah banyak dan berkumpul atau karbunkel • Penderita memiliki sistem imun yang lemah atau menderita penyakit tertentu, seperti diabetes Tes kultur bakteri juga dapat dilakukan untuk mengetahui pustula adalah antibiotik yang cocok dalam menangani bisul.

Hal ini karena pustula adalah penyebab bisul kerap kali telah menjadi kebal terhadap jenis antibiotik tertentu. Pengobatan Bisul Bisul yang berukuran kecil, berjumlah satu, dan tidak disertai dengan penyakit lain biasanya bisa diatasi sendiri di rumah. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengobati bisul adalah: • Mengompres bisul dengan air hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali sehari, guna mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan • Membersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa steril dan sabun anti-bakteri, lalu menutup bisul dengan kain kasa steril • Mengganti perban sesering mungkin, misalnya 2–3 kali sehari • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul Penting untuk diingat, jangan memecahkan bisul secara sengaja, karena justru bisa memperparah infeksi pustula adalah menyebarkan bakteri, tetapi tunggu hingga bisul tersebut pecah dengan sendirinya.

Jika nyeri terasa mengganggu, penderita dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Jika bisul tumbuh berkelompok dan membentuk karbunkel, tidak kunjung sembuh setelah penanganan mandiri, atau penderita memiliki sistem imun yang lemah, dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Untuk mengatasi bisul, salah satu pilihan penanganan yang akan dilakukan adalah dengan operasi. Prosedur operasi dilakukan untuk membuat sayatan pada bisul dan membuat saluran untuk mengeluarkan nanah.

Dokter juga dapat meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi, seperti erythromycin atau clindamycin. Perlu diingat, penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter. Jangan mengganti, mengurangi, atau berhenti menggunakan antibiotik sebelum waktunya meskipun keluhan sudah berkurang. Komplikasi Bisul Pada kebanyakan kasus, bisul jarang menimbulkan komplikasi yang serius.

pustula adalah

Namun, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat bisul, adalah: • Kemunculan jaringan parut • Kemunculan bisul berulang (kambuh) • Penyebaran infeksi ke lapisan kulit lebih dalam ( selulitis) • Penyebaran pustula adalah ke dalam aliran darah ( sepsis) • Penyebaran infeksi ke organ tubuh lainnya, seperti ke jantung ( endokarditis), tulang ( osteomielitis), otak ( meningitis), atau sumsum pustula adalah belakang Pencegahan Bisul Bisul dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan: • Mandi dan cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir • Membersihkan dan merawat luka dengan benar, bila mengalami luka goresan, luka robek, atau luka potong. • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, misalnya handuk, alat cukur, atau pakaian • Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh • Menghindari kontak langsung pustula adalah penderita infeksi kulit Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.

Jerawat ditandai dengan munculnya bintik-bintik di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, l ehe r, punggung, dan dada. Jerawat dapat dialami oleh siapa saja, tetapi umumnya muncul pada masa pubertas, yaitu usia 10–13 tahun. Pada remaja laki-laki atau yang pustula adalah kulit berminyak, jerawat yang timbul cenderung lebih parah.

Jerawat biasanya hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun, pada sebagian kasus, jerawat tetap bisa muncul sampai usia 30 tahun atau lebih, terutama pada wanita. Penyebab Jerawat Jerawat disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit. Penyumbatan ini dapat terjadi akibat produksi sebum berlebih oleh kelenjar minyak, penumpukan kulit mati, atau penumpukan bakteri.

Di pustula adalah pori-pori kulit, terdapat folikel yang terdiri dari kelenjar minyak dan rambut. Folikel di pori-pori kulit yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam.

Jika terkontaminasi oleh bakteri, komedo dapat meradang dan menjadi jerawat dalam bentuk pustula, papula, nodul, atau bahkan kista. Cara Mengobati dan Mencegah Jerawat Pengobatan jerawat disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisinya. Metode yang digunakan bisa dengan pemberian obat oles, obat minum, atau terapi hormon. Bisa juga dengan prosedur chemical peels, terapi laser dan ekstraksi komedo. Meski sulit untuk dicegah, risiko munculnya jerawat dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan wajah dan tubuh, menerapkan pola makan yang sehat, dan mengelola stres dengan baik.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ada banyak obat untuk menghilangkan jerawat di wajah.

Selain dengan obat-obatan, sejumlah bahan alami di rumah bisa menjadi cara untuk menghilangkan jerawat secara alami. Jerawat adalah penyakit peradangan kronis dari kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, kista, dan pustula. Selain wajah, jerawat dapat tumbuh atau timbul di bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan atas, dada, hingga punggung. Ketika muncul di wajah, jerawat kerap pustula adalah tak hanya bisa menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman, tapi juga dapat menciutkan rasa percaya diri.

Baca juga: TERBARU! PROMO Indomaret Hingga 10 April 2022, So Klin Softergent Powder 1,8 kg Hanya Rp 45.500 Baca juga: Dapat Mengurangi Gejala Asam Urat, Begini Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan Baca juga: Termasuk Mencegah Diabetes, Ini Alasan Mentimun Baik dan Aman Dikonsumsi Secara Rutin Tak heran jika pencarian tentang cara menghilangkan jerawat atau bagaimana mengatasinya menjadi banyak diminati.

Apalagi jika melakukan penanganan yang salah, jerawat bahkan bisa membuat wajah menjadi kusam dan bahkan diwarnai noda hitam, termasuk bopeng-bopeng. Perawatan jerawat secara konvensional bisa dilakukan, tapi terkadang mahal dan seringkali memiliki efek samping yang tidak diinginkan, seperti kulit kering, kemerahan, dan iritasi.

Hal itu pun telah mendorong banyak orang untuk mencari cara mengobati jerawat secara alami. Jenis-jenis jerawat ternyata berbeda, maka cara mengatasi jerawat harus sesuai agar masalah teratasi. Kenali macamnya dan obati! Biasanya, jerawat muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih, sel kulit mati, kotoran, dan sebagainya. Banyak faktor penyebab juga membuat jerawat yang timbul pada wajah atau tubuh kita berbeda-beda bentuknya.

Karena itu, cara mengatasi jerawat juga harus disesuaikan agar masalah bisa teratasi secara tepat. Apa saja jenis jerawat yang umumnya muncul dan bagaimana cara mengatasi jerawat dengan tepat? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini! Baca pustula adalah Produk Skincare Korea Untuk Kulit Berjerawat Jenis Jerawat 1. Jerawat Blackheads Sumber Gambar: Getty Images Blackheads atau komedo berwarna hitam ini sebenarnya salah satu jenis jerawat, lho.

Jenis ini biasanya muncul di sekitar hidung. Blackheads muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih. Sebagian orang mungkin tidak peduli dengan kehadiran blackheads, tetapi kalau dibiarkan dapat menimbulkan masalah baru untuk wajah!

Untuk mengatasi blackheads ini, kamu bisa menggunakan krim wajah dengan kandungan asam salisilat, benzoyl peroxide, dan resorsinol. Bahan-bahan ini berguna untuk membunuh bakteri penyebab komedo, mengurangi minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati. 2. Jerawat Whiteheads Sumber Gambar: Proactive Whiteheads atau komedo berwarna putih ini juga merupakan jerawat sering muncul di wajah.

Whiteheads muncul karena tersumbatnya pori-pori dan menutupi seluruh permukaan sehingga terlihat benjolan putih. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan produk dengan kandungan AHA, retinoid, benzoyl peroxide, dan asam salisilat yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, membunuh bakteri, dan mengurangi peradangan pada area komedo.

3. Jerawat Pustula Sumber gambar: dremweb Jerawat pustula adalah jerawat dengan cairan nanah di dalamnya. Jerawat ini berukuran lebih besar dari komedo putih dan dikelilingi kemerahan.

pustula adalah

Jerawat ini biasanya muncul di area yang mudah berminyak, seperti wajah, punggung, dan dada. Jerawat ini paling sering menyerang saat usia remaja. Menurut American Academy of Dermatology, cara mengatasi jerawat pustula inii dengan sabun cuci muka yang memiliki kandungan benzoyl peroxide dan asam salisilat.

Benzoyl peroxide berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan pustula adalah salisilat untuk membersihkan sel kulit mati pada wajah. 4. Jerawat Papula Sumber Gambar: Derm Collective Jerawat jenis papula muncul dengan bentuk benjolan di bawah permukaan kulit.

Apabila jerawat ini disentuh, akan terasa nyeri. Kulit di sekitar jerawat papula ini akan kemerahan namun tidak ada nanah di puncaknya.

Jerawat papula bisa muncul karena komedo hitam dan putih yang dibiarkan, loh! Sehingga menjadi iritasi dan merusak kulit sekitarnya, kemudian berubah menjadi peradangan. Cara mengatasi jerawat ini adalah gunakan produk yang mengandung asam salisilat dan benzoyl peroxide. Selain itu, pilih produk dengan kandungan retinoid karena mampu membantu memulihkan pustula adalah kulit yang rusak.

Perawatan wajah lebih seru dengan animal mask pilihan di sini! Baca Juga: Mengatasi Jerawat secara Alami, Mulai dari Hal-hal Kecil 5. Jerawat Kistik Sumber gambar: Reddit Jenis jerawat ini biasanya kita kenal dengan nama jerawat batu.

Jerawat batu biasanya berbentuk benjolan merah, cukup besar, dan keras.

pustula adalah

Jerawat kistik ini muncul karena penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan pustula adalah bagian dalam. Jenis jerawat ini adalah jerawat yang parah. Untuk mengatasi jenis jerawat ini, selain menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide dan retinoid, gunakan produk isotretinoin. Isotretinoin merupakan obat yang memang ditujukan untuk jerawat batu. Namun, penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

6. Jerawat Nodul Sumber Gambar: WebMD Jenis jerawat ini termasuk kedalam kondisi jerawat yang parah dan tidak bisa diobati dengan obat bebas.

Jerawat ini muncul dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan hormon yang tidak seimbang.

pustula adalah

Jerawat nodul berbentuk besar, keras, terasa sakit, dan muncul di bawah permukaan kulit. Jenis jerawat nodul ini dapat bertahan berminggu-minggu bahkan lebih. Jerawat ini seringkali muncul pada remaja laki-laki saat masa pubertas. Meskipun semua orang juga dapat mengalami masalah ini.

Cara mengatasi jerawat ini adalah memeriksakannya ke dokter kulit agar diberikan antibiotik dan obat lainnya. Karena pengobatan tanpa resep dokter tidak bisa mengatasi masalah jerawat yang satu ini.

pustula adalah

7. Jerawat Mekanika Sumber gambar: WebMD Jenis jerawat mekanika ini biasanya dialami oleh para atlet. Biasanya, jerawat ini juga muncul di bagian tubuh lainnya selain wajah, seperti punggung dan dada.

Jerawat ini muncul karena adanya tekanan, suhu panas, dan gesekan di suatu area. Umumnya atlet menggunakan pakaian yang ketat dan berbagai perlengkapan olahraga lainnya.

Pakaian yang ketat ini yang menimbulkan banyaknya keringat dan menimbulkan jerawat mekanika. Kamu bisa mengatasi jerawat ini di rumah, kok! Cara pustula adalah jerawat ini adalah menggunakan produk dengan kandungan asam salisilat dan benzoyl peroxide.

pustula adalah

Selain itu, perhatikan bahan pakaian yang kamu gunakan. Pilihlah bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun. Jagalah kebersihan perlengkapan olahraga, seperti membersihkan headbands dan topi secara rutin. Perbaiki dan pertahankan kesehatan kulit dengan rangkaian produk aloe vera pilihan di sini!

Baca Juga: Toner Wajah yang Bagus untuk Cegah Jerawat & Kulit Mati Cara Mengatasi Jerawat Perbedaan jenis jerawat tentu berbeda juga cara mengatasinya. Jerawat juga dapat pustula adalah menjadi tiga, yaitu: • Jerawat ringan: Blackheads, whiteheads, dan pustula kecil, dan jerawat mekanika. • Jerawat sedang: Blackheads, whiteheads, dan papula yang muncul di area selain wajah.

pustula adalah

• Jerawat parah: Jerawat kistik (jerawat batu) dan jerawat nodul yang dalam. Selain dengan produk-produk yang telah disebutkan di atas, cara mengatasi jerawat lainnya, yaitu: • Mencuci wajah dua kali sehari dengan sabun pembersih wajah. • Lakukan double pustula adalah agar wajah bersih maksimal. • Gunakan produk untuk jerawat yang cocok dengan kulit. • Menjaga pola makan dan tidur. • Hindari stres. • Banyak minum air putih. • Kunjungi dokter kulit apabila perawatan di rumah tidak menunjukkan perubahan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat secara Alami dengan Cepat Nah, itu dia jenis jerawat dan cara mengatasi jerawat yang perlu kamu ketahui. Sehingga, kamu tidak salah dalam menanganinya. Perbedaan kondisi setiap jerawat, tentu pustula adalah juga penanganannya. Jerawat tidak hanya dapat muncul di wajah, tetapi juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya seperti punggung dan dana. Maka dari itu, selain menggunakan obat untuk jerawat, pastikan kamu juga menjaga kebersihan tubuh. Yuk, cek Tokopedia sekarang juga untuk melengkapi kebutuhan kulit perawatan wajah kamu agar terbebas dari jerawat!

Putih dan cantik alami dengan sabun beras Thailand pilihan! Penulis: Felly Eliza Putri
Acne patch dan acne spot gel merupakan dua produk perawatan wajah yang fokusnya berfungsi untuk meredakan jerawat.

pustula adalah

Kedua produk tersebut biasanya menjadi pertolongan pertama saat kamu sedang mengalami jerawat yang meradang. Namun, sebelum mengoleskan acne spot gel ataupun menempelkan acne patch pada kulit wajah, kamu perlu memahami cara kerja kedua produk tersebut.

pustula adalah

Hal ini karena pada kenyataannya, jika kedua produk tersebut dipakai secara sembarangan justru bisa memperburuk jerawat dan bisa membuat kulitmu menjadi sangat kering. Nah, meskipun acne patch dan acne spot gel memiliki fungsi yang sama, tetapi ternyata keduanya memiliki cara kerja yang berbeda.

Untuk itu, simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui produk mana yang lebih efektif kamu gunakan agar jerawatmu cepat membaik. 1. Perbedaan acne patch dan acne spot gel yang mendasar dapat dilihat dari bentuknya Perbedaan acne patch dan acne spot gel - Credit: Shopee Buat kamu yang belum tahu apa itu acne pustula adalah, produk penghilang jerawat tersebut menyerupai stiker kecil yang bisa kamu tempelkan di atas jerawat.

Sementara itu, acne spot gel berupa gel, cairan, atau krim yang biasanya tersedia dalam kemasan tube. Kedua produk tersebut memiliki kandungan yang dapat bekerja meredakan jerawat. 2. Acne patch, inovasi baru obat jerawat yang kekinian Acne Patch Focallure - Credit: Shopee Mall Focallure Stiker yang berfungsi sebagai obat jerawat ini mengandung bahan-bahan ampuh yang mampu mengeluarkan minyak, kotoran, dan cairan lain yang muncul dari jerawat, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Produk ini bisa kamu pakai dalam waktu yang lama dan tidak akan membuat kulitmu menjadi kering. Biarkan stiker menempel di atas pustula adalah selama 8-10 jam. Saat kamu melepas stiker, akan terlihat zat seperti gel bewarna putih yang menempel di stiker acne patch tersebut. Zat itu adalah cairan dan minyak pada jerawat yang berhasil terserap. Agar acne patch bekerja lebih maksimal, sebaiknya kamu menunggu jerawat tersebut sampai benar-benar matang atau menonjol lalu tempelkan di atas jerawat tersebut.

3. Acne spot gel atau obat totol jerawat hanya perlu dioleskan pada jerawat saja Spot gel - Credit: Shopee Obat totol jerawat ini biasanya diformulasikan berupa gel, cairan, atau krim. Mereka biasanya mengandung bahan-bahan seperti asam salisilat, benzoil peroksida, belerang, dan lain-lain yang mampu menyembuhkan jerawat hingga kering.

Untuk menggunakan obat totol jerawat ini kamu tak perlu menunggu jerawat sampai benar-benar matang. 4. Jika keduanya sama-sama mampu menyembuhkan jerawat, produk mana yang lebih pustula adalah Komedo putih, komedo hitam, ataupun jerawat kistik, semuanya membutuhkan perawatan yang berbeda.

pustula adalah

Jika kamu memiliki jerawat dangkal yang dekat dengan permukaan kulit, seperti komedo atau pustula, acne patch mungkin menjadi pilihan terbaikmu. Bahkan, produk perawatan berupa stiker jerawat ini dapat digunakan oleh semua jenis kulit sekalipun. Berbeda dengan acne patch, obat totol jerawat dapat digunakan pada jerawat dalam keadaan apapun, walau jerawat tersebut baru saja tumbuh.

Namun, kamu perlu mengetahui bahwa biasanya obat totol jerawat ini mengandung bahan-bahan yang tak dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Untuk itu, buat kamu yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya lebih memerhatikan kandungan yang terdapat dalam obat totol jerawat sebelum menggunakannya agar kulitmu tidak iritasi atau kering.

Nah, dari penjelasan di atas rupanya baik acne patch ataupun acne spot gel akan bekerja secara efektif sesuai dengan jenis jerawat yang tengah kamu alami dan kamu juga perlu memperhatikan kandungan di dalamnya agar tak menimbulkan iritasi pada kulitmu, terutama kulit sensitif. Jadi, soal ampuh pustula adalah mana, tergantung tipe jerawat masing-masing ya, SoHip~
MOMSMONEY.ID - Acne patch bisa menjadi solusi efektif dan ideal pustula adalah mengatasi masalah jerawat, seperti whiteheads atau pustula.

Acne Patch adalah plester/stiker yang digunakan untuk menutupi jerawat. Acne patch berbentuk tipis, lengket dan berwarna bening sehingga saat digunakan tidak akan terlihat. Selain itu, banyak ukuran dan jenis yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Namun, tidak cocok digunakan pada blackheads, pori-pori pustula adalah, atau jerawat kistik. Acne Patch memiliki kandungan Hydrocolloid yang dapat membantu menyerap isi cairan jerawat sehingga mudah dikeluarkan. Melansir dari Kalasemi, Hydrocolloid adalah pustula adalah aktif yang berasal dari sayuran, hewan/mikroba yang memiliki kemampuan menyerap dan mengikat air.

Baca Juga: Inilah Cara Diet Sehat yang Bisa Dilakukan Saat Berpuasa Acne Patch mempunyai tiga jenis patch yang berbeda sesuai dengan kebutuhan Anda, bersumber dari Kalasemi. Berikut jenis-jenis patch, yaitu: 1. Patch Non-Medicated Patch ini tidak mengandung obat atau bahan aktif lainnya, namun hanya mengandung Hydrocolloid. Patch Non-Medicated cocok untuk anda yang berjerawat pustula (memlki nanah dipunak) atau whitehead. 2. Patch Medicated Patch ini mengandung obat atau bahan aktif lainnya seperti Salicylic acid, Benzoil peroxide dan Tea tree oil.

Patch Medicated bekerja pada jerawat yang tidak memiliki nanah dipuncak atau jerawat pustula. 3. Patch Microneedle Patch ini memiliki jarum mikro yang sangat halus dan digunakan pada jerawat papula dan kistik/nodular. Setelah mengetahui jenis-jenis acne patch, cari tahu manfaat menggunakan Acne Patch saat berjerawat, yaitu: • Menyerap cairan jerawat • Melindungi jerawat dari bakteri, debu, dan paparan sinar matahari • Mencegah peradangan.

Dengan cara mengurangi menyentuh dan memencet jerawat. • Mempercepat penyembuhan. Mungkin Acne Patch bisa menjadi cara alternatif untuk mengatasi masalah jerawat. Acne Patch bisa anda gunakan saat bermake up, tentunya jerawat akan terlindungi dari kandungan bahan make up di dalamnya. Selain itu, Acne Patch juga cocok bagi Anda yang sering menyentuh dan memencet jerawat dengan tangan yang kotor.

Pustula adalah Berita dan Artikel yang lain di Google News

Javan of Ebukobelo! Biggest Jiggers of All Time!




2022 www.videocon.com