Pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Ilustrasi cerita fantasi via Dribbble Teks cerita fantasi adalah sebuah cerita fiksi bergenre teks narasi yang berisi kisah penuh imajinasi dan khayalan yang diciptakan penulis. Dalam cerita fantasi, segala sesuatu yang bersifat tidak mungkin di dunia nyata, mungkin saja bisa terjadi. Bahkan, tak jarang pengarang dengan sengaja melebih-lebihkan cerita hingga terkesan tidak masuk akal. Dari pernyataan di atas maka dapat disimpulkan, pengertian teks cerita fantasi adalah karangan yang menggambarkan berbagai kejadian berupa khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka yang diciptakan penulis.

Adapun tujuan dari cerita fantasi yaitu untuk menghibur dan meningkatkan imajinasi para pembaca. Struktur Teks Cerita Fantasi Ilustrasi konflik via Dribbble Struktur teks cerita fantasi terdiri atas 3 bagian, yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. Berikut masing-masing penjelasannya: • Orientasi Orientasi merupakan bagian utama pada teks cerita fantasi yang berisi pengelanan tokoh, latar, watak, dan konflik dalam cerita kepada pembaca.

• Komplikasi Komplikasi merupakan bagian yang berisi hubungan sebab-akibat mengenai konflik atau masalah yang terjadi antartokoh, mulai dari awal hingga puncak permasalahan (klimaks).

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

• Resolusi Resolusi atau penyelesaian merupakan bagian penutup yang berisi penyelesaian dari berbagai konflik yang terjadi dalam cerita.

Ciri-Ciri Teks Cerita Fantasi Ilustrasi penyihir via Dribbble Sama seperti jenis teks pada umumnya cerita fantasi dapat dikatakan sebagai teks cerita fantasi apabila telah memenuhi beberapa unsur dan ciri-ciri sebagai berikut: 6. Bahasa 1. Adanya Keajaiban, Keanehan, dan Kemisteriusan Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal yang sifatnya supranatural atau keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan yang mustahil terjadi di dunia nyata.

Dengan kata lain, semua hal-hal yang berkaitan dengan cerita fantasi, seperti: tokoh, latar, dan lain sebagainya hanyalah imajinasi dan khayalan dari penulis. 2. Ide Cerita Sederhana Ide cerita terkadang bersifat sederhana, namun memiliki kesan yang sangat menarik. Cerita yang diangkat dalam teks cerita fantasi biasanya bertemakan magic, supranatural, futuristik, dan sebagainya.

3. Menggunakan Berbagai Latar (Lintas Ruang dan Waktu) Peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita fantasi dapat terjadi pada dua latar, yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak terdapat pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, jalinan antara alur dan latar pada cerita fantasi juga bisa berpindah-pindah ke berbagai latar yang melintasi dimensi ruang dan waktu. 4. Tokoh Unik (Memiliki Kesaktian) Tokoh dalam cerita fantasi mempunyai watak dan ciri khas yang tidak ada dalam kehidupan nyata, misalnya: tokoh memiliki kesaktian tertentu, tokoh mengalami peristiwa misterius, tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu, tokoh dapat berada pada latar pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah dan tempat yang berbeda zaman.

5. Bersifat Fiktif Cerita dalam teks cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata), walaupun ada yang terinspirasi dari kehidupan nyata, namun tetap dibumbui imajinasi dan fantasi dari penulis.

6. Bahasa Bahasa yang terdapat di dalam teks narasi lebih banyak menggunakan sinonim dengan perasaan emosi yang sangat kental dan variasi kata cukup menonjol. Dalam hal ini, bahasanya pun bervariatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal). Jenis-Jenis Teks Cerita Fantasi Ilustrasi latar tempat via Dribbble Disadur dari Kompas.com, teks cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori, yaitu sebagai berikut: a.

Cerita Fantasi Berdasarkan Kesesuaiannya dengan Kehidupan Nyata Cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dengan kehidupan nyata dibagi kedalam dua jenis, yakni, cerita fantasi total dan cerita fantasi irisan.

• Cerita fantasi total merupakan sebuah cerita fantasi yang berisi ide pencitraan pengarang terhadap objek tertentu, seperti: nama orang, nama objek, dan nama kota. Pada cerita jenis ini, semua hal yang terjadi, tidak ada di dunia nyata.

Dalam artian, isi cerita tersebut murni dihasilkan dari imajinasi dan khayalan dari pengarang. • Cerita fantasi irisan merupakan sebuah cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi, namun masih berkaitan dengan kehidupan di dunia nyata, seperti misalnya: nama tokoh, latar, dan alurnya diambil dari peristiwa yang pernah terjadi di dunia nyata. b. Cerita Fantasi Berdasarkan Latar Cerita Cerita fantasi berdasarkan latar ceritanya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni cerita fantasi sezaman dan cerita fantasi lintas waktu.

• Cerita fantasi sezaman merupakan sebuah cerita fantasi yang hanya memiliki satu latar atau satu waktu. Contoh latar fantasi sezaman yaitu seperti masa lalu, masa kini, dan juga masa depan. • Cerita fantasi lintas waktu merupakan sebuah cerita fantasi yang menggunakan dua latar berbeda.

Contoh latar fantasi lintas waktu, seperti masa kini dengan masa prasejarah pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah masa kini dengan 50 tahun yang akan datang. Contoh Teks Cerita Fantasi Ilustrasi tokoh via Dribbble Contoh Cerita Fantasi: Keledai dan Penjual Garam Keledai dan Penjual Garam Di suatu desa di tepi pantai yang cukup jauh dengan perkotaan, hiduplah seorang pedagang garam sebatang kara yang sangat dermawan. Setiap hari, ia membagikan hasil menjual garam kepada tetangganya dan sangat mengasihi fakir miskin meskipun sebenarnya hidupnya tidaklah bergelimang harta.

Setiap kali berhasil menjual garam, ia belikan pakaian dan makanan untuk di sedekahkan. Pedagang garam tersebut memiliki seekor keledai yang digunakan untuk mengangkut garam ke kota terdekat. Ia sangat menyayangi keledai tersebut sampai makanan dan tempat tinggal keledai selalu disediakan. Keledai tersebut sudah dianggap keluarga dan menjadi teman hidup satu-satunya pedagang garam tersebut.

Akan tetapi keledai tersebut tampaknya tidak puas dengan perlakuan pedagang garam. Setiap kali hendak pergi menjual garam ke kota, keledai selalu menggerutu karena harus terbebani dengan karung garam serta berjalan cukup jauh. “Mengapa kau tidak membeli gerobak saja wahai tuanku? Bukankah hasil menjual garam sudah cukup untuk membeli gerobak, tapi uangmu kau selalu berikan kepada orang lain” kata keledai pada suatu hari kepada tuannya ketika hendak berangkat.

Pedagang garam tersebut hanya terdiam dan melanjutkan menaikan beberapa karung garam di kantong kain pada tubuh keledai. Pedagang garam kemudian menuntun keledai sembari membawa satu karung garam di pundaknya.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Mereka terus berjalan hingga akhirnya melewati sebuah jembatan yang dialiri air sungai yang cukup deras dan jernih. Pedagang garam kemudian berhenti dan beristirahat. Di tengah peristirahatan tersebut, ternyata si keledai memiliki ide yang cukup pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah.

Bila esok pedagang membawanya kembali melalui jalan ini, maka ia akan berpura-pura terjatuh ke dalam sungai dan garam yang akan di bawa akan semakin ringan karena larut di dalam air. Benar saja, keesokan harinya ketika mereka berangkat melewati jalan yang sama, keledai berpura-pura kelelahan dan terjatuh ke sungai. Karung garam yang dibawa keledai terendam cukup lama karena pedagang garam meminta tolong kepada orang sekitar untuk membantu mengangkat keledai.

“Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja terjatuh ke dalam sungai karena sepertinya beban garamnya tidak seimbang”, ungkap keledai dengan alasannya. “ Baiklah kalau begitu aku akan membawa lebih banyak garam agar kau seimbang”.

Akhirnya pedagang membawa dua karung garam agar keledainya bisa meneruskan perjalanan meski garam yang dibawa keledai sangat ringan karena sebagian garam sudah larut di dalam air sungai. Esoknya lagi, keledai melakukan hal yang sama dengan alasan kakinya tersandung batu, dan alasan lain diberikan setiap harinya kepada pedagang.

Hal ini membuat tuannya curiga dan ingin memberi balasan. Suatu hari, dinaikkan lah kapas pada punggung keledai. Petani tidak memberitahukan bahwa yang dibawa bukanlah garam melainkan kapas. Hal ini untuk memberikan pelajaran kepada keledai yang suka mengeluh padahal sudah sangat dikasihi.

Setiba di jembatan, keledai tersebut tanpa menunda waktu langsung menjatuhkan diri ke dalam sungai dan kapas pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah menyerap air sungai. Bukannya semakin ringan, akan tetapi karung yang dibawa keledai semakin berat hingga keledai kesulitan berjalan.

Keledai tersebut terus melangkahkan kakinya sembari bertanya kepada tuannya. “Tuanku, mengapa garamnya semakin berat ketika terkena air, padahal biasanya akan semakin ringan. Aku sungguh tidak bisa berjalan jika harus membawa beban seberat ini ke kota”. Petani kemudian menjawab dengan bijaksana “Keledai ku, sungguh yang kau bawa bukanlah garam melainkan kapas yang menyerap air.

Aku tahu kau hanya berpura-pura terjatuh agar bebanmu tidak berat akan tetapi perbuatanmu sungguh merugikan”. Keledai tersebut kemudian sangat malu karena selama ini ia seperti tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih kepada si pedagang garam. Contoh Cerita Fantasi Singkat: Sepasang Saudara Penyihir Sepasang Saudara Penyihir Orientasi Di sebuah desa yang damai, hiduplah dua saudara kembar yang memiliki kekuatan sihir. Mereka adalah Niko dan Arko.

Meski merupakan saudara kembar, namun watak keduanya sangat jauh berbeda. Niko sangat sombong dan angkuh, sedangkan Arko merupakan anak yang baik hati. Niko memiliki keistimewaan, yaitu menguasai sihir lebih banyak sehingga dengan sombongnya selalu memamerkan kemampuannya. Sementara Arko yang merupakan kakak dari Niko selalu melarang adiknya untuk memamerkan kekuatannya kepada teman-temannya atau menggunakan sihir dengan sembarang. Komplikasi Akan tetapi, Niko selalu mengelak dan mengatakan bahwa Arko iri dengan kemampuan sihir Niko.

Sikap Niko justru semakin menjadi-jadi, setiap hari banyak benda di sekelilingnya yang ia ubah menjadi batu termasuk hewan ternak milik keluarganya. Arko terus menasehati si adik, namun ia tetap saja keras kepala dan angkuh merasa bahwa dirinya paling kuat dan hebat hingga seluruh benda di dalam rumahnya diubah menjadi batu. Namun, ada satu benda yang belum diubah, yaitu cermin.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Niko membacakan mantera kemudian berniat mengubah cermin tersebut menjadi batu, tapi ternyata malah berbalik ke arahnya. Hingga menyebabkan mantera tersebut terpantul ke arah Niko. Niko akhirnya berubah menjadi batu. Resolusi Melihat keadaan adiknya, Arko memberitahukan guru sihir kemudian meminta bantuannya untuk membebaskan sang Adik dari sihir yang diperbuat sendiri.

Namun guru sihir tidak bisa membantu karena mantera itu bersifat abadi dan hanya bisa di ubah oleh orang yang memiliki cermin tersebut yang telah membacakan mantera sihir mengubah benda menjadi batu. Baik, sekian pembelajaran kali ini tentang teks cerita fantasi. Apabila kamu memiliki pertanyaan seputar teks cerita fantasi di atas, jangan ragu untuk sampaikan pada kolom komentar di bawah!

Tuhan sudah menganugrahkan kemampuan berimajinasi sebagai sumber kreativitas, salah satu caranya adalah dengan membaca atau menulis cerita fantasi. Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata fantasi? Apakah terbayangkan cerita Harry Potter? Ya, salah satu contoh dari cerita fantasi ialah kisah yang ditulis oleh J.K Rowling tersebut. Di Indonesia sendiri, terdapat penulis cerita fantasi yang terkenal, yaitu Ugi Agustono dan Joko Lenono.

Kamu pun bisa menyajikan gagasan kreatif juga dalam bentuk cerita fantasi, lho. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kamu diharapkan bisa memahami dan mencipta cerita fantasi. Secara lebih jelas, simak pemaparan dalam artikel ini sampai habis, ya. Daftar Isi • 1 Pengertian Cerita Fantasi • 2 Struktur Cerita Fantasi • 2.1 Orientasi • 2.2 Komplikasi • 2.3 Resolusi • 3 Contoh Cerita Fantasi dan Strukturnya • 3.1 Woqi dan Bukit Halaq • 3.2 Pedepokan Air Pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah • 3.3 Liliput dan Semut • 3.4 Apocalypse • 3.5 Peri Penabur Mimpi • 3.6 Pohon Beringin • 3.7 Cin dan Ta • 3.8 Pintu Tiga Warna • 3.9 Jantung Naga Xalaya • 3.10 Spasi Pengertian Cerita Fantasi Sumber foto: Willfried Wende dari Pixabay Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat bpenting untuk melatih kreativitas.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

menurut Nurgiantoro seorang akademisi, cerita fantasi ialah cerita yang memperlihatkan alur, tokoh, latar, atau tema yang derajat kebenaran ceritanya diragukan, baik seluruh maupun hanya sebagian dari cerita tersebut. Hampir mirip dengan pemaparan Nurgiantoro, Zoest mengungkapkan bahwa cerita fantasi adalah menggambarkan dunia yang tidak nyata, dunia yang dibuat mirip dengan kenyataan tapi menceritakan hal-hal aneh, dan juga menggambarkan suasana cerita yang asil dan peristiwa yang tidak masuk akal.

Dari kedua pemaparan ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa cerita fantasi ialah cerita yang menitikberatkan kepada daya khayal atau imajinasi penulisnya yang tidak dibatasi oleh realitas dan kehidupan nyata. Cerita fantasi juga selalu melibatkan keajaiban, keanehan atau kemisteriusan dari alur ataupun tokoh-tokoh yang terdapat di cerita.

Baca juga: 10 Contoh Cerpen Kehidupan Struktur Cerita Fantasi Orientasi Struktur yang pertama ialah orientasi. Orientasi biasanya berisi pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan juga mulai ada konflik.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Kamu tentunya bisa menemukan orientasi pada bagian atau paragraf awal cerita. Komplikasi Struktur yang kedua ialah komplikasi. Pada komplikasi, berisi tentang hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu pun memuncak.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Konflik pada bagian ini pun semakin kompleks. Resolusi Struktur yang ketiga dan terakhir ialah resolusi. Resolusi berisi tentang penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi. Contoh Cerita Fantasi dan Strukturnya Woqi dan Bukit Halaq Sumber foto: Ioannis Ioannidis dariPixabay Di Perbukitan Halaq, tinggalah seorang pemuda tampan pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah Woqi.

Ia memiliki karakteristik yang unik, yaitu rambutnya bisa berubah warna sesuai suasana hatinya. Ketika ia sedang marah, rambutnya berubah menjadi merah. Ketika ia sedih berubah menjadi biru. Ketika ia merasa gembira rambutnya berubah menjadi hijau. Hanya saja, rambutnya sering berwarna merah, karena ia sering merasa marah.

Entah karena keadaan hidupnya atau karena orang-orang di sekitarnya. Perbukitan Liata tersebut dikelilingi oleh Sungai Adahan yang biasanya sering dijadikan pemandi para gadis. Tanpa sengaja, Woqi sedang berburu lalu melihat para gadis dari desa sedang mandi. Ia memang tidak benar bermaksud mengintip, namun salah satu gadis tersebut menyadarinya.

“Ada yang mengintip!!!!”” Teriak gadis itu, sontak para gadis lainnya segera naik ke permukaan dan mengenakan handuk. Woqi yang tak bermaksud mengintip seolah difitnah begitu saja. Ia pun keluar dari semak dan menjelaskan. Rambutnya mulai berubah menjadi warna merah. Para gadis merasa ketakutan, sementara Woqi terus saja marah.

Tiba-tiba, seorang gadis bermulu mata lentik mengungkapkan pendapatnya. “Ya, jika Tuan tidak merasa mengintip kami mandi, bisa jelaskan mengapa rambut Tuan berubah wana?” “Rambut saya berubah karena saya merasa difitnah, otomatis saya marah.” Tegas Woqi jutek “Jika Tuan tidak merasa bersalah, mengapa harus marah, Tuan?” tanya gadis itu lembut.

“Aku hanya begini. Ah sudahlah.” Woqi pergi meninggalkan para gadis itu yang masih kebingungan Sejak saat itulah, Woqi enggan keluar dari rumahnya. Karena selalu saja ia merasa marah jika bertemu dengan orang. Ia berharap, ia akan bertemu dengan orang yang bisa membuat rambutnya berubah menjadi warna hijau. Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Di suatu perbukitan tinggalah seorang pemuda tampan bernama Qia.” • Komplikasi: “Perbukitan Liata tersebut dikelilingi oleh Sungai Adahan…” • Resolusi: “Sejak saat itulah, Qia enggan keluar dari rumahnya…” Baca juga: Contoh Kata Kerja Pedepokan Air Mata Jika kamu merasa sedih, tak berguna, kecewa, tak berdaya, dan ingin mencurahkan segala air mata yang kamu punya, maka kamu perlu ke Pedepokan Air Mata.

Di pedepokan tersebut, kamu bisa menangis sejadi-jadinya dan menampung air mata di sebuah kendi. Lalu kendi itu di kumpulkan di sebuah ruangan khusus yang ada di pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah tersebut.

Aku pernah mencobanya. Pada saat itu, aku baru kalah perang dengan kerajaan lawan dan kehilangan istri dan anakku. Aku mendengan pedepokan tersebut dari seorang gerilyawan yang ikut berperang. Pada saat sampai di gerbangnya, aku disambut oleh seorang kakek tua yang matanya pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah teduh. Ia menyambutku dengan senyuman. Lalu aku memasuki pedepokan tersebut, dan begitu banyak orang yang matanya bengkak, hitam karena terlalu banyak menangis.

Aku diberikan kendi bermanik warna biru. Sangat cantiktapi sayang hanya untuk dijadikan tempat air mata. Aku mulai duduk di pojokan, dan mengingat kenanganku bersama istri dan anak. Aku merasa kenangan itu sangat menyenangkan, tapi ternyata itu membuat air mataku menguncur deras.

Berjam-jam aku bernostalgia dengan kenangan tentang mereka, sampai si Kakek pemilik pedepokan memberikan sapu tangan khusus penghapus kesedihan. “Jika kamu ingin berhenti bersedih, usaplah air mata pakai sapu tangan ini. Maka, kamu tidak akan bersedih lagi sepanjang hidupmu.

Tapi kenanganmu tentang orang tersebut akan hilang.” Aku tertegun. Sudah tentu air mata ini kupersembahkan kepada kenanganku dengan anak dan istriku. Tapi, rasanya jika sumber air mata atau kesedihanku ialah istri dan anakku, rasanya itu bukan. Aku tak ingin menghapus kenangannya bersamaku. Biarlah aku sering ke pedepokan ini, dibandingkan aku harus menghapus ingatan tentang mereka. Jika itu kamu, apakah kamu akan memilih sapu tangan tersebut atau kembali ke Pedepokan Air Mata?

Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Jika kamu merasa sedih, tak berguna, kecewa, tak berdaya, ….” • Komplikasi: “Pada saat itu, aku baru kalah perang dengan kerajaan lawan dan kehilangan istri dan anakku…” • Resolusi: “Aku tertegun.

Sudah tentu air mata ini kupersembahkan kepada kenanganku dengan anak dan istriku….” Liliput dan Semut Sumber foto: monsterpong09 dari Pixabay Hujan mengguyur Desa Worfis sedari pagi hari. Sudah tentu tanah menjadi lebih becek dan lembab. Di kolong rumah panggung tua yang sudah tak berpenghuni, hiduplah keluarga liliput yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak yang bernama Rieta.

Ukuran mereka hanya sebesar jari kelingking orang dewasa, tapi hari ini ialah hari yang berat bagi mereka. Karena mereka harus menyingkirkan barang agar tidak terkena banjir. Lalu segerombolan semut tiba-tiba datang melintasi kolong rumah mereka.

Semut-semut pun merasa kedinginan namun, mencoba permisi untuk meneduh di koling rumah tersebut. Merasa kasihan, ayahnya Rieta pun mengizinkannya. Tapi, semut-semut itu pun malah mengambil percikan madu milik ibunya Rieta. Sontak Rieta pun menegurnya. “Mengapa kalian tidak sopan sekali?” “Kami hanya menyicipinya sedikit, memastikan bahwa itu ialah madu” “Bilang saja kalian mau mencobanya.” Ibunya Rieta pun merasa kecewa, mereka mulai mengusir semut-semut tersebut dari rumahnya.

Sementara, tetua semut itu pun berusaha meminta maaf atas kelakuan anak buahnya yang lancang dan berusaha untuk meminta izin kembali agar segerombolan semut tetap meneduh di rumahnya.

Karena hujan justru semakin lebat. Ayahnya Rieta pun memafkannya. Semut-semut itu dibiarkan lebih lama meneduh di kolong rumah. Menjelang matahari terbenam, hujan pun berhenti. Kumpulan semut pun berpamitan kepada Rieta dan keluarganya. Sebagai tanda terima kasih, keluarga liliput itu pun diberikan permata kecil berwarna lazuardi.

Rieta sangat senang melihatnya. Ia pun mengunakan permata tersebut untuk dijadikan lintin di kalungnya. Struktur dari cerita tersebut ialah: • Orientasi: “Hujan mengguyur Desa Worfis sedari pagi hari…” • Komplikasi: “Lalu segerombolan semut tiba-tiba datang melintasi kolong rumah mereka…” • Resolusi: “Menjelang matahari terbenam, hujan pun berhenti…” Apocalypse Aku kebingungan ketika aku terbangun di sebuah trotoar di depan toko roti.

Jika bukan karena aroma roti yang menyerbak, sepertinya aku akan tidur terus. Aku melihat sekeliling dan koran pagi, ternyata aku berada di tahun 1950. Padahal, aku hanyalah anak berusia 17 tahun saat aku berada di tahun 1955. Ada apa ini? Barulah aku ingat, bahwa aku melintas ruang dan waktu dengan kemampuanku berpindah tempat.

Aku berusaha menghentikan kiamat nuklir yang terjadi di wilayah tersebut. Namun, aku kebingungan, bercerita kepada orang lain, tentu tidaklah mudah. Sampai aku bertemu dengan Nyonya Kiehl, ia adalah seorang ilmuwan yang kutemui kita di toko roti. Kurasa, aku bertemu dengan pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah yang tepat. Kujelaskan maksudku kepadanya, tak kusangka, dia mempercayainya.

“Aku dan timku memang merencanakan pembangkit listrik tenaga nuklir di sini, jadi kamu maksud, pembangkit listrik tersebut akan berubah menjadi bencana di tahun 1955?” Aku mengangguk mantap. Nyonya Kiehl tersebut pun segera meninjau kembali rancangan pembangkit listrik. Dan ternyata ia menemukan celah kesalahan yang tadinya tidak ia sadari.

Segera ia perbaiki bersama timnya. Aku pun menjadi hidup di tahun tersebut dan menjadi asisten Nyonya Kiehl secara pribadi. Sampai menginjak tahun 1955, pembangkit listrik tersebut sudah mau diresmikan. Aku dan Nyonya Kiehl hanya bisa pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah, akankah usaha kami akan sia-sia?

Namun, saat kepala daerah meresmikan pembangkit listrik tersebut dan tahun-tahun berikutnya pembangkit listrik tetap kokoh, aku merasa aku sudah berhasil menyelamatkan dunia. Nyonya Kiehl pun berterima kasih pula kepadaku.

Ia merasa senang bisa bertemu denganku. Struktur cerita fantasi tersebut ialah: • Orientasi: “Aku kebingungan ketika aku terbangun di sebuah trotoar di depan toko roti…” • Komplikasi: “Barulah aku ingat, bahwa aku melintas ruang dan waktu dengan kemampuanku berpindah tempat…” • Resolusi: “Aku dan Nyonya Kiehl hanya bisa pasrah, akan kah usaha kami akan sia-sia?…” Peri Penabur Mimpi Sumber foto: Enrique Meseguer dari Pixabay Apabila kamu sedang tidur namun mimpimu sangat buruk, percayalah, ada sekumpulan peri yang berusaha untuk mengupayakan mimpimu menjadi indah kembali.

Peri itu berkeliaran di malam hari. Saat mata orang-orang terpejam, mereka sibuk mengepakkan sayapnya dan menaburkan serbuk mimpi indah ke dalam kepala kita. Hanya saja, serbuk mimpi tersebut mendadak dicuri oleh penyihir. Otomatis, semua mimpi orang menjadi mimpi buruk pada suatu malam. Dimulai dari anak-anak sampai orang dewasa mengalami mimpi yang menyeramkan. Siangnya, peri tersebut pun bekerja ekstra untuk mengembalikan serbuk mimpi tersebut dari penyihir.

Mereka rela pergi ke kuil raksasa dan bekerja sama untuk mendapatkan kembali serbuk tersebut. Perjalanan mengambilnya tentu saja tidak mudah. Banyak peri yang kelelahan dan hampir sayapnya patah. Hanya satu peri yang berhasil menghadap si Penyihir, yaitu Silqia. Silqia berhasil mengelabui penyihir saat penyihir tidur. Ia memberikan serbuk mimpi indah tersebut kepada si penyihir agar tidurnya nyeyak. Sehingga, penyihir pun tidur sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Para peri pun kegirangan dan berhasil mendapatkan kembali serbuk mimpi. Malam hari, ketika manusia sudah terpejam, mereka melakukan aktivitasnya kembali. Mereka menaburkan mimpi indah kepada manusia yang sedang mengalami mimpi buruk. berkat jasanya, Silqia menjadi pemimpin untuk peri penabur mimpi tersebut.

Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Apabila kamu sedang tidur namun mimpimu sangat buruk…” • Komplikasi: “Hanya saja, serbuk mimpi tersebut mendadak dicuri oleh penyihir…” • Resolusi: “Para peri pun kegirangan dan berhasil mendapatkan kembali serbuk mimpi.” Baca juga: 10 Contoh Cerpen Pendidikan Pohon Beringin Tak pernah Saqi bayangkan bahwa pohon beringin yang ada di kebun belakang bisa membawanya melihat bintang-bintang pada malam hari.

Kejadian itu dimulai ketika Saqi tak sengaja mengunjungi kebun belakang untuk mengambil cangkul. Namun, pohon beringin tersebut menjulurkan batangnya, lalu mengangkat Saqi ke atas pohon. Awalnya Saqi takut, namun ia merasa tenang ketika berada di puncak kerindangan pohon beringin tersebut sambil melihat bintang-bintang. Suatu hari, Ayah dan Ibu memutuskan untuk menebang pohon beringin karena sudah terlalu tua dan rimbun. Terkadang pula batang-batang kecilnya memecahkan genteng belakang rumah.

Tentu saja hal itu ditolak oleh Saqi. “Tidak Ayah Ibu. Aku gak mau pohon itu ditebang.” “Harus, Saqi. Kamu pun selalu menghilang di malam hari. Pasti pergi ke pohon beringin itu, ya?” bentak Ibu. “Iya. Cuma di sana aku merasa tenang, Bu. Aku bisa mengerjakan PR di atas pohon sambil menikmati bintang-bintang.” “Sudah, sekarang kerjakan PR di rumah saja, menikmati bintang-bintang kan bisa di teras.” Ayah coba melerai.

“Gak mau!” Saqi pun pergi keluar rumah dan mengunjungi pohon beringin tersebut.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Tak Saqi sangka, batang pohon beringin tersebut menjulurkannya kembali. Saqi diajak memasuki seluk beluk kerimbunan pohon tersebut. Ia melihat puluhan spesies jamur hidup di sana. Dan ternyata terdapat anggrek yang sangat canti di salah satu batang pohon beringin tersebut.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Sementara di dalam rumah, Ayah dan Ibu terus mencari Saqi. Ternyata, Saqi sudah menghilang sejak satu hari yang lalu. Ayah dan Ibu pun bernazar, jika Saqi kembali, mereka tidak akan menebang pohon beringin tersebut. Menjelang sore, Saqi kembali dan langsung dipeluk oleh Ayah dan Ibu. Saqi menjelaskan banyak spesies yang terdapat di pohon beringin tersebut.

Jika menebangnya, akan membunuh spesies itu juga. Ayah dan Ibu pun mengerti. Mereka tidak mau kehilangan anak kesayangannya kembali. Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Tak pernah Saqi bayangkan bahwa pohon beringin …” • Komplikasi: “Suatu hari, Ayah dan Ibu memutuskan untuk menebang pohon beringin karena sudah terlalu tua dan rimbun…” • Pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah “Menjelang sore, Saqi kembali dan langsung dipeluk oleh Ayah dan Ibu…” Cin dan Ta Cin dan Ta adalah sepasang suami istri yang hidup di tengah sebuah pulau yang jauh dari masyarakat.

Pulau tersebut berada di tengah Samudra Andora yang tidak terlihat di peta. Awalnya mereka adalah pengembara dari Pantai Barat Daya, namun mereka memutuskan menetap dan tinggal di pulau tersebut. Dengan usia yang cukup muda, mereka membina rumah tangga di pulau tersebut sudah hampir tiga tahun. Tak lupa juga mereka sering menyebutkan ‘Aku cinta kamu’ di pagi hari. Cin, Sang Istri menemukan seekor bayi kucing dan membawanya ke rumah kayu mereka.

Padahal Cin sudah tahu, bawah Ta, suaminya sangat tidak menyukai hewan yang berbulu.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Namun, Cin tetap bersikukuh untuk memelihara kucing tersebut. Sebagai pengganti bayi yang tak kunjung jua ia miliki.

Tak jarang pula, Ta bersin-bersin dan marah kepada kucing tersebut. Melihat itu, Cin kesal sekali. Ia merawat kucing tersebut dengan cinta, tapi Ta malah menendang kucing yang tak berdosa tersebut. Sampai suatu malam mereka bertengkar dengan hebat. Hanya gara-gara si kucing memakan ikan hasil tangkapan Ta di wadah. Lalu, kucing tersebut yang awalnya hanya diam dan memerhatikan mereka bertengkar tiba-tiba berubah wujud menjadi seorang pria gagah. Cin dan Ta sangat kaget lantaran kucing tersebut ialah dewa.

“Kalian memang belum pantas memiliki bayi. Cinta kalian belum terlalu kuat dan hanya sekedar sebutan saja. Teruslah mendiami pulau ini sampai kalian temukan makna cinta itu sendiri” Itulah yang diucapkan kucing setengah dewa tersebut.

Lalu kucing tersebut pun menghilang. Pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah suami istri itu pun perlahan menangis dan saling memeluk. Mereka menyadari ada yang salah di hubungan mereka. Mereka saling meminta maaf dan berusaha memperbaiki rumah tangga yang sudah mereka bina.

Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Cin dan Ta adalah sepasang suami istri yang hidup di tengah sebuah pulau…” • Komplikasi: “Cin, Sang Istri menemukan seekor bayi kucing dan membawanya ke rumah kayu mereka…” • Resolusi: “Sepasang suami istri itu pun perlahan menangis dan saling memeluk…” Pintu Tiga Warna Saat liburan semester, Dikta pergi ke taman hiburan yang ada di dekat rumahnya.

Taman hiburan tersebut bukan hanya terdapat bianglala, roller coaster, dan wahana sejenisnya. Tetapi juga sebuah ruangan menakjubkan dan ajaib yang bisa membawanya ke mana saja. Tetapi, ruangan tersebut hanya bisa ditemukan oleh ornag-orang yang beruntung. Dikta berusaha mengitari seluruh lokasi taman hiburan, tetapi ia pun tak menemukan ruangan tersebut.

Matahari pun mulai terik, ia beristirahat di lorong panjang yang dipenuhi oleh daun yang merambat.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Ketika ia duduk, ia seolah merasa ada yang memanggilnya. Saat ia menengok ke belakang, terlihat seorang kurcaci mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat.

Sempat ragu, Dikta pun mengikuti kurcaci tersebut. Setelah beberapa menit berjalan menembus semak-semak, Dikta sampai di sebuah ruangan yang ia cari.

Ruangan tersebut berukuran 4 x 6 meter dan di hadapannya terdapat tiga pintu yang berwarna-warni. Si Kurcaci tersebut tidak bisa berbicara dan hanya memberikan isyarat agar ia memilih salah satu pintu untuk dimasuki. Terdapat pintu warna merah, coklat, dan ungu. “Aku memilih warna coklat” pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah Dikta. Ia pun memasuki pintu tersebut dan mengucapkan tempat yang ia inginkan. Saat ia menutup kembali, ia pun sudah berada di rumah neneknya.

Ya, Dikta sangat ingin bertemu dengan Sang Nenek sebelum Nenek meninggal. Seharian penuh, ia berada di rumah Sang Nenek, membantu nenek menyulam, memanggang sosis, dan juga menjemur pakaian. Bersama Sang Nenek, ia merasa puas diberi kesempatan untuk bisa bertemu kembali.

Dikta pun melengkungkan senyuman ketika ia harus pergi dari tempat tersebut kembali dan keluar melalui pintu tersebut.

Jika tidak keluar Dikta akan terjebak selamanya di tempat Neneknya. Alhasil, ia pun memutuskan kembali ke dunia yang sesungguhnya. Sangat berat, namun Dikta yakin ia sangat kuat. Struktur cerita fantasi tersebut ialah: • Orientasi: “Saat liburan semester, Dikta pergi ke taman hiburan yang ada di dekat rumahnya…” • Komplikasi: “Matahari pun mulai terik, ia beristirahat di lorong panjang…” • Resolusi: “Bersama Sang Nenek, ia merasa puas diberi kesempatan untuk bisa bertemu kembali…” Jantung Naga Xalaya Sumber foto: Donna Kirby dari Pixabay Banyak sekali pendekar yang datang ke kuil di wilayah Xalaya.

Mereka tak henti-hetinya berusaha untuk melumpuhkan seekor naga yang sejak ribuan tahun belum pernah ada yang membunuhnya. Justru, yang ada hanyalah tumpukan mayat di jurang menuju kuil. Tentu saja banyak yang mengincar untuk membunuh naga tersebut, karena lantaran jantung Sang naga bisa memberikan kemewahan dan kehidupan yang menyenangkan. Pada suatu hari, datanglah seorang bocah berusia 13 tahun bernama Aqam.

Tetapi, selama di perjalanan, ia melihat para pendekar yang kelelahan dan berdarah-darah. Ia mulai berpikir, pendekar saja yang punya senjata tidak mampu membunuh naga tersebut, apalagi dirinya.

Tapi, untuk menuntaskan rasa penasarannya, ia tetap melanjutkan pergi ke kuil tersebut. Tak seperti pendekar lainnya yang menyerang langsung dari depan, Aqam justru berhasil memasuki kuil tersebut dari belakang.

Aqam sempat kaget karena saat memasuki ruangan tengah, sudah ada Naga berwarna hijau dengan kulit yang keperakan. “A.aku hanya penasaran, Naga. Aku tak maksud membunuhmu. Tolong jangan makan aku” Aqam tak menyangka, Si Naga malah tertawa. “Aku tahu dari polos matamu, Nak. Kemarilah, akan kutunjukan kuil ini kepadamu” Aqam justru diberi kesempatan untuk mengelilingi kuil tersebut. Entah mengapa ia merasa beruntung bersahabat dengan Naga. Awalnya ia takut, namun, ia justru menjadi betah di kuil tersebut.

Akhirnya, Aqam memutuskan untuk membantu Naga dalam mempertahankan kuil tersebut. Aqam menjadi ksatria sejati karena diajari oleh Naga. Saat Naga menutup usia, Aqam menjadi penguasa kuil tersebut.

Barulah ia sadar, bahwa Jantung Naga Xalaya yang sebenarnya ialah kuil tersebut. Struktur cerita fantasi di atas ialah: • Orientasi: “Banyak sekali pendekar yang datang ke kuil pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah wilayah Xalaya…” • Komplikasi: “Pada suatu hari, datanglah seorang bocah berusia 13 tahun bernama Aqam…” • Resolusi: “Akhirnya, Aqam memutuskan untuk membantu Naga dalam mempertahankan kuil tersebut…” Spasi Jika kamu mempunyai remote ajaib yang bisa menghentikan waktu, apa yang akan kamu lakukan?

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Jikalau aku, tentu saja aku akan menghentikan hal-hal yang belum terjadi yang akan menimpaku. Seperti kesialan-kesialan ketika aku hendak kepeleset, tertimpa barang, atau bahkan ketika aku merasakan patah hati.

Remote tersebutlah yang menjadi kunci utama dalam hidupku saat ini untuk menghadapi dunia serba digital. Aku mendapatkannya sebagai hadiah dari perusahan teknologi terbesar yang ada di kotaku.

Hanya saja, selang waktu berjalan, remote tersebut membuat semuanya jadi kacau. Waktu tidak bisa bergerak maju kembali padahal aku sudah memencet tombol ‘Spasi’ berkali-kali. Saat itu aku habis putus dengan Lian, kekasihku yang ternyata selingkuh. Namun, entah mengapa, waktu ku tidak bergerak maju kembali.

Kulihat wajah Lian di hadapanku, tubuhnya kaku karena waktu telah kujeda. Gelas yang kulempar pun melayang di udara. Hanya aku yang kebingungan sendiri menghadapi dunia ini. Berhari-hari waktu tidak kembali normal. Aku semakin semeraut. Aku melihat ke ruang tamu, masih ada Lian dalam posisi yang sama. Kucoba mengelus wajahnya, tak jua waktu kembali berputar. Mungkinkah remote-nya rusak? Aku banting remote tersebut, namun tetap tidak berfungsi.

Hingga akhirnya aku pasrah dan menyerah. Selang puluhan tahun, aku merasa waktu kembali berjalan pada suatu pagi. Ku tengok wajahku yang sudah keriput menunggu waktu bergulir. Dan kulihat Lian pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah kebingungan berada di rumah nenek tua yang sendirian. Ia pun pergi. Dunia pun pergi, meninggalkanku sendiri yang telah menjadi tua, sendirian.

Baca juga: 10 Contoh Cerita Inspiratif Begitulah artikel tentang cerita fantasi yang bisa kamu pelajari. Semoga dapat memotivasimu dan bisa mengembangkan kreativitas ya. Jangarn ragu untuk memulai dan mencoba! Referensi: Harsiati, Titik, dkk.

2018. Bahasa Indonesia Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
KOMPAS.com - Struktur cerita fantasi adalah orientasi, komplikasi dan resolusi. Orientasi berisi pengenalan dan konflik, komplikasi berisi krisis hingga klimaks, dan resolusi berisi penyelesaian. Berikut ini penjelasan singkat tentang struktur cerita fantasi: Struktur cerita fantasi Melansir Literary Devices, fantasi adalah bentuk genre literasi yang tidak benar-benar terjadi di dunia nyata.

Plot cerita fantasi berkaitan dengan sihir, mistik, makhluk gaib, dan lain-lain yang tidak pernah terjadi di dunia nyata. Mengutip Kemdikbud RI, struktur cerita fantasi adalah orientasi, komplikasi, dan resolusi. Berikut ini ciri bagian-bagian struktur cerita fantasi: • Orientasi Struktur cerita fantasi orientasi berisi pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik. • Komplikasi Struktur cerita fantasi komplikasi berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak (klimaks).

• Resolusi Struktur cerita fantasi resolusi adalah berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi. Baca juga: Jenis Cerita Fantasi Variasi pengungkapan struktur cerita fantasi Pengembangan variasi struktur cerita fantasi bisa dilakukan dalam berbagai pola. Pola pengembangan orientasi bisa dikembangkan dari deskripsi latar, pengenalan tokoh, atau pengenalan konflik. Pola pengembangan komplikasi bisa dikembangkan dengan menghadirkan tokoh lain, mengubah latar, atau melompat ke zaman yang berbeda (masa lampau atau masa depan).

Pola pengembangan resolusi bisa dikembangan dengan lompatan waktu, sebab akibat yang unik, atau dengan kejutan. Tiga struktur plot Melansir Well-storied, tiga struktur plot semacam itu disebut dengan Kurva Fichtean, yang terdiri dari eksposisi, krisis hingga klimaks dan falling action. Baca juga: Pengertian Cerita Fantasi Eksposisi tersebar di sepanjang paruh pertama cerita. Banyak krisis muncul dan masing-masing diikuti aksi naik turun kecil. Lalu cerita mencapai konflik hingga klimaks. Pada bagian akhir adalah aksi menurun sebagai penyelesaian.

Melansir Hobby Lark, hampir semua cerita berpedoman pada struktur plot yang terdiri dari tiga bagian tersebut (eksposisi, klimaks, dan resolusi). Eksposisi adalah awal cerita di mana karakter dan latar ditetapkan. Eksposisi diikuti aksi yang meningkat, yaitu rangkaian peristiwa yang menantang protagonis, membangun ketegangan untuk mencapai klimaks.

Klimaks adalah pertarungan pamungkas antara protagonis dan antagonis. Klimaks diikuti antiklimaks yang berujung pada resolusi. Resolusi adalah bagian akhir cerita di mana pertanyaan diselesaikan atau dibiarkan menggantung. ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: HYKvoovNo9kJWs3onEz_e5Cp1hNlGv1dpqzkgdMrTOPHtSa57SSoVg==
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, pasti akan diajarkan mengenai apa itu orientasi, komplikasi, resolusi dan kode. Apa lagi jika berhubungan dengan bidang sastra, Anda harus menguasai keempat struktur teks tersebut.

Nah buat Anda yang bertanya-tanya, keempat struktur tersebut terdapat pada teks apa saja sih? Orientasi, komplikasi, resolusi, dan kode adalah struktur yang umumnya terdapat pada teks atau cerita narasi, khususnya dalam cerita teks fabel. Teks narasi sendiri adalah teks cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa.

Sedangkan teks cerita fabel adalah teks cerita yang menceritakan tentang kehidupan binatang yang berperilaku seperti manusia. Daftar Isi • Pengertian Orientasi, Komplikasi, Resolusi, dan Koda • 1.

Orientasi • 2. Komplikasi • 3. Resolusi • 4. Koda Pengertian Orientasi, Komplikasi, Resolusi, dan Koda Nah sudah tahukan bahwa orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda merupakan unsur yang terdapat dalam teks cerita fabel. Berikut adalah pengertian dari masing-masing unsur tersebut. 1. Orientasi Orientasi adalah bagian awal atau perkenalan awal dari jalannya suatu cerita.

Orientasi umumnya berisi pengenalan tokoh, latar belakang, suasana lingkungan cerita, latar tempat, dan waktu. Contoh Orientasi Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan ditaman. Ia sangat pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah.

Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu 2. Komplikasi Komplikasi adalah bagian yang menceritakan permasalahan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain (klimaks jalan cerita).

Komplikasi berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh dalam cerita.

pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah

Contoh Komplikasi Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar daripada tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut. 3. Resolusi Resolusi adalah bagian pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh para tokoh. Resolusi memuat solusi atau jalan keluar yang diambil oleh para tokoh dalam menyelesaikan masalah. Contoh Resolusi Sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya dari genangan lumpur.

Semut kemudian memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. 4. Koda Koda adalah bagian akhir dari teks cerita fabel yang berisi pelajaran yang dapat dibetik dari cerita tersebut. Koda dapat berbentuk amanat atau pesan moral yang hendak disampaikan kepada para pembaca melalui teks cerital fabel. Contoh Koda Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina lagi semua makhluk ciptaan tuhan yang ada di taman itu.

Nah itulah dia artikel tentang pengertian orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda beserta contohnya. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan tentang struktur dalam teks cerita fabel dan semoga bermanfaat.
Fantasi dibagi menjadi dua, yakni fantasi aktif dan fantasi pasif.

Baca juga: Pengertian Cerita Fiksi, Beserta Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya Baca juga: Pengertian Teks Cerita Sejarah, Beserta Struktur, Ciri-ciri dan Fungsinya Fantasi aktif yaitu fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan.

Contohnya seorang perancang, pelukis, dan penulis. Sementara fantasi pasif yaitu fantasi yang tidak dikendalikan, jadi seolaholah orang yang berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan-tanggapan, contohnya melamun. Urutan struktur cerita fantasi Diktip dari Buku Bahasa Indonesia kelas VII SMP/MTs K13 edisi revisi 2017, pengertian orientasi dalam cerita fantasi adalah urutan struktur cerita fantasi sebagai berikut:

Struktur Teks Fantasi (Dilengkapi Contoh Soal)




2022 www.videocon.com