Farizol obat apa

farizol obat apa

Metronidazole adalah obat antibiotik untuk mengobati infeksi. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan berbagai bakteri dan parasit. Antibiotik ini hanya dapat mengobati infeksi bakteri dan parasit, sehingga tidak digunakan untuk menangani infeksi virus, seperti batuk pilek biasa atau flu.

Metronidazole dapat digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain untuk mengobati infeksi bakteri H. Pylori. Merek dagang Metronidazole: Flagyl, Progyl, Trichodazol, dan Fladystin. Informasi Obat Metronidazole Golongan Antibiotik Kategori Obat resep Manfaat Menangani infeksi akibat bakteri atau parasit di sistem reproduksi, saluran pencernaan, kulit, jantung, tulang, sendi, paru-paru, darah, sistem saraf dan daerah tubuh lainnya. Obat ini juga berguna untuk mengobati vaginosis bakterialis pada wanita.

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Kategori kehamilan dan menyusui Trimester 1 Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Trimester 2 dan 3 Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Metronodazole diserap ke dalam ASI. Jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter. Bentuk Tablet, kapsul, sirup, ovula, suppositoria, dan infus Peringatan Sebelum Menggunakan Metronidazole • Beri tahukan dokter jika memiliki alergi tertentu, terutama ketika alergi terhadap metronidazole. • Informasikan ke dokter jika menderita penyakit Crohn, penyakit liver, penyakit ginjal, atau kelainan darah.

• Metronidazole dapat menyebabkan pusing. Jangan mengoperasikan mesin atau mengendarai kendaraan ketika baru menggunakan metronidazole. • Informasikan ke dokter mengenai obat, termasuk suplemen dan obat herbal, yang sedang atau akan dikonsumsi. Terutama obat warfarin, busulfan, cimetidine, lithium, phenobarbital, dan phenytoin.

• Beritahukan dokter jika sedang atau pernah menggunakan disulfiram dalam 2 minggu terakhir. Biasanya metronidazole tidak dapat digunakan bersamaan dengan disulfiram karena dapat menimbulkan delusi dan halusinasi. • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter. Dosis dan Aturan Pakai Metronidazole Dosis dan bentuk obat yang diberikan dokter akan disesuaikan dengan kondisi penderita.

Berikut adalah penjelasannya: Metronidazole obat minum • Infeksi bakteri 7.5 mg/kgBB, per 6 jam sekali, selama 7-10 hari atau 2-3 minggu bila penyakit yang diderita cukup parah. • Vaginosis bakterialis Dokter dapat meresepkan salah satu dosis ini, sesuai dengan kondisi pasien: Obat minum 500 mg, sebanyak 2 kali sehari (selama 7 hari). Obat minum dosis tunggal 2 g.

• Trikomoniasis Dokter dapat meresepkan salah satu dosis ini pada pasien dewasa: 250 mg tiap 8 jam sekali (selama 7 hari). 2 g obat dosis tunggal. 1 g tablet atau kapsul per 12 jam sekali, selama 2 hari. • Amebiasis Dosis untuk pasien dewasa adalah 500-750 mg tiap 8 jam sekali (selama 5-10 hari).

Sedangkan dosis untuk anak-anak adalah 35-50 mg/kgBB, dosis dibagi tiap 8 jam sekali (selama 10 hari). • Infeksi Gardnerella Dosis untuk pasien dewasa adalah kapsul 500 mg per 12 jam sekali.

• C lostridium Difficile Colitis Dosis untuk pasien anak-anak adalah 30 mg/kgBB, dosis dibagi tiap 6 jam sekali (selama 7-10 hari). • Giardiasis Dosis untuk pasien anak-anak adalah 15 mg/kgBB, dosis dibagi tiap 8 jam sekali (selama 5 hari). M etronidazole obat infus • Infeksi bakteri Dosis awal untuk pasien dewasa adalah 15 mg/kgBB hingga 4 g/kgBB per hari. Dosis lanjutan 7.5 mg/kgBB, infus diberikan selama lebih dari 1 jam, per 6 jam sekali, selama 7-10 hari atau 2-3 minggu bila kondisinya cukup parah.

• Clostridium Difficile Colitis Dosis untuk pasien anak-anak adalah 30 mg/kgBB, dosis dibagi setiap 6 jam sekali, selam 7-10 hari. • Giardiasis Dosis untuk pasien anak-anak adalah 15 mg/kgBB, dosis dibagi tiap 8 jam sekali selama 5 hari. • Trikomoniasis Untuk anak dengan berat badan di bawah 45 kg: 15 mg/kg per hari, dosis dibagi setiap 8 jam sekali selama 7 hari. Dosis tidak boleh melebihi 2 g per hari. M etronidazole obat sup p ositoria Infeksi bakteri • Dewasa dan anak-anak di farizol obat apa 10 tahun: farizol obat apa g setiap 8 jam, selama 3 hari, kemudian kurangi pemakaian menjadi farizol obat apa 12 jam, selama lebih dari 3 hari.

• Anak usia di bawah 1 tahun: 125 mg. • Anak usia 1-5 tahun: 250 mg. • Anak usia 5-10 tahun: 500 mg. Selain obat minum, obat infus, dan obat supositoria, metronidazole juga tersedia dalam bentuk obat ovula (tablet untuk vagina). Ovula untuk mengatasi vaginosis bakterialis pada pasien dewasa digunakan sekali sehari sebelum tidur selama 5 hari.

Tiap obat ovula terdiri dari 500 mg metronidazole. Cara Farizol obat apa Metronidazole dengan Benar Metronidazole dalam bentuk infus akan diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit atas instruksi dokter. Untuk metronidazole tablet, gunakanlah sesuai dengan petunjuk dokter. Konsumsi obat dengan bantuan makanan atau segelas air maupun susu untuk mencegah sakit maag.

Gunakan ovula dan supositoria sesuai anjuran dokter, dan jangan lupa cuci tangan sebelum menggunakan obat. Untuk metronidazole ovula, gunakan aplikator yang sudah tersedia dalam kemasan untuk memasukkan ovula ke dalam vagina.

Bersihkan aplikator ovula setelah penggunaan. Untuk metronidazole bentuk supositoria, Anda dapat mencelupkan obat ke dalam air terlebih dahulu, agar lebih mudah dimasukkan ke dalam dubur. Duduk diam atau tiduran selama 15 menit setelah menggunakan obat. Bagi Anda yang lupa menggunakan metronidazole, disarankan untuk segera menggunakannya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal berikut belum terlalu dekat.

Apabila sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis. Habiskan obat yang sudah diresepkan dokter walaupun gejala sudah mereda. Menghentikan penggunaan metronidazole di luar jadwal yang sudah ditetapkan dokter dapat menyebabkan kembalinya infeksi.

Pergilah berkonsultasi dengan dokter kembali jika kondisi belum membaik atau makin parah setelah antibiotik habis digunakan. Simpan metronidazole di tempat dengan suhu kamar, terhindar dari panas dan lembab untuk mencegah penurunan kualitas obat. Selain itu, hindarkan metronidazole dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Metronidazole dengan Obat Lain Ada beberapa interaksi yang dapat terjadi jika metronidazole digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan lainnya, antara lain: • Menyebabkan mual, muntah, kram perut, dan kemerahan pada wajah, jika digunakan bersaman dengan produk yang mengandung alkohol, produk yang mengandung prophylene glycol, lopinavir/ritonavir, dan lithium.

• Menurunkan efektivitas dari kontrasepsi hormonal, sehingga seseorang dapat hamil meskipun menggunakan kontrasepsi. • Menurunkan efektivitas vaksin yang berasal dari bakteri hidup yang dilemahkan, seperti vaksin tipes.

• Meningkatkan risiko perdarahan, bila digunakan dengan warfarin. • Menurunkan efektivitas metronidazole, jika digunakan dengan phenobarbitol. • Meningkatkan efek samping dari metronidazole jika digunakan dengan cimetidine.

• Meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat lithium, phenytoin, tacrolimus, dan carbamazepine. Efek Samping dan Bahaya Metronidazole Metronidazole dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Berikut adalah efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan metronidazole: • Pusing • Sakit kepala • Mual • Muntah • Hilangnya nafsu makan • Diare • Sembelit • Rasa pahit di mulut • Farizol obat apa warna urine menjadi lebih gelap Segera pergi ke IGD di rumah sakit jika merasakan gejala serius seperti farizol obat apa bawah ini: • Mati rasa atau kesemutan pada tangan tau kaki • Perubahan perilaku • Merasa bingung • Sulit berbicara • Gangguan penglihatan • Sakit kepala hebat • Leher terasa sakit atau kaku • Kejang Pengertian Farizol Farizol adalah obat yang mengandung Metronidazole.

Farizol merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan amoebiasis (infeksi usus besar dan terkadang infeksi hati), trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis), giardiasis (infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia), vaginosis bakteri (penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri), gingivitis ulseratif nekrotikansi akut (salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal), infeksi gigi akut, infeksi bakteri anaerob, mencegah infeksi bakteri anaerob pasca operasi, pemberantasan H.

pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan penyakit protozoa lainnya. Keterangan Farizol • Farizol Kaplet • Golongan: Obat Keras • Kelas Terapi: Antibiotik Lain • Bentuk: Kaplet Salut Selaput • Kandungan: Metronidazole 500 mg • Satuan Penjualan: Strip • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet • Farmasi: Ifars. • Farizol Suspensi • Golongan: Obat Keras • Kelas Terapi: Antibiotik Lain • Bentuk: Suspensi • Kandungan: Metronidazole 125 mg/ 5 ml • Satuan Penjualan: Botol • Kemasan: Box, Botol @ 60 ml • Farmasi: Ifars.

Kegunaan Farizol Farizol digunakan untuk pengobatan amoebiasis, trikomoniasis, giardiasis, vaginosis bakteri, gingivitis ulseratif nekrotikansi farizol obat apa, infeksi gigi akut, infeksi bakteri anaerob, mencegah infeksi bakteri anaerob pasca operasi, pemberantasan H.

pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan farizol obat apa protozoa lainnya. Dosis & Cara Penggunaan Farizol Farziol termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter. • Amoebiasis • Dosis: diminum 3 x sehari 800 mg selama 5 hari (infeksi usus); 5-10 hari (infeksi ekstra usus). Maksimal: 2,4 g / hari. • Trikomoniasis • Dosis: 2 g sebagai dosis tunggal, diminum 3 x sehari 200 mg farizol obat apa 7 hari atau 3 x sehari 400 mg selama 5-7 hari.

• Giardiasis • Dosis: 2 g / hari selama 3 hari, diminum 3 x sehari 400 mg selama 5 hari atau 3 x sehari 500 mg selama 7-10 hari. • Vaginosis Bakteri • Dosis: 2 g sebagai dosis tunggal atau diminum 3 x sehari 400 mg selama 5-7 hari. • Gingivitis Ulseratif Nekrotikansi Akut • Dosis: diminum 3 x sehari 200 mg selama 3 hari. • Infeksi Gigi Akut • Dosis: diminum 3 x sehari 200 mg selama 3-7 hari. • Infeksi Bakteri Anaerob • Dosis awal: dosis 800 mg kemudian 400 mg farizol obat apa 8 jam selama 7 hari.

Maksimal: 4 g / hari. • Profilaksis Infeksi Bakteri Anaerob Pasca Operasi • Dosis: 400 mg setiap 8 jam diberikan 24 jam sebelum operasi.

farizol obat apa

• Pemberantasan H. pylori Terkait dengan Penyakit Ulkus Peptikum • Dosis: 400 mg dengan kombinasi antibakteri lain dan PPI atau 400 mg, jika diberikan dengan omeprazole dan amoksisilin.

Cara Penyimpanan Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya. Efek Farizol obat apa Farizol Efek samping penggunaan Farizol yang mungkin terjadi adalah: • Gangguan saluran pencernaan (misalnya mual, anoreksia (gangguan makan)muntah, diare, ketidaknyamanan perut, sembelit) • Glositis (infeksi lidah) • Stomatitis (luka pada mulut dan gusi) • Kelemahan • Pusing • Ataksia (gangguan gerakan tubuh akibat masalah pada otak) • Kantuk • Susah tidur • Halusinasi • Perubahan suasana hati atau keadaan mental (misalnya depresi atau kebingungan) • Penggelapan urin • Ruam, urtikaria (biduran), pruritus (gatal) Kontraindikasi Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi: • Hipersensitif terhadap Metronidazol dan Nitroimidazol lainnya.

• Penggunaan bersama dengan disulfiram dalam 14 hari terakhir. • Pemberian bersama dengan alkohol atau produk yang mengandung propilen glikol selama atau 3 hari setelah penghentian terapi. • Kehamilan selama trimester pertama dalam pengobatan trikomoniasis.

Interaksi Obat Hindari penggunaan Farizol bersamaan dengan obat-obat berikut: • Disulfiram • Antikoagulan warfarin • Litium • Fenobarbital atau fenitoin • Ciclosporin dan busulfan Kategori Kehamilan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Farziol ke dalam Kategori Farizol obat apa Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis • Gejala: Mual, muntah, gangguan saraf, dan sedikit disorientasi. • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Farizol suspensi adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa seperti uretritis dan vaginitis karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis di usus dan hati. Farizol suspensi mengandung metronidazole, obat yang termasuk anti amuba golongan nitroimidazole.

Berikut ini adalah informasi lengkap farizol suspensi yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama. pabrik Ifars golongan Harus dengan resep dokter kemasan farizol suspensi dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut : • Botol 60 ml suspensi kandungan tiap kemasan farizol suspensi mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut : • Metronidazole 125 mg / 5 ml suspensi Sekilas tentang zat aktif (nama generik) Metronidazole adalah antimikroba yang digunakan dalam pengobatan beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa seperti uretritis dan vaginitis karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis di usus dan hati.

Metronidazole adalah antimikroba yang termasuk golongan nitroimidazole. Bentuk tereduksi dan radikal bebas dari obat ini dapat berinteraksi dengan DNA menyebabkan degradasi dan penghambatan sintesis asam nukleat yang menyebabkan kematian mikroba. Indikasi farizol suspensi Berikut ini adalah beberapa kegunaan farizol suspensi (metronidazole) : • Farizol suspensi (metronidazole) digunakan untuk pengobatan infeksi trichomonal vaginitis, dan bakterial vaginosis (infeksi Gardnerella vaginalis).

• Obat ini juga digunakan pada pembedahan dan sepsis ginekologi terutama untuk menangani infeksi oleh bakteri anaerob kolon, seperti Bacteroides fragilis.

• Metronidazol juga efektif terhadap pseudomembran kolitis (kolitis yang disebabkan oleh antibiotik). • Obat ini adalah pilihan farizol obat apa untuk mengobati disentri amuba invasif akut, karena obat ini efektif terhadap bentuk vegetatif Entamoeba histolytica. • Metronidazol juga digunakan untuk kasus amoebiasis intestinal (usus) dan hepar (hati).

• Sering digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi infeksi rongga mulut untuk pasien yang alergi terhadap antibiotik golongan penicillin (misalnya, ampicillin dan amoxicillin) atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob penghasil enzim beta-laktamase.

• Obat ini adalah pilihan pertama untuk mengobati acute necrotizing ulcerative gingivitis (Vincent’s infection) dan perikoronitis. • Selengkapnya lihat pada dosis. Kontra indikasi • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada farizol suspensi (metronidazole) atau obat golongan nitroimidazole lainnya.

• Jangan menggunakan obat ini pada pasien hamil trimester pertama. Efek samping farizol suspensi Berikut adalah beberapa efek samping farizol suspensi (metronidazole) : • Efek samping yang umum diantaranya gangguan pengecapan, lidah kasar, gangguan saluran cerna (mual, sakit perut, dan diare), kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, muntah, sakit kepala, pusing.

• Efek yang jarang misalnya : hipersensitivitas (ruam, gatal, kemerahan, demam), sakit kepala, timbul rasa lesu, mengantuk, pusing, glositis, stomatitis, urin gelap, dan parestesia. • Pada pemakaian sistemik jangka panjang dan dengan dosis tinggi berpotensi menyebabkan leukopenia, neutropenia, peningkatan resiko neuropati perifer, serangan epilepsi transien dan toksisitas sistem saraf pusat.

Perhatian Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan farizol suspensi (metronidazole) adalah sebagai berikut : • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal. • Obat ini kadang-kadang menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.

• Farizol suspensi (metronidazole) harus diberikan secara hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati. Penyesuaian dosis disarankan. Pemakaian harus dihentikan jika muncul tanda-tanda klinis dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati. • Berikan dengan hati-hati jika pasien menderita disfungsi ginjal. • Obat ini dieksresikan dalam air susu ibu dengan kadar yang hampir mendekati dosis terapi bayi. Oleh karena itu, penggunaan farizol suspensi (metronidazole) oleh ibu menyusui tidak dianjurkan.

• Hentikan penggunaan obat jika muncul ataksia, vertigo, halusinasi, atau konfusi mental. • Keamanan penggunaan obat ini pada anak belum dipastikan kecuali untuk amoebiasis. • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien yang mengidap penyakit pada susunan syaraf pusat dan perifer karena terdapat resiko agravasi neurologis. • Hentikan konsumsi minuman beralkohol atau produk yang mengandung propilen glikol saat menggunakan metronidazol sistemik sampai setidaknya tiga hari sesudahnya karena bisa terjadi disulfiram like reaction berupa kram perut, mual, muntah, sakit kepala, dan flushing.

• farizol suspensi (metronidazole) hanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan protozoa, bukan untuk mengobati infeksi virus (misalnya, flu, pilek, cacar dan inveksi virus lain). • Gunakan obat sesuai yang diresepkan, baik jumlah maupun durasinya.

Jangan hentikan pemakaian meskipun sudah merasa sembuh, sebelum obat yang disarankan habis. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi.

Penggunaan oleh wanita hamil FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan metronidazole kedalam kategori C pada trimsester 1 dengan penjelasan sebagai berikut : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi farizol obat apa risiko terhadap janin. Masuk dalam kategori B pada trimsester 2 dan 3 dengan penjelasan sebagai berikut : Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan farizol obat apa pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil.

Obat ini relatif aman pada usia kehamilan trimester akhir. Namun jika diberikan pada trimester pertama kehamilan obat ini telah dikaitkan dengan kejadian cacat lahir pada bayi. Farizol obat apa karena itu, sebaiknya tidak menggunakan obat ini pada trimester awal kehamilan. interaksi obat Berikut adalah interaksi obat-obat yang mengandung metronidazole termasuk farizol suspensi dengan obat-obat lain : • Penggunaan bersamaan dengan disulfiram bisa menimbulkan reaksi psikotik. Jangan menggunakan metronidazole kepada pasien yang telah menggunakan disulfiram dalam 2 minggu terakhir.

• Reaksi psikotik seperti di atas (disulfiram like reaction) seperti kram perut, mual, muntah, sakit kepala, dan flushing juga dapat terjadi jika diberikan bersama minuman beralkohol atau produk yang mengandung propylene glycol (beberapa rokok elektronik mengandung zat ini). • Metronidazole bisa memperpanjang protrombine time saat diberikan bersamaan dengan antikoagulan seperti warfarin.

Waspadai resiko perdarahan. • Jika diberikan bersamaan dengan lithium, terjadi peningkatan kadar lithium serum dan, dalam beberapa kasus, tanda-tanda toksisitas lithium.

• Metronidazole bisa meningkatkan konsentrasi plasma dari busulfan, yang dapat mengakibatkan peningkatan resiko toksisitas busulfan. • Pemberian bersamaan dengan obat yang farizol obat apa aktivitas enzim hati, seperti cimetidine, dapat memperpanjang waktu paruh dan mengurangi klirens farizol suspensi (metronidazole), sehingga meningkatkan konsentrasi plasma.

• Pemberian bersamaan dengan obat yang menginduksi enzim hati, seperti fenitoin atau fenobarbital, dapat mempercepat klirens farizol suspensi (metronidazole), sehingga kadar plasma berkurang. Dosis farizol suspensi Farizol suspensi (metronidazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut : Amubiasis intestinal invasif • Dosis lazim dewasa: 800 mg setiap 8 jam selama 5 hari. • Anak usia 1-3 tahun : 200 mg setiap 8 jam.Anak usia 3-7 tahun : 200 mg setiap 6 jam.

• Anak usia 7-10 farizol obat apa : 200-400 mg setiap 8 jam. Amubiasis ekstra intestinal (termasuk abses hepar) dan pembawa kista amuba asimtomatik • Dewasa : 400-800 mg setiap 8 jam selama 5-10 hari. • Anak usia 1-3 tahun : 100-200 mg setiap farizol obat apa jam. • Anak usia 3-7 tahun : 100-200 mg setiap 6 jam. • Anak usia 7-10 tahun : 200-400 mg setiap 8 jam. Trikomoniasis urogenital • Dewasa: 200 mg setiap 8 jam selama 7 hari atau 400-500 mg setiap 12 jam selama 7 hari atau 800 mg pada pagi hari dan 1.2 g pada malam hari selama 2 hari atau 2 gram dosis tunggal.

• Anak usia 1-3 tahun : 50 mg setiap 8 jam selama 7 hari. • Anak usia 3-7 tahun : 100 mg setiap 12 jam. • Anak usia 7-10 tahun : 100 mg setiap 8 jam. Giardiasis • Dewasa : 2 gram/hari selama 3 hari atau 500 mg 2 x sehari selama 1-10 hari.

• Anak usia 1-3 tahun : 500 mg/hari selama 3 hari. • Anak usia 3-7 tahun : 600-800 mg/hari. • Anak usia 7-10 tahun : 1 gram/hari. Infeksi bakteri anaerob • Dewasa (durasi lazimnya 7 hari) : dosis awal 800 mg, kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. • Anak : 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam. Infeksi Gigi Akut • Dosis lazim dewasa: 200 mg setiap 8 jam selama 3-7 hari.

Profilaksis bedah • Dewasa: 400 mg setiap 8 jam dimulai 24 jam sebelum operasi, dilanjutkan sesudah operasi secara intravena atau rektal sampai pemberian oral dapat dilakukan lagi. • Anak: 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam. Terkait • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif metronidazole • Obat yang termasuk anti mikroba golongan nitroimidazole Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam farizol obat apa 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins.

farizol obat apa

(gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan farizol obat apa via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat farizol obat apa kami tidak menjual obat secara langsung.

Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum. Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Buka Tutup • Farizol adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti uretritis dan vaginitis • Farizol mengandung metronidazole, obat yang termasuk anti amuba golongan nitroimidazole yang harus menggunakan resep dokter • Jangan menggunakan obat Farizol pada pasien hamil trimester pertama ataupun ibu menyusui • Efek samping Farizol yang umum terjadi di antaranya gangguan pengecapan, lidah kasar, gangguan saluran cerna, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan • Klik untuk mendapatkan Farizol atau obat lainnya ke rumah Anda di HDmall.

*Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD Farizol adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa seperti uretritis dan vaginitis karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis di usus dan hati. Farizol mengandung metronidazole, obat yang termasuk anti amuba golongan nitroimidazole. Berikut ini adalah informasi lengkap farizol yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Mengenai Farizol Golongan Harus dengan resep dokter Kemasan farizol dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut : • Dos 10 x 10 kaplet 500 mg Kandungan tiap kemasan farizol mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut : • Metronidazole 500 mg / kaplet Manfaat Farizol Berikut ini adalah beberapa kegunaan farizol (metronidazole) : • Farizol (metronidazole) digunakan untuk pengobatan infeksi trichomonal vaginitis, dan bakterial vaginosis (infeksi Gardnerella vaginalis).

• Obat farizol obat apa juga digunakan pada pembedahan dan sepsis ginekologi terutama untuk menangani infeksi oleh bakteri anaerob kolon, seperti Bacteroides fragilis.

farizol obat apa

• Metronidazol juga efektif terhadap pseudomembran kolitis (kolitis yang disebabkan oleh antibiotik). • Obat ini adalah pilihan pertama untuk mengobati disentri amuba invasif akut, karena obat ini efektif terhadap bentuk vegetatif Entamoeba histolytica.

• Metronidazol juga digunakan untuk kasus amoebiasis intestinal (usus) dan hepar (hati). • Sering digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi infeksi rongga mulut untuk pasien yang alergi terhadap antibiotik golongan penicillin (misalnya, ampicillin dan amoxicillin) atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob penghasil enzim beta-laktamase.

• Obat ini adalah pilihan pertama untuk mengobati acute necrotizing ulcerative gingivitis (Vincent’s infection) dan perikoronitis. • Selengkapnya lihat pada dosis. Kontraindikasi • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada farizol (metronidazole) atau obat golongan nitroimidazole lainnya. • Jangan farizol obat apa obat ini pada pasien hamil trimester pertama. Efek samping Farizol Berikut adalah beberapa efek samping farizol (metronidazole) : • Efek samping yang umum diantaranya gangguan pengecapan, lidah kasar, gangguan saluran cerna (mual, sakit perut, dan diare), kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, muntah, sakit kepala, pusing.

• Efek yang jarang misalnya : hipersensitivitas (ruam, gatal, kemerahan, demam), sakit kepala, timbul rasa lesu, mengantuk, pusing, glositis, stomatitis, urin gelap, dan parestesia. • Pada pemakaian sistemik jangka panjang dan dengan dosis tinggi berpotensi menyebabkan leukopenia, neutropenia, peningkatan resiko neuropati perifer, serangan epilepsi transien dan toksisitas sistem saraf pusat.

Dosis Farizol Farizol (metronidazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut : Amubiasis intestinal invasif • Dosis lazim dewasa: 800 mg setiap 8 jam selama 5 hari. • Anak usia 1-3 tahun : farizol obat apa mg setiap 8 jam.Anak usia 3-7 tahun : 200 mg setiap 6 jam. • Anak usia 7-10 tahun : 200-400 mg setiap 8 jam.

Amubiasis ekstra intestinal (termasuk abses hepar) dan pembawa kista amuba asimtomatik • Dewasa : 400-800 mg setiap 8 jam selama 5-10 hari. • Anak usia 1-3 tahun : 100-200 mg setiap 8 jam.

farizol obat apa

• Anak usia 3-7 tahun : 100-200 mg setiap 6 jam. • Anak usia 7-10 tahun : 200-400 mg setiap 8 jam. Trikomoniasis urogenital • Dewasa: 200 mg setiap 8 jam selama 7 hari atau 400-500 mg setiap 12 jam selama 7 hari atau 800 mg pada pagi hari dan 1.2 g pada malam hari selama 2 hari atau 2 gram dosis tunggal.

• Anak usia 1-3 tahun : 50 mg setiap 8 jam selama 7 hari. • Anak usia 3-7 tahun : 100 mg setiap 12 jam. • Anak usia 7-10 tahun : 100 mg setiap 8 jam. Giardiasis • Dewasa : 2 gram/hari selama 3 hari atau 500 mg 2 x sehari selama 1-10 hari. farizol obat apa Anak usia 1-3 tahun : 500 mg/hari selama 3 hari. • Anak usia 3-7 tahun : 600-800 mg/hari.

• Anak usia 7-10 tahun : 1 gram/hari.

farizol obat apa

Infeksi bakteri anaerob • Dewasa (durasi lazimnya 7 hari) : dosis awal 800 mg, kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. • Anak : 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam. Infeksi Gigi Akut • Dosis lazim dewasa: 200 mg setiap 8 jam selama 3-7 hari. Profilaksis bedah • Dewasa: 400 mg setiap 8 jam dimulai 24 jam sebelum operasi, dilanjutkan sesudah operasi secara intravena atau rektal sampai pemberian oral dapat dilakukan lagi.

• Anak: 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam. Interaksi obat Berikut adalah interaksi obat-obat yang mengandung metronidazole termasuk farizol dengan obat-obat lain : • Penggunaan bersamaan dengan disulfiram bisa menimbulkan reaksi psikotik.

Jangan menggunakan metronidazole kepada pasien yang telah menggunakan disulfiram dalam 2 minggu terakhir. • Reaksi psikotik seperti di atas (disulfiram like reaction) seperti kram perut, mual, muntah, sakit kepala, dan flushing juga dapat terjadi jika diberikan bersama minuman beralkohol atau produk yang mengandung propylene glycol (beberapa rokok elektronik mengandung zat ini). • Metronidazole bisa memperpanjang protrombine time saat diberikan bersamaan dengan antikoagulan seperti warfarin.

Waspadai resiko perdarahan. • Jika diberikan bersamaan dengan lithium, terjadi peningkatan kadar lithium serum dan, dalam beberapa kasus, tanda-tanda toksisitas lithium. • Metronidazole bisa meningkatkan konsentrasi plasma dari busulfan, yang dapat mengakibatkan peningkatan resiko toksisitas busulfan. • Pemberian bersamaan dengan obat yang menurunkan aktivitas enzim hati, seperti cimetidine, dapat memperpanjang waktu paruh dan mengurangi klirens farizol (metronidazole), sehingga meningkatkan konsentrasi plasma.

• Pemberian bersamaan dengan obat yang menginduksi enzim hati, seperti fenitoin atau fenobarbital, dapat mempercepat klirens farizol (metronidazole), sehingga kadar plasma berkurang. Perhatian Hal-hal farizol obat apa perlu diperhatikan pasien selama menggunakan farizol (metronidazole) adalah sebagai berikut : • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal.

• Obat ini kadang-kadang menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini. • Farizol (metronidazole) harus diberikan secara hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati. Penyesuaian dosis disarankan. Pemakaian harus dihentikan jika muncul tanda-tanda klinis dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati.

• Berikan dengan hati-hati jika pasien menderita disfungsi ginjal. • Obat ini dieksresikan dalam air susu ibu dengan kadar yang hampir mendekati dosis terapi bayi. Oleh karena itu, penggunaan farizol (metronidazole) oleh ibu menyusui tidak dianjurkan. • Hentikan penggunaan obat jika muncul ataksia, vertigo, halusinasi, atau konfusi mental.

• Keamanan penggunaan obat ini pada anak belum dipastikan kecuali untuk amoebiasis. • Hati-hati menggunakan obat ini farizol obat apa pasien yang mengidap penyakit pada susunan syaraf pusat dan perifer karena terdapat resiko agravasi neurologis.

• Hentikan konsumsi minuman beralkohol atau produk yang mengandung propilen glikol saat menggunakan metronidazol sistemik sampai setidaknya tiga hari sesudahnya karena bisa terjadi disulfiram like reaction berupa kram perut, mual, muntah, sakit kepala, dan flushing. • farizol (metronidazole) hanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan protozoa, bukan untuk mengobati infeksi virus (misalnya, flu, pilek, cacar dan inveksi virus lain). • Gunakan obat sesuai yang diresepkan, baik jumlah maupun durasinya.

Jangan hentikan pemakaian meskipun sudah merasa sembuh, sebelum obat yang disarankan habis. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi. Penggunaan oleh wanita hamil FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan metronidazole kedalam kategori C pada trimsester 1 dengan penjelasan sebagai berikut : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Masuk dalam kategori B pada trimsester 2 dan 3 dengan penjelasan sebagai berikut : Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada farizol obat apa dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil.

farizol obat apa

Obat ini relatif aman pada usia kehamilan trimester akhir. Namun jika diberikan pada trimester pertama kehamilan obat ini telah dikaitkan dengan kejadian cacat lahir pada bayi. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menggunakan obat ini pada trimester awal kehamilan. Artikel terkait: • Infeksi Vagina: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan • Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Ketahui Apa Bedanya? • 16 Penyakit Berbahaya Yang Disebabkan Oleh Bakteri Gupta, Manisha & Sharma, Amita & Gupta, Geeta.

farizol obat apa. A Comparative Study of Oral Seven Day of Metronidazole Versus Tinidazole in Bacterial Vaginosis. Indian Journal of Public Health Research & Development. 6. 10.5958/0976-5506.2015.00070.4. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/276867387_A_Comparative_Study_of_Oral_Seven_Day_of_Metronidazole_Versus_Tinidazole_in_Bacterial_Vaginosis) Löfmark, Sonja & Edlund, Charlotta & Nord, Carl.

(2010). Metronidazole Is Still the Drug of Choice for Treatment of Anaerobic Infections. Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America. 50 Suppl 1. S16-23. 10.1086/647939. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/41000070_Metronidazole_Is_Still_the_Drug_of_Choice_for_Treatment_of_Anaerobic_Infections) Alejandra, Hernandez-Ceruelos & Ruvalcaba Ledezma, Jesus Carlos & Carlos, Romero-Quezada & Contreras, Luilli.

(2019). Therapeutic uses of metronidazole and its side effects: an update. European review for medical and pharmacological sciences. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/331260587_Therapeutic_uses_of_metronidazole_and_its_side_effects_an_update) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini?

farizol obat apa

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung.

Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum. Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda farizol obat apa memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Fasidol adalah obat untuk meredakan nyeri dan demam. Ada dalam sediaan sirup, kaplet, dan drops, bagaimana cara minum Fasidol?

Cek di sini. Fasidol Golongan: Obat bebas Kategori Obat: Analgetik dan antipiretik Dikonsumsi oleh: Dewasa dan anak Bentuk obat: Kaplet, sirup, drops Fasidol untuk ibu hamil dan menyusui: Kategori C: Obat cukup aman untuk janin, tapi belum ada penelitian pada manusia. Peringatan Menyusui: Paracetamol dapat masuk ke dalam ASI, tapi masih aman untuk bayi yang disusui.

Pengertian Fasidol Nyeri dan demam dapat menyerang kapan saja. Minum obat dengan kandungan Paracetamol bisa menjadi pertolongan pertama. Salah satu merek paracetamol yang beredar di pasaran adalah Fasidol. Obat apa ini? Fasidol adalah obat dengan kandungan paracetamol. Obat ini digunakan untuk bantu mengurangi demam, serta meredakan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet, sirup, dan drops.

Adakah perbedaan masing-masing sediaan? Simak di sini. Keterangan Fasidol 1. Fasidol Kaplet • Golongan: Obat bebas • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik • Kandungan: Paracetamol 500 mg • Satuan Penjualan: Strip • Kemasan: Strip @10 kaplet • Farmasi: Ifars • Harga Fasidol kaplet: Rp3.000 - Rp13.000/strip 2. Fasidol Kaplet Forte • Golongan: Obat bebas • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik • Kandungan: Paracetamol 650 mg • Satuan Penjualan: Strip • Kemasan: Strip @10 farizol obat apa • Farmasi: Ifars • Harga Fasidol Kaplet Forte: Rp5.000 - Rp13.000/strip 3.

Fasidol Sirup • Golongan: Obat bebas • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik • Kandungan: Paracetamol 120 mg/ml • Satuan Penjualan: Botol • Kemasan: Botol @60 ml • Farmasi: Ifars • Harga Fasidol Sirup: Rp6.000 - Rp19.500/botol Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Sakit Kepala, dari yang Ringan hingga Mematikan 4.

farizol obat apa

Fasidol Sirup Forte • Golongan: Obat bebas • Kelas Terapi: Farizol obat apa dan antipiretik • Kandungan: Paracetamol 160 mg/5 ml • Satuan Penjualan: Botol • Kemasan: Botol @60 ml • Farmasi: Ifars • Harga Fasidol Sirup Forte: Rp6.000 - Rp18.000/botol 5. Fasidol Drops • Golongan: Obat bebas • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik • Kandungan: Paracetamol 100 mg/ml • Satuan Penjualan: Botol • Kemasan: Botol @15 ml • Farmasi: Ifars • Harga: Rp11.000 - Rp34.000/botol Kegunaan Fasidol Manfaat Fasidol paracetamol adalah untuk meredakan kondisi, seperti: • sakit kepala • sakit gigi • nyeri otot • demam Dosis dan Aturan Pakai Fasidol Tujuan: meredakan nyeri dan demam Bentuk: kaplet • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari.

• Anak usia 6-12 tahun: ½-1 tablet, diminum 3-4 kali sehari. Tujuan: meredakan nyeri dan demam Bentuk: sirup • Anak usia 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), diminum 3-4 kali sehari.

• Anak usia 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), diminum 3-4 kali sehari. • Anak usia 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari. • Anak usia 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3-4 kali sehari. • Anak usia ½ sendok takar (2.5 ml), diminum 3-4 kali sehari. Tujuan: meredakan nyeri dan demam Bentuk: drops • Anak usia 3-6 tahun: 1.2 ml drops, diminum 3-4 kali sehari.

• Anak usia 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml drops, diminum 3-4 kali sehari. • Anak usia 0.6 ml drops, diminum 3-4 kali sehari. Cara Menggunakan Fasidol Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan, atau disesuaikan dengan rekomendasi dokter.

Jangan minum lebih dari dosis yang sudah dianjurkan. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Kocok kemasan Fasidol sirup sebelum mengonsumsinya. Gunakan sendok takar khusus obat untuk menakar dosis Fasidol sirup. Artikel Lainnya: Sakit Gigi Terasa Nyut-nyutan?

Lakukan Ini! Cara Penyimpanan Simpan obat bebas ini pada suhu antara 20-25 derajat Celsius, di tempat kering, dan jauh dari cahaya. Efek Samping Fasidol Efek samping penggunaan Fasidol yang dapat muncul, antara lain: • ruam kulit • mual • muntah • sakit kepala • penurunan fungsi hati • trombositopenia • leukopenia • pansitopenia Overdosis Paracetamol yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan gejala: farizol obat apa pucat • muntah • hipotensi • mual • nyeri perut • hipoglikemia • gangguan irama jantung • asidosis metabolik • kelainan metabolisme glukosa Penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Kontraindikasi Hindari penggunaan obat Fasidol pada orang-orang yang memiliki alergi terhadap paracetamol. Interaksi Obat Fasidol Fasidol tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat-obat ini: • antikonvulsan, seperti phenobarbital, phenytoin, carbamazepine, dan primidone • colestyramine • probenecid • metoclopramide dan domperidone • chloramphenicol • warfarin Peringatan dan Perhatian Beritahukan dokter jika Anda memiliki kondisi: • gangguan ginjal • gangguan hati • hamil dan menyusui • ketergantungan alkohol Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat ini farizol obat apa memiliki riwayat alergi terhadap paracetamol.

Beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya, baik obat kimia maupun herbal, vitamin, maupun suplemen.

farizol obat apa

Artikel Lainnya: Penyebab Sering Mengalami Nyeri Otot Saat Puasa Kategori Kehamilan Paracetamol masuk dalam kategori B, yakni obat relatif aman. Penelitian pada hewan tidak menunjukkan bahaya pada janin.

Namun demikian, penelitian kepada ibu hamil belumlah memadai. Peringatan Kehamilan Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum ibu hamil mengonsumsi obat ini. Peringatan Menyusui Paracetamol dapat masuk ke dalam ASI, meski masih aman untuk bayi yang disusui. Penyakit Terkait Fasidol • Sakit kepala • Sakit gigi • Nyeri otot • Demam Rekomendasi Obat Sejenis Fasidol • Sanmol • Tempra • Panadol • Naprex • Termorex Dapatkan info menarik lainnya seputar kesehatan di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 23 Februari 2022 Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Ditinjau: Apt.

Evita Fitriani., S. Farm Referensi: • Kemasan obat • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Paracetamol. • Pusat Informasi Obat Nasional. Diakses 2022.

Farizol obat apa /> Farizol farizol obat apa adalah obat untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi pada vagina ( vaginitis) dan peradangan pada uretra ( uretritis). Obat ini mengandung metronidazole sebagai zat aktifnya. Antibiotik metronidazole akan menghentikan pertumbuhan bakteri farizol obat apa parasit penyebab infeksi. Selain digunakan secara tunggal, obat metronidazole juga dapat digunakan dengan obat lain untuk mengobati tukak lambung atau usus tertentu yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori ( infeksi H.

pylori). Farizol suspensi merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. No. Izin Edar : DKL0609216133A1 Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli! Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher Mengatasi berbagai infeksi, seperti: • Infeksi gusi yang sangat nyeri (gingivitis ulseratif akut) • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra (urethritis) yang disebabkan Trichomonas vaginalis.

• Penyakit arteri, vena, kapiler dan pembuluh darah limfe yang menyebabkan kelainan pada kulit (ulkus tungkai) dan luka akibat tekanan pada kulit (luka tekanan) • Infeksi pada usus besar ( amebasis) • Pencegahan infeksi bakteri anaerob pascaoperasi • Gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus ( giardiasis) yang disebabkan Giardia Lamblia • Peradangan vagina yang menyebabkan pembengkakan, gatal, perih, atau infeksi pada vagina (vaginitis) • Infeksi bakteri Helicobacter pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum Metronidazole hanya mengobati infeksi bakteri dan parasit tertentu.

Obat ini tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti pilek dan flu. Dewasa: • Intestinal amoebiasis: 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-10 hari • Hepatic amoebiasis: 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5 -10 hari • Trichomomiasis: • Dosis tunggal: 2 g/hari • Dosis terbagi: 500 mg sebanyak 2 kali/hari atau 250 mg sebanyak 3 kali/hari selama 7 hari berturut-turut • Giardiasis: 250mg-500mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari atau 2 g/hari sebagai dosis tunggal selama 3 hari • Infeksi bakteri anaerobik: 7,5mg/kg BB setiap 6 jam, untuk dewasa dengan berat badan 70 kg berikan 4 g /hari selama 7-10 hari Anak-anak: • Amobiasis: 35-50mg/kg/24 jam terbagi dalam 3 dosis selama 10 hari • Trichomomiasis: 15mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 7-10 hari • Giardiasis: 5 mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

• Muntah atau diare Minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi sering untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter. • Rasa logam pada mulut atau lidah berambut Cobalah minum banyak air dan mengonsumsi makanan yang Anda sukai.

Jika lidah Anda sangat berambut, dapat menjadi tanda seriawan. Segera hubungi dokter untuk berkonsultasi. • Mual Cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan yang berat atau pedas. Minumlah metronidazole setelah makan • Sakit kepala Beristirahatlah hingga kondisi Anda membaik.

Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda mengalami sakit kepala. Hindari mengonsumsi alkohol, karena akan memperburuk keadaan. • Kesulitan buang air besar ( konstipasi) Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran dan buah segar, serta minum cairan yang cukup.

• Kehilangan nafsu makan Gejala ini tidak akan berlangsung lama. Sementara, pilihlah makanan yang biasa Anda nikmati. • Pasien penderita penyakit susunan saraf pusat • Pasien penderita penyakit hati • Anak-anak • Ibu hamil dan menyusui • Pasien dengan gangguan hati farizol obat apa gangguan ginjal berat atau gagal ginjal stadium akhir (ESRD) • Pasien dengan atau riwayat kelainan pada darah (diskrasia darah), seperti kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis), rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia) • Pasien farizol obat apa atau riwayat gangguan kejang Jangan konsumsi obat ini bersama alkohol.Apa Kandungan dan Komposisi Farizol?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja.

Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Farizol adalah:: Kaplet: Metronidazole 500 mg Suspensi: Metronidazole farizol obat apa ml Sekilas Tentang Metronidazole Pada Farizol Metronidazole adalah obat antiinfeksi nitroimidazole yang digunakan terutama dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh organisme yang rentan, terutama bakteri anaerob dan protozoa.

Metronidazole awalnya dipasarkan oleh Pfizer dengan nama dagang Flagyl di AS, sementara Sanofi-Aventis memasarkan metronidazole secara global dengan nama dagang yang sama, Flagyl, dan juga oleh berbagai produsen generik, yang menjualnya dengan harga lebih murah. Metronidazole juga digunakan sebagai sediaan gel dalam pengobatan kondisi dermatologis seperti rosacea (Rozex dan MetroGel oleh Galderma) dan tumor jamur (Anabact, Cambridge Healthcare Supplies).

Metronidazole adalah prodrug. Ini diubah dalam organisme anaerob oleh enzim redoks piruvat-feredoksin oksidoreduktase. Gugus nitro metronidazole secara kimiawi direduksi oleh ferredoxin (atau proses metabolisme terkait ferredoxin) dan produknya bertanggung jawab untuk mengganggu struktur heliks DNA, sehingga menghambat sintesis asam nukleat.

Metronidazole secara selektif diambil oleh bakteri anaerob dan organisme protozoa yang sensitif karena kemampuan organisme ini untuk mereduksi metronidazole menjadi bentuk aktifnya secara intraseluler. Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Metronidazole diindikasikan untuk pengobatan kondisi berikut ini: • Vaginitis akibat infeksi Trichomonas vaginalis (protozoa) baik pada pasien yang bergejala maupun kontak seksual tanpa gejala; dan karena infeksi bakteri Gardnerella atau Mycoplasma hominis pada pasien yang bergejala • Penyakit radang panggul dalam hubungannya dengan antibiotik lain seperti ofloxacin, levofloxacin, atau ceftriaxone • Farizol obat apa protozoa karena Entamoeba histolytica (disentri amoeba atau abses hati), dan Giardia lamblia (Giardiasis) harus diobati sendiri atau bersama dengan iodoquinol atau diloxanide furoate • Infeksi bakteri anaerob seperti Bacteroides fragilis, spp, Fusobacterium spp, Clostridium spp, Peptostreptococcus spp, Prevotella spp, atau bakteri anaerob lainnya pada abses intraabdominal, peritonitis, empiema, pneumonia, pneumonia aspirasi, abses paru, ulkus kaki diabetik, meningitis, dan abses otakinfeksi tulang dan sendi, septikemia, endometritis, abses tubo-ovarium, atau endokarditis • Kolitis pseudomembran karena Clostridium difficile • Terapi pemberantasan Helicobacter pylori, sebagai bagian dari rejimen multi-obat pada penyakit ulkus peptikum • Profilaksis bagi mereka yang menjalani operasi kolorektal yang berpotensi terkontaminasi dan dapat dikombinasikan dengan neomisin • Gingivitis akut dan infeksi gigi lainnya (TGA disetujui, non-Food and Drug Administration (FDA) disetujui) • Penyakit Crohn dengan keterlibatan kolon atau perianal (tidak disetujui FDA) • Metronidazole topikal diindikasikan untuk pengobatan rosacea, dan dalam pengobatan luka farizol obat apa yang berbau busuk.

Pencegahan kelahiran prematur Farizol obat apa juga telah digunakan pada wanita untuk mencegah kelahiran prematur yang terkait farizol obat apa vaginosis bakterial, di antara faktor risiko lain termasuk adanya fibronektin janin servikovaginal (fFN).

Sebuah uji coba terkontrol secara acak menunjukkan bahwa metronidazole tidak efektif dalam mencegah kelahiran prematur pada wanita hamil berisiko tinggi dan, sebaliknya, kejadian kelahiran prematur sebenarnya lebih tinggi pada wanita yang diobati dengan metronidazole. Lamont berpendapat bahwa Metronidazole bukanlah antibiotik yang tepat untuk diberikan dalam keadaan ini dan sering kali terlambat digunakan untuk digunakan. Klindamisin yang diberikan pada awal trimester kedua pada wanita yang dites positif untuk vaginosis bakterial tampaknya lebih efektif.

Efek samping Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥1% pasien) yang terkait dengan terapi metronidazole sistemik meliputi: mual, diare, dan/atau rasa logam di mulut.

Pemberian intravena umumnya dikaitkan dengan tromboflebitis. Efek samping yang jarang terjadi meliputi: reaksi hipersensitivitas (ruam, gatal, kemerahan, demam), sakit kepala, pusing, muntah, glositis, stomatitis, urin berwarna gelap, dan/atau parestesia.

Dosis tinggi dan/atau pengobatan sistemik jangka panjang dengan metronidazole dikaitkan dengan perkembangan black hairy tongue, leukopenia, neutropenia, peningkatan risiko neuropati perifer dan/atau toksisitas SSP. Metronidazole terdaftar oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebagai karsinogen manusia yang potensial. Meskipun beberapa metode pengujian telah dipertanyakan, telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Namun demikian, tampaknya memiliki potensi risiko kanker yang cukup rendah dan dalam sebagian besar keadaan, manfaat pengobatan lebih besar daripada risikonya.

Reaksi obat yang merugikan umum yang terkait dengan terapi metronidazole topikal termasuk kemerahan lokal, kekeringan, dan/atau iritasi kulit; dan mata berair (jika diterapkan di dekat mata). Interaksi dengan alkohol Mengkonsumsi etanol (alkohol) saat menggunakan metronidazole menyebabkan reaksi seperti disulfiram dengan efek yang dapat mencakup mual, muntah, kemerahan pada kulit, takikardia (detak jantung yang dipercepat), sesak napas, dan bahkan kematian. Konsumsi alkohol harus dihindari oleh pasien selama terapi metronidazole sistemik dan setidaknya 24 jam setelah pengobatan selesai.

Namun, terjadinya reaksi ini dalam pengaturan klinis baru-baru ini dipertanyakan oleh beberapa penulis. Farizol Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Farizol? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) farizol obat apa kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu.

farizol obat apa

Farizol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:: Infeksi anaerob, trikomoniasis, amubiasis, lambliasis. Sekilas Tentang Obat Antibiotik Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan farizol obat apa alat seleksi terhadap mutan atau transforman.

Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri.

Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep. Berapa Dosis farizol obat apa Bagaimana Aturan Pakai Farizol? Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya.

Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi.

farizol obat apa

Berikut ini dosis dan aturan pakai Farizol:: Kaplet: Trikomoniasis Dewasa 3 x farizol obat apa 250 mg selama 7 hari atau 2 g sebagai dosis tunggal atau 2 x sehari 1 g selama 1 hari Amubiasis intestinal 3 x sehari 750 mg selama 5-10 hari.

Amubiasis hati 3 x sehari 500-750 mg selama 5-10 hari. Infeksi anaerob 7.5 mg/kg berat badan/6 jam. Amubiasis anak 35-50 mg/kg berat badan/hari dalam 3 dosis terbagi selama 10 hari Suspensi: • Anak berusia 6-12 tahun : 2 kali sehari 5-10 mL • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun : 2 kali sehari 5 mL • Anak berusia 6 minggu – 5 bulan : 2 kali sehari 2,5 mL Pemberian Obat: Dikonsumsi bersamaan dengan makanan Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan • DKL0609216133A1: Dus @ Botol @ 60 ml, SUSPENSI 125 mg/5 ml • DKL9509205104B1: DUS, 10 STRIP @ 10 KAPLET 500 mg Apa Nama Perusahaan Produsen Farizol?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, farizol obat apa produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat farizol obat apa Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya.

Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Farizol: Ifars Sekilas Tentang Ifars Pharmaceutical Laboratories PT Ifars Pharmaceutical Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1974 dan memproduksi berbagai macam obat dengan beberapa varian sediaan seperti solid (tablet, kaplet, dan kapsul), liquid (sirup, suspensi, emulsi, dan suspensi kering), dan produk krim, gel, dan salep.

Beberapa produk yang dihasilkan seperti produk beta-laktam untuk memproduksi produk antibiotik, dan sebagainya.

Saat ini lebih dari 100 varian produk telah diproduksi oleh perusahaan ini yang cakupan pemasarannya tersebar di seluruh Indonesia. PT Ifars memiliki fasilitas produksi di Karanganyar, Jawa Tengah.

Cara Menggunakan Tablet Vaginal




2022 www.videocon.com