Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

1. Suatu atom X mempunyai konfigurasi elektron1s 2 2s 2 2p 6 3s 2. Senyawa dan yang dapat dibentuk oleh atom ini adalah . A. HX 2 D. X 2 (PO 4 ) 3 B. XCl 2 E. X 2 SO 4 C. CaX Kunci : B Penyelesaian : Atom X termasuk golongan II A (alkali tanah) Senyawanya dengan : Ca tidak dapat membentuk senyawa 2. Di antara unsur-unsur 3 P, 12 Q, 19 R, 33 S dan 53 T, yang terletak dalam golongan yang sama pada sistem periodik adalah . A. P dan Q D. S dan T B. Q dan S E. R dan T C.

P dan R Kunci : B Penyelesaian : 3 P 1s² 2s² (Golongan I A) 6 3s² (Golongan II A) 12 Q 1s² 2s² 2p 6 3s² 3p 6 4s 1 (Golongan I A) 19 R 1s² 2s² 2p 6 3s² 3p 6 4s² 3d 10 4p² (Golongan V A) 32 S 1s² 2s² 2p 6 3s² 3p 6 4s² 3d 10 4p 6 5s² 4d 10 sp 5 (Golongan VII A) 33 T 1s² 2s² 2p 3.

Jika dalam volume 5 liter terdapat 4,0 mol asam yodida, 0,5 mol yod dan 0,5 mol hidrogen dalam kesetimbangan pada suhu tertentu, maka tetapan kesetimbangan untuk reaksi pembentukan asam yodida dari yod dan hidrogen adalah . D. 60 A. 46 E. 64 B. 50 C. 54 Kunci : E Penyelesaian : 4. Dari beberapa macam peristiwa transmutasi berikut ini, yang menghasilkan inti helium adalah . SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1991 1 A. D. B. E. C. Kunci : D Penyelesaian : Jika pada transmutasi dihasilkan inti helium maka bilangan massa berkurang 4 dan No.

atom berkurang 2 (unsurnya berbeda). 5. Untuk memperoleh konsentrasi Cl = 0,10 M, maka 250 mL, larutan CaCl 2 = 0,15 M harus diencerkan sampai . A. 500 mL D. 1250 mL B. 750 mL E. 1500 mL C. 1000 mL Kunci : B Penyelesaian : 6. Pada reaksi, 2CO + 2NO 2CO 2 + N 2 bilangan oksidasi N berubah dari .

D. +3 ke +2 A. +2 ke 0 E. +4 ke +1 B. +2 ke +1 C. +3 ke +l Kunci : A Penyelesaian : NO bilangan oksidasi O = -2 ; N = +2 N2 bilangan oksidasi unsur (baik berupa molekul) adalah = 0 7. Jika kelarutan CaF 2 dalam air sama dengan s mol/L, maka nilai Ksp bagi garam ini ialah . D. 2 S³ A. S³ E. 4 S³ B. S³ C. S³ Kunci : E Penyelesaian : CaF 2 Ca 2+ + 2F S S 2S Ksp = [Ca 2+ ] [F - ] 2 = (S) (S)² SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1991 2 = 4 S³ 8.

Larutan jenuh X(OH) 2 mempunyai pH = 9. Hasil kali larutan (Kp) dari X(OH) 2 adalah . D. 5 x 10 -16 A. 10 -10 -11 -18 B.

5 x 10 E. 10 -11 C. tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Kunci : D Penyelesaian : PH = 9 POH = 14 - 9 = 5 OH - = 10 -5 X(OH) 2 X +2 + 2OH -4 -1 5 x 10.

10 Ksp = [X 2+ ] [OH - ]² = (5 x 10 -4 ) (10 -5 )² = 5 x 10 -16 9. Bilangan oksidasi Cl dalam senyawa KClO 2 adalah . A. +7 B. -1 C. +3 Kunci : C Penyelesaian : Bilangan oksidasi k = +1 O = -2 Cl = ? k + Cl + 2O = 0 (nol) +1 + Cl + 2(-2) = 0 Cl = 4 - 1 = +3 D. +1 E. +5 10. Pada pembakaran 12 gram suatu persenyawaan karbon dihasilkan 22 gr gas CO 2 (A, C = 12, O = 16).

Unsur karbon senyawa tersebut adalah . D. 55% A. 23% B. 27% E. 77% C. 50% Kunci : C Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1991 3 11. Jika 100 cm 3 suatu oksida nitrogen terurai dan menghasilkan 100 cm 3 nitrogen (II) oksida dan 50 cm 3 oksigen (semua volume gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama) maka oksida nitrogen tersebut adalah .

A. NO D. N 2O 4 B. NO 2 E. NO 2 O 5 C. N 2O 5 Kunci : B Penyelesaian : Misalkan oksida nitrogen tersebut = NxOy pada gas-gas, perbandingan volume = perbandingan mol = koefisien reaksi Volume NxOy : NO : O 2 jumlah atom O 2y = 2 + 2 100 : 100 : 50 y=2 2 : 2 : 1 NxOy NO 2 Jumlah atom N 2x = 2 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 12.

Al 2 (SO 4 ) 3 digunakan pada penjernihan air PAM SEBAB Muatan kation dari Al 2 (SO 4 ) 3 yang tinggi dapat membentuk koloid Al(OH) 3 yang mudah larut dalam air. Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Pada penjernihan air PAM, di samping menagunakan tawas sering pula digunakan Al(SO 4 ) 3. Tingginya muatan kation dari Al 2 (SO 4 ) 2 dapat membentuk koloid Al(OH) 3 yang mana akan mengadsorpsi, menggumpalkan dan mengendapkan kotoran dalam air, sehingga air menjadi jernih (Al(OH) 3 ) tak larutsrukar larut dalam air.

Pernyataan betul, alasan salah. 13. Oksida isobutanol akan menghasilkan butanon. SEBAB Isobutanol tennasuk alkohol sekunder. Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Pernyataan salah, alasan salah. Isobutanol termasuk alkohol primer yang jika dioksidasi akan menghasilkan isobutanal (Al dehid) 14. Dalam pengolahan air urstuk konsumsi ditambahkan tawas. Tujuan penambahan tawas adalah untuk : 1. membunuh semua kuman yang berbahaya 2. menghilangkan bahan-bahan yang menyebabkan pencemaran air SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1991 4 3.

menghilangkan bau yang tak sedap 4. menjernihkan air Jawaban : A B C D E Kunci : D Penyelesaian : Sama halnya dengan Al 2 (SO 4 ) 3 tawas juga akan menyebabkan kotoran menggumpal dan mengendap sehingga air menjadi jernih.

15. Di antara senyawaan berikut, yang tergolong senyawaan aromatis adalah . 1. toluena 3. anilina 2. naftalena 4. sikloheksadiena Jawaban : A Kunci : A Penyelesaian : B C D E Dari struktur tersebut sikloheksadiena bukan senyawa aromatis. SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1991 5 1. Volume larutan H 2 SO 4 0,1 M yang diperlukan untuk mereaksikan 2,7 gram, logam Al (Ar = 27) adalah . A. 1L D. 4,5 L B. 1,5 L E. 5L C. 3L Kunci : B Penyelesaian : 2. Jika pada STP volume dari 4,25 gram gas sebesar 2,8 liter, maka massa molekul relatif gas tersebut adalah .

A. 26 D. 32 B. 28 E. 34 C. 30 Kunci : E Penyelesaian : 3. pH asam formiat 0,1 M (Kc = 10 -7 ) adalah . D. 6 A. 2 E. 8 B. 3 C. 4 Kunci : C Penyelesaian : 4. Pada reaksi redoks, MnO 2 + 2H 2 SO 4 + 2NaI MnSO 4 + Na 2 SO 4 + 2H 2 O + I 2 yang berperan sebagai oksidator adalah . D. IA. NaI B. H 2 SO 4 E. MnO 2 4+ C. Mn Kunci : E SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1993 1 Penyelesaian : MnO 2 + 2H 2 SO 4 + 2NaI MnSO 4 + Na 2 SO 4 + 2H 2 O + I 2 MnO 2 MnO 4 (mempunyai penurunan bilangan oksidasi (+4) (+2) (oksidator) 5.

Proses yang dapat mengakibatkan kenaikan nomor atom dengan satu satuan adalah . A. emisi proton D. emisi sinar alfa B. emisi sinar beta E. penangkapan elektron K C.

emisi sinar gamma Kunci : B Penyelesaian : Emisi sinar beta, mengakibatkan kenaikan nomor atom dengan satu satuan. 6. Di antara oksida berikut ini, yang dalam air dapat membirukan kertas lakmus adalah . A. CO 2 D. CaO E. P 2O 5 B. SO 3 C. NO 2 Kunci : D Penyelesaian : Oksida yang dapat membirukan kertas lakmus adalah oksida basa, oksida basa ini bila dicampur dengan air akan menghasilkan larutan yang bersifat basa.

Contoh : CaO + H 2 O Ca(OH) 2 7. Elektron dengan bilangan kuantum yang tidak diijinkan adalah . A. n=31=0m=0s=B. n=31=1m=1s=+ C. n = 3 l = 2 m = -1 s = D. n=31=1m=2s=E. n=31=2m=2s=+ Kunci : D Penyelesaian : 8. Untuk tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium NH 3 + H 2 O A. NH 3 bersifat asam B. NH 4 + bersifat basa C.

H 2 O bersifat asam Kunci : C Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1993 NH 4 + + OH - menurut teori Bronsted-Lowry . D. H 2 O bersifat basa E. H 2 O bersifat netral 2 Reaksi : Menurut Bronsted-Lowry : Asam : donor proton (pemberi H + ) Basa : akseptor proton (penerima H + ) Jadi untuk reaksi di atas, H 2 O bersifat asam 9. Jika tetapan kesetimbangan, Kc, bagi reaksi A + B C dan bagi reaksi 2A + D berturut-turut ialah 4 dan 8, maka tetapan kesetimbangan, Kc bagi reaksi C + D adalah .

A. D. 12 E. 24 B. 2 C. 8 Kunci : A Penyelesaian : 10. Senyawa : A. sikloheksana B. n-heksana C. 3-etilbutana Kunci : E Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1993 D. 2-metilpentana E. metilsiklopentana 3 C 2B 11. Kesadahan air terjadi karena di dalam air terdapat . A. kalium klorida D. natrium klorida B. kalsium klorida E. amonium klorida C. kalium karbonat Kunci : B Penyelesaian : Kesadahan air terjadi karena di dalam air garam kalsium (Ca 2+ ) atau garam magnesium (Mg 2+ ) 12.

Pada elektrolisis leburan NaCl diperoleh logam Na seberat 11,5 gram. Massa atom relatif Na = 23 ; Cl = 35,5 Pernyataan berikut yang betul adalah . 1. Na mengendap pada elektrode negatif 2. tidak terbentuk gas H 2 3. pada anoda terbentuk gas Cl 2 4. volume gas Cl 2 yang terbentuk 5,6 L (STP) Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Pada Katode (-) : Na + + e Na Pada anode (+) : 2Cl Cl 2 + 2e Karena mol elektron = mol Na, maka volume gas Cl 2 yang terbentuk adalah : Cl 2 = x 0,5 mol = 0,25 mol = 0,25 x 22,4 liter = 5,6 liter 13.

Dari ion-ion berikut yang dapat membentuk ion kompleks dengan NH 3 adalah . 1. Cu 2+ 2. Zn 2+ 3. Ni 2+ 4. Al 3+ Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Ion-ion logam transisi (golongan B) yang dapat membentuk ion kompleks dengan NH 3 adalah : (1) Cu + (2) Zn 2+ dan (3) Ni 2+ 14.

Senyawa yang merupakan alkena adalah . SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1993 4 1. C 6 H 14 2. C 3H 6 3. C 4 H 10 4. C 5 H 10 Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Rumus alkena : CnH2n • Jadi jawaban yang benar : C 3 Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 6 dan C 5 H 10 15.

Di antara senyawa-senyawa berikut, yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah . 1. HF 3. H 2O 2. NH 3 4 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium. HCl Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Ikatan hidrogen dapat terbentuk antara : - F dengan H - N dengan H - O dengan H SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1993 5 1.

Jika gas belerang dioksida dialirkan ke dalam larutan hidrogen sulfida, maka zat terakhir ini akan teroksidasi menjadi . A. S D. H 2S 2O B. H 2 SO 3 E. H 2S 2O 7 C. H 2 SO 4 Kunci : A Penyelesaian : Reaksi yang terjadi adalah : 2H 2 S(aq) + SO 2 (g) 3S(s) + 2H 2 O(g) Jadi belerang mengalami autoredoks, yaitu sekaligus mengalami oksidasi dan reduksi.

SO 2 direduksi menjadi S, H 2 S dioksidasi juga menjadi S. 2. Unsur logam yang mempunyai bilangan oksidasi +5 terdapat pada ion . A. D. B. E. C. Kunci : E Penyelesaian : 3. Berapakah konsentrasi hidrogen fluorida dalam larutan HF 0,01 M yang terdisosiasi sebanyak 20 % .

D. 0,012 M A. 0,002 M E. 0,200 M B. 0,008 M C. 0,010 M Kunci : B Penyelesaian : 4. Untuk pembakaran sempurna 5 mol gas propana (C 3 H 8 ), maka banyaknya mol gas oksigen yang diperlukan adalah . A. 1 D. 15 B. 3 E. 25 C. 5 Kunci : E Penyelesaian : Reaksi pembakaran sempurna gas propana : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1994 1 C 3 H 8 + 5O 2 3CO 2 + 4H 2 O O 2 yang diperlukan untuk 5 mol C 3 H 8 = 5.

5 mol = 25 mol 5. Gula pasir akan berubah menjadi arang jika ditetesi asam sulfat pekat. Dalam reaksi ini gula mengalami . A. oksidasi D.

reduksi B. dehidrogenasi E. dehidrasi C. hidrolisis Kunci : E Penyelesaian : Jika gula pasir, juga karbohidrat lain, ditambah H 2 SO 4 pekat terjadi reaksi : Cn(H 2 O)m nC + mH 2 O H = -A kkal Untuk C 11 H 22 O 11gula pasir C 11 H 22 O 11 11C + 11H 2 O Reaksi ini merupakan reaksi bersifat eksoterm dan termasuk dehidrasi (pembebasan air). 6. Jika diketahui : MO 2 + CO MO + CO 2H = -20 kJ M 3 O 4 + CO 3MO + CO 2H = +6 kJ 3M 2 O 3 + CO 2M 3 O 4 + CO 2H = -12 kJ maka nilai H dalam kJ, bagi reaksi : 2MO 2 + CO M 2 O 3 + CO 2 adalah .

D. -18 A. -40 E. +18 B. -28 C. -26 Kunci : A Penyelesaian : Reaksi-reaksi dapat disusun sebagai berikut : 7. Larutan dengan pH = 12 dibuat dengan melarutkan larutan X gram NaOH (Mr = 40) dalam air sampai 500 mL Besarnya X adalah . A. 4,0 D. 0,4 B. 2,0 E. 0,2 C. 1,0 Kunci : E Penyelesaian : Diketahui : pH larutan = 12 POH = 14 - 12 = 2 . [OH - ] = 10 -2 M SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1994 2 8. Jika suatu reaksi kimia mencapai kesetimbangan maka komposisi campuran reaksinya tidak akan dapat berubah selama suhu tidak berubah.

SEBAB Tetapan kesetimbangan reaksi kimia hanya bergantung pada suhu. Jawaban : A B C D E Kunci : D Penyelesaian : Pernyataan : Salah Komposisi zat dalam keseimbangan dapat berubah walaupun suhu tetap. Hal ini sesuai dengan azas Le Chatelier Alasan : Benar Harga K hanya dipengaruhi suhu (T). H akan naik jika T naik untuk reaksi endoterm, dan sebaliknya.

K akan turun jika T naik untuk reaksi eksoterm dan sebaliknya. 9. Penggunaan batu bara secara besar-besaran sebagai sumber energi dapat menimbulkan efek rumah kaca. SEBAB Batubara, sebagai bahan bakar fosil mengandung senyawa belerang.

Jawaban : A B C D E Kunci : B Penyelesaian : Pernyataan : benar Pembakaran bahan bakar batu bara akan menghasilkan CO 2. Gas CO 2 menimbulkan efek rumah kaca (green house effect) yang ditandai dengan suhu bumi yang kian meningkat. Alasan : benar Bahan bakar fosil mengandung S (belerang).

Polutan yang akan ditimbulkan adalah SO 2 sebagai oksida asam yang bersifat korosif 10. Suatu unsur dengan konfigurasi elektron (Ar) 3d 3 4s 2 : 1.

terletak pada periode 4 3. bilangan oksidasi tertingginya +5 2. termasuk unsur transisi 4. nomor atomnya 23 Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Diketahui : X = [Ar] 3d 3 4s 2. (1) terletak pada periode 4/V B (2) X termasuk unsur blok d (transisi) karena orbital 3 belum penuh 3 2 (3) bilangan oksidasi tertinggi : +5 sebab elektron 3d 4s dapat lepas (4) nomor atom X = 23 karena 18Ar 11.

Bila unsur X mempunyai konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2maka pernyataan yang benar mengenai X adalah : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1994 3 1. X terdapat pada golongan alkali tanah 2. X dapat membentuk senyawa XCl 2 3. X dapat membentuk ion X 2+ 4. oksidanya mempunyai rumus XO Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Diketahui : X = 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 (1) Elektron valensi X = 4s2, letaknya perioda 4/IIA Jadi termasuk unsur alkali tanah 2+ (2) Ionnya berbentuk Xdengan Cl 2 akan terjadi senyawa ionik X + Cl 2 XCl 2 2 2+ (3) Jika elektron 4s lepas terbentuk X (4) Jika X direaksikan dengan O 2 terbentuk XO X 2+ + O 2 XO 12.

Di antara logam-logam berikut yang dapat bereaksi dengan air adalah : 1. K 3. Na 2. Ca 4. Ba Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Logam-logam golongan I A dan IIA dapat bereaksi dengan air.

Reaksi umumnya : 2L + 2H 2 O 2 LOH + H 2 (g) H = -K kkal M + 2H 2 O M (OH) 2 + H 2 (g) H = -b kkal Reaksi air dengan logam IA lebih cepat dan lebih eksoterm dari pada dengan logam IIA, larutan bersifat basa 13.

Yang dapat digolongkan sebagai alkohol tersier adalah senyawa : 1. CH 2 OH - CHOH - CH 2 OH 2. CH 3 - CH 2 - CH 2 OH 3. C 6 H 3 (OH) 3 4. (CH 3 ) 3 C - OH Jawaban : A B C D E Kunci : D Penyelesaian : Contoh alkohol tersier : t = butanol Strukturnya : 14. Pemancaran sinar beta terjadi pada reaksi inti : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1994 4 1.

3. 2. 4. Jawaban tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium A Kunci : D Penyelesaian : B C D E 15. Dari reaksi, N 2 O 4 (g) 2NO 2 (g), diketahui Kp pada 600° C dan pada 1000° C berturut-turut ialah 1,8 x 10 4 dan 2,8 x 10 4 dapat dikatakan bahwa : 1.

tekanan parsial NO 2 akan meningkat jika suhu dinaikkan 2. AH > 0 3. peningkatan ,tekanan total campuran gas dalam kesetimbangan akan menurunkan kadar NO 2 4.

Kp = Kc Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Diketahui : N 2 O 4 (s) 4 2NO2 (g), Kp pada 600° C = 1,8 x 10 Kp pada 1000°C = 2,8 x 10 4 (1) Jika suhu naik Kp naik, kesetimbangan bergeser ke kanan maka P NO 2 naik. (2) Karena Kp naik jika, sistem dipanaskan, maka reaksi pembentukan NO 2 bersifat endoterm.

(3) Menurut Le Chatelier, Jika sistem dikompresi kesetimbangan bergeser ke arah gas yang jumlah molnya kecil. Jadi jumlah N 2 O 4 naik, NO 2 berkurang. n=2-1=1 (4) Kp = Kc (RT) n Jadi Kp = Kc (RT) SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1994 5 1. Garam dengan kelarutan paling besar adalah .

A. AgCl, Ksp = 10 -10 D. Ag 2 S, Ksp = 1,6 x 10 -49 -11 B. AgI, Ksp = 10 -16 E. Ag 2 CrO 4Ksp = 3,2 x 10 -12 C.

Ag 2 CrO 4Ksp = 3,2 x 10 Kunci : E Penyelesaian : Jadi garam dengan larutan terbesar adalah 1,4 x 10 -4 2. CO(g) + H 2 O(g) CO 2 (g) + H 2 (g) Bila 1 mol CO dan 1 mol H 2 O direaksikan sampai terjadi keseimbangan, dan pada saat tersebut masih tersisa 0,2 mol CO, maka harga tetapan keseimbangan K, adalah . A. 4 D. 20 B. 9 E. 25 C. 16 Kunci : C Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 1 3.

Senyawa yang merupakan amina tersier adalah . A. C 2 H 5 NHCH 3 D. C 3 H 7 NH 2 B. (CH 3 ) 2 NCH 3 E. (CH 3 ) 2 NH C. C 6 H 5 NH 2 Kunci : B Penyelesaian : Amina tersier adalah : senyawa amoniak (NH 3 ) yang ketiga gugus H-nya diganti dengan gugus lain, tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium H diganti dengan CH 3maka : Jadi senyawa yang merupakan amina tersier adalah (CH 3 ) 2 NCH 3 4.

Bila pada pembakaran 1 mol hidrokarbon dengan O 2 murni dihasilkan CO 2 dan H 2 O dalam jumlah mol yang sama, maka hidrokarbon tersebut adalah . A. metana D. etuna B. etana E. benzena C. etena Kunci : C Penyelesaian : (a)CxHy + (b)O 2 (c)CO 2 + (d)H 2 O Karena (Cx - Hy) = 1 mol, maka a = 1, dan jika c = d = 2, maka : C 2 H 4 + 3O 2 2CO 2 + 2H 2 O . (seimbang) Jadi hidrokarbon tersebut adalah etena 5. Banyaknya Fe - yang dapat dioksidasi oleh 1 mol adalah .

A. 1 mol B. 2 mol C. 3 mol Kunci : E Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 D. 4 mol E. 6 mol 2 menghasilkan Fe 3+ dan Cr 3+ 6.

Campuran manakah di bawah ini, jika bereaksi, menghasilkan ester . A. propanol dengan natrium B. gliserol trioleat dengan natrium hidroksida C. asam oleat dengan natrium hidroksida D. propanol dengan fosfor trioksida E. etanol dengan asam asetat Kunci : A Penyelesaian : (A) Propanol dengan natrium C - C - C - OH + Na C - C - C - ONa + OH (B) gliserol trioleat dengan natrium hidroksida C) Asam oleat dengan natrium hidroksida Asam oleat + NaOH R - C = C - C = O - ONa + H 2 O D) propanol dengan fosfor trioksida C - C - OH + P 2 O 3 C - C = C + P 2O 3.

H 2O E). etanol dengan asam asetat C - C - OH + CH 3 - COOH C - O - O - C = O + H 2 O Jadi yang menghasilkan ester adalah etanol dengan asam asetat 7. Unsur X dengan konfigurasi elektron : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 dapat bereaksi dengan unsur Y, yang terletak di golongan oksigen, membentuk senyawa .

A. XY D. X 3Y B. X 2Y E. XY 2 C. X 2Y 3 Kunci : A Penyelesaian : 2 2 6 2 X = 1s 2s 2p 3s (2, 8, 2). Untuk mencapai keseimbangan perlu melepaskan 2 elektron valensinya. Sehingga konfigurasi elektronnya sesuai dengan konfigurasi e - gas mulai yaitu Ne (1,8).

Akibatnya cenderung bermuatan (+2) X +2. Y terletak di antara golongan oksigen berarti muatannya sama dengan muatan oksigen yaitu (-2) Y -2 +2 -2 Jadi X + Y XY 8. Unsur yang dapat menunjukkan bilangan oksidasi paling positif dalam senyawanya adalah . SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 3 A. oksigen D. karbon B. belerang E. klor C. nitrogen Kunci : E Penyelesaian : Bilangan oksida paling positif dalam HClO 4 adalah Cl. O => - 2, -1 S => -2,+4, +6 N => +1+2+3, +4, +5 Cl => - 1, +1 +3, +5, +7 C => +2, +4 Jadi unsur yang menunjukkan bilangan oksidasi paling positif dalam senyawanya adalah klor.

9. Secara teoritis banyaknya cuplikan dengan kadar belerang 80 %, yang dapat menghasilkan 8 g SO 3adalah . (O = 16, S = 32) A. 3g B. 4g C. 5g Kunci : B Penyelesaian : 2S + 3O 2 2SO 3 8 gram Jadi banyaknya cuplikan adalah 4 gram 10.

Asam konjugasi dari A. B. H 3O + C. H 3 PO 4 Kunci : D Penyelesaian : D. 6g E. 8g adalah . D. E. P 2O 5 11. Gas karbon monoksida dapat mengakibatkan keracunan. SEBAB Ikatan antara CO-Hb lebih kuat daripada ikatan O 2 -Hb. Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Gas kan monoksida (CO) di dalam pernafasan manusia akan mengikat O 2 menjadi CO 2sehingga orang tersebut mengalami kekurangan oksigen (timbul keracunan).

Reaksinya sebagai berikut : CO + 2O 2 CO 2 Ikatan CO-Hb lebih kuat karena O pada CO lebih reaktif dibanding O pada O 2. Sehingga tarik-menarik antara CO dengan Hb akan lebih kuat. Jadi pernyataan betul, alasan betul dan ada hubungannya. SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 4 12. Pada reaksi antara dengan neutron akan dihasilkan SEBAB Partikel beta merupakan elektron.

Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : dan partikel beta. Jadi pernyataan betul, alasan dan ada hubungannya. 13. Atom klor memiliki isotop stabil 35 Cl dan 37 Cl, dalam perbandingan 3 : 1. Berdasarkan data ini pernyataan yang benar adalah . 1. A, klor adalah 35,5 2. prosentase 37 Cl adalah 25 % 3. dalam 1000 molekul Cl 2 alamiah terdapat 1500 butir atom 35 Cl.

4. senyawa Cl dengan Ca memiliki rumus CaCl 2 Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : 14. Garam yang mengalami hidrolisis bila dilarutkan dalam air adalah . 1. Amonium klorida 3. Amonium karbonat 2. Natrium asetat 4. Kalium sulfida Jawaban : A Kunci : E Penyelesaian : B C D E Keterangan : 1. = terhidrolisis sebagian 2. = terhidrolisis sempurna Jadi semua pernyataan betul. 15. Suatu unsur dengan konfigurasi elektron (Ar) 3d 10 4s 2 SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 5 1. terletak pada periode 4 2.

nomor atomnya 30 3. mempunyai bilangan oksidasi tertinggi +2 4. termasuk unsur alkali tanah Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : x = [Ar] 3d 10 4s 2 = 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 10 1. Terletak pada periode 4 2. Nomor atomnya = 30 3. Bilangan oksidasi tertinggi + 2 4.

Tidak termasuk unsur alkali tanah Jadi pernyataan (1), (2), dan (3) betul SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1995 6 1. Pada reaksi transmutasi A. proton D. positron B. netron E. sinar y C.

elektron Kunci : B Penyelesaian : Reaksi transmutasi ialah perubahan inti atom suatu unsur menjadi inti atom unsur lain. Jumlah massa atom dan jumlah nomor atom ruas kiri harus sama dengan ruas kanan. Di ruas kiri massa atom jumlahnya 27 + 4 = 31 maka di ruas kanan massa atom x = 1, di ruas kiri nomor atom jumlahnya = 13 + 2 = 15, maka nomor atom x = 0, jadi x adalah netron bisa ditulis.

2. Jika konsentrasi Ca 2+ dalam larutan jenuh CaF 2 = 2 x 10-4 mol/L, maka hasil kali kelarutan CaF 2 adalah . A. 8 x 10 -8 D. 2 x 10 -12 B. 3,2 x 10 -11 E. 4 x 10 -12 -11 C. 1,6 x 10 Kunci : B Penyelesaian : CaF 2 Ca 2+ + 2F Diketahui konsentrasi Ca 2+ = 2. 10 -4 mol/L, maka : konsentrasi F - = 2 x (2. tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium -4 ) = 4.

10 -4jadi : Ksp CaF 2 = [Ca 2+ ] [F - ] 2 = (2 x 10 -4 ) (4 x 10 -4 )² = (2 x 10 -4 ) (16 x 10 -8 ) = 32 x 10 -12 = 3,2 x 10 -11 3. Pada pelarutan NH 3 terjadi kesetimbangan sebagai berikut : Yang merupakan pasangan asam-basa konyugasi adalah .

A. NH 3 dan H 2 O D. B. NH 4 dan OH E. H 2 O dan OH C. NH 3 dan OH Kunci : E Penyelesaian : pasangan asam - basa konjugasi : yang bersifat asam : dapat memberikan ion H +yaitu : yang bersifat basa : dapat menerima ion H +yaitu : 4. Nama kimia untuk senyawa : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 1 A. 1, 1-dietetil-3-butanon B. 2-metil-4-pentanon C. 4, 4-dietetil-2-butanon Kunci : E Penyelesaian : D. isopropil metil keton E.

4-metil-2-pentanon Rantai terpanjang ada 5, di no 2 gugus fungsi keton, no 4 ada cabang metil maka nama yang sesuai adalah : 4-metil-2-pentanon 5. Hasil reaksi antara larutan asani propanot dengan etanol adalah . A. CH 3 COOCH 3 D. C 2 H 5 COOC 3 H 7 B.

C 2 H 5 COOC 2 H 5 E. C 3 H tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium COOCH 3 C. C 3 H 7 COOC 2 H 5 Kunci : B Penyelesaian : Hasil reaksi antara asam propionat dengan etanol adalah suatu ester 6. Waktu paruh 210 Bi adalah 5 hari. Jika mula-mula disimpan beratnya 40 gram, maka setelah disimpan selama 15 hari beratnya berkurang sebanyak .

A. 5 gram D. 30 gram B. 15 gram E. 35 gram C. 20 gram Kunci : A Penyelesaian : Diketahui : waktu paruh (t ) = 5 hari jumlah mula-mula = 40 gram waktu peluruhan = 15 hari Ditanya : berat berkurangnya sebanyak ? SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 2 7. Berapa Faraday yang diperlukan untuk mereduksi 60 gram ion kalsium menjadi logam kalsium (Ar Ca = 40) ?

A. 1,0 D. 3,0 B. 1,5 E. 4,0 C. 2,0 Kunci : D Penyelesaian : 8. Masing-masing unsur A, B, C, D, dan E di bawah ini mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut : A. 1s² 2s² 2p 6 3s² B. 1s² 2s² 2p 6 3s 1 C. 1s² 2s² 2p 6 3s² 3p² D. 1s² 2s² 2p 6 3s² 3p 6 3d 10 4s² 6 6 10 6 E. 1s² 2s² 2p 3s² 3p 3d 4s²4s² 4p 5s² Pasangan yang merupakan unsur-unsur dari satu golongan yang sama adalah .

D. A dan C A. A dan E E. D dan E B. A dan B C. A dan D Kunci : A Penyelesaian : Pasangan unsur yang merupakan satu golongan adalah yang mempunyai elektron valensi yang lama 9. Reaksi yang terjadi antara KClO 3 dan HCl adalah : KClO 3 + 6HCl KCl + 3H 2 O + 3Cl 2 Jika diketahui Ar = 39 ; Cl = 35; O = 16; H = 1; untuk memperoleh 142 gram Cl 2 diperlukan KClO 3 sebanyak . A. 122,5 gram B. 81,7 gram C. 61,3 gram Kunci : B Penyelesaian : KClO 3 + 6HCl SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 D.

40 8 gram E. 24,5 gram KCl + 3H 2 O + 3Cl 2 3 Diketahui : gram Cl 2 = 142 Ditanya : gram KClO 3 ? Jawab : gram KClO 3 = KClO 3 x Mr KClO 3 10. Pada suhu dan tekanan yang sama, massa 2 liter gas x = 64), Mr gas x adalah . A. 80 B. 64 C. 34 Kunci : E Penyelesaian : Pada P dan T yang sama 2 liter gas x = massa 1 liter gas SO 2 (M, = D. 32 E. 16 massa 1 liter gas SO 2 (Mr = 64) Mr gas x = ?

11. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi : PCl 2 PCl 3 (g) + Cl 2 (g) pada suhu 760 K adalah 0,05. Jika konsentrasi awal PCl 5 0,1 mol L -1maka pada keadaan setimbang PCl 5 yang terurai adalah . A. 12,5 % B. 20,0 % C. 25,0 % Kunci : E Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 D.

33,3 % E. 50,0 % 4 12. Dalam ruangan 1 L terdapat kesetimbangan antara gas N 2H 2 dan NH 3 dengan persamaan reaksi 2NH 3 (g) N 2 (g) + 3H 2 (g). Pada kesetimbangan tersebut terdapat 0,01 mol N 20,01 mol H 2 dan 0,05 mo1 NH 3. Harga konstanta kesetimbangan reaksi adalah . A. 2 x 10 -8 D. 4 x 10 -6 -5 -10 B. 5 x 10 E .

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

2 x 10 C. 5 x 10 -10 Kunci : D Penyelesaian : 13. Cl 2 dapat bereaksi dengan Br - membentuk Br 2 dan Cl -. SEBAB Cl dan Br adalah unsur segolongan dtilam sistem periodik. Jawaban : A B C D E Kunci : B Penyelesaian : Cl 2 dapat bereaksi dengan Br membentuk Br 2 dan Cl pernyataan benar karena unsur Cl mempunyai nomor atom yang lebih kecil dibandingkan Br sehingga sifat oksidatornya Cl lebih kuat atau dilihat harga E°, E° Cl 2 > E° Br maka oksidator Cl 2 lebih kuat berarti Br dapat dioksidasi oleh Cl 2.

Cl dan Br adalah unsur datam satu golongan., alasan benar tetapi keduanya tidak mempunyai hubungan sebab akibat. 14. Unsur dengan konfigurasi elektron1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 2p 6 : adalah unsur yang .

SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 5 1. termasuk golongan gas mulia 2. energi ionisasinya tinggi 3. sukar bereaksi 4. berada dalam bentuk atomnya Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 2p 6 mempunyai 8 elektron valensi di orbital s.p berarti termasuk golongan VIII A yaitu golongan gas mulia yang mempunyai sifat energi ionisasinya tinggi dibandingkan golongan lainnya, sukar bereaksi dengan unsur lain karena mempunyai 8 elektron terluarnya dan datam keadaan bebas selalu datam keadaan atomnya karena berupa gas yang monoatomik.

15. Pernyatan yang benar adalah . 1. Reaksinya disebut reaksi esterifikasi 2. Nama ester yang dihasilkan adalah etil asetat 3. Ester yang dihasilkan adalah isomer dari asam butanoat 4. Bila 30 gram asam tersebut di atas direaksikan dengan etanol berlebih, maka berat ester yang dihasilkan adalah 44 g. A, C = 12, O= 16, H = 1 Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Reaksi asam asetat dengan etanol merupakan reaksi esterifikasi.

Menghasilkan etil etanoat atau etil asetat, merupakan isomer dari asam butanoat karena mempunyai rumus molekul yang sama dan rumus gugus fungsi yang berbeda. maka gram etil asetat = mol etil asetat x M, = 0,5 mol x 88 = 44 gr.

SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1997 6 1. Di antara gas berikut yang mempunyai jumlah atom paling banyak pada keadaan STP adalah . A. 2,8 liter CH 4 D. 5,6 liter SO 2 B. 2,8 liter C 2 H 4 E. 5,6 liter C 2 H 2 C. 5,6 liter CO 2 Kunci : E Penyelesaian : 2. Logam manakah yang tidak diperoleh dengan proses elektrolisis ? A. natrium D. merkuri B. alumunium E. kalsium C. magnesium Kunci : D Penyelesaian : - Natrium diperoleh dengan proses elektrolisis - Alumunium diperoleh dengan proses elektrolisis - Magnesium diperoleh dengan proses elektrolisis - Kalsium diperoleh dengan proses elektrolisis - Merkuri diperoleh dengan proses Merkurioksida 3.

Sebanyak 92 gram senyawa karbon dibakar sempurna menghasilkan 132 gram karbon dioksida (Mr = 44) dan 72 gram air (Mr = 18). Rumus empirik senyawa karbon tersebut adalah .

A. C 2H 2O 2 D. C 5 H 12 O B. C 3H 8O 3 E. C 6 H 14 C. C 4 H 10 O 2 Kunci : B Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 1 sehingga rumus empirik senyawa, menjadi C 3 H 8 O 3 4. Pada suhu tertentu 0,350 gr BaF 2 (Mr = 175) melarut dalam air murni membentuk 1 L larutan jenuh. Hasil kali kelarutan BaF 2 pada suhu itu adalah .

A. 1,7 x 10 -2 -6 B. 3,2 x 10 C. 3,2 x 10 -8 Kunci : C Penyelesaian : D. 3,2 x 10 -9 -9 E. 4,0 x 10 5. mpat unsur A, B, C, dan D masing-masing mempunyai nomor atom 6, 8, 17, dan 19. Pasangan unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah . A. A dan D D. B dan C B. A dan B E. B dan D C. C dan D Kunci : C Penyelesaian : A menangkap 4 elektron C mertangkap 1 elektron B menangkap 2 elektron D menangkap 1 elektron Ikatan yang paling bersifat ion terbentuk yang mengandung 1 elektron yaitu C dan D 6.

Massa jenis suatu larulan CH 3 COOH 5,2 M adalah 1,04 g/mL. Jika Mr = CH 3 COOH = 60, konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % berat asam asetat adalah . A. 18 % D. 36 % B. 24 % E. 40 % C. 30 % Kunci : C Penyelesaian : Diketahui. M = 5,2 Bj = 1,04 g/ml Mr = 60 SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1998 2 7. Pada elektrolisis leburan Al 2 O 3 (Ar O = 16, Al = 27), diperoleh 0,225 gram Al.

Jumlah muatan listrik yang diperlukan adalah . (1 F = 96500 C/mol) A .

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

221,9 coulomb D. 2412,5 coulomb B. 804,0 coulomb E. 8685,0 coulomb C. 1025 9 coulomb Kunci : D Penyelesaian : 8. Suatu reaksi mempunyai ungkapan laju reaksi v = k [P]² [Q].

Bila konsentrasi masing-masing pereaksi diperbesar 3 kali, kecepatan reaksinya diperbesar . A. 3 kali D. 18 kali B. 6 kali E. 27 kali C. 9 kali Kunci : E Penyelesaian : V = k[P]² [Q] 1 diperbesar 3 x V = [3]² [3] V=9.3 V = 27 9. Pada reaksi inti SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1998X adalah . 3 A. D. B.

E. C. Kunci : D Penyelesaian : 10. Di daerah industri gas-gas yang dapat menyebabkan korosi adalah . A. O 2, N 2 D. CO, H 2 O B. CO, N 2 E. SO 2NO 2 C. CO 2CO Kunci : E Penyelesaian : Di daerah-daerah industri atau di daerah-daerah lain akan terjadi korosi yang disebabkan oleh udara yang banyak mengandung oksida-oksida asam, yaitu : SO 2dan NO 2 11.

Ketiga reaksi berikut : Berturut-turut merupakan reaksi . A. adisi - substitusi - eliminasi B. adisi - eliminasi - substitusi C. substitusi - adisi - eliminasi D. substitusi - elinunasi - adisi E. eliminasi - adisi - substitusi Kunci : D Penyelesaian : 1) Reaksi tilok mehbatkan ikatan rangkap (substitusi) 2) Reaksi ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap (eliminasi) 3) Reaksi ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal (adisi) 12.

Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi 2X + 2Y kesetimbangan untuk reaksi 2Z X + Y adalah A. 0,2 D. 5 B. 0,5 E. 25 C. 4 Kunci : D Penyelesaian : Reaksi : 2X + 2Y 4Z 0,04 X + Y 2Z Reaksi dibalik dan dibagi dua, sehingga : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1998 4 4Z adalah 0,04 tetapan 13.

Belerang dapat diperoleh dari gas alam dengan mengoksidasi gas H 2 S sesuai dengan reaksi berikut yang belum setara : H 2 S + O 2 S + H 2 O. Banyaknya belerang yang dapat diperoleh dengan mengoksidasi 224 L H 2 S pada STP adalah . (Ar S = 32) A. 10 gram B. 32 gram C. 160 gram Kunci : E Penyelesaian : D. 224 gram E. 320 gram 14. Brom (Br 2 ) dapat dibuat dengan mengalirkan gas klor (Cl 2 ) ke dalam larutan garam bromida SEBAB Sifat oksidåtor brom lebih kuat daripada klor.

Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Cl 2 + 2 Br - 2Cl - + Br 2 Karena sifat oksidator klor lebih kuat dari brom, sehingga gas klor depal mengoksidasi ion bromida. 15. Senyawa alkohol berikut ini yang bersifat optik-aktif adalah . 1. 2 - propanol 3. 3 - pentanol 2. 2 - metil - 2 - butanol 4. 2 - butanol Jawaban : A B C D E Kunci : D Penyelesaian : Karena yang mengandung atom C asimetrik hanya 2-butanol SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1998 5 1.

Pada peluruhan menjadi kemudian meluruh menjadi yang dipancarkan berturut-turut adalah . A. foton dan beta D. beta dan alfa B. foton dan alfa E. alfa dan beta C. beta dan foton Kunci : D Penyelesaian : Reaksi peluruhan :partikel-partikel 2. Perhatikan reaksi : C(s) + O 2 (g) CO 2 (g), H = -394 kJ/mol 2CO(g) + O 2 (g) 2CO 2 (g), H = -569 kJ/mol.

Reaksi pembentukan 140 gram karbon monoksida (Mr = 28) disertai dengan . A. - 547,5 kJ D. + 175 kJ B. - 219 kJ E. + 219 kJ C. -175 kJ Kunci : A Penyelesaian : Reaksi Pembentukan CO : H sebesar 3. Asam sulfat ditambahkan pada 500 ml larutan BaCl 4 0,2M sampai terjadi endapan BaSO 4 dengan sempurna. Mr BaSO 4 = 233. Endapan BaSO 4 yang terjadi adalah .

A. 68,0 gram D. 23,3 gram B. 46,6 gram E. 11,7 gram C. 34,0 gram Kunci : D Penyelesaian : Reaksi pengendapan : BaCl 2 + H 2 SO 4 BaSO 4 + 2 HCl Mol BaCl 2 = 0,2 mol/L x 500 mL = 100 mmol = 0,1 mol Berdasarkan persamaan reaksi : Mol BaCl 2 = Mol BaSO 4 = 0,1 mol Jadi BaSO 4 = 0,1 mol x 233 g/mol = 23,3 g SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 2000 1 4. Nomor atom Q = 20 dan nomor atom S = 8. Jika Q dan S membentuk senyawa QS, maka senyawa ini memiliki ikatan .

A. kovalen polar D. ion B. kovalen non polar E. hidrogen C. kovalen koordinasi Kunci : D Penyelesaian : Konfigurasi elektron : 6 6 20 Q = 1s² 2s² 2p 3s² 3p 4s² (golongan IIA) 1 8 S = 1s² 2s² 2p (golongan VI A) Ikatan yang mungkin terjadi antara Q (logam alkali tanah dan S (non logam) adalah ikatan ion (serah terima elektron). 5. Ion Co 2+ mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d 1. Jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam Co 2+ . A. 1 D. 5 B. 2 E. 7 C. 3 Kunci : C Penyelesaian : Konfigurasi elektron: Jumlah elektron tidak berpasangan = 3 6.

Jika dipanaskan pada suhu tertentu, 50% 2 O 4 mengalami disossiasi sesuai dengan reaksi : N 2 O(g) 2NO 2 (g). Dalam kesetimbangan perbandingan mol N 2 O 4 terhadap NO 2 adalah .

D. 4:1 A. 3:2 E. 2:1 B. 1:2 C. 1:1 Kunci : B Penyelesaian : Misal N 2 O 4 mula-mula = 1 mol. 50 % N 2 O 4 berdisossiasi artinya % mol telah terurai dari mol mula-mula. Maka : N 2O 4 2 NO 2 Mula-mula : 1 mol Terurai : mol 1 mol Setimbang : mol 1 mol Jadi Perbandingan mol N 2 O 4 : NO 2 = 1 : 2 7.

Asam lemah HA 0,1M mengurai dalam air sebanyak 2%. Tetapan ionisasi asam lemah tersebut adalah . SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 2000 2 A. 2 x 10 -3 B. 4 x 10 -3 -4 C. 2 x 10 Kunci : E Penyelesaian : [HA] = 0,1 M = 1.10 -1 HA terurai 2%, berarti Ka = [HA] = ² = (1.10 -1 ). (2.10 -2 ) = 4 x 10 -5 D. 4 x 10 -4 E. 4 x 10 -5 = 2.10 -2 8. Konsentrasi larutan HCl yang diperoleh dengan mencampurkan 150 mL HCl 0,2 M dan 100 mL HCl 0,3 M, adalah . A. 0,20 M D. 0,60 M B. 0,50 M E. 0,30 M C. 0,24 M Kunci : B Penyelesaian : I.

HCl = 150 mL x 0,2 mol/L = 30 mmol II. HCl = 100 mL x 0,3 mol/L = 30 mmol Maka : HCL total = 30 mmol + 30 mmol = 60 mmol Volume total 150 ml + 100 mL = 250 mL Jadi : 9. Reaksi berikut dapat berlangsung kecuali reaksi antara . A. larutan Kl dengan gas Br 2 B. larutan Kl dengan gas Cl 2 C. larutan KCl dengan gas Br 2 D.

larutan KBr dengan gas Cl 2 E. larutan KCl dengan gas F 2 Kunci : C Penyelesaian : Dalam sistem periodik unsur halogen dari atas ke bawah (F 2 - Cl 2 - Br 2 - I 2 ) daya oksidatornya makin kecil, artinya suatu halogen dapat mengoksidasi halogen di bawahnya, tetapi tidak mampu mengoksidasi halogen di atasnya.

Jadi reaksi yang tidak dapat berlangsung adalah : KBr + Cl 2 KCl + Br 2 Seharusnya reaksinya : KBr + Cl 2 KCl + Br 2 10. Reaksi 2-propanol dengan asam bromida menghasilkan 2-bromopropana merupakan reaksi . A. adisi D. redoks B. substitusi E. polimerisasi C. eliminasi Kunci : B Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 2000 3 Reaksi antara : Reaksi di atas merupakan reaksi substitusi.

11. Deterjen kurang efektif digunakan untuk mencuci di daerah pegunungan. SEBAB Deterjen tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dipengaruhi oleh kesadahan air.

Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Pernyataan salah, karena di daerah pegunungan umumnya tingkat kesadahan airnya cukup tinggi, sehingga deterjen cukup efektif digunakan, sebab deterjen tidak dipengaruhi oleh tingkat kesadahan air. Jadi alasan juga salah. 12. Pernyataan yang benar untuk reaksi : (CH 3 ) 2 NH(aq) + H 2 S(aq) (CH 3 ) 2 NH 2 + (aq) + HS - (aq) adalah . 1. (CH 3 ) 2 NH 2 merupakan basa konjugasi dari H 2 S 2. (CH 3 ) 2 NH 2 + bersifat asam 3. H 2 S merupakan asam konjugasi dari (CH 3 ) 2 NH 2 + 4.

HS - bersifat basa Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Pasangan asam basa konjugasi dari reaksi berikut adalah : 13. Yang merupakan reaksi redoks adalah . 1. NaOH + H 2 SO 4 NaHSO 4 + H 2 O 2. H 2 + Cl 2 2HCl 3. reaksi alkohol diubah menjadi alkena 4. reaksi glukosa dengan larutan Fehling Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Reaksi redoks terjadi jika ada unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Jadi yang merupakan reaksi redoks adalah : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 2000 4 Reaksi glukosa dengan larutan fehling, yaitu gugus aldehid pada glukosa diubah menjadi gugus karboksilat.

14. Senyawa manakah di bawah ini yang mempunyai nama 3,3-dimetilpentana . 1. 2. 3. 4. Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Rumus 3,3-dimetil pentana dapat ditulis sebagaimana pada pilihan (1), (2), dan (3) 15. Perhatikan dua reaksi berikut : Al(OH) 3 (s) + OH,(aq) Al(OH) - (aq) Al(OH) 3 (s) + 3H 3 O + (aq) Al 3+ (aq) + 6H 2 O(l) Pernyataan yang benar adalah .

1. Al(OH) 3 melarut dalam asam 2. Al(OH) 3 melarut dalam basa 3. Al(OH) 3 bersifat amfoter 4. bilangan oksidasi Al dalam Al(OH) 4 - adalah +3 Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Al(OH) 3 dapat larut dalam asam maupun basa, sehingga Al(OH) 3 bersifat amfoter. Biloks Al(OH) 4 - = Biloks Al + biloks OH -1 = Biloks Al + + 4(-1) Jadi biloks Al = +3 SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 2000 5 1.

Dari beberapa unsur berikut yang mengandung : 1. 20 elektron dan 20 netron 2. 10 elektron dan 12 netron 3. 15 proton dan 16 netron 4. 20 netron dan 19 proton 5. 12 proton dan 12 netron Yang memiliki sifat mirip dalam sistem periodik adalah .

A. 1 dan 2 D. 3 dan 4 B. 2 dan 3 E. 1 dan 5 C. 2 dan 4 Jawaban : E Penyelesaian : 1. 20 elektron dan 20 neutron 4 2 8 8 2 : Golongan IIA, Periode 4 20 X 2. 10 elektron dan 12 neutron 2 8 : Golongan VIII A, Periode 2 10 X 3. 15 proton dan 16 neutron 2 8 5 : Golongan VA, Periode 3 15 X 4. 20 neutron dan 19 proton 4 2 8 8 1 : Golongan IA, Periode 4 19 X 5. 12 proton dan 12 neutron 2 8 2 : Golongan IIA, Periode 3 12 X Unsur yang terletak di dalam satu satu golongan akan memiliki sisfat yang mirip jadi pilihan yang tepat adalah 1 dan 5.

2. Berdasarkan tabel berikut : Molekul PH 3 memiliki titik didih terendah. Penyebabnya adalah . A. B. C. D. E. Mr terkecil Molekulnya kecil Terdapatnya ikatan hidrogen Terdapatnya ikatan gaya London Terdapatnya ikatan gaya van der walls Jawaban : E Penyelesaian : Pada molekul PH 3terdapat ikatan gaya Van der Waals. Ikatan Van der Waals jauh lebih rendah daripada ikatan hidrogen. Energi untuk memutuskan ikatan hidrogen sekitar 15 s/d 40 kJ/mol, sedangkan untuk gaya Van der Waals sekitar 2 s/d 20 kJ/mol.

Itulah sebabnya ikatan Van der Waals mempunyai titik cair dan titik didih lebih rendah. 3. Berdasarkan gambar di bawah : Created by InVirCom, http://www.invir.com 1 Jika skala menunjukkan x lt, berarti gas yang dihasilkan x lt adalah . (Ar Mg =24) A. 3,361t D. 7,20 It B. 3,601t E. 14,41t C. 22,41t Jawaban : B Penyelesaian : mol Mg = = 0,25 mol mol HCl = 300 x 1 = 300 mmol = 0,3 mol Mg (s) + 2 HCl (aq) m: 0,25 0,3 b : 0,15 0,3 s : 0,1 0 HCl habis bereaksi.

MgCl 2 (aq) + H 2 (g) mol H 2 = x 0,3 = 0,1 mol mol HCl = T = tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium = 300 K PV = n R T V= = 3,60 liter 4. Tabung gas LPG mengandung gas propana (C 3 H 8 ) dan gas butana (C 4 H 10 ) di mana sangat dipergunakan dalam kehidupan rumah tangga selain minyak tanah. Jika campuran gas yang terdapat pada tabung pada gambar di atas volumenya 20 1iter dibakar dengan udara yang mengandung 20% gas oksigen, maka udara yang diperlukan sebanyak .

A. 500 liter D. 1150 liter B. 650 liter E. 1300 liter C. 1000 liter Created by InVirCom, http://www.invir.com 2 Jawaban : D Penyelesaian : (C 3 H 8 + C 4 H 10 ) + O2 7 CO 2 + 9 H 2 O 20 liter Udara mengandung 20% gas oksigen, maka : Volume udara yang diperlukan = x 230 = 1150 liter.

5. Berdasarkan tabel berikut : Urutan unsur-unsur tersebut dalam suatu perioda dari kiri ke kanan adalah . A. T, Q, R, S dan P D. T, S, Q, R dan P B. T, R, Q, P dan S E. T, Q, S, R dan P C. T, P, Q, R dan S Jawaban : B Penyelesaian : Dalam satu periode, dari ke kanan, energi ionisasi cenderung Semakin besar. T(738) < R(786) < Q(1012) < P(1251) < S(1521) 6. Berdasarkan gambar berikut : Ikatan kovalen koordinasi terletak pada nomor .

A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 Jawaban : B Penyelesaian : Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan elekron yang dipakai bersama hanya berasal dari salah satu atom. Ikatan antara N dan O, pasangan elektron yang dipakai bersama hanya berasal dari atom N. 7. Berdasarkan tabel berikut : Created by InVirCom, tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 3 Senyawa yang paling polar di bawah ini adalah .

D. HCl A. CO 2 E. PH 3 B. ClO C. CH 4 Jawaban : D Penyelesaian : Berdasarkan tabel, selisih keelektronegatifan : - CO 2 = 3,5 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 2,5 = 1 - ClO = 3,5 - 3,0 = 0,5 - CH 4 = 2,5 - 2,1 = 0,4 - HCl = 3,0 - 2,1 = 0,9 - PH3 = 2,1 - 2,1 = 0 Walaupun selisih keelektronegatifan pada CO 2 tertinggi, tetapi CO 2 termasuk non-polar sebab distribusi elektronnya merata/simetris sehingga saling meniadakan.

Senyawa yang paling polar adalah senyawa yang memiliki selisih keelektronegatifan besar, tetapi distribusi elektronnya tidak simetris/merata (tertarik pada salah satu kutub). CO 2 HCl Jadi senyawa yang paling polar adalah HCl. 8. Diketahui kurva reaksi sebagai berikut : Berdasarkan kurva tersebut, harga A.

B. C. H1 - H2 - H3 H1 + H2 - H4 H1 - H3 - H4 H 2 adalah . D. E. Jawaban : C Penyelesaian : Created by InVirCom, http://www.invir.com 4 H1 - H3 + H4 H1 + H3 + H4 Berdasarkan kurva di atas diperoleh : H1 = H2 + H3 + H4 H2 = H1 - H3 - H4 9. Di antara data kondisi reaksi berikut : Manakah laju reaksinya paling rendah . A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 Jawaban : C Penyelesaian : Laju reaksi dipengaruhi oleh faktor : - Luas permukaan zat : berupa serbuk laju reaksi semakin besar.

- Konsentrasi : konsentrsi semakin tinggi laju reaksi semakin besar - Suhu : suhu semakin tinggi laju reaksi semakin besar Jadi, laju reaksi paling rendah adalah zat yang berupa lempeng dengan suhu yang paling rendah. 10. Hasil uji daya hantar listrik terhadap larutan A dan B diperoleh hasil sebagai berikut.

Pada larutan A, lampu menyala dan terbentuk gelembung-gelembung gas, pada larutan B lampu tidak menyala dan terbentuk gelembung-gelembung gas. Kesimpulan yang dapat Anda tarik dari data tersebut adalah . A. B. C. D. larutan A adalah elektrolit karena mudah larut dalam air larutan A adalah non-elektrolit karena hanya menghasilkan gelembung-gelembung larutan B adalah elektrolit karena tidak menghasilkan gelembung-gelembung larutan A adalah non-elektrolit karena terurai menjadi ion-ion yang menyalakan lampu E.

larutan B adalah elektrolit karena terurai menjadi ion-ion menghasilkan gelembung-gelembung Jawaban : E Penyelesaian : - Larutan elektrolit: dapat terionisasi - Non-elektrolit: tidak dapat terionisasi Lihat gambar di bawah ini : Created by InVirCom, http://www.invir.com 5 11.

Perhatikan tabel Ka dan beberapa asam berikut: Di antara asam di atas yang paling lemah adalah . A. HL D. HC B. HD E. HE C. HB Jawaban : B Penyelesaian : Semakin besar harga Ka, maka sifat asamnya akan semakin kuat. Urutan sifat keasaman berdasarkan tabel harga Ka : HD < HA < HB < HE < HK < HG < HC < HL (HD : asam paling lemah, karena harga Ka-nya paling kecil yaitu 1,8. 10 -12 ) 12. Berdasarkan hasil titrasi yang alatnya dan gambarnya seperti di atas diperoleh data sebagai berikut : Created by InVirCom, http://www.invir.com 6 Maka konsentrasi HC1 adalah .

A. 0,05 M B. 0,08 M C. 0,1 M D. 1M E. 0,04 M Jawaban : E Penyelesaian : Volume HCl (V 1 ) = 25 ml Konsentrasi HCl (M 1 ) = X M Volume NaOH (V 2 ) = Volume rata-rata = = 10,2 ml Konsentrasi NaOH (M 2 ) = 0,1 M Molaritas HCl dan NaOH = Normalitasnya (karena asam bervalensi satu dan basa bervalensi satu). M=N V1. N1 = V2. N2 25. X = 10,2. 0,1 X= = 0,04 M 13. Berdasarkan pasangan larutan berikut ini : 1. 50 mL CH 3 COOH 0,2 M dan 50 mL NaOH 0,1 M 2. 50 mL CH 3 COOH 0,2 M dan 100 mL NaOH 0,1 M 3.

50 mL H 2 CO 3 0,2 M dan 100 mL NH 3 (aq) 0,1 M 4. 50 mL HCl 0,1 M dan 50 mL NH 3(aq) 0,2 M 5. 50 mL HCl 0,1 M dan 50 mL NaOH 0,2 M Pasangan-pasangan yang pH-nya tidak akan berubah apabila ditambah sedikit larutan basa kuat atau asam kuat adalah .

A. 1 dan 2 D. 2 dan 3 B. 1 dan 3 E. 1 dan 5 C. 1 dan 4 Jawaban : C Penyelesaian : Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH. Larutan penyangga terdiri dari campuran : - Asam lemah dengan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Contohnya CH 3 COONa, Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 3 COOK dsb - Basa lemah dengan garamnya Contohnya NH 4 Cl, (NH 4 ) 2 SO 4 dsb.

1. CH 3 COOH + NaOH CH 3 COONa + H 2 O m : 10 mmol 5 mmol b: 5 5 Created by InVirCom, http://www.invir.com 7 s: 5 mmol (asam lemah dengan garamnya) 5 mmol 2. CH 3 COOH + NaOH CH 3 COONa + H 2 O m : 10 mmol 10 mmol b : 10 10 s: 10 mmol (habis bereaksi, tinggal garamnya) 3.

H 2 CO 3 + 2 NH 3 (NH 4 ) 2 CO 3 m : 10 mmol 10 mmol b: 5 10 s: 5 mmol 5 mmol (bukan penyangga, karena asam dan basanya dua-duanya lemah) 4.

HCl + NH 3 NH 4 Cl m : 5 mmol 10 mmol b: 5 5 s: 5 mmol (basa lemah dengan garamnya) 5. 5 mmol HCl + NaOH NaCl + H 2 O m : 5 mmol 10 mmol b: 5 5 s: 5 mmol 5 mmol (asam kuat dan basa kuat yang tersisa basa kuat, pH basa kuat) 14. Berdasarkan gambar berikut : Jika garam-X terdiri dari asam lemah dan basa kuat, maka Mr garam-X adalah . -4 -14 (Ka = 2 .10 ; Kw =10 ) A. 13,6 D. 3,4 B.

10,2 E. 1,7 C. 6,8 Jawaban : C Created by InVirCom, http://www.invir.com 8 Penyelesaian : pH = 9 pOH = 14 - 9 = 5, maka [OH - ] = 10 -5 -12 15. Diketahui : Ksp Ag 2 CO3 = 8 x 10 -10 Ksp AgCl = 2 x 10 -16 Ksp Ag 3 PO 4 = 1 x 10 Ksp AgI = 8,5 x 10 -17 -16 Ksp AgCN =1,2 x 10 Berdasarkan data tersebut, garam yang paling besar kelarutannya dalam air adalah .

A. AgCl D. Ag 2 CO 3 B. A 3 PO 4 E. AgCN C. AgI Jawaban : D Penyelesaian : Ksp = (n - 1) n-1 s n 2a. Ag 2 CO 3 2 Ag + CO 3 2+ 2 Ksp Ag 2 CO 3 = [Ag ]. [CO 3 ] -12 2 8. 10 = (2s) (s) -12 3 8. 10 = 4 s + - b. AgCl Ag + Cl Ksp AgCl = [Ag + ] = [Ag + ] [Cl - ] -10 2. 10 = s. s 2. 10 -10 = s² Created by InVirCom, http://www.invir.com 9 c.

Ag 3 PO 4 3 Ag + + PO 4 3Ksp Ag 3 PO 4 = [Ag + ] 3 [PO 4 3- ] 1. 10 -16 = (3s) 3. s -16 4 1. 10 = 27 s + d. AgI Ag + I + Ksp AgI = [Ag ] [I - ] -17 8,5. 10 = s. s 8,5. 10 -17 = s² e. AgCN Ag + + CN + Ksp AgCN = [Ag ] [CN ] 1,2. 10 -16 = s. s -16 1,2. 10 = s² Jadi garam yang memiliki kelarutan paling besar adalah Ag 2 CO 3 16. Berikut adalah data titik beku (T f ) berbagai larutan elektrolit dan non-elektrolit. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa . A. larutan elektrolit yang berkonsentrasi sama memiliki titik beku yang sama B.

titik beku larutan dipengaruhi oleh jenis zat terlarut dan jenis pelarut C. titik beku larutan elektrolit lebih tinggi daripada larutan non-elektrolit D. semakin besar konsentrasi zat, semakin tinggi titik beku larutan E.

pada konsentrasi sama, titik beku larutan elektrolit lebih rendah daripada larutan non-elektrolit Jawaban : E Penyelesaian : Berdasarkan data titik beku larutan elektrolit dan non-elektrolit : Pada konsentrasi yang sama, titik beku larutan elektrolit lebih rendah daripada larutan non-elektrolit (bandingkan antara NaCl, K 2 SO 4 dengan gula, antara MgSO 4 dengan Urea). Created by InVirCom, http://www.invir.com 10 17. Dari diagram PT H 2 O berikut yang merupakan daerah perubahan titik beku adalah .

A. A dan H D. I dan J B. B dan C E. D dan E C. G dan H Jawaban : C Penyelesaian : Titik H adalah titik beku pelarut (H 2 O), yaitu 0°C Titik G adalah titik beku larutan, yaitu < 0°C (negatif) Jadi, daerah perubahan titik beku adalah G dan H. 18. Diketahui data potensial elektroda standar : Ag (s) E° = +0,80 volt Ag + (aq) + e 2+ Zn (aq) + 2e Zn (s) E° = -0,76 volt 3+ In (aq) + 3e In (s) E° = -0,34 volt 2+ Mn (s) E° = -1,20 volt Mn (aq) + 2e Reaksi redoks yang tidak berlangsung spontan adalah .

A. Zn 2+ (aq) + Mn (s) Mn 2+ (aq) + Zn (s) In 3+ (aq) + 3 Ag (s) B. 3 Ag + (aq) + In (s) 2 In (s) + 3 Mn 2+ (aq) C. 3 Mn (s) + 2 In 3+ (aq) D. 2 I 3+ (aq) + 3 Zn (s) 2 In (s) + 3 Zn 2+ (aq) E. Mn 2+ (aq) + 2 Ag (s) Mn (s) + 2 Ag + (aq) Jawaban : E Penyelesaian : Agar reaksi dapat berlangsung spontan maka E° sel harus positif - E° sel = E° red - E° oks = E° Zn - E° Mn = -0,76 - (-1,20) = +0,44 V (spontan) - E° sel = E° red - E° oks = E° Ag - E° In = 0,80 - (-0,34) Created by InVirCom, http://www.invir.com 11 = + 1,14 V (spontan) - E° sel = E° red - E° oks = E° In - E° Mn = -0,34 - (-1,20) = +0,86 V (spontan) - E° sel = E° red - E° oks = E° In - E° Zn = -0,34 - (-0,76) = +0,42 V (spontan) - E° sel = E° red - E° oks = E° Mn - E° Ag = -120 - 0,80 = tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium volt (tidak spontan) 19.

Peristiwa elektrolisis dari keempat gambar di atas yang menghasilkan gas oksigen adalah. A. 1 dan 2 D. 2 dan 3 B. 1 dan 3 E. 2 dan 4 C. 3 dan 4 Jawaban : B Penyelesaian : 1. Elektrolisis larutan Na 2 SO 4 dengan elektroda C Na 2 SO 4(aq) 2 Na + (aq) + SO 4 2- (aq) K (R) : 2 H 2 O (e) + 2e 2 OH - + H 2(g) A (O) : 2 H 2 O (l) 4 H + + O 2(g) + 4e 2. Elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda Pt dan C NaCl (aq) Na + (aq) + Cl - (aq) K (R) : 2 H 2 O (1) + 2e 2 OH - + H 2(g) A (O) : 2 Cl Cl 2(g) + 2e 3.

Elektrolisis larutan AgNO 3 dengan elektroda Ag dan Pt + AgNO 3(aq) Ag (aq) + NO 3 (aq) Created by InVirCom, http://www.invir.com 12 K (R) : Ag + + e A (O) : 2 H 2 O (l) Ag (s) 4 H + + O2 (g) + 4e 4. Elektrolisis larutan MgCl 2 dengan elektroda C 2+ MgCl 2(aq) Mg (aq) + 2 Cl (aq) K (R) : 2 H 2 O (l) + 2e 2 OH + H 2(g) Cl 2(g) + 2e A (O) : Cl 20.

Dalam proses elektrolisis pada gambar di atas, arus listrik sebesar 1.930 coulomb dilewatkan dalam leburan suatu zat elektrolit dan mengendapkan 1,5 gram X 2+ pada katode. Jika diketahui tetapan Faraday adalah 96.500 coulomb, maka massa atom relatif X adalah . A. 450 D. 75 B. 300 E. 37,5 C. 150 Jawaban : C Penyelesaian : 1930 Coulomb = = 0,02 F 21. Sel elektrokimia : Created by InVirCom, http://www.invir.com 13 Penulisan lambang sel yang tepat dari gambar sel tersebut adalah .

A. Cu (a) - Cu 2+ -- Zn (s) - Zn 2+ (aq) B. Zn (s) - Zn 2+ (aq) -- Cu 2+ (aq) - Cu (s) C. Cu 2+ (s) - Cu (s) -- Zn 2+ (aq) - Zn (s) D. Zn 2+ (aq) - Zn (s) -- Cu (s) - Cu 2+ (aq) E. Zn (s) - Zn 2+ (aq) -- Cu (s) - Cu 2+ (aq) Jawaban : B Penyelesaian : Pada sel volta berlaku : KPAN (Katoda Positif, Anoda Negatif) Zn sebagai anoda dan Cu sebagai katode Penulisan diagram sel/lambang sel: anode - larutan -- larutan - katode Zn (s) - Zn 2+ (aq) -- Cu 2+ (aq) - Cu (s) 22.

Besi paling cepat terkorosi pada percobaan nomor . A. (1) D. (4) B. (2) E. (5) C. (3) Jawaban : D Penyelesaian : Salah satu faktor yang dapat memperlambat korosi adalah dengan menempatkan logam lain di sekitar besi yang harga E°-nya lebih kecil. (Misalnya: Zn, Al, Mg) Pada wadah 1, 3 dan 5 logam Zn, Al dan Mg akan lebih dulu teroksidasi daripada besi. Pada wadah 2 dan 4wadah 4 akan lebih cepat terkorosi dibandingkan dengan wadah. 2, karena wadah 4 besi tidak terhalang oleh apapun, sehingga mudah terkorosi.

Created by InVirCom, http://www.invir.com 14 23. Nama senyawa dari struktur di atas adalah . A. tribromo fenol D. 2, 3, 5-tribromo hidrokso benzene B. 2, 3, 5-tribromo fenol E. 2, 4, 6-tribromo hidrokso benzene C. 2, 4, 6-tribromo fenol Jawaban : C Penyelesaian : 2, 4, 6-tribromo fenol.

24. Suatu senyawa karbon yang mengandung inti benzena mempunyai sifat sebagai berikut : - berupa kristal dan larutan dalam air - bersifat asam lemah dan bereaksi dengan NaOH - bersifat pemusnah hama Maka senyawa itu adalah .

A. nitrobenzena D. toluene B. benzil alkohol E. fenol C. anilina Jawaban : E Penyelesaian : Sifat-sifat fenol : - berupa kristal dan larut dalam air - bersifat asam lemah dan bereaksi dengan NaOH - bersifat pemusnah hama 25. Perhatikan rumus bangun senyawa berikut : (1) CH 3 - CH 2 - CH - CH 3 - CH - CH 2 - CH 3 - CH 3 CH 3 CH 3 Created by InVirCom, http://www.invir.com 15 - - (2) CH - C - CH 2 - CH 3 - - CH 2 CH 2 - CH 3 (3) CH 2 - CH - CH - CH 2 - - - - CH 3 CH 3 CH 3 CH 3 (4) CH 3 - CH - CH - CH 2 - CH 3 - - CH 2 CH 2 - - CH 3 CH 3 Pasangan senyawa yang merupakan isomer adalah .

A. (2) dan (4) D. (1), (2), dan (3) B. (1) dan (2) E. (1), (2), (3), dan (4) C. (3) dan (4) Jawaban : A Penyelesaian : Isomer adalah rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda. Dari rumus bangun tersebut, yang merupakan pasangan isomer adalah : - (1) dan (3) yaitu C 8 H 18 - (2) dan (4) yaitu C 9 H 20 26. Polimer akrilik digunakan sebagai bahan dasar cat, sebagai monomer penyusunnya adalah. A. D. E. B. C. Jawaban : A Penyelesaian : Created by InVirCom, http://www.invir.com 16 CH 3 CH 3 CH 3 - - - ( - CH 2 - C - CH 2 - C - CH 2 - C - ) - - - COOCH 3 COOCH 3 COOCH 3 Monomer dari rangkaian di atas adalah : CH 2 = C - CH 3 - COOCH 3 27.

Aspirin dikenal juga dengan nama asetosal (asam asetil salisilat), memiliki khasiat sebagai penghilang rasa sakit dan penurun panas, namun dalam penggunaan waktu lama menimbulkan maag. Manakah rumus struktur aspirin tersebut dari struktur di bawah ini: A. D. B. E. C. Jawaban : E Penyelesaian : O-Asetil Benzoat / Asam Asetil Salisilat atau biasa disebut Aspirin.

28. Manakah satu di antara grafik berikut yang benar untuk menggambarkan energi ionisasi tingkat pertama terhadap nomor atom dari unsur transisi periode keempat .

Created by InVirCom, http://www.invir.com 17 A. D. B. E. C. Jawaban : D Penyelesaian : Dalam satu periode, energi ionisasi semakin ke kanan cenderung semakin besar. 29. Gambar di tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium merupakan proses untuk mendapatkan asam sulfat dengan proses kontak.

Pada urutan ke berapa SO 3 dan H 2 SO 3 diperoleh . A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 Jawaban : C Penyelesaian : 1. S (s) + O 2(g) SO 2(g) 2. 2 SO 2(g) + O 2(g) 2 SO 3(g) 3. SO 3(g) + H 2 SO 4(l) H 2 S 2 O 7(l) 4. H 2 S 2 O 7(l) + H 2 O (l) 2 H 2 SO 4(l) Maka asam sulfat terjadi pada reaksi 2 dan 3. Created by InVirCom, http://www.invir.com 18 30. Senyawa magnesium selain dipergunakan untuk penetralan asam lambung juga untuk batu bata tahan api.

Senyawa magnesium yang dipergunakan untuk batu bata tahan api adalah. A. MgSO 4 D. MgO E. MS B. Mg(OH) 2 C. MgCl 2 Jawaban : D Penyelesaian : MgSO 4 digunakan sebagai obat urus-urus (MgSO 4 7 H 2 O) Mg(NH) 2 digunakan sebagai obat maag (lambung) MgO digunakan untuk membuat untuk batu bata tahan api Created by InVirCom, http://www.invir.com 19 1. Campuran larutan berikut ini yang membentuk larutan penyangga adalah .

A. 50 ml, CH 3 COOH 0,2 M dan 50 ml, NaOH 0,1 M 3 B. 50 mL CH COOH 0,2 M dan 100 mL NaOH 0;1 M C. 50 ml, HCl 0,2 M dan 100 mL NH 3 (aq) 0,1 M D.

50 mL HCl 0,2 M dan 50 mL NH 3 (aq) 0,1 M E. 50 mL HCl 0,2 M dan 50 mL NaOH(aq) 0,1 M Kunci : A Penyelesaian : Larutan penyangga dapat berupa campuran asam lemah dengan basa konjugasinya atau campuran bass lemah dengan asam konjugasinya. Persamaan reaksi yang terjadi : Sisa 5 mmol CH 3 COOH (asam lemah) dengan 5 mmol CH 3 COONa (basa konjugasi) adalah larutan penyangga.

2. Sebanyak x gram FeS (Mr = 88) direaksikan dengan asam klorida menurut reaksi : FeS + 2HCl FeCl 2 + H 2 S. Pada akhir reaksi diperoleh 8 liter gas H 2 S. Jika pada keadaan tersebut satu mol gas H 2 S bervolume 20 liter maka nilai x adalah . D. 35,2 A. 8,8 E. 44,0 B. 17,6 C.

26,4 Kunci : D Penyelesaian : 1 mol gas H 2 S = 20 liter maka 8 liter H 2 S, mol yang terjadi = mol FeS ~ mol H 2 S mol FeS yang terjadi = 0,4 gram FeS = mol x Mr = 0,4 x 88 = 35,2 3. Menurut teori Bronsted - Lowry pada reaksi manakah H 2 O bertindak sebagai basa . A. B. C. SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1999 1 D. E. Kunci : A Penyelesaian : Basa menurut teori Bronsted Lowry adalah spesi yang menerima proton pads suatu reaksi pemindahan proton H 2 O + H + (dari H 2 SO 4 ) H 3O + H 2 O disini menerima proton jadi bersifat basa.

4. Nomor atom unsur X sama dengan 26. Konfigurasi elektron ion X 3+ adalah . A .

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

ls 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 B. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 4 4s 2 C. ls 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 2 2 6 2 6 5 1 D. ls 2s 2p 3s 3p 3d 4s 2 2 6 2 6 5 E. ls 2s 2p 3s 3p 3d Kunci : E Penyelesaian : Jadi konfigurasinya dari yang jumlah elektronnya = 23 ls 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 5.

Data percobaan suatu reaksi 2A + B 2 2AB adalah sebagai berikut : D. 3 A. 0 E. 4 B. 1 C. 2 Kunci : B Penyelesaian : Catatan: untuk kode soa123, soal no. 45 ini tidak ada pertanyaannya. Jadi penulis berusaha menjawab dengan perkiraan pertanyaan.

Orde reaksi adalah Orde reaksi terhadap A, misal x, bandingkan percobaan 2 dam 3 Orde reaksi terhadap B, misal y, bandingkan percobaan 1 dan 2 Orde reaksi = x + y SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1999 2 =0+1 =1 6. Air susu merupakan sistem dispersi . A. zat padat dalam medium pendispersi cair B. zat cair dalam medium pendispersi cair C.

zat cair dalam medium pendispersi gas D. zat padat dalam medium pendispersi padat E. gas dalam medium pendispersi cair Kunci : B Penyelesaian : Air susu termasuk koloid jenis emulsi dimana fase terdis persinya cair dan medium pendisfersinya juga cair. 7. Untuk reaksi H 2 (g) + I 2 (g) 2 HI (g) diketahui konsentrasi awal H2 = 0,20 mol/L dan I 2 = 0,15 mol/L. Jika pada saat kesetimbangan masih tersisa I 2 = 0,05 mol/L, maka harga tetapan kesetimbangan . A. 2 D. 16 B. 4 E.

32 C. 8 Kunci : C Penyelesaian : 8. Diketahui : Ni 2+ + 2e - Ni E° = - 0,25 V Pb 2+ + 2e Pb E° = - 0,13 V Potensial standar sel Volta yang terdiri dari elektroda Ni dan Pb adalah . A. - 0,38 V D. + 0,25 V B. - 0,12 V E. + 0,38 V C.

+ 0,12 V Kunci : B Penyelesaian : E 0 sel = E 0 reduksi - E 0 oksidasi = E 0 terbesar - E 0 terkecil = -0,13 - (-0,25) = 0,12 V 9. Reaksi berikut yang merupakan reaksi oksidasi reduksi adalah . A. Al 3+ + 3OH D. H 2 + Cl 2 Al(OH) 3 2HCl + 2B. H + SO 4 HSO 4 E. HF + NH 3 NH 4 F 2+ C. Pb + 2 Br PbBr 2 Kunci : D Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1999 3 Resksi oksdasi reduksi terjadi ada peristiwa penambahan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks).

10. Diketahui persamaan tetmokimia berikut : 2 NO(g) + O 2 (g) N 2 O 4 (g) H = a kJ H = b kJ NO (g) + O 2 (g) NO 2 (g) Besarnya H untuk reaksi 2 NO 2 (g) N 2 O 4 (g) adalah . A. (a + b) kJ B. (a + 2b) kJ C.

(-a + 2b) kJ Kunci : D Penyelesaian : D. (a - 2b) kJ E. (2a + b) kJ 11. Nama senyawa dengan rumus di bawah ini menurut IUPAC . A. 3 - menit - 4 - isopropilbutana B. 4 - etil - 2 - metil pentana C. 2 - metil - 4 etilpentana Kunci : D Penyelesaian : D. 2,4 - dimetil heksana E. 3,5 - dimetilheksana Rantai terpanjang 6 tidak ada rangkap di nomor 2 den 4 gugus metil. 12. Senyawa dengan rumus molekul C 5 H 12 O termasuk kelompok senyawa . A. aldehida D. alkanon B. ester E. asam karboksilat C. eter Kunci : C Penyelesaian : C 5 H 12 O mempunyai rumus umum CnH2n + 2 O, merupakan gugus alkohol den eter.

13. Dalam ketel uap terjadi kerak yang berasal dari kesadahan sementara. Reaksi yang terjadi pada dinding ketel adalah .

SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1999 4 A. Ca 2+ + CO 3 2CaCO 3 B. Ca(HCO 3 ) 2 CaCO 3 + H 2 O + CO 2 22+ C. Ca + SO 4 CaSO 4 22+ D. Ca + SiO 3 CaSiO 3 2+ E. Ca + 2H 2 O Ca(OH) 2 + 2H + Kunci : B Penyelesaian : Kesadahan sementara diakibatkan adanya senyawa Ca(HCO 3 ) 2 yang jika dipanaskan akan bereaksi menjadi : 14.

Di antara logam-logam berikut yang dapat bereaksi dengan air adalah . 1. K 3. Na 2. Ca 4. Ba Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : Logam-logam yang berasal dari golongan IA den IIA merupakan logam-logam yang sangat reaktif, mudah mengalami oksidasi jadi sangat mudah bereaksi dengan air. 15. Suatu cuplikan CaCl 2 (Mr = 111) sebanyak 5,55 g dilarutkan dalam air sehingga diperoleh 500 mL larutan. Pernyataan yang benar untuk larutan CaCl 2 adalah .

1. 2. 3. 4. Konsentrasilarutan adalah 0,1 M Bila ke dalamnya ditambahkan larutan Na 2 CO 3 akan terjadi endapan putih CaCO 3 Bila ke dalamnya ditambahkan larutan AgNO 3 akan terjadi endapan putih AgCl Larutan garam CaCl 2 merupakan elektrolit kuat. Jawaban : A B C D E Kunci : E Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1999 5 1.

Manakah dari spesi berikut dapat bertindak sebagai asam dan basa menurut teori Brorsted-Lowry : A. hanya a dan b D.

a, b, c B. hanya c dan d E. hanya a dan b C. a, b, c dan d Kunci : D Penyelesaian : Spesi yang dapat bertindak sebagai asam dan basa menurut teori Bronsted-Lowry adalah spesi yang memiliki asam dan basa konyugasi. 2. pH dari larutan asam etanoat 0,2 M (Ka = 2 x 10 -5 ) adalah . A. 3 - log 2 B. 1- log 2 C. 4 - log 4 Kunci : A Penyelesaian : D.

2 - log 2 E. 5 - log 2 3. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi kesetimbangan 2A(g) + B(g) C(g) + D(g) pada suhu tertentu adalah 4.

Bila pada suhu tetap volume dirubah menjadi setengah kali volume asal maka tetapan kesetimbangan adalah . D. 8 A. E. 16 B. 2 C. 4 Kunci : C Penyelesaian : Reaksi : 2A(g) + B(g) C(g) + D(g) Tetapan kesetimbangan pada suhu tertentu = 4 Tetapan kesetimbangan : K = f (T) karena T tetap, maka nilai K tetap.

4. Pada reaksi belum setara : H 2 SO 4 + HI H 2 S + I 2 + H 2 O Satu mol asam sulfat dapat mengoksidasi hidrogen yodida sebanyak . A. 1 mol D. 6 mol B. 2 mol E.

8 mol C. 4 mol Kunci : E SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1992 1 Penyelesaian : Dengan menyetarakan reaksi didapat persamaan : H 2 SO 4 + HI H 2S + I 2+ H 2O Jadi hidrogen yodida yang dapat dioksidasi = 8 5. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara . A. elektrolisis D. dekantasi B. elektroforesis E. presipitasi C. dialisis Kunci : C Penyelesaian : Dialisis adalah proses pemurnian koloid dari kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid, sehingga kelebihan elektrolit tidak mengganggu koloid yang dihasilkan 6.

Sebanyak x molekul asam amino glisina (H 2 N - CH 2 COOH) berpolimerisasi kondensasi membentuk senyawa polipeptida. Mr (glisina) = 75 dan Mr polipeptida) itu = 930.Maka besarnya x adalah .

A. 10 D. 16 B. 12 E. 18 C. 14 Kunci : D Penyelesaian : Reaksi : x Glisin Polipeptida + (x - 1) air. penggabungan monomer akan disertai pelepasan H 2 O sebanyak (x - 1) molekul Persamaan : x. Mr Glisin = Mr polipeptida + (x - 1)Mr H 2 O x. (75) = 930 + (x - 1). 18 75x = 930 .+ 18x - 18 57x = 912 x = 16 7. 10 cm 3 suatu hidrokarbon tepat bereaksi dengan 40 cm 3 oksigen menghasilkan 30 cm 3 karbondioksida.

Jika volume semua gas diukur pada suhu dan tekanan sama, maka rumus hidrokarbon tersebut adalah . A. CHF D. C 3H 6 B. C 2H 6 E. C 3H 8 C. C 3H 4 Kunci : C Penyelesaian : Cx Hy + O 2 3CO 2 + H 2 O Perbandingan koefisien sesuai dengan perbandingan volume. Jadi : 10 cm 3 : 40 cm 3 : 30 cm 3 = 1 : 4 : 3 Jadi reaksi yang didapat : Cx Hy + 4O 2 3 CO 2 + 2H 2 O Dengan menyetarakan persamaan reaksi tersebut didapat : Oksigen : 8 = 6 + z z = 2 Karbon : x = 3 Hidrogen : y = 2z = 2 (2) = 4 Jadi rumus hidrokarbon tersebut C 3 H 4 SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1992 2 8.

Jika nuklida berturut-turut memancarkan enam partikel beta dan 7 partikel alfa, maka akan menghasilkan . A. D. B. E. C. Kunci : E Penyelesaian : 9. Di antara unsur-unsur golongan alkali tanah yang sifatnya mirip dengan alumunium adalah .

A. Mg D. Ca B. Be E. Sr C. Ra Kunci : B Penyelesaian : Be (amfoter) memiliki sifat yang mirip dengan alumunium 10. Senyawa organik dengan rumus molekul C 5 H 12 O yang merupakan alkohol tersier adalah . D. 3-metil-2-butanol A. 3-pentanol E. trimetil karbinol B. 2-metil-2-butanol C. 2-metil-3-butanol Kunci : B Penyelesaian : 11. Pada pemanasan HgO akan terurai menurut reaksi : 2HgO(s) 2 Hg(l) + O 2 (g) Pada pemanasan 108 gram HgO akan terbentuk 4,8 gram O 2 ; maka HgO Yang terurai sebanyak .

(Hg = 200, O = 16) A. 40 % D. 75 % B. 50 % E. 80 % C. 60 % Kunci : C Penyelesaian : Reaksi : 2HgO(s) 2 Hg(l) + O 2 (g) SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1992 3 12.

Pupuk urea CO(NH 2 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 2 mengandung nitrogen 42 %. Jika Mr urea = 60 dan A, N = 14, maka kemurnian pupuk urea adalah . A. 45 % D. 75 % B. 60 % E. 98 % C. 75 % Kunci : D Penyelesaian : Pupuk urea : CO(NH 2 ) 2 mengandung nitrogen 42 % 13. Unsur X mempunyai susunan elektron. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Unsur Y mempunyai susunan elektron : 1s 2 2s 2 2p 5 Bila unsur X dan Y membentuk senyawa maka rumus molekul yang mungkin adalah .

D. X Y A. X 2Y E. XY Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium. XY 2 3 2 C. X 2Y 3 Kunci : B Penyelesaian : 2 2 6 2 6 2 - Susunan elektron unsur X = 1s 2s 2p 3s 3p 4s 2 2 6 - Susunan elektron Y = 1s 2s 2p - Elektron valensi unsur X =2, unsur X akan melepaskan 2e, sehingga bilangan oksidasi unsur X adalah +2 - Elektron valensi unsur Y = 7, unsur Y hanya akan menerima elektron sehingga bilangan oksidasi unsur Y adalah -l - Rumus molekul senyawa yang terbentuk : XY 2 14.

Dalam atom Fe (nomor atom = 26) banyaknya elektron yang tidak berpasangan ialah 4 SEBAB Dalam atom Fe (nomor atom = 26) terdapat 4 buah elektron pada orbital 3d.

Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Susunan elektron Dari susunan elektron di atas terlihat dalam orbital 3d terdapat 6 buah elektron dan 4 buah elektronnya tidak berpasangan. 15. Br 2 dapat dibuat dengan cara mereaksikan Cl 2 dengan NaBr yang terdapat dalam air laut SEBAB Cl 2 merupakan oksidator yang lebih kuat daripada Br 2.

Jawaban : A SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1992 B C D E 4 Kunci : A Penyelesaian : Reaksi : Cl 2 + 2NaBr 2 NaCl + Br 2 Cl 2 merupakan oksidator yang lebih kuat daripada Br 2 karena dapat mengoksidasi Br menjadi Br 2. SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1992 5 1. Pada suhu dan tekanan sama, 40 mL P 2 tepat habis bereaksi dengan 100 mL, Q 2 menghasilkan 40 mL gas PxOy. Harga x dan y adalah . D. 2 dan 3 A. 1 dan 2 E. 2 dan 5 B. 1 dan 3 C. 1 dan 5 Kunci : E Penyelesaian : Persamaan reaksi yang terjadi : xP 2 + yO 2 2PxOy volum 40 mL 100 mL 40 mL karena perbandingan volume = perbandingan koefisien 2.

Data percobaan untuk reaksi A + B AB adalah sebagai berikut : Orde reaksi terhadap A dan B berturut-turut adalah . A. 2 dan 4 D. 1 dan 2 B. 2 dan 2 E. 1 dan 1 C. 2 dan 1 Kunci : B Penyelesaian : Rumus kecepatan reaksi V = k[A] x [B] y dimana x = orde reaksi A, y = orde reaksi B Untuk mencari x lihat data 1 dan 2 dimana [B] tetap sedangkan [A] tiga kali lipatnya dengan laju (kecepatan) reaksi sembilan kali lipatnya ditulis 3 x = 9 maka x = 2 Untuk mencari y lihat data 1 dan 3 dimana [A] tetap sedangkan [B] empat kali lipatnya laju reaksi enambelas kali lipatnya ditulis 4 y = 16, maka y = 2 -7 3.

Tetapan disosiasi suatu asam berbasa satu adalah 10. Jika suatu larutan asam ini mempunyai pH = 4 maka konsentrasinya adalah .

A. 10 -1 M D. 10 -5 M B. 10 -3 M E. 10 -7 M C. 10 -4 M Kunci : A Penyelesaian : [H + ] + [A] Untuk asam berbasa satu HA pH = - log [H + ] SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 1 4 = - log [H + ] [H + ] = 10 -4 mol/lt 4. Senyawa berikut yang mengandung jumlah molekul paling banyak adalah . A. 10,0 gr C 2 H 6 (Mr = 30) B.

11,0 gr CO 2 (Mr = 44) C. 12,0 gr NO 2 (Mr = 46) D. 17,0 gr Cl 2 (Mr = 71) E. 20,0 gr C 6 H 6 (Mr = 78) Kunci : A Penyelesaian : Mencari jumlah molekul terbanyak berarti mencari mol terbesar : 5.

Dalam suatu proses elektrolisis larutan asam sulfat encer terjadi 2,24 dm 3 gas hidrogen (pada STP). Jika muatan listrik yang sama dialirkan dalam larutan perak nitrat (Ag = 108), maka banyaknya perak yang mengendap pada katoda ialah . D. 21,6 g A. 2,7 g E. 43,2 g B. 5,4 g C. 10,8 g Kunci : D Penyelesaian : Elektrolisis larutan asam sulfat Dalam larutan asam sulfat terdapat ion H SO 4 2- dan H 2 O Reaksi yang terjadi di katoda adalah reaksi reduksi : maka H + = 2 x 0,1 = 0,2 mol Karena Ag + bukan logam aktif, jadi kation itu akan direduksi karena anoda dianggap inert SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 2 dan anion dari sisa asam oksida maka air yang teroksidasi di anode mol H + pada asam sulfat setara dengan mol H + pada larutan AgNO 3maka mol Ag yang + mengendap = mol H = 0,2 gr Ag = mol x Ar Ag = 0,2 x 108 = 21,6 gram 6.

Senyawa HClO 4 dapat bersifat asam maupun basa. Reaksi yang menunjukkan bahwa HClO 4 basa adalah . A. B. C. D. E. Kunci : E Penyelesaian : Basa menurut teori Bronsted-Lowry adalah senyawa yang dapat menerima proton, (akseptor) proton, jadi dengan kalimat lain basa adalah senyawa yang menerima ion H +. Disini HClO 4 berubah menjadi H 2 ClO 4 - berarti HClO 4 menerima ion H +.

7. Suatu radioisotop X meluruh sebanyak 87,5 % setelah disimpan selama 30 hari. Waktu paruh radioisotop X adalah . A. 5 hari D. 12,5 hari B. 7,5 hari E. 15 hari C. 10 hari Kunci : C Penyelesaian : 8. Asam propanoat dapat dibuat dengan cara mengoksidasikan . A. CH 3 COCH 3 D. CH 3 CH 2 CHO B. CH 3 CH(OH)CH 3 E.

CH 2 (OH)CH 2 CH 2 OH C. CH 3 CH 2 OH Kunci : D Penyelesaian : SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 3 Asam propanoat adalah senyawa asam karboksilat yang mempunyai jumlah atom C tiga.

Dapat dibuat dengan mengoksidasikan suatu aldehid atau alkohol primer. Jadi jawabnya CH 3 CH 2 CHO karena mempunyai atom C = 3 termasuk aldehid reaksinya : 9. Nama senyawa kimia di bawah ini adalah . A. 3-metil-3-heptanol D. 5-etil-5-heksanol B. 3-metil-2-heptanol E. 2-etil-2-heptanol C. 2-dietil-2-heksnol Kunci : A Penyelesaian : Mempunyai gugus fungsi -OH berarti termasuk alkohol rantai terpanjangnya ada 7 atom C di nomor atom C tiga ada cabang metil dan di nomor atom C tiga juga ada gugus - OH.

10. Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan gas yang mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah . A. X 2 SO 4 D. XCO 3 B. XSO 4 E. XCl 2 C. X 2 CO 3 Kunci : D Penyelesaian : Gas yang dapat mengeruhkan air barit (air kapur) adalah gas CO 2sedangkan gas CO 2 dapat dihasilkan dari pemanasan garam-garam karbonat (CO 3 2- ) Unsur yang dapat bergabung dengan ion karbonat dalam soal adalah 20 X konfigurasi elektronnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 berarti unsur X melepaskan 2 elektron ditulis X 2+ senyawa yang dihasilkan dari : X 2+ + CO 3 2- XCO 3 11.

Pada proses pembuatan margarin, minyak dipadatkan menjadi lemak dengan cara . A. pemanasan D. oksidasi B tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium.

pendinginan E. hidrogenasi C. netralisasi Kunci : E Penyelesaian : Proses memadatkan minyak menjadi lemak adalah dengan adisi hidrogen yaitu hidrogenasi. SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 4 12. Senyawa hidrogen klorida tidak menghantar arus listrik. SEBAB Hidrogen klorida mudah larut dalam air. Jawaban : A B C D E Kunci : B Penyelesaian : Senyawa hidrogen klorida (HCl) tidak dapat menghantarkan arus listrik pernyataan ini benar karena HCl termasuk senyawa kovalen.

HCl dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam air karena HCl terionisasi menjadi H + dan Cl -. Jadi kedua pernyataan tidak ada hubungan sebab akibat. 13. Gas oksigen lebih reaktif dibandingkan gas nitrogen. SEBAB Unsur oksigen lebih elektropositif dari unsur nitrogen.

Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Gas oksigen lebih reaktif dibandingkan gas nitrogen pernyataan ini benar karena gas O 2 mempunyai ikatan rangkap dua sedangkan N 2 mempunyai ikatan rangkap tiga sehingga energi ikatan N 2 sangat tinggi (946 kj/mol) mengakibatkan molekul N 2 sangat stabil, sukar bereaksi dengan unsur lain, sedangkan O 2 dengan ikatan rangkap dua mudah bereaksi dengan unsur lain sehingga oksigen lebih elektronegatif (elektron valensinya = 2) dari pada nitrogen (elektron valensinya = 3) 14.

Senyawa yang mempunyai bilangan oksidasi nitrogen = + 3 adalah . 1. amonium klorida 3. kalium nitrat 2. nitrogen trioksida 4. asam nitrit Jawaban : A B C D E Kunci : C Penyelesaian : Amonium klorida (NH 4 Cl) biloks N = -3 Nitrogen trioksida (N 2 O 3 ) biloks N = +3 Kalium nitrat (KNO 3 ) biloks N = +5 biloks N = +3 Asam nitrit (HNO 2 ) 15. Suatu unsur dengan konfigurasi elektron (Ar) 3d 10 s 1 1.

Bilangan oksidasi tertinggi +2 2. Nomor atomnya 30 3. Oksidanya mempunyai rumus XO 4. Termasuk unsur alkali tanah Jawaban : A B C D E Kunci : A Penyelesaian : Suatu unsur dengan konfigurasi elektron (Ar) 3d 10 4s 2 - mempunyai biloks tertinggi +2 karena elektron pada sub kulit d terisi penuh dan pada sub kulit s elektron terluarnya 2 jadi cenderung melepaskan dua elektron. - Mempunyai nomor atom = 30 Nomor atom Ar = 18 + elektron pada 3d = 10 + elektron pada 4s = 2). SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 5 - Oksidanya mempunyai rumus XO karena X biloksnya = 2 dan oksigen biloksnya = 2 Jadi X 2+ + O 2- XO - Termasuk unsur transisi karena elektronnya mengisi orbital d SPMB/Kimia/UMPTN Tahun 1996 6 KIMIA SMA BAB 1 MATERI MENENTUKAN KADAR ZAT DALAM CAMPURAN 1.

PROSENTASE MASSA % massa = massa komponen x 100 % massa campuran 2. PROSENTASE VOLUME % volume = volume komponen x 100 % volume campuran 3.

BAGIAN PER SEJUTA / bpj ( Part Per Million / ppm ) MASSA bpj massa = massa komponen x 106 massa campuran 4. BAGIAN PER SEJUTA / bpj ( Part Per Million / ppm ) VOLUME bpj volume = volume komponen x 106 volume campuran PERUBAHAN MATERI 1. PERUBAHAN FISIKA ► Tidak terjadi perubahan permanen pada susunan zat dan jenis zat, yang berubah hanya sifat fisiknya saja. 2. PERUBAHAN KIMIA ► Terjadi perubahan sifat : ada endapan, suhu berubah, ada gelembung gas, warna berubah. ► Terjadi perubahan susunan zat.

► Terbentuk zat baru dengan sifat yang sama sekali berbeda dengan sifat zat asalnya (perubahan sifat permanen). Halaman 1 2 BAB 2 ATOM dan STRUKTUR ATOM JENIS ATOM ► Atom Netral = Atom yang tidak bermuatan listrik proton elektron netron = nomor atom = nomor atom = massa atom – nomor atom ► Kation = Atom bermuatan positif proton elektron netron = nomor atom = nomor atom – muatan = massa atom – nomor atom ► Anion = Atom bermuatan negatif proton elektron netron = nomor atom = nomor atom + muatan = massa atom – nomor atom BILANGAN KUANTUM Bilangan yang menentukan letak keberadaan elektron suatu atom.

a. Bilangan kuantum utama ( n ) menyatakan nomor kulit tempat terdapatnya elektron, jenisnya : K ( n = 1 ), L ( n = 2 ), M ( n = 3 ), N ( n = 4 ), dst. b. Bilangan kuantum azimuth ( ℓ ) menyatakan sub kulit tempat terdapatnya elektron, jenisnya : s = sharp nilai ℓ = 0 d = diffuse nilai ℓ = 2 p = principal nilai ℓ = 1 f = fundamental nilai ℓ = 3 Î Î ℓ = 0 ( sharp ) ℓ = 0 ( sharp ) ℓ = 1 ( principal ) Î ℓ = 0 ( sharp ) Untuk n = 3 ℓ = 1 ( principal ) ℓ = 2 ( diffuse ) Î ℓ = 0 ( sharp ) Untuk n = 4 ℓ = 1 ( principal ) ℓ = 2 ( diffuse ) ℓ = 3 ( fundamental ) c.

Bilangan kuantum magnetik ( m ) menyatakan orbital tempat terdapatnya elektron, jenisnya : Î m=0 Untuk ℓ = 0 Î m = –1 Untuk ℓ = 1 m=0 m = +1 Î m = –2 Untuk ℓ = 2 m = –1 m=0 m = +1 m = +2 Untuk n = 1 Untuk n = 2 Halaman 2 3 Î m = –3 m = –2 m = –1 m=0 m = +1 m = +2 m = +3 Suatu orbital dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk ℓ = 3 p s 0 –1 d 0 +1 f –2 –1 0 +1 +2 –3 –2 –1 0 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium +2 +3 nilai m d.

Bilangan kuantum spin ( s ) menyatakan arah elektron dalam orbital. Jenisnya : + ½ dan – ½ untuk setiap orbital ( setiap harga m ) q = +½ r = –½ qr MENENTUKAN LETAK ELEKTRON Untuk menentukan letak elektron maka perlu mengikuti aturan-aturan tertentu yang sudah ditetapkan. Aturan Aufbau : Elektron-elektron mengisi orbital dari tingkat energi terendah baru tingkat energi yang lebih tinggi Aturan Hund : Elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masingmasing orbital terisi sebuah elektron Larangan Pauli : Tidak diperbolehkan di dalam atom terdapat elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama Diagram di bawah ini adalah cara untuk mempermudah menentukan tingkat energi orbital dari yang terendah ke yang lebih tinggi yaitu : 1s Urutannya adalah: 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p 4d 4f 5s 5p 5d 5f 6s 6p 6d 6f 7s 7p 7d 7f 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p 4d Halaman 3 4 BAB 3 SISTEM PERIODIK UNSUR Golongan Utama (Golongan A) Golongan Utama IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Elektron Valensi ns1 ns2 ns2 np1 ns2 np2 ns2 np3 ns2 np4 ns2 np5 ns2 np6 Nama Golongan Alkali Alkali Tanah Boron Karbon Nitrogen Oksigen / Kalkogen Halogen Gas Mulia Golongan Transisi (Golongan B) Golongan Transisi IB IIB IIIB IVB VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB Elektron Valensi (n-1)d10 ns1 (n-1)d10 ns2 (n-1)d1 ns2 (n-1)d2 ns2 (n-1)d3 ns2 (n-1)d5 ns1 (n-1)d5 ns2 (n-1)d6 ns2 (n-1)d7 ns2 (n-1)d8 ns2 SIFAT PERIODIK UNSUR Sifat unsur yang meliputi : ► Jari-jari atom ► Jari-jari kation ► Kebasaan ► Kelogaman ► Keelektropositifan ► Kereaktifan positif Mempunyai kecenderungan seperti yang digambarkan di bawah ini : Semakin ke bawah cenderung semakin besar.

Semakin ke kanan cenderung semakin kecil. Sedangkan sifat unsur yang meliputi : ► Potensial ionisasi ( energi ionisasi ) ► Afinitas elektron ► Keasaman ► Kenon-logaman ► Keelektronegatifan ( maksimal di golongan VIIA ) ► Kereaktifan negatif ► Keasaman oksi Halaman 4 5 Mempunyai kecenderungan seperti yang digambarkan di bawah ini : Semakin ke bawah cenderung semakin kecil. Semakin ke kanan cenderung semakin besar. Halaman 5 6 BAB 4 IKATAN dan SENYAWA KIMIA 1. IKATAN ION ( IKATAN ELEKTROVALEN / HETEROPOLAR ) ► Ikatan atom unsur logam (atom elektropositif) dengan atom unsur non logam (atom elektronegatif).

► Unsur logam melepas elektron dan memberikan elektronnya pada unsur non logam. 2. IKATAN KOVALEN ( HOMOPOLAR ) ► Ikatan atom unsur non logam dengan atom unsur non logam. ► Pemakaian bersama elektron dari kedua unsur tersebut. 3.

IKATAN KOVALEN KOORDINATIF(DATIV) ► Ikatan atom unsur non logam dengan atom unsur non logam. ► Pemakaian bersama elektron dari salah satu unsur. 4. IKATAN VAN DER WAALS a. Gaya dispersi (gaya London) ► Terjadi gaya tarik menarik antara molekul-molekul non polar yg terkena aliran elektron (dipol sesaat) dengan molekul non polar disebelahnya yang terpengaruh (dipol terimbas) yang berdekatan.

► Gaya tarik antar molekulnya relatif lemah. b. Gaya Tarik dipol ► Gaya tarik antara molekul-molekul kutub positif dengan kutub negatif. ► Gaya tarik antar molekulnya lebih kuat dari gaya tarik antara molekul dipol sesaat - dipol terimbas. 5. IKATAN HIDROGEN ► Terjadi antara atom H dari suatu molekul dengan atom F atau atom O atau atom N pada molekul lain.

► Ada perbedaan suhu tinggi dan sangat polar di antara molekul-molekulnya. 6. IKATAN LOGAM ► Ikatan ion logam dengan ion logam dengan bantuan kumpulan elektron sebagai pengikat atom-atom positif logam.

► Ikatannya membentuk kristal logam. BENTUK GEOMETRI MOLEKUL Berbagai kemungkinan bentuk molekul : Jumlah pasangan elektron atom pusat Pasangan elektron terikat Pasangan elektron bebas 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 4 3 2 5 4 3 2 6 5 4 0 1 2 0 1 2 3 0 1 2 Bentuk molekul Contoh Tetrahedron Segitiga piramid Planar V Segitiga bipiramid Bidang empat Planar T Linear Oktahedron Segiempat piramid Segiempat planar CH4 NH3 H2O PCl5 SF4 IF3 XeF2 SF6 IF5 XeF4 Halaman 6 7 HIBRIDISASI Proses pembentukan orbital karena adanya gabungan (peleburan) dua atau lebih orbital atom dalam suatu satuan atom.

Berbagai kemungkinan hibridisasi dan bentuk geometri orbital hibridanya sebagai berikut : Orbital Jumlah ikatan Bentuk geometrik hibrida sp 2 Linear sp2 3 Segitiga datar samasisi sp3 4 Tetrahedron sp2d 4 Persegi datar sp3d 5 Segitiga Bipiramidal sp3d2 6 Oktahedron SIFAT SENYAWA ION dan SENYAWA KOVALEN Sifat Titik didih & titik leleh Volatilitas Kelarutan dalam air Kelarutan dalam senyawa organik Daya hantar listrik (padat) Daya hantar listrik (lelehan) Daya hantar listrik (larutan) Senyawa Ion Relatif tinggi Tidak menguap Umumnya larut Tidak larut Senyawa Kovalen Relatif rendah Mudah menguap Tidak larut Larut Tidak menghantar menghantar menghantar menghantar menghantar sebagian menghantar Halaman 7 8 BAB 5 STOIKIOMETRI MASSA ATOM RELATIF Ar unsur A = massa satu atom unsur A 1 12 massa satu atom 12 C Menentukan massa atom relatif dari isotop-isotop di alam Di alam suatu unsur bisa di dapatkan dalam 2 jenis atau bahkan lebih isotop, oleh karena itu kita dapat menentukan massa atom relatifnya dengan rumus: Untuk 2 jenis isotop : Ar X = % kelimpahan X1.

Ar X1 + % kelimpahan X2. Ar X2 100% Untuk 3 jenis isotop : Ar X = % kelimpahan X1. Ar X1 + % kelimpahan X2. Ar X2 + % kelimpahan X3.

Ar X3 100% MASSA MOLEKUL RELATIF Mr senyawa AB = massa satu molekul senyawa AB 1 12 massa satu atom 12 C Menentukan mol sebagai perbandingan massa zat dengan Ar atau perbandingan massa zat dengan Mr. Mol = massa massa atau Mol = Ar Mr 1. Rumus Empiris Adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan paling sederhana secara numerik antara atom-atom penyusun molekul suatu zat.

mol A : mol B : mol C 2. Rumus Molekul Adalah rumus kimia yang tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium jumlah sesungguhnya atom-atom dalam suatu susunan molekul. (RE)x = Massa Molekul Relatif x = faktor pengali Rumus Empiris HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA 1. Hukum Lavoisier ( Kekekalan Massa ) Menyatakan bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi.

2. Hukum Proust ( Ketetapan Perbandingan ) Menyatakan dalam suatu senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap. 3. Hukum Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium ( Perbandingan Berganda ) Jika unsur A dan unsur B membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka untuk massa unsur A yang tetap, massa unsur B dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan bulat sederhana. Halaman 8 9 HUKUM-HUKUM KIMIA UNTUK GAS 1.

Hukum Gay Lussac ( Perbandingan Volume ) Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi akan berbanding sebagai bilangan (koefisien) bulat sederhana jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama.

koefisien gasA volume gas A = koefisien gasB volume gasB Hukum Gay Lussac tidak menggunakan konsep mol. 2. Hukum Avogadro Dalam suatu reaksi kimia, gas-gas dalam volume sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. koefisien gas A n gas A volume gasA = = koefisien gasB n gasB volume gasB RUMUS GAS DALAM BERBAGAI KEADAAN ► Dalam keadaan standar ( Standard Temperature and Pressure ) atau ( 0oC, 1atm ): 1 mol gas = 22,4 liter ► Dalam keadaan ruang ( 25oC, 1atm) berlaku : ► Rumus Gas Ideal Berlaku untuk gas dalam setiap keadaan : P V n R T = = = = = tekanan gas ( atm ) volume gas ( dm3 atau liter ) mol gas ( mol ) tetapan gas ( liter.atm/K.mol ) suhu absolut ( Kelvin ) 1 mol gas = 24 liter PV=nRT = 0,08205 = oC + 273 Rumus ini biasanya digunakan untuk mencari volume atau tekanan gas pada suhu tertentu di luar keadaan standard atau keadaan ruang.

Halaman Halaman10 9 BAB 6 LAJU REAKSI LAJU REAKSI Jadi jika ada suatu persamaan aP + bQ Æ cPQ, maka; Laju reaksi adalah : −Δ[P] atau, Δt −Δ[Q] ► berkurangnya konsentrasi Q tiap satuan waktu Î VQ = atau, Δt +Δ[PQ] ► bertambahnya konsentrasi PQ tiap satuan waktu Î VPQ = Δt ► berkurangnya konsentrasi P tiap satuan waktu Î VP = PERSAMAAN LAJU REAKSI Persamaan laju reaksi hanya dapat dijelaskan melalui percobaan, tidak bisa hanya dilihat dari koefisien reaksinya.

Adapun persamaan laju reaksi untuk reaksi: aA + bn Æ cC + dD, adalah : V = k [A]m[B]n V k [A] = laju reaksi = konstanta laju reaksi = konsentrasi zat A [B] m n = = = konsentrasi zat B orde reaksi zat A orde reaksi zat B Catatan; Pada reaksi yang berlangsung cepat orde reaksi bukan koefisien masing-masing zat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI 1. Konsentrasi Bila konsentrasi bertambah maka laju reaksi akan bertambah. Sehingga konsentrasi berbanding lurus dengan laju reaksi. 2. Luas permukaan bidang sentuh Semakin luas permukaan bidang sentuhnya maka laju reaksi juga semakin bertambah.

Luas permukaan bidang sentuh berbanding lurus dengan laju reaksi. 3. Suhu Suhu juga berbanding lurus dengan laju reaksi karena bila suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi juga semakin besar.

Umumnya setiap kenaikan suhu sebesar 10oC akan memperbesar laju reaksi dua sampai tiga kali, maka berlaku rumus : T2−T1 V2 = (2) V1 V2 T1 T2 Catatan = = = = : 10.

V1 Laju mula-mula Laju setelah kenaikan suhu Suhu mula-mula Suhu akhir Bila besar laju 3 kali semula maka (2) diganti (3) ! Bila laju diganti waktu maka (2) menjadi (½) 4. Katalisator Adalah suatu zat yang akan memperlaju ( katalisator positif ) atau memperlambat ( katalisator negatif=inhibitor )reaksi tetapi zat ini tidak berubah secara tetap.

Artinya bila proses reaksi selesai zat ini akan kembali sesuai asalnya. Halaman 10 11 BAB 7 TERMOKIMIA Skema reaksi Endoterm: kalor kalor kalor SISTEM LINGKUNGAN kalor ∆ H = H hasil – H pereaksi, dengan H hasil > H pereaksi Cara penulisan Reaksi Endoterm : ► A + B + kalor Æ Æ ► A + B Æ ► A + B AB AB AB – kalor ∆ H = positif kalor Skema reaksi Eksoterm: kalor kalor SISTEM LINGKUNGAN kalor ∆ H = H hasil – H pereaksi, dengan H pereaksi > H hasil Cara penulisan Reaksi Eksoterm: ► A + B – kalor ► A + B ► A + B Æ Æ Æ AB AB AB + kalor ∆ H = negatif ENTALPI Jumlah energi total yang dimiliki oleh suatu sistem, energi ini akan selalu tetap jika tidak ada energi lain yang keluar masuk.

Satuan entalpi adalah joule atau kalori Î (1 joule = 4,18 kalori). JENIS-JENIS ENTALPI 1. Entalpi Pembentukan (Hf) Kalor (energi) yang dibutuhkan atau dilepas pada peristiwa pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur pembentuknya. 2. Entalpi Penguraian (Hd) Kalor (energi) yang dibutuhkan atau dilepas pada peristiwa penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsur pembentuknya.

Halaman 11 12 3. Entalpi Pembakaran (Hc) Kalor (energi) yang dibutuhkan atau dilepas pada peristiwa pembakaran 1 mol senyawa atau 1 mol unsur. MENGHITUNG ENTALPI 1.

Berdasarkan Data Entalpi pembentukan (Hf) Dengan menggunakan rumus : ∆H = H hasil reaksi – H pereaksi 2. Berdasarkan Hukum HESS Perubahan enthalpi yang terjadi pada suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan mulamula dan keadaaan akhir reaksi, jadi tidak tergantung pada proses reaksinya.

Perhatikan: C(s) + ½ O2(g) Æ CO (g) ∆H = –A kJ/mol Æ CO2(g) ∆H = –B kJ/mol C(s) + O2(g) CO (g) + ½ O2(g) Æ CO2(g) ∆H = –C kJ/mol reaksi di balik menjadi: C(s) CO2(g) CO (g) + Æ + ½ O2(g) C(s) ½ O2(g) Æ + Æ CO (g) O2(g) CO2(g) Menurut Hukum Hess, pada reaksi di atas : ∆H = –A kJ/mol ∆H = +B kJ/mol ∆H = –C kJ/mol ∆ H reaksi = – A + B – C 3. Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan adalah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan antar atom tiap mol suatu zat dalam keadaan gas.

Energi Ikatan Rata-rata Energi rata-rata yang dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol senyawa gas menjadi atomatomnya. Misal molekul air mempunyai 2 ikatan O – H yang sama, untuk memutuskan kedua ikatan ini diperlukan energi sebesar 924 kJ tiap mol, maka 1 ikatan O – H mempunyai energi ikatan rata-rata 462 kJ.

Untuk menentukan besar entalpi jika diketahui energi ikatan rata-rata dapat digunakan rumus: ∆H = Σ energi ikatan pemutusan – Σ energi ikatan pembentukan Adapun data energi ikatan beberapa molekul biasanya disertakan dalam soal.

Energi Atomisasi Energi yang dibutuhkan untuk memutus molekul kompleks dalam 1 mol senyawa menjadi atom-atom gasnya. ∆ H atomisasi = Σ energi ikatan 4. Berdasarkan Kalorimetri Dengan menggunakan rumus q m c ∆T : : : : kalor reaksi massa zat pereaksi kalor jenis air suhu akhir – suhu mula-mula q = m.

c. ∆T Halaman 12 13 BAB tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium KESETIMBANGAN KIMIA TETAPAN KESETIMBANGAN Adalah perbandingan komposisi hasil reaksi dengan pereaksi pada keadaan setimbang dalam suhu tertentu.

Tetapan kesetimbangan dapat dinyatakan dalam: ► Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc) ► Tetapan Kesetimbangan Tekanan (Kp) Misal dalam suatu reaksi kesetimbangan: pA + qB ⇔ rC + sD Maka di dapatkan tetapan kesetimbangan sebagai berikut: Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi: Kc = Tetapan Kesetimbangan Tekanan: Kp = [C]r [D]s [A]p [B]q (PC )r (PD )s (PA )p (PB )q HUBUNGAN Kc dan Kp Kp = Kc ( RT )∆n ∆n = jumlah koefisien kanan – jumlah koefisien kiri TETAPAN KESETIMBANGAN REAKSI YANG BERKAITAN Misalkan suatu persamaan : aA + bB ⇔ cAB Kc = K1 maka : 1 K1 cAB ⇔ aA + bB ½aA + ½bB ⇔ ½cAB Kc = K1½ 2aA + 2bB ⇔ 2cAB Kc = K12 2cAB ⇔ 2aA + 2bB Kc = Kc = 12 K12 DERAJAT DISOSIASI Derajat disosiasi adalah jumlah mol suatu zat yang mengurai di bagi jumlah mol zat sebelum mengalami penguraian.

α= jumlah mol zat terurai jumlah mol zat semula PERGESERAN KESETIMBANGAN Suatu sistem walaupun telah setimbang sistem tersebut akan tetap mempertahankan kesetimbangannya apabila ada faktor-faktor dari luar yang mempengaruhinya. Halaman 13 14 Menurut Le Chatelier : Apabila dalam suatu sistem setimbang diberi suatu aksi dari luar maka sistem tersebut akan berubah sedemikian rupa supaya aksi dari luar tersebut berpengaruh sangat kecil terhadap sistem.

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya pergeseran: Perubahan sistem akibat aksi dari luar = Pergeseran Kesetimbangan 1. Perubahan konsentrasi ► Apabila salah satu konsentrasi zat diperbesar maka kesetimbangan mengalami pergeseran yang berlawanan arah dengan zat tersebut.

► Apabila konsentrasi diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke arahnya. 2. Perubahan tekanan ► Apabila tekanan dalam sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat-zat yang mempunyai koefisien kecil. ► Apabila tekanan dalam sistem kesetimbangan tersebut diperkecil maka kesetimbangan bergeser kearah zat-zat yang mempunyai koefisien besar.

3. Perubahan volume ► Apabila volume dalam sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat-zat yang mempunyai koefisien besar. ► Apabila volume dalam sistem kesetimbangan tersebut diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah zat-zat yang mempunyai koefisien kecil.

Catatan : Untuk perubahan tekanan dan volume, jika koefisien zat-zat di kiri ( pereaksi ) dan kanan ( hasil reaksi ) sama maka tidak terjadi pergeseran kesetimbangan 4. Perubahan suhu ► Apabila suhu reaksi dinaikkan atau diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke zat-zat yang membutuhkan panas (ENDOTERM) ► Sebaliknya jika suhu reaksi diturunkan kesetimbangan akan bergeser ke zat-zat yang melepaskan panas (EKSOTERM) Halaman 14 15 BAB 9 TEORI ASAM-BASA dan KONSENTRASI LARUTAN TEORI ASAM-BASA 1.

Svante August Arrhenius ► Asam = senyawa yang apabila dilarutkan dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+) atau ion hidronium (H3O+) ► Basa = senyawa yang apabila dilarutkan dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH–) 2.

Johanes Bronsted dan Thomas Lowry ( Bronsted-Lowry ) ► Asam = zat yang bertindak sebagai pendonor proton (memberikan proton) pada basa. ► Basa = zat yang bertindak sebagai akseptor proton (menerima proton) dari asam.

Asam Æ Basa Konjugasi + H+ Basa + H+ Æ Asam Konjugasi 3. Gilbert Newton Lewis ► Asam = suatu zat yang bertindak sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron. ► Basa = suatu zat yang bertindak sebagai pemberi (donor) pasangan elektron. KONSENTRASI LARUTAN 1. MOLALITAS Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 gram) pelarut. m= m massat massap Mr = = = = massat 1000 x Mrt massap (gram) Molalitas massa zat terlarut massa pelarut massa molekul relatif zat terlarut 2.

MOLARITAS Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter (1000 mililiter) larutan. M= M massat volume Mr = = = = massat 1000 x Mrt volume (mililiter) Molaritas massa zat terlarut volume larutan massa molekul relatif zat terlarut Pada campuran zat yang sejenis berlaku rumus: Mc. Vc = M1.V1 + M2.V2 + … + Mn.Vn Mc M1 M2 Mn = = = = molaritas campuran molaritas zat 1 molaritas zat 2 molaritas zat n Vc V1 V2 Vn = = = = volume campuran volume zat 1 volume zat 2 volume zat n Halaman 15 16 Pada pengenceran suatu zat berlaku rumus: M1.

V1 = M2.V2 M1 M2 V1 V2 = = = = molaritas zat mula-mula molaritas zat setelah pengenceran volume zat mula-mula volume zat setelah pengenceran 3. FRAKSI MOL Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam jumlah mol total larutan atau menyatakan jumlah mol pelarut dalam jumlah mol total larutan.

Xt = nt nt + np Xp = np nt + np Xt + Xp = 1 Xt Xp nt np = = = = fraksi mol zat terlarut fraksi mol pelarut mol zat terlarut mol pelarut MENGHITUNG pH LARUTAN Untuk menghitung pH larutan kita gunakan persamaan-persamaan dibawah ini : pH = –log [H+] atau pH = 14 – pOH pOH = –log [OH–] Untuk mencari [H+] dan [OH–] perhatikan uraian dibawah ini !

ASAM KUAT + BASA KUAT 1. Bila keduanya habis, gunakan rumus: pH larutan = 7 ( netral ) 2. Bila Asam Kuat bersisa, gunakan rumus: [H+] = Konsentrasi Asam Kuat x Valensi Asam 3. Bila Basa Kuat bersisa, gunakan rumus: [OH–] = Konsentrasi Basa Kuat x Valensi Basa ASAM KUAT + BASA LEMAH 1. Bila keduanya habis gunakan rumus HIDROLISIS: [H+] = Kw x Konsentrasi KATION Garam Kb 2.

Bila Asam Kuat bersisa, gunakan rumus: [H+] = Konsentrasi Asam Kuat x Valensi Asam Halaman 16 17 3. Bila Basa Lemah bersisa, gunakan rumus BUFFER: [OH–] = Kb x Konsentrasi sisa Basa Lemah Konsentrasi Garam ASAM LEMAH + BASA KUAT 1. Bila keduanya habis gunakan rumus HIDROLISIS: [OH–] = Kw x Konsentrasi ANION Garam Ka 2.

Bila Basa Kuat bersisa, gunakan rumus: [OH–] = Konsentrasi Basa Kuat x Valensi Basa 3. Bila Asam Lemah bersisa, gunakan rumus BUFFER: [H+] = Ka x Konsentrasi sisa Asam Lemah Konsentrasi Garam ASAM LEMAH + BASA LEMAH 1. Bila keduanya habis gunakan rumus HIDROLISIS: [H+] = 2. Bila Asam Lemah bersisa, gunakan rumus: 3. Bila Basa Lemah bersisa, gunakan rumus: [H+] = [OH–] = Kw x Ka Kb Ka x Konsentrasi Asam Lemah Kb x Konsentrasi Basa Lemah Halaman 17 18 BAB 10 KELARUTAN dan HASILKALI KELARUTAN KELARUTAN Kelarutan ( s ) adalah banyaknya jumlah mol maksimum zat yang dapat larut dalam suatu larutan yang bervolume 1 liter.

HASILKALI KELARUTAN Hasilkali kelarutan ( Ksp ) adalah hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalam suatu larutan jenuh zat tersebut. Di mana konsentrasi tersebut dipangkatkan dengan masing-masing koefisiennya. Ksp HCl = s2 Î s = Ksp HCl Æ H+ + Cl– s s s H2SO4 Æ 2 H+ + SO42– s 2s 3s 3 Ksp 4 s H3PO4 Æ 3 H+ + PO43– s Ksp = [2s]2 s = 4 s3 Î s = Ksp = [3s]3 s = 27 s4 Î s = 4 Ksp 27 s MEMPERKIRAKAN PENGENDAPAN LARUTAN Apabila kita membandingkan Hasilkali konsentrasi ion (Q) dengan Hasilkali kelarutan (Ksp) maka kita dapat memperkirakan apakah suatu larutan elektrolit tersebut masih larut, pada kondisi tepat jenuh, atau mengendap, perhatikan catatan berikut; Jika Q < Ksp Î elektrolit belum mengendap / masih melarut Jika Q = Ksp Î larutan akan tepat jenuh Jika Q > Ksp Î elektrolit mengendap Halaman 18 19 BAB 11 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NON ELEKTROLIT Contoh larutan non elektrolit: Glukosa (C6H12O6), Sukrosa (C12H22O11), Urea (CO(NH2)2), dll 1.

Penurunan Tekanan Uap (∆P) ∆P = Po – P o ∆P = Xt. P P = Xp. Po ∆P Po P Xt Xp = = = = = Penurunan tekanan uap Tekanan Uap Jenuh pelarut murni Tekanan Uap Jenuh larutan Fraksi mol zat terlarut Fraksi mol pelarut 2. Kenaikan Titik Didih (∆Tb) ∆Tb = Tblar – Tbpel ∆Tb = Kb. m ∆Tb Tblar Tbpel Kb m = = = = = Kenaikan Titik Didih Titik Didih larutan Titik Didih pelarut tetapan Titik Didih Molal pelarut Molalitas larutan 3.

Penurunan Titik Beku (∆Tf) ∆Tf = Tfpel – Tflar ∆Tf = Kf. m ∆Tf Tfpel Tflar Kb m = = = = = Penurunan Titik Beku Titik Beku pelarut Titik Beku larutan tetapan Titik Beku Molal pelarut Molalitas larutan 4. Tekanan Osmotik (π) π=M.R.T π M R T = = = = Tekanan Osmotik Molaritas larutan Tetapan gas = 0,08205 Suhu mutlak = ( tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium + 273 ) K Halaman 19 20 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT Contoh Larutan elektrolit : NaCl, H2SO4, CH3COOH, KOH, dll Untuk larutan elektrolit maka rumus-rumus di atas akan dipengaruhi oleh : i=1+(n–1)α i = Faktor van Hoff n = Jumlah koefisien hasil penguraian senyawa ion α = Derajat ionisasi α untuk asam kuat atau basa kuat = 1 Perhatikan: Larutan NaCl diuraikan: NaCl Æ Na+ + Cl– jumlah koefisien 2 maka: i = 1 + ( 2 – 1 ) 1 = 2 Larutan Ba(OH)2 diuraikan: Ba(OH)2 Æ Ba2+ + 2 OH– jumlah koefisien 3 maka: i = 1 + ( 3 – 1 ) 1 = 3 Larutan MgSO4 diuraikan: MgSO4 Æ Mg2+ + SO42– jumlah koefisien 2 maka: i = 1 + ( 2 – 1 ) 1 = 2 1.

Penurunan Tekanan Uap (∆P) ∆P = Po – P ∆P = Xt. Po P = Xp. Po Xt = ∆P Po P Xt Xp nt np i = = = = = = = = nt x i (nt x i) + np Xp = np (nt x i) + np Penurunan tekanan uap Tekanan Uap Jenuh pelarut murni Tekanan Uap Jenuh larutan Fraksi mol zat terlarut Fraksi mol pelarut Mol zat terlarut Mol pelarut faktor van Hoff 2.

Kenaikan Titik Didih (∆Tb) ∆Tb = Tblar – Tbpel ∆Tb = Kb. m. i ∆Tb Tblar Tbpel Kb m i = = = = = = Kenaikan Titik Didih Titik Didih larutan Titik Didih pelarut tetapan Titik Didih Molal pelarut Molalitas larutan faktor van Hoff Halaman 20 21 3. Penurunan Titik Beku (∆Tf) ∆Tf = Tfpel – Tflar ∆Tf = Kf. m. i ∆Tf Tfpel Tflar Kb m i = = = = = = Penurunan Titik Beku Titik Beku pelarut Titik Beku larutan tetapan Titik Beku Molal pelarut Molalitas larutan faktor van Hoff 4.

Tekanan Osmotik (π) π=M.R.T.i π M R T i = = = = = Tekanan Osmotik Molaritas larutan Tetapan gas = 0,08205 Suhu mutlak = ( oC + 273 ) K faktor van Hoff Halaman 21 22 BAB 12 SISTEM KOLOID LARUTAN homogen dimensi: < 1 nm tersebar merata jika didiamkan: tidak memisah tidak dapat dilihat dengan mikroskop ultra jika disaring: tidak bisa KOLOID heterogen tampak seperti homogen dimensi: 1 nm − 100nm cenderung mengendap jika didiamkan: tidak memisah dapat dilihat dengan mikroskop ultra jika disaring:bisa (saringan membran) SUSPENSI heterogen dimensi: > 100 nm membentuk endapan jika didiamkan: memisah dapat dilihatdengan mikroskop biasa jika disaring:bisa (saringan biasa) SIFAT-SIFAT KOLOID Efek Tyndall Efek Tyndall adalah peristiwa menghamburnya cahaya, bila cahaya itu dipancarkan melalui sistem koloid.

Gerak Brown Gerak Brown adalah gerakan dari partikel terdispersi dalam sistem koloid yang terjadi karena adanya tumbukan antar partikel tersebut, gerakan ini sifatnya acak dan tidak berhenti. Gerakan ini hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra. Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses pengamatan imigrasi atau berpindahnya partikel-partikel dalam sistem koloid karena pengaruh medan listrik. Sifat ini digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid.

Adsorbsi Adsorbsi adalah proses penyerapan bagian permukaan benda atau ion yang dilakukan sistem koloid sehingga sistem koloid ini mempunyai muatan listrik. Sifat adsorbsi koloid digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air dan pemutihan gula. Koagulasi Suatu keadaan di mana partikel-partikel koloid membentuk suatu gumpalan yang lebih besar. Penggumpalan ini karena beberapa faktor antara lain karena penambahan zat kimia atau enzim tertentu.

JENIS-JENIS KOLOID No Terdispersi Pendispersi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 Cair Padat Gas Cair Padat Gas Cair Padat Gas Gas Cair Cair Cair Padat Padat Padat Aerosol Cair Aerosol Padat Buih Emulsi Sol Buih Padat Emulsi Padat Sol Padat Contoh Kabut, awan Asap, debu Busa sabun, krim kocok Susu, minyak ikan, santan Tinta, cat, sol emas Karet busa, batu apung Mutiara, opal Gelas warna, intan CARA MEMBUAT SISTEM KOLOID Ada dua metode pembuatan sistem koloid : Larutan Kondensasi Koloid Dispersi Suspensi Halaman 22 23 BAB 13 REDUKSI OKSIDASI dan ELEKTROKIMIA KONSEP REDUKSI OKSIDASI 1.

Berdasarkan pengikatan atau pelepasan Oksigen Reaksi Oksidasi = peristiwa pengikatan oksigen oleh suatu unsur atau senyawa, atau bisa dikatakan penambahan kadar oksigen. Reaksi Reduksi = peristiwa pelepasan oksigen oleh suatu senyawa, atau bisa dikatakan pengurangan kadar oksigen.

OKSIDASI = mengikat Oksigen REDUKSI = melepas Oksigen 2. Berdasarkan pengikatan atau pelepasan Elektron Reaksi Oksidasi = peristiwa pelepasan elektron oleh suatu unsur atau senyawa. Reaksi Reduksi = peristiwa pengikatan elektron oleh suatu unsur atau senyawa.

OKSIDASI = melepas Elektron REDUKSI = mengikat Elektron 3. Berdasarkan bilangan oksidasi Reaksi Oksidasi adalah meningkatnya bilangan oksidasi Reaksi Reduksi adalah menurunnya bilangan oksidasi OKSIDASI = peningkatan Bilangan Oksidasi REDUKSI = penurunan Bilangan Oksidasi Ada beberapa aturan bilangan oksidasi untuk menyelesaikan persoalan reaksi reduksi oksidasi berdasarkan bilangan oksidasi : ► Atom logam mempunyai Bilangan Oksidasi positif sesuai muatannya, misalnya : = bilangan oksidasinya +1 Ag+ = bilangan oksidasinya +4 Cu+ = bilangan oksidasinya +2 Cu2+ = bilangan oksidasinya +1 Na+ = bilangan oksidasinya +2 Fe2+ = bilangan oksidasinya +3 Fe3+ = bilangan oksidasinya +2 Pb2+ = bilangan oksidasinya +1 Pb4+ ► Bilangan Oksidasi H dalam H2= 0, dalam senyawa lain mempunyai Bilangan Oksidasi = +1, dalam senyawanya dengan logam (misal: NaH, KH, BaH) atom H mempunyai Bilangan Oksidasi = –1.

► Atom O dalam O2 mempunyai Bilangan Oksidasi = 0, dalam senyawa F2O mempunyai Bilangan Oksidasi = +2, dalam senyawa peroksida (misal: Na2O2, H2O2) O mempunyai Bilangan Oksidasi = –1. ► Unsur bebas (misal :Na, O2, H2, Fe, Ca C dll) mempunyai Bilangan Oksidasi = 0 ► F mempunyai Bilangan Oksidasi = –1 Halaman 23 24 ► Ion yang terdiri dari satu atom mempunyai Bilangan Oksidasi sesuai dengan muatannya, misalnya S2–,Bilangan Oksidasinya = –2.

► Jumlah Bilangan Oksidasi total dalam suatu senyawa netral = nol ► Jumlah Bilangan Oksidasi total dalam suatu ion = muatan ionnya MENYETARAKAN REAKSI REDUKSI OKSIDASI 1. METODE BILANGAN OKSIDASI (REAKSI ION) Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1.

Menentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi 2. Menyetarakan unsur tersebut dengan koefisien yang sesuai 3. Menentukan peningkatan bilangan oksidasi dari reduktor dan penu-runan bilangan oksidasi dari oksidator jumlah perubahan bil-oks = jumlah atom x perubahannya 4. Menentukan koefisien yang sesuai untuk menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi 5.

Menyetarakan muatan dengan menambahkan H+ ( suasana asam ) atau OH– ( suasana basa ) 6. Menyetarakan atom H dengan menambahkan H2O Bila ada persamaan bukan dalam bentuk reaksi ion usahakan ubah ke dalam bentuk reaksi ion.

2. METODE SETENGAH REAKSI (ION ELEKTRON) Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Tuliskan masing-masing setengah reaksinya.

2. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi 3. Setarakan oksigen dan kemudian hidrogen dengan ketentuan Suasana ASAM / NETRAL 3 Tambahkan 1 molekul H2O untuk setiap kekurangan 1 atom oksigen pada ruas yang kekurangan oksigen tersebut 3 Setarakan H dengan menambah ion H+ pada ruas yang lain Suasana BASA 3 Tambahkan 1 molekul H2O untuk setiap kelebihan 1 atom oksigen pada ruas yang kelebihan oksigen tersebut 3 Setarakan H dengan menambah ion OH– pada ruas yang lain 4.

Setarakan muatan dengan menambahkan elektron dengan jumlah yang sesuai, bila reaksi oksidasi tambahkan elektron di ruas kanan, bila reaksi reduksi tambahkan elektron di ruas kiri 5. Setarakan jumlah elektron kemudian selesaikan persamaan. ELEKTROKIMIA 1. SEL GALVANI atau SEL VOLTA ► Sel yang digunakan untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

► Dalam sel ini berlangsung reaksi redoks di mana katoda ( kutub positif ) dan tempat terjadinya reduksi, sedangkan anoda ( kutub negatif ) dan tempat terjadinya oksidasi. Notasi penulisan sel volta: M MA+ LB+ L Anoda Katoda Halaman 24 25 M MA+ L LB+ : : : : Logam yang mengalami oksidasi Logam hasil oksidasi dengan kenaikan bil-oks = A Logam hasil reduksi Logam yang mengalami reduksi dengan penurunan bil-oks = B Potensial Elektroda ( E ) Potensial listrik yang muncul dari suatu elektroda dan terjadi apabila elektroda ini dalam keadaan setimbang dengan larutan ion-ionnya.

Atau menunjukkan beda potensial antara elektroda logam dengan elektroda hidrogen yang mempunyai potensial elektroda = 0 volt.

Bila diukur pada 25oC, 1 atm: Potensial elektroda = Potensial elektroda standar ( Eo ) Adapun urutan potensial elektroda standar reduksi beberapa logam ( kecil ke besar ) adalah : Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Ni-Co-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au deret Volta Keterangan : ► Li sampai Pb mudah mengalami oksidasi, umumnya bersifat reduktor ► Cu sampai Au mudah mengalami reduksi, umumnya bersifat oksidator ► Logam yang berada di sebelah kiri logam lain, dalam reaksinya akan lebih mudah mengalami oksidasi Potensial Sel = Eosel dirumuskan sebagai : Eosel = Eoreduksi – Eooksidasi Reaksi dikatakan spontan bila nilai Eosel = POSITIF SEL ELEKTROLISIS tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Sel yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi kimia.

► Dalam sel ini berlangsung reaksi redoks di mana katoda ( kutub negatif ) dan tempat terjadinya reduksi, sedangkan anoda ( kutub positif ) dan tempat terjadinya oksidasi. Elektrolisis Leburan ( Lelehan / Cairan ) Apabila suatu lelehan dialiri listrik maka di katoda terjadi reduksi oksidasi anion.

kation dan di anoda terjadi Jika leburan CaCl2 dialiri listrik maka akan terion menjadi Ca2+ dan Cl– dengan reaksi sebagai berikut : CaCl2 Æ Ca2+ + 2 Cl– Kation akan tereduksi di Katoda, Anion akan teroksidasi di Anoda. KATODA (Reduksi) : Ca2+ + 2e Æ Ca ANODA (Oksidasi) : 2 Cl– Æ Cl2 + 2e Hasil Akhir: Ca2+ + 2 Cl– Æ Ca + Cl2 Elektrolisis Larutan Bila larutan dialiri arus listrik maka berlaku ketentuan sebagai berikut : Reaksi di KATODA ( elektroda – ) ► Bila Kation Logam-logam golongan I A, golongan II A, Al, dan Mn, maka yang tereduksi adalah air ( H2O ): 2 H2O ( l ) + 2e Æ H2( g ) + 2 OH– ( aq ) Halaman 25 26 ► Bila Kation H+ maka akan tereduksi: 2 H+ ( aq ) + 2e Æ H2( g ) ► Bila Kation Logam lain selain tersebut di atas, maka logam tersebut akan tereduksi: Lm+ ( aq ) + me Æ L( s ) Reaksi di ANODA ( elektroda + ) ANODA Inert ( tidak reaktif, seperti Pt, Au, C ) ► Bila Anion sisa asam atau garam oksi seperti SO42–, NO3–, dll, maka yang teroksidasi adalah air ( H2O ): 2 H2O ( l ) Æ O2( g ) + 4 H+ ( aq ) + 4e ► Bila anion OH– maka akan teroksidasi : 4 OH– ( aq ) Æ O2 ( g ) + 2 H2O ( l ) + 4e ► Bila Anion golongan VII A ( Halida )maka akan teroksidasi : 2 F– ( aq ) Æ F2 ( g ) + 2e 2 Br– ( aq ) Æ Br2 ( g ) + 2e 2 Cl– ( aq ) Æ Cl2 ( g ) + 2e 2 I– ( aq ) Æ I2 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium g ) + 2e ANODA Tak Inert ► Anoda tersebut akan teroksidasi: L( s ) Æ Lm+ ( aq ) + me Larutan MgSO4 dialiri listrik maka akan terion menjadi Mg2+ dan SO42– dengan reaksi sebagai berikut: MgSO4 ÆMg2+ + SO42– 3 Yang tereduksi di Katoda adalah air karena potensial reduksinya lebih besar dari Mg2+ (ion alkali tanah) 3 Yang teroksidasi di Anoda adalah air karena elektrodanya inert (C) dan potensial oksidasinya lebih besar dari SO42– (sisa garam atau asam oksi) KATODA (Reduksi) : 2 H2O + 2e Æ H2+ 2 OH– Æ O2+ 4 H+ + 4e ANODA (Oksidasi) : 2 H2O Menyamakan elektron: KATODA (Reduksi) : 2 H2O + 2e ANODA (Oksidasi) : 2 H2O Æ H2+ 2 OH– Æ O2 + 4 H+ + 4e (x2) Hasil Akhir: 4 H2O + 2 H2O Æ H2 + 2 OH– + O2 + 4 H+ 6 H2O Æ 2 H2 + O2 + 4 OH– + 4 H+ 4 H2O HUKUM FARADAY Hukum Faraday 1 : massa zat yang dibebaskan pada reaksi elektrolisis sebanding dengan jumlah arus listrik dikalikan dengan waktu elektrolisis Hukum Faraday 2 : massa zat yang dibebaskan pada reaksi elektrolisis sebanding dengan massa ekivalen zat tersebut: Halaman 26 27 massa ekivalen = me = massa atom relatif perubahan bil-oks Dari hukum Faraday 1 dan Faraday 2 didapatkan rumus: massa = i t me = = = kuat arus waktu massa ekivalen zat Dari hukum Faraday 2 diperoleh rumus: m1 m2 me1 me2 = = = = i.

t. me 96500 m1 me1 = m2 me2 Massa zat 1 Massa zat 2 Massa ekivalen zat 1 Massa ekivalen zat 2 Halaman 27 28 BAB 14 KIMIA ORGANIK SENYAWA ORGANIK Senyawa organik adalah senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup, senyawa ini berdasarkan strukturnya diklasifikasikan menjadi: Senyawa Organik Senyawa Alifatik Senyawa Jenuh Contoh: Alkana Turunan Alkana Alkanol/alkohol Senyawa Siklik Karbosiklik Alisiklik Contoh: Sikloalkana Senyawa Tidak Jenuh Aromatik Contoh: Alkena Turunan Alkena Alkuna Contoh: Benzena Naftalena Antrasena Heterosiklik Contoh: Pirimidin Purin SENYAWA JENUH DAN SENYAWA TIDAK JENUH 1.

Senyawa Jenuh Adalah senyawa organik yang tidak mempunyai ikatan rangkap atau tidak dapat mengikat atom H lagi. ALKANA Senyawa organik yang bersifat jenuh atau hanya mempunyai ikatan tunggal, dan mempunyai rumus umum : CnH2n + 2 n 2n + 2 = = jumlah atom karbon ( C ) jumlah atom hidrogen ( H ) Halaman 28 29 Beberapa senyawa alkana Atom C Rumus Molekul 1 CH4 2 C2H6 3 C3H8 4 C4H10 5 C5H12 6 C6H14 7 C7H16 8 C8H18 9 C9H20 10 C10H22 Nama Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana Oktana Nonana Dekana Kedudukan atom karbon dalam senyawa karbon : CH3 CH3 C CH2 CH2 CH CH3 CH3 CH3 C primer = atom C yang mengikat satu atom C lain Î ( CH3 ) C sekunder = atom C yang mengikat dua atom C lain Î ( CH2 ) C tersier = atom C yang mengikat tiga atom C lain Î ( CH ) C kuartener = atom C yang mengikat empat atom C lain Î ( C ) Gugus Alkil Gugus yang terbentuk karena salah satu atom hidrogen dalam alkana digantikan oleh unsur atau senyawa lain.

Rumus umumnya : CnH2n + 1 Beberapa senyawa alkil Atom C Rumus Molekul 1 CH3 2 C2H5 3 C3H7 4 C4H9 5 C5H11 - Nama metil etil propil butil amil PENAMAAN ALKANA MENURUT IUPAC 1.

Untuk rantai C terpanjang dan tidak bercabang nama alkana sesuai jumlah C tersebut dan diberi awalan n (normal). 2. Untuk rantai C terpanjang dan bercabang beri nama alkana sesuai jumlah C terpanjang tersebut, atom C yang tidak terletak pada rantai terpanjang sebagai cabang (alkil).

► Beri nomor rantai terpanjang dan atom C yang mengikat alkil di nomor terkecil. ► Apabila dari kiri dan dari kanan atom C-nya mengikat alkil di nomor yang sama utamakan atom C yang mengikat lebih dari satu alkil terlebih dahulu. ► Alkil tidak sejenis ditulis namanya sesuai urutan abjad, sedang yang sejenis dikumpulkan dan beri awalan sesuai jumlah alkil tersebut; di- untuk 2, tri- untuk 3 dan tetra- untuk 4.

2. Senyawa Tidak Jenuh Adalah senyawa organik yang mempunyai ikatan rangkap sehingga pada reaksi adisi ikatan itu dapat berubah menjadi ikatan tunggal dan mengikat atom H. Halaman 29 30 ALKENA Alkena adalah senyawa organik yang bersifat tak jenuh mempunyai ikatan rangkap dua, dan mempunyai rumus umum: CnH2n n 2n = = jumlah atom karbon ( C ) jumlah atom hidrogen ( H ) Beberapa senyawa alkena Atom C Rumus Molekul 1 2 C2H4 3 C3H6 4 C4H8 5 C5H10 6 C6H12 7 C7H14 8 C8H16 9 C9H18 10 C10H20 Nama Etena Propena Butena Pentena Heksena Heptena Oktena Nonena Dekena PENAMAAN ALKENA MENURUT IUPAC 1.

Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi nomor sesuai letak ikatan rangkapnya. 2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya seperti pada alkana. ALKUNA Alkuna adalah senyawa organik yang bersifat tak jenuh mempunyai mempunyai rumus umum : CnH2n – 2 n 2n – 2 = = ikatan rangkap tiga, dan jumlah atom karbon ( C ) jumlah atom hidrogen ( H ) Beberapa senyawa alkuna Atom C Rumus Molekul 1 2 C2H2 3 C3H4 4 C4H6 5 C5H8 6 C6H10 7 C7H12 8 C8H14 9 C9H16 10 C10H18 Nama Etuna Propuna Butuna Pentuna Heksuna Heptuna Oktuna Nonuna Dekuna PENAMAAN ALKUNA MENURUT IUPAC 1.

Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi nomor, sama seperti pada alkena. 2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya seperti pada alkana dan alkena, jelasnya perhatikan contoh berikut: ALKADIENA Alkadiena adalah senyawa organik yang bersifat tak jenuh mempunyai 2 buah ikatan rangkap dua.

Halaman 30 31 ISOMER Isomer adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama tetapi rumus struktur atau konfigurasinya. 1. Isomer Kerangka Rumus molekul dan gugus fungsi samatetapi rantai induk berbeda C C C C C C dengan C C C C 2.

Isomer Posisi Rumus molekul dan gugus fungsi sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda OH C C C C OH dengan C C C C 3. Isomer Fungsional ( Isomer gugus fungsi ) Rumus molekul sama tetapi gugus fungsionalnya berbeda, senyawa-senyawa yang berisomer fungsional: 3 Alkanol ( Alkohol ) dengan Alkoksi Alkana ( Eter ) 3 Alkanal ( Aldehid ) dengan Alkanon ( Keton ) 3 Asam Alkanoat ( Asam Karboksilat ) dengan Alkil Alkanoat ( Ester ) Contoh: CH3 CH2 CH2 CH2 CHO berisomer fungsi dengan CH3 propanal CH3 CH2 CH3 CH2 CO COO CH3 metil etanoat COOH juga berisomer fungsi dengan H asam propanoat CH3 propanon COOH berisomer fungsi dengan CH3 asam propanoat CH3 metoksi etana propanol CH3 CH2 OH berisomer fungsi dengan CH3 O COO C2H5 etil metanoat Halaman 31 32 4.

Isomer Geometris Rumus molekul sama, rumus struktur sama, tetapi berbeda susunan ruang molekul yang dibentuknya CH3 C CH3 CH3 berisomer geometris dengan C dalam H C CH3 H trans 2-butena H H C atomnya cis 2-butena 5. Isomer Optis Isomer yang terjadi terutama pada atom C asimetris ( atom C terikat pada 4 gugus berbeda ) H CH3 C* CH2 CH2 CH3 OH 1- pentanol C* = C asimetris mengikat CH3, H, OH, dan C3H7 GUGUS FUNGSIONAL Gugus fungsi adalah gugus pengganti yang dapat menentukan sifat senyawa karbon.

Homolog Gugus Rumus Fungsi IUPAC Trivial Alkanol Alkohol R — OH — OH Alkil Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Eter R — OR’ —O— Alkanal Aldehid R — CHO — CHO Alkanon Keton R — COR’ — CO — Asam Asam R — COOH — COOH Alkanoat Karboksilat Alkil Alkanoat Ester R — COOR’ — COO — 1.

ALKANOL Nama Trivial ( umum ) : Alkohol Rumus : R — OH Gugus Fungsi : — OH Penamaan Alkanol menurut IUPAC 1. Rantai utama adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus OH. 2. Gugus OH harus di nomor terkecil. CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 1-pentanol OH CH3 CH2 CH2 CH CH3 2-pentanol CH3 4-metil-2-pentanol OH CH3 CH CH3 CH2 CH OH OH di nomor 2, bukan 4, jadi bukan 4-pentanol tetapi 2-pentanol Halaman 32 33 2.

ALKOKSI ALKANA Nama Trivial ( umum ) : Eter Rumus : R — OR’ Gugus Fungsi : — O — Penamaan Alkoksi Alkana menurut IUPAC 1. Jika gugus alkil berbeda maka yang C-nya kecil sebagai alkoksi 2. Gugus alkoksi di nomor terkecil CH3 O CH3 metoksi metana CH3 O C2H5 metoksi etana CH3 CH CH2 CH O CH3 C2H5 CH3 5-metil-3-metoksi heksana gugus metoksi di nomor 3 bukan di nomor 4 3. ALKANAL Nama Trivial ( umum ) : Aldehida Rumus : R — COH Gugus Fungsi : — COH Penamaan Alkanal menurut IUPAC Gugus CHO selalu dihitung sebagai nomor 1 CH3 CH2 CH2 C H butanal O CH3 CH3 CH2 CH C H 3-metilbutanal O CH3 CH3 C CH2 C2H5 C H 3,3-dimetilpentanal O 4.

ALKANON Nama Trivial ( umum ) : Keton Rumus : R — COR’ Gugus Fungsi : — CO — Penamaan Alkanon menurut IUPAC 1. Rantai terpanjang dengan gugus karbonil CO adalah rantai utama 2. Gugus CO harus di nomor terkecil Halaman 33 34 O CH3 CH2 CH2 C CH3 2-pentanon CH3 4-metil-2-heksanon O CH3 CH CH2 C C2H5 O CH3 CH CH2 C CH3 4-metil-3-heksanon C2H5 5. ASAM ALKANOAT Nama Trivial ( umum ) : Asam Karboksilat Rumus : R — COOH Gugus Fungsi : — COOH Penamaan Asam Alkanoat menurut IUPAC Gugus COOH selalu sebagai nomor satu CH3 CH2 C CH2 CH asam butanoat OH asam 3-metilpentanoat O O C2H5 CH3 OH C CH2 CH3 CH3 C CH2 C3H asam 3,3-dimetilheksanoat OH C O 6.

ALKIL ALKANOAT Nama Trivial ( umum ) : Ester Rumus : R — COOR’ Gugus Fungsi : — COO — Penamaan Alkil Alkanoat menurut IUPAC R C OR alkanoat alkil O Gugus alkilnya selalu berikatan dengan O Halaman 34 35 CH3 CH2 C2H5 H CH2 C C CH2 CH2 O C OC2H5 OCH3 O OCH3 etil butanoat metil pentanoat metil metanoat O GUGUS FUNGSI LAIN AMINA Nama Trivial ( umum ) : Amina Rumus : R — NH2 Penamaan Amina menurut IUPAC dan Trivial Amina Primer CH3 CH2 CH2 CH2 NH2 CH3 CH2 CH CH2 CH3 1-amino-butana / butil amina 3-amino-pentana / sekunder amil amina NH2 Amina Sekunder CH3 CH2 CH2 CH3 NH dietil amina Amina Tersier CH3 CH2 CH3 N etil-dimetil-amina CH3 SENYAWA SIKLIK BENZENA Benzena adalah suatu senyawa organik aromatis, yang mempunyai 6 atom karbon dan 3 ikatan rangkap yang berselang-seling (berkonjugasi) dan siklik ( seperti lingkaran ).

Strukturnya : H C CH HC HC CH C H Simbol : Reaksi Benzena 1. Adisi Ciri reaksi adisi adalah adanya perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Adisi dilakukan oleh H2 atau Cl2 pada suhu dan tekanan tinggi. Halaman 35 36 H2 C H C HC CH HC CH + 3 H2 Æ H2C CH2 H2C CH2 Siklo heksana C H2 C H 2. Sustitusi Ciri reaksi substitusi tidak ada perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal atau sebaliknya. Sustitusi benzena di bedakan menjadi: Monosubstitusi Penggantian satu atom hidrogen pada benzena dengan atom atau senyawa gugus yang lain.

Rumus umum monosubstitusi : C6H5A H C HC C—A HC CH A atau secara simbolik A = pengganti atom hidrogen C H Struktur Nama 1. CH3 Toluena 2. OH Fenol 3. CH Benzaldehida O CO 4. 5. O Asam Benzoat NH2 Anilin CH 6. Stirena CH2 Disubstitusi Penggantian dua atom hidrogen pada benzena dengan atom atau senyawa gugus yang lain. Ada tiga macam disubstitusi: A A A orto A A meta A para Halaman 36 37 NAFTALENA Naftalena adalah suatu senyawa organik aromatis, yang mempunyai 10 atom karbon dan 5 ikatan rangkap yang berselang-seling (berkonjugasi) dan double siklik ( seperti 2 lingkaran ).

H H C C CH C HC HC C CH C H C H ANTRASIN Antrasin atau antrasena adalah suatu senyawa organik aromatis, yang mempunyai 14 atom karbon. H H H C C C CH HC C C HC C C H C C H CH C H ASPEK BIOKIMIA Biokimia adalah cabang ilmu kimia untuk mempelajari peristiwa kimia (reaksi kimia) yang terjadi dalam tubuh makhluk (organisme) hidup. Senyawa kimia yang termasuk biokimia adalah senyawa-senyawa yang mengandung atau tersusun oleh unsur-unsur seperti : karbon ( C ), Hidrogen ( H ), Oksigen ( O ), Nitrogen ( N ) Belerang ( S ) Fosfor ( P ), dan beberapa unsur lain dalam jumlah yang kecil.

Nutrisi yang diperlukan dalam tubuh Nutrisi Fungsi 1. Karbohidrat Sumber energi, 2. Lemak 3. Protein 4. Garam mineral 5. Vitamin 6. air Sumber energi Pertumbuhan dan perbaikan jaringan, pengontrol reaksi kimia dalam tubuh Beraneka peran khusus Pembentukan organ, meningkatkan daya tahan tubuh, memaksimalkan fungsi panca indera Pelarut, penghantar, reaksi hidrolisis Sumber Nasi, kentang, gandum, umbiumbian Mentega, margarine, minyak Daging, ikan, telur, kacangkacangan, tahu, tempe, susu Daging, sayuran Buah-buahan, sayuran Air minum Halaman 37 38 Senyawa-senyawa biokimia meliputi: 1.

KARBOHIDRAT Rumus umum : Cn(H2O)m Karbohidrat Monosakarida Glukosa Fruktosa Galaktosa Komposisi Terdapat dalam C6H12O6 C6H12O6 C6H12O6 Buah-buahan Buah-buahan, Madu Tidak ditemukan secara alami Disakarida Maltosa Sukrosa Laktosa Glukosa + Glukosa Glukosa + Fruktosa Glukosa + Galaktosa Kecambah biji-bijian Gula tebu, gula bit Susu Polisakarida Glikogen Pati Kanji Selulosa Polimer Glukosa Polimer Glukosa Polimer Glukosa Simpanan energi hewan Simpanan energi tumbuhan Serat tumbuhan MONOSAKARIDA Berdasarkan jumlah atom C dibagi menjadi: Jumlah C 2 3 Nama Diosa Triosa Rumus C2(H2O)2 C3(H2O)3 4 Tetrosa C4(H2O)4 5 Pentosa C5(H2O)5 6 Heksosa C6(H2O)6 Contoh Monohidroksiasetaldehida Dihiroksiketon Gliseraldehida Trihidroksibutanal Trihidroksibutanon Ribulosa Deoksiribosa Ribosa Milosa Glukosa Manosa Galaktosa Fruktosa Berdasarkan gugus fungsinya : Aldosa: monosakarida yang mempunyai gugus fungsi aldehid ( alkanal ) Ketosa: monosakarida yang mempunyai gugus fungsi keton ( alkanon ) DISAKARIDA Disakarida dibentuk oleh 2 mol monosakarida heksosa: Contoh : Glukosa + Fruktosa Æ Sukrosa + air Rumusnya : C6H12O6 + C6H12O6 Æ C12H22O11 + H2O Disakarida yang terbentuk tergantung jenis heksosa yang direaksikan Halaman 38 39 Reaksi pada Disakarida: Disakarida dalam air Maltosa Sukrosa Laktosa larut larut koloid Reduksi : Fehling, Tollens, Benedict positif negatif positif Optik-aktif dekstro dekstro dekstro Maltosa Hidrolisis 1 mol maltosa akan membentuk 2 mol glukosa.

Æ H2O C6H12O6 + C6H12O6 C12H22O11 + Maltosa Glukosa Glukosa Maltosa mempunyai gugus aldehid bebas sehingga dapat bereaksi dengan reagen Fehling, Tollens, dan Benedict dan disebut gula pereduksi. Sukrosa Hidrolisis 1 mol sukrosa akan membentuk 1 mol glukosa dan 1 mol Æ C6H12O6 + C6H12O6 H2O C12H22O11 + Sukrosa Glukosa Fruktosa fruktosa. Reaksi hidrolisis berlangsung dalam suasana asam dengan bantuan ini sering disebut sebagai proses inversi dan hasilnya adalah gula invert Laktosa Hidrolisis 1 mol laktosa akan membentuk 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa.

Æ H2O C6H12O6 C6H12O6 + C12H22O11 + Laktosa Glukosa Galaktosa Seperti halnya maltosa, laktosa mempunyai gugus aldehid bebas sehingga dapat bereaksi dengan reagen Fehling, Tollens, dan Benedict dan disebut gula pereduksi.

POLISAKARIDA Terbentuk dari polimerisasi senyawa-senyawa monosakarida, dengan rumus umum: (C6H10O5)n Reaksi pada Polisakarida: Polisakarida dalam air Amilum Glikogen Selulosa koloid koloid koloid Reduksi : Fehling, Tollens, Benedict negatif positif negatif Tes Iodium biru violet putih Berdasarkan daya reduksi terhadap pereaksi Fehling, Tollens, atau Benedict Gula terbuka : karbohidrat yang mereduksi reagen Fehling, Tollens, atau Benedict. Gula tertutup : karbohidrat yang tidak mereduksi reagen Fehling, Tollens, atau Benedict.

2. ASAM AMINO Asam amino adalah monomer dari protein, yaitu asam karboksilat yang mempunyai gugus amina ( NH2 ) pada atom C ke-2, rumus umumnya: R — CH — COOH NH2 Halaman 39 40 Asam 2 amino asetat (glisin) H — CH — COOH NH2 Asam 2 amino propionat (alanin) CH3 — CH — COOH NH2 JENIS ASAM AMINO Asam amino essensial (tidak dapat disintesis tubuh) Contoh : isoleusin, fenilalanin, metionin, lisin, valin, treonin, triptofan, histidin Asam amino non essensial (dapat disintesis tubuh) Contoh : glisin, alanin, serin, sistein, ornitin, asam aspartat, tirosin, sistin, arginin, asam glutamat, norleusin 3.

PROTEIN Senyawa organik yang terdiri dari unsur-unsur C, H, O, N, S, P dan mempunyai massa molekul relatif besar ( makromolekul ). PENGGOLONGAN PROTEIN Berdasar Ikatan Peptida 1.

Protein Dipeptida Î jumlah monomernya = 2 dan ikatan peptida = 1 2. Protein Tripeptida Î jumlah monomernya = 3 dan ikatan peptida = 2 3. Protein Polipeptida Î jumlah monomernya > 3 dan ikatan peptida >2 Berdasar hasil hidrolisis 1. Protein Sederhana Î hasil hidrolisisnya hanya membentuk asam α amino 2.

Protein Majemuk Î hasil hidrolisisnya membentuk asam α amino dan senyawa lain selain asam α amino Berdasar Fungsi No Protein Fungsi Contoh Kulit, tulang, gigi, rambut,bulu, kuku, otot, 1 Struktur Proteksi, penyangga, kepompong, dll pergerakan 2 Enzim Katalisator biologis Semua jenis enzim dalam tubuh 3 Hormon Pengaturan fungsi tubuh insulin 4 Transport Pergerakan senyawa antar dan hemoglobin atau intra sel 5 Pertahanan Mempertahankan diri antibodi 6 Racun Penyerangan Bisa Ular dan bisa laba-laba 7 Kontraktil sistem kontraksi otot aktin, miosin REAKSI IDENTIFIKASI PROTEIN No Pereaksi Reaksi Warna 1 Biuret Protein + NaOH + CuSO4 Merah atau ungu 2 Xantoprotein Protein + HNO3 kuning 3 Millon Protein + Millon merah Catatan Millon = larutan merkuro dalam asam nitrat Halaman 40 41 4.

LIPIDA Senyawa organik yang berfungsi sebagai makanan tubuh. TIGA GOLONGAN LIPIDA TERPENTING 1. LEMAK: dari asam lemak + gliserol Lemak Jenuh ( padat ) 3 Terbentuk dari asam lemak jenuh dan gliserol 3 Berbentuk padat pada suhu kamar 3 Banyak terdapat pada hewan Lemak tak jenuh ( minyak ) 3 Terbentuk dari asam lemak tak jenuh dan gliserol 3 Berbentuk cair pada suhu kamar 3 Banyak terdapat pada tumbuhan 2.

FOSFOLIPID: dari asam lemak + asam fosfat + gliserol 3. STEROID: merupakan Siklo hidrokarbon 5. ASAM NUKLEAT DNA = Deoxyribo Nucleic Acid ( Asam Deoksiribo Nukleat ) Basa yang terdapat dalam DNA : Adenin, Guanin, Sitosin, Thimin RNA = Ribo Nucleic Acid ( Asam Ribo Nukleat ) Basa yang terdapat dalam RNA : Adenin, Guanin, Sitosin, Urasil POLIMER Polimer adalah suatu senyawa besar yang terbentuk dari kumpulan monomer-monomer, atau unit-unit satuan yang lebih kecil.

Contoh: polisakarida (karbohidrat), protein, asam nukleat ( telah dibahas pada sub bab sebelumnya), dan sebagai contoh lain adalah plastik, karet, fiber dan lain sebagainya. REAKSI PEMBENTUKAN POLIMER 1. Kondensasi Monomer-monomer berkaitan dengan melepas molekul air dan metanol yang merupakan molekul-molekul kecil. Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada ujungujungnya. Contoh: pembentukan nilon dan dakron 2.

Adisi Monomer-monomer yang berkaitan mempunyai ikatan rangkap. Terjadi berdasarkan reaksi adisi yaitu pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Polimerisasi adisi umumnya bergantung pada bantuan katalis. Contoh: pembentukan polietilen dan poliisoprena PENGGOLONGAN POLIMER 1.

Berdasar jenis monomer Homopolimer: terbentuk dari satu jenis monomer, Contoh: polietilen ( etena = C2H4 ), PVC ( vinil klorida = C2H3Cl ), Teflon ( tetrafluoretilen = C2F4), dll. Kopolimer: terbentuk dari lebih satu jenis monomer, Contoh: Nilon ( asam adipat dan heksametilendiamin ) Dakron ( etilen glikol dan asam tereftalat ) Kevlar / serat plastik tahan peluru ( fenilenandiamina dan asam tereftalat ) Halaman 41 42 2.

Berdasar asalnnya Polimer Alami: terdapat di alam Contoh: proten, amilum, selulosa, karet, asam nukleat. Polimer Sintetis: dibuat di pabrik Contoh: PVC, teflon, polietilena 3. Berdasar ketahan terhadap panas Termoset: jika dipanaskan akan mengeras, dan tidak dapat dibentuk ulang. Contoh: bakelit Termoplas: jika dipanaskan akan meliat (plastis) sehingga dapat dibentuk ulang. Contoh: PVC, polipropilen, dll Halaman 42 43 BAB 15 KIMIA UNSUR 1.

Reaksi antar Halogen Terjadi jika halogen yang bernomor atom lebih besar dalam larutan/berbentuk ion, istilahnya “reaksi pendesakan antar halogen”. F– Cl– Br– I– 9 9 9 F2 — 9 9 Cl2 — — 9 Br2 — — — I2 — — — — Keterangan : 9 terjadi reaksi, — tidak terjadi reaksi tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium. Reaksi Gas Mulia Walaupun sukar bereaksi namun beberapa pakar kimia dapat mereaksikan unsur gas mulia di laboratorium: Senyawa yang pertama dibuat XePtF6 Adapun senyawa lainnya: Reaksi Xe + F2 Rn + 2 F2 Xe + 3 F2 XeF6 + H2O XeF6 + 2 H2O XeF6 + 3 H2O XeO3 + NaOH 4 NaHXeO4 + 8 NaOH Kr + F2 Kr + 2 F2 Rn + F2 Xe + 2 F2 Senyawa RnF4 XeF4 XeF6 XeOF4 + 2 HF XeO2F2 + 4 HF XeO3 + 6 HF NaHXeO4 Na4XeO6 + Xe + 6H2O KrF2 KrF4 RnF2 XeF2 Bil-Oks +2 +4 +4 +6 +6 +6 +8 +8 +2 +4 +2 +6 SENYAWA KOMPLEKS Aturan penamaan senyawa kompleks menurut IUPAC : 1.

Kation selalu disebutkan terlebih dahulu daripada anion. 2. Nama ligan disebutkan secara berurut sesuai abjad. Ligan adalah gugus molekul netral, ion atau atom yang terikat pada suatu atom logam melalui ikatan koordinasi. Daftar ligan sesuai abjad. Amin = NH3 ( bermuatan 0 ) ( bermuatan 0 ) Akuo = H2O ( bermuatan –1 ) Bromo = Br– ( bermuatan –1 ) Hidrokso = OH– ( bermuatan –1 ) Iodo = I– ( bermuatan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium ) Kloro = Cl– ( bermuatan –1 ) Nitrito = NO2– ( bermuatan –2 ) Oksalato = C2O42– Siano = CN– ( bermuatan –1 ) Tiosianato= SCN– ( bermuatan –1 ) Tiosulfato = S2O32– ( bermuatan –2 ) Halaman 43 44 3.

Bila ligan lebih dari satu maka dinyatakan dengan awalan di- untuk 2, tri- untuk 3, tetra- untuk 4, penta- untuk lima dan seterusnya. 4. Nama ion kompleks bermuatan positif nama unsur logamnya menggunakan bahasa Indonesia dan diikuti bilangan oksidasi logam tersebut dengan angka romawi dalam tanda kurung.

Sedangkan untuk ion kompleks bermuatan negatif nama unsur logamnya dalam bahasa Latin di akhiri –at dan diikuti bilangan oksidasi logam tersebut dengan angka romawi dalam tanda kurung. Unsur Nama Kation Anion Al aluminium aluminium aluminat Ag perak perak argentat Cr krom krom kromat Co kobal kobal kobaltat Cu tembaga tembaga kuprat Ni nikel nikel nikelat Zn seng seng zinkat Fe besi besi ferrat Mn mangan mangan manganat Pb timbal timbal plumbat Au emas emas aurat Sn timah timah stannat Halaman 44 45 BAB 16 KIMIA LINGKUNGAN Komposisi udara bersih secara alami: Zat Rumus Nitrogen N2 Oksigen O2 Argon Ar Karbondioksida CO2 Karbonmonoksida CO Neon Ne Helium He Kripton Kr Hidrogen H Belerangdioksida SO2 Oksida Nitrogen NONO2 Ozon O3  1bpj = 10–4 % % 78 21 0,93 0,0315 0,002 0,0018 0,0005 0,0001 0,00005 0,00001 0,000005 0,000001 bpj 780000 210000 9300 315 20 18 5 1 0,5 0,1 0,05 0,01 Apabila zat-zat di atas melebihi angka-angka tersebut berarti telah terjadi pencemaran udara ZAT ADITIF MAKANAN 1.

Penguat rasa atau penyedap rasa Mononatrium glutamat ( Monosodium glutamate = MSG ) atau disebut vetsin. O H Na – O – C – CH2 – CH2 – C – COOH NH2 2.

Pewarna Nama Klorofil Karamel Anato Beta-Karoten eritrosin 3. Pemanis Nama Sakarin Siklamat Sorbitol Xilitol Maltitol Warna Hijau Coklat-Hitam Jingga Kuning merah Jenis sintetis sintetis sintetis sintetis sintetis Jenis alami alami alami alami sintetis Pewarna untuk selai, agar-agar produk kalengan minyak,keju keju saus, produk kalengan Pemanis untuk Permen Minuman ringan Selai, agar-agar Permen karet Permen karet 4.

Pembuat rasa dan aroma IUPAC trivial Etil etanoat Etil asetat Etil butanoat Etil butirat Oktil etanoat Oktil asetat Butil metanoat Butil format Etil metanoat Etil format Amil butanoat Amil butirat Aroma dan rasa apel nanas jeruk raspberri rum pisang Halaman 45 46 5. Pengawet Nama Asam propanoat Asam benzoat Natrium nitrat Natrium nitrit Pengawet untuk Roti, keju Saos, kecap minuman ringan ( botolan ) daging olahan, keju olahan daging kalenganikan kalengan 6.

Antioksidan Membantu mencegah oksidasi pada makanan, contoh: Nama Kegunaan Asam askorbat Daging kalengan, Ikan kalengan, buah kalengan BHA ( butilhidroksianol ) lemak dan minyak BHT ( butilhidroktoluen ) margarin dan mentega PUPUK Unsur yang dibutuhkan oleh tanaman: Unsur Senyawa/ion Kegunaan 1 karbon CO2 Menyusun karbohidrat, proteinlemak serta klorofil 2 hidrogen H2O Menyusun karbohidrat, proteinlemak serta klorofil 3 oksigen CO2 dan H2O Menyusun karbohidrat, proteinlemak serta klorofil 4 nitrogen NO3– dan NH4+ Sintesis protein, merangsang pertumbuhan vegetatif Memacu pertumbuhan akar, memepercepat 5 fosfor HPO42– dan pembentukan bunga dan mempercepat buah atu biji H2PO4– matang + 6 kalium K Memperlancar proses fotosintesis, membentuk protein, pengerasan batang, meningkatkan daya tahan tanaman dari hama 7 kalsium Ca2+ Mengeraskan batang dan membentuk biji 8 magnesium Mg2+ Membentuk klorofil 9 belerang SO42– Menyusun protein dan membantu membentuk klorofil 1.

Jenis-jenis pupuk organik : Nama Asal 1 Kompos Sampah-sampah organik yang sudah mengalami pembusukan dicampur beberapa unsur sesuai keperluan. 2 Humus Dari dedaunan umumnya dari jenis leguminose atau polong-polongan.

3 Kandang Dari kotoran hewan ternak seperti, ayam, kuda, sapi, dan kambing 2. Jenis-jenis pupuk anorganik : ► Pupuk Kalium : ZK 90, ZK96, KCl ► Pupuk Nitrogen : ZA, Urea, Amonium nitrat ► Pupuk Fosfor : Superfosfat tunggal (ES), Superfosfat ganda (DS), TSP ► Pupuk majemuk Mengandung unsur hara utama N-P-K dengan komposisi tertentu, tergantung jenis tanaman yang membutuhkan.

Halaman 46 47 PESTISIDA 1. Jenis-jenis pestisida: digunakan untuk nama memberantas 1. bakterisida bakteri atau virus 2. fungisida jamur 3. herbisida gulma 4. insektisida serangga 5. nematisida cacing (nematoda) 6. rodentisida pengerat ( tikus ) contoh tetramycin carbendazim basudin warangan 2. Bahan Kimia dalam pestisida: kelompok fungsi arsen pengendali jamur dan rayap pada kayu antibeku pembeku darah hama tikus karbamat umumnya untuk meracuni serangga organoklor membasmi hama tanaman termasuk serangga organofosfat membasmi serangga Numpang: http://olimpiade.kasmui.com contoh As2O5 wartarin karbaril DDT, aldrin, dieldrin diaziton Halaman 47 48 RINGKASAN MATERI KIMIA SMA Δ = = − 1 = −2,18 10 1 − 1 = −1,10 10 Jari-jari: = ℎ = 1 =.

0,529 Tetapan Rydberg: 7 -1 1,10 x 10 m 1 − Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron Konfigurasi elektron (prinsip Aufbau): 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p Muatan Formal: MF = EV -1/2EI –EN ; =∑ − 1; = − (3 ); ; PEP = Pasangan Elektron Pusat; B = Bebas; I = Ikatan − ( − Orbital hibrida sp 2 sp 3 sp 2 dsp 3 sp d 3 2 sp d 2 3 d sp m.

c. Dt DG = DH − TDS DH = DT DH = − ( ln ) ; ln = − = = − Na -2,71 Pergeseran kesetimbangan: Ba -1,57 Δ = − = = = D > 0: tidak spontan; D = 0: setimbang; D < 0: spontan < 0: tidak terjadi reaksi redoks; > 0: terjadi reaksi redoks = = Reaksi orde 1:/. (1/2) = ; = = − [ ] = [ ] [ ] = [ ] = − [ ] = [ ] 1 + [ ] 1 = − [ ] ∆ = (2) ; Pengenceran: Pencampuran: ∆ = = = [ [ Arrhenius: asam HA ⎯ H+ + A-; basa MOH ⎯ M+ + OH- Bronsted-Lowry: asam donor H+; basa akseptor H+ ] =.

= ] =. = [ asam akseptor elektron; basa donor elektron IIA IIIB IVB VB. VIB VIIB Sn -0.137 Cu 0,341 Ag 0,799 − − Hg 0,851 Pt 1,18 Au 1,498 DIAGRAM PASUG-THV = − ln[ ] [ ] [ log [ ] ] o(25 C) 2 [ ] = .[ ] = = .[ Hidrolisis sebagian, pH < 7 ] [ ] = .[ SISTEM PERIODIK UNSUR VIIIB VIIIB VIIIB IB ]= .[ IIB [ ] = ;  = derajat disosiasi [ ] ] ℎ] ] ℎ] 2 1 Pa = 1 N/m = 1 kg/m.s 1 atm = 760 mmHg = 760 torr = 101325 Pa = 1,01325 bar 5 1 bar = 10 Pa 3 3 1 L = 1 dm = 1000 cm 3 1 L = 1/1000 m -19 1 eV = 1,602178 x 10 J 1 cal = 4,418 J 1 inch = 0,0254 m o -10 1 A = 1 x 10 m 1 m = 0,1 deci = 0,01 centi -3 -6 = 10 mili = 10 micro -9 -10 o = 10 nano = 10 A -12 -15 = 10 pico = 10 femto -18 = 10 atto Hidrolisis sebagian, pH > 7.

[. ] =. [. [. ] =. [. [ Lewis: IA. Faktor van’t Hoff: = 1 + ( − 1) = (1/2) ; Sel Elektrolisis Energi listrik KRAO KNAP. . = =. ; = 96500 96500 R = 8,314 J/K.mol 7 R = 8,314 x 10 erg/K.mol R = 1,987 cal/K.mol R = 0,082054 L.atm/K.mol -23 KB = 1,38066 x 10 J/K -34 h = 6,62608 x 10 J.s -31 me = 9,10939 x 10 kg -27 mp = 1,67262171 x 10 kg -27 mn = 1,67492728 x 10 kg -9 e = 1,602177 x 10 C F = 96485,3 C/mol = 96500 C/mol c = 299.792.458 m/s 1 H = 27,2113845 eV -27 1 a.m.u = 1,66053886 x 10 kg 2 1 g = 9,80665 m/s Koligatif: ∆ =.

= − ∆ ∆ =. ∆ =.  = MRT Reaksi orde 2: ln ; Sudut o 180 o 120 o 109,5 o 90 o o 120 ,90 o 90 o 90 = Konsentrasi: =. / Fe -0,45 Contoh BeCl2 BF3 CH4 2[Ni(CN)4] PCl5 SF6 2+ [Co(NH3)6] = ; k = tetapan laju Δ = − Δ = Δ + ln 1. Konsentrasi ditambah mengurangi konsentrasi 2. Tekanan naik = volume turun = tambah konsentrasi  mengurangi tekanan  geser ke koefisien kecil 3. Suhu naik  sistem menyerap kalor (endoterm), DH > 0 4. Suhu turun  sistem menghasilkan kalor (eksoterm), DH < 0 5. Katalisator: mempercepat terjadinya kesetimbangan, tidak mengubah letak kesetimbangan Waktu paruh : Zn -0.76 ( − )= + ; Sel Volta/Galvani Energi kimia  KRAO KAPAN + ; ln )= Orientasi Linear Trigonal datar Tetrahedral Segi 4 datar Bipiramidal trigonal Oktahedral Oktahedral DH = S Energi putus ikatan − S Energi bentuk ikatan DH = SD − SD = + Jari atom berkurang Pot.

Ionisasi bertambah Elektronegativitas bertambah Afin. Elektron bertambah C = c.Dt q = m. c.Dt = C.Dt o C = Kapasitas kalor (J/ C) o c = Kalor jenis (J/g C) ± Konsep Mol: o 23 STP (O C, 1 atm), 1 mol = 22,4 L = 6,022 x 10 partikel/mol Gas Ideal: pV = nRT -> pV = (m/Ar)RT -> p = MRT ->  = MRT Gas VDW: Gaya VDW: Gaya London (dispersi), non-polar; CH4 < Gaya dipol-dipol, polar; aseton < Ikatan Hidrogen, H terikat pada F,O,N; H2O Struktur Lewis H2SO4 Jari atom bertambah Pot.

Ionisasi berkurang Elektronegativitas berkurang Afin. Elektron berkurang. S = = ] Ksp: n = 2; n = 3; n = 4; =[ =[ =[ ][ ] = ][2 ] = 4 ][3 ] = 27 IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA 5B 6C 7N 8O 9F 10 Ne 1H 2 He 3 Li 4 Be 11 Na 12 Mg 13 Al 14 Si 15 P 16 S 17 Cl 18 Ar 19 K 20 Ca 21 Sc 22 Ti 23 V 24 Cr 25 Mn 26 Fe 27 Co 28 Ni 29 Cu 30 Zn 31 Ga 32 Ge 33 As 34 Se 35 Br 36 Kr 37 Rb 38 Sr 39 Y 40 Zr 41 Nb 42 Mo 43 Tc 44 Ru 45 Rh 46 Pd 47 Ag 48 Cd 49 In 50 Sn 51 Sb 52 Te 53 I 54 Xe 55 Cs 56 Ba 72 Hf 73 Ta 74 W 75 Re 76 Os 77 Ir 78 Pt 79 Au 80 Hg 81 Tl 82 Pb 83 Bi 84 Po 85 At 86 Rn 87 Fr 88 Ra 104 Rf 105 Db 106 Sg 107 Bh 108 Hs 109 Mt 110 Ds 111 Rg 112 Cn 113 Uut 114 Fl 115 Uup 116 Lv 117 Uus 118 Uuo alkali Alkali tanah transisi metaloid non-logam Lantanida 57 La 58 Ce 59 Pr 60 Nd 61 Pm 62 Sm 63 Eu 64 Gd 65 Tb 66 Dy 67 Ho 68 Er 69 Tm 70 Yb 71 Lu Aktinida 89 Ac 90 Th 91 Pa 92 U 93 Np 94 Pu 95 Am 96 Cm 97 Bk 98 Cf 99 Es 100 Fm 101 Md 102 No 103 Lr Kasmui – http://kasmui.com “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” 1 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” 1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia Bagian 1: Kimia Anorganik – Fisik – Analitik Bayu Ardiansah, S.Si.

Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia 2015 SCIENT-PUBS EDUCATION Kwarakan, RT 73, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo, 55663, Yogyakarta 2 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Kata Pengantar Buku ini disusun untuk membantu siswa-siswi SMA/MA yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba ilmiah/eksakta bidang kimia seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional dan bahkan hingga level Internasional (IChO).

Selain itu, buku ini juga cocok dipelajari sebagai persiapan menghadapi kompetisi kimia yang digelar beberapa perguruan tinggi seperti OKINES – Olimpiade Kimia Unnes (Universitas Negeri Semarang), Chemistry Fair (Universitas Indonesia), Olimpiade Kimia Nasional (UGM), NCC – National Chemistry Challenge (ITS Surabaya) dan OKTAN (Kimia ITB). Buku ini berisi soal-soal latihan dan penyelesaiannya yang disajikan secara terstruktur perkelompok topik. Tidak seperti buku lainnya, di sini akan dibahas lebih detail dan mendalam mengenai persoalan yang ada.

Soal-soal yang disajikan diambil dari pengalaman mengajar penulis sebagai asisten dosen di Departemen Kimia FMIPA UI, hasil modifikasi soal OSN dan IChO serta soal-soal OSN dari tahun-tahun sebelumnya. Buku ini juga dilengkapi dengan prediksi soal OSN Kimia dari berbagai tingkatan, mulai dari Kabupaten/Kota hingga tingkat Nasional.

Semoga buku ini bermanfaat dan berguna bagi siswa-siswi SMA/MA serta guru pengajar olimpiade kimia. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis hargai. Yogyakarta, Mei 2015 Penulis 3 “1000 Langkah Lebih Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Menjadi Juara OSN Kimia” DAFTAR ISI TOPIK 1: Atom, Ion, Molekul dan Stoikiometri TOPIK 2: Gas dan Energi Reaksi Kimia TOPIK 3: Struktur Elektronik Atom, Ikatan Kimia dan Geometri Molekul TOPIK 4: Sifat Koligatif Larutan dan Kinetika Kimia TOPIK 5: Kesetimbangan Kimia dan Asam Basa TOPIK 6: Kesetimbangan Kelarutan, Termodinamika dan Redoks Elektrokimia TOPIK 7: Logam Transisi, Senyawa Koordinasi dan Kimia Radiasi Prediksi Soal OSN Kimia Paket A Prediksi Soal OSN Kimia Paket B …………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan……………………………………….

…………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan………………………………………. 4 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” KELOMPOK TOPIK KE-2 (Gas dan Energi Reaksi Kimia/Termokimia) Bagian I : Pilihan Ganda 1) Grafik di bawah ini merepresentasikan distribusi kecepatan tiga macam gas (X, Y dan Z) pada temperatur 300 K. Apabila diketahui ketiga macam gas tersebut adalah N2 (28,02 g/mol), He (4,003 g/mol) dan Cl2 (70,90 g/mol), dan mengacu pada postulat teori kinetik gas mengenai distribusi kecepatan gas, maka gas X, Y dan Z tersebut masing-masing adalah : A.

X = N2; Y = He; Z = Cl2 B. X = N2; Y = Cl2; Z = He C. X = He; Y = Cl2; Z = N2 D. X = Cl2; Y = N2; Z = He E. X = Cl2; Y = He; Z = N2 Penyelesaian : D 5 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Kecepatan distribusi suatu molekul gas dipengaruhi oleh massa molekul gas tersebut.

Semakin ringan suatu gas maka kecepatannya akan semakin besar, begitu juga sebaliknya. Hal ini ditunjukkan dengan rumus kecepatan rata-rata kuadrat (vrms) yaitu vrms =.

Dengan demikian, gas X, Y dan Z secara berurutan adalah dari yang paling berat ke paling ringan, yaitu Cl2, N2 dan He. 2) Maxwell-Boltzmann merumuskan sejumlah generalisasi perilaku gas yang dikenal dengan teori kinetik molekul gas (kinetic molecular theory of gases), yang mana gas dianggap berperilaku “ideal”.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam postulat teori kinetik gas yang diusulkan adalah : A. Gas terdiri dari molekul-molekul yang satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh jarak yang besar.

Molekul-molekul dianggap merupakan “titik-titik” yang memiliki massa namun memiliki volume yang dapat diabaikan. B. Molekul gas senantiasa bergerak secara tetap dan arah yang acak yang saling bertumbukan satu dengan lainnya.

C. Molekul gas dianggap tidak mengalami gaya tarik-menarik maupun gaya tolak menolak antara satu dengan lainnya D. Tumbukan antara molekul-molekul gas tidak bersifat elastis sempurna E. Energi kinetik rata-rata molekul sebanding dengan suhu gas dalam Kelvin 6 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Penyelesaian : D Inti dari teori kinetik gas mencakup asumsi-asumsi pada opsi a, b, c dan e.

Namun yang perlu dipahami adalah tumbukan antar molekul gas bersifat sempurna. Dengan kata lain, akibat tumbukan itu, energi dapat dipindahkan dari satu molekul ke molekul lainnya, dan energi total dari semua molekul dalam system itu tetap sama. Sehingga opsi “d” bukan merupakan satu dari postulat yang diusulkan. 3) Gambar di bawah ini merepresentasikan keadaan untuk membuktikan salah satu hukum gas ideal, berdasarkan penjabaran dari rumus utama PV = nRT.

Apabila variabel lain dijaga konstan, akan terjadi fenomena seperti di atas. Fenomena tersebut menunjukkan eksistensi dari hukum. A. Hukum Boyle B. Hukum Gay-Lussac C. Hukum Charles D. Hukum Avogadro E. Tidak ada dari empat jawaban di atas yang benar Penyelesaian : D 7 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Dari gambar di atas, dengan jelas terlihat bahwa ketika molekul gas dikurangi dari sistem, maka volume gas akan berkurang/menyusut.

Sebaliknya, apabila terjadi penambahan jumlah mol gas maka volume akan bertambah. Hal ini mencerminkan keterkaitan/hubungan antara n (jumlah mol) dan V (volume) gas.

Pada kondisi P dan T tetap, maka dirumuskan sebagai n1/V1 = n2/V2 yang mana hubungan tersebut merupakan implikasi dari hukum Avogadro mengenai gas ideal. 4) Reaksi fasa gas berlangsung dalam syringe pada T dan P konstan. Bila volume awal adalah 40 cm3 dan volume akhir adalah 60 cm3, reaksi manakah yang berlangsung? A. A (g) + B (g)  AB (g) B. 2 A (g) + B (g)  A2B (g) C. 2 AB2 (g)  A2 (g) + 2 B2 (g) D.

2 AB (g)  A2 (g) + B2 (g) E. 2 A2 (g) + 4 B (g)  4 AB (g) Penyelesaian : C Pada kondisi P dan T konstan, maka sesuai rumus gas ideal PV = nRT, volume gas akan sebanding dengan jumlah mol gas. Peningkatan V akan menyebabkan peningkatan n, begitu pula sebaliknya. Pada suatu kondisi reaksi volume naik dari 40 cm3 menjadi 60 cm3, maka secara logika terdapat penambahan jumlah mol gas produk, relative terhadap reaktan (Δng > 0). 8 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Dari kelima reaksi di atas yang tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium criteria tersebut adalah opsi c, dengan nilai Δng = 1.

5) Sebanyak 200 mL sampel gas hidrokarbon mempunyai berat jenis 2,53 g/L pada 550C dan 720 mmHg. Apa rumus senyawa kimia gas tersebut ?

A. C2H6 B. C4H10 C. C5H12 D. C6H6 E. C2H4 Penyelesaian : C Hubungan densitas/ berat jenis (d) dengan Mr zat, kita harus menurunkan persamaan dari rumus gas ideal. PV = nRT PV = RT P Mr = RT P Mr = dRT Mr = dRT/P Dalam kasus di atas, Mr = (2,53 g/L x 0,082 L atm K-1 mol-1 x 328 K) / 0,947 atm = 71,86 g/mol.

9 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Gas hidrokarbon opsi a-e yang memiliki Mr mendekati nilai tersebut adalah C5H12. 6) Suatu sampel gas Z dari keadaan awal 200C dan 4 atm dipanaskan menjadi 400C pada volume konstan. Manakah pernyataan yang benar ? I. Energi kinetik rata – rata molekul meningkat II. Kecepatan molekul rata – rata tidak berubah III. Tekanan gas meningkat menjadi 8 atm IV. Jumlah tumbukan per satuan waktu antarmolekul gas tidak berubah Pernyataan benar ; A. Hanya I B.

Hanya II dan III C. Hanya I dan IV D. Hanya II dan IV E. Hanya I, II, dan III Penyelesaian : A Kenaikan temperatur menyebabkan meningkatnya energi kinetik rata-rata molekul gas. Dengan meningkatnya nilai tersebut, maka kecepatan rata-rata molekul juga akan semakin besar karena kecepatan sebanding dengan akar besarnya energi kinetik (EK = ½ mv2).

Naikya nilai EK tersebut memberikan makna bahwa molekul gas akan semakin sering bertumbukan antara satu dengan yang lainnya. Pada kondisi volume tetap 10 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” dan tidak ada penambahan jumlah mol gas, maka P akan sebanding dengan T, sehingga tekanan akhir gas semakin besar, namun nilainya bukan dua kali lipatnya (8 atm) karena kita harus mengkonversi terlebih dahulu satuan temperatur Celsius menjadi Kelvin, selanjutnya dapat dilakukan perhitungan melalui rumus P1/T1 = P2/T2, yang memberikan hasil P2 (atau P akhir) sama dengan 4,27 atm.

Maka jawaban yang benar untuk soal di atas adalah I (opsi a). …………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan………………………………………. Bagian II : Soal Essay 1. Gas karbon dioksida (CO2) dikenal sebagai gas rumah kaca (GRK) dan bertanggungjawab terhadap terjadinya pemanasan global.

Di laut banyak tumbuh berbagai jenis terumbu karang, yang sebagian besar strukturnya terdiri dari mineral CaCO3. Eksistensi terumbu karang ini mengalami ancaman, yang salah satunya disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer karena makin intensifnya pembakaran bahan bakar fosil (batubara, gas alam, minyak bumi) dan kebakaran hutan.

Seiring dengan meningkatnya konsentrasi CO2 di udara, kandungan CO2 terlarut dalam air juga akan meningkat karena gas CO2 di atmosfer dan CO2 di laut berada dalam kesetimbangan.

Diperkirakan bahwa 50% CO2 yang diemisikan 11 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” dari hasil aktivitas manusia larut dalam air laut/ lautan. Dampaknya adalah penurunan pH air laut sehingga dapat mengganggu kehidupan biota laut, termasuk terhambatnya pertumbuhan terumbu karang. Meningkatnya CO2 terlarut mengakibatkan laju pelarutan CaCO3 meningkat sehingga total struktur terumbu karang akan rusak / hilang.

a. Tuliskan reaksi kesetimbangan larutnya gas CO2 dalam air. b. Dalam air laut, mengapa semakin banyak CO2 terlarut semakin banyak pula struktur terumbu karang (CaCO3) yang rusak. Jelaskan dan tulis reaksinya. Udara di atmosfer terdiri dari molekul-molekul N2 (78%), O2 (21%), dan gas lain dalam jumlah runutan termasuk CO2. Gas CO2 lebih mudah larut dibandingkan dengan gas O2 maupun N2 yang kelarutannya pada 1 atm dan 250C adalah - CO2 = 171 cm3/ 100 mL - O2 = 4,90 cm3/ 100 mL - N2 = 2,33 cm3/ 100 mL Berdasarkan data tersebut maka : c.

Mengapa gas CO2 lebih mudah larut dibandingkan gas O2 dan N2 ? d. Tentukan perbandingan mol kelarutan gas CO2, O2, dan N2 di dalam air. Penyelesaian : a) CO2 (g) + H2O (l)  H2CO3 (aq) 12 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” b) Ketika gas CO2 larut dalam air maka akan membentuk reaksi kesetimbangan sebagaimana pada jawaban poin (a).

Semakin banyak CO2 terlarut maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan asam karbonat, H2CO3, yang mana merupakan asam lemah yang dapat menyumbangkan ion H+.

Ion H+ yang dihasilkan akan menguraikan kalsium karbonat dari terumbu karang menjadi ion kalsium, air dan gas karbondioksida sehingga terumbu karang banyak yang hancur. H2CO3 (aq)  2H+ (aq) + CO32- (aq) K = Ka1 x Ka2 2H+ (aq) + CaCO3 (terumbu karang, s)  Ca2+ (aq) + H2O (l) + CO2 (g) c) Ketiga senyawa tersebut sama-sama memiliki nilai momen dipol sama dengan nol.

Akan tetapi, kelarutan CO2 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium lebih besar dibandingkan dua gas lain karena CO2 sebagai oksida asam memiliki reaktivitas untuk bereaksi dengan air (secara kesetimbangan) membentuk asam karbonat.

Di sisi lain, gas N2 dan O2 yang merupakan gas diatomik tidak dapat bereaksi dengan air, dan hanya larut dengan mengandalkan gaya dipol terimbas. d) Dengan menggunakan persamaan gas ideal, PV = nRT, kita dapat menghuting jumlah mol gas-gas terlarut. Mol CO2 = PV/RT = (1 atm x 0,171 L) / (0,082 L atm K-1 mol-1 x 298 K) = 7 x 10-3 mol CO2 Mol O2 = PV/RT = (1 atm x 0,0049 L) / (0,082 L atm K-1 mol-1 x 298 K) = 2 x 10-4 mol O2 13 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Mol N2 = (1 atm x 0,00233 L) / (0,082 L atm K-1 mol-1 x 298 K) = 9,5 x 10-5 mol N2 Maka perbandingan mol CO2 : O2 : N2 = 7 x 10-3 : 2 x 10-4 : 9,5 x 10-5 = 73,7 : 2,1 : 1  74 : 2 :1 (bilangan bulat) 2.

Sebanyak 300 mL larutan NaOH 2M direaksikan dengan 400 mL larutan H2SO4 1M. a. Buatlah persamaan reaksi netralisasi antara NaOH dan H2SO4 (setarakan) b. Tentukan energi yang dihasilkan jika nilai ΔH0f NaOH (aq) = -470,114 kJ/mol, H2SO4 (aq) = -909,27 kJ/mol, Na2SO4 (aq) = -1390 kJ/mol dan H2O (l) = -285,83 kJ/mol c.

Jika kedua larutan awalnya pada 250C, maka temperature akhir setelah kedua larutan direaksikan adalah? (anggap tidak ada kalor yang hilang, kalor jenis larutan (c) adalah 4,2 J/g0C dan densitas larutan 1,00 g/mL) d. Hitung jumlah mol NaOH dan H2SO4 yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi sebesar 100 kJ. Penyelesaian : a. NaOH (aq) + H2SO4 (aq)  Na2SO4 (aq) + 2H2O (l) b. Entalpi reaksi netralisasi (ΔH0rxn) dapat dihitung sebagai berikut ΔH0rxn = ΔH0f Na2SO4 (aq) + 2ΔH0f H2O (l) – 2ΔH0f NaOH – ΔH0f H2SO4 14 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” ΔH0rxn = -1390 + 2 (-285,83) – [2 (-470,114) + (-909,27) kJ/mol = - 112,162 kJ/mol c.

Soal ini dapat diselesaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut Step 1 : menghitung jumlah mol NaOH dan H2SO4 yang tersedia Mol NaOH = 0,3 L x 2M = 0,6 mol Mol H2SO4 = 0,4 L x 1M = 0,4 mol Step 2 : mencari pereaksi pembatas (dibagi dengan koefisien reaksi masing-masing) NaOH = 0,6 / 2 = 0,3; sedangkan untuk H2SO4 = 0,4 / 1 = 0,4 Sehingga pereaksi pembatasnya adalah NaOH (nilai hasil bagi lebih kecil) Step 3 : mencari jumlah panas (Q) yang dibebaskan untuk 0,6 mol NaOH terpakai Q = - (n ΔH) = - [0,6 mol x (-112,162 kJ/mol)] = 67,3 kJ Step 4 : mencari temperature akhir Q = m c ΔT  67300 J = 700 g x 4,18 J/g0C x ΔT  ΔT = 230C Takhir = ΔT + Tawal = 25 + 23 = 480C d.

Berdasarkan koefisien persamaan reaksi dan hasil yang diperoleh pada poin (b) mengenai entalpi netralisasi, maka apabila digunakan 2 mol NaOH dan 1 mol H2SO4 maka energi yang akan dibebaskan adalah senilai 112,162 kJ. Sekarang pertanyaannya adalah berapa mol kedua zat 15 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” tersebut dibutuhkan apabila energi yang harus dilepaskan adalah 100 kJ? Hal ini dapat diselesaikan dengan mudah sesuai berikut Mol NaOH dibutuhkan = (100 kJ / 112,162 kJ) x 2 mol = 1,78 mol NaOH Mol H2SO4 dibutuhkan = (100 kJ / 112,162 kJ) x 1 mol = 0,89 mol H2SO4 …………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan……………………………………….

16 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” PREDIKSI OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) BIDANG KIMIA PAKET A 17 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” SELEKSI OSN KIMIA TINGKAT PROVINSI Petunjuk : - Soal Seleksi Tingkat Provinsi ini terdiri dari 2 Bagian Bagian 1: Pilihan Ganda 20 Soal (40 Poin) Bagian 2: Essay 7 Soal (178 Poin) Total 218 Poin - Estimasi waktu pengerjaan 150 menit - Diperkenankan menggunakan kalkulator - Tabel periodik unsur diberikan Bagian 1: Pilihan Ganda 1) Densitas nitrogen cair adalah 0,807 g/mL.

Andaikan seseorang secara tidak sengaja meminum 0,025 mL nitrogen cair, berapakah volume nitrogen yang akan dihasilkan di dalam tubuhnya pada kondisi 100 kPa dan 370C? A. 0,018 mL B. 0,025 mL C. 19 mL D.

23 mL E. 37 mL 2) Berikut manakah yang merupakan urutan paling benar mengenai kenaikan jari-jari ion spesi-spesi? A. Mg2+ < S2- < Cl- < K+ < Ca2+ 18 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” B.

Mg2+ < Ca2+ < K+ < Cl- < S2C. S2- < Cl- < K+ < Mg2+ < Ca2+ D. S2- < Mg2+ < Ca2+ < Cl- < K+ E. Ca2+ < Cl- < K+ < Mg2+ < S23) Wadah A tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium volume 1 L dihubungkan dengan wadah B dengan volume 2 L, dimana diantaranya diberi katup pengontrol. Wadah A berisi gas argon dengan tekanan 100 kPa sedangkan wadah B berisi gas neon dengan tekanan 150 kPa.

Ketika katup pengontrol dibuka, gas akan bercampur dan tekanan tersebut akan berubah menjadi tekanan rata-rata. Tekanan yang ada di dalam container tersebut sekarang adalah A. 100 kPa B.

125 kPa C. 133 kPa D. 150 kPa E. 250 kPa 19 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” 4) Sebanyak 0,5755 g suatu senyawa yang mengandung sulfur dan florin, memiliki volume 255 mL pada 288 K dan 50,01 kPa. Maka rumus molekul senyawa tersebut adalah A. S2F2 B. SF2 C. SF4 D. SF6 E. S4F10 5) Suatu larutan ammonia memiliki pH = x sedangkan larutan HCl memiliki pH = y, dari eksperimen diketahui berlaku suatu persamaan x + y = 14, dimana x > 11.

Seandainya dengan volume yang sama dari kedua larutan ini dicampurkan, bagaimana konsentrasi relative ion-ion di bawah ini ada dalam larutan hasil campuran? A. [NH4+] > [Cl-] > [OH-] > [H+] B. [Cl-] > [NH4+] > [H+] > [OH-] C. [NH4+] > [Cl-] > [H+] > [OH-] D. [Cl-] > [NH4+] > [OH-] > [H+] E. [Cl-] = [NH4+] = [OH-] = [H+] 6) Perhatikan reaksi siklisasi berikut ini : Reaksi tersebut dapat terjadi apabila ditambahkan pereaksi: 20 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” A.

HBr/peroksida B. K2Cr2O7 C. PCC D. H2SO4 pekat E. NaOCH3 dalam CH3OH 7) Reaksi multitahapan sintesis senyawa turunan benzena: Dari reaksi tersebut, maka produk akhir C yang paling mungkin adalah A.

asam p-aminobenzoat (PABA) B. p-nitrobenzaldehida C. asam o-aminobenzoat D. asam p-nitrobenzoat E. asam m-nitrobenzoat 8) Pereaksi X dan Y apakah yang tepat agar target molekul sesuai dengan yang diharapkan berikut ini? A. Pereaksi X = NaOH; Y = H2/Pt B. Pereaksi X = H2SO4 pekat; Y = CH3OH C. Pereaksi X = H2/Ni; Y = Zn/HCl D.

Pereaksi X = H2SO4 pekat; Y = H2/Ni 21 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” E. Pereaksi X = HCl pekat; Y = KOH dalam alkohol …………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan………………………………………. Bagian 2: Essay 1. Campuran Logam Karbonat (20 Poin) Sebuah campuran logam karbonat, MCO3 dan oksidanya, MO, dipanaskan maka akan membebaskan CO2 dan segera terkonversi menjadi oksida MO.

a. Seandainya 0,6500 g sampel campuran MCO3 dan MO membentuk 0,1575 L CO2 pada 250C dan 700 mmHg, tentukan jumlah mol CO2 yang terbentuk b. Ketika 0,3891 g MO yang dihasilkan dari poin (a) dititrasi dengan HCl 0,5 M maka dibutuhkan 38,60 mL. tentukan jumlah mol MO dalam 0,3891 g c.

Tentukan massa atom logam M dan berikan symbol yang sesuai d. Tentukan persen mol MCO3 dan MO dalam sampel awal e. Gas yang terbentuk pada poin (a) adalah CO2, tentukan: i) Jenis gaya antarmolekul dalam CO2 dan gambarkan ilustrasinya ii) Tuliskan reaksi lengkap apabila gas tersebut larut dalam air 22 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” 2. Kelarutan Garam Fluorida (20 Poin) Ketika padatan BaF2 ditambahkan ke dalam H2O maka akan terbentuk kesetimbangan berikut  Ba2+ (aq) + 2 F- (aq) BaF2 (s) Ksp = 1,5 x 10-6 pada 250C a.

Hitunglah solubilitas molar BaF2 pada 250C b. Jelaskan bagaimana penambahan senyawa berikut ini mempengaruhi kelarutan BaF2 dalam air i) 0,10 M Ba(NO3)2 ii) 0,10 M HNO3 c. Di lain pihak, dalam sebuah eksperimen untuk menentukan Ksp PbF2, seorang siswa memulai dengan 0,10 M Pb(NO3)2 dan 0,10 M KF dan menggunakan beberapa seri pengenceran untuk menentukan konsentrasi terendah [Pb2+] dan [F-] yang dapat membentuk endapan ketika dicampurkan.

Seandainya seorang siswa menggunakan konsentrasi dari ion-ion yang digabungkan tersebut untuk menentukan nilai Ksp, apakah Ksp yang terhitung akan terlalu besar, terlalu kecil atau mendekati benar? Jelaskan. Data Ksp untuk PbF2 adalah 4,0 x 10-8. Maka : d. Dalam sebuah larutan yang mengandung 0,01 M Ba(NO3)2 dan 0,01 Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Pb(NO3)2, endapan manakah, BaF2 atau PbF2 yang akan terbentuk pertama kali ketika NaF padat ditambahkan?

(asumsikan volume total tetap) 23 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” e. Ketika garam fluorida yang lebih mudah larut mulai mengendap, berapakah konsentrasi kation garam fluorida yang lebih sukar larut masih tersisa dalam larutan? Berapa persen pengendapannya? 3. Variasi Oksida Nitrogen (20 Poin) Nitrogen dapat membentuk banyak senyawa oksidanya, beberapa diantaranya berkontribusi dalam fenomena kabut fotokimia.

Nilai ΔH0f dan ΔG0f untuk beberapa senyawa oksida nitrogen diberikan pada tabel berikut ini: a. Hitunglah perubahan entalpi dan energy bebas Gibbs pada 200C untuk i) Pembentukan NO2 (g) dari NO (g) dan O2 (g) ii) Dimerisasi NO2 (g) membentuk N2O4 (g) b.

Hitunglah konstanta kesetimbangan dimerisasi NO2 (g) pada 250C c. Untuk konsentrasi NO2 (g) dalam atmosfer adalah 30 ppb (1,2 x 10-9 M) pada awalnya, maka hitunglah konsentrasi kesetimbangan dari N2O4 pada 298 K d.

Apabila temperatur kesetimbangan akan atmosfer berubah naik menjadi sampai 430C, terbentuk kesetimbangan yang baru. Setelah kesetimbangan yang 24 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” baru telah tercapai, apakah konsentrasi NO2 sekarang melebihi batas aman sebesar 53 ppb (2,2 x 10 -9 M) ? jelaskan. e. Nilai ΔG0f yang bernilai positif untuk NO2 (g) mengindikasikan bahwa dekomposisi NO2 (g) menjadi O2 (g) dan N2 (g) adalah spontan. Sarankan suatu alasan mengapa secara nyata reaksi ini tidak terjadi, atau sangat sedikit peranannya dalam meminimalkan konsentrasi atmosferik NO2 (g) yang notabene merupakan gas berbahaya.

4. Insektisida Alami (38 Poin) Pyrethrin I merupakan insektisida yang bersifat biodegradable. Senyawa ini ditemukan pada tanaman Chrysanthemums. Penggunaannya meningkat untuk menggantikan insektisida beracun dan tidak biodegradable. a. Berapakah IHD (index of hydrogen deficiency) atau pun DoU (degree of unsaturated) dari senyawa tersebut? b. Atom karbon asimetris/khiral adalah atom karbon yang mengikat 4 atom atau gugus atom yang berbeda. Ada berapa atom C asimetris yang terdapat pada senyawa 25 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” pyrethrin I?

berapakah isomer optik yang mungkin eksis untuk senyawa tersebut? c. Tentukan konfigurasi R atau S pada setiap atom C asimetris d. Senyawa di atas juga memungkinkan untuk membentuk isomer geometri. Ada berapa C=C yang dapat membentuk isomer geometri? Dari struktur di atas, tentukanlah konfigurasi E atau Z dari setiap C=C yang membentuk isomer geometri.

e. Dengan suatu pereaksi yang khas dan selektif, senyawa pyrethrin I dapat mengalami reaksi hidrolisis. Tanpa harus menuliskan pereaksi apa yang dipakai, tentukan produk reaksi hidrolisis senyawa tersebut.

f. Andaikan produk hidrolisis dari pyrethrin I adalah senyawa A dan B, dimana B memiliki jumlah ikatan rangkap lebih banyak. Tentukanlah struktur produk (senyawa C) apabila B dioksidasi menggunakan piridinium kloro kromat (PCC). g. Tentukan semua struktur akhir yang ada apabila dilakukan ozonolisis terhadap senyawa C, yaitu direaksikan dengan O3 kemudian dilanjutkan Zn/H+.

…………………………….Versi lengkap dari isi buku bisa didapat setelah melakukan pemesanan………………………………………. 26 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Agenda Pre-Order Pertama Tahun 2015 Agenda Waktu/Periode Pemesanan via email/SMS 4 Mei – 7 Juni 2015 Pembayaran pesanan via Bank/ATM 8 – 14 Juni 2015 Proses produksi/pencetakan buku 15 – 21 Juni 2015 Pengiriman buku pesanan 22 – 30 Juni 2015 Cara mendapatkan buku: Tahap 1 : Mengirim email atau SMS pemesanan Pemesanan dapat dilakukan dengan mengirim SMS atau email, dengan format tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Pesan Buku Nama Pemesan Jumlah Buku Pesanan Alamat Lengkap Contoh : Pesan Buku - Kevin Johan - 2 - Jalan Kasuari no.36A, kelurahan manggis, RT 09/ RW 05, kecamatan jeruk purut, kabupaten nangka, provinsi jawa barat Apabila pemesanan melalui SMS, dapat dikirim ke nomor HP : 085729-022-489 dan apabila melalui email dapat dikirim ke alamat [email protected] Anda akan segera mendapatkan konfirmasi dari kami (kurang dari 24 jam) mengenai tata cara selanjutnya dan panduan pembayaran.

Tahap 2 : Pembayaran Pesanan Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer via ATM atau Host to Host dengan Teller Bank. Pembayaran ditujukan ke alamat Bank BNI 27 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Cabang UI Depok, Nomor Rekening : 0213370673 atas nama Bayu Ardiansah. Jumlah pembayaran Rp. 130.000,- per buku (sudah termasuk ongkos kirim) Tahap 3 : Konfirmasi Pembayaran/Transfer Apabila sudah melakukan pembayaran, maka dilanjutkan dengan mengirim pemberitahuan atau mengirim hasil scan/foto bukti pembayaran melalui email [email protected] dengan format subject/judul email : Bukti Bayar Nama Pemesan Jumlah Buku Pesanan Jumlah Pembayaran Contoh : Bukti Bayar - Kevin Johan - 2 - 260000 Tahap 4 : Pengiriman Modul Yang Dipesan Setelah proses pencetakan buku selesai, buku akan segera dikirimkan.

Pengiriman modul yang dipesan dapat diproses setelah pemesan melakukan pembayaran. Modul akan dikirim via Pos Indonesia sesuai dengan alamat lengkap yang dicantumkan pemesan. Modul akan sampai ke alamat pemesan rata-rata dalam waktu 3-7 hari kerja setelah proses pengiriman bukti pembayaran (lama pengiriman modul tergantung kepada jauh/dekatnya alamat pemesan). Informasi Buku: Judul Buku : 1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia Penulis : Bayu Ardiansah, S.Si.* 28 “1000 Langkah Lebih Dekat Menjadi Juara OSN Kimia” Ukuran buku/kertas : B5 Tebal buku : 305 halaman * Penulis merupakan kandidat dosen kimia organik, Departemen Kimia FMIPA UI.

Saat ini sedang menempuh tesis program magister ilmu kimia di Departemen Kimia UI dan yang bersangkutan sudah aktif sebagai juri OSN Bidang Kimia (Kemdiknas) di tingkat Provinsi dan Nasional sejak tahun 2013.

29 SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 TINGKAT PROVINSI Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2015 1 OSP-2015 Petunjuk : 1. Isilah Biodata anda dengan lengkap (di lembar Jawaban) Tulis dengan huruf cetak dan jangan disingkat! 2. Soal Teori ini terdiri dari dua bagian: A. 30 soal pilihan Ganda @ 3 poin = 90 poin jawaban benar = 3 poin jawaban salah = -1 poin tidak menjawab = 0 poin B.

6 soal essay= 110 poin TOTAL Poin = 200 poin 3. Tidak ada ralat soal 4. Waktu yang disediakan : 180 menit 5. Semua jawaban harus ditulis di lembar jawaban yang tersedia 6. Jawaban soal essay harus dikerjakan dalam kotak yang tersedia (jawaban tidak boleh tersebar) 7. Diberikan Tabel Periodik Unsur, Rumus, dan Tetapan yang diperlukan 8. Diperkenankan menggunakan kalkulator 9. Tidak diperbolehkan membawa Hand Phone (HP) atau peralatan Komunikasi lainnya 10. Anda dapat mulai bekerja bila sudah ada tanda mulai dari Pengawas 11.

Anda harus segera berhenti bekerja bila ada tanda berhenti dari Pengawas 12. Letakkan jawaban anda di meja sebelah kanan dan segera meninggalkan ruangan 13. Anda dapat membawa pulang soal ujian!! 2 OSP-2015 3 OSP-2015 4 OSP-2015 5 OSP-2015 A. Pilihan Berganda: pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Bila Cu(CN)2 dipanaskan, dihasilkan C2N2 (sianogen) dan CuCN. Massa Cu(CN)2 yang dibutuhkan untuk membuat C2N2 sebanyak 5,00 g adalah A. 20,2 g B. 22,2 g C. 24,2 g D.

26,4 g E. 28,6 g 2. Bila persen hasil reaksi: 3NO2(g) + H2O (l)  2HNO3(aq) + NO(g) Adalah 75,0%, dan dalam reaksi tersebut dikonsumsi sebanyak 45,0 g gas NO2, maka massa (dalam satuan gram) asam nitrat, HNO3(aq) yang dihasilkan adalah A. 22,5 g B. 30,8 g C. 41,1 g D. 54,8 g E. 69,3 g 3. Suatu pil sakit kepala mengandung 200 mg ibuprofen (C13H18O2) diminum dengan 0,5 L air oleh siswanya yang perutnya kosong.

Bila semua pil tersebut larut, maka konsentrasi larutan (dalam satuan molal) yang terbentuk dalam perut siswa tersebut adalah A. 2,3 x 10-3 m B. 4,1 x 10-3 m C. 9,7 x 10-4 m D. 1,9 x 10-3 m E.

1,7 x 10-2 m 4. Pada tekanan 50 kPa dan 127oC, sebanyak 100 cm3 gas pada mempunyai massa 0,120 g. Massa molekul relatif gas tersebut adalah A. 1,2 B. 25 C. 80 D. 120 E. 160 5. Diketahui terdapat larutan zat dalam air sebagai berikut: KCl, CH3CH2COOH, CH3CH2CH3, CH3CH2CH2OH, dan CH3C(O)CH3 Urutan yang paling tepat untuk kelarutan zat-zat tersebut di dalam air adalah A. KCl < CH3CH2COOH < CH3CH2CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3C(O)CH3 B. KCl < CH3CH2CH2OH < CH3CH2CH3 < CH3CH2COOH < CH3C(O)CH3 C. CH3CH2CH3 < KCl < CH3C(O)CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3CH2COOH D.

CH3CH2COOH < CH3CH2CH2OH < CH3C(O)CH3 < Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium < KCl E. CH3CH2CH3 < CH3C(O)CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3CH2COOH < KCl 6 OSP-2015 6. Suatu zat padat mempunyai titik leleh yang tajam dan jelas di atas 100oC. Zat padat tersebut tidak dapat menghantarkan listrik bahkan dalam keadaan lelehan. Zat padat tersebut larut dalam pelarut hidrokarbon. Struktur yang paling tepat mengenai zat padat tersebut adalah A.

Kristal atom B. Kristal ion C. Kristal molekul raksasa D. Kristal molekul E. Logam 7. Suatu sampel dari senyawa X, bila dipanaskan dengan larutan natrium hidroksida akan menghasilkan gas A. Bila X dipanaskan dalam asam sulfat pekat, akan dihasilkan gas B.

Bila gas A dan B direaksikan, maka akan dihasilkan kembali senyawa X. Berdasarkan informasi tersebut maka senyawa X adalah A. CH3CO2C2H5 B. NH2CH2CO2CH3 C. NH4CI D. NH4I E. (NH4)2SO4 8. Pernyataan paling tepat yang dapat menjelaskan bahwa endapan magnesium hidroksida dapat larut dalam larutan NH4Cl(aq), tetapi tidak larut dalam larutan NaCl(aq) adalah A.

Dalam air, larutan NH4Cl menghasilkan NH4OH, dan ion OH- yang terbentuk kemudian memberikan efek ion sejenis B. Ion NH4+ dalam larutan NH4Cl akan menurunkan nilai hasil kali kelarutan Mg(OH)2 C. Larutan garam NH4Cl kurang berdisosiasi sempurna dibandingkan larutan NaCl D. Ion Na+ dan ion Mg2+ adalah isoelektron (mempunyai jumlah elektron sama) E. Ion NH4+ dalam air akan menghasilkan sejumlah H3O+ 9.

Alanin. H2NCH(CH3)CO2H adalah suatu asam amino dengan nilai Ka = 4,5 x 10-3 dan nilai Kb = 7,4 x 10-5. Di dalam air, spesi yang mempunyai konsentrasi paling tinggi pada pH 7 adalah A. H2NCH(CH3)CO2H B. +H3NCH(CH3)CO2H C. H2NCH(CH3)CO2D. +H3NCH(CH3)CO2E. Semua jawaban, A, B, C dan D benar 10. Pada molekul berikut ini. Jumlah atom karbon yang mempunyai hibridisasi sp2 adalah A. 0 B. 1 C. 2 D. 3 7 OSP-2015 E. 4 11. Perhatikan reaksi pembentukan glukosa (C6H12O6) berikut ini: CO2(g) + 2C2H5OH(l) + energi panas ↔ C6H12O6(aq) Di antara pernyataan berikut yang paling tepat mengenai persen hasil C6H12O6 adalah A.

Persen hasil C6H12O6 bertambah besar jika tekanan parsial CO2 diturunkan B. Persen hasil C6H12O6 naik dua kali lipat jika tekanan parsial CO2 diduakalikan C. Persen hasil C6H12O6 bertambah besar jika suhu dinaikkan D. Persen hasil C6H12O6 berkurang jika suhu diturunkan E. Persen hasil C6H12O6 berkurang jika bila tekanan total sistem reaksi dinaikkan 12.

Di dalam reaksi kimia perubahan senyawa X menjadi senyawa Z, melalui mekanisme reaksinya ditemukan bahwa tahap reaksinya berlangsung melalui pembentukan senyawa Y, yang dapat diisolasi. Tahap yang dilalui adalah: X --> Y∆H = positif Y --> Z∆H = negatif Berdasarkan informasi tersebut, profil reaksi yang sesuai dengan data tersebut adalah 13. Perhatikan reaksi gas pencemar NO2 dan ozon berikut ini: 2NO2(g) + O3(g)  N2O5(g) + O2(g) Reaksi tersebut diamati lajunya dan diperoleh data berikut ini: Percobaan NO2(g), M O3(g), M Laju awal, Ms-1 1 0,0015 0,0025 4,8 x 10-8 2 0,0022 0,0025 7,2 x 10-8 3 0,0022 0,0050 1,4 x 10-7 Dari percobaan tersebut, penyataan paling tepat mengenai hukum laju reaksi (r) adalah A.

r = k[NO2]2[O3] B. r = k[NO2][O3]2 8 OSP-2015 C. r = k[NO2][O3] D. r = k[NO2] E. r = k[O3] 14. Reaksi berikut ini, 3ClO- (aq)  ClO3-(aq) + 2Cl-(aq) telah disusulkan berlangsung melalui mekanisme berikut ini: ClO-(aq) + ClO-(aq)  ClO2-(aq) + Cl-(aq) (lambat) ClO2-(aq) + ClO-(aq)  ClO3-(aq) + Cl-(aq) (cepat) Hukum laju yang konsisten dengan mekanisme tersebut adalah: A. Laju = k[ClO-]2 B. Laju = k[ClO-] C. Laju = k[ClO-][ClO-] D. Laju = k[ClO-][Cl-] E. Hukum laju harus ditentukan secara eksperimen, bukan dari stoikiometri 15.

Reaksi kesetimbangan berikut terjadi dalam campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat: HNO3(aq) + 2H2SO4(aq) ↔ NO2+(aq) + 2HSO4-(aq) + H3O+(aq) Pernyataan yang paling tepat mengenai reaksi kesetimbangan ini adalah A.

Penambahan H2O akan mengurangi konsentrasi NO2+ B. HNO3 dan NO2+ adalah pasangan asam-basa konjugasi C. Asam nitrat bertindak sebagai suatu oksidator D. Asam sulfat bertindak sebagai dehidratator E. Asam sulfat bertindak sebagai suatu basa 16. Tetapan kesetimbangan reaksi berikut ini masing-masing adalah K1, K2, dan K3 HNO2(aq) + H2O(l) ↔ NO2-(aq) + H3O+(aq) 2 H2O(l) ↔ H3O+(aq) + OH-(aq) NH3(aq) + H2O(l) ↔ NH4+(aq) + OH-(aq) Tetapan kesetimbangan untuk reaksi di bawah ini adalah HNO2(aq) + NH3(aq) ↔ NO2-(aq) + NH4+(aq) A.

K1 – K2 + K3 B. K1K3 C. K1K3/K2 D. K1K2K3 E. K2/(K1K3) K1 K2 K3 17. Setengah reaksi yang terjadi di anoda pada reaksi setara di bawah ini 3MnO4-(aq) + 24H+(aq) + 5Fe(s) ↔ 3Mn2+(aq) + 5Fe3+(aq) + 12H2O(l) Adalah A. 2MnO4-(aq) + 12H+(aq) + 6e-  2Mn2+(aq) + 3H2O(l) B. MnO4-(aq) + 8H+(aq) + 5e-  Mn2+(aq) + 4H2O(l) C. Fe(s)  Fe3+(aq) + 3eD. Fe2+(aq)  Fe3+(aq) + eE. Fe(s)  Fe2+(aq) + 2e- 9 OSP-2015 18. Perhatikan sel volta berikut ini Cu2+(aq) + 2e- --> Cu(s) Potensial sel volta ini, Esel, adalah A.

+0,0296 B. -0,0370 V C. +0,0592 V D. -0,399 V E. 0 V Eo = 0,340 V 19. Bentuk geometri, bilangan oksidasi, bilangan koordinasi tembaga, untuk ion kompleks. [Cu(NH3)4(OH2)2]2+ adalah A. Tetrahedral ; +2 ; 6 B. Square planar ; -2 ; 4 C. Oktahedral ; +2 ; 6 D. Linier ; +3 ; 2 E. Trigonal Planar ; +1 ; 4 20. Mengenai garam kompleks [Co(NH3)5Cl]Cl2, pernyataan yang tidak tepat adalah A.

Larut dalam air B. Dapat menghantarkan listrik C. Larutan 1 mol [Co(NH3)5Cl]Cl2 menghasilkan 1 mol kation dan 3 mol anion D. Dalam air, kation kompleks yang terbentuk adalah [Co(NH3)5Cl]+2 E. Mengandung ligan NH3 DAN Cl21.

Berikut ini adalah asam-asam karboksilat I. CHF2CH2CH2CO2H II. CH3CF2CH2CO2H III. CH3CH2CF2CO2H IV. CH3CH2CH2CO2H Dari keempat asam karboksilat tersebut, urutan yang paling tepat berdasarkan kenaikan keasaman, mulai dari yang paling asam hingga yang paling lemah asamnya, adalah A. I > II > III > IV B. I > IV > III > II C. III > II > I > IV D. III > IV > I > II E. IV > I > II > III 10 OSP-2015 22. Di antara pernyataan mengenai senyawa berikut yang sesuai dengan aturan Huckle adalah Naftalen A.

B. C. D. E. Pirol Sikloheptatriena Piridin Stirena Naftalen bukan senyawa monosiklik, oleh karena itu bukan suatu senyawa aromatik Pirol bukan senyawa hidrokarbon, dan bukan termasuk senyawa aromatik Sikloheptatriena bukan senyawa konjugasi sempurna, yang bukan senyawa aromatik Piridin merupakan basa lemah, dan juga bukan senyawa aromatik Stirena mempunyai 8 π elektron, dan juga bukan senyawa aromatik HBr berlebih C CH 23.

Dalam reaksi adisi berikut ini, adalah: yang merupakan produk utama Br A. CH3 Br Br Br D. B. C CH2 CHBr Br CHBr2 C. E. CH CH2 CH2Br 24. Senyawa 2-bromobutana jika direaksikan dengan metanol, seperti pada persamaan reaksi berikut H2 C CH3 CH3OH CH CH3 Br Maka produk utama yang dihasilkan adalah H2 C A.

CH3 CH H3C H2 C D. CH2 C H H3C Br H2 C B. CH3 CH H3C E. C H3C CH3 C OCH3 C. H2 C H3C OCH3 CH3 C OCH3 11 OSP-2015 25. Urutan yang paling tepat berdasarkan kenaikan kereaktifan senyawa alkohol di bawah ini terhadap reaksi dehidrasi dalam suasana asam adalah: HO CH3 H3C OH CH H3C CH II I A. B. C. D. E. OH CH C H2 C H2 CH3 C H2 CH3 H3C C H3C CH3 III I < II < III I < III < II II < III < I III < I < II III < II < I 26. Senyawa yang terbentuk dari reaksi kesetimbangan antara siklopentanon dengan HCN berikut O HCN Adalah H CN H O CN A.

E. C. CN OH NC CN CN D. B. 27. Perhatikan rangkaian reaksi berikut ini: H3C O O C C C H2 H2 C O 1. NaOCH2CH3 etanol CH3 2 CH2Cl KOH, H2O panas H30+ panas Senyawa yang merupakan produk dari rangkaian reaksi di atas adalah : 12 OSP-2015 A. O O C C C H2 CH3 C H2 H2 C D. O C H2 O C CH3 C H2 O H2 C O B. C H2 C E. CH3 O H2 C CH3 C H2 C O C. O C CH3 C H2 C H2 28. Persamaan reaksi berikut ini adalah perubahan dari suatu alkena menjadi alkohol H2 C 3HC CH2 H2 C pereaksi ?? 3HC C H H2 C C H2 OH Pereaksi yang dipakai untuk reaksi perubahan tersebut adalah A.

KOH B. BH3/THF kemudian H2O2, NaOH C. Hg(O2CCH3)2/ H2O lalu NaBH4 D. H2OH2SO4 E. H2OOH29. Produk dari reaksi Wittig di bawah ini adalah O 3(C6H5)P CHCH2C6H5 + A. H3C H C6H5 D. P(C6H5)3 OH H B. OH E. C6H5 O H C. O P (C6H5)3 O 30. Produk utama dari reaksi di bawah ini adalah 13 OSP-2015 NH2 NaNO2H2SO4 CuCN H2O0 celcius Br A.

B. C. D. E. p-cyano aniline p-cyano nitro benzene p-bromo cyano benzene 2-nitro-4-bromo cyanobenzene 2-cyano-4-bromo aniline 14 OSP-2015 B. Essay 1. Mineral dan Senyawa Mangan (20 poin) Pyrolusite adalah suatu mineral mangan dioksida yang berwarna kehitaman atau coklat yang merupakan sumber utama bijih mangan Gambar 1 Padatan mineral Pyrolusite Carl Scheele di tahun 1774 melakukan percobaan dengan menambahkan sejumlah asam sulfat ke dalam mineral pyrolusite, ternyata dia memperoleh suatu gas A yang berupa suatu unsur.

Pada temperatur ruang, gas A tersebut tidak berwarna, serta tidak mempunyai bau dan rasa. Pada percobaan berikutnya, ke dalam mineral tersebut dia menambahkan larutan asam klorida, dan menghasilkan gas B, yang juga berupa unsur berwarna kuning-kehijauan dengan bau yang kuat dan khas, serta gas tersebut dikenal luas banyak dihasilkan dalam kebanyakan zat pemutih rumah tangga. a. Tuliskan persamaan reaksi untuk eksperimen Scheele tersebut, yaitu reaksi antara mineral pyrolusite dengan asam sulfat dan dengan asam klorida, serta tuliskan nama gas A dan gas B (4 poin) b.

Jelaskan jenis reaksi apakah yang terjadi Ke dalam mineral MnO2 ditambahkan campuran larutan BaCl2 dan larutan H2SO4 c. Tuliskan reaksi yang terjadi dalam campuran tersebut (3 poin) (3 poin) Pyrolusite mempunyai struktur tetragonal ( Gambar 2) Dalam sel unitnya (sel satuannya)a = b = 4,4 Å dan c = 2,9 Å d.

Hitunglah rapat massa pyrolusite (dalam g/cm3) (5 poin) Mangan dioksida yang terkandung dalam mineral pyrolusite dapat digunakan sebagai sumber untuk pembuatan KMnO4 berdasarkan reaksi: 2MnO2 + 2KOH + O2  2KMnO4 + H2 15 OSP-2015 Untuk membuat KMnO4 ke dalam 1 kg bubuk pyrolusite ditambahkan sejumlah larutan pekat KOH berlebih dan kemudian ke dalamnya dialirkan gas O2 yang juga berlebih. Setelah reaksi berakhir, dan kemudian produk KMnO4 diisolasi, ternyata diperoleh sebanyak 1,185 kg KMnO4 murni.

Bila dianggap dalam proses tersebut hanya MnO2 dalam pyrolusite yang bereaksi, maka: e. Hitunglah persen berat MnO2 dalam pyrolusite (3 poin) f.

Hitunglah berapa liter volume gas H2 yang dapat dihasilkan reaksi tersebut (diketahui volume gas pada STP = 22,4 L/mol) (2 poin) 2. Medali Emas Hadiah Nobel (14 poin) Di tahun 1940 ketika Nazi Jerman menginvasi Denmark, ahli kimia Hungaria George de Hevesy, melarutkan medali emas dari pemegang Hadiah Nobel Max von Laue dan James Franck dalam suatu larutan asam tertentu untuk mencegah penyitaan oleh penguasa Nazi Jerman selama pendudukan Denmark.

Dia menempatkan larutan kuning kebiruan tersebut di rak laboratoriumnya di Niels Bohr Institute Setelah perang selesai, de Hevesy kembali ke laboratorium, dan ternyata larutan tersebut masih berada di raknya. Untuk mendapatkan kembali, emas yang terdapat dalam larutan asam tersebut diendapkannya.

Emas yang diperoleh kembali tersebut, diserahkan ke Royal Swedish Academy of Sciences Nobel Foundation kemudian membuat-ulang medali Nobel dengan menggunakan emas semula yang asli, dan pada tahun 1952 diserahkan kembali kepada Max von Laue dan James Franck. a. Jelaskan dalam pelarut apakah George de Hevesy melarutkan medali ini? Tuliskan komposisi yang tepat untuk pelarut tersebut (3 poin) b. Tuliskan persamaan reaksi untuk proses pelarutan emas dengan pelarut asam yang digunakan (4 poin) Emas sebagai salah satu logam paling mulia melarut hanya dalam pelarut ini karena energi pelarutannya yang sangat kuat c.

Berikan alasan secara kualitatif, mengapa pelarut asam ini yang dipilih. (Diketahui: Eo Au/Au3+ = 1,5 V) (3 poin) Emas dalam larutan kuning kebiruan tersebut diendapkan (direduksi) dengan menggunakan larutan Na2S2O5 segar sebagai sumber ion SO32d.

Tuliskan reaksi pengendapan emas tersebut. (4 poin) 3. Vanadium dan Senyawanya (20 poin) Logam Vanadium mengkristal dengan sel satuan kubus berpusat badan (bcc). Diketahui rapat massa vanadium = 6,11 g/cm3 16 OSP-2015 a. Gambarkan satu sel satuan vanadium kemudian jelaskan posisi atom-atom vanadium dalam sel satuan tersebut, dan hitung jumlah atom Vanadium dalam satu sel satuan (6 poin) b.

Hitung jari-jari atom Vanadium (dalam pm) (4 poin) Natrium vanadat, Na3VO4 adalah salah satu senyawa yang mengandung ion vanadium. c. Tuliskan konfigurasi elektron spesi vanadium pada senyawa natrium vanadat dan tentukan bilangan oksidasi spesi vanadium tersebut. (3 poin) Ion vanadat dapat direduksi dengan penambahan logam Zn dalam suasana basa menjadi ion V3+ d. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk proses tersebut (3 poin) e.

Tuliskan orbital atom manakah pada vanadium yang menerima elektron pada reaksi reduksi tersebut (2 poin) f. Jika sebanyak 100 mL larutan natrium vanadat 0,2 M direaksikan dengan 6,54 g Zn, tentukan konsentrasi V3+(aq) dalam larutan setelah reaksi (dalam Molar) (2 poin) 4.

Senyawa Pembentuk Tulang dan Gigi (20 poin) Senyawa hidroksi apatit adalah senyawa pembentuk tulang dan gigi yang memiliki rumus kimia: Ca5(PO4)3OH. Dalam air, senyawa tersebut terionisasi menjadi 3 jenis ion (1 jenis kation dan 2 jenis anion) a. Tuliskan persamaan reaksi kesetimbangan dalam proses pelarutan hidroksi apatit dalam air dan tuliskan rumusan Ksp untuk pelarutan senyawa hidroksi apatit (3 poin) b. Jika diketahui Ksp untuk hidroksi apatit pada T = 25oC adalah 6,8 x 10-37, tentukan solubilitas molar (kelarutan molar) dari senyawa hidroksi apatit tersebut.

(4 poin) c. Sebuah sampel gigi dengan massa 0,100 gram (diasumsikan seluruhnya terdiri dari hidroksi apatit) dimasukkan dalam 1,000 L air murni dan dibiarkan hingga mencapai keadaan setimbang. Tentukan massa sampel gigi yang tidak larut.

(5 poin) d. Jelaskan mengapa jika mulut kita keasamannya meningkat, akan menyebabkan gigi berlubang? (3 poin) Untuk mencegah lubang pada gigi, pasta gigi mengandung senyawa yang dapat melepaskan ion F- dan membentuk senyawa Ca5(PO4)3F pada gigi. Reaksi pertukaran F- dengan OH- adalah sebagai berikut: Ca5(PO4)3OH + F↔ Ca5(PO4)3F + OHK=?

e. Tentukan nilai tetapan kesetimbangan, K, jika diketahui Ksp untuk Ca5(PO4)3F adalah 2,0 x 10-61 (5 poin) 17 OSP-2015 5.

Aspirin dan Minyak Winter (19 poin) Senyawa A (asam o-hidroksi benzoat, atau asam salisilat) merupakan prekursor (zat intermediet) untuk membuat obat analgesik (Aspirin) dan minyak winter (untuk salep) COOH COOH CO2CH3 I Aspirin OCOCH3 II OH OCOCH3 Minyak Winter a.

Tentukan pereaksi dan kondisi pada reaksi I dan II (4 poin) b. Tentukan struktur produk melalui hasil reaksi jika senyawa A direaksikan dengan: i.) Larutan natrium karbonat, Na2CO3 (2 poin) ii.) Larutan NaOH (2 poin) iii.) Asam nitrat encer (2 poin) Bila sebuah tablet Aspirin dihaluskan, ditambahkan air (dipanaskan sampai larut), kemudian dititrasi dengan 0,1 mol L-1 NaOH, maka dibutuhkan sebanyak 13,9 mL larutan alkali untuk menetralkan aspirin.

c. Hitung berapa gram Aspirin yang ada dalam satu tablet Aspirin (4 poin) d. Aspirin yang mudah larut biasanya sebagai garam kalsium aspirin i.) Tuliskan reagen apa yang dipakai untuk mengubah Aspirin menjadi garam kalsium, dan tuliskan reaksinya.

(3 poin) ii.) Jelaskan mengapa Aspirin kurang larut dalam air (2 poin) 6. Polimer PET (Poli Etilen Tereftalat) dan Turunannya Senyawa poli etilen tereftalat (PET) banyak diaplikasikan untuk serat sintesis, seperti Dacron, film tipis seperti Mylar dan sebagai bahan pembuat botol minuman bersoda.

* O O O C C O H2 C CH2 * Poli Etilen Tereftalat (PET) n 18 OSP-2015 a. PET dibuat dari monomer etilen glikol (1,2-etanadiol) dan monomer lainnya. Gambarkan struktur etilen glikol dan struktur monomer lainnya tersebut. (4 poin) b. Tuliskan nama senyawa monomer penyusun PET selain etilen glikol pada soal (a) di atas (2 poin) c. Apabila senyawa monomer PET selain etilen glikol pada jawaban soal (b) di atas direaksikan dengan 1,2-etanadiamina (etilen diamina), maka akan terbentuk polimer lain.

Gambarkan struktur polimer tersebut. (merujuk pada cara penggambaran PET di atas)! (3 poin) d. Apabila etilen glikol direaksikan dengan asam 1,4-butanadioat, maka akan terbentuk polimer lain.

Gambarkan struktur polimer tersebut. (merujuk pada cara penggambaran PET di atas) (3 poin) e. Etilen glikol dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi senyawa turunan aldehidnya dan kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut menjadi turunan asam karboksilatnya. Gambarkan struktur aldehid dan asam karboksilat hasil oksidasi total etilen glikol. Tuliskan nama senyawa asam karboksilat hasil oksidasi total etilen glikol tersebut (5 poin) SEMOGA BERHASIL 19 OSP-2015 Related Documents Deskripsi Singkat -RQDWKDQ6DUZRQR -RQDWKDQ6DUZRQR METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Oleh : Jonathan Sarwono Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2006 Hak Cipta © 2006 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit. GRAHA ILMU Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta 55511 Telp.

: 0274-882262 ; 0274-4462135 Fax. : 0274-4462136 E-mail : [email protected] Sarwono, Jonathan METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF/ Jonathan Sarwono - Edisi Pertama - Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2006 xx + 286 hlm, 1 Jil : 23 cm. ISBN - 13 : - 978 - 979 - 756 - 146 - 8 ISBN - 10 : - 979 - 756 - 146 - 1 1.

Sosial 1. Judul Publish or Perish This Book is dedicated to The Late of my Mother, Sardjinah My Beloved Wife, RAJ Wiwik Adri Wijayanti My Daughter, Regina Tiatira Fortuna Buwana KATA PENGANTAR B erdasarkan pengalaman dalam mengajar metodologi penelitian, membimbing skripsi, memeriksa, menguji usul penelitian para dosen baik yang masih S1 ataupun yang sudah S2 dan memberikan konsultasi metodologi kepada mahasiswa S3 serta pengalaman melakukan penelitian di lapangan; penulis melihat hampir sebagian besar penguasaan di bidang metodologi masih lemah.

Hal ini mudah dipahami karena penguasaan metodologi penelitian tidak cukup hanya dengan mendapatkan kuliah satu semester untuk mahasiswa jenjang S1 dan diulang lagi pada jenjang S2. Memahami metodologi penelitian dan dapat mengaplikasikan dalam meneliti masalah memerlukan pembelajaran yang cukup lama dan latihan yang banyak. Disamping itu, penguasaan metodologi penelitian dengan baik memerlukan banyak referensi bidang ilmu lain yang mendasari ilmu metodologi penelitian, seperti filsafat ilmu, logika, dan statistik.

Buku ini semula terdiri dari dua bagian, yaitu Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif dan Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif. Berdasarkan pertimbangan selama mengajar, memberikan pelatihan dan bimbingan skripsi serta konsultasi, penulis memutuskan untuk menggabung kedua buku agar lebih efektif dibaca dan dipelajari oleh para pembaca. Disamping itu saat ini terdapat kecenderungan viii Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dibeberapa perguruan tinggi mulai banyak menggunakan metode gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Titik berat pada buku ini ialah membahas metode-metode yang digunakan oleh para peneliti aliran kuantitatif dan kualitatif, oleh karena itu diskusi berfokus pada hal-hal praktis yang dapat secara langsung diterapkan dalam penelitian oleh para mahasiswa ataupun peneliti.

Agar buku ini tidak hanya sekedar menggabung secara fisik, maka penulis memasukkan satu bab khusus strategi menggabung kedua pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu para pembaca akan mendapatkan gambaran secara jelas apa itu penelitian pendekatan kuantitatif, penelitian dengan pendekatan kualitatif dan cara-cara memadu yang benar dituju dari sisi epistimologis, teoritis dan praktis.

Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, maka penulis juga mencantumkan dalam salah satu bagian buku ini: cara-cara melakukan survey di Internet dan mencari data-data sekunder dengan memanfaatkan teknologi Internet. Ucapan terima kasih untuk Bapak Rektor Universitas Komputer Indonesia Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc. yang telah memberikan kepercayaan penulis memimpin lembaga penelitian dimana penulis banyak mendapatkan hal-hal yang baru dan menambah wawasan dalam bidang penelitian yang ditekuni.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan untuk Dekan FISIP, Prof. Dr. J.M. Papasi yang menjadikan penulis sebagai salah satu tim penilai usul penelitian (proposal) bagi dosen di FISIP untuk bidang metodologi. Tidak lupa juga untuk Pembantu Rektor I, Prof Dr. Idrus Afandi, S.H. yang secara bersama dengan penulis membantu membenahi pengetahuan metodologi penelitian di kalangan para dosen di Unikom. Kami juga mengucapkan terima kasih untuk Dekan Fakultas Ekonomi, Prof Dr. Ria Ratna Ariawati.

M.S.Ak. yang memberi kesempatan penulis mengajar mata kuliah metodologi penelitian di Fakultas Ekonomi; Dekan Fakultas Desain dan Seni Drs. Hary Lubis yang juga memberi kesempatan penulis mengajar mata kuliah yang sama di fakultas yang mereka pimpin. ix Kata Pengantar Melalui proses belajar mengajar di kelas penulis menemukan banyak hal yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menerima dan memahami metodologi penelitian sebagai mata kuliah yang membantu membentuk pola pikir mahasiswa menjadi lebih logik, sistematis, dan berpikir ilmiah secara benar.

Penulis juga menyadari masih banyak kelemahan dalam buku ini, oleh karena itu penulis terus membuka diri untuk menerima masukan dan kritikan untuk perbaikan buku ini. Semua saran dan masukan silahkan kirim di alamat email [email protected] atau di [email protected] Atau kunjungi website penulis di http:// js.unikom.ac.id.

Semoga ide-ide yang ada dalam buku ini dapat menambah wawasan pembaca, khususnya para mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah metodologi penelitian dan sedang dalam proses menulis skripsi, tesis atau disertasi.

Bandung, Juni 2006 Jonathan Sarwono DAFTAR ISI KATA PENGANTAR viii DAFTAR ISI xi BAB PENDAHULUAN Manusia Mencari Kebenaran Terjadinya Proses Sekularisasi Alam Berbagai Cara Mencari Kebenaran Dasar-dasar Pengetahuan Sumber Pengetahuan Kriteria Kebenaran Ontologi Epistimologi Beberapa Pengertian Dasar Kerangka Ilmiah Sarana Berfikir Ilmiah Aksiologi 1 1 3 3 5 6 6 7 8 9 12 13 13 DEFINISI DAN JENIS-JENIS PENELITIAN Definisi Jenis-jenis Penelitian 2.2.1 Penelitian Primer 2.2.2 Penelitian sekunder 15 15 16 16 17 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 1.11 1.12 BAB 2 2.1 2.2 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xii 2.2.3 2.2.4 2.2.5 2.2.6 2.2.7 Penelitian Dilihat dari Tujuannya Penelitian Dilihat dari Pendekatannya Penelitian Dilihat dari Bidang Ilmu Penelitian Dilahat dari Tempat/Latar Penelitian Dilihat dari kehadiran Variabel 17 18 18 18 19 BAB 3 3.1 3.2 3.3 USUL PENELITIAN Pengertian Sistematika Usul Penelitian Contoh Pembuatan Jadwal Penelitian 21 21 22 24 BAB 4 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 TAHAP - TAHAP PROSES PENELITIAN Mengidentifikasi Masalah Membuat Hipotesis Studi Literature Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Membuat Definisi Operasional Memanipulasi dan Mengontrol Variabel Menyusun Desain Penelitian Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran Membuat Kuesioner Melakukan Analisis Statistik Menggunakan Komputer untuk Analisis Data Menulis Laporan Hasil Penelitian 25 25 26 26 26 27 27 27 4.9 4.10 4.11 4.12 BAB 5 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 28 28 28 29 29 MEMILIH MASALAH YANG AKAN DITELITI DAN MERUMUSKAN HIPOTESIS Pengertian Hubungan Antar Variabel Kejelasan Rumusan Masalah Uji Empiris Masalah Hindari Penilaian Moral dan Etis Merumuskan Masalah Pertimbangan Khusus Masalah yang akan Diteliti 31 31 32 32 33 33 34 36 xiii Daftar Isi 5.8 5.9 5.10 BAB 6 6.1 6.2 6.3 6.4 BAB 7 7.1 7.2 BAB 8 8.1 8.2 8.3 8.4 BAB 9 9.1 9.2 Strategi Menyusun Hipotesis Menguji Hipotesis Contoh Hipotesis 37 43 43 STUDI LITERATUR Tujuan Sumber-Sumber Cara Pencarian Literatur: Tradisional v.s Melalui Internet Alamat Mesin Pencari di Internet 47 47 49 50 52 MENGIDENTIFIKASI DAN MENAMAI VARIABEL Definisi Tipe-Tipe Variabel 7.2.1 Variabel Bebas 7.2.2 Variabel Tergantung 7.2.3 Hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung 7.2.4 Variabel Moderat 7.2.5 Variabel Kontrol 7.2.6 Variabel Perantara 7.2.7 Skema Hubungan Antar Variabel 7.2.8 Contoh Kasus 7.2.9 Paradigma Hubungan Antar Variabel 53 53 54 54 54 MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL Pentingya Operasionalisasi Variabel Kriteria Definisi Operasional Cara Membuat Definisi Operasional Kriteria Keunikan 67 67 67 68 69 TEKNIK-TEKNIK MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL Kelompok Pengontrol Faktor-Faktor Mempengaruhi Validitas Internal 71 72 72 54 55 56 56 58 59 60 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xiv 9.3 9.4 Faktor-Faktor Mempengaruhi Validitas Eksternal Menyamakan Kelompok Eksperimental dengan Pengontrol 76 BAB 10 10.1 10.2 10.3 10.4 MEMBUAT DESAIN PENELITIAN Pendahuluan Tipe-Tipe Desain Penelitian Validitas Desain ExPost Facto dan Eksperimental 10.4.1 Desain Expost Facto 10.4.2 Desain Experimental 10.4.3 Desain Experimental Tingkat Lanjut 79 79 81 83 84 85 86 89 BAB 11 11.1 11.2 11.3 11.4 11.5 11.6 11.7 SKALA PENGUKURAN Nominal Ordinal Interval Ratio Skala Pengukuran Sikap Validitas Reliabilitas 93 93 94 94 95 96 99 100 BAB 12 12.1 12.2 MENYUSUN INSTRUMEN Pengertian Format Pertanyaan: Bagaimana Pertanyaan Diberikan Model Jawaban: Bagaimana Pertanyaan Harus Dijawab Memilih Model Jawaban 101 101 104 107 DESAIN SAMPEL Definisi Istilah Proses Pengambilan Sampel Desain Sampel Cara Menentukan Ukuran Sampel 111 111 112 114 118 12.3 12.4 BAB 13 13.1 13.2 13.3 13.4 75 102 xv Daftar Isi BAB 14 14.1 14.2 14.3 14.4 14.5 14.6 14.7 KOLEKSI DATA Pengertian Kegunaan Data Sekunder Strategi Pencarian Data Sekunder Memilih Metode Pengambilan Data Sekunder Kriteria Mengevaluasi Data Sekunder Kriteria dalam Mengevaluasi Data Sekunder Pengumpulan Data Primer 123 123 124 124 125 127 129 129 BAB 15 15.1 15.2 15.3 15.4 15.5 15.6 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Pengolahan data Statistik Deskriptif Pengukuran Tendensi Sentral Pengukuran Variasi Memilih Uji Statistik yang Cocok Uji Statistik Parametrik 15.6.1 Korelasi Pearson 15.6.2 Uji t Uji Statistik Non-Parametrik 15.7.1 Korelasi Berjenjang 15.7.2 Chi Square 135 135 138 140 142 145 149 154 154 158 158 161 BAB 16 16.1 16.2 PENULISAN LAPORAN Pengertian Model Laporan 165 165 165 BAB 17 MENGENAL PROGRAM KOMPUTER ANALISIS STATISTIK MENGGUNAKAN SPSS Pendahuluan Beberapa Teknik Analisis Statistik Populer Fungsi SPSS sebagai Pengganti Penghitungan Manual 171 171 172 15.7 17.1 17.2 17.3 172 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xvi BAB 18 18.1 18.2 18.3 18.4 BAB 19 19.1 19.2 STRATEGI MELAKUKAN SURVEI DI INTERNET Pendahuluan Jenis Penelitian yang dapat Dilakukan di Internet Tahapan Melakukan Survei di Internet Keunggulan dan Kelemahan Survei di Internet 175 175 176 177 188 DEFINISI RISET KUALITATIF Definisi Kapan Sebaiknya Kita Menggunakan Penelitian Kualitatif 193 193 BAB 20 20.1 20.2 20.3 TEORI-TEORI YANG MENDASARINYA Pendahuluan Fenomenologi Interaksi Simbolik 197 197 197 198 BAB 21 21.1 21.2 21.3 DESAIN RISET KUALITATIF Pendahuluan Model Desain Riset Kualitatif Model Proposal Penelitian Kualitatif 199 199 199 201 BAB 22 22.1 22.2 22.3 22.4 22.5 TEKNIK SAMPLING Pendahuluan Cara Memilih Informasi Teknik Kesesuaian Teknik Penilaian Teknik Bola Salju 205 205 206 206 206 207 BAB 23 23.1 23.2 JENIS DATA Pendahuluan Tipe-Tipe Data 209 209 209 BAB 24 24.1 24.2 24.3 24.4 INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA Pendahuluan Jenis Instrumen Pengambilan Data Contoh Panduan Tertulis Untuk Focus GroupDiscussion Kapan Kita Menggunakan FGD atau Wawancara 211 211 211 212 220 194 xvii Daftar Isi BAB 25 25.1 25.2 METODE KOLEKSI DATA Pengertian Metode Pengumpulan Data 25.2.1 Partisipasi 25.2.2 Observasi 25.2.3 Wawancara 25.2.4 Kajian Dokumen 25.2.5 Interview Khusus 25.2.6 Interview Kelompok Kecil 25.2.7 Narasi 25.2.8 Sejarah Hidup 25.2.9 Analisis Sejarah 25.2.10 Film, Video, dan Foto Metode Pengumpulan Data Sekunder Secara Online 25.3.1 Pendahuluan 25.3.2 Definisi Pengertian 25.3.3 Teknik Pencarian 25.3.4 Evaluasi Kualitas Informasi 25.3.5 Tipe-Tipe Alat Pencarian 223 223 223 223 224 224 225 226 226 227 227 227 228 228 228 228 229 233 234 BAB 26 26.1 26.2 TEKNIK ANALISIS Pengertian Model Analisis Kualitatif 26.2.1 Analisis Domain 26.2.2 Analisis Taksonomi 26.2.3 Analisis Komponensial 26.2.4 Analisis Tema Kultural 26.2.5 Analisis Komparasi Konstan 239 239 240 240 242 243 243 244 BAB 27 27.1 27.2 VALIDITAS PENELITIAN KUALITATIF Pendahuluan Cara-Cara Meningkatkan Validitas Penelitian Kualitatif Meningkatkan Reliabilitas 245 245 25.3 27.3 245 246 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xviii BAB 28 MEMPRESENTASIKAN HASIL PENELITIAN KUALITATIF Pendahuluan Persepsi dan Penilaian tentang Kegiatan dalam Berbagai Pengetahuan di Kalangan Civitas Akademika di Kampus X 250 BAB 29 29.1 29.2 29.3 29.4 29.5 29.6 29.7 MENULIS LAPORAN Pengertian Pendahuluan Kajian Pustaka Metodologi Penelitian Hasil Penelitian Analisis Hasil Penelitian Kesimpulan Dan Saran 253 253 253 254 254 254 254 255 BAB 30 MEMADU PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Pendahuluan Perbedaan Dasar Antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif 30.2.1 Konsep Yang Berhubungan Dengan Pendekatan 30.2.2 Dasar Teori 30.2.3 Tujuan 30.2.4 Desain 30.2.5 Data 30.2.6 Sampel 30.2.7 Teknik 30.2.8 Hubungan Dengan Yang Diteliti 30.2.9 Analisis Data 30.2.10 Kesimpulan Strategi Memadu Pendekatan Kualitatif dengan Pendekatan Kuantitatif 28.1 28.2 30.1 30.2 30.3 249 249 257 257 257 257 258 259 259 259 259 260 261 261 261 262 ixx Daftar Isi 30.4 30.5 30.6 30.3.1 Model I Penelitian Kualitatif Digunakan untuk Memfasilitasi Penelitian Kuantitatif 30.3.2 Model II Penelitian Kuantitatif Digunakan untuk Memfasilitasi Penelitian Kualitatif 30.3.3 Model III Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Diberikan Bobot yang Sama 30.3.4 Model IV Triangulasi 30.3.5 Model Penulis Risiko-Risiko yang Akan Ditemui pada Hasil Riset Strategi Menekan Kesalahan Kesimpulan 264 265 266 267 268 269 270 272 DAFTAR PUSTAKA 281 TENTANG PENULIS 287 -oo00oo- BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 MANUSIA MENCARI KEBENARAN D alam kehidupan sehari-hari sejak jaman purbakala tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium selalu berusaha mencari hakekat kebenaran mengenai hal-hal yang bersifat hakiki, seperti masalah Tuhan, kematian, hidup sesudah mati, cinta dan lain-lain.

Manusia berusaha mengerti dan menaklukan alam semesta yang penuh dengan misteri. Sampai jaman yang diwarnai dengan kecanggihan teknologi saat ini, perasaan untuk mengerti dan memahami rahasia-rahasia alam semesta termasuk rahasia mengenai dirinya sendiri. Pada masa jaman pertengahan, manusia belum menunjukkan minat terhadap studi sistematis mengenai dunia fisik, kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh pendapat filsafat Yunani yang lebih mengutamakan “Yang umum” daripada “Yang khusus”.

Pengetahuan yang umum mengacu pada hakekat dan esensi hal-hal yang konkrit, sedang yang khusus membedakan benda satu dengan yang lain. Dalam mitologi Yunani dikenal adanya istilah dewa Zeus yang selalu dihubungkan dengan persoalan cuaca, hujan dan kilat, dewa Poseidon yang menguasai lautan dan gempa bumi.

Manakala terjadi 2 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan lain-lainnya; manusia selalu menghubung-hubungkan dengan hal-hal yang bersifat supernatural.

Dalam perkembangan pemikirannya akhirnya manusia setelah mengalami berbagai proses berhasil menggunakan daya nalarnya (ratio) dalam memecahkan persoalannya. Seperti yang terjadi pada Abad Pertengahan dengan penemuan-penemuan ilmiah oleh Copernicus dan Edison. Sebagaimana pendapat seorang filosof Rene Descartes yang mengatakan “Cogito Ergo Sum” (Aku ada karena berpikir) maka manusia mulai menggunakan pikirannya yang luar biasa ajaibnya.

Sekalipun demikian perlu dibedakan antara penggunaan akal sehat (common sense) dengan ilmu pengetahuan. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Ada lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-struktur teori, dan diuji konsistensi internalnya.

Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan tes ataupun pengujian secara empiris. Sedang penggunaan akal sehat biasanya tidak. Yang kedua, dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif ”. Yang ketiga, adanya pengertian kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam.

Yang keempat, ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan. Yang kelima, perbedaan terletak pada cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena. Dalam menerangkan hubungan antar fenomena, ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis.

Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. Pendahuluan 3 1.2 TERJADINY A PROSES SEKULARISASI ALAM TERJADINYA Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan. Dalam perkembangannya sebagaimana telah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam).

Hukum didefinisikan sebagai kaitankaitan yang tetap dan harus ada diantara gejala-gejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukumhukum normatif. Disini pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati.

Menuju abad ke-16 manusia mulai meninggalkan pengertian hukum normatif tersebut. Sebagai gantinya munculah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam. Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanan tersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris.

Para ilmuwan saat itu berpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal. Alam telah kehilangan kesakralannya, sebagai gantinya munculah gambaran dunia yang sesuai dengan ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-rahasia alam.

1.3 BERBAGAI CARA MENCARI KEBENARAN Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan berbagai cara seperti: 1.3.1 Secara kebetulan Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan.

Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya biasa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan 4 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di kolam tersebut. Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secara kebetulan saja.

1.3.2 Trial And Error Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode “trial and error” yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untung-untungan. Salah satu contoh ialah model percobaan “problem box” oleh Thorndike. Percobaan tersebut adalah seperti berikut: seekor kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan yang hanya dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung tali dengan membuka pintu. Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak tersebut dengan berbagai cara.

Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasil menyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar. Percobaan tersebut berdasarkan pada hal yang belum pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah.

1.3.3 Melalui Otoritas Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan, seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya.

Dalam filsafat Jawa dikenal dengan istilah ‘Sabda pendita ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalu benar dan tidak boleh dibantah lagi. 1.3.4 Pemecahan Masalah Dengan Cara Spekulasi Pemecahan masalah dengan metode “trial and error” yang menekankan pada unsur untung-untungan dan tidak pasti dan akurat. 1.3.5 Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman. Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif.

Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles. Pendahuluan 5 1.3.6 Melalui Penyelidikan Ilmiah Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif.

1.3.7 Metode Problem Solving Metode problem-solving yang dikembangkan oleh Karl. R. Popper pada tahun 1937 merupakan variasi dari metode “trial and error”. Metode ini menunjukkan skema sebagai berikut: P1-TS-EE-P2,P1 ialah problem awal, TS solusi tentative – teori yang dicoba ajukan, EE adalah “error elimination” - evaluasi dengan tujuan menemukan dan membuang kesalahan, dan P2 adalah situasi baru yang diakibatkan oleh adanya evaluasi kritis atas solusi tentative terhadap problem awal sehingga timbul problem baru.

1.4 DASAR-DASAR PENGET AHUAN PENGETAHUAN Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut: 1.4.1 Penalaran Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu, menurut logika tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan pengetahuan. Berpikir logis mempunyai konotasi jamak, bersifat analistis. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yang menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme.

1.4.2 Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid).

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 6 Dalam logika ada dua macam yaitu logika induktif dan deduktif. Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisme, seperti contoh dibawah ini: Silogisme Premis mayor : semua manusia akhirnya mati Premis minor : Amir manusia Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati 1.5 SUMBER PENGET AHUAN PENGETAHUAN Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini.

Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descarte pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria untuk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya.

Dari berbagai aliran maka munculah pula berbagai kriteria kebenaran. 1.6 KRITERIA KEBENARAN Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar. Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini. 3 3 + 5 : 8 4 4 + 4 : 8 6+2:8 Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataan berikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataan sebelumnya.

Pendahuluan 7 Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah: 1.6.1 Teori Koherensi Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren. 1.6.2 Teori Korespondensi Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar.

Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta. 1.6.3 Teori Pragmatis Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi. 1.7 ONTOLOGI Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialisme mengatakan sebagai berikut: 8 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna.

Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera. Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapat terlepas dari gejala-gejala yang berada didalamnya.

Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam memecahkan masalah tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-hal yang paling hakiki dari kehidupan ini. Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai pengertianpun akan muncul pula.

Contoh: Siapakah manusia itu? jawab ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi Sedang ilmu politik akan menjawab bahwa manusia ialah political animal dan dunia pendidikan akan mengatakan manusia ialah homo educandum.

1.8 EPISTIMOLOGI Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan ialah: 1. Batasan kajian ilmu: secara ontologis ilmu membatasi pada pengkajian objek yang berada dalam lingkup manusia. Tidak dapat mengkaji daerah yang bersifat transendental.

Pendahuluan 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9 Cara menyusun pengetahuan: untuk mendapatkan pengetahuan menjadi ilmu diperlukan cara untuk menyusunnya yaitu dengan cara menggunakan metode ilmiah. Diperlukan landasan yang sesuai dengan ontologis dan aksiologis ilmu itu sendiri.

Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi penyebab timbulnya suatu gejala dan proses terjadinya. Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit Metode ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak tergolong pada kelompok ilmu tersebut.

Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis: a. Ilmu eksakta : deduktif, rasio, kuantitatif b.

Ilmu sosial : induktif, empiris, kualitatif 1.9 BEBERAP A PENGER TIAN DASAR BEBERAPA PENGERTIAN Konsep: Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu: Pertama, konsep yang jelas hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh: meja, mobil dll.

Kedua, konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh: kecerdasan, kekerabatan, dll. 10 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Konstruk: Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.

Proposisi: Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh: dalam penelitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi: “ proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah “ (Harris dan Todaro).

Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi; yang pertama aksioma atau postulat, yang kedua teorem. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian, sedangkan teorem ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma. Teori: Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN) Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktur tertentu dari satu disiplin ilmu.

Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut; a. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan. b. harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun konsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. c. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx: 1)Model Based Theory, 2) Teori deduktif, 3)Teori induktif, dan 4) Teori fungsional Pendahuluan 11 Berdasarkan teori pertama teori berkembang dengan adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris.

Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti. Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premsi sebagai bukti.

Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataanpernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.

Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konseptualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori. Logika Ilmiah: Gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu system dengan mekanisme korektif.

Hipotesis: Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan bersifat spesifik 12 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif yang siap diuji secara empiris.

Dalam merumuskan hipotesis pernyataannya harus merupakan pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis yang bersifat relasional ataupun deskriptif disebut hipotesis kerja (Hk), sedang untuk pengujian statistik dibutuhkan hipotesis pembanding hipotesis kerja dan biasanya merupakan formulasi terbalik dari hipotesis kerja.

Hipotesis semacam itu disebut hipotesis nol (H0). Variabel: Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari. Contoh: jenis kelamin, kelas sosial, mobilitas pekerjaan, dll. Ada lima tipe variabel yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variabel bebas (independent), variabel tergantung (dependent), variabel moderat, variabel pengganggu (intervening) dan variabel kontrol (control) Jika dipandang dari sisi skala pengukurannya maka ada empat macam variabel: nominal, ordinal, interval dan ratio.

Definisi Operasional: Yang dimaksud dengan definisi operasional ialah spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel. Definisi operasional memberi batasan atau arti suatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut. 1.10 KERANGKA ILMIAH 1. 2. Perumusan masalah: pertanyaan tentang objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor- faktor yang terkait didalamnya.

Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis: - Menjelaskan hubungan anatara faktor yang terkait - Disusun secara rasional Pendahuluan 3. 4. 13 - Didasarkan pada premis-premis ilmiah - Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok Pengujian hipotesis: - mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis Penarikan kesimpulan 1.11 SARANA BERPIKIR ILMIAH Bahasa Yang dimaksud bahasa disini ialah bahasa ilmiah yang merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan, syarat-syarat: - bebas dari unsur emotif - reproduktif - obyektif - eksplisit Matematika Matematika adalah pengetahuan sebagai sarana berpikir deduktif sifat: - jelas, spesifik dan informatif - tidak menimbulkan konotasi emosional - kuantitatif Statiska Statiska ialah pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat: - dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian - untuk menentukan hubungan kausalitas antar faktor terkait 1.12 AKSIOLOGI Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.

Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 14 dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.

Contoh kasus: Penelitian di Taiwan Dampak kemajuan teknologi modern telah diteliti dengan model penelitian yang terintegrasi, khususnya terhadap masyarakat dan budaya. Hasil kemajuan teknologi di Taiwan telah membawa negara itu mengalami “keajaiban ekonomi”, sekalipun demikian hasilnya tidak selalu positif. Kemajuan tersebut membawa banyak perubahan kebiasaan, tradisi dan budaya di Taiwan.

Berdasarkan penelitian tersebut terdapat lima hal yang telah berubah selama periode perkembangan teknologi di negara tersebut yaitu: 1.

Perubahan-perubahan dalam struktur industri berupa: Meningkatnya sektor jasa dan peranan teknologi canggih pada bidang manufaktur. 2. Perubahan-perubahan dalam sruktur pasar berupa: Pasar menjadi semakin terbatas, sedang pengelolaan bisnis menjadi semakin beragam.

3. Perubahan-perubahan dalam struktur kepegawaian berupa: Tenaga profesional yang telah terlatih dalam bidang teknik menjadi semakin meningkat. 4. Perubahan-perubahan struktur masyarakat berupa: Meningkatnya jumlah penduduk usia tua dan konsep “keluarga besar” dalam proses diganti dengan konsep “keluarga kecil”. 5.

Perubahan-perubahan dalam nilai-nilai sosial berupa: penghargaan yang lebih tinggi terhadap keuntungan secara ekonomis daripada masalah-masalah keadilan, meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk bersikap individualistik.

-oo00oo- BAB 2 PENELITIAN: DEFINISI DAN JENISJENISNYA 2.1 DEFINISI A pakah penelitian itu? Banyak definisi yang diberikan oleh para ahli penelitian, diantaranya ialah sebagai berikut: Research is a systematic attempt to provide answers to questions. Such answer may be abstract and general as is often the case in basic research or they may be highly concrete and specific as is often the case in applied research. (Tuckman 1978:1) Berdasarkan definisi di atas secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti.

Kata sistematis merupakan kata kunci yang berkaitan dengan metode ilmiah yang berarti adanya prosedur yang ditandai dengan keteraturan dan ketuntasan.

Secara lebih detil Davis (1985) memberikan karakteristik suatu metode ilmiah sebagai berikut: Pertama: Metode harus bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah tersebut.

16 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Kedua: Metode harus bersifat logis, artinya adanya metode yang digunakan untuk memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional didasarkan pada bukti-bukti yang tersedia. Ketiga: Metode bersifat obyektif, artinya obyektivitas itu menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.

Keempat: Metode harus bersifat konseptual dan teoritis; oleh karena itu, untuk mengarahkan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium penelitian yang dijalankan, peneliti membutuhkan pengembangan konsep dan struktur teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kelima: Metode bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada kenyataan/fakta di lapangan.

2.2 JENIS – JENIS PENELITIAN Jenis-jenis penelitian dibedakan berdasarkan jenis data yang diperlukan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu penelitian primer dan penelitian sekunder. 2.2.1 Penelitian Primer Penelitian primer membutuhkan data atau informasi dari sumber pertama, biasanya kita sebut dengan responden. Data atau informasi diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner atau lisan dengan menggunakan metode wawancara.

Yang termasuk dalam kategori ini ialah: a. Studi Kasus Studi kasus menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Biasanya studi kasus bersifat longitudinal.

b. Survei: Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil Penelitian: Definisi dan Jenis-jenisnya c.

17 data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin besar sampel, semakin mencerminkan populasi hasilnya. Riset Eksperimental Riset eksperimental menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi. Pada umumnya riset ini menggunakan dua kelompok atau lebih untuk dijadikan sebagai obyek studinya. Kelompok pertama merupakan kelompok yang diteliti sedang kelompok kedua sebagai kelompok pembanding (control group).

Penelitian eksperimental menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur dan spesifik. 2.2.2 Penelitian Sekunder Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti. Penelitian ini juga dikenal dengan penelitian yang menggunakan studi kepustakaan dan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menganut paham pendekatan kualitatif.

Suharsini Arikunto (1992) membagi jenis-jenis penelitian berdasarkan a) tujuan, b) pendekatan, c) bidang ilmu, d) tempat atau latar, e) kehadiran variabel. 2.2.3 Penelitian dilihat dari tujuannya Jika penelitian dilihat dari tujuannya, maka ada tiga subjenis penelitian, yaitu penelitian eksploratori, penelitian verifikatif dan penelitian pengembangan.

Penelitian jenis eksploratori digunakan untuk melakukan pencarian jawaban mengapa muncul kejadian-kejadian tertentu, misalnya munculnya bencana alam di daerah tertentu terus menerus. Penelitian verifikatif digunakan untuk meneliti ulang hasil penelitian sebelumnya dengan tujuan untuk mem-verifikatif kebenaran hasil penelitian sebelumnya tersebut.

Penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan model atau hal-hal yang inovatif. Penelitian jenis ini biasanya dilakukan di suatu perusahaan dalam rangka pengembangan produk atau layanan baru.

18 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 2.2.4 Penelitian dilihat dari pendekatan Dilihat dari pendekatannnya penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan longitudinal (bujur) dan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium (silang).

Pendekatan pertama melakukan penelitian berdasarkan pada periode waktu tertentu, biasanya waktunya lama, misalnya seorang peneliti melakukan penelitian perkembangan kemampuan berbicara anak mulai umur 10 bulan s/d 24 bulan. Sebaliknya pendekatan kedua peneliti melakukan studi kemampuan berbicara anak mulai dari yang berumur 10 bulan s/d 24 bulan secara serentak dalam waktu yang bersamaan.

2.2.5 Penelitian dilihat dari bidang ilmu Dalam perspektif ini maka jenis penelitian dibagi berdasarkan disiplin ilmu masing-masing, misalnya penelitian pendidikan, penelitian teknik, penelitian ekonomi, dll.

2.2.6 Penelitian dilihat dari tempat/latarnya Jika dilihat dari tempat atau latar dimana seorang peneliti melakukan penelitian, maka jenis penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu: a) penelitian laboratorium, b) penelitian lapangan, c) penelitian perpustakaan. Penelitian laboratorium biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta, misalnya penelitian kedokteran, elektro, sipil, dll. Penelitian lapangan biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu atau objek tertentu sebagai latar dimana peneliti melakukan penelitian.

Penelitian perpustakaan dilakukan di perpustakaan dengan melakukan kajian terhadap literatur, penelitian sebelumnya, jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada di perpustakaan. Dengan semakin canggihnya teknologi informasi, maka penelitian jenis ini saat ini tidak harus dilakukan di perpustakaan secara fisik, tetapi juga dapat dilakukan dari lokasi mana saja dengan memanfaatkan Internet sebagai media untuk mencari informasi di perpustakaan-perpustakaan di seluruh dunia yang membuat data mereka dapat diakses secara langsung oleh pengguna secara gratis dan kapan saja.

19 Penelitian: Definisi dan Jenis-jenisnya 2.2.7 Penelitian dilihat dari kehadiran variabel Penelitian dilihat dari kehadiran variabel dapat dikategorikan dalam penelitian yang obyeknya merupakan variabel masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Penelitian yang obyeknya variabel masa lalu dan saat ini disebut juga penelitian deskriptif atau mengambarkan variabel-variabel yang sedang diteliti.

Sedang penelitian yang obyeknya variabel yang akan datang, maka variabelnya belum ada tetapi sengaja diciptakan oleh peneliti dengan memberikan perlakuan (treatment). Penelitian jenis ini disebut juga penelitian eksperimen yang tujuannya digunakan untuk mencari hubungan kausal antar variabel yang diteliti. -oo00oo- BAB 3 USUL PENELITIAN 3.1 PENGER TIAN PENGERTIAN U sul penelitian merupakan sarana bagi peneliti untuk mengkomunikasikan pemikirannya mengenai masalah yang akan diteliti dan berfungsi untuk meyakinkan pembaca atau penilai bahwa pemikiran peneliti layak untuk dilaksanakan dan setidaktidaknya akan memberikan manfaat terkait dengan disiplin ilmu yang bersangkutan.

Karena fungsi usulan penelitian tersebut, maka usulan penelitian hendaknya ditulis berorientasi kepada pembaca/penilai/ pemberi dana. Selanjutnya usulan penelitian ditulis dengan menggunakan bahasa yang persuasif agar pihak yang membaca selain dapat memahami permasalahan juga akan dengan mudah memberikan persetujuan pelaksanaan usulan tersebut.

Dalam menulis usulan penelitian, peneliti juga sebaiknya menggunakan bahasa yang baku dan lugas. Meski tujuannya bersifat persuasif, hindari bahasa yang berteletele dan panjang lebar. Hal yang paling penting ialah apa yang kita tulis dapat menjadi sarana yang paling efektif untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan kita sehingga pihak pembaca merasa perlu untuk menyetujuinya.

22 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 3.2 SISTEMA TIKA USUL PENELITIAN SISTEMATIKA Ada berbagai versi sistematika penelitian yang biasa digunakan oleh para peneliti. Berbagai versi tersebut tergantung pada instasi yang mengeluarkannya. Sekalipun demikian terdapat benang merah diantara berbagai versi tersebut, diantaranya mencakup hal-hal pokok yang harus ada dalam suatu penelitian, yaitu judul, perumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi yang digunakan, personil yang melakukan, waktu dan biaya penelitian.

Jika digunakan dalam pembuatan penelitian di lingkungan mahasiswa, biasanya untuk bagian biaya ditiadakan. Berikut ini akan diuraikan usulan penelitian yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Penulis memilih ini didasarkan pada pertimbangan adanya cakupan masalah, urutan yang sistematis, mudah dipahami dan jangkauan pemakaiannya umum. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut: a. Judul Penelitian Pada umumnya judul penelitian mencerminkan setidak-tidaknya hubungan antar dua variabel atau lebih.

Dalam penulisan judul sebaiknya dibuat sesingkat mungkin dengan menggunakan bahasa lugas dan spesifik sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang akan dilakukan oleh peneliti. b. Bidang Ilmu Bagian ini memberikan penjelasan mengenai bidang ilmu yang diteliti c. Pendahuluan Pada pendahuluan biasanya peneliti mengungkapkan alasan utama mengapa yang bersangkutan memilih masalah tertentu yang akan diteliti sehingga pihak pembaca dapat memahami mengenai pentingnya masalah tersebut untuk diteliti dari sisi ilmiah.

Pada bagian ini pula, peneliti boleh menuliskan keinginan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala/konsep/dugaan yang sedang dipikirkan. Usul Penelitian 23 d. Perumusan Masalah Pada umumnya rumusan masalah dituliskan dalam kalimat tanya dan sebaiknya perumusan masalah mencerminkan hubungan dua variabel atau lebih. Peneliti juga hendaknya menyebutkan hipotesis yang akan diuji serta pendekatan, metode dan teknik dalam menjawab masalah yang akan diteliti.

e. Tinjauan Pustaka Pada bagian ini peneliti menguraikan kajian pustaka yang mendasari penelitian yang akan dilakukan yang diambil dari sumber acuan terbaru, misalnya dari buku ataupun jurnal. Hal yang dibahas dalam bagian ini ialah teori yang relevan dan hasil penelitian sejenis terdahulu. Tujuannya ialah agar tidak terjadi pembahasan masalah yang sama atau duplikasi penelitian orang lain.

f. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian berisi uraian yang menjawab perumusan masalah di atas. Disamping itu pula pada bagian ini peneliti dapat juga menguraikan tujuannya untuk menerangkan, membuktikan atau mengaplikasikan suatu gejala, konsep, dugaan atau membuat suatu prototype.

g. Kontribusi Penelitian Disini peneliti menjelaskan kontribusi atau manfaat penelitian yang akan dilaksanakan dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan dan pengembangan kelembagaan.

h. Metode Penelitian Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan untuk menjawab masalah secara detil yang meliputi variabel yang diteliti, desain riset yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian. 24 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif i. Jadwal Pelaksanaan Jadwal penelitian sebaiknya ditulis secara rinci mulai dari persiapan, penyusunan instrumen penelitian, pengambilan data, pengolahan dan analisis data serta laporan penelitian.

j. Personalia Penelitian Nama peneliti dan stafnya (jika ada) ditulis pada bagian ini. k. Perkiraan Biaya Penelitian Tuliskan perkiraan biaya penelitian dengan rinci dan mengacu pada format tertentu yang berlaku dalam menentukan besarnya poinpoin yang harus dibiayai/dibayar. l. Lampiran-Lampiran: • Lampiran berisi diantaranya: • Daftar Pustaka • Riwayat Hidup Peneliti Singkat • Instrumen Penelitian • Gambar-gambar 3.3 CONTOH PEMBUA TAN JADW AL PENELITIAN PEMBUAT JADWAL Jadwal kegiatan dapat ditulis dengan menggunakan chart seperti di bawah ini: -oo00oo- BAB 4 TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai tahap-tahap proses penelitian yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti di bawah ini: 1.

Mengidentifikasi Masalah 2. Membuat Hipotesis 3. Studi Literatur 4. Mengidentifikasi dan Memberi nama Variabel 5. Membuat Definisi Operasional 6.

Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 7. Menyusun Desain Penelitian 8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran 9. Membuat Kuesioner 10. Melakukan Analisis Statistik 11.

Menggunakan Komputer untuk Analisis Data 12. Menulis Laporan Hasil Penelitian 4.1 MENGIDENTIFIKASI MASALAH Y ang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya 26 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah.

Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian. Syarat-syarat bagaimana seorang peneliti harus merumuskan masalah akan dibahas pada BAB V dalam buku ini.

4.2 MEMBUA T HIPOTESIS MEMBUAT Hipotesis merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesis biasanya dibagi menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesis penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variabel yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesis operasional yang terdiri dari Hipotesis 0 (H0) dan Hipotesis 1 (H1). Ketiga, menentukan hipotesis statistik.

H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V. 4.3 STUDI LITERA TUR LITERATUR Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain.

Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah. Bagian ini akan dikaji lebih mendalam pada BAB VI.

4.4 MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBERI NAMA VARIABEL Melakukan identifikasi dan memberi nama variabel merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel Tahap-tahap Proses Penelitian 27 yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variabel-variabel yang sedang diteliti.

Cara-cara dalam mengidentifikasi variabel akan dibahas secara lebih mendetil dalam BAB VII 4.5 MEMBUA T DEFINISI OPERASIONAL MEMBUAT Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variabelvariabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variabel-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinkan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

Bagian ini akan dibahas secara mendalam dalam BAB VIII. 4.6 MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL Yang dimaksud dengan memanipulasi variabel ialah memberikan suatu perlakuan pada variabel bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variabel tergantung atau variabel yang dipengaruhinya.

Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variabel ialah melakukan kontrol terhadap variabel tertentu dalam penelitian agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Masalah ini akan didiskusikan lebih lanjut pada BAB IX. 4.7 MENYUSUN DESAIN PENELITIAN Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan.

Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi 28 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, koleksi data dan analisisnya.

Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan tidak akan mempunyai validitas yang tinggi. Bagian ini akan dibahas secara rinci dalam BAB X.

4.8 MENGIDENTIFIKASI DAN MENYUSUN ALA T ALAT OBSER VASI DAN PENGUKURAN OBSERV Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitiannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto. Bagian ini akan dibahas dengan rinci pada BAB XII bagian Menyusun Instrumen Mengidentifikasi pengukuran maksudnya peneliti melakukan identifikasi skala pengukuran apa yang akan digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti yang sesuai dengan jenis data yang ada atau yang akan dicari.

Bagian ini akan dibahas dengan lebih rinci pada BAB XI bagian Landasan Pengukuran. 4.9 MEMBUA T KUESIONER MEMBUAT Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik.

Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Cara membuat kuesioner yang baik akan dibahas dengan rinci dalam BAB XII 4.10 MELAKUKAN ANALISIS ST ATISTIK STA Salah satu ciri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisis statistik.

29 Tahap-tahap Proses Penelitian Analisis statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variabel. Sampai saat ini, analisis statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variabel, untuk memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung, untuk melihat besarnya presentase atau rata-rata besarnya suatu variabel yang kita ukur.

Untuk analisis statistik akan dibahas secara detil pada BAB XV bagian B. 4.11 MENGGUNAKAN KOMPUTER UNTUK ANALISIS DA TA DAT Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisis data.

Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisis data, baik yang bersifat pengolahan data maupun analisisnya. Salah satu program yang populer ialah program SPSS. Bagian ini akan didiskusikan secara rinci dalam BAB XVII. 4.12 MENULIS LAPORAN HASIL PENELITIAN Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis.

Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana. Cara membuat laporan secara tertulis yang baik dan sistematis akan dibahas secara detil pada BAB XVI. -oo00oo- BAB 5 MEMILIH MASALAH DAN MENYUSUN HIPOTESIS 5.1 PENGER TIAN PENGERTIAN M emilih masalah untuk diteliti merupakan tahap yang penting dalam melakukan penelitian, karena pada hakikatnya seluruh proses penelitian yang dijalankan adalah untuk menjawab pertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Memilih masalah juga merupakan hal yang tidak mudah karena tidak adanya panduan yang baku. Sekalipun demikian dengan latihan dan kepekaan ilmiah, pemilihan masalah yang tepat dapat dilakukan. Bagaimana peneliti mencari masalah yang akan dikaji, beberapa panduan pokok di bawah ini akan mempermudah bagi kita menemukan masalah: a. Masalah sebaiknya merumuskan setidak-tidaknya hubungan antar dua variabel atau lebih b.

Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda dan pada umumnya diformulasikan dalam bentuk kalimat tanya. c. Masalah harus dapat diuji dengan menggunakan metode empiris, yaitu dimungkinkan adanya pengumpulan data yang akan digunakan sebagai bahan untuk menjawab masalah yang sedang dikaji. d. Masalah tidak boleh merepresentasikan masalah posisi moral dan etika. 32 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 5.2 HUBUNGAN ANT AR VARIABEL ANTAR Masalah sebaiknya mencerminkan hubungan dua variabel atau lebih, karena pada praktiknya peneliti akan mengkaji pengaruh satu variabel tertentu terhadap variabel lainnya.

Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh “gaya kepemimpinan” (variabel satu) terhadap “kinerja pegawai” (variabel dua). Jika seorang peneliti hanya menggunakan satu variabel dalam merumuskan masalahnya, maka yang bersangkutan hanya melakukan studi deskriptif, misalnya “Gaya kepemimpinan di perusahaan X”. Peneliti dalam hal ini hanya akan melakukan studi terhadap gaya kepemimpinan yang ada tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain baik yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan tersebut.

Contoh: Hubungan antara motivasi karyawan dan prestasi kerja Motivasi: variabel satu; prestasi kerja: variabel dua 5.3 MASALAH DIRUMUSKAN SECARA JELAS, TIDAK BERMAKNA GANDA DAN DALAM BENTUK KALIMA T TANY A KALIMAT TANYA Masalah harus dirumuskan secara jelas dan tidak bermakna ganda atau memungkinkan adanya tafsiran lebih dari satu dan dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

Contoh: a. Apakah ada hubungan antara promosi dengan volume penjualan? b. Apakah warna sepeda motor Suzuki mempengaruhi minat beli konsumen? c. Apakah desain produk handphone mempengaruhi keputusan membeli konsumen?

d. Apakah ada hubungan antara minat baca dengan tingginya indeks prestasi? Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 33 Contoh-contoh di atas mencerminkan rumusan masalah yang jelas dan tidak bermakna ganda.

Pada contoh “a” peneliti ingin mengkaji hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan. Pada contoh “b” peneliti ingin melakukan studi tentang hubungan variabel “warna sepeda motor Suzuki” dengan variabel “minat beli”. Pada contoh “c” peneliti akan mengkaji hubungan antar variabel “desain produk handphone” dengan variabel “keputusan membeli”.

Pada contoh “d” peneliti akan mengkaji hubungan antar variabel “minat baca” dengan “indeks prestasi”. 5.4 DAP AT DIUJI SECARA EMPIRIS DAPA Masalah harus dapat diuji secara empiris, maksudnya perumusan masalah yang dibuat memungkinkan peneliti mencari data di lapangan sebagai sarana pembuktiannya. Tujuan utama pengumpulan data ialah untuk membuktikan bahwa masalah yang sedang dikaji dapat dijawab jika peneliti melakukan pencarian dan pengumpulan data. Dengan kata lain masalah memerlukan jawaban, jawaban didapatkan setelah peneliti mengumpulkan data di lapangan dan jawaban masalah merupakan hasil penelitian.

5.5 HINDARILAH PENILAIAN MORAL DAN ETIS Sebaiknya peneliti menghindari masalah-masalah yang berkaitan dengan idealisme atau nilai-nilai, karena masalah tersebut lebih sulit diukur dibandingkan dengan masalah yang berhubungan dengan sikap atau kinerja. Misalnya kita akan mengalami kesulitan dalam mengukur masalah-masalah seperti berikut ini: • Haruskah semua mahasiswa tidak mencontek dalam ujian? • Haruskah semua mahasiswa rajin dalam belajar? Akan lebih baik kalau masalah tersebut dijadikan dalam bentuk seperti: • Hubungan antara kesiapan ujian dan nilai yang diraih • Pengaruh kerajinan mahasiswa terhadap kecepatan kelulusan 34 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 5.6 STRA TEGI MENENTUKAN MASALAH STRATEGI Salah satu cara untuk membuat perumusan masalah yang baik ialah dengan melakukan proses penyempitan masalah dari yang sangat umum menjadi lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik dan siap untuk diteliti.

Di bawah ini diberikan contoh cara menyempitkan masalah yang berkaitan dengan penelitian dalam dunia bisnis. Davis (1985, 47) Gambar di atas mengilustrasikan peranan identifikasi masalah dalam proses pengembangan perumusan masalah, yaitu proses penyaringan mulai dari yang umum sampai dengan masalah yang Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 35 khusus.

Masalah dimulai dari adanya pemikiran “concern” manajerial yang sedang dihadapi atau yang akan dihadapi, kemudian masalah pemikiran tersebut dipersempit menjadi proses penyaringan perumusan masalah dan pada tahap ketiga menjadi penyaringan pemilihan masalah yang akan diteliti dengan disertai tujuan penelitiannya.

Contoh kasus: 5.6.1 Mengenali suatu gejala Munculnya rasa ketidakpuasan diantara para programmer komputer di suatu perusahaan tertentu. Penghasilan perusahaan tersebut terus meningkat dengan baik selama lima tahun terakhir ini.

Keluhan-keluhan secara lisan telah diterima dari para pegawai mengenai struktur penggajian yang dianggap sudah tidak memadai lagi. 5.6.2 Identifikasi Masalah a) b) Melakukan evaluasi terhadap data internal dan eksternal dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: • Monitoring ketidakpuasan tersebut dan penyebaran informasi penghasilan perusahaan • Melacak apakah pernah ada rasa ketidakpuasan muncul di masa-masa lalu.

• Mencari literatur / acuan yang membahas masalah yang mirip dengan kejadian yang dialami di perusahaan tersebut dengan masalah di perusahaan lain. Melakukan isolasi area masalah • Pihak manajemen tidak mempunyai perencanaan alokasi penggajian yang kosisten • Berdasarkan wawancara diluar diketahui adanya ketidakpuasan terhadap sistem penggajian • Pihak direksi telah menginventarisasi keluhan-keluhan dari pegawai mengenai adanya diskriminasi penggajian.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 36 5.6.3 Rumusan Masalah Rumusan masalah akan berbunyi sebagai berikut: • Faktor-faktor utama apa saja yang berhubungan dengan tingkattingkat penggajian bagi para profesional ahli komputer di perusahaan tersebut. • Apakah ada hubungan antara meningkatnya penghasilan perusahaan dengan ketidakpuasan di kalangan para programmer.

5.7 PER TIMBANGAN KHUSUS DALAM MEMILIH PERTIMBANGAN MASALAH Y ANG AKAN DITELITI YANG Dalam melakukan pemilihan masalah dapat mempertimbangkan hal-hal di bawah ini: a. Dapat Dilaksanakan Jika kita memilih masalah tertentu, maka pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bermanfaat bagi kita untuk mengecek apakah kita dapat atau tidak melakukan penelitian dengan masalah yang kita tentukan: 1) Apakah masalah tersebut dalam jangkauan kita? 2) Apakah kita mempunyai cukup waktu untuk melakukan penelitian dengan persoalan tersebut?

3) Apakah kita akan mendapatkan akses untuk memperoleh sampel yang akan kita gunakan sebagai responden sebagai sarana pemerolehan data dan informasi? 4) Apakah kita mempunyai alasan khusus sehingga kita percaya akan dapat memperoleh jawaban dari masalah yang kita rumuskan? 5) Apakah metode yang diperlukan sudah kita kuasai? b. Jangkauan Penelitiannya Apakah masalahnya cukup memadai untuk diteliti? Apakah jumlah variabelnya sudah cukup? Apakah jumlah datanya cukup untuk dilaporkan secara tertulis?

c. Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Apakah kita tertarik dengan masalah tersebut dan cara pemecahannya? Apakah masalah yang kita teliti berkaitan dengan Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 37 latar belakang pengetahuan atau pekerjaan kita? Jika kita melakukan penelitian dengan masalah tersebut apakah kita akan mendapatkan nilai tambah bagi pengembangan diri kita?

d. e. Nilai Teoritis Apakah masalah yang akan diteliti akan mengurangi adanya kesenjangan teori yang ada? Apakah pihak-pihak lain, seperti pembaca atau pemberi dana akan mengakui kepentingan studi ini? Apakah hasil penelitiannya nanti akan memberikan sumbangan pengetahuan terhadap ilmu yang kita pelajari?

Apakah hasil penelitiannya layak dipublikasikan? Nilai Praktis Apakah hasil penelitiannya nantinya akan ada nilai-nilai praktis bagi para praktisi di bidang yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti? 5.8 MENYUSUN HIPOTESIS 5.8.1 Pengertian Setelah masalah dirumuskan, maka langkah berikutnya ialah merumuskan hipotesis.

Apakah hipotesis itu? Ada banyak definisi hipotesis yang pada hakikatnya mengacu tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium pengertian yang sama.

Diantaranya ialah hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti. Menurut Prof. Dr. S. Nasution definisi hipotesis ialah “pernyataan tentatif yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya”. (Nasution:2000) 5.8.2 Asal dan Fungsi Hipotesis Hipotesa dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti.

Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar dapat menurunkan hipotesa yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai penentuan harga.

38 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori. Jika hipotesis sudah diuji dan membuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru. Fungsi hipotesis menurut Menurut Prof.

Dr. S. Nasution ialah sbb: 1) untuk menguji kebenaran suatu teori, 2) memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori dan 3) memperluas pengetahuan peneliti mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari. 5.8.3 Pertimbangan dalam Merumuskan Hipotesis Dalam merumuskan hipotesis peneliti perlu pertimbanganpertimbangan diantaranya: • Harus mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih, maksudnya dalam merumuskan hipotesis seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai dua variabel yang akan dikaji.

Kedua variabel tersebut adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Jika variabel lebih dari dua, maka biasanya satu variabel tergantung dua variabel bebas. • Harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, artinya rumusan hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna tidak boleh menimbulkan penafsiran lebih dari satu makna. Jika hipotesis dirumuskan secara umum, maka hipotesis tersebut tidak dapat diuji secara empiris.

• Harus dapat diuji secara empiris, maksudnya ialah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk operasional yang dapat dievaluasi berdasarkan data yang didapatkan secara empiris.

Sebaiknya hipotesis jangan mencerminkan unsur-unsur moral, nilai-nilai atau sikap. Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 39 5.8.4 Jenis-Jenis Hipotesis Secara garis besar ada dua jenis hipotesis didasarkan pada tingkat abstraksi dan bentuknya.

Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi: a. Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris: hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataanpernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya, misalnya “orang jawa halus budinya dan sikapnya lemah lembut”, “jika ada bunyi hewan tenggeret maka musim kemarau tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium tiba, “ jika hujan kota Jakarta Banjir”.

Kebenaran-kebenaran umum seperti di atas yang sudah diketahui oleh orang banyak pada umumnya, jika diuji secara ilmiah belum tentu benar. b. Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal: pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekompleksitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada.

Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya.

Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya seorang pemimpin. c. Hipotesis yang digunakan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium mencari hubungan antar variabel: hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variabelvariabel yang diteliti. Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variabel lainnya sehingga variabel tersebut berubah.

Menurut bentuknya, hipotesis dibagi menjadi tiga: a. Hipotesis penelitian/kerja: hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini peneliti menganggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 40 b.

c. melakukan penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress Hipotesis operasional: hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada.

Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.

Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress. Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).

Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0 5.8.5 Cara Merumuskan Hipotesis Cara merumuskan hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: rumuskan hipotesis penelitian, hipotesis operasional, dan hipotesis statistik. Hipotesis penelitian ialah hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat. Contoh 1: Hipotesis asosiatif Rumusan masalah: • Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai?

Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 41 Hipotesis penelitian: • Ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai Hipotesis operasional ialah mendefinisikan hipotesis secara operasional variabel-variabel yang ada di dalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.

Misalnya “gaya kepemimpinan” dioperasionalisasikan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium cara memberikan instruksi terhadap bawahan. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan perusahaan. Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu hipotesis 0 yang bersifat netral dan hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka bunyi hipotesis operasionalnya: H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan H1: Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan Hipotesis statistik ialah hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.

Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka hipotesisnya berbunyi sebagai berikut: H0: P = 0,3 H1: P ¹ 0,3 Contoh 2: Hipotesis deskriptif Rumusan masalahnya: o Seberapa besar penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa? Hipotesis penelitian: o Penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa kurang dari standar Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 42 Hipotesis operasional bunyinya: o H0 = Penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa sama dengan standar o H1 = Penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa tidak sama dengan standar Hipotesis statistik o o H0: r = 80% (0.8) H1: r ¹ 80% (0.8) Diasumsikan standar sama dengan 80% penguasaan Bahasa Inggrisnya.

Contoh 3: Hipotesis komparatif Rumusan masalahnya: o Bagaimana sikap mahasiswa di Bandung terhadap penyalahgunaan narkoba dibandingkan dengan sikap mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis penelitian: o Ada perbedaan sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis operasional: o H0 = Tidak ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta o H1 = Ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis Statistik: H0: r Bandung = r Yogyakarta H1: : r Bandung ¹ r Yogyakarta Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 43 5.9 UJI HIPOTESIS Hipotesis yang sudah dirumuskan kemudian harus diuji.

Pengujian ini akan membuktikan H0 atau H1 yang akan diterima. Jika H1 diterima maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan. Dalam membuat hipotesis ada dua jenis kekeliruan yang kadang dibuat oleh peneliti, yaitu: a. Menolak hipotesis yang seharusnya diterima.

Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha (a). b. Menerima hipotesis yang seharusnya ditolak. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan beta (b). 5.10 CONTOH UJI HIPOTESIS Contoh kasus: Sebuah perusahaan baju wanita ingin melakukan penelitian mengenai hubungan antara kontras warna dan keputusan membeli baju.

Hasil pengumpulan data memberikan angka-angka observasi sebagai berikut: Untuk kasus ini kita akan menggunakan Chi Square sebagai sarana untuk menguji hipotesis Tahap I: Rumuskan masalahnya • Adakah hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju ?

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 44 • Berapa besar hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju? Tahap II: Rumuskan tujuannya • Mencari ada dan tidaknya hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Mencari besarnya hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju Tahap III: Rumuskan hipotesisnya Untuk contoh ini diambil perumusan masalah yang kedua.

• Hipotesis Penelitian: Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Hipotesis Operasional: H0: Tidak ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju H1: Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Hipotesis Statistik: H0: kontras rendah = kontras menengah = kontras tinggi H1: kontras tinggi > kontras menengah > kontras rendah Tahap IV: Hitung Frekuensi Prediksi (e) H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =   Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =    H =  [  =   Tahap V: Hitung dengan rumus χ 2 (0 − e) 2 = ∑ e (25 - 20,6) 2 (20 − 20,3) 2 (15 − 19) 2 (23 − 30,2) 2 + + + + = 20,6 20,3 19 30,2 (30 − 29,8) 2 (35 − 27,8) 2 (28 − 25) 2 (25 − 24,7) 2 + + + + = 29,8 27,8 25,1 24,7  −    χ2 = 0,9 + 0,02 + 0,8 + 12,9 + 0,001 + 1,8 + 0,3 + 0,03 + 0,41 = 17,161 (hasil hitungan dari penelitian) 45 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 46 Tahap VI: Hitung degree of freedom (DF) • DF = (r – 1) (c – 1) = 3 – 1) (3 – 1) =4 • Tentukan besarnya a: α = 0,01 • Cari besarnya c2 dari table dengan DF sebesar 4 dan a sebesar 0,01  ⇒ χ = 13,277 Tahap VII: Buat grafik untuk menguji χ  penelitian berada di daerah penolakan, artinya H0 ditolak.

Jika H0 ditolak, maka H1 diterima Tahap VII: Rumuskan kesimpulan atau hasil uji hipotesis Bunyi hipotesis 1 adalah “Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju; maka kesimpulannya ialah: Pembelian baju oleh konsumen berhubungan dengan faktor kontras warna.

-oo00oo- BAB 6 STUDI LITERATUR 6.1 TUJUAN T ujuan utama melakukan studi literatur ialah 1) Menemukan variabel-variabel yang akan diteliti, 2) Membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan, 3) Melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru, 4) Menentukan makna dan hubungan antar variabel. Tujuan pertama melakukan studi literatur ialah menemukan variabel-variabel yang akan diteliti.

Pada praktiknya, peneliti sering tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kesulitan untuk merumuskan masalah yang layak untuk diteliti. Masalah yang diteliti pada hakekatnya merupakan variabelvariabel yang akan diteliti.

Disamping membantu mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, studi literatur juga dapat membantu peneliti dalam mendefinisikan variabel baik secara konseptual ataupun secara operasional dan yang lebih penting ialah membantu dalam mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel yang secara konseptual atupun operasional penting untuk diteliti.

Tujuan kedua ialah membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi 48 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif duplikasi penelitian atau karya di masa lalu yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Perlu diketahui juga bahwa penelitian masa lalu dapat menjadi bahan atau setidak-tidaknya memberikan gagasan atau inspirasi terhadap penelitian yang akan dilakukan saat ini, khususnya penemuan-penemuan sebelumnya dapat memberikan arahan kepada kita dalam melakukan penelitian saat ini.

Kita sering mendapatkan banyak hasil penelitian di masa lalu menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut/lebih mendalam mengenai topik yang sudah diteliti. Tujuan yang ketiga ialah melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru, maksudnya jika seorang peneliti dengan cermat dapat melakukan sintesa hasil-hasil penelitian sejenis di masa lalu, maka ada kemungkinan peneliti tersebut menemukan sesuatu yang penting mengenai gejala yang sedang dipertanyakan dan cara-cara bagaimana mengaplikasikan kedalam konteks penelitian saat ini.

Pada umunya para peneliti lebih memilih hal-hal yang bersifat spesifik daripada halhal yang bersifat umum. Tujuan keempat ialah menentukan makna dan hubungan antar variabel, karena semua variabel yang diteliti harus diberi nama, didefinisikan dan disatukan dengan masalah yang sudah dirumuskan beserta hipotesisnya. Jika seseorang melakukan proses membuat definisi variabel dengan tanpa melakukan studi kepustakaan terlebih dahulu maka kemungkinan yang akan diperoleh ialah kesalahan dalam pendefinisian variabel.

Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti yang bersangkutan akan mendapatkan tuntunan secara teori cara-cara mendefinisikan suatu variabel dan juga kemungkinan-kemungkinan adanya variabel yang secara konseptual sudah didefinisikan oleh peneliti sebelumnya.

Khususnya dalam ilmu-ilmu sosial dan psikologi, pada umumnya gejala atau variabel sudah didefinisikan secara konseptual dan operasional dalam buku-buku teori yang ada.

Studi Literatur 49 6.2 SUMBER-SUMBER Beberapa sumber kepustakaan yang dapat digunakan oleh peneliti diantaranya ialah 1) abstrak hasil penelitian, 2) indeks, 3) review, 4) jurnal 5) buku referensi.

Abstrak hasil penelitian merupakan sumber referensi yang berharga karena dalam abstrak biasanya peneliti menuliskan intisari dari penelitian yang meliputi: metode yang digunakan, perumusan masalah, hasil penelitian dan kesimpulan. Dengan membaca abstrak hasil penelitian kita akan mendapatkan gambaran secara keseluruhan tentang penelitian yang sudah dilakukan. Keuntungan utama membaca abstrak ialah kita dapat mempelajari metode yang digunakan oleh peneliti tersebut, sehingga memberikan inspirasi kepada kita untuk menggunakan metode sejenis dalam konteks dan latar yang berbeda.

Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server. Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesa karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu.

Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer.

Kegunaan utama jurnal ialah dapat 50 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi.

Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukubuku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu. Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut. 6.3 CARA PENCARIAN Cara pencarian kepustakaan dapat dilakukan secara manual atau secara online.

Jika dilakukan secara manual maka peneliti harus mengunjungi perpustakaan, tempat-tempat sumber informasi, seperti Biro Pusat Statistik. Jika dilakukan secara online, maka peneliti harus mempunyai komputer yang disambungkan dengan Internet. Cara melakukan pencarian secara online sebagai berikut: o Carilah website yang berfungsi sebagai “search engine”, misalnya www.google.com o Masukkan kata kunci kedalam kolom pencarian, misalnya “bahasa pemrograman PHP” o Klik kata “search” atau “go”, maka anda akan memperoleh alamat-alamat yang berisi masalah yang anda cari tersebut.

o Tip dalam melakukan pencarian di Internet: a. Tentukan tujuan pencarian b. Definisikan secara jelas dan detil tipe informasi yang seperti apa yang dibutuhkan c. Identifikasikan kata kunci (key word), frasa, atau kategori subyek Studi Literatur d. e. 51 Pelajari mekanisme pencarian dalam website tersebut, misalnya penggunaan Logika Boolean yang menggunakan operator pencarian utama: AND, OR, NOT.

Menggunakan kata AND berarti kita menyempitkan hasil pencarian dalam mesin tersebut. Menggunakan OR berarti kita memperluas hasil pencarian. Menggunakan NOT akan membuat operator menghilangkan munculnya dokumen-dokumen yang tidak diikutsertakan. Selain Logika Boolean, banyak website menggunakan metode “Relevancy Ranking”atau menggunakan istilah yang dikenal dengan WAIS (Wide Area Information Information Server).

Metode ini menggunakan 3 (tiga) ekspresi sbb: ALL (yang mirip dengan penggunaan AND pada logika Boolean), ANY (yang mirip dengan penggunaan OR pada logika Boolean), dan PHRASE yang mencarikan dokumen yang mirip atau berdekatan dengan yang dicarinya. Dikarenakan tidak adanya sensor dalam Internet, maka kita perlu mengevaluasi tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium tulisan / buku / acuan yang ada di Internet.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Berikut ini dibahas cara-cara mengukur kualitas tulisan di Internet: a. Reliabilitas: referensi yang dicari sebaiknya dipertimbangkan reliabilitasnya, khususnya dari sisi pengarangnya. Jika pengarangnya memang ahli di bidangnya, maka tulisan tersebut dapat dipercaya kualitasnya.

Pada bagian cover belakang buku, biasanya ditulis riwayat singkat penulisnya, misalnya pengalaman menulis buku, studinya, dan jenjang kariernya. Dari informasi ini kita dapat menilai seberapa besar reliabilitas buku yang ditulis saat ini dalam hubungannya dengan bidang ilmunya dan pengalaman dalam menulis buku. b. CARS (Credibility Accuracy Reasonableness and Support) checklist: Cars checklist (Robert Harris, 1997) dapat digunakan untuk menguji kualitas informasi yang berasal dari Internet.

o Pertama, kredibilitas menyangkut sumber informasinya yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan yang memungkinkan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 52 o o o kita dapat mempercayainya; kejelasan latar belakang pengarang yang menyangkut pendidikan, alamat, pengalaman, kedudukan, dan penilaian sesama penulis; adanya kontrol kualitas dari sesama penulis; referensi yang jelas diambil dari jurnal atau hasil penelitian lainnya.

Kedua, akurasi meliputi tidak ketinggalan jaman (up to date), bersifat faktual, detil, pasti, komprehensive, berorientasi pada pembaca dan tujuan, menjadikan sumber saat ini bukan informasi yang sudah kadaluwarsa, dan dapat memberikan gambaran kebenaran secara utuh.

Ketiga, dapat diterima dengan akal sehat yang meliputi adil dan tidak memihak, memberikan keseimbangan, bersifat obyektif, tidak memunculkan konflik kepentingan, tidak bersifat menghasut; mempunyai tujuan untuk dijadikan sebagai sumber yang dapat dipercaya karena memunculkan kebenaran yang utuh.

Keempat, adanya dukungan seperti sumber-sumber acuan, informasi kontak, memungkinkan adanya layanan tuntutan, tujuannya ialah memberikan bukti yang meyakinkan kepada para pembaca jika pembaca melakukan tuntutan. 6.4 ALAMA T MESIN PENCARI ALAMAT Berikut ini beberapa alamat website yang mempunyai mesin pencari sangat baik: a.

http://www.google.com b. http://www.yahoo.com c. http://www.msn.com -oo00oo- BAB 7 MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBERI NAMA VARIABEL 7.1 DEFINISI V ariabel didefinisikan sebagai tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium that may vary or differ” (Brown, 1998:7). Definisi lain yang lebih detil mengatakan bahwa variabel “ is simply symbol or a concept that can assume any one of a set of values” (Davis, 1998:23).

Definisi pertama menyatakan bahwa varibel ialah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata sesuatu diperjelas dalam definisi kedua yaitu simbol atau konsep yang diasumsikan sebagai seperangkat nilai-nilai. Definisi abstrak tersebut akan lebih jelas bila diberi contoh sebagai berikut: a. Hubungan antara intelejen dengan prestasi belajar b. Pengaruh warna terhadap minat beli sepeda motor c.

Hubungan antara promosi dengan volume penjualan Contoh-contoh variabel ialah: intelejen, prestasi belajar, warna, minat beli, promosi dan volume penjualan 54 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 7.2 TIPE-TIPE VARIABEL 7.2.1 Variabel Bebas (Independent Variabel) Variabel bebas merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi.

Pada contoh di atas, “warna” adalah variabel bebas yang dapat dimanipulasi dan dilihat pengaruhnya terhadap “minat beli”, misalnya apakah warna merah sepeda motor dapat menimbulkan minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut.

7.2.2 Variabel Tergantung (Dependent Variabel) Variabel tergantung adalah variabel yang memberikan reaksi/ respon jika dihubungkan dengan varibel bebas. Variabel tergantung adalah variabel yang variabelnya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas. Pada contoh pengaruh warna terhadap minat beli sepeda motor, maka variabel tergantungnya ialah “minat beli”.

Seberapa besar pengaruh warna merah terhadap minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut. Untuk meyakinkan pengaruh variabel bebas warna merah terhadap minat beli maka warna merah dapat diganti dengan warna biru. Jika besaran pengaruhnya berbeda maka manipulasi terhadap varibel bebas membuktikan adanya hubungan antara variabel bebas warna dan minat beli konsumen.

7.2.3 Hubungan Antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung Pada umumnya orang melakukan penelitian dengan menggunakan lebih dari satu varibel, yaitu variabel bebas dan variabel tergantung. Kedua varibel tersebut kemudian dicari hubungannya. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 55 Contoh 1 • Hipotesis penelitian: Ada hubungan antara “gaya kepemimpinan” dengan “kinerja” pegawai • Variabel bebas: gaya kepemimpinan • Variabel tergantung: minat beli Gaya kepemimpinan mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai, misalnya gaya kepemimpinan yang sentralistis akan berdampak terhadap kinerja pegawai secara berbeda dengan gaya kepemimipinan yang bersifat delegatif.

Contoh 2 • Hipotesis penelitian: Ada hubungan antara promosi dengan volume penjualan • Variabel bebas: promosi • Variabel tergantung: volume penjualan Promosi mempunyai hubungan dengan ada dan tidaknya peningkatan volume penjualan di perusahaan tertentu. 7.2.4 Variabel Moderat (Moderate Variable) Variabel moderat adalah variabel bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas pertama dan variabel tergantung.

Variabel moderat merupakan variabel yang variabelnya tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Pada kasus adanya hubungan antara warna sepeda motor dengan minat beli, peneliti memilih tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium moderatnya ialah “harga”.

Dengan dimasukannya variabel moderat harga, peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua variabel tersebut berubah. Jika berubah maka keberadaan variabel moderat berperan, sedang jika tidak berubah maka variabel moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti. 56 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Contoh lain: • Hipotesis: Ada hubungan antara promosi di media televisi dengan meningkatnya kesadaran merk handphone Samsung di kalangan konsumen • Variabel bebas: promosi • Variabel tergantung: kesadaran merk • Variabel moderat: media promosi 7.2.5 Variabel Kontrol (Control Variable) Dalam penelitian peneliti selalu berusaha menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Suatu variabel yang pengaruhnya akan dihilangkan disebut variabel kontrol. Variabel kontrol didefinisikan sebagai variabel yang variabelnya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Jika tidak dikontrol variabel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji.

Contoh: • Hipotesis: ada pengaruh kontras warna baju terhadap keputusan membeli di kalangan wanita • Variabel bebas: kontras warna • Variabel tergantung: keputusan membeli • Variabel kontrol: wanita (jenis kelamin) Pada kasus penelitian di atas variabel kontrolnya jenis kelamin wanita.

Asumsi peneliti hanya wanita saja yang terpengaruh kontras warna baju jika mereka ingin membelinya. 7.2.6 Variabel Perantara (Intervening Variable) Variabel bebas, tergantung, kontrol dan moderat merupakan variabel-variabel konkrit. Ketiga variabel, yaitu variabel bebas, kontrol dan moderat tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruh ketiga variabel tersebut dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variabel perantara, variabel tersebut bersifat hipotetikal artinya secara konkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 57 mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung yang sedang diteliti.

Oleh karena itu, variabel perantara didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti. Contoh: • Hipotesis: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat • Variabel bebas: minat terhadap tugas • Variabel tergantung: kinerja dalam mengerjakan tugas • Variabel perantara: proses belajar Keterangan kasus di atas adalah sebagai berikut: Jika mahasiswa tertarik terhadap tugas yang diberikan oleh dosen, maka hasilnya akan baik.

Besar kecilnya kinerja dipengaruhi oleh minat; sekalipun demikian hasil akhir pengerjaan tugas tersebut dipengaruhi oleh faktor mahasiswa belajar atau tidak terlebih dahulu dalam mengerjakan tugas tersebut.

Dengan minat yang tinggi dan persiapan belajar yang baik, maka kinerjanya akan semakin besar. Contoh 2: • Hipotesis: Layanan yang baik mempengaruhi kepuasan pelanggan • Variabel bebas: layanan yang baik • Variabel tergantung: kepuasan pelanggan • Variabel perantara: kualitas jasa/produk Pada umumnya layanan yang baik akan memberikan kepuasan yang tinggi terhadap pelanggan; sekalipun demikian kualitas jasa akan mempengaruhi hubungan variabel layanan dengan variabel kepuasan. Layanan baik belum tentu memberikan kepuasan kepada pelanggan jika kualitas jasanya atau produknya rendah.

Misalnya sebuah toko sepatu memberikan layanan yang baik kepada pelanggannnya. Ketika seorang pembeli mengetahui bahwa sepatunya sobek pada bagian tertentu maka tingkat kepuasannya akan turun. 58 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 7.2.7 Skema Hubungan Variabel Skema hubungan antar variabel menunjukkan adanya pengaruh variabel bebas, moderat, kontrol dan perantara terhadap variabel tergantung.

Skema di bawah ini merupakan model pertama oleh Tuckman (Tuckman 1978:70). Skema di atas dapat dibaca sebagai berikut, fokus utama adalah variabel bebas dan variabel tergantung, peneliti dapat juga mempertimbangkan variabel-variabel lainnya yaitu variabel moderat dan variabel kontrol.

Hubungan variabel bebas dengan variabel tergantung melalui suatu label yang disebut variabel perantara. Variabel ini bersifat hipotetikal, artinya secara fakta tidak nampak tetapi secara teoritis ada dan mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung. Skema model kedua dibuat oleh Brown (Brown 1988:13) sebagai berikut: Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 59 Skema Brown dapat dibaca sebagai berikut: hubungan sentral dalam studi ialah antara variabel bebas dan variabel tergantung. Panahpanah tersebut lebih menunjukkan arah fokus pemikiran peneliti dan desain penelitian, daripada hubungan sebab akibat.

Dengan demikian fokus variabel adalah variabel tergantung. Pada tahap awal penelitian dilakukan hanya untuk menentukan efek variabel bebas terhadap variabel tergantung. Variabel perantara berfungsi sebagai label terhadap hubungan kedua variabel tersebut atau proses yang menghubungkan antara variabel bebas dan variabel tergantung tetapi tidak terobservasi.

Peneliti juga boleh mempertimbangkan adanya variabel bebas lainnya, yaitu variabel moderator yang akan digunakan untuk menentukan apakah akan ada perubahan pada hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung jika variabel moderator dimasukkan kedalam penelitiannya. Peneliti juga boleh mengontrol variabel bebas lainnya jika yang bersangkutan ingin menetralisasi, ataupun menghilangkan pengaruh variabel kontrol. 7.2.8 Contoh Kasus Mengukur metode dalam mengajar terhadap prestasi mahasiswa.

Asumsi peneliti ialah ada variabel-variabel lain yang mempengaruhi, yaitu kepribadian mahasiswa, jenis kelamin dan sarana formalitas di kelas. • Variabel bebas: Metode • Variabel tergantung: prestasi belajar • Variabel moderator: kepribadian mahasiswa • Variabel kontrol: jenis kelamin • Variabel perantara: sarana formalitas di kelas Keterangan dari kasus di atas adalah sebagai berikut: Peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh metode mengajar dengan prestasi mahasiswa.

Metode mengajar merupakan variabel bebas dan prestasi mahasiswa merupakan variabel tergantung. Peneliti juga mempertimbangkan adanya faktor lain yang mempengaruhi hubungan dua variabel tersebut, yaitu kepribadian mahasiswa. Variabel Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 60 kepribadian mahasiswa sengaja dipilih untuk menentukan apakah kehadirannya mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Peneliti bermaksud menetralisasi kemungkinan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium faktor jenis kelamin, oleh karena itu jenis kelamin akan dikontrol sebagai variabel kontrol. Tujuannya ialah menghilangkan kemungkinan munculnya kerancuan akibat faktor tersebut. Secara teori sarana formalitas di kelas akan mempengaruhi hubungan antara metode mengajar dan prestasi mahasiswa. Maka sarana formalitas di kelas dijadikan sebagai variabel perantara.

7.2.9 Paradigma Hubungan Antar Variabel Penekanan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ialah adanya pola hubungan antar variabel yang sedang diteliti.

Pengertian ini dilandasi filsafat positivisme yang mengatakan bahwa gejala dapat diklasifikasikan dan gejala mempunyai hubungan kausal atau sebab akibat. Oleh karena itu dalam melakukan penelitian peneliti harus dapat memahami dan menemukan hubungan antar variabel. Karena gejala yang sedang dikaji dapat diketahui dengan melihat hubungan antar variabel. Paradigma hubungan antar variabel menurut Sugiyono (2002) akan di bahas lebih lanjut di bagian ini, penulis menggunakan contoh-contoh yang sudah disesuaikan, yaitu: a.

Paradigma Sederhana Hubungan Dua Variabel Penelitian yang menggunakan paradigma ini hanya mengkaji hubungan antara satu variabel bebas dengan satu variabel tergantung. Contoh aplikasinya: Variabel bebas (secara teknis disebut X): iklan variabel (secara teknis disebut Y): volume penjualan tergantung Hubungan dua variabel ini dapat digambarkan sebagai berikut: Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 61 Paradigma di atas akan menghasilkan penelitian sbb: a.

1 Rumusan Masalah: Bagaimana (atau berapa besar) hubungan (atau pengaruh iklan terhadap volume penjualan?) a. 2 Teori yang diperlukan oleh peneliti ialah teori mengenai iklan dan penjualan a. 3 Hipotesis penelitian akan menjadi sebagai berikut: Ada hubungan antara iklan dengan volume penjualan a. 4 Teknik Analisis Data: untuk melihat hubungan antar X dan Y dapat digunakan korelasi Product Moment (Pearson); sedang untuk uji hipotesisnya dapat digunakan uji signifikansi korelasi product moment.

b. Paradigma Hubungan Lebih dari Dua Variabel yang Berurutan Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji lebih dari satu variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Hubungan antar variabel masih sederhana yaitu secara berurutan, artinya kondisi variabel bebas 2 adalah akibat adanya variabel bebas 1. Dengan kata lain variabel bebas 1 mempengaruhi variabel bebas 2; variabel bebas 1 dan 2 mempengaruhi variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): Kualitas jaringan kabel Variabel bebas 2 (X2): Kualitas layanan Variabel tergantung Y: Kepuasan Pelanggan Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan tersebut dapat diterangkan sbb: kualitas jaringan kabel mempengaruhi kualitas layanan.

Kualitas jaringan kabel dan kualitas layanan mempengaruhi kepuasan pelanggan. 62 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif c. Paradigma Ganda Hubungan Dua Variabel Bebas dengan Satu Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan dua variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): I.Q Variabel bebas 2 (X2): Motivasi Variabel tergantung (Y): Hasil ujian Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o IQ mempengaruhi hasil ujian o Motivasi mempengaruhi hasil ujian o IQ dan motivasi mempengaruhi hasil ujian d.

Paradigma Ganda Hubungan Tiga Variabel Bebas dengan Satu Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan tiga variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): Gaji Variabel bebas 2 (X2): Jenjang karier Variabel bebas 3 (X3): Sistem rekrutmen pegawai Variabel tergantung (Y): Prestasi kerja Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 63 Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Gaji mempengaruhi prestasi kerja o Jenjang karier mempengaruhi prestasi kerja o Sistem rekruitmen pegawai mempengaruhi prestasi kerja o Gaji, jenjang karier dan sistem rekrutmen pegawai mempengaruhi prestasi kerja e.

Paradigma Ganda Hubungan Satu Variabel Bebas dengan Dua Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan satu variabel bebas dengan dua variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X): Tingkat pendidikan Variabel tergantung 1 (Y1): Pekerjaan yang diraih Variabel tergantung 2(Y2): Wawasan Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 64 Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Tingkat pendidikan mempengaruhi pekerjaan yang diraih o Tingkat pendidikan mempengaruhi wawasan f.

Paradigma Ganda Hubungan Dua Variabel Bebas dengan Dua Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan dua variabel bebas dengan dua variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X1): Kecepatan layanan Variabel bebas (X2): Harga produk Variabel tergantung 1 (Y1): Jumlah pelanggan Variabel tergantung 2(Y2): Keputusan membeli Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Kecepatan layanan mempengaruhi jumlah pelanggan o Kecepatan layanan mempengaruhi keputusan membeli o Harga produk mempengaruhi jumlah pelanggan o Harga produk mempengaruhi keputusan membeli g.

Paradigma Jalur Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan tiga variabel bebas, satu dari variabel bebas berfungsi sebagai “variabel antara” dengan satu variabel tergantung. Kemungkinan pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dapat secara langsung, tetapi juga kemungkinan yang lain X1 dan X2 mempengaruhi Y setelah melalui X3. 65 Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X1): I.Q Variabel bebas (X2): Pola belajar Variabel bebas (X3): Motivasi Variabel tergantung (Y): Prestasi belajar Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o o o o IQ mempengaruhi prestasi belajar Pola belajar mempengaruhi prestasi belajar Motivasi mempengaruhi prestasi belajar IQ dan pola belajar dengan perantara motivasi mempengaruhi prestasi belajar -oo00oo- BAB 8 MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL 8.1 PENTINGNY A OPERASIONALISASI VARIABEL PENTINGNYA V ariabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya.

Tanpa operasionalisasi variabel, peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan pengukuran hubungan antar variabel yang masih bersifat konseptual. Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk: 1) mengidentifikasi kriteria yang dapat diobservasi yang sedang didefinisikan; 2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional; 3) mengetahui bahwa definisi operasional bersifat unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus digunakan.

8.2 DEFINISI OPERASIONAL DIDASARKAN P ADA PADA KRITERIA Y ANG DAP AT DIOBSER VASI YANG DAPA DIOBSERV Yang dimaksud dengan definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa 68 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjaraningrat, 1991;23).

Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat diobservasi”. Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama. Lain halnya dengan definisi konseptual, definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat diobservasi”. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep yang lain.

Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat logika proses perumusan hipotesis. 8.3 CARA-CARA MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL Ada tiga pendekatan untuk menyusun definisi operasional, yaitu disebut Tipe A, Tipe B dan Tipe C. 8.3.1 Definisi Operasional Tipe A Definisi operasional Tipe A dapat disusun didasarkan pada operasi yang harus dilakukan, sehingga menyebabkan gejala atau keadaan yang didefinisikan menjadi nyata atau dapat terjadi.

Dengan menggunakan prosedur tertentu peneliti dapat membuat gejala menjadi nyata. Contoh: “Konflik” didefinisikan sebagai keadaan yang dihasilkan dengan menempatkan dua orang atau lebih pada situasi dimana masingmasing orang mempunyai tujuan yang sama, tetapi hanya satu orang yang akan dapat mencapainya.

8.3.2 Definisi Operasional Tipe B Definisi operasional Tipe B dapat disusun didasarkan pada bagaimana obyek tertentu yang didefinisikan dapat Menyusun Definisi Operasional Variabel 69 dioperasionalisasikan, yaitu berupa apa yang dilakukannya atau apa yang menyusun karakteristik-karakteristik dinamisnya. Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai seorang yang mendapatkan nilai-nilai tinggi di sekolahnya. 8.3.3 Definisi Operasional Tipe C Definisi operasional Tipe C dapat disusun didasarkan pada penampakan seperti apa obyek atau gejala yang didefinisikan tersebut, yaitu apa saja yang menyusun karakteristik-karaktersitik statisnya.

Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai orang yang mempunyai ingatan kuat, menguasai beberapa bahasa asing, kemampuan berpikir baik, sistematis dan mempunyai kemampuan menghitung secara cepat. 8.4. KRITERIA KEUNIKAN Dalam menyusun definisi operasional, definisi tersebut sebaiknya dapat mengidentifikasi seperangkat kriteria unik yang dapat diamati.

Semakin unik tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium definisi operasional, maka semakin bermanfaat. Karena definisi tersebut akan banyak memberikan informasi kepada peneliti, dan semakin menghilangkan obyek-obyek atau pernyataan lain yang muncul dalam mendefinisikan sesuatu hal yang tidak kita inginkan tercakup dalam definisi tersebut secara tidak sengaja dan dapat meningkatkan adanya kemungkinan makna variabel dapat direplikasi.

Sekalipun demikian, keunikan / kekhususan tersebut tidak menjadi penghalang keberlakuannya secara umum suatu konsep yang merupakan ciri validitas eksternal bagi desain penelitian yang kita buat. -oo00oo- BAB 9 TEKNIK-TEKNIK MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL S alah satu karakteristik penelitian yang bersifat experimental ialah memungkinkan bagi peneliti melakukan manipulasi dan mengontrol variabel yang tidak dapat dilakukan dalam jenis-jenis penelitian deskriptif ataupun eksploratori.

Manipulasi variabel mempunyai arti peneliti memberikan suatu perlakuan (treatment) tertentu terhadap variabel bebas yang akan diukur pengaruhnya terhadap variabel tergantung. Tujuan memanipulasi suatu variabel bebas ialah peneliti ingin melihat sebesar apa pengaruh pemberian perlakuan yang berbeda variabel bebas terhadap variabel tergantung yang dipengaruhinya.

Dengan melakukan manipulasi variabel bebas, maka peneliti akan dapat mengetahui perlakuan yang mana yang paling efektif hasilnya. Mengontrol variabel mempunyai arti peneliti melakukan pengendalian sedemikian rupa sehingga peneliti dapat menghilangkan pengaruh variabel tersebut agar tidak mempengaruhi proses pengukuran pengaruh variabel-variabel yang diteliti.

Tujuan mengontrol variabel ialah untuk menghilangkan bias yang kemungkinan akan muncul karena pengaruh variabel tersebut yang tidak dikehendaki oleh peneliti. Di bawah ini akan dibahas teknik-teknik memanipulasi dan mengontrol variabel. 72 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.1 KELOMPOK PENGENDALI (CONTROL GROUP) Salah satu teknik dalam melakukan manipulasi dan mengontrol variabel ialah dengan cara membuat kelompok pengendali (atau pembanding) dengan adanya kelompok pengendali maka peneliti akan dapat mengontrol kemungkinan munculnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian yang valid terhadap efek kondisi perlakuan yang dikenakan pada kelompok atau obyek yang sedang diteliti.

9.2 FAKTOR-FAKTOR Y ANG MEMPENGARUHI YANG VALIDIT AS INTERNAL VALIDITAS Dalam penelitian eksperimental, jika tidak dilakukan pengontrolan akan mempengaruhi apa yang disebut dengan validitas internal.

Variabel-variabel eksternal yang dapat mempengaruhi validitas internal akan dibahas di bawah ini, diantaranya: 9.2.1 “History” Faktor history mengacu pada kejadian-kejadian yang sedang terjadi di lingkungan pada waktu yang sama ketika variabel yang sedang dibuat eksperimen sedang diuji atau dilakukan pengukuran.

Hal ini dapat dipahami dengan menggunakan contoh sbb: jika anggota suatu kelompok sedang mengalami suatu masalah psikologis ataupun adanya tekanan eksternal diikutsertakan dalam suatu penelitian misalnya pengujian kurikulum baru terhadap kelompok tersebut, maka hasil pengukuran tes eksperimental mungkin tidak akan mencerminkan masalah pengujian penerapan kurikulum baru tetapi mencerminkan faktor kejadian luar atau disebut “external historical event” 9.2.2 Seleksi Proses seleksi yang tidak baik akan mengakibatkan dalam suatu kelompok yang sedang dilakukan pengetesan terdapat perbedaan dalam kemampuan menerima, merespon, umur, jenis pekerjaan dan lain Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 73 sebagainya.

Akibatnya terjadi respon yang berbeda terhadap perlakuan yang sedang diujikan. Proses seleksi anggota kelompok yang diteliti secara tidak benar akan menghasilkan kesimpulan yang salah atau bias. 9.2.3 Maturasi Maturasi mempunyai pengertian bahwa adanya proses perubahan yang terjadi pada obyek yang sedang diteliti (responden) pada saat mereka sedang berpartisipasi dalam penelitian eksperimen.

Biasanya hal ini terjadi pada penelitian yang memerlukan waktu panjang. Orangorang yang dijadikan obyek penelitian atau responden secara terus menerus berubah baik secara fisik maupun mental. Perubahanperubahan yang terjadi pada diri responden ini dapat mengakibatkan bias pada hasil pengukurannya.

9.2.4 Testing Testing mengacu pada efek-efek yang terjadi karena adanya pratest yang mendahului test yang sebenarnya yang akan dikenakan pada para responden. Kegiatan pra-test ini akan mempengaruhi para responden dalam mengerjakan test yang sebenarnya. Terdapat kemungkinan adanya kecenderungan bagi individu yang sudah melakukan pra-test akan lebih baik hasilnya dalam mengerjakan test yang sebenarnya. 9.2.5 Instrumentasi Instrumentasi mempunyai pengertian bahwa perubahanperubahan yang terjadi pada pengukuran atau prosedur observasi selama eksperimen berlangsung.

Prosedur tersebut diantaranya ialah test, instrumen pengukuran yang bersifat mekanik, petugas yang melakukan observasi atau yang melakukan penilaian.

Salah satu bentuk ancaman yang dapat mempengaruhi validitas internal misalnya: jika petugas observasi, penilai atau pewawancara baik secara disengaja atau tidak disengaja melakukan pencocokkan terhadap hipotesis penelitian yang diinginkan. Kejadian ini memungkinkan para petugas tersebut mengarahkan responden dalam hipotesis yang diinginkan. 74 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.2.6 Mortalitas Eksperimental Dalam suatu penelitian yang membutuhkan data post-test, semua responden diikutkan dalam studi karena para responden yang mengundurkan diri dari studi eksperimen berbeda dengan responden yang masih aktif dalam kelompok tersebut; maka perbedaan status ini akan memunculkan apa yang disebut dengan bias pasca test (post-test bias) atau bias karena tidak adanya validitas internal berdasarkan pada mortalitas.

Contoh, dalam suatu penelitian ekperimen, peneliti menggunakan para lulusan dari dua kelompok disiplin ilmu yang berbeda, karena alasan tertentu beberapa anggota dari kelompok masing-masing tidak hadir atau mundur sehingga salah satu dari kelompok tersebut kehilangan anggotanya lebih banyak dari kelompok lain. Karena jumlah kedua kelompok menjadi tidak sama, maka akan menimbulkan bias. 9.2.7 Stabilitas Yang dimaksud dengan bias stabilitas ialah hasil temuan penelitian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (unreliable).

Bias ini dapat diuji dengan menggunakan penghitungan statistik. 9.2.8 Kombinasi Interaktif dari Beberapa Faktor Ada kemungkinan pula terjadinya hasil penelitian yang validitas internalnya tidak ada disebabkan oleh beberapa faktor kombinasi secara bersamaan, misalnya sumber kehilangan validitas internal karena interaksi kombinasi faktor seleski dan maturasi.

Dalam menentukan/ seleksi kelompok yang didasarkan pada umur, maka beberapa anggota ada yang sudah dewasa/matang (mature) sementara anggota lain masih pada tahap perubahan fisik atau mental. 9.2.10 Pengharapan Yang dimaksud dengan faktor pengharapan ialah adanya pengharapan pihak peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian tertentu Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 75 yang sesuai dengan keinginannya.

Agar tujuannya tercapai, maka peneliti secara sadar ataupun tidak sadar berusaha mempengaruhi proses penelitian dan obyek yang sedang ditelitinya. Tindakan seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya faktor validitas internal. 9.3 FAKTOR-FAKTOR Y ANG MEMPENGARUHI YANG VALIDIT AS EKSTERNAL VALIDITAS Validitas eksternal mempunyai arti adanya generalibitas atau kemampuan mewakili (populasi) hasil penelitian. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam konteks waktu, tempat dan kelompok orang (obyek penelitian) yang berbeda.

Hanya penelitian yang mempunyai validitas eksternal yang hasilnya dapat dikatakan mencerminkan populasi. Di bawah ini akan dibahas beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ada dan tidaknya validitas eksternal pada penelitian yang sedang dijalankan. 9.3.1 Dampak Reaktif Suatu Testing Jika peneliti mengenakan kegiatan pretest yang dapat mempengaruhi para responden yang sedang diteliti dalam suatu penelitian eksperimental, maka dampak perlakuan dapat dipengaruhi oleh sebagian kegiatan pretest tersebut.

Jika tidak pretest tidak dilakukan, maka dampak perlakukan tidak akan sama. 9.3.2 Efek Interaksi Bias Seleksi Jika peneliti membuat kesalahan dalam penarikan sampel yang mengakibatkan sampel tersebut tidak mewakili populasi yang lebih besar, maka peneliti akan mengalami kesulitan dalam menggeneralisasi penemuan-penemuan studinya dari tingkatan sampel ke populasi. Contoh: jika peneliti mengambil sampel dari suatu bagian kota A, maka hasilnya tidak tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium valid jika diterapkan kebagian yang lain di kota tersebut.

76 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.3.3 Efek Reaktif Pengaturan Eksperimen Peneliti dalam melakukan pengaturan eksperimen secara sengaja atau tidak sengaja dapat menciptakan suatu kondisi yang bersifat dibuatbuat untuk membatasi kemungkinan hasil penelitian yang dapat digeneralisasi dalam tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium suatu perlakuan yang bukan eksperimen. 9.3.4 Inferensi Perlakuan Jamak Dalam melakukan studi peneliti memberikan beberapa perlakuan secara bersamaan kepada para responden dimana perlakuan-perlakuan tersebut dapat berupa perlakukan yang bersifat eksperimental atau bukan eksperimental; perlakuan-perlakuan tersebut dapat berinteraksi dengan berbagai cara sehingga dapat menyebabkan perwakilan dampak perlakukan tersebut berkurang.

9.4 MENY AMAKAN KELOMPOK EKSPERIMENT AL MENYAMAKAN EKSPERIMENTAL DAN PENGONTROL Untuk mendapatkan hasil eksperimen yang baik, peneliti perlu memilih anggota kelompok pengontrol (control group) yang mempunyai kemiripan karakteristik dengan anggota kelompok eksperimen (experiment group). Dengan melakukan proses seleksi tersebut, maka kemungkinan hilangnya validitas seleksi akan berkurang. Di bawah ini akan diberikan contoh beberapa cara untuk menyamakan kelompok eksperimen dan kelompok pengontrol.

a. Randomisasi Teknik randomisasi merupakan suatu prosedur untuk mengontrol variabel-variabel seleksi dengan tanpa mengidentifikasinya terlebih dahulu. Tujuannya ialah untuk menghindari kemungkinan munculnya perbedaan tipe orang yang dipilih sebagai anggota yang terdapat dalam kelompok pengontrol ataupun kelompok pengendali Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 77 b.

Teknik Pasangan yang Cocok Sebelum menggunakan teknik pasangan yang cocok, peneliti harus terlebih dahulu menentukan variabel kontrol mana yang dapat diaplikasikan kepada individu-individu yang berbeda.

Biasanya variabel yang digunakan ialah jenis kelamin, umur, status sosioekonomi, I.Q, prestasi; sedang pada variabel tergantung, peneliti biasanya menggunakan nilai-nilai pretest. Dalam menentukan anggota pasangan, misalnya peneliti membuat pasangan antara satu anggota yang berumur 30 tahun dengan anggota lain yang mempunyai umur sama. Semua anggota yang dijadikan obyek penelitian dibuat berpasang-pasangan. Sehingga jika peneliti membutuhkan 50 anggota maka akan menjadi 25 pasangan.

Kemudian dengan melakukan pemilihan secara random satu anggota setiap pasangan akan dijadikan sebagai anggota dalam kelompok eksperimental, sedangkan anggota yang lain akan dijadikan sebagai anggota kelompok pengontrol.

c. Teknik Kelompok yang Cocok Menggunakan teknik kelompok yang cocok dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan teknik pasangan yang cocok. Pada kelompok eksperimen dipilih anggota tertentu dengan menggunakan variabel yang sama, misalnya umur; maka pada kelompok pengontrol dilakukan pemilihan dengan menggunakan variabel yang sama. d. Membatasi Populasi Sampel penelitian pada dasarnya diambil dari populasi.

Dengan membatasi karakteristik populasi maka secara otomatis peneliti akan dapat membatasi karakteristik sampel. Misalnya peneliti ingin melakukan penelitian dengan menggunakan obyek mahasiswa perguruan tinggi, sebaiknya dilakukan pembatasan, misalnya hanya mahasiswa universitas, kemudian dibatasi lagi hanya mahasiswa universitas jurusan teknik.

Pembatasan ini akan 78 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif menghasilkan karakteristik yang sama pada populasi dan jika dari populasi tersebut ditarik sampel, maka sampel akan mempunyai karakteristik yang sama. -oo00oo- BAB 10 MEMBUAT DESAIN PENELITIAN 10.1 PENDAHULUAN D alam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Agar tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut ialah: a. Kesalahan Dalam Perencanaan Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusun desain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi.

Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan menghasilkan infromasi yang tidak 80 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang diteliti.

Cara mengatasi kesalahan ini ialah mengembangkan proposal yang baik dan benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan nilai tambah penelitian yang akan dijalankan. b. Kesalahan Dalam Pengumpulan Data Kesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah terjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang.

Untuk menghindari hal tersebut data yang dikoleksi harus merupakan representasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang akurat. Cara mengatasi kesalahan ini ialah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal.

c. Kesalahan Dalam Melakukan Analisis Kesalahan dalam melakukan analisis dapat terjadi pada saat peneliti salah dalam memilih cara menganalisis data. Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih teknik analisis yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia.

Cara mengatasi masalah ini ialah buatlah justifikasi prosedur analisis yang digunakan untuk menyimpulkan dan memanipulasi data. d. Kesalahan Dalam Pelaporan Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam menginterprestasikan hasil-hasil penelitian.

Kesalahan seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-hubungan dan angka-angka yang diidentifikasi dari tahap analisis data. Cara mengatasi kesalahan ini ialah hasil analisis data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan menguasai masalah hasil penelitian tersebut. Membuat Desain Penelitian 81 10.2 TIPE-TIPE DESAIN PENELITIAN Sebelum membicarakan desain penelitian dalam aliran kuantitatif dibawah ini diberikan gambaran umum mengenai desain riset yang ada, sbb: Desain riset exploratori digunakan untuk riset awal yang berfungsi untuk menjelaskan dan mendefinisikan suatu masalah.

Riset bersifat awal tidak untuk mencari kesimpulan akhir. Yang termasuk dalam kategori ini ialah survei yang dilakukan oleh ahli, studi kasus, analisis data sekunder dan riset yang menggunakan pendekatan kualitatif. Desain riset konklusif digunakan untuk riset deskriptif dan riset eksperimental.

Riset deskriptif berfungsi untuk menggambarkan karakteristik/gejala/fungsi suatu populasi. Metode yang digunakan biasanya survei dan observasi. Riset deskriptif mempunyai karakteristik hipotesis, desain terstruktur dan tidak fleksibel, mengutamakan akurasi dan pemahaman masalah sebelumnya. Riset kausal digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sebab tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium antara variabel-variabel yang berfungsi sebagai penyebab (variabel bebas) dan variabel mana berfungsi sebagai variabel akibat (variabel tergantung).

Secara garis besar dalam aliran kuantitatif tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium bersifat konklusif ada dua macam tipe desain, yaitu: Desain Ex Post Facto dan Desain Eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain pertama tidak terjadi manipulasi variabel bebas sedang pada desain yang kedua terdapat adanya manipulasi variabel bebas. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 82 Tujuan utama penggunaan desain yang pertama ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif; sedang desain kedua bersifat eksplanatori (sebab akibat).

Jika dilihat dari sisi tingkat pemahaman permasalahan yang diteliti, maka desain ex post facto menghasilkan tingkat pemahaman persoalan yang dikaji pada tataran permukaan, sedangkan desain eksperimental dapat menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih mendalam. Kedua desain utama tersebut mempunyai sub-sub desain yang lebih khusus.

Yang termasuk dalam kategori pertama ialah studi lapangan dan survei. Sedang yang termasuk dalam kategori kedua ialah percobaan di lapangan (field experiment) dan percobaan di laboratorium (laboratory experiment) 10.2.1 Sub Desain Ex post Facto a. Studi Lapangan Studi lapangan merupakan desain penelitian yang mengkombinasikan antara pencarian literature (literature study), survei berdasarkan pengalaman dan/atau studi kasus dimana peneliti berusaha mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel tersebut dalam suatu situasi permasalahan tertentu.

Studi lapangan umumnya digunakan sebagai sarana penelitian lebih lanjut dan mendalam. b. Survei Desain survei tergantung pada penggunaan jenis kuesioner. Survei memerlukan populasi yasng besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. Semakin sampelnya besar, survei semakin memberikan hasil yang lebih akurat. Dengan survei seorang peneliti dapat mengungkap masalah yang banyak, meski hanya sebatas dipermukaan.

Sekalipun demikian, survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam. Metode survei sangat popular karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. Keunggulan survei yang lain ialah mudah melaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat. Membuat Desain Penelitian 83 10.2.2 Sub Desain Eksperimental a. Eksperimen Lapangan Desain eksperimen lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan latar yang realistis dimana peneliti melakukan campur tangan dan melakukan manipulasi terhadap variabel bebas.

b. Eksperimen Laboratorium Desain eksperimen laboratorium menggunakan latar tiruan dalam melakukan penelitiannya. Dengan menggunakan desain ini, peneliti melakukan campur tangan dan manipulasi variabelvariabel bebas serta memungkinkan peneliti melakukan kontrol terhadap aspek-aspek kesalahan utama.

10.3 VALIDIT AS VALIDITAS Validitas berkaitan dengan persoalan untuk membatasi atau menekan kesalahan-kesalahan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akurat dan berguna untuk dilaksanakan. Ada dua validitas, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. a. Validitas Internal Validitas internal adalah tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dimana hasil-hasil penelitian dapat dipercaya kebenarannya.

Validitas internal merupakan hal yang esensial yang harus dipenuhi jika peneliti menginginkan hasil studinya bermakna. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk memperoleh validitas internal • Sejarah (History): Faktor ini terjadi ketika kejadian-kejadian eksternal dalam penyelidikan yang dilakukan mempengaruhi hasil-hasil penelitian.

• Maturasi (Maturation): Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri responden dalam kurun waktu tertentu, seperti bertambahnya usia ataupun adanya faktor kelelahan dan kejenuhan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 84 • • • • b. Testing: Efek-efek yang dihasilkan oleh proses yang sedang diteliti yang dapat mengubah sikap ataupun tindakan responden. Instrumentasi: Efek yang terjadi disebabkan oleh perubahanperubahan alat pada saat melakukan penelitian Seleksi: Efek tiruan dimana prosedur seleksi mempengaruhi hasil-hasil studi Mortalitas: Efek adanya, hilangnya atau perginya responden yang diteliti.

Validitas Eksternal Validitas eksternal ialah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi, latar dan hal-hal lainnya dalam kondisi yang mirip. Hal-hal yang menjadi sumber-sumber validitas eksternal ialah: • Interaksi Testing: Efek-efek tiruan yang dibuat dengan menguji responden akan mengurangi generalisasi pada situasi dimana tidak ada pengujian pada responden. • Interaksi Seleksi: Efek dimana tipe-tipe responden yang mempengaruhi hasil-hasil studi dapat membatasi generalitasnya.

• Interaksi Setting: Efek tiruan yang dibuat dengan menggunakan latar tertentu dalam penelitian tidak dapat direplikasi dalam situasi-situasi lainnya. 10.4 DESAIN SPESIFIK EX POST FACTO DAN EKSPERIMENT AL EKSPERIMENTAL Sebelum membicarakan desain spesifik Ex Post facto dan eksperimental, sistem notasi yang digunakan perlu diketahui terlebih dahulu. Sistem notasi tersebut adalah sebagai berikut: X: Digunakan untuk mewakili pemaparan (exposure) suatu kelompok yang diuji terhadap suatu perlakuan eksperimental pada variabel bebas Membuat Desain Penelitian 85 yang kemudian efek pada variabel tergantungnya akan diukur.

O: menunjukkan adanya suatu pengukuran atau observasi terhadap variabel tergantung yang sedang diteliti pada individu, kelompok atau obyek tertentu. R: menunjukkan bahwa individu atau kelompok telah dipilih dan ditentukan secara random untuk tujuan-tujuan studi. 10.4.1 Ex Post Facto Sebagaimana disebut sebelumnya bahwa dalam desain Ex Post Facto tidak ada manipulasi perlakuan terhadap variabel bebasnya maka sistem notasinya, baik studi lapangan atau survei hanya ditulis dengan O atau O lebih dari satu.

Contoh 1: Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua populasi, yaitu Perusahaan A dan Perusahaan B, maka notasinya: O1 O2 Dimana O1 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan A dan O2 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan B. Contoh 2: Secara random kita meneliti 200 perusahaan dari populasi 1000 perusahaan mengenai sistem penggajiannya. Survei dilakukan dengan cara mengirim kuesioner pada 200 manajer, maka konfigurasi desainnya akan seperti di bawah ini: (R) O1 Dimana O1 mewakili survei di 200 perusahaan dengan memberikan kuesioner kepada 200 manajer yang dipilih secara random (R ).

Apabila sampel yang sama kita teliti secara berulang-ulang, misalnya selama tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut, maka notasinya adalah: 86 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (R) O3 dimana O1 merupakan observasi yang pertama, O2 merupakan observasi yang kedua dan O3 merupakan observasi yang ketiga.

10.4.2 Desain-Desain Eksperimental Desain eksperimental dibagi menjadi dua, yaitu: pre-eksperimental (quasi-experimental) dan desain eksperimental sebenarnya (true experimental). Perbedaan kedua tipe desain ini terletak pada konsep kontrol.

a. One Shot Case Study Desain eksperimental yang paling sederhana disebut One Shot Case Study. Desain ini digunakan untuk meneliti pada satu kelompok dengan diberi satu kali perlakuan dan pengukurannya dilakukan satu kali. Diagramnya adalah sebagai berikut: XO b. One Group Pre-test – Post-test Design Desain kedua disebut One Group Pre-test – Post-test Design yang merupakan perkembangan dari desain di atas.

Pengembangannya ialah dengan cara melakukan satu kali pengukuran didepan (pretest) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post-test).

Desainnya adalah sebagai berikut: O1 X O 2 Pada desain ini peneliti melakukan pengukuran awal pada suatu obyek yang diteliti, kemudian peneliti memberikan perlakuan tertentu. Setelah itu pengukuran dilakukan lagi untuk yang kedua kalinya. Desain tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk lainnya, yaitu: “desain time series”. Jika pengukuran dilakukan secara beulangulang dalam kurun waktu tertentu. Maka desainnya menjadi seperti di bawah ini: O1 O2 O3 X O4 O5 O6 Pada desain time series, peneliti melakukan pengukuran di depan selama 3 kali berturut, kemudian dia memberikan perlakuan pada Membuat Desain Penelitian 87 obyek yang diteliti.

Kemudian peneliti melakukan pengukuran selama 3 kali lagi setelah perlakuan dilakukan. c. Static Group Comparison Desain ketiga adalah Static Group Comparison yang merupakan modifikasi dari desain b. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih sebagai obyek penelitian.

Kelompok pertama mendapatkan perlakuan sedang kelompok kedua tidak mendapat perlakuan. Kelompok kedua ini berfungsi sebagai kelompok pembanding/pengontrol. Desainnya adalah sebagai berikut: X O1 O2 d. Post Test Only Control Group Design Desain ini merupakan desain yang paling sederhana dari desain eksperimental sebenarnya (true experimental design), karena responden benar-benar dipilih secara random dan diberi perlakuan serta ada kelompok pengontrolnya.

Desain ini sudah memenuhi kriteria eksperimen sebenarnya, yaitu dengan adanya manipulasi variabel, pemilihan kelompok yang diteliti secara random dan seleksi perlakuan. Desainnya adalah sebagai berikut: ( R ) X O1 ( R ) O2 Maksud dari desain tersebut ialah ada dua kelompok yang dipilih secara random.

Kelompok pertama diberi perlakuan sedang kelompok dua tidak. Kelompok pertama diberi perlakuan oleh peneliti kemudian dilakukan pengukuran; sedang kelompok kedua yang digunakan sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakukan tetapi hanya dilakukan pengukuran saja. e. Pre-test – Post – test Control Group Design Desain ini merupakan pengembangan desain di atas. Perbedaannya terletak pada baik kelompok pertama dan kelompok pengontrol dilakukan pengukuran didepan (pre-test). Desainnya adalah sebagai berikut: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 88 ( R ) O 1 X O2 ( R ) O 3 O4 f.

Solomon Four Group Design Desain ini merupakan kombinasi Post Test Only Control Group Design dan Pre-test – Post – test Control Group Design yang merupakan model desain ideal untuk melakukan penelitian eksperimen terkontrol.

Peneliti dapat menekan sekecil mungkin sumber-sumber kesalahan karena adanya empat kelompok yang berbeda dengan enam format pengukuran. Desainnya adalah sebagai berikut: (R) O 1 X O2 (R) O 3 O4 (R) X O5 (R) O6 Maksud desain tersebut ialah: Peneliti memilih empat kelompok secara random. Kelompok pertama yang merupakan kelompok inti diberi perlakuan dan dua kali pengukuran, yaitu di depan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test). Kelompok dua sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakuan tetapi dilakukan pengukuran seperti di atas, yaitu: pengukuran di depan (pre-test) dan pengukuran sesudah perlakuan (post-test).

Kelompok ketiga diberi perlakuan dan hanya dilakukan satu kali pengukuran sesudah dilakukan perlakuan (post-test) dan kelompok keempat sebagai kelompok pengontrol kelompok ketiga hanya diukur satu kali saja. 10.4.3 Desain Eksperimental Tingkat Lanjut a. Desain Random Sempurna (Completely Randomised Design) Desain ini digunakan untuk mengukur pengaruh suatu variabel bebas yang dimanipulasi terhadap variabel tergantung.

Pemilihan kelompok secara random dilakukan untuk mendapatkan kelompokkelompok yang ekuivalen Contoh: Kasus: Pihak direksi suatu perusahaan ingin mengetahui pengaruh tiga jenis yang berbeda dalam memberikan instruksi yang Membuat Desain Penelitian 89 dilakukan oleh atasan kepada bawahan. Untuk tujuan penelitian ini dipilih secara random tiga kelompok masingmasing beranggotakan 25 orang. Instruksi untuk kelompok pertama diberikan secara lisan, untuk kelompok kedua secara tertulis dan untuk kelompok ketiga instruksinya tidak spesifik.

Ketiga kelompok diberi waktu sekitar 15 menit untuk memikirkan situasinya. Kemudian ketiganya diberi test obyektif untuk mengetahui seberapa baik mereka memahami pekerjaan yang akan dilakukan.

Formulasi masalah kasus ini ialah: Apakah manipulasi variabel bebas mempengaruhi pemahaman para pegawai bawahan dalam melaksanakan pekerjaan mereka? Tujuan studi ini ialah: menentukan jenis instruksi mana yang dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik terhadap pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan. Desain Penelitiannya: Perlakuan Kelompok Eksperimental b. Kelompok Pengontrol Desain Blok Random (Randomised Block Design) Desain ini merupakan penyempurnaan Desain Random Sempurna di atas.

Pada desain sebelumnya perbedaan yang terdapat pada masing-masing individu tidak diperhatikan, sehingga menghasilkan kelompok-kelompok yang mempunyai anggota yang bereda-beda karakteristiknya. Agar desain yang kita buat dapat Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 90 menghasilkan output yang baik, maka diperlukan memilih anggota kelompok (responden) yang berasal dari populasi yang mempunyai karakteristik yang sama.

Oleh karena itu peneliti harus dapat mengidentifikasi beberapa sumber utama perbedaan-perbedaan yang dimaksud secara dini. Contoh Desainnya: Perlakuan Kelompok Eksperimental Kelompok Pengontrol --------------------------------------------------------Instruksi: a1. (Lisan) Blok (Departemen) a2. (Tertulis) a3. (Tanpa Instruksi) Rata-Rata Blok Desain di atas dapat diterangkan sebagai berikut: Pada saat studi dilakukan dengan menggunakan desain sebelumnya, para anggota dari tiga kelompok berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Keterbedaan latar belakang anggota merupakan suatu gangguan atau yang disebut sebagai variabel pengganggu. Untuk itu perlu dilakukan penyamaan para anggota dari masing-masing kelompok. Caranya ialah dengan menciptakan blok yang berfungsi untuk mendapatkan anggota kelompok yang sama.

Dalam kasus ini blok ditentukan didasarkan pada departemen (bagian) dimana para anggota kelompok berasal. Selanjutnya pekerja yang berasal dari departemen yang sama dibagi menjadi lima berdasarkan departemen masing-masing. Kemudian masing-masing kelompok mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu kelompok pertama mendapatkan instruksi lisan, Membuat Desain Penelitian 91 kelompok kedua mendapatkan instruksi tertulis dan kelompok ketiga instruksi tidak spesifik.

Dengan menggunakan desain ini maka peneliti akan dapat melihat dampak-dampak yang disebabkan oleh sistem blok per departemen serta interaksi instruksi atas ketiga kelompok tersebut. c. Desain Latin Square (The Latin Square Design) Desain ini digunakan untuk mengontrol dua variabel pengganggu secara sekaligus. Berkaitan dengan kasus di atas, masih terdapat satu variabel pengganggu lainnya, yaitu “kemampuan para pekerja”.

Variabel kemampuan para pekerja kita bagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: kemampuan tinggi, kemampuan menengah dan kemampuan rendah. Ketiga tingkatan variabel kemampuan tersebut kemudian kita tempatkan pada baris dan kolom model Latin Square. Desain ini terdiri dari tiga baris dan tiga kolom.

Kemudian secara random diambil 3 pegawai dari masing-masing departemen. Desainnya adalah seperti di bawah ini: Kemampuan Para Pekerja d.

Desain Faktorial Desain factorial digunakan untuk mengevaluasi dampak kombinasi dari dua atau lebih perlakuan terhadap variabel tergantung.

Pada kasus di bawah ini, analisis factorial diaplikasikan dengan menggunakan desain random sempurna dengan format 3 baris dan 3 kolom. Kasus penelitiannya adalah sebagai berikut: peneliti ingin melihat dua variabel bebas, yaitu variabel “tingkat kontras” dan “panjang Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 92 baris” sebuah iklan.

Tingkat kontras dimanipulasi menjadi “rendah”, “medium” dan “tinggi’; sedang panjang baris dimanipulasi menjadi “5 inchi’, “7 inchi” dan “12 inchi”.

Desainnya adalah sebagai berikut: Tingkat Kontras Rata-Rata Perlakuan x.1. x.2. x.3. Pada tabel desain di atas X1 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 5 inchi dan tingkat kontras warna rendah; X2 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 7 inchi dan tingkat kontras warna medium dan X3 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 12 inchi dan tingkat kontras warna tinggi.

Dari format di atas kita akan mendapatkan 9 kombinasi yang berbeda. -oo00oo- BAB 11 SKALA PENGUKURAN Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal, interval dan ratio.

11.1 NOMINAL Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai simbol.

Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik nonparametrik digunakan untuk menganalisis datanya. Hasil analisis dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklasifikasi variabel jenis kelamin menjadi sebagai berikut: lakilaki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2.

Kita tidak dapat melakukan operasi aritmatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau tidak adanya karakteristik tertentu. Contoh: Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi simbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.

94 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Misalnya dalam pertanyaan: • Apakah saudara setuju tentang aborsi? Jawaban: a. ya dan b. tidak. Jika digunakan skala nominal, maka “ya” diberi nilai 1 dan “tidak” diberi nilai 0 11.2 ORDINAL Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

Contoh: Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi simbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat, tidak mengekspresikan jumlah.

Misalnya dalam pertanyaan: • Apakah saudara setuju tentang aborsi? Jawaban: a. sangat tidak setuju, b. tidak setuju, c. ragu-ragu, d. setuju, e. setuju sekali. Jika digunakan skala ordinal, maka “sangat tidak setuju” diberi nilai 1, “tidak setuju” diberi nilai 2, “ragu-ragu” diberi nilai 3, “setuju” diberi nilai 4 dan “setuju sekali” diberi nilai 5 11.3 INTER VAL INTERV Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap.

Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar Skala Pengukuran 95 merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisis, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametrik. Contoh: Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan?

Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. Misalnya dalam pertanyaan: • Berapa kali Saudara berbelanja di Supermarket ini dalam satu bulan? Jawaban berupa angka sebenarnya: a.

1 kali, b. 2 kali, c. 3 kali, d. 4 kali dan e. 5 kali 11.4 RA TIO RATIO Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 0 (nol) empiris absolut.

Nilai absolut nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. Contoh: Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2. Misalnya dalam pertanyaan; • Berapa berat badan anda sebelum dan sesudah makan obat diet tersebut?

Jawabannya berupa angka sebenarnya: Berat sebelum minum obat 70 kg dan berat sesudah minum obat 60 kg. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 96 11.5 SKALA PENGUKURAN SIKAP Ada empat skala pengukuran sikap menurut Daniel J Mueller (1992), yaitu: 1) skala sikap Likert, 2) skala Thrustone, 3) skala Guttman, dan 4) perbedaan semantis.

a. Skala Pengukuran Sikap Likert Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap dalam suatu penelitian. Yang dimaksud dengan sikap menurut Thurstone ialah “1) pengaruh atau penolakan, 2) penilaian, 3) suka atau tidak suka, 4) kepositifan atau kenegatifan terhadap suatu obyek psikologis”. Biasanya sikap dalam skala Likert diekspresikan mulai dari yang paling negatif, netral sampai ke yang paling positif dalam bentuk sbb: sangat tidak setuju, tidak setuju, tidak tahu (netral), setuju, dan sangat setuju.

Untuk melakukan kuantifikasi maka skala tersebut kemudian diberi angka-angka sebagai simbol agar dapat dilakukan perhitungan. Umumnya pemberian kode angkanya sbb: “sangat tidak setuju” diberi angka 1, “tidak setuju” diberi angka 2, “tidak tahu (netral)” diberi angka 3, “setuju” diberi angka 4, dan “sangat setuju” diberi angka 5.

Tentunya nilai dari angka-angka tersebut relatif karena angka-angka tersebut hanya merupakan simbol dan bukan angka sebenarnya. Contoh 1: Dalam contoh ini dituliskan pernyataan yang bersifat positif, netral dan negatif o Pernyataan positif: Saya lebih suka mempunyai mobil merek Honda o Pernyataan netral: Mobil merek Honda banyak beredar di pasaran o Pernyataan negatif: Mobil merk Honda pada umumnya biaya perawatannya mahal. Contoh 2: Dalam contoh ini pernyataan sikap positif, netral dan negatif diterapkan dalam kasus tertentu, yaitu dalam penelitian mengenai sikap terhadap Narkoba.

Skala Pengukuran 97 Perintah: Pilihlah satu jawaban yang sesuai dengan menggunakan kategori jawaban berikut ini: o A = sangat setuju o B = setuju o C = tidak pasti/tidak tahu o D = tidak setuju o E = sangat tidak setuju 1. Tidak akan ada orang yang berpikir sehat menggunakan narkoba (N) 2. Pengunaan Narkoba menjurus ke penggunaan heroin (N) — 3.

Penggunaan Narkoba menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi cacat (N) — 4. Narkoba bukanlah obat “keras”. (P) — 5. Narkoba mempunyai potensi terapi psikologis (P) — 6. Narkoba menyebabkan penurunan derajat kemanusiaan si pengguna Catatan: N merupakan pernyataan sikap negatif, dan P merupakan pernyataan sikap positif. Proses skoringnya menggunakan angka-angka sbb: untuk sangat setuju bernilai 5, setuju bernilai 4, tidak pasti bernilai 3, tidak setuju bernilai 2 dan sangat tidak setuju bernilai 1.

b. Skala Thrustone Skala Thurstone merupakan skala sikap yang pertama yang dikembangkan dalam pengukuran sikap. Skala ini mempunyai tiga teknik penskalaan sikap, yaitu: 1) metode perbandingan pasangan, 2) metode interval pemunculan sama, dan 3) metode interval berurutan.

Ketiga metode ini menggunakan bahan pertimbangan jalur dugaan yang menganggap kepositifan relatif pernyataan sikap terhadap suatu obyek. Contoh: Perintah: Lingkarilah angka yang menunjukkan tingkat kepositifan untuk setiap pernyataan di bawah ini: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 98 Sangat Sangat Tidak Positif Netral Positif 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 c.

9 9 Pernyataan 1) Bayi tabung di anjurkan bagi suami istri yang tidak mempunyai anak 2) Anak-anak memberikan rasa bahagia bagi orang-orang tertentu dan kesedihan bagi orang lain 3) Keluarga yang tidak harmonis m e l e m a h k a n sendi moral masyarakat Skala Guttman Skala Guttman disusun berdasarkan derajat kepositifan dengan penekanan pada aspek unidimensional. Aspek ini menempatkan responden pada titik tertentu dalam suatu kontinum sikap yang harus setuju dengan semua item pernyataan dibawahnya dan harus tidak setuju dengan semua item di atas posisi skalanya.

Contoh: Dibawah ini contoh skala Guttman yang diterapkan dalam masalah contek-mencontek dikalangan mahasiswa. Pernyataan disusun terdiri atas lima item sbb: 1) Mencontek dapat diterima dalam setiap keadaan 2) Mencontek adalah suatu kebiasaan yang dapat diterima dikalangan mahasiswa 3) Mencontek diijinkan dalam keadaan mendesak 4) Mencontek dapat diterima jika mahasiswa tidak belajar 5) Mencontek dapat diterima jika mahasiswa terdesak drop out (DO) Jika responden setuju dengan pendapat nomor 1 maka yang bersangkutan harus setuju dengan semua pilihan dibawah nomor Skala Pengukuran 99 1.

Jika responden tidak setuju terhadap pernyataan nomor 1, tetapi setuju dengan nomor 2, maka dia harus setuju dengan nomor 3,4 dan 5. d. Perbedaan Semantis Perbedaan semantis dikemukan oleh Osgood untuk mengukur atribut yang diberikan oleh responden terhadap beberapa arti untuk mendiskripsikan obyek tertentu. Dalam mengukur ini, biasanya digunakan kata sifat yang mempunyai arti berlawanan. Contoh: Contoh ini digunakan untuk mengukur tiga dimensi arti, yaitu: 1) mengukur dimensi evaluasi dengan menggunakan sebanyak empat pasangan kata sifat, 2) mengukur dimensi potensi dengan menggunakan sebanyak tiga pasangan kata sifat dan 3) mengukur dimensi aktivitas dengan menggunakan sebanyak tiga pasangan kata sifat.

Bagaimana Pendapat Sdr mengenai Supermarket X? Layanan Cepat ---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Layanan Lambat Tempat Belanja ---!---!---!---!---!---!--- BersihTempat Belanja Kotor Produk Baru ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Produk Lama Harga Murah ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Harga Mahal Parkir Luas ---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Parkir Sempit Pegawai Ramah ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Pegawai Tidak Ramah Banyak Pilihan ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Sedikit Pilihan Ruangan Luas ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Ruangan Sempit Suasana Nyaman ---!---!---!---!---!---!---!--- Suasana Tidak Nyaman Aman ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Tidak Aman 11.6 VALIDIT AS VALIDITAS Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 100 variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. Ada 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu: a. Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya, karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.

b. Validitas Kosntruk (Construct Validity) Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur.

Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik. c. Validitas Kriteria (Criterion Validity) Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variabel yang dirancang sebagai kriteria.

11.7 RELIABILIT AS RELIABILITAS Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.

-oo00oo- BAB 12 MENYUSUN INSTRUMEN 12.1 PENGER TIAN PENGERTIAN P engambilan data primer memerlukan instrumen. Pada bagian ini akan dibahas mengenai cara pembuatan pertanyaanpertanyaan dengan menggunakan kuesioner.

Dalam penyusunan kuesioner ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan, yaitu: a. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan dapat mempengaruhi responden menunjukkan sikap yang positif terhadap hal-hal yang ditanyakan? b. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan dapat mempengaruhi responden agar dengan suka rela membantu peneliti dalam menemukan hal-hal yang akan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium oleh peneliti?

c. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan menggali informasi yang responden sendiri tidak meyakini kebenarannya? Validitas kuesioner ditentukan oleh ketiga kriteria di atas.

Disamping itu format pertanyaan dan model jawaban juga akan menentukan kualitas dan ketepatan jawaban responden. Format pertanyaan dibagi menjadi dua, yaitu: a. Bagaimana pertanyaan ditanyakan (Format Pertanyaan); b.

Bagaimana pertanyaan tersebut dijawab (Model Jawaban). 102 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 12.2 BAGAIMANA PER TANY AAN-PER TANY AAN PERT ANYAAN-PER AAN-PERT ANYAAN TERSEBUT DISAMP AIKAN?

(FORMA T DISAMPAIKAN? (FORMAT PER TANY AAN) PERT ANYAAN) Format pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Pertanyaan Langsung v.s Pertanyaan Tidak Langsung Perbedaan mendasar antara Pertanyaan Langsung dan Pertanyaan Tidak Langsung ialah terletak pada tingkat kejelasan suatu pertanyaan dalam mengungkap informasi khusus dari responden. Pertanyaan Langsung menanyakan informasi khusus secara langsung dengan tanpa basa-basi (direct). Pertanyaan Tidak Langsung menanyakan informasi khusus secara tidak langsung (indirect); sekalipun demikian inti dari pertanyaannya adalah sama.

Contoh: Pertanyaan Langsung: a. Apakah saudara menyukai pekerjaan saat ini? b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon? Pertanyaan Tidak Langsung: a. Bagaimana pendapat saudara terhadap pekerjaan yang ada saat in? b. Bagaimana pendapat saudara mengenai kenaikan tarif telepon? b. Pertanyaan Khusus v.s Pertanyaan Umum Pertanyaan Khusus menanyakan hal-hal yang khusus terhadap responden yang menyebabkan responden menjadi sadar atau tergugah sehingga yang bersangkutan akan memberikan jawaban yang kurang jujur.

Sedang Pertanyaan Umum biasanya menanyakan informasi yang dicari dengan cara tidak langsung dan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium umum, sehingga responden tidak begitu menyadarinya.

Menyusun Instrumen 103 Contoh: Pertanyaan Khusus: a. Apakah saudara menyukai pekerjaan mengoperasikan mesin produksi tersebut?

b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon SLJJ Telkom sebesar 10%? Pertanyaan Umum: a. Apakah saudara suka bekerja di perusahaan tersebut? b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon SLJJ Telkom? c. Pertanyaan Tentang Fakta v.s Pertanyaan Tentang Opini Pertanyaan Tentang Fakta akan menghendaki jawaban dari responden berupa fakta, sedang Pertanyaan Tentang Opini menghendaki jawaban yang bersifat opini. Pada praktiknya dikarenakan responden mungkin mempunyai memori yang tidak kuat ataupun dengan sadar yang bersangkutan ingin menciptakan kesan yang khusus, maka Pertanyaan Tentang Fakta belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang bersifat faktual.

Demikian halnya dengan pertanyaan yang menanyakan opini belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang mengekspresikan opini yang jujur. Hal ini terjadi karena responden mendistorsi opininya didasarkan pada adanya “tekanan sosial” untuk menyesuaikan diri dengan keinginan sosial dan lingkungannya. Contoh: Pertanyaan Tentang Fakta: a. Apakah merek mobil yang saudara punyai saat ini?

b. Berapa harga bensin per liter hari ini? Pertanyaan Tentang Opini: a. Mengapa saudara menyukai mobil merek Honda? b. Mengapa saudara mengatakan harga bensin murah? 104 d. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya v.s.

Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya memberikan pertanyaan langsung kepada responden; sedang Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan menyediakan jawaban persetujuannya. Contoh: Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya: a. Apakah saudara setuju dengan kenaikan harga BBM? b. Setujukah saudara dengan perceraian?

Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan: a. Harga BBM akan dinaikkan. Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju b. Banyak artis melakukan perceraian. Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju 12.3 BAGAIMANA PER TANY AAN HARUS DIJA WAB PERT ANYAAN DIJAW Pada bagian ini dibahas model-model cara menjawab pertanyaan. a. Jawaban Tidak Berstruktur Model jawaban ini tidak berstruktur biasanya juga disebut sebagai pertanyaan terbuka. Jawaban ini memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab pertanyaan secara bebas dan mengekspresikan pendapatnya.

Keuntungan menggunakan model jawaban ini ialah peneliti dapat memperoleh informasi secara lengkap dari responden; sekalipun demikian model ini mempunyai kelemahan-kelemahan diantaranya ialah pihak peneliti akan mengalami kesulitan dalam mengolah informasi karena banyaknya informasi data.

Disamping itu pengolahannya banyak memakan waktu dan peneliti akan kesulitan dalam proses skoring Menyusun Instrumen 105 Contoh: • Ceritakan perasaan anda mengenai masalah kenaikan harga BBM • Apa pendapat anda mengenai kenaikan harga BBM? a. Jawaban Isian Model jawaban ini merupakan bentuk transisi dari tidak terstruktur ke model jawaban pertanyaan terstruktur. Meski responden diberi kesempatan untuk memberikan respon terbuka tetapi terbatas karena model pertanyaannya.

Contoh: · Apa pekerjaaan Saudara? · Dari universitas mana Saudara lulus? b. Jawaban Model Tabulasi Model jawaban ini mirip dengan jawaban isian tetapi lebih terstruktur karena responden harus mengisikan jawaban dalam suatu tabel. Bentuk tabel seperti ini memudahkan peneliti mengorganisasi jawaban yang kompleks.

Contoh: Responden diminta mengisi pertanyaan-pertanyaan dalam tabel seperti di bawah ini : c. Jawaban Bentuk Skala Model jawaban ini merupakan model jawaban terstruktur lain dimana responden diminta mengekspresikan persetujuan atau perolehannya terhadap pertanyaan yang diberikan. Contoh 1: Jika anda mengalami kesulitan dalam pekerjaan apa yang akan anda lakukan? 106 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Contoh 2: Jika pekerjaan tersebut: Contoh 3: Bagaiamana pendapat anda tentang kebijakan ekonomi pemerintah saat ini?

d. Jawaban Membuat Ranking Model jawaban ini meminta responden meranking beberapa pernyataan berdasarkan tingkat kepentingan dalam bentuk uruturutan didasarkan atas prioritas. Hasilnya peneliti akan memperoleh data yang bersifat ordinal. Contoh: ranking kegiatan-kegiatan ini dalam kaitannya dengan peluncuran produk baru • melakukan riset pasar • membuat produk • merancang produk Menyusun Instrumen • • 107 mengiklankan produk meluncurkan produk e.

Jawaban Bentuk Checklist Jawaban checklist meminta responden menjawab dengan memilih salah satu dari jawaban-jawaban yang memungkinkan yang telah disediakan. Bentuk jawaban tidak dalam bentuk skala tetapi berbentuk kategori nominal. Bentuk seperti ini banyak menghemat waktu baik bagi responden maupun peneliti. Contoh: Jenis pekerjaan yang paling anda sukai? 1. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan saya sehingga saya dapat bekerja secara optimal.

2. Pekerjaan yang memaksa saya bekerja dengan keterbatasan kemampuan saya. 3. pekerjaan yang banyak menghasilkan uang meski tidak sesuai dengan kemampuan saya. f. Jawaban Kategorikal Model jawaban ini mirip dengan jawaban checklist, tetapi bentuknya lebih sederhana dan hanya memberikan dua alternatif jawaban.

Jawaban seperti ini akan memberikan data yang bersifat nominal. Contoh: • Apakah anda seorang yang bekerja keras? a. ya b. tidak • Bekerja secara disiplin dan teratur itu baik. a. benar b. salah 12.4 MEMILIH MODEL JA WABAN JAW Membuat pertanyaan berdasarkan model jawaban memerlukan pertimbangan berdasarkan pada tipe data yang kita butuhkan dan juga pertimbangan keuntungan dan kerugiannya. Di bawah ini deskripsi mengenai model jawaban, tipe data, keuntungan dan kerugiannya.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 108 Berdasarkan model jawaban peneliti dapat juga menentukan data yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan skala pengukurannya. Contoh: • Bagaimana pendapat Saudara mengenai kenaikan harga bahan pokok makanan? Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala nominal a. setuju b. tidak setuju Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala ordinal a. sangat tidak setuju b. tidak setuju c. netral d.

setuju e. setuju sekali Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala interval 1 10 Tidak setuju Setuju • Berapa kenaikan harga bahan pokok yang Saudara setujui Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala interval a.

2 % b. 4% c. 6% d. 8% e.10% • Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif ? 109 Menyusun Instrumen Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala ratio. -oo00oo- BAB 13 DESAIN SAMPEL 13.1 DEFINISI ISTILAH S a. b. c. d. e. ebelum melakukan proses pengambilan sampel, kita perlu mempelajari terlebih dahulu beberapa terminology pokok dalam teknik pengambilan sampel.

Element: element adalah unit dari mana data yang diperlukan dikumpulkan. Suatu element dapat dianalogikan dengan unit analisis.

Suatu unit analisis dapat menunjukkan pada suatu organisasi, obyek, benda mati atau individu-individu. Populasi: populasi didefinisikan sebagai seperangkat unit analisis yang lengkap yang sedang diteliti.

Unit Sampling: unit sampling adalah elemen-elemen yang berbeda/tidak tumpang tindih dari suatu populasi. Suatu unit sampling dapat berupa suatu elemen individu atau seperangkat elemen. Kerangka Sampling: kerangka sampling merupakan representasi fisik obyek, individu, atau kelompok yang penting bagi pengembangan sampel akhir yang dipelajari dan merupakan daftar sesungguhnya unit-unit sampling pada berbagai tahap dalam prosedur seleksi.

Sampel: sampel merupakan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari. 112 f. g. h. i. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Parameter dan Statistik: parameter berkaitan dengan gambaran singkat suatu variabel yang dipilih dalam suatu populasi; sedang statistik adalah gambaran singkat dari variabel yang dipilih dalam sampel.

Kesalahan Pengambilan Sampel: kesalahan pengambilan sampel berkaitan dengan kesalahan prosedural dalam mengambil sampel dan ketidaktepatan dalam hubungannya dengan penggunaan statistik dalam mengestimasi parameter.

Efisiensi Statistik dan Sampel: efisiensi statistik merupakan ukuran dalam membandingkan antara desain-desain sampel dengan ukuran sampel yang sama yang menilai desain yang mana dapat menghasilkan tingkat kesalahan standar estimasi yang lebih kecil. Efisiensi sampel menunjuk pada suatu karakteristik dalam pengambilan sampel yang menekankan adanya ketepatan tinggi dan biaya rendah per unit untuk mendapatkan setiap unit presisi yang tetap.

Perencanaan Sampling: perencanaan sampling adalah spesifikasi formal metode dan prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sampel yang dipilih untuk tujuan studi. 13.2 PROSES PENGAMBILAN SAMPEL Proses pengambilan sampel merupakan cara-cara kita dalam memilih sampel untuk studi tertentu.

Proses terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: a. b. Tahap 1: Memilih Populasi Proses awal ialah menentukan populasi yang menarik untuk dipelajari. Suatu populasi yang baik ialah mencakup rancangan eksplisit semua element yang terlibat biasanya meliputi empat komponen, yaitu: elemen, unit sampling, keluasan skop dan waktu.

Tahap 2: Memilih Unit-Unit Sampling Unit-unit sampling adalah unit analisis dari mana sampel diambil atau berasal. Karena kompleksitas penelitian dan banyaknya desain Desain Sampel c.

d. e. 113 sampel, maka pemilihan unit-unit sampling harus dilakukan dengan seksama. Tahap 3: Memilih Kerangka Sampling Pemilihan kerangka sampling merupakan tahap yang penting karena jika kerangka sampling yang dipilih secara memadai tidak mewakili populasi, maka generalisasi hasil penelitian meragukan. Kerangka sampling dapat berupa daftar nama populasi seperti buku telepon atau data base nama lainnya. Tahap 4: Memilih Desain Sampel Desain sampel merupakan tipe metode atau pendekatan yang digunakan untuk memilih unit-unit analisis studi.

Desain sampel sebaiknya dipilih sesuai dengan tujuan penelitian. Tahap 5: Memilih Ukuran Sampel Ukuran sampel tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya ialah: • Homogenitas unit-unit sampel: Secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sampel yang dibutuhkan untuk tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium parameter-parameter populasi.

• Kepercayaan: Kepercayaan mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diinginkan, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan.

• Presisi: presisi mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Untuk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran sampel yang besar pula. • Kekuatan Statistik: Istilah ini mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan dalam situasi pengujian hipotesis.

Untuk mendapatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sampel yang besar. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 114 • f. g. Prosedur Analisis: Tipe prosedur analisis yang dipilih untuk analisis data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sampel. • Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sampel juga harus mempertimbangkan biaya, waktu dan personil. Sampel besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.

Tahap 6: Memilih Rancangan Sampling Rancangan sampling menentukan prosedur operasional dan metode untuk mendapatkan sampel yang diinginkan. Jika dirancang dengan baik, rancangan sampling akan menuntun peneliti dalam memilih sampel yang digunakan dalam studi, sehingga kesalahan yang akan muncul dapat ditekan sekecil mungkin.

Tahap 7 Memilih Sampel: Tahap akhir dalam proses ini ialah penentuan sampel untuk digunakan pada proses penelitian berikutnya, yaitu koleksi data. 13.3 DESAIN SAMPEL Secara garis besar ada dua desain sampel utama, yaitu Desain Probabilitas dan Desain Non-Probabilitas. Masing-masing kategori mempunyai sub-sub kategori yang lebih kecil. Dalam pembahasan ini, kita akan mulai dengan desain probabilitas. a. Pengambilan Sampel Secara Random Sederhana (Simple Random Sampling) Cara pengambilan sampel dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sampel dengan menggunakan angkaangka random.

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemungkinan dapat terjadi; dan dengan mudah data dianalisis serta kesalahankesalahan dapat dihitung.

Desain Sampel 115 Kelemahan dalam teknik ini ialah: peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sampel lebih besar. b. Pengambilan Sampel Secara Random Sistematis (Systematic Random Sampling) Teknik ini merupakan pengembangan teknik sebelumnya hanya bedanya teknik ini menggunakan urut-urutan alami. Caranya ialah pilih secara random dimulai dari antara angka 1 dan integer yang terdekat terhadap ratio sampling (N/n); kemudian pilih item-item dengan interval dari integer yang terdekat teradap ratio sampling.

Keuntungan menggunakan sampel ini ialah peneliti menyederhanakan proses penarikan sampel dan mudah di cek; dan menekan keanekaragaman sampel. Kerugiannya ialah apabila interval berhubungan dengan pengurutan periodik suatu populasi, maka akan terjadi keanekaragaman sampel. c. Pengambilan Sampel Secara Random Bertahap (Random Multistage) Desain ini merupakan variasi dari desain di atas tetapi lebih kompleks.

Caranya ialah dengan menggunakan bentuk sampel acak dengan sedikit-dikitnya dua tahap. Keuntungannya ialah daftar sampel, identifikasi, dan penomoran yang dibutuhkan hanya untuk para anggota dari unit sampling yang dipilih dalam sampel.

Jika unit sampling didefinisikan secara geografis akan lebih menghemat biayanya. Kelemahannya ialah tingkat kesalahan akan menjadi tinggi apabila jumlah sampling unit yang dipilih menurun.

d. Teknik Pengambilan Sampel Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling) 1. Proporsional Cara pengambilan sampel dilakukan dengan menyeleksi setiap unit sampling yang sesuai dengan ukuran unit sampling. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 116 2. Keuntungannya ialah aspek representatifnya lebih meyakinkan sesuai dengan sifat-sifat yang membentuk dasar unit-unit yang mengklasifikasinya, sehingga mengurangi keanekaragamannya.

Karakteristik-karakeristik masingmasing strata dapat diestimasikan sehingga dapat dibuat perbandingan. Kerugiannya ialah membutuhkan informasi yang akurat pada proporsi populasi untuk masing-masing strata.

Jika hal tersebut diabaikan maka kesalahan akan muncul. Disporposional Strategi pengambilan sampel sama dengan proporsional. Perbedaanya ialah terletak pada ukuran sampel yang tidak proporsional terhadap ukuran unit sampling karena untuk kepentingan pertimbangan analisis dan kesesuaian. e. Teknik Pengambilan Sampel Cluster Strategi pengambilan sampel dilakukan dengan cara memilih unitunit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak, unit-unit akhir ialah kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tersebut secara random dan hitung masingmasing kelompok.

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah. Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi. Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu. f. Teknik Pengambilan Sampel Kluster Bertsrata (Stratified Cluster) Cara menyeleksi sampel dengan cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling.

Keuntungannya ialah mengurangi keanekaragaman sampling kluster sederhana. Desain Sampel 117 Kelemahannya ialah karakteristik-karaketristik kluster bisa berubah sehingga keuntungannya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitiannya berikutnya. g. Repetisi: Mulitple atau Sequensial (berurutan) Dua sampel atau lebih dari kluster di atas (F) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sampel yang lebih dahulu untuk merancang sampel-sampel berikutnya.

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah memberikan estimasi karakteristik populasi yang memfasilitasi perancangan yang efisien untuk sampel-sampel berikutnya. Kelemahan teknik ini ialah penghitungan dan analisis akan dilakukan berulang-ulang.

Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sampel yang kecil dapat mencerminkan populasinya. h. Desain Non Probabilitas 1. Penilaian (judgment): Memilih sampel dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan.

Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banyak kemiripan. Kerugiannya ialah memunculkan keanekaragaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sampel yang dipilihnya. 2. Kesesuaian (Convenience): Memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti.

Keuntungannya ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan variabel-variabel yang tidak diketahui 3. Teknik Bola Salju (Snowball) Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam 118 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif situasi-situasi tertentu.

Kelemahannya ialah perwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sampel yang sudah dipilih. 13.4 CARA MENENTUKAN UKURAN SAMPEL Salah satu cara menentukan ukuran sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan menggunakan pendekatan statistik untuk tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10% dapat dilakukan dengan formula sbb: Dimana: l2 dengan dk = 1, taraf kesalahan sebesar 1%, 5% dan 10%; P = Q = 0,5; d = 0,05; dan S = jumlah sampel Berdasarkan rumus di atas dan diasumsikan populasi berdistribusi normal dibuat tabel untuk menentukan besarnya sampel dari jumlah populasi antara 10 sampai dengan 1.000.000 dengan tingkat kesalahan sebesar 1% (0,01), 5% (0,05) dan 10% (0,1).

Sebagai contoh: Jika populasi sebesar 280, maka sampel akan menjadi sebesar 197 dengan tingkat kesalahan sebesar 1%, dan sampel 155 dengan tingkat kesalahan 5% dan sampel 138 dengan tingkat kesalahan 10%. Semakin besar tingkat kesalahan yang ditoleransi maka tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kecil jumlah sampel yang diambil.

Sebaliknya semakin kecil tingkat kesalahan yang ditoleransi, maka semakin besar mendekati populasi sampel yang harus diambil. Daftar jumlah populasi dan sampel terlihat di tabel berikut: Desain Sampel Tabel 13.1 Ketentuan Jumlah Sampel dengan Jumlah Populasi Tertentu Dengan Tingkat Kesalahan 1%, 5% dan 10% Sumber: Sugiyono (2002) 119 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 120 Jika ingin dihitung dengan rumus, gunakan rumus dibawah ini: Q= 1 1 G  +  Dimana : n = Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium N = Populasi d = Derajat Kebebasan Misal : 0,1 ; 0,05 atau 0,01 Contoh : N = 702 Q=     +  n = 87,53 Penentuan ukuran sampel lain yang menggunakan pendekatan statistik dikemukakan oleh Narish K Maholtra (1996:334).

Narish menggunakan pendekatan berdasarkan pendekatan interval kepercayaan (confidence interval) dan pendekatan pengujian hipotesis (hypothesis testing) sebagaimana terlihat pada tabel 13.2 di bawah ini Gambar 13.1 121 Desain Sampel a. Berdasarkan Rata-Rata (Mean) dengan Pendekatan Interval Kepercayaan Didasarkan pada pendekatan interval kepercayaan dengan menggunakan rata-rata, rumusnya sbb: σ ]  Q= ' Mencari s dengan rumus sbb: b.

σ= ' Mencari Z dengan rumus sbb: = == [ −μ σ Berdasarkan Proporsi dengan Pendekatan Interval Kepercayaan Jika digunakan proporsi dengan pendekatan interval kepercayaan, maka rumusnya sbb: Q= c.

Berdasarkan Rata-Rata (Mean) dengan Pendekatan Uji Hipotesis Jika menggunakan rata-rata dengan pendekatan uji hipotesis, maka rumusnya sbb: Q= d. μ  − π ]  ' = α = = α σ  μ + μ   Berdasarkan Proporsi dengan Pendekatan Uji Hipotesis Jika menggunakan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dengan pendekatan uji hipotesis, maka rumusnya sbb: [= Q= α π   − π + = βα π  − π π + π  -oo00oo- ]  BAB 14 KOLEKSI DATA 14.1 PENGER TIAN PENGERTIAN K oleksi data merupakan tahapan dalam proses penelitian yang penting, karena hanya dengan mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang sudah ditetapkan.

Data yang kita cari harus sesuai dengan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium penelitian. Dengan teknik sampling yang benar, kita sudah mendapatkan strategi dan prosedur yang akan kita gunakan dalam mencari data di lapangan.

Pada bagian ini, kita akan membahas jenis data apa saja yang dapat kita pergunakan untuk penelitian kita. Yang pertama ialah data sekunder dan yang kedua ialah data primer.

Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan sedang data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau pertama. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasiorganisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor 124 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif pemerintah maka data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian kita.

14.2 PER TIMBANGAN-PER TIMBANGAN DALAM PERTIMBANGAN-PER TIMBANGAN-PERTIMBANGAN MENCARI DA TA SEKUNDER DAT Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia dalam mencari data tersebut kita tidak boleh lakukan secara sembarangan. Untuk mendapatkan data yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian, kita memerlukan beberapa pertimbangan, diantaranya sebagai berikut: a.

Jenis data harus sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah kita tentukan sebelumnya. b. Data sekunder yang dibutuhkan bukan menekankan pada jumlah tetapi pada kualitas dan kesesuaian, oleh karena itu peneliti harus selektif dan hati-hati dalam memilih dan menggunakannya. c. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer, oleh karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian kita.

14.3 KEGUNAAN DA TA SEKUNDER DAT Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut: a. Pemahaman Masalah: Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan company profile atau data administratif lainnya yang dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian.

Koleksi Data 125 b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang tersedia, kita dapat mengetahui komponenkomponen situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti c.

Formulasi Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain.

Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka penyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah. d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada.

Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja. 14.4 STRA TEGI PENCARIAN DA TA SEKUNDER STRATEGI DAT Bagaimana kita mencari data sekunder? Dalam mencari data sekunder kita memerlukan strategi yang sistematis agar data yang kita peroleh sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Beberapa tahapan strategi pencarian data sekunder adalah sebagai berikut: a.

Mengidentifikasi Kebutuhan Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. Identifikasi 126 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti?

2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya. b. Memilih Metode Pencarian Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan/atau lokasi eksternal.

Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian, kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun data base yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti. c. Menyaring dan Mengumpulkan Data Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data.

Penyaringan dilakukan agar tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan. d. Evaluasi Data Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti.

e. Menggunakan Data Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat Koleksi Data 127 digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut.

Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama. 14.5 MEMILIH METODE PENGAMBILAN DA TA DAT Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita memerlukan metode tertentu. Caracara pengambilan data dapat dilakukan secara; a) manual, b) online dan c) kombinasi manual dan online. a. Pencarian Secara Manual Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online.

Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada.

Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literatur yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti.

Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu data internal data adalah data yang sudah tersedia di lapangan, dan data eksternal adalah data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain. · Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari data base khusus dan data base umum.

Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut.

Data jenis ini akan banyak membantu Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 128 · b. dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, data base umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor/perusaahaan atau disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya.

Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

Pencarian Secara Online Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun nonbisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.

Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: a) hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer, b) ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d) hemat Koleksi Data 129 biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.

14.6 KRITERIA DALAM MENGEV ALUASI DA TA MENGEVALUASI DAT SEKUNDER Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut: • Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat kita peroleh pada saat dibutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita. • Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.

• Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut? • Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunakannya. 14.7 PENGUMPULAN DA TA PRIMER DAT a. Pengertian Apakah data primer itu? Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama.

Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui nara sumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.

130 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Untuk mengumpulkan data primer diperlukan metode yang disebut survei dan menggunakan instrumen tertentu. Survei bermanfaat dalam menyediakan cara-cara yang cepat, efisien dan tepat dalam menilai informasi dari responden. Secara prinsip ada dua teknik pengumpulan data primer, yaitu: pengumpulan data secara pasif dan pengumpulan data secara aktif.

Perbedaan antara kedua teknik tersebut ialah: yang pertama meliputi observasi karakteristik-karakteristik elemen-elemen yang sedang dipelajari dilakukan oleh manusia atau mesin; sedang yang kedua meliputi pencarian responden yang dilakukan oleh manusia ataupun non-manusia. Koleksi data secara pasif bermanfaat untuk mendapatkan data dari manusia tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium tipe elemen studi lainnya.

Kegiatannya meliputi melakukan observasi terhadap karakteristik-karakteristik tertentu indivual, obyek, organisasi dan entitas lainnya yang menarik untuk kita teliti. Koleksi data secara aktif memerlukan responden dalam mendapatkan data. Dalam pencarian data primer ada tiga dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu: kerahasiaan, struktur dan metode koleksi.

Pertama, kerahasiaan mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk diketahui oleh responden atau tidak. Merahasiakan tujuan penelitian dilakukan untuk tujuan agar para responden tidak memberikan jawabanjawaban yang bias dari apa yang kita harapkan. Kedua, struktur berkaitan dengan tingkat formalitas (resmi), atau pencarian data dilakukan secara terstruktur atau tidak terstruktur.

Pencarian dilakukan secara terstr uktur jika peneliti dalam mencari data dengan menggunakan alat, misalnya kuesioner dengan pertanyaan yang sudah dirancang secara sistematis, dan sangat terstruktur baik itu dilakukan secara tertulis ataupun lisan. Sebaliknya pencarian dapat dilakukan dengan cara tidak terstruktur, jika instrumennya dibuat tidak begitu formal atau terstruktur. Ketiga, metode koleksi menunjuk pada sarana untuk mendapatkan data.

Koleksi Data b. 131 Metode Pengumpulan Data Primer Secara Pasif Metode pengumpulan data primer dapat dilakukan oleh manusia atau mesin. Jika dilakukan oleh manusia dapat berbentuk 1) terstruktur dan bersifat rahasia, 2) terstruktur dan bersifat terbuka, 3) tidak terstruktur dan bersifat rahasia, dan 4) tidak terstruktur dan bersifat terbuka.

Pembagian yang sama jika dilakukan oleh mesin. Metode Pengumpulan Data yang Dilaksanakan oleh Manusia 1. Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau resmi dan responden tidak diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Sekalipun demikian pihak peneliti biasanya memberikan informasi mengenai tema atau topik yang akan diteliti agar pihak responden tidak bisa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner.

2. Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau tingkat keformalannya tinggi dan responden biasanya diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.

Tujuannya ialah agar responden memberikan jawaban yang sesuai dengan tujuan penelitian dan tidak menyimpang yang dapat mengakibatkan bias hasil penelitian dikarenakan tidak cocoknya data yang diperoleh.

3. Tidak Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi dan responden tidak diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.

Perbedaan dengan metode pertama ialah terletak pada sifat keformalan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Hal ini akan berdampak secara psikologis memberikan keleluasaan pada responden dalam memberikan jawabanjawaban pertanyaan yang diberikan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 132 4. c. Tidak Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi tetapi pihak peneliti memberikan informasi secara terbuka mengenai tujuan penelitiannya sehingga responden dapat secara jelas mengetahui arah penelitiannya dan ini akan mempengaruhi responden dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

Metode Pengumpulan Data Primer Secara Aktif Metode pengumpulan data primer secara aktif meliputi beberapa diantaranya a) pemberian kuesioner secara langsung dengan responden, b) pengisian kuesioner dengan responden melalui telepon, c) pengisian kuesioner dengan menggunakan surat, d) kuesioner dengan menggunakan surat elektronik.

1. Pemberian Kuesioner Secara Langsung dengan Responden: Responden diberi kuesioner secara langsung dan diminta mengisi semua pertanyaan yang ada di dalam kuesioner. Pertanyaan pada umumnya berisi dua hal utama, yaitu pertama bagian yang menanyakan profil responden dan bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan pokok menyangkut tema dan masalah yang diteliti.

Pada umumnya pertanyaan dapat diselesaikan dalam waktu antara 30 – 60 menit. Teknik pengambilan data dapat dilakukan oleh pengambil data lapangan yang bertatap muka dengan responden atau kuesioner diberikan kepada responden dan diberi waktu untuk mengisinya. Keunggulan teknik ini ialah peneliti dapat memperoleh informasi yang akurat dan secara langsung dari orang-orang yang akan kita mintai informasi. Sedang kelemahannya ialah peneliti akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan banyak karena keterbatasan waktu.

133 Koleksi Data 2. 3. 4. Pengisian Kuesioner Melalui Telepon: Pada prinsipnya pengisian kusioner melalui telepon sama dengan cara pertama.

Perbedaan utama ialah pada teknik kedua ini kuesioner harus dibacakan oleh pengambil data melalui telepon kepada responden dan kemudian responden menjawabnya melalui telepon. Kelemahan teknik ini ialah keterbatasan waktu dan kita tidak dapat mengetahui secara pasti apakah orang yang sedang bicara melalui telepon tersebut benar-benar orang yang kita cari dan kita inginkan informasinya.

Pemberian Kuesioner Melalui Surat: teknik ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat. Keuntungan menggunakan media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai waktu untuk menjawab setiap pertanyaan.

Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat, kuesioner tersebut tidak akan dikirim kembali kepada kita.

Kelemahan lainnya ialah karena kita tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh orang yang bukan kita maksudkan. Kuesioner dalam Email: perkembangan teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden. Teknik ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara.

Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan komputer yang tersambung dengan jaringan Internet. -oo00oo- BAB 15 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Pada bagian ini akan dibicarakan 3 (tiga) hal pokok, yaitu cara mengolah data, menganalisis dan menentukan teknik analisis statistiknya. 15.1 PENGOLAHAN DA TA DAT P engolahan data atau disebut juga proses pra-analisis mempunyai tahap-tahap sebagai berikut: 1) editing data, 2) pengembangan variabel, 3) pengkodean data, 4) cek kesalahan, 5) membuat struktur data, 6) cek preanalisis komputer, 7) tabulasi.

Langkah 1 Editing Data: Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan klarifikasi, keterbacaan, konsisitensi dan kelengkapan data tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium sudah terkumpul. Proses klarifikasi menyangkut memberikan penjelasan mengenai apakah data yang sudah terkumpul akan menciptakan masalah konseptual atau teknis pada saat peneliti melakukan analisis data.

Dengan adanya klarifikasi ini diharapkan masalah teknis atau konseptual tersebut tidak mengganggu proses analisis sehingga dapat menimbulkan bias penafsiran hasil analisis. Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul secara logis dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil 136 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif analisis.

Konsistensi mencakup keajegan jenis data berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan. Kelengkapan mengacu pada terkumpulnya data secara lengkap sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut.

Langkah 2 Pengembangan Variabel: Yang dimaksud dengan pengembangan variabel ialah spesifikasi semua variabel yang diperlukan oleh peneliti yang tercakup dalam data yang sudah terkumpul atau dengan kata lain apakah semua variabel yang diperlukan sudah termasuk dalam data. Jika belum ini berarti data yang terkumpul belum lengkap atau belum mencakup semua variabel yang sedang diteliti. Langkah 3 Pengkodean Data: Pemberian kode pada data dimaksudkan untuk menterjemahkan data ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka.

Tujuannya ialah untuk dapat dipindahkan ke dalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisis berikutnya. Dengan data sudah diubah dalam bentuk angka-angka, maka peneliti akan lebih mudah mentransfer kedalam komputer dan mencari program perangkat lunak yang sesuai dengan data untuk digunakan sebagai sarana analisis, misalnya apakah data tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan software SPSS?

Contoh pemberian kode data ialah, misalnya pertanyaan di bawah ini yang menggunakan jawaban “ya” dan “tidak” dapat diberi kode 1 untuk “ya” dan 2 untuk “tidak”.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Pertanyaan: Apakah saudara menyukai pekerjaan saat ini? Jawaban: a. ya b. tidak Untuk jawaban yang menggunakan skala seperti pertanyaan di bawah ini, maka jawaban “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “netral”, ”setuju” dan “setuju sekali” dapat diberi kode 1,2,3,4 dan 5 untuk masing-masing jawaban. Pertanyaan: Bagaimana pendapat saudara mengenai tarif telepon saat ini?

Pengolahan dan Analisis Data 137 Jawaban: a. sangat tidak setuju b. tidak setuju c. netral d. setuju e. setuju sekali Jika jawaban sudah dalam bentuk numeric, misalnya penghasilan per bulan sebesar Rp. 3,500.000,00 atau frekuensi membaca iklan sebesar 20 kali per bulan pengkodean tidak perlu dilakukan lagi karena bentuknya sudah numerik. Langkah 4 Cek Kesalahan: Peneliti melakukan pengecekan kesalahan sebelum dimasukkan kedalam komputer untuk melihat apakah langkahlangkah sebelumnya sudah diselesaikan tanpa kesalahan yang serius.

Langkah 5 Membuat Struktur Data: Peneliti membuat struktur data yang mencakup semua data yang dibutuhkan untuk analisis kemudian dipindahkan kedalam komputer. Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan 1) apakah data disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya? 2) apakah ada data yang hilang/rusak dan belum dihitung? 3) bagaimana caranya mengatasi data yang hilang atau rusak?

dan 4) sudahkah pemindahan data dilakukan secara lengkap? Langkah 6 Cek Preanalisis Komputer: struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisis komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan preanalisis komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.

Langkah 7 Tabulasi: Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variabel-variabel yang diteliti atau yang variabel yang akan di tabulasi silang.

Di bawah ini diberikan contoh membuat tabulasi frekuensi dan tabulasi silang: Tabulasi Frekuensi: untuk pertanyaan “Berapa pengeluaran biaya telepon responden per bulan” 138 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Tabel 15.1 Sumber: Jonathan Sarwono dan Agus Ismanto, Riset efektifitas iklan “Telkom Heula”, 1999 Tabulasi Silang: Bidang Usaha di tabulasi silang dengan Kesediaan Memasang Promosi di Peta Jalan Bandung Raya Tabel 15.2 Sumber: Jonathan Sarwono, Riset Kebutuhan Peta Jalan Bandung Raya, 2002 15.2 ST ATISTIK DESKRIPTIF STA Statistik deskriptif mengacu pada transformasi data mentah ke dalam suatu bentuk yang akan membuat pembaca lebih mudah memahami dan menafsirkan maksud dari data atau angka yang ditampilkan.

Kegunaan utama statistik deskriptif ialah untuk menggambarkan jawaban-jawaban observasi. Yang termasuk didalamnya diantaranya ialah distribusi frekuensi, distribusi persen dan rata-rata (mean). 139 Pengolahan dan Analisis Data a. Tabel Distribusi Frekuensi Tabel distribusi frekeunsi menggambarkan pengaturan data secara teratur didalam suatu tabel. Data diatur secara berurutan sesuai dengan besar kecilnya angka atau digolong-golongkan kedalam suatu kelas-kelas yang sesuai dengan tingkatan dan jumlah yang ada pada masing-masing kelas.

Di bawah ini contoh tabel distribusi frekuensi: Apakah Saudara pernah berbelanja di Matahari Supermarket? Tabel 15.3 Artinya: ada sebanyak 110 individu yang memilih “pernah” berbelanja di Matahari Supermarket dan 90 yang memilih “ tidak pernah” berbelanja di Matahari Supermarket b.

Frekuensi Relatif Frekuensi relatif ialah frekuensi yang dihitung dalam bentuk persen. Cara memperoleh frekuensi relatif ialah: Frekuensi masing-masing individu x 100% Jumlah frekuensi Contoh: Tabel 15.4 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 140 Artinya ada sebanyak 37% responden berusia Deskripsi -RQDWKDQ6DUZRQR -RQDWKDQ6DUZRQR METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Oleh : Jonathan Sarwono Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2006 Hak Cipta © 2006 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit. GRAHA ILMU Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta 55511 Telp. : 0274-882262 ; 0274-4462135 Fax. : 0274-4462136 E-mail : [email protected] Sarwono, Jonathan METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF/ Jonathan Sarwono - Edisi Pertama - Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2006 xx + 286 hlm, 1 Jil : 23 cm.

ISBN - 13 : - 978 - 979 - 756 - 146 - 8 ISBN - 10 : - 979 - 756 - 146 - 1 1. Sosial 1. Judul Publish or Perish This Book is dedicated to The Late of my Mother, Sardjinah My Beloved Wife, RAJ Wiwik Adri Wijayanti My Daughter, Regina Tiatira Fortuna Buwana KATA PENGANTAR B erdasarkan pengalaman dalam mengajar metodologi penelitian, membimbing skripsi, memeriksa, menguji usul penelitian para dosen baik yang masih S1 ataupun yang sudah S2 dan memberikan konsultasi metodologi kepada mahasiswa S3 serta pengalaman melakukan penelitian di lapangan; penulis melihat hampir sebagian besar penguasaan di bidang metodologi masih lemah.

Hal ini mudah dipahami karena penguasaan metodologi penelitian tidak cukup hanya dengan mendapatkan kuliah satu semester untuk mahasiswa jenjang S1 dan diulang lagi pada jenjang S2. Memahami metodologi penelitian dan dapat mengaplikasikan dalam meneliti masalah memerlukan pembelajaran yang cukup lama dan latihan yang banyak. Disamping itu, penguasaan metodologi penelitian dengan baik memerlukan banyak referensi bidang ilmu lain yang mendasari ilmu metodologi penelitian, seperti filsafat ilmu, logika, dan statistik.

Buku ini semula terdiri dari dua bagian, yaitu Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif dan Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif. Berdasarkan pertimbangan selama mengajar, memberikan pelatihan dan bimbingan skripsi serta konsultasi, penulis memutuskan untuk menggabung kedua buku agar lebih efektif dibaca dan dipelajari oleh para pembaca.

Disamping itu saat ini terdapat kecenderungan viii Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dibeberapa perguruan tinggi mulai banyak menggunakan metode gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Titik berat pada buku ini ialah membahas metode-metode yang digunakan oleh para peneliti aliran kuantitatif dan kualitatif, oleh karena itu diskusi berfokus pada hal-hal praktis yang dapat secara langsung diterapkan dalam penelitian oleh para mahasiswa ataupun peneliti. Agar buku ini tidak hanya sekedar menggabung secara fisik, maka penulis memasukkan satu bab khusus strategi menggabung kedua pendekatan yang berbeda.

Oleh karena itu para pembaca akan mendapatkan gambaran secara jelas apa itu penelitian pendekatan kuantitatif, penelitian dengan pendekatan kualitatif dan cara-cara memadu yang benar dituju dari sisi epistimologis, teoritis dan praktis. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, maka penulis juga mencantumkan dalam salah satu bagian buku ini: cara-cara melakukan survey di Internet dan mencari data-data sekunder dengan memanfaatkan teknologi Internet. Ucapan terima kasih untuk Bapak Rektor Universitas Komputer Indonesia Ir.

Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc. yang telah memberikan kepercayaan penulis memimpin lembaga penelitian dimana penulis banyak mendapatkan hal-hal yang baru dan menambah wawasan dalam bidang penelitian yang ditekuni. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan untuk Dekan FISIP, Prof. Dr. J.M. Papasi yang menjadikan penulis sebagai salah satu tim penilai usul penelitian (proposal) bagi dosen di FISIP untuk bidang metodologi.

Tidak lupa juga untuk Pembantu Rektor I, Prof Dr. Idrus Afandi, S.H. yang secara bersama dengan penulis membantu membenahi pengetahuan metodologi penelitian di kalangan para dosen di Unikom.

Kami juga mengucapkan terima kasih untuk Dekan Fakultas Ekonomi, Prof Dr. Ria Ratna Ariawati. M.S.Ak. yang memberi kesempatan penulis mengajar mata kuliah metodologi penelitian di Fakultas Ekonomi; Dekan Fakultas Desain dan Seni Drs.

Hary Lubis yang juga memberi kesempatan penulis mengajar mata kuliah yang sama di fakultas yang mereka pimpin. ix Kata Pengantar Melalui proses belajar mengajar di kelas penulis menemukan banyak hal yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menerima dan memahami metodologi penelitian sebagai mata kuliah yang membantu membentuk pola pikir mahasiswa menjadi lebih logik, sistematis, dan berpikir ilmiah secara benar. Penulis juga menyadari masih banyak kelemahan dalam buku ini, oleh karena itu penulis terus membuka diri untuk menerima masukan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kritikan untuk perbaikan buku ini.

Semua saran dan masukan silahkan kirim di alamat email [email protected] atau di [email protected] Atau kunjungi website penulis di http:// js.unikom.ac.id. Semoga ide-ide yang ada dalam buku ini dapat menambah wawasan pembaca, khususnya para mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah metodologi penelitian dan sedang dalam proses menulis skripsi, tesis atau disertasi. Bandung, Juni 2006 Jonathan Sarwono DAFTAR ISI KATA PENGANTAR viii DAFTAR ISI xi BAB PENDAHULUAN Manusia Mencari Kebenaran Terjadinya Proses Sekularisasi Alam Berbagai Cara Mencari Kebenaran Dasar-dasar Pengetahuan Sumber Pengetahuan Kriteria Kebenaran Ontologi Epistimologi Beberapa Pengertian Dasar Kerangka Ilmiah Sarana Berfikir Ilmiah Aksiologi 1 1 3 3 5 6 6 7 8 9 12 13 13 DEFINISI DAN JENIS-JENIS PENELITIAN Definisi Jenis-jenis Penelitian 2.2.1 Penelitian Primer tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Penelitian sekunder 15 15 16 16 17 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 1.11 1.12 BAB 2 2.1 2.2 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xii 2.2.3 2.2.4 2.2.5 2.2.6 2.2.7 Penelitian Dilihat dari Tujuannya Penelitian Dilihat dari Pendekatannya Penelitian Dilihat dari Bidang Ilmu Penelitian Dilahat dari Tempat/Latar Penelitian Dilihat dari kehadiran Variabel 17 18 18 18 19 BAB 3 3.1 3.2 3.3 USUL PENELITIAN Pengertian Sistematika Usul Penelitian Contoh Pembuatan Jadwal Penelitian 21 21 22 24 BAB 4 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 TAHAP - TAHAP PROSES PENELITIAN Mengidentifikasi Masalah Membuat Hipotesis Studi Literature Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Membuat Definisi Operasional Memanipulasi dan Mengontrol Variabel Menyusun Desain Penelitian Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran Membuat Kuesioner Melakukan Analisis Statistik Menggunakan Komputer untuk Analisis Data Menulis Laporan Hasil Penelitian 25 25 26 26 26 27 27 27 4.9 4.10 4.11 4.12 BAB 5 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 28 28 28 29 29 MEMILIH MASALAH YANG AKAN DITELITI DAN MERUMUSKAN HIPOTESIS Pengertian Hubungan Antar Variabel Kejelasan Rumusan Masalah Uji Empiris Masalah Hindari Penilaian Moral dan Etis Merumuskan Masalah Pertimbangan Khusus Masalah yang akan Diteliti 31 31 32 32 33 33 34 36 xiii Daftar Isi 5.8 5.9 5.10 BAB 6 6.1 6.2 6.3 6.4 BAB 7 7.1 7.2 BAB 8 8.1 8.2 8.3 8.4 BAB 9 9.1 9.2 Strategi Menyusun Hipotesis Menguji Hipotesis Contoh Hipotesis 37 43 43 STUDI LITERATUR Tujuan Sumber-Sumber Cara Pencarian Literatur: Tradisional v.s Melalui Internet Alamat Mesin Pencari di Internet 47 47 49 50 52 MENGIDENTIFIKASI DAN MENAMAI VARIABEL Definisi Tipe-Tipe Variabel 7.2.1 Variabel Bebas 7.2.2 Variabel Tergantung 7.2.3 Hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung 7.2.4 Variabel Moderat 7.2.5 Variabel Kontrol 7.2.6 Variabel Perantara 7.2.7 Skema Hubungan Antar Variabel 7.2.8 Contoh Kasus 7.2.9 Paradigma Hubungan Antar Variabel 53 53 54 54 54 MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL Pentingya Operasionalisasi Variabel Kriteria Definisi Operasional Cara Membuat Definisi Operasional Kriteria Keunikan 67 67 67 68 69 TEKNIK-TEKNIK MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL Kelompok Pengontrol Faktor-Faktor Mempengaruhi Validitas Internal 71 72 72 54 55 56 56 58 59 60 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xiv 9.3 9.4 Faktor-Faktor Mempengaruhi Validitas Eksternal Menyamakan Kelompok Eksperimental dengan Pengontrol 76 BAB 10 10.1 10.2 10.3 10.4 MEMBUAT DESAIN PENELITIAN Pendahuluan Tipe-Tipe Desain Penelitian Validitas Desain ExPost Facto dan Eksperimental 10.4.1 Desain Expost Facto 10.4.2 Desain Experimental 10.4.3 Desain Experimental Tingkat Lanjut 79 79 81 83 84 85 86 89 BAB 11 11.1 11.2 11.3 11.4 11.5 11.6 11.7 SKALA PENGUKURAN Nominal Ordinal Interval Ratio Skala Pengukuran Sikap Validitas Reliabilitas 93 93 94 94 95 96 99 100 BAB 12 12.1 12.2 MENYUSUN INSTRUMEN Pengertian Format Pertanyaan: Bagaimana Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Diberikan Model Jawaban: Bagaimana Pertanyaan Harus Dijawab Memilih Model Jawaban 101 101 104 107 DESAIN SAMPEL Definisi Istilah Proses Pengambilan Sampel Desain Sampel Cara Menentukan Ukuran Sampel 111 111 112 114 118 12.3 12.4 BAB 13 13.1 13.2 13.3 13.4 75 102 xv Daftar Isi BAB 14 14.1 14.2 14.3 14.4 14.5 14.6 14.7 KOLEKSI DATA Pengertian Kegunaan Data Sekunder Strategi Pencarian Data Sekunder Memilih Metode Pengambilan Data Sekunder Kriteria Mengevaluasi Data Sekunder Kriteria dalam Mengevaluasi Data Sekunder Pengumpulan Data Primer 123 123 124 124 125 127 129 129 BAB 15 15.1 15.2 15.3 15.4 15.5 15.6 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Pengolahan data Statistik Deskriptif Pengukuran Tendensi Sentral Pengukuran Variasi Memilih Uji Statistik yang Cocok Uji Statistik Parametrik 15.6.1 Korelasi Pearson 15.6.2 Uji t Uji Statistik Non-Parametrik 15.7.1 Korelasi Berjenjang 15.7.2 Chi Square 135 135 138 140 142 145 149 154 154 158 158 161 BAB 16 16.1 16.2 PENULISAN LAPORAN Pengertian Model Laporan 165 165 165 BAB 17 MENGENAL PROGRAM KOMPUTER ANALISIS STATISTIK MENGGUNAKAN SPSS Pendahuluan Beberapa Teknik Analisis Statistik Populer Fungsi SPSS sebagai Pengganti Penghitungan Manual 171 171 172 15.7 17.1 17.2 17.3 172 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xvi BAB 18 18.1 18.2 18.3 18.4 BAB 19 19.1 19.2 STRATEGI MELAKUKAN SURVEI DI INTERNET Pendahuluan Jenis Penelitian yang dapat Dilakukan di Internet Tahapan Melakukan Survei di Internet Keunggulan dan Kelemahan Survei di Internet 175 175 176 177 188 DEFINISI RISET KUALITATIF Definisi Kapan Sebaiknya Kita Menggunakan Penelitian Kualitatif 193 193 BAB 20 20.1 20.2 20.3 TEORI-TEORI YANG MENDASARINYA Pendahuluan Fenomenologi Interaksi Simbolik 197 197 197 198 BAB 21 21.1 21.2 21.3 DESAIN RISET KUALITATIF Pendahuluan Model Desain Riset Kualitatif Model Proposal Penelitian Kualitatif 199 199 199 201 BAB 22 22.1 22.2 22.3 22.4 22.5 TEKNIK SAMPLING Pendahuluan Cara Memilih Informasi Teknik Kesesuaian Teknik Penilaian Teknik Bola Salju 205 205 206 206 206 207 BAB 23 23.1 23.2 JENIS DATA Pendahuluan Tipe-Tipe Data 209 209 209 BAB 24 24.1 24.2 24.3 24.4 INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA Pendahuluan Jenis Instrumen Pengambilan Data Contoh Panduan Tertulis Untuk Focus GroupDiscussion Kapan Kita Menggunakan FGD atau Wawancara 211 211 211 212 220 194 xvii Daftar Isi Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 25 25.1 25.2 METODE KOLEKSI DATA Pengertian Metode Pengumpulan Data 25.2.1 Partisipasi 25.2.2 Observasi 25.2.3 Wawancara 25.2.4 Kajian Dokumen 25.2.5 Interview Khusus 25.2.6 Interview Kelompok Kecil 25.2.7 Narasi 25.2.8 Sejarah Hidup 25.2.9 Analisis Sejarah 25.2.10 Film, Video, dan Foto Metode Pengumpulan Data Sekunder Secara Online 25.3.1 Pendahuluan 25.3.2 Definisi Pengertian 25.3.3 Teknik Pencarian 25.3.4 Evaluasi Kualitas Informasi 25.3.5 Tipe-Tipe Alat Pencarian 223 223 223 223 224 224 225 226 226 227 227 227 228 228 228 228 229 233 234 BAB 26 26.1 26.2 TEKNIK ANALISIS Pengertian Model Analisis Kualitatif 26.2.1 Analisis Domain 26.2.2 Analisis Taksonomi 26.2.3 Analisis Komponensial 26.2.4 Analisis Tema Kultural 26.2.5 Analisis Komparasi Konstan 239 239 240 240 242 243 243 244 BAB 27 27.1 27.2 VALIDITAS PENELITIAN KUALITATIF Pendahuluan Cara-Cara Meningkatkan Validitas Penelitian Kualitatif Meningkatkan Reliabilitas 245 245 25.3 27.3 245 246 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif xviii BAB 28 MEMPRESENTASIKAN HASIL PENELITIAN KUALITATIF Pendahuluan Persepsi dan Penilaian tentang Kegiatan dalam Berbagai Pengetahuan di Kalangan Civitas Akademika di Kampus X 250 BAB 29 29.1 29.2 29.3 29.4 29.5 29.6 29.7 MENULIS LAPORAN Pengertian Pendahuluan Kajian Pustaka Metodologi Penelitian Hasil Penelitian Analisis Hasil Penelitian Kesimpulan Dan Saran 253 253 253 254 254 254 254 255 BAB 30 MEMADU PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Pendahuluan Perbedaan Dasar Antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif 30.2.1 Konsep Yang Berhubungan Dengan Pendekatan 30.2.2 Dasar Teori 30.2.3 Tujuan 30.2.4 Desain 30.2.5 Data 30.2.6 Sampel 30.2.7 Teknik 30.2.8 Hubungan Dengan Yang Diteliti 30.2.9 Analisis Data 30.2.10 Kesimpulan Strategi Memadu Pendekatan Kualitatif dengan Pendekatan Kuantitatif 28.1 28.2 30.1 30.2 30.3 249 249 257 257 257 257 258 259 259 259 259 260 261 261 261 262 ixx Daftar Isi 30.4 30.5 30.6 30.3.1 Model I Penelitian Kualitatif Digunakan untuk Memfasilitasi Penelitian Kuantitatif 30.3.2 Model II Penelitian Kuantitatif Digunakan untuk Memfasilitasi Penelitian Kualitatif 30.3.3 Model III Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Diberikan Bobot yang Sama 30.3.4 Model IV Triangulasi 30.3.5 Model Penulis Risiko-Risiko yang Akan Ditemui pada Hasil Riset Strategi Menekan Kesalahan Kesimpulan 264 265 266 267 268 269 270 272 DAFTAR PUSTAKA 281 TENTANG PENULIS 287 -oo00oo- BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 MANUSIA MENCARI KEBENARAN D alam kehidupan sehari-hari sejak jaman purbakala manusia selalu berusaha mencari hakekat kebenaran mengenai hal-hal yang bersifat hakiki, seperti masalah Tuhan, kematian, hidup sesudah mati, cinta dan lain-lain.

Manusia berusaha mengerti dan menaklukan alam semesta yang penuh dengan misteri. Sampai jaman yang diwarnai dengan kecanggihan teknologi saat ini, perasaan untuk mengerti dan memahami rahasia-rahasia alam semesta termasuk rahasia mengenai dirinya sendiri.

Pada masa jaman pertengahan, manusia belum menunjukkan minat terhadap studi sistematis mengenai dunia fisik, kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh pendapat filsafat Yunani yang lebih mengutamakan “Yang umum” daripada “Yang khusus”. Pengetahuan yang umum mengacu pada hakekat dan esensi hal-hal yang konkrit, sedang yang khusus membedakan benda satu dengan yang lain.

Dalam mitologi Yunani dikenal adanya istilah dewa Zeus yang selalu dihubungkan dengan persoalan cuaca, hujan dan kilat, dewa Poseidon yang menguasai lautan dan gempa bumi. Manakala terjadi 2 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan lain-lainnya; manusia selalu menghubung-hubungkan dengan hal-hal yang bersifat supernatural. Dalam perkembangan pemikirannya akhirnya manusia setelah mengalami berbagai proses berhasil menggunakan daya nalarnya (ratio) dalam memecahkan persoalannya.

Seperti yang terjadi pada Abad Pertengahan dengan penemuan-penemuan ilmiah oleh Copernicus dan Edison. Sebagaimana pendapat seorang filosof Rene Descartes yang mengatakan “Cogito Ergo Sum” (Aku ada karena berpikir) maka manusia mulai menggunakan pikirannya yang luar biasa ajaibnya.

Sekalipun demikian perlu dibedakan antara penggunaan akal sehat (common sense) dengan ilmu pengetahuan. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”.

Ada lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-struktur teori, dan diuji konsistensi internalnya.

Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan tes ataupun pengujian secara empiris. Sedang penggunaan akal sehat biasanya tidak. Yang kedua, dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif ”.

Yang ketiga, adanya pengertian kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam. Yang keempat, ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan. Yang kelima, perbedaan terletak pada cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena.

Dalam menerangkan hubungan antar fenomena, ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. Pendahuluan 3 1.2 TERJADINY A PROSES SEKULARISASI ALAM TERJADINYA Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan.

Dalam perkembangannya sebagaimana telah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam). Hukum didefinisikan sebagai kaitankaitan yang tetap dan harus ada diantara gejala-gejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukumhukum normatif. Disini pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati.

Menuju abad ke-16 manusia mulai meninggalkan pengertian hukum normatif tersebut. Sebagai gantinya munculah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam. Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanan tersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris. Para ilmuwan saat itu berpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal.

Alam telah kehilangan kesakralannya, sebagai gantinya munculah gambaran dunia yang sesuai dengan ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-rahasia alam. 1.3 BERBAGAI CARA MENCARI KEBENARAN Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan berbagai cara seperti: 1.3.1 Secara kebetulan Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan.

Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya biasa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan 4 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di kolam tersebut. Penemuan pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secara kebetulan saja.

1.3.2 Trial And Error Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode “trial and error” yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untung-untungan. Salah satu contoh ialah model percobaan “problem box” oleh Thorndike. Percobaan tersebut adalah seperti berikut: seekor kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan yang hanya dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung tali dengan membuka pintu.

Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak tersebut dengan berbagai cara. Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasil menyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar. Percobaan tersebut berdasarkan pada hal yang belum pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah. 1.3.3 Melalui Otoritas Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan, seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya.

Dalam filsafat Jawa dikenal dengan istilah ‘Sabda pendita ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalu benar dan tidak boleh dibantah lagi. 1.3.4 Pemecahan Masalah Dengan Cara Spekulasi Pemecahan masalah dengan metode “trial and error” yang menekankan pada unsur untung-untungan dan tidak pasti dan akurat.

1.3.5 Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman. Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif.

Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles.

Pendahuluan 5 1.3.6 Melalui Penyelidikan Ilmiah Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif.

1.3.7 Metode Problem Solving Metode problem-solving yang dikembangkan oleh Karl. R. Popper pada tahun 1937 merupakan variasi dari metode “trial and error”. Metode ini menunjukkan skema sebagai berikut: P1-TS-EE-P2,P1 ialah problem awal, TS solusi tentative – teori yang dicoba ajukan, EE adalah “error elimination” - evaluasi dengan tujuan menemukan dan membuang kesalahan, dan P2 adalah situasi baru yang diakibatkan oleh adanya evaluasi kritis atas solusi tentative terhadap problem awal sehingga timbul problem baru.

1.4 DASAR-DASAR PENGET AHUAN PENGETAHUAN Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut: 1.4.1 Penalaran Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu, menurut logika tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan pengetahuan.

Berpikir logis mempunyai konotasi jamak, bersifat analistis. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yang menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme. 1.4.2 Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan.

Yang dimaksud tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid).

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 6 Dalam logika ada dua macam yaitu logika induktif dan deduktif. Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisme, seperti contoh dibawah ini: Silogisme Premis mayor : semua manusia akhirnya mati Premis minor : Amir manusia Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati 1.5 SUMBER PENGET AHUAN PENGETAHUAN Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini.

Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descarte pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria untuk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka munculah pula berbagai kriteria kebenaran. 1.6 KRITERIA KEBENARAN Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar.

Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini. 3 3 + 5 : 8 4 4 + 4 : 8 6+2:8 Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataan berikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Pendahuluan 7 Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah: 1.6.1 Teori Koherensi Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren. 1.6.2 Teori Korespondensi Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta.

1.6.3 Teori Pragmatis Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi.

1.7 ONTOLOGI Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialisme mengatakan sebagai berikut: 8 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna.

Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera.

Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapat terlepas dari gejala-gejala yang berada didalamnya. Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam memecahkan masalah tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-hal yang paling hakiki dari kehidupan ini.

Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai pengertianpun akan muncul pula.

Contoh: Siapakah manusia itu? jawab ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi Sedang ilmu politik akan menjawab bahwa manusia ialah political animal dan dunia pendidikan akan mengatakan manusia ialah homo educandum. 1.8 EPISTIMOLOGI Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan ialah: 1. Batasan kajian ilmu: secara ontologis ilmu membatasi pada pengkajian objek yang berada dalam lingkup manusia.

Tidak dapat mengkaji daerah yang bersifat transendental. Pendahuluan 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9 Cara menyusun pengetahuan: untuk mendapatkan pengetahuan menjadi ilmu diperlukan cara untuk menyusunnya yaitu dengan cara menggunakan metode ilmiah. Diperlukan landasan yang sesuai tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium ontologis dan aksiologis ilmu itu sendiri.

Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi penyebab timbulnya suatu gejala dan proses terjadinya. Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit Metode ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak tergolong pada kelompok ilmu tersebut.

Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis: a. Ilmu eksakta : deduktif, rasio, kuantitatif b. Ilmu sosial : induktif, empiris, kualitatif 1.9 BEBERAP A PENGER TIAN DASAR BEBERAPA PENGERTIAN Konsep: Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok.

Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu: Pertama, konsep yang jelas hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh: meja, mobil dll. Kedua, konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh: kecerdasan, kekerabatan, dll.

10 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Konstruk: Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu. Proposisi: Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh: dalam penelitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi: “ proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah “ (Harris dan Todaro). Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi; yang pertama aksioma atau postulat, yang kedua teorem.

Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian, sedangkan teorem ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma. Teori: Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN) Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktur tertentu dari satu disiplin ilmu.

Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut; a. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan. b. harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun konsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.

c. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx: 1)Model Based Theory, 2) Teori deduktif, 3)Teori induktif, dan 4) Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium fungsional Pendahuluan 11 Berdasarkan teori pertama teori berkembang dengan adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris.

Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.

Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premsi sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya.

Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataanpernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut. Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya.

Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konseptualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori.

Logika Ilmiah: Gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu system dengan mekanisme korektif. Hipotesis: Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti.

Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan bersifat spesifik 12 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif yang siap diuji secara empiris. Dalam merumuskan hipotesis pernyataannya harus merupakan pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis yang bersifat relasional ataupun deskriptif disebut hipotesis kerja (Hk), sedang untuk pengujian statistik dibutuhkan hipotesis pembanding hipotesis kerja dan biasanya merupakan formulasi terbalik dari hipotesis kerja.

Hipotesis semacam itu disebut hipotesis nol (H0). Variabel: Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari. Contoh: jenis kelamin, kelas sosial, mobilitas pekerjaan, dll. Ada lima tipe variabel yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variabel bebas (independent), variabel tergantung (dependent), variabel moderat, variabel pengganggu (intervening) dan variabel kontrol (control) Jika dipandang dari sisi skala pengukurannya maka ada empat macam variabel: nominal, ordinal, interval dan ratio.

Definisi Operasional: Yang dimaksud dengan definisi operasional ialah spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel. Definisi operasional memberi batasan atau arti suatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut.

1.10 KERANGKA ILMIAH 1. 2. Perumusan masalah: pertanyaan tentang objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor- faktor yang terkait didalamnya. Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis: - Menjelaskan hubungan anatara faktor yang terkait - Disusun secara rasional Pendahuluan 3. 4. 13 - Didasarkan pada premis-premis ilmiah - Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok Pengujian hipotesis: - mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis Penarikan kesimpulan 1.11 SARANA BERPIKIR ILMIAH Bahasa Yang dimaksud bahasa disini ialah bahasa ilmiah yang merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan, syarat-syarat: - bebas dari unsur emotif - reproduktif - obyektif - eksplisit Matematika Matematika adalah pengetahuan sebagai sarana berpikir deduktif sifat: - jelas, spesifik dan informatif - tidak menimbulkan konotasi emosional - kuantitatif Statiska Statiska ialah pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat: - dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian - untuk menentukan hubungan kausalitas antar faktor terkait 1.12 AKSIOLOGI Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.

Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 14 dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana. Contoh kasus: Penelitian di Taiwan Dampak kemajuan teknologi modern telah diteliti dengan model penelitian yang terintegrasi, khususnya terhadap masyarakat dan budaya.

Hasil kemajuan teknologi di Taiwan telah membawa negara itu mengalami “keajaiban ekonomi”, sekalipun demikian hasilnya tidak selalu positif. Kemajuan tersebut membawa banyak perubahan kebiasaan, tradisi dan budaya di Taiwan.

Berdasarkan penelitian tersebut terdapat lima hal yang telah berubah selama periode perkembangan teknologi di negara tersebut yaitu: 1. Perubahan-perubahan dalam struktur industri berupa: Meningkatnya sektor jasa dan peranan teknologi canggih pada bidang manufaktur.

2. Perubahan-perubahan dalam sruktur pasar berupa: Pasar menjadi semakin terbatas, sedang pengelolaan bisnis menjadi semakin beragam. 3. Perubahan-perubahan dalam struktur kepegawaian berupa: Tenaga profesional yang telah terlatih dalam bidang teknik menjadi semakin meningkat. 4. Perubahan-perubahan struktur masyarakat berupa: Meningkatnya jumlah penduduk usia tua dan konsep “keluarga besar” dalam proses diganti dengan konsep “keluarga kecil”.

5. Perubahan-perubahan dalam nilai-nilai sosial berupa: penghargaan yang lebih tinggi terhadap keuntungan secara ekonomis daripada masalah-masalah keadilan, meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk bersikap individualistik. -oo00oo- BAB 2 PENELITIAN: DEFINISI DAN JENISJENISNYA 2.1 DEFINISI A pakah penelitian itu?

Banyak definisi yang diberikan oleh para ahli penelitian, diantaranya ialah sebagai berikut: Research is a systematic attempt to provide answers to questions. Such answer may be abstract and general as is often the case in basic research or they may be highly concrete and specific as is often the case in applied research.

(Tuckman 1978:1) Berdasarkan definisi di atas secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. Kata sistematis merupakan kata kunci yang berkaitan dengan metode ilmiah yang berarti adanya prosedur yang ditandai dengan keteraturan dan ketuntasan. Secara lebih detil Davis (1985) memberikan karakteristik suatu metode ilmiah sebagai berikut: Pertama: Metode harus bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah tersebut.

16 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Kedua: Metode harus bersifat logis, artinya adanya metode yang digunakan untuk memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional didasarkan pada bukti-bukti yang tersedia. Ketiga: Metode bersifat obyektif, artinya obyektivitas itu menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.

Keempat: Metode harus bersifat konseptual dan teoritis; oleh karena itu, untuk mengarahkan proses penelitian yang dijalankan, peneliti membutuhkan pengembangan konsep dan struktur teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kelima: Metode bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada kenyataan/fakta di lapangan. 2.2 JENIS – JENIS PENELITIAN Jenis-jenis penelitian dibedakan berdasarkan jenis data yang diperlukan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu penelitian primer dan penelitian sekunder. 2.2.1 Penelitian Primer Penelitian primer membutuhkan data atau informasi dari sumber pertama, biasanya kita sebut dengan responden.

Data atau informasi diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner atau lisan dengan menggunakan metode wawancara. Yang termasuk dalam kategori ini ialah: a. Studi Kasus Studi kasus menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya.

Biasanya studi kasus bersifat longitudinal. b. Survei: Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil Penelitian: Definisi dan Jenis-jenisnya c. 17 data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin besar sampel, semakin mencerminkan populasi hasilnya. Riset Eksperimental Riset eksperimental menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi.

Pada umumnya riset ini menggunakan dua kelompok atau lebih untuk dijadikan sebagai obyek studinya. Kelompok pertama merupakan kelompok yang diteliti sedang kelompok kedua sebagai kelompok pembanding (control group). Penelitian eksperimental menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur dan spesifik. 2.2.2 Penelitian Sekunder Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti.

Penelitian ini juga dikenal dengan penelitian yang menggunakan studi kepustakaan dan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menganut paham pendekatan kualitatif. Suharsini Arikunto (1992) membagi jenis-jenis penelitian berdasarkan a) tujuan, b) pendekatan, c) bidang ilmu, d) tempat atau latar, e) kehadiran variabel.

2.2.3 Penelitian dilihat dari tujuannya Jika penelitian dilihat dari tujuannya, maka ada tiga subjenis penelitian, yaitu penelitian eksploratori, penelitian verifikatif dan penelitian pengembangan. Penelitian jenis eksploratori digunakan untuk melakukan pencarian jawaban mengapa muncul kejadian-kejadian tertentu, misalnya munculnya bencana alam di daerah tertentu terus menerus. Penelitian verifikatif digunakan untuk meneliti ulang hasil penelitian sebelumnya dengan tujuan untuk mem-verifikatif kebenaran hasil penelitian sebelumnya tersebut.

Penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan model atau hal-hal yang inovatif. Penelitian jenis ini biasanya dilakukan di suatu perusahaan dalam rangka pengembangan produk atau layanan baru.

18 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 2.2.4 Penelitian dilihat dari pendekatan Dilihat dari pendekatannnya penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan longitudinal (bujur) dan cross-sectional (silang). Pendekatan pertama melakukan penelitian berdasarkan pada periode waktu tertentu, biasanya waktunya lama, misalnya seorang peneliti melakukan penelitian perkembangan kemampuan berbicara anak mulai umur 10 bulan s/d 24 bulan. Sebaliknya pendekatan kedua peneliti melakukan studi kemampuan berbicara anak mulai dari yang berumur 10 bulan s/d 24 bulan secara serentak dalam waktu yang bersamaan.

2.2.5 Penelitian dilihat dari bidang ilmu Dalam perspektif ini maka jenis penelitian dibagi berdasarkan disiplin ilmu masing-masing, misalnya penelitian pendidikan, penelitian teknik, penelitian ekonomi, dll.

2.2.6 Penelitian dilihat dari tempat/latarnya Jika dilihat dari tempat atau latar dimana seorang peneliti melakukan penelitian, maka jenis penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu: a) penelitian laboratorium, b) penelitian lapangan, c) penelitian perpustakaan. Penelitian laboratorium biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta, misalnya penelitian kedokteran, elektro, sipil, dll.

Penelitian lapangan biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu atau objek tertentu sebagai latar dimana peneliti melakukan penelitian. Penelitian perpustakaan dilakukan di perpustakaan dengan melakukan kajian terhadap literatur, penelitian sebelumnya, jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada di perpustakaan. Dengan semakin canggihnya teknologi informasi, maka penelitian jenis ini saat ini tidak harus dilakukan di perpustakaan secara fisik, tetapi juga dapat dilakukan dari lokasi mana saja dengan memanfaatkan Internet sebagai media untuk mencari informasi di perpustakaan-perpustakaan di seluruh dunia yang membuat data mereka dapat diakses secara langsung oleh pengguna secara gratis dan kapan saja.

19 Penelitian: Definisi dan Jenis-jenisnya 2.2.7 Penelitian dilihat dari kehadiran variabel Penelitian dilihat dari kehadiran variabel dapat dikategorikan dalam penelitian yang obyeknya merupakan variabel masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang.

Penelitian yang obyeknya variabel masa lalu dan saat ini disebut juga penelitian deskriptif atau mengambarkan variabel-variabel yang sedang diteliti. Sedang penelitian yang obyeknya variabel yang akan datang, maka variabelnya belum ada tetapi sengaja diciptakan oleh peneliti dengan memberikan perlakuan (treatment).

Penelitian jenis ini disebut juga penelitian eksperimen yang tujuannya digunakan untuk mencari hubungan kausal antar variabel yang diteliti. -oo00oo- BAB 3 USUL PENELITIAN 3.1 PENGER TIAN PENGERTIAN U sul penelitian merupakan sarana bagi peneliti untuk mengkomunikasikan pemikirannya mengenai masalah yang akan diteliti dan berfungsi untuk meyakinkan pembaca atau penilai bahwa pemikiran peneliti layak untuk dilaksanakan dan setidaktidaknya akan memberikan manfaat terkait dengan disiplin ilmu yang bersangkutan.

Karena fungsi usulan penelitian tersebut, maka usulan penelitian hendaknya ditulis berorientasi kepada pembaca/penilai/ pemberi dana. Selanjutnya usulan penelitian ditulis dengan menggunakan bahasa yang persuasif agar pihak yang membaca selain dapat memahami permasalahan juga akan dengan mudah memberikan persetujuan pelaksanaan usulan tersebut.

Dalam menulis usulan penelitian, peneliti juga sebaiknya menggunakan bahasa yang baku dan lugas. Meski tujuannya bersifat persuasif, hindari bahasa yang berteletele dan panjang lebar. Hal yang paling penting ialah apa yang kita tulis dapat menjadi sarana yang paling efektif untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan kita sehingga pihak pembaca merasa perlu untuk menyetujuinya. 22 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 3.2 SISTEMA TIKA USUL PENELITIAN SISTEMATIKA Ada berbagai versi sistematika penelitian yang biasa digunakan oleh para peneliti.

Berbagai versi tersebut tergantung pada instasi yang mengeluarkannya. Sekalipun demikian terdapat benang merah diantara berbagai versi tersebut, diantaranya mencakup hal-hal pokok yang harus ada dalam suatu penelitian, yaitu judul, perumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi yang digunakan, personil yang melakukan, waktu dan biaya penelitian.

Jika digunakan dalam pembuatan penelitian di lingkungan mahasiswa, biasanya untuk bagian biaya ditiadakan. Berikut ini akan diuraikan usulan penelitian yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Penulis memilih ini didasarkan pada pertimbangan adanya cakupan masalah, urutan yang sistematis, mudah dipahami dan jangkauan pemakaiannya umum. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut: a.

Judul Penelitian Pada umumnya judul penelitian mencerminkan setidak-tidaknya hubungan antar dua variabel atau lebih. Dalam penulisan judul sebaiknya dibuat sesingkat mungkin dengan menggunakan bahasa lugas dan spesifik sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang akan dilakukan oleh peneliti.

b. Bidang Ilmu Bagian ini memberikan penjelasan mengenai bidang ilmu yang diteliti c. Pendahuluan Pada pendahuluan biasanya peneliti mengungkapkan alasan utama mengapa yang bersangkutan memilih masalah tertentu yang akan diteliti sehingga pihak pembaca dapat memahami mengenai pentingnya masalah tersebut untuk diteliti dari sisi ilmiah.

Pada bagian ini pula, peneliti boleh menuliskan keinginan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala/konsep/dugaan yang sedang dipikirkan. Usul Penelitian 23 d. Perumusan Masalah Pada umumnya rumusan masalah dituliskan dalam kalimat tanya dan sebaiknya perumusan masalah mencerminkan hubungan dua variabel atau lebih. Peneliti juga hendaknya menyebutkan hipotesis yang akan diuji serta pendekatan, metode dan teknik dalam menjawab masalah yang akan diteliti.

e. Tinjauan Pustaka Pada bagian ini peneliti menguraikan kajian pustaka yang mendasari penelitian yang akan dilakukan yang diambil dari sumber acuan terbaru, misalnya dari buku ataupun jurnal. Hal yang dibahas dalam bagian ini ialah teori yang relevan dan hasil penelitian sejenis terdahulu. Tujuannya ialah agar tidak terjadi pembahasan masalah yang sama atau duplikasi penelitian orang lain. f. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian berisi uraian yang menjawab perumusan masalah di atas.

Disamping itu pula pada bagian ini peneliti dapat juga menguraikan tujuannya untuk menerangkan, membuktikan atau mengaplikasikan suatu gejala, konsep, dugaan atau membuat suatu prototype. g. Kontribusi Penelitian Disini peneliti menjelaskan kontribusi atau manfaat penelitian yang akan dilaksanakan dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan dan pengembangan kelembagaan.

h. Metode Penelitian Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan untuk menjawab masalah secara detil yang meliputi variabel yang diteliti, desain riset yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.

24 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif i. Jadwal Pelaksanaan Jadwal penelitian sebaiknya ditulis secara rinci mulai dari persiapan, penyusunan instrumen penelitian, pengambilan data, pengolahan dan analisis data serta laporan penelitian. j. Personalia Penelitian Nama peneliti dan stafnya (jika ada) ditulis pada bagian ini. k. Perkiraan Biaya Penelitian Tuliskan perkiraan biaya penelitian dengan rinci dan mengacu pada format tertentu yang berlaku dalam menentukan besarnya poinpoin yang harus dibiayai/dibayar.

l. Lampiran-Lampiran: • Lampiran berisi diantaranya: • Daftar Pustaka • Riwayat Hidup Peneliti Singkat • Instrumen Penelitian • Gambar-gambar 3.3 CONTOH PEMBUA TAN JADW AL PENELITIAN PEMBUAT JADWAL Jadwal kegiatan dapat ditulis dengan menggunakan chart seperti di bawah ini: -oo00oo- BAB 4 TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai tahap-tahap proses penelitian yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti di bawah ini: 1.

Mengidentifikasi Masalah 2. Membuat Hipotesis 3. Studi Literatur 4. Mengidentifikasi dan Memberi nama Variabel 5. Membuat Definisi Operasional 6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 7. Menyusun Desain Penelitian 8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran 9.

Membuat Kuesioner 10. Melakukan Analisis Statistik 11. Menggunakan Komputer untuk Analisis Data 12. Menulis Laporan Hasil Penelitian 4.1 MENGIDENTIFIKASI MASALAH Y ang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya 26 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah.

Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian. Syarat-syarat bagaimana seorang peneliti harus merumuskan masalah akan dibahas pada BAB V dalam buku ini. 4.2 MEMBUA T HIPOTESIS MEMBUAT Hipotesis merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti.

Perumusan hipotesis biasanya dibagi menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesis penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variabel yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesis operasional yang terdiri dari Hipotesis 0 (H0) dan Hipotesis 1 (H1). Ketiga, menentukan hipotesis statistik. H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V.

4.3 STUDI LITERA TUR LITERATUR Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain.

Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah. Bagian ini akan dikaji lebih mendalam pada BAB VI. 4.4 MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBERI NAMA VARIABEL Melakukan identifikasi dan memberi nama variabel merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel Tahap-tahap Proses Penelitian 27 yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variabel-variabel yang sedang diteliti.

Cara-cara dalam mengidentifikasi variabel akan dibahas secara lebih mendetil dalam BAB VII 4.5 MEMBUA T DEFINISI OPERASIONAL MEMBUAT Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variabelvariabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variabel-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinkan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran. Bagian ini akan dibahas secara mendalam dalam BAB VIII.

4.6 MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL Yang dimaksud dengan memanipulasi variabel ialah memberikan suatu perlakuan pada variabel bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variabel tergantung atau variabel yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variabel ialah melakukan kontrol terhadap variabel tertentu dalam penelitian agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Masalah ini akan didiskusikan lebih lanjut pada BAB IX. 4.7 MENYUSUN DESAIN PENELITIAN Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi 28 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, koleksi data dan analisisnya.

Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan tidak akan mempunyai validitas yang tinggi. Bagian ini akan dibahas secara rinci dalam BAB X.

4.8 MENGIDENTIFIKASI DAN MENYUSUN ALA T ALAT OBSER VASI DAN PENGUKURAN OBSERV Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitiannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.

Bagian ini akan dibahas dengan rinci pada BAB XII bagian Menyusun Instrumen Mengidentifikasi pengukuran maksudnya peneliti melakukan identifikasi skala pengukuran apa yang akan digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti yang sesuai dengan jenis data yang ada atau yang akan dicari.

Bagian ini akan dibahas dengan lebih rinci pada BAB XI bagian Landasan Pengukuran. 4.9 MEMBUA T KUESIONER MEMBUAT Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik.

Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Cara membuat kuesioner tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium baik akan dibahas dengan rinci dalam BAB XII 4.10 MELAKUKAN ANALISIS ST ATISTIK STA Salah satu ciri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisis statistik.

29 Tahap-tahap Proses Penelitian Analisis statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variabel.

Sampai saat ini, analisis statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variabel, untuk memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung, untuk melihat besarnya presentase atau rata-rata besarnya suatu variabel yang kita ukur.

Untuk analisis statistik akan dibahas secara detil pada BAB XV bagian B. 4.11 MENGGUNAKAN KOMPUTER UNTUK ANALISIS DA TA DAT Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisis data.

Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisis data, baik yang bersifat pengolahan data maupun analisisnya. Salah satu program yang populer ialah program SPSS.

Bagian ini akan didiskusikan secara rinci dalam BAB XVII. 4.12 MENULIS LAPORAN HASIL PENELITIAN Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana. Cara membuat laporan secara tertulis yang baik dan sistematis akan dibahas secara detil pada BAB XVI.

-oo00oo- BAB 5 MEMILIH MASALAH DAN MENYUSUN HIPOTESIS 5.1 PENGER TIAN PENGERTIAN M emilih masalah untuk diteliti merupakan tahap yang penting dalam melakukan penelitian, karena pada hakikatnya seluruh proses penelitian yang dijalankan adalah untuk menjawab pertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Memilih masalah juga merupakan hal yang tidak mudah karena tidak adanya panduan yang baku. Sekalipun demikian dengan latihan dan kepekaan ilmiah, pemilihan masalah yang tepat dapat dilakukan. Bagaimana peneliti mencari masalah yang akan dikaji, beberapa panduan pokok di bawah ini akan mempermudah bagi kita menemukan masalah: a. Masalah sebaiknya merumuskan setidak-tidaknya hubungan antar dua variabel atau lebih b.

Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda dan pada umumnya diformulasikan dalam bentuk kalimat tanya. c. Masalah harus dapat diuji dengan menggunakan metode empiris, yaitu dimungkinkan adanya pengumpulan data yang akan digunakan sebagai bahan untuk menjawab masalah yang sedang dikaji.

d. Masalah tidak boleh merepresentasikan masalah posisi moral dan etika. 32 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 5.2 HUBUNGAN ANT AR VARIABEL ANTAR Masalah sebaiknya mencerminkan hubungan dua variabel atau lebih, karena pada praktiknya peneliti akan mengkaji pengaruh satu variabel tertentu terhadap variabel lainnya.

Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh “gaya kepemimpinan” (variabel satu) terhadap “kinerja pegawai” (variabel dua). Jika seorang peneliti hanya menggunakan satu variabel dalam merumuskan masalahnya, maka yang bersangkutan hanya melakukan studi deskriptif, misalnya “Gaya kepemimpinan di perusahaan X”. Peneliti dalam hal ini hanya akan melakukan studi terhadap gaya kepemimpinan yang ada tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain baik yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan tersebut.

Contoh: Hubungan antara motivasi karyawan dan prestasi kerja Motivasi: variabel satu; prestasi kerja: variabel dua 5.3 MASALAH DIRUMUSKAN SECARA JELAS, TIDAK BERMAKNA GANDA DAN DALAM BENTUK KALIMA T TANY A KALIMAT TANYA Masalah harus dirumuskan secara jelas dan tidak bermakna ganda atau memungkinkan adanya tafsiran lebih dari satu dan dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

Contoh: a. Apakah ada hubungan antara promosi dengan volume penjualan? b. Apakah warna sepeda motor Suzuki mempengaruhi minat beli konsumen? c. Apakah desain produk handphone mempengaruhi keputusan membeli konsumen? d. Apakah ada hubungan antara minat baca dengan tingginya indeks prestasi? Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 33 Contoh-contoh di atas mencerminkan rumusan masalah yang jelas dan tidak bermakna ganda.

Pada contoh “a” peneliti ingin mengkaji hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan. Pada contoh “b” peneliti ingin melakukan studi tentang hubungan variabel “warna sepeda motor Suzuki” dengan variabel “minat beli”. Pada contoh “c” peneliti akan mengkaji hubungan antar variabel “desain produk handphone” dengan variabel “keputusan membeli”.

Pada contoh “d” peneliti akan mengkaji hubungan antar variabel “minat baca” dengan “indeks prestasi”. 5.4 DAP AT DIUJI SECARA EMPIRIS DAPA Masalah harus dapat diuji secara tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium, maksudnya perumusan masalah yang dibuat memungkinkan peneliti mencari data di lapangan sebagai sarana pembuktiannya.

Tujuan utama pengumpulan data ialah untuk membuktikan bahwa masalah yang sedang dikaji dapat dijawab jika peneliti melakukan pencarian dan pengumpulan data. Dengan kata lain masalah memerlukan jawaban, jawaban didapatkan setelah peneliti mengumpulkan data di lapangan dan jawaban masalah merupakan hasil penelitian.

5.5 HINDARILAH PENILAIAN MORAL DAN ETIS Sebaiknya peneliti menghindari masalah-masalah yang berkaitan dengan idealisme atau nilai-nilai, karena masalah tersebut lebih sulit diukur dibandingkan dengan masalah yang berhubungan dengan sikap atau kinerja. Misalnya kita akan mengalami kesulitan dalam mengukur masalah-masalah seperti berikut ini: • Haruskah semua mahasiswa tidak mencontek dalam ujian? • Haruskah semua mahasiswa rajin dalam belajar?

Akan lebih baik kalau masalah tersebut dijadikan dalam bentuk seperti: • Hubungan antara kesiapan ujian dan nilai yang diraih • Pengaruh kerajinan mahasiswa terhadap kecepatan kelulusan 34 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 5.6 STRA TEGI MENENTUKAN MASALAH STRATEGI Salah satu cara untuk membuat perumusan masalah yang baik ialah dengan melakukan proses penyempitan masalah dari yang sangat umum menjadi lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik dan siap untuk diteliti.

Di bawah ini diberikan contoh cara menyempitkan masalah yang berkaitan dengan penelitian dalam dunia bisnis. Davis (1985, 47) Gambar di atas mengilustrasikan peranan identifikasi masalah dalam proses pengembangan perumusan masalah, yaitu proses penyaringan mulai dari yang umum sampai dengan masalah yang Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 35 khusus. Masalah dimulai dari adanya pemikiran “concern” manajerial yang sedang dihadapi atau yang akan dihadapi, kemudian masalah pemikiran tersebut dipersempit menjadi proses penyaringan perumusan masalah dan pada tahap ketiga menjadi penyaringan pemilihan masalah yang akan diteliti dengan disertai tujuan penelitiannya.

Contoh kasus: 5.6.1 Mengenali suatu gejala Munculnya rasa ketidakpuasan diantara para programmer komputer di suatu perusahaan tertentu.

Penghasilan perusahaan tersebut terus meningkat dengan baik selama lima tahun terakhir ini. Keluhan-keluhan secara lisan telah diterima dari para pegawai mengenai struktur penggajian yang dianggap sudah tidak memadai lagi.

5.6.2 Identifikasi Masalah a) b) Melakukan evaluasi terhadap data internal dan eksternal dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: • Monitoring ketidakpuasan tersebut dan penyebaran informasi penghasilan perusahaan • Melacak apakah pernah ada rasa ketidakpuasan muncul di masa-masa lalu. • Mencari literatur / acuan yang membahas masalah yang mirip dengan kejadian yang dialami di perusahaan tersebut dengan masalah di perusahaan lain.

Melakukan isolasi area masalah • Pihak manajemen tidak mempunyai perencanaan alokasi penggajian yang kosisten • Berdasarkan wawancara diluar diketahui adanya ketidakpuasan terhadap sistem penggajian • Pihak direksi telah menginventarisasi keluhan-keluhan dari pegawai mengenai adanya diskriminasi penggajian.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 36 5.6.3 Rumusan Masalah Rumusan masalah akan berbunyi sebagai berikut: • Faktor-faktor utama apa saja yang berhubungan dengan tingkattingkat penggajian bagi para profesional ahli komputer di perusahaan tersebut. • Apakah ada hubungan antara meningkatnya penghasilan perusahaan dengan ketidakpuasan di kalangan para programmer.

5.7 PER TIMBANGAN KHUSUS DALAM MEMILIH PERTIMBANGAN MASALAH Y ANG AKAN DITELITI YANG Dalam melakukan pemilihan masalah dapat mempertimbangkan hal-hal di bawah ini: a.

Dapat Dilaksanakan Jika kita memilih masalah tertentu, maka pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bermanfaat bagi kita untuk mengecek apakah kita dapat atau tidak melakukan penelitian dengan masalah yang kita tentukan: 1) Apakah masalah tersebut dalam jangkauan kita? 2) Apakah kita mempunyai cukup waktu untuk melakukan penelitian dengan persoalan tersebut?

3) Apakah kita akan mendapatkan akses untuk memperoleh sampel yang akan kita gunakan sebagai responden sebagai sarana pemerolehan data dan informasi? 4) Apakah kita mempunyai alasan khusus sehingga kita percaya akan dapat memperoleh jawaban dari masalah yang kita rumuskan? 5) Apakah metode yang diperlukan sudah kita kuasai? b. Jangkauan Penelitiannya Apakah masalahnya cukup memadai untuk diteliti? Apakah jumlah variabelnya sudah cukup? Apakah jumlah datanya cukup untuk dilaporkan secara tertulis?

c. Keterkaitan Apakah kita tertarik dengan masalah tersebut dan cara pemecahannya? Apakah masalah yang kita teliti berkaitan dengan Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 37 latar belakang pengetahuan atau pekerjaan kita? Jika kita melakukan penelitian dengan masalah tersebut apakah kita akan mendapatkan nilai tambah bagi pengembangan diri kita?

d. e. Nilai Teoritis Apakah masalah yang akan diteliti akan mengurangi adanya kesenjangan teori yang ada? Apakah pihak-pihak lain, seperti pembaca atau pemberi dana akan mengakui kepentingan studi ini? Apakah hasil penelitiannya nanti akan memberikan sumbangan pengetahuan terhadap ilmu yang kita pelajari? Apakah hasil penelitiannya layak dipublikasikan?

Nilai Praktis Apakah hasil penelitiannya nantinya akan ada nilai-nilai praktis bagi para praktisi di bidang yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti? 5.8 MENYUSUN HIPOTESIS 5.8.1 Pengertian Setelah masalah dirumuskan, maka langkah berikutnya ialah merumuskan hipotesis. Apakah hipotesis itu? Ada banyak definisi hipotesis yang pada hakikatnya mengacu pada pengertian yang sama. Diantaranya ialah hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti. Menurut Prof.

Dr. S. Nasution definisi hipotesis ialah “pernyataan tentatif yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya”. (Nasution:2000) 5.8.2 Asal dan Fungsi Hipotesis Hipotesa dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti.

Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar dapat menurunkan hipotesa yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai penentuan harga. 38 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.

Jika hipotesis tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium diuji dan membuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.

Fungsi hipotesis menurut Menurut Prof. Dr. S. Nasution ialah sbb: 1) untuk menguji kebenaran suatu teori, 2) memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori dan 3) memperluas pengetahuan peneliti mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari. 5.8.3 Pertimbangan dalam Merumuskan Hipotesis Dalam merumuskan hipotesis peneliti perlu pertimbanganpertimbangan diantaranya: • Harus mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih, maksudnya dalam merumuskan hipotesis seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai dua variabel yang akan dikaji.

Kedua variabel tersebut adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Jika variabel lebih dari dua, maka biasanya satu variabel tergantung dua variabel bebas. • Harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, artinya rumusan hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna tidak boleh menimbulkan penafsiran lebih dari satu makna. Jika hipotesis dirumuskan secara umum, maka hipotesis tersebut tidak dapat diuji secara empiris.

• Harus dapat diuji secara empiris, maksudnya ialah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk operasional yang dapat dievaluasi berdasarkan data yang didapatkan secara empiris. Sebaiknya hipotesis jangan mencerminkan unsur-unsur moral, nilai-nilai atau sikap.

Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 39 5.8.4 Jenis-Jenis Hipotesis Secara garis besar ada dua jenis hipotesis didasarkan pada tingkat abstraksi dan bentuknya.

Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi: a. Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris: hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataanpernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya, misalnya “orang jawa halus budinya dan sikapnya lemah lembut”, “jika ada bunyi hewan tenggeret maka musim kemarau mulai tiba, “ jika hujan kota Jakarta Banjir”.

Kebenaran-kebenaran umum seperti di atas yang sudah diketahui oleh orang banyak pada umumnya, jika diuji secara ilmiah belum tentu benar. b. Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal: pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekompleksitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada.

Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya. Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya seorang pemimpin. c. Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variabel: hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variabelvariabel yang diteliti.

Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variabel lainnya sehingga variabel tersebut berubah. Menurut bentuknya, hipotesis dibagi menjadi tiga: a. Hipotesis penelitian/kerja: hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji.

Dalam hipotesis ini peneliti menganggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 40 b. c. melakukan penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress Hipotesis operasional: hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat obyektif.

Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.

Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress. Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0 5.8.5 Cara Merumuskan Hipotesis Cara merumuskan hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: rumuskan hipotesis penelitian, hipotesis operasional, dan hipotesis statistik.

Hipotesis penelitian ialah hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat. Contoh 1: Hipotesis asosiatif Rumusan masalah: • Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai? Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 41 Hipotesis penelitian: • Ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai Hipotesis operasional ialah mendefinisikan hipotesis secara operasional variabel-variabel yang ada di dalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.

Misalnya “gaya kepemimpinan” dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadap bawahan. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan perusahaan. Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu hipotesis 0 yang bersifat netral dan hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka bunyi hipotesis operasionalnya: H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan H1: Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan Hipotesis statistik ialah hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.

Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka hipotesisnya berbunyi sebagai berikut: H0: P = 0,3 H1: P ¹ 0,3 Contoh 2: Hipotesis deskriptif Rumusan masalahnya: o Seberapa besar penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa? Hipotesis penelitian: o Penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa kurang dari standar Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 42 Hipotesis operasional bunyinya: o H0 = Penguasaan Bahasa Inggris di tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium mahasiswa sama dengan standar o H1 = Penguasaan Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa tidak sama dengan standar Hipotesis statistik o o H0: r = 80% (0.8) H1: r ¹ 80% (0.8) Diasumsikan standar sama dengan 80% penguasaan Bahasa Inggrisnya.

Contoh 3: Hipotesis komparatif Rumusan masalahnya: o Bagaimana sikap mahasiswa di Bandung terhadap penyalahgunaan narkoba dibandingkan dengan sikap mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis penelitian: o Ada perbedaan sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis operasional: o H0 = Tidak ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta o H1 = Ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta Hipotesis Statistik: H0: r Bandung = r Yogyakarta H1: : r Bandung ¹ r Yogyakarta Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis 43 5.9 UJI HIPOTESIS Hipotesis yang sudah dirumuskan kemudian harus diuji.

Pengujian ini akan membuktikan H0 atau H1 yang akan diterima. Jika H1 diterima maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan. Dalam membuat hipotesis ada dua jenis kekeliruan yang kadang dibuat oleh peneliti, yaitu: a. Menolak hipotesis yang seharusnya diterima.

Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha (a). b. Menerima hipotesis yang seharusnya ditolak. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan beta (b). 5.10 CONTOH UJI HIPOTESIS Contoh kasus: Sebuah perusahaan baju wanita ingin melakukan penelitian mengenai hubungan antara kontras warna dan keputusan membeli baju.

Hasil pengumpulan data memberikan angka-angka observasi sebagai berikut: Untuk kasus ini kita akan menggunakan Chi Square sebagai sarana untuk menguji hipotesis Tahap I: Rumuskan masalahnya • Adakah hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju ? Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 44 • Berapa besar hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju? Tahap II: Rumuskan tujuannya • Mencari ada dan tidaknya hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Mencari besarnya hubungan antara kontras warna tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium keputusan membeli baju Tahap III: Rumuskan hipotesisnya Untuk contoh ini diambil perumusan masalah yang kedua.

• Hipotesis Penelitian: Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Hipotesis Operasional: H0: Tidak ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju H1: Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju • Hipotesis Statistik: H0: kontras rendah = kontras menengah = kontras tinggi H1: kontras tinggi > kontras menengah > kontras rendah Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium IV: Hitung Frekuensi Prediksi (e) H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =   Memilih Masalah yang Akan Diteliti dan Merumuskan Hipotesis H =  [  =   H =  [  =   H =  [  =    H =  [  =   Tahap V: Hitung dengan rumus χ 2 (0 − e) 2 = ∑ e (25 - 20,6) 2 (20 − 20,3) 2 (15 − 19) 2 (23 − 30,2) 2 + + + + = 20,6 20,3 19 30,2 (30 − 29,8) 2 (35 − 27,8) 2 (28 − 25) 2 (25 − 24,7) 2 + + + + = 29,8 27,8 25,1 24,7  −    χ2 = 0,9 + 0,02 + 0,8 + 12,9 + 0,001 + 1,8 + 0,3 + 0,03 + 0,41 = 17,161 (hasil hitungan dari penelitian) 45 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 46 Tahap VI: Hitung degree of freedom (DF) • DF = (r – 1) (c – 1) = 3 – 1) (3 – 1) =4 • Tentukan besarnya a: α = 0,01 • Cari besarnya c2 dari table dengan DF sebesar 4 dan a sebesar 0,01  ⇒ χ = 13,277 Tahap VII: Buat grafik untuk menguji χ  penelitian berada di daerah penolakan, artinya H0 ditolak.

Jika H0 ditolak, maka H1 diterima Tahap VII: Rumuskan kesimpulan atau hasil uji hipotesis Bunyi hipotesis 1 adalah “Ada hubungan antara kontras warna dengan keputusan membeli baju; maka kesimpulannya ialah: Pembelian baju oleh konsumen berhubungan dengan faktor kontras warna. -oo00oo- BAB 6 STUDI LITERATUR 6.1 TUJUAN T ujuan utama melakukan studi literatur ialah 1) Menemukan variabel-variabel yang akan diteliti, 2) Membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan, 3) Melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru, 4) Menentukan makna dan hubungan antar variabel.

Tujuan pertama melakukan studi literatur ialah menemukan variabel-variabel yang akan diteliti. Pada praktiknya, peneliti sering mengalami kesulitan untuk merumuskan masalah yang layak untuk diteliti.

Masalah yang diteliti pada hakekatnya merupakan variabelvariabel yang akan diteliti. Disamping membantu mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, studi literatur juga dapat membantu peneliti dalam mendefinisikan variabel baik secara konseptual ataupun secara operasional dan yang lebih penting ialah membantu dalam mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel yang secara konseptual atupun operasional penting untuk diteliti. Tujuan kedua ialah membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi 48 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif duplikasi penelitian atau karya di masa lalu yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain.

Perlu diketahui juga bahwa penelitian masa lalu dapat menjadi bahan atau setidak-tidaknya memberikan gagasan atau inspirasi terhadap penelitian yang akan dilakukan saat ini, khususnya penemuan-penemuan sebelumnya dapat memberikan arahan kepada kita dalam melakukan penelitian saat ini.

Kita sering mendapatkan banyak hasil penelitian di masa lalu menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut/lebih mendalam mengenai topik yang sudah diteliti. Tujuan yang ketiga ialah melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru, maksudnya jika seorang peneliti dengan cermat dapat melakukan sintesa hasil-hasil penelitian sejenis di masa lalu, maka ada kemungkinan peneliti tersebut menemukan sesuatu yang penting mengenai gejala yang sedang dipertanyakan dan cara-cara bagaimana mengaplikasikan kedalam konteks penelitian saat ini.

Pada umunya para peneliti lebih memilih hal-hal yang bersifat spesifik daripada halhal yang bersifat umum. Tujuan keempat ialah menentukan makna dan hubungan antar variabel, karena semua variabel yang diteliti harus diberi nama, didefinisikan dan disatukan dengan masalah yang sudah dirumuskan beserta hipotesisnya. Jika seseorang melakukan proses membuat definisi variabel dengan tanpa melakukan studi kepustakaan terlebih dahulu maka kemungkinan yang akan diperoleh ialah kesalahan dalam pendefinisian variabel.

Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti yang bersangkutan akan mendapatkan tuntunan secara teori cara-cara mendefinisikan suatu variabel dan juga kemungkinan-kemungkinan adanya variabel yang secara konseptual sudah didefinisikan oleh peneliti sebelumnya. Khususnya dalam ilmu-ilmu sosial dan psikologi, pada umumnya gejala atau variabel sudah didefinisikan secara konseptual dan operasional dalam buku-buku teori yang ada.

Studi Literatur 49 6.2 SUMBER-SUMBER Beberapa sumber kepustakaan yang dapat digunakan oleh peneliti diantaranya ialah 1) abstrak hasil penelitian, 2) indeks, 3) review, 4) jurnal 5) buku referensi. Abstrak hasil penelitian merupakan sumber referensi yang berharga karena dalam abstrak biasanya peneliti menuliskan intisari dari penelitian yang meliputi: metode yang digunakan, perumusan masalah, hasil penelitian dan kesimpulan.

Dengan membaca abstrak hasil penelitian kita akan mendapatkan gambaran secara keseluruhan tentang penelitian yang sudah dilakukan. Keuntungan utama membaca abstrak ialah kita dapat mempelajari metode yang digunakan oleh peneliti tersebut, sehingga memberikan inspirasi kepada kita untuk menggunakan metode sejenis dalam konteks dan latar yang berbeda. Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server.

Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server. Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesa karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu.

Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan.

Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer.

Kegunaan utama jurnal ialah dapat 50 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi. Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukubuku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu.

Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.

6.3 CARA PENCARIAN Cara pencarian kepustakaan dapat dilakukan secara manual atau secara online. Jika dilakukan secara manual maka peneliti harus mengunjungi perpustakaan, tempat-tempat sumber informasi, seperti Biro Pusat Statistik. Jika dilakukan secara online, maka peneliti harus mempunyai komputer yang disambungkan dengan Internet. Cara melakukan pencarian secara online sebagai berikut: o Carilah website yang berfungsi sebagai “search engine”, misalnya www.google.com o Masukkan kata kunci kedalam kolom pencarian, misalnya “bahasa pemrograman PHP” o Klik kata “search” atau “go”, maka anda akan memperoleh alamat-alamat yang berisi masalah yang anda cari tersebut.

o Tip dalam melakukan pencarian di Internet: a. Tentukan tujuan pencarian b. Definisikan secara jelas dan detil tipe informasi yang seperti apa yang dibutuhkan c. Identifikasikan kata kunci (key word), frasa, atau kategori subyek Studi Literatur d. e. 51 Pelajari mekanisme pencarian dalam website tersebut, misalnya penggunaan Logika Boolean yang menggunakan operator pencarian utama: AND, OR, NOT. Menggunakan kata AND berarti kita menyempitkan hasil pencarian dalam mesin tersebut.

Menggunakan OR berarti kita memperluas hasil pencarian. Menggunakan NOT akan membuat operator menghilangkan munculnya dokumen-dokumen yang tidak diikutsertakan. Selain Logika Boolean, banyak website menggunakan metode “Relevancy Ranking”atau menggunakan istilah yang dikenal dengan WAIS (Wide Area Information Information Server). Metode ini menggunakan 3 (tiga) ekspresi sbb: ALL (yang mirip dengan penggunaan AND pada logika Boolean), ANY (yang mirip dengan penggunaan OR pada logika Boolean), dan PHRASE yang mencarikan dokumen yang mirip atau berdekatan dengan yang dicarinya.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Dikarenakan tidak adanya sensor dalam Internet, maka kita perlu mengevaluasi kualitas tulisan / buku / acuan yang ada di Internet. Berikut ini dibahas cara-cara mengukur kualitas tulisan di Internet: a.

Reliabilitas: referensi yang dicari sebaiknya dipertimbangkan reliabilitasnya, khususnya dari sisi pengarangnya. Jika pengarangnya memang ahli di bidangnya, maka tulisan tersebut dapat dipercaya kualitasnya. Pada bagian cover belakang buku, biasanya ditulis riwayat singkat penulisnya, misalnya pengalaman menulis buku, studinya, dan jenjang kariernya.

Dari informasi ini kita dapat menilai seberapa besar reliabilitas buku yang ditulis saat ini dalam hubungannya dengan bidang ilmunya dan pengalaman dalam menulis buku. b. CARS (Credibility Accuracy Reasonableness and Support) checklist: Cars checklist (Robert Harris, 1997) dapat digunakan untuk menguji kualitas informasi yang berasal dari Internet.

o Pertama, kredibilitas menyangkut sumber informasinya yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan yang memungkinkan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 52 o o o kita dapat mempercayainya; kejelasan latar belakang pengarang yang menyangkut pendidikan, alamat, pengalaman, kedudukan, dan penilaian sesama penulis; adanya kontrol kualitas dari sesama penulis; referensi yang jelas diambil dari jurnal atau hasil penelitian lainnya.

Kedua, akurasi meliputi tidak ketinggalan jaman (up to date), bersifat faktual, detil, pasti, komprehensive, berorientasi pada pembaca dan tujuan, menjadikan sumber saat ini bukan informasi yang sudah kadaluwarsa, dan dapat memberikan gambaran kebenaran secara utuh.

Ketiga, dapat diterima dengan akal sehat yang meliputi adil dan tidak memihak, memberikan keseimbangan, bersifat obyektif, tidak memunculkan konflik kepentingan, tidak bersifat menghasut; mempunyai tujuan untuk dijadikan sebagai sumber yang dapat dipercaya karena memunculkan kebenaran yang utuh. Keempat, adanya dukungan seperti sumber-sumber acuan, informasi kontak, memungkinkan adanya layanan tuntutan, tujuannya ialah memberikan bukti yang meyakinkan kepada para pembaca jika pembaca melakukan tuntutan.

6.4 ALAMA T MESIN PENCARI ALAMAT Berikut ini beberapa alamat website yang mempunyai mesin pencari sangat baik: a. http://www.google.com b. http://www.yahoo.com c. http://www.msn.com -oo00oo- BAB 7 MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBERI NAMA VARIABEL 7.1 DEFINISI V ariabel didefinisikan sebagai “something that may vary or differ” (Brown, 1998:7). Definisi lain yang lebih detil mengatakan bahwa variabel “ is simply symbol or a concept that can assume any one of a set of values” (Davis, 1998:23).

Definisi pertama menyatakan bahwa varibel ialah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata sesuatu diperjelas dalam definisi kedua yaitu simbol atau konsep yang diasumsikan sebagai seperangkat nilai-nilai. Definisi abstrak tersebut akan lebih jelas bila diberi contoh sebagai berikut: a. Hubungan antara intelejen dengan prestasi belajar b. Pengaruh warna terhadap minat beli sepeda motor c.

Hubungan antara promosi dengan volume penjualan Contoh-contoh variabel ialah: intelejen, prestasi belajar, warna, minat beli, promosi dan volume penjualan 54 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 7.2 TIPE-TIPE VARIABEL 7.2.1 Variabel Bebas (Independent Variabel) Variabel bebas merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain.

Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Pada contoh di atas, “warna” adalah variabel bebas yang dapat dimanipulasi dan dilihat pengaruhnya terhadap “minat beli”, misalnya apakah warna merah sepeda motor dapat menimbulkan minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut. 7.2.2 Variabel Tergantung (Dependent Variabel) Variabel tergantung adalah variabel yang memberikan reaksi/ respon jika dihubungkan dengan varibel bebas.

Variabel tergantung adalah variabel yang variabelnya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas. Pada contoh pengaruh warna terhadap minat beli sepeda motor, maka variabel tergantungnya ialah “minat beli”.

Seberapa besar pengaruh warna merah terhadap minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut. Untuk meyakinkan pengaruh variabel bebas warna merah terhadap minat beli maka warna merah dapat diganti dengan warna biru. Jika besaran pengaruhnya berbeda maka manipulasi terhadap varibel bebas membuktikan adanya hubungan antara variabel bebas warna dan minat beli konsumen. 7.2.3 Hubungan Antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung Pada umumnya orang melakukan penelitian tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium menggunakan lebih dari satu varibel, yaitu variabel bebas dan variabel tergantung.

Kedua varibel tersebut kemudian dicari hubungannya. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 55 Contoh 1 • Hipotesis penelitian: Ada hubungan antara “gaya kepemimpinan” dengan “kinerja” pegawai • Variabel bebas: gaya kepemimpinan • Variabel tergantung: minat beli Gaya kepemimpinan mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai, misalnya gaya kepemimpinan yang sentralistis akan berdampak terhadap kinerja pegawai secara berbeda dengan gaya kepemimipinan yang bersifat delegatif.

Contoh 2 • Hipotesis penelitian: Ada hubungan antara promosi dengan volume penjualan • Variabel bebas: promosi • Variabel tergantung: volume penjualan Promosi mempunyai hubungan dengan ada dan tidaknya peningkatan volume penjualan di perusahaan tertentu. 7.2.4 Variabel Moderat (Moderate Variable) Variabel moderat adalah variabel bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas pertama dan variabel tergantung.

Variabel moderat merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Pada kasus adanya hubungan antara warna sepeda motor dengan minat beli, peneliti memilih variabel moderatnya ialah “harga”.

Dengan dimasukannya variabel moderat harga, peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua variabel tersebut berubah. Jika berubah maka keberadaan variabel moderat berperan, sedang jika tidak berubah maka variabel moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti. 56 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Contoh lain: • Hipotesis: Ada hubungan antara promosi di media televisi dengan meningkatnya kesadaran merk handphone Samsung di kalangan konsumen • Variabel bebas: promosi • Variabel tergantung: kesadaran merk • Variabel moderat: media promosi 7.2.5 Variabel Kontrol (Control Variable) Dalam penelitian peneliti selalu berusaha menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Suatu variabel yang pengaruhnya akan dihilangkan disebut variabel kontrol. Variabel kontrol didefinisikan sebagai variabel yang variabelnya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya.

Jika tidak dikontrol variabel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji. Contoh: • Hipotesis: ada pengaruh kontras warna baju terhadap keputusan membeli di kalangan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium • Variabel bebas: kontras warna • Variabel tergantung: keputusan membeli • Variabel kontrol: wanita (jenis kelamin) Pada kasus penelitian di atas variabel kontrolnya jenis kelamin wanita.

Asumsi peneliti hanya wanita saja yang terpengaruh kontras warna baju jika mereka ingin membelinya. 7.2.6 Variabel Perantara (Intervening Variable) Variabel bebas, tergantung, kontrol dan moderat merupakan variabel-variabel konkrit.

Ketiga variabel, yaitu variabel bebas, kontrol dan moderat tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruh ketiga variabel tersebut dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variabel perantara, variabel tersebut bersifat hipotetikal artinya secara konkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 57 mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung yang sedang diteliti.

Oleh karena itu, variabel perantara didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti. Contoh: • Hipotesis: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat • Variabel bebas: minat terhadap tugas • Variabel tergantung: kinerja dalam mengerjakan tugas • Variabel perantara: proses belajar Keterangan kasus di atas adalah sebagai berikut: Jika mahasiswa tertarik terhadap tugas yang diberikan oleh dosen, maka hasilnya akan baik.

Besar kecilnya kinerja dipengaruhi oleh minat; sekalipun demikian hasil akhir pengerjaan tugas tersebut dipengaruhi oleh faktor mahasiswa belajar atau tidak terlebih dahulu dalam mengerjakan tugas tersebut. Dengan minat yang tinggi dan persiapan belajar yang baik, maka kinerjanya akan semakin besar. Contoh 2: • Hipotesis: Layanan yang baik mempengaruhi kepuasan pelanggan • Variabel bebas: layanan yang baik • Variabel tergantung: kepuasan pelanggan • Variabel perantara: kualitas jasa/produk Pada umumnya layanan yang baik akan memberikan kepuasan yang tinggi terhadap pelanggan; sekalipun demikian kualitas jasa akan mempengaruhi hubungan variabel layanan dengan variabel kepuasan.

Layanan baik belum tentu memberikan kepuasan kepada pelanggan jika kualitas jasanya atau produknya rendah. Misalnya sebuah toko sepatu memberikan layanan yang baik kepada pelanggannnya. Ketika seorang pembeli mengetahui bahwa sepatunya sobek pada bagian tertentu maka tingkat kepuasannya akan turun.

58 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 7.2.7 Skema Hubungan Variabel Skema hubungan antar variabel menunjukkan adanya pengaruh variabel bebas, moderat, kontrol dan perantara terhadap variabel tergantung. Skema di bawah ini merupakan model pertama oleh Tuckman (Tuckman 1978:70). Skema di atas dapat dibaca sebagai berikut, fokus utama adalah variabel bebas dan variabel tergantung, peneliti dapat juga mempertimbangkan variabel-variabel lainnya yaitu variabel moderat dan variabel kontrol.

Hubungan variabel bebas dengan variabel tergantung melalui suatu label yang disebut variabel perantara. Variabel ini bersifat hipotetikal, artinya secara fakta tidak nampak tetapi secara teoritis ada dan mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung. Skema model kedua dibuat oleh Brown (Brown 1988:13) sebagai berikut: Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 59 Skema Brown dapat dibaca sebagai berikut: hubungan sentral dalam studi ialah antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Panahpanah tersebut lebih menunjukkan arah fokus pemikiran peneliti dan desain penelitian, daripada hubungan sebab akibat. Dengan demikian fokus variabel adalah variabel tergantung. Pada tahap awal penelitian dilakukan hanya untuk menentukan efek variabel bebas terhadap variabel tergantung. Variabel perantara berfungsi sebagai label terhadap hubungan kedua variabel tersebut atau proses yang menghubungkan antara variabel bebas dan variabel tergantung tetapi tidak terobservasi.

Peneliti juga boleh mempertimbangkan adanya variabel bebas lainnya, yaitu variabel moderator yang akan digunakan untuk menentukan apakah akan ada perubahan pada hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung jika variabel moderator dimasukkan kedalam penelitiannya.

Peneliti juga boleh mengontrol variabel bebas lainnya jika yang bersangkutan ingin menetralisasi, ataupun menghilangkan pengaruh variabel kontrol. 7.2.8 Contoh Kasus Mengukur metode dalam mengajar terhadap prestasi mahasiswa. Asumsi peneliti ialah ada variabel-variabel lain yang mempengaruhi, yaitu kepribadian mahasiswa, jenis kelamin dan sarana formalitas di kelas.

• Variabel bebas: Metode • Variabel tergantung: prestasi belajar • Variabel moderator: kepribadian mahasiswa • Variabel kontrol: jenis kelamin • Variabel perantara: sarana formalitas di kelas Keterangan dari kasus di atas adalah sebagai berikut: Peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh metode mengajar dengan prestasi mahasiswa.

Metode mengajar merupakan variabel bebas dan prestasi mahasiswa merupakan variabel tergantung. Peneliti juga mempertimbangkan adanya faktor lain yang mempengaruhi hubungan dua variabel tersebut, yaitu kepribadian mahasiswa. Variabel Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 60 kepribadian mahasiswa sengaja dipilih untuk menentukan apakah kehadirannya mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Peneliti bermaksud menetralisasi kemungkinan berpengaruhnya faktor jenis kelamin, oleh karena itu jenis kelamin akan dikontrol sebagai variabel kontrol.

Tujuannya ialah menghilangkan kemungkinan munculnya kerancuan akibat faktor tersebut. Secara teori sarana formalitas di kelas akan mempengaruhi hubungan antara metode mengajar dan prestasi mahasiswa. Maka sarana formalitas di kelas dijadikan sebagai variabel perantara. 7.2.9 Paradigma Hubungan Antar Variabel Penekanan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ialah adanya pola hubungan antar variabel yang sedang diteliti.

Pengertian ini dilandasi filsafat positivisme yang mengatakan bahwa gejala dapat diklasifikasikan dan gejala mempunyai hubungan kausal atau sebab akibat. Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium karena itu dalam melakukan penelitian peneliti harus dapat memahami dan menemukan hubungan antar variabel.

Karena gejala yang sedang dikaji dapat diketahui dengan melihat hubungan antar variabel. Paradigma hubungan antar variabel menurut Sugiyono (2002) akan di bahas lebih lanjut di bagian ini, penulis menggunakan contoh-contoh yang sudah disesuaikan, yaitu: a. Paradigma Sederhana Hubungan Dua Variabel Penelitian yang menggunakan paradigma ini hanya mengkaji hubungan antara satu variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas (secara teknis disebut X): iklan variabel (secara teknis disebut Y): volume penjualan tergantung Hubungan dua variabel ini dapat digambarkan sebagai berikut: Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 61 Paradigma di atas akan menghasilkan penelitian sbb: a. 1 Rumusan Masalah: Bagaimana (atau berapa besar) hubungan (atau pengaruh iklan terhadap volume penjualan?) a.

2 Teori yang diperlukan oleh peneliti ialah teori mengenai iklan dan penjualan a. 3 Hipotesis penelitian akan menjadi sebagai berikut: Ada hubungan antara iklan dengan volume penjualan a. 4 Teknik Analisis Data: untuk melihat hubungan antar X dan Y dapat digunakan korelasi Product Moment (Pearson); sedang untuk uji hipotesisnya dapat digunakan uji signifikansi korelasi product moment.

b. Paradigma Hubungan Lebih dari Dua Variabel yang Berurutan Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji lebih dari satu variabel bebas dengan satu variabel tergantung. Hubungan antar variabel masih sederhana yaitu secara berurutan, artinya kondisi variabel bebas 2 adalah akibat adanya variabel bebas 1. Dengan kata lain variabel bebas 1 mempengaruhi variabel bebas 2; variabel bebas 1 dan 2 mempengaruhi variabel tergantung. Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): Kualitas jaringan kabel Variabel bebas 2 (X2): Kualitas layanan Variabel tergantung Y: Kepuasan Pelanggan Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan tersebut dapat diterangkan sbb: kualitas jaringan kabel mempengaruhi kualitas layanan.

Kualitas jaringan kabel dan kualitas layanan mempengaruhi kepuasan pelanggan. 62 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif c. Paradigma Ganda Hubungan Dua Variabel Bebas dengan Satu Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan dua variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): I.Q Variabel bebas 2 (X2): Motivasi Variabel tergantung (Y): Hasil ujian Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o IQ mempengaruhi hasil ujian o Motivasi mempengaruhi hasil ujian o IQ dan motivasi mempengaruhi hasil ujian d.

Paradigma Ganda Hubungan Tiga Variabel Bebas dengan Satu Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan tiga variabel bebas dengan satu variabel tergantung. Contoh aplikasinya: Variabel bebas 1 (X1): Gaji Variabel bebas 2 (X2): Jenjang karier Variabel bebas 3 (X3): Sistem rekrutmen pegawai Variabel tergantung (Y): Prestasi kerja Mengidentifikasi dan Menamai Variabel 63 Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Gaji mempengaruhi prestasi kerja o Jenjang karier mempengaruhi prestasi kerja o Sistem rekruitmen pegawai mempengaruhi prestasi kerja o Gaji, jenjang karier dan sistem rekrutmen pegawai mempengaruhi prestasi kerja e.

Paradigma Ganda Hubungan Satu Variabel Bebas dengan Dua Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan satu variabel bebas dengan dua variabel tergantung. Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X): Tingkat pendidikan Variabel tergantung 1 (Y1): Pekerjaan yang diraih Variabel tergantung 2(Y2): Wawasan Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 64 Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Tingkat pendidikan mempengaruhi pekerjaan yang diraih o Tingkat pendidikan mempengaruhi wawasan f.

Paradigma Ganda Hubungan Dua Variabel Bebas dengan Dua Variabel Tergantung Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan dua variabel bebas dengan dua variabel tergantung.

Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X1): Kecepatan layanan Variabel bebas (X2): Harga produk Variabel tergantung 1 (Y1): Jumlah pelanggan Variabel tergantung 2(Y2): Keputusan membeli Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o Kecepatan layanan mempengaruhi jumlah pelanggan o Kecepatan layanan mempengaruhi keputusan membeli o Harga produk mempengaruhi jumlah pelanggan o Harga produk mempengaruhi keputusan membeli g.

Paradigma Jalur Penelitian yang menggunakan paradigma ini akan mengkaji hubungan tiga variabel bebas, satu dari variabel bebas berfungsi sebagai “variabel antara” dengan satu variabel tergantung.

Kemungkinan pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dapat secara langsung, tetapi juga kemungkinan yang lain X1 dan X2 mempengaruhi Y setelah melalui X3. 65 Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Contoh aplikasinya: Variabel bebas (X1): I.Q Variabel bebas (X2): Pola belajar Variabel bebas (X3): Motivasi Variabel tergantung (Y): Prestasi belajar Pola hubungan variabel tersebut dapat digambarkan sbb: Pola hubungan antar variabel tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: o o o o IQ mempengaruhi prestasi belajar Pola belajar mempengaruhi prestasi belajar Motivasi mempengaruhi prestasi belajar IQ dan pola belajar dengan perantara motivasi mempengaruhi prestasi belajar -oo00oo- BAB 8 MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL 8.1 PENTINGNY A OPERASIONALISASI VARIABEL PENTINGNYA V ariabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya.

Tanpa operasionalisasi variabel, peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan pengukuran hubungan antar variabel yang masih bersifat konseptual. Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk: 1) mengidentifikasi kriteria yang dapat diobservasi yang sedang didefinisikan; 2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional; 3) mengetahui bahwa definisi operasional bersifat unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus digunakan.

8.2 DEFINISI OPERASIONAL DIDASARKAN P ADA PADA KRITERIA Y ANG DAP AT DIOBSER VASI YANG DAPA DIOBSERV Yang dimaksud dengan definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa 68 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjaraningrat, 1991;23).

Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat diobservasi”. Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama.

Lain halnya dengan definisi konseptual, definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat diobservasi”. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep yang lain.

Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat logika proses perumusan hipotesis. 8.3 CARA-CARA MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL Ada tiga pendekatan untuk menyusun definisi operasional, yaitu disebut Tipe A, Tipe B dan Tipe C. 8.3.1 Definisi Operasional Tipe A Definisi operasional Tipe A dapat disusun didasarkan pada operasi yang harus dilakukan, sehingga menyebabkan gejala atau keadaan yang didefinisikan menjadi nyata atau dapat terjadi.

Dengan menggunakan prosedur tertentu peneliti dapat membuat gejala menjadi nyata. Contoh: “Konflik” didefinisikan sebagai keadaan yang dihasilkan dengan menempatkan dua orang atau lebih pada situasi dimana masingmasing orang mempunyai tujuan yang sama, tetapi hanya satu orang yang akan dapat mencapainya. 8.3.2 Definisi Operasional Tipe B Definisi operasional Tipe B dapat disusun didasarkan pada bagaimana obyek tertentu yang didefinisikan dapat Menyusun Definisi Operasional Variabel 69 dioperasionalisasikan, yaitu berupa apa yang dilakukannya atau apa yang menyusun tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dinamisnya.

Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai seorang yang mendapatkan nilai-nilai tinggi di sekolahnya. 8.3.3 Definisi Operasional Tipe C Definisi operasional Tipe C dapat disusun didasarkan pada penampakan seperti apa obyek atau gejala yang didefinisikan tersebut, yaitu apa saja yang menyusun karakteristik-karaktersitik statisnya. Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai orang yang mempunyai ingatan kuat, menguasai beberapa bahasa asing, kemampuan berpikir baik, sistematis dan mempunyai kemampuan menghitung secara cepat.

8.4. KRITERIA KEUNIKAN Dalam menyusun definisi operasional, definisi tersebut sebaiknya dapat mengidentifikasi seperangkat kriteria unik yang dapat diamati. Semakin unik suatu definisi operasional, maka semakin bermanfaat. Karena definisi tersebut akan banyak memberikan informasi kepada peneliti, dan semakin menghilangkan obyek-obyek atau pernyataan lain yang muncul dalam mendefinisikan sesuatu hal yang tidak kita inginkan tercakup dalam definisi tersebut secara tidak sengaja dan dapat meningkatkan adanya kemungkinan makna variabel dapat direplikasi.

Sekalipun demikian, keunikan / kekhususan tersebut tidak menjadi penghalang keberlakuannya secara umum suatu konsep yang merupakan ciri validitas eksternal bagi desain penelitian yang kita buat. -oo00oo- BAB 9 TEKNIK-TEKNIK MEMANIPULASI DAN MENGONTROL VARIABEL S alah satu karakteristik penelitian yang bersifat experimental ialah memungkinkan bagi peneliti melakukan manipulasi dan mengontrol variabel yang tidak dapat dilakukan dalam jenis-jenis penelitian deskriptif ataupun eksploratori.

Manipulasi variabel mempunyai arti peneliti memberikan suatu perlakuan (treatment) tertentu terhadap variabel bebas yang akan diukur pengaruhnya terhadap variabel tergantung.

Tujuan memanipulasi suatu variabel bebas ialah peneliti ingin melihat sebesar apa pengaruh pemberian perlakuan yang berbeda variabel bebas terhadap variabel tergantung yang dipengaruhinya. Dengan melakukan manipulasi variabel bebas, maka peneliti akan dapat mengetahui perlakuan yang mana yang paling efektif hasilnya. Mengontrol variabel mempunyai arti peneliti melakukan pengendalian sedemikian rupa sehingga peneliti dapat menghilangkan pengaruh variabel tersebut agar tidak mempengaruhi proses pengukuran pengaruh variabel-variabel yang diteliti.

Tujuan mengontrol variabel ialah untuk menghilangkan bias yang kemungkinan akan muncul karena pengaruh variabel tersebut yang tidak dikehendaki oleh peneliti. Di bawah ini akan dibahas teknik-teknik memanipulasi dan mengontrol variabel. 72 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.1 KELOMPOK PENGENDALI (CONTROL GROUP) Salah satu teknik dalam melakukan manipulasi dan mengontrol variabel ialah dengan cara membuat kelompok pengendali (atau pembanding) dengan adanya kelompok pengendali maka peneliti akan dapat mengontrol kemungkinan munculnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian yang valid terhadap efek kondisi perlakuan yang dikenakan pada kelompok atau obyek yang sedang diteliti.

9.2 FAKTOR-FAKTOR Y ANG MEMPENGARUHI YANG VALIDIT AS INTERNAL VALIDITAS Dalam penelitian eksperimental, jika tidak dilakukan pengontrolan akan mempengaruhi apa yang disebut dengan validitas internal. Variabel-variabel eksternal yang dapat mempengaruhi validitas internal akan dibahas di bawah ini, diantaranya: 9.2.1 “History” Faktor history mengacu pada kejadian-kejadian yang sedang terjadi di lingkungan pada waktu yang sama ketika variabel yang sedang dibuat eksperimen sedang diuji atau dilakukan pengukuran.

Hal ini dapat dipahami dengan menggunakan contoh sbb: tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium anggota suatu kelompok sedang mengalami suatu masalah psikologis ataupun adanya tekanan eksternal diikutsertakan dalam suatu penelitian misalnya pengujian kurikulum baru terhadap kelompok tersebut, maka hasil pengukuran tes eksperimental mungkin tidak akan mencerminkan masalah pengujian penerapan kurikulum baru tetapi mencerminkan faktor kejadian luar atau disebut “external historical event” 9.2.2 Seleksi Proses seleksi yang tidak baik akan mengakibatkan dalam suatu kelompok yang sedang dilakukan pengetesan terdapat perbedaan dalam kemampuan menerima, merespon, umur, jenis pekerjaan dan lain Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 73 sebagainya.

Akibatnya terjadi respon yang berbeda terhadap perlakuan yang sedang diujikan. Proses seleksi anggota kelompok yang diteliti secara tidak benar akan menghasilkan kesimpulan yang salah atau bias.

9.2.3 Maturasi Maturasi mempunyai pengertian bahwa adanya proses perubahan yang terjadi pada obyek yang sedang diteliti (responden) pada saat mereka sedang berpartisipasi dalam penelitian eksperimen. Biasanya hal ini terjadi pada penelitian yang memerlukan waktu panjang. Orangorang yang dijadikan obyek penelitian atau responden secara terus menerus berubah baik secara fisik maupun mental.

Perubahanperubahan yang terjadi pada diri responden ini dapat mengakibatkan bias pada hasil pengukurannya. 9.2.4 Testing Testing mengacu pada efek-efek yang terjadi karena adanya pratest yang mendahului test yang sebenarnya yang akan dikenakan pada para responden. Kegiatan pra-test ini akan mempengaruhi para responden dalam mengerjakan test yang sebenarnya.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Terdapat kemungkinan adanya kecenderungan bagi individu yang sudah melakukan pra-test akan lebih baik hasilnya dalam mengerjakan test yang sebenarnya. 9.2.5 Instrumentasi Instrumentasi mempunyai pengertian bahwa perubahanperubahan yang terjadi pada pengukuran atau prosedur observasi selama eksperimen berlangsung.

Prosedur tersebut diantaranya ialah test, instrumen pengukuran yang bersifat mekanik, petugas yang melakukan observasi atau yang melakukan penilaian. Salah satu bentuk ancaman yang dapat mempengaruhi validitas internal misalnya: jika petugas observasi, penilai atau pewawancara baik secara disengaja atau tidak disengaja melakukan pencocokkan terhadap hipotesis penelitian yang diinginkan.

Kejadian ini memungkinkan para petugas tersebut mengarahkan responden dalam hipotesis yang diinginkan. 74 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.2.6 Mortalitas Eksperimental Dalam suatu penelitian yang membutuhkan data post-test, semua responden diikutkan dalam studi karena para responden yang mengundurkan diri dari studi eksperimen berbeda dengan responden yang masih aktif dalam kelompok tersebut; maka perbedaan status ini akan memunculkan apa yang disebut dengan bias pasca test tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium bias) atau bias karena tidak adanya validitas internal berdasarkan pada mortalitas.

Contoh, dalam suatu penelitian ekperimen, peneliti menggunakan para lulusan dari dua kelompok disiplin ilmu yang berbeda, karena alasan tertentu beberapa anggota dari kelompok masing-masing tidak hadir atau mundur sehingga salah satu dari kelompok tersebut kehilangan anggotanya lebih banyak dari kelompok lain.

Karena jumlah kedua kelompok menjadi tidak sama, maka akan menimbulkan bias. 9.2.7 Stabilitas Yang dimaksud dengan bias stabilitas ialah hasil temuan penelitian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (unreliable). Bias ini dapat diuji dengan menggunakan penghitungan statistik. 9.2.8 Kombinasi Interaktif dari Beberapa Faktor Ada kemungkinan pula terjadinya hasil penelitian yang validitas internalnya tidak ada disebabkan oleh beberapa faktor kombinasi secara bersamaan, misalnya sumber kehilangan validitas internal karena interaksi kombinasi faktor seleski dan maturasi.

Dalam menentukan/ seleksi kelompok yang didasarkan pada umur, maka beberapa anggota ada yang sudah dewasa/matang (mature) sementara anggota lain masih pada tahap perubahan fisik atau mental. 9.2.10 Pengharapan Yang dimaksud dengan faktor pengharapan ialah adanya pengharapan pihak peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian tertentu Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 75 yang sesuai dengan keinginannya.

Agar tujuannya tercapai, maka peneliti secara sadar ataupun tidak sadar berusaha mempengaruhi proses penelitian dan obyek yang sedang ditelitinya. Tindakan seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya faktor validitas internal. 9.3 FAKTOR-FAKTOR Y ANG MEMPENGARUHI YANG VALIDIT AS EKSTERNAL VALIDITAS Validitas eksternal mempunyai arti adanya generalibitas atau kemampuan mewakili (populasi) hasil penelitian. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam konteks waktu, tempat dan kelompok orang (obyek penelitian) yang berbeda.

Hanya penelitian yang mempunyai validitas eksternal yang hasilnya dapat dikatakan mencerminkan populasi. Di bawah ini akan dibahas beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ada dan tidaknya validitas eksternal pada penelitian yang sedang dijalankan. 9.3.1 Dampak Reaktif Suatu Testing Jika peneliti mengenakan kegiatan pretest yang dapat mempengaruhi para responden yang sedang diteliti dalam suatu penelitian eksperimental, maka dampak perlakuan dapat dipengaruhi oleh sebagian kegiatan pretest tersebut.

Jika tidak pretest tidak dilakukan, maka dampak perlakukan tidak akan sama. 9.3.2 Efek Interaksi Bias Seleksi Jika peneliti membuat kesalahan dalam penarikan sampel yang mengakibatkan sampel tersebut tidak mewakili populasi yang lebih besar, maka peneliti akan mengalami kesulitan dalam menggeneralisasi penemuan-penemuan studinya dari tingkatan sampel ke populasi.

Contoh: jika peneliti mengambil sampel dari suatu bagian kota A, maka hasilnya tidak akan valid jika diterapkan kebagian yang lain di kota tersebut. 76 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 9.3.3 Efek Reaktif Pengaturan Eksperimen Peneliti dalam melakukan pengaturan eksperimen secara sengaja atau tidak sengaja dapat menciptakan suatu kondisi yang bersifat dibuatbuat untuk membatasi kemungkinan hasil penelitian yang dapat digeneralisasi dalam pengujian suatu perlakuan yang bukan eksperimen.

9.3.4 Inferensi Perlakuan Jamak Dalam melakukan studi peneliti memberikan beberapa perlakuan secara bersamaan kepada para responden dimana perlakuan-perlakuan tersebut dapat berupa perlakukan yang bersifat eksperimental atau bukan eksperimental; perlakuan-perlakuan tersebut dapat berinteraksi dengan berbagai cara sehingga dapat menyebabkan perwakilan dampak perlakukan tersebut berkurang.

9.4 MENY AMAKAN KELOMPOK EKSPERIMENT AL MENYAMAKAN EKSPERIMENTAL DAN PENGONTROL Untuk mendapatkan hasil eksperimen yang baik, peneliti perlu memilih anggota kelompok pengontrol (control group) yang mempunyai kemiripan karakteristik dengan anggota kelompok eksperimen (experiment group).

Dengan melakukan proses seleksi tersebut, maka kemungkinan hilangnya validitas seleksi akan berkurang. Di bawah ini akan diberikan contoh beberapa cara untuk menyamakan kelompok eksperimen dan kelompok pengontrol. a. Randomisasi Teknik randomisasi merupakan suatu prosedur untuk mengontrol variabel-variabel seleksi dengan tanpa mengidentifikasinya terlebih dahulu. Tujuannya ialah untuk menghindari kemungkinan munculnya perbedaan tipe orang yang dipilih sebagai anggota yang terdapat dalam kelompok pengontrol ataupun kelompok pengendali Teknik-teknik Memanipulasi dan Mengontrol Variabel 77 b.

Teknik Pasangan yang Cocok Sebelum menggunakan teknik pasangan yang cocok, peneliti harus terlebih dahulu menentukan variabel kontrol mana yang dapat diaplikasikan kepada individu-individu yang berbeda. Biasanya variabel yang digunakan ialah jenis kelamin, umur, status sosioekonomi, I.Q, prestasi; sedang pada variabel tergantung, peneliti biasanya menggunakan nilai-nilai pretest.

Dalam menentukan anggota pasangan, misalnya peneliti membuat pasangan antara satu anggota yang berumur 30 tahun dengan anggota lain yang mempunyai umur sama. Semua anggota yang dijadikan obyek penelitian dibuat berpasang-pasangan.

Sehingga jika peneliti membutuhkan 50 anggota maka akan menjadi 25 pasangan. Kemudian dengan melakukan pemilihan secara random satu anggota setiap pasangan akan dijadikan sebagai anggota dalam kelompok eksperimental, sedangkan anggota yang lain akan dijadikan sebagai anggota kelompok pengontrol.

c. Teknik Kelompok yang Cocok Menggunakan teknik kelompok yang cocok dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan teknik pasangan yang cocok. Pada kelompok eksperimen dipilih anggota tertentu dengan menggunakan variabel yang sama, misalnya umur; maka pada kelompok pengontrol dilakukan pemilihan dengan menggunakan variabel yang sama.

d. Membatasi Populasi Sampel penelitian pada dasarnya diambil dari populasi. Dengan membatasi karakteristik populasi maka secara otomatis peneliti akan dapat membatasi karakteristik sampel. Misalnya peneliti ingin melakukan penelitian dengan menggunakan obyek mahasiswa perguruan tinggi, sebaiknya dilakukan pembatasan, misalnya hanya mahasiswa universitas, kemudian dibatasi lagi hanya mahasiswa universitas jurusan teknik.

Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium ini akan 78 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif menghasilkan karakteristik yang sama pada populasi dan jika dari populasi tersebut ditarik sampel, maka sampel akan mempunyai karakteristik yang sama. -oo00oo- BAB 10 MEMBUAT DESAIN PENELITIAN 10.1 PENDAHULUAN D alam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian.

Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.

Agar tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan.

Kesalahan-kesalahan tersebut ialah: a. Kesalahan Dalam Perencanaan Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusun desain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan menghasilkan infromasi yang tidak 80 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang diteliti.

Cara mengatasi kesalahan ini ialah mengembangkan proposal yang baik dan benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan nilai tambah penelitian yang akan dijalankan. b. Kesalahan Dalam Pengumpulan Data Kesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah terjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal tersebut data yang dikoleksi harus merupakan representasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang akurat.

Cara mengatasi kesalahan ini ialah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal. c. Kesalahan Dalam Melakukan Analisis Kesalahan dalam melakukan analisis dapat terjadi pada saat tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium salah dalam memilih cara menganalisis data.

Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih teknik analisis yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini ialah buatlah justifikasi prosedur analisis yang digunakan untuk menyimpulkan dan memanipulasi data. d. Kesalahan Dalam Pelaporan Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam menginterprestasikan hasil-hasil penelitian. Kesalahan seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-hubungan dan angka-angka yang diidentifikasi dari tahap analisis data.

Cara mengatasi kesalahan ini ialah hasil analisis data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan menguasai masalah hasil penelitian tersebut. Membuat Desain Penelitian 81 10.2 TIPE-TIPE DESAIN PENELITIAN Sebelum membicarakan desain penelitian dalam aliran kuantitatif dibawah ini diberikan gambaran umum mengenai desain riset yang ada, sbb: Desain riset exploratori digunakan untuk riset awal yang berfungsi untuk menjelaskan dan mendefinisikan suatu masalah.

Riset bersifat awal tidak untuk mencari kesimpulan akhir. Yang termasuk dalam kategori ini ialah survei yang dilakukan oleh ahli, studi kasus, analisis data sekunder dan riset yang menggunakan pendekatan kualitatif. Desain riset konklusif digunakan untuk riset deskriptif dan riset eksperimental.

Riset deskriptif berfungsi untuk menggambarkan karakteristik/gejala/fungsi suatu populasi. Metode yang digunakan biasanya survei dan observasi. Riset deskriptif mempunyai karakteristik hipotesis, desain terstruktur dan tidak fleksibel, mengutamakan akurasi dan pemahaman masalah sebelumnya. Riset kausal digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang berfungsi sebagai penyebab (variabel bebas) dan variabel mana berfungsi sebagai variabel akibat (variabel tergantung).

Secara garis besar dalam aliran kuantitatif yang bersifat konklusif ada dua macam tipe desain, yaitu: Desain Ex Post Facto dan Desain Eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain pertama tidak terjadi manipulasi variabel bebas sedang pada desain yang kedua terdapat adanya manipulasi variabel bebas. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 82 Tujuan utama penggunaan desain yang pertama ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif; sedang desain kedua bersifat eksplanatori (sebab akibat).

Jika dilihat dari sisi tingkat pemahaman permasalahan yang diteliti, maka desain ex post facto menghasilkan tingkat pemahaman persoalan yang dikaji pada tataran permukaan, sedangkan desain eksperimental dapat menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih mendalam. Kedua desain utama tersebut mempunyai sub-sub desain yang lebih khusus. Yang termasuk dalam kategori pertama ialah studi lapangan dan survei. Sedang yang termasuk dalam kategori kedua ialah percobaan di lapangan (field experiment) dan percobaan di laboratorium (laboratory experiment) 10.2.1 Sub Desain Ex post Facto a.

Studi Lapangan Studi lapangan merupakan desain penelitian yang mengkombinasikan antara pencarian literature (literature study), survei berdasarkan pengalaman dan/atau studi kasus dimana peneliti berusaha mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel tersebut dalam suatu situasi permasalahan tertentu. Studi lapangan umumnya digunakan sebagai sarana penelitian lebih lanjut dan mendalam. b. Survei Desain survei tergantung pada penggunaan jenis kuesioner.

Survei memerlukan populasi yasng besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. Semakin sampelnya besar, survei semakin memberikan hasil yang lebih akurat. Dengan survei seorang peneliti dapat mengungkap masalah yang banyak, meski hanya sebatas dipermukaan.

Sekalipun demikian, survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam. Metode survei sangat popular karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. Keunggulan survei yang lain ialah mudah melaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat. Membuat Desain Penelitian 83 10.2.2 Sub Desain Eksperimental a. Eksperimen Lapangan Desain eksperimen lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan latar yang realistis dimana peneliti melakukan campur tangan dan melakukan manipulasi terhadap variabel bebas.

b. Eksperimen Laboratorium Desain eksperimen laboratorium menggunakan latar tiruan dalam melakukan penelitiannya. Dengan menggunakan desain ini, peneliti melakukan campur tangan dan manipulasi variabelvariabel bebas serta memungkinkan peneliti melakukan kontrol terhadap aspek-aspek kesalahan utama. 10.3 VALIDIT AS VALIDITAS Validitas berkaitan dengan persoalan untuk membatasi atau menekan kesalahan-kesalahan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akurat dan berguna untuk dilaksanakan.

Ada dua validitas, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. a. Validitas Internal Validitas internal adalah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat dipercaya kebenarannya. Validitas internal merupakan hal yang esensial yang harus dipenuhi jika peneliti menginginkan hasil studinya bermakna. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk memperoleh validitas internal • Sejarah (History): Faktor ini terjadi ketika kejadian-kejadian eksternal dalam penyelidikan yang dilakukan mempengaruhi hasil-hasil penelitian.

• Maturasi (Maturation): Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri responden dalam kurun waktu tertentu, seperti bertambahnya usia ataupun adanya faktor kelelahan dan kejenuhan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 84 • • • • b.

Testing: Efek-efek yang dihasilkan oleh proses yang sedang diteliti yang dapat mengubah sikap ataupun tindakan responden. Instrumentasi: Efek yang terjadi disebabkan oleh perubahanperubahan alat pada saat melakukan penelitian Seleksi: Efek tiruan dimana prosedur seleksi mempengaruhi hasil-hasil studi Mortalitas: Efek adanya, hilangnya atau perginya responden yang diteliti.

Validitas Eksternal Validitas eksternal ialah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi, latar dan hal-hal lainnya dalam kondisi yang mirip. Hal-hal yang menjadi sumber-sumber validitas eksternal ialah: • Interaksi Testing: Efek-efek tiruan yang dibuat dengan menguji responden akan mengurangi generalisasi pada situasi dimana tidak ada pengujian pada responden.

• Interaksi Seleksi: Efek dimana tipe-tipe responden yang mempengaruhi hasil-hasil studi dapat membatasi generalitasnya. • Interaksi Setting: Efek tiruan yang dibuat dengan menggunakan latar tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dalam penelitian tidak dapat direplikasi dalam situasi-situasi lainnya.

10.4 DESAIN SPESIFIK EX POST FACTO DAN EKSPERIMENT AL EKSPERIMENTAL Sebelum membicarakan desain spesifik Ex Post facto dan eksperimental, sistem notasi yang digunakan perlu diketahui terlebih dahulu. Sistem notasi tersebut adalah sebagai berikut: X: Digunakan untuk mewakili pemaparan (exposure) suatu kelompok yang diuji terhadap suatu perlakuan eksperimental pada variabel bebas Membuat Desain Penelitian 85 yang kemudian efek pada variabel tergantungnya akan diukur.

O: menunjukkan adanya suatu pengukuran atau observasi terhadap variabel tergantung yang sedang diteliti pada individu, kelompok atau obyek tertentu. R: menunjukkan bahwa individu atau kelompok telah dipilih dan ditentukan secara random untuk tujuan-tujuan studi. 10.4.1 Ex Post Facto Sebagaimana disebut sebelumnya bahwa dalam desain Ex Post Facto tidak ada manipulasi perlakuan terhadap variabel bebasnya maka sistem notasinya, baik studi lapangan atau survei hanya ditulis dengan O atau O lebih dari satu.

Contoh 1: Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua populasi, yaitu Perusahaan A dan Perusahaan B, maka notasinya: O1 O2 Dimana O1 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan A dan O2 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan B. Contoh 2: Secara random kita meneliti 200 perusahaan dari populasi 1000 perusahaan mengenai sistem penggajiannya. Survei dilakukan dengan cara mengirim kuesioner pada 200 manajer, maka konfigurasi desainnya akan seperti di bawah ini: (R) O1 Dimana O1 mewakili survei di 200 perusahaan dengan memberikan kuesioner kepada 200 manajer yang dipilih secara random (R ).

Apabila sampel yang sama kita teliti secara berulang-ulang, misalnya selama tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut, maka notasinya adalah: 86 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (R) O3 dimana O1 merupakan observasi yang pertama, O2 merupakan observasi yang kedua dan O3 merupakan observasi yang ketiga.

10.4.2 Desain-Desain Eksperimental Desain eksperimental dibagi menjadi dua, yaitu: pre-eksperimental (quasi-experimental) dan desain eksperimental sebenarnya (true experimental). Perbedaan kedua tipe desain ini terletak pada konsep kontrol. a. One Shot Case Study Desain eksperimental yang paling sederhana disebut One Shot Case Study. Desain ini digunakan untuk meneliti pada satu kelompok dengan diberi satu kali perlakuan dan pengukurannya dilakukan satu kali. Diagramnya adalah sebagai berikut: XO b.

One Group Pre-test – Post-test Design Desain kedua disebut One Group Pre-test – Post-test Design yang merupakan perkembangan dari desain di atas.

Pengembangannya ialah dengan cara melakukan satu kali pengukuran didepan (pretest) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post-test).

Desainnya adalah sebagai berikut: O1 X O 2 Pada desain ini peneliti melakukan pengukuran awal pada suatu obyek yang diteliti, kemudian peneliti memberikan perlakuan tertentu. Setelah itu pengukuran dilakukan lagi untuk yang kedua kalinya. Desain tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk lainnya, yaitu: “desain time series”. Jika pengukuran dilakukan secara beulangulang dalam kurun waktu tertentu. Maka desainnya menjadi seperti di bawah ini: O1 O2 O3 X O4 O5 O6 Pada desain time series, peneliti melakukan pengukuran di depan selama 3 kali berturut, kemudian dia memberikan perlakuan pada Membuat Desain Penelitian 87 obyek yang diteliti.

Kemudian peneliti melakukan pengukuran selama 3 kali lagi setelah perlakuan dilakukan. c. Static Group Comparison Desain ketiga adalah Static Group Comparison yang merupakan modifikasi dari desain b. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih sebagai obyek penelitian. Kelompok pertama mendapatkan perlakuan sedang kelompok kedua tidak mendapat perlakuan.

Kelompok kedua ini berfungsi sebagai kelompok pembanding/pengontrol. Desainnya adalah sebagai berikut: X O1 O2 d. Post Test Only Control Group Design Desain ini merupakan desain yang paling sederhana dari desain eksperimental sebenarnya (true experimental design), karena responden benar-benar dipilih secara random dan diberi perlakuan serta ada kelompok pengontrolnya. Desain ini sudah memenuhi kriteria eksperimen sebenarnya, yaitu dengan adanya manipulasi variabel, pemilihan kelompok yang diteliti secara random dan seleksi perlakuan.

Desainnya adalah sebagai berikut: ( R ) X O1 ( R ) O2 Maksud dari desain tersebut ialah ada dua kelompok yang dipilih secara random. Kelompok pertama diberi perlakuan sedang kelompok dua tidak.

Kelompok pertama diberi perlakuan oleh peneliti kemudian dilakukan pengukuran; sedang kelompok kedua yang digunakan sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakukan tetapi hanya dilakukan pengukuran saja. e. Pre-test – Post – test Control Group Design Desain ini merupakan pengembangan desain di atas. Perbedaannya terletak pada baik kelompok pertama dan kelompok pengontrol dilakukan pengukuran didepan (pre-test).

Desainnya adalah sebagai berikut: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 88 ( R ) O 1 X O2 ( R ) O 3 O4 f.

Solomon Four Group Design Desain ini merupakan kombinasi Post Test Only Control Group Design dan Pre-test – Post – test Control Group Design yang merupakan model desain ideal untuk melakukan penelitian eksperimen terkontrol. Peneliti dapat menekan sekecil mungkin sumber-sumber kesalahan karena adanya empat kelompok yang berbeda dengan enam format pengukuran.

Desainnya adalah sebagai berikut: (R) O 1 X O2 (R) O 3 O4 (R) X O5 (R) O6 Maksud desain tersebut ialah: Peneliti memilih empat kelompok secara random. Kelompok pertama yang merupakan kelompok inti diberi perlakuan dan dua kali pengukuran, yaitu di depan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).

Kelompok dua sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakuan tetapi dilakukan pengukuran seperti di atas, yaitu: pengukuran di depan (pre-test) dan pengukuran sesudah perlakuan (post-test). Kelompok ketiga diberi perlakuan dan hanya dilakukan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kali pengukuran sesudah dilakukan perlakuan (post-test) dan kelompok keempat sebagai kelompok pengontrol kelompok ketiga hanya diukur satu kali saja.

10.4.3 Desain Eksperimental Tingkat Lanjut a. Desain Random Sempurna (Completely Randomised Design) Desain ini digunakan untuk mengukur pengaruh suatu variabel bebas yang dimanipulasi terhadap variabel tergantung. Pemilihan kelompok secara random dilakukan untuk mendapatkan kelompokkelompok yang ekuivalen Contoh: Kasus: Pihak direksi suatu perusahaan ingin mengetahui pengaruh tiga jenis yang berbeda dalam memberikan instruksi yang Membuat Desain Penelitian 89 dilakukan oleh atasan kepada bawahan.

Untuk tujuan penelitian ini dipilih secara random tiga kelompok masingmasing beranggotakan 25 orang. Instruksi untuk kelompok pertama diberikan secara lisan, untuk kelompok kedua secara tertulis dan untuk kelompok ketiga instruksinya tidak spesifik.

Ketiga kelompok diberi waktu sekitar 15 menit untuk memikirkan situasinya. Kemudian ketiganya diberi test obyektif untuk mengetahui seberapa baik mereka memahami pekerjaan yang akan dilakukan. Formulasi masalah kasus ini ialah: Apakah manipulasi variabel bebas mempengaruhi pemahaman para pegawai bawahan dalam melaksanakan pekerjaan mereka?

Tujuan studi ini ialah: menentukan jenis instruksi mana yang dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik terhadap pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan. Desain Penelitiannya: Perlakuan Kelompok Eksperimental b. Kelompok Pengontrol Desain Blok Random (Randomised Block Design) Desain ini merupakan penyempurnaan Desain Random Sempurna di atas.

Pada desain sebelumnya perbedaan yang terdapat pada masing-masing individu tidak diperhatikan, sehingga menghasilkan kelompok-kelompok yang mempunyai anggota yang bereda-beda karakteristiknya.

Agar desain yang kita buat dapat Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 90 menghasilkan output yang baik, maka diperlukan memilih anggota kelompok (responden) yang berasal dari populasi yang mempunyai karakteristik yang sama. Oleh karena itu peneliti harus dapat mengidentifikasi beberapa sumber utama perbedaan-perbedaan yang dimaksud secara dini. Contoh Desainnya: Perlakuan Kelompok Eksperimental Kelompok Pengontrol --------------------------------------------------------Instruksi: a1.

(Lisan) Blok (Departemen) a2. (Tertulis) a3. (Tanpa Instruksi) Rata-Rata Blok Desain di atas dapat diterangkan sebagai berikut: Pada saat studi dilakukan dengan menggunakan desain sebelumnya, para anggota dari tiga kelompok berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Keterbedaan latar belakang anggota merupakan suatu gangguan atau yang disebut sebagai variabel pengganggu. Untuk itu perlu dilakukan penyamaan para anggota dari masing-masing kelompok. Caranya ialah dengan menciptakan blok yang berfungsi untuk mendapatkan anggota kelompok yang sama. Dalam kasus ini blok ditentukan didasarkan pada departemen (bagian) dimana para anggota kelompok berasal.

Selanjutnya pekerja yang berasal dari departemen yang sama dibagi menjadi lima berdasarkan departemen masing-masing. Kemudian masing-masing kelompok mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu kelompok pertama mendapatkan instruksi lisan, Membuat Desain Penelitian 91 kelompok kedua mendapatkan instruksi tertulis dan kelompok ketiga instruksi tidak spesifik. Dengan menggunakan desain ini maka peneliti akan dapat melihat dampak-dampak yang disebabkan oleh sistem blok per departemen serta interaksi instruksi atas ketiga kelompok tersebut.

c. Desain Latin Square (The Latin Square Design) Desain ini digunakan untuk mengontrol dua variabel pengganggu secara sekaligus. Berkaitan dengan kasus di atas, masih terdapat satu variabel pengganggu lainnya, yaitu “kemampuan para pekerja”. Variabel kemampuan para pekerja kita bagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: kemampuan tinggi, kemampuan menengah dan kemampuan rendah. Ketiga tingkatan variabel kemampuan tersebut kemudian kita tempatkan pada baris dan kolom model Latin Square.

Desain ini terdiri dari tiga baris dan tiga kolom. Kemudian secara random diambil 3 pegawai dari masing-masing departemen. Desainnya adalah seperti di bawah ini: Kemampuan Para Pekerja d. Desain Faktorial Desain factorial digunakan untuk mengevaluasi dampak kombinasi dari dua atau lebih perlakuan terhadap variabel tergantung.

Pada kasus di bawah ini, analisis factorial diaplikasikan dengan menggunakan desain random sempurna dengan format 3 baris dan 3 kolom. Kasus penelitiannya adalah sebagai berikut: peneliti ingin melihat dua variabel bebas, yaitu variabel “tingkat kontras” dan “panjang Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 92 baris” sebuah iklan.

Tingkat kontras dimanipulasi menjadi “rendah”, “medium” dan “tinggi’; sedang panjang baris dimanipulasi menjadi “5 inchi’, “7 inchi” dan “12 inchi”. Desainnya adalah sebagai berikut: Tingkat Kontras Rata-Rata Perlakuan x.1. x.2. x.3. Pada tabel desain di atas X1 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 5 inchi dan tingkat kontras warna rendah; X2 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 7 inchi dan tingkat kontras warna medium dan X3 mempunyai arti responden yang mendapat perlakuan membaca iklan dengan panjang baris 12 inchi dan tingkat kontras warna tinggi.

Dari format di atas kita akan mendapatkan 9 kombinasi yang berbeda. -oo00oo- BAB 11 SKALA PENGUKURAN Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal, interval dan ratio. 11.1 NOMINAL Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis.

Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai simbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik nonparametrik digunakan untuk menganalisis datanya.

Hasil analisis dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklasifikasi variabel jenis kelamin menjadi sebagai berikut: lakilaki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi aritmatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau tidak adanya karakteristik tertentu. Contoh: Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi simbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.

94 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Misalnya dalam pertanyaan: • Apakah saudara setuju tentang aborsi? Jawaban: a. ya dan b. tidak. Jika digunakan skala nominal, maka “ya” diberi nilai 1 dan “tidak” diberi nilai 0 11.2 ORDINAL Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium.

Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

Contoh: Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi simbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat, tidak mengekspresikan jumlah. Misalnya dalam pertanyaan: • Apakah saudara setuju tentang aborsi?

Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium a. sangat tidak setuju, b. tidak setuju, c. ragu-ragu, d. setuju, e. setuju sekali. Jika digunakan skala ordinal, maka “sangat tidak setuju” diberi nilai 1, “tidak setuju” diberi nilai 2, “ragu-ragu” diberi nilai 3, “setuju” diberi nilai 4 dan “setuju sekali” diberi nilai 5 11.3 INTER VAL INTERV Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap.

Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar Skala Pengukuran 95 merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan.

Untuk melakukan analisis, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametrik. Contoh: Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali.

Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. Misalnya dalam pertanyaan: • Berapa kali Saudara berbelanja di Supermarket ini dalam satu bulan? Jawaban berupa angka sebenarnya: a.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

1 kali, b. 2 kali, c. 3 kali, d. 4 kali dan e. 5 kali 11.4 RA TIO RATIO Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut.

Nilai absolut nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. Contoh: Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2. Misalnya dalam pertanyaan; • Berapa berat badan anda sebelum dan sesudah makan obat diet tersebut? Jawabannya berupa angka sebenarnya: Berat sebelum minum obat 70 kg dan berat sesudah minum obat 60 kg.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 96 11.5 SKALA PENGUKURAN SIKAP Ada empat skala pengukuran sikap menurut Daniel J Mueller (1992), yaitu: 1) skala sikap Likert, 2) skala Thrustone, 3) skala Guttman, dan 4) perbedaan semantis. a. Skala Pengukuran Sikap Likert Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap dalam suatu penelitian. Yang dimaksud dengan sikap menurut Thurstone ialah “1) pengaruh atau penolakan, 2) penilaian, 3) suka atau tidak suka, 4) kepositifan atau kenegatifan terhadap suatu obyek psikologis”.

Biasanya sikap dalam skala Likert diekspresikan mulai dari yang paling negatif, netral sampai ke yang paling positif dalam bentuk sbb: sangat tidak setuju, tidak setuju, tidak tahu (netral), setuju, dan sangat setuju. Untuk melakukan kuantifikasi maka skala tersebut kemudian diberi angka-angka sebagai simbol agar dapat dilakukan perhitungan. Umumnya pemberian kode angkanya sbb: “sangat tidak setuju” diberi angka 1, “tidak setuju” diberi angka 2, “tidak tahu (netral)” diberi angka 3, “setuju” diberi angka 4, dan “sangat setuju” diberi angka 5.

Tentunya nilai dari angka-angka tersebut relatif karena angka-angka tersebut hanya merupakan simbol dan bukan angka sebenarnya. Contoh 1: Dalam contoh ini dituliskan pernyataan yang bersifat positif, netral dan negatif o Pernyataan positif: Saya lebih suka mempunyai mobil merek Honda o Pernyataan netral: Mobil merek Honda banyak beredar di pasaran o Pernyataan negatif: Mobil merk Honda pada umumnya biaya perawatannya mahal. Contoh 2: Dalam contoh ini pernyataan sikap positif, netral dan negatif diterapkan dalam kasus tertentu, yaitu dalam penelitian mengenai sikap terhadap Narkoba.

Skala Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 97 Perintah: Pilihlah satu jawaban yang sesuai dengan menggunakan kategori jawaban berikut ini: o A = sangat setuju o B = setuju o C = tidak pasti/tidak tahu o D = tidak setuju o E = sangat tidak setuju 1. Tidak akan ada orang yang berpikir sehat menggunakan narkoba (N) 2.

Pengunaan Narkoba menjurus ke penggunaan heroin (N) — 3. Penggunaan Narkoba menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi cacat (N) — 4. Narkoba bukanlah obat “keras”. (P) — 5. Narkoba mempunyai potensi terapi psikologis (P) — 6.

Narkoba menyebabkan penurunan derajat kemanusiaan si pengguna Catatan: N merupakan pernyataan sikap negatif, dan P merupakan pernyataan sikap positif. Proses skoringnya menggunakan angka-angka sbb: untuk sangat setuju bernilai 5, setuju bernilai 4, tidak pasti bernilai 3, tidak setuju bernilai 2 dan sangat tidak setuju bernilai 1. b. Skala Thrustone Skala Thurstone merupakan skala sikap yang pertama yang dikembangkan dalam pengukuran sikap.

Skala ini mempunyai tiga teknik penskalaan sikap, yaitu: 1) metode perbandingan pasangan, 2) metode interval pemunculan sama, dan 3) metode interval berurutan. Ketiga metode ini menggunakan bahan pertimbangan jalur dugaan yang menganggap kepositifan relatif pernyataan sikap terhadap suatu obyek. Contoh: Perintah: Lingkarilah angka yang menunjukkan tingkat kepositifan untuk setiap pernyataan di bawah ini: Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 98 Sangat Sangat Tidak Positif Netral Positif 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 c.

9 9 Pernyataan 1) Bayi tabung di anjurkan bagi suami istri yang tidak mempunyai anak 2) Anak-anak memberikan rasa bahagia bagi orang-orang tertentu dan kesedihan bagi orang lain 3) Keluarga yang tidak harmonis m e l e m a h k a n sendi moral masyarakat Skala Guttman Skala Guttman disusun berdasarkan derajat kepositifan dengan penekanan pada aspek unidimensional. Aspek ini menempatkan responden pada titik tertentu dalam suatu kontinum sikap yang harus setuju dengan semua item pernyataan dibawahnya dan harus tidak setuju dengan semua item di atas posisi skalanya.

Contoh: Dibawah ini contoh skala Guttman yang diterapkan dalam masalah contek-mencontek dikalangan mahasiswa. Pernyataan disusun terdiri atas lima item sbb: 1) Mencontek dapat diterima dalam setiap keadaan 2) Mencontek adalah suatu kebiasaan yang dapat diterima dikalangan mahasiswa 3) Mencontek diijinkan dalam keadaan mendesak 4) Mencontek dapat diterima jika mahasiswa tidak belajar 5) Mencontek dapat diterima jika mahasiswa terdesak drop out (DO) Jika responden setuju dengan pendapat nomor 1 maka yang bersangkutan harus setuju dengan semua pilihan dibawah nomor Skala Pengukuran 99 1.

Jika responden tidak setuju terhadap pernyataan nomor 1, tetapi setuju dengan nomor 2, maka dia harus setuju dengan nomor 3,4 dan 5.

d. Perbedaan Semantis Perbedaan semantis dikemukan oleh Osgood untuk mengukur atribut yang diberikan oleh responden terhadap beberapa arti untuk mendiskripsikan obyek tertentu. Dalam mengukur ini, biasanya digunakan kata sifat yang mempunyai arti berlawanan. Contoh: Contoh ini digunakan untuk mengukur tiga dimensi arti, yaitu: 1) mengukur dimensi evaluasi dengan menggunakan sebanyak empat pasangan kata sifat, 2) mengukur dimensi potensi dengan menggunakan sebanyak tiga pasangan kata sifat dan 3) mengukur dimensi aktivitas dengan menggunakan sebanyak tiga pasangan kata sifat.

Bagaimana Pendapat Sdr mengenai Supermarket X? Layanan Cepat ---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Layanan Lambat Tempat Belanja ---!---!---!---!---!---!--- BersihTempat Belanja Kotor Produk Baru ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Produk Lama Harga Murah ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Harga Mahal Parkir Luas ---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Parkir Sempit Pegawai Ramah ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Pegawai Tidak Ramah Banyak Pilihan ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Sedikit Pilihan Ruangan Luas ---!---!---!---!---!---!---!---!--- Ruangan Sempit Suasana Nyaman ---!---!---!---!---!---!---!--- Suasana Tidak Nyaman Aman ---!---!---!---!---!---!---!---!---!---!--- Tidak Aman 11.6 VALIDIT AS VALIDITAS Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 100 variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik.

Ada 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu: a. Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya, karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.

b. Validitas Kosntruk (Construct Validity) Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik.

c. Validitas Kriteria (Criterion Validity) Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variabel yang dirancang sebagai kriteria. 11.7 RELIABILIT AS RELIABILITAS Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu.

Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya. -oo00oo- BAB 12 MENYUSUN INSTRUMEN 12.1 PENGER TIAN PENGERTIAN P engambilan data primer memerlukan instrumen.

Pada bagian ini akan dibahas mengenai cara pembuatan pertanyaanpertanyaan dengan menggunakan kuesioner. Dalam penyusunan kuesioner ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan, yaitu: a. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan dapat mempengaruhi responden menunjukkan sikap yang positif terhadap hal-hal yang ditanyakan?

b. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan dapat mempengaruhi responden agar dengan suka rela membantu peneliti dalam menemukan hal-hal yang akan dicari oleh peneliti? c. Sampai sejauh mana suatu pertanyaan menggali informasi yang responden sendiri tidak meyakini kebenarannya?

Validitas kuesioner ditentukan oleh tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kriteria di atas. Disamping itu format pertanyaan dan model jawaban juga akan menentukan kualitas dan ketepatan jawaban responden. Format pertanyaan dibagi menjadi dua, yaitu: a. Bagaimana pertanyaan ditanyakan (Format Pertanyaan); b.

Bagaimana pertanyaan tersebut dijawab (Model Jawaban). 102 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 12.2 BAGAIMANA PER TANY AAN-PER TANY AAN PERT ANYAAN-PER AAN-PERT ANYAAN TERSEBUT DISAMP AIKAN? (FORMA T DISAMPAIKAN? (FORMAT PER TANY AAN) PERT ANYAAN) Format pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Pertanyaan Langsung v.s Pertanyaan Tidak Langsung Perbedaan mendasar antara Pertanyaan Langsung dan Pertanyaan Tidak Langsung ialah terletak pada tingkat kejelasan suatu pertanyaan dalam mengungkap informasi khusus dari responden.

Pertanyaan Langsung menanyakan informasi khusus secara langsung dengan tanpa basa-basi (direct). Pertanyaan Tidak Langsung menanyakan informasi khusus secara tidak langsung (indirect); sekalipun demikian inti dari pertanyaannya adalah sama. Contoh: Pertanyaan Langsung: a. Apakah saudara menyukai pekerjaan saat ini? b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon? Pertanyaan Tidak Langsung: a. Bagaimana pendapat saudara terhadap pekerjaan yang ada saat in?

b. Bagaimana pendapat saudara mengenai kenaikan tarif telepon? b. Pertanyaan Khusus v.s Pertanyaan Umum Pertanyaan Khusus menanyakan hal-hal yang khusus terhadap responden yang menyebabkan responden menjadi sadar atau tergugah sehingga yang bersangkutan akan memberikan jawaban yang kurang jujur. Sedang Pertanyaan Umum biasanya menanyakan informasi yang dicari dengan cara tidak langsung dan secara umum, sehingga responden tidak begitu menyadarinya. Menyusun Instrumen 103 Contoh: Pertanyaan Khusus: a.

Apakah saudara menyukai pekerjaan mengoperasikan mesin produksi tersebut? b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon SLJJ Telkom sebesar 10%? Pertanyaan Umum: a. Apakah saudara suka bekerja di perusahaan tersebut? b. Apakah saudara setuju dengan kenaikan tarif telepon SLJJ Telkom? c. Pertanyaan Tentang Fakta v.s Pertanyaan Tentang Opini Pertanyaan Tentang Fakta akan menghendaki jawaban dari responden berupa fakta, sedang Pertanyaan Tentang Opini menghendaki jawaban yang bersifat opini.

Pada praktiknya dikarenakan responden mungkin mempunyai memori yang tidak kuat ataupun dengan sadar yang bersangkutan ingin menciptakan kesan yang khusus, maka Pertanyaan Tentang Fakta belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang bersifat faktual. Demikian halnya dengan pertanyaan yang menanyakan opini belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang mengekspresikan opini yang jujur.

Hal ini terjadi karena responden mendistorsi opininya didasarkan pada adanya “tekanan sosial” untuk menyesuaikan diri dengan keinginan sosial dan lingkungannya. Contoh: Pertanyaan Tentang Fakta: a. Apakah merek mobil yang saudara punyai saat ini? b. Berapa harga bensin per liter hari ini? Pertanyaan Tentang Opini: a. Mengapa saudara menyukai mobil merek Honda? b. Mengapa saudara mengatakan harga bensin murah? 104 d. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya v.s.

Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya memberikan pertanyaan langsung kepada responden; sedang Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan menyediakan jawaban persetujuannya. Contoh: Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Tanya: a. Apakah saudara setuju dengan kenaikan harga BBM? b. Setujukah saudara dengan perceraian? Pertanyaan Dalam Bentuk Kalimat Pernyataan: a. Harga BBM akan dinaikkan. Jawabannya: a.

setuju b. tidak setuju b. Banyak artis melakukan perceraian. Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju 12.3 BAGAIMANA PER TANY AAN HARUS DIJA WAB PERT ANYAAN DIJAW Pada bagian ini dibahas model-model cara menjawab pertanyaan. a. Jawaban Tidak Berstruktur Model jawaban ini tidak berstruktur biasanya juga disebut sebagai pertanyaan terbuka. Jawaban ini memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab pertanyaan secara bebas dan mengekspresikan pendapatnya. Keuntungan menggunakan model jawaban ini ialah peneliti dapat memperoleh informasi secara lengkap dari responden; sekalipun demikian model ini mempunyai kelemahan-kelemahan diantaranya ialah pihak peneliti akan mengalami kesulitan dalam mengolah informasi karena banyaknya informasi data.

Disamping itu pengolahannya banyak memakan waktu dan peneliti akan kesulitan dalam proses skoring Menyusun Instrumen 105 Contoh: • Ceritakan perasaan anda mengenai masalah kenaikan harga BBM • Apa pendapat anda mengenai kenaikan harga BBM?

a. Jawaban Isian Model jawaban ini merupakan bentuk transisi dari tidak terstruktur ke model jawaban pertanyaan terstruktur. Meski responden diberi kesempatan untuk memberikan respon terbuka tetapi terbatas karena model pertanyaannya.

Contoh: · Apa pekerjaaan Saudara? · Dari universitas mana Saudara lulus? b. Jawaban Model Tabulasi Model jawaban ini mirip dengan jawaban isian tetapi lebih terstruktur karena responden harus mengisikan jawaban dalam suatu tabel. Bentuk tabel seperti ini memudahkan peneliti mengorganisasi jawaban yang kompleks.

Contoh: Responden diminta mengisi pertanyaan-pertanyaan dalam tabel seperti di bawah ini : c. Jawaban Bentuk Skala Model jawaban ini merupakan model jawaban terstruktur lain dimana responden diminta mengekspresikan persetujuan atau perolehannya terhadap pertanyaan yang diberikan.

Contoh 1: Jika anda mengalami kesulitan dalam pekerjaan apa yang akan anda lakukan? 106 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Contoh 2: Jika pekerjaan tersebut: Contoh 3: Bagaiamana pendapat anda tentang kebijakan ekonomi pemerintah saat ini?

d. Jawaban Membuat Ranking Model jawaban ini meminta responden meranking beberapa pernyataan berdasarkan tingkat kepentingan dalam bentuk uruturutan didasarkan atas prioritas. Hasilnya peneliti akan memperoleh data yang bersifat ordinal. Contoh: ranking kegiatan-kegiatan ini dalam kaitannya dengan peluncuran produk baru • melakukan riset pasar • membuat produk • merancang produk Menyusun Instrumen • • 107 mengiklankan produk meluncurkan produk e.

Jawaban Bentuk Checklist Jawaban checklist meminta responden menjawab dengan memilih salah satu dari jawaban-jawaban yang memungkinkan yang telah disediakan. Bentuk jawaban tidak dalam bentuk skala tetapi berbentuk kategori nominal.

Bentuk seperti ini banyak menghemat waktu baik bagi responden maupun peneliti. Contoh: Jenis pekerjaan yang paling anda sukai? 1. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan saya sehingga saya dapat bekerja secara optimal.

2. Pekerjaan yang memaksa saya bekerja dengan keterbatasan kemampuan saya. 3. pekerjaan yang banyak menghasilkan uang meski tidak sesuai dengan kemampuan saya.

f. Jawaban Kategorikal Model jawaban ini mirip dengan jawaban checklist, tetapi bentuknya lebih sederhana dan hanya memberikan dua alternatif jawaban.

Jawaban seperti ini akan memberikan data yang bersifat nominal. Contoh: • Apakah anda seorang yang bekerja keras? a. ya b. tidak • Bekerja secara disiplin dan teratur itu baik. a. benar b. salah 12.4 MEMILIH MODEL JA WABAN JAW Membuat pertanyaan berdasarkan model jawaban memerlukan pertimbangan berdasarkan pada tipe data yang kita butuhkan dan juga pertimbangan keuntungan dan kerugiannya.

Di bawah ini deskripsi mengenai model jawaban, tipe data, keuntungan dan kerugiannya. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 108 Berdasarkan model jawaban peneliti dapat juga menentukan data yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan skala pengukurannya. Contoh: • Bagaimana pendapat Saudara mengenai kenaikan harga bahan pokok makanan? Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala nominal a. setuju b. tidak setuju Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala ordinal a. sangat tidak setuju b.

tidak setuju c. netral d. setuju e. setuju sekali Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala interval 1 10 Tidak setuju Setuju • Berapa kenaikan harga bahan pokok yang Saudara setujui Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala interval a. 2 % b. 4% c. 6% d. 8% e.10% • Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif ?

109 Menyusun Instrumen Model Jawaban yang menghasilkan jenis data berskala ratio. -oo00oo- BAB 13 DESAIN SAMPEL 13.1 DEFINISI ISTILAH S a. b. c. d. e. ebelum melakukan proses pengambilan sampel, kita perlu mempelajari terlebih dahulu beberapa terminology pokok dalam teknik pengambilan sampel. Element: element adalah unit dari mana data yang diperlukan dikumpulkan. Suatu element dapat dianalogikan dengan unit analisis. Suatu unit analisis dapat menunjukkan pada suatu organisasi, obyek, benda mati atau individu-individu.

Populasi: populasi didefinisikan sebagai seperangkat unit analisis yang lengkap yang sedang diteliti. Unit Sampling: unit sampling adalah elemen-elemen yang berbeda/tidak tumpang tindih dari suatu populasi. Suatu unit sampling dapat berupa suatu elemen individu atau seperangkat elemen.

Kerangka Sampling: kerangka sampling merupakan representasi fisik obyek, individu, atau kelompok yang penting bagi pengembangan sampel akhir yang dipelajari dan merupakan daftar sesungguhnya unit-unit sampling pada berbagai tahap dalam prosedur seleksi. Sampel: sampel merupakan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari. 112 f. g. h. i. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Parameter dan Statistik: parameter berkaitan dengan gambaran singkat suatu variabel yang dipilih dalam suatu populasi; sedang statistik adalah gambaran singkat dari variabel yang dipilih dalam sampel.

Kesalahan Pengambilan Sampel: kesalahan pengambilan sampel berkaitan dengan kesalahan prosedural dalam mengambil sampel dan ketidaktepatan dalam hubungannya dengan penggunaan statistik dalam mengestimasi parameter.

Efisiensi Statistik dan Sampel: efisiensi statistik merupakan ukuran dalam membandingkan antara desain-desain sampel dengan ukuran sampel yang sama yang menilai desain yang mana dapat menghasilkan tingkat kesalahan standar estimasi yang lebih kecil. Efisiensi sampel menunjuk pada suatu karakteristik dalam pengambilan sampel yang menekankan adanya ketepatan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dan biaya rendah per unit untuk mendapatkan setiap unit presisi yang tetap.

Perencanaan Sampling: perencanaan sampling adalah spesifikasi formal metode dan prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sampel yang dipilih untuk tujuan studi. 13.2 PROSES PENGAMBILAN SAMPEL Proses pengambilan sampel merupakan cara-cara kita dalam memilih sampel untuk studi tertentu. Proses terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: a. b. Tahap 1: Memilih Populasi Proses awal ialah menentukan populasi yang menarik untuk dipelajari.

Suatu populasi yang baik ialah mencakup rancangan eksplisit semua element yang terlibat biasanya meliputi empat komponen, yaitu: elemen, unit sampling, keluasan skop dan waktu. Tahap 2: Memilih Unit-Unit Sampling Unit-unit sampling adalah unit analisis dari mana sampel diambil atau berasal. Karena kompleksitas penelitian dan banyaknya desain Desain Sampel c. d. e. 113 sampel, maka pemilihan unit-unit sampling harus dilakukan dengan seksama.

Tahap 3: Memilih Kerangka Sampling Pemilihan kerangka sampling merupakan tahap yang penting karena jika kerangka sampling yang dipilih secara memadai tidak mewakili populasi, maka generalisasi hasil penelitian meragukan.

Kerangka sampling dapat berupa daftar nama populasi seperti buku telepon atau data base nama lainnya. Tahap 4: Memilih Desain Sampel Desain sampel merupakan tipe metode atau pendekatan yang digunakan untuk memilih unit-unit analisis studi. Desain sampel sebaiknya dipilih sesuai dengan tujuan penelitian.

Tahap 5: Memilih Ukuran Sampel Ukuran sampel tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya ialah: • Homogenitas unit-unit sampel: Secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sampel yang dibutuhkan untuk memperkirakan parameter-parameter populasi.

• Kepercayaan: Kepercayaan mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diinginkan, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan. • Presisi: presisi mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Untuk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran sampel yang besar pula. • Kekuatan Statistik: Istilah ini mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan dalam situasi pengujian hipotesis.

Untuk mendapatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sampel yang besar. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 114 • f. g. Prosedur Analisis: Tipe prosedur analisis yang dipilih untuk analisis data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sampel. • Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sampel juga harus mempertimbangkan biaya, waktu dan personil. Sampel besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.

Tahap 6: Memilih Rancangan Sampling Rancangan sampling menentukan prosedur operasional dan metode untuk mendapatkan sampel yang diinginkan. Jika dirancang dengan baik, rancangan sampling akan menuntun peneliti dalam memilih sampel yang digunakan dalam studi, sehingga kesalahan yang akan muncul dapat ditekan sekecil mungkin. Tahap 7 Memilih Sampel: Tahap akhir dalam proses ini ialah penentuan sampel untuk digunakan pada proses penelitian berikutnya, yaitu koleksi data.

13.3 DESAIN SAMPEL Secara garis besar ada dua desain sampel utama, yaitu Desain Probabilitas dan Desain Non-Probabilitas. Masing-masing kategori mempunyai sub-sub kategori yang lebih kecil. Dalam pembahasan ini, kita akan mulai dengan desain probabilitas.

a. Pengambilan Sampel Secara Random Sederhana (Simple Random Sampling) Cara pengambilan sampel dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sampel dengan menggunakan angkaangka random.

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemungkinan dapat terjadi; dan dengan mudah data dianalisis serta kesalahankesalahan dapat dihitung. Desain Sampel 115 Kelemahan dalam teknik ini ialah: peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sampel lebih besar. b. Pengambilan Sampel Secara Random Sistematis (Systematic Random Sampling) Teknik ini merupakan pengembangan teknik sebelumnya hanya bedanya teknik ini menggunakan urut-urutan alami.

Caranya ialah pilih secara random dimulai dari antara angka 1 dan integer yang terdekat terhadap ratio sampling (N/n); kemudian pilih item-item dengan interval dari integer yang terdekat teradap ratio sampling.

Keuntungan menggunakan sampel ini ialah peneliti menyederhanakan proses penarikan sampel dan mudah di cek; dan menekan keanekaragaman sampel. Kerugiannya ialah apabila interval berhubungan dengan pengurutan periodik suatu populasi, maka akan terjadi keanekaragaman sampel.

c. Pengambilan Sampel Secara Random Bertahap (Random Multistage) Desain ini merupakan variasi dari desain di atas tetapi lebih kompleks. Caranya ialah dengan menggunakan bentuk sampel acak dengan sedikit-dikitnya dua tahap. Keuntungannya ialah daftar sampel, identifikasi, dan penomoran yang dibutuhkan hanya untuk para anggota dari unit sampling yang dipilih dalam sampel.

Jika unit sampling didefinisikan secara geografis akan lebih menghemat biayanya. Kelemahannya ialah tingkat kesalahan akan menjadi tinggi apabila jumlah sampling unit yang dipilih menurun. d. Teknik Pengambilan Sampel Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling) 1. Proporsional Cara pengambilan sampel dilakukan dengan menyeleksi setiap unit sampling yang sesuai dengan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium unit sampling.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 116 2. Keuntungannya ialah aspek representatifnya lebih meyakinkan sesuai dengan sifat-sifat yang membentuk dasar unit-unit yang mengklasifikasinya, sehingga mengurangi keanekaragamannya. Karakteristik-karakeristik masingmasing strata dapat diestimasikan sehingga dapat dibuat perbandingan. Kerugiannya ialah membutuhkan informasi yang akurat pada proporsi populasi untuk masing-masing strata. Jika hal tersebut diabaikan maka kesalahan akan muncul.

Disporposional Strategi pengambilan sampel sama dengan proporsional. Perbedaanya ialah terletak pada ukuran sampel yang tidak proporsional terhadap ukuran unit sampling karena untuk kepentingan pertimbangan analisis dan kesesuaian. e. Teknik Pengambilan Sampel Cluster Strategi pengambilan sampel dilakukan dengan cara memilih unitunit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak, unit-unit akhir ialah kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tersebut secara random dan hitung masingmasing kelompok.

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah. Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi.

Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu. f. Teknik Pengambilan Sampel Kluster Bertsrata (Stratified Cluster) Cara menyeleksi sampel dengan cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling.

Keuntungannya ialah mengurangi keanekaragaman sampling kluster sederhana. Desain Sampel 117 Kelemahannya ialah karakteristik-karaketristik kluster bisa berubah sehingga keuntungannya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitiannya berikutnya. g. Repetisi: Mulitple atau Sequensial (berurutan) Dua sampel atau lebih dari kluster di atas (F) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sampel yang lebih dahulu untuk merancang sampel-sampel berikutnya.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Keuntungan menggunakan teknik ini ialah memberikan estimasi karakteristik populasi yang memfasilitasi perancangan yang efisien untuk sampel-sampel berikutnya.

Kelemahan teknik ini ialah penghitungan dan analisis akan dilakukan berulang-ulang. Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sampel yang kecil dapat mencerminkan populasinya. h. Desain Non Probabilitas 1. Penilaian (judgment): Memilih sampel dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan.

Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banyak kemiripan. Kerugiannya ialah memunculkan keanekaragaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sampel yang dipilihnya.

2. Kesesuaian (Convenience): Memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan variabel-variabel yang tidak diketahui 3.

Teknik Bola Salju (Snowball) Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam 118 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif situasi-situasi tertentu.

Kelemahannya ialah perwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sampel yang sudah dipilih. 13.4 CARA MENENTUKAN UKURAN SAMPEL Salah satu cara menentukan ukuran sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan menggunakan pendekatan statistik untuk tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10% dapat dilakukan dengan formula sbb: Dimana: l2 dengan dk = 1, taraf kesalahan sebesar 1%, 5% dan 10%; P = Q = 0,5; d = tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium dan S = jumlah sampel Berdasarkan rumus di atas dan diasumsikan populasi berdistribusi normal dibuat tabel untuk menentukan besarnya sampel dari jumlah populasi antara 10 sampai dengan 1.000.000 dengan tingkat kesalahan sebesar 1% (0,01), 5% (0,05) dan 10% (0,1).

Sebagai contoh: Jika populasi sebesar 280, maka sampel akan menjadi sebesar 197 dengan tingkat kesalahan sebesar 1%, dan sampel 155 dengan tingkat kesalahan 5% dan sampel 138 dengan tingkat kesalahan 10%.

Semakin besar tingkat kesalahan yang ditoleransi maka semakin kecil jumlah sampel yang diambil. Sebaliknya semakin kecil tingkat kesalahan yang ditoleransi, maka semakin besar mendekati populasi sampel yang harus diambil.

Daftar jumlah populasi dan sampel terlihat di tabel berikut: Desain Sampel Tabel 13.1 Ketentuan Jumlah Sampel dengan Jumlah Populasi Tertentu Dengan Tingkat Kesalahan 1%, 5% dan 10% Sumber: Sugiyono (2002) 119 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 120 Jika ingin dihitung dengan rumus, gunakan rumus dibawah ini: Q= 1 1 G  +  Dimana : n = Sampel N = Populasi d = Derajat Kebebasan Misal : 0,1 ; 0,05 atau 0,01 Contoh : N = 702 Q=     +  n = 87,53 Penentuan ukuran sampel lain yang menggunakan pendekatan statistik dikemukakan oleh Narish K Maholtra (1996:334).

Narish menggunakan pendekatan berdasarkan pendekatan interval kepercayaan (confidence interval) dan pendekatan pengujian hipotesis (hypothesis testing) sebagaimana terlihat pada tabel 13.2 di bawah ini Gambar 13.1 121 Desain Sampel a. Berdasarkan Rata-Rata (Mean) dengan Pendekatan Interval Kepercayaan Didasarkan pada pendekatan interval kepercayaan dengan menggunakan rata-rata, rumusnya sbb: σ ]  Q= ' Mencari s dengan rumus sbb: b.

σ= ' Mencari Z dengan rumus sbb: = == [ −μ σ Berdasarkan Proporsi dengan Pendekatan Interval Kepercayaan Jika digunakan proporsi dengan pendekatan interval kepercayaan, maka rumusnya sbb: Q= c. Berdasarkan Rata-Rata (Mean) dengan Pendekatan Uji Hipotesis Jika menggunakan rata-rata dengan pendekatan uji hipotesis, maka rumusnya sbb: Q= d.

μ  − π ]  ' = α = = α σ  μ + μ   Berdasarkan Proporsi dengan Pendekatan Uji Hipotesis Jika menggunakan proporsi dengan pendekatan uji hipotesis, maka rumusnya sbb: [= Q= α π   − π + = βα π  − π π + π  -oo00oo- ]  BAB 14 KOLEKSI DATA 14.1 PENGER TIAN PENGERTIAN K oleksi data merupakan tahapan dalam proses penelitian yang penting, karena hanya dengan mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang sudah ditetapkan.

Data yang kita cari harus sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan teknik sampling yang benar, kita sudah mendapatkan strategi dan prosedur yang akan kita gunakan dalam mencari data di lapangan. Pada bagian ini, kita akan membahas jenis data apa saja yang dapat kita pergunakan untuk penelitian kita. Yang pertama ialah data sekunder dan yang kedua ialah data primer.

Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan sedang data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau pertama. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasiorganisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor 124 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif pemerintah maka data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian kita.

14.2 PER TIMBANGAN-PER TIMBANGAN DALAM PERTIMBANGAN-PER TIMBANGAN-PERTIMBANGAN MENCARI DA TA SEKUNDER DAT Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia dalam mencari data tersebut kita tidak boleh lakukan secara sembarangan.

Untuk mendapatkan data yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian, kita memerlukan beberapa pertimbangan, diantaranya sebagai berikut: a. Jenis data harus sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah kita tentukan sebelumnya. b. Data sekunder yang dibutuhkan bukan menekankan pada jumlah tetapi pada kualitas dan kesesuaian, oleh karena itu peneliti harus selektif dan hati-hati dalam memilih dan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium. c. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer, oleh karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian kita.

14.3 KEGUNAAN DA TA SEKUNDER DAT Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut: a. Pemahaman Masalah: Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan company profile atau data administratif lainnya yang dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian.

Koleksi Data 125 b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang tersedia, kita dapat mengetahui komponenkomponen situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti c.

tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium

Formulasi Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti.

Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka penyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah. d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

14.4 STRA TEGI PENCARIAN DA TA SEKUNDER STRATEGI DAT Bagaimana kita mencari data sekunder? Dalam mencari data sekunder kita memerlukan strategi yang sistematis agar data yang kita peroleh sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Beberapa tahapan strategi pencarian data sekunder adalah sebagai berikut: a. Mengidentifikasi Kebutuhan Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu.

Identifikasi 126 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.

b. Memilih Metode Pencarian Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan/atau lokasi eksternal.

Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian, kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun data base yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti.

c. Menyaring dan Mengumpulkan Data Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan.

Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan. d. Evaluasi Data Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti. e. Menggunakan Data Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti.

Jika data dapat Koleksi Data 127 digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama. 14.5 MEMILIH METODE Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium DA TA DAT Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita memerlukan metode tertentu.

Caracara pengambilan data dapat dilakukan secara; a) manual, b) online dan c) kombinasi manual dan online. a. Pencarian Secara Manual Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada.

Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literatur yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti.

Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu data internal data adalah data yang sudah tersedia di lapangan, dan data eksternal adalah data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain. · Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari data base khusus dan data base umum.

Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut.

Data jenis ini akan banyak membantu Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 128 · b. dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, data base umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum.

Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor/perusaahaan atau disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya. Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

Pencarian Secara Online Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun nonbisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.

Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: a) hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer, b) ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d) hemat Koleksi Data 129 biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.

14.6 KRITERIA DALAM MENGEV ALUASI DA TA MENGEVALUASI DAT SEKUNDER Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut: • Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat kita peroleh pada saat dibutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.

• Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti. • Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut? • Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut?

Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunakannya. 14.7 PENGUMPULAN DA TA PRIMER DAT a. Pengertian Apakah data primer itu? Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama.

Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui nara sumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. 130 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Untuk mengumpulkan data primer diperlukan metode yang disebut survei dan menggunakan instrumen tertentu. Survei bermanfaat dalam menyediakan cara-cara yang cepat, efisien dan tepat dalam menilai informasi dari responden.

Secara prinsip ada dua teknik pengumpulan data primer, yaitu: pengumpulan data secara pasif dan pengumpulan data secara aktif. Perbedaan antara kedua teknik tersebut ialah: yang pertama meliputi observasi karakteristik-karakteristik elemen-elemen yang sedang dipelajari dilakukan oleh manusia atau mesin; sedang yang kedua meliputi pencarian responden yang dilakukan oleh manusia ataupun non-manusia.

Koleksi data secara pasif bermanfaat untuk mendapatkan data dari manusia ataupun tipe elemen studi lainnya. Kegiatannya meliputi melakukan observasi terhadap karakteristik-karakteristik tertentu indivual, obyek, organisasi dan entitas lainnya yang menarik untuk kita teliti. Koleksi data secara aktif memerlukan responden dalam mendapatkan data.

Dalam pencarian data primer ada tiga dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu: kerahasiaan, struktur dan metode koleksi. Pertama, kerahasiaan mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk diketahui oleh responden atau tidak. Merahasiakan tujuan penelitian dilakukan untuk tujuan agar para responden tidak memberikan jawabanjawaban yang bias dari apa yang kita harapkan.

Kedua, struktur berkaitan dengan tingkat formalitas (resmi), atau pencarian data dilakukan secara terstruktur atau tidak terstruktur. Pencarian dilakukan secara terstr uktur jika peneliti dalam mencari data dengan menggunakan alat, misalnya kuesioner dengan pertanyaan yang sudah dirancang secara sistematis, dan sangat terstruktur baik itu dilakukan secara tertulis ataupun lisan.

Sebaliknya pencarian dapat dilakukan dengan cara tidak terstruktur, jika instrumennya dibuat tidak begitu formal atau terstruktur. Ketiga, metode koleksi menunjuk pada sarana untuk mendapatkan data. Koleksi Data b. 131 Metode Pengumpulan Data Primer Secara Pasif Metode pengumpulan data primer dapat dilakukan oleh manusia atau mesin. Jika dilakukan oleh manusia dapat berbentuk 1) terstruktur dan bersifat rahasia, 2) terstruktur dan bersifat terbuka, 3) tidak terstruktur dan bersifat rahasia, dan 4) tidak terstruktur dan bersifat terbuka.

Pembagian yang sama jika dilakukan oleh mesin. Metode Pengumpulan Data yang Dilaksanakan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Manusia 1. Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau resmi dan responden tidak diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.

Sekalipun demikian pihak peneliti biasanya memberikan informasi mengenai tema atau topik yang akan diteliti agar pihak responden tidak bisa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner. 2. Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau tingkat keformalannya tinggi dan responden biasanya diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.

Tujuannya ialah agar responden memberikan jawaban yang sesuai dengan tujuan penelitian dan tidak menyimpang yang dapat mengakibatkan bias hasil penelitian dikarenakan tidak cocoknya data yang diperoleh. 3. Tidak Terstruktur dan Bersifat Rahasia: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi dan responden tidak diberi informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.

Perbedaan dengan metode pertama ialah terletak pada sifat keformalan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Hal ini akan berdampak secara psikologis memberikan keleluasaan pada responden dalam memberikan jawabanjawaban pertanyaan yang diberikan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 132 4.

c. Tidak Terstruktur dan Bersifat Terbuka: metode ini mempunyai karakteristik, yaitu pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi tetapi pihak peneliti memberikan informasi secara terbuka mengenai tujuan penelitiannya sehingga responden dapat secara jelas mengetahui arah penelitiannya dan ini akan mempengaruhi responden dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Metode Pengumpulan Data Primer Secara Aktif Metode pengumpulan data primer secara aktif meliputi beberapa diantaranya a) pemberian kuesioner secara langsung dengan responden, b) pengisian kuesioner dengan responden melalui telepon, c) pengisian kuesioner dengan menggunakan surat, d) kuesioner dengan menggunakan surat elektronik.

1. Pemberian Kuesioner Secara Langsung dengan Responden: Responden diberi kuesioner secara langsung dan diminta mengisi semua pertanyaan yang ada di dalam kuesioner.

Pertanyaan pada umumnya berisi dua hal utama, yaitu pertama bagian yang menanyakan profil responden dan bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan pokok menyangkut tema dan masalah yang diteliti. Pada umumnya pertanyaan dapat diselesaikan dalam waktu antara 30 – 60 menit. Teknik pengambilan data dapat dilakukan oleh pengambil data lapangan yang bertatap muka dengan responden atau kuesioner diberikan kepada responden dan diberi waktu untuk mengisinya.

Keunggulan teknik ini ialah peneliti dapat memperoleh informasi yang akurat dan secara langsung dari orang-orang yang akan kita mintai informasi.

Sedang kelemahannya ialah peneliti akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan banyak karena keterbatasan waktu.

133 Koleksi Data 2. 3. 4. Pengisian Kuesioner Melalui Telepon: Pada prinsipnya pengisian kusioner melalui telepon sama dengan cara pertama. Perbedaan utama ialah pada teknik kedua ini kuesioner harus dibacakan oleh pengambil data melalui telepon kepada responden dan kemudian responden menjawabnya melalui telepon. Kelemahan teknik ini ialah keterbatasan waktu dan kita tidak dapat mengetahui secara pasti apakah orang yang sedang bicara melalui telepon tersebut benar-benar orang yang kita cari dan kita inginkan informasinya.

Pemberian Kuesioner Melalui Surat: teknik ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat. Keuntungan menggunakan media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat, kuesioner tersebut tidak akan dikirim kembali kepada kita.

Kelemahan lainnya ialah karena kita tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh orang yang bukan kita maksudkan.

Kuesioner dalam Email: perkembangan teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden.

Teknik ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara.

Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan komputer yang tersambung dengan jaringan Internet. -oo00oo- BAB 15 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Pada bagian ini akan dibicarakan 3 (tiga) hal pokok, yaitu cara mengolah data, menganalisis dan menentukan teknik analisis statistiknya.

15.1 PENGOLAHAN DA TA DAT P engolahan data atau disebut juga proses pra-analisis mempunyai tahap-tahap sebagai berikut: 1) editing data, 2) pengembangan variabel, 3) pengkodean data, 4) cek kesalahan, 5) membuat struktur data, 6) cek preanalisis komputer, 7) tabulasi.

Langkah 1 Editing Data: Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan klarifikasi, keterbacaan, konsisitensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses klarifikasi menyangkut memberikan penjelasan mengenai apakah data yang sudah terkumpul akan menciptakan masalah konseptual atau teknis pada saat peneliti melakukan analisis data.

Dengan adanya klarifikasi ini diharapkan masalah teknis atau konseptual tersebut tidak mengganggu proses analisis sehingga dapat menimbulkan bias penafsiran hasil analisis.

Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul secara logis dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil 136 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif analisis. Konsistensi mencakup keajegan jenis data berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan.

Kelengkapan mengacu pada terkumpulnya data secara lengkap sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut. Langkah 2 Pengembangan Variabel: Yang dimaksud dengan pengembangan variabel ialah spesifikasi tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium variabel yang diperlukan oleh peneliti yang tercakup dalam data yang sudah terkumpul atau dengan kata lain apakah semua variabel yang diperlukan sudah termasuk dalam data.

Jika belum ini berarti data yang terkumpul belum lengkap atau belum mencakup semua variabel yang sedang diteliti. Langkah 3 Pengkodean Data: Pemberian kode pada data dimaksudkan untuk menterjemahkan data ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka.

Tujuannya ialah untuk dapat dipindahkan ke dalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisis berikutnya. Dengan data sudah diubah dalam bentuk angka-angka, maka peneliti akan lebih mudah mentransfer kedalam komputer dan mencari program perangkat lunak yang sesuai dengan data untuk digunakan sebagai sarana analisis, misalnya apakah data tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan software SPSS?

Contoh pemberian kode data ialah, misalnya pertanyaan di bawah ini yang menggunakan jawaban “ya” dan “tidak” dapat diberi kode 1 untuk “ya” dan 2 untuk “tidak”.

Pertanyaan: Apakah saudara menyukai pekerjaan saat ini? Jawaban: a. ya b. tidak Untuk jawaban yang menggunakan skala seperti pertanyaan di bawah ini, maka jawaban “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “netral”, ”setuju” dan “setuju sekali” dapat diberi kode 1,2,3,4 dan 5 untuk masing-masing jawaban.

Pertanyaan: Bagaimana pendapat saudara mengenai tarif telepon saat ini? Pengolahan dan Analisis Data 137 Jawaban: a. sangat tidak setuju b. tidak setuju c. netral d. setuju e. setuju sekali Jika jawaban sudah dalam bentuk numeric, misalnya penghasilan per bulan sebesar Rp. 3,500.000,00 atau frekuensi membaca iklan sebesar 20 kali per bulan pengkodean tidak perlu dilakukan lagi karena bentuknya sudah numerik.

Langkah 4 Cek Kesalahan: Peneliti melakukan pengecekan kesalahan sebelum dimasukkan kedalam komputer untuk melihat apakah langkahlangkah sebelumnya sudah diselesaikan tanpa kesalahan yang serius. Langkah 5 Membuat Struktur Data: Peneliti membuat struktur data yang mencakup semua data yang dibutuhkan untuk analisis kemudian dipindahkan kedalam komputer.

Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan 1) apakah data disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya?

2) apakah ada data yang hilang/rusak dan belum dihitung? 3) bagaimana caranya mengatasi data yang hilang atau rusak? dan 4) sudahkah pemindahan data dilakukan secara lengkap? Langkah 6 Cek Preanalisis Komputer: struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisis komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan preanalisis komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.

Langkah 7 Tabulasi: Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variabel-variabel yang diteliti atau yang variabel yang akan di tabulasi silang.

Di bawah ini diberikan contoh membuat tabulasi frekuensi dan tabulasi silang: Tabulasi Frekuensi: untuk pertanyaan “Berapa pengeluaran biaya telepon responden per bulan” 138 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Tabel 15.1 Sumber: Jonathan Sarwono dan Agus Ismanto, Riset efektifitas iklan “Telkom Heula”, 1999 Tabulasi Silang: Bidang Usaha di tabulasi silang dengan Kesediaan Memasang Promosi di Peta Jalan Bandung Raya Tabel 15.2 Sumber: Jonathan Sarwono, Riset Kebutuhan Peta Jalan Bandung Raya, 2002 15.2 ST ATISTIK DESKRIPTIF STA Statistik deskriptif mengacu pada transformasi data mentah ke dalam suatu bentuk yang akan membuat pembaca lebih mudah memahami dan menafsirkan maksud dari data atau angka yang ditampilkan.

Kegunaan utama statistik deskriptif ialah untuk menggambarkan jawaban-jawaban observasi. Yang termasuk didalamnya diantaranya ialah distribusi frekuensi, distribusi persen dan rata-rata (mean).

139 Pengolahan dan Analisis Data a. Tabel Distribusi Frekuensi Tabel distribusi frekeunsi menggambarkan pengaturan data secara teratur didalam suatu tabel. Data diatur secara berurutan sesuai dengan besar kecilnya angka atau digolong-golongkan kedalam suatu kelas-kelas yang sesuai dengan tingkatan dan jumlah yang ada pada masing-masing kelas. Di bawah ini contoh tabel distribusi frekuensi: Apakah Saudara pernah berbelanja di Matahari Supermarket? Tabel 15.3 Artinya: ada sebanyak 110 individu yang memilih “pernah” berbelanja di Matahari Supermarket dan 90 yang memilih “ tidak pernah” berbelanja di Matahari Supermarket b.

Frekuensi Relatif Frekuensi relatif ialah frekuensi yang dihitung dalam bentuk persen. Cara memperoleh frekuensi relatif ialah: Frekuensi masing-masing individu x 100% Jumlah frekuensi Contoh: Tabel 15.4 Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 140 Artinya ada sebanyak 37% responden berusia Lihat lebih banyak. Komentar
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 5.10.

Sebarkan ini: Reaksi tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat yang baru dengan sifat-sifat yang baru. Reaksi kimia dituliskan dengan menggunakan lambang unsur.

Marilah kita lihat bagaimana cara menyatakan suatu reaksi dengan menggunakan lambang. Perhatikan reaksi merkuri oksida yang menghasilkan merkuri dan oksigen berikut. HgO —— Hg + O2 Ahli kimia akan menerjemahkan lambang-lambang di atas sebagai berikut. “Molekul HgO yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg) ditambah satu atom oksigen (O), menghasilkan (——) satu molekul yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg) ditambah satu molekul yang terdiri dari dua atom oksigen (O2)”.

Gabungan lambang yang menunjukkan suatu reaksi kimia dinamakan persamaan kimia. Zat yang bereaksi di sebelah kiri anak panah disebut pereaksi sedangkan zat di sebelah kanan anak panah disebut hasil reaksi. Jadi, HgO pada persamaan kimia di atas adalah pereaksi.

Hg dan O2 tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium hasil reaksi. Hukum konservasi materi menyatakan bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi hams tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu berubah untuk membentuk pola molekul yang baru.

Apabila suatu persamaan memenuhi syarat-syarat itu, dapat dikatakan persamaan itu setimbang. Dengan kata lain, dua molekul merkuri oksida (HgO) yang masing- masing terdiri dari satu atom merkuri dan satu atom oksigen menghasilkan dua molekul merkuri yang masingmasing terdiri dari satu atom merkuri ditambah satu molekul oksigen, yang terdiri dari tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium atom oksigen.

Persamaan ini sekarang telah setimbang, di sebelah kiri ada dua atom merkuri dan dua atom oksigen, demikian juga di sebelah kanan.

Perhatikan bahwa dalam hasil reaksi ditulis 2 Hg, bukan Hg2. Hal ini karena molekul merkuri hanya terdiri dari satu atom merkuri. Kalau angka 2 kita tuliskan di bawah, berarti kita mengatakan bahwa molekul itu mengandung dua atom dan ini keliru. Ingat bahwa dalam menyeimbangkan persamaan kita tidak boleh mengganti molekul.

Kita hanya boleh mengubah jumlah molekul. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Termokimia : Pengertian, Sistem, Reaksi, Dan Rumus Serta Contohnya Lengkap Ciri-Ciri Reaksi Kimia Ketika terjadi reaksi kimia, terdapat perubahan-perubahan yang dapat kita amati. Perhatikan ciri-ciri reaksi kimia berikut. • Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Warna Sebagai contoh kita dapat mengamati bahwa warna ungu pada larutan kalium permanganat (KMnO4) akan berubah jika direaksikan dengan larutan asam oksalat (H2C2O4).

Perubahan kimia ini terjadi karena senyawa kalium permanganat berubah menjadi senyawa mangan sulfat (MnSO4) yang tidak berwarna. Demikian juga dengan tembaga karbonat (CuCO3) yang berwarna hijau akan berubah menjadi tembaga oksida (Cu2O) yang berwarna kehitaman dan karbon dioksida (CO2) setelah dipanaskan.

• Reaksi Kimia dapat Membentuk Endapan Ketika barium klorida (BaCh) direaksikan dengan natrium sulfat (Na2SO4) akan menghasilkan suatu endapan putih barium sulfat (BaSO4). Endapan putih yang terbentuk ini sukar larut dalam air. Reaksi kimia tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. BaCl2 + Na2SO4 —— BaSO4+ 2NaCl (larutan) (larutan) (padatan) (larutan) Banyak sekali zat-zat kimia yang direaksikan menimbulkan endapan. Contoh lain adalah larutan perak nitrat (AgNO3) direaksikan dengan larutan natrium klorida (NaCl) menghasilkan endapan putih perak klorida (AgCl) dan larutan natrium nitrat (NaNO3).

AgNO3 + NaCl — AgCl+ NaNO3 (larutan) (larutan) (padatan) (larutan) Sebenarnya apakah endapan itu? Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai fase padat tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium larutan. Endapan dapat berupa kristal (kristalin) atau koloid dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau sentrifugasi.

Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat terlarut. Kelarutan suatu endapan sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan endapan bertambah besar dengan kenaikan suhu, meskipun dalam beberapa hal khusus (seperti kalium sulfat), terjadi sebaliknya. Laju kenaikan kelarutan dengan suhu berbeda-beda. Pada beberapa hal, perubahan kelarutan dengan berubahnya suhu dapat menjadi alasan pemisahan. Misal pemisahan ion timbal dari perak dan merkurium (I) dapat dicapai dengan mengendapkan ketiga ion itu mula- mula sebagai klorida, diteruskan dengan menambahkan air panas pada campuran.

Air panas akan melarutkan timbale klorida (PbCh) tetapi perak dan raksa (I) klorida (HgCl) tidak larut di dalamnya. Setelah menyaring larutan panas tersebut, ion timbal akan ditemukan dalam filtrat. • Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Perubahan Suhu Kamu dapat membuktikan bahwa reaksi kimia dapat menyebabkan perubahan suhu.

Pada percobaan mereaksikan asam sulfat (H2SO4) dan natrium hidroksida (NaOH) terjadi kenaikan suhu. Nah, reaksi kimia yang menghasilkan kenaikan suhu dinamakan reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm dapat kamu temukan pada pembakaran kertas dan pembakaran bensin pada kendaraan bermotor. Pada percobaan kedua, saat kamu mereaksikan campuran barium hidroksida (Ba(OH)2) dan amonium klorida (NH4Cl), larutan tersebut akan menyerap panas di sekitarnya sehingga terjadi penurunan suhu.

Reaksi kimia yang menyerap panas di sekitarnya dinamakan reaksi endoterm. Contoh reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari adalah fotosintesis dan memasak makanan. • Reaksi Kimia dapat Menimbulkan Gas Pernahkah kamu melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi (tablet effervescent) ke dalam segelas air? Ketika kamu melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi ke dalam segelas air, kamu akan melihat gelembung-gelembung gas muncul dari dalam larutan.

Hal ini membuktikan bahwa dalam peristiwa reaksi kimia dapat menimbulkan gas. Selain contoh di atas, kamu juga dapat mengamati reaksi kimia yang menghasilkan gas pada saat kamu membuka kaleng minuman berkarbonasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Campuran : Pengertian, Ciri, Dan Macam Serta Contohnya Dalam Ilmu Kimia Tahapan dan Faktor Memengaruhi Reaksi Kimia Tahukah kamu berapa lama suatu reaksi kimia dapat berlangsung?

Berdasarkan laju reaksinya, maka reaksi kimia ada yang berlangsung cepat, dan ada pula yang berlangsung lambat. Contoh reaksi kimia yang berlangsung cepat adalah reaksi kimia pada tablet effervescent ketika dilarutkan dalam air, dan menyalakan kembang api. Adapun contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat adalah proses korosi atau berkaratnya besi, reaksi pembuatan tempe dan tape. Bagaimana cara mengukur laju reaksi kimia?

Laju reaksi kimia dapat ditentukan dengan mengukur berkurangnya jumlah reaktan yang bereaksi atau pertambahan jumlah produk yang terbentuk tiap satuan waktu tertentu. Laju reaksi kimia dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain sebagai berikut: • Pengaruh Ukuran Zat terhadap Laju Reaksi Menurutmu, manakah yang akan lebih cepat larut, satu bongkah garam atau satu sendok garam halus?

Ketika kamu melarutkan satu bongkah garam dan satu sendok garam halus masing-masing ke dalam segelas air, maka garam halus akan lebih cepat larut dibandingkan garam bongkahan. Hal ini dikarenakan ukuran butiran garam halus lebih kecil dari ukuran bongkahan garam.

• Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi Pemberian kalor atau pemanasan pada suatu reaksi kimia memengaruhi laju reaksi. Pada reaksi eksoterm bila suhu tinggi reaksi menjadi lambat, sedangkan pada reaksi endoterm, bila suhu tinggi reaksi menjadi cepat.

Dalam reaksi endoterm, pada suhu tinggi, tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium zat akan bergerak lebih cepat daripada suhu rendah.

Hal inilah yang menyebabkan reaksi kimia berjalan lebih cepat. Reaksi kimia terjadi ketika molekul-molekul dan atom-atom bertumbukan. Menaikkan suhu berarti menaikkan energi kinetik partikel, sehingga partikel tersebut bergerak lebih cepat dan lebih sering bertumbukan.

Inilah sebabnya mengapa laju reaksi pada reaksi endoterm lebih cepat pada suhu yang tinggi. • Katalis Beberapa reaksi berlangsung secara lambat meskipun suhu tinggi dan kontak antara zat yang bereaksi intensif. Dalam kasus seperti ini, zat lain yang tidak terlibat dalam reaksi dapat mempercepat perubahan kimia.

Zat lain ini disebut katalis. Katalis umumnya zat padat, tetapi dapat juga berupa zat cair atau gas. Katalis mengubah laju reaksi, tetapi tidak memengaruhi hasil reaksi. Hal ini dapat dituliskan: A + B + Z ^ AB + Z Jika zat A direaksikan dengan zat B dengan katalis Z, maka pada akhir reaksi diperoleh produk reaksi AB dan katalis Z.

Berbagai katalis dipergunakan untuk mengubah laju bermacam-macam reaksi. Sel-sel hidup mempunyai katalis reaksi yang disebut enzim yang memungkinkan terjadinya reaksi kimia di dalam sel.

Enzim hanya dapat bekerja dengan baik pada keadaan tertentu misalnya suhu dan tingkat keasaman tertentu. Contoh enzim amilase yang berada dalam air ludah sebagai katalis dari pereaksi pati yang menghasilkan produk reaksi maltosa. Ahli kimia sering menggunakan katalis. Kadang-kadang, ditambahkannya sedikit saja katalis pada zat-zat yang bereaksi. Misalnya, menggabungkan serbuk nikel yang halus dengan minyak biji kapas agar minyak itu bereaksi dengan hidrogen untuk menghasilkan lemak padat yang dipergunakan sebagai bahan penyusut atau dipergunakan untuk pembuatan sabun.

Campuran udara dan belerang dioksida yang melalui katalis serbuk platina akan bereaksi dengan cepat dan menghasilkan belerang trioksida (SO3). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Makalah Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis Beserta Gambarnya Lengkap Macam Reaksi Kimia Dengan mengetahui beberapa sifat atau jenis reaksi, kita dapat memahami reaksi-reaksi kimia lebih mudah.

Umumnya, reaksi-reaksi kimia digolongkan menurut jenisnya sebagai berikut: 1. Reaksi penggabungan 2. Reaksi penguraian 3. Reaksi pergantian (reaksi pertukaran tunggal) 4. Reaksi Metatesis (reaksi pertukaran ganda) REAKSI PENGGABUNGAN Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat bergabung membentuk zat ketiga. Kasus paling sederhana adalah bila dua unsur bereaksi membentuk senyawa. Misalnya logam natrium bereaksi dengan gas klor membentuk natrium klorida. Persamaan reaksinya: 2Na(s) +Cl2(g) — 2NaCl(s) Contoh lain misalnya reaksi antara fosfor putih dan gas klor.

Dalam jumlah klor terbatas,fosfor bereaksi membentuk fosfor triklorida, PCl3, suatu cairan tak berwarna. P4(s) + 6Cl2(g) – 4PCl3(l) Jika klor yang tersedia berlebih, maka senyawa fosfor yang dihasilkan adalah fosfor pentaklorida, PCl5, suatu zat padat berwarna putih.

P4(s) + 10Cl2(g) – 4PCl5(s) Reaksi penggabungan lain melibatkan senyawa sebagai pereaksi. Misalnya: fosfor triklorida bereaksi dengan gas klor membentuk fosfor pentaklorida. Persamaan reaksinya: PCl3(l) + Cl2(g) – PCis(s) REAKSI PENGURAIAN Reaksi penguraian adalah reaksi bila senyawa tunggal bereaksi membentuk dua atau lebih zat. Biasanya reaksi ini membutuhkan kenaikan suhu agar senyawa yang dapat terurai dengan menaikkan suhu misalnya KclO3. Senyawa ini bila dipanaskan akan terurai menjadi KCl dan gas oksigen.

Persamaan reaksinya: KClO3(s) — 2KCl(s) + 3O2(g) Penguraian kalium klorat biasa digunakan untuk membangkitkan gas oksigen secara laboratorium. Reaksi penguraian biasa diterapkan dalam pengolahan batu kapur di daerah cipatat Jawa Barat.

Batu kapur,CaCO3 hasil penggalian agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan perlu diolah lebih lanjut dijadikan batu tohor, CaO. Pengolahan batu kapur ini dilakukan dengan cara pemanggangan batu kapur dalam tungku. Persamaan kimia yang terjadi adalah: CaCO3(s) — CaO(s) + CO2(g) Pada reaksi ini, senyawa tunggal diuraikan menjadi dua zat yang berbeda. REAKSI PERTUKARAN Reaksi pergantian atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur bereaksi dengan senyawa menggantikan unsur yang terdapat dalam senyawa itu.

Misalnya, jika lempeng logam tembaga dicelupkan kedalam larutan perak nitrat, kristtal logam perak dihasilkan. Persamaan reaksinya adalah : Cu(s) + 2AgNO3(aq) ^ 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq) Tembaga menggantikan perak yang terdapat dalam perak nitrat, menghasilkan larutan tembaga nitrat dan logam perak. Jika lempeng logamseng dicelupkan ke dalam larutan tembaga sulfat yang berwarna biru,maka pada permukaan logam seng akan terbentuk endapan tembaga berwarna merah, dan warna biru dari larutan perlahan-lahan memudar.

Hal ini menunjukan bahwa seng bereaksi dengan tembaga sulfat menghasilkan logam tembaga dan larutan seng sulfat yang tak berwarna. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Karbon Monoksida: Pengertian, Struktur, Reaksi, Serta Peran Dalam Fisiologi Dan Makanan REAKSI METATESIS Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi yang melibatkan pertukaran bagian dari pereaksi.

Jika pereaksi adalah senyawa ionik dalam bentuk larutan, bagian yang bertukaran adalah kation dan anion dari senyawa. Misalnya larutan kalium iodida yang tak berwarna dicampurkan dengan larutan timbal (II) nitrat yang juga tak berwarna. Ion-ion di dalam larutan bereaksi membentuk endapan berwarna kuning dari senyawa timbal (II) iodida.

Persamaan reaksinya: 2KI(aq) +Pb(NO3)2(aq) ^ 2KNO3(aq) + PbI2(s) Ion iodida dalam larutan kalium iodidabertukaran dengan ion nitrat dari larutan timbal (II) nitrat, menghasilkan larutan kalium nitrat yang tak berwarna dan padatan timbal (II) iodida berwarna kuning, sebagai PbI2.

Reaksi asam dan basa yang menghasilkan garam,juga dianggap sebagai reaksi metatesis. Misalnya reaksi antara asam hidroklorida, HCl(aq) dan natrium hidroksida (aq), persamaan reaksinya: HCl(aq) + NaOH(aq) ^ NaCl(aq) + H2O(l) Reaksi asam-basa disebut juga reaksi netralisasi, sebab padareaksi itu terjadi penertaan muatan H+ oleh OH- membentuk air (H2O) yang netral secara listrik.

Garam NaCl yang terbentuk tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya. REAKSI PEMBAKARAN Reaksi yang kita pertimbangkan sejauh ini dapat dikarakterisasi sebagai reaksi penata ulangan atom-atom. Namun demikian, kita perlu menambahkan satu jenis reaksi lain yaitu reaksi pembakaran, yang dicirikan oleh fakta bahwa salah satu pereaksinya adalah oksigen. Reaksi pembakaran dalah reaksi suatu zat dengan oksigen, biasanya bereaksi cepat disertai pelepasan kalor mambentuk nyala api.

Jika senyawa karbon dibakar dalam oksigen atau udara akan terbentuk karbon dioksida dan uap air bila pembakarannya sempurna. Tetapi, bila pembakaran kurang sempurna (kekurangan oksigen) akan terbentuk gas karbon monoksida, atau bolehjadi terbentuk karbon yang berwarna hitam (jelaga). Beberapa contoh pembakaran senyawa karbon: CH4(g) + 202(g) ^ CO2(g) + 2H2O(g) 2CH3OHO) + 302(g) – 2C02(g) + 4H20(g) C4H10® + 1302(g) – 8C02(g) + 10H2O(g) Perkaratan besi,walaupun tidak biasa dianggap sebagai pembakaran, secara esensi merupakan reaksi pembakaran, sebab terjadi reaksi antara besi dan oksigen disertai pelepasan energi.

Reaksi perkaratan besi pada kenyataannya sangat kompleks melibatkan molekul air, tapi kita dapat menuliskan perkaratan dalam bentuk reaksi bersihnya, yaitu sebagai berikut: 4Fe(s) + 3O2(g) + nH2O(l) ^ 2Fe2O3.nH2O(s) Demikian tulisan mengenai macam-macam reaksi kimia Contoh Reaksi Kimia Reaksi Kimia bisa terjadi di manapun di sekitar kita, bukan hanya di laboratorium.

Materi berinteraksi untuk membentuk produk baru melalui proses yang disebut reaksi kimia atau perubahan kimiawi. Setiap kali kita memasak atau sedang bersih-bersih, itu juga merupakan kimia dalam tindakan. Tubuh kita hidup dan tumbuh berkat reaksi kimia. Ada reaksi ketika kita meminum obat, menyalakan korek api, dan mengambil napas. Fotosintesis Fotosintesis adalah proses yang digunakan oleh tanaman dan organisme lain untuk mengubah energi cahaya, biasanya dari Matahari, menjadi energi kimia yang dapat kemudian dibebaskan untuk bahan bakar aktivitas organisme.

Energi kimia ini disimpan dalam molekul karbohidrat, seperti gula, yang disintesis dari karbon dioksida dan air. Dalam kebanyakan kasus, oksigen juga dihasilkan sebagai produk limbahnya. Kebanyakan tanaman, sebagian besar ganggang, dan cyanobacteria melakukan fotosintesis, dan organisme tersebut disebut photoautotrophs. Fotosintesis mempertahankan kadar oksigen atmosfer dan memasok semua senyawa organik dan sebagian besar energi yang diperlukan untuk kehidupan di Bumi.

Secara singkat, tanaman menggunakan reaksi kimia yang disebut fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi makanan (glukosa) dan oksigen. Ini adalah salah satu reaksi kimia sehari-hari yang paling umum dan juga salah satu yang paling penting, karena ini adalah bagaimana tanaman memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan hewan dan mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.

6 CO2 + 6 H2O + light → C6H12O6 + 6 O2 Respirasi Seluler Aerobik Respirasi seluler aerobik adalah proses kebalikan dari fotosintesis dalam energi molekul digabungkan dengan oksigen yang kita hirup untuk melepaskan energi yang dibutuhkan oleh sel-sel kita ditambah karbon dioksida dan air.

Energi yang digunakan oleh sel adalah energi kimia dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). Respirasi aerobik membutuhkan oksigen untuk menghasilkan ATP. Meskipun karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi sebagai reaktan, adalah metode yang disukai dalam pemecahan piruvat dalam glikolisis dan mengharuskan piruvat memasuki mitokondria untuk sepenuhnya teroksidasi oleh siklus Krebs.

Produk dari proses ini adalah karbon dioksida dan air, tetapi energi yang ditransfer digunakan untuk memecah ikatan yang kuat di ADP sebagai kelompok fosfat ketiga ditambahkan untuk membentuk ATP, oleh fosforilasi tingkat substrat, NADH dan FADH2 Berikut adalah persamaan keseluruhan untuk respirasi sel aerobik: C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + energy (36 ATPs) Respirasi Anaerobik Berbeda dengan respirasi aerobik, respirasi anaerobik menggambarkan satu set reaksi kimia yang memungkinkan sel untuk mendapatkan energi dari molekul kompleks tanpa oksigen.

Otot-otot sel melakukan respirasi anaerob setiap kali kita membuang oksigen yang kemudian sampai kepada mereka, seperti selama latihan intens atau berkepanjangan. Respirasi anaerobik oleh ragi dan bakteri yang dimanfaatkan untuk fermentasi, untuk menghasilkan etanol, karbon dioksida, dan bahan kimia lain yang membuat keju, anggur, bir, yoghurt, roti, dan banyak produk umum lainnya.

Persamaan kimia secara keseluruhan untuk satu bentuk respirasi anaerobik adalah: C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + energy Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fungsi dan Jenis-Jenis Vitamin Menurut Ahli Kimia Pembakaran Setiap kali kita menyalakan korek api, membakar lilin, membuat api, atau menyalakan panggangan, kita akan melihat reaksi pembakaran.

Pembakaran menggabungkan molekul energik dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida dan air. Sebagai contoh, reaksi pembakaran propana, ditemukan di panggangan gas dan beberapa perapian, adalah: C3H8 + 5O2 → 4H2O + 3CO2 + energy Karat Karat adalah besi oksida, biasanya oksida merah yang dibentuk oleh reaksi redoks besi dan oksigen dengan adanya air atau kelembaban udara.

Beberapa bentuk karat dibedakan baik secara visual maupun dengan spektroskopi, dan bentuk dalam keadaan yang berbeda. Karat terdiri dari besi terhidrasi (III) oksida Fe2O3 · nH2O dan besi (III) oksida-hidroksida (FeO (OH), Fe (OH ) 3). Dalam waktu yang cukup, oksigen, dan air, setiap massa besi akhirnya akan mengkonversi seluruhnya karat dan hancur. Permukaan karat terkelupas dan rapuh, dan tidak memberikan perlindungan kepada besi dasar, seperti pembentukan patina pada permukaan tembaga.

Karat adalah istilah umum untuk korosi besi dan paduannya, seperti baja. Banyak logam lainnya mengalami korosi yang setara, tetapi oksida yang dihasilkan tidak biasa disebut karat. Berikut adalah persamaan kimia untuk karat besi: Fe + O2 + H2O → Fe2O3.

XH2O Mencampur Bahan Kimia Jika kita misal saja menggabungkan cuka dan baking soda untuk membuat gunung berapi kimia atau susu dengan baking powder dalam sebuah resep, kita mengalami perpindahan atau metatesis reaksi ganda (ditambah beberapa hal lain).

Bahan bergabung kembali untuk menghasilkan gas karbon dioksida dan air. Bentuk karbon dioksida gelembung di gunung berapi dan dapat membantu peningkatan pemanggangan. Reaksi-reaksi ini tampak sederhana dalam praktek, tetapi sering terdiri dari beberapa langkah. Berikut adalah persamaan kimia keseluruhan untuk reaksi antara baking soda dan cuka: HC2H3O2 (aq) + NaHCO3 (aq) → NaC2H3O2 (aq) + H2O () + CO2 (g) Baterai Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik.

Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: • batang karbon sebagai anode (kutub positif baterai) • seng (Zn) sebagai katode (kutub negatif baterai) • pasta sebagai elektrolit (penghantar) Baterai menggunakan reaksi elektrokimia atau redoks untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Reaksi redoks spontan terjadi pada sel galvanik, sementara reaksi kimia tidak spontan terjadi dalam sel elektrolitik.

Pencernaan Ribuan reaksi kimia terjadi selama proses pencernaan. Segera setelah kita menaruh makanan di mulut, enzim dalam air liur yang disebut amilase akan mulai memecah gula dan karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana supaya tubuh kita dapat menyerapnya. Asam klorida dalam perut kita juga bereaksi dengan makanan untuk memecahnya, sedangkan enzim membelah protein dan lemak sehingga mereka dapat diserap ke dalam aliran darah melalui dinding usus.

Reaksi Asam-Basa Setiap kali kita mencampur asam (misalnya, cuka, jus lemon, asam sulfat) dengan basa (misalnya, baking soda, sabun, amonia, aseton), kita melakukan reaksi asam-basa.

Reaksi ini menetralkan asam dan basa menghasilkan garam dan air. Natrium klorida bukan satu-satunya garam yang dapat dibentuk. Sebagai contoh, di sini adalah persamaan kimia untuk reaksi asam-basa yang menghasilkan kalium klorida, pengganti garam meja umum: HCl + KOH → KCl + H2O Sabun dan Deterjen Sabun dan deterjen dapat membersihkan dengan menggunakan reaksi kimia.

Sabun mengemulsi kotoran, yang berarti sabun mengikat noda minyak noda sehingga mereka dapat dibersihkan dengan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium. Deterjen bertindak sebagai surfaktan, menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat berinteraksi dengan minyak, mengisolasi mereka, dan dan membersihkannya. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Kimia Ditag #contoh reaksi kimia, #jenis reaksi kimia, #macam reaksi kimia, #pengertian laju reaksi, #pengertian reaksi penggabungan, #pengertian reaksi penggantian, #pengertian reaksi penguraian, 10 contoh reaksi penggabungan, 4 jenis reaksi kimia, 5 kinetika reaksi kimia, 5 proses kimia, 5 proses reaksi kimia, 5 tahapan reaksi kimia, 50 contoh reaksi kimia, 9 reaksi kimia, aplikasi reaksi kimia, bagaimanakah cara menuliskan reaksi kimia, ciri ciri reaksi fisika, ciri ciri reaksi kimia antara lain adalah, contoh contoh reaksi kimia, contoh dari perubahan kimia adalah, contoh persamaan reaksi kimia, contoh perubahan kimia, contoh reaksi analisis, contoh reaksi dekomposisi, contoh reaksi fisika, contoh reaksi kimia brainly, contoh reaksi kimia buatan, contoh reaksi kimia dalam tubuh manusia, contoh reaksi kimia fotosintesis, contoh reaksi kimia pembakaran, contoh reaksi kimia perubahan warna, contoh reaksi kimia yang menghasilkan gas dalam kehidupan sehari hari, contoh reaksi metatesis, contoh reaksi pembakaran, contoh reaksi pembentukan, contoh reaksi penggabungan, contoh reaksi penguraian, contoh reaksi penguraian yang benar adalah, contoh reaksi pertukaran ganda, contoh reaksi sintesis, contoh soal reaksi kimia, jelaskan 3 jenis reaksi kimia, jelaskan istilah persamaan reaksi kimia, jelaskan jenis jenis reaksi dalam larutan, jelaskan jenis-jenis reaksi kimia, jenis jenis reaksi kimia, jenis jenis reaksi kimia pdf, jenis jenis reaksi pdf, jenis reaksi kimia adisi substitusi eliminasi, jenis reaksi kimia anorganik, jurnal macam macam reaksi kimia, kimia dalam kehidupan sehari hari, laporan reaksi kimia, macam macam kimia, macam macam pereaksi kimia, macam macam reaksi kimia, macam macam reaksi kimia pdf, manfaat penulisan persamaan reaksi, materi reaksi kimia, partikel materi, pembahasan reaksi kimia, pengertian persamaan reaksi kimia, Pengertian reaksi kimia, pengertian reaktan, pengertian rumus empiris, persamaan reaksi pembakaran kertas, proses terjadinya reaksi kimia, reaksi adalah, reaksi fisika, reaksi fisika adalah, reaksi kimia dalam larutan, reaksi kimia pdf, reaksi penggantian ganda, reaksi pertukaran, rumus reaksi kimia, sebutkan 2 contoh reaksi kimia secara lambat dan cepat, sebutkan 3 wujud zat dalam persamaan reaksi, tahapan proses terjadinya reaksi kimia, tahapan reaksi kimia, tahapan terjadinya reaksi kimia, tanda tanda terjadinya reaksi kimia, tuliskan 5 contoh reaksi kimia, tuliskan rumus struktur etanol Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Daftar Isi : • Testimoni Pembeli SOP Keuangan • Keuntungan SOP Keuangan • 01: Pengertian SOP Menurut Para Ahli Adalah?

• 1: Pengertian SOP Menurut Tjipto Atmoko • 2: Definisi SOP Menurut Annie Sailendra • 3: Apa itu SOP Menurut Istyadi Insani • 02: Fungsi SOP Standar Operasional Prosedur • Fungsi SOP Adalah? • 03: Manfaat SOP Standar Operasional Prosedur • Manfaat SOP Adalah? • 04: SOP Akuntansi Keuangan • Apa itu Standar Operasional Prosedur Finance (Keuangan)?

• 01: Mengapa Bisnis Perlu SOP Keuangan? • 02: Mengapa SOP Keuangan Sangat PENTING untuk Bisnis Anda? • 03: Cara Mudah Merancang dan Membuat Sendiri SOP Finance & Accounting • 04: Content Paket SOP Akuntansi Keuangan • 01: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 01 • A: Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi • B: Standar Operasional Prosedur SOP Keuangan • C: Contoh Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan Perusahaan • 01: Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembayaran Utang • 02: Standar Operasional Prosedur (SOP) Stock Opname Perusahaan Dagang • 02: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 02 • A: Standar Operasional Prosedur Transaksi Kas dan Bank • B: Standar Operasional Prosedur Pembelian dan Penerimaan Barang • C: Standar Operasional Prosedur Penjualan dan Pengeluaran Barang • D: Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Piutang dan Penagihan • 05: Bonus Paket SOP Keuangan (Finance & Accounting) • 01: Contoh-contoh Standar Operasional Prosedur Pendukung • 02: Accounting Tools (form dan templates) • 03: Materi Panduan Membuat Presentasi yang Menarik • 04: Materi Panduan (Tutorial) Praktis Membuat Laporan Keuangan.

• 06: Investasi SOP Akuntansi Keuangan & Accounting Tools • 07: Cara Mendapatkan SOP Finance dan Bonus-bonusnya • 08: Cara Order SOP Finance (Akuntansi Keuangan) • 09: Hambatan Pembuatan dan Penerapan SOP • Hambatan SOP adalah? • 10: Tips Sederhana Membuat SOP yang Baik • 11: Contoh Standar Operasional Prosedur – SOP Perusahaan • 01: Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 02: Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling • 03: SOP Purchasing – Pengadaan Peralatan • 04: Standar Operasional Prosedur Purchasing – Prospecting Supplier/Principal • 05: Standar Operasional Prosedur Purchasing – Penomoran PO (Purchase Order) • 06: SOP IT – Perbaikan Hardware & Software • 07: SOP Humas – Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan • 08: SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan • 09: SOP Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan • 10: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan • 11: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat – Hydrant & Sprinkler • 12: SOP Penyimpanan Barang (Peralatan) • 13: SOP Security – Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang • 14: SOP Pengeluaran Barang dari Gudang • Kesimpulan Tentang Apa itu SOP?

Testimoni Pembeli SOP Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium 870+ perusahaan dagang, jasa, manufaktur, start up, koperasi dan organisasi non-profit (NGO) telah menggunakan Standar Operasional Prosedur SOP Keuangan dan Accounting Tools. Apa kata mereka? PT Meratus Jaya Iron & Steel: PT Jiva Samudera Biru: Lidah Buaya Group: “ Dear Pak Wadiyo.

Terima kasih atas support Bapak. Semoga Bapak dan TIM selalu diberikan rahmat dan kesehatan. Saya akan mempromote produk Bapak ini yang SANGAT BERMANFAAT bagi semua perusahaan” ( Maduwen) ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS Bisnis Indonesia: PT Cipta Artha Sentosa “ Selamat malam Bapak Wadiyo. File sudah kami terima,terima kasih atas kerendahan hati Pak Wadiyo sehingga berkenan membagi ilmu keoada kami.

Baik Pak, nanti kalo ada kesulitan kami akan menghubungi Bapak Terimakasih “ ( PT Cipta Artha Sentosa, Jakarta) PT Framed Recindomas Sejahtera Instalasi Gas Medis (www.fres.co.id) : Pemilik Start Up Business: Testimoni SOP Finance PT Nusasembada Bangunindo: ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS Karyawan Finance & Accounting Department: PT Payung Nuswantoro Internasional: Demikian testimoni dan komentar beberapa orang dari 842+ yang telah sukses dan merasakan manfaat serta SUKSES menerapkan SOP Akuntansi Keuangan Dari testimoni tersebut Anda tentunya tahu siapa dan apa saja yang disampaikan setelah menggunakan SOP Finance & Accounting dengan Accounting Tools Powerful.

Untuk yang korporat/perusahaan, silahkan cek sendiri email dan official website-nya. Kapan Anda menyusul kesuksesan mereka? Keuntungan SOP Keuangan Apa keuntungan yang akan Anda dapatkan? • Isinya bagus dan aplikatif langsung bisa diterapkan. Disusun oleh praktisi akuntansi keuangan. • Tidak dijual di toko buku manapun. Hanya melalui jaringan khusus, salah satunya Anda. • Investasi Kecil. Anda cukup meng-investasikan dana sebesar Rp.

250.000 saja. Investasi sebesar itu tidak lebih dari anggaran biaya pulsa dan bensin Anda selama sebulan. • Support Konsultasi, bisa melalui email, WA, FB, SMS, Telegram. *** Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menerapkan SOP Akuntansi Keuangan dengan dukungan Accounting Tools serta template Excel sederhana yang mudah digunakan? Jika “ iya” dan ingin mendapatkan respon yang lebih cepat, Anda bisa menghubungi saya melalui: 0896-0725-6713 Atau 0812-1602-2272 (Telp/SMS/WA) email : wadiyo@gmail.com ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS Dan mohon ma’af saat ini TERBATAS hanya untuk Anda yang benar-benar TAHU dan BERMINAT saja!

Dan bila Anda membutuhkan konsultan penyusunan Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan untuk bisnis anda, silahkan hubungi kontak di atas. 01: Pengertian SOP Menurut Para Ahli Adalah? Apa itu SOP Standar Operasional Prosedur?

Pengertian SOP ( Standard Operating Procedure in English) adalah pedoman dan panduan terdokumentasi yang berisi metode khusus untuk melakukan tugas atau pekerjaan secara konsisten.

Contoh standar operasional prosedur sekolah, toko retail, lembaga pengelola zakat, unit kerja rekam medis, zoom meeting, usaha kuliner sop buah dan sop ayam.

Apa tujuan, fungsi, manfaat dan kendala implementasi standard operating procedure? Bagaimana pengertian standar operasional prosedur (SOP) menurut para ahli? Berikut ini disajikan pendapat dari 3 ahli: 1: Pengertian SOP Menurut Tjipto Atmoko Menurut beliau, Standar Operasional Prosedur SOP adalah suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekejaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja bagi instansi pemerintah maupun non-pemerintah, usaha maupun non-usaha, berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif, dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

2: Definisi SOP Menurut Annie Sailendra Annie Sailendra menjelaskan bahwa SOP adalah panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. 3: Apa itu SOP Menurut Istyadi Insani Istyadi Insani menerangkan bahwa SOP adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan aktor yang berperan dalam kegiatan.

02: Fungsi SOP Standar Operasional Prosedur Fungsi SOP Adalah? Fungsi SOP adalah sebagai alat pandu bagaimana seseorang melakukan sesuatu, bahkan juga sebagai alat ukur, alat pantau, alat latih, alat reward dan punish.

Tujuan SOP adalah untuk menjamin proses produksi distribusi barang dan jasa berjalan baik Pada dasarnya fungsi SOP adalah menerjemahkan konsep, metode dan teknik yang dibutuhkan oleh setiap kegiatan divisi dalam perusahaan yang dituangkan dalam bentuk yang biasa digunakan dalam aktivitas kerja setiap hari. Dan secara lebih rinci, fungsi standar operasional prosedur adalah: • Menunjukkan dokumen aktivitas dan pengoperasiannya secara detail. • Mendefinisikan peran jabatan dan posisi yang jelas di perusahaan.

• Melatih dan menciptakan kedisiplinan untuk semua pegawai perusahaan. • Menciptakan dan menjaga konsistensi performance setiap divisi dalam perusahaan. • Menjadi dasar hukum yang kuat ketika terjadi pelanggaran wewenang dan tanggungjawab.

• Memudahkan untuk mem-filter, menganalisis, mengklasifikasi dan me-reduksi kegiatan yang tidak sesuai dengan prosedur. • Mengurangi kekeliruan dan inefisiensi. • Tutorial dan petunjuk bagai karyawan untuk melakukan pekerjaan.

• Memberikan kesamaan dan standarisasi sistem kerja. • Sarana pengawasan yang efektif. • Memperpendek waktu training karyawan karena prosedur kerja sudah jelas. • Menyederhanakan proses pengambilan keputusan karena syarat dan ketentuannya sudah jelas dan rinci. • Memudahkan komunikasi antar karyawan dan manajemen perusahaan.

03: Manfaat SOP Standar Operasional Prosedur Manfaat SOP Adalah? Manfaat standar operasional prosedur secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1: Transparansi Informasi.

Perusahaan yang telah menerapkan standard operating procedure maka setiap karyawan akan mengetahui informasi rinci tentang bagaimana melakukan tugasnya beserta penilaiannya. Sehingga tidak ada informasi yang ditutupi, misalnya berkaitan dengan kenaikan jabatan pegawai. 2: Menjaga Konsistensi. Perusahaan akan bisa menjaga konsistensi proses beserta produk dan jasa yang dihasilkan. Sehingga tidak ada produk hari ini lebih baik dari kemarin, atau jasa yang diberikan kepada perusahaan A berbeda dengan perusahaan B.

3: Adaptasi Schedule Kerja. Penyesuaian schedule dan jadwal kerja bisa dilakukan secara mudah dan tidak berpengaruh terhadap proses kerja serta hasil outputnya.

4: Mengurangi Kegagalan. Implementasi standard operating procedure akan mengurangi tingkat kegagalan prosedur kerja, karena penyusunan SOP sudah melalui tahapan yang jelas, rinci dan ketat, sejak dari pemilihan anggota tim pembuat, uji coba sampai pengesahan. 5: Ketaatan Kepada Hukum dan Ketetentuan yang berlaku. Bila terjadi penyelewengan dan pelanggaran terhadap prosedur yang berlaku, maka perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan bukti-bukti ketidaktaatan terhadap ketentuan yang berlaku dari SOP yang ada.

6: Parameter Training Perencanaan dan pelaksanaan training karyawan bisa dilakukan secara selektif sehingga akan mengoptimalkan penggunaan anggaran perusahaan secara efektif dan efisien.

Paramater dan ukuran yang diperlukan sudah ada dan jelas di standar operasional prosedur. 7: Meningkatkan Skill Kerja Implementasi SOP yang tepat akan memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kerja karyawan, karena mereka sudah memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

Sehingga seiring berjalannya waktu kemampuan kerja mereka semakin meningkat. 8: Memudahkan Proses Audit Manajemen Auditor manajemen akan sangat terbantu dengan adanya SOP. Mereka bisa menggunakan standard operating procedure (SOP) sebagai acuan monitoring dan pemeriksaan manajemen. 9: Acuan Perbaikan Proses Kerja Penerapan SOP bisa menjadi tolok ukur pelaksanaan prosedur kerja, bila output dari pelaksanaan aktivitas itu tidak sesuai harapan maka perusahaan bisa meninjau kembali pemberlakuan SOP.

Selanjutnya melakukan revisi dan perbaikan yang diperlukan. 10: Perbaikan Kondisi Pemberlakuan standar operasional prosedur akan menyebabkan kondisi kerja menjadi lebih baik, oleh karena itu perusahaan perlu melakukan pemantauan dan perbaikan secara berkesinambungan terhadap penerapan dan pelaksanaan SOP.

04: SOP Akuntansi Keuangan Apa itu Standar Operasional Prosedur Finance (Keuangan)? SOP Keuangan adalah dokumen resmi perusahaan atau organisasi yang harus ditaati dan dipatuhi, berisi prosedur standar yang digunakan untuk melakukan semua aktivitas keuangan di perusahaan, lembaga, yayasan, dan institusi. Tak terkecuali Google dengan berbagai pelayanan inovatifnya, seperti Workspace.

01: Mengapa Bisnis Perlu SOP Keuangan? Apakah Anda ingin terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja bisnis perusahaan Anda agar kian melesat? Apakah Anda ingin mampu merumuskan sistem akuntansi keuangan yang powerful sehingga bisnis Anda mampu meninggalkan jauh para kompetitor? Dan apakah Anda ingin mampu meracik ke-unikan bisnis anda, agar bisnis Anda terus relevan sepanjang zaman? Jika Anda menjawab YA untuk ketiga pertanyaan tadi, maka Anda telah menemukan tempat terbaik tentang materi SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) Super Lengkap.

Bagi sebuah perusahaan, membangun dan menyusun Standard Operating Procedure adalah wujud dari KOMITMEN untuk dapat mencapai perusahaan yang efektif dan efisien. Jika anda peduli dengan diri Anda sendiri, anak isteri Anda, pekerjaan, dan perusahaan tempat anda berkarya, SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools Sederhana yang mudah digunakan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan sangat cocok untuk Anda.

02: Mengapa SOP Keuangan Sangat PENTING untuk Bisnis Anda? Sebagai upaya efisiensi, perusahaan akan melakukan penetapan atas batasan operasional yang tepat dan menentukan sebuah alur yang telah didesain sedemikian rupa dengan memperhatikan berbagai faktor. Hal ini tentu saja berlaku untuk aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan. Bagaimana jika tidak memiliki standar ketika kita menjalankan aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan? √Proses pengelolaan akan berjalan sesuai dengan kehendak pelaksananya.

Dan SUASANA HATI tentu akan sangat mempengaruhi proses pelaksanaan pengelolaan keuangan tersebut, sebagai contoh: √ Kapan seorang kasir dapat mengeluarkan uang dan k apan harus menahan untuk tidak mengeluarkan uang? √Kapan sebuah nota dibayar?

√Bagaimana proses pencairan dana operasional dan b agaimana cara melakukan pembelian barang serta b agaimana melakukan kegiatan penagihan? √Bagaimana cara mendefinisikan sebuah bahan baku masih layak guna atau tidak? *** Dan masih banyak BAGAIMANA-BAGAIMANA lainnya yang harus terjawab oleh sebuah dokumen bernama Standard Operating Procedure Akuntansi Keuangan.

Contohnya Standar Operasional Prosedur keuangan untuk menangani manajemen administrasi uang kas dan penjualan tunai restoran, toko retail, tour and travel, kedai kopi beserta verifikasi keuangan.

Adanya prosedur standar operasional yang dijadikan acuan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium menjalankan proses aktivitas pengendalian aset, kewajiban, beserta modal perusahaan tentu akan mampu memberikan keuntungan yang sangat bernilai.

Dengan demikian kita akan lebih mudah MENGUKUR apakah sistem yang kita rencanakan dan jalankan baik atau tidak. Itulah PENTINGNYA Standar Operasional Prosedur Finance & Accounting! 03: Cara Mudah Merancang dan Membuat Sendiri SOP Finance & Accounting Source image from Pixabay Sesungguhnya setiap orang bisa merancang dan membuat sendiri Standar Operasional Prosedur SOP untuk bisnis, karena yang paling tahu seluk beluk bisnis kita adalah diri kita sendiri.

Masalahnya, jika harus bikin sendiri standard operating procedure, maka membutuhkan waktu lama dan belum tentu lengkap dan bagus. Waktu untuk membuatnya juga sudah tidak ada karena kita sibuk dengan aneka macam tugas mengembangkan usaha dan bisnis. *** Bagaimana solusi menyelesaikan persoalaan tersebut? Solusinya mudah. Sekarang Anda bisa mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan Lengkap yang bagus, siap pakai, dan dibuat oleh ahlinya (Wadiyo, S.E.).

Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu, biaya besar dan tidak usah ribet menyiapkan SOP Finance & Accounting (Akuntansi dan Keuangan) Lengkap. 04: Content Paket SOP Akuntansi Keuangan Paket SOP Akuntansi Keuangan & Accounting tools ini terdiri dari standard operating procedure versi 01 dan 02. 01: SOP Keuangan (Finance & Accounting) Versi 01 A: Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi • Pengertian Sistem dan Prosedur • Bentuk Penyajian Sistem dan Prosedur Akuntansi • Prosedur Standar Pencatatan Transaksi Penerimaan Uang • Pencatatan Transaksi Pengeluaran Uang • Penagihan Piutang Kepada Pelanggan • Penerimaan dan Pembayaran Tagihan • Pencatatan Hutang Dagang • Prosedur Perhitungan dan Pelaporan Pajak PPH21 • Sistem dan Prosedur Pencatatan Akuntansi • Form : • Kartu Hutang • Faktur Pembelian • Purchase Order • Tanda Terima Barang • Nota Penjualan Barang / Jasa • Bukti Peneriman Uang • Voucher Kas Keluar • Pengeluaran Uang • Kartu Piutang • Invoice • Daftar Rencana Pembayaran Tagihan B: Standar Operasional Prosedur SOP Keuangan • Tujuan dan Peranan • Pengelolaan Keuangan : • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Manajer Keuangan.

• Manajemen Keuangan yang ditangani oleh Staf Keuangan. • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Kasir. • Prosedur Keuangan : • Penerimaan Kas • Pengeluaran Kas untuk Transaksi Harian. • Prosedur Pengeluaran Kas untuk Kas Bon • Pengeluaran Kas untuk Transaksi Non Harian.

• Pengembalian Uang Muka • Pengajuan Piutang Jangka Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium • Prosedur Reimburse • Pendokumentasian : Penerimaan, Pengeluaran dan Batasan Kas Box. • Dokumentasi • Laporan Keuangan: • Kaidah Umum • Unsur Laporan Keuangan • Pengakuan Unsur Laporan Keuangan • Komponen Pelaporan • Jangka Waktu Pelaporan • Perkiraan dan Penjelasan: • Aktiva • Kewajiban • Beban / Biaya • Penerimaan • Sistem Penggajian, Benefit dan Pajak Penghasilan : • Gaji • Benefit • Upah Lembur • Subsidi Uang Makan dan Transport • Masa Percobaan • Pajak Penghasilan • Uang Muka Gaji (Advance on Salaries) • Pegawai Tidak Tetap • Kenaikan Gaji • Form : • Voucher Payment • Buku Bank • Kwitansi • Bukti Terima Kas • Reimburse Claim • Buku Kas Kecil • Slip Gaji • Contoh Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendukung : • Finalisasi Anggaran • Pembayaran Biaya • Standard Operating Procedure Pembayaran Utang • Pembukaan Rekening Bank • Pemindahan Dana dari Kantor Pusat ke Cabang • Prosedur Pemindahan Dana dari Cabang ke Kantor Pusat • Penarikan Dana dari Rekening Cabang ke Kantor Pusat • Pengeluaran Kas dengan Bon Sementara • Prosedur Pengeluaran Kas Bank dengan Bukti Dokumen • Penyimpanan Dokumen • Pedoman dan Panduan Stock Opname C: Contoh Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan Perusahaan Berikut ini kami sajikan dua contoh SOP Perusahaan yang ada dalam Paket Standar Operasional Prosedur SOP Finance +Accounting Tools, yaitu: 01: Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembayaran Utang A: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #1 Contoh Prosedur Pembayaran Utang B: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #2 Contoh Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang C: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #3: Contoh Flowchart SOP Pembayaran Utang 02: Standar Operasional Prosedur (SOP) Stock Opname Perusahaan Dagang Contoh Pedoman dan Panduan Melakukan Stock Opname Seluruh Standar Operasional Prosedur di atas disusun dengan mutu yang baik.

Didesain dengan elegan dan berisikan poin-poin yang amat komprehensif. Seluruh materi diatas juga disusun dengan MS Word dan MS Excel.

Sehingga bisa bebas Anda EDIT sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Anda tak perlu lagi pusing-pusing membuat Standar Operasional Prosedur yang butuh waktu lama dan BIAYA tak sedikit. ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS 02: SOP Keuangan (Finance & Accounting) Versi 02 Penjelasan prosedur pengambilan cek dengan Flowchart SOP Akuntansi Keuangan yang ke-2 ini berisi Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan yang lebih rinci.

SETIAP PROSES dijelaskan rinci disertai flowchart (diagram alir) yang menjelaskan tentang prosedur dan uraian kegiatan. Setiap flowhchart DAPAT DI-EDIT (full edited). Standar Operasional Prosedur ini cocok untuk anda yang menyukai detil dan tidak mau ribet dengan proses penyusunan SOP. *** Dan lebih jelasnya berikut ini saya sajikan daftar isi dari SOP Akuntansi Keuangan – versi 02 : A: Standar Operasional Prosedur Transaksi Kas dan Bank • Penerimaan Kas • Pengeluaran Kas • Pengambilan Cek • Penyetoran Uang ke Bank • Pencatatan Transaksi Kas dan Bank B: Standar Operasional Prosedur Pembelian dan Penerimaan Barang Flowchart yang menjelaskan Prosedur Pembelian • Pesanan Pembelian • Penerimaan Barang yang Dipesan • Penerimaan Barang Bukan Pesanan • Pembuatan PPB (Pemberitahuan Penerimaan Barang) • Prosedur Retur Pembelian (Nota Debet Barang) C: Standar Operasional Prosedur Penjualan dan Pengeluaran Barang • Penerimaan Pesanan Penjualan • Pembuatan SPB (Surat Penyerahan Barang) • Pengeluaran Barang • Pembuatan NKR (Nota Kredit) • Penerimaan Barang Retur • Pembuatan Nota Bonus • Pengeluaran Barang Bonus • Pembuatan SPB Bonus • Beli Sewa D: Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Operasional Prosedur Pengelolaan Piutang dan Penagihan Flowchart penjelasan alur prosedur penagihan piutang • Penyimpanan Faktur • Pembuatan Daftar Penagihan • Pelaksanaan Penagihan • Penerimaan Hasil Penagihan • Pengembalian Faktur yang Tidak Tertagih • Prosedur Inkaso Cek/Giro Jatuh Tempo • Pemberitahuan Hasil Inkaso • Cek/Giro yang Ditolak *** Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan – 02 ini, saya susun karena adanya permintaan dari beberapa pembaca Blog Manajemen Keuangan.

Mereka meminta agar dibuatkan penjelasan yang lebih detil/rinci dalam setiap proses di bagian Akuntansi Keuangan.

Selain itu juga, prosedur yang menyangkut aktivitas divisi lain seperti: • Pembelian, • Gudang ( Warehouse) • Penjualan ( Marketing), sekaligus penjelasan dengan flowchart. ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS 05: Bonus Paket SOP Keuangan (Finance & Accounting) Selain mendapatkan 2 Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan, saat order, anda juga akan mendapatkan bonus-bonus antara lain: 1: Contoh-contoh SOP 2: Accounting Tools: Form dan Template Excel 3: Materi Cara Membuat Presentasi 4: Materi Tutorial Membuat Laporan Keuangan Dan lebih rincinya adalah sebagai berikut … 01: Contoh-contoh Standar Operasional Prosedur Pendukung 02: Accounting Tools (form dan templates) Accounting tools ini dikemas dalam format excel, yang langsung bisa Anda gunakan dan gandakan untuk mendukung aktivitas akuntansi keuangan bisnis dan usaha Anda.

A. Form: • Check List Audit • Inquiry • Material Requirement • Permintaan Barang • Bukti Kembali Barang • BPB Bukti Permintaan Barang • Bukti Pinjam Barang • Bukti Retur Barang • Kasbon Proyek • Laporan Penerimaan Barang • Laporan Produksi Harian • Minute of Meeting • Muat Barang • Pertanggung Jawaban Keuangan Proyek • Stapel Produksi • Surat Perintah Kerja • Welding Material Requirement Workshop dan Bengkel B.

Excel Templates Finance & Accounting : • Template untuk Menyusun Budget Proyek BARU • Template untuk Menyusun Laporan Proyek, termasuk Laporan Budget vs Realisasi BARU • Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan BARU • Rekonsiliasi Bank • Template untuk membuat Laporan Keuangan: • Neraca/Laporan Posisi Keuangan, • Laporan Laba Rugi, • Statements of Cash Flows (Laporan Arus Kas) dan • Laporan Perubahan Modal/Ekuitas.

• Perhitungan Nilai Penyusutan Aktiva Tetap (2 versi) • Template Membuat Laporan Keuangan Excel : Akun, Jurnal, Buku Besar, Neraca Lajur. • Laporan Arus Kas : versi bahasa Indonesia dan Inggris. • Analisis Laporan Keuangan. • Template Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap dan Non Tetap BARU *** Dan berikut ini, contoh salah satu bonus tersebut: 1: Form Laporan Arus Kas: Bonus Paket Standar Operasional Prosedur Form Laporan Arus Kas Excel 2: Aplikasi Excel untuk Menghitung Nilai Penyusutan Aktiva Tetap Bonus: Aplikasi Excel untuk menghitung nilai penyusutan Aktiva Tetap Dengan aplikasi Excel ini Anda tinggal memilih nama aset tetap dan metode perhitungan penyusutan yang diinginkan, maka nilai penyusutan aset tetap akan muncul.

Sederhana, mudah digunakan, tanpa lisensi, tanpa biaya bulanan. Sangat powerful dan sangat membantu dalam proses penyusunan Laporan Keuangan dan inventarisasi aset tetap bisnis anda. 03: Materi Panduan Membuat Presentasi yang Menarik Materi ini langsung bisa Anda gunakan untuk bahan referensi tim akuntansi dan keuangan di perusahaan Anda.

Atau juga bisa Anda share kepada rekan Anda di bagian Finance and Accounting. Sangat berguna untuk mempresentasikan hasil kerja anda kepada atasan dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Laporan Keuangan. Ada 4 materi utama, yaitu: • Developing Great CONTENT • Preparing Great DESIGN • Conducting Great DELIVERY • Sample presentation 04: Materi Panduan (Tutorial) Praktis Membuat Laporan Keuangan.

Materi ini dirancang untuk siapa saja yang ingin membuat Laporan Keuangan, baik bagi mereka yang berlatarbelakang finance & accounting atau pun non finance & accounting. Panduan yang dilengkapi dengan template Laporan Keuangan Excel ini sangat membantu dan step by step, mulai dari transaksi, pembuatan chart of account (COA) sampai Laporan Keuangan Lengkap.

Apalagi didukung dengan template Excel untuk membuat Laporan Keuangan. Anda cukup meng-input setiap transaksi keuangan ke buku jurnal umum, biarkan rumus-rumus Excel yang bekerja menyusun Laporan Keuangan. Simple! Ada dua panduan software yang bisa anda pilih yaitu: • Panduan membuat laporan keuangan Excel dan • Panduan membuat laporan keuangan dengan software akuntansi (MYOB Accounting) Rumus-rumus Excel yang digunakan, kami pilih yang umum dan mudah digunakan, seperti SUM, And, IF, SUMIF, VLookup, HLookup, dan sejenisnya.

Sedangkan yang menggunakan MYOB Accounting, tutorial dimulai dari: • Setting awal perusahaan, • Input data pembeli, • Penjual, • Produk yang dijual, • Data karyawan, • Jurnal umum, • Transaksi pembelian, • Transaksi penjualan dan • Laporan Keuangan LENGKAP.

*** Dua Materi Panduan Membuat Laporan Keuangan dengan Excel dan MYOB Accounting ini adalah materi yang saya berikan untuk peserta kursus dan training Akuntansi.

Serta membuat Laporan Keuangan yang kami selenggarakan. Dalam kursus tersebut, peserta memiliki latar belakang yang bermacam-macam;, ada mahasiswa, pegawai, dan pemilik usaha. Jadi sudah terbukti dan berjalan pada kondisi SESUNGGUHNYA, bukan hanya TEORI., sehingga cocok banget digunakan perusahaan, yayasan, sekolah, f&b service, accounting hotel, catering, coffee shop, rumah sakit, dan event organizer.

Anda bisa buktikan sendiri! 06: Investasi SOP Akuntansi Keuangan & Accounting Tools Jika Anda mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur perusahaan melalui seminar atau proyek konsultasi akan menghabiskan banyak biaya. Sekarang, ada kabar gembira untuk Anda semua…. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan atau waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan semua materi diatas. Anda bisa memiliki SOP Akuntansi Keuangan Lengkap + Bonus form templates + Bonus lainnya hanya dengan: Rp.

750 ribu Rp. 500 ribu Rp 250 ribu rupiah saja. *** Investasi sebesar Rp 250 ribu itu sungguh sangat efisien. Jika dibandingkan dengan biaya hingga jutaan rupiah hanya untuk menyusun Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan dengan seminar, workshop, atau proyek. Uang Rp 250 ribu lebih kecil dari anggaran pulsa telpon dan bensin selama satu bulan. Investasi untuk Paket Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan ini KECIL, tapi Manfaatnya Luar Biasa Besar?

√ Bila Anda peduli dengan diri Anda sendiri, keluarga Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium, karir dan bisnis Anda, materi ini perlu Anda miliki. Anda akan mendapatkan manfaat ( value) yang luar biasa besar dan langgeng sepanjang masa. Lifetime benefit bagi pengembangan bisnis Anda. “Logiskah, jika ingin bisnisnya cetar membahana dengan omset dan keuntungan milyaran rupiah, tapi investasi untuk modal kerja dan SDM berkualitas seadanya saja, atau malah nyari yang gratisan?” 🙂 Saya yakin Anda orang-orang hebat yang logis dan berwawasan serta visi jauh kedepan.

07: Cara Mendapatkan SOP Finance dan Bonus-bonusnya Bagaimana cara mendapatkan SOP Finance & Accounting Tools? SOP perusahaan ini sengaja saya susun agar bisa menghadirkan materi yang berkualitas, praktis dan mudah di-aplikasikan oleh para pembacanya.

Accounting Tools beserta Standar Operasional Prosedur ini dibuat oleh ahlinya. Memiliki latarbelakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang finance accounting dari level staf hingga manajerial. BUKAN hanya menjualkan produk orang lain. Sehingga Anda pun dapat berkonsultasi bila ada kendala dalam implementasinya. Free! Mereka yang telah membeli materi ini, sekarang merasakan manfaat dan keuntungan yang luar biasa setelah mereka memutuskan untuk membeli SOP. 08: Cara Order SOP Finance (Akuntansi Keuangan) Cara order Paket SOP Akuntansi Keuangan + Accounting Tools + Bonus-bonusnya sangat mudah.

Silahkan transfer uang sebesar Rp 250 ribu ke nomer rekening berikut: Bank BCA – No. Rek. 0182537827 a/n Wadiyo Informasikan transfer yang telah Anda lakukan kepada kami – bisa melalui: • Email (dengan alamat : wadiyo@gmail.com) • Ataupun SMS/WA : 0896-0725-6713 / 0812-1602-2272 Konfirmasi transfer pembayaran, harus disertai dengan informasi berikut: • Pesan SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools • Nama bank yang dituju sebagai pengiriman uang transfer • Nama dan alamat email Anda(contoh penulisan sms/email: Pesan SOP Finance (Akuntansi Keuangan) + Accounting Tools /BCA/Budi/email : budi@gmail.com • Harap disertakan bukti transfer – bisa berupa SMS banking, notifikasi internet banking, ataupun image struk bukti transfer.

Maksimal 24 jam setelah kami menerima SMS/WA atau email konfirmasi pembayaran, kami akan mengirim seluruh file Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan)+ Accounting Tools+Bonus-bonusnya ke alamat email Anda. *** Note : “Layanan Paket SOP Finance & Accounting (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools ini masih aktif” Seluruh Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools + Bonus-bonusnya dijamin pasti akan dikirim.

“Jika dalam 24 jam belum meluncur ke inbox Anda, silakan kontak kami SEGERA dan kami akan kirimkan CD Paket Standar Operasional Prosedur perusahaan ini“ Profil lengkap pengelola website Manajemen Keuangan, silahkan baca Wadiyo, S.E. (Sarjana Ekonomi) 09: Hambatan Pembuatan dan Penerapan SOP Hambatan SOP adalah? Beberapa hambatan yang bisa terjadi dari proses pembuatan sampai penerapan SOP adalah: • Struktur organisasi perusahaan yang terlalu kompleks, sehingga penyesuaian antar divisi dalam perusahaan mengalami kesulitan karena setiap divisi memiliki kepentingan sendiri.

• Pola kepemimpinan, prosedur organisasi rumit dan budaya perusahaan yang kurang mendukung penerapan standar operasional prosedur. • Karakteristik customer dan peraturan perundangan yang terkadang kurang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan prosedur kerja perusahaan. • Visi misi, kebijakan dan peraturan perusahaan yang tidak jelas.

• Kurangnya dukungan dan komitmen dari berbagai pihak terkait. • Pegawai kurang memahami pentingnya standar operasional prosedur. • Kurangnya kemauan pegawai untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. 10: Tips Sederhana Membuat SOP yang Baik 1: Bentuk tim penyusun dengan para anggotanya yang kompeten.

Langkah awal yang tepat adalah permulaan dari kesuksesan. Oleh karena itu perusahaan harus benar-benar melakukan seleksi ketat dalam memilih anggota tim pembuat SOP. 2: Lakukan pemetaaan bisnis di lapangan sebelum menuliskan proses setiap unit kerja. Gambaran detail tentang proses bisnis perusahaan bisa diperoleh dengan melakukan business mapping. Tim penyusun harus terjun di lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari proses bisnis setiap divisi dalam perusahaan.

3. Buat draf standar operasional prosedur. Penyusunan draf awal dilakukan setelah memperoleh gambaran rinci proses bisnis perusahaan dari business mapping. 4: Tuliskan standar operasional prosedur untuk unit kerja. Setelah memahami bisnis proses perusahaan, selanjutnya tuangkan ke dalam satandar operasional prosedur di setiap divisi atau unit kerja dalam perusahaan. 5: Lakukan tes SOP sebelum mengesahkannya Hasil penulisan standar operasi prosedur masing-masing unit kerja selanjutnya di tes, apakah hasilnya sudah sesuai dengan harapan atau belum.

6: Berikan penjelasan lengkap untuk setiap SOP yang dibuat. Setiap penulisan standar operasional prosedur harus dilengkapi dengan penjelasan yang rinci sehingga tidak menimbulkan multi tafsir dan multi interpretasi.

7: Meminta konsistensi melalui bukti tertulis dari semua pihak yang terlibat SOP Untuk memperkuat komitmen dan konsistensi maka dibuat pernyataan tertulis dari semua pihak yang terkait dengan standar operasional prosedur. 8: Lakukan peninjauan terhadap SOP yang telah diterapkan.

Standar operasional prosedur yang sudah jadi dan diimplementasikan di setiap unit kerja perlu dilaukan evaluasi dan peninjauan secara rutin, sehingga tidak ketinggalan zaman dan teknologi. ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS 11: Contoh Standar Operasional Prosedur SOP Perusahaan Berikut ini saya sajikan 14 contoh Standar Operasional Prosedur, yang terdiri dari: • Dua Contoh SOP Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi: • Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier • Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana • Tiga Contoh SOP Purchasing: • Standar Operasional Prosedur Pengadaan Barang (Peralatan) • Prospecting Supplier • Standar Operasional Prosedur Penomoran PO (Purchase Order) • Satu Contoh SOP IT: • Standar Operasional Prosedur Maintenance Hardware dan Software • Satu Contoh SOP Humas: • Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Content Website Perusahaan • Pedoman dan Panduan Divisi Legal Bantuan Hukum Karyawan • Rotasi Persediaan Barang • Prosedur Penggunaan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan • Penggunaan dan Pemeliharan Alat Hydrant dan Sprinkler • Penyimpanan Peralatan • Penanggulangan Pencurian Barang • Pengeluaran Barang dari Gudang 01: Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier A: Format Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier 1: Ruang Lingkup Prosedur ini dimulai sejak diterimanya surat permohonan pembayaran utang dari supplier dan berakhir setelah kirimnya pemberitahuan pelunasan utang.

2: Pengendalian Internal • Surat permohonan pembayaran dilengkapi dengan data lengkap faktur yang akan dibayar, alamat tujuan pembayaran dan data lengkap faktur pajak yang terkait. • Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan rekonsiliasi rekening secara periodik.

3: Sistem Otorisasi • Permohonan pembayaran utang ditandatangani oleh pimpinan terkait. • Sistem otorisasi ditunjukkan adanya paraf para pejabat yang berwenang menyetujui pengeluaran kas/bank. 4: Organisasi Terkait • Divisi Akuntansi dan Keuangan 5: Dokumen • Surat Permohonan pembayaran utang • Bukti Keluar Bank (BKB) 6: Prosedur Kegiatan A: Flowchart Penjelasan Prosedur Pelaksanaan Note: Flowchart SOP Pembayaran Utang Supplier B: Keterangan Flowchart: • Atas dasar permohonan pembayaran supplier, Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan konfirmasi balik terkait dengan permohonan tersebut.

• Divisi Akuntansi dan Keuangan menerbitkan Bukti Keluar Bank (BKB) sesuai prosedur pengeluaran bank atas dasar bukti/dokumen.

• Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan pembayaran utang kepada supplier B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier Lengkap Halaman #1: Contoh SOP Pembayaran Utang Supplier Halaman #2: Contoh SOP Kuangan Pembayaran Utang Supplier 02: Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling A: Format Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling 1: Ruang Lingkup Prosedur ini dimulai sejak diketahui adanya dana dalam jumlah yang dinilai layak dipindahkan ke rekening bank kantor pusat dan berkahir setelah Divisi Akuntansi dan Keuangan mengirim bukti pemindahan.

2: Pendalian Internal • Pemindahan dana dilakukan oleh Manajer Akuntansi dan Keuangan atua karyawan yang ditunjuk. • Kantor pusat melakukan prosedur penerimaan bank sejumlah bukti pemindahan dana yang telah diparaf manajer/karyawan yang diberi tugas divisi Akuntansi dan Keuangan.

3: Sistem Otorisasi • Persetujuan pemindahan dana oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan • Kewenangan penggunaan token bank hanya oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan 4: Organisasi Terkait • Divisi Akuntansi dan Keuangan • Bagian Terkait Cash Pooling 5: Dokumen • Bukti Pemindahan Dana • Bukti Masuk Bank (BMB) – Kantor Pusat 6: Prosedur Kegiatan 6.1: Flowchart Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Gambar: Flowchart Proses Penarikan Dana 6.2: Penjelasan Flowchart SOP • Bagian Keuangan mengevalusi saldo seluruh rekening cash pooling setiap hari.

• Jika ada yang layak dipindahkan, minta persetujuan pimpinan divisi Akuntansi dan Keuangan untuk dilakukan proses pemindahan dana. • Pimpinan Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan otorisasi pemindahan dana. • Bagian Keuangan mencetak Bukti Pemindahan Dana dan Meminta paraf pimpinan Divisi Keuangan.

• Bukti pemindahan Dana dikirim dan melakukan prosedur penerimaan bank. B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling Lengkap Halaman #1: Contoh SOP Penarikan Dana Page 1 Halaman #2: Gambar: Contoh SOP Penarikan Dana 03: SOP Purchasing – Pengadaan Peralatan A: Format Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan 1: Tujuan Standard Operating Procedures pengadaan barang disusun untuk menjaga ketersediaan peralatan melalui aktivitas pemesanan (order) pembelian kepada supplier (produsen) 2: Alat/ Bahan • Surat Pesanan Pembelian/ Purchase Order (PO) • Farecast dari Bagian Terkait • Data Stock 3: Pihak Terkait • Manajer Logistik • Penanggung jawab peralatan • Pelaksana Adminstrasi Pesanan 4: Prosedur Kegiatan: • Sumber Produk: • Lokal (Dalam Negeri) • Impor (Luar Negeri) • Pemesanan dilakukan hanya kepada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan: • Produsen yang memiliki izin • Agen tunggal yang memiliki izin • Pemesanan memperhatikan keadaan stok (stok siap dan stok pengaman) untuk memberikan pelayanan berkesinambungan berdasarkan analisa dan evaluasi kebutuhan rata-rata penjualan.

• Perusahaan harus melakukan analisa pemasok yang meliputi: • Produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan yang berlaku • Pemasok sudah memiliki izin usaha dan ijin edar terhadap produk yang dijual. • Pemasok memiliki struktur harga yang jelas, ketersediaan stock yang baik dan waktu pengiriman yang tepat. • Tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium Pemesanan Produk Lokal: • Pelaksana Administrasi Pesanan Lokal membuat PO ( Purchase Order) ke supplier/ principal lokal.

• PO ( Purchase Order) ke supplier dibuat berdasarkan forcast dari marketing, analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang. • PO ( Purchase Order) diberi nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi. • Dokumen PO ( Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh penanggung jawab dan manajer logistik dengan dicantumkan nama jelas.

• PO ( Purchase Order) dicetak kemudian difoto copy untuk dijadikan arsip, bagian gudang, marketing, pembukuan dan keuangan. • PO ( Purchase Order) asli dikirim melalui fax/ email/ ekspedisi ke supplier yang dituju. • Purchase Order (PO) yang batal atau PO ( Purchase Order) revisi (jika ada) harus diarsipkan, beri tanda pembatalan atau revisi yang jelas.

• Konfirmasi pengiriman PO ( Purchase Order) ke supplier/ principal dan pengiriman produk datang. • Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat tanda terima penerimaan barang. • Pemesanan Produk Impor: • Pelaksana Administrasi Pesanan Impor membuat PO ke supplier/ principal luar negeri. • PO ( Purchase Order) ke supplier/ principal dibuat berdasarkan forcast dari marketing yang berasal dari analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang.

• Beri nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi. • PO ( Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh direktur Dicantumkan nama jelas dan stempel perusahaan. • PO (Purchase Order) dikirim melalui email ke supplier/ principal yang dituju.

• Supplier/ principal luar negeri akan memberikan proforma invoice (pengakuan sementara), jika ada perbedaan antara proformas invoice dengan PO. Maka Adm, impor akan merevisi PO (Purchase Order) dan mengirim kembali PO tersebut. • Impor menunggu shipment dikirim oleh supplier/ principal untuk mengetahui waktu pengiriman pesanan datang.

• Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat suart penerimaan barang. B: Contoh SOP Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan Lengkap #1: Halaman 01 Standard Operating Procedures Pengadaan Peralatan Page 1 #2: Halaman 02 Contoh SOP Pengadaan Peralatan 04: Standar Operasional Prosedur Purchasing – Prospecting Supplier/Principal A: Format Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier 1: Tujuan Mencari supplier/principal yang mempunyai produk-produk bagus dan terpercaya yang inline dengan bisnis perusahaan.

2: Ruang Lingkup • Direksi • Divisi Marketing • Calon Supplier 3: Definisi • Supplier/Pricipal adalah perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang mempunyai bisnis perjanjian dengan distributor untuk menjual produk atau jasa di wilayah yang telah ditentukan. • Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan.

Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.

• Katalog adalah daftar koleksi produk atau jasa yang ditawarkan dalam bentuk display untuk user. 4: Prosedur Kegiatan 4.1: Flowchart Proses Prospecting Supplier/Principal Flowchart proses aktivitas prospecting supplier 4.2: Penjelasan Flowchart: Nomor 1 Tanggung jawab: Divisi Pengembangan Deskripsi: Menghadiri eksibisi lokal dan internasional untuk mencari supplier dan principal-principal yang mempunyai product qualified.

Dokumen terkait: • Brosur • Katalog • Price list • Contact list • Website supplier/principal Nomor 2 – 5: Tanggung jawab: Divisi Pengembangan Deskripsi: Jka supplier/principal lama maka dipertimbangkan untuk revisi kontrak kerjasama. Bila tidak perlu kontrak, langsung registrasi produk. Dokumen terkait: • Contract kerjasama, • Katalog produk Nomor 5 – 9: Tanggung jawab: Divisi Pengembangan Deskripsi: Jika supplier/principal baru, pastikan apakah sudah memiliki distributor lokal.

Bila belum memiliki distributor lokal, maka lakukan SOP Business Opportunity Review. Jika sudah memiliki distributor lokal, lakukan negosiasi untuk menjadi sole distributor (atau alternatif lain yang menguntungkan). Bila calon supplier/principal tidak bersedia, maka peluang bisnis tidak dapat dilanjutkan.

Dokumen terkait: • Brosur • Katalog • Price List • Contact List • Website calon supplier/principal B: Contoh Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier Lengkap #1: Halaman 01 Contoh Standard Operating Procedure Purchasing page 1 #2: Halaman 02 Penjelasan prosedur prospecting supplier dengan flowchart.

#3: Halaman 03 Gambar: Contoh SOP Purchasing 05: Standar Operasional Prosedur Purchasing – Penomoran PO ( Purchase Order) A: Format Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order (PO) 1: Tujuan Untuk pelaksanaan dan pengawasan aktivitas pengadaan persediaan bahan baku, bahan penolong, produk jadi, sehingga mendapatkan jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan serta menjamin ketersediaan persediaan barang-barang tersebut. 2: Penanggung jawab Karyawan yang diberi tanggungjawab 3: Prosedur • Terima Surat Pesanan dari Divisi terkait • Tulis nomor Surat Pesanan, tujuan, kebutuhan pesanan, dan paraf di buku Surat Pesanan pada masing-masing bagian pesanan.

• Khusus untuk tender, kelompok penomoran PO telah dibuat secara otomatis oleh bagian IT. • Pembuatan nomor pesanan. • Untuk rutin; inisial divisi/cabang/kelompok produk pesanan/tahun/ Nomor PO Contoh: Akt 1/B1/19/0012345 • Untuk insidental; inisial kelompok produk pesanan/Divisi Logistik/Tahun/Nomor PO Contoh: MT/LOG/19/006789 B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order Lengkap Gambar: Contoh SOP Penomoran Purchasing Order (PO) 06: SOP IT – Perbaikan Hardware & Software A: Format Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software 1: Tujuan Standar Operasional Prosedur adalah untuk menjaga dan memperbaiki harware dan software untuk menunjang kelancaran divisi dalam pekerjaan.

2: Ruang Lingkup Memberikan pedoman dan panduan bagi divisi dalam melakukan perbaikan hardware dan software, meliputi divisi yang membutuhkan perbaikan hardware dan software. 3: Definisi • Hardware : Perangkat pendukung sistem • Software : Perangkat lunak pendukung sistem • User : Bagian atau Divisi • IT : Bagian IT 4: Referensi ISO 9001, Quality Management System 5: Deskripsi Prosedur 5.1: Deskripsi Prosedur #1: Pihak Terkait: IT Penanggung Jawab: Staf Deskripsi: • User memberikan formulir perbaikan yang telah ditandatangani atasan langsung dan bagian umum.

• Formulir tersebut diserahkan ke bagian IT • Bagian IT melakukan pengecekan terhadap hardware yang rusak • Divisi IT bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan perbaikan terhadap hardware yang rusak (bila dibutuhkan).

• Bagian IT menyerahkan kembali tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan. Bagian IT juga menerima hasil perbaikan dari pihak ketiga, setelah itu menyerahkan kembali hasil perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan.

5.2: Deskripsi Prosedur #2: Pihak Terkait: User/ Divisi lain Penanggung Jawab: Manajer Terkait Deskripsi: Mengisi form perbaikan ke bagian IT setelah diotorisasi pimpinan/manajer divisi terkait tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium manajer umum. 6: Flowchart SOP IT Flowchart SOP IT Perbaikan Hardware & Software B: Contoh Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software Lengkap #1: Halaman 01 Standard Operating Procedures IT Page 1 #2: Halaman 2 Contoh Standar Operasonial Prosedur IT Department.

#3: Halaman 03 Gambar: Contoh SOP IT 07: SOP Humas – Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan A: Format SOP Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan 1: Tujuan Pengelolaan Website perusahaan secara berkala melalui pengisian dan pemutakhiran content website.

2: Ruang Lingkup Standar Operasional Prosedur ini mengatur tentang proses pengisian dan pemutakhiran website perusahaan. Dengan sumber berita diambil dari peristiwa yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun aktivitas kantor cabang dapat mengambil berita dari media online yang isi beritanya terkait core bisnis perusahaan. Setiap hari berita itu dipilah, kemudian berita tersebut diupload di website perusahaan.

3: Definisi Website adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi, pernyataan, atau pesan kepada pihak lain yang terkait kegiatan dengan bentuk tertentu, dengan harapan informasi bisa sampai kepada pihak yang dituju. 4: Referensi ISO 9001, Quality Management System 5: Deskripsi Prosedur 5.1: Deskripsi Prosedur #1: Pihak Terkait: Direksi, Sekretariat Penanggung Jawab: Sekretaris Perusahaan Deskripsi: Pengisian dan pemutakhiran Website perusahaan dilakukan setiap hari dengan memilah berita dari media online.

Atau dari berita aktivitas yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun kantor cabangnya. 5.2:Deskripsi Prosedur #2: Pihak Terkait: Sekretariat Deskripsi: • Beberapa media cetak nasional dan media online dilihat dan dipilah berita yang menyangkut bisnis perusahaan. Kemudian berita tersebut diambil menjadi sebuah kliping. Setelah itu dibuat rangkuman sebelum diupload atau disebar untuk keperluan manajemen dan seluruh karyawan.

• Upload didasarkan pada beberapa kategori, yaitu kategori non dinamis dan dinamis. Selanjutnya kategori dinamis adalah berupa berita, press release, foto, film atau video. Sedangkan kategori non dinamis berupa informasi perusahaan, profil perusahaan, budaya perusahaan. • Setelah berita tersebut di-upload, maka kliping berita tersebut dapat di file, agar bila ada yang memerlukan dapat diberikan. B: Contoh SOP Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan #1: Halaman 01 Standar Operasional Prosedur Maintenance Website Page 1.

#2: Halaman 02 Contoh SOP Pemeliharaan dan Pemutakhiran Website Perusahaan #3: Halaman 03 Gambar: Contoh Prosedur Pemeliharaan Website 08: SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan A: Format SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan 01: Tujuan SOP • Memberikan fasilitas bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati berupa pembiayaan jasa kantor pengacara/ konsultan hukum.

Yang meliputi pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, atau terdakwa di lembaga peradilan dalam hal terjadi tindakan/ perbuatan. Untuk dan atas nama jabatan tersebut yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan. • Melakukan proses pengendalian dan monitoring kegiatan konsultasi dan pemberian fasilitas bantuan hukum di lingkungan perusahaan.

02: Ruang Lingkup Prosedur ini menjelaskan proses dan tata cara pemberian bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati. 03: Definisi • Pengguna/ User adalah direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati yang memerlukan fasilitas bantuan hukum.

• Fasilitas bantuan hukum adalah pembiayaan jasa pengacara/ konsultan hukum yang meliputi proses pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, dan terdakwa di lembaga peradilan. 04: Referensi • ISO 9001 • Quality managemen system 05: Deskripsi Kegiatan Nomor #1: Tanggung Jawab: User Deskripsi: User yang menghadapi permasalahan hukum mengajukan surat permohonan Bantuan Hukum kepada Manajemen Perusahaan. Dokumen Terkait: • Surat Pernyataan di atas materai bahwa user tidak terlibat dalam proses pidana yang dilaporkan oleh oleh perusahaan atau pihak tertentu yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

• Dokumen Surat Pernyataan di atas materai user menerangkan posisi yang bersangkutan dalam perkara tersebut. • Surat Pernyataan di atas materai user akan mengganti biaya yang dikeluarkan perusahaan, bila di kemudian hari dinyatakan bersalah dan dihukum oleh Pengadilan dengan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Nomor #2: Tanggung Jawab: User Deskripsi: Manajemen menerima dan meneliti surat permohonan user. Dokumen Terkait: Surat Permohonan User Nomor #3: Tanggung Jawab: Direksi/Manajemen Deskripsi: Bila disetujui, manajemen/direksi membuat disposisi ke divisi legal untuk ditndaklanjuti. Dokumen Terkait: • Disposisi Direksi/Manajemen • Risalah BOD Nomor #4: Tanggung Jawab: Bagian Legal Deskripsi: Bagian Legal melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan kelengkapan dokumen bantuan hukum.

Dokumen Terkait: Kelengkapan-kelengkapan dokumen Nomor #5: Tanggung Jawab: Bagian Legal Deskripsi: Pimpinan Bagian Legal membuat kerangka acuan kerja/ TOR ruang lingkup pekerjaan pengacara / konsultan hukum untuk disampaikan kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Dokumen Terkait: Kerangka Acuan Kerja Nomor #6: Tanggung Jawab: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deskripsi: PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) melakukan proses pengadaan sesuai pedoman pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Dokumen Terkait: Dokumen pengadaan sebagaimana dimaksud dalam pedoman pengadaan barang dan jasa.

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Bantuan Hukum Karyawan Lengkap #1: Halaman 01 Format SOP Divisi Legal Page 1. #2: Halaman 02 Flowchart SOP Divisi Legal #3: Halaman 03 Penjelasan Pelaksanaan SOP Divisi Legal #4: Halaman 04 Contoh SOP Divisi Legal Bantuan Hukum Karyawan 09: SOP Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan A: Format SOP Rotasi Persediaan 01: Tujuan Menjamin terlaksananya perputaran persediaan barang dengan baik agar penjualan terhadap persediaan pelayanan pada rantai distribusi tetap terjaga.

Dan berjalan secara berkesinambungan yang bertujuan pada kepuasan pelanggan. 02: Alat dan Bahan • Data persediaan dan evaluasi penjualan • Forecast 03: Pihak Terkait • Bagian Logistik • Divisi Gudang • Marketing Department 04: Prosedur Pelaksanaan • Cetak dan periksa posisi persediaan terakhir setiap akhir bulan dan lakukan evaluasi serta rekapitulasi data terhadap produk yang fast moving dan slow moving.

• Koordinasi dengan bagian marketing atau forecast pengadaan untuk menjaga persediaan tetap dalam kondisi baik. • Lakukan stock opname secara rutin pada setiap bulannya untuk membandingkan kebenaran data antara stok fisik dengan stok di komputer. • Telusuri bila terjadi selisih barang hingga mendapatkan hasil yang benar • Rekaman aktivtas perputaran persediaan harus dipelihara. B: Contoh Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan Lengkap Contoh SOP Rotasi Persediaan 10: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan A: Format SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan 01: Tujuan Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan alat pemadam api ringan, agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat Alat pemadam api ringan 03: Penanggung Jawab Karyawan yang ditunjuk. 04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan 4,1: Perawatan Alat Pemadam Api Ringan: • Lakukan kontrol alat pemadam api ringan satu bulan sekali, ada kartu kontrol alat pemadam api ringan.

Kontrol dilakukan oleh bagian teknisi. • Kontrol dilakukan sesuai dengan standar yang diberikan • Cek tanggal servis. Servis dilakukan satu bulan sekali 4.2: Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan: • Pull atau tarik pin sehingga segel putus atau terlepas. Pin berada di atas tabung alat pemadam kebakaran ringan. Pin juga berfungsi sebagai pengaman handle atau pegangan dari penekanan yang tidak disengaja. • Posisi berdiri searah dengan arah angin • Aim atau arahkan nozzle atau ujung hose yang kita pegang ke arah pusat api, • Squeeze atau tekan handle untuk mengeluarkan/ menyemprotkan isi tabung • Sweep atau semprotkan nozzle yang kita pegang ke arah kiri dan kanan api, agar media yang disemprotkan merata mengenai api.

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Lengkap Contoh standard operating procedure tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium peralatan pemadam 11: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Hydrant & Sprinkler A: Format SOP Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler 01: Tujuan Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan hydrant/ sprinkler agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat • Hydrant • Sprinkler 03: Penanggung Jawab Karyawan yang ditunjuk. 04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan • Sistem pemadam kebakaran terdiri dari hydrant/ sprinkler • Operasional sistem pemadam dapat dilakukan secara otomatis dan manual • Peralatan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran adalah sebagai berikut: • Panel pompa • Diesel Pump • Jockey Pump • Electric • Box Hydrant • Pilar Hydrant • Ground reservoir • Alat Pemadam api ringan. B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler Lengkap Contoh Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan 12: SOP Penyimpanan Barang (Peralatan) A: Format SOP Penyimpanan Peralatan 01: Tujuan Untuk menjamin bahwa produk disimpan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan sehingga tetap terjaga mutu, keamanan dan kemanfaatannya.

02: Alat dan Bahan • Pallet • Rak • Cold Storage • Thermohygrometer 03: Pihak Terkait • Pimpinan • Penanggung tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium peralatan • Kepala Gudang • Pelaksanan Gudang 04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan • Simpan produk dengan sistem First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO) dalam jajaran yang rapi, beri jarak antara tiap jajar sehingga ada aliran udara dan mencegah risiko tercemar dan tercampur antar jenis produk.

• Simpan produk yang membutuhkan kondisi khusus pada ruang terpisah, dilengkapi peralatan untuk menciptakan kondisi yang dipersyaratkan. • Produk yang fast moving ditempatkan di bagian yang mudah dicapai. • Barang diletakkan secara tepat agar tidak rusak, mudah dibersihkan dan diawasi. • Pallet harus dirawat dengan baik dan tetap dalam kondisi bersih • Produk tidak boleh disimpan langsung di atas lantai, harus menggunakan pallet.

• Tumpukkan maksimum yang tertera pada kemasan harus dipatuhi dengan cara tumpukkan sistem mengunci. • Ruang penyimpanan harus aman dari kemungkinan terjadinya pencampuran antara produk layak jual dan tidak layak jual. • Ruang penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk bahan berbahaya dan sensitif. • Simpanlah produk sesuai dengan ketentuan penyimpanan yang disarankan pada penandaan kemasan • Ada ruang yang dirancang untuk : • Produk layak jual • Barang karantina • Produk yang kadaluarsa • Lakukan monitoring dan pencatatan suhu secara rutin di pagi hari, siang dan sore hari.

• Sensor dan monitor temperatur direkomendasikan untuk ditempatkan di ruang yang bersuhu paling fluktuatif (depan pintu jalur keluar masuk) dan di setiap ruang penyimpanan. • Rawat dengan baik peralatan di gudang dan tuliskan tiga hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di laboratorium kalibrasi secara berkala (minimal setahun sekali) • Ruang penyimpanan harus bebas hama. • Temperatur terkontrol harus dinyatakan secara kuantitatif.

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penyimpanan Peralatan #1: Halaman 01 Prosedur Standar Penyimpanan Peralatan #2: Halaman 02 contoh Standar operasional prosedur penyimpanan peralatan 13: SOP Security Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang A: Format SOP Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang 01: Tujuan Tujuan Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang ini adalah untuk menjelaskan aktivitas tentang bagaimana cara penanggulangan terhadap pencurian barang di gudang perusahaan.

02: Bahan dan Alat • Gembok • Kunci 03: Kualifikasi Personel Karyawan yang ditunjuk. 04: Prosedur Pelaksanaan • Barang/ persediaan raw material/ persediaan barang jadi disimpan di gudang yang terkunci. Kunci dipegang oleh kepala gudang atau karyawan yang telah ditunjuk, sedangkan master key ada di Bagian SDM/ HRD.

• Di gudang ada penjaga Satuan Pengaman/ Satpam/ Security di pintu basement yang tidak melalui lift (jika gudang lebih dari satu lantai dan ada lift). • Hanya yang berkepentingan yang boleh keluar masuk gudang.

• Di bagian masing-masing bagian penyimpanan barang, masing-masing ada penanggung jawab. B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang Lengkap Contoh SOP Penanggulangan Pencurian Barang 14: SOP Pengeluaran Barang dari Gudang A: Format SOP Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian Lain 1: Tujuan Untuk memberikan pedoman dan panduan semua kegiatan pengeluaran barang dari gudang ke bagian lain.

2: Alat dan Bahan • Alat transportasi 3: Unit Kerja Terkait • Bagian Warehouse • Bagian Lain 4: Dokumen yang digunakan • Surat Permintaan Barang (SPB) • Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG) • BTB Bukti Terima Barang • Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG) 5: Prosedur Pelaksanaan • Bagian lain yang membutuhkan barang dari gudang harus mengisi Surat Permintaan Barang (SPB) dan menyerahkannya kepada atasannya untuk diperiksa.

• SPB yang telah diperiksa tersebut selanjutnya diberikan kepada Kepala Bagian Gudang untuk disetujui. • Jika barang tersedia, maka Kepala Bagian Gudang akan membuat Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG) sebanyak tiga rangkap.Masing-masing untuk bagian pengiriman, bagian yang terkait, dan arsip gudang.

• Staf Gudang akan mengirimkan barang bersama Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (rangkap pertama dan kedua) kepada bagian pengiriman (rangkap pertama sebagai perintah pengiriman kepada bagian lain).

• Meminta pernyataan barang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (hanya di rangkap pertama yang diisi tanda tangan penerima dari bagian pengiriman).Bukti Terima Barang diberikan kepada bagian pengiriman dan bagian gudang sebagai arsip. • Staf Bagian Gudang mencatat perubahan persediaan di Kartu Persediaan Barang.

• Bagian pengiriman kemudian mengirimkan barang tersebut ke bagian lain yang membutuhkan (apabila membutuhkan biaya transportasi, lihat prosedur Pengeluaran Umum Produksi) dan melampirkan BPPBG rangkap kedua. • Bagian pengiriman meminta pernyataan barang yang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (diberikan kepada bagian penerima dan sebagai arsip bagian pengiriman).

• Apabila barang yang dikirim tidak sesuai permintaan maka penerima dapat mengisi Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG) dan mengembalikan dokumen tersebut beserta barangnya. • Dokumen BPBG ini kemudian diterima dan diperiksa oleh Kepala Bagian Gudang.Jika terbukti tidak sesuai permintaan, maka barang tersebut dapat dimasukkan kembali ke dalam gudang.

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Gudang – Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian lain Halaman #1: Prosedur Pengeluaran Barang Page1 Halaman #2: Contoh SOP Pengeluaran Barang Page 2 Halaman #3: Flowchart Flowchart SOP Pengeluaran Barang dari Gudang *** Dan untuk menambah pengetahuan serta wawasan tentang cara membuat SOP standard operating procedures, yuk sejenak tonton videonya berikut ini: Kesimpulan Tentang Apa itu SOP?

Standar Operasional Prosedur SOP adalah sesuatu yang krusial bagi perusahaan atau organisasi. Banyak manfaat dan fungsi yang diperoleh perusahaan dengan membuat standard operating procedure. Contoh SOP penjualan, rumah sakit, laboratorium, humas dan quality assurance.

Memang dengan adanya standard operating procedure tidak menjamin semua masalah selesai dan aktivitas perusahaan berjalan baik-baik saja, namun demikian dengan adanya SOP perusahaan memiliki sistem yang jelas, terstruktur dan secara berkelanjutan bisa dilakukan peninjauan dan perbaikan secara terus menerus.

Bagaimana SOP di perusahaan tempat Anda berkarya? ORDER SOP ACCOUNTING TOOLS Most Popular • SOP Keuangan dan Accounting Tools • 12 Contoh Standard Operating Procedure – SOP Produksi • 2 Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Marketing Berbasis Strategi • 33+ Contoh SOP Perusahaan, Mana Paling Anda Butuhkan?

• 4 Contoh SOP HRD SDM PERSONALIA dan Cara Mudah Membuatnya • Standar Operasional Prosedur Akuntansi Beserta Contoh Penerapannya • Prosedur Pencatatan Jurnal Penjualan Kredit dan Tunai dengan PPN • Proses Membuat Account Code, Buku Jurnal dan Buku Besar

Logika dan Bahasa




2022 www.videocon.com