Makalah multikulturalisme

makalah multikulturalisme

Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak hambatan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Istilah Multikultural akhir-akhir ini mulai diperbincangkan di berbagai kalangan berkenaan dengan merebaknya konflik etnis di negara ini.

Multikultural yang dimiliki Indonesia dianggap faktor utama terjadinya konflik. Konflik berbau SARA yaitu suku, agama, ras, dan antargolongan yang terjadi di Aceh, Ambon, Papua, Kupang, Maluku dan berbagai daerah lainnya adalah realitas yang dapat mengancam integrasi bangsa di satu sisi dan membutuhkan solusi konkret dalam penyelesaiannya di sisi lain.

Hingga muncullah konsep multikulturalisme. Multikulturalisme dijadikan sebagai acuan utama terbentuknya masyarakat multikultural yang damai. Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa ( nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud ( pre-existing homogeneity).

Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru. Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris ( English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999.

Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropasebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit. Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancismulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme.

[8] Makalah multikulturalisme kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jermandan beberapa negara lainnya? 2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan makalah multikulturalisme, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka.

Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Makalah multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa. 3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima.

Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat di mana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan makalah multikulturalisme tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.

Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: 1. Letak geografis indonesia 2. perkawinan campur 3. iklim P ada hakikatnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda.

Dalam hal ini masyarakat multikultural tidak bersifat homogen, namun memiliki karakteristik heterogen di mana pola hubungan sosial antarindividu di masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai (peace co-exixtence) satu sama lain dengan perbedaan yang melekat pada tiap etnisitas sosial dan politiknya.

Oleh karena itu, dalam sebuah masyarakat multikultural sangat mungkin terjadi konflik vertikal dan horizontal yang dapat menghancurkan masyarakat tersebut.

Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism, membicarakan masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas makalah multikulturalisme kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan. 1. Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku, ras, dll tapi masih memiliki pemisah.

Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang disebut primordial. Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negeri maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya. 4. Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga susah.

Pada dasarnya semua bangsa di dunia bersifat multikultural. Adanya masyarakat multikultural memberikan nilai tambah bagi bangsa tersebut. Keragaman ras, etnis, suku, ataupun agama menjadi karakteristik tersendiri, sebagaimana bangsa Indonesia yang unik dan rumit karena kemajemukan suku bangsa, agama, bangsa, maupun ras. Masyarakat multikultural Indonesia adalah sebuah masyarakat yang berdasarkan pada ideologi multikulturalisme atau Bhinneka Tunggal Ika yang multikultural, yang melandasi corak struktur masyarakat Indonesia makalah multikulturalisme tingkat nasional dan lokal.

Berkaca dari masyarakat multikultural bangsa Indonesia, kita akan mempelajari penyebab terbentuknya masyarakat multikultural. Keanekaragaman budaya dan masyarakat dianggap pendorong utama munculnya persoalan-persoalan baru bagi bangsa Indonesia. Faktor penyebab terciptanya masyarakat multikultural adalah sbb : Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya.

Yang menjadi sebab adalah keberadaan ratusan suku bangsa yang hidup dan berkembang di berbagai makalah multikulturalisme di wilayah Indonesia. Kita bisa membayangkan apa jadinya apabila masing-masing suku bangsa itu mempunyai karakter, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, dan lain-lain. Letak kepulauan Nusantara pada posisi silang di antara dua samudra dan dua benua, jelas mempunyai pengaruh yang makalah multikulturalisme bagi munculnya keanekaragaman masyarakat dan budaya.

Dengan didukung oleh potensi sumber alam yang melimpah, maka Indonesia menjadi sasaran pelayaran dan perdagangan dunia. Apalagi di dalamnya telah terbentuk jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau. Dampak interaksi dengan bangsa-bangsa lain itu adalah masuknya beragam bentuk pengaruh agama dan kebudayaan. Selain melakukan aktivitas perdagangan, para saudagar Islam, Hindu, Buddha, juga membawa dan menyebarkan ajaran agamanya. Apalagi setelah bangsa Barat juga masuk dan terlibat di dalamnya.

Agama-agama besar pun muncul dan berkembang di Indonesia, dengan jumlah penganut yang berbeda-beda. Kerukunan antarumat beragama menjadi idam-idaman hampir semua orang, karena tidak satu agama pun yang mengajarkan permusuhan. Bangsa-bangsa asing itu tidak saja hidup dan tinggal di Indonesia, tetapi juga mampu berkembang secara turun-temurun membentuk golongan sosial dalam masyarakat kita.

Mereka saling berinteraksi dengan penduduk pribumi dari waktu ke waktu. Bahkan ada di antaranya yang mampu mendominasi kehidupan perekonomian nasional. Misalnya, keturunan Cina. Kelompok ini beranggapan bahwa identitas kelompok tidak bersifat kaku, sebagaimana yang dibayangkan kaum primordialis. Etnisitas bagi kelompok ini dapat diolah hingga membentuk jaringan relasi pergaulan sosial.

Oleh karena itu, etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya. Bagi mereka persamaan adalah anugerah dan perbedaan adalah berkah. Sebagaimana telah dijelaskan di depan bahwa keragaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia adalah letak kekuatan bangsa Indonesia itu sendiri.

Selain itu, keadaan ini menjadikan Indonesia memiliki nilai tambah di mata dunia. Namun, di sisi lain realitas keanekaragaman Indonesia berpotensi besar menimbulkan konflik sosial berbau sara (suku, agama, ras, dan adat).

Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola keragaman suku bangsa diperlukan guna mencegah terjadinya perpecahan yang mengganggu kesatuan bangsa.

Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya muncul sebagai akibat keanekaragaman etnis, agama, ras, dan adat, seperti konflik antaretnis yang terjadi di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua, dan lain-lain. Di Kalimantan Barat adanya kesenjangan perlakuan aparat birokrasi dan hukum terhadap suku asli Dayak dan suku Madura menimbulkan kekecewaan yang mendalam.

Akhirnya, perasaan ini meledak dalam bentuk konflik horizontal. Masyarakat Dayak yang termarginalisasi semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diskriminatif. Sementara penegakan hukum terhadap salah satu kelompok tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sedangkan di Poso, Sulawesi Tengah konflik bernuansa sara mula-mula terjadi pada tanggal 24 Desember 1998 yang dipicu oleh seorang pemuda Kristen yang mabuk melukai seorang pemuda Islam di dalam Masjid Sayo.

Kemudian pada pertengahan April 2000, terjadi lagi konflik yang dipicu oleh perkelahian antara pemuda Kristen yang mabuk dengan pemuda Islam di terminal bus Kota Poso. Perkelahian ini menyebabkanterbakarnya permukiman orang Pamona di Kelurahan Lambogia.

Selanjutnya, permukiman Kristen melakukan tindakan balasan. Dari dua kasus tersebut terlihat betapa perbedaan mampu memicu munculnya konflik sosial. Perbedaan-perbedaan yang disikapi dengan antisipasi justru akan makalah multikulturalisme kesengsaraan dan penderitaan banyak orang.

Oleh karena itu, bagaimana makalah multikulturalisme bersikap dalam keanekaragaman benar-benar perlu diperhatikan. Ada sisi makalah multikulturalisme dan negatif dari kehadiran ratusan suku bangsa di Indonesia. Selain bisa memperkaya khazanah kebudayaan nasional, juga menjadi pemicu munculnya disintegrasi sosial.

Sering kita dengar terjadinya perang antarsuku atau konflik sosial antaretnis di Indonesia. Ada banyak alasan yang mendasarinya. Tetapi, yang menarik adalah ternyata banyak suku bangsa yang mempunyai mekanisme atau cara di dalam menyelesaikan permasalahan itu.

Kisah tentang kehidupan masyarakat di Lembah Baliem, bisa jadi merupakan contoh kearifan lokal yang dapat kita jadikan referensi dalam upaya mencarikan solusi atas permasalahan antaretnis atau antarsuku bangsa di Indonesia. Pada saat kita dihadapkan pada beragam konflik dan sengketa yang makalah multikulturalisme di antara etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia, belajar dari sejarah adalah cara yang paling tepat.

Pada masa penjajahan Belanda kita merasakan betapa sulit merangkai nilai persatuan untuk sama-sama menghadapi bangsa penjajah. Hingga ketika kita mulai menyadarinya di tahun 1928. Saat itu kita mengakui Indonesia sebagai identitas bersama, yang mampu mengatasi sejumlah perbedaan kebudayaan di antara suku bangsa yang ada.

Nasionalisme Indonesia pun terbentuk dalam wujud pengakuan bahasa, tanah air, dan kebangsaan. Dampaknya adalah perjuangan menghadapi kolonialisme Belanda semakin menampakkan hasilnya. Puncak dari pencarian identitas itu ditemukan pada saat Pancasila disepakati sebagai dasar negara dan petunjuk/arah kehidupan bangsa.

Kompleksitas keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia pun bisa diakomodasi bersama. Dasar negara inilah yang digunakan oleh para founding fathers kita pada saat mendirikan sebuah Negara nasional baru. Disebut negara nasional karena negara Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa makalah multikulturalisme bisa hidup berdampingan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat makalah multikulturalisme adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang makalah multikulturalisme. Ciri-ciri masyarakat multikultural yaitu :Terjadi segmentasi, Memilki struktur, Konsensus rendah, Relatif potensi ada konflik, Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan dan Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain.

Penyebab timbulnya masyarakat multikultural sbb: Faktor geografis, Pengaruh budaya asing, Kondisi iklim yang berbeda, Keanekaragaman Suku BangsaKeanekaragaman Agama dan Keanekaragaman Ras. Konflik yang muncul karena adanya keanekaragamaan, seperti konflik antar etnis. Penyelesaiannya dengan menggunakan kearifan lokal dan kearifan nasional. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on makalah multikulturalisme website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

Makalah Multikuturalisme • 1.

makalah multikulturalisme

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara dengan status negara berkembang, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Makalah multikulturalisme, Amerika, dan India.

Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki jumlah pulau yang sangat banyak, lebih dari 15.000 pulau kecil dan 5 pulau besar yang terhampar dari sabang sampai merauke. Dengan jumlah penduduk yang besar dan juga jumlah pulau yang sangat banyak, memungkinkan terjadinya perbedaan diberbagai bidang, mulai dari agama, suku, ras, dan bahasa.Hal tersebut dianggap wajar, karena setiap golongan memiliki pendapat dan juga pandangan yang berbeda- beda.

Dampak dari perbedaan tersebut beragam, mulai dari yang positif hingga dampak negatif yang berakibat pada tejadinya konflik. Konflik yang berkepanjangan dapat mengakibatkan perpecahan dan juga disintegrasi bangsa yang berbuntut pada dendam turun-temurun tanpa pernah ada solusinya. Selain konflik, permasalahan-permasalahan yang terjadi diIndonesia juga semakin beragam dan semakin berkembang disetiap tahunnya, hingga menjadi pusat perhatian dari semua kalangan.

Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat. Dalam arti ini keberagaman bukan sekedar keberagaman suku, ras, ataupun agama, melainkan keberagaman bentuk-bentuk kehidupan, termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok subkultur.

• 2. 2 Oleh karena itu, sebagai bangsa yang majemuk, bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai sebuah pegangan dalam bertindak untuk menyikapi perbedaan- perbedaan yang ada dalam multikulturalisme.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah yang dimaksud dengan Multikulturalisme ? 2. Apa saja jenis-jenis Multikulturalisme itu ? 3. Bagaimanakah sejarah dari Multikulturalisme ?

4. Bagaimana hubungan Multikulturalisme dengan Demokrasi dan HAM ? 5. Apa saja kasus-kasus Multikulturalisme di Indonesia ? 6. Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah multikulturalisme makalah multikulturalisme 1.3 Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini sebagai berikut : 1. memberikan pemahaman kepada Pembaca mengenai pemahaman akan pengertian multikulturalisme; 2.

memberikan pemahaman kepada Pembaca mengenai bagaimana cara menyikapi perbedaan – perbedaan yang sering kali menjadi pemicu konflik; 3. memberikan pemahaman kepada Pembaca mengenai bagaimana cara mengatasi konflik – konflik dalam multikulturalisme; 4. memberikan pemahaman kepada Pembaca agar terus menjaga persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman. • 3. 3 BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Multikulturalisme Multikulturalisme Berasal dari kata multi (plural) dan kultural (tentang budaya), Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Adapun pengertian menurut para ahli :  1Multikulturalisme adalah pandangan hidup yang mengedepankan kebersamaan atas asas berbedaan, baik perbedaan agama, politik, sampai dengan perbedaan suku bangsa.  2Multikulturalisme meliputi pemahaman, apresiasi dan penilaian budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Multikulturalisme lahir dari benih-benih konsep yang sama dengan demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip etika dan moral egaliter sosial-politik.

Lahirnya paham multikulturalisme berlatarbelakang kebutuhan akan pengakuan (the need of recognition) terhadap kemajemukan budaya, yang menjadi realitas sehari-hari banyak bangsa, termasuk Indonesia. 1Azyumardi Azra, Pengertian Multikulturalisme, (2007). 2 Lawrence Blum, Pengertian Multikulturalisme, (2007). • 4. 4 Pengertian masyarakat multikultural :  3Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terfragmentasi dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lain.

 4Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari beberapa jenis kumunitas budaya dengan semua manfaat, dengan sedikit perbedaan dalam konsepsi dunia, sistem makna, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat istiadat dan kebiasaan. 2.2 Jenis-Jenis Multikulturalisme 1) Multikulturalisme Isolasionis Multikulturalisme isolasionis mengacu kepada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi satu sama lain.

Kelompok ini menerima keragaman, tetapi pada saat yang sama berusaha mempertahankan budaya mereka secara terpisah dari masyarakat lain umumnya. Contoh :  Masyarakat yang ada pada sistem "millet" di Turki Usmani.  Masyarakat Amish di USA.  Masyarakat Baduy di Banten.  Suku Mascho Piro yang hidup di Taman Nasional Manu, tenggara Peru.  Suku Korowai, mereka tinggal di Papua New Guinea dan budaya mereka masih tetap terisolasi makalah multikulturalisme peradaban modern.

3J.S Furnival, Pengertian Mayarakat Multikulturalisme, (2002). 4Parekh, Pengertian Mayarakat Multikultural, (1997). • 5. 5 2) Multikulturalisme Akomodatif Multikulturalisme akomodatif yakni masyarakat plural yang memiliki kultur atau budaya dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultural kaum minoritas. Masyarakat kaum makalah multikulturalisme akomodatif merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kutural dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka; sebaliknya kaum minoritas tidak menantang kultur dominan.

Tipe masyarakat multikulturalisme makalah multikulturalisme ini dapat ditemukan di Inggris, Prancis, dan beberapa negara eropa lainnya. Contoh :  Di negara Inggris membantu integrasi para imigran dan kaum makalah multikulturalisme, menghilangkan berbagai halangan terhadap keikutsertaan mereka dalam kehidupan bernegara.  Perancis menerapkan izin waktu bagi para umat Muslim untuk shalat dan beribadah di saat waktu kerja.

 Banyaknya negara – negara di Eropa sudah menerapkan label “Halal” pada makanan yang mereka jual, sehingga membantu masyarakat umat Muslim dalam memilih makalah multikulturalisme.

 Di negara Indonesia yang masyarakatnya mayoritas umat bergama Islam, makalah multikulturalisme dalam membentuk undang – undang sesuai atau tidak menganggu hak dan kewajiban dari pemeluk agama lain.  Di negara – negara Eropa, pemerintahnya sudah mulai menerapkan kurikulum pendidikan agama Islam ke setiap sekolah yang membutuhkan. Serta mengizinkan pendirian sekolah – sekolah Islam. 3) Multikulturalisme Otonomis Multukulturalisme otonomis yakni masyarakat plural dimana kelompok- kelompk kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik • 6.

6 yang secara kolektif bisa diterima. Fokus pokok kelompok ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok kultural dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok dapat eksis sebagai mitra yang sejajar.

Contoh :  Kaum zionis Yahudi yang menolak keberadaan kamu palestina.  Negara Indonesia yang kaum mayoritasnya menginginkan negara dengan tegaknya syariat Islam.

 Negara Belanda melarang pembangunan menara – menara masjid.  Di Swiss pemerintah melarang penggunaan Hijab dan Cadar bagi masyarakatnya.  Negara Indonesia di sebagian besar wilayahnya, masing – masing pemerintah melarang penjualan dan bukanya rumah makan selama bulan puasa. Padahal banyak juga masyarakat yang tidak menjalankan puasa.

4) Multikulturalisme Kritikal atau Interaktif Multikulturalisme kritikal atau interaktif yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu fokus dengan kehidupan kultural otonom, tetapi lebih menuntut penciptaan kultur kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif mereka.

Contoh :  Nelson Mandela salah satu tokoh yang menolak politik kulit hitam atau “APARTHEID” yang membuat orang kulit hitam menjadi warga kelas bawah.  Gus Dur mantan presiden Indonesia yang memperjuangkan hak warga kaum Tioghoa untuk merayakan hari raya Imlek.

 Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D. M enentang diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam. • 7. 7  Hj. Rangkayo Rasuna Said, ia memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita.  Prof. Dr. Nurcholish Madjid biasa dipanggil Cak Nur mendukung konsep kebebasan dalam beragama, namun bebas dalam konsep Cak Nur tersebut dimaksudkan sebagai kebebasan dalam menjalankan agama tertentu yang disertai dengan tanggung jawab penuh atas apa yang dipilih. 5) Multikulturalisme Kosmopolitan Multikulturalisme kosmopolitan yakni dimana masyarakat plural berusaha menghapuskan batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terkait pada budaya tertentu, dan sebaliknya secara bebas terlibat dalam eksperimen-eksperimen interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Sebagian besar pendukung multikulturalisme jenis ini ialah kelompok liberal yang memiliki kecenderungan postmodern, memandang seluruh budaya sebagai resources yang dapat mereka pilih dan ambil secara bebas. Contoh :  Masyarakat yang ada di negara Amerika Serikat, sebagian besar masyarakatnya yang terdiri berbagai macam suku bangsa sudah mulai meninggalkan budaya ke-sukuan.

Justru timbul budaya multicultural baru yaitu, : Haloween, Thanksgiving dan lain – lain.  Di makalah multikulturalisme Singapura yang mayoritas penduduknya dari pendatang, memunculkan budaya oriental dalam kehidupan masyarakatnya.  Di negara Perancis, ada sebuah kawasan pantai dimana para pengunjungnya diperbolehkan bebas untuk telanjang atau tidak mengenakan pakaian.  Di negara Amerika Serikat dan Eropa sudah banyak masyarakatnya dapat tinggal satu rumah pria dan wanita walaupun belum terikat status pernikahan yang sah.

• 8. 8 2.3 Sejarah Multikulturalisme Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang makalah multikulturalisme menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang makalah multikulturalisme terwujud (pre-existing homogeneity).

Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta makalah multikulturalisme kebudayaan baru. Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit.

Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme. Latar belakang terbentuknya masyarakat multikultural: 1. Bentuk wilayah : negara kepulauan Terjadi isolasi geografis yang menyebabkan terjadinya kemajemukan suku bangsa atau kemajemukan budaya.

2. Keadaan geografis Letak yang strategis di antara dua samudra dan dua benua. Orang asing masuk ke Indonesia, dengan penjajahan dan perdagangan, terjadi kemajemukan agama. 3.

makalah multikulturalisme

Perbedaan cuaca dan struktur tanah Perbedaan cuaca dan struktur tanah menyebabkan terjadinya kemajemukan mata pencaharian. • 9. 9 Pengaruh terbentuknya masyarakat multikultural terhadap Kehidupan masyarakat : 1. Konflik Kondisi kemajemukan berpengaruh terhadap munculnya potensi konflik horizontal. Begitu banyak konflik yang terjadi akibat kemajemukan di masyarakat. 2. Munculnya sikap primordialisme Yaitu paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, baik mengenai tradisi, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.

3. Munculnya sikap etnosentrisme. Yaitu sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. 4. Munculnya sikap fanatik dan ekstrem. Sikap yang sangat kuat meyakini ajaran atau mendukung suatu kelompok. Sementara ekstrem adalah sikap fanatik, sangat keras dan teguh.

Seorang ekstremis menganggap bahwa hanya pendapat kelompok sendirilah yang benar dan menolak pendapat dari luar kelompoknya. 5. Politik Aliran Ideologi nonformal yang dianut oleh anggota organisasi politik dalam suatu negara. Contohnya adalah partai Islam dan partai Kristen • 10. 10 2.4 Multikulturalisme, Demokrasi, dan HAM Cita-cita mewujudkan demokrasi hampir selalu menyinggung agama dan keragaman budaya, karena demokrasi tidak makalah multikulturalisme bisa diwujudkan tanpa menempatkan agama secara benar dan memberikan apresiasi terhadap keragaman budaya.

Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa mempedulikan perbedaan budaya, etnik, jender, bahasa, ataupun agama.

Ada tiga istilah yang kerap digunakan secara bergantian untuk menggambarkan masyarakat yang terdiri dari agama, ras, bahasa, dan budaya yang berbeda, yakni pluralitas (plurality), keragaman (diversity), dan multikultural (multicultural).

Ketiga ekspresi itu sesungguhnya tidak merepresentasikan hal yang sama, walaupun semuanya mengacu kepada adanya “ketidaktunggalan”. Konsep pluralitas mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu” (many); keragaman menunjukkan makalah multikulturalisme keberadaan yang “lebih dari satu” itu berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tak dapat disamakan.

Pada abad ke-20, kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Serba tunggal, misalnya, satu ideologi, satu partai politik, satu calon pemimpin, dianggap sebagai bentuk pemaksaan dari negara. Dibandingkan dua konsep terdahulu, multikulturalisme sebenarnya relatif baru.

Menurut Bhikhu Parekh (Gurpreet Mahajan, Democracy, Difference and Justice, 1998), baru sekitar 1970-an makalah multikulturalisme multikultural muncul pertama kali di Kanada dan Australia, kemudian di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan lainnya. Secara konseptual terdapat perbedaan signifikan antara pluralitas, keragaman, dan multikultural.

Apabila pluralitas sekadar merepresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu), multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di dalam ruang publik. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru terhadap keragaman. Dengan kata lain, adanya komunitas-komunitas yang berbeda saja tidak cukup; sebab yang terpenting adalah bahwa komunitas komunitas itu diperlakukan sama.

• 11. 11 Di sinilah konsep multikulturalisme memberikan kontribusi makalah multikulturalisme terhadap agenda demokratisasi dan nondiskriminasi. Perhatian yang besar terhadap equalitas (persamaan) dan nondiskriminasi kaum minoritas telah menghubungkan multikulturalisme dengan demokrasi. Kita tahu, secara historis, demokratisasi terjadi melalui perjuangan berbagai unsur masyarakat melawan sumber-sumber diskriminasi sosial.

Manusia dilahirkan merdeka dan memiliki hak-hak yang sama. Tidak ada diskriminasi yang makalah multikulturalisme pada kelas, jender, ras, atau minoritas agama dalam domain publik.

Sebaliknya, setiap individu harus diperlakukan sebagai warga dengan hak-hak dan kewenangan yang sama. Sebagai alternatif atas penolakan terhadap diskriminasi, multikulturalisme memberikan nilai positif terhadap keragaman kultural. Konsekuensi lebih lanjut adalah kesediaan untuk memberikan apresiasi konstruktif terhadap segala bentuk tradisi budaya, termasuk agama. 2.5 HAM dan Multikulturalisme Prinsip-prinsip HAM telah secara jelas mengukuhkan nilai-nilai inklusi, baik terkait dengan klas sosial, golongan, warna kulit, kepercayaan dan agama, tradisi, dan sebagainya.

Prinsip-prinsip HAM dengan demikian secara normatif mendorong umat manusia di muka bumi untuk mengakui kemajemukan atau pluralitas. Prinsip inalienable, universalitas, non diskriminasi, kesederajatan, martabat manusia dengan sendirinya mengakui dan mengakomodir keberagaman. Sementara itu, prinsip tanggungg jawab negara menegaskan pentingnya negara pihak (state parties) menjamin bahwa pluralisme menjadi prinsip nilai yang memungkinkan kemajemukan atau pluralitas itu dapat hidup subur tanpa harus terjadi pelanggaran- pelanggaran hak asasi manusia.

Di sinilah relevansi antara HAM dengan pluralisme dan multikulturalisme. Selalu ada ancaman terjadinya pelanggaran HAM, jika kemajemukan atau realitas multikultur sebagai realitas sosiologis-politik tidak makalah multikulturalisme dengan pluralisme dan multikulturalisme sebagai prinsip moral etis yang (harus) tumbuh dan berkembang di masyarakat. • 12.

12 Akibat dari berkembangnya kekuasaan yang bersifat multipolar di Indonesia, kepatuhan kepada konsensus nasional akan terus merosot dan potensi konflik horisontal bisa berkembang menjadi konflik aktual mengikuti perkembangan faktor pemicu yang bersifat lokal, dan kadang-kadang bersifat sepele. Jika situasinya sudah demikian, konflik dan kekerasan yang terjadi bisa meluas.

Pelanggaran HAM akan marak dimana-mana. Untuk mencegah situasi berkembang ke arah konflik dan kekerasan, pemerintah sebenarnya telah diberi mandat/kewajiban oleh undang-undang. Undang-undang No. 39/1999 mengenai HAM. menyebutkan : “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati,melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang- undang ini, peraturan perundang-undangan lain dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia” (Pasal 71).

makalah multikulturalisme

Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana diatur pasal 71, meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan negara, dan bidang lain. (Pasal 72) Sayangnya, sampai sejauh ini, pemerintah nampak melakukan pembiaran dan tak melakukan pencegahan atas maraknya berbagai pusat kekuasaan politik di masyarakat yang berbasis etno nasionalisme maupun primordialisme, khususnya agama.

2.6 Multikulturalisme di Indonesia Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman makalah multikulturalisme dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita • 13. 13 mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.

Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau di mana setiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat.

Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.

Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: a) Faktor geografis dan kondisi iklim Faktor ini sangat mempengaruhi apa dan bagaimana kebiasaan suatu masyarakat. Maka dalam suatu daerah yang memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda maka akan terdapat perbedaan dalam masyarakat (multikultural). b) Pengaruh budaya asing Mengapa budaya asing menjadi penyebab terjadinya multikultural, karena masyarakat yang sudah mengetahui budaya-budaya asing kemungkinan akan terpengaruh mindset mereka.

• 14. 14 c) Keanekaragaman Suku Bangsa Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang makalah multikulturalisme kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya. Yang menjadi sebab adalah keberadaan ratusan suku bangsa yang hidup dan berkembang di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Kita bisa membayangkan apa jadinya apabila masing-masing suku bangsa itu mempunyai karakter, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, dan lain-lain.

d) Keanekaragaman Agama Letak kepulauan Nusantara pada posisi silang di antara dua samudra dan dua benua, jelas mempunyai pengaruh yang penting bagi munculnya keanekaragaman masyarakat dan budaya.

Dengan didukung oleh potensi sumber alam yang melimpah, maka Indonesia menjadi sasaran pelayaran dan perdagangan dunia. Apalagi makalah multikulturalisme dalamnya telah terbentuk jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau.

Dampak interaksi dengan bangsa-bangsa lain itu adalah masuknya beragam bentuk pengaruh agama dan kebudayaan.

makalah multikulturalisme

Selain melakukan aktivitas makalah multikulturalisme, para saudagar Islam, Hindu, Buddha, makalah multikulturalisme membawa dan menyebarkan ajaran agamanya. Apalagi setelah bangsa Barat juga masuk dan terlibat di dalamnya. Agama-agama besar pun muncul dan berkembang di Indonesia, dengan jumlah penganut yang berbeda-beda.

Kerukunan antarumat beragama menjadi idam-idaman hampir semua orang, karena makalah multikulturalisme satu agama pun yang mengajarkan permusuhan. e) Keanekaragaman Ras Salah satu dampak terbukanya letak geografis Indonesia, banyak bangsa luar yang bisa masuk dan berinteraksi dengan bangsa Indonesia. • 15. 15 Misalnya, keturunan Arab, India, Persia, Cina, Hadramaut, dan lain- lain. Dengan sejarah, kita bisa merunut bagaimana asal usulnya.

Ciri-ciri masyarakat multikultural : a) Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam- macam suku, ras, dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang disebut primordial.

Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negeri maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya. b) Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, maksudnya adalah dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akam mengalami kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya alias karena kurang lengkapnya persatuan yang terpisah oleh segmen-segmen tertentu.

c) Konsensus rendah, maksudnya adalah dalam kelembagaan pastinya perlu adanya suatu kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud konsensus, berarti dalam suatu masyarakat majemuk sulit sekali dalam pengambilan keputusan. d) Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi.

e) Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa dalam masyarakat multikultural itu susah sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan alternatifnya adalah dengan cara • 16. 16 paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu tidak bertahan lama. f) Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain, karena dalam masyarakat multikultural terdapat segmen-segmen yang berakibat pada ingroup fiiling tinggi maka bila suaru ras atau suku memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akan mengedapankan kepentingan suku atau rasnya.

Jenis-jenis konflik yang timbul dalam keberagaman : 1) Konflik antar-suku, yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Contoh : konflik antara suku Dayak dan suku Madura yang terjadi di Sampit, konflik antara suku-suku kecil di Papua. 2) Konflik antar-agama, yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama berbeda Contoh : konflik masyarakat Ambon pemeluk Islam dengan masyarakat Ambon pemeluk Kristen.

3) Konflik antar-ras, yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang lain. 4) Konflik antar-golongan, yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat.

Contoh : konflik antar pendukung partai Demokrat dengan simpatisan PDIP. • 17. 17 Contoh penyebab masalah keberagaman di Indonesia : 1) Perbedaan yang ada salah dipahami dan salah disikapi, dan tidak dilihat dan ditanggapi secara positif serta tidak dikelola dengan baik dalam konteks kemajemukan.

2) Fanatisme yang salah. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang paling benar, mau “menang sendiri”, tidak mau menghargai, mengakui dan menerima keberadaan serta kebenaran agama dan umat beragama yang lain. 3) Umat beragama yang fanatik (secara negatif) dan yang terlibat dalam konflik ataupun yang menciptakan konflik adalah orang-orang yang pada dasarnya kurang memahami makna dan fungsi secara benar.

Solusi akan masalah keberagaman di Indonesia : Pancasila merupakan solusi bagi permasalahan-permasalahan tersebut karena Pancasila yang digali dan dirumuskan para pendiri bangsa ini adalah sebuah rasionalitas kita sebagai bangsa majemuk, multi agama, multi bahasa, multi budaya, dan multi ras, yang bergambar dalam Bhineka Tunggal Ika.

Kebinekaan Indonesia harus dijaga sebaik mungkin. Kebhinekaan yang kita inginkan adalah kebhinekaan yang bermartabat. Di dalam pancasila terdapat nilai-nilai yang digunakan bangsa Indonesia sebagai landasan serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan kenegaraan.

Nilai-nilai tersebut makalah multikulturalisme dapat memberikan solusi atas masalah yang terjadi dalam negara Indonesia khususnya masalah kemajemukan, seperti saling menghormati, saling menghargai martabat setiap manusia, mengutamakan makalah multikulturalisme persatuan dan kesatuan, selalu bersikap toleransi, saling menghargai pendapat satu dengan yang lainnya, mengutamakan kebersamaan untuk persatuan.

makalah multikulturalisme 18. 18 BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesadaran akan adanya keberagaman budaya disebut sebagai kehidupan multikultural. Akan tetapi tentu, tidak cukup hanya sampai disitu. Bahwa suatu keharusan agar setiap kesadaran akan adanya keberagaman, ditingkatkan lagi menjadi apresiasi secara positif. Pemahaman ini yang disebut sebagai multikulturalisme.

Multikulturalisme (multiculturalisme)-meskipun berkaitan dan sering disamakan-adalah kecenderungan yang berbeda dengan pluralisme. Multikulturalisme adalah sebuah relasi pluralitas yang di dalamnya terdapat problem minoritas vs mayoritas, yang di dalamnya ada perjuangan eksistensial bagi pengakuan, persamaan, kesetaraan, dan keadilan.

Multikulturalisme ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia untung tetap bersatu di tengah keberagaman. Masyarakat dituntut untuk saling menghargai dan makalah multikulturalisme mampu bekerjasama dengan baik agar persatuan dan kesatuan pun tetap terjalin.

3.2 Saran Adapun tujuan disusunnya makalah ini sebagai berikut :  Bagi masyarakat Indonesia, yang harus selalu bersikap toleransi demi berlangsungnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.  Penulis menganggap bahwa penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat mendidik dan memotivasi sangat Penulis harapkan demi perbaikan masalah selanjutnya. • 19. 19 DAFTAR PUSTAKA M.S, Bambang Budiono. 2012. Hak Asasi dan Multikulturalisme. http://bambud_fisip- fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-64127-makalah%20umum hak%20asasi%20manusia%20dan%20multikulturalisme.html.

Diakses pada tanggal 8 April 2017 pada pukul 21:57. Sirry, Mun’im Agama, Demokrasi, dan Multikulturalisme. http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=1792&coid=4&caid=9&gid=1 Diakses pada tanggal 8 April 2017 pada pukul makalah multikulturalisme. Multikulturalisme. https://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme Diakses pada tanggal 8 April 2017 pada pukul 22:17.

Sejarah Multikulturalisme. https://artypribadi.wordpress.com/2013/09/13/sejarah- multikulturalisme/ Diakses pada tanggal 8 April 2017 pada pukul 22:26. Ajeeng, Nuraini. 2013. Multikulturalisme. https://nurainiajeeng.wordpress.com/2013/01/06/multikulturalisme/ Diakses pada tanggal 21 Mei 2017 pada pukul 19:26. • 20. 20
Ê     Ê  Ê    Ê     Ê   makalah multikulturalisme "# $#Ê    %! &%"" makalah multikulturalisme Ê. '(()*(*+,)-   '(()*(*++/- %&  '(()*(*+0*-    &  makalah multikulturalisme Ê   1  2  Ê Ê  3*(( c        ($(‘ % 4  %56% %  .5  % 6 "6%"%56% 6 5 %56%$%56%"%   $%56% 4 66 %6"76# 4 % ".%56%  $5%56%   " 6 %   5%5    6  4 $ makalah multikulturalisme   64 5% 6" 5# %    55#   7% %$ 5 6 %56%  %"  7 6 5%5 .5  5$  6    %56%$  7 6     585 % %  #   6 5%# 55# 5%# 6"  %8%$ 955   5%5 # 65% 1#56%6  6 6%"%44 $%7"  4 %# " "  % makalah multikulturalisme    %#   6" #  6" 55 5"5#7    %8%$ %56% 7 6     %   8 # 6"6 #"66"$ Ê%%% %   " 8 " 66 %  5     %%% % " 68 " 6%7#64:%  4 6" '5 %-$ Ê%%%   6 " 7%"6"6 #% 7%%66   %    % # 65%#   5$  Ê%%%  5 # "  6"  % 77  5 "   6#  66 %   6 #6 #6%6$  ($3‘ .Ê% % " %%%   %56% 6% 66 % 66"#%"! 8%"6"% 8 7"5%8%6" 8Ê"5% 5 8%".%555"5 8% 4" 8" 686  ($; Ê% " %56% 6% 66 %    6" #%"%7" 4 6" "   7   6# 5 %8% 6"# 7" % 6" "%7"6676"$ ($, 7 ($Ê %56% "%%% 3$"%%%77 6"6      ‰   Ê    3$( %56%"‘ %56% "  %  7  6 83*# % 6 "   6 5  6 8   " " % %  6$ % "   % 6"$   6"    6 %8% "  5% "     " % 5%  "   66 %$ Ê 57 6" 7   . 6 7 " 4    # %  % %#%8%67%5%$%  %8%     6   8  7  5%5# "   "   % % $  8  7  7  " 6%#6%5 5% " %% 5"6$ 6%%   5%# "   66" 6 5   6"   %   6 " % " % " 6#  "$  "# %  6  6" 6 5  %    %56%$ %56% % 6"   66  4 # %  "  5%"4 % 5%5 6%7767% " %% %%56%#""6 6 % 5% 8 7# 6 8 66   5$ 6"# 8 66#   5 %%   % %  %56% % 66 6   5%# 55#5%# 6"#$%56% 6 6 5  " 6 %   5%5    4 6  4 $ 5   5 5% % % 686 6"   6$ 6"   6 4  %56%7 6%6 4"%$Ê 55' 55%5"-6% 5 %56%# 8   55  6"   %  %8%"   % 5% 6" $ % %56%# 66 6    .5 % " 6.  6 %$     6"# 5 % % " 6  2 5<5 "6 6 %  # "  5%85%  %  65 6"   " $ Ê 6  4   6 6  686 66% "46"5%"$%"  " 6 6"  " 6  66 6# " %   %%  %#  % % 6 " %6 %  %56%$ 3$3 %56%%6" 5%5‘ 5 %   % 7% " 7 %   "$ Ê%%   66 " %# 6 5   %5 58%5 5 " "   % % 5     $   66   . "  % 6" $    6"    " "66$6"76% 64 $"%76"866 % 6 % 6 6"# %  8 7 66%%66 $ " 65# 7 686 %# 66 " 8  %$ 7 6 % 5%    %#% % "7% 5%56%$% #%56% 6 " 5%55  7 %   6" %   " %  %"    6$ Ê" 5 þ   " " 7 % 66 %#    6"# % %#  %" 5."$  " 5    4 % % 66   "$   %#  % 6 66%5 5 "5  6""$"6" 75%85% %"$ ‘ 3$; 6"%%56%‘ 66""7%"5%#" 6  "   7 " " %6 6#  %8% " 6.557 %%%554% %   " %56%$ %   5%5 % 6  4 $5  5 5%% % 68 6 6"   6$ 6"   6 4    %56%  7 6   %6  4 "%$ Ê%" 7  % 6 6   6 " 6. %#  %56%    $       6 makalah multikulturalisme " .%  : " 6  8 7    # = # 5# %% %%  %:   $ % %  : 5% " 6   %% 65% "   6" %"5$ #8 5 %%"7 %% # :4#  : " 6%  4     "  8 $ & "  6 6  6  8  5%5  % 6%  % %%56%6""$%%      6    6  $ %  5%   6 6" 5% " %7 %"$   " %  5%5 .5 "  4  #5%6"%.6.5" %6 6# "  %6  7 6   5% $  65% " 6 " 66 " Ä 6 " 6.  " 6%66 6% 6$ 5 "     6  "  5% 5    " 5 "    % " 5$ Ê%" 7 686     5# 6 " "   #%% makalah multikulturalisme %% " $ " 65% " 6 6 5 % 55 #%56%.5# %6 "65%$ 8 " 6. % %   % ."$ %  # 6 6   5%  %"  6 7$  66  "  7 "# 6 4 .  66     5 5$ " %7 5%5 .5 5%55% 7 . 6" "  # % 7 %. % 6 " %6 6 6 " %$ makalah multikulturalisme "   %  66  7 5% " 6%" 6    $ Ê%" 7  5% " 5 # "   makalah multikulturalisme  2"   =  5%85% 7"$%"  "   %  6  5% 5 " " 8 5%# % %8 % 5% " 6#  "$ 955 %" %   "   (>/*867"= % ? @$ 2" 5  %   455 4%  %  " 5%6%56%$7.5"% 5%  = 5%# % 7 % 66    5%  66    5$ %   6 6   5%  6 7  6" %56%$   %#  66  7"  %% 6.$  %  "   6   .5   5%5 5 " % "    "# %" 7  5% ?5 @ "  5 %  %" 4 5% ã makalah multikulturalisme 5 %$ "   7  5  " %  #  5  " 7 % 6  %:#65  $6  "7#5  5% "%6   6  6 A$ % 5     % "   6    6 5%5""%$6 %"% %    Ê6 55   5 55    "# 6 "#  74%$6 %:5"766 %%""%  %4 666"" %  6" 5% $  Ê 5%         5%   " %   % " %   66  6% %  %  %  makalah multikulturalisme     6% % "   % 7# Ê 5%$  $           ‘  %56%   % 6%    6 6" 6 5 $ "  .5  %5 " 6% 6 4 "    " %8% % 6"$ 6 ;  '  5# %5#  5%5- 6 6"   % 6"   $ makalah multikulturalisme 6 6" 6# %" % 66$   % '  - %"#  %  " %%# 8 7"  6" " 6  6%7  585   '%  6-$  #5%5  7# 5"6"86"6%" "#6 "     %:   Ê 5  ' Ê-$ % 6"86"6#6%%5% 6 %  7  6" " %     6    # 7   7 % 7 " 77 6 " v "$ % % "    %56% % %  6 5 " 6  6 '6 7 %  6" 6-$  %A  5  "6 5  %   # 6# # # #  6     6 6 % $   4  %   " %6   65%=  "6'"-%'-$ % 654 84  6    # 5 56%  <# 6 8  ' - %  " .%8.% 6#4 %  8$ 8  6 %%  1 % .%8.%# %  5 6  6" "    .5 $ " 6  7 5 " %" 77  5 5  % 66  67$ 467 5856      "  6 6 $ "       .%8.%  7%87% %  " .5%5855$ ".5#"7"# B"6B 6 6 4 6 $     % 7  %  $ %  6% "6 6"  % %"   6 %  5%5 " 66      " :%$ Ê" 6" 6 '%  %  5%5-   B6B$   % %56% %  66 %5%6" '5-6 %5.% %5%5%8%$‘      å       ;$(  %  %56% 6%  " . 6 6" 65$ 585 "%6" 65 %8%%%$ 6"5%5%8%" makalah multikulturalisme  %"# % 6%   %56%   " 6% % 6   $ %  #  6   makalah multikulturalisme   % 6" 6    %  %56%#6"%$ ‘ ;$3 makalah multikulturalisme ($57$(>>*$6"Ê%6$=!$ 3$ !CC$55%D %56% 6"$45C ;$"# $3*(($$  ,$‘         c Related Documents MAKALAH KEBUDAYAAN MASYARAKAT MULTIKULTURALISME DI ERA GLOBALISASI Untuk Memenuhi Tugas Pendidikan Kewarganegaraan Pengampu : Tri Handayani, SH., MH Disusun Oleh : FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG 2011 1 Makalah multikulturalisme I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam makalah multikulturalisme global dan merupakan bagian dar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pemberi petunjuk, saya telah berhasil menyelesaikan makalah saya yang berjudul “Multikulturalisme”.

Makalah ini membahas masalah kemajemukan kebudayaan yang ada di Indonesia, sejarah kebudayaan di Indonesia, dan multikulturalisme sebagai ciri dari negara Indonesia. Tujuan pembuatan makalah ini adalah menyadarkan masyarakat Indonesia bahwasannya Negara Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman budaya yang menjadi ciri khas negara Indonesia dan masyarakat Indonesia harus tahu keberagaman budaya tersebut dan wajib melestarikannya untuk masa yang akan datang.

Dalam pembuatan makalah tersebut, mungkin masih ada kesalahan-kesalahan yang kami lakukan, baik kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, kesalahan dalam penulisan bentuk makalah, kesalahan kata-kata yang digunakan dalam makalah tersebut, maka kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kesalahan tersebut dan dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah tersebut agar kami bisa mengetahui kesalahan penulisan makalah ini dan menjadi motivasi tersendiri bagi kami agar dapat menulis dengan lebih baik dan menghasilkan karya yang lebih baik di kemudian hari.

Negara Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara yang masih memiliki banyak kekurangan untuk menjadi negara maju. Namun, dibalik kekurangan yang dimiliki oleh negara Indonesia, Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara lain dimana ciri tersebut melambangkan sesuatu yang luar biasa.

Sesuatu yang luar biasa tersebut adalah budaya yang ada di Indonesia. Budaya Indonesia adalah budaya yang memiliki keunikan dan keberagaman. Apalagi, negara Indonesia adalah negara yang memiliki ideologi yang sempurna yaitu Pancasila dan memiliki landasan idiil yaitu Undang Undang Dasar 1945, maka keberagaman bisa jadi kesamaan.

Dengan demikian jelaslah bahwa negara Indonesia adalah negara yang Multikulturalisme.

makalah multikulturalisme

Negara yang memiliki banyak kebudayaan. Walaupun negara Indonesia memiliki ciri khas yaitu keanekaragaman budaya tersebut, bukan berarti negara Indonesia adalah negara yang makmur dan damai.

Sebenarnya, multikulturalisme itu adalah sebuah acuan timbulnya masalah yang besar. Mengapa demikian? Kita tahu dengan banyaknya kebudayaan di Indonesia maka negara Indonesia belum tentu bisa menyatukan semua kebudayaan tersebut dengan baik dan menjamin setiap kebudayaan menjalin hubungan yang baik antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.

Bisa saja, ada konflik antara budaya yang satu dengan budaya yang lain dikarenakan beberapa hal. Contohnya kita lihat konflik poso konflik yang terjadi karena perbedaan budaya dari segi agama. Konflik tersebut penyebabnya adalah perbedaan kebudayaan dan ideologi masyarakatnya.

Masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama pun masih bisa makalah multikulturalisme konflik. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut agar negara Indonesia dengan multikulturalismenya bisa disatukan tanpa adanya konflik antar individu, antar golongan atau kelompok, antar etnis dan antar kebudayaan?

Melihat kondisi tersebut, negara Indonesia memiliki prinsip yang dapat mempersatukan setiap kebudayaan yang ada di Indonesia. Prinsip tersebut dinamakan negara Indonesia adalah negara yang “Bhineka Tunggal Ika”. Apa itu Bhineka Tunggal Ika ? Bhineka Tunggal Ika adalah walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Nah, dengan adanya ideologi, pemikiran, gagasan dan prinsip bhineka tunggal ika tersebut, maka keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia bisa disatukan dan bisa menghindari konflik antar kebudayaan.

Tidak hanya itu saja, Indonesia memiliki prinsip “Bersatu kita Teguh, Bercerai kita Runtuh”. Prinsip tersebut adalah prinsip yang sangat fatal. Dalam artian, bersatu kita teguh berarti apapun masalah yang dihadapi, apapun yang menghalangi, kalau kita bersatu, bersama-sama maju, dan bergotong royong untuk menyelesaikan suatu masalah, maka masalah tersebut akan bisa diatasi dengan mudah dan dengan bersatu, kita menjadi teguh.

Kita lawan kejahatan bersama dan kita junjung tinggi kebaikan dan kejujuran untuk bangsa dan negara kita Indonesia. Sedangkan bercerai kita runtuh, kalau kita menghadapi sesuatu sendirian, tanpa bantuan orang lain, maka masalah tersebut akan sulit untuk diselesaikan. Maka dari itulah, manusia disebut makhluk sosial. Makhluk yang hidup bersama dan saling berhubungan satu sama lain.

Kaitannya dengan multikulturalisme di Indonesia adalah kita boleh memiliki budaya yang berbeda, wajar saja karena kita dari daerah yang berbeda pandangan dan pemikiran namun ingatlah satu hal, perbedaan bukanlah masalah dan jangan dijadikan masalah tapi perbedaan harus dianggap sebagai ciri khas, jadikan perbedaan sebagai persamaan yang beretika sehingga kita bisa menjalin hubungan satu sama lain dengan tidak mempermasalahkan perbedaaan budaya yang kita miliki dan kita tetap menjalankan apa yang sudah menjadi budaya kita.

kita jangan mau berpecah belah, kita negara Indonesia adalah negara yang satu makalah multikulturalisme bangsa Indonesia. Keanekaragaman adalah ciri kita bukan masalah bagi kita. Dengan begitu, jelaslah bahwa multikulturalisme bukanlah suatu alat untuk memecah belah budaya Indonesia tetapi multikulturalisme adalah alat pemersatu kita, alat pemersatu bangsa kita makalah multikulturalisme kita menjadi negara yang teguh, unik, beretika, bertanggung jawab dan beraneka ragam budaya yang saling berhubungan secara damai, tentram dan makmur antara budaya yang satu dengan budaya yang lain.

Itulah kemajemukan budaya Negara Indonesia. Selama proses makalah multikulturalisme makalah tersebut, penulis menggunakan metode pengumpulan data Kepustakaan dan Sebagian Metode Browsing. Metode kepustakaan maksudnya penulis mengambil referensi dan sumber-sumber pendukung materi makalah tersebut dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Dengan kata lain, penulis meminjam buku di perpustakaan, membaca buku tersebut dan mengutip isi buku tersebut yang berkaitan dengan materi pembahasan yang ada di makalah ini dengan menyebutkan siapa pengarang dan judul bukunya sehingga penulis tidak dianggap melakukan plagiarisme dalam pembuatan makalah ini.

Kita ketahui bahwa negara kita yang tercinta, negara yang menjadi tempat kita berada, bertempat tinggal dan tempat kita lahir adalah negara yang memiliki banyak kebudayaan, dimana setiap kebudayaan memiliki ciri khas masing-masing dan memiliki perbedaan antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya. Dengan demikian, kita sadar bahwa kita dalam satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Inilah prinsip yang kita pegang dalam menjalin kesatuan dan persatuan bangsa. Kita sadar akan kemajemukan bangsa makalah multikulturalisme dari segi budaya.

Budaya yang beraneka ragam adalah budaya yang dimiliki negara Indonesia yang tidak luput dari perhatian lingkungan luar. Menurut Koentjaraningrat (1980), makalah multikulturalisme budaya” berasal dari kata Sanskerta budhayah, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Inggris, budaya disebut culture, dalam bahasa Latin colere yang berarti mengerjakan atau mengolah, dalam bahasa Indonesia kebudayaan kultur. Jadi, dapat disimpulkan bahwa “Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri, "Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam di Jepang dan makalah multikulturalisme kolektif" di Cina.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai makalah multikulturalisme yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka”, (Wikipedia.org). Dengan demikian, kita bisa ketahui bahwasannya budaya itu adalah suatu hal yang mengikat bisa juga memaksa dimana budaya dijadikan sebagai sebuah citra dan pandangan yang membekali anggotanya mengenai perilaku yang baik dan buruk untuk dilakukan.

Ø Menurut S. Takdir Alisjahbana, yang dinamakan “kebudayaan adalah keperluan-keperluan alam pada manusia yang bersifat dasar dan berasal dari dorongan hidup dan inseting yang dikuasai oleh suatu keseluruhan keperluan-keperluan baru yang berasal dari budi manusia dan yang menjadi dasar dari keseluruhan hidupnya”. Dengan kita mengetahui apa itu budaya dan kebudayaan, maka kita bisa memperhatikan dan melihat, bagaimana perkembangan kebudayaan yang ada di sekitar kita dan di tempat lainnya.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang Multikulturalisme. Sebenarnya, apa itu multikulturalisme ? mengapa negara Indonesia disebut Negara Multikulturalisme ? Ø Multikulturalisme menurut Taylor merupakan suatu gagasan untuk mengatur keberagaman dengan prinsip-prinsip dasar pengakuan akan keberagaman itu sendiri (politics of recognition).

Gagasan ini menyangkut pengaturan relasi antara kelompok mayoritas dan minoritas, keberadaan kelompok imigran masyarakat adat dan lain-lain. Ø Parsudi Suparlan mengungkapkan bahwa Multikulturalisme adalah adanya politik universalisme yang menekankan harga diri kulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan semua manusia, serta hak akan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun dan kewajiban yang sama secara kebudayaan.

Ø “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007). Ø Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggaan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A.

Rifai Harahap, 2007). Dari pendapat para ahli tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Multikulturalisme adalah suatu gagasan, ide, cara pandang dunia dimana multi dalam artian banyak dan kulturalisme adalah budaya sehingga multikulturalisme adalah suatu gagasan yang mengungkapkan keberagaman budaya yang dimiliki oleh suatu bangsa, kelompok masyarakat dimana keberagaman tersebut menjadi satu kebanggaan dan wajib dilestarikan dengan tetap memegang teguh prinsip keberagaman adalah kebersamaan.

Setelah kita mengetahui definisi dari budaya, kebudayaan dan multikulturalisme tersebut, kita bisa menyadari bahwa memang benar Negara kita Indonesia adalah negara Multikulturalisme, dengan beragam kebudayaan yang Indonesia miliki, dengan begitu tidak bisa dipungkiri lagi. Namun, ciri khas kebudayaan Indonesia itu sesungguhnya adalah ciptaan Allah SWT yang sungguh luar biasa yang mana diberikan kepada Negara Indonesia dan Allah SWT tidak semata hanya memberikan saja tetapi dibalik pemberian tersebut Allah SWT menitip pesan, amanah bahwasannya apa yang sudah diberikan-Nya harus dijaga, dilestarikan dan jangan merusak pemberian tersebut.

2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka.

Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa. 3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan.

Mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar. 5.

makalah multikulturalisme

Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. Dengan mengetahui jenis-jenis dari makalah multikulturalisme, maka kita bisa memahami multikulturalisme di negara Indonesia.

Dari jenis tersebut, multikulturalisme Indonesia termasuk ke dalam jenis apa? Dan tidak hanya itu saja, kita sebagai masyarakat multikulturalisme harus berusaha memajukan keberagaman budaya tersebut, kita harus berusaha memperkenalkan budaya asli Indonesia ke dunia, namun ingat kita boleh memperkenalkan budaya kita tetapi jangan sampai kita kehilangan kebudayaan asli kita.

kita harus tetap menjunjung tinggi budaya yang kita miliki. Sesungguhnya, multikulturalisme adalah jati diri bangsa Indonesia. Jati diri yang melekat pada masyarakat Indonesia.

Namun, mengapa multikulturalisme yang dulu menjadi jati diri bangsa malah ternodai oleh perubahan zaman yang dari tahun ke tahun kebudayaan kita perlahan-lahan menghilang dan merubah kebudayaan aslinya. Sebenarnya, apa penyebab dari masalah tersebut? Mari kita berbenah diri makalah multikulturalisme, mengapa perubahan zaman (modernisasi) menjadi penyebab hilangnya kepribadian bangsa, berubahnya kebudayaan bangsa dan masyarakat yang ada didalamnya?

Sebenarnya, modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan secara menyeluruh baik dari segi teknologi dan sebagainya dimana perubahan tersebut ikut mempengaruhi perubahan sikap, etika dan moral individu yang mengikuti perubahan tersebut.

Menurut Eissenstadt, “modernisasi merupakan proses perubahan menuju tipe sistem sosial, ekonomi dan politik yang telah berkembang di Eropa barat dan Amerika Utara dari abad ke-19 dan 20 meluas ke negara-negara Amerika Selatan, Asia serta Afrika” (M. Francis Abraham,hal.4). Menurut Everett Rogers, modernisasi adalah proses dengan mana individu berubah dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup lebih kompleks dan maju secara teknologis serta cepat berubah”.

Dari definisi diatas, kita melihat dari segi modernisasi kebudayaan, apa pengaruh modernisasi terhadap kebudayaan terutama kebudayaan yang ada di Indonesia? Modernisasi adalah perubahan yang cepat dengan melibatkan individunya secara tidak langsung. Jelas saja, kalau individunya berubah maka otomatis budaya yang mereka punya juga berubah. Kita contohkan saja masyarakat Bali, masyarakat Bali dulunya terkenal sopan, ramah, dan memakai baju longgar (tidak ketat), menutup aurat dan memakai kain.

Itu adalah budaya asli mereka pada zaman dahulu. Mari kita menelaah lebih dalam dan berfikir lebih kritis, mengapa bisa terjadi perubahan yag begitu cepat dan sangat mempengaruhi masyarakat yang ada didalamnya? Makalah multikulturalisme, modernisasi itu adalah perubahan zaman yang baik.

Namun tidak semua perubahan itu baik, setiap yang baik pasti ada yang buruk. Sesuatu yang diciptakan oleh sang pencipta itu adil dan berpasangan. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar memilih, menyaring mana yang baik untuk kita dan bangsa serta mana yang buruk untuk kita dan bangsa kita. Masyarakat Indonesia tidak memikirkan hal itu, kebanyakan masyarakat Indonesia tidak berfikir kritis terhadap perubahan zaman yang melibatkan dirinya. Perubahan yang masuk ke dalam dirinya diterima semuanya tanpa memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya serta untuk bangsanya, mana yang menguntungkan untuk dirinya dan mana yang merugikan untuk dirinya.

Semua diambil. Maka dari itulah orang dari luar negeri menganggap masyarakat indonesia adalah masyarakat yang tidak suka berfikir, masyarakat yang gila perubahan dan perubahan menjadi kebutuhan. Hal inilah yang menyebabkan perubahan yang terjadi terhadap kebudayaan Di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kehilangan jati dirinya, kehilangan induknya dan orang-orang yang menyayangi kebudayaan tersebut. Modernisasi menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang modern, masyarakat teknologi, masyarakat makalah multikulturalisme tidak memperdulikan kepentingan golongan tapi hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.

Apapun dilakukan makalah multikulturalisme tercapainya kepentingan dan tujuan tersebut. Itulah ciri masyarakat modern. Apakah itu masyarakat Indonesia yang sesungguhnya ? wajar saja nenek moyang kita sedih dan menangis. Kemana perginya hasil perjuangan kami terdahulu, apa pembangunan yang dilakukan untuk perjuangan kami itu, apa kegunaan dari perjuangan kami itu ? bagaimana kita harus menjawabnya, apakah kita harus jujur dan menjawab bahwa perjuangan mereka telah kita nodai dengan hal-hal yang sangat berlawanan dengan pandangan mereka dahulu.

Sungguh menyedihkan dan mengecewakan. Seharusnya, modernisasi bukan perubahan total bagi diri kita. Jangan kita menganggap modernisasi adalah perubahan secara menyeluruh termasuk kebudayaan yang kita miliki. Kita seharusnya sadar bahwa kebudayaan kita bergama, unik, indah, tentu kita wajib menjaga dan melestarikannya, bukan? Tapi apa yang terjadi, kita malah menambah kebudayaan kita dengan budaya baru yang tidak sesuai dengan budaya aslinya.

Makalah multikulturalisme sama saja kita kehilangan martabat bangsa, harga diri bangsa, derajat bangsa dan kepribadian bangsa. Bagaimana kita bisa berkembang dan menjadi negara maju kalau semua perubahan yang baik dan buruk kita ambil, kita serap dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemana harga diri kita, kemana harga diri bangsa kita? Semuanya hilang. Apakah itu yang masyarakat Indonesia inginkan? Menjadi masyarakat modern namun jati diri yang asli hilang. Kita bangsa Indonesia harus prihatin dengan keadaan tersebut, kita harus belajar berfikir kritis terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Biarkan semua perubahan masuk ke negara kita namun gunakan pikiran kita, ambillah segi positif dari perubahan tersebut, kemudian kita terapkan ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegeara.

Sehingga negara kita tetap aman, tentram dan damai dan juga kita tidak perlu khawatir akan kehilangan kepribadian kita, kebudayaan kita karena kita telah menyaring apa yang sesuai dengan kebudayaan kita sehingga kebudayaan kita tetap utuh dan melekat di dalam diri masyarakat Indonesia.

4. Keberagaman Kebudayaan yang kita miliki jangan dianggap sebagai suatu kebanggaan semata, tetapi jadikanlah kekhasan tersebut sebagai kepribadian bangsa yang melekat ke dalam jiwa, jati diri beserta hati nurani.

Dan berusaha untuk senantiasa menjaga kebudayaan tersebut karena di era globalisasi dan modernisasi saat ini sudah banyak pengaruh yang masuk ke makalah multikulturalisme diri individu yang mempengaruhi perubahan kebudayaan masing-masing budaya individunya. • ▼ 2013 (9) • ▼ November (9) • Tuntunan Sholat • Matematika Dasar 3 Rumus - rumus Trigonometri • Pengertian Kalimat dan Paragraf • Makalah Multikulturalisme • Problematika bahasa Indonesia • Sejarah PerkembanganBahasa Indonesia Bahasa Indone.

• Sejarah PerkembanganBahasa Indonesia Bahasa Indone. • Kalimat efektif, kesatuan gagasan, dan alenia • Matematika Dasar 3 Irisan Kerucut
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak hambatan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Istilah Multikultural akhir-akhir ini mulai diperbincangkan di berbagai kalangan berkenaan dengan merebaknya konflik etnis di negara ini. Multikultural yang dimiliki Indonesia dianggap faktor utama terjadinya konflik. Konflik berbau Makalah multikulturalisme yaitu suku, agama, ras, dan antargolongan yang terjadi di Aceh, Ambon, Papua, Kupang, Maluku dan berbagai daerah lainnya adalah realitas yang dapat mengancam integrasi bangsa di satu sisi dan membutuhkan solusi konkret dalam penyelesaiannya di sisi lain.

Hingga muncullah konsep multikulturalisme. Multikulturalisme dijadikan sebagai acuan utama terbentuknya masyarakat multikultural yang damai. Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan makalah multikulturalisme macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa ( nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud ( pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau makalah multikulturalisme kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.

Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris ( English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropasebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit.

Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancismulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme. [8] Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jermandan beberapa negara lainnya? 2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas.

Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas makalah multikulturalisme mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa. 3.

Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat di mana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan makalah multikulturalisme keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural.

Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.

Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan makalah multikulturalisme tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: 1.

Letak geografis indonesia 2. perkawinan campur 3. iklim P ada hakikatnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda.

Dalam hal ini masyarakat multikultural tidak bersifat makalah multikulturalisme, namun memiliki karakteristik heterogen di mana pola hubungan sosial antarindividu di masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai (peace co-exixtence) satu sama lain dengan perbedaan yang melekat pada tiap etnisitas sosial dan politiknya.

Oleh karena itu, dalam sebuah masyarakat multikultural sangat mungkin terjadi konflik vertikal dan horizontal yang dapat menghancurkan masyarakat tersebut. Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism, membicarakan masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan.

1. Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku, ras, dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang disebut primordial. Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras makalah multikulturalisme daerah dalam negeri maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya.

4. Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga makalah multikulturalisme.

Pada dasarnya semua bangsa di dunia bersifat multikultural. Adanya masyarakat multikultural memberikan nilai tambah bagi bangsa tersebut. Keragaman ras, etnis, suku, ataupun agama menjadi karakteristik tersendiri, sebagaimana bangsa Indonesia yang unik dan rumit karena kemajemukan suku bangsa, agama, bangsa, maupun ras.

Masyarakat multikultural Indonesia adalah sebuah masyarakat yang berdasarkan pada ideologi multikulturalisme atau Bhinneka Tunggal Ika yang multikultural, yang melandasi corak struktur masyarakat Indonesia pada tingkat nasional dan lokal. Berkaca dari masyarakat multikultural bangsa Indonesia, kita akan mempelajari penyebab terbentuknya masyarakat multikultural.

Keanekaragaman budaya dan masyarakat dianggap pendorong utama munculnya persoalan-persoalan baru bagi bangsa Indonesia. Faktor penyebab terciptanya masyarakat multikultural adalah sbb : Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya.

Yang menjadi sebab adalah keberadaan ratusan suku bangsa yang hidup dan berkembang di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Kita bisa membayangkan apa jadinya apabila masing-masing suku bangsa itu mempunyai karakter, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, dan lain-lain.

makalah multikulturalisme

Letak kepulauan Nusantara pada posisi silang di antara dua samudra dan dua benua, jelas mempunyai pengaruh yang penting bagi munculnya keanekaragaman masyarakat dan budaya. Dengan didukung oleh potensi sumber alam yang melimpah, maka Indonesia menjadi sasaran pelayaran dan perdagangan dunia.

Apalagi makalah multikulturalisme dalamnya telah terbentuk jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau. Dampak interaksi dengan bangsa-bangsa lain itu adalah masuknya beragam bentuk pengaruh agama dan kebudayaan.

Selain melakukan aktivitas perdagangan, para saudagar Islam, Hindu, Buddha, juga membawa dan menyebarkan ajaran agamanya. Apalagi setelah bangsa Barat juga masuk dan terlibat di dalamnya. Agama-agama besar pun muncul dan berkembang di Indonesia, dengan jumlah penganut yang berbeda-beda.

makalah multikulturalisme

Kerukunan antarumat beragama menjadi idam-idaman hampir semua orang, karena tidak satu agama pun yang mengajarkan permusuhan. Bangsa-bangsa asing itu tidak saja hidup dan tinggal di Indonesia, tetapi juga mampu berkembang secara turun-temurun membentuk golongan sosial dalam masyarakat kita.

Mereka saling berinteraksi dengan penduduk pribumi dari waktu ke waktu. Bahkan ada di antaranya yang mampu mendominasi kehidupan perekonomian nasional. Misalnya, keturunan Cina.

Kelompok ini beranggapan bahwa identitas kelompok tidak bersifat kaku, sebagaimana yang dibayangkan kaum primordialis. Etnisitas bagi kelompok ini dapat diolah hingga membentuk jaringan relasi pergaulan sosial.

Oleh karena itu, etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya. Bagi mereka persamaan adalah anugerah dan perbedaan adalah berkah. Sebagaimana telah dijelaskan di depan bahwa keragaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia adalah letak kekuatan bangsa Indonesia itu sendiri. Selain itu, keadaan ini menjadikan Indonesia memiliki nilai tambah makalah multikulturalisme mata dunia.

Namun, di sisi lain realitas keanekaragaman Indonesia berpotensi besar menimbulkan konflik sosial berbau sara (suku, agama, ras, dan adat).

Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola keragaman suku bangsa diperlukan guna makalah multikulturalisme terjadinya perpecahan yang mengganggu kesatuan bangsa. Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya muncul sebagai akibat keanekaragaman etnis, agama, ras, dan adat, seperti konflik antaretnis yang terjadi di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua, dan lain-lain.

Di Kalimantan Barat adanya kesenjangan perlakuan aparat birokrasi dan hukum terhadap suku asli Dayak dan suku Madura menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Akhirnya, perasaan ini meledak dalam bentuk konflik horizontal. Masyarakat Dayak yang termarginalisasi semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan makalah multikulturalisme diskriminatif. Sementara penegakan hukum terhadap salah satu kelompok tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sedangkan di Poso, Sulawesi Tengah konflik bernuansa sara mula-mula terjadi pada tanggal 24 Desember 1998 yang dipicu oleh seorang pemuda Kristen yang mabuk melukai seorang pemuda Islam di dalam Masjid Sayo. Kemudian pada pertengahan Makalah multikulturalisme 2000, terjadi lagi konflik yang dipicu oleh perkelahian antara pemuda Kristen yang mabuk dengan pemuda Islam di terminal bus Kota Poso. Perkelahian ini menyebabkanterbakarnya permukiman orang Pamona di Kelurahan Lambogia.

Selanjutnya, permukiman Kristen melakukan tindakan balasan. Dari dua kasus tersebut terlihat betapa perbedaan mampu memicu munculnya konflik sosial. Perbedaan-perbedaan yang makalah multikulturalisme dengan antisipasi justru akan menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan banyak orang. Oleh karena itu, bagaimana kita bersikap dalam keanekaragaman benar-benar perlu diperhatikan.

Ada sisi positif dan negatif dari kehadiran ratusan suku bangsa di Indonesia. Selain bisa memperkaya khazanah kebudayaan nasional, juga menjadi pemicu munculnya disintegrasi sosial. Sering kita dengar terjadinya perang antarsuku atau konflik sosial antaretnis di Indonesia. Ada banyak alasan yang mendasarinya. Tetapi, yang menarik adalah ternyata banyak suku bangsa yang mempunyai mekanisme atau cara di dalam menyelesaikan permasalahan itu.

Kisah tentang kehidupan masyarakat di Lembah Baliem, bisa jadi merupakan contoh kearifan lokal yang dapat kita jadikan referensi dalam upaya mencarikan solusi atas permasalahan antaretnis atau antarsuku bangsa di Indonesia. Pada saat kita dihadapkan pada beragam konflik dan sengketa yang terjadi di antara etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia, belajar dari sejarah adalah cara yang paling tepat. Pada masa penjajahan Belanda kita merasakan betapa sulit merangkai nilai persatuan untuk sama-sama menghadapi bangsa penjajah.

Hingga ketika kita mulai menyadarinya di tahun 1928. Saat itu kita mengakui Indonesia sebagai identitas bersama, makalah multikulturalisme mampu mengatasi sejumlah perbedaan kebudayaan di antara suku bangsa yang ada. Nasionalisme Indonesia pun terbentuk dalam wujud pengakuan bahasa, tanah air, dan kebangsaan.

Dampaknya adalah perjuangan menghadapi kolonialisme Belanda semakin menampakkan hasilnya. Puncak dari pencarian identitas itu ditemukan pada saat Pancasila disepakati sebagai dasar negara dan petunjuk/arah kehidupan bangsa.

makalah multikulturalisme

Kompleksitas keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia pun bisa diakomodasi bersama. Dasar negara inilah yang digunakan oleh para founding fathers kita pada saat mendirikan sebuah Negara nasional baru. Disebut negara nasional karena negara Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang bisa hidup berdampingan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang makalah multikulturalisme mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda.

Ciri-ciri masyarakat multikultural yaitu :Terjadi segmentasi, Memilki struktur, Konsensus rendah, Relatif potensi ada konflik, Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan dan Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain. Penyebab timbulnya masyarakat multikultural sbb: Faktor geografis, Pengaruh budaya asing, Kondisi iklim yang berbeda, Keanekaragaman Suku BangsaKeanekaragaman Agama dan Keanekaragaman Ras.

Konflik yang muncul karena adanya keanekaragamaan, seperti konflik antar etnis. Penyelesaiannya dengan menggunakan kearifan lokal dan kearifan nasional.

Panduan Menyusun Pendahuluan Makalah




2022 www.videocon.com