Surat hud

surat hud

3. Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat). 7. Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.

Jika engkau berkata (kepada penduduk Surat hud, "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati," niscaya orang kafir itu akan berkata, "Ini hanyalah sihir yang nyata." 8. Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka.

Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya. surat hud. Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.

اَفَمَنۡ كَانَ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنۡ رَّبِّهٖ وَيَتۡلُوۡهُ شَاهِدٌ مِّنۡهُ وَمِنۡ قَبۡلِهٖ كِتٰبُ مُوۡسٰٓى اِمَامًا وَّرَحۡمَةً‌ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ surat hud ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ مِنَ الۡاَحۡزَابِ فَالنَّارُ مَوۡعِدُهٗ‌ ۚ فَلَا تَكُ فِىۡ مِرۡيَةٍ مِّنۡهُ‌ ۚ اِنَّهُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّكَ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ 17.

Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). Barangsiapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu surat hud engkau ragu terhadap Al-Qur'an.

Sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. 18. Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka." Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zhalim, Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya' dan shalat subuh.

Sekiranya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. (HR. Sunan Ibnu Majah No. 789) ARTIKEL LAINNYA • Surat At-Taubah Ayat 128-129 dan Keutamaannya • Surat Yasin Ayat 28-29: Satu Teriakan Menghabisi Penduduk Antokiah • Lafaz Niat Salat Dhuha dan Doa yang Dianjurkan • Surat Al-Jumuah Ayat 9, Dalil Perintah Sholat Jumat • Surat Al Hajj Ayat 27, Ikhtiar Perempuan Dapat Jodoh • Surat Yusuf Ayat 15-16: Ini Doa Nabi Yusuf Saat Dimasukkan ke Sumur • Surat Yunus Ayat 85-86: Doa Terhindar dari Kezaliman dan Fitnah • Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Beserta Artinya • Beberapa Ayat dalam Surat Ar-Rahman Merujuk Indonesia, Ini Penjelasan Pakar Perikanan • Doa Setelah Sholat Witir Subhanal Malikil Quddus • more هود‎ Hud “Hud” pertaining to Prophet Hud Revelation: Meccan No.

of Ayat: 123 verses Chapter of Qur’an: #11 Position: Juz 11 & 12 Inspirational Quote: “And if We give man a taste of mercy from Us and then We withdraw it from him, indeed, he is despairing and ungrateful.

But if We give him a taste of favor after hardship has touched him, he will surely say, “Bad times have left me.” Indeed, he is exultant and boastful” Surah Hud Ayat 9-10 About this Surah: This surah discusses several important topics, it calls on the importance of tawhid and worshipping Allah (سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ) as the Meccans were stuck in their ways of worshipping idols, it warned of the punishment for those who rejected the message, is also addresses the troubles Prophet Muhammad (ﷺ) faced during the early stages of Prophethood.

Several Prophets are mentioned in Surah Hud specifically Nuh, Surat hud, Salih, Musa, Shuayb, Ibrahim and Lut (may peace be upon them). These stories all recount a similar theme of rejection and hardship the Prophets faced to console Muhammad (ﷺ) and provide hope because surat hud all had overcame their struggles. About this site: Our mission is to make it easy to read and understand the Qur’an.

🤲 Here you can read Surah Hud in Arabic text. 🤲 Not strong in reading Arabic? Read with transliteration to help you with the pronunciation. 🤲 Understand the Qur’an with various respected English translations.

Also includes Hindi, Urdu, Malay. 🤲 You can listen to the MP3 audio of Surah Hud with the beautiful recitation by Mishary Al-Alfasy. 🤲 Auto-scroll feature: Press play and the ayah will automatically be highlighted and the screen will scroll to give the correct position.

Minimize audio player for more screen space. 🤲 Change audio playback speed if you want to read a little faster. 🤲 Explore Tafsir by visiting the individual ayat pages. 🤲 Tap on a word or hover with mouse on desktop for word-by-word translation of Surah Hud. Keyboard Shortcuts: Q: Qur’an Surah Menu T: Tafsir Menu S: Settings R: Repeat verse, loop ayat D: hiDe the media player.

Spacebar: Play/Pause Surat hud Previous verse / Next verse SHOW MORE keyboard_arrow_down Read Surah Hud Translation and Transliteration Muhsin Khan: Alif-Lam-Ra.

[These letters are one of the miracles of the Quran and none but Allah (Alone) knows their meanings]. (This is) a Book, the Verses whereof are perfected (in every sphere of knowledge, etc.), and then explained in detail from One (Allah), Who is All-Wise and Well-Acquainted (with all things).

Abdullah Muhammad Basmeih: (Al-Quran yang demikian sifatnya diturunkan oleh Allah) supaya janganlah kamu menyembah sesuatupun melainkan Allah.

(Katakanlah wahai Muhammad): “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepada kamu, sebagai pemberi amaran (kepada orang-orang yang (ingkar), dan pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang (beriman). Yusuf Ali: “(And to preach thus), ‘Seek ye the forgiveness of your Lord, and turn to Him in repentance; that He may grant you enjoyment, good (and true), for a term appointed, and bestow His abounding grace on all who abound in merit! But if ye turn away, then I fear for you the penalty of a great day: Abul Ala Maududi: that you may seek forgiveness of your Lord and turn to Him in repentance whereupon He will grant you a fair enjoyment of life until an appointed term, and will bestow favour on everyone who merits favour.

But should you turn away (from the truth), I fear for you the chastisement of an Awesome Day. Muhsin Khan: And (commanding you): “Seek the forgiveness of your Lord, and turn to Him in repentance, that He may grant you good enjoyment, for a term appointed, and bestow His abounding Grace to every owner of grace (i.e. the one who helps and serves needy and deserving, physically and surat hud his wealth, and even with good words).

surat hud

But if you turn away, then I fear for you the torment of a Great Day (i.e. the Day of Resurrection). Suhel Farooq Khan: और ये भी कि अपने परवरदिगार से मग़फिरत की दुआ मॉगों फिर उसकी surat hud में (गुनाहों से) तौबा करो वही तुम्हें एक मुकर्रर मुद्दत तक अच्छे surat hud के फायदे उठाने देगा और वही हर साहबे बुर्ज़गी को उसकी बुर्जुगी (की दाद) अता फरमाएगा और अगर तुमने (उसके हुक्म से) मुँह मोड़ा तो मुझे तुम्हारे बारे में एक बड़े (ख़ौफनाक) दिन के अज़ाब का डर है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan kamu (dari perbuatan syirik), kemudian hendaklah kamu rujuk kembali taat kepadaNya; supaya Ia memberi kamu nikmat kesenangan hidup yang baik (di dunia) hingga ke suatu masa yang tertentu, dan (di akhirat pula) Ia akan memberi kepada tiap-tiap seorang yang mempunyai kelebihan (dalam sebarang amal yang soleh) akan pahala kelebihannya itu; dan jika kamu berpaling (membelakangkan tiga perkara itu), maka sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari kiamat yang besar (huru-haranya).

Dr. Ghali: Verily, (Literally: Is it not “true that”?) they surely bend their breasts to try to conceal themselves from Him. Verily while they try to envelop themselves in their clothes, He knows what they keep secret and what they make public. Surely He is Ever-Knowing of the inmost thoughts within the breasts (Literally: what the breasts own). Suhel Farooq Khan: (ऐ रसूल) देखो ये कुफ़्फ़ार (तुम्हारी अदावत में) अपने सीनों को (गोया) दोहरा किए डालते हैं ताकि ख़ुदा से (अपनी बातों को) छिपाए रहें (मगर) देखो जब ये लोग अपने कपड़े ख़ूब लपेटते हैं (तब भी तो) ख़ुदा (उनकी बातों को) जानता है जो छिपाकर करते हैं और खुल्लम खुल्ला करते हैं इसमें शक़ नहीं कि वह सीनों के भेद तक को खूब जानता है Abdullah Muhammad Basmeih: Ketahuilah!

Sesungguhnya mereka yang ingkar itu membongkokkan badan mereka untuk menyembunyikan (perasaan buruk yang ada dalam dada mereka) surat hud Allah. Ketahuilah! Semasa mereka berselubung dengan pakaian mereka sekalipun, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan; sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jualah yang menanggung rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab (Lauh mahfuz) yang nyata (kepada malaikat-malaikat yang berkenaan). Sahih International: And it is He who created the heavens and the earth in six days – and His Surat hud had been upon water – that He might test you as to which of you is best in deed.

But if you say, “Indeed, you are resurrected after death,” those surat hud disbelieve will surely say, “This is not but obvious magic.” Yusuf Ali: He it is Who created the heavens and the earth in six Days – and His Throne was over the waters – that He might surat hud you, which surat hud you is best in conduct. But if thou wert to say to them, “Ye shall indeed be raised up after death”, the Unbelievers would be sure to say, “This is nothing but obvious sorcery!” Abul Ala Maududi: And He it is Who created the heavens and the earth in six days – and [before that] His Throne was upon the water that He may test you, who of you is better in conduct If you were to say (O Muhammad): ‘All of you will surely be raised after death’, then those who disbelieve will certainly say: ‘This is nothing but plain sorcery.

Muhsin Khan: And He it is Who has created the heavens and the earth in six Days and His Throne was on the water, that He might try you, which of you is the best in deeds. But if you were to say to them: “You shall indeed be raised up after death,” those who disbelieve would be sure to say, “This is nothing but obvious magic.” Pickthall: And He it is Who created the heavens and the earth in six Days – and His Throne was upon the water – that He might try you, which of you is best in conduct.

Yet if thou (O Muhammad) sayest: Lo! ye will be raised surat hud after death! those who disbelieve will surely say: This is naught but mere magic. Dr. Ghali: And He (is The One) Who created the heavens and the earth in six days-and His Throne was upon the water-that He might try you, whichever of you is fairer in deeds.

And indeed in case you say, “Surely you will be made to rise again even after death, ” the ones who have disbelieved will indeed say definitely, “Decidedly this is nothing except evident sorcery.” Suhel Farooq Khan: और वह तो वही (क़ादिरे मुत्तलिक़) है जिसने आसमानों और ज़मीन को 6 दिन में पैदा surat hud और (उस वक्त) उसका अर्श (फलक नहुम) पानी पर था (उसने आसमान व ज़मीन) इस ग़रज़ से बनाया ताकि तुम लोगों को आज़माए कि तुममे ज्यादा अच्छी कार गुज़ारी वाला कौन है और (ऐ रसूल) अगर तुम (उनसे) कहोगे कि मरने के बाद तुम सबके सब दोबारा (क़ब्रों से) उठाए जाओगे तो काफ़िर लोग ज़रुर कह बैठेगें कि ये तो बस खुला हुआ जादू है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan Dia lah yang menjadikan langit dan bumi dalam masa, sedang “ArasyNya, berada di atas air (Ia menjadikan semuanya itu untuk menguji kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) berkata: “Bahawa kamu akan dibangkitkan hidup kembali sesudah mati” tentulah orang-orang yang ingkar akan berkata: “Ini tidak lain, hanyalah seperti sihir yang nyata (tipuannya)”.

Dr. Ghali: And indeed in case We defer the torment from them till an (already) fixed round, (Literally: already numbered nation) indeed they will definitely say, “What is detaining it?” Verily, the day it will come up to them, it will not be turned about from them, and whatever they used to mock at will redound on them.

Suhel Farooq Khan: और अगर हम गिनती के चन्द रोज़ो तक उन पर अज़ाब करने में देर भी करें तो ये लोग (अपनी शरारत से) बेताम्मुल ज़रुर कहने लगेगें कि (हाए) अज़ाब को कौन सी चीज़ रोक रही है सुन रखो जिस दिन इन पर अज़ाब आ पडे तो (फिर) उनके टाले न टलेगा और जिस (अज़ाब) की ये लोग हँसी उड़ाया करते थे वह उनको हर तरह से घेर लेगा Abdullah Muhammad Basmeih: Dan demi sesungguhnya!

Jika kami tangguhkan azab daripada menimpa mereka hingga ke suatu masa yang tertentu, tentulah mereka akan berkata (secara mengejek): “Apakah yang menghalangnya?” Ketahuilah!

Pada hari datangnya azab itu kepada mereka, tidak akan dapat ditolak daripada menimpa mereka, dan tentulah mereka akan diliputi oleh azab yang mereka telah ejek-ejek itu. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan demi sesungguhnya! kalau Kami memberinya pula kesenangan sesudah ia menderita kesusahan, tentulah ia akan berkata: “Telah hilang lenyaplah dariku segala kesusahan yang menimpaku”. Sesungguhnya ia (dengan kesenangannya itu) riang gembira, lagi bermegah-megah (kepada orang ramai).

Yusuf Ali: Perchance thou mayest (feel the inclination) to give up a part of what is revealed unto thee, and thy heart feeleth straitened lest they say, “Why surat hud not a treasure sent down unto him, or why does not an angel come down with him?” But thou art there only to warn! It is Allah that arrangeth surat hud affairs! Abul Ala Maududi: (O Messenger!) Let it not happen that you omit (to expound) a portion of what was revealed to you. And do not be distressed that they will say: ‘Why was a treasure not bestowed upon him?’ or ‘Why did no angel accompany him?’ For you are merely a warner, whereas Allah has control over everything.

Muhsin Khan: So perchance you (Muhammad SAW) may give up a part of what is revealed unto you, and that your breast feels straitened for it because they say, “Why has not a treasure been sent down unto him, or an angel has come with him?” But you are only a warner.

And Allah is surat hud Wakil (Disposer of affairs, Trustee, Guardian, etc.) over all things. Pickthall: A likely thing, that thou wouldst forsake aught of that which hath been revealed unto thee, and that thy breast should be straitened for it, because they say: Why hath not a treasure been sent down for him, or an angel come with him? Thou art but a warner, and Allah is in charge of all things.

Dr. Ghali: So, possibly you would leave some ( ayat) (verses, signs) of what is revealed to you, and your breast would be straitened by it, for that they say, “if only a hoarding had been sent down upon him, or an Angel had come with him!” Surely you are only a warner; and Allah surat hud an Ever-Trusted Trustee over everything. Suhel Farooq Khan: तो जो चीज़ तुम्हारे पास ‘वही’ के ज़रिए से भेजी है उनमें से बाज़ को (सुनाने के वक्त) यायद तुम फक़त इस ख्याल से छोड़ देने वाले हो और तुम तंग दिल हो कि मुबादा ये लोग कह बैंठें कि उन पर खज़ाना क्यों नहीं नाज़िल किया गया या surat hud तसदीक के लिए) उनके साथ कोई फरिश्ता क्यों न आया तो तुम सिर्फ (अज़ाब से) डराने वाले हो Abdullah Muhammad Basmeih: Jangan-jangan engkau (wahai Muhammad) tidak menyampaikan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu serta merasa sempit dada untuk menyampaikannya disebabkan orang-orang yang ingkar itu berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepada surat hud perbendaharaan (harta benda yang banyak), ataupun datang bersama-sama dengannya malaikat (untuk menolongnya menyiarkan Islam)?” Kerana sesungguhnya engkau hanyalah seorang Rasul pemberi amaran kepada orang-orang yang ingkar, dan Allah jualah Pentadbir yang menguruskan tiap-tiap sesuatu (maka berserahlah diri kepadaNya).

Abdullah Muhammad Basmeih: Bukan itu sahaja kata-kata mereka bahkan mereka menuduh dengan mengatakan: “Ia (Muhammad) yang mereka-reka Al-Quran itu!

” katakanlah (wahai Muhammad): “(Jika demikian tuduhan kamu), maka cubalah buat serta datangkan sepuluh surah rekaan yang sebanding dengan Al-Quran itu, dan panggilah siapa sahaja yang kamu sanggup memanggilnya, yang lain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar”. Abdullah Muhammad Basmeih: Oleh itu, jika mereka (penolong-penolong kamu) tidak dapat melaksanakan permintaan kamu (untuk membuat surah-surah yang sebanding dengan Al-Quran), maka ketahuilah bahawa Al-Quran itu diturunkan hanyalah menurut pengetahuan Allah, dan bahawa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah.

Setelah (terbukti hakikat yang demikian) maka adakah kamu mengakui Islam dan menurut aturannya? أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌۭ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًۭا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍۢ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ Sahih International: So is one who [stands] upon a clear evidence from his Lord [like the aforementioned]?

And a witness from Him follows surat hud, and before it was the Scripture of Moses to lead and as mercy. Those [believers in the former revelations] believe in the Qur’an. But whoever disbelieves in it from the [various] factions – the Fire is his promised destination.

So be not in doubt about it. Indeed, it is the truth from your Lord, but most of the people do not believe. Yusuf Surat hud Can they be (like) those who accept a Clear (Sign) from their Lord, and whom a witness from Himself doth teach, as did surat hud Book of Moses before it,- a guide and a mercy?

They believe surat hud but those of the Sects that reject it,- the Fire surat hud be their promised meeting-place. Be not then in doubt thereon: for it is the truth from thy Lord: yet many among men do not believe! Abul Ala Maududi: Can it happen surat hud he who takes his stand on a clear evidence from his Lord, subsequently followed by a witness from Him (in his support), and prior to that the Book of Moses was revealed as a guide and a mercy, (would even he deny the truth in the manner of those who adore the life of this world)?

Rather, such men are bound to believe in it. The Fire shall be the promised resort of the groups that disbelieve. So be in no doubt about it for this indeed is the truth from your Lord although most people do not believe. Muhsin Khan: Can they (Muslims) who rely on a clear proof (the Quran) from their Lord, and whom a witness [Prophet Muhammad SAW through Jibrael (Gabriel)] from Him follows it (can they be equal with the disbelievers); and before it, came the Book of Musa (Moses), a guidance and a surat hud, they believe therein, but those of the sects (Jews, Christians and all the other non-Muslim nations) that reject it (the Quran), the Fire will be their promised meeting-place.

So be not in doubt about it (i.e. those who denied Prophet Muhammad SAW and also denied all that which he brought from Allah, surely, they will enter Hell). Verily, it is the truth from your Lord, but most of the mankind believe not. Pickthall: Is he (to be counted equal with them) who relieth on a clear proof from his Lord, and a witness from Him reciteth it, and before it was surat hud Book of Moses, an example and a mercy? Such believe therein, and whoso disbelieveth therein of the clans, the Fire is his appointed place.

So be not thou in doubt concerning it. Lo! it is the Truth from thy Lord; but most of mankind believe not. Dr. Ghali: So, is he who (depends) upon a Supreme evidence from his Lord, surat hud a witness from Him recites it 108 (equal to a disbeliever)? And even before him is the Book of Mû‍sa (Moses) for a leader (i.e., Literally:Iman = guide) and a mercy? Those believe in it; and whoever disbelieves in it from (among) the parties, then the Fire is his promised (reward).

So do not be (engaged in) wrangling about it; surely it is the Truth from your Lord, surat hud most of mankind do not believe. Abdul Haleem: Can they be compared to those who have clear proof from their Lord, recited by a witness from Him, and before it the Book of Moses, as a guide and mercy? These people believe in it, whereas those groups that deny its truth are promised the Fire. So have no doubt about it [Prophet]: it is the Truth from your Lord, though most people do not believe so.

Muhammad Junagarhi: کیا وه شخص جو اپنے رب کے پاس surat hud دلیل پر ہو اور اس کے ساتھ اللہ کی طرف کا گواه ہو اور اس سے پہلے موسیٰ کی کتاب (گواه ہو) جو پیشوا اور رحمت ہے (اوروں کے برابر ہو سکتا ہے؟) یہی لوگ ہیں جو اس پر ایمان رکھتے ہیں، اور تمام فرقوں میں سے جو بھی اس کا منکر ہو اس کے آخری وعدے کی جگہ جہنم ہے، پس تو اس میں کسی قسم کے شبہ میں نہ ره، یقیناً یہ تیرے رب کی جانب سے سراسر برحق ہے، لیکن اکثر لوگ ایمان ﻻنے والے نہیں ہوتے Suhel Farooq Khan: तो क्या जो शख़्श अपने परवरदिगार की तरफ से रौशन दलील पर हो और उसके पीछे ही पीछे उनका एक गवाह हो और उसके क़बल मूसा की किताब (तौरैत) जो (लोगों के लिए) पेशवा और रहमत थी (उसकी तसदीक़ करती हो वह बेहतर है या कोई दूसरा) यही लोग सच्चे ईमान लाने वाले और तमाम फिरक़ों में से जो शख़्श भी उसका इन्कार करे तो उसका ठिकाना बस आतिश (जहन्नुम) है तो फिर तुम कहीं उसकी तरफ से शक़ में न पड़े रहना, बेशक ये क़ुरान तुम्हारे परवरदिगार की तरफ़ से बरहक़ है मगर बहुतेरे लोग ईमान नही लाते Abdullah Muhammad Basmeih: Jika demikian, adakah sama mereka itu dengan surat hud yang keadaannya sentiasa berdasarkan bukti yang terdapat dari (benda-benda yang diciptakan oleh) Tuhannya, dan diikuti surat hud Kitab Suci Al-Quran memberi kenyataan – sebagai saksi dari pihak Surat hud meneguhkan bukti yang tersebut; dan sebelum itu, kenyataan yang serupa diberi oleh Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat (kepada umatnya)?

Orang-orang yang berkeadaan demikian, mengakui – menerima Al-Quran; dan sesiapa ingkar akan Al-Quran itu dari kumpulan-kumpulan kaum kafir, maka nerakalah dijanjikan menjadi tempatnya. Oleh itu, janganlah engkau (wahai Muhammad) menaruh perasaan ragu-ragu terhadap Al-Quran, kerana sesungguhnya Al-Quran itu adalah perkara yang benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak percaya kepadanya.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan tidak ada yang lebih zalim daripada orang-orang yang mereka-reka perkara-perkara dusta terhadap Allah! Orang-orang yang demikian sifatnya akan dibawa mengadap Tuhan mereka, dan pada hari itu akan berkatalah saksi-saksi (dari malaikat-malaikat, Nabi-nabi, dan anggota-anggota tubuh mereka sendiri): “Inilah orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Tuhan mereka”. Ketahuilah (sesungguhnya) laknat Allah tertimpa kepada orang-orang yang zalim!

Muhsin Khan: By no means will they escape (from Allah’s Torment) on earth, nor have they protectors besides Allah! Their torment will be doubled! They could not bear to hear (the preachers of the truth) and they used not to see (the truth because of their severe aversin, inspite of the fact that they had the sense of hearing and sight). Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka itu tidak akan dapat melemahkan kekuasaan Allah daripada menimpakan mereka dengan azab di dunia, dan tidak ada pula bagi mereka, yang lain dari Allah, sesiapapun yang dapat menolong melepaskan mereka dari seksaNya.

Azab untuk mereka akan digandakan (kerana mereka sangat bencikan jalan ugama Allah), sehingga mereka tidak tahan mendengarnya, dan tidak pula suka melihat tanda-tanda kebenarannya. Abdullah Muhammad Basmeih: Bandingan dua golongan (yang kafir dan yang beriman) itu samalah seperti orang yang buta serta pekak, dengan orang yang celik serta mendengar; kedua-dua golongan itu tidaklah sama keadaannya.

(Setelah kamu mengetahui yang demikian) maka tidakkah kamu mahu mengambil peringatan dan insaf? Sahih International: So the eminent among those who disbelieved from his people said, “We do not see you but surat hud a man like ourselves, and we do not see you followed except by those who are the lowest of us [and] at first suggestion.

And we do not see in you over us any merit; rather, we think you are liars.” Abul Ala Maududi: The notables among Noah’s own people, who had refused to follow him, responded: ‘We merely consider you a human being like ourselves.

Nor do we find among those who follow you except the lowliest of our folk, the men who follow you without any proper reason. We see nothing in you to suggest that you are any better than us.

Rather, we believe you to be liars.’ Dr. Ghali: So, the chiefs of the ones who disbelieved of his people said, “In no way do we see you except a mortal like ourselves, and in no way do we see that anyone has closely followed you except the ones who are the most decrepit of us, inconsiderately (i.e., without considering; literally: readily declared opinion). And surat hud no way do we see you have over us any grace (Superiority) No indeed, we expect that you are liars.” Muhammad Junagarhi: اس کی قوم کے کافروں کے سرداروں نے جواب دیا کہ ہم تو تجھے اپنے جیسا انسان ہی دیکھتے ہیں اور تیرے تابعداروں کو بھی ہم دیکھتے ہیں کہ یہ لوگ واضح طور پر سوائے نیچ لوگوں کے اور کوئی نہیں جو بے سوچے سمجھے (تمہاری پیروی کر رہے ہیں)، ہم تو تمہاری کسی قسم کی برتری اپنے اوپر نہیں دیکھ رہے، بلکہ ہم تو تمہیں جھوٹا سمجھ رہے ہیں Suhel Farooq Khan: तो उनके सरदार जो काफ़िर थे कहने surat hud कि हम तो तुम्हें अपना ही सा एक आदमी समझते हैं और हम तो देखते हैं कि तुम्हारे पैरोकार हुए भी हैं तो बस सिर्फ हमारे चन्द रज़ील (नीच) लोग (और वह भी बे सोचे समझे सरसरी नज़र में) और हम तो अपने ऊपर तुम लोगों की surat hud फज़ीलत नहीं देखते बल्कि तुम को झूठा समझते हैं Abdullah Muhammad Basmeih: Maka berkatalah ketua-ketua yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak memandangmu (wahai Nuh) melainkan sebagai seorang manusia seperti kami; dan kami tidak nampak golongan yang mengikutmu melainkan orang-orang kami yang miskin hina, lagi berfikiran singkat; dan kami juga tidak memandang kamu (semua) mempunyai sebarang kelebihan yang mengatasi kami, bahkan kami menganggap kamu orang-orang pendusta”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Nabi Nuh berkata: “Wahai kaumku! Jika keadaanku berdasarkan bukti yang nyata surat hud Tuhanku, serta Ia mengurniakan pangkat Nabi kepadaku dari sisiNya, kemudian bukti yang nyata itu menjadi kabur pada pandangan kamu (disebabkan keingkaran kamu yang telah sebati), maka adakah kamu nampak ada gunanya Kami memaksa kamu menerima bukti itu sedang kamu tidak suka kepadanya?

Suhel Farooq Khan: और तुम हो कि उसको नापसन्द किए जाते हो और ऐ मेरी क़ौम मैं तो तुमसे इसके सिले में कुछ माल का तालिब नहीं मेरी मज़दूरी तो सिर्फ ख़ुदा के ज़िम्मे है और मै तो तुम्हारे कहने से उन लोगों को जो ईमान ला चुके हैं निकाल नहीं सकता (क्योंकि) ये लोग भी ज़रुर अपने परवरदिगार के हुज़ूर में हाज़िर होगें मगर मै तो देखता हूँ कि कुछ तुम ही लोग (नाहक़) जिहालत करते हो Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (ketahuilah) wahai kaumku! Aku tidak meminta kepada kamu sebarang harta benda sebagai upah menyampaikan ugama Allah itu, tiadalah aku harapkan upahku melainkan dari Allah semata-mata; dan aku tidak akan menghalau orang-orang yang beriman (sebagaimana surat hud kamu minta itu), kerana sesungguhnya mereka akan menemui Tuhan mereka (dan pada hari itu mereka akan menuntut dan menerima hak masing-masing); tetapi aku nampak kamu semua, kaum yang tidak mengetahui apa yang mesti diketahui.

Sahih International: And Surat hud do not tell you that I have the depositories [containing the provision] of Allah or that I know the unseen, nor do I tell surat hud that I am an angel, nor do I say of those upon whom your eyes look down that Surat hud will never grant them any good. Surat hud is most knowing of what is within their souls.

Indeed, I would then be among the wrongdoers.” Yusuf Ali: “I tell you not that with me are the treasures of Allah, surat hud do I know what is hidden, nor claim I to be an angel. Nor yet do I say, surat hud those whom your eyes do despise that Allah will not grant them (all) that is good: Allah knoweth best what is in their souls: I should, if I did, indeed be a wrong-doer.” Abul Ala Maududi: I do not say to you that I possess Allah’s treasures, nor that I have access to the realm beyond the ken of sense-perception, nor do I claim to be an angel.

Nor do I say regarding those whom you look upon with disdain that Allah will not bestow any good upon them. Allah knows best what is in their hearts. Were I to say so I would be one of the wrongdoers.’ Muhsin Khan: “And I do not say to you that with me are the Treasures of Allah, “Nor that I know the Ghaib (unseen); “nor do I say I am surat hud angel, and I do not say of those whom your eyes look down upon that Allah will not bestow any good on them.

Allah knows what is in their inner-selves (as regards belief, etc.). In that case, I should, indeed be one of the Zalimun (wrong-doers, oppressors, etc.).” Pickthall: I say not unto you: “I have the treasures of Allah” nor “I have knowledge of the Unseen,” nor say I: “Lo! I am an angel!” Nor say I unto those whom your eyes scorn that Allah will not give them good – Allah knoweth best what is in their hearts – Lo! then indeed I should be of the wrong-doers.

Dr. Ghali: And I do not say to you, I have in my presence the treasuries of Allah; and I do not know the Unseen; and I do not say surely I am an angel. Nor do I say to the ones your eyes despise, (that) Allah will never bring them any charity. Allah knows best whatever is in their selves. Surely, (in case I do that) I am indeed of the unjust.” Abdul Haleem: I am not telling you that I hold God’s treasures, or have any knowledge of what is hidden, or that I am an angel.

Nor do I say that God will not grant any good surat hud those who are despised in your eyes: God Himself knows best what is surat hud their souls. If I did this I would be one of the wrongdoers.’ Muhammad Junagarhi: میں تم سے نہیں کہتا کہ میرے پاس اللہ کے خزانے ہیں، (سنو!) میں غیب کا علم بھی نہیں رکھتا، نہ میں یہ کہتا ہوں کہ میں کوئی فرشتہ ہوں، نہ میرا یہ قول ہے کہ جن پر surat hud نگاہیں ذلت سے پڑ رہی ہیں انہیں اللہ تعالیٰ کوئی نعمت دے گا ہی نہیں، ان کے دل میں جو ہے اسے اللہ ہی خوب جانتا surat hud اگر میں ایسی بات کہوں تو یقیناً میرا شمار ﻇالموں میں ہو جائے گا Suhel Farooq Khan: और मै तो तुमसे ये नहीं कहता कि मेरे पास खुदाई ख़ज़ाने हैं और न (ये कहता हूँ कि) मै ग़ैब वॉ हूँ (गैब का जानने वाला) और ये कहता हूँ कि मै फरिश्ता हूँ और जो लोग तुम्हारी नज़रों में ज़लील हैं उन्हें मै ये नहीं कहता कि ख़ुदा उनके साथ हरगिज़ भलाई नहीं करेगा उन लोगों के दिलों की बात ख़ुदा ही खूब जानता है और अगर मै ऐसा कहूँ तो मै भी यक़ीनन ज़ालिम हूँ Abdullah Muhammad Basmeih: Dan aku tidak pernah berkata kepada kamu: di sisiku ada perbendaharaan Allah, dan tidaklah aku mendakwa mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan aku tidak mengatakan bahawa aku ini malaikat; dan aku juga tidak berkata terhadap orang-orang yang beriman yang kamu pandang hina itu, bahawa Allah tidak akan memberi kebaikan kepada mereka.

Allah lebih mengetahui akan apa yang ada di dalam hati mereka. Sesungguhnya aku jika bertindak demikian, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang zalim”. Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka berkata: “Wahai Nuh! Sesungguhnya engkau telah bertikam lidah membantah kami lalu engkau banyakkan sangat hujjah-hujjah semasa mengemukakan bantahanmu kepada kami; oleh itu, datangkanlah azab Allah yang engkau janjikan kepada kami, jika betul engkau dari orang-orang yang benar”.

Abdullah Muhammad Basmeih: (Mereka terus berdegil), bahkan mereka menuduh dengan mengatakan Nabi Nuh sengaja mengada-adakan secara dusta: bahawa Tuhan mengurniakan pangkat Nabi kepadanya. Nabi Nuh diperintahkan menjawab dengan berkata: “Kalau aku yang mereka-reka wahyu itu maka akulah yang akan menanggung dosa perbuatanku itu, dan sebenarnya aku bersih dari dosa kesalahan kamu menuduhku”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan Nabi Nuh pun membuat bahtera itu, dan tiap-tiap kali sepuak dari kaumnya melalui tempat ia membina bahteranya, mereka mengejek-ejeknya. Nabi Nuh pun menjawab: “Jika kamu memandang kami bodoh (kerana membuat bahtera ini), maka sesungguhnya kami juga memandang kamu bodoh (kerana keingkaran kamu), sebagai (balasan) ejekan kamu. Abul Ala Maududi: Thus it was until Our command came to pass and the oven boiled over. We said: ‘Take into the Ark a pair of every species; and take your own family except those who have already been declared (as unworthy); and also surat hud everyone who believes.

But those who, along with him, had believed were indeed just a few. Muhsin Khan: (So it was) till then there came Our Command and the oven gushed forth (water like fountains from the earth).

We said: “Embark therein, of each kind two (male and female), and your family, except him against whom the Word has already gone forth, and those who believe.

And none believed with him, except a few.” Pickthall: (Thus it was) till, when Our commandment came to pass and the oven gushed forth water, We said: Load therein two of every kind, a pair (the male and female), and thy household, save him against whom the word hath gone forth already, and those who believe. And but a few were they who believed with him. Dr. Ghali: Until when Our Command came, and the oven boiled over, (This was the sign that it was time to enter the ark) We said, “Carry therein of every (kind) two pairs (Or “two of every “kind” “) and your family-except for him against whom the Word (Literally: the saying) has gone before-and whomever has believed.” And in no way did any believe with him except a few.

Muhammad Junagarhi: یہاں تک کہ جب ہمارا حکم آپہنچا اور تنور ابلنے لگا ہم نے کہا کہ اس کشتی میں ہر قسم کے (جانداروں میں سے) جوڑے (یعنی) دو (جانور، ایک نر اور ایک ماده) سوار کرا لے اور اپنے گھر کے لوگوں کو بھی، سوائے ان کے جن پر پہلے سے بات پڑ چکی ہے اور سب ایمان والوں کو بھی، اس کے ساتھ ایمان ﻻنے والے بہت ہی کم تھے Suhel Farooq Khan: यहाँ तक कि जब हमारा हुक्म (अज़ाब) आ पहुँचा और तन्नूर से जोश मारने लगा तो हमने हुक्म दिया (ऐ नूह) हर किस्म के जानदारों में से (नर मादा का) जोड़ा (यानि) दो दो ले लो और जिस (की) हलाकत (तबाही) का हुक्म पहले ही हो चुका हो उसके सिवा अपने सब घर वाले और जो लोग ईमान ला चुके उन सबको कश्ती (नाँव) में बैठा लो और उनके साथ ईमान भी थोड़े ही लोग लाए थे Abdullah Muhammad Basmeih: (Nabi Nuh terus bekerja) sehingga apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang menandakan kedatangan taufan), Kami berfirman kepada Nabi Nuh: surat hud dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap sejenis haiwan (jantan dan betina), dan bawalah ahlimu kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya (disebabkan kekufurannya), juga bawalah orang-orang beriman”.

Dan tidak ada orang-orang yang beriman yang turut bersama-samanya, melainkan sedikit sahaja. Abdullah Muhammad Basmeih: (Mereka semua naik) dan bahtera itupun bergerak laju membawa mereka dalam ombak yang seperti gunung-ganang, dan (sebelum itu) Nabi Nuh memanggil anaknya, yang sedang berada di tempat yang terpisah surat hud “Wahai anakku, naiklah bersama-sama kami, dan janganlah engkau tinggal dengan orang-orang yang kafir”.

Suhel Farooq Khan: (मुझे माफ कीजिए) मै तो अभी किसी पहाड़ का सहारा पकड़ता हूँ जो मुझे पानी (में डूबने) से बचा लेगा नूह ने (उससे) कहा (अरे कम्बख्त) आज ख़ुदा के अज़ाब से कोई बचाने वाला नहीं मगर ख़ुदा ही जिस पर रहम फरमाएगा और (ये बात हो रही थी कि) यकायक दोनो surat hud बेटे के दरमियान एक मौज हाएल हो गई surat hud वह डूब कर रह गया Abdullah Muhammad Basmeih: Anaknya menjawab: “Aku akan pergi berlindung ke sebuah gunung yang dapat menyelamatkan aku daripada ditenggelamkan oleh air”.

Nabi Nuh berkata: “Hari ini tidak ada sesuatupun yang akan dapat melindungi dari azab Allah, kecuali orang yang dikasihani olehNya”. Dan dengan serta-merta ombak itu pun memisahkan antara keduanya, lalu menjadilah ia (anak yang derhaka itu) dari orang-orang yang ditenggelamkan oleh taufan. Muhsin Khan: And it was said: “O earth! Swallow up your water, and O sky!

Withhold (your rain).” And the water was diminished (made to subside) and the Decree (of Allah) was fulfilled (i.e. the destruction of the people of Nuh (Noah). And it (the ship) rested on Mount Judi, and it was said: “Away with the people who are Zalimun (polytheists and wrong-doing)!” Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (setelah binasanya kaum kafir itu) diperintahkan kepada bumi dan langit dengan berkata: “Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit berhentilah dari curahan hujanmu”.

Dan (ketika itu) surutlah air, serta terlaksanalah perintah (Allah) itu. Dan bahtera Nabi Nuh itupun berhenti di atas gunung “Judi” serta diingatkan (kepada kaum kafir umumnya bahawa): “Kebinasaanlah akhirnya bagi orang-orang yang zalim”. Suhel Farooq Khan: और (जिस वक्त नूह का बेटा ग़रक (डूब) हो रहा था तो नूह ने अपने परवरदिगार को पुकारा और अर्ज़ की ऐ मेरे परवरदिगार इसमें तो शक़ नहीं कि मेरा बेटा मेरे अहल (घर वालों) में शामिल है और तूने वायदा किया था कि तेरे अहल को बचा लूँगा) और इसमें शक़ surat hud कि तेरा वायदा सच्चा है और तू सारे (जहान) के हाकिमों से बड़ा हाकिम है Suhel Farooq Khan: (तू मेरे बेटे को नजात दे) ख़ुदा ने फरमाया ऐ नूह तुम (ये क्या कह रहे हो) हरगिज़ वह तुम्हारे अहल में शामिल नहीं वह बेशक बदचलन है (देखो जिसका तुम्हें इल्म नहीं है मुझसे उसके बारे में (दरख्वास्त न किया करो और नादानों की सी बातें न करो) नूह ने अर्ज़ की ऐ मेरे परवरदिगार मै तुझ ही से पनाह मागँता हूँ कि जिस चीज़ का मुझे इल्म न हो मै उसकी दरख्वास्त करुँ Abdullah Muhammad Basmeih: Allah berfirman: “Wahai Nuh!

Sesungguhnya anakmu itu bukanlah dari keluargamu (kerana ia telah terputus hubungan denganmu disebabkan kekufurannya); sesungguhnya bawaannya bukanlah amal yang soleh, maka janganlah engkau memohon kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya. Sebenarnya Aku melarangmu dari menjadi orang yang jahil”. Yusuf Ali: The word came: “O Noah! Come down (from the Ark) with peace from Us, and blessing on thee and on some of the peoples (who will spring) from those with thee: but (there will be other) peoples to whom We shall grant their surat hud (for a time), but in the end will a grievous penalty reach them from Us.” Muhsin Khan: It was said: “O Nuh (Noah)!

Come down (from the ship) with peace from Us and blessings on you and on the people who are with you (and on some of their off spring), but (there will be other) people to whom We shall grant their pleasures (for a time), but in the end a painful torment will reach them from Surat hud Pickthall: It was said (unto him): O Noah! Go thou down (from the mountain) with peace from Us and blessings upon thee and some nations (that will spring) from those with thee.

(There will be other) nations unto whom We shall give enjoyment a long while and then a painful doom from Us will overtake them.

Abdullah Muhammad Basmeih: Allah berfirman: Wahai Nuh! Turunlah (dari bahtera itu) dengan selamat dan berkat dari Kami kepadamu dan kepada umat-umat yang bersama-samamu. Dan (dalam pada itu) ada umat-umat dari keturunan mereka yang Kami akan beri kesenangan kepadanya (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan dikenakan azab dari Kami yang tidak terperi sakitnya”. Abdullah Muhammad Basmeih: (Kisah Nabi Nuh) itu adalah dari perkara-perkara yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), yang engkau dan kaum engkau tidak mengetahuinya sebelum ini.

Oleh itu, bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan yang baik (yang membawa kejayaan di dunia dan surat hud di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Ia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa! Abdullah Muhammad Basmeih: ” Kami hanya boleh berkata bahawa setengah dari tuhan-tuhan kami telah mengenakanmu sesuatu penyakit gila (disebabkan engkau selalu mencaci penyembahan kami itu)”.

Nabi Hud menjawab: “Sesungguhnya aku menyeru Allah menjadi saksi tentang kebenaranku, dan kamu juga saksikanlah bahawa aku bersih dari dosa perbuatan syirik kamu – Suhel Farooq Khan: इस पर भी अगर तुम उसके हुक्म से मुँह फेरे रहो तो जो हुक्म दे कर मैं तुम्हारे पास भेजा गया था उसे तो मैं यक़ीनन पहुँचा चुका और मेरा परवरदिगार (तुम्हारी नाफरमानी पर तुम्हें हलाक करें) तुम्हारे सिवा दूसरी क़ौम को तुम्हारा surat hud करेगा और तुम उसका कुछ भी बिगाड़ नहीं सकते इसमें तो शक़ नहीं है कि मेरा परवरदिगार हर चीज़ का निगेहबान है Abdullah Muhammad Basmeih: Dalam pada itu, jika kamu membelakangkan juga seruanku, maka tidaklah menjadi hal kepadaku kerana aku telah sampaikan kepada kamu apa yang telah diutus oleh Allah untuk menyampaikannya, dan Tuhanku akan menggantikan kamu dengan suatu kaum yang lain (setelah kamu dibinasakan); dan kamu pula tidak akan dapat membahayakanNya sedikitpun.

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengawal dan Pemulihara surat hud sesuatu.” Yusuf Ali: To the Thamud People (We sent) Salih, one of their own brethren.

He said: “O my people! Worship Allah: ye have no other god but Him. It is He Who hath produced you from the earth and settled you therein: then ask forgiveness of Him, surat hud turn to Him (in repentance): for my Lord is (always) near, ready to answer.” Abul Ala Maududi: And to Thamud We sent their brother Sali’h.

He said: ‘My people! Serve Allah; you have no god other than Him. He brought you into being out of the earth, and has made you dwell in it. So ask Him to forgive you, and do turn towards Him in repentance. Indeed My Lord is near, responsive to prayers. Muhsin Khan: And to Thamud (people, We sent) their brother Salih (Saleh).

He said: “O my people! Worship Allah, you have no other Ilah (God) but Him. He brought you forth from the earth and settled you therein, then ask forgiveness of Him and turn to Him in repentance. Certainly, my Lord is Near (to all by His Knowledge), Responsive.” Dr. Ghali: And to Thamû‍d (We sent) their brother Salih. He said, “O my people, worship Allah. In no way do you have any god other than He. He is (the One Who) brought you into being from the earth and has made you settle therein. So ask forgiveness of Him; thereafter repent to Him.

Surely my Lord is Ever-Near, and Supreme-Answerer.” Muhammad Junagarhi: اور قوم ﺛمود کی طرف ان کے بھائی صالح کو بھیجا، اس نے کہا کہ اے میری قوم تم اللہ کی عبادت کرو اس کے سوا تمہارا کوئی surat hud نہیں، اسی نے تمہیں زمین سے پیدا کیا ہے اور اسی نے اس زمین میں تمہیں بسایا ہے، پس تم اس سے معافی طلب کرو اور اس کی طرف رجوع کرو۔ بیشک میرا رب قریب اور دعاؤں کا قبول کرنے واﻻ ہے Suhel Farooq Khan: और (हमने) क़ौमे समूद के पास उनके भाई सालेह को (पैग़म्बर बनाकर भेजा) तो उन्होंने (अपनी क़ौम से) कहा ऐ मेरी क़ौम ख़ुदा ही की परसतिश करो उसके सिवा कोई तुम्हारा माबूद नहीं उसी ने तुमको ज़मीन (की मिट्टी) से पैदा किया और तुमको उसमें बसाया तो उससे मग़फिरत की दुआ मॉगों फिर उसकी बारगाह में तौबा करो (बेशक मेरा परवरदिगार (हर शख़्श के) क़रीब और सबकी सुनता और दुआ क़ुबूल करता है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan kepada kaum Surat hud, kami utuskan saudara mereka: Nabi Soleh.

Ia berkata: “Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah! Sebenarnya tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Dia lah yang menjadikan kamu dari bahan-bahan bumi, serta menghendaki kamu memakmurkannya. Oleh itu mintalah ampun kepada Allah dari perbuatan syirik, kemudian kembalilah kepadaNya dengan taat dan tauhid.

Sesungguhnya Tuhanku sentiasa dekat, lagi sentiasa memperkenankan permohonan hambaNya”. Muhsin Khan: They said: “O Salih (Saleh)! You have been among us as a figure of good hope (and we wished for you to be our chief), till this [new thing which you have brought; that we leave our gods and worship your God (Allah) Alone]! Do you (now) forbid us the worship of what our fathers have worshipped? But we are really in grave doubt as to that which you invite us to (monotheism).” Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka menjawab dengan berkata: “Wahai Soleh, sesungguhnya engkau sebelum ini adalah orang yang diharap dalam kalangan kami (untuk memimpin kami); patutkah engkau surat hud kami daripada menyembah apa yang disembah oleh datuk nenek kami?

Dan (ketahuilah) sesungguhnya kami berada dalam keadaan ragu-ragu yang merunsingkan tentang apa yang engkau serukan kami kepadanya”. Suhel Farooq Khan: कि उसने हैरत में डाल दिया है सालेह ने जवाब दिया ऐ मेरी क़ौम भला देखो तो कि अगर मैं अपने परवरदिगार की तरफ से रौशन दलील पर हूँ और उसने मुझे अपनी (बारगाह) मे रहमत (नबूवत) अता की है इस पर भी अगर मै उसकी नाफ़रमानी करुँ तो ख़ुदा (के अज़ाब से बचाने में) मेरी मदद कौन करेगा-फिर तुम सिवा नुक़सान के मेरा कुछ बढ़ा दोगे नहीं Abdullah Muhammad Basmeih: Nabi Soleh berkata: “Wahai kaumku!

Bagaimana fikiran kamu, jika aku berada dalam kebenaran yang berdasarkan bukti yang nyata (mukjzat) dari Tuhanku, dan Ia pula mengurniakan rahmat (pangkat Nabi) kepadaku sebagai pemberian daripadaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari azab Allah kalau aku menderhaka kepadaNya? Oleh itu, kamu tidak menambah sesuatu kebaikan pun bagiku selain daripada perkara yang merugikan.

Abdullah Muhammad Basmeih: ” Dan wahai kaumku! Ini adalah surat hud betina dari Allah untuk kamu sebagai tanda (mukjizat) yang membuktikan kebenaranku.

Oleh itu, biarkanlah dia mencari makan di bumi Allah dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya, (kalau kamu menyakitinya) maka kamu akan ditimpa azab seksa yang dekat masa datangnya”. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan sesungguhnya telah datang malaikat utusan-utusan kami kepada Nabi Surat hud, dengan membawa berita yang mengembirakan.

Lalu mereka memberi salam dengan berkata: “Salam sejahtera kepadamu (wahai Ibrahim)”. Nabi Ibrahim menjawab: “Salam sejahtera kepada kamu”. Maka tidak berapa lama selepas itu, ia membawa jamuan untuk mereka: seekor anak lembu yang dipanggang.

Abdullah Muhammad Basmeih: Maka apabila ia melihat tangan mereka tidak menyentuh hidangan itu, ia merasa pelik akan hal mereka serta merasa takut dari keadaan mereka. (Melihat kecemasannya) mereka berkata: “Janganlah engkau takut wahai Ibrahim, sebenarnya kami ini diutus kepada kaum Lut (untuk membinasakan mereka)”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan isterinya pada ketika itu berdiri (mendengar), lalu ia ketawa (kerana hilang perasaan takutnya). Maka Kami pun memberikan berita yang mengembirakan kepadanya (melalui malaikat itu), bahawa ia akan mendapat seorang anak: Ishak, dan sesudah Ishak, (ia pula akan mendapat seorang cucu): Yaakub.

Abdullah Muhammad Basmeih: Malaikat-malaikat itu berkata: “Patutkah engkau merasa hairan tentang perkara yang telah ditetapkan oleh Allah? Memanglah rahmat Allah dan berkatNya melimpah-limpah kepada kamu, wahai ahli rumah ini. Sesungguhnya Allah Maha terpuji, lagi Maha Melimpah kebaikan dan kemurahanNya”.

Surat hud Ali: And his people came rushing towards him, and they had been long in the habit of practising abominations. He said: “O my people! Here are my daughters: they are purer for you (if ye surat hud Now fear Allah, and cover me not with shame about my guests! Is there not among you a single right-minded man?” Muhsin Khan: And his people came rushing towards him, and since aforetime they used to commit crimes (sodomy, etc.), he said: “O my people!

Here are my daughters (i.e. the daughters of my nation), they are purer for you (if you marry them lawfully). So fear Allah and degrade me not as regards my guests! Is there not among you a single right-minded man?” Suhel Farooq Khan: और उनकी क़ौम (लड़को की आवाज़ सुनकर बुरे इरादे से) उनके पास दौड़ती हुई आई और ये लोग उसके क़ब्ल भी बुरे काम किया करते थे लूत ने (जब उनको) आते देखा तो कहा ऐ मेरी क़ौम ये मारी क़ौम की बेटियाँ (मौजूद हैं) उनसे निकाह कर लो ये तुम्हारीे surat hud जायज़ और ज्यादा साफ सुथरी हैं तो खुदा से डरो और मुझे मेरे मेहमान के बारे में रुसवा न करो क्या तुम में से कोई भी समझदार आदमी नहीं है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan kaumnya pun datang meluru kepadanya (dengan tujuan hendak mengganggu tetamunya), sedang mereka sebelum itu sudah biasa melakukan kejahatan.

Nabi Lut berkata: “Wahai kaumku! Di sini ada anak-anak perempuanku mereka lebih suci bagi kamu (maka berkahwinlah dengan mereka). Oleh itu takutlah kamu kepada Allah, dan janganlah kamu memberi malu kepadaku mengenai tetamu-tetamuku. Tidakkah ada di antara kamu seorang lelaki yang bijak berakal (yang dapat memberi nasihat)?” Sahih International: The angels said, “O Lot, indeed we are messengers of your Lord; [therefore], they will never reach you.

So set out with your family during a portion of the night and let not any among you look back – except your wife; indeed, she will be struck by that which strikes them. Indeed, their appointment is [for] the morning. Is not the morning near?” Yusuf Ali: (The Messengers) said: “O Lut! We are Messengers from thy Lord! By no means shall they reach thee! now travel with thy family while yet a part of the night remains, and let surat hud any of you look back: but thy wife (will remain behind): To her will happen what happens to the people.

Morning is their time appointed: Is not the morning nigh?” Abul Ala Maududi: Thereupon the angels said: ‘O Lot! We indeed are messengers of your Lord. And your people will in no way be able to hurt you. So depart with your family in a part of the surat hud and let no one of you turn around excepting your wife (who shall not go); for what will befall them shall also befall her. In the morning their promised hour will come.

Is not the morning near?’ Muhsin Khan: They (Messengers) said: “O Lout (Lot)! Verily, we are the Messengers from your Lord! They shall not reach you! So travel with your family in a part of the night, and let not any of you look back, but your wife (will remain behind), verily, the punishment which will afflict them, will afflict her.

Indeed, morning is their appointed time. Is not the morning near?” Pickthall: (The messengers) said: O Lot! Lo! we are messengers of thy Lord; they shall surat hud reach thee. So travel with thy people in a part of the night, and let not one of you turn round – (all) save thy wife. Lo! that which smiteth them will smite her (also). Lo! their tryst is (for) the morning.

Is not the morning nigh? Dr. Ghali: They said, “O L‍ût, surely we are the Messengers of your Lord. They will never get to you. So set forth with your family, in a watch of the night, and let not any of you turn round, excepting your wife; surely she will be afflicted by that which afflicts them. Surely their promised (time) is the morning; is not the morning near?” Abdul Haleem: They [the messengers] said, ‘Lot, we are your Lord’s messengers.

They will not reach you. Leave with your household in the dead of night, and let none of you turn back. Only your wife will suffer the fate that befalls the others. Their appointed time is the morning: is the morning not near?’ Muhammad Junagarhi: اب surat hud نے کہا اے لوط! ہم تیرے پروردگار کے بھیجے ہوئے ہیں ناممکن ہے کہ یہ تجھ surat hud پہنچ جائیں پس تو اپنے گھر والوں کو لے کر کچھ رات رہے نکل کھڑا ہو۔ تم میں سے کسی کو مڑ کر بھی نہ دیکھنا چاہئے، بجز تیری بیوی کے، اس لئے کہ اسے بھی وہی پہنچنے واﻻ ہے جو ان سب کو پہنچے گا، یقیناً ان کے وعدے کا وقت صبح کا ہے، کیا صبح بالکل قریب surat hud Suhel Farooq Khan: वह फरिश्ते बोले ऐ लूत हम तुम्हारे परवरदिगार के भेजे हुए (फरिश्ते हैं तुम घबराओ नहीं) ये लोग तुम तक हरगिज़ (नहीं पहुँच सकते तो तुम कुछ रात रहे अपने लड़कों बालों समैत निकल भागो और तुममें से कोई इधर मुड़ कर भी न देखे मगर तुम्हारी बीबी कि उस पर भी यक़ीनन वह अज़ाब नाज़िल होने वाला है जो उन लोगों पर नाज़िल होगा और उन (के अज़ाब का) वायदा बस सुबह है क्या सुबह क़रीब नहीं Abdullah Muhammad Basmeih: (Mendengarkan yang demikian tetamunya berkata: “Wahai Lut!

Sesungguhnya kami (adalah malaikat) utusan Tuhanmu. Kaum engkau yang jahat itu tidak sekali-kali akan dapat melakukan kepadamu (sebarang bencana). Oleh itu, pergilah berundur dari sini bersama-sama dengan keluargamu pada tengah malam, dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh ke belakang.

Kecuali isterimu, sesungguhnya ia akan ditimpa azab yang akan menimpa mereka (kerana ia memihak kepada mereka). Sesungguhnya masa yang dijanjikan untuk menimpakan azab kepada mereka ialah waktu subuh; bukankah waktu subuh itu sudah dekat?” Abul Ala Maududi: And to (the people of) Midian We sent their brother Shu’ayb. He said: ‘My people! Serve Allah; you have no surat hud other than Him.

And do not diminish the measure and weight. Indeed I see that you are prospering now, but I fear for you the chastisement of an encompassing day in the future. Dr. Ghali: And to Madyan (We sent) their brother Shuaayb. He said, “O my people, worship Allah! In no way do you have any god other than He. And do not diminish the measuring and the balance. Surely I see you are in charitable (circumstances); and surely I fear for you the torment of an encompassing Day.

Suhel Farooq Khan: और हमने मदयन वालों के पास उनके भाई शुएब को पैग़म्बर बना कर भेजा उन्होंने (अपनी क़ौम से) कहा ऐ मेरी क़ौम ख़ुदा की इबादत करो उसके सिवा तुम्हारा कोई ख़ुदा नहीं और नाप और तौल में कोई कमी न किया करो मै तो तुम को आसूदगी (ख़ुशहाली) में देख रहा हूँ (फिर घटाने की क्या ज़रुरत है) और मै तो तुम पर उस दिन के अज़ाब से डराता हूँ जो (सबको) घेर लेगा Abdullah Muhammad Basmeih: Dan kepada penduduk “Madyan” Kami utuskan saudara mereka: Nabi Syuaib.

Ia berkata: “Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah! (Sebenarnya) tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Dan janganlah kamu mengurangi sukatan dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu berada dalam kemewahan; dan sesungguhnya aku bimbang, kamu akan ditimpa azab hari yang meliputi (orang-orang yang bersalah). Muhsin Khan: They said: “O Shu’aib! Does your Salat (prayer) (i.e. the prayers which you offer has spoiled your mind, so you) command that we leave off what our fathers used to worship, or that we leave off doing what we like with our property?

Verily, you are the forbearer, right-minded!” (They said this sarcastically). Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka berkata: “Wahai Syuaib! Adakah sembahyangmu (yang banyak itu) menyuruhmu perintahkan kami supaya meninggalkan apa yang disembah oleh datuk nenek kami, atau supaya kami lakukannya apa yang kami suka melakukannya dalam menguruskan harta kami?

Sesungguhnya engkau (wahai Syuaib) adalah orang yang penyabar, lagi bijak berakal (maka bagaimana pula engkau menyuruh kami melakukan perkara yang bertentangan dengan kebiasaan kami)?” قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًۭا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَـٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ Sahih International: He said, “O my people, have you considered: if I am upon clear evidence from my Lord and He has provided me with a good provision from Him…?

And I do not intend to differ from you in that which I have forbidden you; I only intend reform as much as I am able. And my success is not but through Allah. Upon him I have relied, and to Him I return. Yusuf Ali: He said: “O my people!

surat hud

see ye whether I have a Clear (Sign) from my Lord, and He hath given me sustenance (pure and) good as from Himself? I wish not, in opposition to you, to do that which I forbid you to do. I only desire (your) betterment to the best of my power; and my success (in my task) can only come from Allah.

In Him I trust, and unto Him I look. Abul Ala Maududi: Shu’ayb said: ‘My people! What do you think? If I stand on clear evidence from my Lord, and He has also provided me a handsome provision from Himself -(should I be ungrateful to Him and share your error and iniquity?) Nor do I desire to act contrary to what I admonish you. I desire nothing but to set things right as far as I can. My succour is only with Allah. In Him have I put my trust, and to Him do I always turn. Muhsin Khan: He said: “O my people!

Tell me, if I have a clear evidence from my Lord, and He has given me a good sustenance from Himself (shall I corrupt it by mixing it with the unlawfully earned money). I wish not, in contradiction to you, to do that which I forbid you. I only desire reform so far as I am able, to the best of my power. And my guidance cannot come except from Allah, in Him I trust and unto Him I repent. Pickthall: He said: O my people! Bethink you: if I am (acting) on a clear proof from my Lord and He sustaineth me with fair sustenance from Him (how can I concede aught to surat hud I desire not to do behind your backs that which I ask you not to do.

I desire naught save reform so far as I am able. My welfare is only in Allah. In Him I trust and unto Him I turn (repentant). Dr. Ghali: He said, “O my people, have you seen (that) in case I (rely) on Supreme evidence from my Lord and He has provided me with fair provision from Him (should i corrupt it)?

And in no way would I like to differ from you (and do) whatever I forbid you (to do). Decidedly I would (do) nothing except reformation, (i.e., surat hud righteously) so far as I am able to. And in no way is my success with anyone except with Allah; in Him I have put my trust, and to Him I turn penitent. Abdul Haleem: He answered, ‘My people, can surat hud not see? What if I am acting on clear evidence from my Lord?

He Himself has surat hud me good provision: I do not want to do what I am forbidding you to do, I only want to put things right as far as I can. I cannot succeed without God’s help: I trust in Him, and always turn to Him. Muhammad Junagarhi: کہا اے میری قوم! دیکھو تو اگر میں اپنے رب کی طرف سے روشن دلیل لئے ہوئے ہوں اور اس نے مجھے اپنے پاس سے بہترین روزی دے رکھی ہے، میرا یہ اراده بالکل نہیں کہ تمہارا خلاف کر کے خود اس چیز کی طرف جھک جاؤں جس سے تمہیں روک رہا ہوں، میرا اراده تو اپنی طاقت بھر اصلاح کرنے کا ہی ہے۔ میری توفیق اللہ ہی کی مدد سے ہے، اسی پر میرا بھروسہ ہے اور اسی کی طرف میں رجوع کرتا ہوں Suhel Farooq Khan: शुएब ने कहा ऐ मेरी क़ौम अगर मै अपने परवरदिगार की तरफ से रौशन दलील पर हूँ और उसने मुझे (हलाल) रोज़ी खाने को दी है (तो मै भी तुम्हारी तरह हराम खाने लगूँ) और मै तो ये नहीं चाहता कि जिस काम से तुम को रोकूँ तुम्हारे बर ख़िलाफ (बदले) आप उसको करने लगूं मैं तो जहाँ तक मुझे बन पड़े इसलाह (भलाई) के सिवा (कुछ और) चाहता ही नहीं और मेरी ताईद तो ख़ुदा के सिवा और किसी से हो ही नहीं सकती इस पर मैने भरोसा कर लिया है और उसी की तरफ रुज़ू करता हूँ Abdullah Muhammad Basmeih: Nabi Syuaib berkata: “Wahai kaumku!

Bagaimana fikiran kamu, jika aku berdasarkan bukti yang nyata dari Surat hud, dan Ia pula mengurniakan daku pangkat Nabi sebagai pemberian daripadaNya, (patutkah aku berdiam diri dari melarang kamu) sedang aku tidak bertujuan hendak melakukan sesuatu yang aku melarang kamu daripada melakukannya?

Aku hanya bertujuan hendak memperbaiki sedaya upayaku; dan tiadalah aku akan beroleh taufik untuk menjayakannya melainkan dengan pertolongan Allah. Kepada Allah jualah aku berserah diri dan kepadaNyalah aku kembali. Dr. Ghali: And, O my people, let not (your) opposition to me drive you to crime (Literally: incriminate you) so 112 that there afflict you the like of what afflicted the people of Nû‍h, (Noah) or the people of H‍d, or the people of Salih; and in no way are the people of L‍t (4) that far away from you.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan wahai kaumku! Janganlah permusuhan surat hud terhadapku menyebabkan kamu ditimpa bala bencana sebagaimana yang telah menimpa kaum Nabi Nuh, atau kaum Nabi Hud, atau kaum Nabi Soleh. Dan kaum Nabi Lut pun tidaklah jauh dari kamu (kamu sedia mengetahui apa yang telah menimpa mereka).

Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka berkata: “Wahai Syuaib,! kami tidak mengerti kebanyakan dari apa yang engkau katakan itu, dan sesungguhnya kami melihat engkau orang yang lemah dalam kalangan kami; dan kalau tidaklah kerana kaum keluargamu, tentulah kami telah melemparmu (dengan batu hingga mati). Dan engkau pula bukanlah orang yang dipandang mulia dalam kalangan kami!” Abdullah Muhammad Basmeih: Nabi Syuaib berkata: “Wahai kaumku!

(Mengapa kamu bersikap demikian)? Patutkah kaum keluargaku kamu pandang lebih mulia dari pada Allah serta kamu pula jadikan perintahNya sebagai sesuatu yang dibuang dan dilupakan di belakang kamu? Sesungguhnya Tuhanku Amat Meliputi pengetahuanNya akan apa yang kamu lakukan.

Dr. Ghali: And, O my people, act (Literally: do according to your situation) according to your situation; surely I am (also) acting; eventually surat hud will know to whom will come up the torment that will disgrace him, and who is a liar.

And be on the watch; (Literally: watch for yourselves) surely I will be with you, constantly watching.” Abdullah Muhammad Basmeih: ” Dan wahai kaumku, buatlah sedaya upaya kamu (untuk menentang ugama Allah yang aku sampaikan itu), sesungguhnya aku juga tetap berusaha dengan bersungguh-sungguh (untuk mengembangkannya). Kamu akan ketahui siapakah yang akan didatangi azab yang menghinakannya, dan siapa pula yang berdusta. Dan tunggulah, sesungguhnya aku juga turut menunggu bersama-sama kamu”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan ketika datang (masa perlaksanaan) perintah Kami, Kami selamatkan Nabi Syuaib beserta dengan umatnya yang beriman, dengan rahmat dari Kami; dan orang-orang yang zalim itu dibinasakan oleh letusan suara yang menggempakan bumi, lalu menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat masing-masing. Abdullah Muhammad Basmeih: Yang demikian, ialah sebahagian dari khabar berita penduduk negeri-negeri (yang telah dibinasakan), kami ceritakan perihalnya kepadamu (wahai Muhammad).

Di antaranya ada yang masih wujud (sisanya yang dapat disaksikan), dan ada surat hud yang telah hancur lebur (dan hilang lenyap). Dr. Ghali: And in no way did We do them an injustice, but they did themselves (an) injustice.

So in no way did (their) gods that they invoked apart from Allah avail them in anything as soon as the Command of your Lord came. And in no way did they increase them (in anything) other than in complete detriment.

Suhel Farooq Khan: और हमने किसी तरह उन पर ज़ल्म नहीं किया बल्कि उन लोगों ने आप अपने ऊपर (नाफरमानी करके) ज़ुल्म किया फिर जब तुम्हारे परवरदिगार का (अज़ाब का) हुक्म आ पहुँचा तो न उसके वह माबूद ही काम आए जिन्हें surat hud को छोड़कर पुकारा करते थें और न उन माबूदों ने हलाक करने के सिवा कुछ फायदा ही पहुँचाया बल्कि उन्हीं की परसतिश की बदौलत अज़ाब आया Abdullah Muhammad Basmeih: Dan tiadalah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri. Maka berhala-berhala yang mereka sembah selain dari Allah itu tidak dapat menolong mereka sedikitpun pada masa datangnya azab Tuhanmu; dan penyembahan yang mereka lakukan itu hanya menambahkan kerugian sahaja kepada mereka.

Abdullah Muhammad Basmeih: Maka janganlah engkau (wahai Muhammad) menaruh perasaan ragu-ragu tentang sia-sianya apa yang disembah oleh mereka yang musyrik itu. Mereka tidak menyembah melainkan sama seperti yang disembah oleh datuk nenek mereka yang musyrik dahulu.

Dan sesungguhnya Kami akan menyempurnakan bagi mereka bahagian mereka (dari azab yang telah ditentukan) dengan tidak dikurangi. Abul Ala Maududi: And We certainly gave Moses the Book before, and there arose disagreements about it (even as surat hud are disagreements now about the Book revealed to you). Had it not been for a decree that had already gone forth from your Lord, the matter would have long been decided between them. Indeed they are in a disquieting doubt about it.

Dr. Ghali: And indeed We already brought Mû‍sa (Moses) the Book; then they were made to differ regarding it. And had it not been for a Word that has gone before from your Lord, it (i.e., my judgment) would indeed have been decreed between them; and surely about it (the Qur⊃ àn) they are indeed in doubt causing suspicion.

Abdullah Muhammad Basmeih: (Janganlah engkau merasa bimbang wahai Muhammad tentang keingkaran kaummu) kerana sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat, lalu berlaku pertentangan mengenainya.

Dan kalau tidaklah kerana telah terdahulu kalimah ketetapan dari Tuhanmu (untuk menangguhkan hukuman hingga ke surat hud masa yang tertentu), tentulah dijatuhkan hukuman azab dengan serta-merta kepada mereka.

Dan sesungguhnya mereka masih menaruh perasaan ragu-ragu tentang (kebenaran Al-Quran) itu. Abul Ala Maududi: So remain, (O Muhammad), you and those who have returned with you (to the fold of faith and obedience from unbelief and rebellion) steadfast (in adhering to the straight way) as you were commanded.

And do not exceed the limits of surat hud to Allah). For certainly He is aware of all what you do. Abdullah Muhammad Basmeih: Oleh itu, hendaklah engkau (wahai Muhammad) sentiasa tetap teguh di atas jalan yang betul sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan hendaklah orang-orang yang rujuk kembali kepada kebenaran mengikutmu berbuat demikian; dan janganlah kamu melampaui batas hukum-hukum Allah; sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang berlaku zalim maka (kalau kamu berlaku demikian), api neraka akan membakar kamu, sedang kamu tidak ada sebarang penolong pun yang lain dari Allah. Kemudian (dengan sebab kecenderungan kamu itu) kamu tidak akan mendapat pertolongan.

Abdullah Surat hud Basmeih: Dan dirikanlah sembahyang (wahai Muhammad, engkau dan umatmu), pada dua bahagian siang (pagi dan petang), dan pada waktu-waktu surat hud berhampiran dengannya dari waktu malam. Sesungguhnya amal-amal kebajikan (terutama sembahyang) itu menghapuskan kejahatan. Perintah-perintah Allah yang demikian adalah menjadi peringatan bagi orang-orang yang mahu beringat. Yusuf Ali: Why were there not, among the generations before you, persons possessed of balanced good sense, prohibiting (men) from mischief in the earth – except a few among them whom We saved (from harm)?

But the wrong-doers pursued the enjoyment of the good things of life which were given them, and persisted in sin. Abul Ala Maududi: Why were there not, out surat hud the generations that passed away before you, righteous men who would forbid others from causing corruption on the earth? And if such were there, they were only a few whom We had saved from those generations, or else the wrong-doers kept pursuing the ease and comfort which had been conferred upon them, thus losing themselves in sinfulness.

Muhsin Khan: If only there had been among the generations before you, persons having wisdom, prohibiting (others) from Al-Fasad (disbelief, polytheism, and all kinds of crimes and sins) in the earth, except a few of those whom We saved from among them.

Those who did wrong pursued the enjoyment of good things of surat hud worldly) life, and were Mujrimun (criminals, disbelievers in Allah, polytheists, sinners, etc.). Dr. Ghali: So, if only there been of the generations even before you, (remaining nations) endowed with (i.e., of understanding) forbidding corruption in the land-only a few of them whom We delivered. And the ones who did injustice closely followed whatever luxury they were made to live in; and they were criminals.

Suhel Farooq Khan: फिर जो surat hud तुमसे पहले गुज़र चुके हैं उनमें कुछ लोग ऐसे अक़ल वाले क्यों न हुए जो (लोगों को) रुए ज़मीन पर फसाद फैलाने से रोका करते (ऐसे लोग थे तो) मगर बहुत थोड़े से और ये उन्हीं लोगों से थे जिनको हमने अज़ाब से बचा लिया और जिन लोगों ने नाफरमानी की थी वह उन्हीं (लज्ज़तों) के पीछे पड़े रहे और जो उन्हें दी गई थी और ये लोग मुजरिम थे ही Abdullah Muhammad Basmeih: Maka sepatutnya ada di antara umat yang telah dibinasakan dahulu daripada kamu itu, orang-orang yang berkelebihan akal fikiran yang melarang kaumnya dari perbuatan-perbuatan jahat di muka bumi tetapi sayang!

Tidak ada yang melarang melainkan sedikit sahaja, iaitu orang-orang yang Kami telah selamatkan di antara mereka. Dan orang-orang yang tidak melarang itu telah menitik beratkan segala kemewahan yang diberikan kepada mereka dan menjadilah mereka orang-orang yang berdosa. Abdullah Muhammad Basmeih: Tetapi orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanmu, (mereka bersatu di dalam ugama Allah)); dan surat hud (perselisihan dan rahmat) itulah Allah menjadikan manusia.

Dan dengan yang demikian sempurnalah janji Tuhanmu: “Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan sekalian jin dan manusia (yang berdosa)”.
• v • surat hud • e Hud ( Arabic: هود, Hūd), [1] is the 11th chapter ( Surah) [2] of the Quran and has 123 verses ( ayat).

It relates in part to the prophet Hud. Regarding the timing and contextual background of the revelation ( asbāb al-nuzūl), it is an earlier " Meccan surah", which means it is believed to have been revealed in Mecca, instead surat hud later in Medina.

Verses 105-112 are preserved in the Ṣan‘ā’1 lower text. [3] Contents • 1 Summary • 2 Exegesis • 2.1 25-49 The story of Noah • 2.2 50-60 The prophet Hud is sent to the ʿĀd • 2.3 61-68 The people of Thamud and the prophet Saleh • 2.4 69-84 Sodom and Gomorrah • 2.5 80-84 Homosexuality • 2.6 85-95 The prophet Shu'aib sent to Midian • 3 References • 4 External links Summary [ edit ] Illumination of Salih and the she-camel, 427 AH (mid-11th century CE) • 1-2 The Quran a revelation from God • 3-5 Muhammad a warner and a preacher of goodness • 6 Infidels cannot hide their sin from God • 7-8 Surat hud the Creator and Preserver of all creatures • 8 The resurrection rejected by the infidels as sorcery • 9 They scoff at threatened punishment surat hud 10-11 Mercy and judgment alike disregarded by infidels • 12 Those who persevere in good works shall be rewarded • 13 The unbelievers demand a sign from heaven • 14 Muhammad charged with forging the Qurán • 14-15 He challenges the infidels to produce ten chapters like it, or to become Muslims • 16-17 The miserable fate of those who live for this present surat hud • 18 Moses and the Jews attest the surat hud of the Qurán • 19-23 The maligners of prophets shall be cursed • 24 The blessed portion of believers • 25 Similitudes of believers and unbelievers The History of Noah 26-27 He is sent as a public preacher 28 The chiefs of his people reject him as a liar 29-32 Noah protests his integrity - Refuses to drive away his poor followers - Deprecates being thought a seer or an angel 33 His people challenge him to bring on the threatened judgment 34-35 Noah declares that God destroys and saves whom he pleaseth 36 Noah’s people declare his message a forgery 37 God tells Noah that no more of his people will believe on him 38 He is commanded to make an ark 39 Noah builds the ark surat hud is derided by the people 40-41 Embarks with his followers and one pair each of the animals 42-43 Noah in vain entreats his unbelieving son to embark 44 The waters abate and the ark rests on Al Júdi 45 Noah pleads with God for his son 46 God reproves him for his intercession for his son 47 Noah repents and asks pardon for his fault 48 He descends from the ark 49 This history a secret revealed to Muhammad The History of Hūd 50-52 He is sent to call Surat hud from idolatry 53 The Ádites reject him as a liar 54-57 Hūd protests his integrity, and declares his trust in God to save him from their plots 58 God delivers Hūd and his followers 59-60 The Ádites reject their messenger and are destroyed Surat hud History of Sálih 61 He is sent to call surat hud Thamúdites from idolatry 62 They reject his message 63-64 Sálih protests his integrity, and gives them a she-camel as a sign from God 65 They kill the camel, and are threatened with destruction 66 Sálih and his followers are saved from destruction 67-68 The Thamúdites are miserably destroyed The History of Abraham and Lot 69 God’s messengers sent to Abraham—He entertains them 70 He is filled with fear because they refuse to eat his meat 70-71 The angels quiet his fears and tell him they are sent to the people of Lot 71-73 Sarah receives the promise of Isaac and Jacob 74 Abraham intercedes for the people of Lot 75 The angels refuse his request 76 Lot is anxious for the safety of his angel visitors 77-79 The Sodomites attack his house 80 Surat hud angels warn Lot to leave the city and inform him of the destruction impending over his people and his wife 81-82 The cities are overthrown and the people killed by a shower of bricks The History of Shuaib 83 He is sent to call the Midianites from idolatry 84-86 He reproaches them for dishonest weights and measures 87 The people reject him, refusing to leave their idols 88-90 Shuaib protests his integrity, and exhorts them to flee the fate of the people of Noah, Hūd, Sálih, and Lot 91 The people threaten to stone him 92-94 Shuaib threatens them with Divine judgment 95-96 God destroys the infidels, but saves Shuaib and his followers The History of Moses 97 He is sent with signs to Pharaoh and his princes 98-100 They reject him, and are consigned surat hud hell-fire 101-105 Exhortation and warning drawn from the fate of these cities 106-109 The condition of the righteous and wicked in judgment 110 Muhammad not to doubt about the religion of the Quarish • 111 The Quraish doubt the Quran as the Jews did the Pentateuch 112 God will punish their evil deeds • 113-114 Muhammad exhorted surat hud be steadfast • 115 An exhortation to prayer • 116-118 God just in destroying the unbelieving cities • 119 The unbelievers predestinated to damnation • 120 The whole history of the prophets related to Muhammad • 121-122 Unbelievers threatened • 123 Muhammad exhorted to put surat hud trust in God [4] Exegesis [ edit ] This article needs additional citations for verification.

Please help improve this article by adding citations to reliable sources.

surat hud

Unsourced material may be challenged and removed. Find sources: "Hud" surah – news · newspapers · books · scholar · JSTOR ( February 2020) ( Learn how and when to remove this template message) Quran 11 opens with a discussion on the nature of man and the punishment that awaits those who defy God.

Thereafter, the main content of the surat hud is a series of stories of prophets who warned their people to follow God, the people persisting in defying God, and God punishing and killing them. 25-49 The story of Noah [ edit ] Verses 11:25-49 tell the story of Noah and how his people did not believe his commands to follow God.

The unbelievers are drowned in a flood, which includes Noah's son; Noah asks God about this act, but God rebukes Noah as being ignorant and says that Noah's son is "not a member of his family." Surah 66, At-Tahrim, elaborates on this and says that Noah's wife is an unbeliever in hell who was unfaithful to her husband.

[1] : 11:25–49 50-60 The prophet Hud is sent to the ʿĀd [ edit ] Verses 11:50-60 deal with the prophet Hud, the namesake of the Surah. He was sent to the ʿĀd, an Omani tribe which according to history crumbled sometime between the 3rd and 6th century AD. The ʿĀd do not believe Hud, and Hud and those who do believe are surat hud by God, followed by God inflicting a "dreadful doom" on them so that they were "accursed in the world." 61-68 The people of Thamud and the prophet Saleh [ edit ] Verses 11:61-68 concern the people of Thamud and the prophet Saleh.

Saleh tries to convince Thamud to repent, but once more the unbelievers ignore the prophet. Saleh offers a she-camel as an offering of peace, but says that it should be left alone. If anything befalls it, the people will be punished.

The camel is hamstrung, Saleh and those who believe are rescued, and the unbelievers are smitten by a "blast from heaven." 69-84 Sodom and Gomorrah [ edit ] The Quranic version of the Biblical story of Sodom and Gomorrah is in Verses 11:69-84.

Abraham and Sarah are given the news of their son and grandson's forthcoming birth ( Isaac and Jacob), after which they plead for mercy for Lot's people. God refuses the request, saying that the punishment cannot be averted.

Lot offers his daughters to the men of Sodom, but they respond with disinterest and say "you know what we want." 80-84 Homosexuality [ edit ] Verses 11:80-84 confirms the Biblical account of homosexuality as being the crime of Lot's people.

Angels descend to protect Lot and his daughters, and the city is destroyed by a stone rain. Lot's wife perishes as well. 85-95 The prophet Shu'aib sent to Midian [ edit ] Verse 11:85-95 deal with the prophet Shu'aib sent to Midian. Once more, the people ignore the prophet's warnings; this time, Shu'aib reminds the people of the fate of the people of Noah, Hud, Saleh, and Lot. It doesn't work, and the people spare Shu'aib from death by stoning only because he comes from a powerful clan.

Shu'aib and those who believe are rescued by God. Afterward, the unbelievers "[were] seized by a punishment from heaven, and lay overturned in their homes in the morning as though they had not dwelt there at all." The remaining surat hud discuss the general theme once more, with occasional references to Moses.

The harsh punishment is explained as "We did not wrong them; surat hud wronged themselves." Other gods are decried as false, powerless, and surat hud. Believers are commanded to walk the straight path and follow God, and those who disbelieve will suffer in Hell. References [ edit ] • ^ a b Ibn Kathir (d.1373). "Tafsir Ibn Kathir (English): Surah Hud". Quran 4 U. Tafsir. Retrieved 18 December 2019.

• ^ Virginia Hooker; Norani Othman (2003). Malaysia: Islam, Society and Politics. Institute of Southeast Asian Studies. p. 211. ISBN 978-981-230-161-1. • ^ Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi, " Sana'a and the Origins surat hud the Qu'ran", Der Islam, 87 (2012), 37. • ^ Wherry, Elwood Morris (1896). A Complete Index to Sale's Text, Preliminary Discourse, and Notes. London: Kegan Paul, Trench, Trubner, and Co. This article incorporates text from this source, which is in the public domain.

External links [ edit ] • Q11:1, 50+ translations, islamawakened.com • Quran 11 Clear Quran translation • Surah Hud Mp4 • Works related to The Holy Qur'an (English Translation Of Holy Quran Surah 11 Hud (Hood))/11.

Hud at Wikisource Hidden categories: surat hud Source attribution • Articles with short description • Short description matches Wikidata • Articles containing Arabic-language text • Articles needing additional references from February 2020 • All articles needing additional references • Articles with VIAF identifiers • Articles with GND identifiers • Articles with LCCN identifiers • Articles with FAST identifiers • Articles with TDVİA identifiers • Articles with WorldCat-VIAF identifiers • Articles with multiple identifiers • Acèh • surat hud • অসমীয়া • Авар • Azərbaycanca • বাংলা • Башҡортса • Български • Bosanski • Deutsch • فارسی • Français • ГӀалгӀай • हिन्दी • Bahasa Indonesia • עברית • Jawa • Қазақша • Kurdî • മലയാളം • مصرى • مازِرونی • Bahasa Melayu • Nederlands • 日本語 • Oʻzbekcha/ўзбекча • پښتو • Polski • Português • Русский • Shqip • Simple English • Slovenščina • کوردی • Sunda • Suomi • Svenska • Tagalog • Татарча/tatarça • ไทย • Тоҷикӣ • Türkçe • Українська • اردو • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • 粵語 • Zazaki • Dagbanli Edit links • This page was last edited on 21 December 2021, at 03:20 (UTC).

• Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization.

surat hud

• Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • • Sahih International And it is He who created the heavens and the earth in six days - and His Throne had been upon water - that He might test you as to which of you is best in deed. But if you say, "Indeed, you surat hud resurrected after death," those who disbelieve will surely say, "This is not but obvious magic."
Surat Hud is an application in which you will find the spiritual secrets of Surat Hud .

Features of Surah Hud: * easy to use * Light on the phone * It contains many important matters regarding Surat Hud, such as: the spiritual benefits of Surat Hud, the spiritual virtues of Surat Hud, the magic of Surat Hud * Works without internet connection * It does not need any personal data to work * Contains written Surah Hud, complete Surah Hud * Constant updates * 24 hour technical support * In it there is Surah Hud written in full with diacritics Its volume does not exceed 30mg .

Surah Hud contains: * Interpretation of Surah Hud * My experience with Surat Hud * Benefits of Surah Hud * Hood Surat hud * Surah Hud written in Uthmani script * Surah Hud written Why was Surat Hud called by that name? * Read Surah Hud * Surah Hud, the electronic Quran * Benefits from Surah Hud ………………………………………………………………………………… The Holy Quran The Noble Qur’an is the word of God Almighty, revealed to His Prophet and Messenger Muhammad, may God bless him and grant him peace, the worshiper with its recitation, the miraculous in its wording and meaning, transmitted with mutawatir, written in the Qur’an, beginning with Surat Al-Fatihah, and sealed with Surat Al-Nas, and it is a book by which God - the Most High - saved the nation from ignorance and ignorant peopleAnd from the pervasive views, and from the boredom, and may God be guaranteed.

Whoever wants success, great goodness, and abundant reward, he should read the Book of God; Where Allaah says (interpretation of the meaning): Virtue of Surah Hud Surat Hud - peace be upon him - is a great surah that invites its reader to reflect and reflect. For what God - the Most High - mentioned in it the news of the previous nations and peoples, and the news in it about the prophets of God - the Most High - and his surat hud, may blessings and peace be upon them, and because of the stabilization of the hearts of the believers and intimidation of tyrants, as God Almighty said: We make your heart firm through him.” And when God - the Most High - also mentioned in it news about the Day of Resurrection and its horrors, and from here came Surah Hud and its sisters, i.e.; Surat al-Waqi’ah, Surat al-Mursalat, Surat Amma, and Surat al-Shams, surat hud a reason for accelerating the graying of the head of the Prophet, may God bless him and grant him peace.

O Messenger of God, it has turned dark. He said: I am grayed out by Hud, Al-Waqi’ah, and the messengers, and they are asking, and if the sun is round, then Surah Hud is a surah that has an impact on the soul of surat hud Prophet, may God’s prayers and peace be upon him, and in what is preferred by the scholars, which is mentioned by the believers, and this indicates all of this.

and relevance. General definition of Surah Hood Surat Hud is a Meccan surah, as the majority of scholars have said, its number of verses is one hundred and twenty-one, and it comes in surat hud fifty-second in terms of the order of the surahs of the Qur’an.

Concerning the Qur’an and that it is from God Almighty, and established the evidence for that, and made it clear that God Almighty is aware of the consciences and secrets of the creatures, and confirmed resurrection and reward, and explained the conditions of people in prosperity surat hud adversity, and mentioned some of the stories of the prophets, such as: Noah, Hood, Saleh, Abraham, Lot, Shuaib, and Moses.

Peace be upon them, and other topics. . We are glad to see your positive feedback When you see any technical problem, you can contact technical support by email rasheedsuport0@yahoo.com And do not surat hud to download the Surat Hud application now, exclusively via Google Play
Surat Hud Arab, Latin & Terjemah Bahasa Indonesia - Litequran.net Litequran.net Surat Hud بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ • الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍۙ alif lām rā, kitābun uḥkimat āyātuhụ ṡumma fuṣṣilat mil ladun ḥakīmin khabīr Alif Lam Ra.

(Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti, • اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۗاِنَّنِيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌۙ allā ta'budū illallāh, innanī lakum min-hu nażīruw wa basyīr agar kamu tidak menyembah selain Allah.

surat hud

Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu. • وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ wa anistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yumatti'kum matā'an ḥasanan ilā ajalim musamman wa yu`ti kulla żī faḍlin faḍlah, wa in tawallau fa innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yauming kabīr Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan.

Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat). • اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ilallāhi marji'ukum, wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr Kepada Allah-lah kamu kembali. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. • اَلَآ اِنَّهُمْ يَثْنُوْنَ صُدُوْرَهُمْ لِيَسْتَخْفُوْا مِنْهُۗ اَلَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ ثِيَابَهُمْ ۙيَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ surat hud يُعْلِنُوْنَۚ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ surat hud بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ۔ alā innahum yaṡnụna ṣudụrahum liyastakhfụ min-h, alā ḥīna yastagsyụna ṡiyābahum ya'lamu mā yusirrụna wa mā yu'linụn, innahụ 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad).

Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati. • ۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.

Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). • وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَاۤءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗوَلَىِٕنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِنْۢ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَٓا اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati surat hud wa kāna 'arsyuhụ 'alal-mā`i liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā, wa la`ing qulta innakum mab'ụṡụna mim ba'dil-mauti layaqụlannallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.

Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah), “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata.” • وَلَىِٕنْ اَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ اِلٰٓى اُمَّةٍ مَّعْدُوْدَةٍ لَّيَقُوْلُنَّ مَا يَحْبِسُهٗ ۗ اَلَا يَوْمَ يَأْتِيْهِمْ لَيْسَ مَصْرُوْفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ wa la`in akhkharnā 'an-humul-'ażāba ilā ummatim ma'dụdatil layaqụlunna mā yaḥbisuh, alā yauma ya`tīhim laisa maṣrụfan 'an-hum wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, “Apakah yang menghalanginya?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka.

surat hud

Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya. • وَلَىِٕنْ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنٰهَا مِنْهُۚ اِنَّهٗ لَيَـُٔوْسٌ كَفُوْرٌ wa la`in ażaqnal-insāna minnā raḥmatan ṡumma naza'nāhā min-h, innahụ laya`ụsung kafụr Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih.

• وَلَىِٕنْ اَذَقْنٰهُ نَعْمَاۤءَ بَعْدَ ضَرَّاۤءَ مَسَّتْهُ لَيَقُوْلَنَّ ذَهَبَ السَّيِّاٰتُ عَنِّيْ ۗاِنَّهٗ لَفَرِحٌ فَخُوْرٌۙ wa la`in ażaqnāhu na'mā`a ba'da ḍarrā`a massat-hu layaqụlanna żahabas-sayyi`ātu 'annī, innahụ lafariḥun fakhụr Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, • اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ illallażīna ṣabarụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāt, ulā`ika lahum magfiratuw wa ajrung kabīr kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

• فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ وَضَاۤىِٕقٌۢ بِهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَاۤءَ مَعَهٗ مَلَكٌ ۗاِنَّمَآ اَنْتَ نَذِيْرٌ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ ۗ fa la'allaka tārikum ba'ḍa mā yụḥā ilaika wa ḍā`iqum bihī ṣadruka ay yaqụlụ lau lā unzila 'alaihi kanzun au jā`a ma'ahụ malak, innamā anta nażīr, wallāhu 'alā kulli syai`iw wakīl Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?” Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.

• اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ surat hud فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ am yaqụlụnaftarāh, qul fa`tụ bi'asyri suwarim miṡlihī muftarayātiw wad'ụ manistaṭa'tum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” • فَاِلَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اُنْزِلَ بِعِلْمِ اللّٰهِ وَاَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚفَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ fa il lam yastajībụ lakum fa'lamū annamā unzila bi'ilmillāhi wa al lā ilāha illā huw, fa hal antum muslimụn Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), “Ketahuilah, bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?” • مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ mang kāna yurīdul-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā nuwaffi ilaihim a'mālahum fīhā wa hum fīhā lā yubkhasụn Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia surat hud perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

• اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖوَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ulā`ikallażīna laisa lahum fil-ākhirati illan-nāru wa ḥabiṭa mā ṣana'ụ fīhā wa bāṭilum mā kānụ ya'malụn Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.

• اَفَمَنْ كَانَ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖ وَيَتْلُوْهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِنْ قَبْلِهٖ كِتٰبُ مُوْسٰىٓ اِمَامًا وَّرَحْمَةًۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ مِنَ الْاَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهٗ فَلَا تَكُ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ اِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ surat hud fa mang kāna 'alā bayyinatim mir rabbihī wa yatlụhu syāhidum min-hu wa ming qablihī kitābu mụsā imāmaw wa raḥmah, ulā`ika yu`minụna bih, wa may yakfur bihī minal-aḥzābi fan-nāru mau'iduhụ fa lā taku fī miryatim min-hu innahul-ḥaqqu mir surat hud wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?

Mereka surat hud kepadanya (Al-Qur'an). Barangsiapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur'an. Sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. • وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۗ اُولٰۤىِٕكَ يُعْرَضُوْنَ عَلٰى رَبِّهِمْ وَيَقُوْلُ الْاَشْهَادُ هٰٓؤُلَاۤءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلٰى رَبِّهِمْۚ اَلَا لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ ۙ wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi surat hud, ulā`ika yu'raḍụna 'alā rabbihim wa yaqụlul-asy-hādu hā`ulā`illażīna każabụ 'alā rabbihim, alā la'natullāhi 'alaẓ-ẓālimīn Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah?

Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim, • الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًاۗ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كفِٰرُوْنَ allażīna yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā, wa hum bil-ākhirati hum kāfirụn (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok.

Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat. • اُولٰۤىِٕكَ لَمْ يَكُوْنُوْا مُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ۘ يُضٰعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۗمَا كَانُوْا يَسْتَطِيْعُوْنَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوْا يُبْصِرُوْنَ ulā`ika lam yakụnụ mu'jizīna fil-arḍi wa mā kāna lahum min dụnillāhi surat hud auliyā`, yuḍā'afu lahumul-'ażāb, mā kānụ yastaṭī'ụnas-sam'a wa mā kānụ yubṣirụn Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah.

Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat(nya). • اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ulā`ikallażīna khasirū anfusahum wa ḍalla 'an-hum mā kānụ yaftarụn Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.

• لَاجَرَمَ اَنَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ lā jarama annahum fil-ākhirati humul-akhsarụn Pasti mereka itu (menjadi) orang yang paling rugi di akhirat. • اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَخْبَتُوْٓا اِلٰى رَبِّهِمْۙ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa akhbatū ilā rabbihim ulā`ika aṣ-ḥābul-jannah, hum fīhā khālidụn Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

• ۞ مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَصِيْرِ وَالسَّمِيْعِۗ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ maṡalul-farīqaini kal-a'mā wal-aṣammi wal-baṣīri was-samī', hal yastawiyāni maṡalā, a fa lā tażakkarụn Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran? • وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۙ wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī innī lakum nażīrum mubīn Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), “Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, • اَنْ لَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۖاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ اَلِيْمٍ al lā ta'budū illallāh, innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin alīm agar kamu tidak menyembah selain Allah.

Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.” • فَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا نَرٰىكَ اِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرٰىكَ اتَّبَعَكَ surat hud الَّذِيْنَ هُمْ اَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِۚ وَمَا نَرٰى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍۢ بَلْ نَظُنُّكُمْ كٰذِبِيْنَ fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā narāka illā basyaram miṡlanā wa mā narākattaba'aka illallażīna hum arāżilunā bādiyar-ra`y, wa mā narā lakum 'alainā min faḍlim bal naẓunnukum kāżibīn Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, “Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya.

Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.” • قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَاٰتٰىنِيْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِهٖ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْۗ اَنُلْزِمُكُمُوْهَا وَاَنْتُمْ لَهَا كٰرِهُوْنَ qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī wa ātānī raḥmatam min 'indihī fa 'ummiyat 'alaikum, a nulzimukumụhā wa antum lahā kārihụn Dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku!

Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?

• وَيٰقَوْمِ لَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًاۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَلٰكِنِّيْٓ اَرٰىكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُوْنَ wa yā qaumi lā as`alukum 'alaihi mālā, in ajriya illā 'alallāhi wa mā ana biṭāridillażīna āmanụ, innahum mulāqụ rabbihim wa lākinnī arākum qauman taj-halụn Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku.

surat hud

Imbalanku hanyalah surat hud Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh. • وَيٰقَوْمِ مَنْ يَّنْصُرُنِيْ مِنَ اللّٰهِ اِنْ طَرَدْتُّهُمْ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ wa yā qaumi may yanṣurunī minallāhi in ṭarattuhum, a fa lā tażakkarụn Dan wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Tidakkah kamu mengambil pelajaran?

• وَلَآ اَقُوْلُ لَكُمْ عِنْدِيْ خَزَاۤىِٕنُ اللّٰهِ وَلَآ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَآ اَقُوْلُ اِنِّيْ مَلَكٌ وَّلَآ اَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ تَزْدَرِيْٓ اَعْيُنُكُمْ لَنْ يُّؤْتِيَهُمُ اللّٰهُ خَيْرًا ۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ ۚاِنِّيْٓ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ wa lā aqụlu lakum 'indī khazā`inullāhi wa lā a'lamul-gaiba wa lā aqụlu innī malakuw wa lā aqụlu lillażīna tazdarī a'yunukum lay yu`tiyahumullāhu khairā, allāhu a'lamu bimā fī anfusihim, innī iżal laminaẓ-ẓālimīn Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, “Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka.

Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sungguh, jika surat hud aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.” • قَالُوْا يٰنُوْحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَاَ كْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ qālụ yā nụḥu qad jādaltana fa akṡarta jidālana fa`tinā bimā ta'idunā ing kunta minaṣ-ṣādiqīn Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar.” • قَالَ اِنَّمَا يَأْتِيْكُمْ بِهِ اللّٰهُ اِنْ شَاۤءَ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ qāla innamā ya`tīkum bihillāhu in syā`a wa mā antum bimu'jizīn Dia (Nuh) menjawab, “Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri.

• وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْٓ surat hud اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَانَ اللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗهُوَ رَبُّكُمْ ۗوَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَۗ wa lā yanfa'ukum nuṣ-ḥī in arattu an anṣaḥa lakum ing kānallāhu yurīdu ay yugwiyakum, huwa rabbukum, wa ilaihi turja'ụn Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu.

Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” • اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُۗ قُلْ اِنِ افْتَرَيْتُهٗ فَعَلَيَّ اِجْرَامِيْ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُجْرِمُوْنَ am yaqụlụnaftarāh, qul iniftaraituhụ fa 'alayya ijrāmī wa ana barī`um mimmā tujrimụn Bahkan mereka (orang kafir) berkata, “Dia cuma mengada-ada saja.” Katakanlah (Muhammad), “Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari surat hud yang kamu perbuat.” • وَاُوْحِيَ اِلٰى نُوْحٍ اَنَّهٗ لَنْ يُّؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ اِلَّا مَنْ قَدْ اٰمَنَ فَلَا تَبْتَىِٕسْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَۖ wa ụḥiya ilā nụḥin annahụ lay yu`mina ming qaumika illā mang qad āmana fa lā tabta`is bimā surat hud yaf'alụn Dan diwahyukan kepada Nuh, “Ketahuilah tidak akan beriman di an-tara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.

• وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ waṣna'il-fulka bi`a'yuninā wa waḥyinā wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ, innahum mugraqụn Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” • وَيَصْنَعُ الْفُلْكَۗ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَاٌ مِّنْ قَوْمِهٖ سَخِرُوْا مِنْهُ ۗقَالَ اِنْ تَسْخَرُوْا مِنَّا فَاِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُوْنَۗ wa yaṣna'ul-fulk, wa kullamā marra 'alaihi mala`um ming qaumihī sakhirụ min-h, qāla in taskharụ minnā fa innā naskharu mingkum kamā taskharụn Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal.

Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). • فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ fa saufa ta'lamụna may ya`tīhi 'ażābuy yukhzīhi wa yaḥillu 'alaihi 'ażābum muqīm Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal.” • حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ قُلْنَا احْمِلْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ اٰمَنَ ۗوَمَآ اٰمَنَ مَعَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلٌ ḥattā iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru qulnaḥmil fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa 'alaihil-qaulu wa man āman, wa mā āmana ma'ahū illā qalīl Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, “Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman.” Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.

• ۞ وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ surat hud وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ wa qālarkabụ fīhā bismillāhi majr)hā wa mursāhā, inna rabbī lagafụrur raḥīm Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” • وَهِيَ تَجْرِيْ بِهِمْ فِيْ مَوْجٍ كَالْجِبَالِۗ وَنَادٰى surat hud ِۨابْنَهٗ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يّٰبُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنْ مَّعَ الْكٰفِرِيْنَ wa hiya tajrī bihim fī maujing kal-jibāl, wa nādā nụḥunibnahụ wa kāna fī ma'ziliy yā bunayyarkam ma'anā wa lā takum ma'al-kāfirīn Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung.

Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.” • قَالَ سَاٰوِيْٓ اِلٰى جَبَلٍ يَّعْصِمُنِيْ مِنَ الْمَاۤءِ ۗقَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ اِلَّا مَنْ رَّحِمَ ۚوَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِيْنَ qāla sa`āwī ilā jabaliy ya'ṣimunī minal-mā`, qāla surat hud 'āṣimal-yauma min amrillāhi illā mar raḥim, wa ḥāla bainahumal-mauju fa kāna minal-mugraqīn Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.

• وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيَا سَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ wa qīla yā arḍubla'ī mā`aki wa yā samā`u aqli'ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat 'alal-jụdiyyi wa qīla bu'dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn Dan difirmankan, “Wahai bumi!

Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah.” Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, ”Binasalah orang-orang zalim.” • وَنَادٰى نُوْحٌ رَّبَّهٗ فَقَالَ رَبِّ اِنَّ ابْنِيْ مِنْ اَهْلِيْۚ وَاِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَاَنْتَ اَحْكَمُ الْحٰكِمِيْنَ wa nādā nụḥur rabbahụ fa qāla rabbi innabnī min ahlī, wa inna wa'dakal-ḥaqqu wa anta aḥkamul-ḥākimīn Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar.

Engkau adalah hakim yang paling adil.” • قَالَ يٰنُوْحُ اِنَّهٗ لَيْسَ مِنْ اَهْلِكَ ۚاِنَّهٗ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنِّيْٓ اَعِظُكَ اَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ qāla yā nụḥu innahụ laisa min ahlik, innahụ 'amalun gairu ṣāliḥin fa lā tas`alni mā laisa laka bihī 'ilm, innī a'iẓuka an takụna minal-jāhilīn Dia (Allah) berfirman, “Wahai Nuh!

Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.” • قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ ۗوَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ qāla rabbi innī a'ụżu bika an as`alaka mā laisa lī bihī 'ilm, wa surat hud tagfir lī wa tar-ḥamnī akum minal-khāsirīn Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya).

Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” • قِيْلَ يٰنُوْحُ اهْبِطْ بِسَلٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اُمَمٍ مِّمَّنْ مَّعَكَ ۗوَاُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ qīla yā nụḥuhbiṭ bisalāmim minnā wa barakātin 'alaika wa 'alā umamim mim mam ma'ak, wa umamun sanumatti'uhum ṡumma yamassuhum minnā 'ażābun alīm Difirmankan, “Wahai Nuh!

Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih.” • تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَآ اِلَيْكَ ۚمَا كُنْتَ تَعْلَمُهَآ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَاۚ فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ tilka min ambā`il-gaibi nụḥīhā ilaīk, mā kunta ta'lamuhā anta wa lā qaumuka ming qabli hāżā, faṣbir, innal-'āqibata lil-muttaqīn Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini.

Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa. • وَاِلٰى عَادٍ اَخَاهُمْ هُوْدًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا مُفْتَرُوْنَ wa ilā 'ādin akhāhum hụdā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, in antum illā muftarụn Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.

(Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada. • يٰقَوْمِ لَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا ۗاِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى الَّذِيْ فَطَرَنِيْ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ yā qaumi lā as`alukum 'alaihi ajrā, in ajriya illā 'alallażī faṭaranī, a fa lā ta'qilụn Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini.

Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?” • وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a 'alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku!

Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” • قَالُوْا يٰهُوْدُ مَاجِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَّمَا نَحْنُ بِتَارِكِيْٓ اٰلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ qālụ yā hụdu mā ji`tanā bibayyinatiw wa mā naḥnu bitārikī ālihatinā 'ang qaulika wa mā naḥnu laka bimu`minīn Mereka (kaum ‘Ad) berkata, “Wahai Hud!

Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu, • اِنْ نَّقُوْلُ اِلَّا اعْتَرٰىكَ بَعْضُ اٰلِهَتِنَا بِسُوْۤءٍ ۗقَالَ اِنِّيْٓ اُشْهِدُ اللّٰهَ وَاشْهَدُوْٓا اَنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ in naqụlu illa'tarāka ba'ḍu ālihatinā bisū`, qāla innī usy-hidullāha wasy-hadū annī barī`um mimmā tusyrikụn kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Dia (Hud) menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, • مِنْ دُوْنِهٖ فَكِيْدُوْنِيْ جَمِيْعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُوْنِ min dụnihī fa kīdụnī jamī'an ṡumma lā tunẓirụn dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi.

• اِنِّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ رَبِّيْ وَرَبِّكُمْ ۗمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ innī tawakkaltu 'alallāhi rabbī wa rabbikum, mā min dābbatin illā huwa ākhiżum bināṣiyatihā, surat hud rabbī 'alā ṣirāṭim mustaqīm Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya).

Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil). • فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّآ اُرْسِلْتُ بِهٖٓ اِلَيْكُمْ ۗوَيَسْتَخْلِفُ رَبِّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْۗ وَلَا تَضُرُّوْنَهٗ شَيْـًٔا ۗاِنَّ رَبِّيْ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ fa in tawallau fa qad ablagtukum mā ursiltu bihī ilaikum, wa yastakhlifu rabbī qauman gairakum, wa lā taḍurrụnahụ syai`ā, inna rabbī 'alā kulli syai`in ḥafīẓ Maka jika kamu surat hud, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu.

Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun.

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.” • وَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُوْدًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّاۚ وَنَجَّيْنٰهُمْ مِّنْ عَذَابٍ غَلِيْظٍ wa lammā jā`a amrunā najjainā hụdaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā, wa najjaināhum min 'ażābin galīẓ Dan surat hud azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami.

Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. • وَتِلْكَ عَادٌ ۖجَحَدُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهٗ وَاتَّبَعُوْٓا اَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ wa tilka 'ādun jaḥadụ bi`āyāti rabbihim wa 'aṣau rusulahụ wattaba'ū amra kulli jabbārin 'anīd Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan.

Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka. • وَاُتْبِعُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَّيَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَلَآ اِنَّ عَادًا كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّعَادٍ قَوْمِ هُوْدٍ wa utbi'ụ fī hāżihid-dun-yā la'nataw wa yaumal-qiyāmah, alā inna 'ādang kafarụ rabbahum, alā bu'dal li'āding qaumi hụd Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat.

Ingatlah, kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Sungguh, binasalah kaum ‘Ad, umat Hud itu, • ۞ وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗهُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ wa ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, huwa ansya`akum minal-arḍi wasta'marakum fīhā fastagfirụhu ṡumma tụbū ilaīh, inna rabbī qarībum mujīb dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh.

Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).” • قَالُوْا يٰصٰلِحُ قَدْ كُنْتَ فِيْنَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هٰذَآ اَتَنْهٰىنَآ اَنْ نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُنَا وَاِنَّنَا لَفِيْ شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُوْنَآ اِلَيْهِ مُرِيْبٍ qālụ yā ṣāliḥu qad kunta fīnā marjuwwang qabla hāżā a tan-hānā an na'buda mā ya'budu ābā`unā wa innanā lafī syakkim mimmā tad'ụnā ilaihi murīb Mereka (kaum samud) berkata, “Wahai Saleh!

Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang di harapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.” • قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْۗ وَاٰتٰىنِيْ مِنْهُ رَحْمَةً فَمَنْ يَّنْصُرُنِيْ مِنَ اللّٰهِ اِنْ عَصَيْتُهٗ ۗفَمَا تَزِيْدُوْنَنِيْ غَيْرَ تَخْسِيْرٍ qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī, wa ātānī min-hu raḥmatan fa may yanṣurunī minallāhi in 'aṣaituh, fa mā tazīdụnanī gaira takhsīr Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku!

Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku surat hud Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku. • وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ wa yā qaumi hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābung qarīb Dan wahai kaumku!

Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).” • فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ fa 'aqarụhā fa qāla tamatta'ụ fī dārikum ṡalāṡata ayyām, żālika wa'dun gairu makżụb Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari.

Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” • فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا صٰلِحًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِىِٕذٍ ۗاِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ fa lammā jā`a amrunā najjainā ṣāliḥaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā wa min khizyi yaumi`iż, inna rabbaka huwal-qawiyyul-'azīz Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu.

Sungguh, Tuhanmu, Dia Mahakuat, Mahaperkasa. • وَاَخَذَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ wa akhażallażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ surat hud diyārihim jāṡimīn Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

• كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَآ اِنَّ ثَمُوْدَا۠ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّثَمُوْدَ ka`al lam yagnau fīhā, alā inna ṡamụda kafarụ rabbahum, alā bu'dal liṡamụd Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu.

Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud. • وَلَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَآ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰى قَالُوْا سَلٰمًا ۖقَالَ سَلٰمٌ فَمَا لَبِثَ اَنْ جَاۤءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ wa laqad jā`at rusulunā ibrāhīma bil-busyrā qālụ salāmā, qāla salāmun fa mā labiṡa an jā`a bi'ijlin ḥanīż Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab, “Selamat (atas kamu).” Ma-ka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

• فَلَمَّا رَاٰىٓ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍۗ fa lammā ra`ā aidiyahum lā taṣilu ilaihi nakirahum wa aujasa min-hum khīfah, qālụ surat hud takhaf innā ursilnā ilā qaumi lụṭ Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka.

Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.” • وَامْرَاَتُهٗ قَاۤىِٕمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنٰهَا بِاِسْحٰقَۙ وَمِنْ وَّرَاۤءِ اِسْحٰقَ يَعْقُوْبَ wamra`atuhụ qā`imatun fa ḍaḥikat fa basysyarnāhā bi`is-ḥāqa wa miw warā`i is-ḥāqa ya'qụb Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub.

• قَالَتْ يٰوَيْلَتٰىٓ ءَاَلِدُ وَاَنَا۠ عَجُوْزٌ وَّهٰذَا بَعْلِيْ شَيْخًا ۗاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ qālat yā wailatā a alidu wa ana 'ajụzuw wa hāżā ba'lī syaikhā, inna hāżā lasyai`un 'ajīb Dia (istrinya) berkata, “Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib.” • قَالُوْٓا اَتَعْجَبِيْنَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ رَحْمَتُ اللّٰهِ وَبَرَكٰتُهٗ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الْبَيْتِۗ اِنَّهُ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ qālū a ta'jabīna min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ 'alaikum ahlal-baīt, innahụ ḥamīdum majīd Mereka (para malaikat) berkata, “Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah?

(Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih.” • فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ اِبْرٰهِيْمَ الرَّوْعُ وَجَاۤءَتْهُ الْبُشْرٰى يُجَادِلُنَا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ fa lammā żahaba 'an ibrāhīmar-rau'u wa jā`at-hul-busyrā yujādilunā fī qaumi lụṭ Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Lut.

• اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ inna ibrāhīma laḥalīmun awwāhum munīb Ibrahim sungguh penyantun, lembut surat hud dan suka kembali (kepada Allah). • يٰٓاِبْرٰهِيْمُ surat hud عَنْ هٰذَا ۚاِنَّهٗ قَدْ جَاۤءَ اَمْرُ رَبِّكَۚ وَاِنَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُوْدٍ yā ibrāhīmu a'riḍ 'an hāżā, innahụ qad jā`a amru rabbik, wa innahum ātīhim 'ażābun gairu mardụd Wahai Ibrahim!

Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. • وَلَمَّا جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالَ هٰذَا يَوْمٌ عَصِيْبٌ wa lammā jā`at rusulunā lụṭan sī`a bihim wa ḍāqa bihim żar'aw wa qāla hāżā yaumun 'aṣīb Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya.

Dia (Lut) berkata, “Ini hari yang sangat sulit.” • وَجَاۤءَهٗ قَوْمُهٗ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِۗ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۗ قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنَاتِيْ هُنَّ اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْۗ اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ wa jā`ahụ qaumuhụ yuhra'ụna ilaīh, wa ming qablu kānụ ya'malụnas-sayyi`āt, qāla yā qaumi hā`ulā`i banatī hunna aṭ-haru lakum fattaqullāha wa lā tukhzụni fī ḍaifī, a laisa mingkum rajulur rasyīd Dan kaumnya segera datang kepadanya.

Dan sejak dahulu mereka surat hud melakukan perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?” • قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِيْ بَنٰتِكَ مِنْ حَقٍّۚ وَاِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ qālụ laqad 'alimta mā lanā fī banātika min ḥaqq, wa innaka lata'lamu mā nurīd Mereka menjawab, “Sesungguhnya eng-kau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki.” • قَالَ لَوْ اَنَّ لِيْ بِكُمْ قُوَّةً اَوْ اٰوِيْٓ اِلٰى رُكْنٍ شَدِيْدٍ qāla lau anna lī bikum quwwatan au āwī ilā ruknin syadīd Dia (Lut) berkata, “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) surat hud aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” • قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ qālụ yā lụṭu innā rusulu rabbika lay yaṣilū ilaika fa asri bi`ahlika biqiṭ'im minal-laili wa lā yaltafit mingkum aḥadun illamra`atak, innahụ muṣībuhā mā aṣābahum, inna mau'idahumuṣ-ṣub-h, a laisaṣ-ṣub-ḥu biqarīb Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut!

Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh.

Bukankah subuh itu sudah dekat?” • surat hud جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ fa lammā jā`a amrunā ja'alnā 'āliyahā sāfilahā wa amṭarnā 'alaihā ḥijāratam min sijjīlim manḍụd Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, • مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ musawwamatan 'inda rabbik, wa mā hiya minaẓ-ẓālimīna biba'īd yang diberi tanda oleh Tuhanmu.

Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. • ۞ وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗوَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ اِنِّيْٓ اَرٰىكُمْ بِخَيْرٍ وَّاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيْطٍ wa ilā madyana akhāhum syu'aibā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, wa lā tangquṣul-mikyāla wal-mīzāna innī arākum bikhairiw wa surat hud akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumim muḥīṭ Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib.

Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat).

surat hud

• وَيٰقَوْمِ اَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ wa yā qaumi auful-mikyāla wal-mīzāna bil-qisṭi wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, surat hud janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

• بَقِيَّتُ اللّٰهِ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ەۚ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ baqiyyatullāhi khairul lakum ing kuntum mu`minīn, wa mā ana 'alaikum biḥafīẓ Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman.

Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.” • قَالُوْا يٰشُعَيْبُ اَصَلٰوتُكَ تَأْمُرُكَ اَنْ نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُنَآ اَوْ اَنْ نَّفْعَلَ فِيْٓ اَمْوَالِنَا مَا نَشٰۤؤُا ۗاِنَّكَ لَاَنْتَ الْحَلِيْمُ الرَّشِيْدُ qālụ yā syu'aibu a ṣalātuka ta`muruka an natruka mā ya'budu ābā`unā au an naf'ala fī amwālinā mā nasyā`, innaka la`antal-ḥalīmur-rasyīd Mereka berkata, “Wahai Syuaib!

Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.” • قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَرَزَقَنِيْ مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَآ اَنْهٰىكُمْ عَنْهُ ۗاِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī wa razaqanī min-hu rizqan ḥasanaw wa mā urīdu an ukhālifakum ilā mā an-hākum 'an-h, surat hud urīdu illal-iṣlāḥa mastaṭa't, wa mā taufīqī illā billāh, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku!

Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)?

Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali. • وَيٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِيْٓ اَنْ يُّصِيْبَكُمْ مِّثْلُ مَآ اَصَابَ قَوْمَ نُوْحٍ اَوْ قَوْمَ هُوْدٍ اَوْ قَوْمَ صٰلِحٍ ۗوَمَا قَوْمُ لُوْطٍ مِّنْكُمْ بِبَعِيْدٍ wa yā qaumi lā yajrimannakum syiqāqī ay yuṣībakum miṡlu mā aṣāba qauma nụḥin au qauma hụdin au qauma ṣāliḥ, wa mā qaumu lụṭim mingkum biba'īd Dan wahai kaumku!

Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak jauh dari kamu.

• وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ وَّدُوْدٌ wastagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaīh, inna rabbī raḥīmuw wadụd Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.” • قَالُوْا يٰشُعَيْبُ surat hud نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا ۗوَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖوَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ qālụ yā syu'aibu mā nafqahu kaṡīram mimmā taqụlu wa innā lanarāka fīnā ḍa'īfā, walau lā rahṭuka larajamnāka wa mā anta 'alainā surat hud Mereka berkata, “Wahai Syuaib!

Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang surat hud di antara kami.

Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.” • قَالَ يٰقَوْمِ اَرَهْطِيْٓ اَعَزُّ عَلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاتَّخَذْتُمُوْهُ وَرَاۤءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۗاِنَّ رَبِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ qāla yā qaumi a rahṭī a'azzu 'alaikum minallāh, wattakhażtumụhu warā`akum ẓihriyyā, inna rabbī bimā ta'malụna muḥīṭ Dia (Syuaib) menjawab, “Wahai kaumku!

Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan.

• وَيٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۗسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌۗ وَارْتَقِبُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ رَقِيْبٌ wa yā qaumi'malụ 'alā makānatikum innī 'āmil, saufa ta'lamụna may ya`tīhi 'ażābuy yukhzīhi wa man huwa kāżib, wartaqibū innī ma'akum raqīb Dan wahai kaumku!

Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula).

surat hud

Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu.” • وَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّاۚ وَاَخَذَتِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ surat hud lammā jā`a amrunā najjainā syu'aibaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā, wa akhażatillażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami.

Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya, • كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُوْدُ ka`al lam yagnau fīhā, alā bu'dal limadyana kamā ba'idat ṡamụd seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum samud (juga) telah surat hud. • وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۙ wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā wa sulṭānim mubīn Dan sungguh, Kami surat hud mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata, • اِلٰى فِرْعَوْنَ وَملَا۟ىِٕهٖ فَاتَّبَعُوْٓا اَمْرَ فِرْعَوْنَ ۚوَمَآ اَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيْدٍ ilā fir'auna wa mala`ihī fattaba'ū amra fir'aụn, wa mā amru fir'auna birasyīd Kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir‘aun, padahal perintah Fir‘aun bukanlah (perintah) yang benar.

• يَقْدُمُ قَوْمَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَاَوْرَدَهُمُ النَّارَ ۗوَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُوْدُ yaqdumu qaumahụ yaumal-qiyāmati fa auradahumun-nār, wa bi`sal-wirdul-maurụd Dia (Fir‘aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki.

• وَاُتْبِعُوْا فِيْ هٰذِهٖ لَعْنَةً وَّيَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ بِئْسَ الرِّفْدُ الْمَرْفُوْدُ wa utbi'ụ fī hāżihī la'nataw wa yaumal-qiyāmah, bi`sar-rifdul-marfụd Dan mereka diikuti dengan laknat di sini (dunia) dan (begitu pula) pada hari Kiamat.

(Laknat) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. • ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْقُرٰى نَقُصُّهٗ عَلَيْكَ مِنْهَا قَاۤىِٕمٌ وَّحَصِيْدٌ żālika min ambā`il-qurā naquṣṣuhụ 'alaika min-hā qā`imuw wa ḥaṣīd Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad).

Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. • وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَمَآ اَغْنَتْ عَنْهُمْ اٰلِهَتُهُمُ الَّتِيْ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ لَّمَّا جَاۤءَ اَمْرُ رَبِّكَۗ وَمَا زَادُوْهُمْ غَيْرَ تَتْبِيْبٍ wa mā ẓalamnāhum wa lākin ẓalamū anfusahum fa mā agnat 'an-hum ālihatuhumullatī yad'ụna surat hud dụnillāhi min syai`il lammā jā`a amru rabbik, wa mā zādụhum gaira tatbīb Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu surat hud bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang.

Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka. • وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَآ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۗاِنَّ اَخْذَهٗٓ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ wa każālika akhżu rabbika iżā akhażal-qurā wa hiya ẓālimah, inna akhżahū alīmun syadīd Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.

• اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ الْاٰخِرَةِ ۗذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌۙ لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ inna fī żālika la`āyatal liman khāfa 'ażābal-ākhirah, żālika yaumum majmụ'ul lahun-nāsu wa żālika yaumum masy-hụd Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat.

Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). • وَمَا نُؤَخِّرُهٗٓ اِلَّا لِاَجَلٍ مَّعْدُوْدٍۗ wa mā nu`akhkhiruhū illā li`ajalim ma'dụd Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan. • يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ اِلَّا بِاِذْنِهٖۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَّسَعِيْدٌ yauma ya`ti lā takallamu nafsun illā bi`iżnih, fa min-hum syaqiyyuw wa sa'īd Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.

• فَاَمَّا الَّذِيْنَ شَقُوْا فَفِى النَّارِ لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّشَهِيْقٌۙ fa ammallażīna syaqụ fa fin-nāri lahum surat hud zafīruw wa syahīq Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih, • خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ khālidīna fīhā mā dāmatis-samāwātu wal-arḍu illā mā syā`a rabbuk, inna rabbaka fa''ālul limā yurīd mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain).

Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. • ۞ وَاَمَّا الَّذِيْنَ سُعِدُوْا فَفِى surat hud خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ عَطَاۤءً غَيْرَ مَجْذُوْذٍ wa ammallażīna su'idụ fa fil-jannati khālidīna fīhā mā dāmatis-samāwātu wal-arḍu illā mā syā`a rabbuk, 'aṭā`an gaira majżụż Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.

• فَلَا تَكُ فِيْ مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هٰٓؤُلَاۤءِ ۗمَا يَعْبُدُوْنَ اِلَّا كَمَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُهُمْ مِّنْ قَبْلُ ۗوَاِنَّا لَمُوَفُّوْهُمْ نَصِيْبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوْصٍ fa lā taku fī miryatim mimmā ya'budu hā`ulā`, mā ya'budụna illā kamā ya'budu ābā`uhum ming qabl, wa innā lamuwaffụhum naṣībahum gaira mangqụṣ Maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah.

Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti surat hud menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikit pun. • وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ فَاخْتُلِفَ فِيْهِ ۗوَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚوَاِنَّهُمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ wa laqad ātainā mụsal-kitāba fakhtulifa fīh, walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum, wa innahum lafī syakkim min-hu murīb Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya.

Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh, mereka (orang surat hud Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur'an).

• وَاِنَّ كُلًّا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ اَعْمَالَهُمْ ۗاِنَّهٗ بِمَا يَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ wa inna kullal lammā layuwaffiyannahum rabbuka a'mālahum, innahụ bimā ya'malụna khabīr Dan sesungguhnya surat hud masing-masing (yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka.

Sungguh, Dia Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan. • فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ fastaqim kamā umirta wa man tāba ma'aka wa lā surat hud, innahụ bimā ta'malụna baṣīr Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas.

Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. • وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ wa lā tarkanū ilallażīna ẓalamụ fa tamassakumun-nāru wa mā lakum min dụnillāhi min auliyā`a ṡumma lā tunṣarụn Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.

• وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam.

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). • وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ waṣbir fa innallāha lā yuḍī'u ajral-muḥsinīn Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. • فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ اُولُوْا بَقِيَّةٍ يَّنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِى الْاَرْضِ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّنْ اَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۚوَاتَّبَعَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مَآ اُتْرِفُوْا فِيْهِ وَكَانُوْا مُجْرِمِيْنَ falau lā kāna minal-qurụni ming qablikum ulụ baqiyyatiy yan-hauna 'anil-fasādi fil-arḍi illā qalīlam mim man anjainā min-hum, wattaba'allażīna ẓalamụ mā utrifụ fīhi wa kānụ mujrimīn Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan.

Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. • وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا مُصْلِحُوْنَ wa mā kāna rabbuka liyuhlikal-qurā biẓulmiw wa ahluhā muṣliḥụn Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

• وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ walau syā`a rabbuka laja'alan-nāsa ummataw wāḥidataw wa lā yazālụna mukhtalifīn Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat), • اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗوَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗوَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ illā mar raḥima rabbuk, wa liżālika khalaqahum, wa tammat kalimatu rabbika la`amla`anna jahannama minal-jinnati wan-nāsi ajma'īn kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.

Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” • وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ wa kullan naquṣṣu 'alaika min ambā`ir-rusuli mā surat hud bihī fu`ādaka wa jā`aka fī hāżihil-ḥaqqu wa mau'iẓatuw wa żikrā lil-mu`minīn Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.

• وَقُلْ لِّلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْۗ اِنَّا عٰمِلُوْنَۙ wa qul lillażīna lā yu`minụna'malụ 'alā makānatikum, innā 'āmilụn Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, “Berbuatlah menurut kedudukanmu; kami pun benar-benar akan berbuat, • وَانْتَظِرُوْاۚ اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ wantaẓirụ, innā muntaẓirụn dan tunggulah, sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu.” • وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ كُلُّهٗ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ wa lillāhi gaibus-samāwāti wal-arḍi wa ilaihi yurja'ul-amru kulluhụ fa'bud-hu wa tawakkal 'alaīh, wa mā rabbuka bigāfilin 'ammā ta'malụn Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan.

Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. Quick Links • Yasin • Al Waqiah • Al Kahfi • Al Mulk • Ar Rahman • An Nasr • Al Baqarah • At Surat hud • Al Fatihah • An Nas • An Naba • Al Qariah © 2022. Litequran.net Kebijakan Privasi

011 Surah Hud by Mishary Al Afasy (iRecite)




2022 www.videocon.com