Sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Gujarat (India) ! * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Persia (Iran) ! … * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Mekah (Arab) !

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

* 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Cina ! * 20 points Menurut anda manakah teori Islam yang paling akurat kebenarannya terkait proses masuknya Islam di Indonesia (pilih salah satu), dan tuliskan alasan anda memilih teori tersebut secara singkat dan jelas ! * 20 points Sejarah Sebagai Peristiwa – Sejarah adalah sebuah gambaran mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau yang dialami oleh manusia dan disusun secara ilmiah meliputi kurun waktu tertentu, diberi tafsiran, serta dianalisis secara kritis sehingga dapat dipahami dan dimengerti.

Peristiwa tidak dapat dipisahkan dari sejarah. Peristiwa dalam sejarah harus benar-benar terjadi pada masa lampau yang dapat diperoleh dari berbagai sumber sejarah. Berikut pengertian mengenai sejarah sebagai peristiwa.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Daftar Isi • Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa • Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa Menurut Para Ahli • Syarat Sejarah Sebagai Peristiwa • 1. Objektif • 2. Unik • 3. Penting • Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Peristiwa • 1. Abadi • 2. Unik • 3. Penting • Sifat Sejarah Sebagai Peristiwa Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa Sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian pada masa lampau dan tidak dapat terulang kembali. Sejarah sebagai peristiwa memiliki arti penting bagi kehidupan manusia, karena sejarah merupakan suatu fakta, kejadian dan kenyataan yang memang benar-benar terjadi pada masa lampau yang kemudian digunakan untuk merekonstruksi kejadian pada masa tersebut.

Sejarah menyajikan berbagai penggambaran mengenai peristiwa-peristiwa yang dialami oleh manusia yang terjadi di masa lalu. Peristiwa yang benar-benar terjadi tersebut kemudian disusun secara ilmiah yang didalamnya terdapat gambaran waktu tertentu, diberi tafsiran dan kemudian dianalisis secara kritis agar mudah dipahami dan dimengerti. Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa Menurut Para Ahli Menurut Moh.

Ali dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian, kenyataan, dan aktualisasi yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lampau.

Secara umum, manusia tidak dapat sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik keseluruhan dari suatu kejadian atau peristiwa yang pernah dialaminya, sehingga banyak peristiwa-peristiwa di masa lalu yang kemudian hilang walaupun sebagian besar bisa ditemukan kembali. Untuk merekam peristiwa-peristiwa sejarah yang bisa saja lupa tersebut, sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik tulisan sebagai alat untuk mencaritakan dan menyatakan pikiran.

Melalui tulisan, manusia dapat mengingat dan menambah daya pengetahuan. Oleh karena itu, banyak yang ingin merekam kejadian atau peristiwa yang dialami dengan tulisan. Syarat Sejarah Sebagai Peristiwa Peristiwa yang terjadi pada masa lampau dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah jika memenuhi syarat-syarat berikut. 1. Objektif Objektif artinya sebuah peristiwa didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Peristiwa sejarah bukanlah peristiwa rekaan atau hasil imajinasi. Buktinya berupa foto, rekaman, kesaksian, pelaku sejarah atau arsip. 2. Unik Unik artinya tidak ada peristiwa lain yang sama dengan peristiwa yang terjadi pada waktu itu. Setiap peristiwa yang terjadi di masa lalu umumnya tidak ada yang sama di satu tempat dan tempat yang lain, dan hal itu yang membuat peristiwa sejarah unik. 3. Penting Penting artinya setiap peristiwa memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Fakta sejarah tidak hanya berupa angka, artefak, atau peristiwa, tetapi juga mengandung pelajaran serta hikmah tertentu bagi kehidupan manusia pada masa kini dan masa depan. Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Peristiwa Sejarah merupakan proses rekonstruksi peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Suatu peristiwa akan menjadi peristiwa sejarah jika mampu memengaruhi kehidupan masyarakat. Berikut ciri-ciri yang dimiliki sejarah sebagai sebuah peristiwa. 1. Abadi Peristiwa sejarah merupakan peristiwa abadi karena peristiwa tersebut tidak dapat berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.

2. Unik Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang unik karena peristiwanya tidak sama dengan peristiwa lainnya dan tidak dapat terulang lagi. 3. Penting Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang penting karena berpengaruh bagi banyak orang. Sifat Sejarah Sebagai Peristiwa Selain memiliki ciri khas, sejarah sebagai peristiwa juga memiliki sifat khas sebagai berikut. • Terdapat hubungan sebab akibat atau kausalitas dari setiap peristiwa.

• Kebenaran sejarah bersifat subjektif karena masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari kebenaran yang hakiki. • Sengaja peristiwa dan aktivitas yang terjadi masa lalu dilukiskan berdasarkan urutan waktu (kronologis). Nah, itulah pengertian mengenai sejarah sebagai peristiwa beserta ciri-ciri, syarat, dan sifat khas dari sejarah sebagai peristiwa. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai sejarah dan semoga bermanfaat.
Saban kali setiap ketemu mata pelajaran sejarah, kondisi yang saya alami cuma dua.

Tangan yang pegel, kebanyakan menulis materi yang didiktekan oleh guru yang banyaknya minta ampun atau bila materinya disalin oleh sekretaris kelas di papan tulis, untuk satu papan tulis itu nggak cukup bo' dan mata saya yang kerap sayup-sayup, mendengar sang guru history nyerocos panjang lebar mengenai materi yang kedengarannya macam lalat berdengung, nggak ada yang nyangkut di otak.

Selain membosankan, saya juga punya 'sejarah kelam' saat mempelajari sejarah yang kejadiannya walau telah lama berlalu tetap membekas dalam ingatan, sampai-sampai saya mengabadikannya di kamar kenangan ini. Bila sejarah itu kelam untuk apa dikenang? Pernah nggak terbersit pertanyaan demikian. Aih, bahkan negeri ini pun punya sejarah kelam, tiga setengah abad dijajah oleh penjajah asing, mulai dari Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda hingga Jepang.

Semuanya diabadikan dalam buku-buku sejarah sedetail-detailnya, menjadi pelajaran yang wajib diketahui anak bangsa. Mulai dari kronologis kedatangan mereka yang mulanya sekadar sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik membeli rempah-rempah namun kemudian berambisi menguasai, tertindaslah Indonesia di negerinya sendiri lalu muncul tokoh-tokoh nasional dengan pergerakan-pergerakannya (Budi Utomo, Serikat Islam, Indische Partij, dll) hingga akhirnya dengan semangat persatuan Indonesia berhasil memeluk kemerdekaannya yang diakui oleh dunia namun belum genap seperempat abad bebas dari tangan penjajah, Indonesia masih harus berhadapan dengan pemberontakan rakyat yang tergabung dalam PKI dan terjadilah peristiwa berdarah G30S/PKI.

Bahkan baru-baru ini film yang menyangkut sejarah kelam Indonesia berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI dan pernah menjadi tontonan wajib di tiap tanggal 30 September pada masa orde baru namun dihentikan setelah memasuki masa reformasi diputar kembali, dijadikan sebagai agenda nobar di seluruh penjuru Indonesia.

Meski pemutaran film G30S/PKI sempat menjadi polemik, ada yang pro ada yang kontra, entah dengan alasan apa eh kita skip saja soal itu karena saya juga nggak sempat ikut nobar film tersebut yang ditayangkan di satu tempat dan ditonton rame-rame pun tak ingat apakah saya pernah menontonnya waktu jaman Soeharto atau nggak (mungkin pernah kali yee, hehehe).

Intinya, sejarah kelam memang patut dikenang. For what?Baca juga Sejarah Kelamku Right, sejarah sekelam apa pun pasti ada hikmah di baliknya. Kita memang hidup hanya hari ini. Namun kita juga punya masa lalu dan masa depan. Masa lalu yang telah dijalani dan masa depan yang belum tersibak. Lagipula siapa yang ingin terperosok di lubang yang sama. Karena itu masa lalu penting untuk kita tengok sekali-kali.

Ibaratnya seperti kaca spion pada kendaraan. Bila tak ditengok barangkali kita akan menemui celaka di depan sana. Sebabnya, jangan biarkan masa lalu berlalu begitu saja. Ambil yang bisa dipetik. Buang yang tak penting. Ingat! Guru yang terbaik adalah pengalaman sedang pengalaman adalah tentang masa lalu, dan peristiwa yang terjadi di masa lalu itulah yang disebut sejarah. Sayangnya, selama belajar sejarah di sekolah saya tidak pernah menemukan guru yang benar-benar mengajarkan sejarah pada muridnya untuk dipahami bukan sekadar dihapal.

Guru-guru itu hanya bilang belajar sejarah itu penting tanpa menunjukkan apa pentingnya mempelajari sesuatu yang telah berlalu. Alhasil, sejauh mempelajari pelajaran tentang masa lalu di bangku sekolah, saya tidak menemukan satu pun materi yang bisa saya petik sebagai pelajaran sekolah dalam kehidupan. Saya hanya mempelajarinya di sekolah, selepas itu banyak yang terlupakan dan hanya mengingat sebagian kecil dari sejarah yang pernah saya pelajari.

Why?Baca juga buku ringan yang bikin mindset saya tentang sejarah berubah Yup, gara-gara baca buku itu saya jadi 'ngeh', baru sadar akan pentingnya mempelajari sejarah.

Sejarah tidak semestinya menjadi pelajaran yang membosankan, sebaliknya menjadi pelajaran yang menyenangkan semenyengankan belajar matematika, hehe. Toh, dibandingkan matematika, sejarah lebih mudah dipelajari. Tinggal dihapal, apa susahnya? Ups. Eits, tapi nggak semua masa lalu kita termasuk sejarah lho.

Ada tiga ciri umum peristiwa di masa lalu yang digolongkan sebagai sejarah, dan ketiganya bakal saya bahas secara singkat di postingan perdana saya mengikuti #ODOP BLOGGER MUSLIMAH edisi OKTOBER 2017 Sejarah sebagai peristiwa abadi Kalau masih ingat dengan materi sejarah saat masih duduk di bangku sekolah, pasti tahu dalam sejarah kehidupan dibagi atas dua zaman. Zaman pra aksara disebut juga zaman pra sejarah, yakni zaman dimana manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup di zaman ini disebut manusia purba.

Syukur saja kita hidup di zaman dimana tulisan bukan cuma dikenal tapi sudah menjadi aktivitas sehari-hari sehingga tidak tergolong manusia purba, hihi. Nah, zaman dimana manusia telah mengenal tulisan itulah yang disebut zaman aksara atau zaman sejarah.

Istilah sejarah sendiri baru dikhususkan ketika manusia telah mengenal tulisan. Betapa banyak kejadian di masa lampau yang barangkali tidak abadi sampai detik ini, hilang ditelan masa bila tak secuil pun jejak ditinggalkan.

Saya ambil contoh peristiwa kelahiran nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wassalam yang bertepatan ketika Abrahah dan tentara-tentara bergajahnya hendak menyerang ka'bah namun diserang pula dengan burung-burung kecil yang tiba-tiba muncul dari langit berbondong-bondong melemparkan batu-batu yang membara hingga hancurlah Abrahah dan pasukannya.

Peristiwa kelahiran nabi kemudian disebut sebagai tahun gajah. Peristiwa tersebut terjadi kurang lebih empat belas abad silam. Kita belum lahir saat itu, kita tidak ikut menyaksikan saat mereka tewas menggeliatkan bagai daun-daun yang habis dimakan ulat, tapi kita tahu jelas kronologis kisahnya. Kok bisa? Buka Al-Qur'an surah ke 115, Allah ta'ala mengabadikannya di sana.

Selain kisah tersebut ada pula kisah ashabul kahfi tentang tujuh pemuda yang terlelap dalam gua selama 309 tahun, kisah nabi Musa as saat menghadapi fir'aun, kisah nabi Yusuf as yang dibuang oleh saudara-saudaranya ke sumur, kisah Lukman saat mewasiatkan pesan amat nan berharga kepada anaknya dan masih banyak lagi 'sejarah' yang tertuang abadi dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an yang telah dikitabkan.

Belum ditambah dengan peristiwa-peristiwa lain baik peristiwa nasional maupun peristiwa mendunia yang semuanya abadi selama dituliskan. Maka beruntunglah para blogger yang senantiasa mengabadikan hidupnya dengan menulis di blog. Sebab merekalah orang-orang yang menggoreskan sejarah, minimal sejarah untuk dirinya, keluarganya dan anak cucunya kelak.

Iya nggak? Baca juga Lama Hiatus, Ini Alasan Saya Kembali Ngeblog Sejarah merupakan peristiwa unik Unik, sebab peristiwa yang dimaksud hanya terjadi sekali dan tak terulang kemudian.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Nggak usah jauh-jauh deh mikirnya. Lihat saja kelender, tanggal merah selain hari ahad. Saya ambil contoh peristiwa yang berkenaan dengan Islam. Tahun baru Hijriyah (1 Muharram), hari Kelahiran Rasul (21 rabiul awwal), Isra' Mi'raj (27 rajab), Idul Fitri (1 syawal), Idul Adha (10 Dzulhijjah), atau peristiwa yang menyangkut sejarah nasional; Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus), Hari Pancasila (1 Juni), hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), Hari Kartini (21 April), Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), dll Semua itu adalah peristiwa unik yang hanya terjadi sekali yang kemudian oleh sebab pentingnya peristiwa-peristiwa yang terjadi di hari-hari tersebut, diperingatilah tiap tahunnya, bahkan dalam Islam peristiwa unik tersebut hukumnya ada yang wajib (puasa bulan Ramadhan), ada yang sunnah (shalat Eid di hari raya) ada pula yang bid'ah bila diperingati (peringatan-peringatan yang tidak ada tuntunannya oleh Rasul).

For me, peristiwa yang termasuk unik dalam kehidupan saya adalah seperti hari lahir. Walau dulunya nggak pernah merayakan yang namanya ulang tahun dengan lilin dan kue, cuma memperingati saja tapi semenjak menikah dan dipahamkan oleh suami peringatan semacam itu tetap nggak ada dalam dien kita, bahkan meski sebatas mengucapkan sanah hilwah atau baarakallaahu fii umrik.

Kalau mau didoakan atau diberi kado nggak mesti nunggu sekali dalam setahun, kan? Boleh kapan saja, kan? Justru seorang mukmin sepatutnya sering-sering mendoakan saudara sekeyakinannya.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Tiap hari jauh lebih baik ketimbang sekali setahun. Begitu kata suami yang bikin saya mangut-mangut sambil dalam hati bergumam "benar juga", hehe Selain hari lahir, peristiwa dihalalkan dalam biduk rumah tangga (15 April) juga peristiwa hamil, melahirkan dan membesarkan anak-anak bila saya diberi amanah kelak termasuk peristiwa unik yang pengen saya jadikan sebagai sejarah dalam hidup dengan mengabadikannya di kamar kenangan ini. In syaa Allah. Sejarah merupakan peristiwa penting Ya, hanya peristiwa-peristiwa pentinglah yang menjadi sejarah.

Entah itu peristiwa manis yang membahagiakan atau peristiwa pahit yang menggetirkan. Kita selalu bisa memilih mengabadikan keduanya atau salah satu dari keduanya. Cukup yang membahagiakan saja. Tidak perlu hal-hal yang menyedihkan.

Idealnya memang demikian namun kehidupan ini tidak melulu diwarnai dengan warna-warni secerah pelangi, sebab kadang hidup kita juga dihiasi dengan warna kelam dan kelabu. Ibarat kehidupan Rasul Allah yang kelabu, sebab sejak lahir telah menjadi yatim, umur enam tahun menjadi piatu, delapan tahun ditinggal pula oleh sang kakek yang baru mengasuhnya selama dua tahun, ditambah masa-masa sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik di awal kerasulan beliau, yang dicaci, dimaki, dihina dan dipojokkan bahkan oleh paman dan kerabatnya sendiri.

Selain itu beliau juga mengalami hidup yang penuh warna ketika Allah hadirkan istri yang setia seperti khadijah dan sahabat-sahabat yang senantiasa mendukung perjuangan Rasulullaah dalam menyebarkan agama Allah baik dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Atau bila menengok kembali peristiwa kelam yang terjadi di negeri ini.

Tigaratuslimapuluh tahun dijajah oleh bangsa asing itu bukan waktu yang singkat lho. Bisa dibayangkan bila melihat saudara-saudara seukhuwah kita yang sempat kita saksikan penderitaan yang mereka alami lewat layar kaca ditindas begitu keji, disiksa sangat kejam. Mereka yang ada di palestina, di Aleppo, di Rohingya. Sungguh memilukan hati.

Barangkali para pendahulu kita yang hidup di jaman penjajahan pun hidup sama menderitanya dengan mereka. Berkorban harta, jiwa dan raga tanpa pamrih demi melihat anak cucunya hidup bebas di negeri sendiri. Bersyukur, karena kita adalah generasi yang terlahir di bumi pertiwi ketika Indonesia telah merdeka, meski sampai detik ini pun kata merdeka itu masih menyisakan tanda tanya.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan. Cukupkah pesan Ir. Soekarno dalam pidatonya di tanggal 17 Agustus 1966 ini yang menyentil hati-hati kita sebagai generasi penerus bangsa? Jangan sekali-kali Melupakan Sejarah Mengingat "agar tidak lupa" saja belum cukup, kan? Ingatan ini mudah sekali luput jadi kita selalu butuh "pena" dan "buku" agar sejarah itu tetap hidup dalam diri kita, sebagai hamba, sebagai ummat, sebagai generasi dan sebagai individu yang senantiasa berupaya menjadi manusia yang bisa memetik hikmah dari setiap peristiwa abadi, unik dan penting yang terjadi di masa lalu.

Sekian. Semangat menggelarkan sejarah :) #ODOPOKT1 Muhammad Rifqi Saifudin 21:20 Itulah pentingnya menulis, sejarah yang berada di otak manusia hanya bertahan selama manusia itu mengingat.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Selama tidak dituliskan, kemungkinan sejarah raib dan 'mengambang' terus naik ke angkasa sangat tinggi. Satu-satunya cara agar sejarah itu tetap aman, tenteram, damai dinikmati oleh semua warga masyarakat yang dengan cara menangkapnya. Salah satu cara menangkap dan menempatkannya di tempat aman, dengan menulis :) Balas Hapus Rani Bon Bon 08:57 Aku suka pelajaran sejarah, kayak baca novel berlatar belakang jaman dulu.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

Jaman sekolah emang kadang ngeselin. suruh meringkasnlah. nyatet ini, nyatet itu. gurunya enak tinggal baca, nilai. udah. Lah muridnya tangan pada pegel. jari-jari kapalan. menulis kembali apa yg sebenernya udah ada di buku teks.

bagi sebagian murid ga nyangkut ke otak. jadi ga efektif karena pikirannya, "aduh jari sakit.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

aduh pegel." haha but I made it lah. biar disuruh nyalin buku teks berlembar-lembar krn emang dasarnya suka baca. suka kepo. dapatlah tinta hitam di rapor utk sejarah bukan tinta merah. hahah Numpang curhat. :P Balas Hapus Asdita Prasetya 23:15 Aku dulu jaman sekolah malah suka pelajaran sejarah, enak gitu di ceritain bisa nambah pengetahuan umum, ya walaupun banyak yang harus di inggat, tapi mempelari sejarah menjadikan kita mengerti tentang bagaimana kondisi masalalu.

Sejarah mungkin hampir sama kayak pengalaman, ya sejarah bisa kita jadikan sebagai guru, gue juga pernah posting tentang pengalaman sebagai guru terbaik, jangan lupa di cek ya hehe. Balas Hapus Naufal F 11:28 setiap aku baca posnya mba siska, aku harus baca baik2 dulu buat paham hehe. about history.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

satu yang kuigat dulu pelajaran sejarah SMA, klo sejarah itu seni, klo ga dibumbui cerita2 dari para penulis/pembuat sejarah, ita akan bosan dan ga interest tentang hal itu. kita pun bisa membuat sejarah kita sendiri dengan menulis, nice post mba:) Balas Hapus Objektif, penting, abadi, unik dan berpengaruh besar merupakan ciri-ciri penting sejarah sebagai peristiwa. • Objektif. Suatu peristiwa disebut sejarah jika didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi atau res gestae.

• Penting. Suatu peristiwa dianggap sejarah jika memiliki arti penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. • Abadi. Suatu peristiwa dianggap sebagai sejarah jika peristiwa tersebut abadi. Artinya, peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan terus dikenang sepanjang masa. • Unik.

Peristiwa sejarah dapat dikatakan unik karena peristiwa tersebut hanya satu kali terjadi ( einmaligh). Tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang terulang kembali. • Berpengaruh besar. Suatu peristiwa dianggap sebagai sejarah jika peristiwa tersebut berpengaruh besar pada masanya dan masa-masa berikutnya.
Objektif, penting, abadi, unik, dan berpengaruh besar merupakan ciri-ciri penting sejarah sebagai peristiwa. • Objektif. Suatu peristiwa disebut sejarah jika didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi atau res gestae.

• Penting. Suatu peristiwa dianggap sejarah jika memiliki arti penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. • Abadi. Suatu peristiwa dianggap sebagai sejarah jika peristiwa tersebut abadi. Artinya, peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan terus dikenang sepanjang masa.

sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik

• Unik. Peristiwa sejarah dapat dikatakan unik karena peristiwa tersebut hanya satu kali terjadi ( einmaligh). Tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang terulang kembali. • Berpengaruh besar. Suatu peristiwa dianggap sebagai sejarah jika peristiwa tersebut berpengaruh besar pada masanya dan masa-masa berikutnya.
Ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa – Apa itu sejarah?

Sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarah memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Selain itu terdapat unsur-unsur sejarah dan ciri-ciri sejarah yang pasti ada. Apa saja karakteristik sejarah dan ciri-ciri sejarah itu? Kali ini akan dibagikan info mengenai ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa lengkap beserta penjelasannya. Pengertian Sejarah Pengertian sejarah menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Secara umum definisi sejarah adalah semua peristiwa masa lampau yang dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang dan juga pada masa yang akan datang. Selain itu unsur-unsur sejarah juga meliputi ruang dan waktu.

Sejarah pun menjadi cabang ilmu pengetahuan. Sejarah sebagai ilmu pengetahuan digunakan untuk mempelajari kejadian dan peristiwa di masa lampau. Di Indonesia, pelajaran sejarah difokuskan pada asal usul negara Indonesia mulai dari zaman Kerajaan Hindu-Budha, zaman Kerajaan Islam, era penjajahan Belanda, era penjajahan Jepang serta masa proklamasi kemerdekaan Indonesia.

(baca juga ciri-ciri sejarah sebagai ilmu) Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Peristiwa Secara umum, terdapat 3 ciri-ciri ilmu sejarah yang paling utama dan pasti ada. Tiga ciri sejarah sebagai peristiwa tersebut adalah unik, abadi dan memiliki pengaruh besar. Berikut akan kami jelaskan ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa lengkap beserta penjelasan dan pembahasannya.

1. Unik Ciri-ciri sejarah yang pertama adalah unik atau einmaleg. Artinya peristiwa sejarah hanya akan terjadi satu kali saja dan tidak akan pernah terulang kembali. Di masa mendatang mungkin akan terjadi peristiwa yang mirip, namun tentu akan terdapat beberapa perbedaan dan tidak sama persis dengan peristiwa sebelumnya. Untuk itu sejarah itu unik dan hanya terjadi 1 kali saja. 2. Abadi Peristiwa sejarah bersifat abadi.

Artinya peristiwa sejarah tidak sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik pernah berubah. Sejarah juga akan tetap dikenang sepanjang masa. Oleh karena itu peristiwa sejarah dapat dikatakan abadi karena sudah terjadi dan tidak akan berubah. 3. Berpengaruh Sejarah tentu memiliki pengaruh besar yang ditimbulkan. Akan ada efek dan dampak yang ditimbulkan dari suatu peristiwa sejarah.

Hal ini membuat sejarah menjadi sangat penting. Sejarah memiliki pengaruh yang sangat besar dan dapat mempengaruhi banyak orang sehingga dapat mengenang peristiwa tersebut. Nah itulah info sejarah mengenai pengertian sejarah, definisi sejarah serta ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa dan pembahasannya. Sifat-sifat sejarah adalah unik, abadi dan berpengaruh.

Sebagai manusia tentu kita harus menghargai sejarah. Kita juga harus belajar dari sejarah agar bisa menjadi lebih baik. Sekian info sejarah kali ini, semoga bisa jadi referensi pengetahuan umum. Artikel Terbaru • 50+ Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Nama Latinnya [Lengkap] • 30+ Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Pengertiannya • 4+ Fungsi Sosiologi Bagi Masyarakat Beserta Peran dan Manfaatnya • Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri penting abadi dan unik Secara Umum • 8+ Unsur Intrinsik Novel Beserta Pengertian dan Contohnya [Lengkap] Artikel PilihanKOMPAS.com - Sejarah tidak dapat terlepas dari unsur manusia, ruang, dan waktu.

Sebuah peristiwa sejarah pasti terintegrasi dengan aspek-aspek kehidupan. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (1996) karya Helius Sjamsudin dan Ismaun, sejarah pada umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu: • Sejarah sebagai ilmu • Sejarah sebagai peristiwa • Sejarah sebagai kisah Sejarah sebagai peristiwa memiliki arti bahwa sejarah merupakan kenyataan atau realitas yang terjadi pada masa lalu.

Untuk menilai kebenarannya, sebuah peristiwa sejarah harus memiliki bukti-bukti yang menguatkan, seperti saksi mata peristiwa, peninggalan-peninggalan, dokumen, dan catatan. Baca juga: Pendekatan Multidimensional dalam Sejarah Sejarah sebagai peristiwa selalu berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya.

Oleh karena itu, sejarah sering dikelompokan secara tematis menurut tema peristiwa yang dibahas. Contoh dari tema sejarah adalah sejarah agraria, sejarah politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah pendidikan, dan lainnya. Terdapat ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan peristiwa sejarah dengan peristiwa biasa.

Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (2001) karya Kuntowijoyo, sejarah sebagai peristiwa memiliki tiga ciri utama yaitu: Unik Peristiwa sejarah adalah peristiwa yang unik karena hanya terjadi satu kali dan tidak mungkin terulang kembali dengan bentuk yang sama persis.

Setiap peristiwa sejarah akan berbeda dengan peristiwa sebelumnya. Meski terkadang jenis peristiwanya sama, namun pelaku, tempat, dan waktunya pasti akan berbeda. Baca juga: Contoh Sumber Sejarah Sekunder Contoh peristiwa sejarah bersifat unik adalah peristiwa 1948 di Madiun hanya berlangsung sekali dan tidak terulang.

Analisis unsur-unsur peristiwa sejarah




2022 www.videocon.com