Jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Energi yang dibutuhkan mahluk hidup untuk melakukan metabolisme dihasilkan dari rangkaian proses yang panjang. Salah jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel proses dalam rangkaian tersebut adalah proses respirasi. Respirasi merupakan proses perombakan atau memecah senyawa organik (senyawa energi tinggi atau SET) melalui serangkaian tahapan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Respirasi juga sering disamakan dengan pernapasan, kendatipun proses respirasi sebetulnya mencakup proses-proses yang tidak tercakup dalam proses pernapasan.

Dari sudut pandang ilmu biologi, dikenal ada 2 jenis respirasi, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Apa itu respirasi aerob dan apa itu respirasi aerob? Pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian dan fungsi keduanya lengkap beserta perbedaan respirasi aerob dan anaerob yang mungkin perlu diketahui untuk menambah kelengkapan pemahaman kita terkait metabolisme mahluk hidup.

Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob Dirunut dari pengertiannya, respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam suasana aerob (ada oksigen) yang umumnya dilakukan oleh organisme tingkat tinggi.

Sementara respirasi anaerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam suasana anaerob yang umumnya dilakukan oleh organisme tingkat rendah. Berdasarkan pengertian di atas, dapat kita simpulkan beberapa perbedaan antara respirasi aerob dan anaerob. Perbedaan tersebut antara lain meliputi proses, lokasi, hingga produk yang dihasilkannya masing-masing.

Perbedaan respirasi aerob dan anaerob ditunjukan seperti tabel di bawah ini. Perbedaan Respirasi Aerob Respirasi Anaerob Keberadaan oksigen Dibutuhkan Tidak dibutuhkan Energi yang dihasilkan Menghasilkan 36 ATP energi Menghasilkan 2 ATP energi Hidrogen yang terlepas Menghasilkan karbondioksida dan air secara sempurna Menghasilkan karbondioksida dan air secara tidak sempurna Hasil Samping Hidrogen yang terlepas Membentuk air Membentuk asam laktat dan etanol Proses dan Tahapan Kompleks, yaitu glikolisis, siklus krebs, dan transpor elektron Sederhana, yaitu glikolisis atau fermentasi Lokasi Mitokondria Sitoplasma 1.

Perbedaan Kebutuhan Oksigen Seperti disinggung pada pengertian keduanya, perbedaan antara respirasi aerob dan anerob salah satunya terletak pada butuh atau tidaknya organisme terhadap adanya oksigen dalam proses respirasi yang dilakukannya.

Pada respirasi aerob, oksigen sangat dibutuhkan karena merupakan unsur penting yang menunjang keberhasilan katabolisme. Sementara dalam proses respirasi aerob, organisme tidak membutuhkan keberadaan oksigen.

2. Perbedaan Lokasi Proses respirasi aerob dan anaerob juga terjadi pada lokasi yang berbeda. Respirasi aerob umumnya terjadi pada organel sel yang disebut mitokondria, sementara respirasi anaerob umumnya berlangsung di sitoplasma. 3. Perbedaan Proses dan Tahapan Perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga terletak pada proses dan tahapannya.

Proses respirasi aerob cenderung lebih rumit dan kompleks karena melalu tahapan yang antara lain glikolisis, siklus krebs, dan transpor elektron. Sementara respirasi anaerob memiliki proses yang cenderung sederhana, yakni melalui tahapan glikolisis atau fermentasi. 4. Perbedaan Produk Energi yang Dihasilkan Proses respirasi aerob akan menghasilkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan proses respirasi anaerob. Respirasi aerob umumnya menghasilkan energi sebesar 36 ATP, sementara respirasi anaerob hanya menghasilkan energi sebesar 2 ATP.

Perbedaan Mentega dan Margarin 5. Perbedaan Hasil Samping Selain dari produk energi yang dihasilkannya, perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga terletak pada hasil samping yang terbentuk selama proses. Respirasi aerob merombak substrat menjadi karbondioksida dan air secara sempurna, artinya semua hdrogen yang terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan air. Sementara itu, dalam respirasi anaerob substrat dirombak menjadi air secara tidak sempurna.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Sebagian hidrogen yang terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan senyawa lain dan membentuk berbagai jenis asam seperti asam piruvat, asam laktat. dan etanol. Nah, demikianlah beberapa perbedaan respirasi aerob dan anaerob yang dapat kami jelaskan secara singkat. Sebetulnya ada banyak perbedaan antara kedua proses respirasi ini, hanya saja beberapa perbedaan di atas adalah perbedaan yang paling prinsip sehingga sudah cukup menjelaskan proses antara kedua respirasi tersebut.

Semoga bisa bermanfaat. Konten dalam situs Dan Perbedaan ini berasal dari studi pustaka yang ditunjang oleh sedikit pengalaman penulis. Jika ada permintaan untuk menjelaskan perbedaan antara 2 hal, silakan sampaikan melalui formulir kontak di samping atau melalui line berikut: Email : danperbedaan@gmail.com BBM : 26B2 3553 Bagi Anda yang membutuhkan konten ini, dipersilakan melakukan copy paste dengan menyertakan link sumber.

Salam ! Administrator Dan Perbedaan Respirasi aerob dan anaerob adalah dua jenis respirasi seluler yang umum.

Respirasi seluler adalah serangkaian reaksi metabolisme yang terjadi di sel organisme untuk mengubah energi biokimia dari nutrisi menjadi adenosin trifosfat (ATP), dan kemudian melepaskan produk limbah. Banyak sel dapat melakukan respirasi aerob atau anaerob, tergantung pada ketersediaan oksigen. Pada artikel ini, pahami perbedaan mendasar antara respirasi aerob dan anaerob.

Apa Itu Respirasi Aerob? Respirasi aerob adalah proses yang terjadi di mitokondria dan dapat digambarkan sebagai pemecahan glukosa dengan adanya oksigen untuk menghasilkan lebih banyak energi. Oksigen merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menghasilkan energi/ATP (adenosin trifosfat).

Meskipun dalam prosesnya lemak, protein dan karbohidrat dikonsumsi sebagai reaktan, ini adalah metode pemecahan piruvat yang lebih disukai dalam glikolisis dan mengharuskan piruvat memasuki mitokondria untuk dioksidasi sepenuhnya oleh siklus Kreb. Produk dari proses respirasi aerob ini adalah karbon dioksida dan air, tetapi energi yang ditransfer digunakan untuk memutuskan ikatan di ADP karena gugus fosfat ketiga ditambahkan untuk membentuk ATP, melalui fosforilasi tingkat substrat, NADH dan FADH2.

Dalam sel aerob, rantai transpor elektron, dan sebagian besar reaksi kimia respirasi, terjadi di mitokondria. Sistem membran mitokondria membuat proses jauh lebih efisien dengan memusatkan reaktan kimia respirasi di satu tempat kecil.

Manusia dan hewan lain bergantung pada respirasi aerob untuk jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel hidup, tetapi dapat memperpanjang hidup atau kinerja sel mereka tanpa adanya oksigen dengan menggunakan bentuk respirasi anaerob.

Ciri-ciri Respirasi Aerob: • Respirasi aerob dapat digambarkan sebagai pemecahan glukosa dengan adanya oksigen untuk menghasilkan lebih banyak energi. • Ini adalah proses permanen yang berlanjut sepanjang kehidupan tumbuhan dan hewan. • Respirasi aerob terjadi di sitoplasma dan mitokondria. • Respirasi aerob sangat umum pada hewan, manusia dan tumbuhan tingkat tinggi.

• Produk akhir dari respirasi aerob adalah ATP, karbon dioksida (CO 2) dan air (H 2O). • Respirasi aerob melibatkan Glikolisis, rantai pernapasan (transportasi elektron dan fosforilasi oksidatif) dan siklus Kreb juga disebut sebagai (siklus asam trikarboksilat atau siklus asam sitrat). • Jumlah energi yang dilepaskan selama respirasi aerob sangat tinggi (antara 36 hingga 38 ATP). Ini karena fakta bahwa glukosa sepenuhnya teroksidasi. • Ini membutuhkan oksigen dan glukosa untuk menghasilkan energi.

• Jantung dan otak membutuhkan respirasi aerob untuk menerima energi sehingga manusia tetap hidup. • Respirasi aerob adalah proses panjang untuk produksi energi. • Proses respirasi aerob tidak beracun bagi tumbuhan dan hewan.

Apa Itu Respirasi Anaerob? Respirasi anaerob adalah pemecahan glukosa tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan energi. Ini juga dapat digambarkan sebagai proses menciptakan energi tanpa kehadiran oksigen. Tujuan respirasi anaerob adalah untuk mengembalikan stok NAD+ karena molekul ini sangat penting dalam Glikolisis. Dengan memulihkan NAD+ melalui jalur anaerob, organisme dapat terus memproduksi ATP melalui Glikolisis.

Selama respirasi anaerob pada tumbuhan dan ragi, piruvat diubah menjadi etanol dan karbon dioksida sedangkan selama respirasi anaerob pada hewan, piruvat diubah menjadi laktat (atau laktat). Dalam sel anaerob, respirasi terjadi di sitoplasma, karena sebagian besar sel anaerob tidak memiliki organel khusus.

Kebanyakan sel yang menggunakan respirasi anaerob adalah bakteri atau archaea. Rangkaian reaksi biasanya lebih pendek dan menggunakan akseptor elektron seperti sulfat, nitrat, belerang atau fumarat sebagai pengganti oksigen.

Ciri-ciri Respirasi Anaerob • Respirasi anaerob dapat digambarkan sebagai pemecahan glukosa tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan energi. • Ini adalah proses permanen dalam mikroorganisme anaerob tetapi proses sementara pada tumbuhan dan hewan tingkat tinggi hanya dalam kondisi anaerob. • Respirasi anaerob hanya terjadi di sitoplasma.

• Respirasi anaerob umum terjadi pada mikroorganisme tertentu (ragi, beberapa bakteri, protozoa, jamur, dan cacing parasit) tetapi sangat jarang terjadi pada semua tumbuhan dan hewan tingkat tinggi.

• Produk akhir dari respirasi anaerob adalah ATP, karbon dioksida (CO2), Etanol (CHOOH) atau Asam Laktat (C 3H6O 3). • Respirasi anaerob melibatkan Glikolisis dan fermentasi. • Jumlah energi yang dilepaskan dalam respirasi anaerob rendah. Energi yang dilepaskan hanya 5% dari energi yang tersedia dalam glukosa karena glukosa tidak sepenuhnya teroksidasi. • Respirasi anaerob tidak memerlukan oksigen tetapi hanya menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi.

• Respirasi anaerob memainkan peran besar dalam industri minuman terutama selama fermentasi ragi untuk menghasilkan etil alkohol atau etanol.

• Respirasi anaerob adalah proses produksi energi yang cepat jika dibandingkan dengan respirasi aerob. • Proses respirasi anaerob sering beracun bagi tumbuhan dan hewan. • Senyawa organik dan anorganik dapat digunakan sebagai akseptor elektron dalam respirasi anaerob. Senyawa anorganik termasuk nitrat (NO–3) dan besi besi (Fe3+).

Senyawa organik termasuk DMSO. • Pengurangan senyawa anorganik tertentu oleh mikroba anaerob sering memiliki beberapa signifikansi ekologis. Apa Persamaan Antara Respirasi Aerob Dan Anaerob? • Respirasi aerob dan anaerob melibatkan reaksi kimia yang terjadi di dalam sel untuk menghasilkan energi, yang diperlukan untuk proses aktif.

• Respirasi aerob dan anaerob menggunakan rantai transpor elektron untuk memindahkan energi jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel penyimpanan jangka panjangnya dalam gula ke bentuk yang lebih bermanfaat.

• Respirasi aerob dan anaerob menggunakan senyawa kimia yang sangat tereduksi seperti NADH dan FADH2. • Respirasi aerob dan anaerob dimulai dengan proses Glikolisis (pemecahan gula). • Keduanya merupakan proses yang menghasilkan produksi energi.

• Dalam kedua proses, karbon dioksida dilepaskan sebagai produk akhir. • Setelah Glikolisis, baik sel anaerob maupun aerob mengirim dua bagian glukosa melalui rantai panjang reaksi kimia untuk menghasilkan lebih banyak ATP dan mengekstrak elektron untuk digunakan dalam rantai transpor elektronnya.

Perbedaan DASAR PERBANDINGAN RESPIRASI AEROB RESPIRASI ANAEROB Deskripsi Respirasi aerob dapat digambarkan sebagai pemecahan glukosa dengan adanya oksigen untuk menghasilkan lebih banyak energi. Respirasi anaerob dapat digambarkan sebagai pemecahan glukosa tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan energi. Sifat Ini adalah proses permanen yang berlanjut sepanjang kehidupan tumbuhan dan hewan. Ini adalah proses permanen dalam mikroorganisme anaerob tetapi proses sementara pada tumbuhan dan hewan tingkat tinggi hanya dalam kondisi anaerob.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Kejadian Itu terjadi di sitoplasma dan mitokondria. Itu terjadi di sitoplasma saja. Kehadiran Ini sangat umum pada hewan, manusia dan tumbuhan tingkat tinggi.

Hal ini umum terjadi pada mikroorganisme tertentu (ragi, beberapa bakteri, protozoa, jamur dan cacing parasit) tetapi sangat jarang pada semua tumbuhan dan hewan tingkat tinggi.

Produk Akhir Produk akhir dari adalah Jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel, karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Produk akhirnya adalah ATP, karbon dioksida (CO2), Etanol (CHOOH) atau Asam Laktat (C3H6O3). Apa yang Dibutuhkan Ini melibatkan Glikolisis, rantai pernapasan (transportasi elektron dan fosforilasi oksidatif) dan siklus Kreb juga disebut sebagai (siklus asam trikarboksilat atau siklus asam sitrat).

Ini melibatkan Glikolisis dan fermentasi. Energi Dilepaskan Jumlah energi yang dilepaskan selama respirasi aerob sangat tinggi (antara 36 hingga 38 ATP). Jumlah energi yang dilepaskan dalam respirasi anaerob rendah.

Kebutuhan Oksigen Ini membutuhkan oksigen dan glukosa untuk menghasilkan energi. Itu tidak membutuhkan oksigen tetapi hanya menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi. Aplikasi Dalam Kehidupan Nyata Jantung dan otak membutuhkan respirasi aerob untuk menerima energi sehingga manusia tetap hidup.

Ini memainkan peran besar dalam industri minuman terutama selama fermentasi ragi untuk menghasilkan etil alkohol atau etanol. Proses Ini adalah proses yang panjang untuk menghasilkan energi. Ini adalah proses produksi energi yang cepat jika dibandingkan dengan respirasi aerob. Toksisitas Proses respirasi aerob tidak beracun bagi tumbuhan dan hewan. Proses respirasi anaerob sering beracun bagi tumbuhan dan hewan.

Apakah Singtrix masih dalam bisnis? Apakah Singtrix sepadan dengan uangnya? Apakah sitkom kain basah kain kering itu nyata? Apakah Steve Carell benar-benar menangis di kantor? Apakah sulit membuat dendeng sapi? Apakah sunroof panoramik sepadan?
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Respirasi sel adalah proses di mana energi yang tersimpan dalam glukosa dilepaskan oleh sel-sel.

Respirasi sel berlangsung dalam berbagai tahap. Ini terjadi pada manusia, tanaman, hewan dan bahkan dalam bakteri mikroskopis. Mesin pernapasan terletak di sel-sel tubuh. Selama respirasi sel, energi dari glukosa dilepaskan dengan adanya oksigen.

Proses ini secara ilmiah dikenal sebagai respirasi aerobik. Respirasi anaerobik terjadi tanpa adanya oksigen. Respirasi sering disebut juga katabolisme merupakan proses pemecahan bahan organik menjadi bahan anorganik dan melepaskan sejumlah energi (reaksi eksergonik).

Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Pada prinsipnya respirasi merupakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks), karena itu dalam reaksi tersebut diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik.

Akseptor elektron tersebut diantaranya adalah: 4.6. Sebarkan ini: Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen (H) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu (seperti : etanol, asam laktat). Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda (ada/tersedianya oksigen atau tidak).

Pada kondisi aerobik (tersedia oksigen) sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H 2O dan CO 2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat). Pada kondisi anaerobik (tidak tersedia oksigen), suatu sel akan dapat mengubah asam piruvat menjadi CO 2 dan etil alkohol serta membebaskan energi (ATP). Atau oksidasi asam piruvat dalam sel otot menjadi CO 2 dan asam laktat serta membebaskan energi (ATP). Bentuk proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi.

Proses ini juga melibatkan enzim-enzim yang terdapat di dalam sitoplasma sel. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Penjelasan Enzim Beserta Macam Dan Fungsinya Tahapan Respirasi Anaerob Pada respirasi anaerob, tahapan yang ditempuh meliputi : • Fermentasi alKohol Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis sama dengan yang terjadi pada respirasi aerob.

Beberapa organisme seperti khamir ( Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol). Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi : Alkohol – Pengertian, Jenis, Manfaat, Tata Nama dan Sifat Setelah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat mengalami dekarboksilasi (sebuah molekul CO 2 dikeluarkan) dan dikatalisis oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan energi/kalor.

Proses ini dikatakan sebagai “pemborosan” karena sebagian besar energi yang terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah sebabnya, alkohol/etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol pada mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya tinggi.

Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol ditulis : 2CH 3COCOOH ———-> 2CH 3CH 2OH + 2CO 2 + 28 kkal asam piruvat etanol/alkohol • Fermentasi asam laktat Pada sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel otot yang bekerja kerasenergi yang jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel tidaklah seimbang dengan kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O 2 yang tersedia tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang membutuhkan oksigen).

Proses fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul (secara anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk menghasilkan energi dan asam laktat.

Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut. 2CH 3COCOOH ———-> 2CH 3CHOHCOOH + 47 kka asam piruvat asam laktat Pada manusia, kejadian ini sering temukan ketika seseorang bekerja atau berolahraga berat/keras. Akibat kekurangan oksigen menyebabkan asam piruvat yang terbentuk dari tahapan glikolisis akan diuraikan menjadi asam laktat.yang menyebabkan timbulnya rasa pegal-pegal setelah seseorang bekerja/berolahraga berat/keras.

Asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan rantai transpor elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir.

Akibatnya asam piruvat direduksi karena menerima H dari NADH yang terbentuk saat glikolisis, dan terbentuklah asam laktat yang menyebabkan rasa lelah pada otot.

Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk setiap mol glukosa yang direspirasi. CH3.CO.COOH + NADH —–> CH3.CHOH.COOH + NAD + E (asam piruvat) (asam laktat) Ciri-Ciri Respirasi Anaerob Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri respirasi anaerob, antara lain: • Jika tak ada oksigen, sel tidak memliki akseptor elektron alternatif untuk memproduksi ATP • sehingga terpaksa elektron yang didapatkan dari glikolisis diangkut oleh senyawa organik, proses ini disebut • Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi dengan cara melepaskan gugus CO₂ dari piruvat melalui dekarboksilasi dan menghasilkan molekul 2 karbon asetaldehida • Asetaldehida kemudian menerima elektron dari NADH sehingga berubah menjadi etanol • Fermentasi alkohol dilakukan oleh tumbuhan.

• Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel hewan dengan cara mentransfer elektron dari NADH kembali ke piruvat. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi : Etanol – Pengertian, Msds, Rumus, Struktur, Bahaya, pH & Pembuatannya Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidupnya.

Bakteri anerob terbagi atas dua yaitu bakteri anaerob fakultatif dan bakteri anaerob obligat. • Bakteri anaerob fakultatif Bakteri anaerob fakultatif adalah bakteri yang dapat hidup dengan baik baik itu dengan oksigen atau tanpa oksigen.

Contoh-contoh bakteri anaerbo fakultatif adalah Streptococcus, Aerobacter aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus, Alcaligenesis. • Bakteri anaerob obligat Bakteri anaerob obligat adalah bakteri yang tidak membutuhkan dalam hidupnya. Jika ada oksigen bakteri tersebut akan mati. Contoh-contoh bakteri anaerob obligat adalah Prevotella melaninogenica (menyebabkan abses pada rongga mulut dan faring), Clostridium tetani (menyebabkan kejang otot), Peptostreptococcus (menyebabkan abses otak dan abses saluran kelamin wanita), Methanobacterium (menghasilkan gas metana), dan Bacteroides fragilis (menyebabkan abses atau tumpukan nanah di usus).

Contoh Bakteri Anaerob Berikut ini terdapat beberapa contoh bakteri anaerob, antara lain: • Clostridium tetani (anaerob obligat) : bakteri Gram positif,dapatmembentuk spora, danberbentuk drumstick.

Bakteri ini menyebabkan penyakitTetanus dengan infeksi melalui berbagai cara, yaitu: luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan, penyuntikan, gigitan binatang, aborsi, melahirkan atau luka pemotongan umbilicus. • Microccocus denitrificans (anaerob obligat), Bakteri Mesofil, bakteri yang hidupdan tumbuh di daerahsuhu antara 15°-55°C, dengan suhuoptimum 25°- 40°C,menimbulkan proses denitrifikasi (karena oksigen dalam tanah berkurang) yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.

Kerugiaaannya : memecccah nitrat menjadi nitrogen sehingga mengurangi kesuburan tanah.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

• Clostridium botulinum(anaerob obligat), bakteri berbentuk satu batang tungal, Gram-positif, dapat membentuk spora(Sporanya tahan panas dan dapat bertahan hidup dalam makanan dengan pemrosesan yang kurang sesuai atau tidak benar), dan dapat memproduksi racun syaraf yang kuat, bakteri tersebut tumbuh dalam makanan dan menghasilkan racun botulininyang dapat menimbulkan keracunan makanan.

• Shigella (anaerobfakultatif)genus Gram-negatif, menyebabkan penyakit disentri, Infeksi Shigella melalui proses menelan (makanan/minuman jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel terkontaminasi bakteri) atau melalui teknik seksual tertentu yang melibatkan lidah dan anus. Gejala : diare, demam, mual, muntah, kram perut, perut kembung, dan sembelit. • Staphylococcus pyogenes, Bentuk coccus, memiliki kapsul formasi staphylae, tidak mampu berbentuk spora, gram jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel, tidak bergerak, mengeluarkan exotoxin, tahan terhadap pengaruh buruk dari luar.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi : Penjelasan Jenis-Jenis Bakteri Beserta Contohnya Pengertian Respirasi Aerob Respirasi aerob merupakan sebauh reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan proses keberadaan oksigen sangat dibutuhkan yang menghasilkan energy dengan jumlah yang besar.

Energi yang disimpan dalam bentuk kimiawi yang dikenal dengan kode ATP. Energi ATP digunakan oleh sel dalam tubuh makhluk hidup, untuk menunjang pertumbuhan, gerak transportasi reproduksi dan kegiatan yang lainnya. Untuk lebih sederhananya rumus aerob digambarkan secara sederhana yaitu: C6H12+6O2=6HCO2+6H2O Ciri-Ciri Respirasi Aerob Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri rRespirasi aerob, antara lain: • membutuhkan oksigen sebagai akseptor elektron.

• Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria • Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam jumlah besar yaitu jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel ATP • Respirasi aerob terdapat 4 tahap utama yaitu Glikolisis, Dekarboksilasi Oksidatif, Siklus Krebs dan Transpor Elektron.

Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk hidupnya. Jika tidak ada oksigen, bakteri akan mati. Bakteri aerob menggunakan glukosa atau zat organik lainnya seperti etanol untuk dioksidasi menjadi CO2, H2O, dan sejumlah energi. Contoh Bakteri Aerob • Nitrosococcus : bakteri nitrit, Amfitrik, memiliki metabolisme berbasis oksigen.

Berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah (membentuk humus). • Nitrosomonas : bakteri nitrit, Amfitrik, berbentuk batang yang terdiri dari genus chemoautotrophic.berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman •.

Nitrobacter, bakteri nitrat, autotrof, Bakteri yang mengubah Nitrite menjadi Nitrate. • Bacillus, bersifat Hipertermofil, gram positifdapat hidup dan tumbuh pada suhudiatas 75°C, beberapa bakteri inibahkan dapat hidup pada suhu diatas 100°C dan dapat menghasilkan enzim-enzim penting yang digunakan dalam obat-obatan. • Mycobacterium Tuberculosis, berbentuk batang, aerob obligat, dan memiliki ciri khusus yakni adanya lapisan lilin di dinding selnya, membutuhkan oksigen, bermanifest di paru-paru mamalia karena kandungan oksigennya sangat tinggi, menyebabkan penyakit tuberkulosis,Pembelahan diri terjadi sangat lambat, yaitu sekitar 15 jam setelah infeksi terjadi.

• Nocardia, berbentuk batang, gram positif, bersifat patogen& non patogen, menyebabkan penyakit nocardiosis, mempengaruhi paru-paru bahkan seluruh tubuh. Biasanya, bakteri Nocardia tumbuh subur di rongga mulut, terutama di gusi dan kantong periodontal.

Tahapan Respirasi Aerob Proses respirasi aerob berlangsung dalam beberapa tahap yang berurutan, yaitu : • Glikolisis Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (senyawa beratom C 6 buah) menjadi 2 molekul asam piruvat (senyawa beratom C 3 buah). Peristiwa ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma) sel hidup dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen bebas) dikatalis oleh enzim-einzim antara lain: heksokinase, isomerase, fosfogliserokinase, piruvatkinase, dehidrogenase.

Tahap ini menghasilkan 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH 2. • Dekarboksilasi Oksidatif Dekarboksilasi oksidatif berlangsung di matriks mitokondria, sebenarnya merupakan langkah awal untuk memulai langkah ketiga, yaitu daur Krebs. Pada langkah ini 2 molekul asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis masing-masing diubah menjadi Asetil-KoA (asetil koenzim A) dan menghasilkan 2 NADH. • Siklus Krebs Siklus Krebs diawali dengan masuknya Asetil CoA (beratom C2) yang bereaksi dengan asam oksaloasetat (beratom C4) menghasilkan Asam Sitrat (beratom C6).

Secara bertahap Asam sitrat melepaskan 2 atom C nya sehingga kembali menjadi asam oksaloasetat(beratom C4), peristiwa ini diikuti dengan reaksi reduksi (pelepasan elektron & ion hidrogen) oleh NAD+dan FAD+ menghasilkan 2 molekul NADH 2, 2 molekul FADH 2, dan 2 molekul ATP. Dari seluruh rangkaian peristiwa siklus Krebs dihasilkan : 4 molekul CO 2, 6 molekul NADH 22 molekul FADH 2, dan 2 molekul ATP.

• Transpor Elektron Tahap akhir dari respirasi aerob adalah sistem transpor elektron sering disebut juga sistem (enzim) sitokrom oksidase atau sistem rantai pernapasan yang berlangsung pada krista dalam mitokondria. Pada tahap ini melibatkan donor elektron, akseptor elektron, dan reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Donor elektron adalah senyawa yang dihasilkan selama tahap glikolisis maupun siklus Krebs dan berpotensi untuk melepaskan elektron, yaitu NADH2 dan FADH2.

Mula-mula molekul NADH2 memasuki reaksi dan dihidrolisis oleh enzim dehidrogenase kembali menjadi ion NAD+ diikuti pelepasan 3 ATP, kemudian diikuti molekul FADH2 yang dihidrolisis oleh enzim flavoprotein kembali menjadi ion FAD+ dan menghasilkan 2 molekul ATP, keduanya juga melepaskan ion Hidrogen diikuti elektron, peristiwa ini disebut reaksi oksidasi. Selanjutnya elektron ini akan ditangkap oleh Fe+++ sebagai akseptor elektron dan dikatalis oleh enzim sitokrom b, c, dan a.

Peristiwa ini disebut reaksi reduksi. Reaksi reduksi dan oksidasi ini berjalan terus sampai elektron ini ditangkap oleh Oksigen (O 2) sehingga berikatan dengan ion Hidrogen (H+) menghasilkan H 2O (air).

Hasil akhir dari sistem transpor elektron ini adalah 34 molekul ATP, 6 molekul H 2O (air). Secara keseluruhan reaksi respirasi sel aerob menghasilkan 38 molekul ATP, 6 molekul H 2O, dan 6 molekul CO 2. Tabel berikut menjelaskan perhitungan pembentukan ATP per mol glukosa yang dipecah pada proses respirasi.

Proses ATP NADH FADH Glikolisis Dekarboksilasi oksidatif Daur Krebs Rantai transpor elektron 2 – 2 34 2 2 6 – – – 2 – Total 38 10 2 Perbedaan Respirasi Anaerob Dan Aerob Dirunut dari pengertiannya, respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam suasana aerob (ada oksigen) yang umumnya dilakukan oleh organisme tingkat tinggi.

Sementara respirasi anaerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam suasana anaerob yang umumnya dilakukan oleh organisme tingkat rendah. Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita simpulkan beberapa perbedaan antara respirasi aerob dan anaerob. Perbedaan tersebut antara lain meliputi proses, lokasi, hingga produk yang dihasilkan masing-masing. Perbedaan respirasi aerob dan anaerob ditunjukkan seperti tabel di bawah ini.

Perbedaan Respirasi Aerob Respirasi Anaerob Keberadaan Oksigen Dibutuhkan Tidak Dibutuhkan Energi yang dihasilkan Menghasilkan 36 ATP energi Menghasilkan 2 ATP energi Hidrogen yang terlepas Menghasilkan karbondioksida dan air secara sempurna Menghasilkan karbondioksida dan air secara tidak sempurna Hasil samping Hidrogen yang terlepas membentuk air Membentuk Asam Laktat dan Etanol Proses dan Tahapan Kompleks, yaitu Glikolisis, Siklus Krebs, dan Transpor Elektron Sederhana, yaitu Glikolisis atau Fermentasi Lokasi Mitokondria Sitoplasma • Perbedaan Kebutuhan Oksigen Seperti disinggung pada pengertian keduanya, perbedaan antara respirasi aerob dan anaerob salah satunya terletak pada butuh atau tudaknya organisme terhadap adanya oksigen dalam proses respirasi yang dilakukannya.

Pada respirasi aerob, oksigen sangat dibutuhkan karena merupakan unsur penting yang menunjang keberhasilan katabolisme. Sementara dalam proses respirasi anaerob, organisme tidak membutuhkan keberadaan oksigen. • Perbedaan Lokasi Proses respirasi aerob dan anaerob juga terjadi pada lokasi yang berbeda. Respirasi aerob umumnya terjadi pada organel sel yang disebut mitokondria, sementara respirasi anaerob umumnya berlangsung di sitoplasma.

• Perbedaan Proses dan Tahapan Perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga terletak pada proses dan tahapannya. Proses respirasi aerob cenderung lebih rumit dan kompleks karena melalui tahapan yang antara lain glikolisis, sikles krebs, dan transpor elektron.

Sementara respirasi anaerob memiliki proses yang cenderung sederhana, yakni melalui tahapan glikolisis atau fermentasi. • Perbedaan Produk Energi yang Dihasilkan Proses respirasi aerob akan menghasilkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan proses respirasi anaerob. Respirasi aerob umumnya menghasilkan energi sebesar 36 ATP, sementara respirasi anaerob hanya menghasilkan energi sebesar 2 ATP.

• Perbedaan Hasil Samping Selain dari produk energi yang dihasilkannya, perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga terletak pada hasil samping yang terbentuk selama proses. Respirasi aerob merombak substrat menjadi karbondioksida dan air secara sempurna, artinya semua hidrogen yang terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan air.

Sementara itu, dalam respirasi anaerob substrat dirombak menjadi air secara tidak sempurna. Sebagian hidrogen yang terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan senyawa lain dan membentuk berbagai jenis asam, seperti asam piruvat, asam laktat, dan etanol.

Demikianlah pembahasan mengenai Respirasi Anaerob dan Aerob – Pengertian, Tahapan dan Perbedaan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag aerob adalah, aerob obligat, apa saja tahap-tahap respirasi glukosa, apabila suhu meningkat maka respirasi akan, bagan katabolisme karbohidrat, bagan respirasi aerob, bakteri aerob dan anaerob pdf, ciri ciri respirasi anaerob, contoh respirasi aerob dan respirasi anaerob, dekarboksilasi oksidatif, diagram berikut ini merupakan proses respirasi aerob dan anaerob, empat tahapan reaksi pada respirasi seluler, enzim yang berperan dalam pernapasan, fermentasi asam laktat, fungsi glukosa pada respirasi anaerob, gambar respirasi aerob dan penjelasannya, hasil akhir respirasi anaerob, jelaskan istilah respirasi aerob, jelaskan mekanisme pernapasan perut, jelaskan perbedaan respirasi aerob dan anaerob, jenis reaksi pada respirasi anaerob, kelebihan dan kekurangan respirasi aerob dan anaerob, macam macam respirasi pada manusia, pengertian aerob dan anaerob, pengertian anaerob, pengertian atrik, pengertian proses aerob dan anaerob, pengertian respirasi aerob, pengertian respirasi anaerob, perbedaan aerobik dan anaerobik, perbedaan bakteri aerob dan anaerob, perbedaan respirasi aerob dan anaerob brainly, persamaan respirasi aerob dan anaerob, proses metabolisme sel, respirasi adalah, respirasi aerob dan anaerob pdf, respirasi anaerob pdf, respirasi seluler, skema respirasi aerob, skema respirasi anaerob, tabel perbedaan respirasi aerob dan anaerob, tabel tahapan respirasi aerob, tahapan respirasi yang melepaskan co2 adalah, tempat berlangsungnya respirasi aerob, tujuan respirasi Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com Respirasi aerob adalah proses yang terjadi di hadapan oksigen, menghasilkan sejumlah besar energi.

Karbon dioksida dan air dihasilkan sebagai produk limbah. Respirasi anaerob adalah proses yang terjadi tanpa menggunakan oksigen, menghasilkan sedikit energi. Alkohol atau asam laktat atau senyawa lain diproduksi sebagai produk limbah tergantung pada jenis sel yang aktif.

Semua makhluk hidup membutuhkan pasokan energi untuk menjaga sel-sel mereka berfungsi normal dan tetap sehat. Beberapa organisme, yang disebut autotrof, dapat menghasilkan energi sendiri dengan menggunakan sinar matahari melalui proses fotosintesis.

Lainnya, seperti manusia, perlu makan makanan untuk menghasilkan energi. Namun, itu bukan tipe energi sel yang digunakan untuk berfungsi. Sebaliknya mereka menggunakan molekul yang disebut Adenosin trifosfat (ATP) menjaga diri mereka sendiri berjalan. Sel-sel, karena itu, harus memiliki cara untuk mengambil energi kimia yang tersimpan dalam makanan dan mengubahnya menjadi ATP yang mereka butuhkan untuk berfungsi.

Sel-sel mengalami proses untuk membuat perubahan ini disebut respirasi selular. Dua Jenis Respirasi Sel Respirasi sel dapat aerob (yang berarti “dengan oksigen”) atau anaerob (“tanpa oksigen”). Rute mana sel-sel yang diperlukan untuk membuat ATP semata-mata tergantung pada apakah atau tidak ada cukup oksigen untuk menjalani respirasi aerobik. Jika tidak terdapat cukup oksigen untuk respirasi aerobik, maka organisme akan resor untuk menggunakan respirasi anaerobik. Respirasi aerobik Dalam rangka untuk memaksimalkan jumlah ATP yang dibuat dalam proses respirasi selular, oksigen harus hadir.

Ketika spesies eukariotik berevolusi dari waktu ke waktu, mereka menjadi lebih kompleks dengan organ dan bagian tubuh. Ini menjadi penting bagi sel untuk dapat menciptakan sebanyak mungkin ATP untuk menjaga adaptasi baru berjalan dengan baik. Atmosfer awal Bumi memiliki sangat sedikit oksigen. Barulah sesudah autotrophs menjadi berlimpah dan merilis sejumlah jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel oksigen sebagai produk sampingan dari fotosintesis yang respirasi aerobik bisa berkembang.

Oksigen memungkinkan setiap sel untuk menghasilkan berkali-kali lebih ATP daripada nenek moyang mereka yang bergantung pada respirasi anaerobik.

Proses ini terjadi dalam organel sel yang disebut mitokondria. Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob Respirasi anaerob Lebih primitif adalah proses respirasi anaerob (juga dikenal sebagai fermentasi).

Respirasi anaerobik dimulai dengan cara yang sama sebagai respirasi aerobik, tetapi berhenti bagian perjalanan melalui jalur karena oksigen tidak tersedia untuk itu untuk menyelesaikan proses respirasi aerobik.

Jenis respirasi selular membuat banyak sedikit ATP dan juga melepaskan produk sampingan dari salah satu asam laktat atau alkohol. Seperti respirasi aerobik, respirasi anaerobik terjadi di mitokondria. Fermentasi asam laktat merupakan jenis respirasi anaerobik manusia yang menjalani jika ada kekurangan oksigen.

Misalnya, pelari jarak jauh mengalami penumpukan asam laktat di otot mereka karena mereka tidak mengambil dalam oksigen yang cukup untuk bersaing dengan permintaan energi yang dibutuhkan untuk latihan. Asam laktat bahkan bisa menyebabkan kram dan nyeri pada otot seiring waktu. Fermentasi alkohol tidak terjadi pada manusia. Ragi adalah contoh yang baik dari suatu organisme yang mengalami fermentasi alkohol. Proses yang sama yang terjadi di mitokondria selama fermentasi asam laktat juga terjadi pada fermentasi alkohol.

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa produk sampingan dari fermentasi alkohol adalah etil alkohol. Fermentasi alkohol penting bagi industri bir. Pembuat bir menambahkan ragi yang akan mengalami fermentasi alkohol untuk menambahkan alkohol ke minuman.

Fermentasi anggur juga sama dan menyediakan alkohol untuk anggur. Mana yang lebih baik? Respirasi aerobik jauh lebih efisien dalam membuat ATP dari respirasi anaerobik. Tanpa oksigen, Siklus Krebs dan Rantai Transportasi Elektron dalam respirasi selular bisa didukung dan tidak akan bekerja lagi. Hal ini akan memaksa sel untuk menjalani jauh kurang efisien respirasi anaerobik. Saat respirasi aerobik dapat menghasilkan hingga 36 ATP, respirasi anaerob hanya dapat memiliki keuntungan bersih sebesar 2 ATP.

Evolusi dan Respirasi Anaerobik Merupakan jenis respirasi yang paling kuno. Karena ada sedikit atau tidak ada oksigen hadir ketika sel-sel eukariotik pertama berevolusi melalui endosimbiosis, mereka hanya bisa menjalani respirasi anaerobik. Ini bukan masalah, namun, karena sel-sel pertama yang uniseluler. Memproduksi hanya 2 ATP pada waktu itu cukup untuk menjaga jalannya sel tunggal.

Ketika organisme eukariotik multiseluler mulai muncul di Bumi, organisme yang lebih besar dan lebih kompleks yang diperlukan untuk menghasilkan lebih banyak energi.

Melalui seleksi alam, organisme dengan lebih mitokondria yang bisa menjalani respirasi aerobik selamat dan direproduksi, meneruskan adaptasi ini yang menguntungkan kepada keturunannya.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Versi yang lebih kuno tidak bisa lagi bersaing dengan permintaan ATP dalam organisme lebih kompleks dan punah. Perbedaan Jenis energi yang dibutuhkan untuk balapan jarak jauh versus pertandingan gulat jangka pendek juga dapat membantu menjelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan anaerob.

Untuk balapan jarak jauh, respirasi aerob berlangsung jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel energi dalam jumlah besar. Untuk pertandingan gulat jangka pendek, respirasi anaerob terjadi dan akan menghasilkan semburan energi kecil.

Perlombaan ini adalah latihan kardio, dan jantung harus mempertahankan laju tetap sekitar 60 hingga 80% dari maksimum, dan harus ada cukup oksigen untuk mempertahankan kekuatan otot.

Di sisi lain, latihan yang intens dan singkat seperti pertandingan gulat membutuhkan detak jantung meningkat hingga lebih dari 80% dari maksimum, dan harus ada cukup oksigen untuk sumber daya langsung. Singkatnya, respirasi aerob memungkinkan kebutuhan energi jangka panjang, dan anaerob untuk kebutuhan energi jangka pendek.

Tentu saja, sebagian besar olahraga dan kegiatan menggunakan kombinasi respirasi aerobik dan anaerobik. Ada juga perbedaan teknis lainnya antara respirasi aerob dan anaerob. Untuk aerob, sel yang terlibat termasuk yang ada di sebagian besar organisme dan sel tubuh; Namun, anaerob dapat terjadi pada sel otot dan sel darah merah, dan merupakan beberapa jenis bakteri dan ragi.

Asam laktat diproduksi selama anaerob, dan tidak ada yang diproduksi selama aerob. Sejumlah besar energi dihasilkan dalam respirasi aerobik dengan 38 molekul glukosa, dan energi rendah dengan hanya 2 molekul glukosa selama anaerob. Selain itu, reaktan untuk respirasi aerobik adalah oksigen dan glukosa, namun untuk anaerob reaktan hanya glukosa. Situs reaksi dalam sel untuk aerob berada di sitoplasma atau mitokondria, dan hanya di sitoplasma untuk respirasi anaerob. Baik respirasi aerob dan anaerob melibatkan tahap pertama yang disebut glikolisis.

Tahap tambahan dalam anaerob adalah fermentasi, tetapi dalam aerob ada siklus Krebs dan rantai transfer elektron. Akhirnya, pembakaran sempurna dalam respirasi aerobik, dan tidak lengkap selama respirasi anaerob.

Singkatnya, ketika memikirkan respirasi aerob, hubungkan dengan latihan aerobik, yang melibatkan kebutuhan akan energi dalam jumlah besar dalam periode waktu yang lama.

Oksigen hadir dan karbon dioksida dan air dihasilkan sebagai produk limbah. Untuk anaerob, ledakan pendek dan sejumlah kecil energi yang dihasilkan, oksigen tidak ada, asam laktat dan senyawa lainnya diproduksi sebagai produk limbah tergantung pada jenis sel aktif.
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Respirasi sel adalah proses di mana energi yang tersimpan dalam glukosa dilepaskan oleh sel-sel.

Respirasi sel berlangsung dalam berbagai tahap. Ini terjadi pada manusia, tanaman, hewan dan bahkan dalam bakteri mikroskopis. Mesin pernapasan terletak di sel-sel tubuh. Selama respirasi sel, energi dari glukosa dilepaskan dengan adanya oksigen. Proses ini secara ilmiah dikenal sebagai respirasi aerobik. Respirasi anaerobik terjadi tanpa adanya oksigen. Respirasi sering disebut juga katabolisme merupakan proses pemecahan bahan organik menjadi bahan anorganik dan melepaskan sejumlah energi jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel eksergonik).

Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Monera : Ciri, Contoh, Gambar, Struktur, Klasifikasi Pada prinsipnya respirasi merupakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks), karena itu dalam reaksi tersebut diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik.

Akseptor elektron tersebut diantaranya adalah: Energi ini digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan tumbuhan seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan, perkembangan.

Energi kimia yang dihasilkan dari proses respirasi adealah energi kimia dalam bentuk ATP atu senyawa berenergi tinggi lainnya (NADH dan FADH). Respirasi juga menghasilkan karbondioksida yang berperan pada keseimbangan karbon di alam. Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: • Respirasi Aerob, yaitu respirasi yang memerlukan oksigen, penguraiannya lengkap sampai menghasilkan energi, karbondioksida, dan uap air.

• Respirasi Anaerob, yaitu respirasi yang tidak memerlukan oksigen tetapi penguraian bahan organiknya tidak lengkap. Respirasi ini jarang terjadi, hanya dalam keadaan khusus. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Meristem : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri, Contoh Dan Gambarnya [LENGKAP] Pengertian Respirasi Aerob Respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobik sehingga dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Energi ini dihasilkan dan disimpan dalam bentuk energi kimia yang siap digunakan, yaitu ATP. Pelepasan gugus posfat menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi, dll.

Reaksi respirasi aerob secara sederhana : Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Organel Sel Hewan : Gambar, Bagian, Fungsi, Dan Struktur LENGKAP Perbedaan Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob Perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob dapat dijabarkan sebagai berikut: • Respirasi Aerob : Umum terjadi pada semua makhluk hidup termasuk tumbuhan, berlangsung seumur hidup, energi yang dihasilkan besar, tidak merugikan tumbuhan, memerlukan oksigen, hasil akhir berupa karbondioksida dan uap air.

• Respirasi Anaerob : Hanya terjadi dalam keadaan khusus, bersifat sementara (hanya pada fase tertentu saja), energi yang dihasilkan kecil, jika terjadi terus menerus akan menghasilkan senyawa yang bersifat racun bagi tumbuhan, tidak memerlukan oksigen, hasil akhirnya berupa alkohol atau asam laktat dan karbondioksida.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Jaringan Hewan : Jenis, Fungsi, Letak, Gambar Dan Contohnya Tabel Tahapan Respirasi aerob 4 Tahap Mekanisme Respirasi Aerob Reaksi respirasi (disebut juga oksidasi biologis) suatu karbohidrat, misalnya glukosa, berlangsung dalam empat tahapan, yaitu • Glikolisis • dekarboksilasi oksidatif piruvat • daur asam sitrat ( siklus krebs ), • transpor Elektron terminal dalam rantai respiratoris.

• Glikolisis Glikolisis adalah serangkaian reaksi kimia yang mengubah gula heksosa, biasanya glukosa, menjadi asam piruvat.

Reaksi glikolisis berlangsung di dalam sitoplasme sel dan tidak memerlukan adanya oksigen. Glikolisis dapat dibagi dalam dua fase utama, yaitu: • Fase Persiapan (Glukosa diubah menjadi dua senyawa tiga karbon) Pada fase ini pertama sekali glukosa difosforilasi oleh ATP dan enzim heksokinase membentuk glukosa-6-fosfat dan ADP.

Reaksi berikutnya melibatkan perubahan gula aldosa menjadi gula ketosa. Reaksi ini dikatalis oleh enzim fosfoglukoisomerase dan menyebabkan perubahan glukosa-6-fosfat yang difosforilasi oleh ATP dan enzim fosfofruktokinase menghasilkan fruktosa-1,6-difosfat dan ADP.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap Selanjutnya fruktosa-1,6-difosfat dipecah menjadi dua molekul senyawa tiga karbon yaitu gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroasetonfosfat, dengan bantuan enzim aldolase. Dihidroasetonfosfat dikatalis oleh enzim fosfotriosa isomerase menjadi senyawa gliseraldehida-3-fosfat.

Jadi pada fase ini dihasilkan dua gliseldehida-3-fosfat. Pada fase ini tidak dihasilkan energi tetapi membutuhkan energi 2 ATP. • Fase Oksidasi (Senyawa tiga karbon diubah menjadi asam piruvat) Dua senyawa gliseraldehida-3-fosfat diubah menjadi 1,3-difosfogliserat. Reaksi ini melibatkan penambahan fosfat anorganik pada karbon pertama dan reduksi NAD menjadi NADH 2 yang dibantu oleh enzim fosfogliseraldehida dehidrogenase.

Dengan adanya ADP dan enzim fosfogliserat kinase, asam 1,3-difosfogliserat diubah menjadi asam 3-fosfogliserat dan ATP dibentuk. Asam 3-fosfogliserat selanjutnya diubah menjadi asam 2-fosfogliserat oleh aktivitas enzim fosfogliseromutase. Pelepasan air dari 2-fosfogliserat oleh enzim enolase membentuk asam fosfoenol piruvat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rantai Makanan : Pengertian, Jenis, Jaring, Contoh Dan Gambarnya Dengan adanya ADP dan piruvat kinase, asam fosfoenolpiruvat diubah menjadi asam piruvat dan ATP dibentuk. Pada fase ini dihasilkan dua molekul asam piruvat. Pada fase ini juga dihasilkan energi sebesar 2 NADH 2 dan 4 ATP. Untuk lebih jelas, jalur glikolisis dapat diamati pada gambar berikut ini.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Fungi/Jamur : Klasifikasi Jamur, Pengertian, Contoh, Strukturnya Lengkap • Dekarboksilasi Oksidatif Piruvat Dekarboksilasi oksidatif piruvat adalah reaksi antara yang menghasilkan asetil-CoA. Dekarboksilasi oksidatif piruvat adalah proses pengubahan asam piruvat yang dihasilkan pada tahap akhir glikolisis menjadi senyawa asetil-CoA, yang jika direaksikan dengan asam oksaloasetat akan masuk ke dalam siklus krebs.

Reaksi berlangsung pada membran luar mitokondria. Reaksi ini sangat kompleks dan memerlukan beberapa kofaktor dan suatu kompleks enzim. Langkah pertama adalah pembentukan suatu kompleks antara TPP dan piruvat diikuti dengan dekarboksilasi asam piruvat. Pada langkah kedua, unit asetaldehida yang tertinggal setelah dekarboksilasi, bereaksi dengan asam lipoat membentuk kompleks asetil-asam lipoat.

Asam lipoat tereduksi dan aldehida dioksidasi menjadi asam yang membentuk suatu tioster dengan asam lipoat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Jaringan Tumbuhan [LENGKAP] : Pengertian, Ciri, Gambarnya Pada langkah ketiga, terjadi pelepasan gugus asetil dari asam lipoat ke CoASH, hasil reaksinya adalah asetil-ScoA dan asam lipoat tereduksi.

Langkah terakhir, adalah regenerasi asam lipoat dengan memindahkan elektron dari asam lipoat tereduksi ke NAD. Reaksi terakhir ini penting agar suplai asam lipoat teroksidasi secara berkesinambungan selalu tersedia untuk pembentukan asetil-SCoA dari asam piruvat.

Pada reaksi ini dihasilkan dua molekul asetil-CoA, energi sebanyak 2 NADH 2, dan 2 CO 2. Berikut ini adalah reaksi sederhana dekarboksilasi oksidatif piruvat: Asam piruvat + CoA + NAD + → Asetil-CoA + CO 2 + NADH + H + Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Protista : Mirip Jamur, Hewan, Tumbuhan, Dan Ciri Juga Klasifikasinya • Siklus Krebs Siklus krebs (daur asam sitrat atau daur trikarboksilat) merupakan pembongkaran asam piruvat secara aerob menjadi karbondioksida dan air serta sejumlah energi kimia.

Asetil-CoA merupakan mata rantai penghubung antara glikolisis dan siklus krebs. Reaksi ini berlangsung di dalam matriks mitokondria. Siklus krebs terjadi dalam 2 fase utama : • Fase Pembentukan Asam Sitrat Reaksi pertama siklus krebs adalah kondensasi asetil-CoA denga asam oksaloasetat (asam dikarboksilat berkarbon empat) membentuk asam sitrat (asam dikarboksilat berkarbon enam) dan membebaskan koenzim A (CoSH) dengan bantuan enzim kondensasi sitrat.

• Fase Regenerasi Asam Oksaloasetat Hidrasi asam sirat oleh enzim akonitase membentuk asam sis-akonitat. Dengan reaksi yang sama, asam sis-akonitat diubah menjadi asam isositrat. Reaksi berikutnya adalah asam isositrat diubah menjadi asam oksalosuksinat dengan bantuan enzim isositrat dehidrogenase dan NAD atau NADP yang pada akhirnya membentuk NADH 2 atau NADPH 2.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Animalia : Pengertian, Ciri, Dan Klasifikasi Beserta Contohnya Secara Lengkap Reaksi siklus krebs berikutnya adalah dekarboksilasi asam oksalosuksinat membentuk asam α-ketoglutarat, dikatalis enzim karboksilase sehingga menghasilkan CO 2. Selanjutnya, asam α-ketoglutarat diubah menjadi asam suksinil-SCoA dengan bantuan enzim α-ketoglutarat dehisrogenase dan NAD serta CoASH.

Pada reaksi ini dibentuk NADH 2 dan CO 2. Suksinil-SCoA diubah oleh suksinat tiokinase menjadi asam suksinat dan CoASH. Pada reaksi tiokinase energi yang tersimpan dalam tioester dari suksinil-SCoA digunakan untuk mengubah ADP+iP menjadi ATP. Oksidasi asam suksinat membentuk asam fumarat dengan bantuan suksinat dehidrogenase dan FAD. Pada reaksi ini FAD diubah menjadi FADH 2. Asam fumarat mengalami hidrasi menjadi asam malat oleh enzim fumarase. Asam malat diubah menjadi asam oksaloasetat oleh malat dehidrogenase.

Dalam proses ini NAD direduksi menjadi NADH 2. Jadi regenerasi asam oksaloasetat melengkapi siklus krebs. Pada reaksi siklus krebs (dua asetil-CoA) dihasilkan energi sebanyak 6 NADH 2, 2 FADH 2, 2 ATP dan 4 CO 2. Untuk lebih jelas, dapat diamati pada gambar berikut ini.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fotosintesis : Reaksi, Contoh, Fungsi dan Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis • Transpor Elektron dan Fosforilasi Oksidatif Proses glikolisis dan siklus krebs menghasilkan energi yang tersimpan dalam bentuk NADH dan FADH. Untuk menghasilkan ATP diperlukan sistem transpor elektron. Transpor elektron ini berlangsung di dalam membran mitokondria sebelah dalam.

Walaupun dalam reaksi ini akan diserap O 2 dan dihasilkan H 2O, namun NADH dan FADH tidak dapat bereksi langsung dengan oksigen dan molekul air tersebut. Elektron yang terlibat ditransfer melalui beberapa senyawa perantara sebelum H 2O dibentuk. Senyawa-senyawa ini membentuk sistem pengangkutan elektron pada mitokondria.

Pengangkutan elektron berlangsung mulai dari senyawa perantara yang secara termodifikasi sulit direduksi (senyawa dengan potensial reduksi negatif) menuju senyawa yang mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk menerima elektron (senyawa dengan potensial reduksi yang lebih tinggi atau bahkan positif).

Oksigen mempunyai kecenderungan tertinggi untuk menerima elektron. Setiap senyawa pembawa elektron dalam sistem ini hanya menerima elektron dari senyawa pembawa lainnya yang letaknya berdekatan dengannya. Senyawa-senyawa pembawa elektron ini tersusun secara terbaris pada bagian dalam membran mitokondria. Pada setiap mitokondria terdapat ribuan sistem pengangkutan elektron.

Lintasan utama transpor elektron dimulai dengan dua elektron dan dua ion H + dipindahkan ke NAD, sehingga direduksi menjadi NADH 2­. NADH 2­memindahkan dua elektron dan dua ion H + ke suatu enzim flavin, flavin mononukleotida (FMN) atau flavin adenin dinukleotida (FAD), sehingga mereduksi senyawa tersebut. Energi yang diperlukan untuk mereduksi FAD kurang dari yang dilepaska oleh oksidasi NADH 2 dan energi sisanya digunakan untuk sintesis satu molekul ATP dari ADP dan iP.

Selanjutnya FADH 2mereduksi suati enzim besi yang terkait dengan gugus SH. Senyawa ini mereduksi dua molekul enzim porfirin-besi pemindah elektron yaitu sitokrom b. Sitokrom b mereduksi senyawa fenolik menjadi kinon dan ubiquinon; pada titik ini perlu ditambahkan ion H + dan eklektron. Elektron dari ubiquinon kemudian mereduksi sitokrom c, dua ion H + meninggalkan sistem angkutan. Pada titik ini, dibebaskan energi yang cukup untuk sintesis molekul aTP kedua untuk setiap dua elektron yang dipindahkan.

Sitokrom c mereduksi sitokrom a yang selanjutnya mereduksi sitokrom a 3 dan pada titik ini dibentuk ATP ketiga untuk setiap dua elektron yang dipindahkan. Sitokrom a 3 merupakan anggota sistem transpor elektron yang dapat bereaksi dengan molekul oksigen.

Sitokrom a dan a 3 membentuk suatu asosiasi molekuler yang disebut sitokrom oksidase yang secara kimia belum dapat dipisahkan. Dua elektron dipindahkan ke satu atom oksigen ( O 2). Ini menyempurnakan pemindahan dua elektron dari tingkat energi tinggi yang dimiliki substrat (AH 2) ke tingkat energi rendah yang terdapat dalam air. Energi yang dilepaskan oleh oksidasi substrat disimpan dalam tiga molekul ATP yang disintesis di sepanjang proses angkutan elektron.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut. Proses Transpor Elektron Pembentukan ATP dalam sistem transpor elektron (rantai respiratoris) dikenal juga sebagai fosforilasi oksidatif biologis.

Proses keseluruhan oksidasi biologis mempunyai dua fungsi yaitu menghasilkan energi dan menyediakan senyawa antara untuk sintesis. Jika dihitung jumlah ATP yang dihasilkan dalam oksidasi biologis, dengan bahan awal adalah satu molekul glukosa, maka akan diperoleh 38 molekul ATP. Jalur Pentosa Fosfat Setelah tahun 1950, mulai disadari bahwa glikolisis dan siklus krebs bukan merupakan rangkaian reaksi satu-satunya bagi tumbuhan untuk mendapatkan energi dari oksidasi gula menjadi karbondioksida dan air.

Lintasan yang berbeda ini disebut dengan Lintasan Pentosa Fosfat (LPF), karena terbentuk senyawa antara yang terdiri atas lima atom karbon. Lintasan ini juga disebut sebagai Lintasan Fosfoglukonat. Beberapa senyawa lintasan pentosa jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel juga anggota daur calvin, tempat gula fosfat disintesis di kloroplas. Perbedaan utama antara daur calvin dan lintasan pentosa fosfat adalah pada lintasan pentosa fosfat gula fosfat tidak disintesis melainkan dirombak.

Dalam hal ini, reaksi pentosa fosfat serupa dengan reaksi glikolisis hanya perbedaannya lintasan pentosa fosfat penerima elektronnya selalu NADP +, sedangkan di glikolisis penerima elektronnya adalah NAD +. Jalur pentosa fosfat ini terjadi di dalam sitoplasma sel. Reaksi LPF pertama melibatkan glukosa-6-fosfat, yang berasal dari perombakan pati fosforilase di glikolisis, dari penambahan fosfat akhir pada ATP ke glukosa atau langsung dari fotosintesis.

Senyawa ini segera dioksidasi oleh glukosa-6-fosfat dehidrogenase menjadi 6-fosfoglukono-laktona. Laktona ini secara cepat dihodrolisis oleh laktonase menjadi 6-fosfoglukonat, kemudian senyawa ini diderkaboksilasi secara oksidatif menjadi ribulosa-5-fosfat oleh 6-fosfoglukonat dehidrogenase.

Selanjutnya ribulosa-5-fosfat oleh isomerase diubah menjadi ribosa-5-fosfat, dan oleh epimerase diubah menjadi xilulosa-5-fosfat. Ribosa-5-fosfat dan xilulosa-5-fosfat yang dihasilkan kemudian oleh transketolase diubah menjadi sedoheptulosa-7-fosfat dan 3-fosfogliseraldehid (gliseraldehida-3-fosfat).

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Selanjutnya oleh transsaldolase, sedoheptulosa-7-fosfat dan 3-fosfogliseraldehid diubah menjadi eritosa-4-fosfat dan fruktosa-6-fosfat. Setelah itu xilulosa-5-fosfat dengan eritosa-4-fosfat oleh transkelotase diubah menjadi 3-fosfogliseraldehida dan fruktosa-6-fosfat, yang merupakan senyawa antara pada glikolisis.

Jadi, LPF dapat dianggap sebagai jalur alternatif menuju senyawa yang akan dirombak oleh glikolisis. Reaksi-reaksi ini dipicu oleh enzim isomerase, epimerase, transketolase, dan transaldolase. Dari jalur LPF, dua molekul NADP direduksi bagi setiap molekul CO 2yang dilepaskan dari glukosa, yang akan menghasilkan enam molekul ATP. Jika 3-fosfogliseraldehida yang dihasilkan LPF masuk ke jalur glikolisis dan selanjutnya ke siklus krebs, maka energi yang dihasilkan adalah 37 ATP per molekul glukosa yang dioksidasi.

Untuk lebih jelasnya dapat diamati pada gambar berikut ini. Proses Jalur Pentosa Fosfat Fungsi lintasan pentosa fosfat adalah: • Produksi NADPH, senyawa ini kemudian dapat dioksidasi untuk menghasilkan ATP. • Terbentuknya senyawa eritosa-4-fosfat, senyawa ini merupakan bahan baku essensial untuk pembentukan senyawa fenolik seperti sianin dan lignin.

• Menghasilkan ribulosa-5-fosfat yang merupakan bahan baku unit ribosa dan deoksiribosa pada nukleutida pada RNA dan DNA. Pengertian Respirasi Anaerob Respirasi anaerob adalah salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen (H) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu (seperti : etanol, asam laktat).

Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda (ada/tersedianya oksigen atau tidak). Pada kondisi aerobik (tersedia oksigen) sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H 2O dan CO 2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat). Pada kondisi anaerobik (tidak tersedia oksigen), suatu sel akan dapat mengubah asam piruvat menjadi CO 2 dan etil alkohol serta membebaskan energi (ATP).

Atau oksidasi asam piruvat dalam sel otot menjadi CO 2 dan asam laktat serta membebaskan energi (ATP). Bentuk proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi. Proses ini juga melibatkan enzim-enzim yang terdapat di dalam sitoplasma sel. Pada respirasi anaerob, tahapan yang ditempuh meliputi : • Tahapan glikolisis, dimana 1 molekul glukosa (C6) akan diuraikan menjadi asam piruvat, NADH dan 2 ATP • Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol), atau pembentukan asam laktat (fermentasi asam laktat) • Akseptor elektron terakhir bukan oksigen, tetapi senyawa lain seperti : alkohol, asam laktat.

Energi (ATP) yang dihasilkan sekitar 2 ATP. Mekanisme Respirasi Anaerob • Fermentasi Etanol • Fermentasi Alkohol • Fermentasi Asam laktat Pada kebanyakan tumbuhan dan hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada suatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut akan melangsungsungkan respirasi anaerob untuk dapat bertahan hidup. Pada umumnya respirasi anaerob pada makhluk hidup hanya terjadi jika persediaan oksigen bebas ada di bawah batas minimum.

Respirasi anaerob lazim disebut sebagai fermentasi. • Fermentasi Etanol Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel tanpa membutuhkan oksigen. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lainnya dapat juga dihasilkan dari proses fermentasi ini seperti asam butirat dan aseton.

Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya. Pada banyak tumbuhan yang biasa tumbuh di darat, penggenangan dalam air dalam waktu yang lama merupakan ancaman bagi kehidupannya. Hal ini dikarenakan respirasi aerob akan terhenti sama sekali, sehingga terjadilah respirasi anaerob yang terkadang tidak mencukupi energi yang dibutuhkannya, dan akumulasi zat beracun akibat respirasi anaerob dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kematian bagi tumbuhan tersebut.

Fermentasi yang umum terjadi pada tumbuhan adalah fermentasi alkohol atau fermentasi etanol. Pada proses fermentasi, satu molekul glukosa diubah menjadi dua molekul etanol dan dua molekul karbondioksida. Seperti pada glikolisis, glukosa diubah menjadi asam piruvat selama proses fermentasi. Kemudian asam piruvat diubah menjadi etanol dan karbondioksida dengan bantuan enzim karboksilase dan alkohol dehidrogenase.

Berikut ini adalah gambar proses fermentasi etanol. Proses Fermentasi Etanol • Fermentasi Alkohol Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis sama dengan yang terjadi pada respirasi aerob. Beberapa organisme seperti khamir ( Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol).

Setelah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat mengalami dekarboksilasi (sebuah molekul CO 2 dikeluarkan) dan dikatalisis oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan energi/kalor.

Proses ini dikatakan sebagai “pemborosan” karena sebagian besar energi yang terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah sebabnya, alkohol/etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol pada mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya tinggi. Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol ditulis : 2CH 3COCOOH ———-> 2CH 3CH 2OH + 2CO 2 + 28 kkal asam piruvat etanol/alkohol • Fermentasi Asam laktat Pada sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel otot yang bekerja kerasenergi yang tersedia tidaklah seimbang dengan kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O 2 yang tersedia tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang membutuhkan oksigen).

Proses fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul (secara anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk menghasilkan energi dan asam laktat.

Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut. 2CH 3COCOOH ———-> 2CH 3CHOHCOOH + 47 kka • asam piruvat asam laktat Proses Fermentasi Asam laktat Pada manusia, kejadian ini sering temukan ketika seseorang bekerja atau berolahraga berat/keras.

Akibat kekurangan oksigen menyebabkan asam piruvat yang terbentuk dari tahapan glikolisis akan diuraikan menjadi asam laktat.yang menyebabkan timbulnya rasa pegal-pegal setelah seseorang bekerja/berolahraga berat/keras.

Asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan rantai transpor elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir. Akibatnya asam piruvat direduksi karena menerima H dari NADH yang terbentuk saat glikolisis, dan terbentuklah asam laktat yang menyebabkan rasa lelah pada otot. Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk setiap mol glukosa yang direspirasi.

CH3.CO.COOH + NADH —–> CH3.CHOH.COOH + NAD + E (asam piruvat) (asam laktat) Respirasi IntraMolekuler Respirasi antar atau intramolekul terjadi sama seperti pada proses fermentasi. Respirasi anaerob pada tumbuhan disebut juga respirasi intramolekul, mengingat, bahwa respirasi ini hanya terjadi di dalam molekul saja.

dalam respirasi anaerob, oksigen tidak diperlukan; juga di dalam proses ini hanya ada pengubahan zat organik yang satu menjadi zat organik yang lain. Contohnya perubahan gula menjadi alkohol, di mana pada hakikatnya hanya ada pergeseran tempat-tempat antara molekul glukosa dan molekul alkohol. Beberapa spesies bakteri dan mikroorganisme dapat melakukan respirasi intramolekuler.

Oksigen yang diperlukan tidak diperoleh dari udara bebas, melainkan dari suatu persenyawaan. Contoh : CH 3CHOH.COOH + HNO 3 → CH 3.CO.COOH + HNO 2 + H 2O + Energi (asam susu) (asam piruvat) Respirasi anaerob dapat berlangsung pada biji-bijian seperti jagung, kacang, padi, biji bunga matahari dan lain sebagainya yang tampak kering. Akan tetapi pada buah-buhan yang basah mendaging pun terdapat respirasi anaerob.

Hasil dari respirasi anaerob di dalam jaringan-jaringan tumbuhan tinggi tersebut kebanyakan bukanlah alkohol, melainkan bermacam-macam asam organik seperti asam sitrat, asam malat, asam oksalat, asam tartarat dan asam susu. Faktor Yang Mempengaruhi Respirasi Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi dapat dibedakan menjadi dua faktor, yaitu: • Faktor internal, merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri, yaitu : • Jumlah plasma dalam sel Jaringan-jaringan meristematis muda memiliki sel-sel yang masih penuh dengan plasma dengan viabilitas tinggi biasanya mempunyai kecepatan respirasi yang lebih besar daripada jaringan-jaringan yang lebih tua di mana jumlah plasmanya sudah lebih sedikit.

• Jumlah substrat respirasi dalam sel Tersedianya substrat respirasi pada tumbuhan merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang sedikit akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Sebaliknya, tumbuhan dengan kandungan substrat yang banyak akan melakukan respirasi dengan laju yang tinggi. Substrat utama respirasi adalah karbohidrat. • Umur dan tipe tumbuhan Respirasi pada tumbuhan muda lebih tinggi dari tumbuhan yang sudah dewasa atau lebih tua.

Hal ini dikarenakan pada tumbuhan muda jaringannya juga masih muda dan sedang berkembang dengan baik. Umur tumbuhan juga akan memepengaruhi laju respirasi. Laju respirasi tinggi pada saat perkecambahan dan tetap tinggi pada fase pertumbuhan vegetatif awal (di mana laju pertumbuhan juga tinggi) dan kemudian akan menurun dengan bertambahnya umur tumbuhan.

• Faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar sel atau lingkungan, terdiri atas: • Suhu Pada umumnya dalam batas-batas tertentu kenaikan suhu menyebabkan pula kenaikan laju respirasi. Kecepatan reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10 oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies tumbuhan. Perlu diingat, kenaikan suhu yang melebihi batas minimum kerja wnzim, akan menurunkan laju respirasi karena enzim respirasi tidak dapat bekerja dengan baik pada suhu tertalu tinggi.

• Kadar O 2 udara Pengaruh kadar oksigen dalam atmosfer terhadap kecepatan respirasi akan berbeda-beda tergantung pada jaringan dan jenis tumbuhan, tetapi meskipun demikian makin tinggi kadar oksigen di atmosfer maka makin tinggi kecepatan respirasi tumbuhan. • Kadar CO 2 udara Semakin tinggi konsentrasi karbondioksida diperkirakan dapat menghambat proses respirasi.

Konsentrasi karbondioksida yang tinggi menyebabkan stomata menutup sehingga tidak Klasifikasi Bakteri Aerob • Bakteri Nitrifikasi Melakukan proses nitrifikasi, yaitu mengoksidasi amoniak menjadi nitrat. Nitrosomonas dan Nitrosococcus (bakteri nitrit) adalah bakteri yang mengoksidasi ammonia (NH3).

Prosesnya sebagai berikut : Bakteri Nitrifikasi • Bakteri Denitrifikas i Bakteri ini berlawanan dengan bakteri nitrifier. Bakteri ini mereduksi nitrat menjadi gas nitrogen: Contoh, Pseudomonas auregenusa Bakteri Denitrifikasi Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan pada bab II adalah sebagai berikut: • Respirasi adalah reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan tumbuhan seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan, perkembangan.

Energi kimia yang dihasilkan dari proses respirasi adealah energi kimia dalam bentuk ATP atu senyawa berenergi tinggi lainnya (NADH dan FADH). Proses respirasi selalu berlangsung sepanjang waktu selama tumbuhan hidup. • Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, respirasi pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: • Respirasi Jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel : Umum terjadi pada semua makhluk hidup termasuk tumbuhan, berlangsung seumur hidup, energi yang dihasilkan besar, tidak merugikan tumbuhan, memerlukan oksigen, hasil akhir berupa karbondioksida dan uap air.

• Respirasi Anaerob : Hanya terjadi dalam keadaan khusus, bersifat sementara (hanya pada fase tertentu saja), energi yang dihasilkan kecil, jika terjadi terus menerus akan menghasilkan senyawa yang bersifat racun bagi tumbuhan, tidak memerlukan oksigen, hasil akhirnya berupa alkohol atau asam laktat dan karbondioksida.

• Mekanisme respirasi aerob meliputi proses glikolisis, dekarboksilasi oksidatif piruvat, siklus krebs, sistem transpor elektron dan fosforilasi oksidatif, serta jalur pentosa fosfat. • Mekanisme respirasi anaerob meliputi proses fermentasi dan respirasi intramolekul. • Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi respirasi terdiri dari: • Faktor internal : Jumlah plasma dalam sel, jumlah substrat respirasi dalam sel, umur dan tipe tumbuhan.

• Faktor jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel : Suhu, kadar oksigen dan karbondioksida di atmosfer, kadar air dalam jaringan, cahaya, luka dan stimulus mekanik, serta pengangkutan garam-garam mineral dari dalam tanah. Saran Adapun saran penulis adalah perlu adanya pengkajian lebih lanjut tentang proses-proses respirasi pada tumbuhan dan diadakannya percobaan sederhana yang spesifik untuk membuktikan bahwa tumbuhan melakukan respirasi.

DAFTAR PUSTAKA Amstrong, Anna F., David C. Logan, dkk. 2006. Biology Journal: Heterogeneity of Plant Mitochondrial Responses Underpinning Respiratory Acclimation to the Cold in Arabidopsis thalianaLeaves. Journal Compilation, 2006, Blackwell Publishing Ltd, Plant, Cell and Environment, 29, 940-949.

(diakses pada 25 Januari 2011) Dwijoseputro, D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Gramedia. http://www.territorioscuola.com/wikipedia/es.wikipedia.php%3Ftitle%3DCiclo_de_las_pentosas&rurl. (diakses pada 3 Februari 2011) Rocha, Marcio, Francisco licausi, dkk. 2010. Biology Journal: Glicolysis and the Tricarboxylic Acid Cycle Are Linked by Alanine Aminotransferase during Hypoxia Induced by Waterlogging ofLotus japonicas.

Plant Physiology, March 2010, Vol. 152, pp. 1501-1513, www.plantphysiol.org. (diakses pada 26 Januari 2011) Salisbury, F. B. 1985. Plant Physiology. California: Utah State University, Wadsworth Publishing Company, Belmot. Santosa. 1990. Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Fakultas Biologi UGM Press. Sastramihardja, D., Arbayah S. 1997. Fisiologi Tumbuhan.

Bandung: FMIPA Biologi-ITB, Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, Dirjend Pendidikan Tinggi, Depdikbud. Sweetlove, Lee J., Aaron Fait, dkk. 2007. The Mitochondrion: An Integration Point of Cellular Metabolism and signaling. Critical Review in Plant Science, 26: 17-47, 2007, Taylor & Francis Group, LLC. (diakses pada 18 Januari 2011) Tcherkez, Guillaume, Aline Mahe, dkk. 2009. Biology Journal: In Folio Respiratory Fluxomics Revealed by C Isotopic Labeling and H/D Isotope Effects Highlight the Noncyclic Nature of the Tricarboxylic Acid “Cycle” in Illiminated Leaves.

Plant Physiology, October 2009, Vol. 151, pp. 620-630, ww.plantphysiol.org. (diakses pada 26 Januari 2011) Zalbaza, Ana, Joost T. van Dongen, dkk. 2009. Biology Journal: Regulation of Respiration and Fermentation to Control The Plant Internal Oxygen Concentration.

Plant Physiology, February 2009, Vol. 149, pp. 1087-1098, www.plantphysiol.org. (diakses pada 26 Januari 2011) Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, SMP Ditag 1 mol glukosa berapa atp, 4 tahap reaksi respirasi aerob, aerob adalah, apa saja tahap-tahap respirasi glukosa, apabila suhu meningkat maka respirasi akan, bagan katabolisme karbohidrat, bagan respirasi sel aerob, contoh 4 tahap respirasi aerob, contoh respirasi aerob, contoh respirasi aerob dan anaerob, contoh respirasi anaerob, dekarboksilasi oksidatif, diagram tahapan respirasi aerob, empat tahapan reaksi pada respirasi seluler, enzim yang berperan dalam pernapasan, faktor yang mempengaruhi respirasi, fermentasi asam laktat, fungsi glukosa pada respirasi anaerob, gambar respirasi aerob dan penjelasannya, hasil akhir glikolisis, hasil akhir respirasi anaerob, jelaskan alat pernapasan pada tumbuhan, jelaskan istilah respirasi aerob, jelaskan mekanisme pernapasan perut, jenis metabolisme pada sel, jenis reaksi pada respirasi anaerob, macam macam respirasi, macam macam respirasi pada manusia, pada reaksi terang fotosintesis dihasilkan, pengertian respirasi, perbedaan respirasi aerob dan anaerob brainly, pernyataan berikut yang berkaitan dengan proses respirasi aerob adalah, respirasi adalah, respirasi aerob, respirasi aerob dan anaerob pdf, Respirasi Anaerob, respirasi anaerob atp diperoleh dari, respirasi anaerob dalam otot, respirasi anaerob dalam sel otot terjadi saat, respirasi anaerob pdf, respirasi seluler, sebutkan tahap respirasi, sebutkan tahapan dalam respirasi aerob yang menghasilkan karbondioksida, tabel perbedaan respirasi aerob dan anaerob, tabel respirasi aerob, Tabel tahapan Respirasi aerob, tahap respirasi aerob dan hasilnya, tahap respirasi aerob secara berurutan, tahap tahap respirasi glukosa, tahapan reaksi pada respirasi seluler, tahapan respirasi anaerob pada tumbuhan, tempat berlangsungnya respirasi aerob, tuliskan reaksi respirasi aerob Navigasi pos Pos-pos Terbaru • “Panjang Usus” Definisi & ( Jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Aerob menunjukkan istilah ‘di hadapan oksigen’ sedangkan kata anaerob menunjukkan ‘tidak adanya oksigen’.

Jadi respirasi yang terjadi di hadapan oksigen disebut sebagai respirasi aerob, di sisi lain, respirasi yang terjadi tanpa adanya oksigen dikenal sebagai respirasi anaerob. Jadi sesuai reaksi kimia yang melibatkan pemecahan molekul nutrisi dengan tujuan menghasilkan energi disebut respirasi. Dengan demikian energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bekerja dengan baik yang dihasilkan oleh reaksi kimia. Proses ini terjadi di mitokondria atau di sitoplasma sel baik secara aerob maupun anaerob.

Di bawah ini kami telah sebutkan perbedaan respirasi aerob dan anaerob mempertimbangkan poin-poin pentingnya Definisi Respirasi Aerob Respirasi aerob dapat digambarkan sebagai rantai reaksi yang dikatalisis oleh enzim. Mekanisme ini melibatkan transfer elektron dari molekul yang bertindak sebagai sumber bahan bakar seperti glukosa ke oksigen yang berfungsi sebagai akseptor elektron terakhir. Ini adalah jalur utama untuk menghasilkan energi dalam respirasi aerobik.

Skema ini pada akhirnya menyediakan ATP dan zat antara metabolisme, bekerja sebagai prekursor untuk banyak jalur lain dalam sel, seperti karbohidrat, lipid dan sintesis protein. Dengan demikian persamaan tersebut dapat diringkas sebagai: Jadi total hasil ATP adalah 40: Empat dari glikolisis, dua dari TCA, dan 34 dari transpor elektron.

Meskipun 2 ATP digunakan dalam Glikolisis awal, jadi ini hanya memberikan 38 ATP pada suatu waktu. Sedangkan jumlah total energi yang dilepaskan adalah 2900 kJ / mol glukosa. Tidak ada produksi asam laktat. Proses respirasi aerob berlangsung terus menerus dalam tubuh tumbuhan dan hewan. Definisi Respirasi Anaerob Respirasi anaerob dapat dibedakan dari respirasi aerob mengenai keterlibatan oksigen sambil mengubah sumber daya yang diberikan seperti glukosa menjadi energi.

Beberapa bakteri, telah mengembangkan sistem semacam ini di mana ia menggunakan garam yang mengandung oksigen, alih-alih menggunakan oksigen bebas sebagai akseptor elektron.

Energi yang dihasilkan oleh respirasi anaerob berguna pada saat permintaan energi yang tinggi pada jaringan ketika oksigen yang dihasilkan oleh respirasi aerob tidak mampu memenuhi permintaan yang dibutuhkan. Meskipun diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan respirasi aerobik. Dengan demikian persamaan tersebut dapat diringkas sebagai: respirasi anaerob Seperti pada reaksi di atas, glukosa tidak sepenuhnya rusak, dan karenanya menghasilkan energi yang sangat sedikit.

Jadi jumlah total energi yang dikeluarkan untuk kilo per joule adalah 120 kJ / mol glukosa. Ini menghasilkan asam laktat. Apa Perbedaan Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob Berikut ini adalah perbedaan mendasar antara kedua jenis repirasi: • Pemecahan glukosa di hadapan oksigen untuk menghasilkan lebih banyak energi disebut sebagai respirasi aerob; Sedangkan pemecahan glukosa tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan energi disebut respirasi anaerob.

• Persamaan kimia respirasi aerobik adalah Glukosa + Oksigen menghasilkan Karbon dioksida + air + energi sedangkan persamaan respirasi anaerobik adalah Glukosa memberi asam Laktat + energi • Respirasi aerob terjadi di sitoplasma ke mitokondria, sedangkan respirasi anaerob hanya terjadi di sitoplasma. • Jumlah energi yang tinggi dihasilkan dan 38 ATP dilepaskan secara bersamaan dalam respirasi aerob; Jumlah energi yang dihasilkan lebih sedikit dan 2 ATP dilepaskan pada satu waktu dalam respirasi anaerob.

• Produk akhir dalam respirasi aerob adalah karbon dioksida dan air, sedangkan asam laktat (sel hewan), karbon dioksida dan etanol (sel tanaman) adalah produk akhir dalam respirasi anaerob. • Respirasi aerob membutuhkan oksigen dan glukosa untuk menghasilkan energi sedangkan respirasi anaerob tidak membutuhkan oksigen tetapi menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi.

• Tahapan yang terlibat dalam respirasi aerob adalah – 1. Glikolisis – juga disebut jalur Embden-Meyerhof-Parnas (EMP); 2. Rantai pernapasan (transpor elektron dan fosforilasi oksidatif); 3.

Siklus asam tricarboxylic (TCA), juga dikenal sebagai siklus asam sitrat atau siklus Krebs sedangkan respirasi anaerob hanya melibatkan dua tahap yaitu 1. Glikolisis dan 2.Fermentasi • Respirasi aerob menunjukkan proses pembakaran yang lengkap, sedangkan respirasi anaerob tidak lengkap.

• Respirasi aerob adalah proses yang panjang untuk menghasilkan energi sedangkan respirasi anaerob adalah proses yang cepat secara komparatif. • Contoh respirasi aerob terjadi pada banyak tanaman dan hewan (eukariota) sedangkan respirasi anaerobik terjadi pada otot manusia sel (eukariota), bakteri, ragi (prokariota), dll. Tabel perbedaan respirasi aerob dan anaerob Dasar untuk Perbandingan respirasi aerob Respirasi anaerob Definisi Pemecahan glukosa di hadapan oksigen untuk menghasilkan lebih banyak energi disebut sebagai respirasi aerobik.

Pemecahan glukosa karena tidak adanya oksigen untuk menghasilkan energi disebut sebagai respirasi anaerob.

Persamaan kimia Glukosa + Oksigen menghasilkan Karbon dioksida + air + energi Glukosa memberi asam laktat + energi Itu terjadi pada Sitoplasma menjadi mitokondria. Berlangsung hanya dalam sitoplasma. Energi yang dihasilkan Jumlah energi yang tinggi dihasilkan. Jumlah energi yang dihasilkan lebih sedikit. Jumlah ATP dirilis 38 ATP. 2 ATP. Produk akhir adalah Karbon dioksida dan air. Asam laktat (sel hewan), karbon dioksida dan etanol (sel tumbuhan). Itu membutuhkan Oksigen dan glukosa menghasilkan energi.

Itu tidak membutuhkan oksigen tetapi menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi. Itu melibatkan 1. Glikolisis – juga disebut jalur Embden-Meyerhof-Parnas (EMP).

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

1. Glikolisis. Proses pembakaran 2. Rantai pernapasan (transpor elektron dan fosforilasi oksidatif). 2. Fermentasi Jenis proses 3. Siklus asam tricarboxylic (TCA), juga dikenal sebagai siklus asam sitrat atau siklus Krebs. Tidak lengkap. Contohnya Lengkap Ini adalah proses yang cepat dibandingkan dengan respirasi aerob.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Kesimpulan Dari artikel di atas, kita dapat mengatakan bahwa energi adalah faktor penting, mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh tubuh. Kebutuhan energi dipenuhi oleh dua jenis reaksi kimia yang terjadi di dalam sel di dalam tubuh dari semua jenis makhluk hidup seperti mikroorganisme, tanaman, hewan.

Reaksi kimia ini dari dua jenis satu disebut respirasi aerobik dan yang lainnya disebut respirasi anaerob, yang kita bahas di atas. Pernafasan dan pernapasan adalah dua jenis proses yang berbeda, yang terjadi secara bersamaan di dalam tubuh, di mana yang pertama (respirasi) berhubungan dengan produksi energi, yang melibatkan pemecahan nutrisi dan mengubahnya menjadi bentuk energi, sedangkan yang terakhir (Pernafasan) terkait dengan inhalasi dan proses pernafasan oksigen dan karbon dioksida relatif.tirto.id - Respirasi aerob adalah proses respirasi yang membutuhkan oksigen atau O2, sedangkan respirasi anaerob adalah respirasi yang tidak memerlukan oksigen.

Berikut penjelasan detail perbedaan di antara keduanya. Secara umum pengertian respirasi adalah suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan bantuan oksigen. Respirasi bisa juga diartikan sebagai reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi yang digunakan dalam aktifitas sel.

Dalam ilmu biologi, secara umum terdapat dua jenis respirasi menurut keterlibatan oksigen antara lain respirasi anaerob dan respirasi aerob. Pengertian Respirasi Anaerob Mengutip dari buku Modul Mata Pelajaran Biologi terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016, pengertian respirasi anaerob adalah proses respirasi yang tidak memerlukan oksigen atau O2.

Respirasi anaerob terjadi di bagian sitoplasma yang bertujuan mengurangi senyawa organik. Hasil dari respirasi tanpa oksigen ini adalah sejumlah energi yang lebih kecil yaitu 2 ATP. Contoh dari respirasi anaerob, salah satunya adalah proses fermentasi yang dibantu oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Contoh lain adalah pada pernapasan intramolukel. Pada manusia dan dan hewan proses respirasi anaerob ini juga bisa terjadi jika tubuh memerlukan energi secara cepat.

Respirasi anaerob dilakukan oleh mikroorganisme karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan misalnya belum memiliki sistem metabolisme yang kompleks. Proses respirasi anerob: glukosa dipecah secara tidak sempurna menjadi komponen H2O dan CO2.

Di respirasi anaerob, hidrogen bergabung bersama sejumlah komponen yaitu Asam Piruvat, Asetaldehida yang selanjutnya membentuk asam laktat dan etanol. Pengertian Respirasi Aerob Respirasi aerob adalah sebuah reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan proses keberadaan oksigen (O2) sangat dibutuhkan yang menghasilkan energi dengan jumlah yang besar.

Energi tersebut dikenal dengan kode ATP. Energi ATP digunakan oleh sel dalam tubuh makhluk hidup untuk menunjang pertumbuhan, gerak, transportasi, reproduksi dan kegiatan yang lainnya. Rumus aerob digambarkan secara sederhana yaitu C6H12+6O2=6HCO2+6H2O. Infografik SC Perbedaan Respirasi Aerob & Anaerob. tirto.id/Fuad Ada 3 tahapan dalam respirasi aerob, yaitu: • Glikolisis: proses pemecahan molekul C6 atau glukosa yang menjadi senyawa asam piruvat atau dikenal dengan rumus kimia C3 • Siklus krebs: reaksi molekul aseil CoA yang kemudian menghasilkan oksalosetat dan asam sitrat.

• Transpor elektron: reaksi reduksi atau oksidasi NADH2 dan molekul FADH2 yang akhirnya menghasilkan H2O energi berupa ATP. Perbedaan Respirasi Anaerob dan Aerob Respirasi Aerob: • Memerlukan oksigen • Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria • Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam jumlah besar yaitu 36 ATP.

Respirasi Anaerob • Tidak memerlukan kehadiran oksigen dalam prosesnya • Berlangsung dalam sitoplasma • Tujuan untuk mengurangi senyawa organik • Menghasilkan energi tapi dalam jumlah sedikit yaitu 2 Jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kualitas Tidur: Hindari Stres & Atur Jam Biologis Manfaat Respirasi Anaerob Fermentasi pada Makanan Proses fermentasi pada makanan yakni bahan gula dan karbohidrat pada jenis makanan diubah menjadi bentuk lain.

jelaskan perbedaan antara respirasi aerob dan respirasi anaerob yang terjadi di dalam sel

Contohnya kedelai, diubah menjadi tempe dengan bantuan ragi. Demikian juga susu yang difermentasi menjadi yogurt. Ada 6 manfaat makanan hasil fermentasi bagi manusia, yakni: • Mudah dicerna; misalnya susu yang telah difermentasi menjadi yogurt. Sebabnya karena laktosa dalam susu telah dipecah menjadi bentuk lain yang lebih mudah dicerna. • Kaya enzim; misalnya kimchi atau acar yang telah melewati proses fermentasi. Terdapat kandungan enzim yang membantu memecah nutrisi dalam makanan sehingga lebih bermanfaat bagi manusia.

• Kaya vitamin; contohnya susu fermentasi meningkatkan kepadatan vitamin termasuk asam folat, vitamin B, riboflavin, dan biotin. • Bakteri baik; kandungan bakteri baik dalam makanan yang difermentasi membantu saluran pencernaan bekerja lebih optimal.

Ketidakseimbangan bakteri dalam usus dapat menyebabkan intoleransi laktosa, intoleransi gluten, infeksi jamur, alergi, bahkan asma. Oleh karena itu, tambahan bakteri baik sangat diperlukan oleh tubuh. • Menghindari mubazir; misalnya pada jenis sayuran yang mudah busuk seperti sawi putih, wortel, kol, metimun, lobak, proses fermentasi akan memperpanjang usia sayuran hingga berbulan-bulan. Pada negara dengan empat musim yang sulit menanam sayuran sepanjang tahun, hal ini akan membantu menyuplai kebutuhan sayuran dalam bentuk acar.

• Hemat biaya; karena proses fermentasi lebih murah dibanding proses pengawetan lainnya. Selain itu kesehatan tubuh meningkat dengan makanan hasil fermentasi.

Biologi Kelas 12 SMA/MA




2022 www.videocon.com