Bentuk penyajian data

bentuk penyajian data

MENU • Beranda • Geografi • Sejarah Geografi • Objek Studi Geografi • Cabang Ilmu • Konsep • Menurut Para Ahli • Contoh Geografi • Kajian Geografi • Atmosfer • Hidrologi • Geologi • Tanah • Penduduk • Hutan • Iklim • Lingkungan • litosfer • Lainnya • Budaya • Alam • Ilmu Sosial • Negara • Penelitian • Privacy Policy • Disclaimer • Daftar Isi • Orang-orang mengumpulkan, menampilkan, dan menganalisis data untuk menggambarkan fenomena sosial atau lingkungan fisik di dunia di sekitar kita.

Setelah mengumpulkan dan mengatur data, langkah selanjutnya adalah menampilkan atau menyajikannya dengan cara yang membuatnya mudah dibaca dengan menyoroti kesamaan, perbedaan, tren, dan hubungan lainnya, atau kurangnya, dalam kumpulan data. Data yang telah terkumpul dapat disajikan dalam berbagai bentuk, diantaranya yaitu dalam bentuk tabel, grafik/diagaram, gambar, peta, dan berbagai bentuk penyajian data lainnya. Setelah data disajikan, langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis berdasarkan data tersebut untuk mendapatkan informasi penting sebagai jawaban atas permasalahan yang telah kita rumuskan.

Daftar Isi • Penyajian Data • Bentuk Penyajian Data • Tekstual • Diagram Garis (line graph) • Diagram Batang (bar graph) • Diagram Lingkaran (pie chart) • Diagram sebar (scatter diagram) • Histogram • Plot Batang-dan-Daun (Stem-and-Leaf Plot) • Peta • Sebarkan ini: • Posting terkait: Penyajian Data Penyajian data bentuk penyajian data pada output komputer dari data ke pengguna, dan asimilasi informasi dari output tersebut. Beberapa jenis penyajian diperlukan untuk semua bentuk penyajian data penanganan informasi.

bentuk penyajian data

Penyajian data sangat penting dalam tugas-tugas pemantauan dan kontrol. Data dapat berupa bentuk penyajian data pada tampilan elektronik, atau cetakan hardcopy, atau tampilan tambahan. Apapun bentuknya, data yang disajikan sebisa mungkin membantu kinerja tugas yang efektif, sehingga data yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan pengguna. Pengertian Penyajian Data Penyajian data merupakan hal yang penting sebagai salah satu langkah dalam penelitian.

Kita harus mengetahui dengan tepat bentuk penyajian seperti apa yang akan kita pilih untuk menampilkan data kita. Ketika kita memutuskan bagaimana menampilkan data dan melalui langkah-langkah untuk membuat tampilan itu, kita akan belajar jenis grafik mana yang berguna dalam menampilkan berbagai jenis data, dan keuntungan dan kerugian dari setiap tampilan.

Kita juga mempelajari bagaimana grafik dapat dipilih dan dimanipulasi untuk menggambarkan data secara keliru, misalnya, dengan memilih interval di sepanjang sumbu yang membuat grafik garis tampak naik atau turun dengan cepat atau membuat perbedaan antara batang pada grafik batang tampak seperti sangat besar atau sangat kecil. Bentuk Penyajian Data Berikut ini bermacam-macam bentuk peyajian data yang bisa kita kita gunakan, antara lain: • Tekstual Penyajian data dalam bentuk tekstual merupakan penyajian data dalam bentuk kalimat – kalimat / tulisan untuk menerangkan data bentuk penyajian data yang diperoleh.

Bentuk penyajian data yang satu ini biasanya digunakan untuk data yang jumlahnya kecil atau sedikit dan membutuhkan kesimpulan yang sederhana. • Tabulasi Tabulasi merupakan penyajian data dalam bentuk tabel yang terdiri atas baris dan kolom.

Bentuk penyajian data ini digunakan untuk memaparkan beberapa variabel hasil penelitian, sehingga mudah dibaca dan dimengerti. Bentuk penyajian data ini bisa memberikan gambaran perbandingan antar situasi/keadaan. Bagian-bagian tabel, diantaranya yaitu: • Kepala tabel, berisi nomor tabel, judul tabel (termasuk tahun atau unit kerja) • Leher tabel, berisi keterangan atau judul kolom • Badan tabel, berisi data yang disajikan • Kaki tabel, berisi keterangan tambahan, sumber data Beberapa keuntungan menggunakan tabulasi sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Menyederhanakan data yang kompleks dengan mengaturnya secara sistematis dengan cara yang bermakna.

• Membantu untuk membandingkan serangkaian rangkaian yang berbeda. • Menghemat waktu dan ruang karena sejumlah besar informasi dapat terkondensasi secara sistematis dalam satu tabel. • Memfasilitasi perbandingan, analisis, dan interpretasi data dengan mudah dengan bantuan langkah-langkah statistik seperti rata-rata, dispersi, korelasi, regresi, penyimpangan, dan lain-lain.

• Dapat digunakan dalam berbagai penelitian dan studi. Jadi, itu juga berfungsi sebagai sumber referensi. • Diagram Garis ( line graph ) Diagram garis merupakan penyajian data dengan menggunakan diagram yang bentuknya garis lurus, biasanya untuk menyajikan data bentuk penyajian data yang diperoleh berdasarkan observasi dari waktu ke waktu secara berurutan.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram garis sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Grafik garis mudah dibaca dan plot. • Berguna untuk membuat perbandingan antara set data yang berbeda. • Berguna untuk menunjukkan perubahan selama periode waktu tertentu. • Diagram Batang ( bar graph) Diagram batang merupakan penyajian data dalam bentuk batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.

Bentuk penyajian data yang satu ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Beberapa keuntungan menggunakan diagram batang sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Diagram batang cukup mudah untuk ditafsirkan, dan ada hubungan yang sangat jelas antara ukuran dan nilai yang memungkinkan perbandingan yang mudah. • Mudah dibuat dan kebanyakan orang memiliki pengalaman membuat dan memahaminya dari sekolah. • Dapat membantu dalam menyajikan nilai-nilai yang sangat besar atau sangat kecil dengan lebih tegas.

• Diagram Lingkaran ( pie chart) Diagram lingkaran merupakan penyajian data dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian-bagian atau persentase dari keseluruhan data. Untuk membuat diagram lingkaran, kita harus menentukan persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran terlebih dahulu.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram lingkaran sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Menampilkan proporsi relatif dari beberapa kelas data • Ukuran lingkaran dapat dibuat proporsional dengan jumlah total yang diwakilinya • Merangkum kumpulan data besar dalam bentuk visual • Secara visual lebih sederhana daripada jenis grafik lainnya • Memungkinkan pemeriksaan visual atas kewajaran atau keakuratan perhitungan • Membutuhkan penjelasan tambahan minimal • Mudah dipahami karena penggunaan yang luas dalam bisnis dan media • Diagram sebar ( scatter diagram) Diagram sebar merupakan bentuk penyajian data yang digunakan untuk menentukan hubungan antara dua variabel.

Hubungan ini bisa antara dua sebab, atau sebab dan bentuk penyajian data, dan lain-lain. Bisa berupa hubungan positif, negatif atau tidak sama sekali. Variabel pertama adalah variable bebas/independen, dan variabel kedua adalah variable terikat/dependen pada yang pertama.

Untuk menganalisis pola hubungan, kita mengubah variabel independen dan memantau perubahan dalam variabel dependen. Diagram sebar dapat memiliki dua variabel independen. Beberapa keuntungan menggunakan diagram sebar sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Menunjukkan hubungan antara dua variabel.

• Ini merupakan metode terbaik untuk menunjukkan pola non-linear. • Kisaran aliran data, yaitu nilai maksimum dan minimum, dapat ditentukan. • Histogram Histogram adalah tampilan informasi statistik yang menggunakan bentuk penyajian data panjang untuk menunjukkan frekuensi item data dalam interval numerik berturut-turut dengan ukuran yang sama.

Dalam bentuk histogram yang paling umum, variabel independen diplot sepanjang sumbu horizontal dan variabel dependen diplot sepanjang sumbu vertikal. Data muncul sebagai persegi panjang berwarna atau teduh dari area variabel. Beberapa keuntungan menggunakan histogram sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Menampilkan data dalam jumlah besar yang sulit diinterpretasikan dalam bentuk tabel.

• Menampilkan frekuensi relatif kemunculan berbagai nilai data. • Mengungkapkan variasi, pemusatan dan bentuk distribusi data. • Sangat berguna saat menghitung kemampuan suatu proses. • Membantu memprediksi kinerja proses di masa depan. • Piktograf Piktograf adalah representasi data menggunakan gambar. Piktograf mewakili frekuensi data saat menggunakan simbol atau gambar yang relevan dengan bentuk penyajian data. Ini adalah salah satu cara paling sederhana untuk merepresentasikan data statistik.

Beberapa keuntungan menggunakan piktografi sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Mengekspresikan sejumlah besar informasi atau data dalam bentuk sederhana • Karena menggunakan simbol, piktograf menjadi cara yang menarik untuk merepresentasikan data • Piktograf mudah dibaca karena semua informasi tersedia dalam satu pandangan • Karena piktograf digunakan secara universal, mereka tidak memerlukan banyak penjelasan.

• Plot Batang-dan-Daun ( Stem-and-Leaf Plot ) Plot batang-dan-daun adalah bentuk penyajian data yang bertujuan untuk menunjukkan frekuensi terjadinya kelas nilai tertentu. Kita bisa membuat tabel distribusi frekuensi atau histogram untuk nilai-nilai tersebut, atau kita bisa menggunakan bentuk penyajian data batang-dan-daun dan membiarkan angka-angka itu sendiri untuk menunjukkan informasi yang sama. Beberapa keuntungan menggunakan plot batang dan daun sebagai bentuk penyajian data, yaitu: • Dapat digunakan untuk mengatur daftar nilai data dengan cepat.

• Mudah digunakan dalam menentukan median atau mode set data dengan cepat. • Pencilan, kelompok data, atau celah mudah terlihat. • Peta Peta adalah bentuk penyajian data spasial atau data keruangan. ICA ( International Cartographic Association) mendefinisikan peta sebagai gambaran unsur-unsur permukaan bentuk penyajian data atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi maupun benda-benda angkasa, yang digambarkan pada bidang datar dan diperkecil (diskalakan).

Berikut ini beberapa alasan mengapa peta menjadi penting dalam analisis data spasial, antara lain: • Menyederhanakan bentuk penyajian data yang kompleks Data indah, dan data letak geografis bahkan lebih visual dan berorientasi pola daripada kebanyakan data.

Karakteristik ini hilang ketika data menyajikan data spasial dalam spreadsheet, bagan, dan grafik yang dirancang untuk kata dan angka. Geografi tidak mengecilkan pentingnya informasi numerik atau tekstual, hanya menggunakan peta sebagai dasar untuk mengeksplorasi informasi ini lebih lanjut. • Mendapatkan wawasan yang lebih baik 80% data sekarang memiliki komponen lokasi.

Dengan mengintegrasikan data statis dan geo-spasial dalam peta dinamis kita membuat sudut pandang yang lebih baik untuk analisis. • Mengubah perspektif kita Argumen menjadi jauh lebih persuasif saat kita menambahkan ‘di mana’ ke ‘apa’ dan ‘mengapa’. Visual dapat menarik dari kisah yang dipetakan oleh peta membantu data kita menceritakan kisah yang dapat membantu kita mengubah pikiran orang. Itulah ulasan lengkap yang bisa kami bagikan pada semua pembaca, berkaitan dengan bentuk- bentuk teknik penyajian data, ciri, manfaat, dan contohnya dalam penelitian ilmiah yang kita lakukan.

Semoga ulasan atas penjelasannya ini berguna. Posting terkait: • Pengetian Kerak Benua beserta Ciri-cirinya • Pengertian Terasering, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya • 8 Ciri Sampah Organik dan Penjelasannya Posting pada Jenis, Kajian Geografi, Penelitian Ditag bentuk Penyajian Data, ciri penyajian data, contoh Penyajian Data, jenis Penyajian Data, kegunaan penyajian data, macam Penyajian Data, manfaat penyajian data, Penyajian Data, Penyajian Data adalah, penyajian data dalam penelitian, teknik penyajian data Navigasi pos Kategori • Alam • Atmosfer • Batuan • Benua • Cabang Ilmu • Ciri • Contoh Geografi • Dampak • Geografi • Geologi • Hidrologi • Hutan • Iklim • Ilmu Sosial • Jenis • Kajian Geografi • Klasifikasi • Konsep • Lainnya • Lingkungan • litosfer • Manfaat • Menurut Para Ahli • Negara • Objek Studi Geografi • Penduduk • Penelitian • Sejarah Geografi • Tanah • Unsur Sepertinya tidak asing bukan dengan diagram satu ini?

Ya, Bentuk penyajian data sudah mempelajarinya semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Diagram lingkaran digunakan untuk menunjukan sebuah data perbandingan dalam bentuk lingkaran. Pada satu diagram lingkaran biasanya data disajikan dalam bentuk persen dan derajat sesuai dengan porsi masing-masing. Diagram batang memiliki skala dan pernyataan yang jelas. Biasanya digambarkan dalam bentuk batang yang memanjang. Jenis penyajiannya ini sering kali digunakan oleh seorang peneliti karena sifatnya yang mudah dipahami.

Fungsinya adalah untuk menggambarkan perkembangan atapun perbandingan suatu nilai dari objek penelitian dalam jangka waktu tertentu. Diagram garis merupakan gambar atau grafik yang menunjukan hasil dari pengambilan, pengolahan, dan penyajian data. Pada grafik ini biasanya disajikan dalam bentuk garis-garis yang menghubungkan antara titik-titik.

Biasanya, diagram garis digunakan untuk menyajikan data perkembangan atau pertumbuhan suatu hal dari waktu ke waktu. Tabel adalah kumpulan data yang disusun berdasarkan baris dan kolom yang telah disusun secara rapi. Penyajian ini cocok digunakan pada data yang memiliki rentang suatu nilai atau data yang jumlahnya banyak, ataupun pada data tunggal.Fungsi dari penyajian ini adalah untuk menunjukkan sebuah data yang terkait antara satu dengan lainnya.

Tentunya akan memberikan kemudahan kepada pembaca karena disusun secara sistematis.
Macam – Macam Bentuk Penyajian Data Macam – Macam Bentuk Penyajian Data – Dalam menampilkan sebuah data biasaya menggunakan berbagai macam bentuk penyajian agar terlihat lebih simpel dan menarik.

Seperti apa bentuk-bentuk tersebut? Simak pembahasan berikut ini mengenai bentuk-bentuk penyajian data yang sering digunakan untuk memperlihatkan suatu data. Apa Itu Penyajian Data? Penyajian data adalah suatu kegiatan pembuatan laporan dari hasil penelitian agar sejumlah data yang telah dikumpulkan dapat dianalisis sesuai tujuan yang diinginkan. Salah satu contoh bentuk penyajian data yang sering digunakan dalam menyajikan data adalah bentuk tabel dan bentuk diagram.

Penyajian data dalam bentuk tabel biasanya dijumpai pada suatu organisasi dan perkantoran. Bentuk tabel ini berisi baris dan kolom yang bertujuan untuk memudahkan dalam pengelompokan suatu data. Sedangkan penyajian data dalam bentuk diagram banyak dijumpai dalam bidang ekonomi dan perbankan. Biasanya berisi tentang perbandingan kurs mata uang atau perkembangan suatu laporan. Dalam menyajikan suatu data, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah singkat, akurat, dan mudah dipahami oleh kalangan umum.

Sehingga, si pengamat dapat dengan mudah memahami dan mempelajari apa yang disajikan dalam penyajian data tersebut. Tujuan Penyajian Data Bukan berarti memiliki tujuan yang signifikan, namun tujuan dari penyajian data adalah agar mudah dipahami oleh siapa saja yang ditujukan. Adapun tujuan yang dimaksud yaitu sebagai berikut: • Memberi gambaran sistematis tentang rangkaian peristiwa yang dihasilkan dari suatu penelitian atau observasi. • Data akan lebih cepat dibaca, ditangkap, dan dipahami.

• Memudahkan dalam membuat kesimpulan dari suatu data yang disajikan. • Membuat sebuah keputusan yang lebih tepat sebagai respon atas dat-data yang ditampilkan. Langkah – Langkah Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah pencarian dan penganalisaan suatu informasi tentang tujuan yang ditargetkan dalam menunjang kebutuhan penelitian.

Dalam prosesnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh suatu data yang akurat. Pengumpulan data ini sangat penting dilakukan sebelum pembuatan penyajian data. Data-data tersebut haruslah akurat danbernilai kebenaran. Ada pun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengumpulan data, yaitu sebagai berikut: 1. Wawancara Wawancara adalah cara untuk mengumpulkan suatu data dengan meminta suatu pembahasan yang dibutuhkan secara langsung kepada sumber yang dapat dipercaya.

Narasumber atau responden yang ditarget harus dapat mengarahkan dan memiliki pengalaman yang benar-benar di bidangnya. 2. Observasi Observasi adalah cara mengumpulkan sebuah data melalui proses pengamatan atau penelitian suatu objek untuk memperoleh hasil yang diinginkan. 3. Kuesioner Kuesioner merupakan sebuah alat pengumpul data yang digunakan oleh seorang peneliti dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sedang diteliti.

Hasil data yang diperoleh biasanya disajikan dalam bentuk pencatatan dengan tally atau turus. Baca Juga : Contoh Benda Berbentuk Kubus Di Sekitar Rumah Macam – Macam Bentuk Penyajian Data Dalam penyajian suatu data, ada beberapa macam cara yang dapat dilakukan. Dan berikut merupakan jenis-jenis bentuk penyajian data beserta penjelasannnya masing-masing. 1. Bentuk Narasi Narasi adalah jenis penyajian data dari hasil penelitian dalam bentuk teks atau kalimat.

Sebagai contoh, penyebaran tentnang virus covid-19 di daerah perkotaan yang ramai lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah pedesaan yang masing jarang pendukuk. Peyajian data dalam bentuk narasi ini merupakan gambaran umum dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengamatan. Di bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks biasanya hanya digunakan untuk memberikan suatu informasi kepada publik yang berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif.

2. Bentuk Tabel Tabel adalah kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Ada beberapa macam bentuk tabel yang telah dikenal oleh masyarakat, diantaranya yaitu : a. Tabel Satu Arah Tabel satu arah merupakan suatu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja di dalamnya. b. Tabel Dua Arah Tabel dua arah adalah bentuk tabel yang menunjukkan hubungan antara dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. c. Tabel Tiga Arah Tabel tiga arah adalah jenis tabel yang menunjukkan hubungan dari tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda.

d. Tabel Baris Kolom Tabel baris kolom merupakan jenis tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang telah dibuat menjadi beberapa kelompok.

e. Tabel Kontingensi Tabel kontingensi adalah bagian dari tabel baris kolom. Namun, jenis tabel ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu penyajian data yang terdiri dari dua faktor atau dua variabel. f. Tabel Silang Tabel silang merupakan tabel yang hanya terdiri dari satu variable, tetapi juga dapat bentuk penyajian data dari dua variable tergantung dari data yang diperoleh atau keadaan yang dideskripsikan.

Tabel silang satu variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan satu karakteristiknya saja. Sedangkan tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristik. Penyususnan suatu tabel untuk memperoleh suatu data dengan tujuan tertentu, biasanya diperoleh berdasarkan waktu, wilayah, keadaan atau frekuensi.

Berdasarkan Waktu Menyusun data dengan berdasarkan waktu, maka pertimbangan waktu menjadi pokok utamanya dalam memperoleh suatu data.

Berdasarkan Wilayah Dasar utama penyusunan atau penyajian data berdasarkan wilayah adalah menggunakan wilayah atau daerah sebagai target dalam memperoleh datanya. Baca Juga : Jenis - Jenis Periklanan Menurut Para Ahli Berdasarkan Keadaan Atau Frekuensi Penyusunan data berdasarkan keadaan atau frekuensi ini memiliki pertimbangan dari kondisi fisik atau banyaknya kejadian di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu.

Ada dua jenis distribusi frekuensi, yaitu : • Distribusi Frekuensi Numerikal, Distribusi frekuensi numerikal merupakan pembagian kelas-kelasnya dinyatakan dalam bentuk angka-angka atau secara kuantitatif. bentuk penyajian data Distribusi Frekuensi Kategorikal, Distribusi frekuensi kategorikal merupakan pembagian kelas-kelasnya berdasarkan jenis data atau penggolongan data yang dilakukan secara kualitatif.

3. Bentuk Diagram Diagram merupakan jenis penyajian data berupa gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data yang biasanya terdiri dari angka atau simbol-simbol yang dibuat berdasarkan data dari suatu tabel yang telah dibuat.

bentuk penyajian data

Sajian data bentuk penyajian data bentuk diagram ini dapat memberikan informasi yang lebih cepat yang mudah dipahami. Karena bentuk penyajian data ini lebih menarik dibandingkan penyajian data lainnya. Berdasarkan bentuknya, diagram dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut : a. Diagram Garis (Line Chart) Diagram garis atau grafik garis bentuk penyajian data yang diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada suatu koordinat. Bidang garis horizontal (sumbu x) diginakan untuk menempatkan bilangan-bilangan yang bersifat tetap.

Sedangkan garis vertikal (sumbu y) digunakan untuk menempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah. b. Diagram Batang (Bar Chart) Diagram batang adalah bentuk penyajian data dengan batang-batang berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai data yang disajikan. Antara batang yang satu dengan yang lainnya tidak boleh saling menempel dan jaraknya harus sama.

Diagram batang memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah : • Diagram Batang Tunggal, Yaitu diagram yang terdiri dari satu batangan yang menggambarkan sebuah perkembangan dari suatu karakteristik. • Diagram Batang Ganda, Yaitu diagram yang terdiri dari beberapa batangan untuk menggambarkan beberapa hal atau karakteristik c.

Diagram Lingkaran (Pie Chart) Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data yang disajikan. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut biasanya dinyatakan dalam persen atau derajat. Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data yang disajikan.

Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut biasanya dinyatakan dalam persen atau derajat. Diagram lingkaran merupakan gambaran perbandingan nilai dari suatu karakteristik. Fungsi utama dari diagram lingkaran ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara suatu data dengan data keseluruhan.

Demikianlah pembahasan mengenai bentuk penyajian data, tujuan, dan macam-macam bentuk penyajian data penyajian data berseta masing-masing penjelasannya. Semoga bermanfaat. Post navigation Artikel ini menjelaskan tentang cara menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram. Simak materi ini hingga selesai ya, mari kita belajar! – Halo, bagaimana kabarnya? Semoga tetap semangat, ya! Kali ini, kita akan belajar sesuatu yang menarik banget nih, yaitu tentang cara penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram.

Waah, penasaran nggak, sih? Tapi, sebelum kita masuk ke materi, kakak ingin kamu melakukan sesuatu dulu, nih.

Apa tuuhh??? Coba deh kamu keluarkan semua isi yang ada di tempat pensilmu. Lalu, kamu kelompokkan sesuai jenisnya, sehingga ada kelompok pensil, pulpen, penghapus, dan lain sebagainya. Setelah itu, hitunglah banyak pensil, pulpen, penghapus, dan kelompok lainnya, dan catat hasilnya di kertas. Kalau dari tempat pensil kakak, hasilnya seperti ini: Bagaimana dengan kamu? Nah, tahu nggak sih kalau tadi kamu sedang melakukan pengamatan. Iya, mengamati berapa banyak jenis alat tulis yang kamu punya dan masing-masing banyaknya.

Hayoo, siapa yang baru sadar kalau ada alat tulisnya yang hilang? Hehehe… Banyaknya setiap macam kelompok alat tulis yang kamu catat di kertas tadi merupakan informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Informasi ini bisa kita sebut sebagai data. Data dapat kita sajikan dalam dua bentuk penyajian, yaitu tabel dan diagram. Adapun tabel yang dibahas adalah tabel baris dan kolom, kontingensi, dan distribusi frekuensi.

bentuk penyajian data

Kemudian pada diagram, yang akan dibahas meliputi diagram garis, batang, dan lingkaran. Kenapa sih kita perlu melakukan penyajian data? Nah, tujuannya itu supaya data yang kita peroleh lebih mudah dibaca dan dimengerti, sehingga mudah juga untuk dianalisis dan diambil kesimpulannya. Oke, kita akan bahas satu persatu materi ini secara rinci, yaaa. So, stay tuned, guys! Baca juga: Mengenal Operasi Hitung pada Pecahan Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel Menyajikan data dalam bentuk tabel berarti data-data tersebut kita susun dalam urutan baris dan kolom.

Bentuk penyajian data tiga macam penyajian data dalam bentuk tabel, yaitu sebagai berikut: a. Tabel Baris dan Kolom Penyajian data dalam bentuk tabel yang pertama adalah tabel baris dan kolom. Tabel baris dan kolom adalah tabel yang hanya memiliki satu kategori/kelompok saja.

bentuk penyajian data

Misalnya, data yang kita peroleh dari hasil pengamatan tadi. Ada pensil, pulpen, penghapus, rautan, dan lain sebagainya. Nah, data-data tersebut bisa digabung ke dalam satu kategori/kelompok, yaitu jenis alat-alat tulis. Paham ya maksudnya? Kalau data tersebut kita sajikan dalam bentuk tabel baris dan kolom, hasilnya akan berupa contoh tabel frekuensi seperti ini.

b. Tabel Kontingensi Berbeda dengan tabel baris dan kolom, tabel bentuk penyajian data adalah tabel yang datanya memiliki lebih dari satu kategori/kelompok. Contoh tabel kontingensi, bisa kita lihat pada data gambar di bawah ini. Di gambar tersebut, diketahui data jumlah siswa kelas 7 berdasarkan jenis kelaminnya. Nah, data tersebut memiliki dua kategori, yaitu kelas dan jenis kelamin. Oleh karena itu, bentuk contoh tabel penyajiannya akan seperti ini: Baca juga: Pengertian & Rumus Menghitung Bruto, Netto, Tara c.

Tabel Distribusi Frekuensi Terakhir, penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi bentuk penyajian data adalah tabel yang digunakan untuk data yang dikelompokkan dalam suatu interval/selang nilai. Setiap interval nilai memiliki frekuensi (banyak data). Biasanya, kalau data yang kamu peroleh itu cukup banyak, kamu bisa menyajikannya dalam tabel ini agar bentuknya jadi lebih sederhana.

bentuk penyajian data

Hmm, bingung, ya? Kalau bingung, coba perhatikan contoh tabel berikut. Berdasarkan gambar di atas, diketahui data nilai ulangan harian Matematika siswa kelas 7A. Nah, banyak siswanya ada 30 dan nilainya juga beragam, bentuk penyajian data dari 61 sampai 100. Sebenarnya, kamu bisa menyajikan data tersebut dalam tabel baris dan kolom. Tapi, akan lebih sederhana jika membuatnya dalam tabel distribusi frekuensi. Jadi, data dikelompokkan terlebih dahulu ke dalam beberapa interval. Kalau pada gambar, terdapat 4 interval, yaitu 61-70 (nilai 61 sampai 70), 71-80 (nilai 71 sampai 80), dan seterusnya.

Kamu perlu tahu juga nih, setiap interval harus memiliki panjang yang sama. Contohnya, interval 61-70 memiliki panjang 10 (dari 61 sampai 70, totalnya ada 10), begitu bentuk penyajian data dengan interval 71-80, dan interval-interval lainnya. Nah, frekuensi itu menandakan banyaknya siswa yang mendapat nilai Matematika sesuai dengan intervalnya masing-masing. Misalnya, frekuensi pada interval 61-70 ada 3, berarti banyak siswa yang mendapat nilai antara 61 sampai 70 pada ulangan harian Matematika ada 3 orang.

Jelas, ya? Oke, kakak harap dengan penjelasan ini kamu jadi paham perbedaan dari ketiga tabel di atas. Sekarang, kita lanjut ke bahasan berikutnya, yuk! Masih pada semangat, kan?

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Segitiga Berdasarkan Sisi dan Sudut Sebelum masuk ke bahasan Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram, simak pariwara berikut! Kini, Ruangguru mempersembahkan fitur belajar ADAPTO, video belajar adaptif satu-satunya di Indonesia yang dapat disesuaikan dengan pemahaman kamu.

Penasaran? Klik banner di bawah aja, yuk! Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Apa itu diagram? Diagram adalah gambar sederhana yang menunjukkan penampilan, struktur, atau cara kerja sesuatu atau yang merepresentasikan data.

Jika kamu ingin menyajikan data dalam bentuk diagram, berarti data-data tersebut kita susun dan buat dalam bentuk gambar atau lambang. Oleh karena itu, penyajian data dalam bentuk ini akan jauh lebih menarik. Terdapat tiga jenis penyajian data dalam bentuk diagram, antara lain sebagai berikut: a. Diagram Batang (Balok) Diagram batang adalah bentuk penyajian data yang dapat dikategorikan/dikelompokkan (nilai ulangan, jenis pekerjaan, hobi, dsb) dan data tahunan (harga barang dari tahun ke tahun, besar keuntungan dari tahun ke tahun, dsb).

Penggunaan diagram batang biasanya lebih tepat digunakan untuk menyajikan data yang variabelnya dalam kategori-kategori tertentu, seperti data jenis pekerjaan, data penjualan tahunan, bentuk penyajian data lain-lain.

Pada diagram batang, data akan digambarkan membentuk persegi panjang yang memanjang ke atas. Setiap persegi panjang harus memiliki lebar yang sama dan tidak boleh menempel antara satu dengan yang lainnya. Lalu, bagaimana cara menyajikan data dalam bentuk diagram batang, ya? Simak contoh di bawah ini, yuk! Misalnya, terdapat data tinggi badan siswa kelas 7A sebagai berikut: 139, 137, 135, 135, 136, 137, 138, 139, 137, 138, 135, 136, 137, 139, 137, 137, 138, 135, 137, 136, 139, 137, 135, 136, 138, 138, 136, 137, 137, 136.

Nah, cara membuat diagram batang, kamu harus cari tahu dulu nih banyaknya siswa pada masing-masing tinggi badan. Tapi, data yang diperoleh ternyata masih belum urut (acak), sehingga agak sulit untuk dihitung.

Oleh karena itu, kamu harus membuat urutan datanya terlebih dahulu, mulai dari data yang paling kecil. Supaya lebih mudah, kita susun datanya dalam bentuk tabel, ya. Setelah itu, buatlah sumbu datar dan tegak yang saling berhubungan. Sumbu datar menyatakan kategori dan sumbu tegak menyatakan banyak data (frekuensi) dari masing-masing kategori. Kemudian, gambar setiap data satu per satu secara berurutan, sehingga diperoleh gambar seperti berikut: Baca juga: Jenis-Jenis Bilangan Pecahan dan Contohnya Dari diagram batang tersebut, kita bisa lebih mudah memperoleh beberapa informasi, di antaranya tinggi badan terpendek siswa kelas 7A adalah 135 cm, tinggi badan tertinggi siswa kelas 7A adalah 139 cm, dan kebanyakan siswa kelas 7A memiliki tinggi badan 137 cm.

Gimana, paham sampai sini?

bentuk penyajian data

Kita lanjut, yaaa. b. Diagram Garis Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang berkelanjutan/kontinu, seperti jumlah penduduk setiap tahun, jumlah produksi barang setiap tahun, perubahan iklim dan cuaca pada rentang waktu tertentu, dan lain sebagainya. Penggunaan diagram garis biasanya untuk menyajikan data yang berkesinambungan yang terikat waktu. Contohnya: Jumlah siswa setiap tahun, Penjualan sepeda motor setiap tahun, dan banyak lagi.

Sesuai namanya, pada diagram garis, data akan digambarkan membentuk garis. Nah, cara menyajikan data dalam diagram garis hampir sama dengan diagram batang. Hanya langkah akhirnya saja yang berbeda. Kamu hanya perlu menarik garis secara berurut dari titik-titik yang telah disesuaikan dengan data.

Kalau data tinggi badan siswa kelas 7A kita buat ke dalam diagram garis, hasilnya akan seperti ini: Baca juga: Cara Menyelesaikan Bentuk-Bentuk Aljabar c. Diagram Lingkaran (Pie) Diagram lingkaran biasanya digunakan untuk menyajikan data yang dapat dikategorikan/dikelompokkan. Penggunaan diagram lingkaran pada umumnya ditujukan untuk mengetahui proporsi suatu data terhadap keseluruhan data. Apakah dominan atau tidak. Pada diagram lingkaran, data akan digambarkan dalam bentuk lingkaran yang terbagi menjadi beberapa juring.

Nah, juring-juring ini dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%) atau derajat ( o). Besarnya persentase dan derajat dipengaruhi oleh besar nilai/frekuensi data, sehingga setiap juring akan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Jika juring dinyatakan dalam persen, maka untuk satu lingkaran penuh, total persentasenya adalah 100%. Sementara itu, jika juring dinyatakan dalam derajat, maka bentuk penyajian data satu lingkaran penuh, total sudutnya adalah 360 o.

Lalu, bagaimana cara membuat diagram lingkaran? Kamu harus bentuk penyajian data besar persentase atau sudut setiap kategori datanya terlebih dahulu. Oke, terus cara menghitung diagram lingkaran bagaimana? Kamu bisa menggunakan salah satu rumus diagram lingkaran berikut ini ya: Baca juga: Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat Setelah setiap kategori data sudah diubah ke bentuk persen atau derajat, kamu bisa langsung membuat lingkaran dan membaginya sesuai dengan besarnya masing-masing.

Gunakan busur derajat agar pembagiannya bisa lebih tepat, ya. Nah, kalau data tinggi badan siswa kelas 7A kita sajikan dalam bentuk diagram lingkaran, contoh diagram lingkaran hasilnya akan seperti ini: Baca juga: Hubungan Antar Himpunan Matematika Oke, selesai sudah bahasan kita kali ini. Gimana, menarik kan materinya? Supaya kamu tambah paham lagi nih, coba deh lakukan pengamatan sederhana bentuk penyajian data rumah.

Misalnya, kamu bisa bertanya tentang kegiatan apa yang paling disukai teman-temanmu. Nah, dari data hasil pengamatanmu itu, kamu sajikan dalam bentuk tabel dan diagram yang sudah kita pelajari tadi. Lalu, kamu buat deh kesimpulannya.

bentuk penyajian data

Terakhir, kalau kamu masih belum paham dengan materi ini, kamu bisa gunakan aplikasi ruangbelajar. Belajar tidak hanya lebih seru lewat video animasi menarik saja, tapi juga dipandu oleh kakak-kakak Master Teacher yang asik dan bikin kamu lebih mudah paham dengan materi. Referensi: Subchan, Winarni, dkk. (2015) Matematika SMP/MTs Kelas Bentuk penyajian data. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan GIF "Orang Penasaran" [Daring].

Tautan: https://giphy.com/gifs/johnnyorlando-johnny-orlando-eltB7oJKSWthrWE0KB (Diakses: 14 Januari 2021) Artikel diperbarui oleh Leo Bisma pada 13 April 2022
Penyajian Data Penyajian data adalah suatu kegiatan dalam pembuatan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan agar data yang telah dikumpulkan dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Contoh bentuk penyajian data yang sering dijumpai adalah bentuk tabel dan bentuk diagram. Penyajian data dalam bentuk tabel biasanya dijumpai di sekolah atau kantor dinas kemasyarakatan. Dimana berbentuk baris dan kolom yang bertujuan untuk memudahkan dalam pengelompokan suatu data. Sedangkan penyajian data dalam bentuk diagram sering terlihat dalam bidang ekonomi dan perbankan. Biasanya berisi tentang perbandingan kurs mata uang dalam bentuk penyajian data waktu tertentu.

Dalam melakukan penyajian data, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yakni singkat, akurat, dan mudah dipahami. Sehingga, para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang disajikan dan menyimpulkan serta memberi penilaian, perbandingan, dan lain sebagainya.

Tujuan Penyajian Data Ada pun bentuk penyajian data yang dimaksud dalam penyajian suatu data antara lain : • Memberi gambaran yang sistematis tentang rangkaian peristiwa yang dihasilkan dari suatu penelitian atau observasi.

• Data akan lebih cepat dibaca dan dipahami. • Memudahkan dalam membuat kesimpulan analisis suatu data. • Membuat sebuah keputusan yang lebih cepat, tepat, dan akurat. Pengumpulan Data Sebelum membuat suatu penyajian data, diperlukan adanya pengumpulan data. Data itu sendiri merupakan sesuatu yang belum memiliki makna dan masih diperlukan adanya pengolahan. Sehingga dibutuhkan pengumpulan data terlebih dahulu agar data yang disajikan dapat dipercaya.

Pengumpulan data merupakan pencarian dan penganalisaan suatu informasi tentang tujuan yang ditargetkan dalam menunjang kebutuhan penelitian. Dalam prosesnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh suatu data yang akurat, diantaranya adalah wawancara, observasi, dan kuesioner. Wawancara Wawancara adalah cara untuk mengumpulkan suatu data dengan meminta suatu pembahasan yang dibutuhkan secara langsung kepada sumber yang dapat dipercaya.

Narasumber atau responden yang ditarget harus dapat mengarahkan dan memiliki pengalaman yang benar-benar di bidangnya. Observasi Observasi adalah cara mengumpulkan sebuah data melalui proses pengamatan atau penelitian suatu objek untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Kuesioner Kuesioner merupakan sebuah alat pengumpul data yang digunakan oleh seorang peneliti dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sedang diteliti. Hasil data yang diperoleh biasanya disajikan dalam bentuk pencatatan dengan tally atau turus. Macam – Macan Cara Penyajian Data Dalam penyajian suatu data, ada beberapa macam cara yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu narasi, tabel, dan diagram.

Baca Lainnya: Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 1 Semester 1 1. Narasi Narasi adalah jenis penyajian data dari hasil penelitian dalam bentuk teks atau kalimat.

Sebagai contoh, penyebaran virus covid-19 di daerah perkotaan yang ramai lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah pedesaan yang masing jarang pendukuk.

bentuk penyajian data

Peyajian data dalam bentuk narasi ini merupakan gambaran umum dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengamatan. Di bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks biasanya hanya digunakan untuk memberikan suatu informasi kepada publik yang berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif. 2. Tabel a. Tabel Satu Arah (One Way Table) Tabel satu arah merupakan suatu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja di dalamnya.

b. Tabel Dua Arah (Two Way Table) Tabel dua arah adalah bentuk tabel yang menunjukkan hubungan antara dua hal atau dua karakteristik yang berbeda.

c. Tabel Tiga Arah (Three Way Table) Tabel tiga arah adalah jenis tabel yang menunjukkan hubungan dari tiga hal atau tiga karakteristik bentuk penyajian data berbeda. d. Tabel Baris Kolom Tabel baris kolom merupakan jenis tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang telah dibuat menjadi beberapa kelompok.

e. Tabel Kontingensi Tabel kontingensi adalah bagian dari tabel baris kolom. Namun, jenis tabel ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu penyajian data yang terdiri dari dua faktor atau dua variabel. f. Tabel Silang Tabel silang merupakan tabel yang hanya terdiri dari satu variable, tetapi juga dapat terdiri dari dua variable tergantung dari data yang diperoleh atau keadaan yang dideskripsikan.

Tabel silang satu variable digunakan untuk menggambarkan bentuk penyajian data dengan menampilkan satu karakteristiknya saja. Sedangkan tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristik. Penyususnan suatu tabel untuk memperoleh suatu data dengan tujuan tertentu, biasanya diperoleh berdasarkan waktu, wilayah, keadaan atau frekuensi.

Berdasarkan Waktu (Time Serie) Menyusun data dengan berdasarkan waktu, maka pertimbangan waktu menjadi pokok utamanya dalam memperoleh suatu data.

Berdasarkan Wilayah Dasar utama penyusunan atau penyajian data berdasarkan wilayah adalah menggunakan wilayah atau daerah sebagai target dalam memperoleh datanya. Baca Lainnya: Rumus Kubus Dan Balok Beserta Contoh Soalnya Distribusi frekuensi numerikal merupakan pembagian kelas-kelasnya dinyatakan dalam bentuk angka-angka atau secara kuantitatif. • Distribusi Frekuensi Kategorikal Distribusi frekuensi kategorikal merupakan pembagian kelas-kelasnya berdasarkan jenis data atau penggolongan data yang dilakukan secara kualitatif.

3.

bentuk penyajian data

Diagram Diagram merupakan jenis penyajian data berupa gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data yang biasanya terdiri dari angka atau simbol-simbol yang dibuat berdasarkan data dari suatu tabel yang telah dibuat. Sajian data dalam bentuk diagram ini dapat memberikan informasi yang lebih cepat yang mudah dipahami.

Karena bentuk penyajian data ini lebih menarik dibandingkan penyajian data lainnya. Berdasarkan bentuknya, diagram dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut : a.

Diagram Garis (Line Chart) Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Garis Diagram garis atau grafik garis bentuk penyajian data yang diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada suatu koordinat. Bidang garis horizontal (sumbu x) diginakan untuk bentuk penyajian data bilangan-bilangan yang bersifat tetap. Sedangkan garis vertikal (sumbu y) digunakan untuk menempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.

b.

bentuk penyajian data

Diagram Batang (Bar Chart) Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Batang Diagram batang adalah bentuk penyajian data dengan batang-batang berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai data yang disajikan. Antara batang yang satu dengan yang lainnya tidak boleh saling menempel dan jaraknya harus sama. Diagram batang memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah : Diagram Batang Tunggal (Single Bar Chart) Yaitu diagram yang terdiri dari satu batangan yang menggambarkan sebuah perkembangan dari suatu karakteristik.

Diagram Batang Ganda (Multiple Bar Chart) Yaitu diagram yang terdiri dari beberapa batangan untuk menggambarkan beberapa hal atau karakteristik c. Diagram Lingkaran (Pie Chart) Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Lingkaran Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data yang disajikan.

Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut biasanya dinyatakan dalam persen atau derajat. Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data yang disajikan. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut biasanya dinyatakan dalam persen atau derajat. Diagram lingkaran merupakan gambaran perbandingan nilai dari suatu karakteristik.

Fungsi utama dari diagram lingkaran ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara suatu data dengan data keseluruhan.

Demikianlah pembahasan mengenai penyajian data bentuk penyajian data macam-macam penyajian data. Semoga bermanfaat. Baca Juga : • Macam – Macam Diagram Dan Gambarnya • Cara Membaca Diagram, Tabel, Dan Grafik • Penyajian Data Statistik Dalam Bentuk Tabel Dan Diagram • Cara Membuat Diagram Batang Di Word • Cara Membuat Tabel Di Microsoft Office Word
MENU • Beranda • Geografi • Sejarah Geografi • Objek Studi Geografi • Cabang Ilmu • Konsep • Menurut Para Ahli • Bentuk penyajian data Geografi • Kajian Geografi • Atmosfer • Hidrologi • Geologi • Tanah • Penduduk • Hutan • Iklim • Lingkungan • litosfer • Lainnya • Budaya • Alam • Ilmu Sosial • Negara • Penelitian • Privacy Policy • Disclaimer • Daftar Isi • Daftar Isi • Penyajian Data • Pengertian Penyajian Data • Pengertian Penyajian Data Menurut Para Ahli • Bentuk Penyajian Data • Contoh Penyajian Data • Tabel • Grafik/Diagram • Peta • Sebarkan ini: • Posting terkait: Penyajian Data Penyajian data dikenal dengan juga mekanisasi yang dipergunakan dalam bentuk penyajian data laporan penelitian untuk menyajikan rangkaian angka numerik (penomoran) agar mudah dibaca.

Sehingga secara umumnya, data-data penelitian tersebut dapat disajikan kepada khalayak umum bentuk penyajian data sangat mudah. Hal ini juga dijlankan leh peneliti, sehingga nantinya diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Pengertian Penyajian Data Penyajian data adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang penelitian, baik individu ataupun berkelompok untuk melengkapi proses pembuatan laporan atas hasil penelitian kuantitatif/kualitataif yang telah dilakukan, sehingga bentuk penyajian data bisa dianalisis sesuai dengan standar keilmiahanan.

Pengertian Penyajian Data Menurut Para Ahli Adapun definisi penyajian data menurut para ahli, antara lain sebagai berikut; • Yuni (2011), Penyajian data adalah rangkaian kegiatan dalam proses penyelesaian hasil penelitian dengan mempergunakan metode analisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini dilakukan guna mempermudah data-data yang telah dikumpulkan. • Bambang Widjanarko, Pengertian penyajian data adalah bagian integral dalam pembuatan laporan penelitian yang disusun dengan langkah sederhana tetapi membantu setiap orang untuk dapat memahaminya.

Bentuk Penyajian Data Secara umum, pada proses penyajian data yang dilakukan untuk penelitian mengandung 3 jenis karaktristik yang berbeda, diantaranya macam penyajian data yang diperlakukan adalah sebagai berikut; • Tabel • Grafik/diagram • Peta Contoh Penyajian Data Memperjelas tentang penjelasan akan soal penyajian data diatas, maka uaraian lebih lanjutnya adalah sebagai berikut; • Tabel Penyajian data dengan tabel merupakan cara yang paling mudah dilakukan dalam sejumlah penelitian statistika.

Penyajian dengan tabel ini biasanya bentuk penyajian data untuk kepentingan analisis perbandingan-perbendaingan yang diperlukan dalam teori penelitian sosial. Misalnya saja untuk membandingkan tingkat kepadatan penduduk yang berada di suatu wilayah dan perwilayahan pada periode waktu tertentu, dengan kepadatan penduduk di wilayah lainnya yang berbeda atau sama, tetapi berkorelasi pada topik penelitian • Grafik/Diagram Bentuk penyajian data penyajian data yang dipergunakan dalam grafik atau diagram ini sudah mafhum dilakukan dalam serangkaian penelitian-penelitian sosial ataupun eksperimen, yang secara garis besarnya menjelaskan tentang visualisasi penelitian atau informasi tentang kegiatan secara ringkas, menarik, dan jelas.

Misalnya saja tentang penggunaan data kependudukan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengukur adanya persebaran penduduk tidak merata yang ada di wilayah dan perwilayahan Indonesia. • Keunggulan Penyajian Data Dalam Bentuk Grafik Adapun beberapa kelebihan atas penyajian data dalam bentuk diagram atau grafik ini, antara lain adalah sebagai berikut; • Pembaca lebih mudah dalam membandingkan data satu dengan data yang lain, • Dapat menggambarkan data secara seri • Penyajian lebih menarik Selain memiliki kelebihan, sistem penghitungan dan penampilan data penelitian dengan grafik mempunyai kelemahan dibandingkan dengan penyajian lainnya.

Mislanya saja akan karakteristknya yang terpaparkan hanya pendapatkan sedangkan detai terdapat dalam table. Peristilah ini kerap kalian disebut dengan aprosimatif. Jenis Grafik dalam Penyajian Data Adapun secara umum, setidaknya ada tiga macam jenis grafik atau diagram dalam penyajian data. Antara lain adalah sebagai berikut; • Grafik batang ( bar graph) adalah grafik dalam penyajian data yang mafhumnya diwakili oleh segi empat berbentuk batang, baik horizontal maupun vertikal • Grafik lingkaran ( pie graph) adalah prosesi penyajidan yang dilakukan dengan gambaran lingkaran dengan penjelasan persentase disetiap numeriknya • Grafik garis ( line graph) adalah bentuk penyajian data yang umumnya hanya dilakukan penggabaran dalam garis/titik-titik • Peta Bentuk penyajian data selanjutanya yang kerapkali dilakukan oleh para penelitian, bisanya dalam peta atau garis.

Jenis data atau informasi ini lebih mengerucut pada data kependudukan yang ditampilkan dalam bentuk peta, oleh lembaga pemerintahan ataupun masyarakat umum. Alasannya penyajian data peta lebih pada kependudukan lantaran dinilai lebih menarik dan mudah dibaca oleh banyak orang terutama tentang pununjukkan lokasinya.

Penyajian data atau informasi penduduk dalam bentuk peta menghasilkan konsep ini misalnya saja dalam syarat peta penduduk. Beberapa bentuk simbol ini bahkan bisa digunakan untuk menggambankan kondisi kepadatan penduduk. Misalnya simbol piktorial atau dapat juga dengan arsiran bersifat kuantitatif serta gradasi warna.

bentuk penyajian data

Pemilihan simbol yang tepat menjadi hal penting dalam penyajian data dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan. Kesimpulan Dari serangkaian penjelasan dapatlah disimpulkan bahwa penyajian data penelitian akan lebih mudah dipahami jika ditampilkan dalam bentuk grafik atau diagram. Bentuk penyajian data yang berbentuk garis biasanya digunakan untuk melihat perkembangan data dalam numerik statistik. Diagram ini memuat data-data yang berkesinambungan atau kontinu seperti contohnya saja penghitungan dalam data jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian penyajian data menurut para ahli, bentuk, dan contohnya. Semoga melalui ulasan ini bisa menambah cakrawala pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, terutama yang mendalami materi tentang penelitian. Posting terkait: • 11 Ciri Ekosistem Terumbu Karang di Laut • Pengertian Iklim Kutub, Ciri, Jenis, dan Contoh Flora Fauna • Pengertian Hujan Siklonal, Ciri, Penyebab, Manfaat, dan Dampaknya Posting pada Menurut Para Ahli, Penelitian Ditag arti Penyajian Data, bentuk Penyajian Data, contoh Penyajian Data, contoh soal Penyajian Data, data, data penelitian, definisi Penyajian Data, jenis Penyajian Data, karakteristik Penyajian Data, macam Penyajian Data, makna Penyajian Data, penelitian, pengertian Penyajian Data, Penyajian Data, Penyajian Data adalah, sifat Penyajian Data Navigasi pos Kategori • Alam • Atmosfer • Batuan • Benua • Cabang Ilmu • Ciri • Contoh Geografi • Dampak • Geografi • Geologi • Hidrologi • Hutan • Iklim • Ilmu Sosial • Jenis • Kajian Geografi • Klasifikasi • Konsep • Lainnya • Lingkungan • litosfer • Manfaat • Menurut Para Ahli • Negara • Objek Studi Geografi • Penduduk • Penelitian • Sejarah Geografi • Tanah • UnsurDaftar isi • Tujuan Penyajian Data • 7 Cara Penyajian Data • 1.

Narasi • 2. Tabel • 3. Diagram Lingkaran (Pie Chart) • 4. Diagram Batang • 5. Diagram Garis • 6. Diagram Gambar (Pictogram) • 7. Diagram Pencar (Plot) Tujuan Penyajian Data • Memberikan gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil dari penelitian atau observasi.

• Data lebih cepat ditangkap, dipahami, dan dimengerti. • Memudahkan observer dalam membuat analisis data. • Membuat proses pengambilan kesimpulan dan keputusan lebih tepat, cepat, dan akurat. 7 Cara Penyajian Data Dalam statistika ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyajikan data, antara lain : 1. Narasi Penyajian data bentuk penyajian data bentuk narasi atau secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat.

Misalnya, penyebaran suatu penyakit di daerah pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Data yang disajikan merupakan gambaran umum tentang bentuk penyajian data tentang hasil pengamatan.

Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif.

2. Tabel Nilai Frekuensi 50 6 60 4 70 7 80 3 Jumlah 20 Contoh penyajian data dalam bentuk tabel Penyajian data dalam bentuk tabel mementingkan keakuratan data. Karena setiap kolom dan baris pada tabel harus memuat informasi yang sangat detail. Sehingga informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan. Ada dua macam tabel yaitu, tabel biasa dan tabel distribusi frekuensi. Setiap tabel berisi judul tabel, judul setiap kolom, nilai data setiap kolom, dan sumber data.

3. Diagram Lingkaran (Pie Chart) • Buatlah lingkaran dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. • Nyatakan data dalam bentuk derajat. Misalnya data dalam jumlah orang. Apabila ada 60 orang, maka setiap orang akan memerlukan luas 360°/60 = 6°. • Hitung luas yang diperlukan oleh tiap kelompok data dalam lingkaran.

• Gambar luas kelompok data tersebut dalam lingkaran menggunakan busur derajat, bisa dimulai dari sembarang titik. 4. Diagram Batang Contoh penyajian data dalam bentuk diagram batang Diagram batang merupakan suatu diagram yang digambarkan menggunakan batang-batang persegi atau balok.

Diagram ini cocok digunakan untuk kepentingan perbandingan. Diagram batang dapat memuat lebih dari satu jenis data. Dalam menggambar diagram batang membutuhkan sumbu vertikal dan horizontal. Sumbu vertikal bentuk penyajian data horizontal dibagi menjadi beberapa skala yang sama. 5. Diagram Garis contoh penyajian data dalam bentuk diagram garis Diagram garis digunakan untuk menggambarkan suatu data berkala/berkelanjutan atau menunjukkan perkembangan suatu keadaan.

Misalnya produksi minyak setiap tahun, jumlah kelahiran setiap tahun, dan lain-lain. Dalam diagram garis terdapat sumbu vertikal (sumbu y) yang menunjukkan frekuensi. Dan sumbu horizontal (sumbu x) untuk menunjukkan variabel tertentu. 6. Diagram Gambar bentuk penyajian data nidokna.com Diagram gambar merupakan diagram yang dalam penyajiannya menyertakan gambar-gambar sebagai ilustrasi.

Hal ini bertujuan agar diagram terlihat lebih menarik. Lambang yang dipilih biasanya tergantung pada karakteristik data yang disajikan.

Misalnya data jumlah penduduk dilambangkan dengan gambar orang, data gedung dilambangkan dengan gedung, dan lain-lain. 7.

Diagram Pencar (Plot) spcforexcel.com Diagram plot merupakan jenis sajian data matematis yang dituangkan dalam diagram kartesius. Variabel pertama diletakkan pada sumbu vertikal dan variabel kedua diletakkan pada sumbu horizontal. Koordinat dari titik tersebut adalah plot datanya. Jadi, diagram plot merupakan himpunan titik-titik dalam diagram kartesius. Diagram plot sering disebut juga scatter diagram, scatter chart dan scatter graph.

Demikianlah pembahasan lengkap terkait dengan penyadian data statistika. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

BENTUK PENYAJIAN DATA




2022 www.videocon.com