Kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

(1) Adanya persamaan nasib (2) Berasal dari nenek moyang yang sama (3) Adanya persamaan letak astronomis(4) Adanya … persamaan letak geografis(5) Adanya persamaan berupa negara yang sama-sama baru berkembangManakah dari pernyataan berikut ini yang merupakan alasan yang melatar belakangi negara-ne di kawasan Asia Tenggara membentuk ASEAN?

Tuliskan 3 dampak positif perkembangan teknologi transportasi dalam bidang ekonomi ​. plis kak mohon dibantu terkhir besok, nanti ku kasih bintang ⭐✨ full deh ​. Sumber: a. Pada tahap apa dari siklus air dihasilkan salju? Sebutkan 7 pedagang-pedagang dari luar yang melakukan perdagangan di Kepulauan Indonesia!​. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghargai peninggalan sejarah. Berikut cara menghargai peninggalan sejarah, kecuali .

a. tidak mempe … rjualbelikan benda-benda peninggalan sejarah b. ikut melestarikan dan menjaga peninggalan sejarah c. menghormati kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut pahlawan yang telah gugur d. merusak benda-benda peninggalan sejarah C.​. Orang yang berjasa menemukan buku adalah . DI SETIAP PERTEMUAN PASTI AKAN BERAKHIR DENGAN PERPISAHAN.JADIJANGAN SESALI PERPISAHANNYA TAPI SESALI … PERTEMUAN NYA :)​. tolong jawab kakak besuk dikumpulkan jangan ngasalllllllll ​.

Kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Kegiatan distribusi sama pentingnya dengan kegiatan produksi dan konsumsi karena tanpa kegiatan distribusi, kegiatan produksi dan konsumsi akan terhambat. Jadi, jawaban yang tepat adalah poin B. Pengertian Distribusi dan Cara Penyalurannya Squad, pasti pernah dong jajan atau sekedar membeli alat tulis di koperasi sekolah, iya nggak? Tau tidak, ternyata koperasi yang selalu Squad kunjungi saat istirahat sekolah merupakan salah satu contoh dari distribusi lho.

Ya, karena koperasi membantu menyalurkan hasil produksi dari produsen alat-alat tulis untuk sampai kepada kita di sekolah. Contohnya, seorang petani menjual barang hasil pertaniannya secara langsung kepada konsumen atau dengan cara mendirikan warung pinggir jalan milik sendiri sehingga harganya lebih murah. Oh iya Squad, selain distribusi ada dua kegiatan ekonomi lainnya lho yaitu produksi dan konsumsi.

Sudah jelaskan sekarang Squad kegiatan distribusi itu apa dan bagaimana cara penyalurannya? Kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen.

Kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Kegiatan menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru disebut produsi, kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen disebut distribusi, sedangkan kegiatan menghabiskan, menggunakan, mengurangi nilai guna barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan disebut konsumsi.

Jadi, jawaban yang tepat adalah b. Contoh Kegiatan Distribusi Beserta Pengertian dan Jenisnya Saluran distribusi langsung merupakan proses penyaluran barang dari produsen yang dilakukan langsung ke konsumen tanpa ada perantara. Sedangkan distribusi tidak langsung merupakan proses penyaluran barang dari produsen ke konsumen dengan melalui suatu lembaga seperti agen. tirto.id - Manusia melakukan kegiatan ekonomi yang melibatkan tigas aspek, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Distribusi adalah proses penyaluran barang dari produsen ke tangan konsumen. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Produsen artinya seseorang atau kelompok yang melakukan kegiatan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut barang maupun jasa dengan tujuan untuk menambah nilai kegunaan/manfaat suatu barang.

Sedangkan, konsumsi merupakan kegiatan manusia untuk menggunakan barang maupun jasa guna memenuhi kebutuhan. Kegiatan distribusi memiliki tujuan untuk menjaga kelangsungan hidup dalam kegiatan produksi. Selain itu, distribusi juga bertujuan untuk menyalurkan barang ke tangan konsumen sehingga konsumen dapat secara mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan. Fungsi Pokok Distribusi Mengutip dari laman Rumah Belajar Kemendikbud, berikut ini fungsi pokok dalam kegiatan distribusi.

1. Pengangkutan atau transportasi, yakni kegiatan distribusi berfungsi dalam dilaksanakan kegiatan pengangkutan yang pada umumnya membutuhkan alat trasportasi. 2. Penjualan (Selling), merupakan fungsi terkait pengalihan hak dari tangan produsen ke tangan konsumen yang dilakukan dengan penjualan.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

3. Pembelian (Buying). Pembelian atau lawan dari penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh konsumen dengan melakukan pembelian terhadap barang yang dibutuhkan. 4. Penyimpanan (Stooring), merupakan proses yang ditujukan untuk menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-barang.

5. Pembakuan Standar Kualitas Barang, meliputi standar ketentuan mutu, jenis, dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan. 6. Penanggung Resiko, seorang distributor juga memiliki fungsi dalam menanggung resiko terhadap kerusakan barang selama masa pendistribusian. Pada jaman ini, penanggung resiko kerusakan barang dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.

Fungsi Tambahan Distribusi Selain keenam fungsi pokok distribusi, terdapat tiga fungsi tambahan dalam distribusi yang dilansir dari sutus Rumah Belajar Kemendikbud.

Berikut merupakan 3 fungsi tambahan kegiatan distribusi. 1. Menyeleksi Kegiatan ini biasanya diperlukan pada distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Sebagai contoh pada produksi tembakau diperlukan penyeleksian berdasarkan mutu atau standar yang berlaku.

Contoh lainnya pada produksi buah-buahan yang diseleksi berdasarkan ukuran besar kecil buah. 2. Mengepak/Mengemas Kegiatan distribusi juga memiliki fungsi pengepakan yang ditujukan untuk menghindari adanya kerusakan barang atau hilang dalam pendistribusian.

Oleh karena itu, barang hasil produksi harus dikemas dengan baik. 3. Memberikan Informasi Distributor juga memiliki fungsi dalam menyampaikan informasi terkait hal-hal yang perlu diinformasikan terkait produk.

Hal ini dimaksudkan untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen. Infografik SC Fungsi Pokok Distribusi. tirto.id/Quita Faktor Kegiatan Distribusi Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan distribusi. Faktor-faktor tersebut meliputi: a. Faktor Pasar Dalam lingkup faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen. Maksud dari pola pembelian konsumen yakni berkaitan dengan jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan serta kebiasaan dalam pembelian.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

b. Faktor Barang Faktor barang meliputi segi barang yang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.

c. Faktor Perusahaan Faktor perusahaan yang dimaksud adalah terkait pertimbangan dalam sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. d.

Faktor Kebiasaan dalam Pembelian Pertimbangan lain yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian meliputi: fungsi perantara, sikap perantara kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut kebijaksanaan produsen, volume penjualan hingga ongkos penyaluran barang. Saluran Distribusi Dalam pelaksanaannya, kegiatan distribusi dibedakan menjadi tiga saluran distribusi, yakni meliputi: • Distribusi langsung, berupa penyaluran barang/jasa tanpa melalui perantara. Artinya distribusi dilakukan langsung dari produsen ke tangan konsumen.

• Distribusi semi langsung, yaitu sistem distribusi yang dilakukan melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. • Distribusi tidak langsung, yaitu sistem distribusi yang memanfaatkan jasa agen, grosir, makelar, komisioner, dan pedagang kecil yang bertindak sebagai perantara.
Kegiatan distribusi punya peranan penting agar barang hasil produksi bisa sampai ke tangan konsumen dengan kondisi selamat. Singkatnya, proses ini fokus pada penyampaian barang dari penjual kepada pembeli.

Lalu, apa pengertian distribusi dalam perspektif bisnis? Faktor apa saja yang berpengaruh pada proses penyaluran barang hasil produksi? Simak penjelasan berikut yuk! Apa Itu Kegiatan Distribusi? Berdasarkan laman Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, distribusi merujuk pada penyaluran, baik berupa pembagian atau pengiriman, kepada beberapa orang maupun beberapa tempat.

Dalam perspektif bisnis, distribusi merujuk pada upaya memperlancar dan mempermudah proses penyampaian atau penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Maka, kegiatan distribusi punya hubungan erat dengan pemasaran.

Pelaku distribusi harus bisa membuat barang dan jasa itu tersebar kepada target konsumen yang benar-benar membutuhkan. Oya, pelaku distribusi disebut distributor. Ia bertanggung jawab menjadi fasilitator supaya konsumen mudah memperoleh barang atau jasa dari produsen.

Distributor bisa membeli lebih dulu barang dari produsen untuk dijual kembali, atau menjual langsung hasil produksinya.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Dalam perekonomian modern, jalur distribusi bisa semakin singkat berkat kehadiran teknologi digital dan transportasi. Sekat antarwilayah maupun antarnegara nyaris hilang karena pemasaran digital mampu menembusnya. Contoh sederhana, sekarang kamu bisa belanja online baju favoritmu dari toko di Jakarta walau kamu tinggal di Surabaya. Lebih lanjut, distribusi memiliki beberapa tujuan.

• Sebagai jaminan kesinambungan proses produksi Distribusi yang baik akan menjaga kesinambungan proses produksi karena barang tidak menumpuk di gudang. Hal ini terutama berlaku bagi produsen skala menengah sampai besar. Sementara, produsen kecil mungkin saja melakukan penjualan langsung kepada konsumen untuk memperpendek jalur distribusi. • Sebagai jaminan produk sampai ke tangan konsumen Distribusi punya peran besar dalam hal ini. Bukan sekadar menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen, tetapi juga memastikan produk diterima dalam kondisi baik.

Pelibatan promosi dan pengiriman barang juga tak kalah penting. • Mempermudah konsumen mendapatkan barang dan jasa Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, distribusi seharusnya mempermudah konsumen mendapatkan barang dan jasa.

Tidak semua pembeli punya akses langsung ke produsen, seperti barang-barang yang diproduksi pabrik besar. Maka, distributor menjembatani konsumen dan produsen. Baca juga: Sudah Tahu Apa Saja Hak dan Kewajiban dari Konsumen? • Membuat barang dan jasa lebih bermanfaat Produsen memproduksi barang dan jasa agar bisa dipakai konsumen.

Namun, jika tidak didistribusikan, konsumen tidak bisa menikmati manfaat barang dan jasa tersebut. Jenis Kegiatan Distribusi Ada tiga jenis kegiatan distribusi. Mari simak penjelasan berikut. • Distribusi secara langsung Umum dilakukan produsen kecil guna memangkas biaya distribusi.

Produsen bisa menjual produk langsung kepada konsumen, termasuk melakukan sendiri pemasaran, penjualan, hingga pengiriman barang. Keberadaan media sosial dan marketplace memberi kesempatan luas bagi produsen kecil untuk memasarkan produknya secara digital serta menjangkau lebih banyak konsumen. • Distribusi secara tidak langsung Dalam konteks ini, produsen mengandalkan jasa distributor berupa grosir atau retail. Umumnya distribusi tidak langsung dipakai perusahaan besar yang mempunyai jangkauan pemasaran luas.

Cara ini juga kerap digunakan untuk memasarkan produk yang tahan lama. Pasalnya, proses distribusi membutuhkan jangka waktu tertentu, mulai dari pengambilan barang di produsen, pendataan stok barang di gudang distributor, hingga menjualnya ke retailer atau penjual lain.

• Distribusi secara semi langsung Kelompok ini mengacu pada jasa penyalur atau distributor berspesifikasi khusus. Kegiatan distribusi barang dipandang perlu mendapat penanganan khusus dari ahlinya. Model demikian biasa dipakai produsen dengan mengandalkan distributor dari perusahaan sendiri. Contoh, distribusi barang mewah dan mahal. Contoh Kegiatan Distribusi Kamu bisa menjumpai dengan mudah kegiatan distribusi dalam kehidupan sehari-hari. • Produsen risoles memasarkan produknya secara online dan mengirimnya langsung ke konsumen.

• Peternak sapi menjual langsung sapi miliknya sendiri menjelang hari raya kurban. • Perajin hiasan rumah menjual langsung produknya di showroom yang satu lokasi dengan workshop pembuatan kerajinan. • Penjual sayur keliling membeli ikan di tempat pelelangan ikan untuk dijual kepada pembeli di komplek perumahan. • Department store menjual pakaian yang diambil dari pabrik konveksi. • Mini market dekat rumah mengambil berbagai barang dari agen besar untuk dijual kepada pelanggan.

• Distributor film membeli hak edar film dari perusahaan produksi dan menayangkannya di aplikasi video streaming maupun bioskop. Demikian penjelasan mengenai kegiatan distribusi. Tanpa distribusi, konsumen akan kesulitan menikmati nilai manfaat barang dan jasa. Jenis distribusi kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut berbeda menurut skala usaha yang dilakukan produsen. Maka, rantai distribusi bisa pendek dan berlangsung singkat, maupun panjang yang memakan waktu lama.

Semoga informasi ini bermanfaat. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran! Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected] Categories • Belajar Investasi 898 • Berita Bisnis 824 • Featured 735 • Infografis 34 • Kabar Akseleran 177 • Kisah Inspiratif 194 • Lifestyle 330 • Tips Bisnis (1,203) Archives • May 2022 (1) • April 2022 (65) • March 2022 (80) • February 2022 (58) • January 2022 (79) • December 2021 (32) • November 2021 (37) • October 2021 (69) • September 2021 (72) • August 2021 (46) • July 2021 (52) • June 2021 (71) • May 2021 (53) • April 2021 (65) • Kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut 2021 (74) • February 2021 (65) • January 2021 (53) • December 2020 (57) • November 2020 (68) • October 2020 (84) • September 2020 (70) • August 2020 (85) • July 2020 (81) • June 2020 (80) • May 2020 (58) • April 2020 (50) • March 2020 (58) • February 2020 (50) • January 2020 (31) • December 2019 (20) • November 2019 (16) • October 2019 (18) • September 2019 (24) • August 2019 (27) • July 2019 (32) • June 2019 (14) • May 2019 (14) • April 2019 (12) • March 2019 (15) • February 2019 (15) • January 2019 (11) • December 2018 (4) • November 2018 (8) • October 2018 (12) • September 2018 (14) • August 2018 (10) • June 2018 (2) • May 2018 (1) • April 2018 (4) • March 2018 (4) • February 2018 (2) • January 2018 (4) • December 2017 (10) • November 2017 (8) • September 2017 (7) • August 2017 (7) • July 2017 (2) • June 2017 (3) • May 2017 (1) • April 2017 (1) • March 2017 (1) • December 2016 (1) Aktivitas Distribusi Untuk Menyalurkan Hasil Produksi Kedapa Konsumen, Barang dan jasa hasil produksi manusia tidak akan memiliki kemanfaatan apabila tidak disalurkan dan sampai ke tangan konsumen.

Hasil produksi sampai ke tangan konsumen melalui kegiatan yang disebut dengan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi ialah kegiatan menyalurkan barang/jasa dari produsen kepada konsumen. Aktivitas Distribusi Untuk Menyalurkan Hasil Produksi Kedapa Konsumen, Lembaga atau perorangan yang melakukan distribusi disebut distributor. Terdapat tiga cara distributor menyampaikan barang atau jasa kepada konsumen, Tiga cara ini yaitu; 1.

Secara langsung tanpa melalui perantara Contohnya tukang bakso yang langsung mendatangi konsumen untuk menjual hasil produksinya. Atau pembantu rumah tangga yang langsung datang ke rumah majikan tanpa biro jasa untuk bekerja.

2. Semi langsung Adalah mendistribusikan barang dan jasa melalui perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contohnya adalah pabrik tekstil yang menjual pakaian hasil produksinya melalui penyalur khusus sebelum disalurkan kepada pedangang toko. 3. Tidak langsung yaitu penyalurang barang hasil produksi kepada konsumen melalui agen, grosir, pedagang kecil yang bertindak sebagai perantara. Konsumen ialah pengguna barang atau jasa hasil produksi.

Konsumen melakukan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan demi menjaga kelangsungan hidupnya.

Kegiatan memakai, menggunakan atau menghabiskan nilai barang dan jasa disebut sebagai konsumsi. Di dalam ilmu ekonomi pelaku konsumsi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu; 1. Kegiatan Konsumsi rumah tangga keluarga Kegiatan konsumsi ini yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang dipersatukan oleh pertalian darah dan tinggal dalam satu rumah.

Contoh adalah konsumsi keluarga atas bahan makanan, pakaian, listrik dan telepon dalam keluarga. Setiap rumah tangga selalu berupaya menyelaraskan antara tingkat pendapatan dengan konsumsi yang dilakukannya. Oleh karenanya tingkat konsumsi satu keluarga dengan keluarga lain berbeda karena dipengaruhi oleh faktor pendapatan, jumlah anggota keluarga, gaya hidup, latar belakang Pendidikan atau lingkungan tempat tinggal.

2. Kegiatan Konsumsi rumah tangga perusahaan Kegiatan konsumsi ini berupa kegiatan konsumsi bahan baku, tenaga kerja dan modal yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Perusahaan selalu berupaya menggunakan prinsip ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa yaitu menekan biaya produksi demi menghasilkan hasil keuntungan yang baik. Penekanan biaya produksi bisa dilakukan dengan membeli atau mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah, menggunakan tenaga kerja yang terampil dan dapat juga menggunakan teknologi yang tinggi untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik.

3. Kegiatan konsumsi negara Yaitu kegiatan konsumsi yang dilakukan sebuah negara dengan tujuan memenuhi atau melayani kebutuhan masyarakatnya. Negara Indonesia pada setiap akhir tahun membuat rancangan anggaran dan belanja negara untuk rakyat yang nantinya diperiksa untuk disetujui oleh DPR.

Perencanaan dan pengawasan keuangan negara dilakukan pemerintah dapat menyesuaikan antara pengeluaran, pendapatan negara dengan kebutuhan masyarakat. Setelah Ananda memahami tentang kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi lakukanlah aktivitas berikut untuk menguji pengetahuan Ananda.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Bacalah cerita berikut kemudian jawablah pertanyaan yang ada dibawahnya! Yani adalah seorang karyawan swasta, namun pandemi covid-19 membuat dirinya harus mundur dari perusahaan tempatnya bekerja.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Yani harus berupaya menggali dan mengasah kemampuannya dalam membuat produk makanan berupa bakso yang kemudian di jual. Setiap hari Yani menyiapkan bahan baku berkualias baik untuk baksonya, seperti bawang putih, tepung terigu, tepung sagu, garam, daging, lada penyedap rasa, serta sambal sebagai pelengkapnya.

Bakso buatan Yani dijual ke tetangga sekitar rumah yang langsung dilayani oleh Yani. Untuk pembelian dengan lokasi jauh, ia membuka sistem online agar pembeli bisa membeli melalui aplikasi dan kemudian bakso dapat diantar oleh kurir yang bekerja pada aplikasi online tersebut sebagai distributor. Bakso buatan Yani sangat lezat, banyak pembeli berkata demikian. Rasanya yang pas dan harga yang terjangkau membuat bakso buatan Yani tersebut laris. Baca juga Macam-Macam Kebutuhan Manusia yang harus dipenuhi Yani mendapatkan untung besar, karena semangat yang kuat dan tidak pernah menyerah.

Meskipun ia tidak lagi bekerja di perusahaan, Ia tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kerja kerasnya menjadi wirausahawan. Pertanyaan: Kegiatan menyalurkan hasil produksi kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut produsen ke konsumen disebut? • distribusi • konsumsi • produksi • produsen • Semua jawaban benar Jawaban: A.

distribusi Dilansir dari Encyclopedia Britannica, kegiatan menyalurkan hasil produksi dari produsen ke konsumen disebut distribusi. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Orang yang melakukan kegiatan menghabiskan barang atau mengurangi nilai guna barang dan jasa disebut?

beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Asked by wiki @ 12/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 767 persons Asked by wiki @ 10/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 715 persons Asked by wiki @ 23/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 700 persons Asked by wiki @ 20/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 623 persons Asked by wiki @ 26/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 605 persons Asked by wiki @ 20/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 572 persons Asked by wiki @ 20/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 550 persons Asked by wiki @ 30/07/2021 in Ujian Nasional viewed by 447 persons Asked by wiki @ 03/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 351 persons Asked by wiki @ 02/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 280 persons Asked by wiki @ 09/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 258 persons Asked by wiki @ 29/07/2021 in Ujian Nasional viewed by 231 persons Asked by wiki @ 20/08/2021 in Ujian Nasional viewed by 216 persons
Distribusi ialah kegiatan yang dilakukan oleh distributor untuk mengirim barang dari pihak produsen ke pihak konsumen.

Dalam kegiatan distribusi disini, terdapat dua saluran, yaitu: • Saluran Distribusi Langsung, saluran distribusi ini langsung diberikan dari pihak produsen kepada pihak konsumen tanpa perantara, seperti pedagang nasi uduk langsung menjual nasi uduk nya kepada masyarakat, dan lainnya. • Saluran Distribusi Tidak Langsung, saluran distribusi ini tidak langsung diberikan kepada konsumen. Saluran ini ada perantara untuk menyampaikan barang ke pihak konsumen, seperti pedagang besar, pedagang kecil, eceran, dan lainnya.

Jadi, jawaban yang sesuai adalah D.
• Produk • Fitur majoo • Ecommerce Omnichannel • Cerita Wirausaha • Layanan • majoo Pay • majoo Capital • majoo Supplies • majoo Care • majoo DigiAds • Solusi • Cafe & Restoran • Toko Retail • Food & Beverages • Laundry • Franchise • Salon & Barbershop • Fashion & Accessories • Food Truck & Pop Up Store • Car Wash • Harga • Paket • Paket Kasir • Paket Ecommerce • Paket Maxima • Paket Takeover • Bimbingan • Mentor majoo • Kompetisi majoo • Kelas majoo • Pustaka majoo • Daily majoo • Inspirasi majoo • FAQ Secara sederhana, yang dimaksud dengan kegiatan distribusi adalah suatu proses penyaluran yang mencakup penyampaian ataupun proses pengiriman pada beberapa orang atau pada beberapa tempat.

Dalam dunia bisnis, kegiatan distribusi dilakukan untuk mempermudah proses penyampaian dan juga penyaluran barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen. Pelaku kegiatan distribusi yang disebut dengan distributor, bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator agar setiap konsumen bisa mendapatkan barang atau jasa dari produsen.

Distributor biasanya membeli barang terlebih dahulu dari pihak produsen agar selanjutnya bisa dijual kembali kepada para konsumen. Para distributor tersebut selayaknya mampu membuat suatu barang atau jasa agar bisa tersebar luas ke target pasar yang membutuhkan. Dari penjelasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa kegiatan distribusi adalah sesuatu yang erat kaitannya dengan kegiatan pemasaran.

Pengertian Kegiatan Distribusi Agar lebih mudah dalam mengenal dan memahami segala sesuatu yang terkait dengan distribusi, maka terlebih dahulu sebaiknya mengetahui definisi dari distribusi itu sendiri. Beberapa ahli mengungkapkan pengertian dan penekanannya masing-masing dalam memaknai distribusi. Soekartawi Soekartawi memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai pengertian kegiatan distribusi.

Dalam pandangannya, distribusi lebih cenderung kepada aktivitas yang dapat membuat barang atau jasa dapat diterima oleh konsumen akhir. Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa distribusi tidak hanya sampai ke konsumen industri yang memanfaatkan barang atau jasa tersebut dalam pembuatan barang atau jasa lainnya. Titik akhir dari kegiatan distribusi adalah barang maupun jasa tersebut diterima atau dipergunakan oleh konsumen, bukan untuk dijual kembali.

Basu Swastha Basu Swastha adalah salah seorang ahli manajemen yang mendefinisikan kegiatan distribusi sebagai saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk (yang disebut produsen) untuk mengirimkan produknya kepada konsumen (baik konsumen personal maupun industri).

Dalam definisi ini, distribusi berarti sebuah saluran yang dibuat atau diciptakan oleh produsen, sementara konsumen (personal maupun industri) mendapatkan barang atau jasa dari saluran tersebut. Alex S. Nitisemito Alex S. Nitisemito juga mempunyai kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut yang berbeda tentang kegiatan distribusi.

Alex memberikan penekanan kepada peran distributor dalam proses distribusi. Alex memandang kegiatan distribusi adalah lembaga-lembaga penyalur atau distributor yang berkegiatan menyalurkan barang-barang maupun jasa-jasa dari kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut kepada konsumen. Definisi Alex S. Nitisemito ini menonjolkan pentingnya keberadaan distributor dalam proses produksi dan konsumsi barang maupun jasa.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Distributor bukan hanya saluran yang diciptakan oleh produsen, melainkan dapat berdiri independen sebagai suatu lembaga tersendiri di luar produsen maupun konsumen. Jenis-jenis Kegiatan Distribusi 1. Langsung Kegiatan distribusi langsung dilakukan oleh produsen kecil agar bisa meminimalisir biaya distribusi. Pihak produsen bisa menjual produk tersebut secara langsung ke konsumen, yakni dengan melakukan pemasaran, penjualan dan pengiriman barang sendiri.

2. Tidak Langsung Jenis distribusi yang kedua adalah distribusi tidak langsung. Di sini, pihak produsen hanya fokus dalam mengandalkan jasa distributor saja, yaitu grosir ataupun retail. Kegiatan distribusi tidak langsung ini biasanya dipakai oleh perusahaan berskala besar agar bisa menjangkau pemasaran yang lebih luas.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

3. Semi Langsung Kegiatan distribusi semi langsung adalah kegiatan yang lebih mengacu pada jalur distributor khusus. Proses ini memanfaatkan produsen agar bisa mengendalikan distributor, contohnya distribusi dengan barang dengan harga mahal dan mewah. Contoh Kegiatan Distribusi Ada banyak contoh kegiatan distribusi yang dengan mudah bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah: • Produsen makanan yang memasarkan produknya online dan mengirimnya langsung ke konsumen.

• Petani sayuran yang menjual hasil tanamnya pada pedagang sayur, yang kemudian menjual kembali sayurnya pada konsumen. • Penjual tiket kereta atau bus online. • Hewan ternak yang dijual oleh peternaknya langsung ke konsumen pada hari raya kurban. • Kendaraan bermotor yang dipasarkan oleh pabriknya melalui dealer atau showroom. • Konsumen membeli langsung hasil perkebunan dari petani. • Konsumen membeli tiket bioskop atau pertunjukan melalui aplikasi online. • Penjualan perabot atau perlengkapan rumah tangga dari produsen melalui agen/reseller kepada konsumen.

Tujuan Kegiatan Distribusi Seperti yang sudah disampaikan di awal artikel ini bahwa pada dasarnya tujuan kegiatan distribusi bukan hanya untuk menyalurkan produk atau jasa dari produsen kepada konsumen, melainkan masih ada beberapa tujuan lainnya.

1. Untuk Mempermudah Konsumen dalam Mendapatkan Barang/Jasa Tujuan kegiatan distribusi yang utama adalah agar bisa lebih memudahkan konsumen dalam memperoleh barang atau jasa, ini dikarenakan tidak semua konsumen memiliki akses ke produsen secara langsung.

Dengan adanya kegiatan distribusi konsumen bisa mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Selain itu kegiatan ini juga menjamin barang yang diterima oleh konsumen sesuai dengan harapan. 2. Sebagai Jaminan Proses Produksi Bila kegiatan distribusi dilakukan dengan alur yang baik maka akan mampu menjaga keterkaitan antar suatu proses produksi agar barang tersebut tidak menumpuk terlalu lama di gudang.

Semakin banyak konsumen yang menerima atau membutuhkan barang, makan proses produksi akan semakin cepat. Proses produksi barang hanya mungkin berlanjut bila barang produksi sebelumnya telah diterima oleh konsumen. Hal ini biasanya hanya berlaku untuk produsen berskala besar dan menengah, karena produsen kecil umumnya melakukan penjualan langsung ke konsumen demi mempersingkat jalur distribusinya.

3. Agar Barang/Jasa Lebih Berguna Produsen membuat barang dan jasa tujuannya untuk bisa dimanfaatkan oleh konsumen. Tapi bila tidak disalurkan dengan tepat waktu, maka konsumen tidak akan bisa menikmati barang ataupun jasa tersebut. 4. Pemerataan Produk ke Seluruh Wilayah Kegiatan distribusi dapat membantu produsen menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas. Dengan begitu maka produsen juga bisa menjangkau lebih banyak konsumen yang berada jauh dari lokasi produksi.

5. Untuk Mempertahankan dan Mengembangkan Kualitas Produksi Tujuan kegiatan distribusi lainnya adalah untuk menjamin produsen dapat terus mempertahankan proses produksinya. Kegiatan distribusi juga bertujuan agar produsen bisa mendapatkan data terkait barang atau jasa yang diproduksinya. 6. Untuk Meningkatkan Nilai Jual Barang Kegiatan distribusi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai jual barang.

Dalam suatu proses distribusi, jarak pengiriman barang dari produsen menuju konsumen diperhitungkan dalam biaya produksi yang nantinya akan berpengaruh pada harga jual di pasaran. Sudah banyak contoh dari hal ini, banyak barang produksi yang harganya jadi melonjak setelah disalurkan ke lokasi yang jauh oleh distributor.

Manfaat Kegiatan Distribusi Dari seluruh penjelasan di atas mengenai pengertian, jenis, tujuan, dan contoh kegiatan distribusi, maka bisa dianggap bahwa kegiatan distribusi adalah sebuah proses yang memiliki banyak manfaat dalam dunia bisnis.

Lalu, apa manfaat kegiatan distribusi tersebut? Berikut beberapa manfaat kegiatan distribusi. • Memastikan barang atau jasa lebih bermanfaat, dan dapat digunakan oleh konsumen kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut baik.

Tanpa adanya kegiatan distribusi, maka barang tersebut tidak dapat dipakai oleh konsumen. • Menjamin kesinambungan proses produksi. Kegiatan distribusi menjamin barang bisa beredar dengan baik, dan tidak menumpuk di gudang. • Memudahkan konsumen mendapatkan barang dan jasa yang mereka butuhkan. Untuk produk tertentu, konsumen tidak bisa langsung mendapatkannya dari produsen, dan memerlukan distributor sebagai perantara penyaluran barang atau jasa. • Menjamin barang atau jasa sampai ke tangan konsumen yang membutuhkannya dalam kondisi yang baik.

Proses ini bahkan dimulai sejak promosi dan pemasaran dilakukan. Kesimpulan Kegiatan distribusi adalah kegiatan ekonomi yang menggabungkan proses produksi dan juga proses konsumsi.

Tujuan kegiatan distribusi yang utama adalah agar bisa menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen ke pihak konsumen. Pelaku kegiatan distribusi ini disebut dengan distributor. Kegiatan ini digolongkan dalam 3 jenis, yakni distribusi langsung, tidak langsung, dan semi langsung yang memiliki contoh kegiatan distribusi masing-masing. Bisa disimpulkan pula apa manfaat kegiatan distribusi dalam dunia bisnis. Salah satunya adalah dapat menjamin proses produksi terus berlangsung dan menjamin barang atau jasa bisa sampai ke tangan konsumen secara aman.

Di dunia bisnis yang semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi seperti saat ini, jalur kegiatan distribusi bisa dipersingkat. Hal ini tak lepas dari peran digitalisasi bisnis yang bisa diterapkan oleh para pelaku bisnis atau pemilik usaha. Bila sebelumnya terasa cukup sulit dalam memasarkan produk yang berada di luar negeri atau di luar pulau, dengan adanya digitalisasi ini keseluruhan prosesnya bisa jadi lebih mudah.

Contohnya, kamu bisa memesan barang yang kamu perlukan hanya dengan menggunakan marketplace onlinetidak usah lagi mengunjungi toko. Contoh lainnya adalah bila kamu adalah pihak produsen yang menggunakan sistem distribusi langsung, maka ada aplikasi seperti majoo yang bisa membantu kamu dalam memudahkan proses pemasaran. Aplikasi Majoo menyediakan banyak fitur seperti order online, self order, bahkan aplikasi dashboard untuk membantu kamu mengontrol bisnis lebih mudah dan praktis.• Ajaib.co.id – Sebuah produk tidak akan sampai kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut tangan konsumen tanpa adanya proses atau kegiatan distribusi.

Secara tidak langsung contoh distribusi ini bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah sebagai penyalur hasil produksi dari produsen ke konsumen. Distribusi jadi penghubung antara produksi dan konsumsi dalam kegiatan ekonomi. Pihak yang menjalankan kegiatan distribusi disebut distributor.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Sebuah usaha bisa berkembang perlu adanya strategi pemasaran yang luas agar proses distribusi tepat sasaran. Untuk itu pemilihan strategi dan juga sistem manajemen harus tepat serta didukung teknik pemasaran yang sesuai. Pengertian Distribusi Distribusi sangat berkaitan erat dengan kegiatan pemasaran. Pihak yang menjalankan distribusi harus mampu membuat produk dan jasa bisa tersebar ke target konsumen yang diinginkan.

Maka dari itu, distributor memiliki tanggung jawab sebagai fasilitator agar memudahkan konsumen mendapatkan barang atau jasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, distribusi mengarah kepada penyaluran, baik itu pembagian atau pengiriman kepada sejumlah pihak maupun tempat. Sementara dalam kacamata bisnis, kegiatan distribusi lebih kepada mengupayakan kelancaran dan kemudahan dalam proses penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Dari pengertiannya tersebut, tentu kamu tahu seperti apa contoh distribusi itu kan. Contoh sederhananya adalah tukang sayur keliling yang sudah jadi langganan ibu-ibu untuk belanja. Nah, tukang sayur tersebut biasanya mendapatkan barang (sayur dan bumbu) dari pasar yang kemudian di jual ke komplek-komplek perumahan.

Jenis Distribusi Kegiatan distribusi sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Distribusi Langsung Distribusi langsung adalah proses penyaluran barang maupun produk lainnya langsung dari produsen ke konsumen tanpa melalui perantara. Umumnya kegiatan ini dilakukan para produsen kecil untuk menghemat biaya distribusi. Dalam hal ini produsen bisa memasarkan sendiri produknya, menjual, hingga mengirimkan barang. Contoh distribusi langsung bisa dirasakan lewat hadirnya media sosial dan marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.

Keberadaan e-commerce ini memberi kesempatan langsung kepada produsen kecil untuk memasarkan sekaligus menjual produknya secara online untuk dapat menjangkau konsumen lebih banyak. 2. Distribusi Tidak Langsung Namanya saja tidak langsung, pasti proses distribusinya menggunakan jasa perantara seperti toko grosir atau ritel.

Jenis kegiatan distribusi tidak langsung umumnya dipakai perusahaan besar dengan jangkauan pemasaran yang luas. Cara ini seringkali digunakan untuk memasarkan produk-produk tertentu yang tahan lama. Proses pendistribusian semacam ini perlu kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut waktu yang tidak menentu, mulai dari pengambilan barang, pendataan stok barang yang ada di gudang, hingga dijual ke toko-toko retail ataupun penjual lainnya.

Setiap kegiatan distribusi yang dilakukan butuh biaya yang tidak sedikit. Maka tak heran jika prosesnya cukup panjang yang bisa mengakibatkan harga barang dan jasa jadi lebih mahal.

Sebenarnya apa sih yang mempengaruhi pemilihan dalam penyaluran distribusi? Setidaknya ada lima faktor, yakni: · Sifat dari barang itu sendiri · Luas daerah pemasaran · Jumlah produk yang diproduksi · Sarana komunikasi · Transportasi Strategi Saluran Kegiatan Distribusi Ada satu hal lain yang harus dipikirkan oleh produsen maupun distributor, yaitu jangkauan distribusi.

Sebuah bisnis bisa dikatakan berkembang salah satunya dilihat dari kemampuan produsen atau distributor dalam menjangkai konsumen hingga ke berbagai daerah. Nah, untuk itu perlu adanya strategi saluran atau sistem distribusi yang tepat agar jangkauan pemasarannya bisa lebih luas. Strategi yang dimaksud adalah: 1.

Produsen – Konsumen Strategi ini terbilang cukup singkat, dimana produk yang dihasilkan produsen langsung disalurkan atau dijual ke tangan konsumen. 2. Produsen – Pengecer – Konsumen Strategi ini menggunakan perantara sebelum produk berpindah tangan ke konsumen. Sebelum produk didistribusikan ke konsumen, produsen harus menyalurkan barang hasil produksi ke pengecer terlebih dahulu. Dalam tahap ini, produsen tidak bisa menemui langsung konsumen. Hal ini merupakan langkah pemasaran yang ideal apabila jangkauan pemasarannya luas.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen Strategi ini digunakan oleh produsen yang memiliki tingkat produktivitas tinggi sehingga produknya akan menaruh produknya ke perusahaan besar atau disebut juga pedagang besar. Setelah itu, produknya pun tidak akan dijual langsung ke konsumen, melainkan di distribusikan terlebih dahulu ke pengecer.

Sesampainya di pengecer, barulah produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Strategi ini dilakukan untuk mengetahui apakah pada kesempatan pertama produk yang dihasilkan memiliki minat beli yang bagus dari konsumen. 4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen Strategi satu ini lebih banyak menggunakan agen yang sudah ditunjuk untuk mendistribusikan produk.

Hal ini dilakukan demi menunjang keberlangsungan produk dari produsen. Agen berhak menentukan pengecer yang tepat sebagai penyalur. Contoh Kegiatan Distribusi Contoh distribusi sebenarnya banyak dan dapat dengan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah: · Produsen cake yang memasarkan produknya lewat online dan mengirimnya langsung ke konsumen.

· Perajin perabotan rumah tangga menjual produknya pada showroom yang masih satu lokasi dengan tempat pembuatannya. · Jelang hari raya kurban, peternak sapi dan kambing akan menjual ternaknya ke konsumen. · Pabrik otomotif menjual kendaraan bermotornya melalui dealer di berbagai daerah. Kemudian contoh distribusi lainnya seperti minimarket yang banyak mengambil menjual berbagai macam produk dari agen besar untuk dijual langsung kepada konsumen.

Tentang Ajaib Semua transaksi saham difasilitasi oleh PT Ajaib Sekuritas Asia (“Ajaib Sekuritas”), pialang yang terdaftar di OJK dan IDX. Semua transaksi reksa dana difasilitasi oleh PT Takjub Teknologi Indonesia (“Ajaib Reksa Dana”), APERD yang terdaftar kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut OJK.

Keduanya merupakan bagian dari grup Ajaib Technologies. Ajaib Group membuka pintu akses terhadap investasi, selebar-lebarnya untuk berbagai kalangan, terutama pemula. Semua orang berhak mendapat akses ke investasi aman dan terpercaya, terlepas dari tingkat pendapatannya.

Ajaib Group percaya bahwa berinvestasi adalah kewajiban semua orang, bukan hak. Investasi berguna untuk meringankan dampak inflasi, meningkatkan jumlah kekayaanmu, dan persiapan masa depan. Layanan investasi reksa dana online Ajaib Reksa Dana memberikan aneka pilihan reksa dana terbaik.

kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen disebut

Reksa dana terbaik didefinisikan berdasarkan pengembalian historis dan rekam jejak Manajer Investasi. Kendati demikian, para pengguna Ajaib (untuk seterusnya disebut Investor Ajaib), berinvestasi tanpa paksaan dari Ajaib. Investor Ajaib diharapkan untuk memahami risiko investasi.

Data pengembalian historis tidak menjamin pengembalian di masa depan. Melalui layanan saham Ajaib Sekuritas Asia, Investor Ajaib dapat mengakses informasi lengkap emiten, termasuk peringkat performa jika dibandingkan dengan kompetitornya di industri yang sama. Selain itu, Investor Ajaib juga dapat melihat analisis berdasarkan indikator teknikal, memantau perubahan harga, dan melihat sentimen pasar berdasarkan berita-berita terkini.

Investasi saham bersifat volatil. Investor Ajaib diharapkan untuk dapat memahami risiko sebelum berinvestasi.

Kegiatan Ekonomi Produksi Distribusi dan Konsumsi




2022 www.videocon.com