Cara memuaskan suami pada masa haid

cara memuaskan suami pada masa haid

Saat bercinta, siapa yang tidak ingin tahan lama “bertempur” di ranjang? Terkadang, banyak hal yang membuat pria menjadi orgasme terlalu cepat. Hal ini berbeda dengan wanita yang cenderung butuh waktu lebih lama untuk mencapai orgasme. Nah, melakukan g aya atau posisi bercinta yang bervariasi bisa menjadi solusi untuk menambah keintiman dan warna dalam hubungan seks Anda dan pasangan. Maka dari itu, simak gaya bercinta favorit berikut ini, ya! Macam-macam gaya bercinta untuk seks yang tahan lama Tak sedikit orang yang kurang memahami variasi gaya saat bercinta.

Akibatnya, hubungan di ranjang terasa hambar karena posisi yang dilakukan hanya itu-itu saja.

cara memuaskan suami pada masa haid

Nah, Anda tidak perlu khawatir karena artikel kali ini akan memaparkan apa saja posisi seks yang nikmat tiada tara sekaligus bikin tahan lama. Simak daftarnya di bawah ini: 1. Misionaris Salah satu posisi seks yang intim ini memang merupakan posisi standar dan dasar dalam melakukan penetrasi vaginal.

Gaya atau posisi bercinta ini memudahkan Anda dan pasangan agar bisa semakin dekat dan intim melalui sentuhan, tatapan, suara, dan kenyamanan. Karena merupakan posisi bercinta yang paling dasar, misionaris biasanya paling banyak dilakukan saat malam pertama oleh pasangan yang baru menikah. Misionaris biasanya dilakukan dengan cara berikut: • Posisi wanita berbaring dan pria di atas untuk memudahkan penetrasi penis dan vagina.

• Agar lebih mudah, pastikan posisi kedua kaki wanita terbuka lebar saat melakukan seks. Jika Anda bosan dengan posisi misionaris yang itu-itu saja, coba lakukan sedikit modifikasi agar seks bersama pasangan jadi lebih berkesan. Wanita bisa mel ingkarkan kedua kaki di pinggul pria atau mengangkat kemudian meletakkan kedua kaki di bahu pria. Metode ini banyak diminati pria karena memberikan sensasi “sempit” ketika penetrasi.

Tak hanya itu, posisi seks ini bisa menambah rasa pijatan pada penis pria saat berada di dalam vagina wanita Agar sesi bercinta semakin panas, pria juga bisa menggoda dengan cara berbisik manis di telinga wanita, mencium mesrabernapas di leher, maupun merangsang payudara wanita. Posisi misionaris dirasa pas untuk memperpanjang durasi bercinta agar lebih nikmat dan menyenangkan.

2. S pooning atau menyamping Selain bisa menambah keintiman Anda dan pasangan, posisi bercinta yang pertama ini juga bisa bikin kegiatan memadu kasih Anda berjalan lebih lama, lho. Posisi menyamping, atau yang biasa juga disebut dengan nama posisi spooning, akan menyatukan Anda dan cara memuaskan suami pada masa haid di atas ranjang. Gaya bercinta yang satu ini juga tidak memerlukan banyak tenaga. Dengan begitu, durasi bercinta diharapkan tetap lama dan intim.

Menurut sebuah artikel dari Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, posisi seks spooning atau menyamping dapat memicu kenaikan hormon oksitosin di dalam tubuh. Hormon ini tak hanya membantu meringankan stres, tetapi juga mendukung interaksi sosial yang positif. Oleh karena itu, posisi spooning adalah pilihan yang tepat untuk menambah keintiman Anda dan pasangan. Berikut tahapan melakukan posisi bercinta spooning atau menyamping: • Tubuh Anda dan pasangan menghadap ke samping dalam satu arah.

• Lakukan penetrasi dengan posisi pria sembari memeluk di belakang tubuh wanita. Gaya berhubungan intim yang satu ini juga memungkinkan Anda berdua untuk mengobrol satu sama lain dengan santai. Pasalnya, posisi kepala suami yang sangat dekat dengan telinga istri, sehingga suami bisa berbicara tanpa membutuhkan energi dan bahkan berbisik. Setelah bercinta pun Anda berdua bisa langsung berpelukan sampai jatuh tertidur.

Pas sekali untuk menutup hari Anda yang begitu sibuk, bukan? 3. Gaya bercinta duduk mendekap Gaya seks yang satu ini dapat membuat Anda dan pasangan merasa saling terikat sehingga memperpanjang durasi bercinta. Posisi sex ini dilakukan dengan cara berikut: • Pertama-tama oleh pria dengan cara bersandar di kepala tempat tidur maupun sofa. • Selanjutnya, kedua kaki pria harus dibuka lebar sehingga wanita bisa duduk atau dipangku dengan nyaman di atasnya.

• Secara perlahan, turunkan bagian pinggang wanita dan atur penetrasi dari bawah ke atas. Posisi ini memungkinkan wanita untuk memegang kendali dan mengatur kecepatan selama penetrasi. Agar tidak jatuh, wanita bisa memeluk atau memegang erat bahu pria. Tips agar waktu bercinta jadi lama adalah dengan fokus pada tatapan dan rasa kasih sayang saat berhubungan seks. Jangan lupa, lakukan gaya sex ini dengan gerakan lamban dengan saling membelai lembut supaya hubungan seks jadi menyenangkan untuk Anda berdua.

Bagi pria, godalah wanita dengan bisikan romantis, ciuman mesra, dan rangsangan pada payudara ketika melakukan penetrasi. 4. D oggy cara memuaskan suami pada masa haid Siapa yang tidak tahu posisi seks ( sex) ini? Gaya berhubungan intim yang mengharuskan wanita dalam posisi merangkak atau berbaring telungkup ini memang banyak digemari. Pada posisi berhubungan intim ini, pusat kendali penetrasi ada di pria.

Nah, agar sama-sama merasa nyaman, Anda dan pasangan perlu mengatur ritme penetrasi serileks mungkin. Karena posisi wanita seperti sedang merangkak, sensasi saat penetrasi biasanya terasa dalam dan luar biasa. Bahkan, tidak dipungkiri juga, wanita bisa lebih mudah mencapai orgasme jika melakukan gaya seks doggy style.

Posisi berhubungan intim ini juga memungkinkan kedua pasangan untuk mencapai orgasme bersamaan. Secara otomatis, cara bercinta doggy style ini dapat memperkuat keintiman Anda dan pasangan. Sesekali, cobalah tempat baru untuk melakukan posisi bercinta ini. Ya, tak melulu harus di cara memuaskan suami pada masa haid kasur, Anda dan pasangan bisa melakukan posisi hubungan suami istri doggy style ini di sofa atau tepian meja.

Sensasi yang diberikan tidak kalah nikmat seperti melakukan di kasur. Namun, ingatlah untuk tidak terlalu bersemangat saat bercinta dengan gaya ini. Pasalnya, sebuah studi dari International Journal of Impotence Research menyatakan bahwa posisi doggy style cukup berisiko tinggi menyebabkan cedera pada penis. Mencoba variasi baru sah-sah saja, asalkan tetap memperhatikan keamanan Anda dan pasangan, ya.

5. Woman on top Sama seperti gaya bercinta duduk mendekap, posisi berhubungan intim woman on top atau wanita di atas juga memberikan wewenang bagi wanita untuk memegang kendali. Sebaliknya, pria hanya mengambil posisi pasif dan menempatkan tubuh serileks mungkin. Posisi woman on top dapat dilakukan dengan cara berikut: • Wanita duduk di atas tubuh pria yang berbaring terlentang di tempat tidur. • Selanjutnya wanita mulai melakukan penetrasi dari atas da mengatur ritme bercinta sesuai dengan keinginan serta kenyamanan.

Tak jauh berbeda dengan posisi sex doggy style, gaya bercinta woman on top juga membuat wanita merasakan penetrasi yang cukup dalam. 6. Bersandar di dinding Gaya bercinta berdiri dengan cara bersandar di dinding juga tak kalah menarik untuk Anda coba. Untuk bisa melakukan posisi hubungan intim ini, berikut cara yang perlu dilakukan: • Wanita berdiri dengan posisi menempel pada dinding, kemudian pria melakukan penetrasi dari depan atau posisi menghadap dinding.

cara memuaskan suami pada masa haid

• Atur kecepatan dan intensitas dorongan selama penetrasi secara perlahan. Posisi bercinta ini memudahkan tangan pria untuk bergerak mengeksplorasi sekaligus merangsang bagian klitoris dan g-spot wanita. Menariknya lagi, posisi ini juga direkomendasikan bagi Anda yang memiliki masalah persendian. Menurut situs CreakyJointsgaya bercinta sambil berdiri bisa membantu mengurangi tekanan pada bahu serta area panggul.

7. Seks oral Seks oral adalah salah satu cara bercinta yang bisa dilakukan tanpa harus melepas pakaian. Jika bosan melakukan seks oral di tempat tidur, Anda bisa coba melakukannya di atas meja maupun sofa. Berikut cara melakukan gaya bercinta seks oral: • Anda duduk di tepi meja atau tempat tidur dan pasangan berlutut di depannya.

• Pastikan meja yang Anda gunakan cukup tinggi dan kokoh serta bersih dari segala kotoran. • Setelah itu, turunkan pakaian dalam Anda dan mintalah pasangan untuk mulai menstimulasi area organ intim.

Posisi ini memungkinkan pasangan untuk menggunakan bibir, lidah, dan tangan untuk memanjakan bagian intim Anda. Pasangan Anda juga akan lebih leluasa bergerak untuk mencoba berbagai manuver. Lakukan cara ini secara bergantian ketika Anda ingin mengeksplor area intim pasangan. 8. Cow girl Gaya bercinta ini mirip dengan posisi woman on top, tetapi sensasi yang dihasilkan tentu berbeda.

Untuk memulai posisi bercinta hubungan suami istri ini, berikut cara idealnya: • Posisi pria duduk santai di kursi atau tepi tempat tidur. • Wanita memunggung sambil perlahan duduk mengangkang di atas pangkuan pria. • Wanita melakukan penetrasi perlahan-lahan dengan menumpukan kedua lengan tangan pada utut pasangan maupun sandaran beda lainnya. • Atur kedalaman dan kecepatan penetrasi selama seks. • Pertama-tama wanita perlu mencoba penetrasi dangkal terlebih dulu cara memuaskan suami pada masa haid sedikit mengangkat bokong naik dan turun.

• Setelah dirasa nyaman, wanita bisa menyesuaikan intensitas penetrasi sesuai keinginan sendiri. Penting untuk mencari posisi duduk atau jongkok yang nyaman bagi wanita untuk memegang kendali seks sepenuhnya. Bonusnya, posisi reverse cowgirl ini dapat memberikan wanita orgasme yang lebih hebat karena sudut penetrasinya lebih intens untuk merangsang klitoris. 9. Posisi seks anal Seks anal adalah gaya bercinta ketika pria memasukkan penisnya ke dalam anus pasangannya.

Jadi, penetrasi yang dilakukan bukanlah pada vagina, melainkan penis dan anus. Ada beberapa wanita menikmati hubungan seksual ini, sedangkan yang lainnya tidak. Posisi bercinta ini tidak dapat menyebabkan wanita hamil sebab anus tidak terhubung ke sistem reproduksi. Hanya saja, Anda disarankan untuk menggunakan pengaman jika ingin mencoba bercinta dengan gaya seks anal ini.

Pasalnya, seks anal tanpa pakai kondom berisiko tinggi menularkan penyakit kelamin seksual, seperti klamidia, kencing nanah (gonore), herpes, hingga HIV/AIDS. Selain itu, anus tidak menghasilkan pelumas cukup untuk penetrasi yang nyaman. Atas dasar inilah gaya bercinta seks oral ini mungkin membutuhkan banyak pelumas tambahan, seperti pelumas vagina yang dijual di pasaran.

10. Posisi kneeling wheelbarrow Gaya bercinta selanjutnya disebut dengan kneeling wheelbarrow atau posisi seperti mendorong gerobak. Berikut cara melakukan gaya bercinta kneeling wheelbarrow: • Pria dalam posisi berlutut dan wanita di posisi berdiri terbalik.

cara memuaskan suami pada masa haid

• Kepala wanita berada di depan telapak kaki pria, sedangkan kakinya dilingkarkan ke atas pundak atau mengapit kepala pria. Posisi hubungan seksual ini cenderung berbahaya dan membuat banyak pasangan khawatir. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jika ingin mencoba gaya atau posisi seks ( sex) ini. 11. Masturbasi bersama Selain macam-macam gaya seks ( cara memuaskan suami pada masa haid di atas, masturbasi adalah posisi berhubungan intim bebas stres yang mudah dilakukan dan menyenangkan.

Masturbasi sering kali tidak dikategorikan sebagai posisi berhubungan intim. Ini mungkin karena banyak orang tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai seks ‘nyata’ kecuali ada penetrasi, entah vagina dan penis maupun anus dan penis. Padahal, masturbasi bersama adalah cara yang bagus untuk belajar tentang hasrat dan kesenangan masing-masing pasangan sekaligus menikmati orgasme yang memuaskan.

Pasalnya, saat masturbasi sendiri maupun bersama, Anda masing-masing “mengurus” diri sendiri sehingga tidak akan ada tekanan untuk tampil sempurna. 10 Bukti Bahwa Bercinta Itu Menyehatkan Buat Tubuh Meski adalah macam-macam gaya seks ( sex), carilah gaya bercinta yang paling nyaman dan aman untuk diri Anda dan pasangan.

Jangan sampai keinginan untuk mencoba gaya bercinta baru justru menjadi hambatan bagi Anda berdua dalam menikmati seks. Memvariasikan posisi seks tak hanya bisa dilakukan dengan mengubah-ubah gaya bercinta. Anda bisa mencoba cara lainnya yang juga menantang, seperti melakukan seks di luar kamar tidur seperti sofa, dapur, atau bahkan seks di kamar mandi.

Pakai teknik gaya bercinta ini untuk menahan orgasme Selain posisi bercinta, Anda juga bisa menjajal trik khusus agar bisa tahan lama di ranjang. Anda dapat mencoba teknik menahan orgasme agar tidak terlalu cepat. Menurut Mayo Cliniccara agar bercinta lebih tahan lama yang satu ini dianjurkan oleh dokter untuk pria yang memiliki masalah ejakulasi dini.

Namun, teknik ini tidak ada salahnya dicoba juga bagi pria tanpa masalah ejakulasi. Begini cara menahan orgasme saat becinta: • Saat penetrasi selama seks berlangsung dan Anda mulai merasakan orgasme atau ingin mencapai puncak, segera cabut penis dari vagina.

• Selanjutnya, mintalah pasangan untuk menekan perlahan bagian ujung penis.

cara memuaskan suami pada masa haid

• Tahan posisi ini selama beberapa detik, hingga rasa ingin orgasme menghilang. Dengan melakukan teknik cara memuaskan suami pada masa haid berulang kali, lama kelamaan Anda mulai mengetahui cara menunda ejakulasi tanpa perlu melakukan teknik ini lagi. Itulah tadi berbagai tips mengenai gaya bercinta yang dijamin mampu mewarnai kehidupan seks Anda dan pasangan.

Selamat mencoba malam ini! Brown, NL. (2013). Safer Oral Sex Practices – Sutter Health. Retrieved January 27, 2020, from https://www.sutterhealth.org/pamf/health/teens/sexual/safer-oral-sex-practices Andersen, CH. (2018). 6 Sex Positions Worth Trying When You Have Arthritis – CreakyJoints. Retrieved January 27, 2020, from https://creakyjoints.org/sex-and-intimacy/sex-positions-arthritis/ Premature ejaculation – Mayo Clinic. (2020). Retrieved January 27, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/diagnosis-treatment/drc-20354905 Magon, N., & Kalra, S.

(2011). The orgasmic history of oxytocin: Love, lust, and labor. Indian journal of endocrinology and metabolism, 15 Suppl 3(Suppl3), S156–S161. https://doi.org/10.4103/2230-8210.84851 Krejčová, L., Kuba, R., Flegr, J., & Klapilová, K. (2020). Kamasutra in Practice: The Use of Sexual Positions in the Czech Population and Their Association With Female Coital Orgasm Potential. Sexual Medicine, 8(4), 767-776. https://doi.org/10.1016/j.esxm.2020.07.003 Barros, R., Schulze, L., Ornellas, A., Koifman, L., & Favorito, L.

(2017). Relationship between sexual position and severity of penile fracture. International Journal Of Impotence Research, 29(5), 207-209. https://doi.org/10.1038/ijir.2017.24 What anal sex? What are the risks of it?. (2021). Retrieved 16 February 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/whats-anal-sex-what-are-the-risks-of-it Masturbation - Facts About Male & Female Masturbation.

(2021). Retrieved 16 February 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-pleasure-and-sexual-dysfunction/masturbation • Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • KLIK BANGGAI -Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Jumat bahwa Moskow berharap bahwa operasi militer khusus di Ukraina dapat diakhiri di masa mendatang.

Pernyataan itu disampaikannya ketika mengomentari wawancaranya dengan saluran televisi Inggris Sky News. Di mana sebelumnya dia mengatakan Rusia berharap bahwa "operasi akan mencapai tujuannya atau berakhir dalam pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina dalam beberapa hari ke depan." Baca Juga: Tak Ada Batasan Perang, Israel Beri Kebebasan Pasukannya Pascainsiden Tel Aviv, Pria Palestina Tewas Tertembak Saat ditanya pada Jumat, apakah itu cara memuaskan suami pada masa haid itu memang bisa terwujdu dalam hitungan hari, Peskov berkata, "Kita berbicara tentang masa depan yang dapat diperkirakan." Berbicara tentang alasan untuk membuat prakiraan ini, Peskov berkata, "Operasi berlanjut dan cara memuaskan suami pada masa haid telah tercapai." "Pekerjaan substantif sedang dilakukan baik di sisi militer, dalam hal memajukan operasi, dan di sisi negosiator yang sedang dalam proses negosiasi dengan rekan-rekan Ukraina mereka," katanya seperti dikutip dari TASS.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass. Baca Juga: FALSE! Benarkah Penentuan Awal Ramadhan Hanya Akal-akalan Kemenag dan PBNU? Ternyata Begini Faktanya
Mandi wajib atau mandi Junub ini juga ditujukan kepada seorang perempuan yang telah menyelesaikan masa haidnya.

Baca juga: Bacaan Surat Al Kahfi Ayat 1-10 Lengkap dengan Latin dan Artinya, Menjadi Cahaya di Hari Kiamat Baca juga: Bacaan Doa Kamilin Lengkap dengan Niat dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih Berikut sebab-sebab seseorang harus melakukan mandi wajib: - Melakukan hubungan suami istri walaupun tidak keluar mani.

- Keluar mani yang disebabkan hubungan suami istri. - Nifas, keluarnya darah dari rahim yang disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. - Ketika seseorang meninggal dunia, dan meninggalnya bukan mati syahid. • Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • KLIK BANGGAI - Wacana Presiden Tiga Periode dinilai dinikmati oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Hal itu diungkap oleh Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, pada Kamis 7 April 2022. Pasalnya, Dr Ahmad Atang menilai peringatan Presiden Jokowi kepada kabinetnya untuk menghentikan wacana presiden tiga periode sudah terlambat.

"Sikap Presiden Jokowi yang meminta agar wacana tersebut dihentikan, sudah terlambat. Bagaikan mematikan bara api dengan air yang justru percikan apinya sudah kemana-mana," katanya ketika dihubungi di Kupang, Kamis, dikutip dari ANTARA. Baca Juga: Jokowi Dinilai Sedang Mainkan Jurus Andalan, Salahkan Menteri Soal Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Pertamax Ia mengatakan hal itu menanggapi langkah Presiden Joko Widodo ( Jokowi) yang meminta segenap jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju beserta kepala lembaga non-kementerian terkait untuk tidak ada lagi yang menyuarakan isu penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan Presiden.

Ahmad Atang mengatakan dari awal wacana ini mencuat ke permukaan, baik dilakukan oleh kalangan politisi partai pendukung maupun dari internal pemerintahan. Baca Juga: Perlu Diketahui: Begini Efek Buruk Ditimbulkan Akibat Kurang Tidur Menurut dia, karena wacana tersebut bergulir cukup lama, maka Jokowi terkesan menikmati wacana tersebut.

Namun, bola panas wacana penundaan Pemilu dan presiden tiga periode justeru melawan kehendak publik yang memberikan tanggapan negatif atau penolakan.
Isu dan Dilema Etik pada Etika Profesi dan Perundang-Undangan Kebidanan Beserta Contoh Kasus dan Pembahasannya Makalah Isu dan Dilema Etik pada Etika Profesi Kebidanan dalam Kasus Aborsi Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Etika Profesi dan Perundang-undangan yang diampu oleh Ni Wayan Suarniti,M.Keb Disusun oleh : Mahasiswa Semester III Program Studi Sarjana Terapan Ni Kadek Ayu Diantari Lestari (P07124218002) I Gusti Ayu Dwi Hendra Putri (P07124218003) Ni Kadek Mita Widiari (P07124218004) Made Chika Devirya (P07124218007) Dwi Wulan Tuisnayani Putri (P07124218010) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN KEBIDANAN SARJANA TERAPAN 2019 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Isu dan Dilema Cara memuaskan suami pada masa haid pada Etika Profesi Kebidanan Dalam Kasus Aborsi” tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, kami mengharapkan segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan makalah ini lebih lanjut.

Kami menyadari bahwa tugas ini dapat terwujud berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih kepada: • Ni Wayan Armini, S.ST., M.Keb, selaku penanggung jawab mata kuliah Etika Profesi dan Perundang-Undangan. • Ni Wayan Suarniti, M.Keb, selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Profesi dan Perundang-Undangan.

• Semua pihak yang telah membantu terhadap pembuatan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Denpasar, 28 Agustus 2019 Penyusun DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………….

cara memuaskan suami pada masa haid

i DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………… 1 A. Latar Belakang………………………………………………………………………………………………. 1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………. 2 C. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………………………… 3 D.

Manfaat ………………………………………………………………………………………………………. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………………………………………… 4 A. Isu Etik dan Isu Moral……………………………………………………………………………………. 4 B. Dilema dalam Kebidanan………………………………………………………………………………. 4 C. Pengambilan Keputusan dalam Menghadapi Dilema Etik/Moral dalam Praktik Kebidanan …………………………………………………………………………………………………………. 8 BAB III PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………. 12 A. Kasus A ……………………………………………………………………………………………………… 12 B. Pembahasan……………………………………………………………………………………………….

14 C. Kasus B………………………………………………………………………………………………………. 15 D. Pembahasan………………………………………………………………………………………………. 16 BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………………………………. 18 A. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………….

18 B. Saran…………………………………………………………………………………………………………. 18 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan dibentuknya pemerintahan adalah untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan dan perkembangan di bidang kesehatan sebagai salah satu pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat agar tercapainya derajat kesehatan yang optimal.

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk hidup sehat. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan nasional melalui penerapan prinsip yang menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima, dan terjangkau oleh masyarakat umum.

Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan di Indonesia merupakan hak dasar sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 28 H UUD 1945 amandemen kedua menyebutkan bahwa “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin dan batin, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayana kesehatan” dan pada Pasal 34 ayat (3) UUD 1945 menyebutkan “Negara bertanggung jawab atas fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”.

Tenaga cara memuaskan suami pada masa haid merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang menunjang kualitas pelayanan kesehatan.

Setiap tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas apa yang dilaksanakan berdasarkan standar dan etika profesi dengan pertimbangan moral dan nilai-nilai agama. Salah satu tenaga kesehatan adalah bidan, karena bidan mempunyai hak untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kebidanan yang erat hubungannya dengan kesehatan wanita sejak remaja, masa calon pengantin, masa kehamilan, persalinan dan menopause serta memantau tumbuh kembang balita serta anak pra sekolah.

Dalam kebidanan terdapat dilema etika, dilema tersebut dapat bersifat personal atau profesional. Dilema sulit dipecahkan bila memerlukan pemilihan keputusan tepat diantara dua atau lebih prinsip etis. Penetapan keputusan terhadap satu pilihan dan harus membuang yang lain menjadi sulit karena keduanya sama-sama memiliki kebaikan dan keburukan apalagi jika tak satupun keputusan memenuhi semua kriteria.

Dilema muncul karena terbentuk pada konflik moral, bertentangan batin, atau pertentangan antara nilai-nilai yang diyakini bidan dengan kenyataan cara memuaskan suami pada masa haid ada.

Isu yang akan kami jelaskan dalam laporan ini adalah kasus mengenai aborsi yang dilakukan oleh bidan. Perlu diketahui aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mencapai viabilitas dengan usia kehamilan < 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Tindakan aborsi merupakan tindakan diluar kewenangan bidan.

Kasus ini sudah banyak terjadi di Indonesia dimana bidan lebih mementingkan komisi dibandingkan dengan keselamatan dan dampak lain terhadap pasien. Selain itu juga, banyak terdapat kasus isu dan dilema yang dialami oleh bidan dalam menolong persalinan yang gawatdarurat yang bukan merupakan wewenangnya. Dalam hal ini, bidan sudah memberitahu keluarga pasien untuk merujuk pasien, akan tetapi banyak dari pihak keluarga pasien yang mendesak bidan untuk menolong persalinan. Karena desakan tersebut banyak bidan yang memutuskan untuk menolong persalinan yang gawatdarurat yang menyebabkan kerugian pada diri bidan sendiri.

Maka dari itu, pada makalah ini kami akan membahas isu dan dilema bidan terkait kasus aborsi dan ketuban pecah dini B. Rumusan Masalah Atas dasar latar belakang diatas, maka kami dapat merumuskan masalah yang akan kami bahas, yaitu: • Apa yang dimaksud dengan isu etik dan isu moral ?

• Apa yang dimaksud dilema dalam kebidanan ? • Bagaimana cara pengambilan keputusan dalam menghadapi dilema etik/moral dalam praktik kebidanan? C. Tujuan Penulisan • Untuk mengetahui mengenai etik dan isu moral. • Untuk mengetahui mmengenai dilema dalam kebidanan. • Untuk mengetahui cara pengambilan keputusan dalam menghadapi dilema etik/moral dalam praktik kebidanan.

D. Manfaat Penulisan makalah ini bermanfaat untuk menyalurkan kembali ilmu tentang isu dan dilema etika terkait dengan etika profesi bidan, agar bidan dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan wewenang dan dapat bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan pasien.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Isu Etik dan Isu Moral Isu merupakan suatu masalah yang berkembang dilingkungan masyarakat yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan membutuhkan suatu pembuktian. Jadi, yang dimaksud dengan isu adalah masalah pokok yang berkembang di masyarakat atau suatu lingkungan yang belum tentu benar, serta membutuhkan pembuktian.

Isu etik dalam pelayanan kebidanan merupakan topik penting yang berkembang di dalam masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang menyangkut baik dan buruknya. Dalam praktik kebidanan seringkali bidan dihadapkan pada beberapa permasalahan yang dilematis, artinya situasi dalam pengambilan keputusan yang sulit dan berkaitan dengan etis.

Beberapa contoh dalam isu etik pelayanan kebidanan ialah yang berhubungan dengan agama/kepercayaan, hubungan dengan pasien, hubungan dokter dengan bidan, kebenaran, pengambilan keputusan, pengambilan data, kematian, kerahasiaan, aborsi, AIDS, In-Vitro vertilization. Isu moral adalah topik penting yang berhubungan dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. Masalah etik moral yang mungkin terjadi dalam praktik kebidanan seperti bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat dan terhadap keputusan yang diambil, pengetahuan klinik yang baik, pengetahuan yang up to date, memahami issue etik dalam pelayanan kebidanan.

B. Dilema dalam Kebidanan Dilema adalah suatu keadaan dimana dihadapkan dengan dua alternatif pilihan, yang kelihatannya sama atau hampir sama dan membutuhkan pemecahan masalah. Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin, atau pertentangan antara nilai-nilai cara memuaskan suami pada masa haid diyakini bidan dengan kenyataan yang ada. Beberapa contoh kasus isu dan dilema dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ialah aborsi, ketuban pecah dini (KPD).

• Aborsi Aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mencapai viabilitas dengan usia kehamilan kurang dari 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Aborsi dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) merupakan permasalahan yang terabaikan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang menyatu dengan masyarakat, bidan sering didatangi oleh perempuan dengan masalah ini.

Penyebab terjadinya aborsi dan KTD ialah seperti korban perkosaan, pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi, hingga kegagalan kontrasepsi. Menghadapai masalah tersebut bidan harus berperang antara keinginan menolong dengan hati nurani yang bertentangan, belum lagi hukum yang melarang tindakan aborsi. Menolak atau tidak peduli pada perempuan yang mengalami permasalahan dengan KTD sering kali berdampak fatal. Banyak kejadian yang menyebabkan perempuan mencari jalan pintas dengan melakukan aborsi tidak aman.

Bahkan aborsi tidak aman dilakukan dengan perempuan itu sendiri, orang lain yang tidak memiliki keterampilan medis, tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar, kemampuan dan kewenangan. Dalam dunia kedokteran, istilah-istilah yang digunakan untuk membedakan aborsi: • Spontaneous abortion atau aborsi spontan/alamiah adalah aborsi yang berlangsung tanpa tindakan.

Biasanya disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sperma, trauma kecelakaan atau sebab-sebab lainnya. • Induced abortion atau procured abortion adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu atau pelaksana aborsi.

• Therapeutic abortion adalah pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan. • Eugenic abortion adalah pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.

• Elective abortion adalah pengguguran yang dilakukan karena asal-asal lain. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh bidan untuk turut andil, dalam upaya untuk menurunkan ibu dengan aborsi ialah: • Mencegah terjadinya KTD dengan cara melakukan advokasi ke masyarakat tentang isu-isu kesehatan reproduksi dan Informed consent kepada klien kontrasepsi.

• Melakukan konseling pada perempuan dengan masalah KTD, tanda sikap menghakimi. • Sampaikan informasi yang diperlukan seperti prosedur aborsi yang aman dan kemungkinan efek samping, risiko dari setiap keputusan yang diambil klien, dan cara mencegah KTD dikemudian hari.

• Untuk kasus-kasus tertentu seperti KTD akibat perkosaan/klien tetep memutuskan mengakhiri kehamilannya, rujuk klien kepada tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan keterampilan untuk tindakan aborsi yang aman. Pada dasarnya menurut Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap orang dilarang melakukan aborsi. Larangan dalam Pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan dapat dikecualikan berdasarkan: • Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau • Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Aborsi tersebut hanya dapat dilakukan: (Pasal 76 UU No.36 Tahun 2009) • Sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medis • Tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri • Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan • Dengan izin suami, kecuali korban perkosaan • Penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri.

Dari aspek hukum, aborsi dijelaskan pada UU No.23 Tahun 1992 pasal 15 ayar (1), ayat (2), dan ayat (3). Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 346 menjelaskan bahwa Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Sedangkan pada pasal 348 ayat 2 menjelaskan bahwa Jika perbuatan tersebut mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Menurut pasal 75 ayat 1 Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Selain dalam pasal-pasal tersebut, pada Permenkes Nomor 28 tahun 2017 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan pada bagian keempat tentang kewajiban dan hak pasal 28 menjelaskan bahwa bidan merujuk kasus yang bukan kewenangannya atau tidak dapat ditangani dengan tepat waktu.

2. Ketuban Pecah Dini (KPD) Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya komplikasi persalinan. Semakin lama KPD, semakin besar kemungkinan terjadi komplikasi persalinan, sehingga meningkatkan risiko terjadi asfiksia. Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda persalinan.

Insiden KPD di Indonesia berkisar 4,5% sampai 7,6% dari seluruh kehamilan, sedangkan di luar negeri insiden KPD antara 6% sampai 12%. Ketuban pecah dini berkaitan dengan komplikasi persalinan, meliputi kelahiran kurang bulan, sindrom gawat napas, kompresi tali pusat, khorioamnionitis, abruption plasenta, sampai kematian janin yang meningkatkan mortalitas dan morbiditas perinatal. Semakin lama KPD, semakin besar kemungkinan komplikasi yang terjadi. Asfiksia dapat terjadi akibat kelahiran kurang bulan, sindrom gawat napas, gangguan plasenta maupun infeksi.

Asfiksia yang terjadi pada bayi cukup bulan, cara memuaskan suami pada masa haid diawali infeksi. KPD dibedakan menjadi dua, yaitu KPD kurang dari 12 jam dan KPD lebih dari sama dengan 12 jam.

KPD yang kurang dari 12 jam memiliki presentase asfiksia yaitu sejumlah 5,3 cara memuaskan suami pada masa haid. Sedangkan KPD yang lebih dari sama dengan 12 jam presentasi asfiksianya lebih besar yaitu 44,7%. Untuk mencegah terjadinya asfiksia pada bayi, maka persalinan dengan KPD lebih dari sama dengan 12 jam sebaiknya dilakukan di rumah sakit sehingga resusitasi bayi baru lahir dapat dilakukan secara optimal.

3. Pengambilan Keputusan dalam Menghadapi Dilema Etik/Moral dalam Praktik Kebidanan Informed Choice adalah membuat pilihan setelah mendapatkan penjelasan alternatif asuhan yang akan dialaminya. Bidan harus menghormati hak informed choice ibu dan meningkatkan penerimaan ibu tentang pilihan dalam asuhan dan tanggungjawabnya terhadaphasil dari pilihannya. Definisi informasi dalam konteks ini adalah informasi yang lengkap, sudah diberikan dan dipahami ibu tentang pemahaman risiko, manfaat, keuntungan dan kemungkinan hasil dari setiap pilihannya.

Dengan memberikan informed choice cara memuaskan suami pada masa haid pasien/klien maka bidan harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam berbagai aspek agar dapat membuat keputusan klinis dan secara teoritis sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan memuaskan bagi kliennya.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pemberian informed choice, yaitu : Bidan wajib memberikan informasi secara rinci dan jujur dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh klien dengan menggunakan media alternatif dan penterjemah jika diperlukan.

Bidan dan petugas kesehatan lainnya perlu belajar untuk membantu klien melatih diri dalam menggunakan haknya dan menerima tanggungjawab untuk keputusan yang mereka ambil sendiri, memberikan jaminan bahwa para petugas kesehatan sudah memberikan asuhan yang terbaik dan memastikan bahwa klien sudah diberikan informasi yang lengkap.

Dengan memfokuskan cara memuaskan suami pada masa haid yang berpusat pada klien dan berdasarkan fakta, diharapkan konflik dapat ditekan serendah mungkin. Tidak perlu takut akan konflik, tetapi menganggapnya sebagai suatu kesempatan untuk saling memberi dan sebagai penilaian ulang yang objektif sehingga dapat bermitra dengan klien.

Bentuk pilihan yang ada dalam asuhan pelayanan kebidanan yang dapat dipilih oleh pasien antara lain : • Gaya bentuk pemeriksaan antenatal dan pemeriksaan laboratorium skrining antenatal. • Tempat melahirkan (rumah, polindes, RB, RSB atau RS), dan kelas perawatan di RS.

• Masuk kamar bersalin pada tahap awal persalinan. • Pendamping waktu melahirkan.

cara memuaskan suami pada masa haid

• Klisma dan cukur daerah pubis. • Metode monitor denyut jantung janin. • Percepatan persalinan. • Diet selama persalinan. • Mobilisasi selama proses persalinan. • Pemakaian obat penghilang sakit.

• Pemecahan ketuban secara rutin. • Posisi ketika melahirkan. • Episiotomy. • Penolong persalinan. • Keterlibatan suami saat bersalin/kelahiran.

• Cara memberikan minuman bayi. • Metode pengontrolan kesuburan. • Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan pasien kepada bidan atau tenaga kesehatan setelah diberi penjelasan (Jusuf Hanifa, 1999 : 80). Inti dari informed Consent adalah kesepakatan antara tenaga kesehatan dan klien, sedangkan formulir hanya merupakan pendokumentasian hasil kesepakatan.

Jadi terdapat beberapa point penting dalam informed consent, diantarnya: • Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau walinya yang berhak terhadap bidan untuk melakukan suatu tindakan kebidanan pada pasien setelah memperoleh informasi lengkap dan memahami tindakan yang akan dilakukan. • Informed Consent merupakan suatu proses. • Informed Consent bukan hanya suatu formulir atau selembar kertas, tetapi bukti jaminan bahwa Informed Consent telah terjadi.

• Secara hukum Informed Consent berlaku sejak tahun 1981, PP No.8 tahun 1981. • Merupakan dialog antara bidan dengan pasien didasari keterbukaan akal pikiran, dengan bentuk birokratisasi penandatanganan formulir. • Informed Consent berarti pernytaan ketersediaan atau penolakan setelah mendapatkan informasi secukupnya sehingga yang diberi informasi sudah cukup mengerti akan segala akibat dari tindakan yang akan dilakukan terhadapnya sebelum ia mengambil keputusan.

• Berperan dalam mencegah konflik etik tetapi tidak mengatasi masalah etik, tuntutan, pada intinya adalah bidan harus berbuat yang terbaik bagi pasien atau klien. Informed Consent memiliki beberapa tujuan, diantaranya: • Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan bidan dan atau tenaga kesehatan yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasien.

• Memberikan perlindungan hukum kepada bidan dan atau tenaga kesehatan terhadap suatu kegagalan dan bersifat negatif, karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko, dan pada setiap tindakan medik ada melekat resiko (Permenkes No.

290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3). Informed Consent memiliki beberapa manfaat, diantaranya. • Membantu kelancaran tindakan medis. • Mengurangi efek samping dan koplikasi yang mungkin terjadi. • Mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan penyakit. • Meningkatkan mutu pelayanan. • Melindungi bidan dari kemungkinann tuntutan hukum. Bentuk-bentuk Informed Consent menurut Departemen Kesehatan 2002 dibagi menjadi dua bentuk yaitu sebagai berikut.

• Implied Consent, persetujuan yang dinyatakan tidak langsung. • Express Consent, persetujuan yang dinyatakan dalam bentuk tulisan atau secara verbal. Sekalipun persetujuan secara tersirat dapat diberikan, namun sangat bijaksana bila persetujuan pasien dinyatakan dalam bentuk tertulis karena hal ini dapat menjadi bukti yang lebih cara memuaskan suami pada masa haid dimasa mendatang.

cara memuaskan suami pada masa haid

BAB III PEMBAHASAN Kasus A : Wanita Aborsi Tewas Usai Disuntik Bidan Kasus aborsi yang berujung kematian terjadi di Kediri. Novila Sutiana (21), warga Dusun Gegeran, Desa/Kecamatan Sukotejo, Ponorogo, Jawa Timur, tewas setelah berusaha menggugurkan janin yang dikandungnya. Ironisnya, korban tewas setelah disuntik obat perangsang oleh Bidan Puskesmas. Peristiwa nahas ini bermula ketika Novila diketahui mengandung seorang bayi hasil hubungannya dengan Santoso (38), warga Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kediri.

Sayangnya, janin yag dikandung tersebut bukan buah perkawinan yang sah, namun hasil hubungan gelap yang dilakukan Novila dan Santoso. Santoso sendiri sebenarnya sudah menikah dengan Sarti. Namun karena sang istri bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong, Santoso kerap tinggal sendirian di rumahnya. Karena itulah ketika bertemu dengan Novila yang masih kerabat bibinya di Ponorogo, Santoso merasa menemukan pengganti istrinya. Ironisnya, hubungan tersebut berlanjut menjadi perselingkuhan hingga membuat Novila hamil tiga bulan.

Panik melihat kekasihnya hamil, Santoso memutuskan untuk menggugurkan janin tersebut atas persetujuan Novila. Selanjutnya, keduanya mendatangi Endang Purwatiningsih (40), yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kediri. Keputusan itu diambil setelah Santoso mendengar informasi jika bidan Endang kerap menerima jasa pengguguran kandungan dengan cara suntik.

cara memuaskan suami pada masa haid

Pada mulanya, Endang sempat menolak permintaan Santoso dan Novila dengan alasan keamanan. Namun akhirnya ia menyanggupi permintaan itu dengan imbalan Rp2.100.000.

Kedua pasangan mesum tersebut menyetujui harga yang ditawarkan Endang setelah turun menjadi Rp2.000.000. Hari itu juga, bidan Endang yang diketahui bertugas di salah satu Puskesmas di Kediri melakukan aborsi. Metode yang dipergunakan Endang cukup sederhana.

Ia menyuntikkan obat penahan rasa nyeri oxytocin Duradril 1,5 cc yang dicampur dengan Cynaco Balamin, sejenis vitamin B12 ke tubuh Novila.

Menurut pengakuan Endang, pasien yang disuntik obat tersebut akan mengalami kontraksi dan mengeluarkan sendiri janin yang dikandungnya. “ia (bidan Endang) mengatakan jika efek kontraksi akan muncul 6 jam setelah disuntik. Hal itu sudah pernah ia lakukan kepada pasien lainnya,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro di kantornya, Minggu (18/5/2008).

Celakanya, hanya berselang 2 jam kemudian, Novila terlihat mengalami kontraksi hebat. Bahkan, ketika sedang dibonceng dengan sepeda motor oleh Santoso menuju rumahnya, Novila terjatuh dan pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakitnya.

cara memuaskan suami pada masa haid

Apalagi organ intimnya terus mengeluarkan darah. Warga yang melihat peristiwa itu langsung melarikannya ke Puskesmas Puncu. Namun karena kondisi korban yang kritis ia dirujuk ke RSUD Pare Kediri. Sayangnya, petugas medis di ruang gawat darurat tak sanggup menyelamatkan Novila hingga meninggal dunia pada hari Sabtu pukul 23.00 WIB. Petugas yang mendengar peristiwa itu langsung mengintrograsi Santoso di Rumah Sakit. Setelah mengantongi alamat bidan yang melalukan aborsi, petugas membekuk Endang dirumahnya tanpa perlawanan.

Di tempat praktik sekaligus rumah tinggalnya, petugas menemukan sisa-sisa obat yang disuntikan kepada korban. Saat ini Endang dan Santoso di amankan di Mapolres Kediri karena dianggap menyebabkan kematian Novila.

Lamin (50), ayah Novila yang ditemui di RSUD Pare Kediri mengaku kaget dengan kehamilan yang dialami anaknya. Sebab selama ini Novila belum memiliki suami atau pacar. Karena itu ia meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas peristiwa itu dan menghukum pelaku.

Akibat perbuatan tersebut, Endang diancam dengan pasal 348 KUHP tentang pembunuhan.hukuman itu diperberat lagi mengingat profesinya sebagai tenaga medis atau bidan. Selain itu, polisi juga menjeratnya dengan UU Kesehatan Nomor 23 tahun 1992.

Belum diketahui secara pasti sudah berapa lama Endang membuka praktik aborsi tersebut. (Jri) Pembahasan : Berdasarkan kasus diatas hal-hal yang dapat kami bahas, yaitu : 1. Isu : Pada kasus diatas isu yang terjadi ialah bidan melakukan mal praktik, dimana bidan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kewenangannya. 2. Konflik : Konflik yang terjadi ialah bidan memilih melakukan tindakan aborsi yang merugikan cara memuaskan suami pada masa haid lain dan dirinya sendiri.

3. Dilema : Pada kasus diatas, bidan tersebut mulanya menolak untuk melakukan tindakan aborsi kepada Novila demi alasan keamanan. Namun, karena diberi imbalan yang cukup besar, akhirnya bidan tersebut menyanggupi untuk melakukan tindakan aborsi.

4. Penyelesaian : Pada kasus diatas, sebagai seorang bidan seharusnya bidan Endang lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan dan melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangannya. Sebelum melakukan tindakan, bidan Endang sebaiknya melakukan informed choice dan informed consent terlebih dahulu dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.

Bidan Endang semestinya bersikeras untuk menolak permintaan klien dan tidak tergiur dengan imbalan yang ditawarkan, yang pada akhirnya menyebabkan kematian pada korbannya. Sebagaimana tertera pada Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 75 ayat (1) menyatakan bahwa semua orang dilarang untuk melakukan tindakan aborsi terkecuali pada indikasi kegawatdaruratan medis dan kehamilan akibat perkosaan.

Kalaupun akan melakukan tindakan aborsi harus dengan beberapa kebijakan yang tertera pada Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 76. Sedangkan pada kasus diatas, klien yang akan melakukan tindakan aborsi tersebut tidak memiliki indikasi kegawatdaruratan medis dan bukan kehamilan akibat perkosaan. Selain itu, usia kehamilannya sudah memasuki 3 bulan kehamilan, dimana dalam melakukan tindakan aborsi seharusnya dilakukan pada usia kehamilan sebelum 6 minggu.

Jadi tindakan yang telah dilakukan oleh bidan Endang adalah salah, dan seharusnya bidan Endang tidak melakukan tindakan aborsi, bidan seharunya menjelaskan mengenai bahaya dan dampak dari tindakan aborsi jika dilakukan pada ibu Novila. Sudah menjadi kewajiban bidan untuk membantu menyadarkan mereka agar dapat menerima dan memberika janin yang dikandung Novila kesempatan hidup menjadi seorang manusia. Bidan semestinya melaksanakan tindakan atau asuhan kebidanan yang hanya sesuai dengan kewenangannya sebagai seorang bidan dimana telah diatur dalam Permenkes No.

28 Tahun 2017 pasal 19 ayat (2) dan (3) tentang pelayanan kesehatan ibu. Dengan begitu bidan tidak akan menjerumuskan dan mencemarkan nama baiknya sendiri serta dapat melaksanakan praktik kebidanan dengan aman dan cara memuaskan suami pada masa haid. Kasus B : Pada sebuah desa, Ny. X dengan kehamilan 38 minggu datang ke BPS bidan D dengan keluhan mulas-mulas serta mengeluarkan cairan berwarna jernih dan berbau anyir setelah di adakan pemeriksaan bidan D mendignosa bahwa nyonya X mengalami KPD.

Bidan D menyerahkan pada keluarganya Ny. X untuk merujuk Ny. X. Tetapi keluaraga Ny. X tidak mau, mereka hanya menginginkan Ny.X melahirkan di PMB bidan Cara memuaskan suami pada masa haid, selain itu juga bidan berfikir bahwa Ny.

X membutuhkan pertolongan yang cepat.

cara memuaskan suami pada masa haid

Setelah di lakukan pertolongan ternyata Ny. X mengalami persalinan lama sehingga bayi Ny. X tidak dapat di selamatkan karna bayi Ny X mengalami asfiksia. Setelah mengetahui bahwa bayinya meninggal Ny. X mengalami perdarahan hebat yang menyebabkan kondisi Ny. X drop tetapi Ny.

X masih bisa di tangani. Sedangkan keluarga Ny. X meminta pertanggungjawaban bidan D karena bayi tersebut tidak dapat di tolong tepat waktu keluaraga Ny.X menggap bidan D tidak mempunyai keahlian di dalam bidang kebidanan. Mendengar hal ini, warga di sekitar PMB bidan D menuntut agar bidan di pindahkan dari lingkungan mereka supaya tidak terjadi hal yang sama untuk kedua kalinya, warga sudah tidak lagi mempunyai kepercayaan kepada bidan D untuk menolong persalinan.

Pada akhirnya bidan D di bawa ke meja hijau oleh keluarga Ny. X. Pembahasan : 1. Isu : Pada kasus diatas isu yang timbul ialah bidan D menolong persalinan dengan KPD dan warga sekitar menyalahkan bidan D karena menyebabkan meninggalnya bayi yang dilahirkan oleh Ny.X. Selain itu, warga juga sudah tidak mempunyai kepercayaan kepada bidan D dan menganggap bidan D tidak mempunyai keahlian di dalam bidang kebidanan.

2. Konflik : Konflik yang terjadi pada kasus diatas ialah bidan D menolong persalinan yang berisiko. Dalam hal ini, bidan D sudah memberikan rujukan kepada pasien, akan tetapi keluarga pasien menolak dan menginginkan agar Ny. X ditolong cara memuaskan suami pada masa haid PMB bidan D 3. Dilema : Bidan D bingung untuk memilih atau menolong persalinan yang berisiko tersebut, karena itu merupakan bukan wewenang bidan.

Akan tetapi keluarga pasien mendesak bidan D agar Ny. X ditolong di PMB. Di sisi lain bidan D juga berfikir Ny. X membutuhkan pertolongan yang cepat, sehingga bidan D memutuskan untuk cara memuaskan suami pada masa haid persalinan tersebut. 4. Penyelesaian : Pada kasus ini kesalahan tidak sepenuhnya terletak pada bidan D karna bidan D telah menyerahkan pasien pada keluarga Ny. X untuk merujuk tetapi keluarga Ny.

X tidak menyetujuinya, di sisi lain Ny. X juga membutuhkan pertolongan pada bayinya. Sebaiknya sebelum melakukan tindakan yang berisiko tersebut bidan D harus melakukan informed consent kepada keluarga pasien dan keluarga pasien menandatangani surat bahwa ia menyetujui bidan D yang menolong persalinan Ny.

X. informed consent penting dilakukan agar kesalahan yang terjadi tidak sepenuhnya pada bidan D. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Materi ini sangat penting bagi mahasiswa kebidanan agar kita mengetahui seperti isu yang merupakan suatu masalah yang berkembang dilingkungan masyarakat yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan membutuhkan suatu pembuktian dan Dilema adalah suatu keadaan dimana dihadapkan dengan dua alternatif pilihan, yang kelihatannya sama atau hampir sama dan membutuhkan pemecahan masalah.

Dalam kasus ini menjelaskan tentang Aborsi dimana aborsi merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mencapai viabilitas dengan usia kehamilan kurang dari 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Dalam hal ini seorang bidan tidak mempunyai wewenang dalam melakukan aborsi. Sedangkan aborsi mempunyai Undang-Undang tersendiri. Sama halnya dengan pasien yang mengalami KTD, bidan tidak berwenang untuk menolong persalinan dengan KTD dan sebaiknya bidan merujuk pasien agar persalinan dilakukan di rumah sakit sehingga resusitasi bayi dilakukan secara optimal.

B. Saran Seorang bidan sebaiknya tidak melakukan hal yang diluar kewenangannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, karena jika seorang bidan melakukan pelanggaran maka akan terjerat hukum. Maka dari itu bidan sebaiknya lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan dan harus sesuai dengan kode etik profesi.

DAFTAR PUSTAKA Heryani, Reni 2013, Buku Ajar Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan Untuk Mahasiswa Kebidanan, Jakarta, Trans Info Media Heryani, Reni 2016, Buku Ajar Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan Untuk Mahasiswa Kebidanan Edisi Revisi, Jakarta, Trans Info Media Ikhlas, Al 2016, Contoh Kasus Isu Etik, Slide Share, dilihat 7 September 2019, https://www.slideshare.net/Al-Ikhlas14/contoh-kasus-isu-etik-59705015 Sujiyatini & Nilda Synthia Dewi 2011, Catatan Kuliah Etika Profesi Kebidanan Disertai Analisis Hukum Kesehatan Terkini, Jakarta, Rohima Press Susanti Santi 2015, Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan, Jakarta, Trans Info Media Wiradharma, W, Kardana, Md & Dharma, Artana, I Wyn 2016, ‘Risiko Asfiksia pada Ketuban Pecah Dini di RSUP Sanglah’, Sari Pediatri, vol.

14, no 5, hh. 316-319.
• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • PIKIRAN RAKYAT - Bioskop Trans TV bakal kembali hadir dengan film Fury yang tayang pada Minggu, 17 April 2022.

Film yang memiliki genre action serta drama ini merupakan karya sutradara David Ayer yang sukses mendapat rating cukup tinggi di perfilman hollywood. Tak cuma itu, film Fury juga dibintangi oleh aktor-aktor papan atas, seperti Brad Pitt, Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Peña, Jon Bernthal, Jason Isaacs, Scott Eastwood dan pemain pendukung lainnya. Sinopsis Film Fury Film Fury menceritakan tentang komandan tank M Sherman bernama Don "Wardaddy" Collier yang dipercaya untuk menembus jantung pertahanan musuh dalam pertempuran di Perang Dunia II.

Baca Juga: Sinopsis The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring Dia memimpin sekelompok kecil tentara. Saat itu, Wardaddy harus membawa pasukannya untuk masuk ke area berbahaya dalam peperangan.

Kelompok tentara itu membawa tank yang diberi nama Fury. Wardaddy membawahi empat orang tentara di bawah kepemimpinannya. Sebuah kebanggaan bagi mereka untuk membawa Fury karena menjadi salah satu kendaraan tempur andalan AS dan sekutunya saat itu, meski bisa dikalahkan tank kelas menengah milik Nazi.

cara memuaskan suami pada masa haid

• Sinopsis The Matrix, Aksi Keanu Reeves Jadi Pahlawan Penumpas Perbudakan • Sinopsis 21 Bridges, Aksi Heroik Chadwick Boseman Berantas Kasus Kriminal • Sinopsis The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring • My Sassy Girl Dibintangi Tiara Andini dan Jefri Nichol, Simak Sinopsis dan Jadwal Tayangnya • Sinopsis Film Mad Max: Fury Road, Petualangan Tom Hardy Jadi Penyintas di Dunia Antah Berantah Terkini

Cara Halal Memuaskan Suami Ketika Istri Haid




2022 www.videocon.com