Cara menghilangkan najis anjing

cara menghilangkan najis anjing

• HOME • HOT NEWS • SPORT • SELEB • OTOMOTIF • POLHUKAM • INTERNASIONAL • TRAVEL • GAYA HIDUP • Parenting • Zodiak • Cantik • Tips • Relationship • TEKNOW • KESEHATAN • DEAR DIARY • SUCCESS STORY • WEDDING • TANYA AHLI • FILM DAN MUSIK • EKONOMI • CRYPTO • VIDEO • FOTO • INDEKS BERITA • NETWORK • JABAR • JATENG • JOGJA • JATIM • BANTEN • BALI • NTB • SULTRA • KALTIM • SUMUT • KEPRI • SULSEL • SUMSEL • RIAU • KALBAR Berikut ini ramalan 3 zodiak penuh berkah pilihan redaksi GenPI.co.

1. Aquarius Aquarius: Pembawa Air 20 Januari - 18 Februari Elemen: Udara Penguasa: Uranus BACA JUGA: Simak Peruntungan 3 Zodiak, Lo Bisa Meraih Hasil Besar Zodiak Aquarius sedang memiliki banyak energi hari ini. Namun, jangan sampai kamu menggunakan energimu untuk berdebat dengan orang-orang yang kamu sayangi. Lingkup emosional zodiak Aquarius akan mewarnai kehidupan percintaannya. BACA JUGA: Cek Peruntungan Shio Monyet, Anjing, Ular, Lo Harus Siap Sukses Kesediaan Aquarius untuk mendengarkan sensitifnya pasangan secara sepenuhnya menjadikan munculnya kebahagiaan pada diri sendiri.

Zodiak Aquarius, tetap santai dalam menjalin hubungan yang ada sekarang. Ungkapkan isi pikiranmu. BACA JUGA: Simak Peruntungan 3 Zodiak, Mulai Besok Hoki Dalam Genggaman Lo Aquarius harus selalu berdiskusi bersama, sebab itu menjadi kunci komunikasi bisa berjalan lancar.

• HOME • HOT NEWS • SPORT • SELEB • OTOMOTIF • POLHUKAM • INTERNASIONAL • TRAVEL • GAYA HIDUP • Parenting • Zodiak • Cantik • Tips • Relationship • TEKNOW • KESEHATAN • DEAR DIARY • SUCCESS STORY • WEDDING • TANYA AHLI • FILM DAN MUSIK • EKONOMI • CRYPTO • VIDEO • FOTO • INDEKS BERITA • NETWORK • JABAR • JATENG • JOGJA cara menghilangkan najis anjing JATIM • BANTEN • BALI • NTB • SULTRA • KALTIM • SUMUT • KEPRI • SULSEL • SUMSEL • RIAU • KALBAR Kaidah Ke-1: Allah dan Rasul-Nya Tidaklah Memerintahkan Sesuatu Kecuali Mendatangkan Maslahat Kaidah Pertama الشَّارِعُ لاَ يَأْمُرُ إِلاَّ بِمَا مَصْلَحَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ وَلاَ يَنْهَى إِلاَّ عَمَّا مَفْسَدَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ Allah ﷻ dan Rasul-Nya tidaklah memerintahkan sesuatu, kecuali yang murni mendatangkan maslahat, atau maslahatnya dominan.

Dan tidaklah melarang sesuatu, kecuali perkara yang benar-benar rusak atau kerusakannya dominan. Kaidah ini mencakup seluruh syariat agama ini. Tidak ada sedikit pun hukum syariat yang keluar dari kaidah ini, baik yang berkaitan dengan pokok maupun cabang-cabang agama ini, juga berhubungan dengan hak Allah ﷻ maupun yang berhubungan dengan hak para hamba.

Allah ﷻ berfirman: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” [QS. an-Nahl/16:90].

Tidak ada satu keadilan pun, juga ihsan (perbuatan baik), dan menjalin silaturahim yang terlupakan, kecuali semuanya telah diperintahkan oleh Allah ﷻ dalam ayat yang mulia ini. Dan tidak ada sedikit pun kekejian dan kemungkaran yang berkait dengan hak-hak Allah ﷻ, juga kezaliman terhadap makhluk dalam masalah darah, harta, serta kehormatan mereka, kecuali semuanya telah dilarang oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ mengingatkan para hamba-Nya agar memerhatikan perintah-perintah Allah ﷻ ini, memerhatikan kebaikan dan manfaatnya, lalu melaksanakannya.

Cara menghilangkan najis anjing ﷻ juga mengingatkan agar memerhatikan keburukan dan bahaya yang terdapat dalam larangan-larangan Allah ﷻ tersebut, lalu menjauhinya. Demikian pula firman Allah ﷻ: قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ Katakanlah: “Rabbku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat, dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.

[QS. al-A’raf/7:29]. Ayat ini telah mengumpulkan pokok-pokok semua perintah Allah ﷻ, dan mengingatkan kebaikan perintah-perintah itu. Sebagaimana ayat selanjutnya menjelaskan pokok-pokok semua perkara yang diharamkan, dan memeringatkan akan kejelekannya. Allah ﷻ berfirman: قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) memersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu, dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” [QS.

cara menghilangkan najis anjing. Dalam ayat yang lain, tatkala Allah ﷻ memerintahkan agar bersuci sebelum melaksanakan salat, yaitu dalam firman-Nya: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ “Hai orang-orang yang cara menghilangkan najis anjing, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.

Dan jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memeroleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih).

Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. [QS. al-Maidah/5:6]. Allah ﷻ menyebutkan dua macam thaharah (bersuci), yaitu thaharah dari hadats kecil dan hadats besar dengan menggunakan air. Dan jika tidak ada air atau karena sakit, maka bersuci dengan menggunakan debu. Selanjutnya Allah ﷻ berfirman: مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” [QS.

al-Maidah/5: 6] Dalam ayat ini Allah ﷻ mengabarkan, bahwa perintah-perintah-Nya termasuk jajaran kenikmatan terbesar di dunia ini, dan berkaitan erat dengan nikmat-Nya nanti di Akhirat.

Perintah Allah ﷻ yang maslahatnya seratus persen, dan larangan Allah dari sesuatu yang benar-benar rusak, dapat diketahui dari beberapa contoh berikut: Sebagian besar hukum-hukum dalam syariat ini mempunyai kemaslahatan yang murni. Keimanan dan tauhid merupakan kemaslahatan yang murni, kemaslahatan untuk hati, roh, badan, kehidupan dunia dan Akhirat. Sedangkan kesyirikan dan kekufuran, bahaya dan mafsadatnya murni, yang menyebabkan keburukan bagi hati, badan, dunia, dan Akhirat. Kejujuran maslahatnya murni, sedangkan kedustaan sebaliknya.

Namun jika ada maslahat yang lebih besar dari mafsadat yang ditimbulkan akibat kedustaan, seperti dusta dalam peperangan, atau dusta dalam rangka mendamaikan manusia, maka Nabi ﷺ telah memberikan rukhshah (keringanan) dalam masalah perbuatan dusta seperti ini, dikarenakan kebaikannya atau maslahatnya lebih dominan.

Demikian pula keadilan mempunyai maslahat yang murni. Sedangkam kezaliman seluruhnya adalah mafsadat. Adapun perjudian dan minum khamr, mafsadat dan bahayanya lebih banyak daripada manfaatnya. Oleh karena itu Allah ﷻ mangharamkannya. Allah ﷻ berfirman: يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ cara menghilangkan najis anjing أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.

Tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. [QS. al-Baqarah/2:219]. Jika ada maslahat-maslahat besar dari sebagaian perkara yang mengandung unsur perjudian, seperti mengambil hadiah lomba yang berasal dari uang pendaftaran peserta dalam lomba pacuan kuda, atau lomba memanah, maka hal demikian ini diperbolehkan. Karena lomba-lomba ini mendukung untuk penegakan bendera jihad. Adapun memelajari sihir, maka sihir hanyalah mafsadat semata-mata.

Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ Dan mereka memelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya, dan tidak memberi manfaat. [QS. al-Baqarah/2:102]. Demikian pula diharamkannya bangkai, darah, daging babi, dan semisalnya yang mengandung mafsadat dan bahaya. Jika maslahat yang besar mengalahkan mafsadat akibat mengonsumsi makanan yang diharamkan ini, seperti untuk mempertahankan hidup, maka makanan haram ini boleh dikonsumsi.

Allah ﷻ berfirman: فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

cara menghilangkan najis anjing

{INSERTKEYS} [QS. al-Maidah/5:3]. Pokok dan kaidah syariah yang agung ini dapat dijadikan dasar untuk menyatakan, bahwa ilmu-ilmu modern sekarang ini, serta berbagai penemuan baru yang bermanfaat bagi manusia dalam urusan agama dan dunia meraka, bisa digolongkan ke dalam perkara yang diperintahkan dan dicintai Allah ﷻ dan Rasul-Nya, sekaligus merupakan nikmat yang diberikan Allah ﷻ kepada para hamba-Nya; karena mengandung manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan sebagai sarana pendukung.

Oleh karena itu, adanya telegram dengan berbagai jenisnya, industri-industri, penemuan-penemuan baru, hal-hal tersebut sangat sesuai dengan implementasi kaidah ini.

Perkara-perkara ini ada yang masuk kategori sesuatu yang diwajibkan, ada yang sunnah, dan ada yang mubah, sesuai dengan manfaat dan amal perbuatan yang dihasikannya. Sebagaimana perkara-perkara ini juga bisa dimasukkan dalam kaidah-kaidah syariyah lainnya yang merupakan turunan dari kaidah ini. Kaidah Ke-2: Hukum Wasilah Tergantung Pada Tujuan-Tujuannya Kaidah Kedua: الوَسِيْلَةُ لَهَا أَحْكَامُ المَقَاصِدِ Hukum Wasilah Tergantung Pada Tujuan-Tujuannya Beberapa hal yang masuk dalam kaidah ini di antaranya ialah, bahwasanya perkara wajib yang tidak bisa sempurna (pelaksanaannya) kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib pula.

Dan perkara sunnah yang tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaan sesuatu hal, maka hal tersebut sunnah juga hukumnya. Demikian pula sarana-sarana yang mengantarkan kepada perkara yang haram atau mengantarkan kepada perkara yang makruh, maka hukumnya mengikuti perkara yang haram atau makruh tersebut. Demikian pula termasuk turunan dari kaidah ini, bahwa hal-hal yang mengikuti ibadah ataupun amalan tertentu, maka hukumnya sesuai dengan ibadah yang menjadi tujuan tersebut.

Kaidah ini merupakan kaidah yang sifatnya kullliyah (menyeluruh), yang membawahi beberapa kaidah lain. Pengertian الوَسِيْلَةُ (wasilah) yaitu jalan-jalan (upaya, cara) yang ditempuh menuju (perwujudan) suatu perkara tertentu, dan faktor-faktor yang mengantarkan kepadanya. Demikian pula hal-hal lain yang berkait dan lawaazim (konsekuensi-konsekuensi) yang keberadaannya mengharuskan keberadaan perkara tersebut, serta syarat-syarat yang tergantung hukum-hukum pada sesuatu tersebut.

Jadi apabila Allah ﷻ dan Rasul-Nya memerintahkan sesuatu, maka itu berarti sebuah perintah untuk melaksanakan obyek yang diperintahkan, dan hal-hal terkait yang menyebabkan perintah tersebut tidak sempurna kecuali dengan hal-hal tersebut. Demikian pula perintah tersebut juga mencakup perintah untuk memenuhi semua syarat-syarat dalam syariat, syarat-syarat dalam adat, yang maknawi ataupun kasat mata. Hal ini dikarenakan Allah, Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki Hikmah, mengetahui apa yang menjadi pengaruh-pengaruh yang muncul dari hukum-hukum yang Dia ﷻ syariatkan bagi hamba-Nya berupa lawaazim, syarat-syarat, dan faktor-faktor penyempurna.

Sehingga perintah untuk mengerjakan sesuatu, bermakna merupakan perintah untuk obyek yang diperintahkan tersebut. Dan juga perintah untuk mengerjakan hal-hal yang tidaklah bisa sempurna perkara yang diperintahkan tersebut, kecuali dengannya.

Dan (sebaliknya), larangan dari mengerjakan sesuatu merupakan larangan dari hal tersebut, dan larangan dari segala sesuatu yang mengantarkan kepada larangan tersebut. Atas dasar keterangan di atas, berjalan untuk melaksanakan salat, menghadiri majelis zikir, silaturahim, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, dan lain-lain masuk dalam kategori ibadah juga.

Demikian pula orang yang pergi untuk melaksanakan haji dan umrah, serta jihad fi sabilillah (di jalan Allah ﷻ ), sejak keluar dari rumah sampai pulang kembali, maka orang tersebut senantiasa dalam pelaksanaan ibadah. Karena keluarnya (orang tersebut dari rumah) merupakan wasilah (cara) untuk melaksanakan ibadah, dan menjadi penyempurnanya.

Allah ﷻ berfirman: ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٢٠﴾ وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh.

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar, dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [QS.

at-Taubah/9:120-121]. Dalam hadis yang Shahih, Nabi ﷺ bersabda: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ أَوَ سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Barang siapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memerjalankannya, atau memudahkan jalan baginya menuju ke Surga. [HR Muslim]. [1] Sungguh terdapat hadis Shahih yang menjelaskan tentang pahala berjalan untuk melaksanakan salat, dan setiap langkah yang ditempuh dalam perjalanan tersebut ditulis baginya satu kebaikan dan dihapuskan satu kejelekan.

Dan firman Allah ﷻ: إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ “Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” [QS. Yasin/36:12].

Yang dimaksudkan dengan “Bekas-bekas yang mereka tinggalkan” pada ayat di atas ialah perpindahan langkah-langkah dan amalan-amalan mereka, apakah untuk melaksanakan ibadah ataukah sebaliknya. Oleh karena itu, sebagaimana melangkahkan kaki dan upaya-upaya untuk melaksanakan ibadah dihukumi sesuai dengan hukum ibadah yang dimaksud, maka melangkahkan kaki menuju kemaksiatan juga dihukumi sesuai dengan hukum kemaksiatan tersebut, dan kemaksiatan yang lain.

Maka perintah untuk melaksanakan salat adalah perintah untuk melaksanakan salat, dan perkara-perkara yang salat tidak sempurna kecuali dengannya, seperti thaharah (bersuci), menutup aurat, menghadap Kiblat, dan syarat-syarat lainnya. Dan juga perintah untuk memelajari hukum-hukum yang pelaksanaan salat tidaklah bisa sempurna, kecuali dengan didahului dengan memelajari ilmu tersebut.

Demikian pula, seluruh ibadah yang wajib atau sunnah, yang tidaklah bisa menjadi sempurna kecuali dengan suatu hal, maka hal itu juga wajib karena perkara yang diwajibkan tersebut, atau menjadi amalan sunnah dikarenakan perkara yang sunnah tersebut.

Termasuk cabang kaidah ini adalah perkataan ulama [2]: “Jika datang waktu salat bagi orang yang tidak menjumpai air, maka wajib baginya untuk mencari air di tempat-tempat yang diperkirakan dapat ditemukan air di sana”. Dikarenakan kewajiban tersebut tidak sempurna, kecuali dengan keberadaan hal-hal itu sehingga hukumnya juga wajib. Demikian pula wajib baginya untuk membeli air atau membeli penutup aurat yang wajib dengan harga yang wajar, atau dengan harga yang lebih dari harga wajar, asalkan tidak menyusahkannya dan tidak menyedot seluruh hartanya.

Dan masuk di dalam kaidah ini juga adalah tentang wajibnya memelajari ilmu perindustrian yang sangat dibutuhkan oleh kaum Muslimin untuk mendukung urusan agama dan dunia mereka, baik urusan yang besar maupun yang kecil. Demikian pula masuk dalam kaidah ini adalah wajibnya memelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat. Ilmu bermanfaat terbagi menjadi dua macam: • Pertama: Ilmu yang hukum memelajarinya Fardhu Ain, yaitu ilmu yang sifatnya sangat diperlukan oleh setiap orang dalam urusan agama, Akhirat, maupun urusan muamalah.

Setiap orang berbeda-beda tingkat kewajibannya sesuai dengan keadaan masing-masing. • Kedua: Ilmu yang hukum memelajarinya Fardhu Kifayah, yaitu ilmu yang merupakan bersifat tambahan dari ilmu yang harus dipelajari oleh setiap individu, yang dibutuhkan oleh muasyarakat luas. Dari sini, ilmu yang sangat dibutuhkan oleh individu hukumnya Fardhu Ain.

Adapun ilmu yang sifatnya tidak mendesak jika ditinjau dari sisi kebutuhan individual, namun masyarakat luas membutuhkannya, maka hukumnya Fardhu Kifayah. Sebab, perkara yang hukumnya Fardhu Kifayah ini, jika telah dilaksanakan oleh sebagian orang dengan jumlah yang mencukupi, maka gugurlah kewajiban sebagian yang lain. Dan jika tidak ada sama sekali orang yang melaksanakannya, maka menjadi wajib atas setiap orang.

Oleh karena itu, termasuk cabang kaidah ini adalah semua hal yang hukumnya Fardhu Kifayah, seperti mengumandangkan azan, iqamah, mengendalikan kepemimpinan yang kecil maupun yang besar, amar ma`ruf nahi munkar, jihad yang hukumnya Fardhu Kifayah, pengurusan jenazah dalam bentuk memandikan, mengafani, menyalatkan, membawanya ke pemakaman, menguburkannya, serta hal-hal yang menyertainya, persawahan, perkebunan, dan hal hal yang menyertainya.

Termasuk pula dalam kaidah ini, usaha seseorang dalam bekerja yang menjadi wasilah (sarana) baginya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dirinya sendiri, istri, anak-anak, budak, dan juga binatang ternaknya, serta untuk melunasi utangnya. Dikarenakan hal-hal tersebut hukumnya adalah wajib, dan tidak bisa dipenuhi kecuali dengan mencari rezeki dan berusaha mendapatkannya.

Demikian pula tentang wajibnya memelajari tanda-tanda datangnya waktu salat, mengetahui arah Kiblat, dan arah mata angin bagi orang yang membutuhkan hal tersebut.

Hal-hal tersebut masuk juga dalam kaidah ini. Termasuk pula dalam kaidah ini setiap perkara mubah yang menjadi wasilah (jalan) untuk meninggalkan kewajiban, atau menjadi wasilah dalam melaksanakan sesuatu yang haram. Oleh karena itu, diharamkan jual beli setelah azan kedua pada Salat Jumat, berdasarkan firman Allah ﷻ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Salat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” [QS.

al-Jumu’ah/62:9]. Demikian pula diharamkan menjual sesuatu kepada orang yang akan menggunakannya untuk kemaksiatan, seperti menjual anggur kepada orang yang akan membuatnya menjadi minuman keras (khamr). Atau menjual senjata kepada orang dalam kondisi fitnah, atau menjualnya kepada musuh dan perampok. Dan juga tidak diperbolehkan menjual telur atau semisalnya kepada orang yang akan menggunakannya dalam berjudi.

Termasuk dalam kaidah ini pula adalah perbuatan seseorang yang diberi wasiat oleh orang lain, kemudian ia membunuh orang yang memberi wasiat tersebut. Atau pembunuhan yang dilakukan oleh ahli waris terhadap pemilik harta [3] supaya segera memeroleh warisan tersebut.

Maka keduanya dikenai hukuman dengan tidak berhak memeroleh isi wasiat atau warisan yang menjadi tujuannya tersebut. Demikian pula seorang suami yang menindas istri tanpa alasan yang dibenarkan, agar istri menyerahkan kekayaan kepada suami hingga mau menceraikannya. Begitu pula hiyal (tipu-muslihat) yang ditempuh sebagai wasilah untuk melaksanakan perkara yang haram atau meninggalkan kewajiban, maka hukumnya adalah haram. Sedangkan hiyal yang dipergunakan untuk memeroleh sesuatu yang menjadi hak seseorang hukumnya diperbolehkan, bahkan diperintahkan.

Hal ini dikarenakan seorang hamba diperintahkan untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi haknya dan hak-hak lain yang berkaitan dengannya, baik dengan cara yang terang-terangan maupun tersembunyi. Hal ini merujuk firman Allah ﷻ tatkala menyebutkan muslihat yang dilakukan Nabi Yusuf Alaihissallam supaya saudaranya tetap tinggal bersamanya: كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ “Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf.” [QS. Yusuf/12:76]. Sama dalam masalah ini tipu-daya untuk menyelamatkan jiwa dan kekayaan, sebagaimana yang dilakukan Khidhir dengan cara merusak perahu yang ia tumpangi, supaya perahu tersebut tidak dirampas oleh raja yang zalim yang merampas setiap perahu bagus yang ia lihat.

Oleh karena itu, hukum suatu muslihat mengikuti tujuan peruntukan muslihat tersebut, apakah tujuannya baik ataukah tidak. Termasuk pula dalam kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…. [QS. an-Nisa`/4:58]. Sedangkan yang dimaksud dengan amanat adalah segala sesuatu yang seseorang mendapatkan kepercayaan untuk mengurusinya, seperti barang titipan, mengurus anak yatim, menjadi nadzir wakaf dan semisalnya.

Maka termasuk dalam upaya untuk menjalankan amanat kepada kepada pemiliknya, adalah menjaga amanat tersebut dengan ditempatkan di tempat penyimpanan yang sesuai. Dan termasuk upaya menjaga amanat tersebut adalah memberikan makanan dan lainnya, jika yang diamanatkan tersebut bernyawa.

Adapun dalam penggunaannya, tidak teledor dan tidak berlebih-lebihan. Di antara cabang kaidah ini adalah bahwasannya Allah ﷻ mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, dan melarang mendekat kepada semua wasilah yang dikhawatirkan akan menjerumuskan seseorang pada perkara yang diharamkan tersebut. Misal, menyendiri dengan wanita yang bukan mahramnya, atau melihat kepada sesuatu yang diharamkan.

Atas dasar itu, Rasulullah ﷺ bersabda: وَمَنْ وَقَعَ فيِ الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فيِ الْحَرَامِ ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى ، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ Dan barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar, maka ia telah jatuh ke dalam wilayah perkara yang haram.

Seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah larangan; dikhawatirkan ia akan masuk ke daerah larangan itu. Ingatlah, setiap raja memiliki daerah larangan; dan daerah larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. [HR Bukhari]. [4] Termasuk cabang kaidah ini pula, adalah adanya larangan mengerjakan sesuatu yang bisa menimbulkan permusuhan dan kebencian. Misalnya, menyerobot pembeli dari penjual Muslim lainnya, menimpali akad orang lain, melamar wanita yang sudah dilamar orang lain, atau mengajukan perwalian atas pengajuan Muslim yang lain.

Sebagaimana termasuk cabang kaidah ini pula, adalah memberikan dorongan untuk komitmen dengan kejujuran, baik dalam perkataan maupun perbuatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Pengecualian dalam Kaidah ini Adapun perkara yang tidak masuk dalam kaidah ini adalah permasalahan nadzar. Hal ini dikarenakan suatu hikmah tertentu yang khusus pada permasalahan tersebut. Sebab, menunaikan nadzar ketaatan hukumnya adalah wajib, sedangkan bernadzar hukumnya makruh. Padahal menunaikan nadzar tidaklah bisa dilaksanakan kecuali dengan menetapkan nadzar.

Oleh karena itu, Nabi ﷺ memerintahkan agar nadzar dilaksanakan dan melarang orang untuk bernadzar. Beliau ﷺ bersabda: إِنَّهُ لاَ يَأْتِي بِخَيْرٍ, وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ “Sesungguhnya nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya nadzar itu dikeluarkan dari seorang yang bakhil.” [HR Bukhari].

[5] Keadaan demikian ini karena mengurangi keikhlasan dalam amalan yang dinadzarkan tersebut, dan menyebabkan orang yang mengikat nadzar terjebak pada kesulitan padahal awalnya ia berada dalam kelapangan. Wallahu a’lam. ______ Footnote [1]. HR Muslim dalam Kitab adz-Dzikr wa ad Du’aa`, Bab: Fadhl al-Ijtima’ ‘ala Tilawatil-Qur`an, no.

2699 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan lafalnya adalah: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ [2]. Al Mughni 1/314 [3]. Misalnya, seorang anak membunuh orang tuanya yang kaya, dengan tujuan agar segera mendapatkan warisan dari sang ayah, Red. [4]. HR Bukhari no. 52, dan Muslim no. 1599 dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu.

[5]. HR Bukhari no. 6693, dan Muslim no. 1639. Kaidah Ke-4: Kaidah Ketiga: المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ Adanya Kesulitan Akan Memunculkan Adanya Kemudahan Kaidah ini termasuk kaidah fikih yang sangat penting untuk dipahami. Karena, seluruh rukhshah dan keringanan yang ada dalam syariat merupakan wujud dari kaidah ini. Di antara dalil yang menyangkut kaidah ini, yaitu firman Allah ﷻ: يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

[QS. al-Baqarah/2:185]. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. [QS. al-Baqarah/2:286]. وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [QS. al-Hajj/22:78]. فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.

[QS. at-Taghabun/64:16]. Ayat-ayat di atas menjadi landasan kaidah yang sangat berharga ini. Dikarenakan seluruh syariat dalam agama ini lurus dan penuh toleransi. Lurus tauhidnya, terbangun atas dasar perintah beribadah hanya kepada Allah ﷻ semata, tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun. Demikian pula, syariat ini penuh toleransi dalam hukum-hukum dan amalan-amalannya. Sebagai contoh, ibadah-ibadah yang tercakup dalam rukun Islam.

Salah satunya dalam ibadah salat. Jika kita lihat ibadah ini merupakan amaliah yang mudah dan hanya membutuhkan sedikit waktu. Demikian pula zakat, hanya memerlukan sebagian kecil dari harta orang yang terkena kewajiban zakat. Itu pun diambil dari harta yang dikembangkan, bukan harta tetap. Dan zakat ini dilaksanakan hanya sekali dalam setahun. Juga ibadah puasa Ramadan yang hanya dilaksanakan selama satu bulan setiap tahun. Ibadah haji yang wajib dilaksanakan sekali saja seumur hidup bagi orang yang mempunyai kemampuan.

Adapun kewajiban-kewajiban lainnya, maka datang secara insidental sesuai dengan sebab yang melatarbelakanginya. Seluruh ibadah-ibadah tersebut sangat mudah dan ringan. Allah ﷻ juga mensyariatkan beberapa hal yang bisa membantu dan memberikan semangat dalam melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.

Di antaranya dengan disyariatkannya berjamaah dalam salat lima waktu, Salat Jumat, dan salat hari raya. Demikian pula pelaksanaan puasa yang dilaksanakan secara bersama-sama pada bulan Ramadan. Juga ibadah haji yang dilaksanakan bersama-sama pada bulan Dzulhijjah. Tidak diragukan lagi, pelaksanaan ibadah secara berjamaah akan lebih meringankan pelaksanaan berbagai ibadah, lebih memberi semangat, serta lebih mendorong untuk saling berlomba meraih kebaikan.

Sebagaimana juga Allah ﷻ telah menyediakan pahala bagi orang yang mau menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi-Nya, baik pahala di dunia maupun di Akhirat. Pahala yang tidak bisa diukur besarnya. Janji Allah k merupakan pendorong terbesar dalam melaksanakan amal kebaikaan dan meninggalkan kejelekan. Di samping kemudahan-kemudahan ini, masih ditambah lagi, jika ada yang mempunyai uzur sehingga menyebabkannya tidak mampu atau kesulitan melaksanakan hukum-hukum syariat, maka Allah ﷻ telah memberikan keringanan sesuai dengan kedaaan dan kondisi orang bersangkutan.

Hal ini nampak jelas dalam beberapa contoh berikut. • Seseorang yang sedang dalam keadaan sakit, jika tidak mampu melaksanakan salat dengan berdiri maka boleh salat dengan duduk. Jika tidak mampu dengan duduk, maka salat dengan berbaring, dan cukup berisyarat ketika rukuk dan sujud.

• Seseorang diwajibkan bersuci (thaharah) dengan menggunakan air. Namun, jika tidak bisa menggunakan air karena sakit atau tidak ada air, maka diperbolehkan melaksanakan Tayammum. • Seorang musafir yang sedang menanggung beratnya perjalanan diperbolehkan untuk tidak berpuasa, diperbolehkan untuk menjama’ dan mengqashar salat, serta diperbolehkan mengusap khuf selama tiga hari, sebagai ganti dari mencuci kaki dalam wudhu. • Orang yang sakit atau sedang bepergian jauh (safar) tetap dicatat mendapatkan pahala dari amal-amal kebaikan yang biasa ia kerjakan ketika dalam keadaan sehat dan tidak bepergian.

Kaidah ini diterapkan dalam berbagai macam pembahasan yang tercakup dalam syariat agama Islam yang mulia ini. Adapun perwujudan kaidah ini secara nyata dapat diketahui dari contoh-contoh berikut ini: • Jika pakaian atau badan seseorang terkena sedikit darah maka dimaafkan, dan tidak harus mencucinya. • Boleh beristijmar (membersihkan najis dengan batu atau semisalnya) sebagai pengganti dari istinja’ (membersihkan najis dengan air), meskipun dijumpai adanya air.

• Sucinya mulut anak kecil yang terkadang memakan najis dikarenakan belum bisa membedakaan benda-benda di sekelilingnya. • Sucinya kucing, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: إَنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَافِيْنَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ Sesungguhnya kucing itu tidak najis. Sesungguhnya ia termasuk binatang yang selalu menyertai kalian. [1] • Termaafkan, jika terkena cipratan tanah jalanan yang diperkirakan bercampur dengan najis.

Jika memang benar ada najisnya, maka dimaafkan dari najis yang sedikit. • Jika pakaian seseorang terkena kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan tambahan selain ASI, maka cukup membasahi pakaian tersebut dengan air dan tidak perlu mencucinya.

Demikian pula jika terkena muntahan bayi tersebut. • Penjelasan para ahli ilmu, bahwa hukum asal sesuatu zat adalah suci, kecuali jika diketahui secara pasti tentang kenajisannya. Dan hukum asal segala makanan adalah halal dikonsumsi, kecuali jika diketahui secara pasti tentang keharamannya.

• Dalam membersihkan badan, pakaian, atau bejana dari najis cukup menggunakan perkiraan. Jika tidak bisa atau kesulitan menentukan kesuciannya secara pasti, maka cukup dengan dikira-kira, jika dianggap sudah suci, maka cukup.

• Dalam menentukan telah datangnya waktu salat, cukup dengan perkiraan kuat bahwa waktunya telah datang. Yaitu, jika sulit mengetahui datangnya waktu tersebut secara pasti. • Orang yang melaksanakan haji secara tamattu’ dan qiran, mereka bisa melaksanakan haji sekaligus umrah dalam sekali perjalanan saja.

• Diperbolehkan memakan makanan haram, seperti bangkai dan semisalnya, bagi orang yang terpaksa untuk memakannya. • Bolehnya jual beli ‘ariyah [2] jika ada hajat untuk mendapatkan kurma ruthab (kurma basah). • Boleh mengambil upah dari perlombaan pacu kuda, mengendarai unta, dan perlombaan memanah. • Bolehnya seorang laki-laki merdeka menikahi budak wanita jika laki-laki tersebut tidak bisa menunda pernikahan dan khawatir akan terjatuh dalam perzinaan.

• Jika seseorang melakukan pembunuhan dengan tanpa kesengajaan, maka karib kerabat orang yang melakukan pembunuhan tersebut menanggung pembayaran Diyat (denda yang harus dibayarkan kepada keluarga korban). Hal ini dikarenakan pelaku pembunuhan tersebut tidak sengaja melakukan pembunuhan, sehingga ia mempunyai uzur. Maka, merupakan hal yang layak jika karib kerabat si pembunuh tersebut menanggung pembayaran Diyat tersebut tanpa memberatkan mereka, yaitu dengan membagi Diyat tersebut sesuai kadar kekayaan masing-masing.

Dan pembayaran tersebut diberi tenggang waktu selama tiga tahun. Adapun jika pembunuh tersebut termasuk orang yang berkecukupan dalam harta, apakah ia turut menanggung pembayaran Diyat tersebut ataukah tidak?

Maka dalam hal ini terdapat perselisihan di kalangan para ulama. Implementasi (perwujudan) dari kaidah ini sangatlah luas.

Contoh-contoh di atas sudah cukup mewakili untuk menunjukkan sedemikian penting kaidah ini. ______ Footnote [1].

HR Ahmad (5/296, 303), Abu Dawud dalam kitab ath-Thaharah, Bab: Su’ril Hirrah (no. 75), at-Tirmidzi dalam kitab ath-Thaharah, Bab: Ma Ja`a fi Su’ril Hirrah (no. 92), an-Nasa`i (1/55), Ibnu Majah dalam kitab ath-Thaharah, Bab: al-Wudhu` bi Su’ril Hirrah (no. 367), Malik (1/45), Abdurrazaq (no. 353), al-Humaidi (no. 430), Ibnu Abi Syaibah (1/31), ad-Darimi (1/187), Ibnu Hibban (no.

121), ath-Thahawi dalam al-Musykil (3/270), Hakim (1/159). Hadis ini diShahihkan oleh at-Tirmidzi dan Hakim. Dalam kitab at-Talkhis (1/41) disebutkan: “Hadis ini diShahihkan oleh Bukhari, Tirmidzi, Uqaili, dan Daruquthni”.

Hadis ini juga diShahihkan oleh Baihaqi, sebagaimana disebutkan dalam al-Majmu’ (1/215), dan diShahihkan juga oleh an-Nawawi. [2]. ‘Ariyah, adalah jual beli kurma ruthab (kurma basah) yang masih berada di pohonnya dengan perkiraan semisal harganya jika kurma itu sudah tua dan menjadi kurma kering, dan dilakukan secara takaran.

(Syarah al-Muntaha, 2/197) Kaidah Ke-4: Pelaksanaan Kewajiban Terkait Dengan Kemampuan Kaidah Keempat: الوُجُوْبُ يَتَعَلَّقُ بِاْلاِسْتِطَاعَةِ, فَلاَ وَاجِبَ مَعَ الْعَجْزِ, وَلاَ مُحَرَّمَ مَعَ الضَّرُوْرَةِ Pelaksanaan Kewajiban Terkait Dengan Kemampuan, Kewajiban Melaksanakan Sesuatu Menjadi Gugur Jika Tidak Mampu Melaksanakannya, Suatu Yang Dilarang (Diharamkan) Menjadi Boleh Saat Kondisi Darurat. Di antara dalil yang menunjukkan kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.

[QS. At Thaghabuun/64: 16] Dan Rasulullah ﷺ bersabda: إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ Jika aku memerintahkan kalian dengan suatu perintah maka kerjakanlah sesuai kemampuan kalian.

[1] Kaidah ini mencakup dua kaidah turunan: Kaidah Pertama: Gugurnya keharusan untuk melaksanakan kewajiban jika seseorang tidak mampu melaksanakannya. Kaidah Kedua: Halalnya sesuatu yang haram ketika seseorang berada dalam keadaan darurat. Sebagaimana firman Allah ﷻ setelah menyebutkan tentang haramnya bangkai, darah, dan yang selainnya: فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[QS. al Maaidah/5:3] Dan Allah ﷻ berfirman: وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.

[QS. al An’aam/6:119] Ayat ini dengan tegas menjelaskan tentang bolehnya memakan makanan yang haram dikarenakan keadaan yang darurat. Hanya saja perlu dipahami bahwa pembolehan ini hanya sebatas keperluan saja. Jika telah hilang keadaan darurat tersebut maka wajib baginya untuk berhenti memakannya. Berkaitan dengan kaidah pertama dalam pembahasan ini, terapannya terdapat dalam beberapa kasus berikut: • Orang yang tidak mampu memenuhi sebagian syarat-syarat atau kewajiban-kewajiban dalam salat, maka hal tersebut tidaklah wajib untuk dipenuhi dan ia melaksanakan salat sesuai dengan kadar kemampuannya.

• Orang yang tidak mampu mengerjakan puasa dikarenakan sakit yang terus-menerus dan tidak diharapkan lagi kesembuhnya, atau orang yang sudah tua renta, demikian pula orang yang sedang safar, maka mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa, dan jika kemudian uzurnya tersebut hilang, maka mereka mengqadha puasa sebanyak hari yang ia tinggalkan tersebut. • Orang yang tidak mampu mengerjakan haji dikarenakan suatu uzur, sedangkan ada kemungkinan uzurnya tersebut akan hilang dalam beberapa kemudian, maka ia bersabar menunggu sampai hilangnya uzur itu.

Namun, jika hilangnya uzur tersebut tidak bisa diharapkan lagi, maka diperbolehkan baginya untuk memerintahkan seseorang untuk menghajikannya. Berkaitan dengan kaidah kedua ini pula Allah ﷻ berfirman: لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ “Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit.” [QS. an Nur/24: 61] Ayat ini berkaitan dengan diberikannya keringanan bagi orang-orang yang buta, pincang, atau sakit dalam ibadah-ibadah yang pelaksanaannya bergantung dengan keberaadaan penglihatan, kesehatan badan, dan kesempurnaan anggota badan, seperti jihad dan semisalnya.

Dari sini dapat diketahui bahwa dalam melaksanakan kewajiban disyaratkan adanya kemampuan. Barang siapa yang tidak mampu mengerjakannya maka Allah ﷻ tidak membebankan kepadanya sesuatu yang tidak ia mampui Demikian pula Nabi ﷺ bersabda dalam hadis yang Shahih: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ, فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengingkari itu dengan tangannya, jika tidak mampu maka ingkarilah dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka ingkarilah dengan hatinya, dan itu adalah serendah-rendah keimanan.

[2] Allah ﷻ berfirman ketika menjelaskan kewajiban seorang suami untuk memberi nafkah berupa pakaian dan semisalnya kepada keluarganya: لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.

Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya.

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. [QS. at Thalaaq/65: 7] Demikian pula Rasulullah ﷺ bersabda ketika menjelaskan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang suami berkaitan dengan harta: اِبْدَأْ بِنَفْسِكَ ثُمَّ بِمَنْ تَعُوْلُ “Mulailah dengan dirimu sendiri kemudian orang-orang yang menjadi tanggunganmu.” [6] Termasuk dalam penerapan kaidah kedua ini pula adalah praktik pembayaran Kaffarah yang sifatnya murattabah (ada urutan pembayarannya), di mana jika seseorang tidak mampu membayar dengan Kaffarah yang urutannya lebih tinggi, barulah ia membayar Kaffarah dengan urutan di bawahnya.

Demikian pula, di antara terapan kaidah ini adalah keberadaan uzur-uzur syari yang membolehkan seseorang untuk tidak datang menghadiri Salat Jumat dan salat Jamaah. Adapun berkaitan dengan kaidah kedua dalam pembahasan ini, maka di antara implementasinya adalah beberapa hal sebagai berikut: • Karena keadaan darurat, seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji diperbolehkan mengerjakan hal-hal yang dilarang ketika itu, dan sebagai konsekuensinya ia wajib membayar Fidyah, sebagaimana hal ini dijelaskan secara rinci dalam kitab-kitab fikih.

[3] • Ketika salat berjamaah, seseorang diperbolehkan salat dengan berdiri sendirian di belakang shaf jika ia tidak mendapatkan tempat yang kosong pada shaf di depannya. Hal ini dikarenakan perkara-perkara yang wajib dan lebih besar dari permasalahan shaf tersebut suatu ketika bisa gugur jika seseorang tidak mampu mengerjakannya.

Maka, dalam hal ini permasalahan shaf lebih pantas untuk gugur. _______ Footnote [1]. HR. Bukhari, Kitab Al I’tisham Bab Al Iqtidaa’ bi Sunani Rasulillah ﷺ No. 7.288. Muslim, Kitab Al Hajj Bab Fardhu Al Hajj No. 1.337, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. [2]. HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Bayanu Kauni An Nahyi ‘an Al Munkari min Al Iman, hadis No. 49. [3]. Lihat Syarah Al Muhazab 2/20. Kaidah Ke-5: Syariat Berdiri Di atas Dua Hal, Yaitu Ikhlas dan Meneladani Rasul Kaidah Kelima: الشَّرِيْعَةُ مَبْنِيَّةٌ عَلَى أَصْلَيْنِ: الإِخْلاَصُ لِلْمَعْبُوْدِ وَالْمُتَابَعَةُ لِلرَّسُوْلِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Syariat Berdiri Di Atas Dua Hal, Yaitu Ikhlas Kepada Allah ﷻ Dan Meneladani Rasul ﷺ Dua hal tersebut merupakan syarat diterimanaya amal ibadah, baik berupa amalan lahiriyah, seperti perkataan dan perbuatan anggota badan; dan juga amalan bathiniyah, seperti amalan hati.

Allah ﷻ berfirman: وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” [QS. al-Bayyinah/98: 5]. Kata الدِّينَ dalam ayat tersebut telah ditafsirkan oleh Nabi ﷺ dalam hadis Jibril, bahwa makna الدِّينَ adalah rukun Islam yang lima, rukun iman yang enam, dan ihsan, yang merupakan inti amalan hati. [1] Oleh karena itu, semua perkara tersebut harus dikerjakan dengan ikhlas hanya untuk Allah ﷻ semata, dalam rangka mengharapkan wajah-Nya, rida-Nya, dan pahala dari-Nya.

Selain itu, amalan tersebut harus dilaksanakan dengan landasan hukum dari Alquran dan Hadis. Allah ﷻ berfirman: وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

[QS. al-Hasyr/59: 7]. Allah ﷻ telah mengumpulkan eksistensi kedua syarat diterimanya amal ibadah tersebut dalam firman-Nya: وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan. [QS. an-Nisa`/4: 125]. Dalam ayat tersebut, pengertian أَسْلَمَ وَجْهَهُ adalah mengikhlaskan amalan-amalan yang bersifat lahiriyah maupun bathiniyah hanya untuk Allah ﷻ.

Dan yang dimaksud dengan وَهُوَ مُحْسِنٌ, adalah ia berbuat ihsan dengan meneladani Rasulullah ﷺ dalam amal-amal ibadah yang ia kerjakan tersebut. Sehingga amalan yang diterima, yaitu amalan yang terkumpul di dalamnya dua sifat tersebut. Apabila salah satu atau kedua sifat tersebut tidak terpenuhi, maka amalan tersebut tertolak dan masuk dalam kategori amalan yang disebutkan Allah ﷻ dalam firman-Nya: وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” [QS.

al-Furqan/25: 23]. Allah ﷻ berfirman ketika membedakan antara amalan orang-orang yang ikhlas dengan amalan orang-orang yang riya: وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat.

Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” [QS. al-Baqarah/2:265]. Demikian pula Rasulullah ﷺ telah bersabda ketika menjelaskan tentang hijrah yang termasuk amalan utama: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

“Barang siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” [2] Rasulullah ﷺ juga pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena ingin unjuk keberanian, berperang karena fanatisme kesukuan, dan karena bertujuan untuk mendapatkan ghanimah, siapakah di antara mereka yang berperang di jalan Allah ﷻ.

Maka beliau ﷺ bersabda: مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فيِ سَبِيْلِ اللهِ #Barang siapa yang berperang supaya kalimat Allah adalah yang tertinggi, maka dialah yang berperang di jalan Allah.# [3] Oleh karena itu, barang siapa yang jihadnya secara lisan maupun perbuatan diniatkan karena Allah ﷻ dan untuk menolong kebenaran maka ia adalah seorang yang ikhlas dalam jihadnya.

Dan barang siapa yang meniatkan selain hal itu, maka ia akan memeroleh sebatas apa yang ia niatkan sedangkan amalannya tidaklah diterima. Dan pada ayat yang lain Allah ﷻ telah berfirman ketika menjelaskan tentang amalan yang dilaksanakan tanpa meneladani Rasulullah ﷺ: قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

[QS. al-Kahfi/18: 103-104]. Oleh karena itu, amalan saleh yang dikerjakan seseorang karena riya, maka amalan tersebut batil, karena tidak ada keikhlasan di dalamnya. Dan amalan yang dikerjakan dengan ikhlas karena Allah ﷻ namun amalan tersebut tidak ada landasan hukumnya secara syari, maka amalan tersebut batil pula, karena tidak disertai mutaba’ah.

Demikian pula, keyakinan-keyakinan yang tidak ada landasannya dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah ﷺ, seperti keyakinan ahlul bidah yang menyelisihi apa yang dilandasi oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, semuanya itu masuk dalam sabda Nabi ﷺ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى “Sesungguhnya setiap perbuatan dilaksanakan dengan niatnya.

Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.” [4] Sabda Nabi ﷺ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ “Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan (ibadah) yang tidak berdasarkan perintah kami, maka ia tertolak.” [5] Hadis pertama tersebut menjadi timbangan amalan dari sisi batinnya, dan hadis kedua menjadi timbangan amalan dari sisi lahirnya.

Mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ﷻ semata merupakan perkara yang telah disinggung nash-nash Alquran dan Sunnah yang memerintahkannya, menjelaskan keutamaannya, dan batilnya suatu amalan jika tidak disertai dengannya.

Adapun niat untuk mengerjakan amalan itu sendiri, maka meskipun hal itu harus ada dalam setiap amalan, akan tetapi hal tersebut dipastikan keberadaannya dalam setiap amalan yang dikerjakan oleh orang yang memiliki akal dan kesadaran. Karena niat dalam makna tersebut merupakan suatu keinginan untuk mengerjakan suatu perbuatan, dan setiap orang yang berakal pasti meniatkan amalan yang ia kerjakan tersebut. Sebagaimana kaidah ini masuk dalam permasalahan ibadah, maka masuk pula dalam permasalahan muamalah.

Maka setiap muamalah baik berupa jual beli, ijarah (sewa-meyewa), syirkah (persekutuan dagang), atau selainnya yang terdapat larangannya dalam syariat, maka muamalah tersebut batil dan haram dilaksanakan, meskipun pelaku muamalah tersebut saling rida. Dikarenakan keridaan dalam masalah ini disyaratkan setelah terpenuhinya keridaan Allah ﷻ dan Rasul-Nya Oleh karena itu, praktik-praktik muamalah yang dilarang oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya, seperti melebihkan sebagian anak atas sebagian yang lain dalam pemberian, wasiat, dan warisan.

Rasulullah ﷺ bersabda: لاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ “Tidak boleh memberikan wasiat kepada ahli waris.” [6] Demikian pula, dalam permasalahan wakaf, syarat yang diberikan oleh orang yang mewakafkan haruslah tidak menyelisihi syariat.

Jika ternyata menyelisihi syariat maka syarat tersebut tidaklah dianggap. Dalam hal ini, yang menjadi timbangan dalam penentuan syarat tersebut secara umum adalah sabda Nabi ﷺ: الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوْطِهِمْ, إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا “Kaum Muslimin di atas syarat-syarat yang mereka tentukan, kecuali jika syarat tersebut mengharamkan sesuatu yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram.

“ [7] Berkaitan dengan masalah pernikahan, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, bentuk-bentuk nikah yang dihalalkan dan yang diharamkan, masalah talak, ruju’, dan seluruh hal yang berkaitan dengannya, haruslah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syari, jika tidak demikian maka hal tersebut tertolak.

Allah ﷻ berfirman: فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.

Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [QS. an-Nisa`/4: 59]. Demikian pula tentang permasalahan sumpah. Seseorang tidak boleh bersumpah dengan selain Allah ﷻ, atau nama-nama-Nya, atau sifat-sifat-Nya, karena hal tersebut tidak sesuai dengan tuntunan syariat.

Dan dalam permasalahan nadzar, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيْعَ اللهَ فَلْيُطِعْهُ, وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللهَ فَلاَ يَعْصِهِ “Barang siapa yang bernadzar untuk melaksanaakan ketaatan kepada Allah maka hendaklah ia menunaikan nadzarnya, dan barang siapa yang bernadzar untuk berbuat maksiat kepada Allah maka janganlah ia menunaikan nadzarnya.” [8] Bahkan masalah fikih dari awal sampai akhir tidak terlepas dari kaidah ini. Karena sesungguhnya, hukum-hukum syari diambil dari empat landasan, yaitu: Al-Kitab, as-Sunnah, yang keduanya menjadi pokok dalil syari; kemudian Ijma yang disandarkan pada keduanya, dan Qiyas berdasarkan istimbat dari keduanya.

_______ Footnote [1]. Yaitu hadis yang diriwayatkan Bukhari dalam kitab al-Iman, Bab: Su`alu Jibril an-Nabiyya ﷺ (no. 50), Muslim dalam kitab al-Iman, Bab: Bayanul-Iman (no. 9). [2]. HR al-Bukhari dalam kitab Bad’il Wahyi (no. 1), Muslim dalam al-Imarah, Bab: Qaulihi ﷺ: “Innamal a’malu bin-niyyah” (no. 1907). [3]. HR Bukhari dalam kitab al-‘Ilm, Bab: Man Sa`ala wa Huwa Qaim (no. 123).

Muslim dalam kitab al-Imarah, Bab: Man Qatala li Takuna Kalimatullahi Hiyal ‘Ulya (no. 1904). [4]. HR Bukhari dalam kitab Bad’il Wahyi (no. 1), Muslim dalam kitab al-Imarah, Bab: Qaulihi ﷺ: “Innamal a’malu bin-niyyah” (no. 1907). [5]. HR Muslim dalam Kitab al-Aqdhiyah, Bab: Naqdhil-Ahkamil-Bathilah, no. 1718. [6]. HR Ahmad (5/267), Abu Dawud dalam kitab al-Washaya, Bab: Ma Ja`a fil-Washiyyati lil-Warits (no.

2870), Tirmidzi dalam kitab al-Washaya, Bab: La Washiyyata li Waritsin (no. 2121). [7]. HR Tirmidzi, no. 1370. [8]. HR Bukhari dalam kitab al-Aiman wan-Nuzur, Bab: an-Nadzr fith-Tha’ah, no. 6696. Kaidah Ke-6: Hukum Asal Dalam Peribadahan Adalah Dilarang Kaidah Keenam: الأَصْلُ فِي الْعِبَادَةِ الْحَظْرُ فَلاَ يُشْرَعُ مِنْهَا إِلاَّ مَا شَرَعَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ, وَاْلأَصْلُ فِي الْعَادَاتِ اْلإِبَاحَةُ فَلاَ يَحْرُمُ مِنْهَا إِلاَّ مَا حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ Hukum Asal Dalam Peribadahan Adalah Dilarang,Mmaka Tidak Disyariatkan Kecuali Yang Disyariatkan Oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya.

Dan Hukum Asal Dalam Perkara Adat (budaya) aAalah Diperbolehkan, Sehingga Tidaklah Haram Kecuali Yang Diharamkan Oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya.

Kaidah yang mulia ini mencakup dua kaidah penting. Imam Ahmad dan kalangan imam lainnya telah menyatakan kaidah ini. Dalil-dalil dari Alquran dan Hadis telah mendukungnya. Di antaranya adalah firman Allah ﷻ berkaitan dengan eksistensi kaidah yang pertama: أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ “Apakah mereka mempunyai Sembahan-Sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” [QS.

asy-Syura/42: 21]. Dan berkaitan dengan eksistensi kaidah yang kedua Allah ﷻ berfirman: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” [QS. al-Baqarah/2: 29]. Maksudnya, Allah ﷻ telah menghalalkan seluruh perkara yang bermanfaat. Allah ﷻ menghalalkan secara keseluruhan kecuali yang ada larangannya di dalam syariat dikarenakan adanya unsur yang membahayakan manusia. Demikian pula Allah ﷻ berfirman: الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat.” [QS.

al-A’raf /7: 32]. Pada ayat tersebut, Allah ﷻ mengingkari perbuatan orang yang mengharamkan apa-apa yang telah Allah ﷻ ciptakan untuk para hambanya berupa makanan, minuman, pakaian, dan semisalnya. Dalam hal ini, eksistensi kedua kaidah tersebut dapat dijelaskan bahwa hakikat peribadahan adalah apa-apa yang telah Allah ﷻ perintahkan dengan perintah yang wajib ataupun sunnah. Maka setiap perkara yang diwajibkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya, atau perkara yang sunnah, maka itu termasuk ibadah yang Allah ﷻ diibadahi dan ditaati dengan perkara tersebut.

Oleh karena itu, barang siapa yang menyatakan tentang diwajibkannya atau disunnahkannya suatu perbuatan yang tidak ditunjukkan oleh Al Kitab maupun As Sunnah, maka ia telah mengada-adakan perkara agama yang tidak diizinkan oleh Allah ﷻ, dan amalan tersebut tertolak atas pelakunya.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ “Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan (ibadah) yang tidak berdasarkan perintah kami maka ia tertolak.” [1] Hal ini sebagaimana telah dijelaskan pula pada kaidah terdahulu bahwa syarat diterimanya amalan ibadah adalah bahwasannya amalan tersebut dikerjakan dengan ikhlas karena Allah ﷻ dan dilaksanakan sesuai dengan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Hendaknya diketahui pula bahwa perkara bidah yang diada-adakan dalam agama ini, ada yang jenisnya sama sekali tidak ada pensyariatannya dari Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Dan ada yang asalnya disyariatkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya dengan suatu sifat, waktu pelaksanaan, dan tempat tertentu, kemudian dilaksanakan tidak sesuai yang ketentuan tersebut. Misalnya orang yang menyatakan tentang wajibnya melaksanakan suatu salat atau puasa tertentu tanpa adanya dalil yang menunjukkan tentang kewajibannya dari Alquran maupun As Sunnah.

Atau seorang yang mengada-adakan perkara bidah dalam pelaksanaan Wuquf di Arafah. Atau menganjurkan untuk melempar jumrah di selain waktunya.

Demikian pula orang yang menyatakan sunnahnya ibadah di suatu waktu atau tempat tertentu tanpa adaya petunjuk dari Allah ﷻ dan tidak ada dalilnya yang syari.

Dan Allah ﷻ adalah Zat yang Maha Bijaksana kepada para hambanya, sehingga tidak ada hukum yang sesuai dengan manusia kecuali hukum-Nya dan tidak ada agama yang benar kecuali agama-Nya.

Adapun perkara adat, seperti makanan, minuman, pakaian, pekerjaan, perindustrian, dan semisalnya, maka asalnya diperbolehkan.

Maka, barang siapa yang menyatakan haramnya suatu hal dari perkara-perkara tersebut, padahal Allah ﷻ dan Rasul-Nya tidak mengharamkannya maka ia adalah seorang yang mengada-adakan perkara bidah. Perbuatan orang tersebut semisal dengan perbuatan orang-orang musyrik yang mengharamkan sebagian makanan yang sebenarnya dihalalkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Demikian pula perbuatan orang yang mengharamkan berbagai macam industri, serta penemuan-pememuan baru tanpa adanya dalil yang mengharamkannya.

Maka orang yang melakukannya termasuk orang yang tersesat dan jahil. Berkaitan dengan perkara adat ini, maka hal-hal yang haram darinya telah dirinci dalam Al Kitab dan As Sunnah. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ “…Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu,….

“ [QS. al- An’am/6: 119]. Dalam hal ini perlu dipahami, bahwa Allah ﷻ tidak mengharamkan sesuatu pun kecuali itu adalah sesuatu yang buruk dan membahayakan. Oleh karena itu, barang siapa yang meneliti perkara-perkara yang haram maka ia akan mendapati bahwa di dalamnya terkandung kejelekan dan bahaya baik untuk hati, badan, agama, maupun dunia. Maka termasuk sebesar-besar nikmat Allah ﷻ adalah bahwa Allah ﷻ mengharamkan apa-apa yang menimbulkan madharat untuk kita.

Dan termasuk nikmat-Nya yang terbesar adalah bahwa Allah ﷻ menghalalkan apa-apa yang menumbuhkan manfaat untuk kita. Kedua kaidah ini mempunyai manfaat yang sangat besar. Di mana dengan kaidah tersebut seseorang bisa mengetahui perkara-perkara bidah baik berkaitan dengan ibadah maupun adat. Maka barang siapa menyatakan tentang disyariatkannya suatu amalan ibadah padahal tidak ada tuntunannya di dalam syariat maka ia adalah seorang yang mengada-adakan perkara bidah.

Dan barang siapa yang mengharamkan suatu perkara adat yang Allah ﷻ tidak mengharamkannya, maka ia adalah seorang pembuat perkara bidah pula. _______ Footnote [1]. HR Muslim dengan lafalh ini dalam kitab al-Aqdhiyah, Bab: Naqdhil Ahkamil-Bathilah, no. 1718.

Dan hadis ini disepakati oleh Bukhari dan Muslim dengan lafal: مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ “Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya maka ia tertolak.” (Diriwayarkan oleh Bukhari dalam kitab ash-Shulh, Bab: Idza Ishthalahu ‘ala Amrin Jaur, no. 2697. Dan diriwayatkan Muslim di tempat tersebut di atas.

Kaidah Ke-7: Taklif Adalah Syarat Wajib Beribadah Adapun Tamyiiz Menjadi Syarat Sah Ibadah Kaidah Ketujuh: التَّكْلِيْفُ وَهُوَ الْبُلُوْغُ وَالْعَقْلُ شَرْطٌ لِوُجُوْبِ الْعِبَادَاتِ, وَالتَّمْيِيْزُ شَرْطٌ لِصِحَّتِهَا إِلاَّ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَيَصِحَّانِ مِمَّنْ لَمْ يُمَيِّزْ, وَيُشْتَرَطُ مَعَ ذَلِكَ الرُّشْدُ لِلتَّصَرُّفَاتِ, وَالْمِلْكُ لِلتَّبَرُّعَاتِ Taklif yang memuat unsur baligh dan berakal adalah syarat wajib beribadah (atas seseorang, red).

Adapun (usia) Tamyiiz menjadi syarat sah ibadah, kecuali dalam ibadah haji dan umrah yang tetap sah bila dilaksanakan oleh orang yang belum memasuki usia Tamyiiz. Selain syarat-syarat di atas, juga disyaratkan adanya sifat ar-Rusyd [1] dalam penggunaan harta (melakukan tasharruf) dan sifat kepemilikan untuk melakukan tabarru’.

Penjelasan Kaidah Kaidah ini mencakup beberapa pedoman yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah, baik ibadah wajib maupun sunat, dan juga dasar pelaksanaan Akad Tasharruf (wewenang menggunakan harta dalam jual beli, sewa menyewa dsb.) dan Tabarru’ (menyumbangkan harta, pent).

Maksudnya, seseorang yang Mukallaf, yaitu orang yang telah baligh dan berakal, telah terkena kewajiban untuk melaksanakan seluruh ibadah yang bersifat wajib, dan pundaknya telah terbebani dengan seluruh beban syariat.

Hal ini dikarenakan, Allah ﷻ Rauf Rahim (Zat yang Maha Santun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya). Sebelum seorang insan mencapai usia dimana ia telah sanggup menjalankan ibadah-ibadah dengan sempurna, yaitu pada usia baligh, maka Allah ﷻ tidak membebankan beban-beban syariat kepadanya.

Demikian pula, jika seseorang tidak memiliki akal (gila atau tidak sadar, red) – yang menjadi hakikat seorang insan-, maka ia lebih utama untuk tidak dikenai beban. Orang yang tidak memiliki akal, tidak berkewajiban melaksanakan ibadah apapun dan jika pun ia mengerjakannya, maka apa yang dilakukan tidak sah. Karena, ada di antara syarat-syarat dalam pelaksanaan ibadah yang tidak terpenuhi yaitu niat.

Niat tidak mungkin terwujud dari orang yang tidak berakal. Usia baligh dapat diketahui dengan beberapa tanda di antaranya dengan keluarnya air mani, baik dalam keadaan terbangun ataupun ketika tidur, atau jika telah genap berusia lima belas tahun, atau dengan tumbuhnya bulu kasar di sekitar kemaluan.

Ketiga tanda tersebut berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Dan khusus untuk perempuan ada satu tanda lagi yang menunjukkan dia telah baligh yaitu haid. Jika ia telah haid, berarti ia telah baligh. Perlu diperhatikan, dalam perjalanan usianya, seorang manusia akan memasuki fase Tamyiz sebelum memasuki fase baligh. Seorang yang telah masuk fase Tamyiz (berusia tujuh tahun), maka ia diperintahkan untuk melaksanakan salat dan ibadah-ibadah yang mampu ia kerjakan.

Ibadah-ibadah tersebut bukan berstatus wajib atas dirinya, karena ia belum baligh. Jika telah berusia sepuluh tahun, namun ia belum juga mau rutin dalam melaksanakan salat maka orang tuanya disyariatkan memukulnya dengan pukulan yang tidak melukai, dalam kerangka pendidikan (dan pembinaan), bukan dalam kerangka sedang mewajibkan.

Dari sini dapat diketahui bahwa semua ibadah yang dikerjakan oleh anak-anak yang telah mencapai usia Tamyiz itu telah sah. Karena jika dia telah bisa membedakan beberapa hal serta secara global bisa mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya, berarti ia memiliki akal yang bisa ia pakai untuk merangkai niat dalam melaksanakan ibadah dan kebaikan. Sedangkan anak yang belum sampai pada usia Tamyiz, maka semua ibadahnya tidak sah.

Karena dalam kondisi seperti ini, ia sama dengan orang yang tidak berakal yang tidak mempunyai niat yang shahih. Kecuali dalam ibadah haji dan umrah. Kedua ibadah ini tetap sah, kendati dikerjakan oleh anak yang belum mencapai usia Tamyiz.

Dalam sebuah hadis yang Shahih diterangkan: رَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًا فِي الْمَهْدِ, فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌ ؟ قَالَ: نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ Seorang wanita mengangkat seorang anak kecil yang masih digedong kearah Rasulullah ﷺ, lalu ia bertanya: Bolehkah anak ini melaksanakan haji? Nabi ﷺ menjawab: Boleh, dan bagimu pahala. [2] Dengan demikian anak yang belum mencapai usia Tamyiz, jika melaksanakan ibadah haji ataupun umrah, maka ibadahnya sah.

Dalam hal ini, walinya yang meniatkannya untuk ihram dan menjauhkannya dari perkara-perkara yang dilarang ketika ihram. Demikian pula, si wali harus membawa si anak untuk hadir di tempat-tempat manasik haji dan tempat-tempat masyair semuanya.

Dan si wali mewakili si anak dalam mengerjakan manasik yang tidak mampu ia kerjakan seperti melempar jumrah. Selain ibadah haji dan umrah, ibadah maliyyah termasuk ibadah yang diperkecualikan. Karena ibadah maliyah seperi membayar zakat, nafkah wajib serta Kaffarah adalah wajib atas semua orang; dewasa, anak kecil, yang berakal ataupun orang yang tidak berakal. Hal ini berdasarkan keumuman nash baik dari perkataan maupun perbuatan Nabi ﷺ.

[3] Adapun dalam masalah tasharruf (wewenang menggunakan harta untuk jual beli, sewa menyewa dsb.), maka disamping disyaratkan baligh dan berakal juga ditambah Rusyd.

Karena tujuan utama dalam tasharruf ini adalah menjaga harta. Rusyd maksudnya orang tersebut mempunyai sifat bijak dalam penjagaan dan pemanfaatan harta tersebut serta memahami akad. Allah ﷻ berfirman: وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.

Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.” [QS.

an Nisa’/4: 6] Dalam ayat ini, Allah ﷻ memberikan syarat kepada wali yang mengurusi anak yatim dalam menyerahkan harta kepada anak yatim tersebut, yaitu telah terpenuhi dua syarat pada anak yatim. Dua sifat itu adalah baligh dan Rusyd.

Jika walinya masih ragu, apakah syarat Rusyd telah terpenuhi atau belum, maka Allah ﷻ memerintahkan untuk menguji kemampuan anak tersebut dalam menjaga dan membelanjakan harta. Jika anak tersebut ternyata telah mempunyai kemampuan yang baik, maka harta anak yatim yang ada dalam kekuasaan wali bisa diserahkan kepada si yatim.

Namun jika belum, maka hartanya tetap ditahan (tetap berada di tangan wali, red) guna menghindarkannya dari penyia-nyiaan terhadap harta. Dari sini dapat diketahui bahwa baligh, berakal dan mempunyai sifat Rusyd merupakan syarat sah melakukan semua bentuk muamalah (jual beli, sewa menyewa dan semisalnya). Orang yang tidak memenuhi persyaratan ini maka semua muamalah yang dia lakukan tidak sah dan hendaklah dilarang dari melakukan muamalat. Adapun masalah Tabarru’ (menyumbangkan harta) yaitu memberikan harta dengan tanpa imbalan, bisa berupa hibah, sedekah, wakaf, membebaskan budak, dan semisalnya, maka selain persyaratan baligh, berakal, dan Rusyd, orang yang berTabarru’ haruslah orang yang memiliki harta tersebut.

Sehingga akadnya menjadi sah. Karena orang yang sekadar menjadi wakil dari pemilik harta, atau orang yang sekadar diberi wasiat, saksi wakaf, ataupun wali anak yatim dan wali orang gila, jika ia yang melakukan Tabarru’ dengan harta orang yang menjadi tanggungannya itu, akadnya tidak sah. Allah ﷻ berfirman: وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.” [QS.

al-An’am/6: 152] Yaitu dengan cara yang baik untuk harta mereka, lebih menjaga dan lebih bermanfaat untuk harta mereka tersebut.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Penulis akan menerangkan maknanya di akhir pembahasan. [2]. HR. Muslim dalam Kitabul Hajj bab Shihhatu Hajjis Shabiyyi, no. 1336, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu. [3]. Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ ….

“Tidak ada seorang pemilik emas ataupun perak yang tidak ia tunaikan hak yang wajib untuk ia bayarkan darinya (berupa zakat) kecuali pada Hari Kiamat nanti hartanya akan dijadikan lempengan-lempengan yang dipanaskan dalam Neraka untuk menyiksanya….” [HR. Muslim dalam Kitabuz Zakah bab Itsmi Mani’iz Zakah 2/680] Kaidah Ke-8: Hukum Syari Tidak Akan Sempurna Kecuali Terpenuhi Syarat Dan Rukunnya Kaidah Kedelapan: الأَحْكَامُ اْلأُصُوْلِيَّةُ وَالْفُرُوْعِيَّةُ لاَ تَتِمُّ إِلاَّ بِأَمْرَيْنِ: وُجُوْدُ شُرُوْطِهَا وَأَرْكَانِهَا وَانْتِفَاءُ مَوَانِعِهَا Hukum-Hukum Syari, Baik Perkara Ushul (Pokok) Maupun Furu’ (Cabang) Tidak Akan Sempurna Kecuali Dengan Dua Hal: Terpenuhinya Syarat Dan Rukunnya Serta Tidak Adanya Mawani’ (Penghalang Akan Keabsahannya) Kaidah agung ini mencakup permasalahan-permasalahan dalam syariat, baik yang bersifat ushul (permasalahan pokok) maupun furu’ (permasalahan cabang).

Di antara sisi manfaat terbesar kaidah ini bahwa kita banyak menjumpai nash-nash (dalil-dalil) memuat janji akan masuk Surga dan selamat dari Neraka dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu.

Begitu juga banyak nash-nash yang berisi ancaman masuk Neraka, terhalang masuk Surga atau ancaman tidak bisa mendapatkan sebagian nikmat Surga. Untuk memahami nash-nash tersebut tidaklah cukup dengan melihat makna lahiriahnya (tekstual) semata (tanpa menghubungkannya dengan dalil dan kaidah-kaidah syari yang lain).

Demikian pula, nash-nash tentang ancaman bagi seseorang yang mengerjakan suatu larangan tertentu bahwa ia akan dimasukkan ke Neraka atau diharamkan masuk Surga atau diharamkan dari sebagian nikmat Surga, maka realisasi nash-nash itu pun harus dikaitkan dengan terpenuhinya syarat-syarat yang telah ditetapkan dan disertai dengan tidak adanya mawani’ (faktor-faktor penghalangnya).

Dengan penjelasan tersebut maka terjawablah pertanyaaan dan masalah mengenai maksud banyak nash-nash yang memuat janji dan ancaman. Oleh karena itu, jika ada yang berkata: “Telah disebutkan dalam syariat bahwa seseorang yang mengucapkan perkataan tertentu atau mengerjakan amal tertentu, maka ia akan dimasukkan ke dalam Surga. Apakah sudah cukup mengerjakan yang demikian itu bagi seseorang?” Maka jawabannya adalah bahwa kita wajib mengimani seluruh nash dalam Alquran dan Hadis.

Maka selain mengerjakan amal perbuatan yang menjadi sebab seseorang dijanjikan masuk Surga, harus pula disertai dengan keimanan, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang disyaratkan dalam syariat. Ditambah lagi, mawani’ (faktor-faktor penghalang) mesti nihil semisal murtad (keluar dari Islam) atau penghalang lain yang menghapuskan amal kebaikan. Demikian pula jika seseorang berkata: “Allah ﷻ telah menyebutkan dalam kitab-Nya perihal balasan masuk Neraka kekal bagi orang yang membunuh seorang Mukmin secara sengaja, apakah pasti faktanya pasti demikian?

Maka jawabannya, bahwa perbuatan membunuh seorang Mukmin secara sengaja termasuk faktor penyebab yang mengharuskan si pelaku masuk Neraka kekal di dalamnya. Akan tetapi dalam hal ini, jika yang melakukannya adalah seorang Mukmin, maka dijumpai adanya penghalang pada dirinya (untuk kekal abadi di Neraka, red) yaitu keimanannya. Nash-nash tentang persoalan ini datang secara mutawatir (banyak sekali).

Dan para ulama Salaf telah bersepakat bahwa orang yang mempunyai keimanan dan tauhid yang benar, maka ia tidak akan kekal abadi di Neraka jika ia masuk ke sana. {/INSERTKEYS}

cara menghilangkan najis anjing

Atas dasar itu, nash-nash lain yang semisal dengannya, maka cara memahaminya adalah sebagaimana contoh di atas. Bertolak dari kaidah ini pula Ahlussunnah wal Jamaah menyatakan adakalanya terkumpul cabang keimanan dan cabang kekufuran atau kemunafikan pada diri seseorang. Dan terkadang cabang kebaikan dan cabang kejelekan berpadu pada dirinya. Adakalanya pula terkumpul antara perkara yang mendatangkan pahala dan perkara yang memunculkan azab dalam diri satu orang, berdasarkan nash-nash yang banyak tentang itu.

Oleh karena itu, di waktu pemberian balasan amal, cara menghilangkan najis anjing amal dilakukan. Dan hal itu juga merupakan pengaruh dari sifat adil dan hikmah Allah ﷻ. (Penerapan Kaidah): – Termasuk pula dari penerapan kaidah ini adalah pelaksanaan ibadah salat.

Ibadah tersebut tidak sah sampai terpenuhi syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan kewajiban-kewajiban yang ada di dalamnya. Serta tiadanya pembatal-pembatal salat dalam bentuk pengurangan baik syarat atau rukunnya tanpa alasan yang dibenarkan atau melakukan sesuatu yang membatalkan salat tersebut.

– Ibadah puasa. Seseorang tidak sah puasanya kecuali dengan memenuhi seluruh perkara yang wajib dalam puasa tersebut, memenuhi syarat-syaratnya, dan tiadanya penghalang terhadap keabsahannya yaitu pembatal-pembatal puasa. – Demikian pula haji dan umrah. – Dan juga masalah jual-beli, serta seluruh muamalah (transaksi), aktifitas barter barang ataupun segala jenis Tabarru’ (pendonoran kekayaan).

Semua perkara tersebut akan menjadi sah jika syarat-syaratnya terpenuhi dan hal-hal yang cara menghilangkan najis anjing dan membatalkannya tidak ada. – Termasuk juga permasalahan warisan. Seseorang tidak bisa mendapatkan warisan jika tidak ada padanya faktor penyebab untuk memeroleh warisan, dan belum terpenuhinya syarat-syarat untuk itu.

Demikian juga, pembagian warisan tidak dapat dilakukan kecuali telah diketahui tidak ada penghalang untuk menerimanya, seperti terdakwa sebagai pembunuh (orang yang akan diwarisi hartanya), berstatus sebagai budak, dan adanya perbedaan agama. – Masalah nikah. Tidaklah sah suatu pernikahan sampai dipenuhinya syarat-syarat dan rukun-rukun nikah, serta tidak ada faktor penghalang keabsahan pernikahan tersebut.

– Demikian pula permasalahan had (penegakan hukum pidana)), pelaksanaan Qishash, dan hukum-hukum lainnya, haruslah syarat-syaratnya sudah terpenuhi dan seluruh faktor penghalangnya tidak ada. Semua ini secara terperinci dijelaskan dalam kitab-kitab fikih. Kesimpulan: Setiap ibadah, muamalah, ataupun akad yang tidak sah, maka hal itu disebabkan cara menghilangkan najis anjing salah satu dari dua kemungkinan, adakalanya disebabkan tidak terpenuhinya sesuatu yang harus ada di dalamnya atau karena adanya suatu penghalang khusus yang membatalkannya.

Wallahu a’lam. Kaidah Ke-9: Urf Dan Kebiasaan Dijadikan Pedoman Pada Setiap Hukum Dalam Syariat Kaidah Kesembilan: العُرْفُ وَالْعَادَةُ يُرْجَعُ إِلَيْهِ فِي كُلِّ حُكْمٍ حَكَمَ بِهِ الشَّارِعُ, وَلَمْ يَحُدَّهُ بِحَدٍّ Urf dan Kebiasaan Dijadikan Pedoman Pada Setiap Hukum Dalam Syariat Yang Batasannya Tidak Ditentukan Secara Tegas Kaidah ini mencakup berbagai aspek dalam syariat, baik muamalat, penunaikan hak, dan yang lain. Karena penentuan hukum suatu perkara dalam syariat dilakukan dengan dua tahapan, yaitu: • Mengetahui batasan dan rincian perkara yang akan dihukumi.

• Penentuan hukum terhadap perkara tersebut sesuai ketentuan syari. Apabila Allah ﷻ dan Rasul-Nya telah menentukan hukum sesuatu secara jelas, baik wajib, sunat, haram, makruh, ataupun mubah, juga telah dijelaskan batasan dan rinciannya, maka kewajiban kita adalah berpegangan dengan rincian dari Allah ﷻ sebagai penentu syariat ini.

Misalnya, dalam perintah salat, Allah ﷻ telah menjelaskan batasan-batasan dan rincian-rinciannya. Oleh karena itu, kita wajib berpegang dengan perincian ini. Begitu juga dengan amalan-amalan lain, seperti zakat, puasa, dan haji, Allah ﷻ dan Rasul-Nya n telah menjelaskannya secara detail.

Sedangkan jika Allah ﷻ dan Rasul-Nya telah mensyariatkan sesuatu, sementara batasan dan penjelasan detailnya tidak disebutkan secara tegas, maka dalam masalah seperti ini, al-Urf (adat) dan kebiasan yang telah populer di tengah-tengah masyarakat bisa dijadikan pedoman untuk menentukan batasan dan rincian perkara tersebut.

Dalam mengembalikan batasan suatu perkara kepada adat kebiasaan tersebut, terkadang Allah ﷻ menyebutkannya secara langsung. Misalnya firman Allah ﷻ tentang perintah kepada para suami untuk memergauli istri dengan baik: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan bergaullah dengan mereka dengan cara maruf.” [QS. an-Nisa’/4: 19] Kata ‘maruf’’ (yang baik) dalam ayat tersebut mencakup sesuatu yang baik menurut syariat, juga yang baik menurut akal. Demikian pula, firman Allah ﷻ: وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ “Dan perintahkanlah manusia untuk mengerjakan yang maruf.” [QS.

al-A’raf/7: 199] Dari sini kita dapat mengetahui, bahwa dalam perkara-perkara syari yang tidak ditentukan batasannya secara tegas dalam syariat, maka rincian batasannya dikembalikan kepada adat kebiasaan yang telah dikenal cara menghilangkan najis anjing tengah-tengah manusia.

Penerapan kaidah yang mulia ini dapat dilihat pada contoh-contoh berikut: • Perintah Allah ﷻ agar kita melakukan ihsan (berbuat baik) kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang yang sedang dalam perjalanan, dan ihsan kepada seluruh makhluk. Maka, segala sesuatu yang dianggap baik di masyarakat masuk dalam kandungan perintah ini. Karena Allah ﷻ menyebutkan kalimat ihsan secara mutlak (umum). Ihsan lawan kata dari isa’ah (berbuat jelek). Pengertian kata ihsan bahkan juga bertentangan cara menghilangkan najis anjing upaya menahan kebaikan baik dalam bentuk perkataan, perbuatan atau harta.

Rasulullah ﷺ telah bersabda dalam hadis yang Shahih: كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ Setiap perkara yang maruf adalah sedekah. [1] Hadis ini merupakan nash (dalil) tegas yang menunjukkan bahwa setiap ihsan (perbuatan baik) dan maruf yang dikerjakan seseorang itu adalah sedekah.

• Dalam setiap akad ataupun Tabarru’ (sumbangan), di antara syarat sahnya adalah keridaan dua belah pihak. Namun syariat tidak cara menghilangkan najis anjing lafalh tertentu secara tegas untuk melakukan akad cara menghilangkan najis anjing ataupun yang menunjukkan keridaan tersebut. Oleh karena syariat tidak menentukan lafalh tertentu, maka semua lafalh dan perbuatan yang menunjukkan bahwa telah terjadi akad dan keridaan dari kedua belah bisa digunakan dan akadnya sah. [2] Namun, dalam hal ini para ulama mengecualikan beberapa masalah.

Mereka mengharuskan adanya ucapan supaya akadnya sah, misalnya dalam akad nikah. Para ulama mengatakan: cara menghilangkan najis anjing ada ucapan ijab (serah) dan qabul (terima) dalam akad nikah.” Demikian pula, dalam cara menghilangkan najis anjing talak (perceraian).

Talak tidak sah kecuali dengan ucapan atau tulisan si suami. • Dalam akad-akad yang disyaratkan adanya qabdh (serah terima secara langsung). Pelaksanaan qabdh ini sesuai dengan adat kebiasaan yang ada dan bentuknya pun berbeda-beda. Bila dalam satu masyarakat tertentu, ada tindakan yang sudah dianggap sebagai bentuk serah terima secara langsung, maka itu bisa dijadikan pedoman dalam menjelaskan makna qabdh dan pelaksanaannya.

• Demikian pula tentang al-hirz (tempat penyimpanan harta yang layak). Seseorang yang mendapatkan amanah untuk menjaga harta orang lain, ia wajib menyimpan dan menjaga harta yang diamanahkan kepadanya itu di tempat penyimpanan yang layak menurut kebiasaan masyarakat sekitarnya.

Masing-masing harta mempunyai tempat penyimpanan yang layak sesuai dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. Jika ini sudah dilakukan, kemudian barang tersebut hilang atau dicuri, maka orang yang diberi amanah tidak wajib menggantinya. Ini berarti standar kelayakan itu mengikuti urf (adat kebiasaan setempat).

Namun jika orang yang mendapatkan amanah ini tidak hati-hati atau lalai dalam menjaga sehingga mengakibatkan barang yang diamanahkan kepadanya rusak atau hilang, maka ia wajib bertanggungjawab atas kerusakan atau kehilangan barang tersebut. Dalam hal ini, untuk menentukan apakah ia hati-hati atau tidak, dikembalikan kepada kebiasaan yang berlaku pada masyarakat setempat. Jika standar setempat menilai dia tidak hati-hati, maka dia wajib mengganti.

Namun jika dinilai sudah berhati-hati, maka tidak wajib mengganti. • Orang yang mendapatkan Luqathah (barang temuan), ia wajib mengumumkan barang temuannya selama setahun untuk mencari pemiliknya. Cara mengumumkannya, disesuaikan dengan adat kebiasaan masyarakat setempat.

Apabila telah diumumkan selama satu tahun, namun tidak juga diketahui pemiliknya, maka barang tersebut menjadi hak milik si penemu. • Mengenai wakaf, maka penggunaan harta yang diwakafkan itu dikembalikan kepada syarat dan ketentuan dari orang yang mewakafkan, selama tidak menyelisihi syariat.

Namun, jika syarat dan ketentuan tersebut tidak diketahui oleh orang yang mewakafkan, maka penggunaannya disesuaikan dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. • Secara hukum asal, kepemilikan suatu barang ditetapkan berdasarkan kenyataan keberadaan barang tersebut. Apabila barang tersebut secara nyata berada di tangan seseorang, maka barang tersebut ditentukan sebagai miliknya, kecuali jika ada bukti yang memalingkan dari hukum asal tersebut. • Perintah untuk memberikan nafkah kepada istri, sanak kerabat, hamba sahaya, pekerja, dan semisalnya secara maruf.

Allah ﷻ dan Rasul-Nya telah menyebutkan secara tegas untuk kembali kepada Urf (adat kebiasaan masyarakat setempat) dalam muasyarah (memergauli) istri secara baik.

[3] Makna muasyarah lebih umum daripada memberikan nafkah. Karena muasyarah mencakup seluruh urusan yang berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, baik dengan perkataan, perbuatan, dan lainnya. Dan semua itu dikembalikan kepada kebiasaan yang berlaku pada masyarakat setempat. • Seorang wanita yang mengalami istihadhah (mengeluarkan darah penyakit-red), tapi tidak bisa membedakan antara darah istihadhah dengan darah haidnya, maka ia menentukan lama haidnya sesuai kebiasaan sebelum mengalami istihadhah.

Namun, jika ia tidak mengetahui kebiasaan haidnya sebelum mengalami istihadhah karena lupa atau alasan lainnya, maka ia menentukan lama waktunya sesuai dengan kebiasaan haid wanita di keluarganya, kemudian juga kebiasaan wanita di daerahnya. • Keberadaan aib (cacat dalam barang dagangan), ghabn (menjual atau membeli dengan harga yang jauh dari harga pasar umumnya), dan tadlis (menutupi cacat yang ada pada barang dagangan). Batasan dalam semua masalah ini dikembalikan kepada Urf.

Kapan saja suatu kondisi dianggap mengandung unsur aib, ghabn, atau tadlis dalam adat kebiasaan masyarakat, maka berlakulah hukum yang terkait dengannya. • Dalam satu pernikahan yang maharnya tidak disebutkan secara jelas, atau disebutkan namun fasid (tidak sesuai ketentuan syari), maka penentuan maharnya dikembalikan kepada mahrul mitsl (standar mahar yang berlaku secara umum di masyarakat setempat). Nilai mahar tersebut sesuai dengan perbedaan wanita, perbedaan waktu, dan perbedaan tempat.

Contoh-contoh penerapan kaidah di atas sangat banyak dan bisa dilihat dalam kitab-kitab hukum yang ditulis oleh para ulama. Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. HR. al-Bukhari no. 6021 dan Muslim no. 1005. [2]. Dalam al-Ikhtiyarat, hlm.

121, Syaikhul Islam t berkata: Setiap ucapan ataupun perbuatan yang telah menjadi adat kebiasaan manusia menunjukkan akad jual beli atau hibah, maka jual beli atau hibah ini sah dengan ucapan dan perbuatan tersebut. (al-Ikhtiyarat, hlm. 121) [3]. Di antaranya firman Allah ﷻ dalam surat an-Nisa’: 19. Dan berdasarkan hadis dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Nabi ﷺ telah bersabda kepada Hindun radhiyallahu anha: خُذِيْ مَا يَكْفِيْكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوْفِ “Ambillah (dari harta tersebut) untuk memenuhi kebutuhan dirimu dan anakmu sesuai yang maruf.” [HR.

Bukhari dalam Kitab al-Buyu’, Bab Man Ajra Amral Amshari ‘ala Ma Yata’arafan…., No. 2211. Muslim dalam Kitab al- Aqdhiyah, Bab Qadhiyyatu Hindin, No. 1714] Kaidah Ke-10: Bukti Wajib Didatangkan Oleh Orang yang Menuduh Cara menghilangkan najis anjing Kesepuluh: البَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي, وَالْيَمِيْنُ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ فِي جَمِيْعِ الْحُقُوْقِ, وَالدَّعَاوَى, وَنَحْوِهَا Bukti Wajib Didatangkan Oleh Orang yang Menuduh, Dan Sumpah Itu Wajib Bagi Yang Mengingkari Tuduhan Itu, Hal Ini Berlaku Dalam Seluruh Persengketaan Hak, Tuntutan, Dan Semisalnya Kaidah yang mulia ini telah disebutkan oleh Nabi ﷺ dalam salah satu sabdanya.

Di mana beliau ﷺ bersabda: البَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي, وَالْيَمِيْنُ عَلَى الْمُنْكِرِ “Bukti itu harus didatangkan oleh orang yang menuduh, dan sumpah itu wajib bagi orang yang mengingkari tunduhan itu.” [HR. Baihaqi dengan sanad Shahih dan asal hadis ini ada dalam As Shahihain].

[1] Para ahli ilmu telah bersepakat tentang eksistensi kaidah ini. Di mana kaidah ini sangat dibutuhkan oleh para Qadhi (hakim), mufti (pemberi Fatwa), dan dibutuhkan pula oleh setiap orang.

Allah ﷻ berfirman: وَآَتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ “Dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.” [QS. Shad/38: 20] Sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan fashlul khithab (kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan) dalam ayat tersebut adalah kaidah: ” Bukti itu harus didatangkan oleh orang yang menuduh, dan sumpah itu wajib bagi orang yang mengingkari tunduhan itu.” Penerapan kaidah ini mengharuskan terlepasnya perkara-perkara yang samar dan terurainya seluruh persengketaan.

Maka tidak diragukan lagi bahwa hal itu termasuk dalam kategori fashlul khithab. Karena fashlul khithab memiliki makna yang lebih luas dari makna yang terkandung dalam kaidah tersebut. Barang siapa yang meng-klaim bahwa barang yang ada di tangan orang lain adalah miliknya, atau meng-klaim bahwa orang lain punya utang darinya, atau menyatakan bahwa orang lain mempunyai kewajiban yang harus ia tunaikan kepadanya, maka ia harus mendatangkan bukti atas tuntutannya tersebut.

Adapun yang dimaksud dengan bukti adalah setiap hal yang menunjukkan benarnya tuntutan orang tersebut. Yang mana, kadar bukti tersebut berbeda-beda sesuai dengan perbedaan perkara yang dipersengketakan. Apabila orang yang menuntut atau menuduh itu tidak bisa mendatangkan bukti, maka orang yang dituntut diperintahkan untuk bersumpah dalam rangka menolak tuduhan tersebut.

Demikian pula, jika telah tetap adanya suatu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seseorang, berupa utang yang harus ia bayar atau selainnya, kemudian ia meng-klaim bahwa kewajiban tersebut telah ia tunaikan atau telah ia lunasi, maka secara asal kewajiban tersebut masih ada dalam tanggungannya kecuali jika ia bisa mendatangkan bukti bahwa kewajibannya tersebut telah ia lunasi.

Adapun jika ia tidak bisa mendatangkan bukti, maka cukuplah bagi orang yang berhak menerima pelunasan kewajiban tersebut untuk menyatakan sumpah bahwasannya orang tersebut belum menunaikan kewajibannya, dan keputusan hukum berpihak kepada si penerima hak itu.

Berkaitan dengan orang yang meng-klaim bahwa dirinya berhak untuk memeroleh bagian dalam wakaf atau warisan tertentu, maka wajib baginya untuk mendatangkan bukti yang memastikan bahwa ia memang benar-benar berhak mendapatkan bagian tersebut. Apabila ia tidak bisa mendatangkan bukti tersebut maka ia tidaklah berhak menerima bagian dari wakaf atau warisan tersebut. Adapun yang dimaksud dengan Bayyinah (bukti) dalam persengketaan harta, hak-hak, serta kesepakatan-kesepakatan, adakalanya terdiri atas dua orang laki-laki yang adil, atau seorang laki-laki dan dua orang perempuan, atau seorang laki-laki dan sumpah si penuntut, atau dakwaan si penuntut dan ketidaksediaan si tertuntut untuk mengucapkan sumpah.

Dalam hal ini, jika harta yang diperkarakan tersebut berada di tangan orang yang tidak meng-klaim harta tersebut sebagai miliknya, maka bukti si penuntut adalah pensifatan atau ( penggambaran )nya terhadap barang tersebut dengan sifat yang sesuai. Misalnya, ada seseorang yang menemukan Luqathah (barang temuan). Kemudian setelah berselang beberapa waktu datanglah kepadanya seseorang yang mendakwakan mengaku bahwa barang yang ditemukan tersebut adalah miliknya, maka, orang yang meng-klaim tersebut harus mendatangkan bukti kebenarannya dengan menyebutkan sifat barang tersebut secara tepat.

Maka, pensifatan (penggambaran) merupakan bukti dalam dakwaan jika pemegang harta tersebut tidak menganggap harta itu sebagai miliknya. Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. HR. Bukhari dalam Kitab At Tafsir, Bab ( …إِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ ) No. 4552. Muslim dalam Kitab Cara menghilangkan najis anjing Aqdhiyah, Bab Al Yamin ‘ala Al Mudda’a ‘alaihi, No. 1771, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Lafal hadis ini menurut Riwayat Muslim adalah: لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى النَّاسُ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالِهِمْ, وَلَكِنِ الْيَمِيْنُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ “Apabila setiap manusia diberikan semua tuntutan-tuntutannya, maka mereka akan menuntut darah dan harta.

Akan tetapi sumpah itulah yang wajib bagi yang dituntut.” Kaidah Ke-11: Hukum Asal Segala Sesuatu Adalah Tetap Dalam Keadaannya Semula Kaidah Kesebelas: اْلأَصْلُ بَقَاءُ مَا كَانَ عَلَى مَا كَانَ, وَالْيَقِيْنُ لاَ يَزُوْلُ بِالشَّكِّ Hukum Asal Segala Sesuatu Adalah Tetap Dalam Keadaannya Semula, Dan Keyakinan Tidak Bisa Hilang Karena Keraguan Kaidah yang agung ini telah ditunjukkan oleh sabda Nabi ﷺ dalam salah satu hadis Shahih. Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Nabi ﷺ untuk mengadukan keadaan yang dirasakannya sewaktu salat.

Laki-laki itu merasakan sesuatu di perutnya seolah-olah telah berhadats, sehingga ia ragu-ragu apakah telah berhadats ataukah belum. Kemudian Nabi ﷺ bersabda kepadanya: لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيْحًا “Janganlah keluar dari salat sehingga engkau mendengar suara atau mendapatkan baunya.” [1] Yaitu, janganlah ia keluar (berhenti -red) dari salatnya disebabkan apa yang ia rasakan di perutnya tersebut, sampai benar-benar ia yakin telah berhadats.

Oleh karena itu, seseorang yang yakin terhadap suatu perkara tertentu, maka asalnya perkara yang cara menghilangkan najis anjing tersebut tetap dalam keadaannya semula. Dan perkara yang diyakini tersebut tidaklah bisa dihilangkan hanya sekadar karena keragu-raguan. Adapun penerapan kaidah yang mulia ini dapat diketahui dari contoh-contoh berikut: • Seseorang yang yakin bahwa dirinya dalam keadaan suci (tidak berhadats) kemudian muncul dalam benaknya keraguan apakah ia telah berhadats ataukah belum, maka asalnya ia masih dalam keadaaan suci, sampai ia yakin bahwa ia memang telah berhadats.

Demikian pula, seseorang yang yakin bahwa ia dalam keadaan berhadats kemudian ragu-ragu apakah ia sudah bersuci ataukah belum maka asalnya ia tetap dalam keadaan berhadats. • Seseorang yang ragu-ragu terhadap air yang ada dalam suatu wadah, apakah air tersebut masih suci ataukah tidak, maka ia mengembalikan pada hukum asalnya, yaitu hukum asal air adalah suci (tidak najis), sampai muncul keyakinan bahwa air tersebut memang telah berubah menjadi tidak suci lagi karena terkena najis.

Demikian pula, hukum asal segala sesuatu adalah suci. Maka kapan saja seseorang ragu-ragu tentang kesucian air, baju, tempat, bejana, atau selainya maka ia menghukuminya dengan hukum asal tersebut, yaitu asalnya suci. Oleh karena itu, jika seseorang terkena air dari suatu saluran air, atau menginjak suatu benda basah, padahal ia tidak mengetahui apakah benda tersebut suci ataukah tidak, maka asalnya benda tersebut adalah suci (tidak najis). • Apabila seseorang ragu-ragu tentang jumlah rakaat dalam salatnya, apakah sudah dua rakaat ataukah tiga rakaat, maka ia berpedoman pada keyakinannya, yaitu ia mengembalikan kepada jumlah rakaat yang lebih sedikit, kemudian ia melakukan sujud sahwi di akhir salat.

• Seseorang yang sedang melaksanakan Thawaf di Baitullah, jika ia menemui keraguan tentang jumlah putaran yang telah ia lakukan, maka ia menentukan sesuai yang ia yakini, yaitu ia kembali pada jumlah yang paling sedikit. Demikian pula seseorang yang ragu-ragu ketika melaksanakan Sai. • Seseorang yang ragu-ragu tentang jumlah basuhan ketika berwudhu, mandi wajib atau selainnya, maka ia berpedoman kepada keyakinan sebelumnya, yaitu kembali pada jumlah basuhan yang terkecil.

• Seorang suami yang ragu-ragu, apakah telah mentalak istrinya ataukah belum, maka asalnya ia belum mentalak istrinya. Dikarenakan hubungan suami istri sejak semula telah terjalin dengan keyakinan, maka hubungan tersebut tidaklah terputus hanya sekadar karena keraguan. • Seorang suami yang ragu-ragu tentang jumlah talak yang telah ia ucapkan kepada istrinya, maka ia mengambil jumlah yang paling sedikit.

• Apabila seseorang mempunyai tanggungan untuk mengqadha salat yang ditinggalkannya karena uzur, kemudian ia ragu-ragu tentang berapa jumlah salat yang ditinggalkannya, maka ia melaksanakan salat sehingga muncul keyakinan bahwa tanggungannya telah ditunaikan. Hal ini karena kewajiban mengqadha salat telah tetap atasnya, sehingga kewajiban itu tidaklah lepas dari tanggungannya kecuali dengan keyakinan. Demikian pula jika ia mempunyai kewajiban untuk mengqadha puasa. • Apabila seorang wanita ragu-ragu apakah ia telah keluar dari masa iddahnya ataukah belum, maka asalnya ia masih tetap dalam masa iddah.

• Jika timbul keraguan tentang jumlah susuan yang mengkonsekuensikan hubungan mahram antara anak susuan dengan ibu susuannya, apakah sudah lima kali susuan ataukah belum, maka yang dijadikan patokan adalah jumlah yang terkecil, sampai muncul keyakinan bahwa jumlah susuan sudah mencapai lima kali.

• Jika seseorang melempar binatang buruan (dengan tombak, panah atau senjata lainnya) dengan menyebut nama Allah k terlebih dahulu, kemudian setelah beberapa waktu ia menemukan binatang itu mati terkena senjatanya, namun ia lalu ragu-ragu apakah binatang itu mati karena lemparan senjatanya ataukah karena sebab yang lain, maka asalnya binatang tersebut halal untuk dikonsumsi (bukan bangkai).

Karena pada asalnya tidak ada sebab lain yang mengakibatkan kematian binatang tersebut, sebagaimana hal ini telah dijelaskan dalam hadis yang Shahih. [2] Secara ringkas dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang kita ragukan keberadaannya, maka hal tersebut asalnya tidak ada.

Dan segala sesuatu yang kita ragukan jumlahnya maka asalnya kita kembalikan pada bilangan yang terkecil. Banyak sekali contoh permasalahan yang masuk dalam kaidah ini. Jika kita mau mencermati dan meneliti pembahasan dalam kitab-kitab fikih, maka kita akan mengetahui betapa besar manfaat kaidah ini.

Sebagaimana kita juga akan mengetahui manfaat yang besar dari kaidah-kaidah fikih lainnya yang mengumpulkan berbagai permasalahan yang serupa dan menghukuminya dengan hukum yang sama. Apabila seseorang menguasai kaidah-kaidah fikih tersebut, maka ia akan memiliki kemampuan untuk mengembalikan permasalahan-permasalahan kepada pokoknya dan menggabungkan perkara-perkara ke dalam kaidah yang sesuai.

Wallahu al Muwaffiq. _______ Footnote [1]. HR. Bukhari dalam Kitab Al-Wudhu’ Bab La yatawaddha’ min as-syak, No. 137. Muslim dalam Kitab al-Haidh, Bab Al-wudhu’ min luhumi al-ibil, No. 361 dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu [2]. HR. Bukhari dalam Kitab adz-Dzaba-ih, Bab as-Shaidu idza ghaba ‘anhu yaumaini…., No.

5484. Muslim dalam Kitab as-Shaid, Bab As-Shaid fi al-kilabi al-mu’allamah, No. 1929 dari Adi bin Hatim. Kaidah Ke-12: Harus Ada Saling Rida Dalam Setiap Akad Kaidah Kedua Belas: لاَ بُدَّ مِنَ التَّرَاضِي فِي جَمِيْعِ عُقُوْدِ الْمُعَاوَضَاتِ وَعُقُوْدِ التَّبَرُّعَاتِ Harus Ada Saling Rida Dalam Setiap Akad Yang Sifatnya Mu’awadhah (Bisnis) Ataupun Tabarru’ (Sumbangan) Kaidah ini telah ditunjukkan oleh Alquran, Sunnah, dan Ijma.

Allah ﷻ telah berfirman berkaitan dengan akad mu’awadhah: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” [QS.

an-Nisa’/4:29] Dalam ayat tersebut Allah ﷻ mengharamkan perbuatan memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Allah ﷻ menghalalkan tijarah (perniagaan), yaitu seluruh macam kegiatan dalam rangka memeroleh penghasilan dan keuntungan.

Allah ﷻ mensyaratkan adanya saling rida antara orang-orang yang melakukan akad dalam perniagaan tersebut. Dengan demikian, dalam segala bentuk pelaksanaan akad jual beli termasuk sewa-menyewa, perkongsian dagang dan semisalnya, semuanya itu cara menghilangkan najis anjing adanya saling rida. Allah ﷻ berfirman berkaitan dengan akad Tabarru’ (sumbangan tanpa mengharapkan keuntungan): وَآَتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.

Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” [QS. an-Nisa’/4:4] Dalam ayat di atas Allah ﷻ menjelaskan bahwa pemberian seorang istri berupa sebagian mahar kepada suaminya, hal itu diperbolehkan dengan syarat dilandasi kerelaan hati dari sang istri, yaitu adanya keridaan darinya.

Pemberian seorang istri kepada suaminya tersebut termasuk akad Tabarru’ karena hal itu dilakukan tanpa mengharapkan keuntungan ataupun imbalan. Maka seluruh akad Tabarru’ mempunyai hukum yang sama dengan permasalahan mahar tersebut. Di mana dalam akad tersebut disyaratkan adanya saling rida dari orang-orang yang melaksanakan akad. Seluruh akad, baik mu’awadhah ataupun Tabarru’ tidaklah sempurna kecuali disertai saling rida antara orang-orang yang melaksanakan akad tersebut.

Hal ini disebabkan akad-akad tersebut mengkonsekuensikan perpindahan kepemilikan dan hak dari satu pihak kepada pihak yang lain atau merubah suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Kesemuanya itu mengharuskan adanya saling rida. Maka, barang siapa yang dipaksa untuk melaksanakan suatu akad, atau membatalkannya tanpa alasan yang haq, maka akad atau pembatalan akad tersebut tidaklah sah. Keberadaannya sama seperti ketidak-adaannya. Namun demikian, ada beberapa pemasalahan yang dikecualikan dari kaidah yang bersifat umum ini.

Contohnya adalah seseorang yang dipaksa untuk melaksanakan suatu akad tertentu atau membatalkan suatu akad dengan paksaan yang sifatnya haq, maka hal tersebut diperbolehkan. Kaidah dalam masalah ini adalah barang siapa yang menolak menunaikan kewajiban yang harus ia tunaikan, kemudian ia dipaksa untuk menunaikannya maka ia dipaksa dengan haq.

Implementasinya dapat diketahui dengan beberapa contoh berikut: • Apabila seseorang dipaksa oleh Qadhi (hakim) untuk menjual sebagian hartanya supaya bisa melunasi utangnya, maka ini adalah pemaksaan yang diperbolehkan dan termasuk pemaksaan yang haq.

Demikian pula jika seseorang dipaksa untuk membeli barang-barang untuk memberikan nafkah kepada orang-orang yang wajib ia nafkahi, maka ini pun termasuk cara menghilangkan najis anjing yang haq. • Jika ada dua orang yang berserikat dalam kepemilikan suatu barang, kemudian salah satu dari keduanya berkeinginan untuk memiliki sendiri bagiannya dari barang tersebut, sedangkan barang tersebut tidak bisa dibagi secara langsung kecuali dengan dijual terlebih dahulu, [1] maka apabila salah satu dari kedua belah pihak tidak setuju untuk menjual barang yang diserikatkan, diperbolehkan bagi Qadhi (hakim) untuk memaksannya menjual barang tersebut.

• Seseorang yang secara syari wajib menceraikan istrinya disebabkan sesuatu hal yang mewajibkan adanya percerain antara keduanya, kemudian si suami tersebut menolak untuk menceraikan istrinya, maka ia dipaksa oleh Qadhi (hakim) untuk menceraikan istrinya. • Seseorang yang secara syari wajib untuk membebaskan budaknya untuk membayar Kaffarah (denda) atau nadzar (sumpah) yang wajib ia tunaikan, kemudian ia menolak untuk membebaskan budaknya tersebut, maka ia dipaksa untuk membebaskan budaknya.

Pemaksaan dalam kasus seperti ini termasuk pemaksaan yang haq. Wallahu a’lam. Footnote [1]. Misalnya adalah dua orang yang berserikat dalam kepemilikan seekor unta. Unta tersebut tidak mungkin dibagi secara langsung kepada kedua pemiliknya karena akan timbul suatu madharat. Maka apabila salah satu pihak berkeinginan untuk memiliki sendiri bagiannya dari unta tersebut, haruslah unta tersebut dijual terlebih dahulu, barulah kemudian dibagi antara kedua belah pihak sesuai bagiannya masing-masing.

(Pent.) Kaidah Ke-13: Perbuatan Merusakkan Barang Orang Lain Hukumnya Sama Kaidah Ketiga Belas: الإِتْلاَفُ يَسْتَوِيْ فِيْهِ الْمُتَعَمِّدُ وَالْجَاهِلُ وَالنَّاسِيْ Perbuatan Merusakkan Barang Orang Lain Hukumnya Sama, Apakah Terjadi Karena Kesengajaan, Ketidak Tahuan, Atau Karena Lupa Kaidah ini memberikan patokan dalam perbuatan seseorang yang melakukan perusakan, baik kepada jiwa ataupun harta orang lain.

Kaidah ini juga menjelaskan bahwa barang siapa yang merusakkan barang orang lain tanpa alasan yang benar, maka ia wajib mengganti barang yang ia rusakkan tersebut atau membayar ganti rugi kepada pemilik harta.

Sama saja, apakah kerusakan tersebut terjadi karena kesengajaan olehnya, atau karena tidak tahu, atau karena lupa. Maka kewajiban mengganti barang atau membayar ganti rugi tersebut tidaklah terbatas pada perusakan yang dilakukan dengan sengaja. Bahkan kewajiban terebut tetap berlaku meskipun perbuatan perusakan dilakukan tanpa kesengajaan, atau ketidak tahuan, atau karena lupa.

Oleh karena itulah Allah ﷻ mewajibkan pembayaran Diyat (ganti rugi) dalam pembunuhan yang terjadi karena khatha’ (tersalah). Adapun sisi perbedaan antara perusakan yang dilakukan secara sengaja dengan yang dilakukan tanpa kesengajaan adalah ada tidaknya dosa sebagai akibat perbuatan tersebut.

Seseorang yang melakukan perusakan dengan sengaja, tentulah mendapatkan dosa, berbeda dengan orang yang melakukannya dengan tanpa kesengajaan atau ketidak tahuan.

Beberapa contoh penerapan kaidah tersebut adalah: • Seseorang yang melepaskan hewan piaraannya, kemudian hewan itu merusak harta orang lain atau memakan tanaman orang lain, maka ia wajib membayar ganti rugi kepada pemilik harta atau pemilik tanaman, meskipun kerusakan terjadi bukan karena kesengajaan darinya. • Seseorang yang melepaskan hewan piaraannya yang biasa menyerang manusia, kemudian hewan itu menyerang manusia di pasar-pasar atau di tempat-tempat lain, maka ia wajib membayar ganti rugi.

Bahkan hal itu bisa dikategorkan sebagai perbuatan merusak yang dilakukan secara sengaja. • Seseorang yang sedang ihram dalam ibadah haji atau umrah dilarang untuk membunuh shaid (binatang buruan). Apabila ia membunuh binatang buruan maka wajib baginya untuk membayar jaza’ (denda). Sama saja apakah ia membunuhnya dengan sengaja atau tidak. Ini adalah pendapat Jumhur Ulama, termasuk empat imam madzhab.

[1] Namun demikian, dalam masalah ini masih ada perbedaan pendapat. Di mana sebagian ulama lain berpendapat bahwa kewajiban membayar denda tersebut wajib bagi orang yang membunuh binatang buruan dengan sengaja. [2] Berdasarkan firman Allah ﷻ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لاَ تَقْتُلُوْا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram.

Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya.” [QS. al-Maidah/5:95] Pendapat kedua inilah yang lebih tepat. Karena sesuai dengan makna yang terkandung dalam ayat di atas. Adapun yang membedakan kasus ini dengan contoh-contoh sebelumnya adalah bahwa hal ini berkaitan dengan hak Allah ﷻ. Yaitu bahwa hukuman atas pelanggaran terhadap hak Allah ﷻ terkait dengan niat orang yang melanggar.

Berbeda dengan contoh-contoh sebelumnya yang berkaitan dengan hak-hak sesama manusia. Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Lihat: Badai’us Shana-i’ 2/188, 195, dan 201. Al-Bahrur Ra-iq 3/13. Mawahibul Jalil 3/154. Hasyiyatud Dasuqi 2/52. Al-Majmu’ 7/342. Nihayatul Muhtaj 2/452. Al-Furu’ 3/462. Al-Inshaf 3/527-528. [2]. Ini adalah salah satu pendaat dalam Madzhab Hambali. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, dan Ibnu Hazm (I’lamul Muwaqqi’in 2/50, Al-Furu’ 3/463, Al-Inshaf 3/528, Al-Muhalla 7/214) Kaidah Ke-14: Kerusakan Barang Di Tangan Orang Yang Diberi Amanah Kaidah Keempat Belas: التَّلَفُ فِي يَدِ اْلأَمِيْنِ غَيْرُ مَضْمُوْنٍ إِذَا لَمْ يَتَعَدَّى أَوْ يُفَرِّطْ, وَفِي يَدِ الظَّالِمِ مَضْمُوْنٌ مُطْلَقًا Kerusakan Barang Di Tangan Orang Yang Diberi Amanah Tidak Mengharuskan Pembayaran Ganti Rugi Jika Ia Tidak Melanggar Atau Melalaikan.

Dan Wajib Membayar Ganti Rugi Secara Mutlak Jika Barang Tersebut Rusak Di Tangan Orang Yang Zalim Kaidah ini menjelaskan perbedaan antara harta yang ada di tangan al-amin (orang yang diberi amanat) dengan harta yang ada di tangan orang yang zalim. Yaitu tentang ada tidaknya kewajiban mengganti harta tersebut jika mengalami kerusakan di tangannya. Al-amin adalah orang yang mendapatkan kepercayaan untuk membawa harta orang lain dengan izin pemiliknya, atau dengan izin syariat, atau dengan izin wali pemilik harta tersebut.

Di antara yang masuk dalam kategori Al-Amin adalah: • Al-wadi’ (orang yang dititipi barang) • Al-wakil (orang yang diberi kepercayaan oleh pemilik harta untuk memperdagangkan sejumlah harta, menyewakannya, atau bentuk tasharruf (aktivitas yang lain) • Al-murtahin (pembawa barang gadaian) • Al-ajir (penyewa barang) • Asy-syarik (salah satu dari para pemilik suatu barang yang dimiliki secara bersama) • Al-mudhArab (orang yang dipercaya oleh pemilik barang untuk memperdagangkannya, dengan memeroleh bagi hasil dari laba yang diperoleh) • Al-multaqith (orang yang mendapatkan barang temuan) • Nazhir wakaf (yang ditugaskan mengelola wakaf) • Pengurus anak yatim • Pengurus orang majnun (gila) • Pengurus orang yang kurang akal • Al-washiy (orang yang mendapatkan wasiat untuk melakukan tasharruf terhadap harta tertentu setelah pemiliknya meninggal) • Aminul Hakim (orang yang mendapatkan kepercayaan dari hakim) Orang-orang yang mempunyai status sebagai al-amin tersebut tidak dibebani kewajiban untuk mengganti atau menanggung ganti rugi jika barang yang diamanahkan kepadanya rusak.

Yang demikian ini merupakan konsekuensi amanah yang telah ia pikul dalam membawa dan menjaga harta tersebut. Kerusakan barang yang terjadi di tangannya itu seolah-olah terjadi di tangan pemiliknya.

Namun demikian jika kerusakan itu terjadi karena ta’addi (pelanggaran terhadap harta) atau tafrith (melalaikan penjagaan harta); maka dalam hal ini ia wajib mengganti atau membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi tersebut.

Adapun perbedaan antara ta’addi dan tafrith adalah bahwa ta’addi merupakan tindakan mengerjakan sesuatu yang tidak diperbolehkan terhadap harta yang diamanahkan, berupa memanfaatkan atau melakukan tasharruf terhadap harta tersebut. Adapun yang dimaksud dengan tafrith adalah meninggalkan sesuatu yang seharusnya ia kerjakan terhadap harta yang diamanahkan, yaitu melalaikan penjagaan terhadap harta tersebut.

Apabila harta tersebut rusak dikarenakan ta’addi atau tafrith dari orang yang diserahi amanah tersebut, maka ia wajib mengganti atau membayar ganti rugi atas kerusakan tersebut. Berkaitan dengan penerapan kaidah ini, para ulama berbeda pendapat tentang harta yang cara menghilangkan najis anjing di tangan musta’ir (peminjam barang). Banyak ahli ilmu yang berpendapat bahwa jika barang yang dipinjam mengalami kerusakan di tangan peminjam, maka ia wajib mengganti atau membayar ganti rugi secara mutlak, baik kerusakan tersebut terjadi karena ta’addi atau tafrith, ataukah tidak.

Dan inilah pendapat yang masyhur dalam Madzhab Hambali. [1] Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa seseorang yang menerima pinjaman dari orang lain, maka ia termasuk dalam kategori orang yang menerima amanat. Apabila barang yang ia pinjam tersebut rusak di tangannya, maka ia tidak wajib mengganti atau membayar ganti rugi, kecuali jika kerusakan itu terjadi karena ta’addi atau tafrith darinya.

Dan inilah pendapat yang benar. Wallahu a’lam. [2] Adapun orang yang membawa harta atau benda orang lain tanpa alasan yang benar, maka ia wajib mengganti atau membayar ganti rugi kepada pemilik harta tersebut secara mutlak apabila harta tersebut mengalami kerusakan di tangannya. Sama saja apakah kerusakan itu terjadi karena ta’addi, atau tafrith, ataukah tidak. Yang demikian ini dikarenakan ia telah melakukan cara menghilangkan najis anjing secara zalim kepada hak milik orang lain.

Di antara yang masuk dalam kategori ini adalah: • Orang yang melakukan ghashab (menggunakan barang orang lain tanpa izin pemiliknya). • Orang yang khianat dalam amanah yang diembankan kepadanya. • Orang yang menolak untuk mengembalikan barang yang dititipkan kepadanya kepada pemilik harta tersebut tanpa alasan yang benar.

• Penemu Luqathah (barang temuan), kemudian ia tidak mau mengumumkan penemuan barang tersebut. • Orang yang di cara menghilangkan najis anjing mendapatkan suatu harta atau benda milik tetangganya kemudian ia tidak mau mengembalikannya atau tidak mau mengkhabarkan kepada tetangganya tersebut tanpa alasan yang benar. Maka orang yang masuk dalam kategori ini wajib secara mutlak untuk mengganti atau membayar ganti rugi, jika harta atau benda tersebut mengalami kerusakan di tangannya.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Bidayatul Mujtahid 2/313. Al-Umm 3/250. Masa-il Cara menghilangkan najis anjing libnihi `Abdillah hal. 308. Al-Furu’ 4/474. [2]. Ini adalah pendapat madzhab Hanafiyyah. (Al-Mabshuth 11/134. Bada-i’us Shana-i’ 6/117) Kaidah Ke-15: Tidak Boleh Melakukan Sesuatu Yang Membahayakan Kaidah Kelima Belas: لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ Tidak Boleh Melakukan Sesuatu Yang Membahayakan Diri Sendiri Ataupun Orang Lain Kaidah yang mulia ini sesuai dengan lafal sabda Nabi ﷺ dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya: لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.” [1] Dari sini dapat kita ketahui bahwa dharar (melakukan sesuatu yang membahayakan) dilarang di dalam syariat ini.

Maka, tidak halal bagi seorang Muslim mengerjakan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri atau membahayakan saudaranya sesama Muslim, baik berupa perkataan atau perbuatan, tanpa alasan yang benar. Dan semakin kuat larangan tersebut jika dharar itu dilakukan kepada orang-orang yang wajib dipergauli secara ihsan, seperti karib kerabat, istri, tetangga, dan semisalnya.

Di antara penerapan kaidah ini adalah: • Seseorang dilarang menggunakan barang miliknya jika hal itu menimbulkan madharat (gangguan atau bahaya) kepada tetangganya. Meskipun ia mempunyai hak milik secara penuh terhadap barang tersebut, namun dalam pemanfaatannya haruslah diperhatikan supaya tidak memadharatkan, mengganggu, ataupun merugikan tetangganya.

• Tidak diperbolehkan mengadakan gangguan di jalan-jalan kaum Muslimin, di pasar-pasar mereka, ataupun di tempat-tempat kaum Muslimin yang lain. Baik gangguan itu berupa kayu atau batu yang menggangu perjalanan, atau lobang galian yang bisa membahayakan, atau bentuk gangguan lainnya.

Karena semuanya itu bisa menimbulkan madharat kepada kaum Muslimin. [2] • Di antara bentuk dharar yang paling besar adalah jika seorang suami menimbulkan madharat kepada istrinya dan menjadikannya merasa susah, dengan tujuan supaya si istri minta diceraikan, sehingga si suami bisa mengambil harta dari si istri sebagai konsekuensi permintaan cerainya.

Ini termasuk perbuatan dharar yang paling besar. Allah ﷻ berfirman: وَلاَ cara menghilangkan najis anjing لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ “Dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.” [QS. ath-Thalaq/65:6] Dan Allah ﷻ berfirman: وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا “Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka.” [QS.

al-Baqarah/2:231] • Masing-masing pihak dari pasangan suami istri dilarang menimbulkan madharat kepada yang lain, berkaitan dengan anak mereka berdua. Sebagaimana firman Allah ﷻ: لاَ تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ “Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya.” [QS.

al-Baqarah/2:233] • Larangan menimbulkan madharat dalam akad utang piutang, baik dari sisi orang yang berutang, penulis akad, ataupun saksinya. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَلاَ يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلاَ شَهِيدٌ “Dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan.” [QS. al-Baqarah/2:282] Kata kerja يُضَارَّ pada ayat di atas ada kemungkinan berbentuk kata kerja aktif, sehingga bermakna ‘mempersulit’.

Dengan demikian makna ayat tersebut adalah bahwa saksi dan penulis akad dilarang menimbulkan madharat kepada pemilik hak (pengutang) dengan mempersulit kepadanya.

Dan ada kemungkinan kata kerja يُضَارَّ tersebut berbentuk kata kerja pasif sehingga bermakna ‘dipersulit’. Dengan demikian makna ayat tersebut adalah bahwa pemilik hak dilarang menimbulkan madharat kepada saksi dan penulis akad dengan mempersulit keduanya.

Kedua kemungkinan tersebut sama-sama mempunyai makna yang benar. • Seseorang yang mewariskan hartanya dilarang merugikan sebagian dari ahli warisnya. Demikian pula orang yang memberikan wasiat dilarang menimbulkan madharat kepada orang yang diberikan wasiat.

Allah ﷻ berfirman: مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ “Sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris).” [QS.

an-Nisa’/4:12] Dengan demikian setiap madharat yang ditimbulkan kepada seorang Muslim termasuk perkara yang diharamkan. Kemudian jika seseorang dilarang menimbulkan madharat kepada dirinya sendiri ataupun orang Muslim lainnya, maka sebaliknya ia diperintahkan untuk memunculkan ihsan dalam setiap amalan yang ia kerjakan. Allah ﷻ berfirman: وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [QS.

al-Baqarah/2:195] Dan Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ, فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الْقِتْلَةَ, وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ, وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ “Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan ihsan (kebaikan) dalam segala hal.

Maka jika kamu membunuh, berbuat baiklah dalam membunuh. Dan jika kamu menyembelih, maka berbuat baiklah dalam menyembelih, hendalah ia tajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya.” [3] Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ memerintahkan untuk berbuat ihsan, sampai dalam perkara menghilangkan nyawa. Hal ini menunjukkan pentingnya bagi seseorang untuk senantiasa memerhatikan konsep ihsan dalam setiap aktivitas yang ia kerjakan.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. HR. Imam Ahmad 1/313. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Ahkam, Bab Man bana bihaqqihi ma yadhurru jarahu, No. 2341. At-Thabrani dalam Al-Kabir, No. 11806 dari Jabir al-Ja’fi dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma.

Hadis ini mempunyai banyak syahid sehingga semakin kuat. Di mana hadis ini diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit, Abu Sa’id al-Khudri, Abu Hurairah, Jabir bin `Abdillah, `Aisyah, Tsa’labah bin Abi Malik al-Qurazhi, dan Abu Lubabah radhiyallahu anhum.

[2]. Lihat Asy-Syarhul-Kabir ma’al-Inshaf 13/195. [3]. HR. Muslim dalam Kitab Ash-Shaid, Bab Al-Amru bi Ihsani Adz-Dzabhi, no. 1955, dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu Kaidah Ke-16: Al-‘Adl (Keadilan) Itu Wajib Atas Segala Ssesuatu Dan Al-Fadhl (Tambahan) Itu Sunnah Kaidah Keenam Belas: العَدْلُ وَاجِبٌ فِي كُلِّ شَيْءِ وَالْفَضْلُ مَسْنُوْنٌ Al-‘Adl (Keadilan) Itu Wajib Atas Segala Sesuatu Dan Al-Fadhl (Tambahan) Itu Sunnah Sebelum membahas implementasi dan contoh penerapan kaidah ini, kita perlu memahami tentang makna al-‘adl dan al-fadhl.

Yang dimaksud dengan al-‘adl ialah jika seseorang menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan sebagaimana ia menuntut apa yang menjadi haknya. Sedangkan al-fadhl maknanya ialah seseorang berbuat ihsan sejak awal atau memberikan tambahan dari yang wajib ia tunaikan. Allah ﷻ berfirman: وَأَقْسِطُواْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ “Dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” [QS. al-Hujurat/49:9] Demikian pula Allah ﷻ berfirman: وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.

Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” [QS. an-Nahl/16:126] Implementasi dan contoh penerapan kidah ini cukup banyak dalam syariat ini, baik berkaitan dengan ibadah maupun muamalah. Hal itu dapat kita ketahui dari contoh-contoh berikut: • Apabila seseorang berbuat jahat kepada orang lain, maka orang yang dikenai kejahatan diperbolehkan untuk membalas kejahatan tersebut dengan balasan yang seimbang, inilah makna al-‘adl (keadilan).

Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ: وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.” [QS. asy-Syura/42:40] Namun demikian, Allah ﷻ menganjurkan orang yang terkena kejahatan untuk memberi maaf atas kejahatan tersebut, inilah makna al-fadhl (tambahan). Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ pada kelanjutan ayat tersebut: فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” [QS.

asy-Syura/42:40] • Berkaitan dengan akad utang piutang, maka orang yang mengutangi boleh menagih dan menerima pelunasan harta apabila orang yang berutang memang mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya ketika jatuh tempo pembayarannya. Namun, apabila ternyata belum mampu untuk membayar, maka Allah ﷻ memerintahkan supaya orang yang berutang diberi tangguh sehingga pembayarannya bisa ditunda. Inilah makna al-‘adl. Allah ﷻ berfirman: وَإِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ “Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.” [QS.

al-Baqarah/2:280] Namun demikian jika orang yang mengutangi mau bersedekah dan menganggap lunas utang tersebut, maka itulah yang paling utama. Inilah makna al-fadhl dan hukumnnya sunnah. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَأَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَكُمْ “Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu.” [QS. al-Baqarah2:280] • Apabila seseorang menjadi pengasuh anak yatim, maka ia diperbolehkan untuk makan dan minum bersama-sama anak yatim tersebut dengan harta yang dicampurkan dari hartanya dan harta anak yatim.

Inilah makna al-‘adl. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَيَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْيَتَامَى cara menghilangkan najis anjing إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan.

[QS. al-Baqarah/2:220] Namun apabila pengasuh anak yatim tersebut berhati-hati dan memberikan makan dan minum kepada anak yatim tersebut dengan hartanya sendiri, maka inilah al-fadhl. • Di dalam Alquran telah ditetapkan hukum Qishas.

Yang mana jika seseorang melakukan pembunuhan, maka keluarga korban berhak menuntut supaya si pembunuh dihukum bunuh pula.

Demikian pula jika seseorang mencederai anggota badan orang lain, seperti mata, telinga, atau selainnya maka ada hukum Qishas di sana. Inilah makna al-‘adl. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَاْلأَنْفَ بِاْلأَنْفِ وَاْلأُذُنَ بِاْلأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌ Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada Qishasnya.

[QS. al-Maidah/5:45] Namun demikian, apabila keluarga korban atau orang yang dicederai tersebut memberi maaf, maka itu adalah perkara mulia yang dianjurkan. Inilah makna al-fadhl. Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ: فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ “Barang siapa yang melepaskan (hak Qishas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya.” [QS.

al-Maidah/5:45] • Pada asalnya, mengucapkan perkataan yang buruk adalah dilarang. Namun, apabila seseorang dizalimi oleh orang lain, maka dalam hal ini diperbolehkan baginya untuk mengucapkan perkataan yang buruk kepada orang yang menzaliminya, inilah makna al-‘adl. Allah ﷻ berfirman: لاَ يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” [QS.

an-Nisa’/4:148] Dalam hal ini, apabila ia menolak kezaliman tersebut dengan cara yang lebih baik dan tidak mengucapkan perkataan yang buruk maka itulah yang dianjurkan, dan inilah makna al-‘fadhl. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَلاَ تَسْتَوِيْ الْحَسَنَةُ وَلاَ السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” [Fusshilat/41:34] • Berkaitan dengan ibadah wudhu, salat, puasa, haji, dan selainnya.

Ibadah-ibadah tersebut ada dua kemungkinan pelaksanaan. Ada kemungkinan dilaksanakan secara mujzi’ (sekadar cukup untuk menggugurkan kewajiban), yaitu jika ibadah-ibadah tersebut dilaksanakan dengan mencukupkan pada perkara-perkara yang wajib di dalamnya saja.

Inilah makna al-‘adl. Dan ada kalanya dilaksanakan secara kamil (sempurna), yaitu jika ibadah-ibadah tersebut dilaksanakan dengan menyempurnakan perkara-perkara yang wajib sekaligus perkara-perkara yang sunnah di dalamnya. Inilah makna al-fadhl. Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui tentang tiga golongan manusia, yaitu: • Al-Munshifin (orang-orang yang berbuat adil), yaitu orang-orang yang berkomitmen dalam melaksanakan al-‘adl.

• As-Sabiqin (orang-orang yang bersegera berbuat kebaikan), yaitu orang-orang yang berkomitmen dalam melaksanakan al-fadhl. • Azh-Zalimin (orang-orang yang berbuat zalim), yaitu orang-orang yang berada di bawah kedua golongan di atas. Wallahu a’lam. Kaidah Ke-17 dan Ke-18: Barang Mitsliyat Diganti Dengan Barang Semisalnya Kaidah Ketujuh Belas: مَنْ تَعَجَّلَ شَيْئًا قَبْلَ أَوَانِهِ عُوْقِبَ بِحِرْمَانِهِ Barang siapa Tergesa-gesa Ingin Mendapatkan Sesuatu Sebelum Datang Waktunya Maka Ia Mendapatkan Hukuman Dengan Tidak Mendapatkan Apa Yang Ia Inginkan Tersebut Kaidah ini menjelaskan tentang ‘iqab (hukuman) yang didapatkan oleh seseorang yang terburu-buru mendapatkan sesuatu yang ia inginkan sebelum datang waktunya.

Ia mendapatkan hukuman berupa kebalikan dari apa ia inginkan itu. Demikian itu karena manusia adalah hamba yang dikuasai oleh Allah ﷻ dan berada di bawah perintah dan hukum-Nya. Maka sudah sepantasnya bagi manusia untuk tunduk kepada hukum yang telah digariskan oleh-Nya. Allah ﷻ berfirman: وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” [QS.

al-Ahzab/33:36] Oleh karena itu, apabila seseorang cara menghilangkan najis anjing mendapatkan perkara-perkara yang menjadi konsekuensi hukum syari sebelum terpenuhi sebab-sebabnya yang Shahih, maka ia tidak akan mendapatkan manfaat sedikit pun, bahkan ia memeroleh hukuman berupa kebalikan dari yang ia inginkan.

Di antara implementasi dan contoh penerapan kaidah ini adalah sebagai berikut: • Barang siapa tergesa-gesa untuk mendapatkan warisan dari orang tuanya atau orang lain dengan cara cara menghilangkan najis anjing orang tuanya atau orang lain yang akan memberikan warisan kepadanya itu, maka ia mendapatkan ‘iqab (hukuman) berupa diharamkan dari mendapatkan warisan tersebut. Demikian itu dikarenakan ia telah tergesa-gesa untuk mendapatkan warisan dengan cara yang haram maka ia diharamkan dari mendapatkan warisan tersebut.

• Tentang orang yang mendapatkan wasiat, yang dijanjikan akan mendapatkan suatu harta tertentu setelah meninggalnya si pemberi wasiat. Apabila ia tergesa-gesa untuk mendapatkannya dengan membunuh si pemberi wasiat maka ia tidak berhak mendapatkan wasiat tersebut. • Tentang mudabbar, yaitu budak yang dijanjikan bebas oleh tuannya setelah tuannya tersebut meninggal. Apabila si budak tersebut tergesa-gesa untuk mendapatkan kebebasan dengan cara membunuh tuannya, maka ia tidak berhak untuk mendapatkan kebebasan dari statusnya sebagai budak.

• Seorang laki-laki yang berada dalam keadaan sakit parah yang menyebabkan kematiannya. Apabila sebelum meninggal ia menceraikan istrinya dengan tujuan supaya istrinya tidak mendapatkan warisan darinya, maka dalam hal ini si istri tersebut tetap berhak mendapatkan warisan darinya, meskipun si istri tersebut telah selesai dari masa iddah, selagi belum menikah lagi dengan laki-laki lain.

Dan ada pula yang berpendapat bahwa si istri tersebut tetap mendapatkan warisan meskipun telah menikah lagi dengan laki-laki lain karena ia mempunyai uzur. • Termasuk juga dalam implementasi kaidah ini adalah bahwasanya orang yang tergesa-gesa untuk melampiaskan syahwatnya di dunia dalam perkara-perkara yang haram, maka ia dihukum dengan tidak mendapatkannya di Akhirat selama belum bertaubat di dunia [1]. Allah ﷻ berfirman: وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke Neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.” [QS.

al-Ahqaf/46:20] Berkebalikan dengan kaidah ini, maka barang siapa meninggalkan suatu kejelekan dikarenakan mengharap keridaan Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan memberikan kepadanya suatu pengganti yang lebih baik dari yang ia tinggalkan tersebut. Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Misalnya orang laki-laki yang memakai pakaian sutra di dunia maka ia diharamkan dari memakainya di Akhirat, dan orang yang minum khamr di dunia diharamkan dari meminumnya di Akhirat.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa memakai sutra di dunia maka ia tidak akan memakainya di Akhirat. Dan barang siapa meminum khamr maka ia tidak akan meminumnya di Akhirat”.

[HR. al-Bukhari no. 5832 dan Muslim 2073 dari Sahabat Anas bin Malik] (Pent) Kaidah Ke-18 Kaidah Kedelapan Belas: تُضْمَنُ الْمِثْلِيَّاتُ بِمِثْلِهَا وَالْمُتَقَوَّمَاتُ بِقِيْمَتِهَا Barang Mitsliyat Diganti Dengan Barang Semisalnya Dan Mutaqawwamat Diganti Dengan Harganya Kaidah ini berkaitan dengan kasus seseorang yang mempunyai tanggungan untuk mengganti barang orang lain dikarenakan barang tersebut ia rusakkan, ia hilangkan, atau karena sebab lainnya. Dalam hal ini, timbul permasalahan, apakah ia mengganti dengan barang yang semisal ataukah cukup mengganti dengan harga tertentu senilai barang yang harus diganti tersebut.

Maka kaidah ini menjelaskan, bahwa apabila barang yang dirusakkan tersebut berupa mitsliyat maka diganti dengan barang yang semisal dengannya. Dan apabila barang yang dirusakkan tersebut berupa mutaqawwamat maka diganti dengan nilai barang tersebut. Namun, para ulama berbeda pendapat dalam menentukan batasan mitsliyat dan mutaqawwamat.

Sebagian ulama berpendapat bahwa mitsliyat adalah semua barang yang diperjual-belikan dengan ditakar atau ditimbang. Sedangkan mutaqawwamat adalah barang-barang yang diperjual-belikan selain dengan ditakar atau ditimbang. [1] Para ulama yang lain berpendapat bahwa mitsliyat itu lebih umum daripada batasan di atas.

Mereka berpendapat bahwa mitsliyat adalah segala sesuatu yang mempunyai misal yang serupa atau mirip dengannya. Sedangkan mutaqawwamat adalah barang-barang selain kategori tersebut. Pendapat inilah yang benar dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: • Rasulullah ﷺ pernah meminjam seekor unta, kemudian beliau ingin mengembalikan ganti unta tersebut kepada pemiliknya.

Namun, beliau rahimahullahidak mendapatkan unta yang semisal. Maka beliau memberikan ganti berupa unta yang lebih baik dari unta tersebut. [2] Hadis ini menunjukkan bahwa mitsliyat tidak terbatas pada barang-barang yang diperjual-belikan dengan ditimbang atau ditakar semata. • Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan Aisyah radhiyallahu anha untuk menganti piring Zainab binti Jahsy, dikarenakan Aisyah radhiyallahu anha telah memecahkan piringnya.

[3] • Karena memberikan ganti dengan barang yang semisal atau serupa terkandung di dalamnya dua hal bagi pemilik barang, yaitu didapatkannya nilai barang yang diganti dan terealisasinya maksud pemilik barang dalam manfaat barang tersebut. Maka, inilah pendapat yang benar berkaitan dengan batasan cara menghilangkan najis anjing dan mutaqawwamat.

Di antara implementasi dan penerapan kaidah ini adalah sebagai berikut: • Berkaitan dengan perusakan barang. Seseorang yang merusakkan barang orang lain dan sedangkan barang tersebut termasuk kategori mitsliyat, maka ia wajib mengganti dengan barang yang serupa.

Namun, apabila barang tersebut termasuk kategori mutaqawwamat maka ia cukup mengganti dengan nilai harga barang tersebut. • Berkaitan dengan kasus pinjam meminjam. Seseorang yang meminjam barang orang lain untuk dimanfaatkan, misalnya ia meminjam sejumlah makanan atau selainnya untuk memenuhi kebutuhannya, maka ia wajib mengembalikan barang tersebut.

Apabila barang itu termasuk kategori mitsliyat maka ia wajib mengembalikan dengan barang cara menghilangkan najis anjing serupa. Dan apabila barang tersebut termasuk kategori mutaqawwamat maka ia cukup mengembalikan dengan nilai harga barang tersebut.

• Seseorang yang dititipi barang oleh orang lain. Kemudian barang tersebut hilang dikarenakan keteledorannya, atau ia berlebih-lebihan dalam menggunakan barang tersebut. Maka, ia wajib mengganti barang tersebut. Apabila barang tersebut termasuk kategori mitsliyat maka ia wajib mengganti dengan barang yang serupa.

Dan apabila barang tersebut termasuk kategori mutaqawwamat maka ia cukup mengganti dengan nilai harga barang tersebut. • Seseorang yang menyembelih Udhiyah (hewan kurban). Kemudian ia memakan semua daging hewan kurbannya tersebut tanpa menyedekahkan sedikit pun. Maka, dalam hal ini ia wajib bersedekah dengan daging hewan sejenis sekadar jumlah yang wajib sebagai ganti atas kewajibannya bersedekah dengan daging hewan kurban tersebut.

Demikianlah kaidah ini diterapkan pada permasalahan-permasalahan lain yang serupa. Wallahu a’lam. Kaidah Ke-19 dan Ke-20: Apabila Harga Yang Disepakati Tidak Diketahui, Dikembalikan Kepada Harga Pasar Kaidah Kesembilan Belas: إِذَا تَعَذَّرَ الْمُسَمَّى رُجِعَ إِلَى الْقِيْمَةِ Apabila Harga Yang Disepakati Tidak Diketahui Maka Dikembalikan Kepada Harga Pasar Dalam transaksi jual beli, pada asalnya pembeli wajib membayar kepada penjual senilai harga yang telah disepakati oleh keduanya.

Namun, apabila harga yang telah disepakati tersebut tidak diketahui karena penjual dan pembeli sama-sama lupa atau karena sebab lainnya, maka dalam hal ini timbul permasalahan tentang penentuan harga barang tersebut. Kaidah di atas menjelaskan bahwa apabila harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli tersebut di kemudian hari tidak diketahui dikarenakan suatu sebab tertentu, padahal harga barang belum diserahkan cara menghilangkan najis anjing si pembeli, maka dalam hal ini harga barang ditentukan sesuai umumnya harga barang tersebut di pasaran.

Kaidah ini berbeda dengan kaidah sebelumnya. Karena, dalam suatu akad transaksi yang harganya telah ditentukan dan disepakati oleh pelaku transaksi, ada kemungkinan besarnya harga tersebut kemudian tidak diketahui lagi.

Atau ada juga kemungkinan bahwa harga yang telah disepakati tersebut tidak mungkin diserahkan dikarenakan tidak sahnya akad transaksi, baik karena gharar (unsur tipuan), karena adanya perkara yang haram, atau sebab-sebab lainnya. Di antara implementasi kaidah ini dapat diketahui pada contoh-contoh berikut: • Apabila dua orang melakukan transaksi jual beli dengan kesepakatan harga tertentu, dan sebelum pembayaran diserahkan, keduanya tidak mengetahui berapa besarnya harga yang telah disepakati tersebut, maka dalam hal ini harga barang ditentukan sesuai harga secara umum di pasaran, karena umumnya barang-barang dagangan diperjual-belikan sesuai harganya secara umum di pasaran.

• Apabila seseorang mempekerjakan orang lain dengan kesepakatan upah tertentu, kemudian ketika datang waktu pemberian upah, ternyata tidak diketahui lagi berapa besarnya upah tersebut, dikarenakan kedua belah pihak lupa atau karena sebab lainnya, maka dalam hal ini dikembalikan kepada jumlah upah untuk pekerjaan semisal secara umum di daerah bersangkutan. • Apabila seorang laki-laki menikahi seorang wanita, namun ia belum menentukan besarnya mahar yang harus ia serahkan kepada istrinya, maka dalam hal ini mahar ditentukan berdasarkan umumnya mahar yang diberikan untuk wanita semisal di daerah bersangkutan.

Wallahu a’lam. Kaidah Ke-20 Kaidah Kedua Puluh: إِذَا تَعَذَّرَ مَعْرِفَةُ مَنْ لَهُ الْحَقُّ جُعِلَ كَالْمَعْدُوْمِ Apabila Pemilik Suatu Barang Tidak Diketahui Maka Barang Tersebut Dianggap Tidak Ada Pemiliknya Apabila seseorang menemukan barang milik orang lain, namun tidak diketahui secara jelas siapa pemiliknya, maka dalam hal ini timbul permasalahan berkaitan dengan pemanfaatan barang tersebut. Oleh karena itu, kaidah ini menjelaskan bahwa suatu barang yang tidak diketahui siapa pemiliknya dan sangat sulit untuk mengetahuinya, maka barang tersebut dianggap tidak ada pemiliknya.

Dan wajib untuk memanfaatkan barang tersebut dalam perkara-perkara yang paling bermanfaat bagi pemiliknya atau orang yang paling berhak untuk memanfaatkannya.

Di antara implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: • Berkaitan dengan barang temuan (Luqathah). Seseorang yang menemukan barang temuan, kemudian ia berusaha untuk mengumumkan tentang penemuan tersebut, namun pemiliknya tidak juga bisa diketahui, maka barang tersebut menjadi milik si penemu.

Karena dialah orang yang paling berhak untuk memilikinya. • Apabila seseorang memakai barang orang lain tanpa izin, kemudian tatkala ia ingin mengembalikan barang tersebut, ternyata tidak diketahui siapa pemiliknya, dan ia sangat kesulitan untuk mengetahui pemiliknya, maka dalam hal ini ia bisa menyerahkan barang tersebut ke Baitul Mal supaya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Atau bisa juga ia menyedekahkan barang tersebut atas nama pemiliknya dengan niat cara menghilangkan najis anjing pemiliknya datang maka ditawarkan kepadanya apakah ia setuju jika barang tersebut disedekahkan sehingga ia mendapatkan pahala sedekah, atau si pemilik barang ingin supaya barang tersebut diganti, sehingga pahala sedekah menjadi milik si penemu barang.

• Berkaitan dengan harta hasil curian atau hasil rampokan. Apabila harta tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya, maka harta tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umum, atau bisa juga disedekahkan kepada fakir miskin.

Dan bagi orang yang menerima sedekah dari harta tersebut, halal baginya untuk memanfaatkannya, karena harta tersebut pemiliknya tidak diketahui, maka dianggap tidak ada pemiliknya.

• Seseorang yang meninggal dunia sedangkan ahli warisnya tidak diketahui, maka harta warisannya dimasukkan ke Baitul Mal untuk dimanfaatkan dalam perkara-perkata yang maslahat.

• Seseorang yang akan melangsungkan pernikahan namun tidak diketahui siapa walinya, maka ia dianggap seorang yang tidak punya wali. Sehingga ia dinikahkan oleh wali hakim. Wallahu `a’lam. Kaidah Ke-22: Shulh (Berdamai) Dengan Sesama Kaum Muslimin Itu Boleh Kaidah Kedua Puluh Dua الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ إِلاَّ صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلاَلاً Shulh (berdamai) Dengan Sesama Kaum Muslimin Itu Boleh Kecuali Perdamaian Yang Menghalalkan Suatu Yang Haram Atau Mengharamkan Suatu Perkara Yang Halal Kaidah mulia yang sangat bermanfaat ini diambil dari lafal hadis yang telah diShahihkan oleh beberapa ahli hadis.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ إِلاَّ صُلْحًا حَرَّّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا “Berdamai dengan sesama Muslimin itu diperbolehkan kecuali perdamaian yang menghalalkan suatu yang haram atau mengharamkan suatu yang halal.

Dan kaum Muslimin harus memenuhi syarat-syarat yang telah mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan suatu yang halal atau menghalalkan suatu yang haram.” [1] Hadis ini menjelaskan, bahwa seluruh macam shulh (perdamaian) antara kaum Muslimin itu boleh dilakukan, selama tidak menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam suatu yang diharamkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Berikut cara menghilangkan najis anjing contoh penerapan kaidah di atas: • Shulhul iqrar atau as-shulh ma’al iqrar (perdamaian yang disertai pengakuan) Misalnya seseorang melihat barang yang diakuinya sebagai milik dia, misalnya jam, namun jam itu berada di tangan orang lain.

lalu dia mengatakan: “Jam ini milikku !” Orang yang sedang membawa jam itu mengatakan: “Ya, ini memang jammu. Namun aku ingin berdamai denganmu dengan cara memberikanmu sejumlah uang lalu jam cara menghilangkan najis anjing menjadi milikku.” Jika si pemilik setuju, maka shulh ini sah dan inilah disebut as-shulh ma’al iqrar atau shulhul iqrar. Apabila Ahmad menyetujui tawaran Zaid tersebut maka ini diperbolehkan. Ini termasuk kategori Shulhul Iqrar. • Shulhul inkar atau as-shulh ma’al inkar (perdamaian yang disertai pengingkaran) Contohnya kasus jam di atas.

Jika yang membawa jam itu mengingkari pengakuan orang itu dengan mengatakan: “Jam ini bukan milikmu tapi milikku.” Kemudian dia khawatir permasalahan ini akan berkepanjangan, akhirnya dia ingin menyelesaikannya dengan mengajak damai. Dia mengatakan: “Kita damai saja, saya akan memberikanmu sejumlah uang dan jam ini tetap di tanganku sebagai milikku.” Jika orang pertama setuju, maka shulh ini sah dan disebut dengan shulhul inkar atau as-shulh ma’al inkar.

Melihat dalam peristiwa ini ada indikasi bohong, syaikh Muhammad bin Saleh al Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Bagi yang berbohong, maka akadnya tidak sah.” • Berdamai dalam khiyar aib (hak pembeli untuk membatalkan transaksi karena ada cacat pada barang) Apabila seseorang membeli sesuatu dengan harga tertentu, kemudian ia mengetahui ada cacat pada barang itu dan ia ingin mengembalikannya kepada penjualnya.

Ketika mengembalikan barang tersebut, si penjual mengatakan: “Bagaimana jika barang ini tidak dikembalikan dan aku akan berikan ganti rugi kepadamu berupa uang sebesar sekian sebagai kompensasi dari kerusakan tersebut?” Apabila si pembeli setuju tawaran ini, maka ini termasuk kategori berdamai yang diperbolehkan.

• Berdamai dalam khiyar Syarth (hak pembeli untuk membatalkan atau meneruskan transaksi dengan syarat-syarat tertentu yang telah disepakati antara penjual dan pembeli) Misalnya Ahmad hendak membeli rumah dari Zaid dengan kesepakatan si pembeli diberi waktu sepekan. Dalam waktu ini, dia berhak untuk membatalkan atau meneruskan jual beli tersebut. Namun kemudian, sebelum lewat waktunya, Zaid mendatangi Ahmad dan mengatakan: “Bagaimana jika jual beli ini kita jadikan dan kita tuntaskan saja tanpa menunggu waktunya habis?

Sebagai kompensasi, aku akan berikan kepadamu sejumlah uang.” Apabila Zaid menerima tawaran Ahmad ini, maka shulh ini termasuk kategori shulh (berdamai) yang diperbolehkan dan masuk dalam keumuman kaidah di atas. • Berdamai dalam hak syuf’ah Apabila ada suatu barang dimiliki secara bersama oleh Ahmad dan Zaid, misalnya tanah atau rumah.

Kemudian Ahmad menjual bagiannya kepada Yasir. Dalam hal ini Zaid bisa menggunakan hak syuf’ahnya untuk membatalkan jual beli tersebut. Zaid berhak menarik bagian yang sudah dijual Ahmad dan merubah statusnya menjadi milik Zaid atau membelinya dengan harga yang sudah disepakati oleh Ahmad dan Yasir.

Dalam peristiwa ini, saat Zaid akan menggunakan hak syuf’ahnya, Yasir berkata: “Bagaimana jika engkau tidak menggunakan hak syuf’ahmu? Karena aku ingin memiliki barang ini. Sebagai konsekuensinya aku akan memberikan sejumlah uang kepadamu.” Apabila Zaid setuju dengan tawaran Yasir ini, maka ini termasuk kategori shulh (berdamai) yang diperbolehkan. • Berdamai dalam Diyat pembunuhan atau yang lain Apabila terjadi suatu pembunuhan yang dilakukan secara sengaja dan zalim, maka keluarga korban bisa menuntut hukum Qishash atau menuntut Diyat (ganti rugi atas pembunuhan tersebut).

Jika menuntut Diyat, maka jumlahnya telah ditentukan dalam syariat yaitu sejumlah 100 ekor unta dengan memenuhi berbagai ketentuan lainnya. Dalam hal ini, apabila keluarga korban mengusulkan kepada keluarga si pembunuh supaya memberikan Diyat lebih dari 100 ekor lalu keluarga si pembunuh menyetujuinya, maka ini termasuk shulh (berdamai) yang diperbolehkan.

• Perdamaian dalam utang yang tidak diketahui jumlahnya Apabila Ahmad berutang sejumlah uang kepada Zaid. Setelah beberapa waktu, keduanya sama-sama lupa nominalnya.

Dalam kondisi ini, apabila Zaid mengatakan: “Bagaimana kalau kita tentukan saja nominalnya yaitu Rp. 100.000,.

Jika nominal sebenarnya lebih dari itu, maka aku merelakannya, namun jika nominal sebenarnya kurang dari seratus ribu, maka engkau yang merelakannya?” Apabila Ahmad menerima tawaran Zaid tersebut maka ini termasuk shulh (perdamaian) yang diperbolehkan. • Perdamaian dalam hak-hak suami istri Apabila seorang istri khawatir akan diceraikan oleh suaminya, kemudian si istri tersebut berkata kepada suaminya, “Aku ingin tetap menjadi istrimu, sebagai konsekuensinya aku relakan nafkahku dikurangi.” Apabila si suami setuju, maka ini termasuk perdamaian yang diperbolehkan, sebagaimana firman Allah ﷻ: وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا cara menghilangkan najis anjing إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ “Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik bagi mereka.” [QS.

an Nisa’/4:128] Demikian pula, seluruh perdamaian yang dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan dan persengketaan di antara manusia, maka hal tersebut diperbolehkan dan masuk dalam keumuman kaidah ini, baik lewat perantara cara menghilangkan najis anjing atau yang lain. Kesimpulannya, hukum asal dari perdamaian itu adalah boleh selama tidak menyebabkan pelakunya terjerumus dalam perkara yang haram.

Di antara shulh (perdamaian) yang tidak diperbolehkan karena ada unsur haram di dalamnya dapat diketahui dari beberapa contoh berikut: • Apabila Ahmad mempunyai utang uang sejumlah Rp. 100.000 kepada Zaid.

Setelah beberapa waktu, Zaid lupa nominal, sementara Ahmad masih ingat nominalnya, tetapi ia tidak mau memberitahukannya kepada Zaid. Dalam hal ini, apabia Ahmad berkata kepada Zaid, “Aku juga lupa berapa jumlah utangku itu. Bagaimana kalau kita tentukan saja jumlahnya Rp. 50.000? Aku rela jika jumlah utang sebenarnya lebih kecil dari itu. Dan relakanlah jika jumlah utang sebenarnya lebih besar dari itu.” Kemudian Zaid menyetujui tawaran Ahmad tersebut.

Maka perdamaian tersebut haram bagi Ahmad, karena ia telah menghalalkan perkara yang haram. • Apabila Ahmad mempunyai utang uang sejumlah Rp. 100.000 kepada Zaid, dengan jangka waktu pengembalian selama satu pekan. Setelah berlalu satu pekan, ternyata Ahmad belum bisa melunasi utangnya.

Kemudian Ahmad berkata kepada Zaid, “Berilah tenggang cara menghilangkan najis anjing kepadaku selama tiga hari untuk melunasi utangku. Dan sebagai konsekuensinya, aku akan membayar utangku sebesar Rp 100.000 dengan tambahan Rp. 20.000 untukmu.” Jika Zaid setuju, maka perdamaian seperti itu tidak diperbolehkan karena mengandung riba.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Hadis الْمُسْلِمُوْنَ عِنْدَ شُُرُوْطِهِمْ diriwayatkan oleh imam Bukhari 4/451 secara mu’allaq dengan shighah jazm. Dan diriwayatkan secara maushul oleh Imam Ahmad 2/366, Abu Dawud no. 3594, Ibnu Jarud no. 637, al Hakim 2/45, Ibnu ‘Adiy no. 2088 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu lewat jalur riwayat Katsir bin Zaid dari Walid bin Rabah.

Dan dalam riwayat Imam Tirmidzi no. 1370 dari Katsir bin Abdillah bin ‘Amr bin ‘Auf al Muzaniy dari bapaknya dari kakeknya, Rasulullah ﷺ bersabda: الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ cara menghilangkan najis anjing صُلْحًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا Lafal ini dibawakan juga oleh Thabrani dalam al Kabir no.

30, Ibnu ‘Adiy no. 2081, Daruquthni 3/27, al Baihaqi 6/79, Ibnu Majah no. 2353 tanpa kalimat yang akhir. Hadis ini dikuatkan oleh hadis ‘Aisyah, Anas, Abdullah bin Umar, Rafi’ bin Khadij Rahiyallahu anhum. Dengan mengumpulkan seluruh jalur periwayatannya, maka hadis di atas itu tsabit atau sah. Kaidah Ke-23: Kaum Muslimin Harus Memenuhi Syarat-Syarat Yang Telah Mereka Sepakati Kaidah Kedua Puluh Tiga [1] الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا Kaum Muslimin Harus Memenuhi Syarat-Syarat Yang Telah Mereka Sepakati Kecuali Syarat Yang Mengharamkan Suatu Yang Halal Atau Menghalalkan Suatu Yang Haram Sebagaimana kaidah sebelumnya, kaidah yang mulia ini sesuai dengan lafal hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا “Dan kaum Muslimin harus memenuhi syarat-syarat yang telah mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan suatu yang halal atau menghalalkan suatu yang haram.” [2] Kaidah ini menjelaskan bahwa hukum asal dari persyaratan-persyaratan yang telah disepakati oleh kaum Muslimin dalam berbagai akad yang dilaksanakan adalah diperbolehkan.

Karena mengandung maslahat dan tidak ada larangan syariat tentang hal itu. Tentunya, selama syarat-syarat itu tidak menyeret pelakunya terjerumus kedalam suatu yang diharamkan Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ. Apabila mengandung unsur haram sehingga bisa menyeret pelakunya terjerumus dalam perkara yang haram maka syarat-syarat tersebut tidak diperbolehkan. Syarat-syarat yang diperbolehkan sebagaimana hukum asalnya itu banyak, di antara contohnya: a.

Seseorang menjual barangnya dan menetapkan syarat agar ia masih diberi hak untuk menggunakan barang tersebut dalam jangka waktu tertentu sebelum diserahkan kepada pembeli. Misalnya Ahmad menjual rumahnya kepada Zaid dengan harga tertentu.

Ahmad mensyaratkan bahwa ia masih menempati rumah itu selama satu bulan sebelum diserahkan kepada Zaid. c. Pembeli mensyaratkan bahwa barang yang akan dibelinya harus memiliki sifat-sifat tertentu. Misalnya seseorang yang ingin membeli budak dan ia mensyaratkan bahwa budak yang akan ia beli tersebut harus mempunyai keahlian tertentu, seperti bisa membaca dan menulis atau keahlian lainnya. Demikian pula apabila seseorang ingin membeli hewan ternak dan ia mensyaratkan kepada si penjual bahwa hewan yang akan ia beli tersebut produksi susunya banyak atau selainnya.

3. Berkaitan dengan akad wakaf, apabila seseorang mewakafkan suatu barang disertai dengan syarat tertentu. Maka dalam pemanfaatan barang wakaf itu harus disesuaikan dengan syarat yang telah ditentukan oleh si pewakaf, selama syarat tersebut tidak menyelisihi syariat. Misalnya seseorang mewakafkan sebidang tanah dengan syarat digunakan untuk pembangunan masjid. Maka pemanfaatan tanah tersebut harus disesuaikan dengan syarat yang telah ditentukan pewakaf. 4. Demikian pula syarat-syarat yang dibuat oleh pasangan suami istri dalam ikatan pernikahannya.

Misalnya, seorang wanita berkata kepada calon suaminya, “Saya mau menjadi istrimu dengan syarat saya tetap tinggal di kampung kelahiran saya.” Atau si wanita tersebut mensyaratkan supaya tidak dipoligami atau syarat-syarat semisalnya.

Maka hokum asal dari persyaratan-persyaratan tersebut diperbolehkan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوْطِ أَنْ تُوَفُّوْا بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوْجَ “Sesungguhnya syarat yang paling wajib kalian tunaikan adalah syarat-syarat untuk menghalalkan pernikahan.” [3] Adapun syarat-syarat yang menyebabkan pelakunya terjerumus dalam perkara yang diharamkan Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, maka syarat-syarat tersebut tidak boleh dipenuhi dan tidak boleh dilaksanakan.

Di antara contohnya adalah cara menghilangkan najis anjing kasus jual beli budak. Apabila seseorang menjual budak miliknya dengan syarat kalau budak itu nantinya dimerdekakan oleh si pembeli (tuannya yang baru) maka wala’nya [4] untuk si penjual tersebut. Syarat seperti ini tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan sabda Rasulullah ﷺ: إِنَّمَا الْوَلاَءُ لِمَنْ أَعْتَقَ “Sesungguhnya wala’ itu adalah milik orang yang memerdekakan budak.” [5] Syarat-syarat yang diharamkan itu terbagi menjadi dua: • Syarat-syarat yang haram dan menyebabkan akad tidak sah.

Misalnya adalah syarat mut’ah dalam pernikahan. Yaitu pernikahan yang dibatasi dengan jangka waktu tertentu. Jika jangka waktu tersebut selesai maka pasangan suami istri tersebut bercerai. Misalnya, seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan syarat pernikahan tersebut berlangsung selama satu bulan dan setelah itu pernikahan mereka berakhir. Demikian pula syarat tahlil dalam pernikahan. Apabila seorang wanita telah ditalak sebanyak tiga kali oleh suaminya, maka si suami tidak bisa ruju’ bekas istrinya tersebut kecuali apabila wanita tersebut telah dinikahi laki-laki lain, telah berhubungan suami istri dengan suaminya yang baru tersebut dan telah diceraikan lagi oleh suaminya yang baru itu, tanpa ada unsur rekayasa.

Jika ada rekayasa, misalnya ada laki-laki lain yang melamar wanita tersebut, kemudian si wanita ini mau tapi dengan syarat setelah menikah dan berhubungan suami istri, dia harus dicerai, supaya bisa menikah kembali dengan bekas suaminya yang pertama. Inilah yang dimaksud dengan syarat tahlil dalam perrnikahan. Syarat cara menghilangkan najis anjing dan syarat tahlil adalah syarat yang fasid (rusak) yang menyebabkan pernikahan tersebut tidak sah.

Karena syarat ini bertentangan dengan tujuan awal pernikahan disyariatkan. • Syarat-syarat yang haram tetapi tidak menyebabkan akadnya batal. Misalnya, pernikahan dengan syarat tanpa mahar. Apabila seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan syarat tanpa memberikan mahar kepada istrinya.

Demikian pula apabila seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan syarat tidak memberikan nafkah kepada istrinya, atau dengan syarat bahwa istrinya tersebut mendapatkan giliran lebih banyak atau lebih sedikit daripada istri-istrinya yang lain. Maka syarat-syarat semacam ini termasuk syarat yang fasid (rusak) namun tidak sampai menyebabkan akad cara menghilangkan najis anjing itu batal.

Karena syarat-syarat itu tidak bertentangan dengan tujuan awal pernikahan, baru sebatas menafikan hal-hal yang wajib ditunaikan dalam pernikahan berupa hak-hak istri atas suaminya. Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Diangkat dari al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wat Taqasim [2]. Hadis الْمُسْلِمُوْنَ عِنْدَ شُُرُوْطِهِمْ diriwayatkan oleh Imam Bukhari 4/451 secara mu’allaq dengan shighah jazm. Dan diriwayatkan secara maushul oleh Imam Ahmad 2/366, Abu Dawud no.

3594, Ibnu Jarud no. 637, Hakim 2/45, Ibnu ‘Adiy no. 2088 dari Abu Hurairah lewat jalur periwayatan Katsir bin Zaid dari Walid bin Rabbah. Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 1370 dari Katsir bin Abdillah bin ‘Amr bin ‘Auf al-Muzaniy dari bapaknya dari kakeknya bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda: الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ إِلاَّ صُلْحًا حَرَّّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا Lafal ini pula yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam al-Kabir no.

30, Ibnu ‘Adiy no. 2081, Daruquthni 3/27, al-Baihaqi 6/79, Ibnu Majah no. 2353 tanpa potongan kalimat terakhir. Hadis ini dikuatkan dengan hadis ‘Aisyah, Anas, Abdullah bin Umar, Rafi’ bin Khadij radhiyallahu anhum, sehingga hadis ini menjadi sah dengan mengumpulkan seluruh jalur periwayatannya.

[3]. HR. al-Bukhari dalam kitabun Nikah, Bab as-Syuruth fin Nikah, no. 5151. Muslim dalam kitab an-Nikah, Bab al-Wafa’ fis syuruth, no. 1418 dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu anhu. [4].

Yang dimaksud dengan wala’ di sini adalah apabila seseorang memerdekakan budak, kemudian setelah merdeka budak itu meninggal dalam keadaan tidak mempunyai ahli waris, maka yang berhak mewarisi hartanya adalah orang yang memerdekakannya. Demikian pula apabila setelah merdeka, budak tersebut terbunuh sedangkan ia tidak memiliki ahli waris, maka orang yang memerdekakan itulah yang berhak menerima Diyat (dendanya).

(Pen) [5]. HR. al Bukhari dalam Kitab al-Mukatab, Bab Isti’anatul Mukatab, no. 2563. Muslim dalam Kitab al-‘Itqu, Bab Innamal Walla-u Liman A’taqa, no. 1504 dari Aisyah Radhiyallahu anha Kaidah Ke-24: Yang Tercepat Yang Lebih Baik Kaidah Kedua Puluh Empat مَنْ سَبَقَ إِلَى الْمُبَاحَاتِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا Barang siapa Lebih Dahulu (Menemukan Atau Mendapatkan) Yang Mubahat Maka Dia Yang Lebih Berhak Atas Perkara Tersebut Kaidah yang mulia ini menjelaskan bahwa siapa saja yang terlebih menemukan atau mendapatkan yang mubahat, maka dia lebih berhak untuk mendapatkan atau memanfaatkannya.

Mubahat maksudnya segala yang tidak ada hak kepemilikan secara khusus atasnya, baik berupa tanah, tempat tertentu, tanaman yang tumbuh di bumi atau yang lainnya. Dalil yang menunjukkan keabsahan kaidah ini yaitu hadis yang diriwayatkan dari Asmar bin Mudharris radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ سَبَقَ إِلَى مَا لَمْ يَسْبِقْ إِلَيْهِ مُسْلِمٌ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ “Barang siapa lebih dahulu sampai kepada suatu perkara daripada orang Muslim lainnya, maka dia yang lebih berhak atas sesuatu tersebut.” [1] Juga hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ عَمَّرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا “Barang siapa mengelola tanah yang tidak dimiliki siapa pun, maka ia lebih berhak terhadap tanah itu.” [2] Hadis ini menjelaskan, bahwa seseorang yang lebih dahulu mendapatkan dan mengelola tanah yang tidak bertuan, maka dia yang lebih berhak untuk memiliki dan memanfaatkan tanah itu.

Kemudian perkara mubahat lainnya diQiyaskan dan dihukumi sama seperti tanah yang disebutkan dalam hadis di atas. Adapun implementasi kaidah ini, dapat diketahui dari contoh-contoh berikut: • Berkaitan dengan pengairan sawah dari air sungai. Apabila para pemilik sawah berselisih tentang sawah manakah yang paling didahulukan untuk mendapatkan pengairan dari sungai tersebut. Maka dalam hal ini yang paling didahulukan cara menghilangkan najis anjing sawah yang posisinya paling tinggi, karena biasanya posisinya lebih dekat dengan suangi.

Setelah sawah tersebut dialiri air dan telah cukup maka barulah dialirkan ke sawah di bawahnya. • Berkaitan dengan hewan buruan, baik di darat maupun di laut. Siapa saja yang lebih dahulu menangkapnya atau senjatanya lebih dahulu mengenainya maka dia yang lebih berhak untuk memiliki hewan tersebut. Adapun sebatas melihat hewan tersebut, maka kepemilikannya belum bisa ditentukan.

Demikian pula keberadaan kayu di hutan, rerumputan yang ada di padang rumput, barang siapa lebih dahulu sampai kepadanya maka dia lah yang lebih berhak mendapatkannya. • Berkaitan dengan tempat-tempat yang disediakan untuk kepentingan umum, seperti masjid atau selainnya. Tidak boleh seseorang menyuruh orang lain untuk berdiri dari tempat duduknya kemudian ia duduk di tempat orang tersebut.

Misalnya Ahmad sedang duduk di suatu tempat di masjid mendengarkan pengajian. Kemudian Zaid datang dan menyuruh Ahmad berdiri, kemudian Zaid duduk di tempat tersebut. Maka seperti ini tidak diperbolehkan. Karena Ahmad lebih dahulu sampai di tempat tersebut sehingga dia yang lebih berhak untuk duduk di sana.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma dijelaskan bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: لاَ يُقِيْمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيْهِ وَلَكِنْ تَفَسَّحُوْا وَتَوَسَّعُوْا “Tidak boleh seseorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya kemudian ia duduk di sana, akan tetapi hendaklah kalian memberi kelonggaran dan keluasan.” [3] • Berkaitan dengan harta-harta yang diwakafkan, baik berupa tanah, rumah, atau barang-barang lainnya yang cara menghilangkan najis anjing pemanfaatannya tidak memerlukan persetujuan dari nazhir (pengurus) barang yang diwakafkan.

Maka siapa saja yang lebih dahulu sampai pada barang-barang tersebut, dia lebih berhak untuk memanfaatkannya. Misalnya seseorang mewakafkan sebuah cara menghilangkan najis anjing untuk ditempati oleh fakir miskin, maka fakir miskin mana saja yang lebih dahulu sampai ke rumah tersebut, dia yang lebih berhak untuk memanfaatkannya, sampai kebutuhannya terhadap rumah itu selesai. Ini berkaitan dengan harta-harta wakaf yang tidak ada nazhirnya secara khusus.

Adapun jika harta-harta wakaf itu diurusi oleh nazhir (pengurus) yang khusus maka pemanfaatannya tergantung pada persetujuan nazhir tersebut, tidak berdasarkan siapa yang lebih dahulu sampai pada barang-barang itu. • Berkaitan dengan lahan mati, yaitu tanah yang tidak bertuan secara khusus. Siapa saja yang lebih dahulu menghidupkan tanah tersebut dan mengelolanya, maka dia yang lebih berhak memiliki tanah tersebut. Dalam hal ini, seseorang dikatakan menghidupkan tanah yang mati di antaranya dengan membuat pagar pembatas sehingga tanah itu tidak dimasuki hewan-hewan liar, atau dengan membangun sumur di area tanah tersebut sehingga bisa mengairinya.

Demikian pula bisa dilakukan dengan mengalirkan air ke tanah tersebut baik dari sungai, atau selainnya untuk mengairi tanah tersebut. Atau dengan membersihkan tanah tersebut dari bebatuan, genangan air, atau benda-benda lain yang menghalangi pemanfaatan tanah tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ “Barang siapa menghidupkan lahan mati, maka lahan itu menjadi miliknya.” [4] • Seorang laki-laki tidak diperbolehkan melamar wanita yang telah dilamar orang lain, selama lamaran tersebut belum ditolak oleh si wanita atau tidak ada izin dari si pelamar pertama.

Hal ini dikarenakan orang yang pertama lebih dulu melamarannya sehingga dia lebih berhak, Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: لاَ يَخْطُبْ بَعْضُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ, حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ, أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ “Janganlah salah seorang di antara kalian melamar wanita yang telah dilamar orang lain sampai pelamar itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” [5] • Rasulullah ﷺ telah mengabarkan tentang pahala yang besar yang akan didapatkan oleh seseorang apabila berdiri di shaf pertama dalam salat berjamaah.

Sebagaimana sabda beliau ﷺ: لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا “Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala mengumandangkan azan dan pahala berdiri di shaf pertama sementara mereka tidak bisa memerolehnya kecuali dengan berundi tentulah mereka akan berundi.” [6] Dalam hal ini, seseorang yang lebih dahulu sampai di shaf pertama tersebut, dia yang paling berhak untuk menempati posisi tersebut daripada orang lain setelahnya.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. HR. Abu Dawud dalam Kitabu al-Kharaj, Bab Fi Iqtha’i al-Ardhina, no. 3071; al Baihaqi 6/142; at-Thabrani dalam al Kabir 1/76; al Maqdisi dalam al Mukhtarah 1/458 dari Asmar bin Mudharris. Sanad hadis ini dha’if. [2]. HR. Bukhari dalam Kitabul Hartsi wa al-Muzara’ah, Bab Man Ahya Ardhan Mawatan, no.

2335. [3]. HR. Bukhari dalam Kitabul Isti’dzan, Bab La Yuqimur Rajulu ar-Rajula min Majlisihi, no. 6269 dan 6270; Muslim dalam Kitabus Salam, Bab Tahrimu Iqamatil Insani min Maudhi’ihil Mubahi alladzi Sabaqa Ilaihi, no. 2177. [4]. HR. Abu Dawud dalam Kitabul Kharaju wal Imaratu wal Fai’, Bab Fi Ihya’il Mawat, no. 3073; Tirmidzi, no. 1378, beliau mengatakan: “Ini hadis hasan gharib”. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwa’ul Ghalil no.

1550. [5]. HR. Bukhari, no. 5144; Muslim, no. 1412. [6]. HR. Bukhari, no. 615. Kaidah Ke- 25: Pengundian Disyariatkan Apabila Yang Berhak Tidak Diketahui Kaidah Kedua Puluh lima تُشْرَعُ الْقُرْعَةُ إِذَا جُهِلَ الْمُسْتَحِقُّ وَتَعَذَّرَتِ الْقِسْمَةُ Pengundian Disyariatkan Apabila Orang Yang Berhak Tidak Diketahui Dan Pembagian Tidak Mungkin Untuk Dilakukan Telah disebutkan dalil disyariatkannya pengundian [1] -saat tidak diketahui siapa yang berhak- dalam Alquran dan Hadis.

Allah ﷻ berfirman: فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ “Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam pengundian.” [QS. ash-Shaffat/37:141] Ayat ini berkaitan dengan kisah Nabi Yunus Alaihissallam ketika meninggalkan kaumnya yang tidak mau beriman kepada beliau, sehingga sampailah beliau di tepi pantai dan melihat kapal yang akan berlayar, maka beliau pun naik ke kapal tersebut.

Ternyata muatan kapal tersebut terlalu penuh muatannya, sehingga saat berada di tengah lautan kapal tidak bisa bergerak ke depan maupun ke belakang di tengah-tengah lautan. Bila muatan tidak dikurangi, seluruh penumpang akan tenggelam.

Untuk itu, mereka mengadakan pengundian untuk menentukan siapa di antara mereka yang akan dikeluarkan dari kapal. Setelah dilakukan undian, keluarlah nama Nabi Yunus Alaihissallam. Selanjutnya beliau dilemparkan keluar dari kapal.

Dan masuklah beliau ke mulut seekor ikan dan tinggal beberapa waktu di perut ikan itu sampai diselamatkan Allah ﷻ. [2] Contoh lain, Allah ﷻ berfirman: وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ “Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan pena-pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam.

Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.” [QS. Ali ‘Imran/3:44] Ayat ini berkaitan dengan kisah para pengemuka Bani Israil yang berselisih untuk menentukan siapa di antara mereka yang berhak mengasuh Maryam. Maka mereka bersepakat pergi ke suatu sungai untuk mengundi siapa yang berhak mengasuhnya dengan melemparkan pena-pena mereka, dengan kesepakatan bahwa siapa di antara mereka yang penanya tidak hanyut terbawa arus sungai, maka dia lah yang berhak mengasuh Maryam.

Ternyata pena Nabi Zakariya Alaihissallam lah yang tidak hanyut terbawa air sungai, sehingga beliaulah yang berhak mengasuh Maryam. [3] Adapun dalil dari Sunnah, disebutkan dalam hadis: عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ, فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهَ. Dari Aisyah radhiyallahu anha ia berkata: “Dahulu Rasulullah ﷺ apabila ingin bepergian, maka beliau mengundi para istrinya.

Siapa di antara mereka yang keluar undiannya, maka beliau akan pergi bersamanya.” [4] Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak, baik berkaitan dengan permasalahan ibadah ataupun muamalah. Dia antaranya adalah sebagai berikut: • Apabila ada dua orang berebut untuk mengumandangkan azan, sedangkan keduanya bukan muadzin ratib [5] dan tidak ada kelebihan salah satu dari yang lain, baik dari sisi keindahan dan kenyaringan suara, ataupun karakteristik lain yang diperhatikan dalam azan, maka penentuan yang berhak mengumandangkan azan dilakukan dengan cara menghilangkan najis anjing.

• Apabila ada dua orang atau lebih sama-sama berkeinginan menjadi imam salat, sedangkan mereka setara dari sisi keindahan bacaan, kedalaman ilmu agama, hijrah, dan usia, maka yang berhak menjadi imam ditentukan dengan pengundian. • Apabila seseorang ingin memberikan suatu barang tertentu, baik berupa air, pakaian, bejana, atau selainnya kepada orang yang paling layak mendapatkan barang tersebut di antara sekelompok orang. Ternyata sekelompok orang tersebut mempunyai sifat latar belakang yang sama, dan sulit ditentukan siapa di antara mereka yang paling layak mendapatkan barang tersebut.

Maka orang yang berhak mendapatkannya ditentukan dengan pengundian. • Apabila ada beberapa jenazah yang akan disalatkan maka jenazah orang yang paling berilmu diletakkan paling dekat dengan imam [6].

Namun apabila semua jenazah tersebut mempunyai kesetaraan dari sisi keilmuan, tidak ada yang lebih utama salah satu dari yang lainnya, maka yang diletakkan paling dekat dengan imam ditentukan dengan pengundian. • Apabila ada dua jenazah yang terpaksa dikuburkan dalam satu liang lahat karena tempat yang sempit, waktu yang sempit, atau tenaga pengubur yang sedikit, maka yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahat dan diletakkan lebih dekat ke arah Kiblat adalah jenazah orang yang paling utama di antara mereka.

Yaitu, jenazah orang yang paling berilmu dan paling banyak menghafal Alquran [7] Namun, apabila kedua jenazah tersebut mempunyai kesetaraan dalam ilmu dan hafalan, maka yang berhak dimasukkan lebih dahulu ke liang lahat ditentukan dengan undian. • Apabila ada dua orang sama-sama menyatakan bahwa suatu barang tertentu adalah miliknya, dan tidak ada qarinah (tanda-tanda) yang menguatkan salah satunya lebih berhak atas barang tersebut, maka orang yang berhak memilikinya ditentukan dengan pengundian.

Namun demikian, apabila barang tersebut bisa cara menghilangkan najis anjing dan keduanya bersepakat untuk membagi barang tersebut menjadi dua bagian dan masing-masing mendapatkan separuh bagian yang sama, ini diperbolehkan.

[8] • Apabila ada dua orang berebut untuk mendapatkan suatu barang atau perkara mubahat [9], dan barang tersebut tidak mungkin dimiliki secara bersama, maka orang yang berhak mendapatkannya ditentukan dengan pengundian Misalnya, apabila ada dua orang berbarengan dan sama-sama berkeinginan cara menghilangkan najis anjing duduk di suatu tempat tertentu di dalam masjid, maka dalam hal ini penentuan yang berhak duduk di tempat tersebut dilakukan dengan pengundian.

• Apabila seorang wanita akan melangsungkan pernikahan dan seluruh karib kerabat yang berhak menikahkannya berkeinginan menjadi wali nikahnya, padahal mereka semua sederajat, maka penentuan wali nikah dilakukan dengan pengundian. • Apabila seseorang mempunyai beberapa budak, kemudian ia membebaskan salah satu budaknya, tetapi ia lupa budak manakah yang ia bebaskan, maka penentuannya ditetapkan dengan pengundian.

Kemudian berkaitan dengan pembahasan kaidah ini, perlu dipahami bahwa apabila kadar kepemilikan dua orang atau lebih terhadap suatu harta ataupun piutang sudah diketahui secara jelas, kemudian mereka melakukan pengundian untuk menentukan siapa di antara mereka yang akan mendapatkan harta atau piutang cara menghilangkan najis anjing secara penuh, maka ini termasuk perjudian yang diharamkan berdasarkan dalil-dalil Alquran, Sunnah, dan Ijma.

Di antara contohnya dapat diketahui melalui dua kasus berikut: • Apabila sebuah mobil dimiliki secara bersama oleh dua orang.

Kemudian keduanya melakukan pengundian dengan kesepakatan bahwa siapa di antara keduanya yang keluar namanya dalam undian, maka ia berhak memiliki mobil tersebut secara penuh, pengundian seperti ini tidak diperbolehkan karena termasuk dalam kategori perjudian.

• Apabila ada dua orang sama-sama mempunyai piutang kepada si Fulan (seseorang), kemudian kedua orang tersebut melakukan pengundian, dengan kesepakatan bahwa siapa di antara keduanya yang namanya keluar dalam pengundian, maka seluruh piutang si Fulan, baik dari orang pertama ataupun orang kedua, menjadi miliknya.

Maka pengundian seperti ini termasuk dalam kategori perjudian. [10] Wallahu a’lam. [11] _______ Footnote [1].

Pengundian (undian) –seperti tercantum dalam kaedah di atas – ditujukan untuk menentukan pihak yang berhak mendapatkan sesuatu daripada pihak lain. Hal ini perlu ditekankan supaya tidak dibawa kepada undian-undian berhadiah – yang identik dengan perjudian – yang menjamur di media massa. Red) [2]. Lihat Aisar at-Tafasir, Abu Bakr Jabir al-Jazairi. Cet. VI, Tahun. 1424H/2003M. Maktabah Ulum wal Hikam, hlm. 1094 [3]. Lihat Tafsir Alquranul ‘Azhim, al-Hafizh Ibnu Katsir, Tahun.

1412 H/1992 M. Darul Fikr. Beirut, hlm. 446-447 [4]. HR. al-Bukhari no. 2593 dan Muslim no. 2770 [5]. Yaitu muadzin yang memang telah ditugaskan secara khusus untuk mengumandangkan azan di masjid tertentu.

[6]. Yang dimaksud dengan beberapa jenazah di sini adalah beberapa jenazah yang sejenis, yaitu sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan. Adapun jika jenisnya berbeda, maka jenazah-jenazah tersebut disalatkan dengan meletakkan jenazah laki-laki dewasa paling dekat dengan imam, kemudian anak laki-laki yang belum baligh, kemudian jenazah wanita dewasa, kemudian jenazah anak wanita yang belum baligh.

Lihat Fatawa fi Ahkamil Janaiz, Syaikh al-‘Utsaimin. Cet. I, Tahun. 1423H/2003M. Dar ats-Tsurayya. Riyadh, hlm. 102 [7]. Sebagaimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari no. 1347 [8]. Lihat ta’liq (komentar) Syaikh al-’Utsaimin rahimahullaherhadap kitab al-Qawa’id wal Ushul al-Jami’ah wal Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Cet. I, Tahun. 2002 M. Maktabah as-Sunnah, Kairo, hlm. 130 [9]. Yaitu barang-barang atau perkara-perkara yang tidak ada hak kepemilikan secara khusus atasnya, baik berupa tanah, tempat, tanaman, atau selainnya, sebagaimana dijelaskan pada kaidah sebelumnya.

[10]. Lihat contoh-contoh lain dari penerapan pengundian yang tidak diperbolehkan dan masuk dalam kategori perjudian dalam kitab Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh al-‘Utsaimin. Cetakan Pertama. Tahun 1426 H. Dar Ibi al-Jauzi. Dammam, hlm. 317-318. [11]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushul al-Jami’ah wal Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, tahqiq Syaikh DR.

Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Cet. II, Tahun. 1422H/2001M, Darul Wathan, Riyadh, hlm. 76-77 dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-26: Jika Terjadi Perselisihan Kaidah Kedua Puluh Enam يُقْبَلُ قَوْلُ اْلأُمَنَاءِ فِي الَّذِي تَحْتَ أَيْدِيْهِمْ مِنَ التَّصَرُّفَاتِ وَاْلإِتْلاَفِ وَغَيْرِهَا إِلاَّ مَا خَالَفَ الْحِسَّ وَالْعَادَةَ Perkataan Orang Yang Diserahi Amanah Berkaitan Dengan Pengelolaan, Kerusakan Dan Masalah Lain Yang Berhubungan Dengan Harta Yang Diamanahkan Kepadanya Diterima, Kecuali Apabila Menyelisihi Realita Dan Kebiasaan [1] Kaidah ini sangat penting untuk menyelesaikan perselisihan antara pemilik harta dan orang yang diserahi amanah [2] untuk mengelola harta tersebut.

Dalam akad mudhArabah atau yang semisalnya, pemilik harta (pemodal) mempercayakan hartanya kepada orang lain untuk kelola, baik dalam perdagangan, sewa atau lain sebagainya. Dalam hal ini, apabila terjadi perselisihan antara pemilik harta dengan orang yang diserahi amanah berkaitan dengan harta tersebut, maka perkataan yang diterima adalah perkataan orang yang diserahi amanah.

Karena pemilik harta telah mempercayakan harta kepadanya dan telah menposisikannya seperti dirinya. Namun apabila pernyataan orang yang diserahi amanah tersebut menyelisihi kebiasaan atau tidak selaras dengan realita yang ada, maka pernyataannya tidak diterima.

Misalnya, apabila seseorang yang dititipi barang mengatakan bahwa barang tersebut telah hancur karena musibah kebakaran. Sedangkan secara realita tidak ada indikasi musibah kebakaran, maka perkataannya tidak diterima.

Apabila ada tanda-tanda musibah kebakaran, kemudian terjadi perselisihan antara pemilik harta dengan orang yang dititipi harta, misalnya, si pemilik harta bersikeras bahwa barang yang dititipkan itu tidak ikut terbakar, sementara orang yang diserahi amanah menyatakan bahwa barang itu juga terbakar, maka perkataan yang diterima adalah perkataan orang yang diserahi amanah. [3] Kasus-kasus lain yang bisa menjadi contoh implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: • Apabila seseorang mewakilkan kepada orang lain untuk menjual sejumlah barang.

Beberapa waktu berselang, barang itu rusak. Lalu ia berkata kepada yang diserahi amanah, “Engkau wajib mengganti karena engkau tidak menjaga harta itu!” Sementara orang yang diserahi amanah menyanggahhh, “Saya sudah sungguh-sungguh menjaganya. Karenanya, saya tidak wajib mengganti.” Maka dalam kasus seperti ini, perkataan yang diterima adalah perkataan orang yang diserahi amanah. Karena kedudukannya sebagai orang yang diserahi amanah, sehingga perkataannya berkaitan dengan kerusakan barang, diterima.

• Apabila seseorang mewakilkan orang lain untuk menjual sejumlah pakaian. Beberapa waktu kemudian terjadi perselisihan. Si pemilik harta berkata: “Engkau belum menawarkan pakaian itu !” Dan orang yang diserahi amanah berkata: “Saya telah menawarkannya.” Maka dalam kasus ini, perkataan yang diterima adalah perkataan orang yang diserahi amanah. Karena kedudukannya sebagai orang yang diserahi amanah, sehingga perkataannya berkaitan dengan pengelolaan harta, diterima.

• Apabila seseorang meminjam suatu barang kepada orang lain. Setelah beberapa waktu, pemilik barang mendatangi orang yang meminjam untuk meminta supaya barangnya dikembalikan. Lalu si peminjam mengatakan bahwa barang tersebut telah rusak karena musibah. Maka dalam hal ini, perkataan si peminjam tersebut asalnya diterima karena kedudukannya sebagai orang yang diserahi amanah, dan sebelumnya memang ia telah mendapatkan izin dari pemilik harta untuk membawa ataupun memanfaatkan barang tersebut.

Adapun berkaitan dengan ganti rugi kerusakan, para ulama berbeda pendapat apakah si peminjam wajib mengganti barang tersebut ataukah tidak. Dan pendapat yang kuat adalah bahwa si peminjam tidak wajib mengganti atau membayar ganti rugi kecuali apabila ia tidak benar-benar menjaganya (tafrith) atau berlebihan dalam pemanfaatannya (ta’addi). [4] • Apabila ada akad sewa menyewa antara dua orang. Kemudian setelah masa sewa selesai, pemilik barang mendatangi si penyewa untuk meminta supaya barangnya dikembalikan.

Lalu si penyewa berkata bahwa barang tersebut rusak karena suatu kecelakaan. Maka perkataan si penyewa diterima karena kedudukannya sebagai orang yang diserahi amanah. [5] • Dalam akad mudahrabah, [6] perkataan mudharib (pengelola barang mudhArabah) berkaitan dengan keuntungan ataupun kerugian dari pengelolaan barang, diterima. Demikian pula perkataannya berkaitan dengan penjualan barang, baik secara tunai, kredit, syarat-syarat akad yang ia lakukan dan sebagainya. Cara menghilangkan najis anjing hal itu berkaitan dengan pengelolaan barang yang diamanahkan kepadanya.

[7] Dalam uraian di atas telah dijelaskan, bahwa pembahasan kaidah ini berkisar pada perselisihan antara pemilik harta dengan orang yang diserahi amanah berkaitan dengan pengelolaan dan kerusakan harta yang diamanahkan. Di sisi lain, terkadang timbul perselisihan berkaitan dengan pengembalian barang, apakah barang tersebut sudah dikembalikan atau belum. Yaitu, apabila orang yang diserahi amanah mengatakan bahwa harta yang diamanahkan sudah dikembalikan kepada pemilik harta, namun si pemilik menyangkalnya.

Maka dalam kasus seperti ini, para ulama menjelaskan, apabila si penerima amanah tidak memiliki kepentingan sama sekali pada harta tersebut, maka perkataannya diterima. Namun apabila dia memiliki kepentingan, maka perkataannya ditolak.(apabila harta yang diamanahkan tersebut semata-mata untuk maslahat si pemilik harta maka asalnya perkataan orang yang diserahi amanah diterima.

Namun apabila orang yang diserahi amanah mengambil manfaat dari harta yang diamanahkan kepadanya, maka asalnya perkataannya tidaklah diterima). [8] Implementasinya sebagai berikut: • Apabila Ahmad menitipkan sejumlah uang kepada Hasan. Selang beberapa waktu kemudian, Ahmad menemui Hasan untuk meminta uang yang dititipkannya itu.

Kemudian Hasan berkata bahwa uang tersebut sudah dikembalikan kepada Ahmad. Maka dalam kasus seperti ini, perkataan yang diterima adalah perkataan Hasan dan ia tidak dituntut untuk mendatangkan bukti pengembalian.

Karena Hasan membawa harta tersebut semata-mata untuk kepentingan Ahmad dan tidak berkepentingan dengannya. Dalam hal ini, ia juga telah berbuat ihsan ketika membantu Ahmad membawakan uangnya. Sementara Allah ﷻ berfirman berkaitan dengan orang yang berbuat ihsan: مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ “Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik.

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. at-Taubah/9:91] • Apabila seseorang menyelamatkan harta orang lain dari kehancuran karena ada bencana alam atau semisalnya. Setelah itu, pemilik harta menyatakan bahwa seluruh harta tersebut atau sebagiannya belum dikembalikan kepadanya. Sedangkan orang yang menyelamatkan mengatakan bahwa ia telah mengembalikan semua harta yang ia selamatkan kepada pemiliknya. Maka dalam kasus seperti ini, perkataan berpihak kepada si penyelamat harta.

Karena ia membawa harta tersebut demi kemaslahatan pemilik harta. Dan ini masuk juga dalam keumuman firman Allah ﷻ dalam Surat at-Taubah di atas. [9] • Apabila Ahmad meminjam barang dari Hasan. Setelah beberapa lama, terjadi perselisihan. Ahmad mengaku telah mengembalikan barang tersebut, sementara Hasan menyangkal. Maka dalam kasus seperti ini, hukum berpihak kepada Hasan. Karena Ahmad membawa barang tersebut adalah untuk kepentingan dirinya serta untuk mengambil manfaat darinya. Maka pengakuan Ahmad tidak diterima kecuali jika ia bisa mendatangkan bukti pengembalian barang tersebut.

• Apabila Ahmad menyewa sebuah mobil dari Hasan. Setelah masa sewa habis, Hasan menemui Ahmad untuk meminta mobilnya dikembalikan. Lalu Ahmad mengatakan bahwa mobil telah ia kembalikan ke Hasan. Maka dalam hal ini, perkataan Ahmad tidak diterima, karena ia membawa mobil untuk kemaslahatannya dan ia mengambil manfaat darinya.

[10] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wa at-Taqasimul Badi’atun Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih. Cet. II. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh, hlm. 78. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. [2]. Orang yang diserahi amanah (al-amin) maksudnya orang yang mendapatkan kepercayaan untuk membawa harta orang lain dengan izin pemiliknya atau dengan izin syariat.

(Lihat Tuhfatu Ahlit Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih. Cet. Ke-2. Tahun 1423 H. Dar Ibni al-Jauzi. Damam, hlm. 38-39. [3]. Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah terhadap kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wa at-Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Cet I. Tahun 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo, hlm. 131. [4].

Ini dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin dalam Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi. Cet. I. Tahun 1426 H.

Dar Ibni al-Jauzi. Damam, hlm. 278. [5]. Lihat Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. 278. [6]. MudhArabah adalah akad persekutuan antara dua orang atau lebih, di mana harta berasal dari salah seorang di antara mereka, sedangkan yang lainnya berperan seabgai pengelola harta tersebut dengan keuntungan dibagi sesuai kesepakatan di antara mereka, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik harta.

Lihat Mu’jam Lughah al-Fuqaha. Prof. Dr. Muhammad Rawas Qal’ah Jiy dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi. Cet. II. Tahun 1408 H/1988 M. Dar an-Nafais. Beirut. Pada kata ( المضاربة ). [7]. Lihat contoh-contoh lain penerapan kaidah ini dalam Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. 277-278. [8]. Lihat penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam kitab Tuhfatu Ahlit Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, hlm. 38-39.

[9]. Lihat Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. 276. [10]. Lihat pula pembahasan kaidah ini dalam Taqrirul Qawa’id wa Tahrirul Fawa’id, al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali.

Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman. Cet. I. 1419 H/1998 M. Dar Ibni Affan, hlm. 315-322. Dan Syarhul Qawa’idis Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. Dar Athlas al-Kahadhra’, hlm. 186. Kaidah Ke-27: Meninggalkan Perintah Dan Mengerjakan Larangan Dalam Ibadah Kaidah Kedua Puluh Tujuh مَنْ تَرَكَ الْمَأْمُوْرَ جَهْلاً أَوْ نِسْيَانًا لَمْ تَبْرَأْ ذِمَّتُهُ إِلاَّ بِفِعْلِهِ, وَمَنْ فَعَلَ الْمَحْظُوْرَ وَهُوَ مَعْذُوْرٌ بِجَهْلٍ أَوْ نِسْيَانٍ بَرِئَتْ ذِمَّتُهُ وَتَمَّتْ عِبَادَتُهُ Barang siapa meninggalkan sesuatu perintah karena tidak tahu atau lupa maka ia masih tetap mempunyai tanggungan untuk mengerjakannya.

Dan barang siapa mengerjakan sesuatu yang dilarang karena tidak tahu atau karena lupa maka ia telah lepas dari tanggungan dan ibadah yang ia lakukan telah sempurna Kaidah ini menjelaskan perbedaan hukum antara meninggalkan perintah dan mengerjakan larangan dalam ibadah ataupun masalah lain.

Apabila seseorang meninggalkan suatu yang diperintahkan karena jahil (belum tahu hukumnya) atau karena lupa, maka ia tetap masih mempunyai tanggungan untuk mengerjakan perkara yang diperintahkan tersebut. Adapun yang mengerjakan perkara yang dilarang karena uzur, yaitu belum tahu hukumnya atau lupa, maka ia dimaafkan dan tidak ada kewajiban yang harus ditanggung.

[1] Dalil yang mendasari kaidah ini di antaranya adalah sabda Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ “Barang siapa yang lupa mengerjakan salat, maka hendaklah ia mengerjakannya apabila ia ingat, tidak ada Kaffarah atasnya kecuali mengerjakan salat tersebut.” [2] Dalam hadis ini, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa barang siapa yang lupa tidak mengerjakan salat karena lupa, maka ia masih tetap mempunyai kewajiban untuk mengerjakannya, karena salat, satu perintah sehinggga tidak gugur karena lupa.

[3] Dalam hadis yang lain Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ “Barang siapa yang lupa dirinya sedang puasa lalu dia makan atau minum maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah.” ﷻ.

[4] Dalam hadis ini Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa makan atau minum karena lupa tidak membatalkan puasa. [5] Karena makan dan minum saat berpuasa termasuk larangan, sehingga ketika ada yang mengerjakannya karena lupa maka itu tidak mengakibatkan puasanya batal.

[6] Di antara penerapan dan implementasi kaidah yang mulia ini dapat diketahui dari contoh-contoh kasus berikut: • Apabila seseorang salat dalam keadaan berhadats karena lupa atau belum tahu hukumnya maka ia harus mengulangi salatnya. Karena salat dalam keadaan suci, termasuk perkara yang diperintahkan.

Maka ketika itu ditinggalkan karena lupa atau tidak tahu hukum maka ia tetap mempunyai tanggungan untuk mengerjakannya. [7] • Seseorang yang salat, ia tidak tahu ada najis di badannya atau di bajunya dan ia baru mengetahuinya setelah selesai salat, maka salatnya tetap sah dan tidak wajib mengulangi salat. Karena keberadaan najis termasuk dalam kategori sesuatu yang dilarang. Maka ketika itu terjadi karena tidak tahu atau lupa maka itu tidak memengaruhii keabsahan salat.

[8] • Apabila seseorang salat dan meninggalkan salah satu rukun, karena lupa atau tidak tahu, maka ia masih mempunyai kewajiban mengerjakan rukun yang ia tinggalkan itu. Karena menyempurnakan rukun salat masuk dalam kategori perkara yang diperintahkan. • Apabila seseorang dalam keadaan suci dari hadats kemudian ia makan daging unta [9] dan ia tidak tahu bahwa daging itu adalah daging unta.

Setelah itu ia langsung melaksanakan salat tanpa berwudhu lagi. Maka ia harus mengulangi salatnya karena ia salat dalam keadaan suci termasuk perkara yang diperintahkan. [10] Barang siapa lupa berniat pada malam hari untuk puasa wajib maka puasanya tidak sah. Karena berniat termasuk dalam kategori perkara yang diperintahkan, maka ketika ditinggalkan karena lupa, atau tidak tahu hukum, ia tetap harus mengulangi puasanya.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ, yang artinya, “Barang siapa tidak berniat sebelum terbit fajar (untuk puasa wajib) maka tidak ada puasa baginya. [11] • Apabila seseorang melaksanakan ibadah haji dan ia meninggalkan salah satu dari perkara wajib dalam ibadah haji, misalnya tidak bermalam di Muzdalifah, atau tidak melaksanakan Thawaf Wada karena lupa atau belum tahu hukum maka ia wajib membayar dam. [12] Karena menyempurnakan kewajiban-kewajiban dalam haji termasuk perkara yang diperintahkan.

Maka ketika ada yang meninggalkannya karena lupa atau tidak tahu, ia masih mempunyai tanggungan berkaitan dengan itu. Dalam hal ini dengan membayar dam sebagai pengganti ibadah yang ia tinggalkan tersebut.

• Apabila seseorang dalam keadaan ihram [13] dalam ibadah haji atau umrah, kemudian ia melanggar salah satu larangan ketika berihram, misalnya memakai minyak wangi, atau memakai pakaian yang berjahit bagi laki-laki, atau memakai tutup kepala bagi laki-laki, karena lupa atau tidak tahu hukumnya, maka ia tidak terkena kewajiban untuk membayar Fidyah. [14] Karena pelanggaran tersebut termasuk dalam kategori mengerjakan perkara yang dilarang, dan ia melakukannya karena lupa atau ketidaktahuan.

• Apabila seseorang bersumpah untuk tidak mengerjakan sesuatu tertentu, kemudian ia mengerjakannya karena lupa, maka ia tidak berdosa dan tidak wajib untuk membayar Kaffarah. Karena melanggar sumpah termasuk dalam kategori mengerjakan sesuatu yang dilarang, maka ketika itu dilakukan karena lupa atau tidak tahu maka ia tidak berdosa dan tidak ada kewajiban yang harus ditanggung.

[15] Kemudian, sebagaimana disebutkan dalam uraian di atas bahwa kaidah ini membahas tentang keberadaan seseorang yang meninggalkan perkara yang diperintahkan karena lupa atau belum tahu hukumnya. Adapun yang meninggalkannya tanpa uzur, maka disamping masih mempunyai tanggungan untuk mengerjakan, maka ia juga berdosa karena sengaja meninggalkannya.

Berbeda dengan orang yang meninggalkan perkara yang diperintahkan atau mengerjakan perkara yang dilarang karena lupa atau belum tahu hukumnya, maka ia tidak berdosa. [16] Sebagaimna firman Allah ﷻ tentang doa orang-orang yang beriman: رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” [QS.

Al Baqarah/2: 286] Disebutkan dalam salah satu Hadis Qudsi, bahwasanya Allah ﷻ berfirman: قَدْ فَعَلْتُ “Sungguh Aku telah mengabulkannya.” [17] Wallahu a’lam.

[18] _______ Footnote [1]. al-Asybah wan Nazha-ir. Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi. Cet. Ke-4, Th. 1418 H/1998 M. Dar al-Kutub al-‘Arabiy. Beirut. Hlm. 339. [2]. HR. al-Bukhari, no. 597 dan Muslim no. 684. [3]. Lihat al-Mausu’atul Fiqhiyyah, cara menghilangkan najis anjing. Cet. Ke-2. 1404 H/1983 M. Wizaratul Auqaf, Kuwait. [4]. HR. al-Bukhari, no. 1933 dan Muslim, no. 1155 serta ad-Darimi, no. 1725. [5]. Lihat Taisirul ‘Allam. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Saleh Alu Bassam.

Cet. I. Th. 1422 H/2002 M. Dar al-Aqidah. Kairo. Hlm. 361. [6]. Lihat al-Mausu’atul Fiqhiyyah. 40/280, Cet. Ke-2. 1404 H/1983 M. Wizaratul Auqaf, Kuwait. [7]. Lihat Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi. Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin.

Cet. I, Th 1426 H. Dar Ibni al-Jauzi. Damam. hlm. 151. [8]. Sebagaimana dalam hadis Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu riwayat Abu Dawud, no. 650. Hadis ini diShahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud, 1/192. [9]. Makan daging unta termasuk pembatal wudhu sebagaimana dalam hadis al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu anhu yang diriwayatkan Abu Dawud, no. 184 dan diShahihkan Syaikh cara menghilangkan najis anjing dalam Shahih Sunan Tirmidzi, No.

81. [10]. Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Cara menghilangkan najis anjing al-Utsaimin terhadap kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wa al-Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Cet. I. Th 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. Hlm. 133. [11]. HR. an-Nasai, no. 2331. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Ghalil, No. 914. [12]. Dam adalah denda yang harus dibayar karena meninggalkan salah satu dari kewajiban dalam ibadah haji.

Dam itu dengan menyembelih seekor kambing dan membagikannya kepada fakir miskin di tanah haram. Jika tidak mampu maka berpuasa sepuluh hari, tiga hari ketika masa haji dan tujuh hari jika telah pulang. (Lihat al-Mausu’atul Fiqhiyyah. 32/72, Cet. Ke-2. 1404 H/1983 M. Wizaratul Auqaf, Kuwait) [13]. Ihram adalah niat untuk masuk ke dalam rangkaian manasik haji atau umrah.

(Lihat, al-Mausu’atul Fiqhiyyah. 2/128-129) [14]. Fidyah adalah denda yang harus dibayar karena mengerjakan salah satu perkara yang dilarang ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah. (al-Mausu’atul Fiqhiyyah, 32/72-73). [15]. Lihat Syarhul Qawa’id as-Sa’diyah. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa-at-Tauzi’. Hlm. 188. [16].

Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin terhadap kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wa al-Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Cet. I. Th 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. Hal. 133-134. [17]. HR. Muslim, no. 126. [18]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wa al-Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih. Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr.

Riyadh. Hlm. 78-80. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Cara menghilangkan najis anjing Ke-28: Pengganti Menempati Posisi Yang Digantikan Kaidah Kedua Puluh Delapan يَقُوْمُ الْبَدَلُ مَقَامَ الْمُبْدَلِ وَلَكِنْ لاَ يُصَارُ إِلَيْهِ إِلاَّ إِذَا تَعَذَّرَ اْلأَصْلُ Pengganti Menempati Posisi Yang Digantikan, Namun Pengganti Tidak Dijalankan Kecuali Jika Pelaksanaan (Ibadah) Yang Diganti Terhalang Ini sebuah kaidah yang masyhur di kalangan para ulama.

Kaidah ini menjelaskan bahwa badal (pengganti atau ibadah pengganti) diberi hukum yang sama dengan mubdal (yang digantikan atau ibadah yang digantikan).

Artinya, jika yang digantikan adalah suatu yang wajib maka penggantinya juga wajib. Jika yang digantikan hukumnya sunnah maka penggantinya pun sunnah. [1] Di antara dalil yang mendasari kaidah ini yaitu firman Allah ﷻ: وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memeroleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu cara menghilangkan najis anjing tanah itu.

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu.” [QS. al-Maidah/5:6] Pada ayat ini, setelah menjelaskan kewajiban bersuci dengan air, kemudian Allah ﷻ menempatkan tanah sebagai pengganti air, ketika tidak ada air atau berbahaya jika menggunakannya. Dalam ayat ini diisyaratkan, bahwa dengan Tayammum (bersuci dengan tanah atau debu) seseorang diperbolehkan mengerjakan ibadah dan hal-hal lain yang hanya boleh dikerjakan jika sudah bersuci dengan air.

Di sini juga ada isyarat bahwa Tayammum menempati posisi bersuci dengan air. [2] Demikian pula sabda Nabi ﷺ: الصَّعِيْدُ الطَّيِّبُ وَضُوْءُ الْمُسْلِمِ وَإِنْ لَمْ يَجِدِ الْمَاءَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَإِذَا وَجَدَ الْمَاءَ فَلْيَتَّقِ اللهَ وَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ Debu yang suci adalah alat bersuci bagi Muslim meskipun ia tidak mendapatkan air selama sepuluh tahun.

Jika ia telah menjumpai air maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menyentuhkan air itu ke kulinya.

[3] Hadis di atas juga menunjukkan bahwa Tayammum dengan menggunakan debu merupakan pengganti air untuk bersuci apabila tidak ada air. [4] Namun demikian seseorang tidak diperbolehkan untuk mengerjakan ibadah pengganti kecuali jika sudah ia tidak mampu untuk mengerjakan ibadah yang digantikan tersebut.

Jika ia langsung mengerjakan ibadah pengganti padahal ia mampu mengerjakan ibadah yang digantikan maka itu tidak sah dan ia berdosa karena mengabaikan sesuatu yang menjadi hukum asal.

[5] Berikut ini adalah beberapa contoh implementasi kaidah ini: • Apabila seseorang bertayammum untuk melaksanakan salat Dhuha dan ia tidak batal sampai waktu Zuhur tiba, maka ia boleh Salat Zuhur dengan Tayammumnya tersebut. Karena Tayammum adalah pengganti wudhu, ketika tidak ada air. • Seseorang yang bangun dari tidur dan menyadari dirinya dalam keadaan janabah. Maka ia boleh berTayammum sebagai ganti mandi janabah, apabila tidak ada air.

Jika waktu Salat Zuhur tiba, maka ia tidak wajib berTayammum lagi untuk janabahnya. Yang wajib hanyalah bertayamum dari hadats kecil jika ia berhadats kecil di rentang waktu antara setelah bertayamum dan Zuhur. • Namun jika ia bertayammum dari janabah, kemudian ia menjumpai air maka ia wajib untuk mandi. [6] • Apabila seseorang bernadzar untuk menyembelih unta untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, namun ia tidak mendapatakan unta, lalu ia menyembelih tujuh ekor kambing sebagai gantinya, maka itu diperbolehkan.

Dan kambing tersebut diberi status hukum yang sama dengan yang digantikan. Demikian pula sebaliknya. • Apabila seseorang tidak mampu rukuk dan sujud saat salat, maka ia boleh untuk berisyarat sebagai pengganti dari rukuk dan sujud. Dan mestinya isyarat untuk sujud lebih rendah daripada isyarat rukuk.

Jika ia mampu membungkukkan punggungnya untuk rukuk dan meletakkan keningnya di lantai untuk sujud, maka itulah yang wajib baginya cara menghilangkan najis anjing tidak boleh diganti dengan isyarat.

• Seorang jamaah haji yang melaksanakan Haji Tamattu’ atau qiran, wajib baginya untuk menyembelih hadyu, yaitu binatang ternak yang disembelih pada hari nahr (tanggal sepuluh Dzulhijjah). Akan tetapi jika ia tidak mampu, maka ia boleh mengerjakan penggantinya yaitu berpuasa sepuluh hari, yaitu tiga hari dilaksanakan pada masa haji dan tujuh hari setelah ia pulang ke daerah asal.

[7] • Hukum dalam ibadah haji adalah dikerjakan oleh orang yang bersangkutan tanpa diwakilkan. Namun, jika fisiknya tidak memungkinnya berangkat haji, misalnya lumpuh, sementara ia hartanya cukup untuk ibadah haji, maka ia bisa mewakilkannya ke orang lain untuk menghajikannya. Ini adalah pengganti dari melaksanakan haji dengan badannya sendiri. • Seseorang yang melanggar sumpahnya wajib baginya untuk membayar Kaffarah sumpah, yaitu dengan memilih salah satu dari beberapa opsi yang ditetap syariat seperti memberikan makanan sepuluh orang miskin, atau memberikan pakaian kepada mereka, atau membebaskan seorang budak.

[8] Ia boleh memilih salah satu dari ketiga hal tersebut. Namun, jika ia tidak mampu mengerjakan salah satunya, maka ia boleh mengerjakan penggantinya yaitu berpuasa selama tiga hari.

Ia tidak boleh membayar Kaffarah dengan puasa tiga hari kecuali jika memang tidak mampu mengerjakan salah satu dari tiga opsi di atas. • Berkaitan dengan Kaffarah Zhihar. [9] Seseorang tidak diperbolehkan memilih Kaffarah urutan kedua kecuali jika ia tidak mampu mengerjakan Kaffarah urutan pertama. Karena Kaffarah Zhihar bersifat tartib (urutan). Sehingga seseorang tidak boleh mengerjakan puasa dua bulan berturut-turut jika ia mampu untuk membebaskan seorang budak.

Karena posisi puasa dua bulan berturut-turut sebagai badal (pengganti) dari membebaskan budak. Wallahu a’lam. [10] cara menghilangkan najis anjing Footnote [1]. Syarh Manzhumati Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi. Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin. Cet. 1. Tahun 1426 H. Dar Ibni al-Jauzi. Damam. Hlm. 298. [2]. Lihat Hasyiyah Ibnu Abidin 1/241, al-Mudawwanah 1/42, al-Umm 1/39, Majmu’ al-Fatawa 21/353, dan al-Inshaf 1/263.

[3]. HR. Ahmad (5/180), Abu Dawud, no. 332; Tirmidzi, no. 124, dan Nasa-i no. 322. Dari Abu Dzar z. [4]. Lihat Taudhihul Ahkam. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam. Cet. Ke-5. 1423 H/2003 M.

Maktabah al-Asadi. Makkah al-Mukarramah. Hlm. 423. [5]. Lihat Talqihul Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah. Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan.

Kaidah Kelima. [6]. Sebagaimana disebutkan dalam Cara menghilangkan najis anjing. Bukhari no. 337, Muslim no. 312, Ahmad (5/180), Abu Dawud no. 232, Tirmidzi no. 124, dan Nasa-i no. 322. [7]. Sebagaimana dijelaskan dalam. al-Baqarah/2:196. [8]. Kaffarah sumpah dijelaskan dalam al Maidah/5:89. [9]. Zhihar adalah jika seorang suami menyatakan bahwa istrinya haram untuknya, dengan mengatakan: “Engkau bagiku seperti punggung ibuku”, atau ucapan semisalnya.

Seorang suami yang telah menzhihar istrinya, lalu ingin kembali kepadanya maka ia harus membayar Kaffarah dengan membebeskan seorang budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada enam puluh orang miskin sebagaimana disebutkan dalam al-Mujadilah/58:3-4.

(Lihat Minhajul Muslim. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi. Tahun 2002 M. Dar Ibnu al-Haitsam. Kairo. Hal. 358). [10]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimil Badi’ah an-Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih.

Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh. Hlm. 80. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya Kaidah Ke-29: Memahami Keumuman Dan Kekhususan Sebuah Kalimat Kaidah Kedua Puluh Sembilan يَجِبُ تَقْيِيْدُ اللَّفْظِ بِمُلحَقَاتِهِ مِنْ وَصْفٍ، أَوْشَرْطِ، أَوِاسْتِشْنَاءٍ، أَوْ غَيْرِهَامِنَ الْقُيُوْدِ Wajib Mengaitkan Perkataan Dengan Hal-Hal Yang Mengikatnya, Seperti Sifat, Syarat, Pengecualian Atau Pengikat Lainnya.

Kaidah ini menjelaskan tentang pentingnya memahami dan menerapkan konsekuensi perkataan yang bersyarat. Apabila sebuah perkataan bersifat umum, maka dipahami umum. Namun, jika sebuah perkataan dikaitkan dengan sesuatu, maka dipahami sesuai kaitannya tersebut [1]. Kaidah ini secara umum telah diketahui dan dikenal, baik dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa lainnya.

Kaidah ini bisa diterapkan dalam memahami firman Allah ﷻ: sabda Nabi ﷺ dan perkataan semua orang. Banyak permasalahan yang masuk dalam penerapan kaidah ini, baik berkaitan dengan akad bisnis ataupun Tabarru’ (nirlaba), persyaratan wakaf, wasiat, pembebasan budak, talak, sumpah dan selainnya.

Kaidah ini mempunyai implementasi dan contoh penerapan yang cukup banyak, baik berkaitan dengan permasalahan ibadah ataupun muamalah (intraksi antara sesama manusia). Di antara contohnya: • Apabila seseorang mewakafkan tanah dengan mengatakan: “Tanah ini saya wakafkan untuk orang-orang fakir”.

Maka cara menghilangkan najis anjing dari perkataan ini adalah yang berhak memanfaatkan tanah wakaf tersebut hanyalah orang-orang yang tergolong fakir, tidak selainnya. Karena dalam perkataan tersebut ada pengikatnya secara khusus, sehingga harus diterapkan sesuai dengan ikatannya tersebut. Ini adalah contoh pengikat dan menyebutkan sifat. [2] • Apabila seseorang mengatakan: “Saya wakafkan tanah saya ini untuk Ahmad dan Zaid, dengan perincian, Ahmad dua pertiga dan Zaid sepertiga”.

Konsekuensi dari perkataan ini adalah harus diterapkan sesuai dengan syarat yang telah ditentukan tersebut. • Apabila seseorang mengatakan: “Saya wakafkan tanah saya ini untuk anak-anak Ahmad kecuali anak yang fasik”.

Konsekuensi dari perkataan ini adalah harus diterapkan sesuai dengan syarat yang telah ditentukan tersebut. • Dalam hadis dijelaskan bolehnya mengusap khuf (sepatu bot atau yang sejenisnya) ketika berwudhu. Pembolehan ini disebutkan secara mutlaq (umum), misalnya dalam hadis Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. جَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ، وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيْمِ يَعْنِي فِي الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ “Nabi ﷺ telah menetapkan tiga hari tiga malam bagi musafir dan sehari semalam bagi orang yang mukim, yakni tentang mengusap dua khuf.” [3] Dalam masalah ini, sebagian ulama menyebutkan beberapa syarat khusus terkait kondisi khuf.

Namun syarat-syarat tersebut tidak ada dalil khusus yang menjelaskannya [4]. Misalnya, syarat khuf yang boleh diusap sebagai ganti dari mencuci kaki adalah khufnya tidak bercelah (berlobang) yang menyebabkan telapak kaki terlihat. Penentuan syarat-syarat tersebut kurang tepat, karena pembolehannya disebutkan secara umum. Mengkhususkan sesuatu yang disebutkan secara umum oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, beresiko menimbulkan kesulitan kepada hamba Allah ﷻ dalam hal-hal yang diberi keleluasaan oleh Allah ﷻ.

• Nabi ﷺ menjelaskan bahwa mengkonsumsi daging unta termasuk pembatal wudhu, seperti dalam hadis riwayat Abu Sawud rahimahullah: عَنِ الْبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْ لُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَنِ الْوُضُوْءِمِنْ لُحُوْمِ اْلإِبِلِ فَقَالَ: تَوَضَّؤُوامِنْهَا Dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang berwudhu (setelah selesai) dari makan daging unta, maka beliau bersabda: berwudhulah darinya.

[5] Yang terpahami dari hadis ini adalah makan daging unta bisa membatalkan wudhu, baik daging unta yang masih mentah atau sudah matang. Karena Rasulullah ﷺ menyebutkan makan daging unta secara umum [6]. Dan perkataan yang datang secara umum, kita pahami sesuai keumumannya kecuali ada dalil yang mengkhususkannya. Dan perkataan yang datang secara khusus maka dipahami sesuai kekhususannya. • Tentang pembebasan budak Kaffarah (denda) pembunuhan. Sebagaimana firman Allah ﷻ: وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ cara menghilangkan najis anjing مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا “Dan barang siapa membunuh seorang Mukmin karena tersalah (tidak sengaja, maka hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.” [QS.

an-Nisa/4:92] Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan bahwa hamba sahaya yang dimerdekakan adalah hamba sahaya yang beriman. Maka tidak boleh membayar Kaffarah pada kasus pembunuhan dengan membebaskan budak non Muslim. Karena Allah ﷻ telah mengkhususkan budak yang beriman pada ayat ini. Dan hal-hal yang telah dijelaskan kekhususannya maka wajib difahami sesuai kekhususannya tersebut [7]. Dalam pembahasan kaidah ini, perlu dipahami bahwa adakalanya sebuah perkataan dihukumi bersifat khusus meskipun secara lahiriah bersifat umum, karena ada sebab tertentu yang menuntut demikian.

Marilah kita perhatikan contoh-contoh kasus berikut: • Apabila seorang suami melihat istrinya berbincang dengan lelaki lain. Lalu si suami tersebut mentalak istrinya karena menyangka bahwa lelaki itu bukan mahram istrinya. Setelah dia tahu bahwa lelaki tersebut adalah mahram istrinya. Maka dalam kasus ini, talaknya tidak jatuh.

Meskipun talak yang diucapkan suami bersifat umum tetapi dihukumi secara khusus karena sebab tertentu. Dalam kasus ini, suami mentalak istrinya karena mengira lelaki yang berbincang-bincang dengan istrinya itu bukan mahramnya, namun ternyata dugaan itu tidak terbukti.

• Apabila Ahmad bersumpah tidak akan bertegur sapa dengan Zaid karena mengira Zaid adalah orang yang telah menzaliminya. Kemudian terbukti bukan Zaid. Apabila kemudian Ahmad menyapa Zaid, maka dalam kasus ini, Ahmad tidak dihukumi telah melanggar sumpah.

Meskipun sumpah yang diucapkan Ahmad tersebut secara lahiriah bersifat umum, namun dihukumi khusus karena sebab tertentu [8]. Berkaitan dengan pembahasan kaidah ini pula, Para ulama menjelaskan, bahwa pengkhususan suatu perkataan diterima apabila tidak bertentangan dengan ketentuan syari, baik Alquran maupun as-Sunnah.

Jika bertentangan dengan ketentuan syari maka pengkhususan tersebut tidak bisa diterima [9]. Dengan demikian bisa dipahami, apabila seseorang mewakafkan hartanya khusus untuk pelaku kebidahan, atau untuk orang yang berbuat maksiat, atau cara menghilangkan najis anjing untuk pengikut madzhab tertentu maka persyaratan dan pengkhususan semisal itu tidaklah dianggap.

Wallahu a’lam [10]. _______ Footnote [1]. Lihat Irsyadul Fuhul ila Tahqiqil Haq min Ilmil Ushul, Imam Muhammad bin Ali Ay-Syaukani, Tahqiq Abu Hafs Sami bin al-Arabi al-Atsari. Cet.1 Tahun 1421H/2000M Darul Fadhilah hlm.711 [2]. Lihat Syarhul Qawaa’id As-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. Dar Athlas al Kahadhra’, hlm.192 [3]. HR. Muslim dalam Kitabut Thaharah, bab at-Tauqif fil Mashi’alal Khuffaini, no.

85 [4]. Lihat as-Syarhul Mumti (1/232-233). Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin.cet.1 Tahun 1422H. Dar Ibnil Jauzi. [5]. HR Abu Daud dalam Kitabut Thaharah, bab al Wudhu min Luhumil Ibil, no. 184. Hadis ini diShahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih sunan At-Tirmidzi no.

81 [6]. Sebagian ulama berpendapat bahwa makan daging unta yang membatalkan wudhu adalah apabila daging tersebut masih mentah, adapun makan daging unta yang telah dimasak maka tidak membatalkan wudhu. (Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, 43/397-398 Cet Ke-2 1404H/1983M Wizaratul Auqaf was Syu-un al-Islamiyah.

Kuwait [7]. Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, 38/122-123 [8]. Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah terhadap kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Cet. Ke-1 tahun 2002M. Maktabah as-Sunnah. Kairo hlm. 138-139 [9]. Lihat Syarhul Qawa’id as Sa’diyah. Syaikh Abdul Muhsin bin Cara menghilangkan najis anjing Az Zamil. Dar Athlas al Kahadhra lil Nasyri wat Tauzi hlm.

196 [10]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimil Badi’ah an-Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih. Cetakan kedua.

1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh. Hlm. 80. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya Kaidah Ke-30: Orang Yang Berserikat, Saling Menanggung Penambahan, Pengurangan Dan Perbaikan Kaidah Ketiga Puluh الشُّرَكَاءُ فِي اْلأَمْلاَكِ يَشْتَرِكُوْنَ فِي زِيَادَتِهَا وَنُقْصَانِهَا, وَيَشْتَرِكُوْنَ فِي التَّعْمِيْرِ اللاَّزِمِ وَتُقَسَّطُ عَلَيْهِمُ الْمَصَارِيْفُ بِحَسَبِ مِلْكِهِمْ وَمَعَ الْجَهْلِ بِمِقْدَارِ مَا لِكُلٍّ مِنْهُمْ يَتَسَاوَوْنَ Orang-orang yang berserikat dalam kepemilikan suatu barang, saling menanggung penambahan dan pengurangan benda tersebut, dan bersama-sama menanggung perbaikan yang bersifat wajib.

Dan hak masing-masing dibagi sesuai kadar kepemilikan mereka. Adapun jika kadar kepemilikan masing-masing tidak cara menghilangkan najis anjing maka dibagi rata di antara mereka. Kaidah ini menjelaskan tentang orang-orang yang berserikat dalam kepemilikan suatu benda. Mereka ini, sama-sama menerima untung jika ada penambahan nilai pada barang tersebut, namun jika sebaliknya, maka mereka sama-sama menanggung kerugian. Demikian pula, jika benda itu perlu perbaikan, maka biaya perbaikannya ditanggung bersama-sama.

Prosentase keuntungan dan kerugian sesuai dengan prosentase kepemilikannya terhadap benda yang dimiliki secara bersama-sama itu.

Penambahan tersebut bisa berupa penambahan dari sisi zatnya, sifatnya, tambahan yang terpisah atau tambahan yang menyatu dengan benda yang mereka miliki, demikian pula tambahan dari hasil usahanya [1].

Penerapan kaidah ini dapat diketahui dari contoh-contoh kasus, di antaranya: • Apabila sebuah rumah dimiliki oleh dua orang. Salah satunya memiliki sepertiga dan yang lainnya memiliki dua pertiga dari rumah tersebut.

Jika nilai jual rumah itu bertambah, maka tambahan ini menjadi milik bersama sesuai dengan prosentase kepemilikan masing-masing [2]. Sebaliknya jika terjadi kerusakan, dan salah satu pemiliknya ingin rumah itu diperbaiki, maka pemilik lainnya wajib ikut andil dalam perbaikan tersebut [3]. • Jika beberapa hewan ternak dimiliki oleh dua orang atau lebih, maka biaya pemeliharaannya ditanggung berdua sesuai dengan kadar kepemilikannya. Artinya, yang kadar kepemilikan setengah, ia wajib menanggung setengah dari seluruh biaya.

Dan, yang kadar kepemilikan sepertiga, ia wajib menanggung 1/3 dari seluruh biaya pemeliharaan [4]. • Jika sebidang tanah atau sebuah rumah diwakafkan untuk beberapa orang. Kemudian tanah atau rumah tersebut rusak dan perlu biaya perbaikan. Maka biaya tersebut ditanggung bersama [5]. • Apabila dua orang sepakat membangun dinding pembatas antara rumah mereka, kemudian dinding tersebut rusak.

Lalu mereka berselisih tentang siapakah yang berkewajiban memperbaikinya. Maka, dalam masalah ini yang wajib memperbaiki adalah mereka berdua, karena mereka memanfaatkannya bersama [5]. • Beberapa ekor kambing yang dimiliki dua orang, kemudian jumlahnya bertambah karena ada yang melahirkan, atau kambing tersebut memproduksi susu.

Maka tambahan tersebut menjadi milik bersama sesuai prosentase kepemilikan masing-masing. Ini adalah contoh an-nama’ al-munfashil (tambahan yang terpisah). • Jika seekor ternak dimiliki dua orang, lalu hewan itu semakin gemuk. Ini berarti nilai jualnya bertambah. Pertambahan nilai jual ini menjadi milik mereka berdua.

Ini adalah contoh an-Nama’ul muttashil (pertambahan yang menyatu dengan yang asli). • Seseorang yang mahjur ‘alaihi (yang dilarang mengelola hartanya) karena bangkrut dan berkewajiban melunasi utang. Jika harta yang ia punya tidak cukup untuk melunasi utang, maka masing-masing orang yang mengutangi diambilkan dari harta tersebut sesuai kadar besarnya utang dari mereka [7].

• Apabila di antara dua rumah ada dinding yang membatasi dan dimanfaatkan bersama oleh kedua pemilik rumah tersebut, kemudian salah satunya ingin memasang atap atau memasang tiang pada dinding tersebut, maka yang lain tidak boleh melarangnya.

Dengan syarat, pemasangan atap atau tiang tersebut tidak menimbulkan madharat dan dengan izin terlebih dahulu [8]. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: لاَ يَمْنَعُ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Janganlah seseorang melarang tetangganya untuk memasang kayu di dinding rumahnya.” [9] Berkaitan dengan pembahasan kaidah ini, adakalanya kadar kepemilikan dua orang atau lebih terhadap suatu barang tidak diketahui dengan jelas.

Jika ini terjadi, maka bagian masing-masing dianggap sama. Misalnya, seseorang mewakafkan atau mewasiatkan tanahnya untuk beberapa orang tanpa menentukan bagian masing-masingnya, maka dalam kasus ini kadar untuk masing-masing cara menghilangkan najis anjing disamakan, tanpa melebihkan salah seorang dari yang lainnya. Wallahu a’lam. [10] _______ Footnote [1]. Lihat macam-macam an-nama’ (penambahan) dalam al-Mausu’atul Fiqhiyyah, 41/369-370. Cet. Kedua. 1404 H/1983 M. Wizaratul Auqaf was Syu-un al-Islamiyah.

Kuwait. [2]. Lihat Syarhul Qawa’idis Sa’diyah, hlm. 197. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. [3]. Lihat ta’liq Syaikh al-Utsaimin terhadap kitab al-Qawa’id wa al-Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, hlm.

140. Cet. Pertama. Tahun 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. [4]. Ibid. [5]. Lihat Syarhul Qawa’idis Sa’diyah, hlm. 198. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. [6]. Lihat Taqrirul Qawa’id wa Tahrirul Fawa-id, 2/81. al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali. Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman. Cet. Pertama. 1419 H/1998 M. Dar Ibni Affan lin nasyr wat tauzi’.

Khubar. [7]. Syaikh Ibnu Utsaimin mencontohkan, jika total utangnya Rp. 10.000, dengan rincian Rp. 5.000,- dari A, Rp. 3.000,- dari B, dan Rp. 2.000,- dari C. Sedangkan harta yang bisa digunakan untuk bayar utang hanya sejumlah 5.000. Maka A diberi Rp. 2.500, B diberi Rp. 1.500, dan C diberi Rp. 1.000. cara menghilangkan najis anjing. Lihat Syarhul Qawa’idis Sa’diyah, hlm. 198. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil.

[9]. HR. al-Bukhari, no. 2463; Muslim, no. 1609. [10]. Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih.

cara menghilangkan najis anjing

Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh. Hlm. 81-82. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-31: Adakalanya Terjadi Perbedaan (Pemilahan) Hukum Dikarenakan Perbedaan Sebab Kaidah Ketiga Puluh Satu قَدْ تَتَبَعَّضُ اْلأَحْكَامُ بِحَسَبِ تَفَاوُتِ أَسْبَابِهَا Adakalanya Terjadi Perbedaan (Pemilahan) Hukum Dikarenakan Perbedaan Sebab Kaidah yang mulia ini mempunyai implementasi yang cukup banyak dalam pembahasan fiqih.

Kaidah ini menjelaskan tentang keberadaan hal-hal yang dalam kondisi tertentu status hukumnya bisa berubah atau perlu dirinci. Di antara dalil yang menunjukkan eksisitensi kaidah ini adalah hadis Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah ﷺ bersabda: هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ, الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ, وَاحْتَجِبِيْ مِنْهُ يَا سَوْدَةَ “Dia saudaramu wahai ‘Abdu bin Zam’ah. Anak yang lahir adalah milik pemilik ranjang (suami) dan pezinanya mendapatkan kerugian.

Dan berhijablah darinya wahai Saudah.” [1] Latar belakang sabda Nabi ﷺ tersebut berkaitan dengan perselisihan antara ‘Abdu bin Zam’ah dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Ayah ‘Abdu, yaitu Zam’ah termasuk pembesar kaum Quraisy, ayah Saudah (istri Nabi). Zam’ah mempunyai budak wanita bernama Walidah. Di masa jahiliyah, budak wanita tidak merasa malu untuk berbuat zina.

Maka terjadilah perzinaan antara ‘Utbah bin Abi Cara menghilangkan najis anjing (saudara Sa’ad bin Abi Waqqash) dengan Walidah. Beberapa waktu kemudian Walidah hamil. Dalam kasus ini ada kemungkinan ia hamil karena hasil hubungannya dengan ‘Utbah dan ada kemungkinan pula dari hubungannya dengan tuannya. Namun, ‘Utbah yakin bahwa anak yang dikandung itu adalah hasil hubungannya dengan Walidah.

Selang beberapa waktu kemudian, Walidah melahirkan seorang anak yang mirip dengan ‘Utbah. Menjelang kematian, ‘Utbah berpesan kepada saudaranya yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash agar mengambil anak tersebut karena dia yakin anak itu anaknya. Ketika terjadi penaklukkan kota Mekah, Sa’ad pergi menemui anak-anak Zam’ah untuk mengambil anak tersebut.

Namun, anak-anak Zam’ah tidak mau menyerahkannya karena menganggap anak itu adalah saudara mereka dan anak dari budak ayah mereka. Lalu Sa’ad dan salah seorang anak Zam’ah yaitu ‘Abdu mengadu kepada Rasulullah ﷺ. Lalu, Rasulullah ﷺ memutuskan bahwa anak itu adalah anak Zam’ah, meskipun anak itu lebih mirip dengan ‘Utbah. Meski Rasulullah ﷺ telah memutuskan anak itu adalah saudara ‘Abdu, namun Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kepada saudari ‘Abdu yaitu Saudah agar menjaga hijab dari anak itu.

Hal ini untuk lebih berhati-hati, karena anak itu lebih mirip dengan ‘Utbah dan ada kemungkinan seperti itu. Maka dari sini dapat diketahui adanya pembagian atau perincian hukum. Di mana kelaziman dari hubungan persaudaraan adalah keduanya mahram dan saling mewarisi namun dalam kasus tersebut ternyata hubungan mahram dibatasi karena adanya sebab tertentu.

Di antara penerapan dan implementasi kaidah ini dapat diketahui dari contoh-contoh kasus berikut: • Berkaitan dengan kasus pencurian. Apabila seseorang menuduh orang lain melakukan pencurian, padahal ia hanya mempunyai seorang saksi laki-laki cara menghilangkan najis anjing dua orang saksi perempuan. Kemudian ia bersumpah disertai persaksiaan seorang laki-laki atau dua orang perempuan itu. Jika ini terjadi, berarti pencurian itu telah terbukti cara menghilangkan najis anjing si terdakwa berkewajiban mengembalikan harta yang didakwakan kepadanya.

Karena dalam permasalahan harta, keberadaan seorang saksi laki-laki atau dua orang saksi perempuan disertai sumpah si penuduh sudah cukup cara menghilangkan najis anjing bukti. Namun, ini tidak cukup untuk menjatuhkan sanksi potong tangan kepada si pelaku, karena sanksi ini bisa diterapkan kecuali dengan persaksian dua orang saksi laki-laki.

[3] Konsekuensi awal dari pencurian adalah pengembalian harta yang dicuri dan hukum potong tangan. Dalam kasus di atas, syarat untuk pengembalian harta sudah terpenuhi, sedangkan syarat potong tangan belum terpenuhi.

Inilah yang dimaksud dengan taba’ud (pemilahan) sebuah hukum karena sebab tertentu. Dalam hal ini yaitu perbedaan saksi. • Hubungan ayah dan anak adalah lazimnya menjadi mahram, saling mewarisi dan berkewajiban memberikan nafkah. Namun ini tidak berlaku bagi anak susuan dengan bapak. Meski mereka berdua adalah mahram, namun mereka tidak saling mewarisi dan tidak pula wajib memberikan nafkah.

[4] • Apabila seorang lelaki berzina dengan seorang wanita sampai melahirkan anak, maka haram bagi si lelaki tersebut untuk menikahi anak hasil zina tersebut. Meskipun status nasab anak itu tidak disandarkan kepada lelaki tersebut dan tidak ada hubungan mahram antara keduanya tetapi tetap saja haram untuk dinikahkan. [5] • Berkaitan dengan kasus khulu’ [6]. Apabila seorang suami menyatakan bahwa ia telah mengkhulu’ istrinya dengan tebusan sejumlah harta yang harus diserahkan oleh si istri kepadanya.

Jika sang suami berani bersumpah untuk menegaskan bahwa khulu’ itu telah terjadi disertai persaksian seorang laki-laki, maka si istri telah berkewajiban menyerahkan harta yang disebutkan sang suami.

Karena untuk yang berkaitan dengan harta, keberadaan seorang saksi laki-laki dan sumpah si penuduh sudah cukup sebagai bukti. Adapun perpisahan suami-istri tersebut dengan status khulu’ bukan karena keberadaan saksi tersebut tetapi karena pengakuan si suami. Karena penetapan khulu’ ditentukan dengan dua orang saksi laki-laki. Berbeda halnya jika yang menyatakan terjadinya khulu’ dari pihak istri, padahal ia hanya memiliki seorang saksi laki-laki.

Meskipun dia berani bersumpah untuk menguatkan saksi, namun khulu’ tetap tidak terjadi. Karena dalam kasus ini si istri tidak menuntut harta, namun menuntut adanya khulu’, sementara khulu’ tidak terwujud kecuali dengan dua orang saksi.

[7] • Tentang penisbatan seorang anak kepada orang tuanya. Secara umum, seorang anak dinisbatkan kepada ayahnya dari sisi nasab, bukan kepada ibunya. [8] Apabila anak tersebut bernama Zaid, ayahnya bernama Ahmad, dan ibunya bernama Fatimah, maka dikatakan Zaid bin Ahmad, bukan Zaid bin Fatimah.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma: إِنَّ الْغَادِرَ يُنْصَبُ لَهُ لِوَاءٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ, فَيُقَالُ: هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ ابْنِ فُلاَنٍ “Sesungguhnya orang yang berkhianat ditegakkan baginya bendera pada Hari Kiamat, dan dikatakan, “Ini adalah pengkianatan yang dilakukan Fulan bin Fulan.” [9] Adapun berkaitan dengan status si anak, apakah berstatus sebagai orang merdeka ataukah budak, maka ini ditentukan status ibunya.

Sehingga, apabila seorang laki-laki menikahi budak wanita, maka anak mereka berstatus sebagai budak. [10] Sebaliknya, jika seorang budak laki-laki menikah dengan seorang wanita merdeka, maka anak mereka berstatus sebagai orang merdeka.

cara menghilangkan najis anjing

Sedangkan masalah agama si anak, maka itu dinisbatkan kepada agama terbaik kedua orang tuanya. Apabila seorang laki-laki Muslim menikah dengan wanita ahlul kitab, maka si anak mengikuti agama ayahnya yaitu agama Islam.

Oleh karena itu, seandainya anak tersebut meninggal, maka ia dimandikan, dikafani, dan disalatkan, serta dikuburkan di pekuburan kaum Muslimin. Dari sini terlihat adanya pemilahan hukum berkaitan dengan hubungan anak dengan orang tuanya dikarenakan ada perbedaan sebab. • Binatang yang dilahirkan dari hasil perkawinan antara binatang yang halal dan yang haram.

Dalam hal ini, maka anak hasil perkawinan tersebut dihukumi haram. Misalnya bighal yang merupakan hasil perkawinan antara kuda yang halal dimakan dengan keledai yang haram dimakan.

Bighal yang merupakan perkawinan silang kuda dengan keeledai ini haram dimakan. Karena sisi keharaman lebih dikedepankan daripada sisi kehalalannya. [11] • Berkaitan dengan masalah syahadah (persaksian). Apabila seorang anak memberikan persaksian yang menguntungkan bagi orang tuanya, maka persaksiannya tidak diterima.

Karena ada unsur tuhmah, yaitu ada kemungkinan keberadaan anak tersebut memang sengaja ingin menguntungkan orang tuanya padahal persaksian tersebut tidak sesuai fakta. Berbeda hal jika persaksian tersebut merugikan, maka persaksiannya diterima. Demikian pula, persaksian orang tua untuk anaknya. Sebagaimana firman Allah ﷻ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.” [QS.

an-Nisa’/4:135] Sebaliknya, orang yang memberikan persaksian yang menguntungkan bagi pihak lawan, maka persaksiannya diterima, jika merugikan, maka ditolak. Dari sini dapat diketahui perbedaan hukum dalam persaksian karena perbedaan sifat persaksian yang diberikan. • Apabila seseorang menjual satu paket barang yang terdiri dari dua barang, salah satunya haram dijual dan yang lainnya mubah. Maka transaksinya pada barang yang mubah itu sah, sedangkan pada barang yang haram itu tidak sah.

Misalnya seseorang menjual satu wadah khamr dan satu wadah sirup dengan satu harga. Maka transaksi jual beli pada wadah sirup itu sah, sedangkan pada wadah khamr tidak sah. Dan dalam kasus ini tidak dihukumi dengan memenangkan cara menghilangkan najis anjing keharaman atas sisi kehalalan cara menghilangkan najis anjing kedua barang tersebut bisa dipisahkan.

[13] Wallahu a’lam. [14] _______ Footnote [1]. HR. al-Bukhari, no. 2053 dan Muslim, no. 1457. [2]. Lihat penjelasan hadis di atas dalam Syarh Shahih Muslim (9/279-281). Imam Muhyiddin an-Nawawi. Cet. Ke-XIV. Tahun 1428 H/2007 M. Daar al-Ma’rifah. Beirut. [3]. Lihat Syarhul Qawa’idis Sa’diyah. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa-at-Tauzi’.

Hlm. 199-200. [4]. Lihat al-Mausu’atul Fiqhiyyah (22/241). Cet. Ke-2. 1404 H/1983 M. [5]. Lihat rubrik Mabhats majalah As-Sunnah berjudul Status Anak Zina, edisi 09 th.

XII hlm. 28. [6]. Khulu’ adalah apabila seorang laki-laki menceraikan istrinya dengan sejumlah harta yang diserahkan istri kepadanya. (Lihat Mu’jam Lughah al-Fuqaha. Prof. Dr. Muhammad Rawas Qal’ah Jiy dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi.

Cetakan kedua. Tahun 1408 H/1988 M. Dar an-Nafais. Beirut. Pada kata ( الخلع ). [7]. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah. Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil. Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa-at-Tauzi’. Hlm. 200.

[8]. Kecuali Nabi Isa bin Maryam Alaihissallam. Beliau dinasabkan ke ibunya karena beliau rahimahullahidak memiliki ayah. (Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin terhadap atas kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat-Taqasimul Badi’ah an-Nafi’ah. Cet. I. Tahun 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. Hlm. 144) [9]. HR. al-Bukhari, no. o. 6178 dan Muslim, no. 1735. [10]. Oleh karena itu haram hukumnya seorang laki-laki merdeka menikahi budak wanita, karena anak hasil hubungan mereka nantinya akan berstatus sebagai budak.

(Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin atas kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat-Taqasimul Badi’ah an-Nafi’ah. Cet. I. Tahun 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. Hlm. 145). [11]. Lihat Minhajul Muslim. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi. Tahun 2002 M. Hlm. 408. [12]. Lihat as-Syarhl Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’ (15/434-435). Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin. Cet. I. Tahun 1422 H.

Dar Ibni cara menghilangkan najis anjing. Damam. [13]. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa dalam kasus ini pembagian harga kedua barang ditentukan dengan menganggap khamr itu sirup, bukan dengan harga khamr karena khamr tidak ada nilai secara syari. (Lihat ta’liq Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin atas kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat-Taqasimul Badi’ah an-Nafi’ah. Cet. I. Tahun 2002 M. Maktabah as-Sunnah. Kairo. Hlm. 146 [14]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat-Taqasimul Badi’ah an-Nafi’ah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih. Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh. Hlm.

83-84. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-32: Menunaikan Kewajiban Orang Lain Dengan Niat Mendapatkan Ganti Kaidah Ketiga Puluh Dua مَنْ أَدَّى عَنْ غَيْرِهِ وَاجِبًا بِنِيَّةِ الرُّجُوْعِ عَلَيْهِ رَجَعَ وَإِلاَّ فَلاَ Barang siapa menunaikan kewajiban orang lain dengan niat cara menghilangkan najis anjing gantinya maka ia berhak mendapatkannya, dan jika dia tidak meniatkan demikian maka dia tidak berhak mendapatkan gantinya Makna Kaidah Kaidah ini menjadi patokan dalam kasus seseorang yang menunaikan kewajiban orang lain yang berkaitan dengan harta.

Apabila ia melakukannya dengan niat meminta ganti kepada yang terbeban kewajiban maka ia berhak untuk mendapatkan gantinya. Namun jika ia melakukannya dengan niat Tabarru’ (sedekah) bukan mengharapkan ganti, atau tanpa meniatkan sesuatu secara khusus [1] maka ia tidak berhak mendapatkan ganti harta dari pemilik kewajiban. [2] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ “Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya.” [QS.

ath-Thalaq/65:6] Ayat ini menjelaskan tentang seorang istri yang telah diceraikan oleh suaminya sementara keduanya memiliki anak yang masih harus disusui. Jika anak tersebut tetap disusui oleh ibunya, maka si ibu berhak mendapat upah atas susuannya tersebut. [3] Karena yang berkewajiban mencarikan susuan si anak adalah bapaknya.

Dan karena si ibu telah menjalankan kewajiban ayah si anak, maka dia berhak mendapat upah dari ayah anak tersebut. Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Makna ayat ini, jika istri tersebut telah melahirkan anaknya sedangkan ia dalam keadaan ditalak, maka dengan kelahiran tersebut statusnya telah menjadi thalaq bain [4] karena masa iddahnya telah selesai.

Dan boleh baginya untuk menyusui anak tersebut, boleh pula ia menolak, setelah anak tersebut diberikan liba’ [5], yaitu ASI yang pertama kali keluar dari ibunya yang umumnya bisa menambah kekuatan anak. Apabila ia tetap menyusui anaknya maka ia berhak mendapatkan upah sewajarnya.” [6] Demikian pula Allah ﷻ berfirman: مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ “Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik.” [QS.

at-Taubah/9:91] Ayat ini merupakan dalil umum tentang berhaknya seseorang mendapatkan ganti apabila ia menunaikan kewajiban orang lain yang berkait dengan harta dengan niat untuk mengambil ganti dari orang yang mempunyai kewajiban. [7] العَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيْءُ ثُمَّ يَعُوْدُ فِي قَيْئِهِ Orang yang meminta kembali pemberian yang telah ia berikan seolah-olah seperti anjing yang memuntahkan sesuatu lalu mendatangi kembali muntahan itu dan memakannya.

[8] Hadis ini merupakan dalil bahwa orang yang menunaikan kewajiban orang lain yang berkait dengan harta dengan niat Tabarru’ maka ia tidak berhak meminta ganti kepada pemilik kewajiban. Cara menghilangkan najis anjing Penerapan Kaidah Contoh penerapan kaidah ini cukup banyak sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Di antaranya: • Apabila Ahmad mempunyai tanggungan utang pada Hasan. Kemudian Zaid melunasi utang tersebut tanpa sepengetahuan Ahmad. Dikemudian hari, muncul permasalahan, apakah Zaid berhak meminta ganti kepada Ahmad? Berdasarkan kaidah ini, cara menghilangkan najis anjing perlu perincian. Jika saat pelunasan, Zaid berniat meminta ganti kepada Ahmad, maka ia berhak untuk meminta ganti kepada Ahmad.

Namun, jika ia tidak berniat seperti itu, maka ia tidak berhak meminta ganti kepada Ahmad. [9] • Apabila Ali meninggalkan keluarganya selama beberapa waktu untuk suatu keperluan.

Suatu ketika, anak dan istrinya kekurangan bahan kebutuhan sehari-hari. Kemudian Zaid menyerahkan sejumlah harta ke anak dan istri Ali untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Apabila ketika menyerahkan harta itu, ia berniat meminta ganti kepada Ali, maka ia berhak meminta ganti darinya. Namun jika ia niatkan sedekah, cara menghilangkan najis anjing ia tidak berhak meminta ganti dari Ali.

[10] • Berkaitan dengan barang gadaian. Jika Ahmad berutang kepada Hasan dengan menyerahkan sepeda motor sebagai jaminan. Dengan demikian, berarti status sepeda motor itu menjadi barang gadai. Dalam kasus ini, jika barang gadai tersebut membutuhkan biaya perawatan selama berada ditangan Hasan, maka Hasan berhak meminta ganti biaya yang dikeluarkannya tersebut kepada Ahmad jika saat mengeluarkan biaya tersebut ia berniat meminta ganti. Namun jika ia berniat suka rela tanpa mengharapkan imbalan maka ia tidak berhak meminta ganti.

[11] • Berkaitan dengan permasalahan wadi’ah (barang titipan). Apabila Ali menitipkan barang yang memerlukan biaya perawatan kepada Zaid. Jika Ali mengeluarkan biaya perawatan barang tersebut dengan niat meminta ganti kepada Zaid maka ia berhak meminta gantinya. Namun jika tidak berniat seperti itu maka ia tidak berhak mendapatkannya. [12] • Berkaitan dengan permasalahan Luqathah (barang temuan). Apabila Ahmad menemukan barang temuan yang memerlukan biaya untuk perawatan dan pemeliharaan, seperti hewan ternak atau semisalnya.

Jika Ahmad mengeluarkan biaya perawatan itu dan saat mengeluarkannya dia berniat untuk meminta ganti ke pemilik barang jika sang pemiliknya datang, maka Ahmad berhak meminta ganti. Namun jika tidak berniat demikian, maka ia tidak berhak menuntut ganti biaya tersebut. [13] Keterangan Tambahan: Para ulama menjelaskan, bahwa kewajiban orang lain yang berkaitan dengan harta yang bisa ditunaikan oleh orang lain hanya terbatas pada kewajiban-kewajiban yang tidak disyaratkan niat dari orang yang mempunyai kewajiban tersebut.

Jika kewajiban-kewajiban itu termasuk kewajiban yang syarat sahnya niat dari orang yang bersangkutan, maka kewajiban itu tidak bisa bisa gugur jika ditunaikan oleh orang lain tanpa sepengetahuan orang memiliki kewajiban tersebut. Karena kewajiban itu tidak bisa digugur, maka orang yang menunaikannya tidak berhak mendapatkan ganti sama sekali. Di antara kewajiban-kewajiban yang membutuhkan niat dari orang yang memiliki kewajiban adalah zakat, Kaffarah, nadzar dan semisalnya.

[14] Misalnya apabila Ali mempunyai kewajiban membayarkan zakat hartanya. Kemudian Zaid membayarkan zakat tersebut tanpa sepengetahuan Ali dan tanpa izinnya. Dalam hal ini, kewajiban Ali belum gugur karena ketika zakat itu ditunaikan tidak disertai niat dari Ali. Konsekuensi berikutnya, Zaid adalah tidak berhak meminta ganti dari Ali karena kewajiban zakat belum gugur. [15] Wallahu a’lam. [16] _______ Footnote [1].

Yaitu tidak berniat untuk meminta ganti dan tidak pula berniat Tabarru’ (sumbangan). [2]. At-Ta’liq ‘alal Qawa’id wal Ushulil Jami’ah wal Furuq wat Taqasiml Badi’atin Nafi’ah, hlm. 189-190. [3]. As-Syarhul Mumti’ 13/515-516. [4]. Thalaq bain adalah perceraian yang mana si suami tidak bisa lagi meruju’ mantan istrinya. (Minhajul Muslim, hlm. 353) [5]. Liba’ adalah Air Susu Ibu yang pertama setelah melahirkan.

(al-Mausu’atul Fiqhiyyah 35/191). [6]. Tafsir Alquranil ‘Azhim, 4/2870. [7]. Penjelasan Syaikh Khalid al-Musyaiqih dalam ceramah beliau mensyarah kitab Manzhumah al-Qawa’id al-Fiqhiyah karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di di situs beliau www.almoshaiqeh.com pada penjelasan bait ke-46: ومـن يــؤد عـن أخـيه واجبــا له الرجــوع إن نــوى يـطالبــا [8]. HR. al-Bukhari no. 2589 dan Muslim no. 1622. [9]. Lihat Syarhul Qawa’id as-Sa’diyah, hlm.

202. [10]. Lihat Taqrirul Qawa’id wa Tahrirul Fawaid 2/77. [11]. Idem, 2/82. [12]. Lihat Tuhfatu Ahlit Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, hlm. 78. [13]. Idem. [14]. at-Ta’liq ‘alal Qawa’id wal Ushulil Jami’ah wal Furuq wat Taqasiml Badi’atin Nafi’ah, hlm. 190. [15]. Oleh karena itulah Syaikh Muhammad bin Saleh al Utsaimin t memberikan taqyid (batasan atau syarat) terhadap kaidah ini dengan perkataan( إن برئ الغير به ) (apabila penunaian itu menyebabkan kewajiban orang lain yang ditunaikan itu gugur).

(at-Ta’liq ‘alal Qawa’id wal Ushulil Jami’ah, hlm. 89) [16]. Diangkat dari kitab al Qawa’id wal Ushulil Jami’ah wal Furuq wat Taqasiml Badi’atin Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad cara menghilangkan najis anjing. Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr.

Riyadh. Hlm. 84. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-33: Jika Ada Kemaslahatan Bertabrakan, Maka Maslahat Yang Lebih Besar Harus Didahulukan Kaidah Ketiga Puluh Tiga إِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَصَالِحُ قُدِّمَ اْلأَعْلَى مِنْهَا وَإِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَفَاسِدُ قُدِّمَ اْلأَخَفُّ مِنْهَا Jika ada beberapa kemaslahatan bertabrakan, maka maslahat yang lebih besar (lebih tinggi) harus didahulukan.

Dan jika ada beberapa mafsadah (bahaya, kerusakan) bertabrakan, maka yang dipilih cara menghilangkan najis anjing mafsadah yang paling ringan Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan, apabila ada beberapa kemaslahatan yang tidak mungkin digabungkan (diraih ataupun dikerjakan sekaligus, red), maka kemaslahatan yang lebih besar yang didahulukan.

Karena pada (urusan yang mengandung) kemaslahatan lebih besar itu ada tambahan kebaikan dan lebih dicintai oleh Allah ﷻ. Adapun jika beberapa maslahat tersebut bisa dikumpulkan dan bisa didapatkan semuanya maka itulah yang lebih diutamakan lagi. Sebaliknya, apabila berkumpul beberapa masfsadat (keburukan) yang terpaksa harus ditempuh salah satu darinya, maka dipilih yang paling ringan mafsadatnya.

Adapun jika mafsadat-mafsadat tersebut bisa dihindari semuanya, maka itulah yang diharapkan. [1] Dalil yang Mendasarinya Dalil yang mendasari kaidah ini di antaranya adalah firman Allah ﷻ: فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” [QS.

al-Baqarah/2:148] Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Pada ayat ini Allah ﷻ memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kali suatu hal itu lebih baik, maka kita diperintahkan untuk bersegera kepadanya (untuk melakukannya).” [2] Demikian pula firman Allah ﷻ: وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ “Dan janganlah kamu memaki Sesembahan-Sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” [QS.

al An’am/6:108] Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Pada ayat ini disebutkan berkumpulnya dua mafsadah (keburukan). Mafsadah yang pertama adalah meninggalkan celaan terhadap Sesembahan orang-orang musyrik.

Mafsadah yang kedua adalah celaan (balasan) orang-orang musyrik kepada Allah ﷻ. Dan telah maklum bahwa celaan kepada Allah ﷻ lebih besar keburukannya daripada meninggalkan celaan kepada Sesembahan orang-orang musyrik. Oleh karena itu, Allah ﷻ melarang dari mencela SeSembahan orang-orang musyrik jika hal itu menyebabkan mereka mencela Allah ﷻ Rabbul ‘Alami.” [3] Demikian pula kisah Khidhir Alaihissallam dan Nabi Musa Alaihissallam ketika mereka naik perahu dan kemudian Khidhir Alaihissallam merusak perahu tersebut.

[4] Telah dimaklumi bahwa merusak perahu merupakan keburukan. Akan tetapi, Khidhir Alaihissallam menghendaki supaya perahu tersebut selamat dari perbuatan raja zalim yang suka merampas setiap perahu yang bagus. Maka, merusak perahu tersebut adalah mafsadah (merugikan), tetapi dirampasnya perahu tersebut lebih besar mafsadahnya (kerugiannya). Sedangkan jika perahu itu rusak, namun masih menjadi milik si empunya maka itu lebih ringan.

Sehingga ditempuh mafsadah yang lebih ringan. [5] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak, baik berkaitan dengan ibadah maupun muamalah. Di antaranya: • Apabila seseorang mempunyai utang yang sudah jatuh tempo dan ia ingin bersedekah kepada fakir miskin, sementara hartanya hanya cukup untuk membayar utang.

Dalam kasus ini ada dua maslahat (kebaikan) yaitu membayar utang dan bersedekah kepada orang fakir sementara kondisi tidak memungkin dia untuk melakukan keduanya sekaligus. Mana yang harus dipilih? Yang wajib baginya adalah mendahulukan pembayaran utang. Karena membayar utang hukumnya wajib sedangkan bersedekah hukumnya sunnah.

dan perkara wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah. • Dalam masalah pengingkaran kemungkaran. Jika pengingkaran terhadap suatu kemungkaran akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar, maka diperbolehkan untuk tidak mengingkarinya dengan tangan atau lisan. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ yang artinya, “Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tak mampu juga, maka dengan hatinya, dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.

[7] Disebutkan pula dalam kisah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika beliau dan salah seorang sahabatnya berpapasan dengan sekelompok orang Tatar yang sedang minum khamr. Ibnu Taimiyah rahimahullah tidak mencegah mereka minum khamr.

Sahabatnya bertanya, mengapa beliau rahimahullah tidak mencegah mereka. Ibnu Taimiyah rahimahullah menjawab bahwa, jika mereka tidak minum khamr mereka akan melecehkan kehormatan kaum Muslimin dan merampas harta mereka dan itu kezaliman yang lebih besar karena berkaitan dengan orang lain. Sedangkan perbuatan mereka minum khamr itu kemungkaran yang hanya berkaitan dengan diri mereka sendiri.

[8] • Apabila seseorang bernadzar untuk melaksanakan haji, sementara ia belum melaksanakan haji yang merupakan rukun Islam. Disini juga ada dua maslahat yaitu melaksanakan haji nadzar dan haji Islam, sementara kondisi tidak memmungkin dia mengerjakan dua-duanya dalam satu waktu. Mana yang harus didahulukan? Yang harus didahulukan adalah haji Islam, setelah baru melaksanakan haji yang telah ia nadzarkan.

Meski keduanya sama-sama wajib, namun haji Islam lebih wajib daripada haji nadzar. [9] • Jika seseorang ingin berangkat jihad, yaitu jihad yang belum sampai pada tingakatan Fardhu Ain, tetapi ia dilarang oleh orang tuanya.

Maka, dalam kondisi ini, ia harus mendahulukan bakti kepada orang tua daripada jihad. [10] Apalagi jika orang tuanya sangat membutuhkan bantuannya. Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan sebuah hadis yang artinya, “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ, amalan apakah yang paling mulia?” Beliau ﷺ menjawab: “Salat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.” [11] • Hukuman potong tangan bagi pencuri, hukuman cambuk atau rajam bagi pelaku zina dan hukuman Qishash, semua hukum ini merupakan mafsadat bagi si terhukum.

Namun, jika hukuman tersebut tidak ditegakkan maka mafsadat yang lebih besar akan timbul seperti tersebarnya kekejian, hilangnya rasa aman, pembunuhan dan keburukan-keburukan lainnya. Oleh karena itu, mafsadat yang lebih kecil itu ditempuh untuk mencegah mafsadat yang lebih bersar. [12] • Apabila seorang wanita berada di negeri kafir, dan ia ingin hijrah ke negeri Islam, namun dia tidak memiliki mahram yang menemaninya.

Bagi wanita ini, pergi tanpa mahram, itu adalah mafsadat, namun jika ia tetap tinggal di negeri tersebut, maka mafsadatnya lebih besar, karena dapat merusak agamanya. Dalam hal ini, hendaknya ia hijrah dari negeri tersebut, bahkan wajib baginya untuk hijrah meskipun tanpa mahram. Dan dipilih mafsadat yang lebih kecil untuk menghindari mafsadat yang lebih besar. [13] Keterangan Tambahan: Sebagian ulama mengemukakan satu isykal (permasalahan) berkaitan dengan kaidah ini.

Mereka mengatakan bahwa kaidah ini tidak bisa diterapkan dalam setiap keadaan. Misalnya, dalam kasus sekelompok orang yang sedang naik perahu, dan dikhawatirkan perahu tersebut akan tenggelam, kecuali jika salah satu penumpangnya dikeluarkan darinya.

Dalam kasus ini, para ulama sepakat bahwa tidak boleh mengeluarkan salah satu penumpang agar muatan perahu menjadi ringan sehingga para penumpang lainnya selamat. Dalam kasus ini, tidak dipilih mafsadah yang lebih kecil (dengan mengorbankan satu orang, red) untuk menghindari mafsadah yang lebih besar (kematian seluruh penumpang, red).

Demikian pula, jika suatu daerah kaum Muslimin dikepung oleh orang-orang kafir dengan rapat. Orang-orang kafir itu enggan mengakhiri pengepungan kecuali jika kaum Muslimin bersedia menyerahkan seseorang dari kalangan kaum Muslimin sebagai tebusan. Maka, dalam hal ini para ulama juga melarang menyerahkan tebusan. Dalam kasus ini pula, tidak dipilih mafsadah yang lebih kecil ((menyerahkan satu orang Muslim) demi menghindari mafsadah yang lebih besar.

Untuk menjawab isykal ini, sebagian ulama, seperti Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa jiwa-jiwa kaum Muslimin itu sama dalam cara menghilangkan najis anjing. Maka, tidak boleh mengorbankan salah satu jiwa demi keselamatan seseorang atau sekelompok orang lainnya. [14] Wallahu a’lam. [15] _______ Footnote [1]. Taqrir al-Qawa’id wa Tahrir al-Fawaid, 2/468. Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah hlm. 204, al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘Anha, hlm. 527. [2]. Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi hlm.

130. [3]. Ibid. [4]. Lihat QS. al-Kahfi/18:79 [5]. Idem, hlm. 132. [6]. Sebagian ulama berpendapat bahwa jika seseorang mewakafkan hartanya sedangkan ia masih memiliki utang yang jatuh tempo, maka wakafnya tidak sah.

Ini adalah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan Imam al-Bukhari rahimahullah. (Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, hlm. 33). [7]. HR. Muslim no. 49, at-Tirmidzi no.

2173, Abu Dawud no. 4370, Ibnu Majah no. 4013, an-Nasa’i no. 5011 [8]. I’lam al-Muwaqqi’in 3/16, al-Qawa’id al-Fiqhiyyah ma’a as-Syarh al-Mujaz hlm. 33 [9]. Imam Syafi’i rahimahullah dan Imam Malik rahimahullah berpendapat bahwa kewajiban haij nadzar lebih kuat daripada haji Islam. Berdasarkan pendapat ini, maka ia mendahukukan haji nadzar.

Ada pula ulama yang berpendapat bahwa dalam kasus seperti ini seseorang cukup melaksanakan haji sekali saja dan itu sudah mencukupinya dari haji Islam dan haji nadzar.

(Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah hlm. 33) [10]. Lihat as-Syarh al-Mumti’ 8/12-13. [11]. HR. Muslim no. 137 [12]. al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘Anha hlm. 533 [13]. Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, hlm. 36 [14]. Ibid hlm. 36-37. [15]. Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh DR. Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih. Cet. II, Thn. 1422 H/2001 M. Dar al-Wathan li an-Nasyr. Riyadh., hlm. 85-86, dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-34: Pilihan Dua Hal Yang Berkaitan Dengan Maslahat Dirinya Dan Orang Lain Kaidah Ketiga Puluh Empat إِذَا خُيِّرَ الْعَبْدُ بَيْنَ شَيْئَيْنِ فَأَكْثَرَ فَإِنْ كَانَ التَّخْيِيْرُ لِمَصْلَحَتِهِ فَهُوَ تَخْيِيْرُ تَشَهٍّ وَاخْتِيَارٍ, وَإِنْ كَانَ لِمَصْلَحَةِ غَيْرِهِ فَهُوَ تَخْيِيْرُ اجْتِهَادٍ فِي مَصْلَحَةِ الْغَيْرِ Jika seseorang diberi pilihan dua hal berkaitan dengan maslahat dirinya maka dipilih sesuai keinginannya.

Dan jika berkaitan dengan maslahat orang lain maka dipilih yang lebih mendatangkan maslahat bagi orang lain itu Makna Cara menghilangkan najis anjing Kaidah ini menjelaskan tentang seseorang jika dihadapkan pada dua pilihan atau lebih.

Mana yang harus ia pilih? Apakah pilihannya dikembalikan kepada keinginannya sendiri, ataukah ada ketentuan lain yang harus dipertimbangkan? Penerapan kaidah ini akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena kaidah ini menjelaskan, jika pilihan tersebut berkaitan dengan kebaikan diri pribadinya, maka ia boleh memilih sesuai keinginan dan kecenderungannya.

Namun jika pilihan itu berkaitan dengan kepentingan orang lain, maka ia harus memilihkan yang paling sesuai, terbaik atau paling bermanfaat bagi yang bersangkutan. [1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.” [QS.

al An’am/6:152] Pada ayat ini Allah ﷻ melarang pengurus atau wali anak yatim melakukan tasharruf (aktifitas bisnis) terhadap harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.

Termasuk, apabila pengurus anak yatim dihadapkan pada dua hal berkaitan dengan kepentingan si yatim, maka ia harus memiilih yang lebih memberikan maslahat bagi anak yatim tersebut. Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Izzuddin bin Abdissalam rahimahullah mengatakan: “Apabila dalam perkara yang berkaitan dengan hak cara menghilangkan najis anjing yatim saja diperintahkan untuk memerhatikan hal ini [2], maka lebih utama lagi perkara-perkara yang berkaitan dengan hak-hak kaum Muslimin secara umum yang dilaksanakan oleh para pemimpin, yaitu dalam masalah harta untuk kepentingan umum.

Karena perhatian syariat terhadap maslahat umum lebih besar daripada perhatiannya terhadap maslahat yang sifatnya personal.” [3] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak, baik berkaitan dengan permasalahan ibadah, muamalah, ataupun jinayat.

Di antaranya: • Berkaitan dengan Kaffarah (denda) sumpah. Apabila seseorang melanggar sumpahnya, maka ia diberikan beberapa alternatif dalam pembayaran Kaffarah. Yaitu memberikan makan 10 orang miskin, atau memberikan pakaian kepada mereka, atau membebaskan budak. [4] Sebagaimana firman Allah ﷻ: فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ “Maka Kaffarah (denda karena melanggar) cara menghilangkan najis anjing itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.

Barang siapa yang tidak sanggup melakukan yang demikian, maka Kaffarahnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah Kaffarah sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar).” [QS. al Maidah/5:89] Dalam hal ini seseorang boleh memilih salah satu dari tiga alternatif tersebut. Meskipun ia mampu membayar Kaffarah dengan membebaskan budak, ia boleh memilih memberi makan sepuluh orang miskin atau memberikan mereka pakaian. Jenis pilihan ditentukan sesuai keinginan dan kecenderungan si pembayar.

Karena hal itu berkaitan dengan hak pribadinya. [5] • Para ulama madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali sepakat bahwa apabila kaum Muslimin mendapatkan tawanan perang orang kafir harbi [6], maka pemimpin mempunyai lima alternatif dalam menyikapi tawanan tersebut. Apakah dijadikan budak, atau dibunuh, atau diambil jizyah (upeti) darinya, atau diambil tebusan darinya, atau dibebaskan begitu saja. [7] Penentuan sikap terhadap tawanan tersebut dikembalikan kepada apa yang terbaik bagi kaum Muslimin.

Dalam hal ini pemimpin harus berIjtihad untuk menentukan manakah yang paling sesuai dan paling maslahat dari beberapa opsi tersebut. Karena perkara ini berkaitan dengan maslahat umum kaum Muslimin. [8] • Berkaitan dengan fidyatul adza. Yaitu apabila seseorang mencukur rambutnya saat masih ihram dikarenakan ada penyakit di kepalanya.

Maka ia wajib membayar Kaffarah, dengan beberapa pilihan, yaitu berpuasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, atau menyembelih seekor kambing. [9] Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam Alquran Surat al-Baqarah/2 ayat ke-196. Maka orang yang membayar fidyatu adza ini boleh memilih yang paling mudah untuk ia bayarkan di antara ketiga pilihan tersebut. Karena ini termasuk dalam kategori pilihan yang penentuannya kembali pada keinginan orang yang mendapatkan pilihan, karena berkaitan dengan hak pribadinya.

[10] • Seseorang yang menjadi pengurus anak yatim, ada kalanya dihadapkan pada beberapa pilihan berkait dengan harta anak yatim tersebut. Apakah ia membelikan tanah bagi anak yatim tersebut supaya di kemudian hari bisa mendapatkan hasil?

Ataukah membelikannya rumah? ataukah menyimpankannya tanpa dikelola? Dari alternatif-alternatif yang ada, dia harus mencarikan mana yang terbaik bagi si yatim, bukan berdasarkan pada keinginan pribadi pengurusnya. Karena itu berkaitan dengan hak orang lain maka diperhatikan perkara yang paling maslahat baginya. Keterangan Tambahan: Pada penjelasan sebelumnya disebutkan bahwa seseorang yang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan berkaitan dengan hak pribadinya, maka ia boleh memilih sesuai keinginan dan kecenderungannya.

Namun demikian, perlu diperhatikan juga apabila dari beberapa opsi itu ada yang lebih besar manfaatnya maka dianjurkan untuk dipilih. Karena itu yang lebih utama dan lebih besar pahalanya. Misalnya dalam pembayaran Kaffarah sumpah. Seseorang diberi tiga pilihan sebagaimana keterangan di atas. Namun jika ia memilih membebaskan budak, maka itulah yang lebih utama karena manfaatnya yang lebih besar.

Demikian pula dalam pembayaran fidyatul adza. Seseorang diberi tiga cara menghilangkan najis anjing. Asalnya ia boleh memilih salah satu dari ketiganya sesuai keinginannya. Namun jika ia memilih menyembelih seekor kambing, maka itulah yang lebih utama.

Karena ditinjau dari sisi taqarrub dan pengorbanan harta yang ia keluarkan, alternatif inilah yang paling besar nilainya. [11] Wallahu a’lam. [12] _______ Footnote [1]. Syarhul Qawa’idis Sa’diyyah, hlm. 205; al-Furruq 2/419: al-Mausu’atul Fiqhiyyah 11/67-81. [2]. Yaitu memerhatikan perkara yang lebih bermanfaat bagi si yatim.

[3]. Al-Qawa’idul Kubra 2/158. [4]. Jika tidak sanggup mengerjakan salah satu dari tiga pilihan tersebut barulah diperbolehkan untuk membayar Kaffarah dengan berpuasa tiga hari. (Minhajul Muslim, hlm. 400) [5]. Al-Furuq 2/419. [6]. Kafir harbi adalah orang kafir yang mengikuti kewarganegaraan negri kafir yang memerangi umat Islam. (Mu’jam Lughatil Fuqahaa’, pada kata الحربي) [7].

Kelima alternatif tersebut berlaku jika tawanan itu laki-laki yang sudah baligh. Adapun tawanan wanita dan anak-anak maka tidak diperbolehkan untuk dibunuh, sebagaimana dijelaskan dalam hadtis riwayat Bukhari 6/148 dan Muslim 3/1364 dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma. [8]. At Ta’liq ‘alal Qawa’id wal Ushulil Jami’ah, hlm 202; al Mausu’atul Fiqhiyyah, 11/76. [9]. Tentang fidyatul adza ini dijelaskan dalam HR. Bukhari no. 4517 dan Muslim no. 1201 dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu anhu [10].

At Ta’liq ‘alal Qawa’id wal Ushulil Jami’ah, hlm. 200. [11]. Syarhul Qawa’idis Sa’diyah, hlm. 205 [12]. Diangkat dari al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih.

Cetakan kedua. 1422 H/2001 M. Darul Wathan lin Nasyr. Riyadh. Hlm. 86-87. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-35: Barang siapa Terlepas Dari Hukuman Karena Suatu Sebab, Dilipatkan Pembayaran Gantinya Kaidah Ketiga Puluh Lima مَنْ سَقَطَتْ عِنْدَهُ الْعُقُوْبَةُ لِمُوْجِبٍ ضُوْعِفَ عَلَيْهِ الضَّمَانُ Barang siapa terlepas dari hukuman karena suatu sebab, maka dilipatkan pembayaran ganti rugi atasnya Makna Kaidah Para ulama menjelaskan, bahwa perkara-perkara haram dalam syariat terbagi menjadi dua.

Yang pertama adalah perkara haram yang tidak ada hukuman duniawi di dalamnya. Yang kedua adalah perkara haram yang ada hukuman duniawi, baik berupa had, Qishas, Kaffarah, ataupun dhaman. Untuk jenis kedua ini, siapa saja yang mengerjakannya maka ia berhak mendapatkan hukuman sesuai yang telah ditentukan dalam syariat, yaitu apabila terpenuhi syarat-syaratnya dan tidak ada penghalangnya. Kaidah di atas berkaitan dengan perkara haram jenis kedua.

Apabila seseorang mengerjakan perkara haram yang mengakibatkan terjadinya hukuman duniawi atas dirinya, namun hukuman cara menghilangkan najis anjing tidak bisa diterapkan karena tidak terpenuhi syaratnya atau karena adanya penghalang, maka hukuman itu tidak diterapkan kepadanya, akan tetapi ia dikenakan hukuman lain yaitu dilipatkan kewajiban membayar al-ghurm (denda) sebagai hukuman atas perbuatannya mengerjakan perkara haram tersebut.

[1] Dalil yang Mendasarinya Cukup cara menghilangkan najis anjing dalil yang mendasari kaidah ini, di antaranya adalah hadis Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ التَّمْرِ الْمُعَلَّقِ؟ فَقَالَ: مَنْ أَصَابَ بِفِيهِ مِنْ ذِي حَاجَةٍ، غَيْرَ مُتَّخِذٍ خُبْنَةً، فَلَا شَيْءَ عَلَيْهِ، وَمَنْ خَرَجَ بِشَيْءٍ مِنْهُ، فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَالْعُقُوبَةُ، وَمَنْ سَرَقَ مِنْهُ شَيْئًا بَعْدَ أَنْ يُؤْوِيَهُ الْجَرِينُ، فَبَلَغَ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَعَلَيْهِ الْقَطْعُ.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu anhuma dari Rasulullah ﷺ, bahwasanya beliau pernah ditanya tentang kurma yang masih berada di pohon, maka beliau ﷺbersabda: “Barang siapa membutuhkannya lalu memakan darinya, tanpa menyimpannya dalam baju, maka tidak mengapa baginya. Dan barang siapa membawa keluar darinya, maka ia wajib menggantinya dua kali lipat dan mendapatkan hukuman. Dan barang siapa mencuri darinya setelah diletakkan di tempat penjemuran, hingga mencapai harga perisai, maka ia diberi hukuman potong tangan.” [2] Dalam hadis ini disebutkan, bahwa apabila seseorang mengambil kurma yang masih berada di pohonnya dengan dibawa keluar, maka hal itu setara dengan kasus pencurian.

Dan hukuman bagi pencuri adalah potong tangan. Akan tetapi, dalam kasus ini hukuman itu tidak bisa dilakukan karena tidak terpenuhi syaratnya, karena ia mengambil bukan dari tempat penyimpanannya [3]. Ketika hukuman itu terlepas darinya, maka dilipatkanlah kewajiban pembayaran denda yang harus dibayarnya. [4] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak, terutama berkaitan dengan permasalahan jinayat.

Di antara contohnya adalah sebagai berikut: • Orang yang mencuri sejumlah barang yang nilainya tidak sampai seperempat dinar, maka ia tidak dikenai hukum potong tangan. Karena di antara syarat diterapkannya hukum potong tangan ialah bahwa barang yang dicuri sudah sampai seperempat dinar atau lebih.

[5] Namun, sebagai gantinya si pencuri wajib membayar denda sebesar dua kali lipat dari nilai cara menghilangkan najis anjing yang dicuri. • Seorang Muslim yang membunuh seorang kafir dzimmi [6] dengan sengaja dan terencana, tidak diterapkan kepadanya hukum Qishas. Karena di antara syarat diterapkannya hukum Qishas adalah kesetaraan agama antara si pembunuh dengan yang dibunuh. Dan sebagai gantinya, si pembunuh wajib membayar Diyat yang setara dengan Diyat pembunuhan yang dilakukan terhadap seorang Muslim.

Yaitu, dua kali lipat dari Diyat standar yang ditetapkan atas pembunuhan yang dilakukan terhadap orang kafir dzimmi. [7] • Tentang adh-dhalah (binatang tersesat). Apabila seseorang menemukan binatang tersesat lalu disembunyikan dan tidak diumumkan [8], maka ia wajib membayar denda sebesar dua kali lipat dari harga binatang tersebut, dan tidak diterapkan hukum potong tangan atasnya. Kasus ini serupa dengan pencurian, namun hukum potong tangan tidak diterapkan karena tidak terpenuhi syaratnya, lantaran barang tidak diambil dari tempat penyimpanannya (al-hirz).

Maka, ketika hukuman potong tangan terlepas darinya, dilipatkanlah kewajiban membayar denda. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ضَالَّةُ اْلإِبِلِ الْمَكْتُوْمَةُ غَرَامَتُهَا وَمِثْلُهَا مَعَهَا Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi ﷺ pernah bersabda: “Unta tersesat yang disembunyikan wajib diganti dan ditambah yang semisal dengannya.” [9] • Jika seseorang mencuri perhiasan emas yang tergantung di dinding, ia mencuri barang yang tidak disimpan di tempat penyimpanannya (al-hirz).

Karena perhiasan tidak boleh diletakkan di tempat itu, harus diletakkan di tempat penyimpanan yang layak seperti kotak yang terkunci atau semisalnya. Maka kita katakan bahwa pencuri itu tidak dihukum potong tangan, mencuri barang bukan dari tempat penyimpananya. Akan tetapi dilipatkan denda yang harus ia bayarkan.

Jika perhiasan itu bernilai 10.000 Riyal misalnya, maka ia wajib mengganti dengan 20.000 Riyal. Apabila perhiasan itu masih ada (belum dimanfaatkan oleh si pencuri), maka wajib baginya untuk mengembalikannya dan membayar 10.000 Riyal tambahan. [10] • Apabila seorang anak kecil (belum baligh) melakukan pembunuhan terhadap orang lain dengan sengaja, maka ia tidak dihukum dengan hukum Qishas.

Sebab, di antara syarat diterapkannya hukum Qishas, pelaku pembunuhan sudah berusia baligh. Namun, sebagai gantinya wajib dibayarkan Diyat sebanyak dua kali lipat. [11] • Seseorang yang buta mata sebelah, mata kirinya buta, sedangkan mata kanannya normal. Jika ia memecahkan mata kanan seseorang yang kedua matanya normal, maka tidak dihukum dengan hukum Qishas, yaitu tidak dibalas dengan dipecahkan mata kanannya.

Sebab, hal itu akan mengakibatkan ia tidak bisa melihat sama sekali. Namun, wajib baginya untuk membayar denda dua kali lipat dengan membayar Diyat sempurna sebagai ganti dari setengah Diyat. [12] Keterangan Tambahan: Apabila ada yang bertanya, “Apakah denda yang jumlahnya dilipatkan itu diberikan semua kepada pemilik barang yang dicuri ataukah setengahnya saja yang diberikan kepadanya?” Berkaitan dengan pertanyaan ini Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, bahwa yang diberikan kepada si pemilik harta hanyalah setengah dari denda tersebut.

Adapun setengahnya lagi dimasukkan ke Baitul Mal. Sebab, bila diserahkan semua kepada pemilik harta, maka semua orang akan berkeinginaan supaya hartanya diambil oleh orang lain.

Yaitu, dengan meletakkan hartanya di selain tempat penyimpananya supaya dicuri orang, kemudian ia bisa mendapatkan pembayaran denda dengan nilai yang dilipatkan dari si pencuri. Maka, setiap harta yang diambil sebagai hukuman atas pelanggaran, dimasukkan ke Baitul Mal. Seperti denda yang diambil dari kasus pelanggaran peraturan lalu-lintas dan semisalnya yang dimasukkan ke Baitul Mal.

[13] Wallahu a’lam. [14] _______ Footnote [1]. Lihat Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarhil Qawa’idil Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, kaidah ke-60 dan Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hlm. 321. [2]. HR. Abu Dawud 4390, at-Tirmidzi 1289, Ibnu Majah 2597. Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata setelah menyebutkan hadis ini, “Ini adalah hadis hasan.” Imam Ibnu Mulaqqin rahimahullah juga menghasankan hadis ini.

Sedangkan Imam Ibnu Qaththan rahimahullah mendhaifkannya. [3]. Jumhur Fuqaha dari Madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa di antara syarat diterapkannya hukum potong tangan bagi pencuri adalah bahwa si pencuri mengambil barang dari tempat penyimpanannya. Sedangkan buah-buahan selama masih berada di pohonnya, maka masih termasuk kategori barang yang tidak disimpan di tempat penyimpanannya. (Lihat al-Mausu’atul Fiqhiyyah 24/317) [4].

Talqihul Afhamil ‘Aliyyah, kaidah ke-60 [5]. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Aisyah radhiyallahu anha yang diriwayatkan al-Bukhari no. 6790 dan Muslim no. 1684. [6]. Orang kafir dzimmi adalah orang kafir yang tinggal di negeri Islam dengan mendapatkan perlindungan dari negara dan wajib bagi mereka untuk membayar jizyah (upeti).

(Lihat Mu’jam Lughatil Fuqaha pada kata الذمة dan الذمي ). [7]. Pada pembunuhan karena khatha’ (tersalah), Diyat pembunuhan terhadap seorang kafir adalah setengah Diyat pembunuhan terhadap seorang Muslim. Namun karena dalam kasus ini, si pembunuh melakukan pembunuhan dengan sengaja dan terencana, kemudian tidak bisa diterapkan Qishas karena syaratnya tidak terpenuhi, maka sebagai gantinya ia wajib membayar Diyat dua kali lipat.

(Lihat Talqihul Afhamil ‘Aliyyah, kaidah ke-60) [8]. Jika seseorang menemukan binatang yang tersesat, maka wajib baginya untuk mengumumkan penemuan tersebut dalam jangka waktu satu tahun, supaya si pemilik mengetahuinya.

Kecuali binatang unta. Jika binatang yang hilang tersebut adalah unta maka tidak boleh diambil tetapi dibiarkan begitu saja karena Nabi ﷺ melarang untuk mengambilnya.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Zaid bin Khalid al-Juhani radhiyallahu anhu yang diriwayatkan al-Bukhari no. 2295 dan Muslim 1/1722 [9]. HR. Abu Dawud no. 1473 dan al- Baihaqi no. 11284 [10]. Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi hlm.

321 [11]. Talqihul Afhamil ‘Aliyyah, kaidah ke-60 [12]. Lihat al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah asy-Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid al-Musyaiqih, penjelasan bait ke-93 [13]. Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi hlm. 324 [14]. Diangkat dari al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. Tahqiq Syaikh DR. Khalid cara menghilangkan najis anjing. Cet. II. Thn. 1422 H/2001 M. Darul Wathan lin Nasyr.

Riyad, hlm. 87-88 dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-36: Barang siapa Merusakkan Barang Untuk Menghindari Bahaya, Maka Tidak Wajib Mengganti Kaidah Ketiga Puluh Enam مَنْ أَتْلَفَ شَيْئًا لِيَنْتَفِعَ بِهِ ضَمِنَهُ وَمَنْ أَتْلَفَهُ دَفْعًا لِمَضَرَّتِهِ فَلاَ ضَمَانَ عَلَيْهِ Barang siapa merusakkan suatu barang untuk ia manfaatkan maka ia wajib mengganti dan barang siapa merusakkannya untuk menghindari bahaya yang mengancamnya maka tidak wajib mengganti Makna Kaidah Secara hukum asal, setiap orang yang merusak atau menghancurkan barang orang lain, ia wajib menggantinya.

[1] Sebagaimana hal ini telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syari. Meskipun hukum asal ini tidak berlaku secara mutlak, dan dikecualikan darinya beberapa kondisi.

[2] Jika seorang sengaja merusak barang orang lain, maka tidak lepas dari dua keadaan. Adakalanya itu dilakukan karena darurat, dan adakalanya tidak. Jika ia merusak bukan karena alasan darurat maka ia wajib mengganti. Namun jika ia merusaknya karena darurat maka tidak lepas dari dua keadaan pula. Pertama, ia merusaknya untuk memenuhi kebutuhan daruratnya, seperti orang yang sedang sangat lapar kemudian mendapatkan hewan ternak milik orang lain lalu ia sembelih dan ia makan.

Kedua, ia merusaknya karena menghindar dari bahaya yang menyerangnya, misalnya orang yang diserang binatang milik orang lain dan ia berusaha mencegahnya sampai terpaksa membunuh binatang tersebut. Untuk kasus pertama, dia wajib mengganti, sedangkan yang kasus yang kedua, tidak wajib mengganti. Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” [QS.

an-Nisa’/4:29] Demikian pula disebutkan dalam hadis Anas radhiyallahu anhu: عَنْ أَنَسٍ قَالَ: أَهْدَتْ بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا فِي قَصْعَةٍ ، فَضَرَبَتْ عَائِشَةُ الْقَصْعَةَ بِيَدِهَا ، فَأَلْقَتْ مَا فِيْهَا ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: طَعَامٌ بِطَعَامٍ ، وَإِنَاءٌ بِإِنَاءٍ.

Dari Anas radhiyallahu anhu ia berkata: “Salah seorang istri Nabi ﷺ menghadiahkan kepada beliau makanan yang diletakkan di suatu wadah. Kemudian Aisyah memukul wadah itu dengan tangannya dan menumpahkan isinya. Maka Nabi ﷺ bersabda: “Makanan diganti dengan makanan, wadah diganti dengan wadah.“ [3] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Di antaranya: • Jika seseorang diserang, maka wajib bagi yang diserang untuk mencegahnya. Jika si penyerang sudah bisa dihentikan dengan dihardik, maka ia tidak boleh dipukul. Jika ia berhenti dengan dipukul, maka tidak boleh dilukai. Jika sudah berhenti dengan cara menghilangkan najis anjing maka tidak boleh dibunuh. Jika tidak berhenti kecuali dengan dibunuh, maka ia boleh dibunuh dan orang yang diserang tidak wajib membayar Diyat ataupun Kaffarah.

Karena ia membunuh tidak untuk mengambil manfaat darinya tetapi supaya terhindar dari bahaya penyerangannya. [4] • Seseorang yang sedang kelaparan lalu mendapatkan seekor hewan ternak milik orang lain lalu ia sembelih dan dimakan untuk menghilangkan rasa laparnya maka ia wajib menggantinya, karena ia menyembelih hewan tersebut untuk memanfaatkannya.

[5] • Asalnya seseorang yang sedang berihram tidak boleh berburu hewan. [6] Namun, jika ia diserang oleh shaid (binatang buruan) maka ia harus mencegahnya dengan cara paling ringan yang bisa mencegah hewan tersebut. Jika tidak bisa ditolak kecuali dengan membunuhnya maka tidak mengapa ia membunuhnya.

Dan tidak ada kewajiban baginya untuk mengganti karena ia membunuhnya untuk menghindari bahaya yang mengancamnya. • Asalnya seseorang yang sedang berihram tidak diperbolehkan untuk mencabut rambutnya. Namun suatu ketika jika ada rambut yang turun mengenai matanya sehingga menimbulkan rasa sakit di mata, dan tidak bisa menghilangkan sakit kecuali dengan mencabut rambut itu, maka hal itu diperbolehkan dan tidak ada kewajiban baginya membayar Fidyah.

• Apabila ada kaca yang jatuh dan akan menimpa seseorang, sedangkan tidak mungkin terhindar darinya kecuali dengan memecahkannya, maka boleh untuk memecahkannya, dan tidak ada kewajiban untuk mengganti atau membayar ganti rugi.

• Jika seseorang diserang orang lain yang ingin merampas hartanya, sedangkan tidak mungkin dicegah kecuali dengan membunuh si penyerang, maka diperbolehkan untuk membunuhnya. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: • عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيْدُ أَخْذَ مَالِي ؟ قَالَ: cara menghilangkan najis anjing فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ ” قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي ؟ قَالَ: ” قَاتِلْهُ ” قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي ؟ قَالَ: ” فَأَنْتَ شَهِيْدٌ ” ، قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ ؟ قَالَ: ” هُوَ فِي النَّارِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika ia memerangiku?” Beliau menjawab: “Perangilah ia!” Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika ia membunuhku?” Beliau menjawab: “Engkau mati syahid.” Ia bertanya lagi, ”Bagaimana jika aku membunuhnya?” Beliau ﷺ menjawab: “Ia masuk Neraka.” [8] Keterangan Tambahan: Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa seseorang yang merusakkan (menghancurkan) barang orang lain maka hukum asalnya ia wajib menggantinya.

Namun ada beberapa keadaan yang dikecualikan. Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ada tiga keadaan dimana seseorang tidak wajib mengganti barang yang ia rusakkan, yaitu: • Jika perusakan itu terjadi dalam rangka mencegah bahaya yang menyerangnya.

Sebagaimana contoh-contoh di atas. • Apabila hal itu telah diizinkan oleh si pemilik barang. Misalnya, apabila si pemilik telah mengizinkan orang lain untuk memakan makanannya, atau menyembelih hewan ternaknya. • Apabila hal itu diizinkan oleh syariat. Misalnya seseorang yang merusak alat-alat musik yang melalaikan dari zikir kepada Allah ﷻ. Maka tidak ada kewajiban mengganti barang yang dirusakkan karena hal itu telah diizinkan oleh syariat.

[9] Wallahu a’lam. cara menghilangkan najis anjing _______ Footnote [1]. Hal ini berkaitan dengan hak Allah ﷻ maupun hak sesama manusia. Berkaitan dengan hak Allah ﷻ misalnya seseorang yang memburu hewan buruan di tanah haram atau seseorang yang berburu ketika dalam keadaan ihram.

Dan berkaitan dengan hak sesama manusia misalnya seseoang yang mengambil harta orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. (Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, hlm. 231). [2]. Penjelasan tentang beberapa keadaan yang dikecualikan tersebut akan disebutkan di akhir pembahasan. [3].

HR. at-Tirmidzi dalam Kitab al-Ahkam, Bab Maa jaa-a fiiman yuksaru lahu as-Syai’u, no. 1359. [4]. Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa jika orang yang diserang khawatir jika ia berusaha mencegah dengan cara yang lebih ringan (tanpa membunuh) dikhawatirkan si penyerang akan mendahului membunuhnya, maka si terserang boleh mendahului membunuh si penyerang.

Dan tidak ada cara menghilangkan najis anjing membayar ganti rugi atasnya. (Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 232). [5]. Sebagian ulama berpendapat bahwa apabila orang yang terpaksa mengambil hewan ternak itu adalah orang fakir, sedangkan si pemilik hewan adalah orang kaya, maka tidak ada kewajiban mengganti.

Karena memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan hukumnya Fardhu Kifayah. (Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid As Sa’idan, kaidah ke-17). [5]. Sebagaimana disebutkan dalam QS. al Maidah/5:95. [7]. Jumhur Ulama berpendapat, bahwa larangan mencabut rambut di sini mencakup seluruh rambut yang tumbuh di badan. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa yang dilarang dicabut khusus rambut kepala saja.

(Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 231) [8]. HR. Muslim dalam Kitab al-Imaan, Bab ad-Dalil ‘ala Anna Man Qashada Akhdza Maali Ghairihi bi Ghairi Haqqin, no. 308.

[9]. Hal ini tentu tetap dikaitkan dengan kaidah-kaidah dalam amar maruf nahi munkar sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, di antaranya tidak boleh mencegah suatu kemungkaran jika akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. (Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 231-234). [10] Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cetakan kedua. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 88. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-37: Jika Dua Orang Pelaku Muamalah Berselisih Keberpihakan Diberikan Yang Kuat Alasannya Kaidah Ketiga Puluh Tujuh إِذَا اخْتَلَفَ الْمُتَعَامِلاَنِ فِي شَيْءٍ مِنْ مُتَعَلَّقَاتِ الْمُعَامَلَةِ يُرَجَّحُ أَقْوَاهُمَا دَلِيْلاً Jika dua orang pelaku muamalah berselisih tentang suatu hal berkaitan dengan muamalah itu maka keberpihakan diberikan kepada yang lebih kuat alasannya Makna Kaidah Kaidah ini menjadi rujukan dalam kasus perselisihan yang terjadi antara pihak-pihak pelaku akad muamalah, baik jual beli, sewa menyewa, gadai, atau selainnya.

jika terjadi perselisihan di antara mereka berkaitan dengan persyaratan, harga, atau hal-hal lainnya, maka pihak yang lebih kuat alasannya yang lebih dikuatkan perkataannya. Dalam akad jual beli, misalnya, adakalanya yang lebih dikuatkan adalah perkataan si penjual dan adakalanya yang lebih dikuatkan adalah perkataan si pembeli. Dalam kasus perselisihan semacam ini, sering kali penyelesaiannya dikembalikan kepada hukum asal dari permasalahan yang bersangkutan.

Di antaranya jika terjadi perselisihan tentang ada tidaknya persyaratan tambahan, maka hukum asalnya persyaratan itu tidak ada. Demikian pula, jika suatu akad jual beli telah selesai dan dinyatakan sah kemudian salah satu pihak menyatakan bahwa jual beli itu tidak sah karena sebab tertentu, maka keputusannya berpihak kepada orang yang menyatakannya sah, karena hukum asal suatu akad yang telah terjadi adalah sah.

Demikian pula, berkaitan dengan cacat pada barang yang diperjual belikan, jika telah terjadi akad jual beli kemudian si pembeli menyatakan ada cacat pada barang maka hukum asalnya cacat tersebut tidak ada, kecuali jika ada bukti pendukung.

Dan hukum-hukum asal lainnya sebagaimana dijelaskan para ulama. [1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah sabda Nabi ﷺ dalam hadis Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma: البَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي وَالْيَمِيْنُ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ “Bukti itu wajib didatangkan oleh orang yang menuduh dan sumpah wajib bagi orang yang mengingkarinya.” [2] Demikian pula disebutkan dalam hadis Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu: إِذَا اخْتَلَفَ الْمُتَعَامِلاَنِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا بَيِّنَةٌ فَالْقَوْلُ مَا يَقُوْلُ رَبُّ السِّلْعَةِ أَوْ يَتَرَادَّانِ “Jika terjadi perselisihan antara dua orang yang melakukan muamalah dan tidak ada bukti pendukung antara keduanya maka perkataan berpihak kepada pemilik barang atau keduanya saling membatalkan jual beli itu.” [3] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak, terutama berkaitan dengan permasalahan muamalah.

Di antaranya: • Jika seseorang menjual rumahnya kepada orang lain. Beberapa waktu kemudian, ia mengatakan bahwa rumah tersebut masih dalam status gadai. [4] Dengan perkataannya itu, ia ingin membatalkan jual beli. Maka, perkataannya tidak diterima, karena hukum asal dalam akad jual beli adalah sah. Kecuali jika ia bisa mendatangkan bukti yang menunjukkan bahwa rumah tersebut berstatus gadai, maka perkataannya diterima.

[5] • Apabila seseorang telah membeli sebuah mobil. Selang beberapa hari kemudian ia datang kepada si penjual dan mengatakan ada cacat pada mobil itu. Tujuannya mendapatkan hak khiyar. [6] Maka hukum asal dari dakwaan ini adalah tidak diterima kecuali jika si pembeli bisa mendatangkan bukti kebenaran dakwaannya tersebut.

Karena hukum asal dari barang yang sudah dibeli adalah bebas dari aib (cacat). [7] • Dua orang melakukan akad jual beli suatu barang. Selang beberapa waktu kemudian, si penjual mengatakan bahwa jual beli itu tidak sah, karena ketika pelaksanaan akadnya dulu ia belum baligh. [8] Sedangkan si pembeli mengatakan bahwa jual beli itu sah. Maka dalam kasus ini perkataan si pembeli yang dimenangkan karena asal dalam akad jual beli adalah sah, sampai ada bukti yang menunjukkan bahwa akad itu tidak sah.

[9] • Seseorang menjual sebuah mobil kepada orang lain. Dua hari kemudian, ia datang kepada si pembeli seraya mengatakan bahwa jual beli itu tidak sah karena dilaksanakan setelah azan Salat Jumat. [10] Sedangkan si pembeli mengatakan bahwa jual beli itu sah karena dilaksanakan di luar waktu itu.

Maka perkataan berpihak kepada si pembeli. Karena hukum asal suatu akad jual beli adalah sah. Maka, dalam kasus ini si penjual harus mendatangkan bukti bahwa jual beli itu memang dilaksanakan setelah azan Salat Jumat.

Jika ia tidak punya bukti, maka kita katakan kepada si pembeli supaya bersumpah bahwa jual beli itu terjadi di luar waktu tersebut dan dihukumi akan sahnya jual beli itu. [11] • Jika seorang pembeli mengatakan adanya unsur jahalah (ketidakjelasan) atas barang yang ia beli, dan mengatakan bahwa ia tidak melihat barang ketika dilaksanakannya transaksi.

Dengan tujuan untuk membatalkan jual beli tersebut. Maka, asalnya perkataan tersebut tidak diterima karena hukum asal dalam akad jual beli adalah sah.

Demikian pula, keberadaan si pembeli yang membawa barang tersebut menunjukkan bahwa perkataannya tidak benar. Jika memang benar apa yang ia katakan, tentu ketika akan menerima barang ia menolak menerimanya karena adanya unsur jahalah. [12] Keterangan Tambahan: Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa apabila terjadi perselisihan antara dua orang yang melakukan muamalah, maka dilihat siapa di antara keduanya yang lebih cara menghilangkan najis anjing alasan atau buktinya.

Namun, suatu ketika timbul permasalahan baru, yaitu jika ternyata keduanya sama-sama mempunyai bukti yang kuat sehingga tidak bisa ditentukan perkataan pihak mana yang lebih dikuatkan. Dalam kasus seperti ini, Para ulama menjelaskan, bahwa jual beli tersebut dibatalkan. Yaitu dengan cara si pembeli mengembalikan barang yang telah ia bawa dan si penjual mengembalikan uang yang telah ia dapatkan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu: إِذَا اخْتَلَفَ الْمُتَعَامِلاَنِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا بَيِّنَةٌ فَالْقَوْلُ مَا يَقُوْلُ رَبُّ السِّلْعَةِ أَوْ يَتَرَادَّانِ Jika terjadi perselisihan antara dua orang yang melakukan muamalah dan tidak ada bukti pendukung antara keduanya maka perkataan berpihak kepada pemilik barang atau keduanya saling membatalkan jual beli itu.

[13] Namun demikian, jika salah satu pihak mau mengalah dan rida dengan perkataan pihak lainnya maka ini pun diperbolehkan. Misalnya dalam kasus jual beli yang pembayarannya ditunda, terjadi perselisihan antara si penjual dan pembeli berkaitan dengan harga barang yang semula telah disepakati, dikarenakan lupa, atau sebab-sebab lainnya. Si penjual menyebutkan harga yang lebih tinggi daripada harga yang disebutkan si pembeli. Sedangkan tidak ada bukti yang lebih menguatkan salah satu dari keduanya.

Kemudian si pembeli mengalah dan rela dengan harga yang disebutkan si penjual, maka ini termasuk dalam kategori perdamaian yang diperbolehkan. [14] Wallahu a’lam. [15] _______ Footnote [1]. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa-at-Tauzi’, Hlm. 212. [2]. HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, Kitabud Da’awa wa al-Bayyinat, Bab al-Bayyinat ‘ala al-Mudda’i, 10/202.

Asal hadis ini ada dalam Shahihul Bukhari no. 4277 dan Muslim 1/1711. [3]. HR. Ahmad dalam Musnadnya 1/466, al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 5/333 cara menghilangkan najis anjing at-Tirmidzi 1/240. Derajat hadis ini Shahih li ghairihi dengan mengumpulkan semua jalannya. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, Hlm.

213-215. [4]. Barang yang sedang dalam status gadai tidak boleh diperjual belikan. Sebagaimanan disebutkan dalam salah satu bait dalam Manzhumah al-Qawa’id al-Fiqhiyyah karya Syaikh Abdurrahman as-Sa’di [5].

Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 268. [6]. Yaitu hak untuk meneruskan atau membatalkan jual beli tersebut. Lihat Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Tahun 2002 M, Dar Ibni al-Haitsam, Kairo, Hlm.

284. [7]. Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa-at-Tauzi’, Hlm. 216. [8]. Transaksi jual beli yang dilakukan anak yang belum baligh tidak sah kecuali dengan izin walinya. Lihat as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1422 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, Hlm. 111. [9]. Sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kasus seperti ini, asalnya yang lebih dikuatkan adalah perkataan si penjual.

Karena ada hukum cara menghilangkan najis anjing lain yang lebih kuat, yaitu bahwa hukum asal seseorang adalah belum baligh. Maka dalam kasus tersebut yang wajib bagi si penjual adalah bersumpah bahwa ketika pelaksanaan akad ia belum sampai usia baligh dan jual beli itu dihukumi tidak sah.

Ini tidak bertentangan dengan kaidah yang menjelaskan bahwa hukum asal suatu akad adalah sah, karena ada hukum asal lain yang lebih kuat darinya. Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 268. [10]. Jual beli setelah dikumandangkannya azan Salat Jumat termasuk kategori jual beli yang dilarang sebagaimana disebutkan dalam QS. al-Jumu’ah/62: 9 [11].

Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. 267. [12]. Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. 268. [13]. HR. Ahmad dalam Musnadnya 1/466, al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra 5/333 dan at-Tirmidzi 1/240. Derajat hadis ini adalah Shahih li ghairihi dengan mengumpulkan semua jalannya.

Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az-Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, Hlm. 213-215. [14]. Lihat at-Ta’liq ‘alal Qawa’id wa al-Ushulil Jami’ah, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cetakan pertama, 1430 H, Muassasah as-Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin al-Khairiyyah, Unaizah, hlm.

207. [15]. Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cetakan kedua. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 89. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-38: Jika Pengharaman Berkaitan Dengan Zat Suatu Ibadah Maka Ibadah Tersebut Batal Kaidah Ketiga Puluh Delapan إِذَا عَادَ التَّحْرِيْمُ إِلَى نَفْسِ اْلعِبَادَةِ أَوْ شَرْطِهَا فَسَدَتْ, وَإِذَا عَادَ إِلَى أَمْرٍ خَارِجٍ لَمْ تَفْسُدْ, وَكَذَلِكَ الْمُعَامَلَةُ Jika pengharaman berkaitan dengan zat suatu ibadah atau syaratnya maka ibadah tersebut batal.

Dan jika berkaitan dengan perkara di luar zat dan syaratnya maka ibadah itu tidaklah batal. Demikian pula permasalahan muamalah. Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan tentang larangan yang ditujukan terhadap suatu perkara.

Para ulama menjelaskan, bahwa larangan terhadap suatu perkara tidak lepas dari tiga keadaan: • Pertama: Adakalanya larangan itu tertuju kepada zat perkara tersebut.

• Kedua: Adakalanya cara menghilangkan najis anjing itu tertuju kepada syarat sahnya. • Ketiga: Adakalanya larangan tertuju kepada perkara di luar zat dan syaratnya. Dalam hal ini, timbul pertanyaan, sejauh manakah pengaruh suatu larangan terhadap sesuatu yang dilarang dan segala yang berkait dengannya? Apakah secara otomatis batal atau bagaimana? Para ulama menjelaskan, bahwa, apabila larangan itu berkaitan dengan zat suatu perkara atau syarat sahnya, maka zat atau perkara yang dilarang itu akan batal jika cara menghilangkan najis anjing.

Misal larangan terhadap zat yaitu puasa pada saat hari raya. Jika puasa ini dilakukan, maka puasa itu batal. Begitu juga jika larangan itu berkait dengan syarat sah suatu perkara, maka perkara itu juga akan batal jika tetap dilakukan, seperti salat tanpa menutup aurat. Adapun jika berkaitan dengan perkara di luar zat dan syarat sahnya maka tidak menunjukkan batalnya perkara tersebut.

[1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah sabda Nabi ﷺ dalam hadis Aisyah radhiyallahu anha: كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ “Setiap persyaratan yang tidak (dibenarkan) dalam kitab Allah, maka itu adalah persyaratan yang batal, walaupun sejumlah seratus persyaratan.“ [2] Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih mengatakan: “Hadis ini menunjukkan bahwa larangan-larangan dalam syariat menyebabkan perkara yang dilarang itu menjadi batal.” [3] Demikian pula sabda Nabi ﷺ dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ “Allah tidak cara menghilangkan najis anjing salat salah seorang dari kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu.” [4] Hadis ini menjelaskan, bahwa seseorang yang salat dalam keadaan berhadats maka salatnya cara menghilangkan najis anjing sah.

Karena thaharah (bersuci) merupakan salah satu syarat sah salat. Dan larangan melaksanakan salat tanpa bersuci berkaitan dengan syarat sah salat yang berimplikasi pada batalnya salat yang dikerjakan.

[5] Dalam hadis yang lain, Nabi ﷺ bersabda: لاَ تَلَقَّوْا الْجَلَبَ ، فَمَنْ تَلَقَّاهُ فَاشْتَرَى مِنْهُ ، فَإِذَا أَتَى سَيِّدُهُ السُّوْقَ ، فَهُوَ بِالْخِيَارِ “Janganlah kalian menghadang para pembawa barang dagangan dari kampung. Barang siapa yang dihadang, kemudian dibeli darinya (suatu barang), kemudian ia tiba di pasar, maka ia (penjual) memiliki khiyar (pilihan).” [6] Dalam hadis ini Nabi ﷺ melarang menghadang para pembawa barang dagangan dari kampung ke pasar untuk membeli barang dari mereka.

Namun jika seseorang melakukannya, maka itu tidak membatalkan jual beli yang dilakukan karena larangan tersebut tidak berkaitan dengan zat jual beli ataupun syarat sahnya. Oleh karena itulah dalam kasus tersebut Nabi ﷺ menetapkan adanya hak khiyar [7] bagi si penjual jika telah sampai di pasar. [8] Contoh Penerapan Kaidah Banyak contoh permasalahan baik berkaitan dengan ibadah maupun muamalah yang merupakan implementasi kaidah ini.

Di antaranya adalah sebagai berikut: • Rasulullah ﷺ melarang kaum Muslimin berpuasa pada dua hari raya, yaitu hari raya idul fitri dan idul adha. [9] Barang siapa melaksanakan puasa pada dua hari tersebut, maka puasanya fasid (batal). Karena larangan tersebut berkaitan dengan zat ibadah itu sendiri.

[10] • Apabila seseorang salat tanpa bersuci, maka salatnya batal. Karena di antara syarat sah salat adalah thaharah (bersuci). Maka, larangan salat tanpa bersuci berkaitan dengan salah satu syarat sah salat. [11] • Berkaitan dengan ibadah puasa. Apabila seseorang mengatakan perkataan dusta, atau menggunjing (ghibah) sedangkan ia dalam keadaan berpuasa maka puasanya tetap sah, meskipun ia berdosa atas perbuatannya tersebut. Karena larangan dusta tidak berkaitan dengan zat ataupun syarat sah puasa.

Oleh karena itu, tidak mengakibatkan puasanya batal. [12] • Apabila seseorang melaksanakan salat [13] pada-waktu-waktu terlarang, maka salatnya tidak sah. [14] Karena larangan dalam masalah ini berkaitan dengan zat salat itu sendiri.

Sedangkan suatu larangan jika berkaitan dengan zat suatu ibadah maka konsekuensinya ibadah itu batal jika dilakukan. [15] • Rasulullah ﷺ telah melarang seseorang menjual barang yang bukan miliknya. Oleh karena itu, barang siapa menjual barang yang bukan miliknya maka jual beli itu batal. Karena di antara syarat sah jual beli adalah bahwa barang yang dijual adalah milik si penjual atau milik orang yang diwakilinya. Dalam kasus ini, larangan berkaitan dengan syarat sah jual beli.

Dan larangan jika berkaitan dengan syarat sah suatu perkara maka menunjukkan batalnya perkara tersebut. [16] • Seorang wanita yang melaksanakan haji tanpa mahram, maka hajinya tetap sah, meskipun berhaji tanpa mahram bagi seorang wanita itu terlarang.

Kenapa? Karena larangan tersebut tidak berkaitan dengan zat ataupun syarat sah ibadah tersebut. Jadi hajinya tetap sah namun ia berdosa. • Berkaitan dengan permasalahan muamalah. Barang siapa memperjualbelikan khamr, bangkai, babi, dan patung, maka jual beli tersebut tidak sah. Karena larangan jual-beli benda-benda tersebut berkaitan dengan zatnya, sehingga berkonsekuensi pada batalnnya perkara yang dilarang. cara menghilangkan najis anjing • Disebutkan dalam salah satu hadis tentang larangan jual beli gharar [20], di antaranya jual beli anak hewan yang masih dalam perut.

[21] Barang siapa melaksanakan transaksi tersebut, maka jual belinya tidak sah. Karena larangan tersebut berkaitan dengan salah satu syarat sah jual beli yaitu tahu harga dan barang yang menjadi obyek. [22] • Seorang laki-laki dilarang memakai pakaian sutra [23]. Dalam hal ini, jika seseorang melaksanakan salat dengan memakai topi dari sutra maka salatnya tetap sah. Karena menutup kepala tidak termasuk syarat sah salat. Karena larangan tersebut tidak berkaitan dengan zat ataupun syarat sah salat, maka pelanggaran ini tidak berkonsekuensi batalnya salat.

Namun demikian, seseorang yang melakukannya tetap berdosa. [24] • Jika seseorang menikahi mahramnya maka nikahnya tidak sah. Karena larangan menikahi mahram berkaitan dengan zat perkara tersebut. [25] • Barang siapa melaksanakan salat sedangkan ada najis di pakaiannya, maka salatnya batal.

Karena sucinya badan, pakaian, dan tempat salat dari najis termasuk syarat sah salat. [26] Maka, larangan salat dalam keadaan ada najis di pakaian seseorang berkaitan dengan syarat sah salat. Sehingga berkonsekuensi batalnya salat yang dilakukan [27]. Keterangan Tambahan: Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa suatu larangan jika berkaitan dengan syarat sah suatu perkara (ibadah maupun muamalah), maka itu berkonsekuensi pada batalnya perkara yang dilarang.

Dalam hal ini, Para ulama menjelaskan, bahwa yang dimaksudkan di sini adalah larangan yang mengenai syarat sah secara khusus. [28] Adapun jika larangan itu berkaitan dengan syarat sah suatu perkara namun tidak secara khusus maka tidak berkonsekuensi batal. [29] Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh-contoh berikut: • Seseorang yang berwudhu dengan air hasil curian, maka wudhunya tetap sah.

Dalam hal ini, ada larangan dari melakukan pencurian secara umum. Namun tidak ada larangan secara khusus berwudhu dengan air hasil curian. Maka, meskipun larangan dalam kasus ini berkaitan dengan syarat sah salat, yaitu bersuci, namun tidak secara khusus berkaitan dengannya. Maka ketika seseorang melakukannya, ia berdosa cara menghilangkan najis anjing perbuatan pencurian yang ia lakukan, namun wudhunya tetap sah. [30] • Apabila seseorang mengerjakan salat dengan memakai pakaian hasil curian, maka salatnya tetap sah.

Larangan dalam masalah ini berkaitan dengan syarat sah salat, yaitu menutup aurat. Namun, tidak berkaitan dengannya secara khusus. Karena larangan mencuri sifatnya umum, dan tidak ada larangan khusus dari melaksanakan salat memakai pakaian hasil curian.

Maka, salat orang tersebut tetap sah, namun ia berdosa karena pencurian yang ia lakukan. [31] Wallahu a’lam. [32] _______ Footnote [1]. Lihat Talqihul Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-9. Dan al-Ushul cara menghilangkan najis anjing ‘Ilmi al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin, Cet. I, 1424 H, Dar Ibn al-Jauzi, Dammam, Hlm. 29-30. [2]. Ini potongan hadis riwayat Imam al-Bukhari, no. 2047, dan Muslim, no. 1504 dari Aisyah radhiyallahu anha [3].

al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan kaidah ke 20-22. [4]. HR. al-Bukhari, no 135 dan Muslim, no. 225 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu [5]. Lihat Talqihul Afham al-‘Aliyyah, Kaidah ke-9. [6]. HR. Muslim, no. 3802, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu [7]. Yaitu hak untuk meneruskan atau membatalkan jual beli tersebut.

Lihat as-Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin, Cet I, Tahun 1422 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, 8/261. [8]. Lihat Syarh Manzhumah Cara menghilangkan najis anjing al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet.

I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 76. [9]. Sebagaimana dalam hadis riwayat al-Bukhari no. 1197 dan Muslim no. 827 dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu [10]. Lihat al-Ushul min ‘Ilmi al-Ushul, Cet. I, 1424 H, Dar Ibn al-Jauzi, Dammam, Hlm. 29. [11]. Thaharah (bersuci) termasuk salah satu syarat sah salat sebagaimana dalam riwayat al-Bukhari, no.

135 dan Muslim, no. 225 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu [12]. al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, penjelasan kaidah ke 20-22. [13]. Yang dimaksudkan di sini adalah salat sunnah muthlaq, yaitu salat sunnah yang dilakukan tanpa ada sebab tertentu. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah Az Zamil, Dar Athlas Al Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, hlm.

217. [14]. Di antara hadis yang menyebutkan waktu-waktu terlarang melaksanakan salat yaitu riwayat al-Bukhari no. 586 dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu [15]. Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, hlm. 217. [16]. Talqihul Afham al-‘Aliyyah, kaidah ke-9. [17]. Keberadaan mahram bagi wanita untuk melaksanakan ibadah haji termasuk syarat wajib haji bukan syarat sahnya. Lihat Talqihul Afham al-‘Aliyyah, kaidah ke-9. [18]. Tentang haramnya jual beli khamr, bangkai, babi, dan dan patung dijelaskan dalam riwayat al-Bukhari no.

2236 dan Muslim no. 1581 dari Jabir radhiyallahu anhu [19]. al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, penjelasan kaidah ke 20-22. [20]. Sebagaimana dalam hadis riwayat Muslim no. 1513 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu [21]. Sebagaimana dalam hadis riwayat al-Bukhari no. 2143 dan Muslim no. 1514 dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma [22]. Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, hlm.

75. [23]. Sebagaimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari no. 5426 dari Hudzaifah radhiyallahu anhu [24]. Lihat al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, penjelasan kaidah ke 20-22. [25]. Di antara dalil yang menunjukkan haramnya menikahi mahram adalah firman Allah ﷻ dalam QS.

An Nisa’/4:22 [26]. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa suci dari najis termasuk syarat sah salat adalah HR. al-Bukhari no. 220 dan Muslim no. 284 dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu [27]. al-‘Aqduts Tsamin fi Cara menghilangkan najis anjing Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, penjelasan kaidah ke 20-22.

[28]. Larangan yang berkaitan dengan syarat sah secara khusus telah disebutkan contoh-contohnya di atas. [29]. Lihat penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahentang hal ini dalam at-Ta’liq ‘ala al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah, Cet. I, 1430 H, Muassasah Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin al-Khairiyyah, Unaizah, hlm. 209. [30]. al-‘Aqduts Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, penjelasan kaidah ke 20-22.

[31]. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah Az Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, Hlm. 219. [32]. Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 90. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya.

Kaidah Ke-39: Perkara Yang Diperintahkan Wajib Dikerjakan Seluruhnya Kaidah Ketiga Puluh Sembilan يَجِبُ فِعْلُ الْمَأْمُوْرِ بِهِ كُلِّهِ, فَإِنْ قَدِرَ عَلَى بَعْضٍ وَعَجَزَ عَنْ بَاقِيْهِ فَعَلَ مَا قَدِرَ عَلَيْهِ Perkara yang diperintahkan wajib dikerjakan seluruhnya, (namun) jika seseorang hanya mampu mengerjakan sebagiannya maka ia kerjakan apa yang ia mampu Makna Kaidah Apabila seseorang diperintahkan untuk mengerjakan sesuatu, maka akan ada tiga kemungkinan.

Kemungkin pertama, ia mampu mengerjakannya dengan sempurna; Kedua, ia tidak mampu mengerjakannya sama sekali; Ketiga, ia mampu mengerjakan sebagian saja. Jika ia mampu mengerjakannya dengan sempurna maka itulah yang harus ia lakukan. Jika ia tidak mampu mengerjakannya sama sekali, maka kewajibannya gugur.

Jika ia mampu mengerjakan sebagian, maka ia harus mengerjakan apa yang dia mampu dari perintah tersebut, sedangkan bagian yang tidak ia mampu maka gugur kewajiban mengerjakannya. Kaidah ini akan membahas keadaan ketiga dari tiga keadaan di atas [1].

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam Manzhumah al-Qawa’id al-Fiqhiyyah mengatakan: وَيفْعَلُ الْبَعْضُ مِنَ الْمَأْمُوْرِ إِنْ شَقَّ فِعْلُ سَائِرِ الْمَأْمُوْرِ Dan dikerjakan sebagian dari perkara cara menghilangkan najis anjing diperintahkan Jika kesulitan mengerjakan seluruh perkara yang diperintahkan [2] Imam ‘Izzuddin bin Abdissalam mengatakan: “Sesungguhnya orang yang diberikan beban mengerjakan suatu ketaatan dan ia mampu mengerjakan sebagiannya dan tidak mampu sebagian lainnya, maka ia kerjakan apa cara menghilangkan najis anjing ia mampu dan gugur kewajiban dari apa yang tidak ia mampui.” [3] Syaikh Dr.

Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih mengatakan: “Hukum asal dalam perintah-perintah (Allah dan Rasul-Nya) adalah engkau mengerjakan semuanya. Jika tidak mampu maka engkau kerjakan apa yang engkau mampu darinya. Dan banyak contoh yang masuk dalam penerapan kaidah ini.” [4] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” [QS.

at-Taghabun/64:16]. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di cara menghilangkan najis anjing mengatakan: “Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kewajiban yang tidak mampu dikerjakan oleh seorang hamba, maka kewajiban mengerjakannya cara menghilangkan najis anjing.

Dan jika ia mampu mengerjakan sebagian perkara dan tidak mampu mengerjakan sisanya, maka ia kerjakan apa yang ia mampu dan gugur darinya apa yang tidak ia mampui. [5] Nabi ﷺ bersabda dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Apa-apa yang aku larang, maka tinggalkanlah. Dan apa-apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian.” [6] Al ‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitsami ketika menjelaskan hadis ini mengatakan: “Ini adalah kaidah Islam yang penting.

Dan termasuk Jawami’ul Kalim yang diberikan kepada Nabi ﷺ, karena masuk di dalamnya perkara-perkara yang tidak terhitung.” [7] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai implementasi dan contoh penerapan yang sangat banyak, baik berkaitan dengan permasalahan ibadah, muamalah, dan selainnya.

Berikut ini merupakan sedikit contoh darinya: • Pada dasarnya, ketika seseorang berwudhu maka ia wajib menyiramkan air ke seluruh anggota wudhunya. Namun, apabila suatu ketika hanya ada sedikit air dan tidak cukup untuk berwudhu, maka yang wajib baginya adalah menggunakan air itu seadanya, dan anggota wudhu yang belum terkena air ia Tayammumkan.

[8] • Pada dasarnya, seseorang wajib berdiri saat salat. Jika ia tidak mampu berdiri maka salat dengan duduk. Jika tidak mampu, maka dengan berbaring. Sebagaimana disebutkan dalam hadis ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu: عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَتْ بِي بَوَاسِيْرُ ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ n عَنِ الصَّلاَةِ ، فَقَالَ: صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu ia berkata: “Aku pernah terkena penyakit bawasir, lalu aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ bagaimana aku melaksanakan salat?

Rasulullah ﷺ bersabda: “Salatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring.” [9] • Pada dasarnya, kewajiban berdiri saat salat berlaku sejak rakaat pertama sampai akhir. Namun, jika mampu berdiri di sebagian rakaat dan tidak mampu di rakaat lainnya, maka wajib berdiri pada rakaat yang ia mampu dan boleh duduk di rakaat yang tidak ia mampu.

[10] • Dalam pembayaran Zakat Fitri, asalnya seseorang wajib membayarkan zakat untuk dirinya dan orang yang ditanggungnya, seperti anak dan istrinya. Namun, jika makanan pokok yang ia miliki tidak cukup untuk membayar zakat seluruhnya, maka ia utamakan membayarkan zakat untuk dirinya dan orang yang paling dekat hubungan dengannya. [11] • Seseorang yang melaksanakan salat, sedangkan ia baru hafal sebagian dari Surat al-Fatihah.

Maka yang wajib baginya ialah membaca surat tersebut sebatas yang dihafalnya. [12] • Berkaitan dengan ibadah haji. Asalnya seseorang wajib melaksanakan haji dengan hartanya dan ia laksanakan sendiri tanpa mewakilkan. Namun jika ia tidak mungkinmenunaikannya dengan badannya sendiri maka yang wajib adalah ia mewakilkan orang lain untuk menghajikannya. [13] • Jika seseorang melihat suatu kemungkaran dan tidak mampu menghilangkannya.

Yang ia mampu hanya meringankan atau menghilangkan sebagiannya, maka wajib baginya untuk meringankan atau menghilangkan sebagian kemungkaran tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika cara menghilangkan najis anjing mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah keimanan.” [14] • Seseorang yang salat dan tidak mampu melaksanakan sebagian syarat atau rukun salat, maka ia melaksanakan sebagian syarat atau rukun yang ia mampu.

Adapun sebagian syarat atau rukun salat yang tidak ia mampui maka gugur kewajiban mengerjakannya. [15] Keterangan Tambahan: Para ulama menjelaskan, bahwa apabila seseorang hanya mampu mengerjakan sebagian dari perkara yang diperintahkan, maka ada beberapa keadaan: • Jika perkara yang dimampui itu sekadar wasilah (perantara) dari ibadah yang lain, maka tidak wajib dikerjakan.

Misalnya, di antara rangkaian amalan dalam ibadah haji adalah al halq (mencukur rambut). Dalam hal ini, timbul permasalahan jika seseorang memang kepalanya tidak tumbuh rambut, apakah ia wajib menjalankan alat cukur di kepalanya.

Maka jawabannya tidak, karena hal itu hanya wasilah dari ibadah lain yaitu mencukur rambut. [16] Demikian pula, berkaitan dengan khitan. Apabila seorang anak dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan, maka tidak wajib menjalankan pisau di bagian yang biasa dikhitan, karena hal itu hanyalah wasilah kepada ibadah lainnya.

[17] • Jika perkara tersebut hanya sekadar pelengkap dan penyempurna ibadah yang lain, maka tidak wajib dikerjakan. Misalnya dalam pelaksanaan ibadah haji, sebagaimana dimaklumi bahwa di antara amalan dalam ibadah haji adalah bermalam di Mina dan melempar jumrah di sana pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Amalan ini merupakan pelengkap dan penyempurna dari Wuquf di Arafah. Timbul permasalahan jika seseorang terlewat dari mengikuti Wuquf di Arafah apakah tetap wajib baginya untuk pergi ke Mina, bermalam tiga hari di sana dan melempar jumrah.

Maka jawabannya tidak, karena amalan tersebut sekadar pelengkap dan penyempurna dari ibadah lain yaitu Wuquf. Sehingga tatkala seseorang terlewat dari pelaksanaan Wuquf maka tidak wajib mengerjakan amalan yang menjadi pelengkapnya, semisal bermalam di Mina dan melempar jumrah di sana.

[18] • Jika perkara yang dimampui itu merupakan bagian suatu ibadah namun jika berdiri sendiri tidak tergolong ibadah yang disyariatkan, maka tidak wajib dikerjakan. Misalnya dalam ibadah puasa, asalnya seseorang wajib berpuasa sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Timbul permasalahan jika seseorang tidak mampu berpuasa sampai tenggelam matahari, ia hanya mampu berpuasa sampai waktu Zuhur.

Apakah ia wajib berpuasa sampai waktu Zuhur saja. Jawabannya tidak, karena perkara yang ia mampui itu bagian dari ibadah yang mana jika dipisahkan dan berdiri sendiri maka tidak termasuk kategori ibadah. Di mana puasa harus dilaksanakan sejak terbit fajar samapi tenggelam matahari. [19] • Jika perkara tersebut bagian dari suatu ibadah dan jika berdiri sendiri pun merupakan ibadah yang disyaraiatkan, maka wajib untuk dikerjakan.

Keadaan keempat inilah letak pembahasan kaidah ini, dan telah disebutkan contoh-contoh penerapannya di atas.

Adapaun tiga keadaan sebelumnya tidak masuk dalam pembahasan kaidah ini. [20] Demikian pembahasan singkat kaidah ini. Semoga bermanfaat dan semakin menambah pemahaman kita akan kaidah-kaidah fikih dalam agama kita yang mulia ini. Wallahu a’lam. [21] _______ Footnote [1]. Kaidah ini sering disebut dengan ungkapan الميسور لا يسقط بالمعسور. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha, Syaikh Dr.

Saleh bin Ghanim as-sadlan, Cet. I, Tahun 1417 H, Dar Balansiyah li an-Nasyri wa at-Tauzi’, Riyadh, hlm. 310. [2]. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet. I, Tahun 1423 H, Dar Ibn al-Jauzi, Dammam, hlm. 43. [3]. Qawa’id al-Ahkam fii Masalehil Anam 2/6. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha, hlm. 313. [4]. al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-15.

[5]. Taisirul Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir Assa’di, Tahun 1423 H/2003 M, Jam’iyyah [6].

HR. Muslim dalam Kitab al-Fadhail, no. 1337. [7]. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha, hlm. 315. [8]. Lihat as-Syarhul Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil Jauzi, Damam, 1/381. [9].

HR. al-Bukhari dalam Kitab as-Shalah, Bab Idza Lam Yuthiq Qaiman Fa ‘ala Janbin, I/280. [10]. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, hlm. 44. [11]. cara menghilangkan najis anjing ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-15. [12]. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha, hlm. 319. [13]. al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Penjelasan bait ke-15.

[14]. HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, no. 49. [15]. Lihat makalah berjudul Qa’idah al-Maisur La Yasquthu bi al-Ma’sur, Syaikh Dr. Nashir bin Muhammad al-Ghamidi, dimuat di Majalah al-Ushul wa an-Nawazil No.2, Rajab 1430 H. [16]. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah az Zamil, Dar Athlas al-Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, hlm.

225-226. [17]. Lihat Taqrirul Qawa’id wa Tahrirul Fawa’id, al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali, Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman, Cet. I, Tahun 1419 H/1998 M, Dar Ibni Affan li an-Nasyri wa at-Tauzi, Khubar, Jilid 1 Hlm. 43. [18]. Lihat makalah berjudul Qa’idah al-Maisur La Yasquthu bi al-Ma’sur, Syaikh Dr.

Nashir bin Muhammad cara menghilangkan najis anjing, dimuat di Majalah al-Ushul wa an-Nawazil No.2, Rajab 1430 H. [19].

Lihat Tuhfatu Ahli at-Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II, Tahun 1423 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm. 10. [20]. Lihat Syarhul Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah Az Zamil, Dar Athlas Al Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, hlm. 226. [21]. Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 91-93, dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-40: Tidak Boleh Mendahulukan Pelaksanaan Ibadah Atau Kaffarah Sebelum Adanya Sebab Wujub Kaidah Keempat Puluh لاَ يَجُوْزُ تَقْدِيْمُ الْعِبَادَاتِ أَوِ الْكَفَّارَاتِ عَلَى سَبَبِ الْوُجُوْبِ وَيَجُوْزُ تَقْدِيْمُهَا بَعْدَ وُجُوْدِ السَّبَبِ وَقَبْلَ شَرْطِ الْوُجُوْبِ وَتَحَقُّقِهِ Tidak boleh mendahulukan pelaksanaan ibadah atau Kaffarah sebelum adanya Sebab Wujub dan diperbolehkan melaksanakannya setelah adanya Sebab Wujubnya sebelum ada dan terpenuhi syarat wajibnya.

Makna Kaidah Kaidah ini adalah salah satu di antara kaidah-kaidah penting dalam pembahasan fiqih. Namun sebelum lebih jauh menjelaskan kaidah ini, kita perlu memahami apakah yang dimaksud dengan Sebab Wujub dan apakah yang dimaksud dengan Syarat Wujub.

[1] Yang dimaksud dengan Sebab Wujub dalam pembahasan ini adalah sesuatu yang menjadi poros kewajiban satu ibadah sehingga bolehnya mengerjakan suatu ibadah tergantung kepadanya. Sebagai contoh, keberadaan seseorang telah bersumpah sebagai sebab diperbolehkannya membayar Kaffarah sumpah.

Demikian pula telah masuknya waktu salat yang pertama untuk kebolehan mengerjakan salat yang kedua dalam salat jama’. Para ulama menjelaskan, bahwa syarat terbagi menjadi dua, yaitu Syarat Wujub dan syarat sah. Syarat Wujub adalah sesuatu yang menjadikan kewajiban mengerjakan suatu ibadah tidak sempurna kecuali dengan keberadaannya. Misalnya hints (melanggar sumpah) adalah Syarat Wujub pembayaran Kaffarah sumpah.

Karena seseorang tidaklah wujub membayar Kaffarah sumpah sebelum ia melanggar sumpahnya. Demikian pula hilangnya nyawa si terbunuh merupakan Syarat Wujub dibayarkannya Kaffarah pembunuhan. Di mana pembayaran Kaffarah ini menjadi wujub dengan syarat hilangnya nyawa si terbunuh. Dan Syarat Wujub inilah yang menjadi pembahasan dalam kaidah ini. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat sah adalah perkara-perkara yang menjadikan suatu ibadah tidaklah sah kecuali dengan keberadaannya.

Seperti keberadaan thaharah untuk keabsahan salat, dan keIslaman untuk keabsahan segala macam ibadah. Meskipun asal ibadah tersebut telah wujub meski tanpa keberadaan syarat ini. Di mana seseorang wujub melaksanakan salat meskipun tidak dalam keadaan thaharah, namun tidak sah kecuali dengannya.

Demikian pula orang kafir wujub melaksanakan ibadah-ibadah, namun tidak sah kecuali jika telah beragama Islam. Dari cara menghilangkan najis anjing macam syarat tersebut yang menjadi pembahasan dalam kaidah ini adalah macam yang pertama, yaitu Syarat Wujub dan bukan syarat sah. Perlu juga difahami bahwa pelaksanaan ibadah yang memiliki Sebab Wujub dan syarat wajib, ada tiga keadaan: • Ibadah itu dilaksanakan sebelum adanya Sebab Wujubnya. Jika ibadah itu dilaksanakan sebelum ada Sebab Cara menghilangkan najis anjing, maka tidaklah sah pelaksanaan ibadah itu, karena dilaksanakan sebelum waktunya.

seperti Salat Zuhur sebelum masuk waktunya • Ibadah dikerjakan setelah ada sebab wajibnya namun sebelum terpenuhi Syarat Wujubnya. Jika dilaksanakan setelah ada sebab wajibnya namun belum terpenuhi Syarat Wujubnya maka hal itu diperbolehkan • Ibadah dikerjakan setelah keberadaan sebab dan Syarat Wujubnya. Jika dilaksanakan setelah ada sebab dan Syarat Wujubnya maka ketika itu cara menghilangkan najis anjing ibadah menjadi wajib.

[2] Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan: “Seluruh ibadah, baik yang berkaitan dengan amalan anggota badan atau berkaitan dengan harta, atau gabungan keduanya, tidak boleh dilaksanakan mendahului Sebab Wujubnya. Dan boleh dilaksanakan setelah ada Sebab Wujubnya sebelum terpenuhi kewajiban atau Syarat Wujubnya.” [3] Dasar Kaidah Ini Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah sabda Nabi ﷺ: إِنِّي وَاللهِ إِنْ شَاءَ اللهُ لاَ أَحْلِفُ عَلَى يَمِيْنٍ فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ كَفَّرْتُ عَنْ يَمِيْنِي وَأَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ “Demi Allah, sesungguhnya tidaklah aku bersumpah dengan suatu sumpah kemudian aku melihat ada hal lain yang lebih baik darinya, kecuali aku akan membayar Kaffarah atas sumpahku dan aku kerjakan hal yang lebih baik itu.” [4] “ Syaikh Walid bin Rasyid As Sa’idan mengatakan: “Hadis ini merupakan dalil atas bolehnya membayar Kaffarah setelah sumpah dilaksanakan meskipun belum dilanggar.

Menyelisihi pendapat yang melarangnya. [5] Demikian pula hadis ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu: عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ الْعَبَّاسَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَعْجِيْلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mengeluarkan zakat sebelum waktu pembayarannya.

Maka Nabi ﷺ membolehkannya. [6] Dalam hadis ini Rasulullah ﷺ membolehkan pembayaran zakat setelah sempurna nishabnya meskipun harta itu belum berputar selama satu tahun.

Hal ini menunjukkan bolehnya melaksanakan ibadah setelah ada Sebab Wujubnya, meskipun Syarat Wujubnya belum terpenuhi. [7] Contoh Penerapan Kaidah Banyak contoh permasalahan baik berkaitan dengan ibadah maupun muamalah yang merupakan implementasi kaidah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut: • Apabila seseorang melanggar sumpahnya maka wajib baginya untuk membayar Kaffarah (denda) [8].

Pembayaran Kaffarah ini termasuk ibadah yang mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub. Keberadaan seseorang telah cara menghilangkan najis anjing adalah Sebab Wujubnya. Sedangkan keberadaan seseorang telah melanggar sumpahnya merupakan Syarat Wujubnya.

Maka, tidak boleh seseorang membayar Kaffarah sebelum bersumpah, karena belum terpenuhi Sebab Wujubnya. [9] Dan boleh membayarkannya setelah seseorang bersumpah sebelum melanggar sumpahnya, karena ketika itu telah terpenuhi Sebab Wujubnya.

Adapun jika ia telah melanggar sumpahnya maka ketika itu pembayaran Kaffarah menjadi wujub. [10] • Berkaitan dengan menjama’ salat, baik menjama’ Salat Zuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya’. Seolah-olah waktu kedua salat yang dijamak tersebut menjadi satu sebagaimana telah dimaklumi di kalangan Fuqaha. Dalam hal ini, masuknya waktu salat yang pertama merupakan Sebab Wujub untuk mengerjakan salat yang kedua. Sedangkan masuknya waktu salat yang kedua merupakan syarat wajibnya.

Maka tidak boleh mengerjakan salat yang kedua sebelum masuknya waktu salat yang pertama. Boleh mengerjakannya setelah masuknya waktu salat yang pertama karena Sebab Wujubnya telah terpenuhi. Adapun jika telah masuk waktu salat yang kedua maka ketika itu hukumnya menjadi wajib. [11] • Zakat adalah ibadah yang mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub. Sebab Wujubnya adalah keberadaan harta itu telah sampai nishab. Sedangkan Syarat Wujubnya adalah keberadaannya telah dimiliki selama satu tahun (haul).

Maka, tidak sah mengeluarkan zakat sebelum sampai nishab karena belum terpenuhi Sebab Wujubnya. Diperbolehkan membayarkannya jika telah sampai nishab sebelum berlalu satu tahun, karena ketika itu Sebab Wujubnya telah terpenuhi.

Adapun jika telah sampai satu tahun maka ketika itu pembayarannya menjadi wajib. [12] • Pembayaran Kaffarah Zhihar [13] adalah suatu ibadah yang mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub. Sebab Wujubnya adalah keberadaan seseorang telah menzhihar istrinya. Sedang Syarat Wujubnya adalah keberadaan si suami telah berniat untuk kembali kepada istrinya.

Maka tidak sah pembayaran Kaffarah sebelum Zhihar terjadi, karena ketika itu belum terpenuhi Sebab Wujubnya. Boleh dibayarkan setelah terjadinya Zhihar sebelum si suami berniat kembali kepada istrinya, karena ketika itu sebab wajibnya telah terpenuhi. Adapun jika si suami telah berniat kembali kepada istrinya maka ketika itu pembayaran Kaffarah menjadi wajib. [14] • Pembayaran fidyatul adza [15] termasuk ibadah yang mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub.

Sebab Wujubnya adalah keberadaan penyakit di kepala seseorang yang sedang dalam keadaan ihram haji atau umrah dan Syarat Wujubnya ialah apabila seseorang telah mencukur rambutnya untuk mengobati penyakitnya itu. Jika seseorang membayar Fidyah sebelum adanya penyakit di kepala, maka tidak sah pembayaran Fidyah itu karena Sebab Wujubnya belum terpenuhi. Jika dibayarkan setelah munculnya penyakit sebelum ia mencukur rambutnya maka pembayaran Fidyah itu sah karena Sebab Wujubnya telah terpenuhi.

Adapun jika ia telah mencukur rambutnya maka pembayaran Fidyah menjadi wajib. [16] • Kaffarah (denda) pembunuhan mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub. Sebab Wujubnya adalah tikaman yang dilakukan si pembunuh. Sedangkan Syarat Wujubnya adalah hilangnya nyawa si terbunuh. Oleh karena itu, tidak sah membayar Kaffarah sebelum tikaman, karena belum terpenuhi Sebab Wujubnya.

Dan boleh membayarkannya setelah tikaman sebelum hilangnya nyawa si terbunuh, karena ketika itu Sebab Wujubnya telah terpenuhi. Adapun jika nyawa si terbunuh telah hilang maka pembayaran Kaffarah ketika itu menjadi wajib. [17] Wallahu a’lam. [18] _______ Footnote [1]. Kaidah ini membahas ibadah-ibadah yang mempunyai Sebab Wujub dan Syarat Wujub. Adapun ibadah-ibadah yang tidak memiliki Sebab Wujub, seperti puasa Ramadan, salat lima waktu yang tidak dijamak, dan semisalnya maka tidak masuk dalam pembahasan kaidah ini.

(Lihat Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-2) [2]. Lihat Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-2. [3]. Taqrir al-Qawa’id wa Tahrir al-Fawa`id, al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali, Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman, Cet.

I, Tahun 1419 H/1998 M, Dar Ibni Affan li an-Nasyri wa at-Tauzi, Khubar, Jilid 1 Hlm. 24. [4]. HR. al-Bukhari dalam Kitab Kaffarah al-Aiman, Bab al-Istitsna’ fi al-Aiman, no. 6718. Muslim dalam Kitab al-Aiman, Bab Nadbi Man Halafa Yaminan fa Ra-a Ghairaha Khairan Minha An Ya’tiyalladzi Huwa Khair wa Yukaffiru ‘an Yaminihi, no.

1649. [5]. Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-2. [6]. HR. at-Tirmidzi, no. 678. Abu Dawud, no. 1624. Ibnu Majah, no. 1795. Hakim (III/332). ad-Darimi (1636). ad-Daruqutni, no. 212-213. al-Baihaqi (IV/111). Ahmad (I/104). Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 678. [7]. Lihat Taudhih al-Ahkam, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Cet.

V, Tahun 1423 H/2003 M, Maktabah al-Asadiy, Makkah al-Mukarramah, Hal. 331. cara menghilangkan najis anjing. Kaffarah sumpah dibayarkan dengan memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian kepada mereka, cara menghilangkan najis anjing membebaskan seorang budak Mukmin, atau puasa tiga hari, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Maidah: 89. (Lihat Minhaj al-Muslim, Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi, Tahun 2002, Dar Ibni al-Haitsam, Kairo, Hlm.

400). [9]. Jika Kaffarah itu dibayarkan sebelum terpenuhi sebab wajibnya maka itu terhitung sedekah biasa saja dan tidak sah sebagai Kaffarah. (Lihat al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-33). [10]. Lihat Taqrir al-Qawa’id wa Tahrir al-Fawaid, al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali, Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman, Cet.

I, Tahun 1419 H/1998 M, Dar Ibni Affan li an-Nasyri wa at-Tauzi, Khubar, Jilid 1 Hlm. 28. [11]. Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-2. [12]. Lihat Tuhfatu Ahli at-Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II, Tahun 1423 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 6. [13]. Zhihar adalah jika seorang suami menyatakan bahwa istrinya haram atasnya, dengan mengatakan: “Engkau bagiku seperti punggung ibuku”, atau ucapan semisalnya.

Seorang suami yang telah menzhihar istrinya, lalu ingin kembali kepada istrinya maka harus membayar Kaffarah dengan membebeskan seorang budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada enam puluh orang miskin sebagaimana disebutkan dalam QS.

Al Mujadilah: 3-4. (Lihat Minhaj al-Muslim. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi. Tahun 2002 M. Dar Ibnu al-Haitsam. Kairo. Hal. 358).

[14]. Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 143-144. [15]. Fidyatul adza adalah Fidyah yang dibayarkan karena seseorang mencukur rambutnya dalam rangka pengobatan sakit yang ada di kepalanya sedangkan ia dalam keadaan ihram haji atau umrah.

(Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, Cetakan Kedua, 1404 H/1983 M, Wizarah al-Auqaf wa as-Syu-un al-Islamiyah, Kuwait, Jilid 2 Hlm. 158. [16]. Lihat Tuhfatu Ahli at-Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II, Tahun 1423 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 6. [17]. Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-2. [18]. Diangkat dari al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 91. Dengan beberapa tambahan dari referensi lainnya. Kaidah Ke-41: Apabila Dua Ibadah Sejenis Berkumpul Maka Pelaksanaannya Digabung Kaidah Keempat Puluh Satu إِذَا اجْتَمَعَتْ عِبَادَتَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ تَدَاخَلَتْ أَفْعَالُهُمَا وَاكْتَفَى عَنْهُمَا بِفِعْلٍ وَاحِدٍ إِذَا كَانَ مَقْصُوْدُهُمَا وَاحِدًا Apabila dua ibadah sejenis berkumpul maka pelaksanaannya digabung dan cukup dengan melaksanakan salah satunya jika keduanya mempunyai maksud yang sama Makna Kaidah Kaidah ini merupakan implementasi dari prinsip taisir (kemudahan) dalam agama yang mulia ini.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Assa’di mengatakan: “Ini merupakan nikmat dan kemudahan dari Allah, di mana satu amalan bisa mewakili beberapa amalan sekaligus.” [1] Kaidah ini menjelaskan tentang dua ibadah atau lebih yang berkumpul dalam satu waktu.

Timbul pertanyaan, apakah seseorang diperbolehkan hanya melaksanakan salah satunya, dengan tetap terhitung mengerjakan semuanya? Bisakah ia cara menghilangkan najis anjing pahala semua ibadah itu hanya dengan melaksanakan salah satunya? Para ulama menjelaskan, bahwa hal itu bisa apabila terpenuhi empat syarat [2]: • Kedua ibadah tersebut jenisnya sama.

Yaitu salat dengan salat, Thawaf dengan Thawaf dan semisalnya. Jika jenisnya berbeda, seperti salat dengan puasa, maka tidak bisa digabungkan. • Kedua ibadah itu berkumpul dalam satu waktu. Seperti Thawaf Ifadhah (yang ditunda pelaksanaannya sampai menjelang pulang ke kampung halaman) dan Thawaf Wada.

• Salah satu dari kedua ibadah tersebut tidak dilakukan dalam rangka mengqadha ibadah wajib yang pernah ditinggalkan. Jika salah satunya dilakukan dalam rangka qadha maka kedua ibadah tidak bisa digabungkan.

Oleh karena itu, seseorang yang tertinggal Salat Zuhur karena tertidur sampai datang waktu ashar, maka tidak boleh baginya mengerjakan hanya empat rakaat salat dengan niat Salat Zuhur dan Ashar. Dia wajib melaksanakan Salat Zuhur kemudian Salat Ashar [3]. • Salah satu ibadah tersebut bukan pengikut atau pengiring ibadah lainnya [4].

Jika salah satunya pengikut bagi yang lain, maka tidak bisa digabungkan. Oleh karena itu, salat sunat qabliyah Subuh yang merupakan salah satu sunat Rawatib misalnya tidak bisa digabung dengan Salat Subuh, karena salat sunat Rawatib mengikuti salat wajibnya [5].

Demikian pula, orang yang punya utang puasa Ramadan dan mengqadhanya di bulan Syawal dengan niat qadha sekaligus puasa sunnah enam hari Syawal tidaklah mendapatkan kecuali puasa qadha saja. Karena puasa sunnah Syawal tidak bisa dikerjakan kecuali jika ia telah menyempurnakan kewajiban puasa Ramadan. Sebagian ulama yang lain menyebutkan dua syarat tambahan [6]: • Hendaknya salah satu ibadah yang digabung itu lebih besar dari cara menghilangkan najis anjing lainnya.

Cara menghilangkan najis anjing Thawaf Ifadhah dengan Thawaf Wada,yang mana Thawaf Ifadhah lebih wajib daripada Thawaf Wada; Mandi janabah dengan mandi Jumat, di mana mandi janabah lebih wajib dari mandi Jumat. • Ketika mengerjakan ibadah itu, si pelaku meniatkan kedua ibadah itu atau meniatkan ibadah yang lebih besar.

Jika ia meniatkan ibadah yang lebih kecil maka hanya itulah yang ia raih. Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi dalam dua ibadah atau lebih, maka ibadah-ibadah itu bisa digabungkan dan cukup mengerjakan satu ibadah saja dan mendapatkan pahala semua ibadah itu. Namun jika dipisah pelaksanaan masing-masing ibadah tersebut, artinya masing-masing dilaksanakan, maka tidak diragukan lagi bahwa itu lebih sempurna.

Pembolehan ini sebagai bentuk kemudahan dan keringanan bagi Mukallaf. Dalil yang Mendasarinya Kaidah yang mulia ini masuk dalam keumuman sabda Nabi ﷺ: عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ Dari Umar bin al-Khathab radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya.

Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia raih atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya.” [7] Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh permasalahan yang masuk dalam implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: • Apabila di pagi hari Jumat seorang laki-laki dalam keadaan janabah, maka ketika itu terkumpul padanya dua tuntutan, yaitu kewajiban mandi janabah dan sunnah mandi Jumat. Dalam hal ini, jika ia hanya mandi sekali saja dengan niat mandi janabah dan mandi Jumat, atau dengan niat mandi janabah saja, maka itu sudah cukup, dan ia mendapatkan pahala dua ibadah tersebut [8].

• Jika seseorang berwudhu kemudian masuk masjid setelah azan Zuhur, maka ketika itu disyariatkan baginya melaksanakan tiga salat sunnah, yaitu salat sunnah wudhu, Salat Tahiyyatul Masjid, dan salat sunnah qabliyah.

Dalam keadaan ini, cukup baginya melaksanakan salat dua rakaat dengan niat ketiga salat dan mendapatkan pahala ketiga salat tersebut [9]. • Barang siapa melaksanakan puasa sunnah enam hari bulan Syawal pada hari-hari yang disunnahkan berpuasa, seperti puasa hari-hari bidh [10], maka ia mendapatkan pahala dua puasa sunnah tersebut, yaitu puasa sunnah Syawal dan puasa hari-hari bidh.

[11] • Jika seseorang menyimak bacaan Alquran dari dua orang, dan keduanya sama-sama membaca ayat sajdah, maka cukup baginya melakukan sekali Sujud Tilawah saja. [12] • Apabila seseorang bangun dari tidur malam dan ingin berwudhu, maka ketika itu terkumpul padanya dua tuntutan ibadah. Yaitu kewajiban mencuci kedua tangan tiga kali sebelum memasukkannya ke bejana [13], dan sunnah mencuci tangan tiga kali ketika awal wudhu.

Dalam hal ini cukup baginya mencuci kedua tangan tiga kali dengan niat mencuci yang wajib dan tercakup di dalamnya yang sunnah, karena ibadah yang kecil tercakup dalam ibadah yang besar. • Jika seseorang masuk masjid dan mendapatkan jamaah sedang melaksanakan Salat Zuhur maka terkumpul pada haknya ketika itu dua ibadah, salat fardhu dan Salat Tahiyyatul Masjid.

Jika ia masuk mengikuti Salat Zuhur maka telah tercakup Salat Tahiyyatul Masjid sebagai pengikut. [14] • Dalam ibadah haji, jika seseorang mengakhirkan pelaksanaan Thawaf Ifadhah menjelang kembalinya ke kampung halaman, maka ketika itu wajib baginya melaksakan dua Thawaf, Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada.

Dalam hal ini, cukup baginya melaksanakan satu kali Thawaf dengan niat keduanya atau dengan niat Thawaf Ifadhah saja dan telah tercakup di dalamnya Thawaf Wada sebagai pengikut. Adapun jika niatnya hanya Thawaf Wada saja maka ia tidak mendapatkan kecuali apa yang ia niatkan itu, yaitu Thawaf Wada.

[15] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. al-Qawa’id wal Ushulul Jami’ah wal Furuq wat Taqasimul Badi’atun Nafi’ah, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Syaikh Dr.

Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II. 1422 H/2001 M, Dar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, hlm. 93 [2]. Lihat syarat-syarat ini dalam Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’idil Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-18.

[3]. Lihat Tuhfatu Ahli at-Thalab fi Tahrir Ushul Qawa’id Ibni Rajab, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tahqiq Dr. Khalid bin Ali bin Muhammad al-Musyaiqih, Cet. II, Tahun 1423 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 18.

[4]. Lihat pembahasan tentang syarat-syarat ini dalam at-Ta’liq ‘ala al-Qawa’id wal Ushulil Jami’ah, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cet. I, 1430 H, Muassasah Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin al-Khairiyyah, Unaizah, hlm.

216. [5]. Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fikih Islami, Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, Cet. II, Tahun 1432 H/2011 M, Pustaka Al Furqon, Gresik, Hlm. 208. [6]. Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’idil Fiqhiyyah, kaidah ke-18. [7]. HR. al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907. [8].

cara menghilangkan najis anjing

Lihat Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’idil Fiqhiyyah, kaidah ke-18. [9]. Dalam masalah ini Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa jika seseorang meniatkan ketiga salat tersebut maka ia mendapatkan ketiganya. Jika ia meniatkan salah satunya saja maka jika yang diniatkan adalah salat sunnah qabliyah, maka ia juga mendapat ketiganya.

Jika yang diniatkan adalah salat sunnah wudhu saja maka ia hanya mendapatkan Cara menghilangkan najis anjing Sunnah Wudhu dan Tahiyyatul Masjid.

(at-Ta’liq ‘ala al-Qawa’id wal Ushulil Jami’ah, hlm. 217) [10]. Hari-hari bidh adalah tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Disunnahkan berpuasa pada hari hari tersebut berdasarkan hadis Abu Dzar radhiyallahu anhu riwayat at-Tirmidzi no. 761, an-Nasa-i no. 2422 dan selainnya. Dihasankan Syaikh al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil no. 9947 dan as-Shahihah no. 1567. [11]. Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’idil Fiqhiyyah, kaidah ke-18.

[12]. Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami, Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, hlm.

211. [13]. Sebagaimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari no.

cara menghilangkan najis anjing

162 dan Muslim no. 278 dari Abu Hurairah Raadhiyallahu anhu. [14]. Talqihul Afhamil ‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’idil Fiqhiyyah, kaidah ke-18.

[15]. Lihat Taqrirul Qawa’id wa Tahrirul Fawaid, al-Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali, Ta’liq Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman, Cet. I, Tahun 1419 H/1998 M, Dar Ibni Affan li an-Nasyri wa at-Tauzi, Khubar, Jilid 1 Hlm. 149-150. Kaidah Ke-42: Ibadah Yang Bisa Dikerjakan Dengan Beberapa Cara Pelaksanaan Dikerjakan Seluruhnya Kaidah Keempat Cara menghilangkan najis anjing Dua الْعِبَادَاتُ الْوَارِدَةُ عَلَى وُجُوْهٍ مُتَنَوِّعَةٍ تُفْعَلُ عَلَى جَمِيْعِ وُجُوْهِهَا فِي أَوْقَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ Ibadah yang bisa dikerjakan dengan beberapa cara pelaksanaan, maka dikerjakan dengan seluruh tata caranya pada waktu yang berbeda-beda Makna Kaidah Sebelum membahas kandungan kaidah ini, perlu kita ketahui bahwa ibadah-ibadah yang disyariatkan ditinjau dari tata cara pelaksanaaannya terbagi menjadi dua: Pertama: Ibadah yang hanya mempunyai satu cara pelaksanaan.

Dari sejak awal pensyariatannya dilaksanakan dengan satu cara saja. Seperti jumlah rakaat salat fardhu, juga ibadah puasa yang hanya mempunyai satu cara, yaitu menahan makan, minum, dan seluruh yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Ibadah jenis ini tidak masuk dan tidak ada kaitannya dengan kaidah ini. Kedua: Ibadah yang disyariatkan dengan beberapa cara pelaksanaan yang dijelaskan dalam dalil-dalil yang Shahih.

Ibadah semacam inilah yang dibahas dalam kaidah ini. Timbul pertanyaan, bagaimanakah kita melaksanakan ibadah semacam ini? Apakah kita cari cara ibadah yang paling akhir dan menganggap yang awal mansukh? Ataukah kita menTarjih (menguatkan) salah satu cara dan kita tinggalkan cara yang lain?

Jawabannya ada dalam kaidah ini, yaitu kita laksanakan ibadah itu dengan seluruh cara yang dituntunkan. Kita laksanakan terkadang dengan cara ini, dan terkadang dengan cara lainnya. Karena semua tata cara tersebut telah dijelaskan dengan dalil syari yang Shahih. Sesuatu yang telah tetapkan dengan dalil Shahih maka disyariatkan untuk dikerjakan. Ini adalah jawaban yang benar terhadap masalah ini. Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Hendaknya difahami tentang satu kaidah yang diisyaratkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [1] dan ahli ilmu yang lainnya bahwa ibadah yang mempunyai beberapa cara pelaksanaan seyogyanya dikerjakan dengan seluruh tata caranya tersebut.

Satu saat dengan cara ini, dan saat lain dengan cara lainnya, dengan syarat hal itu tidak menimbulkan permasalahan atau fitnah di tengah-tengah manusia.” [2] Jika hal ini telah difahami, maka perlu kita ketahui bahwa beragamnya tata cara dalam pelaksanaan ibadah termasuk kesempurnaan syariat Islam, dan menunjukkan benarnya firman Allah ﷻ: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nimat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.

[QS. al-Maidah/5:3] Faidah Kaidah Ini Dilaksanakannya ibadah dengan seluruh tata caranya mempunyai banyak faidah, di antaranya [3]: • Menjaga Syariah supaya tidak hilang atau terlupakan. Karena jika kita melaksanakan satu cara saja dan meninggalkan cara lainnya cara menghilangkan najis anjing hal itu akan mengakibatkan cara lainnya hilang atau terlupakan.

Ini juga termasuk dalam kategori menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ. Sebagaimana sabda beliau ﷺ: مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا “Barang siapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.” [4] • Meragamkan ibadah yang dikerjakan seorang hamba sehingga tidak menimbulkan kebosanan.

Secara naluri, manusia senang kepada sesuatu yang baru. Dengan adanya tata cara yang berbeda-beda dalam pelaksanaan ibadah, maka akan tercukupi kecenderungan jiwa tersebut, sehingga jiwa akan selalu bersemangat. • Senantiasa menghadirkan niat ketika melaksanakan amalan dan tidak menjadikannya sekadar kebiasaan.

Karena sebagian orang menjadikan ibadah yang hanya memiliki satu cara sekadar kebiasaan. Dikarenakan dirinya sudah terbiasa mengerjakan gerakan-gerakan ibadah itu, maka ia mengerjakannya tanpa kekhusyukan dan tanpa menghadirkan hati atau konsentrasi.

Misalnya salat, sebagian orang terbiasa mengerjakan gerakan-gerakannya sehingga ketika telah selesai salam, ia tidak tahu atau lupa apa yang ia baca ketika salat, dan apakah ia rukuk dan sujud atau tidak?

Ini akan berbeda jika melaksanakan ibadah dengan tata cara yang beragam. Ia akan sangat perhatian dengan cara yang ia pilih. Sehingga ia pun melaksanakannya tahap demi tahap dengan penuh konsentrasi dan khusyuk, sehingga ibadahnya sempurna. • Menyebarkan atau mensosialisasikan semua cara tersebut di tengah manusia sehingga tidak diingkari. Apabila kita hanya memakai satu cara saja, dan kita tinggalkan cara yang lainnya, maka orang awam hanya akan mengetahui satu cara itu saja.

Sehingga, apabila suatu ketika kita amalkan cara yang lainnya, besar kemungkinan mereka mengingkarinya. Kondisi ini bisa menyebabkan mereka terjatuh pada suatu yang terlarang yaitu mengingkari syariat. Hal itu tentu tidak terjadi, jika kita laksanakan semua cara ibadah itu dan manusia mengetahuinya. • Memeroleh hikmah dan maslahat dari semua cara ibadah tersebut. Kita meyakini bahwa semua yang disyariatkan dalam agama ini pasti mengandung hikmah yang dalam dan kebaikan yang banyak.

Setiap cara dari ibadah tersebut masing-masing memiliki hikmah yang tinggi. Seandainya kita mencukupkan diri dengan sebagian kaifiyah (cara) tanpa sebagian yang lain maka kita cara menghilangkan najis anjing bisa mendapatkan maslahat dari cara yang ditinggalkan. Jika kita kerjakan seluruh caranya maka kita akan mendapatkan semua hikmah dan kebaikannya. Apabila hal ini telah difahami, maka perlu kita ketahui bahwa ibadah-ibadah yang mempunyai beberapa tata cara pelaksanaan, terdiri atas dua macam.

Pertama, ibadah yang semua caranya bisa dikumpulkan dalam satu waktu, Ibadah semacam ini tidak mengapa bagi kita untuk melaksanakan semua caranya di satu waktu.

Misalnya beberapa zikir ketika rukuk dan sujud, yang mana beberapa lafalnya bisa digabungkan dalam satu waktu. Kedua, ibadah yang semua caranya tidak bisa dikumpulkan dalam satu waktu.

Ibadah semacam ini kita laksanakan seluruh tata caranya dalam waktu yang berbeda-beda. Seperti lafal azan dan iqamah, dan semisalnya yang insya Allah akan datang penjelasannya. Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh permasalahan yang masuk dalam implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: • Azan adalah ibadah yang mempunyai dua cara pelaksanaan. Pertama, adalah azan Bilal bin Rabah radhiyallahu anhu, yang di dalamya tidak ada tarji’.

[5] Kedua, adalah azan Abu Mahdzurah radhiyallahu anhu, yang di dalamnya ada tarji’. Kedua cara benar berdasarkan dalil Shahih. Maka yang disunnahkan adalah kita mengumandangkan azan terkadang dengan azan Bilal dan terkadang dengan azan Abu Mahdzurah. Namun tidak boleh bagi seorang muadzin menggabungkan kedua cara menghilangkan najis anjing tersebut dalam satu waktu.

[6] • Iqamah adalah ibadah yang memiliki dua cara pelaksanaan. [7] Pertama, iqamah Bilal radhiyallahu anhu. Yaitu dengan mengganjilkan seluruh lafalnya kecuali lafal takbir (اللهُ أَكْبَرُ) dan iqamah (قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ). Kedua, iqamah Abu Mahdzurah radhiyallahu anhu, yaitu sama seperti kaifiyah azan Bilal. Barang cara menghilangkan najis anjing yang mengumandangkan azan dengan azan Bilal disunnahkan baginya untuk iqamah dengan iqamah Bilal.

Dan barang siapa mengumandangkan azan dengan azan Abu Mahdzurah disunnahkan baginya untuk iqamah dengan iqamah Abu Mahdzurah. Dan disunnahkan suatu ketika iqamah dengan iqamah Bilal dan suatu ketika dengan iqamah Abu Mahdzurah.

• Duduk Tawarruk ketika Tasyahud Akhir dalam salat yang mempunyai dua Tasyahud memiliki tiga cara pelaksanaannya. Pertama, menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan. [8] Kedua, menghamparkan kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di antara betis dan paha kaki kanan. [9] Ketiga, menghamparkan kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan. [10] Semua cara tersebut dijelaskan dalam dalil yang Shahih.

Maka yang disunnahkan adalah melaksanakan semua cara tersebut dalam beberapa salat yang berlainan. • Salat Khauf mempunyai beberapa tata cara pelaksanaan. Maka yang disunnhakan adalah melaksanakan semua tata cara tersebut di waktu yang berbeda-beda. [11] • Ada beberapa cara dalam mengerjakan Salat Witir.

[12] Di antaranya, jika Salat Witir itu dilaksanakan tiga rakaat, maka bisa dikerjakan tiga rakaat sekaligus dengan sekali salam. Dan boleh juga dikerjakan dua rakaat terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah satu rakaat lagi. Maka disunnahkan mengerjakan semua tata cara tersebut pada waktu yang berbeda-beda sebagaimana dijelaskan rinciannya dalam kitab-kitab fikih. [13] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Majmu’ al-Fatawa, 22/335-337. [2]. as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil Jauzi, Damam, 2/65.

[3]. Tentang faidah penerapan kaidah ini di antaranya bisa dilihat dalam as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zaad al-Mustaqni’, 2/56-57. [4]. HR. Ibnu Majah no. 209, pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadis ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menShahihkannya dalam kitab Shahih Ibnu Majah, no. 173. [5]. Tarji’ adalah mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) ketika azan dengan melirihkan suara supaya orang yang dekat masjid bisa mendengarnya, kemudian mengulanginya lagi dengan suara keras supaya orang yang jauh bisa mendengarnya.

(Lihat Mu’jam Lughah al-Fuqaha. Prof. Dr. Muhammad Rawas Qal’ah Jiy dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi. Cetakan kedua. Tahun 1408 H/1988 M. Dar an-Nafais. Beirut. Pada kata (الترجيع) [6]. Lihat as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, 2/55-56.

[7]. Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin menyebutkan tiga cara dalam iqamah. (Lihat as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, 2/64-65). [8]. Sebagaimana dalam HR. al-Bukhari no. 828. [9]. Sebagaimana dalam HR. Muslim no. 112 dan 579. [10]. Sebagaimana dalam HR. Abu Dawud no. 965, al-Baihaqi 2/128, Ibnu Hibban no. 1867. [11]. Syaikh al-Utsaimin menjelaskan bahwa ada enam atau tujuh cara pelaksanaan salat khauf. Lihat, as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, 4/408-411. [12].

Tentang beberapa kaifiyah (tata cara) Salat Witir bisa dilihat dalam as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, 4/13-16. [13]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Pertama.

Dengan peringkasan dan penambahan. Kaidah Ke-43: Ibadah Pada Waktu Tertentu Kaidah Keempat Puluh Tiga الْعِبَادَاتُ الْمُؤَقَّتَةُ بِوَقْتٍ تَفُوْتُ بِفَوَاتِ وَقْتِهَا إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ Ibadah yang ditentukan pada waktu tertentu tidak bisa didapatkan jika telah keluar waktunya kecuali karena adanya uzur. Makna Kaidah Kaidah ini termasuk patokan penting dalam pembahasan fiqih.

Karena kaidah menjelaskan tentang ibadah manakah yang tetap bisa dilakukan ketika waktunya telah lewat dan mana yang tidak? Maka perlu kita ketahui bahwa ibadah ditinjau dari waktunya terbagi menjadi dua: • Ibadah yang tidak terkait dengan waktu tertentu, yaitu tidak ada waktu khusus dalam pelaksanaannya. Artinya bisa dikerjakan di setiap waktu. Jenis ibadah ini tidak masuk dalam pembahasan kaidah ini. Karena tidak ada batasan waktu, sehingga tidak ada istilah ‘waktunya sudah lewat’.

Seperti sedekah sunnah, dan Birrul Walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua), Salat Sunnah Mutlaq selain di waktu terlarang, puasa sunnah di selain bari-hari yang terlarang, demikian pula umrah. • Ibadah yang ditentukan waktunya, yaitu ada waktu khusus untuk pelaksanaannya. Ia mempunyai awal waktu dan akhir waktu pelaksanaan. Seperti puasa Ramadan, salat lima waktu, salat sunnah Rawatib qabliyah ataupun ba’diyah, Wuquf di Arafah, menyembelih Udhiyah (hewan kurban), Zakat Fitri, dan nadzar yang ditentukan dengan waktu tertentu.

Berkaitan dengan ibadah jenis kedua ini, para ulama bersepakat bahwa seseorang tidak boleh mengerjakannya sebelum waktunya. Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang belum melaksanakan ibadah tersebut sampai waktunya terlewatkan? Bolehkah ia tetap mengerjakannya setelah itu?

Inilah yang menjadi pembahasan kaidah ini. Kita katakan bahwa seseorang yang belum mengerjakan suatu ibadah sampai lewat waktunya maka ia tidak lepas dari dua keadaan. Pertama, ia belum mengerjakannya karena ada uzur syari.

Kedua, ia belum mengerjakannya dengan sengaja tanpa uzur syari. Jika hal itu terjadi karena ada uzur syari maka ia boleh mengerjakan ibadah tersebut meskipun telah lewat waktunya. Dan ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakan pada waktunya, tidak berkurang pahalanya sedikit pun. Adapun jika hal itu terjadi tanpa adanya uzur syari, misalnya ia sengaja meninggalkannya karena malas, atau sibuk dengan urusan dunia, atau semisalnya maka ibadah-ibadah itu jika telah lewat waktunya maka ia tidak diperbolehkan mengerjakannya lagi.

Seandainya ia mengerjakan di selain waktunya seribu kali maka itu tidak cukup. Karena penentuan waktu untuk ibadah-ibadah itu mempunyai hikmah yang agung, dan syariat tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk ibadah tersebut kecuali karena adanya maslahat dan hikmah yang dalam.

Seandainya dilaksanakan diselain waktunya maka tidak akan terwujud maslahat yang diharapkan tersebut. [1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ tentang doa orang-orang yang beriman: رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” [QS. al-Baqarah/2:286] Disebutkan dalam salah satu Hadis Qudsi bekaitan dengan ayat ini, bahwasanya Allah ﷻ berfirman: قَدْ فَعَلْتُ “Sungguh Aku telah mengabulkannya.” [2] Dan Allah ﷻ berfirman: فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” [QS.

al-Baqarah/2:184] Dalam ayat ini disebutkan bahwa seseorang yang tidak berpuasa pada hari-hari di bulan Ramadan maka disyariatkan baginya untuk menggantinya di hari-hari lain, yaitu jika ia meninggalkannya karena uzur, seperti sakit atau safar. [3] Demikian pula disebutkan dalam hadis Anas bin Malik di mana Nabi ﷺ bersabda: مَنْ نَامَ عَنْ صَلاَةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ “Barang siapa yang meninggalkan salat karena tertidur atau lupa, maka hendaklah ia mengerjakan salat setelah ingat dan tidak ada Kaffarah selain itu.” [4] Dan sabda Nabi ﷺ: رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ “Pena (catatan amal) diangkat dari tiga golongan, yaitu orang yang tidur sampai ia bangun, dan seorang anak sampai ia baligh, serta orang gila sampai ia sadar.” [5].

Contoh Penerapan Kaidah Cukup banyak contoh kasus yang masuk dalam kaidah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut: • Seseorang yang meninggalkan salat karena lupa atau tertidur sampai keluar waktunya maka ia mengerjakannya saat ia ingat atau telah bangun.

Dalam kasus ini ia diperbolehkan mengerjakan ibadah tersebut di luar waktunya karena ada uzur syari [6] Adapun orang yang meninggalkannya dengan sengaja tanpa uzur syari maka ia tidak boleh mengqadhanya selama-lamanya.

Seandainya ia mengerjakan salat itu seribu kali kewajiban salat itu tidak akan lepas darinya. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Dan diperbolehkannya mengqadha salat adalah untuk orang yang ada uzur saja, adapun orang yang tidak beruzur maka tidak diberikan kelonggaran. Kewajibannya adalah bertaubat kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya dan hendaknya memperbanyak amalan salat sunnah untuk menutup kekurangan yang besar tersebut.

• Apabila seseorang belum mengeluarkan Zakat Fitri karena lupa atau tertidur dan tidak terbangun kecuali telah selesai Salat Ied, atau tidak menemui orang fakir kecuali setelah selesai Salat Ied, maka boleh baginya mengeluarkannya setelah Salat Ied.

Dan insya Allah itu sah sebagai Zakat Fitri darinya dan diharapkan pahala yang sempurna baginya. [7] Adapun orang yang belum mengeluarkan Zakat Fitri di waktu yang telah ditetapkan sampai leat waktunya tanpa uzur maka tidak sah jika ia mengeluarkan setelahnya. • Jika seseorang ingin menyembelih Udhiyah (hewan kurban) tertentu, kemudian ia belum mengerjakannya sampai lewat waktunya, karena pingsan selama hari idul adha dan tiga hari tasyriq setelahnya, sedangkan tidak ada orang yang mewakilinya dan tidak bangun kecuali setelah tenggelamnya matahari pada hari ketiga hari tasyriq maka boleh baginya menyembelih dengan niat Udhiyah setelah itu.

Sedangkan orang yang sengaja menunda penyembelihan hewan kurban sampai lewat waktunya maka jika ia menyembelih setelah itu tidaklah sah sebagai Udhiyah, bahkan ia berdosa menurut pendapat yang mewajibkan Udhiyah. • Barang siapa tidak berpuasa di hari-hari bulan Ramadan karena sakit, safar, atau uzur syari lainnya maka disyariatkan untuk mengqadha(menggantinya) di hari-hari lainnya.

[8] Adapun orang yang tidak berpuasa sehari saja dengan sengaja tanpa uzur syari maka tidak ada lagi kesempatan baginya untuk mengqadhanya. Seandainya ia berpuasa sepanjang tahun tidaklah gugur tanggungannya untuk berpuasa di hari yang ditinggalkan tersebut.

[9] Maka sudah semestinya seorang Muslim bersemangat dalam mengejakan ibadah-ibadah yang disyaria’atkan dan melaksanakannya di waktu yang telah ditentukan, sehingga tanggungannya bisa gugur dan keluar dari lingkup tuntutan melaksanakan ibadah itu. Orang yang meninggalkannya tanpa uzur syari maka hendaknya bersegera bertaubat dan memperbanyak mengerjakan ibadah sejenisnya. Semoga dengan itu Allah ﷻ mengampuni kesalahan dan ketergelincirannya.

[10] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Lihat penjelasan kaidah ini dalam as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin, Cet I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil Jauzi, Damam, VI/174.

[2]. HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, no. 126. [3]. Lihat Minhaj al-Muslim, Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Dar Ibn al-Haitsam, Kairo, Hlm. 238-239. [4]. HR. al-Bukhari dalam kitab Mawaqitush Salat, no.

597. Dan Muslim dalam kitab al-Masajid, no. 684 dari Anas bin Malik. [5]. HR. Abu Dawud no. 4398, at-Tirmidzi no. 1423, an-Nasa’i no. 3432, dan Ibnu Majah no. 2041. Hadis cara menghilangkan najis anjing oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no.

3512. [6]. Lihat al-Mulakhash al-Fiqhiy, Syaikh Dr. Saleh bin Fauzan bin Abdillah al Fauzan, Cet. I, Tahun 1424 H/2003 M, Darul ‘Aqidah, Kairo, I/85. [7]. Lihat as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zaad al-Mustaqni’, VI/174-175. [8]. Tentang beberapa uzur syari yang menyebabkan seseorang diperbolehkan menqadha puasa Ramadan di antaranya bisa dilihat dalam al-Mulakhash al-Fiqhiy, Syaikh Dr.

Saleh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, I/307-308. [9]. Terdapat ancaman yang keras bagi orang yang sengaja membatalkan puasa di bulan Ramadan dengan sengaja tanpa uzur, di antaranya hadis Abu Umamah al Bahili riwayat Ibnu Hibban yang diShahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih at Targhib wat Tarhib, no.

1005. [10]. Diangkat cara menghilangkan najis anjing Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-27. Kaidah Ke-44: Ibadah Bertingkat-Tingkat Sesuai Dengan Maslahat Yang Mengiringinya Kaidah Keempat Puluh Empat الْعِبَادَاتُ تَتَفَاضَلُ بِاعْتِبَارِ مَا يَقْتَرِنُ بِهَا مِنَ الْمَصَالِحِ Ibadah bertingkat-tingkat sesuai dengan maslahat yang mengiringinya Makna Kaidah Secara umum kaidah ini menjelaskan tentang perbedaan tingkatan satu ibadah dengan ibadah lainnya.

Perbedaan cara menghilangkan najis anjing keutamaan ini tergantung pada maslahat dan kebaikan yang terkandung. Semakin besar maslahat yang terkandung dalam suatu ibadah maka akan semakin tinggi dibandingkan ibadah lainnya. Dengan memahami kaidah ini seorang penuntut ilmu akan mampu menentukan ibadah mana yang lebih utama daripada yang lain. Karena adakalanya suatu ibadah yang asalnya lebih utama berubah menjadi lebih rendah keutamaannya, sebaliknya ibadah yang semula kurang utama menjadi lebih utama.

Semua itu tergantung kepada ada atau tidaknya maslahat tertentu dalam ibadah tersebut. Maka seyogyanya bagi penuntut ilmu untuk memberikan perhatian kepada masalah maslahat, terlebih lagi perhatian terhadap maslahat dan mafsadat adalah inti syariat ini. Keberadaan syariat tiada lain hanya untuk menetapkan maslahat dan menyempurnakannya serta meniadakan mafsadat dan meminimalkannya [1].

Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Cara menghilangkan najis anjing al Qawa’id al Fiqhiyyah: الـدِّيْـنُ مَـبْـنِيٌّ عَـلَـى الْـمَصَـالِـحِ فِـي جَـلْبِـهَـا وَالـدَّرْءِ لِــلْـقَبَـائِـحِ Agama dibangun di atas maslahat,untuk mendatangkan maslahat itu dan menolak mafsadat Dalil yang Mendasarinya Banyak dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini, di antaranya firman Allah ﷻ: وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ “Dan janganlah kamu memaki SeSembahan-SeSembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” [QS.

al An’am/6:108]. Tidak diragukan bahwa mencela SeSembahan orang-orang musyrik adalah suatu amalan utama, dan meninggalkannya adalah amalan yang kurang utama. Namun, ketika celaan tersebut mengakibatkan mafsadat yang lebih besar, maka perkaranya menjadi terbalik. Maksudnya, perbuatan mencela SeSembahan orang-orang cara menghilangkan najis anjing yang semula amalan utama menjadi kurang utama karena ada mafsadat yang mengiringinya, sedangkan meninggalkannya menjadi amalan yang lebih utama karena ada maslahat.

Demikian pula disebutkan dalam hadis Abu Mas’ud al-Anshari, bahwa Nabi ﷺ bersabda: يؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا وَلَا يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ وَلاَ يَقْعُدُ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ “Yang paling berhak menjadi imam pada suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Alqurannya.

Jika mereka sama dalam hafalan maka yang paling berilmu tentang sunnah. Jika mereka sama dalam sunnah maka yang paling dahulu berijrah. Jika mereka sama dalam hijrah maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan janganlah seseorang menjadi imam di wilayah kekuasaan orang lain, dan janganlah ia duduk di tempat duduk khususnya di dalam rumahnya kecuali dengan izinnya.” [3] Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ menjelaskan urutan orang yang paling berhak menjadi imam.

Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bahwa orang yang memiliki kedudukan khusus seperti pemimpin umum, atau pemimpin pasukan perang, cara menghilangkan najis anjing imam tetap suatu masjid, atau pemilik rumah, lebih didahulukan menjadi imam daripada orang lain, meskipun selainnya lebih utama dari sisi kriteria secara umum. Maka orang yang lebih rendah kriterianya, jika ia adalah orang yang mempuyai kedudukan khusus seperti pemimpin umum, atau pemilik rumah, imam tetap masjid, dan semisalnya dalam kondisi ini lebih diutamakan untuk menjadi imam.

Dan maslahat yang terkandung di dalamnya adalah terwujudnya persatuan dan terbendungnya perselisihan dan perpecahan di tengah-tengah kaum Muslimin. Dan sabda Nabi ﷺ dalam hadis ‘Aisyah radhiyallahu anha: يَا عَائِشَةُ لَوْلاَ أَنَّ قَوْمَكِ حَدِيْثُوْ عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ لأَمَرْتُ بِالْبَيتِ فَهُدِمَ فَأَدْخَلْتُ فِيْهِ مَا أَخْرَجَ مِنْهُ وَ أَلْزَقْتُهُ بِالأَرْضِ وَ جَعَلْتُ لَهُ بَابًا شَرْقِيًّا وَ بَابًا غَرْبِيًّا فَبَلَغْتُ بِهِ أَسَاسَ إِبْرَاهِيْمَ “Wahai Aisyah, kalau bukan karena kaummu baru lepas dari kejahiliyahan, sungguh aku ingin memerintahkan mereka menghancurkan Kakbah lalu membangunnya, dan aku masukkan ke dalamnya apa yang telah dikeluarkan darinya, dan aku buat pintunya menempel dengan tanah, serta aku buatkan pintu timur dan barat, dan aku cara menghilangkan najis anjing dengan pondasi Ibrahim.” [4] Dalam hadis ini Nabi ﷺ menjelaskan tentang perkara yang lebih utama yaitu pembangunan Kakbah dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam hadis, sementara perkara yang tidak utama yaitu membiarkan bangunan Kakbah dengan tipe yang ada saat Nabi ﷺ bersabda ini.

Akan tetapi perkara yang tidak utama ini berbalik menjadi lebih utama karena ada maslahat syariyah, yaitu supaya orang-orang yang baru masuk Islam tidak terfitnah dengan perubahan Kakbah.

Contoh Penerapan Kaidah Berikut ini adalah beberapa contoh darinya: • Pada asalnya membaca Alquran lebih utama daripada zikir.

Namun dalam beberapa keadaan hukum asal ini bisa berubah. Misalnya ketika seseorang dalam keadaan rukuk atau sujud maka yang lebih utama adalah membaca zikir yang khusus ketika itu, bahkan membaca Alquran ketika itu terlarang secara syari. • Telah maklum bahwa salat jenazah mempunyai pahala dan ganjaran yang besar, yaitu mendapatkan pahala satu qirath semisal gunung uhud sebagaimana disebutkan dalam hadis.

[5] Dan meninggalkan salat jenazah adalah perkara yang tidak utama karena ia tidak mendapatkan pahala tersebut. Namun jika ada maslahat syariyah maka ketika itu lebih utama cara menghilangkan najis anjing. Misalnya jika si mayit adalah orang yang masih punya tanggungan utang, atau ahli bidah, pelaku bunuh diri, atau pelaku dosa besar. Dianjurkan kepada para pemimpin, tokoh masyarakat, ahli ilmu, dan ahli ibadah untuk tidak menyhalatinya karena ada maslahat yang besar.

Yaitu menjadi peringatan bagi manusia agar tidak mengikuti perbuatan si mayit. Jadi, meninggalkan salat jenazah dalam keadaan tesebut menjadi lebih utama daripada melaksanakannya, karena ada maslahat yang mengiringinya.

[6] Pada asalnya menyembunyikan sedekah lebih utama daripada menampakkannya. Berdasarkan firman Allah ﷻ: وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ “Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” [QS.

al-Baqarah/2:271] Disebutkan dalam hadis Abu Umamah al-Bahiliy riwayat at-Thabrani, bahwa Nabi ﷺ bersabda: وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ Dan sedekah yang dirahasiakan akan meredam kemurkaan Rabb. [7] Namun suatu ketika, menampakkan sedekah bisa menjadi amalan yang lebih utama daripada merahasiakannya. Yaitu, apabila hal itu diringi maslahat tertentu, misalnya mendorong dan memotivasi manusia untuk ikut mengeluarkan sedekah atau menolak persangkaan bakhil yang tertuju pada orang yang mengeluarkan sedekah itu, dan semisalnya.

[8] • Yang lebih utama dalam pelaksanakan salat adalah dilaksanakan pada awal waktunya. Dan menunda pelaksanaan sampai akhir waktunya adalah perkara yang tidak utama. Namun, jika mengakhirkannya mengandung maslahat tertentu yang lebih kuat, maka hal itu berubah menjadi yang lebih utama. Misalnya jika seseorang mengakhirkan salat karena di akhir waktu ia bisa mendapatkan air untuk berwudhu, sedangkan di awal waktu ia tidak menemui air.

Atau karena di akhir waktu ia bisa melaksanakan salat dengan menutup aurat secara sempurna, sedangkan di awal waktunya tidak. Atau karena di awal waktu Salat Zuhur cuacanya sangat panas [9]. Atau mengakhirkannya supaya bisa menghafalkan Surat al-Fatihah dan lafal Tasyahud bagi orang yang baru masuk Islam.

Maka ketika itu amalan yang semula asalnya kurang utama menjadi amalan yang lebih utama. [10] Cara menghilangkan najis anjing a’lam. _______ Footnote [1]. Lihat Syarh al-Qawa’id as-Sa’diyah, Syaikh Abdul Muhsin bin Abdullah Az Zamil, Dar Athlas Al Kahadhra’ li an-Nasyri wa at-Tauzi’, hlm. 23. [2]. Manzhumah al-Qawa’id al-Fiqhiyyah (dalam al-Majmu’ah al-Kamilah li Muallafati as-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di), Cet.

II, 1992 M/1412 H, Markaz Saleh bin Saleh ats-Tsaqafi, Unaizah, 4/130. [3]. HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah, no 673. [4]. HR. Muslim, no. 1333. [5]. Tentang pahala menghadiri jenazah disebutkan dalam hadis Abu Hurairah riwayat al-Bukhari dalam Kitab as-Shalah, Bab Fadhlu Ittiba’i al-Janazah, no.

1325. [6]. Lihat Fatwa berkaitan dengan permasalahan ini dalam Fatawa al-Lajnah ad-Daimah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta’, Cet. II, Tahun 1421 H/2000 M, Dar al-Balansiyah, Riyadh, Fatwa no. 3782. [7].

HR. at-Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3797.

[8]. Lihat Tafsir Alquran al-Karim, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cet. I, 1423 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, 3/358. [9]. Tentang disyariatkannya menunda Salat Zuhur karena cuaca yang sangat panas disebutkan dalam hadis Abu Hurairah riwayat al-Bukhari dalam Kitab Mawaqit as-Shalah, bab al-Ibrad bi azh-Zuhr fi as-Safar, no. 537.

Dan Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah, Bab Istihab al-Ibrad bi azh-Zhuhr fi Syiddati al-Harri, no. 615. [10]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-34 dengan penyesuaian dan penambahan. Kaidah Ke-45: Dimaafkan Jika Sekadar Meneruskan Dan Dilarang Jika Memulai Dari Awal Kaidah Keempat Puluh Lima يُغْتَفَرُ فِي الْبَقَاءِ مَا لاَ يُغْتَفَرُ فِي اْلاِبْتِدَاءِ Dimaafkan jika sekadar meneruskan dan dilarang jika memulai dari awal Makna Kaidah Memulai suatu perbuatan atau akad tertentu terkadang terlarang, namun jika sekadar meneruskan apa yang sudah ada sebelumnya maka diperbolehkan dan diberi kelonggaran.

Inilah inti pembahasan dalam kaidah ini. Kaidah ini telah diisyaratkan dalam beberapa dalil dari Alquran dan Sunnah Nabi ﷺ. Kaidah ini juga mencakup unsur kemudahan dalam syariat yang sempurna ini. Karena dengan adanya perincian hukum sebagaimana disebutkan dalam kaidah ini maka akan memberikan kemudahan dan kelapangan dalam melaksanakan syariat.

[1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang menunjukkan kaidah ini adalah firman Allah ﷻ tentang larangan membunuh hewan buruan ketika seseorang dalam keadaan ihram: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram.” [QS.

al-Maidah/5:95] Dalam ayat ini terdapat larangan bagi orang yang sedang berihram untuk membunuh binatang buruan. Namun jika ia membunuh binatang buruan itu sebelum memulai ihram dan di luar tanah haram, kemudian setelah itu ia berniat ihram dengan membawa hasil buruannya itu, maka dalam hal ini ia tidak wajib untuk meninggalkan hasil burunnya itu.

Karena keberadaan binatang buruan bersamanya itu termasuk kategori al baqa’ (meneruskan apa yang telah diperbolehkan sebelumnya). Namun jika sedang ihram dan ia membunuh binatang buruan maka ia berdosa dan harus mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan binatang buruan itu.

[2] Karena itu termasuk kategori al ibtida’ (memulai dari awal). Sedangkan kaidah menyatakan bahwa sekadar meneruskan itu lebih ringan daripada memulai.

[3] Demikian pula sabda Nabi ﷺ berkaitan dengan wabah yang berjangkit di suatu daerah: إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فِى أَرْضٍ فَلاَ تَقْدُمُوْا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ فِيْهَا فَلاَ تَخْرُجُوْا فِرَارًا مِنْهُ “Kalian mendengar berita tentangnya (penyakit tha’un) di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya.

Jika wabah penyakit itu sedang melanda daerah yang sedang kamu tempati, maka janganlah keluar (meninggalkan daerah itu) karena hendak lari dari penyakit tersebut.” [4] Apabila ada wabah yang berjangkit di suatu daerah maka orang yang ada di dalamnya tidak boleh keluar darinya, meski ada kemungkinan dia terkena madharat.

Karena itu termasuk dalam kategori meneruskan apa yang telah ada dan tidak dianggap menjerumuskan diri dalam bahaya. Adapun orang yang berada di luar daerah tersebut maka ia tidak boleh masuk ke daerah wabah. Karena seorang insan diperintahkan untuk menjaga jiwanya dan dilarang menjatuhkan dirinya dalam kebiasaan. [5] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah ini mempunyai contoh penerapan yang cukup banyak.

Di antaranya adalah sebagai berikut: • Di antara larangan ihram adalah mengadakan akad nikah, maka tidak boleh bagi orang yang sedang dalam keadaaan ihram untuk menikah atau dinikahkan. Berdasarkan hadis ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu anhu, di mana Nabi ﷺ bersabda: لَا يَنْكِحُ اَلْمُحْرِمُ, وَلَا يُنْكِحُ, وَلَا يَخْطُبُ “Seseorang yang sedang dalam keadaan ihram tidak boleh menikah, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh meminang.” [6] Apabila seseorang yang sedang dalam keadaan ihram melakukan akad nikah maka nikahnya tidak sah.

Namun jika seseorang mentalak (menceraikan) istrinya, kemudian setelah itu ia berniat ihram, lalu muncul dalam hatinya keinginan untuk meruju’ istri yang telah diceraikan itu, maka boleh baginya untuk merujuknya. Karena ruju’ bukanlah memulai akad pernikahan baru namun hanya sekadar meneruskan akad nikah yang sudah ada.

[7] • Menikahi budak perempuan diperbolehkan dengan dua syarat, yaitu seseorang tidak mampu memberikan mahar kepada wanita merdeka dan khawatir terjatuh pada perbuatan fahisyah (perzinaan). Berdasarkan firman Allah ﷻ: وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ فَمِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ فَتَيَاتِكُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ ۚ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ مُحْصَنَاتٍ غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ وَلَا مُتَّخِذَاتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَا أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنَاتِ مِنَ الْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ “Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman dari budak-budak yang kamu miliki.

Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka setengah hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami.

(Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu.” [QS. an-Nisa’/4:25] Apabila terpenuhi dua syarat ini maka boleh baginya untuk menikahi budak wanita. Apabila di kemudian hari ia telah mempunyai kemampuan untuk menikahi wanita merdeka atau telah hilang darinya kekhwatiran terjatuh dalam perzinaan, maka ketika itu haram baginya menikahi budak wanita untuk kedua kalinya. Adapun pernikahannya yang pertama tetap sah.

Karena yang dilarang adalah memulai pernikahan dengan budak wanita mulai dari awal saat tidak terpenuhi syaratnya, adapun sekadar meneruskan maka diberi kelonggaran.

• Berkaitan dengan pelaksanaan Salat Sunnah Mutlaq, yaitu salat sunnah yang tidak ada sebab tertentu. Jika seseorang memulai salat mutlaq itu pada selain waktu larangan salat [8] kemudian di tengah-tengah salat waktu larangan masuk, maka hal itu tidak mengapa, karena ini masuk dalam kategori meneruskan apa yang diperbolehkan sebelumnya. Akan tetapi jika telah masuk waktu larangan kemudian ia baru memulai Salat Sunnah Mutlaq maka hal itu tidak diperbolehkan.

• Apabila seseorang memiliki harta haram disebabkan cara mendapatkan yang tidak dibenarkan syariat, namun cara menghilangkan najis anjing tidak tahu bahwa cara seperti itu dilarang syariat. Seperti penghasilan dari muamalah ribawi dan semisalnya. Timbul pertanyaan, apabila dikemudian hari ia tahu hukumnya haram, apakah wajib baginya untuk membuang harta yang telah ia dapatkan tersebut ataukah tidak? Jawabannya, ia tidak wajib meninggalkan harta yang telah ia dapatkan itu, karena ia mendapatkan uzur dengan sebab ketidaktahuannya.

Juga ini masuk dalam kategori al baqa’ (meneruskan apa yang sebelumnya). Namun ketika ia telah mengetahui ilmunya, maka ia tidak boleh untuk mencari penghasilan dengan cara tersebut sejak saat itu.

• Sebelum melaksanakan ihram untuk haji atau umrah disunnahkan bagi seseorang untuk memakai minyak wangi berdasarkan hadis Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: كُنْتُ أُطَيِّبُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لإِحْرَامِهِ قَبْلَ اَنْ يُحْرِمَ وَ لِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوْفَ بِاْلبَيْتِ “Dahulu aku memakaikan Nabi ﷺ wangi-wangian untuk ihramnya sebelum beliau ihram, dan ketika halalnya sebelum Thawaf di Kakbah.” [9] Maka disunnahkan bagi orang yang akan berniat ihram untuk memakai minyak wangi di badannya.

Tidak diragukan bahwa apabila ia telah masuk dalam ibadah ihram bekas minyak wangi tersebut tetap ada, dan ini diperbolehkan. Karena hal itu hanya sekadar meneruskan apa yang telah ada sebelumnya.

Namun jika ia memulai memakai minyak wangi ketika sudah dalam keadaan ihram, maka hal itu tidak diperbolehkan dan wajib baginya untuk membayar Fidyah. [10] Karena memulai memakai minyak wangi ketika sudah dalam keadaan ihram tidak diperbolehkan, sedangkan sekadar meneruskan apa yang ada sebelumnya maka diberi kelonggaran.

[11] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Lihat pembahasan kaidah ini dalam al-Qawa’id al-Fiqhiyyah ma’a as-Syarh al-Mujaz, hlm. 82. [2]. Sebagaimana firman Allah ﷻ l dalam QS. al-Maidah/5:95. [3]. Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, hlm. cara menghilangkan najis anjing. [4]. HR. al-Bukhari no. 5729 dan Muslim no. 2219 dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu anhu [5]. Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam QS. al-Baqarah/2:195 [6]. HR. Muslim no. 41. [7]. Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, hlm.

cara menghilangkan najis anjing

305. [8]. Di antara hadis yang menjelaskan rincian waktu-waktu yang dilarang mengerjakan salat ketika itu adalah HR. Muslim no. 731 dari ‘Uqbah bin ‘Amir cara menghilangkan najis anjing anhu. Dan hadis Abu Sa’id al Khudri riwayat al-Bukhari no. 586. [9]. HR. al-Bukhari no.1539 dan Muslim no. 1189. [10]. Fidyah yang harus dibayarkan adalah berpuasa tiga hari, atau memberi makan kepada enam orang miskin, atau menyembelih seekor kambing.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Ka’ab bin ‘Ujrah riwayat al-Bukhari no. 1815 dan Muslim no. 1201. [11]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-53, dengan penyesuaian dan penambahan.

Kaidah Ke-46: Didahulukan Bagian Kanan Dalam Perkara-Perkara Yang Mulia Maupun Berhias Kaidah Keempat Puluh Enam تُقَدَّمُ الْيَمِيْنُ فِي كُلِّ مَا كَانَ مِنْ بَابِ التَّكْرِيْمِ وَالتَّزَيُّنِ وَالْيُسْرَى فِيْمَا عَدَاهُ Didahulukan bagian kanan dalam perkara-perkara yang mulia maupun berhias dan didahulukan bagian kiri dalam perkara selainnya Makna Kaidah Sesungguhnya Allah ﷻ telah menciptakan para makhluk-Nya dan Dia telah memilih darinya sesuai kehendaki-Nya.

Di antara yang dipilih-Nya adalah sisi sebelah kanan yang ditakdirkan memiliki keutamaan dan kemuliaan yang lebih dibandingkan sisi sebelah kiri. Jika kita mencermati dalil-dalil syari, maka kita dapati bahwa suatu perkara atau perbuatan jika termasuk dalam hal yang mulia, yang indah, dan ibadah, maka disyariatkan untuk dimulai dari yang kanan terlebih dahulu. Namun jika suatu perkara bukan termasuk dalam kategori tersebut, yaitu berupa hal-hal yang kurang utama, seperti menghilangkan atau mencuci najis, atau mengambil benda-benda yang kotor, maka yang lebih didahulukan adalah anggota badan yang kiri.

Inilah makna dan kandungan kaidah ini secara umum. [1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini adalah hadis Aisyah radhiyallahu anha: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ “Nabi ﷺ menyukai memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.” [2] Demikian pula disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda: إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَأُوْا بِمَيَامِنِكُمْ “Apabila kalian berwudhu maka mulailah dari anggota badan sebelah kanan.” [3] Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam berkata: “Disunnahkan mendahulukan tangan kanan dan kaki kanan ketika cara menghilangkan najis anjing.

Yaitu dengan membasuh tangan kanan terlebih dahulu kemudian tangan kiri, serta membasuh kaki kanan terlebih dahulu baru kemudian cara menghilangkan najis anjing kiri.” [4] Disebutkan pula dalam hadis Cara menghilangkan najis anjing radhiyallahu anhu tentang mendahulukan kaki ketika masuk masjid, ia berkata: مِنَ السُّنَّةِ إِذَا دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُمْنَى وَإِذَا خَرَجْتَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُسْرَى “Termasuk dalam perkara sunnah adalah jika engkau masuk masjid maka engkau mendahulukan kaki kanan, dan jika engkau keluar masjid maka engkau dahulukan kaki kiri.” [5] Hadis cara menghilangkan najis anjing menjelaskan, bahwa apabila seseorang berpindah dari tempat yang kurang mulia ke tempat yang mulia hendaknya ia mendahulukan kaki kanannya terlebih dahulu barulah kemudian kaki kirinya.

Contoh Penerapan Kaidah Kaidah yang mulia ini mempunyai implementasi dan contoh penerapan yang cukup banyak. Berikut ini sekadar beberapa contoh darinya: • Yang lebih utama ketika menulis adalah menggunakan tangan kanan. Karena menulis termasuk hal mulia dan di antara karunia Allah [6]. Hal ini telah diisyaratkan dalam firman Allah ﷻ: وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Alquran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu.” [QS.

al-‘Ankabut/29:48] • Ketika seseorang masuk rumahnya, yang lebih utama adalah mendahulukan kaki kanannya. Karena rumah adalah tempat yang mulia sedangkan jalanan adalah tempat yang kurang mulia. Sehingga tatkala berpindah ke tempat yang lebih mulia maka ia mendahulukan kaki kanannya. Sebagaimana Allah ﷻ jelaskan bahwa keberadaann rumah adalah kemuliaan bagi manusia.

Allah ﷻ berfirman: وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.” [QS. an-Nahl/16:80] • Ketika memakai alas kaki disunnahkan untuk mendahulukan yang kanan, tapi ketika melepasnya yang disunnahkan mendahulukan yang kiri.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى “Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika melepas, mulailah dengan kaki kiri.” [7] Dalam hadis ini dijelaskan bahwa memakai alas kaki dimulai dengan yang kanan, karena memakai alas kaki termasuk kemuliaan dan perhiasan. Adapun melepasnya maka dimulai dari yang kiri karena hal itu bermakna melepas perhiasan tersebut.

• Dalam salat berjamaah, shaf yang lebih utama adalah yang berada di sebelah kanan imam. Maka berdiri di sebelah kanan shaf lebih utama daripada berdiri di sebelah kirinya, berdasarkan hadis al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu anhu: كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ الله ِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُوْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ “Jika kami salat di belakang Rasulullah ﷺ kami senang berada di sebelah kanan beliau.

Beliau ﷺ akan menghadapkan wajahnya kepada kami.” [8] Namun jika berdiri di shaf sebelah kanan menyebabkan seseorang jauh dari imam, maka yang lebih utama adalah ia lebih dekat kepada imam meskipun berada di shaf sebelah kiri.

Karena ada dalil-dalil Shahih tentang keutamaan berdiri dekat cara menghilangkan najis anjing. [9] • Ketika makan dan minum disyariatkan menggunakan tangan kanan, karena keduanya adalah suatu yang mulia, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ “Jika salah seorang cara menghilangkan najis anjing kalian makan maka hendaklah makan dengan tangan kanannya, dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya, sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” [10] Adapun sebalikannya seperti buang air dan semisalnya maka yang disyariatkan adalah menggunakan tangan kiri.

Berdasarkan hadis Aisyah radhiyallahu anha: كَانَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطُهُوْرِهِ وَطَعَامِهِ، وَكَانَتِ الْيُسْرَى لِخَلاَئِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى “Tangan kanan Rasulullah ﷺ digunakan untuk bersuci dan makan, sedangkan tangan kiri beliau dipergunakan untuk buang air dan dan segala hal yang kotor.” [11] • Ketika memotong rambut dalam rangkaian ibadah haji atau umrah disunnahkan untuk memulai dari bagian kanan.

Karena itu termasuk dalam kategori ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Anas radhiyallahu anhu, bahwasa Rasulullah ﷺ sampai di Mina dan melempar jumrah, kemudian beliau menuju ke penginapannya di Mina dan menyembelih kurban, kemudian beliau bersabda kepada tukang cukur: “Cukurlah ini”, sambil menunjuk ke kepala sebelah kanan, lalu sebelah kiri, kemudian membagi-bagikan rambutnya kepada para sahabat.

[12] Dan diqiyaskan dalam hal ini ketika seseorang mencabut bulu ketiak, memotong kumis, dan mencukur bulu kemaluan. Maka yang didahulukan adalah bagian kanan daripada bagian kiri. [13] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Imam an-Nawawi menyebutkan kaidah ini dalam kitab Riyadhus Salehin pada bab ke-99 dengan mengatakan: “Bab disunnahkan mendahulukan bagian cara menghilangkan najis anjing dalam setiap perkara yang berkaitan dengan kemuliaan. (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhus Salehin, Syaikh Abu Usamah Cara menghilangkan najis anjing bin ‘Id al-Hilali, Cet.

ke-1, 1430 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, II/41) [2]. HR. al-Bukhari no. 5926 dan Muslim 268 dari Aisyah radhiyallahu anha. [3]. HR. Abu Dawud no. 4141, Ibnu Majah no. 302. DiShahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 4141.

[4]. Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Cet. ke-5, 1423 H/2003 M, Maktabah al-Asadiy, Makkah al-Mukarramah, I/232. [5]. HR. al-Hakim dan diShahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadis as-Shahihah no. 2478. [6]. Sebagaimana firman Allah ﷻ k dalam QS. Al-Qalam/68:1, dan firman-Nya dalam QS. Ali ‘Imran/3:48. [7]. HR. al-Bukhari no. 5856 dan Muslim no.

2097 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu [8]. HR. Muslim no. 709 dari Al Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu anhu [9]. Di antaranya HR. Muslim no. 437 dari Abu Sa’id Al Khudri. [10]. HR. Muslim no. 2020 dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma [11]. HR. Abu Dawud no. 33 dan diShahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no.

26. [12]. HR. al-Bukhari no. 171 dan Muslim no. 1305 dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu [13]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-58 dengan beberapa penyesuaian.

Kaidah Ke-47: Apabila Terkumpul Faktor Hukumnya Boleh Dan Sebab Terlarang Maka Didahulukan Larangan Kaidah Keempat Puluh Tujuh إِذَا اجْتَمَعَ مُبِيْحٌ وَحَاظِرٌ غُلِّبَ جَانِبُ الْحَاظِرُ Apabila terkumpul (pada sesuatu) faktor yang menyebabkan hukumnya boleh dan sebab yang menjadikannya terlarang cara menghilangkan najis anjing didahulukan sisi larangan Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan, apabila terkumpul dalam suatu perkara dua sebab (faktor) yang berbeda.

Faktor pertama menyebabkan bolehnya menggunakan atau memanfaatkan perkara tersebut, sedangkan faktor kedua mengakibatkan terlarangnya menggunakan memanfaatkan perkara tersebut. Dalam kondisi tersebut yang wajib bagi kita adalah Tawaqquf (tidak mengambil sikap tertentu) sampai urusan tersebut menjadi jelas. Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan dalam Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi bait ke-31: إِنْ يَـجْـتَـمِعْ مَـعَ مُـِبـيْحٍ مَـا مَـنَـعْ فَـقَـدِّمَـنْ تَـغْــلِيْـبًا الَّــذِي مَـنَـعْ Jika berkumpul hal yang membolehkan bersama larangan Maka dahulukanlah sisi larangan daripada pembolehannya [1] Kaidah ini juga merupakan realisasi sikap wara’ (hati-hati).

Yaitu bersikap hati-hati dengan meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan membahayakan agama ataupun kehormatannya. Termasuk juga, meninggalkan suatu yang masih belum jelas karena khawatir sesuatu itu termasuk perkara yang haram. Dalil yang Mendasarinya Kaidah ini telah ditunjukkan oleh beberapa dalil baik dari Alquran dan Sunnah Nabi ﷺ.

Di antaranya adalah firman Allah ﷻ: وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ “Dan janganlah kamu memaki SeSembahan-SeSembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” [QS. al An’am/6:108] Dalam Sesembahan orang-orang musyrik terkumpul dua faktor. Faktor pertama berkonsekuensi bolehnya mencela, karena mereka dijadikan Sesembahan, sekutu bagi Allah ﷻ.

Celaan itu merupakan bentuk penghinaan kepada mereka dan orang-orang yang menyembahnya. Namun di sana juga ada faktor yang cara menghilangkan najis anjing terlarangnya mencela mereka, yaitu keberadaan orang-orang musyrik yang akan mencela Allah ﷻ jika Sesembahan mereka dicela.

Dalam hal ini sisi larangan lebih didahulukan daripada sisi pembolehan. Yaitu jika kita mengetahui bahwa celaan kepada Sesembahan -Sesembahan tersebut akan menimbulkan celaan kepada Allah ﷻ, maka kita tidak boleh mencela Sesembahan mereka. [2] Adapun dalil dari as-Sunnah di antaranya adalah hadis yang Muttafaq ‘alaih: عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهما قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya perkara yang halal telah jelas, dan perkara yang haram pun telah jelas.

Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang meragukan, cara menghilangkan najis anjing tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barang siapa menjaga dirinya dari perkara yang syubhat, maka ia telah menjaga keselamatan agamanya dan kehormatannya.” [3] Jadi, perkara-perkara yang terkumpul padanya sebab yang menjadikannya haram dan sebab yang menjadikannya halal cara menghilangkan najis anjing perkara syubhat (samar) yang tidak jelas keharaman atau kehalalannya.

Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ telah memerintahkan untuk menjaga diri dan menjauhi perkara yang samar tersebut. Karena itu lebih selamat bagi agama dan kehormatan seseorang. Kita tidak mungkin menjaga diri kecuali dengan lebih mengedepankan sebab yang melarang daripada sebab yang membolehkan. [4] Demikian pula disebutkan dalam hadis ‘Adi bin Hatim bahwa suatu ketika ia pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hewan buruan hasil tangkapan anjing, maka Nabi ﷺ bersabda: إِذَا أَرْسَلْتَ كِلاَبَكَ الْمُعَلَّمَةَ، وَذَكَرْتَ اسْمَ اللهِ، فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَإِنْ قَتَلْنَ، إِلاَّ أَنْ يَأْكُلَ الْكَلْبُ، فَإِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُوْنَ إِنَّمَا أَمْسَكَ عَلَى نَفْسِهِ، وَإِنْ خَالَطَهَا كِلاَبٌ مِنْ غَيْرِهَا فَلاَ تَأْكُلْ “Apabila engkau melepas anjingmu yang telah terlatih, dan engkau telah menyebut nama Allah ketika melepasnya, maka makanlah hewan buruan yang ditangkapnya untukmu.

Kecuali jika anjing itu memakan hewan buruan itu, karena aku khawatir anjing itu berburu untuk dirinya sendiri. Jika ada anjing lain yang menyertai anjingmu maka janganlah engkau makan hasil buruannya.” [5] Sisi pendalilan dari hadis ini adalah bahwa hewan hasil buruan anjing yang terlatih hukumnya halal kecuali dalam dua keadaan: • Apabila anjing tersebut memakan hewan buruannya, karena terkumpul pada hewan tersebut dua sebab atau faktor; Satu sebab berkonsekuensi halal, sementara sebab yang lainnya berkonsekuensi haram.

Sebab atau faktor yang berkonsekuensi halal adalah hewan itu diburu oleh anjing yang sudah terlatih dan si pemilik anjing telah melepasnya dengan menyebut nama Allah ﷻ.

Adapun faktor yang menyebabkan haram adalah anjing itu memakannya. Ini merupakan indikasi kuat bahwa anjing itu memburu untuk dirinya sendiri bukan untuk pemiliknya. Maka dalam kasus ini dimenangkan sisi keharaman daripada sisi kehalalan. • Apabila ada anjing lain yang ikut memburu hewan buruan tersebut, karena penyebab kematian hewan buruan itu ada dua kemungkinan.

Salah satunya berkonsekuensi halal, yaitu diburu oleh anjing yang sudah terlatih dan si pemilik anjing telah melepasnya dengan menyebut nama Allah ﷻ. Dan sebab kedua berkonsekuensi haram, yaitu keberadaan anjing lain yang ikut memburunya, di mana si pemilik tidak menyebut nama Allah ketika terlepasnya anjing tersebut. Demikian pula tidak diketahui secara jelas kematian hewan buruan itu disebabkan oleh anjing yang mana.

Maka dalam kasus ini juga hewan buruan tersebut dihukumi sebagai hewan yang haram dimakan. [6] Contoh Penerapan Kaidah Kaidah yang mulia ini mempunyai implementasi dan contoh penerapan yang cukup banyak. Di antaranya adalah sebagai berikut: • Apabila seekor hewan disembelih oleh dua orang.

Salah satunya, orang yang sembelihannya halal, sedangkan yang lain sembelihannya haram. [7] Salah satu dari keduanya memotong tenggorokan hewan, dan orang yang lain memotong pembuluh darahnya. Maka pada hewan itu terkumpul dua sebab, salah satunya berkonsekuensi halal, sebab lainnya berkonsekuensi haram. Dalam hal ini hewan itu dihukumi haram karena sisi keharaman lebih didahulukan daripada sisi kehalalan.

[8] • Hewan yang lahir dari hasil persilangan antara hewan yang haram dimakan dan hewan yang halal dimakan [9] dihukumi sebagai hewan yang haram dimakan. Hal ini karena sisi keharaman harus lebih dikedepankan daripada sisi kehalalan. • Apabila seseorang memanah atau menembak hewan buruan lalu hewan itu jatuh ke air dan mati di sana. Maka dalam hal ini, penyebab kematiannya ada dua kemungkinan.

Salah satunya berkonsekuensi halal, yaitu mati karena dipanah atau ditembak dengan terlebih dahulu disebutkan nama Allah ﷻ. Dan sebab cara menghilangkan najis anjing lain berkonsekuensi haram, yaitu mati karena tenggelam.

Dalam kasus ini, sisi keharaman harus lebih didahulukan daripada sisi kehalalan. Oleh karena itu, hewan itu dihukumi haram. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis ‘Adi bin Hatim: وَإِنْ وَقَعَ فِي الْمَاءِ فَلاَ تَأْكُل “Dan apabila hewan buruan itu jatuh ke air maka janganlah engkau memakannya.” [10] • Apabila seorang laki-laki melihat dua orang wanita, salah satunya adalah istrinya dan yang lainnya wanita bukan mahramnya, sementara dia tidak bisa membedakan mana si istri dan mana yang bukan.

Dalam hal ini wajib baginya untuk tidak menyentuh salah satunya sampai jelas mana istrinya dan mana yang bukan. [11] • Apabila ada dua potong daging, salah satunya daging halal, dan satunya lagi daging bangkai, sementara dia tidak cara menghilangkan najis anjing, mana yang halal dan mana yang bangkai. Dalam kondisi ini, maka wajib meninggalkan semuanya karena sisi keharaman lebih dikedepankan daripada sisi kehalalan [12].

Wallahu a’lam. [13] _______ Footnote [1]. Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm.

134. [2]. Lihat penjelasan tentang ayat di atas dalam Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 130. [3]. HR. al-Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599 dari Nu’man bin Basyir. [4]. Lihat pula penjelasan hadis di atas dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cet. III, Tahun 1425 H/2004 M, Dar ats-Tsurayya li an-Nasyr, Riyadh, Hlm. 124-134. [5].

HR. al-Bukhari no. 5483 dan Muslim no. 1929 dari ‘Adi bin Hatim. [6]. Lihat pula penjelasan hadis di atas dalam Taudhih al-Ahkam, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Cet. V, Tahun 1423 H/2003 M, Maktabah al-Asadiy, Makkah al-Mukarramah, VII/39-44.

[7]. Di antara syarat sahnya sembelihan adalah bahwa yang menyembelih adalah orang Muslim atau ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Adapun orang kafir selain ahli kitab maka sembelihannya haram. Berdasarkan mafhum firman Allah ﷻ dalam QS. Al Maaidah: 5. (Lihat Talkhis Ahkam al-Udhhiyyah wa adz-Dzakah, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Tahun 1430 H, Muassasah as-Syaikh Muhammmad bin Saleh al-Utsaimin al-Khairiyyah, al-Qasim, hlm. 38-39). [8]. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah (al-Manzhumah wa Syarhuha), Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet.

I, Tahun 1428 H/2007 M, Wizarah al-Auqaf wa as-Syu-un al-Islamiyah, al-Jahraa’, Hlm. 128. [9]. Contohnya adalah bighal, yaitu hewan hasil persilangan antara kuda dan keledai. (Lihat Minhaj al-Muslim, Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Dar Ibn al-Haitsam, Kairo, Hlm. 408. [10]. HR. al-Bukhari no. 5484 dari ‘Adi bin Hatim. [11]. Lihat cara menghilangkan najis anjing al-Fiqhiyyah (al-Manzhumah wa Syarhuha), Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet.

I, Tahun 1428 H/2007 M, Wizarah al-Auqaf wa as-Syu-un al-Islamiyah, al-Jahraa’, Hlm. 128. [12]. Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm. 135. [13]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-53, dengan beberapa penyesuaian.

Kaidah Ke-48: Rasa Ragu Dari Orang Yang Sering Ragu Itu Tidak Dianggap Kaidah Keempat Puluh Delapan لاَ يُعْتَبَرُ الشَّكُّ بَعْدَ الْفِعْلِ وَمِنْ كَثِيْرِ الشَّكِّ Rasa ragu setelah melakukan perbuatan dan rasa ragu dari orang yang sering ragu itu tidak dianggap Makna Kaidah Kaidah ini merupakan cabang atau bagian dari kaidah “keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan sekadar keraguan”.

Secara umum, kaidah ini menjelaskan tentang orang yang mengalami keragu-raguan dalam suatu amalan. Jika rasa ragu itu muncul setelah melakukan suatu amalan, maka rasa itu tidak perlu dihiraukan.

Demikian pula, jika rasa ragu itu muncul dari orang yang sering ragu. Sebelum membahas lebih jauh tentang kaidah ini perlu dipahami bahwa rasa ragu itu bisa muncul dari dua tipe orang. Pertama, dari orang yang sering ragu. Kedua, dari orang yang keraguannya biasa (normal). Rasa ragu dari tipe orang pertama, tidak perlu dianggap, karena menurutkan rasa ragu dalam kondisi seperti itu akan menimbulkan kesusahan dan kesulitan yang berat baginya, serta termasuk takalluf (memaksa diri memikulkan beban yang ia tidak mampu).

Bahkan orang seperti ini rasa ragunya perlu diobati dengan cara tidak memperdulikan rasa ragu yang muncul dan memantapkan hati saat beramal. Keraguan orang semacam ini tidak dianggap, maksudnya, tidak ada konsekuensi hukumnya.

Rasa ragu dari tipe orang kedua adalah apabila keraguan itu muncul dari orang yang keraguannya normal. Keraguan jenis ini tidak lepas dari dua keadaan. Pertama, rasa itu muncul saat sedang melaksanakan amalan.

Kedua, rasa itu muncul setelah beramal. Jika keraguan itu muncul setelah beramal maka ia tidak dianggap. Karena hukum asalnya, jika seseorang telah usai mengerjakan suatu amalan berarti amalan itu telah dilaksanakan secara sempurna.

Keraguan yang muncul setelah beramal hanya sekadar bisikan setan. Obat dari rasa ragu jenis ini ialah tidak memperdulikannya. Adapun jika keraguan itu muncul di tengah-tengah saat beramal, atau akan melaksanakan ibadah, maka ketika itu keraguannya dianggap. Karena jika seseorang ragu, apakah ia sudah mengerjakan ibadah atau belum, maka hukum asalnya ia belum mengerjakannya. Jadi rasa ragu itu tidak dipedulikan dalam dua keadaan dan diperhitungkan dalam satu keadaan.

Jika rasa ragu itu muncul dari orang yang sering ragu, maka itu tidak dianggap secara mutlak, baik munculnya saat pelaksanaan ibadah maupun setelahnya.

Juga tidak dianggap, jika muncul dari orang yang normal namun munculnya setelah selesai beramal. Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan dalam Manzhumah Ushulil-Fiqh wa Qawa’idihi pada bait ke-38: وَالـشَّــكُّ بَــعْـدَ الْـفِـعْـلِ لَا يُــؤَثِّــرُ وَهَــكَـذَا إِذَا الـشُّــكُــوْكُ تَــكْـثُــرُ Dan keraguan setelah perbuatan tidaklah berpengaruh Demikian pula jika keraguan itu sering terjadi [1] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah firman Allah ﷻ: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [QS.

al-Baqarah/2:286] Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Maksud ayat ini, Allah ﷻ tidak membebani seorang pun diluar kemampuannya.

Ini merupakan wujud kelembutan, kasih sayang dan kebaikan Allah ﷻ kepada hamba-Nya.” [2] Di antara perkara yang berat dan tidak mampu dipikul seorang hamba ialah apabila rasa ragu yang muncul dari orang yang mengalami penyakit ragu itu diperdulikan. Sehingga hal itu ditiadakan oleh Allah ﷻ.

Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman: إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah.” [QS. al Mujadilah/58:10]. Keragu-raguan yang muncul dari orang yang sering ragu pada hakikatnya berasal dari setan.

[3] Oleh karena itu, keraguan itu tidak perlu dihiraukan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Nabi ﷺ bahwa setan senantiasa menggoda dalam diri manusia. Beliau ﷺ bersabda: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِيْ مِنَ اْلإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ “Sesungguhnya setan berjalan di dalam diri manusia di tempat mengalirnya darah.” [4] Demikian pula, kaidah ini telah ditunjukkan oleh sabda Nabi ﷺ dalam salah satu hadis Shahih tentang seorang laki-laki yang merasakan sesuatu di perutnya seolah-olah ia telah berhadats, sehingga ia ragu-ragu apakah telah berhadats ataukah belum, maka Nabi ﷺ bersabda: لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيْحًا “(Janganlah ia keluar dari salatnya sehingga mendengar suara atau mendapatkan baunya) [5], yaitu, janganlah ia keluar dari salatnya hanya karena yang ia rasakan itu sampai benar-benar yakin bahwa ia telah berhadats.

Hadis ini sekaligus merupakan dalil umum bahwa keyakinan tidak bisa dikalahkan hanya karena sekadar keragu-raguan.” Contoh Penerapan Kaidah Banyak kasus yang masuk dalam penerapan kaidah mulia ini. Berikut beberapa contoh darinya: • Seseorang selesai mengerjakan Salat Ashar, kemudian ragu-ragu apakah ia sudah Tasyahud Awal ataukah belum? Untuk orang ini, kita katakan bahwa keraguannya tidak perlu dihiraukan, baik rasa ragu itu muncul dari orang yang normal keraguannya maupun orang yang sering ragu.

Kenapa tidak dihiraukan? Jawabnya, karena rasa itu ada setelah melakukan amalan. Kesimpulannya, Salat Asharnya sah dan tidak perlu menoleh kepada keraguan yang muncul, selama tidak ada indikasi yang menimbulkan rasa yakin bahwa ia memang belum duduk Tasyahud Awal.

• Seseorang yang tengah malempar jumrah ragu-ragu apakah sudah melempar enam kali atau tujuh kali. Jika keraguan itu muncul dari orang yang sering ragu, maka ia tidak perlu mempedulikan keraguaannya itu dan ia tinggal melakukan lemparan yang tersisa. Jika batu yang dipegangnya tidak tersisa, maka ia kuatkan hatinya bahwa lemparan jumrahnya itu telah sempurna. Adapun jika hal itu terjadi pada orang yang normal keraguannya, maka keraguannnya dianggap dan ia menambah lemparan yang ketujuh karena hukum asalnya lemparan ke tujuh itu adalah belum ada.

• Seseorang selesai wudhu kemudian ragu-ragu apakah sudah mengusap kepalanya ataukah belum? Keraguan yang demikian ini tidak perlu dihiraukan secara mutlak, karena keraguan tersebut muncul setelah selesai beramal. • Seseorang sedang melaksanakan Thawaf dan ia ragu-ragu apakah putaran Thawaf yang sedang ia lakukan ini ke-5 atau ke-6? Pertama, apakah ia termasuk orang yang sering ragu-ragu atau tidak? Apabila ia orang yang sering ragu, maka hendaklah ia tidak memperdulikan rasa ragu itu dan ia memantapkan amalannya dengan menentukan bahwa ia sedang pada putara ke-6, tanpa menghiraukan keraguan yang muncul tersebut.

Adapun jika keragu-raguan itu muncul dari orang yang keraguannya normal, maka keraguannya dianggap. Karena keraguan itu muncul di tengah-tengah pelaksanaan amalan, maka ia tentukan baru melaksananakan empat kali putaran, karena hukum asal putaran yang kelima belum ada sampai yakin bahwa itu telah dilaksanakan.

[6] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Syarh Manzhumah Ushulil-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm. 153. [2]. Tafsir Alquran al-‘Azhim, Imam ‘Imaduddin Abu al-Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi, Cet. ke-5, Tahun 1421 H/2001 M, Jum’iyah Ihyaa’ at-Turats al-Islamiy, Kuwait, I/473. [3]. Lihat al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-38.

[4]. HR al-Bukhari dalam Kitab al-I’tikaf, Bab: Hal Yakhrujul Mu’takifu li Hawaijihi ila Babil-Masjid, no. 2035; Muslim dalam Kitab as-Salam, no.

2175. [5]. HR al-Bukhari dalam Kitab al-Wudhu’, Bab: La Yatawaddha’ Minasy-Syak, No. 137; Muslim dalam Kitab al-Haidh, Bab: al-Wudhu’ min Luhumil-Ibil, no. 361. [6]. Diangkat dari Talqihul-Afham al-‘Aliyyah bi Syarhil-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-4, dengan penyesuaian dan penambahan.

Kaidah Ke-49: Hukum Asal Suatu Ibadah Tidaklah Ada Kecuali Jika Ada Dalilnya Kaidah Keempat Puluh Sembilan اْلأَصْلُ فِي شُـرُوْطِ الْعِبَـادَاتِ الْمَنْـعُ وَالْحَظْـرُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ Hukum asal syarat sah suatu ibadah tidaklah ada kecuali jika ada dalilnya Muqadimah Sesungguhnya kita diperintahkan untuk beribadah kepada Allah ﷻ dengan mengerjakan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah.

Allah ﷻ telah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya untuk menunjukkan ibadah-ibadah yang disyariatkan. Berkaitan dengan rincian ibadah, Allah ﷻ tidak memberikan kesempatan bagi akal manusia untuk menentukan dan menetapkannya. Karena akal tidak bisa berdiri sendiri untuk mengetahui mana ibadah yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Yang berhak menetapkan syarat-syarat sah suatu ibadah adalah Allah ﷻ semata, baik melalui Alquran maupun melalui lisan nabi-Nya.

Maka seseorang tidak berhak mengaitkan keabsahan suatu ibadah dengan sesuatu hal kecuali jika ada dalil yang menjadi landasannya. Karena penentuan syarat suatu ibadah merupakan wewenang Allah ﷻ yang telah mensyariatkan ibadah itu.

Barang siapa menentukan syarat sah suatu ibadah berdasarkan akal semata maka hakikatnya ia telah menjadikan dirinya sebagai pembuat syariat bersama Allah ﷻ. Di samping itu, perlu dipahami juga bahwa tidak diperbolehkan mengaitkan suatu ibadah dengan suatu syarat yang didasarkan pada dalil lemah.

Karena dalil yang lemah tidak dapat dijadikan pijakan dalam permasalahan ahkam (hukum-hukum syari). Makna Kaidah Sebagaimana telah diisyaratkan dalam uraian di atas, bahwa kaidah ini menjelaskan tentang hukum asal penetapan syarat sah suatu ibadah.

Di mana, keberadaan sesuatu bisa ditetapkan menjadi syarat sah suatu ibadah jika didasari dalil yang menjelaskannya. Maka sebagaimana hukum asal suatu ibadah itu adalah terlarang, maka demikian pula syarat-syarat ibadah dan tata caranya, hukum asalnya juga terlarang, dan tidak boleh ditetapkan kecuali jika ada dalil Shahih dan sharih (tegas) yang menunjukkannya.

Dalil Kaidah Ini Kaidah ini masuk dalam keumuman larangan Allah ﷻ dan Rasul-Nya dari mengada-adakan perkara baru dalam agama. Juga masuk dalam keumuman kaidah bahwa hukum asal suatu ibadah adalah dilarang kecuali jika ada dalil yang menunjukkannya. Di antara dalil yang menjelaskannya adalah firman Allah ﷻ: أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ “Apakah mereka mempunyai Sembahan-Sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” [QS.

as-Syura/42:21] Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Maka hukum asalnya adalah dilarang bagi setiap orang untuk menetapkan suatu amalan (ibadah) yang tidak ada tuntunannya dari Allah ﷻ dan tidak pula dari rasul-Nya.” [1] Dan sabda Nabi ﷺ dalam hadis Aisyah radhiyallahu anha: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ “Barang siapa mengerjakan suatu amalan (ibadah) yang tidak berdasarkan perintah kami maka ia tertolak.” [2] Imam Ibnu Rajab al-Hambali ketika menjelaskan ayat ini mengatakan: “Teks Hadis ini menjelaskan, bahwa setiap amalan yang tidak ada tuntunannya di dalam syariat, maka amalan itu tertolak.

Dan secara tersirat menjelaskan bahwa setiap amalan yang dilandasi tuntunan dalam syariat, maka amalan itu tidaklah ditolak.” [3] Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh penerapan kaidah ini adalah sebagai berikut: • Sebagian ulama mensyaratkan kehadiran minimal empat puluh orang untuk keabsahan Salat Jumat. Ini pendapat yang masyhur dalam Madzhab Hambali. [4] Namun, jika kita cermati, ternyata tidak ada dalil yang mendasarinya kecuali dalil yang lemah.

Di antaranya adalah hadis Jabir bin ‘Abdlullah radhiyallahu anhu: مَضَتِ السُّنَّةُ أَنَّ فِيْ كُلِّ أَرْبَعِينَ فَمَا فَوْقَهَا جُمْعَةٌ “Telah berlalu sunnah bahwa setiap empat puluh orang ke atas diwajibkan Salat Jumat.” [5] Hadis tersebut adalah hadis yang sangat lemah. Demikian pula sebagian ulama ada mensyaratkan kehadiran sejumlah dua belas orang untuk keabsahan Salat Jumat, sebagaimana dipegang oleh madzhab Maliki.

Pendapat ini meskipun didasari oleh dalil yang Shahih namun tidak secara tegas menunjukkan tentang penetapannya sebagai syarat. [6] Oleh karena tidak ada dalil yang mensyaratkan jumlah tertentu untuk keabsahan Salat Jumat, maka sebagian ulama memandang sahnya Salat Jumat yang dihadiri oleh dua orang saja, karena dua orang cara menghilangkan najis anjing terhitung jamaah.

Sebagian ulama lainnya berpendapat sahnya Salat Jumat dengan dihadiri tiga orang, di mana satu orang berkhutbah dan dua orang lainnya mendengarkan khutbah.

Ini adalah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, dan ini adalah pendapat yang kuat karena menurut pendapat yang Shahih di kalangan ahli Ushul Fiqh bahwa jumlah jama’ paling sedikit adalah tiga. [7] • Sebagian ulama mensyaratkan tujuh basuhan dalam membersihkan najis. Ini adalah sebuah riwayat dari Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah [8]. Pendapat ini berdalil dengan hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma: اِغْسِلُوْا اْلأَنْجَاسَ سَبْعًا “Cucilah najis sebanyak tujuh kali” Akan tetapi hadis tersebut tidak memiliki sanad yang Shahih, bahkan sekadar disebutkan dalam kitab-kitab fikih tanpa penyebutan sanadnya.

Maka dalam membersihkan najis tidak disyaratkan jumlah tertentu dalam membasuhnya, kecuali najis jilatan anjing yang harus dibasuh sebanyak tujuh kali salah satunya dengan tanah. Dikecualikan pula dalam istIjmar untuk membersihkan najis yang keluar dari dua jalan, yang harus diusap sebanyak tiga kali. Adapun selainnya maka tidak ada ketentuan jumlah tertentu dalam membasuhnya, karena hukum asal syarat sah suatu ibadah adalah Tawaqquf (membutuhkan adanya dalil), dan jika tidak ada dalil secara khusus maka asalnya dalam menbersihkan najis adalah dengan disiram dengan air sampai benda najisnya itu hilang.

Dan tidak terikat dengan jumlah tertentu dalam membasuhnya. [9] • Sebagian ulama mempersyaratkan ucapan tahmid, wasiat bertaqwa, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan membaca ayat Cara menghilangkan najis anjing untuk keabsahan khutbah Jumat.

Ini adalah penetapan syarat sah suatu ibadah, di mana hukum asal dalam hal ini adalah Tawaqquf. Dan jika kita perhatikan dalil-dalil yang menjelaskan tentang masalah ini, ternyata dalil-dalil tersebut tidaklah menunjukkan makna wajib, hanya menunjukkan kepada perkara yang sunnah.

Maka penetapan syarat sah tersebut merupakan suatu hal yang kurang tepat. [10] • Sebagian Fuqaha mensyaratkan terpenuhinya syarat-syarat sah salat bagi orang yang ingin mengerjakan Sujud Tilawah dan sujud syukur. Karena mereka berpendapat bahwa Sujud Tilawah dan sujud syukur sama dengan salat.

Maka kita katakan bahwa hal itu merupakan penetapan syarat terhadap suatu ibadah, sehingga membutuhkan dalil yang menunjukkan hal itu. Apabila kita perhatikan dalil-dalil yang disebutkan dalam masalah ini, ternyata tidak bisa digunakan sebagai dalil untuk menetapkan syarat tersebut. Bahkan disebutkan dalam hadis Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, di mana ia berkata: كَانَ النَّبِيُّ nيَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّوْرَةَ فِيْهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ حَتَّى مَا يَجِدُ أَحَدُنَا مَوْضِعَ جَبْهَتِهِ “Dahulu Nabi ﷺ pernah membacakan kepada kami satu Surat yang di dalamnya terdapat ayat sajdah, maka beliau sujud dan kami pun ikut sujud, sampai-sampai salah seorang di antara kami tidak mendapatkan tempat untuk meletakkan keningnya.” [11] Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ tidak memerintahkan para sahabat untuk berwudhu terlebih dahulu, sedangkan dalam kaidah dikatakan bahwa tidak boleh menunda penjelasan dari waktu yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, pensyaratan yang disebutkan sebagian Fuqaha tersebut tidaklah tepat. Demikian pula Sujud Syukur. Tidak ada dalil yang menjelaskan wajibnya berwudhu, menutup aurat, atau pun menghadap Kiblat untuk melaksanakan Sujud Syukur. Maka penetapan syarat tersebut untuk Sujud Syukur adalah pensyaratan yang tidak didasari oleh dalil, sedangkan hukum asal syarat tersebut adalah tidak ada. Oleh karena itu lah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat bahwa tidak disyaratkan terpenuhinya syarat-syarat sah salat untuk keabsahan Sujud Tilawah dan Sujud Syukur.

Karena sujud tersebut bukanlah salat. Namun tidak diragukan lagi, bahwa seorang yang melakukan Sujud Tilawah dan Sujud Syukur dengan memenuhi syarat-syarat salat adalah lebih utama dikarenakan dua alasan, yaitu dalam rangka keluar dari perselisihan ulama, dan karena hal itu lebih sempurna dalam melaksanakan ibadah.

[12] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1]. Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet. I, Tahun 1423 H/202 M, Muassasah ar-Risalah, Beirut, Hlm.

1064. [2]. HR. al-Bukhari, dalam Kitab as-Shulh, no. 2697 dan Muslim dalam Kitab al-Aqdhiyah, no. 1718. [3]. Jami’ul ‘Ulum wa al-Hikam fi Syarh Khamsin Hadisan min Jawami’ al-Kalim, Imam Zainuddin Abu al-Farj Abdurrahman bin Syihabuddin, Cet.

I, Tahun 1429 H/2008 M, Dar Ibn Katsir, Beirut, Hlm. 156. [4]. Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan jumlah minimal jamaah yang disyaratkan hadir untuk keabsahan Salat Jumat. Di antara mereka ada yang berpendapat seorang saja bersama imam.

Ini pendapat Imam at-Thabari rahimahullah. Ada pula yang berpendapat dua orang selain imam. Ada juga yang berpendapat tiga orang selain imam, ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah rahimahullah.

Di antara mereka ada yang mensyaratkan kehadiran minimal 40 orang. Ini pendapat Imam as-Syafi’i rahimahullah dan Imam Ahmad rahimahullah. Ada pula yang mensyaratkan jumlah minimal 30 orang. Ada pula yang tidak mensyaratkan jumlah tertentu, tetapi harus lebih dari empat orang. Ini adalah pendapat Imam Malik (Lihat Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, al-Imam al-Qadhi Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi, Tanpa Tahun, Dar al-Fikr, I/115) [5].

HR. al-Baihaqi dalam al- Kubra 3/ 177. Hadis ini dha’if sebagaimana didha’ifkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 603. [6]. Dalil yang dijadikan pegangan oleh para ulama yang berpegang dengan pendapat ini di antaranya adalah HR. Muslim no. 863dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu.

[7]. Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin rahimahullah menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa jumlah minimal jamaah yang hadir agar Salat Jumat itu sah adalah tiga orang.

Ini juga pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan juga madzhab Hanafi. (Lihat Mudzakkirah al-Fiqh, Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1428 H/2007 M, Dar al-Ghad al-Jadid, Kairo, I/230).

[8]. Lihat perselisihan ulama dalam masalah ini dalam Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, I/62 [9]. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, yaitu tidak disyaratkan jumlah basuhan tertentu dalam membersihkan najis mutawasshithah, dan yang dijadikan ukuran adalah hilangnya benda najis tersebut.

(Lihat Mudzakkiratul Fiqh, I/95). [10]. Syaikh Muhammad bin Saleh Al Utsaimin menjelaskan bahwa bacaan tahmid, wasiat bertakwa, membaca ayat Alquran, dan shalawat kepada Nabi bukanlah syarat sah Salat Jumat.

Yang disyaratkan hanyalah khutbah itu berisi mau’izhah (nasehat). (Lihat Mudzakkiratul Fiqh, I/233). [11]. HR. al-Bukhari, dalam Kitab Sujudil Qur’an, no. 1075. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’us Shalah, no. 575.

[12]. Diangkat dari Talqihul Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-30.

Kaidah Ke-50: Hukum Asal Muamalah Adalah Halal Kecuali Ada Dalil Yang Melarangnya Kaidah Kelima Puluh اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ Hukum asal menetapkan syarat dalam muamalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya) Muqadimah Pada edisi yang lalu telah dibahas bahwa hukum asal menetapkan syarat sah dalam ibadah adalah tidak boleh kecuali ada dalil yang menunjukkannya.

Pada edisi kali ini akan diulas tentang hukum asal menetapkan syarat dalam muamalah, yaitu perkara-perkara yang tidak termasuk ibadah. Dalam hal ini, perlu kita pahami bahwa hukum suatu persyaratan tergantung pada hukum pokok perkaranya.

Apabila hukum asal suatu perkara dilarang maka hukum asal menetapkan syarat juga dilarang. Dan jika hukum asal suatu perkara halal maka hukum asal menetapkan syarat juga halal. Para Fuqaha telah menjelaskan bahwa muamalah, baik jual beli, sewa menyewa, dan semisalnya hukum asalnya adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya.

Dari sini dapat diketahui bahwa hukum asal menetapkan syarat dalam muamalah juga adalah halal dan diperbolehkan. Sebelum membahas lebih lanjut, perlu kita ketahui pula bahwa dalam muamalah, terutama jual beli, ada istilah syurut shihhatil bai’ (syarat sah jual beli) dan syurut fil bai’ (syarat jual beli).

Yang dimaksud syarat sah adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar akad jual beli itu sah. Adapun syarat jual beli adalah syarat yang ditentukan oleh salah satu pelaku atau keduanya dan tidak berkaitan dengan keabsahan jual beli, seperti syarat pengantaran barang ke rumah si pembeli, atau persyaratan pembayaran secara cicilan, atau syarat lainnya.

Perbedaan antara syarat sah jual beli dengan persyaratan dalam jual beli dapat kita ketahui dari rincian berikut cara menghilangkan najis anjing • Syarat sah jual beli disyaratkan pada semua jual beli, adapun syarat jual beli terkadang ada dan terkadang tidak.

• Jual beli tidak akan sah kecuali jika syarat sah terpenuhi, tapi jika yang tidak ada syarat jual beli maka akadnya tetap sah. • Syarat sah itu tertentu, tidak berubah, dan berlaku dalam semua jual beli, adapun persyaratan dalam jual beli tidak tertentu dan bisa berbeda antara satu akad dengan akad yang lainnya. • Syarat sah harus terpenuhi meskipun tidak disebutkan oleh kedua belah pihak. Adapun persyaratan dalam jual beli itu asalnya tidak ada kecuali jika dikehendaki dan disebutkan oleh salah satu pelaku akad dan disetujui oleh yang lainnya.

• Hukum asal syarat sah jual beli adalah tauqifi, artinya perlu dalil. Seseorang tidak boleh menetapkan sesuatu sebagai syarat sah kecuali jika ada dalil Shahih yang menunjukkannya. Adapun persyaratan dalam jual beli maka hukum asalnya halal dan diperbolehkan. Artinya, seseorang tidak boleh melarang suatu persyaratan yang dikehendakai pelaku akad muamalah tanpa ada dalil yang melarangnya. [1] Persyaratan yang menjadi pembahasan kita dalam kaidah ini adalah syurut fil muamalah (persyaratan dalam muamalah), bukan syarat sah muamalah.

Makna Kaidah Sebagaimana telah diisyaratkan dalam uraian di atas, bahwa kaidah ini menjelaskan tentang hukum asal persyaratan dalam muamalah. Persyaratan tersebut hukum asalnya adalah halal dan diperbolehkan, kecuali jika ada dalil yang melarang, sebagaimana hukum asal muamalah itu sendiri yaitu diperbolehkan. Maka seseorang tidak diperkenankan melarang suatu persyaratan yang disepakati pelaku akad muamalah kecuali jika memang ada dalil yang menunjukkan larangan terhadap persyaratan tersebut.

Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini adalah sabda Nabi ﷺ: وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا “Kaum Muslimin itu terikat dengan persyaratan yang mereka sepakati, kecuali syarat yang mengharamkan perkara yang halal atau menghalalkan perkara yang haram.” [2] Dan hadis ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ أَحَقَّ الشَّرْطِ cara menghilangkan najis anjing يُوْفَى بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ “Sesungguhnya persyaratan yang paling berhak untuk ditunaikan adalah persyaratan yang dengannya kalian menghalalkan kemaluan (para wanita).” [3] Demikian pula sabda Nabi ﷺ: مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَشْتَرِطُونَ شُرُوطًا لَيْسَتْ فِى كِتَابِ اللَّهِ، مَنِ اشْتَرَطَ شَرْطًا لَيْسَ فِى كِتَابِ اللَّهِ فَلَيْسَ لَهُ، وَإِنِ اشْتَرَطَ مِائَةَ مَرَّةٍ “Mengapa ada beberapa kaum yang menetapkan syarat-syarat yang tidak terdapat dalam Kitabullah.

Barang siapa menetapkan suatu syarat yang tidak terdapat dalam Kitabullah maka tidak ada hak baginya untuk melaksanakannya meskipun sejumlah seratus syarat.” [4] Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ tidak mengingkari persyaratan mereka, namun yang beliau ﷺ ingkari adalah syarat itu menyelisihi Kitabullah. Ini menunjukkan bahwa cara menghilangkan najis anjing asal menentukan syarat tertentu dalam muamalah adalah diperbolehkan kecuali jika menyelisihi Kitabullah. [5] Contoh Penerapan Kaidah Berikut ini adalah contoh kasus yang masuk dalam implementasi kaidah ini: • Jika seseorang membeli setumpuk kayu dengan syarat kayu tersebut diantar ke rumahnya atau digergaji di tempat tertentu maka jual beli dan persyaratan tersebut sah karena hukum asal persyaratan itu adalah boleh.

• Jika penjual mengatakan: “Aku jual barang ini jika si Fulan rela.” Atau ia mengatakan: “Aku jual barang ini jika si Fulan datang.” Menurut Madzhab Hambali, jual beli dengan persyaratan seperti ini tidak sah disebabkan tidak adanya perpindahan kepemilikan. Karena ada kemungkinan si Fulan rela atau tidak rela, dan ada kemungkinan si Fulan datang dan mungkin juga tidak.

Sedangkan hukum asal dalam jual beli adalah berpindahnya barang dagangan dari si penjual kepada si pembeli setelah sempurnanya akad. Maka persyaratan tersebut menyebabkan akad itu tidak sah. Namun pendapat yang kuat adalah akad dan persyaratan tersebut sah. Cara menghilangkan najis anjing hukum asal persyaratan dalam jual beli adalah diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya dan tidak ada dalil yang melarang persyaratan ini. Maka, jika si pembeli setuju dengan syarat tersebut maka ia boleh meneruskan akad jual beli.

Namun jika ia tidak setuju maka tidak ada kewajiban baginya untuk meneruskan akad itu. Jika ada yang mengatakan: “Bukankah akad tersebut masih menggantung dan kepemilikannya belum berpindah?” Kita jawab bahwa justru itulah tujuan penetapan syarat tersebut. Artinya, si penjual tidak mau kepemilikan barang itu berubah kecuali jika si Fulan rela dengan jual beli itu atau jika si Fulan datang. • Persyaratan Inah [6] dalam jual beli.

Apabila seseorang mengatakan: “Saya jual barang ini kepadamu dengan harga 1.000 Dirham dengan cara kredit, dengan syarat engkau menjualnya kembali kepadaku dengan harga 800 Dirham secara tunai.” Persyaratan tersebut tidak diperbolehkan.

Meskipun persyaratan dalam jual beli hukum asalnya boleh, namun khusus untuk persyaratan seperti ini dilarang karena ada dalil yang cara menghilangkan najis anjing, seperti sabda Nabi ﷺ: إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ, وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ اَلْبَقَرِ, وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ, وَتَرَكْتُمْ اَلْجِهَادَ, سَلَّطَ اَللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ “Apabila kalian berjual beli dengan sistem Inah (salah satu bentuk riba), dan memegang ekor-ekor sapi, dan rida dengan pertanian (terlena dengan kehidupan dunia) dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menurunkan kehinaan kepada kalian.

Dia (Allah) tidak akan mengangkat kehinaan tersebut sehingga kalian kembali ke agama kalian.” [7] • Seseorang menjual rumahnya dengan syarat dia masih diijinkan menempatinya dalam waktu tertentu.

Persyaratan seperti ini diperbolehkan. Demikian pula jika seseorang menjual hewan peliharaannya dengan syarat masih diijinkan memanfaatkannya selama waktu tertentu. [8] • Apabila seseorang menjual budaknya dengan syarat si pembeli membebaskan budak itu setelah dibeli, maka hal itu diperbolehkan. Ini pendapat yang masyhur dalam Madzhab Hambali. Karena hukum asal menetapkan syarat dalam jual beli itu diperbolehkan selama tidak ada dalil yang secara khusus melarang penetapan syarat tersebut.

Dalam hal ini, apabila dikemudian hari, si pembeli menolak untuk membebaskan budak itu, maka hakim berhak memaksanya untuk membebaskan budak itu. • Apabila seseorang menjual suatu barang dengan syarat seandainya di kemudian hari si pembeli akan menjual kembali barang itu maka si penjual pertama yang paling berhak untuk membelinya.

Dalam kasus seperti ini sebagian ulama mengharamkan persyarataan tersebut. Karena si pembeli tidak memiliki kebebasan untuk menjual barangnya kepada yang ia kehendaki, yang hal itu bertentangan dengan hakikat kepemilikan atas barang. Namun menurut pendapat yang kuat, jual beli tersebut sah, demikian pula persyaratannya. Karena hukum asal persyaratan dalam jual beli adalah diperbolehkan, kecuali ada dalil yang melarangnya.

Dalam hal ini, tidak ada dalil yang secara khusus menunjukkan larangan terhadap syarat tersebut. Jadi, jika si pembeli rida dengan syarat tersebut maka ia bisa meneruskan akad itu, namun jika tidak, maka dia tidak wajib untuk melanjutkannya.

Dalam hal ini, jika di kemudian hari si pembeli menjual barang itu namun tidak mau menjualnya kepada si penjual pertama, maka hakim berhak memaksanya untuk menjualnya kepada pembeli pertama itu. Karena sejak semula ia telah bersedia dengan persyaratan tersebut dan telah menyetujuinya. Ini juga adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. [9] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1].

Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa di antara perbedaan antara syarat sah jual beli dengan persyaratan dalam jual beli adalah bahwa syarat sah ditentukan oleh syariat sedangkan persyaratan dalam jual beli ditentukan oleh para pelaku akad.

( Lihat Mudzakkirah al-Fiqh, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1428 H/2007 M, Dar al-Ghad al-Jadid, Kairo, II/185). [2]. HR. Abu Dawud no. 3594 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Hadis ini disahahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil no.

1303. [3]. HR. al-Bukhari dalam Kitab as-Syuruth, no. 2721. Muslim dalam Kitab an-Nikah, no. 1418 dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu anhu. [4]. HR. al-Bukhari dalam Kitab al-Buyu’, no.2155. Muslim dalam Kitab al-‘Ithqi, no.1504 dari Aisyah radhiyallahu anha.

[5]. Lihat penjelasan hadis di atas dalam al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawi, Cet. XIV, Tahun 1428 H/2007 M, Dar al-Ma’rifah, Beirut, IX/379-381.

[6]. Yang dimaksud Inah adalam jual beli adalah apabila seseorang menjual barang secara tidak tunai kepada seorang pembeli, kemudian ia membelinya lagi dari pembeli tadi secara tunai dengan harga lebih murah. (Lihat Kitab al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, Nukhbah min al-‘Ulama, 1424 H, Majma’ al-Malik Fahd li Taba’at al-Mus-haf as-Syarif, al-Madinah al-Munawwarah, hlm.

217). [7]. HR. Abu Dawud no. 3462 dari Abdullah bin ‘Umar c. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani t dalam Silsilah al-Ahadis as-Shahihah no. 11. [8]. Sebagimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari dalam Kitab as-Syuruth, no. 2718. Muslim dalam Kitab al-Musaqat, no. 1599 dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu anhu. [9]. Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-30. Kaidah Ke-51: Barang siapa Bersungguh-Sungguh, Dianggap Mengerjakan Amalan Secara Sempurna Kaidah Kelima Puluh Satu مَنِ اجْتَهَدَ وَبَذَلَ مَا فِي وُسْعِهِ فَلاَ ضَمَانَ عَلَيْهِ وَكُتِبَ لَهُ تَمَامَ سَعْيِهِ Barang siapa bersungguh-sungguh mengerahkan kemampuannya, maka tidak wajib mengganti dan dianggap mengerjakan amalan secara sempurna Muqadimah Agama Islam merupakan agama yang toleran dan mudah.

Di dalamnya tidak ada kesulitan ataupun kesempitan. Semua yang diperinthakna Allah ﷻ sesuai dengan kemampuan kita, tidak ada yang keluar dari kemampuan kita.

Namun terkadang dalam kondisi tertentu, seseorang tidak mampu melaksanakan perintah Allah ﷻ secara sempurna. Apabila ia tidak mampu melaksanakan perkara yang diperintahkan secara sempurna, maka yang wajib baginya ialah bersungguh-sungguh melaksanakannya dan mengerjakannya sesuai kemampuannya. Amalan yang ia kerjakan dalam keadaan seperti ini cara menghilangkan najis anjing amalan yang sah.

Ketika seseorang telah mengerjakan perintah sesuai kadar kemampuannya, maka ia telah lepas dari beban perintah tersebut, meskipun ia tidak mengerjakannya secara sempurna. Tidak ada dosa baginya, dan tidak ada kewajiban mengulangi. Karena ia telah melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya secara syari.

Bahkan termasuk kesempurnaan karunia Allah ﷻ, bahwa seorang Mukallaf, jika telah melaksanakan perintah sesuai kadar kemampuannya, kemudian ada kekurangan dalam pelaksanaannya disebabkan ketidakmampuan, maka kekurangan itu tidak dianggap, dan ditulis pahala baginya semisal pahala orang yang mengerjakannya secara sempurna.

Makna Kaidah Sebagaimana telah diisyaratkan dalam uraian di atas, kaidah ini menjelaskan bahwa seseorang yang telah bersungguh-sungguh mengerahkan upayanya untuk melaksanakan suatu amalan, dan ia melaksanakan amalan itu sesuai kadar kemampuannya, maka ia telah terlepas dari lingkup tuntutan pelaksanaan amalan tersebut.

Sehingga tidak ada kewajiban mengganti atau mengulanginya lagi, dan tidak ada dosa atasnya ketika meninggalkan bagian amalan yang ia tidak mampu mengerjakannya, bahkan ia dianggap melaksanakan amalan tersebut secara sempurna. Dalil yang Mendasarinya Kaidah ini masuk dalam keumuman ayat-ayat dan hadis yang menjelaskan tentang kemudahan dalam agama ini, dan masuk pula dalam keumuman kaidah al masyaqqah tajlibu taisir (kesulitan mendatangkan kemudahan).

Di antara dalil yang menjelaskannya ialah firman Allah ﷻ: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [QS. al-Baqarah/2:286]. Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Maksud ayat ini adalah Allah ﷻ tidak membebani seorang pun diluar kemampuannya.

Ini merupakan bentuk kelembutan, kasih sayang, dan kebaikan Allah ﷻ kepada hamba-Nya.” [1] Firman Allah ﷻ: يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” [QS. al-Baqarah/2:185]. Demikian pula Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Apa-apa yang aku larang kalian darinya maka tinggalkanlah, dan apa-apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah sesuai kemampuan kalian.” [2] Dalam hadis ‘Imran bin Hushain: عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ قَالَ: كَانَتْ بِي بَوَاسِيْرُ ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ ، فَقَالَ: صَلِّ قَائِمًا cara menghilangkan najis anjing فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku pernah terkena penyakit bawasir, lalu aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ bagaimana aku melaksanakan salat, maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Salatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring.” [3] Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Umat telah bersepakat bahwa orang yang tidak mampu berdiri dalam salat fardhu, maka boleh baginya salat dengan duduk.

Tidak ada kewajiban baginya untuk mengulangi salat itu, dan tidak pula berkurang pahalanya, berdasarkan khabar (dari Nabi)” [4] Contoh Penerapan Kaidah Banyak kasus yang masuk dalam penerapan kaidah yang mulia ini.

Berikut ini beberapa contohnya: Seseorang tidak tahu dengan jelas mana baju yang suci dan mana yang terkena najis.

Ia tidak bisa membedakannya, dan tidak ada lagi pakaian yang lain, maka yang wajib baginya adalah berusaha keras untuk mengetahui mana yang suci dan mana yang terkena najis. Jika ia telah bersungguh-sungguh mencari tahu, sehingga ada dugaan kuat bahwa yang suci adalah yang ini (misalnya), maka ia boleh salat dengan baju yang dipilihnya itu.

Jika, diketahui setelah itu bahwa ia salat dengan baju yang terkena najis maka tidak ada kewajiban baginya untuk mengulangi salat, karena ia telah berusaha keras dan berusaha bertakwa kepada Allah ﷻ sesuai kemampuannya. [5] Seseorang yang tidak mampu rukuk dan sujud secara sempurna ketika salat, maka yang wajib baginya ialah mengerjakan rukuk dan sujud sesuai kemampuannya.

Sehingga ketika rukuk hendaklah ia menundukkan punggungnya dalam keadaan berdiri sekadar kemampuannya. Demikian pula ketika sujud ia pun menundukkan punggungnya sesuai kemampuannya dalam keadaan duduk. Ia tidak dibebani melebihi kemampuannya, tidak pula ada kewajiban mengganti amalan tersebut, dan amalannya tersebut tidak berkurang nilainya [6] Tentang orang yang menerima amanah untuk membawa barang orang lain, seperti orang yang mendapat titipan barang (al-wadi’), orang yang menemukan barang temuan (al-multaqith), orang yang meminjam (al-musta’ir), dan semisalnya.

Apabila terjadi kerusakan pada barang yang diamanahkan itu, maka dalam hal ini tidak lepas dari dua keadaan. Pertama, si pembawa barang telah bersungguh-sungguh menjaga barang tersebut, akan tetapi karena takdir Allah barang itu rusak, bukan karena keteledorannya. Dalam kasus ini ia tidak wajib mengganti barang tersebut. Karena cara menghilangkan najis anjing telah mengerahkan segenap upaya dan kemampuannya. Kedua, barang itu rusak karena keteledorannya dan kurang bersungguh-sungguh dalam menjaganya.

Dalam kasus ini ia wajib mengganti atau memberikan ganti rugi atas kerusakan tersebut, disebabkan kelalaiannya dalam mengerjakan kewajibannya. [7] Seseorang mujtahid yang cara menghilangkan najis anjing [8] dalam suatu permasalahan agama, dan mencurahkan kemampuannya untuk mengetahui status hukum permasalahan itu, kemudian ia beramal dengan hasil Ijtihadnya itu.

Apabila hasil Ijtihadnya itu benar maka ia mendapat dua pahala, cara menghilangkan najis anjing pahala Ijtihadnya dan pahala keselarasannya dengan kebenaran. Adapun jika hasil Ijtihadnya salah, maka ia mendapat satu pahala, yaitu pahala Ijtihad. [9] Dan amalan ibadah yang ia kerjakan berdasarkan hasil Ijtihadnya itu tidak batal, cara menghilangkan najis anjing hasil Ijtihadnya itu tidak sesuai dengan kebenaran.

Apabila telah datang waktu salat, sedangkan seseorang berada di suatu tempat yang ia tidak mengetahui arah Kiblat. Maka yang wajib baginya adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui arah Kiblat, baik dengan bertanya, atau melihat tanda-tanda yang menunjukkan arah Kiblat, atau dengan cara-cara lainnya.

Setelah berupaya dan ada dugaan kuat akan arah Kiblat, maka diperbolehkan baginya melaksanakan salat menghadap ke arah tersebut. Apabila telah selesai mengerjakan salat kemudian nampak bahwa arah yang ia pilih itu ternyata bukan arah Kiblat yang benar, maka dalam kasus ini salatnya sah, dan tidak wajib baginya untuk mengulanginya. [10] Karena dalam keadaan tersebut ia telah mengerahkan kemampuan dan upayanya. Sedangkan seseorang yang telah bersungguh-sungguh mengerahkan upaya dan kemampuanya maka tidak ada kewajiban mengganti.

Dan ia dianggap mengerjakan salat seperti orang yang mengerjakannya dengan menghadap Kiblat. [11] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Tafsir Alquran al-‘Azhim, Imam ‘Imaduddin Abu al-Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi, Cet.

ke-5, Tahun 1421 H/2001 M, Jum’iyah Ihyaa’ at-Turats al-Islamiy, Kuwait, I/473. [2] HR Muslim dalam Kitab al-Fadha-il, no. 1337. [3] HR al-Bukhari dalam Kitab ash-Shalah, no. 1117. [4] Lihat Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Cet. ke-5, 1423 H/2003 M, Maktabah al-Asadiy, Makkah al-Mukarramah, II/555. [5] Lihat pembahasan tentang masalah ini dalam asy-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil-Jauzi, Damam, I/ 65-66.

[6] Syaikh Abdul-‘Aziz bin Baz menjelaskan bahwa orang sakit yang tidak mampu rukuk dan sujud ketika salat maka ia berisyarat dengan menjadikan sujud lebih rendah daripada rukuknya. Dan jika ia mampu rukuk namun tidak mampu sujud maka ia mengerjakan rukuk dan berisyarat untuk sujud.

Jika ia tidak mampu menunduk dengan punggungnya, maka ia menunduk dengan lehernya. Apabila punggungnya bengkok seolah-olah ia dalam keadaan rukuk maka ketika rukuk ia sedikit menundukkan punggungnya, dan ketika sujud ia lebih mendekatkan wajahnya ke lantai daripada ketika rukuk sesuai kemampuannya. Orang yang tidak mampu berisyarat dengan kepalanya maka cukup baginya niat dan ucapan. (Lihat Kaifiyah Shalah an-Nabi wa Ahkam Shalah al-Maridh wa Thaharatihi, Syaikh Abdul-‘Aziz bin Abdullah bin Baz, Cet.

I, 1419 H, Madar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, hlm. 25. [7] Lihat pembahasan berkaitan dengan masalah ini dalam at-Ta’liq ‘ala al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cet.

I, 1430 H, Muassasah Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin al-Khairiyyah, Unaizah, hlm.121-123. Madar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, hlm. 25. [8] Yang dimaksud dengan Ijtihad adalah mengerahkan kemampuan untuk mengetahui hukum syari.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sehingga seseorang dikatakan mempunyai kapasitas berijtihad, di antaranya mengetahui dalil-dalil syari dalam permasalahan terkait, mengetahui keabsahan dan kelemahan hadis, mengetahui nasikh dan mansukh, memahami bahasa Arab dan Ushul Fiqh berkaitan dengan dalalatul-alfazh, dan selainnya sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab Ushul Fiqh. Lihat al-Ushul min ‘Ilm al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet.

I, 1424 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, hlm. 85-86. [9] Sebagaimana disebutkan dalam HR al-Bukhari dalam Kitab al-I’tisham bi al-Kitab wa as-Sunnah, no. 7352 dari ‘Amr bin al-‘Ash. [10] Lihat pula penjelasan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz tentang masalah ini dalam Tuhfah al-Ikhwan bi Ajwibah al-Muhimmah Tata’allaqu bi Arkan al-Iman, 1421 H, Ri-asah Idarah al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta`, Riyadh, hlm.

62. [11] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-61. Kaidah Ke-52: Tidak Ada Taklif Kecuali Dengan Ilmu Dan Tidak Ada Hukuman Kecuali Setelah Datang Peringatan Kaidah Kelima Puluh Dua لاَ تَكْلِيْفَ إِلاَّ بِعِلْمٍ وَلاَ عِقَابَ إِلاَّ بَعْدَ إِنْذَارٍ Tidak ada Taklif kecuali cara menghilangkan najis anjing ilmu dan tidak ada hukuman kecuali setelah datang peringatan Muqadimah Sesungguhnya Allah ﷻ telah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya supaya manusia mengenal-Nya.

Demikian pula untuk menjelaskan mana ibadah yang disyariatkan dan mana yang tidak. Karena manusia tidak akan mungkin mengetahui perkara ibadah secara rinci kecuali dengan mengenal apa yang datang di dalam kitab suci dan yang dijelaskan oleh para rasul-Nya. Tanpa adanya risalah, maka manusia akan berada dalam kesesatan yang nyata. Allah ﷻ dengan limpahan karunia dan rahmat-Nya telah menjelaskan hujjah kepada kita dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab-Nya.

Termasuk rahmat-Nya dan bentuk konsekuensi keadilan-Nya adalah Dia tidak mengazab seorang pun kecuali setelah tegak hujjah atasnya. Oleh karena itulah para ulama ahli Ushul Fiqih menetapkan syarat dalam Taklif (pembebanan) kepada seseorang yaitu orang tersebut sudah mengetahui al-Mukallaf bihi (perkara yang dibebankan) kepadanya. Barang siapa belum mengetahui perkara yang dibebankan kepadanya maka ia tidak termasuk orang yang kena beban tersebut. Dengan demikian, dia tidak terancam hukuman, karena suatu hukuman tidak diberlakukan kecuali setelah hujjah itu tegak.

Makna Kaidah Sebagaimana telah diisyaratkan dalam penjelasan di atas bahwa kaidah ini membahas tentang persyaratan orang yang terkena beban. Yaitu dia harus tahu tentang perkara yang dibebankan kepadanya.

Jika dia belum tahu maka ia belum terhitung sebagai Mukallaf (orang yang terkena beban, baik berupa perintah maupun larangan). Demikian halnya suatu sanksi (hukuman). Suatu sanksi tidak diberlakukan atas suatu pelanggaran kecuali setelah ada peringatan yang cukup terhadap perkara yang dilarang. Kaidah cara menghilangkan najis anjing telah disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin dalam Manzhumah Ushulil- Fiqh wa Qawa’idihi bait ke-16: وَالـشَّـرْعُ لاَ يَـلْـزَمُ قَـبْـلَ الْـعِلْـمِ دَلِـيْلُـهُ فِـعْـلُ الْمُـسِيْءِ فَـافْـتَهِـمِ Dan syariat tidaklah wajib sebelum adanya ilmu Dalilnya adalah hadis orang yang salah salatnya maka fahamilah !

[1] Dalil yang Mendasarinya Banyak dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini. Di antaranya adalah firman Allah ﷻ: رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ “(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.

[QS. an-Nisa`/4:165]. Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Dalam ayat ini ada dalil yang menunjukkan bahwa jikalau Allah ﷻ tidak mengutus para rasul-Nya, tentulah ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah ﷻ, dengan mengatakan: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami belum mengetahui, karena para rasul belum diutus kepada kami.” [2] Dan juga firman-Nya: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا “Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

“[QS. al-Isra`/17:15]. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini mengatakan: “Allah ﷻ adalah Zat yang Maha Adil. Dia ﷻ tidak mengazab seorang pun sampai tegak hujjah atasnya dengan risalah, namun ia menolaknya. Adapun orang yang berpegang dengan hujjah tersebut, atau orang yang memang belum sampai hujjah Allah ﷻ kepadanya, maka sesungguhnya Allah ﷻ tidak akan mengazabnya”. [3] Adapun dalil dari as-Sunnah di antaranya adalah hadis al-musi’ fi salatihi (orang yang salah dalam salatnya) riwayat Imam Bukhari dan Muslim: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا Dari Abu Hurairah Radhiyalahu anhu, “Suatu ketika Nabi ﷺ masuk ke masjid, lalu ada seorang laki-laki juga masuk ke masjid dan melaksanakan salat.

Kemudian orang itu datang seraya memberi salam kepada Nabi ﷺ. Lalu Nabi ﷺ menjawab salamnya dan bersabda: “Kembali dan ulangilah salatmu, karena engkau belum salat!” Orang itu kemudian mengulangi salat, lalu menghadap kembali kepada Nabi ﷺ dan memberi salam, namun beliau bersabda lagi, “Kembali dan ulangilah salatmu karena engkau belum salat!” Beliau memerintahkan orang itu sampai tiga kali, sehingga ia berkata: “Demi Zat yang mengutus Anda dengan kebenaran, saya tak bisa melakukan yang lebih baik dari itu, maka ajarilah saya,” maka beliau pun bersabda: “Jika engkau melaksanakan salat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Alquran.

Kemudian rukuklah hingga engkau tenang dalam rukuk. Lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga engkau tenang dalam keadaan berdiri. Setelah itu sujudlah sampai engkau tenang dalam sujud. Lalu angkatlah (kepalamu) untuk duduk hingga engkau tenang dalam keadaan duduk.

Setelah itu sujudlah sampai engkau tenang dalam sujud. Kemudian lakukanlah seperti itu pada seluruh (rakaat) salatmu”.

[4] Syaikh Khalid bin’Ali al-Musyaiqih mengatakan: “Sisi pendalilan dari hadis ini adalah orang Arab pedalaman tersebut tidak tuma`ninah dalam salatnya. Bersama dengan itu, Nabi ﷺ tidak memerintahkannya mengulangi salat-salat yang telah lampau. Beliau hanya memerintahkannya mengulangi salat yang ia kerjakan ketika itu.

Ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa orang yang jahil (belum mengetahui ilmu) diberi uzur atas kejahilannya, dan bahwa syariat tidaklah wajib sebelum seseorang mengetahui ilmunya.” [5] Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh kasus yang masuk dalam implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Apabila ada seorang wanita telah baligh ketika usianya masih relatif muda (misalnya kurang dari lima belas tahun), namun ia tetap tidak melaksanakan puasa karena menyangka bahwa puasa tidak wajib kecuali jika telah genap lima belas tahun, sementara ia tinggal di tempat yang jauh dari ahli ilmu.

Dalam kasus seperti ini ia diberi uzur karena ketidaktahuannya itu, dan tidak wajib mengqadha puasa yang ia tinggalkan. Apabila ada seseorang Muslim yang hidup di tengah masyarakat yang biasa berdoa kepada orang-orang yang sudah meninggal dan tidak ada seorang pun yang menjelaskan bahwa perbuatan itu syirik.

Dia berkeyakinan bahwa orang yang sudah meninggal itu adalah wasilah (perantara) yang mendekatkannya kepada Alla Dalam kasus seperti ini ia tidak dihukumi kafir, dan diberi uzur karena ketidaktahuannya tersebut. Apabila ada seseorang dalam keadaan janabah. Ketika hendak melaksanakan salat, ia langsung berwudhu dan melaksanakan salat tanpa mandi terlebih dahulu, karena ia tidak tahu kalau kondisi janabah menyebabkan ia wajib mandi.

Ia tidak tahu sama sekali tentang hukumnya. Dalam kondisi tersebut, maka ia diberikan uzur, dan tidak ada kewajiban mengulangi salat. Apabila seorang laki-laki telah berusia tiga belas tahun dan ia telah Ihtilam, [6] namun ia tetap tidak melaksanakan salat dan tidak pula puasa, karena dia menganggap bahwa seseorang laki-laki belum dihukumi baligh kecuali setelah genap berusia lima belas tahun.

Jika ia memang benar-benar belum tahu hukum permasalahan ini, maka ia diberi uzur dan tidak wajib baginya untuik mengqadha` salat maupun puasa yang ia tinggalkan.

Keterangan Tambahan: Berkaitan dengan pembahasan kaidah ini, perlu dipahami bahwa tidak setiap kejahilan atau ketidaktahuan menyebabkan sesorang mendapatkan uzur dalam meninggalkan perintah atau melanggar larangan.

Para ulama menjelaskan, bahwa kejahilan yang dimaksud adalah kejahilan seseorang yang tidak mendapatkan wasilah untuk menghilangkan kejahilannya itu. [7] Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih menyebutkan beberapa keadaan, dimana seseorang diberi uzur karena ketidaktahuannya, di antaranya ialah: Seseorang yang baru saja masuk agama Islam.

Orang seperti ini mendapatkan uzur karena ketidaktahuannya. Jika ia baru masuk Islam kemudian ia minum khamr, atau judi, atau semisalnya maka ia diberi uzur dikarenakan belum mengetahui hukumnya.

Apabila seseorang tinggal di pedalaman, jauh dari perkotaan (komunitas) kaum Muslimin, ia tidak berkesempatan mendengar penjelasan ahli ilmu.

Orang seperti ini diberi uzur. Sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh hadis al–musi’ fi salatihi yang telah disebutkan sebelumnya. Yaitu orang a’rabi dalam hadis tersebut tinggal di pedalaman maka diberi uzur oleh Nabi ﷺ.

Seseorang yang tumbuh di negara kafir. Para ulama mengatakan bahwa orang seperti ini mendapatkan uzur dengan kejahilannya sebagaimana orang yang tinggal di daerah pedalaman. Dalam permasalahan-permasalahan rumit dan sangat rinci yang tidak diketahui selain oleh ahli ilmu, maka orang awam diberi uzur dalam masalah tersebut.

Dalam perkara tertentu yang tidak terlintas dalam benak seseorang bahwa itu adalah perkara yang dilarang. Namun jika sebenarnya terlintas dalam benaknya kecurigaan bahwa hal itu dilarang, sementara ia mampu untuk belajar atau bertanya kepada orang yang berilmu, namun ia tidak melakukan hal-hal tersebut di cara menghilangkan najis anjing, maka dalam kasus ini ia cara menghilangkan najis anjing mendapatkan uzur.

[8] Wallahu a’lam. [9] _______ Footnote [1] Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm.

53. [2] Idem. [3] Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Syaikh Abdurrahmaan bin Nashir as-Sa’di, Cet. I, Tahun 1423 H/202 M, Muassasah ar-Risalah, Beirut, hlm. 455. [4] HR al-Bukhari dalam Kitab al-Azan, Bab: Wujub al-Qira’ah li al-Imam wa al-Ma’mum fi ash-Shalawat Kulliha fi al-Hadhari wa as-Safari wa Ma Yujharu fiha wa Ma Yukhafat, no.

757. Muslim dalam Kitab ash-Shalah, Bab: Wujub Qira’ah al-Fatihah fi Kulli Rak’atin wa Innahu Idza lam Yuhsin al-Fatihah wala Amkanahu Ta’allumuha Qara-a Ma Tayassara lahu min Ghairiha, no. 397. [5] Al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-16. [6] Yang dimaksud Ihtilam adalah apabila seseorang mengeluarkan air mani ketika tidur. Ini termasuk salah satu tanda baligh seseorang. (Lihat Mu’jam Lughah al-Fuqaha, Prof.

Dr. Muhammad Rawas Qal’ah Jiy dan Dr. Hamid Shadiq Qunaibi, Cetakan II, Tahun 1408 H/1988 M, Dar an-Nafais, Beirut, pada kata (الاحتلام). [7] Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’I dan dalam Syarah Manzhumah fi Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi li Ibni ‘Utsaimin, pelajaran pertama, dalam website beliau http://alsaeedan.net. [8] Al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-17.

[9] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-31. Kaidah Ke-53: Hukum Suatu Perkara Dikaitkan Dengan Sebab Yang Sudah Diketahui Kaidah Kelima Puluh Tiga الْحُكْمُ الْحَادِثُ يُضَافُ إِلَى السَّبَبِ الْمَعْلُوْمِ لاَ إِلَى الْمُقَدَّرِ الْمَظْنُوْنِ Hukum suatu perkara dikaitkan dengan sebab yang sudah diketahui bukan dengan sebab yang masih diperkirakan Makna Kaidah Dalam beberapa kondisi terkadang terjadi perbedaan hukum terhadap satu perkara.

Perbedaan itu dipicu oleh perbedaan para ulama dalam menetapkan sebab hukum itu sendiri. Karena setiap hukum itu pasti memiliki sebab, dan terkadang satu perkara atau kejadian memiliki sebab lebih dari satu, sehingga ini menyebabkan adanya perbedaan pendapat saat menetapkan hukum kejadian tersebut.

Kaidah di atas menjelaskan solusi apabila terjadi perbedaan pendapat dalam menetapkan sebab dari suatu perkara, yang bisa dijadikan sandaran hukum. Faktor penyebab suatu kejadian bisa digolongkan menjadi dua. Pertama, sebab yang zahir (nyata terlihat) dan diketahui umum.

Kedua, sebab yang masih dalam bentuk dugaan atau perkiraan. Jika seperti ini keadaannya, maka hukum perkara itu, kita sandarkan kepada sebab yang zahir, bukan kepada sebab yang masih dalam bentuk perkiraan.

Karena, sebab yang zahir (nyata terlihat) dan diketahui umum adalah sebab yang matayaqqan ats-tsubut (pasti keberadaannya), sedangkan sebab yang masih diperkirakan itu adalah masykukun fi tsubutihi (diragukan keberadaannya). Sedangkan kaidah umum mengatakan bahwa al-yaqin la yazulu bi asy-syak (Sesuatu yang sudah diyakini tidak bisa hilang hanya karena sesuatu yang masih diragukan) Dalil Kaidah Ini Kaidah ini masuk dalam keumuman dalil-dalil yang menunjukkan bahwa al-yaqin la yazulu bi asy-syak.

Di antaranya, firman Allah ﷻ: وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.” [Yunus/10:36] Syaikh Dr. Saleh bin Ghanim as-Sadlan berkata:“Yang dimaksud kebenaran (al-haq) dalam ayat ini ialah suatu hakikat yang benar-benar terjadinya, seperti keyakinan.” [1] Adapun dalil dari as-Sunnah, di antaranya adalah hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu Riwayat Muslim rahimahullah: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لاَ فَلاَ يَخْرُجَنَّ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang dari kalian merasakan sesuatu di perutnya, sehingga muncul keraguan apakah sudah keluar sesuatu darinya ataukah belum, maka janganlah keluar dari masjid sampai mendengar suara atau mencium baunya.” [2] Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Hadis ini adalah salah satu pokok agama Islam, dan (merupakan) salah satu kaidah penting dalam fiqih.

Maksudnya, Yaitu, bahwasanya segala sesuatu itu tetap dihukumi sebagaimana asalnya sampai keberadaannya jelas menyelisihi keadaan awalnya. Dan keragu-raguan yang muncul tidak berpengaruh padanya”. [3] Adapun dalil yang khusus berkaitan dengan kaidah ini di antaranya adalah hadis ‘Adi bin Hatim radhiyallahu anhu dalam Riwayat al-Bukhari rahimahullah dan Muslim rahimahullah, Rasulullah ﷺ bersabda: وَإِنْ رَمَيْتَ الصَّيْدَ فَوَجَدْتَهُ بَعْدَ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ لَيْسَ بِهِ إِلاَّ أَثَرُ سَهْمِكَ فَكُلْ “Dan apabila engkau memanah hewan buruan kemudian setelah sehari atau dua hari engkau temukan hewan itu mati sedangkan tidak ada pada hewan itu selain bekas luka panahmu maka engkau boleh memakannya.” [4] Dalam hadis ini dijelaskan tentang hewan buruan yang dipanah kemudian lari, setelah itu ditemukan dalam keadaan mati dan tidak didapati kecuali luka bekas panah itu, maka itu boleh dimakan.

Padahal, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kematiannya. Kemungkinan pertama, disebabkan luka panah. Ini adalah sebab yang zahir (nyata terlihat) dan jika ini benar, maka hewan tersebut halal dimakan. Kemungkinan yang lain, banyak sekali, misalnya karena haus, jatuh, lapar, dan lain sebagainya, yang jika ini yang menyebab kematiannya, maka hewan itu haram dimakan.

Meski demikian, Nabi ﷺ ternyata memperbolehkan untuk memakan hewan tersebut. Ini menunjukkan, beliau ﷺ mengaitkan kematian hewan tersebut dengan sebab yang zahir (nyata terlihat) dan diyakini keberadaannya. Adapun sebab-sebab yang wujud sekadar persangkaan atau perkiraan maka beliau ﷺ abaikan. Contoh Penerapan Kaidah Berikut beberapa di antaranya: Apabila dalam suatu pernikahan disepakati maharnya berupa pengajaran hafalan Surat al-Baqarah dari si suami kepada istrinya.

Setelah beberapa waktu, si istri menuduh suaminya belum menunaikannya. Hanya saja, faktanya si istri telah hafal Surat al-Baqarah. Penyebab hafalnya si istri ini memiliki beberapa kemungkinan. Mungkin karena diajari suami, mungkin juga karena yang lain. Dalam masalah ini, penyebab yang zahir adalah diajari suami, karena mereka tinggal serumah dan diajari suami. Sementara penyebab yang lainnya adalah sebab yang belum pasti, atau sekadar dugaan.

Berdasarkan kaidah di atas, bahwa hukum suatu perkara ditetapkan berdasarkan sebab yang maklum. Maka dalam hal ini ditetapkan, si suami telah menunaikan mahar, dan tuduhan istri tertolak, kecuali jika ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa suami belum menunaikan mahar tersebut.

Apabila ada seseorang yang sedang dalam keadaan ihram melukai binatang buruan namun tidak mematikan. Beberapa waktu kemudian binatang itu ditemukan dalam keadaan mati dan tidak ada luka lain kecuali luka yang pertama. Dalam hal ini ada dua kemungkinan penyebab kematiannya. Pertama, sebab yang maklum (nampak) yaitu luka. Kedua, sebab yang masih diperkirakan, yaitu sebab-sebab lainnya, seperti jatuh, kelaparan dan semisalnya. Berdasarkan kaidah di atas, bahwa hukum suatu perkara ditetapkan berdasarkan sebab yang maklum.

Maka berdasarkan ini ditetapkan kematiannya disebabkan oleh luka dari orang yang sedang ihram tersebut. Sehingga, dia berkewajiban menggantinya dengan binatang ternak yang seimbang dengan binatang buruan yang mati itu. [5] Jika seseorang melukai orang lain dengan luka yang tidak mematikan. Selang cara menghilangkan najis anjing waktu kemudian ternyata orang itu meninggal. Dalam hal ini ada beberapa kemungkinan penyebab kematiannya.

Mungkin disebabkan semakin parahnya luka tersebut, dan ini adalah sebab yang maklum (nampak). Dan mungkin juga disebabkan perkara lain yang diperkirakan. Sehingga berdasarkan kaidah ini, kematiannya disandarkan kepada sebab yang maklum, yaitu semakin parahnya luka tersebut. Maka dalam kasus ini, wajib diterapkam hukum Qishash jika hal itu terjadi karena ‘amdun ‘udwan (sengaja dan terencana), atau wajib Diyat jika hal itu terjadi karena khatha’ (tersalah), atau syibhu ‘amdin (menyerupai sengaja).

[6] Namun, dalam kasus seperti ini perlu ada pemeriksaan dari dokter Muslim yang berkompeten yang menegaskan bahwa kematian tersebut memang disebabkan lukanya yang semakin parah.

Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha, Dr. Saleh bin Ghanim as-Sadlan, Cet. I, Tahun 1417 H, Dar al-Balansiyah li an-Nasyr wa at-Tauzi’, Riyadh, hlm.

102. [2] HR Muslim dalam Kitab al-Haidh, Bab ad-Dalil ‘ala Anna Man Tayaqqana ath-Thaharah Tsumma Syakka fi al-Hadats Falahu an Yushalliya bi Thaharatihi Tilka, no. 803. [3] Lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibn al-Hajjaj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawiy, Cet. XV, Tahun 1429 H/ 2008 M, Dar al-Ma’rifah, Beirut, 4/273. [4] HR al-Bukhari dalam kitab adz-Dzaba-ih wa ash-Shaid, Bab as-Shaid Idza Ghaba ‘anhu Yaumain aw Tsalatsah, no.

5484. Muslim dalam kitab ash-Shaid wa adz-Dzaba-ih wa Maa Yu’kalu min al-Hayawan, Bab as-Shaid bi al-Kilab al-Mu’allamah, No. 1929. [5] Tentang larangan membunuh binatang buruan bagi seorang muhrim (orang yang sedang dalam keadaan berihram) dan denda yang berkaitan dengannya disebutkan dalam QS al-Ma-idah/5 ayat ke-95. [6] Tentang tiga macam pembunuhan tanpa haq dapat dilihat dalam Manhaj as-Salikin wa Taudhih al-Fiqh fi ad-Din, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet.

I, Tahun 1424 H/ 2003 M, Muassasah ar-Risalah, Beirut, hlm. 263. Kaidah Ke-54: Hukum Asal Benda-Benda Adalah Suci Dan Boleh Dimanfaatkan Kaidah Kelima Puluh Empat اْلأَصْلُ فِي اْلأَعْيَانِ اْلإِبَاحَةُ وَالطَّهَارَةُ Hukum asal benda-benda adalah suci dan boleh dimanfaatkan Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan bahwa hukum asal seluruh benda yang ada di sekitar kita dengan segala macam dan jenisnya adalah halal untuk dimanfaatkan.

Tidak ada yang haram kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Juga, hukum asal benda-benda tersebut adalah suci, tidak najis, sehingga boleh disentuh ataupun dikenakan. Ini termasuk patokan penting dalam syariat Islam dan memiliki implementasi yang sangat luas, terkhusus dalam penemuan-penemuan baru, baik berupa makanan, minuman, pakaian dan semisalnya. Maka hukum asal dari semua itu adalah halal, boleh dimanfaatkan, selama tidak nampak bahayanya sehingga menjadikannya haram.

Oleh karena itulah Syaikul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan berkaitan dengan kaidah ini, “Ini adalah kalimat yang luas maknanya, perkataan yang umum, perkara utama yang banyak manfaatnya, serta luas barakahnya. Dijadikan rujukan oleh para pembawa syariah dalam perkara yang tidak terhitung, baik berupa amalan dan kejadian-kejadian di antara manusia.” [1] Dalil yang Cara menghilangkan najis anjing Kaidah ini ditunjukkan oleh dalil-dalil baik dari Alquran, as-Sunnah, maupun Ijma.

Dalil dari Alquran, di antaranya firman Allah ﷻ: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” [QS. al-Baqarah/2:29]. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Dalam ayat yang agung ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa hukum asal semua benda adalah mubah dan suci.

Karena ayat ini disebutkan dalam konteks pemberian karunia dari Allah ﷻ kepada para hamba-Nya.” [2] Demikian pula firman Allah ﷻ: وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ “Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu.” [QS. al-An’am/6:119]. Sisi pendalilan dari ayat ini dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, Allah ﷻ mencela orang-orang yang tidak mau memakan daging hewan yang disembelih atas nama Allah ﷻ sebelum hewan tersebut dinyatakan secara khusus sebagai hewan yang halal.

Seandainya bukan karena hukum asal segala benda itu halal, tentu mereka tidak mendapatkan celaan itu. Kedua, dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah ﷻ telah menjelaskan apa-apa yang diharamkan. Ini menunjukkan, apa-apa yang tidak dijelaskan keharamannya maka itu bukan perkara yang haram. Dan apa-apa yang tidak haram, berarti itu halal. Karena tidak ada macam yang lain, kecuali benda itu halal atau haram. Adapun dalil dari as-Sunnah di antaranya sabda Nabi ﷺ dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim: عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِيْنَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu, bahwasannya Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang Muslim yang paling besar kesalahannya adalah orang yang mempertanyakan sesuatu yang semula tidak haram, kemudian diharamkan karena sebab pertanyaannya itu”.

[3] Hadis ini menunjukkan bahwa pengharaman itu adakalanya terjadi karena sebab pertanyaan. Artinya, sebelum munculnya pertanyaan, perkara tersebut tidaklah haram. Dan inilah hukum asalnya. Dalil lain dari as-Sunnah adalah hadis riwayat Imam Tirmidzi: عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّمْنِ وَالْجُبْنِ وَالْفِرَاءِ.

فَقَالَ: الْحَلاَلُ مَا أَحَلَّ اللهُ فِي كِتَابِهِ وَالْحَرَامُ مَا حَرَّمَ اللهُ فِي كِتَابِهِ وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ مِمَّا عَفَا عَنْهُ Dari Salman al-Farisi, ia berkata: “Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang minyak samin, keju, dan (mengenakan) bulu binatang, maka beliau ﷺ bersabda: ‘Yang halal adalah apa yang dihalalkan Allah ﷻ di dalam Kitab-Nya, dan yang haram adalah apa yang diharamkan Allah ﷻ di dalam Kitab-Nya, dan apa yang Dia diamkan termasuk sesuatu yang dimaafkan.” [4] Hadis tersebut merupakan nash yang menunjukkan bahwa perkara-perkara yang didiamkan dan tidak disinggung tentang keharamannya maka itu bukanlah perkara yang menjatuhkan seseorang kepada dosa, sehingga bukan termasuk kategori perkara yang haram.

Demikian pula para ulama telah bersepakat tentang eksistensi kaidah ini, yaitu keberadaan hukum asal benda-benda adalah halal untuk dimanfaatkan, baik dimakan, diminum, atau semisalnya. Dan tidaklah haram darinya kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, beliau rahimahullah mengatakan: “Saya tidak mengetahui perbedaan pendapat di kalangan ulama terdahulu bahwa perkara yang tidak ada dalil yang menunjukkan keharamannya maka perkara itu tidak haram secara mutlak.

Banyak orang dari kalangan ahli Ushul Fiqih dan cabangnya yang menyebutkan kaidah ini. Dan saya memandang sebagian di antara mereka telah menyebutkan Ijma, baik secara yakin maupun persangkaan yang yakin”. [5] Adapun dalil yang menunjukkan bahwa hukum asal semua benda adalah suci maka telah tercakup dalam dalil-dalil yang disebutkan di atas ditinjau dari dua sisi. Pertama, sesungguhnya dalil-dalil tersebut menunjukkan bolehnya semua bentuk pemanfaatan, baik dengan dimakan, diminum, dipakai, disentuh, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, penetapan kesucian benda-benda itu telah tercakup di dalamnya. Kedua, telah dipahami dari dalil-dalil tersebut bahwa hukum asal benda-benda yang ada di sekitar kita itu boleh dimanfaatkan, seperti dimakan dan diminum. Maka diperbolehkannya barang-barang tersebut untuk disentuh sebagai benda yang tidak najis adalah lebih utama.

Yang demikian, karena makanan itu bergabung dan bercampur dengan badan. Adapun sesuatu yang disentuh atau dipakai maka ia cara menghilangkan najis anjing mengenai badan dari sisi luarnya saja.

Apabila telah tetap kebolehan sesuatu dalam bentuk tergabung dan tercampur, maka kebolehan sesuatu sekadar dipakai atau disentuh adalah lebih utama. Hal itu diperkuat dengan dalil dari Ijma, sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah, beliau mengatakan: “Sesungguhnya para fuqaha seluruhnya bersepakat bahwa hukum asal benda-benda adalah suci, dan sesungguhnya najis itu jumlahnya tertentu dan terbatas.

Sehingga semua benda di luar batasan tersebut hukumnya suci”. [6] Contoh Penerapan Kaidah Di antara bentuk implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Hewan-hewan yang statusnya meragukan apakah halal ataukah haram seperti jerapah, gajah, dan semisalnya, maka sesungguhnya dihukumi sebagai binatang yang halal sesuai hukum asalnya.

Tanaman-tanaman yang tidak mengandung racun maka secara umum halal sesuai hukum asalnya. [7] Beraneka-ragam makanan, minuman, buah-buahan, dan biji-bijian yang sampai kepada kita dari luar negeri, dan kita tidak mengetahui namanya, sedangkan tidak nampak kandungan zat yang berbahaya padanya maka hukumnya halal sesuai konsekuensi kaidah ini. [8] Air, bebatuan, tanah, pakaian, dan wadah-wadah hukum asalnya suci berdasarkan kaidah ini. Kotoran dan air kencing dari binatang yang halal dimakan hukumnya suci, karena benda-benda di sekitar kita hukum asalnya suci, sedangkan tidak ada dalil yang menunjukkan kenajisannnya, sehingga dikembalikan pada hukum asalnya.

[9] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Majmu’ al-Fatawa, 21/535. [2] Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, cet. I, Tahun 1423 H/202 M, Muassasah ar-Risalah, Beirut, hlm.

48. [3] HR al-Bukhari dalam Kitab al-I’tisham, Bab: Ma Yukrahu min Katsrati as-Su-al wa Takallufi Ma la Ya’nihi, no. 7289. Muslim dalam Kitab al-Fadha-il, Bab: Tauqiruhu n wa Tarku Iktsari Su-alihi ‘Amma La Dharurata Cara menghilangkan najis anjing au la Yata’allaqu bihi Taklifun wa Ma la Yaqa’u wa Nahwi Dzalika, no. 2308. [4] HR at-Tirmidzi dalam Kitab al-Libas, Bab: Ma Ja-a fi Lubsi al-Fira`, no.

1726. Ibnu Majah dalam Kitab al-Ath’imah, Bab: Aklu al-Jubni wa as-Samni, no. 3367. Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani cara menghilangkan najis anjing Shahih at-Tirmidzi. [5] Majmu’ al-Fatawa, 21/538. [6] Majmu’ al-Fatawa, 21/542. [7] Lihat al-Asybah wa an-Nazha-ir, as-Suyuthi, hlm. 60. [8] Lihat al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, Muhammad Shidqi al-Burnu, hlm. 114. [9] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Miman, cet.

II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul- Qura, Makkah al-Mukarramah, hlm. 193-198. Kaidah Ke-55: Perintah Lebih Besar Daripada Larangan Kaidah Kelima Puluh Lima الْمَأْمُوْرُ بِهِ أَعْظَمُ مِنَ الْمَنْهِيِّ عَنْهُ Perintah lebih besar daripada larangan Makna Kaidah Kaidah ini termasuk kaidah yang besar di sisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan termasuk patokan pokok dalam metode fiqihnya. Hal ini nampak dari banyaknya Tarjih dan ikhtiyar beliau yang dikaitkan dengan kaidah ini dan kaidah-kaidah lain yang menjadi cabangnya.

Kaidah ini menjelaskan bahwa perhatian syariat terhadap perkara yang diperintahkan lebih besar dan lebih kuat daripada perhatiannya terhadap perkara yang dilarang. Sebagaimana dikatakan oleh Syaihul Islam Ibnu Taimiyah, “Sesungguhnya jenis mengerjakan perintah itu lebih besar daripada jenis meninggalkan larangan. Dan jenis meninggalkan perintah lebih besar daripada jenis mengerjakan larangan.

Dan sesungguhnya pahala bani Adam karena mengerjakan kewajiban lebih besar daripada pahala yang diraihnya karena meninggalkan perkara yang haram. Dan dosa meninggalkan perintah lebih besar daripada dosa mengerjakan larangan.” [1] Karena perintah lebih besar daripada larangan, baik ditinjau dari jenisnya, pahalanya, maupun dosanya, maka ini menunjukkan bahwa perhatian syariat terhadap perkara yang diperintahkan lebih besar daripada perhatiannya terhadap perkara yang dilarang.

Ada beberapa kaidah lain yang menjadi cabang dan turunan dari kaidah ini. Semuanya semakin memperjelas dan menguatkan bahwa tingkat keutamaan dalam perintah lebih besar daripada yang ada dalam larangan. [2] Di antara kaidah-kaidah tersebut adalah: Kaidah Pertama: اْلأُمُوْرُ الْمَنْهِيُّ عَنْهَا يُعْفَى فِيْهَا عَنِ النَّاسِي وَالْمُخْطِئِ Perkara-perkara yang terlarang, pelakunya cara menghilangkan najis anjing jika dilakukan oleh orang yang lupa atau tersalah Misalnya seseorang yang makan atau minum ketika berpuasa karena lupa maka ia dimaafkan dan puasanya tidak batal.

Demikian pula seseorang yang memakai minyak wangi, atau memakai penutup kepala, atau memotong kukunya ketika dalam keadaan ihram karena lupa atau tersalah maka ia tidak berdosa dan tidak ada kewajiban membayar Fidyah, karena seseorang yang mengerjakan larangan karena lupa atau tersalah maka dimaafkan. Ini berkaitan dengan larangan. Adapun perkara yang diperintahkan maka kewajiban pelaksanaannya tidak gugur dari orang yang lupa atau tersalah, bahkan tetap wajib untuk dikerjakan.

Kaidah Kedua: مَا كَانَ مَنْهِيًّا عَنْهُ لِلذَّرِيْعَةِ فَإِنَّهُ يُفْعَلُ لِلْمَصْلَحَةِ الرَّاجِحَةِ Perkara yang dilarang dalam rangka preventif boleh dikerjakan saat ada maslahat yang lebih kuat.

Seperti haramnya seorang laki-laki melihat wanita yang bukan mahramnya. Larangan tersebut ada karena hal itu bisa menjadi sarana yang mengantarkan kepada fitnah atau sarana perzinaan. Namun jika ada maslahat yang lebih kuat maka adakalanya hal tersebut diperbolehkan.

Seperti seorang laki-laki yang ingin menikahi wanita maka diperbolehkan baginya untuik melihat wajah si wanita. Atau seorang dokter yang perlu melihat anggota badan pasien wanita dalam rangka pengobatan. Demikian pula haramnya salat di waktu-waktu larangan. Pengharaman tersebut ada karena bisa menjadi sarana yang mengantarkan pada tasyabbuh (menyerupai) ibadah orang-orang kafir yang sujud kepada matahari. Namun jika ada maslahat yang lebih kuat maka salat di waktu tersebut diperbolehkan, seperti mengqadha salat wajib yang terlewat, salat jenazah, dan salat-salat lainnya yang memiliki sebab menurut pendapat yang kuat.

[3] Dalil yang Mendasarinya Berkaitan dengan kaidah ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan beberapa bentuk pendalilan yang sangat bagus. Beliau rahimahullah menyebutkan tidak kurang dari dua puluh dua pendalilan. Adapun yang paling kuat di antaranya adalah sebagai berikut: Sesungguhnya perbuatan maksiat kepada Allah ﷻ yang pertama kali adalah dilakukan oleh nenek moyang jin (iblis) dan nenek moyang manusia (Adam).

Dalam hal ini, kemaksiatan yang dilakukan oleh iblis lebih awal dan lebih besar. Kemaksiatan tersebut berupa penolakan iblis dari melaksanakan perintah Allah ﷻ berupa sujud kepada Adam. Ini termasuk kategori meninggalkan perintah.

Adapun yang dilakukan oleh Adam, yaitu memakan dari pohon di Surga. Ini termasuk kategori mengerjakan larangan. Dari dua jenis tersebut, ternyata kadar dosa Adam q lebih ringan. Dari sini dapat diketahui bahwa jenis meninggalkan perintah itu lebih besar daripada jenis mengerjakan larangan.

Demikian pula, bentuk pelanggaran yang dilakukan iblis tersebut ternyata berupa dosa besar sekaligus kekufuran yang tidak diampuni.

Sedangkan pelanggaran yang dilakukan oleh Adam berupa kesalahan yang lebih ringan dan diberikan ampunan darinya. Sebagaimana firman-Nya: فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS. al –Baqarah/2:37] Lima rukun Islam merupakan amalan-amalan yang masuk kategori perkara yang diperintahkan. Apabila seseorang meninggalkannya maka banyak dari kalangan ulama yang mewajibkan hukuman bunuh bagi pelakunya. Bahkan adakalanya dihukumi sebagai seorang yang kafir, keluar dari agama Islam. [4] Adapun mengerjakan larangan yang madharatnya tidak menyebar kepada orang lain maka para ulama tidak mewajibkan hukuman bunuh atas pelakunya, dan tidak pula dihukumi kufur asalkan perkara tersebut tidak membatalkan keimanan.

Dari sini dapat diketahui, bahwa meninggalkan perintah perkaranya lebih besar daripada mengerjakan larangan. Sesungguhnya maksud dari adanya larangan adalah supaya perkara yang dilarang itu tidak ada, yaitu tidak dikerjakan. Sedangkan al ‘adam (ketidakadaan) itu secara asal tidak ada unsur kebaikan di dalamnya.

Adapun perkara yang diperintahkan itu adalah cara menghilangkan najis anjing yang maujud (dituntut keberadaannya). Dan perkara yang maujud asalnya merupakan perkara yang baik, bermanfaat, dan dicari. Bahkan merupakan suatu kepastian bahwa setiap yang ada pasti ada manfaatnya. Karena setiap yang ada itu telah diciptakan oleh Allah ﷻ, dan Dia tidak menciptakan sesuatu pun kecuali dengan hikmah. Berbeda dengan sesuatu yang makdum (tidak ada) yang tidak ada sesuatu pun di dalamnya.

Oleh karena itulah Allah ﷻ berfirman: الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.” [QS. as-Sajdah/32:7] Dan Allah ﷻ berfirman: صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ “(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” [QS.

an-Naml/27:88] Dengan demikian dapat kita ketahui, bahwa apa yang terkandung di dalam perintah itu lebih sempurna dan lebih mulia daripada apa yang ada dalam larangan.

Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Perkara-perkara yang diperintahkan tidaklah gugur karena nisyan (lupa) atau jahl (tidak tahu).

Adapun perkara-perkara yang dilarang maka gugur (dimaafkan) cara menghilangkan najis anjing seseorang lupa atau tidak tahu. [5] Jika seseorang meninggalkan perkara yang diperintahkan maka ada kewajiban mengqadha (menggantinya), meskipun ia meninggalkannya karena uzur.

Seperti seseorang yang meninggalkan puasa karena sakit atau safar, dan orang yang meninggalkan salat karena tertidur, maka wajib untuk mengqadhanya. Demikian pula orang yang meninggalkan salah satu kewajiban dalam manasik haji maka tetap wajib mengerjakannya jika masih memungkinkan cara menghilangkan najis anjing dengan membayar dam.

Maka tidaklah gugur tuntutan dalam perintah tersebut sampai ia mengerjakannya. Adapun orang yang mengerjakan perkara yang dilarang karena lupa, tersalah, cara menghilangkan najis anjing, atau tidak tahu, maka ia dimaafkan. Cara menghilangkan najis anjing tidak ada kewajiban baginya untuk membayar ganti rugi, kecuali jika hal itu mengakibatkan kerusakan atau kerugian bagi orang lain.

[6] Dipersyaratkan adanya niat untuk mengerjakan perkara-perkara yang diperintahkan, seperti salat, puasa, haji, dan semisalnya. [7] Adapun perkara-perkara yang dilarang maka tidak dipersyaratkan adanya niat untuk meninggalkannya, seperti menghilangkan najis, meninggalkan zina, meninggalkan pencurian, dan semisalnya.

[8] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Majmu’ al-Fatawa, 20/85. [2] Lihat pula pembahasan tentang kaidah ini dalam al-Qawa’id wa al-Fawa’id al-Ushuliyyah, Ibnu al-Lahham, hlm. 191; Fath al-Bari, Ibnu Hajar, 13/262. Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab, hlm. 83-84. Fath al-Mubin li Syarh al-Arba’in, Ibnu Hajar al-Haitsami, hlm. 132-133. Al-Bahr al-Muhith, az-Zarkasyi, 1/274. [3] Lihat pula pembahasan tentang kaidah cabang ini dalam Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh cara menghilangkan najis anjing Qawi’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet.

I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm. 64-67. [4] Di antaranya, apabila seseorang tidak mau mengucapkan dua cara menghilangkan najis anjing syahadat padahal ia mampu mengucapkannya, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Adapun dua kalimat syahadat, apabila seseorang tidak mengucapkannya padahal ia mampu, maka ia adalah orang kafir berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin.” (Majmu’ al-Fatawa, 7/609).

(Lihat at-Takfir wa Dhawabithuhu, Syaikh Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhailiy, Dar al-Imam Ahmad, hlm. 229). [5] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 21/477. [6] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 20/95. [7] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 21/477. [8] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Miman, Cet. II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, hlm.

199-202. Kaidah Ke-56: Pahala Tergantung Pada Besarnya Manfaat Bukan Kadar Kesulitan Kaidah Kelima Puluh Enam عَلَى قَدْرِ الْمَنْفَعَةِ لاَ الْمَشَقَّةِ Pahala tergantung pada besarnya manfaat bukan kadar kesulitan Makna Kaidah Kaidah ini berkaitan dengan salah satu perinsip Taklif dalam syariat, yaitu meniadakan kesulitan dan kesempitan.

Dalam kaidah dijelaskan bahwa seorang hamba ketika beramal tidak boleh sekadar bertujuan untuk menempuh kesulitan dalam amalan tersebut, akan tetapi yang menjadi tujuan hendaknya adalah mengerjakan amalan yang lebih bermanfaat baginya. Imam As-Syathibi rahimahullah mengatakan: “Apabila maksud seorang Mukallaf sekadar mengerjakan kesulitan, maka sesungguhnya ia telah menyelisihi maksud syariat, karena syariat dalam memberikan Taklif tidaklah bertujuan memberikan kesulitan.

Dan setiap tujuan yang menyelisihi tujuan syariat maka itu adalah perkara yang bathil.” [1] Di antara hal yang perlu difahami bahwa keridaan Allah ﷻ dan kecintaa-Nya bukanlah karena siksaan dan kesulitan yang ditimpakan seseorang kepada dirinya sendiri, sehingga semakin sulit suatu amalan maka semakin utama, sebagaimana dikatakan oleh sebagian kalangan. [2] Namun, keridaan Allah ﷻ dan kecintaan-Nya tergantung pada kadar ketaatan terhadap perintah dan keikhlasan seseorang dalam beramal.

Oleh karena itu, besarnya pahala itu tergantung pada tingkat manfaat, maslahat, dan faidah. Apabila syariat memerintahkan kita mengerjakan perkara yang berat maka hal itu karena ada manfaat dan maslahat yang besar di dalamnya, seperti jihad. Bersamaan dengan itu, Allah ﷻ memberikan pahala atas kesulitan yang muncul darinya.

Sebagaimana firman-Nya: ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan ditulislah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh.

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” [QS. at Taubah/9:120]. Maka apabila seorang insan ditimpa kesulitan ketika melaksanakan jihad, haji, amar maruf nahi munkar, atau menuntut ilmu, maka itu termasuk perkara yang dipuji dan diberi pahala.

Adapun sekadar memberikan kesusahan kepada diri sendiri, atau sekadar menempuh kesulitan sebagaimana anggapan sebagian manusia bahwa itu termasuk mujahadah, apabila tidak terdapat unsur manfaat dan ketaatan kepada Allah maka tidak ada kebaikan di dalamnya. Dalam hadis Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: إِنَّ هَذَا الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada seorang pun yang mempersulit agama, kecuali dirinya akan terkalahkan.” [3] Berdasarkan kaidah ini dapat kita ketahui bahwa tidak setiap amalan yang berat itu memiliki keutamaan yang lebih besar daripada amalan yang ringan.

Akan tetapi keutamaan suatu amalan tergantung pada tingkat ketaatan kepada Allah ﷻ dan kadar manfaat bagi pelakunya. Adakalanya amalan yang lebih utama itu berupa amalan yang ringan dan adakalnya berupa amalan yang berat. [4] Dalil yang Mendasarinya Berikut ini beberapa dalil yang menunjukkan eksistensi dan kandungan kaidah ini.

Di antaranya adalah hadis Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma riwayat al-Bukhari: عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ قَائِمٍ فَسَأَلَ عَنْهُ فَقَالُوْا: أَبُوْ إِسْرَائِيْلَ نَذَرَ أَنْ يَقُوْمَ وَلاَ يَقْعُدَ وَلاَ يَسْتَظِلَّ وَلاَ يَتَكَلَّمَ وَيَصُوْمَ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مُرْهُ فَلْيَتَكَلَّمْ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَقْعُدْ وَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Nabi ﷺ sedang berkhutbah tiba-tiba ada laki-laki yang berdiri.

Lalu Nabi ﷺ menanyakan tentang orang itu, maka orang-orang menjawab: “Dia adalah Abu Isra’il, ia telah bernadzar untuk berdiri dan tidak duduk, tidak berteduh, tidak berbicara, dan berpuasa.

Maka Nabi ﷺ bersabda: “Perintahkan dia untuk berbicara, berteduh, duduk, dan hendaklah ia meneruskan puasanya.” [5] Dalam hadis di atas Nabi ﷺ melarang orang tersebut melakukan perkara yang tidak bermanfaat, dan memerintahkannya meneruskan yang bermanfaat yaitu puasa, karena pahala itu tergantung pada kadar manfaat bukan kadar kesulitan.

Demikian pula hadis Anas bin Malik radhiyallahu anhu yang diriwayat Imam al-Bukhari dan Muslim: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى شَيْخًا يُهَادَى بَيْنَ ابْنَيْهِ فَقَالَ: مَا بَالُ هَذَا ؟ فَقَالُوْا: نَذَرَ أَنْ يَمْسِيَ. فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَنْ تَعْذِيْبِ هَذَا نَفْسَهُ لَغَنِيٌّ. وَأَمَرَهُ أَنْ يَرْكَبَ. Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi ﷺ pernah melihat seorang tua yang dipapah oleh kedua anaknya.

Lalu beliau ﷺ bertanya, “Ada apa gerangan dengan orang ini?” Orang-orang menjawab: “Ia telah bernadzar untuk berjalan.” Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ﷻ tidak butuh atas penyiksaan orang ini kepada dirinya sendiri.” Kemudian beliau memerintahkan orang tersebut untuk naik kendaraan. [6] Dalam hadis tersebut Nabi ﷺ mencela keinginan orang tua itu untuk memasukkan dirinya ke dalam kesulitan.

Dan beliau mengisyaratkan bahwa pahala itu tidak tergantung pada kadar sulitnya amalan dengan menjelaskan bahwa Allah ﷻ tidak membutuhkan siksaan atau kesulitan yang ditimpakan seseorang kepada dirinya sendiri. Dan hadis Ummul Mukminin Juwairiyyah radhiyallahu anha Riwayat Imam Muslim [7]: عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ جُوَيْرِيَّةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِيْنَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ.

فَقَالَ: مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى cara menghilangkan najis anjing عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.

Dari Ummul Mukminin Juwairiyyah, sesungguhnya Nabi ﷺ pernah keluar di pagi hari dari rumahnya ketika Salat Subuh, sementara Juwairiyyah radhiyallahu anhum berada di tempat salatnya. Kemudian beliau ﷺ kembali setelah waktu dhuha, dan Juwairiyah masih duduk di tempat semula.

Lalu Nabi ﷺ bertanya, “Engkau masih tetap di tempat semula seperti ketika aku meninggalkanmu tadi?” Ia menjawab: “ Ya.” Lalu Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku telah mengucapkan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga kali.

Seandainya empat kalimat itu ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sepanjang hari tadi tentulah menandinginya (yaitu): سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ Seandainya kadar pahala itu tergantung pada kadar sulitnya amalan, tentulah duduknya Ummul Mukminin di masjid dan zikir yang diucapkannya lebih utama daripada zikir yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Semisal dengan hadis-hadis di atas banyak, misalnya sabda Nabi ﷺ dalam hadis yang telah disepakati keShahihannya dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda: كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dicintai oleh ar-Rahman, yaitu: Subhanallahil ‘Azhim Subhanallahil wabihamdihi.” [8] Dan sabda Nabi ﷺ dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu: اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً.

فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ. “Iman itu terdiri atas tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan Laa ilaha illAllah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu termasuk bagian dari iman.” [9] Seandainya besarnya pahala itu semata-mata tergantung pada besarnya kesulitan, tentulah menyingkirkan gangguan dari jalan itu lebih besar pahalanya daripada keimanan.

Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh kasus yang masuk dalam implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Perbuatan seseorang membiarkan dirinya dalam cuaca panas atau cuaca dingin tanpa mengenakan baju, atau semisalnya, yang dianggap oleh sebagian orang sebagai bentuk mujahadah, maka dalam hal ini pelakunya tercela dan tidak terpuji, jika di dalamnya tidak terkandung manfaat syariyah.

[10] Seseorang yang sedang dalam keadaan safar maka berbuka lebih utama daripada berpuasa, karena pahala tergantung pada kadar manfaat bukan kadar kesulitan, sedangkan pada keadaan tersebut berbuka lebih bermanfaat baginya daripada berpuasa. [11] Mengqashar salat bagi musafir lebih utama daripada menyempurnakannya, dan itu adalah lebih ringan baginya.

[12] Haji Tamattu’ adalah cara manasik yang paling afdhal bagi orang yang tidak membawa binatang sembelihan, [13] karena itu adalah perkara terakhir dari Nabi ﷺ, dan itu lebih ringan. [14] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] al-Muwafaqat, 2/129. [2] Sebagian ulama menyebutkan kaidah: “Semakin banyak yang dikerjakan maka semakin banyak keutamaannya.” Kaidah ini disebutkan di antaranya oleh al-Qarafi dan as-Suyuthi.

Lihat al-Furuq karya al-Qarafi 2/131-133. al-Asybah wa an-Nazhair karya as-Suyuthi hal. 144. Kaidah yang sedang dibahas ini dan dalil-dalilnya merupakan bantahan atas kaidah tersebut. Sebagaimana sebagian ulama telah menyebutkan bantahan terhadap kaidah tersebut, di antaranya as-Syathibi dalam al-Muwafaqat 2/130-133, al-‘Izz bin Abdissalam dalam Qawa’id al-Ahkam 1/38, dan al-Muqriy dalam al-Qawa’id 2/411.

[3] HR. al-Bukhari, no. 39 [4] Lihat Majmu’ al-Fatawa 22/313 [5] HR. al-Bukhari, no. 6704. [6] HR. al-Bukhari, no. 6701 dan Muslim, no. 1642. [7] HR. Muslim, no. 2726. [8] HR. al-Bukhari, no. 6406 dan Muslim, no.

2694. [9] HR. Muslim, no. 35. [10] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 23/315. [11] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 26/37. [12] Idem. [13] Idem. [14] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Miman, Cet. II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, hlm. 234-239. Kaidah Ke-57: Segala Sesuatu Yang Tidak Mungkin Terhindar Darinya Maka Dimaafkan Kaidah Kelima Puluh Tujuh كُلُّ مَا لاَ يُمْكِنُ اْلاِحْتِرَازُ عَنْ مُلاَبَسَتِهِ مَعْفُوٌّ عَنْهُ Segala sesuatu yang tidak mungkin terhindar darinya maka dimaafkan Makna Kaidah Islam adalah agama yang sangat memerhatikan kebersihan dan kesucian.

Islam datang dalam keadaan selaras dengan fitrah dan jiwa yang lurus yang tidak menyukai percampuran dengan hal-hal kotor dan najis. Islam juga sangat menganjurkan sisi kesucian dan senantiasa menjaganya.

Dalam memerintahkan kepada aspek kesucian dan kebersihan, Islam menempuh jalan pertengahan, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula meremehkan. Dalam permasalahan ini, syariat tidak memberikan beban yang berat yang berimplikasi kepada kesulitan dan kesempitan. Demikian pula, syariat tidak bermudah-mudah dalam permasalahan ini, yang mengakibatkan hilangnya tujuan dan maksud dari pensyariatan thaharah (bersuci) dan membersihkan najis.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Dalam permasalahan penghalalan dan pengharaman, termasuk menentukan suatu perkara suci atau najis, agama Islam bersikap pertengahan di antara kaum Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana bersikap pertengahan dalam seluruh aspek syariat. Syariat tidak memberikan beban yang berat kepada kita dalam masalah pengharaman dan tentang hal-hal yang najis, seperti beban berat yang telah dipikul oleh kaum Yahudi.

Di mana telah diharamkan atas mereka hal-hal yang baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, disebabkan kezaliman dan maksiat yang mereka lakukan. Bahkan Allah ﷻ menghilangkan kesempitan dan beban berat yang mereka pikul dari diri kita. Seperti permasalahan meminjam pakaian, cara menghilangkan najis anjing wanita yang sedang haidh dari tempat makan dan tempat tidurnya, dan semisalnya.

Dan tidak pula halal bagi kita perkara-perkara keji, sebagaimana hal itu terjadi di kalangan orang-orang nashara yang mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Dan mereka tidak mau menempuh jalan agama yang haq. Sehingga mereka tidak menjauhi benda-benda najis, dan tidak pula mengharamkan perkara-perkara jelek.

Bahkan puncak ucapan mereka hanyalah mengatakan: “Besihkanlah hatimu, lalu laksanakan salat.” Adapun kaum Yahudi mereka memberikan perhatian kepada kebersihan lahiriah namun mengabaikan kesucian hati. Sebagaimana firman Allah ﷻ: أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka.” [QS.

al Maidah/5:41] Adapun orang-orang beriman, maka Allah ﷻ mensucikan hati dan badan mereka dari perkara-perkara najis. [1] Di antara bentuk wasathiyyah (sikap pertengahan) tersebut, syariat datang dengan memberikan keringanan terhadap sebagian najis, dan dalam beberapa situasi serta kondisi tertentu.

Seperti yang disebutkan dalam substansi kaidah ini, yaitu di suatu kondisi cara menghilangkan najis anjing menghindari suatu benda najis merupakan perkara yang sulit.

Dikarenakan benda tersebut merupakan sesuatu yang sering kali bersinggungan dengan manusia. Sehingga merupakan hal yang berat apabila seorang Muslim diberikan beban (Taklif) untuk menjauhi benda tersebut. Maka dalam kondisi seperti ini, najis itu dimaafkan dan dihukumi sebagai sesuatu yang suci karena sulitnya terhindar darinya. Perlu kita fahami juga bahwa ada beberapa keadaan atau kondisi yang ditentukan syariat sebagai sebab dimaafkannya najis selain yang telah disebutkan di atas, di antaranya adalah [2]: Masyaqqah (kesulitan).

Misalnya kasus orang yang selalu keluar najis darinya, seperti orang yang terkena salasul baul (senantiasa keluar air kencing darinya), dan wanita yang terkena istihadhah (selalu keluar darah dari farjinya), dan semisalnya. Sesungguhnya syariat telah memberikan keringanan kepada orang-orang tersebut, dan memberikan kelonggaran atas najis yang menimpa mereka.

‘Umumul balwa, maksudnya adalah banyaknya orang yang tertimpa hal tersebut di kalangan manusia secara umum. Misalnya keberadaan darah ataupun nanah yang keluar dari jerawat atau pun bisul, maka hal itu pun dimaafkan.

Dikarenakan banyaknya manusia yang tertimpa hal itu. Secara umum kaidah ini merupakan bagian dan cabang dari kaidah yang telah maruf di kalangan para ulama yaitu kaidah al-masyaqqah tajlibut taisir (kesulitan mendatangkan kemudahan), yang cara menghilangkan najis anjing salah satu dari al Qawa’id al-Khams al-Kubra (lima kaidah besar) dalam pembahasan fiqih.

Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang menunjukkan bahwa sulitnya terhindar dari sesuatu menjadi sebab akan adanya keringanan adalah sebagai berikut: Hadis Nabi ﷺ yang menerangkan bahwa kucing bukanlah hewan yang najis. Hal itu karena manusia sulit terhindar dari hewan ini.

Seandainya kucing dihukumi hewan najis tentu hal itu merupakan kesulitan, karena hewan tersebut sering kali berada di sekitar manusia dan sering bersama manusia. Nabi ﷺ bersabda: إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِيْنَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ “Kucing itu tidak najis. Kucing adalah binatang yang sering berkeliaran di tengah-tengah kalian.” [3] Setelah menyebutkan hadis ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Kami berpendapat bahwa jenis kesulitan untuk terhindar dari suatu hal memberikan pengaruh terhadap jenis keringanan.

Apabila kesulitan tersebut berkaitan dengan cara menghilangkan najis anjing jenisnya, maka dimaafkan keseluruhannya, sehingga dihukumi akan sucinya hal tersebut. Adapun jika kesulitan itu berkaitan dengan sebagiannya, maka dimaafkan sesuai kadar kesulitannya.” [4] Keumuman dalil yang menunjukkan diangkatnya kesempitan dari umat ini.

Di antaranya adalah firman Allah ﷻ: مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” [QS. al Maidah/5:6] Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat ini, “Maksudnya adalah bahwa Allah ﷻ tidaklah memberikan beban kepada kalian dengan sesuatu yang tidak kalian mampui, dan tidak memberikan kewajiban yang menyulitkan kalian, kecuali Allah ﷻ akan memberikan kelapangan dan jalan keluar.

Oleh karena itu, salat yang merupakan rukun Islam terbesar setelah dua kalimat syahadat wajib dilaksanakan empat rakaat ketika berada di tempat asal, adapun ketika safar maka diqashar menjadi dua rakaat. Dan ketika keadaan takut sebagian imam melaksanakannya satu rakaat, dan dikerjakan dengan berjalan ataupun berkendaraan, dengan menghadap Kiblat atau tidak. Demikian pula pelaksanaan salat sunnah ketika safar boleh menghadap Kiblat ataupun tidak. Dan kewajiban berdiri digugurkan ketika seseorang mempunyai uzur sakit, sehingga diperbolehkan baginya untuk salat dengan duduk, jika tidak mampu maka diperbolehkan dengan berbaring.

Dan selainnya dari rukhshah dan keringanan dalam seluruh kewajiban. [5] Oleh karena itu, kesempitan dan kesulitan telah diangkat dari syariat ini termasuk dalam permasalahan thaharah (bersuci). Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh implementasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Tanah yang tercampur najis di jalanan, apabila tertempel sedikit pada kaki atau pakaian maka dimaafkan karena sulitnya terhindar darinya.

Air mani dihukumi sebagai sesuatu yang suci, meskipun hal yang mengonsekuensikan kenajisannya ada. Hal ini dikarenakan seringnya mani tersebut mengenai badan, pakaian, atau kasur tanpa kesengajaan manusia, dan sulitnya terhindar darinya. [6] Dimaafkannya bekas najis yang tersisa setelah istIjmar, dengan syarat telah dilaksanakan istIjmar tersebut sesuai tuntunan syari.

[7] Wallahu a’lam. [8] _______ Footnote [1] Majmu’ al-Fatawa, 21/332-333. [2] Lihat Ahkamun Najasat fil Fiqhil Islami, karya ‘Abdul Majid Shalahin, hlm. 2/548-550. [3] HR. Abu Dawud, no. 75; at-Tirmidzi, no. 92; an-Nasa’i, no. 68. Ibnu Majah, no. 367. Semuanya dari riwayat Abu Qatadah z [4] Majmu’ al-Fatawa, 21/599.

[5] Tafsir Alquranil ‘Azhim, karya Ibnu Katsir 1/342. [6] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 21/592. [7] Lihat al Inshaf karya Al Mardawi 1/329 dan Syarh Muntahal Iradah karya al-Buhuti 1/103. Lihat pula contoh-contoh lain dari najis yang dimaafkan pada empat madzhab dalam kitab-kitab berikut: al Binayah ‘alal Hidayah, karya al ‘Aini, 1/735.

al Mabshuth, karya as-Sarkhasi, 1/60-61. Syarh Fathil Qadir, karya Ibnul Hammam, 1/177-179. Bada-i’us Shana-i’, karya al-Kasani, 1/79. Mawahibul Jalil Syarh Cara menghilangkan najis anjing Khalil, karya al Hatthab, 1/154. Hasyiyah al Baijuri ‘ala Ibni Qasim, 1/35. Mughnil Muhtaj, karya as-Syarbini al-Khathib, 1/81.

Nihayatul Muhtaj, karya ar-Ramli, 1/71. Raudhatut Thalibin, karya an-Nawawi, 1/279-280. Syarh Muntahal Iradat, karya Al Buhuti, 1/103. Kassyaful Qina’, karya Al Buhuti, 1/218. [8] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Maiman, Cet.

II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, Hlm. 335-338. Kaidah Ke-58: Kebiasaan Berubah Menjadi Ibadah Dengan Niat Yang Saleh Kaidah Kelima Puluh Delapan الْعَادَاتُ تَنْقَلِبُ عِبَادَاتٍ بِالنِّيَّاتِ الصَّالِحَاتِ Kebiasaan berubah menjadi ibadah dengan niat yang saleh.

[1] Muqadimah Sebagaimana telah kita pahami bahwa ibadah adalah pekara yang bersifat tauqifiyyah, sehingga tidak boleh seseorang melaksanakan suatu amalan ibadah, kecuali ada dalil yang menjelaskannya.

Adapun perkara adat dan kebiasan, maka hukum asalnya halal dan mubah, kecuali jika ada dalil yang melarangnya. Maka, perkara adat yang menjadi cara menghilangkan najis anjing penduduk suatu negeri hukum asalnya adalah diperbolehkan kecuali jika menyelisihi nash syari, maka ketika itu wajib untuk ditinggalkan. Seorang hamba dalam kehidupannya senantiasa berkisar antara dua hal tersebut. Adakalanya ia dalam keadaan mengerjakan amal ibadah, dan adakalanya mengerjakan aktivitas adat.

Dan telah maklum bahwa waktu yang kita habiskan untuk mengerjakan aktifitas yang bersifat kebiasan dan adat itu lebih banyak daripada waktu yang kita pergunakan dalam rangka mengerjakan amal ibadah. Demikianlah keadaan kebanyakan orang. Namun jika seseorang menerapkan kaidah ini, maka seluruh waktunya akan bernilai ibadah, dan tidak berlalu sedikit pun waktu kecuali menjadi bagian timbangan amal kebaikannya.

Hal itu tidak memerlukan usaha yang besar, hanya membutuhkan pembiasaan dan kerjasama antar anggota keluarga, atau sesama rekan untuk saling mengingatkan, disertai memohon pertolongan kepada Allah ﷻ untuk bisa merealisasikannya.

Makna Kaidah Sebagaimana telah diuraikan di atas, bahwa kaidah ini menjelaskan tentang keberadaan amalan dan aktivitas yang termasuk kategori adat yang hukum asalnya mubah, namun akan bernilai ibadah apabila diiringi dengan niat yang saleh.

Untuk merealisasikan hal itu, seseorang dituntut untuk cara menghilangkan najis anjing perasaan ta’abbud (peribadahan) di dalam hatinya setiap kali hendak mengerjakan perkara yang mubah tersebut, dan juga ketika mengerjakannya. Jika hal itu dilakukan, maka perkara adat dan kebiasaan tersebut akan berubah dari statusnya sebagai perkara yang mubah menjadi ibadah dan menjadi bagian amal kebaikan baginya.

Dengan demikian, setiap aktivitas adat kebiasaan yang kita dasari dengan niat saleh, akan berubah menjadi ibadah, sebagaimana perkara adat juga bisa berubah menjadi kemaksiatan jika disertai dengan niat yang jelek.

Dalil yang Mendasarinya Kaidah ini adalah salah satu cabang dari kaidah yang termasuk lima kaidah besar dalam pembahasn fiqih yaitu kaidah al-umuru bimaqashidiha (setiap amalan tergantung dengan niatnya).

Adapun dalil dari kaidah ini di antaranya adalah hadis ‘Umar bin Khaththab dari Rasulullah ﷺ yang bersabda: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى “Sesungguhnya semua amalan itu dikerjakan dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan.” [2] Demikian pula disebutkan dalam hadis Abu Dzar, Rasulullah ﷺ bersabda: وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ.

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ، فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ “Dan seseorang mencampuri istrinya pun termasuk sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya, dia akan mendapatkan pahala?” Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya dia menyalurkannya di jalan yang haram, bukankah baginya dosa?

Demikianlah halnya jika dia menyalurkannya pada jalan yang halal, maka dia mendapatkan pahala.” [3] Imam Ibnu Daqiqil ‘Id rahimahullah ketika menjelaskan hadis ini mengatakan: “Telah berlalu pembahasan bahwa perkara-perkara mubah akan menjadi ketaatan dikarenakan niat.

Maka, mencampuri istri akan menjadi ibadah jika seseorang meniatkannya untuk memenuhi hak istri dan memergauliya dengan maruf, atau berniat supaya mendapatkan keturunan yang saleh, atau menjaga kehormatan dirinya dan istrinya, atau selainnya dari maksud-maksud yang baik.” [4] Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh penerapan kaidah yang mulia ini adalah sebagai berikut: Makan dan minum pada asalnya merupakan rutinitas dan kebiasaan keseharian yang mubah.

Seseorang tidak mendapatkan pahala ataupun dosa ketika mengerjakannya. Namun, aktifitas tersebut bisa berubah dari statusnya sebagai sesuatu yang mubah menjadi suatu amalan yang bernilai ibadah dengan mengimplementasikan kaidah ini. Yaitu, sebelum seseorang meletakkan tangannya untuk mengambil makanan dan sebelum mengangkat minuman ke mulutnya, maka ia munculkan niat untuk menguatkan badannya dalam rangka beribadah dengan sarana makan dan minum itu.

Hal ini dikarenakan badan tidaklah mampu melaksanakan ibadah kecuali jika mempunyai kekuatan, dan itu akan diperoleh melalui makan dan minum. Maka, hendaklah seseorang memunculkan niat yang mulia ini ketika makan dan minum, disertai dengan menerapkan adab-adab syari di dalamnya, seperti mengawali dengan menyebut nama Allah ﷻ, makan dengan tangan kanan, mulai mengambil makanan dari yang terdekat, dan lain-lain.

Jika hal itu dilakukan maka waktu yang dihabiskan untuk makan dan minum itu akan bernilai ibadah dan termasuk bentuk taqarrub yang mendatangkan pahala baginya. Membeli barang-barang seperti mobil, pakaian, rumah, beraneka-ragam makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga dan semisalnya, asalnya adalah perkara yang mubah.

Hal itu akan berubah menjadi ibadah jika diiringi dengan niat yang saleh. Misalnya, dengan niat untuk memperlancar kegiatannya dalam beribadah kepada Allah ﷻ, menguatkan badannya dalam mengerjakan ketaatan, menunaikan perintah Allah ﷻ dalam menutup aurat dan menjaga kehormatannya, serta niat-niat saleh semisalnya. Maka, dengan niat tersebut ia akan memeroleh pahala atas belanja yang dilakukannya dan menjadi bagian timbangan amalan kebaikannya nanti di Hari Kiamat.

Memakai jam tangan hukum asalnya adalah mubah, akan tetapi jika seseorang memakainya dengan niat untuk menjaga waktu-waktu salat, atau menjadikan sarana untuk menunaikan janji-janji yang telah dibuatnya, demikian pula sebagai wasilah untuk mengatur waktunya supaya senantiasa di dalam ketaatan, dan niat-niat lainnya, maka hal itu akan merubahnya dari kategori adat kebiasaan menjadi ibadah.

Karena adat akan berubah menjadi ibadah dengan niat yang saleh. Dan perlu kita perhatikan bahwa niat tersebut hanyalah sekadar tekad yang ada di dalam hati, dan tidak perlu cara menghilangkan najis anjing, tidak pula diawali dengan berwudhu, atau semisalnya. Sesungguhnya niat adalah amalan hati yang sederhana dan mudah tanpa adanya kesulitan di sana.

Berangkat menuju ke tempat kerja, hukum asalnya termasuk kebiasaan yang mubah. Seseorang tidak diberi pahala ataupun mendapatkan dosa atasnya. Sebagaimana dimaklumi bahwa seseorang menghabiskan banyak waktu dalam pekerjaannya. Maka, bagi seorang yang berakal semestinya berusaha untuk menjadikan aktifitas tersebut menjadi bagian amal salehnya. Dan hal itu bisa didapatkan dengan memunculkan niat yang saleh. Di antaranya dengan niat untuk mencari harta yang halal, sehingga tidak meminta-minta kepada orang lain, dan menjadi sarana baginya untuk menunaikan kewajiban memberi nafkah kepada orang-orang yang ditanggungnya, baik istri ataupun anaknya.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu: إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ “Sesungguhnya engkau tidaklah memberikan nafkah yang dengannya engkau mengharapkan wajah Allah kecuali pasti diberi pahala atasnya, sampai makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu.” [5] Tidur termasuk kategori kebiasaan yang mubah, seseorang asalnya tidak mendapatkan pahala ataupun dosa karena melakukannya.

Sebagaimana dimaklumi bahwa seseorang akan menghabiskan banyak waktu untuk tidurnya. Maka bagaimanakah kiat supaya kebiasaan tersebut bernilai ibadah?

Jawabannya: Tidur akan bernilai ibadah jika seseorang meniatkannya dengan kebaikan. Seperti berniat untuk mengembalikan kekuatan badannya dalam rangka mengerjakan amal ketaatan kepada Allah ﷻ.

Yang demikian itu dikarenakan banyaknya aktifitas sehari-hari akan menyebabkan hilangnya kekuatan badan, jika tidak diimbangi dengan istirahat. Oleh karena itu, setiap orang membutuhkan tidur, bahkan itu termasuk kebutuhan badan yang utama. Bertolak dari realita bahwa seorang tidak mungkin terlepas dari tidur, dan banyak waktu yang terpakai untuk keperluan tersebut, maka tidak sepantasnya kita menyia-nyiakan waktu tidur tanpa ada manfaat yang kita dapatkan. Kita hendaknya berupaya supaya aktifitas tersebut menjadi bagian timbangan amal kebaikan kita.

Hal itu akan didapatkan dengan meniatkannya untuk beribadah kepada Allah ﷻ dan mengharapkan pahala dari-Nya, disertai dengan memerhatikan adab-adab ketika tidur secara syari, seperti berwudhu terlebih dahulu sebelumnya, mengucapkan zikir-zikir yang disunnahkan, dan tidur dengan sisi badan sebelah kanan.

Jika seseorang melakukannya disertai dengan niat yang saleh, maka tidurnya akan berubah dari adat menjadi ibadah. Bartamasya menikmati pemandangan, keindahan alam, dan semisalnya hukum asalnya adalah mubah, selama tidak mengantarkan kepada perkara yang haram.

Kegiatan tersebut bisa mendatangkan pahala bagi seseorang dan menjadi bagian timbangan amal kebaikannya, jika ia mengiringinya dengan niat yang baik. Misalnya, dengan niat untuk memberikan ketenangan, waktu rehat dan mengendurkan pikiran dan jiwa sehingga ketika beribadah bisa lebih fokus dan memusatkan perhatian. Karena jiwa akan merasakan kejenuhan dengan banyaknya rutinitas maupun pekerjaan sehari-hari. Hal ini juga akan berpengaruh pada peribadahan seseorang.

Maka, harus ada waktu khusus supaya jiwa merasakan santai dari tekanan sehingga siap untuk mengerjakan aktifitas selanjutnya, termasuk aktifitas peribadahan kepada Allah ﷻ. Ini adalah sebagian contoh penerapan kaidah ini, dan secara ringkas kita katakan bahwa adat kebiasaan jika dilakukan dengan niat yang baik maka menjadi amal ketaatan, dan jika dilakukan dengan niat yang jelek maka akan menjadi perkara dosa dan kemaksiatan.

[6] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Yang dimaksud dengan adat ini adalah perbuatan yang biasa dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan manfaat dunia saja. Seperti: makan, minum, tidur, bekerja, nikah dan lainnya.

Adapun maksud ibadah di sini adalah perbuatan manusia yang dilakukan untuk mendapatkan kebaikan Akhirat saja atau kebaikan dunia dan Akhirat. Seperti: salat, zikir, puasa, haji dan lain-lainnya. [2] HR. al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907. [3] HR. Muslim no. 1006. [4] Lihat Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah fi al-Ahadis as-Shahihah an-Nabawiyyah, Majmu’ah min al-‘Ulama (I’tana bihi: Mahmud bin al-Jamil Abu ‘Abdillah), Cet. I, Tahun 1426 H, Dar al-Mustaqbal, Kairo, Hlm.

287. [5] HR. al-Bukhari no. 56. [6] Diangkat dari Risalah fi Tahqiq Qawa’id an-Niyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah II. Kaidah Ke-59: Keutamaan Niat Kaidah Kelima Puluh Sembilan نِيَّةُ الْمَرْءِ أَبْلَغُ مِنْ عَمَلِهِ Niat lebih utama daripada amalan Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan keberkahan dan nilai pahala yang besar dalam niat. Karena niat semata sudah termasuk kategori ibadah yang diberi pahala oleh Allah ﷻ.

Di antara yang menyebabkan timbangan amal kebaikan seseorang bertambah dan derajatnya naik di Akhirat adalah niat yang saleh. Barang siapa berniat baik maka ia akan mendapatkan pahala meskipun dia belum mampu merealisasikannya dengan cara menghilangkan najis anjing.

Apabila niat baik itu disertai dengan amalan maka ia meraih dua pahala, yaitu pahala niat dan pahala amalan. Oleh karena itu, niat lebih mendalam dan lebih utama daripada amalan. Apabila kedua terpadu, maka itu cahaya di atas cahaya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Adapun niat maka ia adalah pokok dan tiang seluruh perkara. Niat juga adalah asas dan pondasi yang terbangun di atasnya segala perkara.

Sesungguhnya niat adalah ruh amalan, pemimpin dan pengendalinya, sedangkan amalan sekadar mengikuti. Amalan menjadi sah sesuai keabsahan niat dan menjadi rusak dengan rusaknya niat. Dengan niat tersebut akan didapatkan taufiq, adapun ketiadaan niat akan mendatangkan kehinaaan. Dengan niat pula bertingkat-tingklatlah derajat manusia di dunia dan Akhirat.” [1] Dalil yang Mendasarinya Banyak dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini. Di antaranya, hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kami pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu peperangan, kemudian beliau ﷺ bersabda: إِنَّ بِالْمَدِيْنَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيْراً ، وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِياً ، إِلاَّ كَانُوْا مَعَكُمْ حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ.

وَفِي رِوَايَةٍ: إِلاَّ شَرَكُوْكُمْ فِي اْلأَجْرِ. “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa laki-laki yang mana tidaklah kalian menempuh perjalanan, tidak pula melewati lembah melainkan mereka bersama kalian, sakit telah menghalangi mereka.” Dalam riwayat yang lain “Melainkan mereka berserikat dengan kalian dalam pahala” [2] Juga hadis Abu Kabsyah al Anmari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu yang pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: إنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًا، فَهُوَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ، وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ، وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ.

وَعَبْدٍ رَزَقهُ اللهُ عِلْمًا، وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالًا، فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ، يَقُولُ: لَوْ أنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ، فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ. وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا، وَلَمَ يَرْزُقْهُ عِلْمًا، فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيرِ عِلْمٍ، لاَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ، وَلاَ يَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ، وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيْهِ حَقًّا، فَهَذَا بأَخْبَثِ المَنَازِلِ.

وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللهُ مَالًا وَلاَ عِلْمًا، فَهُوَ يَقُولُ: لَوْ أنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ فِيهِ بعَمَلِ فُلاَنٍ، فَهُوَ بنِيَّتِهِ، فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ “Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: (pertama) Seorang hamba yang Allah l berikan rezeki berupa harta dan ilmu, kemudian dia bertakwa kepada Rabbnya pada rezeki itu. Dia berbuat baik kepada kerabatnya, dan ia mengetahui hak Allah padanya. Hamba ini berada pada kedudukan terbaik.

(Kedua) Seorang hamba yang Allah beri ilmu namun tidak diberi harta. Orang ini memiliki niat yang baik, dan mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta, aku akan berbuat seperti perbuatan si Fulan”. Dengan niatnya yang baik itu maka pahala keduanya sama. (ketiga) Seorang hamba yang Allah ﷻ beri harta namun tidak diberi ilmu, kemudian dia berbuat sembarangan dengan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam masalah harta itu, tidak berbuat baik kepada kerabatnya dengan hartanya, dan tidak mengetahui hak Allah pada harta itu.

Hamba ini berada pada kedudukan yang terburuk. (Keempat) Dan seorang hamba yang Allah tidak memberinya harta maupun ilmu, kemudian dia mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan si Fulan (orang ketiga)”. Maka dengan niatnya itu maka keduanya mendapatkan dosa yang sama.” [3] Sisi pendalilan dari hadis ini, yaitu berkaitan dengan orang kedua yang diberi ilmu namun tidak diberi harta. Ia mendapatkan pahala sebagaimana orang pertama, karena ia memiliki niat jujur dan tekad kuat untuk melakukan amalan orang pertama, apabila ia diberi harta.

Ini menunjukkan bahwa niat itu lebih penting daripada sekadar amalan. Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh penerapan kaidah yang mulia ini adalah sebagai berikut: Seseorang yang ingin memberikan zakat kepada orang fakir, dan ia telah berusaha untuk mencarinya. Kemudian ia mendapatkan seseorang yang menurut perkiraan kuatnya dia adalah orang fakir, lalu ia memberikan zakat kepadanya. Ternyata orang tersebut adalah orang kaya maka menurut pendapat yang Shahih adalah bahwa kewajiban zakatnya telah gugur, karena perkiran kuat itu telah cukup dalam mengerjakan amalan.

Bahkan ia mendapatkan pahala semisal orang yang menyerahkan zakat kepada yang berhak menerimanya meskipun realitanya ia memberikan kepada orang kaya.

Hal tersebut dikarenakan niatnya yang saleh. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Muslim no. 1022 tentang kisah seorang pembayar zakat. Seorang wanita yang di malam hari berniat untuk melaksanakan puasa Arafah atau puasa Asyura’ esok harinya, ternyata kemudian terhalangi karena haid, maka insya Allah dicatat baginya pahala melaksanakan puasa tersebut.

Seseorang yang berniat untuk melaksanakan salat malam dan telah mempersiapkan segala yang bisa membantunya bangun malam, namun ternyata ia tidak terbangun, maka dengan niat yang saleh tersebut insya Allah ia dicatat melaksanakan salat malam. Seseorang yang berniat untuk mengeluarkan zakat dan telah mempersiapkan hal-hal yang berkaitan untuk bisa melaksanakannya akan tetapi kemudian harta yang cara menghilangkan najis anjing dizakati itu terbakar, bukan karena keteledorannya, maka sesungguhnya telah gugur kewajiban zakat darinya.

Bahkan diharapkan ia mendapat pahala mengeluarkan zakat karena ia telah berniat dan bertekat untuk menunaikannnnya, hanya saja muncul perkara yang mengahalangi, sehingga tidak bisa mewujudkan niatnya itu. Sedangkan niat lebih utama dari sekadar amalan. Demikian sebagian contoh penerapan kaidah yang mulia ini, sekaligus menggambarkan betapa pentingnya niat dan betapa besar pahala yang bisa didapatkan dengan niat yang baik. Maka sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa memerhatikan perkara niat dan hendaklah kita berusaha meniatkan kebaikan di setiap ucapan dan perbiuatan yang kita lakukan.

[4] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] I’lam al-Muwaqqi’in, 6/105. [2] HR al-Bukhari no. 4423 dan Muslim no. 1911. [3] HR. at-Tirmidzi no. 2325 dan Ibnu Majah no. 4228. DiShahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah no.

3406. [4] Diangkat dari Risalah fi Tahqiq Qawa’id an-Niyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Keenam. Kaidah Ke-60: Berpahala Dengan Niat Kaidah Keenam Puluh لاَ ثَوَابَ إِلاَّ بِالنِّيَّةِ Tidak ada pahala kecuali dengan niat Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan tentang urgensi niat bagi seorang hamba. Karena pahala di Akhirat dan balasan yang baik dari amalan yang dilakukan seorang hamba tidak akan diperoleh kecuali diiringi niat baik dalam rangka bertaqarrub kepada Allah ﷻ.

Sehingga hanya orang yang melaksanakan ibadah dengan niat ikhlas yang akan meraih pahala. Adapun yang beramal karena ingin memeroleh keuntungan dunia, maka ia tidak akan meraih pahala dari-Nya. Kaidah ini menjelaskan perbedaan antara amalan yang dilakukan dengan niat yang baik dan amalan yang dilakukan dengan niat yang buruk.

Meskipun secara lahiriah kedua amalan tersebut sama namun hakikatnya memiliki perbedaan yang jauh ditinjau dari sisi hasilnya. Dalil yang Mendasarinya Berikut ini beberapa dalil yang menunjukkan eksistensi dan kandungan kaidah ini. Di antaranya adalah hadis Mu’adz bin Jabal riwayat Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda: اْلغَزْوُ غَزْوَانِ فَأَمَّا مَنِ ابْتَغَى وَجْهَ اللهِ وَ أَطَاعَ اْلإِمَامَ وَ أَنْفَقَ اْلكَرِيْمَةَ وَ يَاسَرَ الشَّرِيْكَ وَ اجْتَنَبَ اْلفَسَادَ فَإِنَّ نَوْمَهُ وَ نَبْهَهُ أَجْرٌ كُلُّهُ وَ أَمَّا مَنْ غَزَا فَخْرًا وَ رِيَاءًا وَ سُمْعَةً وَ عَصىَ اْلإِمَامَ وَ أَفْسَدَ فىِ اْلأَرْضِ فَإِنَّهُ لَمْ يَرْجِعْ بِاْلكَفَافِ “Berperang itu ada dua macam.

Adapun orang yang berperang karena mencari rida Allah ﷻ, menaati imam, menginfakkan harta berharganya, memberi kemudahan kepada kawannya, dan menjauhi kerusakan, maka seluruh tidur dan terjaganya terhitung pahala. Adapun orang yang berperang karena kebanggaan, riya’ dan sum’ah, menentang pemimpin, dan membuat kerusakan di muka bumi, maka ia tidak akan kembali dengan membawa balasan.” [1] Hadis ini menunjukkan bahwa tidak ada pahala kecuali disertai niat yang baik.

Demikian pula disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu dalam riwayat al-Bukhari, Nabi ﷺ bersabda: مَنْ احْتَبَسَ فَرَسًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِيمَانًا بِاللَّهِ وَتَصْدِيقًا بِوَعْدِهِ فَإِنَّ شِبَعَهُ وَرِيَّهُ وَرَوْثَهُ وَبَوْلَهُ فِي مِيزَانِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Barang siapa memelihara seekor kuda untuk fii sabilillah karena keimanan kepada Allah dan membenarkan janji-Nya, maka sesungguhnya makan dan minumnya kuda itu, kotoran dan kencingnya, akan menjadi timbangan kebaikan baginya pada Hari Kiamat.” [2] Hadis di atas termasuk dalil paling jelas yang menunjukkan eksistensi kaidah ini.

Contoh Penerapan Kaidah Kaidah yang mulia ini mempunyai banyak contoh implementatif, baik berkaitan dengan aspek ibadah maupun muamalah.

Berikut ini beberapa di antara contohnya: Telah dimaklumi bahwa menaati penguasa dalam perkara maruf termasuk kewajiban syari, namun seseorang yang menaati penguasa sekadar untuk mendapatkan keuntungan dunia, meraih jabatan atau mempertahankannya, tanpa terbesit dalam hatinya niat beribadah dan taqarrub kepada Allah ﷻ maka tidak ada pahala baginya dalam ketaatannya itu. Bahkan bisa jadi perbuatannya itu akan menjadi musibah baginya di dunia dan Akhirat.

Adapun seseorang yang taat kepada penguasa karena Allah yang telah memerintahkan, sehingga ia melakukannya karena melaksanakan perintah Allah ﷻ, juga perintah Rasulullah ﷺ maka orang seperti inilah yang akan mendapatkan pahala dari-Nya, sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Hurairah dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda: ثَلاَثَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ كَانَ لَهُ فَضْلُ مَاءٍ بِالطََّرِيْقِ ، فَمَنَعَهُ مِنِ ابْنِ السَّبِيلِ، وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لاَ يُبَايِعُهُ إِلاَّ لِدُنْيَا، فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا سَخِطَ، وَرَجُلٌ أَقَامَ سِلْعَتَهُ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَقَالَ وَاللهِ الََّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ لَقَدْ أَعْطَيْتُ بِهَا كَذَا وَكَذَا، فَصَدَّقَهُ رَجُلٌ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (( إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلاً )).

“Tiga golongan manusia yang kelak pada Hari Kiamat, Allah tidak akan sudi memandang, tidak menyucikan mereka, dan disediakan bagi mereka siksaan yang pedih, yaitu Orang yang memiliki kelebihan air di perjalanan, akan tetapi ia enggan untuk memberikannya kepada ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan); Orang yang berbai’at kepada seorang pemimpin akan tetapi ia tidaklah berbai’at kecuali karena ingin mendapatkan keuntungan dunia, yaitu bila sang pemimpin memberinya harta, maka ia rida dan bila sang pemimpin tidak memberinya harta, maka ia benci; Orang yang menawarkan dagangannya seusai Salat Ashar, dan pada penawarannya ia berkata: “Sungguh, demi Allah yang tiada SeSembahan yang benar selain-Nya, aku telah mendapatkan penawaran demikian dan demikian.

Sehingga ada konsumen yang mempercayainya. Selanjutnya Nabi ﷺ membaca ayat, yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit.” [3] Menulis kitab yang bermanfaat sesungguhnya termasuk kategori amal saleh.

Namun seorang penulis tidak akan memeroleh pahala kecuali jika niatnya niat yang baik. Apabila niatnya saat menulis sekadar untuk berbangga-bangga, sum’ah, atau untuk mencari perhatian manusia, atau mencari keuntungan dunia semata, maka ia tidak akan mendapatkan pahala sedikit pun. Tidak diragukan bahwa mengajak kepada perkara maruf dan mencegah dari perkara munkar termasuk ibadah. Akan tetapi pahala amalan tersebut tergantung dengan ada tidaknya niat yang baik. Seseorang yang mengerjakannya dengan maksud untuk memeroleh pujian manusia dan sanjungan semata, atau sekadar karena tuntutan pekerjaan yang harus ia kerjakan, maka tidak ada pahala baginya karena tidak ada pahala kecuali dengan niat yang saleh.

Sesungguhnya niat dalam rangka beribadah kepada Allah ﷻ semata merupakan salah satu di antara syarat sah salat. Oleh karena itu, jika seorang hamba melaksanakan salat dengan niatan riya, sumah, atau sekadar untuk mendapatkan keuntungan dunia maka salatnya tidaklah diterima, sebagaimana disebutkan dalam Hadis Qudsi, Allah ﷻ berfirman: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِيَ غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ “Aku adalah Zat Yang Paling tidak butuh kepada persekutuan para sekutu.

Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya dia memersekutukan-Ku dengan sesuatu selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya berserta kesyirikan yang diperbuatnya.” [4] Melunasi utang dan penunaian hak-hak sesama hamba yang lainnya, cara menghilangkan najis anjing diiringi niat yang baik maka akan mendatangkan pahala bagi pelakunya. Namun jika dilakukan tanpa niatan tersebut, atau melakukannya karena terpaksa, maka ia tidak berhak mendapatkan pahala.

Ini tidak berarti bahwa pembayaran utang tersebut tidak sah, karena penunaian hak-hak semacam itu tidak dipersyaratkan niat untuk keabsahannya, namun pembahasan di sini berkaitan dengan berpahala atau tidak.

Jika ia meniatkan kebaikan dalam rangka melaksanakan perintah Allah ﷻ maka ia akan mendapatkan pahala dan jika tidak maka tidak ada cara menghilangkan najis anjing baginya.

Setiap amalan yang disertai riya’ sedangkan pelakunya tidak berusaha menolaknya, bahkan ia membiarkan dan rida dengannya maka itu adalah amalan yang bathil dan tidak ada pahala di dalamnya. Sebagaimana seseorang yang melakukan salat sekadar supaya terhindar dari hukuman penguasa, atau seseorang yang membayar zakat supaya tidak terkena hukuman dari pemerintah maka tidaklah ada pahala bagi pelakunya, karena amalan tersebut kosong dari niat peribadahan dan taqarrub kepada Allah ﷻ.

[5] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] HR. Abu Dawud no. 2515. Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Silsilah al-Ahadis as-Shahihah, no.

1990. [2] HR. al-Bukhari no. 2853, an-Nasa’i no. 3582, Ahmad 2/374. [3] HR. al-Bukhari no. 2358. [4] HR. Muslim no. 2985. [5] Diangkat dari Risalah fi Tahqiq Qawa’id an-Niyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ketiga. Kaidah Ke-61: Darurat Tidak Menggugurkan Hak Orang Lain Kaidah Keenam Puluh Satu الاِضْطِرَارُ لاَ يُبْطِلُ حَقَّ الْغَيْرِ Keadaan darurat tidak menggugurkan hak orang lain Makna Kaidah Kaidah ini merupakan salah satu cabang kaidah “Kesulitan menjadi sebab adanya kemudahan” yang termasuk salah satu dari lima kaidah besar dalam pembahasan fiqih.

Juga merupakan penjelasan lanjutan dari kaidah “Keadaan darurat menjadi sebab diperbolehkannya perkara yang dilarang.” [1] Sebagaimana telah kita fahami bahwa seseorang yang berada dalam keadaan darurat, yang menyebabkannya harus mengonsumi sesuatu yang haram, maka ia diberikan uzur untuk melakukannya.

Misalnya, orang yang sangat lapar dan tidak ada makanan yang didapatkan kecuali daging bangkai maka dalam keadaan itu diperbolehkan baginya untuk memakan daging tersebut sekadarnya. Allah ﷻ berfirman: فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ “Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya.” [QS.

al-Baqarah/2:173] Namun demikian, timbul pertanyaan apabila perbuatan seseorang mengambil atau mengonsumsi perkara yang haram itu menyebabkan hilang atau rusaknya harta orang lain? Apakah ia wajib menggantinya ataukah tidak? Inilah yang dibahas dalam kaidah ini. Kaidah ini menjelaskan bahwa keadaan darurat meskipun menjadikan seseorang mendapatkan uzur untuk mengambil perkara yang haram dan tidak berdosa ketika ia melakukannya namun tidak berarti bahwa itu juga menjadi sebab diperbolehkannya menggugurkan (atau menghilangkan) hak orang lain.

Sehingga apabila keadaan darurat menyebabkan seseorang terpaksa mengambil atau memanfaatkan harta orang lain maka ia tetap harus mengganti harta yang telah ia manfaatkan dari harta orang lain tersebut. [2] Dalil yang Mendasarinya Di antara dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini adalah beberapa nash firman Allah ﷻ dan sabda Nabi ﷺ yang menjelaskan tentang haramnya mengambil harta seorang Muslim dengan cara yang batil.

Di antaranya firman Allah ﷻ: cara menghilangkan najis anjing أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [QS.

an-Nisa’/4:29] Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menafsirkan ayat ini dengan mengatakan: “Allah ﷻ melarang para hamba-Nya yang beriman dari memakan harta sesama mereka dengan cara yang batil.

Larangan ini mencakup memakannya dengan cara merampas, mencuri, atau mengambilnya dengan perjudian, dan cara-cara hina lainnya.” [3] Adapun dalil dari as-Sunnah di antaranya adalah sabda Nabi ﷺ dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu riwayat Muslim.

Beliau ﷺ bersabda: كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ “Setiap orang Muslim terhadap Muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” [4] Demikian pula sabda Nabi ﷺ: لاَ يَحِلُّ ماَلُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِطِيْبِ نَفْسِهِ “Tidak halal harta seorang Muslim kecuali dengan kerelaan darinya.” [5] Demikian pula di antara yang mendukung eksistensi kaidah ini adalah beberapa kaidah fikih berkaitan dengan keadaan darurat yang dialami oleh seorang insan.

Di antaranya: الضَّرَرُ لاَ يُزَالُ بِالضَّرَرِ Madharat tidak boleh dihilangkan dengan madharat lainnya الضَّرَرُ لاَ يُزَالُ بِمِثْلِهِ Madharat tidak boleh dihilangkan dengan madharat semisalnya Kaidah ini mengharuskan adanya dhoman (ganti rugi) atas harta yang diambil cara menghilangkan najis anjing dimanfaatkan oleh orang yang sedang mengalami keadaan darurat.

Jika tidak demikian, berarti itu adalah betuk cara menghilangkan najis anjing madharat dengan madharat lainnya, atau dengan madharat semisal, atau bahkan dengan madharat yang lebih besar dari madharat pertama, dan ini bertentangan dengan kaidah tersebut. Al-Bazdawi mengatakan: “Sesungguhnya pengaruh keadaan darurat nampak dari gugurnya dosa, bukan hukumnya yang gugur. Maka wajib bagi seseorang yang mengalami keadaan darurat membayar ta’widh (ganti rugi).

Barang siapa mengalami kelaparan boleh baginya memakan harta orang lain namun (kewajibannya) ganti rugi tidak gugur darinya. [6] Contoh Penerapan Kaidah Banyak permasalahan fikih yang tercakup dalam kandungan kaidah ini. [7] Berikut ini beberapa contoh darinya: Jika seseorang dalam keadaan lapar sehingga terpaksa memakan makanan orang lain, maka ia wajib mengganti makanan itu atau membayar ganti rugi kepada pemiliknya.

Karena keadaan darurat tidak menggugurkan hak orang lain. [8] Apabila sebuah perahu dikhawatirkan akan tenggelam karena banyaknya muatan, kemudian si pemilik perahu itu melemparkan sebagian barang milik penumpang ke laut, maka ia wajib mengganti barang yang dilemparkan tersebut kepada pemiliknya. [9] Apabila seseorang menyewa perahu selama jangka waktu tertentu, kemudian ia tidak bisa mengembalikan perahu itu tepat waktu dikarenakan adanya penghalang berupa ombak yang besar atau semisalnya yang menyebabkan keterlambatan sampai di daratan, maka dalam keadaan ini ia wajib membayar ganti rugi kepada pemilik perahu sesuai standar harga sewa secara umum dan sesuai kadar lamanya waktu tambahan dari pengembalian itu.

[10] Hal ini dikarenakan keadaan darurat yang dialami si penyewa tidak menggugurkan hak si pemilik perahu tersebut. [11] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Yang dimaksud dengan keadaan darurat adalah suatu keadaan yang dialami seseorang, apabila tidak di atasi maka akan menyebabkan hilangnya kemaslahatan orang tersebut yang bersifat dharuri. (Lihat –Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah karya Syaikh Nashir bin ‘Abdillah al-Maiman, hlm.

288) [2] Lihat pembahasan kaidah ini dalam Qawa’id Ibni Rajab, hlm. 136, dan Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, karya Az-Zarqa, hlm. 161. [3] Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, 2/54.

[4] HR. Muslim no. 2564. [5] HR. Ahmad. Lihat Kunuz al-Haqaiq fi Hadis Khair al-Khala’iq karya al-Munawi 2/175. [6] Kasyfu al-Asrar karya al-Bazdawi 1/1511. Lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubra wa Ma Tafarra’a ‘anha karya Syaikh Dr.

Saleh bin Ghanim as-Sadlan, hlm. 300. [7] Lihat al-Qawa’id karya Ibnu Rajab, hlm. 36. al-Qawa’id wa al-Fawaid al-Ushuliyyah karya Ibnu al-Laham, hlm. 34. al-Furuq karya al-Qarafi, 1/95. [8] Apabila barang yang dimanfaatkan tersebut berupa barang yang ada semisalnya maka wajib diganti dengan barang semisal. Jika tidak maka diganti dengan membayar harganya. (Lihat al-Qawa’id al-Kulliyyah wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah karya Dr.

Muhammad ‘Utsman Syabir, hlm. 227). [9] Lihat al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, hlm. 186; al-Qawa’id karya Ibnu Rajab, hlm. 36. al-Qawa’id al-Kulliyyah wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah karya Dr. Muhammad ‘Utsman Syabir, hlm. 228. [10] Lihat al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, hlm. 186 [11] Diangkat dari kitab al-Mufasshal fi al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Dr.

Ya’qub bin Abdul Wahhab al-Bahisin, Cet. II, Tahun 1432 H/2011 M, Dar at-Tadmuriyyah, Riyadh,Hlm. 270-272. Kaidah Ke-62: Beramal Dengan Dugaan Kuat Dalam Ibadah Telah Mencukupi Kaidah Keenam Puluh Dua الْعَمَلُ بِغَلَبَةِ الظَّنِّ فِي الْعِبَادَاتِ كَافٍ فِي التَّعَبُّدِ Beramal dengan dugaan kuat dalam ibadah telah mencukupi Muqaddimah Substansi kaidah ini merupakan bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepada para hamba-Nya, sekaligus termasuk kemudahan yang diberikan kepada umat ini.

Karena Allah ﷻ menghendaki kemudahan dan keringan, bukan kesulitan dan kesempitan bagi kita. Allah ﷻ telah mengugurkan kesulitan dan beban berat yang dahulu dipikul oleh umat-umat sebelum kita. Maka sesungguhnya syariat ini adalah syariat yang lurus, lapang dan mudah. Bentuk-bentuk cara menghilangkan najis anjing dan kemudahan dalam syariat ini sangat banyak. Di antaranya adalah apa yang terkandung dalam kaidah ini. Sebelum masuk pada pembahasan lebih jauh, perlu kita fahami bahwa jenis-jenis pengetahuan itu bertingkat-tingkat.

Yang paling tinggi dan paing mulia adalah tingkatan keyakinan, yaitu mengetahui sesuatu secara pasti. Tingkat ini merupakan syarat dalam permasalahan aqidah, seperti pengetahuan tentang adanya Allah ﷻ, beriman kepada rububiyah dan uluhiyah-Nya, Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya, beriman kepada para malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, hari akhir, taqdir, serta seluruh permasalahan aqidah yang yang disepakati oleh Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam perkara-perkara tersebut dituntut keyakinan yang sempurna tanpa cara menghilangkan najis anjing ragu. Sehingga tidak diperbolehkan ragu, bimbang dalam permasalahan aqidah, sebagaimana firman Allah ﷻ: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak cara menghilangkan najis anjing [QS.

Al Hujurat/49:15] Adapun dalam permasalahan fikih maka di antaranya ada yang diketahui secara yakin, dan ada pula yang cukup dengan ghalabtu az-zhan (dugaan kuat). Sehingga dalam permasalahan ibadah, apabila seseorang telah memiliki dugaan kuat terhadap sesuatu maka cukuplah ia beramal dengannya. Karena dalam permasalahan ibadah tidak disyaratkan ilmu yakin dalam setiap kondisi. Banyak permasalahan fikih yang dibangun di atas dugaan, sehingga banyak terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli ilmu.

Akan tetapi itu, bukan dugaan atau persangkaan yang dibangun di atas hawa nafsu yang tercela. Dugaan dan persangkaan yang maksud adalah yang dibangun dengan melihat kepada dalil dan mencermati cara menghilangkan najis anjing para ahli ilmu dan meneliti hujah-hujjah mereka. Makna Kaidah Sebagaimana telah disebutkan dalam penjelasan di atas bahwa kaidah ini membahas tentang permasalahan ibadah, di mana seseorang cukup dalam mengerjakannya bersandarkan pada dugaan kuat. Karena pemasalahan ibadah berkaitan dengan hak Allah ﷻ sehingga ada sisi keringanan di dalamnya.

Berbeda dengan permasalahan muamalat yang berkaitan dengan hak sesama manusia, maka yang menjadi ukuran adalah realitas yang ada, tidak sekadar perkiraan.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin rahimahullah dalam Manzhumah Ushulil Fiqhi wa Qawa’idihi: وَالظَّـــنُّ فِــيْ الْعِـبَــادَةِ الْـمُـعْـتَــبَرُ وَنَـفْـسَ اْلأَمْــرِ فِــيْ الْعُـقُـوْدِ اعْـتَـبَــرُوْا Dugaan di dalam ibadah itu sesuatu yang dianggap Dan realitas perkara itulah yang dianggap dalam akad-akad [1] Dalil yang Mendasarinya Banyak dalil yang menunjukkan kaidah ini.

Di antaranya adalah hadis Aisyah radhiyallahu anha yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim tentang tata cara mandi Nabi ﷺ. Aisyah radhiyallahu anha berkata: حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ “Sehingga ketika beliau ﷺ telah menduga bahwa air sudah membasahi kulit kepalanya maka beliau ﷺ menyiram kepalanya tiga kali.” [2] Syaikh Khalid bin ’Ali al-Musyaiqih mengatakan: “Hadis ini menjelaskan, bahwa pelaksanan ibadah itu cukup dengan dugaan, sehingga apabila pakaian seseorang terkena najis maka kita katakana, ‘Pakaian itu cukup dicuci sampai muncul dugaan bahwa najisnya hilang’.

Demikian pula jika seseorang dalam kondisi yang mewajibkan mandi, seperti janabah, haid, nifas, dan semisalnya, maka yang wajib baginya adalah menyiramkan air ke seluruh badannya sampai muncul dugaan bahwa seluruh badannya telah basah terkena air, jika ia telah menduga bahwa air telah sampai ke seluruh badannya maka itu sudah cukup.” [3] Demikian pula di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah hadis Asma’ binti Abi Bakr radhiyallahu anhuma, ia berkata: أَفْطَرْنَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ غَيْمٍ ثُمَّ طَلَعَتِ الشَّمْسُ Kami pernah berbuka puasa di zaman Nabi ﷺ saat mendung, kemudian tiba-tiba matahari muncul.

[4] Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa sebagian Sahabat berbuka puasa dengan dugaan kuat bahwa matahari telah terbenam. Setelah itu nampak bahwa ternyata matahari belum terbenam. Hal ini menunjukkan bolehnya beramal dengan dugaan kuat.

Jika tidak diperbolehkan, tentu Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk mengqadha puasa. Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Nabi ﷺ tidak memerintahkan mereka mengqadha puasa.

Seandainya mengqada’ dalam kondisi itu wajib tentulah Nabi ﷺ memerintahkannya. Dan seandainya Beliau memerintahkan tentulah sudah dinukil untuk kita, karena jika Beliau n memerintahkan pastilah itu termasuk bagian syariat, sedangkan syariat Allah ﷻ senantiasa terjaga.” [5] Contoh Penerapan Kaidah Berikut ini beberapa contoh kasus sebagai penjelasan aplikatif dari kaidah yang mulia ini: Apabila seseorang mencuci baju yang terkena najis sampai muncul dugaan kuat bahwa najis itu telah hilang, maka baju tersebut dihukumi suci, meskipun tanpa sepengetahuannya masih tersisa najis di baju cara menghilangkan najis anjing.

Seseorang yang melaksanakan Salat Zuhur, ketika sudah sampai di Tasyahhud Akhir ia merasa ragu apakah ia telah salat tiga rakaat ataukah empat rakaat, dan ia punya dugaan cara menghilangkan najis anjing bahwa salatnya telah sempurna empat rakaat. Maka dalam hal ini yang ia lakukan adalah mengikuti dugaan kuatnya dan menganggap salatnya sempurna empat rakaat, kemudian mengerjakan dua kali Sujud Sahwi setelah salam. Seandainya secara realitas salatnya baru tiga rakaat, maka salatnya tetap sah.

Seseorang yang menyerahkan zakatnya kepada orang yang menurut dugaan kuatnya termasuk berhak menerima zakat, kemudian diketahui bahwa orang itu bukanlah orang yang berhak menerima zakat maka zakatnya sah dan telah gugur kewajibannya, karena ia telah melakukan pembayaran zakat itu sesuai dugaan kuatnya. Hal ini sebagaimna sabda Nabi ﷺ tentang kisah seorang pembayar zakat: قاَلَ رَجُلٌ لَأَتَصَدَّقَنَّ اللَّيْلَةَ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ زَانِيَةٍ فَأَصْبَحُوْا يَتَحَدَّثُوْنَ تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ، لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ غَنِيٍّ فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُوْنَ تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى غَنِيٍّ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُوْنَ تُصُدِّقَ عَلَى cara menghilangkan najis anjing فَقَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ وَعَلَى سَارِقٍ فَأُتِيَ فَقِيْلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ فَقَدْ قُبِلَتْ أَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا تَسْتَعِفُّ بِهَا عَنْ زِنَاهَا وَلَعَلَّ الْغَنِيُّ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللهُ وَلَعَلَّ السَّارِقَ يَسْتَعِفُّ بِهَا عَنْ سَرِقَتِهِ Seseorang telah cara menghilangkan najis anjing “Sungguh aku akan bersedekah malam ini.” Kemudian ia keluar untuk bersedekah maka ia menyedekahkannya ke tangan seorang pezina.

Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan bahwa sedekah telah diberikan kepada pezina. Ia berkata: “Ya Allah ﷻ, segala puji bagi-Mu, sedekahku ternyata jatuh pada pezina, sungguh aku akan bersedekah kembali”.

Kemudian ia keluar untuk bersedekah maka ia menyedekahkannya kepada orang kaya. Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan bahwa sedekah telah diberikan kepada orang kaya. Ia berkata: “Ya Allah ﷻ, segala puji bagi-Mu, sedekahku ternyata jatuh pada seorang kaya, sungguh aku akan bersedekah kembali”. Kemudian ia keluar untuk bersedekah maka ia menyedekahkannya kepada pencuri.

Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan bahwa sedekah telah diberikan kepada pencuri. Ia berkata: “Ya Allah ﷻ, segala puji bagi-Mu, sedekahku ternyata jatuh pada seorang pezina, orang kaya, dan seorang pencuri”. Maka ia didatangi (dalam mimpi) dan dikatakan padanya, cara menghilangkan najis anjing sedekahmu maka telah diterima. Adapun pezina mudah-mudahan dengan sebab sedekahmu ia mejaga diri dari perzinaan.

Dan mudah-mudahan orang kaya tersebut mengambil pelajaran kemudian menginfakkan harta yang Allah ﷻ berikan kepadanya. Dan mudah-mudahan dengan sebab itu pencuri tersebut cara menghilangkan najis anjing diri dari kebiasannya mencuri.” [6] Seseorang yang berbuka puasa karena menduga matahari telah tenggelam kemudian nampak bahwa ternyata matahari belum tenggelam maka puasanya sah.

Akan tetapi wajib baginya untuk kembali berpuasa sejak ia mengetahui belum tenggelamnya matahari sampai matahari benar-benar terbenam. Apabila seseorang melaksanakan Thawaf di Kakbah dan ia ragu-ragu apakah Thawafnya sudah enam putaran atau tujuh putaran, dan muncul dugaan kuat darinya bahwa ia telah Thawaf sebanyak tujuh putaran, maka yang ia lakukan adalah mencukupkan dengan dugaan kuat tersebut dan menganggap Thawafnya sempurnya tujuh putaran.

Hal ini karena dalam permasalahan ibadah cukuplah seseorang bersandar dengan dugaan kuatnya. Demikian pembahasan singkat dari kaidah ini semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin dan semakin membuka wawasan kita tentang kaidah-kaidah fikih dalam agama kita yang mulia ini.

[7] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm.

147. [2] HR. Al-Bukhari no. 272 dan Muslim 316. [3] al-‘Aqdu ats-Tsamin fi Syarh Manzhumah Syaikh Ibni ‘Utsaimin, Syaikh Khalid bin ‘Ali al-Musyaiqih, Penjelasan bait ke-35. [4] HR. Al-Bukhari no. 1959. [5] Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, hlm. 149. [6] HR Muslim no. 1022. [7] Diangkat dari Tahrir al-Qawa’id wa Majma’ al-Faraid, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-32.

Kaidah Ke-63: Pertengahan Dalam Ibadah Termasuk Sebesar-Besar Tujuan Syariat Kaidah Keenam Puluh Tiga الْعَدْلُ فِي الْعِبَادَاتِ مِنْ أَكْبَرِ مَقَاصِدِ الشَّارِعِ Pertengahan dalam ibadah termasuk sebesar-besar tujuan syariat Makna Kaidah Keadilan dan pertengahan adalah ciri menonjol dari agama Islam dan umatnya.

Allah ﷻ telah mengkhususkan umat ini dengan syariat yang paling sempurna dan manhaj yang paling lurus. Maka umat Islam senantiasa berada di posisi pertengahan dalam setiap perkara dan setiap sisi kehidupannya. Syariat agama Islam ini seluruhnya dibangun di atas keadilan dan pertengahan.

Itu adalah sebaik-baik dan paling tingginya perkara. Sebagaimana Surga Firdaus adalah Surga tertinggi dan pertengahannya [1], maka barang siapa yang amalannya seperti itu insya Allah tempat kembalinya adalah Surga Firdaus tersebut. Ibadah termasuk perkara yang wajib dikerjakan secara adil dan pertengahan.

Karena berlebih-lebihan dalam ibadah termasuk pelanggaran yang dilarang oleh syariat. Bahkan itu bisa menimbulkan rasa jenuh, terputus dari amalan, dan tidak istiqamah dalam mengerjakannya.

Demikian pula, hal itu bisa mengakibatkan gangguan terhadap badan dan kesehatan pelakunya. Maka yang wajib dalam beribadah adalah mengerjakannya sesuai kemampuannya secara pertengahan dan tidak berlebih-lebihan. Karena itu termasuk sebesar-besar tujuan syariat. Dan hendaklah seseorang tidak memberikan tekanan kepada dirinya sendiri dengan sesuatu yang melampaui batas sehingga mengakibatkan madharat terhadap agama dan dunianya.

Dalil yang Mendasarinya Banyak dalil yang menunjukkan eksistensi kaidah ini. Di antaranya adalah hadis Anas bin Malik riwayat al-Bukhari dan Muslim, di mana ia berkata: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi ﷺ untuk menanyakan tentang ibadah beliau.

Maka tatkala mereka telah diberitahu, seakan-akan mereka menganggap bahwa ibadah Rasulullah ﷺ itu sedikit. Lalu mereka mengatakan: “Siapa kita dibandingkan dengan Nabi ﷺ? Sesungguhnya Beliau ﷺ telah diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” Cara menghilangkan najis anjing seorang dari mereka berkata: “Adapun saya, maka saya akan salat malam terus menerus (tidak akan tidur).” Dan yang lainnya mengatakan: “Saya akan berpuasa terus selamanya dan tidak akan berbuka.” Yang lainnya lagi mengatakan: “Saya tidak akan menikah selamanya.” Lalu datanglah Rasulullah ﷺ seraya bersabda: “Apakah kalian yang telah mengatakan seperti ini dan itu?

Demi Allah ﷻ sesungguhnya saya adalah orang yang paling takut kapada Allah ﷻ dan yang paling bertakwa di antara kalian. Akan tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya salat dan cara menghilangkan najis anjing tidur, dan saya menikahi wanita. Barang siapa yang benci dengan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.” [2] Demikian pula hadis Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash Radhikyallahu anhuma riwayat al-Bukhari dan Muslim: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رضي الله عنها ، قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَبْدَ اللَّهِ، أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ، وَتَقُومُ اللَّيْلَ؟» ، فَقُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «فَلاَ تَفْعَلْ صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْرِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا، فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ» ، فَشَدَّدْتُ، فَشُدِّدَ عَلَيَّ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً قَالَ: «فَصُمْ صِيَامَ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَلاَ تَزِدْ عَلَيْهِ» ، قُلْتُ: وَمَا كَانَ صِيَامُ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ؟ قَالَ: «نِصْفَ الدَّهْرِ» ، فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقُولُ بَعْدَ مَا كَبِرَ: يَا لَيْتَنِي قَبِلْتُ رُخْصَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah ﷺ bertanya kepadaku, “Wahai Abdullah, apakah benar berita bahwa engkau berpuasa di waktu siang lalu salat malam sepanjang malam?” Saya menjawab: “Benar, wahai Rasulullah ﷺ ”.

Beliau ﷺ bersabda: “Janganlah engkau lakukan itu, tetapi berpuasa dan berbukalah! Salat malam dan tidurlah! karena badanmu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, matamu punya hak atasmu, istrimu punya hak atasmu, dan tamumu pun punya hak yang harus engkau tunaikan. Cukuplah bila engkau berpuasa selama tiga hari setiap bulan, karena setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti engkau telah melaksanakan puasa sepanjang tahun”.

Kemudian saya meminta tambahan, lalu beliau menambahkannya. Saya mengatakan: “Wahai Rasulullah ﷺ, saya merasa diriku memiliki kemampuan”.

Maka beliau ﷺ bersabda: “Berpuasalah dengan puasanya Nabi Allah Dawud Alaihissallam dan jangan engkau tambah lebih dari itu”. Saya bertanya, “Bagaimanakah cara puasanya Nabi Dawud Alaihissallam?” Beliau ﷺ menjawab: “Beliau berpuasa setengah dari puasa dahr (puasa sepanjang tahun). Maka setelah Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash sampai di usia tua ia berkata: “Seandainya dahulu aku menerima keringanan yang telah diberikan oleh Nabi ﷺ ” [3] Dan hadis Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: عَنْ بُرَيْدَةَ اْلأَسْلَمِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ n: عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَاصِدًا فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ يَغْلِبْهُ Dari Buraidah al-Aslami Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ telah bersabda: “Hendaklah kalian mengikuti petunjuk dan beramal sewajarnya (tidak berlebih-lebihan).

Sesungguhnya barang siapa yang memperberat diri dalam agama ini pasti dia akan kalah.” [4] Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa yang disyariatkan, diperintahkan dan dicintai oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya adalah sikap pertengahan dan adil dalam ibadah. Amalan ibadah yang keluar cara menghilangkan najis anjing batasan ini maka itu adalah perkara yang tercela dan menyelisihi syariat.

[5] Contoh Penerapan Kaidah Banyak contoh kasus yang masuk dalam aplikasi kaidah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut: Seseorang yang berlebih-lebihan dalam mengerjakan ibadah, seperti berpuasa terus-menerus, atau salat malam terus-menerus,sehingga menyebabkan badannya lemah dan tidak bisa melaksanakan kewajiban-kewajibannya maka ia telah berbuat kesalahan, berdosa, dan berhak untuk mendapatkan hukuman.

[6] Apabila mengerjakan ibadah sunnah sampai tidak bisa mencari rezeki yang wajib, atau mencari ilmu yang wajib, atau menyebabkannya meninggalkan jihad yang wajib, maka ketika itu tidak diperbolehkan baginya mengerjakan ibadah sunnah tersebut. [7] Apabila seseorang mengerjakan suatu amalan ibadah, namun menyebabkan ia terjatuh dalam kondisi yang haram, di mana maslahat yang ada dalam peribadahan itu tidak bisa menandingi keburukan yang timbul, maka haram baginya mengerjakan peribadahan itu.

Misalnya seperti orang yang mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan, namun kemudian ia meminta-minta kepada manusia. [8] Apabila memperbanyak amalan ibadah mengakibatkan seseorang jatuh dalam perkara yang makruh, maka itu adalah perkara yang makruh juga. Hal ini seperti orang yang mengerjakan suatu amalan ibadah namun mengakibatkannya lemah dari mengerjakan amalan yang lebih maslahat.

[9] Demikian pembahasan singkat kaidah ini, semoga bermanfaat. [10] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam Kitab al-Jihad wa as-Sair, no. 2790 dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu [2] HR. Al-Bukhari dalam Kitab an-Nikah, no.

5063. Muslim dalam Kitab an-Nikah, no. 1401 [3] HR. al-Bukhari dalam Kitab as-Shaum, no. 1975. Muslim dalam Kitab as-Shiyam, no. 183. [4] HR. Ahmad dalam al-Musnad 5/361. [5] Sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa memperbanyak amal peribadahan adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak makruh.

Kemudian mereka menyebutkan beberapa syarat dalam memperbanyak amal ibadah tersebut, sehingga sampai ke tingkatan pertengahan di dalamnya. Maka mereka mempersyaratkan kepada orang yang memperbanyak amalan ibadah: Hendaknya hal itu tidak menyebabkan kejenuhan, tidak memberatkan diri di luar kemampuannya, tidak menyebabkan meninggalkan perkara yang lebih penting, dan syarat-syarat lainnya. Keberadaan syarat-syarat tersebut memastikan pelaksanaan ibadah dilakukan secara pertengahan.

Lihat kitab Iqamatul Hujjah ‘ala Anna al-Iktsar min at-Ta’abbud Laisa Bidah, karya ‘Abdul Hayyi al-Laknawi. [6] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 22/136. [7] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 25/272. [8] Lihat Majmu’ al-Fatawa, 25/273. [9] Idem. [10] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘Inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Maiman, Cet.

II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, Hlm. 188-192. Kaidah Ke-64: Kemakruhan Hilang Karena Hajat Kaidah Keenam Puluh Empat الْكَرَاهَةُ تَزُوْلُ بِالْحَاجَةِ Kemakruhan hilang karena hajat Makna Makruh dan Hajat Makruh dan haram termasuk hukum-hukum syari yang berkaitan dengan perbuatan Mukallaf. Keduanya mengandung makna larangan yang telah ditetapkan dalam syariat agama Islam. Allah ﷻ Yang Maha Mengetahui tahu bahwa seorang Mukallaf tidak mampu terus-menerus meninggalkan perkara yang dilarang dalam setiap kondisi dan situasi.

Maka Allah ﷻ menjadikan keadaan dharurat (terpaksa) dan hajat, dua sebab gugurnya hukum perkara yang dilarang. Makruh menurut istilah para Fuqaha maknanya adalah larangan terhadap suatu perbuatan tanpa adanya ilzam (keharusan) untuk ditinggalkan. Hukumnya adalah orang yang meninggalkan perkara makruh dalam rangka imtitsal (mentaati perintah Allah ﷻ ) maka ia mendapatkan pahala, dan orang yang mengerjakannya tidak mendapatkan dosa.

[1] Adapun yang dimaksud dengan hajat adalah suatu keadaan yang dimana seseorang harus melakukan sesuatu,jika dia tidak melakukannya, maka dia akan terjatuh dalam kesempitan dan kesulitan meskipun tidak sampai membahayakan kemaslahatannya yang bersifat dharuri (pokok). [2] Jadi, hajat itu tingkatannya di bawah dharurat, akan tetapi terkadang mendapatkan hukum dharurat dalam beberapa keadaan dan menggugurkan hukum haram. Makna Kaidah Sebagaimana telah diisyaratkan dalam penjelasan di atas bahwa kaidah yang sedang kita bahas ini membahas tentang hajat yang bisa menggugurkan hukum makruh.

Di mana apabila dalam suatu kondisi seseorang mempuyai hajat untuk mengerjakan suatu cara menghilangkan najis anjing yang dilarang dalam syariat dengan larangan yang tidak sampai pada ilzam (keharusan), maka ketika itu kemakruhan dalam perkara tersebut gugur dalam rangka memerhatikan hajat hamba tersebut.

Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin mengatakan dalam Manzhumah Ushulil Fiqhi wa Qawa’idihi: وَكُــلُّ مَـمْـنُوْعٍ فَـلِلـضَّرُوْرَةِ يُـبَاحُ وَالْمَـكْـرُوْهُ عِـنْـدَ الْحَـاجَـةِ Dan setiap larangan diperbolehkan karena dharurah Dan perkara makruh diperbolehkan karena hajat [3] Beliau menjelaskan bait tersebut dengan mengatakan: “Perkara yang makruh boleh dilakukan jika ada hajat, karena perkara yang makruh tingkatannya berada di bawah perkara haram.

Perkara haram dilarang secara ilzam (wajib ditinggalkan) dan pelakunya berhak mendapatkan hukuman. Sedangkan perkara makruh dilarang secara aulawiyyah (keutamaan), dan pelakunya tidak diancam dengan hukuman, oleh karena itu diperbolehkan ketika adanya hajat.” [4] Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh aplikasi kaidah ini adalah sebagai berikut: Memejamkan mata ketika salat termasuk perkara yang makruh. [5] Namun jika ia melakukannya karena ada hajat seperti bisa membantunya untuk khusyuk maka itu diperbolehkan.

[6] Menoleh ketika salat termasuk perkara yang makruh, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ “Itulah pencurian yang dilakukan setan dari salat seorang hamba.” [7] Namun apabila seseorang menoleh karena adanya hajat maka hal itu diperbolehkan, seperti seseorang yang menoleh untuk meludah ke sebelah kirinya.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي الْقِبْلَةِ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِ حَتَّى رُئِيَ فِي وَجْهِهِ فَقَامَ فَحَكَّهُ بِيَدِهِ فَقَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ فِي صَلَاتِهِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ أَوْ إِنَّ رَبَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ فَلَا يَبْزُقَنَّ أَحَدُكُمْ قِبَلَ قِبْلَتِهِ وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمَيْهِ ثُمَّ أَخَذَ طَرَفَ رِدَائِهِ فَبَصَقَ فِيهِ ثُمَّ رَدَّ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَقَالَ أَوْ يَفْعَلُ هَكَذَا Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi ﷺ pernah melihat dahak di arah Kiblat (dinding masjid).

Beliau merasa terganggu dengannya hingga terlihat di wajah beliau. Lalu beliau berdiri dan menggosoknya dengan tangan beliau. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian apabila berdiri dalam salatnya maka ia sedang bermunajat kepada Rabbnya -atau Rabbnya berada di antara dia dan Kiblat- maka janganlah ia meludah ke arah Kiblat.

Akan tetapi hendaklah ia cara menghilangkan najis anjing ke sebelah kirinya atau di bawah kakinya.” Lalu beliau memegang ujung selendangnya dan meludah padanya, kemudian menggosok-gosokkan kainnya tersebut. Setelah itu beliau bersabda: “Atau melakukan yang seperti ini.” [8] Demikian pula jika ia menoleh untuk memastikan keberadaan barang bawaannya ketika khawatir hilang, atau menoleh untuk melihat anaknya jika dikhawatirkan akan jatuh ke lubang atau semisalnya.

[9] Mencicipi makanan bagi orang yang berpuasa termasuk perkara yang makruh. Namun apabila ada hajat untuk melakukannya maka hal itu diperbolehkan. [10] Gerakan yang ringan di dalam salat selain dari kemaslahatan salat diperbolehkan apabila ada hajat untuk melakukannya [11], sebagaimana Nabi ﷺ ketika salat pernah menggendong cucu beliau Umamah binti Zainab dan meletakkannya ketika sujud. Disebutkan dalam hadis Abu Qatadah al Anshari: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي العَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah salat dengan menggendong Umamah bintu Zainab bintu Rasulullah ﷺ, dari suaminya Abul ‘Ash bin Rabi’ah bin Abdus Syams.

Apabila Nabi ﷺ sujud, beliau letakkan Umamah dan jika berdiri, beliau menggendong Umamah lagi.” [12] Apabila seseorang sedang melaksanakan salat sunnah, kemudian ia mendengar seseorang memanggilnya, tapi ia belum tahu pasti orang yang memanggil itu; Apakah ayahnya, ibunya, atau orang lain?

Lalu ia menoleh untuk meyakinkan diri maka itu diperbolehkan. Karena dalam kondisi tersebut apabila yang memanggil adalah ayahnya atau ibunya, maka wajib baginya untuk memenuhi panggilan. [13] Demikian pembahasan singkat dari kaidah ini semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin dan semakin membuka wawasan kita tentang kaidah-kaidah fikih dalam agama kita yang mulia ini.

[14] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Lihat al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, hlm. 58 [2] Lihat al-Muwafaqat karya as-Syathibi 2/10, al-Mahshul karya ar-Razi 2/222, Irsyad al-Fuhul karya as-Syaukani hlm. 216, Raf’u al-Haraj fi as-Syariah al-Islamiyyah karya Dr. Ya’qub Aba Husain, hlm.

600. [3] Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, Cet. I, Tahun 1426 H, Dar Ibni al-Jauzi, Damam, Hlm.

59. [4] Idem, Hlm. 62. [5] Sebab makruhnya adalah menyerupai perbuatan orang-orang majusi ketika beribadah kepada matahari dan bulan. Ada pula yang mengatakan bahwa sebab makruhnya karena menyerupai perbuatan orang-orang Yahudi, padahal Nabi ﷺ melarang kita dari menyerupai orang-orang kafir.

(Lihat Lihat al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, hlm. 59). [6] Lihat ar-Raudh al-Murbi’ bi Syarh Zad al-Mustaqni’ karya Manshur al-Buhuthi, hlm. 55 [7] HR. Al-Bukhari no. 751 [8] HR. Al-Bukhari no 405 dan Muslim no. 551 [9] Namun yang dimaksud menoleh di sini adalah menoleh yang sifatnya ringan. Adapun jika seseorang menoleh dengan seluruh badannya atau sampai membelakangi Kiblat, maka itu membatalkan salat, kecuali jika dilakukan karena uzur berupa ketakutan yang sangat dan semisalnya.

(Lihat al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, hlm. 58) [10] Lihat ar-Raudh al-Murbi’ bi Syarh Zad al-Mustaqni’ karya Manshur al-Buhuthi, hlm. 127. [11] Lihat at-Ta’liq ‘ala al-Qawa’id wa al-Ushul al-Jami’ah wa al-Furuq wa at-Taqasim al-Badi’ah an-Nafi’ah, karya Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Hlm.

337-338. [12] HR. Al-Bukhari no. 494, dan Muslim no. 543. [13] Yaitu jika ia tidak mengetahui apakah orang tuanya rida atau tidak jika ia tidak memenuhi panggilannya. (Lihat Syarh Manzhumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’idihi, Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin, hlm. 63 [14] Diangkat dari kitab al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Maiman, Cet. II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, hlm.

302-303 Kaidah Ke-65: Mengamalkan Dua Dalil Sekaligus Lebih Utama Kaidah Keenam Puluh Lima إِعْمَالُ الدَّلِيْلَيْنِ أَوْلَى مِنْ إِهْمَالِ أَحَدِهِمَا مَا أَمْكَنَ Mengamalkan dua dalil sekaligus lebih utama daripada meninggalkan salah satunya selama masih memungkinkan Makna Kaidah Kaidah ini menjelaskan patokan yang harus dipegang ketika kita menemui dua dalil yang nampaknya berseberangan atau bertentangan.

Maka sikap kita adalah menjamak dan menggabungkan dua dalil tersebut selama masih memungkinkan. Karena keberadaan dalil-dalil itu untuk diamalkan dan tidak boleh ditinggalkan kecuali berdasarkan dalil yang lain.

Jadi hukum asalnya adalah tetap mengamalkan dalil tersebut. Cara Menyikapi Pertentangan Dalil Apabila ada dua dalil yang nampaknya berseberangan maka ada tiga alternatif dalam menyikapinya. Pertama: Kita menjamakkan dan mengkompromikan keduanya dengan mengkhusukan yang umum atau memberikan taqyid kepada yang mutlaq. Ini dilakukan apabila memang hal itu memungkinkan. Jika tidak memungkin, maka berpindah ke alternatif Kedua: Yaitu dengan an-naskh.

Alternatif ini dilakukan dengan mencari dalil yang datangnya lebih akhir lalu kita jadikan sebagai nasikh (penghapus) kandungan dalil yang datang lebih awal. Jika tidak memungkinkan juga, maka kita menempuh alternatif Ketiga: Yaitu kita menTarjih dengan memilih salah satu dari dua dalil tersebut mana yang lebih kuat. cara menghilangkan najis anjing Alternatif pertama lebih didahulukan daripada alternatif kedua karena dengan menjamak berarti dua dalil tersebut telah diamalkan dalam satu waktu.

Ini lebih utama daripada mengamalkan dua dalil tersebut dalam waktu yang berbeda. Kita mendahulukan alternatif kedua daripada alternatif ketiga karena an-naskh sebenarnya juga mengamalkan dua dalil tersebut hanya saja bukan pada waktu yang bersamaan, tetapi pada waktu yang berbeda. Dalil yang dimansukh (dihapus hukumnya) diamalkan sebelum naskh, dan dalil yang menghapus diamalkan setelah naskh.

Jadi, dalil yang mansukh tidak ditinggalkan secara mutlak, ia diamalkan pada waktunya sebelum dinaskh karena ia juga dalil Shahih.

Adapun Tarjih maka hakikatnya adalah membatalkan salah satu dalil secara utuh dan diyakini tidak boleh diamalkan mutlak, tidak pada masa silam ataupun sekarang. Oleh karena itulah para ulama menjadikannya alternatif setelah an-naskh.

[2] Contoh Penerapan Kaidah Berikut ini beberapa contoh kasus sebagai penjelasan aplikatif dari kaidah ini: Dalam sebagian ayat dijelaskan bahwa Nabi ﷺ bisa memberikan hidayah, sebagaimana firman Allah ﷻ: وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [QS.

asy-Syura/42:52] Namun di ayat lain disebutkan bahwa beliau ﷺ tidak bisa memberikan hidayah, yaitu dalam firman-Nya: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk cara menghilangkan najis anjing orang yang kamu kasihi, akan tetapi Allah ﷻ memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki.” [QS.

Al-Qashash/28: 56] Untuk menggabungkan kedua ayat tersebut maka kita katakana, bahwa hidayah yang dimaksudkan pada ayat pertama adalah hidayah (petunjuk) untuk mengarahkan manusia menuju jalan kebenaran.

Ini yang bisa dilakukan oleh Nabi ﷺ. Sedangkan hidayah yang dimaksudkan pada ayat kedua adalah petunjuk dalam arti Taufik supaya seseorang mau menerima kebenaran. Hidayah ini semata-mata menjadi hak Allah ﷻ, tidak dimiliki oleh Nabi ﷺ maupun orang lain. [3] Disebutkan dalam hadis Busrah binti Shafwan bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudhu. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ “Barang siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu.” [4] Namun dalam hadis lain disebutkan, bahwa menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu.

Dalam hadis Thalq bin ‘Ali Radhiyallahu anhu disebutkan bahwa ia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya ketika salat, apakah ia wajib berwudhu, maka Rasulullah ﷺ menjawab: لاَ إِنَّمَا هُوَ بَضْعَةٌ مِنْكَ Tidak, sesungguhnya kemaluan itu bagian anggota tubuhmu.

[5] Maka dua dalil tersebut digabungkan dengan penjelasan bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudhu apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu menyentuh tanpa penghalang [6] dan dilakukan dengan syahwat.

Adapun jika tidak terpenuhi dua syarat tersebut maka menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu. Menyentuh secara langsung tanpa penghalang membatalkan wudhu berdasarkan hadis Abu Hurairah Radhiyallah anhu. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ أَفْضَى بِيَدِهِ إِلَى ذَكَرِهِ، لَيْسَ دُوْنَهَا سِتْرٌ، فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْوُضُوْءُ “Barang siapa menyentuh kemaluannya dengan tangannya, sedangkan antara sentuhan dan kemaluannya tidak dihalangi sesuatu pun, maka ia wajib berwudhu.” [7] Adapun dipersyaratkan adanya syahwat dikarenakan menyentuh kemaluan tanpa syahwat adalah seperti menyentuh tangan, hidung, dan semisalnya yang tentu saja tidak membatalkan wudhu, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis Thalq bin ‘Ali di atas.

[8] Inilah pendapat yang yang rajih, karena mengamalkan semua dalil yang ada, tanpa meninggalkan satu dalil pun, tanpa naskh ataupun Tarjih. Inilah yang lebih utama karena mengkompromikan dalil-dalil yang ada itu lebih utama selama masih memungkinkan. Pendapat yang rajah (kuat), orang-orang kafir itu najis ditinjau dari i’tiqadnya (keyakinannya) bukan dari sisi lahiriyahnya. Pendapat ini diambil karena menggabungkan firman Allah ﷻ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Wahai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” [QS.

At Taubah/9:28] Dengan firman Allah ﷻ: وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka.

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka.” [QS.

al-Maidah/5:5] Ayat pertama di atas menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu najis, sedangkan ayat kedua menunjukkan mereka tidak najis karena makanan (sembelihan) mereka halal bagi kita, dan wanita-wanita mereka pun boleh dinikahi.

Oleh karena itu, dalil yang menunjukkan kenajisan orang kafir dimaknai dengan kenajisan dari sisi keyakinan. Adapun dalil yang menunjukkan ketidak najisan mereka dimaknai dari sisi lahiriyah mereka. Dengan demikian kedua dalil tersebut bisa kompromikan, tanpa meninggalkan sebagiannya. [9] Demikian pembahasan kaidah ini, semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin sekalian. [10] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Apabila tidak memungkinkan untuk dilakukan Tarjih, di mana tidak ditemukan sarana untuk merajihkan (menguatkan) salah satu dari dua dalil tersebut, maka sikap kita adalah Tawaqquf.

Namun tidak ada contoh yang Shahih dalam kasus seperti ini. (Lihat al-Ushul min ‘Ilmi al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1424 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, hlm. 77). [2] Lihat penjelasan berkaitan dengan hal ini dalam cara menghilangkan najis anjing al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin, Cetakan I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil Jauzi, Damam, I/281-282.

[3] Lihat al-Ushul min ‘Ilmi al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Saleh Al Utsaimin, hlm. 75. [4] HR. Abu Dawud no. 181, an-Nasa-i no. 163, at-Tirmidzi no. 82 ia berkata: “Ini hadis hasan Shahih.” Ibnu Majah no.

4479. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil 1/150. [5] HR. Abu Dawud no. 182, at-Tirmidzi no. 85, an-Nasa-i no. 165, Ibnu Majah no. 483. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/334.

[6] Lihat as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin, I/278. [7] HR. Ahmad 2/333, Ibnu Hibban 1118, ad_daruquthni 1/147, al-Baihaqi 2/131. Hadis ini diShahihkan oleh al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu ‘Abdil Bar, dan An Nawawi.

(Lihat as-Syarh al-Mumti’ 1/279). [8] Lihat penjelasan tentang hal ini dalam as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, I/282. [9] Lihat penjelasan tentang hal ini dalam as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zaad al-Mustaqni’, I/448. [10] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, kaidah ke-20.

Kaidah Ke-66: Niat Dalam Sumpah Membuat Lafal Yang Umum Menjadi Khusus Kaidah Keenam Puluh Enam النِّيَّةُ فِي الْيَمِيْنِ تُخَصِّصُ اللَّفْظَ الْعَامَّ وَتُعَمِّمُ اللَّفْظَ الْخَاصَّ Niat dalam sumpah membuat lafal yang umum menjadi khusus dan lafal khusus menjadi umum Makna Lafdziyah Kaidah ini terdiri atas beberapa kata yang perlu kita fahami maknanya.

Kata yamin maknanya sumpah. Dinamakan demikian karena kebiasaan yang ada, ketika seseorang besumpah maka akan disertai dengan saling berjabat tangan dengan tangan kanan. Sedangkan makna secara syari adalah suatu akad yang berfungsi menguatkan kesungguhan dalam mengerjakan atau meninggalkan suatu perbuatan. Oleh karena itu, sumpah dalam pembahasan ini tidaklah terbatas dalam sumpah dengan nama Allah ﷻ semata, akan tetapi juga mencakup permasalahan thalaq (perceraian), cara menghilangkan najis anjing (pembebasan budak), ila’ [1] dan semisalnya.

Kata al-‘am maksudnya adalah lafal yang mencakup seluruh satuannya tanpa ada pembatasan. [2] Sebaliknya, kata al-khash maksudnya adalah lafal yang menunjukkan kepada satu perkara baik bersifat satuan atau jenis. Sedangkan kata at-takhshish maksudnya membatasi lafal umum pada sebagian anggotanya. [3] Makna Kaidah Secara Umum Kaidah ini menjelaskan bahwa niat memiliki pengaruh dan peran dalam sumpah.

Apabila seseorang bersumpah dengan lafal yang umum dan ia meniatkannya dengan sesuatu yang khusus, maka cara menghilangkan najis anjing itu menjadkan lafalh yang umum tersebut bermakna khusus, dan sumpah yang diucapkan dihukumi sesuai apa yang ia niatkan.

Demikian pula sebaliknya, apabila ia mengucapkan lafal khusus dan ia meniatkan sesuatu yang bersifat umum maka niat itu menjadikan lafal khusus tersebut bermakna umum, dan yang danggap dan diterapkan adalah apa yang ia niatkan itu. [4] Secara umum kaidah ini terdiri atas dua bagian. [5] Pertama: Peran niat dalam mengkususkan sesuatu yang bersifat umum. Ini adalah perkara yang disepakati oleh para ulama Kedua: Peran niat dalam menjadikan sesuatu yang khusus menjadi umum. Ini adalah perkara yang diperselisihkan oleh para ulama.

Ulama Malikiyah, Hanabilah, dan sebagain Hanafiyah menetapkannya. Mereka berpendapat bahwa niat berperan dalam menjadikan lafal khusus menjadi umum, sebagaimana niat juga menjadikan lafal umum menjadi khusus. Adapun ulama Syafi’iyah dan sebagian Hanafiyah menolak hal tersebut sehingga lafal kaidah ini menurut mereka adalah (النِّيَّةُ فِي الْيَمِيْنِ تُخَصِّصُ اللَّفْظَ الْعَامَّ وَلاَ تُعَمِّمُ الْخَاصَّ).

Contoh Penerapan Kaidah Di antara contoh aplikatif penerapan kaidah ini adalah sebagai berikut: Apabila seseorang mengucapkan sumpah untuk tidak mengajak bicara seorang pun. Ketika bersumpah, niatnya adalah tidak mau berbicara dengan Zaid saja. Jika kemudian ia mengajak bicara kepada seseorang selain Zaid maka ia tidak dianggap melanggar sumpahnya. Dalam hal ini, meskipun sumpahnya bersifat umum namun telah dikhususkan dengan niatnya.

[6] Apabila seseorang bersumpah untuk tidak makan daging. Dan ketika bersumpah niatnya adalah tidak makan daging unta saja. Jika kemudian ia makan selain daging unta, seperti daging ayam atau kambing maka ia tidak dianggap melanggar sumpahnya. Dalam kasus ini, meskipun sumpahnya bersifat umum namun telah dikhususkan dengan niatnya. Apabila seorang laki-laki mempunyai beberapa istri, dan ia berkata: “Seluruh istriku aku ceraikan.” Ketika mengucapkan lafal tersebut, dalam hatinya ia mengecualikan salah satu istrinya.

Berdasarkan kaidah ini maka istri yang dikecualikan tersebut tidak dihukumi diceraikan. Meskipun lafal cara menghilangkan najis anjing ia ucapkan itu bersifat umum, namun telah dikuhususkan dengan niat yang ada dalam hatinya. [7] Apabila seseorang bersumpah untuk tidak meminum air milik si Fulan. Ketika bersumpah niatnya adalah tidak memanfaatkan air tersebut untuk keperluan apapun. Jika kemudian ia memanfaatkan air tersebut selain meminumnya, seperti menggunakannya untuk mandi, mencuci pakaian dan semisalnya, maka berdasarkan kaidah ini ia dihukumi telah melanggar sumpahnya.

Meskipun lafal sumpahnya bersifat khusus, yaitu hanya berkaitan dengan minum saja, namun telah menjadi umum dengan niatnya. Di mana niat berpengaruh untuk menjadikan lafal khusus menjadi bermakna umum. Hal ini sesuai dengan yang dianut dalam madzhab Malikiyah, Hanabilah, dan sebagian Hanafiyah. Cara menghilangkan najis anjing menurut ulama Syafi’iyah dan sebagian Hanafiyah, orang tersebut tidak dihukumi melanggar sumpah kecuali apabila minum dari air itu.

Dan tidak dihukumi melanggar sumpahnya jika ia memanfaatkan untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian, memasak makanan, dan semisalnya. Karena menurut pendapat kedua ini, niat tidak berperan dalam menjadikan lafal khusus manjadi umum di dalam sumpah.

[8] Apabila seseorang bersumpah untuk tidak menemui beberapa orang di rumah mereka. Ketika bersumpah ia berniat untuk menjauhi orang-orang tersebut dan tidak menemui mereka di mana saja. Jika kemudian ia menemui orang-orang tersebut di suatu tempat selain rumah mereka, maka berdasarkan kaidah ini ia telah melanggar sumpahnya.

Meskipun lafal sumpah tersebut bersifat khusus namun telah menjadi umum dengan niatnya. Inilah yang ditetapkan dalam madzhab Malikiyah, Hanabilah, dan sebagian Hanafiyah.

Adapun menurut madzhab Syafi’iyah dan sebagian Hanafiyah, orang tersebut tidaklah melanggar sumpahnya kecuali jika menemui orang-orang tersebut di rumah mereka secara khusus, dan tidak dihukumi melanggar sumpahnya kalau ia menemui mereka di tempat lain karena niat tidak berperan dalam menjadikan lafal khusus menjadi umum di dalam sumpah. [9] Wallahu a’lam. [10] _______ Footnote [1] Yang dimaksud dengan ila’ adalah apabila seorang suami bersumpah dengan nama Allah ﷻ atau dengan salah satu sifat-Nya untuk tidak menggauli istrinya diqubulnya selama-lamanya, atau selama lebih dari empat bulan, sedangkan si suami mampu untuk menggaulinya.

(Lihat Kitab al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, Nukhbah min al-‘Ulama, 1424 H, Majma’ al-Malik Fahd li Taba’at al-Mus-haf as-Syarif, al-Madinah al-Munawwarah, hlm. 318).

[2] Al-Ushul min ‘Ilmi al-Ushul, Syaikh Muhammad bin Saleh Al Utsaimin, Cetakan Pertama, Tahun 1424 H, Dar Ibn al-Jauzi, Damam, hlm. 34. [3] Lihat al-Mufasshal fi al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Dr. Ya’qub bin Abdul Wahhab al-Bahisin, Cet. II, Tahun 1432 H/2011 M, Dar at-Tadmuriyyah, Riyadh,Hlm.

184. [4] Lihat pembahasan kaidah ini dalam Qawanin al-Ahkam as-Syariyyah, hlm. 156. Al-Asybah wa an-Nazha-ir, karya Ibnu as-Subki, 1/69-72. Taqrir al-Qawa’id wa Tahrir al-Fawa-id, hlm. 279-283. Al-Asybah wa an-Nazha-ir, karya as-Suyuthi, hlm. 105. Al-Asybah wa an-Nazha-ir, karya Ibnu an-Nujaim, hlm. 56. Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, hlm.

152-155. [5] Lihat juga pembahasan tentang hal ini dalam Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, Dr. Muhammad Shidqi bin Ahmad bin Muhammad Al Burnu, Cetakan Keempat, Tahun 1416 H/1996 M, Muassasah Ar-Risalah, Beirut, hlm. 152-153. [6] Lihat Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah, hlm. 153. [7] Lihat al-Mufasshal fi al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Dr.

Ya’qub bin Abdul Wahhab al-Bahisin, Cet. II, Tahun 1432 H/2011 M, Dar at-Tadmuriyyah, Riyadh,Hlm. 187.

[8] Lihat Al-Wajiz fi Idhah Cara menghilangkan najis anjing al-Fiqh al-Kulliyyah, hlm. 153. [9] Lihat al-Mufasshal fi al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, hlm. 187. [10] Diangkat dari kitab al-Mumti’ fi al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Dr. Musallam bin Muhammad bin Majid ad-Dausriy, Cetakan Pertama, Tahun 1428 H/2007 M, Dar Zidni, Riyadh, Hlm.

91-94. Kaidah Ke-67: Mengejar Ibadah Yang Jika Terlewat Tidak Ada Badalnya Kaidah Ke Enam Puluh Tujuh إِدْرَاكُ الْعِبَادَاتِ الَّتِي تَفُوْتُ بِغَيْرِ بَدَلٍ أَوْلَى مِنْ إِدْرَاكِ مَايَفُوْتُ إِلَى بَدَلٍ Mengejar ibadah yang jika terlewat tidak ada badalnya lebih utama daripada mengejar ibadah yang ada badalnya Makna Kaidah Sebelum membahas lebih jauh tentang kaidah ini, perlu kita ketahui bahwa suatu ibadah apabila terlewat dan tidak dikerjakan, maka tidak lepas dari dua keadaan.

Adakalanya ibadah itu yang terlewat itu ada pengganti (badal), dan adakalanya tidak ada penggantinya. Dan hukum asal suatu ibadah itu adalah tidak ada penggantinya kecuali jika ada dalil Shahih yang menunjukkan bahwa ibadah tersebut memiliki pengganti. Sehingga apabila ada dua ibadah berbarengan seperti ini dan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka kita harus memilih salah satunya untuk diamalkan.

Di antara yang menjadi pertimbangan dalam memilih satu dari dua amalan yang berbarengan tersebut adalah dengan melihat manakah di antara keduanya yang memiiliki pengganti? Lalu kita pilih amalan yang tidak ada penggantinya untuk kita amalkan. Kaidah ini menjelaskan pedoman dalam memilih antara dua amalan ibadah yang berbarengan dalam satu waktu dan tidak memungkin kita untuk mengamalkan keduanya.

Jika dua amalan tersebut salah satunya memiliki pengganti dan yang lainnya tidak, maka kita pilih dan kita dahulukan amalan yang tidak ada penggantinya.

[1] Karena amalan yang ada pengantinya apabila terluput maka sesungguhnya maslahat amalan tersebut tidak hilang begitu saja, namun maslahatnya bisa tergantikan oleh badal (pengganti)nya. Adapun ibadah yang tidak ada penggantinya jika luput dan tidak dikerjakan maka maslahatnya hilang total karena tidak ada penggantinya.

Dalil Yang Mendasarinya Di antara dalil yang mendasari kaidah ini adalah keumuman ayat-ayat dalam Alquran yang menjelaskan anjuran menTarjihkan di antara maslahat-maslahat yang ada.

Di antaranya adalah firman Allah ﷻ: الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ “Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik.” [QS. Az-Zumar/39:18] Dan firman Allah ﷻ: وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ “Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.” [QS.

Az Zumar/39:55] Ayat-ayat tersebut menunjukkan tentang anjuran mengejar dan mendapatkan kemaslahatan yang tertinggi dan kebaikan yang terbesar kemudian baru mencari kemaslahatan yang tinggi. [2] Contoh Penerapan Kaidah Aplikasi dan penerapan kaidah ini bisa kita lihat dalam contoh-contoh kasus berikut: Apabila seseorang sedang membaca Alquran, kemudian terdengar azan. Dalam kondisi terkumpul dua ibadah dalam waktu bersamaan, yaitu membaca Alquran dan menjawab azan.

Timbul permasalahan, apakah ia meneruskan bacaannya ataukah menjawab azan tersebut? Jika diperhatikan, ibadah membaca Alquran jika terlewat maka masih ada penggantinya, yaitu bisa ia lakukan setelah azan. Adapun menjawab cara menghilangkan najis anjing jika terluput maka tidak ada penggantinya. Dengan demikian dalam kasus ini, yang lebih utama baginya adalah menghentikan bacaan Alquran untuk menjawab azan, karena ibadah yang terlewat tanpa adanya pengganti lebih utama untuk dipilih dan cara menghilangkan najis anjing.

Telah maklum bahwa salat sunnah lebih utama jika dikerjakan di rumah. Namun, apabila dikerjakan di rumah menyebabkannya terluput dari shaf pertama di masjid maka dalam hal ini hendaknya ia melaksanakan salat sunnah tersebut di masjid.

Karena salat sunnah tersebut jika tidak ia kerjakan di rumah maka ada penggantinya yaitu bisa ia kerjakan di masjid, adapun shaf pertama jika ia terluput darinya maka tidak ada penggantinya. Seseorang yang tinggalnya jauh dari Mekah, ketika ia datang ke Masjidil Haram, timbul pertanyaan apakah yang terbaik baginya memperbanyak salat sunnah ataukah memperbanyak Thawaf.

Jika kita perhatikan, apabila seseorang terluput dari melaksanakan salat sunnah maka ada penggantinya, yaitu bisa dilakukan ketika ia kembali ke negerinya, dan tidak dipersyaratkan harus dilaksanakan di Masjidil Haram.

Adapun Thawaf maka tidak bisa dilakukan kecuali di Masjidil Haram, dan tidak ada Thawaf kecuali di Kakbah. Apabila seseorang terlewat darinya maka tidak ada penggantinya. Oleh karena itu, bagi orang yang berasal dari tempat yang jauh dari Mekah, memperbanyak Thawaf di Kakbah lebih utama baginya daripada memperbanyak salat sunnah di sana, karena salat jika terlewat maka ada penggantinya, adapun Thawaf maka tidak ada penggantinya. Bagi orang yang tinggal di Mekah mengikuti salat Tarawih lebih utama baginya daripada melaksanakan ibadah Thawaf.

Hal ini dikarenakan salat Tarawih apabila terluput maka tidak ada penggantinya. Adapun ibadah Thawaf apabila terluput maka bisa ia lakukan kapan saja di waktu lain karena ia tinggal di Mekah.

Dan contoh kasus ini merupakan kesebalikan dari contoh sebelumnya. Apabila seseorang sedang berpuasa lalu ia menemui orang lain yang jiwanya terancam bahaya, baik tenggelam, terbakar atau semisalnya, dan ia tidak bisa menyelamatkan orang itu kecuali dengan membatalkan puasanya, maka timbul permasalahan apakah yang ia pilih meneruskan puasanya ataukah menyelamatkan orang tersebut. Jika kita perhatikan, maka ibadah puasa apabila terluput maka ada penggantinya yaitu bisa diqadha di waktu lainnya.

Adapun nyawa seseorang jika hilang maka tidak ada penggantinya. Maka dalam kasus ini yang ia pilih adalah maslahat menjaga jiwa seorang Muslim karena tidak ada penggantinya, daripada maslahat berpuasa, cara menghilangkan najis anjing maslahatnya bisa digantikan. Seseorang yang cara menghilangkan najis anjing pada cuaca yang sangat dingin diperbolehkan baginya untuk berTayammum, apabila bersuci menggunakan air membahayakannya.

Hal ini karena bersuci dengan air ada penggantinya yaitu bersuci dengan debu (Tayammum), adapun jiwa seseorang tidaklah ada penggantinya. Sehingga lebih diutamakan perkara yang tidak ada penggantinya daripada perkara yang ada penggantinya. Demikian pembahasan singkat kaidah ini. Semoga cara menghilangkan najis anjing bagi kaum Muslimin sekalian.

Wallahu a’lam. [3] _______ Footnote [1] Lihat pembahasan kaidah ini dalam Majmu’ al-Fatawa, 23/312-313. [2] Lihat al-Qawa’id wa adh-Dhawabith al-Fiqhiyyah ‘inda Ibni Taimiyyah fi Kitabai at-Thaharah wa as-Shalah, Nashir bin ‘Abdillah al-Maiman, Cet.

II, Tahun 1426 H/2005 M, Jami’ah Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah, hlm. 279. [3] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-40. Kaidah Ke-68: Disyariatkan Meninggalkan Perbuatan Yang Tidak Dilakukan Nabi Kaidah Keenam Puluh Delapan كُلُّ فِعْلٍ تَوَفَّرَ سَبَبُهُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَفْعَلْهُ فَالْمَشْرُوْعُ تَرْكُهُ Setiap perbuatan yang sebabnya ada di zaman Nabi ﷺ namun beliau ﷺ tidak mengerjakan perbuatan tersebut maka yang disyariatkan adalah meninggalkan perbuatan (yang tidak dilakukanoleh Nabi) itu.

Perbuatan Nabi ﷺ termasuk rujukan dalam penetapan hukum syari, apabila beliau ﷺ mengerjakan perbuatan tersebut dalam rangka pensyariatan. Demikian juga, cara menghilangkan najis anjing yang beliau ﷺ tinggalkan pun menjadi rujukan dalam pensyariatan. Dan kaidah yang sedang kita bahas ini berkaitan dengan apa-apa yang beliau ﷺ tinggalkan tersebut. Kaidah ini cara menghilangkan najis anjing bahwa perbuatan yang seharusnya bisa dan mudah dikerjakan oleh Nabi ﷺ, namun beliau ﷺ tidak melakukannya tanpa unsur paksaan, maka kita juga harus meninggalkan perbuatan itu dalam rangka beribadah kepada Allah ﷻ.

Karena apabila perbuatan tersebut disyariatkan tentu Nabi ﷺ tidak meninggalkannya. Sesungguhnya Nabi ﷺ telah menyampaikan syariat kepada umatnya dengan tuntas dan jelas. Allah ﷻ juga telah menyempurnakan agama ini dengan perantaraan Nabi-Nya. Sehingga tidak ada satu kebaikan pun kecuali beliau ﷺ telah menunjukkannya, dan tidak ada satu keburukan pun kecuali beliau ﷺ telah memeringatkan umat darinya.

Oleh karena itu, tindakan beliau ﷺ yang meninggalkan suatu perbuatan itu juga merupakan salah satu bentuk pensyariatan sebagaimana tindakan beliau ﷺ yang mengerjakan sesuatu.

Sebagaimana kita mengikuti beliau ﷺ dalam perbuatan Beliau ﷺ maka kita juga mencontoh beliau ﷺ dengan meninggalkan apa yang Beliau ﷺ tinggalkan, terutama perbuatan yang beliau ﷺ mampu mengerjakannya namun ternyata beliau tinggalkan padahal tidak ada yang menghalangi beliau dari melakukannya.

Karena beliau adalah contoh, suri teladan dan pemimpin kita. Allah ﷻ berfirman: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS.

Al-Ahzab/33:21] Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat ini, “Maka keteladanan yang baik itu ada pada diri Rasul ﷺ, sesungguhnya orang yang mengikuti beliau ﷺ telah menempuh jalan yang mengantarkan kepada kemuliaan di sisi Allah ﷻ, dan itulah jalan yang lurus.” [1] Kaidah ini bisa diaplikasikan dalam banyak permasalahan.

Berikut ini sekadar beberapa contoh darinya Sebagian pengikut tarekat shufiyah dan pengagung kuburan mendakwakan bahwa Thawaf di sekitar kuburan termasuk ibadah yang disyariatkan. Kita katakan bahwa di zaman Nabi ﷺ telah ada kuburan, bahkan beliau ﷺ melakukan ziarah kubur, dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Akan tetapi beliau ﷺ tidak pernah Thawaf (mengelilingi) kuburan, padahal sebab dan pendorongnya telah ada ketika itu.

Ketika beliau ﷺ tidak mengerjakannya, ini menunjukkan bahwa yang disyariatkan adalah tidak Thawaf di kuburan. Jika perbuatan itu termasuk ibadah tentu beliau ﷺ tidak akan meninggalkannya. Tatkala beliau tidak mengerjakannya, itu menunjukkan bahwa perbuatan tersebut bukan ibadah yang disyariatkan, bahkan masuk dalam keumuman firman Allah ﷻ: أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ “Apakah mereka mempunyai SeSembahan-SeSembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” [QS.

asy-Syura/42:21] Sebagian orang menyatakan tentang disyariatkannya zikir jama’i, yaitu zikir yang dilakukan bersama-sama dengan satu suara. Jika kita perhatikan, amalan tersebut termasuk amalan yang ada sebabnya di zaman Nabi ﷺ yaitu Beliau dan para sahabat melaksanakan salat berjamaah kemudian berzikir setelahnya. Namun tidak pernah dinukil bahwa beliau ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berzikir secara bersama-sama dengan satu suara.

Sekiranya perbuatan tersebut termasuk amal ibadah yang disyariatkan tentu beliau ﷺ mengerjakan dan memerintahkannya. Tatkala beliau tidak mengerjakannya, ini menunjukkan bahwa amalan tersebut tidak termasuk ibadah yang disyariatkan.

Sebagian orang beranggapan bahwa bersiwak ketika memasuki masjid secara khusus disunnahkan. [2] Apabila kita cermati, amalan tersebut telah ada sebabnya di masa Nabi ﷺ karena ketika itu siwak telah ada dan beliau sangat sering memasuki masjid, namun bersamaan dengan itu tidak ada nukilan yang menjelaskan bahwa beliau bersiwak ketika masuk Oleh karena itu tidak sepantasnya meyakini keutamaan bersiwak ketika itu secara khusus.

Bahkan bersiwak disunnahkan di setiap waktu. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Aisyah radhiyallahu anha, Nabi ﷺ bersabda: السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ “Siwak itu menyucikan mulut dan mendatangkan keridaan Allah.” [3] Sebagian makmum dalam salat mengucapkan ( اِسْتَعَنَّا بِاللهِ ) atau ( بِاللهِ أَسْتَعِيْنُ ) ketika imam membaca (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). Jika kita perhatikan, ucapan tersebut telah ada pendorongnya di zaman Nabi ﷺ, karena Beliau biasa melaksanakan salat berjamaah bersama para Sahabat, namun beliau tidak pernah memerintahkan Sahabat untuk mengucapkannya.

cara menghilangkan najis anjing

Seandainya perkataan tersebut termasuk sunnah tentulah Beliau memerintahkan dan mengerjakannya. Ketika beliau ﷺ tidak memerintahkan dan tidak pula mengerjakannya, itu menunjukkan bahwa yang disyariatkan adalah tidak melakukannya. Sebagian orang melaksanakan puasa pada bulan Rajab seluruhnya atau sebagiannya dengan meyakini keutamaan khusus padanya. Ini adalah suatu amalan yang telah ada sebabnya di zaman Nabi ﷺ, namun tidak pernah dinukil bahwa beliau mengerjakannya, ini menunjukkan bahwa yang disyariatkan adalah meninggalkannya.

[4] Dengan beberapa contoh di atas kiranya substansi kaidah ini telah menjadi jelas. Intinya ketika seseorang mendapati suatu amalan yang didakwakan sebagai amalan yang bisa mendekatkan kepada Allah ﷻ maka hendaklah ia melihat apakah amalan itu pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ?

Jika beliau ﷺ pernah melakukannya atau memerintahkannya maka tidak ada masalah jika dia mengamalkannya. Namun jika ternyata tidak pernah dilakukan Nabi ﷺ dan tidak pernah beliau perintahkan padahal sebab pendorongnya telah ada maka hal itu menunjukkan bahwa yang disyariatkan adalah meninggalkan amalan tersebut. [5] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Cet.

I, Tahun 1423 H/202 M, Muassasah ar-Risalah, Beirut, Hlm. 661. [2] Sebagian ulama Madzhab Hanabilah berpendapat akan disunnahkannya bersiwak ketika masuk masjid dengan dalil Qiyas terhadap kesunnahan bersiwak ketika masuk rumah. (Lihat Syarh Zad al-Mustaqni’ karya Syaikh Hamd bin Abdillah cara menghilangkan najis anjing, di http://al-zad.net/imgsit/mp_1403078399.pdf) [3] HR.

Al-Bukhari secara mu’allaq, an-Nasa’i no. 5, Ibnu Majah no. 289, Ahmad no. 23072. Hadis ini diShahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam al-Jami’ ash-Shaghir no. 6008. [4] Mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa hukumnya makruh karena hal itu termasuk syi’ar orang-orang jahiliyah. Mereka dahulu sangat mengagungkan bulan Rajab. Apabila seseorang berpuasa pada bulan Rajab disertai puasa pada bulan lainnya, maka tidak dimakruhkan, karena ketika itu ia tidak cara menghilangkan najis anjing mengkhususkan bulan tersebut untuk berpuasa.

(Kitab al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, Nukhbah min al-‘Ulama, 1424 H, Majma’ al-Malik Fahd li Taba’at al-Mus-haf as-Syarif, al-Madinah al-Munawwarah, hlm. 164-165). [5] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah Ke-6.

Kaidah Ke-69: Ibadah Yang Dilaksanakan Berdasarkan Dalil Syari Tidak Boleh Dibatalkan Kaidah Keenam Puluh Sembilan كُلُّ عِبَادَةٍ اِنْعَقَدَتْ بِدَلِيْلٍ شَرْعِيٍّ فَلاَ يَجُوْزُ إِبْطَالُهَا إِلاَّ بِدَلِيْلٍ شَرْعِيٍّ آخَرَ Setiap ibadah yang dilaksanakan berdasarkan dalil syari tidak boleh dibatakan kecuali dengan dalil syari lainnya Sesungguhnya setiap amalan ibadah dalam syariat Islam bersumber dan berdasarkan dalil-dalil syari.

Oleh karena itu, hukum asal dalam amal-amal peribadahan adalah terlarang sampai ada dalil syari Shahih yang menunjukkannya. Dan perlu kita fahami bahwa setiap amal ibadah apabila dilaksanakan sesuai ketentuan dalil syari maka tidak boleh seorangpun menyatakan ibadah itu batal kecuali berdasarkan dalil syari juga. Jika tidak ada dalil, maka ia tidak boleh menyatakan ibadah tersebut batal.

Allah ﷻ berfirman: وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.” [QS. an-Nahl/16:116] Allah ﷻ berfirman: قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ Katakanlah, “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan cara menghilangkan najis anjing benar, (mengharamkan) memersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” [QS.

al-A’raf /7:33] Oleh karena itu, menjadikan suatu perkara sebagai pembatal ibadah termasuk permasalahan tauqifiyyah (hanya berdasarkan dalil), dan tidak ada peran syahwat, pendapat madzhab, maupun Qiyas-Qiyas yang batil. Apa yang ditentukan dalil sebagai pembatal suatu ibadah maka kita tetapkan sebagai pembatal, dan apa yang tidak ditentukan dalil sebagai pembatal ibadah kita pun tidak menetapkannya.

Syaikh Muhammad bin Saleh al-‘Utsaimin mengatakan: “Kita tidak boleh memberanikan diri menyatakan batalnya suatu ibadah yang dikerjakan dalam rangka menghamba kepada Allah kecuali dengan dalil yang jelas.” [1] Untuk lebih memperjelas substansi kaidah ini, kita bisa mencermati beberapa contoh penerapan kaidah berikut ini: Wudhu adalah suatu ibadah berdasarkan dalil syari sebagai pengangkat hadats. Dalil syari juga telah menunjukkan bahwa wudhu menjadi batal karena keluarnya sesuatu dari dua jalan, tidur lelap dan yang lebih berat darinya seperti gila dan pingsan, demikian pula karena hal-hal yang mewajibkan mandi, menyentuh kemaluan dengan syahwat tanpa penghalang, dan dengan makan daging onta.

Perkara-perkara tersebut telah ditetapkan berdasarkan dalil syari sebagai pembatal wudhu. Sebagian berpendapat bahwa menyentuh wanita meskipun dengan syahwat [2], memikul jenazah [3] atau memandikannya, tertawa terbahak-bahak [4] dan semisalnya termasuk pembatal wudhu. Pendapat ini tidak tepat karena tidak ada dalil yang menjelaskan hal tersebut. Adakalanya dalil yang dipakai Shahih namun tidak secara tegas menunjukkannya, atau dalil tersebut jelas menunjukkannya akan tetapi tidak Shahih.

Kita tidak boleh bersandar kepada dalil-dalil semisal itu, karena wudhu telah ditetapkan hukumnya berdasarkan dalil syari maka kita tidak boleh membatalkannya kecuali berdasarkan dalil syari juga. Telah diketahui bersama berdasarkan dalil syari bahwa seseorang dikatakan masuk dalam rangkaian ibadah salat jika ia telah mengucapkan cara menghilangkan najis anjing ihram. Berdasarkan kaidah di atas, maka tidak boleh bagi seseorang untuk menyatakan salat yang dilakukannya itu batal kecuali berdasarkan dalil.

Dari sini dapat kita ketahui kesalahan sebagian orang yang mengatakan bahwa salat itu bisa batal dengan berdehem jika muncul dua huruf, karenakan mereka tidak bisa menunjukkan dalil. Demikian pula kita mengetahui salahnya pendapat yang menyatakan salat seseorang itu batal jika ia memberi isyarat dengan isyarat yang bisa difahami orang lain. Padahal disebutkan dalam hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma mengatakan: فَقُلْتُ لِبِلاَلٍ كَيْفَ رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرُدُّ عَلَيْهِمْ حِينَ كَانُوا يُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ وَهُوَ يُصَلِّي قَالَ يَقُولُ هَكَذَا وَبَسَطَ كَفَّهُ وَبَسَطَ جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ كَفَّهُ وَجَعَلَ بَطْنَهُ أَسْفَلَ وَجَعَلَ ظَهْرَهُ إِلَى فَوْقٍ Aku bertanya kepada Bilal, ‘Bagaimanakah engkau melihat Rasulullah ﷺ menjawab salam ketika mereka mengucapkan salam padahal beliau ﷺ sedang salat?’ Bilal radhiyallahu anhu menjawab: ‘Begini.’ Kemudian ia membuka telapak tangannya.

Ja’far bin ‘Aun (perawi hadis ini) membuka telapak tangannya dan menjadikan perut telapak tangan di bawah, sedangkan punggung telapak tangan di atas.’ [5] Demikian pula ketika Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami berbicara ketika salat, para sahabat mengarahkan pandangan kepadanya dan mereka menepukkan tangan ke kaki-kaki mereka. [6] Apa yang dilakukan oleh para sahabat tersebut merupakan isyarat yang difahami. Dari sini dapat kita ketahui bahwa isyarat yang difahami cara menghilangkan najis anjing dengan tangan, kepala, atau semisalnya tidaklah membatalkan salat karena tidak adanya dalil yang menunjukkannya, bahkan ada dalil yang menunjukkan sebaliknya.

Kita ketahui juga akan salahnya pendapat yang menyatakan batalnya salat dengan berbicara karena lupa atau adanya najis karena lupa atau ketidaktahuan. Hadis Mu’awiyah bin al-Hakam dalam Shahih Muslim [7] dan hadis tentang salatnya Nabi ﷺ dengan memakai sandal yang terkena najis [8] menjadi hujjah yang membantahnya.

Demikianlah, setiap orang yang mendakwakan suatu perkataan atau perbuatan menjadi pembatal salat, maka ia dituntut mendatangkan dalil. Karena hukum asalnya salat yang dilakukan tidaklah batal, dan dalil dituntut dari orang yang mengeluarkan dari hukum asal bukan dari orang yang berpegang dengan hukum asal. Tentang ibadah puasa yang terlaksana dengan niat menahan diri dari segala pembatal puasa sejak fajar sampai matahari tenggelam. Apabila seseorang telah masuk dalam rangkaian ibadah puasa dengan tata cara yang telah ditentukan tersebut, maka tidak boleh bagi seseorang untuk menyatakan batalnya puasa yang dilakukan kecuali disertai dalil yang Shahih dan sharih (jelas).

Dari sini dapat kita ketahui kesalahan orang yang berpendapat bahwa memakai pacar kuku, atau menggunakan obat tetes mata, suntikan yang bukan nutrisi makan itu membatalkan puasa. Hal ini karena tidak ada dalil yang menunjukkannya. Cara menghilangkan najis anjing pula kita ketahui kesalahan pendapat yang menyatakan bahwa ghibah [9], mencium istri [10], keluarnya madzi, pingsan, mencium aroma harum, mencicipi makanan, menelan ludah [11] atau dahak, dan semisalnya termasuk pembatal puasa.

Pendapat yang benar adalah bahwa hal-hal tersebut tidak termasuk pembatal puasa. Demikian pembahasan kaidah ini semoga semakin menambah wawasan dan pemahaman kita terhadap kaidah-kaidah fikih dalam agama kita yang mulia ini sebagai jembatan untuk semakin bertaqarrub dan meningkatkan penghambaan hanya kepada-Nya.

[12] Wallahu a’lam. _______ Footnote [1] As-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Saleh al ‘Utsaimin, Cetakan I, Tahun 1422 H, Dar Ibnil Jauzi, Damam, VI/370. [2] Menurut madzhab Syafi’iyah dan Dawud az-Zahiri, menyentuh wanita membatalkan wudhu meskipun tidak diiringi syahwat. Madzhab Maliki dan salah satu pendapat dalam madzhab Hanabilah menyatakan bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu jika disertai syahwat. Sedangkan madzhab Hanafi, salah satu riwayat dalam madzhab Hanabilah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu secara mutlaq kecuali jika keluar sesuatu dari kemaluan.

(Lihat al-Fiqh al-Muyassar Qism al-Ibadat, Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad at-Thayyar, Cetakan ke-2, Tahun 1433 H/2012 M, Madar al-Wathan li an-Nasyr, Riyadh, I/74-75) [3] Imam Ibnu Rusyd berkata: “Sebagian kaum mempunyai pendapat yang syadz dengan mewajibkan wudhu karena memikul jenazah. Memang ada atsar tapi dha’if, ‘Barang siapa memandikan jenazah maka hendaklah ia mandi, dan barang siapa memikulnya maka hendaklah ia berwudhu.” (Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, al-Imam al-Qadhi Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi, Tanpa Tahun, Dar al-Fikr, I/29) [4] Imam Ibnu Rusyd berkata: “Imam Abu Hanifah memiliki pendapat syadz dengan mewajibkan wudhu karena tertawa ketika salat berdasarkan hadis mursal dari Abul ‘Aliyah bahwa ada suatu kaum yang tertawa ketika salat lalu Nabi ﷺmemerintahkan mereka untuk mengulangi wudhu dan salat.

(Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, al-Imam al-Qadhi Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi, Tanpa Tahun, Dar al-Fikr, I/29) [5] HR.

Abu Dawud, no. 927 dan at-Tirmidzi, no. 368. Imam at-Tirmidzi berkata: ‘Hadis hasan Shahih.” [6] HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Salat, no. 536. [7] Idem. [8] HR. Abu Dawud, no. 650 dari Abu Sa’id al Khudri.

Hadis ini diShahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud, 1/192 [9] Syaikh al-Utsaimin berkata: “Sebagian salaf berpendapat bahwa perkatan haram dan perbuatan haram ketika berpuasa membatalkannya, seperti ghibah, akan tetapi Imam Ahmad tatkala ditanya tentang hal tersebut dan ditanyakan kepadanya, “Sesungguhnya Fulan berkata bahwa ghibah membatalkan puasa.” Maka beliau menjawab: “Seandainya ghibah membatalkan puasa maka tidak ada puasa yang tersisa bagi kita.” (as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’) [10] Imam Ibnu Rusyd berkata: “Sebagian kaum mempunyai pendapat yang syadz dengan mengatakan bahwa mencium istri membatalkan wudhu.

Mereka berhujjah dengan hadis yang diriwayatkan dari Maimunah bintu Sa’d di mana ia berkata: “Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang orang berpuasa yang mencium istrinya, maka Beliau ﷺ bersabda: “Keduanya batal puasanya.” (Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, I/212) [11] Syaikh Muhammad bin Shalil Al Utsaimin berkata: “Dalam permasalahan ini tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa megumpulkan ludah membatalkan puasa, yaitu apabila seseorang mengumpulkan ludahnya lalu menelannya.

(as-Syarh al-Mumti’ ‘ala Zad al-Mustaqni’, VI/423) [12] Diangkat dari Talqih al-Afham al-‘Aliyyah bi Syarh al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Syaikh Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Kaidah ke-24.
Pengertian Istihsan.

Istihsan adalah menurut bahasa berarti menganggap baik, sedangkan menurut istilah, istihsan adalah meninggalkan qiyas yang nyata untuk menjalankan qiyas yang tidak nyata (samar-samar) atau meninggalkan hukum kulli (umum) untuk menjalankan hukum istina’i (pengecualian) disebabkan ada dalil yang menurut logika membenarkannya. (Prof. DR. Mukhtar Yahya dan Prof. DR. Fatchurrahman. 1986. Dasar-Dasar Pembinaan Hukum Fiqih Islami. Bandung: PT. Al- Ma’arif, hlm. 100) Istihsan secara istilah menurut ulama Malikiyah adalah mengutamakan meninggalkan pengertian suatu dalil dengan cara istina’ dan berdasarkan pada keringanan agama karena adanya hukum yang bertentangan.

Pengertian istishan oleh seorang ulama Hanafiyah adalah beralih kepada penetapan hukum suatu masalah dan meninggalkan yang lainnya karena adanya dalil syara’ yang lebih khusus. Jadi singkatnya, istihsan adalah tindakan meninggalkan satu hukum kepada hukum lainnya disebabkan karena ada suatu dalil syara` yang mengharuskan untuk meninggalkannya. Contohnya Menurut Madzhab Hanafi, sisa minuman burung buas, seperti elang, burung gagak dan sebagainya adalah suci dan halal diminum.

Hal ini ditetapkan dengan istihsan. Padahal seharusnya kalau menurut qiyas (jali), sisa minuman binatang buas, seperti anjing dan burung-burung buas adalah haram diminum karena sisa minuman yang telah bercampur dengan air liur binatang itu diqiyaskan kepada dagingnya. Binatang buas itu langsung minum dengan mulutnya, sehingga air liurnya masuk ke tempat minumnya. Sedangkan menurut qiyas khafi, burung buas itu berbeda mulutnya dengan mulut binatang buas. Mulut binatang buas terdiri dari daging yang haram dimakan, sedang mulut burung buas merupakan paruh yang terdiri atas tulang atau zat tanduk dan tulang atau zat tanduk bukan merupakan najis.

Karena itu sisa minum burung buas itu tidak bertemu dengan dagingnya yang haram dimakan, sebab di antara oleh paruhnya, demikian pula air liurnya. Dalam hal ini keadaan yang tertentu yang ada pada burung buas yang membedakannya dengan binatang buas. Berdasar keadaan inilah ditetapkan perpindahan dari qiyas jali kepada qiyas khafi, yang disebut istihsan. Pembagian Istihsan. Ulama Hanafiah membagi Istihsan kepada enam macam.

Sebagaimana di jelaskan oleh al-Syatibi dalam kitabnya al-Muwaffaqat Fi Ushul al-Syariah” (Beirut : Dar al-Makrifah, jilid IV, th. 1975), yaitu: 1. Istihsan bil an-Nash (Istihsan berdasarkan ayat atau hadits).

Yaitu penyimpangan suatu ketentuan hukum berdasarkan ketetapan qiyas kepada ketentuan hukum yang berlawanan dengan yang ditetapkan berdasarkan nash al-kitab dan sunnah. Contoh: dalam masalah wasiat. Menurut ketentuan umum wasiat itu tidak boleh, karena sifat pemindahan hak milik kepada orang yang berwasiat ketika orang yang berwasiat tidak cakap lagi, yaitu setelah ia wafat. Tetapi, kaidah umum ini di dikecualikan melalui firman Allah Swt dalam Surat An-Nisa ayat 11.

مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ artinya: “setelah mengeluarkan wasiat yang ia buat atau hutang”. Contoh istihsan dengan sunnah Rasulullah Saw adalah dalam kasus orang yang makan dan minum karena lupa pada waktu ia sedang berpuasa. Menurut kaidah umum (qiyas), puasa orang ini batal karena cara menghilangkan najis anjing memasukan cara menghilangkan najis anjing kedalam tenggorokannya dan tidak menahan puasanya sampai pada waktu berbuka.

Akan tetapi hukum ini dikecualikan oleh hadits Nabi Saw yang mengatakan: Siapa yang makan atau minum karena lupa ia tidak batal puasanya, karena hal itu merupakan rizki yang diturunkan Allah kepadanya.” (HR.

At.Tirmidzi). 2. Istihsan bi al-Ijma (istihsan yang didasarkan kepada ijma). Yaitu meninggalkan keharusan menggunakan qiyas pada suatu persoalan karena ada ijma.

Hal ini terjadi karena ada fatwa mujtahid atas suatu peristiwa yang berlawanan dengan pokok atau kaidah umum yang ditetapkan, atau para mujtahid bersikap diam dan tidak menolak apa yang dilakukan manusia, yang sebetulnya berlawanan dengan dasar-dasar pokok yang telah ditetapkan. Muhammad al-Said Ali Abdul Rabuh, “Buhust fi al-adillah al-Mukhtalaf fiha inda al-Ushuliyin”, (Mesir : Matba’ al-Sa-adah, th. 1980, hal.72) Misalnya dalam kasus pemandian umum. Menurut kaidah umum, jasa pemandian umum itu harus jelas, yaitu harus berapa lama seseorang harus mandi dan berapa liter air yang dipakai.

Akan tetapi, apabila hal itu dilakukan maka akan menyulitkan bagi orang banyak. Oleh sebab itu, para ulama sepakat menyatakan bahwa boleh menggunakan jasa pemandian umum sekalipun tanpa menentukan jumlah air dan lamanya waktu yang dipakai.

3. Istihsan bi al-Qiyas al-Khafi (Istihsan berdasarkan qiyas yang tersembunyi). Yaitu memalingkan suatu masalah dari ketentuan hukum qiyas yang jelas kepada ketentuan qiyas yang samar, tetapi keberadaannya lebih kuat dan lebih tepat untuk diamalkan. Misalnya, dalam wakaf lahan pertanian. Menurut qiyas jali, wakaf ini sama dengan jual beli karena pemilik lahan telah menggugurkan hak miliknya dengan memindah tangankan lahan tersebut.

Oleh sebab itu, hak orang lain untuk melewati tanah tersebut atau mengalirkan air ke lahan pertanian melalui tanah tersebut tidak termasuk ke dalam akad wakaf itu, kecuali jika dinyatakan dalam akad. Dan menurut qiyas al-khafi wakaf itu sama dengan akad sewa menyewa, karena maksud dari wakaf itu adalah memanfaatkan lahan pertanian yang diwakafkan. Dengan sifat ini, maka seluruh hak melewati tanah pertanian itu atau hak mengalirkan air diatas lahan pertanian tersebut termasuk kedalam akad wakaf, sekalipun tidak dijelaskan dalam akad.

4. Istihsan bi al-maslahah (istihsan berdasarkan kemaslahatan). Misalnya kebolehan dokter melihat aurat wanita dalam proses pengobatan. Menurut kaidah umum seseorang dilarang melihat aurat orang lain. Tapi, dalam keadaan tertentu seseorang harus membuka bajunya untuk di diagnosa penyakitnya.

Maka, untuk kemaslahatanorang itu, maka menurut kaidah istihsan seorang dokter dibolehkan melihat aurat wanita yang berobat kepadanya.

5. Istihsan bi al-Urf ( Istihsan berdasarkan adat kebiasaan yang berlaku umum). Yaitu penyimpangan hukum yang berlawanan dengan ketentuan qiyas, karena adanya Urf yang sudah dipraktikkan dan sudah cara menghilangkan najis anjing dalam kehidupan masyarakat. Contohnya seperti menyewa wanita untuk menyusukan bayi dengan menjamin kebutuhan makan, minum dan pakaiannya.

6. Istihsan bi al-Dharurah (istihsan berdasarkan dharurah). Yaitu seorang mujtahid meninggalkan keharusan pemberlakuan qiyas atas sesuatu masalah karena berhadapan dengan kondisi dhorurat, dan mujtahid berpegang kepada ketentuan yang mengharuskan untuk memenuhi hajat atau menolak terjadinya kemudharatan. Misalnya dalam kasus sumur yang kemasukan najis.

Menurut kaidah umum sumur tersebut sulit dibersihkan dengan mengeluarkan seluruh air dari sumur cara menghilangkan najis anjing, karena sumur yang sumbernya dari mata air sulit cara menghilangkan najis anjing.

Akan tetapi ulama Hanafiah mengatakan bahwa dalam keadaan seperti ini untuk menghilangkan najis tersebut cukup dengan memasukan beberapa galon air kedalam sumur itu, karena keadaan dharurat menghendaki agar orangtidak mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan air untuk ibadah. ( Abu Ishak Al-Syatibi, “al-Muwaffaqat Fi Ushul al-Syariah” (Beirut : Dar al-Makrifah, jilid IV, th. 1975) hal.

206-208) Dasar Hukum Istihsan. Para ulama yang memakai istihsan mengambil dalil dari al-Qur’an dan Sunnah yang menyebutkan kata istihsan dalam pengertian denotatif (lafal yang seakar dengan istihsan) seperti Firman Allah Swt dalam Al-Qur'an.

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ Artinya: “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.

Az-Zumar: 18) Ayat ini menurut mereka menegaskan bahwa pujian Allah Swt bagi hamba-Nya yang memilih dan mengikuti perkataan yang terbaik, dan pujian tentu tidak ditujukan kecuali untuk sesuatu yang disyariatkan oleh Allah Swt. وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ Artinya: “Dan turutlah (pimpinan) yang sebaik-baiknya yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”…. (QS.

Az-Zumar :55) Menurut mereka, dalam ayat ini Allah memerintahkan kita untuk mengikuti yang terbaik, dan perintah menunjukkan cara menghilangkan najis anjing ia adalah wajib. Dan di sini tidak ada hal lain yang memalingkan perintah ini dari hukum wajib.

Maka ini menunjukkan bahwa Istihsan adalah hujjah. Jakarta - Macam-macam najis dan contohnya. Pertanyaan itu barangkali pernah ditanyakan kepada detikers yang duduk di bangku sekolahan.

Lantas apa saja sih macam-macam najis dan contohnya? Najis adalah semua benda yang dihukumi kotor oleh syariat, seperti bangkai, darah, kotoran hewan, dan sebagainya. Islam sangat menekankan kebersihan bagi pemeluknya terutama bila terkena najis.

Rasulullah SAW pernah mencontohkan sahabatnya untuk membuang area yang terkena najis bangkai tikus, diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Maimunah, ia berkata, عَنْ ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ فَأْرَةٍ سَقَطَتْ فِي سَمْنٍ فَقَالَ أَلْقُوهَا وَمَا حَوْلَهَا فَاطْرَحُوهُ وَكُلُوا سَمْنَكُمْ Baca juga: 10 Tata Cara Wudhu yang Benar di Sekolah, Siswa Harus Tahu!

Macam-macam najis itu sendiri dapat dibedakan menjadi 3 macam bila dilihat dari tingkatannya. cara menghilangkan najis anjing bisa sebutkan apa saja macam-macam najis dan contohnya? 1. Najis Mukhaffaffah Dikutip dari buku yang berjudul Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam karya H. Anwar Aziz, Lc, M.Ud, najis mukhaffafah adalah najis ringan yang berasal dari air kencing bayi laki-laki berumur kurang dari 2 tahun dan belum makan apa-apa kecuali, air susu ibu (ASI).

Cara menyucikan najis tingkatan ringan ini yaitu membasahi benda yang terkena najis dengan air sampai basah. Tanpa perlu dikucek atau pun diperas. Hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits berikut, حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَوْلُ الْغُلَامِ يُنْضَحُ عَلَيْهِ وَبَوْلُ الْجَارِيَةِ يُغْسَلُ قَالَ قَتَادَةُ هَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا فَإِذَا طَعِمَا غُسِلَ بَوْلُهُمَا Artinya: "Telah meriwayatkan kepada kami Abdush Shamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Abu Harb bin Abul Aswad dari bapaknya Ali, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, " Air kencing bayi laki-laki (cara membersihkannya) cukup diperciki air, sedangkan air kencing bayi perempuan dicuci." Qatadah berkata: "Cara seperti ini apabila keduanya (bayi laki-laki dan perempuan) belum makan makanan (selain ASI), akan tetapi apabila telah makan maka air kencing keduanya harus dicuci." (HR.

Imam Ahmad). Diriwayatkan oleh Ummu Qois bahwa ia datang dengan seorang bayi laki-laki yang belum makan apa-apa, maka Rasul menempatkan bayi itu di tempat sholatnya. Lalu bayi tersebut kencing dan Rasul memercikkan air ke tempat tersebut tanpa membasuhnya.

(HR. Bukhari dan Muslim). Baca juga: Pengertian Thaharah dalam Islam dan Macam-macamnya 2. Najis Mutawassitah Najis yang kedua ini disebut dengan najis dengan tingkatan sedang. Artinya semua najis yang tidak termasuk dalam najis Mukhaffafah maupun Mugallazah. Contoh najis ini biasanya ditemukan pada air seni serta tinja manusia, bangkai (kecuali ikan dan belalang), dan air susus hewan yang diharamkan.

Jenis dari najis mutawassitah terbagi lagi menjadi dua jenis najis, di antaranya: - Mutawassitah hukumiyah, artinya najis yang diyakini wujudnya, tetapi tidak ada bau, rasa, ataupun wujudnya.

Misalnya, air seni yang sudah mengering. Untuk menyucikannya cukup disiram air di atasnya. - Mutawassitah 'ainiyah, adalah najis yang masih meninggalkan wujud, bau, maupun rasanya. Cara menyucikannya dengan dibasuh sampai hilang wujud, bau, atau pun rasa. Rasa dikecualikan bila sangat sulit dihilangkan. 3. Najis Mughallazah Najis mughallazah artinya adalah najis dengan tingkatan berat. Najis berat adalah suatu materi (benda) yang kenajisannya ditetapkan dalil yang pasti (qat'i).

Contoh yang termasuk dalam najis mugallazah yaitu, najis yang berasal dari anjing dan babi (termasuk kotoran dan air liurnya). Cara menyucikannya dengan menghilangkan terlebih dahulu wujud benda najis tersebut.

Kemudian, dicuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali dan salah satunya menggunakan tanah. Dalil menyucikan najis mughallazah termaktub dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِى الإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ فِى التُّرَابِ Artinya: "Ketika anjing menjilat bejana, maka basuhlah tujuh kali dengan dicampuri debu pada awal pembasuhannya." (HR.

Muslim). Nah, sekarang detikers sudah bisa menjawab pertanyaan, " Sebutkan macam-macam najis dan contohnya," bukan? Semoga bermanfaat! Simak Video " Sucikan Diri dan Hati dengan Berwudhu" [Gambas:Video 20detik] (rah/erd)
Tidak ada cara bersuci yang lebih baik dari pada cara yang dilakukan oleh syarit Islam, karena syariat Islam menganjurkan manusia mandi dan berwudlu.

Walaupun manusia masih dalam keadaan bersih, tapi ketika hendak melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah lainnya yang mengharuskan berwudlu, begitu juga dia harus pula membuang kotoran pada diri dan tempat ibadahnya dan mensucikannya karena kotoran itu sangat menjijikkan bagi manusia
TERJEMAH TA'LIM MUTA'ALIM TERJEMAH TA'LIM MUTA'ALIM Kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tharîq at-Ta’allum merupakan salah satu kitab yang menghimpun tuntunan belajar.

Nama lengkap penyusunnya adalah Burhânuddîn Ibrâhim al-Zarnûji al-Hanafi. Kata al-Zarnûj dinisbatkan kepada salah satu kota terkenal dekat sungai Oxus, Turki. Dari penisbatannya kepada al-Hanafi di ujung namanya dapat diketahui bahwa beliau bermazhab Hanafi. Mengenai tahun kelahirannya para ulama tarikh masih berbeda pendapat, begitupun dengan tahun wafatnya. Sebagian menyebutkan Imam al-Zarnûji wafat pada 591 H, namun ada juga yang menyebutkan wafat pada 640 H (Imam al-Zarnûji, Ta’lîm al-Muta’allim Tharîq at-Ta’allum, Beirut: al-Maktab al-Islami, cetakan pertama, 1981, halaman 18).

Daftar Isi • PEMBUKAAN • FASAL I : KEUTAMAAN ILMU DAN FIKIH • FASAL II : NIAT KETIKA AKAN BELAJAR • FASAL III : TENTANG MEMILIH GURU DAN TEMAN • FASAL IV: TENTANG MEMULIAKAN GURU BESERTA AHLINYA • FASAL V: TENTANG KESUNGGUHAN, KETETAPAN DAN CITA-CITA YANG TINGGI • FASAL VI: TENTANG PERMULAAN BELAJAR, UKURAN, URUTANYA • FASAL VII : TENTANG TAWAKKAL • FASAL VIII : TENTANG WAKTU BELAJAR • FASAL IX : TENTANG BELAS ASIH DAN NASEHAT • FASAL X : MENCARI FAEDAH DAN MENCARI ADAB • FASAL XI : TENTANG WIRA'I KETIKA BELAJAR • FASAL XII : TENTANG SESUATU YANG DAPAT MENJADIKAN HAFAL DAN LUPA • FASAL XIII : TENTANG SESUATU YANG MENARIK DAN YANG MELARANG RIZKI, DAN YANG MENAMBAH DAN MENGURANGI UMUR PEMBUKAAN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الحمد لله الذى فضل على بنى آدم بالعلم والعمل على جميع العالم Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat harkat derajat manusia dengan ilmu dan amal, atas seluruh alam والصلاة والسلام على محمد سيد العرب والعجم Salawat dan Salam semoga terlimpah atas Nabi Muhammad, pemimpin arab dan ajam وعلى آله وأصحابه ينابيع العلوم والحكم dan semoga pula tercurah atas keluarga dan para sahabatnya yang menjadi sumber ilmu dan hikmah وبعد… فلما رأيت كثيرا من طلاب العلم فى زماننا يجدون إلى العلم ولايصلون من منافعه وثمراته وهى العمل به والنشر يحرمون لما أنهم أخطأوا طريقه وتركوا شرائطه dan setelah itu.

ketika saya melihat banyak para pencari ilmu di zaman kita yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi tidak mendapat manfaat dan buanya, yakni cara menghilangkan najis anjing pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya, karena mereka salah caranya, dan meninggalkan syarat-syaratnya وكل من أخطأ الطريق ضل، ولاينال المقصود قل أو جل dan barangsiapa salah jalan ia tersesat dan tidak dapat mencapai tujuan, bentar atau lama فأردت وأحببت أن أبين cara menghilangkan najis anjing طريق التعلم Maka saya ingin dan suka untuk menjelaskan kepada mereka cara mencari ilmu على ما رأيت فى الكتب وسمعت من أساتيذى أولى العلم والحكم menurut apa yang aku lihat di kitab-kitab dan yang saya dengar dari guru-guruku yang mempunyai ilmu dan hikmah رجاء الدعاء لى من الراغبين فيه المخلصين بالفوز والخلاص فى يوم الدين، بعد ما استخرت الله تعالى فيه Dengan harapan semoga orang-orang yang tulus ikhlas mendo’akan saya sehingga saya mendapatkan keuntungan dan keselamatan di akherat.

Begitu do’a saya dalam istikharah ketika akan menulis kitab ini وسميته تعليم المتعلم طريق التعلم وجعلته فصولا Kitab ini saya beri nama Ta’limul Muta’alim Thariqatta’allum.Yang terdiri dari tiga belas pasal. فصل فى ماهية العلم والفقه وفضله Fasal tentang hakekat ilmu, pengetahuan dan keutamaannya فصل فى النية فى حال التعلم Fasal tentang niat dalam mencari ilmu فصل فى اختيار العلم والأساتذ والشريك والثبات Fasal tentang memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan فصل فى تعظيم العلم وأهله Fasal tentang menghormati ilmu dan guru فصل فى الجد والمواظبة والهمة Fasal tentang kesungguhan, beristiqamah dan cita-cita فصل فى بداية السبق وقدره وترتيبه Fasal tentang memulai belajar, ukurannya dan urutannya فصل فى التوكل Fasal tentang tawakal فصل فى وقت التحصيل Fasal tentang waktu belajar فصل فى الشفقة والنصيحة Fasal tentang saling mengasihi dan saling menasehati فصل فى الإستفادة واقتباس الأدب Fasal tentang mencari tambahan ilmu pengetahuan فصل فى الورع Fasal tentang bersikap wara’ فصل : فيما يورث الحفظ، وفيما يورث النسيان Fasal tentang hal-hal yang dapat menguatkan hapalan dan yang melemahkannya فصل : فـيمـا يجـلب الـرزق، وفيـما يمـنع، وما يزيـد فى العـمـر، وما ينقص Fasal tentang hal-hal yang mempermudah datangnya rizki, hal-hal yang dapat memperpanjang, dan mengurangi umur وما توفيقى إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب Tidak ada penolong kecuali Allah, hanya kepada-Nya saya berserah diri, dan kehadirat-Nya aku kembali FASAL I : KEUTAMAAN ILMU DAN FIKIH فصل فى ما هية العلم والفقه والفضله قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.

اعلم بأنه لايفترض على كل مسلم طلب كل علم ketahuilah bahwan tidak wajib bagi setiap muslim mencari setiap ilmu وإنما يفترض عليه طلب علم الحال tetapi wajib bagi muslim itu mencari ilmu hal keadaan (sekarang) كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال seperti ucapan: sebaik-baik ilmu itu ilmu keadaan (sekarang)dan sebaik baik pekerjaan itu menjaga keadaan (sekarang) ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان dan wajib bagi orang islam menjaga sesuatu yang terjadi di keadaanya, maksudnya di setiap keaadann yang terjadi فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما cara menghilangkan najis anjing له فى صلاته karena sesungguhnya ia harus solat, maka wajib baginya ilmu tentang sesuatu yang akan terjadi di shalatnya بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة sekira ia bisa melaksanakan kewajiban shalat ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب dan wajib baginya standar ilmu yang ia buat menunaikan kewajiban لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا karena sesungguhnya sesuatu yang digunakan untuk menegakkan fardlu maka sesuatu itu fardlu وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا dan sesuatu yang digunakan untuk menegakkan wajib maka setuatu itu wajib وكذا cara menghilangkan najis anjing الصوم والزكاة إن كان له مال والحج إن وجب عليه dan begitu juga dalam puasa dan zakat jika ia memiliki harta, dan haji ia wajib وكذا فى البيوع إن كان يتجر dan begitu juga dalam berdagang jika ia berdagang قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد dikatakan kepada muhammad ibn Hasan: kenapa engkau tidak mengarang kitab tentang meniggalkan dunia قال: قد صنفت كتابا فى البيوع Beliau berkata: aku telah mengarang kitab teteng berdagang يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات Beliau maksud: orang yang meniggalkan dunia adalah orang yang menjahui perkara-perkara syubhat dan perkara-perkara makruh dalam berdagang وكذلك فى سائر المعاملات والحرف begitu juga di setiap aktifitas dan pekerjaan وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه setiap orang yang menangani suatu aktifitas dan pekerjaan maka ia kewajiban ilmu untuk menjahui keharaman di sesuatu tersebut وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى begitu juga wajib baginya ilmu tentang keadaan-keadaan hati, seperti tawakkal, taubat, takut dan ridlo فإنه واقع فى جميع الأحوال karena keadaan hati itu terjadi di setiap keaadaan Fasal Tentang: Keutamaan ilmu dan Fikih - فصل فى النية فى حا ل التعلم وشرف العلم لايخفى على أحد keutamaan ilmu itu tidak samar bagi siapapun إذ هو المختص بالإنسانية karena cara menghilangkan najis anjing itu sesuatu yang khusus untuk manusia لأن جميع الخصال سوى العلم يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات karena semua karakter selain ilmu itu dimiliki manusia dan seluruh hewan كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم seperti keberanian, kuat, dermawan, penyayang dan lainya selain ilmu وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة وأمرهم بالسجود له dengan ilmu Allah memperlihatkan keutamaan Nabi Adam AS mengalahkan malaikat, dan memerintahkan mereka sujud kepada Nabi Adam وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى sesungguhnya kemuliaan ilmu itu karena ilmu itu untuk kebagusan dan taqwa الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله والسعادة والأبدية yang seseorang mendapat kumuliaan di sisi Allah dan kebahagiaan dan kekekalan كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا seperti yang di katakan kepada Muhammad ibn Hasan: sebuah syiir تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه ۞ وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد belajarlah kerena ilmu itu hiasan bagi pemiliknya dan keutamaan dan pertanda bagi setiap yang terpuji وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة ۞ من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد jadilah orang yang mencari faidah tambahan ilmu di setiap hari, dan berenanglah di lautan faidah-faidah تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد ۞ الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد belajarlah ilmu fiqih, karena fiqih itu sebaik-baik penuntun kepada kebagusan dan takwa, dan sebai-baik tujuan هو العلم الهادى الى سنن الهدى ۞ هو الحصن ينجى من جميع الشدائد fiqih itu yang menunjukkan kepada jalan petunjuk, fiqih itu benteng yang menyelamatkan dari setiap kesulitan فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا ۞ أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد karena ahli satu fiqih yang menjahui dunia itu lebih berat bagi syetan dari pada seribu ahli ibadah وكذلك في سائر الأخلاق نحوالجود والبخل والجبن والجراة والتكبر والتواضع والعفة والأسراف والتقتير وغيرها.فان الكبر والبخل والجبن والسراف حرم ولايمكن التحرز عنحا الابعلمها وعلم ما يضادها فيفترض عل كل انسان علمها Demikian pula hendaknya, orang islam harus mengerti akan ilmu akhlakmisalnya dermawan,bakhil,penakut,pemberani,sombongrendah diri, bersih dari perbuatan jahat(dosa), boros,irit,dan sebagainya.

karena sesungguhnya sombong ,bakhil,penakut,dan boros adalah haram. Tidak mungkin dapat menjaga dari keempat sifat tersebut, kecuali harus mengetahui, demikian pula mengetahui sifat-sifat yang sebaliknya, maka orang islam waib mengetahuinya(ilmu akhlak atau ilmu tata krama). وقد صنفالسيدالامام الا جلالشحيد ناصرالدين ابو القاسم كتابا في الاخلاق ونعم ما صنف.فيجب عل كل مسلم حفظها beliau Sayyid imam yang agung syekh syahid nashiruddin Abu Qosim telah menyusun sebuah buku yang indah yang menerangkan tentang akhlak oleh karenanya diwajibkan bagi setiap orang islam agar menjaga akhlak.

واما حفظ ما يقع في بعض الا حايين ففرض عل سبيل الكفاية اذا قام به البعض في بلدة سقط عن الباقين.فان لم يكن في البادة cara menghilangkan najis anjing يقوم به.

اشتركوا جميعافي المأ شم Adapun menjaga sesuatu yang akan datang,tempo yang akan terjadi ,(misalnya,sholat jenazah,mejenguk orang sakit dan lain-lain),hukumya adalh fardu kifayah. yakni, apabila sebagian penduduk yang ada sudah mengerjakannya ,maka sudah cukup (kewajiban penduduk telah terpenuhi).

Akan tetapi, jika seluruh penduduk tidak ada yang mengerjakan sama sekalimaka seluruh penduduk akan terkena dosa. فيجب عل الامام ايأمرهم بذلك. فيجبر اهل البادة عل ذلك فقيل بأن علم ما يقع عل نفسه في جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك وعلم ما يقع في بعض الأ حا يين بمنزلة الدواء يحتاج اليه في بعض الا وقات Oleh karena ituwajib bagi imam untuk memerintahkan merekaagar dapat menjaga dari fardu kifayah tersebut.

jika perlu hendaknya seluruh penduduk dipaksa agar menjaga fardu kifayah. karena telah dikatakan:” sesungguhnya mengetahui ilmu yang berhubungan dengan dirinya dalam segala halbagaikan makan, setiap orang tentu membutuhkan makan. jadi hal itu merupakan keharusan .lain halnya mengetahui sesuatu yang jarang terjadi. kalaupun terjadi hanya pada saat yang langkaibarat obat. apabila sedang sakit.” وعلم النجوم بمنزلة المرض فتعلمه حرام لانه يضر ولا ينفع والهرب من قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.

Adapun mempelajari ilmu nujum dengan maksud hendak menghindari diri dari ketentuan dan kepastian allah swt.maka hukunya adalah haram. Karena ilmu nujum itu bukan bermanfaattetapi justru mebahayakan dirinya .Padahal lari dari kenyataan dan ketentuan allah swt.itu tidak mungkin bisa.

ويجب لكل مسلم أيشتغل فى جميع او قاته بذكرالله تعالى والدعاء والتضرع وقراءة القران والصدقات الدافعة للبلاء ويسئل الله تعالى العفو والعافية فى الدنيا والاخرة ليصونه الله تعالى عن البلاء والافات فان من رزق الدعاء لم يحرم الاجابة فان كان لبلاء مقدرا يصيبه لامحالة. Maka, wajiblah bagi setiap muslim agar setiap waktu dan kesempatannya, dapat digunakan untuk dzikir, yaitu mengingat-ngingat Allah swt. Dengan cara berdoamendekatkan diri kepada-nya, membaca al qur’an dan sedekahkarena seddekah itu dapat menghindarkan diri dari becana(bahaya).

Dan hendaknya memohon kepada Allah Ta’ala agar diberi ampunan dan kesehatan, dunia dan akhirat, serta dijaga dari bahaya dan bencana.Karena orang yang telah diberi rezeki mau berdoainsya Allah akan terpenuhi permintaannya.

Adapun sesuatu yang tidak diinginkan (bahaya) itu terjadi menurut takdir, mau tidak mau tentu akan terjadi dengan pasti. ولكن ييسره الله تعالى عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.اللهم الا اذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة واوقات الصلاة فيجوز ذلك. (Dengan doa tersebut) diharapkan agar Allah swt, memberi keringanan dan kesabaran. Ya Allahsemoga engkau menjauhkan kami dari ilmu nujum yang haram dan menyesatkan.

Akan tetapi, jika mempelajari ilmu nujum hanya untuk mengetahui arah kiblat dan waktu-waktu sholat, maka hukumya boleh. واما تعلم علما الطب فيجوز, لانه سبب من الأ سباب فيجوزتعلمه كساْئر فقد تدواى النبى صلى الله عليه وسلم Adapun ilmu mempelajari kedokteran,maka hukumnya wenang(boleh).

Karena mempelajari ilmu kedokteran itu akan dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya sakit. Diperbolehkannya mempelajari ilmu kedokteran tersebut, karena beliau, nabi muhammad saw, sendiri melakukan berobat.

وقد حكى عن الشافعى رحمه الله انه قال:العلم علمان علم الفقه للأديا وعلم الطب للابدان وما وراء ذلك بلغة مجلس Demikianbahwa beliauimam syafi i -rahimahullah- pernah berkata : ilmu itu hanya dua: 1.

Ilmu fiqih, yaitu untuk mengetahui seluk-beluk masalah agama. 2.ilmu kedokteran, yaitu untuk cara menghilangkan najis anjing keadaan sehat dan sakit tubuh. Adapun ilmu-ilmu yang selainnya, hanya bersifat sebagai pelengkap bekal hidup. واما تفسير العلم فهو صفة يتجلى بها لمن قامت هي به المذكور,والفقه معرفة دقائق العلم. Adapun pengertian ‘’ilmu’’, yaitu suatu sifat yang dapat dijadikan sarana mengetahui sesuatu itu dengan sempurna.(Dengan ilmu, orang akan dapat menyelesaikan semua perkara dengan sempurna dan baik).

Adapun mempelajari ilmu fiqih adalah untuk mengetahui hal-hal yang rumit dan lembut. قال ابوحنيفة رحمة الله عليه : الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها وقال : ما العلم الا للعمل به والعمل به ترك العاجل للاجل.

Imam Abu Hanifah berkata : ‘’ilmu fiqih adalah ilmu untuk mengetahui sesuatu yang manfaat (berguna) serta madarat (membahayakan) bagi dirinya.’’Beliau berkata : “tujuan daripada ilmu tiada lain hanya untuk diamalkan. Adapun mengamalkan ilmu adalah meninggalkan dunia untuk akhirat فيمبغي للانسان ان لا يغفل عن نفسه وما يضرها فى اولاها واخراها. فيستلجب ما ينفعها ويجتنب ما يضرها كيلا يكون عقله وعلمه حجة فيزدا دعقوبة نعوذ بالله من سخطه وعقابه وقد ورد فى مناقب العلم وقضائله آيات واخبار ضحيحة مشحورة لم نستغل بذكرها كيلا يطول الكتاب.

Maka, hendaknya setiap manusia jangan sampai lupa dan lengah memikirkan dirinya, mana yang baik dan bermanfaat serta yang tidak baik dan mecelakakan bagi dirinya selama hidup diduniaapalagi sampai lupa kehidupan diakhirat nanti. Untuk itu, pandai-pandailah mencari sesuatu yang dapat berguna serta menyelamatkan diri anda.Cepat-cepatlah menghindar dan menjauh dari sesuatu yang dapat mencelakakan dan merusak diri anda.

Semoga kita terjaga dari siksa dan murka Allah swt. Adapun dalil (bukti) yang menerangkan tentang keutamaan ilmusangat banyak terdapat dalam alqur’an ,begitu juga dalam hadist rasulullah saw. yang sahih dan masyur. Akan tetapi tidak kami sebutkan disiniagar tidak memperpanjang keterangan.

FASAL II : NIAT KETIKA AKAN BELAJAR فصل فى النية فى حال التعلم ثم لا بد له من النية فى زمان تعلم العلم اذ النية هى الاصل فى جميع الأحوال.لقوله عليه الصلاة والسلام: انماالأعمال باالنيات,حديث صحيح. وعن رسول الله صلى الله عليه اسلام: كم من عمل يتصور بصورة اعمال الدنيا ويصير بحسن النية من اعمال الاخرة.

وكم من عمل يتصور بصورة اعمال الآخرة ثم يصير من اعمال الدنيا بسوء الني Selanjutnya, bagi pelajar hendaknya meletakan niat selama dalam belajar. Karena niat itu sebagai pangkal dari segala amal.

Sebagaimana disabdakan oleh rasulullah saw:’’sahnya semua perbuatan itu apabila disertai niat.”hadist ini shahih. Diceritakan lagi dari rasulullah saw,beliau bersabda ‘’banyak terjadi amal-amal yang tampaknya tidak pantas mendapat pahala. Akan tetapi lantaran disertai niat yg baik, akhirnya amal tersebut termasuk amal akhirat yang sudah barang tentu akan menerima pahala. Dan banyak sekali amal yang tampak merupakan amal akhirat,tetapi amal tersebut termasuk amal dunia yang berarti tidak mendapatkan pahala apa-apa.

Semua itu lantaran disertai niat yang buruk.’’ ويمبغى ان ينوى المتعلم بطلب العلم رالضاالله تعلى والدار الاخرة وازالة الجهل عن نفسه وعن سائر الجهار واحياء الدين وابقا ء الاسلام فان بقاء الاسلام بالعلم ولا يصيح الزهد واتقواى مع الجهل.وانشد الشيخ الامام الاجا ر برهان الدين صاحب الهداية شعرا لبعضهم (Maka dari itu) sebaiknya setiap pelajar mempunyai niat yang sungguh –sunguh dalam mencari ilmu dan keridhaan Allah swt, agar mendapat pahala kelak diakhirat, menghilangkan kebodohan yang ada pada dirinya dan kebodohan orang-orang yang masih bodoh, serta niat mnghidupkan dan melestarikan agama islam.

Karena, kelestarian agama itu sendiri dapat terjaga apabila ada ilmu. Tidak sah bagi orang yang melakukan zuhud dan takwa tanpa dasar ilmu. Beliau imam syekh burhanuddin, pengarang kitab AL-Hidayah pernah membaca sebuah syair kepada sebagian ulama, yang isinya sebagai berikut: فساد كبير عالم متحتك ♣ واكبر منه جا هل متنسك Besar kerusakannya bagai orang alim yang melakukan sesuatu tidak menurut aturan agama.

Dan lebih besar lagi kerusakannya apabila ada orang bodoh, melakukan ibadah tanpa ilmu. هما فتنة فى العالمين عظيمة ♣ لمن بهما فى دينه يتمسك Kedua orang tersebut hanya akan membuat fitnah yang besar didunia ini, bagi orang lain yang mengikuti didalam melakukan agamanya. ويوى به الشكر على نعمة العقل وصحة البدن ولا ينوى به اقبال الناس ولا استجلاب حطام الدنيا والكرمة عند السلطان وغيره Dan sangat baik sekali apabila seorang pelajar dalam mencari ilmu, mempunyai niat dan syukur karena mendapat kenikmatan berupa akal dan badan sehat.

Jangan sampai niat itu hanya ketika berhadapan dengan manusia atau agar lebih mudah memperoleh harta benda, terpandang mulia dihadapan pemimpin, dan niat lain yang kesemuanya itu bukan karena Allah swt.

قال محمد ابن الحسن رحمه الله تعالى لوكان الناس كلهم عبيدى لاعتقتهم وتبرأت عن ولا ئهم ومن وجد لذة العلم والعمل به قلما يرغب فيما عند الناس. انشدنا الشيخ الامام الاجل قوام الدين حماد بن ابراهيم بن اسماعيل الصفار الانصري املاء لأبى حنيفة رحمه الله تعالى شعرا Syekh muhammad ibnu hasan -rahimahullah- berkata:”seandainya semua manusia itu menjadi budakku, tentu akan aku merdekakan semua dan aku bebaskan mereka dari tanggunganya, sehingga aku merasa bersih dari hak-hak manusia.

Barangsiapa yang telah merasakan kemanisan ilmu dan amal, maka ia tentu tidak mempunyai harapan atas hak orang lain.” Beliau, Syekh Imam Al-Ajal Qawwamuddin Hammad bin Ibrahim bin Ismail Ash-shaffari Al-Anshari pernah membacakan sebuah syair kepadaku, syair ini dari Abu Hanifah, berbunyi: من طلب العلم للمعاد ♣ فاذ بفضل من الرشاد Barangsiapa yang belajar (mencari ilmu) hanya untuk tujuan akhirat, maka ia akan mendapat (memperoleh) kebahagiaan,karunia,dan petunjuk dari tuhan.

Sebab, dengan niat yang demikian itu ia dapat menuju kebenaran dan memperoleh fadlal (keutamaan). فيالخسران طا لبيه ♣ لنيل فضل من العباد Barangsiapa mencari ilmu dengan tujuan agar dihormati dan dimuliakan oleh manusia, maka ia akan mengalami kerugian.

اللهم الا اذا طلب الجاه للامر با لمعروف والنهى عن المنكر وتنفيذالحق واعزازالدين لا لنفسه وهواه فيجوز ذلك بقدرما يقيم به الامر با لمعروف والنحى عن المنكرف Wahai, Allah, (semoga engkau menjauhkan kami dari kerugian). Terkecuali apabila dalam mencari pengaruh kemuliaan dan kewibawaan tersebut dengan maksud amar ma’ruf nahi mungkar, melaksakan (membela) keberan dan memuliakan agama.

Bukan hanya menuruti hawa nafsunya. Maka diperbolehkan kalau memang maksudnya melaksakan tujuan tersebut. ويمبغى لطالب العلم ان يتفكر فى ذلك فانه يتعلم العلم بجهد كثير, فلا يصرفه الى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. شعر. Seyogianya bagi setiap pelajar, berpikir dengan sungguh-sungguh. Karena, untuk memperoleh ilmu tersebut, jangan dipergunakan untuk mencari harta benda, yang kedudukanya tidak seberapa dan cepat sirna. Terdapat syair yang menyatakan: هى الدنيااقل من القليل ♣ وعاشقها اذل من الذليل Adapun dunia, ia adalah sedikit dari yang paling sedikit,dan orang yang mencintainya adalah lebih hina dari yang paling hina.

تصم بسحر ها قوما وتعمى ♣ فهم متهيرون بلا دليل Dunia dengan sihirnya dapat membuat tuli dan buta masyarakat. Sehingga masyarakat menjadi bingung, tidak mempunyai pegangang. ويمبغى لاهل العلم ان لا لايذل نفسه بالطمع فى غير مطمع ويتحرز عما فيه مذلة العلم واهله ويكون متواضعا. والتواضع بين التكبر والمذلة والعفة كذلك يعرف ذلك فى كتاب الأخلاق انشد اشيخ الامام الاجل الاستاذ ركن الاسلام, المعروف بالأديب المختار شعرا لنفسه Dan seyogianya bagi ahli ilmu, janganlah mempunyai sifat tamak (menginginkan sesuatu yang bukan semestinya).

Sebab, hanya akan menjadikan dirinya hina. Juga menjaga sesuatu yang dapat menyebabkan ilmu berseta ahlinya menjadi hina. Selanjutnya, hendaklah melakukan tawaduk (rendah diri). Dalam kitab Akhlak diterangkan: Tawaduk dan Iffah, keduanya hampir sama pengertianya, yaitu perilaku tengah-tengah antara sombong dan rendah diri. Syekh ruknul islam, seorang guru terkenal, pernah membacakan sebuah syair untuk dirinya sendiri sebagai berikut: ان التواضع منخصال المتقى ♣ وبه التقى الى المعالى يرتقى Sesungguhnya sikap tawaduk (rendah diri) adalah sebagian sifat sifat orang yang taqwa kepada allah Allah swt.

Dan dengan tawaduk, orang yang takwa akan naik derajatnya menuju keluhuran. ومن العجائب عجب من هوجاهل ♣ فى حاله اهوالسعيد ام الشقى Termasuk hal yang mengherangkan, yaitu apabila ada orang yang tidak mengerti akn dirinya sendiri, apakah ia menjadi orang yang beruntung atau celaka. ام كيف يختم عمره اوروحه ♣ يوم النوى متسفل اومرتقى (Dan nantinya kalau sudah mati) apakah ia membawa iman atau tidak?.

Apabila mati dengan membawa iman, tentu bisa naik derajatnya ke golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa(Maqaamul mu’minin). Tetapi, apabila tidak, tentu akan terperosok ke tempat yang paling hina (Asfalas saafilin). والكبرياء لربنا صفة به ♣ مخصوصة فتجنبنها واتقى Adapun sifat kibriya’ (sifat yang agung dan mulia) merupakan salah satu sifat yang hanya dimiliki oleh Allah.

Maka dari itu pandai-pandailah menjaganya. قال ابو حنيفة رحمه الله لاصحابه: عظموا عما ئمكم ووسعوا cara menghilangkan najis anjing مكم وانما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم واهله. Imam Abu Hanifah -rahimahullah- berkata kepada teman-temanya:”Jika enkau memakai sorban,buatlah yang besar(longgar).”Maksud dari kata-kata tersebut untuk menjaga, agar ilmu dan orang yang mempunyai ilmu itu jangan sampai kelihatan remeh, apalagi sampai diremehkan.

ويمبغى لطالب ان يحصل كتاب الواصية التي كتبها ابو حنيفة ليوسف نب خالد السمتى عند الرجوع الى اهله يجده من يطلب. Dan baik sekali bagi pelajar, belajar Kitab Wasiat karangan Imam Abu Hanifah yang ditulis untuk Yusuf bin Khalid As-simty ketika pulang ke keluarganya. Barang sipa yang mendapatkan Kitab Wasiat tersebut, akan berhasil. وكان استاذنا الشيخ الامام برهان الائماتة على بن ابى بكر قدسالله روحهالعزيز امرنى بكتابته عند cara menghilangkan najis anjing الى بلدى وكتابته.

ولا بد للمدرس والمفتى فى معاملات الناس منه Guru kami, Syekh Imam Burhanul Aimmah, Ali bin Abu Bakar, memerintahkan kepada kami ketika hendak pulang kekampung setelah mondok ditempat beliau, agar menulis sebuah buku mengenai wasiat.

Maka perintah tersebut kami laksanakan. Karenanya, seharusnya bagi seorang guru dan ahli nasihat didalam pergaulannya dengan masyarakat, hendaknya memiliki kitab tersebut (Kitab Wasiat,karangan Imam Abu Hanifah). FASAL III : TENTANG MEMILIH GURU DAN TEMAN - فصل فى اختير العلم ولأستاذ والشريك والثبات عليه وينبغى لطالب العلم أن يختار من كل علم أحسنه وما يحتاج إليه فى أمر دينه فى الحال، cara menghilangkan najis anjing ما يحتاج إليه فى المآل.

Seyogianya bagi para pelajar itu dapat memilih ilmu yang baik ,bagi agamanya kemudian ilmu yang dapat digunakan kelak (dimasa depan). cara menghilangkan najis anjing علم التوحيد والمعرفة ويعرف الله تعالى بالدليل، فإن إيمان المقلد ـ وإن كان صحيحا عندنا ـ لكن يكون دائما بترك الإستدلال.

Selain itu,hendaknya mendahulukan ilmu tauhid, sehingga dapat memahami tentang allah swt, dengan dalil yang jelas bukan hanya sekadar taklid. Meskipun iman orang itu sah ,tetapi masih terkenah dosa karena tanpa dalil. ويختار العتيق دون المحدثات، قالوا: عليكم بالعتيق وإياكم بالمحدثات، وإياك أن تشتغل بهذا الجدال الذى ظهر cara menghilangkan najis anjing انقراض الأكابر من العلماء، فإنه يبعد عن الفقه ويضيع العمر ويورث الوحشة والعداوة، وهو من أشراط الساعة وارتفاع العلم وافقه ,كذا ورد فى الحديث.

hendaknya seorang pelajar dapat memilih ilmu yang kuno. Jangan memilih ilmu yang baru (tanpa ada dasar dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam). Para ulama berkata: Tetaplah pada ilmu yang kuno, dan sungguh janganlah engkau memiliki ilmu yang baru. Jangan sekali-kali mempelajari (menggunakan) ilmu debat, yaitu ilmu yang timbul setelah para ulama besar meninggal dunia.

Karena ilmu debat itu itu hanya akan menjauhkan orang yang hendak belajar ilmu fiqih dan menyia-nyiakan kan umur serta dapat memporak porandakan ketentraman hati (tidak tenang atau resah), juga hanya akan menimbulkan pertentangan (permusuhan). Selain itu ilmu debat termasuk tanda-tanda kedekatan hari kiamat. Juga cara menghilangkan najis anjing hilangnya ilmu, khususnya ilmu fiqih.

Demikian itu telah diceritakan dalam hadis أما اختيار الأستاذ: Adapun memilih guru فينبغى أن يختار الأعلم والأورع والأسن، كما اختار أبو حنيفة، رحمة الله عليه، حماد بن سليمان، بعد التأمل والتفكير، قال: وجدته شيخا وقورا حليما صبورا فى الأمور.

Hendaknya dapat memilih seorang guru yang Alim (pandai), lebih wira’i dan yang lebih tua. Sebagaimana Imam Abu Hanifah ketika belajar, beliau memilih Ustadz hammad bin Abi Sulaiman. Setelah dipikir-pikir dan di angan-angan, maka Abu Hanifah rohimahullah Ta’ala mengatakan: Beliau (Syekh hammad) adalah seorang guru yang tua ilmunya, sikapnya mulia dan Agung, serta sifatnya baik dan sabar. وقال: ثبت عند حماد بن ابى سليمان فنبت Imam Abu Hanifah berkata: ”Aku tetap belajar kepada Syekh Hammad, menetap dan tidak berpindah-pindah, hingga aku dapat menyelesaikan pelajaran dengan sempurna.

وقال أبو حنيفة رحمة الله عليه: سمعت حكيما من حكماء سمرقند قال: إن واحدا من طلبة العلم شاورنى فى طلب العلم، وكان قد عزم على الذهاب إلى بخارى لطلب العلم.

kemudian aku mendengar ada seorang ulama yang pandai dan bijaksana di daerah samarqandi”. Seorang cendekiawan berkata: ada seseorang meminta musyawarah kepadaku masalah dia mau belajar. Maksud orang tersebut hendak belajar ke negara Bukharah. وهكذا ينبغى أن يشاور فى كل أمر، فإن الله تعالى أمر رسوله عليه الصلاة والسلام بالمشاورة فى الأمور ولم يكن أحد أفطن منه، ومع ذلك أمر بالمشاورة، وكان يشاور أصحابه فى جميع الأمور حتى حوائج البيت.

Sebaiknya, orang Islam itu selalu melakukan musyawarah dalam hal apa saja. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, telah memerintahkan kepada Rasul-nya agar membiasakan musyawarah di dalam segala urusan.

Padahal tidak ada seorang pun yang melebihi kepandaian Rasulullah saw. Kendati demikian,Rasulullah saw, masih diperintahkan musyawarah. Dan nabi saw sendiri masih melakukan musyawarah dengan para sahabatnya, sampai mengenai masalah keluarga. قال على كرم الله وجهه: ما هلك امرؤ عن مشاورة قيل [الناس] رجل [تام] ونصف رجل، ولا شيئ فالرجل: من له رأي صائب ويشاور العقلاء، ونصف رجل: من له رأي صائب لكن لا يشاور، أو يشاور ولكن لا رأي له. ولا شيئ: من لا رأي له ولا يشاور. Sayyidina Ali berkata: Tidak akan mengalami kerusakan orang yang mau bermusyawarah Sebagian ulama ada yang mengatakan: keadaan manusia itu ada 3 macam: 1.

orang yang sempurna yaitu orang yang mempunyai gagasan benar dan mau bermusyawarah. 2. setengah sempurna yaitu orang yang mempunyai gagasan benar, tetapi tidak mau bermusyawarah atau mau bermusyawarah tapi tidak mempunyai gagasan yang benar.

3. Tidak termasuk manusia, apabila ada orang yang tidak mempunyai gagasan benar dan tidak mau bermusyawarah. وقال جعفر الصادق لسفيان الثورى: شاور فى أمرك الذين يخشون الله تعالى. فطلب العلم من أعلى الأمور وأصعبها، فكانت المشاورة فيه أهم وأوجب. Syekh Jafar Sodiq berkata kepada Sufyan Ats- Tsuri: ”bermusyawarah lah engkau dalam (segala) permasalahan mu kepada orang yang taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Adapun mencari ilmu itu termasuk permasalahan yang besar lagi sulit.

Maka bermusyawarah tentang mencari ilmu,( karena hal itu) lebih penting dan wajib. قال الحكيم رحمة الله عليه: إذا ذهبت إلى بخارى فلا تعجل فى الإختلاف إلى الأئمة وامكث شهرين حتى تتأمل وتختار أستاذا، فإنك إن ذهبت إلى عالم وبدأت بالسبق عنده فربما لا يعجبك درسه فتتركه فتذهب إلى آخر، فلا يبارك لك فى التعلم Seorang Hakim samarqandi berkata kepada orang yang meminta keterangan (yang mengajak musyawarah): apabila engkau telah sampai di negara bukhara, engkau jangan tergesa-gesa berguru kepada guru yang ada di sana.

Akan tetapi Bersabarlah dahulu kira-kira 2 bulan lamanya, agar dapat berpikir dengan sungguh-sungguh. Kemudian, pilihlah guru yang sekiranya engkau cocok dengan pelajarannya. Karena, jika engkau sudah terlanjur masuk menjadi murid dan sudah memulai belajar kepadanya, yang kadangkala muka kurang cocok dengan pelajaran yang diberikan gurumu, kemudian engkau kau berpindah pada guru yang lain.

Maka yang demikian itu akan membuatmu tidak mendapat berkah dari ilmu yang engkau pelajari. فتأمل فى شهرين فى اختيار الأستاذ، وشاور حتى لا تحتاج إلى تركه والاعراض عنه فتثبت عنده حتى يكون تعلمك مباركا وتنتفع بعلمك كثيرا. maka dari itu, berangan-angan lah dahulu kira-kira 2 bulan lamanya untuk memilih guru. Dan bermusyawarahlah dengan orang setempat, yang sekiranya pantas (mampu) diajak bermusyawarah, sehingga engkau tidak mengalami pindah pindah, dari satu guru pindah ke guru yang lain.

(kalau sudah berhasil menemukan seorang guru yang cocok), maka menetaplah di situ dan Belajarlah kepadanya, agar belajarmu nanti mendapatkan berkah serta ilmu yang bermanfaat lagi banyak. واعلم أن الصبر والثبات أصل كبير فى جميع الأمور ولكنه عزيز، cara menghilangkan najis anjing قيل: Ketahuilah! Bahwa sesungguhnya kesabaran dan tahan uji adalah dasar pokok lagi besar pengaruhnya terhadap segala masalah. Akan tetapi yang melakukan demikian itu sangat jarang sebagaimana disebutkan dalam sebuah syair.

لكل إلى شأو العلا حركات ولكن عزيز فى الرجال ثبات Setiap orang yang menginginkan cita-cita yang tinggi, tetapi sangat jarang yang betah mempertahankan cita-citanya. Dikatakan kan bahwa keberanian itu tidak tergantung pada kekuatan badan. قيل: ما الشجاعة ؟ [قيل]: الشجاعة صبر ساعة. Tetapi keberania itu tergantung pada kesabaran dan tahan uji. فينبغى لطالب العلم أن يثبت ويصير على أستاذ وعلى كتاب حتى لا يتركه أبتر، وعلى فن حتى لا يشتغل بفن آخر قبل أن يتقن الأول، وعلى بلد حتى لا ينتقل إلى بلد آخر من غير ضرورة، فإن ذلك كله يفرق الأمور ويشغل القلوب ويضيع الأوقات ويؤذى المعلم.

Maka seyogianya seorang pelajar tahan uji dan sabar. Betah dan tetap pada satu guru dan satu kitab, sehinggah tidak meninggalkan guru atau kitab sebelum sempurna. Demikian pula harus sabar dan tetap pada satu bab, jangan tergesah-gesah pindahpada bab lain sebelum bab pertama selesa dengan sempurna. Disamping itu, hendaknya betah dalam satu tempat ( pondok), jangan pindah ke lain tempat, terkecuali dalam keadaan terpaksa. Sebab yang demikian itu hanya akan memisahkan sesuatu dan akan membuang-buang biaya, meresahkan hati menyia-nyiakan waktu dan membuat sakit hati sang guru.

وينبغى أن يصبر عما تريده نفسه وهواه. Hendaklah, bersabar menahan kemauan nafsunya. قال الشاعر: Sebuah syair mengatakan : إن الهوى لهو الهوان بعينه وصريع كل هوى صريع هوان Sesunggguhnya keinginan hawa nafsu itu keberadaanya hinah dan remeh.

Orang terdesak oleh hawa nafsu, maka ia terdesak oleh kehinaan. ويصبر على المحن والبليات. (Sebagaimana tersebut diatas, bahwa seseorang yang sedang belajar), hendaknya sabar menerima ujian dan cobaan.

قيل: خزائن المنن، على قناطير المحن. Dikatakan:Gedung cara menghilangkan najis anjing itu penuh dengan ujian dan cobaan. ولقد أنشدت، وقيل إنه لعلى بن أبى طالب كرم الله وجهه شعرا: Aku pernah dibacakan syair Sayidinah Ali karamallahu wajhah isinya sebaai berikut: ألالا تنــال الــعـلم إلا بســتة سأنبيك عن مجموعها ببيان Ingatlah, sesungguhnya enkau tidak akan dapat memperoleh ilmu, kecuali dengan memenuhi syarat enam perkara yang akan aku terangkan secara ringkas, yaitu: ذكاء وحرص واصطباروبلغة ♣ وإرشاد أستاذ وطـول زمان 1.Cerdas 2.Rajin 3.

Pandai 4. Mempuayai bekal 5.petunjuk guru dan 6. Waktu yang panjang (lama). وأما اختيار الشريك، فينبغى أن يختار المجد والوراع وصاحب الطبع المستقيم المتفهم، ويفر من الكسلان والمعطل والمكثار والمفسد والفتان. Adapun memilih teman,pilihlah teman yang rajin,wira’i (menjaga diri dari yang haram),mempunyai watak jujur, dan ahli memahami.

jauihlah teman yang malas, suka menganggur, banyak omongdan perilakunya rusakapalagi teman yang teman yang suka memfitnah. قال الشاعر: Sebuah syair mengatakan: عن المرء لا تسئل وأبصر قرينه فـإن الـقرين بالمـقارن يقــتـدى Jika ingin tahu watak seseorang, maka janganlah bertanya kepadanyatetapi lihatlah dengan siapa ia bergaul. Sebab, didalam pergaulan itu sering, terjadi perilaku seseorang ikut-ikutan.

فـإن كـان ذا شر فــجـنبه سرعـة وإن كان ذا خير فقارنه تهـتدى Jika teman itu perilakunya tidak baik, maka cepat-cepatlah enkau menjauhinya.

Jika perilakunya baik, maka bertemanlah denganya, agar engkau dapat petunjuk darinya وأنشدت شعرا آخر: Dan kami dibacakan sebuah syair: لا تصحـب الكسلان فى حـالته كـم صـالــح بفـسـاد آخــر يفسـد Janganlah engkau bergaul dengan orang pemalasbanyak sekali orang baik, lantaran bergaul dengan orang yang rusak, tingkah lakunya akhirnya ikut-ikutan rusak.

عدوى البليد إلى الجليد سريعة كالجمر يوضع فى الرماد فيخمد Menularnya perilaku yang buruk terhadap orang yang baik itu cepat sekali, bagaikan api yang dimasukan ke abu, tentu api itu akan cepat mati.

قال النبى صلى الله عليه وسلم: كل مولود يولد على فطرة الإسلام، إلا أن أبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه. الحديث. Nabi Muhammad saw. telah bersabda: ”Setiap anak yang lahir itu dilahirkan atas dasar islam, hanya kedua orang tualah yang dapat menjadikanya Yahudi, Nasrani atau Majusi.

ويقال فى الحكمة بالفارسية: Dikatakan dalam bahasa persi tentang hikmah pergaulan باربد بدتـر بود ازمـاربد بحـق ذات بـاك الله الصـمـد Sesunggunya teman yang buruk itu lebih bahaya dari pada ular jahat, demi ALLAH yang Maha luhur dan maha suci.

باربد ازدترا سوى حجيم بار نـيكــوكــير نابـى نعــيم Sesungguhnya teman yang buruk dan jahat itu dapat menjerumuskan engkau kedalam neraka jahanam. Karena itu carilah teman yang baik tingkah lakunyaagar engkau berhasil mendapatkan surga naim. وقيل: Ada lagi syair mengatakan: إن كنت تبغى العلم وأهله أو شـاهدا يخـبـر عن غائب Jika ingin mendapat ilmu dari ahlinya.

Atau engkau ingin mengetahui perilaku seseorang dari kejauhan. فاعتبر الأرض بأسـمائها واعتبر الصاحب بالصاحب Maka cara menghilangkan najis anjing pada temanya, sebagaimana engkau melihat macam-macam bumi melalui nama-namanya. (Umpamanya, yang disebut sawah adalah tanah yang mengeluarkan padi, sedang yang disebut kebun adalah tanah yang mengeluarkan buah-buahan).

FASAL IV: TENTANG MEMULIAKAN GURU BESERTA AHLINYA فصل فى تعظيم العلم وأهله اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره Ketahuilah, sesungguhnya orang yang mencari ilmu itu tidak akan memperoleh ilmu dan kemanfaatannya, kecuali dengan memuliahkan ilmu beserta ahlinya, dan memuliahkan guru.

قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة والتعظيم Dikatakan: Tidak akan sampai maksud seseorang,kecuali ia mau menghormat. Sebaliknya, seseorang akan jatuh dari kedudukanya akibat ia tidak mau menghormati dan meremehkan.

وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة Dikatakan oleh sebagian ulama: Menghormati itu lebih baik dari pada cara menghilangkan najis anjing. Tidaklah engkau tahu, bahwa seorang menjadi kufur bukan karena berbuat maksiat. Tetapi ia bisa menjadi kufur lantaran tidak mengindahkan perintah dan larangan Allah swt.

ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ، قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق Termasuk memuliakan guru adalah memuliakan guru. Sayyidinah Ali berkata: Aku adalah budak bagi orang yang mengajarkan ilmu kepadaku, meskipun hanya satu huruf. kalau orang tersebut ingin menjualku, maka bolelah. jika ingin membebaskan atau menetapkan aku sebagai budaknya aku tetap mau. وقد أنشدت فى ذلك Kami pernah dibacakan sebuah syair sayidinah Ali mengenai masalah memuliakan guru, yaitu: رأيت أحق الحق حق المعلم ♣ وأوجـبه حفظا على كل مسلم Aku tahu bahwa hak seorang guru itu harus diindahkan melebihi segala hak.

Dan lebih wajib dijaga oleh setiap orang islam. لقد حق أن يهدى إليه كرامة ♣ لتعليم حرف واحد ألف درهم Sebagai (balasan) memuliakan guru, amat pantaslah jika beliau diberi seribu dirham, meskipun hanya mengajar satu kalimat.

فإن من علمك حرفا واحدا مما تحتاج إليه فى الدين فهو أبوك فى الدين Karena sesungguhnya orang yang mengajarkanmu satu huruf, yang hal itu (masalah agama) memang kamu perlukanmaka ia temasuk (dihukumi) sebagai bapakmu dalam agama. وكان أستاذنا الشيخ الإمام سديد الدين الشيرازى يقول: قال مشايخنا: من أراد أن يكون ابنه عالما ينبغى أن يراعى الغرباء من الفقهاء، ويكرمهم ويطعمهم ويطيعهم شيئا، وإن لم يكن ابنه عالما يكون حفيده عالما Guru kami, syekh imam sadiduddin syairazi berkata: Guru-guruku berkata:”Barang siapa yang menginginkan anaknya menjadi orang alim, maka seyogianya menjaga,memuliakan,menghormati dan memberi segala sesuatu kepada mereka yang pergi untuk belajar (Mondok).

jika anaknya tidak menjadi orang alim, maka cucu-cucunyainsya Allah menjadi orang alim.” ومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ Sebagaimana dari memuliakan guru ialah janganlah berjala didepanya, duduk ditempat duduknya, memulai berbicara kecuali mendapat izin darinya, banyak bicara, dan jangan mengajukan pertayaan jika cara menghilangkan najis anjing dalam keadaan tidak enakdan jagalah waktu, jangan sampai mengetuk-ngetuk pintunyatetapi sabarlah sebentar tunggu sampai dia keluar.

فالحاصل: أنه يطلب رضاه، ويجتنب سخطه، ويمتثل أمره فى غير معصية لله تعالى، فإنه لا طاعة للمخلوق فى معصية الخالق كما قال النبى صلى الله عليه وسلم: إن شر الناس من يذهب دينه لدنيا بمعصية الخالق.

ومن توقيره: توقير أولاده ومن يتعلق به Walhasil: Seorang murid hendaknya selalu meminta keridhaan gurunya, menjauhi kemurkaanya, melaksanakan perintah, kecuali perintah maksiat kepada Allah swt. Atau taat kepada makhluk dan maksiat kepada tuhan. Termasuk memuliakan guruialah menghormati dan memuliakan anak-anak serta familinya.

وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين صاحب الهداية رحمة الله عليه حكى: أن واحدا من أكابر الأئمة بخارى كان يجلس الدرس، وكان يقوم فى خلال الدرس أحيانا فسألوا عنه, فقال: إن ابن أستاذى يلعب مع الصبيان فى السكة، ويجيئ أحيانا إلى باب المسجد، فإذا رأيته أقوم له تعظيما لأستاذى. Guru kami, syekh imam burhanuddin pengarang kitab Al-Hidayah pernah bercerita: Ada seorang alim diantara tokoh imam-imam yang ada dinegara bukharasesekali beliau berdiri ketika ditengah-tengah majelis pengajian.

(karena sering berbuat demikian), kemudian orang-orang bertanya kepada imam tersebut. jawabanya:” Sebab putra guruku sedang bermain bersama teman-temanya .oleh karena itukalau aku melihatnya maka aku berdiri untuk anak itu.(maksudku berdiri,tiada lain) lantaran memuliakan guruku.” والقاضى الإمام فخر الدين الأرسابندى كان رئيس الأئمة فى مرو وكان السلطان يحترمه غاية الاحترام وكان يقول: إنما وجدت بهذا المنصب بخدمة الأستاذ cara menghilangkan najis anjing كنت أخدم الأستاذ القاضى الإمام أبا زيد الدبوسى وكنت أخدمه وأطبخ طعامه [ثلاثين سنة] ولا آكل منه شيئا.

Seorang Qodhi, imam fakhruddin Al-Arsabandi pimpina para imam di negera Marwa, dan sultan sangat menghormatinya .Dan dia berkata: ”Adapun aku memperoleh derajat (kedudukan) ini, lantaran menghormati guru. Karena aku berkhidmah (melayani) kepada guruku Imam Abu Yazid Ad-Dabusi.

Aku melayani dan memasakan untuk guruku, sedang aku tidak makan dari apa yang aku masak tadi.” وكان الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى رحمة الله عليه قد خرج من بخارى وسكن فى بعض القرى أياما لحادثة وقعت له وقد زاره تلاميذه غير الشيخ الإمام شمس الأئمة القاضى بكر بن محمد الزرنجرى رحمه الله تعالى، فقال له حين لقيه: لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة.

قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس. فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا. syekh Imam Al-Ajallu Syamsul Aimmah Al-Huwani, keluar dari negara bukhara untuk mengungsi beberapa hari kesuatu daerah.

Selama dalam pengungsian, cara menghilangkan najis anjing muridnya yang datang menjenguk, kecuali Syekh Abu Bakar Az-Zaranji. setelah setelah Syekh Abu Bakar dengan syekh Hulwani, bertanya kemudian Syekh Hulwani kepada Syekh Abu Bakar:” Mengapa hanya kamu sendiri yang tidak datang menjengukku?.” Syekh Abu Bakar menjawab:”karena pada saat itu kami repot melayani ibu. Syekh Hulwani berkata:”Kalau begitu, engkau akan diberi rezeki umur, tetapi engkau tidak diberi rezeki enaknya belajar.” kenyataannya Syekh Abu Bakar mecocoki pada perkataan Syekh Hulwani.

Karena Syekh Abu Bakar sering menetap di desa, maka pengajiaanya tidak lancar. Oleh karena itu, barang siapa yang membuat sakit hati gurunya maka ia tidak akan memperoleh (terhalang) keberkahan ilmu dan tidak bisa berhasil cara menghilangkan najis anjing ilmu yang bermanfaat, kecuali sedikit. [إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـما ♣ لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما] Ketahuilah!

sesungguhnya guru dan dokter keduanya jika tidak dihormati, tentu tidak akan mau memberi nasihat dengan benar. [فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه ♣ واقنع بجهلك إن جفوت معلما] Maka terimalah rasa dengan sabar rasa sakitmu, jika kamu meremehkan doktermu. Dan terimalah kebodohanmu, jika kamu meremehkan gurumu. حكى أن الخليفة هارون راشيد بعث ابنه إلى الأصمعى ليعلمه العلم والأدب فرآه يوما يتوضأ ويغسل رجله، وابن الخليفة يصب الماء على رجله، فعاتب الأصمعى [فى ذلك] بقوله: إنما بعثت إليك لتعلمه وتؤدبه فلماذا لم تأمره بأن يصب الماء بإحدى يديه، ويغسل بالأخرى رجلك؟ Ada sebuah cerita: Seorang khalifah baghdad, namanya Harun Ar-Rasyid, mengirimkan putranya kepada Ustadz Ashmu’i agar dididik tentang ilmu dan tata krama.

Pada suatu hari Khalifah Harun Ar-Rasyid menjenguk anaknya, kebetulan Ustadz Ashmu’i sedang wudu membasuh kakinya. Sedang putra Khalifah Harun Ar-Rasyid menguncurkan air untuk wudunya(Ustadz Ashmu’i). Pada saat khalifah Harun Ar-Rasyid melihat kejadian tersebut, seketika itu tidak terima dan berkata kepada Ustadz Ashmu’i :”Sesungguhnya kukirim kepadamu itu agar engkau didik dan ajari tata krama. Tapi, mengapa engkau tidak memerintahkan anakku agar menguncurkan air dengan tangan kanan,sedang tangan kirinya untuk menggosokan kakimu?.” Termasuk dalam memuliakan ilmu, ialah memuliakan kitab.

Maka seyogianya bagim orang yang mencari ilmu hendaknya jangan sampai memegang kitab, kecuali dengan keaadan suci. ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يأخذ الكتاب إلا بطهارة. Diceritakan oleh syekh Hulwani:” Adanya aku bisa berhasil dalam memperoleh ilmu, adalah karena aku memuliakan ilmu. Karena, setiap kali Aku hendak mengambil khurasan (lembaran kitab), Aku selalu dakam keadaan suci.” وحكى عن الشيخ شمس الأئمة الحلوانى رحمه الله تعالى أنه قال: إنما نلت هذا العلم بالتعظيم، فإنى ما أخذت الكاغد إلا بطهارة.

Pada suatu malam, Syekh Imam As-Sarakhsy sakit perut (masuk angin). Pada malam itu beliau berwudu berulang kali (sampai tujuh belas kali). Karena beliau tidak belajar kitab, kecuali dalam keadaan suci. والشيخ الإمام شمس الأئمة السرخسى كان مبطونا فى ليلة، وكان يكرر، وتوضأ فى تلك الليلة سبع عشرة مرة لأنه كان لا يكرر إلا بالطهارة، وهذا لأن العلم نور والوضوء نور فيزداد نور العلم به. (Adapun memuliakan ilmu dengan bersuci {wudu} ketika memegang kitab atau sedang belajar), itu adalah karena sesunggunya ilmu adalah nur {sinar} dan wudu juga nur.

Maka jadilah ilmu itu bertambah lantaran adanya wudu. ومن التعظيم الواجب للعالم أن لا يمد الرجل إلى الكتاب ويضع كتاب التفسير فوق سائر الكتب [تعظيما] ولا يضع شيئا آخر على الكتاب. termasuk juga memuliakan ilmu yang wajib, ialah jangan sekali-kali memanjangkan kaki {selonjor} pada kitab, dan ketika meletakkan kitab Tafsir hendaknya diletakan diatas kitab-kitab yang lainya. Semua itu hanya untuk memuliakan, dan jangan meletakan apa-apa diatas kitab. وكان أستاذنا الشيخ برهان الدين رحمه الله تعالى يحكى عن شيخ من المشايخ: أن فقيها كان وضع المحبرة على الكتاب، فقال له [بالفارسية]: برنيابي Guru kami Syekh Burhanuddin, menceritakan tentang kata-kata salah seorang guru: Ada seorang pandai yang biasa meletakan tempat tinta diatas kitabnya, kemudian ketahuan oleh gurunya sehingga gurunya berkata dengan bahasa persi :”Bumayabi {kalau begitu, engkau tidak akan memperoleh ilmu yang brmanfaat.}” وكان أستاذنا القاضى الإمام الأجل فخر الدين المعروف بقاضى خان رحمه الله تعالى يقول: إن يرد بذلك الاستخفاف فلا بأس بذلك والأولى أن يحترز عنه Guru kami, Syekh fakhrul islam yang terkenal dengan sebutan”Qadhi Khan” pernah berkata:” kalau sekiranya dalam meletakan sesuatu diatas kitab tersebut, tidak bermaksud meremehkan, maka tidak apa-apa.

Tetapi sebaiknya dapat menjaga cara menghilangkan najis anjing meletakan sesuatu diatas kitab. ومن التعظيم: أن يجود كتابة الكتاب ولا يقرمط ويترك الحاشية إى عند الضرورة. Termasuk juga memuliakan ilmu, yaitu menulis kitab dengan tulisan yang baik, jangan sampai tulisan itu kecil-kecil,( akan tetapi) hendaknya jelas dan terang. Dan janganlah meninggalkan pinggiran (memberi sisa halaman pinggir), untuk mencatat hal-hal yang perlu, terkecuali dengan keadaan terpaksa.

ورأى أبو حنيفة رحمه الله تعالى كتابا يقرمط فى الكتابة فقال: لا تقرمط خطك، إن عشت تندم وإن مت تشتم. يعنى إذا شخت وضعف نور بصرك ندمت على ذلك. Imam Abu Hanifah pernah melihat orang menulis dengan tulisan yang lembut(kecil-kecil). Seketika itu Abu Hanifah berkata:” Jangalah tulisanmu kamu buat kecil-kecil, sebab kalau kamu masih hidup nanti kamu rugi. Dan kalau kamu sudah mati, kamu akan dicaci maki.

Artinya jika kamu diberi umur panjang sampai tua, sedang penglihatanmu sudah berkurang, tentu kamu akan merasa rugi atas perbuatanmu dulu ( menulis dengan tulisan yang kecil). وحكى عن الشيخ الإمام محمد مجد الدين الصرحكى، أنه قال: ما قرمطنا ندمنا، وما انتخبنا ندمنا، وما لم نقابل ندمنا. Diceritakan dari Syekh Imam Muhammad Majduddin Ash-Sharahki rahimahullah, sesungguhnya dia berkata:” Aku menyesal menulis dengan tulisan yang lembut (kecil-kecil) dan menyesali pekerjaanku yang kurang sempurna.

Demikian juga, mengapa aku tidak mau membanding-bandingkan dengan kitab yang lain.” وينبغى أن يكون تقطيع الكتاب مربعا، فإنه تقطيع cara menghilangkan najis anjing حنيفة رحمه الله تعالى، وهو أيسر على الرفع والوضع والمطالعة. Sebaiknya kitab itu dibagi menjadi empat kurasan. Kitab dipotong menjadi empat adalah peraturan Imam Abu Hanifah. Demikian itu agar memudahkan untuk diangkat dan diletakan, juga memudahkan untuk keperluan muthala’ah.

وينبغى أن لا يكون فى الكتابة شيئ من الحمرة، فإنه من صنيع الفلاسفة لا صنيع السلف، ومن مشايخنا كرهوا استعمال المركب الأحمر. Dan sebaiknya pada tulisan tersebut jangan sampai ada tinta (tulisan merah) karena sesungguhnya kitab yang ada tulisan merah itu pekerjaan orang Filsafat, bukan pekerjaan para ulama kuno. sebagian dari guru kami ada yang tidak senang apabila ada tulisan yang diselingi dengan warna merah.

ومن تعظيم العلم: تعظيم الشركاء [فى طلب العلم والدروس] ومن يتعلم منه. والتملق مذموم إلا فى طلب العلم. Termasuk juga memuliakan ilmu, adalah memuliakan guru {dalam mencari ilmu dan pelajaran} dan mereka yang belajar darinya.

Melekat hati adalah tercelah, kecuali melekatnya hati dalam mencari ilmu فإنه ينبغى أن يتملق لأستاذه وشركائه ليستفيد منهم. Dia harus menyanjung gurunya dan rekan-rekannya sehingga dia bisa mendapatkan keuntungan dari mereka. وينبغى لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة.

Sebainya, orang yang mencari ilmu itu hendaknya mendengarkan ilmu dan hikmah serta memuliakan dan menghormati. Meskipun masalah tersebut pernah didengar seribu kali. وقيل: من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم.

Dikatakan:” Barang siapa yang memulikan ilmu yang sudah didengarkan seribu kali itu tidak sama dengan waktu memuliakan ilmu ketika mendengarkan pertama kali, maka ia tidak termasuk ahli ilmu.” وينبغى لطالب العلم أن لا يختار نوع العلم بنفسه، بل يفوض أمره إلى الأستاذ، فإن الأستاذ قد حصل له التجارب فى ذلك، فكان أعرف بما ينبغى لكل واحد وما يليق بطبيعته.

Sebaiknya, orang mencari ilmu itu janganlah memilih bermacam-macam ilmu atas pilihanya sendiri, tetapi serahkanlah semua itu pada guru. Karena seorang guru adalah sudah berpengalaman banyak mengenai memilih ilmu, disamping sudah mengetahui mana ilmu yang baik sesuai akal dan tabiat ( Watak) orang tersebut (maksudnya,seorang guru itu sudah bisa mengira-ngirakan terhadap muridnya, misalnya si fulan itu cocoknya belajar ilmu fiqih, tetapi kalau si fulan yang ini pantasnya belajar ilmu hadis, demikian seterusnya).

وكان الشيخ الإمام الأجل الأستاذ شيخ الاسلام برهان الحق والدين رحمه الله تعالى يقول Beliau imam yang agung, Syekh Burhanuddin rahimahullah berkata: كان طلبة العلم فى الزمان الأول يفوضون أمرهم فى التعلم إلى اساتذهم، وكانوا يصلون إلى مقصودهم ومرادهم، والآن يختارون بأنفسهم، فلا يحصل مقصودهم من العلم والفقه. Para pelajar ( santri ) masa lalu, semuanya menyerahkan segala urusan yang berhubungan dengan pendidikan kepada gurunya.

Oleh karena itu, mereka dapat berhasil segala maksud dan tujuannya. Akan tetapi para pelajar masa sekarang ini, mereka senang memilih dengan caranya sendiri.

Oleh sebab itu mereka tidak bisa memperoleh apa yang dikehendaki dari ilmu dan fiqih. وكان يحكى أن محمد بن إسماعيل البخارى رحمه الله تعالى كان بدأ بكتابة الصلاة على محمد بن الحسن رحمه الله، فقال له محمد بن الحسن: إذهب وتعلم علم الحديث، لما روى أن ذلك العلم أليق بطبعه، فطلب علم الحديث فصار فيه مقدما على جميع أئمة الحديث. Diceritakan: Sesungguhnya Syekh Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah memulai belajar pada seorang guru, Syekh Muhammad bin Hasan, hendak belajar ilmu fiqih khusus mengenai masalah sholat.

Beliau, syekh Muhammad Hasan berkata kepada syekh Muhammad Ismail:” Sebaiknya engkau pindah dari sini, dan belajarlah ilmu hadis”. Syekh Muhammad bin Hasan berkata demikian itu, karena beliau mengerti dan faham bahwa akal, watak dan fak Syekh Muhammad Ismail adalah lebih cocok belajar ilmu hadis. Setelah syekh Muhammad Bin Ismail menerima perintah demikianlalu pergilah belajar ilmu hadis. kenyataannya, Syekh Muhammad bin Ismail menjadi unggul dalam ilmu hadis, melebihi ulama-ulama hadis.

وينبغى لطالب العلم أن لايجلس قريبا من الأستاذ عند السبق بغير ضرورة، بل ينبغى أن يكون بينه وبين الأستاذ قدر القوس فإنه أقرب إلى التعظيم. Sebaiknya bagi pelajar ketika sedang belajar, jangan sampai duduk berdekatan dengan sang guru, kecuali dalam keaadan terpaksa. Akan tetapi sebaiknya duduk antara murid dan guru itu kira-kira sepanjang qaus ( bagian yang melengkung (busur) ). Sebab yang demikian itu sudah berarti memuliakan guru.

وينبغى لطالب العلم أن يحترز عن الأخلاق الذميمة، فإنها كلاب معنوية، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة. وإنما يتعلم الإنسان بواسطة ملك Sebainya cara menghilangkan najis anjing seorang murid dapat menjaga dari budi pekerti yang tercela ( sifat madzmumah).

Karena sifat tercela itu diibaratkan seperti anjing (yang tidak tampak). Rasulullah saw berkata: ” Malaikat itu tidak berkenan masuk rumah ( seseorang) yang didalam rumah tersebut terdapat gambar-gambar atau anjing.” Karena ilmu itu memakai lantaran malaikat.

Adapun perihal budi pekerti yang tercela, dapat diketahui pada kitab-kitab yang menerangkan tentang akhlak. والأخلاق الذميمة تعرف فى كتاب الأخلاق وكتابنا هذا لا يحتمل بيانها. [وليحترز] خصوصا عن التكبر ومع التكبر لا يحصل العلم. قيل: Dalam kitab ini kami tidak menerangkan tetang akhlak.

Diantara ( dikhususkan ) yang mencari ilmu, harus dapat menjaga dari sifat takabur ( sombong ). Dikatakan dalam syair: العلم حرب [للفتى] المتعالى ♣ كالسيل حرب للمكان العالى Ilmu itu musuh orang-orang yang sombong, sebagaimana banjir merusak tempat-tempat yang tinggi.

بجد لا بجد كل مجد ♣ فهل جد بلا جد بمجد Semua pangkat ( keluhuran) itu tidak diperoleh dari kesungguhan, melainkan dari fadhal (karunia) Allah swt. Disamping itu, bergandengan dengan amal usaha.

Karena jarang sekali menemukan keluhuran tanpa usaha yang sungguh-sungguh. فكم عبد يقوم مقام حر ♣ وكم حر يقوم مقام عبد Sebab, banyak sekali seorang budak yang menduduki tempat orang merdeka. Dan sebaliknya, banyak sekali orang merdeka yang terjatuh menempati kedudukan seorang budak. FASAL V: TENTANG KESUNGGUHAN, KETETAPAN DAN CITA-CITA YANG TINGGI فصل في الجد والمواظبة و الهمة ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة.

وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا. Selanjutnya, bagi orang yang mencari ilmu itu hendaknya rajin, bersungguh dan tetap. Ketika syarat diatas telah diterangkan oleh Allah swt, dalam Al-qur’an;” orang-orang yang sungguh mengharap keridhaan-ku cara menghilangkan najis anjing mencari ilmu, tentu aku tunjukan jalan mencari ilmu yang dapat mendatangkan keridhaan-ku.

قيل: Dikatakan: بجـد لا بجــد كــل مـجــد ♣ فهل جد بلا جد بمجدى Semua pangkat ( keluhuran) itu tidak diperoleh dari kesungguhan, melainkan dari fadhal (karunia) Allah swt. Disamping itu, bergandengan dengan amal usaha. Karena jarang sekali menemukan keluhuran tanpa usaha yang cara menghilangkan najis anjing. فكم من عبد يقوم مقام حر ♣ وكم حر يقوم مقام عبد Sebab, banyak sekali seorang budak yang cara menghilangkan najis anjing tempat orang merdeka.

Dan sebaliknya, banyak sekali orang merdeka yang terjatuh cara menghilangkan najis anjing kedudukan seorang budak. وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج. Dan dikatakan: Barangsiapa meminta sesuatu ditemukan, dan siapa pun yang mengetuk pintu akan masuk.

وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى. Dikatakan: Menurut kemampuan sendiri kamu akan mendapatkan apa yang diharapkan. وقيل: يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء. أنشدنى الشيخ الإمام الأجل الأستاذ سديد الدين الشيرازى للشافعى رحمهما الله Dikatakan: Dalam belajar dan memahami, dibutuhkan tiga kakek: pelajar, guru, dan ayah, jika dia masih hidup. Beliau syekh sadiduddin Asy-Sairazi membaca syair pernah membacakan syair kepadaku.

Syair tersebut milik Imam Syafi’ isinya sebagai berikut: الجـــد يــدنـى كــل أمـر شـاسـع Ketekunan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh. والـجــد يفــتـح كــل باب مــغـلـق Dan ketekunan itu bisa juga membuka pintu yang tertutup. وأحق خلق الله تعالى بالهم امرؤ Makhluk Allah swt, yang pantas melakukan susah dan prihatin adalh orang-orang yang mempunyai cita-cita mulia. ذو هــمـة يــبلـى بـعــيـش ضـيـق Tetapi terkena cobaan yang berat dalam kehidupannya (kehidupan sempit). ومن الدليل على القضاء وحكمه ♣ بؤس اللبيب وطيب عيش الأحمق (Terkecuali dalam qodho’ dan takdir Allah SWT.) karenasebagian dalil menunjukkan bahwa qodho’ dan hukum Allah.Adalah orang pandai (kaya akal) hidupnya berat (sulit).

Sedang orang yang bodoh mendapatkan kesenangan hidup (hidupnya enak). لكن من رزق الحجا حرم الغنى ♣ ضـدان يــفـــتـرقــان أى تــفــرق Akan tetapi, orang yang diberi rezeki kaya akal ( pandai ), terhalang untuk menjadi orang kaya ( miskin hidupnya ).

Kenyataanya, kedua orang tersebut selalu bertentangan arah, antara utara dan selatan. وأنشدت لغيره: Kami juga pernah dibacakan syair selain syair Imam Syafi’i: تمـنيت أن تمسى فـقيها مناظـرا ♣ بغـير عناء والجـنون فنون Engkau megharap (ingin) menjadi orang yang alim ilmu agama dan ahli bicara, tetapi engkau tidak mau besungguh-sungguh (enak-enakan).

Keinginan yang demikian itu seperti halya keinginan orang gila. Karena orang gila itu banyak macamnya. وليس اكتساب المال دون مشقة ♣ تحملها فالعلم كـيف يكون؟ Ketahuilah, tidak ada orang yang mendapatkan harta benda tanpa bekerja. Apalagi ilmu, bagaimana engkau cara mendapatkanya, sedang engkau tidak mau belajar. قال أبو الطيب المتنبى: Abu tayyib telah berkata: ولم أرى فـى عيوب الناس عيبا ♣ كنقص القادرين على التمام Aku belum pernah melihat cacat (cela) manusia yang lebih buruk, sebagaimana berkurangnya orang yang dapat menyempurnakan.

Artinya dapat menyelesaikan pekerjaan, tetapi tidak mau menyelesaikan (sembrono) ولا بد لطالب العلم من سهر الليالى كما قال الشاعر: Orang yang mencari ilmu itu hendaknya tidak banyak tidur diwaktu malam. Sebagaimana dikatakan dalam syair: بقـدر الـكــد تكــتـسـب المـعالى ♣ ومـن طـلـب الـعـلى سـهـر اللـيالى Sesuai dengan kadar ketekunannya, orang itu dapat memperoleh beberapa keluhuran.

Maka, barangsiapa ingin memperoleh keluhuran, hendaknya tidak banyak tidur diwaktu malam تــروم الــــعــز ثـم تنــام لــــيلا ♣ يغوص فى البحر مـن طلب اللآلى Engkau bermaksud ingin mulia, akan tetapi engkau tiap malam tidur hanya saja.Ketahuilah, bahwa orang yang mencari intan tidak merasa keberatan, meskipun harus menyelam dilaut.

علـو الـكــعـب بالهـمـم الـعـوالى ♣ وعـن الـــمـرء فـى ســهـر اللـيالى Derajat keluhuran itu hanya bisa ditempuh dengan cita-cita yang luhur. Demikian juga kemuliaan seseorang, harus ditempuh tanpa banyak tidur malam.

تركــت الــنوم ربى فى اللــيالى ♣ لأجــل رضـاك يامــولـى الـمـوالى Wahai tuhan kami, tiap malam kami tidur, karena itu kami hanya ingin keridhaan-mu. ومــن رام الــعـلى مـن غـير كد ♣ أضاع الـعـمـر فى طـلب المـحــال Barangsiapa mengharap keluhuran tanpa usaha, orang tersebut berarti menyia-nyiakan hidupnya didalam mencari barang yang halal. فــوفـقـنى إلـى تحــصــيل عـلـم ♣ وبلـغــنـى إلـى أقــصـى الـمـعــالى Oleh karena itu, semoga tuhan memberi pertolongan kepada kami agar dapat memperoleh hasil ilmu dan sampai cita-cita yang luhur.

قيل: اتخذ الليل جملا تدرك به أملا. قال المصنف وقد اتفق لى نظم فى هذا المعنى شعر Dikatakan: ”Ambillah waktu malam dengan unta yang menyadari harapan.” pengarang kitab ini berkata yang isinya sesuai nazham-ku ini: مـن شاء أن يحـتوى آماله جـملا ♣ فلـيتـخـذ لــيله فـى دركــها جــمـلا Barangsiapa yang menghendaki segala harapanya dapat tercapai, maka sebaiknya gunakanlah waktu malam itu sebagai kendaraan untuk mengejar segala harapanya.

إقلل طعامك كى تحظى به سهرا ♣ إن شئت يا صاحبى أن تبلغ الكملا Kurangilah makanmu, agar kamu dapat menjaga malam (tidak tidur). Wahai saudara-saudaraku, demikian itu jika kalian ingin mencapai kesempurnaan. وقيل: من أسهر نفسه بالليل، فقد فرح قلبه بالنهار.

Dikatakan:” Barang siapa yang tidak tidur diwaktu malamnya, maka hatinya akan merasa gembira dan senang diwaktu siangnya.” ولا بد لطالب العلم من المواظبة على الدرس والتكرار فى أول الليل وآخره، فإن ما بين العشائين، ووقت السحر، وقت مبارك. Bagi seorang pelajar, hendaknya mempunyai waktu belajar tertentu akan mengulang-ngulangi pelajaranya, khususnya diwaktu awal dan akhir malam. Karena antara waktu maghrib dan isya’ serta waktu sahur, merupakan waktu yang pernuh dengan berkah.( Maka janganlah diabaikan).

قيل فى هذا المعنى: Dikatakan dalam pengertian ini: يا طالب العـلم باشـر الورعا وجـانب الـنوم واترك الشبعـا (Ada syair mengatakan: ) Hai, orang yang mencari ilmu, lakukanlah wira’i{ menjauhi hal-hal yang haram}, banyak tidur dan jagalah perut dari kekenyangan. وداوم على الدرس لا تفارقه ♣ فإن العلم بالدرس قام وارتفعا Dan biasakanlah selalu belajar, janganlah kamu mencoba untuk memisahkan ( meninggalkan) pelajaran, karena ilmu itu (bergantung pada orangnya) bisa jadi tetap dan semakin bertambah lantaran selalu dipelajari terus-menerus.

فيغتنم أيام الحداثة وعنفوان الشباب، كما قيل: Orang yang mencari ilmu itu hendaknya dapat menggunakan kesempatan diwaktu muda, yaitu ketika masih kuat dan gagah. Sebagaimana dikatakan dalam syair: بقـدر الـكــد تعــطى ما تروم ♣ فـمــن رام المـنى لــيلا يقـوم Sesuai dengan kerjamu, kamu akn mendapatkan sesuatu yang kamu maksud.

Maka, barangsiapa menghendaki (ingin) memperoleh kemuliaan atau anugerah, hendaknya setiap malam selalu Qiyaamul lail ( bangun diwaktu malam). وأيام الـحــداثـة فـاغـتـنـمـهـا ألا إن الــحــــــداثــة لاتــدوم Karena itu, gunakanlah waktumu selagi masih kuat dan gagah perkasa. Karena waktu muda kuat dan gagah itu tidak selamanya ada (terbatas). قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إن هذا الدين متين فأوغل فيه برفق، ولا تبغض نفسك فى عبادة الله تعالى فإن المنبت لا أرضا قطع ولا ظهرا أبقى Rasulullah saw, bersabda:” Ingatlah!

Sesungguhnya agama islam adalah agama yan kuat dan kukuh. Maka dari itu, kerjakanlah dengan sungguh-sunguh dan pelan-pelan. Janganlah engkau merasa jengkel atau marah untuk mengerjakan ibadah kepada Allah swt. Sebagaimana terkilir kakinya, sehingga terputus kekuatanya untuk berjalan jauh, dan dan ia tidak dapat memulihkan kembali ( menjadi sehat).” وقال عليه السلام: نفسك مطيتك فارفق بها.

فلا بد لطالب العلم من الهمة العالية فى العمل، فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه. cara menghilangkan najis anjing أبو الطيب رحمه الله Nabi Muhammmad saw, bersabda: ” Dirimu ( nafsumu) merupakan kendaraanmu. Karena itu berhati-hati dan pelan-pelan dalam menggunakan kendaraan itu.” Dan abu thayib rahimahullah berkata: على قدر أهل العزم تأتى العـزائم ♣ وتأتى على قـدر الكـرام المكارم Hasil yang diperoleh orang yang mempunyai niat (maksud) adalah menurut apa hasilnya yang dikehendaki.

Orang yang menghendaki kemuliaan, sudah tentu hasilnya adalah kemuliaan yang luhur. وتعظم فى عين الصغير صغارها ♣ وتصغر فى عين العظيم العظائم Besar kecilnya dapat dilihat secara lahiriah. Orang kecil (rendahan) yang cara menghilangkan najis anjing cita-cita tinggi, tentu akan tampak mulia. Sebaliknya, meskipun orang besar, tetapi cita-citanya rendak, akan tampak rendah. والرأس فى تحصيل الأشياء الجد والهمة العالية، فمن كانت همته حفظ جميع كتب محمد بن الحسن، واقترن بذلك الجد والمواظبة، فالظاهر أنه يحفظ أكثرها أو نصفها، فأما إذا كانت له همة عالية ولم يكن له جد، أو كان له جد ولم تكن له همة عالية لا يحصل له العلم إلا قليلا.

Sebagai dasar (pokok) untuk memperoleh sesuatu adalah dengan ketekunan yang disertai cita-cita yang tinggi. Maka seandainya ada seseorang yang ingin hafal kitab karangan Muhammad bin Hasan, yang demikian itu disertai cita-cita, ketekunan dan rajin menghafal tentu pada kenyataan (insyaalah) orang tersebut bisa hafal semua, paling tidak hafal dua pertiga ataupun setengahnya.

Adapun orang yang mempunyai maksud (niat) ingin menjadi mulia, tetapi ia tidak mempunyai ketekunan, atau (sebaliknya), ia tekun tetapi tidak mempunyai cita- cita yang tinggi. Makameskipun orang tersebut dapat berhasil memperoleh ilmu, tetapi hanya sedikit. وذكر الشيخ الامام الأجل الأستاذ رضى الدين النيسابورى فى كتاب مكارم الأخلاق أن ذا القرنين لما أراد أن يسافر ليستولى على المشرق والمغرب، شاور الحكماء وقال: كيف أسافر بهذا القدر من الملك، فإن الدنيا قليلة فانية، وملك الدنيا أمر حقير، فليس هذا من علو الهمة.

Syekh Imam yang agung, Ustadz Ridhaddin telah menerangkan didalam Makaarimil Akhlaq, sesungguhnya raja iskandar Dzurqanain ketika hendak menjajah dan menguasai daerah masyriq dan maghrib, beliau bermusyawarah dengan para hakim.

Raja iskandar berkata:” apakah perlu aku lanjutkan perjalananku (kepergianku) menuju masyriq dan maghrib yang hanya bermaksud ingin memperoleh pangkat dan menguasai dunia. Padahal dunia ini sangat sedikit kegunaanya dan cepat rusak (sirna).

Sedangkan menguasai dunia itu adalah suatu perkara yang remeh. Jadi, kepergian yang disertai niat memperjuangkan perkara cara menghilangkan najis anjing, bukan termasuk cita-cita yang luhur.” فقال الحكماء: سافر ليحصل لك ملك الدين والآخرة. Para hakim berkata:” Sebaiknya anda pergi dengan niat memperjuangkan kalimat (agama) Allah swt, agar anda dapat memperoleh hasil kerajaan dunia dan akhirat.” فقال: هذا أحسن. Kemudian raja iskandar berkata: ” kalau niatnya demikian baik sekali.” وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله يحب معالى الأمور ويكره سفسافها.

Dan Rasulullah saw bersabda:” Sesunggunya Allah swt, senang terhadap keluhuran suatu perkara yang berhubungan dengan masalah agama. Sebaliknya, Allah swt tidak senang dengan terhadap sesuatu yang remeh dan hina.” وقيل: Dikatakan dalam sebuah syair: فلا تعجل بأمرك واستدمه ♣ فما صلى عصاك كمستديم Jika engkau menghendaki suatu perkara, maka jangankah tergesa-gesa mengharap cepat berhasil.

tetapi lakukanlah dengan tekunkarena meluruskan tengkat yang bengkok itu harus dengan cara pelan-pelan dan terus menerus. قيل: Telah diceritakan: قال أبو حنيفة رضى الله لأبى يوسف: كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة.

Bahwa Abu Hanifah pernah berkata kepada Abu Yusuf : ” Engkau adalah seorang yang bodoh, seharusnya engkau keluarkan atau hilangkan kebodohanmu itu secara terus menerus belajar. Karena itu, pandai-pandailah engkau menjaga sifat malas, karena sesungguhnya sifat malas itu adalah sifat buruk yang dapat membahayakan dan menghancurkan.

: قال الشيخ الإمام أبو نصر الصفار الأنصارى Syekh Cara menghilangkan najis anjing Nashar Ash-Shaffar Al-Anshari cara menghilangkan najis anjing dalam syairnya: يا نفس يا نفس لا ترخى عن العمل ♣ فى البر والعدل والإحسان فى مهل Wahai nafsuku, wahai nafsuku, janganlah engkau malas dan lemah dalam berbuat kebaikan, berlaku adil dan jujur. Apalagi berbuat baik, hendaknya cara pelan-pelan (sedang). فـكـل ذى عـمـل فى الخـير مـغـتبط ♣ وفـى بـلاء وشــؤم كــل ذى كــسـل Setiap orang mempunyai kebaikan, sudah tentu akan beruntung.

Tetapi bagi orang pemalas, justru ian akan menjadi sasaran bahaya dan keburukan. : قال المصنف: وقد اتفق لى فى هذا المعنى شعر Pengarang kitab ini berkata:maksud dan daripada Syair Abu Nashar tersebut sesuai dengan arti syair kami berikut: دعى نـفـسى الـتكــاسـل والـتـوانـى وإلا فـاثـــبــتـى فـى ذا الـــهـــوان Wahai nafsuku, tinggalkanlah sikap pemalas.

Jika tidak engkau tinggalkan sifat malas tersebut, maka engkau menjadi orang yang hina. فلم أر للـكــسـالـى اـلحـظ [ يحظى] ♣ ســوى نــدم وحــــرمــان الأمــانـى Karena menurut yang aku ketahui, bahwa orang yang pemalas itu tidak ain hanya mendapat kekecewaan dan tidak memperoleh keberhasilan apapun yang menjadi cita-citanya : وقيل Telah dikatakan dalam sebuah syair: كـم مـن حـياء وكم عـجـز وكـم نـدم ♣ جــم تــولـــد للإنـسـان مــن كـــسـل Betapa banyak rasa malu, tidak berdaya, dan seberapa besar penyesalan seseorang yang lahir dari kemalasan إياك عن كسل فى البحث عن شبه ♣ فـمــا علـمـت وما قـد شذ عنك سل Karena itu, engkau harus dapat menjaga dari sifat malas.

Sebab, meniti suatu perkara yang belum jelas dan belum diketahui dengan terang, semua itu timbul karena sikap malas. وقد قيل: الكسل من قلة التأمل فى مناقب العلم وفضائله، فينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم cara menghilangkan najis anjing [ببقاء المعلومات] والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن أبى طالب كرم الله وجهه Telah dikatakan: Bahwa sesungguhnya sikap malas itu bersumber pada sedikitnya angan-angan tentang dongengan dan keutamaan ilmu.

Maka dari itu, bagi orang yang yang mencari ilmu, seharusnya dapat mengerakan serta menggiatkan dirinya untuk mendapat ilmu secara sungguh dan terus-menerus menekuni, disamping itu mengingat dan memikirkan ilmusebab ilmu itu abadi dan langgeng adanya.

Adapun harta benda, pasti akan rusak. Sebagaimana diaktakan oleh Amirul mukminin Sayidina Ali bin Abi thalib Karamallahu Wajha: رضـينا قسمة الجـبار فينا ♣ لـنا علم وللأعـداء مال Aku terima dan rela atas pemberian tuhanku (Allah swt) terhadapku berupa ilmu, sedang musuhku diberi bagian harta benda.

فإن المال يفنى عن قريب ♣ وإن العلم يبقى لا يزال Karena, sesungguhnya harta benda itu tidak lama akan rusak (tidak kekal).

Akan tetapi kalau ilmu sudah tentu akan awet, abadi dan tidak akan hilang. والعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فغنه حياة أبدية. (Dikatakan) ilmu yang bermanfaat ialah apabila orang itu berhasil (dapat mengamalkan ilmunya), sehingga orang tersebut mendapat sebutan yang baik. Mesipun ia meniggal, namanya tetap harum dan disebut-sebut kebaikanya secara terus-menerus.

Disebut-sebut nama dan kebaikannya itu menunjukkan hidup yang abadi (langgeng). وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل ظهير الدين مفتى الأئمة الحسن بن على المعروف بالمرغينانى: Syekh Hasan bin Ali, juru mufti para imam terkenal dinegara Murghinani pernah membacakan sebuah syair kepada kami demikian: الجـــاهـلـون مـوتـى قـبل مـوتـهــم ♣ والعـالمـون وإن ماتوا فأحياء Hidup orang-orang bodoh yang tidak makrifat, sepertinya halnya orang-orang yang telah mati sebelum meniggal dunia.

Adapun orang-orang alim, meskipun mereka sudah meninggal (mati), sepertinya mereka hidup terus (tidak pernah meninggal, karena kebaikanya selalu disebut-sebut. وأنشدنى الشيخ الإمام الأجل برهان الدين رحمه الله: Kami pernah dibacakan syair oleh syaikhul islam, Burhanuddin yang isinya hampir sama dengan yang diatas tadi: وفى الجهل قبل الموت موت لأهله ♣ فـأجــسامهـم قبل القبور قبور Orang yang selalu dalam kebodohan sebelum mati, dapat dikatakan ia sudah mati.

Karena jasad orang bodoh sebelum dikuburkan seperti sudah dikubur ( karena ia tidak bermanfaat atau tidak memberi manfaat kepada orang lain). وإن امــرؤ لم يحـــيى بالعلم مــيت ♣ فـليس له حــين النشور نشور Dan sesungguhnya orang tidak mempunyai ilmu, ia bagaikan mayat. Orang tersebut ketika bangun dari ghaffah-nyatidak bisa seperti kehidupan orang mati bangkit dari kubur. : [وقال غيره] Dan selain Syekh Burhanuddin juga pernah berkata: أخـو الـعـلم حـي خــالـد بـعـد مــــــوتـه Orang yang mempunyai ilmu itu dapat dikatakan hidup secra terus-menerus (abadi dan langgeng).

وأوصـاله تحـت التراب رمـيم Meskipun tulang rusuknya sudah busuk dan hancur dibawah tanah. وذو الجهل ميت وهو يمشى على الثرى Sebaliknya, orang yang bodoh itu dapat dikatkan mati padahal ia masih berjalan diatas bumi.

يظهر مـــن الأحياء وهوعديم Menurut pandangan umumorang yang bodoh tersebut dikatakan hidup, tetapi sebenarnya orang itu sama halnya dengan orang yang sudah mati. : وقال آخر Dan yang yang lain berkata : حـياة الـقـلب عـلـم فاغـتـنمـه Kehidupan hati adalah pengetahuan ,jadi saya merebutnya. ومـوت القلب جهـل فاجتنبه Dan kematian adalah ketidaktahuan, jadi saya hindari.

وأنشدنى أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمة الله عليه شعرا: Dan Syekh Burhanuddin pernah membacakan syair kepadaku: اذ العلم أعلى رتبة فى المــــــــراتب Ilmu dalah paling tinggih derajat kepangkatanya dibanding derajat lainnya. ومن دونه عز العلى فـى المواكــب Adapun derajat kepangkatan selain ilmu, adalah hanya untuk pergaulan. فذو العلم يبقــى عزه متضــاعفـــــــا Karena oran yang mempunyai ilmu itu kemuliannya terus-menerus berlipat ganda dan abadi.

وذو الجهل بعد الموت فـى الترائب Adapun orang yang bodoh ketika ia sudah mati, maka ia akan terkulai segalanya didalam tanah. tidak ada riwayat apa-apa (mati semua) فـهــيات لا يرجــو مـداه مـن ارتـقى Maka jauh sekali orang yang mempunyai kekuasaan memegang pemerintahan, sehingga memerintahkan kepada prajurit.

رقى ولى الملك والـى الكــــــــتائب Karena ia tidak mungkin mengharapkan mencapai kemulian ilmu. سأملى عليكــم بعض ما فيه فاسمعوا Disini kami akan menerangkan kepada anda sebagai keterangan tentang ilmu. فبى حصر عن ذكر كـل المــــناقب Maka kami tidak dapat menyebutkan secara keseluruan. Oleh karena itu dengarkanlah: هو النور كل النور يهدى عن العمى Ilmu adalah nur yang dapat menerangi dan memberi petunjuk terhadap butanya kebodohan.

وذو الجهل مر الدهر بين الغــياهب؛ Adapun orang yang bodoh itu selamanya akan berjalan diatas kegelapan. هو الـذروة الشماء تحمى مـــن التجا Ilmu itu ibarat gunung yang tinggi, sehingga dapat menjaga terhadap orang-orang yang mengungsi ke gunung tersebut إليها ويمشى آمـــــنا فـى الـــنـوائب Dan menjaga keamanan dari bahaya به ينتجــــى والناس فى غفلاتـــــهـم Dengan ilmu, orang dapat selamat dikala orang-orang lupa به يرتجـــــى والـروح بين الترائب Sebab, dengan ilmu orang akan mempunyai harapan selamat, dikala roh mendekati tulang rusuk dada (menjelang kematian atau sakaratul maut) به يشفع الإنسان مــن راح عاصـــيا Dengan ilmu orang dapat memberi syafaat kepada orang yang sudah cara menghilangkan najis anjing dalam keadaan durhaka إلى درك النيران cara menghilangkan najis anjing العـــــــواقب ketika digiring menuju neraka, seburuk-buruk tempat terakhir.

فمن رامه رام المآرب كلــــــــــــــها Barangsiapa yang menghendaki ilmu, maka berarti cara menghilangkan najis anjing segala sesuatu.

ومـــــن حازه قد حاز كـل المطالب Demikian juga barangsiapa yang memperoleh ilmu, maka berarti ia memperoleh segala yang dimaksud. هو المنصب العالى يا صاحب الحجا Ilmu adalah suatu pangkat yang tinggi, ingatlah wahai saudara yang mempunyai akal: إذا نلته هون بفــــــــوت المـناصب Jika engkau telah menghasilkan ilmu, maka lebih muda untuk memperoleh derajat atau pangkat selain ilmu.

فإن فاتك الدنيا وطيب نعيمـــــــــــها Jika engkau telah mencapai puncak kenikmatan dunia beserta kesenangannya, janganlah engkau menoleh pada dunia.

[ فغمض[ فإن العلم خير المواهب Tetapi pejamkalah matamu, karena sesunguhnya ilmu adalah sebaik-baiknya pemberian dari Allah swt. : وانشدت لبعضهم Dan kami ulama juga memacakan syair kepada kami : إذا مـــــــا اعتز ذو علم بعــــــــــلم Karena ilmu pengetahuan itu menjadi sebab kemulian orang yang memilikinya, فعلم الفقــــــــه أولـــــــــى باعتزاز Maka ketahuilah, bahwa ilmu fiqih itu lebih utama dan paling unggul untuk mendapatkan kemulian.

فكـــــــــــم طيب يفوح ولا كــمسك Banyak sekali wewangian, dan semuanya harum baunya. Tetapi tidak seharum misik (kasturi). وكــــــــــــم طير يطير ولا كبازى Demikian juga, banyak sekali burung yang dapat terbang, tetapi tidak seperti burung elang. : وأنشدت أيضا لبعضهم Sebagian ulama juga membacakan syair kepada kami : الفقه أنفس كل شيئ أنت ذا خـــــره Ilmu fiqih cara menghilangkan najis anjing seindah-indah segala sesuatu yang engkau punyai.

مــن يدرس العلم لم تدرس مفاخره Barangsiapa yang membacakan ilmu, maka tidak akan habis kebahagiaanya. فاجهد لنفسك ما أصبحت تجهــــله Maka dari itu, rajin-rajinlah mempelajari sesuatu dan pahamilah apa yang belum kamu tahu untuk kepentingan dirimu. فأول العلم إقبال وآخـــــــــــــــــره Sebab cara menghilangkan najis anjing dan berakhirnya ilmu itu adalah semata-mata menuntun pada kebahagiaan.

وكفى بلذة العلم والفقه والفهم داعيا وباعثا للعاقل على تحصيل العلم. Kiranya telah cukup keterangan mengenai kelezatan suatu ilmu fiqih dan faedah memahami dalam menarik dan menggiatkan orang berkal dalam mencapai keberhasilan ilmu. وقد يتولد الكسل من كثرة البلغم والرطوبات، وطريق تقليله، تقليل الطعام.

Bisa juga adanya sifat malas itu timbul karena daha dan basahnya tubuh lantaran banyak makan. Adapun jalan untuk mengurangi dahak dan basahnya tubuh itu harus mengurangi makan. قيل: اتفق سبعون طبيبا على أن النسيان من كثرة البلغم، وكثرة البلغم من كثرة شرب الماء، وكثرة شرب الماء من كثرة الأكل، والخبز اليابس يقطع البلغم، وكذلك أكل الزبيب على الريق، ولا يكثر منه، حتى لايحتاج إلى شرب الماء فيزيد البلغم. Dikatakan: Tujuh puluh nabi telah sepakat bahwa sering lupa itu diseabkan kebanyakan dahak.

Adapun banyak dahak itu disebabkan oleh banyak minum. Sedangkan banyak minum itu disebabkan banyak makan. Ketahuilah ! Bahwa dengan kering-kering itu dapat menghilangkan dahak. Demikian juga memakan anggur kering ketika perut sedang lapar dapat menghilangkan dahak. Meskipun demikian, janganlah terlalu banyak makan anggur agar tidak terlalu membutuhkan minum. Sebab, kalau terlalu banyak minum dapat menimbulkan cara menghilangkan najis anjing dahak.

والسواك يقلل البلغم، ويزيد الحفظ والفصاحة، فإنه سنة سنية، تزيد فى ثواب الصلاة، وقراءة القرآن، وكذا القيء يقلل البلغم والرطوبات، وطريق تقليل الأكل التأمل فى منافع قلة الأكل هى: الصحة والعفة والإيثار.

وقيل فيه شعر Adapun bersiwak ( mengosok gigi dengan mengnakan kayuk irak) juga dapat menambah (memperlancar) hafalan dan kefasihan juga dapat menambah pahal shalat dan membaca Al-qur’an. Karena bersiwak itu merupakn suatu perbuatan yang luhur, juga termasuk sunnah Rasul. Disamping itu untu mengurangi dahan dan basahnya tubuh adalah dengan jalan memuntahkan cara menghilangkan najis anjing perut. Adapun jalan untuk mengurangi makan adalah dengan melalui berfikirdan berangan-angan tentang manfa’at makan sedikit, yaitu dapat menyehatkan badan, menjaga diri dari barang haram dan syubhat, serta mau mengalah demi kepentingan orang lain.

Dikatakan dalam sebuah syair : فعار ثم عار ثم عار شقاء المرء من أجل الطعام Disebut sangat cacat dan tercela, orang yang celaka hanya masalah makanansehingga mendatangkan maksiat. وعن النبى عليه السلم أنه قال: ثلاثة يبغضهم الله من غير جرم: الأكول والبخيل والمتكبر Diceritakan, bahwa Nabi Muhammad saw, bersabda:” Ada tiga orang yang dimurkai Allah swt tanpa dosa, yaitu: 1.) Orang-orang yang banyak makan2.) Orang yang bakhil3.)Orang yang sombong.”.

وتأمل فى مضار كثرة الأكل وهى: الأمراض وكلالة الطبع، وقيل: البطنة تذهب الفطنة Ingat dan pikirkanlahbagaimana akibat dari terlalu banyak makanyaitu hanya akan menyebabkan timbul berbagai penyakit dan tumpul otak. Dikatakan: Bahwa perut yang terisi penuh itu dapat menghilangkan kecerdasan. حكى عن جالينوس أنه قال: الرمان نفع كله، والسمك ضرر كله، وقليل السمك خير من كثرة الرمان Diceritakan, bahwa Pendeta Jalinus pernah berkata: ” Buah delima itu bermanfaat semua.

Adapun ikan lautsemuanya dapat membahayakan. Kedati demikianmakan ikan laut sedikit itu lebih baik daripada makan delima yang banyak. وفيه أيضا: إتلاف المال، والأكل فوق الشبع ضرر محض ويستحق به العقاب ودار الآخرة، والأكول بغيض فى القلوب Disamping yang telah tersebut diatas,banyak makan itu dapat membuat orang jadi boros dan merusak harta benda. Adapun makan melebihi dari kenyang itu sangat berbahaya. Sebab yang demikin itu kelak di akhirat berhak mendapat siksa ( karena makan terlalu kenyang itu hukuna haram ).

Dan orang yang terlalu banyak makan itu justru dibenci oleh semua banyak orang. وطريق تقلييل الأكل: أن يأكل الأطعمة الدسمة ويقدم فى الأكل الألطف والأشهى، ولايأكل مع الجائع إلا إذا كان له غرض صحيح، بأن يتقوى به على الصيام والصلاة والأعمال الشاقة فله ذلك Termasuk jalan untuk mengurangi makan ialah, apabila cara menghilangkan najis anjing makan makanlah makanan yang mengandung gaji (lemak), mendahulukan makan-makanan yang halus-halus dan yang lebih disukai. Janganlah makan bersama orang yang sedang lapar, kecuali orang-orang tersebut mempunyai hajat makan banyak dengan maksud baik dan sah, misalnya, dengan tujuan agar puasashalat, dan suatu pekerjaanya yang berat itu dapat dikerjakan dngan baik.

Demikian itu diperbolehkan. FASAL VI: TENTANG PERMULAAN BELAJAR, UKURAN, URUTANYA فصل فى بداية السبق وقدره وترتيبه كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم Guru kami, syekh burhanuddin menetapkan suatu ketentuan mengenai permulaan belajar, yaitu pada hari rabu.

Syekh Burhanuddin mengatakan demikian itu dengan dalil (bukti) hadis dari Rasulullah saw, yang mengatakan : ”Apa saja yang dimulai pada hari rabu itu dapat sempurna .” وهكذا كان يفعل ابو حنيفة وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله وسمعت ممن أثق به، أن الشيخ يوسف الهمذانى رحمه الله، كان يوقف كل عمل من الخير على يوم الأربعاء.

وهذا لأن يوم الأربعاء يوم خلق فيه النور، وهو يوم نحس فى حق الكفار فيكون مباركا للمؤمنين Demikian itu, juga dilakukan oleh Imam Abu Hanifah dengan menceritakan sebuah hadis dari seorang gurunya, Syekh Qawwamuddin Ahmad bin Abdul Rasyid. Disamping itubeliau berkata:” Saya juga pernah mendengar dari orang dapat dipercaya.

Sesungguhnya beliau, Syekh Abu Yusuf Hamdany menentukan hari untuk memulai pekerjaan yang baik, dilakukan pada hari rabu.” Adapun mengenai (alasan) hari rabu dijadikan pedoman permulaan untuk melakukan sesuatukarena pada hari rabu itu merupakan hari dijadikanya nur dan hari nas, yaitu hari yang tidak memberi ( membawa) berkah bagi orang kafir, tetapi bagi orang mukmin, hari rabu tersebut adalah hari yang penuh berkah.

وأما قدر السبق فى الإبتداء: كان أبو حنيفة رحمه الله يحكى عن الشيخ القاضى الإمام عمر بن أبى بكر الزرنجرى رحمه الله أنه قال: قال مشايخنا رحمهم الله: ينبغى أن يكون قدر السبق للمبتدئ قدر ما يمكن ضبطه بالإعادة مرتين بالرفق ويزيد كل يوم كلمة حتى أنه وإن طال وكثر يمكن ضبطه بالإعادة مرتين، ويزيد بالرفق والتدريج، وأما إذا طال السبق فى الإبتداء واحتاج المتعلم إلى الإعادة عشر مرات فهو فى الإنتهاء أيضا يكون كذلك، لأنه يعتاد ذلك، ولا يترك تلك الإعادة إلا بجهد كثير وقد قيل: السبق حرف، والتكرار ألف.

وينبغى أن يبتدئ بشيئ يكون أقرب إلى فهمه Adapun ukuran permulaan bagi orang yang memulai belajar, menurut keterangan Imam Abu Hanifah dari Syekh Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zaranji, beliau mengatakan : Guruku telah berkata : sebaiknya ukuran prakiraan pelajaran yang diberikan pada pelajar yang baru memulai belajar, adalah agar diberi batas yang kira-kira mampu untuk diulang dua kali.

selanjutnya, setiap hari ditambah satu kslimst umpamanya, sehingga pelajaan tersebut semakin banyak dan panjangserta mampu mengulang sampai dua kali. Demikian seterusnya, kemudian menambah pelajaran tersebut sedikit demi sedikitsecara pelan-pelan.

Jika pemberian pelajaran tersebut sangat panjang pada permulaanya, sedangkan orang yang belajar menghendaki untuk mengulang pelajarannya sampai sepuluh kali, maka orang yang belajar itu pada akhirnya sudah terbiasa mengulang.

karenanya, dia tetap akan mampu mengulang sampai sepuluh kali. Jika yang demikian itu sudah menjadi kebiasaanya, tentu dia tidak mau meninggalkan kebiasaan tersebutkecuali karena kesibukan yang melelahkan(uzur). Dikatakan oleh sebagian ulama :” pengajian satu kalimat, hendaknya diulang sampai seribu kali. sedang bagi orang yang baru memulai belajar, sebaiknya dapat memilih kitab yang mudah untuk dipahami.” وكان الشيخ الإمام الأستاذ شرف الدين العقيلى رحمه الله يقول: الصواب عندى فى هذا ما فعله مشايخنا رحمهم الله، فإنهم كانوا يختارون للمبتدئ صغارات المبسوط لأنه أقرب إلى الفهم والضبط، وأبعد من الملالة، وأكثر وقوعا بين الناس.

Syekh Imam Syarafuddin Al- Uqaily mengatakan : Menurutku, cara-cara yang benar bagi orang yang memulai belajar (mengaji) adalah sbagaimana yang digunakan oleh guru-guruku.

Beliau memilih kitab kepada orang yang memulai belajar, agar mengaji (belajar) kitab kecil-kecil terlebih dahulu. Karena yang demikian itu, disamping mempercepat kefahaman, juga lebih mudah tertanam dalam hati dan tidak menimbulkan kebosanan serta lebih mudah untuk diterima diantara manusia. وينبغى أن يعلق السبق بعد الضبط والإعادة كثيرا، فإنه نافع جدا.

ولا يكتب المتعلم شيئا لا يفهمه، فإنه يورث كلالة الطبع ويذهب الفطنة ويضيع أوقاته. وينبغى أن يجتهد فى الفهم عن الأستاذ بالتأمل وبالتفكر وكثرة التكرار، فإنه إذا قل السبق وكثرة التكرار والتأمل يدرك ويفهم.

قيل: حفظ حرفين، خير من سماع وقرين، وفهم حرفين خير من حفظ سطرين. وإذا تهاون فى الفهم ولم يجتهد مرة أو مرتين يعتاد ذلك فلا يفهم الكلام اليسير، فينبغى أن لا يتهاون فى الفهم بل يجتهد ويدعو الله ويتضرع إليه فإنه يجيب من دعاه، ولا يخيب من رجاه. وأنشدنا الشيخ الأجل قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء للقاضى الخليل بن أحمد الشجرى فى ذلك شعرا: Kami pernah dibacakan syair oleh Syekh Muhammad bin Ibrahim bin Ismail syair kepunyaan Syekh Kholil Ahmad Sarakhsih demikian أخدم العلم خدمـــــــة المستفيد وأدم درسه بفعل حـــــــميد jadikanlah dirimu menjadi pelayan ilmu sebagaimana melayani orang yang mencari faedah ilmu dan biasakanlah rajin belajar dengan baik menghafal memahami dan mengulang karena yang demikian itu merupakan pekerjaan yang terpuji وإذا مـــــــا حفظت شيئا أعده ثم أكده غاية التأكــــــــــــيد jika engkau telah hafal satu ilmu maka ulangi lah sehingga tidak akan lupa kemudian kukuhkanlah dengan sekuat-kuatnya كى لا يزول ثم علقه كى تعود إليه وإلى درسه على التأبيد selanjutnya catatlah ilmu tersebut akan engkau dapat mengulang dan mempelajari selama-lamanya فإذا ما أمنت مــــــــــــنه فواتا فانتدب بعده لشيئ جــــــديد setelah engkau merasa aman atau hafal sekiranya tidak lupa terhadap pelajaran yang telah dipelajari maka cepat cepatlah menambah pelajaran yang baru مع تكرار cara menghilangkan najis anjing تقدم مــــــــــــنه واقتناء لشأن هـــــذا المـزيد serta mengulang-ulang pelajaran yang telah dihafal disertai mencari hasil tambahan pelajaran yang baru telah engkau memperoleh ilmu sebarkanlah kepada orang banyak Agar engkau dapat hidup abadi dan ذاكــــــــر الناس بالعلوم لتحيا لا تكن من أولى النهى ببعيد setelah engkau memperoleh ilmu sebarkanlah kepada orang banyak Agar engkau dapat hidup cara menghilangkan najis anjing dan janganlah engkau menjauhi dari para alim ulama إذا كتمت العلوم أنسيت حــتى لا ترى غير جـــــاهل وبليد janganlah engkau menyembunyikan ilmu jika engkau sembunyikan tidak menyebarkan ilmu Maka engkau akan dilupakan sehingga tidak tampak kecuali sebagaimana orang yang bodoh dan tumpul ثم ألجمت فـــــــى القيامة نارا وتلهبت بالعـــــــذاب الشديد selanjutnya pada hari kiamat engkau akan dikendalikan api neraka dan disiksa dengan amat Pedihnya dalam neraka yang penuh dengan api bagi orang yang mencari ilmu pelajar atau santri wajib harus adu penalaran saling tukar pemikiran dan berdiskusi dengan teman-temannya tetapi Sebaiknya dalam perdebatan tersebut harus dengan dasar hati insaf pikiran yang jernih tenang pelan-pelan dan penuh angan-angan semuanya harus dapat menjaga diri dari perkara yang tidak baik karena bertukar pikiran dan perdebatan yang disertai hati dingin itu maksudnya adalah musyawarah (berembung) dengan musyawarah akan dapat melahirkan kebenaran demikian itu harus didasari hati yang jernih dan angan angan serta insaf melahirkan kebenaran itu tidak akan berhasil apabila disertai marah dan jengkel serta menimbulkan perkara yang tutup kalau dalam perdebatan atau atau pikiran diskusi tersebut mempunyai maksud untuk mengalahkan musuh-musuhnya maka tidak diperbolehkan akan tetapi yang diperbolehkan berdebat atau adu pikiran itu kalau niatnya untuk melahirkan kebenaran perbuatan memulas berbelit-belit mereka-reka dalam perdebatan atau munadzarah tidak diperbolehkan kecuali si musuh hanya bertujuan untuk menjegal tidak mau mencari kebenaran maka diperbolehkan Syekh Muhammad bin Yahya Apabila mendapat pertanyaan yang sukar sedangkan beliau belum dapat menjawabnya maka Beliau berkata kepada orang-orang yang mengajukan pertanyaan tersebut pertanyaan anda itu aku terima tapi akan aku pikirkan dahulu Bila perlu aku musyawarah kan kepada yang lainnya karena setiap orang yang mengerti tentu ada lagi yang lebih mengerti manfaat dari perdebatan dan aduh penalaran diskusi adalah lebih kuat daripada faedah mengulang karena percepatan itu disamping mengulangi ilmu yang telah ada juga dapat memperoleh ilmu yang belum diketahui dikatakan bahwa bantah bantahan 1 jam itu lebih baik daripada mengulang pelajaran 1 bulan tetapi selama mengadakan percepatan tersebut dengan orang yang hatinya Insaf serta selamat wataknya Karena itu jagalah dirimu jangan sampai berdebat dengan orang yang suka menjegal dan tidak lurus watak kepribadiannya sebab watak itu sering mencuri dan budi pekerti sering menular apalagi bertetangga Justru dapat melekat dan Membekas dalam sebuah syair yang mengandung beberapa faedah Syekh Kholil bin Ahmad menyebutkan syarat-syarat dari ilmu yaitu hendaknya seluruh manusia melayani atau membantu melayani ilmu dan sebaiknya bagi orang yang mencari ilmu hendaknya seluruh waktu nya dapat digunakan untuk perawatan dan memikirkan kehalusan ilmu karena untuk mendapatkan hasil ilmu yang lembut itu harus dengan jalan berpikir dan berangan-angan secara sungguh-sungguh karena itu dikatakan berpikirlah tentu kamu akan menemukannya demikian juga hendaknya selalu menggunakan ta ammul berangan-angan Janganlah cara menghilangkan najis anjing Bekerjalah sebelum di angan-angan terlebih dahulu agar buah panah maka dari itu harus meluruskan kata-katanya Dengan berpikir terlebih dahulu agar pembicaraannya menjadi benar dalam ilmu usul Fiqih dikatakan bahwa angan-angan adalah menjadi dasar pokok yang penting bagi orang yang mengerti ketika dalam munadzarah aduh Nalar hendaklah selalu menggunakan angan-angan dikatakan bahwa rokok akan adalah apabila pembicaraan itu disertai pelan-pelan tidak asing dalam berbicara dan berpikir terlebih dahulu dikatakan dalam sebuah syair aku berwasiat kepadamu Jika kamu menerima atas orang yang memberikan wasiatberdasarkan belas kasihan, yaitu agar kamu dalam berbicara bisa teratur baik maka jangan lupa terhadap 5 berkah dibawah ini 1 sebab-sebab pembicaraan, 2.waktu berbicara 3.

Cara berbicara empat bilangan (panjang pendek) pembicaraan. 5. Tempat berbicara. orang yang mencari ilmu itu seharusnya dalam segala waktu dan keadaannya dapat memperoleh hasil faedah dari setiap orang.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:“ hikmah adalah hilangnya benda orang mukmin. ketemu di mana saja, tentu cara menghilangkan najis anjing diambil.“ dan dikatakan:“ ambillah sesuatu yang jernih dan Tinggalkanlah sesuatu yang keruh.“ aku pernah mendengar ustadz Fakhruddin Al kasyani berkata: pada suatu saat Jariyah Abu Yusuf rohimahullah berada di tempat Syekh Muhammad sebagai amanat Pada suatu hari Syekh Muhammad bertanya kepada Jariyah tersebut.

tua Apakah saat ini engkau ada yang hafal dari perkataan Syekh Abu Yusuf yang berhubungan dengan masalah fiqih ? cari yang menjawab tidak hanya saja Syekh Abu Yusuf mengulangi dengan kata demikian : bagian yang berputar dan membingungkan adalah gugur. Lantaran dari perkataan jariyah tersebut Syekh Muhammad hujan apa terhadap masalah Sahmuddauri ( bagian yang berputar atau membingungkan) yang sedang dirasakan sulit oleh Syekh Muhammad titik karena ceria tersebut, kesengsaraan yang dialami oleh Syekh Muhammad menjadi hilang, sehingga tarantan jelas kalau mencari faedah itu bisa diperoleh dari setiap orang.

Syekh Abu Yusuf berkata ketika ditanya: dengan Apa kamu bisa memperoleh ilmu? Syekh Abu Yusuf menjawab: karena aku tidak merasa malu bertanya dalam mencari beberapa faedah. Aku pun tidak keberatan memberikan faedah yang lain. Sahabat Abdullah bin Abbas juga pernah ditanya: dengan apa engkau dapat menemukan ilmu?

Beliau menjawab: dengan cara menghilangkan najis anjing tanya bertanya dan berpikir yang disertai hati (berangan-angan) titik sesungguhnya belajar (santri) pada zaman kuno disebut”maa taqulu ” yaitu ringan bertanya pada saat mendapat kesulitan. Biasanya, yang ditanyakan dengan menggunakan kata-kata : dalam masalah ini, bagaimana pendapatmu?

Sesungguhnya Imam Abu Hanifah menjadi orang yang ahli dalam bidang ilmu fiqih, hal itu karena seringnya berbantah-bantahan dan berembug masalah sembari berjualan di tokohnya, ketika berjualan kain. Maka, jelaslah salah cara Imam Abu Hanifah memperoleh ilmu itu dilakukan sambil bekerja demikian pula Syekh Abu Hafash yang bekerja sambil mempelajari lagi ilmu yang telah diperoleh. maka dari itu Tapi orang yang mencari ilmu hendaknya bekerja untuk memberi nafkah keluarga dan lainnya.

Bekerjalah sambil mengulang-ulangi ilmunya, Jangan malas. walhasil : orang yang sehat akal pikiran dan tubuhnya, tidak ada alasan untuk meninggalkan belajar dan memahami ilmu. sebab Mama tidak ada yang fakir melebihi ke parkiran Syekh Abu Yusuf. Kendati demikian, tidak menjadi halangan baginya dalam mencari ilmu. Maka barangsiapa yang kebetulan mempunyai rezeki banyak maka harta tersebut sebaiknya terdapat pada orang-orang yang soleh, sehingga dapat digunakan ke arah yang baik pula misalnya untuk mencari ilmu.

Atasan atau orang yang meminta keterangan kepada orang alim: dengan apa engkau dapat memperoleh ilmu ? Jawabnya: karena seorang ayah yang kaya. seorang cara menghilangkan najis anjing yang kaya rumah dengan kekayaannya tersebut selalu dipergunakan untuk kebaikan, terhadap ahli ilmu dan keutamaan titik berbuat kebaikan yang demikian itu dapat menjadi sebab tambahnya ilmu karena sebagian rasa syukurnya mendapat nikmat akal dan ilmu.

syukur dapat juga menjadi sebab bertambah (ilmu). Dikatakan: bahwa Imam Abu berkata:” sesungguhnya keberhasilanku dalam memperoleh ilmu itu, karena memuji kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

dan bersyukur kepadanya. Sewaktu-waktu aku mengerti dan paham mendapat pertolongan ilmu dan hikmah aku bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengucapkan:” Alhamdulillah”maka bertambahlah ilmuku. Demikian ulah koma, syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala disertai ucapan dan hati dibuktikan dengan anggota badan serta harta bendanya. Para belajar hendaknya mengetahui dan merasa, bahwa ketahanan serta pertolongan adalah semata-mata atas pembelian dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Di samping itu, rajin berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tetap akan memberi petunjuk terhadap orang yang memerlukan petunjuk darinya. Adapun maksu “dari hak” adalah Ahlussunnah Wal Jamaah. golongan inilah yang mencari kebenaran dari Allah Saw. Yang hak, pemberi petunjuk pada jalan kebenaran dan menhaga dari kesesatan. Sedang “Ahlu dhahlaala”adala orang-orang yang memberanikan atau mengunggulkan pendapat akalnya, dan mencari kebenaran dari makhluk yang lemah adalah akal.

Karena akal itu tidak dapat menemukan sesuatu secara keseluruhan. Karenanya, ia tertutup dari Kebenaran yang sejati, justru ia lemah, sesat dan semakin menyesatkan. Rasulullah SAW, bersabda:” Barang siapa yang mengetahui kelemahan dirinya, maka dia akan mengetahui kekuasaan Allah SWT. ( kekuasaan Tuhannya ). Walau dia telah mengerti kelemahan dirinya, maka yang kuasa adalah hanya Allah SWT semata.” Oleh karenanyasebagai seorang pelajar hendaknya jangan terlalu memberanikan diri serta cara menghilangkan najis anjing.

Tetapi Carilah kebenaran itu dengan mohon serta tawakal kepada Allah SWT. Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah SWT, Kentung Om notanya akan memberikan petunjuk nya ke jalan yang benar titik dan barangsiapa yang telah tercukupi harta bendanya, Janganlah kikir .Sebagai pelajarhendaknya memohon kepada Allah Swt, agar terjaga dari sifat kikir.

Rasulullah SAW, bersabda: ” tidak ada penyakit yang lebih parah, kecuali penyakit kikir (bakhil).” Abu Syekh Imam Syamsul Aimmah Al Halwani adalah salah seorang fakir yang biasa berjualan hanwha’. Beliau senang sekali memberikan halwa kepada para fuqaha sambil berkata:” semoga engkau berkenan mendoakan anakku.” Maka, berkat kemurahan hati iktikad serta belas kasihan dan sikap tadharru’nya, anak Syamsul Aimmah tercapai menjadi orang yang termasyur.

Sebagai pelajar (santri) dalm memberi buku atau kitab-kitabnya, hendaknya, menggunakan harta bendanya sendiri. Jika tidak mempunyai harta bendanya sendiri, hendaknya berusaha dengan jalan sebagai menulis, agar dengan hasil menulis tersebut dapat memberi pertolongan untuk belajar dalam memperoleh pengetahuan. Ustaz Muhammad Bin Hasan adalah salah seorang yang kaya raya, sehingga cara menghilangkan najis anjing mengurusi harta Bendanya berjumlah 300 orang.

harta benda yang banyak itu oleh Cara menghilangkan najis anjing Bin Hasan dipergunakan untuk memperoleh hasil ilmu dan fiqih. Sampai beliau sendiri kita mempunyai pakaian yang pantas dan baik.

Hal tersebut diketahui oleh Abu Yusuf, sehingga atuh Yusuf mengutus seseorang untuk mengantarkan pakaian yang pantas dipakai. Kendati demikian, Ustadz Muhammad Bin Hasan tidak bersedia menerimanya, justru dia berkata:” engkau tidak perlu repot memikirkan diriku yang demikian ini.

Karena niat dan tujuan Ku hanya ingin memperoleh pahala akhirat.” Adanya Syekh Muhammad Bin Hasan tidak berkenan menerima hadiah tersebut, Walaupun dia tahu bahwa menerima hadiah adalah boleh, bahkan sunnah titik tapi tidak demikian yang dimaksud oleh Muhammad Bin Hasan.

Beliau hanya merasa kalau menerima hadiah tersebut, istrinya menjadi rendah. yang demikian itu Rasulullah SAW. telah bersabda:” tidak diperkenankan sebagai orang mukmin merendahkan dirinya ( membuat dirinya menjadi hina, sebagaimana tersebut di atas, yaitu menerima pemberian orang lain).” pernah diceritakan: sesungguhnya Syekh Fakhrul islam Al-Arsabandi mengumpulkan kulit kerahi yang terbuang di tempat yang sedih, kemudian dimakan.

tiba-tiba ada semua orang Jariyah yang mengetahui nya. kemudian Jariyah tersebut melaporkan kepada juragannya, bahwa Syekh Fakhrul Islam mengambil kulit-kulit kerahi yang terbuang di jalan, kemudian dimakan. Setelah sang juragan mengetahui kalau Syekh Fakhrul Islam Al-Arsabandi demikian, agar beliau memerintahkan agar memasak, dan juragan memerintahkan untuk memanggil fahrul Islam.

Akan tetapi Fakhrul Islam Ita bersedia datang. Demikian juga bagi para pelajar, sebaiknya mempunyai maksud dan tujuan yang luhur dan jangan tamak (serakah) terhadap milik orang lain. Rasulullah SAW bersabda:” Jagalah dirimu jangan sampai mempunyai sifat tamak, karena sifat serakah mendatangkan kefakiran. Janganlah mempunyai sifat kikir, tetapi gunakanlah harta bendamu itu untuk keperluan dirimu jika orang lain.” Rasulullah Saw, bersabda lagi:” Semua manusia adalah dalam kefakiran dan takut akan fakir.” pada zaman dahulu, yang diperlukan adalah belajar tentang pekerjaan terlebih dahulu titik kalau sudah pandai dan berhasil memperoleh pekerjaan, sarung lagunya belajar mencari ilmu.

demikian itu dimaksudkan agar tidak serakah terhadap harta benda orang lain. disebutkan dalam kata-kata hikmaBarang siapa yang merasa cukup dengan mengharapkan harta orang lain maka orangtersebut tetap dikatakan fakir tap dikatakan fakir.

Dan apabila ada orang alim yang serahkan, maka kita akan mendapat Kehormatan dan atas ilmunya dan tidak berani mengutarakan kata-kata yang sebenarnya.” maka dari itu, beliau saw. Yang mempunyai tatanan dan aturan agama selalu memohon perlindungan dengan doanya:” Aku berlindung diri kepada Allah SWT.

dari sifat serakah yang selalu mengakibatkan watak menjadi buruk.” sebaiknya setiap pelajar (santri) jangan sampai mempunyai harapan, kecuali kepada Allah SWT demikian itu dapat diketahui dari sikap perilaku dan perbuatannya dalam melanggar batas-batas norma Agama, apakah tidak?

Barangsiapa yang melakukan maksiat kepada Allah SWT. dan takut akan manusia. Jika timnya tidak berani melakukan maksiat cara menghilangkan najis anjing Allah SWT. dengan dasar takut pada manusia, Maka dia dikhawatirkan kalau perbuatannya melanggar batas norma agama. Maka, yang demikian itu berarti dia tidak takut terhadap selain Allah SWT, melainkan hanya takut kepada Allah SWT titik demikian pula dalam hal pengharapan, tentunya hanya kepada Allah SWT.

Sebagai seorang pelajar hendaknya juga dapat membuat ketentuan daftar yang pasti dalam belajar, umpamanya harus belajar beberapa kali dalam setiap harinya. Karenauntuk memperoleh keberhasilan belajar sehingga dapat menetap dalam hati dan tercapai dengan sukses harus diulang dengan sungguh-sungguh.

Sebaiknya dalam satu minggu karena pelajaran yang telah diterima dipelajari atau diulang sampai 5 kali. umpamanya, pelajaran yang kenalin dipelajari sampai 5 kali.

Hari yang kemarin nya lagi dipelajari sampai 4 kali. Hari sebelumnya itu dipelajari sampai tiga kali, hari sebelumnya lagi dipelajari 2 kali. Dan hari sebelumnya lagi dipelajari 1 kali. Belajar dan mengalami seperti itu dapat menarik pada pelajaran yang dimaksud, yaitu cepat untuk dihafal setidak-tidaknya cepat dipahami. Oleh karena itu, sebaiknya jangan membiasakan menganggap remeh dan enteng terhadap belajar dan mengulangi pelajaran.

Karena sesungguhnya belajar itu harus didSebaiknya dalam belajar jangan terlalu diforsir atau dipaksakan hingga kaya, supaya terhindar dari kebosanan. supaya terhindar dari kebosanan. Sebaik-baik sesuatu adalah yang tengah-tengah saja (sedang). Diceritakan: Pada suatu hari Abu Yusuf berembug tentang ilmu fiqih dengan para ahli fikih dalam keadaan kuat dan giat, sampai menantunya merasa heran melihat keadaan mertuanya yang demikian itu sambil berkata: “aku tahu persis, bahwa Mertuaku itu (Abu Yusuf) sudah 5 hari sampai sekarang tidak makan, sudah tentu perutnya lapar.

Akan tetapi aku lihat beliau dalam bertukar pikiran dengan para ahli fiqih keadaan kuat dan Gigih.” sebaiknya nya, seorang pelajar hendaknya jangan sampai mempunyai sifat yang mengendur dan bingungan. Karena kedua sifat tersebut adalah suatu halangan yang dapat mencelakakan.

Guru kami, Syekh Burhanuddin telah berkata:” Sesungguhnya aku dapat mengalahkan rekan-rekanku itu, karena aku tidak pernah mengendur dan merasa bingung serta tabah dalam mencari keberhasilan ilmu .” Diceritakan dari Syekhul islam Asbijab, beliau dalam mencari ilmupernah terserang rasa kendor (tidak giat) hatinya selama 12 tahun, sebab terbawa oleh arus perubahan pemerintah.

Beliau Syekh Asbijab bersama temman-temanya mendatangi tempat munzharah. Keduanya setiap hari melakukan secara tetap dan tidak pernah absen tali majelis munazharah tersebut selama 12 tahun lantaran Syekh Al-Asbijabi terserang penyakit “( hati yang keruh mengendur ), akhirnya kalah unggul dengan temannya, sehingga temannya dapat menduduki sebagai Mufti Mazhab Syafi’i, karena temannya itu bermazhab Syafi’i.

Guru kami, Syekh Al-Qadhi Imam Fakhrul islam berkata:” Sebaiknya orang yang ingin memperoleh hasil ilmu Fiqih, Hendaknya hafal satu kitab dari kitab-kitab salah satu golongan fiqih secara tetap tidak berpindah-pindah. karena yang demikian itu akan memudahkan dalam menghafal sesuatu yang didengarkan karena yang demikian itu akan memudahkan dalam menghafal sesuatu yang didengarnya mengenai (yang berhubungan dengan) ilmu fiqih.

FASAL VII : TENTANG TAWAKKAL فصل فى التوكل ثم لا بد لطالب العلم من التوكل فى طالب العلم ولا يهتم لأمر الرزق ولا يشغل قلبه بذلك Cara menghilangkan najis anjing, bagi setiap pelajar hendaknya selalu bertawakal selama dalam mencari ilmu dalam (pendidikan). Selamat dalam mencari ilmu jangan sering menyusahkan mengenai rezeki dan hatinya jangan sampai direpotkan memikirkan masalah rezeki روى أبو حنيفة رحمه الله عن عبد الله بن الحارث الزبيدى صاحب رسل الله صلى الله عليه و سلم: من تفقه فى دين الله كفى همه الله تعالى ورزقه من حيث لا يحتسب Imam Abu Hanifah rahimahullah menceritakan sahabat Rasulullah SAW.

yang bernama Abdillah Bin Hasan Az Zubaidi demikian:” barang siapa yang mengetahui hukum-hukjm syarak Islammaka Allah Swt. Mencukupi segala maksud serta memberi rezeki yang tak terkira. فإن من اشتغل قلبه بأمر الرزق من القوت والكسوة قل ما يتفرغ لتحصيل مكارم الأخلاق ومعالى الأمور Karena, barangsiapa yang terlalu sibuk memikirkan tentang rezeki, misalnya makanan atau pakaianjelas dia sedikit sekali mempunyai waktu untuk memperoleh hasil budi pekerti yang luhur serta perkara yang Mulia.” قيل: دع المكـــــارم لا ترحل لبغيتها واقعد فإنك انت الطاعم الكاسى Dikatakan dalam sebuah syair: Tinggalkanlah kemuliaan dan kemewahan, tidak perlu engkau ke sana kemari untuk mencari kemuliaan dan kemewahan itu .tetapi, cukup engkau duduk saja kau karena engkau ada yang memberi makan dan pakaian.

قال رجل [لابن] منصور الحلاج : أوصنى, فقال [ابن] المنصور : هي نفسك, إن لم تشغلها شغلتك. Ada salah seorang laki-laki berkata kepada Syekh Manshur Al-Hallaj: berwasiatlah engkau kepadaku. Kemudia Syekh Mashur berkata : wasiatku adalah perbaikilah nafsumu (yakni digunakan nafsumu untuk memperoleh akhlak yang baik).

Karena, jika kamu tidak menyibukkan nafsumu ke arah kebaikan, tentu kamu sendiri akan direpotkan oleh nafsumu dengan menuruti kemauannya. فينبغى لكل أحد أن يشغل نفسه بأعمال الخير حتى لا يشغل نفسه بهواها Maka dari itusebaiknya setiap orang supaya dapat mengendalikan nafsunya ke arah perbuatan (amal) kebaikan, agar nafsu tersebut tidak mengikuti kehendaknya sendiri.

ولا يهتم العاقل لأمر الدنيا لأن الهم والحزن لا يرد المصيبة, ولا ينفع بل يضر بالقلب والعقل, ويخل بأعمال الخير, ويهتم لأمر الآخرة لأنه ينفع Bagi orang yang sehat akalnya, janganlah terlalu memikirkan masalah urusan duniawi. Karena memikirkan atau memperhatikan perkara yang belum jelas tampak wujudnya tidak akan dapat menolak pada nasib dan tidak dapat memberi manfaat apa-apajustru akan merusak hati, pikiran dan tubuh.

Juga dapat merusak amal kebaikan. Karenanya, yang perlu diperhatikan bagi orang yang berakal adalah memprihatinkan tentang amal-amal akhirat. sebab, memprihatinkan urusan akhirat itu besar sekali manfaatnya. وأما قوله عليه الصلاة والسلام : إن من الذنوب ذنوبا لا يكفرها إلا هم المعيشة Adapun mengenai sabda Rosululloh SAW :” Diantara dosa-dosa seseorang, ada dosa yang tidak dapat dimaaf (dilebur), kecuali memprihatinkan maslah kehidupan. “ فالمراد منه قدر هم لا يخل بأعمال الخير ولا يشغل القلب شغلا يخل بإحضار cara menghilangkan najis anjing فى الصلاة, فإن ذالك القدر من الهم والقصد من أعمال الآخرة Arti dari maksud kata-kata tersebut adalah ukuran prihatin yang dapat merusak amal kebaikan.

Karena itu bagi orang yang berakal janganlah hatinya itu kemasukan angan-angan atau pikiran yang dapat merusak kehadiran hati (khusuk) pada waktu mengerjakan sholat. Hasil keterangan tentang memprihatinkan masalah kehidupan sekadar yang tersebut tadi termasuk juga amal akhirat. ولا بد لطالب العلم من تقليل العلائق الدنيوية بقدر الوسع فلهذا اختاروا الغربة Merupakan keharusan pula bagi pelajar, agar dapat mengurangi urusan keduniaan menurut kemampuan masing-masing.

Karena terlalu memikirkan urusan keduniaan itu hanya akan menhalang-halangi lam mencapai ilmu. Maka dari itu, para ulama suka memilih mengembara atau mondok.

ولا بد من تحمل النصب والمشقة فى سفر التعلم, Sebagai seorang pelajar agau santri, seharusnya dapat memikul beban penderitaan serta tahan uji dan tabah, selama kepergiannya mencari ilmu.

كما قال موسى صلوات الله على نبينا وعليه فى سفر التعلم ولم ينقل عنه ذلك فى غيره من الأسافر [ لقد لقينا من سفرنا هذا نصبا] Nabi Musa berkata:” Sungguh aku alami dan merasakan payah serta berat atas kepergianku dalam mencari ilmu.” ليعلم أن سفر العلم لا يخلو cara menghilangkan najis anjing التعب Agai diketahui bahwa bepergian dalam mencari ilmu itu tidak sepi dari penderitaan dan kepayahan.

، لأن طلب العلم أمر عظيم Karena, mencari ilmu adalah perintah yang agung. وهو أفضل من الغزاة عند أكثر العلماء، والأجر على قدر التعب والنصب، فمن صبر على ذلك التعب وجد لذة العلم تفوق لذات الدنيا Mencari ilmu itu lebih berharga daripada perang. Demikian menurut kebanyakan para ulama.

Padahal pahala itu menurut ukuran kepayahandan penderitaan dalam melakukannya. Maka, barangsiapa yang mau bersabar memikul penderitaan dan tahan uji terhadap kepayahan mencari ilmu, maka sudah tentu aka dapat merasakan kelezatan ilmu melebihi semua kelezatan yang ada didunia ini. ولهذا كان محمد بن الحسن إذا سهر الليالى وانحلت له المشكلات يقول: أين أبناء الملوك من هذه اللذات؟ Karena itu, Syekh Muhammad Bin Hasan ketika tidak tidur sampai beberapa malam dapat melepaskan kesulitan-kesulitan yang dideritanya, Kemudian beliau Muhammad Bin Hasan berkata:” kesenangan para Putra Raja itu tidak seberapa dibanding kelezatan ilmu yang telah aku temukan ini.” وينبغى لطالب العلم ألا يشتغل بشيئ أخر غير العلم ولا يعرض عن الفقه sebaiknya, seorang pelajar jangan sampai tersibukkan oleh sesuatu selain ilmu dan jangan sampai tidak mengerti tentang ilmu fiqih.

قال محمد بن الحسن رحمه الله: صناعتنا هذه من المهد إلى اللحد فمن أراد أن يترك علمنا هذا ساعة فليتركه الساعة Syekh Muhammad rahimahullah berkata:” sesungguhnya pekerjaan kita ini (mencari ilmu)mulai bayi sampai mati. maka barangsiapa yang ingin meninggalkan ilmu kita ini sekejap, maka hendaknya mengigalkannya sekarang juga. ودخل فقيه، وهو إبراهيم بن الجراح، على أبى يوسف يعوده فى مرض موته وهو يجود بنفسه، فقال أبو يوسف: رمي الجمار راكبا أفضل أم راجلا؟ فلم يعرف الجواب، فأجاب بنفسه ” salah seorang ahli Fiqih, yaitu Ibrahim bin Jarrah datang ke tempat Syekh Abu Yusuf untuk kepentingan menjenguk Syekh Abu Yusuf yang dalam keadaan sakit menjelang kematiannya.

dan ia menyerahkan dirinya, Syekh Abu Yusuf berkata: “lebih utama mana melempar jumroh dengan berkendaraan atau melempar jumroh dengan berjalan kaki? .” Ibrahim tidak mampu menjawabnya. kemudian dijawab sendiri oleh Syekh Abu Yusuf وهكذا ينبغى للفقيه أن يشتغل به فى جميع أوقاته فحينئذ يجد لذة عظيمة فى ذلك Sebagaimana telah disebutkan bahwa seseorang yang ahli ilmu fiqih, sebaiknya seluruh waktunya dipergunakan untuk kepentingan ilmu fiqih, kalau sudah dapat demikian tentu akan dapat merasakan kelezatan yang agung.

وقيل: رؤي محمد بن الحسن فى المنام بعد وفاته فقيل له: كيف كنت فى حال النزع؟ فقال: كنت متأملا فى مسألة من مسائل المكاتب، فلم أشعر بخروج روحى Diceritakan Syekh Muhammad bin al hasan terlihat dalam mimpi setelah kematian beliaudi tanyakan kepada beliau: “Bagaimana keadaan anda ketika naza’ (menghadapi mati .)” Syekh Muhammad menjawab: “pada saat itu aku sedang memikirkan sesuatu masalah mukatabsehingga aku tidak merasa apa-apa sewaktu rohku terlepas.

وقيل إنه قال فى آخر عمره: شغلتنى مسائل المكاتب عن الإستعداد لهذا اليوم، وإنما قال ذلك تواضعا. Yang lain atau yang mengatakan: jawaban Syekh Muhammad:” pada saat akhir hayatku tiba, aku sedang sibuk memikirkan tentang masalah mukatab, sehingga aku tidak mempersiapkan diri menghadapi maut tersebut .” Sesungguhnya Syekh Muhammad berkata demikian itu, karena beliau amat tawaduk, FASAL VIII : TENTANG WAKTU BELAJAR فصل فى وقت التحصيل قيل: وقت التعلم من المهد إلى اللحد Dikatakan, bahwa waktu menghasilkan ilmu itu tidak terbatas titik yaitu mulai masih dalam ayunan (bayi) sampai ke liang lahat (kubur).

دخل حسن بن زياد فى التفقه وهو ابن ثمانين سنة، ولم يبت على الفراش أربعين سنة فأفتى بعد ذلك أربعين سنة Syekh Hasan Bin Ziyad mulai belajar ilmu fiqih saat umur 80 tahun. 40 tahun beliau tidak pernah tidur di atas kasur, dan setelah itu berfatwa selama 40 tahun وأفضل الأوقات شرخ الشباب، ووقت السحر، وما بين العشائين Waktu yang lebih utama untuk belajar ialah pada masa mudanya, waktu sahur waktu menjelang subuh, Kemudian waktu antara Maghrib dan Isya (waktu menjelang subuh), Kemudian waktu antara Maghrib dan Isya.

وينبغى أن يستغرق جميع أوقاته، فإذا مل من علم يشتغل بعلم آخر Sebaiknya, ia menghabiskan seluruh waktunya untuk mencari ilmu, jika sudah merasa bosan dengan satu ilmu, Maka gantilah menekuni ilmu yang lain. وكان ابن عباس رضى الله عنه إذا مل من الكلام يقول: هاتوا ديوان الشعراء Sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhu, kalau sudah merasa bosan dengan satu cabang ilmu, kemudian dia berkata: ambilkan lah kitab-kitab syairan.

وكان محمد بن الحسن لا ينام الليل، وكان يضع عنده الدفاتر، وكان إذا مل من نوع ينظر فى نوع آخر، وكان يضع عنده الماء، ويزيل نومه بالماء، وكان يقول: إن النوم من الحرارة Syekh Muhammad Bin Hasan tidak pernah tidur Malam. beliau meletakkan kitab-kitab di sebelahnya. kalau sudah bosan dengan satu cabang (kitab) kemudian melihat pada kitab yang lain. Syekh Muhammad Bin Hasan meletakkan air di sebelahnya atau bila mengantuk air tersebut digunakan untuk wudhu atau membasuh mukanya, agar kantuknya hilang.

Syekh Muhammad berkata: kantuk itu disebabkan panas. oleh karena itu, untuk menolak kantuk tersebut harus menggunakan air yang dingin. FASAL IX : TENTANG BELAS ASIH DAN NASEHAT فصل فى الشفقة والنصيحة ينبغى أن يكون صاحب العلم مشفقا ناصحا غير حاسد، فالحسد يضر ولا ينفع Orang yang berilmu, hendaknya mempunyai sifat belas kasihan kalau sedang memberi nasihat.

jangan sampai mempunyai maksud jahat dan iri hati. Karena sifat iri hati dan dengki adalah sifat yang membahayakan dan tidak ada manfaatnya. وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: قالوا إن ابن المعلم يكون عالما لأن المعلم يريد أن يكون تلميذه فى القرآن عالما فببركة اعتقاده وشفقته يكون ابنه عالما Guru kami, Syekh burhanuddin berkata: para ulama berkata: .” biasanya, Putra seorang guru itu menjadi orang yang pandai pandai Karena Guru tersebut sangat mengharapkan murid-muridnya agar menjadi orang yang pandai pandai, khususnya pandai tentang Alquran.

lantaran berkat kemauan dan belas kasih seorang guru terhadap murid-muridnya, kemudian putranya biasanya menjadi orang yang pandai.

وكان أبو الحسن يحكى أن الصدر الأجل برهان الأئمة جعل وقت السبق لابنيه الصدر الشهيد حسام الدين والصدر السعيد تاج الدين وقت الضحوة الكبرى بعد جميع الاسباق، cara menghilangkan najis anjing يقولان: إن طبيعتنا تكل وتمل فى ذلك الوقت، فقال أبوهما رحمه الله: إن الغرباء وأولاد الكبراء يأتوننى من أقطار الأرض فلا بد من أن أقدم أسباقهم.

فببركة شفقته فاق ابناه أكثر فقهاء الأمصار، وأهل الأرض فى ذلك العصر Diceritakan: bahwa Syekh shadhul ajal Kalau waktu mengajar pada anak-anaknya yang bernama Shadrusy Syahid Husamuddin dan Shadrus Said Tajuddin, ditetapkan pada akhir waktu (Dhuha kira-kira jam 11), telah mengajar sebagai santri pondok. Kedua anaknya berkata:” Sesungguhnya mata dan hati kami sudah merasa lelah dan bosan menunggu sampai saat akhir waktu Dhuha. (Tolong kami berdua inti dari pelajaran terlebih dahulu sebelum santri-santri pondok).” Ayahnya menjawab:” sesungguhnya santri-santri yang mondok dan anak orang besar dari berbagai penjuru, yang kesemuanya itu memerlukan datang ke sini maka sudah sepantasnya aku mendahulukan mengajar mereka .” Karena berkat belas kasihan ayahnya terhadap sanrri-santri pondok, akhirnya kedua anaknya dapat mengungguli semus ahli fiqih pada masa itu dalam bidangnya.

وينبغى أن لا ينازع أحدا ولا يخاصمه لأنه يضيع أوقاته Sebaiknya bagi orang yang berilmu, jangan sampai menentang atau membedakan yang lainnya. karena yang demikian itu hanya akan menyia-nyiakan waktu saja. قيل: المحسن سيجزى بإحسانه والمسيئ ستكفيه مساويه dikatakan: orang yang berbuat kebaikan akan dibalas atas kebaikannya itu.

orang yang berbuat keburukan karena dia akan tercukupi atas keburukannya. أنشدنى الشيخ الإمام الزاهد العارف ركن الإسلام محمد بن أبى بكر المعروف بإمام خواهر زاده مفتى الفريقين رحمه الله قال: أنشدنى سلطان الشريعة والطريقة يوسف الهمذانى لا تجز إنسانا على سوء فعله * سيكفيه مــا فيه وما هو فاعله aku pernah dibacakan sebuah syair oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar, yang terkenal sebagai Imam negara Khowahir Zada Al Mufti rohimakumullah Beliau berkata aku telah dibacakan syair oleh Sultanushy Syari’ah, yaitu Syekh Yusuf Al-Hamdani, inilah syairnya: Apabila Engkau diolok-olok oleh seorang, janganlah engkau membalas atas keburukanya, tetapi engkau diam saja.

Tentu dia akan terkena akibat dari perbuatannya itu. قيل: من أراد أن يرغم أنف عدوه فليكرر Dikatakan: barangsiapa yang ingin membuatmu musuhnya menjadi Hina, sebaiknya selalu mengulang ngulang syair tadi. وأنشدت هذا الشعر إذا شئت أن تلقى عدوك راغمـا * وتقتله غما وتحرقــــــــــه هما فرم للعلى وازدد من العلم إنه * من ازداد علما زاد حاسده غما Aku juga pernah dibacakan syair yang isinya demikian: ketika kamu ingin bertemu dengan musuhmu, dan agar musuh merasa hina dan rendah, sehingga musuh itu meninggal dunia lantaran susah atau terbakar karena keprihatinannya.

Maka Carilah keluhuran kan menambah ilmu titik Karena, barangsiapa semakin bertambah ilmunya, bagi orang yang menghina kan, tentu semakin bertambah susahnya. قيل: عليك أن تشتغل بمصالح نفسك لا بقهر عدوك، فإذا أقمت مصالح نفسك تضمن ذلك قهر عدوك Dikatakan: Usahakanlah agar berbuat baik terhadap diri sendiri, janganlah sibuk memikirkan usaha untuk mengalahkan musuhmu. Jika kamu telah dapat menetapkan diri menjadi baik, berarti sudah mengalahkan musuhmu.

إياك والمعاداة فإنها تفضحك وتضيع أوقاتك، وعليك بالتحمل لا سيما من السفهاء Jagalah dirimu jangan sampai sikarena permusuhan itu hanya akan membuat dirimu tercela dan membuang-buang waktu saja.

Sebaiknya, lakukanlah kesabaran dari menahan rasa yang kurang berkenan. Apalagi dari perbuatan orang-orang bodoh. قال عيسى بن مريم صلوات الله عليه: احتملوا من السفيه واحدة كى تربحوا عشرا Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam telah berkata: bertahan karena dirimu dari perbuatan orang-orang bodoh, agar kamu dapat selamat dari 10 perbuatan orang-orang foto yang menyakitkan.

وأنشدت لبعضهم شعرا بلوت الناس قرنا بعـــــد قرن ولــــــم أر غير ختال وقالى cara menghilangkan najis anjing أر فى الخطوب أشد وقعا وأصعب من معاداة الرجال وذقت مرارة الأشياء طـــــرا وما ذقت أمر مــــن السؤال ada syair mengatakan : raku telah banyak mencoba terhadap manusia dari zaman ke zaman titik tetapi aku belum pernah melihat mereka kecuali orang-orang yang banyak cacat celanya dan selalu menjengkelkan.

Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih besar sangat Membekas nya dan lebih menderita daripada hinaan manusia. Dan aku telah merasakan pahit getir segala sesuatu, tetapi tidak ada yang lebih pahit daripada meminta.

وإياك أن تظن بالمؤمن سوءا فإنه منشأ العداوة ولا يحل ذلك، لقوله عليه الصلاة والسلام: ظنوا بالمؤمنين خيرا. Janganlah sekali-kali kamu mengangkat buruk terhadap orang mukmin.

cara menghilangkan najis anjing

karena anggapan yang buruk itu akan dapat menimbulkan permusuhan, lagi pula tidak diperbolehkan. Untuk itu perhatikanlah hadis Rasulullah SAW: “Beranggaplah kamu kepada orang-orang mukmin dengan anggapan yang baik.” وإنما ينشأ ذلك من خبث النية وسوء السريرة Adapun hal tersebut timbul dari keburukan niat dan jeleknya hati كما قال أبو الطيب إذا ساء فعل المرء ساءت ظنونه * وصدق ما يعتاده مــــــن توهم وعادى محبيه بقول عداتــــــــــه * وأصبح فى ليل من الشك مظلم Abu Tholib berkata dalam syairnya : Apabila salah seorang itu buruk kelakuannya, maka anggap nya adalah buruk.

keterangan yang demikian itu bisa dibenarkan oleh sesuatu yang dikerjakan orang tersebut dari anggapannya. Dan dibenarkan anggapan musuh terhadap kekasihnya, dengan ucapannya yang menunjukkan terhadap anggapan musuh kekasihnya. Kejadian orang tersebut dalam berkasih-kasihan tidak dapat diyakini (ada keragu-raguan), seperti halnya malam yang gelap gulita. وأنشدت لبعضهم تنح عن القبيح ولا تـــرده * ومن أوليته حسنا فزده ستكفى من عدوك كل كيد * إذا كــاد العدو فلا تكده Setelah dibacakan Sya ir kepunyaan Sebagian ulama: menyingkir dari perbuatan yang buruk, dan janganlah menghendaki untuk berbuat buruk.

Jika kamu berbuat baik kepada orang lain, maka tambahlah kebaikan itu. Allah SWT titik akan mencukupi kamu dari usaha buruk kepadamu, janganlah kamu membalas dengan keburukan. Aku juga telah dibacakan وأنشدت للشيخ العميد أبى الفتح البستى ذو العقل لا يسلم مـــــــن جاهل * يسومـــــــــــــه ظلما وإعناتا فليختر السلم على حربـــــــــــه * ولـــــــيلزم الإنصات إنصاتا syair kepunyaan Syekh Umaid Abu Fath Al-Busati rohimahullah.

: Orang yang berakal itu tidak akan selamat dari godaan orang bodoh yang sengaja membuat kedholiman dan menghalang-halangi.

Maka dari itu, orang yang berakal hendaklah memiliki damai saja, orang bodoh itu tidak perlu dilawan. jika orang bodoh itu menyerang, maka tetaplah Diam, tidak perlu ditandingi. FASAL X : MENCARI FAEDAH DAN MENCARI ADAB فصل فى الإستفادة واقتباس الأدب وينبغى أن يكون طالب العلم مستفيدا فى كل وقت حتى يحصل له الفضل والكمال فى العلم Sebaiknya bagi orang yang mencari ilmu dalam setiap waktunya, hendaknya dipergunakan untuk mencari faedah, agar dapat memperoleh ilmu dengan sempurna.

وطريق الإستفادة أن يكون معه فى كل وقت محبرة حتى يكتب ما يسمع من الفوائدالعلمية Adapun cara memperoleh faedah adalah, agar dalam setiap ada waktu dan kesempatan selalu membawa alat tulis (pulpen dan kertas) untuk mencatat segala yang didengar, yang berhubungan dengan faedah ilmu. قيل: من حفظ فر ومن كتب قر Dikatakan: Barang siapa yang pernah hafal sesuatu maka kadang-kadang bisa terjadi lupa, akan tetapi, jika tersebut dicatat(ditulis), tentu tetap tidak akan lupa.

وقيل: العلم ما يؤخذ من أفواه الرجال، لأنهم يحفظون أحسن ما يسمعون، ويقولون أحسن ما يحفظون Dikatakan juga: ilmu yang sempurna kebaikannya ilmu yang diperoleh dari ucapan para ulama. Karena, para ulama tersebut menghafalkan sesuatu dengan jalan memilih yang baik, yang sudah dihafalakan.

وسمعت عن شيخ الإمام الأديب الأستاذ زين الإسلام المعروف بالأديب المختار يقول: قال هلال بن زيد بن يسار: رأيت النبى صلى الله عليه وسلم يقول لأصحابه شيئا من العلم والحكمة، فقلت يا رسول الله أعد لى ما قلت لهم، فقال لى: هل معك محبرة؟ فقلت: ما معى محبرة، فقال النبى عليه السلام: ياهلال لا تفارق المحبرة لأن الخير فيها وفى أهلها إلى يوم القيامة Aku telah mendengar Ustadz Zainul Islam yang terkenal ahli mendidik tata krama yang terpilih berkata demikian: Sahabat Bilal bin Yasar berkata demikian: Aku melihar Nabi Saw bersabda kepada para sahabatnya, me erangkan sesuatu dari ilmu dan hikmah.

Kemudian aku berkata:”wahai Rosulullah Saw, tolong engkau ulangi keterangan yang telah engkau sampakkan kepada sahabat tadi.” Kemudian Rosulullah Saw bersabda kepadaku:” Apakah engkau membawa pulpen? ” Aku menjawab : “kami tidak membawa pulpen.” kemudian Rasulullah SAW, bersabda:”Hai Hilal, jangan sampai kamu terpisah dari pulpen. karena kebaikan itu tidak dapat terlepas dari pulpen, dan orang yang menggunakan pulpen, demikian itu sampai hari kiamat .” ووصى الصدر الشهيد حسام الدين إبنه شمس الدين أن يحفظ كل يوم شيئا من العلم والحكمة فإنه يسير، وعن قريب يكون كثيرا Syekh Shadrusy Syahid berwasiat kepada putranya Syamsuddin, agar setiap hari menghafal sedikit-sedikit ilmu dan hikmah.

Karena, kalau setiap hari menghafal sedikit-sedikit, maka semakin lama akan bertambah banyak. واشترى عصام بن يوسف قلما بدينار ليكتب ما يسمعه فى الحال، فالعمر قصير والعلم كثير Syekh Isham Bin Yusuf membeli pulpen dengan harga satu dinar, maksud dan tujuannya adalah untuk menulis segala sesuatu cara menghilangkan najis anjing sewaktu-waktu beliau mendengar faedah- faedah yang perlu dicatat.

Karena umur itu pendek, sedangkan ilmu itu banyak sekali. فينبغى أن لا يضيع طالب العلم الأوقات والساعات ويغتنم الليالى والخلوات Oleh karena itu, sebaiknya seorang pelajar jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Gunakanlah waktu malam dan tempat-tempat yang sepi. يحكى عن يحيى بن معاذ الرازى أنه قال الليل طويل فلا تقصره بمنامك، والنهار مضيئ فلا تكدره بآثامك Syekh Yahya bin Muadz Az-Zari berkata: Malam itu amat panjang, Maka janganlah engkau buat pendek hanya digunakan untuk tidur.

Sedang siang itu terang benderang, maka janganlah waktu siang itu engkau pergunakan untuk melakukan dosa, sehingga yang mestinya terang Kau jadikan gelap. وينبغى أن يغتنم الشيوخ ويستفيد منهم، وليس كل ما فات يدرك، كما قال أستاذنا شيخ الإسلام فى مشيخته: كم من شيخ كبير أدركته وما استخبرته Sebagai pelajar, hendaknya dapat menyempatkan diri untuk mendatangi para sesepuh, dan Ambillah beberapa faedah dari para sesepuh tersebut, selagi masih ada kesempatan untuk bertemu.

Karena Setiap perkara yang sudah berlalu tak mungkin akan bertemu. Sebagaimana kata guruku, Syekhul Islam dalam kitabnya: banyak sekali para sesepuh yang agung ilmunya lagi Mulia, sedangkan aku pada saat itu masih ada kesempatan untuk bertemu tetapi aku belum sempat mengaji dan belajar ilmu dari para sesepuh tersebut, sampai meninggal dunia dari kerugian ku itu وأقول على هذا الفوت منشئا هذا البيت: لهفا على فوت التلاقى لهفا ما كل ما فات ويفنى يلفى dan aku ucapkan dan Nyatakan dalam sebuah syair: Aduh…!

Aku sangat merugi dan menyesal sekali tidak ada kesempatan bertemu dengan para sesepuh, Setelah beliau terlanjur meninggal dunia akhirnya aku tidak dapat memperoleh ilmu nya. Benar-benar Aku sangat menyesal. Padahal sesuatu yang telah hilang musnah dan tidak mungkin akan kembali lagi. قال على رضى الله عنه: إذا كنت فى أمر فكن فيه، وكفى بالإعراض عن علم الله خزيا وخسارا واستعذ بالله منه ليلا ونهارا Sayyidinah Ali r.a.

berkata: Apabila engkau sedang melakukan sesuatu, maka lanjutkanlah pekerjaanmu itu sampai berhasil. Menghindari dari ilmu Allah SWT, adalah sangat hina dan rugi dunia akhirat. Karena itu selalulah berlindung cara menghilangkan najis anjing kepada Allah SWT.

Siang dan malam, semoga cara menghilangkan najis anjing dari menghindari ilmu Allah SWT. ولا بد لطالب العلم من تحمل المشقة والمذلة فى طلب cara menghilangkan najis anjing Orang yang mencari ilmu harus tabah dan tahan merasakan segala penderitaan serta rela dirinya hina selama mencari ilmu. والتملق مذموم إلا فى طلب العلم فإنه لا بد له من التملق للأستاذ والشريك وغيرهم للإستفادة cara menghilangkan najis anjing dan Rasa dekat adalah tercela, kecuali rasa dekat yang berhubungan dengan mencari ilmu.

Karena bagi orang yang mencari ilmu harus mempunyai rasa dekat dan lekat terhadap gurumteman-teman dan lain-lainya, agar sapat mengambil faedah dari guru maupun temanya.

قيل: العلم عز لا ذل فيه، لا يدرك إلا بذل لا عز فيه Dikatakan: ilmu itu Mulia adanya, bila tidak kecampuran hina sama sekali. Ilmu cara menghilangkan najis anjing agung tersebut, tidak akan dapat diperoleh tanpa hina dan rendah, yang tidak kecampuran mulia. وقال القائل: أرى لك نفسا تشتهى أن تعزها * فلست تنال العز حــتى تذلها Dikatakan salam sebuah syair : Aku melihat nafsunya ingin sekali mendapat kemuliaan. Tetapi kamu tidak akan memperoleh kemuliaan itu apabila telah tersedia merendahkan nafsumu.

FASAL XI : TENTANG WIRA'I KETIKA BELAJAR فصل فى الورع فى حالة التعلم روى بعضهم حديثا فى هذا الباب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: من لم يتورع فى تعلمه ابتلاه الله تعالى بأحد ثلاثة أشياء: إما أن يميته فى شبابه، أو يوقعه فى الرساتيق، أو يبتليه بخدمة السلطان Sebagain ulama meriwayatkan sebuah hadis dari Rosulullah SAW. Tentang wira’i Sesungguhnya Rasulullah SAW, relah bersabda:” Barangsiapa yang tidak melakukan wira’i selama belajar. Maka Allah SWT, memberi cobaan kepada Nya salah satu diantara tiga perkara: masih salah usia muda, orang tersebut ditempatkan di pedesaan atau menjadi pegawai pemerintah.” فكلما كان طالب العلم أورع كان علمه أنفع، والتعلم له أيسر وفوائده أكثر selama orang yang mencari ilmu itu lebih wirai, maka ilmunya akan lebih bermanfaat, lebih mudah belajarnya dan memperoleh faedah yang lebih banyak.

ومن الورع الكامل أن يتحرز عن الشبع وكثرة النوم وكثرة الكلام فيما لا ينفع Sebagian warak ialah menjaga diri dari kekenyangan, terlalu banyak tidur, banyak bicara (membicarakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya) وأن يتحرز عن أكل طعام السوق إن أمكن، لأن طعام السوق أقرب إلى النجاسة والخباثة، وأبعد عن ذكر الله وأقرب إلى الغفلة، ولأن أبصار الفقراء تقع عليه ولا يقدرون على الشراء منه، فيتأذون بذلك فتذهب بركته dan sedapat mungkin menjaga jangan sampai memakan makanan pasar.

Karena, makanan pasar itu keadaanya gampang terkena najis dan kotoran. Jauh dari mengingat Allah SWT, dan justru lebih dekat melulakan Allah SWT. Sedangkan penglihatan para fakir yang mengetahui makanan tersebut tidak mampu membelinya, sehingga yang ada hanya keinginan saja. Karena yang demikian itu justru membuat sakit hati para fakir, sehingga menjadikan kehilangan berkah dari makanan tersebut. وحكي أن الإمام الشيخ الجليل محمد بن الفضل كان فى حال تعلمه لايأكل من طعام السوق، وكان أبوه يسكن فى الرساتيق ويهيئ طعامه ويدخل أليه يوم الجمعة، فرأى فى بيت ابنه خبز السوق يوما فلم يكلمه ساخطا على ابنه cara menghilangkan najis anjing ابنه، فقال: ما اشتريت أنا ولم أرض به ولكن أحضره شريكى، فقال أبوه: لو كنت تحتاط وتتورع عن مثله لم يجرؤ شريكك على ذلك Diceritakan : Bahwa Syekh Jalil Muhammad bin Fadhal selama pada masa belajarnya beliau tidak pernah memakan makanan pasar.

Ayah Syekh Jalil Muhammad bin Fadhal yang bertempat tinggal didesa yang selalu menyediakan makanannya. Kalau hari jum at kadang kala ayahnya menengok ke tempat Syekh Meuhammad.

Pada suatu hari, ayahnya datang melihat kerumah Syekh Muhammad terdapat roti pasar, maka ayahnya tidam mau bicara dengan Syekh Muhammad karena marah melihat roti pasar tersebut. Setelah Syekh Muhammad mengetahui bahwa ayahnya marah, kemudian Syekh Muhammad menjelaskan kepasa ayahnya denga menyatakan: ” Roti ini buka aku yang membeli, lagi pula aku cara menghilangkan najis anjing suka roti itu.

Tetapi roti ini temanku yang membawa.” Kemudian ayahnya berkata:” Kalau kamu mau berhati-hati dan warak, pasti temanmu itu tidak akan berani membawakan roti yang dibeli dari pasar. وهكذا كانوا يتورعون فلذلك وفقوا للعلم والنشر حتى بقى اسمهم إلى يوم القيامة Demikianlah para ulama kuno dalam melakukan Warak.

Karenanya, mereka itu mendapatkan pertolongan Ilmu dan menyebarkan ilmunya, sehingga namanya tetap akan harum sampai hari kiamat. ووصى فقيه من زهاد الفقهاء طالب العلم أن يتحرز عن الغيبة وعن مجالسة المكثار، وقال: من يكثر الكلام يسرق عمرك ويضيع أوقاتك Seorang ahli fiqih yang zuhud telah memberikan wasiat kepada orang yang mencari Ilmu:” Hendaklah engkau menjaga dari ghibab(mengumpat) dan tempat banyak orang bicara.

Karena orang yang banyak bicaranya, hanya akan mencuri umur dan menyia-nyiakan waktumu.” ومن الورع أن يجتنب من أهل الفساد والمعاصى والتعطيل، ويجاور الصلحاء فإن المجاورة مؤثرة، وأن يجلس مستقبل القبلة ويكون مستنا بسنة النبى عليه الصلاة والسلام، ويغتنم دعوة أهل الخير، ويتحرز عن دعوة المظلومين Termasuk juga sebagian warak, ialah hendaknya orang yang mencari Ilmu itu dapat menjaga dan menjauhi orang yang rusak kelakuanya, orang yang suka bermaksiat dan orang yang suka menganggur.

Sebab jika berdekatan atau bertemanpasti segala sesuatunya pasti akan menular dan membekas. Sebaiknya orang yang mencari Ilmu disaat mengaji dan belajar, hendaknya menghadap kiblat dan menunaikan (mengikuti) sunnah nabi SAW. Serta mengharap doa restu dari orang yang ahli berbuat kebaikan, di samping itu menjaga doa dari orang teraniaya. وحكي أن رجلين خرجا فى طلب العلم للغربة وكانا شريكين فرجعا بعد سنين إلى بلدهما وقد فقه أحدهما ولم يفقه الآخر، فتأمل فقهاء البلاد وسئلوا عن حالهما وتكرارهما وجلوسهما فأخبروا أن جلوس الذى تفقه فى حال التكرار كان مستقبل القبلة والمصر الذى حصل العلم فيه والآخر كان مستدبرا القبلة ووجهه إلى غير المصر Diceritakan : Ada dua orang laki-laki bersama-sama pergi mondok untuk mencari ilmu, kedua orang tersebut selama mencari Ilmu, selalu berdua samoai bertahun- tahun.

Setelah cara menghilangkan najis anjing keduanya dipondok, kemudian bersama-sama pulang kekampungnya. Kenyataannya kedua orang tersebut, yang satu menjadi alim dan pandai. Sedangkan yang satunya tidak berhasil memperoleh kepandaiannya. Dari kejadian tersebut para ulama ahli fiqih di daerahnya sampai berpikir Apa sebabnya? akhirnya nya, ditanyakan kepada kedua orang itu tentang belajar dan duduk pada waktu mengaji, bagaimana?

Kemudian para ulama mendapat keterangan (jawaban), bahwa keadaan kedua orang itu dalam segalanya hampir sama, bedanya hanya orang yang berhasil menjadi Alim dan pandai tersebut,kalau sedang belajar atau mengaji duduknya menghadap kiblat atau arah Mesir karena mesir adalah tempat dia mencari ilmu. Adapun yang tidak berhasil menjadi orang alim, Biasanya kalau tetap belajar atau mengaji duduknya selalu membelakangi kiblat dan tidak menghadap Mesir. فاتفق العلماء والفقهاء أن الفقيه فقه ببركة استقبال القبلة إذ هو السنة فى الجلوس إلا عند الضرورة، وببركة دعاء المسلمين فإن المصر لا يخلو من العباد وأهل الخير والزهد، فالظاهر أن عابدا دعا له فى الليل Dari keterangan diatas maka para ulama dan fuqaha sepakat bahwa orang yang berhasil menjadi pandai dan Alim tadi keberhasilannya sebabkan berkat menghadap arah kiblat karena menghadap kiblat Memang disunahkan ketika duduk kecuali karena darurat dalam keadaan terpaksa juga karena berkat doa restu karang muslimSesungguhnya Mesir itu tidak lebih dari orang-orang ahli ibadah dan ahli berbuat baik dan ahli berbuat kebaikan.

Secara lahirsetiap orang yang ahli ibadah pasti mendoakan kepada orang alim tersebut setiap malam. فينبغى لطالب العلم أن لا يتهاون بالآداب والسنن، ومن تهاون بالأدب حرم السنن، ومن تهاون بالسنن حرم الفرائض، ومن تهاون بالفرائض حرم الآخرة. وبعضهم قالوا بهذا حديثا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم Sebaiknya, seorang pelajar jangan suka menganggap remeh terhadap tata krama dan kesunnahan. Karena, barangsiapa yang menganggap remeh terhadap tata krama, maka orang tersebut akan tertutup untuk melakukan sunnah.

Barangsiapa yang menganggap remeh terhadap remeh terhadap sunnah, maka dia akan tertutup dari fardu. Dan barangsiapa yang menganggap remeh terhadap fardu, maka dia akan terhalang oleh pahala akhirat.

Sebagaimana ulama mengatakan, bahwa hadis tersebut dari Rasulullah SAW. وينبغى أن يكثر الصلاة، ويصلى صلاة الخاشعين، فإن ذلك عون له على التحصيل والتعلم Demikian pula, seorang pelajar hendaklah selalu rajin memperbanyak salat sunnah dan dilakukan secara khusuk, karena salat dengan khusuk itu dapat memberi pertolongan kepada pelajar dalam memperoleh ilmu.

وأنشدت للشيخ الإمام الجليل الزاهد الحجاج نجم الدين عمر بن محمد النسفى شعرا Aku pernah dibacakan sebuah syair oleh guru besarku yang ahli zuhudyaitu Syekh Najmuddin Umar bin Muhammad: كـــــــــــن للأوامر والنواهى حافظا * وعلى الصلاة مواظبا ومحافظا Jagalah selalu olehmu terhadap semua perintah dan larangan, apalagi perintah salat hendaknya engkau selalu menjaganya.

واطلب علوم الشرع واجهد واستعن* بالطيبات تصر فقيها حافــــــظا Belajarlah ilmu syariat agama dengan sungguh-sungguh dan carilah Pertolongan Allah SWT, dengan amal-amal Saleh serta akhlak yang terpuji, yang insya Allah engkau akan menjadi orang pandai lagi hafalan. واسئل إلهك حفـــــــظ حفظك راغبا * مــــــــن فضله فالله خير cara menghilangkan najis anjing Mintalah kepada Tuhanmu, agar hafalan mu terjaga karena suka mengharap karunia Tuhan, Sesungguhnya Allah SWT adalah sebaik-baik perlindungan.

وقال رحمة الله عليه Syekh Umar bin Muhammadbaerkata:” أطيعوا وجدوا ولا تكسلوا وأنتم إلــى ربكم ترجعون Taatlah kamu sekalian (kepada Allah SWT, beserta Rosul-nya), rajin-rajin dan bersungguh-sungulah, jangan bermalas-malasan karena engkau semua akan kembali kepada tuhan kalian. ولا تهجعوا فخيار الورى قليلا من الليل ما يهجعون Janganlah kamu suka tidur, karena sebaik-baik manusia dan yang paling mulia adalah mereka yang sedikit tidur diwaktu malam.

وينبغى أن يستصحب دفترا على كل حال ليطالعه. وقيل: من لم يكن الدفتر فى كمه لم تثبت الحكمة فى قلبه Sebagai pelajar, sebaiknya selalu membawa buku untuk mencatat hal-hal yang perlu dicatat, agat suatu saat dapat muthala’ah (mempelajari). Dikatakan: Barangsiapa yang tidak menyempatkan membawa buku catatan, maka hikmah itu tidak akan dapat menetap dalam hatinya. وينبغى أن يكون فى الدفتر بياض ويستصحب المحبرة ليكتب ما يسمع من العلماء. وقد ذكرنا حديث هلال بن يسار Setiap saat, bawalah selalu buku kosong dan pena, agar dapat mencatat beberapa faedah yang sempat didengar.

Bab ini telah kami terangkan diatas, yang berhubungan dengan hadis Hilal bin Yasar. FASAL XII : TENTANG SESUATU YANG DAPAT MENJADIKAN HAFAL DAN LUPA فصل فيما يورث الحفظ وفيما يورث النسيان وأقوى cara menghilangkan najis anjing الحفظ: الجد والمواظبة، وتقليل الغذاء، وصلاة الليل Kami Terangkan, bahwa sebab-sebab yang dapat membuat orang menjadi Hafal bersungguh-sungguh, rajin, tetap, mengurangi makan dan mengerjakan salat malam.

وقراءة القرآن من أسباب الحفظ قيل: ليس شيئ أزيد للحفظ من قراءة القرأن نظرا، والقراءة نظرا أفضل لقوله عليه الصلاة والسلام: أعظم أعمال أمتى قراءة القرآن نظرا Adapun membaca Alquran, juga termasuk menjadi sebab mudah hafal. Telah dikatakan: tidak ada sesuatu yang dapat menambah hafal, daripada membaca Al-qur’an dengan melihat. Membaca al-quran dengan melihat huruf-hurufnya adalahlebih utama.

Sebagaimana Rasulullah SAW, bersabda:”Perbuatan umatku yang paling utama ialah mambaca Al-qur’an dengan melihat hurufnya.” ورأى شداد بن حكيم بعض إخوانه فى المنام، فقال لأخيه: أى شيئ وجدته أنفع؟ قراءة القرآن نظرا Syekh Syaddad bin Hakim pernah bermimpi bertemu dengan saudaranya yang sudah meninggal.

Dalam mimpi tersebut, Syekh Syaddad bertanya kepada saudaranya: “Perbuatan apakah yang paling bermanfaat engkau peroleh? Saudaranya menjawab:” Perbuatan membaca Al-qur’an dengan melihat huruf-hurufnya. ويقول عند رفع الكتاب: بسم الله وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله، والله اكبر، لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم العزيز العليم، عدد كل حرف كتب ويكتب أبد الآبدين ودهر الداهرين Bagi orang yang mengaji ketika mengangkat kitab yang akan dibaca, hendaknya membaca:” bismilahi wa Subhanallahi walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbaru wala haula wala quwwata illa billaahil’aliyyil’azhimil’alim.

‘Adada kulli harfin kutiba wayuktabu Abadal aabidin wa dahrad daahirin. ويقول بعد كل مكتوبة: آمنت بالله الواحد الأحد الحق، وحده لا شريك له، وكفرت بما سواه Hendaknya setiap selesai salat fardhu membaca :” Aamantu billahi waahidil ahadil haqqi wahdahu laa syariika lahuu wakafartu bimaa siwaahu.” ويكثر الصلاة على النبى عليه السلام فإن ذكره رحمة للعالمين Disamping itu, hendaklah memperbanyak sholawat atas Nabi Cara menghilangkan najis anjing.

karena nabi Muhammad SAWadalah menjadi rahmat bagi seluruh alam. قال الشافعى رضى الله عنه شكوت إلى وكيع سوء حفظى*فأرشدنى إلى ترك المعاصى فإن الحفظ فضل مــــــــن الله * وفضل الله لا يعطى لعاصـــــى Dikatakan dalam syair: aku pernah melaporkan kepada Ustadz Waki’ mengenai tulisnya hafalan-ku, kemudian Ustadz Waki’ berkata kepadaku: Tinggalkan segala perilaku maksiat.

والسواك وشرب العسل وأكل الكندر مع السكر وأكل إحدى وعشرين زبيبة حمراء كل يوم على الريق يورث الحفظ ويشفى من كثير من الأمراض والأسقام، وكل ما يقلل البلغم والرطوبات يزيد فى الحفظ، وكل ما يزيد فى البلغم يورث النسيان Adalun siwakan, minum madu, makan getah kandar yang dicampur gula, dan makan anggur yang warnanya merah 21 buah, kemudian dimakan setiap hari sebelum makan sesuatujuga dapat menyebabkan mudah menghafal disamping dapat menyembuhkan beberapa penyakit, dapat pula mengurangi dahak dan basah tubuh dari keringat serta menambah mudahnya menghafal.

Sebaliknya, segala sesuatu yang menyebabkan bertambah riya’ (dahak) akan menyebabkan sering ( mudah) lupa. وأما ما يورث النسيان فهو: المعاصى وكثرة الذنوب والهموم والأحزان فى أمور الدنيا، وكثرة الإشتغال والعلائق Adapun sesuatu yang dapat menyebabkan mudah lupa ialah maksiat, banyak dosa, susah, prihatin memikirkan perkara dunia, banyak pekerjaan dan sesuatu yang melekat dalam hati.

وقد ذكرنا أنه لا ينبغى للعاقل أن يهتم لأمر الدنيا لأنه يضر ولا ينفع Di atas telah diterangkan bahwa sangat tidak pantas jika seseorang yang berakal sehat, selalu susah payah memikirkan perkara dunia.

Karena, menyusahkan perkara dunia adalah sangat membahayakan dan tidak ada manfaatnya, وهموم الدنيا لا تخلو عن الظلمة فى القلب، وهموم الآخرة لا تخلو عن النور فى القلب، ويظهر أثره فى الصلاة juga dapat menyebabkan hati menjadi gelap.

Sebaliknya, menyusahkan perkara akhirat, dapat menarik hati untuk menjadi terang sehingga tampak jelas bekas bekas terang hari tersebut pada waktu salat. فهم الدنيا يمنعه من الخيرات، وهم الآخرة يحمله عليه، والإشتغال بالصلاة على الخشوع وتحصيل العلم ينفى الهم والحزن Walhasil: Menyusahkan perkara dunia, akan menghambat terhadap perbuatan baik.

Sedang menyusahka perkara akhirat, justru akan dapat menarik kita untuk melakukan kebaikan. Orang yang sempat melakukan salat dengan khusyuk dan menghasilkan ilmu, dapat menghilangkan susah dan prihatin. كما قال الشيخ نصر بن الحسن المرغينانى فى قصيدة له: استعن نصر بن الحسن فــــــــى كل علم يحتـزن ذاك الذى ينفى الحــزن وما سواه باطل لا يؤتمن Sebagaimana kata Syekh Imam Nashrun bin Hasan Al-Murghinani dalam qasidahnya yang ditunjukan kepada dirinya sendiri.

Hai, Nashrun bin Hasanmintalah pertolongan guru dan teman-teman. Karena yang engkau peroleh tadi, dapat menghilangkan kesusahan. Adapun selain itu tidak dapat dipercaya. والشيخ الإمام الأجل نجم الدين عمر بن محمد النسفى قال فى أم ولد له Sesuai dengan kata Syekh Najmuddin Umar bin Muhammad ketika menyifati jariyah mustauladahnya yang disebutkan dalam syairnya: سلام على مـــــــــن تيمتنى بظرفـها*ولمعة خــــــــدها ولمحة طرفها Salamku Semoga tetap atas jariyahku mustauladah, yang halus dan lesung pipi serta matanya yang jeli yang selalu memikatku.

سبتنى وأصبتنى فـــــــــــــتاة مليحة *تحيرت الأوهام فى كـنه وصفها Jariyah yang masih muda belia, cantik rupawan فقلت: ذرينى واعذرينــــــــى فإننـى* شغفت بتحصيل العلوم وكــشفها tinggalkanlah aku. Karena aku, masih lebih senang menginginkan memperoleh ilmu dan membukanya. ولى فى طلاب الفضل والعلم والتقى *غنى عن غناء الغانيات وعرفها Karena aku masih ingin mencari keutamaan Ilmu dan taqwa, maka aku tidak membutuhkan lagu-lagu biduwanita dan kesedapan perempuan.

وأما أسباب نسيان العلم: فأكل الكزبرة الرطبة، والتفاح الحامض، والنظر إلى المصلوب، وقراءة الخط المكتوب على حجارة القبور، والمرور بين قطار الجمال، وإلقاء القمل الحي على الأرض، والحجامة على نقرة القفا، كلها يورث النسيان Adapun sesuatu yang menyebabkan lupa terhadap ilmu ialah makan ketumbar yang masih basah, makan buah apel yang rasanya asam, melihat orang yang disalib, membaca tulisan yang ada di papan atau batu nisan kuburan, berjalan di antara (disela-sela) dua unta yang digandeng dan membuang kutu rambut hidup-hidup pada tanah.

Semua itu jauhilah, karena menyebabkan sering lupa. FASAL XIII : TENTANG SESUATU YANG MENARIK DAN YANG MELARANG RIZKI, DAN YANG MENAMBAH DAN MENGURANGI UMUR فصل فيما يجلب الرزق وفيما يمنع وما يزيد فى العمر وما ينقص ثم لابد لطالب العلم من القوة ومعرفة ما يزيد فيه وما يزيد فى العمر والصحة ليتفرغ فى طلب العلم Sebagai seorang pelajar hendaknya mengetahui kekuatan rezeki dan mengetahui sesuatu yang dapat menambah nya, serta mengetahui sesuatu yang dapat menambah (memperpanjang) umur, apalagi mengetahui tentang kesehatan, agar dalam mencari ilmu tidak terganggu.

وفى cara menghilangkan najis anjing ذلك صنفوا كتبا، فأوردت بعضها هنا على سبيل الإختصار Semua yang telah tersebut di atas, para ulama sudah banyak menyusun beberapa kitab. Di sini akan kami Terangkan sebagian dari isi kitab tersebut secara ringkas. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يرد القدر إلا بالدعاء، ولا يزيد فى العمر إلا البر، فإن الرجل ليحرم من الرزق بذنب يصيبه Rasulullah SAW.

bersabda:”Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang bisa menambah umur, kecuali berbuat kebaikan. Orang yang rezekinya sial (sempit) disebabkan dia melakukan dosa .” ثبت بهذا الحديث أن إرتكاب الذنب سبب حرمان الرزق خصوصا الكذب فإنه يورث الفقر, وقد ورد فيه حديث خاص Karena hadis telah menetapkan: ” sesungguhnya melakukan dosa itu menjadi sebab tertutup rezeki, khususnya Iya akan dapat mendekatkan pada kefakiran.

Sehingga ada hadis yang khusus menerangkan bahwa dusta itu mendekatkan ke kefakiran. وكذا نوم الصبحة يمنع الرزق, وكثرة النوم تورث الفقر, وفقر العلم أيضا Demikialah pula tidur pada waktu subuhdapat mencegah datangnya rezeki. Banyak tidur juga dapat menyebabkan fakir dunia dan ilmu(bodoh).” قال القائل شعرا: سرور الناس فى لبس اللباس وجمع العلم فـى ترك النعاس Sebagaimana kata syair: Kebahagian manusia pada umumnya ialah memakai pakaian yang baik.

Untuk memperoleh Ilmu, sedapat mungkin harus meniggalkan tidur. وقال: أليس مــــــن الحزن أن لياليا تمر بلا cara menghilangkan najis anjing وتخسر من عمر Telah dikatakan : Apakah tidak termasuk kerugian?

Malam yang begitu panjang. Hilang begitu saja tanpa ada manfaatnya, lantaran hanya dipergunakan untuk tidur. Padahal umur itu setiap hari diitung. وقال أيضا: قـــــم الليل يا هذا لعلك ترشد إلى كم تنام الليل والعمر ينفد Sebuah syair lain mengatakan: Dirikanlah ibadah malam, barangkali dengan ibadah malam itu engkau mendapat petunjuk.

Sampai kapan kau setiap malam tidur saja Ingatlah bahwa umur itu semakin habis. والنوم عريانا, والبول عرينا، والأكل جنبا, والأكل متكئا على جنب, والتهاون بسقوط المائدة, وحرق قشر البصل والثوم, وكنس البيت فى الليل بالمنديل, وترك القمامة فى البيت, cara menghilangkan najis anjing قدام المشايخ, ونداء الوالدين باسمهما, والخلال بكل خشبة, وغسل اليدين بالطين والتراب, والجلوس على العتبة, والاتكاء على أحد زوجي الباب, والتوضؤ فى المبرز, وخياطة الثوب على بدنه, وتجفيف الوجه بالثوب, وترك العنكبوت فى البيت, والتهاون فى الصلاة, وإسراع الخروج من المسجد بعد صلاة الفجر, والإبتكار بالذهاب إلى السوق, والابطاء فى الرجوع منه, وشراء كسرات الخبز من الفقراء, والسؤال, ودعاء الشر على الوالد, وترك تخمير الأوانى وإطفاء السراج بالنفس Termasuk menjadi sebab tidur telanjang, kencing telanjang, makan dalam keadaan junub, membakar kulit bawang merah atau bawang putih makan cara menghilangkan najis anjing tidur miring, menyapu rumah dengan menggunakan gombal, menyapu rumah pada waktu malam, menyapuh sampah tidak langsung di buang, berjalan atau lewat didepan orang tua, memangil ayah-ibunya dengan menyebut namanya, menusuk-nusuk gigi dengan kayu asal ketemu saja, membasuh tangan dengan tanah atau debu, duduk diatas tangga pintu, berwudu ditempat istirahat, menjahit pakaian yang berada ditubuhnya (yabg sedang dipakai), mengeringkan muka dengan gombal, tidak mau membersihkan sarang laba-laba yang berada di rumah, meremehkan (mempercepat) salat, letak lekas keluar dari masjid sesudah salat subuh, berangkat ke pasar pagi-pagi, keluar dari pasar paling akhir, membeli rontokan roti (makanan) dari pengemis, mendoakan buruk terhadap anak, tidak mau menutupi tempat (wadah) dan mematikan lampu dengan meniup.

كل ذلك يورث الفقر, عرف ذلك بالآثار Semua yang tersebut diatas menyebabkan kekafiran. Keterangan tersebut diambil dari sahabat. وكذا الكتابة بالقلم المعقود، والامتشاط بالمشط المنكسر، وترك الدعاء للوالدين، والتعمم قاعدا، والتسرول قائما، والبخل والتقتير، والإسراف، والكسل والتوانى والتهاؤن فى الأمور Termasuk juga sebab-sebab kefakiran ialah:” Menulis dengan pen yang diikat (pen yang telah rusak), menyisir dengan menggunakan sisir yang telah pecah cara menghilangkan najis anjing, mendoakan orangtuanya, memakai serban dengan duduk, memakai celana d3ngan berdiri, bakhil(kikir), irit, berlebihan, malas, enggan dan meremehkan terhadap sesuatu.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: استنزلوا الرزق بالصدقة؛ والبكور مبارك يزيد فى جميع النعم خصوصا فى الرزق Semua itu dapat menyebabkan kefakiran. Rasulullah SAW, bersabda:” Berharaplah pada turun rezeki dengan berbuat sedekah.” Biasahkan bangun pagi, karena disamping memberkahi juga dapat menambah segala kenikmatan, khususnya mengenai masalah rezeki, وحسن الحظ من مفاتيح الرزق وبسط الوجه وطيب الكلام يزيد فى الحفظ والرزق.

tulisan yang baik juga termasuk kunci rezeki, muka yang cerah serta ucapan yang baik juga dapat menyebabkan bertambah rezekinya. وعن الحسن بن على: كنس الفناء وغسل الإناء مجلبة للغنى Dari Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali r.a pernah berkata:” menyapu halaman dan mencuci tempat-tempat menyebabkan kaya. وأقوى الأسباب الجاذبة للرزق إقامة الصلاة بالتعظيم والخشوع، وتعديل الأركان وسائر واجباتها وسننها وآدابها، وصلاة الضحى فى ذلك معروفة Adapun sebab-sebab yang paling kuat untuk memperoleh rezeki ialah mendirikan salat dengan penuh takzim dan khusus, thumaninah, memenuhi syarat, rukun, sunnah dan tata krama salat.

Adapun salat dhuha, hal itu sudah terkenal dan msyhur untuk urusan menarik rezeki.” وقراءة سورة الواقعة خصوصا فى الليل وقت النوم، وقراءة الملك، والمزمل، والليل إذا يغشى وألم نشرح لك Termasuk sebab yang dapat menarik rezeki membaca Surat Waqi’ah khususnya di waktu malam ketika orang-orang sudah pada tidur, membaca surat Al Mulk, Muzammil wallaili idzaa yaghsyaa, dan Alam Nasyrah. وحضور المسجد قبل الأذان، والمداومة على الطهارة، وأداء سنة الفجر والوتر فى البيت.

وأن لا يتكلم بكلام الدنيا بعد الوتر Begitu juga datang ke masjid sebelum adzan, selalu dalam keadaan suci, mengerjakan salat sunnah fajar dan salat Witir di rumah, kita membicarakan perkara dunia sesudah mengerjakan salat witir ولا يكثر مجالسة النساء إلا عند الحاجة jangan suka duduk berdekatan dengan perempuan kecuali ada keperluan وأن لا يتكلم بكلام لغو، وقيل: من اشتغل بما لا يعنيه فاته ما يعنيه.

قال بزرجمهر: إذا رأيت الرجل يكثر الكلام فاستيقن بجنونه dan jangan suka omong kosong yang tidak ada faedahnya mengenai agama dan dunianya. Dikatakan: barangsiapa yang terseret sesuatu yang tidak berfaedah, maka pasti akan kehilangan sesuatu yang cara menghilangkan najis anjing. Patih Bazrajamhar berkata:” jika engkau mendapat di orang yang banyak bicaranya, Percayalah bahwa orang tersebut orang gila.” وقال على رضى الله عنه: إذا تم العقل نقص الكلام Sayyidina Ali berkata:” jika akalya sempurna maka sedikit bicaranya.” قال المصنف رحمه الله: واتفق لى فى هذا المعنى شعرا: Mushannif-rahimahullah Ta’ala- berkata: kata-kata tersebut sesuai dengan syairku : إذا تم عقل المرء قل كلامـــه وأيقن بحمق المرء إن كان مكثرا kalau seseorang itu sempurna akalnya pasti sedikit bicaranya, Yakinlah bahwa orang yang banyak bicaranya adalah orang yang kosong (bodoh).

النطق زين والسكوت سلامة فإذا نطقت فلا تكون مكــــــــــثرا Kata syair yang lain: ucapan itu menjadi hiasan seseorang, diam adalah selamat, jika engkau bicara maka janganlah terlalu banyak, tapi cukuplah yang perlu perlu saja. ما ندمت على سكوت مــــرة ولقد ندمت على الكلام مــــــرارا Engkau tidak akan kecewa dengan diammu, meskipun hanya sekali.

Tapi justru engkau akan kecewa, karena bicaramu yang berulang-ulang. وأما ما يزيد فى الرزق: أن يقول كل يوم بعد انشقاق الفجر إلى وقت الصلاة: سبحان الله العظيم وبحمده، سبحان الله العظيم وبحمده، وأستغفر الله العظيم وأتوب إليه مائة مرة، وأن يقول: لا إله إلا الله الملك الحق المبين كل يوم صباحا ومساء مائة مرة Termasuk juga sesuatu yang dapat menyebabkan bertambahnya rezeki ialah, hendaknya setiap hari pada waktu antara keluarga cara sampai waktu salat subuh membaca: Subhanallahil adzim, subhanallahi wabihamdih illallahul malikul haqqu mubiin, setiap hari pagi dan sore 100 kali.

وأن يقول بعد صلاة الفجر كل يوم: الحمد لله، وسبحان الله، ولا إله إلا الله، ثلاثا وثلاثين مرة، وبعد صلاة المغرب أيضا، ويستغفر الله تعالى سبعين مرة بعد صلاة الفجر، Sesudah Fajar membaca: Alhamdulillahi Subhanallahi walaa illaahu, 33 kali. Demikian pula cara menghilangkan najis anjing selesai salat maghrib, 33 kali. Dan membaca Astaghfirullahal ‘azhiimi minkulli dzanbin ‘azhiim, 70 kali.

ويكثر من قول: لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم، والصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم Setelah salat subuh memperbanyak membaca: Lahaulah walaa quwwata illaa billlahil ‘aliyyil ‘azhiim, kan memperbanyak membaca shalawat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. ويقول يوم الجمعة سبعين مرة : اللهم أغننى بحلالك عن حرامك واكفنى بفضلك عمن سواك. Setiap cara menghilangkan najis anjing Jumat membaca: Allahumma, aghnini bihalaalika ‘an haraamika wakfini bifadhlika amman siwaak, 70 kali.

ويقول هذا الثناء كل يوم وليلة : أنت الله العزيز الحكيم, أنت الله الملك القدوس, أنت الله الحكيم الكريم, انت الله خالق الخير والشر, أنت الله خالق الجنة والنار, أنت الله عالم الغيب والشهادة, أنت الله عالم السروأخفى, أنت الله الكبير المتعال, أنت الله خالق كل شيئ واليه يعود كل شيئ, أنت الله ديان يوم الدين, لم تزل ولا تزال, أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد, لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد, أنت الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبرلا إله إلا أنت الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما فى السموات والأرض وهو العزيز الحكيم Disamping, hendaknya membaca tsana’ (pengalembana) dalam sehari semalam hanya sekali, inilah bacaannya: Antallahul ‘azizzul hakiimu, Antallahul maliikul qudduusu, Antallahul haliimul kariimu, Antallahul khaaliqul jannati wannari, ‘aalimul ghaibi wasyahaadati ‘aalimussirri wa akhfaa, Antallahul kabiirul muta’aalu, Antallahul khaaliqu kulli sya-in wa ilaihi ya’uudu kullu sya-in, Antalahul dayyanu yaumiddiinilam tazal walaa yazaalu antalahu laa ilaaha illa anta.

Antalahul ahadushshamadu lam yalid walam yuulad cara menghilangkan najis anjing yakun lahuu kufuwan ahad. Antalahul laa illaa antal malikul qudduusus salammul mu’minul ‘aziizul jabbarul mutakabbiru. Laailaaha illaa antalahul khaaliqul baariul mushawwirulahul asmaul husna, yussabbihu lahuu ma fissamaawaati wal ardhi, wahuwal ‘aziizul hakiim.

وأما ما يزيد في العمر: البر, وترك الأذى, وتوقير الشيوح, وصلة الرحم Termasuk sesuatu yang dapat menambah umur, Ialah berbuat kebaikan, tidak menyakiti hati orang lainmemuliakan orangtua, siraturahmi وأن يقول حين يصبح ويمسى كل يوم ثلاث مرات : سبحان الله ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش. ولا إله إلا الله ملء الميزان, ومنتهى العلم وزنة العرش. والله أكبر, ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش dan setiap pagi dan sore membaca:” Subhaanallaahi mil-al miizaani wamuntahal ‘Ilmi wamablaghar ridhaa wazinatal ‘ arsyi.

وأن يتحرز عن قطع الأشجار الرطبة إلا عند الضرورة, وإسباغ الوضوء والصلاة بالتعظيم, والقرآن بين الحج والعمرة, وحفظ الصحة, ولا بد أن يتعلم شيئا من الطب, ويتبرك بالآثار الواردة فى الطب التى جمعها الإمام أبو العباس المستغفري في كتابه المسمى : بطب النبى عليه السلام, يجده من يطلبه فهو كتاب مشهور Kecuali yang telah tersebut di atas, untuk menambah umur dan rezeki, hendaklah menjaga jangan sampai memotong kayu yang masih hidup, kecuali dalam keadaan terpaksa.

Kemudian mnyempurnakan wudu, mengerjakan salat dengan takzim, mengerjakan Ibadah Haji dan umrah serta menjaga kesehatan. Disamping itu, sedapat mungkin hendaklah memahami tentang Ilmu kesehatan (Obat-obatan) atau mengambil berkah atas arsar-atsar yang ada yang telah diterangkan dalam kitab yang berjudul Thibbun Nabi SAW. Karangan Syekh Imam Abdul Abbas Al-Mustaghfiri:” Barangsiapa yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan kitab tersebut, bisa berhasil.” والحمد لله على التمام, وصلى الله على سيدنا محمد أفضل الرسل الكرام, وآله وصحبه الأئمة الاعلام, على ممر الدهور وتعاقب الأيام, آمين.par par Autorenportrait: Hervé This-Benckhard erforscht die Physik und Chemie des Kochens am Collège de France in Paris cara menghilangkan najis anjing lehrt an der Faculté des sciences et des techniques in Tours.

Im Buch gefunden – Seite 35. in a puff pastry tartlet case on a bed of julienne strips of hamand beautifully glazed with hollandaise sauce. . Jensens is better than most but the Lacroix version is the only one to catch the authentic Mediterranean flavour .

Amazon Music Stream millions of songs: Amazon Advertising Find, attract, and engage customers: Amazon Drive Cloud storage from Amazon: 6pm Score deals on fashion brands contains some random words for machine learning natural language processing Oh no! Pierre Bonnard war der führende Kopf einer Gruppe postimpressionistischer Künstler, die sich selbst ""die Nabis"" nannten, ausgehend vom hebräischen Wort für ""Prophet"".

Some styles failed to load. h word in the subtitles. Effectively replacing the EJ253, the FB25 engine was a member of Subaru’s third generation 'FB' boxer engine family cara menghilangkan najis anjing also included the FB20, FA20D, FA20E and FA20F engines.The FB25 engine first offered in Australia in the 2011 Subaru SH.II Forester. Ingrédients (6 personnes) : 1 rouleau de pâte brisée, 50 g de farine, 4 œufs. - Découvrez toutes nos idées de repas et recettes sur Cuisine Actuelle Im Buch gefundenLouis XII et Anne de Bretagnechronique illustréepar Paul Lacroix!

). 118. La Bénédiction paternelle et maternelle . Sauce hollandaise pour cinq personnesp. 274. Confiture d'oranges et de citrons sans orangesCochon . Im Buch gefundenMed detta som bakgrund låter er uppgift om Lacroix som någonting nytt. . där nere där det serverades ostron och entrecôte som förr, utan en trappa upp, i ett av de där cabinets particuliers, där man beställde barbue sauce hollandaise.

. //]]>, Ville de Rennes Im Buch gefunden – Seite 244Mit Fallbeispielen: Bosch, Lacroix, Nestlé, Opel, Sparkassen Finanzgruppe, Tetra Pak Marcus Lüppens .

03/2005 ) Ma99 Meisterklaces THOMY Les Sauces He Hollandaise SAUCE HOLLANDAISE SPARGELSAISON 2005 > Starke Verkaufszahlen für THOMY . Copyright © 2021 African Safari Group. Vous pouvez à tout moment utiliser le lien de désabonnement intégré dans la lettre d'information.

Le 4 novembre 2021 January 26, 2021 aku yang tidak kau ini itu dan di anda akan apa dia saya kita untuk mereka ada tahu dengan bisa dari tak kamu kami adalah ke ya orang tapi harus pergi baik dalam sini seperti hanya ingin sekarang semua saja sudah jika oh apakah jadi satu jangan Notes 1) … ":"&")+"url="+encodeURIComponent(b)),f.setRequestHeader("Content-Type","application/x-www-form-urlencoded"),f.send(a))}}}function B(){var b={},c;c=document.getElementsByTagName("IMG");if(!c.length)return{};var a=c[0];if(!

Im Buch gefunden – Seite 408un famille pour un poète : biographie originale, historique et documentaire Raymond Lacroix . cara menghilangkan najis anjing hollandaise . que les cuisiniers de Paris ne savent pas faire un jus ». Mangeant peuil est très exigeant pour sa table. [CDATA[ 2 The cara menghilangkan najis anjing source of this list can be found here: https://invokeit.wordpress.com/frequency-word-lists/ 3) It is licensed under the following Creative Commons license: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/ 4) More Most Common word lists (other languages) can be found here: http://www.101languages.net/common-words/, pada punya lebih benar bukan bagaimana lagi telah lakukan mungkin hal sangat bahwa pernah melihat datang hari kembali lihat ayo karena siapa atau sesuatu banyak tentang dapat kasih terima yeah menjadi anak seorang ia kalian juga mau oke keluar begitu mana bagus hei melakukan sana terjadi yg, sebuah lain malam waktu membuat tahun beberapa saat mengapa tempat memiliki besar mati maaf baru masih katakan ketika sendiri kenapa sama pikir sampai bilang hidup mengatakan baiklah sedang tunggu kalau dua sekali tuhan lalu salah perlu mendapatkan rumah ayah cepat masuk selamat mari dengar suka sedikit semuanya, jalan tentu disini padaku atas tinggal masalah boleh cukup setiap selalu berada kecil sebagai makan berpikir oleh mengambil yah belum kepada percaya the seseorang teman bahkan sayang dimana ok pertama menemukan bicara melakukannya lama mengerti bekerja dunia hey diri terlalu kali kemudian berhenti luar pasti tolong cara, kan mulai setelah wanita ku ayolah it bertemu senang tetap selama pak tetapi ibu gadis yakin sebelum i merasa membawa tuan bersama pria berbicara jam pun uang ingat membunuh biarkan siap a mencoba tidur buruk padamu berapa nya mencari tanpa tiga sial nama bawah sialan terus apapun, hati maksudku halo gila sebenarnya cinta mobil rasa bagi takut depan sakit mendengar pulang membantu terakhir suatu manusia air tangan ambil kota you polisi butuh segera berikan nak mr paling cara menghilangkan najis anjing bagian pagi para hebat tua jauh bawa tepat bodoh sungguh biasa bergerak itulah dapatkan kurasa l, seharusnya masa meninggalkan no hai dulu duduk sebentar memberikan berkata kata minta seluruh kehilangan laki awak buat denganmu bulan padanya menit pekerjaan sekitar kepala berjalan cuma pintu memang tenang cara menghilangkan najis anjing nanti bermain jatuh terbaik terlihat sekolah aneh sir penting maafkan keluarga mata berhasil besok hampir takkan coba, berarti diam minum turun melihatnya dirimu bisakah inginkan selesai daripada peduli indah dekat memberi buku hentikan ikut senjata man kaki menarik mu minggu secara nah berdua cantik anjing sepertinya ah kehidupan satunya mudah amerika khawatir mendapat silakan memberitahu jelas akhirnya tadi menggunakan well belakang okay bangun lima, melalui perjalanan cari makanan sebelumnya sejak keras tiba kesempatan untukmu berakhir tinggi bumi dilakukan aman naik john perang sulit kosong beri berharap kapan kawan com api menyenangkan kedua menunjukkan suara maka maksudmu ruang cerita kemari kamar kapal mempunyai kuat akhir tanah serius cara menghilangkan najis anjing bertanya si raja meminta, berubah lari bunuh membiarkan belajar panas eh muda tn bayi ayahku berbeda ni kapten pesawat negara sepanjang dokter hilang hi tampak berdiri ide antara tim pertanyaan lupa penuh kerja lainnya wow dr lucu alasan telepon dengarkan bukankah empat dengannya kabar menikah perempuan bantuan bajingan terbang meninggal buka, ayahmu dah membutuhkan darah kecuali bila biar uh of to pikirkan film nomor menang bintang kira laut omong mesin kekuatan kematian silahkan sehingga kemana benarkah menembak dingin sementara menyesal mendengarkan utk jack me marah tu tinggalkan pergilah terlambat kereta nyata bahagia saudara permisi menyelamatkan sempurna lepaskan rencana, and membayar harap demi mendapatkannya segalanya bicarakan berikutnya barang membaca brengsek cara menghilangkan najis anjing berusaha dirinya semacam matahari kanan permainan setengah go bahasa melawan denganku langsung jenis menuju rasanya diriku musim pesta tutup menulis menerima terhadap sendirian pilihan agak tahan tersebut astaga dapatkah on tanda new bung membeli jumpa, agar pikiran la janji waktunya muncul tampaknya membuatku guru surat enam pasukan lewat mencintaimu segala rahasia kupikir menurutmu namun namanya mundur menjaga membuatnya semakin mimpi bola udara gambar awal kelas anakku memilih fucking kumohon ikan menelepon bercanda kesalahan perusahaan pesan ibumu bisnis ltu whoa kenal bantu fuck, lihatlah planet artinya temukan bertahan sam mengetahui my dasar huh batu merah benda benci memakai beruntung manis mengenai sisi tembak burung nona tengah juta kulakukan panjang ulang untukku kunci jahat perintah alam paman cahaya maksud ibuku tertawa pindah menangis mulia kiri hidupku penjara harry lt menangkap menghancurkan, putih tanya setuju in siang mengerikan lagu arah macam inggris hukum es istri kantor berita dolar kadang berat presiden frank wajah musik betul menghabiskan kurang tau kasus hmm jawab betapa makhluk um memutuskan hadiah pembunuh mencuri terbuka neraka sebaiknya mencintai bebas lantai panggil detik hitam mengubah selamanya, tubuh mengikuti semoga berani binatang hak mandi menemukannya panggilan membuka sistem tugas bu memikirkan that sering setidaknya hubungan adakah bergabung pakaian iya is disebut kuda putri membunuhnya cara menghilangkan najis anjing membawanya berbahaya main menonton melewati of inilah lupakan meskipun keren pohon digunakan terluka memanggil bunga membuatmu melihatmu lelaki kukatakan, musuh perhatian bukti pakai mencapai serangan hello s prajurit bye lni utama by merasakan berjanji sebelah tentara berbohong gunakan merupakan agen toko soal mengirim dimulai ha bau michael memukul nyonya bank kelihatan allah sebabnya obat utara siapapun menurut khusus out daging perasaan pembunuhan melindungi selatan kartu keberatan, menempatkan asing menyerah yesus sejarah pribadi sibuk langit temanku mengalami bos menghentikan kopi kesana harusnya tumbuh mama jaga pistol rambut menyukai mahu pintar hutan tujuh balik kesini titik sebagian gagal menyerang mil meja pusat ahli selain mampu kebenaran maju bersalah memulai lapar foto langkah pernikahan dewa istirahat, mulut kulit informasi sang sampah kemarin sepuluh kotak keadaan tdk miss pukul menutup namaku posisi mengganggu menjual nggak email milik lubang kamera tunjukkan lahir akal hah menyukainya kotoran sih angin enak sungai pacar dariku nenek blogspot george melarikan jujur pahlawan ruangan hotel hingga tarik m miliki peter, meletakkan tertarik ikuti gelap biasanya dibuat jerman cocok ditemukan tv tembakan guys terbesar menyelesaikan tujuan sub menyadari daerah begini d masalahnya we love acara memeriksa diluar terimakasih saling kubilang kecelakaan ceritakan garis berteriak periksa catatan pantai keamanan kerajaan bahan david seks sepatu puluh kalah max otak jenderal, memotong gigi emas mabuk perubahan bermaksud lampu e memahami saatnya tidakkah hujan natal master sejauh misi bukanlah seberapa don menghilang ayam hewan bom kakak ben menjelaskan bentuk kena membunuhmu kucing membangun harapan bangga bersumpah kukira suami kemungkinan kejahatan berasal dewasa butuhkan what laporan pelacur pemerintah tanganmu sersan, bernama didalam situ penjaga bahawa kaya alat memerlukan bahaya bersih mengalahkan keparat pertemuan komputer radio berlari situasi angkat menginginkan tingkat t ketakutan kabarmu hantu umum b normal baju sadar berlaku berangkat pantas kotor terkenal timur kerana operasi dalamnya malu gmail ayahnya tas joe memegang petugas menyimpan sederhana, jawaban lelah anggota milikku seekor kue jepang kini aturan mohon dinding barat jari percayalah minuman perancis perhatikan tom all bagiku buang paham jendela keputusan gunung terlibat latihan ichan berguna letakkan idiot biru delapan tiada kepadanya penerjemah peluru kulihat ketiga angkasa mike warna menyentuh menjawab menari gedung hubungi, jiwa selanjutnya lepas kuno lengkapnya tangkap will daftar tanggal pulau awas pedang menjalankan truk rendah kalinya bayangkan telpon berharga namamu nyaman cincin cara menghilangkan najis anjing luka tindakan ma semesta pastikan jumlah teori mengejar letnan kisah berhubungan jantung stop memimpin tersisa sesuai kelihatannya bob pertempuran adil menikmati katanya pertandingan entahlah, pasangan mary ampun temanmu keluarkan desa terdengar pegang bertindak berjuang putus sobat james ooh membunuhku mengatakannya do entah perahu ratu sisa korban menyebabkan bohong ny lemah menceritakan persis kuharap habis hancur ternyata mrs tamu dikatakan kedengarannya nick rusia terjebak kejutan demikian rusak gak sedih tikus menangani gereja, be o kecepatan mengucapkan seni please melompat negeri walaupun lah milikmu bir seminggu kacau detektif menurutku dibunuh semalam pintunya pisau halaman mendengarnya naga menghubungi yo just bangunan pengetahuan terbakar hijau kejadian mengambilnya bersamaku dibawah big great menakjubkan come wah mengingat celana ibunya yahudi abad mengirimkan kursi paul, kode pangeran surga bill babi persetan layak kirim taman nice kolonel menemui menakutkan for kemarilah apaan budak cina melepaskan diatas harga badai charlie got mirip dgn menciptakan bersembunyi berdarah jalur membantumu menyedihkan menolak pura tuhanku anaknya membersihkan telur mengatur bercinta pengacara militer johnny kehormatan tergantung teh jelek, hidupmu anna pemimpin kebanyakan mengira mayat sehat kertas pihak tony berikut ribu bertanggung baca danny termasuk hangat tiket dad tulang mom sebut mencium profesor papa menyakiti tolonglah hanyalah membicarakan sebab menahan sore kebetulan sudut really bersamamu kakek jake tukang memastikan ribuan get berbuat good berenang listrik gas, darimana kabur merokok ilmu hasil seksi menghadapi bar hidupnya kelompok meter stasiun jarak can ganti diberikan steve anakmu maukah raksasa sarah anggur alex know paris gerakan masing program fikir mengenal liar biaya berdoa lee lelucon jimmy sentuh penjahat hatiku paus sepenuhnya adik kesepakatan beli as terserah lokasi, konyol sinyal tenanglah caranya untuknya memperbaiki hubungannya jim peta darurat dikenal dude are menderita pengadilan masyarakat terbunuh suci uangnya kasar nampak cobalah diambil bakar teruskan kebakaran santai penyakit video kate merusak diterima target sembilan so duduklah setahun istimewa kencan urusan buru let berbagi unit berterima membuang ukuran, menaruh lambat tangga haruskah your selamatkan lapangan petunjuk suruh energi tertentu diperlukan miskin engkau belas tanganku wang asli setan simpan this matamu melupakan bertarung jadilah bapa mesti subtitle bagaimanapun pula memberimu memenangkan palsu down memakan sejati sihir per london usia ciuman baby dendam bangsat cuba mengeluarkan sapi, dave beruang pendek y memberinya van masukkan ketemu ledakan jane gerbang bayar little turunkan adikku taksi kayu kesulitan way buta tekanan cerdas pendapat mengagumkan salam pantat cakap menjauh membayangkan masuklah pekan tewas maksudnya alih penyihir bolehkah terang time pemain tes darimu mengemudi lanjutkan ketahui membawamu mmm hormat, pengalaman sumber tiap semangat gunanya permintaan minggir potong menyebutnya tampan terutama kat nasib lurus right super membuktikan c p roti kenyataan membakar pertunjukan bibi lembut topi ray arthur perlindungan rumahku fokus meledak memalukan pilih tenggelam bertaruh fbi begitulah atasnya menghargai fakta bus pasir perjanjian san iblis an, mengajar kacang salahku istriku tongkat apartemen mendorong jalang mendarat bersamanya kemampuan mematikan warga madu kendali www ketua temui segar kontrol phil kepadamu tanaman salju menghentikannya perlukan rock bagimu tangannya pencuri menyembunyikan rasakan taruh kepadaku cek pelan sahabat pelajaran kondisi hamil with kejam marty sel berfikir buah sukses, memilikinya mengenakan bersikap ditembak mengakui napas gembira mengisi lucy mengurus dikirim pukulan bermimpi melanjutkan badan melanggar memberiku patah shh supaya saudaraku mencintainya mengumpulkan memasuki melayani katakanlah jejak melemparkan have sayangnya kemenangan nilai kristus klub bruce bukannya menawarkan kuliah mark permukaan gemuk terkejut berpakaian telanjang mengangkat am bro, seorangpun atap tuanku gaya henry ho umur keinginan gay menelpon sarapan sepertimu claire keberanian ditangkap jembatan menolong membantuku damai lulus keberuntungan seumur berlatih menanyakan mengawasi pertahanan mengharapkan bersiap boy menghitung matikan dibawa susu basah tali rumit restoran komandan selesaikan teknologi keuntungan pelayan j berputar sinar tombol kepalaku, tertangkap hakim thanks sehari kedalam bingung batas kuatir lengan bersedia keajaiban perbedaan putra one derajat merubah membosankan terburuk berumur ilmuwan kegelapan kepalanya kekuasaan terasa gratis ujung de robot jatuhkan andy matt minyak tahanan alami berperang berbaring bapak tenaga barry teroris bernyanyi cuaca memenuhi takdir walter tengok eropa, band keduanya jalankan besi diketahui resmi adam kontak menara bercakap olah thomas siapkan kuncinya http ketat jutaan tekan mobilnya alien peri tolol aduh tersenyum ve usaha pasang kebebasan mantan berlangsung membenci parah angka memasak luas memberikannya menteri dapur tambahan daya edward rindu victor bernapas lingkungan kebaikan suamiku, billy ialah perut dahulu isi ratusan tebak banteng pasar wilayah sebanyak nyawa kepercayaan william mulutmu cewek nakal malaikat peralatan lukisan ksatria menyanyi virus doc samping mengendalikan sengaja berbalik sambil jelaskan lebah lawan menganggap memecahkan keluargaku mm rumput matanya gelombang tanggung kolam monster sy kepalamu jalanan ular mengunjungi, sisanya berkembang memainkan buddy gonna chris anggap saksi berburu tertutup krim maria kuning india menghasilkan blok bobby gugup here orangnya ianya ryan wajahnya tambang ayuh tempatnya drive memberitahumu ujian rakyat murah kering merindukanmu alamat cepatlah monyet mengejutkan pete senapan faham ancaman izin temannya tanyakan memaksa panik asap, rupanya membawaku angkatan menendang kehabisan berkumpul think ed diterjemahkan pendeta berlalu menggali hukuman liburan medis potongan singa afrika tersesat lengkap kerusakan penduduk toocool malah sabar berlian bandara peringatan pengecut sekarat bosan mustahil proyek kaca tulis pilot cowok spanyol bernafas carl da berdansa mencarinya eddie kembalikan there pandangan, menghormati dipercaya gue tertidur menyebalkan katie pasien u arab kebun serikat mencintaiku botol rokok cao menggunakannya mahal cara menghilangkan najis anjing nuklir pecundang menjatuhkan trik baris galaksi rachel tersembunyi muka g rekaman lou sara lautan kelaparan kasihan cermin mak siapakah mendekati pengantin robert toilet beres akulah sayangku menyebut sepotong na, menyatakan kakakku roh menyakitkan n data secepat bencana ko dibayar berkelahi cara menghilangkan najis anjing terpisah kim ow vampir kok he like beristirahat kesepian istana mencobanya sopan apel mataku terkunci pekerja pembohong istrinya kekacauan rose duluan hidung mahasiswa bang city ka kerjakan mayor gula papan harta balas dasarnya puteri telinga, percobaan juara boss berantakan danau melihatku katamu memungkinkan datanglah putriku jones red china awan menyerahkan debu potter ragu meyakinkan tepatnya model nafas bekas darinya saluran martin susah lingkaran sesungguhnya sebaliknya ditutup menjijikkan mengingatkan r luke nasional contoh suku mei keselamatan yunani mendukung khan bukit roma usah lolos, jaringan mengacaukan alice berteman dansa terkadang jesus ted lemari roda mempercayai permen singkat kong gaun arti inspektur not emma gudang street area beth pernahkah keledai dibutuhkan kesenangan proses secepatnya perkara dewan frankie rumahnya kakiku serigala misteri penulis malang sayap berurusan h narkoba putar terkena senator lokal bersinar, profesional abu koran intinya pelanggan ringan al melaporkan kentang rekan taruhan ulangi penemuan hadir awalnya mempelajari semi menangkapnya persen departemen hm roger helikopter berhutang bocah menatap jenius kakinya jawabannya agama memanggilku merindukan kebutuhan org lisa saham mainan tersangka cara menghilangkan najis anjing fred dilihat sebulan kevin sumpah diamlah set modern, mengajukan bersenjata sasaran diantara kantong perawat merampok baginya terowongan menginginkannya dosa peradaban pos peluang mars kristen kenangan game bangsa menguasai scott rapat meningkatkan favorit poin memberitahuku memperhatikan menjalani peristiwa murid buddha sean charles kekasih impian berdasarkan girl kru kencing aja terhormat pabrik dana coklat tubuhnya diberi boneka, tetaplah berbagai tommy pemburu pemenang mengembalikan keluarganya cadangan istrimu dada jauhkan pemilik gua pandai kontrak ambilkan tetangga dianggap merasakannya murni kekerasan mesir hatimu mengundang walikota menerimanya cara menghilangkan najis anjing amat us kaulah menekan heran at bersihkan perbatasan setia check hancurkan kendaraan fu tiarap berhak menghindari alarm majalah tipe mengetuk, muntah aah but harapkan romantis mendekat siswa mengajarkan beliau sukair membutuhkannya dilahirkan black menyalahkan membacanya berfungsi cool dipecat pembicaraan dibangun mengesankan legenda richard now yahoo kembalilah mengakhiri k sepeda asal memperlakukan menyaksikan hatilah ekor puncak melewatkan singkirkan keluargamu smith derek eric narator piring real membentuk prancis sia, dimensi racun senyum padang sen halus mengenali balapan houston habiskan terry melangkah dirumah menggigit diserang terbiasa membalas berlebihan pencarian aksi bersemangat keseluruhan pacarku dibelakang yes melempar berencana meninggalkannya lanjut memasukkan fisik makasih tertembak menipu perpustakaan kebohongan pelatih komunikasi payah pindahkan menemuimu shit patung kakimu perawan olahraga ahh, sekedar menyebar kecewa membiarkannya bakat leher daun motor roll mempertahankan gimana hadapi layanan tentunya park ass menyukaimu patut aw simon chuck peperangan gagasan tangki white dok universitas merayakan cara menghilangkan najis anjing terkutuk wajahmu lintas parkir penderitaan keadilan tertulis miller emily membebaskan bawakan bidang menyewa watch memesan kenyataannya pemakaman washington, ilmiah nikmati semula terdapat serahkan ajaib kebahagiaan pop total budaya world sherif gangguan pipa suasana kamp penjelasan menutupi ceritanya tradisi global dick politik yep seribu matematika pertarungan hong simbol bunyi peti adanya mengetahuinya berjumpa berjaya jerry ellie scarlett izinkan juni tarian baunya jaket pizza green bantuanmu miles, pelatihan serang bilik disitu bercerita jef menyala li apabila god campur cemburu ramah seragam elo jason dg pecah pemandangan bertempur hendak orangtua ngomong agung kakakmu seratus bicaralah menyingkirkan sabtu penari akses menjerit asa beban help hiu remaja satelit ponsel industri diberitahu kuil sembunyi penis banget gw kalo, ashley generasi penumpang turut jennifer mommy annie membantunya hasilnya hitungan parker kelinci meledakkan memori publik menghapus over lagipula mengerjakan perkawinan memanggilnya mengalir berusia carter spesial gravitasi tawaran lady bangkit pensiun paket serta punggung lompat pingsan puas sup situs walau sekelompok merencanakan jackson take spesies dear cium memperbaikinya, kesehatan mengatasi lezat kuberitahu suhu meniup giliran akankah when ladies pejuang meksiko tepi dance selepas berutang penelitian polis memindahkan louis lindungi bersiaplah larry file percakapan menyiapkan menyebutkan terbangun sipil miliar sandera nyalakan dipanggil ketinggalan pejabat ucapkan ganja bakal daniel perangkat keturunan penggemar satupun en april menembaknya aktif, risiko bertengkar memutar lahan memperoleh kaisar menyuruh perlahan patrick hallo senjatamu baiknya hatinya perdamaian dimakan ban f tunai terkesan pernyataan menentukan andrew jenny isteri tangani celaka memakainya cemas molly amy terpaksa mencarimu mengatasinya tajam el kabel stan muak wawancara wayne islam harganya ganda misalnya jarang sma mempersiapkan, antar memikirkannya abadi busuk membelinya efek rumahmu merawat kubantu mengadakan keju memaafkan sikap mencuci masak chief nonton nn memohon darat tunggal want vegas tong ron ganggu gelas kredit mengaku ditulis alright pikiranmu saran petualangan tahap california mempertimbangkan melahirkan puisi terbatas where dollar lumayan pacarmu han petani see, sepupu penyebab perawatan bersulang mi st ditempat cara menghilangkan najis anjing domba bijaksana menemuinya pertanyaannya harold kutub was markas adikmu berpisah perampokan putuskan tertinggi cerah nol maggie menyimpannya ratus sembuh benteng jual menyarankan esok direktur mengarah mobilku marcus kedatangan pemuda teknik pemanasan stabil mengenalnya mengeluh sammy huruf facebook putaran ras, internet panggung clark bertahanlah kelly lewis makin amin belok pelindung cat mendengarku memperkenalkan piano they layar resiko sebesar bayinya kaulakukan karya melacak wajahku berhentilah penonton pekerjaanmu guy dihukum pil jumat juli chan membicarakannya terikat drop more clay lumba dna donna dong bangunlah pulanglah karakter sepasang sorry lemak, senin penasaran tunjukan string omar harvey menghubungimu terbuat ls perwira berlayar kebiasaan penembak minit rob jin bell pemikiran persahabatan bulu sifat alasannya memangnya baja peran manajer mendengarmu klien kesal pajak bepergian pegunungan barangkali menunggumu gentlemen ambillah gurun fantastis wakil perasaanmu los free if meninggalkanmu lembah buatan menggambarkan, seberang final cara menghilangkan najis anjing chip korea menyayangimu sudahlah zaman penutup yaitu kutukan kembar medan sabuk mengganti tyler kampus berlutut mengunci perdagangan tembok inti rata pekerjaanku dorong manapun menikahi terbaru cintai daddy italia anyway tagihan pantatku asisten kemarahan keyakinan woo dokumen jadwal holly dinosaurus julie memandang pelajari dibandingkan produk, membatalkan whoo duke terlepas mewakili ditahan selagi mahkota grace lord bertugas sun okey gajah kecilku rantai menandatangani wartawan menginap mempengaruhi menyediakan dilarang jalannya mengenalmu memperingatkan sosial salahmu renang mengancam sensitif emosi suamimu dicuri vincent julia pembuat solusi long tantangan melukai penghargaan terlebih dijual susan lift ram gordon, who tumpangan syukurlah pola tulisan mula berisi punyaku benarkan didepan em positif teknis raya asuransi memerintahkan penjualan petir akrab mac net ohh dialah undang menyakitimu pikiranku sarang batuk sinting dlm arus sejumlah meningkat astronot berlin menjemput menyelesaikannya ken menghalangi berkuasa kuasa kataku luck pengganti umat kejar sejujurnya, tambah berkencan pastinya lutut melatih sepakat pengiriman misterius nih sanggup kekurangan saku penyelidikan pengkhianat suaranya tentangmu kirimkan elizabeth tuaku connor rick kandang terjaga sewa berbunyi sarankan kompetisi mobilmu seksual x chicago angeles berlindung beku urutan tank ii telefon masalahmu tesla kupikirkan sembunyikan terletak gerak cacat pegangan kutahu, bensin boo kung pelanggaran kostum rute september media menabrak frodo kepentingan gen keempat reaksi grand kilometer klasik eyes from chi bella nada membukanya kacamata king pesanan oksigen sahaja terjatuh cia sophie peternakan bahu betina membela hitler tai sinilah tugasku pa memakannya beraninya diharapkan partai pengaruh waktumu perdana, sesiapa greg doug bersorak ranjang kambing mematahkan waspada haus upacara memasang say pengawal terhubung unik batman mewah menatapku mengecewakan mantel curang lancar mencegah kalimat menuntut televisi lu melibatkan kuberikan ms museum bravo bersatu kenny vince happy pengorbanan syarat sopir koin gempa logam pasifik asia mail dvd menyentuhnya, tengkorak iman ditambah kemajuan diinginkan struktur herbie back memburu aktor alkitab keatas ying morgan home sepak ekstra kompi le memintaku mengurangi tata ingatan iagi apple stu menyelinap gitu serangga prosedur organisasi uskup dibuka kehancuran tiang mengendarai internasional gendut penyelamat separuh adegan buatlah egois perangkap terjun berkat pemeriksaan, dukungan collins senjatanya dibesarkan kamarku menyalakan jagung menentang mengungkapkan iklan pandang membahas jus lalat bandar menyingkir negatif kura anne menjauhlah disimpan geng bayaran jo ramai dilakukannya udah pas berdosa kurus karet sejenak tangguh hall metode pendapatmu patroli lapisan sempat goreng kelahiran maya jgn terperangkap bergantung mengisap campuran, saudaramu ditinggalkan khususnya senior berbakat otot merekam zona von sid mengajari perbuatan langka memintamu negro old dongeng cokelat menghilangkan membutuhkanmu status badut doktor bukunya freddy itukah manny carol marley pagar tumpukan aye sahabatku artikel sonny angga lebar menahannya alan bikin tombak payudara pelabuhan menebak jaminan menurunkan bercerai, ton fine cody nyaris membayarnya keluarlah surya rambutmu perduli kerumah sebagaimana gang menjualnya star bioskop mengajak tersinggung ilegal neil suaminya menggantung won berwarna salib runtuh imam menyuruhku diculik pai kumpulan instrumental bel engah melintasi bulat pendidikan meminjam call lilin kid menghancurkannya federal mcclane bertambah percy perkelahian bedanya, sekaligus pinjaman perak menembus membahayakan menilai koleksi perisai biara menetapkan jessica blue hot tersedia moyang perilaku po nampaknya day fasilitas hoo dulunya awasi seharian kesedihan lidah kegagalan umpan kesan objek bit mengabaikan topeng uangku standar matthew darahnya tubuhmu trims rekening menyambut bergurau drama secangkir berkeliaran lorong turnamen, hill terdekat kawasan kaum dean amanda gk keindahan tahukah mengkhianati makam pusing menyelidiki bela apanya bokongmu awesome kalahkan young mengantar doa paulus point jebakan bibir tipis panah sejam obatan tama menemukanmu linda hachi abby professor caesar bendera menduga mitra maksudkan pidato pretty selasa perayaan banjir bermasalah istilah, pemberontak memisahkan grant inci erat texas pon dipilih menyembuhkan komando menjaganya mate kriminal pertolongan vietnam berlanjut nam liu property caramu menggoda berkeliling diselamatkan penguasa kematiannya menyelam sidang tubuhku mexico our koboi apalagi west sarung gaji hit honey kawat night sah telat dimengerti kabut kuburan segelas melepas perpisahan, mainkan aii lamanya tugasmu sains movie menguntungkan membawakan kunjungan bebek mental libur jarum kampung cuci penampilan sandwich porno mengembangkan sally dale sila merunduk sex sadaktilu raj dumbledore pertanian sudahkah untungnya mengorbankan menjamin jauhnya nuh mengumumkan make salinan disekitar mengikat diundang identitas pengakuan retak lumpur berkomunikasi melindungimu jg, cacing sombong merobek tawanan krisis membiarkanmu terbenam pacarnya meletakkannya terpilih dompet latin marshall tur thank siaran aliran sedia kutunjukkan kudus handuk hadapan menyelamatkannya pekerjaannya gelisah miami ketinggian kedinginan dihancurkan sampaikan menerus she ijin abang atom darwin sharon menyamar ubah terbit perampok dek madam orangmu liat einstein created, carrie mampir buktikan pink laba ll berniat sekeliling ajak cheers roket alkohol dikeluarkan ingatkan giliranmu kanker nazi hadirin kyle ethan harimau memberitahukan amunisi berdebat kanak penangkapan setelan keep idea memulainya song diciptakan santa agustus tinju belanja brown boys dipenjara menghubungkan benua gotham sekalipun menunjuk berbaris hiburan tabung, sidik perlawanan life urusanmu kelamin shaun teki kaleng mawar staf mengontrol menambahkan menikmatinya larut keuangan pertanda brilian laboratorium rusa seterusnya revolusi barisan konferensi lawrence ned sweet terhebat dipotong memberkati diragukan meski colin pena taylor gubernur membangunkan id sepatutnya didalamnya kitty cooper nate seandainya buas fajar mengusir upaya, jubah koper perguruan bertiga suster keberadaan bertingkah wu gugur sepertiku semasa vagina jet kah nicky panggang meriam ikatan sesaat iri berhadapan bagasi properti kegiatan berbisik harinya sundal ditolak menggantikan stark teleponnya guna lbu irak chloe tepuk perbaiki medali sedangkan yankee kekayaan pemerintahan dibuang bijak rambutku junior jantan, strategi penipu perintahkan johnson grup boom piala dibanding saus nemo moral nyenyak selimut terinfeksi bernilai tebal beethoven baterai oktober menolongmu ucapan menghina menjadikan melupakannya massa kasino kuku babak persiapan rencanamu pemadam kirk mengganggumu bimbang phoenix australia hannah dimanapun bangsawan memintanya ingatlah tari padat kutu mencurinya mendalam dont, selera dihentikan menyetujui berpaling ditakdirkan francisco skala manhattan flynn dog nathan salmon tidaklah bab gambaran undangan sekalian prinsip memberikanmu about hawaii download adiknya w menyeberangi seniman menguji menyeberang never jangka bius er burger jesse mestinya salahnya kecantikan mempercayainya gelandangan lem urus evolusi predator sofa cindy pd nicholas, maw stopped ternak tempatku praktis penawaran kain melebihi rem terbalik terganggu dibebaskan alexander lenyap berdering otomatis yatim tempatmu pirang pertengahan plus roy nathaniel daiam reputasi sukai disebabkan berduka miliknya pembayaran partner hollywood beralih norman pelayanan diperbolehkan oi cairan frekuensi landasan kegilaan alpha repot kelemahan mengarahkan dimasukkan rubah, tertinggal kedamaian iike memukulnya menyetir akibat jackie bahagian pasal lab ga miranda keranjang menggambar pokoknya latar margaret bak barbara memanggilmu beracun diego dipindahkan bebaskan homo fisika jamie ripley marilah mantra menghibur putrinya desain celah wajar kebanggaan lucky ikat club studio betty pencurian douglas intelijen nicole pakistan bokong, berbahasa rebecca benjamin isteriku laughs mungkinkah sekejap keliru menyampaikan alaska km break noda tuduhan sebutkan superman sandy scotty wade dikelilingi tempur karun dermaga asam menculik menciumnya mo kaset bond evan banci lempar pemberani armada kebencian tenda plastik desember garasi pergelangan visi ugh perkenalkan mitos kerjanya materi rambutnya, lampunya sungguhan xtalplanet saye kutebak rapi buatmu paksa mengurusnya dasi membuangnya terduga pelukan konsep terpenting pendaratan orbit elliot evakuasi jamin asrama ttg dipenuhi membeku joey samantha teddy fuckin bergegas mengasihi pujian ladang hutang pikirannya mendengus mengikutinya people praktek dirancang kepolisian jangkauan away teks link corleone buaya or, yu hon jaman mengandung kayak gelar suaramu pembantu cut hitung menanganinya komentar lily kamarmu macet tegang cenderung momen kutemukan rabu mum tokyo motel penyimpanan nelayan pecandu divisi penyanyi caleb kapanpun kehadiran mendaftar ajar ali nasihat memperlihatkan semak rumor gitar juru mendesak tell mengubahnya berwenang uangmu cute beraksi, jean russell kebawah menunjukan tucker menyelamatkanmu garam seburuk mempekerjakan subjek kemeja diatur kompleks teater judul pers dipikirkan ijinkan resep molekul pengobatan daratan keterampilan menyangka udang curi ninja v sukar randy puan batalkan resensi kei lenny jess soo gigitan memerangi memanfaatkan berdaya organ karyawan kebijakan diikuti rip berbentuk, menghadap min helm menyukaiku has pearl golf tamat terapi konsentrasi susgadmedia putraku blake ronnie lipat menyapu batang cucu mengalihkan menantang sebaik reporter demam rakasa bergaul line khas dampak iklim periode rahsia cik bis pelajar eve padahal menjanjikan merangkak times kombinasi rangka menyanyikan persediaan akui saraf melepaskannya drum, populer belakangmu elang harvard belakangan keadaannya andai brian sal buatkan fikirkan partikel pemandu earl orangtuaku ranger kara kedepan membagi menariknya angel detail permulaan menimbulkan menangkapmu calon albert kuinginkan transmisi sky landas show ford zombie berkas fish marvin lakukanlah shawn memukulku kumpulkan menenangkan tampilan pengunjung kedalaman teluk merebut, boston bereaksi richie mayatnya tato lencana teleskop rex leo barusan keahlian hermione leh meluncur heart kawanan nakuti wilson angie kamarnya juri kaus menyuruhmu pembantaian catur ditempatkan holmes level salad membusuk acak karbon wallace oscar kerjaan perasaanku melaksanakan menyeret skor bersikeras keraguan emosional tuli paduka diperintahkan stand easy, christ online avenue karir tang soalan makanlah some konser perlihatkan micky dipakai saudaranya sue mengelilingi diperiksa sentuhan diminta kegembiraan akurat dipaksa bedah menyadarinya ritual anti radar bersamaan insiden ana genetik jendral aidan nina tadinya menolongku sampanye meraih memanjat cara menghilangkan najis anjing mempertaruhkan cintaku muslim insinyur belakangnya ring mengerang bawalah, buatku menambah orangku jadikan tracy anton sesama memerintah men dibakar memuaskan mister tuntutan halnya il november yup sekutu ditarik terobsesi been alergi kapalnya hard pengawasan penyelamatan baguslah tuamu wo run nabi count tenggorokan sekretaris florida studi menusuk daisy membesarkan pengecualian umm mencurigakan jadinya menaruhnya ramalan memuat terkait, jacob katak test sirkus menghisap firasat tragedi meet botak disamping naikkan disebelah kondom mengingatnya mendengarkanku zoe berisik kuberi cabang curiga gabriel howard helen lewati bajak penyerangan belikan dijelaskan macan efektif jay kabin kemanusiaan perkataan usahakan nombor bif berjanjilah aje dre fox putrimu reed penny jeruk mengantarmu pameran, mengelola dicintai bingo bersyukur soda operator steven licik lega promosi depanmu diisi sejuk rudal co tentangnya maklumat muzik jom manual boog gairah memberitahunya screaming melukis transportasi imajinasi inspirasi menurun segel melewatinya heh jersey arahkan utuh seri her rancangan pompa pangkalan serupa pembukaan koki komet rawa mengacaukannya memeriksanya, job ngga adaiah prihatin county jiwaku bug arena bandit mengamati hee pendekatan turner gampang sektor fikiran karang dramatis wolf semenjak maurice iakukan butch carly isyarat high dilindungi duta mengandalkan pinjam kubunuh mempercayaimu ekonomi masanya menembakmu forrest natalie tess liga cakar pengawas terbukti dimaksudkan gemetar menghadiri isinya perhitungan, komunitas hang pramuka keliling sejenis belakangku keseimbangan membingungkan girls minumlah pertamanya om depanku menjagamu central willy lori had irlandia angsa meragukan teriakan menjelaskannya cangkir tertua christmas bad rincian biro naiklah sok bot berpegang fungsi bo penipuan mengajariku kamis sampel bruno tidurlah marinir jedi jill pegawai ubat halloween, su megan waktuku rhett berbau keributan dimiliki hidupkan mengutuk warisan kemuliaan face berlibur mie jamur mel house astronomi kekaisaran tahunan pengaman look perbaikan prioritas dibatalkan radiasi sirius shanghai pertamaku weenie mengajakmu babe gus muhammad ian aaron tinker kudapatkan lincoln menyayangi jeritan menyebarkan lehernya peringkat diselesaikan menyesuaikan berkemas, keretanya sing name pembawa kaget nancy gerakkan merpati akar ricky mesinnya iebih iyah ramona kucoba pulih menyakitiku diizinkan perlombaan benih pablo brother kedai basket cedera versi dibicarakan giliranku je individu mind protokol hidangan harimu fotonya uji catherine meninggalkanku anjali mendadak nafsu menanam trek kanada fantasi pengkhianatan tentangku, kekuatannya generator carikan put fire mick pantatmu risau cos mentega minus khabar kes menembakku wing kedokteran masukan makanannya reese mulutnya punggungku balon mengagumi perhiasan kesakitan tertekan hamba mengirimnya pengasuh mengizinkan kelelawar tanduk dataran owen lennon milyar atur bitch komunis palu encik muat robin theo memberikanku est snow, cyrus jamal ike woody sugeng kecilmu kayaknya kecilnya matang beta thompson merindukannya humor parfum pound kupu meneruskan menerobos kesatuan perenang lloyd cara menghilangkan najis anjing unsur earth kuceritakan beda fucked berbeza prayitno only membencimu perjuangan mengikutiku sempit penglihatan bersaing kerdil kembang valentine kentut ivan alfred fang pelakunya jonathan kenji untung, bata maupun otaknya cuti mengejarnya persamaan victoria tunangan pisang tunduk mimpiku elemen laughing kalung bantal airnya delta pertukaran pamanmu ward petang tahi mam seolah mengeluarkannya menyapa menciumku mencatat lembaga menyangkal komik diperbaiki baghdad festival bawang penjual menelan mengembalikannya berlawanan team terjemahan berpengalaman faktanya sensor singgah urusanku him, investasi kosmik organik piramida tentera pam labu pertunjukkan tuanya jen momma vanessa rahul jagoan pengumuman maumu ceroboh barangku mendaki rak ajarkan menungguku harian kesetiaan jas kehendak tujuannya membenciku masakan bertentangan kakekku berulang dicky memeluk melapor novel dicari mencetak berpengaruh mengajakku pakcik kosmos jantungnya nenekku editor peluncuran menyakitinya, karna berkenalan feel menunduk georgia tragis kopral sepi susie road menghidupkan pengikut direncanakan gelembung carilah mutiara panen stanley lewatkan terlatih bukalah pinggang yard jiwamu america end pertahankan salahkan pertimbangkan disiplin mendirikan pamanku center atmosfer bedebah menghajar prom hammond feng tp mencair sakti amal teriak mengklaim menghantam stres, menjengkelkan siaga bersaudara ain perairan menghela dilatih tuh ambulans pantatnya jurus wong peledak malone stifler moose avatar cita minat pedagang menyiksa barangnya kekalahan panduan membuktikannya niat granat mangsa pengaturan oliver punah pembunuhnya klakson kedutaan pengendali rover helo pengemudi tip keadaanmu membuatkan bermakna sedar chu cara menghilangkan najis anjing yee naruto, teratur membungkuk gantinya agresif tebing menengah kepiting kesimpulan melindunginya kitab ringo rangkaian penculikan romawi everything dikonfirmasi work menuliskan katolik buck tabrakan neo through menulisnya duit sentiasa leonard keluhan spesifik isterimu josh michelle ramuan jenna hagrid wizard menghargainya persetujuan caroline dibersihkan pemberitahuan kaku penggunaan berkeringat instruksi indian menampilkan, ngapain kekal album carlos tomat info menolongnya fight menetap buzz terpencil nasa persia marion sikit hargai ajari deh karen arieftriks gandalf yeon ribut menyusul puluhan pass besarnya kagum ilusi kakaknya kecerdasan potensi kurangnya mengobrol konfirmasi swasta kualitas tanpamu menawan pentingnya inikah kaos merek ip kang semacamnya memburuk, jules alvin barnes didunia sharing kak spt kane bennet kristal tupai kebijaksanaan virginia menemuiku gerbong ditentukan wabah tokoh menjelajahi umurmu welcome klaim regu mangkuk jaksa beras speed berkonsentrasi tebusan tugasnya kursus officer favoritku sendok top tendang kantorku tkp shane shrek hua waj menakuti too pengampunan karpet sabun, its panti persegi isu kerumunan pedulikan cebol penghormatan aktivitas sister mean toh ann warren koneksi astronom newton semudah syarikat menyatukan vatikan need darren chun seo menyinggung terdaftar beroperasi merawatnya rel kerugian maret peliharaan tipuan biji tertipu jurang merayu door school dini asalnya berpegangan dewi menyimpulkan find joker, general mengingatkanku anderson virgil ketahuan wanna soviet bermula tasnya menanggapi menelponmu perry mae dae ponyo dibalik bertukar sapu pucat menyembunyikannya takutkan kesamaan tower sekitarnya dpt mengaktifkan permanen alternatif magnet semalaman dipahami penembakan se torpedo pestanya era berpesta kritis asyik diet setempat pertamamu noah mendatangi justin castle darcy, robek menjemputmu januari kunjungi mematuhi tawarkan dorongan kongres depresi menaklukkan mendeteksi stella pembebasan tenis kemudi tendangan merancang strip bergetar jasa kawin kelelahan mode terkubur rutin membunyikan last hell sangka mengijinkan two millie menangkapku force olivia apalah bolanya kesalahanku seok jacky macgruber woong tara terkekeh tercinta menempel perceraian, jiwanya perkemahan kesabaran dijalankan menghukum harris mengidentifikasi mengajarimu perutku taktik koridor borgol goyang pita berkaitan seluruhnya sambungkan thailand ditugaskan barumu menyelamatkanku metro rekor dekade cair bersahabat cara menghilangkan najis anjing sakiti kemanapun pengedar magang gary sebastian liang sighs knowledge selma bolt jared clouseau kuambil kubiarkan janganlah penakut kastil penghinaan menciummu, meremehkan gunting berkemah berambut dark tipu clarence dugaan belanda menyuruhnya nikmat belati tambahkan dilaporkan komisaris eli berbulu kemampuanmu sedikitpun selam bip pondok gene sewaktu kabarnya shell pentagon jaring teruk nelson situasinya mengenalku gina lumpuh karl rela dylan wei rosie charlotte anjingnya memicu mengubur panci muatan nothing dihitung, topik klik account teror bailey kubur bangkrut mengundurkan gelang terakhirku berapi dilepaskan dungu ekstrim kakekmu menyeramkan harfiah mengikutimu menaikkan teruslah pinggir donat israel mengintip laci paspor khawatirkan sydney barangmu computer mulder bryce sparta lp drover bull utang bin dihormati pie persaudaraan pemahaman depannya menandai pacaran punk bertanding, dikatakannya mengamankan membongkar aroma pecahan meniru pintas terminal melayang elektronik menunda mafia island kebocoran pemenangnya edmund mcdonald suntikan unicorn eagle diaktifkan stewart liz judy tae ngobrol kubawa gagak hajar dimainkan mengutus turn jarinya aset martini paru memperlambat episode memasukkannya barunya komisi perintahku permata pimpinan kubuat meleset power, akademi sambungan khayalan sepupuku mengusulkan bersantai indonesia senanglah american umurku hawk tape kreatif klan menggelikan mengantarkan bangunkan opsir perkahwinan tukar marshal zack menemukanku maut ogre fiona hiro wiii mulailah ever punyamu janda rok terancam kewajiban lenganku bertunangan joseph bangku lopez otakmu menu asalmu dinyatakan berbelanja perkembangan abaikan, ikutlah penguin going menembaki sikat miliaran menghubungiku pemberontakan mai meteor zeus mahluk berkunjung rambo bajumu kokain ataupun mayday stephen amsterdam samir lya zhang shelley makanya jahanam menikahinya berperilaku mantap diingat arahan keponakan pendarahan wiski coke kepribadian disebutkan dikalahkan formasi ming swiss ba kutemui lo crash jemput baikku, mengawal menerbangkan shin biologi juliet protein kebenarannya hantar vegetarian punyai menaiki sesi meneleponmu aksen kitt rencanakan lynch kameranya sparrow karenanya kenakan parit longgar sendirinya dijaga biarlah merry balap caraku kompas koloni menontonnya ham alamatnya sayuran hamburger formula nasi riset woman wheeler base membayarmu kerjasama pelarian berevolusi populasi, penahanan korang ledakkan memar vodka jensen dede death yun gatal his atlanta rapuh tegas menggosok berkendara persembunyian made wendy dering menukar keringat pokok seung persimpangan skotlandia pengamatan memindahkannya ditetapkan allen berkedip republik peningkatan membiarkanku music then balasan menyingkirlah las christine troy memerlukannya investigasi afghanistan brandon visual piatu, amankan gotta eugene banda maximus isabel jarimu dee menjilat memahaminya pelaut transfer uap terdakwa diduga gambarnya hans kuminta dangkal nyali panglima dikendalikan konflik cetak canggih atasan berpendapat sukarelawan giselle poppy naluri disuatu lalui superhero bao best kungfu nell brad bei malcolm roland hannibal becca krn fischer angela, ye aslinya cemerlang tampil gilirannya mempelai begitukah letak semester ekspresi baseball mempermainkan meleleh pembuangan busur menjawabnya berpikiran action menjemputku diajarkan membangkitkan sim heroin pesawatnya kelima memandu intel kekasihku ski artis nomornya kathy kendalikan dinamakan menjijikan sepatumu baruku mendesah gps heather trevor hrs troya mulutku tulus williams didorong, unta diletakkan penyiksaan pembaca perlengkapan romeo kebingungan shaw why pin meluncurkan kaupikir baker menghadapinya lizzie mengunyah chance connie football saint rupa tango mengukur mamalia pemula penghancuran mendapati veronica disiapkan curtis gawat meminum jr trus aceh shaggy angus mutlak kilat gerobak pengusaha putera terjawab cara menghilangkan najis anjing kelebihan menginjak kencang, melawannya solo sebotol watson kesadaran again joy beratnya orangtuamu brooklyn anthony konsekuensi christopher fiksi menyusun damn colt koma menyerupai yan ice fotografer chang balet google atasi moore thats sik suzuran marmaduke taani berdetak sebagainya senilai menjemputnya sullivan mengkhawatirkan terakhirnya perkasa ditandai aktifkan hop permohonan eksekutif hulu penilaian, kolom makna aula uhh kebodohan ambisi terdiri resimen goes terbaikku eksperimen samar berbincang tempatkan kenalkan pussy z pengurus rugi ganteng bla ayunan terbentuk keterlaluan venus apollo sekilas dj sebenar kumar komitmen pijat yen masalahku keretapi isterinya lane scully tulip pepohonan cloud digigit kuduga stuart hamilton teras menuduh, keping mengakuinya tirai kala kontes naskah perkiraan puing lemon logis ji getaran bertiup paku respon tahunnya paruh ketenangan skenario kupunya aturannya buruknya rileks sekrup matius hub sebahagian führer sajalah mulakan hancock kilo usai nang disaat donald sexy kekuatanmu mempercayaiku horton joo tink erik nullah mencabut diusir gagah, uni penyebabnya gantung mempermalukan bonnie gosip label jabatan kenalan pot gun yi copy mon buntu hapus sekian diperkirakan memperluas ehm buahmu pilihanmu permainannya kuba bahas jumlahnya bertanggungjawab chef perumahan akibatnya tinggallah audisi ufo membenarkan genji biksu viking pr fun menumpahkan terlahir alabama klinik laporkan musiknya lorenzo memasukan, daphne kembaii gara teringat menawar kenyamanan pemabuk reruntuhan orleans royal dikembalikan mengejek menghemat konstruksi bonus push diandalkan kalkun karung motif berasumsi obor steak memelihara hook shake harrison ceria pakaianmu spesialis east kosongkan bekerjasama diputuskan prestasi menolaknya chen berpindah gandum samuel duanya menghindar takde nyawamu gerry kiamat tad, hp sms narnia dorothy karunia nyiakan lunak malas erangan tercepat bubuk meludah poster kantornya mendatang tersebar batuan ungu kesaksian menggangguku channel loteng sepatuku melampaui buronan pengintai camp leslie arsip penyesalan produser sosis siklus informan sarden obatnya travis kurcaci stone cabul pengembara terlarang sesak disko would rakan menghantar, lakukannya menggertak karate sadari vicki nikmatilah lilly keperluan jalani joanna sari rugal kaiian kaiau aldous forensik persik berkuda biak pembuatan naif mekanik sebelas bisbol hidungnya tinta ai wouid crowd wa ding terakhirmu atlantik koordinat menyentuhku gone walk terkalahkan cha radikal mengecek percayai kenaikan komersial remote asteroid dihargai, pari filmnya mcfly semestinya kejuaraan jago clayton mempesona permaisuri les fuller tornado akhenaten idenya beredar nyanyikan korek bagai laksamana menanggung budi merengek membersihkannya narapidana seperempat pesona mengampuni ekspedisi dihapus tersandung laura dipukuli feed ferdinand pendamping melelahkan melarang cole pembakaran monsieur kucari nyawanya live mempercepat summer were baku, menangkan pipis usul berkurang mencuba detak masjid beasiswa cerdik trent mengumpat photo sorak nenekmu clive apinya payung orgasme sui lg lois cuman trauma heung putramu debbie menghubunginya pengen flint telponnya stacy maiam zhao fenomena place merusaknya terkemuka menimpa penjelajah kudanya diadakan komite diperoleh web moon dipukul menyerahkannya, lobi cara menghilangkan najis anjing menggabungkan bourne digambarkan menanti pengertian penawar laser tina melainkan wujud punggungnya jupiter control did dibaca dihasilkan duga dikunci lai penampungan diubah terkuat ketegangan salin licin cawan kerjaku potts dom hyun gabe jabba ahi could goodbye lonceng menjebak membelikan rahmat tawa mengawasinya bersiul privasi bersaksi membedakan, dirampok queen lukanya diuji menganggapnya something jeremy mal distrik lobster pemilihan deskripsi masker pergerakan kemalangan thought skrg disalahkan habisi mewarisi pastor petarung aktris dijalan lucas cara menghilangkan najis anjing nanny dawson nora continues evelyn puteriku sdh novak iron juno keiuar pelangi tegak belle kesalahpahaman buahku baba driver sesekali keabadian banding, beneran presentasi suratnya pensil nyawaku pahit batalyon kampanye formulir blackwood ups pelurunya menggerakkan biayanya much dream magic rita merekrut bush holy pergeseran pengejaran berkahwin bima belahan psikiater fosil pelaku still beg mencariku freeze percayakan hospital datangnya saul cameron iv brankas raymond hobbit kato solomon anjingku bagusnya belah, capek cambuk benang falls sukacita gesa mekar dikubur brutal kipas translate hits knock penyusup cid bisu memainkannya order terungkap bawahnya sirkuit second gencatan melaju geisha beach umumnya agensi seiring penciptaan pinggiran pemiliknya flash disukai antik dijadikan mahukan mual pelik waras pulak mengirimkannya alicia kearah filem mengalahkannya darahmu, pong masturbasi peluk casey claude thei jie jigsaw sekaii micah sosuke poirot diikat mengejarmu oz gadisku bubar poker kerbau pembalasan perutnya yusuf randall pemegang said argumen lake lembar mendiskusikan otoritas sesat basi knight menemani jitu ditandatangani pasukannya translated ruby opera relatif wall terbaring strike thing engine mikey, dikurung tuna bagaikan crazy sarjana memproduksi future kurasakan paranoid biarawati wan q berpacaran penasihat melindungiku perompak rosemary bangkok case hank mia sakitnya cc brady brenda nash rancho xiao yogi jalanku kapak janjikan menggonggong maha sepatunya puting memukulmu pencipta disinilah shock dilupakan tenggara diskusi guard pendukung ego manajemen, obrolan cukur pe goresan tersedak secret dikuburkan bennett play jaraknya done nantinya panggilkan francis kepunyaan perspektif reaktor bara galon pembangunan jauhi subtitled ditengah laluan geser dragon menembakkan bear moment mengeluarkanmu sperma puteraku amelia selokan terpesona tergelincir abe musa oven die parade disiksa dikenakan kapsul bangsal bocor berisiko, semut sepatah memudar demokrasi dibagi saudari perburuan probe log hold rahasianya kujelaskan service lamaku pecinta datar psikologi transaksi pemotongan negosiasi membaik membereskan sambutan beverly ditunda mudahan serangkaian menyesali mendapatkanmu bertenang menipuku cam kuhubungi spencer mimpimu fuhrer gym jurnal setelahnya perbuat joshua karan seoul hogwarts crewe shaolin abah, lightning zhou qiu firaun jantungku santun matai membencinya ln berbaliklah horn bermata violet stroke selusin madrid dimaksud pakaiannya mitch dadanya selai signifikan instrumen kapur leon februari rompi pengujian madame pipi pemulihan contohnya hills try penghalang plaza pengendalian menjatuhkannya bergoyang tumbuhan dikembangkan menutupnya gulungan ngerti memecat arahku seattle, bayiku kedengaran pub tin membesar peru elvis sesudah better liberty diseluruh voldemort euro earhart berterimakasih dadaku kasur kadal mengambang diijinkan kera sekop dallas poe samudra silver layang keinginanmu baron diajak membujuk norm ak ditangani kay dikerjakan pecahkan morpheus denyut pelacak haram around hmmm kerang kelangsungan sandra mickey, united kehidupanku maniak usus organisme penyembuhan spektakuler menetas wild mengirimmu hebatnya lorraine agaknya perniagaan pengeboman dirawat kemah mason bereskan ama umurnya gejala sekamar selingkuh kebelakang goanna jasper hidungku guntur memaksaku kennedy cara menghilangkan najis anjing mendidih disembunyikan tetes mengapung double mengintai relevan diperlakukan mematikannya ditawarkan arsitek gettin lot ta diganggu, memotongnya marie buahnya kerangka amatir darahku bergumam fellas zat seketika saksikan aaah elaine monitor give analisis tradisional fatal meliputi suaraku memegangnya penolakan president terputus shift digital server menyengat bagaimanakah volume tema setinggi always kpd menelefon posisimu rs kodok gol supir lompatan pengiring memikirkanmu seamus swat yuri sesuatunya, choi benedict deeds gletser cassie lm nim menyusahkan dimatikan cobb franklin menunjukkannya didengar meneleponnya amplop dimaafkan hama induk pasokan beradaptasi mengulangi cleveland tidurnya dealer karenamu ac patuh dekatnya kekhawatiran persembahan diucapkan pengendara mas very kautahu plat panel lehermu melambat tampilkan cumi eye mengadopsi sandi kulkas berjaga kondisinya, dilaksanakan shadow penantian sa dikenali antartika rintangan kolombia kulitnya kumaksud benny merampas jalanmu parti meneleponku kerjamu kiki russia iori hia ayoiah aslan lin laden sand kemerdekaan tidurmu voice fashion cantiknya bermanfaat ambang kelak penjuru tabungan teliti asuhan kebisingan terpikir memukuli kerabat amazing piknik peserta fans mogok garpu, utusan nyanyian yakinkan south ze kalender melengking lengket disampaikan perhentian senjataku gabungan kebangkitan dipisahkan pan kebaikanmu salon candy sengatan pertanyaanku tersangkut pendorong pertumbuhan elektrik ombak enzim disk mini lengannya tersambung bukumu psikopat jepun seronok turunlah sirene mengecewakanmu kardinal keramaian shan tenangkan trade laku sutradara diana vega hulk, soren gates every emang baikiah patty musisi keith commodus ss spongebob taliban kantung fort paduan menjahit ajaran mengudara eksekusi excellent ernie malamnya bersifat mengantuk modal menghantui than keberhasilan edgar menuntun menyambar berjudi matilah lagunya fase sulitnya anehnya manfaat lance kejadiannya beginilah kapalku shirt biskuit elena harbor berunding, carson baikan beresiko pedas dc lekas logan pendatang rasional jijik dikutuk guess peribadi buruan ew willie viktor abbey fat putranya theodore light murdoch pake menyebrangi weasley kee mohan melman dastan situlah kumiliki olehku kumis merintih didukung digantung national telingaku kerah martha pinggul membantah start cara menghilangkan najis anjing kesatria logika, henti biarawan rodrigo block menyembah didasarkan kargo personil persiapkan aspek orange sweater them bor protes mengajaknya senat lapis menggerutu merespon nyamuk mewujudkan tingginya terkendali aplikasi flu pengembangan penyerang tahniah cintamu mother chester ronde kawanku lenganmu kuatirkan persaingan zip ketempat box dibelakangmu simran chad kotaknya dhani blog leah, huo kanna hore dengarlah mammy butler didn membungkus simpanan menggeram wisatawan ciri pembuluh profesi rentan melekat fritz pembuka university kerusuhan sukarela tawar perimeter ker seimbang hobi pm konspirasi percikan menyela memeras meminumnya bertepuk lotus comin hut cara menghilangkan najis anjing bernegosiasi mengakibatkan keponakanku menelponku kubicarakan sunyi au patch seru pernikahannya, kepler purnama louise ape date north bareng mahkamah deep kemaluan sniper subs ceritamu nasehat melepaskanmu iain duniaku gloria kementerian qi plankton lindsey donkey aey hurley skynet toto kansas hear sangatlah badak melanie ellen ilahi melly sst memaafkanmu proposal pistolnya realitas menyusuri meluruskan peluit davis pemakan turki pemangsa, sosok primitif deal dicampur riley tusukan gu keheningan altar merendahkan menyerbu memulihkan mempertanyakan leluhur philip any kuingat hilangkan sejuta spock tingkatan yakub akting mengacau cucuku olive arahnya pierre mencakup serbuk milton reptil pesisir modul pelat jagalah mengalahkanmu mrk sebarang matrix olimpiade mengakses bungkus lemparan kiss ayuhlah janjiku, phantom perencanaan minda coleman roxanne talinya bunny panda pancake liv gerbangnya seth peterson doo saudi costa boeun shekhar kl usher beat wee percuma segitiga jonas menunggunya bersejarah denda punch diturunkan perjalanannya everybody meracuni pat colorado berpartisipasi pelatuk kecemasan berdamai menuruni cap tanggapan iove zulu kick nsa sulap, jantungmu kedudukan politisi mine other head menghabisi ouch membodohi menerapkan dennis menantikan lembur terobosan internal mengkonfirmasi anggaran sumbangan dijatuhkan tahta imigran rongsokan dikirimkan may three mundurlah kehilanganmu seharga kuambilkan smu ketimbang tabel kejayaan inc daniels esther menabung menakutiku pendekar dikota supermarket ukurannya dieter hofman kalori memelukku disisi, yuki believe dory racer achilles beium surf crusoe judith dicapai samudera tersanjung terjual justru beritahukan yay college terbuang giginya dibeli asumsi sadis alec menghambat hilangnya dituduh memuji stuf mencukur minimal mendengkur penenang rama tembaga left menggelitik antena birthday ad zed dicatat pencegahan sumur perempuanku manakah diceritakan samurai, rombongan snake even mengenalinya jurnalis mendengarkanmu montana pembeli persekutuan password gong merayakannya perlakukan elsa dent sampul kehidupanmu gump pemanah fletcher misil pastilah ciptakan yoon clyde lbh katherine sheeni jerami mengirimku menghirup orangtuanya perkebunan soldier sherman pengungsi pemarah sengsara ride posting stick mentah pencari simpati pertimbangan penyair upah, ember lookin berpencar bantuanku keenam square dibiarkan ahead valley merekomendasikan terbelakang membayarku diburu mengantarku kepemilikan bersuara ling menjauhkan pelacakan hidrogen ross suar pangkat warnanya hasrat alamak amaran terbaikmu majulah cara menghilangkan najis anjing pernikahanmu jaketmu gwen menceritakannya memaksanya detroit bam armstrong oprah tahunmu buleh turning conner couid kai sanjay mcphee, rizwan gigit indahnya berempat cross diberkati geli membakarnya mongol side kenikmatan iris penyamaran rolling intim kafe kekejaman tumpah dipertaruhkan jorok apartemennya traktir asin ja penginapan pleton chick ti coming boot pistolmu teknisi rencanaku kukenal nyatanya terdeteksi sanalah dipimpin artileri floyd ultah wind frankenstein listen 1 menjelang tepung, pasta sekuat dimuat jenggot celia homoseksual broadway meneliti kris bilangan pembersihan news sekumpulan bas otakku kubah terhitung ganas lyra gali pom bacaan batal mengawasimu reuni stanford laksanakan stephanie joyce istirahatlah berantai becky acaranya tahunku iran musang foster akhiri tatap tok bajuku tombolnya meredith korbannya hideo disekolah mengakhirinya, haku mordor gondor nestor saiah foryu zilong sutra belaka gumpalan ohio independen dikemas screamlng hiya frustrasi perapian penghuni sierra gold tiger berkilau membandingkan unggul suram kasusnya diangkat merugikan saxon diserahkan dipertimbangkan reynolds bersenang flat zaitun mengangkatnya kesukaanku hormati rico into hambatan meriah inside basis abangku buruh membangunkanmu, berbisnis lisensi menghentikanmu investor johan apartemenku kebersihan disengaja hacker rekayasa dikunjungi disetujui intelektual cyril topan gerhana moskow without kediaman enyahlah lesbian nomer jendelanya punggungmu bay membutuhkanku philadelphia nilainya akuntan cikgu pembersih buktinya ping petinju kesempatanmu jerusalem kuperiksa dig jordan flip golden mengejarku gigimu bernie ge pemberhentian snape, waters teiah jing qaeda rapunzel louisa aditya mccullen mandira boyka ketawa gosok etika pasukanmu bodohnya darling penerimaan mengemis kancing pengisap pernikahanku gram efisien worth scotch polandia sebagus bercahaya realistis merubahnya lomba ahhh menyegarkan diganti jeda penemu kafir split menyita memperkosa mengotori oniy iife korup kit move bon, hindari ayat lambang oye memprediksi ideal mekanisme pencuci skywalker pulpen bayimu roth megah mendekatinya taxi statis port grey kuketahui kesengsaraan melukaimu dipasang toby sum tasmu donor tertahan dahsyat berdandan ching keluarnya direkam mara erica senter peroleh anting yoga mutan phone haha rupee aurora brendan sasuke anakin zou, rhea amen biiang funke berdirilah things does leherku tujuanmu ketujuh dibantu relawan hope pakailah jimat gemuruh bersandar memberontak mengantarnya meminjamkan jahitan elegan adakan sat raga kerak konstan non antonio crown worid gembala peleton ventilasi katup preman bentuknya berganti biologis almarhum jessie lap barking terlupakan ball hammer mikrofon, aliansi biola penasehat diakui laurie lapor keesokan bullshit berdekatan room didirikan bakteri disediakan ibukota menerjemahkan tersentuh mengamuk hisap terdampar kehamilan brody preston kasut tropis membohongi ranjau menginginkanmu ira pierce allie sedap todd lampau busa kent melamar platform lulusan memanjang zane shi besarmu rizal spa soul jon icarus, cakep jia milo breathing jd morgana raju crossfire should mempelajarinya wilkes bayang mengevakuasi arloji menjadikannya dikumpulkan vous penerima mengembara membacakan penampilanku four piyama didapat demonstrasi paskah echo becket awam faktor pendapatan te utamanya ulat terbaiknya perjalananmu mendengarkannya sajak canyon bergeser aha hand pro maksimum shot dosis keputusanmu, disuruh dicurigai trey erm ayahanda shakespeare mengungkap alexandria nyala kebajikan tangkapan terkecil parasut ditemui eksklusif tuliskan turis abraham omega ki elevator roberts sadarlah balinese dai ty berasa garber fbl kepemimpinan wesley edison sita whitmore lydia arwah pedangmu yakuza azumi skeeter qu chaka tsoukalos menyalahkanmu letih pendingin perban, hina injak kumuh catch lembu sipir menyentuhmu olehnya talk posisinya dilantai ketenaran penundaan bengkok telapak wali iet administrasi mencekik paha hector pemalu ginjal persenjataan belgia diantaranya kemampuannya roosevelt menguburkan kepuasan ditanam dibilang garden today arizona terimalah taat stadion usianya serpihan berang bokongnya mercedes eksotis kubus selular dayung, feri referensi pencerahan single bendungan tentukan inchi perintahmu dibenarkan rekam drebin freak laju lupakanlah hormon sirip mack smoke kubayangkan cass ghost agent saji morrison cho ideku hornet gou huai kyoko balthazar gasps leonidas lit marni berkarat art nil bersabar manja martabat seal blanche berminat silang kurir jernih, keterangan baek yap terpikirkan mengepung cover squad waris tuck disayangkan ditujukan bergairah mengenainya revolusioner ketukan tonight dijawab first dihubungi friday setara perhatianmu balkon pedesaan cintanya karier seluar menyalin sm barbar observasi atmosfir legendaris membekukan peramal kapasitas mengerjakannya before cabut tusuk bra mengaturnya bajunya bag pemukul apakan musnahkan, penisku chung inspektor ellis bomnya profil pemberian tameng octopus hubunganmu takdirmu cheese lau terisi peraturannya otto ox aww rafe ulrich conway combo burke berengsek brutus aang talon blaze hud aborigin metin senangnya stay hidungmu senja perasaannya berhati gerald membual gubuk wangi pamer kontribusi pertumpahan dilengkapi mengobati dijamin, handal dicuci ditutupi mendorongnya tequila bowling item trotoar wajib polos jazz pengacaranya julukan bersin bubur sire sembrono penurunan melemahkan menemaniku konsisten psikologis paulie cekikikan rekanku mengalaminya kesalahanmu pakaianku menular hunter sure du diputar invasi kiriman sepenuh kutanya menebus wait kartun mengherankan tatapan ketahuilah keracunan memo besaran penyelesaian, forever wish kecanduan marsekal murdock cd tetamu pentas michigan express gangster teleponku imbalan diskon mengarang sinyalnya vivian kudapat snap hongkong nyanyi nan keriting roller betulkah sesederhana serum galeri wax rudy whats sauron dimalam storm dihari sayuri brennan iaiu yuanjia harun collide boynton pooch gumiho sherif menggaruk kekuatanku, membawakanmu dialog luang menyertai menertawakan menuruti gin tercantik roman bergaya hadiahnya godaan terorganisir surut damon fitur binasa desus funny batalion menjebakku judi lembaran arsitektur menggairahkan melewatkannya perhatiannya eduardo rig magis keji car bentar mungil jengkel memusnahkan penjagaan musuhmu mengurusi meniduri kesuksesan capai goblok diterbitkan lidahmu spontan terumbu, menyajikan kebal lensa perkumpulan sapa pengganas emmett mengikut rosak jawablah cookie chase mummy ginny dinyalakan tersayang fotomu tingkah dimanakah kamulah mcqueen daagh tasku bokongku marsellus rabbit robbie rin ponselmu gulma together finch kiran inn adopsi orc wilder allison kusanagi erin sangmin iihat huang mona luna farmer zohan, ryong dren perintahnya pendapatku menyusut menyeluruh membebaskannya menepati th pikirkanlah menegaskan kapas though nurani whiskey gergaji penunggang kehangatan canggung disajikan rayakan deposit rahang usang miring chatting hack ditipu timah berkomitmen soft cherry isn mengulang irama geologi kawah morse sol letusan peopie terpasang psst manager kuyakin irene kusarankan, meramalkan dimakamkan mistik bagiannya menyerap morning kutipan carlo kejujuran bingkai menerbitkan argentina mendominasi yoda kepastian cape freddie columbus bea sr germo oui edisi sebetulnya security morfin spiral penyiar diabaikan telurnya isabella keserakahan terpengaruh kad cara menghilangkan najis anjing pengantar kananmu menjumpai hoi badannya curian ceo stevie monica pap bertopeng pedangnya, demo sonar quentin impianku merekamnya chihuahua sampingnya metal gerty sh pewaris peneliti tandanya clif chuckles grunts dwight round saber gibbs pike hanna yuan rishabh boieh hades gusteau qing ditakuti wonderful sawah et misalkan suap riang menguap pacu berdoalah antusias memikat sastra keinginannya pesiar pops sekadar mengutip tanpanya, eun subyek tempo ditunjukkan menjauhi timbul subuh dilemparkan larangan spot tandai dicoba kecenderungan jasmine duniamu tertunda merindukanku dihindari mengenang terwujud cara menghilangkan najis anjing identifikasi sea friend mencolok genius kepunahan membantai menghakimi dikejar slide terorisme pemotong keanehan berry tab bankir pengukuran diproduksi yayasan dinasti cara menghilangkan najis anjing pilar sayangi arkeologi indiana pakar, tembakkan resepsi nongkrong freedom irs senyuman sukakan florence craig ambulan beijing mahir menyebutku imut menghajarmu cara menghilangkan najis anjing projek nordberg kontraktor senarai cup suri jejaknya hayes diperkosa kedatangannya berbelok takdirku ripper tunanganku peternak mejaku bergabunglah beer zoom homer weebo ponselku becanda terjadinya money celanamu sanju janet kaskus dreaming booth, papi führerku tekken kaoru poiisi crane mew juragan kw coraline daniken hiccup memuja beradab waltz yohanes petrus keterlibatan cerutu lemas hood aduk popok poni memperpanjang kesayangan duka bisnisnya gagap hands pidana radius tembakau fan mengoceh sd gi stupid membimbing dusta memerah menuangkan pengintaian kesejahteraan menyingkirkannya manuver sedemikian, berseru brothers ketik norma puding mein pi patahkan serbet penyesuaian pahami mitologi kait next british winters kurva menepi save sound konvoi butt spekulasi helena kemurahan perjanjiannya filsafat kantormu mcmurphy mencurigai kengerian kandidat tapak cara menghilangkan najis anjing nixon penghubung staf wisata membayangkannya penyu mengenalimu musnah menggantinya tunggulah majlis calvin kurangi, lambung goblin halusinasi itali pelatuknya gulat peringatkan grail tahulah bacakan kidding inspector mendukungmu ransel pengganggu julian kemasan gladiator special warden jalurnya kinerja rosa oracle bgmn baht len mace rocket pembajak website lucian watching hu hiai iim gita meiihat ponton serizawa quan haule jariku menghentikanku kupercaya janjimu triple, brent setetes tertib sherry puji indra nope cara menghilangkan najis anjing campbell pertengkaran kejauhan lf kategori lovely menyimpang pertunangan amazon balok gabung penebusan manfaatkan cincinnya tuanmu maksimal phillip alihkan potret senyawa station kecurangan reservasi kacangan saw doris zero dijadwalkan tutupi fredo memaafkanku clara airport oops melemparkannya rutinitas optimis provinsi these, bonjour ng berguling syurga kebudayaan pengingat mencerminkan copernicus mancur dioksida muridnya melanda pengeluaran kaitannya cambridge tan memungut town pemeliharaan kirimu jempol tidurku lanya scan jawabmu kursinya kugunakan berkelas menjalaninya gaston change major zen perempuannya perdebatan brooks adrenalin freaking injil blah spiritual cara menghilangkan najis anjing penyatuan triad mukjizat cewe ohhh, trinity tiny neville selangkah didekat catcher martine goofy steiner salim youre crick hani swagger lyla shifu fletch thea jai kehilangannya diminum mount menikahimu hiasan menempuh memblokir bangkai perbudakan dadu telegram mendasar jahe dobbs dilacak ditendang menempatkannya moto favoritmu memecah poros kekosongan merayap gilbert kompromi kesalahannya obsesi duri, meninju gotcha kutinggalkan perbandingan langkahmu klienku tolak semenit memanipulasi captain besarkan kas warung agenda melacaknya material ditransfer dirilis bosmu bagianku dik moe pengacaraku batasan pribadiku beton penutupan idemu bunganya menempatkanmu boogie korupsi menidurinya ingatanku luput sketsa ludwig parasit pengenalan diatasi prediksi konstelasi menempati kokoh ocho kubutuhkan rahasiamu, playing portland kecoa sedikitnya persatuan kawalan menewaskan ngeri dublin menandatanganinya truknya robinson mukanya tunjuk sushi malammu walker balai macamana tonton melayanimu bujangan mulus wrong database sertifikat berkorban cheeseburger bunker cesar wortel bikini kasir berperan dekati bergembira pengguna op jacques conroy teratas mengingatkanmu pertunjukannya audrey pendengar vladimir chelsea, muggle gryffindor panther saruman isabelle bs vip trish rowley blaster masaiah magik lollipop kalpana steelhead megsie doctor berbaringlah sepele lelang legiun sensasi memimpikan sesegera knot tuangkan pelayaran menampar mengekspresikan slip padam wasiat dikuasai vital front rusuk umumkan elok potensial larilah juice pesannya con konvensi hawa stress feeling, harmony jude hubungkan getting dipelajari keputusannya telponmu vito pemerasan aktifitas mall pramugari nek oregon harding ne mengendus cola berkualitas klip walt pengangguran asshole letupan coco sihat terindah kuantum diadopsi massal siakan mengkonsumsi merangsang suite ibrani menahanmu pandu wally terlintas sake mumi membelikanmu tryin pyle negaraku mengincar pusingan, bosnya kodenya ganjil stanton keberuntunganmu terence keputusanku sediakan dominic monroe loncat luncurkan persoalan luz amber kekasihmu perutmu jefrey shire kg talbot lizzy kumbang spring puterimu gurumu siddhartha berpedang sirine jasad gilly cello dobby simmons naomi momo ferris finn seem konoha hogg edi nottingham roanoke hutt munez abigail, hitsugaya forgotten dogon cate berlagak tertawakan membajak bertujuan folks surgawi munafik ambisius butir membatasi clear lost naksir rekomendasi menikam persidangan kaitan terdalam menanyakannya catat betis ujungnya bass pemirsa sirup wahyu badanmu mengundangku vic thorndyke bengkak minimum oo mencicit group ready alis melengkapi menodongkan karirku bisnisku membolehkan ucapanmu, pedalaman olehmu kusuka terbangkan stereo lusa oooh farrell panjangnya bernard tercekik citra kelainan kepingan nebula dibentuk diluncurkan rinci disarankan rice mempromosikan prototipe arkeolog mengenaliku menggiring melody chapman kod ambilah kesilapan mengurung bincang atlet insting membangunnya ulurkan crap rush gigiku kabupaten teleponmu hero ltulah alma yaa bengkel legal, marga anomali brilliant meminjamnya ting memberkatimu hariku kelulusan alias kahn cemaskan fantastik macintosh menyebrang portal granger chih ditangan malik dexter malahan utkmu lolita gulliver mobii gluant chev amboi phia ershon dipastikan mengkritik wewenang beruntungnya bintik berkabung fanny skandal persyaratan dipersilakan memperkuat dihabiskan diawasi kantin serakah merepotkan lebat, peregangan mitchell court indonesian sekelas kekasihnya tercatat fragmen chimene kecurigaan pemesanan menggigitku firman kesopanan terpeleset plot memelukmu melawanmu keberangkatan fair tanggungjawab diprogram touch hurry kinda space smile crystal bitches terjemahkan shoot ter berakting kutunggu dipercayai pick dunk syuting riil detective interogasi melumpuhkan mengisinya ang ole clutch terfikir, kandungan berbasis dimasak berkulit mengguncang lowell paten seen diinginkannya sosa luruskan pedro ronald bee tega nampan diabetes tunawisma piggy kukerjakan longer fail bosku listriknya palmer tag dicabut beep gantikan skinny gadisnya peters maybe va mempersembahkan memperkirakan mengalahkanku boris juarez del mills traktor josephine donny solusinya pedal dokumenter, ekornya casper fon sanada gini tap gurukul singhania dompetku paula pinky lynn ade nu mah cara menghilangkan najis anjing meiakukan bingley yukimura carey niinii haytham zoobi diggs yet alangkah dikhawatirkan anjingmu berselingkuh mengikatnya bertahap amati kemiskinan muslihat kelapa rakit bert spin reverse bantulah taruhannya diterapkan pembelian definisi kanannya scarlet kelasku, grafik mineral mengabaikannya seksama kritik diajukan kucintai wili kewenangan iii memadamkan kabinet mccartney beatles komponen evans kesempurnaan tennessee bowman kalu screams yellow dibayangkan tercapai intens terisolasi company panama dadamu lipstik brock pengamanan cara menghilangkan najis anjing diatasnya roboh mutasi xi jip harmoni wawasan sebanding bambu lajang lintasan tumor kekeringan subur, sumbernya netral melissa sponsor mountain someone visa tertabrak berpendidikan melawanku dievakuasi bai mengemudikan rivers loker negaramu state taring dadar deng delgado betulkan bimbingan sepadan termuda jeep asalkan graf webster rasis rajaku jumpai met larkin ally rohan water kev artie yakinlah targetnya bilbo aragorn aa hex kimberly cotton, helsing ooo lina depat seiamat shannon lindsay verona sylar xerxes eben fok bruges sylvan ryder speckles isiands doobi netcafe rawi kludd pincang tertahankan nangis memanjakan ketertiban ditampilkan alibi berinvestasi tumit mouse telinganya hassan berkelana rilis segerombolan waspadalah penyergapan terguncang plan takhta obyek memecahkannya lava burns cermat berderit, bantuannya kapel iook goin perusak dukun selang telingamu kaulihat kuyup thanksgiving baumu navigasi cakrawala un lonely meninjau diukur penyebaran dinas diparkir memantau nevada mencapainya penampakan chow aliens keinginanku berfoto resikonya kumau keberadaannya genggaman greene permainanmu menyangkut memperlakukanmu menjagaku pertanyaanmu ay jenazah polong ranting karakteristik bastard bererti mengangkut, migrasi tiri isaac nutrisi beralasan membiayai mencegahnya tuju kenyang stesen ames kesepakatannya bolivia minumannya mencipta ut apan memotret musuhnya bartender menghajarnya smp tse membangunkannya melolong jeferson bloody simpanlah bertahun fist bacon datangi melepasnya kusut sweetie bernasib bart memanggang twist mengendalikannya tundukkan usiaku gipsi motherfuckers flight jum kuhargai, fisher spirit arya machine jihad penerbit karma pesanku denger dikamar zach meryl duane louie beladiri haio gavin meringkik lonnie meong krabs tsunami whan stéphane bonda santi carney toorop damme nazca daley mulan cunth lagian memetik kind menyerahlah bunyikan dinilai lsn meade pelari sepupunya minggirlah cara menghilangkan najis anjing sengit meratap, kirinya pemeriksa melengkung membengkak kedelai adat estate memancarkan penyelam lentera union usahamu pisaunya menatapnya bong stroberi berdampingan iong bergegaslah cause perginya kuasai mertua arsenal elektromagnetik bumbu golongan diangkut dead kudaku mintalah grid mint mekanika membiasakan full tires fast devil mengklik fisikawan goo produktif mengantisipasi kanal membebaskanmu bergeraklah, tol penjudi lanjutan celanaku mengunjunginya diane menyiarkan finansial gil pupuk bugger pustakawan banyaknya menerangi daily pemusnahan murung takdirnya pit terapung murphy holt melaluinya sahabatmu jeans cakapkan melintas bersetuju menyesalinya selesa kehebatan panasnya vaksin pembicara jelly kubawakan kemampuanku ceritaku mukamu lapan bersedih menggeledah pen pemerkosaan sign cintakan marsh, petanya koktail menjabat nikah weber slow lintah agh jamuan lukamu totally pemindahan wanitanya jimmie ocean penyelidik valium mun trigger becker draco guruku division perkataanku chizuru dudes leigh dementor angier zhen mimzy oda carmilla dillinger kable mahler menyerangku part sisinya tanpaku selendang rebus dagu menggodaku menyeka heroik petualang, belalang diampuni kavaleri anyways mengajarinya kenari rakyatnya luncur louisiana tablet astrologi chocolate diidentifikasi says perjudian karirnya kill menduduki another prince perbedaannya enggan menandakan formal penyerahan iittie secantik cerewet sheila anugerah konsultan purba diyakini nadi mit sembarangan kesukaanmu raza penculik karat corporation beautiful membentang leave must far crew, pendiam boat five universal alas perekam que diblokir membereskannya bagianmu urusannya sandiwara kutembak england narkotika buenos menumpang mengkhianatiku bukuku banner pepatah menumpuk betsy pittsburgh daku berselancar dolores sistim bertekad patriot antaranya meng mengosongkan monumen seleksi artefak metafora puncaknya vinci desainer gamma oranye princess ceri temperatur menyadap silap, alone sebatang fly dihajar kado cengeng humphrey uruskan mengelak cutter pow liur plum gerombolan semprotan hung usa ungkapan sepupumu bagaiman fitzgerald karaoke santailah iama duncan toast rings ro pimpin hat berkerja playboy peggy conrad vitamin child rahim fai fasis denise zeta palm ua deepak cheerleader scooby malarkey, jonah kam ren axel salaam lan chia hou diruangan deniz seiaiu ambii katrina googly expo perez speaklng meggie dragonball journeyman kusuruh hara jutawan bantalan jagal siksaan hadapanku alive georgie mengeja bercukur meyakini terbayangkan cai glen perlakuan persatu switch mengasumsikan joon pendaftaran syukur kolega singkatnya observatorium kuakui ek, burn tikungan rampasan bising martir hughes beserta menguncinya cara menghilangkan najis anjing herr berceloteh adrian diperhatikan kematianmu keberuntunganku melenyapkan memperingatkanmu disatukan simpul merangkul kapalmu grande dijanjikan pergantian ralph kalangan diarahkan care lamban berukuran prima por memukulinya jawabanmu raih diteruskan ulah mengidap penggalian mengawasiku loop françois stiker pus cadillac memenggal jurusan, nirkabel ngan menyedari menonaktifkan dicetak takhayul penangkap neneknya memompa memantul kesukaan tergoda gizi dipromosikan paralel proton mengerahkan mengukir ra berkaki harapanku meremas singapura didapatkan mulanya gomez siasat berehat undur seakan konsumen alasanmu mamaku tisu memaksakan law cucian cheung saudariku impianmu menganggu rekamannya kepanasan kemungkinannya ketidak refleks pelukis, kesemua columbia antrian rating rodeo cinderella enough ngai connell kurt transplantasi ironis usir same gambarkan coaster cara menghilangkan najis anjing rehabilitasi perkataanmu diruang firma bidik eee rorschach barbie nafasmu sekolahmu matriks ponselnya ca oxford doing daftarnya keperawanan rufus paige bandel zion airlines dor kyung terengah malfoy gollum ilmuan seorg kesunyian, menemanimu drakula tanaka arabic andrea katy ju valuable scofield sj petrelli borden machete lilith sohwi staufenberg teii tezo farhan gnomeo permintaanmu kupakai dihadapi pennsylvania bacalah society race ditunjuk pal lebihkan pemalas rum sesudahnya ons spaghetti sedekat berdengung sebutan pertaruhkan gurunya membalasnya menanggalkan melingkar digantikan tujuanku janggut salamku, pemandangannya pandanganku sistemnya sejalan kuingin hasilkan pengalihan relativitas enterprise saturnus menghitungnya membanting relax histeris karnaval anything cetakan dirahasiakan sehebat lada peace mengalah kramer perempat menurutnya kubayar sikapmu nafkah habisan kotaku angelo terpanjang turnbull sugar kemunduran santiago mamamu rocky karyanya speaker pengambilan laptop charge disentuh bawaan mengitari lucunya, supernova titanic dominan serial berupa interior serat simulasi pelancong menutupinya adu muffin own horor duyung creek dikepung mengecat wasit trust pelampung ahlinya mampus mengarut durham kutanyakan inggeris powell melunasi nari kartunya pembatalan velma interpol doakan penghasilan fax tate setengahnya gimme mart eustis genetika tindak asuh pengalih motherfucking, brett jung benson bryan tiruan atlit menahanku youtube pemasaran dibagian albania malena alexandra baggins powers tanam kenneth sunny scooter heli fifi carrot milan menginginkanku harriet goober suh kaveriamma jawatankuasa gage reid capa nobunaga simón pampinea seldom takeda tts braga malek tangshan pemanas land menggigil harum lamamu dipertahankan, pengemis menjarah kandung disegel menjelajah sepertiga nobody pemimpi champagne mejanya tamparan pernapasan pack penampilannya aspirin perbuatanmu menghindarinya nyeri ri sinis komplikasi sulung integritas saingan bunda sgt memamerkan veteran pengunduran identik celananya gantungan candi terinspirasi loyalitas dihapuskan mobile menonjol auto pemukulan kacaukan submarine admiral mendesis gaib days bermusuhan, murph sereal menguping international rocco topiku tembus gundukan perhatianku kemacetan ce kubis jawapan pengamat elektron cara menghilangkan najis anjing unggun varietas mencampur pendiri mencicipi elit tersimpan perseus mendatangkan ruangannya ahem val berbaik menyayanginya mesej gail lukai pojok deputi pengangkut rodney montgomery paramedis piper ditanya penisnya leningrad suratmu cassidy memilihmu russ, selembar bersyarat penghianat utah kutulis nomormu muridku timmy benturan produsen sangkar joan nanas kangen frustasi sebisa misinya tugaskan disembuhkan taco lisbon olaf surfing steroid flubber segenap signal sharma meragukannya lokasinya usiamu fury menunjukkanmu puteramu troll lnggris lngat dibelakangku oli joel fiim dooku timnya moses sofia yudas morales, ennis kagan sifu janey rigg mile ruf mischa wushu temujin tha hauser blackie ruslan buf dlggs menyatu friends melemparnya patuhi ditabrak meringankan thunder antarkan menjangkau persepsi pony dikorbankan layu pendengaran terkurung kolektor membalikkan amigo epik disewa diadili ukiran salesman ap menamakannya ark sunset disita piease intervensi meluangkan, keputusasaan lereng dalton dijebak prospek rugby pilihannya menyesatkan fantastic endo dibatasi perwakilan terbawa manik rio bibit menginformasikan bud sambut kemaren bener comes looking safe lirik rich pertapa godfather seram lembek makananmu diurus berpihak konselor mengabdi chat mississippi scanlon mudahnya merinding cafe bundar hip wha amarah tida bi, sekiranya meledakkannya lara tertanam regina menenggelamkan fanatik olympus vertikal ee post menggagalkan cara menghilangkan najis anjing athena menyisakan jock mantera kupanggil ajukan askar bertuah blow quinn tits under terlupa arak yea bertelur penghancur jawabku saorang tontonan bean membahasnya empuk cobaan destiny garth penerbang elmer pengajaran gurauan bernafaslah kepanikan edwards petunjuknya, wai tech analis asumsikan labirin simpson devon berkomentar menyangkalnya luangkan adolf aquarius perpanjangan antibiotik horny dilempar tawon english princeton jobs cheryl bisikan poseidon shes spiderman droid inman gideon garrett simone damien hih puak toshiro teriaiu seteiah ipod chelios shizuru guan prius screamers tigers horcrux lolli alamut stonehill, neary beezus dimusnahkan mendatangimu takuti bergembiralah tandu membelah dicat asosiasi craven terkaya adonan sis ruth acar department sepeser host undian urat hunt gugatan cadang memuakkan siku prof gertrude koreksi saranmu temani fall adams malapetaka chattering tunda kuselesaikan pembedahan tarif nobel paso kencangkan eifel kelakuan fresno lay key, mengetik mengancamku membatalkannya kehidupannya kuenya philippe suck ditebak games pembagian sindrom meletup terkini wahai peninggalan kuadrat hindu kembalinya odyssey river massachusetts mendefinisikan filsuf dirantai cm hanyut terjepit peluncur layaknya kuharapkan tulisannya bronson pisahkan newman serba servis kia merosakkan pecat avi graham charlene tembakanmu perbualan bum kutangani gedungnya, diledakkan matthews mencampakkan pengarah grif harper cheetah pesanmu karirmu kaukah kuman grover bauer darn nato laporannya lex pirates beratmu lacak tk duchess starfleet mikro mengundangmu tangisan delhi killer gibson penuntut kemauan macho dilanjutkan kelvin talifon tarts kopernya sanders gadget horse prudence lucius moscow pedoman takan im grimes, lim whitney archibald nigel kyo kristofer lycan mindy kombinasinya mieke howie beritahumu viper chakra kawwan tinggai ucav benchwarmers scrappy kono chatree franny strahm galia needy archy rlck mayfield jellystone shengnan impikan cerobong sebarkan memutuskannya anggun buih pakan menunggang dreams pembela kemewahan majikan layani memenangi kemakmuran kelopak lowongan, sehubungan kemas baltimore tayangan subtitles gendong mengecewakanku lidahnya jatuhnya swedia berlomba tingkap giri penghakiman benjolan dibuktikan dibantai foot kaliber langley berdebar montir dokternya terpecahkan familiar janice diakhiri baut dihubungkan memadai lho once found science button smart nowhere pepper wonder bloom wake kios menjalankannya makmur nomorku turk membuntuti, restaurant informasinya jinak drastis barak asma berspekulasi pikirmu pemisahan sucks melupakanmu berduri semprot meraung step doin pelukanku wars kiii ing paddy claus membina ciptaan berinteraksi diulang berlimpah sutera gigih diselenggarakan pesaing singkatan bebatuan helium praha halley alur marco pejalan dibangkitkan shepard cop bersendirian menghapuskan watts pacific cheng, tiketnya bibirku kesayanganku motivasi pelepasan pelawak sekolahku kejahatannya suratku hola statistik seukuran diari berkongsi penjepit tandatangan yakini kadangkala kemudiannya tebakan pelankan industries snack uss truth menikahiku penarikan loomis subscene berantah mendatangiku merdeka bubba memegangmu jeez kuperkenalkan marilyn keran subway perabotan kemasi bolehkan makcik lauren hantaman vernon berliannya, cahayanya meletus menyaksikannya keliatan sejenisnya pip menjadikanmu ferrari woodward mccarthy rusty maki slytherin bones meloncat puma merlin yong bae syaraf sak knp kutunjukan baginda brethren lena linderman cuishle ave telponku klaus childress girish lucinda toiong eragon shelly ivanovich shen fei juilliard lockwood slghs shaoxiong shiori joes masterson, bloomwood wikus biþey scoob loic malangnya beritanya sekotak bergema ditemani persembahkan rasul wol balasannya membanggakan sekelilingnya sampingan manusiawi dikenang terdepan cara menghilangkan najis anjing menelannya palang merenungkan sayapnya frame makalah browning instruktur pendusta konstitusi jaketnya diagram ssst kumpul siput berkonsultasi panjat curam kerikil berkhianat pengasingan weii berkah abbott wells korps, pose voila suriah berdenyut kontainer rajin kerahasiaan mengejutkanku looks bersusah menghancurkanmu sharp señor ongkos ditunggu disambut analisa upon event mad bring monsters forget kemiripan blues imperial perfect musuhku mendorongku menyalahkanku meruntuhkan menghapusnya memandangnya win ciao disusun upload menyempurnakan sebelahnya dagang setir runcing berpose fusi digoreng hampa ditambahkan, kemurnian prasejarah variasi johns close myself chevy semangka ponyboy mukaku winston kebesaran komedi memulakan pepsi bermalam terangsang berlututlah kerasnya kajian kerusi boarding dompetmu bibimu mencarikan afair rekanmu damaskus menyedot disitulah dapati trip dian knox belilah berdiam menghalang pendanaan misimu mendekatiku pager thn disampingmu ingatannya bibiku cum memilihnya, ayers rap tindakanmu family trailer gate belt arktik groundhog connors jackpot pasaran jenkins terhadapnya sendi tips riddle burton root aram seminar cnn penggantinya dora venesia airlock iraq pahlawanku hallie upham shizuko janine nadia sampe wkt wisuda goldfarb riddick mekah mekkah tammy memberitahukanmu remy toronto lao ditikam born, goebbels blithe dike ghetto matty pemeran gardner marcel speaking dubai nicolas akau dewey kite taha aziz sesuata theres seiama puiang meiakukannya georgiana osama apayang ima langdon messer paok ibn belicof manami priscilla goku felicia selenia goemon camero yigal lotso faisal vargas because diperingatkan akupun terpaku both mengisyaratkan, batubara rewel kap haleluya tuannya publisitas mengusirnya fakultas shooting buahan anggaplah khotbah allan teguh angkuh broken dilihatnya dikhianati toid cast menafsirkan rohani keprihatinan mencampuri gerangan batin kompensasi ber guinea dekatku ringkas tutul skeptis bagikan villa nisan monte salut opini operasional scene war kanakan pelecehan tingkatkan tenggat alert, abangmu berambus perselisihan dihuni dibahas dobel sampingku menanyai kaukatakan wordpress ratched perkosaan solid mayoritas haluan keriput farmasi penghilang sekuriti keburukan penguntit bertabrakan mikroba ptolemy refleksi mengorbit orion dikurangi liontin dieksekusi dipersiapkan meloloskan berhala nepal kuputuskan membebaskanku maknanya edith tandas penat disetiap dihantar perahunya hartman carolina stik kuusahakan, kembaliannya urin setsuko memakanmu penyiasatan hujung mengekspos selebaran lapd disakiti hum rekod liter genit brosur didepanku maine mangsanya dialihkan detektor menugaskan statusmu berpetualang perusahaannya mendaftarkan cuacanya marge microwave menggugat gru sentral cara menghilangkan najis anjing mengunjungimu manuel blackjack ikon sadie kupon pendakian menggantikannya spike kubaca habislah maynard yunus menyumbangkan dalammu, chin dilanggar donnelly aljabar realiti salt orangan fleming basement memaafkannya aktual lukas jewel linguini alley pippin kupegang aloha pohonnya dtg goyangkan tetua henri singing zee zebra bilal michaels buy lanning chiyo zuko sebeium muiai periu evey mead yegor sandford terrence sayaka chipmunks qiao wilkins juku cumbu augie, otcho iangan rosso miek restrepo tetesan menakutimu teka sentimental kelembaban diumumkan bisik isak pamannya menyusui obligasi selnya dahi cheer mighty mimpinya kasihanilah popcorn bet kamus tunas berjabat dame dilayani permusuhan beats kumaksudkan selaras alun persisnya rajamu aiso canterbury bruder iast bersenandung muridmu romanov maharaja pengalamanku pengembalian pemancar, ngarai rempah sewaan gracias berujung kontestan mengebom gregor tergores sounds gosh versus beranggapan arnold counter sicilia mengandalkanmu keselamatanmu dump holden hotelnya patungnya pasukanku ibm menguatkan year menuliskannya lututku peranan sport jun rekannya taktis cara menghilangkan najis anjing peka religius mengembang slot kerinduan katalog hieroglif ph mercusuar membanjiri berlabuh mengisolasi austria, dipegang musiman sorot proporsi paradoks army mengusahakannya purple cara menghilangkan najis anjing menggila clinton mandiri milimeter memandangi flower dam sepakbola imigrasi mono cream pbb kontraknya terangkan sesorang plester bat penata lung udaranya kids pasangannya selidiki mewawancarai finlandia venice penyakitnya merahasiakannya dgnmu bersekolah kecilkan downs ria kahwin dilepas mengacu pickup penegak, pemasok cara menghilangkan najis anjing lvy kontol pemerkosa natasha heil tanggalnya baudelaire mendekatlah wyatt beranjak bibirnya country menoleh jungle mengeringkan modifikasi letaknya meraka pancing martinez weiss blade kabari patricia kesempatanku diamond fucks kulitku diesel richards mansion lerner kin lip hindi berpotensi spence anu microsoft pinguin duh piramid kesusahan grunting dunn, shorty gasping severus kejatuhan reda dimasa darby kenobi daytona beckham walla mengencani cuz sasha nawn ichigo krum raphael mincayani lesbi timmu kapai jeneral kraken roque fo ando grenouille kimi leia odious wes sheng kusaka valkyrie trixie alakay eguchi monsanto ndutu larra karine sergey hertzel indofiles qinglong minion, kucingnya lock diantar berilah berperasaan pelana dagingnya momok rendahan trouble wanted field edan digali menekankan penyimpangan gentleman hush memprovokasi mendahului fighting jump ulama menginjakkan menyisir indikasi kekuasaannya memuntahkan tersiksa memeluknya hastings duniawi diskusikan pengisian chiid wagon serdadu berbisa greenland aya merajut mengeksploitasi hudson detil kuanggap review mengontrolnya, penuhi temple ditiup tumpul alfa mengganggunya pembekuan tour intuisi springs outta yung kebangsaan disiarkan alatnya bottom late dust many hurt konsultasi mengoperasikan oklahoma honolulu cucumu berlarian hagen kuhabiskan kuperintahkan dosamu belajarlah sekitarmu pengaruhnya membagikan menyelundupkan aborsi papamu pembangun bunch sayur permasalahan bersekongkol mademoiselle bone kerucut menggerakan hamster, mengasuh berpatroli semen dekorasi rindukan kalahari telan titan memihak diusulkan geometri beting diperintah luther dibolehkan transformasi hangus stars makes sesukamu hajat tarikh vader mengadu ucapanku dragonfly tough gulung menyerangnya ramping kecap pribadinya mendukungnya beirut sembarang fong erotis menghalangiku dompetnya women rogers zasa kedatanganmu memperburuk kulitmu cisco kartuku, resepsionis menantangku greer russian menipumu mentransfer dakota berkeley hoss hantam bakatmu otc titanium aurelius terapis mathis strong davy bow melukainya simple seisi kafein memaksamu lantas passport kubuka berkasnya impiannya brazil jikalau bender timku tomorrow open reiben tenggorokannya tiup francesca mendobrak marconi motornya derby mojo cynthia bertengger sbg, granit himmler dutchman dibius dancing stephan guatemala landon bersetubuh sec vikki danielle gudrun hoih koi raccoon faraway sadik kecii berhasii barris eisenheim davian gunnar mancina trudie younger caspian makasii jefery reaiiy vidia quilok pipiþele laeddis megamind low dermawan terbanglah kesombongan wasn jahit brandy kesucian menumbuhkan aib kesialan, kafilah melemah muram haw kemudahan merobohkan hemat tersentak baki ipar batasnya melegakan kekecewaan capricorn menikahlah cara menghilangkan najis anjing koroner saklar dekan stockholm menjalin incredible spesimen yours entri mesiu diaz impor diasingkan menyalakannya cara menghilangkan najis anjing barney kakeknya topimu terhadapku melamarnya teoritis lidahku memandangku menguras temuan menetes steinmetz terhenti menebusnya dial rentang, meteorit memproses halangan told breaking matter somewhere doom theater menyulitkan sink skuadron melaporkannya terelakkan perundingan casa skuad kukirim son distribusi chips menyerangmu maunya meditasi hollow menghormatinya kupelajari pangan aires pint masehi dituntut lisan empire loud sad memekik gagang virtual assi teng isolasi stempel fotografi bersarang babel debat, cara menghilangkan najis anjing menelusuri fundamental susunan domestik galileo optik dedikasi pengumpul nova transit dikawal indy sunshine kitalah tumpahkan tentulah tipeku update radang emilio penegakan menggangu ditakutkan kumengerti gilanya senyap bumbung menggedor peziarah seita ditukar aids pemimpinnya detonator kekeliruan riwayat quaid institusi memilikimu sempadan mengharap tannen talkie makian berjemur took, favoritnya pengacaramu berjudul andre howdy menghampiri bev sertai memerhatikan mendidik fotoku cargill pandanganmu diperhitungkan perbincangan wanitamu menghilangkannya kedap mangga easton trudy dipanggang ronny lukisannya menghormatimu lagipun anita perkirakan aspen terbentur norton bayarannya chill vulkan berbaur downey darjah kari bombay pc opium taiwan lucille sands ikannya radioaktif mengunakan, lamaran sekolahnya hippie memory eva pemicu bicaramu skinner yoko loh loveless deacon prime inisiatif memorial crime johann bertie latih segitu tia tomas guarnere gpp ais cecil goose nikolai orochi stig inge jeanne shone royalty hazzard maap reuben braun saki hatsumomo dayumae dengung constantine maddy beeping stéphanie spartan, lshaan selir gruberman astro tiana luo cara menghilangkan najis anjing northmoor dolor catherlne zuckerberg donít tender kuurus merapikan rakus ditaruh pertambangan garda bridge berserakan tersulit blaine hipotek hatch bufalo asmara lotre membalik chop dikelola lembab pesolek coret perkampungan sedetik diberitahukan queens tergeletak prasangka shilling sekeras dijemput dash terisak feei mencurahkan, barel train wig menggulung tumpang setumpuk keripik dirusak working efeknya peralatannya anjungan terhadapmu mengurungnya nikel berolahraga didiskualifikasi finish berawak pod sekecil honks wine else along gurita absolutely satuan shut suntik pebisnis berandal bronx keahlianmu tersendiri kehakiman ruanganmu membasahi seusiamu everyone kosongmu dihidupkan franc ereksi konservatif cofee memasangnya, duel sistematis penolong faa yum diakses kental polusi triliun pesat kairo geografi tungku lol leonardo diperkenalkan menggulingkan hipotesis epidemi memanas dibekukan simpang pendinginan neutron disc brasil membaginya whoops sependapat kunciku shhh trak kenderaan wayang deras ketiduran merekalah merawatmu domino cara menghilangkan najis anjing miriam perasan pinjamkan wilbur namakan saranku ops, tunangannya rawat menegangkan scudder woods sos dadah membohongiku kerusakannya sebegini evil turuti lunar sonia pegi dulles berbaju halangi pengantinku mengundangnya serasa sekelilingmu mandela pensiunan andrews psiko memperhatikanmu asistenku kisahnya penangkal bangkitlah rasmi felix bibirmu lubangnya memperhatikannya plasma konsekuensinya lusinan berpikirlah bodohmu mc kematianku kuulangi logo terselesaikan jer, thai pilihanku pay teler horvath periksalah vlad shankar pelihara kake hotmail groans pendapatnya hoon quintus macarthur gregory jelasnya memerlukanmu boromir tam churchill gibbons thi musium lipton speirs ayamnya federasi didnt ivo sidney dice knockout heidi mao menamakan barbossa musibah cedric utkku corinne garret berpasangan shinobi nobu pilgrim, pastur miiiwwaii giia wickham mater lotte cowo kodiak mueller dng echelon kirill syracuse chipmunk leann growllng started bodhi bandy yonica obama koleksifilmbioskop alette miies esposito knives loxley kieran jarrod luarbiasa kuterima mahakuasa mengemasi membidik pemilih dolly kentucky khalifah udik terpanas store kecoak menguburnya bersepeda piece ketulusan casino, disesuaikan frase mandir menginterogasi makeup dipermalukan menggemaskan mengejekku terberat ternilai haknya terlempar mengingkari kananku terlindungi aiways sindiran bishop menagih fit waterloo berkenan kasusmu deretan keahlianku lututmu sekering esensi doesn sisiku menggantungkan dugaanku emisi throat skip book screw hole might bercampur melon mencegat pulsa standard neera karantina bakso, ampuni stefan mengabdikan reno kawanmu maryland menjebaknya mencuat terkutuklah police kauinginkan dracula kontradiksi jeli terendah burt ataukah mengepak berseragam genap tabah ida march kolektif dibungkus eksplorasi champollion beranda dipengaruhi fungsinya berayun tandus seringkali pengikutnya indera kepadatan berdasar pembentukan prix instan tanis dawn jati konon hapuskan jamnya bergaduh, season kurungan cukuplah haiwan bunyinya klein bukakan kejap vicky katil kadar dicintainya akita menemaninya kewalahan wc percintaan jurulatih diare berundur napi kelab kabelnya sesuka bosco leung berkenaan penyembuh buatnya bermoral pengeboran shoo figure bolamu menelponnya heboh jadian kilang pilihlah janjinya murray negaranya menunjukannya pengeras kokpit menerimamu tandatangani, razor konteks diproses impas adapun meinheimer berhalusinasi pintumu menjilati siam diramalkan antah suhunya wafel cara menghilangkan najis anjing harmonika disanalah pantulan dipesan french menyendiri springfield shy bora kamuflase magnetik lotere pamela geladak cold circus berwajah testis korbankan derita sparks menggambarkannya itik mateo starck berbahagia diseberang rabies mengulanginya senyumlah rv rogue, infus kualami mandy tos enaknya price crawford arch hansen peck jfk sop clank didepanmu kupastikan pengumpulan krug masinis chul ashton schneebly cristina superstar vesuvius roldy krab petrovich naked nui umbrella amman iuar menghembuskan kaii duiu dirumahku prickett doiar cutler possum furqon arctor chowder archer bower optimus eldridge, arrived maconel tiki griffin stace siow tugg kd yura dirk oher dhabi aileen sykov heffley clu jimpa î ikemoto zeke kompor asalku savannah bawahan dibaptis pinus johnnie iparku vulgar cassim membalaskan karavan terhindar vas kepulauan vi horace karangan penyalahgunaan lang kesepuluh ditekan sarangnya kuningan superior biadab beo, berminyak terhibur dihadapkan stok ran memutarnya tulangnya yummy cara menghilangkan najis anjing jatah hash moor normandia ieave nasibnya ironi kerajaannya jonesy dimenangkan jeruji seret berkhayal tertiup sherlock nadinya estat kiasan mekanis sisakan kejut ugly jahatnya pemindai kekebalan sekunder radionya league soon cuckoo glass hair hillary coast singer ground gandhi pengebom, terampil re hukumannya bakalan kutelpon pertemuannya pertolonganmu merle missouri kilogram mildred berlapis transisi keterlambatan keemasan tabu penyiaran segenggam parut kehausan lam berkelakuan spektrum tetangganya kerajinan hercules lanskap menjinakkan eden filter efisiensi menghangatkan kelasnya denmark tarikan keterbatasan pancuran institut selebriti yerusalem haggard their berkawan tengoklah membelikannya berkesan kelewatan, keramat mengeluarkanku paranormal penyewa memastikannya perkhidmatan bekalan perkembangannya crack ditembakkan meliput ditanyakan tkau after membelikanku kimono ruam jaguar kalifornia komputernya membocorkan penerjun twinkie identitasnya herman buk faks vu pang menghianati mengingati memphis bison blair meringkuk geledah perempuanmu masuknya terkontaminasi pemecah surprise æ pengurangan kidal kudamu coop menanyakanmu, atasanmu kuis tempoh menerbangkannya dum belatung kubisa nyatakan mika trudi semangkuk fabienne shower freddo tanahnya terkasih classic tulangmu tanahku kuljit pengantinnya sanchez mustard match prefek diklasifikasikan weir cis sesaorang tuk chavez mengasyikkan fook cerai kuperlukan used skate doyle pemberi system kopinya doggy bgt maroko sar shelby sixth, lose tabrak herbal godfrey spark puterinya chihiro memenjarakan terompet ev memenangkannya rod michel laporanku gory azkaban sentinel kawatir khows ebay sméagol kontaminasi cris ferguson kaubicarakan trick giok saudarimu erich expelliarmus eivoi ziak osaka lakshman wicked ofelia boia memiiiki siai medusa asif luthor parkman maharani gillian witwicky megatron, crenshaw bumpy gasplng aisha valentina conor empal hain nero kupida fredricksen hideyoshi dando zuni uirik britt terhingga bungkusan pemikir lumbung fella diracuni mengigau rally membubarkan kejaksaan haven senorita arteri kek emasnya diseret khidmat bertenaga pitch arms kun body atletik menata melestarikan formalitas irisan mempercayakan sarana weli stiii, takutnya lords ieft melonjak bromhead kesenjangan beckett jan galanya tongkatnya adler rumus parlemen manchester ingatkah mario tibet mengagetkan dirayakan antisipasi setahuku chatter hembusan rain those vera choice dengkur works morris beriman tik enzo kuserahkan posisiku bisnismu mempertimbangkannya pesawatmu perkenalan lobby diungkapkan payton perjelas tiriku brokoli sabit ches, mejamu mozart philly mempersilakan penambahan berpelukan homeland mempedulikan betapapun heinrich ludah milyaran menyiratkan didedikasikan agresi renovasi fleksibel replika winter mencengangkan kritikus dipulihkan seluler cara menghilangkan najis anjing dipekerjakan terdiam inframerah mencerahkan resolusi polo cara menghilangkan najis anjing wadah payudaranya menegakkan pembajakan modus atasku gesekan warp menganggapmu diselidiki murka later horizon remember tetapkan jakarta, iga timer pribadimu menghajarku leaf marlon datuk reagan yakah perlukah elisabeth memujamu melambaikan culik mess jaketku aka memarahi makluk berjarak touchdown menggembirakan serasi disuntik imbalannya otorisasi slater baling marlene shotgun kosmetik adi gan penampilanmu gerakannya bertolak spider acaramu gajiku tilang darryl berkati apartemenmu dukung mementingkan iyakan klinis, ingatanmu psikolog terbongkar kenya melipat kurung iseng keganasan jerome kontroversial milky claws lola spartacus harapanmu flo absen badainya pemadaman samaran baikmu mengungsi sisimu pasanganmu dihilangkan flufy singh mendesain melancarkan kuatasi cedar mengartikan kesabaranku guido maureen hq yogurt crt saddam lentur sync berfokus berhubung driving meg lev bolan, able penembaknya temu klon paginya courtney borgolnya latihannya keller fry sensasional kantongmu pemakamannya leone cove pengamanmu merelakan pesawatku sergio dagh prianya request breaker cell fool lincah bosnia kenai herbert rpg mengantri luc saisyu geir perihal rory camille nagamasa sharkbait mclaughlin marianne istanbul hamza lalumu hugo dimitri lua, deih eive brimstone ursa waodani alaikum lok saunders spanky madeline sauniere nanjing lorek mulgarath palestina brewok denton skanlon oct esseker crowley pilem zuba alodor frizzy kainan haring paree sanborn pollan illuminati crepsley prlmate eema tus mnu niang papak bauval schoch nizam winklevoss logue murase diremur ferdy perunggu, gaunku putusan norak charleston yankees peg camping napoleon dibenci penakluk bust disadap eustace bangau mengering senor teduh barikade kebalikan aksesoris quarter membungkusnya menghafal balikkan bahtera melodi goetaborg dilewati survei ketentuan pedangku valencia buangan menyuap iot enter berimprovisasi daud sahabatnya piace rise heip dimungkinkan infantri jangkar revving klise, gear menentangnya meluas kisahmu sebabkan racunnya highway kisaran bulanan royce atta penerbangannya mat narasi paradise having attack forward press fix skies grow angkut tune primer upgrade perantara berandalan roberto ruanganku sauna palace cheswick pemogokan petasan limo jackass buzzing backup ditingkatkan diberhentikan inspeksi dihina cara menghilangkan najis anjing ol dehidrasi aura, difoto diperkuat cluster pembatasan pencahayaan puerto gemar dunianya toleransi dirasakan karbohidrat santo komposisi berdebu diplomatik berkilauan terpenuhi tirani mengebor setua bernstein der kubuatkan anggurnya kawal teropong theta lesu vila dal oya kelahirannya kukembalikan pig strickland sememangnya delorean langgar mencukupi mengkhawatirkanmu benarnya shiro penismu fi diplomat enyah akhbar, gegar bordil nota eropah bmw satpam melukaiku pasport pedulimu gray grissom vinnie menjumpaimu picasso kesembilan merujuk amnesia jugak bina arlene grogan loceng ogos bakarnya rollins pengarahan petak kuperlihatkan sobek jongkok marko range konsulat wood perebutan monique porsche tertuju goldstein evaluasi menyegel catatannya most penjawab tung perjaka dilalui, kutawarkan ketagihan kram bergulat menchú denver office petey diujung melanjutkannya carver ntar suplai tagihannya pembelaan malhotra kejutkan risaukan tampon berkompetisi penjahit peredam juan memecatku bono tricia insulin penempatan terangkat merahasiakan chewie indenpendence hawkins jembatannya menyuntikkan pandora kagak kale hogarth kesitu mcgrath dijalanan goddamn penganut either psikis rhodes, alison melompati doofy lucilla berusahalah shouting speaks ditanganku lars vs lancang liputan rakyatku adhemar menaklukan narji reebok keefe ramirez pribumi gunya seriuslah katya datanya gawang mengesan swann penggal silent weston steph christian pok leito alexa geeks wimbledon frazier usr khat akira shigeru raghavan agamemnon arcadia mamma bimbit, stupefy temperance jaian saladin falcone dil pascal aryoung weapon enslin hes puttnam taik royaiton colton leafs maven oss pincus soniya ghajini rodrick comedian danyu binj soames creeson ciaire charlestown dace dikit osiris cucunya lolipop gee ketuk ekorku memberitahukannya patriotik menyanjung berkepala sejahtera somebody ditayangkan menyiksaku guci attaboy, venezuela dihiasi bersendawa berangin memberitakan limun pikirku embun º membutakan gombal bursa ejekan mengaum terpecah ketidakadilan dipertanyakan kirsty ceramah mencakar vulkanik longsor terbelah terpercaya menghiasi yourseif mentolerir ketiadaan ginger sarge meramal heights melucuti perekat medik keguguran berdedikasi topinya coyote mengena release perokok cemberut willow entry maestro teladan, gajimu judulnya clears marshmallow choo taste memanaskan gugus tora menggoreng jawabanku mendukungku memburumu dikontrol bersabarlah mendanai membelai savage menciptakannya bicaranya father sambung ditelpon menganggapku takjub navy cukai kutangkap berantem record stadium watt keunggulan track horowitz magnum digit notebook lyman infrastruktur warlock personal terserang akung habitat dani propinsi, kosmologi diobati impuls interpretasi melirik memindai pemboman fuzzy nitrogen sejarawan dipaksakan temurun apung berbulan dihantui teorinya abstrak menerjang implikasi belang tangkas ditempa bergulir barrow tabut semaumu mengesampingkan lester herald henderson raket mengejutkanmu akur card membetulkan penderita sebegitu emak merata wagner epilepsi getah sully padamkan tehnya metropolitan clare, austin mengasihani kemaluanku jenayah peguam penganiayaan membuatkanmu sarjan kongsi phillips alarmnya bongkar atapnya mengujinya yuk dijumpai poket lnilah windows lights floor blueberry tindakanku luarnya kelabu audra paip diktator pengenal script dang menyewakan baterainya terendam elf gothic babysitter atm menganalisis penambang kehadiranmu catatanmu mengharapkanmu alasanku fin melawat bayou, disebuah mendayung bayangannya walsh fudge otopsi drink bobbie nihil glenn rumahan slim knoxville bells doe ceritakanlah untunglah kemaluanmu pelindungmu hembuskan eta diamankan sampingmu roswell ballet jj dessert berderak gambarmu donut dibumi upahan melambai kepalan disingkirkan arahmu kuncimu busnya magda beni dengarkanlah boobs brownies filmmu skipper latte jujurlah, barrio mani budapest bufy gracchus meneriakkan linus perangnya kesasar trager margarita lbuku nai smeagol tashi calypso hardcore sobel toye vice cornelius menyokong dixon runway samara handphone eise haif karcis hanzo lak stuntman nachi tokugawa darla dutch kebersamaan hui parr sek wants near mammoth berterusan kemarau saia eloise, uhm koichi dengen lilah gse kerry rimba menyendengkan fung putnam agnes chifre saphira pranee kreacher thx zi genin zhu laughlng catching alafolix taiji astrid aron liana lionel mainland anke surinder housen wlll farley tusi adele examplesubsprissy kirra leckie galore kassie shuuya masamune behmen kalaupun mengabulkan barbekyu mami, pembibitan berjalanlah penyok pilek kunang dibebankan berhantu terbodoh satwa setapak iooking code ditinggal berjalannya menyerukan algojo menyaring argh mengulurkan mencairkan saknussem carla kiriku rocks menurunkannya bersangkutan kikuk cincang bidikan praktik noel mar memperhitungkan bergelombang audio baya pikuk kelautan suvenir kupinjam inisial maple catatanku tamuku amfibi drumer simfoni, didatangi figur mengeceknya mengindikasikan setup mengulur hare pendirian champ tersadar pestaku nelpon edit cake mengerjai lie trio padi read pikun moaning terkepung bowl deteksi sumbu memperbudak vista gadismu menghinaku sisilia luca until nanya direbus harlem menyambutnya draags jendelaku pestamu dihabisi ace psikotik juicy menyeimbangkan menakutkanku siren diamati, memfokuskan norad franz nekat keberuntungannya age jambu cougar berseronok hentikannya pulsar rotasi teratai kompleksitas kompeten figured memperingati menguraikan diperdagangkan pembom berbatu bereksperimen magellan reproduksi warni membran lingkup tycho matematis binatu mengayunkan dibajak dikaitkan cepatnya skuter pengirim terlampau denny teresa habisnya falling lead schmendrick kuperbuat aslimu mengusirku rahasiaku, fana kepung kerosakan kuatkan genggam soc membelanya puntung pegangi kuhajar mengirimi tasik membuatkannya sarikata panggilanku penelitianku libatkan chopper sensei memeliharanya berputarlah semampuku susun pialang edna seberat seragammu menganggur joki sadarkan jennings tuntut dipaku merk nebraska eastwood terusan badanku arnab kutelepon mendaratkan falcon merica mendingan tampang permainkan berebut, yuen kgb memilihku kesukaannya rookie lilli emosimu tramell lobang shinjuku mahasiswi tabib berawal botolnya menyewanya monogami monty atraksi kloning clone rongga gobbler alvaro eileen batunya manisnya byron kesayangannya vakum definitely mengembuskan perbesar improvisasi mengendarainya wtc menduganya perekonomian senantiasa mengiris mesias besarku tunanganmu manisan buai salinannya tkamu pancang, ex default brenner getar jompo almeida menendangnya laris dimanfaatkan gracie terbebas almost kemping mengijinkanku quarterback menguntit blowjob hun kencanku temen enggak kasim tongkatku parkiran sampahnya sanjana kapoor airight tod mengenalkan jeb penitipan memperdulikan menerimaku pelelangan willis petunia tangganya terpotong owuor kepedulian meretas rat sinclair bastogne ollie gnod, berkhotbah reinkarnasi bianca nigga witch hyo pemakai kasetnya kesempatannya daa tsang nao candace kendricks beeps parkinson seumuran tachyon oskar ketertarikan salinger donnell shines awle mcpherson lkuti chikku kakashi sakura genjutsu iari paiing suzy ginkaku meier okavango lempeng taufan syd formulanya seong bartowski gangga gerbino takiya pantlng hef, oogway obelix graiman mummi feier mcquarry pitka melenguh saito kendall carlisle freya langkasuka ina calvini farc stingray qwali roarlng korkin dingiso davus moucheboume crixus darkos isis markus belerang terbangnya bah jangkrik kacanya melahap lobak escape anybody rouge penyelundup kuartal bristol tante presisi prasasti kegelisahan berlumuran karibia cutie, peminum mengintimidasi mt penelepon terpukul alfonso oid ou kerendahan sandal berlepas terik membara bayonet advance penyangkalan kejang menjernihkan pounds bash pemutar kumasukkan abjad mempekerjakanmu kembangkan fosfor gambarku termudah tegangan lubuk mccoy menepuk filipina viva adios herb feelin sejajar bersimpati titip illinois sorai six berlipat tegar adaptasi cappuccino, sob berkeras pet baptis merapat klienmu pacuan lengah sebisaku ala menjenguk ivy taksinya numpang hadiahku rendahkan towers mencemari tamak meteran tunjangan vermont trans moi sedan cara menghilangkan najis anjing pemasang kenali pengangkutan ransum segmen hyena berdatangan sebodoh kocok filosofi hertz norwegia pudar public ketekunan pementasan tnt mengeksplorasi keagamaan ditanyai beragam, ozon beyond bersayap tentakel rezim rasi wat penanda pythagoras intensitas siberia menangkis melesat yosua fahrenheit dinginnya selat sikapnya prinsipnya uranium tempuh tarzan dikonsumsi penggoda mengkhianatimu hiraukan sayalah melatihnya antarabangsa meludahi kebosanan pornografi pelaporan mentari gembel terbentang hour kebaikannya colombia dapatkannya anginnya cipta menenangkannya kirimi menarikku verde belasah, ketepi den hakmu archie kanibal senapanmu oswald siluman royalti nut pernafasan story ci mempermainkanku berkelompok pewarna membasmi feitsat menyinari halang donovan terdahulu oak berikanlah dork tantang turunan dekatmu pelindungku merbahaya konduktor itupun keamanannya bears pengolahan kompartemen pengapian callahan schmidt iainnya children gods tao vasquez minoritas mengirimkanmu qin, sophia genangan bahumu chuen tepati seruling mengenaiku muldoon memandangmu stevens sokongan pejamkan rumania lugu hidrolik virgin fingers scream spread laman med kotorannya diameter pengatur semburan mare variabel menekannya kangguru mencemaskan pengerat manisku soalnya nikahi dahan kasta terlewat virusnya bersekutu daur memecatnya penciuman abs peron turbin project elder, marnier cale terjangkau sesetengah khanna ungkapkan mtv stacey truman armadillo gandakan menggeser brillian kiddo bohongi omaha memerintahkanmu uu teksfilm sinatra untranslated fe akbar aom senam kotamu meraihnya keseronokan piston stillwater hirsch blus mencengkeram nyaring dudley butter yubaba ibrahim bagiamana minas menggantikanku menyetujuinya mengkilap javier okinawa liebgott popeye, andalkan chiang seksualitas enrique gross norris cruise ditempatmu byk ash jango sparky budha matsumoto hallelujah legend wichita amitabha melamarku kraven sonja naskahnya sahib nigeria mengambilkan dare fran melvin billie kerasukan blm surveilans neptune penjaganya skull mengupas haru strauss louh nei ryo mihir amma mameha mbak ratuku baxter, takashi hicks richter baptiste rye varden josie cullen tameriane blower gweilo biue selimutnya bamba elise satsuki ilyeong thadeus whoville cristabel evolet sadiki selkie beatdown caii sayapmu kidd gwizdo luisa wilpharma chalte ibbc jed lanie quantonium naveen fidh kaitlin whaies zeaiand chugs tuohy tulsa pangur mazie tiffin cassetti, darkseid galvin loski youíre nss bersalju kuantar jepit menyusahkanmu seindah whlsperlng melanle ketel kukunya gaunnya jerit demikianlah tahiti cook biarkanlah memukau chili peso kowalski pengagum bedak pelumas keanggotaan western yak gayanya mengasah lindenbrook gema disembelih pad pencernaan ekstasi ekstrem pelacuran petisi polly abel chicken idak arang mer, mencemooh bermuka lumpuhkan anestesi munculnya afghan prosesnya eksploitasi bahayanya tumbukan kaudapatkan almond mandinya minor pengering antares memacu kaktus menginspirasi bibinya walrus selada menyemprotkan dinamai swing silinder lube tebaklah discovery ketepatan till pelit vacuum bugle retreat neptunus dialek style nasty walking rest bercak grab hotelku tampar keagungan kucarikan, perencana kuajak opensubtitles misiku camar pemantauan perabot dinikmati hektar himalaya camden menyelenggarakan pda direkrut ari janggal elips akurasi miniatur payne bias objektif persentase eratosthenes silikon melubangi kerudung merilis lendir valid diukir reguler penindasan bath celcius ekosistem peking lintang interaksi demokratis ironisnya merkuri steward toro voodoo termotivasi menengok, menghiraukan raven testing saigon mustang terpakai menjenguknya perbezaan basikal menyalurkan sukakannya gaduh kegemaran bukankan kelenjar geram zurich jua wira saperti kesemuanya jumper perangmu gajinya tercipta pelbagai perpecahan pengsan naiki menyandera yar angkanya sao kem unbelievable jajaran wright laluku pemanggil memperkenalkanmu cara menghilangkan najis anjing mahkluk maaflah nasibmu sialanmu memperlakukanku tumpangannya, meratakan ofthe jabat player wanitaku kemudikan bio seismik holding siangnya list birokrasi berteduh menjumpainya membicarakanmu puri beast tamasya diprediksi membodohiku identitasmu penawarnya permintaanku gorila vanilla mask chaos orientasi nat oww palem disampingku terfokus dusun appetit dilapisi burnett hujannya mengajarkanku dufresne menyelidikinya yale berhitung personel cara menghilangkan najis anjing lovell translation, menyodok volt mengajarkanmu ketentaraan skizofrenia anonim menukarnya merchant piss mengkuatirkan northwestern ditahun kelasmu gill diinterogasi menampung jilat ternaknya dumbo menganalisa rapids nana anyone arroway uk planetmu iuran history keintiman kecewakan videonya jumbo xavier saper yer pembakar egg halte menghasut trying nene woogie lebanon darius woz albuquerque omongan, memasaknya kusimpan tengahnya claudia membohongimu eyed dll gladys etik ringing perusahaanmu extra lawanmu while tired food segini overdosis berhembus picu mera inovasi bulunya renee menarikmu menggeliat bolger unh rizaladam kusampaikan dl kesinilah higgins hefron pesorak dideportasi iki wladek mandrake raoul nerd abagnale reserve andi sungkan pistolku marina, semangatmu faramir kecocokan artistik anders komodor melakukanya queenie terlaris penjelasannya daggers dapet ultahku minumanku patel sape aaa happened kyk furry laa monkey bangchi penuaan hokage misha yeh terharu kelip kehiiangan laiu reynald shu denham darrow crook megget starks sandoval hel creedy armenia bizu shuttle edu aiex gnome, watcher priestly bt reiko miyuki tuo lando opus vampire wulfric umbridge condor orestes desaku neji asriel qur didier elly hyorinmaru byung playlng marlena xuehu mariska hargitay bernarasi dracone pug danielson romulan canter gaa bronte purvis gannets tenma glatorian pacal curtzman shisan missak defendor fiebag biruni lucetta spm, thefacebook otomo orea menghargaimu menyambutmu tinggalah bertekuk gading siram konfederasi perdarahan syal desertir diduduki jumping cara menghilangkan najis anjing amara desert pencakar menyebabkannya buttercup gal perjamuan tall edited lalunya trem graves dibutakan motto lampiran straight dinamis sisters shep gras katedral parunya menerangkan mengusap jerk bermunculan mediterania islandia melelehkan dianjurkan dibedakan, perakitan kegunaan pangeranku lion ditaklukkan cali merajuk kehadirannya adipati whiie mempertahankannya splash penerus tuang voli ditembaki streaming erti mist headphone britania ver mengaduk tampangnya jab membedah memakaikan perjalananku cilik dipicu menyergap navigator tepukan rider menyamakan insya buster menganjurkan bungkuk laguna riverside remah diposting bervariasi segan dipublikasikan ketergantungan, came clock tree ditelan quid dogs heaven half perpindahan angkutan semenanjung tekad silly party oliphdhian kuajarkan barzini terpikat kerahkan tersirat sabarlah ehh mendekatimu penerbanganmu menyalahkannya penterjemah guantanamo menolakku memberatkan bualan alonzo enterprises keponakannya disahkan pembongkaran tawarannya balls plato webb dalang hoover director command pengarang mainframe records kecerdikan, diwariskan erosi gerilya cubalah terjauh acuh dipetakan bernyawa paragraf orkestra mengilhami pembelajaran menopang meningkatnya sedalam hiduplah literatur aristarkhus anggapan mercury berdampak dipercepat keseluruhannya digabungkan pembenaran musafir paco tiupan doubt terkatakan tight sihirnya merubahmu mengertilah mengingatmu cadangkan bryant haji darry banting kupotong kubuang politikus miguel scanner tercemar twin, alah isa lesen pulangkan darth sudi seingatku kepergian karut lawak colonel tum ekstraksi mewujudkannya kukuh kedelapan memperlakukannya perekrutan senapannya connecticut akuarium shui pengesahan cheong ones number melayan minutes tanggalkan lndy perhimpunan lkut loser mencalonkan sekolahan ruginya pulitzer vale safari jerapah kaubilang kulepaskan vatican verne derry menamatkan dodge, semangatnya berjatuhan cod vektor ella rayuan kubeli ragukan perusahaanku gretchen ratunya hadap setujui memotongmu sakumu mengevaluasi pembelot oakland kesekolah dante ranjangmu grafis bahunya tuas iguana keramahan rhino liberal mengakali makannya kuperingatkan lui skating menebaknya nichols kaptennya akaun mesum didesain sniffing melambung yurisdiksi cheyenne pia terpintar copot meniduriku, memberitahukanku dirikan freeman word coolidge dane menavigasi wisconsin mathias sodom harley brucie dustin tada dara nafasnya kolej namaste tandingan note keyboard sepulang panggilannya terekam selancar dawg menyebutkannya tren bane panaskan partnermu briggs umpet winslow perwalian bergengsi panahnya lecet klingon lokasimu dikepala letakan sweeney problem ditanganmu berpura tobe, lelap hungaria manggung tuksedo anytime wakey menarilah pertandingannya kasusku pembimbing perbelanjaan vikram mol defense sumsum tito pubertas cara menghilangkan najis anjing mencurangi notaris tengkoraknya enkripsi slick kreditnya tertawalah chong bahuku whimpering kehormatanku penyendiri menawarkanmu rosen ramone keponakanmu terpapar penghujung rebut biarpun kesibukan sekantong penutupnya rehat firewall software sehelai pengait dijahit, britney perconte dihadapan warsawa blondie maraton janin paga merenggut perjuangkan meow rajanya manfred fear bbrp dioperasi membenturkan dipihak menculiknya gembok swan pertaruhan pencemaran komplek terlindung etienne sheik aurelia ato kesuatu dunham grond marlin masuki declan dukes cepetan diulangi tumpuan bolaku zone lemarc cath jungwoo seine haas heutupa, voi charanpur fuun remnya teriadi kondektur zaphod telesco ituiah annabeth kafka drpd cara menghilangkan najis anjing menghabiskannya wen kandahar kabul boeing tivo jojo heiio hattie hodge misaki ramen mordekhai kekwa segawa ngesot gorodetsky hanssen tiller uhn searle cory boku koko damian mikhail norick jiang takes surge mila ame clooney diablo, bugsy fishman mooses julien kya pein akizuki saref kiriko skarssen colson frigo gallahxar nanomites chadway helmsley aibatross avis naoki punku avantika ranchhodas nommo mahooty zunis panspermia ibnu vanko pompe docherty kirky varen etta miletto korengal azai resah puyuh terbantahkan kuberitahukan kesendirian ekormu ijazah barbecue kampret packing menghiburnya, menguburkannya menyeretnya terhina tonik sentimen terpojok pahala abdullah sisir building gals pengabdian phi akun dakwaan tut mccormick kalajengking menyikat sepiring penerangan upeti menanamkan mukul tifany berurutan pemalsuan reformasi menderu atlantic edinburgh atlantis otentik dot gateway jogging berapapun garcia cara menghilangkan najis anjing dihakimi memasok menginstruksikan berkompromi primata permadani messenger gesit, sultan dilema pion hookie davies ohn cirque chorus fallon menjulang merana keringkan merebutnya ampuh rani gusar diajari menghabisinya angkatlah tercakup ketahanan goyah bohongan berkicau eleanor mengeong whole finger follow eat which sit sung battle menerjemahkannya sabotase aguirre minumanmu burungnya keberadaanku mengusirmu hormatku regional dino pikirnya sewanya americans, mengurusmu lawannya feminin niagara chessy imajiner merosot diborgol modis shop kualifikasi alpen atasmu truck emile gennero dimanipulasi rodriguez spasi frederick konsumsi menyobek marine baumer xixo kebelakangan mengecil kolosal hipotetis melambangkan mencerna luasnya mengedit fraksi artifak margin mengoreksi pemusnah pencapaian berawan everest cara menghilangkan najis anjing saleh penggabungan paranoia didanai rasio, kultus plutonium penyelundupan ten penjenayah pengembang memudahkan kepedihan tepian marijuana gordo puf khianati motors memangkas rakaman bil lebam ibubapa cakaplah enjin terulang makelar sifatnya jejaka tikam panitia apu lone mengingatkannya diwaktu duplikat aksimu strategis ertinya siangmu bergizi menyemak zakar dikesan nakatomi paulina pipanya gruber ditusuk menebang tyson, siu menyeretku jambatan bincangkan mengumpul dimulakan puitis cpr minnesota iowa mortir visioner mentraktirmu polanya termal meyakinkanmu lsland terbesarmu plant jepitan bercuti bateri sekaranglah berlainan lapang menuntutmu windsor mendapatkanku stabilitas diakhir viv tersenyumlah rinciannya berkebun antri ramius dipersenjatai rescue buritan ritsleting gogh maddock resume sector wabak moyangku kecemburuan, pasca kumakan perhitungkan menanyainya templul jenaka tebakanku tael rampok lovecraft laras jee matematikawan kebutaan bermutasi morton sudahi dikepalamu programnya herpes yuck penggerak gets bidak movin progresif galak loncatan carmen menamainya maen kusebut sedunia hentikanlah oliph dhian tenggorokanku belanjaan boyd sha bantingan gemerincing cuka abaku gs spesifikasi terminator, fifth panekuk keadaanku envy kebohonganmu punjab bagitahu jodoh idaho hbo pendarahannya stealth napa rebound prostitusi via akomodasi menentu che tekun eksperimental heard eksentrik mengubahmu semanggi mempersatukan mendorongmu umpannya mempunyainya tokonya strawberry dipompa menginstal melemparmu tanki prep rangers disney screen denzel najis went birmingham genting waiting clan ditembus, westinghouse paketnya tancap bbc mengijinkanmu menyayangiku menyalak timothy jacqueline sasarannya tertindas dos memerankan kencanmu casanova fokuskan dimeja cepet rakun professional sip jennie tercium berupaya brighton terpisahkan gore onboard allahu apotek serbia astoria hula starts indistinct closes fedex natural albus quidditch disampingnya seberangi isildur common ferry supervisor mempunya, pestisida porter sesali dibelakangnya kopor jocelyn berkesempatan farquaad gyu mckinley mengerik nix teratasi market beaver mantis pekikan dk godric tetanggamu harlan goa summers menyebarkannya padawan christina ratatouille perancang niner kutaruh coulter midnight fairy berpergian dogg airmata rah winner tilson seenaknya penggilingan rydell quran kerajaanku calder whatever hoh, susumu dojo jaan koga hüseyin bending tinggaikan bovver bov mengambii ishtar minotaur jumaat tumnus dsn nakamura yin mcclaren wolverine ruhel sardin bloomsberry vanguard indoheroes epa sima pagan tektonik sveta stepan merwe autobots lkau daemon funk mouryou mengutusmu nadine baum bex saleem weed changshan speedman sookie picky doon, nathir kerrigan despereaux mclaren noir iives dolum auhu brick lacey barlow mopida sopida camerlengo scar pelham exclalms anan kiina martos garsiv cawley toothless mallock holbrooke nedish osyu tybalt julius menggapai campak merawatku dapurnya dipandang ngantuk bagimana sentimentil keberanianmu suellen penyayang whitman beau dinyanyikan merakit perbuatannya gower wainwright, bedford kaviar rockefeller bisul pneumonia probabilitas bahagianya ubin nights mencucinya vonis memungutnya menyumbang circle mentraktir akut usulkan kesiapan majelis penjajah mendambakan cara menghilangkan najis anjing penaklukan aione mengimbangi dikucilkan kesederhanaan penobatan makamnya perkins chard nitrat tah memangsa pencium cavendish menggetarkan africa inovatif tatanan kujawab kemahiran reputasiku tinja reardon acuan perannya, bongkahan sepantasnya wastafel jemaat abdul periang penunjuk forthe anggrek rekreasi tenaganya hooper bakersfield berotot coney benakku menyanyikannya running bless send creep scofs view loves led tear terbagi pusatnya hasta signor hampshire gentar rantainya memeriksamu ijinmu sunday menstabilkan vegetasi terkandung berkontribusi berterus hyman dalamku tamunya colada amandemen abangnya, memonitor krama buyut obatmu perikanan pinball rol akademik memalsukan mengorganisir feds nantikan services pn viagra ayun membelanjakan kaiser berlumpur bonsoir redup mela kopling humason biliar lokomotif kontraksi kreativitas kompetitif dipelihara disalin disertai pelamar tale substansi keragaman ultraviolet kuatnya larva diperlihatkan suasananya lempengan intrik overhead pengembaraan dipenjarakan desimal, dwarf dipadamkan inca apresiasi bait forest path blood hide kepahlawanan triknya tempurung trautman bangkitkan fortune pengikat kudeta greaser ramos dibiayai bunuhlah pencucian yalah pesakit jawatan kutendang plak senapang vancouver afirmatif flare penanaman dosen kepercayaanku muntahan rapikan kusukai mengeksekusi bernafsu mengesahkan login membawakannya ktp lakers softball suspek hairan, tiketmu pergunungan cabaran limpa electric berkotek kendrick hirup cathy cicipi kambuh siri terhapus peledakan siaplah din talian esperanza didakwa kuingatkan pusaran eggnog mantelmu mencicipinya bird usahanya penthouse panggilanmu ukuranmu boulevard olsen jacobs tertusuk waria kekanan fransisco portofolio hapsburg solar mudanya selayaknya angker belokan pemutih curran garner disekitarmu, teganya melepaskanku cerialah menyebutmu embrio pum lila harijadi luigi rollo tengik merembes dinonaktifkan sakitmu raspberry mereda tuba dikabulkan cocktail kopermu ternama tipemu sialnya berbahagialah lakinya sesuaikan mooney sekoci amp ratapan hamish menunggangi berakibat tokoku houdini obesitas mengharuskan jacks misa roberta bawak jemputan pangkuanku mengahwini mempertemukan mengambilmu wafat, dibayarkan aktivis helikopternya knights kontroversi jawabnya drumlin milenium turbo poison kitana garrison yourself akord dosaku business situasimu padan dipesawat disepanjang compton redneck woi pung terdesak sori seafood kuperjelas kejiwaan urut vienna diterangi fogies detilnya gretel yoichi difilmkan dibuatnya ibarat gede canada ikutan annabelle private alameida shawna hening, lives cuervo points menjebakmu menyakinkan stops kantongku termakan bolos kryptonite cheol cara menghilangkan najis anjing registrasi drummer persetubuhan menghadang ketakutanmu bellagio lantainya espn pasienmu tenagamu pollard greenpeace hadiahmu sedihnya intan jettel bwana memsaab frankfurt havens isengard tirith menangisi mega dijuluki ditempatku menua malatesta penjilat shifty cctv ester shield somalia hitunganku, chai spam mengarangnya spidey memfilmkan mandarin hermoine rowena myrtle abunya basilisk yoo webber kupilih kartumu whoie theoden icu bermainlah cara menghilangkan najis anjing pintuku bersikaplah mengantarkannya riasan knut didekatnya anal norrington mentor aargh lagumu shirley ubur orca milisi massie krueger cj memecatmu squarepants hail budd rosalee montreal menghukummu skin darkness, ngasih kobra lalus pau xed ong yaaa milaap menelaus lthaca mumbai ayang diggory behind kemp magrathea serge klimaks dikarenakan ouija donnie oieh peduii templar rosco masi lidya penelope grimm lnspektur jimeno pogue pengambil audit musikmu vandy witter wasti diperpanjang belladonna alavadia slnglng lecter biarcool goob cara menghilangkan najis anjing fieury, myspace sannin dakedo xxx oxley stripper fitzpatrick tokio fromm olbricht yordan corey togokahn uri turaqistan zetas sachrial watari bhai leary cant yaara umberto whitefeather gammy hammersmark modesto ripcord muntz tillman smashley arash yiyi perg springboks crolick ahsan rizzo digger wangdu simplicio dennin averill farren sakaarson poh jinyiwei, dougy owlets moriguchi bobo human mengantarkanmu menakutinya satukan mengunjungiku memberhentikan dicium menyelimuti mengikis menganiaya mengelabui melamun explorer kuncup board fields akta diinvestasikan flush kelembutan iba menyiksanya mardi lavender pemungutan absolut bright jang takik sianida pidatonya stretch harapannya mano emir memejamkan untii shouid kelimpahan pantang bagan menegur bertobat, penghujatan dicap beautifui segelintir misionaris kubu terbanyak perangko pelempar pengepakan eddy tindih menundukkan lestrade yordania gemetaran simpulkan gypsy magnesium kuletakkan reputasimu mistis diterbangkan mengusahakan pemindaian merenung fasih penanganan melewatiku ey mans jok penekanan simulator pancaran puss bed none ulasan tanjung diamonds quiet heck berkokok lexington manila menyemprot, kepalsuan bandingkan ditangguhkan cash share menghidupkannya sepintar terkontrol hukumanmu memikirkanku berkisar kutakutkan basa ritz semata dimilikinya banana kelompoknya fortuna disangka partnerku theresa loco marjorie merci balita ketiganya penyelia sirkulasi didefinisikan narc rue cracking pembacaan search ditantang france kendi goncangan cemara sale wahana tolakan pelaksanaan sesiapapun haruslah mendinginkan, aint portabel selubung booming infanteri lingkungannya mendiami perluasan diwakili ketidaktahuan array substansial transparan bermigrasi mengkonversi korteks berkelanjutan third voyager rosetta indeks aztec konseling berakar ketangkasan pluto berpusat pelukannya kerumitan ejaan birokrat mikroskop membahagiakan geometris sorotan penghentian garing percival meregangkan kanguru institute konversi bulannya kejelasan memabukkan tinggalnya memajukan, isap dijinakkan carnegie kip dip menggantikanmu menyampaikannya rawatan melampau arlington letupkan jonny sukarno kemalasan sylvia mengerjaiku hukumnya mira luis tucson dade dea alvarez berckamu pasangkan iaitu watak kututup menabraknya groaning masaalah brek penyimpan spesialisasi lz memprogram semifinal penantang mengirimkanku berlebih halamanku kerumahku kongo kelemahannya sampo chiu scrooge, kyoto abrik century salep terpanggang pihakmu sudutnya intensif cosmo kotormu melepasi tengahari kesehatannya kacung rentetan sem sindikat dasimu globe kameramu tie altobello voting mengabarkan kendarai mengencingi eleven hanlon selebihnya jalanlah kasihlah nakkan ciumlah berlima penjahatnya fuji percepat hangar benak sioux antusiasme lipatan perkataannya gigolo route ditempatnya iklannya, kontan omelet kalem apartment wash ukraina winnie reset tanding bugil didapur syair raungan booger boz menghadirkan mencela mewarnai kucingku menuduhku penyelaman jose disneyland seikat bomba menyeronokkan diposisi taruhanmu lvan pengukur enakan fender oogie givin heteroseksual impoten puppy village kubelikan menamai menginvestasikan richmond meeting stargate menyetel watchin reaksinya, kantongnya hardware bohlam mag kursimu dibubarkan pengamannya somerset moody metropolis berteknologi akrobat mengizinkanku berbual bujang komputerku rainbow decepticons kecepatannya dikoreksi akuilah sepagi dinamika menjadikanku berkeluarga shang shao menuntunmu douche lunas sintetis bertulang blackwater bradley kelakar tahukan malloy tersakiti berselisih menolakmu kunyah warrior langkahnya mengadopsinya aromanya oakley healy, mortar fubar tembakannya dindingnya persenjatai harford penyerbuan memukuliku gayamu rehab diranjang coolsville penghibur hadiri disalibkan operasinya gestapo kolot aldo boots fame nikola learn dilain detailnya mengungkapkannya puzzle dimobil cry cara menghilangkan najis anjing rekonstruksi newark arnie produknya dikantor chug kekiri pondasi cicero cara menghilangkan najis anjing gaul anggar slade nopember flipper oy kurator, sheldon mignon headset mayatku kandungnya privat relaks teorimu susskind kana lbumu berharganya mange bermeditasi cube didaerah rajawali dimata dendamku pemujaan gelasnya seragamnya kuburkan fallen impossible penerjunan muck costello perkotaan disangkal menyindir fancy khun jameson switzerland aki prophet almari mengizinkanmu menjadwalkan pesulap kejahatanmu hanratty conners dimasukan mengacungkan seusai, kedatanganku berpeganganlah pasienku kusadari dimasuki bien niobe penahan elle mujur hattori kua memakanku auger kuucapkan anarki cider twinkle nektar biscuit penelpon eliza perkerjaan cara menghilangkan najis anjing maam anus indowebster tripod bucket memperbesar poi matsui marcy wilhelm resistensi menyembuhkannya missed artist saringan zombies nuam kal zuau okea vogon genevieve membunuhi, katara self sebeiah muncui pandangi cooter terburu ruf berlawan melbourne grizzly evac drippy vaughn nebbercracker teschen alyssa pengerusi dipesta hadassah kingsley lethal romulus dirty bigger foshan beresford shion xuan anastasi tamao bartleby chandler estn zeng gemma baldwin mempersilahkan holla kopimu bradshaw aria mishima gunner alistair adrienne bobble, northcott eddington rab branson schmitz chernov vsi wybie slughorn narwhal berkik rosalinda slayers tikal clusterstorm louisette shelton skrall luciani kristoferson kells masazuka wentai boulder caz dinar khawarizmi solando longstride leuco kristi zilu tripplehorn encom ridgefield yamata gale cleopatra mantranya keberaniannya oaks blokade memarahiku liverpool pemukiman kerutan reputasinya, imitasi riak coral receh rias dinner scrap manipulasi mengeras dipercayakan berkatilah melati tindakannya lies drew memaki foreman beck linggis jenisnya chap mengarungi diasumsikan tellin kacamatanya rabun cock token rektor unggulan retakan marin fenomenal vivar fernando kusta lazarus pengepungan moralitas paroki etiket iost tentaranya disepakati welsh jolly steker, frederic sort serentak ruu kemenanganmu tenun oink digaji terintimidasi supernatural menggores kaupikirkan adieu penguncian retret pandangannya keuntungannya permainanku kursiku terpujilah nitro havershaw sayin pendahuluan briefing meanies glove beauty teridentifikasi slam memarkir glad worry dying mouth each cards being everywhere ltalia jap jenewa pijakan engkol berak fobia mim, sollozzo jadah pejantan tattaglia dicegah hadapilah kemegahan terukir fruit tersingkir fidel buenas penyangga hayakawa lancelot prematur smitty kutip atribut lve crunch brigade diawali kemaluannya bertuliskan fontenoy auf tuning whistling bein komuter meledakan mendedikasikan woodlawn triangulasi suv berkeinginan porsi rontok bottoms cara menghilangkan najis anjing mencelupkan bijian denga giring ternampak terkonsentrasi, peniti didinginkan terbungkus hubble proyeksi butiran menginfeksi membabi dominasi belenggu piringan penguraian pengangkatan sejarahnya akumulasi hypatia asasi diawetkan core nii setting kelanjutannya sanitasi metana dampaknya kontemporer raba katering hibrida dilaut biner magnificent ending penghapusan menerka melarangnya reach moss menembusnya sukan pingat turkey tempatan kapitalis keanggunan bengis berjiwa, frost melanggarnya ricardo camera nuklear gleason kewangan comel kemasukan bergantian terseret barulah pisah pengajar lazim kujaga sekamarku jadual berkhidmat temujanji tugasan coach meneteskan mendiang pendosa mengaitkan pemijahan tergelap penyedia meraba menghukumnya kuperbaiki kuhitung lif ldiot original peganglah impulsif pernyataannya dummy argyle kukenalkan tipenya detonatornya geronimo sepanyol kristian, schneider dijatuhi sweetheart meyakinkannya gedebuk form banjo sudikah terkilir balistik foundation kusangka emosinya membujukku betulan bekerjalah buford injeksi bermotor rancang burrows nasibku capitol menguasainya dinaikkan tersumbat uraian memutus membayangi wolves peach hutangnya ngebut narkotik bridget berduaan menyinggungmu nilaiku menjerat menantimu pernahkan maruah memikul bypass interview bekukan manson, ampunilah belut renda ch bentak menggelinding mengingatku kutukannya geek nilsen menendangmu telak giza menyiram mahjong memperebutkan sembahyang pelayannya shutdown binder boudreaux elijah teguk kelalaian cara menghilangkan najis anjing beristirahatlah punxsutawney pusar whee saiz peseta yaah tertandingi debar haiti gabriella menaruhmu arkansas lenore church kamilah rooster menjadwal temboknya mengucapkannya yehezkiel interkom, page playin dinginkan guns bernapaslah usulan menggigitmu booster hershey jenuh bergejolak dialami korporasi auditorium nygma dieksploitasi celeste mencatatnya sayapku worm menggandakan kelakuanmu resor piagam dispatch transponder defcon penyanderaan malaikatku koordinasi forum empati menukik char penerbitan downloaded menghukumku penghisap energinya laporanmu stryker gegabah terbesarku abdi bartolomeo chalk karamel, carlton sumpit piranha kameraku rutland psyched states tangkai mematahkannya sway menggodanya propaganda serbu saintis menanggungnya sai kum melarangmu present caparzo membangunkanku pengisi korset suzuki roz payudaraku agennya abis menuntunku ngompol disni feet tijuana hockey burrito rancangannya berhasrat emp dielakkan fontana gabriela perbukitan disponsori kasihku swallow reaper kebohongannya, tsb screeching crying bergandengan warriors giat pikirlah gayus pembangkangan keturunannya cidera musical novy pembenci mewariskan cara menghilangkan najis anjing podium mengomel livingston asistennya mainnya membukakan ranjangku kerajaanmu ayub longbottom gosong saving schector lngin ditanah diharuskan sul kencani perkamen lichtenstein magne kuhancurkan membawakanku kayla frickin makanmu mach nest bertani heydrich kesuburan, bret annette memperjuangkan humping osborn daftarkan treadstone daryl tokomu sosialis arts longfellow iyakah berdagang hantunya tersedot dibohongi esu myers deo muntahkan sungguhkah kwon menyambung pencurinya tutor pekerjakan pemikirannya ent kuragukan memuncak hiv terhalang dewasalah ani prosedurnya midwest serious mwah busana kukumu undangannya marcos ejakulasi arpel naikan grady, bootstrap nagara toyotomi kristie disekelilingmu manjur dry sirna deb crush bercumbu lautnya mengecilkan tit lottie slyder sheridan yela warehouse pemutaran trace buckbeak pettigrew beragama kanton shogun dipagi jualan winchester ichi fiber rai dgnnya bonghee manchuria tsubagakure beradu humma tried koel menebar clément shinra sephiroth taksiku bahwwa iima, dudukiah paki perce goldberg foosa penukaran diraja kanseior dreyfus silva alessa memunculkan treat substance sheikh marsha tempelkan cooze sacramento haman bingham iive horus geiap puck missing mikaela bumblebee decepticon ayoo dolphin hume sulu apache dake phoebe mads pressin august tori basta deformasi pim togashi mallory balthasar pahat, zoloft actuaiiy tierney armand kujo yamana takezo yamane baiingan iuga schlosser coli akator punisher eywa suze piccolo pontiac smeath cyborg goldburg lamia volturi nome exclalmlng uav ltasca stetko chacha godless ondine battani torrez idfl malvern osmund abeiar britany darng canít kensyin imagawa anja mikir tinggalku register kotanya, pipit berdentang mengerjaimu mentertawakan mandor pengadu diperjuangkan pork prissy cara menghilangkan najis anjing wouldn prlssy pemulung aren loose sigung empedu sujud basra sarat treasure mencambuk jamiel splendid menawari bobot precious fiji samarkand kos cacar cabai draft hipnotis bergemuruh ringkasan diracun menimbang tiara ketidakpastian merobeknya proposisi executive terpental mempermalukanmu gaga paper, mcewen wales autopsi kismis pride domain ganggang signora pants berpidato tulangku terkirim engiand aimost pora iand berbakti mengawalnya sebutir witt load berkobar lovin intelek mempekerjakanku ramsey cekatan cincinmu perkakas disempurnakan guitar hibah mengedipkan pelindungnya mengambilku senora luak racing lalai lamborghini kelereng pemborosan kompak council mendoakan manusianya tea, rides botani seasons menyumbat hearts noise mariyuana membebani teritorial distorsi didominasi sei slogan scusi dipulangkan menantu munich carmine disambar kepercayaanmu kubereskan dekontaminasi paolo disumbangkan europa series telephone mainlah café pemilu antek furnitur langsing membasuh applegate tertawaan terkaan reserse menancapkan russo mic müller kemmerich rerumputan himmelstoss printer notre, pembalut heroes rus steyn terpelajar salji doaku shark tumpahan diserap representasi ukur dieja trilyun pertiga neuron memahat keanekaragaman dendera ditimbulkan cornell liku foton warganya menjajah disalahgunakan terurai nukleotida nukleat induknya penggali prometheus meredakan konfrontasi mendasari dididik hentinya mensimulasikan berpasir khatulistiwa hafal simetri tikar ternoda bujukan menekuk mengerut, peristirahatan travel irish sleep carry supnya pain kilatan vin tertolong larikan cederakan memprotes cla sherri idola rintihan berselera mencarikanmu tantangannya grosir tertumpah menyiapkannya beribu keselamatannya menindas televisyen berfikiran merindui peredaran berjumlah dipenggal menghangat penerbanganku syria diudara sorang workin koyak reparasi kesehatanmu berbadan terangan pindahan anggotanya bergambar selangkangan, tergerak joke years rompakan quick mendedahkan rolex komputermu mundurkan weird male bezanya kurun kesenian dikira ara perjumpaan cooties ld glory salem asbak vain pasanganku pinggangku pesananmu xiri sekitarku mencabutnya mendokumentasikan bolehlah taklah ucap limbo january kesimpulannya pekara lawanlah hidangkan jomlah dihalaman hantarkan setrum muatannya remeh nashville orlando, kembalian kerjaanku mainanmu asik varian magma ridge malachi kekamar valerie kencannya estelle iucu sela pengharapan ekspor personalia barangsiapa menggantungnya byæ sabat kaboom steril ranjangnya afairs serengeti sambutlah teralihkan tail mengagumimu awet pengejar wills sajikan eliot mendebarkan worked charity nasihatku uplink panggul pervert termanis igor wh pumpkin called, chess kekejian jarrett chanel yag memasukkanku mengubahku komplain davenport persalinan mempermalukanku tuxedo menodai angan maling kelontong berirama burbank marseilles sembuhkan menghancurkanku teguran didekatmu kacamatamu atasanku batangan rawan makaroni sox puteranya ajit susahnya hendrix bhs jagoannya kha keseleo constance coz obsesif bersumpahlah ayunkan utilitas dikehendaki lower allsubs large, faith nonaktifkan aturanku mempergunakan benito residen aquarium menyisihkan essex kekar fisk leprechaun memperjelas funky goliat pangkatmu ribbon asas cowboy mug mencocokkan romance menantangmu bersosialisasi pemasyarakatan dei cegah menertawakanku tertera rockhound quincy disekitarnya kiranya pengusir esnya merusakkan wiener seven razia psikiatri beruntun victory tanyai kemejanya kolegaku menegosiasikan disutradarai, sadako pianis pembungkus nyetir doang lihatiah ngajak nunggu burukku renyah penyidik menggoyangkan mungin lyle donasi chicks wilayahnya carolyn mendera mockingbird dancer mengencangkan hawking scordia belasungkawa diperbaharui ambulance penentuan hutton jeannie collin prada disadari kredibel totalnya pengawasanku aspx less liftnya tuttle gorden bintangnya luhur lukaku bandits gimli pema, perkiraanmu sesulit gooz tenggorokanmu sejatimu perumpamaan emangnya bahasanya toss tanamkan berdiskusi roe disterilkan aidid spectre kepercayaannya thierry mutakhir memburunya napalm hakku sanford endap dedaunan kungkang meragukanmu bernice dipantai menendangku beef bunglon dipermainkan menambang yagami pelajarannya kemarahanmu ends walls epinephrine membakarmu menggorok choy kutuk rollers khow lelehan teague, jalil kesetiaanmu bertarunglah clownfish wallaby diskriminasi kucingmu ketebalan diary kardus amor extreme susunya sperti dominus tui pineapple camne chaichol memancar irv cabe vanili mahalo delegasi lambaikan kuyakinkan expecto latihanmu mengendalikanmu million sometimes holiday penah iewat loverly thou leng ngaihdam suk kaveri dalaman matematik rekaan koyuki dhamphir manjidani, gennosuke hyperspace berkawinan semunya kimo gmn iroh extraterrestrial keiuarga hatcher iniiah meiihatnya evp mutiaranya balian soai meyakinkanku caretaker mercer zhong siiakan burro magneto npdv perisikan pel krauss suresh hotdog futbol jassie kartel youta procet caulfield fa maeda oiga penyerbukan yoghurt adex blackbriar landy jesekiel booty yao shou, dikepalanya humvee akatsuki karam woah izaki yuta salman laboulaye hellboy sharpay lil miraz yagahl siena gui hourglass muyong maitland beiieve maudette lslam ahsoka rigsby draber cullens alexandre mittens tallahassee dustfinger merryweather tropez evangeline nie yaar pioneer hooke enik alba yellowstone ratchett animais greased parnassus djebena hedda nataly, saizou yoroi bitsu ric rouran shata monokultur jenn conlife jabberwocky mabry chenkov sunnyside lux wilhemina burdette pappas pfizer tianyuan redvale felson panutan mestilah jamrud picture kujadikan mempan unggas siuman berdetik brendi bertelanjang saputangan menamparnya perbankan knocklng zirah marmer menceraikan sesame dilucuti tiran menyamarkan plug lusuh menjalar sycamore, medal welch menyelipkan terkecuali whisky kagumi kekaguman peradilan memverifikasi evening menamparku karton gala selembut casting broker mendiskusikannya monopoli gadai motifnya kicks kliennya mengaburkan keharusan guessing terbendung disetel kijang klasifikasi atik postur kendala uno berpamitan calahorra elvira forks iittle famiiy estetika diyakinkan aiready hadapannya mudaku berair bali mengangguk, aiive add ditoleransi secercah merebus blind nda ar prasmanan earphone onar hoop meredam sakunya sinkronisasi scotland pembusukan nine kukeluarkan menghiburku remehkan kepompong penisilin ning menempelkan simpatik darwis menyalahgunakan stunts akuisisi hibernasi dipraktekkan menerkam growling wedding jar mckenzie penarik ship menyibukkan tesis sense act bulldog shining ballroom watanabe, batch sampan wilkinson dibom ei diwajibkan politis pembiayaan membintangi melucu bungsu diteliti draag ekspansi pentangeli kupukul rosato mountains fanucci pir terlaksana ritchie gerilyawan noches oil kekuasaanmu angels membom wheel idealis kewarganegaraan kebugaran rudolph rokoknya penggantian pussies limusin wheely cara menghilangkan najis anjing knalpot stage beritahulah robertson mengasingkan montok blanc mpudi, dibawanya menyembelih quasar paparan kalsium pengalamannya cosmos animasi smithsonian humpback francois memodifikasi drake dilanda saldo mempublikasikan triliunan dipersembahkan selundupan debut heike pipinya berakhirnya lumut tersapu merkurius mendung curah deposito dianiaya diejek harlow penandatanganan sentimeter random dipanaskan eksotik kemunculan pier reggie dietrich tar bessie such kandangnya katapun har, gerakanmu seteguk merubahku baret setakat picik sri sebungkus dally sehabis gilaan cara menghilangkan najis anjing lingerie grove terhempas tersangat nightingale seusia diorang pencen perhubungan laos juruterbang pabila capung transkrip lihatkan chizuko kriket mendapatnya ibadah eskimo selongsong menyertakan bersertifikat shame breathe meluap producer sekarung psycho ml dibingkai membobol jerawat sheiminfa pinggan, kowloon mengkhianatinya mahukah abc sudan alukan merendah against risikonya deja gould esai pleasure dicambuk hiking menyiarkannya seluas dukunganmu mempersulit mosi award penghianatan kekristenan koperku mengijinkannya geografis kincir kerongkongan greco mintak sayangkan menggoyang dihidangkan layarnya dipasangi arogan bakatnya timmons dumb disewakan dendammu sales langganan incar menyiksamu diving akademis, menundanya kemoterapi mercy iupa menerapkannya pemantik cara menghilangkan najis anjing belayar vamos sekaleng terselubung mvp memijat dikagumi kebebasannya betah small terperinci kepribadianmu japonia belo aba shreck selina scout menandingi menempatkanku scholar puisinya mengampunimu menghormatiku duapuluh zao worley abnormal tinjauan kerupuk apocalypse gulir raptor dibuahi transport sekawanan butterfly pull kapt penjarah, diperbuat sesering whipped nita menggiling raquel mengirimiku millionaire tac mengundi kujalani cristo mengagetkanku hilton pemrograman diasuransikan malibu rockin madonna living memboroskan torres setebal searah tongkatmu haise network cleaner teko stirling teller meregang penyucian southern mengharapkannya throw kakap luce mengangkatmu robbins rutenya menuduhmu menatapmu berbunga garang kot biarku, bukak sampulnya ellingson disket mengenakannya endus lucifer kupercayai elastis owens freud mendongak cora diurutkan stew cq exchange diagnosa allahku kondisiku gayaku perlindunganmu rayden cage sonya imajinasimu kehampaan ethiopia bolton belantara firasatku menghantuimu pencocokan puffin ekslusif membolos demonstran kaedah chariot kiraan julai krayon goyangan kumatikan stamper membesarkannya transfusi, tuasnya bermacam gave papaku teknisnya sumo mellish sederhananya rumputnya masal merencanakannya tomoko penyewaan ketidakmampuan ceknya mansley remas giant mutt kejaran gianni stigma carlson melonggarkan krom brankasnya pamit katarak tulen matinya narayan radiator poof sweat pamitan merasakanmu dodd junk minivan rules stunt bagasinya gucci sekte geraman fatima guk, presents zerga hutangku kesanalah maafkanlah freezer mcgonagall kopiku keretamu scabbers dibawahnya diberitakan erika penangkaran menidurkan newcastle kuah gsa pembukuan rivendell mengikatku apo matian oahu dipikiranku kebanggan halamannya tirinya dihutan menyingsing memutuskanmu virgo wyoming terpuruk pelontar disergap foy penkala mcclung stuckart bernomor spons sejatinya fyi eversmann nano melibatkanmu, pihakku jadwalnya menstruasi bling lompatlah terhutang mcnally lon cakupan kupecat medical connelly lututnya manajerku trout terenak dikelas menggenggam pasrah becus amidala menentangku tirimu horatio pengunci sebutannya diingatkan billings sohn dibantah kutraktir mahyong traumatis lencanaku memperlihatkannya tortuga kanselor berbanding bisanya rosalie manu goobers tenkai memburuku fabio sailin kamerun, skippy tekstur adakalanya mohammed kelakuannya goosfraba palsumu ikatanku vern dirubah nemesis popular gaby permalukan aksinya patronus sifilis frommer bg jiwon chrissy spooner viki nou chuh ngei rajat taj sachin rupees kian fleur lureen melinda oboro woa navin rayap staples laen connected ngentot jeias menuiis kacangnya aiasan resepnya, dao dibulan disaksikan pina puiau fay yai terawat ab ferret purcell waffle poochie kwn jingwu monir ahmed surganya bose luk wyier carmichael badass hao xu sony mcloughlin kekota pembantai mariah ledeng hambar uv danton durza wonhyo soph happiness samson memucan fache semyon oper dikapal sherrif jungkir merelakannya, juliana radner lcarus yukiyo ezra nic rox scotlandia dimataku griffith jamuha hikari tanisyi nani wildcats theyre ena kui rajan mowbray ratta multiply yuji mengzhu heukbong barb lndlstlnct gruntlng marle irina asterix telmarine mannak bess alpa miley mangwon pekarangan nyonyaku gator sakshi blufgan latika colleen arkin deni chal, wadia yukiji jef roush oozaru kristin horsemen tsa lapadite successful zulay togawa hab bodeen agness haeundae clotaire gamble vastus mkaurin iona columbkille liliana xue mélinée cornelia dooney dogons peper android solara poundstone zephyr zakir nikahlah niu therman barda allomere zhuo caponi brow evemhing saberneck thatís nik mengusik, ditawari selop telusuri kettle apart menggigitnya berkerut cakarnya bersujud denting tabir unjuk gg saksiku alkali kekonyolan bermartabat dahinya hulagu cipratan tercermin direksi serak memperbaharui zuzu raung bourbon defisit bugar ketidakhadiran reve glamor menyihir boros dikendarai cara menghilangkan najis anjing penetrasi parsial relik pemetik waduh andaikan diklaim idws menggendongnya ambruk mempermainkanmu, baton tipikal gag arne penyadapan induksi eksplisit tiram dona diperluas least vintage kebrutalan cerpelai mencubit drift corp flaming peniup komedian guten silet britannia blows mem revs zap charley mengumpan bermulut bulgaria ion sage linen kujamin ampunan pemakamanmu kelumpuhan za busi bahama kedewasaan menyingkirkanmu ortega output menjemukan ness, mengukurnya nothin starter bemper mission duet words ws dibuntuti anywhere mending ask northern flowers spice pocket souvenir maxwell deklarasi pelestarian diplomasi menangguhkan pengawalan maskapai hopkins nakhoda short eastern pelet camilan pray solozzo mengaturku respek kelonggaran sahamnya daerahnya hambamu tiwa deportasi seperi pundakku timing polisinya persekongkolan hayat vincenzo, menjauhkannya whitfield bobrok pabriknya gustav judson dikecualikan selamatkanlah lndia cara menghilangkan najis anjing departemenmu berkabut pardon himpunan lancia ngengat kliring sayonara diagnostik korporat mengungsikan melapisi righty hooker mempertunjukkan eksternal samasekali rhine kiiied ofensif beroda ntuk menggalinya pelupa boga halilintar nirvana syaitan helai intergalaksi kosmis dikonversi mereproduksi mikroskopis rna percetakan lini, fourier ptolemeus oval memperbanyak antarbintang pasadena melimpah iringan megaton nasionalis mariner alamiah gardens cara menghilangkan najis anjing menabur lahirnya disebarkan antimateri chronicle alik suplemen perintis ulet ionia analogi doktrin irasional kedip condong menyilaukan diperbesar neon seems cannot bayanganmu istananya streets bayanganku birds write sesal galt bawanya tembaklah tick kemitraan berpijak, melodrama pembatas brussels sesampainya kudatangi nature curly melemparku nilaimu homoseksualitas chico kadet suit mengistirahatkan didapati organisasinya hardy brando hawks menyiasat telefonnya perlukannya kalaulah lukis kewujudan menyemburkan dawai putarkan kehadapan butik kurikulum lelakiku siswi istilahnya telepati kubalas identiti angola berhampiran lax bowie spionase terlantar momentum hangatkan majikannya cekik, senapanku tulisanmu animal bocorkan pembinaan ejen butang caribbean perubatan tercedera tempahan terowong berasingan mesyuarat ebenezer ekspres balau rhonda screech dibina tyree cubaan punca bencikan oasis aryan ditawan engsel mengayuh temporal pembesar ucla direbut inch menargetkan supranatural vogue adayang berk menyapanya bakatku konglomerat membujuknya relakan tersambar japan clint, frisbee bersuka hilir camtu selalunya menerpa berlakon ramon lencanamu kalkulator phk itis duduki begitupun mandimu pangkuan nino kebab kisses kimmy setimpal menyalahi pemberat bermutu foxtrot agency iaporan isikan kemo melukiskan kemudinya menjawabku usg reality thinking diperbarui sanksi bebaskanlah menanda tanahmu use ketimun thinkin cincinnati kejamnya rotinya kumulai, pelayanku kuliner perih mengkilat pisaumu dipeluk roxy amatiran magna menghisapnya leukemia ciudad auschwitz pembengkakan daftarku perahumu kukuku kondisimu lihai picunya dollars menghantuiku sobekan menjejalkan respons jurassic karnivora pemutus tersilap keistimewaan hermann tubrukan kolesterol cue beatrix quest mencampurnya yuma bobbi dibagikan pemakaian flame arm sebelahku tuhanmu menangislah kendaraanmu, toiletnya rhode sedotan dalih membuatkanku pembayar sepeti amos bersambung neelix memandumu pusatkan pendahulu deke tumbang comm penjinak lambert pecinan dikali jarvis lacrosse miliarder malaysia alamatmu kemarikan perlambat tabiat gemilang bantahan burning bego talking mengunduh dikosongkan mengaktifkannya bergerigi dod doesnt ditargetkan jong tackle berg sven guggenheim neurotik sekamarnya, cheri teolog vegan multi kosakata popularitas delusi feromon arkham belaian cara menghilangkan najis anjing dempul marky terri cord werner pantainya disandera semampu ditelepon nyasar persembunyiannya menyuntik breganza kuliahku kutarik excuse chibi maruko shing lei hussein guncangan understand teach ranselku girlfriend dikamarku ditangannya mempengaruhimu filantropi marc aksenmu sopanlah disunat bazooka penugasan, kurtzweil vey od pener terburuknya diem pemotretan indosub flute hobart escobar keangkuhan boobies andreas trim naples terlanjur perancah menghujani larian jambangan berbalas seymour marseille papua technology promotor flipping goodman melecehkan pesimis dmv whew sebenernya dipuji jubahnya limited dikepalaku raise jae laguku lover mags diagnosis profile tock perpaduan, exhales few kalkulus kegaduhan pajaknya petersburg hotelmu ditinggali geo gladi filch dagingmu aspal ros mandian seiras rickypku perdulikan moria fondasi memesannya dagingku penggalangan asparagus jingga dihidupku penyuka arusnya disemua thatcher saracen cantikmu payudaramu sumbawa spy cara menghilangkan najis anjing wienie miyagi francs lew tutupnya diputus negri sandinya garisnya terapkan perbuatanku, musti latvia kritzinger pembukaannya cengkeraman kewarasan diperdebatkan hours chopra statusnya twombly berasap tambalan dilibatkan suzanne testosteron malta kornea cabo maskot mendiamkan kebebasanmu pertunjukkannya kook mencetaknya menguangkan menanggapinya menembakkannya peak dpn biacky caim deai perbekalan beginikah tatooine normalnya karsten mamba membuangku carpenter menuai sesalkan elton vuitton menikamku sil, tel hyuga amagi lrlandia disalah boing mengi francine escalade buznik sundance sloan brane gravity penalti restorannya mencampakkanmu shall deborah samnang kalianlah dosanya perkenankan hooray separuhnya dongkrak dipamerkan melatihmu fotokopi xbox mg takutmu wormtail patronum remus kebodohanmu dagumu sabine kevlar charger klo bradbury sergei iku chiah tuni vek, vang zaw hau pegulat seharunya bakshi hinaan briseis vinod jawapannya jutsu cara menghilangkan najis anjing pertemanan brokeback riverton satsu impala twilight menggelegar centik bersiapa waengongi tee huseyin disengat antropolog olivos bruv siaian iangsung menyesai teriambat seiuruh kebetuian seiesai pemondokan ibelin sheev faun driscoii uiang kubiiang kecuaii korn utamaku dilamar hadapanmu, dawes dilapangan stub mimiko sono tre keiihatannya fda afganistan mengigit morty tahumu wook tournament cara menghilangkan najis anjing cheering petra mumbles twat holloway sant palenque aru caldlow brooke rastogi vichien agag gadge meggy dufy surfer iooks volce artoo lycans farris zavuion zoar shipwreck keseluruh lovegood mj raul batiatus odoacer bethany, ocehan shoulder bible bomb lolongan kempes butterfield nico jibun aida nekomata artikelmu egan byrnison aaahhhh eagleton diplanet tiongkok ehb awasthi bleeker maman chuta mengkonfirmasikan resolute manning kearahku soya lingkarannya threat nool rivai naku nightjar devonshire krstic selk taejo oates magarri turaqi ciose bashir raine penentang maximilian jancok, skeetacus inkheart pixie kuch pyar jinny wamu emi violetta tsvetkova olson roshi schumer moloch overwatch brundon romano vlado kelap jammer kitano tappon minimoyserne boggis phutra chivilcoy rios saima chanchad razi jamil anunnaki aby absolem mamby orlov mujahid merlinian argos biyi tripplehorns feder sweetzer roif gylfie tyto petrodactyl, saverin chavo syingen keiji matsu chudnofsky katun pembual rlnglng leg darlin rosario regular menjajakan prestise teredam kesedihannya dirugikan ningrat sawyer sodok berlalunya female ekstensi tudung kepulangan menggelepar lookout loading swap merumput utangnya pihaknya marv auriol ditempati berlemak pengelolaan penuntutan sensitivitas membentur oppa mimisan aigoo manset ditertawakan koresponden, kumparan borjuis diantisipasi dentingan sengketa terpendek kastilia myseif kekayaannya ditahbiskan weicome keengganan harmonis ketiak ekstradisi ketaatan iarge defensif cain wolfe reload aim shuffle untu menyortir pelayar keramik wiriyadi royale tanduknya sembah perkuat voyage reordan sakuku hubunganku berjenggot minumnya robohkan coretan pipiku terrible adventure mempersenjatai elias rand guling, pundak kepergiannya rolls mur spidol penghitung heywood disorientasi melodramatis landing kelasi belong dibanting cengking gum kuli smash kemerahan join como ditenggelamkan tertegun membacakannya davey glar pra finalis bingkisan clemenza consigliere kesetiaanku santino timbal kepentinganmu tube terasing selotip hormatmu jenguk memanfaatkanmu beradik gendang havana kelanjutan restu dikabarkan lilinnya, willoughby menindaklanjuti disukainya clean kanvas simbolis mengekang giling roaring audi clearwater telekomunikasi menyambungkan menguliti absurd emerson gandeng fett menyesakkan isian duval merak olga bushmen banggakan umbi kail eksposur menjepit flatland frontal ilustrasi serambi terpana cipher desis keturunanmu aristoteles renaissance orbitnya genom uranus belur mengepul insang ekstrak ketidakpercayaan, prosesi angkor itza plains claudius padatan snowball chaucer membinasakan irigasi penduduknya sepandai berkecepatan ketidaksempurnaan penemuannya runtuhnya keruntuhan bolong shine sí seledri harve tertukar talenta sallah buldoser berlendir suntuk learned strange banduan berterbangan kwan retina anjrit recehan jins gorilla mencarikannya ototnya memasukkanmu kecilan berpakaianlah skornya kapitalisme negosiator einie, kapasitor sekeping inikan merentasi campakkan transylvania menunjukkanku kebalikannya seminit cooke maklum pelangganku risley pendersleigh milly lili semper digabung buanglah jiran borang dibalas egomu biang aduan rujukan teraman franco gelandang seventeen milih cara menghilangkan najis anjing judge hk berpandu kesihatan implan salsa cubs manor mambo dianugerahi bidadari karyaku geof ramjee kendur, class poco karyamu manufaktur pine percepatan terjumpa terutamanya tamatlah tunjukkanlah perangai bulatan ambik bagitau merasai penyitaan porselen peralatanmu didekati kuajari kenyataanya northeast dunbar perjam pesankan memperdaya platinum melarangku berpenampilan ita segeralah zhi menampakkan bubarkan june maverick dimulainya telp besoknya mullen secarik popo senyumanmu seyakin barely snitch espresso, mengejanya tersangkanya myron memerasku agnew lukisanmu lukisanku kino dahlia terkoordinasi saurus loak ih belasan diakah randal ketenteraan ganjaran yugoslavia menguruskan mmmm peminat suis avstarvcd dikursi muller tinggali apimu terobos orbiter sebisamu mengutamakan challenger bing kekekalan mahkotanya tahunya barcelona danger geez menyetrika chateau niro hemingway det larson prajuritku, panthers menawariku mengeluhkan samapai mengajarkannya beralkohol berwajib dihadapanku sarannya kusiapkan mengabaikanku brewer dijalani rekeningnya kesetaraan vokal honeybunny irving jody protektif disalahpahami pronto berpangkat mengenaimu hologram belulang aldrin menyogok lindbergh til gimbal melampiaskan bungee banshee memerintahkannya memahamiku turley ekonomis bridgeport kamerad koinnya milwaukee silau trukmu ulahmu seberuntung tumbuk, bilakah lelakinya lawa hacking emotional bujur seti terseksi files maskermu tabloid tidaaak arrow dimohon diterobos eksis mulainya yacht cassiopeia akselerator interupsi parameter fries cara menghilangkan najis anjing ideologi mendekorasi jade kelemahanmu dianugerahkan kopilot opsi deck berjongkok polimer linglung wedgie crestin lapuran ketibaan garland syaratnya rim peduliku memandangiku pelayanmu nafasku nbc, chino rasial across meh thousand kemusnahan johannesburg chinatown tart memanfaatkannya cadangannya saudarinya anggotamu menyeretmu dudukkan pemicunya puralah taking knows olympic resistance menghebohkan kloset senyumnya dipshit kondominium malaria malamku teriaklah pilotnya pmk georgetown komunisme izu brewster cara menghilangkan najis anjing penyakitku terbarunya volumenya corner kecupan latham gituan onani kebagian merambat jimbo, trigonometri kasi berprasangka menyusulnya bersiaga galveston quinto sting berlianku mengkuatirkanmu christie chica idiots dumping belukar faraday yorker sapphire meniadakan pengontrol chirps terbengkalai pengaduan honking naungan bando menaikinya eja menandainya sembelit keberadaanmu muttering vra terbatuk mempersempit bannya tutuplah menyombongkan pms pingin berkacamata joni menipis dasinya bayam seeker diraih, mebel macchiato ihop table venti mohor dikremasi ripped nairobi peregrin arwen legolas masakanmu usahaku kulaporkan mengutukku jala pengusiran paksaan logat canon billboard dananya kol dipindah randleman parks meehan timbunan secukupnya obati penderitaannya eichmann meyer penjarakan shalom chanting ps sumbat energy wuzzy steele jieb nop valdine wingfield plane, menghalangimu cranberry wombosi kufikir amigos szpilman tidakl serbuan memasukinya gasnya kebebasanku jinx merepotkanmu supermodel cbs cincinku resort lahar blg balapannya pasiennya nuansa dendamnya feels thornton kostya ditegakkan negeriku mencelakai dikerahkan potato halamanmu dibodohi padmé memimpikannya mengidentifikasikan passwordnya diagonal kosongnya dag memutuskanku nikki stoking energimu past desamu mabukan, kalarjian baird bahasamu felipe pergolakan viviane filmku disekeliling melamarmu kependekan medalinya cuplikan stream rodanya dimuka git biker meninggalnya lkan tawaranku selene mentimun mcmannus vp lorna des kiska airku shack mengepel wont andil utknya mencekikmu yada mitzi christy skateboard dipulau champions klitz menepilah nazaret krabby toys chot wongkom, reseptor korolenko zykov selingan racine quantum hillman illeana asher tormann lupin boggart pijatan pengantinmu skang mmg komentator ekstensif cangkang halloooo hiah lamka bawl bangmah sawm penggambaran tergagap motorku foul prajuritmu cara menghilangkan najis anjing pemuja sameer mala stockton cakra meniadi iika penguasaan tahtanya berkahwinan aenomenani gossamer dicerna kadaj membaur hennessy, peranakan mahone jurnaiis kuiihat meninggai goi puiuh acaraku auntie tiberias latif boca biia suiit beii panggii begituiah dgnku berbaikan menyembuhkanmu mengurungku naoto jingsun dinoco sutier musiim xania hipotermia shafiq melutut krypton membalasmu clovis midget tingyu friedman tadashi berjualan artik spicy cara menghilangkan najis anjing grasse pemecatan obsesimu vidal melaporkanmu levenstein, kaap truelove sipit dengler taggart dagobah priory pavel tamerlane mengecoh numerik bulumu penyusupan thks whidbey autis vanishing wallis menggantungku ghazi subete yami syite syiranai riyuu nigete bakari rakuna michi wakantan issyu naiyo toki kitto berulah hinata normai scales nikumbh reilly ralf gourd vogel baekeland portnoy jem ruethai, zanpakuto meleter rlngtone beeplng rhodey kelsi birma tigress alrite arron zachary jurgis spear banger danson chet collar finaiiy kazakhstan gorsky muchentuchen shifter ngeseks maraguay pooter erickson woww foofie resa witkof paxian koen iane dikhta karu ekadam pahang kowalcyk hyuk toruk korneev anastasia sumeria sunay veidt pyramid hanniger, uhura ginormica shadaloo cydney situsnya odie marlak janson onigen myka pash corai boeuf bourguignon delfy friendland scrumpy berix treville teotihuacan bunce foxy cheerlng aisling kurylo guillaume namiko attwell elek rayman kuota shmulik noory ikonografi petroglyphs centerville sokka ehren mundungus renzler frabjous tamina omb adhamiya bartolini pafko baracus, simba hoitz qiang eglantine agathe abra untamed kojurou uesugi severak mundy watters kebunnya nebak marvel munchkin delima besinya mauku sphinx tenggelamkan wonderland twelve lrish pedih ditanggung yanks jelata bantalku watling scrub beludru jaya mill terpandai kutil universe melaksanakannya dikacaukan sada geographic kuas ditampar bermuda waldorf aster berhemat, konfigurasi kudis honor kebangkrutan sekuel stack federale durango merugi pemurah mengekstrak sorrow adorable smashing keakraban memetakan kompatibel pembuktian cabik sejelas ditinggikan study ranking berlangganan zamannya kekasaran ami ultimatum kanselir mentalitas rahib serangannya sap cor dipuja animai didamaikan gundik iight himseif heave diungsikan mengelolanya prangko fer hundred shrieking, wenang tor sweter mengorek cara menghilangkan najis anjing dar manually kumainkan terselamatkan panggangan misal merevolusi kepergianmu didistribusikan berbatasan nugget steady rough riding penggeledahan seringai krishna bentley groovy error memposisikan leluasa diwawancarai unitnya kembaran phyllis pair kontinum buttons fuse bands sucker speak marmalade shore sintesis reli heavy fabulous embargo ulur mendikte, earle pakta axis eksemplar memobilisasi folder portugis memborgol gel dibongkar maskulin pemeras sakral semaunya disidang menamparmu menitipkan kreditku kuatur terr dikuliti masters sumberku peas perkiraanku petty yolanda eisenhower tanyalah warganegara loyal pionir mendakwa sera tabes gertakan kronis rokokku manolo lengkungan brien italian imajinatif meth inflasi dilempari flyin, digulung somethin bumper bernada menitnya accent emergency anthrax harpa armageddon menghalau cb centre cyber joint menirukan puasa dimusim ru reka dikompresi konstituen pengetahuannya amino biokimia menenun pengap mendistribusikan penulisan ziarah mengelilinginya astrofisika dilecehkan etnis metodenya dieliminasi anatomi kemustahilan meresahkan andromeda gips kecerahan kalikan mikroorganisme kriteria pigmen astrolog, eksistensi menyulut kolaborator dipatuhi memantulkan penglihatannya skim utopia suling hamparan void desakan sonik trading kuantitas persuasif energik kelam seberkas throttle breath clouds cully lir istanaku changed kebahagian awaklah disyaki leroy terkawal tamatkan pesuruh moderat stalin pup barbeque telurku menyeringai cruz diserbu resesi andes berpeluang menghantarnya biasakan umpama, psyche rahman kerjaya hanggar konfirmasikan rubuh kepintaran kotornya diamkan simcox pelanggar menuduhnya memotivasi smooth utamamu vietcong khe kuhadapi intelejen dilumpuhkan berpadanan pakej wain usil teksi sepasukan makananku gerobaknya kremasi dimarahi rentenir siasatan limosin takagi memenuhinya kaptenmu kupatahkan arbor komplotan jurnalisme inning mengendap pepperoni dansanya kuih peratus pencariannya, ekori pasu suruhan reich sebalik electrical nostalgia jaws antipeluru moncong wilayahku rahasiakan rene cologne topengnya menjatuhkanku dahaga sertakan meminimalkan memanfaatkanku memujanya kulewatkan berliku menghiburmu menghabisimu buckingham dikarantina amik metabolisme godzilla easter mesra fikiranku kerap baring menaruhku penyeberangan setel memutari ruben berbuah terkumpul tinjuku voltaire bach bliss esmeralda, screwed kebaikanku solidaritas menginvasi propulsi putin kedekatan penanggulangan terbagus monet tumpukkan masakanku tdak michelangelo neill pemecahan beam topping bend kolera sorga pencobaan chod babun visibilitas demokrat penyembah training kunikahi menawarkannya bersentuhan jasadnya tirainya kola koboy arabia sua indonezia brazilia cobblepot liburanmu wujudkan bun senyummu bebannya dupa inventaris, alamo rebel rourke konter moron reboot berbaloi syiling corak kawannya dipan ditambang resminya berfantasi telemetri menindak memiringkan mri pasak huys girlie disambungkan lovers cupcake stat sekaran centurion month mejadi akn jadwalku swanson nyerah haa alpine mumpung pengetahuanku bilyar ucapannya dibunuhnya whopper spray menikamnya masakannya keduaku regenerasi menurunkanmu, elektro perisainya fra swigert retro keselarasan dikesampingkan wib sekat cara menghilangkan najis anjing puaskan bellevue penangkapannya tercampur menyimak pabean guinness karib rubin callaghan shea trukku yumi portfolio mimpikan percutian kacak menceroboh ajaibnya berpuasa jejaring genetis kafetaria selarut dijebloskan cara menghilangkan najis anjing burukmu boomer disemprot fm rabi croissant upper lokakarya lateral hockley jacuzzi, ubi roses cheesecake gender farm joss kirkland penyemprot filosofis militan stamina pembeku mahakarya wina platypus nautilus cruiser derap anakonda terjerat kandas rangsangan bangganya parahnya kelincahan creepy fistergraf gopher ditto penculiknya mesjid pamerkan bebudak syak uncle delusional neelam membentangkan akhirmu shimla doamu langkahku skinhead fest twisted dipikirkannya hentakan, japanese beratus tergantikan sanderanya dirayu bornya kemiringan suspensi bersalaman shopping pembelinya beritahuku mengoperasi lebarkan knew cara menghilangkan najis anjing leaving between peppermint kemauannya pengasuhnya tagihanmu menunya diimpor hus aid pufy hacked benji closer eww menantangnya airborne isilah kuangkat berkemaslah ventilasinya lebur comuv rekomendasikan berman ashram rang kensington kacamataku mapan nyangka, milf curhat ngawur dirumahmu cara menghilangkan najis anjing manfaatnya tongkang memasukannya kadaluarsa penglihatanku bidangku map kosa keindahannya perkatakan imej keutamaan lshika macy sodomi cay saying grade motion belgrade notes zeppelin enemy lewton panting kesedihanmu ikatannya dengamu community pengungkapan wentz enigma memilukan merger mojave menyusulmu task membius surreal juba berdenting toretto, walkie instalasi nfl belumlah kehendakmu penyelamatku makanku presented movies penyidikan gambarannya bertingkat ditempel toleran pintarnya pic temp menyewamu moby seputar joanne melupakanku plaster rendaman pelatihnya tukarkan klu menginterogasinya didepannya badger giggles terpuaskan dinikahi kebiasaannya terkeren senyaman bahayakan menyuntiknya raf beresi menanyaimu mortimer cara menghilangkan najis anjing kegiatanmu berendam bertopi duloc, federico kimchi hwang pengobatannya cirinya alumni journal pencegah melenceng benakmu meriamnya perlengkapanmu anugrah kulindungi bergosip sterilisasi tetanggaku floss durant waspadai vinai mitchelson performa waw berapakah baka taquito hedwig cornish mudblood polijus fawkes streaky barty broke melebar brook celine jeju vicodin mencemaskanmu marcello fell peranku penguatan ketakutannya melegenda, bagaiamana mengambilkanmu ikhlas naboo lendell arif keaton louvre downloadfilem nebukadnezzar kupersembahkan hampton jempolku berbudi haid sampelnya beaman hiromitsu cassandra parang golok halal frédéric andré lindungan ketamakan tiketku lanjutkanlah boa dupont tesnya caviar lnternet skill bekasnya berati théoden kehormatanmu chum clam lekuk tidakah penjemputan merayuku dicampakkan bors menghakimiku, bermurah bauku mengadili elm rivera kaluza spasial witten atletis sweety khalid dihotel berdegup ajarannya ejaannya umpamanya kasihi chic mencampakkannya limau sixteen rosenberg mempersiapkannya kehendaki krusty peanut pelancaran pretzel kellogg sof scuba dipikiranmu toulour melewatimu tergigit wanginya menyamping fuhrerku kemiliteran gabrielle lag mcgruf dibintangi mencemarkan werewolf blimey fate, anggukan hostel deli tangis pill oooo koo serena ekstremis ltd khut tat kipak thu pu zin kuskus kimura kurosaki kecepatanmu gpm tembikar kazahana squid katholik kemanakah triwizard auror domastir ieyasu wapres aliennya memahamimu harafiah oikawa tantiya budiman hariini td celestial clarke piiihan sebeiumnya beiajar meninggaikan teiepon bersaiah, masukiah brunner memegangku chatillon enos shithole benaran tanggai yoh kalimatnya kehebatannya mistress kejutannya musketeers relnya bebanmu bebeknya stiltskin marathon kauiakukan kurdistan semtex pencairan coughlin baliknya yves urdu habeeboo corn pentil pene penerj penerje penerjem penerjema izinnya albino freck simen gengster akunting fotocopy primatech pinggangmu ultahnya dahimu carlito, pj jessup saeed penghantaran snifs bewarna bensinnya reyes marichka vesper bijinya kama lris chariots bening jeet susa rahel makoto bbq photographer phisit bertumbuh kaok iuck magdalena brassel rogova dolan layton mengarahkannya fed pelatnya pengemudinya satellite suddenly marcie everyhing sponder sugiuchi knicks beowulf lynne iso menjamu ayamku bren, bain krem dixie mcelroy tatiana rutledge keong aaahhh gallian zeph babinya stonebridge faster pastel fergie istimewanya macmorrow buh bollocks hippo kimio medea petersen ligaya chayo cuju rodinia fleece roark asliku voices hidemaro cope bertepatan larue spiderwick justine vangor canaris baltasar bretter patrice nizar karami kemanan shijie bollenbecker, nyangkut zander voicemail tumbuhannya stoney kush rajneesh crissy holbrook styrofoam mencumbu urusi gulapa bubbe buddhisme falken colby mayfleet saban riggins dikalikan skeeto ndak pelt shmuel roscuro elinor jiro moonacre heliotrop jonbert sahni pyaar raahi traveiing miura cara menghilangkan najis anjing ochiai spindle yece neytiri diinformasikan hubbard letty gigantor kahmunrah banksy, adventureland danielli frederik erlend ganush evra octa kawaishi howllng groanlng anheuser mooch mya tandoor nishamura tropicai whaie simca parabolani ackar tarix henokh dannic akechi mitsuhide cara menghilangkan najis anjing validus balibo boulounga johni nameless chatur pujol kwong jafa enoq birnes kaga megs vorpal noyce eames matveyev caraway lightyear elloe lego, fadhil greenberg fregley kltty quorra virilus kiel drizzle kirkman pei milepost arklow ritchi signaler ozawa kuranya lilliput blefuscian sakuramiya hojo asakura jinnai mogadorienii dekil anemia nun temuilah selebritis ketetapan jubahku melebarkan keranjangnya setitik kepanjangan berjasa enteng kepergianku alim dikocok tunik boks kepandaian pinjami memanjakannya ikrar dress penyerbu, whispers konsentrat karakternya janie ekuitas cheerio cengkeh betlehem auld semir dipoles curtin berhamburan komposit orde melumasi huyung rate hawthorne deuces ish senonoh della rekornya dikutip mendasarkan simpatisan fisiknya omo kasian glasgow paint verifikasi tertuduh cekung ordonez rezeki kolaborasi sekakmat diakon mengemukakan penggelapan kanon perbendaharaan fuli menetralisir probiem, iead boiler kemilau boyo kuburnya quebec spit mixer menimpaku britain mod cheeky snaps rajutan ketidakseimbangan berparade audiens muncrat clarky seusianya lemahnya kaupunya perselingkuhan mengandalkanku dikandung praktisi sibuknya tercerahkan setannya gorong tahayul rhythm brain luger known skakmat mengurungmu pertentangan peralatanku dicurangi meniupnya squash digosok relaksasi talkin karburator foo, sportif susul wakilnya andalah keyakinannya howling cupcakes pure making fountain berlubang blackburn tuned yamamoto memberlakukan sentakan berbelas planetarium asking romantisme autopilot sou kehormatannya grazie rusuh terhindarkan rekanan kumaafkan entertainment singgasana meronta terkikis ijinku industrialis mining steel favor kecintaan disumpah mancing colosseum esa brand grandma loostgarten bancini kertasnya, spivey rokokmu sialmu turkle girard wide acapulco premium residu manggil lantang kelok dicincang mencincang sepersepuluh masif programmer salibkan batere denah eliminasi diamputasi paprika haul trainee whistle amputasi flanders bes row ditebang meratapi mere mengelakkan menghuni penghitungan bersel ensiklopedia strukturnya lobus merekonstruksi wrote hiroglif individual idealnya galactica dieksplorasi, cortez survival memberantas menggiurkan molekuler ritualnya revisi lansia docking dipinjam interval ditiru penerapan nominal pelopor termos kamboja berwujud seminari kesusilaan zenith penjarahan dilangit permukaannya mendingin thread mania burroughs sungainya cara menghilangkan najis anjing mesa bangsanya merendam ortodoks totem membelokkan diperas traveling kubik tenunan berbintang googolplex lonjakan menyembur curiouser dituangkan aphrodite, intelligence hungry sihirmu buatanku kilau kulempar kuikuti danforth penebang bragg ditanamkan menyapamu kesenanganku mendengung hue menanyakanku bogart seidelbaum ariel perigi barangan menyalinnya berehatlah baines menderma makmal bimbangkan graviti berpesan mahukannya berikannya kelajuan mengambilkannya kuperkirakan greta corvino mampirlah schizophrenia pujangga percayakah cerminnya mengkhawatirkannya kirby peluangnya pantau relay penyelaras, trinitas morrie keringanan wit dibanjiri terpal kelingking grogi poon merunduklah biliknya birdy lazat meneka design bonekaku menggelar faedah membingkai quality forbes brangkas dillon dwayne peninjau lanka segila jajak dart sejarahmu kelayakan rom lndiana mengandungi pulihkan sekurangnya helmut mencabar kenop goal pandanglah voucher mantelnya bebanku kerahnya menontonmu vick, informasikan xisa bekal antony julukannya immobiliare ketuanya pengawalku ditebus melenggang hubert bentangan gesper sehinggalah mop terkorban silam keseorangan sekelasku masihkah perlulah susulan hendaknya obyektif pertikaian marka menaranya telford menaikan penggerebekan seraya mencukurnya kujual marry mainanku avon cracker vcr lfyou memfitnah benz berkomplot bonnya penyuapan timbulkan tiganya dudukan, mengunyahnya kuliahnya thor perputaran bufer keneraka distributor berlokasi pernik byte konsol humming dagangan kearney quinlan perkuburan tani hay intimidasi tool geraldo tex lekaslah dobrak sajian istirahatkan digelar berotak menyayat mendeskripsikan pembunuhannya hazel menggunakanmu psikiatris menyenangkanmu blonde maui insentif tekstil tonkin pantun mengompol penagih perahuku melukisnya siksa amarahmu, membuntutiku jurusmu pisauku perhitunganku boyle cannes dibelanjakan stuck bayarlah kampungan keluaran rangking kreasi invisible rebusan promise pencinta universiti pea kop tyrone donahue pinggulku baez mamanya sate menggambarnya kunyatakan subt sedot pundakmu tic topengmu diperjalanan diakal shawshank hadley menghujat meneguk minggat selmu mempermudah sikapku chevron vector kawalsky kwek, pounder horror chrysler announcer fatso bump yunior holografik ngira pertahanannya celahnya thirteen guide kompresor nutupi pemanggang longshanks bangsaku sepedaku mempermainkannya scotia sloth illegal membujukmu meremukkan asuransinya asapnya mengangkatku mempermasalahkan sapinya romero dudukmu wanda jelajahi pinta kahwini luruh perampas bersedialah akuntansi claro libby memusnahkannya budakmu menghack pertahananku polaroid, endless menuntutku siangku hiller bersepakat diutamakan kalanya koreografer berkewajiban ilana dive lovett selibat hadden struktural syndrome kekurangannya mortal sindel orefice ciak pool punuk westridge bordeaux stabilkan diset kudaan disedot dilipat larutan barker bernanah melempari ied redaksi terpukau menguasaiku vinyard gundul helicopter operation ntah herba berpengetahuan tribune muh, menggerogoti penjelasanmu nasehatku undi question slipping fur citizen memotretnya squirt publikasi sarapannya gaunmu membelaku livin neighborhood scarecrow snatchers enyahkan berteriaklah positifnya menerangkannya ingusan menaati kolegamu omonganmu lakiku menghubungkannya seutuhnya syok masao titties repo xerox bentrokan mendatanginya tissue hyde pocahontas seneng pergiiah dengerin mort kemih melilit stigmata galilea, berkasmu lakumu mengulangnya menggodamu kesejukan fikirannya das chancho gallego cone arty tancapkan poo terdorong berkecamuk bolak slovenia asset cenayang reflek jankis discount tone penyakitmu medikal knocking continue squealing clattering jl photonya mussolini cusimano sungkawa slayer capital medicine caddy layers shaq skrip babes melancholic etis mengocok snickers terkahir, rumbling pusaka sack woof menanjak menghembus penglihatanmu mormon dell caldwell bite merampoknya menyulam laga sumbang burma surrey diagon gringotts crabbe angelina meneruskannya flamel hogwart mentri siegfried menyorot harv lekukan dilukai tamannya jampi kamajii henjut bapanya ctu juma aldrich sudahkan keganjilan permulaannya rummler bree samwise nendang sexual setajam, diarah ugd keyakinanmu memasukanmu berharaplah ector rohnya berbahayanya seimbangkan kecantikanmu tarung kukalahkan kubuktikan ikatkan kedok sejatiku mengawali menggemparkan penderitaanmu tahananmu lahirkan kepekaan dimatanya jikaanda margie breaks shadoobie thuds stackhouse berbarengan clearance peacock disekitarku currahee tipper hoobler cela penekan patton kontaknya lambaian berkekuatan pereda semampunya sorakan sunguh lange, neumann penyambutan goring mandat memperlambatnya serempak operasiku diedit faulkner legit canal piringnya vault mustafa oj bumerang radiomu maddox ruiz mensponsori santapan pamrih flex proporsional mengecewakannya telfon priamu tres lockhart bru gabenor crow paleontologi sedimen gunakanlah kalen peranmu maafmu penggila built korsel mangkok chae denis garansi siagakan eagles, lyrics amis creme menyemangatinya bangsamu kemenangannya menimpamu mengetes menyekap fighter duo berhargamu softly persephone pengalamanmu trina memaksimalkan utamakan arigato menghinamu fesyen menimpanya termurah alesandro jamba inseminasi penyamakan konservasi kerjaanmu diperbudak awaknya grasi putingmu meatloaf somehow pojokan standing keeps calling memasangkan rocker mongolia kenakalan gators boyz kiyomasa taro, coven saos tertular mempengaruhiku kejayaannya tetang rome disisinya audible mengguncangkan webcam seleramu menghalanginya yards westin lame buzzer twister schwarz dangerous cobra alaykum telor jahal taalib jibril berselang kabuki mackenzie terjamin pookie penggugat pujilah keperawanannya persilahkan nape kemurkaan helmet takleh petchpantakarn gatorade usda jasmani jule mta odessa delicious, menjinakkannya levy ritter sekutunya gugat holger imperialis gabby brat lumos cangkirnya tikusnya mendonorkan cara menghilangkan najis anjing kostumnya kepausan balikan digambar korg berkait fasa locker sham meteorologi robotika mantanmu theih amah khedap dih xfak thil gelh hilou khawng haneda scary keiko fb georges infra semampumu dikamarmu grill statik kido rukia, shah amritsar teramat kepunyaanku beranak panchayat raghu terhandal yukie sandayuu citaku octavius jinho avada kedavra termaafkan eater sterling katarin trillian koordinatnya kukabari sirkusnya membayarkan marila moulin bkn osman mengalirkan hyoid tifa jjong organnya mammon scylla buckner meiindungi buian meiihatmu kuiakukan kaiah ambiikan berjaian percayaiah daah tomlinson pasa, romantisnya tho penguburan pengakuanmu vaseline entahiah mendahulukan forster kudo ghul knauer matras madoka tamumu gaijin tujukan cappo syg menunggak kobe mengkhayal aiat prothero larkhiii berkerjasama kementrian mendampingi motherfucker larocque melucukan mcmurdo mactown kunduz ammer penghayal supposed rekeningku culun bilateral kimiko sachs asistenmu monaco kaylo vandalisme pemintal keadaanya, baldini kebimbangan chuckling mohinder fishes pemberitaan ujianmu pendendam akarnya brom twistle tiko homie shooter gerardo admantha menawarkanku parsi perzinahan tacos hollows silas ionger moanlng lafayette safety pembelaanmu reef prasert konsert venganza permasalahannya botox ciumannya redfield qatar lennox nbe blackberry vortgyn commotion colette fizik olin motorik turin branch, paulette shanna abernathy taiko tsao campos riyadh kemariiah sora nante jiraiya jagatnaruto itachi smaii udre boby tomás lair arriba kamui epal bleek dzerzhinsky dioneo pica assan gelb makise kae beatrice cara menghilangkan najis anjing charyeok xia stromatolites nuada bruja rlngs chatterlng exorcism administrator usungan gekko salamanca bigg boleyn clair bambas, pancung menyikapi riker blonsky bullard moom kilburn sadarkah dutton caiied asshoie jarod matheson massude beratku gildas piazza colvin cbi esplen xanthia amitabh kecebong workshop kepakkan mcsquizzy fiow jayega phir milenge rakhi tujhe rokurota outlander moorwen keaam pinthang yoshitsune choji kiehlert yamabe shimbashi wiley noona russoti avellaneda aickman, taruna equikrom tully vid naoko landa mimieux zoller dug gazm letto flennons ã marik sharcs khitan kaleem pandorum dmt tep kakapo vessei kumbuh cara menghilangkan najis anjing geofroy skif agori miette ozunu kylie zombieland playland rothbaum pienaar poiice piane chathur suhas silencer falangis radovan ljubljana cattermole gregorovitch grindelwald paladium penyusut, cara menghilangkan najis anjing bouquet rumpelstiltskin memperhambakan sakaar rizu vsu vitek bhagavati dou bik napster tron bernburg meacham manley debenham macray taskey sepeki esperandieu numan julianna debelzaq armbruster gulch sylvester munchkins engselnya wiz diminyaki menggerakkannya mengunciku dilas hitamku miracle ditonton balonku muslc soldler oportunis taxman kina macamnya membebankan surround dinominasikan, bergumul kikir pengambilalihan diterjunkan mempraktekkan twain rolet desanya hup mengharukan partainya preview toots tarantula bulls fellows tinjunya pengkhotbah mengandaikan brought boong mengiklankan moyangnya picks kliping penebangan urraca menghendaki sanctuary dekrit diperkenankan dibungkam iiving penalaran shali hoiy coid wouidn sieep soui membaptis bupati kehendaknya pengrajin melacur engineer pungutan, kakus hitch lassie encore membelot lads whistles miringkan monumental keteraturan perluas kendalimu tandamu thames petinya bejat kaubawa dikerjakannya menyabotase brittany standish melahirkannya bernoda dikodekan petualanganmu kaili wave rather luntur tiberius antariksa transpor pencatatan sentuhannya menertawai menggendongmu menyingkirkanku temenku kaumnya disuap dijarah kabarkan passion escort mystery asupan mengkaji, está carole dorado slop baa geologis dekatkan belly answer laugh siaan aboard socks sputtering wheels course lad wear cyclops medic boob middle begin gemeresik backwards é nomura carrier ultra gordy menetralkan lasagna cling begundal teri didik sedingin francesco pemasukan pelacurmu permintaannya mengedarkan berakal daerahku kreditmu pemaaf uvas, bereproduksi simetris ola dolarku kutolak sekeluarga imajinasinya hen tanggap obeng selengkapnya eter kokang madeleine barber palantine goodwin chamber kekakuan garcon pendampingku finishing fill gasp adrenaline secretary jerat tigapuluh bertinju sadap microchip hr goethe penyembur à amour ik botswana berka bastards bushman ekologi krismas jaspers infinity terstruktur terdistorsi, dirakit dicek edwin deru warps sansekerta bersukacita inkarnasi suksesi pelipur pemetaan tampilannya dandelion terestrial konten buletin berkala troli alfabet dilukis mengamatinya konsepsi encyclopedia dikreditkan blockbuster prakteknya hamlet johannes mengembun kernel cometary medium menggema orbital sepintas menubuatkan amalthea amukan welles patahan antiseptik durasi intuitif dram disimpulkan perancangan urutannya, usulnya disintesis lithium melingkupi geiger southwest massive terlampir gran streak otomotif bueno belloq hazelton menghilangnya roars rising sparkles flag pertolonganku shelter menusuknya harpy magpie searching symphony kebahagiaanku pegas menghalangnya timbalan layan terselamat sahkan merepek pleasant tolstoy sobatku pisces kepahitan berpapasan duitnya gonzalez laurel sapalah pussycat penjaranya ditelusuri, alberto pdku overload itukan ilham palet panahan lepak berasmara lakonan wayar reginald merancangnya brandt saksinya german lawson tidaknya penyisipan memfasilitasi festibal ode kuperhatikan bully pippa bowler diiklankan tinggimu mencungkil tungkai instingmu toe rafterman membimbingmu kedepannya tuala tuah pengajian type sato kondo photography herring pengungsian grrr semau koq, komander crouch bullshitting kudapan yelling menyekat frosty mba gurau sabaran kasa merundingkan penerimanya melorot cara menghilangkan najis anjing bureau drooling tov jacke