Pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Oogonium adalah sel primordial dalam ovarium yang bersifat haploid. Dalam pertumbuhannya, oogonium menjadi oosit primer yang bersifat diploid.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Sel ini mengalami meiosis I dan terbentuk oosit sekunder dan badan kutub primer. Kedua sel ini kemudian mengalami meiosis II. Sel oosit sekunder juga dihasilkan 2 sel anakan yaitu ootid dan badan kutub sekunder. Pada badan kutub meiosis I juga berlangsung meiosis II, hasil anakan berupa 2 sel badan kutub Tetapi sel badan kutub mengalami degenerasi dalam perkembangannya hingga akhirnya mati, sedang ootid mengalami perkembangan menjadi ovum.

Dengan demikian, pada oogenesis satu sel induk (oogonium) membentuk 1 ovum fungsional dan 3 sel badan kutub yang tidak fungsional. Proses oogenesis tidak berlangsung lama. Ketika seorang wanita mengalami pubertas, ada sekitar 1 juta pada peristiwa oogenesis telur yang dihasilkan. Namun, seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita, jumlah dan kualitas sel telur yang dihasilkan akan terus menurun. Apa itu oogenesis? Mengutip dari laman Fertilitypedia, oogenesis adalah proses pembentukan dan pematangan sel telur (ovum) pada wanita, yang terjadi di dalam ovarium (indung telur).

Sel telur di dalam tubuh wanita sudah ada sejak Anda masih berusia 8 hingga 20 minggu di dalam kandungan. Ovarium yang ada di embrio memiliki sekitar 600 ribu sel oogonium. Oogonium atau sel induk telur memperbanyak diri dengan cara mitosis (membelah diri) hingga jumlahnya mencapai lebih dari 7 juta oosit primer.

Sayangnya, jumlah oosit primer yang banyak ini akan terus berkurang sampai janin lahir. Oosit adalah sel telur yang belum matang dan nantinya berkembang sekaligus matang di lapisan luar ovarium. Awalnya, jumlah oosit primer lebih dari 7 juta. Lalu, jumlah ini pun menurun dan tersisa sekitar 1 – 2 juta pada peristiwa oogenesis bayi perempuan lahir. Sel-sel telur ini juga akan berhenti berkembang sementara sampai Anda memasuki usia pubertas pada masa remaja. Nah, setelah pada peristiwa oogenesis puber inilah oogonium atau sel induk telur akan aktif bekerja lagi mengikuti siklus menstruasi Anda.

Dari 2 juta oosit primer yang ada hanya sekitar 400 saja yang bisa bertahan hingga menjadi folikel matang. Folikel matang adalah kantong kecil yang memiliki dinding sel dan di dalamnya terdapat satu sel telur. Sel telur ini yang kemudian akan dilepaskan selama masa subur atau reproduksi.

Maka dari itu, proses oogenesis ini diperlukan agar sel telur menjadi matang sehingga pembuahan pun bisa terjadi. Perlu dipahami bahwa seiring bertambahnya usia Anda, maka kualitas serta kuantitas sel telur mengalami penurunan dan ini adalah hal yang normal terjadi. Proses oogenesis pada organ reproduksi wanita Sebelum proses terjadinya kehamilan, tubuh membutuhkan proses oogenesis terlebih dahulu karena berkaitan dengan fungsi reproduksi.

Berikut adalah proses oogenesis atau terbentuknya sel telur pada tubuh wanita. Fase pembelahan dan penggandaan Proses oogenesis dimulai dengan adanya mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua gamet (sel anak) yang identik. Sementara itu, meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat gamet, yang masing-masingnya memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induknya. Oogonium atau sel induk telur akan matang dan bermitosis menjadi oosit primer (sel telur menjadi besar).

Oosit primer sendiri nantinya akan terbelah menjadi dua bagian menghasilkan oosit sekunder (hasil dari pembelahan). Fase perkembangan Berbeda dengan proses spermatogenesis, pembelahan sel telur pertama pada proses oogenesis mengalami perkembangan sitoplasma (bagian sel) yang tidak seimbang. Akibatnya, ada satu oosit (sel telur yang belum matang) yang memiliki banyak sitoplasma, sedangkan oosit lainnya tidak memiliki sitoplasma.

Oosit yang memiliki banyak sitoplasma berukuran lebih besar daripada oosit yang tidak mempunyai sitoplasma. Nah, oosit yang lebih kecil inilah yang disebut dengan badan polar pertama. Fase pematangan Setelah itu, oosit sekunder yang berukuran lebih besar akan mengalami pembelahan sel telur kedua yang menghasilkan ootid.

Badan polar pertama juga akan membelah menjadi dua badan polar kedua. Ootid ini akan berkembang menjadi sel telur apabila bertemu dengan spermatozoa alias sel sperma. Dapat dikatakan bahwa ovulasi terjadi ketika oosit telah mencapai tahap perkembangan ootid. Lalu, setelah pembuahan, maka ootid sudah melewati tahap akhir pematangan dan menjadi sel telur. Proses ini nantinya akan mengalami degenerasi atau perubahan. Jika oosit atau ootid bertemu dengan sel sperma dan pembuahan tidak terjadi, siklus oogenesis terulang kembali.

Tidak hanya itu saja, sel telur pun tidak jadi berkembang sehingga Anda akan mengalami menstruasi. Hormon yang memengaruhi proses oogenesis Saat proses oogenesis atau pematangan sel telur wanita berhasil, hal ini yang membuat Anda mengalami ovulasi setiap bulannya. Perlu diketahui pula bahwa saat mengalami ovulasi, hanya akan ada satu sel telur saja yang matang.

Proses oogenesis ini juga bisa terjadi karena adanya bantuan dan dipengaruhi oleh hormon lainnya yaitu hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Dikutip dari Medline Plus, hormon FSH dapat merangsang pertumbuhan folikel di ovarium (indung telur) sebelum pelepasan sel telur pada proses oogenesis. Sementara hormon LH mempunyai manfaat untuk memicu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur.

Fertilitypedia – Oogenesis. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://fertilitypedia.org/edu/reproductive-functions/oogenesis# Gilbert, S. (2000). Oogenesis.

Sinauer Associates. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK10008/ APA Dictionary of Psychology. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://dictionary.apa.org/oogenesis Jamnongjit, M., & Hammes, S. (2005). Oocyte Maturation: The Coming of Age of a Germ Cell. Seminars In Reproductive Medicine, 23(03), 234-241. doi: 10.1055/s-2005-872451 Gosden, R., & Lee, B. (2010). Portrait of an oocyte: our obscure origin. Journal Of Clinical Investigation, 120(4), 973-983.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

doi: 10.1172/jci41294 Female Reproductive System: Structure & Function. (2021).

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Retrieved 24 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9118-female-reproductive-system Tests, M.

(2020). Follicle-Stimulating Hormone (FSH) Levels Test: MedlinePlus Medical Test.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Retrieved 24 February 2021, from https://medlineplus.gov/lab-tests/follicle-stimulating-hormone-fsh-levels-test/ Oogenesis - physiology. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://www.britannica.com/science/oogenesis
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Oogenesis atau oögenesis adalah penciptaan ovum merupakan proses dari bentuk betina gametogenesis yang setara dengan jantan yakni spermatogenesis.

Oogenesis berlangsung melibatkan pengembangan berbagai tahap reproduksi telur sel betina yang belum matang Tahap-tahap oogenesis adalah sebagai berikut: • Oogonium berkembang menjadi oosit primer. • Oosit primer membelah secara meiosis menghasilkan dua sel. Sel yang berukuran besar disebut oosit sekunder. Sel yang berukuran kecil disebut badan polar pertama.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

• Oosit sekunder melanjutkan pembelahan meiosis kedua sel. Sel yang berukuran besar disebut ootid. Sel yang berukuran kecil disebut badan polar kedua. • Ootid akan tumbuh dan berkembang menjadi ovum sedangkan tiga badan kutub sekunder mengalami degenerasi.

Pada peristiwa oogenesis setiap satu oogonium adalah a kan membentuk satu ovum fungsional dan tiga sel kutub (jawaban: C). Pembentukan satu ovum fungsional ini terjadi hanya sampai seorang perempuan memasuki masa menopause.

Pembahasan Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Proses oogenesis dimulai dari oogonium yang bersifat diploid yang membelah secara mitosis menjadi oosit primer yang bersifat diploid.

Oosit primer yang bersifat diploid akan melakukan pembelahan meiosis I menghasilkan oosit sekunder yang haploid dan polosit primer yang bersifat haploid. Oosit sekunder yang bersifat haploid akan melakukan pembelahan meiosis Setiap satu oogonium akan membentuk menjadi ootid yang bersifat haploid dan polosit sekunder yang bersifat haploid. Polosit primer yang bersifat haploid akan membelah menjadi 2 polosit sekunder yang bersifat haploid.

Ootid yang bersifat haploid akan mengalami diferensiasi atau pendewasaan menjadi ovum yang bersifat haploid. Sedangkan 3 polosit sekunder akan mengalami degenarasi atau peluruhan.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Sehingga pada akhir oogenesis akan dihasilkan 1 sel ovum yang haploid serta 3 polosit sekunder yang haploid. Dalam satu siklus menstruasi hanya akan diproduksi 1 buah ovum yang fungsional dari ovarium kanan atau kiri yang akan bekerja secara bergantian.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Pelajari lebih lanjut tentang oogenesis di: brainly.co.id/tugas/11430590. Di dalam ovarium, sebelum ovum matang maka ovum tersebut akan dibungkus oleh folikel de Graff. Setelah ovum matang, maka akan terjadi ovulasi yaitu ovum akan keluar dari ovarium dan akan ditangkap oleh fimbria dan ovum akan diarahkan masuk ke tuba falopi untuk pada peristiwa oogenesis menunggu sperma untuk mengalami proses pembuahan atau fertilisasi.

Jika tidak terjadi fertilisasi maka ovum akan luruh bersama dengan endometrium yang meluruh dalam fase menstruasi. Jika terjadi fertilisasi, maka ovum akan menyatu dengan sperma dan akan membentuk zigot yang kemudian tertanam di dinding rahim, terus bertumbuh dan berkembang dalam proses kehamilan sampai nanti saatnya bayi terlahir. Proses pertumbuhan folikel de Graff akan dipicu oleh hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis otak yang disebut sebagai FSH atau Folicle Stimulating Hormon.

Folikel yang telah bertumbuh akan memicu pembentukan hormon estrogen oleh ovarium untuk membantu dalam proses pematangan ovum di dalam ovarium. Setelah ovum matang, maka folikel akan pecah sehingga ovum akan keluar dari ovarium. Proses keluarnya ovum mayang dari ovarium ini dipicu oleh hormon yang diproduksi oleh hipofisis otak yang dikenal dengan LH atai Luteinizing Hormone.

Setelah ovum keluar dari ovarium, maka folikel de Graff akan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini akan memicu produksi hormon progesteron yang dihasilkan oleh ovarium. Pelajari lebih lanjut tentang LH di: brainly.co.id/tugas/24641995.

Hubungan fase oogenesis dengan pematangan folikel de Graff yaitu pada saat proses oogenesis berlangsung maka pematangan folikel de Graff juga akan berlangsung beriringan. Peran faktor hipofisis dan ovarium dalam regulasi oogenesis serta pematangan folikel yaitu hipofisis akan menghasilkan hormon FSH yang memicu pertumbuhan folikel serta hormon LH yang memicul pecahnya folikel sehingga ovum matang dapat keluar dari ovarium, sedangkan ovarium akan menghasilkan hormon estrogen serta progesteron sebagai akubat matangnya foliket serta pecahnya folikel menjadi korpus luteum.

Pelajari lebih lanjut tentang FSH di: brainly.co.id/tugas/17292990. Detil jawaban Kelas: XI Mapel: biologi Setiap satu oogonium akan membentuk sistem reproduksi pada manusia Kode: 11.4.9 #AyoBelajar
none
Sobat Zenius pasti sudah tahu, dong, kalau sel telur itu penting banget untuk proses reproduksi.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Tapi apa elo sudah tahu gimana caranya sel telur terbentuk? Di kelas eleven, elo akan belajar tentang pengertian dan tahap-tahap oogenesis. Penasaran nggak sih, seperti prosesnya? Yuk, pelajari bareng-bareng! Proses pembelahan sel pada oogenesis (dok. Wikimedia Commons) Supaya proses oogenesis ini berjalan lancar, ada beberapa hormon yang berperan penting, yaitu: • Follicle stimulating hormone atau hormon FSH yang pada peristiwa oogenesis pertumbuhan sel-sel folikel.

• Luteinizing hormone atau hormon LH yang merangsang proses ovulasi atau pengeluaran sel telur. • Hormon estrogen yang berfungsi menimbulkan karakter kelamin sekunder. • Hormon progesteron yang berfungsi menebalkan dinding endometrium (dinding rahim) Hasil dari proses oogenesis adalah sebuah sel matang yang disebut dengan ovum.

Ovum inilah yang dikeluarkan tubuh perempuan saat ovulasi untuk dibuahi dengan sel sperma. Uniknya, proses oogenesis ini sudah terjadi sejak bayi perempuan berada dalam kandungan, lho. Tepatnya, proses ini terjadi pada saat janin berusia v bulan.

Menarik sekali, bukan? Tahap-tahap oogenesis (Dok. Wikimedia Commons) 1. Mitosis Ketika bayi perempuan masih berupa janin, proses penggandaan atau mitosis sudah terjadi. Pada proses ini, sel oogonium atau sel indung telur yang terbentuk untuk reproduksi melakukan pembelahan diri.

Satu sel ini akan membelah menjadi 2 sel, 2 sel lalu membelah menjadi 4 sel, 4 pada peristiwa oogenesis itu kemudian membelah menjadi viii sel, dan begitu seterusnya sampai membentuk oosit primer. Oosit primer ini memiliki 46 kromosom dan bersifat diploid atau berpasangan. Ketika lahir, seorang bayi perempuan membawa sekitar one juta oosit primer.

Oosit primer ini akan mengalami masa istirahat sampai perempuan mencapai usia pubertas. two. Meiosis I Proses meiosis I terjadi ketika perempuan mencapai usia pubertas. Di fase ini oosit primer membelah diri menjadi dua sel berbeda ukuran. Kedua sel ini bersifat haploid atau memiliki kromosom yang tidak berpasangan. Sel yang ukurannya lebih besar disebut oosit sekunder.

Sementara, sel yang lebih kecil disebut badan kutub primer. Kedua sel ini kemudian dilepaskan dari ovarium ke tuba falopi untuk melanjutkan proses oogenesis melalui meiosis 2 jika terjadi fertilisasi. 3. Meiosis Two Pada proses meiosis II, oosit sekunder mengalami pembelahan lagi.

pada peristiwa oogenesis, setiap satu oogonium akan membentuk

Sama seperti proses meiosis I, oosit primer membelah menjadi dua sel yang ukurannya berbeda. Sel yang ukurannya besar disebut ootid, sementara sel yang ukurannya kecil disebut badan kutub sekunder. Selain itu, badan kutub primer juga membelah diri menjadi dua badan kutub sekunder.

Jadi, proses meiosis II menghasilkan satu sel ootid dan tiga badan kutub sekunder. Lalu, darimana munculnya ovum? Ovum sendiri adalah sel ootid yang berkembang dan matang untuk sistem reproduksi.

Badan kutub sekunder sendiri akan hancur dan mengalami kematian atau polosit. Apa elo penasaran bagaimana sistem reproduksi bekerja? Coba pelajari selengkapnya di video ini, yuk!

Contoh Soal Proses Oogenesis Supaya elo lebih paham lagi sama proses oogenesis, coba bahas soal-soal ini dulu, yuk! 1. Pernyataan yang tepat mengenai oogenesis adalah… a. Oogenesis menghasilkan iv sel fungsional b. Oogonium melakukan pembelahan meiosis dan menghasilkan oosit primer c. Badan polar primer mengalami pembelahan pada meiosis Ii d. Pada saat ovulasi, oosit sekunder akan dilepaskan ke tuba falopi dan melanjutkan proses pembelahan meiosis Two due east.

Oosit sekunder memiliki jumlah kromosom yang sama dengan oosit primer Oogonium menghasilkan 1 sel ovum yang fungsional. Pertama-tama, oogonium (2n) akan mengalami pembelahan mitosis menghasilkan oosit primer (2n). Pembelahan mitosis akan menghasilkan sel yang jumlah kromosomnya sama dengan induknya. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis 1 menghasilkan oosit sekunder (n) dan badan polar I (n).

Di meiosis I terjadi pengurangan jumlah kromosom. Oosit sekunder dilepaskan dari ovarium saat ovulasi. Jika terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan melanjutkan pembelahan meiosis II menghasilkan ootid (north) lalu berkembang menjadi ovum (north).

Badan polar I tidak ikut mengalami pembelahan meiosis I. Pada saat meiosis II. dihasilkan badan polar 2. Badan polar adalah sel yang tidak fungsional. Jadi, jawabannya adalah d. 2. Pada saat presentasi di kelas, Santi menjelaskan setiap satu oogonium akan membentuk mekanisme oogenesis di depan teman-temannya.

Ia mengatakan bahwa proses oogenesis sering digambarkan sebagai produksi telur haploid melalui meiosis, tetapi pada beberapa hewan, termasuk manusia, deskripsi ini tidak seluruhnya tepat. Berikut ini merupakan alasan pada peristiwa oogenesis tepat dalam mendukung pernyataan dari Santi adalah… a.

Hasil dari oogenesis seharusnya menghasilkan 1 ovum fungsional dan 3n badan polar b. Hasil dari oogenesis seharusnya menghasilkan one ovum fungsional dan 2n badan polar c. Meiosis I menghasilkan 4 gamet yang haploid dan siap dibuahi d. Setelah terbentuk, oosit sekunder akan langsung dilanjutkan meiosis II membentuk ovum e. Meiosis Two diselesaikan setelah terjadi fertilisasi, sehingga bila tidak terjadi fertilisasi maka tidak terbentuk ovum Pada manusia, proses meiosis 2 baru akan selesai apabila terjadi fertilisasi.

Jadi, jawabannya adalah e. Nah, apa sekarang sudah paham dengan proses oogenesis? Kalau elo masih belum paham, elo bisa pelajari materi lengkapnya di aplikasi Zenius, lho. Yuk, download aplikasinya! Referensi • Modul Biologi Kelas Xi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2022) • Oogenesis – Britannica (2022) Pada Peristiwa Oogenesis Setiap Oogonium Akan Membentuk Source: https://www.zenius.net/blog/pengertian-oogenesis-tahap-oogenesis Terbaru • Nama Kepala Dinas Peternakan Provinsi Di Yogyakarta • Cara Memindahkan Foto Dari Cd Ke Hp • How to Hack Cctv Camera Using Cmd Pdf • Lingkungan Ternak Ayam Cocok Gak Buat Rumah Tinggal • Cara Membuat Hiasan Pintu Kamar Dari Kardus • Seluk Beluk Usaha Bisnis Ternak Lobster • Panduan Ht Baofeng Uv 82 Bahasa Indonesia • Jelaskan Cara Mengubah Interval Nada D Mayor • Pembagian Kerja Dan Beban Kerja Di Perusahaan Peternakan Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized

Spermatogenesis dan Oogenesis




2022 www.videocon.com