Cerita ngentot di bus

cerita ngentot di bus

Cerita Sex– Cerita Sex Meki Perawan Jawa, Echa adalah seorang mahasiswi asal Pekalongan, Jawa Tengah, Aku mengenalnya ketika kami sama-sama menjadi peserta dalam kegiatan workshop bagi mahasiswa/i. Dia peserta dari sebuah sekolah tinggi ekonomi di kota S, sedangkan aku dikirim mewakili kampusku. Selama workshop, sebenarnya aku sudah mulai merasa kalau dia memperhatikanku, tapi aku juga tahu kalau dia sudah punya seorang cowok.

Sehingga hubungan kami saat itu hanya sebatas SMS. Sampai pada satu jumat malam di bulan November tahun 2016, Echa menelponku. Intinya dia mengatakan besok pagi akan ke kota Y dan minta aku menjemputnya di terminal.

Perkiraan kalau dia berangkat dari Kota S jam 7, maka jam 10 atau paling lambat jam 11 dia akan tiba di Y. Keesokan harinya pukul 10 pagi aku sudah stand by di terminal bis antar kota di kotaku. Saat sedang mencari-cari, tiba-tiba saja dari belakang Echa mengagetkanku. Dia tidak banyak berubah, tinggi 168 cm, rambut sebahu, bentuk wajahnya tirus mirip seperti artis Nia Ramadhani, namun tubuh Echa lebih berisi, terutama dengan payudara yang berukuran 34 B.

Saat aku terpana melihat tubuhnya, dia tiba-tiba saja memelukku. “mas, aku kangen. Pengen banyak cerita sama kamu, pengen tukar pikiran dan diskusi kaya cerita ngentot di bus workshop dulu” ungkapnya. “iya.iya.udah ah, ga enak diliat orang banyak” kataku sambil melepaskan pelukannya. “Mau nginap dimana kamu malam ini? Masak mau langsung pulang ke S?”tanyaku.

“aku nginap di kost mas Frans aja boleh khan?”jawabnya. “mana boleh non, bisa digrebek ama orang kampong” jawabku. Akhirnya dia sepakat akan tidur di sebuah hotel melati dekat kostku, biayanya aku bantu setengah, karena dia juga tidak membawa banyak uang.

Singkatnya, setelah Echa mandi dan berganti pakaian kami berjalan-jalan keliling kota Y, selama perjalanan, dia banyak bercerita tentang hubungannya dengan cowoknya yang mulai banyak ketidak cocokan dan sering diwarnai pertengkaran.

Setelah makan malam, jam 9 malam aku mengantarkan dia kembali ke hotel tempatnya menginap. Setelah itu aku cerita ngentot di bus ke kostku. Pukul setengah 11 malam Echa menelponku.

“mas, aku ga bisa tidur, hotelnya serem, mas Frans kesini donk, temanin aku” pintanya. cerita seks Maka aku pun langsung menuju hotel itu. Ketika menuju kamar Echa, aku sempat melihat beberapa pasangan chek in, ada yg masih muda, ada pula yang sudah berumur. Pahamlah aku bahwa hotel ini termasuk hotel esek-esek yang banyak dibicarakan teman-teman kampusku. Kamar yang ditempati Echa berada di ujung lorong, sehingga terlihat memang lebih luas, Echa masih belum ganti baju, “aku mau k kamr mandi takut mas, lampunya kecil” jawabnya ketika kutanya kenapa ga ganti baju.

“Ya udah, aku disini, kamu cuci muka trus ganti baju tidur ya” kataku. Sementara aku tiduran diatas spring bed, ternyata karena takut (atau entah sengaja) Echa ganti baju tanpa menutup pintu kamar mandi, tentu saja aku bisa melihatnya dari kaca besar di depan pintu kamar mandi. Dari situ aku melihat Echa hanya mengenakan celana dalam, tanpa BH di balik daster tidurnya.

cerita ngentot di bus

Dengan menggunakan daster, Echa naik ke atas spring bed dan berbaring di sebelahku. Sedikit ja’im aku kemudian duduk, “kamu mau tak tungguin disini atau aku pulang aja ke kost?” tanyaku. “Mas Frans disini aja, khan kita ga ngapa-ngapain” jawabnya. Aku pun turun dari spring bed dan duduk di kursi berlengan yang ada dalam kamar itu. “lho, kok di situ sich?

Disini aja ama aku. Khan tempat tidurnya masih luas” protes Echa. Dari pada diprotes terus (dan karena memang ngarepin) aku pun kembali berbaring di sebelahnya.

Lama kami terdiam, aku kira dia sudah tertidur, sehingga aku kemudian membuka ikat pinggang dan retslueting celana jeansku, karena aku memang tidak biasa tidur dengan celana jeans, Bahkan kadang aku tidur hanya dengan celana pendek, tanpa celana dalam. “kenapa mas? Sesak ya?” Tanya Echa yg ternyata belum tidur. “iya, aku ga biasa tidur pakai jeans” jawabku. “ya udah, celananya dibuka aja, mas Frans pakai selimut ini lho” kata Echa lagi smbil menyerahkan selimut dan kemudian membalik badannya.

Jadilah aku hanya bercelana dalam berbungkus selimut tidur disamping Echa. Sekitar jam 3 dinihari, aku terbangun karena seperti mendengar suara tangis. Ketika kubuka mata, ternyata di depanku Echa menangis sambil memandangku. Aku yang bingung kemudian bertanya kenapa, bukannya menjawab, tangis Echa justru makin kuat. Khawatir diduga melakukan kekerasan oleh orang diluar kamar, aku menarik Echa dan mendekapnya. Echa memelukku erat dan bercerita bahwa awal mula tidak harmonisnya hubungan antara dia dengan cowoknya karena cowoknya memaksa dia untuk berhubungan badan.

Benar-benar iba, aku pun mendekapnya dalam pelukanku. Lupa kalau saat itu aku hanya memakai celana dalam. Makin lama saling berpelukan, kami pun makin terbawa suasana, dari hanya saling memeluk dan berpandangan, perlahan bibir kami mulai saling mendekat dan berpagutan, rasa asin dari air matanya tak kurasakan, yang ada hanyalah nafsu, Echa pun mulai menunjukkan hal yang sama. Nafasnya makin memburu, permainan lidahnya makin agresif, bahkan gerakan tangannya mulai meremas lengan dan cerita ngentot di bus yang kukenakan.

Remasannya makin lama malah menarik kaosku ke atas, seolah meminta aku melepasnya, maka kubuka kaosku dan tinggal bercelana dalam dihadapan Echa. Melihat dadaku yang ditumbuhi bulu halus, Echa keliatan makin bernafsu, dia memegang dadaku dan meremasnya, aku pun merasa tak perlu berbasa-basi lagi, maka segera kutarik keatas pula dasternya, sehingga dia pun hanya tinggal memakai celana dalam.

Kami sempat saling memandang, “mas, aku pernah menolak L***** untuk ML sama aku, sampai dia memaksaku dan bahkan mendekap mulutku dengan bantal, tapi sekarang aku ikhlas mas, kalau kamu mau jadi pacarku, aku ikhlas menyerahkan diriku ke kamu malam ini” kata Echa sambil menangis. Aku tidak menjawab, aku kembali menariknya ke pelukanku, memberinya waktu untuk melepaskan semua beban yang ada dihatinya. Namun tak lama kemudian, dia mulai kembali menciumi bibirku. Kami pun kembali saling berpagutan, kali ini tidak ada lagi ja’im di benakku.

Sambil tetap berciuman bibir, tanganku mulai meremas-remas toket dan pantatnya. Dia yang mulanya hanya meremas lengan dan dadaku, perlahan tangannya turun tapi terhenti di atas perutku. Karena tak sabar, langsung kuarahkan tangannya untuk memegang kontolku. Dan dia cerita ngentot di bus menggenggam kontolku dengan kuat.

Bibirku mulai turun ke lehernya, kugigit pelan dan kuhisap-hisap sehingga meninggalkan bekas merah di kulitnya yang putih, terus aku turun dan mulai mendekati dadanya, kuhisap toketnya, sambil terkadang kupilin putingnya bergantian, dia makin bergoyang liar remasan-remasan tangannya mulai membuat perih di tubuhku. Aku terus menggigit-gigit pelan dan menghisap tubuhnya, turun ke perut dan terus turun, sampai pada batas atas celana dalam hitam yang dikenakannya. Aku berhenti, dan memandangnya, “boleh aku buka?” tanyaku, dia mengangguk dengan menatapku sayu.

Dengan kedua tangan kubuka penghalang terakhir antara aku dan lubang kenikmatannya, bulu-bulu jembutnya tipis dan wangi menunjukkan dia rajin merawat propertinya itu.

Belahan memeknya masih sangat rapat, kuminta dia untuk melebarkan kedua kakinya, dia sempat menolak, “malu mas” tapi setelah aku sedikit memaksa, di pun cerita ngentot di bus melebarkan kedua kakinya, menunjukkan bagaian dalam memeknya yang berwarna merah muda. Langsung kucium, kujilat dan kuhisap-hisap semua bagian memeknya, mulai bagian labia mayora (bener ga sich itu namanya?) sampai klitorisnya yang berbentuk benjolan sebesar kacang tanah.

Dan akibatnya, Echa seperti kesetanan, pinggulnya naik-turun berusaha menghindari seranganku ke memeknya, “udah mas, udah. geli.aku geli…” tukasnya. Tapi aku pun terus berusaha merapatkan bibirku cerita ngentot di bus titik sensitive itu. Dan tiba-tiba dia berkata “maasss, aku…mau. pipis….” belum sempat aku menarik kepalaku dari pangkal pahanya, justru kedua paha itu menjepit kepalaku, kedua tangannya menekan kepalaku semakin mendekati memeknya dan pinggulnya diangkat tinggi-tinggi.

Dia mendapatkan orgasme pertamanya setelah ku rangsang dan ku oral selama 15 menit. Tak ayal cairan memeknya pun membasahi hidung dan mulutku. Aroma dan rasa yang khas membuatku makin bernafsu terus kuhisap semua cairan yang keluar dari lubang itu sampai habis. Setelah jepitan pahanya agak melonggar, aku langsung kembali ke sampingnya.

Kucium bibirnya sambil kubelai-belai toketnya. “Enak, ga ?” tanyaku. “Enak banget, aku sampai lemes banget. Mas Frans pasti udah sering ya, kok pengalaman banget?” tanyanya *dalam situasi seperti ini, kalau aku jujur aku sudah pernah ML sama 3 cewek sebelum dia bisa merusak suasana* maka kujawab “ aku baru pertama sama kamu ini kok. Aku Cuma sering liat BF aja” “wah, pantes, belajarnya dari film” kata Echa sambil tersenyum dan memelukku.

Setelah 1 menit, dia mencium bibirku dan bertanya “sekarang aku mesti gimana buat gentian muasin mas Frans?” Aku pun tersenyum dan melirik kontolku yang kepalanya sudah keluar dari batas celana dalamku. Dia tersenyum, lalu mulai bergerak membuka celana dalam yang aku kenakan. Dia memegang kontolku lalu bertanya “mau diapain ini mas?” pertanyaan lugu yang menggoda, tapi karena malas basa-basi lagi aku pun menjawab “masukin ke memekmu donk, tapi sebelumnya diisep dulu” dia tersenyum, lalu mulai mengocok pelan kontolku.

Setelah agak keras, dia mulai memasukkan junior ke dalam mulutnya dan menghisapnya, tapi karena memang belum pernah (setidaknya menurut pengakuannya) maka rasanya pun tidak terlalu enak. Agak sakit malah, karena beberapa kali menyentuh giginya. “jangan kena gigi donk yang, sakit” kataku. “aduh mas, sorry, aku ga bisa kaya gini” jawabnya “Mas langsung main aja yah, aku pasrah kok” katanya.

Lalu dia berbaring disampingku sambil membuka kedua kakinya. Melihat posisi itu, aku pun bangkit, kujilati sebentar klitorisnya supaya agak basah, dia mulai mendesah pelan.

Kubasahi juga ujung kontolku dengan sedikit air liur, lalu mulai kugesek-gesekkan di depan lubang memeknya. Meski mengaku sudah tidak perawan karena paksaan mantan cowoknya, ternyata cerita ngentot di bus memek Echa sangat sulit ditembus. Masih sangat sempit, dan aku ga tega ketika sedikit memaksa mendengar dia menjerit tertahan, “aduh mas, sakit mas…” maka kutunda lagi memasukkan kontolku dalam memeknya.

Sambil tetap kugesek-gesek, aku mulai mendorong ketika kurasa sudah cukup basah, berhasil masuk kepala kontolku masuk kedalam memeknya.

Di sinilah aku merasakan cerita ngentot di bus antara memek Echa dengan memek milik Ika, Ani dan Eta yang pernah kurasakan seblumnya. Kalau memek lain kenikmatan itu sangat terasa ketika aku memasukkan kontolku dalam-dalam, maka memek Echa terasa sangat menjepit justru ketika baru sepertiga kontolku masuk.

Maka aku pun, hanya menggerakkan kontolku maju mundur di titik itu. Namun berbeda dengan yang kurasakan, Echa justru sangat kesakitan dengan cara itu. “mas, cabut dulu mas. Sakit mas” ujarnya. “ya, bentar yah, aku enak bgt nich sayang” kataku. Dia seperti menahan rasa sakit, bibirnya digigit. “mas, udah dulu donk…sakit nich, perih…” katanya lagi.

cerita ngentot di bus

Sebenarnya aku ga tega, tapi aku pun merasakan kenikmatan dengan hanya bermain di permukaan memeknya itu. Akhirnya aku mengalah dan memutuskan untuk mencabut kontolku dari memeknya. Namun sebelum mencabut, aku ingin mencoba memasukkan keseluruhan batang kontolku dalam memeknya, maka kudorong penuh kontolku ke dalam memeknya, sedalam aku bisa, namun ternyata mentok dan aku bisa bisa merasakan dinding rahimnya tepat di depan kepala kontolku. Saat itulah aku merasakan perubahan pada diri Echa.

Dia yang semula menahan sakit sambil menggigit bibir dan memejamkan mata, tiba-tiba matanya terbuka lebar, mulutnya menganga tertahan. “mmmaaaassssss……” suaranya tertahan dan bergetar. “Eeennnnnaaaaakkkk bbaaaannggeeettttt mmmaaasss….”katanya. Tangannya mencengkram erat kedua lenganku. Sesaat kemudian dia berubah makin liar, setiap kali aku tarik mundur kontolku, dia justru memajukan memeknya seolah tidak mau melepaskan sedikit pun kontolku dari memeknya.

Tangannya memelukku erat, kemudian tubuhnya tiba-tiba mendorongku berguling ke kanan sehingga sekarang dia berada di atas tubuhku. Dia tetap memelukku erat sambil menggoyangkan pinggulnya ke semua arah, maju-mundur, kanan-kiri, depan-belakang bahkan diselingi memutar, aku yang merasakan perubahan ini kemudian mulai mengatur posisi, kuluruskan kedua kakiku dan menbiarkan tubuh Echa menguasaiku, dia menggerakkan pinggulnya ke segala arah bagai kesetanan, aku berusaha mengimbangi gerakannya dengan melawan arah setiap gerakan pinggulnya.

Tetes keringat kami membasahi kasur, tapi keganasan Echa seolah tidak akan berakhir. Beberapa saat kemudian tiba-tiba dia menekan dalam-dalam pinggulnya. Tangan kanannya mencengkram lengan kiriku dan tangan kirinya menjambak rambutku. Kontolku seperti diremas-remas dengan kuat oleh memeknya dan dia menjerit tertahan “aaaaaccchhhh……” tubuhnya mengejang, kaku sesaat lalu ambruk diatas tubuhku.

“enak banget mas.enak banget….aku pengen ******* terus ama kamu kaya gini. Enak banget” ujarnya berbisik di telingaku. Aku hanya tersenyum mendengar kata-katanya, sementara Echa cerita ngentot di bus terbaring lemas diatas tubuhku, kontolku yang masih menancap dalam memeknya bergerak-gerak mencari perhatian ;p dia pun merasakannya, dan mulai bangkit.

“mas, aku lemes banget, mas diatas aja dech, aku pasrah. Udah lemes bgt nich” katanya. Dia lantas menjatuhkan tubuhnya, dan sambil membuka lebar tangan dan kakinya, dia berkata nakal “aku pasrah mas, perkosa aku, nodai diriku sepuasmu….” sambil tersenyum nakal.

Aku pun langsung, naik ke atas tubuhnya. Sengaja kuangkat kedua kakinya sambil kulingkarkan di pinggangku. “gini, biar kerasa makin enak” kataku, sesaat kemudian aku mulai mendorong kontolku masuk dalam memeknya. Ini perbedaan kedua antara memek Echa dengan memek lain yang pernah kurasakan, meski basah karena cairan orgasme sebelumnya, tapi ketika kumasukkan, tetap aja kontolku rasanya seperti dijepit dengan kuat.

Aku pun mulai menggoyang pinggulku maju-mundur. Setelah melihat liarnya Echa saat kumasukkan dalam kontolku, dan merasakan kenikmatan memeknya saat di permukaan, maka kucoba memainkan masuknya kontolku dengan ritme 3 plus 1, yaitu tiga kali aku dorong dengan hanya memasukkan sepertiga kontolku, dan kemudian satu kali dorongan dalam yang memasukkan kontolku sedalam-dalamnya sampai terasa mentok di dinding rahim Cerita ngentot di bus.

Dan efeknya, meski mengaku sudah lemas, tapi tiap kali aku dorong dalam kontolku dalam memeknya, tubuh Echa seperti mengejang. Pinggulnya ikut terangkat tiap kali aku menarik kontolku, dan suaranya tertahan “mmaaasss….” Dia terus meremas lenganku dan cerita ngentot di bus kuat bibirnya sendiri. “mmmaaasss, jangan nyiksa aku doonkk… masukin yang daallleeem dddooonnkkk….” Pintanya dengan mata sayu menatapku dan suara bergetar.

Karena kasihan, aku pun langsung menaikkan ritme goyanganku dengan mendorong dalam kontolku dalam memeknya. Dan Echa kembali kesetanan, dia membalas setiap tusukan kontolku dengan gerakan pinggul yang ke segala arah, bahkan tangannya meremas erat kedua pantatku sambil menakannya agar makin dalam masuk dalam memeknya. “mmass, dalam lagi mmaaass, masukkiinn dalem lagi…eennaakk bangeettt masss….”ujarnya.

Dan gerakan pinggulnya pun kurasakan makin terasa nikmat ketika memeknya terasa memijat dan meremas-remas kontolku, dan ini membuat aku pun mulai merasakan cairan lahar putih akan mulai muntah dari kontolku.

“Echa, aku mau keluar sayang, aku tarik yah” kataku. Echa mengangguk, namun gerakan pinggulnya dan tangannya berkata sebaliknya, pinggulnya justru makin terangkat ke atas, sedangkan tangannya makin menekan pantatku untuk makin masuk ke dalam memeknya.

cerita ngentot di bus

Sementara didalam cerita ngentot di bus kontolku terasa makin kuat disedot, diremas dan dipijat otot-otot memeknya. Akhirnya karena tak tahan aku pun memuntahkan pejuhku dalam memeknya. Crot. crot. crot.dan sedetik kemudian Echa kembali mengejang, badannya kaku dengan posisi tangan menekan pantatku agar makin mendorong masuk kontolku dalam lubang memeknya.

“mmaaasss….aaaccchhhh….eeennna aakkkk” teriaknya tertahan dengan suar bergetar. Aku segera mencabut kontolku dari memeknya dan menjatuhkan badanku disampingnya. Kulirik jam di HPku, jam 7 kurang 20 menit. Berarti sekitar 3,5 jam kami memadu kasih dan mengejar surga dunia. Aku mencium bibirnya sambil meremas toketnya. “Aku sayang kamu, mas…” kata Echa. Kami pun kembali tertidur sampai jam 10 pagi Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah sarapan aku kembali mengantar Echa ke terminal bus untuk kembali ke kota S. Sejak saat itu, aku berpacaran dengan Echa. Hubungan kami sempat berjalan selama sekitar 2 tahun, sampai akhirnya dia dijodohkan dengan seorang pria tetangga kampungnya di Pekalongan. Sekarang dia telah memiliki 2 anak dan tinggal di kota S.

Yang tidak pernah Echatahu, bahwa dia bukan wanita pertama yang bercinta denganku, dan bahwa selama 2 tahun hubungan kami pun aku beberapa kali bercinta dengan wanita lain. Cerita Dewasa – Bermula kenalan yang tidak sengaja di atas bus patas AC, setiap pagi aku naik bus dari terminal di kawasan Jakarta Timur. Sampai suatu hari ada seorang wanita yang naik bersamaan denganku.

Kalau diperhatikan wanita ini tampak biasa saja usianya, kuperkirakan sekitar 35-an, tetapi dengan setelan blazer dan rok mini yang ketat warna biru tua, sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih. Hari itu dia naik bersamaku dan di luar dugaanku dia duduk di sampingku, padahal ada bangku lain yang kosong, tapi okelah kuanggap itu adalah wajar.

Tapi sungguh aku tidak berani menegur, kadang kala aku melirik ke arah pahanya yang putih dan sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus dipermukaannya. Hal ini membuatku betah duduk bersamanya selain juga wanginya membuatku sangat bangga bisa duduk berdampingan dengannya. Begitulah hingga hari ketiga hal yang sama terjadi lagi dan kali ini kucoba, mau iseng-iseng berhadiah, maka kutegur dia, “Selamat pagi Mbak.!” “Pagi juga.” si Mbak menjawab dengan senyum yang cantik di mataku, lalu kubuka pembicaraan “Kayaknya sudah 3 hari berturut-turut kita sama-sama terus.

ya? Mbak mau turun dimana sih.?” dia jawab “Di Sarinah Mas.” dan aku bertanya, “Apa Mbak kerja disana.?” lalu dijawab, “Oh tidak, aku kerjanya dekat Sarinah.” Lalu terjadilah percakapan biasa meliputi kemacetan lalu lintas sampai dia tanya balik, aku bekerja dimana, lalu kubilang di komputer, dan dia bilang bahwa kantornya banyak pakai komputer.

Lalu dia berkata, “Boleh dong minta kartu nama”, maka kuberikan sebuah kartu nama, tapi waktu kuminta kartu namanya, dia tidak kasih dengan alasan tidak punya. Rupanya hari ini hari baikku dan segera cerita ngentot di bus namanya “YULI” (bukan sebenarnya), selanjutnya kami selalu bersama-sama setiap pagi dan telepon pun mulai berdering dengan segala basa basi.

Suatu ketika aku tidak melihat dia selama 5 hari berturut-turut. Aku sempat menunggu, sampai telat tiba di kantor. Kuhubungi telepon di kantornya juga tidak masuk, akhirnya dia telepon juga, katanya sakit.

Tepatnya hari Senin aku kembali bertemu, kali ini tanpa mengenakan seragam hanya memakai celana jean’s dan kaos T-shirt sehingga dadanya yang montok itu tampak jelas membuat perhatian orang-orang di sekitar kami, kali ini dia mengajakku untuk bolos, “Mas aku butuh bantuan nih”, katanya.

Lalu aku tanya, “Apa yang bisa aku bantu.?” “Mas, kalau bisa hari ini nggak usah ke kantor temenin aku ke Bogor yuk. kalau Mas nggak keberatan lho.?” Aku berpikir sejenak, lalu aku tanya lagi, “Memang kamu mau nggak kerja hari ini?” “Aku sedang ada masalah nih, ya. agak pribadi sih, kira-kira bisa nggak Mas.” Aku nggak pikir lagi lalu kujawab, “Ya. dech aku temenin.”, dalam hati sih, wah kasihan ini customer aku yang sudah pada janjian.

Dengan alasan keperluan keluarga aku ijin tidak masuk, aku jalan-jalan sama Yuli ke rumah temannya di kota Bogor. Setiba disana aku dikenalkan sama temannya namanya Nia, mereka bicara berdua di belakang, sementara aku di ruang depan seorang diri, setelah itu mereka kembali lagi dan kita mengobrol bersama-sama.

Rupanya si Nia punya janji dengan temannya kalau mau pergi jadi kita tinggal berdua saja di rumah itu. Sambil mengobrol di karpet dan nonton TV, dengan manja Yuli tiduran di pahaku, sambil bercerita macam-macam dan aku menjadi pendengar yang baik, sampai dia bertanya, “Capek nggak Mas ditidurin pahanya gini.?” Lalu aku jawab, “Ah nggak apa-apa kok Mbak!” dalam hati sih pegel juga nih sudah itu batang kemaluan aku agak sedikit bangun gara-gara aku mengintip dadanya yang montok dan putih.

Dia pakai BH yang cuma separuh (atas lebih terbuka) jadi gundukan daging di dadanya agak menonjol, di luar dugaan dia tanya lagi. Tapi kali ini tanyanya nggak tahu lagi, iseng barangkali, “Burungnya nggak keganggu kan ditidurin sama aku?” lalu aku jawab sekenanya saja, “Keganggu sih nggak, cuman agak bangun”, eh dia tersenyum, sambil memegang batang kemaluanku, “Biarin deh bangunin saja, pengen tahu, kayak apa sih!” “Ya sudah bangunin saja”, jawabku pasrah sambil berharap hal itu beneran, “Ah yang benar Mas?

kalau gitu buka dong biar aku bangunin”, “Jangan di sini Mbak, nanti kalau Mbak Nia datang gimana kita”, “Oh tenang saja si Nia pulangnya baru ntar sore, dia teman baik aku, aku sering nginap disini, dia juga suka nginap dirumah aku”, terus aku diam saja. “Ayo dong di buka, katanya burungnya pengen dibangunin!” Dalam keadaan duduk dan menyandar di dinding di tambah lagi Yuli yang tiduran tengkurap di kakiku, jadi agak repot juga aku buka jeansku, cuma aku ploroti sampai batas paha saja.

Begitu dia lihat batang kemaluanku, langsung di genggamnya sambil berkata, “Ini sih masih tidur, ya? biar aku bangunin!” Lalu mulai dikocok dan tangan yang sebelah lagi mengelus bagian kepala, membuatku merasa geli tapi nikmat. Lalu ketika batang kemaluanku mulai mengeras, dia semakin mendekatkan wajahnya dan mulai menjilat dengan ujung lidahnya di sekitar bagian bawah kepala kemaluanku. Sekali-kali dia gigit-gigit kecil, hal ini membuat aku merem melek, akhirnya kukatakan, “Mbak buka T-shirnya dong!” “Lho kenapa Mas?” katanya.

Aku menjawab, “Pengen lihat saja!” Lalu sambil tersenyum dia bangun dan cerita ngentot di bus membuka ikat pinggang, kancing celana dan retsleting celana jeansnya, sehingga perut bagian bawahnya tampak putih dan sedikit tampak batas celana dalamnya, lalu dia tarik T-shirt ke atas dan dilepaskan, sehingga dengan jelas aku lihat pemandangan indah dari dadanya yang montok (BH no 36), dan selanjutnya dia mulai menurunkan celana jeansnya, sekarang tinggal pakai BH dan celana dalam saja.

Oh. CD-nya yang mini sekali, betapa indah tubuh wanita ini montok dan sekel setelah itu kembali dia tiduran ke posisi semula. Tapi kali ini dia tidak hanya memainkan batang kemaluan aku tetapi sudah mulai dimasukkan ke dalam mulutnya.

Cerita ngentot di bus lidahnya bermain di atas kepala kemaluan aku dan oh. nikmatnya. Sambil membuka baju, aku mencoba mengangkat pantatku agar lebih masuk, rupanya dia tahu maksudku, dia masukan full sampai ke tenggorokannya, aku tidak pernah mengukur batang kemaluanku sendiri tapi di dalam mulutnya batang kemaluanku terasa sudah mentok dan masih tersisa di luar kira kira 2 ruas jari orang dewasa, sampai Yuli sempat tersendak sesa’at.

aku pun segera berputar lalu merebahkan badan sehingga posisi sekarang seperti 69. Kubiarkan dia mempermainkan kemaluanku, sementara aku ciumi paha bagian dalam Yuli yang mulus dan putih, sambil meremas bagian pantatnya yang masih tertutup celana dalam.

Pelan pelan kutarik celana dalamnya, sampai terlihat dengan jelas bulu lebat di sekitar kemaluannya sehingga kontras dengan warna kulitnya yang putih, begitu lebatnya sampai ada bulu yang tumbuh di sekitar lubang duburnya.

Oh, indah sekali panorama yang ada di depanku, dan aku pun mulai menjilat vaginanya yang wangi sebab kelihatannya dia rajin pakai shampo khusus untuk vagina.

Pada sa’at itu terdengar suara merintih yang lirih. “Oh Mas aku nggak tahan nih. ah”, dan dia tampak bersemangat. Lubang kemaluannya mulai berlendir, buah dadanya mengeras, akhirnya aku bangun dan kubalikkan tubuhnya cerita ngentot di bus kulepas BH-nya, sehingga cerita ngentot di bus tubuhnya yang montok dalam keadaan bugil. Kuperhatikan dari atas sampai bawah tampak sempurna sekali, putih, mulus, bulu kemaluannya tampak lebat.

Waktu kuperhatikan itu, tangannya terus memegang batang kemaluanku, akhirnya kurenggangkan kedua pahanya dan kuangkat sehingga tampak jelas lubang vagina dan anusnya.

Lalu kutarik pelan-pelan batang kemaluanku dari mulutnya dan merubah posisi. Kupeluk dia sambil menciumi bibir, leher, serta telinganya. Hal ini membuat dia terangsang sambil berkata lirih, “Mas masukin saja Mas.!” lalu aku bangun dan aku pandang dia, dan kuatur posisi kedua kakinya dilipat sehingga pahanya menempel di dadanya. Lalu aku berjongkok dan kupegang batanganku dan kuarahkan ke vaginanya lalu kutempelkan kepala kemaluanku.

Kutekan sedikit demi sedikit, dan dia mulai merintih, tangannya cerita ngentot di bus tanganku dengan kuat, matanya memejam, kepalanya bergoyang kiri dan kanan dan vaginanya basah hebat.

Ini membuat kepala kemaluanku basah, dan aku mulai berirama keluar masuk, tetapi hanya sebatas kepalanya saja. Kini ia mulai mencoba menggoyangkan pinggangnya dan mencoba menekan agar batang kemaluanku masuk total tapi aku pertahankan posisi semula dan mempermainkannya terus. Akhirnya karena tidak tahan dia pun memohon, “Mas. oh. masukin saja Mas, nggak kuat nih.

ohh. Mas”, pintanya. Akhirnya aku mulai mendorong batang kemaluanku perlahan tapi pasti. Dengan posisi jongkok dan kedua kakinya berada di atas pundakku, aku mulai menciumi dengkulnya yang halus itu, Mbak Yuli pun mulai menggoyangkan pinggangnya ke atas dan ke bawah, kira-kira 10 menit kemudian dia mulai merenggang dan gerakannya tidak stabil sambil merintih.

“Mas. ooh. Sstt”, dadanya dibusungkan, tampak putingnya menonojol. “Ayo Cerita ngentot di bus. akhh. terus. Mas.” aku pun mulai memompa dengan irama lebih cepat, sesekali dengan putaran sehingga bulu kemaluanku mengenai bagian klitorisnya.

Hal ini yang menyebabkan Mbak Yuli “Orgasme” atau klimaks, dan terasa cairan hangat menyiram batang kemaluanku, tubuhnya merenggang hebat.

“Mas Ohh. psstt. akh.” nafasnya memburu, sesa’at kemudian dia terdiam dan aku pun menghentikan goyanganku. Kutarik pelan-pelan batang kemaluanku dan setelah dicabut tampak ada bekas cairan yang meleleh membasahi permukaan vaginanya. Nafasnya tampak ngos-ngosan seperti orang habis lari.

Aku pun duduk terdiam dengan kemaluan masih tegang berdiri, Mbak Yuli pun tersenyum. Sambil tiduran kembali di atas kedua pahaku dan rambutnya terurai sambil dia pandangi batang kemaluanku yang masih berdiri. Tangannya memegang sambil berkata, “Mas ini nikmat sekali, diapaiin sih kok bisa segede begini.” Lali kujawab, “Ah ini sih ukuran normal orang asia”, dan dia bilang, “Tapi ini termasuk besar juga lho Mas.” aku hanya terdiam sambil mengambil sebatang rokok, lalu menyulutnya, dan kulihat Mbak Yuli tetap mempermainkan batang kemaluanku dan berkata, “Kasih kesempatan 5 sampai 10 menit lagi ya Mas, biar aku bisa nafsu lagi”, aku terdiam hanya menganggukan kepala.

Ronde kedua dimulai, di rebahkan badanku lalu dia ambil posisi di atas badanku, dia kangkangin kedua pahanya, dipegangnya batang kemaluanku yang masih keras dan tegang lalu dimasukan ke dalam lubang vaginanya, dan dia pun mulai melakukan gerakan naik dan turun, seperti penunggang kuda. Kedua buah dadanya berayun-ayun lalu secara reflek kupegang kedua putingnya dan kupilin pilin, membuat Mbak Yuli terangsang hebat.

Kira-kira hampir setengah jam kemudian aku merasakan spermaku akan segera keluar. Segera aku balikkan tubuhnya dan kupompa kembali vaginanya dengan nafsu, Mbak Yuli merasakan aku akan melepaskan spermaku, dia segera berkata, “Mas keluarin di luar saja, aku ingin lihat”, aku diam saja sesa’at kemudian Mbak Yuli mulai merintih, “Aduh Mas ohh.

nikmat. Mas. akhh. mass”, akhirnya Mbak Yuli kembali orgasme membuat vaginanya basah. Hal ini membuat aku semakin nikmat. Akhirnya aku tak mau menahan lebih lama spermaku, terasa sudah di ujung tak dapat kutahan lagi.

Segera kutarik batang kemaluanku, tangan kananku mengocok batang kemaluanku sendiri dan tangan kiri menekan pangkal batang kemaluanku sendiri. Pada sa’at itu Mbak Yuli memasukan salah satu jarinya kelubang anusku membuat spermaku muncrat banyak sekali berhamburan di atas dada, perut, dan diatas rambut kemaluannya. Akupun segera berbaring di sampingnya, istirahat sebentar, lalu kekamar mandi untuk mandi bersama. Dikamar mandi kami saling menyabuni, sambil kuremas kedua buah dadanya yang basah oleh sabun.

Mbak Yuli pun memainkan batang kemaluanku yang masih setengah tidur tapi masih saja mengeras. Lama-lama aku tegang lagi karena permainan tangan Mbak Yuli dengan sabunnya, waktu aku tanya, “Mbak tadi kok minta dikeluarin di luar kenapa?” dia hanya bilang senang melihat kemaluan laki laki lagi keluar spermanya.

“Mas ini bangun lagi ya?” Aku hanya mengangguk sambil tanya, “Boleh dimasukin lagi nggak?” Dia mengangguk sambil berkata, “Dari belakang ya Mas!” sambil membalikan badan yang masih penuh sabun dan posisi setengah membungkuk.

Kedua tangannya berpegang di sisi bak kamar mandi dan kedua kakinya direnggangkan sehingga tampak jelas sekali lubang vaginanya, juga lubang anusnya. aku jongkok dibelakangnya sambil mempermainkan lidahku di sekitar vagina dan kedua pantatnya, lamat-lamat kudengar desahan suara diantara gemericik air yang mengalir ke bak mandi. Segera kuambil sabun sebanyak mungkin kugosok di batang kemaluanku, lalu kugenggam batang kemaluanku dan kepala kemaluanku kutempel di permukaan lubang vaginanya.

Terdengar desahan dan aku mulai menggerakkan batang kemaluanku maju mundur, nikmat sekali dan Mbak Yuli pun tampak menikmati dengan menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri. Kurang lebih 10 menit Mbak Yuli kembali ke puncak kenikmatan. Lendir hangat kembali membasahi batang kemaluanku. Aku bertanya, “Keluar lagi Mbak?” ia hanya menganggukkan kepalanya, lalu pelan-pelan kembali kugerakkan batang kemaluanku maju mundur sambil menunggu Mbak Yuli terangsang lagi, kulihat lubang duburnya yang agak mencuat keluar, lalu kucoba masukan jari telunjukku ke dalam duburnya setelah aku beri sedikit sabun, terdengar sedikit rintihan, “Sstt.

ah Mas pelan-pelan”, rintihan yang membuat aku semakin nafsu, tiba tiba aku ingin sekali mencoba untuk menikmati lubang duburnya yang kelihatannya masih “Perawan” itu, kutarik pelan batang kemaluanku yang masih basah dan licin itu akibat lendir dari lubang kemaluan Mbak Yuli. Kutempelkan kepala kemaluanku yang mengeras di permukaan duburnya, kupegang batang kemaluaku sehingga kepalanya mengeras.

Aku mencoba menekan batang kemaluanku, karena licin oleh sabun maka kepala kemaluanku segera melesak ke dalam, dia pun mengeluh, “Akhh aduh mass. sstt ohh!” aku berhenti sea’at, dan dia bertanya, “Kok dimasukin di situ Mas?” lalu kujawab dengan pertanyaan, “Sakit nggak Mbak?” Mbak Yuli diam saja, dan aku melanjutkan sambil berdiri agak membungkukkan badan, tangan kiriku melingkar di perutnya menahan badannya yang mau maju, dan tangan kananku berusaha memegang vaginanya mencari klitorisnya.

Hal ini membuat dia terangsang hebat, dan kutekan terus sampai masuk penuh. Terasa olehku otot anusnya menjepit batang kemaluanku, permainan ini berlangsung 1/2 jam lamanya, dan kembali aku tak mampu menahan spermaku di dalam duburnya sambil kupeluk tubuhnya dari belakang, kutekan batang kemaluanku sedalam mungkin, tubuhku bergetar dan mengeluarkan cairan sperma dalam duburnya, kubiarkan sesaat batang kemaluanku di dalam anusnya sambil tetap memeluk tubuhnya dari belakang, dan tubuh kami masih berlumuran dengan sabun., Kami melepaskan nafas karena kecapaian lalu kami selesaikan dengan saling menyirami tubuh kami, lalu berpakaian dan duduk kembali menunggu Mbak Nia pulang, Mbak Yuli pun tertidur di sofa karena kecapaian.

Ketika mulai senja kulihat Mbak Nia pulang dan aku membukakan pintu, dia bertanya, “Mana si Yuli?” aku tunjukan dan dia berkata, “Oh lagi tidur, capek kali ya?” aku hanya diam saja dan Mbak Nia masuk kamarnya, tiba-tiba aku ingin pipis dan aku ke kamar mandi melewati kamar Mbak Nia. Secara nggak sengaja aku melihat dari antara daun pintu yang tidak rapat, Mbak Nia sedang ganti baju, kulihat dia hanya mengenakan celana dalam saja. Tubuhnya bagus, putih bersih dan sangat berbentuk.

Sesa’at aku terpana dan ketika ia mengenakan baju aku buru-buru ke kamar kecil untuk pipis, dan waktu keluar dari kamar mandi, Mbak Nia cerita ngentot di bus menunggu di depan pintu, sambil tersenyum dia bilang, “Tadi ngintip ya?” aku hanya tersenyum dan berkata, “Boleh lihat semuanya nggak?” dia menjawab, “Boleh saja tapi nggak sekarang, nggak enak sama.” sambil menunjukkan tangannya ke arah ruang tamu.

Aku paham maksudnya, lalu dia masuk kamar mandi sambil tangannya menyempatkan meremas kemaluanku, aku segera kembali ke ruang tamu dan membangunkan Mbak Yuli. Akhirnya aku dan Mbak Yuli sering melakukan hubungan seks dengan berbagai style di motel, villa kadang-kadang di rumahku sendiri, dan ketika aku ingin ke rumahnya beliau selalu melarang dengan berbagai alasan. Ternyata Mbak Yuli ini sudah bersuami dan memiliki seorang anak, ini membuatku sangat kecewa. Di sa’at aku mulai benar benar mencintainya, dan Mbak Yuli pun sebenarnya menginginkan hal yang sama, tapi beliau sudah terikat oleh tali perkawinan.

Hanya saja dia tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan seks dengan sang suami, dan sa’at jumpa dengan diriku dia cukup lama mengambil keputusan untuk menjadikan diriku sebagai kekasihnya (PIL), katanya bersamaku dia menemukan apa yang dia inginkan (kata dia lho).

Hubungan kami berlangsung setahun lebih sampai dia pindah bersama suaminya ke Surabaya. Tapi aku yakin suatu hari aku pasti ketemu lagi. Oh Mbak Yuli sayangku, ternyata kamu milik orang lain. Hingga sa’at ini aku masih berharap ketemu lagi, setiap pagi aku masih setia menunggu kamu, walau tidak ketemu tapi kenanganmu masih tersisa dalam hatiku. Tamat Category: Cerita Selingkuh Tag: Cerita 17 Tahun, Cerita Basah, Cerita Bokep, Cerita Dewasa, Cerita Enak, Cerita Lendir, Cerita Ngentot, Cerita Ngewe, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Cerita 17 Tahun Cerita Basah Cerita Bokep Cerita Daun Muda Cerita Dewasa Cerita Dewasa Perawan Cerita Enak Cerita Lendir Cerita Ngentot Cerita Ngewe Cerita Pemerkosaan Cerita Perawan Cerita Porno Cerita Sedarah Cerita Seks Cerita Selingkuh Cerita Sex Foto Bugil Kumpulan Foto Bugil Pos-pos Terbaru • Cerita Dewasa Tante Susan Yang Montok • Cerita Dewasa Bersetubuh Dengan Gadis Perawan • Cerita Dewasa Aku Diperkosa Teman Adikku • Cerita Dewasa Rio Anakku Dan Juga Suamiku • Cerita Dewasa Nafsu Gadis Perawan Di Bawah Umur
Cerita ngentot – Malam minggu itu jam 21:15.

aku ketinggalan kereta di stasiun bogor, tapi aku hrs ke jakarta, ada urusan kerjaan yang harus diselesaikan malam itu juga buat senin pagi. Aku tidak bisa nginep di rumah orang tuaku malam itu. Akhirnya aku ke terminal bis dan akan naik bis ke uki baru nanti nyambung lagi taxi ke rawamangun, kostku di sana. Dengan naik angkot sekali aku dah sampai di terminal, aku lihat bis ke uki masih ngetem. aku naik, masih kosong. cuma ada 2 org bapak2 di bangku depan.

Aku memilih bangku deretan ketiga dari depan yang sebelah kiri bis. lama juga menunggu tapi penumpang yang naik baru cerita ngentot di bus org. itupun duduk di bagian tengah. penjual makanan sudah beberapa kali naik-turun, tak lama. seorang ibu2 muda naik dan dia duduk dideretan kedua bangku sebelah kanan, pas naik sepertinya dia sempat merilirik aku lalu duduk, tukang gorengan naik lagi, dipanggilnya.

dan sambil memilih dan mengambil gorengan dia sempat melirik lagi ke aku. hmh. lumayan. ga tua2 amat. cantik dan bersih lagi. aku senyum ! dia nawarin gorengan ke aku. aku ngangguk pelan, malu juga tar kl ketauan penumpang lain kalau kami saling memberi kode.

Bis masih ngetem. sesekali dia melihat ke aku, dari matanya. sepertinya dia minta aku duduk di sampingnya. aku cuma bisa senyumin dia, aku ga enak, malu. aku belum pernah kenalan sama cewek di bis. memang aku sudah 27 tahun (3 tahun yang lalu), sudah bekerja tapi untuk urusan sex aku masih hijau, aku memang sering petting dan oralsex sama mantan pacarku dulu, tapi sejak putus dengan Dian 4 bulan yang lalu aku ga pernah kencan dengan siapapun, tapi kami ga pernah lebih jauh dari itu, dan sekarang aku jomblo.

satu-satu penumpang mulai mengisi bangku kosong, dan disebelah mba itu juga dah diisi 2 org laki-laki. sesekali. sambil pura2 melihat keluar jendela bis, cerita ngentot di bus itu meneruskan pandangannya ke aku dan matakupun tidak lepas melihat dia.

hmh.

cerita ngentot di bus

pengen ada disebelahnya. mana hujan mulai turun saat bis mulai berjalan dingin. ! Dalam perjalanan dia masih sering curi2 pandang. pikiranku mulai menerawang membayangkan sebuah cerita romantis dengannya, membuat si “dd” mulai bangun, ahh. tak terasa bis sudah sampai pintu tol TMII, pasti sebentar lagi akan sampai di UKI. “uki abiss… uki abiss.” teriak kenek bis. Penumpang siap2 berdiri untuk turun, mba itu juga.

sambil melirik ke arahku dan aku senyumin dia, di bawah jempatan penyeberangan uki dia berdiri, aku coba deketi. “maaf mba. mau kemana ? naik apa ?” “pasar minggu, metromini 64 masih ada gak yaa ?” jawabnya.

melihat seperti berharap akupun akan searah. “waduh. jam 10:22 lho mba. ga tau juga yah.'” “kalo adek mau kemana ?” “aku mau naik taxi ke rawamangun mba.” “tapi kalo S64 gak ada.

boleh aku anter mba ke pasar minggu ? jakarta lagi ga aman soalnya mba. ” tambahku. “hmh… boleh. tapi apa ga ngerepotin adek ?” katanya sambil melihat jam tangannya “ah gapapa mba. lagian dah malam bgt ni. kasian kalo mba nunggu lama disini. “ayuk mba.” kataku sambil nyetop taxi Kami naik.

“pasar minggu ya pak.” kataku pada sopir beberapa ratus meter kami masih saling diam. lalu aku menoleh ke arahnya. dia senyum. Ini memang pengalaman pertamaku kenal cewe di bis. tapi nggak tau kenapa, naluri telah menuntunku untuk bisa lebih dekat dengan mba ini. “maaf mba. namaku nino. aku manggil mba. ? kataku berbisik. sambil mendekat ke arahnya, takut ketauan sama sopir kalau kami belum saling kenal “Rita.” bisiknya lebih dekat ke kupingku kamipun bersalaman.

tapi sepertinya aku males melepaskan jabatan tanganku, dan dia juga kelihatannya enggan. jadilah kami pegangan tangan. Aku duduk lebih mendekat aku genggam tangannya dan kami saling pandang dan senyum, tangan kami saling meremas.

“mba kok sendiri ? dari mana ?”bisikku ke kupingnya, tercium bau parfumnya yg enak banget. “dari rumah adekku di ciomas, gak taunya kemalaman pulangnya. kalo cerita ngentot di bus dari mana ?” jawabnya, juga berbisik.

hmh. nafasnya enak. “dari rumah tadi mba. tapi ada kerjaan yang harus saya selesaikan malam ini di kost saya. makanya balik ke jakarta ” balasku berbisik lebih dekat di kupingnya.

dia menggenggam erat tanganku. memainkan jarinya du telapak tanganku. pikiran yang engga-engga mulai merasuki. si “dd” tambah bangun, aku lebih mendekat, aku cium kupingnya. bahunya diangkat, geli deh pasti. lalu cerita ngentot di bus menatap mataku. “kamu kok jadi nakal.?'” katanya dengan pandangan genit. “abis. mba yang bikin aku jadi nakal. mba cantik. lagian tadi sapa yg suruh liat2 ke aku di bis.” jawabku, sekarang tanganku sudah pindah ke bahu kirinya. “kamu sih. sapa suruh ganteng.

cerita ngentot di bus

pasti pacar kamu cantik yah.?” balesnya berbisik di kupingku. kali ini dia cium pipiku. waw. !! “aku lagi nggak punya pacar mba” jawabku Aku tau.

aku lumayan untuk ukuran cowo. putih, 170/62, dan wajahku lumayan menurutku, tapi Dian mantan pacarku juga pernah bilang kalo aku ganteng. ah. ga tau deh. Wah. kami sudah hampir sampai di ps minggu. “mba mau langsung pulang ?” tanyaku. berharap dia akan cerita ngentot di bus tidak “hmh. emang kalo engga kita kemana lagi cerita ngentot di bus dia menatap mataku “kalo mba mau.

gimana kalo kita nonton aja ?” kami masih berbisik “boleh tapi dimana ?” “kalibata aja yuk !” dia senyum mengangguk. “maaf pak. kita kembali ke kalibata mall saja. maaf ya pak.” kataku pada sopir taxi. Aku sudah lupa kalau aku harus menyelesaikan pekerjaan malam itu.

Taksi berbalik arah ke kalibata mall. sampai di kalibata21 kami lihat sudah mulai antrian tiket midnite, aku ikut antri. mba rita aku minta duduk aja nunggu aku. Sampai di depan penjual tiket, aku pilih film. aku lihat di bangku paling belakang masih ada tempat di pojok yang belum terisi. “A 1-2 aja mba” pilihku ke mba penjual tiket.

dia melirik, seakan tau niatku, huh. ! sambil menunggu pintu theater 3 dibuka aku ngobrol sama mba rita. “maaf mba. hmh. mba sudah berkeluarga ?” “sudah rhin. tapi suamiku kebetulan lagi keluar kota sejak 3hr yl, mungkin sampai minggu depan, ada urusan kantor katanya” “oww. ” aku cuma bengong melihat ke arah mba rita.

Diraihnya tanganku. aku genggam. kami saling pandang. “jangan panggil aku mba lagi yah rhin. panggil namaku aja. makasih kamu dah ngajak aku nonton malam ini, soalnya kalopun aku pulang, sepi, males, aku blm punya anak soalnya, lagian ga ada siapa2 di rmh, kami tinggal berdua saja, kadang sesekali ada adikku cowok yg nemenin, tapi kl malam minggu ini, dia pasti ngapel, dan ntar pulang ke rmuah ortu. gak tau kenapa. padahal kami dah nikah 8 th” katanya lirih. Aku remas jemarinya.

Aku membetulkan letak si “dd”, soalnya mulai bangun dan menggeliat, menggelinjang dan keluar jalurnya emang si “dd” nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4, tapi setelah selama ini ternyta banyak memberi kepuasan pada wanita. Rita melihat itu. “hayoo. kok ada yang bangun.” katanya sambil mencubit lenganku “iya sayang.

ga tau nih. tau aja dia kalo aku sama cewe sexy (ups.aku manggil dia sayang ?) eehmm. aku juga makasih dah bisa kenal sama mba. eh rita. kamu cantik rita.” hmh. mulai gombalku. Akhirnya pintu theater 3 dibuka. setelah beli popcorn dan minuman kamipun masuk. SAmapi film main. deretan kami cuma diisi 6 orang. yang 2 pasang itupun di lajur kiri, jadi di kanan cuma kami berdua. sambil ngobrol kami makan popcorn, dan minuman kaleng aku buka.

Aku mulai berpikir.

cerita ngentot di bus

malam ini akhirnya aku kencan juga dengan rita yang cantik. putih. dan berkulit bersih. kami pegangan tangan. aku peluk dia. aku cium rambutnya, dan film pun mulai main. Tapi kami malah asyik saling cium pipi, saling peluk, saling remas jemari, akhirnya. aku cium bibir merahnya. kamipun jadi makin liar. dia isep lidahku dalam.

hmh. tanganku mulai ke arah dadanya. aku lepas kancing bluesnya, aku remas teteknya, mm. gede. kalo ga salah pasti 36c, masih kenceng bho. ! Rita mengerang lirih, tangannya mulai mencari pegangan, ******ku. ! diusap2nya dari luar jeansku. akhirnya dia lepas zippernya. dia lepas sabukku. tangannya masuk mencari ******ku yang dah dari tadi tegak dan keras. emang si ******ku nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4cm, tapi setelah selama ini ternyata kuat dan banyak memberi kepuasan pada wanita, ahhh… lembutnya belaian rita.

membuat makin keras. tak mau kalah. aku pelorotin bra-nya rita aku jilat tetek besar itu. aku gigit2 putingnya, aku isep dan aku sedot, cerita ngentot di bus kananku meremas tetek kanannya dari belakang, dan tangan kiriku masuk cerita ngentot di bus dalam celana rita. dia mengempiskan perutnya, seakan memberi jalan buat tanganku lebih masuk lagi, memang.

tanganku mulai masuk ke cd rita, dan lebih dalam, hmh. terasa tak ada jembut, dicukur habis, jariku mulai mencari memeknya yang sudah lembab, ohh.

anget. aku elus. aku mainin klitorisnya. dia melenguh sambil meremas dan mengocok ******ku lebih cepat. “sayang. Ahhh… aku mau dimasukin… tapi aku belum pernah” bisikku. “Aku juga mau yang. tapi gmn caranya.” jawabnya dengan pandangan sendu. Aku melihat sekeliling. pada asyik nonton semua. lagian yg di deretan kiriku juga kelihatan pada asyik. aku menatap mata rita. dia kelihatannya mengerti.

“Rhino sayang. pliss. rita minta perjakamu sayang, rita akan lakukan apapun untukmu honey.” rita memohon di kupingku, sambil dijilatinya kuping dan leherku. Ahh aku tak kuasa untuk menolak tapi juga ragu untuk memulai, aku sangat menginginkannya, tidak ada salahnya, toh rita cantik dan sexy. Akhirnya aku pelorotin jeansku lalu cdku. dia senyum. cerita ngentot di bus tarik rita ke pangkuanku. celana dan cdnya aku pelorotin juga. Diraihnya ******ku yang dah berdiri keras.

ditempel ke memeknya. dia gesek2. ahhhhh. rita sayang. aku cumbu lehernya. aku peluk dari belakang. 2 teteknya aku remas dan aku mainin putingnya. aku meremas dan mengelus. dia mualai memasukkan ******ku ke memeknya yang sudah basah. “aaarrgghhhh…rita sayang. ennnak…” bisikku. aku naik turunkan pantatku. rita juga mulai memberi gerakan yang berlawanan. ooghhh. memek rita. suami orang. tapi masih saja sempit. jepitannya membuat aku melayang. dalam bioskop ini. kamu saling menggenjot, tidak terlalu bersemangat, karena kami takut ada yang lihat.

gerakan kami saling mengimbangi, desahan kami saling bersahutan, tapi lirih.dan pelan. kupingnya aku jilat dan gigit kecil. membuat rita semakin merintih halus. mendesah nikmat. saat dia menggerakkan pantatnya memutar. ******ku berasa diremas dan dipijet. aku sodok ke atas. aku ikutin puteran pantat cerita ngentot di bus aku cubit2 kecil putingnya. tangan kiriku mengelus perlahan ke perut rita. dan terus mencari klitorisnya.

aku tekan-tekan. aku beri cubitan kecil. posisi kami memang memungkinkan untuk itu. rita dipangkuanku. menghadap kedepan. “aahh. rhino honey.

memek rita diapain. kok enak banget sayang.” desahnya Semakin liar tapi hening. semakin bersemangat memberi jepitan dan sodokan. hanya desahan2 kecil yang ada. Gila. sensasi ******* di bioskop enak banget, takut ketahuan dan kelihatan orang menambah kenikmatan kami. Apalagi ini penglaman pertamaku. Rita makin cepat menaik turunkan pantatnya, sesekali memutar. aku juga semakin cepat menusuk memek rita, ahh.

keringat rita di leher aku jilat. memang dingin di sini, tapi kami berdua basah oleh keringat birahi. “rhino. rita mau keluar sayang. cepat. kita bareng.” “iya rita. aku juga. ahhhh lebih cepat. jepit yang kuat sayang” goyangan pantatku ke memek rita makin cepat, rita juga.

sesekali terdengar bunyi derik tempat duduk kami. sudah kepalang basah. kami tak menghiraukan lagi akan takut ketahuan… aku genjot. rita menjepit. tangan kananku meremas buah dada besar itu. tangan rita meremas rambutku. semakin liar. semakin cepat. “aahhh…. ooghhhh…. rrhhhiiiii…. nnoooooo… rriii.taaa. kellll…rgghh.” desah suara rita tertahan. “aarrggggggghhhhhhh…….

ouuugghhhhhhh…. ritaaaaaaaaaaaa. “bales rintihku. Aku keluar… spermaku muncrat tanpa sempat bertanya keluarin di dalam apa diluar. croooott…. crroootttt. ahhh menyemprot ruang2 vagina rita. dan terasa memeknya membuat kedutan dan jepitan di ******ku… Kami lemas… dan kamipun kembali berciuman. setelah membersihkan sisa cairan di masing-masing kelamin kami, lalu kami membereskan pakaian.

Tak lama filmpun selesai, dan kami tidak tau sama sekali jalan ceritanya. anda yang tau cerita kami.! Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus.

Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari cerita ngentot di bus aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.

Hidupku sungguh sempurna. Tepat setelah aku lulus dari kuliah, aku mendapatkan kerja yang cukup nyaman di sebuah perusahaan telekomunikasi cukup besar daerah Jakarta Selatan. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro. Perjalanan cinta kami bisa dibilang cukup mulus.

Benar-benar sebuah hidup yang sempurna. Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. Aku dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius dan sangat teratur. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung cerita ngentot di bus kali aku melanggar aturan atau norma. Kenakalanku paling besar hanyalah minum tomi (topi miring in case you're wondering) dan sedikit magadon, waktu acara naik gunung di SMA.

Tapi itu dulu. Hampa kadang terasa. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan.

Sekali dalam seumur hidup. Aku beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Sumber Alam. Langgananku selama 2 tahun terakhir. "Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?" tanyaku cerita ngentot di bus seorang petugas loket. Manis juga. Item manis sih tepatnya. "Dereng mas, jogja ya? Mangke setengah jam malih .," Lho, kok bahasa jawa? "Nuwun nggih mbak." Aku duduk menunggu. Asap bus benar-benar menyesakkan. Aku merasakan diriku sesak napas. dari dulu memang aku tidak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta.

Tapi kepepet sih, harus cari upa ("cari nasi") di Jakarta. Tak lama kemudian bis itu datang juga. AB 7766 BK. Aku bergegas naik. 14A. dua tempat duduk. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Biar bisa tidur lelap. Aku segera menutup mata. Mengurangi kebisingan akibat cerita ngentot di bus lalang orang mencari tempat duduk. "Mas, mas, maaf .," ada suara merdu rupanya. Aku membuka mataku. "Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya?

Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Soalnya beli tiketnya baru aja tadi." Aku melihat ibu yang menyapa tadi. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.

"Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC cerita ngentot di bus bu. Maaf ya," jawabku agak keberatan. Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini. Ibu itu cemberut. "Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Aku duduk di sampingnya mas ini aja." Whatever.

aku kembali menutup mataku. Perjalanan ini sesungguhnya bakal menyenangkan, kalau tidak harus mendengar rengekan anak 5 tahun yang sepertinya tidak pernah diam itu. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Aku jengkel banget. Hujan mulai turun. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku.

Masih terjebak di Cawang. Sial. Untung Cikampek tidak macet. Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi.

Uh, begitu romantis. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. Kalau saja . Aku memandang ke samping. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya.

Si bapak sedang sibuk dengan PDAnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Tampaknya keluarga berada. Tapi ngapain naik bis ya? Ah, peduli amat. Aku kembali menutup mataku. Hari berangsur gelap. "Pengumuman, bapak ibu.

Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala," kata kenek bus itu mengagetkan aku. "huuuuu," para penumpang menyahut serentak. Sip. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang.

Aku paling suka gelap. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta. ------------ Aku melirik jamku. Jam 9 malam. Semua orang tampaknya sudah terlelap. Tidak terkecuali ibu dan anak di sampingku. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Pasti mereka kekenyangan, dan acara yang paling menyenangkan setelah makan adalah tidur. Hujan masih turun, rintik-rintik. Aku melanjutkan tidurku.

Tidak berapa lama aku terlelap, aku merasakan kaki anak di sebelahku menyentuh kakiku. Sialan. Itu berarti sepatu anak itu kena celanaku. Aku menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu tidak menekan celanaku. Tentu saja dengan mata terpejam. Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. Eee, kurang ajar.

Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Aku terkejut. Ternyata itu bukan kaki anak kecil. Itu kaki orang dewasa. Kaki ibu itu. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi.

Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Dan ibu itu balas menggesek. Aku sedikit membuka mataku. Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sampingku. Matanya juga terpejam ternyata. Tiba-tiba ibu itu menggeser sedikit tubuhnya. Ya, kearahku. Kami berdua menjadi duduk berdempetan. Sisi samping kananku menempel pada bagian kiri tubuhnya. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Aku mulai terangsang. Aku mencoba untuk lebih berani.

Tubuhku aku condongkan sedikit ke depan, dan kemudian aku bergeser ke arahnya. Sehingga posisi saat itu, lenganku tepat di depan dadanya. Tubuh itu diam saja. Lenganku kemudian ku tekan sedikit ke belakang, sehingga aku bisa merasakan sesuatu yang begitu empuk.

Ya, payudaranya. Payudaranya besar. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Dan sangat empuk. Sikuku kemudian membuat gerakan melingkar di dadanya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku. Tubuh itu diam saja. Kulirik matanya. masih terpejam. Tapi aku mendengar dia menghela napas. Jadi ia terangsang. Aku? sangat terangsang. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku.

Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Aku akan melakukan dosa. 4 hari sebelum pernikahanku.

cerita ngentot di bus

Sepanjang sejarah hidupku. Tapi perasaan itu, nafsu itu, benar-benar membuat aku tidak tahan . lenganku terdiam sebentar dari kegiatan menggesek dadanya. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat. Tangannya sangat perlahan mengelus kakiku dari mulai pangkal paha sampai atas lutut. Aku gemetar. Sangat gemetar. Aku tidak tahan .

Sekarang posisiku berubah. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Aku sudah memakai jaket tentu saja, karena aku tidur di bawah AC. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Sweater tadi kemudian aku tutupkan di atas dadaku, dan kemudian tanganku kulipat. Apabila dililhat dari jauh, seperti orang yang tangannya kedinginan karena AC.

Tapi bukan itu alasannya. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Kami berpandangan sebentar. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Tanganku mulai beraksi. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Sangat pelan. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi.

Aku sangat menghayati momen itu. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Besar, dan sangat kenyal. Aku merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. Aku membayangkan bentuknya. Mungkin warnanya hitam. Atau merah. Dan rendanya sedikit tembus pandang.

Mungkin cupnya cuma setengah. Mungkin cupnya tidak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Oooh, aku semakin terangsang. Ibu itu mengenakan baju jeans terusan dengan bawahan rok dengan kancing dari dada sampai di lutut. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga aku bisa merasakan tekstur renda BHnya.

Sangat merangsang. Aku melirik sedikit ke arah dia. Dia masih terus mengelus pahaku. Aku tidak sabar. Tangan kananku yang nganggur kemudian memimpin tangannya ke penisku yang sudah tegang.

Aha, dia mengerti. Kemudian dia berlanjut mengelus kontur penisku dengan jari telunjuk dan jempolnya yang tercetak jelas di dalam celanaku. OOoh, mantab. "Besar .," desisnya. Matanya tetap terpejam. Mataku juga. Aku melanjutkan kenakalanku. Kali ini, dua kancing tepat di depan dada besar itu aku buka.

Dengan susah payah. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Yup, susah sekali. Akhirnya dia turun tangan. Tangannya kanannya membantuku membukanya. Tanganku kemudian masuk pelahan ke dalam bajunya, untuk merasakan keindahan payudara di baliknya. Bayanganku memang menjadi kenyataan. BH setengah cukup yang terlalu kecil, dengan renda yang sangat cerita ngentot di bus. Aku suka sekali renda, terutama apabila renda itu ada di tempat yang tepat. BH dan celana dalam.

Aku kembali mengelus dadanya. SEkarang aku sedikit meremasnya. Sensasinya benar-benar luar biasa. Dia mendesis.

Kepalaku berdentum-dentum. Jantungku berdebar sangat keras. "Buka," bisikku lirih. Mungkin tidak terdengar. Tapi aku tidak mau mengambil resiko terdengar. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Ternyata dia mendengar. Dia berhenti mengelus penisku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang.

Agak lama dia membukanya. Selagi dia membuka BHnya, pelahan aku menarik ritsleting celanaku ke bawah. Pelaaan sekali. Cerita ngentot di bus itu, aku memelorotkan celana dalamku. Tidak melorot sih sebenarnya. Cuman mengaitkan kolornya ke bagian bawah penisku. Tidak nyaman memang. Tapi sekarang penisku bisa bebas mengacung menunjuk langit. Menanti elusannya. Sepertinya kait BHnya sudah lepas. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas.

Dan dia tidak kaget, kali ini penisku sudah tegak menjulang, keluar dari celana. Kemudian dia seperti terkejut dan kemudian menarik tangannya dan kemudian melipatnya di depan dada. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar.

Sial. ada orang mau ke toilet. dia berjalan melangkah dari depan. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si "burung" nakal. Aah, seorang wanita. Bakalan lama nih. Jantungku berdegup keras. Lama sekali orang itu di toilet. Aku mulai tidak sabar.

Penisku sudah mulai menyusut. ya iyalah, baru juga pemanasan. Kepotong deh. . Akhirnya wanita itu lewat juga di di samping kami. Uuuh, lega. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari "adikku" yang mulai tegang lagi. hmmm. Tangannya sungguh mulus, dan sentuhannya, benar-benar nikmat.

Dia tahu betul cara merangsang penis dengan sentuhan. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Dia tidak meremas, atau menggosok terlalu keras. semuanya cerita ngentot di bus ringan dan melayang.

Dan itu membuatku melayang. Tanganku juga tidak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri cerita ngentot di bus bergerak mencari sasarannya. Si bukit kembar yang kenyal. Dan tangan itu menemukan sasarannya. Dada itu benar-benar lembut. Mulus tak bercela. Aku meresapi setiap jengkal usapan tanganku di dadanya. Meremas pangkal dadanya. Memilin putingnya. Putingnya. Putingnya runcing, ukurannya luar biasa, sepanjang buku jari telunjukku. Dan keras. Sangat keras. Sperti penis kecil. Aku memilinnya.

lagi. Dan dia mendesis. "jangan keras-keras," bisiknya sangat lirih. AKu mengerti. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Benar-benar nikmat. Tapi tetap ada yang kurang.

Kami berdua tidak terpuaskan. Penisku tetap tegang luar biasa. Dan rasanya mulai sakit sekarang. berdenyut-denyut ga karuan. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus. Dia mengerti hal itu. "Ke bawah .," bisiknya sambil mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. Aku langsung tanggap. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans.

Tidak berasa memang. Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Dia menahan tanganku. "Jangan . " Aku nekat. "Jangan ." Ok.

Aku turuti. Aku kembali mengelus pahanya. Kali ini tanganku lebih berani. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Dia tidak menolak. Aku kembali mengelus pahanya. Hhhm, sungguh mulus. Benar-benar mulus. Aku merasakan bulu-bulu halus di telapak tanganku. Dia terengah-engah. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus penisku. Tak apa. lebih baik begitu daripada menyiksa "adikku" yang sudah tegang luar biasa. Aku tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku.

Kemudian memandang ke arah dia. Matanya bertanya. Menanyakan mengapa aku menghentikan itu. "Aku mau itu," bisikku mendekat di telinganya, sambil menunjuk ke arah gundukan tempat vaginanya berada. Dia menggeleng. Aku kemudian berpura-pura tidur. Memejamkan mata. Lama sekali. Mungkin 5 menit, mungkin kurang dari itu. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan.

Hehehehe, aku menang. Dia tidak tahan. Tanganku sudah berada tepat di atas gundukan itu. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. Dapat. Jelas, ini sutra. Atau Satin? aku tidak peduli. bahan kain celana dalamnya halus sekali. aku merabanya. memastikan. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. Sesuatu itu sudah basah. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Tanganku berhenti di situ.

Merasakan bentuknya. Sedikit bergelombang. Aku merasakan lipatan vertikal. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Cukup tebal. dan sangat basah. Aku tersenyum kembali. Penuh kemenangan. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Pelan, tapi sedikit menekan.

Dia mendesis. Oh tidak. Dia melenguh. Tetap memejamkan matanya. Aku makin berani. Celana itu aku pegang elastisnya. dan aku turunkan ke bawah.

Dia memegang tanganku. Aku tetap berkeras. Dia menyerah. Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Jari itu mencari sumber kenikmatan seorang wanita. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Kemudian mengelusnya. Kemudian menekannya. Tubuhnya menegang. Aku kembali mengelusnya. Pelan dan sedikit menekan. Pelan dan sedikit menekan. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Jariku masuk lebih ke dalam.

Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Benar-benar basah. Rongga itu seperti tidak berujung. Kemudian jariku kugerakkan. ke dalam dan ke luar. Berulangkali. Aha, aku merasakan jariku seperti tersedot ke dalam. Ada sesuatu yang mencengkeram.

Dan rasa itu kembali membuatku terangsang. Aku terus menggerakkan jariku. Semakin cepat. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. kental. Dia terengah-engah. Tubuhnya menegang. Kali ini cukup lama. Aku terus menggerakkan jariku. Dia kemudian menahan tanganku. Aku menurut. Aku memandangnya. Matanya terpejam. Seperti menghayati sesuatu.

Mungkin orgasme. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Kancing masih terbuka. "Apa kau .?" "Ya . Luar biasa .," bisiknya, memandang kepadaku.

Oooh, senyumnya manis sekali. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus. Dia memandang ke bawah tubuhku. "Kasihan ya." senyumnya menunjuk ke "adikku". Ya iyalah. "adikku" tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan.

Paling tidak dengan jariku. "ga papa ." Kami berdua terdiam. Menghayati momen-momen gila tadi. Kedua mata terpejam. Hawa dingin AC menyergap. Aku melirik jamku. 2 dinihari. Dan kemudian bus berhenti. cukup lama. Orang-orang sepertinya tidak peduli. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati. Aku memandang "partner"ku.

Matanya terpejam. Bajunya sudah dikancingkan. Lengkap. Aku pun bergerak membetulkan celanaku. "Jangan .," katanya sambil menahan tanganku yang hendak menarik ritsleting. Oh, dia ternyata melirikku. Ok. Aku menurut. Aku ingin tahu apa yang ingin dia lakukan. Aku hanya menutupnya kembali dengan sweater. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Keringatku mulai menetes dari kening. Akhirnya bus berjalan. AC mulai berhembus lagi.

Sejuk. Aku memejamkan mata lagi. "Buka matamu, awasin ." Aku tidak mengerti. aku membuka mataku. Tiba-tiba dia membungkuk.

Gilaaaa. Aku merasakan bibir mungilnya menyentuh kepala "adikku". Ringan sekali. Aku mengerti maksudnya. Mengawasi sekeliling supaya tidak ada seseorang pun memergoki aksi gila ini. Penisku mulai hidup lagi. Gila mungkin, tapi aduuuh, memang nikmat. Kurasakan bibirnya mulai menciumi kepala penisku. Ohh, bibirnya mulai membuka dan memasukkan kepala penisku ke mulutnya.

Penisku mulai masuk ke dalam mulutnya. Dan pelan-pelan mulut itu mulai menghisap. Adduh, sakit. "Jangan keras-keras .," aku berbisik sambil membelai rambutnya. Membelai rambutnya? iya, seperti layaknya pacar saja. Dia kembali melanjutkan kulumannya.

Kali ini pelan-pelan. Naik turun. Naik turun. Nikmat tak terkira. Tampaknya dia sudah sering melakukan ini. Mulutnya bagaikan sebuah mesin handal perangsang penis. Setelah selesai menghisap, dia berhenti sebentar, dan kemudian menjilat bagian bawah kepala penisku.

Tidak cuma menjilat, lidahnya juga bergetar ketika cerita ngentot di bus menyusuri daging itu. "Ooohhh .," kali ini aku terpaksa harus melenguh. Cerita ngentot di bus nikmat sekali. Dia tahu sekali kelemahan "adikku". Bagian itu kemudian digigitnya dengan bibirnya. Siall, makin nikmat. Lagi-lagi digigitnya dengan bibirnya. Kalau begini terus, aku pasti tak tahan. Gelliiii. Kemudian mulutnya kembali mengulum.

Naik turun.

cerita ngentot di bus

Yang aku heran, penisku bisa masuk semua ke mulutnya. Wooa, sensasinya benar-benar luar biasa. Telaten sekali dia. Mulutnya kemudian berpindah ke . bolaku. Menciumnya sebentar, kiri dan kanan, dan kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Ohhhh. Ketika mengulum bolaku, kurasakan lidahnya menari-nari di dalam mulutnya. Aku yang ga telaten. Kurasakan nikmatku semakin memuncak. Tidak tahan lagiiiiiiiii .

"Aku mau ." Mulutnya berpindah ke kepala penisku. Mengulumnya lagi. naik turun. Tangannya mengocok pangkal penisku. Pelan tapi erat. "Aaaahhhhh ." Ujung penisku berkedut. Sekali. Kurasakan aliran sperma ke mulutnya. Dua kali. Tiga kali. Empat kali. Selama itu pula mulutnya tetap mencengkeram kepala penisku. Aku ejakulasi. Di dalam mulut seorang ibu. Orang asing.

Aku bahkan tidak tahu namanya. Dia memandangku. Tatapan itu . "Makasih .," hanya itu yang terlontar dari mulutku. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Sekilas kulihat bekas sperma di pinggir bibirnya. Aku mengangkat tanganku, membersihkannya. Kami berdua terpejam. Pagi menjelang. Orang-orang sudah sibuk ngobrol. Isi bus kembali ramai. Aku? masih terlelap. Atau pura-pura? Setelah kejadian malam tadi, aku sama sekali tidak berani untuk cerita ngentot di bus ibu di sampingku.

Bahkan mengajak bicara pun tidak berani.

cerita ngentot di bus

Kurasa dia juga begitu. Kudengar dia sibuk dengan anaknya, sambil bicara dengan suaminya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa antara aku dan dia. Sepanjang jalan ku membuang muka, menatap pemandangan di luar jendela bus. Pesta bujanganku kurasa.

Pukul 6.30. Orang-orang sudah mulai turun bus. Sudah sampai Sedayu. Berarti sebentar lagi masuk kota. Keluarga di sampingku bangkit. Oh, mereka mau turun. "Mas, duluan, mas .," kata suaminya ramah, ditimpali ibu itu. Aku terpaksa menoleh ke arah mereka. Baru kusadari sekarang. Ibu itu sangat manis. Aku merasa berterimakasih padanya. "Oiya, monggo monggo," sahutku.

Mereka turun dari bus. Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan. Ada secarik kertas kecil di bekas tempat duduk ibu tadi.

Aku memungutnya. Penasaran. ternyata di cerita ngentot di bus itu tertulis nama ibu dan no telepon y.wah ada kesempatan lagi ni he.he2. • ► 2015 (6) • ► Januari (6) • ▼ 2014 (11) • ▼ Oktober (11) • Kenikmatan ketika hujan turun • Memacu Birahi di Dalam Bus Umum • Nikmatnya Istri Karyawanku • Obat Awet Muda Cerita ngentot di bus Erni • Kakak Ipar Istriku • Anak Kos dan Bini Orang • Operator Warnet Itu Istri Orang • Menggarap Istri orang di Bioskop • RINI AYAM KAMPUS • PKL • Lomba Semprot Sperma Di Memek Gadis-gadis
Sudah dua jam lebih Upit menunggu lewatnya bus jalur6A yang biasanya mengantarkannya pergi pulang sekolah.

Ya, hanya bus rakyat itulah satu-satunya sarana transportasinya dari Godean ke SMP Negeri favorit di bilangan dekat perguruan tinggi negeri. Tapi sejauh ini,bus itu belum nongol-nongol juga. Padahal kakinya sudah semutan terus berdiri di depan proyek bangunan berlantai tiga yang rencananya untuk restoran ayam goreng terkenal dari Amerika itu. Upit yang kelas satu dan belum sebulan ini masuk sekolah barunya, melirik sekali lagi jam tangannya hadiah dari kakaknya yang kerja di Batam.

Pukul lima siang lewat sepuluh menit.

cerita ngentot di bus

Inilah arloji hadiahnya jika masuk SMP favorit. Gadis 12 tahun bertubuh imut tapi tampak subur itu memang pintar dan cerdas. Tak heran jika ia mampu menembus bangku sekolah idamannya. Cuaca di atas langit sana benar-benar sedang mendung. Angin bertiup kencang, sehingga membuat rambut panjang sepinggangnya cerita ngentot di bus lebat tapi agak kemerahan itu berkibar-kibar. Hembusannyayang dingin membuat gadis berkulit kuning langsat dan berwajah ayu seperti cerita ngentot di bus Paramitha Rusady itu memeluk tas barunya erat-erat untuk mengusir hawa dinginnya.

Berulang kalibus-bus kota lewat, tapi jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung lewat juga. Sejenak Upit menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut. Tampak puluhan pekerjanya yang tengah meneruskan kegiatannya, walaupun cuaca sedang jelashendak hujan deras.

Hilir mudik kendaraan yang padat kian membuat kegelisahannyamemuncak. Mendadak hujan turun dengan derasnya. Spontan saja, Upit dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di antaranya dua pasang anak SMA dan seorang bapak-bapak secara bersamaan numpang berteduh masuk ke lokasi proyek yang pintunya memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu serta teduh oleh tritisan beton Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko fotocopy yang berada di sebelah bangunan proyek itu.

“Numpang berteduh ya, Pak!” pinta ijin bapak-bapak itu disahuti teriakan “iya” dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek. Tapi dalambeberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat.

Tak sampai lima menit kedua anak SMA itupun mendapatkan bus mereka. Kini Upit sendirian duduk menggigil kedinginan. “Aduh.!” kaget Upit yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang.

Tampak wajah gelisah dan menyesalnya karena melamun. “Mau pakai 6A, ya Dik?” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiridi sampingnya Upit yang tengah mondar-mandir di depan bangku. Upit sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali. “Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?!” “Tenang saja, jalur 6A-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya!” ujarnya sambil masuk ke dalam. Upit hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 6A lewat.

Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat. Upit melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedangistirahat.

Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Upit. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya. Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah mendekap mulut dan memitinglehernya. Upit kaget dan berontak.

Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Upit untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek. “Diam anak manis! photomemek.com Atau kami gorok lehermu ini, hmm!” ancam kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati cerita ngentot di bus di lehernya, sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senangpenuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuhUpit yang sintal padat berisi itu.

Upit hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana takut yang mencekam. Tak berapa lama gadis cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya.

Sedangkantawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka menanggalkan pakaiannya masing-masing. Upit melotot melihatnya. “Jangan macam-macam kamu,ya. Hih!” ancamnya lagi sambilmembanting tubuh Upit di atashamparan tenda deklit oranye yang sengaja digelar untuk Upit.

Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Upit tampak menggigil ketakutan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat. “Tolong. tolong ampuni saya Pak. jangan sakiti aku. kumohon. toloong, ouh. jangan sakiti aku.” pinta Upitmerengek-rengek histeris sambil berlutut menyembah-nyembah mereka. Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Upit, sedangkan lainnya mulaimenyocok-ngocok batang zakarnya masing-masing.

“Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat!” cerita ngentot di bus yang berbadan paling kekar dan usia sekitar30 tahun itu yang tampaknya adalah mandornya sambil mencambuk tubuh Upit dengan ikat pinggang kulitnya.

“Cter!” “Akhh. aduh! Sakit, Pak. akhh.!” jerit kesakitan punggungnya yang kena cambuk sabuk. Tiga kali lagi mandor itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh mintaampun. Upit menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan. “Cepat lakukan perintahku, anak manja!

Hih!” sahut mandor sambil melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Upit yang memang tumbuhnyabelum seberapa besarnya, bisa dikatakan, buah dadanya Upit baru sebesar tutup teko poci. Upit kembali meraung-raung. “Iya. iya Pak.

tolong, jangan dicambuki. sakiit. ouh. ooh. huk. huuh.” ucap Upit yang telah basah wajahnya dengan air mata. Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka. “Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya.” “Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananyayaa?” Perlahan Upit beranjak berdiri dengan isak tangisnya.

“Sambil menari, ayo cepat. atau kucambuk lagi?” desak mandor mengancam. Upit hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang zakar merekatelah ereksi semua dengan kencangnya. Upit perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMP-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi.

Riuh tapi berirama dangdut. Sorak-sorai mewarnai jatuhnya bajunya. Upit kian pucat. Kini gadis itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Upit tinggal hanya memakai BH dan CD serta sepatu. Sepatu dilepas.Upit lama sekali tak melepas-lepas BH dan CD-nya. Dengangalak, mandor mencabuk punggungnya. “Cter!” “Auukhh. ouhk.!” jerit Upit melepas BH dan CD-nya dengan buru-buru.

Tentu saja dia melakukannyadengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Upit belum memiliki rambut kemaluan. Masih halusmulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus. Sedetik kemudian, rambut Upit dijambak untuk dipaksa berlutut di depan mandor. Upit nurut saja. “Ayo dikulum, dilumat-lumat didisedoot. kencang sekali, lakukan!” perintahnya menyodorkan batang zakarnya ke arah mulut Upit.

Upit dengan sesenggukan melakukan perintahnya dengan wajah jijik. “Asyik. terus, lebih kuat dan kencang.!” perintahnya mengajari juga untuk mengocok-ngocok batang zakar mandor. Upit dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang zakarnya mandor yang sangat keasyikan. Seketika zakar itu memang kian ereksi cerita ngentot di bus. Bahkan mandor menyodok-nyodokkan batang zakarnya ke dalam mulut Upit hingga gadis itu nyaris muntah-muntah karena batang zakar itu masuk sampai ke kerongkongannya.

Di belakang Upit dua kuli mendekat sambil jongkok danmasing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Upit sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu. “Ouuhk. hmmk. aauuhk. hmmk.!” menggerinjal-gerinjal mulut Upit yang masihmenyedot-nyedot zakar mandor. Tak berapa lama spermanya muncrat di dalam mulut Upit. “Creeot. cret. croot.!” “Telan semua spermanya, bersihkan zakarku sampai tak tersisa!” perintah galak sambil menjambak rambut Upit. Cerita ngentot di bus itu menurut pasrah.

Sperma ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung zakar mandor sampai bersih. Mandor mundur. Kini Upit kembali melakukan oral seks terhadap zakar kuli kedua.

Dalam sejam Upit telah menelan sperma lima puluh enam kuli! Tampak sekali Upityang kekenyangkan sperma itu muntah-muntah sejadinya. filmbokepjepang.com Tapi dengan galak mandor kembali mencambuknya. Tubuh bugil Upit berguling-guling di atas deklit sambil dicambuki omandor. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan zakarnya ke dalam vagina sempit Upit.

Gadis itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian. Sperma-sperma berlepotan divagina dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang spermanya di sekujur tubuhnya Upit.

Upit benar-benar tak tahan lagi. Tiga jam kemudian gadis itu pingsan. Dasar kuli rakus, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak tiga kali. Darah mengucur deras dari vagina Upit yang malang.,,,,,,,,, TAMAT Categories • Agen Judi Online (2) • Baby sister (161) • Cerita bokep (2,056) • Cerita Dewasa (1,401) • Cerita lesbian (94) • Cerita ngentot (2,014) • Cerita onani (82) • Cerita Porno (1,552) • Cerita Sex (1,389) • Cerita sex ABG (633) • cerita sex dgn binatang (16) • Cerita Sex Gay (108) • Cerita sex hot (1,032) • Cerita sex janda (374) • Cerita sex pembantu (372) • Cerita sex perawan (579) • Cerita sex Pramugari (51) • Cerita sex sedarah (978) • Cerita sex SPG (102) • FastBet99 (1) • MarKasJudi (1) • Ngentot berkerudung (160) • Pemerkosaan (590) • Perselingkuhan (460) • StaRBet99 (1) • Tante (1,136) • Threesome (236) • Tips bercinta (12) • Uncategorized (16) Archives • May 2022 • April 2022 • March 2022 • February 2022 • January 2022 • December 2021 • November 2021 • October 2021 • September 2021 • August 2021 • July 2021 • June 2021 • May 2021 • April 2021 • March 2021 • February 2021 • January 2021 • December 2020 • November 2020 • October 2020 • September 2020 • August 2020 • July 2020 • June 2020 • May 2020 • April 2020 • March 2020 • February 2020 • January 2020 • December 2019 • November 2019 • October 2019 • September 2019 • August 2019 • July 2019 • June 2019 • May 2019 • April 2019 • March 2019 • February 2019 • January 2019 • December 2018 • November 2018 • October 2018 • September 2018 • August 2018 • July 2018 • June 2018 • May 2018 • April 2018 • March 2018 • February 2018 • January 2018 • December 2017 • November 2017 • October 2017 • September 2017 • August 2017 • July 2017 Categories • Agen Judi Online (2) • Baby sister (161) • Cerita bokep (2,056) • Cerita Dewasa (1,401) • Cerita lesbian (94) • Cerita ngentot (2,014) • Cerita onani (82) • Cerita Porno (1,552) • Cerita Sex (1,389) • Cerita sex ABG (633) • cerita sex dgn binatang (16) • Cerita Sex Gay (108) • Cerita sex hot (1,032) • Cerita ngentot di bus sex janda (374) • Cerita sex pembantu (372) • Cerita sex perawan (579) • Cerita sex Pramugari (51) • Cerita sex sedarah (978) • Cerita sex SPG (102) • FastBet99 (1) • MarKasJudi (1) • Ngentot berkerudung (160) • Pemerkosaan cerita ngentot di bus • Perselingkuhan (460) • StaRBet99 (1) • Tante (1,136) • Threesome (236) • Tips bercinta (12) • Uncategorized (16)
Cerita Dewasa – Aku Hesty.

Bisa dibilang aku maniak sex. Fantasiku untuk melakukan sex di luar pernikahan sangatlah liar. Awal aku mengenal sex bebas itu karena pacarku waktu itu. Kami masih duduk di bangku SMA dan dia mengajak aku untuk petting cerita ngentot di bus toilet sekolah.

Rasanya sungguh nikmat sampai akhirnya kami jadi sering melakukan sex bebas dimanapun kami merasa aman untuk melakukannya. Sekarang kamu sudah tidak bersama lagi. Ternyata pacarku menghamili wanita lain dan tidak lama lagi akan segera menikah. terjadi sekitar 1 bulan yang lalu saat aku mengikuti tour ke luar kota. Aku memilih untuk duduk di baris ke dua di belakang sopir, namanya Guntur. Tubuhnya gelap layaknya sopir pada umumnya,perutnya cukup buncit dan mukanya sedikit berewokan.

Aku Saat itu aku menggunakan pakaian yang kebesaran dengan celana hotpans jeans sehingga terlihat seperti tidak menggunakan celana. Selama perjalanan,aku mendapati Pa Guntur menatapku dari kaca spion mobil. Cerita ngentot di bus membalasnya dengan senyum. Akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Semua peserta tour turun dari bus dan aku turun di urutan terakhir.

Lagi-lagi kulihat Pa Guntur menatapku dari kaca spion. Aku cukup risih dibuatnya. Setelah turun dari bus,panitia memberikan pengumuman. Aku sibuk mengibas-ngibas bajuku karena kepanasan. Aku sadar Pa Guntur masih menatapku dari dalam bus. Aku berusaha mengabaikan.

Saat acara tour sudah berlangsung,aku merasa bosan dan mengantuk. Aku berusaha kabur dari keramaian dan menuju ke dalam bus. Aku melihat Pa Guntur sedang tidur, saat pintu bus kubuka Pa Guntur terbangun dan melihat aku naik ke dalam bus.

Pikiranku langsung menjadi nakal,ingin mengerjai Pa Guntur. Aku pura-pura menjatuhkan barang dan membungkuk tepat mengarah ke mukanya. Dengan pakaianku yang kebesaran, paakaian dalamku terlihat jelas saat membungkuk.

Aku melihat Pa Guntur berusaha menelan ludah melihatnya. “Ada cerita ngentot di bus ketinggalan ya?” tanya Pa Guntur berusaha menyembunyikan kegugupannya. “Enga kok Pa,acaranya bosen dan bikin ngantuk. Jadi mendingan kabur aja ke bus,mau numpang tidur.” jawabku sambil mengedipkan sebelah mata pada Pa Guntur.

Aku duduk di tempatku dan menutup kaca dengan kain gorden karena silau. Kursiku kuturunkan ke belakang agar enak untuk aku tidur,kedua kakiku kunaikan. Paha mulusku terlihat jelas,Pa Guntur memperhatikanku lewat kaca spion. Aku tersenyum nakal padanya lalu memejamkan mata. Aku tidak benar-benar tidur,karena aku tau ada Pa Guntur bersamaku di dalam bus. Kudengar Pa Guntur berusaha menutup kain gorden di sekitar tempat dudukku. Aku sepertinya tau maksudnya,dan aku berusaha menyingkapkan baju kebesaranku sehingga pakaian dalamku yang berwarna merah terlihat jelas.

Aku merasakan Pa Guntur mendekatiku,jantuungku berdegup cukup kencang dibuatnya. Aku membuka mata,Pa Guntur terlihat kaget mendapati aku terbangun. Dengan cepat Pa Guntur menciumku dengan buas dan memegang kedua tanganku dengan kuat.

Aku tidak berontak. Kunikmati lumatan bibirnya yang kasar. Pa Guntur mulai mengendurkan pegangannya dan beranjak memegang kedua bukit kembarku. Aku melepaskan ciumannya,menatapnya dan berdesah nikmat. “ough”. Pa Guntur semakin bernafsu mendengarnya,meremas buah dadaku lebih keras. Aku kembali berdesah dengan lebih keras sehingga Pa Guntur kembali menciumku dengan penuh nafsu. Tali Bhku dilepaskannya dan mulutnya mulai menyusuri leherku lalu ke buah dadaku.

Aku merasakan kenikmatan,Pa Guntur menjilati putingku dan membuat bagian bawahku menjadi lembab. Kuarahkan tangannya ke celanaku dan dengan senang hati Pa Guntur meraba memekku dari luar. Tanpa basa-basi,Pa Guntur cerita ngentot di bus celana hotpansku. Ia cukup terkejut melihat celana dalamku yang berenda,sehingga dalamnya sudah langsung terlihat jelas olehnya.

Ia kembali melumat buat dadaku sambil tangannya meremas-remas memekku. “oughh,nikmat” Pa Guntur meneruskan jilatannya ke bagian perutku,lalu membuka celana dalamku. Dijilatinya memekku dengan penuh nafsu. Aku semakin tidak karuan, tanaganku tanpa sadar meremas-remas rambutnya. Aku hampir mencapai orgasme dibuatnya. “oughh,aku sampai sayang!!” bisikku lemas. Pa Guntur berusaha menarik kepalaku dan mengarahkan tanganku ke bagian celananya yang terlihat sudah penuh sesak.

Aku merabanya dari luar,dengan tidak sabar,Pa Guntur membuka celananya sendiri dan mengeluarkan kontolnya yang sudah mengaceng. Cukup besar cerita ngentot di bus panjang.

Aku menolak ketika Pa Guntur memintaku untuk menjilati kontolnya. Aku hanya tersenyum nakal sambil menyodori selakanganku ke arah kontolnya. Ia mengerti apa yang aku mau sehingga tanpa pikir panjang,Pa Guntur berusaha memasukkan kontolnya ke memekku. “jlebb” aku mengerang cukup keras,merasakan kenikmatan yang dilakukan Pa Guntur. Ia berusaha memasukkan kontolnya sedikit demi sedikit dan ketika sudah hampir masuk semua,Pa Guntur menekankan kontolnya kuat-kuat sehingga membuatku semakin tidak karuan.

Aku berusaha membuat Pa Guntur bermain cepat denganku karena aku takut ada orang yang melihat kami. Aku merangsang Pa Guntur dengan menjulurkan lidahku untuk menggodanya.

Tangannya meremas-remas payudaraku,memainkan putingku dan aku tak kuat dengan permainannya ini. Aku meminta ia duduk dan dengan cepat aku duduk di pangkuannya,mengarahkan memekku ke kontolnya yang berdiri tegak dan ‘blesss”. Pa Guntur menciumku dengan nafsu. Kugoyangkan dan kunaik turunkan pantatku,kali ini aku yang membuatnya tak karuan.

Pa Guntur kembali melumat payudaraku dan aku meremas-remas rambutnya. Ku rasakan aku hampir sampai. Aku mengelijang hebat ketika Pa Guntur menggigit kecil putingku. Pa Guntur mempercepat genjotannya sambil menciumku yang rasanya ingin berteriak karena nikmat. Kulihat Pa Guntur hampir mencapai klimaks dan aku berusaha melepaskan kontolnya dari dalam memekku. Kucium bibirnya sambil kukocok kontolnya. Kuambil tissue dari dalam tasku agar muncratan air mmaninya tidak kemana-mana.

“ouhhh,ouhhh” bibirnya kembali melumat bibirku dengan nafsu. prediksi togel klik disini Setelah dirasa semua air maninya keluar,aku kembali menggunakan pakaian dalamku dan celana hotpansku. Pa Guntur mengucapkan terima kasih padaku sambil tangannya kembali meremas buah dadaku. Aku bergegas turun dari bus dan mencari toilet untuk membersihkan memekku dari genjotan Pa Guntur.

Category: Cerita Selingkuh Tag: Cerita 17 Tahun, Cerita Basah, Cerita Bokep, Cerita Daun Muda, Cerita Dewasa, Cerita Enak, Cerita Lendir, Cerita Ngentot, Cerita Ngewe, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Cerita 17 Tahun Cerita Basah Cerita Bokep Cerita Daun Muda Cerita Dewasa Cerita Dewasa Perawan Cerita Enak Cerita Lendir Cerita Ngentot Cerita Ngewe Cerita Pemerkosaan Cerita Perawan Cerita Porno Cerita Sedarah Cerita Seks Cerita Selingkuh Cerita Sex Foto Bugil Kumpulan Foto Bugil Pos-pos Terbaru • Cerita Dewasa Tante Susan Yang Montok • Cerita Dewasa Bersetubuh Dengan Gadis Perawan • Cerita Dewasa Aku Diperkosa Teman Adikku • Cerita Dewasa Rio Anakku Dan Juga Suamiku • Cerita Dewasa Nafsu Gadis Perawan Di Bawah UmurBokep Jepang Pemerkosaan abg girang Abg Ngentot abg seks bokep mobile Bokep Segar bokep terbaru bokep terbaru hot bokepfull Download Bokepseks Malemjumat memek genit memek hot memek mentul memek montok Memek Mulus memek seks memek tembem Mylucah ngentot memek rumah bokep video mesum video seks videobokepsex viral dong xpanas Nonton Bokep Jepang Pelecehan Seks Di Bus Kota - Situs nonton film bokep terbaru dan terlengkap 2020 Bokep ABG Indonesia Bokep Viral 2020, Nonton Video Bokep, Film Bokep, Video Bokep Terbaru, Video Bokep Indo, Video Bokep Barat, Video Bokep Jepang, Video Bokep, Streaming Video Bokep, bokepind, Nonton Video Bokep Terbaru.

Nonton Bokep Jepang Pelecehan Seks Di Bus Kota Video Bokep Online, Video Bokep JAV Terbaru, Video Bokep JAV Terlengkap, Film Bokep Jepang, Film Bokep Indo, Film Bokep Barat, Film Bokep Asia, Film Bokep Terbaru, Film Bokep Terlengkap, Movie Sex, Nonton Video Porno, Nonton Video Bokep Remaja, Nonton Video Bokep Selingkuh, Nonton Video Bokep Hijab, Nonton Video Bokep ABG, Indonesia Viral 2020 Bokep, Nonton Bokep Skandal Artis Abgcrot adalah sebuah situs nonton yang menyediakan layanan Gratis Download Film Bokep Terbaru dan Bokep Terlengkap.

ABG CROT Bokep jepang di bus- Bokep di bus- ngentot di bus- bokep jepang bus- bokep di bis- Bokep bus- Bokep bus Jepang- Bokep Jepang ngentot di bus- Video bokep bus- Bokep jepng di bus- bokep jepang di dalam bus- Bokep jepang di bis- Bokep Jepang bis- Bokep dalam bus- Jepang bus- sek bus- Bus Jepang- Nonton bokep jepang- Bokep diperkosa di bus- Bokep jepang dalam bis- Video bokep dibus jepang- Ngentot di bus jepang- Ngentot di bis- Bkp abg jpng- Ngentod di bus- Bokep dlm bus- Bokep di bus jepang- Bokep Jepang di cerita ngentot di bus buss- vidio bokep di bus- Bokep Jepang di buss- Bokep japan bus- Bokep dibus- Bokep di dalam bus- Bokep Jepanese- Bokep di dlm bis- Xxnx bokep di bis Jepang- Bokep Jepang Didalam bus- Bokep ABG Jepang cantik imut didalam bus- Bokeb jepang di rntot di bus- Bokep bus folok jepang- Bokep anime ngentot di bus- Bokep jepang dibis- Bokep Jepang in bus- Bokep jepan-
Berawal Dari Gesekan Memek Di Bus - Nonton film bokep,bokep barat,film bokep barat,video bokep,video bokep barat, video ngentot barat,film bokep full movie,film bokep terbaru,bokep terupdate, nonton bokep cerita ngentot di bus viral ,western,bokep harian 2020, bokep siswa sma,video,videobacol fun,bokep kakek sugiono,bokep ngentot memek gede, MEMEK ABG SMA, bokep tante hot indo, cerita bokep ibu kandung dengan sd, ngentot terbaru, Poto gadis payudara besar mulus bugil, video abg semok indonesia sek, foto tante cantik, remaja ngento, kumpulan memek miyabi hot, kisah mama hot, bokepin perawan kencing, bokepgw, malam bokep, nonton bokep geratis, cerita ngentot di bus video bokep, nonton vidio bokep, mesum indo, abg binal, streaming bokep, nonton bokep online, bokep gw, bokep gue, bokep lk21, bokep bf, bokep 2019, video bokep 2019, download video dewasa, suka ngentot, majalah bokep, berita bokep, liputan bokep, siaran bokep, Sange Berat, Tv bokep, cctv bokep, siaran mesum, video mesum, jilbab mesum, bokep indonesia 2019, Abg Bugil, memek enak, memek gatel, bokep cewek gatel, bokep jepang, bokep indonesia, bokep abg, artis jakarta, bokep cewek bandung, bokep artis online, bokep thailand, bokep india, bokep hd, bokep chinese, bokep barat terbaru, bokep sd, bokep selingkuh, bokep terbaru, bokep china, bokep indonesia terbaru, bokep abg blogspot, bokep pramugari, bokep pelajar indo, bokepdo.com, bokep abg online, abg indo bokep bokep arab, bokep mahasiswi, bokep8, bokep pelajar jepang, video bokep japan, bokep mandarin, situs bokep thailandjilbab bokep, Simantan.

Berawal Dari Gesekan Memek Di Bus Bokepdo, Full Bokep Paling Seru,bokep bokong semok, foto bugil psk, memek psk, memek mentul,memek spg, memek montok, kumpulan video bokepseks terbaru, sange, bahan coli montok, Memek cina lg ngangkang, bokep sedarah, tetek montok abg,bokep tante cantik, montok tante, abg jepang bungil pamer memek, Nonton Bokep, Asian Sex Diary, Bokep Jepang, Bokep Thailand, Download Bokep Selingkuh, Pemerkosaan, Bokep Korea Terbaru, Bokep Gratis 2020, Foto mesum abg bokep, tante semok, www foto sekertaris hot, foto memek indo, ngocokmemek, belajar bokep, Foto bugil gitar spanyol, Foto2 memek montok com, memek janda, cewek cantik mama jepang, Poto ngentot anak sd, memek tembem arab, foto cewe lagi ngewe, bokep jepang perawat, kumpulan memek muncrat,bokep janda baru, jembut memek abg, bokep full, CEWEK KOREA PAMER MEMEK PIPIS, foto toket gede, ngentot anak menantu, gambar ngentot maria ozawa, memek tembem tante, tante crot dalam, memek pipis, bokep ngentot abg indo, foto tante bugil lebat bulu indonesia, Ayah tiri dan anak, cerita seks memeksiana com, bokel sd, vidio bokep jual pacar, MEMEK ABG SMA, bokep tante hot indo, cerita bokep ibu kandung dengan sd, ngentot terbaru, Poto gadis payudara besar mulus bugil, video abg semok indonesia sek, foto tante cantik, remaja ngentot, kumpulan memek miyabi hot, kisah mama hot.

Bokep Simantan Ngentot di bus, Bokep di bus, Bokep jepang bus, Video bokep bus, Bokep bus, Bokep jepang di bus, Ngentot di bis, Bokep jepang dibus, Bokep dalam bus, ngewe di bus, Bokep dibus, Bokep jepang di bis, Bus Jepang, Bokep di bis, sma bus japan, Bokep di buss, Bokep di bius, Bokep hipnotis di bus, Bokep ngentot di dalam bis, Video bokep dibus jepang, Video bokep di bus, Video bokep dibus, Ngentod di bus, Bokef movie dlm bus tante, Bokep jepang di dalam bis, Bokep naik bis, Bokep korea di bis, Bokep vlog bus, Bokep ngentot di bus jepang, Bokep jepang di dalam bus umum Abg Bokep Jepang Pemerkosaan abg mesum artis bokep Bokep Barat bokep drive Bokep Gratis Bokep HD 2020 bokep indo bokep indo viral Bokep selebgram bokep terbaik bokep terpadu bokepfull Download Bokep download video layarbf memek 2020 Memek Abg streaming bokep streaming bokep full tante mesum video bokep hd videobokepsex
Kisah Pemerkosaan Di Bus 👉 NOVELBASAH 💦 Kedatangan Herman ke sini mengingatkanku akan kampung halamanku.

Banyak yang telah ia ceritakan mengenai perkembangan kota kelahiranku. Maklum, sudah tujuh tahun lebih aku tidak pernah kembali ke sana.

Namaku Agnes Monica, umurku sekitar 23 tahun, aku mempunyai seorang anak perempuan umur tujuh tahun bernama Chelsea Olivia, mungkin pembaca bingung dan heran dengan nama kami. Ya, nama kami seperti nama artis di negara kita, ibuku yang memberikan nama Agnes Monica kepadaku, karena saat mengandung aku, ibu sering menonton acara Tralala Trilili yang saat itu dibawakan oleh artis cilik bernama Agnes Monica.

Sedangkan saat aku melahirkan putriku, aku kebingungan menamakannya, saat itu ia terlahir tanpa seorang ayah, cerita ngentot di bus hanya teringat dengan cara ibu menamaiku.

Aku coba mencari nama artis Indonesia melalui internet, maklum, sejak beberapa tahun lalu aku sudah berapa di Singapura, jadi aku kurang tahu perkembangan di Indonesia. Kemudian hasil pencarianku mengena pada nama yang cukup menarik bagiku, nama tersebut adalah Cerita ngentot di bus Olivia.

Setelah melahirkan Chelsea, aku bertemu dengan John yang kini sudah menjadi suamiku, ia tidak menghiraukan statusku saat itu. Ceritanya sangat panjang, tujuh tahun yang lalu tepatnya aku duduk di bangku SMP, aku mengalami musibah yang membuatku harus meninggalkan negaraku sendiri untuk menutup aib dan memulai hidup baru. Awalnya orang tuaku membawaku ke Jepang, namun tidak lama di sana aku diterbangkan ke Singapura. Banyak hal buruk yang telah ku alami, sehingga aku harus memulai kehidupanku kembali bersama John.

Namun kedatangan Herman telah kembali mengingatkan kenangan burukku. Sebenarnya niat Herman ke sini hanya sekedar untuk liburan, namun aku sendiri yang kembali mengingat masa laluku.

Jujur, aku pernah jatuh hati dengan Herman, namun karena sesuatu hal, aku harus dijodohkan orang tuaku dengan pria lain, hal tersebutlah yang membuat Herman berubah sifat, ia cukup frustasi dan akhirnya memperkosaku bersama teman-temannya.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak menuntutnya, karena sampai hari ini pula aku masih menaruh hati padanya. Setidaknya kedatangannya sedikit mengobati rasa rinduku. Herman terlihat akrab dengan keluargaku, baik dengan Chelsea maupun John. Sepertinya ia punya ikatan batin dengan Chelsea. Firasatku mengatakan bahwa Herman lah ayah dari putriku ini.

Tapi kami masing-masing telah mengambil jalan sendiri, jadi kami tidak berhak untuk mengungkit masa lalu. Banyak cerita mengenai perkembangan negara asalku yang menambah wawasanku, namun yang sedikit membuatku sedih adalah mengenai kasus yang sedang hangat ketika itu.

Herman bilang di kota asalku marak terjadi kasus pemerkosaan dalam angkot, kejadian itu baru saja terjadi sebelum keberangkatan Herman ke sini. Cerita Herman tersebut sontak saja mengingatkanku dengan keperihan yang aku alami dulu. Bayangkan saja, aku yang masih ABG dulu diperkosa oleh teman-teman sekolahku, bahkan beruntut diperkosa petani.

Bukan hanya itu saja, menjejakkan kaki ke Jepang, aku masih mengalami hal yang tidak menyenangkan itu.

Kasus di Indonesia adalah pemerkosaan dalam angkot, sedangkan yang kualami di Jepang adalah pemerkosaan dalam bis. Berita ini benar-benar kembali menyayat hatiku untuk kembali terluka. Aku akan menceritakannya kepada pembaca agar pembaca mengerti bagaimana sakitnya menjadi seorang perempuan. Aku harap pembaca tersadar dan tidak akan menzolimi kaum hawa lagi. Aku kebingungan setelah sampai di bandara Jepang, aku sama sekali tidak tahu daerah di sini, untungnya mama ku sedikit bisa berbahasa Jepang, dan beliau mempunyai beberapa teman yang bekerja di sini.

Narita airport, kata mama ditelepon kepada temannya agar bisa menjemput kami. Sambil menunggu, aku dan mama duduk di kursi yang telah disediakan, ku lihat ramai cerita ngentot di bus berkulit putih susu berlalu lalang tanpa sapa menyapa, wajah mereka terlihat serius, cukup bosan juga aku menunggu di sini.

Untungnya tidak perlu menunggu cukup lama, teman mama pun sampai untuk menjemput kami. “Wah, ini anakmu ya? Cantik banget…” kata teman mama sambil memujiku. “Iya, nanti rencananya dia lanjut sekolah di sini…” kata mama. Akhirnya aku memperkenalkan diri kepada cerita ngentot di bus berambut pirang hasil semir itu, “Agnes, tante…” Sepertinya di sini sedang tren cat rambut, aku sebenarnya lebih suka dengan warna rambutku yang hitam alami.

Iya, aku lebih suka cerita ngentot di bus rambut yang lebih oriental, hitam dan lurus, sangat cocok dengan postur tubuhku yang mungil namun seksi. Kamipun kemudian berangkat dari airport menuju ke apartemen teman mama yang ku panggil tante Olive.

Sepenjang jalan kami banyak berbincang, sambil aku menoleh ke arah luar jendela melihat suasana kota yang mama bilang adalah Tokyo, sepanjang jalan banyak orang berjalan kaki, beda jauh dengan negara kita Indonesia, bahkan orang yang berpakaian rapi pun berjalan kaki menjinjing tasnya. Sepanjang jalan pun banyak papan nama cerita ngentot di bus yang tidak ku mengerti tulisannya, karena aku belum pernah sekali pun mempelajari bahasa Jepang.

Ternyata tante Olive adalah teman SMA mama, sejak lulus tante Olive sudah merantau di Jepang untuk bekerja menjadi buruh pabrik. Tante Olive mempunyai sebuah apartemen, ia memperbolehkan kami tinggal untuk sementara di apartemennya. Ia juga langsung membawa kami keliling, bahkan mengenalkan aku pada sebuah sekolah, tante bilang ia akan membiayaiku di sekolah yang lumayan ternama di Tokyo ini. Semua data yang ku bawa dari Indonesia diminta oleh tante Olive, “Kalau prosesnya sudah selesai, tante akan temani Agnes agar tahu jalan ke sekolah”, kata tante Olive.

“Makasih ya tante…”, aku sangat berterimakasih akan jasa tante Olive, karena bukan hanya membantuku, ia juga coba membantu mama untuk masuk bekerja di pabrik tempat ia bekerja.

Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan lagi selain berterima kasih. Setelah selesai dengan kesibukan, kami sampai ke apartemen tante Olive. Kedatangan kami ternyata disambut dengan ramah oleh suami dan anak-anaknya. “Owh, ini suamimu Liv?” tanya mama. Semua senang sekali bisa berkumpul, karena ternyata mama juga mengenal suami tante Olive yang juga berasal dari Indonesia. Kisah cinta mereka memang berseri di negara sakura ini, kata tante ia bertemu om Aseng di sebuah restoran, om Aseng adalah koki di restoran tersebut, karena bisa berbahasa Indonesia maka tante Olive sering makan di sana dan menjadi akrab.

Tante Olive memiliki dua anak laki-laki, namanya Sanusi dan Kosashi. Sanusi anak sulungnya sudah cukup besar, mungkin dua atau tiga tahun lebih tua dariku, sedangkan Kosashi cerita ngentot di bus seumuran denganku. Setelah berkenalan, akhirnya kami makan bersama, mereka semua terlihat akrab sekali, sungguh hangat berada dalam suasana keluarga ini. Tak terasa hari pun sudah menjelang malam, tante Olive telah menyediakan kamar untuk aku dan mama.

Kami pun segera melepas lelah agar besok bisa terbangun dengan kondisi yang lebih segar, karena besok tante Olive akan menuntunku ke sekolah baruku di Jepang, namanya Nishi, di sana banyak anak orang Indonesia yang bersekolah, jadi kalau masalah bahasa, aku tidak akan kesulitan. Tante Olive memang pandai meyakinkanku, aku yang hanya berbekal bahasa Inggris juga tidak mau menyerah mempelajari bahasa Jepang di sini. Setelah itu tante juga harus membawa mama ke pabrik tempat ia bekerja.

Lumayanlah, setidaknya mama tidak susah mencari kerja lagi di sini dan tidak perlu terus berharap dengan papa yang sedang merantau ke Singapura lagi. “Ayo Nes…” ajak tante di hari besoknya, segera aku mengenakan seragam sekolah khas siswi Jepang yang telah disediakan tante. Seragamnya keren banget, sangat jauh berbeda dengan seragam sekolahku di Indonesia kemarin. Ternyata benar apa yang dikatakan tante Olive, di sekolah ini aku menemukan beberapa siswa yang juga berasal dari Indonesia.

Awalnya aku sedikit malu, tapi agar bisa beradaptasi, mau gak mau aku harus berkenalan dengan mereka. Di kelasku saja aku sudah menemukan lima orang siswa yang berasal dari Indonesia, seperti diriku, mereka adalah warga keturunan. Rata-rata mereka adalah orang yang cukup berada sehingga dapat bersekolah di luar negeri. “Tenang saja nes, tidak susah koq belajar bahasa Jepang…”, kata seorang siswa kepadaku. Dari lima siswa tersebut ada seorang gadis cantik dari Indonesia juga.

Perlahan-lahan akhirnya kami menjadi akrab. “Lagian di sini pelajarannya pakai bahasa Inggris koq”, kata gadis asal Indonesia tersebut. Hampir 80% siswa di sini berambut pirang, terlihat dengan jelas trend di sini. Aku duduk bersebelahan dengan Elissa, gadis yang ramah tersebut terus membantuku melewati pelajaran hari ini.

Pulang sekolah aku pun sudah ditunggu oleh tante Olive. Tante Olive mengajarkanku jalur pulang ke apartemen, agar besok aku bisa mandiri untuk bisa sendiri pergi bersekolah. Seperti halnya kemarin, malam ini kami makan bersama, namun menu hari ini cukup berbeda. Tante Olive menyiapkan makanan yang super mewah, “Hari ini kita selamatan untuk hari pertama Agnes bersekolah dan Mamanya Agnes yang sudah mulai bekerja…” mendengar itu kami sangat terharu. Mamaku langsung memeluk tante Olive sambil mengucapkan terima kasih.

“Ayo makan, ga perlu sungkan…”, kata om Aseng yang dengan senyum manisnya ikut senang dengan kondisi kami. Aku pun sangat menikmati malam itu, sungguh suasana keluarga yang cukup akrab. Mungkin karena tante Olive dan om Aseng tidak memiliki anak perempuan, maka mereka memperlakukan aku sangat baik seperti anak sendiri. Begitu pula Sanusi dan Kosashi yang juga berkata sudah menganggapku seperti saudari mereka.

Besok pagi aku cerita ngentot di bus lebih awal agar tidak terburu-buru berangkat ke sekolah. Setelah sarapan pagi, aku langsung berpamitan dengan mama dan tante Olive, sedangkan om Aseng dan dua anaknya tidak ada di rumah.

Om Aseng bekerja di sebuah restoran sebagai koki, jadi dia harus berangkat lebih awal untuk menyiapkan bahan-bahan masakan, sedangkan Sanusi dan Kosashi bersekolah di SMA lain yang jauh cerita ngentot di bus elit, maklum, om Aseng sangat mengharapkan anaknya bernasib yang lebih baik.

Aku masih sedikit canggung keluar dari apartemen, ini pertama kalinya aku sendirian di daerah yang belum aku kenal. Aktivitas pagi sudah ramai dengan warga yang berjalan lalu lalang, sibuk mengejar waktu mereka, sungguh lucu kulihat ada yang sambil makan roti sambil berjalan seperti tidak ada waktu lagi baginya untuk duduk menikmati rotinya.

cerita ngentot di bus

Aku masuk dalam kerumunan warga yang berlalu lalang, aku berjalan ke arah halte yang tidak jauh dari sini. Semua warga seperti tidak saling mengenal, berjalan dengan tatapan serius hingga aku sendiri merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Akhirnya aku sedikit lega setelah sampai di halte yang aku tuju, sambil menunggu jemputan bis akupun mengutak-ngatik hp yang baru om Aseng belikan untukku, biasa, ingin update status Facebook saja. Aku pun menaiki bis yang menjemput tadi, kulihat hanya pria-pria tua berjas yang menaiki bis ini, kelihatannya para bapak yang tampak seperti bisnisman ini satu jalur denganku.

Sambil mengutak-atik Facebook-ku, perasaanku terasa tidak enak, bis yang berjalan sedikit bergetar sehingga aku yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk ini harus bersenggolan dengan bapak-bapak yang menghimpitku. Rasa curigaku makin memuncak ketika ku tersadar para ‘bisnisman’ itu cerita ngentot di bus melirikku. Apakah mereka kagum dengan tubuhku? Walaupun sedikit mungil, tapi bentuk tubuhku sangat seksi, apalagi dibarengi wajah orientalku yang berkulit putih dengan rambut hitam terurai panjang seperti boneka, aku yakin beberapa pria juga akan terpesona.

Namun yang kupikirkan semakin membingungkan, kulihat seorang pria mengeluarkan handycam dari tasnya, sepertinya sedari tadi pria itu sudah menyorotku melalui handycam yang ditutupi sedikit dari dalam tasnya. Perasaanku semakin tidak enak ketika pria di belakangku meraba bokongku. Sontak saja aku langsung kaget dan cerita ngentot di bus ke belakang.

Bukan hanya orang belakang, pria berkacamat dari depan pun meraba dadaku. “Don’t touch me!!!” teriakku. Kekesalanku berubah menjadi ketakutan karena bis tidak singga di halte yang seharusnya aku turun, sopir bus malah memutar arah ke jalan yang aku tidak kenal. Badanku gemetaran dan ketakutan, pria yang memegang handycam terus menyorotku, dan seorang pria didekatku membisikkan sesuatu yang aku tidak mengerti, nada bahasa Jepang sepertinya mengancamku.

Aku melirik ke arah tangannya, ternyata dia memegang pisau, sedangkan pria-pria lain tersenyum kegirangan melihat aku yang tak berdaya. Satu per satu tangan mereka meraba dada dan bokong ku, gila, apa ini akan dijadikan video bokep? Aku tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun sesekali aku memohon dengan bahasa Inggris, entah mereka mengerti atau tidak, tapi sama sekali mereka tidak menggubrisku.

Tindakan mereka semakin keterlaluan, beberapa tangan pria yang berkerumunan di dekatku telak menyingkap rok ku, dan beberapa tangan sudah menjelajahi payudaraku melalui balik seragamku. Perasaanku sungguh sakit hingga aku meneteskan air mata. Handycam terus menyorot aksi mereka, bahkan ada pria di samping yang sudah menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan penisnya, kemudian ia menarik tanganku untuk memegangi penisnya.

Aku berusaha berontak, namun jumlah mereka ramai sekali, bahkan ada yang menarik rambutku untuk berusaha melumat bibirku. Aku berusaha menjauhi bibir pria itu namun tak bisa, ia terus menciumi bibirku tanpa perasaan. Kedua tanganku ditarik ke arah berlawanan untuk memegangi penis pria sebelah kanan dan kiriku.

cerita ngentot di bus

Pria belakang yang sudah menyingkap rokku sudah berhasil menarik turun celana dalamku. Aku mendengar mereka terus berkomunikasi dalam bahasa Jepang untuk melancarkan aksi mereka.

Pria depan juga sudah berhasil membuka kancing bajuku hingga seragamku terbuka, bra warna pink ku pun ditariknya ke atas hingga payudara ku yang baru tumbuh terpampang jelas di hadapan mereka. Tanpa perintah, mereka pun berebutan meraba payudara ku, beberapa pria di depan berusaha menciumi susu ku. Aku tak mampu berontak karena beberapa tangan terus memegangiku dengan erat. Di arah bawah, aku sudah merasakan jemari manusia menjelajahi vaginaku, pria tersebut berusaha menusukkan jarinya ke dalam lubang vaginaku yang masih sempit ini.

Aku mencoba menggoyangkan pinggulku agar jarinya tidak bisa berbuat lebih jauh, namun usahaku gagal, pria yang sedari tadi melumat bibirku kemudian menampar pipi ku, maksudnya adalah agar aku tidak melawan. Jantungku berdegup sangat kencang, sambil menangis aku hanya bisa melayani mereka dengab terpaksa. Jari pria belakang sudah berhasil masuk ke vaginaku, ia terus mengocokkan jarinya di lubang vaginaku, aku hanya merasa geli.

Ke dua susu ku pun dikulum bergantian oleh pria-pria di sampingku. Ke dua tanganku pun disibukkan dengan memainkan penis mereka. Akhirnya aku jatub tersungkur ketika jari pria yang mengocok vaginaku selama beberapa menit telah membuatku orgasme, cairan hangat pun tersembur keluar dari vaginaku. Ketika aku tersungkur dengan posisi berlutut, pria tadi langsung mendekatkan jarinya yang penuh dengan cairan vaginaku ke arah wajahku, ia menggosokkan jarinya ke arah mulutku.

Walaupun itu cairan dari tububku, tapi aku juga merasa sedikit jijik untuk menjilatinya. Aku benar-benar merasa sangat kotor, dilecehkan pria-pria tak dikenal di negeri orang. Pria yang tadinya aku kocok penisnya kemudian menyodorkan penisnya ke mulutku.

Dia memaksaku untuk mengulum penisnya. Pria-pria lain pun kemudian membuka resleting mereka dan mengeluarkan penis mereka yang sudah mengeras, mereka sepertinya antri untuk melesapkan penis mereka ke mulutku.

Aku sangat jijik, tapi pria itu menampar-nampar pipi ku agar aku membuka mulutku. Bahkan mereka menekan pipiku agar aku membuka mulutku. Aku yang tidak mungkin bisa melawan dengan terpaksa harus melayani nafsu birahi mereka.

Sambil mengulum penis pria tersebut, pakaian yang masih tersisa di tubuhku kemudian dilepas mereka dengan dengan segera. Pria lain ikut jongkok agar bisa memainkan susu dan vagina ku. Sudah beberapa penis yang aku layani, tubuhku sudah benar-benar kelelahan, vaginaku pun sudah terasa perih karena tusukan kasar jemari tangan pria-pria itu.

Mereka kemudian mengangkat tubuhku yang sudah mulai lunglai, mungkin mereka tahu aku sudah kecapekan. Mereka pun menaruh tubuhku di kursi, aku pun duduk tersandar, ku lihat ke arah jendela, bis masih berjalan, namun orang-orang di luar tampak tak sadar dengan apa yang terjadi di dalam sini.

Tiba-tiba aku tersontak kembali, aku kaget dengan benda besar yang tiba-tiba menusuk ke vagina ku. Ku lihat seorang pria menusukkan sesuatu yang bentuknya menyerupai penis, batangan itu besar sekali sehingga vaginaku terasa sakit sekali. Pria-pria lain masih menangkapku, sambil meraba dan menciumi susuku. Aku semakin tak mampu menahan rasa sakitku karena aku merasakan vaginaku diobok-obok penis mainan itu.

Ternyata benda yang ditusukkan ke vagina ku itu bisa bergerak-gerak dan bergetar. Aku tak mampu menahan orgasme ku yang selanjutnya. Cairan vagina ku menyemprot tak karuan keluar dari vaginaku. Mereka hanya tersenyum sambil berbicara bahasa yang tidak ku mengerti itu. Mereka benar-benar tak berperasaan, aku yang sudah tak bertenaga dan mengalami orgasme dua kali masih saja dinikmati. Bibirku terus dilumat oleh pria-pria itu, susuku diciumi dan disedot, bahkan sesekali mereka menggigit puting ku dengan keras, vaginaku pun tak henti-hentinya diobok-obok dengan sextoy mereka itu, lebih tragisnya adegan itu direkam handycam yang dipegang salah satu pria-pria jahanam tersebut.

Tak puas dengan adegan begitu, kemudian satu pria berbuat yang lebih jauh, ia menusukkan penisnya ke liang vaginaku. Vaginaku benar-benar perih, seperti sudah tersobek-sobek, tapi pria cerita ngentot di bus ini tidak memperdulikanku, ia terus menggenjot vaginaku tanpa henti. Bahkan sebelum dia orgasme, ia menarik keluar penisnya dan menusukkan penisnya ke mulutku, ia memaksaku mengulum penisnya hingga orgasme dan menyemprotkan sperma nya di dalam mulut ku. Aku hanya tersedak oleh banyaknya sperma yang memenuhi kerongkonganku.

Belum selesai menelan sperma pria itu, pria lain telah mengambil posisi pria sebelumnya, ia menusukkan penisnya ke vaginaku, mungkin dinding-dinding vaginaku sudah lecet. Seperti pria sebelumnya, ia juga kemudian menyemprotkan spermanya di dalam mulutku hingga masuk ke kerongkonganku. Aku sangat merasa muak dan mual, ingin sekali ku muntahkan semua, namun apa daya, mulutku dibekap agar tidak memuntahkannya.

Para pria itu terus bergiliran dengan aksi yang sama. Hingga semua sudah mendapatkan giliran, barulah mereka berhenti dan kemudian memakaikan baju ku kembali. Sambil memakaikan baju, mereka pun masih mencuri kesempatan untuk menjamah payudaraku. Aku tak mampu bergerak, mereka memakaikanku seragam dengan sembarangan, bahkan celana dalam dan bra ku tidak dipakaikan, aku yakin rambutku juga sudah acak-acakan, apalagi wajahku yang penuh dengan cairan sperma yang belepotan.

Pria-pria tersebut mengangkatku dan memapahku ke arah pintu, aku kemudian diturunkan di daerah yang sangat sepi, aku tidak tahu daerah apa itu. Badanku lemas, aku hanya mengenakan seragam tanpa dalaman, kemudian tas ku dilempar ke arahku dan mereka pun meninggalkan ku. Aku tak mampu bangkit lagi, ku bongkar tas ku untuk menghubungi tante Olivia, tapi tak sempat menelepon, aku sudah merasa pandanganku berkunang-kunang, kemudian semua menjadi gelap.

Aku pun jatuh pingsan untuk beberapa jam lamanya. Saat aku membuka mata ku, aku sudah berada di kamarku, tante Olive dan mama merawatku. Tante Olive mendapatkan informasi dari kantor polisi, maka itu tante dan mama segera menjemputku.

Polisis cerita ngentot di bus menyuruh mereka membawa aku pulang. Kata tante Olive, di sini polisi sangat takut dengan keganasan para yakuza, maka oleh karena itu mama dan tante Olive tidak ingin menuntut masalah yang sudah ku alami. Aku sangat kecewa sekali, namun apa boleh buat, hal ini akan mengancam keselamatan tante Olive beserta keluarganya juga, karena tante curiga kejadian ini didalangi oleh para yakuza. Mama juga tidak bisa berbuat apa, beliau hanya berjanji akan segera pergi dari sini untuk menyusul papa di Singapura.

Baca : Derita Birahi Yeni Cerita Populer • Bunda Hamil Anakku 502 views • Belajar Ngentot Dengan Ibu Kandung 413 views • Aku Diperkosa Teman Adikku 318 views • Selingkuh Dengan Kakak Ipar 312 views • Surga Dunia 289 views • Para Istri Yang Diperkosa Chapter 1 288 views • Ibu Diperkosa Anak Kandung 274 views • Awal Mula Kenal Ngocok 256 views • Jefri Bersama Maminya 255 views cerita ngentot di bus Kakak Iparku 230 views

Fifty Shades Darker (2017) - A Friendly Wager Scene (5/10)




2022 www.videocon.com