Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

• Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat • Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita • Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan • Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya • Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam • Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi • Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan • IPS IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial • Matematika Matematika adalah apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba tentang logika • PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam • Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan • PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi warga negara yang baik • Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau • Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide • Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial • TIK Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Karena kita hidup di kawasan asia tenggara maka sebaiknya kita tahu latar belakang berdirinya asean yang merupakan salah satu organisasi yang penting untuk kawasan Asia Tenggara.

Didirikannya Organisasi ASEAN mempunyai tujuan dalam bidang ekonomi, keamanan, dan kerjasama lainnya terhadap anggota-anggotanya. Secara singkat, dibawah nanti Yuksinau.id akan jelaskan sebaik mungkin mengenai ASEAN. Selain latar belakang, kami juga akan mengulas sedikit mengenai tujuan, arti lambang ASEAN, dan anggota-anggotanya.

Daftar Isi • Pengertian ASEAN • Tokoh-Tokoh Pendiri ASEAN • Arti Lambang ASEAN • Latar Belakang Berdirinya ASEAN • Tujuan ASEAN • Daftar Negara ASEAN • Prinsip Utama ASEAN Pengertian ASEAN ASEAN ( Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh 5 Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Tokoh-Tokoh Pendiri ASEAN Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa ada 5 negara yang mendirikan ASEAN. Nah kelima negara ini diwakili oleh menteri luar negeri dari masing-masing negara, yaitu: • Adam Malik, wakil dari Indonesia. • Tun Abdul Razak, wakil dari Malaysia. • Sinnathamby Rajaratnam, wakil dari Singapura.

• Thanat Khoman, wakil dari Thailand. • Narsisco Ramos, wakil dari Filipina. 8 Agustus 1967, 5 menteri luar negeri tersebut menandatangani kesepakatan yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok.

Sejak saat itulah berdiri ASEAN dan pembukaan calon anggota baru. Diluar kelimat negara diatas, Brunei Darussalam menjadi negara pertama yang masuk menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1987.

Kemudian disusul Vietnam di tanggal 28 Juli 1995 menjadi anggota ke tujuh. Lalu Laos dan Myanmar menjadi anggota ASEAN yang kedelapan dan kesembilan di tanggal 23 Juli 1997, disusul oleh Kamboja pada tanggal 16 Desember 1998. Arti Lambang ASEAN Secara umum lambang ASEAN mempunyai arti: • Melambangkan solidaritas, maksudnya yaitu keterikatan dan kesepakatan kerja sama untuk kemakmuran rakyat di Negara-Negara Asean.

• Melambangkan kesetiaan ASEAN pada perdamaian dan stabilitas kawasan pada khususnya, dan dunia pada umumnya. Baca juga: 8 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya Arti Bagian-Bagian Lambang: • Batang padi tegak dengan jumlah sepuluh biji melambangkan jumlah anggota ASEAN.

(Awalnya berjumlah 5) • Batang padi berwarna coklat, melambangkan kekuatan dan stabilitas ASEAN. • Lingkaran keliling dan tulisan ASEAN berwarna biru melambangkan persahabatan.

• Warna dasar kuning melambangkan kemakmuran. Latar Belakang Berdirinya ASEAN Berdirinya ASEAN dilatar belakangi oleh beberapa persamaan yang dimiliki oleh negara-negara Asia Tenggara. Baca juga: Ius Soli dan Ius Sanguinis Tujuan ASEAN Di dalam Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967, lahirlah tujuan ASEAN sebagai berikut: • Mempercepat pertumbuhan, kemajuan sosial dan pertumbuhan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

• Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan Negara di Asia Tenggara. • Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling menolong dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi. • Saling membagikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian di bidang pendidikan, teknik, kejuruan, dan administrasi. • Bekerja sama lebih efektif untuk menggapai daya guna lebih besar di bidang industri, pertanian, dan perkembangan perdagangan.

Di dalamnya juga termasuk pendalaman dalam hal perdagangan komoditi internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi plus meningkatkan taraf hidup rakyat.

• Meningkatkan pendalaman tentang masalah-masalah di Asia Tenggara. • Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang memiliki tujuan sama dan mencari kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan mereka. Daftar Negara ASEAN Anggota ASEAN sekarang ini adalah semua negara yang ada di kawasan Asia Tenggara, sebagai pengecualian adalah Timor Leste serta Papua Nugini.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Berikut adalah daftar negara dan tanggal bergabungnya: • Indonesia sebagai negara pendiri • Filipina sebagai negara pendiri • Malaysia sebagai negara pendiri • Thailand sebagai negara pendiri • Singapura sebagai negara pendiri • Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984 • Vietnam bergabung pada 28 Juli 1995 • Laos bergabung pada 23 Juli 1997 • Myanmar bergabung pada 23 Juli 1997 • Kamboja bergabung pada 16 Desember 1998 Prinsip Utama ASEAN Berikut adalah beberapa prinsip utama dari ASEAN yang tak lepas dari latar belakang berdirinya ASEAN: • Hak tiap negara dalam memimpin kehadiran nasional adalah bebas dari campur tangan, koersi maupun subversif pihak luar.

• Menghormati kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah nasional, kesamaan dan identitas nasional tiap negara. • Penyelesaian masalah seputar perdebatan atau perbedaan akan dilaksanakan secara damai • Tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri anggota-anggotanya. • Menolak penggunaan kekuatan yang bersifat mematikan. • Kerjasama yang efektif antara anggota. Jika kamu masih bingung dengan materi latar belakang berdirinya asean ini, jangan sungkan untuk bertanya.

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 5.7.

Sebarkan ini: Pengertian ASEAN, Latar Belakang, Organisasi. Tujuan & Perannya – Secara geopolitik dan geoekonomi, kawasan Asia Tenggara memiliki nilai yang sangat strategis. Hal tersebut tercermin dari adanya berbagai konflik di kawasan yang melibatkan kepentingan negara-negara besar pasca Perang Dunia II.

Diantaranya : • Persaingan antar Negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat dari terjadinya Perang Vietnam. • Konflik kepentingan diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. • Klaim territorial antara Malaysia dan Filipina mengenai Sabah • Berpisahnya Singapura dari Federasi Malaysia. Dilatarbelakangi oleh hal itu, negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk kerjasama untuk meredakan rasa saling curiga dan membangun rasa saling percaya, serta mendorong kerjasama pembangunan kawasan.

Sebelum ASEAN terbentuk pada tahun 1967, negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti : • Association of Southeast Asia (ASA) • Malaya, Philipina, Indonesia (MAPHILINDO ) • South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) • South East Asia Treaty Organization (SEATO ) • Asia and Pacific Council (ASPAC ) Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration, yang mencakup kesadaran akan perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat di antara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya.

Sejarah Berdirinya ASEAN Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya.

Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November. Peranan Indonesia Dalam ASEAN • Peranan Asean dalam Ekonomi Indonesia menjadi tempat pembuatan pupuk se-ASEAN, tepatnya di Aceh yg nantinya akan digunakan negara-negara ASEAN, otomatis Indonesia mendapatkan keuntungan dan juga bisa mengurangi pengangguran di indonesia. • Peranan ASEAN dalam bidang politik Dengan Indonesia mengikuti kerjasama regional seperti ini maka akan lebih dihormati negara lain, seperti halnya kerjasama regional yg di eropa ataupun timur tengah, lebih-lebih kalau ASEAN kuat di mata Internasional (sayangnya di Internasional ASEAN kurang dipandang).

• Peranan dalam bidang Pariwisata Dalam pariwisata negara ASEAN sangat subur, terutama Singapura, Thailand, Malaysia dan Indonesia¿. danrata-rata pengunjung pariwisata di negara ASEAN adalah warga negara anggota ASEAN lainnya, contohnya Jogja yg rata-rata touristnya adalah tourist malaysia, begitu jg dg Singapura yg rata-rata touristnya adalah org Indonesia dan Malaysia.

• Peranan ASEAN dalam bidang Pertahanan dan Keamanan AL-TNI sering melakukan latihan bersama dengan Singapura sehingga akan membuktikan pada dunia bahwamiliter Indonesia masih kuat,¿. dan Indonesiapun melakukan perjanjian Ekstradisi di semua negara ASEAN, walaupun agak lama untuk mendekati Singapura.

• Peranan dalam bidang pendidikan, Sosial dan Budaya Indonesia sering melakukan pertukaran mahasiswa dengan negaraASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia, begitu juga dengan pementasan karya seninya. Salah Satu Pendiri ASEAN Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang pemrakarsa berdirinya ASEAN. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa dasar berdirinya ASEAN ialah deklarasi Bangkok. Baca Juga: Elektabilitas adalah Yang dimana deklarasi tersebut ditanda tangani oleh menteri luar negeri dari kelima negara pendiri ASEAN seperti: • Adam Malik dari Indonesia • Narsisco Ramos dari Filipina • Tun Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba Razak dari Malaysia • Rajaratnam dari Singapura • Thanat Koman dari Thailand Dan sedangkan isi dari Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar berdirinya ASEAN, sebagai berikut: • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

• Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional. • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.

• Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada. • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan dan penelitian di kawasan Asia Tenggara. • Indonesia telah dianggap sebagai tulang punggung ASEAN oleh beberapa negara yang berada di luar ASEAN yang dimana Indonesia telah mampu menciptakan stabilitas regional di apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba Asia Tenggara. Salah Satu Pemimpin ASEAN Pada zaman Orde Baru yaitu pada masa kepimpinan Presiden Suharto, Indonesia menjadi pemimpin ASEAN dimana dengan gaya kepimpinannya Indonesia mampu menjalin hububngan kerjasama yang baik dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga memperkenalkan doktrin ketahanan nasional pada pertemuan ASEAN ministerial meeting ke-5 di Siangapura melalui menteri negeri luar negeri Adam Malik. Hal tersebut ditujukan untuk mempertegas tujuan ASEAN. Indonesia juga telah menyampaikan makalah yang berjudul reflection dalam rangka mengajak para anggota ASEAN yang lain untuk mengevaluasi kesepaakatan ekonomi sebelumnya.

Yang dimana kesepakatan tersebut berkaitan dengan program kerjasama sektoral di berbagai bidang. Selain itu, pada masa kepimpinannya, Indonesia telah berhasil menyelenggarakan serangkaian pertemuan seperti: • Asean Ministerial Meeting “Pertemuan Tingkat Menteri Asean”.

• Asean Regional Forum “Forum Kawasan Asean”. • Pertemuan kementerian kawasan yang membahas mengenai penanggulang berbagai masalah yang terjadi dan lain sebagainya. Tuan Rumah KTT ASEAN Indonesia telah mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan beberapa kali Konferensi Tingkat Tinggi “KTT” ASEAN. Adapun KTT ASEAN yang pernah diselenggarakan di Indonesia antara lain ialah: • KTT ASEAN Ke-1 yang dilaksanakan pada 23-24 Februari 1976 di Bali.

Dalam KTT tersebut terdapat kesepakatan tentang pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta dengan Sekretaris Jendral “Sekjen” pertamanya ialah putra Indonesia yang bernama H.R. Dharsono. • KTT ASEAN Ke-9 yang dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2003 di Bali. Dalam KTT tersebut Indonesia mengusulkan pembentukan Komunitas Asean “Asean Community” yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya serta keamanan. • KTT ASEAN Ke-18 yang dilaksanakan pada tanggal 4-8 Mei 2011 di Jakarta.

• KTT ASEAN Ke-19 yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Nopember 2011 di Bali. Dalam konferensi tersebut di dapat kesepakatan tentang kawasan bebas sejata nuklir di Asia Tenggara atau yang dikenal dengan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone “SEANWFZ”. Mampu Menciptakan Perdamaian Di Kawasan Asia Tenggara Indonesia telah banyak membantu menjaga perdamaian khususnya di kawasan Asia Tenggara yaitu dengan membantu penyelesaian konflik-konflik yang dialami oleh negara anggota ASEAN lainnya.

• Pada tahun 1987, Indonesia menjadi penengah saat terjadinya konflik antara Kamboja dan Vietnam yang pada akhirnya pada tahun 1991 dalam Konferensi Paris, kedua negara tersebut menyepakati adanya perjanjian damai. • Indonesia menjadi penengah antara Moro National Front Liberation “MNFL” dengan pemerintah Filipina, yang pada akhirnya kedua belah pihak tersebut sepakat untuk melakukan perjanjian damai yang dilakukan pada pertemuan di Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Bela Negara Sejarah Peran Indonesia Dalam Proses Pembentukan ASEAN Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) merupakan suatu kerjasama regional yang didirikan oleh lima negara Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand) berdasarkan suatu kesepakatan bersama pada tanggal 8 Agustus 1967, The ASEAN Declaration atau yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok 1967.

Salah satu butir pertimbangan negara-negara ASEAN menyepakati ASEAN dalam Deklarasi Bangkok adalah : “Menimbang bahwa negara-negara di Asia Tenggara mengedepankan penguatan ekonomi dan stabilitas sosial di kawasan untuk menciptakan perdamaian dan kemajuan pembangunan nasional…” Dengan demikian, ide pembentukan awal ASEAN lebih mengarah kepada tujuan politik dan keamanan kawasan melalui kerjasama ekonomi dan sosial budaya.

Pembentukan ASEAN merupakan hasil dari penghentian konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1966, yang mematangkan ide tentang kerjasama regional Asia Tenggara.

Pembentukan ini merupakan hasil reaksi atas ketidakpastian dampak perang Vietnam, dan adanya kebutuhan bagi negara-negara non-komunis Asia Tenggara agar dapat rukun dalam rangka menghadapi kemungkinan penarikan mundur Amerika Serikat di kawasan.

Politik konfrontasi dijalankan Indonesia dibawah masa pemerintahan Presiden Soekarno yang memandang Malaysia sebagai negara neo-kolonial ciptaan kolonial Inggris. Soeharto menghentikan politik konfrontasi setelah Soeharto mengambil alih posisi Soekarno pada tahun 1967. Manuver kebijakan Presiden Soeharto justru mendukung kerjasama regional dan demi pembangunan ekonomi nasional untuk mengikuti rekonsiliasi regional. [3] Pasca berakhirnya politik konfrontasi, Thailand yang merupakan negara yang bersikap netral, berinisiatif untuk mempertemukan negara-negara yang berkonflik, terutama Indonesia, Malaysia dan Filipina di Bangkok.

Meskipun Thailand berupaya menciptakan rekonsiliasi regional Asia Tenggara tetapi Indonesia yang menjadi pemain kunci atas pembentukan ASEAN. Melalui Adam Malik, yang pada saat itu menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Indonesia, diplomasi bermula saat Indonesia melakukan perundingan menormalkan hubungan bilateral dengan Malaysia pasca konfrontasi. Sebuah proses awal rekonsiliasi antara Indonesia dan Malaysia adalah dengan melakukan kerjasama regional untuk mencegah konfrontasi di masa depan.

Kerjasama regional pertama kali didiskusikan pada tahun 1966 ketika Deputi Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak, Adam Malik dan Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman, menyelenggarakan perundingan di Bangkok dalam rangka normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia. Meskipun tidak terlibat secara langsung, Soeharto mempengaruhi negosiasi tersebut dengan mendukung politik luar negeri yang pragmatis berdasarkan kerjasama regional dan pembangunan ekonomi nasional.

Diplomasi berlanjut ketika terdapat kedekatan dan kesamaan visi dan misi antara Adam Malik dan Thanat Khoman yang berkolaborasi menghasilkan sebuah pandangan mengenai organisasi regional baru menggantikan organisasi trilateral Asia Tenggara yang telah pernah ada sebelumnya, Association of Southeast Asia (ASA) tahun 1961 dengan anggota Filipina, Malaysia, dan Thailand serta Konfederasi Malaysia, Filipina dan Indonesia yang tergabung dalam MAPHILINDO pada tahun 1963.

Organisasi regional baru yang dibentuk untuk Indonesia, semenjak Indonesia menolak bergabung dalam ASA dan menilai ASA sebagai organisasi blok barat ( Western-aligned Organization). [5] Organisasi regional baru tersebut yang apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dengan nama ASEAN, nama tersebut merupakan hasil usulan Adam Malik pada saat menjelang persetujuan final draft Deklarasi Bangkok.

Setelah ASEAN disepakati pada tanggal 8 Agustus 1967, di Bangkok, motivasi Indonesia di ASEAN tidak hanya berlandaskan pada rekonsiliasi regional seperti yang tertuang dalam ketujuh butir maksud dan tujuan dalam Deklarasi Bangkok. Ketujuh maksud dan tujuan ASEAN yang tertuang dalam Deklarasi Bangkok, adalah : • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai; • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa • Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi; • Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan administrasi; • Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat; • Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara; • Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dan regional yang mempunyai tujuan serupa.

Indonesia mempertegas tujuan ASEAN dengan mengembangkan doktrin Ketahanan Nasional ( National Resilience). Ketahanan Nasional yang dimaksud oleh Indonesia dengan mengembangkan kemampuan nasional untuk mengatasi dan mempertahankan negara dari segala bentuk tantangan atau ancaman bahkan berjuang untuk mencapai tujuan nasional, melalui pembuatan keputusan secara rasional. Hal ini merupakan kemampuan nasional untuk mengintegrasikan setiap komponen dari eksistensi sebuah negara, ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan serta keamanan menjadi kekuatan komprehensif.

Ketahanan Nasional merupakan konseptualisasi yang berlandaskan pada pengalaman sejarah Indonesia selama perjuangan kemerdekaan dan pasca kemerdekaan dimana setiap ancaman dan gangguan yang terwujud dalam gangguan domestik hanya bisa diselesaikan oleh Indonesia sendiri tanpa bantuan dari luar. Baca Juga: “NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia )” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Bentuk ) Berangkat dari pemahaman tersebut, Indonesia berkeinginan untuk membangun kemampuan bersama diantara masyarakat Asia Tenggara untuk dapat mengurus masa depan tanpa keterlibatan kepentingan asing luar kawasan.

Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Adam Malik secara formal memperkenalkan doktrin Ketahanan Nasional pada saat pelaksanaan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-5 di Singapura, tanggal 13-14 April 1972, yang sebelumnya telah didiskusikan pada tingkatan pertemuan pejabat tinggi ASEAN bulan November tahun 1971.

Pada AMM tahun 1972 di Singapura, Indonesia juga menyampaikan makalah berjudul A Refection untuk mengajak anggota lainnya melakukan evaluasi terhadap program kerjasama ekonomi pada pertemuan sebelumnya. Program kerjasama ekonomi yang sebelumnya terbentuk berkaitan dengan kerjasama sektoral atau fungsional di beberapa bidang, yaitu produksi pangan, komunikasi, pelayaran, penerbangan dan turisme. Sebagai kelanjutannya, ASEAN menetapkan suatu kriteria bagi proyek-proyek ASEAN, yaitu yang cepat memberikan hasil, yang dapat dinikmati semua anggota dan yang memerlukan pembiayaan yang tidak besar.

Maka proyek kerjasama ekonomi ASEAN cenderung merupakan proyek-proyek kecil. Ini menunjukan bahwa perhatian Indonesia tidak hanya pada kerjasama di bidang politik keamanan, namun kerjasama di bidang ekonomi juga menjadi perhatian Indonesia, meskipun awal kerjasama ekonomi ASEAN masih berada di permukaan.

Indikasi seperti ini sejalan dengan Deklarasi Bangkok yang menempatkan tujuan ASEAN lebih bersifat kerjasama regional di bidang ekonomi dan sosial budaya pada urutan pertama dari tujuh butir tujuan ASEAN.

Pencitraan seperti ini disebabkan karena hubungan antar anggota ASEAN masih diselimuti rasa kecurigaan akibat dari keberadaan konflik dan sengketa pada masa silam seperti; konfrontasi Indonesia terhadap Malayasia, sengketa Sabah oleh Malaysia-Filipina, Mundurnya Singapura dari Federasi Malaysia.

Faktor eksternal yang menimbulkan kecurigaan tinggi adalah ekspansi negara-negara komunis, dengan keterlibatan Uni Soviet dan China dalam eskalasi perang Vietnam dengan Amerika Serikat. Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba ini yang mendorong negara-negara ASEAN untuk bersifat netral dalam berbagai pengaruh perang dingin di kawasan. Puncaknya, pada 27 November 1971, disepakati Deklarasi Kuala Lumpur melalui pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.

Deklarasi ini dikenal sebagai Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) yang intinya mendukung usulan Tun Ismail, delegasi dari Malaysia, dengan tujuan mencapai netralisasi Asia Tenggara yang terbebas dari pengaruh-pengaruh kekuatan eksternal.

Meskipun terdapat kontradiksi yang terjadi di dalam internal ASEAN mengenai konsep ZOPFAN, bahwa Singapura, Thailand dan Filipina lebih menekankan jaringan kekuatan keamanan dari eksternal yang menjamin keamanan kawasan yang berlawanan dengan pandangan Indonesia dan Malaysia yang mendukung autonomi di kawasan Asia Tenggara dengan bersifat netral. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pertama kali diselenggarakan dilatar belakangi oleh lingkungan politik yang baru dimana kekuatan Amerika Serikat menyatakan mundur dari Vietnam pada tahun 1973 dan pengambil alihan Phnom Penh, Kamboja dan Saigon, Vietnam bulan April 1975 oleh kekuatan Komunis dan Laos pada akhir tahun yang sama.

Kesuksesan revolusi komunis mengejutkan negara-negara ASEAN. Di sela-sela pertemuan tersebut, Presiden Soeharto menyampaikan sebuah konsep Ketahanan Nasional yang ditujukan untuk negara-negara anggota lain sebagai langkah mengantisipasi kekuatan asing yang mencoba mendominasi kawasan.

Indonesia menginginkan agar dalam jangka panjang, terdapat suatu kemampuan bersama di antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara untuk mengurus masa depannya sendiri dan tidak membiarkan itu dicampuri oleh kepentingan lain apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba luar kawasan.

Dengan adanya ketahanan nasional oleh masing-masing negara anggota ASEAN, maka tercipta ketahanan kolektif yang dirumuskan Indonesia sebagai Ketahanan Regional. Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba Ketahanan Nasional yang membentuk Ketahanan Regional tidak hanya terfokus pada suatu bidang tertentu, melainkan meliputi keseluruhan bidang yang menyangkut kehidupan masyarakat. Indonesia melihat bahwa pencapaian ketahanan regional ini membutuhkan tiga syarat, yaitu (i) pembinaan ketahanan nasional masing-masing, (ii) pembentukan common platform untuk mengembangkan mutual interest menjadi identitas regional, dan (iii) mekanisme penyelesaian sengketa antar negara secara damai.

Sebagai bentuk respon Indonesia terhadap kekuatan eksternal di Asia Tenggara tersebut, dalam persiapan pelaksanaan KTT ASEAN ke-1 di Bali tahun 1976, Indonesia menyarankan dalam sebuah study paper membentuk sebuah formasi untuk kerjasama keamanan dalam bentuk joint council dan melakukan latihan militer bersama seluruh negara anggota ASEAN.

Meskipun akhirnya ide tersebut ditolak oleh pemimpin ASEAN saat pelaksanaan KTT. Hasil KTT ASEAN ke-1 di Bali tahun 1976 menghasilkan dua kesepaktan: The Declaration of ASEAN Concord (Bali Concord I) dan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) di Asia Tenggara.

Masing-masing negara anggota kemudian bersedia menerima doktrin Ketahanan Nasional, sedangkan Ketahanan Regional pada akhirnya dianggap sama dengan ketahanan kerjasama ASEAN. Konsep tersebut merupakan kunci kontribusi Indonesia di ASEAN untuk melegalkan prinsip non-interferensi, karena masing-masing negara akan melakukan pembangunan nasional negaranya sendiri dan mengatasi gangguan yang bersifat internal, sehingga otomatis membentuk ketahanan regional.

Bali Concord I disepakati sebagai identitas regional yang bertujuan untuk sarana penguatan membentuk Komunitas ASEAN, berlandaskan kepada hubungan yang saling menguntungkan, sesuai dengan prinsip persamaan kedaulatan dan non-interferensi urusan internal negara. Dengan menempatkan delapan prinsip di Bali Concord I, negara ASEAN bekejasama dalam aspek politik keamanan, ekonomi dan fungsional. Penguatan ZOPFAN, kesepakatan TAC, industrialisasi ekonomi pembangunan, kerjasama perdagangan menjadi kajian dalam Bali Concord I.

Dalam pekembangan berikut, kerjasama ASEAN meliputi kerjasama politik keamanan dan ekonomi berkembang meluas.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Terdapat perbedaan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembang kerjasama ASEAN, baik di bidang politik-keamanan maupun ekonomi. Perkembangan politik-keamanan banyak dipengaruhi oleh perubahan lingkungan eksternal ASEAN yang sarat dengan dominasi kekuatan asing, sehingga ASEAN membentuk kerangka kerjasama untuk menyesuaikan terhadap lingkungan yang sedang berkembang.

Dalam bidang ekonomi, perkembangan dirasakan akibat dari dorongan yang kuat dari internal asosiasi tersebut. Baca Juga: Pengertian Identitas Nasional Perkembangan Kerjasama ASEAN Hingga Akhir Perang Dingin Perkembangan kerjasama ASEAN mulai tampak setelah penyelenggaraan KTT ASEAN ke-1 di Bali tahun 1976. Menjalin hubungan bilateral dan kerjasama dalam bidang ekonomi, politik keamanan, sosial budaya menjadi landasan dimana ASEAN telah dapat mempertahankan ketegangan dan konflik yang berkembang diantara mereka.

Hal ini disebabkan karena negara-negara ASEAN telah membuat jaringan apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba confidence building measures (CBM) dan pencegahan konflik diantara mereka sendiri melalui kerjasama regional tersebut.

Kerjasama Ekonomi ASEAN Hingga Akhir Perang Dingin Setelah perang Vietnam di bulan April 1975, negara anggota ASEAN memutuskan untuk menguatkan ASEAN sebagai komunitas regional untuk melawan perkembangan pengaruh negara komunis/sosialis. Kerjasama ekonomi diadopsikan untuk menguatkan kesatuan politik. Skema kerjasama ekonomi dimaksudkan untuk mencapai integrasi ekonomi.

Skema pasar bersama dan penggabungan sumber daya mulai diperkenalkan. Preferential Trading Arrangement (PTA) dimaksudkan untuk pasar ASEAN supaya lebih dapat diakses oleh negara anggota sehingga integrasi pasar dapat dicapai. Pengembangan proyek intensif skala besar, investasi bersama negara anggota ASEAN akan memberi keuntungan bagi ekonomi.

Proyek-proyek tersebut tertuang dalam bentuk ASEAN Industrial Projects (AIP) dan ASEAN Industrial Joint Ventures (AIJV). Pasca pelaksanaan KTT ASEAN pertama di Bali tahun 1976 merupakan tahapan kedua bagi pengembangan kerjasama ekonomi regional. Tahapan pertama pengembangan kerjasama ekonomi ASEAN, ketika disepakati agenda kerjasama sektoral dan fungsional pada ASEAN Miniterial Meeting (AMM) di Jakarta tahun 1968, pelaksanaan agenda kerjasama tersebut hingga KTT ASEAN pertama tahun 1976.

Dalam KTT tersebut disepakati skema kerjasama di bidang industri yang dinamakan AIP. Skema ini terdiri dari sejumlah proyek bersama pemerintah yang berskala besar yang ditujukan untuk pasar regional dengan memberikan preferensi perdagangan. Paket pertama AIP terdiri dari lima proyek industri, yaitu pupuk urea di Indonesia dan Malaysia, super-phosphate di Filipina, mesin diesel di Singapura, dan soda-ash di Thailand.

Dari lima proyek ini hanya dua yang akhirnya dibangun, termasuk pabrik pupuk di Aceh, yang sebenarnya merupakan proyek nasional yang diubah menjadi AIP. Paket kedua AIP juga diidentifikasi, termasuk heavy-duty rubber tires di Indonesia, metal working machine tools di Malaysia, newsprint dan electrolytic timplating di Filipina, T elevision picture tubes di Singapura, dan poolish dan perikanan di Thailand, tetapi tidak satupun dari paket ini direalisir. Ada berbagai alasan mengapa proyek-proyek ini mengalami kegagalan.

Sebab utama dalah sifat dari skema kerjasama ini yang tidak mengacu pada mekanisme pasar tetapi lebih mengandalkan pada peran pemerintah. Namun sangat mungkin ASEAN pada saat itu memang belum siap untuk menerima suatu kerjasama yang membutuhkan market sharing (membagi pasar) dengan membuka pasarnya bagi produk-produk industri bersama itu. Negara-negara ASEAN tampaknya saat itu baru bisa menerima skema kerjasama yang bersifat resource pooling (menyatukan sumber daya).

Segala skema kerjasama ekonomi yang telah diadopsi telihat begitu rasional dalam perjanjian. Tetapi dalam prakteknya, implementasinya sulit terlaksana. Dalam skema AIP, kebanyakan negara anggota ASEAN tidak mudah percaya investasi mereka terhadap negara anggota ASEAN lain penerima investasi.

Dalam lima tahun setelah mengadopsi keseluruhan skema, hasilnya begitu kecil integrasi ekonomi yang tercipta di ASEAN. Skema besar kerjasama besar lainnya adalah ASEAN Preferential Trading Arrangement (PTA) yang disepakati pada tahun 1977. Skema yang bukan mengarah pada perdagangan bebas karena skema ini masih bersifat terbatas.

Dalam perundingan hingga 1980, negara ASEAN sepakat dengan menukarkan produk/komoditi untuk dimasukkan dalam daftar PTA, dan disepakati penurunan tarif perdagangan untuk impor.

Tetapi dengan kesepakatan penurunan tarif yang bersifat across the board ini, negara-negara ASEAN menerapkan suatu exclusion list untuk mengecualikan produk yang dianggap sensitif dari skema kerjasama ini.

Hasilnya hingga 1986 sejumlah 18.907 produk/komoditi telah masuk dalam PTA. Tetapi kemajuan yang ditimbulkan dengan keberadaan PTA hampir tidak ada. Alasannya kemajuan hanya terlihat pada peningkatan jumlah produk/komoditi yang masuk dalam PTA dan tidak mempengaruhi peningkatan perdagangan intra-ASEAN.

Dikarenakan begitu panjang produk/komoditi yang masuk dalam exclusion list. Kegagalan PTA disadari oleh para pemimpin ASEAN. Kegagalan PTA juga tidak langsung berhubungan dengan krisis minyak global pada tahun 1979-1980 yang datang bersamaan dengan jatuhnya harga komoditas pada tahun 1980 yang berdampak buruk pada ekonomi global. Kombinasi dari kejutan ekternal apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba external shocks) menyebabkan meluasnya resesi ekonomi di ASEAN.

Pada fase ini, pemimpin ASEAN merespon dengan memperkuat ekonomi internal regional untuk menghidupkan kembali ekonomi regional. Pada KTT ASEAN ketiga di Manila tahun 1987, mereka sepakat untuk melakukan perubahan dengan membatasi exclusion list, memperbesar margin of preference (MOP), menurunkan muatan ( content) ASEAN dalam rules of origin (ROO), serta melakukan standstill (tidak lebih mundur dari komitmen apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba ini) dan rollback (lebih maju dari saat ini) dalam hambatan non-tarif ( non-tariff barriers atau Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba.

Kesemua ini diharapkan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun, dan perkembangannya dimonitor setiap tahun. Kesemuanya diharapakan dapat meningkatkan persentase perdagangan intra-kawasan ASEAN. Namun perubahan-perubahan ini ternyata juga tidak membawa pengaruh yang nyata.

Baca Juga: “Pengadilan Tingkat Pertama” Pengertian & ( Peran – Fungsi ) Menuju awal tahun 90-an, negara anggota ASEAN mulai mengalami kemajuan yang pesat, akibat dari liberalisasi perdagangan dan investasi gobal. Raihan ini bukan berasal dari kerjasama ekonomi ASEAN, tetapi lebih kearah perubahan kebijakan yang diambil masing-masing pemerintah negara anggota ASEAN yang lebih terbuka. Kebijakan yang lebih terbuka mendorong investasi asing masuk ke negara anggota ASEAN.

Alhasil investasi asing ikut berpartisipasi dalam membentuk jaringan produksi regional yang memicu proses integrasi ekonomi regional berdasarkan dorongan pasar bukan dari dorongan pemerintah. Tidak dapat disangkal peran ASEAN dalam mengintegrasikan kerjasama ekonomi kawasan cukup besar. Dengan tercapainya stabilitas dan lingkungan yang damai ini masing-masing negara ASEAN telah dapat memusatkan perhatian dan sumber dayanya bagi pembangunan nasional. Seiring dengan derasnya investasi asing yang masuk ke kawasan, runtuhnya era perang dingin dan dorongan akan liberalisasi global menuntut ASEAN membentuk mekanisme kerjasama ekonomi yang lebih intensif dalam menjawab tantangan global berikutnya.

Kerjasama Politik-Keamanan ASEAN Hingga Akhir Perang Dingin Perkembangan kerjasama politik-keamanan pasca KTT ASEAN pertama di Bali tahun 1976 ketika negara Indonesia dengan Malaysia mengusulkan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) untuk menghadapi masalah ancaman senjata nuklir di kawasan Asia Tenggara pada tahun 1983.

Traktat SEANWFZ dan TAC merupakan kunci komponen dari ZOPFAN dan akan berkontribusi dalam penguatan keamanan masing-masing negara anggota dan menjaga perdamaian serta keamanan internasional. Dan pada tahun 1995, negara ASEAN menyepakati ASEAN menjadi kawasan bebas dari senjata nuklir dengan menandatangani traktat SEANWFZ, dimana prinsip-prinsip dan obyektif yang tertuang dalam SEANWFZ mengadopsi dari hasil konferensi non-proliferasi nuklir dan kerjasama dengan negara-negara nuklir yang sangat relevan bagi keefektifan protokol tersebut.

Tahun 1997 traktat SEANWFZ mulai diberlakukan di kawasan Asia Tenggara. 15 Desember 1987, ASEAN mengamandemen TAC, tepatnya pada paragraf 14 dan 18 untuk memberi kesempatan negara Papua New Guinea menjadi negara partisipan diluar kawasan Asia Tenggara. Negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara bisa berkesempatan menjadi negara partisipan di dalam perjanjian dengan konsisten menandatangani perjanjian TAC.

Prinsip TAC mengalami dua kali masa amandemen pada tahun 1987 dan 1998, yang merupakan landasan untuk mempertahankan sistem diplomasi prefentif ( preventive diplomacy) di kawasan. TAC merupakan norma yang menjadi code of conduct bagi negara-negara di dalam atau luar kawasan dalam menjalin hubungan di kawasan Asia Tenggara. Di dalam TAC tersebut tertuang prinsip-prinsip seperti perhormatan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, kesederajatan, integritas teritorial dan identitas nasional seluruh negara, setiap negara juga berhak untuk mengatur negara sendiri terbebas dari interferensi asing, serta penyelesaian konflik dengan jalur damai dengan mengeliminasi penggunaan kekerasan.

Munculnya prakarsa-prakarsa dalam bidang politik dan keamanan seperti ZOPFAN, ASEAN Concord, SEANWFZ, dan TAC cukup efektif bagi ASEAN untuk menyelesaikan sejumlah perkembangan masalah politik dan keamanan di masa Perang Dingin, serta mencapai stabilitas dan keamanan. Faktanya, sejak tahun 1979 hingga 1991, ketika ASEAN menghadapi permasalahan Kamboja, aktifitas politik dari ASEAN menjadi perhatian publik dunia daripada kerjasama ekonomi ASEAN.

Sebagai reaksi atas invasi tentara Vietnam ke Kamboja pada tahun 1978, ASEAN secara kolektif merespon dengan mengeluarkan pernyataan sikap penyesalan atas serangkaian sikap Vietnam yang menginvasi wilayah kedaulatan Kamboja. ASEAN berkolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memainkan peran diplomasi efektif, sebagai organisasi regional.

Indonesia juga sangat berperan dalam negosiasi damai yang mengakhiri pendudukan Vietnam di Kamboja melalui serangkaian pertemuan informal ( informal meeting) di Indonesia antara pihak-pihak yang bertikai, dan peranan Indonesia sebagai Co-Chairs bersama Perancis dalam perundingan damai di Paris 1991. Baca Juga: Liberalisme adalah Sepanjang perang dingin dan hingga akhir perang dingin pada tahun 1990, kerjasama negara anggota ASEAN lebih intensif dilakukan dalam skala bilateral yang menaruh perhatian pada keamanan domestik, seperti patroli perbatasan, pertukaran pandangan mengenai perkembangan strategi, dan pertukaran inteligen.

Pertukaran dan kerjasama bilateral menjadi dasar dimana ASEAN berhasil mencegah tekanan dan konflik yang berkembang diantara mereka, oleh karena jejaring CBM dan pencegahan konflik yang terbentuk diantara mereka.

Akhirnya, pembentukan ASEAN sebagai organisasi regional Asia Tenggara hingga akhir perang dingin tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan untuk sekitar kawasan tetapi juga untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang kuat dan bersatu yang dapat mempengaruhi perkembangan di kawasan dan dapat menyeimbangkan pengaruh dari kekuatan besar ( Great Power) di masa depan.

Masuknya Brunei Darussalam pada tahun 1984 merupakan perluasan keanggotaan ASEAN telah menciptakan tantangan baru bagi ASEAN, khususnya dalam menempa rasa kohesifitasan dan kesatuan kawasan.

Perkembangan ASEAN pada Masa Pasca Perang Dingin Setelah berakhirnya perang dingin yang ditandai oleh runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, mulai menunjukkan era baru dimana sistem bipolar tidak berlaku dalam sistem internasional dan digantikan dengan munculnya pusat-pusat multipolar yang memberikan kontribusinya dalam perubahan dan ketidakpastian situasi di Asia Tenggara.

Runtuhnya sistem bipolar memunculkan persepsi akan kekhawatiran kemungkinan terciptanya kekosongan kekuasaan di kawasan. Bagi negara ASEAN, ini berarti kemungkinan masuknya peran negara-negara kuat yang lebih banyak lagi dalam masalah keamanan kawasan, seperti Cina, Jepang, Rusia, dan India. Selain itu, penarikan mundur pasukan Amerika Serikat (AS) dari kawasan, juga membuat ASEAN lebih bertanggung jawab kepada stabilitas keamanan kawasan.

Meskipun ASEAN memiliki ZOPFAN sebagai respon ASEAN terhadap dominasi kekuatan asing di kawasan, namun peran AS di kawasan sangat signifikan, yang bertujuan untuk mengimbangi gerakan Uni Soviet dan ekspansi Vietnam terhadap penyebaran elemen komunis di kawasan pada masa perang dingin silam.

Selain itu, pada pasca perang dingin masyarakat internasional merasakan suatu gelombang perubahan mengenai makna keamanan. Perubahan makna keamanan yang lebih condong kepada keamanan manusia ( human security) ketimbang keamanan negara ( state security). Selain itu, pasca perang dingin menjadi ujung tombak bagi multiteralisme bidang ekonomi dan perdagangan global yang tentunya mempengaruhi stabilitas kawasan. Perubahan-perubahan dalam konstelasi politik, perekonomian dan isu baru yang menyangkut non-tradisional mendorong ASEAN untuk muai mengambil peran yang lebih aktif dalam kerjasama ekonomi, politik dan keamanan.

Kerjasama Ekonomi ASEAN Pasca Perang Dingin Kerjasama ASEAN mulai mempunyai prioritas baru ketika negara-negara di kawasan Indocina dan Myanmar membuka diri pada kerjasama ekonomi dan politik ASEAN. Keputusan telah dibuat dengan memperluas keanggotaan ASEAN menjadi 10 negara anggota yang menggambarkan keseluruhan wilayah kawasan Asia Tenggara.

Memasuki masa pasca perang dingin, tahapan kerjasama ekonomi ASEAN memasuki tahapan ketiga dari proses perkembangan kerjasama ekonomi kawasan. Globalisasi mempengaruhi serta menjadi tantangan baru bagi ekonomi ASEAN, dimana terdapat perkembangan telekomunikasi, komputerisasi, dan transportasi orang dan barang lebih cepat dengan biaya rendah.

Sehingga pada KTT ASEAN ke-4 tahun 1992 di Singapura para pemimpin ASEAN menyepakati pembentukan pasar perdagangan bebas ( ASEAN Free Trade Area-AFTA). Pembentukan AFTA berdasarkan skema Common Effective Preferential Tariff (CEPT), yang merupakan hasil tinjauan ulang dari skema PTA yang bisa dikatakan kurang maksimal dalam meningkatkan perdagangan intra-ASEAN.

Dengan skema CEPT negara-negara ASEAN sepakat menghilangkan segala bentuk hambatan tarif untuk menciptakan perdagangan bebas diantara mereka. AFTA semula direncanakan diluncurkan pada tanggal 1 Januari 1993, tetapi karena ketidakpastian terpaksa diluncurkan kembali pada1 Januari 1994. Menurut rencana yang asli, AFTA akan tercapai pada tahun 2008.

Baca Juga: Mahkamah Agung adalah Tetapi tahun 1994 Menteri Ekonomi ASEAN telah menetapkan untuk mempercepat proses, memajukan batas akhir pelaksanaan pada tanggal 2003. Dan pada tahun 1995, batas akhir pelaksanaan dipercepat kembali pada tahun 2002.

Dan pada waktu yang sama, ASEAN menetapkan tarif import intra ASEAN akan selesai dieliminasi pada tahun 2010 untuk ASEAN-6 (Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura) dan 2015 untuk ASEAN-CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam).

Percepatan batas akhir pelaksanaan ini dimaksudkan untuk segera meningkatkan daya tarif ASEAN sebagai lokasi produksi untuk pasar global. Ini merupakan tujuan utama AFTA. AFTA bukan ditujukan untuk membangun pasar regional yang tertutup berdasarkan suatu skema subtitusi impor secara regional.

AFTA adalah cara untuk meningkatkan daya saing internasional kawasan. Namun tidak dapat disangkal bahwa segala hiruk pikuk tentang penurunan tarif CEPT, dan tujuan mencapai perdagangan bebas melalui AFTA yang sudah dimulai sejak tahun 1992 hingga batas akhir pelaksanaan tahun 2002, masih belum mampu mendongkrak tingkat perdagangan intra-ASEAN yang relatif kecil dibanding perdagangan total ASEAN.

Rendahnya perdagangan intra-ASEAN ini antara lain dikarenakan masih adanya hambatan non-tarif, perbedaan standar produk dan belum harmonisnya prosedur bea cukai. Persoalan yang tidak kalah penting adalah kurang populernya skema CEPT di kalangan swasta, dan kurang kuat mekanisme penyelesaian masalah perdagangan.

Meskipun AFTA masih memiliki kelemahan, namun dalam implementasi skema CEPT, negara ASEAN secara terus menerus juga mengikuti skema yang sesuai dengan World Trade Organization (WTO). Dengan kata lain, negara-negara ASEAN menjadi semakin terbuka terhadap persaingan dunia.

Dari segi pemikirannya, AFTA memang dimaksudkan sebagai tempat latihan ( training ground) bagi negara-negara ASEAN untuk membuka diri terhadap dunia, sejalan dengan konsep open regionalism (regionalisme terbuka).

Krisis ekonomi tahun 1997-1998 juga menjadi penghambat pelaksanaan AFTA. Krisis ekonomi membawa kehancuran perekonomian kawasan Asia Tenggara bahkan dunia. Krisis ekonomi menjadi pembuktian bahwa negara-negara ASEAN masih berjalan sendiri dalam menyelesaikan atau mengatasi krisis ekonomi bahkan krisis multidimensi yang melanda negaranya.

Seperti Indonesia yang menyetujui paket bantuan dari International Monetery Funds (IMF), serta beberapa negara ASEAN yang mengambil kebijakan tanpa melalui perundingan skala regional untuk menghadapi krisis secara bersama. Baca Juga: 61 Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Terlengkap Namun, melalui fenomena krisis ekonomi tersebut, menyadarkan para pemimpin ASEAN bahwa perekonomian mereka sangatlah terkait dan bergantung satu sama lain ( interdependent).

Peristiwa 1997/1998 mendorong negara-negara ASEAN mempercepat integrasi ekonomi regional mereka, supaya tidak termarginalisasi oleh arus globalisasi. ASEAN mengadopsi Visi ASEAN 2020 atau ASEAN Vision 2020 yang disepakati di Kuala Lumpur pada masa pertengahan krisis ekonomi tahun 1997. Dalam visi bersama tersebut, ASEAN mencita-citakan sebuah komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka, damai, stabil, sejahtera, saling peduli, diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis pada tahun 2020.

Tepat pada pelaksanaan KTT ASEAN kedelapan di Phnom Penh bulan November 2002, dimana disepakati pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) sebagai tujuan akhir dari proses integrasi ekonomi ASEAN. Agenda kerjasama ekonomi ASEAN yang baru memusatkan perhatian pada upaya integrasi sebagai sarana pencapaian suatu pasar dan landasan produksi tunggal dengan peredaran bebas barang, jasa dan modal merupakan suatu pasar regional tunggal akan lebih besar daripada sejumlah ekonomi-ekonomi nasional.

Strategi ASEAN dalam AEC dengan membangun mekanisme baru untuk memperkuat inisiatif ekonomi, termasuk AFTA, ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS), dan ASEAN Investment Area (AIA). Selain membangun mekanisme baru, ASEAN juga melakukan perbaikan dalam ASEAN Dispute Settlement Mechanism untuk menjamin kepastian hukum dari penyelesaian konflik. Sejauh ini penyelesaian masalah di ASEAN diupayakan untuk diselesaikan secara politik, dan karena itu merupakan proses yang tidak memberikan kepastian terutama bagi negara anggota yang merasa kecil dan lemah.

Sebagai langkah pertama ASEAN dalam mewujudkan AEC, ASEAN mengimplementasikan rekomendasi High Level Task Force on ASEAN Economy Integration (HLTF).

HLTF mengungkapkan serangkaian inisiatif ekonomi dengan batasan waktu raihan yang tegas untuk mempercepat proses integrasi ekonomi menuju perwujudan AEC.

Inisiatif HLTF yang sesuai dengan Bali Concord II beberapa diantaranya adalah: integrasi jalur cepat dari 11 sektor prioritas, eliminasi hambatan perdagangan dengan pemberlakuan pendekatan Single Window, dan harmonisasi standar. Kerjasama Politik-Keamanan ASEAN Pasca Perang Dingin Era tahun 1990-an, isu politik dan keamanan masih didominasi oleh penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan oleh Cina yang melibatkan sebagian negara ASEAN.

Sengketa Laut Cina Selatan merupakan warisan konflik yag belum terselesaikan dari era perang dingin yang terkait masalah kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam di Laut Cina Selatan. Sengketa ini berkembang menjadi ancaman yang sangat besar bagi keamanan Asia Tenggara maupun solidaritas ASEAN itu sendiri, sehingga selalu mendapat perhatian khusus bagi negara anggota ASEAN.

Bentuk keseriusan ASEAN terwujud saat ASEAN mengeluarkan Deklarasi ASEAN mengenai Laut Cina Selatan pada 22 Juli 1992 d Manila. Respon negara-negara ASEAN terhadap hegemoni Cina bervariasi. Secara khusus untuk menengahi sengketa teritorial Laut Cina Selatan, Indonesia berperan aktif dengan memprakarsai sejumlah lokakarya di tanah air dari tahun 1990-1995 yang melibatkan pihak-pihak yang bersengketa tersebut.

Sebagai reaksi terhadap sikap agresif Cina di Laut Cina Selatan, Indonesia beserta sejumlah negara lainnya seperti Filipina, Malaysia dan Vietnam mengupayakan peningkatan persenjataan militer masing-masing. Selain itu, Singapura, Vietnam dan Filipina berusaha mempertahankan kehadiran kekuatan luar lain di kawasan, khususnya militer AS, sebagai langkah untuk membendung Cina.

ASEAN juga berusaha merangkul Cina untuk berpartisipasi dalam jalur-jalur diplomasi ASEAN, salah satu melalui forum ASEAN Regional Forum (ARF). ARF, secara teori merupakan sebuah forum untuk membicarakan stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dan mencakup apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba lain. ARF memegang teguh inti dari elemen ketahanan nasional maupun regional serta memperdalam kerjasama di ekonomi dan sosial, yang sederajat dengan elemen keamanan diantara ASEAN dan mitra wicaranya.

Bermula dari forum diskusi antar menteri ASEAN ( ASEAN Post Ministerial Conference – PMC) dengan mitra wicara pada ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke 26 di Singapura tahun 1993 yang kemudian berkembang menjadi sebuah CBM diantara negara ASEAN dan mitra wicaranya.

Baca Juga: 8 Pengertian Struktur Lembaga Pemerintah Negara Indonesia Anggota mitra wicara ASEAN dalam ARF termasuk negara kunci di Asia Pasifik seperti; Cina, India, Rusia, AS, Jepang, Korea dan ASEAN sendiri. Sebagai bagian dari kawasan Asia Pasifik yang sangat dinamis, ASEAN menyadari kebutuhan keamanan mereka terkait dengan perkembangan di Asia Pasifik, sehingga pendekatan multilateral dibutuhkan.

Fenomena naiknya derajat Cina sebagai kekuatan ekonomi dan militer baru hingga persoalan Laut Cina Selatan, bahkan mencakup rivalitas ekonomi di Asia Pasifik antara AS, Rusia, Jepang dan Cina, hingga ancaman nuklir disemenanjung Korea menjadi faktor apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba mempengaruhi stabilitas keamanan di Asia Pasifik.

Pendekatan aliansi bilateral tidak memungkinkan dalam upaya menyelesaikan permasalahan seperti ini di era globalisasi seperti sekarang, sehingg dibutuhkan sebuah institusi yang bersifat multilateral yang meliputi kawasan Asia Pasifik. Melalui ARF prakarsa regional yang mencakupi pendekatan multilateral kawasan Asia Pasifik untuk mengantisipasi dan mengelola perubahan lingkungan politik-keamanan global, dimana sifat multilateral institusi tersebut dimaksudkan untuk melengkapi dan membuat aliansi-aliansi bilateral lebih mudah diterima di kawasan.

Tidak dapat disangkal bahwa ASEAN Way mempengaruhi proses ARF dalam melakukan pendekatan dalam kerjasama keamanan. Dokumen yang berjudul The ASEAN Regional Forum: A Concept Paper yang diberitakan oleh ASEAN dalam pertemuan kedua ARF ayang diselenggarakan di Brunei pada tanggal 1 Agustus 1995. Dalam paper tertuang sebuah cetak biru ( blueprint) untuk ARF, meskipun secara tidak formal diadopsikan kedalam ARF, yang mempertimbangkan tiga kategori kerjasama keamanan: confidence building, preventive diplomacy, dan conflict resolution.

Kemajuan lain dari ASEAN di era pasca perang dingin adalah berhasil memperluas keanggotaannya. Terjadinya normalisasi iklim politik di Indocina, membuka jalan bagi ASEAN untuk merangkul keempat negara di Indocina. Pada 28 Juli 1995, Vietnam menjadi negara pertama yang berada di Indocina bergabung di ASEAN, diikuti Laos dan Myanmar pada tanggal 23 Juli 1997, dan pada tanggal 30 Juli 1999, Kamboja akhirnya bergabung sebagai negara ke-10 ASEAN. Dengan keanggotaan ASEAN yang menjadi 10 negara anggota maka ASEAN-6 secara langsung dapat mengatasi kecurigaan yang mendalam terhadap negara kawasan Indocina, terlebih ASEAN-6 dapat melakukan pendekatan conflict management yang sesuai dengan ASEAN Way di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Perluasan keanggotaan juga membawa persoalan mengenai tujuan integrasi kawasan di masa depan. Sistem politik pada 5 negara anggota pendiri ASEAN paling tidak berdasar sistem demokrasi pluralis. Berlawanan dengan negara anggota baru seperti Vietnam dan Laos yang cenderung sosialis, serta Myanmar yang pemerintahannya dibawah kekuasaan militer. Sistem politik yang berlawanan ini akan menjadi satu dari beberapa faktor yang merintangi kerjasama di bidang keamanan.

Dalam perkembangan selanjutnya, pasca masuknya Myanmar dalam keanggotaan ASEAN, maka ASEAN dituntut untuk dapat melunakkan ataupun menyelesaikan masalah internal Myanmar. Desakan tidak hanya muncul dari internal kawasan, melainkan dunia internasional melalui forum-forum regional dan internasional mencoba mendesak ASEAN sebagai organisasi kawasan yang mempunyai kredibilitas tinggi di kawasan Asia Tenggara. Usaha pertama yang dilakukan ASEAN adalah melalui pendekatan flexible engagement yang apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba hasil prakarsa Thailand pada tahun 1998.

ASEAN berpendapat bahwa melakukan konfrontasi dengan rezim militer akan mendorong perubahan domestik di negara tersebut.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Melangkah lebih jauh, ide dari flexible engagement ditujukan untuk intrepretasi dari prinsip non-interferensi dalam urusan domestik negara lain yang selama ini diyakini ASEAN. Ide ini menginginkan negara anggota ASEAN berkonsultasi dalam urusan internal negara lain selama urusan tersebut berdampak negatif terhadap anggota lain di kawasan. Baca Juga: 1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara Di samping isu Myanmar dan desakan perubahan prinsip ASEAN, muncul desakan bagi ASEAN untuk berkembang untuk dapat menghadapi merebaknya isu-isu keamanan non-tradisional.

ASEAN mencoba meredefiniskan kerangka kerjasama dengan melakukan proses sekuritasi atas isu-isu keamanan baru seperti maritim piracy, perdagangan narkotika dan manusia, penyebaran penyakit menular, dan kerusakan alam.

Serta diantaranya dari bidang ekonomi yang berupa krisis ekonomi yang melanda ASEAN pada tahun 1997 hingga 1998 yang memporak porandakan stabilitas multidimensi negara. Meskipun krisis ekonomi memunculkan dampak buruk di kawasan, bahkan memunculkan “mispersepsi” bahwa ASEAN sudah tidak relevan karena tidak dapat berbuat apa-apa untuk menangani krisis. Namun, gelombang krisis multidimensi melahirkan dorongan kuat akan demokratisasi di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah sejumlah negara kunci ASEAN yang sebelumnya bersifat soft-authoritarian, tumbang seiring menguatnya demokrasi di negara, seperti Indonesia, Filipina dan Thailand. Di Indonesia, demokratisasi tidak hanya mengantarkan kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998. Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba juga menimbulkan serangkaian ancaman disintegrasi bangsa. Seiring dengan hal tersebut Indonesia mulai kehilangan peran sebagai aktor kunci dari pembangunan kawasan.

Peristiwa penting pasca kejatuhan rezim Soeharto, yakni diantarnya Presiden Megawati sebagai pemimpin Indonesia tahun 2003, dengan arah kebijakan luar negeri yang lebih berorientasi pada kawasan, terutama ASEAN. Presiden Megawati melalui Departemen Luar Negeri (DEPLU) berusaha merealisasikan ASEAN Vision 2020 yang disepakati pada tahun 1997, sebagai output dari KTT ASEAN ke-9 di Bali, pada tanggal 8 Oktober 2003.

Kerjasama ASEAN yang mengarah kepada tahapan yang lebih integratif dan berwawasan ke depan, yakni dengan pembentukan Komunitas ASEAN ( ASEAN Community 2020) oleh para pemimpin negara-negara anggota ASEAN melalui Deklarasi ASEAN Concord II ( Bali Concord II – BCII).

Gagasan ASEAN Political-Security Community (APSC) merupakan usulan Indonesia pada saat pelaksanaan KTT ASEAN ke-9 di Bali 2003 dan diterima secara keseluruhan negara anggota ASEAN.

Untuk mewujudkan APSC maka dibutuhkan sebuah Plan of Action (PoA), dalam hal ini, Indonesia sebagai pengagas APSC dipercaya untuk memimpin penyusunan untuk merumuskan dan memimpin pembahasan naskah APSC-PoA. Rancangan APSC-PoA melewati masa perundingan skala Senior Officials Meeting dan Ministerial Meeting antara pasca pelaksanaan KTT ASEAN 2003 hingga pertengahan tahun 2004.

Pada pertemuan ASEAN-SOM yang terakhir tanggal 26-27 Juni 2004, draft Rencana Aksi telah berhasil diterima oleh negara-negara anggota ASEAN. Selanjutnya APSC-PoA mendapat persetujuan para Menlu ASEAN pada Pertemuan Tingkat Menteri / ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-37 pada tanggal 30 Juni 2004 di Jakarta. Rancangan tersebut akhirnya direkomendasikan untuk selanjutnya disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke-10 di Vientianne, Laos pada bulan November 2004.

Dan pada akhirnya, APSC-PoA tersebut dimuat dan disahkan dalam Vientianne Action Program (VAP). Demikianlah pembahasan mengenai Tujuan ASEAN – Kepanjangan, Anggota, Latar Belakang, Bentuk, Struktur Organisasi, Peran, Sejarah, semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Kewarganegaraan, Umum Ditag 11 negara anggota asean, 7 tujuan dibentuknya asean, anggota asean, apa arti asia, apa manfaat kerjasama asean bagi indonesia, apa usul negara indonesia dalam menciptakan stabilitas politik di asean, apa yang kalian ketahui tentang zopfan, arti lambang asean, asean berdiri atas dasar dari deklarasi, asean didirikan berdasarkan, aspek yang mendasari dibentuknya asean, bagaimana peran indonesia dalam asean, deskripsikan tentang pbb, hasil yang diperoleh asean, kapan asean dibentuk, kapan timor leste masuk asean brainly, kepanjangan asean, lambang asean, latar belakang asean, latar belakang asean brainly, latar belakang berdirinya asean, latar belakang berdirinya asean brainly, latar belakang berdirinya asean wikipedia, latar belakang indonesia masuk asean, latar belakang oki, latar belakang sejarah deklarasi bangkok, letak wilayah asean, manfaat adanya kerjasama regional, manfaat asean, materi ips tentang asean lengkap, mengapa asean, organisasi asean, pendiri asean, pengaruh letak geografis asean terhadap dunia, pengertian asean, pengertian asean brainly, pengertian asean dan pbb, pengertian organisasi asean, peran indonesia dalam asia tenggara, peran indonesia dalam kerjasama asean, peran indonesia dalam organisasi asean, peranan asean bagi indonesia, prinsip asean, sebutkan 5 tokoh pendiri asean, sebutkan asas-asas asean, sebutkan negara-negara yang ikut, sejarah asean, struktur organisasi asean, tanggal bergabungnya negara asean, tujuan asean, tujuan asean brainly, tujuan berdirinya asean, tujuan dan asas asean, tujuan dibentuknya asean, tujuan didirikan asean Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Tabloid • Pengertian Unsur Kimia • Rumus Luas Segitiga • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
1.sifat dari alat pemuas kebutuhan yaitu 2.skala prioritas kebutuhan mendasarkan pada 3.suatu barang berfungsi saling melengkapi disebut barang 4.kela … ngkaan dalam ekonomi mengandung arti 5.kreativitas berarti 6.terbentuknya harga melalui interaksi apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dengan pembeli melalui tawar-menawar dinamakan 7.harga terjadi berdasar pada kesepakatan antara titik-titik dan 8.pasar dimana memperjualkan faktor produksi disebut 9.pasar konkret adalah suatu Tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dilakukan secara 10.barang atau jasa yang ditukarkan untuk uang dinamakan ​ Jawaban: 1.

Latar belakang diwujudkannya masyarakat. ASEAN bebas narkoba adalah masih tingginya angka peredaran dan perdagangan narkoba di Asia Tenggara, rusaknya masyarakat negara karena bahaya narkoba, dan banyaknya kejahatan yang terjadi akibat narkoba 2.

Peluang usaha internasional menjadi terbuka lebar. Sehingga para pengusaha dapat menjangkau pasar di negara lain. Terbukanya lapangan kerja yang luas, sehingga angka pengangguran di negara menurun. Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah. a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaan c.

Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d. Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.

a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaan c. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d. Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​
Latar belakang diwujudkannya masyarakat ASEAN bebas narkoba adalah masih tingginya angka peredaran dan perdagangan narkoba di Asia Tenggara, rusaknya masyarakat negara karena bahaya narkoba, dan banyaknya kejahatan yang terjadi akibat narkoba.

Masyarakat ASEAN bebas narkoba juga masih berjalan hingga sekarang dan memiliki target agar Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba bebas narkoba pada tahun 2025.

Pembahasan Sebenarnya, bukan baru-baru ini saja ASEAN mengkhawatirkan masalah narkoba ini, pertama kali ASEAN mengadakan pertemuan untuk membahas narkoba adalah pada tahun 1972. Berikut adalah beberapa hal yang merupakan hasil dari pertemuan tersebut: • Memiliki cara yang sama untuk menanggulangi masalah narkoba • Adanya peraturan yang dibuat bersama dan seragam menyangkut narkoba • Membentuk lembaga khusus di negara masing-masing untuk penanggulangan narkoba • DIadakannya kerjasama internasional untuk bersama-sama menanggulangi hal ini.

Awalnya, negara-negara di ASEAN menyadari tingginya angka pemakai narkoba di negara mereka masing-masing. Terutama di beberapa negara yang memiliki lokasi strategis seperti Indonesia, Thailand, Laos, dan Myanmar. Bahkan, angka produksi atau penanaman narkoba juga tinggi di beberapa negara ASEAN.

Hal ini membuat wakil negara dari negara ASEAN khawatir terlebih lagi angka kejahatan terkait narkoba juga menjadi tinggi. Akhirnya pada tahun 2009 diadakanlah program ASEAN Drug Free 2009-2015 dan sekarang digalakkan lagi program ASEAN Drug Free 2016-2025. Program ini difokuskan untuk: • Mengurangi angka pemakai narkoba • Melacak dan memberantas tempat produksi dan penanaman narkoba • Mengurangi angka penyelundupan narkoba • Mengurangi angka kejahatan terkait narkoba ASEAN Drug-Free sendiri sebenarnya ingin lebih fokus kepada langkah-langkah pencegahan atau preventif seperti penguatan hukum, memperketat keamanan, dan membuat kebijakan yang ketat.

Namun, mereka juga ingin membuat fasilitas bagi orang yang sudah ketergantungan narkoba agar bisa sembuh kembali, seperti pembuatan tempat rehabilitasi, rumah sakit khusus, hingga layanan telepon untuk konsultasi dan pengobatan. Pelajari lebih lanjut Materi tentang bentuk kerjasama ASEAN di bidang politik brainly.co.id/tugas/28236858 Materi tentang bentuk kerjasama ASEAN di bidang ekonomi brainly.co.id/tugas/22590506 Materi tentang bentuk kerjasama ASEAN di bidang sosial budaya brainly.co.id/tugas/12300369 Detail jawaban Kelas: 8 Mapel: Geografi Bab: 2 - Interaksi Antarnegara ASEAN Kode: 8.8.2 #AyoBelajar 1.sifat dari alat pemuas kebutuhan yaitu 2.skala prioritas kebutuhan mendasarkan pada 3.suatu barang berfungsi saling melengkapi disebut barang 4.kela … ngkaan dalam ekonomi mengandung arti 5.kreativitas berarti 6.terbentuknya harga melalui interaksi penjual dengan pembeli melalui tawar-menawar dinamakan 7.harga terjadi berdasar pada kesepakatan antara titik-titik dan 8.pasar dimana memperjualkan faktor produksi disebut 9.pasar konkret adalah suatu Tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dilakukan secara 10.barang atau jasa yang ditukarkan untuk uang dinamakan ​
Tujuan ASEAN dan Latar Belakang Berdirinya – Association of Southeast Asian Nations atau biasa kita sebut ASEAN merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.

ASEAN sendiri berdiri kali pertama pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Pada waktu itu, kesepakatan tersebut lahir sebagai hasil dari penandatangan delapan negara pada Deklarasi Bangkok.

Tujuan didirikannya organisasi multinasional yang bernama ASEAN ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara di Asia Tenggara. Perasaan senasib sepenanggungan sebagai negara yang baru berdiri di tengah mencekamnya perang antar kedua negara adidaya membuat para pemimpin negara di Asia Tenggara berinisiatif menyatukan diri untuk menciptakan kedamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan Asia bagian tenggara.

Pada tahun 1960-an, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan hijau atau kawasan yang sangat rawan bagi negara adidaya untuk bertemu melakukan perang militer maupun perang ideologis.

Kondisi yang sangat mengkhawatirkan tersebut sangat berpotensi menimbulkan gejolak yang dapat mengganggu stabilitas negara pada saat masih masa pembangunan.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan utama para pemimpin dari negara ASEAN terdahulu untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita bersama dengan tujuh tujuannya, yaitu: Daftar Isi • A.

Tujuan ASEAN • B. Latar Belakang Dibentuknya ASEAN • 1. Persamaan Geografis • 2. Persamaan Budaya • 3. Persamaan Kepentingan • 4. Persamaan Nasib • 10 Negara Anggota ASEAN • C. ASEAN Saat Ini • Anda Mungkin Juga Menyukai • D. Prinsip Dibentuknya ASEAN • 1. Prinsip Utama • Prinsip Dasar • E. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Berbagai Bidang • 1.

Bentuk Kerja Sama ASEAN pada Bidang Politik dan Keamanan • 2. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial dan Budaya • 3. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Pendidikan • 4. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • • Kategori Ilmu Ekonomi • Materi Terkait A. Tujuan ASEAN 1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.

2. Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi. 3. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk saran-saran pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi. 5. Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat.

6. Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara 7. Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan yang serupa, serta menjaga segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat di antara mereka sendiri.

B. Latar Belakang Dibentuknya ASEAN Setelah memahami tujuan dari ASEAN, selanjutnya kita akan mencoba kembali memahami latar belakang paling utama dan mendasar berdirinya organisasi multinasional ASEAN. Berikut ini adalah beberapa latar belakang yang sangat mendorong terjadinya kerja sama antar negara di Asia Tenggara: 1. Persamaan Geografis Persamaan geografis negara-negara di kawasan Asia Tenggara merupakan rasa senasib sepenanggungan itu muncul.

Kawasan Asia Tenggara yang sejatinya terletak di antara dua benua yaitu Benua Australia dan daratan Benua Asia. Selain dua benua, kawasan Asia Tenggara diapit oleh dua samudra besar yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. 2. Persamaan Budaya Mayoritas penduduk Asia Tenggara pada sebenarnya adalah keturunan dari ras Malayan Mongoloid. Ras Malayan Mongoloid dalam perkembangannya banyak mendapatkan pengaruh apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba seperti warna kulit, makanan, apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba adat istiadat dari wilayah Cina, India, hingga Arab (Gujarat).

3. Persamaan Kepentingan Sebagai kawasan negara yang masih terhitung baru merdeka, negara-negara Asia Tenggara memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Tujuan dan cita-cita ASEAN diantaranya adalah kesejahteraan, keamanan, ketertiban, dan kedamaian, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.

4. Persamaan Nasib Pada masa itu, hampir seluruh dari negara di Asia Tenggara merupakan negara jajahan dari negara lain, seperti Indonesia oleh Belanda, Filipina oleh Spanyol dan Amerika, hingga Malaysia dan Singapura oleh Inggris. Hanya negara Thailand yang bebas dari penjajahan. 10 Negara Anggota ASEAN Dikutip dari media daring Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia, berikut ini adalah 10 negara yang tergabung dalam ASEAN beserta tanggal bergabungnya yang perlu diketahui: 1. Indonesia: 8 Agustus 1967 2.

Malaysia: 8 Agustus 1967 3.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Singapura: 8 Agustus 1967 4. Thailand: 8 Agustus 1967 5. Filipina: 8 Agustus 1967 6. Brunei Darussalam: 8 Januari 1984 7. Vietnam: 28 Juli 1995 8. Laos: 23 Juli 1997 9.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Myanmar: 23 Juli 1997 10. Kamboja: 30 April 1999 C. ASEAN Saat Ini Seperti yang sebelumnya sudah di atas, ASEAN kali pertama disahkan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok tahun 1967. Di mana dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti, Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Khoman dari Thailand, Narciso Ramos dari Filipina, dan S.

Rajaratnam dari Singapura. Rp 49.800 Setelah hampir 5 dekade lebih berdiri, negara-negara yang masih aktif tergabung di dalam ASEAN diantaranya adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, hingga Kamboja. Merujuk pada informasi yang terdapat pada situs Kementrian Luar Negeri negara Indonesia menyebutkan, bahwa saat ini ASEAN sudah memiliki Piagam ASEAN atau disebut ASEAN Charter. Tujuan Piagam ASEAN sendiri adalah untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang berdasarkan hukum yang legal dan kuat (legal personality), dengan peraturan yang mengikat dan jelas, serta mempunyai struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Maksud dari Piagam ASEAN atau ASEAN Charter adalah untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip yang sudah termuat dalam seluruh deklarasi, kesepakatan, hingga perjanjian ASEAN. Piagam ASEAN sendiri ditandatangani pada saat KTT ke-13 ASEAN yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2007 di Singapura oleh 10 Kepala Negara atau pemerintahan negara anggota ASEAN. Piagam ASEAN terhitung mulai efektif berlaku atau enter into force per tanggal 15 Desember 2008.

Berlakunya piagam ini tepatnya adalah 30 hari setelah diratifikasi oleh 10 negara anggota ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia telah melakukan ratifikasi Piagam ASEAN melalui UU No. 38 Tahun 2008. D. Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba Dibentuknya ASEAN ASEAN tidak hanya tentang tujuan pembentukannya. Selain tujuan ASEAN yang telah disepakati, berikut ini adalah prinsip dibentuknya ASEAN yang menggunakan dasar Treaty of Amity and Cooperation of South East Asian (TAC) pada tahun 1976: 1.

Prinsip Utama a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara b. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar c.

Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota d. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai e.

Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan f. Kerja sama efektif antara anggota Prinsip Dasar a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh negara anggota ASEAN b. Berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran di kawasan regional c. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional yang tertulis d.

Ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa e. Tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota ASEAN f. Menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan g. Konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama ASEAN h.

Kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional i. Menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial j.

Menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota ASEAN k. Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor nonnegara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau kestabilan politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara Anggota l. Menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman; m.

Sentralitas ASEAN dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif; n. Kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar. E. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Berbagai Bidang Selama hampir lebih dari lima dekade, negara-negara di kawasan Asia Tenggara dibawah ASEAN telah melakukan kerja sama secara aktif di berbagai bidang.

Kerja sama yang dilakukan negara-negara ASEAN diantaranya pada bidang ekonomi, politik, pendidikan, keamanan, hingga sosial dan budaya. Kerja sama yang apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba negara-negara ASEAN sangatlah beragam, kerja sama ini menjadi cara setiap negara untuk saling bantu membantu dalam upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita negara-negara anggota ASEAN.

Secara singkat, tujuan dari beragam bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di berbagai bidang adalah seperti berikut: • Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial: Setiap negara anggota ASEAN diharuskan memiliki peran aktif dan ikut serta dalam upaya membangun kerja sama guna mendukung kesejahteraan negaranya sendiri. • Kerja Sama ASEAN di Bidang Politik dan Keamanan: Kerja sama di bidang politik dan keamanan ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian antar negara di kawasan Asia Tenggara.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

• Kerja Sama ASEAN di Bidang Pendidikan: Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing internasional. • Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi: Seluruh kerja sama berlangsung sebagai langkah untuk menciptakan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkesinambungan di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Merujuk dari modul Ilmu Pengetahuan Sosial dari Kemendikbud, berikut ini adalah bentuk-bentuk kerja sama antar negara ASEAN di berbagai bidang. 1. Bentuk Kerja Sama ASEAN pada Bidang Politik dan Keamanan Salah satu contoh pasti kerja sama negara-negara ASEAN pada bidang politik dan keamanan adalah kesepakatan adanya ZOPFAN, Traktat Persahabatan dan Kerja sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC in Southeast Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba, dan Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ).

Tidak hanya itu, kerja sama yang selama ini telah terjadi dari negara-negara ASEAN di bidang politik adalah terwujudnya ASEAN Regional Forum (ARF).

ARF sendiri adalah bentuk perhatian ASEAN terkait kasus-kasus terbaru di Asia Tenggara. Berikut adalah bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang politik dan keamanan: d. Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan. e. Kerja sama penegakkan dan penghapusan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, pencucian uang penyelundupan, perdagangan obat terlarang, dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional. f. Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi & kekonsuleran, kelembagaan antarparlemen.

2. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial dan Budaya Tujuan utama kerja sama yang dilakukan negara-negara ASEAN di bidang sosial-budaya adalah untuk menciptakan kerukunan dan kemajuan bersama. Kerja sama ASEAN di bidang sosial-budaya ini diselenggarakan oleh COSD (Committee on Social Development). Berikut ini adalah bentuk kerja sama ASEAN di bidang sosial-budaya: a.

Pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar; b. Membantu kaum perempuan dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan; c. Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan; d.

Pengembangan sumber daya manusia; e. Peningkatan kesejahteraan; f. Program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan); g. Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN; h. Penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA)); i. Penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games. 3. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Pendidikan Bentuk kerja sama antara negara-negara ASEAN di bidang pendidikan selama ini selalu dijalankan dengan bentuk bilateral dan multilateral.

Kerja sama di bidang pendidikan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing internasional negara-negara anggota ASEAN. Berikut ini adalah bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang pendidikan: a.

ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012), dengan tema ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity.

Forum guru terbesar di Asia Tenggara ini dihadiri oleh organisasi guru dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, bahkan Korea Selatan.

b.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Penawaran beasiswa pendidikan. Bentuk kerja sama pendidikan pernah dilakukan Singapura dengan memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, hingga komunikasi bahari, dan lain-lain. Sementara, bentuk kerja sama yang terjadi di Indonesia yaitu beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni ke pelajar beberapa negara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.

c. Pemanfaatan beasiswa oleh para mahasiswa dari negara ASEAN untuk belajar di berbagai kampus di negara-negara ASEAN dan Jepang menggunakan biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang). d. Olimpiade di bidang pendidikan sering digelar di level regional Asia Tenggara. Indonesia melalui Pertamina pernah menjadi penyelenggara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2015.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

4. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi Kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN di bidang ekonomi selama ini berkembang dengan cepat. Puncak keberhasilan kerja sama di bidang ekonomi adalah ketika pemimpin negara-negara ASEAN telah menyepakati untuk membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015. Istilahnya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebagai apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba persaingan dengan kebangkitan ekonomi Tiongkok dan India, MEA memiliki tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan daya saing ASEAN di ekonomi Asia.

Ditambah lagi, MEA berdiri untuk lebih menarik investasi asing. Asia Tenggara saat ini masih sangat membutuhkan penanaman modal asing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perkembangan industri. Pembentukan MEA sebenarnya adalah untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, yakni: tercapainya wilayah ASEAN yang aman dengan tingkat dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan terintegrasi; pengentasan masyarakat ASEAN dari kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kemakmuran yang merata dan berkelanjutan.

Hal itu dikarenakan MEA memiliki 4 karakteristik utama, yakni pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, dan kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata, serta kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global. Secara bertahap, MEA membuka kemungkinan antar negara untuk saling menjual apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dan jasa dengan mudah ke negara anggota ASEAN lainnya. Tidak hanya itu, bakal diinisiasi adanya pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, guru, akuntan, ahli keteknikan, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kegiatan ekonomi berupa produksi, konsumsi, hingga distribusi, semakin luas dan berkembang bebas antar negara-negara ASEAN. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1KUNCI JAWABAN Kelas 6 Tema 4 Halaman 83, 84, 85, 86 Masyarakat ASEAN Bebas Narkoba by Phi Radio - Oct 28, 2021 - Kelas 6, News, Pelajaran, Pendidikan, SD - 0 commentsKUNCI JAWABAN Kelas 6 Tema 4 Halaman 83, 84, 85, 86 Masyarakat ASEAN Bebas Narkoba.

Narkoba merupakan obat terlarang yang berbahaya jika dikonsumsi tanpa sepengetahuan dokter. Menggunakan narkoba bisa membuat pengguna di hukum penjara dan denda.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Berikut ini kunci. INFO TERBARU • Download Twibbon Hari Lupus Dunia 10 Mei 2022, Sambut dengan Pilihan Link Twibbon Berdesain Menarik 08/05/2022 • Download Twibbon Hari Raya Waisak 2022, Cukup Ganti Foto Bisa Langsung Dibagikan ke Medsos! 08/05/2022 • DAFTAR ONLINE PNM Mekaar Plus Salurkan Modal Usaha hingga Rp 25 Juta Syarat Pengajuan untuk Nasabah Kriteria Ini 08/05/2022 • Video Highlight Hasil Pertandingan Liverpool vs Tottenham 1-1 08/05/2022 • Nonton Link Live Streaming Atletico vs Real Madrid: Jadwal Liga Spanyol & Jam Tayang 08/05/2022 • Kunci Jawaban PKN Kelas 7 SMP Mts Soal Uji Kompetensi 4.1 dan 4.2 Tentang Keberagaman Budaya, Halaman 113 08/05/2022 • Apa Itu Olahraga Inline Skate?, Lagi Viral di Ibukota Jakarta 08/05/2022 • Kunci Jawaban Soal Matematika Kelas 7 SMP MTs Halaman 331 334 Pilihan Ganda Semester 2 Uji Kompetensi 9 Nomor 11-20 08/05/2022 • Kunci Jawaban Soal Matematika Kelas 5 SD MI Halaman 100, Soal Esai Asyik Mencoba 08/05/2022 • Nonton Link Live Streaming Verona vs Milan, Jadwal Liga Italia 2022, Jam Tayang 08/05/2022 Phiradio adalah radio streaming milik Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat melalui UPTD Tikomdik Jawa Barat.

Phi merupakan singkatan dari Pendidikan Horizontal Indonesia.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Dimana diharapkan phiradio dapat mengudara dengan konsep kekinian memberikan pesan-pesan edukasi secara sejajar yang dapat mendekatkan pendidikan ke masyarakat khususnya di Jawa Barat umumnya di Indonesia.
Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc.

Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKIWOII BANTU LAH​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a. rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Gayo HighlandGayo Highland merupakan daerah yang berada di salah satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan. Gayo Highland membentang sepanjang Pul … au Sumatra. Secara administrasif, dataran tinggi Gayp meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Gayo Lues.

Tiga kata utamanya, yaitu Takengan, Blang Kejeren dan Simpang Tinga Redelong. Tak hanya menyajikan pemandangan pegunungan yang indah, Ketambe bagi pecinta trekking merupakan gerbang paling dekat untuk trekking menuju ke Taman Nasional Gunung Leuser.Soal : Identifikasikanlah mata pencaharian yang dapat dikembangkan berdasarkan informasi di atas!​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah airIndonesia b …. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikaptegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​ Nilai kebersamaan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang dalam merumuskan dasar negara adalah.a.

rasa cinta Soepomo terhadap tanah air Indonesia … b. semua anggota BPUPKI memiliki tujuan dan cita-cita yang sama tentang tanggal kemerdekaanc. Bung Hatta dan tokoh-tokoh Islam menyetujui kalimat yang menjadi keberatan pemeluk agama lain untuk dihilangkan d. Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersikap tegas saat pelaksanaan sidang BPUPKI​
MENU • Home • Tentang Kami • Profil Kontributor • Kebijakan Privasi • Kontak Kami • Geografi • Geografi Ekonomi • Geografi Fisik • Geografi Kota • Geografi Kependudukan • Geografi Lingkungan • Sumber Daya Alam • Perpetaan • Astronomi • Laut dan Pesisir • Meteorologi • Ekonomi • Kewarganegaraan • Bahasa • Bahasa Indonesia • Sejarah • Pengetahuan Umum • Association of South East Asian Nations atau yang lebih dikenal dengan istilah ASEAN adalah sebuah organisasi antara negara-negara yang berada di Asia Tenggara.

ASEAN yang diprakarsai oleh 5 negara di Asia Tenggara ini awalnya didirikan karena terdapat kesamaan latar belakang sejarah dan tujuan yang sama dari negara-negara pendirinya. Kesamaan latar belakang sejarah sebagai jajahan dari negara-negara Eropa membuat 5 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura berinisiatif membentuk kelompok kerjasama regional ini.

Didirikan pada 8 Agustus 1967, ASEAN dibentuk untuk mempromosikan pengembangan budaya, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial dengan kerja sama multilateral. Daftar Isi • Sejarah Berdirinya ASEAN • Latar Belakang Berdirinya ASEAN • Kesamaan Letak Geografis • Persamaan Nasib • Persamaan Dasar Kebudayaan • Memiliki Persamaan Kepentingan • Deklarasi Bangkok • Tokoh Pendiri ASEAN • Tujuan Dibentuknya ASEAN • Prinsip Utama ASEAN • Lambang ASEAN Sejarah Berdirinya ASEAN Sebelum terbentuknya ASEAN, negara-negara Asia Tenggara sebelumnya sudah membentuk berbagai organisasi dan kerjasama antar negara pasca Perang Dunia II.

Organisasi-organisasi ini umumnya bertujuan untuk menjalin kerjasama dan komunikasi yang lebih intens antara negara-negara di Asia Tenggara. Organisasi dan perjanjian kerja sama yang sebelumnya dibentuk dirasa berjalan dengan kurang baik, sehingga dibuatlah kerja sama regional baru Kemudian, pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara di kawasan Asia Tenggara tersebut membuat kesepakatan yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok.

Dari deklarasi inilah terbentuk organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) ini. Kelima negara yang tersebut, yang kemudian dikenal sebagai negara pendiri ASEAN, antara lain Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand. Dalam penyelenggaraan Deklarasi Bangkok, masing-masing negara tersebut mengirimkan satu orang wakilnya yang menjadi perwakilan dalam penandatanganan deklarasi tersebut.

Ada satu kesamaan dari kelima negara tersebut yang kemudian menjadi latar belakang berdirinya ASEAN serta organisasi dan kerja sama yang sebelumnya dibentuk. Kesamaan itu adalah kesamaan latar belakang sejarah, dimana kelima negara yang pertama kali membentuk ASEAN adalah negara yang sama-sama pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Untuk mencegah adanya kekuatan asing yang masuk lagi di Asia Tenggara, kelima negara ini bersepakat untuk membentuk asosiasi negara-negara Asia Tenggara bernama ASEAN.

Terlebih lagi, pada zaman ini ketegangan antara blok komunis yang didukung oleh Uni Soviet dan liberal-kapitalis yang dikepalai oleh Amerika-Inggris semakin menegang. Asia Tenggara sangat rawan dijadikan ladang perpolitikan dan perang proxy antara kedua blok ini.

Terlebih lagi, adanya ancaman laten penyebaran paham komunisme yang bisa menumbangkan pemerintahan negara-negara Asia Tenggara pada saat itu. Kedua alasan ini semakin membulatkan tekad untuk membentuk lembaga kerjasama antar negara di Asia Tenggara. Latar Belakang Berdirinya ASEAN Selain persamaan sejarah dan ancaman luar, ada 4 hal lain yang menjadi latar belakang berdirinya ASEAN ini. Empat latar belakang pembentukan ASEAN itu antara lain adalah sebagai berikut.

Kesamaan Letak Geografis Seperti apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba, Association of South East Asian Nations, yang berarti asosiasi negara-negara Asia Tenggara.

Dari sini bisa dilihat faktor pertama yang menjadi latar belakang pembentukan ASEAN ini yaitu persamaan letak geografis diantara negara-negara anggotanya. Negara-negara ini, sama seperti Indonesia juga terletak di posisi yang sangat strategis secara geografis di wilayah Asia Tenggara. Secara geografis, letak negara-negara tersebut berada diantara dua benua, yaitu berada diantara Benua Asia dan Australia.

Tak hanya itu, negara-negara Asia Tenggara ini juga diapit oleh dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Intinya, mereka berada di dalam suatu wilayah yang sama dan jarak antar negara pun saling berdekatan. Sehingga, kerjasama antar negara pun menjadi semakin dibutuhkan. Persamaan Nasib Faktor kedua yang menjadi latar belakang berdirinya ASEAN ini tidak terlepas dari latar belakang sejarah negara-negara anggotanya.

Jika dilihat dari sejarahnya, apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba semua negara-negara anggota ASEAN kecuali Thailand, sama-sama pernah dijajah oleh bangsa asing. Hal ini terjadi lantaran Asia Tenggara menjadi tempat yang dicari-cari oleh bangsa Eropa karena adanya rempah-rempah. Bahkan, Indonesia pernah dijajah oleh lebih dari 6 negara karena memiliki rempah dan sumber daya yang sangat banyak.

Begitu pula dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina yang juga memiliki banyak sumber daya alam. Latar belakang inilah yang kemudian memunculkan rasa kesetiakawanan diantara negara-negara tersebut. Selain itu, dirasa diperlukan pula organisasi yang melingkupi negara-negara ini agar bisa bertahan dari gangguan-gangguan luar yang semakin dinamis dan kuat.

apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba

Persamaan Dasar Kebudayaan Latar belakang lain yang membuat terbentuknya organisasi negara-negara Asia Tenggara ini adalah adanya persamaan dasar kebudayaan. Negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara ini adalah pewaris dari rumpun atau peradaban Melayu Austronesia.

Rumpun ini adalah rumpun bahasa dengan persebaran yang sangat luas, yaitu mulai dari Taiwan, Hawaii di ujung utara, kemudian Selandia Baru di ujung selatan.

Di ujung barat ada Madagaskar hingga di ujung Timur adalah Pulau Paskah. Dengan budaya yang cukup mirip, maka ada insentif baru bagi negara-negara ini untuk menjalin hubungan kerjasama yang lebih baik. Hal ini terjadi karena budaya yang mirip menurunkan potensi adanya miskomunikasi dan gegar budaya. Memiliki Persamaan Kepentingan Faktor terakhir yang menjadi latar belakang berdirinya ASEAN adalah adanya persamaan kepentingan yang dimiliki oleh masing-masing negara anggota ASEAN.

Setiap negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mewujudkan keberhasilan di bidang ekonomi, budaya, sosial, politik dan keamanan. Adanya kesamaan tujuan dan kepentingan inilah yang kemudian mendasari terbentuknya organisasi ini. Dimana di dalamnya terjalin kerjasama untuk bersama-sama mewujudkan tujuan dan cita-cita tersebut. Meskipun secara umum semua negara memiliki persamaan kepentingan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian, 3 latar belakang diatas lah yang membantu mewujudkan lembaga kerjasama regional ini.

Deklarasi Bangkok Deklarasi Bangkok merupakan dasar dari didirikannya organisasi kerjasama ASEAN. Pada deklarasi ini, perwakilan dari kelima negara pendiri berkumpul dan menandatangani dokumen yang nantinya akan menjadi dasar dari organisasi ASEAN. Secara umum, isi dari deklarasi Bangkok ini akan menjadi garis besar dari tujuan organisasi dan prinsip-prinsip yang dianut oleh ASEAN.

Isi dari deklarasi ini antara lain adalah • Membentuk organisasi kerjasama antar negara di Asia Tenggara • Menetapkan tujuan organisasi dari ASEAN • Menetapkan mekanisme organisasi dari ASEAN • Membuka keanggotaan lembaga ini kepada seluruh negara di Asia Tenggara • Organisasi ASEAN beserta prinsip dan tujuannya merepresentasikan tujuan komunal dari negara-negara Asia Tenggara yang menjadi anggotanya Tujuan dan prinsip yang ada pada organisasi ASEAN sudah dibahas dengan lebih rinci pada bagian tujuan dan prinsip ASEAN pada artikel ini.

Tokoh Pendiri ASEAN Seperti yang sudah dijelaskan, organisasi ASEAN didirikan oleh 5 negara dengan masing-masing negara mengirim satu perwakilan. Berikut ini adalah 5 tokoh pendiri ASEAN • Adam Malik sebagai wakil dari Indonesia • Tun Abdul Razak sebagai wakil dari Malaysia • Narciso Ramos sebagai wakil dari Filipina • Thanat Khoman sebagai wakil dari Thailand • S.

Rajaratnam sebagai wakil dari Singapura Kelima tokoh ini menandatangani dokumen deklarasi Bangkok untuk secara resmi membentuk organisasi ASEAN. Tujuan Apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba ASEAN Setelah mengetahui apa saja yang melatarbelakangi terbentuknya ASEAN, selanjutnya juga harus diketahui apa saja tujuan dibentuknya organisasi ini.

Tujuan dibentuknya ASEAN ini sebenarnya tidak terlepas dari latar belakang berdirinya organisasi negara-negara Asia Tenggara ini seperti yang sudah kita jelaskan diatas. Berikut tujuan-tujuan dibentuknya ASEAN sebagaimana yang juga tertuang dalam Deklarasi Bangkok.

• Memelihara perdamaian dan stabilitas melalui adanya hukum yang dijunjung tinggi serta hubungan antar negara-negara di Asia Tenggara. • Mempercepat pertumbuhan dan kemajuan sosial dan budaya di kawasan Asia Tenggara. • Saling menolong serta memberikan bantuan kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara berupa fasilitas-fasilitas latihan dan fasilitas penelitian untuk bidang pendidikan, teknik, kejuruan dan administrasi.

• Saling menolong dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi serta saling meningkatkan kerjasama di bidang-bidang tersebut. • Meningkatkan pendalaman yang berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi di kawasan negara-negara Asia Tenggara. • Membentuk kerjasama yang efektif untuk mencapai daya guna yang lebih besar di bidang industri, pertanian, dan perkembangan perdagangan.

Selain itu juga pendalaman dalam hal komoditi perdagangan internasional, meningkatkan taraf hidup warga negara serta memperbaiki fasilitas pengangkutan dan komunikasi.

• Memelihara kerja sama yang lebih erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi, baik organisasi regional maupun internasional dengan tujuan yang sama.

Selain itu juga mencari kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi tersebut. Berdasarkan tujuan-tujuan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya garis besar tujuan dibentuknya ASEAN adalah untuk mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan antar negara untuk menjaga keamanan dan membentuk pusat-pusat pertumbuhan yang dapat mensejahterakan masyarakat. Prinsip Utama ASEAN Tidak hanya memiliki tujuan yang sama, organisasi ASEAN ini juga menerapkan prinsip yang juga tidak bisa dilepaskan dari latar belakang terbentuknya organisasi regional ini.

Berikut adalah prinsip-prinsip yang diterapkan dalam keberjalanan organisasi ASEAN sehari-hari • Tidak ikut campur urusan dalam negeri masing-masing anggota ASEAN. • Menghormati apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba kemerdekaan, kedaulatan, identitas nasional dan integritas wilayah masing-masing anggotanya.

• Hak setiap negara memimpin kehadiran nasional dan bebas dari intervensi subversif dan koersi dari pihak luar. • Penyelesaian masalah yang berkaitan dengan perbedaan atau perdebatan akan dilakukan secara damai. • Menjalin kerja sama yang sifatnya efektif antar sesama negara anggota ASEAN.

• Menolak untuk penggunaan kekuatan yang sifatnya mematikan. Prinsip-prinsip ini harus diikuti dan dijadikan panduan dalam berorganisasi dan melaksanakan hubungan antar negara untuk para anggotanya. Lambang ASEAN Mungkin kalian sudah tidak asing dengan gambar diatas, logo tersebut adalah lambang organisasi ASEAN yang umumnya menghiasi dokumen-dokumen kerjasama antar-negara anggota ASEAN.

Secara umum, logo tersebut melambangkan nilai solidaritas serta kesetiaan. Harapannya adalah, kedua nilai dasar ini akan dapat menjadi dasar bagi semua aktivitas kerjasama yang dinaungi oleh ASEAN. Solidaritas bermaksud pada keeratan hubungan antar negara dalam mencapai tujuan dan saling mendukung kepentingan bersama.

Sedangkan, kesetiaan bermaksud pada perdamaian serta apakah latar belakang diwujudkannya masyarakat asean bebas narkoba kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Kategori • Astronomi (2) • Bahasa Indonesia (32) • Ekonomi (23) • Geografi (6) • Geografi Ekonomi (16) • Geografi Fisik (21) • Geografi Kependudukan (8) • Geografi Kota (15) • Geografi Lingkungan (9) • Kewarganegaraan (25) • Laut dan Pesisir (4) • Meteorologi (15) • Pengetahuan Umum (89) • Perpetaan (12) • Sejarah (46) • Sumber Daya Alam (5)

Ini Grafik Pengguna Narkoba di Indonesia




2022 www.videocon.com