Anak kick andy narkoba

anak kick andy narkoba

Anaknya Mario Randy Lamas NoyaMarco Randy Parama NoyaMarlo Randy Ernesto NoyaYoga Kuntoro Noya Tak seperti ayahnya, anak-anak Andy F Noya memilih jalur profesinya masing masing.

Seperti yang dilakukan Marlo Randy Ernesto Noya. Game bukan lagi hanya sekedar hiburan. Putra ketiga dari presenter kondang Andy F noya ini Minggu lalu (23/2) telah direkrut oleh tim esport tersohor di Asia asal Indonesia, TEAMnxl> Kehadiran Marlo ini akan memperkuat skuat Counter strike global offensive atau yang lebih dikenal CS:GO none
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT [caption caption="Yerry Pattinasarani.

Dokumen pribadi."][/caption]Sebentar. Rasanya ada yang salah dengan judul ini ya. Â Iya memang. Bukan salah sih, hanya perlu sedikit penjelasan di awal. Anak kick andy narkoba saya mengawalinya dengan ungkapan seorang mantan pecandu narkoba, Yerry Pattinasarani putra mantan pemain sepak bola Ronny Pattinasarani, yang berkata begini, "Kalian tahu teman-teman. Narkoba itu rasanya persis sama dengan ketika kita dibelai oleh orang tua kita, disayangi oleh orang tua kita, dipeluk dan diberi pujian.

Maka, kalau kita mendapatkan itu semua, rasanya hampir tidak mungkin kita akan mengonsumsi narkoba. Kalau kita mau anak-anak kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak terjerembab narkoba, anak kick andy narkoba mereka.

Berikan pelukan dan pujian!" Dengan gaya bahasanya yang kocak dan menarik, Yerry sebagai penggerak Ronny Fondation dengan tag linenya #stopcuek! menyampaikan bahwa kalau bicara bahaya narkoba, hampir semua orang pernah mendengarnya. Seminar narkoba sudah banyak dibuat di mana-mana.

Penyuluhan demi penyuluhan dibuat mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Tapi sungguh ironis, banyak penegak hukum yang malah mengonsumsi narkoba, bahkan ada artis yang ditangkap sedang mengonsumsi narkoba saat memberikan sosialisasi gerakan anti narkoba.

Banyak anak muda yang sedari kecil sudah mengonsumsi narkoba. Dia mengatakan atau mengistilahkannya sebagai generasi darurat narkoba. Masalah narkoba bukan hanya masalah pengetahuan. Kalau tahu sih, semua juga tahu. Persis seperti rokok yang sampai dibuatkan foto dan gambarnya pada bungkusnya, nyatanya masih juga pada merokok.

Narkobapun sama, bukan masalah orang tahu atau tidak bahaya narkoba, tapi ada masalah lain yang perlu diselesaikan atau setidaknya itulah yang dijajaki oleh segenap pihak. Generasi kita adalah generasi yang kelewat cuek. Cuek dengan yang terjadi di sekitarnya. Kalau ada kecelakaan sering yang terungkap adalah ' untung bukan anak kick andy narkoba, untung bukan keluarga saya. untung bukan anak atau saudara saya." dll. Orientasi kita adalah terlalu saya, saya, dan saya. Mengapa tidak dibuat sebuah ungkapan yang menekankan kemanusiaan kita.

Kita adalah sama. Kalau ada kecelakaan jangan pertama-tama ngomong untung bukan saya, tapi lihatlah mereka sebagai bagian dari kita. Yerry mengungkapkan bahwa akar masalah itu sudah tertanam dalam sebuah keluarga.

Dia mengatakan, "Ada seorang ibu yang katanya sangat sayang sama anaknya, kemudian saya tanyai.

anak kick andy narkoba

Ibu kalau ibu menitipkan emas berlian ibu di rumah, kan ada pembantu. Ibu rela tidak? Jawab sang ibu, jelas saja tidak. Pembantu itu tidak bisa dipercaya." kemudian Yerry melanjutkan tanggapannya, "Kalau emas permata ibu tidak rela meninggalkannya pada pembantu yang ibu tidak percaya, bagaimana dengan anak ibu? mana yang lebih berharga, berlian atau anak?" Cerita kemudian mengalir pada suasana rumah tangga jaman sekarang.

Anak kick andy narkoba anak yang dipercayakan pada pembantunya ketika kecil, pada teman-temannya ketika remaja, pada kantornya ketika besar. Tapi tidak banyak yang dipercayakan pada diri sendiri untuk dirawat dan disayangi sepenuh hati.

Hampir tidak ada sekarang pujian, "Kamu cantik pakai baju itu!" dari keluarga. Akibatnya, yang memberikan pujian adalah orang-orang yang biasa nongkrong-nongkrong di perempatan, "Hai cantiiikkk." dan dari situlah sebenarnya permasalahan berawal. Narkoba tidak berawal dari diri sendiri. Padahal narkoba jelas menghancurkan hidupnya. Yerry menceritakan betapa dulu ketika dia merasa kehilangan cinta keluarga khususnya dari ayahnya lalu kehilangan segala-galanya karena terjebak dalam narkoba.

Dia jadi preman, dia jadi pencuri, dia jual harta-harta keluarganya. Bahkan seperti pernah ditayangkan di Kick Andy, dia menjual cincin kawin orang tuanya. Lalu dia mengatakan, "Benar-benar hancur. Tidak akan ada perusahaan yang menerima saya kerja kalau mereka tahu saya mengkonsumsi narkoba. Tidak akan ada wanita yang mau mengandalkan saya jadi bapak keluarga kalau saya mengonsumsi narkoba, tidak akan ada orang yang mau menerima saya.

Dan saya saat itu sudah bunuh diri, minum baygon dan tidak berhasil." "Pada saat saya sendirian itu, saya mencoba mencari siapakah yang sebenarnya peduli dengan saya. Hingga suatu ketika, waktu bapak saya masih bermain sepak bola di senayan, di puncak kariernya, saya sedang diteriaki maling-maling-maling di sekolah karena ketahuan akan mencuri. Bapak saya datang dan memeluk saya sambil berkata, 'Kamu anak saya Yerry, kamu bukan maling, kamu adalah anak bapak!'" Kemudian bapaknya meninggalkan dunia sepakbola demi menemani anak-anaknya untuk sembuh.

Sejak itulah Yerry dan juga kakaknya menyadari bahwa kasih orang tua itulah yang telah menyembuhkannya, telah memulihkan dia dalam keadaan yang sangat terpuruk! [/caption] Ya. Stop cuek terhadap keadaan di sekitar kita. Bagaimanapun, generasi darurat ini baru bisa diselesaikan kalau semua saling care terhadap yang lain. Mau menyapa dan juga terlibat dengan mereka yang semestinya memang kita perhatikan. Meskipun kadang-kadang perhatian kita tidak selalu mendapatkan tanggapan.

Namun, perhatian dan cinta yang sesungguhnya tidak memerlukan balasan dan timbal balik yang sepadan. Waktu akan menjawab semuanya. Tidak semudah membalik telapak tangan. Teman-teman mau tahu, demikian Yerry bertanya kemudian, apa rasanya narkoba? Rasanya persis sama seperti saat kita dipeluk oleh orang tua kita dengan penuh cinta.

Kalau semua demi semua saling memberikan cinta dan perhatian di situlah kemudian tidak sedikitpun terbersit untuk mengonsumsi narkoba. Hal ini rasanya menjawab apa yang disampaikan oleh BNN baru-baru ini.

Badan yang mengoordinasi narkotika ini (sesuai namanya badan narkotika nasional) hehehee. mengatakan bahwa saat ini, kepada siapa saja yang mengonsumsi narkoba maupun yang tahu ada orang lain yang mengonsumsi narkoba sebaiknya segera melapor ke rumah sakit terdekat agar direhabilitasi. Ini paling tidak mengakomodasi bahwa pengguna narkoba adalah korban.

Namun, sebagai pengguna yang sadar harusnya menanggapi ajakan ini untuk direhabilitasi, kalau memang masih bandel dan tetap mengonsumsi narkoba maka BNN bersama dengan polisi ya akan menangkapnya. Menurut Bapak P. Simanungkalit, ketua umum GEPENTA yang pada waktu itu juga hadir sebagai pembicara mengatakan, "Jangan salahkan polisi kalau menangkapnya karena sudah diberi kesempatan." [caption caption="Parusian Anak kick andy narkoba Ketum Gerakan Pencegahan Anti Narkoba, tawuran, dan Anarkisme.

Dokumen pribadi."] Anak kick andy narkoba kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal. Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya yang mengajar di SD itu tegang.

Sebab sampai siang jumlah murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental.

"Mohon agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di Bangka," mohon sang anak kick andy narkoba. Semua gembira.

Harun, nama anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam novel dengan judul Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata, salah satu dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala keterbatasan.

Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing, atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama. Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu menginspirasi banyak orang.

Seorang ibu di Bandung, misalnya, mengirim surat ke Kick Andy. Isinya minta agar kisah tersebut diangkat di Kick Andy karena anaknya yang membaca buku Laskar Pelangi kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba.

"Setiap malam saya mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah saya intip, dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah.

anak kick andy narkoba

Dia jadi semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi," ungkap Windarti Kosasih, sang ibu. Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel itu, terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang selama ini rusak.

Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung terinspirasi untuk membantu anak kick andy narkoba buku untuk sekolah-sekolah miskin di beberapa tempat. "Saya kagum karena anak-anak yang diceritakan di buku itu penuh semangat walau fasilitas di sekolah itu jauh dari memadai," ujar Febi yang juga datang ke Kick Andy untuk bersaksi. Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong.

Dia selalu teringat sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup dalam kemiskinan.

Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan harus melewati sungai yang banyak buayanya. Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti yang sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang bahkan tak tamat SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu membiayai. "Lintang adalah sosok yang menginspirasi saya.

Karena itu, saya bertekad meneruskan cita-cita Lintang," ujar Andrea, yang sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat beasiswa sekolah ke Sorbonne, Prancis. Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di Belitong, berhasil menemukan beberapa dari tokoh anak-anak di dalam novel tersebut. Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa kecil itu sangat kuat membekas.

Terutama pada ibu guru Muslimah yang sangat mereka cintai. "Buku Laskar Pelangi memang saya persembahkan untuk Ibu Mus anak kick andy narkoba sangat tabah dan pantang menyerah dalam mendidik kami," ujar Andrea. Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan Andrea dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV.

Apalagi ketika Bu Mus membawa barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi Andrea dan teman-teman kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang diceritakan kembali oleh Andrea dengan jenaka. Juga termasuk darimana Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga sekarang ini.

anak kick andy narkoba

Sungguh sebuah novel -- yang diangkat dari kisah nyata -- yang sangat menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya sutradara Riri Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk mengangkat kisah ini ke layar film.
Ada yang kenal dengan sosok Andy F.

Noya? Jika menyebut nama aslinya, kebanyakan orang gak mengenal siapa dia. Sebab Andy F. Noya lebih dikenal lewat perannya sebagai pembawa acara talkshow Kick Andy.

Jurnalis andal yang kini lebih menekuni profesi presenter ini berstatus ayah tiga anak. Ketiga anaknya berjenis kelamin laki-laki dan sudah berusia dewasa. Ada yang unik dari nama anak Andy, ketiganya berawalan huruf m dan sama-sama melambangkan sosok kesatria. Selain itu, ketiganya juga kompakan bernuansa Spanyol dan Portugis. Berikut nama lengkap mereka dan artinya, bisa dijadikan ide penamaan anak kelak, lho. Instagram/ipronounceyou Putra anak kick andy narkoba Andy bernama Mario Randy Lamas Noya.

Pada foto di atas, Mario berdiri paling kanan dengan rambut nyentrik dan topi kupluknya. Nama “Mario” kerap dihubungkan dengan sosok “Marius” dalam mitologi Italia kuno. Marius adalah sosok Dewa Perang yang gagah dan berani. Kemudian “Randy” adalah gabungan nama kedua orangtuanya, Retno dan Andy. “Lamas” juga bisa dihubungkan dengan nama sebuah desa di Norwich, Inggris. Desa Lammas disebutkan beberapa kali dalam Domesday Book, sebuah manuskrip kuno dari era kepemimpinan Raja William Sang Penakluk pada tahun 1085.

Asal-usul nama belakang “Noya” jelas bisa ditebak. Ketiga anak Andy sama-sama menggunakan nama anak kick andy narkoba dari sang ayah. Mengikuti jejak sang ayah, putra kedua Andy yang bernama Marco juga terjun ke dunia televisi bersama sang adik. Marco dan Marlo memandu sebuah acara talkshow bertajuk ‘The Loco Brothers’.

Marco memiliki nama lengkap Marco Randy Parama Noya.

anak kick andy narkoba

Nama “Marco” juga melambangkan sosok kesatria. Dalam bahasa Portugis, Marco adalah seorang Dewa Perang yang amat disegani. Makna nama Randy dan Noya di bagian belakang sama seperti kakaknya. Sementara kata “Parama” diambil dari bahasa India-Sansekerta dengan arti manusia paling unggul. Baca Juga: Indah, Inspirasi Nama Anak Bernuansa Jawa ala Keluarga Katon Bagaskara Instagram/marlo Si bungsu, Marlo, sempat mengejutkan publik yang gak percaya bahwa dirinya adalah anak kandung Andy F.

Noya. Dikenal lewat prestasinya sebagai seorang gamer profesional dan vlogger kocak, Marlo kini memandu program ‘The Loco Brothers’ bersama sang kakak. Arti nama Marlo juga gak kalah indah.

Nama lengkapnya adalah Marlo Randy Ernesto Noya, di mana “Marlo” merupakan salah satu penggambaran danau di tepi bukit dalam sajak-sajak Inggris kuno. Nama “Ernesto” yang bernuansa Spanyol-Portugis merupakan adaptasi dari kata “eornost”. Kata tersebut ditemukan dalam bahasa Jerman kuno dengan makna sosok pemberani yang bersungguh-sungguh. Ketiga nama anak Andy F. Noya sama-sama melambangkan sosok kestaria yang gagah berani.

Ide menarik, nih memberi nama kompakan buat anak. Gak harus kembaran inisial, bisa juga lho mencari nama dengan makna yang sama.

Baca Juga: Inspirasi Nama Anak dari Buah Hati Tika T2, Bernuansa Arab nan Islami Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • 10 Anak kick andy narkoba Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • Kamu Workaholic? Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 9 Potret Atta Halilintar di Singapura, Berlibur sambil Momong Anak!

• 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Hari Keberuntungan Tiap Zodiak di Bulan Mei 2022, Mohon Dicatat ya!
Tidak semua orang tua mampu mewariskan nilai-nilai yang dia yakini kepada anak anak mereka.

Dalam hal ini yang dimaksud adalah hal-hal positif. Banyak orang tua yang kecewa anak kick andy narkoba sedih ketika anak-anak mereka yang sudah mereka didik sejak kecil justru melakukan perbuatan tercela.

Jadi koruptor, pecandu narkoba, pelaku kriminal, dan perbuatan negatif lainnya. Tapi kali ini Kick Andy bercerita tentang orang tua yang berhasil menurunkan nilai-nilai positif kepada anaknya.On 28th March 2021, Peduli Anak and its founder Chaim Fetter received the prestigious #kickandyheroes2021 award from the KICK ANDY SHOW. The event celebrates inspiring people and organizations who are dedicated to helping others. Chaim Fetter via Peduli Anak has helped numerous disadvantaged children in Lombok and has also provided them with a proper education.

Since 2005 Peduli Anak and its founder have managed to help thousands of children. Today, more than a hundred children live on the campus of Peduli Anak. They come from diverse backgrounds and are offered a safe place to live and start or continue with school. Lately, Peduli Anak also helps seriously ill children from the remote areas of Lombok to get proper treatment.

As Kick Andy Heroes, Peduli Anak continues to keep its commitment to providing help for disadvantaged children. With this award, we hope to be able to reach more children in need, so they can get protection, shelter, education, and health care.
Artikel ini bukan mengenai Chrisher Noya. Andy F. Noya Lahir Andy Flores Noya 6 November 1960 (umur 61) Surabaya, Indonesia Pekerjaan Presenter Tahun aktif 1985 - sekarang Suami/istri Retno Palupi Noya Anak Mario Randy Lamas Noya, Marco Randy Parama Noya, dan Marlo Randy Ernesto Noya [1] Andy Flores Noya (lahir 6 November 1960) adalah wartawan, penulis dan presenter televisi Indonesia.

Ia lebih dikenal ketika membawakan acara Kick Andy. [2] Daftar isi • 1 Riwayat perjalanan hidup • 2 Aktivitas Jurnalisme • 2.1 Masuk ke RCTI • 2.2 Karier di Metro TV • 2.3 Karier di Kompas TV • 2.4 Karier di NET. • 3 Penghargaan • 4 Referensi Riwayat perjalanan hidup [ sunting - sunting sumber ] Pertama kali terjun sebagai reporter ketika pada 1985 Andy membantu Majalah Tempo untuk penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia.

Saat itu pemuda berdarah Ambon, Jawa, Belanda dan Portugis ini masih kuliah di Sekolah tinggi Publisitik (STP) Jakarta. Andy sebenarnya lulusan sekolah teknik. Begitu lulus SD Sang Timur Di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini melanjutkan sekolah di Sekolah Teknik lalu ke STM Jayapura.

Tidak sampai tamat, ia pindah ke Jakarta dan melanjutkan ke STM 6 Jakarta Selatan. Meski demikian, sejak kecil dia sangat jatuh cinta pada dunia tulis-menulis. Kemampuannya menggambar kartun dan karikatur semakin membuatnya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidupnya. Oleh sebab itu, begitu lulus STM, walau mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke IKIP Padang, Andy memilih mendaftar ke Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta).

Sebenarnya Andy tidak diterima kuliah di perguruan tinggi tersebut sebab kampus tidak menerima lulusan STM. Akan tetapi, karena tekadnya menjadi wartawan sudah sedemikian membara, akhirnya Andy "Naik banding" dan menemui Rektor Sekolah Tinggi Publisistik Ali Mochtar Hoeta Soehoet. Kepada sang rektor Anak kick andy narkoba Noya mengungkapkan suara hatinya. Akhirnya sang rektor menyerah dan memberikan kesempatan kepada Andy untuk ikut tes masuk, dengan catatan (syarat) dia harus meminta surat rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Tinggi.

Selain itu, apabila di kemudian hari nilai mata kuliah Andy jelek, dia harus keluar. Ternyata prestasi Andy bagus dan kuliahnya pun berlanjut. Aktivitas Jurnalisme [ sunting - sunting sumber ] Pada saat harian ekonomi Bisnis Indonesia hendak terbit (1985), Andy diajak bergabung oleh Lukman Setiawan, pimpinan di Grafitipers, salah satu anak usaha Tempo. Maka Andy tercatat sebagai 19 reporter pertama di harian itu. Baru dua tahun di Bisnis Indonesia, Andy diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior Tempo untuk memperkuat majalah Majalah Matra yang baru diterbitkan oleh Tempo.

Andy tertarik lalu bergabung.

anak kick andy narkoba

Majalah Matra agaknya bukan pelabuhan terakhirnya. Pada 1992 datang tawaran dari Surya Paloh, pemilik surat kabar Prioritas yang waktu itu dibreidel, untuk bergabung dengan koran Media Indonesia yang mereka kelola. Maka sejak itulah Anak kick andy narkoba kembali ke surat kabar. Masuk ke RCTI [ sunting - sunting sumber ] Pada 1999, RCTI menghadapi masalah. Terjadi gejolak dikalangan wartawan program berita Seputar Indonesia berkaitan dengan adanya ketentuan yang mengharuskan PT Sindo, anak usaha RCTI yang menaungi Seputar Indonesia, untuk bergabung dengan RCTI sebagai induk.

Bersama wartawan senior Djafar Assegaff, Andy diutus untuk membantu. Tugas utama adalah memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI. Karier di Metro TV [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2000, Metro TV mendapat izin siaran. Surya Paloh memanggil Andy kembali untuk memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tiga tahun kemudian (2003), Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi di surat kabar umum terbesar kedua itu.

Memasuki tahun 2007, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, yang kini menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia, diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco Selamun.

Di saat itulah Andy kemudian mulai belajar jurnalistik televisi secara menyeluruh. Ia pun dipercaya menjadi host salah satu acara yang judulnya diambil sendiri dari namanya, yaitu Kick Andy, sebuah acara talk show yang disiarkan oleh Metro TV dan tayang setiap Jumat malam.

Dalam anak kick andy narkoba kariernya, Andy pernah menjadi host program Jakarta Round Up kemudian Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun (1994 sampai dengan 1999). Karier di Kompas TV [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2015 hingga 2017, Andy F.

Noya dipercaya membawakan talkshow Big Bang Show yang tayang di Kompas TV. Program ini lebih berfokus mengangkat beragam kisah inspiratif dari kaum muda yang peduli akan masyarakat sekitarnya dengan melakukan serangkaian kegiatan bisnis. Bisnis yang mereka kembangkan tidak melulu mengedepankan uang sebagai keuntungan, namun juga pengembangan masyarakat sekitar.

Setelah Big Bang Show berakhir, sebuah acara serupa yang juga dibawakan Andy pun muncul di MetroTV bertajuk Big Circle, dimana acara tersebut tayang sejak 2017 hingga 2018. Karier di NET. [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2020, Andy F. Noya kembali dipercaya menjadi host talkshow terbaru NET.

yaitu Good People sesuai dengan nama sapaan penggemar setia NET. Program ini sendiri hampir sama dengan Kick Andy yang dibawakannya di MetroTV, anak kick andy narkoba narasumber diwawancarai secara daring lewat aplikasi Zoom, membahas mereka yang bergerak menebar kebaikan di tengah pandemi COVID-19. Penghargaan [ sunting - sunting sumber ] Tahun Award Kategori Hasil 2010 Panasonic Gobel Awards 2010 Presenter Berita/Current Affairs Menang 2011 Panasonic Gobel Awards 2011 Presenter Berita/Current Affairs Menang 2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Presenter Berita & Talkshow Berita Nominasi 2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Presenter Talkshow Berita & Informasi Nominasi 2016 Indonesian Television Awards 2016 Pembawa Acara Talkshow Terpopuler Nominasi 2016 Panasonic Gobel Awards 2016 Presenter Talkshow Nominasi 2017 Panasonic Gobel Awards 2017 Presenter Talkshow Current Affairs & News Nominasi Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Oktober 2021, pukul 14.12.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Jakarta: Arnoldus Dominikus Duli Uran menjual tanah, mobil, hingga bengkel miliknya untuk mendirikan Yayasan Panca Duo.

Sungguh mulia, dia tanpa pamrih melepas harta untuk menghidupi dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). “Semuanya Tuhan yang bayar,” tutur Arnold dalam tayangan Kick Andy di Metro TV, Minggu, 30 Januari 2022.

Yayasan Panca Duo diresmikan pada 2010 di Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Yayasan ini menaungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Adimister Duli Onan dan Panti Asuhan Adimister Duli Onan.

Kata ‘Adimister’ merupakan kependekan dari Anak Difabel Miskin Terlantar. Meski yayasannya baru diresmikan 2010, Panti Asuhan Adimister Duli Onan telah berdiri sejak 1998. Panti asuhan yang mayoritas dihuni anak difabel tersebut telah menghasilkan orang-orang cemerlang.

Setelah keluar dari panti asuhan, ada yang meniti karir di perusahaan kelapa sawit, perusahaan elektronik, hingga menjadi kepala desa.

anak kick andy narkoba

Keikhlasan dibayar ketulusan Arnold mengakui hasil penjualan hartanya tentu habis. Namun, keikhlasannya dalam mengeluarkan harta dibalas ketulusan hati bersifat abadi. Dirinya tak berhenti didukung berbagai pihak untuk keperluan operasional sekolah dan panti asuhan. Sebut saja pemberian dari penjual ikan, penjual sayur, tukang ojek, komunitas gereja, remaja masjid, hingga donatur.

Selain di lingkup yayasan yang didirikan, Arnold juga berkunjung ke rumah-rumah dengan anggota keluarga difabel.

anak kick andy narkoba

Arnold memiliki misi untuk 'membuat terang' kehidupan difabel supaya dapat hidup mandiri dan meraih cita-citanya. Misi Anak kick andy narkoba menjadi pandangan hidup yang tertanam sejak berjuang bagi saudara kandungnya yang difabel.

Dari 9 bersaudara, 1 kakak dan 2 adiknya difabel. “Gigi harus tertanam di batu tidak apa-apa,” ujar Arnold sembari menceritakan kisahnya pernah mencarikan ikan untuk makan sang adik hingga giginya lepas terantuk batu.

(Kaylina Ivani) (SUR) Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami. Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi • Akses Pengaturan/ Setting Browser Anda • Akses Notifications pada Pengaturan/ Setting Browser Anda • Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications • Klik Allow pada List Notifications tersebut Anda Selesai. Powered by Medcom.id
Saptoyo Saptoyo, seorang patriot lingkungan sejati. Ia terpanggil memulihkan ekosistem pesisir pantai di kawasan Clungup, Malang Selatan, Jawa Timur yang rusak akibat penebangan liar.

Ekosistem pantai yang rusak menyebabkan penghasilan warga dari hasil laut juga berkurang. Ia melakukan kegiatan konservasi dengan menanam pohon bakau pada tahun 2004. Awalnya hanya ia dan anaknya, Lia Putrinda Anggawa Mukti, karena tidak mudah mengajak warga untuk ikut serta. Sempat dipenjara karena kegiatannya, namun ia tidak jera dan usahanya tidak sia-sia karena kini kawasan Clungup telah pulih dan menjadi kawasan konservasi dan ekowisata favorit di Malang. Darwinah Kehidupan yang berat menempa Darwinah menjadi pribadi yang tangguh dan peduli.

Saat bekerja menjadi TKI di Singapura, ia pernah mencoba bunuh diri karena mengalami penyiksaan dari sang majikan, namun hal itu tidak membuatnya kapok bekerja di luar negeri. Dari hasil kerja menjadi TKI ia merintis usaha dan membina purna TKI di Indramayu, Jawa Barat.

Sejak tahun 2010, warga binaannya telah mencapai 4000 orang, khususnya purna TKI yang sudah mandiri dengan berbagai macam usaha. Ia juga mendirikan rumah Tahfiz gratis bagi anak-anak. Ratusan anak telah belajar di rumah tahfiz yang didirikan Darwinah pada tahun 2009. Maximus Tipagau Sejak kecil Maximus telah menjadi yatim piatu. Ayahnya, dibunuh seseorang dan ibunya meninggal akibat kekerasan ayah tirinya. Sempat hidup di hutan sampai akhirnya bekerja menjadi tukang kebun di Kompleks Perumahan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua.

Beranjak dewasa, Maximus bekerja sebagai operator truk dan alat berat di PT Freeport Indonesia. Tahun 2014 hingga 2016, Maximus sempat menjadi staf khusus presiden. Pengalaman masa kecil menuntunnya mendirikan Yayasan Samatoa pada tahun 2012. Yayasan ini bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah-daerah di pegunungan Papua yang sulit dijangkau.

Zakarias Atapada Bagi Zakarias Atapada yang akrab disapa Mobi Pada, uang seribu rupiah sangat berharga. Bersama Omri Manilani dan Apol Manulang,Mobi menginisiasi GErakan SEribu Rupiah atau Geser di Alor, Nusa Tenggara Timur. Tahun 2015 mereka memperbaiki jalan yang menghubungkan enam desa. Geser juga merenovasi rumah ibadah, sekolah, bahkan membantu biaya pengobatan orang yang tidak mampu. Bukan hanya uang, geser juga membantu masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan renovasi sekolah.

Mereka juga mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Selain di Nusa Tenggara Timur, kini kegiatan Geser juga ada di Kalimantan.

Budi Rudianto Budi Rudianto adalah pendiri dan pembina Program Peduli Nagari. Kegiatan ini bermula dari aksi sosial keluarga Budi. Setiap mengantar putranya, Muhammad Ridho Rabbani bersekolah, ia dan sang istri, Melly Gusfithri selalu membagi nasi bungkus pada para pemulung, tukang sapu dan pengemis.

Pada tahun 2012, putra mereka meninggal dunia. Kehilangan orang yang disayangi tidak membuat Budi dan Melly terpuruk, kegiatan berbagi terus mereka lakukan. Budi membuat kegiatan Warung Ikhlas Dunsanak. Konsep warung ikhlas Dunsanak adalah menjual makanan sehat dengan harga Rp. 2000,- setiap bungkusnya. Dari kegiatan ini berkembang menjadi anak kick andy narkoba macam kegiatan diantaranya Pustaka Ikhlas, Butik Ikhlas dan berbagai macam kegiatan sosial lainnya.

Luh Ketut Suryani Ni Luh Ketut Suryani adalah pendiri Suryani Institute For Mental Health di Bali. Suryani Institute For Mental Health memberikan kuliah tindakan preventive kesehatan mental serta melahirkan para relawan di tengah masyarakat ekonomi yang pas-pasan. Suryani Insitute juga membantu mereka yang mengalami gangguan jiwa sampai ke pelosok-pelosok desa di Bali. Berkat kegigihannya tersebut ia sering disebut juga spesialis Orang Dengan Gangguan Jiwa(ODGJ).

anak kick andy narkoba

Dalam menangani pasien-pasiennya tersebut Suryani tidak pernah memungut biaya sepersen pun dari pihak keluarga pasien, alias gratis. Yusuf Nugraha Yusuf Nugraha adalah seorang dokter umum yang mendedikasikan ilmunya untuk menolong orang-orang tidak mampu.

Anak kick andy narkoba Nugraha yang pernah hidup miskin, anak kick andy narkoba klinik pengobatan gratis bernama Harapan Sehat di rumahnya di daerah Cianjur Jawa Barat. Tak hanya itu Yusuf Nugraha juga membuat sebuah gerakan ‘Bagi Senyum Ibu Pertiwi'.

Gerakan Bagi Senyum Ibu Pertiwi memiliki program di antaranya di bidang kesehatan, lingkungan hidup, perilaku masyarakat yang meliputi hidup sehat hingga nasionalisme, infrastruktur, hingga generasi muda. Yusuf datang ke sekolah-sekolah khususnya tingkat SMA di Cianjur untuk memberikan edukasi tentang global warming, bahaya seks bebas, dan juga narkoba. Sumirah Sumirah seorang tukang sayur dan tukang pijat alternatif yang merawat puluhan anak anak yatim piatu dan anak terlantar di Rungkut, Surabaya.

Hidup dalam kesederhanaan membuat Sumirah tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan peduli pada sesama. Penghasilan dari memijat dan berjualan sayur selalu ia kumpulkan untuk merawat anak-anak asuhnya.Kegiatan mulia Sumirah dimulai tahun 1996. Saat itu, mengasuh anak-anak terlantar korban banjir di Pacitan, Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu anak asuhnya semakin bertambah. Sumirah harus bekerja keras untuk membiayai hidup dan sekolah anak asuhnya.

Namun Sumirah bahagia, apalagi sudah banyak anak asuhnya yang hidup mandiri. Baihajar Tualeka Baihajar Tualeka lahir di desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan perenungan dan keterlibatannya dalam konflik di Ambon, ia mengubah cara pandangnya terhadap konflik.

Peraih Penghargaan Saparinah Sadli Award serta Penghargaan Indonesian Women of Change Awardinimendirikan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) padatahun 2002.Lembaga ini bertujuan untuk memfasilitasi pendidikan dan diskusi antara umat Islam dan Kristiani di Maluku. Baihajar juga mendirikan koperasi yang diharapkan dapat memperkuat basis ekonomi warga. Pemberdayaan ekonomi ini menjadi penekanan program LAPPAN karena Baihajar menyadari betapa pentingnya basis ekonomi untuk menopang program perdamainan.

Selain itu, LAPPAN juga melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan rumah tangga dan seksual pada perempuan dan anak-anak di Maluku. William Hehakaya William Jan Hehakaya adalah seorang pendeta.

Sejak menjadi pendeta tahun 2006, Pendeta Willi banyak menghabiskan waktu bersama masyarakat di pedalaman Pulau Seram, Maluku.

Saat menjadi pendeta di Desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengahia ikut memperjuangkan pembangunan jalan untuk membuka keterisolasian.Di desa Piliana, Pendeta Willi juga membantu masyarakat penderita kusta agar mendapat pengobatan hingga sembuh. Hal yang sama juga dilakukan di Desa Hukuanakota. Pendeta Willi juga mendorong orang tua untuk mendampingi anak-anaknya belajar dengan membuat jam belajar.

Selain mengabdi di Pedalaman Maluku, Pendeta Willi juga menjadi Pembina Rohani para narapidana di rumah tahanan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat daritahun 2013 hingga 2016. Tak sebatas pembinaan rohani, Pendeta Willi juga melatih membuat kursi.

Irfan Amalee & Eric Lincoln Irfan Amalee dan Eric Lincoln adalah pendiri Peace Generation Indonesia pada tahun 2006. Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan perdamaian. Kegiatannya fokus pada pengembangan pelatihan perdamaian, media pembelajaran perdamaian, dan kegiatan kampanye serta aktivasi konten perdamaian.

Organisasi ini berkomitmen untuk menyebarkan semangat perdamaian dengan cara-cara yang ceria melalui media kreatif.

Irfan dan Eric membuat 12 modul nilai perdamaian dalam materi pembelajaran yang dilakukan Peace Generation. Relawan Peace Generation tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara. Rohman Gumilar Rohman Gumilar adalah pejuang literasi sejati. Pendidikan formalnya hanya sekolah dasar (SD), namun ia anak kick andy narkoba agar masyarakat mendapatkan pendidikan yang baik. Ia merintis pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM)di desa Kadakajaya, Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat pada tahun 2000.

Dengan usaha keras, akhirnya ia dapat mendirikan Saung Maca TBM Bina Kreasi Muda. Berbagai macam kegiatan ada di TBM ini diantaranya pelatihan penulisan scenario filmhingga membuat kerajinan dari barang bekas.

Dengan adanya TBM. banyak perubahan pada masyarakat khususnya kesadaran untuk memperoleh pendidikan. Kini banyak warga Kadakjaya yang telah mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.Untuk terus mendorong warga Desa Kadakjaya dan sekitarnya yang akan melanjutkan pendidikan, namun terhalang alasan ekonomi, Rohman membuka SMA terbuka pada tahun 2018.

Kristiawan Kristiawan mempunyai cara unik untuk memgabdi. Pada tahun 2008, Sarjana Keperawatan ini mengabdi di pedalaman hutan di Jambi untuk membantu mengatasi persoalan kesehatan Suku Anak Dalam.Medan yang berat dan pendekatan pada suku Anak Dalam yang memakan waktu cukup lama tidak menyurutkan niat Kris untuk mengabdi.

Kris dapat diterima dan akrab serta fasih bahasa Suku Rimba. Kris kemudian juga menjadi mediator dinas kesehatan setempat dengan Suku Anak Dalam. Dengan demikian masalah kesehatan yang selama ini menjadi anak kick andy narkoba bagi suku pedalaman ini bisa terselesaikan.

Puger Mulyono Puger Mulyono adalah seorang juru parkir anak kick andy narkoba kota Solo, Jawa Tengah yang berhati mulia. Ia merawat anak-anak yang positif mengidap HIV AIDS yang telah ditelantarkan orangtua ataupun keluarganya. Kepedulian Puger merawat anak dengan HIV AIDS di rumahnya berawal di tahun 2012, Puger mendapat kabar bahwa ada seorang anak berumur satu setengah tahun, yang ditelantarkan keluarganya karena terinfeksi HIV.

Anak kick andy narkoba merasa iba akan nasib bayi tersebut Puger pun membawa anak itu pulang untuk dirawat dengan penuh kasih sayang. Sejak saat itulah jiwa Puger terpanggil untuk menolong anak-anak pengidap HIV AIDS di rumahnya. Mereka tinggal bersama istri dan ke empat anaknya.

Untuk melegalkan kegiatannya, Puger bersama beberapa orang temannya mendirikan Yayasan Lentera pada 2015. Puger merawat anak-anak yang terabaikan ini, seperti anak kandungnya sendiri, mulai dari mengantar ke sekolah hingga jadwal memberi obat. Muhammad Abror Muhammad Abror yang akrab disapa Gus Abror adalah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda yang terletak di Langgongsari, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.

Saat ini ada sekitar 1.000 santri putra dan putri di Ponpes Nurul Huda yang rata-rata merupakan anak yatim piatu, kaum dhuafa yang berasal dari beragam latar belakang kehidupan. Para santri ini tidak dipungut biaya, malah ponpes menyediakan keperluan santri. Selain santri yang mondok ada juga santri yang tidak mondok dan banyak diantara mereka yang memiliki masa lalu yang suram, seperti pengedar narkoba dan tukang mabuk.

Setelah mondok di Ponpes Nurul Huda dan bergaul dengan Gus Abror mereka mampu menata hidup mereka kembali. Bahkan beberapa diantara santri, aktif dalam berbagai kegitan sosial, diantaranya layanan ambulans gratis, bedah rumah, dan peminjaman inkubator gratis. SABRINA DAN ELENA BENSAWAN Kakak beradik Sabrina dan Elena Bensawan adalah pendiri Yayasan Saab Share.

Walau usia mereka terbilang masih belia yaitu 20 dan 18 tahun, tindakan yang mereka lakukan membuat orang berdecak kagum. Betapa tidak, remaja seusia mereka seharusnya bisa bersenang-senang bersama teman-temannya, mereka malah sering blusukan ke kampung-kampung kumuh.

Melalui Yayasan Saab Shares yang didirikan tahun 2015 kakak beradik ini mencoba membantu anak-anak yang tidak mampu untuk bersekolah. Saab Share mendirikan rumah belajar di berbagai tempat di Indonesia dengan berbagai macam kegiatan termasuk pemberdayaan pada wanita. Sandi Octa Susila Sandi Octa Susila adalah petani muda. Ia memilih menjadi petani, karena ia yakin profesi ini dapat memberi kehidupan yang layak.

Pria berumur 26 tahun asal Cianjur, Jawa Barat ini tertarik di bidang pertanian sejak kecil. Sarjana dari Institut Pertanian Bogor ini, membina dan menampung hasil pertanian dari 373 petani. Hal ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kesejahteraan para petani.Sandi juga kerap diminta sebagai pembicara di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Para petani dari seluruh Indonesia juga banyak yang datang ke tempat Sandi di Cianjur untuk belajar pertanian.

Sudah ribuan orang yang datang ke Cianjur untuk belajar di bidang pertanian pada Sandi. Ia juga digandeng Kementerian Pertanian sebagai Duta Petani milinial untuk mempromosikan pertanian di kalangan anak muda.

Oleh Pemda Kabupaten Cianjur, Sandi diangkat sebagai direktur Terminal Agrobisnis Cianjur. Du’Anyam Du’Anyam didirikan oleh Azalea Ayuningtyas, Melia Winata dan Hanna Keraf pada tahun 2014.

Du'Anyam yang berarti Ibu Menganyam dan melalui Du’Anyam, Ayu, Melia dan Hanna ingin membantu ibu-ibu di berbagai desa di Flores, Nusa Tenggara Timur mendapatkan penghasilan dari menganyam.Du’Anyam juga menjadi brand untuk produk anyaman daun lontar wanita Flores ini. Beragam disain produk dengan kualitas yang sangat baik telah dihasilkan Du’Anyam antara lain tas, sandal, aneka wadah untuk menyimpan dan sebagainya. Kini, para ibu di Flores mendapat penghasilan tambahan dari hasil anyaman yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan dan juga tabungan persiapan persalinan.

Kini bukan hanya di NTT, Du’Anyam juga ada di Papua dan menyusul di Kalimantan. Kegiatan mereka juga makin beragam diantaranya dengan memberikan beasiswa. Swietenia Puspa Lestari Swietenia Puspa Lestari membentuk sebuah gerakan Divers Clean Action yang berfokus membersihkan pantai dan pulau-pulau tujuan wisata di Indonesia dari sampah yang mencemari lautan.

Awal berdirinya Divers Clean Action dimulai dari kebiasaan perempuan berusia 25 tahun ini yang rutin mengambil sampah di lautan, khususnya sampah plastik saat menyelam. Dari hobinya menyelam itulah, yang mendorong sarjana teknik lingkungan ITB itu, aktif memerangi sampah plastik di laut.

Tenia merasa perlu ‘menolong’ lautan terbebas dari sampah. Biasanya, Tenia dan kawan-kawan Divers Clean Action membersihkan sampah di laut dari kedalaman 5 hingga 16 meter. Saat ini sukarelawan Divers Clean Action mencapai seribu dua puluh empat orang. Para sukarelawan ini terdiri dari para penyelam yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Sondaicus Project Sondaicus Project didirikan oleh sejumlah siswa Sekolah Bina Nusantara Simprug dan Sekolah Mentari pada Desember 2016.

Sejumlah kegiatan, mereka lakukan untuk ikut menjaga kelestarian badak jawa (rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon yang terancam punah. Kegiatan mereka cukup banyak diantaranya mengumpulkan dana untuk membeli mesin perahu boat milikpetugas patrol Taman Nasional Ujung Kulon yang dicuri orang. Mereka juga mengadakan kegiatan ekoturisme untuk mengenalkan Badak Jawa pada para pelajar khususnya para pelajar di Jakarta. Mereka membentuk klub sepak bola sebagai sarana mengenalkan Badak Jawa.

Sondaicus Project juga membantu pelestarian terumbu karang di sekitar taman nasional Ujung Kulon. Mereka juga turut menggalang dana bagi korban gempa dan tsunami Banten. Menurut salah satu pendiri Sondaicus Project, Kemal, kegiatan mereka akan terus berlangsung jika mereka telah lulus sekolah, karena regenerasi telah mereka lakukan pada adik-adik kelas mereka.

anak kick andy narkoba

Selain itu Sondaicus Project juga telah berbentuk yayasan.

[VLOG] #06 Hari Untuk Marco - Abel Cantika




2022 www.videocon.com