Jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Pengertian Produksi Massal Pengertian Produksi Massal Adalah - Produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menambahkan nilai kegunaan atau membuat produk baru yang lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan.

Massal berarti kegiatan yang mengikut sertakan banyak orang. Pengertian produksi massal adalah kegiatan memghasilkan barang-barang tertentu yang telah ditentukan standar spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi serupa dengan produk sebelumnya.

Ciri-ciri Produksi Massal Ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut: • Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar • Biaya perunit rendah • Bertujuan menguasai pasar • Dijual di pasar bebas • Hampir tidak ada variasi produk • Harus ada stok untuk memenuhi kebutuhan saat massa tunggu Bila terjadi kelebihan produk (over production) perusahaan akan memaksa pasar dengan melakukan promosi, discount, hadiah dll, agar produk cepat terserap.

Kelebihan dan Kekurangan Produksi Massal Kelebihan: • Hemat biaya • Efisiensi waktu • Tingkat keakuratan tinggi • Tingkat produksi cepat Sedangkan kekurangannya adalah: • Kegiatan produksi sangat kaku • Kurang beragamnya variasi produk • Biaya mesin mahal • Tidak ada jaminan produk akan laris dipasaran Perencanaan Produksi Massal Perencanaan produksi massal adalah proses untuk menghasilkan barang pada periode waktu yang tepat melalui pengelolaan sumber daya.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Sumber daya meliputi tenaga kerja, bahan baku dan peralatan. Perencanaan produksi dapat digunakan untuk mengarahkan rutinitas kegiatan tenaga kerja. Ruang lingkup perencanaan produksi meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini: • Mempersiapkan rencana produksi • Membuat jadwal penyelesain produk • Merencanakan produksi dan pengadaan bahan dari luar • Menjadwalkan proses operasi tiap unit • Menyampaikan jadwal pada pemesan Tujuan Perencanaan Produksi Meminimalkan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan Tujuan perencanaan produk massal adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi biaya produksi.

Dengan membuat perencanaan produk, semua yang diperlukan dalam proses produksi akan dilakukan secara maksimal. Misalnya penyediaan bahan baku produksi, upakh tenaga kerja, dan biaya selama proses produksi. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Tujuan perencanaan yang lain adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan.

Semakin tinggi tingkat kepuasan, maka akan semakin mudah bagi perusahaan untuk mendapat keuntungan. Sebaliknya jika pelanggan tidak puas terhadap suatu produk, maka akan semakin sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari produk yang dihasilkannya.

Tentu saja sebagai pelanggan akan merasa puas jika mendapatkan barang yang berkualitas. Meminimalkan perubahan nilai produk Perencanaan produksi yang tepat dapat mengurangi risiko kehilangan nilai produksi jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal suatu produk.

Misalnya soal stok bahan baku. Perusahaan harus melakukan prencanaan produksi yang tepat agar bahan baku di gudang dapat digunakan untuk proses produksi sesuai jadwa.

Jika terjadi penumpukan, maka dapat menurunkan kualitas atau nilai bahan baku tersebut. Akibatnya akan menjadi kerugian bagi perusahaan. Meminimalkan penggunaan tenaga kerja Berapa jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal tenaga kerja yang harus digunakan untuk menghasilkan suatu produk akan ditentukan oleh rencana produksi yang baik.

Jika tenaga kerja kurang, maka akan menghambat proses produksi. Namun jika tenaga kerja berlebihan, maka akan menimbulkan pengeluaran lebih bagi perusahaan untuk membayar gaji tenaga kerja. Memaksimalkan inventaris yang dimiliki perusahaan Peralatan produksi atau inventaris perusahaan yang lain dapat digunakan secara maksimal jika direncanakan dengan baik.

Perusahaan harus dapat mengelola penggunaan asset dan juga perawatannya. Dengan demikian proses peroduksi dapat berjalan dengan maksimal. Fungsi Perencanaan ProduksiBerikut ini adalah fungsi dari perencanaan produksi: • Untuk menjamin rencana dan pemasaran produk • Untuk mengukur kapasitas produksi (kemampuan produksi) • Untuk mengevaluasi hasil produksi Unsur dalam Perencanaan ProduksiBerikut ini adalah unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan produksi: • Tujuan Produksi.

Tujuan harus dibuat sejelas mungkin dan dapat dipahami oleh setiap manajemen perusahaan. • Pengukuran dan standar produksi. Ini berarti perencanaan produksi harus mampu mengukur daya serap produk saat dipasarkan.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

• Objektif. Perencanaan produksi harus rasional dan apa adanya. • Terukur. Walaupun masih dalam tahap perencanaa, namu dilakukan secara terukur. • Tahap awal produksi. Perencanaan merupakan tahap paling awal dari proses produksi.

Jenis-Jenis Perencanaan produksi Jenis perencanaan produksi dapat dikategorikan menjadi 3 jenis: Perencanaan jangka Panjang. Perencanaan jangka Panjang (long range planning) adalah perencanaan produksi yang lebih dari satu tahun, bahkan hingga lima tahun mendatang. Perencanaan Jangka Menengah. Perencanaan jangka menengah (medium range planning) adalah perencanaan yang dibuat untuk pelaksanaan produksi selama 2 hingga 3 tahun yang akan datang.

Perencanaan Jangka Pendek Perencanaan jangka pendek (short range planning) adalah perencanaan kegiatan produksi yang dibuat dalam jangka satu tahun mendatang. Bahkan dapat kurang dari satu tahun. Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Perencanaan Produksi Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi perencanaan produksi. Yaitu faktor internal dan factor eksternal.

Faktor internal meliputi di dalamnya kapasitas mesin produksi; produktifitas tenaga kerja; dan kemampuan pengadaan bahan produksi. Faktor eksternal meliputi berbagai factor dari luar perusahaan. Yang termasuk dalam factor eksternal yang berpengaruh dalam perencanaan produksi adalah kebijakan pemerintah; kondisi keuangan suatu negara; dan adanya factor lingkungan seperti bencana alam.

Langkah-Langkah Perencanaan Produksi 1. Penelitian dan pengembangan produk. Dalam hal ini meliputi penelitian proses produksi, dan penelitian produk. Penelitian proses produksi adalah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan yang bertujuan untuk perbaikan terhadap proses produksi.

Penelitian produk adalah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan guna mendapatkan data mengenai keinginan konsumen. Tujuannya adalah untuk perbaikan produk yang disesuaikan dengan selera konsumen. 2. Pencarian ide dan Seleksi produk Pencarian Ide Pencarian ide merupakan tahap dalam mencari berbagai ide guna mengembangkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Seleksi Produk Seleksi produk merupakan tahap dalam memilih ide-ide terbaik yang terkait dengan pengembangan produk. Desain Prototipe Prototipe produk perlu dibuat terlebih dahulu sebelum memproduksi produk yang sebenarnya.

Pengujian produk Pengujian produk merupakan kegiatan untuk menguji layak tidaknya suatu barang produksi. Hal ini dapat dilihat dari potensi pasar dari produk tersebut. Desain produk akhir Desain akhir dari suatu produk dapat dibuat apabila hasil dari pengujian produk adalah layak untuk dikembangkan. 3. Menetapkan Skala Produksi Langkah ketiga atau terakhir dari perencanaan produksi adalah menetapkan skala produksi, yaitu: • Menetapkan waktu produksi • Menetapkan kualitas produksi • Menetapkan biaya produksi • Menetapkan tenaga kerja • Menetapkan peralatan produksi • Menetapkan bahan baku produksi Tahapan skala produksi meliputi: routing, scheduling, dispatch, dan follow-up.

Fungsi.co.id – Kelebihan Dan Kekurangan Produksi Secara Massal – Produksi massal memang identik dengan memproduksi barang dalam jumlah besar atau lebih dari biasanya karena permintaan melonjak.

Permintaan ini sangat identik dengan kegiatan yang genting dan menuntut produksi barang dalam jumlah besar. Daftar Isi • 1 Kelebihan Produksi Secara Massal • 1.1 · Kecepatan Meningkat • 1.2 · Manajemen Penilaian Lebih Efektif • 1.3 · Finansial Perusahaan Lebih Efisien • 2 Kekurangan Produksi Massal • 2.1 · Pengurangan Pegawai • 2.2 · Risiko Kerugian • 2.3 · Harus Menyesuaikan Permintaan Konsumen • 3 Manfaat Dari Produksi Secara Massal • 3.1 · Jalannya Proses Produksi Lebih Efektif Dan Efisien • 3.2 · Jumlah Produk Yang Dihasilkan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal 3.3 · Hanya Membutuhkan Sdm Yang Sedikit • 3.4 · Proses Pengawasan Produksi Lebih Longgar • 3.5 · Meminimalisir Kesalahan Produksi • 4 Ciri-Ciri Produksi secara Massal • 4.1 · Pengurangan Pegawai • 4.2 · Standar Urutan • 4.3 · Teknologi Mesin Khusus • 4.4 · Bahan Produksi Menggunakan Mesin • 4.5 · Supervisi Mesin • 5 Tahapan Dari Produksi Massal • 5.1 · Dokumentasi Persyaratan Produk • 5.2 · Validasi Dan Pengujian Teknik • 5.3 · Validasi Dan Pengujian Desain • 5.4 · Validasi Dan Pengujian Produksi • 5.5 · Proses Produksi Kelebihan Produksi Secara Massal Produksi massal rupanya juga meningkatkan kelebihan yang dapat dirasakan oleh kedua perusahaan dan konsumen.

Berikut adalah beberapa keuntungan atau keunggulan produksi massal. · Kecepatan Meningkat Penggunaan teknologi mesin canggih di setiap proses produksi akan membuatnya lebih cepat. Dengan begitu, pabrikan dapat menghasilkan sejumlah besar produk meskipun dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu, proses produksi yang cepat dengan setidaknya karyawan akan dapat meningkatkan persaingan bisnis, tentu saja juga mengurangi biaya produksi.

· Manajemen Penilaian Lebih Efektif Perusahaan harus memperhatikan indikator kinerja kunci standar, produksi harus sesuai dengan keakuratan target. Dengan begitu, produksi utama dapat dikombinasikan dengan produksi massal yang dalam hal ini merupakan produksi tambahan ke dalam mekanisme hasil produk akhir.

Campuran dari dua manajemen manajemen produksi produksi ini akan menghasilkan nilai akurasi yang sesuai dengan target, sehingga kesalahan margin dapat diproduksi pada tingkat rendah. · Finansial Perusahaan Lebih Efisien Seperti yang sebelumnya dikatakan, pengurangan karyawan akan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal pengurangan biaya produksi yang sebelumnya digunakan untuk membayar karyawan yang bekerja.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Pengurangan biaya ini membuat keuangan perusahaan lebih efisien karena jumlah produksi menjadi lebih besar. Kekurangan Produksi Massal Ternyata tidak hanya memberikan manfaat, tetapi produksi massal juga memiliki kekurangan, termasuk yang berikut.

· Pengurangan Pegawai Penggantian pekerja manusia ke dalam mesin canggih pasukan perusahaan yang menerapkan produksi dalam jumlah besar harus mengurangi pengurangan karyawan.

Pengurangan ini dimaksudkan untuk mempercepat waktu dan melipatgandakan hasil produksi sesuai dengan target.

Ini adalah kelemahan dari sistem produksi dalam jumlah besar karena menambah pengangguran. Karyawan yang kurang kompeten akan secara otomatis dipengaruhi oleh PHK dan yang tersisa adalah karyawan yang dibutuhkan dalam operasi.

Karyawan yang masih bekerja juga terpengaruh karena jika biasanya ada perubahan perubahan dalam jam kerja dalam produksi utama, dengan berkurangnya karyawan ini menjadi tidak. · Risiko Kerugian Risiko kerusakan mesin dalam proses produksi massal tidak mungkin terjadi. Kerusakan ini dapat menyebabkan cedera pada produsen karena pasti ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menyelesaikannya.

Selain itu, mesin rusak juga menghentikan produksi, sehingga tidak dapat memenuhi target waktu yang ditentukan. Di sisi lain, produksi yang harus diikuti dengan pengecualian mesin yang rusak, tentu saja mengharuskan perusahaan untuk menyediakan mesin cadangan yang berarti pengeluaran akan meningkat juga. · Harus Jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal Permintaan Konsumen Risiko lain dalam defisiensi sistem produksi massal adalah permintaan produk pada skala besar hanya mengikuti permintaan pembeli.

Hasil dari ini adalah bahwa ia dapat mengurangi tingkat permintaan oleh konsumen untuk produk yang menarik akan menurun bahkan dipasarkan. Keberadaannya dapat menyebabkan produk menjadi usang, cacat, sampai rusak. Antusiasme konsumen dalam produksi barang tidak selalu sama, dan bahkan cenderung menurun dari waktu ke waktu.

Permintaan konsumen tidak dapat diprediksi karena produksi massal tidak dapat bertahan dalam jangka panjang. Manfaat Dari Produksi Secara Massal Dengan produksi massal yang dilakukan oleh Perusahaan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Begitu banyak manfaat yang diperoleh perusahaan. · Jalannya Proses Produksi Lebih Efektif Dan Efisien Dengan timbulnya produksi massal dan bantu mesin sehingga hasil dari produk yang lebih dan lebih cepat. Secara alami menghasilkan efektivitas dan efisiensi dalam hal waktu dan biaya produksi. Selain itu, karena penggunaan mesin untuk meminimalkan sumber daya manusia yang terlibat sehingga dapat memotong biaya keuangan kepada SDM. Namun, itu harus memberikan prioritas pada biaya pemeliharaan untuk proses produksi.

· Jumlah Produk Yang Dihasilkan Dengan menggunakan mesin produksi, tingkat kecepatan menghasilkan ribuan unit produk bahkan lebih. Sehingga dalam satu hari dapat menghasilkan sejumlah produk sesuai dengan target pasar. Sehingga akan memenuhi kebutuhan konsumen yang berlangganan pemesanan produk. · Hanya Membutuhkan Sdm Yang Sedikit Pada dasarnya dalam produksi massal sebagian besar ditentukan oleh mesin yang bekerja terus menerus.

Kemudian sumber daya manusia hanya beberapa yang dibutuhkan. Karena diambil alih oleh mesin produksi, sehingga SDM hanya diperlukan pada pengawasan, dan bagian-bagian tertentu dari itu. · Proses Pengawasan Produksi Lebih Longgar Ketika proses produksi menjalankan mesin untuk produksi pekerja fleksibel hanya mengawasi itu. Yaitu untuk memastikan proses dilakukan mesin berjalan dengan lancar.

Di bagian pengepakan, misalnya, diperlukan sumber daya manusia baru dan membutuhkan pengawasan. Jadi keseluruhan pengawasan produksi terlihat lebih longgar di mesin produksi. · Meminimalisir Kesalahan Produksi Jika mesin yang digunakan dalam proses produksi berjalan dengan sempurna.

Kemudian kesalahan produksi dapat diminimalkan karena mesin yang ada sudah dikonfigurasi dalam suatu sistem. Jadi tetap jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal perawatan dan pengawasan dalam proses produksi sedangkan mesin beroperasi.

Dengan manfaat yang diperoleh dalam melakukan produksi massal. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan yang masih dihasilkan selama produksi massal. Beberapa keuntungan dari produksi massal ini dapat menjadi nilai positif dalam pelaksanaan produksi suatu produk. Ciri-Ciri Produksi secara Massal Dalam produksi massal, ada beberapa karakteristik yang dapat diketahui oleh manajemen perusahaan berdasarkan standar bisnis dari perencanaan, pengendalian, dan hasilnya diputuskan.

Berikut sifat-sifat yang dimiliki produksi massal. · Pengurangan Pegawai Karakteristik pertama adalah pengurangan karyawan dalam produksi massal.

Hal ini disebabkan oleh jumlah produk yang akan diproduksi, sedangkan tenaga kerja manual dari seorang karyawan tidak diizinkan untuk menyelesaikannya. Untuk itu, karyawan akan berkurang dan diganti dengan teknologi mesin yang lebih canggih dan lebih cepat. Mesin canggih akan menghasilkan lebih efisien daripada tenaga kerja manusia lebih lelah. · Standar Urutan Dalam produksi massal, produksi akan diurutkan sesuai dengan pola yang koheren. Kegiatan produksi akan dimulai dari tahap mengumpulkan bahan baku menjadi bahan jadi.

Urutan di mana produksi massal adalah urutan di muka, sehingga memiliki sifat tidak adanya pencampuran bahan sehingga untuk memproses bahan semi-jadi. · Teknologi Mesin Khusus Seperti yang dikatakan sebelumnya, produksi massal mengandalkan teknologi yang lebih canggih daripada kekuatan manusia. Untuk menghasilkan berbagai macam produk dalam jumlah besar, dari mesin yang dulunya merupakan mesin khusus.

Sistem produksi, seperti yang banyak digunakan oleh perusahaan besar, sementara perusahaan kecil sangat jarang. · Bahan Produksi Menggunakan Mesin Penggunaan mesin pada bahan produksi juga dimaksudkan untuk memungkinkan proses produksi ke waktu yang tepat, sehingga konsumen yang perlu memenuhi kebutuhan mereka tepat waktu.

Sebaliknya, jika proses produksi tidak mematuhi tanggal target yang dijadwalkan, maka itu menjadi proses produksi dan pemasaran yang tidak efisien juga tidak dimaksimalkan. · Supervisi Mesin Jumlah sektor mesin bekas sering menyebabkan masalah seperti kerusakan pada sistem.

Untuk mengatasi masalah kerusakan atau kesalahan pada mesin, maka dibutuhkan pengawasan para ahli di bidang mesin. Dengan pengawasan harus siap untuk mengatasi kerusakan, proses produksi tidak akan terhambat untuk waktu yang lama. Tahapan Dari Produksi Massal Setelah Anda memahami apa jenis produksi massal dari langkah-langkah selanjutnya yang diambil oleh produksi massal.

Berikut adalah dua langkah yang diambil dalam produksi massal. · Dokumentasi Persyaratan Produk Manajer produk bertanggung jawab untuk memimpin dan membuat dokumen ini, tetapi mereka harus meminta input akhir dan persetujuan dari semua pemimpin tim lainnya: Rekayasa, Penjualan, QA, Eksekutif dan Pemasaran. Setelah dokumentasi yang direvisi tentang persyaratan produk disetujui oleh semua pemimpin tim ini, itu menjadi fondasi Anda dan semua keputusan produk berikutnya harus sesuai dengan apa yang tertulis dalam dokumentasi ini.

Anda juga dapat meratifikasi dan membuat revisi berikutnya ketika informasi baru tersedia yang mempengaruhi keputusan Anda sebelumnya, tetapi setiap revisi baru harus ditinjau dan disetujui oleh kepemimpinan tim juga.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Dokumentasi persyaratan produk atau yang biasa dikenal dengan PRD (dokumentasi persyaratan produk) biasanya terkait dengan: • Daftar lengkap fitur yang akan dimasukkan dalam produk • Metrik kinerja spesifik yang harus dipenuhi oleh masing-masing fitur • Perkiraan volume produksi • Target biaya • Targetkan jadwal rilis produk • Roadmap Produk jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal Validasi Dan Pengujian Teknik Berikutnya adalah bagian yang menyenangkan, lebih dikenal sebagai validasi dan pengujian teknis atau EVT (validasi dan pengujian teknik).

Pada tahap ini, tim teknis menggunakan metode apa pun yang diperlukan untuk mengimplementasikan setiap fitur yang dijelaskan dalam dokumentasi persyaratan produk.

Tujuan dari tahap ini adalah untuk membuktikan bahwa dimungkinkan secara manusiawi, tanpa menentang hukum fisika, untuk merancang dan membangun instance produk yang memenuhi persyaratan fungsional dalam PRD. Tetapi perlu diingat bahwa komponen yang dipilih dan proses yang digunakan untuk merakitnya tidak harus sama dengan apa yang akan digunakan dalam versi final produk. Selotip dan lem panas dapat digunakan pada tahap ini, selama memungkinkan Anda untuk membuat sesuatu secara fungsional fungsional dan melewati metrik spesifikasi Anda.

Tujuan utama dari validasi dan pengujian teknis adalah untuk mengidentifikasi masing-masing dan semua risiko persyaratan yang dijelaskan dalam PRD dan menemukan cara untuk menghilangkan atau mengurangi mereka secara signifikan. Mungkin memerlukan beberapa iterasi dan jutaan dolar dalam penelitian dan pengembangan, tetapi suatu produk tidak akan meninggalkan tahap EVT sampai semua persyaratan fungsional dan metrik kinerja telah dipenuhi.

· Validasi Dan Pengujian Desain Pada tahap validasi dan pengujian desain atau DVT (Desain Validasi dan Pengujian), tujuannya adalah untuk terus bekerja menuju penampilan dan nuansa akhir produk. Ini adalah ketika Anda mulai memilih bahan mekanik dan desain yang memenuhi persyaratan final bentuk, kesesuaian, dan estetika yang dijelaskan dalam PRD. Bahan dan komponen yang dipilih dalam revisi adalah bahan yang digunakan dalam versi produksi akhir.

Jika memungkinkan, contoh produk Anda dibuat dalam tahap DVT dapat ditampilkan kepada calon pelanggan untuk mulai meminta umpan balik dan menguji kesesuaian produk. Ini sebenarnya adalah titik berharga untuk lakukan pada tahap ini sebelum Anda memulai investasi dana modal besar untuk bahan, peralatan, dan proses yang diperlukan untuk memulai pembuatan.

Sebuah produk bisa keluar dari tahap DVT setelah persetujuan dibuat dan memenuhi semua persyaratan fungsional dan estetika dalam PRD ketika menggunakan desain dan komponen dari calon produksi akhir. Versi ini sebenarnya bisa sangat dekat dengan pelaksanaan produk akhir Anda dan tidak dapat dibedakan dengan mata yang tak terlatih, tetapi dapat dilakukan dengan proses produksi dan perakitan dengan volume yang lebih rendah. · Validasi Dan Pengujian Produksi Sekarang waktu itu untuk melepaskan kontrol jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal terlibat dalam percakapan serius dengan pemasok dan produsen.

Ini adalah tahap produksi validasi dan pengujian atau PVT (Produksi Validasi dan Pengujian) atau pra-produksi di mana Anda memastikan bahwa produk DVT Anda sebenarnya dapat diproduksi dengan volume dan sasaran biaya yang tercantum dalam PRD.

Karena lebih sering dari yang Anda akan lakukan Outsourcing pembuatan dan perakitan produk Anda sebenarnya, Anda harus terlibat dengan pemasok ini untuk umpan balik permintaan dari desain Anda untuk memastikan Anda dapat mencapai tujuan produksi. Mudah-mudahan ini hanya membutuhkan beberapa perubahan kecil model DVT Anda, seperti mengganti bagian dengan versi yang lebih murah yang kompatibel dengan PIN atau sedikit mengubah draft sudut di bagian mekanik khusus sehingga akan mengeluarkan lebih andal dari alat cetakan injeksi.

Namun, dalam beberapa skenario terburuk, Anda mungkin harus melalui peningkatan besar-besaran atau perubahan desain sehingga produk Anda siap untuk produksi massal. Untuk alasan ini, yang terbaik adalah mulai berbicara dengan pemasok Anda lama sebelum Anda memasuki tahap PVT, sehingga Anda dapat membantu memastikan itu akan berhasil dengan memasukkan beberapa desain untuk pembuatan, desain untuk pengujian.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Ini adalah prinsip hulu dalam siklus hidup produk. Tujuan lain dari tahap PVT adalah mulai memperkuat proses produksi dan menyiapkan rantai pasokan. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah membuat proses menghasilkan produk Anda menggunakan rantai pasokan aktual dan aset manufaktur. Ini adalah cara terbaik untuk melihat di mana kelemahannya berada dalam ekosistem produksi Anda dan menentukan apakah Anda siap untuk mulai meningkatkan volume dan meningkatkannya.

Untuk keluar dari PVT, pabrikan harus menandatangani bahwa rantai pasokan diatur. Ini berarti suku cadang dapat dipesan pada waktu tunggu dan harga yang dapat diterima dan prosedur perakitan dan pengujian dapat diulang dan dapat diandalkan. Anda juga harus setuju bahwa kinerja dan kualitas produk akhir memenuhi standar Anda. Jangan menunggu sampai produksi massal memeriksa ini – sudah terlambat.

· Proses Produksi Tahap paling menakutkan tetapi paling menggembirakan adalah proses produksi massal produk Anda. Tentu saja “massa” adalah istilah relatif dan spesifik untuk produk dan pasar Anda tentang seberapa besar ukuran Anda.

Namun, ketika suatu produk mencapai target produksi, itu berarti Anda memproduksi dan menjual versi produk Anda siap untuk jumlah pelanggan yang tepat.

Sekali lagi, ini tergantung pada produk dan pasar Anda tentang seberapa besar dan seberapa sering setiap produksi dilakukan, tetapi lebih sering daripada tidak, suatu produk diproduksi dalam beberapa batch dari waktu ke waktu dengan setiap peningkatan ukuran volume.

Pada tahap ini, sebagian besar tanggung jawab ada di produsen untuk mendapatkan suku cadang, berkumpul, dan mengujinya untuk memenuhi permintaan produksi Anda.

Namun, Anda masih memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas dan hasil produksi tetap tinggi sementara biaya mulai menurun. Anda harus mendukung pabrikan sesuai kebutuhan untuk mencapai tujuan ini. Ini mungkin termasuk bekerja dengan tim pengadaan untuk membangun rantai pasokan yang kuat untuk menjaga biaya dan waktu tunggu tetap rendah, atau bekerja dengan tim manufaktur untuk terus menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan hasil produksi, dan mengurangi biaya produksi.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Kelebihan Dan Kekurangan Produksi Secara Massal semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :). Baca juga artikel lainnya tentang: • Sebutkan Jenis-jenis Proses Produksi • Orang yang Melakukan Kegiatan Produksi Disebut?

• Konsep Biaya Produksi • Contoh Produksi Massal • Manajemen Produksi dan Operasi Posting pada IPS Ditag buatlah kesimpulan dari hasil kerjamu mengenai suatu produk yang dapat diproduksi secara massal, ciri – ciri produksi massal, contoh produksi massal, contoh produksi massal dan penjelasannya, kelebihan produksi massal adalah, pengertian produksi massal, perencanaan produksi massal, sebutkan 3.

kekurangan produksi massal Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Mesothelioma • Pengertian Cerita Rakyat : Jenis, Ciri-ciri, Unsur dan Contohnya! • Pengertian Observasi Adalah: Tujuan, Manfaat, Kelebihan, Jenis! • Pengertian Arah Mata Angin: Jenis, Cara Mejunjukannya, Manfaat • Pengertian Akulturasi: Faktor, Penyebab, Bentuk, Contoh, Dampak! • Apa Saja Fungsi Dari Google Drive • Apa Saja Fungsi Bank Sentral Indonesia • Pengertian Empati : Simpati, Toleransi, Manfaat, dan Contohnya!

• Pengertian Visi dan Misi : Perbedaan, Manfaat dan Contoh! • Pengertian Unsur: Contoh, Jenis, Senyawa dan Campuran! • Pengertian Warga Negara : Asas-Asas, Teori Lengkap Menurut Ahli! • Bagaimana Fungsi Iklan Bagi Pemerintah dan Perusahaan?

• Fungsi Manajemen Pajak: Tujuan, teknik dan syaratnya! • Apa Fungsi Kemasan Pada Mulanya Suatu Produk? • Fungsi Microsoft Word Yang Harus Anda Ketahui • Fungsi Senam Lantai Adalah?

• Fungsi Utama Pajak Bagi Negara Adalah? • Ada Berapa Jenis Wayang Berdasarkan Bahan Pembuatannya? • (tanpa judul) • Fungsi Oli Mesin Pada Kendaraan

Dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan suatu barang atau produk. Kelebihan produksi massal: • Produktifitas perusahaan meningkat • Biaya produksi menurun • Efisiensi waktu Kekurangan produksi massal: • Dibutuhkan modal yang besar • Pekerja mengalami penurunan motivasi • Kurang fleksibel Jawaban: Kelebihan proses produksi menjadi lebih efisien daripada produksi seperti biasa.

penggunaan mesin secara spesialisasi atau satu tugas karena penggunaannya dilakukan secara massal. pekerja dapat melakukan secara maksimal dan terlatih karena melakukan tugas yang sama tanpa harus dilatih pekerjaan lainnya.

Kekurangan pengeluaran yang dibutuhkan untuk produksi massal butuh biaya yang besar karena bahan yang digunakan cukup banyak pekerja merasa bosan dan tidak nyaman karena mengerjakan pekerjaan yang sama dan itu - itu saja produk yang diproduksi tidak bervariasi dan tidak fleksibel karena produknya seragam memiliki risiko tinggi adanya pemberhentian proses produksi jika terdapat satu atau beberapa mesin yang mengalami gangguan atau rusak karena saling berkaitan satu sama lain Credit:UnjaniFakTeknik SOAL EKONOMI Definisi ilmu ekonomi telah banyak dikemukakan, salah satunya oleh professor P.A.

Samuelson, salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka d … idunia yang menerima hadiah Nobel ilmu ekonomi pada tahun 1970, memberikan definisi ilmu ekonomi sebagai berikut yaitu: Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat dalam membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas.

Dalam memperoleh sesuatu yang kita suka, kita umumnya harus menyerahkan hal lain yang juga kita suka, dan dalam menentukan keputusan tersebut menyebabkan terjadinya trade off (pertukaran kepentingan) Berdasarkan pada konsep tersebut analisis lah pilihan dalam sebuah perusahaan antara lingkungan bersih dan pendapatan tinggi Jika dalam suatu kondisi regulasi pemerintah mengharuskan perusahaan mengurangi polusi/limbah industri, analisis lah hal-hal dibawah ini: a.

Apakah yang terjadi pada biaya produksi barang/jasa? b. Apakah yang terjadi pada harga barang/jasa? c. Apakah berdampak pada gaji karyawan? d. Bagaimanakah dampaknya terhadap lingkungan? Dan apakah pengaruhnya pada pemilik perusahaan, karyawan dan pelanggan Butuh bantuan ekonomi.

Perhatikan tabel berikut! No Pendapatan Disposable (Rp.) Konsumsi (Rp.) Tabungan (Rp) 1 1.000.000 900.000 100.000 2 1.5 … 00.000 1.200.000 300.000 3 2.000.000 1.800.000 200.000 4 2.500.000 2.000.000 500.000 5 2.750.000 2.600.000 150.000 Hitunglah MPC dan MPS periode 2, 3, 4, dan 5!

Rekan mahasiswa silahkan anda diskusikan apa tujuan diberikannya kredit pajak luar negeri oleh pemerintah. Jelaskan dengan bahasa anda sendiri, serta … tuliskan sumber anda menjawab diskusi.

Kemiripan jawaban anda dengan rekan anda akan mempengaruhi penilaian. Selamat Berdiskusi.! Untuk jasa joki bisa hubungi 0895605807872 harga bersahabat Diskusi 4 Saat ini banyak sekali sosial media yang digunakan sebagai media komunikasi bisnis oleh perusahaan, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Bl … og, YouTube, dan lain-lain.

Setiap media sosial tersebut memiliki karakteristik dan keunggulan dalam mentransmisikan bentuk komunikasi tertentu. Paparkan dan diskusikan karakteristik dan keunggulan salah satu media sosial tersebut berdasarkan bentuk komunikasi bisnis yang telah kita pelajari di sesi ini! Joki UT bisa paketan harga bersahabat, hubungi 0895605807872
Advertisements Hal itu tidak terlepas dari pengaruh biaya tetap yang akan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal ada berapa pun produk yang dihasilkan.

Padahal, untuk kelas UMKM biasanya masih dikerjakan oleh tenaga manusia dan jumlahnya sangat terbatas. Salah satu cara untuk mengurangi biaya produk adalah dengan produksi massal dan terus-menerus. Hal itu dapat dilakukan dengan bantuan mesin dan biasanya dilakukan oleh pabrik-pabrik besar. Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang apa itu produksi massal. Di samping itu, akan dibahas juga mengenai keuntungan maupun kerugian produksi massal.

Daftar Isi • Definisi Produksi Massal • Karakteristik Produksi Massal • Jumlah Produksi Sangat Banyak (Partai Besar) • Produk Sejenis • Proses Pengerjaan Berurutan • Penggunaan Mesin dan Proses Pekerjaan yang Berulang • Minim Supervisi • Kelebihan Produksi Massal • Meningkatkan Produktifitas • Menurunkan Biaya Produksi • Waktu Lebih Efisien • Kekurangan Produksi Massal • Membutuhkan Modal yang Besar • Motivasi Pekerja Menurun • Kurang Fleksibel • Resiko Perombakan Total • Proses Produksi Massal Definisi Produksi Massal Produksi massal atau mass production adalah standar pembuatan suatu produk atau barang beserta alur produksinya dan dilakukan secara berkelanjutan dalam jumlah yang sangat besar.

Proses produksi pada metode ini menggunakan assembly line atau dengan bantuan teknologi seperti mesin. Untuk proses produksi biasanya dilakukan secara berulang, sehingga akan lebih efisien. Untuk menerapkan produksi massal, diperlukan peralatan yang dapat mendukung pembuatan produk yang terstandarisasi atau produk yang sama dalam jumlah besar. Karakteristik Produksi Massal Secara pengertian, kamu tentu sudah mengerti tentang pengertian itu produksi massal.

Kamu akan mempelajari tentang karakteristik produksi massal. Berikut adalah beberapa karakteristik dari produksi massal. Jumlah Produksi Sangat Banyak (Partai Besar) Karakteristik pertama tentu pada jumlah produksinya yang sangat besar. Skala produksinya bisa mencapai ribuan atau bahkan jutaan.

Hal itu tentu ditentukan juga oleh faktor jenis barang yang diproduksi dan juga target pasarnya. Produk Sejenis Pada saat dilakukan produksi massal, secara umum dilakukan hanya untuk produk-produk sejenis. Seperti pada produksi mobil, sebuah pabrik biasanya hanya akan memproduksi satu jenis mobil saja dalam satu alur proses produksi. Sedangkan untuk membuat varian yang berbeda, maka jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal dibuat alur produksi yang lain. Proses Pengerjaan Berurutan Produksi massal dikerjakan melalui rangkaian proses yang berurutan di masing-masing sektornya.

Setiap sektor akan berfokus pada pekerjaannya sendiri. Di bagian pemasangan pintu mobil misalnya, semua kegiatan yang dilakukan pada sektor ini tidak jauh dari menyiapkan daun pintu yang sudah dibuat dan proses pemasangannya.

Penggunaan Mesin dan Proses Pekerjaan yang Berulang Selain karena mesin tidak terpengaruh oleh kondisi psikis, mesin juga dapat bekerja lebih konsisten dan terus menerus. Misalnya dalam pembuatan sepatu, proses pemotongan pola dasar tentu merupakan hal yang mudah dan bisa dilakukan manusia. Namun, jika harus dilakukan hingga puluhan ribu kali tentu sangat berat bila dilakukan oleh manusia. Minim Supervisi Semakin canggihnya mesin yang digunakan, peran supervisi menjadi semakin minim.

Hal itu dkarena proses produksi dilakukan oleh mesin. Sehingga peran supervisi hanya untuk memantau sektor produksi yang terhambat atau mesin yang tidak berjalan secara normal. Kelebihan Produksi Massal Semakin diminatinya sebuah produk, maka akan semakin besar pula kebutuhan produksinya.

Untuk itulah produksi massal dilakukan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari produksi jenis ini. Meningkatkan Produktifitas Tidak bisa dipungkiri bahwa produksi massal akan menambah produktifitas dari sebuah perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat melayani lebih banyak pasar dan mampu melayani pembelian dalam jumlah besar. Menurunkan Biaya Produksi Biaya produksi erat kaitannya dengan biaya variabel (variable cost) dan biaya tetap (fix cost). Kedua biaya tersebut dapat dikurangi dengan proses produksi secara massal.

Untuk membeli jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal dasar berupa kain, tentu membeli kain akan lebih murah dengan pembelian dalam jumlah besar atau secara grosir. Selain itu, dari segi fix cost juga dapat mengurangi biaya per unit yang diproduksi. Misalnya biaya sewa gedung, memproduksi 10 barang dengan 10.000 barang akan dibebani biaya yang sama. Tentu dengan produksi massal, beban yang ditanggung setiap unit produk akan lebih sedikit karena akan dibagi ke lebih banyak produk.

Waktu Lebih Efisien Penggunaan mesin dalam proses dalam jumlah banyak memungkinkan pembuatan barang hingga puluha nribu unit hanya dalam beberapa jam saja. Hal ini akan lebih efisien dan dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam memenuhi permintaan lebih cepat dan lebih banyak.

Kekurangan Produksi Massal Selain memberikan kelebihan pada perusaahaan, produksi massal juga memiliki beberapa kekurangan. Beberapa di antaranya sebagai berikut. Membutuhkan Modal yang Besar Penggunaan mesin-mesin produksi tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Untuk dapat memenuhinya dibutuhkan investasi yang sangat besar. Sehingga produksi massal hanya bisa dilakukan oleh orang-orang atau perusahaan yang memiliki modal besar.

Motivasi Pekerja Menurun Kapasitas produksi yang tinggi membuat pekerja juga harus menyesuaikan dengan target tersebut. Hal ini membuat pekerjaan semakin melelahkan bagi tenaga manusia. Meski hanya pada bagian-bagian yang tidak terlalu rumit, namun dilakukan secara terus-menerus dapat menurunkan motivasi para pekerja.

Kurang Fleksibel Produksi massal tidak akan berjalan dengan baik karena dikerjakan secara berurutan. Jika salah satu proses produksinya tersendat dapat terjadi gagal produksi sesuai target. Resiko Perombakan Total Ketika menentukan desain alur produksi, sebuah perusahaan harus memikirkannya dengan matang.

Karena jika terjadi kesalahan, maka harus dilakukan perombakan seluruh infrastruktur pendukungnya. Tentu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Proses Produksi Massal Produksi massal dikenal istilah assembly line atau proses perakitan. Proses ini membagi kegiatan manufaktur ke dalam beberapa tahapan. Sehingga pekerja hanya berfokus pada bagiannya saja. Hal ini dapat mengurangi beban gaji yang dibutuhkan. Karena tidak perlu merekrut pekerja dengan skill yang tinggi.

Adanya assembly line ini, standar produk dapat terjamin, volume produksi lebih besar dan biaya juga lebih sedikit. Dari artikel di atas, kini kamu dapat semakin memahami pengertian produksi massal dan juga kelebihan serta kekurangannya. Secara garis besar, produksi massal dilakukan agar produktifitas semakin tinggi namun tetap menggunakan biaya yang lebih sedikit.

Daftar Pustaka • Home • AKSES SEMUA MATERI Daftar Isi • Definisi Produksi Massal • Karakteristik Produksi Massal • Jumlah Produksi Sangat Banyak (Partai Besar) • Produk Sejenis • Proses Pengerjaan Berurutan • Penggunaan Mesin dan Proses Pekerjaan yang Berulang • Minim Supervisi • Kelebihan Produksi Massal • Meningkatkan Produktifitas • Menurunkan Biaya Produksi • Waktu Lebih Efisien • Kekurangan Produksi Massal • Membutuhkan Modal yang Besar • Motivasi Pekerja Menurun • Kurang Fleksibel • Resiko Perombakan Total • Proses Produksi Massal Cari untuk:
Rate this post Produksi secara massal memang identik dengan menghasilkan barang dalam jumlah banyak atau lebih banyak dari biasanya karena permintaan yang melonjak.

Permintaan ini sangat identik dengan adanya kegiatan yang genting serta menuntut adanya produksi barang secara massal. Contoh konkret produksi massal sedang dialami saat ini, yakni keadaan genting akibat adanya wabah virus corona. Kebutuhan produk masker dan sabun cuci tangan atau hand sanitizer saat ini sangat dibutuhkan dalam jumlah banyak. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu diketahui dalam produksi secara massal.

• Pengertian Produksi Massal • Ciri-Ciri Produksi secara Massal • Pengurangan Pegawai • Standar Urutan • Teknologi Mesin Khusus • Bahan Produksi Menggunakan Mesin • Supervisi Mesin • Keuntungan Produksi secara Massal • Kecepatan Meningkat • Manajemen Penilaian Lebih Efektif • Finansial Perusahaan Lebih Efisien • Kekurangan Produksi secara Massal • Pengurangan Pegawai • Risiko Kerugian Tinggi • Harus Menyesuaikan Permintaan Konsumen • Contoh Produksi Massal • Share this: • Related Pengertian Produksi Massal Dalam proses produksi secara massal, produsen melakukan pembuatan produk yang dibutuhkan konsumen secara berulang-ulang.

Proses produksi yang telah dihasilkan dalam jumlah banyak tersebut kemudian akan didistribusikan kepada konsumen secara berturut-turut agar kebutuhan yang sedang dialami segera teratasi.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Lalu, apa itu produksi secara massal? Produksi massal adalah cara suatu perusahaan atau produsen melakukan kegiatan produksi secara terus menerus dan menghasilkan produk dalam jumlah besar sesuai dengan standar operasional.

Meskipun demikian, tidak semua barang produksi dapat diproduksi secara massalcontohnya adalah bahan bakar. Barang produksi yang bisa dibuat secara massal adalah barang-barang yang standar, terutama barang-barang yang memiliki tahap perakitan.

Ciri-Ciri Produksi secara Massal Dalam kegiatan produksi secara massal, terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa diketahui dengan manajemen perusahaan yang berdasar pada standar usaha dari mulai perencanaan, controlling, serta hasil yang diputuskan. Berikut merupakan ciri-ciri yang dimiliki produksi secara massal yang dimaksud.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Pengurangan Pegawai Ciri yang pertama adalah adanya pengurangan pegawai dalam produksi secara massal. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya produk yang akan dihasilkan, sementara tenaga manual dari pegawai tidak memungkinkan untuk dipakai untuk menyelesaikannya.

Untuk itu, pegawai akan dikurangi dan digantikan dengan teknologi mesin yang lebih canggih dan lebih cepat. Mesin yang canggih akan menghasilkan produk lebih efisien dibandingkan tenaga manusia yang lebih cepat lelah. Standar Urutan Dalam kegiatan produksi secara massal, produksi akan diurutkan sesuai polanya yang runtut.

Kegiatan produksi akan dimulai dari tahap pengumpulan bahan baku hingga menjadi bahan jadi. Urutan dalam produksi secara massal adalah urutan maju, sehingga memiliki sifat tidak adanya pencampuran bahan jadi ke dalam proses bahan setengah jadi. Teknologi Mesin Khusus Seperti yang dikatakan tadi, produksi secara massal lebih mengandalkan kecanggihan teknologi dibandingkan dengan tenaga manusia.

Untuk menghasilkan berbagai macam produk dalam jumlah besar, tentu mesin yang digunakan haruslah merupakan mesin khusus. Sistem produksi seperti ini banyak dipakai oleh perusahaan besar, sedangkan perusahaan kecil sangat jarang.

Bahan Produksi Menggunakan Mesin Penggunaan mesin pada bahan produksi juga ditujukan agar proses produksi bisa sesuai waktu, sehingga konsumen yang membutuhkan bisa memenuhi kebutuhannya tepat waktu. Sebaliknya, jika proses produksi tidak sesuai dengan target waktu yang dijadwalkan, maka produksi menjadi tidak efisien dan proses pemasaran juga tidak menjadi maksimal.

Supervisi Mesin Banyaknya sektor mesin yang digunakan kerap kali menimbulkan masalah seperti kerusakan sistem. Untuk menangani masalah kerusakan atau galat pada mesin, maka dibutuhkan para supervisi yang ahli di bidang permesinan tersebut.

Dengan adanya supervisi yang siap sedia mengatasi kerusakan, maka proses produksi tidak akan terhambat dalam waktu yang lama. Keuntungan Produksi secara Massal Produksi secara massal rupanya juga menimbulkan kelebihan yang bisa dirasakan baik oleh perusahaan maupun para konsumen. Berikut beberapa keuntungan atau kelebihan dari adanya produksi secara massal. Kecepatan Meningkat Penggunaan teknologi mesin yang canggih dalam setiap proses produksi akan membuatnya menjadi lebih cepat.

Dengan begitu, produsen dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar meskipun dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu, cepatnya proses produksi dengan sedikitnya tenaga pegawai akan dapat meningkatkan persaingan bisnis, tentunya juga menekan biaya produksi. Manajemen Penilaian Lebih Efektif Perusahaan haruslah memperhatikan standar key performance indikator, yakni produksi harus sesuai dengan ketepatan sasaran.

Dengan begitu, produksi utama dapat digabungkan dengan produksi massal yang dalam hal ini adalah produksi tambahan menjadi mekanisme hasil produk akhir. Adanya percampuran kedua produksi ini manajemen penilaian produksi akan menghasilkan nilai akurasi yang sesuai dengan sasaran, sehingga kesalahan margin bisa dihasilkan dalam tingkat yang rendah.

Finansial Perusahaan Lebih Efisien Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, pengurangan pegawai akan berakibat pada berkurangnya biaya produksi yang sebelumnya digunakan untuk membayar tenaga pegawai yang bekerja. Pengurangan biaya ini jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal finansial perusahaan menjadi lebih efisien karena jumlah hasil produksi menjadi lebih besar.

Kekurangan Produksi secara Massal Ternyata tak hanya memberikan keuntungan saja, melainkan produksi secara massal juga jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal kekurangan, di antaranya sebagai berikut. Pengurangan Pegawai Adanya penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin canggih memaksa perusahaan yang menerapkan produksi secara massal harus melakukan pengurangan pegawai. Pengurangan ini ditujukan untuk mempercepat waktu dan memperbanyak hasil produksi sesuai target.

Hal ini menjadi kelemahan sistem produksi secara massal karena menambah pengangguran. Para pegawai yang kurang berkompeten akan secara otomatis terkena PHK dan yang tersisa adalah pegawai yang dibutuhkan dalam pengoperasian.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Pegawai yang masih bekerja juga terkena imbasnya karena jika biasanya terdapat shift pergantian jam kerja pada produksi utama, dengan berkurangnya pegawai ini shift tersebut menjadi tidak ada. Risiko Kerugian Tinggi Risiko mesin yang mengalami kerusakan pada proses produksi secara massal bukan tidak mungkin terjadi. Kerusakan ini dapat menyebabkan kerugian pada produsen karena mau tidak mau harus ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk mengatasinya.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Selain itu, mesin yang rusak juga menyebabkan kegiatan produksi berhenti, sehingga tidak bisa sesuai target waktu yang ditentukan. Di sisi lain, produksi yang harus dilanjutkan dengan mengesampingkan mesin yang rusak, tentu mengharuskan perusahaan menyediakan mesin cadangan yang artinya pengeluaran akan bertambah juga.

Harus Menyesuaikan Permintaan Konsumen Risiko lain yang menjadi kekurangan sistem produksi secara massal ini adalah permintaan produk dalam skala besar hanya mengikuti permintaan pembeli. Akibat dari hal ini adalah dapat menurunnya tingkat permintaan oleh konsumen karena minat akan produk tersebut menurun atau bahkan tidak laku di pasaran. Adanya hal itu bisa menyebabkan produk menjadi kedaluwarsa, cacat, hingga rusak.

Antusiasme konsumen pada suatu barang produksi tidak selamanya sama, bahkan cenderung menurun dari waktu ke waktu. Permintaan konsumen yang tidak dapat diprediksi menyebabkan produksi secara massal tidak bisa berlangsung dalam jangka panjang. Contoh Produksi Massal Contoh barang yang diproduksi secara massal adalah: • Motor • Minuman bersoda • Smartphone • Televisi • Semen • Buku tulis • Pensil • Sepatu • Korek api • Alat kesehatan • Masker • Hand sanitizer Serta masih banyak lagi contoh barang yang bisa diproduksi secara massal.

Produksi secara massal perlu memikirkan berbagai aspek dalam kegiatan produksi. Beberapa penjelasan di atas diharapkan dapat membantu dalam memberikan gambaran mengenai apa itu yang disebut produksi secara massal.Produksi Massal: Pengertian, Tahapan, Manfaat, Keuntungan dan Kekurangannya Produsen atau perusahaan yang akan menghasilkan banyak barang dalam waktu cepat merupakan kegiatan produksi massal.

Perusahaan atau produsen ini dalam tiap harinya tentu memproduksi produk-produk akan didistribusikan hingga ke tangan konsumen. Misalnya saja produksi pakaian, produk makanan ringan kemasan, minuman kemasan dan sebagainya. Produksi dalam jumlah besar tersebut dilakukan secara berulang dengan jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan permintaan suatu produk.

Dengan begitu produsen harus paham seperti apa produksi secara massal itu, apa saja manfaatnya serta kelebihan dan kekurangan. Sehingga bisa mengantisipasi, mengatur dan mengembangkan produk yang dihasilkan.

6 Kesimpulan Pengertian Produksi Massal Sebuah kegiatan yang dilakukan secara berulang dalam membuat suatu produk dalam jumlah yang banyak merupakan produksi secara massal. Produsen akan melakukan kegiatan produksi ini secara terus menerus guna menjalankan sistem produksi dan memenuhi kebutuhan pasar.

Dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan suatu barang atau produk. Fokus dari produksi dalam jumlah banyak ini sebagai suatu cara untuk meningkatkan efisiensi produsen dalam melakukan kegiatan produksi yang disesuaikan dengan standar serta prosedur. Dan hal tersebut dilakukan guna menciptakan suatu barang secara banyak dalam satu waktu.

Dalam menjalankan proses produksi, sebuah perusahaan akan melakukannya terus menerus dengan jumlah yang banyak. Dalam pengadaan barang atau produk selain memakai jasa pekerja juga memakai kecanggihan teknologi. Misalnya sebuah perusahaan yang menghasilkan produk permen, maka dibutuhkan bantuan mesin untuk memperbanyak produk. Dalam kegiatan produksinya terukur dan terarah, yaitu dalam satu hari menghasilkan jumlah yang sama dengan sistem dan standar yang sudah ditentukan.

Seperti memproduksi boneka, maka dalam satu hari bisa menghasilkan boneka dengan sebelumnya dilakukan uji keamanan dan kelayakan untuk anak-anak. Banyak aturan yang dilakukan dalam menghasilkan produksi dalam jumlah banyak ini, karena perusahaan tentu mengutamakan mutu dan kualitas suatu produk yang akan dihasilkan.

Dengan memahami pengertian tersebut maka selanjutnya perlu memahami tahapan apa saja yang dilakukan dalam proses produksi massal. Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil Tahapan Dari Produksi Massal Setelah memahami seperti apa produksi secara massal maka selanjutnya tahapan yang dilakukan oleh produksi massal. Berikut ini ada dua tahapan yang dilakukan dalam produksi secara massal.

Dokumentasi Persyaratan Produk Manajer Produk bertanggung jawab untuk memimpin dan membuat dokumen ini, tetapi mereka harus meminta masukan dan persetujuan akhir dari semua pemimpin tim lainnya: Teknik, Penjualan, QA, Eksekutif, dan Pemasaran.

Setelah revisi dokumentasi persyaratan produk disetujui oleh semua pimpinan tim ini, hal itu menjadi landasan Anda dan semua keputusan produk selanjutnya harus sesuai dengan apa yang tertulis di dokumentasi ini. Anda juga dapat meratifikasi dan membuat revisi berikutnya saat informasi baru tersedia yang memengaruhi keputusan Anda sebelumnya, tetapi setiap revisi baru harus ditinjau dan disetujui oleh pimpinan tim, juga.

Dokumentasi persyaratan produk atau yang biasa dikenal dengan PRD ( Product Requirements Documentation) biasanya terkait dengan: • Daftar lengkap fitur yang akan disertakan dalam produk • Metrik kinerja spesifik yang harus dipenuhi setiap fitur • Perkiraan volume produksi • Biaya target • Targetkan jadwal rilis produk • Roadmap produk Baca juga: 10 Cara Memasarkan Produk Terbaik Di Era Digital Validasi dan Pengujian Teknik Berikutnya adalah bagian yang menyenangkan, yang lebih dikenal sebagai validasi dan pengujian teknik atau EVT ( Engineering Validation and Testing).

Dalam tahap ini, tim teknik menggunakan cara apa pun yang diperlukan untuk mengimplementasikan setiap fitur yang diuraikan dalam dokumentasi persyaratan produk. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membuktikan bahwa adalah mungkin secara manusiawi, tanpa menentang hukum fisika, untuk merancang dan membangun sebuah instance dari produk yang memenuhi persyaratan fungsional dalam PRD.

Namun perlu diingat bahwa komponen yang dipilih dan proses yang digunakan untuk merakitnya tidak harus sama dengan yang akan digunakan di versi final produk. Selotip dan lem panas boleh digunakan pada tahap ini, selama memungkinkan Anda membuat sesuatu yang berfungsi secara fungsional dan melewati metrik spesifikasi Anda.

Tujuan utama dari Validasi dan Pengujian Teknik adalah untuk mengidentifikasi setiap dan semua risiko dari persyaratan yang diuraikan dalam PRD dan menemukan cara untuk menghilangkan atau menguranginya secara signifikan. Ini mungkin memerlukan beberapa iterasi dan jutaan dolar dalam penelitian dan pengembangan, tetapi sebuah produk tidak akan meninggalkan tahap EVT sampai semua persyaratan fungsional dan metrik kinerja telah dipenuhi.

Baca juga: Pengertian Mark Up dan Mark Down dalam Penentuan Harga Produk Validasi dan Pengujian Desain Pada tahap validasi dan pengujian desain atau DVT (Design Validation and Testing), tujuannya adalah untuk terus bekerja menuju tampilan dan nuansa akhir produk. Ini adalah saat Anda mulai memilih bahan dan desain mekanis yang memenuhi persyaratan bentuk akhir, kesesuaian, dan estetika yang diuraikan dalam PRD. Bahan dan komponen yang dipilih dalam revisi ini merupakan bahan yang dipakai pada versi produksi akhir.

Jika memungkinkan, contoh produk Anda yang dibuat jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal tahap DVT dapat ditampilkan kepada calon pelanggan untuk mulai meminta umpan balik dan menguji kesesuaian pasar produk. Ini sebenarnya adalah poin berharga untuk dilakukan pada tahap ini sebelum Anda mulai menginvestasikan dana modal yang besar untuk bahan, peralatan, dan proses yang diperlukan untuk memulai pembuatan.

Sebuah produk dapat keluar dari tahap DVT setelah ada persetujuan yang dibuat dan memenuhi semua persyaratan fungsional dan estetika di PRD saat menggunakan desain dan komponen kandidat untuk produksi akhir. Versi ini sebenarnya mungkin sangat dekat dengan implementasi produk akhir Anda dan tidak dapat dibedakan oleh mata yang tidak terlatih, tetapi mungkin dibuat dengan proses produksi dan perakitan dengan volume lebih rendah.

Baca juga: Tips Menyusun To Do List Untuk Pengembangan Bisnis Yang Menyeluruh Validasi dan Pengujian Produksi Sekarang saatnya melepaskan kendali dan terlibat dalam percakapan serius dengan pemasok dan produsen Anda. Ini adalah tahap validasi dan pengujian produksi atau PVT (Production Validation and Testing) atau pre-produksi di mana Anda memastikan bahwa produk DVT Anda sebenarnya dapat diproduksi dengan volume dan biaya target yang tercantum dalam PRD.

Karena lebih sering daripada tidak Anda akan melakukan outsourcing pembuatan dan perakitan produk Anda yang sebenarnya, Anda harus terlibat dengan pemasok ini untuk meminta feedback dari desain Anda untuk memastikan Anda dapat mencapai tujuan produksi. Mudah-mudahan ini hanya memerlukan beberapa perubahan kecil pada model DVT Anda, seperti mengganti bagian dengan versi yang lebih murah yang kompatibel dengan pin atau sedikit mengubah sudut draf pada bagian mekanis khusus sehingga akan mengeluarkan lebih andal dari alat cetakan injeksi.

Namun, dalam beberapa skenario kasus terburuk, Anda mungkin harus melalui perbaikan besar-besaran atau perubahan desain jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal produk Anda siap untuk produksi massal. Untuk alasan ini, yang terbaik adalah mulai berbicara dengan pemasok Anda jauh sebelum Anda memasuki tahap PVT, sehingga Anda dapat membantu memastikannya akan berhasil dengan memasukkan beberapa Desain untuk Manufaktur, Desain untuk Perakitan, Desain untuk Pengujian.

Ini adalah prinsip upstream dalam siklus hidup produk. Tujuan lain dari tahap PVT adalah untuk mulai memperkuat proses produksi dan menyiapkan rantai pasokan. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membuat proses praproduksi produk Anda menggunakan rantai pasokan dan aset manufaktur yang sebenarnya.

Ini adalah cara terbaik untuk melihat di mana kelemahannya dalam ekosistem produksi Anda dan menentukan apakah Anda siap untuk mulai meningkatkan volume dan meningkatkannya hingga. Untuk keluar dari PVT, pabrikan harus menandatangani bahwa rantai pasokan sudah diatur. Ini berarti suku cadang dapat dipesan pada waktu tunggu dan harga yang dapat diterima serta prosedur perakitan dan pengujian dapat diulang dan dapat diandalkan. Anda juga harus menyetujui bahwa kinerja dan kualitas produk akhir memenuhi standar Anda.

Jangan menunggu sampai Produksi Massal untuk memeriksa ini – ini sudah terlambat. Baca juga: Apa Perbedaan Content Writer dan Copywriter Pada Proses Pemasaran Bisnis? Proses Produksi Tahap paling menakutkan namun paling menggembirakan adalah Proses produksi Massal produk Anda. Tentu saja “Mass” adalah istilah relatif dan spesifik untuk produk dan pasar Anda tentang seberapa besar ukuran industri Anda.

Namun, ketika sebuah produk mencapai target produksi, itu berarti Anda memproduksi dan menjual versi produk Anda yang siap untuk pelanggan dengan jumlah yang tepat.

Sekali lagi, ini tergantung pada produk dan pasar Anda pada seberapa besar dan seberapa sering setiap produksi dibuat, tetapi lebih sering daripada tidak, sebuah produk diproduksi dalam beberapa batch dari waktu ke waktu dengan setiap batch meningkat dalam ukuran volume.

Pada tahap ini, sebagian besar tanggung jawab ada pada produsen untuk mendapatkan suku cadang, merakit, dan mengujinya untuk memenuhi permintaan produksi Anda.

Namun, Anda tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas dan hasil produksi tetap tinggi sementara biaya mulai menurun. Anda harus mendukung pabrikan seperlunya untuk mencapai tujuan ini. Ini mungkin termasuk bekerja dengan tim pengadaan untuk membangun rantai pasokan yang kuat untuk menjaga biaya dan waktu tunggu tetap rendah, atau bekerja dengan tim manufaktur untuk terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal, dan menurunkan biaya produksi.

Baca juga: Hard Selling dan Soft Selling, Pengertian, Perbedaan, dan Fungsinya Manfaat Dari Produksi Secara Massal Dengan adanya produksi massal yang dilakukan oleh perusahaan dalam usaha pemenuhan kebutuhan konsumen. Maka banyak manfaat yang didapatkan oleh perusahaan tersebut.

1. Jalannya Proses Produksi Lebih Efektif dan Efisien Dengan terjadinya produksi secara massal dan bantuan mesin agar hasil produk lebih banyak dan cepat. Tentu menghasilkan efektifitas dan efisiensi dari segi waktu dan biaya produksi. Selain itu karena menggunakan mesin maka meminimalisir SDM yang terlibat sehingga bisa memangkas biaya finansial untuk SDM.

Namun harus mengutamakan biaya perawatan mesin untuk proses produksi. 2. Jumlah Produk Yang Dihasilkan Dengan penggunaan mesin-mesin produksi maka tingkat kecepatan menghasilkan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal unit produk tentu lebih banyak. Sehingga dalam satu hari bisa menghasilkan jumlah produk sesuai target pasar. Sehingga akan memenuhi kebutuhan dari pemesanan dari konsumen yang berlangganan produk tersebut. 3. Hanya Membutuhkan SDM Yang Sedikit Pada dasarnya dalam produksi secara massal ini sangat ditentukan oleh mesin-mesin yang bekerja secara terus menerus.

Maka sumber daya manusia hanya sedikit saja yang dibutuhkan. Karena sudah diambil alih oleh mesin-mesin produksi, sehingga SDM hanya dibutuhkan pada bagian pengawasan, dan bagian tertentu saja.

Baca juga: 7 Strategi Diversifikasi Pendapatan untuk Pengembangan Bisnis Anda 4. Proses Pengawasan Produksi Lebih Longgar Saat proses produksi berjalan menggunakan mesin-mesin produksi maka pekerja hanya mengawasi secara fleksibel saja.

Yaitu dengan memastikan proses yang dilakukan mesin berjalan lancar. Di Bagian pengepakan barang misalnya, baru dibutuhkan SDM dan perlu pengawasan.

Sehingga pengawasan produksi secara keseluruhan terlihat lebih longgar di bagian mesin-mesin produksi. 5. Meminimalisir Kesalahan Produksi Jika mesin yang digunakan dalam proses produksi berjalan sempurna. Maka kesalahan produksi bisa diminimalisir karena mesin yang ada sudah disetting dengan sistem. Sehingga tinggal dibutuhkan perawatan dan pengawasan dalam proses produksi saat mesin sedang beroperasi. Dengan adanya manfaat yang didapatkan dalam melakukan produksi secara massal.

Tentunya tetap ada kelebihan dan kekurangan yang dihasilkan saat produksi secara massal. Beberapa kelebihan produksi secara massal ini bisa menjadi nilai positif dalam pelaksanaan produksi suatu produk. Baca juga: Pengertian Barang Konsumsi dan Perbedaannya Barang Modal Kelebihan Produksi Massal Saat melihat produk di pasaran terlihat laris atau diminati banyak orang.

Maka akan berpengaruh pada peningkatan produksi untuk jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal barang tersebut. Maka dari itu, dilakukan produksi secara massal, inilah beberapa kelebihannya. 1. Produktifitas Perusahaan Meningkat Pada kenyataannya dengan adanya produksi secara massal yang dilakukan maka meningkatkan produktivitas suatu perusahaan. Efeknya, perusahaan mampu memberikan pelayanan produk yang banyak di pasar dan memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah besar.

2. Biaya Produksi Menurun Biaya produksi dipengaruhi oleh biaya variabel atau disebut juga variable cost dan biaya Tetap atau disebut juga fix cost.

Melihat pengaruh dari kedua hal tersebut maka bisa dilakukan pengurangan dengan adanya produksi secara massal. 3. Efisiensi Waktu Dalam produksi secara massal tentu membutuhkan mesin produksi untuk memperlancar produktivitas. Dengan penggunaan mesin, pada satu waktu bisa menghasilkan produk puluhan ribu dalam waktu hanya beberapa jam saja. Tentunya hal tersebut menjadi lebih efisien serta mampu meningkatkan daya persaingan antar perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat lebih cepat.

Dengan adanya kelebihan yang didapatkan saat melakukan produksi secara massal. Tentu akan ada kekurangan dalam melakukan produksi oleh perusahaan, kekurangan ini mungkin terjadi.

Kekurangan Produksi Massal Selain adanya kelebihan, maka pada produksi secara massal ada kekurangan yang didapatkan oleh perusahaan. Inilah beberapa kekurangan dari produksi secara massal yang ada. 1. Dibutuhkan Modal Yang Besar Untuk melakukan produksi secara massal maka akan dibutuhkan mesin-mesin yang memperlancar produksi.

Dalam mewujudkan hal tersebut tentu dibutuhkan modal yang besar untuk mesin produksi hingga perawatan yang dilakukan. Dibutuhkan biaya yang banyak, sehingga proses produksi secara massal ini tentunya dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai modal besar.

2. Pekerja Mengalami Penurunan Motivasi Dalam produksi secara massal tentu efeknya terjadi tingkat produktivitas yang tinggi. Dan pekerja diharapkan untuk melakukan penyesuaian target perusahaan. Kejadian tersebut tentu membuat pekerjaan menjadi sangat melelahkan dalam proses produksi yang dilakukan pekerja. Jika terjadi terus menerus dalam kurun waktu lama maka pekerja menjadi lelah dan tidak semangat. Penurunan motivasi ini menjadi nilai negatif dari adanya produksi massal.

3. Kurang Fleksibel Pada proses yang dilakukan produksi secara massal ini tentu harus disesuaikan prosedur dan urutan yang ada.

jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal

Jika salah satu proses atau prosedur yang dilakukan ini terlewati maka terjadi kesalahan produksi. Sehingga dilakukan perombakan total dari urutan awal produksi, tentunya hal ini menjadi kurang fleksibel.

Dengan memahami kekurangan yang ada pada produksi secara massal, tentu perusahaan jadi memahami seperti apa antisipasi yang harus dilakukan. Sehingga proses produksi suatu produk harus berjalan sesuai sistem yang ada dan menghasilkan produk yang bermutu.

Baca juga: Indikator Kepuasan Pelanggan: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya Bagi Bisnis Kesimpulan Dalam proses produksi massal memang dibutuhkan analisa yang lebih baik dari perusahaan yang menjalankan kegiatan tersebut.

Karena proses produksi yang berjalan dengan baik tentu akan berpengaruh pada hasil produk. Sehingga masing-masing perusahaan bisa tetap memberikan mutu dan jaminan kualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat Anda menggunakan proses produksi massal adalah pada proses pembukuan yang rumit, dan mengharuskan Anda menggunakan proses pembukuan manufaktur yang terkenal rumit jika dilakukan dengan pembukuan manual. Untuk memudahkan Anda dalam proses pencatatan pembukuan bisnis yang menggunakan metode produksi massal, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mendukung proses manufaktur seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah accounting software buatan Indonesia yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia. Hanya 200 ribu perbulan, Anda bisa mendapatkan fitur terbaik dari software akuntansi seperti pencatatan pengeluaran dan pemasukan, payroll, pengelolaan aset, penghitungan dan pelaporan perpajakan, pengeloaan stok atau inventori, rekonsiliasi transaksi otomatis, smartlink ebanking dan ecommerce, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Jika Anda tertarik menggunakan Accurate Online, Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal gambar di bawah ini:
Inilah kelebihan dan kekurangan dari produksi massal dan informasi lain yang berhubungan dengan topik kelebihan dan kekurangan dari produksi massal serta peluang bisnis investasi keuangan di website ini. Kami berharap semoga ulasan kelebihan dan kekurangan dari produksi massal dapat memberikan gambaran secara utuh kepada Anda mengenai kelebihan dan kekurangan dari produksi massal serta aneka peluang bisnis dan investasi lainnya saat ini.

DUNIA INVESTASI • Cara Membuat Website Gratis di Google Site • Memanfaatkan Rumah Untuk Memulai Bisnis Sampingan • Jenis Bisnis Sampingan Bagi Mahasiswa Yang Suka Memasak • Ingin Berinvestasi Reksadana, Berikut Cara Memulainya • Contoh Soal Hitungan Dan Jawaban Pasar Oligopoli TRENDING NOW • agen tahu sumedang di malang • kelemahan es cendol • yang termasuk inventaris kantor • gerobak rokok sponsor • observasi pasar
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan produksi massal, yaitu: Kelebihan • Meningkatkan produktivitas • Waktu produksi menjadi lebih efisien • Menurunkan biaya produksi Kekurangan • Dibutuhkan modal yang terbilang besar • Menurunkan semangat dan motivasi pegawai • Dianggap kurang terlalu fleksibel • Memiliki resiko di dalam perombakan total Pembahasan Produksi massal adalah sebuah bentuk dari standar dalam melakukan pembinaan terhadap sebuah produk maupun barang dengan berbagai macam alur produksi yang akan dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang cepat dan jumlah yang sangatlah besar.

Sehingga, proses produksi yang terjadi pada tahapan ini akan lebih menggunakan metode assembly line maupun dengan menggunakan bantuan teknologi lainnya seperti mesin.

Dalam proses pengerjaannya pun akan dilakukan secara terus menerus dan berulang sehingga waktu pekerjaan yang dibutuhkan akan menjadi lebih efisien. Karakteristik yang dimiliki pada produksi massal adalah: • Melakukan pembuatan terhadap produk dengan jelaskan kelebihan dan kekurangan produksi massal yang sangatlah banyak • Memiliki produk sejenis • Proses pembuatan barang yang dilakukan secara berurutan • Melakukan penggunaan dari mesin dan juga proses pekerjaan yang akan selalu berulang-ulang • Terdapat minimnya terhadap supervisi Pelajari lebih lanjut 1.

Materi tentang Proses perakitan dapat dibedakan menjadi dua macam bila ditinjau dari segi jenis produknya, yaitu … Select one: Produk tunggal dan produk massal Produk manufat. brainly.co.id/tugas/26130580 2. Materi tentang berikan contoh produk sesuai tingkatan produk(produk inti, produk aktual, produk tambahan) brainly.co.id/tugas/21149276 3. Materi tentang apakah yang dimaksud dengan massal brainly.co.id/tugas/3801731 ----------------------------- Detil jawaban Kelas: 5 Mapel: Ilmu Sosial Bab: Bab 4 - Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Kode: 5.10.4 #AyoBelajar

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PRODUKSI MASAL ~ Tugas PKK




2022 www.videocon.com