Bagian batang rotan antara dua buku disebut

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Permisi gan, Saya cuma mau ngebahas tentang rotan disini =)), buat agan-agan yang belom mengenal nya, mari berkenalan. *maaf kalo repostsoalnya saya cek blom ada ehehehe. cekedot Rattan atau Rotan (Melayu) adalah nama untuk sekitar 600 spesies pohon palm dari suku Calameae, asli daerah tropis Afrika, Asia dan Australasia. Di tulis dengan bahasa ilmiah Lepidocaryodidae. Dalam setruktur dunia tumbuh - tumbuhan termasuk dalam Divisio Spermatophyta, sub Diviasio angeospermae, class monocotyledonae, Ordo Spacadiciflorae, dan Famili Palmae.

Sampai saat ini telah dikenal 15 Family yaitu Calamus, Daemonorops, Korthalsia, Plectocomia, Plectocomiopsis, Calopspatha, Bejaudia, Ceratolobus, Myrialepis, Bejaudia, Cornera, Eremospatha, Ancitrophylum, Oncocalamus dan Scizhopatha. Pohon rotan tidak seperti bambu yang pada bagian tengahnya terdapat rongga antar buku - bukunya, batang pohon rotan (Mallaca) adalah padat tidak memilki rongga, dan merupakan spesies tanaman yang sangat membutuhkan dukungan struktural dan tidak bisa berdiri sendiri.

Sifat Dasar Rotan 1.Sifat Anatoni Struktur anatomi batang rotan yang berhubungan dengan keawetan dan kekuatan antara lain besarnya ukuran pori dan tebalnya dinding sel serabut.Sel serabut merupakan komponen struktural yang memberikan kekuatan pada rotan.

Dinding sel yang tebal membuat rotan menjadi lebih keras dan lebih berat. 2.Sifat Kimia Secara umum, komposisi kimia rotan terdiri dari: Holoselulosa (71 – 76 %), selulosa (39 – 56 %), Lignin (18 – 27 %) dan silika (0,54 – 8 %).Holoselulosa merupakan selulosa yang merupakan molekul gula linear berantai panjang.Selulosa berfungsi memberikan kekuatan tarik pada batang karena adanya ikatan kovalen yang kuat dalam cincin piranosa dan antar unit gula penyusun selulosa.

Makin tinggi selulosa makin tinggi juga keteguhan lenturnya. Lignin adalah suatu polimer yang kompleks dengan berat molekul yang tinggi. Lignin berfungsi memberikan kekuatan pada batang. Makin tinggi lignin makin tinggi juga kekuatan rotan. Tanin dikategorikan sebagai “true artrigen” yang menimbulkan rasa sepat pada rotan. Tanin berfungsi sebagai penangkal pemangsa. Hasil purifikasi tanin digunakan sebagai bahan anti rayap dan jamur.

Pati (karbohidrat), terkandung 70 % dan berat basah. Makin tinggi kadar pati makin rentan terhadap serangan bubuk rotan kering. 3.Sifat Fisik Sifat fisik dari rotan adalah sifat-sifat yang dapat diamati secara kasat mata.Sifat fisik bagian batang rotan antara dua buku disebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut: a.Warna Warna batang rotan selalu bervariasi tidak hanya pada jenisnya saja tetapi pada jenis yang sama juga.Rotan yang baik dan berkualitas adalah batang rotan yang bagian batang rotan antara dua buku disebut hijau daun pada saat masih hidup, hal ini menandai bahwa rotan tersebut sudah masak tebang.

Batang rotan yang berwarna hijau daun akan berubah menjadi putih setelah selaput silikanya terkelupas dan akan makin putih setelah ada proses pemutihan (bleaching).Yang dimaksud dengan warna rotan adalah warna setelah dicuci atau dirunti atau diasapi dengan belerang dan belum mendapat perlakuan pemutihan.Pada umumnya rotan berwarna kuning langsat atau kuning keputih-putihan kecuali beberapa jenis seperti Rotan Semambu (coklat kuning) dan Rotan Buyung (kecoklat-coklatan).Selain warna kulit, perlu diperhatikan juga warna hatinya.

Seperti Rotan Umbulu (putih bersih) dan Rotan Tohiti (keabu-abuan). b.Kilap Kilap dan suram dapat memberikan ciri yang khusus dari suatu jenis rotan serta dapat menambah keindahan dari rotan tersebut.Kilap rotan tergantung pada struktur anatomi, kandungan zat ekstraktif, sudut datangnya sinar, kandungan air, lemak dan minyak. Makin tinggi kadar air maka makin suram, makin tinggi lemak dan minyak maka makin suram.

c. Bau dan Rasa Menggambarkan kesegaran dari rotan tersebut, pada rotan segar bau dan rasa tidak mencolok. d.Berat Berat rotan tergantung pada kandungan air, zat ekstraktif dan zat infiltrasi dalam rotan. Kadar air dapat dikurangi dengan proses pengeringan yang mampu mengurangi dari 40 – 60 % menjadi titik jenuh serat (15 – 30 %). e. Kekerasan Menunjukkan bahwa batang rotan mampu bagian batang rotan antara dua buku disebut tekanan/gaya tertentu.

Sifat ini dipengaruhi oleh kadar air, umur saat dipungut, posisi batang yang digunakan (pangkal, tengah, ujung). f. Diameter Diameter rotan dibagi menjadi 2 (dua), yaitu : - Berdiameter kecil, rotan yang berdiameter kurang dari 18 mm, seperti Rotan Sega, Irit/Jahab, Jermasin, Pulut Putih, Pulut Merah, Lilin, Lacak, Manau Padi, Datuk Merah, Sega Air, Ronti, Sabut, Batu, Tapah, Paku dan Pandan Wangi.

- Berdiameter besar, rotan yang berdiameter l8 mm atau lebih, seperti Rotan Manau, Batang, Mantang, Cucor, Semambu, Wilatung, Dahan, Tohiti, Seel, Balukbuk, Bidai, Buwai, Bambu, Kalapa, Tiga Juru, Minong, Umbulu, Telang dan Lambang.

g. Keselinderisan Kesilindrisan dapat diperoleh dengan perbandingan antara diameter rata-rata pangkal ruas dengan diameter rata-rata ujung ruas. h. Ruas Ruas adalah bagian rotan yang terletak diantara dua buku. Panjangnya ruas dapat digolongkan menjadi, yaitu : Ruas Pendek (< - = 40 cm) Ruas Panjang (> 40 cm) i. Buku Buku rotan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu : - Buku Menonjol - Buku Agak Menonjol - Buku Tidak Menonjol j.

Selaput Silika Hampir semua jenis rotan memiliki lapisan silika yang membalut kulit luarnya, ada yang spesifik dan tebal seperti Rotan Sega, Jermasin, Irit/Jahab, Buyung. Lapisan silika menampilkan kilap, pekerjaan mengeluarkan lapisan silika disebut “Runti”.

k. Parut Buaya Parut buaya terlihat seolah-olah bekas parut yang menggores kulit kearah transversal. Selain parut buaya ada pula sifat fisik berupa getah. Rotan yang mengandung getah antara lain Rotan Getah/Sepat, Lacak, Jernang, dan Jermasin. 4. Sifat Struktur Sifat struktur dari rotan belum banyak diketahui karena belum ada penelitian khusus terhadap sifat-sifat struktur tersebut.Yang dapat digunakan sebagai petunjuk identifikasi adalah pori.

Pori rotan sangat sederhana dan dibedakan dalam beberapa bagian antara lain : - Ukuran - Bentuk - Susunan 5. Sifat Mekanis Sifat mekanis rotan berkaitan dengan kemampuan menahan gaya dari luar, antara lain : a.

Keteguhan Tekan, Patah, Kekakuan dan Keuletan Keteguhan Tekan adalah ketahanan terhadap kekuatan yang cenderung menghancurkan.

Keteguhan Patah adalah ketahanan terhadap kekuatan yang akan mematahkan. Kekakuan adalah kemampuan untuk mempertahankan bentuk bila dilengkungkan. Keuletan adalah kemampuan rotan untuk menahan kekuatan yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat. b. Keteguhan Tarik Keteguhan tarik adalah kemampuan rotan untuk menahan gaya yang cenderung memisahkan bagian-bagian dari rotan.

Keteguhan Geser Keteguhan geser adalah ketahanan terhadap gaya yang menggeser rotan. c. Keteguhan Belah Keteguhan belah adalah ketahanan terhadap gaya yang membelah rotan d. Keawetan dan Keterawetan Keawetan adalah daya tahan sesuatu jenis rotan terhadap berbagai faktor perusak rotan, tetapi biasanya yang dimaksud adalah daya tahan terhadap faktor biologis yang disebabkan oleh organisme perusak rotan yaitu jamur dan serangga. Keterawetan adalah mudah atau tidaknya jenis rotan tersebut ditembus bahan pengawet jika diawetkan dengan proses tertentu sehingga rotan yang sudah diawetkan dengan suatu bahan kimia (pengawet) tahan terhadap serangan organisme perusak sehingga rotan tersebut awet.

Penampakan Rotan Tiada rotan akar pun jadi artinya : Menggunakan sesuatu yang ada dan sudah tersedia. Berkerat rotan, berpatah arang artinya : Lebih mudah mendamaikan perselisihan antar keluarga sendiri dari­pada keluarga orang lain. Bagaikan rotan, asal berinsang dicocok belaka.

artinya : Tentang perbuatan yang dilakukan dengan sembarangan. Ada rotan ada duri. artinya : Kalau ada kesenangan pasti ada kesedihan, Kalau ada nasib baik pasti ada nasib buruk Meminta rotan yang sekerat. artinya : Menyatakan pisah dengan sanak saudara. sumber : Wikipedia dan google buat gambar-gambar, saya comot dimari gan Lighting For Living Syntheticrattanfurniture 02-06-2014 15:42 Original Posted By kutangbutut ►Wah kebetulan nih agan posting tentang rotan hehe.

Ini komoditi andalan daerah ane nih gan di kalimantan tengah. Sayang nya dari sini masih dijual raw terus, kasian pengrajin-pengrajin nya. Makanya ane coba-coba usaha nih gan, monggo di cek siapa tau ada yang cocok hehe. [/URL] ) yoyoy gan, emang harus diberdayakan rotan dengan design" menarik agar yang Indonesia bukan bahan, tapi sudah produk yang nilai nya lebih tinggi.

Yang agan tulis di atas sangatlah informatif. Cuma mo kasih tau, saya di Jambi ada perusahaan rotan bernama "Karya Klasik", menjual beragam jenis rotan asalan, yaitu: rotan Balam, CL, Lacak, Manau, Sarang, Sega Air, Sega Putih, Slimit, dan Semambu. Rotan tersebut telah diproses (digoreng, dibelerang, dan dijemur hingga kering, serta disikat supaya bersih).

Kalau ingin lihat gambar / foto-foto yang langsung saya ambil di pabrik saya, silahkan kunjungi https://rotanklasik.wordpress.com/produk/ 27-01-2015 14:12 Filotaksis Daun .bilangan filotaksis daun Filotaksis Daun – Tata Letak Daun Pada Batang (Phyllotaxis atau Dispositio Foliorum) bilangan filotaksis daun Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku- buku batang (nodus).

Dan bagian ini seringkali tampak sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin, seperti pada bambu (Bambusa sp.), tebu (Saccharum officinarum L.) dan semua rumput pada.

Struktur Anatomi Batang Dikotil . bagian bawah epidermis. Pada kulit batang, terdapat bagian yang tidak tertutupi oleh lapisan gabus. Bagian tersebut dinamakan lentisel. lentisel berfungsi sebagai tempat terjadinya peristiwa penguapan dan pertukaran gas.

Selain jaringan epidermis dan gabus, pada batang dijumpai pula jaringan parenkima, kolenkima, sklerenkima, floem dan xilem. Berkas pembuluh floem letaknya berdampingan dengan pembuluh xilem.

Diantara berkas pembuluh xilem, dan floem, terdapat. Anatomi Susunan Batang Rambut .Gambar Anatomi Rambut Bagian atau Anatomi Susunan Batang Rambut terdiri dari beberapa bagian diantaranya Ujung Rambut, Batang rambut dan Akar Rambut.

Berikut penjelasan singkat bagian dari rambut : Ujung Rambut yaitu yang berbentuk runcing terdapat pada rambut yang baru tumbuh & belum pernah dipotong. Batang Rambut Yaitu bagian rambut yang berada diluar kulit, berupa benang-benang halus terdiri dari keratin. Gambar Otak dan bagian bagiannya .epitalamus pretektum Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) adalah bagian otak yang mempunyai struktur: tektum, terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora quadrigemina: inferior colliculi, terlibat pada proses pendengaran.

Sinyal yang diterima dari berbagai nukleus batang otak diproyeksikan menuju bagian dari talamus yang disebut medial geniculate nucleus untuk diteruskan menuju korteks pendengaran primer ( primary auditory cortex).

superior colliculi. Struktur Anatomi Batang Monokotil .Struktur Anatomi Batang Monokotil Struktur Anatomi Batang Monokotil – Klasifikasi tumbuhan monokotil – Contoh tumbuhan monokotil – Pengertian monokotil Anatomi batang monokotil sangat berbeda dengan anatomi batang dikotil.

Epidermis tanaman Monokotil memiliki dining sel yang tebal. Di bagian dalam epidermis batang monokotil, terspat jaringan tipis, yakni jaringan sklerenkima yang merupakan kulit batang. Jaringan skelerenkima berperan memperkuat dan melindungi batang monokotil. Bagian Bagian Tulang Rangka . Bagian Bagian Tulang Rangka Mausia Bagian bagian Tulang Rangka Manusia A. Tulang Rangka Kepala Berfungsi untuk melindungi organ penting yang ada di bagian kepala, antara lain otak B.

Tulang Rangka Badan Tulang rangka badan terdiri atas: Tulang Leher – Berfungsi untuk menopang kepala, melindingi tenggorokan, kerongkongan dan pita suara. Tulang Dada dan Tulang Rusuk – Berfungsi untuk melindungi organ-organ. Macam Macam Batang .(Portulaca oleracea L.) b.

Batang berkayu Yaitu batang yang biasanya keras dan kuat karena se bagian besar jaringannya terdiri atas kayu, dibedakan menjadi: Semak-semak (frutices) Yaitu tumbuhan yang tidak begitu besar, batangbya berkayu, bercabang-cabang di dekat permukaan tanah atau kadang kala di dalam tanah.

Sidaguri (Sida rhombifolia L.) Pohon-pohon (arbores) Yaitu tumbuhan tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari. Morfologi Kedelai .Kecambah Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup.

Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga.

Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran. Morfologi Akar Kedelai. Morfologi Kentang .berongga dua. Buah kentang mengandung 500 bakal biji dan yang dapat berkembang menjadi biji hanyalah berkisar antara 10-300 biji. Stolon dan Umbi Kentang Bagian batang yang terletak dibawah permukaan tanah tumbuh daun-daun kecil seperti sisik pada ketiak daun terdapat tunas ketiak yang dapat tumbuh menjulur secara diageotropik.

Buku- buku (internode) yang memanjang dan melengkung pada bagian ujungnya disebut stolon. Umbi. Sel Batang Singkong .Gambar Sel Batang Singkong Variasi bentuk sel batang pada tanaman – Sel Batang Singkong – sel gabus pada batang singkong Sel Pada batang singkong atau (Manihot utillisima), yang telah diamati di bawah mikroskop memiliki bentuk sel yang teratur, sel batang singkong ini membentuk seperti segi enam atau heksagonal.

Sel Batang Singkong juga tersusun rapat dan teratur. Bentuk Sel Batang. Recent Posts • Manfaat Ikan Salmon untuk ibu hamil • Makanan Sehat untuk ibu hamil • Manfaat Buah Merah • Manfaat Buah Naga • Manfaat jahe untuk mengobati penyakit • Khasiat Daun Kelor • Manfaat Strawberry untuk ibu hamil • Khasiat yogurt untuk ibu hamil • Laporan Pendahuluan Hernia • Manfaat Apel Merah • Klasifikasi Kuda • Deskripsi Kelinci • Cara Membuat Angkrek • Anatomi Bawang Merah • Reproduksi Cyanobacteria Recent Search • Jungle party 2 sub indo • www 5people net • https://megaplen ru/ • https://pokovka74 ru/ • Turuk • turuk ngaceng • https://fabrica-tumana ru/ • https://vasil cyou/ • gambar turuk • turuk gede • adirafonsel • 5people net • mitos burung cucak keling • GAMBAR TUNAS KELAPA • contoh perubahan alam • manfaat buah sianci • omegesic itu obat apa • eva arnaz bersetubuh • klasifikasi protozoa • rumput palias
Rotan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki potensi rotan yang sangat tinggi. Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok produk ini dalam jumlah yang besar dengan memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia atau sekitar 306 jenis. Menurut Subraja (1997) dalam Pramudiarto (2006), potensi produksi rotan Indonesia saat itu mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun dari luas areal hutan rotan sebesar 10 juta hektar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara terutama Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Rotan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berpotensi tinggi di bidang ekonomi ini, ternyata juga memiliki beberapa keunikan. Salah satunya adalah batangnya yang menyimpan banyak air, sehingga apabila ditebas batangnya akan mengeluarkan air yang dapat membantu dalam bertahan hidup di alam.

Selain itu, banyak keunikan-keunikan lainnya yang dimiliki oleh salah satu jenis HHBK ini. Oleh karena itu, untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman pemanjat/perambat ini, mari kita simak artikel berikut! DAFTAR ISI • 1. Taksonomi • 2. Morfologi • 3. Habitat • 4. Sebaran Tumbuhan Rotan • 5. Jenis-Jenis Rotan • 6. Pemanenen Rotan • 7. Pemanfaatan Rotan • 8.

Rotan di Bidang Furniture 1. Taksonomi Kriteria Keterangan Kingdom Plantae Subkingdom Viridiplantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Angiospermae Kelas Magnoliopsida Ordo Palmales Famili Palmae Genus Calamus L 2. Morfologi HHBK ini dikenal sebagai tanaman yang tumbuh merambat atau memanjat pada pohon – pohon besar sebagai penopangnya.

Hal ini disebabkan oleh adanya sulur pemanjat rotan yang muncul dan tumbuh dari ruas-ruas batang tumbuhan ini dengan panjang yang bervariasi.

Beberapa rotan tidak memiliki sulur, namun memiliki duri-duri di sepanjang batangnya yang membantu rotan untuk memanjat atau merambat. Batangnya sendiri berbentuk bulat atau segitiga memanjang yang panjangnya dapat mencapai puluhan meter.

Panjang dan diameternya sangat bervariasi bagian batang rotan antara dua buku disebut jenisnya. Batang tumbuhan ini beruas-ruas dan dibatasi oleh buku-buku. Bagian batang tumbuhan ini merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan dan bernilai ekonomi tinggi. Bedasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan ini dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu tumbuh soliter/tunggal dan tumbuh berumpun.

Tumbuhan yang tumbuh soliter hanya dipanen satu bagian batang rotan antara dua buku disebut dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul yang terpotong, sedangkan bagian batang rotan antara dua buku disebut tumbuh berumpun dapat beregenerasi kembali dan tumbuh terus menerus. Rumpun terbentuk oleh berkembangnya tunas-tunas yang dihasilkan dari kuncup ketiak pada bagian bawah batang. Pada batang terdapat daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang.

Panjang, lebar, dan bentuk daun juga sangat bervariasi tergantung jenisnya. Seperti halnya dengan tumbuhan lainnya, daunnya memiliki fungsi fotosintesis. Selain itu daunnya juga memiliki duri-duri kecil sebagai bentuk pertahanan diri. Daun ini umumnya tumbuh mengahadap ke dalam sebagai penguat mengaitkan batang pada tumbuhan penopangnya atau inangnya.

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan berbunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina pada umumnya berumah satu, namun terdapat beberapa jenis rotan yang bunganya berumah dua. Pada jenis bunga yang berbunga dua, penyerbukan dibantu oleh serangga ataupun angin. Bunganya memiliki bagian batang rotan antara dua buku disebut yang relatif kecil dan memiliki 3 putik pada bunga betina, sedangkan bunga jantan mempunyai 5 benang sari.

Tumbuhan ini juga memiliki buah yang berbentuk bulat, bulat oval, atau lonjong.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Buahnya memiliki sisik buah berbentuk trapesium dan tersusun secara vertikal dari toksis buah. Sistem perakaran rotan berupa sistem perakaran serabut. Warna akarnya juga bervariasi mulai dari putih keabu-abuan, kekuning-kungan hingga kehitam-hitaman. KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA 3. Habitat Rotan merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis maupun tropis seperti Indonesia.

Habitat tumbuhnya sendiri pada umumnya berupa daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian 300-1000 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat, tumbuhan ini semakin jarang ditemukan.

Tumbuhan ini juga sangat sedikit bahkan jarang ditemukan di daerah berkapur. Rotan tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm per tahun. Menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 24 0C – 30 0C. Tumbuhan HHBK ini yang tumbuh merambat/memanjat pohon-pohon tinggi akan memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan tentunya lebih panjang bagian batang rotan antara dua buku disebut memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak.

Hal ini disebabkan karena rotan ini mendapatkan intensitas cahaya matahari yang lebih banyak. 4. Sebaran Tumbuhan Rotan Rotan merupakan tumbuhan khas daerah tropika karena banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan bagian batang rotan antara dua buku disebut khatulistiwa.

Tumbuhan ini menyebar dari Afrika, India, Srilangka, Tiongkok Bagian Selatan, Malaysia, Pasifik Bagian Barat dan tentunya Indonesia. Keanekaragaman jenis ini banyak dijumpai di Asia Tenggara dan merupakan komoditas penting setelah kayu.

Di Indonesia sendiri, salah satu komoditi kehutanan ini banyak ditemui di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. 5. Jenis-Jenis Rotan Rotan di Indonesia dikenal sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu yang sangat potensial bahkan diperkirakan kurang lebih terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Jenis yang ada di dunia kini mencapai ratusan jenis dengan 13 marga yang tersebar di seluruh dunia, 9 marga diantaranya dapat tumbuh di Indonesia yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha (Jasni et al.

2007 dalam Kalima 2015). Calamus dan Daemonorops merupakan dua marga di antara 9 marga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Calamus juga merupakan marga yang paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki daftar jumlah jenis rotan yang terancam punah, salah satunya jenis tumbuhan dari famili Arecaceae.

Tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi, yaitu • Calamus ciliaris, • C. melanoloma, • C. hispidulus, • C. impaar, • C. karuensis, • C. kjelbergii, • C. minahassae, • C. pandanosmus, • C.

pygmaeus, • C. spectabilis, • C. robinsonianus, • Ceratolobus pseudoconcolor, • Daemonorops acamptostaachys, • D. monticola, • Korthalsia junghunii, • Plectocomia billitonensis, • P. longistigma, • P. lorzingii, • P. pygmaea, dan • Plectocomiopsis borneensis. Berdasarkan jumlah tersebut dievaluasi oleh Budiharta et al. 2011 dalam Kalima 2015 terdapat penambahan rotan langka taitu Calamus manan, sehingga kini terdapat 21 jenis yang langka.

6. Pemanenen Rotan Rotan yang siap dipanen memiliki berberapa ciri-ciri khusus di adalah batangnya berwarna kuning, daunnya sudah gugur, durinya berwarna hitam atau kuning kehitaman dan batangnya sudah tidak dibalut pelepah. Pemanenannya tergolong sangat sulit karena selain tumbuh memanjat di pohon-pohon besar, tumbuhan ini biasanya saling berjalin dengan cabang atau pohon yang lainnya.

Kondisi tersebut akan menyulitkan para pemanen untuk menarik batangnya secara keseluruhan. 7. Pemanfaatan Rotan Rotan yang dikenal sebagai green product juga dikenal sebagai produk multifungsi karena memiliki banyak manfaat. Batangnya yang sudah tua banyak dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan tangan dan perabotan rumah tangga. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagi ikat pinggang bagi wanita suku Wemale yang berasal dari Pulai Seram, Provinsi Maluku.

Batangnya juga dapat digunakan untuk membuat tongkat penyangga berjalan bahkan senjata. Beberapa perguruan pencak silat bahkan menggunakan tumbuhan ini sebagai salah satu alat untuk latihan bertarung. Ekstrimnya batangnya juga digunakan sebagai alat pemukul dalam hukuman cambuk bagi pelaku tindak kriminal tertentu di Asia Tenggara. Batangnya yang masih muda atau berwarna hijau biasa dimanfaatkan sebagai sayuran bagi masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah.

Masyarakat Suku Mandailing di Sumatra Utara juga memanfaatkan pucuk mudanya sebagai sayuran/lalapan yang mereka sebut pakkat. Selain dapat dikonsumsi manusia, rotan muda juga menjadi makanan favorit satwa liar yaitu badak. Batang muda, buah, dan akarnya juga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku obat tradisional. Beberapa jenis tumbuhan ini yang batang mudanya dapat dimanfaatkan meliputi Calamus Hookerianus, Calamus metzianus, dan Calamus thwaitesii.

Batangnya yang menyimpan banyak air dapat ditebas dan mengeluarkan air yang dapat diminum secara langsung. Cara ini pada umumnya digunakan oleh para petualang atau penjelajah untuk bertahan hidup di alam bebas. Tumbuhan ini juga mengasilkan getah pada bagian tangkai bunganya yang berwarna merah sehingga sering disebut “darah naga”.

Getahnya ini bisasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pewarna pada industri keramik dan farmasi. Selain itu, getahnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna biola atau gitar. Rotan memang memiliki manfaat langsung yang sangat banyak, namun selain itu tumbuhan ini juga memiliki manfaat tidak langsung. Manfaat tidak langsung tersebut berupa kontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja di sekitar hutan dalam bidang usaha-usaha pemanfaatan rotan. Tumbuhan ini juga sangat bermanfaat sebagai habitat atau tempat berlindung bagi semut dalam helaian daun, duri maupun batanganya.

8. Rotan di Bidang Furniture Batangnya merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Batang yang dimanfaatkan adalah batang yang tidak lagi berwarna hijau, melainkan berwarna kuning atau sudah tua. Pemanfaatannya di bidang furniture termasuk pemanfaatan yang sangat potensial karena tumbuhan ini sendiri memiliki beberapa keunggulan dari pada kayu yang umumnya digunakan dalam bidang furniture.

Kelebihan tumbuhan ini di antaranya ringan, kuat, elastis, atau mudah dibentuk dan murah. Selain memiliki bagian batang rotan antara dua buku disebut, tumbuhan ini juga memiliki kelemahan yaitu mudah diserang kutu bubuk pin hole dan jamur Blue Stain. Terdapat dua metode yang digunakan untuk pengawetannya yaitu pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk yang berukuran kecil.

Tidak semua jenis tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Beberapa yang umum dipergunakan dalam industri adalah Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, serta Pulut.

Batang tumbuhan ini di bidang furniture banyak dimanfaaatkan sebagai bahan baku pembuatan perabot rumah tangga seperti mebel, kursi, meja, rak, penyekat ruangan, tempat tidur, lemari dan lain sebagainya. Selain dimanfaatkan dalam bahan baku pembuatan perabotan rumah, rotan juga dimanfaatkan dalam pembuatan hiasan-hiasan.

Rotan yang dianyam menjadi tikar merupakan salah satu produk yang bernilai ekonomi tinggi, terlebih jika rotan tipis-tipis dan halus.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Produk seperti ini akan sangat diminati oleh pencinta barang antik. Anyaman produk ini sering dimanfaatkan sebagai penahan panas terik matahari yang dipasang di ventilasi rumah maupun perkantoran. Perkembangan indutsri furniture rotan di Indonesia sangat berpotensi karena tumbuhan ini merupakan komoditi yang secara alami tumbuh dan tersebar di wilayah Indonesia.

Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok (ekspor) tumbuhan ini dalam jumlah yang besar.

Harga ekspor bahan baku rotan mentah maupun setengah jadi masih jauh lebih rendah jika dibandingakan dengan harga ekspor hasil industri furniture-nya.

Selain itu, industri furniture tumbuhan ini termasuk industri yang tidak memerlukan investasi atau modal besar.

Industri furniture rotan di Indonesia selain didukung oleh jumah bahan mentah yang melimpah, potensi tenaga kerja yang cukup banyak juga dapat mendukung industri furniture rotan (ahmadhan 2009). Industri furniture rotan Indonesia juga pernah mengalami penurunan.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Pada tahun 2007, beberapa produsen meubel rotan di Cirebon yang menjadi salah satu industri rotan terbesar selain Surabaya mengalami penurunan produksi. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah sulitnya memperoleh bahan baku yang berkualitas, sedangkan negara-negara pesaing dengan mudah memperolehnya.

Akibatnya banyak usaha-usaha furniture ini harus gulung tikar. Penurunan industri pengolahan rotan, baik yang terjadi pada skala nasional maupun di sentra industri Cirebon sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2005. Diduga penyebabnya adalah dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No.

12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan, yang memperbolehkan ekspor bahan baku rotan dan rotan setengah jadi mengakibatkan industri pengolahan rotan di dalam negeri sulit mendapatkan bahan baku.

Di pihak lain, negara-negara pesaing bagian batang rotan antara dua buku disebut mendapatkan bahan baku karena diduga adanya ekspor bahan baku rotan ke luar negeri secara ilegal. Dikutip dalam artikel Biro Umum dan Humas Departemen Perindustrian, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan beberapa tindakan yaitu: • Peningkatan kemampuan market intelligence, dengan mengoptimalkan fungsi Atperindag dan perwakilan diplomatik di luar negeri, aktif mengikuti event-event pameran produk rotan yang bergengsi di Luar Negeri.

• Perlu dilakukan peninjauan kembali tentang Ketentuan Ekspor Rotan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005, dalam rangka menjamin kontinuitas pasokan bahan baku rotan di dalam negeri, serta peningkatan daya saing produk barang jadi rotan di luar negeri.

Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan Indonesia dalam rangka menampilkan hasil-hasil terbaik desain produk furniture rotan dan kerajinan rotan Indonesia penah dilaksanakaan pada November 2007. Pameran ini diikuti oleh produsen furniture dan kerajianan rotan Indonesia yang tergabung dalam anggota ASMINDO dan AMKRI. Pameran ini juga menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan promosi dan pemasaran pengembanagn industri pengelolaan rotan nasional.

Itulah deskripsi singkat mengenai Rotan sebagai salah satu tumbuhan merambat yang sangat berpotensi dikembangkan dalam industri furniture Indonesia karena karna selain kelebihan dan manfaat yang dimilikinya, rotan juga termasuk green product yang ramah lingkungan. Referensi: Kalima T. 2015. Keanekaragaman spesies rotan di Jawa Barat dan prospek pengembangan.

Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiviversity Indononesia. 1(8) : 1820-1809. Pramudiarto DB.2006. Analisis nilai tambah dan ketercukupan bahan baku industri pemanfaatan rotan di Kabupaten Cirebon [skripsi]. Bogor (ID) : Bagian batang rotan antara dua buku disebut Hasil Hutan Fakultas Kehutana IPB Ramadhan A. 2009. Analisis daya saing industri furniture rotan di Indonesia [skripsi].

Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB http://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologi-rotan/ [diunduh pada 2017 Nov 4 pukul 20.00 WIB] Biro Umum dan Humas Kemenperin. http://www.kemenperin.go.id/artikel/471/Pengembangan-Industri-Pengolahan-Rotan- [diunduh pada 2017 Nov 4 pukul 21.33 WIB] Departemen Perindustrian Read Download More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Bagian Batang Rotan Antara Dua Buku Disebut Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 0f96effb8f6645b0580db48386f6736f • Add to Favorites • Add to Reading List More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Bagian Batang Rotan Antara Dua Buku Disebut Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 0f96effb8f6645b0580db48386f6736f
Read Download More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more. Book Description: Title: - Bagian Batang Rotan Antara Dua Buku Disebut Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 0f96effb8f6645b0580db48386f6736f • Add to Favorites • Add to Reading List More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more. Book Description: Title: - Bagian Batang Rotan Antara Dua Buku Disebut Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 0f96effb8f6645b0580db48386f6736f
Bagian buku mana yang namanya buku?

Halaman judul adalah bagian dari buku Anda yang menunjukkan judul dan subjudul buku lengkap Anda, nama Anda, dan rekan penulis atau penerjemah. Apa lima bagian dari buku ini? Apa saja bagian-bagian dari sebuah buku? Bagian-bagian buku merupakan keseluruhan isi buku, meliputi judul, pendahuluan, isi, kesimpulan, dan sampul belakang.

Untuk menulis buku buku secara lengkap, Anda harus memiliki semua bagian yang bergerak agar tidak hanya bagus tetapi juga efektif. Beberapa halaman pertama sebuah buku disebut? Bagian depan sebuah buku terdiri dari halaman pertama: halaman judul, halaman hak cipta, daftar isi, dll.

Mungkin juga ada kata pengantar oleh penulis, atau kata pengantar oleh seseorang yang akrab dengan pekerjaan mereka. Disebut apakah halaman kiri dan kanan buku? Bagian depan atau muka dari selembar kertas, atau halaman sebelah kanan dari sebuah buku yang terbuka disebut recto. Bagian belakang atau bawah selembar kertas, atau halaman sebelah kiri dari sebuah buku yang terbuka dikenal sebagai verso. Halaman apa yang bagian batang rotan antara dua buku disebut dalam buku? Mari kita lihat bagian-bagian utama dari sebuah buku tradisional.

• Judul Halaman. Salah satu halaman pertama yang Anda lihat saat membuka buku, baik dalam bentuk cetak atau e-reader, adalah halaman judul. • Pekerjaan lain. • Tanda penerbit. • Dedikasi atau Epigram.

• Daftar isi. • Pendahuluan atau Kata Pengantar. • • Lampiran, Catatan, atau Daftar Pustaka. Apa yang muncul pertama kali dalam sebuah buku? Materi depan adalah informasi yang muncul di awal sebuah buku.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Bagian depan memuat inti-inti publikasi buku—informasi seperti judul, pengarang, penerbit, ISBN, dan data Library of Congress. Halaman depan biasanya tidak terlihat bernomor. Bagaimana Anda menyusun sebuah buku? Di selembar kertas, tulis tiga judul: Babak Satu, Babak Dua, dan Babak Tiga. Dalam setiap Babak, tuliskan poin plot utama untuk cerita Anda dan di dalam struktur dasar ini, periksa apakah novel yang Anda usulkan mencakup pengaturan yang diperlukan, aksi naik dan aksi turun untuk menciptakan busur dramatis keseluruhan yang memuaskan.

Apa yang dimaksud dengan struktur dalam sebuah buku? Struktur sebuah cerita adalah bagaimana cerita itu diatur. Anda dapat menganggap ini sebagai kerangka penulisan. Struktur mengontrol unsur-unsur utama dari sebuah cerita, termasuk plot, karakter, setting, dan tema. Dalam cerita pendek, struktur naratif adalah yang paling umum. Apakah layak menulis buku? Sekalipun tidak pernah dipublikasikan, ada baiknya menulis hanya sebagai pengalaman belajar. Dan jika Anda seorang penulis berpengalaman, maka buku semacam itu akan relatif cepat dan tidak menyakitkan untuk ditulis.

Jika cerita Anda sesuai dengan kategori ketiga dan ini adalah buku pertama Anda, mungkin ide yang baik untuk memulai dengan menulis buku yang lebih sederhana. Bagaimana cara menulis buku pendek? Jika Anda ingin belajar menulis cerita pendek, Anda harus melalui langkah-langkah utama berikut: • Ketahui karakter Anda. • Garis besar cerita pendek Anda.

• Mulailah dengan sesuatu yang tidak biasa. • Selesaikan draf Anda sesegera mungkin. • Edit cerita pendek Anda. • Beri judul cerita pendek Anda. • Dapatkan umpan balik tentang hal itu.

• Sering berlatih. Bisakah saya menulis buku pendek? Alih-alih menangani buku panjang—atau proyek buku “besar” Bagian batang rotan antara dua buku disebut, ambil pendekatan yang sama yang saya tawarkan kepada klien saya: Tulis buku pendek. Buku pendek bisa di mana saja dari 16 hingga 100 halaman panjangnya atau 2.500 hingga 30.000 kata. Selain itu, mereka dapat ditulis dengan cepat—hanya dalam 30 hari, terkadang dalam waktu yang lebih singkat. Bagaimana cara menulis buku pendek dengan cepat?

Cara Menulis Buku Pendek yang Baik dengan Cepat • Tulis garis besar atau daftar isi yang baik. Ini akan membantu Anda pergi. • Miliki model yang strukturnya dapat Anda tiru. • Jangan mengedit saat Anda membuat. • Jangan menjadi perfeksionis—memiliki sikap versi 1.0. • Miliki tenggat waktu yang memaksa Anda untuk menyelesaikan proyek.

Bagaimana Anda menulis buku inspirasional pendek? Saya akan membahas menulis garis besar untuk mencapai itu. Anda perlu mengingat pembaca potensial Anda dan memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana Anda ingin menginspirasi mereka.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Jadi pikirkan apa yang ingin Anda diskusikan….Gunakan Struktur Mengalir Sederhana • Perkenalkan masalah. • Buat poin Anda. • Berikan contoh. • Tarik Bersama. Bagaimana cara menulis buku nonfiksi pendek?

Cara Menulis Buku Nonfiksi dalam 8 Langkah • Temukan cerita Anda. • Identifikasi “mengapa” Anda. Inti dari setiap pengejaran kreatif yang berharga adalah “mengapa”: Mengapa Anda mulai menulis buku khusus ini? • Identifikasi audiens target Anda. bagian batang rotan antara dua buku disebut Lakukan penelitian Anda.

• Satukan narasi. • Tetapkan tujuan yang dapat dikelola untuk diri sendiri. • Membuat kerangka bab. Bagaimana Anda memulai sebuah buku inspirasional? Beginilah cara Anda bisa mulai menulis buku hari ini: • Mulailah dengan menyiapkan lingkungan penulisan Anda.

• Kembangkan kebiasaan menulis untuk memulai. • Buat kerangka buku untuk mulai menulis. • Fokus pada penulisan buku Anda HANYA. • Pertahankan fokus Anda di awal. • Jadwalkan waktu penulisan buku.

• Atasi gangguan menulis. • Mulailah menulis buku Anda! Bagaimana cara mendapatkan inspirasi untuk menulis buku? Bagaimana Menemukan Inspirasi dan Motivasi untuk Menulis Buku Anda Selanjutnya • Hapus dan Mulai Lagi. Mungkin Anda telah berhasil mencoret-coret beberapa kata di atas kertas. • Mulailah Menulis Apapun.

Jika Anda tidak memiliki apa pun yang ditulis dan tidak tahu apa yang harus ditulis, mulailah menulis. • Cobalah Menulis dalam Bentuk yang Berbeda. • Tonton Dokumenter. • Wawancarai Diri Anda.

Dari mana penulis mendapatkan inspirasi? Dari mana penulis mendapatkan idenya? Seperti orang lain, kita mendapatkannya dari hidup di dalam dan bersama dan di antara orang lain, spesies lain, bentuk kehidupan lain.

Kita mendapatkannya melalui perbuatan dan melalui pemikiran, kita mendapatkannya melalui perasaan dan melalui akal, melalui imajinasi dan melalui pengekangan yang keras dan dingin.

Bagaimana cara menulis inspirasi saya? Beberapa tulisan terbaik di dunia dapat dilihat dalam naskah acara favorit Anda. Perhatikan dialognya, dengarkan metode bercerita yang cerdas, dan gunakan dalam tulisan Anda sendiri. Gunakan ide-ide pembuat acara dan kepribadian karakter utama untuk mendapatkan inspirasi. Apa saja ide bagus untuk sebuah buku? Ide Buku Dari Pengalaman Anda • Tulis Tentang Apa yang Paling Membuat Anda Kecewa. • Lakukan Sesuatu yang Luar Biasa, Lalu Tulis Tentang Itu.

• Mulai Blog dan Tulis Bab Satu Posting Sekaligus. • Buat Podcast dan Tulis Buku Berdasarkan Apa yang Anda Pelajari dari Tamu. • Tulis dan Terbitkan Sendiri eBuku Singkat untuk Menguji Air.

Apa topik buku paling populer? • Kriminal dan thriller. Sebagai pembaca buku, sepertinya kita terobsesi dengan sisi gelap kehidupan.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

• Kita semua pengisap untuk kisah cinta, dan pecinta buku roman bersedia menginvestasikan uang serius dalam kebiasaan membaca mereka. • Buku Anak dan Dewasa Muda. • Fiksi ilmiah dan fantasi.

Bagaimana Anda memulai sebuah buku? Cara Menulis Hook yang Baik & Memulai Novel Anda dengan Bang! • Kejutkan pembaca dengan baris pertama. • Mulailah pada saat yang mengubah hidup. • Buat intrik tentang karakter. • Gunakan pengaturan sebagai insiden pemicu. • Naikkan taruhannya dalam beberapa halaman pertama. • Perkenalkan sesuatu yang tidak menyenangkan segera. • Mengatur suasana hati. • Jadikan karakter Anda simpatik — dan relatable — segera. Bagaimana cara menulis halaman pertama sebuah buku?

Halaman pertama buku Anda harus: • Perkenalkan narator Anda. Ini sepertinya tidak perlu dipikirkan, tetapi banyak manuskrip yang saya baca di bengkel menghabiskan BANYAK waktu untuk mengatur adegan cerita mereka.

• Tetapkan kami dalam waktu dan tempat. • Mengatur nada. • Tunjukkan kemampuan menulis Anda. • Petunjuk pada cerita yang akan datang.

Bagaimana cara Anda memperkenalkan diri dalam sebuah buku? Berikut adalah lima langkah untuk melakukannya: • Sebutkan nama dan kerajinan Anda. “Hai, saya Marianne, dan saya seorang penulis dan ilustrator buku bagian batang rotan antara dua buku disebut • Beri tahu orang-orang tentang audiens Anda saat ini.

• Tambahkan satu atau dua pemikiran tentang bagaimana Anda berharap untuk tumbuh di area pilihan Anda. • Menahan kritik di kepala Anda. • Bersenang-senang di dalamnya. Seorang penulis buku tipikal hampir tidak menghasilkan lebih dari upah minimum.

Anda menerima uang muka dan royalti 10% atas laba bersih dari setiap buku. Jika buku Anda dijual seharga $25 per eksemplar, Anda harus menjual setidaknya 4.000 eksemplar untuk mencapai titik impas dengan uang muka $5.000.4.3/5 - (57 votes) “Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi”, sebuah peribahasa lama yang mengisyaratkan makna jika tidak ada barang yang baik, maka dapat menggunakan barang lainnya. Disini rotan dimaknai sebagai sesuatu yang memiliki kualitas tinggi dan faktanya bahan baku dari tanaman hutan ini merupakan komoditas hasil hutan andalan Indonesia.

Rotan adalah salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dari sektor kehutanan. Sekitar 85% kebutuhan bahan baku rotan dunia berasal dari Indonesia. Selain nilai ekonomi, rotan juga menjadi indikator kesehatan ekologi hutan. Bagi sebagian suku di Indonesia, secara sosio-kultural rotan telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Misalnya oleh masyarakat suku Dayak yang telah ratusan tahun membudidayakan rotan secara tradisional dan turun temurun. Serta para wanita dari suku Wemali, dari Pulau Seram, Maluku yang memanfaatkannya untuk ikat pinggang.

Daftar Isi • Mengenal Rotan • Taksonomi • Morfologi • Habitat • Sebaran di Indonesia & Dunia • Jenis Rotan • Sifat Rotan • Panen Rotan • Manfaat Rotan • Budidaya • 1. Pengadaan Biji • 2.

Persiapan Semai • 3. Pembibitan • 4. Penanaman • 5. Pemeliharaan • 6. Pemanenan • Perdagangan Rotan • Rotan dan Furniture • Kebijakan Perlindungan Mengenal Rotan Rotan adalah tanaman yang tumbuh merambat dari keluarga Palmae. Nama rotan diduga berasal dari bahasa Melayu, yaitu “raut” yang berarti mengupas, menguliti atau menghaluskan.

Ekspor rotan asal Indonesia mencukupi sekitar 85% kebutuhan bahan baku di dunia. Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ini dihasilkan oleh daerah-daerah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua.

Selain Indonesia, negara lain yang menjadi penghasil rotan adalah Filipina, Vietnam dan negara-negara lain yang memiliki hutan tropis. Saat ini, bagian batang rotan antara dua buku disebut rotan alami sebagai bahan baku industri kerajinan mulai digeser oleh rotan sintetik dari bahan High Density Polythylene (HDPE). Sebab, bahan dari HDPE memiliki beberapa keunggulan, yakni lebih tahan lama, dapat didaur ulang, serta tersedia dalam berbagai pilihan warna. Taksonomi Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah tanaman rotan, yaitu: Kingdom Plantae Subkingdom Viridiplantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Angiospermae Kelas Magnoliopsida Ordo Palmales Famili Palmae Genus Calamus L Morfologi Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya.

Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.

Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun. Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong.

WWF Rotan mempunyai daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.

Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis bunganya berumah dua.

Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan. Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah. Habitat Iklim subtropis dan tropis yang ada di hutan Indonesia merupakan habitat tumbuh yang cocok untuk rotan.

Skala tumbuh daerahnya juga cukup luas, mulai dari tanah berawa, tanah berkapur, tanah kering hingga pegunungan dengan ketinggian 300 sampai 1000 mdpl.

Lebih dari itu, rotan akan semakin sulit dan jarang tumbuh. Tumbuhan merambat ini tumbuh di hutan-hutan bercurah hujan 2000 hingga 3000 mm per tahun dengan suhu udara 24 C sampai 30 C. Semakin banyak sinar matahari yang diperoleh, maka rotan akan tumbuh semakin baik.

Sebaran di Indonesia & Dunia Tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah hutan tropis dekat khatulistiwa, seperti hutan di Indonesia, Afrika, China Selatan, India, Sri Lanka, Malaysia, dan negara-negara Pasifik Bagian Barat. Di Indonesia, rotan menempati posisi kedua setelah kayu sebagai komoditas hasil hutan. Wilayah produsen rotan di Indonesia antara lain dari hutan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Jenis Rotan Berbagai jenis rotan tersebar di Indonesia.

Menurut perkiraan, terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh hutan Indonesia dari jumlah total ratusan jenis lain yang tersebar di dunia. Rotan terdiri dari 13 marga, dimana 9 marga diantaranya tumbuh di Indonesia, yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha.

Rotan dari marga Calamus dan Demonorops merupakan dua marga yang menghasilkan rotan bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 dan evaluasi yang dilakukan oleh Budiharta dalam Kalima 2015, terdapat 21 jenis rotan di Indonesia yang terancam punah, langka dan dlindungi, yaitu: • C.

ciliaris • C. melanoloma • C. hispidulus • C. impaar • C. karuensis • C. spectabilis • C. robinsonianus • C. kjelbergii • C. minahassae • C. melanoloma • C. hispidulus • C. pandanosmus • C.

pygmaeus • Ceratolobus pseudoconcolor • Daemonorops acamptostaachys • D. monticola • Korthalsia bagian batang rotan antara dua buku disebut • Plectocomia billitonensis • P. lorzingii • P. pygmaea • P.

longistigma • P. lorzingii • P. pygmaea • Plectocomiopsis borneensis Pixabay Sifat Rotan Rotan memiliki sifat dasar yang berbeda dari kayu atau akar. Sifat ini terdiri dari sifat anatomi, sifat kimia, sifat struktur, sifat fisik, sifat mekanis, serta keawetan atau keterawetan yang dijelaskan sebagai berikut: • Sifat Anatomi – Struktur anatomi batang seperti besarnya ukuran pori dan dinding sel serabut berkaitan dengan tingkat keawetan dan kekuatan rotan.

Sel serabut adalah komponen struktural yang memberi kekuatan pada rotan. Dinding sel yang tebal akan menghasilkan batang dengan kualitas lebih kuat dan lebih berat. • Sifat Kimia – Secara umum, komposisi kimia rotan terdiri dari Holoselulosa (71-76 %), Selulosa (39-56 %), Lignin (18-27 %) dan Silika (0,54-8 %). Masing-masing kandungan kimia tersebut memberikan sifat-sifat sebagai berikut: • Holoselulosa merupakan Selulosa atau molekul gula linear berantai panjang.

Selulosa berfungsi memberikan kekuatan tarik pada batang karena adanya ikatan kovalen yang kuat dalam cincin piranosa dan antar unit gula penyusun selulosa. Makin tinggi selulosa makin tinggi juga keteguhan lenturnya. • Lignin adalah suatu polimer yang kompleks dengan berat molekul yang tinggi. Lignin berfungsi bagian batang rotan antara dua buku disebut kekuatan pada batang. Makin tinggi lignin, makin tinggi juga kekuatan rotan. • Tanin merupakan “true artrigen” yang menyebabkan rasa sepat. Tanin berfungsi sebagai penangkal pemangsa.

Hasil purifikasi tanin digunakan sebagai bahan anti rayap dan jamur. • Pati (karbohidrat) dalam batang sekitar 70%.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Makin tinggi kadar pati, semakin rentan terhadap serangan bubuk rotan kering. • Sifat Fisik – Secara kasat mata, kita dapat melihat ciri fisik atau bentuk rotan, yaitu: • Warna • Warna batang rotan bervariasi pada setiap jenisnya. Bahkan setiap individu dari jenis yang sama juga memiliki warna yang berbeda. Rotan dengan kualitas baik umumnya berwarna hijau darun ketika masih hidup. Batang berwarna hijua daun tersebut akan berubah menjadi putih setelah selaput silikanya terkelupas dan akan semakin putih setelah melalui proses bleaching atau pemutihan.

• Setelah rotan melalui proses pencucian atau dirunti atau diasapi dengan belerang, maka akan berwarna kuning langsat atau kuning keputihan, kecuali pada jenis semambu (cokelat kuning) dan buyung (kecokelatan). • Selain warna kulit, kita juga dapat memperhatikan warna hatinya, seperti pada rotan umbulu (putih bersih) dan tohiti (keabu-abuan). • Kilap atau Kilau – Kilap atau suramnya rotan dapat menjadi ciri khusus dan menambah keindahan rotan.

Kilap yang dihasilkan dari struktur anatomi, kandungan zat ekstraktif, sudut datangnya sinat, kandungan air, lemak dan minyak. Semakin tinggi kadar air, minyak dan lemak maka akan semakin suram.

• Bau dan Rasa – Kesegaran rotan dapat diketahu melalui bau dan rasa yang tidak mencolok. • Berat – Hal ini berkaitan dengan kadar air dan zat ekstaktif dalam rotan. Untuk mengurangi kadar air pada batang, perlu dilakukan proses pengeringan yang dapat menghilangkan kadar air dari 40% hingga 60% menjadi titik jenuh serat atau sekitar 15% hingga 30%.

• Kekerasan atau Elastisitas – Batang rotan mempunyai kemampuan menahan tekanan atau gaya tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh kadar air, umur panen, posisi batang (pangkal, tengah dan ujung). • Diameter – Ukuran batang atau diameter rotan dibagi menjadi dua, yaitu: • Diamater kecil, ialah rotan dengan diameter kurang dari 18 mm, seperti Sega, Irit atau Jahab, Jermasin, Pulut Putih, Pulut Merah, Lilin, Lacak, Manau Padi, Datuk Merah, Sega Air, Ronti, Sabut, Batu, Tapah, Paku dan Pandan Wangi.

• Diameter besar, ialah rotan yang berdiameter 18 mm atau lebih, seperti Manau, Batang, Mantang, Cucor, Semambu, Wilatung, Dahan, Tohiti, Seel, Balukbuk, Bidai, Buwai, Bambu, Kalapa, Tiga Juru, Minong, Umbulu, Telang dan Lambang.

• Kesilindrisan – Untuk membandingkannya, kita dapat menyandingkan diameter rata-rata pangkal ruas dengan diamater rata-rata ujung ruas. • Ruas – Ruas adalah bagian rotan yang terletak diantara dua buku. Panjang ruas dibagi menajdi tiga macan, yakni ruas pendek, ruas sedang, dan ruas panjang. • Buku – Buku batang rotan dibagi menjadi tiga macam, yakni buku menonjol, buku agak menonjol, dan buku tidak menonjol.

Selain itu, arah buku juga dibagi menjadi dua, yaitu buku menceng dan agak menceng. • Selaput Silika – Hampir seluruh jenis tumbuhan ini memiliki lapisan silika yang membalut kulit luarnya, seperti Rotan Sega, Jermasin, Irit atau Jahab, Buyung yang memberikan efek kilap. • Parut Buaya – Parut buaya merupakan bekas parut yang seolaholah menggores kulit kearah transversal. Selain parut buaya, juga terdapat sifat fisik berupa getah, seperti yang dimiliki Rotan Getah atau Sepat, Lacak, Jernang, dan Jermasin.

• Sifat Struktur – Pengetahuan mengenai sifat struktur rotan belum diketahui lebih jauh. Sebagi petunjuk identifikasi, umumnya menggunakan pori yang dibedakan menjadi ukuran, bentuk, dan susunan. • Sifat Mekanis – Sifat mekanis adalah kemampuan menahan gaya dari luar, seperti: • Keteguhan Tekan, Patah, Kekakuan dan Keuletan • Keteguhan Tekan adalah ketahanan terhadap kekuatan yang cenderung menghancurkan.

• Keteguhan Patah adalah ketahanan terhadap kekuatan yang akan mematahkan. • Kekakuan adalah kemampuan untuk mempertahankan bentuk ketika dilengkungkan. • Keuletan adalah kemampuan rotan untuk menahan kekuatan yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat.

• Keteguhan Tarik adalah kemampuan rotan untuk menahan gaya yang cenderung memisahkan bagian-bagian dari rotan. • Keteguhan Geser adalah ketahanan terhadap gaya yang menggeser rotan. • Keteguhan Belah adalah ketahanan terhadap gaya yang membelah rotan. • Keawetan dan Keterawetan • Keawetan adalah daya tahan rotan terhadap berbagai faktor perusak, tetapi biasanya merujuk pada daya tahan terhadap faktor biologis yang disebabkan oleh organisme perusak rotan, yaitu jamur dan serangga rayap.

• Keterawetan adalah mudah atau tidaknya rotan ditembus bahan pengawet dengan proses tertentu, sehingga rotan yang telah diawetkan dengan bahan kimia (pengawet) tahan terhadap serangan organisme perusak. baca juga: Pohon Balsa - Jenis, Budidaya dan Harga Panen Rotan Rotan siap panen akan menunjukkan ciri-ciri khusus, seperti batang berwarna kuning, daun-daung berguguran, duri berwarna hitam atau kuning kehitaman, serta pelepah sudah lepas dan tidak membalut batangnya.

Pemanenan rotan dapat dikatakan cukup sulit, sebab diperlukan keahlian memanjat pohon-pohon besar tempat merambat. Selain itu, umumnya rotan tumbuh saling berjalin dari satu pohon ke pohon lainnya dan menambah tingkat kesulitan pemanenan.

Pemanenan juga dapat dilakukan dengan cara menarik batangnya kebawah, membersihkan pelepah duri, daun dan cambuknya untuk mendapatkan batang telanjang. Namun cara ini berisiko mencabut akar rotan dan menyebabkan tumbuhan tersebut mati.

Untuk mendapatkan rotan berkualitas bagus, diperlukan upaya tebang pilih. Pemanenan hanya dilakukan pada batang yang telah berumur tua dengan ciri pelepah daun yang telah kering dan lepas dari batangnya. Pada rotan yang tumbuh tunggal, pemanenan bisa dilakukan setelah berumur 20 hingga 30 tahun. Sedangkan pada rotan berumpun, pemanenan dilakukan setelah usia 10 hingga 15 tahun dengan jarak panen berikutnya sekitar 2 hingga 4 tahun.

Manfaat Rotan Rotan merupakan komoditas hasil hutan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Batangnya dapat digunakan untuk pembuatan kerajinan dan produk rumah tangga. Selain itu, batangnya yang besar juga dapat digunakan sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata atau alat cambuk yang diterapkan sebagai hukum adat didaerah tertentu.

baca juga: Hutan Dataran Rendah - Pengertian, Ciri, Sebaran & Manfaat Batang muda yang masih berwarna hijau dapat diolah menjadi sayuran oleh masyarakat Suku Dayak, di kalimantan Tengah. Pucuk muda rotan juga kerap dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan oleh masyarakat Suku Mandailing di Sumatera Utara.

Rotan muda juga menjadi makanan favorit bagi badak. Rotan juga menghasilkan potensi obat-obatan herbal tradisional yang diperoleh dari batang muda, buah dan akarnya, seperti yang diambil dari jenis Calamus Hookerianus, Calamus metzianus, dan Calamus thwaitesii.

Cadangan air dalam batang rotan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum ketika berada di tengah hutan untuk bertahan hidup. Pada bagian tangkai bunga rotan menghasilkan getah yang disebut dengan “darah naga”. Getah ini bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pewarna industri keramik, farmasi, serta pewarna kayu yang diterapkan pada alat musik gitar atau biola. Pixabay Selain manfaat yang telah dijelaskan, hasil hutan bukan kayu ini juga bermanfaat dalam penyerapan tenaga bagian batang rotan antara dua buku disebut dan peningkatan masyarakat sekitar hutan melalui sektor pemanfaatan rotan.

Tumbuhan ini juga menjadi naungan dan habitat bagi serangga, seperti semut hutan yang hidup disekitar bagian batang rotan antara dua buku disebut dan terlindungi oleh daun dan durinya.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Budidaya Penanaman rotan secara komersial telah dilakukan di Indonesia dan kawasan lain di Asia Tenggara. Peluang bisnis ini cukup menjanjikan, batang bergaris tengah besar dengan kualitas baik dari C.

manan, dan batang bergaris tengah kecil dari C. trachycoleus mampu tumbuh lebih dari enam meter per tahun. Untuk mendapatkan rotan dengan kualitas baik, maka penanaman dilakukan dibawah pohon pelindung, seperti di kawasan hutan tebangan, hutan sekunder, perkebunan buah dan perkebunan karet. Adanya budidaya juga bermanfaat untuk melindungi satwa liar, seperti orangutan yang menjadikan perkebunan rotan sebagai habitat tertinggi di Kalimantan.

Budidaya rotan dapat dilakukan secara generatif melalui biji, maupun perbanyakan secara vegetatif melalui pucuk daun, akar dan batang. Berikut ini adalah cara lengkap menanaman rotan beserta penjelasannya, yaitu: 1.

Pengadaan Biji Buah rotan yang masak umumnya berwarna hijau kekuning-kuningan, kemerah-merahan, atau cokelat kehitaman tergantung dari jenisnya.

Biji yang telah tua berwarna cokelat dan kehitaman dan sifatnya keras. Biasanya disekitar pohon induk akan ditemukan sisa kulit buah yang berguguran. Musim buah terjadi pada awal musim kemarau, namun pada beberapa jenis rotan waktu pembuahan dapat berbeda-beda. Buah dapat dikumpulkan dengan cara dipetik kemudian dimasukkan ke dalam karung goni basah.

Buah kemudian direndam dengan kulit dan daging buah yang telah membusuk. Biji atau benih rotan dapat disimpan dalam jangkawa waktu panjang, akan tetapi sebainya langsung disemai pada bedeng tabur atau kantong plastik yang diisi media tanam.

2. Persiapan Semai Lahan tanam untuk persemaian benih rotan yang sesuai seperti lahan datar atau miring dengan derajat kemiringan maksimal 5%, bebas genangan air, bebas hama dan penyakit, serta dekat dengan sumber air. 3. Pembibitan Biji rotan dapat dikecambahkan di dalam keranjang serta disimpan ditempat lembab dengan penyiraman rutin setiap harus. Kecambah yang telah berumur 1 bulan dapat ditanam pada bedeng dengan jarak 20 cm x 20 cm.

Selain itu, perkecambahan juga dapat dilakukan pada bendengan penaburan. Biji jenis rotan besar bagian batang rotan antara dua buku disebut rotan manau ditanam pada larikan dengan jarak 2 cm x 4 cm, sedangkan jenis biji kecil seperti rotan sege atau irit jarak tanamnya lebih rapat. Biji yang telah berkecambah dan sebelum daun pertama mengembang maka dapat dipindah ke dalam polybag yang bagian bawahnya berlubang serta disiram terlebih dahulu.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Kantong plastik ini kemudian ditempatkan pada bedeng sapih di tempat yang teduh dan dirawat hingga umur 6 sampai 12 bulan. baca juga: Air Terjun Mangku Kodek - Pesona Alam Tersembunyi di Kaki Rinjani 4. Penanaman Penanaman yang baik umumnya dilakukan pada awal musim hujan sehingga memperoleh curah hujan cukup dan merata. Tanamlah pada waktu pagi hari, sore hari atau ketika cuaca berawan dan mendung. 5.

bagian batang rotan antara dua buku disebut

Pemeliharaan Agar hasil panen rotan sukses, diperlukan kegiatan penyiangan, penyulaman, perlindungan dari hama dan penyakit serta perlindungan dari kebakaran hutan. Penyiangan dilakukan setiap 3 bulan hingga tanaman berusia 3 tahun. Penyulaman dilakukan pada lahan yang persentase tumbuhnya dibawah syarat batas minimal. Umumnya dikerjakan ketika musim hujan dengan menggunakan bibit yang ada telah disemai. Jenis-jenis rotan seperti manau, sega dan irit lebih rentan terhadap serangan hama, larva kumbang, belalang, jamur dan ulat.

Sehingga perlu diberikan pestisida untuk mencegah serangan hama penyakit tersebut. Untuk menghindarkan rotan dari kebakaran lahan, maka dapat dibuat jalur kuning yang dikombinasikan dengan jalur hijau. Selain itu, juga dapat dibuat menara api di tempat tinggi dan strategis dengan perlengkapan pemadam serta alat komunikasi.

6. Pemanenan Rotan yang telah memasuki masa panen dapat ditebang dengan memilih mana yang telah masak dan berkualitas baik. Alat yang digunakan adalah parang atau kampang dengan waktu panen sekitar jam 8 pagi hingga 3 sore.

Perdagangan Rotan Pada tahun 1994, Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar di dunia. Hutan-hutan di Indonesia memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia, yakni berjumlah 306 jenis. Peluang produksi rotan di Indonesia pada masa itu sekitar 600 ribu ton per tahun yang dihasilkan dari hutan rotan seluas 10 juta hektar yang tersebar di seluruh nusantara, terutama wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Meski ekspor rotan mengalami penurunan harga dibanding hasil furniture lain, saat ini Indonesia masih mengekspornya dalam bentuk mentah maupun setengah jadi. Indonesia juga berupaya memproduksi produk dari bahan baku rotan karena investasi atau yang diperlukan tidak terlalu tinggi.

Hal ini didukung oleh stok bahan mentah yang melimpah, serta potensi tenaga kerja yang mendukung. Penurunan industri furniture rotan di Indonesia sempat mengalami penurunan pada tahun 2007 dan menyebabkan pengusaha gulung tikar. Misalnya penurunan produksi pabrik rotan di Cirebon dan Surabaya.

Penyebab penurunan tersebut adalah sulitnya memperoleh bahan baku berkualitas dan ketertinggalan oleh produsen dari negara lain. Rotan dan Furniture Bagian rotan yang paling bernilai tinggi terletak pada batangnya. Batang yang telah mengalami proses pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture. Rotan memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan kayu, yakni lebih ringan, kuat, elastis, mudah dibentuk dan murah.

Akan tetapi, rotan juga memiliki kelemahan, yakni mudah terserang kutu bubuk pin hole dan jamur blue Stain. Oleh sebab itu, perlakuan tambahan harus diberikan agar rotan menjadi awet, yakni dengan cara pemasakan dengan minyak tanah atau pengasapan dengan belerang menyesuaikan ukuran batang. Beberapa jenis rotan yang dapati digunakan untuk produksi kursi, meja, almari, rak, dan sebagainya adalah jenis Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, dan Pulut.

Anyaman rotan atau tikar adalah salah satu produk rotan yang bernilai ekonomi tinggi, semakin halus dan tipis anyaman maka harganya akan semakin mahal. Biasanya produk ini disukai oleh penggemar barang antik, serta digunakan untuk penahan sinar matahari pada jendela maupun pintu rumah. Kebijakan Perlindungan Sebelum kebijakan ekspor rotan diberlakukan pada tahun 1986, banyak batang yang dipanen secara komersial untuk dikirim ke Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika serta negara-negara kawasan Eropa.

Ketika itu, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar dunia, meskipun industri pengolahan nasional belum berkembang. Kemudian, setelah dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 274/KP/X/1986 tentang larangan ekspor bahan baku rotan, industri pengolahan rotan nasional mengalami perkembangan pesat, dari 20 perusahaan menjadi 300 perusahaan.

Pembatasan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia memberikan dampak negatif terhadap negara-negara penghasil rotan yang tidak memiliki pengawasan. Akibatnya, negara-negara tersebut kehilangan cadangan hutan dari alam. Contohnya adalah bagian batang rotan antara dua buku disebut pengolahan rotan di Taiwan dan Eropa mengandalkan pasokan bahan baku dari Indonesia banyak yang mengalami kebangkrutan dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, khususnya di daerah Cirebon.

Dalam perkembangan selanjutnya, larangan ekspor bahan baku rotan dibuka kembali pada tahun 2005, yaitu dengan dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Surat keputusan ini memberi hambatan terhadap industri pengolahan nasional. Dampaknya adalah pengangguran meningkat, kredit macet, berkurangnya perolehan devisa dan menurunnya kontribusi industri pengolahan rotan nasional dalam pembentukan PDB.

Sebaliknya, negara-negara pesaing seperti China, Taiwan dan Italia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa tindakan yaitu: • Meningkatkan kemampuan market intelligence, serta mengoptimalkan fungsi Atperindag dan perwakilan diplomatik, aktif mengikuti pameran produk rotan di luar negeri.

• Peninjauan ulang terhadap Ketentuan Ekspor Rotan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005,untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku rotan di dalam negeri, serta meningkatkan daya saing produk barang jadi di luar bagian batang rotan antara dua buku disebut. Pada tahun 2007, pernah terselenggara Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan, promosi dan pemasaran hasil produksi dan desain ke dunia internasional.

Pameran tersebut diikuti oleh berbagai produsen di Indonesia yang tergabung dalam ASMIN dan AMKRI demi bangkit dan berkembangnya industri furnitore rotan tanah air.

Kerajinan Bahan Keras Prakarya Kelas IX II Bagian 1 II Semester 1




2022 www.videocon.com