Gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

★ Sosiologi Umum Gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut … a. kulturalisme b. mutualisme c. multikulturalisme d. etnosentrisme e. sosiokulturalisme Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Perubahan Sosial dan Globalisasi - IPS SMP Kelas 9 Sikap masyarakat yang tidak mau menerima hal-hal baru dari luar seperti yang dilakukan oleh orang-orang tua yang konservatif karena trauma terhadap penjajahan adalah penghambat perubahan sosial budaya yang berupa ….

A. sikap tradisional masyarakat B. pendidikan yang terhambat C. kepentingan yang tertanam dengan kuat D. prasangka terhadap hal-hal baru Materi Latihan Soal Lainnya: • PAT Bahasa Sunda SMP Kelas 8 • Bangun Datar - Matematika SD Kelas 3 • PTS Sejarah SMA Kelas 11 • TPM Bahasa Inggris SMP Kelas 8 • PAS Tema 4 SD Kelas 3 • Negosiasi & Debat - Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 • Ulangan Tema 7 Subtema 3 SD Kelas 3 • IPA Tema 8 SD Kelas 4 KD 3.3 • UTS Semester 1 Ganjil Matematika SD Kelas 4 • Renaissance dan Reformasi Gereja - Sejarah SMA Kelas 11 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter Gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut … * 5 points a.

Kulturalisme b. Mutualisme c. Multikulturalisme d. Etnosentrisme Integrasi nasional bisa diwujudkan dalam kehidupan masyarakat majemuk jika * 5 points a. Pola serta gaya hidup masyarakat yang seragam b.

Cara berpikir anggota masyarakat relatif sama c. Dipeliharanya keseimbangan dalam bermasyarakat d. Kesempatan bekerja dan bertanya seimbang di masyarakat Mobilitas sosial pada masyarakat modern cenderung dinamis karena masyarakatnya . * 5 points A. Senang berkonflik B. Sangat sekuler dan apatis c. Individualis D. Dituntut memiliki keahlian Berikut ini yang bukan merupakan penyebab konflik di masyarakat yaitu .

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

* 5 points Pendapat antarindividu Perbedaan kebudayaan Akomodasi Perubahan sosial 2. perusahaan baja ringan berencana untuk mendirikan pabrik baru, dengan tiga laternatif lokasi, yaitu kota a, b dan c dalam melakukan pemilihan lokas … i, pihak manajemen telah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh di setiap lokasi, bobot kepentingan setiap faktor, dan skor untuk masing-masing lokasi sebagai berikut.

2. untuk mencapai sebuah tujuan, setiap manusia wajib memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh oleh manusia.

begitu juga untuk menciptakan m … asyaraka madani harus memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh dan diimplentasi dalam tatanan kehidupan umat manusia.

prinsip-prinsip tersebut adalah 1) keadilan, 2) supremasi hukum 3), egalitarianisme (persamaan), 4) pluralisme, 5) pengawas sosial. jelaskan kelima prinsip tersebut! 3. agama sejatinya selalu membawa kedamaian, kenyamanan, dan ketentraman baik bagi pemeluknya ataupun bukan pemeluknya karena setiap agama selalu memb … erikan keselamatan bagi pemeluhnya masing-masing.

namun, masih banyak pemelukan yang mengklaim bahwa agama sendiri yang paling benar dan agama orang lain harus dimusnahkan, sebagaimana insiden di bangsa kita indonesia seperti situbondo (jawa timur), ketapang (jakarta) di mana gereja dibakar oleh umat islam, kupang (nusa tenggara timur) di mana masjid dibakar oleh umat kristiani. belum lagi kasus maluku dan poso yang hingga hari ini belum terselesaikan dengan baik. salah satu penyebabkan adalah karena kesempitan berfikir dalam beragama.

untuk itu, dibutuhkan peran umat beragama. jelaskan bagaimana peran yang dapat dilakukan oleh umat beragama dalam mewujudkan masyarakat madani?
BAB I PENDAHULUAN • Latar Belakang Dari berbagai masalah yang terjadi di indonesia maka mulai muncul pemahaman yang timbul karena kejadian di Indonesia seperti Pluralisme yang pemahaman tersebut membahas Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi.

Dan Multikultularisme yang mana gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.jadi timbulnya suatu konflik di masyarakat terjadi karena kurangnya interaksi setiap setiap kelompok yang kurang menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain dan kurangnya suatu masyarakat yang menggunakan banyak budaya yang menyebabkan budaya asli indonesia yang mulai tergerus budaya barat.

• Rumusan Masalah • Apakah yang dimaksud dengan pluralisme dan multikulturalisme? • Bagaimanakah peraturan-peraturan hukum di Indonesia yang mengatur tentang Pluralisme dan Multikulturalisme? • Apa saja macam – macam Pluarlisme dan Multikulturalisme • Bagaimanakah multikulturalisme di indonesia saat ini?

• Bagaimanakah pandangan tiap agama yang ada di indonesia tentang pluralisme? 1.3 Tujuan Penulisan • Untuk Mengetehui Pengertian Pluralisme dan Multikulturalisme. • Untuk Mengetahui Peraturan – peraturan hukum di Indonesia yang mengaturtentang Pluralisme dan Multikulturalisme • Untuk Menngetahui macam – macam Pluralisme dan Multikulturalisme.

• Untuk mengetahui kondisi Pluralisme dan Multikulturalisme di Multikulturalisme. • Untuk Mengetahui pandangan tiap agama tentang Pluralisme. BAB II ISI • Pengertian • Pluralisme Pluralisme (bahasa inggris: pluralism), terdiri dari dua kata plural (beragam) dan isme (paham) yang berarti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham, Untuk itu kata ini termasuk kata yang ambigu.

jadi pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk baik yang bersangkutan dengan sistem sosial ataupun sistem politiknya. Apabila merujuk dari wikipedia bahasa inggris, maka definisi pluralism adalah : “ In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation” Gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut dalam bahasa Indonesia : “Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan)”.

Berdasarkan Webster’s Revised Unabridged Dictionary arti pluralism adalah: • hasil atau keadaan menjadi plural. • keadaan seorang pluralis; memiliki lebih dari satu tentang keyakinan gerejawi. • Multikulturalisme Secara etimologis multikulturalisme terdiri dari kata multi yang berarti plural, kultural yang berati kebudayaan dan isme yang berarti aliran atau kepercayaan.

Jadi multikulturalisme secara sederhana adalah paham atau aliran tentang budaya yang plural. Dalam pengertian yanglebih mendalam istilah multikulturalisme bukan hanya sekedar pengakuan terhadap budaya(kultur) yang beragam melainkan pengakuan yang memiliki implikasi-implikasi politis, sosial,ekonomi dan lainnya.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. • Aturan-Aturan Hukum Pluralisme dan Multikulturalisme • Pasal 28 C ayat 1 UUD 1945 Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demikesejahteraan umat manusia.

• Pasal 28 E ayat 1 dan 2 UUD 1945 • Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilihpendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilihtempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. • setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dansikap, sesuai dengan hati nuraninya.

• Pasal 28 I ayat 1, 2 dan 3 UUD 1945 • Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan jati nurani,hak beragama hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas hukum yang berlaku surutadalahhak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.

• Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan terhadapa perlakuan yang bersifatdiskriminatif itu • Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras denganperkembangan zaman dan peradaban. • Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanyamasing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu. • Pasal 32 ayat 1 dan 2 UUD 1945 • Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia denganmenjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

• Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya • Pasal 4 UU No. 20 tahun 2003 • Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilaikultural, dan kemajemukan bangsa.

• Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistemterbuka dan multi makna. • Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan danpemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. • Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan,dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. • Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis,dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.

• Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

• Macam-macam Pluralisme • Pluralisme Sosial Dalam ilmu sosial, pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain.

Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. Pluralisme dapat dikatakan salah satu ciri khas masyarakat modern dan kelompok sosial yang paling penting, dan mungkin merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, masyarakat dan perkembangan ekonomi. Dalam sebuah masyarakat otoriter atau oligarkis, ada konsentrasi kekuasaan politik dan keputusan dibuat oleh hanya sedikit anggota. Sebaliknya, dalam masyarakat pluralistis, kekuasaan dan penentuan keputusan (dan kemilikan kekuasaan) lebih tersebar.

Dipercayai bahwa hal ini menghasilkan partisipasi yang lebih tersebar luas dan menghasilkan partisipasi yang lebih luas dan komitmen dari anggota masyarakat, dan oleh karena itu hasil yang lebih baik. Contoh kelompok-kelompok dan situasi-situasi di mana pluralisme adalah penting ialah: perusahaan, badan-badan politik dan ekonomi, perhimpunan ilmiah.

• Pluralisme Ilmu Pengetahuan Bisa diargumentasikan bahwa sifat pluralisme proses ilmiah adalah faktor utama dalam pertumbuhan pesat ilmu pengetahuan. Pada gilirannya, pertumbuhan pengetahuan dapat dikatakan menyebabkan kesejahteraan manusiawi bertambah, karena, misalnya, lebih besar kinerja dan pertumbuhan ekonomi dan lebih baiklah teknologi kedokteran. Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masing-masing. • Pluralisme Agama Pluralisme Agama ( Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agama­ agama.

Sebagai ‘terminologi khusus’, istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan, misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’, ‘saling menghormati’ ( mutual respect), dan sebagainya.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Sebagai satu paham (isme), yang membahas cara pandang terhadap agama-­agama yang ada, istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agama­-agama ( religious studies). 2.3.2 Macam – macam Multikulturalisme • Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.

• Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka.

Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa. • Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan ( equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

• Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus ( concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.

• Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

• Multikultularisme di Indonesia Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.

Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut. Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme.

Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat.

Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat.

Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat. 2.5 Pandangan Agama di indonesia tentang Pluralisme • Pandangan Kristen Paus Yohannes Paulus II, tahun 2000, mengeluarkan Dekrit Dominus Jesus. Penjelasan ini, selain menolak paham Pluralisme Agama,juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu­-satunya pengantara keselamatan Illahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.

Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat Kris ten-­barat disebabkan setidaknya oleh tiga hal yaitu : • Trauma sejarah kekuasaan Gereja di Zaman Pertengahan dankonflik Katolik­-Protestan, • Problema teologis Kristen dan • Problema Teks Bibel. Dalam tradisi Kristen, dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain,yaitu: • eksklusivisme, yang memandang hanya orang­ orang yang mendengar dan menerima Gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut Kristen yang akan diselamatkan.

Di luar itu tidak selamat. • inklusivisme, yang berpandangan, meskipun Kristen merupakan agama yang benar, tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. • pluralisme, yang memandang semua agama adalah jalan yang sama­sama sah menuju inti dari realitas agama. Dalam pandangan Pluralisme Agama, tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. Semuanya dianggap sebagai jalan yang sama­-sama sah menuju Tuhan.

• Pandangan Islam Pada tanggal 28 Juli 2005, MUI menerbitkan fatwa yang melarang pluralisme. Dalam fatwa tersebut, pluralisme agama,sebagai obyek persoalan yang ditanggapi, didefinisikan sebagai: “Suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.

Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga”. Dengan demikian, MUI menyatakan bahwa Pluralisme dalam konteks yang tertera tersebut bertentangan dengan ajaran Agama Islam.

Sehingga Dengan adanya definisi pluralisme yang berbeda tersebut, timbul polemik panjang mengenai pluralisme di Indonesia. • Pandangan Hindu Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal, dan secara bombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”,dia melakukan itu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. (Dr. Frank Gaetano Morales, cendekiawan Hindu).

BAB III PENUTUP • Kesimpulan Bahwasanya penting pluralisme yang merupakan pemahaman suatu masyarakat yang dimana digunakan untuk kehidupan sehari – hari agar tidak terjadi konflik yang menyebabkan kurangnya pemahaman tentang pentingnya pemahaman masyarakat • Saran Semoga hasil materi yang kami kerjakan masih kurang dari cukup dan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan pemateri.

DAFTAR PUSTAKA id.wikipedia.org/wiki/ Multikulturalisme staff.undip.ac.id/sastra/mudjahirin/…/ multikulturalisme-di-indonesia/ blog.uin-malang.ac.id/fityanku/ pluralisme-dan-multikulturalisme sosbud.kompasiana.com/2010/01/10/ pluralisme-dan-multikultural/ Statistik Blog • 34.228 hits Arsip • April 2015 Top Posts & Halaman • MASYARAKAT MADANI DAN WAWASAN NASIONAL • DEMOKRASI DI INDONESIA • PLURALISME DAN MULTIKULTURALISME • HAK ASASI MANUSIA • KONSTITUSI NEGARA • BELA TANAH AIR • Identitas Nasional • PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN IDEOLOGI AGAMA ISLAM • Halo dunia!

• Perihal • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Pada dasarnya, Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa.

Setiap suku bangsa memiliki budaya dan karakter masing-masing.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Oleh sebab itu, kita disebut sebagai masyarakat multikultural. Menurut KBBI, multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Multikulturalisme adalah pemahaman di mana masyarakat atau individunya mengakui dan menghargai perbedaan. Tidak hanya mengenai suku dan ras, perbedaan ini termasuk, prinsip, nilai individu, cara pandang, dan pandangan politik seseorang.

Masih banyak penjelasan tentang pengertian multikulturalisme, contohnya menurut para ahli, sudut pandangan, dan lain-lain. Pada artikel ini, saya akan membahas multikulturalisme dalam pandangan iman Kristen.

Indonesia diberkati oleh Tuhan dengan keanekaragamannya. Indonesia dihuni oleh orang-orang yang memiliki perbedaan etnis, agama, ras, dan lain-lain.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Dengan adanya perbedaan tersebut, kita sebagai umat manusia harus memiliki sikap toleransi terhadap satu sama lain. Dalam Alkitab Galatia 3:28 tertulis "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu didalam Kristus Yesus." Artinya adalah semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa, kelas sosial, serta gender dipersatukan dalam Kristus dan kasih Kristus diberikan bagi semua orang tanpa memandang asal-usul mereka.

Tuhan Yesus seringkali bertemu dengan  orang-orang beragama lain bukan hanya sekedar orang-orang biasa. Tuhan Yesus berjumpa dengan pemimpin agama lain untuk memberikan nasehat, pengajaran, dan pengetahuan kepada mereka.

Dari hal yang sudah Tuhan Yesus lakukan menandakan bahwa sejak dahulu multikultural berperan penting demi menjaga toleransi antar umat beragama dan saling menghargai atas budaya yang ada. Dalam pandangan iman Kristen dianjurkan juga bahwa kita sebagai umat manusia harus berbuat baik terhadap sesama.

Multikultural membuat kita merenungkan betapa luar biasanya Allah yang telah menjadikan manusia dalam keragaman. Seharusnya kita dapat memandang perbedaan sebagai anugerah bukan sebagai ancaman. Dengan begitu kita dapat menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada dan saling melengkapi satu sama lain.

Dalam pandangan iman Kristen, ada beberapa sikap yang harus kita hindari dalam membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu, antara lain yaitu: 1. Primordialisme, artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. 2. Etnosentrisme, artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan yang lain.

3. Diskriminatif, artinya sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain. 4. Stereotip, artinya konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat.

Setelah kita mengetahui apa itu multikulturalisme? Dan bagaimana pandangan iman Kristen terhadap multikulturalisme? Kita dapat mengambil point penting menyangkut multikulturalisme yang dapat memperkuat persatuan antar umat manusia, antara lain: 1. Menerima dan menghargai semua orang tanpa memandang perbedaan yang ada.
Soal tentang masyarakat multikultural - Soal sosiologi yang akan dibagikan kali ini adalah soal sosiologi tentang masyarakat multukultural.

Saya sarankan kepada pembaca agar membaca soal versi 2 jika tidak puas dengan soal yang versi 1 Buka Juga : Soal Masyarakat Muktikultural dan Kunci Jawaban Lengkap Versi 2
• Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat • Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita • Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan • Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya • Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam • Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi • Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan • IPS IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial • Matematika Matematika adalah ilmu tentang logika • PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam • Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan • PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi warga negara yang baik • Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau • Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide • Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial • TIK TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Daftar Isi • Pengertian • Secara Umum • Menurut Para Ahli • Karakteristik Masyarakat Multikultural • Ciri Ciri masyarakat multikultural • Sifat Masyarakat Multikultural • Jenis Jenis Masyarakat Multikultural • Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural • Masyarakat Multikultural di Indonesia Pengertian Secara Umum Multikultural merupakan sebuah kata atau istilah yang dipakai dalam menggambarkan pandangan atau anggapan seseorang mengenai berbagai kehidupan gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut ada di bumi.

Atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, serta beragam budaya, bergam nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan juga politik yang mereka anut.

Multikultural yang berhubungan dengan budaya, memiliki kemungkinan untuk dibatasi oleh konsep nilai-sarat atau mempunyai kepentingan tertentu. Dan pengertian dari masyarakat multikultural sendiri adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai jenis suku bangsa dan juga budaya. Dan Masyarakat multikultural juga dapat didefiniskan sebagai segolongan manusia yang memiliki tempat tinggal yang lengakap dengan beragam jenis kebudayaan dan karakteristik atau ciri tersendiri untuk membedakan masyarakatsatu dengan masyarakat yang lain.

Menurut Para Ahli Adapun beberapa pengertian dari masyarakat multikural yang disampaikan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut: Nasikun Suatu masyarakat plural atau multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua maupun lebih dari tatanan sosial, masyarakat, ataupun kelompok yang secara kultural, ekonomi, dan juga politik dipisahkan atau diisolasi, serta mempunyai struktur kelembagaan yang berbeda antara satu sama lain.

Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra,( 2007) Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas beberapa macam komunitas budaya dengan semua kelebihan yang ada, dengan sedikit adanya perbedaan konsepsi tentang dunia, sebuah sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan “A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices” Azyumardi Azra, (2007) “Multikulturalisme” pada umumnya merupakan sebuah anggapan atau pandangan dunia yang selanjutnya bisa diartikan ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan kepada kenyataan keagamaan, pluralitas, serta multikultural yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme bisa juga kita artikan sebagai pandangan atau anggapan dunia yang selanjutnya direalisasikan ke dalam bentuk kesadaran politik. J. S Furnival Menurut pendapat yang disampaikan oleh J.S Furnival, masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua maupun lebih kelompok atau komunitas yang secara kultural sekaligus ekonomi terfragmentasi serta mempunyai struktur kelembagaan yang berbeda dengan satu sama lain.

Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006: 174) Multikulturalisme termasuk di dalamnya adalah apresiasi, pemahaman, serta penilaian terhadap budaya seseorang, dan penghormatan serta rasa keingintahuan mengenai budaya etnis dari orang lain. (Suparlan 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000) Menurut pendapat dari Suparlan, masyarakal plural merupakan selengkapnya kunjungi halaman Masyarakat Multikultural Menurut Ahli. Karakteristik Masyarakat Multikultural Sobat, sebenarnya, seperti apa sih masyarakat multikultural itu?

Menurut Van Den Berghe ini, terdapat 6 karakteristik yang dipunyai oleh masyarakat multikultural. Apa saja ya, penasaran? Yuk, kita simak baik-baik penjelasannya di bawah ini! 1. Terjadinya segmentasi ke dalam berbagai bentuk kelompok sosial Keanekaragam yang ada dalam kehidupan masyarakat bisa memicu masyarakat untuk menciptakan kelompok atau golongan tertentu yang didasari dengan identitas yang sama sehingga nantinya akan menghasilkan sub kebudayaan yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut lain.

Sebagai contoh, dalam pulau Jawa ada suku Sunda, Jawa, serta Madura yang mana ketiga dari suku tersebut hidup rukun di pulau Jawa serta mempunyai kebudayaan yang berbeda. 2. Memiliki pembagian struktur sosial ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer.

Masyarakat yang berbeda-beda membuat struktur masyarakat pun akan mengalami beragam perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Perbedaan struktur masyarakat itu bisa kita lihat melewati berbegai lembaga sosial yang sifatnya tidak saling melengkapi. Sebagai conoth, dalam lembaga agama Indonesia yang menaungi beberaga agama dan mempnyai stuktur yang berbeda.

Beberapa lembaga agama itu tidak saling melengkapi sebab memiliki ciri atau karakteristik dari keanekaragaman masyarakat (agama) pun yang berbeda. 3. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama). Masyarakat yang berbeda-beda ini mempunyai dasar atau standar nilai dan juga norma sendiri yang berbeda dan biasanya diwujudkan gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut perilaku pada masyarakat tersebut.

Hal itu dikarenakan ciri atau karakteristik masyarakat yang beragam lalu diselaraskan dengan keadaan lingkungan fisik dan juga sosialnya. Sebab, keadaan atau kondisi masyarakat yang berbeda-beda tersebut akan membuat kesepakatan bersama yang cenderung susah untuk dikembangkan. 4. Relatif sering terjadi konflik.

Keanekaragama yang terdapat dalam diri masyarakat menjadi salah satu pemicu utama terjadinya konflik. Konflik yang berlangsung sangatlah beragam, mulai dari konflik antar individu hingga konflik antar kelompok. Hal tersebut dapat disebabkan oleh minimnya toleransi antara satu sama lain, baik dari individu ataupun dari kelompok yang bersangkutan. 5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.

Apabila masyarakat plural dapat terkoordinasi dengan baik, maka integrasi sosial akan sangat mungkin berlangsung. Namun, apabila integrasi sosial yang ada pada masyarakat muncul karena bukan adanya kesadaran, melainkan karena adanya paksaan dari luar diri atau luar kelompok maka integrasi sosial tidak akan terjadi.

Contoh: peraturan mengenai anti-diskriminasi pada pemakaian fasilitas publik. Tak haya itu, masyarakat yang mempunyai ketergantungan dalam bidang ekonomi juga dapat mendorong berlangsungnya integrasi sebab adanya suatu kebutuhan tersebut. Contoh: seorang individu yang bekerja kepada perusahaan atau individu lain yang membuat dirinya harus mentaati semua aturan yang dibuat.

Berlangsungnya keadaan patuh dan integrasi seperti di atas akan muncul sebab terdapat peraturan yang bersifat mengikat individu dalam melaksanakan pekerjaannya serta hal itu berfungsi unuk memenuhi kebutuhan ekonominya. 6. Adanya dominasi politik Beberapa kelompok atau golongan tertentu pada masyarakat multikultural bisa mempunyai kekuatan politik yang dapat digunakan untuk mengatur kelompok lain.

Hal tersebut dapat kita sebuat sebagai bentuk penguasaan (dominasi) dari sebuah kelompok terhadao kelompok lain yang tidak mempunyai kekuatan politik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, multikulturalisme merupakan gejala yang ada pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan dalam menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

Ciri Ciri masyarakat multikultural Berdasarkan gagasan yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe yang merupakan seorang ahli budaya, masyarakat majemuk atau multikultural mempunyai ciri atau karakteristik tertentu.

Berikut merupakab beberapa ciri dari masyarakat majemuk atau multikultural yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe: • Masyarakat majemuk mempunyai anggota kelompok yang tersegmentasi ke dalam subkultur yang berbeda antara satu sama lain.

• Masyarakat majemuk mempunyai struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga yang sifatnya nonkomplementer. • Masyarakat majemuk kurang menekan dalam hal mengembangkan konsensus terhadap nilai-nilai dasar anggota masyarakatnya secara keseluruhan. • Masyarakat plural relatif lebih sering mengalami terjadinya konflik antar kelompok. • Masyarakat plural secara relatif menciptakan integrasi sosial secara memaksa atau paksaan ataupun dikarenakan terdapat rasa saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.

• Masyarakat majemuk ada di bawah dominasi sebuah kelompok kepada kelompok lain. Dari ciri di atas, dapat kita ringkas kembali bahwa masyarakat majemuk memiliki ciri seperti dib bawah: • Memiliki lebih dari satu struktur budaya. • Nilai dasar merupakan persetujuan atau kesepakatan bersama yang sulit berkembang.

• Struktur sosial bersifat non-komplementer • Terdapat dominasi ekonomi, politik dan juga sosial budaya. • Proses integrasi berlangsung dengan kurun waktu yang lambat. • Terdapat konflik sosial yang berbau SARA. Sifat Masyarakat Multikultural Menurut gagasa yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe, masyarakat multikultural mempunyai beberapa sifat sebagai berikut: • Melewati masa segmentasi ke dalam kelompok subkultur yang berbeda antara satu dengan lainnya.

• Mempunyai kerangka struktur sosial yang terbagi menjadi lembaga nonkomplementer. • Kurang menekankan konsensus diantara anggotanya mengenai berbagai nilai dasar. • Relatif sering mengalami perseelisihan atau pertentangan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. • Secara relatif, pertumbuhan integrasi sosial secara paksaan (pemaksaan) serta yang berkaitan akan saling bergantung dalam bidang ekonomi.

• Terdapat mayoritas politik oleh satu kelompok atas yang kelompok yang lain. Jenis Jenis Masyarakat Multikultural Berdasarkan kecenderungan perkembangan dan juga praktik multikulturalisme, masyarakat multikultural terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut: Multikulturalisme Isolasionis Advertisement Multikulturalisme isolasionis merupakan golongan atau kelompok masyarakat majemuka yang menjalankan kehidupan secara otonom dengan interaksi antar kelompok seminimal mungkin.

Multikulturalisme Akomodatif Multikulturalisme akomodatif adalah salah satu jenis masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian tertentu kepada kaum minoritas.

Masyarakat ini akan memberi hak kebebasan terhadap setiap kaum minoritas guna mempertahankan apa yang menjadi kebudayaan mereka. Multikultural Otonomis Multikultural otonomis adalah salah satu jenis masyarakat multikultural yang hidup bersama serta berusaha menciptakan kesetaraan budaya mereka.

Multikultural Kritikal Atau Interaktif Multikultural kritikal atau interaktif merupakan adalah salah gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut jenis masyarakat yang tidak fokus kepada kehidupan kultural otonom, namun lebih menekankan kepada hal guna menciptakan kultur bersama yang mencerminkan sekaligus menegaskan perspektif dari tiap-tiap kelompok masyarakat.

Multikulturalisme Kosmopolitan Multikulturalisme kosmopolitan adalah salah satu jenis masyarakat yang berupaya untuk menghilangkan batas kultural pada kehidupan mereka sehingga akan tercipta masyarakat yang tidak terikat ke dalam budaya tertentu. Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural Berikut beberapa faktor yang dapat mempengeruhi terbentuknya masyarakat multikultural, diantaranya adalah sebagai berikut: Faktor Sejarah Negara kita mempunyai sumber daya alam (SDA) yang begitu melimpah.

Tak heran jika terdapat banyak negara asing yang berdatangan sebab ingin menguasai sumber daya alam di Indonesia, contohnya Belanda, Inggris, Portugis dan tak ketinggalan negara Jepang. Bangsa asing ini menjajah sekaligus menetap di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan tidak sedikit yang pada akhirnya menikah di Indonesia. Keadaan yang seperti inilah akan memunculkan kekayaan budaya serta rasa di Indonesia yang akan membentuk masyarakat multikultural.

Faktor Pengaruh Kebudayaan Asing Globalisasi merupakan sebuah proses penting di dalam penyebaran budaya di dunia, tidak terkecuali untuk negara Indonesia. Pasalnya, keterbukaannya masyarakat Indonesia lebih mudah dalam menerima pengeruh budaya asing meskipun harus terjadi benturan atau gesekan dengan kebudayaan lokal.

Faktor Geografis Seperti yang kita tahu, Indonesia diapit oleh dua benua dan juga dua samudra, kondisi geografis yang seperti inilah menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional. Oleh sebab itu, banyak dari negara asing yang berdatangan ke Indonesia untuk berdagang, contohnya Arab, Cina, India dan yang lainnya. Kondisi seperti ini akan menambah budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga terbentuklah masyarakat multikultural.

Faktor Fisik Dan Geologi Apabila dilihat dari struktur geologi, Indonesia berada di antara tiga lempeng yakni lempeng Asia, Australia serta Pasifik. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tiga tipe geologi yaitu tipe Asiatis, Australia serta Peralihan. Kehidupan masyarakat yang hidup disebuah pulau tentunya berbeda dengan kehidupan masyarakat di pulau lain.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Pada umumnya, rakyat yang hidup dipulau kecil akan sulit dalam mendapatkan sumber daya. Berbeda halnya dengan masyarakat yang tinggal di pulau besar. Hal ini juga yang akan membuat kebudayaan pada tiap-tiap pulau berbeda-beda. Faktor Agama Selama ini agama ikut membentuk interaksi yang berlangsung antar individu di dalam suatu tetanan kehidupan.

Agama juga menjadi sign atau simbol sekaligus sejarah yang memperkuat seorang individu yang berdasar dengan aturan sesuai ajaran dalam kitab suci. Indonesia sendiri mempunyai rakyat dengan karakteristik yang berbeda-beda, baik itu agama dan kepercayaannya sehingga hal tersebut akan membentuk masyarakat multikultural.

Faktor Iklim Kondisi geografis, iklim maupun cuaca yang beragam dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat dalam menyesuaikan diri ataupun beradaptasi dengan keadaan atau kondisi yang ada. Faktor Keanekaragaman Ras Ras adalah suatu sistem klasifikasi guna menggolongkan atau mengelompokkan manusia yang didasari dengan unsur fisik, asal usul geografis dan yang lainnya.

Perbedaan ras juga menjadi salah satu faktor munculnya masyarakat multikultural.

gejala pada seseorang atau sebuah masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan disebut

Masyarakat Multikultural di Indonesia Seperti yang telah kita jelaskan di atas, rakyat Indonesia memiliki keanekaragam yang sangat kaya, mulai dari budaya, bangsa, ras, suku, agama dan juga adat istiadat yang tak lain menjadi modal utama dalam pembentukan masyarakat multikultural.

1. Dilihat dari dampak adanya masyarakat multikultural di Indonesia a. Keanekaragaman Ras. Ras dilatar belaknagi dengan adanya kesamaan karakteristik atau ciri-ciri fisik yang melekat dalam diri seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lainnya. Adapun tiga ras yang akan kami bahas, diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

Ras Mongoloid Ras mongoloid memiliki ciri seperti berikut: • Kulit berwarna kuning sawo matang • Rambut lurus • Bulu badan sedikit • Mata sipit • Contoh: orang Jawa dan Cina 2. Ras Kaukasoid Ras kaukasoid mempunyai ciri seperti beriku: • Hidung mancung • Kulit bewarna putih • Rambut pirang atau coklat • Kelopak mata lurus • Contoh: orang keturunan Portugis yang ada di Aceh 3. Rasa Negroid Ras negroid mempunyai ciri seperti berikut: • Rambut keriting • Kulit bewarna hitam • Bibir tebal serta kelopak mata lurus • Contoh: Orang Papua, b.

Keanekaragaman suku bangsa Di Indonesia banyak kita jumpai keanekaragama suku bangsa. Suku bahasa yang ditandai dengan terdapat persamaan daerah, bahasa, dan juga adat istiadat juga sering disebut sebagai Etnis yang menjadikan bentuk dari masyarakat multikultural. Contoh: Sunda, Batak, Etnis Jawa, Dayak, Bali, dan yang lainnya c. Keanekaragaman golongan Golongan yang dilatar belakangi dengan persamaan tujuan atau kepentingan, sementara di Indonesia terdiri atas keanekaragaman kelompok atau golongan yang membentuk masyarakat multikultural.

Contoh: Golongan Pejabat, Golongan Pengusaha, Partai XYZ, dan yang lainnya. d. Keanekaragaman agama dan kepercayaan Agama dilatar belakangi dengan apa yang disampaikan oleh tuhan terhadap manusia yang berwujud kitab suci yang menjadi pedoman hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat, serta dalam hubungannya dengan tuhan.

Di Indonesia terdapat beberapa agama yang diakui, diantaranya yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan juga Budha. Disamping itu, juga berkembang pemahaman atau kepercayaan yang berdasar kepada pemaknaan hidup manusia kepada alam semesta yang menghasilkan berbagai pemahaman berwujud filsafat, animisme, dinamisme.

2.Karakteristik masyarakat multikultural di Indonesia Konflik berlangsung disebabkan adanya perselisihan atau perbedaan yang bisa kita lihat dari masyarakat multikultural termasuk yang ada di negara Indonesia. Hal tersebut sering kita lihat dalam konflik daerah ataupun perkotaan.

Masyarakat indonesia bisa disebut sebagai masyarakat mutikultural yang belum sempurna, hal tersebut bisa kita lihat melalui beberapa hal di bawah ini: • Masih ada dominasi dalam satu kelompok atas kelompok lainnya.

• Struktur sosial yang ada lebih banyak menguntungkan pihak yang mendominasi. • Konflik sosial yang lahir masih sering diwarnai dengan tindak kekerasan.

Masalah yang muncul dalam kehidupan masyarakat multikultural diantaranya adalah sebagai berikut: a. Masalah Kultural 1. Loyalitas yang berlebihan Mementingkan diri sendiri atau kelompok secara berlebihan atau secara membabi buta, yang akan mengakibatkan menghambanyat penyatuan dengan kelompok lain. 2. Etnosentris Pandangan atau anggapan yang menganggap rendah kebudayaan yang berasal dari kelompok lain.

3. Eksklusivisme Sikap enggan atau tidak mau berinteraksi dengan kelompok lain. Hal ini akan menjadikan sikap atau sistem yang bersifat tertutup. b. Masalah Struktural Pada umumnya, hal ini berkaitan dengan masalah kondisi politik dan juga ekonomi.

Kondisi politik yang tidak demokratis akan membuat masyarakat dalam bidang ekonomi yang lemah akan semakin tersudut serta pemerintahnya bersifat otoriter. Sedangkan. struktur pemerintahan yang kapitalistik cenderung akan memunculkan pengusaha yang menjalin hubungan kolusi dengan pejabat. Dan dalam masyarakat yang memiliki sitem demokratis dengan ekonomi yang sehat hal tersebut dapat ditekan bahkan dapat menghasilkan Integrasi Nasional.

Demikianlah ulasan singkat mengenai masyarakat multikultural, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian ya. Terima kasih telah berkunjung :).

Filsafat Budaya 01: Ada Apa Dengan Cinta? Tinjauan Filsafat dan Budaya




2022 www.videocon.com