Memang kembang jalanan 45 kejora pagi

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Sdalam samudra t’lah aku selami Setinggi langit di angkasa t’lah aku arungi Sepanjang kehidupanku aku mencari Sebentuk kelembutan hati cinta sejati [Reff :] Kini….usai sudah segala penantian panjangku Setelah temukan dirimu duhai kekasihku Hanya…di hatimu ‘kan kulabuhkan hidupku Karena kau.lah.cinta terakhirku Berjuta kejora terangi gelap malamku Tetap tak seindah cahaya mata hatimu [Back To Reff :] TAHTA – Aku Masih Disini Bungkamlah mulutku Ketika kau tahu u mulai banyak bicara tentang kita kau tahu ku rindu biarkan saja aku terus mengagumimu dan simpan cerita tentang mu kau jauh dariku biasanya sepi menemaniku dan takkan hilang sampai kau kembali ke sini aku masih di sini aku menunggumu sampai kau kembali aku tetap begini aku masih di sini aku menunggumu sampai kau kembali aku tetap begini Bungkamlah mulutku Ketika kau tahu ku mulai banyak bicara tentang kita kau tahu ku rindu biarkan saja aku terus mengagumimu dan mili semua darimu kau jauh dariku UNGU – Surga Mu Segala yang ada dalam hidupku Kusadari semua milikMu Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa Tunjukkan aku jalan lurusMu Untuk menggapai SurgaMu Terangiku dalam setiap langkah hidupku Karena… Kutahu… Hanya Engkau… Tuhanku… [Reff :] Allahu Akbar Allah Maha Besar Ku memujaMu di setiap waktu Hanyalah padaMu Tempatku berteduh Memohon ridho dan ampunanMu Tunjukkan aku jalan lurusMu Untuk menggapai SurgaMu Terangiku dalam setiap langkah hidupku Karena… Kutahu… Hanya Engkau… Tuhanku… [Back To Reff :] Allahu Akbar Allah Maha Besar KumemujaMu di setiap waktu Hanyalah kepadaMu Tempatku berteduh Memohon ridho dan ampunanMu Allahu Akbar Allah Maha Besar KumemujaMu di Setiap Waktu GIGI – Pintu Sorga Pintu sorga Pintu sorga Dimana engkau berada Bagaimana caranya kita memasukinya Pintu sorga Pintu sorga Betapa rindunya kami menemukan jalanmu Susah payah selalu Moga moga kita sampai Semoga kita tercapai Serta mendapatkan ijin dari yang maha kuasa ECOUTEZ – Percayalah Seandainya dapat melukiskan Isi hatiku untukmu Seandainya kau pun harus tau Lelah hatiku bila kau jauh Namun pendam rasa Ku hanya ingin kau bahagia Jalani yang kau pilih Jangan risaukan aku [Reff :] Percayalah kasih Cinta tak harus memiliki Walau kau dengannya Namun ku yakin hatimu untukku Percayalah kasih Cinta tak harus memiliki Walau kau coba lupakan aku Tapi ku kan memang kembang jalanan 45 kejora pagi ada untukmu Seharusnya kau pun menyadari Resah hatiku bila kau dengannya Seharusnya aku pun tak berharap Miliki dirimu seutuhnya Namun ku pendam rasa Ku hanya ingin kau bahagia Jalani yang kau pilih Jangan risaukan aku TOMPI – Cinta Yang Kucari Meski ku sadari cintaku padamu Penuh kesalahan Aku tlah mendua tlah melupakanmu Abaikan cintamu kuyakin kau tahu Akan segalanya Tiada salah yg telah kau perbuat Hanya keraguanku Apakah kau cinta yang aku tunggu Apakah kau rindu dalam mimpiku Maafkan aku Pabila mungkin saat semua berubah Kuharapkan rasa sayang itu tetap ada Dan jangan berakhir cintamu padaku Sungguh ku tak mau kau jauh diriku Maafkan segala raguku padamu Kini kusadari cinta yang kucar SAMSONS – AKHIR RASA INI Terlarut aku dalam kesendirian … Saat aku menyadari … tiada lagi … dirimu kini… Sampai kapankah … aku mampu bertahan… Tetapi aku jalani … semua kisah hidupku ini… [ Reff:] Tak akan… terganti… setiap kenangan… yang telah terukir… Dan terendap indah dan melekat di hati akankah berakhir tercipta… Di dalam benakku… dan di dalam … asaku… NIDJI – CHILD I’m one … I’m child … I’m the saint who marches in love I’m the paint… electric pain bolt of thunder in the rain I’m the blood … I’m the key… You are evergreen who blessed in union Let them born in to this world … let them sing into the sky [Reff:] I will be fading … I will be fading … and I will be fading As your child … as your child Don’t let go… don’t be frightened… don’t be scared and don’t be late I’m one … I’m child … I’m the saint who marches in love (*) I’m your child … I’m your child … I’m your child … I’m your ma … ma … ma … Back to: (*) 2x FLANELLA – AKU BISA Sejak engkau mendua… Entah apa yang kurasakan… Memendam perih …, menyimpan luka… (*) Sampai pada saat ini… Aku memulihkan rasa di hatiku… Baru aku bisa…., bisa bicara… [Reff:] Demi aku yang pernah ada di hatimu ….

Pergi… saja dengan kekasihmu yang baru… Dan aku yang terluka oleh hatimu… Mencoba mengobati perihku sendiri Aku yakin bisa…, aku bisa tanpamu… Aku yakin bisa, aku bisa tanpamu…woo…hu… Aku yakin bisa, aku bisa tanpamu… RIBAS – SEBELAH HATI Lama sudah aku merasa Kau tak pernah menyimpan cinta pada diriku Pedih hatiku ini… (*) S’lalu ku coba menutup mata Berharap memang kembang jalanan 45 kejora pagi kau baik hati Namun ternyata tak jua sirna Cintamu padanya tetap kau jaga Bertepukkah… sebelah tangan Cintaku ini pada dirimu Sakitnya hati saat bersaksi Melihatmu lagi bersamanya [ Reff I:] Aku beranjak dari hidupmu Dari masalah, dari belenggu T’lah kau sakiti, kau khianati Semua mimpi-mimpi indahku….Aku menyerah untuk mencinta Ajari aku melupakanmu Kini kusadari di dalam sepi Meski berbagi, cinta tak ada lagi Cinta tak ada lagi, cinta tak ada lagi Cinta tak ada lagi [Reff I I:] Aku beranjak dari hidupmu Dari masalah, dari belenggu T’lah kau sakiti, kau khianati …… Semua mimpi-mimpi indahku Aku menyerah untuk mencinta Ajari aku melupakanmu Kini kusadari di dalam sepi Meski berbagi, cinta tak ada lagi Lagi… lagi… menatapmu Ku tak tahu… hatimu… TooPhat feat INUL – How me Sexy [Intro] Look memang kembang jalanan 45 kejora pagi me ready, look how me steady, look how me sexy [Inul] Banyak orang bilang diriku seksi, seksi seksi sekali, Dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua menatapku, Resah, aku gelisah, Cara kau memandangku, Seakan tergetar jantungku, Cinta, ataukah nafsu, Malu, hatiku ragu, [Chorus] Look how me ready, (Ready) Look how me steady, (Steady) Look how me sexy, How me sexy (in a rub a dub style) [Joe Flizzow] Dengarkan suara flizzow penglipurlara, Pergerakanku bagaikan harimau belantara, Pendekatanku pada rap beraneka cara, Bila kami berarak kembang empat puluh warna, Bunyi-bunyian gendang berbagai ragam merdu, Serunai, nafiri, mandali, sekati, merangu, Semua lari padaku rambut tak sempat disanggul, Siapa kata seksi harus mendedahkan yang lanjur, Berlari rebah dan bangun langsung berlari pula, Sampai ada yang berpupur baru sebelah muka, Ku terharu kau suka Inul How Me Sexy ?

Ke manakah lagi beroleh lihat kau gelek [Inul] Banyak orang bilang diriku seksi, seksi seksi sekali, Dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua menatapku, Ku tak mampu menahan rasa gundah hatiku, Ku tak sanggup mendengar ucapan itu, [Malique] Sebermula maka tersebutlah satu kisah, Hikayat adik-beradik mustahil dipisah, Lidah diibarat keris kata dipersembah, Teluk Belanga bersampin pendua perak ditempah, Dua biduan melayu menyanyi, menari, Diiringi dengan nobat, nafiri, madali, Merangu 30 bagai berbalas keras, Segak berdiri di pentas perwatakan keras, Berdiri bagaikan cogan alamat bermalai, Emas putih mencengkam tangan gerak gemalai, Gelek beramai ikut tertib gerakan pinggul, Goyang rabak gerudi seksi di samping Inul [Chorus] Look how me ready, (Ready) Look how me steady, (Steady) Look how me sexy, How me sexy (in a rub a dub style) [Chorus] Look how me ready, (Ready) Look how me steady, (Steady) Look how me sexy, How me sexy (in a rub a dub style) [Inul] Banyak orang bilang diriku seksi, seksi seksi sekali, Dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua menatapku NIDJI – Hapus Aku Kutuliskan kesedihan Semua tak bisa kau ungkapkan Dan kita kan bicara dengan hatiku Buang semua puisi Antara kita berdua Kau bunuh dia sesuatu Yang kusebut itu cinta [Reff :] Yakinkan memang kembang jalanan 45 kejora pagi Tuhan Dia bukan milikku Biarkan waktu waktu Hapus aku… Sadarkan aku Tuhan Dia bukan milikku Biarkan waktu waktu Hapus aku… Tahta – Dasar pengecut Aku memang pengecut Yang tak biasa biarkan diriku terluka Aku terlalu takut Bila cinta mengalahkanku Coba untuk mengerti Apa yg kuberikan lewat manis bibirmu Coba ikuti hati Untuk memenuhi cerita cinta denganmu Semua terasa benar Waktu kau tunjukkan Semua rasa cinta Yang kau punya Jadi sakit sendiri Merasa berarti Saat kau perhatikan aku Melebihi kekasihmu Usahkah kau membagi Satu hati untuk dua cinta yg berbeda Sudah lupakan saja Bila kau punya cinta yg lain Aku memang pengecut Tapi aku lelaki pasti bisa memilih Masih banyak wanita Yang dapat memahami dan mengerti diriku TIPE-X – Tanda-tanda Patah Hati Semalam waktu ku sendirian angin bertiup kencang Mendung berganti ujan hatiku ga’ karuan… Aku bertanya-tanya ada apa gerangan Tapi ku ga’ pedulimungkin gejala alam… Ga’ tau kok tiba-tiba gelisah Pikiran serba salah jantung berdebar-debar hati selalu gemetar… semakin ga’ tahan aku, semakin tersiksa aku lalu ingat dirimu ingin segera Lepaskan resahku….

[Reff :] Sim salabim kucing kawin sifat nyaris mati berdiri liat kambing Semua lelaki bikin aku patah hati. Percaya ga’ percaya mau nangis malu abiz. bukan mimpi ini nyata, kamu Bikin aku gila… Mual mules perut pun jadi kembung, pandangan berkunang-kunang oh… Akhirnya kurasakan apa yang kutakutkan.

Sungguhku tak menyangka, sungguhku tak mengira Engkau yang aku cinta oh Pandai bersandiwara…. [Back to Reff (2x)] Netral – Sorry Sekarang cinta bukanlah sahabat bagiku Sekarang kita berdua telah jadi musuh Kata sayang sepertinya juga telah hilang Mereka pergi angkat kaki jauh dari sini Sorry, kita tak sejalan Sepertinya kita tak sepaham Sorry, sorry Sekarang aku berkawan dengan kesepian Sekarang kita berdua sependeritaan Belajar mengenal cinta arti kata sayang S’moga esok lebih baik dari hari ini Sorry, sorry, sorry Sorry………….

PARIS HILTON – Stars Are Blind I don’t mind spending some time Just hanging here with you ‘Cause I don’t find too many guys That treat me like you do. Those other guys all wanna take me for a ride But when I walk they talk of suicide Some people never get beyond their stupid pride But you can see the real me inside And I’m satisfied, oh no, ohh Even though the gods are crazy Even though the stars are blind If you show me real love baby I’ll show you mine I can make it nice and naughty Be the devil and angel too Got a heart and soul and body Let’s see what this love can do Maybe I’m perfect for you Ohh, ohh, ohh I could be your confidante Just one of your girlfriends But I know that’s not what you want If tomorrow the world ends Why shouldn’t we be with the one we really love?

Now tell me who have you been dreaming of? I and I alone, oh, no Even though the gods are crazy Even though the stars are blind If you show me real love baby I’ll show you mine I can make it nice and naughty Be the devil and angel too Got a heart and soul and body Let’s see what this love can do Baby I’m perfect for you Excuse me for feeling This moment is critical Might be we feel it It could get physical, oh no, no, no Even though the gods are crazy Even though the stars are blind If you show me real love baby I’ll show you mine I can make it nice and naughty Be the devil and angel too Got a heart and soul and body Let’s see what this love can do Oh Let’s see what love can do (Oh) Maybe I’m perfect for you Maybe I’m perfect for you (Oh) You (Oh) Maybe I’m perfect for you Even though the gods are crazy (Oh) Even though the stars are blind (Oh) Even though the gods are crazy (Oh) Even though the stars are blind (Oh) Andien – Gemintang Gemintang, awali indahnya cerita Melantunkan rasa Nyanyikan denting nada dan senyuman Menghadirkan cinta Resahku menepi, indahku bersemi Mengingat utuh bayangmu Reff : Hatiku mengucap kata merindukanmu Laksana nyata manis nuansa Dan jika gemintang tiada lagi melagu Kisahku yang mencinta dirimu kan slalu abadi Rembulan temani indah malam ini Menyatukan rasa Lukisan dekap hangat yang kau beri Mengartikan kita Resahku menepi, indahku bersemi Mengingat utuh bayangmu NAFF – Akhirnya Ku Menemukanmu Akhirnya ku menemukanmu Saat hati ini mulai meragu akhirnya ku menemukanmu Saat raga ini ingin berlabuh Ku berharap engkau lah Jawaban sgala risau hatiku Dan biarkan diriku Mencintaimu hingga ujung usiaku Jika nanti ku sanding dirimu Miliki aku dengan segala kelemahanku Dan bila nanti engkau di sampingku Jangan pernah letih tuk mencintaiku Akhirnya ku menemukanmu Saat hati ini mulai meragu Akhirnya ku menemukanmu Saat raga ini ingin berlabuh STEVEN & COCONUT – Welcome to Paradise Welcome to paradise Come and take a look out through my eyes And you decide Why people act this way People Theiving,fighting,telling lies They’re criticize and hate each other Natures colours all have changes some how The seas are brown…the skies are thick and grey All of these things make me fell so down And think about finding my own place [Bridge :] a place where we can dance n drink a place where we can share some weed a place where there’s no bull shit and everybody can come [Reff :] Welcome to my paradise Where the sky so blue Where the sunshine so bright Welcome to my paradise Where you can be free Where the party never ending TERRY – Janji Manismu Dunia ini penuh kepalsuan mungkinkah tiada keikhlasan apakah ini suatu pembalasan kusadar kebesaranMu, Tuhan Aku bagai seorang pengembara jalanan terombang ambing di lautan gelora mencari kebahagiaan dahan untuk menopang kasih mungkinkah suratan hidup kan selalu sendirian [Chorus] Hati membeku mengingatkan kata janji manismu ku dilambung angan angan belaian kasih sayang suci darimu oh kejamnya lidah tidak bertulang ucapan cinta mengiris kalbu ku kan pergi membawa diri cinta di hati terkubur lagi (cinta di hati terkubur lagi) Tidak kupahami mengapa terjadi peristiwa pahit menggores hati perjalanan hidup ini sudah tertulis kutempuhi dengan kesabaran kusadar kebesaranMu, Tuhan [Chorus] ACA – SAMPAI MENUTUP MATA Embun di pagi buta Menebarkan bau basah Detik demi detik ku hitung Kinikah saat ku pergi (*) Oh, Tuhan ku cinta dia Berikanlah aku hidup Tak ‘kan ku sakiti dia Hukum aku bila terjadi [Reff: ] Aku tak mudah untuk mencintai Aku tak mudah mengaku ku cinta Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta Senandungku hanya untuk cinta Tirakatku hanya untuk engkau Tiada dusta sumpah ku cinta Sampai ku menutup mata… Cintaku sampai memang kembang jalanan 45 kejora pagi menutup mata RATU – LELAKI BUAYA DARAT Lihatlah… pada diriku Aku cantik dan menarik dan kau dekati aku (*) Kuberi s’galanya… cinta harta dan jiwaku Tapi kau malah menghilang bagai hantu Tak tahu malu (sakitnya aku) [Reff:] Ooh… lelaki buaya darat… busyet aku tertipu lagi Ooh… mulutnya manis sekali tapi hati bagai s’rigala… ooh Ku tertipu lagi… ooh… ku tertipu lagi… ooh… Mungkin aku bodoh, mungkin aku naïf Atau mungkin kamu memang penjahat wanita Oh… untungnya aku masih punya kekasih yang lainnya Tapi mengapa aku masih saja tertipu olehnya Kerispatih – Lagu Rindu * Bintang malam katakan padanya Aku ingin melukis sinarmu di hatinya Embun pagi katakan padanya Biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya [ Reff: ] Tahukah engkau wahai langit aku ingin bertemu membelai wajahnya ‘Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya Lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadari hatiku tercinta Walau hanya nada sederhana, ijinkan kuungkap segenap rasa dan kerinduan Tahukah engkau wahai langit aku ingin bertemu membelai wajahnya ‘Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya NAFF – Akhirnya Kumenemukanmu Akhirnya ku menemukanmu, saat hati mulai merapuh Akhirnya ku menemukanmu, saat raga ini ingin berlabuh (*) Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku [Reff:] Jika nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku Dan bila nanti engkau di sampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku Akhirnya ku menemukanmu, saat hati mulai merapuh Puddle Of Mudd – she fucking hates me Met a memang kembang jalanan 45 kejora pagi, thought she was grand Fell in love found out first hand Went well for a week or two Then it all came unglued In a trapp trip I can’t grip never thought I’d be the one who’d slip then I started to realize I was living one big lie [Chorus] She fucking hates me……….

trust she fucking hates me………. la la la love I tried too hard and she tore my feelings like I had none and ripped them away [Chorus] She was queen for about an hour After that shit got sour She took all I ever had No sign of guilt no feeling of bad In a trapp trip I can’t grip never thought I’d be the one who’d slip then I started to realize I was living one big lie [Chorus] That’s my story, as you see Learned my lesson and so did she Now it’s over and i’m glad ‘Cause I’m a fool for all I’ve said [Chorus] Trust la la la la la la la la la love Trust She fucking hates me RadioHead – High and Dry Two jumps in a week I bet you think that’s pretty clever don’t you boy?

Flying on your motorcycle, Watching all the ground beneath you drop You’d kill yourself for recognition, Kill yourself to never ever stop You broke another mirror, You’re turning into something you are not Don’t leave me high, don’t leave me dry Don’t leave me high, don’t leave me dry Drying up in conversation, You will be the one who cannot talk All your insides fall to pieces, You just sit there wishing you could still make love They’re the ones who’ll hate you When you think you’ve got the world all sussed out They’re the ones who’ll spit at you, You will be the one screaming out Don’t leave me high, don’t leave me dry Don’t leave me high, don’t leave me dry It’s the best thing that you ever had, The best thing that you ever, ever had It’s the best thing that you ever had, The best thing you ever had has gone away GUNKZ – C a n t i k Hey cantik bergoyanglah denganku liukkanlah tubuhmu mendekat padaku bergoyang goyanglah sesuka hatimu alunan hip hop bersamamu Gwe suka kalo ini cewe dah berdandan dan wangi wow, blush on dipoles nempel dipipi buat auranya semakin menarik cantik wow, malam ini kencan dengan si cantik brangkat ke club cantik pengen musik hip hop dia bilang biar bisa goyang ampe kepayang o what hip hop tepat kebetulan GUNKZ juga penyuka hip hop kelas berat, cantik kayanya kita sama penyuka hip hop pasangan tepat buat ke club nikmatin hip hop sesampainya di depan club kubukakan pintu kupersilahkan turun dari kereta istimewaku niatnya hura-hura, malam ini bersamanya bergoyang sesuka-suka, kau semakin menggoda dan tak sabar ingin cepat ku masuk ke club dan ingin cepat-cepat mengajak sekarang GUNKZ berada di dalam clubr kudengar alunan hip hop sedang menggebrak menghentak dan si cantikpun kini mulai terlihat terbawa irama meliukkan tubuhnya wow, hip hop menggoda tuk menggelitik si cantik tuk selalu mengikuti ritmik hip hop menarik si cantik tuk terus bergoyang titik selanjutnya brudakz GUNKZ datang mereka pengen ikut bergoyang kupersilahkan ikutan ke kiri ke kanan memang kembang jalanan 45 kejora pagi belakang ke depan malam ini semua orang bebas untuk bergoyang yg penting tetap ikuti selalu hip hop menghentak yg penting tetap ikuti selalu hip hop menggebrak si cantik pun semakin bergoyang mendekat untuk kedua kalinya aku mengucap Tak sadar hip hop telah menghibur berjam-jam iramanya masih berbunyi keras berdentang GUNKZ dan si cantik dan semua orang diclub masih tetap nikmat dibawa irama hip hop masih bersemangat di alun irama nikmat badan ini masih terus bergoyang-goyang digoyang hip hop ampe kepayang so thanks hip hop bikin suasana malam ini semakin makin indah ya kaga basi terima kasih ku untuk semua MC sejati yang telah menggoyang menghibur semua orang disini dan semoga hip hop kan selalu terdengar mengakar menjalar tak gentar di tanah bumi memang kembang jalanan 45 kejora pagi menggelegar balik ke si cantik yg lagi nikmatin hip hop untuk terakhir kali aku mengucap Romeo – Mati Bersamamu Wahai cintaku Andai kan kau tau Bahwa sekali hidupku Hanya untuk mencintamu Selamanya dihatiku Selamanya dalam hidupku [Reff: ] Bila nanti aku mati Sesungguhnya ku ingin mati, Bersamamu… Bersamamu… Jujur kan aku tak mau Meninggalkan engkau sendiri, Kekasihku… Kekasihku… Gunkz – A l i e n aduh duh duh Alien baru jadian ini cowo udah ga pacaran sekitar 5 tahunan ketemu pacar baru triknya tetanggaan tetangga baru rumahnya sebelahan sekarang alien udah kenal minyak wangi mandinya pun sehari sekarang tiga kali Alien ngaca terus kaya doger monyet tapi dia bilang GUNKZ ini bukan cinta monyet karena dia ngerasa cewenya yang sekarang soulmate pacarannya gandengan terus awas lengket foto cewenya selalu dibawa bawa didompet lagak-lagaknya kaya orang yang kena pelet e busyet memang kembang jalanan 45 kejora pagi mulu emang ga lecet tetangga baru cantik asik langsung digebet komedonya alien smuanya dipencet2 Alien alien lagi kasmaran pengennya terus berduaan udah lima taun kagak pacaran sekali pacaran langsung cari kost an ini cowo biasanya ga pernah absen malem mingguan selalu hadir di salah satu tempat tongkrongan sekarang ngilang terus katanya acara khusus jelas ngurusin pus pus disayang di elus2 pejantan satu ini mulai nyari kost an katanya biar bisa terus berduaan setiap daerah didatengin, terus ditanyain “mas kamar mandinya didalem ga?

klo diluar kayaknya ga jadi ajah soalnya saya ga bisa bina cinta jauh2 dari kamar mandi” ach masaaa Aliennya ngebo’ong aduh duh duh duh tolong padahal kamar mandinya buat.padahal kost nya juga buat… adem ayem bedua didalem aduh ngapain lien lampunya di bikin padem sekarang Aliennya lagi jalan2 ke mall barengan pacar baru digandeng dicantol cowo keren satu ini mo di foto box katanya biar asik klo difoto box dia ngerasa cewenya yg sekarang paling cocok awas Lien jangan langsung nyosor nanti kena tabok digunting, digunting fotonya digunting fotonya digunting terus dirapiin disimpen didompet awas Lien kena copet laper, Aliennya megang perut dianya langsung nyariin makanan junk food dipilih paket yang mana yang bisa bikin kenyang perut NYAM, NYAM, NYAM Alien makan junk food kekenyangan perutnya sedikit melendung gendut kaya badut tapi Alien ga takut soalnya Alien bawa obat susut perut MY CHEMICAL ROMANCE – Welcome To Memang kembang jalanan 45 kejora pagi Black Parade When I was a young boy, My father took me into the city To see a marching band.

He said, “Son when you grow up, would you be the savior of the broken, the beaten and the damned?” He said “Will you defeat them, your demons, and all the non-believers, the memang kembang jalanan 45 kejora pagi that they have made?” “Because one day I’ll leave you, A phantom to lead you in the summer, To join The Black Parade.” When I was a young boy, My father took me into the city To see a marching band.

He said, “Son when you grow up, would you be the savior of the broken, the beaten and the damned?” Sometimes I get the feeling she’s watching over me. And other times I feel like I should go. And through it all, the rise and fall, the bodies in the streets. And when you’re gone we want you all to know. We’ll carry on, We’ll carry on And though you’re dead and gone believe me Your memory will carry on We’ll carry on And memang kembang jalanan 45 kejora pagi my heart I can’t contain it The anthem won’t explain it.

A world that sends you reeling from decimated dreams Your misery and hate will kill us all. So paint it black and take it back Let’s shout it loud and clear Defiant to the end we hear the call To carry on We’ll carry on And though you’re dead and gone believe me Your memory will carry on We’ll carry on And though you’re broken and defeated Your weary widow marches On and on we carry through the fears Ooh oh ohhhh Disappointed faces of your peers Ooh oh ohhhh Take a look at me cause I could not care at all Do or die, you’ll never make me Because the world will never take my heart Go and try, you’ll never break me We want it all, we wanna play this part I won’t explain or say I’m sorry I’m unashamed, I’m gonna show my scar Give a cheer for all the broken Listen here, because it’s who we are I’m just a man, I’m not a hero Just a boy, who had to sing this song I’m just a man, I’m not a hero I!

don’t! care! We’ll carry on We’ll carry on And though you’re dead and gone believe me Your memory will carry on We’ll carry on And though you’re broken and defeated Your weary widow marches on Do or die, you’ll never make me Because the world will never take my heart Go and try, you’ll never break me We want it all, we wanna play this part (We’ll carry on) Do or die, you’ll never make me (We’ll carry on) Because the world will never take my heart (We’ll carry on) Go and try, you’ll never break me (We’ll carry) We want it all, we wanna play this part (We’ll carry on) S A N I A – Cintai Aku Lagi Setiap malam aku s’lalu merenung Terbayang dapat menyentuh wajahmu Ingin kuulangi sekali lagi Rasa indah yang pernah kualami Kurasakan… kehampaan Kuinginkan… kehangatan [Reff :] Cintai aku lagi seperti waktu itu Tak bisa kuhindari, hati selalu merindu Sayangi aku lagi, Tak mampu kusendiri Tanpa hadirmu, tanpa cintamu Ingin kuulangi sekali lagi Rasa indah yang pernah kualami Kurasakan… kehampaan Kuinginkan… kehangatan [ Reff : ] Rasa sayang, rasa cinta Yang memang kembang jalanan 45 kejora pagi kudambakan memang kembang jalanan 45 kejora pagi selalu kudamba) Tak ‘kan lelah hati ini Menantimu ‘kan kembali (kembali…) Rasa sayang, rasa cinta Yang selalu kudambakan (hohooo…) Tak ‘kan memang kembang jalanan 45 kejora pagi hati ini (lelah hati ini) Menantimu ‘kan kembali [ Reff : 2x ] Rio Febrian – J e n u h Ternyata hati, tak bisa berdusta Meski ku coba, tetap tak bisa Dulu cintaku, banyak padamu Entah mengapa, kini berkurang [ Reff : ] Maaf, aku jauh padamu Lama sudah kupendam Tertahan dibibirku Mauku tak menyakiti Meski begitu indah Ku masih tetap saja….

jenuh …. Taukah kini, kau kuhindari Merasakan kau, ku lain padamu Kini temukan, hanya cinta saja Sementara kau, merasa cukup Ungu – Tercipta Untukku Menatap indahnya senyuman diwajahmu Membuat ku terdiam dan terpaku Mengerti akan hadirnya cinta terindah Saat kau peluk mesra tubuhku Banyak kata Yang tak mampu kuungkapkan Kepada dirimu [Reff: ] Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku Disetiap langkah yang meyakiniku Kau tercipta untukku Sepanjang hidupku [Reff 2:] Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku Disetiap langkah yang meyakiniku Kau tercipta untukku Meski waktu akan mampu memanggil seluruh ragaku Ku ingin kau tahu ku slalu milikmu Yang mencintaimu Sepanjang hidupku Jimmy – Dengan atau Tanpamu Tak terlukiskan Tak terkatakan Semua yg kurasakan selama ini Bila kulukiskan Bila kukatakan Semuanya tak kan cukup kau sadari Sesungguhnya tak kuberikan seluruh [Reff :] Cintaku ini, terlanjur mencintai Terlanjur menyayangi Dirimu seorang Cintaku ini, terlanjur memilihmu Terlanjur memujamu Dengan atau tanpamu Disisiku Bila kulukiskan Bila kukatakan Semuanya takkan cukup kau sadari AB Three – Selamat Datang Cinta [ref1] sekian lama kumenunggu sekian waktu berlalu kutahu semua pasti kembali Tiada pernah kusesali dan tiada pernah kuragu kutahu….semua pasti kembali di dalam hidupku… [ref2] Selamat datang cinta di tempatmu yang terindah Seharusnya kau berada selamanya di dunia selamanya di dunia… [kembali ke ref1 – ref2 ] [kembali ke ref2] Selamat datang cinta di tempatmu menghabiskan seluruh sisa hidupmu selamanya di dunia selamanya … di dunia Andre Hehanusa – Kuta Bali Sejak saat itu hatiku tak mampu membayangkan rasa diantara kita di pasir putih kau genggam erat tanganku menatap mentari yang tenggelam Semua berlalu dibalik khayalku Kenangan yang indah berdua denganmu di Kuta Bali kau peluk erat tubuhku di Kuta Bali cinta kita … [Reff :] Bersemi dan tetap akan bersemi Mewangi dan tetap akan mewangi Bersama dirimu, walau kini tlah jauh Kasih.suatu saat di Kuta Bali Audy – Menangis Semalam Kau sempat ucapkan pisah Saat kau beranjak pergi Tapi perasaanku Tak berpaling darimu Kau ucapkan jangan pergi Saat ku datang kembali Tapi luka ini T’lah membeku tak mencair [Reff::] Tahukah kamu semalam tadi aku menangis Mengingatmu mengenangmu Mungkin hatiku terluka dalam Atau selalu terukirkan kenangan kita Kau telah hadirkan kita Untuk menggantikan aku Tanpa kau sadari Aku takkan pernah mengganti Kau ingin tinggalkan aku Dan menyandingku kembali Ini takkan adil Untukku ataupun dirinya Kembali ke: [Reff ] Rama – Bertahan Lihat aku disini kau lukai hati dan perasaan ini tapi entah mengapa aku bisa memberikan maaf padamu [*] mungkin karena, cinta….

kepadamu tulus dari dasar hatiku mungkin karena, aku…. berharap kau dapat mengerti cintaku go to ** lihat aku disini bertahan walau kau sering menyakiti hingga air mataku tak dapat menetes dan habis terurai back to * [**] meski kau terus sakiti aku cinta ini akan selalu memaafkan dan aku percaya nanti engkau mengerti bila cintaku takkan mati Back to ** Ungu – Laguku Mungkinkah kau tau rasa cinta yang kini membara Yang masih tersimpan dalam lubuk jiwa Ingin ku nyatakan lewat kata yang mesra untukmu Namun kutak kuasa untuk melakukanya [Reff :] Mungkin hanya lewat lagu ini Akan kunyatakan rasa cintaku padamu Rinduku padamu tak bertepi Mungkin hanya sebuah lagu ini Yang slalu akan kunyanyikan Sebagai tanda betapa aku inginkan kamu Ooooo….Mungkin hanya lewat lagu ini Akan kunyatakan rasa cintaku padamu Rinduku padamu tak bertepi Mungkin hanya sebuah lagu ini Yang slalu akan kunyanyikan Sebagai tanda betapa aku inginkan kamu SUNNY – Bunga Citra Lestari Sunny…2x Jantungku berdetak tiap ku ingat padamu Sunny … 2x Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada Sunny … 2x Melihatmu, menyentuhmu, itu yang kumau Kau tak sempat tanyakan aku … cintakah aku padamu … [ Reff : ] Tiap kali … aku berlutut aku berdoa … suatu saat … kau bisa cinta padaku Tiap kali … aku memanggil, didalam hatimana sunny, mana sunnyku, mana sunny ku … Sunny … 2x Apa kabarmu, kabarku baik2 saja Sunny … 2x Begitu banyak cerita tak habis tentangmu Sunny … 2x Salamku untukmu dari hati yang terdalam Kau tak sempat tanyakan aku … cintakah aku padamu … [Back to Reff :] Ratu – Dear Diary Dear diary, kuingin cerita kepadamu Tentangnya yang dulu memang kembang jalanan 45 kejora pagi di hatiku Semenjak itu hidupku jadi bahagia Karena dia selalu di hidupku oohooo… [Reff: ] Tapi kini dia menghilang Dan tak tahu entah di mana Diaryku ku merindukannya Pujaanku engkau ada di mana Telah habis air mata dan segenap kata-kata Telah kucurahkan woo… Haruskah aku berlari sampai ke ujung dunia Untuk mencarinya oooh… Pujaanku oohhh… pujaanku wo oohhh… Pujaanku engkau ada di mana KLA Project – Yogyakarta Pulang ke kotamu Ada setangkup haru dalam rindu Masih seperti dulu Tiap sudut menyapaku bersahabat Penuh selaksa makna Terhanyut aku akan nostalgia Saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama suasana Yogya Di persimpangan langkahku terhenti Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera Orang duduk bersila * Musisi jalanan mulai beraksi Seiring laraku kehilanganmu Merintih sendiri, ditelan deru kotamu Walau kini kau t’lah tiada tak kembali Namun kotamu memang kembang jalanan 45 kejora pagi senyummu abadi Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi Iwan Fals – Ijinkan Aku Menyayangimu Andai kau ijinkan, walau sekejap memandang Kubuktikan padamu, aku memiliki rasa * Cinta yang kupendam, tak sempat aku tanyakan Karena kau t’lah memilih, menutup pintu hatimu Ijinkan aku membuktikan Inilah sesungguhnya rasa Ijinkan aku menyayangimu [Reff:] Sayangku… oh… oh… Dengarkanlah isi hatiku Cintaku… oh… oh… Dengarkanlah isi hatiku ** Bila cinta tak menyatukan kita Bila kita tak mungkin bersama Ijinkan aku tetap menyayangimu [Coda:] Aku sayang padamu …Ijinkan aku membuktikan The Upstairs – Terekam (Tak Pernah Mati) Asap tebal udara, iringi dia berjalan Sulitnya menyeb’rang, di terik dia berseragam Anti minum bersoda, tenggelam di keramaian Namun pandang juga rasa tak terbias di wajah mereka Dia bicara cemerlang, ku jadikan pembenaran Senin esok menghilang, ku hanya sempat terpukau Semua terekam tak pernah mati, semua terekam tak pernah mati Letto – Sampai Nanti, Sampai Mati Kalau kau pernah takut mati… sama… Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iya Dan sering kali sial datang dan pergi… Tanpa permisi… kepadamu… Suasana hati tak peduli… Kalau kau kejar mimpimu…….salut Kalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi… Tetap semangat … memang kembang jalanan 45 kejora pagi teguhkan hati… Di… setiap hari sampai nanti… sampai mati… Kadang… memang… cinta yang terbagi… Kadang… memang.sering kali mimpi tak terpenuhi… Sering kali… Tetap semangat … dan teguhkan hati… Di… setiap hari… sampai nanti… Tetap melangkah… memang kembang jalanan 45 kejora pagi keraskan hati… Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti…….sampai mati… Radja – Aku Ada Karena Kau Ada Cinta… adalah anugrah yang Kuasa Yang bila terasa betapa indahnya… Sungguh lemah diriku, tak berarti hidupku bila tak ada dirimu * Andai ku bisa akan kubalas Semua yang pernah engkau berikan T’rima kasih dariku atas ketulusanmu menyayangi diriku [Reff:] Aku ada… karena kau pun ada… Dengan cinta… kau buat diriku hidup selamanya… Aku ada… karena kau pun ada… Dengan cinta… kau buat diriku hidup selamanya Element – Pergilah Adinda Andaikan kudapat memilih Terbaik tuk kita Tak pernah sekalipun ku berharap kau meninggalkanku Karena semua kenangan Takkan mungkin terhapus waktu Dan didalam hatiku nyata Tertulis namamu Pergilah adinda raihlah cintamu Kan kusimpan rindu di dalam hati Aku yang pertama takkan pernah rela Bila kau disana tiada temukan bahagia Aku memang tak pandai merangkai Untai kata cinta Namun segala daya yang kupunya Hanyalah untukmu Hanya doa yang selalu tertanam di jiwa Muse – Hysteria It’s buggin me, grating me and twisting me around ya i’m endlessly caving in and turnin inside out (Chorus): ’cause i want it now i want it now give me your heart and your soul and i’m breakin out i’m breakin out last chance to lose control it’s holdin me, morphin me and forcin me to strive to be endlessly cold within and dreaming i’m alive (chorus): ’cause i want it now i want it now give me your heart and your soul i’m not breakin down i’m breakin out last chance to lose control and i want you now i want you now i feel my heart implode i’m breakin out escaping now feelin my faith erode Nidji – Sudah Salahkah aku mencintaimu Memilikimu, menyayangimu Jangan paksakan kita untuk… s’lalu bersama… Jangan paksakan kita untuk… s’lalu mencinta Salahkah aku mencintaimu Memilikimu, menyayangimu [Reff:] Bila kita harus berpisah, sudah Biarkan ini semua berakhir, sudah Cinta memang tak harus memiliki… yeahh Jangan paksakan kita untuk selalu bersama Jangan paksakan kita untuk selalu mencinta Air – Bintang Bintang di langit Kerlip engkau di sana Memberi cahayanya di setiap insan Malam yang dingin Kuharap engkau datang Memberi kerinduan di sela mimpi – mimpinya [Verse 2 : ] Melangkah sendiri di tengah gelap malam Hanya untuk mencuri jatuh sinaran Tak terasa sang waktu Melewati hidupnya Tanda pagi menjelang Mengganti malam [Reff :] Oh bintang tetaplah… pastikan cahyanya Sinari langkahku setiap saat Bintang pun tersenyum… dengarkan pintaku Berikan kecupan di sudut tidurnya Anggun – Snow On The Sahara Only tell me that you still want me here When you wander off out there To those hills of dust and hard winds that blow In that dry white ocean alone Lost out in the desert you are lost out in the desert But to stand with memang kembang jalanan 45 kejora pagi in a ring of fire I’ll forget the days gone by I’ll protect your body and guard your soul From mirages in your sight Lost out in the desert If your hopes scatter like the dust across your track I’ll be the moon that shines on your path The sun may blind our eyes, I’ll pray the skies above for snow to fall on the Sahara If that’s the only place where you can leave your doubts I’ll hold you up and be your way out And if we burn away, I’ll pray the skies above for snow to fall on the Sahara Just a wish and I will cover your shoulders With veils of silk and gold When the shadows come and darken your heart Leaving you with regrets so cold Lost out in the desert If your hopes scatter like the dust across your track I’ll be the moon that shines on your path The sun may blind our eyes, I’ll pray the skies above for snow to fall on the Sahara If that’s the only place where you can leave your doubts I’ll hold you up and be your way out And if we burn away, I’ll pray the skies above for snow to fall on the Sahara Audy – Menangis Semalam Kau sempat ucapkan pisah Saat kau beranjak pergi Tapi perasaanku Tak berpaling darimu Kau ucapkan jangan pergi Saat ku datang kembali Tapi luka ini T’lah membeku tak mencair [Reff: ] Tahukah kamu semalam tadi aku menangis Mengingatmu mengenangmu Mungkin hatiku terluka dalam Atau selalu terukirkan kenangan kita Kau telah hadirkan kita Untuk menggantikan aku Tanpa kau sadari Aku takkan pernah mengganti Kau ingin tinggalkan aku Dan menyandingku kembali Ini takkan adil Untukku ataupun dirinya Audy – Arti Hadirmu Bunga bunga layu Tak mengapa asal engkau tumbuh di sampingku Malam telan cahaya Tak mengapa asal kau sinari cintamu Mimpi buruk menyapa Tak mengapa asal kau ada di pelukku Tiada pernah berjumpa Tak mengapa asal kau ada di khayalku S’gala bujuk rayumu buang sejuta ragu Jantungkupun memacu oohh… Di sini ku berdiri [Reff: ] Mencoba mengerti arti hadirmu Mengerti sinar di wajahmu Mengerti tenangnya jiwaku Akhirnya ku mengerti Diriku memang untuk kau miliki Bagai mentari pagi Menyapa diri lewat hangatnya tatapmu Kini mimpi indahku T’lah terwujud jagalah binar cintaku S’gala bujuk rayumu buang sejuta ragu Jantungkupun memacu oohh… Di sini ku berdiri Mencoba mengerti arti hadirmu Mengerti sinar di wajahmu Mengerti tenangnya jiwaku Akhirnya ku mengerti Diriku memang untuk kau miliki Mengerti arti hadirmu Mengerti sinar di wajahmu Mengerti tenangnya memang kembang jalanan 45 kejora pagi Akhirnya ku mengerti Diriku memang untuk kau miliki Audy – Temui Aku Kau yang selalu bilang Aku yang lebih penting Aku cinta matimu Kau tiba-tiba hilang Sudah berhari-hari Apa kau dapat pesanku Dan aku menunggu, trus menunggu Hanya untuk memelukmu seeratnya Trus berharap Kau kan datang secepatnya secepatnya Temui aku ditempat biasa Jangan kau terlambat Waktuku tak banyak [Reff: ] Aku takkan bisa Bila kau tak datang Semangatku hanya tinggal saat ini Kau cintai karena Balas mencintaiku Dan kupercaya itu Aku takkan bisa Bila kau tak datang Semangatku hanya tinggal saat ini Aku takkan bisa Semangatku hanya tinggal saat ini Temui aku ditempat biasa Jangan kau terlambat Waktuku tak banyak Base Jam – Denganmu…Tanpamu… Saat tanpamu tak lengkap hidupku Rinduku kehilanganmu Saat denganmu serasa membosankan Jenuh semua serba salah Mengapa ini terjadi dan ku harus memilih [Reff : ] Karena denganmu atau tanpamu ku tak mampu jalani Kisah kita tak menentu bersamamu .

tanpamu Saat tanpamu ternyata hanya kau Yang mampu mengerti diriku Saat denganmu selalu ada cemburu Curiga saling tak percaya. oohh Karena denganmu atau tanpamu ku tak mampu jalani Kisah kita tak menentu bersamamu . tanpamu Haruskah kuakhiri dan nikmati hidupku (tanpamu) Atau ku tetap denganmu dan hanyut bersamamu Mengapa ku tenggelam dalam dilema Denganmu . tanpamu Tak ingin bila harus memilih Denganmu . tanpamu Base Jam – Hujan Tanpa Awan Kukira slama ini kau tlah lupakanku Kusangka tak ada lagi kenangan di hatimu Lama tak kudengar suaramu Sepatah kata maupun secarik berita Jangan salahkan aku bila kini Kau berpaling hati dari cintamu Ditengah kesepianku mencari dan menanti Berharap dirimu kembali Bila engkau kembali Saat kunanti dirimu Namun dirimu kembali Saat ku tak bisa bersamamu lagi [Reff:] Kau tak bisa sesukamu Menghilang tanpa kata Dan kini kaupun kembali Bagai hujan tanpa awan Ku takkan pernah mengerti Betapa sakitnya aku Dan kini semua sudah terlambat Bon Jovi – Bed of Roses Sitting here wasted and wounded at this old piano Trying hard to capture the moment this morning I don’t know ‘Cause a bottle of vodka is still lodged in my head And some blond gave me nightmares I think she’s still in my bed Memang kembang jalanan 45 kejora pagi I dream about movies they won’t make of me when I’m dead With an ironclad fist I wake up and French kiss the morning While some marching band keeps its own beat in my head While we’re talking About all of the things that I long to believe About love and the truth and what you mean to me And the truth is baby you’re all that I need I want to lay you on a bed of roses For tonite I sleep on a bed on nails I want to be just as close as the Holy Ghost is And lay you down on bed of roses Well I’m so far away That each step that I take is on my way home A king’s ransom in dimes I’d given each night Just to see through this payphone Still I run out of time Or it’s hard to get through Till the bird on the wire flies me back to you I’ll just close my eyes and whisper, memang kembang jalanan 45 kejora pagi blind love is true I want to lay you down on a bed of roses For tonite I sleep on a bed on nails I want to be just as close as the Holy Ghost is And lay you down on bed of roses The hotel bar hangover whiskey’s gone dry The barkeeper’s wig’s crooked And she’s giving me the eye I might have said yeah But I laughed so hard I think I died When you close your eyes Know I’ll be thinking about you While my mistress she calls me Name To stand in her spotlight again Tonite I won’t be alone But you know that don’t Mean I’m not lonely I’ve got nothing to prove For it’s you that I’d die to defend I want to lay you down on a bed of roses For tonite I sleep on a bed on nails I want to be just as close as the Holy Ghost is And lay you down on bed of roses Bunga – Kasih Jangan Kau Pergi Wajahmu selalu terbayang Dalam setiap angan Yang tak pernah hilang Walau sekejap Ingin s’lalu dekat denganmu Enggan hati berpisah Larut dalam dekapanmu Setiap saat……setiap saat [Reff :] Oh kasih, janganlah pergi Tetaplah kau s’lalu di sini Jangan biarkan diriku sendiri Larut di dalam sepi Peluklah dalam belaianmu Tiada pernah ku lepas Biarlah dirimu ku manja Dalam pelukan Gemulai setiap gerakkanmu Membuatku slalu rindu Ku kecup lembut bibirmu Ku sayang padamu Ku sayang padamu Cokelat – Segitiga Hati…meratap perih… Tersiksa sepi…jangan kau pergi… Bila…untuk bersama… Tiada jalannya…’tuk tetap setia… Lelah kujelang, malamku gelap sepi… Bintang pun enggan, temani disini… [Reff:] Kubertahan, walau tiada kau akhiri Segitiga diantara kita Hanya ‘tuk berdusta dan kulelah Diantara segitiga ini Kita…lambat berjumpa… Kau telah berdua…ku tak berdaya Mungkin kau tak peduli… Aku disini…terluka hati… Lelah kujelang, malamku gelap sepi… Lama kunanti, kau tetapkan hati.

Crazy Town – Butterfly Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Such a sexy, sexy, pretty little thing Fierce nipple pierce You got me sprung with your tongue ring And I ain’t gonna lie cause your loving gets me high So to keep you by my side There’s nothing that I won’t try Butterflies in her eyes and the looks to kill Time is passing And I’m asking, could this be real ‘Cause I can’t sleep, I can’t hold still The only thing I really know is she got sex appeal I can feel too much is never enough You’re always there to lift me up When these times get rough I was lost, now I’m found Ever since you’ve been around You’re the women that I want So yo, I’m putting it down Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Memang kembang jalanan 45 kejora pagi my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy I don’t deserve you Unless it’s some kind of hidden message To show me life is precious Then I guess it’s true To tell truth, I really never knew ’til I met you I was lost and confused Twisted and used up Knew a better life existed but thought that I missed it My lifestyle’s wild I was living like a wild child Trapped on a short leash Paroled the police files So yo, what’ s happening now?

I see the sun Breaking down a few dark clouds And memang kembang jalanan 45 kejora pagi vision of you standing out in a crowd so Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Hey sugar momma, come and dance with me Memang kembang jalanan 45 kejora pagi smartest thing you ever did was take a chance with me So whatever tickles your fancy Girl, me n’ you ‘s like Sid and Nancy So sexy, almost evil Talkin’ about butterflies in my head I used to think happy endings were only in the books I read But you made me feel alive when I was almost dead You filled that empty space with the love I used to chase And as far as I can see, it don’t get better memang kembang jalanan 45 kejora pagi this So butterfly, here is a song And it’s sealed with a kiss and a thank you, miss Come and dance with me Come and dance with me Come and dance with me Come and dance with me Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Come my lady Come, come my lady You’re my butterfly Sugar baby Come my lady You’re my pretty baby I’ll make your legs shake You make me go crazy Dewa – Roman Picisan Tatap matamu bagai busur panah Yang kau lepaskan ke jantung hatiku Meski kau simpan cintamu masih Tetap nafasmu wangi hiasi suasana Saat ku kecup manis bibirmu [Reff: ] Cintaku tak harus miliki dirimu Meski perih mengiris iris segala janji Aku berdansa di ujung gelisah Di iringi syahdu lembut lakumu Kau sebar benih anggun jiwamu Namun kau tiada menuai buah cintaku Yang ada hanya sekuntum rindu Kembali ke: Reff (*) Malam-malamku bagai malam seribu bintang Yang terbentang di angkasa bila kau disini Tuk sekedar menemani tuk melintasi wangi Yang s’lalu tersaji di satu sisi hati Sya… la… la… la… la… la.

Sya… la… la… la… la… la. Dygta – Pecundang Sejati Dalam diam jiwaku telah terluka memilikimu Karna ku takkan bisa tuk selamanya jadi cintamu Sesungguhnya hanya dirimu, tapi mereka tak mengerti Dan menentang cintaku denganmu Ku tlah menyerah slamanya dan mengakhiri kisah kita Meski air mata membunuhku Ku memang pecundang sejati yang tak sanggup perjuangkan cinta Maafkan semua cintaku, ku meninggalkanmu Janganlah kau tanyakan tentang janjiku yang pernah terucap karna semua tlah nyata kini diriku mengingkari Evanescenes – Going Under Now I will tell you what I’ve done for you 50,000 tears I cry Screaming, Deceiving, And bleeding for you And you still won’t hear me ….Going Under….

Don’t want your hand this time I’ll save myself Maybe I’ll wake up for once (wake up for once) Not tormented daily defeated by you Just when I thought I’d reach the bottom (Chorus) I dying memang kembang jalanan 45 kejora pagi I’m going under (going under) Drowning in you (drowning in you) I’m falling forever (falling forever) I’ve got to break through going under Blurring and stirring the truth and the lies (I don’t know what’s real and what’s not) Always confusing the thoughts is my head So I can’t trust myself anymore I dying again I’m going under (going under) Drowning in you (drowning in you) I’m falling forever (falling forever) I’ve got to break through, I’m, so go on and scream Scream at me, so far away I won’t be broken again I’ve got to breathe I can’t keep going under I dying again I’m going under (going under) Drowning in you (drowning in you) I’m falling forever (falling forever) I’ve got to break through, I’m, going under (going under) Going under (drowning with you) I’m going under Faris R.M.

– Sakura Senada cinta bersemi di antara kita menyambut anggunnya peranan jiwa asmara terlanjur untuk berhenti di jalan yang memang kembang jalanan 45 kejora pagi tertempuh semenjak dini sehidup semati Kian lama kian pasrah kurasakan jua janji yang terucap tak mungkin terhapus saja walau rintangan berjuta walau godaan memaksa diriku terjerat dipeluk asamara [CHORUS: ] Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah menipu sanubari tak semudah kusangka yakin akan cintamu yakinkan segalanya perlahan dan pasti daku kan melangkah menuju damai jiwa Bersama dirimu terbebas dari nestapa dalam wangi bunga cita cinta nan bahagia walau rintangan berjuta walau godaan memaksa diriku terjerat dipeluk asmara Five For Fighting – 100 Years I’m 15 for a moment Caught in between 10 and 20 And I’m just dreaming Counting the ways to where you are I’m 22 for a moment She feels better than ever And we’re on fire Making our way back from Mars 15 there’s still time for you Time to buy and time to lose 15, there’s never a wish better than this When you only got 100 years to live I’m 33 for a moment Still the man, but you see I’m a they A kid on the way A family on my mind I’m 45 for a moment The sea is high And I’m heading into a crisis Chasing the years of my life 15 there’s still time for you Time to buy, Time to lose yourself Within a morning star 15 I’m all right with you 15, there’s never always better than this When you only got 100 years to live Half time goes by Suddenly you’re wise Another blink of an eye 67 is gone The sun is getting high We’re moving on… I’m 99 for a moment Dying for just another moment And I’m just dreaming Counting the ways to where you are 15 there’s still time for you 22 I feel her too 33 you’re on your way Every day’s a new day… 15 there’s still time for you Time to buy and time to choose Hey 15, there’s never a wish better than this When you only got 100 years to live Funky Kopral – Bagian Yang Hilang Waktu terus berlalu Seiring langkahku yang coba tuk lewati Hari demi hari Kadang ku tak mengerti Semua yang terjadi Semua saling merindukan Saling melupakan Tak kurasa lagi hangat peluk disini Tak ku dapat lagi belai kasih disini Waktu terus berlalu membawa diriku Dalam suka dalam duka Menangis dan tertawa Tak ku dengar lagi suara tawa disini Tak ku lihat lagi senyum kecil disini Ku tertawa dan menari raing gembira Ku tertawa dan bernyanyi Apa yang kini kurasakan Tak ada tak ada lagi Yang pergi datang kembali Yang hilang akan tetap hilang Tak ku dengar lagi tak ku lihat lagi Tak ku rasa lagi tak ku dapat lagi Funky Kopral – Super Funk Terbang dan melayang menari-nari melangkah dengan pasti bersama di sini bukalah matamu dan bukalah hatimu memang kembang jalanan 45 kejora pagi nikmati dan kau kan ikut menari-nari jangan kau berhenti utk coba nikmati lepaskan dan bebaslah berlari-lari bersama di sini dan menari-nari coba kau ikuti (…) [reff :] jangan kau berhenti tuk coba nikmati menari-nari bersamaku di siini [bridge : ] jangan kau berhenti (bersamaku di sini) tuk coba nikmati Gigi – Andai memang benar ku salah tak menghargai perasaanmu dan menghancurkan rasa cintamu saat kuingat dirimu harummu yang memeluk nafasku yang memberikanku kehangatan terangnya seribu bintang tak dapat menyamai cahaya keindahanmu dari wujudmu dan aku tak mengijinkan cahayamu redup karenaku dan atas kesombonganku [Reff : ] andai .

ku tak membuang dirimu menjadikan yang kedua atas cintaku janganlah keterpurukanku ini membuat kau membenciku selamanya . dan membunuhku Glenn Fredly – Januari berat bebanku.meninggalkanmu separuh nafas jiwaku…. sirna bukan salahmu….apa dayaku mungkin cinta sejati tak berpihak. pada kita [reff : ] kasihku.sampai disini kisah kita jangan tangisi keadaannya bukan karena kita berbeda dengarkan dengarkan lagu… lagu ini melodi rintihan hati ini kisah kita berakhir di januari selamat tinggal kisah sejatiku oh….

pergilah………. Glenn Fredly – Sedih Tak Berujung Saat menjelang hari-hari bahagiamu Aku memilih tuk diam dalam sepiku Saat mereka tertawa di atas pedihku Tentang cintaku Yang telah pergi tinggalkanku Aku tak perduli Sungguh tak perduli Inilah jalan hidupku Ini aku kau genggam hatiku Simpan didalam lubuk hatimu Tak tersisa untuk diriku Habis semua rasa di dada Selamat tinggal Kisah tak berujung Kini ku kan berhenti berharap Perpisahan kali ini untukku Akan menjadi kisah Sedih yang tak berujung God Bless – Kehidupan Ku kejar prestasi itu Seribu langkah ku paci (Cepat lari) ya aku lari… (Cepat lari) Tunggu ku tarik nafasku Ku basuh dulu wajah ini (Ayo lari) hei hei tunggu dulu (Ayo lari) Tak dapatkan sejenak Hentikan ambisimu Lihatlah peluhku Tengoklah hatiku Seribu satu problema Menyesak di dalam dada (Apa itu) susu anakku (Apa itu) Tak kau hiraukan mereka Walau mereka… walau… walau… walau… (Walau apa) walau ku lapaar (Walau apa) Masih aku bertahan Walau kupaksakan Sampai batas waktu Keadilan datang… Oh… pikirkan… renungkan… pikirkan… Bilakah mereka semua kau pikirkan Tak kau hiraukan mereka Walau mereka… walau… walau… walau… (Walau apa) walau ku lapaar (Walau apa) Oh… pikirkan… renungkan… pikirkan… Renungkan… pikirkan… renungkan… pikirkan… Pikirkan… renungkan… pikirkan… renungkan… Pikirkan… bilakah mereka semua kau pikirkan… Gorillaz – Clint Eastwood I’m happy, I’m feeling glad I got sunshine, in a bag I’m useless,but not for long The future is coming on(2 times) It’s comin’ on, It’s comin’ on, It’s comin’ on, It’s comin’ on… Alright… Yeah… Ha Ha!

Finally someone let me out of my cage Now, time for me is nothing cos I’m counting no age Now I couldn’t be there Now you shouldn’t be scared I’m good at repairs And I’m under each snare Intangible Bet you didn’t think so I command you to Panoramic view Look I’ll make it all manageable Memang kembang jalanan 45 kejora pagi and choose Sit and lose All you different crews Chicks and dudes Who you think is really kickin’ tunes?

Picture you gettin’ down in a picture tube Like you lit the fuse You think it’s fictional Mystical? Maybe Spiritual Hero who Appears in you To clear your view And you’re too crazy Lifeless To know the definition for what life is Priceless For you because I put you on the hype shit You like it?

Gunsmokin’ Righteous with one toke and Psychic among those Possess you with one go I’m happy, I’m feeling glad I got sunshine, in a bag I’m useless,but not for long The future is coming on I’m happy, I’m feeling glad I got sunshine, in a bag I’m useless, but not for long The future is coming on Is coming on Is coming on Is coming on The essence the basics Without it you make it Allow me to make this Childlike it nature Rhythm You have it or you don’t that’s a fallacy I’m in them Every sprouting tree Every child of peace Every cloud and sea You see with your eyes you see destruction and demise Corruption in the skies From this fucking enterprise Now I’m sucked into your lies Through Russ, though not his muscles but the percussion to provide for me as a guide y’all can see me now cos you don’t see with your eye You perceive with your mind That’s the end now So I’ma stick around with Russ and be a mentor Bust a few rhymes so mother fuckers remember where the thought is I brought all this So you can survive when law is lawless Feelings, sensations that you thought were dead No squealing, remember (that it’s all in your head) I’m happy, I’m feeling glad I got sunshine, in a bag I’m useless, but not for long The future is coming on I’m happy, I’m feeling glad I got sunshine, in a bag I’m useless, but not for long My future is coming on Is coming on Is coming on Is coming on Is coming on My future is coming on Is coming on Is coming on Is coming on Is coming on My future is coming on My future… Guns and Roses – November Rain When I look into your eyes I can see a love restrained But darlin’ when I hold you Don’t you know I feel the same ‘Cause nothin’ lasts forever And we memang kembang jalanan 45 kejora pagi know hearts can change And it’s hard to hold a candle In the cold November rain We’ve been through this auch a long long time Just tryin’ to kill the pain But lovers always come and lovers always go An no one’s really sure who’s lettin’ go today Walking away If we could take the time To lay it on the line I could rest my head Just knowin’ that you were mine All mine So if you want to love me Then darlin’ don’t refrain Or I’ll just end up walkin’ In the cold November rain Do you need some time… on your own Do you need some time… all alone Everybody needs some time… on their own Don’t you know you need some time… all alone I know it’s hard to keep an open heart When even friends seem out to harm you But if you could heal a broken heart Wouldn’t time be out to charm you Sometimes I need some time… on my own Sometimes I need some time… all alone Everybody needs some time… on their own Don’t you know you need some time… all alone And when your fears memang kembang jalanan 45 kejora pagi And shadows still remain I know that you can love me When there’s memang kembang jalanan 45 kejora pagi one left to blame So never mind the darkness We still can find a way ‘Cause nothin’ lasts forever Even cold November rain Don’t ya think that you need somebody Don’t ya think that you need someone Everybody needs somebody You’re not the only one You’re not the only one Guns and Roses – Paradise City Just a’ urchin Livin’ under the memang kembang jalanan 45 kejora pagi I’m a hard case That’s tough to beat I’m your charity case So buy me somethin’ to eat I’ll pay you at another time Take it to the end of the line Ragz to richez or so they say Ya gotta-keep pushin’ For the fortune and fame It’s all a gamble When it’s just a game Ya treat it like a capital crime Everybody’s doin’ memang kembang jalanan 45 kejora pagi time Take me down To the paradise city Where the grass is green And the girls are pretty Take me home Strapped in the chair of the city’s gas chamber Why I’m here I can’t quite remember The surgeon general says It’s hazardous to breathe I’d have another cigarette But I can’t see Tell me who you’re gonna believe Take me down To the paradise city Where the grass is green And the girls are pretty Take me home So far away So far away So far away So far away Captain America’s been torn apart Now he’s a court jester With a broken heart He said- Turn me around and Take me back to the start I must be losin’ my mind- “Are you blind ?” I’ve seen it all a million times Guns and Roses – Welcome To The Jungle Welcome to the jungle We got fun n’ games We got everything you want Honey, we know the names We are the people that can find whatever you may need If you got the money Honey, we got your disease In the jungle Welcome to the jungle Watch it bring you to your sha na na na na na na knees, knees I wanna watch you bleed Welcome to the jungle, we take it day by day If you want it you’re gonna bleed But it’s the price you pay And you’re a very sexy girl that’s very hard to please You can taste the bright lights But you won’t get them for free In the jungle Welcome to the jungle Feel my, my, my serpentine I, I wanna hear you scream Welcome to the jungle It gets worse here every day Ya learn to live like an animal In the jungle where we play If you got a hunger for what you see You’ll take it eventually You can have anything you want But you better not take it from me In the jungle Welcome to the jungle Watch it bring you to your sha na na na na na na na knees, knees I wanna watch you bleed And when you’re high you never Ever want to come down, yeah!

You know where you are? You’re in the jungle, baby ! You’re gonna die! In the jungle Welcome to the jungle Watch it bring you to your sha na na na na na na na knees, knees In the jungle Welcome to the jungle Feel my, my, my serpentine In the jungle Welcome to the jungle Watch it bring you to your sha na na na na na na na knees, knees In the jungle Welcome to the jungle Watch it bring you to your It’s gonna bring you down Ha !

Harapan Jaya – Kuliah Pagi Berlari-lari kesana kemari Berlari-lari mengejar bis kota Setiap pagi ditelpon siNani Ngingetin gue kuliah pagi Kuuuuuuliah pagi…… Kuuuiiiiiaaah pagi Aduh malesnya kuliah pagi Nggak sempat mandi dan gosok gigi Dasar si Nani nelepon lagi Ngingetin gue berkali-kali Oooooooh……Nani Oooooooh……Nani [Reff : ] Oh baiknya Nani Ngingetinku bangun pagi untuk kuliah pagi Oh parahnya aku nggak bisa bangun sendiri malunya hati ini Kuharus mencoba melawan semua sifat malasku ini Hoy hoy hoy hoy Bangkitkan semangat lupakan problema ingin kuteriak oooooo kuliah pagi oooooo kuliah pagi oooooo kuliah pagi oooooo kuliah pagi Marilah semua bangun negeri demi ibu pertiwi Hoy hoy hoy hoy Janganlah menyerah tetap bergairah demi masa depanmu Nikita – Seperti yang Kau ingini (OST.

Buku Harian Nayla Bukan dengan barang yang fana, Kau menebus dosaku dengan darah yang mahal, tiada noda dan cela Bukan dengan emas perak, Kau menebus diriku oleh segenap kasih dan pengorbanan-Mu [Reff:] Ku t’lah mati…dan tinggalkan cara hidupku yang lama Semuanya t’lah sia-sia dan tak berarti lagi Hidup ini kuletakkan…pada mezbah-Mu ya Tuhan Jadilah padaku seperti yang Kau ingini Humania – Terserah Bermalam panjang di rumahmu Walaupun bukan malam minggu Membahas langkah kita Yang tak pernah jelas arahnya Kau terap aturan mainmu Tapi kubilang tak setuju [Reff:] Terserah kamu Oh kasih Kutak mau mendengar lagi Kau minta semua waktuku Yang bukan hanya milikmu Terserah apa maumu Kutak sanggup tuk memenuhi Kalau begitu maumu Kau cari saja penggantiku Uwo wo Setiap kali menghubungimu Kuharus hadir untuk kamu Kau menuntut ini itu Kau kira aku siapamu Kuharus selalu di sampingmu Tapi kubilang tak setuju Indra Lesmana / Gilang Ramadhan – Selamat Tinggal seringkali bertanya saat bahagia hadir akankah ada akhir akankah tuk slamanya seringkali bertanya adilkah hidup ini kala sedih melanda meruntuhkan rasa di jiwa [Reff :] tak mudah untuk di hati tak mudah untuk dihadapi saat harus mengucap slamat tinggal segala tentang cinta buat hati terlena membawa kedamaian menyejukkan dunia segala tentang sesal membuat hati kecewa membawa air mata meruntuhkan rasa di jiwa kadang ingin jauh berlari.o.o.u.u bila diri bertemu realita … Iwan Fals – Sarjana Muda Berjalan seorang pria muda Dengan jaket lusuh dipundaknya Di sela bibir tampak mengering Terselip s’batang rumput liar Jelas menatap awan berarak Wajah murung s’makin terlihat Dengan langkah gontai tak terarah Keringat bercampur debu jalanan [Reff I :] Engkau sarjana muda Resah mencari kerja Mengandalkan ijasahmu Empat tahun lamanya Bergelut dengan buku ‘Tuk jaminan masa depan Langkah kakimu terhenti Di depan halaman sebuah jawaban Termenung lesu engkau melangkah Dari pintu kantor yang di harapkan Tergiang kata tiada lowongan Untuk kerja yang di dambakan Tak peduli berusaha lagi Namun kata sama yang kau dapatkan Jelas menatap awan berarak Wajah murung s’makin terlihat [Reff II :] Engkau sarjana muda Resah mencari memang kembang jalanan 45 kejora pagi Tak berguna ijasahmu Empat tahun lamanya Bergelut dengan buku Sia-sia semuanya Setengah putus asa dia berucap “maaf ibu…” Jamrud – Halo Penjahat Bisa siang bisa malam, orang jahat keliaran Dari teri, sampai kakap, sampai yang pake otak Maling sekali maling ya tetap maling Garong masih saudara ama maling Waktu kecil bawa buku, penghapus sama pinsil Sudah gede bawa pistol, senapan memang kembang jalanan 45 kejora pagi geranat Terror, emang enak !

kalau diteror Mampus, lama-lama kita yang mampus [Reff : ] Tuan penjahat, apa maumu Kok tega-teganya nyakitin kita-kita Tuan penolong, bawa pistol dong, lindungi kita dong Jangan bengong dong Banyak iblis, banyak setan Tapi ngakunya orang Di jalanan, di kantoran atau di perumahan Tipu, dari lahir bakatnya nipu Hasut, biar kita pada pakepuk Jamrud – Ingin Jadi Koboi (Bajingan) engkau pilih jadi koboi, lupa segala perintah orang tua minum arak kerja malak, segala cara dipakai taruhan kuras semua yang ada di rumah halal semua yang ada diluar kantong kosong tambah bingung pasang otot dan mulai beraksi badan ceking, tato cacing mana takut orang dibuatnya mencari lawan dan bahkan perawan jadi bajingan disumpahin orang [Reff:] biarlah penjara tempatnya disana bikin pusing kepala sampai seribu keliling mungkinkah dia jera bila dinistanya atau malah dia makin jadi gila Jamrud – Anjing Sarapan pagi didepan istri Kau makan daging Telur, sayur, roti dan keju Setelah pergi kau makin rakus Kau jilat ludah orang juga *** tuanmu Anjink seperti anjink… Nerima gaji kau bijaksana Dibagi rata untuk anak, istri dan amal Diluar gaji tabungan nambah Kau korek brankas negara Kayak ngorek sampah Anjink seperti anjink… Nanti waktu diusut, pasti diciduk Tapi bukan kau yang digantung Akal mu busuk otakmu licik Siapapun dibeli Kau sumbang si anu, kau transfer si itu Ya beres semua Yang ini busuk yang itu licik Yang lainnya rakus Yang bersih ngelamun Yang protes ya protes Yang tolol banyak Ha.ha.ha…merdeka Nongol di TV matamu teduh Bicara moral, akhlak martabat Dan bla.bla.bla.

Tapi diluar TV matamu ngebul Ngeliat pantat-pantat janda Yang kau piara Anjink seperti anjink… Jamrud – Waktuku Mandi Waktuku mandi, sambil nyanyi nyanyi Lagu ga’ karuan malah kayaknya kampungan Lagi asyik nyanyi ada yang memanggil Aku lempeng aja malah suara makin tinggi Pintu digedor… k’palaku nongol… astaghfirullah [Reff I: ] Pak RW datang bawa polisi Aku diseret dari kamar mandi Tanpa handuk, tanpa baju Kata mereka nenek sebelah mati Waktu ngedenger aku lagi nyanyi Karena suaraku jantung si nenek kumat lagi Besoknya mandi enggak pake nyanyi Hanya siul siul biar badan ga menggigil Lagi asyik nyiul, ada yang memanggil Aku lempeng ajah malah nyiul makin kenceng Di gedor lagi… k’palaku nongol… ya Masya Allah [Reff II: ] Pak RW datang bawa polisi Diseret lagi dari kamar mandi Tanpa handuk, tanpa baju Kata mereka aku mau nyuri Waktu ku nyiul pasti lagi manggil Karena siulku, burung tetangga jadi kabur Besoknya lagi, jadi males mandi Biar gatel gatel banyak panu ‘gak peduli… Jang Nara – Sweet Dream IT’S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE hessarun naui changur barke bichugo banjum nunur tossur ten gude misoga narur bangyoyo… Ne bore sarjag imachugo sarang handago sogsagyojyo ne morimathen MORNING COFFEE hogshi nega kumur kunayo?

IT’S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE hessarun naui changur barke bichugo banjum nunur tossur ten gude misoga narur bangyoyo… WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE iboda do hengbog harsunun obgejyoo ama gurorkoeyo jigum ne gyothen gudega ijanhayo… Nomu hunheso najochado shirho hessodon ne irumdo wenji gudega bullojumyon yepugeman nukyojineyo IT’S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE gudega narur arumdabge haneyo narur anajulleyo sarang handago marhejurkeyo… WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE machi nan yonghwasoge juingong chorom sarang badgi wiheso gude mamsoge dashi theonan gojyo Jigum isungan naboda hengboghan saramun obgejyo keji anhge hejwoyo DON’T BREAK IT nan ikum aneso… IT’S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE hessarun naui changur barke bichugo banjum nunur tossur ten gude misoga narur bangyoyo… WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE iboda do hengbog harsunun obgejyoo ama gurorkoeyo jigum ne gyothen gudega ijanhayo… IT’S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE gudega narur arumdabge haneyo narur anajulleyo sarang handago marhejurkeyo… WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE machi nan yonghwasoge juingong chorom sarang badgi wiheso gude mamsoge dashi theonan gojyo Java Jive – Kau Yang Terindah Kau yang di sana terpisah jarak waktu Aku yang di sini merindukan bayangmu Mungkin kita harus bisa menahan gejolak Tapi kita manusia yang punya hasrat jiwa … Setiap saat, setiap waktu ku ingat dirimu Setiap saat, setiap waktu ku ingin berjumpa [Reff:] Kau yang terindah hadir dalam mimpiku Kini bertemu dalam jalinan kisah Mungkin kita bukan cinta ku tak perduli Tapi kita manusia yang punya hasrat jiwa … Setiap saat, setiap waktu ku ingat memang kembang jalanan 45 kejora pagi Setiap saat, setiap waktu ku ingin berjumpa Ku ingin bercinta o … oh … oh … Walau ku pendam gejolak namun asmara tetap ada Tak bisa ku tolak karna kau yang terindah Yang mungkin memuaskan segalanya ….

Java Jive – Gerangan Cinta Malam kian terasa larut dan dingin Hasrat pun ingin terus bersama Sinar bulan yang terang berbayang Terbias indah di matamu Hingga tiada satu kata yang bisa kuucapkan Biar kau tahu yang kurasakan Getar jiwa terguncang buaikan Bersatu genggam di jarimu [Reff : ] Inikah gerangan cinta Yang menghiasi kisah manusia sepanjang masa Gairah pun dibuai terlena Nikmati manis kata asmara Damainya terasa di dalam jiwa Mari bercinta… Java Jive – Gadis Malam Gadis malam berjalan pelan Adakah tujuan kemana langkahnya Dan seorang pria melirik cepat Menahan sang dara hasrat pun bicara Sudut yang ada di hening malam Jadi satu saksi haramnya transaksi [Reff: ] Deru nafas memacu di dalam ruang Seiring hasrat manusia oh Gelap melanda jiwa Dan mereka terlena oh begitu cepat Dosa itu terbuat Jari yang lentik lemah meraih Setumpuk uang kertas dan pergi bergegas Malam meninggi langkah sang gadis Pelan dan menghilang di pekatnya malam Hai gadis malam adakah telintas Tuk kembali pulang Ke dunia yang hilang UNGU – Andai Ku Tahu Andai ku tahu Kapan tiba ajalku Ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku Andai ku tahu Kapan tiba masaku Ku akan memohon tuhan jangan kau ambil nyawaku Aku takut akan semua dosa dosaku Aku takut dosa yg terus membayangiku Andai ku tahu Malaikatmu kan menjemputku Izinkan aku mengucap kata taubat padamu Aku takut akan semua dosa dosaku Aku takut dosa yg terus membayangiku Ampuni aku dari segala dosa dosaku Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu Aku manusia yang takut neraka Namun aku juga tak pantas disurga Andai ku tahu Kapan tiba ajalku Izinkan aku mengucap kata taubat padamu Aku takut akan semua dosa dosaku Aku takut dosa yg terus membayangiku Ampuni aku dari segala dosa dosaku Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu Jikustik – Pandangi Langit Malam Itu Putri jangan menangis Hapus airmata Di wajah cantik mu Putri kepergianku Tak akan lama Tahan rindumu Putri kepergianku Tak akan lama Tahan rindumu Putri seandainya saja Ku bisa menghentikan waktu Ku hentikan waktu [Reff: ] Bila kau rindukan aku putri Coba kau pandangi langit malam ini Bila itu tak cukup mengganti Cobalah kau hirup udara pagi Aku di situ Mungkin dengan perpisahan Kita kan mengerti Arti pertemuan Putri percaya padaku Ini hanya likuan hidup Yang pasti berakhir Putri jangan menangis Letto – Ruang Rindu Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada jalanku hampa dan kusentuh dia terasa hangat oh didalam hati kupegang erat dan kuhalangi waktu tak urung jua kulihatnya pergi tak pnah kuragu dan slalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat ku saat itu mencari makna tumbuhkan rasa yg sesakkan dada * kau datang dan pergi oh begitu saja smua kutrima apa adanya mata terpejam dan hati menggumam di ruang rindu kita bertemu * bertemu Jose Mari Chan – Beautiful Girl Beautiful girl, whenever you are I knew when I saw you, you had opened the door I knew that I’d love again after a long, long while I’d love again you said ‘hello’ and I turned to go but something in your eyes left my heart beating so I just knew that I’d love again after a long, long while I’d love again It was destiny’s game, for when love finally came on I rushed in line only to fine that you were gone wherever you are i fear that i might have lost you forever, like a song in the night now that I’ve loved again, after a long, long while I’ve loved again beautiful girl, I’ll search on for you till all of your loveliness in my arms come true you’ve made me in love again, after memang kembang jalanan 45 kejora pagi long, long while in love again and I’m glad that is you… hmmmmm… beautiful girl.

Kahitna – Andai Dia Tahu Bilakah dia tahu Apa yang tlah terjadi Semenjak hari itu Hati ini miliknya [Reff:] Mungkinkah dia jatuh hati Seperti apa yang kurasa Mungkinkah dia jatuh cinta Seperti apa yang kudamba Bilakah dia mengerti Apa yang tlah terjadi Hasratku tak tertahan Tuk dapatkan dirinya Tuhan yakinkan dia Tuk jatuh cinta Hanya untukku Memang kembang jalanan 45 kejora pagi dia tahu…… Kahitna – Cantik Cantik ingin rasa hati berbisik Untuk melepas keresahan dirimu oh Cantik bukan ku ingin menganggumu Tapi apa arti merindu selalu oh ho Walau mentari terbit di utara Hatiku hanya untukmu [Reff:] Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan ku balas seisi jiwa Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan sungguh aku sayang kamu Cantik bukan ku ingin menganggumu Tapi apa arti merindu selalu oh ho Walau mentari terbit di utara Hatiku hanya untukmu Ingin ku berjalan menyusuri cinta Cinta yang abadi untukmu selamanya Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan ku balas seisi jiwa Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan sungguh aku sayang kamu Ada hati yang termanis dan penuh cinta Tentu saja kan ku balas seisi jiwa Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita Ini kesungguhan sungguh aku sayang kamu Hey ya ya ya hey ya ini kesungguhan Sungguh aku sayang kamu Katon Bagaskara – Negeri Di Awan Di bayang wajahmu kutemukan kasih dan hidup yang lama lelah aku cari di masa lalu [Reff:] Kau datang padaku kau tawarkan hati nan lugu selalu mencoba mengerti hasrat dalam diri Kau mainkan untukku sebuah lagu tentang neg’ri di awan dimana kedamaian menjadi istananya dan kini tengah kau bawa aku menuju kesana oh.

hoo Ternyata hatimu penuh dengan bahasa kasih yang terungkapkan dengan pasti dalam suka dan sedih Katon Bagaskara – Tak bisa Ke Lain Hati Bulan merah jambu luruh di kotamu Kuayun sendiri, langkah-langkah sepi Menikmati angin, menabur daun-daun Mencari gambaranmu, di waktu lalu (*) Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi Tercipta nelangsa.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

merengut sukma Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati Begitu lelah sudah, kuharus menepi Biduk t’lah ditambatkan berlabuh di pantaimu. Kembali ke: (*) [Reff:] Oh … ho … oh … ho…. Pindah ke lain hati Oh … ho… oh … ho… Pindah ke lain hati Sungguh kuakui … Tak bisa ke lain hati … Sungguh ku akui Tak bisa ke lain hati Sungguh ku akui Tak bisa ke memang kembang jalanan 45 kejora pagi hati Mengingatmu, mengenangmu Menggapai paras wajahmu, sendiri … KORN – A.D.I.D.A.S.

Honestly, somehow it always seems that I’m dreaming’ of something that I can never be It doesn’t bother to me, ’cause I will always be that pimp that I see in all of my fantasies I don’t know your f**king name. So what, let’s… Screaming to be the only way that I can truly be free from my f**ked up realities, So I turn and stroke it harder, ’cause it’s so fun to see my face staring back at me. I don’t know your f**king name. So what, let’s f**k. All Day I Dream About Sex All Day I Dream About f**kin’ DEWA – Selimut Hati Aku ‘kan menjadi malam-malammu ‘Kan menjadi mimpi-mimpimu Dan selimuti hati… mu yang beku Aku ‘kan menjadi bintang-bintangmu ‘Kan s’lalu menyinarimu Dan menghapus rasa rin… dumu yang pilu [Reff :] Aku bisa untuk menjadi Apa yang kau minta Untuk menjadi apa yang kau impikan Tapi ku tak bisa menjadi dirinya Aku ‘kan menjadi embun pagimu Yang ‘kan menyejukkan jiwamu Dan ‘kan membasuh hati… mu yang layu [Back To Reff :] Tinggalkan sejenak lalumu Beri sedikit waktu kepadaku ‘Tuk meyakinkanmu uuhh… uuuuu… Aku ‘kan menjadi malam-malammu ‘Kan menjadi mimpi-mimpimu Dan selimuti hati… mu, selimuti hatimu Selimuti hatimu… selimuti hatimu Selimuti hatimu… selimuti hatimu Selimuti hatimu… selimuti hatimu DYGTA – Karena Ku Sayang Kamu Seandainya kau ada disini denganku Mungkin ‘ku tak sendiri Bayanganmu yg selalu menemaniku Hiasi malam sepiku Kuingin bersama dirimu [Reff :] Kutak akan pernah berpaling darimu Walau kini kau jauh dariku ‘kan slalu kunanti Karena kusayang kamu Hati ini selalu memanggil namamu Dengarlah melatiku Kuberjanji hanyalah untukmu cintaku Takkan pernah ada yg lain Adakah rindu di hatimu Seperti rindu yg kurasa Sanggupkah kuterus terlena Tanpamu di sisiku Kukan selalu menantimu Andra & The backbone – Musnah Bukan…maksud hatiku acuhkan dirimu didepan mataku tapi ku tak bisa lupakan saat dirimu membuat diriku terhina [ Reff : ] Sakit hatiku Remuk jantungku ‘tuk membencimu Musnahkan cintaku Bukan… maksud hatiku lenyap senyumku saat kita bertemu tapi ku tak bisa singkirkan enyahkan fikirku diriku terluka [ Reff : ] Bukan.

maksud hatiku Tak bisa singkirkan Diriku terluka [ Reff : ] Musnah Musnah. Wo. Kerispatih – Mengenangmu Takkan pernah habis air mataku bila kuingat tentang dirimu Mungkin hanya kau yang tahu mengapa sampai saat ini ku masih sendiri [reff :] Adakah di sana kau rindu padaku meski kita kini ada di dunia berbeda Bila masih mungkin waktu kuputar ‘kan kutunggu dirimu Biarlah kusimpan sampai nanti aku ‘kan ada di sana Tenanglah dirimu dalam kedamaian Ingatlah cintaku kau tak memang kembang jalanan 45 kejora pagi lagi Namun cintamu abadi Saykoji – Jomblo Gua punya temen malam minggu dia melongo soal cewe dia dongo tapi dia bukan homo dia cuma seorang jomblo yahh.

saykoji lagu ini gua tujuin khusus buat jomblo2 malam minggu kesepian dan sendirian tapi ngaku ama temen punya pendirian ngakunya blom tertarik punya pasangan padahal di dalam hati trus berangan tampang bukanlah yang menjadi alasan karena ngak jelek cukup pas2an tapi ngak pernah bisa punya pacar emang model kaya gini harus banyak belajar liat cewek cuman bisa maen suit2 sok2 ngegodain sambil bibir tuit2 disangka cewek demen dibikin begitu cuman sama cewek murahan taktik itu jitu pantesan lo jomblo sepanjang abad berpikir dewasa aja masih super lambat yang ngerasa jomblo suka bengong mata belo lagu satu ini emang khusus buat elo [ Reff : ] malam minggu dia melongo soal cewe dia dongo tapi dia bukan homo dia cuma seorang jomblo PDKT baju gak diganti apalagi udah seharian kagak mandi lalu pengen ngedeketin gadis2 udah pasti mereka menolak dengan sadis terus sok pinter di depan cewek ngomong panjang lebar merasa pw padahal baca buku atau koran aja kagak otak masih bego di depan cewek belagak waktu pacaran dia ngajak makan terus minta dibayarin blak2an udah gitu makan di restoran mahal lo pikir cewek seneng, kagak bakal kalo kaga pengen jomblo mesti tau diri jangan liat cowok lain punya cewek cantik iri mungkin dia memang pria sejati yang pdkt ama cewek lewat hati [ Back to Reff : ] makanye cara paling baek supaya elo kagak jomblo lo mesti berubah karna dunia tuh ga seperti daun kelor coba lo pikirin banyakan majalah cewek daripada majalah cowok mereka tuh lebih banyak masukan jelas aja lo keliatan bego makanya sekarang saatnya berubah apa yang udah gw bilang jangan lupa cowok yang lebih gentlemen cewek suka daripada malu taro mana tuh muka jadilah lelaki yang apa adanya jangan terlalu caper makanya kalo ngomong ama cewek liat matanya jangan liat yang lain denger kata katanya [ Back to Reff : ] nama saya kisron dari tegal saya 25 taun loh jomblo saya ngikutin kata2 nya mas saykoji langsung dapet cewek [ Back to Reff : ] untuk semua jomblo di indonesia bersemangatlah karna hari kemenangan akan segera tiba Astrid – Jadikan Aku Yang Kedua [Verse 1 :] Jika dia cintaimu, melebihi cintaku padamu Aku pasti rela, untuk melepasmu, walau ku tau ku ‘kan terluka [Verse 2 :] Jikalah semua berbeda, kau bukanlah orang yang ku puja Tetapi hatiku, telah memilihmu, walau kau tak mungkin tinggalkannya [ Reff :] Jadikan aku yang kedua Buatlah diriku bahagia Walaupun kau, tak ‘kan pernah Kumiliki selamanya Channel – Tentang Kita Di saat aku menunggumu Diam yang selalu kau berikan Ku tak harapkan semua ini terjadi Sejujurnya Ku ingin kamu Seutuhnya Namun kau buang semua harapan Seharusnya kau pergi Melepaskan diriku Jangan kau kembali Lupakan semua kenangan kita Seharusnya kau pergi Meninggalkan diriku Jangan kau kembali Lupakan semua kenangan kita Tentang kita Sirna Tentang kita Berakhir Sudahlah lupakan saja Tentang kita Tangga – Cinta Begini Aku bisa terima meski harus terluka Karena ku terlalu mengenal hatimu Aku telah merasa dari awal pertama Kau takkan bisa lama berpaling darinya Ternyata hatiku benar Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti Mana mungkin terus jalani cinta begini Karena cinta tak akan ingkari Takkan terbagi Kembalilah pada dirinya Biar ku yang mengalah Aku terima… Ku tak bisa terima… Bila terus tak setia… Menghianati dia… Menduakan cinta… Ternyata hatiku benar Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti Mana mungkin terus jalani cinta begini Karena cinta tak akan ingkari Takkan terbagi Kembalilah pada dirinya Biar ku yang mengalah Aku terima… Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti Mana mungkin terus jalani cinta begini Karena cinta tak akan ingkari Takkan terbagi Kembalilah pada dirinya Biar ku yang mengalah Aku terima… Repvblik – Hanya Ingin Kau Tahu Ku telah miliki Rasa indahnya perihku Rasa hancurnya harapku Kau lepas cintaku Rasakan abadi Sekalipun kau mengerti Sekalipun kau pahami Ku pikir ku salah mengertimu Aku hanya ingin kau tahu Besarnya cintaku Tingginya khayalku bersamamu Tuk lalui waktu yang tersisa kini Di setiap hariku Di sisa akhir nafas hidupku ow wooo wo wo wo Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku Hanya ada dalam anganku Melewati hidup Rasakan abadi Sekalipun kau mengerti Sekalipun kau pahami Ku memang kembang jalanan 45 kejora pagi ku salah mengertimu Aku hanya ingin kau tahu Besarnya cintaku Tingginya khayalku bersamamu Tuk lalui waktu yang tersisa kini Di setiap hariku Di sisa akhir nafas hidupku Aku hanya ingin kau tahu Besarnya cintaku Tingginya khayalku bersamamu Tuk lalui waktu yang tersisa kini Di setiap hariku Di sisa akhir nafas hidupku ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo Gita Gutawa – Bukan Permainan Bila nanti aku pergi Jangan lagi panggil ku kembali Bila nanti aku pergi Takkan ada cinta kita lagi Kita bisa balik lagi, pisah lagi Apa kau mengerti Bahwa ini bukanlah… Bukan permainan… an… Kau tak bisa buatku menangis lagi Kau tak bisa buatku bersedih lagi Tanpa aku kau akan baik saja Tanpa kamu ku akan baik saja Kau tak bisa buatku menangis lagi… ii… Bila nanti kau sendiri Jangan ingat-ingat aku lagi Kita bisa balik lagi, pisah lagi Apa kau mengerti Bahwa memang kembang jalanan 45 kejora pagi bukanlah… Bukan permainan… an… Kau tak bisa buatku menangis lagi Kau tak bisa buatku bersedih lagi Tanpa aku kau akan baik saja Tanpa kamu ku akan baik saja Bila nanti aku pergi Tanpa aku kau akan baik saja Jangan lagi panggil ku kembali Tanpa kamu ku akan baik saja Bila nanti aku pergi Tanpa aku kau akan baik saja Takkan ada cinta kita lagi Tanpa kamu ku akan baik saja Kau tak bisa buatku menangis lagi Kau tak bisa buatku bersedih lagi Kau tak bisa buatku menangis lagi Kau tak bisa buatku bersedih lagi Bila nanti aku pergi Jangan lagi panggil ku kembali Bila nanti kau sendiri… Jangan ingat-ingat aku lagi… Melly Goeslow – Gantung Ku harus menemui cintaku Mencari tahu hubungan kita Apa masih atau tlah berakhir [Reff :] Kau menggantungkan hubungan ini Kau diamkan aku tanpa sebab Maunya apa ku harus bagaimana Kasih… Sampai kapan kau gantung Cerita cintaku memberi harapan Hingga mungkin ku tak sanggup lagi Dan meninggalkan dirimu Detik-detik waktu pun terbuang Teganya kau menggantung cintaku Bicaralah biar semua pasti [Back to Reff] Tentunya hubungan cinta denganmu Membuat ku sakit Hingga mungkin ku tak sanggup lagi Dan meninggalkan dirimu Gazette – Cassis aaa…….Zutto kurikaeshiteta zutto …….kanashi masete bakaridatta Kitto anatasaemo kizutsukete boku wa ugokenumama aaaaaaaa….Anatani fureru kotoga naze konnani kurushiinodesuka?

Kitto onaji koto wo kurikaeshite anata wo ushinatteshimaunoga kowakattakara Yorisoukotode nuguoutoshita wasurekirenakattahi wo Anata wa nanimo kikazuni konote wo nigittekuretane Ashita anatano kimochi ga hanaretemo Kitto kawarazuni aishiteiru Ashita anatani boku ga mienakutemo Kitto kawarazu aishiteiru I will walk together, the future not promised It keeps walking together, to future in which you are… Tsuraikotosae wasurerukurai Anata wo omotteiru Aenaiyoru wo kazoerutabini Kogarerumune Kakechigai no sabishisatsunoru douka hitorikiridenakanaide Donnani hanareteitemo shinjiaeru futarideiyou Douka konomama warateitai Anata wo kizutsukesasenaide Toki ga tatsutabi usureteitta Annaomoi kurikaeshitakunai Ashita anatano memang kembang jalanan 45 kejora pagi hanaretemo Kitto kawarazu aishiteiru Ahita anatani bokuga mienakutemo Kitto kawarazu aishiteiru Douka bokudake wo mitsumeteite Douka konotega tokenuyou I will walk together, the future not promised It keeps walking together, to future in which you are… kotoba ja tsutawaranai hodo no yuutsu wa gozen niji wo motte tameiki (&) mousou ni kawaru “kakuri ROMANCE (ai)” yume de aitai….

Tompi – Salahkah Salahkah bila ku mendua Salahkah bila rasa itu ada Dan aku tak lagi merasa engkau ada Dan cintaku seolah jenuh akan hatimu [ Reff : ] Kasih tinggalkanlah diriku tuk selamanya Biarkan ku sendiri Cukup bagi diriku melukai hatimu Kasih tinggalkanlah diriku tuk selamanya Biarkan aku Mungkin kau akan bahagia dengan dia, denganmu Tak perlu kau memohon untuk kembali Tak perlu kau memohon cintaku Tiada lagi ruang di hatiku Yang tersisa untukmu [ Back to reff ] Sungguh ku pun tak bisa Untuk tetap mencintaimu Sungguh ku takkan bisa Untuk selalu menyayangimu Sungguh ku tak bisa Untuk tetap mencintaimu selamanya Pergilah kasih tinggalkan aku Clubeighties – Cinta dan Luka Pernah kutawarkan isi hatiku ‘tuk redakan setiap luka hatimu Pernah kuungkap ‘tuk milikimu Kau membisu Apakah itu jawabmu?

[ Reff : ] Pernah kukira ini tentang cinta Oh ternyata hanya sahabat setia Pernah kuminta bunuh cintaku Kau membisu Takkan pernah jawabku Semua yang kurasakan tak mungkin dapat kuhapuskan Walau kau bersamanya menjalin kisah cinta nyata dan terluka Oh… Setiap tetes air mataku s’lalu kau menangis di pelukku Namun setiap saat kau bahagia s’lalu kaukan memilih bersamanya Pernah kumimpi ‘tuk tinggalkanmu Incubus – Dig We all have a weakness But some of ours are easier to identify.

Look me in the eye And ask for forgiveness; We’ll make a pact to never speak that word again Yes you are my friend. We all have something that digs at us, At least we dig each other So when weakness turns my ego up I know you’ll count on the me from yesterday If I turn into another Dig me up from under what is covering The better part of me Sing this song Remind me that we’ll always have each other When everything else is gone. We all have a sickness That cleverly attaches and multiplies No matter how hard we try.

We all have someone that digs at us, At least we dig each other So when sickness turns my ego up I know you’ll act as a clever medicine. If I turn into another Dig me up from under what is covering The better part of me. Sing this song! Remind me that we’ll always have each other When everything else is gone. Oh each other…. When everything Else is gone. DYGTA – Kesepian Kurindu disayangi Sepenuh hati Sedalam cintaku Setulus hatiku Kuingin memiliki Kekasih hati Tanpa air mata Tanpa kesalahan * Bukan cinta Yang melukai diriku Dan meninggalkan hidupku Lagi Tolonglah aku Dari kehampaan ini Selamatkan cintaku Dari hancurnya hatiku Hempaskan kesendirian Yang tak pernah berakhir Bebaskan aku Dari keadaan ini Sempurnakan hidupku Dari rapuhnya jiwaku Adakah seseorang Yang melepaskanku Dari kesepian ini [Back to * ] Adakah seseorang Yang melepaskanku Dari kesepian ini Ihsan Idol – Bunga (Karena Aku Lelaki) Aku melintasi malam sepiku Tanpa dirimu disisiku kekasih Rasa sesal yang slalu menghantuiku Disaat kucampakkan dirimu manis Walau kini engkau sudah menjadi milik yang lain Aku tetap cinta Kuharap engkau kembali untuk maafkanku Bunga beri aku satu kesempatan lagi Jangan sampai ku mengemis padamu Bunga kuberjanji kali ini akan kutepati Karna aku lelaki Sudah kumantapkan hatiku untukmu Hanya engkau yang mampu mengerti aku Tinggalkan dirinya kembalilah padaku Hanya aku yang mampu memahamimu Sudah tutup saja mata Lupakan semua yang telah terjadi Memang kembang jalanan 45 kejora pagi kita mulai lagi satu kisah cinta Bunga beri aku satu kesempatan lagi Jangan sampai ku mengemis padamu Bunga kuberjanji kali ini akan kutepati Karna aku lelaki From: “Ade Mokoginta Saragih” Subject: k/kotak/saat_ku_jauh.kord Date: Mon, 4 Sep 2006 16:41:32 -0500 Song Title: Saat Ku Jauh Artist/Group Band: Kotak ———————— Intro: G D C (4x) G D G D Di sanalah ada bintang bersayap G C Melihat dengan sinarnya G D G D Dua insan sedang dilanda rindu G D Nyanyikan lagu cinta Em C G D/F# Ada hati yang tak pernah lelah Em C G D Walau tak dapat berada di dekatmu Reff: G5 F#5 C Aku pun mengerti dirimu menanti G5 F#5 C Sentuhan belaiku dahaga cintamu G5 F#5 F5 E5 Aku pun berharap rindu ini bukan sebatas kata-kata A5 B5-C5 G Untuk menggantikan diriku di saat ku jauh G C G C Ku pastikan hati ini terjaga G C Setiaku untukmu G C G C Dan aku jua tetaplah satu cinta G C Jangan terusik khilaf Em C G D Ada hati yang tak’kan terisi Em C G D Oleh sesuatu selain cinta darimu Back to: Reff Song Title: Terbang (Khayal) Artist/Group Band: Kotak —————————- Intro: F#5 D5 B5 (4x) F#m D F#m Saat aku bertahta D F#m Bagai ku yang berkuasa D F#m Dari semua yang ada D F#m-D5 (2x) Tak pernah merasa puas F#m D F#m D F#5 Setiap aku berkata, s’lalu aku berdusta D F#5 D5 A5 G#5 Jika aku berkhayal, jauh aku melayang D5 E5 F5 Saat ini aku sadari F#5-A-G# D5 Hari-hari ….

tak berarti E5 Ku tak ingin semua D5 E5 Kembali uang t’lah ku alami Reff: F#5 A5 D5 Semua telah menghilang E5 F#5 Ditelan waktu, ditelan sunyi F#5 A5 D5 Semua telah menghilang E5 F5 F#5-A5-E5 Kenangan lalu dan tak kembali Search for: Recent Posts • Lirik Lagu Populer ” ARI LASSO – Cinta Terakhir” • Lirik Lagu T2 Tak Jodoh Lyrics • Lirik Lagu Terbaru Noah “Separuh Aku” • Lirik Lagu Barat “Adele – Set Fire To The Rain Lyrics” • LAGU INDONESIA ” Sebelum Cahaya (Letto)” Archives • August 2012 • July 2012 Categories • Uncategorized Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com MEMANG KEMBANG JALANAN 24 (Tien Kumalasari) Danarto Kembali duduk di kursinya, sementara Endah menatapnya bingung.

“Mari Mbak,” kata suster pembantu. “Apa? Tunggu dulu, mengapa harus USG ?” tanyanya sambil terus menatap Danarto. “Bukankah Mbak ingin saya memeriksa secara total? Saya melihatnya tidak ada apa-apa, tapi kalau Mbak tidak yakin, saya ingin melihat hasil USG yang nanti akan menunjukkan, sakit apa sebenarnya Mbak Endah ini,” terang Danarto.

“Tidak mau, saya … saya tidak membawa uang.” “Tidak apa-apa, saya kan sudah bilang bahwa saya akan membayarnya?” “Aduh, tidak enak.” “Sebagai seorang teman, tidak apa-apa saya membantu. Silakan diantar suster,” perintahnya kepada pembantunya. “Mbak, mari saya antar.” Tapi Endah bergeming. “Bagaimana Mbak?” tanya perawat bingung. “Tidak, biarlah, tidak .

tidak jadi saja,” katanya sambil berdiri. “Bagaimana Mbak?” “Saya mau pulang saja, permisi.” “Lho, bagaimana Mbak Endah ini?” tanya Danarto sambil tersenyum. “Saya tidak mau merepotkan mas Danar, saya tidak membawa uang cukup.” “Tidak apa-apa, yang penting penyakitnya segera ketahuan, dan obatnya juga menjadi jelas.” “Tidak, tidak enak. Terima kasih.” Endah keluar ruangan dengan tergesa-gesa.

Danarto tertawa kecil. “Ada apa sebenarnya dokter?” tanya perawat heran. “Tadi dia mengatakan bahwa dia tidak puas karena saya tidak memeriksanya, saya bilang kelihatannya tidak apa-apa, tapi sepertinya dia tidak terima. Itu sebabnya dia saya minta agar di USG. Nyatanya dia tidak mau,” kata Danarto yang kemudian berdiri dan keluar dari ruangan.

“Kelihatannya dia memang hanya ingin ketemu dokter, bukan karena dia sakit, entah apa maksudnya. Sepertinya dia jatuh cinta sama dokter,” kata perawat itu lalu melanjutkan pekerjaannya membersihkan ruangan. Danarto yang sudah sampai di depan pintu tertawa kecil, kemudian berlalu. “Salah siapa, punya wajah ganteng begitu ….” Perawat itu geleng-geleng kepala sambil tersenyum. “Kalau aku masih muda, mungkin juga bisa jatuh cinta sama dokterku,” lanjutnya dengan gumaman pelan. *** Endah benar-benar kecewa, dan sakit hati.

Resep yang tadi diterimanya, diambilnya dari dalam tas kecilnya, kemudian diremas-remasnya, lalu dibuang di sembarang tempat. “Aku benci … benci … benci ….” Lalu dia duduk di lobi rumah sakit itu, dan menangis terisak-isak di sana.

Tak banyak orang memperhatikan, karena banyak kejadian di rumah sakit yang bisa membuat seseorang menangis. Mungkin saudara atau kerabatnya sakit keras, atau ada yang meninggal.

Jadi tak seorangpun mendekat atau menanyainya. “Mengapa begini?” isaknya pelan. Ketika dokter Danarto mau pulang, ia melihat Endah sedang menangis disebuah kursi. Ia ingin langsung memang kembang jalanan 45 kejora pagi, tapi ada rasa tak tega. Ia sebenarnya enggan berurusan dengan gadis nekat seperti Endah. Tapi dia ingin berterus terang agar Endah tak lagi berharap. “Mengapa menangis?” tanyanya mengejutkan Endah. Endah mengangkat kedua tangan yang semula menutupi wajahnya.

“Mas … Danar …? “Mengapa menangis?” ulangnya. Endah hanya menggelengkan kepalanya. Ia merasa bahwa Danarto tidak memiliki perhatian sama sekali terhadapnya. Lalu Endah merasa bahwa tak-tik yang dijalankannya ternyata salah. “Bukankah Mbak Endah sebenarnya tidak sakit?” tuduh Danarto seperti pisau runcing menusuk jantungnya langsung. Endah mengusap wajahnya dengan kasar.

“Mengapa Mbak Endah melakukan ini? Ada banyak cara untuk mengenal seseorang, tapi berbohong adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji.” “Maaf,” kata Endah langsung berdiri. “Dengar dulu. Saya tidak menolak berteman dengan siapapun, termasuk dengan mbak Endah. Sungguh.” Endah menatap Danarto. Ia ingin bertanya, apakah itu berarti Danarto menyukainya? Tapi jawaban Danarto membuyarkan harapannya. “Memiliki banyak teman itu menyenangkan. Untuk mbak Endah, saya senang kok berteman. Hanya berteman, tidak lebih.” Endah tak menjawab.

Sebuah pukulan telah meremukkan seluruh harapannya “Maaf,” ulangnya, kemudian benar-benar berlalu. Danarto menghela napas lega. Setidaknya dia tidak memberikan harapan apapun kepada Endah. *** Nina memburu anaknya yang begitu datang langsung masuk ke kamar. Begitu masuk, dilihatnya Endah tengkurap di kasur, dan menangis terisak. “Ada apa?” tanya Nina khawatir. Endah menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa mengangkatnya, sedangkan kakinya dihentak-hentakkan dengan keras.

“Hei, jawab aku. Ada apa?” Endah kembali menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras. “Apa kamu tidak bisa menjawabnya?” kata Nina dengan nada semakin meninggi. “Tidak ada apa-apa.” “Kalau tidak ada apa-apa, mengapa menangis?” Endah masih terus menangis. “Jawab, Endah !” “Aku salah … aku salah.” “Salah apa? Apanya yang salah?” “Aku salah langkah, akhirnya mendapat malu.” “Bangun dan bicara dengan jelas!

Aku tidak mengerti,” hardik Nina sambil menarik lengan Endah agar bangun. Endah bangun, lalu duduk di tepi ranjang, wajahnya basah oleh air mata.

“Katakan, ada apa?” “Aku salah.” “Dari tadi bilang salah … salah … Yang salah apanya?” “Pura-pura sakit, itu salah.” “Kamu sudah ketemu Danarto dan bilang bahwa kamu sakit?” “Tapi dia kan dokter.

Dia tahu aku pura-pura sakit.” “Baiklah, dia tahu bahwa kamu pura-pura sakit. Lalu apa?” “Dia seperti mengejek aku, pokoknya aku malu.” “Jadi dia mengejek kamu? Kalau dia bisa meraba bahwa kamu memang kembang jalanan 45 kejora pagi karena suka sama dia, pasti dia berpikir lain. Belas kasihannya akan tumbuh. Harusnya begitu.” “Tidak, dia bilang bersedia berteman, tapi tidak lebih.” “Jadi hanya itu ?

Dan kamu menangis karena putus asa? Sebuah perjuangan tidak boleh terhenti karena sedikit hambatan. Banyak cara untuk melakukannya.” Endah menghela napas. “Tadi ada bu Tindy dan Desy.” “Apa? Kamu ketemu dia? Apa dia mengenalmu?” Endah menggeleng. “Darimana kamu tahu, kan kamu belum pernah melihatnya?” “Dokter Danarto bersikap amat baik kepada keduanya.” “Danarto yang mengatakan bahwa dia Tindy isterinya pak Haryo?” “Tidak, seorang pasien yang ternyata tetangganya bu Tindy.” “Dia sakit?

Syukurlah kalau sakit, siapa tahu dia segera mati karena sedih ditinggal pak Haryo.” “Entahlah, aku tidak menanyakannya.” "Ya sudahlah, itu nggak penting. Yang penting adalah kamu harus terus berusaha.” Endah hanya mendengus keras. Entah apa yang dipikirkannya. *** ‘Apa sebenarnya hasil dari pemeriksaan lab itu Des?” “Tidak apa-apa kok Bu.” “Tidak apa-apa bagaimana? Apanya yang membuat Ibu sakit kepala dan mual-mual?” “ S alah kalau Desy membuka hasil lab ini. Kan ini ditujukan kepada dokter Linda?” “Ibu tahu, tapi kamu kan calon dokter, pasti kamu juga sedikit lebih tahu dari Ibu.” “Desy hanya melihat sekilas.

Jadi tidak jelas, Desy tidak berani membukanya. Nanti sore kan kita ketemu dokternya, semuanya akan jelas.” “ Ibu merasa baik-baik saja.” Tapi Desy merasa, bahwa walau kelihatannya Ibunya tampak tegar menghadapi semua permasalahan, tapi batin Ibunya pasti tertekan. Hanya saja dia tak ingin mengatakan apapun.

Desy yakin bahwa Ibunya pasti akan membantahnya. “Aku hanya harus menjaga perasaan ibu, menghiburnya, dan membuatnya bahagia,” bisik batin Desy. “Iya Bu, harapan kita semua kan begitu. Tampaknya Ibu memang baik-baik saja, jadi ibu tidak usah khawatir.” “Yang khawatir itu kan kamu dan saudara-saudara kamu itu.” Desy tertawa kecil.

“Ibu bilang sakit, tentu saja kami semua khawatir.” “Baiklah, nanti ke dokter sore ya, Ibu istirahat dulu sekarang.” “Apakah tidak sebaiknya kita makan siang dulu? Makanan sudah siap lho Bu. Tutut juga sudah pulang.” “Tapi kakakmu belum.” “Mbak Lala itu banyak urusannya, belum tentu bisa segera pulang. Baru saja Mbak Lala telpon, hanya menanyakan Ibu.

Tapi Desy tidak bisa mengatakan tentang hasil pemeriksaan lab itu.” “Berarti belum pasti bisa segera pulang?” “Belum Bu. Kita makan dulu saja, Ibu juga harus minum obatnya kan?” “Di etiketnya tertulis bila perlu, jadi Ibu tidak harus selalu meminumnya kan?” “Ibu sekarang merasakan apa?” “Baik-baik saja tuh.” “Itu karena obatnya juga bisa mengurangi nyeri atau pusing.” “Kan dokternya juga bilang bahwa waktu itu Ibu demam?

“Ya sudah, tidak diminum dulu juga tidak apa-apa, nanti sore barangkali Ibu akan mendapatkan obat tambahan.” “Baiklah, ajak adik kamu makan sekalian,” kata Tindy yang langsung menuju ke ruang makan. *** Tapi sore sebelum mereka berangkat ke dokter, Danarto tiba-tiba datang.

“Selamat sore Bu,” sapanya sambil sedikit membungkukkan kepala, ketika melihat Tindy berdiri di teras. “Nak dokter?” “Ibu mau pergi rupanya.” “Mau ke dokter Nak, menyerahkan hasil lab nya tadi.” “Bolehkah saya ikut mengantarkan?” “Lhoh, Nak dokter apa tidak praktek di rumah?” “Tidak Bu, sementara belum lagi, karena saya mau mengambil spesialisasi.” “Oh, bagus itu.

Barangkali Desy bisa belajar pada nak dokter.” “Kelihatannya Desy juga hampir selesai.” “Iya sih, dia siap-siap menjalani co-ass. Mungkin di rumah sakit tempat nak dokter bertugas.” “Syukurlah.” “Lhoh, ada tamu, kenapa tidak disuruh duduk Bu?” “Iya Des, katanya nak dokter mau ikut mengantarkan Ibu.” “Waduh, kok jadi repot sih mas.” “Saya kebetulan lewat, lalu mampir.

Lupa kalau Ibu harus ke dokter Linda. Jadi daripada ke dokternya terlambat, lebih baik memang kembang jalanan 45 kejora pagi ikut. Saya kan juga kenal sama dokter Linda.” “Tidak apa-apa ya ikut mengantar Ibu?” “Tidak. Saya sedang tidak ada pekerjaan. Mau berangkat sekarang?” “Ya, nanti keburu banyak pasien.” “Tut, kami berangkat ya, tutup pintunya,” teriak Desy.

Tutut segera berlari ke depan. Ia heran kakaknya tidak menyiapkan mobil. Ia juga melihat seseorang yang berdiri diantara ibu dan kakaknya. “Ini anak saya yang bungsu, Tutut namanya.” “Ooh, assalamu’alaikum, saya Danarto,” sapa Danarto sambil mengulurkan tangannya. “Wa’alaikum salam, saya Tutut,” sambut Tutut pelan, lalu segera melepaskan tangannya. “Nggak mau ikut?” tanya Danarto. “Nggak ah, di rumah saja.” “Ya sudah Tut, ibu berangkat ya, ini mas dokter mau mengantarkan Ibu.” “Oh, hati-hati semuanya,” kata Tutut sambil melambaikan tangannya.

“Hm, apakah dia pacar mbak Desy? Ganteng amat. Apa tadi kata ibu? Dokter? Haa, dokter ketemu dokter dong. Seneng punya kakak ipar ganteng,” gumam Tutut sambil tersenyum, lalu menutup pintu rumahnya. *** “Kapan mulai co-ass?” tanya Danarto dalam perjalanan. Ketika itu Desy duduk di depan, nggak enak kalau duduk dibelakang juga.

Danarto bukan sopirnya kan? “Mungkin bulan depan,” jawab Desy. “Senang kalau sering ketemu, sayangnya saya juga akan mengambil spesialisasi ke Jakarta.” “Oh, ambil spesialisasi apa mas?” “Internis saja.” “Wah, hebat.” “Sebetulnya agak terlambat bagi saya, karena waktu itu ibu kan sakit dan perlu penanganan serius.

Jadi saya nggak tega meninggalkan ibu yang hanya sendirian di rumah.” “Iya benar. Mana tega seorang anak meninggalkan ibunya yang sedang sakit.” Danarto menghela napas berat. Ingatan tentang ibunya membuatnya selalu sedih. “Nak dokter harus ikhlas, dan yang penting selalu mendoakan ibu, agar tenteram di sana," sambung Tindy.

“Iya, Ibu benar. Saya hanya merasa sendiri dan kesepian.” “Cepatlah punya isteri, supaya tidak kesepian.” Danarto tertawa. “Iya Bu, doakan ya,” katanya sambil melirik gadis cantik di sampingnya.

“Tentu akan Ibu doakan.” “Saya tidak tahu mengapa, tapi itu benar, bahwa setelah ketemu Ibu Tindy, saya merasa sangat tenang. Sepertinya saya menemukan ibu saya kembali.” “Nak dokter boleh menganggap saya sebagai ibu sendiri.” “Benarkah?” kata Danarto dengan wajah berbinar. “Benar.

Ibu tidak punya anak laki-laki, senang kalau nak Danarto menjadi anak Ibu.” “Kalau menjadi menantu?” tapi kalimat itu hanya diucapkannya di dalam hati. Menjadi anak itu sudah cukup membahagiakan. Perkara nanti bisa menjadi menantu, nah itu namanya anugerah. Danarto tersenyum lebar. Desy mendengarkan perbincangan ibunya dan Danarto, dan membuatnya tersenyum juga. Tiba-tiba dia membayangkan, bagaimana ya rasanya punya kakak laki-laki?

Pasti akan lebih melindungi. Dan ketika mengetahui ibunya teraniaya, mungkin kakak laki-laki nya akan sangat marah, lalu apa ya yang akan dilakukannya? Dia saja dulu ingin mendatangi perempuan selingkuhan ayahnya untuk melabraknya. Kalau dia punya kakak laki-laki, pasti akan mengijinkan dia melakukannya, tidak seperti mbak Lala nya yang dengan keras melarangnya melakukan kebrutalan itu. Mbak Lala memang lembut hati, seperti ibunya, tidak seperti Desy yang sedikit galak, kalau merasa terganggu.

Tiba-tiba Desy teringat tentang seseorang yang mengaku anak pak Haryo di rumah sakit tadi. “Mas, tadi yang mengaku anak pak Haryo sakit apa?” “Oh dia?

Sakit biasa saja. Mungkin hanya masuk angin.” “Kalau hanya masuk angin harusnya cukup kerokan saja di rumah. Mengapa harus ke dokter?” kata Desy sengit. “Desy ….” Tindy menegur Desy. Danarto hanya tertawa. Ia tak ingin mengatakan tentang ulah Endah yang pura-pura sakit demi mendekati dirinya. Dan ia merasa bahwa wajar saja kalau Desy kurang suka pada keluarganya bu Nina. “Desy sudah kenal dia?” “Tidak kenal dan belum pernah melihatnya.” Mobil Danarta sudah berhenti di depan tempat praktek dokter Linda, tapi tiba-tiba Desy berteriak.

“Itu mobil Bapak.” *** Besok lagi ya Kejora Pagi January 27, 2022 at 9:22 PM Hallow mas2 mbak2 bapak2 ibu2 kakek2 nenek2 . Wignyo, Opa, Kakek Habi, Bambang Soebekti, Anton, Hadi, PriSukarno, Giarto, Gilang, Ngatno, Hartono, Yowa, Tugiman, Dudut Bambang Waspodo, Petir Milenium (wauuw), Djuniarto, Djodhi55, Rinto P.Yustikno, Dekmarga, Wedeye, Teguh, Dm Tauchidm, Pudji, Garet, Joko Kismantoro, Alumni83 SMPN I Purwantoro, Kang Idih, RAHF Colection, Sofyandi, Sang Yang, Haryanto Pacitan, Pipit Ponorogo, Nurhadi Sragen, Arni Solo, Yeni Klaten, Gati Temanggung, Harto Purwokerto, Eki Tegal dan Nunuk Pekalongan, BudiWidarno Wijaya, Rewwin, Edison, Hadisyah, Wo Joyo, Tata Suryo, Mashudi, B.

Indriyanto, Nanang, Yoyok, Faried, Andrew Young, Ngatimin, Arif, Eko K, Edi Mulyadi, Rahmat, MbaheKhalel, Aam M, Ipung Kurnia, Yayak, Trex Nenjap, Sujoko, Gunarto, Latif, Samiadi, Alif, Merianto Satyanagara, Rusman, Agoes Eswe, Muhadjir Hadi, Robby, Gundt, Nanung, Roch Hidayat, Yakub Firman, Bambang Pramono, Gondo PrayitnoZimi Zaenal M.Alfes, Djoko Bukitinggi, Arinto Cahya KrisnaHerryPur, Djoni August.

Gembong. Papa Wisnu, Djoni, Entong Hendrik, Dadung Sulaiman, Wirasaba, Boediono Hatmo, R.E. Rizal Effendy, Tonni, Koko Hermanto, Reply Delete Kejora Pagi January 27, 2022 at 9:25 PM Hallow. Yustinhar. Peni, Datik Sudiyati, Noor Dwi Tjahyani, Caroline Irawati, Nenek Dirga, Ema, Winarni, Retno P.R., FX.Hartanti, Danar, Widia, Nova, Jumaani, Ummazzfatiq, Mastiurni, Yuyun, Jum, Sul, Umi, Marni, Bunda Nismah, Wia Tiya, Ting Hartinah, Wikardiyanti, Nur Aini, Nani, Ranti, Afifah, Bu In, Damayanti, Dewi, Wida, Rita, Sapti, Dinar, Fifi, Nanik.

Herlina, Michele, Wiwid, Meyrha, Ariel, Yacinta, Dewiyana, Trina, Mahmudah, Lies, Rapiningsih, Liliek, Enchi, Iyeng Sri SetyawatiYulie, YanthiDini Ekanti, Ida, Putri, Bunda Rahma, Neny, Yetty Muslih, Ida, Fitri, Hartiwi DS, Komariah P., Ari Hendra, Tienbardiman, Idayati, Maria, Uti Nani, Noer Nur Hidayati, Weny Soedibyo, Novy Kamardhiani, Erlin, Widya, Puspita Teradita, Purwani Utomo, Giyarni, Yulib, Erna, Anastasia Suryaningsih, Salamah, Roos, Noordiana, Fati Ahmad, Nuril, Bunda Belajar Nulis, Tutiyani, Bulkishani, Lia, Imah P Abidin, Guru2 SMPN 45 Bandung, Yayuk, Sriati Siregar, Guru2 SMPN I Sawahlunto, Roos, Diana Evie, Rista Silalahi, Agustina, Kusumastuti, KG, Elvi Teguh, Yayuk, Surs, Rinjani, ibu2 Nogotirto, kel.

Sastroharsoyo, Uti, Sis Hakim, Tita, Farida, Mumtaz Myummy, Gayatri, Sri Handay, Utami, Yanti Damay, Idazu, Imcelda, Triniel, Anie, Tri, Padma Sari, Prim, Dwi Astuti, Febriani, Dyah Tateki, kel.

SMP N I Gombong, Lina Tikni, Engkas Kurniasih, Anroost, Wiwiek Suharti, Erlin Yuni Indriyati, Sri Tulasmi, Laksmie, Toko Bunga Kelapa Dua, Utie ZiDan Ara, Prim, Niquee Fauzia, Indriyatidjaelani, Bunda Wiwien, Agustina339, Yanti, Rantining Lestari, Ismu, Susana Itsuko, Aisya Priansyah, Hestri, Julitta Happy, I'in Maimun, Isti Priyono, Moedjiati Pramono, Novita Dwi S, Werdi Kaboel, Rinta Anastya, r Hastuti, Taty Siti Latifah, Mastini M.Pd.Jessica Esti, Lina Soemirat, Yuli, Titik, Sridalminingsih, Kharisma, Atiek, Sariyenti, Julitta Happy Tjitarasmi, Ika Widiati, Eko Mulyani, Utami, Sumarni Sigit, Tutus, Neni, Wiwik Wisnu, Suparmia, Yuni Kun, Omang Komari, Hermina, Enny, Lina-Jogya, mbah Put Ika, Eyang Rini ,Handayaningsih, ny.

Alian Taptriyani, Dwi Wulansari, Arie Kusumawati, Arie Sumadiyono, SulasminahWahyu Istikhomah, Ferrita Dudiana, SusiHerawati, LilyFarida Inkiriwang, Wening, Yuka, Sri, Mbah Wi, Si Garet, ibu Wahyu Widyawati, Rini Dwi, PudyaIndahwdhany, Butut, Oma Michelle, Linurhay, Noeng Nurmadiah, Dwi Wulansari, Winar, Hnur, Umi IswardonoYustina Maria Nunuk Sulastri Rahayu HernadiSri Maryani, Bunda Hayu Hanin, Nunuk, Reni, Pudya, Nien, Swissti Buana, Sudarwatisri, Mundjiati Habib, Savero, Ida Yusrida, Nuraida, Nanung, Arin Javania.

Ninik Arsini, NeniKomariyah, Aisya Priansyah, Jainah Jan. Civiyo, Mahmudah, Yati Sri Budiarti, Nur Rochmah. Uchu Rideen. Ninik Arsini, Endah. Nana Yang, Sari P Palgunadi, Echi Wardani, Nur Widyastuti, Gagiga family, Trie Tjahjo Wibowo, Lestari Mardi, Susi Kamto, Rosen rina, Mimin NP, Ermi S, Ira, Nina, Endang Amirul Reply Delete Kejora Pagi January 27, 2022 at 9:26 PM Hallow Pejaten, Tuban, Sidoarjo, Garut, Bandung, Batang, Kuningan, Wonosobo, Blitar, Sragen, Situbondo, Pati, Pasuruan, Cilacap, Cirebon, Bengkulu, Bekasi, Tangerang, Tangsel,Medan, Padang, Mataram, Sawahlunto, Pangkalpinang, Jambi, Nias, Semarang, Magelang, Tegal, Madiun, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, Banda Aceh, Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, Bali, Sleman, Wonogiri, Solo, Jogya, Sleman, Sumedang, Gombong, Purworejo, Banten, Kudus, Ungaran, Pamulang, Nusakambangan, Purworejo, Jombang, Boyolali.

Ngawi, Sidney Australia, Boyolali, Amerika, Makasar, Klaten, Klipang, JAKARTA.hai., Mojokerto, Sijunjung Sumatra Barat, Sukabumi, Lamongan, Bukittinggi, Hongkong, El Segudo, California, Bogor, Tasikmalaya, Baturetno, Wonogiri, Terimakasih atas perhatian dan support yang selalu menguatkan saya.

Aamiin atas semua harap dan do'a. ADUHAI. Reply Delete Iyeng Santoso January 27, 2022 at 9:33 PM Alhamdulillah.marem aku. Maturnuwun mbak Tien sayang.MKJ24 sudah tersaji. Kasihan Endah.punya ibu sekasar itu, hanya akan mendapat malu nantinya. Ehem.Danarto makin bling-bling kepada Desy. Bakal jadiankah? Dan Haryo.sakitkah dia? Kita nantikan episode selanjutnya.ihhiirr. Salam sehat dariku di Semarang Reply Delete Maria January 27, 2022 at 9:37 PM Waduuuh.ngapain Haryo jg ke dr.Linda.apakah Tindy akan masuk utk priksa ato batal yaaa.

Duuuh.pak dokter pingin jd anak ato mantunya bu Tindy yaa. Jawabannya besok lagiii. Maturnuwun mbak Tien MKJ24nyaa. Ikut dheg²an. Salam sehat selalu dan aduhaii.🙏💟🌹 Reply Delete Yustinhar January 27, 2022 at 9:55 PM Waduh, rasanya sedikit banget hanya sak klametan MKJ24 malam ini.

Rupanya pak Haryo sakit juga dan berobat di dr Linda. Semoga pertemuan hangat sore itu menambah bahagia dan meningkatkan imun serta menyadarkan pak Haryo pulang kembali berkumpul dgn ibu Tindy dan putri2nya, ada pertobatan. Monggo ibu Tien dilanjut aja.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Penasaran berat. Matur nuwun Berkah Dalem. Reply Delete Nanang Setukliwon January 27, 2022 at 11:11 PM Wuih, ada laporan pandangan mata dari anaknya; Nina mulai mengumpulkan beberapa metode cara memang kembang jalanan 45 kejora pagi lelaki, mungkin juga primbon, seribu mimpi juga dibuka. Serem; kalau sudah begitu wuah keluar semua sampai menguap bak air direbus, pasang tampang sangar; biar kelihatan gahar, apalagi di pergelangan ada melingkar akar bahar, ora perduli penampilan jadinya kaya apa, kaya odgj ngkali.

Badannya dibikin geter, malah kåyå buyuten. Kan berupaya agar anaknya tercapai cita-cita nya. Haryo mbingungi, setelah merasa bersalah pada Lastri; itu dikatakan Lastri justru diakhir hidupnya. Mulai dari itu Haryo selalu terngiang cemoohan Lastri, betapa dia sudah terlalu menyakiti dan tak terucap memaafkan di akhir sebelum nafasnya berhenti bahkan dia juga melukai hati pada darah dagingnya sendiri.

Haryo menimbang memang kembang jalanan 45 kejora pagi merasa tidak ada yang nyaman hidup bersama Nina, apalagi menjelang pensiun; kandanané angèl malah sansaya ngèngkèl. Mumêt jadi pergi ke dokter keluarga, lha disini pada ngumpul ketemuan. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Linda pun heran ada Danarto juga; tapi kerèn pernyataan Danarto bahwa dia memperkenalkan kalau Haryo bapaknya dan Tindy ibunya, keluarga barunya, jadi dia tidak kesepian lagi.

ADUHAI Linda memandang bergantian pada Danar dan Desy sedikit senyum dan mengangguk. Asyik coy. Terimakasih Bu Tien; Memang Kembang Jalanan yang ke dua puluh empat sudah tayang. Sehat sehat selalu doaku, sedjahtera dan bahagia bersama keluarga tersayang 🙏 Reply Delete B.Indriyanto January 28, 2022 at 5:01 AM Waduhh.ada maksud tujuan apa ya Haryo ke rumah sakit dimana Danarto bekerja.??

Apa mau menjodohkan Danarto dengan Desy.he.he.? Atau mau pinjam duit ke Danarto.?? Bagaimana pula hasil labnya Tindy nanti nya apa kesimpulan dari Dokter yang memeriksanya.moga2 ada peristiwa yang mengejutkan misalnya Tindy hamil lagi.he.he bakal seru.ini cerita. Salam sehat selalu buat bu Tien dan keluarga.

Aamiin YRA Reply Delete Mashudi Thoyyib January 28, 2022 at 6:12 AM Assalamualaikum wr wb. Wah ada apa ya, kok kayaknya pak Haryo afa dimana mana.Maturnuwun Bu Tien, saya dgn sabar menunggu kelanjutannya, menarik, seru, deg degan dan penasaran. Semoga Bu Tien tansah pinaringan karahayon wilujeng ing sadoyonipun. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Salam sehat dari Pondok Gede. Reply Delete
Pantun Lucu – Seperti yang telah kita ketahui, pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam budaya tradisional indonesia di berbagai daerah.

Secara umum, pantun terdiri atas empat baris, memang kembang jalanan 45 kejora pagi baris terdiri dari 8-12 suku kata. Lazimnya, pantun memmiliki pola tertentu yaitu bersajak a-b-a-b dan a-a-a-a. Pada masa modern saat ini pantun semakin populer terutama di industri hiburan indonesia dimana para komedian biasanya menggunakan pantun untuk menghibur para penontonnya dalam bahasa modern dan dibumbui berbagai kreatifitas dan keunikan tersendiri.

Pantun lucu dan pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur para pendengar. Biasanya, pantun lucu juga dijadikan sebagai media untuk saling menyindir, namun tetap dalam suasana bercanda. Simak berikut ini kumpulan pantun lucu dan pantun jenaka yang bisa digunakan untuk berkreasi dan membuat pantun lucu karanganmu sendiri.

*** Daftar Isi • Kumpulan Pantun Lucu • Pantun Lucu Bikin Ngakak • Pantun Lucu Tentang Cinta • Pantun Lucu Untuk Sahabat • Pantun Lucu Kehidupan • Pantun Gombal Lucu • Pantun Lucu Untuk PDKT • Pantun Lucu Untuk Mantan Pacar • Pantun Lucu Pendek 2 Baris • Pantun Lucu Betawi • Pantun Lucu Bahasa Jawa • Pantun Lucu Bahasa Sunda Kumpulan Pantun Lucu Pantun Lucu Pantun Lucu Bikin Ngakak Luar Pelabuhan Namanya Demaga Mau Berenang Mesti Ati-ati Kalo Perempuan Mau Masuk Surga Harus Turutin Memang kembang jalanan 45 kejora pagi Apa Kata Suami Dapet kado isinya tomat Bodo amat!!

Kalau sudah namanya cinta Berbunga-bunga rasanya hati Kalau sudah ketemu si dia Kayak orang gila senyum2 sendiri Buah kedondong buah kesemek Buah naga buah apel Buah manggis buah duren Itulah nama-nama buah Makan nasi sepiring berdua Sungguh nikmat tiada tara Awas cowok suka menggoda Diam-diam dia buaya Buka facebook, pake kata sandi elo budug emang jarang mandi Si mamang beli senjata Senjata buat nembak si poltak kau memang cantik jelita sayang tawamu mirip kuntilanak Ke pasar, nyari obat gatal Dasar, Gak modal!

Disana gunung, disini gunung, Ditengah-tengah pulau jawa Saya bingung, kamu juga bingung Itu gunungnya segede apa dulu delman, sekarang gokar dulu teman, sekarang pacar Si supri jago kayang Si Dodo pura-pura mati Setiap hari mabuk kepayang Kalau tak jumpa si jantung hati Stroberi mangga apel sorry gak level Jalan jalan ke kota Depok Eh nemu uang segepok Apa gerangan dibalik tembok Taunya nenek lagi cebok kakak monyonk adiknya memble dah turunan jelek kali ye Buah duku buah rambutan Cuci piring bawah jembatan Entah jodoh atau pun bukan Mari awali dengan persahabatan ayam kurus bulunya banyak kasian yang beli, rugi bandar Berlayar-layar ke tepian Dari hulu sungai Bengawan Daripada hidup kesepian Mending kita cepat nikahan buah duren di pohon pisang rese’ amat tuh duren Jalan-jalan ke Negeri Arab Jangan lupa membeli kitab Cewek sekarang tidak bisa diharap Bodi bohai betis berkurap buah kedong-dong buah tomat eh lu odong amat Badan sakit karena meriang Minum obat pemberian kawan Percayalah!

Saya ini pria penyayang Sayang kepada banyak perempuan Buah pisang buah tomat disimpan di lumbung padi pantas tercium bau menyengat rupanya kau yang belum mandi Jalan-jalan ke kota Solo Jangan lupa mampir ke Bantul Begini nasib seorang jomblo Cuma bisa memeluk dengkul Anak pramuka orang Jakarta Beli lem yang amat pekat Saya buka lowongan cinta Silakan DM bila berminat Jangan takut Jangan kawatir Itu kentut Bukan petir Gud morn!ng, Selamat pagi!

gigi elo kuning, bau terasi Bola pingpong dimakan gelatik Biar ompong yang penting cantik Ke Cikini bawa Keranjang Keranjang kotak dari Sampang Bagaimana hati tiada bimbang Kepala botak kok minta dikepang Sayur matang punya si Bopak Makan lalap dicampur sambel Tidur telentang gak bisa nyenyak Tidur tengkurap ada yang ganjel Di penjara jualan memang kembang jalanan 45 kejora pagi Kerupuk opak rasa kikil badak Resiko asmara dunia facebook Cinta ditolak unfriend bertindak Pantun Agama *** Pantun Lucu Tentang Cinta Pantun Lucu Sakit hati rasanya pedih Mending makan rujak kedondong Daripada menangis sedih Mending kamu saya gendong Bawa peti ke tengah kota Jatuh di kali berair amis Bila hati sudah jatuh cinta Kopi pahit terasa manis Ke Pontianak beli kopiah Kopiah indah kau dapati Begitu banyak gadis yang singgah Hanya dinda yang memikat hati Warna balon rupa-rupa Dibeli di hari raya Aku tak mengharap apa-apa Hanya cinta dan setia Burung perkutut tersambar petir Kayu jati untuk diukir Jangan takut jangan khawatir Hatiku setia sampai akhir Sumedang dulu sebelum Bandung Di jalanan naik sepeda Sejak dulu hatiku bingung Benar ternyata kamu mendua Ada buaya jangan diganggu Buaya tidur tak punya nama Sudah lama aku menunggu Kapan cintaku kau terima?

Ikan patin jadi masakan Dimasaknya di kota Palembang Kurus badan bukan kurang makan Kurus memikirkan kamu seorang Badan sakit pasti meriang Minum obat dari cawan Saya ini pria penyayang Sayang kepada banyak perempuan Masuk debu pedihlah mata Pergi ke desa naik kereta Menatap kamu makin cinta Apakah impian kan jadi nyata? Bangau pergi menuju kota Pulang lagi ke hutan alam Di balik hati ada cinta Mekar di dalam diam-diam Kalau ingin batu permata Menyelamlah ke samudera Kalau ingin sebuah cinta Aku siap memberikannya Bila ingin ikan petis Datang saja ke Maluku Jika ingin lelaki romantis Datang saja kepadaku Kayu meranti kayu telugu Tumbuh anggrek jadi benalu Kamu menanti aku menunggu Mengatakan cinta rasanya malu Perahu layar ke tepian Dari hulu sungai Asahan Daripada hidup kesepian Mending kita cepat nikahan Tepi pantai bermain pasir Kota Jepara kota ukir Sudah lama diriku naksir Namun dia kelamaan mikir Buah mangga buah kweni Dimakan dengan pisang raja Mohon terima cintaku ini Kalau tidak, pedih terasa Anak ikan main di paya, Banyak berudu tiada induknya Tolong katakan kepada saya Kalau rindu apa obatnya?

Pergi ke kebun ambil pepaya Banyak petani sedang bekerja Tolong obati hati saya Dengan cinta darimu saja Naik delman dekat pak kusir Banyak lubang lambat jalannya Pantas saja saya naksir Kamu memang cantik orangnya Ada orang Maluku di jitak Dijitak sama orang Batak Selama jantungku masih berdetak Cintaku tak akan luluh lantak *** Pantun Lucu Untuk Sahabat Pantun Lucu buah markisah buah kdondong hey org susah jgn bengong gitu donk buah cherry dimakan anakonda eh sorry ,, pan ane bercanda melon manis di air es kemana ajach lo ga’ pernah sms anak tikus rindu ibunya sombong nich ceritanya Ke pulau naik perahu Pulangnya sama si Titik Jika kamu sahabatku Pasti akan jadi cantik Indah sungguh bunga di taman Disusun orang buat ucapan Ingin kuselam hatimu teman Begitu sukarnya mencari jawaban Hobiku adalah memegang palu Ribuan jendela telah ku buka Ku ingin kamu jadi sahabatku Meski dilanda suka duka Anak haruan mati terperangkap belut itu dikatakan sepat Padamu sahabat daku berharap Di sudut hatiku namamu terpahat Lihat pemandangan dari jembatan pakai kemeja terlihat gagah Ingat kawan jaga persahabatan Karena sahabat sangatlah indah Suara si pungguk mendayu-dayu Memuja bulan tak pernah jemu Biar di dunia kuhimpun rindu Di akhirat sana kumohon bertemu Janganlah kau gundah Aku khawatir kesambet setan Pantai itu memang indah Tapi lebih indah persahabatan Mengintai kejora dimalam hari Hanya kelihatan menjelang pagi Terimakasih sahabat kerana memahami Segala kelemahan diriku ini tersungging senyum manis di bibirmu Hilanglah duka terpancar rindu Ku ukir namamu di dasar qalbu Ukhwah prsahabtan menjadi dambaku Yang merah itu dikatakan cinta Yang indah itu dikatakan berharga Bagaimana akhirnya persahabatan kita smoga menuntun hingga ke Syurga.

Ke rumah nenek untuk sowan Rumah nenek di kota tamanan Sekian dari ku kawan semoga bermanfaat dalam pertemanan Dari bali beli bunga sekuntum Tapi langsung diambil abdul Pilihlah teman yang sopan santun Jangan pilih yang amburadul Menatap langit melihat awan Ditemani anak bernama tia Yang terakhir untukmu kawan Pilihlah teman yang betul setia jangan menulis diatas kaca menulislah diatas meja jangan menangis karena cinta menangislah karena dosa… Diseberang sungai ada sulaiman Ternyata ada juga si wawan Berikut beberapa tips berteman Untuk kamu wahai kawan Pergi bernyanyi di dekat taman Bernyanyi bersama dengan si pragia Hai kawan pandailah berteman Tuk hidup tentram bahagia Merenung langit di kala senja Mengharap fajar akan menjelma Padamu Tuhan kupanjatkan doa Persahabatan ini subur selamanya buah duku buah rambutan cuci piring bawah jembatan entah jodohku entah bukan yang penting persahabatan ada kepompong ada kupu bales donk sms dari aku roni waluya makan pizza ini org kaya mo buang pulza sebuah dinding tertempel grafik ternyata dibuat oleh si akang pilih juga yang tidak munafik baik di depan baik di belakang Di kursi ada bunga sekuntum Lalu langsung diambil abdul Pilihlah teman yang sopan santun Jangan pilih yang amburadul *** Pantun Agama Pantun Lucu Kehidupan Pantun Lucu Daun sirih daun kelor Ayam berkokok mau bertelor apa isi di balik kolor satu pistol dua pelor burung perkutut burung kutilang kamu kentut gak bilang bilang Malam hari main kulintang ditemani sobat sobat tersayang gimana hati kagak bimbang Kepala botak minta dikepang Mengambil air di dalam perigi Tali timbanya panjang sehasta Jikalau kucing tak bergigi Alamat tikus berpesta pora Berakit-rakit ke hulu Berenang renang ketepian Mantan udah kepenghulu Kita masih kesepian Orang sasak pergi ke Bali Membawa pelita semuanya Berbisik pekak dengan tuli Tertawa si buta melihatnya Mengarang lagu lalu kunyanyikan Untuk menghibur si bunga pujaan Adakah sibunga merasa nyaman Mari kita teruskan di pelaminan Bunga skuntum boleh di ikat Bunga dahlia hanya sebatang Sekali senyum aku terpikat Senyum kedua dompetku hilang Ada cacing makan ikan Udeh kenyang renang ke tangki Mau tau yang melelahkan pergi ke Bandung berjalan kaki Limau purut di tepi rawa Buah diranting belum masak Sakit perut sebab tertawa Melihat kucing duduk berbedak seorang anak bernyanyi ria sambil bernyanyi menari pula siapa yang tidak bakal tertawa disangka waras ternyata gila Jait baju bikin kebaya Untuk kondangan dihari selasa Di kasih tau ga percaya Kalo Ane bukan buaya Baju baru dipake sayang beli dimall pake atm mandiri knapa semua pada kabur sayang itu karena kamu belum mandi Malam hari main kolintang Bersama pacar tersayang Bagaimana hati tidak bimbang Kepala botak minta di kepang karung hilang dikasih semen ditinggal ayam satu kabur gimana ente dibilang cemen dikasih cendol malah kabur jangan suka menulis di atas kaca menulislah diatas meja janganlah menangis karena cinta menangislah karena dosa Buat apa panen kelapa Kalau belum tumbuh tunas Buat apa membeli vespa Cicilan kompor saja belum lunas Pergi ke pasar naik onta Membeli anting intan permata Gak peduli situ udah tua Yang penting saling mencinta kalo mau menanam padi lihat dulu cuacanya kolo tau Q mau mandi Jangan lupa, ngintip ya!

Pohon cabe berbuah cabe Pohon tomat berbuah tomat Kalo pohon tomat berbuah cabe Itu ajaib. Iya ngga Mati? Limau purut di tepi rawa Buah diranting belum masak Sakit perut sebab tertawa Melihat kucing duduk berbedak Elok berjalan kota tua Kiri kanan berbatang sepat Elok berbini orang tua Perut kenyang ajaran dapat Beli aspirin obat mata Anak kuda di pingir kali Biar miskin aku tetap cinta Karna harta gampang di cari Makan roti pake sambel Makan telor pake garem Kalo ogut lagi kesel Mata ogut suka merem Ke jakarta naiklah pesawat Pesawat terbang, landingnya susah Kalau cinta sudah melekat Siang terbayang, malam mimpi basah Jangan takut Jangan kawatir Itu kentut Bukan petir *** Pantun Gombal Pantun Gombal Lucu Pantun Lucu Artis ngondek, senyumannya membius.

Ga masalah pendek, yang penting kamu religius. Malam Jumat, setan pada bertamu. Rinduku kumat, siang tadi ga bertemu. Pergi jalan-jalan, jam 11 harus balik. Ga ada penyesalan, kamulah yang terbaik. Mata belo, ala komedian. Gue sama elo? maunya jadian. Lagi galau dihibur Upin Ipin. Bagaimana kalau kita tukeran Pin? Kuda sembrani, larinya kencang. Kalau berani, nyatain dong sekarang. Duduk anteng, nungguin loyang. Abang ganteng, mau dong digoyang. Ikan lohan, di atas tungku. Daripada duduk jauhan, mendingan abang pangku.

Tunda lapar, makan indomi. Hati menggelepar, cintapun bersemi. Potong kuku, pendek-pendek. Hatiku beku, si abang mendadak ngondek. Beli ketan, beli kain songket. Biar udah mantan, kita tetep lengket. Makan semangka, makan kedondong. Kalau suka, nyatain dong. Ga punya pendirian, bikin jemu. Ga mau sendirian, maunya bobo sama kamu. Nembak itik, langsung kena. Kamu cantik, hey nona! Kotak amal, di goyang-goyang. Kemarin aku di ramal, jodohnya sama abang. Hari Jumat, pada pake batik.

Salam hormat, buat neng cantik. Pecahan genting, di bawah kursi. Betah meeting, karena si boss seksi.

Nangis-nangis, mobil kena srempet. Neng manis, mau dong dipepet. Panasin mentega, karena mulai beku. Kamu mau ga, jadi imamku? Potong sebahu, biar ga sendu. Kamu tahu? Aku rindu. Jangan tanya, kapan lulus kuliah. Ga dapet anaknya, mamanya boleh lah.

Bikin anak, di pojokan sekolah. Kalau mau enak, nikah dulu lah. Main mata, mesem-mesem. Neng tetep cinta, biarpun abang keteknya asem. Tiduran di tandu, berjam-jam. Hati merindu, mata sulit memejam. Ubek-ubek peti, cari gunting. Saking cinta mati, neng rela bunting. Namanya penjahat, polisi jadi inceran. Bosan jadi temen curhat, maunya pacaran. Ke salon creambath, biar aliran darah lancar. Bosen ah jadi sahabat, maunya jadi pacar!

*** Pantun Lucu Untuk PDKT Pantun Lucu Naik rakit dekat perahu, Pecah di kiri ditimpa kayu. Aku suka dari dahulu, Tak berani bilang I love ou. Jemur dulu baju piama, Buat hadiah untuk pesta.

Tidur makan kita bersama, Hidup sendiri aku tak bisa. Sapu rumah hingga bersih, Atapnya satu dibawa pergi. Tatap mataku wahai kekasih, Cintaku satu tak terbagi – bagi. Minum jamu sambil berdiri, Diseduhnya di atas panci. Bila hatimu masih sendiri, Bolehkah aku yang mengisi. Nembak manggis langsung kena, Manggis terkapar di atas tikar.

Kamu manis, siapa yang punya, Hati menggelepar cinta bergetar. Jalan-jalan di kota Paris, Lihat gedung berbaris-baris. Biar pun mati di ujung keris, Asal dapat kamu yang manis. Ibu kota ada di Jakarta, Kotanya sibuk kedatangan tamu. Ku tak bisa hidup tanpa cinta, Cinta suciku hanyalah kamu. Ada sakit ada musibah, Tangan kotor hitamlah kuku. Bila hatimu telah berubah, Segeralah mencari aku. Satu tambah satu sama dengan dua, Dua tambah tiga sama dengan lima. Aku dan kamu hidup bersama, Sekarang, esok dan selamanya.

Buaya darat berkata merdu, Buaya air bernyanyi sendu. Sungguh berat rasanya rindu, Waktu sehari terasa sewindu. Kuas hitam di atas kasur, Kasur rusak disobek parang.

Tiap malam tak bisa tidur, Karena memikirkan kamu seorang. Api kecil keluar di tungku, Padamlah abu sehabis kayu. Sudah lama kutunggu-tunggu, Kapan kamu bilang I love you. Di bandar banyak yang terpaku, Hilir mudik kanan dan kiri. Tak ’kan pudar kasih sayangku, Tambah erat hari ke hari. Hati-hati barangnya palsu, Periksa dulu jika berbau. Aku ingin dirimu tahu, Betapa aku cinta padamu. Banyak kebo menjadi gugur, Jatuh di atas kayu berpaku. Met bobo selamat tidur, Jangan lupa mimpiin aku.

Ambil pandan cari yang kering, Kering dicuci di atas pelana. Sampailah badan kurus dan kering, Mikirin kamu yang jauh di sana.

Ambil gendang si bapak kumis, Kembang melati diikat kuat. Makin dipandang semakin manis, Tai kucing pun terasa cokelat. Anak kelinci mencuri kain, Kain dijemur dari kayu duri. Jika engkau mencari yang lain, Mungkin aku kan mati berdiri. Beli jahe dicampur ketumbar, Potong jahe di atas loyang.

Hendak bilang jantung pun berdebar, Bilang I love you untukmu sayang. Buah nangka baru dipetik, Dicampur duku di atas loyang. Ada banyak perempuan cantik, Hanya kamu yang aku sayang. Ambil kelapa di pohon randu, Beli kurma pergi ke Serang.

Pada siapa aku merindu, Jika bukan padamu seorang. *** Pantun Gombal Pantun Lucu Untuk Mantan Pacar Pantun Lucu Air tergenang diatas papan Diatas papan ada lilin Jangan kenang simantan ia udah jadi milik orang lain Ada ikan dimaluku Beli koyo dengan paku Kasian sekali mantanku Udah loyo dan tak laku Beli santan dikasih plastik Santan ada didalam goa Eh mantan jangan sok cantik Muka anda kek daki kecoa Di jakarta ada suara mendesah Di surabaya ada sekuriti Walaupun kita udah berpisah Kau selalu tetap di hati.

Kue bolu dimakan paklek Paklek pergi nangkap itik Kalau dulu kamu jelek Kok sekarang makin cantik? Kapal tenggelam disungai duku Disungai duku ada jamu Selamat malah wahai mantanku Aku rindu sekali padamu Buah kelapa dibuat santan Dibuatnya memang kembang jalanan 45 kejora pagi petang Buat apa mengingat mantan Mending kamu inget utang Ke Jakarta naik bus jangan lupa beli paku Walaupun kita udah putus aku tetap cinta padamu Main layang dipohon duku Jangan lupa beli palu Selamat siang duhai mantanku Semoga kau sehat selalu Dijakarta ada ikan Di jambi ada badak Jika kita balikan Kamu mau gak?

Buah kelapa ada dihutan Dihutan banyak dahan Buat apa ingat mantan Mending kita ingat tuhan Beli santan dikedai mahmut Kedai mahmut ditelaga Eh mantan jangan sok imut Muka ente kayak semfak naga Di maluku ceweknya cantik Di surabaya jual tongkol Mantanku ini emang unik Nafasnya bau memang kembang jalanan 45 kejora pagi *** Pantun Lucu Pendek 2 Baris Pantun Lucu Buah apel di air payau Nggak level layauuuuuuu….

Buah semangka buah manggis Nggak nyangka gue manis hati siapa tak bimbang situ botak minta dikepang Buah jeruk buah kedondong…… Mbah ikutan nongkrong dooong…. Makan Jengkol Perut Melilit Doyan Miscall pulsa dikit.!! makan kue, minum sekoteng gue emang ganteng Sayur asem sayur sop laper nich buah duren di pohon beringin rese’ banget tuch duren…. Nemu gesper, di pinggir jalan Kalo laper, makan tu gesper Jambu merah di dinding Jangan marah just kidding buah kedong-dong buah tomat Elu bodong amat dilangit ada tomat sengit amat banyak-banyak menabung kagak nyambung Jalan kaki ke pasar baru Jauh boooooooooooo….

Buah semangka berdaun sirih Buah ajaib kali yah????????? Disini bingung, Disana linglung mangnya enak, engga nyambung…. beli duren ke irian jaya emang disini dak ada ya jaka sembung naik becak lagi males jalan cak ayam kurus bulunya banyak rugi banget yang beli……… makan es perut melilit.

mau SMS juga, pulsa tinggal dikit Jalan kaki ke kalimantan… cepeeeee deeeeehhhh. Pergi ke pasar, nyari obat gatal Dasar, Gak modal!! Buah semangka buah duren Nggak nyangka gue keren Buah kedondong Buah atep Dulu bencong sekarang tetepp …………. buah mangga buah manggis ternyata ada cewek maniez buah manggis buah pepaya cewek manis siapa yg punya *** Pantun Agama Pantun Lucu Betawi Pantun Lucu Belok kanan kudu ati-ati Nenek-nenek kaga punye banda Tulung jangan dimasukin ati Kan ane cuma bercanda, Sarapan pagi pake tempe Siang dikit pake jagung Tampangnya ucup sih memang oke Tapi sayang otaknya linglung Kacang di rebus biar mateng Mateng masak buah ke dondong Bang ucup aye akuin si orangnya ganteng Ganteng nya si cuma di kampung gedong Makan permen jangan dikulum Beli paku pada karat Assalamualaikum Yang gak nyaut biar pada asem urat Beli rebung dipasar kenari Dari cikarang ke cileunyi.

Mandiin burung tiap pagi, Ampe skarang kagak bunyi-bunyi Badan siapa terkena kudis Obatnya borehin lada Siang malem abang godain gadis Pas bersanding ama janda Ke tanah abang beli selendang Ke cikarang makan nasi padang Eh bang iye dulu aye rela di panggil sayang Tapi sekarang kalo manggil lagi aye tendang. Kalo kapsul warnanya merah Bungkus aja bang ama kaen Kalo lagi lampu merah Pan ada yang laen Jangan suka minum kapsul Apa lagi yang warnanya merah Siapa bilang malem Jumat pada sunah rosul Orang lagi lampu merah Ke apotik beli obat kapsul Ada ikan dimakan trenggiling Enak punya bini pada sunah rossul Cuma aye sunahnya ama bantal guling, Ke sebrang beli lada Sampe di sebrang beli bakwan Sekarang banyak janda Yang ngaku-ngaku masuh perawan Dari mana asalnya pete Jalan-jalan beli cakwe Kalo udah dipepet pak Erte Masih ada bang disamping rumah pak Erwe Kekemang beli kaen Eh dapetnye malah pete Lah emang ada yang laen Udeh dipepet sama pak Erte Kapal selem udah berkarat Rumanah beli obat kapsul Ini malem, malem jum’at Pada siap-siap sunah rasul *** Pantun Lucu Bahasa Jawa Pantun Lucu ono wong edan gowo katok ijo, suoro samar² gak perlu dirungokno, wayah udan paling enak sing duwe bojo, mlebu kamar langsung ucul clono.

Etan Gunung Kulon Gunung Tengah Tengah Ono Segoro Ijik Urip Ojo Bingung-Bingung Printahe Allah Ndang Lakonono Bolongan apa tah sing isa ngemut ya kuwi sing di arani tutuk jare Durno, bojone jaran dede kulo, anakke setan dulure kuntilanak jenenge hantu, ketabrak becak langsung mental, paling penak duwe pacar aku, turu ngglethak gak perlu bantal. plastik kresek wadah mahoni, plastik ireng nggo wadah jagung, irung pesek tansah ngangeni, gawe seneng tur pengin ngambung. tuku areng karo manggis, kintir banyu tekan bekasi, awakku ireng tapi manis, rodo lemu tetep sekksi.

dolanan boto nganti peteng, sedino mung mangan markisa karo delima, aku iki sih joko meskipun ganteng, mungkin terlalu setia karo cinta pertama. numpak becak tuku sandal, sandal nyeblok kelangan mangewu, ojo ngaku penak yen durung njajal, ojo mbengok yen durung mlebu.

esuk-esuk moco koran, suguhane acar karo gorengan, moto ngantuk gelagapan, nelpon pacar keliru selingkuhan Tuku rambutan, nang prapatan. Nek sekolah kerudungan, Nek nang ngumah tank topan. Manuk manyar, menclok nang tetean. Duwe pacar, ndina-ndina fesbukan. kayu cilik ng pinggir dalan, terong cilik ng tegalan, ayu sithik gawe rebutan, bolong sithik gawe rogohan.

cublek-cublek suweng, suwenge teng gelenter, ngubek-ngubek sor weteng, anake pating kececer. nyuloh kodok tekan Tayu, bareng mulih lali dalane, golek wong wedok gak perlu ayu, penting sugih akeh bandane.

ngetan bali ngulon, ketemu piting putung supite, jare kekancan kok wani kelon, bareng mlenthing bingung nyebutke bapak’e. siji loro telu papat lima enem pitu wolu biji loro tetep hebat angger kembang melu ngguyu Bude teko nggowo bolu… Ngakune joko anake telu mangan jadah, enteke telu najan simbah, adhi kelasmu manuk kutilang dicolong maling, maling di banting poklek tangane, pacar ngilang ojo di eling-eling, paling penting ngilangke nyawane.

Pantun Nasehat *** Pantun Lucu Bahasa Sunda Pantun Lucu Gunung kelud gunung batu Nu teu boga udud osok memelas bari ngarayu Budak leutik bisa ngapung Eta kalong ngrana Botak saeutik jiga celempung asa hayang ngarampana Cikaracak ninggan batu Laun-laun jadi legok Nincak ruhak dina batu Laun-laun ngagorowok Rincik rincang rincik rincan gaya roda na tanjakan Sidik pisan sidik pisan nyai teh bogoh ka akang. Ka Jampang mawa pakarang ajang pe’rang makalangan Ka akang naha sale’mpangakang sayang ngan ka yayang Mulung tanjung tengah gunung meunang cangkilung saguruntul Nurus tunjung mbah dukun ceunah nulung malah rahul Hayu urang mupu tiwuohan malah mobok pagu Huntu linu murukusunu bongan tara ngosok huntu Pedah kuring kuralang kuriling ucing ge’ring ngahariring Tengah peuting jarempling kuring nyaring hayang ngising Aya listrik di masigit caangna kamana – mana Aya istri jangkung alit hanyakal geuning waria Opat baris salah nyambung mun tukang kakara ngabangun Omat geulis ulah pundung mun akang kapaksa nyandung Daun hiris dibeungkeutan dibawa ka juru masigit Anu geulis ngadeukeutan hayangeun dibere duit Batok kohok wadah huut meuli eunteung jang bikeuneun Budak montok gede hitut nyeri beuteung, jeungjeuriheun Ada hayam hayam kate, hayam kate dari cihaur Sia-sia PDKT, kaboro direbut ku batur Makan siang bari diuk na aspal Wajahku ganteng tapi eweuh nu apal Ka gorontalo jalannya ke tonggoh Biarpun jomblo tapi eweuh nu bogoh Ka cikijing terus ka singaparna Wilujeng enjing ka sadarayana Nini-nini mawa lilin Hari ini rek ulin Nini-nini mawa obor Hari ini jadwalnya molor Nini-nini tinggal sama kake-kake Hari ini kayanya ngebangke Sekian dulu ulasan singkat mengenai pantun lucu yang dibagikan di halaman blog ini.

Jika teman-teman punya koleksi pantun lucu lainnya bisa ditambahkan melalui kolom kotak komentar yang tersedia dibawah ini. Terimakasih sudah membaca! Recent Posts • 23 Manfaat Buah Nanas Untuk Kesehatan Kecantikan dan Kebugaran • 28 Drama Korea Kolosal Tentang Kerajaan terbaik Jangan Dilewatkan • 15 Fakta Kerajaan Singasari; Sejarah, Raja, Masa Kajayaan, dan Peninggalannya • 15 Fakta Unik Tentang Korea Selatan Tentang Budaya • 30 Tempat Wisata Di Solo Yang Unik, Berwawasan, Menarik dan Inspiratif • 9 Fakta Unik dan Menarik Buah Apel Yang Menakjubkan • 17 Manfaat Buah Naga Untuk Kecantikan dan Kesehatan Yg Luar Biasa • 35 Lukisan Dan Gambar Pemandangan Alam Terindah • 25 Fakta Unik Tentang Jepang Yang Mengejutkan dan Memukau • 45 Kompilasi Gambar Bunga Terindah Beserta Penjelasannya MEMANG KEMBANG JALANAN 39 (Tien Kumalasari) “Aaap_pa .

ini ….” Teriak Ana yang kemudian tekejut melihat Haryo lah yang menarik tangannya. “Apa yang kamu lakukan ?” hardik Haryo. Sementara laki-laki setengah tua itupun kemudian berdiri dan menarik tangan Ana, lalu ia berdiri di depannya. “Apa? Apa yang kamu lakukan Apa dia isteri kamu?” teriaknya tak kurang kerasnya.

“Aku hanya mengenal dia, dia bukan apa-apaku. Aku hanya mengingatkan perbuatannya yang tidak pantas,” kata Haryo dengan berani. Tapi Haryo heran melihat Ana justru bersembunyi dibalik memang kembang jalanan 45 kejora pagi itu. Pikirannya kemudian meraba-raba kearah hal terburuk yang telah dilakukan Ana.

Jawaban kesombongan Nina, dan teriakan Endah malam ini, yang seakan tidak membutuhkannya, membuatnya menjadikan kejadian ini menjadi jawabnya. Mereka tak membutuhkannya karena bisa mendapatkan uang dengan cara lain. Apakah Nina telah menjual anaknya?

Tapi Haryo tak sempat berpikir lama, karena tiba-tiba sebuah pukulan mengenai tengkuknya. Haryo tersungkur, lalu beberapa orang memukulinya bertubi-tubi.

Ana menutup mulutnya karena ngeri, lalu laki-laki setengah tua itu membawanya pergi. Rupanya laki-laki setengah tua itu tidak sendiri. Ada beberapa anak buah yang mengawalnya kemanapun ia pergi.

Terjadi keributan sesaat ketika orang-orang berhamburan meninggalkan restoran itu, meninggalkan Haryo yang tersungkur tak sadarkan diri, dan terlihat darah mengucur dari hidungnya. Tak lama kemudian polisi datang, ketika para pelaku penganiayaan sudah tak tampak batang hidungnya.

Raungan sirene ambulan segera memecah malam. Haryo dilarikan ke memang kembang jalanan 45 kejora pagi sakit. Didalam mobil, laki-laki setengah tua itu mencecar Ana dengan pertanyaan yang mengandung kemarahan. “Siapa dia? Apakah dia pelanggan kamu?” “Bukan, bukan ,” katanya ketakutan. “Mengapa dia melakukan itu?” “Dia_ dia ayah tiriku.” “Ayah tiri kamu? Mengapa dia marah ?” “Dia tidak tahu … tentang aku….” Laki-laki setengah tua itu kemudian diam.

Ia memerintahkan sopirnya agar membawanya ke hotel, sementara dia segera menelpon Siska. “Ada apa bos? Bukankah pelayanannya menyenangkan?” “Mengecewakan !” “Yaah, apa yang terjadi ?” tanya Siska heran dan khawatir.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

“Terjadi keributan ketika kami sedang makan.” “Maksudnya keributan apa ya bos?” “Seseorang marah-marah. Benarkah perempuan ini punya ayah tiri?” “Maksudnya, ayah tiri Ana ada disana dan melihatnya? Kemudian dia marah?” “Ya, anak buahku sudah menghajarnya, mungkin dia sudah mampus.” “Aduh, maaf ya bos, saya yakin ayah tiri Ana tidak tahu menahu tentang pekerjaan Ana, jadi dia marah.

Tapi bos tidak kecewa bukan? Ana masih bersama anda?” “Ya, tentu saja, kan aku sudah membayarmu.” “Syukurlah. Ana kan tidak bersalah. Syukurlah kalau bos sudah membereskannya.” Laki-laki itu menutup ponselnya dan merasa lega, setelah yakin bahwa Ana memang punya ayah tiri. Dan laki-laki itu bukan pelanggannya yang lain. *** “Nina, kamu sudah tidur?” Siska menelpon Nina. “Belum lah, kalau aku tidur masa aku bisa menjawab telpon kamu.” “Ada kejadian di sebuah rumah makan, dimana Ana sedang melayani tamunya.” “Kejadian apa?” Nina terkejut.

“Pak Haryo melihat Ana, lalu marah-marah.” “Dia melihatnya?” “Ana sedang menemani makan tamunya, dan pak Haryo sedang makan di tempat itu juga. Entah mengapa, dia marah-marah.” “Lalu bagaimana? Tamunya meninggalkan Ana?” Nina kecewa. “Tidak. Untungnya tidak, ia masih membawa Ana.

Tapi anak buah tamu itu menghajar pak Haryo.” “Apa?” “Mungkin dia luka parah, tapi mungkin juga tewas.” “Ya ampun, begitu parahkah?” “Dia itu seorang yang kaya raya, dan punya banyak anak buah yang selalu mengawalnya dimanapun berada. Celakalah pak Haryo karena tidak tahu menahu, kemudian ngerecokin mereka.” “Dia memang tidak tahu pekerjaan anak-anak itu.” “Apa kamu sedih ?” Siska menyelidik.

“Ah, bukan sedih, hanya tak menyangka saja.” Ketika Siska menutup ponselnya, yang terpikir olehnya adalah rasa nggak enak karena Haryo mengetahui pekerjaan anaknya. Tapi kemudian Endah yang masih ada dirumah itu, setelah kemudian ibunya menceritakan kejadian seperti cerita Siska, justru merasa kesal atas sikap ibunya.

“Mengapa malu atau merasa nggak enak? Peduli apa dia atas apa yang kita lakukan? Memberi kesenangan sudah tidak. Untuk apa laki-laki semacam itu ?” kata Endah enteng. Kemudian ia menarik ibunya ke kamar, agar mendengar cerita-cerita tentang pangalamannya. Tapi tiba-tiba ponsel Nina berdering. “Dari siapa ya, nggak ada nomornya,” kata Nina sambil memandangi ponselnya. “Angkat saja bu, siapa tahu dari Ana yang akan mengabari ibu tentang kejadian tadi.” “Ini nomornya bukan nomor Ana.” “Bisa jadi nomor tamu yang bersama Ana.” Lalu Nina mengangkatnya.

“Hallo, ini dari Rumah Sakit Pusat.” “Rumah sakit? Ada apa?” “Apa ini keluarganya pak Suharyo?” “Ada apa ya?” “Saat ini pak Haryo sedang dirawat. Saya menemukan nomor ini. Saya bicara dengan siapa ya?” “Oh, saya Nina, baiklah, terimakasih,” sahut Nina yang segera menutup ponselnya. “Ada apa?” “Dari rumah sakit, mengabari kalau pak Haryo dirawat.” “Kan kita sudah tahu.

Biarkan saja,” kata Endah enteng. *** Seperti yang dijanjikan Danarto, hari masih remang ketika ia sudah sampai di rumah Desy. Tindy heran melihat Danarto datang sepagi itu. “Nak dokter mau kemana? Desy sedang mandi tuh.” “Sehabis subuh saya jalan-jalan, kemudian datang kemari. Bukankah Desy akan berangkat sebelum jam enam pagi?” “Iya benar, tapi kasihan sekali, Nak dokter bela-belain setelah subuh langsung kemari?” “Nggak apa-apa Bu, saya juga harus datang pagi-pagi,” katanya sedikit bohong, karena dia biasanya datang di rumah sakit pada jam delapan pagi.

Gara-gara cinta nih. Aduhai. “Oh, begitu ya, kalau begitu harus ikut sarapan dulu, karena Desy harus sarapan sebelum berangkat.” “Tidak usah Bu, saya menunggu di sini saja.” “Ayolah, tidak apa-apa. Simbok masak sayur kare ayam lho.” “Tapi Bu,” Danarto sangat sungkan.

“Desy pastinya sudah selesai mandi, ayo kita tunggu di ruang makan,” ajak Tindy. Tampaknya Tindy suka pada kepribadian Danarto yang baik dan santun. Apakah dari lubuk hati para orang tua bisa menilai mana yang baik untuk menjadi calon menantunya? Tindy ingat ketika memperkenalkan Haryo kepada almarhum ayahnya. Entah apa yang terlihat oleh mata hati orang tuanya, ayahnya menolak mentah-mentah hubungan mereka.

Tindy menikah setelah dua tahun ayahnya meninggal, dan merasa bahwa Haryo sangat gigih memperjuangkan cintanya. Dan nyatanya bagaimana. Sekarang ini, Danarto dirasanya sebagai seseorang yang pantas untuk Desy. Hatinya mengatakan demikian, semoga tidak salah, kata batin Tindy. Danarto tak bisa menolak ketika Tindy mengajaknya masuk ke ruang makan. Mereka berbincang sebentar, sambil menunggu Desy keluar bersama Tutut. “Eh, pagi-pagi ada tamu calon kakak ipar,” teriak Tutut si centil sambil duduk di dekat ibunya.

Tindy tersenyum mendengar canda bungsunya, tapi Desy yang mendengar sangsung melotot ke arah Tutut. Tutut hanya memeletkan lidahnya. “Bener ya, mas Danarto datang pagi-pagi, kirain bercanda,” kata Desy sambil duduk di depan Danarto. “Masa aku becanda?” “Ayo Nak, jangan sungkan.” Desy lalu menyendokkan nasi untuk Danarto. Dan Tutut yang kemudian pura-pura terbatuk-batuk mendapat cubitan kecil dari Sang Ibu. “Auww, Ibu nih,” teriak Tutut.

“Sudah, segera sarapan. Kakakmu mau berangkat pagi-pagi, jangan digangguin terus,” tegur Tindy. *** Sebelum jam enam pagi, sesuai jadwal tugasnya, Desy sudah sampai di rumah sakit. “Mas mau ngapain sepagi ini?” “Banyak yang bisa dikerjakan, jangan khawatir.” “Jangan merasa terbebani karena aku.” “Tidak, aku suka melakukannya.” “Baiklah, aku ke IGD dulu.” “Selamat bertugas, dokter muda yang cantik.” “Ah_ pasti deh", kata Desy sambil tersenyum manis.

Danarto terpana dan tegak dalam kekaguman, membuatnya tak mampu melangkah pergi. Ia terkejut ketika salah seorang perawat lewat dan berdehem memang kembang jalanan 45 kejora pagi sekali. “Ehem, cantik bukan, Dok?” kemudian dia berlalu. Danarto tersenyum lebar, lalu melangkah ke arah ruangannya. Desy masuk kedalam ruangan, dan bermaksud meletakkan berkas di atas meja, ketika salah seorang temannya menyentuh lengannya.

“Desy, apakah nama ayahmu Suharyo?” “Ya, kenapa?” “Ada nama mirip, tapi pastinya bukan ayahmu. Belum sadar, pasien semalam.” “Apa?” Desy memang kembang jalanan 45 kejora pagi. “Korban pengeroyokan.” Desy menatap ke arah yang ditunjuk temannya, dan sejenak bumi di mana kakinya berpijak terasa bergoyang. Ia meraih lengan temannya sehingga tubuhnya tak sampai tersungkur ke lantai. “Desy, ada apa denganmu?” “Itu memang ayahku,” lalu langkahnya pelan, menuju ke arah pembaringan dimana Haryo terbujur diam.

“Bapaaak,” pekiknya tertahan. Desy menubruk tubuh ayahnya, tapi tubuh itu masih terdiam. Selang-selang yang membuatnya pusing tiba-tiba, terhubung ke tubuh ayahnya.

Ia meremas telapak tangannya yang terasa panas. “Apa yang terjadi? Kenapa Bapak?” isaknya. “Polisi yang mengantarnya semalam, mengatakan bahwa ada keributan di rumah makan. Beberapa laki-laki mengeroyoknya, lalu meninggalkannya begitu saja,” kata salah seorang perawat. “Ya Tuhan, kenapa? Apa Bapak di rampok?” “Belum jelas Dok, polisi sedang menyelidikinya.

Kabarnya karena seorang gadis.” Desy terkejut. Seorang gadis? Desy mengelus tangan ayahnya, yang kemudian bergerak pelan. Perawat segera memanggil dokter yang menanganinya. “Bapak ….” “Maksudku baik …. “ bisiknya pelan. “Bapak kenapa?” “Ana … dia … “ Desy terkejut.

Ana adalah salah satu anak Nina. Mengapa gara-gara Ana ayahnya dikeroyok?” “Semalam kami menghubungi salah satu keluarganya. Namanya Nina, kalau tidak salah. Tapi ketika kami memberitahukannya, dia langsung menutup ponselnya,” kata perawat tadi. Desy sangat marah. Nina dibertahu dan sama sekali tidak perhatian? Dia lupa bahwa ayahnya sudah banyak berkorban untuk dirinya.

“Bagaimana Bapak?” tanya dokter Winoto, spesialis penyakit dalam yang menangani Haryo. Ia segera memeriksa keadaan Haryo. Desy menungguinya dengan harap-harap cemas. “Kamu keluarganya?” tanya dokter Winoto. “Saya anaknya Dok,” “Oh, anaknya calon dokter, pasti nanti akan bisa merawat dengan baik,” dokter Winoto tersenyum ramah. “Bagaimana keadaan Bapak Dok?” “Nanti harus diperiksa secara keseluruhan.

Tekanan darahnya masih tinggi. Karena ada luka di kepala, saya khawatir ada fraktur di kepalanya.” “Baiklah dok, diperiksa secara menyeluruh lebih baik kan?” “Hari ini langsung ke kamar inap, dan akan diperiksa secara menyeluruh,” kata dokter Winoto setelah memberi instruksi kepada perawat tentang apa yang harus diberikan kepada pasien. Desy memohon ijin untuk hari itu, karena harus tahu tentang keadaan ayanya. Ia memilihkan kamar terbaik untuk ayahnya, dan menungguinya selama ayahnya menjalani pemeriksaan demi pemeriksaan.

Danarto yang mendengar bahwa Haryo dirawat segera mendatangi kamar inap Haryo. Tapi tampaknya Haryo belum bisa banyak bicara. Dokter telah memberikan beberapa obat melalui infus yang di suntikkan, dan itu membuat Haryo mengantuk. “Sabar ya Des,” kata Danarto lembut, ketika melihat Desy tampak gelisah.

“Aku ingin pergi ke rumah makan itu, dan ingin tahu apa yang terjadi.” “Sekarang?” “Maukah kamu menunggui Bapak disini sebentar Mas, selagi Bapak tidur?” “Kamu tidak ingin ditemani?” “Tidak usah. Mungkin aku juga mau ke kantor polisi untuk menanyakan semuanya dengan lebih rinci.” “Baiklah, aku akan disini. Hati-hati ya Des.” Desy mengangguk. Ia ingin mengabarkan perihal ayahnya kepada ibunya, tapi diurungkannya.

Ia akan mengatakan nanti ketika bertemu, karena ia harus berhati-hati mengatakannya. Bagaimanapun ia merasa bahwa ibunya tidak akan peduli pada ayahnya lagi. Tapi kan ayahnya sedang sakit, dan ia butuh seseorang yang bisa memperhatikannya. Lalu ia teringat Nina yang kata perawat tidak perhatian ketika ditelpon. “Perempuan itu hanya mau harta ayahku,” geramnya sambil mengendarai mobilnya ke rumah makan itu. “Tapi apa ya hubungan terlukanya Bapak dengan Ana?” Desy langsung turun begitu sampai di rumah makan yang alamatnya didapatkan dari perawat yang semalam menerima ayahnya yang dibawa polisi ke rumah sakit.

Sudah pulang dia karena dinas malam, tapi ada yang menggantikannya dan tahu ceritanya. *** Dari rumah makan dan kantor polisi Desy segera tahu apa yang terjadi. Dengan geram dia segera kembali ke rumah sakit untuk menemui Danarto dan ayahnya. Ketika Desy datang, Danarto segera menghampirinya. “Terimakasih ya mas, beruntung ada kamu yang membantuku, dan menemani Bapak.” “Kita tinggal menunggu hasilnya, semoga baik-baik saja.” “Aamiin.” “Bagaimana cerita lengkapnya?” Lalu Desy duduk di sofa, agak menjauh dari Haryolalu menceritakan semuanya.

“Ternyata Ana menjadi perempuan nggak bener,” geram Danarto. “Mungkin kakaknya juga. Dan karena punya uang banyak maka mereka tidak peduli pada ayahku.” “Begitulah kira-kira.” “Kamu sudah tahu dimana Bapak tinggal?” lirih Desy. “Belum sempat bicara. Bapak lebih banyak diam.” Desy berdiri dan mendekati ayahnya yang waktu itu masih memejamkan matanya.

Tapi ketika Desy menggenggam tangannya, Haryo membuka matanya. “Dari mana?” pelan sekali Haryo mengatakannya. “Desy sudah tahu apa yang terjadi.” “Aku melihat Ana ….” “Harusnya bapak tidak usah peduli,” tegur Desy.

“Karena aku mengenalnya.” “Dia menjadi gadis yang nggak bener.” Haryo mengangguk karena dia sudah menduganya. Memang kembang jalanan 45 kejora pagi memang suka berganti-ganti pasangan, tapi dia selalu menikahinya, walau nikah siri, dan tak.pernah berlaku tak senonoh didepan umum. “Bapak tidak usah memikirkannya. Bapak harus sembuh, Desy akan merawat Bapak.” Wajah yang tampak lebih tua dari umurnya itu tersenyum tipis.

“Setelah sembuh, bapak harus pulang ke rumah.” Haryo menatap sendu, lalu menggeleng lemah, tapi kemudian dia memejamkan matanya. Desy meneteskan air mata. *** Besok lagi ya Kakek Habi Bandung February 14, 2022 at 9:28 PM _Haryo berdiri. Bukan karena ia sayang pada anak Nina, tapi ia harus menghentikan perilaku tak pantas itu karena dia mengenalnya. Ia tiba di meja ke duanya, dan serta merta menarik Ana sehingga terlepas dari pelukan laki-laki itu.

(eMKaJe_38)_ Alhamdulillah eMKaJe_39 sdh tayang. Horeeee. Bagaimana ya sikap Ana, terhadap Haryo setelah tertangkap basah??? Yukkkk, kita baca bareng-bareng. Terima kasih, bu Tien. Salam SEROJA. Delete Kejora Pagi February 14, 2022 at 9:33 PM Hallow mas2 mbak2 bapak2 ibu2 kakek2 nenek2 . Wignyo, Opa, Kakek Habi, Bambang Soebekti, Anton, Hadi, PriSukarno, Giarto, Gilang, Ngatno, Hartono, Yowa, Tugiman, Dudut Bambang Waspodo, Petir Milenium (wauuw), Djuniarto, Djodhi55, Rinto P.Yustikno, Dekmarga, Wedeye, Teguh, Dm Tauchidm, Pudji, Garet, Joko Kismantoro, Alumni83 SMPN I Purwantoro, Kang Idih, RAHF Colection, Sofyandi, Sang Yang, Haryanto Pacitan, Pipit Ponorogo, Nurhadi Sragen, Arni Solo, Yeni Klaten, Gati Temanggung, Harto Purwokerto, Eki Tegal dan Nunuk Pekalongan, BudiWidarno Wijaya, Rewwin, Edison, Hadisyah, Wo Joyo, Tata Suryo, Mashudi, B.

Indriyanto, Nanang, Yoyok, Faried, Andrew Young, Ngatimin, Arif, Eko K, Edi Mulyadi, Rahmat, MbaheKhalel, Aam M, Ipung Kurnia, Yayak, Trex Nenjap, Sujoko, Gunarto, Latif, Samiadi, Alif, Merianto Satyanagara, Rusman, Agoes Eswe, Muhadjir Hadi, Robby, Gundt, Nanung, Roch Hidayat, Yakub Firman, Bambang Pramono, Gondo PrayitnoZimi Zaenal M.Alfes, Djoko Bukitinggi, Arinto Cahya KrisnaHerryPur, Djoni August. Gembong. Papa Wisnu, Djoni, Entong Hendrik, Dadung Sulaiman, Wirasaba, Boediono Hatmo, R.E.

Rizal Effendy, Tonni, Koko Hermanto, Radieska51, Henrinurcahyo, Reply Delete Kejora Pagi February 14, 2022 at 9:33 PM Hallow.

Yustinhar. Peni, Datik Sudiyati, Noor Dwi Tjahyani, Caroline Irawati, Nenek Dirga, Ema, Winarni, Retno P.R., FX.Hartanti, Danar, Widia, Nova, Jumaani, Ummazzfatiq, Mastiurni, Yuyun, Jum, Sul, Umi, Marni, Bunda Nismah, Wia Tiya, Ting Hartinah, Wikardiyanti, Nur Aini, Nani, Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, Afifah, Bu In, Damayanti, Dewi, Wida, Rita, Sapti, Dinar, Fifi, Nanik.

Herlina, Michele, Wiwid, Meyrha, Ariel, Yacinta, Dewiyana, Trina, Mahmudah, Lies, Rapiningsih, Liliek, Enchi, Iyeng Sri SetyawatiYulie, YanthiDini Ekanti, Ida, Putri, Bunda Rahma, Neny, Yetty Muslih, Ida, Fitri, Hartiwi DS, Komariah P., Ari Hendra, Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, Idayati, Maria, Uti Nani, Noer Nur Hidayati, Weny Soedibyo, Novy Kamardhiani, Erlin, Widya, Puspita Teradita, Purwani Utomo, Giyarni, Yulib, Erna, Anastasia Suryaningsih, Salamah, Roos, Noordiana, Fati Ahmad, Nuril, Bunda Belajar Nulis, Tutiyani, Bulkishani, Lia, Imah P Abidin, Guru2 SMPN 45 Bandung, Yayuk, Sriati Siregar, Guru2 SMPN I Sawahlunto, Roos, Diana Evie, Rista Silalahi, Agustina, Kusumastuti, KG, Elvi Teguh, Yayuk, Surs, Rinjani, ibu2 Nogotirto, kel.

Sastroharsoyo, Uti, Sis Hakim, Tita, Farida, Mumtaz Myummy, Gayatri, Sri Handay, Utami, Yanti Damay, Idazu, Imcelda, Triniel, Anie, Tri, Padma Sari, Prim, Dwi Astuti, Febriani, Dyah Tateki, kel. SMP N I Gombong, Lina Tikni, Engkas Kurniasih, Anroost, Wiwiek Suharti, Erlin Yuni Indriyati, Sri Tulasmi, Laksmie, Toko Bunga Kelapa Dua, Utie ZiDan Ara, Prim, Niquee Fauzia, Indriyatidjaelani, Bunda Wiwien, Agustina339, Yanti, Rantining Lestari, Ismu, Susana Itsuko, Aisya Priansyah, Hestri, Julitta Happy, I'in Maimun, Isti Priyono, Moedjiati Pramono, Novita Dwi S, Werdi Kaboel, Rinta Anastya, r Hastuti, Taty Siti Latifah, Mastini M.Pd.Jessica Esti, Lina Soemirat, Yuli, Titik, Sridalminingsih, Kharisma, Atiek, Sariyenti, Julitta Happy Tjitarasmi, Ika Widiati, Eko Mulyani, Utami, Sumarni Sigit, Tutus, Neni, Wiwik Wisnu, Suparmia, Yuni Kun, Omang Komari, Hermina, Enny, Lina-Jogya, mbah Put Ika, Eyang Rini ,Handayaningsih, ny.

Alian Taptriyani, Dwi Wulansari, Arie Kusumawati, Arie Sumadiyono, SulasminahWahyu Istikhomah, Ferrita Dudiana, SusiHerawati, LilyFarida Inkiriwang, Wening, Yuka, Sri, Mbah Wi, Si Garet, ibu Wahyu Widyawati, Rini Dwi, PudyaIndahwdhany, Butut, Oma Michelle, Linurhay, Noeng Nurmadiah, Dwi Wulansari, Winar, Hnur, Umi IswardonoYustina Maria Nunuk Sulastri Rahayu HernadiSri Maryani, Bunda Hayu Hanin, Nunuk, Reni, Pudya, Nien, Swissti Buana, Sudarwatisri, Mundjiati Habib, Savero, Ida Yusrida, Nuraida, Nanung, Arin Javania.

Ninik Arsini, NeniKomariyah, Aisya Priansyah, Jainah Jan. Civiyo, Mahmudah, Yati Sri Budiarti, Nur Rochmah. Uchu Rideen. Ninik Arsini, Endah. Nana Yang, Sari P Palgunadi, Echi Wardani, Nur Widyastuti, Gagiga family, Trie Tjahjo Wibowo, Lestari Mardi, Susi Kamto, Rosen rina, Mimin NP, Ermi S, Ira, Nina, Endang Amirul, Wiwik Nur Jannah, Reply Delete Kejora Pagi February 14, 2022 at 9:34 PM Hallow Pejaten, Tuban, Sidoarjo, Garut, Bandung, Batang, Kuningan, Wonosobo, Blitar, Sragen, Situbondo, Pati, Pasuruan, Cilacap, Cirebon, Bengkulu, Bekasi, Tangerang, Tangsel,Medan, Padang, Mataram, Sawahlunto, Pangkalpinang, Jambi, Nias, Semarang, Magelang, Tegal, Madiun, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, Banda Aceh, Surabaya, Bali, Sleman, Wonogiri, Solo, Jogya, Sleman, Sumedang, Gombong, Purworejo, Banten, Kudus, Ungaran, Pamulang, Nusakambangan, Purworejo, Jombang, Boyolali.

Ngawi, Sidney Australia, Boyolali, Amerika, Makasar, Klaten, Klipang, JAKARTA.hai., Mojokerto, Sijunjung Sumatra Barat, Sukabumi, Lamongan, Bukittinggi, Hongkong, El Segudo, California, Bogor, Tasikmalaya, Baturetno, Wonogiri, Terimakasih atas perhatian dan support yang selalu menguatkan saya.

Aamiin atas semua harap dan do'a. ADUHAI. Reply Delete B.Indriyanto February 14, 2022 at 9:45 PM 𝐄𝐡 𝐝𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐧𝐨𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐛𝐨𝐥𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐦𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐬𝐮𝐰𝐮𝐧 𝐁𝐮 𝐓𝐢𝐞𝐧.🙏👍 Reply Delete Latief February 14, 2022 at 9:51 PM Ternyata bukan hanya sekedar kata yang diperoleh Haryo, tapi hadiah tak terlupakan berupa bogem mentah.

Ah sudahlah, orang punya jalan hidup sendiri-sendiri. Salam sehat Ah untuk mbak Tien yang selalu ADUHAI, Ah.Ahhhh.

Kalau Ah tidak muncul Danar masih menunggu .Ah. Reply Delete Maria February 14, 2022 at 10:27 PM Maturnuwun mbak Tien MKJ39nya. Duuh campur aduk bacanya. Kelg Nina udh jd kembang jalanan. Maksud baik Haryo yg tak tau menahu malah celaka. Desy terharuu liat bapaknya.

Danarto nempel terus ke Desy. Lanjutannya besok lagiii. Salam sehat selalu dan aduhaii mbak Tien.🙏💟🌹 Reply Delete Swissti Buana February 14, 2022 at 11:53 PM Alhamdulillah. Cerita nya makin kesini makin seru abiiisss. Suka. Semoga Tindy yg baik mau memaafkan pak Haryo untuk yg kesekian kalinya. Dan menjadi keluarga utuh yg selalu bahagia. Geemmmees banget sama Nina dan anak2 nya.

MEMANG KEMBANG JALANAN. Reply Delete Nanang Setukliwon February 15, 2022 at 12:34 AM Tuh kan ulah Haryo sendiri kan Aneh aneh waé, malah jadi heboh ketahuan melarikan diri dari rumah keluarganya.

Pencarian kerabat pun dicari, yang sering ditelepon siapa, eh di telpon nggak respon, sudah masuk data, disiapkan siapa tahu kalau naik ke pengadilan butuh saksi, waduh kandang bèbèk bisa bubar nich. Lho Haryo, arep diner malah jowal jawil, yo uwis entuk cublak cublak suweng. Wong tuwa jéw nggo bal balan mesakaké, sembuh terus diminta pulang ke rumah?!

Yå gengsi tå yåå. Haryo jian memang nggak ngerti kalau mereka sudah masuk di dunia lain. Makanya kok yå kepo, niatnya seeh baek, menegur tapi yang ditegur kan sudah niat cari pesugihan, nggak ngerti juga jalan lewat cara macem apa. Cita cita nya memang kembang jalanan 45 kejora pagi kaya, gitu aja, bukan yang lain. ADUHAI Duh sambutan calon mertua begitu hangat.

Diajak sarapan lagi, lumayan merasakan punya keluarga. Hari pertama dijemput Danarto; malah kedatangan bapak nya Desy yang pingsan di IGD mulai dari tadi malam. Terimakasih Bu Tien; Memang Kembang Jalanan yang ke tiga puluh sembilan sudah tayang. Sehat sehat selalu doaku, sedjahtera dan bahagia bersama keluarga tercinta 🙏 Reply Delete Mashudi Thoyyib February 15, 2022 at 6:04 AM Assalamualaikum wr wb. Rupanya Haryo merasa punya kesalahan yang besar keluarganya, shg malu atau gengsi.Haryo tdk mau pulang ke rumah keluarganya.

Di tunggu lanjutan ceritanya Bu Tien, semoga Bu Tien beserta keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan lahir dan batin, sehat wal afiat. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Salam sehat dari Pondok Gede. Reply Delete Rusman S Abrus February 15, 2022 at 2:01 PM Masalah kekerasan yg di alami pak Haryo SDH ditangani oleh Polisi.

Dan akankah (?) Siska akan kena getah ulah nya yg 'menjual Endah dan Ana pada bos2 . or . delik hukumnya 'memperdagangkan manusia. Dan pak Haryo punya andil membuka kedok itu. Yukkita tunggu pd episode yad.👍 Dan semoga Bu Tien selalu Sehat Wal'afiat. Aamiin YRA.🙏 Reply Delete Komariah Prilanawati February 15, 2022 at 8:35 PM Dalam dunia halu, ibu Nina tega menjerumuskan anak2nya menjadi seperti itu, dan anak-anaknya menikmati peran sebagai kembang jalanan.

Semoga tidak terjadi di dunia nyata. Atau justru cerita ini terinspirasi dari dunia nyata?? Sungguh miris kalo betul ada. Sehat selalu Bu Tien. Reply Delete
MEMANG KEMBANG JALANAN 42 (Tien Kumalasari) Haryo memutar kursi rodanya, kembali ke kamar. Dalam hati terus bertanya, siapa yang telah membayar semua beaya ketika dirinya dirawat selama ini.

Hari ini Desy mengatakan bahwa dia akan datang agak siang. Haryo berencana pulang setelah meminta tolong sopir di kampus agar menjemput dan mengantarkannya. Ia tak ingin Desy memaksanya untuk pulang ke rumah.

Tadi pagi dokter Winoto yang memeriksanya telah mengijinkannya pulang hari itu, dengan catatan harus selalu kontrol setiap obatnya habis. Tak lama setelah dia dirawat, Desy telah mengambil mobil ayahnya yang diparkir di depan rumah makan dimana terjadi penganiayaan itu, lalu diparkir di halaman rumah sakit, untuk mempermudah kalau sewaktu-waktu ayahnya diperbolehkan pulang.

Tapi kenyataannya Haryo tidak bisa menyetir mobilnya karena kaki sebelah kirinya yang lumpuh. Mata kirinya juga tak bisa melihat dengan jelas sehingga dia harus selalu memakai kacamata yang dipesan khusus oleh Desy. Haryo membenahi barang-barang yang bisa dibawanya, lalu duduk menunggu. Ia berharap sudah pergi dari rumah sakit sebelum Desy datang. Perawat yang kemudian datang, mengatakan bahwa semua administrasi telah diselesaikan.

Memang kembang jalanan 45 kejora pagi perawat itu tak tahu siapa yang melakukannya. Ia hanya memberikan sebungkus obat yang harus diminum Haryo selama rawat jalan. Haryo berjanji akan menanyakannya nanti siapa yang melakukannya, setelah dirinya ada di rumah. Kemudian dia meminta secarik kertas dan amplop serta alat tulisnya kepada perawat yang membawa obatnya. Ketika sudah didapat, Haryo menuliskan sesuatu, lalu memasukkannya ke dalam amplop.

“Suster, tolong nanti surat ini disampaikan kepada anak saya, kalau dia datang.” “Baiklah Pak,” kata suster sambil menerima amplop itu dan dimasukkannya ke dalam saku bajunya.

Sopir kampus yang datang, sangat terkejut melihat keadaan Haryo. “Bagaimana Bapak bisa menjadi seperti ini, sementara tidak ada teman-teman di kampus yang mengetahui keadaan Bapak?” tanya Sarman, sang sopir.

“Ceritanya panjang, sambil jalan aku akan cerita, bantu aku membawa barang-barang memang kembang jalanan 45 kejora pagi perintah Haryo. Sarman menurut. Ia mendorong kursi roda Haryo sambil menenteng tas yang tidak begitu besar, berisi beberapa baju. Perawat yang mengenalnya hanya menyapa, dan semuanya mengira kalau kepulangan Haryo sudah sepengetahuan keluarganya. “Selamat ya Pak, semoga segera pulih,” sapa salah seorang perawat. “Terima kasih suster,” Haryo menjawab pelan sambil tersenyum tipis.

Sarman membantu Haryo naik ke atas mobilnya, lalu Haryo memintanya agar segera membawanya pergi, pulang menuju rumahnya. “Kamu tidak usah cerita ke teman-teman kampus tentang aku,” pesan Haryo ketika sudah dalam perjalanan.

“Mengapa Pak? Seharusnya mereka tahu, supaya mereka juga memperhatikan Bapak.” “Tidak perlu, aku ingin menyepi dulu.” Sarman juga heran ketika Haryo bukannya meminta membawanya pulang ke rumah yang biasanya dia tinggal.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Lebih heran lagi ketika Haryo menyuruh memasuki halaman kecil dengan rumah yang mungil, agak jauh dari keramaian kota. “Bapak tinggal disini?” “Ya. Bantu aku turun.” Sarman membantu Haryo turun, setelah menyiapkan kursi roda di depan pintu mobil, dengan perasaan masih terheran-heran. “Turunkan barang-barang aku, biar aku jalan sendiri.” Haryo menjalankan kursi rodanya ke arah teras.

Sarman hanya membantunya ketika akan naik ke teras. Lalu Haryo membuka pintu rumahnya. Bau pengap menyengat segera tercium, karena selama sebulan lebih rumah itu tertutup rapat. Sarman membantu membuka semua jendela. “Rumahku memang kembang jalanan 45 kejora pagi dan berdebu. Tapi aku bisa membersihkannya.” “Biar saya bantu Pak,” kata Sarman setelah meletakkan bawaan Haryo. Ia kebelakang dan mengambil sapu. “Terima kasih Man,” kata Haryo sambil memasuki kamarnya.

Ia bisa membuka jendela kamarnya karena jendela itu tidak terlalu tinggi. Haryo merasa lega. Ia mendekati tempat tidurnya dan membersihkannya dengan sapu lidi yang tak jauh dari sana. Lalu mencoba turun dari kursi roda, kemudian duduk di tepi tempat tidur. Ia merasa senang bisa melakukannya sendiri. Ia berharap tak akan membutuhkan siapapun dan siap hidup sendirian. Ternyata Sarman membantu membersihkan seluruh rumah karena kasihan melihat keadaan Haryo.

Ketika menjenguk ke arah kamar, Sarman tersenyum melihat Haryo duduk di tepi pembaringan, lalu ketika melihat Sarman, Haryo berusaha duduk di kursi roda kembali.

Ia melarang ketika Sarman ingin membantunya. “Biar aku sendiri Man, nantinya aku kan harus melakukannya sendiri.” Dan ternyata Haryo bisa melakukannya. “Mengapa Bapak tinggal disini? Tidak bersama Bu Haryo?” “Tidak, aku ingin sendiri disini,” kata Haryo yang kemudian menjalankan kursi rodanya keluar dari kamar. Sarman mengikutinya. “Maaf, apa Bapak sudah … sudah … bercerai?” Haryo menggeleng.

“Kalau begitu ….” “Aku mencoba hidup sendiri. Jangan katakan kepada siapapun bahwa aku tinggal disini,” pesan Haryo wanti-wanti. Sarman tak ingin bertanya lagi, karena nyatanya Haryo tidak ingin banyak bercerita tentang kehidupannya. Sebelum pergi, Sarman membelikan makan untuk Haryo. “Ini untuk makan siang Bapak, dan juga untuk sore. Saya juga membelikan cemilan untuk Bapak.” “Terima kasih Man.” “Bagaimana untuk besok ?” “Jangan kamu pikirkan.

Aku bisa memesan makan dan minum. Bukankah sekarang bisa beli apapun secara on line?” Haryo memberikan uang tip untuk Sarman, yang walau semula menolak tapi Haryo memaksanya. “Aku sudah memesan taksi untuk kamu kembali ke kampus,” kata Haryo. “Ya ampun Pak, saya kan bisa mencarinya sendiri.” “Tidak apa-apa, terima kasih sudah membantuku pulang.” “Saya akan sering datang kemari. Tapi kalau Bapak memerlukan apapun, Bapak bisa menghubungi saya. Saya akan siap membantu Bapak.” “Terima kasih Man.” *** “Ibu sudah pulang?” tanya Desy yang ketika itu siap berangkat ke rumah sakit.

Ia mendapat jadwal tugas malam hari itu. “Ya, kamu ternyata belum berangkat?” “Ini baru mau berangkat. Nanti Desy tugas malam.” “Oh, pulang pagi dong.” “Hari ini Bapak boleh pulang.” “O ….” “Apakah … apakah boleh … Bapak pulang kemari?” Tindy terdiam. “Tapi kalau tidak boleh, tidak apa-apa, Desy mengerti,” lalu Desy mengambil tas nya, siap untuk berangkat. Desy mencium tangan Ibunya dan berlalu. “Desy,” langkah Desy terhenti, menoleh ke arah ibunya.

“Terserah kalau dia mau pulang kemari,” kata Tindy lirih. Desy tersenyum. Ia membalikkan tubuhnya, dan kembali mendekati Ibunya. “Terima kasih Bu,” lalu diciumnya Ibunya. “Hati-hati,” pesan Tindy ketika Desy berlalu. Tapi kemudian Desy kembali lagi.

“Ada apa?” “Desy lupa bilang sama Ibu, Bapak minta maaf.” Tindy mengangguk, lalu kali ini Desy benar-benar melangkah pergi. Tindy mengantarkan anaknya sampai ke teras, menungguinya sampai mobil yang dikendarai anaknya hilang di balik pagar. Ada setitik air mata membasah, yang kemudian diusapnya dengan jarinya.

“Desy lupa, dia masih suamiku. Mana bisa aku melarangnya pulang?” bisiknya lirih, kemudian masuk ke dalam rumahnya. *** Desy melangkah ringan memasuki ruang inap ayahnya, tapi terkejut melihat perawat membersihkan tempat tidur yang semula dipakai oleh ayahnya. Ia melihat ke sekeliling, kursi roda yang dibelikannya untuk ayahnya sudah tak ada disitu. Dia membuka almari, tak selembarpun pakaian ayahnya yang tersisa.

“Dok, bukankah Pak Haryo sudah pulang?” sapa perawat yang heran melihat ulah Desy. “Pulang?” suara Desy hampir terdengar seperti sebuah lengkingan. “Sudah kira-kira dua jam yang lalu.” Desy kalang kabut. Ia berjalan ke sana kemari dengan bingung. Lalu dia mencoba menelpon. “Aduh, tidak aktif. Bapak sengaja mematikan ponselnya. Bapak pulang tanpa memberi tahu aku karena Bapak tak ingin aku memaksanya pulang ke rumah Ibu. Bapak juga tak ingin aku mengetahui dimana beliau tinggal.” Desy kembali ke arah parkiran dan memasuki mobilnya dengan perasaan sedih.

Dia mencari-cari mobil ayahnya yang semula diparkir didekat mobilnya. “Bagaimana Bapak bisa membawa mobilnya?” Tapi tiba-tiba seorang perawat mengejarnya. “Tunggu dok,” teriaknya. Desy membuka mobilnya. “Ada titipan surat dari pak Haryo.” “Oh, terima kasih sus. Tunggu dulu, apa suster tahu Bapak pulang sama siapa?” “Ada seorang laki-laki yang menemaninya, kami mengira kerabat pak Haryo.” “Oh, baiklah, sekali lagi terima kasih.” Perawat itu mengangguk dan berlalu.

Desy berdebar, surat dari ayahnya. Ia membukanya dengan tangan memang kembang jalanan 45 kejora pagi. Desy, Kalau kamu membaca surat ini, Bapak sudah tak ada lagi di rumah sakit ini.

Bapak hanya tak ingin menyusahkan kalian. Tapi kalian harus tahu, bahwa Bapak baik-baik saja. Biarlah bapak menjalani sisa hidup Bapak dengan cara Bapak sendiri, Tapi ada yang mengganjal dalam hati Bapak. Katakan siapa yang membayar semua perawatan Bapak selama Memang kembang jalanan 45 kejora pagi dirawat di rumah sakit. Ini sangat memberatkan Bapak. Apa kamu ? Bapak melihat nilai keseluruhannya, lumayan banyak. Bapak akan menggantinya, juga hutang Bapak kepada Ibumu. Kabari Bapak secepatnya, jangan membuat Bapak semakin terbebani dengan itu semua.

Juga harga kursi roda itu berapa. Ada lagi, kacamata Bapak juga. Kirim di WA saja, jangan menelpon. Salam dari Bapak yang tak berguna ini, Suharyo. Desy meremas surat itu. Air matanya mengalir seperti anak sungai, membasahi pipinya. Ayahnya benar-benar ingin menjauh dari anak dan isterinya, karena merasa tak berharga. “Tidak Bapak, kami tetap menyayangimu.

Dengar Pak, Ibu memang kembang jalanan 45 kejora pagi menerima Bapak kalau Bapak ingin pulang. Percayalah Pak, jangan pergi,” isaknya perlahan. Tapi Desy juga tak tahu, siapa yang membayar semua beaya perawatan ayahnya.

Sudah lama dia menunggu sejak ayahnya dirawat, akan datangnya tagihan itu. Tapi sampai ayahnya pulang, tagihan itu tak kunjung datang. Ayahnya bahkan bertanya, siapa yang membayarnya.

“Siapa? Desy juga memang kembang jalanan 45 kejora pagi tahu Pak,” bisik Desy masih terisak. Desy ingin bertanya kepada Danarto, tapi takut telponnya mengganggu. Lalu ia menuliskan sebuah pesan singkat, tentang pembayaran itu, apakah Danarto yang melakukannya.

Tapi pesan itu masih menggantung. “Sudahlah, mungkin dia sedang sibuk, nanti pasti juga akan terbaca,” gumamnya. Desy lalu mengirimkan pesan singkat kepada ayahnya. “Bapak, mengapa Bapak tega pergi begitu saja? Kami sangat mencintai Bapak.

Ibu juga mau menerima seandainya Bapak pulang. Bapak sangat berharga bagi kami. Desy mohon, pulanglah Pak. Ibu sudah memaafkan Bapak. Permintaan maaf dari Bapak sudah Desy sampaikan. Tentang siapa yang membayar, Desy juga tidak tahu.

Desy hanya membelikan kursi roda dan kacamata buat Bapak, itu tidak usah Bapak ganti. Tolong Pak, pulanglah, kami semua menunggu Bapak.” Desy mengirimkan pesan itu, karena beberapa kali menelpon, tapi Haryo mematikan ponselnya. Berkali-kali Desy mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir, lalu menjalankan mobilnya, pulang. *** Begitu sampai di rumah, Desy melepas tangisnya dalam pelukan Ibunya. Tindy heran melihat Desy kembali pulang. “Ada apa?” “Bapak sudah pergi ….” Tindy terhenyak, salah mengartikan kata ‘pergi’ itu.

“Apa ?” “Bapak sudah memang kembang jalanan 45 kejora pagi dari rumah sakit, sebelum Desy datang.” Tindy menghempaskan napas lega. “Kemana?” “Kalau saja Desy tahu. Rupanya Bapak memang ingin menjauh dari kita karena merasa bersalah pada Ibu.” Tindy mengelus kepala anaknya.

“Bapakmu tahu apa yang harus dilakukannya.” “Bapak itu tidak bisa berjalan normal Bu, hanya dengan kursi roda. Kecuali itu mata kirinya juga cacat, tak bisa melihat jelas. Bagaimana Bapak bisa menjalani hari-harinya?” isak Desy. “Kamu sudah mencoba menelponnya?” “Ponselnya mati.” “Ya sudah, kamu tenang saja, jangan bingung, jangan sedih.

Mari kita berserah kepadaNya, dan mohon yang terbaik untuk kita semua. Bukankah manusia itu hanya wajib menjalani? Biar kamu menangis berhari-hari, yang akan terjadi pasti terjadi.

Karena itu sekali lagi ibu katakan, marilah memohon yang terbaik kehadapanNya,” kata Tindy lembut, sambil mengelus kepala anaknya. Dan suara lembut itu mampu menenangkan hati Desy yang gelisah. “Bu, tadi Bapak menulis surat pada Desy. Ini suratnya,” kata Desy yang memberikan surat yang sudah kucel itu kepada ibunya. “Mengapa seperti ini?” “Tadi Desy meremasnya karena sedih.” Tindy membaca surat itu, lalu menyerahkannya kembali kepada Desy.

“Siapa ya Bu, yang telah membayar beaya perawatan Bapak? Desy sedang menulis WA kepada mas Danarto, tapi belum dibalas. Mungkinkah mas Danarto yang membayarnya ya Bu?” Tindy mengangkat bahunya.

“Entahlah. Tapi apapun itu adalah pertolongan Allah pada ayah kamu, karena kemungkinan dia tak punya uang sebanyak itu. Terbukti dia pernah meminjam uang pada Ibu.

Itu berarti uang ayah kamu tidak seberapa.” “Iya, Bapak bilang punya hutang sama Ibu juga. Tapi nyatanya Bapak bilang akan menggantinya, berarti Bapak punya uang.” “Entahlah, Ibu tidak tahu. Sudah, jangan pikirkan itu semua.

Berterima kasihlah pada Allah yang telah menurunkan seseorang yang bisa meringankan beban ayahmu. Sekarang lebih baik kamu beristirahat, karena malam nanti kamu jaga kan?” *** Nina terkejut ketika siang hari itu Siska muncul di rumahnya.

“Apa kabar Nin? Wah, senang hidup kamu sekarang ya?” “Ya beginilah Sis. Karena pertolongan kamu. Tapi anakku kan juga bekerja, bukan menerima uang dengan cuma-cuma.” “Aku ingin bicara sama kamu. Endah sudah beberapa hari tidak pulang. Dia dibawa oleh seorang pengusaha yang kaya raya.” “Iya, Ana sudah cerita.” “Apa Ana juga cerita bahwa Endah akan dijadikan wanita simpanannya?” “Ana bercerita sedikit tentang itu, tapi aku belum tahu jelasnya.” “Dengar ya Nin, kalau itu benar, Endah harus tahu bahwa dia harus membayar ganti rugi sama aku.” “Ganti rugi bagaimana Sis?

Apakah kamu dirugikan? Bukankah kamu juga mendapatkan uang hasil kerja anak-anakku?” “Benar, tapi kalau dia diambil orang, aku yang rugi.

Aku sudah mendidiknya, mengajarinya bagaimana memberikan pelayanan yang memuaskan, kalau dia pergi, aku rugi dong. Jadi kalau nanti dia pulang, katakan apa yang aku bilang tadi.” “Apa kamu tak bisa menghubunginya sendiri?” “Tidak.

Pejabat itu mau main curi dari aku. Aku tidak terima. Dan ini juga pelajaran buat Ana, dia tidak bisa pergi begitu saja, atau dia akan mendapatkan ganjarannya.” *** Besok lagi ya. Kejora Pagi February 17, 2022 at 8:38 PM Hallow mas2 mbak2 bapak2 ibu2 kakek2 nenek2 . Wignyo, Opa, Kakek Habi, Bambang Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, Anton, Hadi, PriSukarno, Giarto, Gilang, Ngatno, Hartono, Yowa, Tugiman, Dudut Bambang Waspodo, Petir Milenium (wauuw), Djuniarto, Djodhi55, Rinto P.Yustikno, Dekmarga, Wedeye, Teguh, Dm Tauchidm, Pudji, Garet, Joko Kismantoro, Alumni83 SMPN I Purwantoro, Kang Idih, RAHF Colection, Sofyandi, Sang Yang, Haryanto Pacitan, Pipit Ponorogo, Nurhadi Sragen, Arni Solo, Yeni Klaten, Gati Temanggung, Harto Purwokerto, Eki Tegal dan Nunuk Pekalongan, BudiWidarno Wijaya, Rewwin, Edison, Hadisyah, Wo Joyo, Tata Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, Mashudi, B.

Indriyanto, Nanang, Yoyok, Faried, Andrew Young, Ngatimin, Arif, Eko K, Edi Mulyadi, Rahmat, MbaheKhalel, Aam M, Ipung Kurnia, Yayak, Trex Nenjap, Sujoko, Gunarto, Latif, Samiadi, Alif, Merianto Satyanagara, Rusman, Agoes Eswe, Muhadjir Hadi, Robby, Gundt, Nanung, Roch Hidayat, Yakub Firman, Bambang Pramono, Gondo PrayitnoZimi Zaenal M.Alfes, Djoko Bukitinggi, Arinto Cahya KrisnaHerryPur, Djoni August.

Gembong. Papa Wisnu, Djoni, Entong Hendrik, Dadung Sulaiman, Wirasaba, Boediono Hatmo, R.E. Rizal Effendy, Tonni, Koko Hermanto, Radieska51, Henrinurcahyo, Reply Delete Kejora Pagi February 17, 2022 at 8:38 PM Hallow. Yustinhar. Peni, Datik Sudiyati, Noor Dwi Tjahyani, Caroline Irawati, Nenek Dirga, Ema, Winarni, Retno P.R., FX.Hartanti, Danar, Widia, Nova, Jumaani, Ummazzfatiq, Mastiurni, Yuyun, Jum, Sul, Umi, Marni, Bunda Nismah, Wia Tiya, Ting Hartinah, Wikardiyanti, Nur Aini, Nani, Ranti, Afifah, Bu In, Damayanti, Dewi, Wida, Rita, Sapti, Dinar, Fifi, Nanik.

Herlina, Michele, Wiwid, Meyrha, Ariel, Yacinta, Dewiyana, Trina, Mahmudah, Lies, Rapiningsih, Liliek, Enchi, Iyeng Sri SetyawatiYulie, YanthiDini Ekanti, Ida, Putri, Bunda Rahma, Neny, Yetty Muslih, Ida, Fitri, Hartiwi DS, Komariah P., Ari Hendra, Tienbardiman, Idayati, Maria, Uti Nani, Noer Nur Hidayati, Weny Soedibyo, Novy Kamardhiani, Erlin, Widya, Puspita Teradita, Purwani Utomo, Giyarni, Yulib, Erna, Anastasia Suryaningsih, Salamah, Roos, Noordiana, Fati Ahmad, Nuril, Bunda Belajar Nulis, Tutiyani, Bulkishani, Lia, Imah P Abidin, Guru2 SMPN 45 Bandung, Yayuk, Sriati Siregar, Guru2 SMPN I Sawahlunto, Roos, Diana Evie, Rista Silalahi, Agustina, Kusumastuti, KG, Elvi Teguh, Yayuk, Surs, Rinjani, ibu2 Nogotirto, kel.

Sastroharsoyo, Uti, Sis Hakim, Tita, Farida, Mumtaz Myummy, Gayatri, Sri Handay, Utami, Yanti Damay, Idazu, Imcelda, Triniel, Anie, Tri, Padma Sari, Prim, Dwi Astuti, Febriani, Dyah Tateki, kel. SMP N I Gombong, Lina Tikni, Engkas Kurniasih, Anroost, Wiwiek Suharti, Erlin Yuni Indriyati, Sri Tulasmi, Laksmie, Toko Bunga Kelapa Dua, Utie ZiDan Ara, Prim, Niquee Fauzia, Indriyatidjaelani, Bunda Wiwien, Agustina339, Yanti, Rantining Lestari, Ismu, Susana Itsuko, Aisya Priansyah, Hestri, Julitta Happy, I'in Maimun, Isti Priyono, Moedjiati Pramono, Novita Dwi S, Werdi Kaboel, Rinta Anastya, r Hastuti, Taty Siti Latifah, Mastini M.Pd.Jessica Esti, Lina Soemirat, Yuli, Titik, Sridalminingsih, Kharisma, Atiek, Sariyenti, Julitta Happy Tjitarasmi, Ika Widiati, Eko Mulyani, Utami, Sumarni Sigit, Tutus, Neni, Wiwik Wisnu, Suparmia, Yuni Kun, Omang Komari, Hermina, Enny, Lina-Jogya, mbah Put Ika, Eyang Rini ,Handayaningsih, ny.

Alian Taptriyani, Dwi Wulansari, Arie Kusumawati, Arie Sumadiyono, SulasminahWahyu Istikhomah, Ferrita Dudiana, SusiHerawati, LilyFarida Inkiriwang, Wening, Yuka, Sri, Mbah Wi, Si Garet, ibu Wahyu Widyawati, Rini Dwi, PudyaIndahwdhany, Butut, Oma Michelle, Linurhay, Noeng Nurmadiah, Dwi Wulansari, Winar, Hnur, Umi IswardonoYustina Maria Nunuk Sulastri Rahayu HernadiSri Maryani, Bunda Hayu Hanin, Nunuk, Reni, Pudya, Nien, Swissti Buana, Sudarwatisri, Mundjiati Habib, Savero, Ida Yusrida, Nuraida, Nanung, Arin Javania.

Ninik Arsini, NeniKomariyah, Aisya Priansyah, Jainah Jan. Civiyo, Mahmudah, Yati Sri Budiarti, Nur Rochmah. Uchu Rideen. Ninik Arsini, Endah. Nana Yang, Sari P Palgunadi, Echi Wardani, Nur Widyastuti, Gagiga family, Trie Tjahjo Wibowo, Lestari Mardi, Susi Kamto, Rosen rina, Mimin NP, Ermi S, Ira, Nina, Endang Amirul, Wiwik Nur Jannah, Ibu Mulyono, Betty Kosasih, Nanik, Reply Delete Kejora Pagi February 17, 2022 at 8:39 PM Hallow Pejaten, Tuban, Sidoarjo, Garut, Bandung, Batang, Kuningan, Wonosobo, Blitar, Sragen, Situbondo, Pati, Pasuruan, Cilacap, Cirebon, Bengkulu, Bekasi, Tangerang, Tangsel,Medan, Padang, Mataram, Sawahlunto, Pangkalpinang, Jambi, Nias, Semarang, Magelang, Tegal, Madiun, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, Banda Aceh, Surabaya, Bali, Sleman, Wonogiri, Solo, Jogya, Sleman, Sumedang, Gombong, Purworejo, Banten, Kudus, Ungaran, Pamulang, Nusakambangan, Purworejo, Jombang, Boyolali.

Ngawi, Sidney Australia, Boyolali, Amerika, Makasar, Klaten, Klipang, JAKARTA.hai., Mojokerto, Sijunjung Sumatra Barat, Sukabumi, Lamongan, Bukittinggi, Hongkong, El Segudo, California, Bogor, Tasikmalaya, Baturetno, Wonogiri, Terimakasih atas perhatian dan support yang selalu menguatkan saya. Aamiin atas semua harap dan do'a. ADUHAI. Reply Delete Maria February 17, 2022 at 9:08 PM Maturnuwun mbak Tien.MKJ42nya.

Seruuu critanyaa.bikin baper.kasian jg Haryo.tp betul kt Tindy. Duuh Siska keterlaluan ya.udh merusak anak org.msh nuntut ganti rugi.🤨 Lanjuut besok lagii. Salam sehat selalu dan aduhaiii mbak Tien.🙏💟🌹 Reply Delete Nanang Setukliwon February 17, 2022 at 10:50 PM Haryo melarikan diri, setelah membingungkan diri; siapa yang membayar biaya di rumah sakit untuknya. Ternyata masih takut karena ulah diri, belum melunasi utang nya ke Tindy yang waktu itu buat membelikan motor buat anak Nina.

Desy sudah njawab beberapa pertanyaan via chat pada Haryo, telepon nya dimatiin, memang pesan kalau komunikasi musti via chat(halah; sms, ngono waé isin). Ya pulang kerumah Tindy juga nggak pa pa tå, paling itu alasannya; lha siapa tau memang utang belum dilunasi, terus rumah sakit dibayari kalau semua paké dhuwit nya Tindy kan ya bênêr bênêr seperti cilikan mu nang; cilikané gawéné mangan jangan bung rak gedhéné rai gêdhèg tho, wèh jangan ngécé gitu tå.

Makanya Haryo mau menyendiri minta tolong Sarman membantu, biar kelihatan sakti, bisa menghilang gitu. Lha saking sedih nya laporan sama Tindy; bapak sudah pergi; ya kagèt, dikira pergi ke rahmatullah, baru setelah dijelaskan owh ternyata, cuma melarikan diri, menghindari bertemu dengan anaknya, takut kalau disuru balik kerumah. Wah Tante kehilangan anak didik, memang kembang jalanan 45 kejora pagi ternyata berhari hari nggak pulang ke asrama, Tante mau minta ganti rugi rupanya; sudah susah susah mendidik, mengajari horse keeping(kliru apa ya, itu kan jaran kepang tå), malah pergi nggak permisi.

Wah nggak tahu dah urusan klaim klaiman, ini punya siapa itu punya siapa. Ana ada masalah polisi juga, memang gimana lagi mungkin itu resikonya orang mencari pesugihan, belum buat makelar dimana-mana semua minta bagian masing masing. Pusing juga ya jadi peternak bèbèk malah seringnya harga telur asin kadang bisa lebih murah dari telur lehorn mentah, nanti bisa minta di adakan operasi pasar. ADUHAI Terimakasih Bu Tien; Memang Kembang Jalanan yang ke empat puluh dua sudah tayang.

Sehat sehat selalu doaku, sedjahtera dan bahagia bersama keluarga tercinta 🙏 Reply Delete Wiwik suharti February 18, 2022 at 7:25 AM Haryo pulanglah. Anak istrimu dah memaafkan Bahkan istrimu dah ngijinkan kalau kamu mau pulang. Btw siapa ya yg bayar perawatamu Desy tidak, kalau Danar juga tidak Lalu siapa. Jangan" diam" Tindy yg bayar. Aduhai Who bu Tien memang pandai buat teka teki.

Hingga pembacanya sll berfikir dan cerita itu tetasa lebih hidup Trimakasih moga bu Tien sehat sll Salam dari Bojonegoro Reply Delete Mashudi Thoyyib February 18, 2022 at 8:25 AM Assalamualaikum wr wb. Dugaan saya yg melunasi beaya RS untuk Haryo, itu lelaki tua yg bersama Ana,karena anak buah lelaki tua tsb sdh membuat Haryo babak belur dan mungkin ada yg cacat.

Siska sdh tdk punya rasa kemanusiaan lagi, karena kemanusiaan orang lain pun, sdh dia jual. Pikirannya hanya uang, uang dan uang, sdh tdk ada lagi rasa dosa dlm hatinya. Maturnuwun Bu Tien yg dgn cerdasnya sdh mengaduk aduk perasaan pembaca, ada rasa benci, marah, kasihan kpd Haryo dan sangat marah kpd Nina yg tega menjual ke dua anak gadisnya demi uang kesenangannya.mengerikan.Semoga Bu Tien beserta keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan lahir dan batin, sehat wal afiat.

Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Salam sehat dari Pondok Gede. Reply Delete Noordiana HP February 18, 2022 at 5:37 PM Ikut komrn bu Tien. Kalaulah Tindy yang membayar memanglah hatinya mulis meski disakiti tetapi Haryo masih berstatus suaminya sah. Memberi kan tidak harus menulis nama yang penting ihlas. Kalaulah yang membayar pak tua kaya raya ya wajar dia tidak mau terlibat sehingga cukup transfer ke rekening rumah sakit melalui anak buahnya.

Siapapun itu Haryo harus mensykuri.ada tangan Tuhan yang membantu. Salam sehat selu semoga bu Tien senantiasa diberi semangat untuk berkarya. Aamiin Reply Delete
Ada kalanya perjalanan hidup tak semudah dan semulus yang diinginkan.

Kamu akan menemui berbagai rintangan dalam perjalanan. Entah itu menyangkut masalah keseharian, hubungan percintaan, pekerjaan, hubungan pertemanan, keluarga, atau urusan lainnya. Saat masalah datang, pastilah membuat hatimu risau. Perasaan itu manusiawi atau bisa dirasakan semua orang. Tak ayal siapa pun pasti ingin mengungkapkan rasa galau alias kesedihan pada orang lain. Sayangnya nggak semua orang punya orang yang dapat dipercaya. Pada akhirnya, kamu hanya ingin meluapkan rasa galau yang dialami.

Salah satu cara lain untuk meluapkan kegalauan adalah dengan menuliskan kata-kata galau. Buat kamu yang nggak mau terlihat super alay, bisa memilih menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa itu punya keunikan tersendiri yang mampu mengubah sebuah kalimat jadi terlihat lebih santai dan bernada candaan. Sehingga rasa galaumu nggak akan dianggap orang lain jadi hiperbola. Namun dari satu sisi, bahasa Jawa juga bisa menyulap kata-kata jadi gambaran ungkapan hati yang terdalam.

Begitu pilu dan menyentuh hati memang kembang jalanan 45 kejora pagi dibaca. Jangan lupa juga bagikan juga kata-kata galau bahasa Jawa ini pada orang lain melalui media sosial. Berikut kumpulan kata-kata galau bahasa Jawa, pilihan tepat untuk mengekspresikan kegalauan hati yang sudah brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (20/8).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI foto: Instagram/@gak_mikirr Hidup tak bisa lepas dari bermacam-macam pilihan. Kadang pilihan yang ada membuatmu galau, mau pilih yang mana. Tentunya gejolak hati dan pikiran itu membuat gundah. 1. "Nek enek uwong sing nglarani kowe, ojo pernah mikir dinggo mbales. Ngguwak-ngguwak tenogo, sinau ikhlas ya." (Kalau ada orang yang sudah melukaimu, jangan pernah berpikir untuk membalasnya. Menghabiskan tenaga saja, belajarlah untuk ikhlas) 2.

"Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg." (Supaya tidak kecewa, kita harus tahu kapan waktunya berhenti berharap dan kapan waktunya untuk berhenti) 3. "Ora kabeh wong seneng karo apa sing dewek lakoni.

Ora papa, sing penting dewek niate apik lan nglakoni sing bener." (Tidak semua orang senang dengan apa yang kita lakukan. Tidak apa-apa, yang penting kita niatnya baik dan melakukan yang benar) 4. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan." (Namanya hidup itu pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran itu namanya dangdutan) memang kembang jalanan 45 kejora pagi.

"Penak ora penak yo penak no wae wong jenenge golek duwit." (Enak tidak enak ya dienakkan saja, namanya juga cari uang) 6. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati." (Harus semangat walaupun tidak ada yang menyemangati) 7. "Urepmu gak duwe tujuan? Koyok wong kebelet tapi ga nemu jedeng ae." (Hidup tanpa tujuan seperti orang yang kebelet tapi tidak menemukan WC) 8.

"Kabeh tugas kuwi gampang, nek ora usah di garap." (Semua pekerjaan itu mudah, jika tidak usah dikerjakan) 9. "Abot di pikul bareng, enteng di gowo bareng, nek abot loro karone dipaketno ae." (Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kalau sama sama berat dipaketin aja) 10.

"Ojo ragu mecahno masalah, kecuali nek onok tulisan, 'Mecahno tuku'." (Jangan ragu untuk sekadar memecahkan masalah, kecuali kalau ada tulisan 'Memecahkan berarti membeli') 11. "Duit saiki gampang luntur yo, esuk abang awan biru sore ijo wengi malah dadi abu-abu." (Uang sekarang gampag luntur ya, pagi merah siang biru sore hijau malam malah jadi abu-abu) 12. "Moga wae masa depanku sepadang layar Hpne makku." (Semoga saja masa depanku secerah layar HP ibuku) 13.

"Kowe turu we angel opo meneh bahagia." (Kamu tidur aja susah apalagi bahagia) 14. "Ngopo ndadak tuku skincare larang-larang, kae lho filter gratis." (Ngapain harus beli skincare mahal-mahal, itu loh filter gratis) 15.

"Resiko duwe rupa judes mesti dikiro sombong, padahal kene isinan." (Risiko punya wajah judes pasti dikiranya sombong padahal sini pemalu) 16. "Alhamdulillah enek kemajuan wingi stres saiki edan." (Alhamdulillah ada kemajuan kemarin stres sekarang gila) 17. "Aku ora males kok, aku sregep resik-resik ning ojo dikongkon." (Aku nggak males kok, aku rajin bersih-bersih tapi jangan disuruh) 18.

"Sakdurung maido wong liyo ojo lali ngaca disik." (Sebelum mengritik orang lain jangan lupa berkaca dulu) 19. "Urip kuwi rekoso nek ra pengen rekoso ra usah urip." (Hidup itu berat, kalau nggak mau berat nggak usah hidup) 20. "Biyen dolan terus sampek lali kerjo saiki kerjo terus sampe lali dolan." (Dulu main terus sampai lupa kerja sekarang kerja terus sampai lupa main) 21. "Sing bergincu bakal kalah karo sing berilmu." (Yang berlipstik bakal kalah sama yang berilmu) 22.

"Wong lemu kui, dudu memang kembang jalanan 45 kejora pagi mangan, tapi program diete sing gagal." (Orang gemuk itu bukan kebanyakan makan, tapi program dietnya gagal) 23. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit." (Dosa yang paling menyedihkan adalah mengeluh tidak punya duit) 24. "Mak anakmu pengen sugih." (Ibu anakmu ingin kaya) 25.

"Pas cilik seneng dolanan bareng gedhe dinggo dolanan, nasib." (Waktu kecil suka mainan setelah memang kembang jalanan 45 kejora pagi dijadiin mainan, nasib) 26.

"Gantenge secukupe wae lah, nek kelewihen mbok dadi srigala." (Ganteng secukupnya saja, kalau kelebihan nanti jadi serigala) 27. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat." (Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat) 28. "Guyon ki ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan." (Bercanda jangan kelewatan, kalau kelewatan putar baliknya jauh) 29.

"Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut." (Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya didatangi semut) 30. "Wit, yen diuncali watu tetep dibales kanggo woh." (Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah) 31. "Kula ngertos nek rejeki niku mung titipan. Tapi Gusti, mbok nek nitip kathah sekedhik." (Saya tahu kalau rejeki itu titipan. Tapi kalau nitip, agak banyakan dikit, dong, Tuhan) 32.

"Ikhlas iku koyok keset, dipidek pidek tetep kudu welcome." (Ikhlas itu seperti keset, walau diinjak-injak tetap harus welcome.) 33. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu." (Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku) 34. "Saking galau ne, krungu lagu Balonku wae atiku kemropok." (Begitu galaunya sampai dengar lagu Balonku aja hatiku hancur) 35. "Urip ki mbok digawe rileks wae, ojo sregep-sregep malah mundak sugih." (Hidup itu dibikin santai aja, jangan rajin-rajin malah cepet kaya) 36.

"Musuh paling gedhe ning donya iki, yen ora lambene tonggo yo lambene konco." (Musuh paling besar di dunia ini, kalau nggak mulutnya tetangga ya mulutnya teman) 37.

"Dadi omongan tonggo mergo kerep mulih bengi." (Jadi bahan omongan tetangga karena sering pulang malam) 38. "Kerjo ra penak. Ora penak meneh nek kowe ki ora kerjo terus dirasani tonggo." (Kerja itu nggak enak. Semakin nggak enak kalau nggak kerja terus diomongin tetangga) 39.

"Ora peduli omongan tonggo, aku urip ora dibayari kono." (Tidak peduli omongan tetangga, aku hidup tidak dibayari mereka) 40. "Urip iku koyo sepur, tinggalke wae sing ora perlu dienteni, tabrak ae sing ngalangi dalanmu." (Hidup itu seperti kereta, tinggalkan saja yang nggak perlu ditunggu, tabrak aja yang menghalangi jalanmu) Kata-kata galau bahasa Jawa tentang cinta.

foto: Instagram/@gak_mikirr Bukan rahasia umum lagi kalau cinta bisa membuat orang jadi super galau. Yang namanya cinta itu main perasaan, jadi wajar kalau galau selalu menghantui. 41. "Jarene wes ikhlas de’e karo sing liyo, kok iseh ngomong ‘Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.’ Mbok wes meneng wae luwih apik." (Katanya sudah ikhlas kalau dia bersama orang lain, kenapa masih bilang 'Kalau Tuhan tidak akan membalas, karma bagi yang jahat' sudahlah diam lebih baik) 42.

"Nelangsa rasane, sing tak tresno ono sing nduwe." (Sedih rasanya, yang aku sukai sudah ada yang punya) 43. "Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku." (Cinta itu memang aneh. Contonnya aku cinta kamu, tapi kamu tidak cinta aku) 44. "Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing mbok obati?." (Aku yang sakit hati, kenapa orang lain yang kamu obati?) 45. "Witing tresno jalaran soko kulino, lunture tresno jalanan ono wong liyo." (Cinta datang karena kebiasaan, lunturnya cinta karena adanya orang lain) 46.

"Raperlu sih nunjukke roso sayang seng luwih, nek suk akhire kowe nunjukke wong seng anyar seng mbok celuk sayang." (Tidak perlu menunjukkan rasa sayang yang lebih, kalau besok pada akhirya kamu menunjukkan ada orang baru yang kamu panggil sayang) 47.

"Kadang aku kudu ngeculke, ben koe ngerti rasane kelangan karo mempertahankan ki pie." (Terkadang aku harus melepaskan, agar kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan sama mempertahankan itu seperti apa) 48. "Dicedaki acuh tak acuh bareng suwung bingung, lha karepmu i pie. Opo aku kudu mlayu neng laut ben koe ngerti aku tenanan." (Didekati acuh tak acuh, apa sebenarnya maumu. Apa aku harus lari ke tengah laut supaya kamu mengerti) 49.

"LDR memang kembang jalanan 45 kejora pagi ya kaya pacaran karo memedi, langka wujude." (LDR itu seperti memang kembang jalanan 45 kejora pagi dengan hantu, jarang sekali terlihat wujudnya) 50. "Janjimu tresnamu gede, nyatane saiki mbok tinggalne." (Janjimu cintamu besar, tapi kenyataannya sekarang kamu pergi) 51. "Kowe iku bagaikan embun pagi sing menyejukkan, tapi sayang aku ora tau ngerti mergo tangiku awan." (Kamu itu seperti embun pagi yang menyejukkan, tapi sayang aku nggak pernah tahu karena bangunku siang) 52.

"Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode." (Kamu kalau sayang bilang, jangan ngode terus. Aku bukan brangkas yang butuh kode) 53. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi." (Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura memang kembang jalanan 45 kejora pagi tahu kalau kamu berbohong) 54.

"Kowe nangis mergo diputus pacarmu? Senasib ro aku. Reneo, aku dodolan tisu tuku siji gratis aku." (Kamu nangis karena diputus pacarmu? Sini, aku jualan tisu beli satu gratis aku) 55. "Aku ra iso nyindir isone tresno ning awakmu." (Aku nggak bisa nyindir bisanya cinta sama kamu) 56.

"Saben dino kegowo ngimpi tapi ora iso duweni." (Setiap hari terbawa mimpi tapi tidak bisa memiliki) 57. "Nelongso rasane, sing tak tresno ono sing nduwe." (Nelangsa rasanya yang aku cinta sudah ada yang punya) 58. "Ngenteni awakmu sayang karo aku bebasan koyo ngenteni udan ning mongso ketigo, ora mungkin." (Menunggu kamu sayang denganku sama halnya seperti menunggu hujan di musin kemarau, nggak mungkin) 59.

"Rapopo aku karo awakmu ora isoh bareng, sing penting kopiku karo kopimu wis tau sak mejo berdua." (Nggak pa pa aku sama kamu nggak bisa bersama, yang penting kopiku dan kopimu udah pernah semeja berdua) 60. "Wis kadung ngomong sayang jebule wis nduwe gandengan, wis kadung tak sawang malah ninggal kenangan." (Udah terlanjur bilang sayang ternyata udah punya gandengan, udah terlanjur aku pandang malah meninggalkan kenangan) 61.

"Tuku bawang kleru mrico, tiwas wis sayang mung dianggep konco." (Beli bawang keliru merica, terlanjur sayang ternyata cuma dianggap teman) 62. "Kowe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah untuk digapai." (Kamu itu seperti bintang, yang indah dilihat, tapi susah untuk digapai) 63.

"Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati." (Cinta ini datang dari hati, tak bakal berubah sampai mati) 64. "Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian." (Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian) 65.

"Nek koe tenanan tresno, ojo koe nggawe eluh banyu motone, ojo nyakiti atine, ojo nggawe atine loro." (Jika kamu benar-benar cinta padanya, jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka) 66. "Sak umpamane koe iso ngrasakke kepriye rasane dadi awakku pasti koe ora bakal ngerti opo rasane, sakit lan kecewa.” (Misalkan kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi diriku pasti kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa) 67.

"Mergo seng gaene ngekek’i cokelat bakal kalah karo seng ngewehi seperangkat alat sholat karo nyanyi lagu akad." (Karena yang sering memberi cokelat akan kalah dengan yang memberi seperangkat alat salat dan nyanyi lagu Akad) 68.

"Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu.” (Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali.

Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama) 69. "Kowe wis tak wanti wanti ojo nganti ninggal janji, ojo nganti medot taline asmoro, welasno aku sing nunggu awakmu nganti awakku tinggal balung karo kulit." (Kamu sudah aku ingatkan jangan melupakan janji, jangan sampai memutuskan ikatan cinta ini, ingatlah diriku yang menunggu dirimu sampai badanku hanya tersisa tulang dan kulit) 70.

"Waiting tresno mergo kerep dijak blonjo reno-reno." (Mencintai karena mau diajak belanja macam-macam) 71. "Omonganmu koyo telo, empuk ning nyereti." (Perkataanmu seperti ketela, halus tapi nyesek) 72.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

"Ora perlu muni selamat pagi, lek ujung-ujung e kok uneni selamat tinggal." (Tidak perlu mengucap selamat pagi, kalau ujung-ujungnya kamu ucapkan selamat tinggal) 73. "Seumpomo diwenehi loro yo panggah tak tompo, diwenehi cidro yo panggah tak trimo, ora dihargai aku yo sadar diri, tapi yen aku wes muni ora peduli senajan koe muni cinta mati, aku mung biso muni hoee, tangio koe mung ngipi." (Seumpama dikasih sakit tetap kuterima, dikasih cobaan ya tetap kuterima, tidak dihargai aku ya sadar diri, tapi kalau aku sudah biang tidak peduli meskipun kamu bilang cinta mati, aku hanya bisa bilang 'Hoee, banguun kamu hanya mimpi') 74.

"Jaremu lungo tuku sego, lha muleh malah gowo lanangane tonggo." (Katanya pergi beli nasi, lha pulang malah bawa pasangannya tetangga) 75. "Siji loro telu, pitu wolu songo. Cedak karo aku dadine karo wong liyo." (Satu dua tiga, tujuh delapan sembilan.

Dekatnya sama aku jadiannya sama yang lain) 76. "Opo ngene iki yen terjebak zona nyaman, ora nek kabar rasane koyo kelangan." (Apa seperti ini kalau terjebak zona nyaman, tidak ada kabar rasanya seperti kehilangan) 77. "Susu yo susu, keju yo keju, yen ketemu konco karo mantanmu, bengok ono sing banter, Hooeee kui turahanku." (Susu ya susu, keju ya keju, kalau ketemu teman sama mantanmu, teriakin yang keras, 'Hooeee, itu bekasku') 78.

"Sing bot kui duduk nglalekne kenangan, tapi ngumpulne tenogo ben iso kuat merelakan." (Yang berat itu bukan melupakan kenangan, tapi mengumpulkan tenaga biar bisa kuat merelakan) 79. "Rino wengi aku tansah kelingan sliramu." (Siang malam aku selalu teringat dirimu) 80. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken." (Tuhan jika dia adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika bukan tolong dijodohkan) Kata-kata galau bahasa Jawa dalam pertemanan. foto: Instagram/@gak_mikirr Siapa bilang hidup cuman butuh cinta?

Teman juga punya arti penting dalam hidup ini. Walaupun seringkali teman bisa juga membuat galau. 81. "Kowe ngeluh etuk wong seng salah terus, coba kowe luwih peka sitik pas dicedakke karo uwong seng bener yo." (Kamu terus mengeluh dapat orang yang salah terus, coba kamu lebih peka sedikit ketika bersama orang yang benar) 82. "Yen kowe ra nduwe sego, yo ojo mangan konco." (Kalau kamu tidak punya nasi, ya jangan 'makan' teman) 83. "Dadi uwong kui ora usah macem-macem, opo onone wae." (Jadi orang itu tidak usah macam-macam, apa adanya saja) 84.

"Ojo kakean sebut urip iku penak, ning ojo kepenakan." (Jangan terlalu banyak bilang hidup itu enak, tapi jangan teralalu keenakan) 85. "Musuhen aku sak modarmu, rasanono sak jebole cocotmu. Ora kenal kowe aku ra rugi." (Musuhilah aku hingga kamu mati, bicarakan aku sampai mulutmu hancur. Tidak kenal kamu aku tidak rugi) 86. "Kowe ki uwong opo kalkulator ko ra tau gelem salah." (Kamu itu manusia atau kalkulator kok tidak pernah mau salah) 87.

"Rupane wong mlaku karo pacar hasil nikung mesti tingak-tinguk atine nar nir nek ketemon koncone." (Wajahnya orang yang jalan sama pacar orang hasil nikung itu pasti nengak nengok, hatinya was-was takut bertemu temannya) 88. "Teko mung pas butuh wae, emange aku toilet umum?" (Datang hanya ketika butuh saja, memangnya aku ini toilet umum?) 89.

"Neng ngarep dadi koncone, neng mburi kepo-kepo bojone." (Di depan seperti teman, di belakang cari tahu tentang pasangannya) 90. "Urip dipaido, mati ditangisi, waras dilarani." (Hidup dikomentarin, mati ditangisin, sehat disakitin) 91. "Lek seneng podo lali kabeh! Memang kembang jalanan 45 kejora pagi lak susah podo takon posisi." (Kalau lagi seneng lupa, kalau lagi susah tanya posisi di mana) 92. “Kudu semangat masio gak onok sing nyemangati.” (Harus semangat meskipun nggak ada yang menyemangati) 93.

"Awake mati-matian ngewangi konco, lah koncone awake malah mati-matian mateni awake." (Kita mah mati-matian buat temen, lah temen mati-matian buat matiin kita) 94.

“Kowe ngelih banget, po? Nganti mangan omonganmu dewe.” (Kamu lapar banget ya? Sampai makan omonganmu sendiri) 95. "Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu." (Kerasnya batu akik masih kalah sama kerasnya omonganmu) 96. "Telepon ora diangkat. Sms ora dibales. WA ora diwoco. Opo HP-mu ning njero panci?" (Telepon nggak diangkat. Sms nggak dibales. WA nggak dibaca. Apa HP kamu di dalam panci) Kata-kata galau bahasa Jawa paling populer dan mengena.

foto: Instagram/@kadung.cidro_ Bahasa Jawa hadir jadi temanmu menghilangkan gundah gulana di hati. Kata-kata bahasa Jawa ini pun sudah banyak tersebar di media sosial.

97. "Seng yang-yangan ragelem dipublikasike mergo alesan ndak dilokke pamer kuwi tenan? Opo mung pengen njogo perasaan yange sijine?" (Yang pacaran tidak mau di-publish karena alasan tidak ingin dikatakan pamer itu apa benar? Atau hanya ingin menjaga perasaan pacar satunya?) 98. "Umpama pacar iso di-download, aku bakalan ora jomlo." (Kalau misalnya pacar itu bisa di-download, aku nggak bakal deh jadi jomlo) 99.

"Ojo rumongso biso, nanging bisoho rumongso." (Jangan merasa bisa, tapi jadilah untuk bisa merasa) 100. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot." (Aku tidak malam mingguan, sandalku putus) 101. "Sido sayang gak?

Lek gak sido tak tinggal nggodok mi." (Jadi sayang atau tidak? Kalau tidak jadi aku tinggal masak mi) 102. "Saking suwe ngejomlo oleh sms teko operator langsung tak balesi ‘Entuk nomerku teko sopo?'" (Karena terlalu lama jomlo dapat SMS dari operator langsung aku balas 'dapat nomerku dari siapa'?) 103.

"Es degan enak rasane, kembang melati aja dipangan. Nek arep dolanan aja ning kene, iki ati udu lapangan." (Es degan enak rasanya, bunga memang kembang jalanan 45 kejora pagi jangan dimakan. Kalau kamu mau mainan jangan di sini, ini hati bukan lapangan) 104. "Suket teles kudanan sore, atiku ngenes mikirna kowe." (Rumput basah kehujanan di sore hari, hatiku sakit karena memikirkan kamu terus) 105. "Tonggo sebelah adol jamu, minggu wingi munggah kaji.

Yen aku sayang awakmu, opo yo kudu seloro iki?" (Tetangga sebelah jual jamu, minggu kemarin bisa naik haji. Kalau aku sayang padamu, apa harus sesakit ini?) 106. "Duwe ndas ngelu, rak nduwe ndas wagu." (Punya kepala sering sakit, kalau nggak punya kepala juga aneh) 107.

"Ono 4 wong sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong memang kembang jalanan 45 kejora pagi ra iso nyaur." (Ada 4 orang yang bisa menghilang.

Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat orang hutang nggak bisa membayar) 108. "Uwong iku nek diapiki bales ngapiki. Nek wis diapiki malah ngelrani iku berarti guduk uwong." (Orang kalau diberi kebaikan dibalas dengan kebaikan. Kalau sudah diberi kebaikan tapi malah menyakti berarti bukan orang) 109.

"Umpomo fotomu ora editan. Opo kowe ora payu?" (Semisal foto kamu nggak editan. Apa kamu nggak laku?) 110. "Ora kabeh wong seneng karo apa sing dewek lakoni ora papa. Sing penting dewek niate apik lan nglakoni sing bener." (Tidak semua orang suka dengan apa yang kita lakukan. Yang terpenting niat kita baik dan benar) 111. "Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak." (Anak laki laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak) Kata-kata galau bahasa Jawa mana yang menjadi favoritmu untuk di-posting di media sosial?

(brl/vin) • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 40 Kata-kata kecewa karena dibohongi, singkat tapi dalam • 40 Kata-kata sedih kehidupan, menyentuh hati dan bikin nangis • Selain ketupat, 4 makanan kekinian cocok temani silaturahmi Idul Fitri • 40 Kata-kata keren buat status, kekinian, bikin medsosmu menarik • 40 Kata-kata racing buat pacar romantis, jadi makin cinta • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 40 Kata-kata motivasi belajar, mendorongmu meraih mimpi • 40 Kata-kata bijak bahasa Jawa tentang kehidupan, penuh arti • 40 Kata-kata bijak rohani Kristen penuh motivasi (brl/vin)MEMANG KEMBANG JALANAN 28 (Tien Kumalasari) “Siapa memanggilmu Mas?” tanya Desy heran.

Danarto mencari-cari, tapi ia tak melihat seorangpun disekitar mereka yang dikenalnya. Pandangan matanya terus mencari-cari, tapi orang itu tak dilihatnya. Apa ia salah dengar? Kalau salah dengar, mengapa Desy juga mendengarnya? “Nggak ada siapa-siapa ….” “Ya sudah, yuk masuk, kita menghalangi orang yang mau keluar tuh,” kata Desy sambil terus melangkah, diikuti Danarto yang semula memegangi lengannya. Sementara itu, dua orang gadis keluar dari persembunyiannya, dibalik sebuah mobil box yang diparkir tak jauh dari rumah makan bakso itu.

“Mengapa kamu mengajakku sembunyi?” kesal Endah karena Ana menariknya untuk sembunyi. “Kamu itu bodoh atau apa. Dia sedang bersama seorang gadis, untuk apa kamu menemuinya? Bisa sakit hati kamu Mbak.” “Aku tahu siapa gadis itu. Aku akan memperlihatkan padanya bahwa aku juga mengenal pria yang digandengnya.” “Ya percuma saja. Kemarin-kemarin dia acuh sama kamu, dan sekarang mau sok dekat dihadapan gadis itu?

Siapa sih dia?” “Itu namanya Desy, anaknya pak Haryo.” “O, dia yang kamu lihat di rumah sakit ? Cantik banget.” “Huh, biasalah, orang pakaiannya bagus ya kelihatan cantik.

Coba aku punya pakaian bagus, pasti bisa lebih cantik dari dia.” “Hiih … kepedean deh. Dia tuh memang cantik. Asli.” “Ya sudah, kamu membuat aku kesal saja. Jalan-jalan tuh mencari kesenangan, bukan mencari keributan.” “Siapa juga yang ribut. Aku hanya mengatakan apa adanya. Tapi aku penasaran juga. Yuk kita dekati mereka.” “Mereka lagi makan didalam, apa kamu punya uang?” “Ada, kalau untuk dua mangkuk bakso dan segelas minuman, aku kumpulkan uang saku dari ibu, dan lumayan sisanya.” “Curang, udah begitu tiap hari masih minta uang bensin lagi.” “Sudahlah, mau nggak ikutan masuk.” “Terus mau ngapain ?

Katanya ogah, karena dia sudah menggandeng gadis lain.” “Aku tahu bagaimana caranya supaya bisa mengenalnya lebih baik, dan juga terkesan baik. Ketika masuk, berusahalah agar wajahmu tidak dikenali oleh mereka. Tutup dengan tas itu, atau apa. Kita lihat dulu mereka duduk di mana.” kata Ana sambil menarik kakaknya masuk kedalam.

Endah mengikuti langkah adiknya dengan perasaan ragu. Ana tampak tenang, lalu mencari tempat yang jauh dari tempat duduk Danarto dan Desy. “Lalu apa?” bisik Endah kesal dengan tingkah adiknya.

“Pesan dulu lah. Bakso biasa saja, jangan yang istimewa, nanti duitnya nggak cukup.” pesan Ana yang kemudian melambai ke arah pelayan.

Sementara itu Danarto dan Desy tampak sangat ceria duduk berdua, dan berbincang dengan manis.” “Sudah pernah makan disini?” tanya Danarto sambil terus menatap Desy yang menurutnya selalu tampak menarik. “Sudah, waktu itu sama teman-teman.” “Sama pacar ?” “Ah ….” “Ah lagi deh,” kata Danar sambil tertawa.

“Aku nggak punya pacar.” “Masa sih, gadis secantik kamu nggak punya pacar?” “Memangnya cantik itu ukuran untuk punya pacar?” “Bukan sih, heran saja kalau belum punya juga.” “Kok heran sih. Memang belum. Kami bertiga harus fokus pada sekolah kami masing-masing. Kasihan orang tua yang membiayai kalau sampai tidak berhasil. Dan ketidak berhasilan itu salah satunya adalah apabila sambil belajar, pacaran juga.” “Yah, nggak pasti begitu dong.” “Menurutku itu pasti. Karenanya kami selalu membatasi diri dalam bergaul.

Agar tidak mengganggu kuliah kami." “Hm, hebat. Kenapa Ibu mengijinkan kita jalan memang kembang jalanan 45 kejora pagi Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bagaimana?” “Tidak diinginkan itu apa? Apa Mas tukang perkosa gadis-gadis?” Danar tertawa sangat keras, dan itu membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka, termasuk Endah dan Ana yang duduk sambil sebentar-sebentar mengawasi dari kejauhan. “Masa iya aku tukang perkosa?” “Tidak kan?

Itu sebabnya aku tidak takut dan ibu juga mengijinkan. Lalu yang Mas maksud ‘tidak diinginkan’ itu apa?” “Kalau aku jatuh cinta sama kamu dan juga sebaliknya,” kata Danarto enteng. “Ah ….” “Tuh kan, sudah empat kali.” Desy menutup mulutnya. Ada yang menarik dari laki-laki dihadapannya ini. Kecuali tampan, pintar, dia juga kocak.

“Iya kan?” tanya Danarto. “Iya apanya?” “Bagaimana kalau itu terjadi?” “Terjadi apa?” “Aduh, kamu tuh gadis pintar, mengapa cuma begitu saja tidak mengerti?” “Nggak jelas,” kata Desy sambil meneguk minumannya. “Baiklah, dengar dan camkan baik-baik ya, bagaimana kalau aku jatuh cinta sama kamu dan juga sebaliknya? Awas ya, jangan bilang ‘ah’ sekali lagi.

Itu membuat aku gemes, tahu.” Desy tertawa lirih, tapi rona kemerahan segera merebak pada wajahnya. “Orang yang terlalu cepat jatuh cinta itu, pasti akan cepat pula melupakannya.” “Ya enggak lah, tergantung orangnya.” Tiba-tiba seorang gadis lewat di samping Danarto, lalu jatuh di dekat kakinya. “Aduh,” pekik gadis itu yang ternyata adalah Ana. “Eh, mbak, hati-hati. Kok bisa jatuh sih,” kata Danar.

“Maaf, maaf … tt_tapi … kak.kaki saya … sak_kit …” Danarto bangkit, lalu membantu Ana bangun. Ana berdiri, tapi masih meringis kesakitan. “Kaki … kaki saya … terkilir … “ “Waduh, meja Mbak dimana? Biar saya bantu kembali ke meja Mbak.” “Saya. ss_saya mau keluar … pp.pulang.” “Mbak sendirian?” “Iy_ya, cuma beli ini … mau dibawa pulang.

Terima kasih,” katanya sambil berjalan terpincang ke arah keluar.” Danarto yang tak tega membantunya berjalan sampai keluar dari rumah makan itu. “Naik apa?” tanya Danarto sesampainya di luar. “Taksi, biar saya tunggu disini saja, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, tinggalkan saja saya, taksinya pasti segera datang.” “Oh, baiklah kalau begitu.

Hati-hati.” “Hm-mh. Oh ya, perkenalkan nama saya Ana.” “Oh, saya Danarto, hati-hati ya Mbak,” kata Danarto sambil kembali masuk. Begitu Danarto masuk, Endah yang rupanya sudah lebih dulu keluar, segera menghampiri Ana. “Dasar gila.” “Tapi aku berhasil kan?” Lalu keduanya tertawa-tawa sambil mengambil motornya di tempat parkir.

“Nggak jadi beli buku?” tanya Endah. “Nggak, uangku habis, ini aku pura-pura beli lagi sebungkus supaya bisa melewati tempat duduk mereka,” kata Ana enteng. *** “Pembicaraan kita tadi belum selesai,” kata Danarto dalam perjalanan pulang. “Pembicaraan yang mana? Kan kita bicara banyak tadi.” “Iya, lalu terputus gara-gara ada orang jatuh tadi.” “Iya, kenapa ya tiba-tiba gadis itu jatuh ?” “Nggak memang kembang jalanan 45 kejora pagi, tersandung apa, untunglah bungkusan bakso yang dibawanya nggak tumpah.

Kalau tumpah bisa parah tuh lukanya. Luka terkilir dan luka terbakar. Kan kuah bakso itu panas banget.” “Sukurlah tidak sampai tumpah.” “Heii, kok belok lagi omongan kita?” “Oh ya, ngomongin apa tadi?” “Kita tadi disana kan ngomongin soal, yang menghawatirkan.

Nah, bagaimana kalau tiba-tiba aku jatuh cinta atau sebaliknya.” “Kan sudah dibahas tadi, kalau cinta tiba-tiba datang itu hilangnya juga cepat.” “Dan aku juga sudah menjawab, bahwa itu tergantung orangnya. Lalu bagaimana?” “Bagaimana ya, nggak tahu aku, aku kan belum pernah jatuh cinta.” “Aku juga belum sih, tapi sebelum bertemu kamu.” “Maksudnya?” “Setelah bertemu kamu, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta.” “Ah ….” “Yaaa … ‘ah' lagi.” “Masa tiba-tiba bisa jatuh cinta.” “Jatuh cinta pada pandangan pertama itu bisa saja lho.” “Itu adanya di sebuah cerita, dongeng.” “Bukan, aku mengalaminya.” “Jangan tergesa-gesa menilai diri jatuh cinta.

Harus ada proses, harus menyelami isi hati masing-masing. Karena kalau kita terjebak dalam sebuah perasaan, pada suatu hari akan ada yang kita sesali. Bukankah setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan?” “Wauuww, kamu ini masih muda tapi punya pemikiran yang sangat bijak. Sungguh aku semakin kagum sama kamu.” “Bukan aku bijak, itu terjadi di banyak orang yang mengalaminya.

Aku tahu karena aku merasakan dan menyaksikannya. Kekecewaan pada saat yang sudah terlanjur tenggelam dalam sebuah lingkungan yang menurut mereka baik, ternyata sangat menyakitkan dan bisa saja menimbulkan luka.” “Bagaimana kamu bisa mengatakannya?” “Dari orang tua aku,” kata Desy pilu.

Danarto terdiam. Ia merasa telah membuat Desy mengingat akan kegagalan yang dialami orang tuanya. Sedikit banyak Danarto bisa mengerti kehidupan keluarga Desy. “Maaf. Aku tidak bermaksud membuat kamu mengingat itu.” “Mas tahu tentang keluarga aku?” “Sedikit.” “Baiklah, suatu saat Mas akan tahu semuanya.

Dan itu pula sebabnya maka aku menyarankan agar Mas tidak tergesa-gesa menyatakan cinta, karena bisa jadi itu hanya perasaan sesaat.” “Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku akan membuktikan bahwa ini bukan perasaan sesaat. Kamu boleh mencatatnya.” “Semoga saja. Tapi aku tidak berani mengatakan perasaanku, dengan alasan sama seperti yang aku katakan tadi.” “Kamu gadis yang hebat.” “Pengalaman pahit orang tuaku yang memberiku pelajaran.

Tapi aku senang, Mas bisa menjadi sahabat yang baik. Kalau jodoh mempertemukan, maka kita akan bersatu.” Desy berkata bijak, bukan karena pengalaman yang dialaminya sendiri, tapi karena orang tuanya. Bohong kalau ibunya tak tersakiti. Walau senyum selalu tersungging di bibirnya, bagaimana dengan hatinya? Pasti tercabik-cabik oleh luka, dan membuatnya berdarah-darah. Aduhai. Dan itu membuatnya takut. *** “Mengapa kalian membeli bakso?

Ibu kan sudah masak lauk, nanti siapa yang makan masakan Ibu?” teriak Nina ketika Ana meletakkan sebungkus bakso di meja. “Hanya sebungkus bu, masa sih pengin bakso saja nggak boleh. Soal masakan Ibu, pasti nanti kami akan habiskan, Ibu jangan khawatir,” kata Ana santai.

“Itu tadi akal-akalan Ana bu, hanya karena ingin mendekati Danarto, dia pura-pura beli bakso.” Nina meletakkan piring yang akan ditatanya di meja makan. Ia menatap anaknya heran. “Bagaimana kalian bisa bertemu Danarto?” “Aku hanya ingin menunjukkan pada mbak Endah, bagaimana caranya mendekati pria. Bukan pura-pura sakit seperti dia.” “Tapi pura-pura jatuh.” “Apa? Kalian bertemu Danarto dimana?” “Dia sedang makan bakso bersama itu, anaknya pak Haryo yang bernama Desy,” kata Ana lirih, takut terdengar oleh Haryo yang masih berada di kamarnya.

“Lalu Ana mengajak aku masuk dan makan bakso. Setelah makan, dia pura-pura beli bakso yang dibungkus, sementara aku disuruh keluar lebih dulu.” “Mengapa pakai pura-pura beli bakso yang dibungkus?” “Supaya aku bisa lewat disamping Danarto, lalu pura-pura jatuh.” memang kembang jalanan 45 kejora pagi syukurin dong kamu,” celetuk Nina.

“O tidak Bu, aku dibantu berdiri, dan dituntun keluar karena aku jalan terpincang-pincang, sementara mbak Endah hanya melihat aku sambil ngiler,” kata Ana sambil tertawa bangga. “Huh, siapa ngiler. Kamu tuh yang konyol.” “Tapi kan aku berhasil,” sergah Ana tak terima dibilang konyol.

“Sudah … sudah, sekarang siap-siap makan malam, aku mau memanggil pak Haryo dulu,” kata Nina sambil berlalu, kemudian kembali bersama Haryo untuk bersiap makan malam bersama. “Mas sudah kelihatan segar,” kata Nina sambil menarik kursi untuk Haryo. “Lumayan.” “Mas mau bakso ? Anak-anak tadi beli bakso.” “Nggak, aku makan yang ini saja,” kata Haryo ketika Nina menyendokkan nasi memang kembang jalanan 45 kejora pagi piringnya.

“Baiklah, lauknya ambil sendiri atau saya ambilkan?” “Aku ambil sendiri saja, nanti kebanyakan.” Seperti beberapa hari terakhir ini, mereka selalu makan tak banyak bicara, kecuali Nina yang memang kembang jalanan 45 kejora pagi di hadapan suaminya. “Mas, apa besok Mas sudah akan mulai mengajar?” “Ya.” “Syukurlah, senang mendengarnya,” kata Nina dengan sumringah, membayangkan besok akan mendapat uang belanja.

Ia ingat, dua hari lagi Siska akan menagih uangnya. *** “Kemana saja kalian?” tanya Lala ketika Desy sudah bersantai di kamarnya. “Hanya jalan-jalan, lalu beli bakso.” “Tampaknya Danarto suka sama kamu.” “Ah ….” “Iya juga tidak apa-apa, sudah saatnya kamu punya pacar.” “Kok Mbak bilang begitu.

Bukankah Mbak yang seharusnya punya pacar lebih dulu?” “Tidak. Mbak tidak terburu-buru. Mbak harus mencapai dulu cita-cita Mbak. Kalau kamu lebih dulu menemukan jodoh, silakan saja, Mbak tidak keberatan kok. Jangan terhambat menemukan jodoh, hanya karena Mbak lebih tua dan harus menikah lebih dulu. Tidak, jodoh itu akan datang saat ia harus datang.” “Entahlah, aku masih belum bisa menerimanya.” “Bukankah Danarto itu baik?” “Baik sih, tapi seperti juga Mbak Lala, aku ingin mencapai cita-citaku dulu.” “Kalau Danarto keburu dicomot orang lhoh.” Desy tertawa.

“Bukankah Mbak yang bilang, bahwa jodoh itu akan datang saat dia harus datang? Kami baru beberapa saat berkenalan, belum tahu hati masing-masing, dan aku juga belum berani melangkah ke arah sana.” “Baiklah, Mbak akan mendoakan yang terbaik untuk adik-adik Mbak.” “Dan kami juga akan mendoakan yang terbaik untuk Mbak.” “Semoga kita akan menjadi anak-anak yang bisa membuat bangga orang tua kita.” “Aamiin.

Aku mau ketemu Ibu dulu.” “Ya, ibu ada di kamar.” Lala menghela napas berat. Ia ingin menceritakan pertemuannya dengan ayahnya, tapi diurungkannya. Ada hal yang kurang mengenakkan atas pertemuannya dengan Nina, yang pastinya akan membuat Desy mencak-mencak.

Dan sudah dipastikan bahwa Desy pasti akan langsung mendatanginya dan membuat heboh. *** Nina menyambut kedatangan Haryo sore itu dengan senyuman merekah.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Pastilah Haryo sudah mengambil gajinya, dan besok dia akan bisa membayar hutangnya pada Siska, Begitu masuk, Nina langsung mengambil tas kerja yang dibawa Haryo, dan meletakkan di tempat biasa. Kemudian dia berjongkok untuk membantu melepaskan sepatu Haryo. “Mas mau minum kopi atau teh?” “Kopi tanpa gula.” “Baiklah.” Lalu Nina bergegas kebelakang menyedu kopi tanpa gula sesuai permintaan Haryo.

Ketika kembali ke ruang tengah, dilihatnya Haryo sudah duduk disana. Begitu kopi diletakkan, Haryo memberikan amplop ke hadapan Nina.

Nina dengan segera mengambil amplop itu dan menghitungnya, lalu tiba-tiba wajahnya berkerut. “Kok cuma sejuta Mas?” pekiknya tanpa bisa ditahan. *** Besok lagi ya. Kakek Habi Bandung February 1, 2022 at 11:20 PM Edit profilmu, caranya : 1. Klik UNKNOWN 2. Klik Edit profil (kanan atas) 3. Isi biodatamu, nomor HPmu dan Foto tersyantiekmu dan info lain memang kembang jalanan 45 kejora pagi perlu ditampilkan.

4. Cek kembali biodatamu, jika sdh "OK" selanjutnya "SIMPAN' 5. Selesai tugasmu. Ada kesulitan ? Callme 085101776038 (kakekhabi) Mau bergabung di WAG PCTK call bu Nani 082116677789 Kami mau ngadain JUMPA FANS LHO, InsyaAllah 26 Maret 2022 di Solo, mau gabung kami, hubungi bu Nani Nur' Aini. Delete Kejora Pagi February 1, 2022 at 8:54 PM Hallow mas2 mbak2 bapak2 ibu2 kakek2 nenek2 .

Wignyo, Opa, Kakek Habi, Bambang Soebekti, Anton, Hadi, PriSukarno, Giarto, Gilang, Ngatno, Hartono, Yowa, Tugiman, Dudut Bambang Waspodo, Petir Milenium (wauuw), Djuniarto, Djodhi55, Rinto P.Yustikno, Dekmarga, Wedeye, Teguh, Dm Tauchidm, Pudji, Garet, Joko Kismantoro, Alumni83 SMPN I Purwantoro, Kang Idih, RAHF Colection, Sofyandi, Sang Yang, Haryanto Pacitan, Pipit Ponorogo, Nurhadi Sragen, Arni Solo, Yeni Klaten, Gati Temanggung, Harto Purwokerto, Eki Tegal dan Nunuk Pekalongan, BudiWidarno Wijaya, Rewwin, Edison, Hadisyah, Wo Joyo, Tata Suryo, Mashudi, B.

Indriyanto, Nanang, Yoyok, Faried, Andrew Young, Ngatimin, Arif, Eko K, Edi Mulyadi, Rahmat, MbaheKhalel, Aam M, Ipung Kurnia, Yayak, Trex Nenjap, Sujoko, Gunarto, Latif, Samiadi, Alif, Merianto Satyanagara, Rusman, Agoes Eswe, Muhadjir Hadi, Robby, Gundt, Nanung, Roch Hidayat, Yakub Firman, Bambang Pramono, Gondo PrayitnoZimi Zaenal M.Alfes, Djoko Bukitinggi, Arinto Cahya KrisnaHerryPur, Djoni August. Gembong.

Papa Wisnu, Djoni, Entong Hendrik, Dadung Sulaiman, Wirasaba, Boediono Hatmo, R.E. Rizal Effendy, Tonni, Koko Hermanto, Reply Delete Kejora Pagi February 1, 2022 at 8:54 PM Hallow.

Yustinhar. Peni, Datik Sudiyati, Noor Dwi Tjahyani, Caroline Irawati, Nenek Dirga, Ema, Winarni, Retno P.R., FX.Hartanti, Danar, Widia, Nova, Jumaani, Ummazzfatiq, Mastiurni, Yuyun, Jum, Sul, Umi, Marni, Bunda Nismah, Wia Tiya, Ting Hartinah, Wikardiyanti, Nur Aini, Nani, Ranti, Afifah, Bu In, Damayanti, Dewi, Wida, Rita, Sapti, Dinar, Fifi, Nanik. Herlina, Michele, Wiwid, Meyrha, Ariel, Yacinta, Dewiyana, Trina, Mahmudah, Lies, Rapiningsih, Liliek, Enchi, Iyeng Sri SetyawatiYulie, YanthiDini Ekanti, Ida, Putri, Bunda Rahma, Neny, Yetty Muslih, Ida, Fitri, Hartiwi DS, Komariah P., Ari Hendra, Tienbardiman, Idayati, Maria, Uti Nani, Noer Nur Hidayati, Weny Soedibyo, Novy Kamardhiani, Erlin, Widya, Puspita Teradita, Purwani Utomo, Giyarni, Yulib, Erna, Anastasia Suryaningsih, Salamah, Roos, Noordiana, Fati Ahmad, Nuril, Bunda Belajar Nulis, Tutiyani, Bulkishani, Lia, Imah P Abidin, Guru2 SMPN 45 Bandung, Yayuk, Sriati Siregar, Guru2 SMPN I Sawahlunto, Roos, Diana Evie, Rista Silalahi, Agustina, Kusumastuti, KG, Elvi Teguh, Yayuk, Surs, Rinjani, ibu2 Memang kembang jalanan 45 kejora pagi, kel.

Sastroharsoyo, Uti, Sis Hakim, Tita, Farida, Mumtaz Myummy, Gayatri, Sri Handay, Utami, Yanti Damay, Idazu, Imcelda, Triniel, Anie, Tri, Padma Sari, Prim, Dwi Astuti, Febriani, Dyah Tateki, kel. SMP N I Gombong, Lina Tikni, Engkas Kurniasih, Anroost, Wiwiek Suharti, Erlin Yuni Indriyati, Sri Tulasmi, Laksmie, Toko Bunga Kelapa Dua, Memang kembang jalanan 45 kejora pagi ZiDan Ara, Prim, Niquee Fauzia, Indriyatidjaelani, Bunda Wiwien, Agustina339, Yanti, Rantining Lestari, Ismu, Susana Itsuko, Aisya Priansyah, Hestri, Julitta Happy, I'in Maimun, Isti Priyono, Moedjiati Pramono, Novita Dwi S, Werdi Kaboel, Rinta Anastya, r Hastuti, Taty Siti Latifah, Mastini M.Pd.Jessica Esti, Lina Soemirat, Yuli, Titik, Sridalminingsih, Kharisma, Atiek, Sariyenti, Julitta Happy Tjitarasmi, Ika Widiati, Eko Mulyani, Utami, Sumarni Sigit, Tutus, Neni, Wiwik Wisnu, Suparmia, Yuni Kun, Omang Komari, Hermina, Enny, Lina-Jogya, mbah Put Ika, Eyang Rini ,Handayaningsih, ny.

Alian Taptriyani, Dwi Wulansari, Arie Kusumawati, Arie Sumadiyono, SulasminahWahyu Istikhomah, Ferrita Dudiana, SusiHerawati, LilyFarida Inkiriwang, Wening, Yuka, Sri, Mbah Wi, Si Garet, ibu Wahyu Widyawati, Rini Dwi, PudyaIndahwdhany, Butut, Oma Michelle, Linurhay, Noeng Nurmadiah, Dwi Wulansari, Winar, Hnur, Umi IswardonoYustina Maria Nunuk Sulastri Rahayu HernadiSri Maryani, Bunda Hayu Hanin, Nunuk, Reni, Pudya, Nien, Swissti Buana, Sudarwatisri, Mundjiati Habib, Savero, Ida Yusrida, Nuraida, Nanung, Arin Javania.

Ninik Arsini, NeniKomariyah, Aisya Priansyah, Jainah Jan. Civiyo, Mahmudah, Yati Sri Budiarti, Nur Rochmah. Uchu Rideen. Ninik Arsini, Endah. Nana Yang, Sari P Palgunadi, Echi Wardani, Nur Widyastuti, Gagiga family, Trie Tjahjo Wibowo, Lestari Mardi, Susi Kamto, Rosen rina, Mimin NP, Ermi S, Ira, Nina, Endang Amirul Reply Delete Kejora Pagi February 1, 2022 at 8:55 PM Hallow Pejaten, Tuban, Sidoarjo, Garut, Bandung, Batang, Kuningan, Wonosobo, Blitar, Sragen, Situbondo, Pati, Pasuruan, Cilacap, Cirebon, Bengkulu, Bekasi, Tangerang, Tangsel,Medan, Padang, Mataram, Sawahlunto, Pangkalpinang, Jambi, Nias, Semarang, Magelang, Tegal, Madiun, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, Banda Aceh, Surabaya, Bali, Sleman, Wonogiri, Solo, Jogya, Sleman, Sumedang, Gombong, Purworejo, Banten, Kudus, Ungaran, Pamulang, Nusakambangan, Purworejo, Jombang, Boyolali.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Ngawi, Sidney Australia, Boyolali, Amerika, Makasar, Klaten, Klipang, JAKARTA.hai., Mojokerto, Sijunjung Sumatra Barat, Sukabumi, Lamongan, Bukittinggi, Hongkong, El Segudo, California, Bogor, Tasikmalaya, Baturetno, Wonogiri, Terimakasih atas perhatian dan support yang selalu menguatkan saya. Aamiin atas semua harap dan do'a. ADUHAI. Reply Delete Maria February 1, 2022 at 9:15 PM Nah lo.buat bayar utang ke Siska aja kurang.gmn dgn blanja bulanan n anak2mu Nina.sptnya Haryo sengaja ngasih hny sejuta.krn tau nina punya utang.🤭😏 Pak dokter Danar terlalu cepat nembak Desy.tp drpd keduluan yg lain kali.ato takut dikejar2 Endah/Ana yg modus pura2 jatuh.dasar cewek apaan.🤦‍♀️ Lanjuut besok lagiii.

Maturnuwun mbak Tien tgl merah tetep tayang. Salam sehat selalu dan sangat aduhaii.🙏💟🌹 Reply Delete Noordiana HP February 1, 2022 at 9:27 PM Alhamdulillah bisa baca sebelum tidur. Wah hebat anak anak Tindy memang kembang jalanan 45 kejora pagi prinsip, cerdas, tidak seperti anaknya Nina.Nah kena deh Nina, senyuman kepalsuan berubah menjadi kepahitan karena dijatah Haryo 1 juta.

Biar tahu rasa dia, disuruh prihatin tidak mau. Harto sengaja memberi 1 juta supaya Nina tidak bisa bayar hutang. lena deh. Matur nuwun bu Tien. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik. Reply Delete Pudya February 1, 2022 at 9:38 PM Alhamdulillah MKJ28 sdh hadir. semakin bikin gemas krn anak2 nina mulai berulah spt ibunya, dan haryo bikin nina semakin jengkel dgn memang kembang jalanan 45 kejora pagi 1 jt hehehe., sungguh bertolak belakang dgn tindi dan ke 3 putri nya yg yg cantik2 begitu baik, bijak.

Trm ksh mbak Tien. Salam sehat dan bahagia selalu. Reply Delete KP-Lover February 1, 2022 at 11:18 PM 𝙉𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙞𝙠𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙟𝙪𝙢𝙡𝙖𝙝 𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.

𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙗𝙖𝙠𝙏𝙞𝙚𝙣. Reply Delete Nanang Setukliwon February 1, 2022 at 11:52 PM Belum terpikirkan walau ada sedikit mengusik hati Desy, keseharian bersama ibunya; persoalan rumah tangga yang dihadapi orang tua nya menjadikan kehati-hatian dalam membuat sikap bila ada pria mendekati, tapi yang ini langsung tembak bahkan akan membuktikan bahwa serius menjalin hubungan.

Baiklah, tapi tetap belum bisa janjian, biarlah berjalan apa adanya, sahabatan sambil menyelesaikan pendidikan nya. Lala masih merasa heran kenapa bisa bapaknya tertarik pada seorang wanita yang dia temui nya tadi dan beraninya Lala mengatakan 'bila mau pulang kerumah, pulanglah'. Jangan-jangan ibunya justru mengejek dan mencemooh Haryo. Siapa tahu, biarlah. Apapun yang nanti bakal terjadi, terjadilah. Sudah terlontar kata-kata, bila berubah pikiran tentu akan dipertimbangkan.

Sudah dingin La, mana sudah nggak ada kehangatan, sudah menguap. YÃ¥ kan biasanya suka nasi goreng, biar nasi sudah dingin masih bisa dibuat hangat dan sedap juga.

Kåyå thèklèk kecemplung kalèn, wow; diganti 'nyêgå gorèng'. Tapi Ana bangga bisa mengajari kakaknya, metode ngambruk mencari cara mendapatkan kenalan baru.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Moga-moga enggak diajari menabrakan diri. Nina demo dikasih duwit dibawah umr, mau nuntut penyesuaian kan ada kegiatan jug diluar rumah, belum nanti buat study banding. ADUHAI Terimakasih Bu Tien; Memang Kembang Jalanan yang ke dua puluh delapan sudah tayang. Sehat sehat selalu doaku, sedjahtera dan bahagia bersama keluarga tercinta 🙏 Reply Delete Yanti Surabaya. February 2, 2022 at 6:12 AM 🤭🤲💐😩nah kah anak pelakor pasti kelakuan sama.

ibunya dan Danarto suka Desy anak pintar.jgn lah jd suka selingkuh 😭😭😭udah. 1 juta hua memang kembang jalanan 45 kejora pagi cukup u bayar dan byr utang juga byr ke Tindy 20 juta m.asem kata hati Nina.sipp Bu Tien di syok terapi .kerja makanya nyadonk tok.salam Aduhai bu Tien .br baca Reply Delete Mashudi Thoyyib February 2, 2022 at 6:15 AM Assalamualaikum wr wb.

Nampaknya Haryo sdh pelit thdp Nina soal duit, peritahnya berhemat. Akankah Haryo meninggalkan Nina, bisa ya bisa tdk.

Lbh baik menunggu lanjutannya. Maturnuwun Bu Tien tdk terasa sdh episode 28,semoga Bu Tien beserta keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan lahir dan batin. Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Salam sehat dari Pondok Gede. Reply Delete
Roman menjadi kehidupan terbaik yang manusia miliki.

Meskipun demikian akan ada banyak rasa yang harus di tanggung untuk menikmati cinta. Seperti pisau yang terkadang bisa mengiris, cinta juga bisa membuat luka. Tapi hanya dengan cinta bunga dalam hati bermekaran indah. Berikut puisi roman picisan yang menggambarkan kehidupan cinta: Daftar Isi Artikel • Puisi Roman Picisan Mengenai Kencan • 1.

Gincu Merah Menyala • 2. Kupu-kupu Berdosa • 3. Lilin Di Meja Itu • 4. Memburu Kasih • 5. Aku Menunggu • Puisi Roman Picisan Tentang Rindu • 1. Setengah Abad • 2. Membelah Bumi • 3. Menjadi Linglung • 4. Teropong Hati • 5. Kejora Impian • 6. Tertipu • Puisi Memang kembang jalanan 45 kejora pagi Picisan Hubungan Jarak Jauh • 1. Tabahkan Hati Yang Kalut • 2.

Menabung Rindu • 3. Tertumpahnya Tangisan • 4. Bergantung • 5. Mabuk • Puisi Roman Picisan Kehidupan Masa SMA • 1. Absensi • 2. Pojok Sepi • 3. Hukuman Tiang Bendera • 4. Menyatukan Tali Sepatu • 5. Hemat, Katanya • Puisi Roman Picisan Tentang Cemburu • 1. Terbakar • 2. Halilintar Menyambar • 3. Sedekah Sore Hari • 4. Langkah Menyimpang • 5. Yang Lebih Merdu • 6. Akan Jadi Gersang? • 7. Tidak Lagi Sama • Puisi Roman Picisan Kangen • 1. Satu Menit Yang Lama • 2.

Hitungan Tanpa Rumus • 3. Rona Senja • 4. Jalan Patriot • 5. Kenapa, Harus Ada • 6. Bermusuhan • Puisi Roman Picisan Ungkapan Rasa Kasih Sayang • 1. Kembang • 2. Ternak Yang Pergi • 3. Buah Masam • 4. Aku Dulu • 5. Mimpi Jalan-Jalan • 6. Menarik Ujung Pagi • Puisi Roman Picisan Problematika Cinta • 1. Teramat Berat • 2. Menjadi Beda • 3. Berkhayal • 4.

memang kembang jalanan 45 kejora pagi

Keterlaluan • 5. Pemikiran Aku Dan Kamu • Puisi Roman Picisan Kasih Rindu • 1. Rinduku • 2. LDR • 3. Sang Purnama Rinduku • 4. Detak Rinduku • 5. Rindu Yang Bikin Pilu • Puisi Roman Picisan Tentang Cinta • `1. Cinta Itu Tak Pernah Salah • 2. Wulandariku • 3. Cinta Membuatku Takut • 4. Penghujung Senja • 5. Kecewa Puisi Roman Picisan Mengenai Kencan Kisah asmara tidak akan pernah lepas dari janji untuk bertemu berdua. Memiliki sebuah kencan sempurna untuk lebih bisa mengerti antara berdua.

Berikut ini adalah contoh puisi roman picisan mengenai kencan: 1. Gincu Merah Menyala Rona kemarahan dari bibir yang sangat mencolok Membuat cantikmu semakin menonjol meskipun kau hanya satu di hatiku Terbesit tanya mengapa kau terus berganti setiap hari Memamerkan setiap pesona yang membuat aku semakin menjadi lemah Berada didekatmu adalah satu-satunya alasan aku kembali bangkit Ketikan malam yang tidak terpejam dan kokok ayam datang teramat cepat Kekuatan terbesar untuk tidak datang terlambat Cinema tiga berbaju merah Entah tanda kencan apa yang begitu aneh Aku ingin bersamamu dari depan pintu Cinema tiga bergincu merah Setiap pesonanya berawal dari ruang gelap ini Hari ke enam pada hitungan minggu 2.

Kupu-kupu Berdosa Suhu tubuh drastis meningkat Saat jarak kita tiba-tiba begitu dekat Hempasan nafasmu teramat merdu, pada bawah pohon yang menjadi pusat perputaran Jalan setapak muat untuk berdua Kita berjanji untuk berkeringat bersama melaju cepat melawan rasa malas Kupu-kupu berdosa Memaksa aku hanya selebar ini bersamamu Dengan dua jari yang menempel di hidungku dengan hidungmu Teramat dosa untuk aku bertahan lebih lama Kupu-kupu berdosa dengan aku yang memiliki lebih banyak koleksi kejahatan Terimakasih Pertama kali momen ini kami dapatkan Terimakasih perlahan kau dan aku mundur menuju ke space yang aman 3.

Lilin Di Meja Itu Sinaran itu kecil pada mulanya Berpendar indah, memamerkan semua yang iya miliki Berusaha memancing sejuta mata Hingga lupa diri dan mati Bagi mereka yang mengartikan segala sesuatu dengan hiperbola Semua akan terlihat terlalu dan dibuat agar membekas seperti itu Ah tidak Lilin di meja itu Perantara aku menuju matamu Seolah tabir tipis untuk kesekian kalinya senyum itu memberikan mawar yang bermekaran Merajut kedekatan hingga terasa erat Selesai bibir terkunci, padam pula nyala api Selesai sudah Mari ku antar kau pergi 4.

Memburu Kasih Samar aku mengikuti sisa aroma yang kau tinggalkan Menyusuri jalan yang sama setelah bertahun berlalu Banyak yang masih aku kenali meski semua tidak sama lagi Tentunya bayanganmu yang tidak berbeda dari dahulu Kejar mengejar Rayu merayu Putaran film pendek kita menjadi teman di setiap sudutnya Tikungan kita bersembunyi Dan menghadap langit untuk mengucapkan janji Kala itu Saat semua memaksa untuk terhenti Aku berjanji untuk kembali lagi Sedikit penghianatan telah aku maafkan Kau milikku Peluk aku kembali dalam perjumpaan setelah lama kita menyudahi 5.

Aku Menunggu Pertanda itu tak kunjung datang Mengintip melalui celah, memastikan sekali lagi Membuat diriku terlihat dalam tampilan terbaik Aku masih di sini menunggu satu hati mengetuk pintu Namun liar angan telah melambung pergi terlalu jauh Dalam cemas aku mencoba terlihat tenang Akan kah ini menjadi kencan tunggal kembali Hatiku hatimu bertautan Ku kira aku tidak perlu sangsi Saat waktu terus membuatmu berhalangan Mungkinkah hari ini akan ku petik kecewa Sorot lampu memantul genangan air sisa hujan Masuk menerobos jendela yang ku buka dari pagi hari Dia turun Aku berjingkat girang Puisi Roman Picisan Tentang Rindu Kehidupan cinta memiliki satu teman setia yang mengikuti sepasang kekasih di dalam hari-hari mereka.

sahabat tersebut adalah rasa rindu, kerinduan menjadi sebuah rasa yang wajib dalam kehidupan penuh percintaan. Seberat apa rindu itu? Seperti yang tersirat pada puisi roman picisan di bawah ini: 1. Setengah Abad Bila lah mana aku harus kembali menunggu Untuk satu hari atau setengah abad lagi Bahwa itu tidak ada beda meski mengenai waktu Itu akan sama dengan sakit yang serupa Tentang nafas yang seperti tidak menghidupi Bagai seribu lampu yang tetap membuat gelap malam-malamku Bila lah mana aku harus menahan rindu Kepada kasih lama tak bertemu Mungkin kawanan angsa lebih bahagia dari manusia Mereka selalu bersama kemana-mana Atau, kepada kumbang yang melebur Aku sirna karena wanginya Kepada bukit saksi purnama, melebur lah bersama rasa ingin bertemu ku Membawa serta iya yang berada di balik badan tinggimu 2.

Membelah Bumi Langit doaku menjulang tinggi Ucapan yang menyebutkan namamu selalu ikut menyertai jalannya Menembus awan-awan yang menutup cahaya langit pagi hari Ku bawa namamu terus tebang meninggi Menjuntai menitipkan kehilanganku untuk kepergianmu Berkelok, berkeliling, mengudara Membelah bumi pemisah Tidak peduli berapa ratus kata selamat tinggal Aku akan selalu membalas dengan ucapan cepat pulang Untuk nantinya aku akan lebih percaya Bahwa pengaduanku pada-Nya akan lebih ampuh dari banyaknya pesan cinta Membelah bumi merangkul kau kembali Melakukan perjalanan panjang hingga langit tertinggi Mengabarkan pada alam raya Aku milikmu Dan selamanya akan terus seperti itu 3.

Menjadi Memang kembang jalanan 45 kejora pagi Mataku menatap nanar pada sekeliling Ruang-ruang kosong yang seketika menjadi hampa Kepada bunga-bunga mekar kehilangan warna Dan hujan yang tidak lagi mampu untuk membasahkan Selamanya aku berusaha mengucap satu nama Indah paras dan telah ku kenal lama Di jari itu melingkar sebuah cincin bermata satu, aku mengingat aku yang memberikan di hari paling berbahagia di hidup ku hidupmu Aku selalu ingin terus mengucap satu nama Bukan, bukan nama itu Aku mengingat potongan banyak peristiwa Tapi tidak dengan nama itu Rindu.

Aku ingat semuanya kecuali namanya 4. Teropong Hati Terbekalai dengan teropong hati Membuat bayangmu yang jauh seolah di depan pelupuk mata Membuat aku yang sendiri merasa sedang berdua Terbekali teropong hati Mimpi indah menjadi pelebur lara yang semakin menyiksa Aku dalam peluk rindu bayangan yang semu Tercekik oleh rasa yang tidak ku undang datang Berlari seorang diri untuk menemuimu dalam tidurku Bersujud dan meminta belas kasih Teropong hati Membuat aku melihat kau lebih dekar Teropong hati sampaikan rinduku yang tak kuat ku bawa sendiri 5.

Kejora Impian Hampir kehilangan akal sehat Aku memohon kepada bintang yang tergelincir dari langit Dosa… bisikku Sampai wajahmu menjadi merah menyala Berkobar dalam kemarahan Bersembunyi dalam rasa bersalah aku berusaha berpaling Pada tempat asing semua terlihat bercahaya meredup Kerlap kerlip lampu bagaikan kunang-kunang menuntun Melewati sebuah lorong yang semakin menjadi terang Terikuti bayangan kemarahan aku akan mencoba pergi Membisikkan doa pada kejora aku tau kau akan murka Pesan sampaikan rinduku bukan amarahmu Lalai kejora mengabulkan permohonan Seperti ia di gunakan untuk melempar pencuri dengar Aku terperanjat jatuh dari dipan ku 6.

Tertipu Seperti tertipu aku harus merelakan kau mengambil lebih dari ku Mengeruk semua yang aku punya dengan tetap aku berlutut Tidak sedikitpun curiga, ah. kurasa aku salah menduga Bahwa dingin dan panas tidak terikat kerja sama Bohong Kau mengambil lebih dari ku Dari jumlah yang telah aku ulurkan Dari nominal yang kau ajukan Setelah hatiku yang kau bawa pergi Kini apa lagi?

Kurus tenggorak memang kembang jalanan 45 kejora pagi seperti memberikan saksi Kau dusta dengan apa yang kau setujui Kau dusta Bersembunyi di balik kaca untuk terus tertawa Melihat aku yang terus membuka persimpanan terakhir Menyuguhkan satu-satunya sisa yang aku miliki Berakhir sekarang sudah Tertelan rindu aku tak akan bisa menyentuh udara lagi Puisi Roman Picisan Hubungan Jarak Jauh Setelah rindu yang menyesakkan, ada pula ujian bagi mereka yang telah berpasangan.

Yaitu di saat jarak harus memisahkan dalam waktu yang tidak sebentar. Hubungan jarak jauh menjadi hal mengerikan. Kegelisahan dan ketakutan, berikut puisi roman picisan yang menceritakan lengkap rasa LDR: 1. Tabahkan Hati Yang Kalut Impian itu tidak memiliki celah untuk menyeberang kepada kenyataan Tetap terjaga sebagai mimpi entah sampai waktu yang tidak lagi pasti Bila harus aku tersadar Mungkin aku tidak akan pernah bisa bertahan Hanya ini tempat pijakan terakhirku setelah bumi melebar Menjadikan perpisahan seperti petaka Memahami setiap detik dalam syukur yang terpaksa Pertemuan menjadi harap terakhir Mimpi yang agung Dan cita-cita tidak berbantahkan 2.

Menabung Rindu Mari sama-sama kita kumpulkan Percik tangis yang menyuburkan tunas-tunas cinta Melambai seiring akar menguat Sama-sama membisu untuk saling mendoakan Pisah kita terpisah Langkah tidak lagi bersebelahan Tempat tidur ini terlalu lebar untuk ku tempati sendiri Membenamkan dalam malam sunyi dengan pengharapan bara api Hangatkan hati beku Dalam kaya Tabungan rindu 3.

Tertumpahnya Tangisan Kepada siapa lagi, rintik hujan akan aku tumpahkan Selain pada kesendirian yang kian kejam menghujam Melayangkan tatapan tajam pada hati yang melemah Teramat pedih menunggu janji yang bertempo waktu Aku memiliki sekeping keberuntungan untuk bertahan Bila boleh akan ku tukar dengan pertemuan kita Meski hilang lenyap hidup tak kembali Keberuntunganku adalah menatap dua matamu Memiliki jutaan kekuatan bertahan seribu tahun lagi Aku kuat melawan waktu yang berhianat Tapi jangan biarkan aku terlalu lama berkutat Untuk menahan rindu 4.

Bergantung Terlampau lama, sampai tak terhitung berapa kali matahari timbul tenggelam Meneduhkan dan mendidihkan lautan Memberikan harapan serta mengecewakan Tanda pergi dan juga penanda waktu untuk kembali Mata yang tertutup hanyallah tabir Pengaktifan indra lain tanpa memang kembang jalanan 45 kejora pagi meminta ijin Aromamu mampu ku raba dari kejauhan Suaramu dapat aku artikan bahwa kau menginginkan aku kembali Saat mereka berkata jauh itu racun Maka aku menawarkanya dengan rasa percaya Saat jarak adalah gulma, mengganggu, menggerogoti Maka akan ku selesaikan ia dengan doa 5.

Mabuk Dalam ketidakberdayaan Aku bernafas penuh pengap, terdengar langkah kaki yang semakin jauh Kendaraan hilir mudik, meninggalkan sisa rindu semakin menumpuk Tidak sedikit waktu pun aku beranjak Aku takut istana dalam hayalanku menjadi rubuh karena gerakku yang tidak lagi seimbang Berusaha menahan pening, ini lebih ringan dari beban hari seakan tak sanggup ku pikul sendiri Ingin ku bagi dua bersamamu Namun, ini masalah waktu Perbedaan zona Berbedaan gelap dan terangnya Tidak sesederhana menuju terminal dan terminal ke dua Tidak semudah sekali terbang dan aku mendekapmu Untuk toga yang akan ku jadikan buah tangan Mabuk aku menahan rindu yang siap menimbunku Puisi Roman Picisan Kehidupan Masa SMA Satu lagi yang menjadi begitu berharga bagi penikmat cinta.

Yaitu ketika pakaian mereka masih menandakan masa remaja. Masa SMA digadang-gadang sebagai masa yang paling indah. Namun benarkah? Simak puisi roman picisan kehidupan masa SMA berikut ; 1. Absensi Bila pun ini tidak menjadi keharusan, aku tidak akan pernah datang lagi Tidak akan datang ke sekolah yang sama seperti di logo yang tertera di baju yang terpakai Kenapa tak pernah dulu aku melompat saja saat hari penerimaan itu Menyeberangi, sedikit berbelok dan berjalan 20 kali langkah kaki Aku ingin masuk ke sana, duduk patuh dari pagi sampai pagi lagi Ini hanya tentang absensi Patuh aku menyimak di sini, lamunanku tak bergerak di sana Bersama dengan angin yang meniupkan doa Bersama rerumputan berbisik rindu Ini hanya tentang absensi Pertemuan-pertemuan tak semanis yang aku telah prediksikan Kecerdasanku bermimpi menjadi tumpul karena ucapan tanpa henti yang ia hujani Iya,iya aku patuh duduk di sini Berharap waktu memang kembang jalanan 45 kejora pagi cepat dan mengusaikan aku di sini Setelah lonceng itu memberikan tanda Satu kedipan mata aku sudah ada di sana 20+ Puisi Chairil Anwar, Sang Bohemian yang Menginspirasi Penuh Makna 2.

Pojok Sepi Bumi adil membagi banyak ruang yang ia miliki Titik kumpul yang ramai, kau pun boleh ke sana bila kau mau Tertawa bersama sahabat-sahabatmu dan berharap semua beban akan menjadi kerdil setelah kau kembali pergi Musik yang mengalun meski tak satupun telinga memberikan ruangnya Tapi aku tidak akan kau temui di titik itu Pojok sepi untuk kami, dalam ruang penuh kenangan panjang Tempat orang-orang pecundang seperti aku memiliki kekuasaan Saling merangkul dalam satu kali pandang Melepaskan dan memberikannya lagi dan terus Dalam pojok sepi Ketika barisan-barisan rapi pada lembaran-lembaran berdebu tak memberiku sedikitpun arti Aku sedang melepas rindu Lewat tatapan mata, tanpa suara Seperti mengucapkan selamat mengusir penat Dan aku tidak akan pergi Pencuri, di balik rak buku aku tidak mengambil ilmu dari dalam rak buku Aku memilikimu utuh di balik rak buku Memandang dari jauh dan aku mencintaimu Ucapan tertelan, selamanya jauh tak akan terjangkau untuk mencoba mencarinya kembali 3.

Hukuman Tiang Bendera Aku suka hari dimana Sampai jam pulang anti tidak boleh beranjak dari bawah tiang bendera Berhadapan dan saling menantang dengan deretan kelas yang salah salah satunya seharusnya aku tempati, Berisik dari mulut-mulut tak terdidik bagaikan alunan musik mengiringi dua sejoli Terik yang tidak memberi ampun membuat cucuran keringat mengalir deras Membasahi setiap jengkal, berkelok dan menjalar membasahi putih yang aku kenakan Tidak mengapa dengan matahari yang tidak sedikitpun merasa kasihan Bahkan aku tidak sedikitpun merasakan itu Panas, hanya jalan titian menuju ke keindahan yang aku tunggu Keringat, adalah cara untuk mengendus wewangian yang tidak akan ditemui di mana pun Matahari, sebatas pagar perlindungan bagi bintang yang sebenarnya aku tuju Liar, pandanganku bergerak ke sana ke sini Membuat langkah kaki waktu menjadi semain terpacu Sebuah lesung di pipi yang lembut Senyum malu menemui ke dua bola mataku Aku belum mati tapi jiwaku telah pergi ke palukan bidadari Kepada tiang bendera, aku berkawan dengannya 4.

Menyatukan Tali Sepatu Suatu hari di awal minggu, dengan seragam putih abu-abu Sekolah memang ramai,tapi hanya ada satu orang yang menguasai bola mataku dengan pandangan luas Mahkotanya hanya aku yang bisa mendapatinya di atas kepala Angin semilir meniupkan rambut yang terikat bergoyang-goyang Ah.

dia terlalu sibuk untuk menuliskan rumus-rumus yang tidak aku mengerti Kelas menjadi sepi, pandangan mengarah ke satu titik meski pikiran kami mengembara hingga jauh Hari ini kelas menjadi angker dengan kedatangan pemuka galak citranya Aku tertunduk, malas melihat kemana pun Satu cahaya itu terlalu sibuk untuk menatap ke arahku saat ini Namun, tidak 15 menit lagi Bila tangan kita tak lagi saling menggandeng, mungkin aku bisa mencari cara lain Menyatukan ke dua tali-temali Mengikatnya erat Membuat simpul-simpul mati, terus tertunduk dengan lincah jari-jari Aku mendapatkannya menjadi dekat, sebentar lagi saling menyentuh Cukuplah kaki yang saling bersinggungan Sesuai dengan rumus yang diajarkan Lirikkan itu merajuk, aku menang untuk kesekian kali 5.

Hemat, Katanya Selain bergandengan tangan di lorong-lorong sepi Apa lagi? Kisah cintamu tidak sesempurna itu? Tidak lebih membahagiakan ketika lonceng berbunyi tiga kali Atau, saat hujan dalam perjalanan pulang Tidak ada yang lebih indah dari, tangan yang erat menggengam Apakah cinta membuat lambungmu menjadi separuh terisi? Kenyang untuk satu piring nasi berdua sampai pulang nanti Ah.

hemat, katanya Bahkan bilah hanya udara yang harus ku telan sepanjang hari Itu tidak lah mengapa Memang kita kenyang makan cinta Bernafas dengan cinta Dan hidup untuk ia Kau bilang logika akan terkikis habis jika separuh nafas telah kau jumpai Hmm. Itu benar adanya, aku sudah cukup mendapatkan seluruh bumi dengan berada di sampingnya Satu piring untuk berdua, hemat katanya Puisi Roman Picisan Tentang Cemburu Kisah cinta, kehidupan asmara pasti akan selalu terikat oleh rasa ingin saling memiliki dan selalu bersama.

Namun pada suatu saat akan ada rasa takut kehilangan berupa kecemburuan. Semua itu akan tertuang dalam contoh puisi roman picisan tentang cemburu berikut: 1. Terbakar Bila kau tanya mengapa? Semua tidak akan menyelesaikan petaka Tak berupa kini ia terlantar dalam keterasingan dan menyepi Terbesit sesal untuk mengorbankan lelah sekian lama Tangisan menuntun untuk pasrah, rela dan bersiap untuk lupa Bila lah mengapa? Semua yang kau berikan tidak akan terlihat oleh dia Yang kau cinta tidak buta Sinar lain lebih terang membuatmu tak nampak di matanya Bila lah mana tak perlu kau risaukan Pergiku mungkin tidak akan pernah kau sadari Sadarmu telah terbius, lalai tanpa pernah menoleh kembali Untuk semua yang pernah terjadi Kau menganggapmu sebagai mimpi Pilihanmu mungkin untuk tidak akan bangun lagi 2.

Halilintar Menyambar Ketidaksukaanku pada kejutan harusnya kau tahu Berulang, kalimat itu diperjelas Pun bagi yang menyenangkan, terlebih menyedihkan Bak halilintar menyambar, serakah, ganas Memang kembang jalanan 45 kejora pagi jiwa lemah dalam usaha mempertahankan sebuah puing Tentang ikrar yang berangsur memudar Tentang janji yang kemudian dikhianati Mengenai jari yang tidak hanya terikat denganku Bagiku semua ini masih tentangmu, bagiku Tidak pun demikian, kau Berlalu seperti malam yang berjanji kembali Laksana bintang dengan lantang berusaha untuk kembali terang Pun, tidak begitu denganmu 3.

Sedekah Sore Hari Sulit Mengimbangi betapa kau berwatak derma, memberi bagimu adalah detak jantung Melangkah untuk berbagi, hidup pada kebaikan Sulit Melupakan setiap budi penuntut balas meski ia terdiam Merangkul dendam agar menyatu bersama impian Sulit Sedekahmu sore ini Seperti kau sengajakan disaksikan merah memudar di kejauhan Alam raya yang tenang menjadi latar terbaik pemberian, bukan untukku Separuh potongan hari bukan pemberian menyenangkan, untukku Sulit Kepada dia telah memiliki potongan seperti yang aku miliki 4.

Langkah Menyimpang Dunia tidak hanya satu jalanan lebar dan terbuka Lurus tanpa kelokan dan simpangan Mudah tanpa cobaan dan tangisan Langkah menjadi mudah goyah, dalam panas membuat semangat menguap hilang Aku adalah peri dengan sayap kau potong paksa ketika aku mampu terbang tinggi Satu buah tragedi langkah menyimpang bercabang dua Aku Tidak akan pernah mampu terbang tanpa sayap kau bawa serta Mencoba belajar berjalan seperti manusia Aku tidak berpindah Menatap langkah kaki bercabang dengan aku yang masih kau genggam Perih semakin waktu semakin memburu Bahwa aku mungkin akan hancur saat langkah yang kau bawa semakin manjauh Terbelah, aku di jalan pilihan kita Dan kau yang menarik aku dalam persimpangan melupakan segalanya 5.

Yang Lebih Merdu Coret langit berkapas cerah Tipis seperti mudah terbang tertiup semilir mengalun Nyanyian menjadi lebih merdu Untuk ku ulang membentuk sayatan hati lebih dalam Kembali terulang bagai sesak menindih dada Adalah nyanyian lebih merdu Dari kicau burung semarak, dari rintik hujan berirama Deru kapal pelayaran berdua Nyanyian dengan kata dia di dalamnya Seperti berada dalam kobaran api Dalam sekat-sekat menjulang tinggi Kokoh mengurung, kejam tanpa ampun Dalam jeruji penjara cincin untuk mengikatku dalam penjara Ku dengar nyanyian lebih merdu dari kata cinta kepadaku 6.

Akan Jadi Gersang? Hijau teduh, memberikan kedamaian yang utuh Tidak ingin pergi, pelataran surgaku ada di sini Menyuguhkan bunga beraneka warna Dengan buah yang tidak pernah menua Subur, rapi tidak ada celah kritik Kita bekerja begitu sempurna sampai penyusup itu masuk Tidak akan lagi sama indahnya Akankah menjadi gersang besok?

Pada hari di mana seharusnya panen raya bersambut Membuat layu, jauh sampai ke dalam hatiku Pintu yang sedikit terbuka ku dapati pagi ini penuh sesal Sekam telah menjadi abu 7. Tidak Lagi Sama Lembaran kertas yang tak lagi hanya berwarna merah muda Tertoreh mimpi dalam khianat, ah mungkinkah Berharap aku salah sampai sekarang akulah yang salah Keliru mencari sudut tatap Salah menentukan arah pandang Terkesima bukan satu-satunya alasan menorehkan senyum harap Kepada bunga kau tanam dalam kertas merah muda Cerita berbeda menjadi dilema Aku akan kah masih aku yang dulu Terhuyun mencoba tetap tegar berdiri Bagi kerlingan ampunan Sentuhan keputusaan Suara mengiba, sejurus hati menjadi keras Yang nampak telah berbeda Puisi Roman Picisan Kangen Perasaan ingin selalu berdampingan memang suatu saat harus kalah dengan tuntutan.

Berpisah dalam artian dijauhkan oleh jarak membuat waktu dipenuhi oleh rindu. Menulis puisi roman picisan kangen dapat sedikit menghibur di momen itu. Berikut contohnya: 1. Satu Menit Yang Lama Rindu, kata yang bertentangan dengan pemberontakan kepada menunggu Meminta segera tertumpah pada mimpi yang kini terasa tak ringan lagi Derita yang sama, terulang setiap detik mengusik membawa sakit Aku tidak mau meski satu menit menanti lagi Tidak lagi aku mampu bersabar kepada waktu seolah menantangku Rindu, meski engkau bisu, gerak sukma menyatakan keras tanpa bantahan Memupuk siksa kian meninggi Menjemput harapan menuju sorot mata tajam Saling menyambut, beradu balas jangan sampai lepas 2.

Hitungan Tanpa Rumus Adakah salah perhitungan yang aku pelajari selama ini Menekuni angka-angka dan penanda adalah kekeliruan?

Mengapa tidak pernah aku temukan hasil yang sesuai Dengan ilmu yang selama ini aku kumpulkan dengan penuh kepatuhan Bila satu hari 24 jam kami memiliki semua Tanpa satu hariku lebih lama dari itu Ada sakit yang memaksa untuk lari mendekat Sebuah perjuangan dengan paksaan harus dientaskan Membenci semua yang nampak Memperburuk semua yang indah Bagiku sempurna adalah dengan bersamamu Tanpa celah membuat rumusan itu menjadi sama seperti sedia kala Membuat yang gelap menjadi terang Bahagia tanpa tapi dan namun 3.

Rona Senja Guratan rona senja merah lembut Melukiskan pada langit luas meski hanya di sebagian sisinya saja Memancarkan sendu semakin membuat aku layu Sinar menghilang dengan pekat yang semakin mendekat Persimpangan adalah pilihan, jarak jauh pun tidak lagi menjadi beban Terlepas semua adalah sungkan Aku menjauh meninggalkan tatapan indah mengalahkan rona senja Agenda langkah berat dan hati tertahan Tertambat di bawah angkasa sumpah kembali terucap Semakin lama siksa seperti ingin memuat aku jera Jauh darimu tidak akan pernah indah seperti yang aku bayangkan sebelumnya Mendekat aku berusaha dekat kembali Mencari hanya mengikuti jejak samar penuh tipuan diri Aku merindukanmu Maka mari sama-sama melangkah maju Semakin erat Menjadi semakin rapat 4.

Jalan Patriot Sebuah kenangan menyapu seluruh ruas jalan Membuat aku berjalan seperti bersama masa lalu Kendaraan hilang, membuatnya sunyi kembali tanpa bising mengganggu Hilang lenyap sendiri tertelan oleh tahun-tahun itu Ketika purnama 3 malam lagi bulat sempurna Terlihat aku dan aku berjalan pelan dengan asik pikiran memburu senang Tanpa menjadi kesepian Aku lebih suka berjalan dalam sunyi Tanpa obrolan atau lelucon, ya… hanya diam Sesekali tangan menjadi komunikasi paling meyakinkan Sejenak untuk kemudian sama-sama tenggelam Masa itu ketika tidak lagi hidup bersanding dengan banyak basa-basi Kala itu semua akan menjadi sama adanya tanpa rekayasa Bahwa rinduku nyata Bahwa cintaku masih tetap sama Jalan ini menjaga untuk langkah kaki bisu Untuk mimpi menuju hal itu 5.

Kenapa, Harus Ada Kau adalah penyusup hebat, halus, tanpa jejak yang bisa diartikan langkahnya Menjalar dengan cepat dari dalam nadi, menyebar dan lolos untuk kemudian berpendar Menyisakan satu buah tanya, kenapa harus ada? Pernah singgah dan kini enggan untuk beranjak Memenuhi otak dan nyata dalam pelupuk mata Yang tidak pernah mau menghilang seperti ia yang belum datang Siksa membuat kesan bahwa aku sebenarnya tidak merasa benci Semakin terikat semakin ingin untuk dekat Semakin jauh, Kuat tarikan berkali lipat menyeret untuk kembali 6.

Bermusuhan Tidak akan lagi aku akan pernah berdamai Kepada masa yang biar habis sia-sia Kepada keras semesta berusaha membuat jeda Aku bagaikan kumbang lapar yang mencium sari bunga sesaat mekar Mari kita umumkan saja permusuhan ini Dan aku tidak akan pernah mau berdamai lagi Kepada semua yang bersekongkol Tidak gentar akan ku ambil arah memutar bila pintu itu kau tutup rapat-rapat Aku menjadi bermusuhan kepada semesta Memberikan jarak agar kau lama di sana Puisi Roman Picisan Ungkapan Rasa Kasih Sayang Ekspresi mengungkapkan perasaan sayang akan berbeda antara satu dan lain orang.

Meskipun tujuannya sama-sama ingin memberi tahu perasaannya kepada pasangan. Salah satu hal romantis dari pengungkapan kasih sayang adalah dengan membuat puisi, seperti berikut: 1. Kembang Memetik yang terindah dalam pagi berkabut Membuat ia pasti belum mendapat kecupan dari satupun kumbang karena malas untuk membelah dingin Aku menjadikan kau pertama yang akan mencium wanginya Memilihkan semua warna dengan degradasi serupa Membentuk serasi dalam satu genggam cinta yang akan aku persembahkan Sedikit sentuhan membuat ia terlihat semakin indah untuk menghangatkan harimu Memunculkan senyum rekah melebihi bunga yang aku bawa Kembang Aku tau kau menyukainya Terimalah dengan kurang tidur untuk mendapatkan yang terbaik Terimalah untuk sekuntum kasih yang aku selipkan di dalamnya 2.

Ternak Yang Pergi Tanpa mampu untuk menahan ia meluncur begitu gesit Menjamah setiap lekuk membentang untuk sampai di tempat bahagia Pelan, tak mampu lagi menjadi pelan Ini sudah tidak mampu lagi ku buat menjadi terlihat anggun Kepada hari ini aku persembahkan se isi bumi Biarlah kau memilih aku mempersilahkan pasrah segalanya Teruntukmu Aku seperti ternak yang berhasil pergi Berlari tanpa ingin berhenti lagi Mencapai tempat terjauh masuk dalam relung hati 25+ Contoh PUISI ISLAMI Anak, Remaja dan Dewasa Menyentuh Hati :) Dalam terjatuh dan menjadi lumpuh Di dalam sana Aku telah mengetuk dengan seluruh isi bumi agar ia terbuka 3.

Buah Masam Aku pastikan hanya manis yang engkau kecap Tidak mengizinkan asam membuat kecut wajah lucumu Mencicipi semua hidangan untuk memastikan semua aman Menghamparkan karpet lebar untuk kaki jenjangmu melangkah Menyalakan lampu, sorot wajahmu semakin sempurna cemerlang Aku adalah baju beli penghalang peluru untuk merobek kecil pori kulit indahmu Tidak akan kau dapati buah yang masam sampai aku tertidur dan tidak bangun kembali Telah ku suap setiap pohon untuk hanya memberimu yang paling sempurna Aku, Untukmu buah yang masam tak lagi ku ijinkan mendekat mu 4.

Aku Dulu Semakin lelap aku semakin ingin terjaga Melihat mu dalam keadaan baik saja Tanpa ada nyamuk mendekat Dingin yang membuat kulitmu merinding Aku dulu Muda dengan kemampuan menempuh jarak yang jauh sekejap waktu Berjanji mengendongmu ke semua tempat indah Untuk mengukir tawa Membuat kau jatuh cinta Aku Dahulu samalah dengan kini di hadapanmu Terbaik adalah janji yang aku pelihara sampai nanti 5. Mimpi Jalan-Jalan Erat dalam genggaman punggungmu adalah tempat paling indah Menghipnotis aku dalam laju yang kian membuat aku tak ingin pergi Ditonton bintang dari langit malam kota sejuta Kenangan Wangi anggrek sesaat membuat mata terbuka untuk terpejam kembali dengan cepat Sorot lampu berusaha membangunkan Aku terlalu nyaman untuk mengangkat wajahku dari balik tubuhmu Menjadi satu-satunya yang memiliki keberuntungan tanpa lawan Sejuta tahun lagi akan mampu menetap Membelah malam dalam mimpi di balik hangat tubuh jangkung Melingkarkan lengan membuat mimpiku semakin lelap 6.

Menarik Ujung Pagi Tarikan ujung pagi agar cepat ia terbangun Meninggalkan peraduan teramat lama ia ingin berasa di sana Semua rayuan ku keluarkan untuk membuat pagi segera kembali Menyiraminya dengan doa agar hariku menjadi luar biasa seperti saat lampau Menyiapkan angin paling menyejukkan Mengatur matahari agar memiliki hangat yang pas Pastikan kau memiliki hari terbaik Terjaga senyum di wajah indahmu menjadi tugas terpentingku Menyembunyikan hujan di balik punggung untuk kau lihat cerah bumi pagi ini Puisi Roman Picisan Problematika Cinta Tidak ada kisah yang sempurna selalu dalam kebahagiaan, tanpa adanya problem.

Kehidupan percintaan akan selalu hadir memang kembang jalanan 45 kejora pagi problematika cinta yang silih berganti. Siapa yang mampu melalui akan menuai manis buah perjuangan.

Beratnya problem yang harus di selesaikan tergambar dalam puisi berikut: 1. Teramat Berat Bila lah mana ada neraca yang amuh menahannya Tak akan kuasa mengukur teramat berat rasa yang ada Kian hari kian menjadi, bercampur tanpa bisa terurai lagi Komplek,semakin solid, lara dan suka menjadi satu Padu menjadi satu Memberikan sebuah gumpalan besar mengganjal dalam dada Memicu pekat, awan gelap menutup hati Ini adalah sebuah konsekuensi dari mencintai Harapan yang kejar mengejar dengan penolakan Menghapuskan mimpi yang terus kembali digoreskan lagi Aku Diam, biarkan semua berjalan perlahan Tanpa titik temu yang padu 2.

Menjadi Beda Kusuma, memanggil sedikit cahaya yang pergi Mekar, membawa pelangi ikut dalam pesta Sesat tanpa peta Hilang memang kembang jalanan 45 kejora pagi enggan kembali pulang Harap, hilang, aku temukan bagian sisi hitam tanpa penghuni Mengabarkan aku ingin semua tahu mengenai aku sekarang Tersungkur, mencoba tersenyum dalam genggaman tanganmu Masihkah lelah ini menjadi pedoman memperoleh tawa Kurasa semua telah menjadi berbeda Berada di bumi yang satu, dimensi yang berlainan Beranjak meski tidak berpindah Melangkah tanpa pernah bisa pergi Aku dalam derita yang telah ku pilih Tempat ku berasal teramat jauh terpisah 3.

Berkhayal Mungkin. waktu yang malas menjadi semakin rajin Meninggalkan aku yang belum bisa untuk beranjak melaju Mungkin. bumi besar melesat begitu cepat memutar, tidak mengajak aku di dalamnya Sendiri, setelah semua berakhir tanpa kisah yang ku inginkan Nafasku ada membaui tentang kamu Siang malam terasa sama berbaring dalam ketidakmampuan Tersentak mimpi buruk dan kembali untuk terpejam Aku bisa seperti ini sampai raga yang lelah mengusir pergi Hilang Aku menatap sedih tubuh penuh sisa pelukan yang kau jadikan candu Saat aku menagih itu semua kembali Senyum datar menyuruh aku segera pergi 4.

Keterlaluan Satu hari semua ini hanya ada di album fotomu Aku telah bebas dengan cepat berpindah menemukan sumber senyuman baru Asik menghabiskan setiap kesia-siaan waktu bersamamu menjadi penuh ceria Cinta, membenci tanpa ada lagi sisa rasa Dalam doa setengah merintih Malam mencoba memperjelas arti semua pertanda Kita maju semakin sama, Tergerus keheningan menghilangkan nyanyian Lagu-lagu tentang aku dan kamu Menghilang tanpa pernah lagi akan terdengar kembali Pembalasan menjadi sebuah bukti Sebuah sesal setelah penghianatan menghancurkan 5.

Pemikiran Aku Dan Kamu Esok hari, masih kah sudah mungkin untukku membawa pergi kau utuh Maka ku bisikkan lagu selamat tidur pada terik agar ia lekas lelap Memutar cepat dua kaki jam untuk menempuh lebih jauh lagi perjalanan waktu Menembus banyak rintangan membangun atap berdua Di sana kau dan aku menjadi pengemudi dengan satu tujuan sama Membelai esok hari Mengecup jengkal pipi Sudahkan aku boleh membawamu utuh?

Meninggalkan semua kesendirian Puisi Roman Picisan Kasih Rindu Puisi roman picisan tentang rindu ini sangat cocok buat anda berikan kepada pacar, sahabat dan sosok yang anda rindukan lainnya. Lantas apa saja contoh-contoh puisi roman picisan tentang rindu? Berikut ini beberapa contohnya 1. Rinduku Ada angkuh yang semakin berburu rindu ada gengsi yang mengecap pilu, semua itu karena kamu Saat hujan mata ini sudah tak terbendung, mungkin ada sebuah angin yang menelantarkan rindu ke langit yang mendung.

Saat malam tiba ada lelah bercampur rindu yang berkumpul menjadi satu, yang menunggumu untuk berjumpa di akhir minggu. Suatu malam rinduku juga selalu berputar-putar tak terarah, mencari sang pemilik rindu agar tak bertepuk sebelah tangan Secangkir coklat panas ditemani oleh masa lalu, satu kombinasi klasik yang bertaburkan rindu Saat puisiku terbungkus oleh rindu, kutitipkan rindu kepada malam dan kepada kamu kutitipkan hatiku Ketika rindu ini mengusik, akan kubiarkan karena ini tanggung jawabku Biarkanlah pagi ini memburu senja, biarlah senja ini merangkul malam.

Karena waktu tak akan sanggup menyapu rinduku Begitu pula dengan jarak ini memeras sebuah rasa, untuk menguji cinta dan tak akan kubiarkan binasa begitu saja Aku mempunyai rindu yang memang kembang jalanan 45 kejora pagi membara, ku tumbuhkan cinta dengan suka cita Begitu indahnya, dan kujadikan sejarah paling terindah untuk kita 2. LDR Jangan kau jadikan jarak sebagai alasan untuk mengutuk kesalahan kita, karena sesungguhnya jarak adalah sebuah hal untuk memantaskan kita untuk pantas dimiliki atau tidak.

Kepada sang rembulan itu mereka menggantungkan harapan dan juga mimpinya, yang selanjutnya kita serahkan semua itu kepada Yang Maha Mengetahui yang menentukan jalannya. Sebuah jarak tak jadi masalah, karena kita masih melihat langit yang sama! Ada yang selalu menunggumu walau langit sudah berganti dari siang menjadi malam Di saat matahari terbenam berganti malam dengan percikan-percikan rindu yang mulai saling memburu, semoga kerinduan ini sampai kepada yang dituju.

Ada memang kembang jalanan 45 kejora pagi jika rindu ini adalah jutaan kata yang tak tahu siapa pemiliknya. Karena Tuhan menciptakan rindu agar kita tahu begitu berharganya waktu disaat kita bertemu. 3. Sang Purnama Rinduku Aku bukanlah seorang penyair yang baik Aku hanya menuliskan apa yang aku rasa Karena memang kembang jalanan 45 kejora pagi adalah alasan dari terciptanya bait ini Ketika ku bersamamu kau membuatku lupa Namun kehilangan kamu itu sebuah duka Jika kamu adalah bagian dari tulang rusukku Tuhan, Engkau menciptakanmu dari senyumNya Puisi-puisi ini tercipta untukmu Yang sangat mencintaimu Yang tak pernah berhenti membicarakan semua tentang dirimu Banyak cara untuk mengapai kebahagiaan Namun kehilangan kamu bukan sebuah keinginan Memang kembang jalanan 45 kejora pagi purnama malam yang sama ini Lalu pejamkan mata sejenak Agar cahaya sang purnama memelukmu malam ini Untuk pengganti disaat aku merindukanmu Wahai sang purnama rinduku 4.

Detak Rinduku Terkadang rindu itu melelahkan Namun terkadang membuat pilu Detak rinduku kini tak lagi tentang namamu Mungkin terlalu lelah mendengar nama kamu Hingga suatu hari air mata ini kering karenamu Karena menangisimu Cukup hati ini remuk dibuatmu Terkadang terluka itu pasti ada Namun bangkit dari itu semua adalah jalan terbaikmu Karena jika kita bersama Belum tentu kita kan bahagia, karena bahagiamu bukanlah aku 5.

Rindu Yang Bikin Pilu Tentang rasaku yang begitu sederhana ini Yang ku ingin hanyalah tidak berpisah lagi Namun kenapa Tuhan ciptakan mendung sore ini Yang menghiasi indahnya langit sore ini Ketika hatiku sedang di uji Oleh perasaan ini Mengapa Sinar mentari enggan muncul lagi Mengapa Semesta ini mencari tempat dan celah untuk menghalanginya Ada apa dengan wulandariku Yang menyambut rinduku dengan sembilu Membuat hati ini sakit, menjerit Karena engkau membuatku terdiam Terpaku hingga tak berdaya Puisi Roman Picisan Tentang Cinta Dalam puisi roman picisan tentang cinta ini akan memberikan beberapa contoh puisi yang menceritakan seputar dunia asmara.

Yang terkadang jalan ceritanya bermacam-macam, misalnya rasa sayang terkadang juga rasa kecewa dan masih banyak lainnya. Seperti puisi roman picisan dibawah ini : `1. Cinta Itu Tak Pernah Salah Jika cinta itu sungguh mencinta, dia pun tidak pernah meminta Jika cinta itu sungguh berharga, dia pun tidak pernah memaksa Bahagiamu adalah segalaku, senyumanmu ialah harapanku Walaupun bahagiamu dan senyumanmu tanpa ada hadirnya diriku Tuhan izinkanlah aku untuk berteriak, karena kau memberikanku keberhasilan yang begitu mutlak Kau ciptakan bulan purnama, dan kuterima kemenanganku Untuk aku persembahkan kepadamu Aku menyadari semua ini bukan hebatku, tapi ini semua adalah pertolongan dari Tuhanku Yang paling menyakitkan adalah cinta tanpa restu Keinginanku adalah untuk bersama namun tak boleh bersatu Sesungguhnya hati tak pernah mati, namun dia hanya tak mau membuka pintunya untuk lain hati Cinta itu tidak pernah salah, tapi cinta juga tak selalu indah Cinta itu tidak pernah menyiksa, hanya ia menguji rasa Cinta itu saling menerima satu sama lain hingga bisa bertumbuh bersama Senyumanmu membuatku semakin rindu dan ingin cepat pulang ke pelukanmu Aku ingin menjadi tempatmu berkeluh kesah bukan hanya sekedar singgah 2.

Wulandariku Taukah kamu hatiku selalu ramai akan kalimat kerinduanmu Jangan kau biarkan aku bergulat dengan rindu, Yang selalu rindu tentang dirimu Asalkan kau tau, merindukanmu membuatku meluluhkan semua egoku Ada yang tau dimana rindu?

hari ini sabtu, dan sebentar lagi kita bertemu Wahai wulandariku Selamat malam dan selamat tidur, aku masih di luar menunggu kau memang kembang jalanan 45 kejora pagi pintu mimpimu Agar rinduku dan rindumu ini selalu saling mengobati Wahai wulandariku 3.

Cinta Membuatku Takut Cinta ini selalu membuatku penakut Aku takut terbang bebas ke angkasa Jika nantinya terhempaskan oleh angin tanpa pamit Aku takut Jika nanti terbuang dan tanpa adanya kenangan Karena aku sadar, kamu terlalu sempurna untuk ku dapatkan Kamu terlalu hebat untuk aku cinta Sedangkan aku hanya manusia biasa Dan aku sakit, karena raga ini masih ku tangani Yang bisa aku lakukan hanyalah bersyukur Karena sesakit apapun itu akan kalah dengan sekeping perih dihati Apa inikah yang dinamakan patah hati Apalah daya ragaku ini Yang kan kujalani semua ini dengan hati 4.

Penghujung Senja Di penghujung senja yang hampir hilang Kini tetap aku genggam rasaku Walaupun tak punya kesimpulan tentang rasamu Dan aku hanya mampu meratapi rasaku Berdoa dan selalu mendoakan agar munculnya rasamu Terkadang aku merasakan sakit Namun rasa yang lebih menyakitkan Adalah hilangnya hak untuk menyapamu Adakah rindu yang melebihi rasa piluku Yang membuat sesak hati ini 5. Kecewa Ketika pipi ini kau tampar, saat itulah rasa ini menggelepar Romansaku tiba-tiba merasakan duka, ketika melihatmu pergi bersama dia Aku tak tahu lagi harus kemana cintaku ini berpijak, ketika kamu pergi tanpa meninggalkan jejak Aku adalah manusia biasa dan jauh dari kata sempurna.

Aku pun pernah berbuat dosa, namun aku tetap berusaha agar tidak ada lagi kebohongan diantara kita Namun kejujuranmu kini engkau dusta, luluh lantak asaku jika ucapku tak lagi engkau percaya Rasa ini mengiris hatiku, menghujam jantungku, wahai sang pemikat jiwaku. Tak ku sangka begitu besarnya artimu hingga tak pernah kukira diammu merempas semua kebahagianku Kamu adalah keindahan di hidupku, mataku selalu tertuju padamu Menghindarimu sungguh bukan keinginanku Namun raga ini aku paksa untuk setuju meskipun perasaanku menagis pilu Hingga kini aku juga tidak tau, aku hanya mengkhawatirkanmu.

Karena air matamu selalu aku saksikan ketika aku hadir Namun aku putuskan menyingkir, agar senyummu kembali terukir Kisah mengenai kisah roman yang begitu kuat mempengaruhi hati. Kisah cinta selalu menjadi bagian yang istimewa dalam kehidupan manusia. Puisi roman picisan adalah cara untuk mengabadikan hati yang mengembang karena rasa bahagia. Itulah tadi puisi roman picisan dalam kehidupan semua manusia.

Cinta adalah hak yang dimiliki oleh semua orang. Memutuskan jatuh cinta berarti juga telah mengambil keputusan untuk menangis dan tertawa karenanya. Puisi ini memberikan ruang untuk mengerti bahwa hati memiliki banyak rongga untuk tempat banyak rasa saat jatuh cinta. Puisi Roman Picisan

MAKAN BERSAMA PAKAI DAUN PISANG




2022 www.videocon.com