Anggota koperasi sekolah terdiri atas

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggotanya terdiri dari para siswa sekolah.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Ketika mendengar kata koperasi, apa yang terlintas di benak kalian? Toko barang-barang yang terjangkau atau toko yang dikelola oleh suatu organisasi tertentu? Benar, memang koperasi identik dengan harga yang terjangkau dan organisasi yang mengkoordinirnya. Daftar Isi • Pengertian koperasi sekolah • Fungsi Koperasi Sekolah Menurut SK No.638/SKPTS/Men/1974 : • Manfaat Koperasi Sekolah • Contoh koperasi sekolah Pengertian koperasi sekolah Koperasi adalah perserikatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari-hari dengan harga murah (tidak bermaksud mencari untung)”.

Sedangkan koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggotanya terdiri dari para siswa sekolah.

Ima Suwandi (1982:2) koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari siswa-siswa sekolah dasar, sekolah menengah tingkat pertama, sekolah menengah tingkat atas, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya yang setaraf. Dari pengertian diatas koperasi sekolah adalah suatu perserikatan yang ada di sekolah dengan menjual kebutuhan atau keperluan anggota koperasi sekolah terdiri atas mengajar dengan harga relatif murah dan dikelola oleh semua warga sekolah tersebut.

Aktivitas yang dilakukan di koperasi sekolah antara lain: proses merencana, mengatur, menilai segala sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari kegiatan tersebut, pasti memiliki tujuan dan fungsi seperti melatih kedisiplinan, kejujuran dan jiwa wirausaha.

Berikut ini merupakan anggota koperasi sekolah terdiri atas mengenai fungsi koperasi sekolah. Fungsi Koperasi Sekolah Menurut SK No.638/SKPTS/Men/1974 : • Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.

• Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa. • Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi. • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat. • Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah. Selain memiliki fungsi yang sangat bermanfaat diatas, koperasi sekolah juga memiliki manfaat yang baik untuk pengembangan diri anggotanya, antara lain: Manfaat Koperasi Sekolah 1.

menambah pengetahuan dunia bisnis Manfaat koperasi sekolah dalam bidang ekonomi adalah langkah awal untuk anda memulai modal bisnis. Sebab di sana anda akan memerankan peranan penting, bagaimana mengelola barang yang masuk di dalam koperasi. Memainkan harga agar tetap murah tanpa membebani anggota koperasi lainnya. Baca juga: Paraben Adalah: Kandungan, Penggunaan dan Dampaknya Lalu di keuntungan yang ada di dalam koperasi tadi di gunakan untuk bersama. Dalam hal ini sudah banyak pengetahuan bisnis.

Kamu jadi paham bagaimana mengendalikan neraca ular saham secara nyata dalam lingkup kecil. 2. Saling membantu memenuhi kebutuhan Karena landasan dan fungsi utama koperasi adalah untuk saling membantu dan gotong royong. Untuk itu pembukaan koperasi di topang dengan penyediaan alat tulis dan segala macam kebutuhan sekolah. Misalnya dengan pembelian seragam dan makanan kecil. Dalam satu sisi, anggota terpenuhi kebutuhan harian. Juga pihak koperasi mendapat laba dari hasil penjualannya. 3. Membantu mengelola pembayaran Kebanyakan sekolah menyerahkan proses pembayaran seperti listrik, air, dan sebagainya pada pihak koperasi.

Hal ini dimaksudkan agar semuanya bisa dikelola dan di koordinir untuk menggunakan sarana prasarana dengan bijaksana. 4. Menumbuhkan pendidikan karakter disiplin Dalam suatu keanggotaan koperasi digunakan untuk membentuk karakter disiplin. Sebab dalam koperasi di didik untuk membayar iuran wajib demi kelancaran bersama. Maka dalam proses pembayaran tersebut dilakukan langsung untuk melatih kita disiplin.

Selain itu, koperasi dilakukan sistem penjagaan tempat. Maka di buat jadwal untuk bergantian jaga. Hal ini juga melatih kita disiplin pada jadwal yang sudah disusun. 5. Melatih tanggung jawab Sebagai anggota koperasi, tentu anda di limpahkan tanggung jawab baru, misalnya jabatan dan posisi anda sebagai sekretaris.

Maka hendaknya selalu mencatat hal yang masuk dan keluar sepanjang jalanya koperasi. Juga memimpin rapat koperasi. Jika anda adalah bendahara, maka sangat bertanggung jawab pada proses keluar masuknya uang. 6. Melatih sikap kerja sama Manfaat koperasi sekolah bagi siswa, dapat menekan emosi dan egoism diri memang sangat sulit. Untuk itu jika anda harus bergabung dalam suatu perkumpulan atau kelompok, adanya kerja sama sangat diperlukan.

Kerja sama baik antar anggota yang ada dalam satu kasubsi maupun anggota lainya.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Hal ini sangat menentukan kehangatan suatu organisasi. Contoh koperasi sekolah Koperasi sekolah SMA Nusa Bangsa Indonesia Koperasi sekolah SMA Nusa Bangsa Indonesia didirikan oleh komite sekolah pada 2018 dengan dasar membangun kreativitas dan jiwa wirausaha siswa.

Koperasi ini bertujuan untuk menyiapkan siswa-siswi untuk cakap dalam melakukan kegiatan ekonomi dagang sesuai dengan yang diterapkan di industri.

Sejak berdiri sampai sekarang mengikut sertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dan membantu untuk menyediakan beberapa keperluan di sekolah dalam satu wadah koperasi.

VISI Terwujudnya koperasi SMA Nusa Bangsa Indonesia yang maju, membangun jiwa wirusaha dan amanah. Baca juga: 20 Tanaman Hias Daun yang Cocok untuk Pemula + Gambarnya MISI Upaya untuk anggota koperasi sekolah terdiri atas VISI, Koperasi Sekolah SMA Nusa Bangsa Indonesia sebagai berikut: • Mengajak seluruh siswa untuk menghemat dengan cara menabung di koperasi kami.

• Menyediakan alat untuk kebutuhan kebutuhan yang siswa perlukan. • Merupakan alat pendidikan dan penerapan pengetahuan di bidang ekonomi dengan berasas bersama sama atau gotong royong. Tujuan Koperasi Sekolah SMA Nusa Bangsa Indonesia Pembentukan koperasi sekolah disini dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi.

Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah SMA Nusa Bangsa Indonesia • Anggota koperasi anggota koperasi sekolah terdiri atas • Pengurus koperasi sekolah • Pengawas koperasi sekolah • Penanggung jawab koperasi sekolah Aturan Koperasi sekolah Koperasi sekolah melayani jual beli seragam sekolah dengan harga sebagai berikut: • Seragam Osis Rp.

170 Ribu • Seragam Identitas Rp. 170 Ribu • Seragam Batik Rp. 170 Ribu • Seragam Pramuka Rp.170 Ribu • Topi Osis Rp. 15000 • Dasi Rp.12000 • Ikat Pinggang Rp. 18000 • Kaos Kaki Rp. 8000 Struktur Keanggotaan Koperasi Sekolah 1. Kepala Sekolah Kepala sekolah bertugas sebagai penanggung jawab, pengawas dan penasihat dari koperasi sekolah ini. 2. Guru ( Bapak Lajiman, Bapak Agus, Bu Irma) Sebagai salah satu guru yang terlibat dalam kegiatan koperasi ini.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Mereka juga bertugas sebagai dewan penasihatpengawas dan pengurus. 3. Para Siswa ( Siswa-siswi SMA Nusa Bangsa Indonesia ) Sebagai anggotanya adalah para siswa siswi sekolah ini berperan untuk mengadakan dan melaksanakan rapat anggota.

Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi. Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas.

4. Anggota koperasi sekolah terdiri atas Koperasi Sekolah ( Pak Lajiman) Sebagai Anggota koperasi sekolah terdiri atas Koperasi Sekolah, Bu Sitorus harus mengawasi jalannya rapat koperasi, membimbing dan memberikan saran kepada anggotanya. 5. Pengurus Koperasi Sekolah ( Pak Agus ) Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan. Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi.

Referensi • gurupendidikan.co.id Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 2. Berikut ini adalah Bagian Kedua (Part 2) dari contoh soal Pilihan Ganda (PG) mata pelajaran Ekonomi Kelas 10 SMA/MA Bab 8 Perkoperasian. Pada Bab ini sebagaimana sudah Sekolahmuonline sampaikan, terdiri dari dua pembelajaran. Pembelajaran 1 tentang Koperasi dan Pembelajaran 2 tentang Koperasi Sekolah.

Untuk soal pilihan ganda yang membahas Pembelajaran 1 tentang Koperasi dapat dilihat dan dibaca postingan Sekolahmuonline yang berjudul: • Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 1 Nah, pada bagian yang kedua, soal dari Modul PJJ Ekonomi Kelas 10 ini sebagaimana telah dijelaskan di atas, akan membahas Pembelajaran 2, yaitu soal-soal pembahasan tentang Koperasi Sekolah.

Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk berbagi kepada yang lainnya. Semangat dan selamat belajar. Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 2 Jawablah soal-soal berikut ini dengan memilih huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar dan tepat!

1. Anggota koperasi sekolah terdiri atas. A. siswa B. guru C. karyawan D. siswa dan guru E. siswa, guru dan karyawan Jawaban: A Pembahasan Soal: Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa dari sekolah tersebut 2.

Berikut yang bukan merupakan landasan hukum pendirian koperasi sekolah adalah. A. UU Nomor 25 Tahun 1992 B. UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 C. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No.

638/AKPTS/Men/1974 tentang ketentuan pokok mengenai Koperasi Sekolah D. Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/U/1984, tentang Pendidikan Perkoperasian E.

Tap. MPR No.II/MPR/1993 Jawaban: E Pembahasan Soal: Landasan hukum berdirinya koperasi sekolah yaitu : 1. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No. 638/AKPTS/Men/1974 tentang ketentuan pokok mengenai Koperasi Sekolah 2. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0158/P/1984 dan Menteri Koperasi nomor 51/M/KPTS/III/1984, tertanggal 22 Maret 1984 3.

Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/U/1984, tentang Pendidikan Perkoperasian 4. UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian 3.

Tujuan didirikannya koperasi sekolah … A. sebagai kegiatan ekstrakulikuler B. mencari laba C. menjual barang-barang mewah D. memenuhi kebutuhan siswa sehari – hari E. menunjang program pemerintah Jawaban: D Pembahasan Soal: Koperasi sekolah didirikan dengan tujuan : 1.

Mendidik siswa untuk latihan berkoperasi 2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang perkoperasian 3. Melatih siswa untuk tanggung jawab, disiplin dan bergotong royong 4. Melatih siswa agar punya pengalaman praktis dalam berkoperasi 5.

Menumbuhkan jiwa demokratis 4. Koperasi sekolah termasuk koperasi . A. konsumsi B. kredit C. produksi D. jasa E. serba usaha Jawaban: E Pembahasan Soal: Koperasi serba usaha adalah koperasi yang melaksanakan kegiatan usaha lebih dari satu kegiatan usaha 5.

Ciri koperasi sekolah adalah . A. keanggotaan dapat dipindahkan B. umumnya jenis koperasi produksi C. anggotanya siswa-siswa D. satusnya berbadan hukum E. SHU dibagi rata Jawaban: C Pembahasan Soal: Ciri-ciri koperasi sekolah adalah : 1.

Koperasi sekolah tidak berbadan hukum 2. Anggotanya adalah siswa sekolah tersebut 3. Keanggotaan berlangsung selama yang bersangkutan terdafar sebagi siswa sekolah tersebut 4. Koperasi sekolah merupakan koperasi serba usaha 5. Koperasi sekolah mempunyai manfaat baik secara ekonomi maupun pendidikan 6.

Ketika akan mendirikan koperasi sekolah langkah awal yang harus dilakukan adalah . A. Pembentukan Anggaran Dasar B.

Pembentukan panitia pendirian C. Mengadakan rapat pengurus D. Pembentukan sekretariat E. Melapor pada departemen koperasi Jawaban: B Pembahasan Soal: Tahapan pendirian koperasi sekolah : a.

Tahap persiapan Pada tahap ini kepala sekolah, guru, siswa mengadakan peretemuan untuk membahas pendirian koperasi sekolah. Selanjutnya membentuk panitia yang akan melakukan persiapan-persiapan. b. Tahap pembentukan Setelah tahap persiapan selesai selanjutnya tahap pembentukan. Pada tahap adalah rapat pembentukan koperasi sekolah c.

Tahap Pengesahan Setelah pembentukan koperasi sekolah tahap selanjutnya adalah pengajuan pengesahan ke kantor koperasi setempat 7.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Koperasi yang baik adalah yang memiliki administrasi dan pembukuan yang baik dan tertib, merupakan pengelolaan koperasi bidang . A. Keanggotaan B. Administrasi C. Pembinaan D. Pembinaan E. Permodalan Jawaban: B Pembahasan Soal: Bidang Administrasi Koperasi yang baik adalah yang memiliki administrasi dan pembukuan yang baik dan tertib. Untuk itu koperasi perlu melengkapi administrasi keanggotaan dan administrasi keuangan sesuai prinsip yang berlaku 8. SHU anggota dibagikan secara transparan. Pernyataan yang tepat terkait pembagian SHU tersebut adalah .

A. SHU dibagi secara adil sesuai anggaran B. Koperasi membuktikan sebagai badan usaha sehat kepada anggota. C. Tiap anggota dapat menghitung secara kuantitatif besarnya partisipasi dalam koperasi D. SHU dapat dibagi kepada anggota bersumberdari anggota sendiri. E. SHU yang diterima anggota merupakan intensif dari modal yang diinvestasikan. Jawaban: C Pembahasan Soal: Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka, setiap anggota dapat menghitung sendiri secara kuantitatif besarnya partisipasi anggota 9.

Jasa yang dibagi pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan adalah . A. jasa anggota B. jasa pembelian C. jasa pinjaman D. jasa modal E. jasa penjualan Jawaban: D Pembahasan Soal: Jasa modal adalah jasa yang dibagikan kepada anggota berdasrkan atas jumlah simpanan masing-masing anggota 10. Annisa menjadi anggota koperasi Makmur Sejahtera. Selama satu tahun menjadi anggota memiliki simpanan sebesar Rp 3.000.000,00.

Jika simpanan seluruh anggota Rp 60.000.000,00 dan jasa modal yang dibagikan Rp 9.000.000,00, jasa modal diterima Annisa sebesar .

A. Rp425.000,00 B. Rp450.000,00 C. Rp475.000,00 D. Rp500.000,00 E. Rp525.000,00 Jawaban: B Pembahasan Soal: Menghitung SHU jasa modal anggota : Simpanan Annisa Jasa modal Annisa = ---------------------------------- X Bagian SHU jasa modal Total simpanan anggota Rp3.000.000,00 Jasa modal Annisa = ---------------------------------- X Rp9.000.000,00 Rp60.000.000,00 Jasa modal Annisa = Rp450.000,00
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini.

Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada 2013. Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Adapun koperasi sekolah juga dapat dimaknai sebagai koperasi yang berada pada lembaga pendidikan lain, selain pendidikan formal, seperti yayasan, lembaga masyarakat, pesantren, dll.

Daftar isi • 1 Dasar keputusan • 1.1 Dasar-dasar pertimbangan pendirian koperasi sekolah • 2 Tujuan koperasi sekolah • 3 Struktur organisasi koperasi sekolah • 3.1 Perangkat organisasi koperasi sekolah • 3.2 Dewan anggota koperasi sekolah terdiri atas koperasi sekolah • 3.3 Pelaksana harian • 4 Rapat anggota koperasi sekolah • 4.1 Hal yang dibicarakan rapat anggota tahunan • 5 Ciri-ciri Koperasi Sekolah Dasar keputusan [ sunting - sunting sumber ] Koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan bersama antara Departemen Transmigrasi dan Koperasi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 Juli 1972 Nomor 275/SKPTS/Mentranskop dan Nomor 0102/U/1983.

Kemudian diterangkan lebih lanjut dalam surat Keputusan Menteri Tenaga KerjaTransmigrasi, dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/1974. Menurut surat keputusan tersebut, yang dimaksud dengan koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, Madrasah, dan Pesantren.

Landasan pokok Landasan pokok dalam perkoperasian Indonesia bersumber pada UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Pasal ini mengandung cita-cita untuk mengembangkan perekonomian yang berasas kekeluargaan. Peraturan yang lebih terperinci tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Undang-undang ini berisi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat mengenai cara-cara menjalankan koperasi, termasuk koperasi sekolah.

Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru, terutama guru bidang studi ekonomi dan koperasi.

Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah tidak dilakukan oleh pengurus koperasi sekolah, melainkan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa atau pelajar pada umumnya belum mampu melakukan tindakan hukum. Status koperasi sekolah yang dibentuk di sekolah merupakan koperasi terdaftar, tetapi tetap mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi.

Pendirian Koperasi Sekolah Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan sebagainya.

Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah diperlukan pertimbangan agar yang diharapkan. Untuk anggota koperasi sekolah terdiri atas dalam mendirikan koperasi sekolah, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang diharapkan.

Dasar-dasar pertimbangan pendirian koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] • Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.

• Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa. • Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi. • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat. • Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah. Tujuan koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] Tujuan koperasi sekolah adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian anggota koperasi sekolah terdiri atas dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Sedangkan pembentukan koperasi sekolah di kalangan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Struktur organisasi koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] Struktur Organisasi Sekolah • Anggota • Pengurus • Badan Pemeriksa • Pembina dan Pengawas • Badan Penasihat Perangkat organisasi koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] • Rapat anggota koperasi sekolah • Pengurus koperasi sekolah • Pengawas koperasi sekolah Dewan penasihat koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] • Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas: • Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya (exofficio); • Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan • Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi Pelaksana harian [ sunting - sunting sumber ] Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan.

Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi. Rapat anggota koperasi sekolah [ sunting - sunting sumber ] Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi.

Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas. Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan paling sedikit sekali dalam setahun, ada pula yang mengadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu satu kali untuk menyusun rencana kerja tahun yang akan dan yang kedua untuk membahas kebijakan pengurus selama tahun yang lampau. Agar rapat anggota tahunan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka rapat dapat diadakan pada masa liburan tahunan atau liburan semester.

Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi sekolah, rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar. Wewenang tersebut misalnya: • Menetapkan anggaran dasar koperasi; • Menetapkan kebijakan umum koperasi; • Menetapkan anggaran dasar koperasi; • Menetapkan kebijakan umum koperasi; • Memilih serta mengangkat pengurus koperasi; • Memberhentikan pengurus; dan • Mengesahkan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.

Pada dasarnya, semua anggota koperasi berhak hadir dalam rapat anggota. Namun, bagi mereka yang belum memenuhi syarat keanggotaan, misalnya belum melunasi simpanan pokok tidak dibenarkan hadir dalam rapat anggota. Adakalanya mereka diperbolehkan hadir dan mungkin juga diberi kesempatan bicara, tetapi tidak diizinkan turut dalam pengambilan keputusan. Keputusan rapat anggota diperoleh berdasarkan musyawarah mufakat.

Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, maka pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak di mana setiap anggota koperasi memiliki satu suara. Selain rapat biasa, koperasi sekolah juga dapat menyelenggarakan rapat anggota luar biasa, yaitu apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota. Rapat anggota luar biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus.

Penyelenggara rapat anggota yang dianggap sah adalah jika koperasi yang menghadiri rapat telah melebihi jumlah minimal (kuorum). Kuorum rapat anggota meliputi setengah anggota ditambah satu (lebih dari 50%). Jika tidak, maka keputusan yang diambil dianggap tidak sah dan tidak mengikat. Hal yang dibicarakan rapat anggota tahunan [ sunting - sunting sumber ] • Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau. • Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi. • Penilaian laporan pengawas • Menetapkan pembagian SHU • Pemilihan pengurus dan pengawas • Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya • Masalah-masalah yang timbul Ciri-ciri Koperasi Sekolah [ sunting - sunting sumber ] • Bentuknya Badan Usaha yang tidak berbadan Hukum.

• Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut. • Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa. • Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat. • Sebagai latihan dan praktik berkoperasi. • Melatih disiplin dan kerja. • Menyediakan perlengkapan pelajar. • Mendidik siswa hemat menabung.

• Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong. • Halaman ini terakhir diubah pada 6 Juli 2020, pukul 02.55. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin anggota koperasi sekolah terdiri atas.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Agar bisa jawab latihan masalah ini kamu harus anggota koperasi sekolah terdiri atas memahami Pertanyaan dibawah : Anggota koperasi sekolah terdiri atas?

• Siswa di sekolah • Siswa dan guru di sekolah • Siswa, guru, dan pegawai di sekolah anggota koperasi sekolah terdiri atas Siswa, guru, dan kepala sekolah • Semua siswa yang masih sekolah di sekolah tersebut maupun yang sudah lulus Berdasar pilihan di atas, Kunci Jawabannya ialah A.

Siswa di sekolah 1418 Orang setuju dengan Jawaban dari Pendidikangratis.com Team Pendidikangratis.com sudah melakukan pencarian di berbagai sumber media online untuk menjawab pertanyaan Anggota koperasi sekolah terdiri atas? Beberapa sumber media yang dipakai sebagai referensi seperti, blog, ensiklopedia, artikel, jurnal yang ada di internet. sehingga ditemukanlah jawaban yang tepat yaitu A.

Siswa di sekolah Kesimpulan Dikutip dari ensiklopedia, Anggota koperasi sekolah terdiri atas? A. Siswa di sekolah Kamu tidak usah cemas akan salah menjawab lagi, karena Jawaban yang betul untuk Anggota koperasi sekolah terdiri atas? adalah A. Siswa di sekolah Jawaban A. Siswa di sekolah Berasal dari sumber terpercaya dan sudah divalidasi ulang oleh tim editor kami. Itulah Penjelasan mengenai Anggota koperasi sekolah terdiri atas? semoga dapat membantu teman-teman semua.

Kemudian kami menyarankan untuk membaca juga pertanyaan Perbedaan yang tersirat dari bacaan di atas adalah? Beserta kunci jawaban dan pembahasan lengkapnya. Jika Masih ada Pertanyaan kalian bisa juga untuk langsung bertanya di box comment dibawah yah - Pendidikangratis.com
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 4.2.

Sebarkan ini: – Koperasi sekolah ?? nama nya saja sudah koperasi sekolah berarti koperasi sekolah didirikan di sekolah-sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa koperasi dan kerja sama untuk siswa-siswa yang dikemudian hari menjadi harapan dalam membangun bangsa Indonesia.

Untuk lebih jelasnya nya tentang koperasi sekolah marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Pengertian Koperasi Sekolah • Koperasi sekolah sering disebut juga dengan Koperasi Siswa. Koperasi Sekolah ialah koperasi yang didalam keanggotaannya murid sekolah tersebut baik negeri ataupun swasta.

Fungsi koperasi sekolah yaitu untuk wadah dalam mendidik kesadaran berkoperasi di kalangan anggota atau siswa Koperasi sekolah untuk mengajarkan siswa dalam mengembangkan sifat dalam wirausaha kepada siswa dengan tidak perlu menunggu lepas dari sekolah, dan juga untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa, manfaat pada anggota koperasi sekolah terdiri atas sekolah sudah pasti sangat dirasakan para siswa dengan adanya sebuah koperasi sekolah.

• Koperasi sekolah adalah koperasi yang beranggotakan siswa sekolah yaitu pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah atau pendidikan setara dengan itu yang didirikan berdasarkan surat keputusan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi, Nomor 638/SKPTS/men/1974. Pertimbangan-pertimbangan mendirikan koperasi sekolah menurut SK No.638/SKPTS/Men/1974 adalah : 1.

Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui progam pendidikan sekoloah; Koperasi sekolah tidak berbentuk badan hukum.

Koperasi ini merupakan bentuk khusus untuk kepentingan pendidikan. Pengelolaan koperasi sekola selalu dikaitkan dengan kepentingan pendidikan. Prinsip-prinsip pengorganisasian dan pengelolaanya disesuaikan dengan prinsip-prinsip koperasi pada umumnya, sebagaimana dituntut oleh peraturan perundangan yang berlaku.

Dimaksudkan agar para siswa mendapat pengalaman praktik dalam menerapkan prinsip-prinsip berkoperasi. Keanggotaan, kepengurusan, penyelenggaraan rapat anggota, lapangan usaha yang ditangani, permodalan, dan sebagainya menggunakan pinsip-prinsip yang berlaku dalam koperasi.

Hanya, untuk kepentingan pembinaan, pengarahan, dan pengawasan, guru-guru dapat dilibatkan dalam kepengurusan dan anggota pengawas. Disamping itu dapat juga diangkat penasihat yang berasal dari guru, kepala sekolah, pejabat dari dinas koperasi dan pembinaan pengusaha kecil setempat atau dari komite sekolah. Para siswa akan mendapat banyak pengalaman dalam praktik berkoperasi antara lain dalam hal : • 1. mendirikan koperasi • 2. menyelenggarakan rapat anggota koperasi • 3.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

membuat rencana kerja, rencana anggaran pendapatan belanja koperasi. • 4. mempraktikan pembukuan dan pengadministrasian kegiatan usaha • koperasi secara cermat dan teliti.

• 5. mempraktikan kerjasama dalam usaha • 6. mengawasi kegiatan usaha koperasi. Para Pembina dan pembimbing koperasi sekolah harus berusaha agar pengalaman-pengalaman seperti dipaparkan ini dapat diperoleh secara maksimal. Hal tersebut dapat tercapai apabila pengelolaan koperasi sekolah sejauh mungkin mendekati prinsip prinsip pengorganisasian dan pengelolaan koperasi sesuai dengan tuntutan peraturan perundangan yang berlaku.

Dengan demikian anggota koperasi sekolah terdiri atas sekolah akan benar-benar dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan praktik berkoperasi bagi para siswa. Peran Koperasi Indonesia Fungsi dan peran Koperasi Indonesia adalah : a.

membangun dan anggota koperasi sekolah terdiri atas potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. b. Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat c. Memperkokoh perekonomian rakyat ebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai saka gurunya.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 5. Pengelolaan Koperasi Beberapa unsur yang terlibat dalam pengelolaan Koperasi meliputi rapat anggota, pengurus dan pengawas, ketiga unsure tersebut saling bersinergi.

a. Rapat Anggota Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di dalam Koperasi. Beberapa keputusan penting yang biasanya ditetapkan melalui rapat anggota, antara lain sebagai berikut : 1. anggaran dasar 2. pemilihan, pengangkatan, serta pemberhentian pengurus dan pengawas. 3. kebijakan umum dibidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. 4. rencana kerja, rencana anggaran rumah tangga, serta pengesahan laporan keuangan koperasi. 5.

pengesahan pertanggung jawaban pelaksanaan fungsi penngurus, 6. pembagian sisa hasil usaha Ada beberapa hak yang dimiliki anggota antara lain ; 1. rapat anggota berhak meminta keterangan dan pertanggung jawaban pengurus serta pengawas Koperasi 2. rapat anggota dilakukan paling sedikit setahun sekali 3.

rapat anggota luar biasa dapat dilakukan apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan yang mendesak dan wewenangnya ditangan anggota. 4. rapat anggota luar biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota Koperasi atau pengurus dan pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar Ada beberapa tata cara atau aturan yang harus dipatuhi adalam pengambilan keputusan melalui rapat anggota, antara lain sebagai berikut : 1.

keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat 2. jika tidak diperoleh keputusan secara musyawarah, keputusan diambil dengan suara terbanyak 3.

setiap anggota hanya memiliki satu suara Tata cara, persyaratan dan tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat anggota luar biasa diatur dalam anggaran dasar.

b. Pengurus Koperasi Beberapa ketentuan yang terkait dengan pengurus koperasi antara lain sebagai berikut : 1. pengurus dipilih dari dan oleh rapat anggota melalui rapat anggota 2. pengurus merupakan pelaksana hasil keputusan rapat anggota 3. susunan dan nama anggota pengurus yang pertama atau pada saat pendirian dicantumkan dalam akta pendirian.

4. masa jabatan pengurus paling lama lima tahun 5. persyaratan untuk menjadi anggota pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar Tugas tugas yang harus dijalankan oleh pengurus koperasi antara lain sebagai berikut : 1.

mengelola usaha Koperasi 2. mengajukan rancangan rencana kerja serta anggaran rumah tanga koperasi 3. menyelenggarakan rapat anggota 4. menhajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas 5.

menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib 6. memelihara daftar buku anggota dan pengurus Beberapa kewenangan yang diberikan kepada pengurus Koperasi antara lain ; 1.

mewakili Koperasi di dalam atau di luar pengadilan 2. memutuskan penerimaan ataupun penolakan anggota baru 3. memberhentikan keanggotaan seseorang dari koperasi sesuai ketentuan dalam anggaran dasar 4. melakukan tindakan bagi kepentingan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawab dan keputusan rapat anggota.

Pengurus Koperasi memiliki beberapa tanggungjawab antara lain : 1. pengurus bertanggungjawab terhadap segala pengelolaan koperasi 2. pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha 3. pengangkatan pengelola koperasi harus dapat persetujuan anggota 4. pengelola koperasi harus bertanggungjawab kepada pengurus 5. hubungan antara pengelola dan pengurus koperasi berdsarkan hubungan kerja atas dasar perikatan 6.

pengurus bertanggungjawab atas segala kerugian yang diderita anggota koperasi sekolah terdiri atas koperasi c. Pengawas Koperasi Beberapa ketentuan yang berkaitan dengan pengawas koperasi antara lain sebagai berikut : 1.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota 2. pengawas bertanggungjawab kepada rapat anggota 3. persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar 4.

pengawas bertugas mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi 5. pengawas membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya 6.

pengawas berwenang meneliti catatan yang ada pada koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan 7. pengawas koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan public 6. Kekuatan dan Kelemahan Koperasi Beberapa kekuatan yang dimiliki koperasi antara lain sebagai berikut : a.

usaha koperasi dibangun atas dasar kepentingan yang sama dari para anggotanya sehingga hal ini akan mempermudah mencapai komitmen organisasi yang tinggi dalam mencapai tujuan. b.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Selain sebagai pemilik anggota koperasi juga sebagai pelanggan. Berdasarkan prinsip ini anggota akan memasuki koperasi sesuai dengan kepentingannya sehingga kedudukan anggota dalam koperasi menjadi sangat kuat.

c. pendirian usaha koperasi mempunyai dasar hukum yang jelas dan kuat yaitu pasal 33 ayat 1 UUD 1945 dan Undang undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. d. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan operasi Disamping kekuatan, koperasi juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain, sebagai berikut : a.

Koperasi belum mampu memperoleh keuntungan kompetitif melalui nama baiknya karena sampai saat ini koperasi belum mempunyai nama baik dimata masyarakat, terutama karena koperasi yang dijadikan sebagai alat pembangunan ekonomi belum mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan.

b. Koperasi belum mampu bersaing dengan pelaku ekonomi yang lain (BUMN, BUMD, dan BUMS), hal ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain : 1. masih lemahnya managerial skill yang dimiliki koperasi 2. lemahnya fungsi pengawasan organisasi 3. keterbatasan modal usaha 4. tingkat kejujuran yang rendah 5. profesionalisme yang rendah B. Pengembangan Koperasi Sekolah Usaha menjadikan Koperasi sebagai saka guru sperekonomian nasional haruslah dimulai sejak dini.

Salah satunya adalah melalui pengembangan Koperasi sekolah agar para murid atau siswa mengenal bentuk badan usaha yang diharapakn menjadi saka guru perekonomian nasional tersebut. 2. Ciri Khas dan Tujuan Pendirian Koperasi Sekolah Koperasi sekolah mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : a. Koperasi sekolah anggota koperasi sekolah terdiri atas berdasarkan SK kerjasama antar Departemen b. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum c. Anggota koperasi sekolah terdiri atas siswa dari sekolah yang bersangkutan d.

Jangka waktu keanggotaan terbatas selama anggota yang bersangkutan belum tamat dari sekolah tempat mereka belajar e.

Koperasi sekolah merupakan koperasi serba usaha f. Koperasi sekolah mempunyai manfaat ganda, yaitu manfaat di bidang pendidikan dan ekonomi. Adapun yang menjadi tujuan adanya koperasi sekolah ini dapat diuraikan sebagai berikut : a. pengadaan Koperasi sekolah diharapkan dapat menunjang pengetahuan yang diberikan di sekolah dalam bentuk teori dengan dibekali praktik langsung.

Hasil yang dicapai dengan praktik langsung ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengetahuan siswa. b. Pengadaan koperasi sekolah diharapkan dapat menanamkan rasa kesamaan derajat dan menumbuhkan sikap demokrasi serta daya kreasi dan daya nalar siswa. Dengan demikian Koperasi sekolah dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan mental siswa. 3. Keanggotaan Koperasi Sekolah Keanggotaan seseorang pada koperasi tidak dapat dipindahtangankan seperti digadaikan atau dijual karena keanggotaan koperasi itu adalah orang orang tertentu yang melekat (inherent) pada pribadi anggota koperasi yang bersangkutan.

Tidak seperti saham perseroan terbatas (PT) yag dapat diperjual belikan, tanda keanggotaan koperasi tidak dapat diperjual belikan. Secara umum, syarat-syarat keanggotaan koperasi sekolah antara lain sbb: a. siswa-siswi sekolah tempat koperasi itu berada b. setiap anggota mempunyai hak yang sama, yaitu satu anggota mempunyai satu suara c. keanggotaannya tidak dapat dipindahtangankan d.

setiap anggota wajib memenuhi dan melaksanakan ketentuan ketentuan yang berlaku di koperasi e. setiap anggota harus setia, taat dan menjunjung tinggi nama koperasi sekolah f.

setiap anggota berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus dan pengawas g. keanggotaan koperasi sekolah berakhir apabila terjadi hal hal sebagai berikut 1. siswa yang menjadi anggota meninggal dunia 2. siswa pindah sekolah sehingga tidak lagi menjadi murid pada sekolah yang bersaangkutan 3. siswa tersebut telah berhenti atau telah selesai pendidikannya 4.

siswa tersebut terpaksa meninggalkan sekolah karena suatu keadaan (drop out) 5. disebabkan halhal lain yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi Mengenai simpanan anggota, bagi mereka yang keluar atau tidak lagi menjadi anggota, pada dasarnya harus dikembalikan pada yang bersangkutan agar dapat digunakan, misalnya untuk melnjutkan biaya sekolah atau modal anggota koperasi sekolah terdiri atas lagi bagi yang telah tamat pelajarannya di sekolah yang bersangkutan.

Didalam koperasi ada beberapa hak anggota. Hak hak yang dimiliki oleh setiap anggota koperasi, antara lain sebagai berikut : a. hak untuk menghadiri dan menyatakan pendapat atau memberikan hak suara dalam rapat anggota b. hak untuk memilih dan dipilih menjadi pengurus atau badan pemeriksa koperasi c.

hak untuk meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar koperasi yang bersangkutan d. hak untuk mengemukakan saran saran atau pendapat kepada pengurus, baik diminta maupun tidak diminta demi kemajuan koperasi e. hak untuk memperoleh pelayanan yang sama antar sesame anggota. Hal ini penting untuk menghindari adanya pilihkasih terhadap seorang atau beberapa orang anggota f. hak untuk melakukan pengawasan atas jalannya usaha koperasi yang bersangkutan sesuai dengan anggaran dasar koperasi tersebut g.

hak untuk memperoleh dan menikmati sisa hasil usaha koperasi sesuai dengan yang telah diputuskan dalam rapat anggota atau dalam anggaran dasar untuk itu.

Selain mempunyai hak, setiap anggota koperasi juga mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang besar terhadap koperasinya. Kewajiban dan tanggungjawab ini ditentukan oleh perundang undangan koperasi dan anggaran dasar koperasi. Adapun keajiban dan tanggung jawab anggota koperasi antara lain sebagai berikut : a.

setiap anggota koperasi diwajibkan mengamalkan 1. anggota koperasi sekolah terdiri atas, asas, dan sendi-sendi dasar koperasi 2. undang undang, peraturan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi 3.

keputusan rapat anggota koperasi b. anggota koperasi wajib menghadiri dan ikut secara aktif anggota koperasi sekolah terdiri atas rapat anggota dan bertanggung jawab atas apa yang diputuskan rapat. Dalam hal ini tanggung jawab anggota berarti menyetujui apa yang diputuskan dalam rapat kecuali yang bersangkutan tidak menghadirinya 4.

Kepengurusan Koperasi Sekolah Kepengurusan koperasi sekolah dipilih dan diangkat oleh rapat anggota. Bendahara dan pengawas koperasi pada dasarnya dipilih dari murid tetapi untuk keamanan, pembinaan, dan pengawasan Kepala sekolah dapat mengangkat bendahara sendiri.

Guru yang telah diangkat menjadi bendahara atau pengawas harus bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Keanggotaan lain dapat diisi oleh guru apabila tidak atau belum ada murid yang mampu untuk menjabatnya dengan persetujuan kepala sekolah sampai ada murid yang mampu dan bersedia Pengurus koperasi sekolah sedapat mungkin diambil dari para anggota agar memberikan pengaruh yang positif, misalnya pertama sebagai latihan kepemimpinan dan pertanggung jawaban siswa siswi atau santri, kedua untuk memberikan dampak merasa ikut mempunyai.

(sense of belonging) Sebaiknya calon pengurus diambil dari kelas yang tertinggi atau yang mempunyai potensi kemampuan meskipun pada dasarnya pengurus diangkat dari siswa. Guru perlu membimbing dan melatih murid, untuk berorganisasi baik sebagai anggota maupun sebagai pengurus.

Bendahara bertugas mengelola dan menyimpan keuangan. Seorang siswa yang diangkat sebagai bendahara hendaklah mempunyai kemampuan mengelola keuangan, mengerti tentang pembukuan, dan dapat dipercaya. Oleh karena itu bagi koperasi sekolah yang baru berdiri sebaiknya guru diangkat sebagai bendahara. Seorang bendahara haruslah seseorang yang memegang amanah terbuka serta mengetahui pembukuan sekadarnya.

Oleh karena itu guru yang ditunjuk menjadi bendahara harus melatih anggota koperasi yang akan ditunjuk atau dipersiapkan jadi bendahara dikemudian hari. 5. Permodalan Koperasi Sekolah Modal koperasi dibutuhkan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi.

Modal usaha koperasi terdiri atas modal investasi dan modal kerja. 1. Modal investasi adalah sejumlah uang yang ditanam atau dipergunakan untuk pengadaan sarana operasional koperasi yang tidak mudah diuangkan (unliquid) seperti tanah, mesin, bangunan dan peralatan kantor 2.

Modal kerja adalah sejumlah uang yang tertanam dalam aktiva lancer koperasi atau yang dipergunakan untuk membiayai operasional jangka pendek koperasi seperti pengadaan bahan baku, tenaga kerja, pajak dan biaya listrik. Pada hakikatnya modal koperasi berasal dari anggota. Makin banyak perbandingan modal yang didapat dari anggota makin kuat dan mantap koperasi tersebut. Selain bersumber dari anggota tidak tertutup kemungkinan modal koperasi berasal dari pinjaman bank, lembaga keuangan non bank, atau pihak lain.

Seperti koperasi umumnya, modal koperasi sekolah diperoleh dari berbagai sumber seperti : a. Simpanan Pokok Simpanan pokok merupakan sumber utama modal koperasi. Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang diserahkan anggota kepada koperasi saat pertama kali masuk menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok pada dasarnya dibayar sekaligus, tetapi dapat juga dipertimbangkan dengan jalan menncicil dan tidak dapat ditarik kembali, kecuali jika anggota tersebut keluar dari keanggotaan koperasi.

b. Simpanan Wajib Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang disetor secara langsung oleh anggota setiap jangka waktu tertentu.

Jika simpanan pokok dikaitkan dengan masuknya seseorang menjadi anggota, simpanan wajib dikaitkan dengan kegiatan tertentu dari koperasi. Uang yang disetor ini dapat ditarik sesuai dengan ketentuan yang dimaksud sesuai dengan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga harus tercantum pasal tentang pengaturan anggota koperasi sekolah terdiri atas simpanan wajib ini.

Adanya ketentuan tentang cara penarikan kembali uang simpanan wajib dimaksudkan agar koperasi selalu stabil atau tidak mengalami keguncangan saat terjadi penarikan kembali uang simpanan. c. Simpanan Sukarela Simpanan sukarela adalah sumber modal yang dipergunakan khusus pada waktu koperasi membuka proyek khusus. Simpanan sukarela pada pada koperasi dapat dilakukan oleh anggota koperasi dan bukan anggota koperasi.

Simpanan sukarela hamper sama sifatnya dengan deposito yang dapat ditarik kembali menurut perjanjian antara koperasi dan pemegang rekening simpanan sukarela. Simpanan ini terjadi terutama dengan motif kesadaran menabung dari anggota dan massyarakat. d. Simpanan Khusus Koperasi dapat mencari modal dengan mengadakan simpanan khusus.

Untuk menarik dana yang bersifat simpanan khusus ini, dapat diadakan menurut suatu ketentuan khusus dalam anggaran dasar.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

e. Cadangan SHU Sebaiknya tidak semua sisa hasil usaha atau keuntungan usaha koperasi dibagikan kepada anggota. Koperasi sebaiknya menyisihkan jumlah tertentu dari sisa hasil usaha untuk memperbesar modal.

Makin besar sisa hasil usaha yang disisihkan makin baik karena akan makin besar modal koperasi. Hal itu menjadikan koperasi makin kuat dalam operasionalnya. Saat menghadapi suatu transaksi atau proyek yang besar, biasanya suatu badan usaha tetap memerlukan bantuan modal. Oleh karena itu badan usaha tersebut harus mencari tambahan modal dari luar. Penambahan modal dari luar dapat dilakukan asal perbandingan antara modal sendiri dengan modal dari luar itu tetap menjamin adanya kemampuan membayar kembali tanpa mengorbankan kekayaan (asset).

Koperasi dapat mencari tambahan anggota koperasi sekolah terdiri atas dari luar dalam bentuk pinjaman antara lain dari yang tersebut dibawah ini. a. Pinjaman dari Bank Jika Koperasi telah menjadi badan hukum ia dapat menarik modal dengan cara meminjam dari Bank. Pinjaman ini dibebani dengan bunga tertentu. Bunga pinjaman dari Bank ini merupakan ongkos bagi koperasi yang harus dimasukan dalam kalkulasi harga pokok dari barang yang dibayar oleh konsumen.

Oleh karena itu koperasi harus selektif dalam mencari kredit, yaitu jangan terjerat pada kredit yang bunganya tinggi. Secara teori proyek jangka pendek harus dibiayai dengan kredit jangka pendek, sedangkan proyek transaksi menengah harus dibiayai dengan kredit berjangka menengah, dan proyek jangka panjang harus dibiayai dengan proyek jangka panjang. b. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank Pinjaman kredit dapat diperoleh dari lembaga kredit non bank.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Dewasa ini lembaga keuangan non bank mulai berkembang. Koperasi memerlukan modal untuk membiayai proyek jangka panjang. Biasanya kredit dari lembaga disertai pula dengan ikut sertanaya lembaga kredit nonblank didalam manjemen guna ikut membina koperasi sampai pengembalian kredit selesai dilakukan.

c. Kredit Dari Perusahaan Leasing Dewasa ini sedang berkembang perusahaan leasing, yang jika anggota koperasi sekolah terdiri atas sensinya juga merupakan sumber kredit.

Biasanya perusahaan leasing ini menyediakan barang untuk disewakan atau dijual secara kredit, yaitu seperti peralatan besar dan mesin mesin, baik secara unit maupun sebagian dari perangkat lengkap. Jika pembayarannya sudah selesai, unit atau perangkat yang dibeli secara kredit itu menjadi milik perusahaan atau koperasi. Cara ini juga dapat ditempuh oleh koperasi sekolah yang telah berkembang menjadi besar dan ingin membuka unit usaha usaha baru yang memerlukan mesin mesin atau peralatan besar yang tidak mungkin dibeli secara tunai.

d. Hibah Tidak jarang terjadi kemungkinan koperasi sekolah mendapat bantuan sejumlah uang untuk modal dari pemerintah. Bantuan yang diberikan oleh pihak lain atau pemerintah bertujuan untuk mendorong kemajuan koperasi. Hibah ini dapat berupa modal dan ada juga sebagai amanat yang harus dijaga dan disampaikan menurut yang diamanatkan.

e. Pinjaman Dari Pihak Ketiga Tidak jarang ada guru atau murid yang bersimpati sehingga memberikan pinjaman sebagai modal koperasi. Pinjaman yang demikian sebaiknya digalakkan karena tidak berbunga walaupun koperasi harus mengembalikannya kepada pemberi pinjamantepat pada waktu pengembalian tiba. Ini merupakan amanat sekaligus janji yang harus dijaga. Amanat ini tidak anggota koperasi sekolah terdiri atas diabaikan, harus ditunaikan. Prinsip ini harus dipegang untuk mengembalikan kepercayaan kepada kreditur.

f. Pembelian Secara Kredit Banyak pedagang yang menjual barang dagangannya dengan cara kredit, yaitu membayar dalam jangka waktu tertentu atau bisa juga pembayaran dilakukan jika barang sudah habis terjual. Harga barang itu harus dilunasi kepada pemberi kredit atau pedagang. Dalam hubungan ini kepercayaan sangatlah penting. Menjaga kepercayaan masyarakat penting bagi semua orang, badan usaha, dan koperasi, tanpa adanya kepercayaan masyarakat, sudah barang tentu koperasi tidak akan bisa berkembang.

6. Lapangan Usaha Koperasi Sekolah Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh Koperasi Sekolah antara lain : a. Pengadaan Buku-buku Sekolah Buku merupakan kebutuhan utama setiap sisa baik buku pelajaran maupun buku tulis. Koperasi dapat memesan buku pelajaran dan alat tulis dalam jumlah besar. Penerbit atau toko toko buku biasanya memberikan potongan harga antara 30-50% jika pembelian dilakukan dalam jumlah yang besar. Potongan harga tersebut merupakan keuntungan koperasi.

b. Pengadaan Alat Praktik Sekolah Latihan kerja yang diadakan sekolah misalnya praktik pertanian atau kerajinan tangan, memerlukan alat alat dalam pelaksanaanny. Akat praktik tersebut seperti alat Suntik untuk hewan, alat pertanian dan pupuk, dapat disediakan sekolah melalui Koperasi.

c. Pengadaan Kantin Sekolah Kegiatan usaha kafetaria sesuai untuk sekolah kejuruan seperti tata boga. Suatu unit sekolah dapat mengadakan kafetaria sebagai temppat berbelanja makanan atau minuman kecil pada saat siswa istirahat. Dengan demikian para siswa dapat berbelanja dengan murah, sehat dan bersih Kantin yang dibentuk didalam unit sekolah merupakan salahsatu bagian usaha koperasi sekolah. Usaha ini mempunyai potensi yang besar untuk berkembang. Penyelenggaran kafetaria sangat besar manfaatnya bagi para siswa antara lain mereka dapat belajar administrasi dan memperoleh keterampilan dalam pelayanan jasa boga (Katering), khusus restoran serta dapat berlatih memasak dan menyediakan makanan.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Dengan demikian banyak dampak positif yang dapat diserap oleh para siswa dalam pengadaan kantin ini. d. Usaha Simpan Pinjam Koperasi sekolah dapat pula mengusahakan koperasi simpan pinjam. Biasanya usaha simpan pinjam ini merupakan suatu usaha koperasi yang bersendiri. Akan tetapi didalam lingkungan usaha sekolah usaha simpan pinjam dapat merupakan bagian dari usaha kegiatan koperasi. Usaha ini bersifat mendidik karena siswa dibiasakan menabung (saving) dari kelebihan uang sakunya. Hal ini dapat mengindarkan siswa dari sikaf hidup yang konsumtif.

Siswa dididik untuk bersikap positif. e. Usaha Penjualan Kebutuhan Sehari-hari Para Siswa Melalui Koperasi siswa dapat membeli barang-barang kebutuhan dengan harga lebih murah karena Koperasi membeli dalam partai besar, koperasi memperoleh barang dengan cara berlangganan. f. Usaha Memasarkan Hasil Produksi Siswa Koperasi sekolah dapat digunakan sebagai tempat melatih hidup berwiraswasta. Para siswa diberi pendidikan dan pelatihan keterampilan praktis seperti pendidikan dan pelatihan bercocok tanam, beternak unggas maupun membuat barang kerajinan, kemudian hasil karya siswa dapat dipasarkan melalui koperasi.

7. Struktur Organisasi Koperasi Sekolah Dalam rangka memperlancar tugas dan tanggungjawab pengurus koperasi serta memperlancar kegiatan koperasi perlu dibuat struktur organisasi koperasi yang jelas. Dengan struktur tersebut akan terlihat tugas dan wewenang tiap bagian. Struktur organisasi koperasi sekolah meliputi berikut ini berikut ini : a. Anggota koperasi sekolah terdiri atas Perlengkapan Organisasi Koperasi Sekolah Alat perlengkapan organisasi Koperasi sekolah terdiri atas : 1.

rapat anggota koperasi sekolah 2. pengurus koperasi sekolah 3. badan pemeriksa/pengawas b. Dewan Penasihat Koperasi Sekolah pembentukan dewan penasihat koperasisekolah di maksudkan untuk memberikan bimbingan,pembinaan,dan pengawasan.Dewan ini terdiri atas 1) kepala sekolah yang bersangkutan, 2) guru ekonomi/koperasi sekolah yang bersangkutan, dan 3) salah satu persatuan orang tua murid c.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Pelaksanaan Harian Pelaksanaan harian bertugas mengelola usaha, melaksabakan adminitrasi,dan mengatur keuangan.Pelaksanaan harian dapat di atur bergantian antara pengurus koperasi sekolah dengan anggota kperasi sekolah yang tidak di tunjuk sebagai pengawas.

8. Simulasi Mendirikan Koperasi Sekolah Di sekolah-sekolah,bauk sekolah umum,madrasah,maupun pondok pesantren dapat didirikan sebuah koperasi sekolah.cara mendirikan koperasi sekolah pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan mendirikan koperasi pada umumnya.Langkah atau tahapan yang harus di lakukan dalam memdirikan koperasi sekolah adalah sebagai berikut.

Tahap Pertama Langkah pertama adalah mengadakan pertemuan persiappan antara guru dan murid.Hal yang menjadi pokok pembicaraan adalah maksud pendirian koperasi dalam lingkungan kmpleks sekolah.Inisiatif untuk mendirikan koperasi dapat berasal dari guru atau murid atau dapat pula berasal dari aparatur kantor koperasi setempat yang memberikan penyuluhan tentang koperasi. Dalam pertemuan pesiapan ini langsungdibentuk Panitia Rapat Pembentukan Koperasi Sekolah.Kepanitiaan ini biasanya terdiri atas steering committe (SC) dan organizing committee (SO).

a. Steering committee bertugas menpersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan isi rapat,yaitu pembentukan koperasi sekolahseperti jadwal acara rapat,tata tertib rapat,tata cara pemilihan pengurus dan pengawas,serta mempersiapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

b. Organising committee merupakan pelaksana secara teknis.Dengan demikian,organizing committee bertanggung jawab atas kelancaran jalannya rapat.Tugas organizing committee,antara lain menpersiapkan ruangan rapat,mengedarkan undangan,mempersiapkan komsumsi rapat,dan mempersiapkan alat-alat diperlukan dalam rapat. Tahap Kedua Setelah pertemuan persiapan,tahap selnjutnya adalah menyelenggarakan rapat pembentukan koperasi sekolah.Ruangan kelas yang akan di gunakan dapat di atur sedemikian rupa atau dapat memilih alternatif.

Dalam rapat pembentukan koperasi sekolah hendaklah para siswa menghadirinya sebagai calon anggota.Apabila siswa dari sekolah yang bersangkutan terlalu banyakdapat dihadiri oleh beberapa siswa sebagai wakil setiap kelasyang ada.Misalnya,kelas 1 ada beberapa wakil,kelas 2 ada beberapa wakil,demikian juga dangan kelas 3 diwakili oleh beberapa orang siswa.Selain murid, ada juga wakil dari para guru,wakil dari Departemen Pendidikan Nasional atau wakil dari Departemen Agama,serta wakil dari Kantor Dinas Koperasi setempat untuk memberikan pengarahan.Rapat dipinpim oleh pemrakarsa pencetus gagasan untuk mendirikan koperasi sekolah atau koperasi pondok pesantren.

Rapat ini dapat disimulasikan dan semua peran di lakukan oleh siswa sedangkan guru sebagai pembmibing.Peran yang dapat dilakukan oleh siswa adalah sebagai berikut : a. pimpinan rapat (pemrakarsa berdirinya koperasi sekolah); b. notulis; c. pejabat (lurah,camat,kapolsek,serta dan ramil); d. kakankop; e. peserta.

Supaya simulasi ini dapat hidup,dalam rapat pembentukan koperasi anggota koperasi sekolah terdiri atas ini perlu ada tokoh yang pro dan kontra karena berbagai alas an yang ada di masyarakat.Namumn,akhirnya setelah mendapat penjelasan dari pejabat kakankop mereka menjadi sadar dan paham.Selanjutnya, mereka menyetujui di bentuknya suatu koperasi sekolah.

Tahap Ketiga Setelah setuju membentuk koperasi sekolah dengan anggota lebih dari 20 orang ,rapat akan membicarakan materiatau hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan koperasi sekolah tersebut, misalnya a. tujuan mendirikan koperasi sekolah ; b.

usaha yang hendak di jalankan; c. persyaratan keanggotaan dan kepengurusan ; d. penetapan modal awal yang terdiri atassimpanan(simpanan pokok dan wajib). Hal-hal yang di bahas di masukkan ke dalam anggaran dasar koperasi sekolah yang akan di bentuk.Apabila telah terjadi kata sepakat,rapat memutuskan anggaran dasar tersebut.Untuk keperluan menyusun anggaran dasar koperasi sekolah,madrasah atau pondok pesantren dapat mengikuti petunjukyang dikeluarkan oleh kantor dinas koperasi setempat.Dalam rapat ini juga dilakukan pemilihan pengurus dan badan pemeriksa.

Tahap Keempat Setelah anggaran dasar koperasi sekolah tersusun dan disetujui oleh rapat anggota,pengurus telah terbentuk,dan sumber permodalan koperasi telah jelas,kemudian mengajukan surat permohonan pengakuan koperasi sekolah kepada kantor wilayah koperasi daerah provinsi tempat koperasi sekolah atau koperasi pondok pesantren tersebut beroperasi. Prosedur pengajuannya harus terlebih dahulu kantor Koperasi KabupatenKota.

Surat pangajuan tersebut diajukan bersama-sama dengan lampiran yang berikut : a. Anggaran Dasar akta pendirian Koperasi yang telah tersusun dan dilampirkan sebanyak dua lembar. b. Anggota koperasi sekolah terdiri atas acara pembentukan Koperasi sekolah, madrasah atau Koperasi Pondok Pesantren.

c. Neraca awal permulaan yang menyatakan kekayaan atau modal koperasi sekolah pada awal didirikan. d. Contoh formulir permohonan pengakuan Koperasi sekolah, petikan berita acara rapat pembentukan, dan neraca awal terdapat pada lampiran. Setelah tahap pertama sampai dengan tahap keempat selesai dilakukan, proses pembentukan koperasi sekolah dilanjutkan oleh aparatur Direktorat Jenderal Koperasi. Jadi tinggal menunggu penyelesaiannya. Dalam menunggu keputusan dari pemerintah pihak sekolah yang bersangkutan dapat memulai kegiatannya atas dasar “Surat Tanda Terima” permohonan pengakuan koperasi sekolah.

Setelah menerima surat permohonan pendirian koperasi sekolah, pihak kantor koperasi kabupaten/kota akan mengirimkan “Surat Tanda Terima” sebagai balasan kepada koperasi sekolah atau koperasi pondok pesantren yang bersangkutan.Sebelum koperasi sekolah madrasah atau koperasi pondok pesantren mendapat pengakuan pemerintah,iadapat memulai kegiatan usahanya tetapi tanggung jawab usaha sepenuhnya berada ditangan pengurus yang terpilih sebagai satu kesatuan.

Begitu pengakuan pemerintah diterima,maka mulai sejak saat itu tanggung jawab berpindah kepada koperasi. Hal tersebut perlu dikemukakan sebab kantor kepala koperasi kabupaten/kotamadya akan mempelajarinya terlebih dahulu ,apakah akta pendirian yang diajukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Apabila ada yang kurang lengkap/bertentangan,kepala kantor koperasi kabupaten akan memberikan rekomendasi kepada koperasi sekolah madrasah atau koperasi pondok pesantren yang bersangkutan untuk melengkapi/menyempurnakan.Jika tidak disetujui,permohonan tidak berlaku lagi.Sejak saat permohonan diketahui tidak disetujui oleh pemerintah ,maka kegiatan usaha yang telah dimulai harus dihentikan.

Itulah ulasan tentang Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Ciri-Ciri Koperasi Sekolah Secara Lengkap.Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca.

Sekian dan terimakasih. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMP Ditag #fungsi koperasi sekolah, #manfaat koperasi sekolah, #pengertian koperasi sekolah, #tujuan koperasi sekolah, ciri khas koperasi sekolah adalah, jangka waktu keanggotaan koperasi sekolah adalah, jelaskan pihak-pihak yang mengelola koperasi sekolah, pengelolaan koperasi sekolah, struktur koperasi sekolah Navigasi pos
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa dalam kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya.Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotannya.

Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulan-perkumpulan Koperasi.

3.1. Sebarkan ini: Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya.

Ciri-Ciri Koperasi Sekolah Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri koperasi sekolah, terdiri atas: • Bentuknya Badan Usaha yang tidak berbadan Hukum. • Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut. • Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa. • Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat.

• Sebagai latihan dan praktek berkoperasi. • Melatih disiplin dan kerja. • Menyediakan perlengkapan pelajar. • Mendidik siswa hemat menabung. • Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong. Fungsi Koperasi Sekolah Berikut ini terdapat beberapa fungsi koperasi sekolah, terdiri atas: • Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui programpendidikan sekolah. • Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa. • Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat.

• Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah Tujuan Koperasi Sekolah • Melatih dan mengembangkan bakat serta pengetahuan berkoperasi dikalangan para siswa agar menjadi manusia yang bertanggung jawab. • Memupuk anggota koperasi sekolah terdiri atas dalam berorganisasi dan menanamkan kesadaran hidup bekerja sama dalam mengurus koperasi. • Memelihara hubungan baik dan kekeluargaan di kalangan para siswa. • Memupuk rasa cinta kepada sekolah • Menanamkan kedisiplinan dalam berorganisasi di kalangan para siswa • Memberikan kemudahan bagi para siswa dalam memenuhi kebutuhannya • Meningkatkan kesejahteraan ekonomi para siswa.

Ruang Lingkup Koperasi Sekolah Ruang lingkup pembinaan koperasi sekolah meliputi beberapa hal berikut ini. • Peningkatan kesadaran berkoperasi serta langkah-langkah pembinaan dan anggota koperasi sekolah terdiri atas untuk mengembangkan koperasi sekolah.

• Pembinaan fasilitas seperti ruang pemupukan modal, penyediaan kredit dengan syarat memadai untuk pengadaan sarana, bantuan tenaga manajemen atau pengelolaan, dan lain-lain.

• Peningkatan keterampilan siswa dalam mengelola koperasi melalui latihan-latihan yang praktis, misalnya praktik kerja nyata yang berkaitan dengan pengorganisasian, yang nantinya diharapkan dapat menjadi kader koperasi di masyarakat.

anggota koperasi sekolah terdiri atas

Landasan Koperasi Sekolah Adapun landasan hukum berdirinya koperasi sekolah adalah sebagai berikut. • Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No. 638/AKPTS/Men/1974 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Koperasi Sekolah.

• Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0158/P/1984 dan Menteri Koperasi Nomor 51/M/KPTS/III/1984, tertanggal 22 Maret 1984.

• Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/ U/1984, tentang Pendidikan Perkoperasian. • UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Tahap-Tahap Pendirian Koperasi Sekolah Dalam rangka mendirikan koperasi sekolah, terlebih dahulu perlu diketahui langkah-langkah maupun hal-hal yang menyangkut pendirian koperasi sekolah tersebut.

Adapun langkah-langkah atau prosedur pendirian koperasi sekolah adalah anggota koperasi sekolah terdiri atas berikut: • Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, rencana dan program pendirian koperasi disosialisasikan oleh kepala sekolah bersama guru, komite sekolah, dan Osis serta perlu diinformasikan kepada siswa yang lain.

Selanjutnya perlu dibentuk tim kecil/panitia yang bertugas menyelenggarakan rapat pembentukan koperasi sekolah. Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh Tim Kecil di antaranya: 1) menentukan hari, tanggal dan jam pelaksanaan pembentukan, 2) menentukan tempat diadakan rapat pembentukan, 3) menentukan peserta yang mengikuti rapat, 4) menyiapkan undangan rapat, 5) menyiapkan alat atau perlengkapan rapat, 6) menyiapkan bahan-bahan yang akan dibicarakan dalam rapat, 7) merencanakan dan menyiapkan biaya-biaya penyelenggaraan rapat pembentukan koperasi sekolah.

• Tahap Pembentukan Setelah melalui tahap persiapan, selanjutnya diadakan rapat pembentukan koperasi sekolah. Adapun pihak-pihak yang harus dihadirkan adalah: 1) murid/ perwakilan kelas minimum 2 (dua) orang, paling sedikit 20 orang murid, 2) guru ekonomi/ koperasi dan guru yang ditunjuk 3) kepala sekolah 4) pejabat Kantor Dinas Koperasi Kabupaten/Kota 5) perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Hasil dari rapat pembentukan koperasi tersebut antara lain: 1) Anggaran Dasar koperasi sekolah, 2) susunan pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara (dari unsur guru yang ditunjuk), 3) pembentukan pengawas paling banyak 3 siswa, 4) penetapan sumber modal koperasi yang terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan, dan hibah, 5) penetapan pembagian SHU koperasi, 6) lain-lain yang perlu.

• Tahap Pengesahan Setelah koperasi sekolah terbentuk, maka pengurus mengajukan permohonan pengakuan kepada Kantor Dinas Koperasi Kabupaten/Kota yang dilampiri: 1) Anggaran Dasar/Akta Pendirian Koperasi Sekolah rangkap 3 (tiga) yang asli bermaterai Rp6.000,00 atau sesuai peraturan yang berlaku, 2) berita acara pembentukan koperasi sekolah, 3) neraca awal/neraca permulaan dari koperasi sekolah. Apabila telah memenuhi syarat, selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan dari tanggal pengajuan itu akan diterima surat pengakuan atau surat keputusan pengesahan dan akta pendirian koperasi sekolah dari Kantor Dinas Koperasi.

Kegiatan Usaha Koperasi Sekolah Jenis usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi sekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok yang umumnya dibutuhkan oleh para siswa, di samping menjangkau kebutuhan lain yang mungkin diperlukan oleh sebagian siswa. Pada dasarnya kegiatan yang akan dilaksanakan tidak menimbulkan atau mengganggu kegiatan belajar para siswa, bahkan lebih menambah pengetahuan serta praktik nyata tentang kegiatan berkoperasi.

Memperhatikan hal-hal tersebut, maka kegiatan usaha yang dilaksanakan koperasi sekolah meliputi usaha yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa di anggota koperasi sekolah terdiri atas yang bersangkutan dan masyarakat. Adapun kegiatan usaha koperasi sekolah antara lain: • unit usaha pertokoan, meliputi pengadaan buku pelajaran, alat tulis, seragam sekolah, serta barang lain yang diperlukan siswa, • unit usaha cafetaria (warung) sekolah, dimaksudkan untuk menampung siswa agar tidak keluar dari lingkup sekolahan, • unit usaha simpan pinjam, yang bertujuan untuk melayani penabungan dan pinjaman uang guna meringankan para siswa serta untuk menumbuhkan kegemaran menabung bagi siswa, • unit usaha jasa lainnya, disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat, seperti fotokopi, wartel, warnet, menerima percetakan, travel bus, bursa buku, penjahitan pakaian seragam siswa, pengetikan dan penjilidan (rental), pengoperasian gedung serba guna, dan sebagainya.

Pengelolaan Koperasi Sekolah Kelangsungan koperasi sekolah sangat bergantung kepada peran aktif berbagai pihak di dalamnya, baik anggota, pengurus maupun pengawas. • Keanggotaan Anggota koperasi sekolah adalah murid/siswa sekolah yang bersangkutan di mana koperasi sekolah didirikan. Keanggotaan koperasi sekolah tidak dapat dipindahtangankan kepada orang lain. Keanggotaan berakhir jika: – murid/anggota koperasi meninggal dunia, – murid/anggota koperasi pindah sekolah, – murid/anggota koperasi berhenti sekolah karena tamat (lulus) atau alasan lainnya, – ketentuan lain yang ditetapkan dalam anggaran dasar.

Keanggotaan koperasi sekolah ditetapkan setelah ia mendaftarkan diri sebagai anggota, memenuhi, dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam koperasi sekolah serta telah membayar simpanan pokok kepada pengurus koperasi.

Simpanan pokok merupakan persyaratan seorang siswa menjadi anggota koperasi. • Kepengurusan Pengurus koperasi sekolah berasal dari anggota yang dipilih melalui rapat anggota koperasi sekolah terdiri atas atau yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Masa bakti pengurus ditetapkan 1 tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa bakti 1 tahun lagi. Pengurus koperasi tetap atas pembinaan guru dan kepala sekolah.

• Pengawas Pengawas memegang peranan yang penting dalam organisasi koperasi karena ia memegang fungsi kontrol terhadap jalannya usaha koperasi. Pengawas koperasi sekolah dipilih dari kalangan orang tua murid sekolah yang bersangkutan dalam rapat anggota. Pemilihan anggota badan pengawas koperasi sekolah, sama halnya dengan cara memilih pengurus, yaitu dilakukan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Apabila anggota badan pengawas tidak memenuhi dari kalangan murid atau siswa, pengawas juga dapat diambil dari guru agar dapat membimbing para siswa. • Permodalan Koperasi Sekolah Sebagaimana koperasi-koperasi lainnya, sumber modal koperasi sekolah diperoleh dari modal sendiri dan modal dari luar.

1) Modal sendiri, meliputi simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan SHU (Sisa Hasil Usaha), dan hibah. 2) Modal dari luar meliputi simpanan sukarela, pinjaman bank, pinjaman dari koperasi lain, dan sumber lain yang sah. • Bagan Organisasi Koperasi Sekolah Untuk menjalankan fungsinya, maka kepengurusan koperasi sekolah harus dapat bekerja sesuai dengan organisasi dalam koperasi sekolah.

Manfaat Koperasi Sekolah Sebagaimana tujuan koperasi yaitu untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, maka koperasi sekolah sangat bermanfaat bagi anggotanya. Adapun anggota koperasi sekolah terdiri atas yang dimaksud adalah sebagai berikut.

• Dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah • Dapat mendidik siswa untuk mandiri atau mampu mengurus dirinya sendiri • Dapat berlatih menjadi wiraswastawan di bidang perkoperasian • Membimbing para siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam menyelanggarakan koperasi sekolah • Dapat menanamkan disiplin, rasa tanggung jawab, setia kawan, dan gotong royong.

Contoh Koperasi Sekolah Profil Koperasi Sekolah SM A Negeri 12 Medan Koperasi Sekolah SMA Negeri 12 Medan didirikan oleh para komite anggota koperasi sekolah terdiri atas pada tahun 2014 yang memberikan solusi dalam menagatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional untuk sekolah. Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 10 September 2014 diadakan pertemuan yang teridiri dari tokoh masyarakat.

Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya di sekolah SMA Negeri 12 Medan. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama Koperasi Indah dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan juga para siswa dan siswi. Sejak berdiri sampai sekarang mengikut sertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dan membantu untuk menyediakan beberapa keperluan di sekolah dalam satu wadah koperasi.

VISI Terwujudnya Koperasi Sekolah SMA Negeri 12 Medan yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.

MISI Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi Sekolah SMA Negeri 12 Medan melakukan aktifitas sebagai berikut: • Mengajak seluruh siswa untuk menghemat dengan cara menabung di koperasi kami. • Menyediakan alat untuk kebutuhan kebutuhan yang siswa perlukan.

• Merupakan alat pendidikan dan penerapan pengetahuan di bidang ekonomi dengan berasas bersama sama atau gotong royong. Tujuan Koperasi Sekolah SM A Negeri 12 Medan Pembentukan koperasi sekolah disini dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini. Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah SM A Negeri 12 Medan • Rapat Anggota koperasi sekolah • Pengurus koperasi sekolah • Pengawas koperasi sekolah Koperasi di SMA Negeri 12 Medan ini yang bernama “Koperasi Bersama” sudah berdiri selama 1 tahun dengan anggota 25 orang beserta komite sekolah yang membantu untuk mendirikan koperasi ini.

Dala m aturan pinjaman Koperasi Sekolah Kelas X, XI, dan XII SMA buku paket yang diterima siswa adalah : • Kimia 34,000 • Fisika 34,000 • Biologi anggota koperasi sekolah terdiri atas • Matematika 35,000 • Bahasa Indonesia Rp, 35,000 • Bahasa Inggris Rp, 35,000 • Ekonomi 34,000 • Geografi 34,000 • Sosiologi 34,000 • Sejarah 34,000 Perlengkapan Alat tulis : • Pulpen 3,500 • Pensil 3,500 • Penghapus 2,000 • Penggaris 3,000 Perlengkapan Sekolah seperti : • Dasi 10,000 • Topi 13,000 • Simbol 5,000 • Seragam Sekolah 150,000 • Kaos Kaki 10,000 • Tali Pinggang 40,000 • Jasa membuat bed nama 10,000 Struktur Organisasi Koperasi SMAN 1 2 Medan : 1.

Kepala Sekolah Kepala sekolah bertugas sebagai penanggung jawab, pengawas dan penasihat dari koperasi sekolah ini. 2. Guru ( Bu Ade, Bu Risma, Bu Sitorus) Sebagai salah satu guru yang terlibat dalam kegiatan koperasi ini. Mereka juga bertugas sebagai dewan penasihatpengawas dan pengurus. 3. Para Siswa ( Siswa-siswi SMA Negeri 12 Medan ) Sebagai anggotanya adalah para siswa siswi sekolah ini berperan untuk mengadakan dan anggota koperasi sekolah terdiri atas rapat anggota.

Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi.

Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas. 4. Pengawas Koperasi Sekolah ( Bu Sitorus ) Sebagai Anggota koperasi sekolah terdiri atas Koperasi Sekolah, Bu Sitorus harus mengawasi jalannya rapat koperasi, membimbing dan memberikan saran kepada anggotanya.

5. Pengurus Koperasi Sekolah ( Bu Ade ) Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan. Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi. Demikianlah pembahasan mengenai Koperasi Anggota koperasi sekolah terdiri atas – Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup, Landasan, Tahap, Kegiatan, Pengelolaan, Manfaat dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga : • Sekolah adalah • 8 Pengertian Sistem Jaminan Sosial Menurut Para Ahli Lengkap • Tujuan Belajar : Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis Dan Faktor • Struktur Modal • Pendidikan Non Formal – Pengertian, Manfaat, Konsep, Pentingnya Dan Contohnya • Manajemen Kelas Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Ekonomi, Umum Ditag administrasi koperasi sekolah smp, apa saja yang dijual di koperasi sekolah, arti penting pendirian koperasi sekolah, bagaimanakah status dari koperasi sekolah, barang yang dijual di koperasi sekolah, buatlah struktur koperasi sekolah, cara mendirikan koperasi sekolah, ciri ciri koperasi, ciri ciri koperasi sekolah, contoh kalimat koperasi sekolah, contoh kerja koperasi, contoh koperasi sekolah, contoh koperasi sekunder, contoh program kerja koperasi sekolah, contoh program kerja koperasi sekolah smp, contoh struktur organisasi koperasi sekolah, Definisi koperasi sekolah, deskripsi bagian koperasi sekolah, deskripsikan arti lambang gambar koperasi, fungsi koperasi sekolah, gambar koperasi sekolah, jangka waktu keanggotaan koperasi sekolah adalah, jelaskan koperasi unit desa, jelaskan pengertian simpanan pokok, jelaskan pentingnya koperasi sekolah, jelaskan tujuan didirikannya koperasi sekolah, kalimat dari koperasi sekolah, kegiatan koperasi sekolah, Keputusan Dasar, koperasi simpan pinjam, koperasi siswa, landasan dari koperasi indonesia adalah, laporan hasil observasi koperasi sekolah, makalah koperasi sekolah, manajemen koperasi sekolah, manfaat koperasi sekolah, modal koperasi sekolah, nama koperasi yang unik, pembinaan koperasi sekolah, pembukuan koperasi sekolah, pengawasan koperasi sekolah, pengelolaan koperasi sekolah, pengertian koperasi, pengertian koperasi sekolah brainly, program koperasi, program koperasi sekolah, program koperasi siswa sd, sebutkan manfaat dari koperasi sekolah, struktur koperasi sekolah doc, Struktur Organisasi Koperasi Sekolah, tata tertib koperasi sekolah, teks lho tentang koperasi sekolah, tugas rapat anggota adalah, Tujuan Koperasi Sekolah, tujuan pendirian koperasi sekolah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com• Artikel Lainnya • Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen • Harga • Ilmu Ekonomi • Kinerja Karyawan • Koperasi • Koperasi Sekolah • Kualitas Layanan Koperasi • Motivasi Berwirusaha • Partisipasi Anggota Koperasi • Pengertian Koperasi • Pengertian Produk • Perilaku Konsumen • Strategi Pemasaran Pengertian Koperasi Sekolah Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (UU nomor 25 tahun 1992 pasal 1).

Sedangkan sekolah merupakan lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Keberadaan koperasi sekolah merupakan wahana belajar bagi siswa, melalui koperasi sekolah siswa akan mengetahui, memahami dan kemudian mengimplementasikan koperasi dalam kehidupan di masyarkat.

Koperasi sekolah dibentuk dengan persetujuan rapat yang dihadiri oleh para siswa, guru, kepala sekolah dan karyawan sekolah. Dalam rapat tersebut disusun juga peraturan-peraturan yang berlaku dalam koperasi sekolah. Menurut Suwandi (1982:2) Koperasi sekolah adalah koperasi yang terdiri dari siswa-siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Tingkat Atas, Pondok Pesantren, dan Lembaga Pendidikan lainnya yang setaraf.

Jadi, koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa, sekolah, dengan bimbingan guru. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama dan seterusnya.

Keanggotaan, kepengurusan, penyelenggaraan rapat anggota, usaha yang ditangani, permodalan dan sebagainya menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku dalam koperasi.

Namun, untuk kepentingan pembinaan, pengarahan, dan pengawasan, guru-guru dapat dilibatkan dalam kepengrusan dan anggota pengawas. Tujuan Koperasi Sekolah Tujuan koperasi sekolah (Suwandi, 1982:2) antara lain: • Untuk menunjang pendidikan yang dilakukan didalam kelas dengan berbagai tindakan praktik yang berhubungan dengan kegiatan koperasi. • Koperasi sekolah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masing-masing siswa.

• Dengan menugaskan para siswa praktik berkoperasi ini juga bertujuan untuk menghindarkan terjadinya pertentangan kepentingan yang berusaha untuk mencari keuntungan dari kegiatan usaha koperasi. • Apabila praktik berkoperasi tersebut dijalankan dengan baik oleh para siswa tentu akan memperoleh keuntungan atau Sisa Hasil Usaha (SHU).

• Untuk menanamkan rasa harga diri, untuk menanamkan kesamaan derajat, dan untuk membangkitkan sikap berani mengemukakan pendapat terhadap siswa yang menjadi anggotanya. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

Modal Koperasi Sekolah Pada koperasi sekolah modal didapatkan dari berbagai sumber (Suwandi, 1982:28) yaitu : • Simpanan pokok • Simpanan wajib • Simpanan sukarela Menurut Suwandi (1982:29) modal koperasi sekolah dapat diperoleh dari sumber lain yaitu : • Hibah dapat diperoleh dari sekolah dan dari pemerintah dapat digunakan sebagai modal usaha koperasi sekolah dalam bentuk modal kerja dan juga bisa sebagai barang investasi.

• Pinjaman dari pihak ketiga biasanya di dapat dari guru atau orang tua murid. Ketatalaksanaan Koperasi Sekolah Setiap organisasi memerlukan ketatalaksanaan termasuk didalam koperasi sekolah (Suwandi, 1982:18) yaitu : • Rapat Anggota Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi yang memutuskan kebijaksanaan utama untuk menjalankan usaha koperasi.

Usaha koperasi sekolah pada dasarnya ada dua kelompok yaitu bidang organisasi yang berkaitan dengan peningkatan anggota dan bidang ekonomi yang memperjualbelikan buku dan peralatan sekolah lainnya yang dibutuhkan siswa. • Pengurus Pengurus koperasi sekolah berasal dari anggotanya yang dipilih oleh anggotanya sendiri.

• Pengawas Peranan pengawas ini sangat penting sebab merupakan mata rantai penghubung teori dengan praktek koperasi sekolah sehari-hari.

Mengingat guru anggota koperasi sekolah terdiri atas dewasa maka biasanya pengawas koperasi sekolah ini diambil dari guru yang tugasnya mengawasi jalannya koperasi sekolah.

• Badan Pemeriksa Badan pemeriksa koperasi sekolah sama halnya dengan koperasi pada umumnya yang keanggotaannya terdiri dari dan dipilih dari kalangan siswa di sekolah yang bersangkutan dengan rapat anggota. Sebaiknya badan pemeriksa terdiri dari 3 orang dan dipimpin oleh guru yang dipilih. • Penasehat Penasehat perlu ada didalam koperasi sekolah. Keanggotaan penasehat pada koperasi sekolah terdiri dari para guru dan orang tua siswa.

Penasehat ini bertugas memberikan bimbingan, dorongan dan memberikan penyuluhan pada pengurus koperasi sekolah.

CARA MENYAMPAIKAN LAPORAN KEUANGAN KOPERASI PADA ANGGOTA




2022 www.videocon.com