Denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Pameran Seni Rupa: Pengertian, Tujuan, Fungsi & Persiapan - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 8.1 Artikel Terkait Pengertian Pameran Seni Rupa Pameran seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan karya seni rupa agar dapat diapresiasi oleh masyarakat luas secara sadar melalui penyampaian yang terencana sehingga dapat terselenggara sesuai dengan tujuan.

Pameran memajang atau memamerkan karya dengan berbagai pertimbangan dari berbagai sudut pandang. Pertimangan tersebut meliputi tata letak artistik, kenyamanan penjelajahan, kuratorial, dan berbagai rangkaian acara untuk menyokongnya seperti pembukaan, penutupan, dan artist talk. Penyelenggaraannya sendiri dapat dilakukan di berbagai tempat yang umumnya adalah galeri, berupa ruang atau kesatuan bangunan yang memang dirancang untuk berpameran. Namun kegiatan ini dapat dilakukan di berbagai tempat seperti sekolah atau kampus pendidikan yang lain, hingga ke ruangan terbuka ( outdoor).

Apa yang menjadi lebih penting adalah penyusunan rencana, sarana penunjang dan persiapan pameran. Inti dalam berpameran adalah menyusun atau membangun sarana dan rangkaian kegiatan penunjang yang terencana untuk menyampaikan karya seni rupa pada masyarakat luas dengan baik. Tujuan Pameran Seni Rupa Sebetulnya, tujuan dari pameran seni rupa sangat bergantung pada keinginan serta visi dari penyelanggaranya.

Namun, secara umum, tujuan pameran seni rupa dapat digeneralisir menjadi beberapa poin di bawah ini. • Tujuan Komersial, berarti bertujuan untuk menjual karya seni. • Tujuan Sosial dan Kemanusiaan, hasil penjualan karya akan disumbangkan pada yang membutuhkan, atau pameran tidak mengadakan penjualan sama sekali. Dalam tujuan seperti ini, pameran lebih ditujukan pada pergerakan sosial.

• Tujuan Pendidikan, pameran ditujukan untuk menyebarkan pengetahuan seni untuk kemajuan seni sendiri. Tujuan utama dari pameran seni rupa adalah untuk mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang maksimal. Pameran yang tersusun dengan baik akan membuat pengunjungnya secara sadar dan sepenuhnya berusaha untuk mengapresiasi karya, berbeda dengan ketika mereka tidak sengaja melihat karya pada gulir sosial media, dsb.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Apresiasi maksimal yang dihasilkan denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi pameran itu akan sangat mempermudah tujuan lain yang diinginkan tercapai, baik secara komersial, sosial, maupun pendidikan. Salah satunya adalah penjualan karya, tentunya hal ini adalah tujuan yang paling umum untuk ditargetkan pada suatu pameran. Tidak mudah untuk menjual karya seni murni, apalagi jika karya tersebut benar-benar eksperimental.

Penjualan karya seni murni membutuhkan strategi lebih yang salah satu caranya adalah melibatkan pameran yang sukses. Namun pameran juga tidak hanya membicarakan masalah penjualan. Beberapa pameran sama sekali tidak mencari dana namun justru ingin menyuarakan isu-isu sosial dan kemanusiaan yang dianggap sedang berkecamuk di dunia, seperti: hak asasi manusia, kesetaraan gender, kerusakan alam, dsb. Selain itu, pendidikan juga menjadi tujuan utama yang sering ingin dicapai.

Pendidikan seni melalui pameran yang terselenggara dengan baik tidak hanya metransfer ilmu dan pemahan seni saja. Justru pameran yang terselenggara dengan baik akan memberikan dampak panjang pada banyak aspek lain, termasuk daya apresiasi masyarakat, penjualan karya dan regenerasi seniman di masa depan. Manfaat Pameran Seni Rupa Manfaat pameran sendiri akan menumbuhkan kemampuan masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap karya seni. Kegiatan ini akan menambah wawasan dan kemampuan kita untuk memberikan evaluasi (penilaian) karya seni secara lebih objektif (adil).

Pameran akan mempererat hubungan para pelaku seni karena akan membutuhkan kerjasama untuk menyelenggarakannya, termasuk di sekolah ataupun kampus, akan melatih kerja sama dan mempertebal pengalaman sosial.

Pameran seni juga akan melatih tanggungjawab setiap individu yang berhubungan langsung dengan kegiatan pameran dalam membuat suatu perencanaan proyek kerja seni menjadi lebih baik.

Karya yang diapresiasi dengan baik melalui pameran yang terselenggara dengan baik pula akan membangkitkan motivasi seniman dalam berkarya (Cahyono, 1994). Fungsi Pameran Seni Rupa Pameran seni memiliki fungsi utama sebagai media komunikasi antara perupa (pencipta seni/seniman) dan apresiator seni (pengamat seni).

Pameran seni rupa hakikatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada masyarakat. Sementara itu, dalam konteks pendidikan (sekolah/kampus), Nurhadiat (1996, hlm. 125) secara khusus berpendapat bahwa pameran seni memiliki fungsi sebagai berikut: • Membangkitkan motivasi berkarya seni • Berkarya seni (karena pameran membutuhkan karya untuk dipamerkan) • Pendidikan (belajar) berorganisasi • Penyegaran dari kejenuhan belajar • Meningkatkan apresiasi seni Merencanakan Pameran Seni Rupa Merencanakan pameran harus dilakukan secara sistematis dan logis agar dapat berjalan dengan lancar.

Beberapa tahapan perencanaan pameran akan dijelaskan pada poin-poin di bawah ini. 1. Menentukan Tujuan Ini adalah langkah awal yang harus diperhatikan, apakah pameran akan bertujuan komersil, menyuarakan isu sosial / kemanusiaan, dsb. 2. Menentukan Tema Pameran Penentuan tema pameran befungsi untuk memperjelas tujuan yang ingin dicapai, gunakan tema yang sesuai dengan “misi” yang ingin dilaksanakan. 3. Menyusun Kepanitiaan Penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi tempat dan instansi yang mengadakan pameran akan memastikan setiap individu bekerja sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing.

Kepanitiaan suatu pameran meliputi beberapa peran di bawah ini. • Ketua, pimpinan yang bertanggungjawab secara umum terhadap kelancaran pelaksanaan pameran • Wakil Ketua, mendampingi ketua untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dengan lebih intens berhubungan langsung dengan seksi-seksi khusus pameran. • Sekertaris, memastikan berbagai kebutuhan dokumen formal pameran seperti surat izin, pemberitahuan kepada instansi dan pihak berwenang tersedia dengan baik.

• Bendahara, bertanggungjawab penuh terhadap penerimaan, penyimpanan dan penggunaan dana yang masuk dan tersedia untuk penyelenggaraan pameran.

• Seksi Kesekretariatan, biasanya dokumen yang harus disiapkan tidak akan sedikit dan sekertaris membutuhkan tim khusus untuk membantunya. • Seksi Usaha, merupakan seksi yang khusus untuk menggalang dana baik dari peserta pameran (jika bukan pameran tunggal) maupun mencari sponsor atau sumbangan dari instansi terkait.

• Seksi Publikasi dan Dokumentasi, memastikan pameran tersebar pada khalayak luas seperti sosial media, poster, dsb. Publikasi dan Dokumentasi juga berkewajiban untuk mendokumentasikan pameran dengan baik. • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang, seksi ini berfungsi untuk memastikan penataan dan pengaturan benda-benda seni terpajang dengan baik.

Mengarahkan pengunjung melalui akses jalan yang baik, memberikan dekorasi dan atau musik serta lagu pengiring sesuai dengan tema juga merupakan tugas dari seksi ini. • Seksi Stand, bertugas untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pameran, termasuk mengarahkan dan membantu melayani pengunjung mulai dari masuk, berkeliling, hingga keluar dari ruang pameran.

• Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya, seksi yang bertugas untuk mengumpulkan dan menyeleksi karya yang sesuai dengan tema pameran yang telah ditentukan. Dalam seksi ini terdapat standar kurasi (pemilihan) yang bertepatan dengan tema, bukan hanya dinilai dari kelayakan karya saja.

• Seksi Perlengkapan, sesuai dengan namanya, seksi perlengkapan bertugas untuk menyiapkan dan mengatur semua perlengkapan seperti fasilitas dan alat-alat yang dibutuhkan untuk menyokong pelaksanaan pameran. • Seksi Keamanan, memastikan terjaganya ketertiban dan keamanan di lokasi pameran. • Seksi Konsumsi, menyiapkan kudapan dan hidangan makanan pada saat berjalannya pameran, terutama untuk tamu undangan.

4. Menentukan Waktu dan Tempat Penentuan waktu dan tempat pameran yang diselenggarakan harus disesuaikan dengan tujuan dan tema yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, jika pameran diselenggarakan di instansi pendidikan seperti sekolah, maka tentukan waktu yang tepat agar pameran mendapatkan eksposur maksimal (pengunjung yang banyak) dan tidak mengganggu kegiatan penting lainnya di sekolah, seperti hari jumat-sabtu.

Tentukan tempat yang strategis dan memadai, misalnya gedung serba guna/aula sekolah hingga ke beberapa kelas connecting. 5. Menyusun Agenda Kegiatan Menyusun agenda kegiatan dilakukan untuk memberikan panduan waktu pelaksanaan untuk semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pameran seni rupa. Agenda dapat disusun melalui tabel perencanaan yang berisikan komponen jenis kegiatan dan waktunya seperti gambar di bawah ini. Contoh jadwal agenda kegiatan pameran seni rupa 6.

Menyusun Proposal Kegiatan Proposal disusun sebagai pedoman pameran tertulis yang sistematis dan sangat bermanfaat untuk semua pihak penyelenggara denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi pihak luar yang ingin ikut terlibat secara tidak langsung, misalnya melalui sponsorship. Tentunya seperti namanya, proposal dapat digunakan untuk menjadi pengajuan resmi pada pihak lain, untuk menggalang dana maupun bantuan dalam bentuk lainnya. Sistematika penulisan proposal meliputi: nama kegiatan, tema, latar belakang, landasan/dasar penyelenggaraan, tujuan, kegiatan, susunan kepanitiaan, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dsb.

Persiapan Pameran Setelah penyusunan rencana, maka langkah selanjutnya dalam menyelenggarakan pameran seni rupa adalah melakukan persiapan konkret. Persiapan-persiapan tersebut meliputi poin-poin di bawah ini. Menyiapkan dan Memilih Karya Mengundang perupa untuk berkarya sesuai dengan tema lalu memilih karya yang akan dipajang adalaha hal mutlak untuk pameran.

Karena karya-karya tersebut adalah inti dari kegiatan pameran seni rupa. Pemilihan karya setelah karya dapat didasarkan terhadap kualitas, jenis karya yang memungkinkan didisplay di lokasi, dan kesesuaian karya terhadap tema pameran. Menyiapkan Perlengkapan Pameran Jangan lupa bahwa ini adalah tahapan persiapan, bukan hanya rencana lagi.

Maka, secara konkret berbagai perlengkapan pameran sudah harus mulai disediakan. Perlengkapan tersebut meliputi: • Ruangan pameran yang telah dipersiapkan untuk pelaksanaan pameran • Sekat partisi (panel/panil), untuk menata karya berdasarkan jenis atau temanya, dapat digunakan sebagai pengatur aliran pengujung juga. • Katalog pameran atau buku pameran yang berisi kuratorial atau teks pernyataan/gagasan kurator terhadap tema dan karya yang dipamerkan, gambar dan teks pernyataan/gagasan seniman terhadap karya yang diperlihatkan pada pameran.

• Buku tamu, untuk menampung data para pengunjung yang akan berguna sebagai laporan akhir dan evaluasi pameran. • Pencahayaan, seperti lampu sorot untuk memperjelas penampilan karya-karya yang dipamerkan, lampu penerangan, lampu ambient, dsb.

• Poster, x-banner, brosur dan media penunjang display lainnya. Terkadang beberapa pameran juga biasanya menampilkan seni instalasi untuk mengganti penunjang display ini. Pelaksanaan Pameran Ada beberapa catatan penting dalam proses pelaksanaan pameran denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi harus diperhatikan ketika pameran sudah dilaksanakan.

Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Pelaksanaan pameran seni rupa adalah puncak dari implementasi rencana dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan pameran akan berjalan dengan baik jika seluruh panitia melakukan porsinya masing-masing dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kerja kepanitiaan.

Jangan sampai panitia tidak melaksanakan pekerjaannya, karena akan berdampak pada seluruh tim yang lain. Penataan Ruang Pameran Penataan dilakukan dengan mengikuti rancangan denah yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran seni rupa adalah: • karya yang memiliki hue warna kuat, tidak didekatkan dengan komposisi warna yang lebih rendah atau halus. Hal ini dimaksudkan agar karya dengan komposisi warna halus tidak terbandingkan terhadap warna yang lebih terang sehingga tampak lebih pucat. • Karya yang memiliki komposisi warna ringan hendaknya tidak diletakan pada ruangan yang gelap, karena akan semakin memperlemah visual warnanya.

• Pencahayaan tidak boleh menyilaukan mata pengunjung. • Pemasangan karya harus hampir sejajar dengan pandangan mata pengunjung, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, untuk meningkatkan kenyamanan pemandangnya. • Jika pemasangan karya harus lebih tinggi dari pengunjung, maka condongkan karya kebawah, sehingga lebih mudah dilihat dari bawah.

• Letakan beberapa dekorasi penunjang lain seperti pot bunga, atau instalasi lain untuk membuat ruangan menjadi tampak lebih segar dan indah. • Letakan karya 3 dimensi pada karya yang dapat diintari dari berbagai sudut pandang • Kelompokan karya berdasarkan ukurannya. • Perhatikan suhu ruangan, pastikan ventilasinya baik atau gunakan AC jika diperlukan.

• Sediakan tempat sampah, terutama ditempat tersedia kudapan (Cahyono, 2002). Pembukaan Pameran Pameran biasanya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang biasanya ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, kurator dan tokoh lain yang bersangkutan dengan acara.

Pembukaan pameran adalah seremonial sekaligus pengukuhan bagi seluruh peserta pameran termasuk panitia, seniman dan pengunjung bahwa pameran telah dimulai dan dapat mulai dikunjungi oleh masyarakat luas.

Laporan Kegiatan Pameran Laporan berisikan deskripsi yang sedetail mungkin mengenai seluruh kegiatan pameran dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pameran. Kegiatan pameran juga harus berisi kelemahan dalam penyelenggaraan pameran. Laporan berfungsi sebagai alat evaluasi kegiatan sehingga kelemahan dan kekurangannya dapat dipelajari untuk menyelenggarakan pameran yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Referensi • Cahyono, Agus. (2002). Pameran dan Pergelaran. Jakarta: Universitas Terbuka. • Nurhadiat, Dedi. (1996). Seni Rupa X. Jakarta: Intermasa. Artikel Terkait Bisa dilakukan evaluasi untuk membandingkan penjadwalan dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan yang dijadwalkan berjalan lancar?

apakah waktu sesuai? dsb, tentunya harus dibuat lembar observasi untuk mengetahuinya. Selain itu dapat dilakukan survei terhadap pengunjung juga, apakah mereka puas dengan pameran yang diselenggarakan?dsb. Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan Salam sobat pendidikan sekalian dimanapun berada, berikut ini kita akan coba untuk mengurai penjelasan tentang beberapa poin diatas satu - persatu yang membahas tentang proses perencanaan pameran seni rupa dengan harapan agar uraian tersebut dapat menambah ilmu dan menjadi rujukan bagi teman sekalian.

Untuk singkatnya mari kita simak uraian berikut ini. Perencanaan suatu pameran seni rupa tentunya harus dirancang secara sistematis dan terintegrasi serta logis agar pada saat pelaksanaanya pameran tersebut bisa berjalan dengan lancar. Tentunya tanpa perencanaan yang matang maka sebuah pameran tidak akan dapat berjalan lancar sesuai dengan di harapkan. Lalu bagaimana cara merencanakan pameran? untuk menjawabnya silahkan simak penjelasannya berikut ini.

1. Menentukan Tujuan Pameran. Langkah awal perencanaan pameran seni rupa yaitu tujuan diandakannya pameran tersebut. Tujuan penyelenggaraan pameran bisa saja bertujuan untuk melakukan penggalangan dana yang bersifat komersial, sosial, bisnis, dan lainnya seperti tujuan kemanusiaan. Setelah kita mengetahui tujuan utama dari program kegiatan denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi seni rupa yang kita hendak lakukan atua laksanakan maka barulah kita bisa melangkah ke tahapan berikutnya yaitu menentukan Tema dari Pameran Seni Rupa yang hendak kita lakukan.

2. Menetukan Tema Pameran. Tema dari pameran seni rupa ditentukan setelah tujuan dari pameran seni rupa tersebut dirumuskan. Penentuan tema dari pameran bertujuan untuk memperjelas tujuan yang hendak atau yang ingin dicapai sebab dengan adanya tema, maka dapat memperjelas misi dari penyelenggaraan pameran yang akan dilaksanakan. Setelah penyusunan tema tercapai selanjudnya mari kita melakukan penyusunan kepanitiaan pameran. 3. Menyusun Panitian Pameran. Untuk mendukung kelancaran proses penyelenggaraan suatu pameran agar berjalan dengan lancar maka perlu dibuat kepanitiaan dalam bentuk organisasi kepanitiaan pameran.

Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi tempat diadakannya pameran. Pada umumnya, struktur dari kepanitiaan pameran terdiri dari panitia inti dan dibantu dengan beberapa seksi kegiatan lengkap dengan tugasnya masing.

Untuk jelasnya simak uraian berikut. Struktur Organisasi dan Tugas Panitia Penyelenggaraan Pameran a. Ketua Panitia Pameran dan Tugasnya. Ketua adalah panitia yang memimpin penyelenggaraan pameran sekaligus sebagai penanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran yang dilaksanakan. Ketua panitia diharapkan dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul sejak perencanaan hingga pelaksanaan pameran serta melakukan Evaluasi penyelenggaraan pameran.

Seorang ketua panitia sebaiknya memiliki sikap dan jiwa kepemimpinan yang tegas dan jujur dan disertai dengan sifat yang sabar dan bijaksana penuh dalam mengambil keputusan.

Selain itu ketua panitia juga harus mampu mempertanggung jawabkan setiap tugasnyamampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran tersebut. b. Wakil Ketua Pameran dan Tugasnya. Tugas wakil ketua panitia penyelenggaraan pameran adalah mendampingi ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagia hal dan memperlancar kegiatan seksi - seksi, juga mengganti ketua dalam melaksanakan tugas apabila ketua panitia berhalangan hadir dan lainnya.

Wakil ketua panitia penyelenggaraan pameran juga wajib memiliki sikap kepemimpinan yan gbaik, tegas, jujur, sabat dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang emban. c. Sekretaris Panitia Pameran dan Tugasnya. Tugas dari sekretaris pameran adalah menulis seluruh agenda kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran berlangsung mulai dari persuratan, permohonan izin keramaian dan lainnya yang berhubungan dengan pemberkasan dari suatu kegiatan. Selain itu, juga terdapat tugas lain yang tidak kalah penting, yaitu mengarsipkan surat - surat penting dan menyusunnya sesuai dengan tanggal, waktu pengeluaran surat, membuat laporan kegiatan bersama ketua, baik sebelum, sedang, dan setelah penyelenggaraan pameran selesai dilaksanakan.

d. Bendahara Panita Pameran dan Tugasnya. Seorang bendahara pameran bertanggungjawab penuh terhadap penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan dana yang masuk dan dan keluar penyelenggaraan pameran.

Bendahara harus dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolahan keuangan selama pameran berlangsung.

Maka dari itu, seorang bendahara haruslah benar - benar memiliki sifat yang jujur, cermat, sabar, tidak boros, dan tidak lepas dari rasa tanggungjawab terhadap seluruh tugas yang dilaksanakannya. e. Seksi - Seksi Kegiatan Pameran. Selain dari panitia inti kegiatan pameran tersebut diatas, juga terdapat seksi kegiatan yang dibentuk sebagai penunjang pelaksanaan pameran yang diantaranya adalah: • Seksi Kesekretariatan dan Tugasnya, Seksi usaha bertugas untuk membantu ketua dalam pencarian dana atau sumbangsi pihak, untuk menutupi biaya pameran.

Beberapa usaha yang memperoleh dana, misalnya iuran peserta pameran, sumbangan dari pihak lain seperti donatur atau para simpatisan kegiatan pameran, baik berupa uang tunai atau barang yang sangat dibutuhkan dalam proses penyelenggaraan pameran tersebut.

Tuas seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagia media, seperti surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan dan lainnya. Apa bila terdapat masalah pada pemberitahuan tersebut yang ternyata memerlukan surat izin maka dapat berhubungan dengan sekretaris penyelenggara pameran. Selain dari tugas diatas, seksi publikasi juga betugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan hasil pemotretan seputar aktifitas kegiatna pameran mulai dari awal hingga akhir kegiatan, dokumentasi parmeran ini sangat penting sebagia tolak ukur dan wawasan di masa mendatang.

Seksi ini bertugas untuk mengatur atau mendesain tata ruang penyelenggaraan pameran. Seksi ini selain untuk menghias ruang pemeran juga bertugas mengatur denah dan penempatan karya yang akan dipamerakan. Dalam penataan ruang pameran, seksi dekorasi dan penata ruang pameran perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini; • Pengaturan benda - benda yang dipajang tergantung di dinding ruang berupa lukisan, jangan sampai tercampur dengan jenis kerajinan lainnya yang dipasang di atas meja pameran, sebisa mungkin di berikan ruang yang terpisah.

• Penataan benda - benda untuk mengarahkan pengunjung agar dapat berkonsentrasi pada saat melihat atau menonton berbagia karya kerajinan yang dipamerakan. • Pemberian hiasan dekorasi ruangan diharapkan tidak terlalu berlebihan sehingga mengganggu konsentrasi penikmat karya yang dipamerkan. • Pengaturan jalan masuk dan ruang dalam pemeran sesuai dengan keinginan karya mana yang diharapkan untuk dilihat pertama kali dan karya mana yang diharapakan untuk dilihat terkahir kali.

• Penyertaan musik dan lagu sebagai pengantar dan pengisi suasana pameran bertujuan untuk membantu pengunjung menikmati karya yang dipamerkan. Penyertaan musik pengiring yang berlebihan dapat mengganggu pengunjung pameran sehingga tujuan dan apreiasi karya dapat tidak tercapai.

Seksi stand atau petugas stand bertugas untuk menjaga pameran agar pameran dapat berjalan dengan lancar, mengatur dan mengarahkan pengunjung mulai dari masuk hingga keluar dari ruang pemeran. Petugas penjaga stand diharapakan melayani para pengunjung dengan ramah dan sopan mambantu memberikan informasi tentang karya - karya yang terdapat di lokasi pameran.

Karya seni yang akan dipamerkan baik itu karya seni 2 dimensi, karya seni 3 dimensialiran dan gaya seni rupa atau seni rupa murni dari para perupa yang ada kemudian dikumpulkan dan diseleksi, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang telah ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya ini betugas untuk melakukan pencatatan dan pendataan karya seniman mulai dari nama karyanya, judul, tahun pembuatan, harga dan lainnya, serta melakukan pemilihan karya yang dipamerkan.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Seksi ini bertugas untuk mengatur berbagai perlengkapan pameran seperti alat dan fasilitas lainnya yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang dalam mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya seni yang dipamerkan.

Saat pembukaan pameran umumnya disediakan hidangan bagi tamu undangan. Seksi konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

Seksi konsumsi juga bertanggungjawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitiaan pameran, seperti menyediakan konsumsi panitia dari awal terbentuknya panitia hingga kegiatan pameran berakhir. 4. Menentukan Waktu dan Tempat Penyelengaraan Pameran. Penyusunan agenada kegiatan dimaksudkan agar dapat memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pameran.

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu dan tanggal). 6. Penyusunan Proposal Kegiatan Pameran. Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam mempersiapkan penyelenggaraan pameran.

Proposal dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran dan juga sebagai fasilitas untuk mencari atau menggalang dana kegiatan dari berbagai pihak (sponsor kegiatan) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran.
Soal Essay: • Jelaskan tujuan dari pembentukan kepanitiaan pameran • Tuliskan susunan kepanitiaan dalam sebuah pameran seni rupa • Jelaskan tugas dari ketua pelaksana dalam kepanitiaan pameran seni rupa • Sebutkan fungsi dari proposal pameran • Sebutkan elemen-elemen dalam penulisan proposal pameran seni rupa • Apa yang harus dipersiapkan panitia agar alur pengunjung pameran dapat berjalan dengan tertib • Berikan tiga contoh penataan karya seni rupa dua dimensi dalam kegiatan pameran seni rupa • Bagaimanakah menata atau memajang karya seni rupa tiga dimensi dalam pameran karya seni rupa.

• Mengapa pembukaan pameran sangat diperlukan dalam pelaksanaan pameran seni rupa • Sebutkan elemen-elemen yang ada dalam acara pembukaan pameran seni rupa • Uraikan dua manfaat dari laporan pameran seni rupa • Mengapa laporan pameran seni rupa sangat penting • Jabarkan elemen-elemen yang terdapat dalam format laporan • Elemen manakah yang paling sulit di uraikan dalam pembuatan laporan pameran seni rupa.

• Apa denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi adanya kurasi pameran seni rupa • karya yang memiliki komposisi warna yang kuat hendaknya tidak di dekatkan dengan karya yang memiliki komposisi warna lemah. • karya dengan komposisi warna yang kurang hendaknya tidak diletakkan pada ruang yang sedikit sinar karena akan semakin memperlemah warna yang ada. • pemasangan karya hendaknya sejajar dengan pandangan mata, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. 14. Elemen yang paling sulit di uraikan dalam pembuatan laporan pameran denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi rupa yaitu pembuatan nota keuangan mulai dari uang masuk sampai dengan nota uang keluar.

Sebaiknya dalam pembuatan nota keuangan ini agar dibuat dengan transparan dan akuntabel untuk menanamkan kepercayaan dari pihak sponsor • Juli 2021 21 • Juni 2021 30 • Mei 2021 29 • April 2021 32 • Maret 2021 8 • Februari 2021 1 • Januari 2021 193 • Desember 2020 614 • November 2020 616 • Oktober 2020 213 • Agustus 2020 14 • Juli 2020 1 • Juni 2020 145 • Mei 2020 73 • April 2020 3 • Maret 2020 192 • Februari 2020 64 • Januari 2020 45 • Desember 2019 8 • November 2019 23 • Oktober 2019 70 • September 2019 58 • Agustus 2019 18 • Juli 2019 29 • Juni 2019 16 • Mei 2019 6 Tampilkan selengkapnya Tampilkan lebih sedikit Edutafsi.com - Penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah merupakan salah satu kegiatan positif yang memiliki banyak fungsi bagi murid.

Tak hanya sebagai sarana apresiasi dan ajang prestasi, pameran seni rupa juga memiliki fungsi rekreasi dan fungsi edukasi. Pameran seni rupa yang diadakan di sekolah bisa menjadi salah satu media bagi murid untuk mendapat hiburan. Selain itu, dari berbagai karya seni rupa yang ditampilkan, murid juga dapat sekaligus mempelajari berbagai pengetahuan yang berhubungan dengan seni rupa. Melalui interaksi langsung dengan penyelenggara atau melalui informasi yang terlampir di setiap karyanya, murid dapat menambah pengetahuannya.

Pameran seni rupa sebagai wadah berkreasi diharapkan mampu membangkitkan semangat para murid untuk menghasilkan karya seni rupa yang berkualitas dan bernilai seni tinggi. Selain itu, pameran seni rupa juga melatih murid-murid yang bergabung dalam kepanitiaan untuk bekerjasama dan bertanggung jawab sebagai kesatuan organisasi. Dalam penyelenggaraan pameran seni rupa, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu perencanaan, pesiapan, dan pelaksanaa.

Pada kesempatan ini, edutafsi akan memparkan apa-apa saja yang perlu dilakukan ada masing-masing tahap tersebut untuk terselenggaranya suatu pameran seni rupa. #1 Perencanaan Pameran Seni Rupa Tahap awal dari penyelenggaraan suatu pameran seni rupa adalah tahap perencanaan.

Pada tahap ini disusun suatu rencana kegiatan pameran secara sistematis dan logis. Rencana kegiatan pameran meliputi berbagai aspek yang perlu diperhatikan seperti tujuan, tema, materi, kepanitiaan, tempat, waktu, dan agenda kegiatan pameran. 1). Menentukan Tujuan Pameran Meski dilakukan dalam skala sekolah yang lebih fokus pada kegiatan edukatif, tujuan penyelenggaraan pameran seni rupa juga perlu difikirkan secara matang.

Ini perlu dilakukan sebab tujuan akan mempengaruhi keseluruhan konsep atau agenda kegiatan yang akan diselenggarakan. Pameran seni rupa bisa saja dilakukan dengan tujuan edukasi, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, atau tujuan komersil dalam bentuk penggalangan dana. 2). Menentukan Tema Pameran Setelah tujuan penyelenggaraan pameran disepakati, maka selanjutnya adalah tahap penentuan tema pameran.

Tema pameran dapat disesuaikan dengan isu-isu kebudayaan atau isu pendidikan yang sedang hangat diperbincangkan namun yang jelas tema harus memperjelas tujuan yang sudah disepakati. 3). Menentukan Materi Pameran Materi pameran adalah materi atau isi yang akan diusung dalam pameran seni rupa. Materi pameran seni rupa tentu dalam bentuk karya-karya seni rupa. Beberapa karya seni rupa yang dapat dijadikan matri pameran antaralain lukisan, patung, kerajinan tangan, dan sebagainya.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Informasi penunjang terkait karya yang akan dipamerkan juga menjadi materi pameran yang harus direncanakan. Materi pameran disusun dan dikembangkan berdasarkan tema. 4). Menyusun Kepanitiaan Setelah tema dan materi pameran ditetapkan, maka selanjutnya disusun kepanitiaan. Kepanitiaan pameran umumnya terdiri dari panitia inti dan seksi pendukung. Masing-masing seksi dipimpin oleh ketua seksi dan ketua seksi bertanggung jawab kepada ketua panitia sebagai pimpinan.

Secara garis besar, kepanitiaan dibagi menjadi beberapa bagian berdsarkan tugas-tugasnya. Berikut pembagian tugas kepanitiaan dalam suatu pameran seni rupa : 1). Ketua : bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. 2). Wakil ketua : membantu ketua panitia mengurus kegiatan seksi-seksi. 3). Sekretaris : mencatat kegiatan, surat-menyurat, dan arsip surat.

4). Bendahara : mengolah keuangan untuk kegiatan pameran. 5). Seksi kesekretariatan : membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen. 6.) Seksi usaha : memnbantu ketua mencari dana. 7.) Seksi publikasi : mengatur publikasi dan laporan dokuemntasi. 8.) Seksi dokumentasi : mendokumentasika kegiatan pameran. 9.) Seksi dekorasi : mendekorasi ruangan dan menata ruang pameran.

10). Seksi stand : menjaga pameran dan memandu pengunjung. 11). Seksi pengumpulan karya : mengumpulkan dan menyeleksi karya.

12). Seksi perlengkapan : mengurus perlengkapan untuk pameran. 13). Seksi keamanan : menjaga keamanan dan ketertiban. 14). Seksi konsumsi : menyediakan dan mengatur konsumsi. 15). Seksi sound system : mengatur sound system dan musik. 4). Menentukan Tempat dan Waktu Pameran Agar pameran seni rupa dapat terselenggara secara efektif, maka panitia harus mencari waktu yang paling sesuai untuk melaksanakan pameran.

Pameran seni rupa biasanya dilaksanakan pada saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas misalnya pada minggu tenang di akhir semester, atau pada saat pengadaan acara tahunan yang memang rutin dilakukan di sekolah. Selain waktu, panitia juga harus merencanakan tempat atau ruangan yang akan digunakan untuk menyelenggarakan pameran. Penentuan tempat pameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan.

Pameran dapat dilakukan di aula, gedung serba guna, atau memanfaatkan halaman sekolah. 5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Agar waktu pelaksanaan pameran sampai secara jelas kepada semua denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi yang terkait dengan penyelenggaraan pameran tersebut, maka perlu disusun agenda kegiatan pameran.

Agenda kegiatan pameran biasanya disusun dalam bentuk tabel atau diagram dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu secara jelas. 6). Menyusun Proposal Pameran Proposal kegiatan adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja secara sistematis sebelum melaksanakan kegiatan.

Proposal mencakup berbagai aspek terkait kegiatan yang akan dilaksanakan mulai dari latar belakang, tema, tujuan, susunan paniti, anggaran biaya, jadwal, dan sebagainya.

Proposal kegiatan pameran ditujukan untuk memperoleh perizinan, dukungan, atau bantuan dana dari berbagai pihak atau sponsor. #2 Persiapan Pameran Seni Rupa di Sekolah Setelah dilakukan perencanaan secara matang dan proposal kegiatan sudah mendapat tanggapan, maka tahap selanjutnya adalah tahap persiapan. Pada tahap ini, panitia mulai bekerja untuk menyiapkan berbagai kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran.

1). Pengumpulan dan Pemilihan Karya Seni Rupa Seksi pengumpul dan seleksi karya bertugas untuk mengumpulkan berbagai karya seni rupa dan menyeleksi karya-karya yang memenuhi syarat untuk dipamerkan.

Dalam proses seleksi karya, panitia dapat melibatkan guru kesenian untuk memilih beberapa karya dari sejumlah karya yang berhasil terkumpul. Beberapa bentuk karya seni rupa yang dapat dipamerkan dalam pameran seni rupa antaralain karya gambar atau lukisan, karya hasil ukiran atau anyaman, karya hasil pahatan dalam bentuk patung, karya kerajinan tangan berupa benda hias atau benda pakai, hasil karya jahit atau rajut, rangkaian bunga, dan sebagainya.

2). Menyiapkan Ruang Pameran Seksi dekorasi dan penataan ruang bertanggung jawab untuk menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus didekorasi sedemikian rupa agar terlihat menarik dan disesuaikan dengan tema yang digunakan. Dekorasi ditujukan agar lingkungan pameran baik di luar maupun di dalam ruangan pameran terlihat indah, nyaman, dan menarik sehingga pengunjung merasa puas dan tidak jemu.

3). Penyesuaian Waktu Pameran Meskipun jadwal pelaskanaan pameran telah ditetapkan di dalam proposal dan agenda kegiatan, akan tetapi terkadang jadwal pameran masih harus disesuaikan kembali.

Jadwal harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Oleh karena itu, panitia harus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan waktunya.

4). Menyiapkan Perlengkapan untuk Pameran Seksi perlengkapan bertanggung jawab menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk pameran. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pameran seni rupa antaralain meja, sketsel atau papan panel (untuk menempelkan karya lukisan atau fotografi), pedestal (untuk kejainan tangan atau patung), panil, katalog, buku tamu, buku kesan dan pesan, poster, brosur, folder, denah lokasi, petunjuk arah, dan sebagainya.

5). Penempatan Karya Seni Rupa Seksi dekorasi dan penataan ruang juga bertanggung jawab untuk penempatan karya seni rupa. Ruang pameran harus ditata sedemikian rupa dengan pembagian tata ruang yang baik agar kegiatan pameran dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala dari segi ruangan. Untuk karya tiga dimensi seperti patung atau guci, sebaiknya diletakkan di tempat yang dapat dilihat dari berbagai sudut sehingga pengunjung dapat melihat bentuknya dari berbagai arah.

Selain itu, karya harus disusun sedemikian rupa sehingga telihat komposisi yang seimbang baik dari segi ukuran atau warna.

Untuk karya dua dimensi seperti lukisan, jika dipasang pada tempat yang lebih tinggi dari rata-rata tubuh pengunjung, maka harus dibuat condong ke bawah agar mudah dinikmati. Meski begitu, akan lebih baik jika lukisan dipasang sejajar dengan pandangan mata. Karya yang memiliki komposisi warna yang kuat sebaiknya tidak diletakkan di dekat karya dengan komposisi warna yang lemah agar lebih seimbang. Selain itu, jangan letakkan karya dengan komposisi warna yang kurang pada ruang yang minim cahya karena akan semakin memperlemah warnanya.

6). Menyiapkan Tata Cahaya Seksi perlengkapan juga bertugas menyiapkan peralatan untuk penerangan dan mengatur tata cahaya untuk pameran. Lampu penerang dipasang di setiap papan pamer (panil) atau di plafon. Pemilihan jenis lampu dan penempatannya harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu pandangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cahaya antaralain: 1). Jangan menyilaukan mata pengunjung 2).

Usahakan lampu cukup terang agar karya terlihat dengan jelas 3). Sumber cahya tidak hanya dari salah satu sudut saja 4). Usahakan agar lampu tidak mempengaruhi warna karya terutama lukisan. 7). Menyiapkan Sound System Meski tidak seperti pergelaran yang identik dengan musik dan suara, pameran seni rupa juga membutuhkan sound system.

Sound system digunakan dalam acara pembukaan dan untuk memperdengarkan musik instrumental berirama lembut selama pameran berlangsung. Musik berirama lembut berfungsi mendukung suasana pameran sehingga pengunjung lebih terhibur dan tidak merasa jenuh.

8). Menyiapkan Media Publikasi Seksi publikasi bertanggung jawab menyiapkan berbagai media publikasi untuk pengadaan penyiaran atau permberitahuan kepada murid-murid mengenai pameran yang akan dilaksanakan. Media publikasi dapat dalam bentuk brosur, iklan, siaran radio, selebaran, spanduk, dan sebagainya.

Baca juga : Tata Cara Penyelenggaraan Pameran Seni. #3 Pelaksanaan Pameran Seni Rupa di Sekolah Setelah persiapan untuk menyelenggarakan pameran seni rupa selesai dikerjakan, maka pameran pun sudah siap untuk dilaksanakan. Hari pelaksanaan merupakan hari yang mendebarkan bagi panitia sebab pada hari itulah kerja keras mereka selama persiapan dipertaruhkan.

Keberhasilan suatu pameran juga bergantung pada kerja sama panitia saat perlaksanaan berlangsung. 1). Pembukaan Pameran Seni Rupa Pelaksanaan pameran dimulai dengan acara pembukaan yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan pameran oleh Kepala Sekolah atau pihak yang mewakilinya.

2). Menyambut Tamu atau pengunjung Pada saat pembukaan berlangsung, panitia yang bertugas sebagai seksi stand atau penyambut bertugas untuk menyambut pengunjung yang datang dan meminta pengunjung untuk mengisi buku tamu. Panitia kemudian membagikan katalog pameran dan mempersilahkan pengunjung untuk menikmati jamuan yang disediakan oleh panitia.

3). Memandu Pengunjung Selain menyambut pengunjung yang datang, seksi stand juga bertanggung jawab untuk memandu pengunjung agar dapat menikmati pameran dengan nyaman.

Seksi stand harus memberikan arahan dan penjelasan kepada pengunjung terkait karya seni rupa yang dijaga atau menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari pengunjung mengenai karya tersebut. 4). Mengamati Situasi dan Kondisi Pameran Selama kegiatan berlangsung, sesekali panitia atau penyelenggara harus mengamati situasi dan kondisi pameran untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan untuk melihat apa ada masalah tertentu terkait sarana dan perlengkapan pameran.

Panitia juga perlu mengamati kondisi pencahayaan, posisi karya seni rupa yang dipamerkan, serta keutuhan dari karya-karya tersebut. Jika terjadi suatu masalah terkait hal itu, panitia harus segera mengambil langkah inisiatif untuk mengatasinya tanpa harus mempengaruhi kegiatan pameran. Dalam masalah pengamatan ini, panitia yang berada di seksi keamanan juga memegang peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamaan.

Panitia harus memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pengunjung agar mereka merasa senang menghadiri pameran tersebut. 5). Mendokumentasikan Kegiatan Pameran Seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan kegiatan pameran yang berlangsung. Panitia yang berada di seksi dokumentasi harus mengerti bagian-bagian mana saja yang perlu didokumentasikan sehingga hasil dari dokumentasi tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan terutama untuk menyusun laporan.

6). Menyusun Laporan Kegiatan Pameran Selain bertugas dalam hal surat-menyurat dan publikasi kegiatan, seksi publikasi juga betugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran. Panitia yang bertugas sebagai seksi publikasi memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan hasil pemotrtetan tentang kegiatan pameran dari awal hingga penutupan.

Melalui data-data yang dikumpulkan tersebut, dibuatlah sebuah laporan tertulis yang dibuat oleh panitia sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran seni rupa. Laporan kegiatan diserahkan kepada kepala sekolah selaku pihak yang bertangungjawab terhadap segala kegiatan di sekolah.

Laporan kegiatan tidak hanya sebagai pertanggunjawaban saja tetapi juga digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kekurangan atau kelemahan yang ada selama kegiatan berlangsung sehingga dapat diperbaiki untuk pameran di masa yang akan datang.

Baca juga : Apa Tujuan dan Fungsi Pameran? Demikian pembahasan mengenai perencanaan dan pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah yang dapat edutafsi bagikan kepada Sobat Denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi.

Jika informasi ini bermanfaat, bantu edutafsi ya membagikannya kepada teman-teman kalian di sosial media supaya manfaatnya juga mereka rasakan.
• Latest Posts • STANDARDISASI MANAJEMEN: Anak Usaha Indika Energy Group Sabet Penghargaan Dari British Standard Institute (BSI) Inggris • PERENCANAAN ORGANISASIONAL • KABUT ASAP MENYELUBUNGI BUMI INDONESIA • KEWIRAUSAHAAN • PENDAPAT SAYA TENTANG DOSEN MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN# • LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN ISO 14001 OLEH PERUSAHAAN • DAFTAR PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN ISO 14001 • SEKILAS TENTANG ISO 14001 • KASUS PENCEMARAN LINGKUNGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN HIDUP • KASUS PENCEMARAN LINGKUNGAN • Categories • Uncategorized (36) A.

Definisi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) HAKI merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, maupun lembaga untuk memegang kuasa dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakan.

Istilah HAKI merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO ( Agreement Establishing The World Trade Organization). Pengertian Intellectual Property Right sendiri adalah pemahaman mengenai hak atas kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia, yang mempunyai hubungan dengan hak seseorang secara pribadi yaitu hak asasi manusia ( human right).

Istilah HAKI sebelumnya bernama Hak Milik Intelektual yang selama ini digunakan. Menurut Bambang Kesowo, istilah Hak Milik Intelektual belum menggambarkan unsur-unsur pokok yang membentuk pengertian Intellectual Property Right, yaitu hak kekayaan dari kemampuan Intelektual.

Istilah Hak Milik Intelektual (HMI) masih banyak digunakan karena dianggap logis untuk memilih langkah yang konsisten dalam kerangka berpikir yuridis normatif. Istilah HMI ini bersumber pada konsepsi Hak Milik Kebendaan yang tercantum pada KUH Perdata Pasal 499, 501, 502, 503, 504. B. Sejarah HAKI Undang-undang mengenai HAKI pertama kali ada di Venice, Italia yang menyangkut masalah paten pada tahun 1470.

Penemu-penemu yang muncul dalam kurun waktu tersebut dan mempunyai hak monopoli atas penemuan mereka diantaranya adalah Caxton, Galileo dan Guttenberg. Hukum-hukum tentang paten tersebut kemudian diadopsi oleh kerajaan Inggris tahun 1500-an dan kemudian lahir hukum mengenai paten pertama di Inggris yaitu Statute of Monopolies (1623).

Amerika Serikat baru mempunyai undang-undang paten tahun 1791. Upaya harmonisasi dalam bidang HAKI pertama kali terjadi tahun 1883 dengan lahirnya Paris Convention untuk masalah paten, merek dagang dan desain.

Kemudian Berne Convention 1886 untuk masalah copyright atau hak cipta. Tujuan dari konvensi-konvensi tersebut antara lain standarisasi, pembahasan masalah baru, tukar menukar informasi, perlindungan mimimum dan prosedur mendapatkan hak.

Kedua konvensi itu kemudian membentuk biro administratif bernama The United International Bureau For The Protection of Intellectual Property yang kemudian dikenal dengan nama World Intellectual Property Organisation (WIPO).

WIPO kemudian menjadi badan administratif khusus di bawah PBB yang menangani masalah HAKI anggota PBB. Sebagai tambahan pada tahun 2001 WIPO telah menetapkan tanggal 26 April sebagai Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia. Setiap tahun, negara-negara anggota WIPO termasuk Indonesia menyelenggarakan beragam kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari HAKI Sedunia.

Di Indonesia, HAKI mulai populer memasuki tahun 2000 – sekarang. Tetapi ketika kepopulerannya itu sudah mencapa puncaknya, grafiknya menurun. Ketika mengalami penurunan, muncul lah hukum siber ( cyber), yang ternyata perkembangan dari HAKI itu sendiri. Jadi, HAKI akan terbawa terus seiring dengan ilmu-ilmu yang baru. seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang tidak pernah berhenti berinovasi.

Peraturan perundangan HAKI di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda dengan diundangkannya: Octrooi Wet No. 136; Staatsblad 1911 No. 313; Industrieel Eigendom Kolonien 1912; dan Auterswet 1912 Staatsblad 1912 No. 600. Setelah Indonesia merdeka, Menteri Kehakiman RI mengeluarkan pengumuman No. JS 5/41 tanggal 12 Agustus 1953 dan No. JG 1/2/17 tanggal 29 Agustus 1953 tentang Pendaftaran Sementara Paten.

Pada tahun 1961, Pemerintah RI mengesahkan Undang-undang No. 21 Tahun 1961 tentang Merek. Kemudian pada tahun 1982, Pemerintah juga mengundangkan Undang-undang No. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta. Di bidang paten, Pemerintah mengundangkan Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten yang mulai efektif berlaku tahun 1991. Di tahun 1992, Pemerintah mengganti Undang-undang No. 21 Tahun 1961 tentang Merek dengan Undang-undang No.

19 Tahun 1992 tentang Merek. C. Macam-macam HAKI Terdapat macam-macam HAKI yang ada di dunia ini, khususnya di Indonesia. Pada Prinsipnya HAKI dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu: 1) Hak Cipta • Sejarah Hak Cipta Pada jaman dahulu tahun 600 SM, seseorang dari Yunani bernama Peh Riad menemukan 2 tanda baca yaitu titik (.) dan koma (,).

Anaknya bernama Apullus menjadi pewarisnya dan pindah ke Romawi. Pemerintah Romawi memberikan Pengakuan, Perlindungan dan Jaminan terhadap karya cipta ayah nya itu. Untuk setiap penggunaan, penggandaan dan pengumuman ats penemuan Peh Riad itu, Apullus memperoleh penghargaan dan jaminan sebagai pencerminan pengakuan hak tersebut. Apullus ternyata orang yang bijaksana, dia tidak menggunakan seluruh honorarium yang diterimany. Honor titik (.) digunakan untuk keperluan sendiri sebagai ahli waris, sedangkan honor koma (,) dikembalikan ke pemerintah Romawi sebagai tanda terima kasih atas penghargaan dan pengakuan terhadap hak cipta tersebut.

• Pengertian Hak Cipta Hak cipta (lambang internasional: ©) • Pengertian hak cipta menurut Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002: Hak cipta adalah “hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).

• Pengertian hak cipta menurut Pasal 2 UUHC: Hak cipta adalah hak denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi ijin untuk iti dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya lahir denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. 2) Hak Kekayaan Industri Hak kekayaan industri terdiri dari: • Paten ( patent) Paten merupakan hak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan pesetujuannya kepada orang lain untuk melaksanakannya.

1. Merk ( Trademark) Merk adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan dipergunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

2. Rancangan ( Industrial Design) Rancangan dapat berupa rancangan produk industri, rancangan industri. Rancanangan industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi, atau komposisi, garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi yang mengandung nilai estetika dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang atau komoditi industri dan kerajinan tangan.

3. Informasi Rahasia ( Trade Secret) Informasi rahasia adalah informasi di bidang teknologi atau bisnis yang tidak diketahui oleh umum, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiannya oleh pemiliknya. 4. Indikasi Geografi ( Geographical Indications) Indikasi geografi adalah tanda yang menunjukkn asal suatu barang yang karena faktor geografis (faktor alm atau faktor manusia dan kombinasi dari keduanya telah memberikan ciri dri kualitas tertentu dari barang yang dihasilkan).

5. Denah Rangkaian ( Circuit Layout) Denah rangkaian yaitu peta (plan) yang memperlihatkan letak dan interkoneksi dari rangkaian komponen terpadu (integrated circuit), unsur yang berkemampun mengolah masukan arus listrik menjadi khas dalam arti arus, tegangan, frekuensi, serta prmeter fisik linnya.

6. Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Perlindungan varietas tanamn adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia tanaman dan atau pemegang PVT atas varietas tanaman yang dihasilkannya untuk selama kurun waktu tertentu menggunakan sendiri varietas tersebut atau memberikan persetujun kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya.

Kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh masyarakat asli tradisional ini menjadi menarik karena rejim ini masih belum terakomodasi oleh pengaturan mengenai hak kekayaan intelektual, khususnya dalam lingkup intenasional. Pengaturan hak kekayaan intelektual dalam lingkup internasional sebagaimana terdapat dalam Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs), misalnya hingga saat ini belum mengakomodasi kekayaanintelektual masyarakat asli/tradisional.

Adanya fenomena tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual yang dihasilkan masyarakat asli tradisional hingga saat ini masih lemah. Joseph E. Stiglitz (2007), dalam Making Globalization Work, mengatakan bahwa hak kekayaan intelektual memiliki perbedaan mendasar dengan hak penguasaan lainnya.1 Jika rambu hak penguasaan lainnya adalah tidak memonopoli, mengurangi efisiensi ekonomi, dan mengancam kesejahteraan masyarakat, maka hak kekayaan intelektual pada dasarnya menciptakan monopoli.

Kekuatan monopoli menciptakan persewaan monopoli (laba yang berlebih), dan laba inilah yang seharusnya digunakan untuk melakukan penelitian. Ketidakefisienan yang berkaitan dengan kekuatan monopoli dalam memanfaatkan pengetahuan sangatlah penting, karena ilmu pengetahuan dalam ekonomi disebut komoditas umum.

Joseph E. Stiglitz dalam Andri TK, Nasib HAKI Tradisional Kita, Hukum kekayaan intelektual bersifat asing bagi kepercayaan yang mendasari hukum adat, sehingga kemungkinan besar tidak akan berpengaruh atau kalaupun ada pengaruhnya kecil di kebanyakan wilayah di Indonesia.

Hal inilah yang barangkali menjadi halangan terbesar yang dapat membantu melegitimasi. Ganjar dalam Andri TK, Ibid, 2007 mengatakan penolakan terhadap kekayaan intelektual di Indonesia yaitu konsep yang sudah lamadiakui kebanyakan masyarakat Indonesia sesuai dengan hukum adat. Prinsip hukum adat yang universal dan mungkin yang paling fundamental adalah bahwa hukum adat lebih mementingkan masyarakat dibandingkan individu. Dikatakan bahwa pemegang hak harus dapat membenarkan penggunaan hak itu sesuai dengan fungsi hak di dalam suatu masyarakat.

Kepopuleran konsep harta komunal mengakibatkan HAKI bergaya barat tidak dimengerti oleh kebanyakan masyarakat desa di Indonesia. Sangat mungkin bahwa HAKI yang individualistis akan disalahtafsirkan atau diabaikan karena tidak dianggap relevan. Usaha‐usaha untuk memperkenalkan hak individu bergaya barat yang disetujui dan diterapkan secara resmi oleh negara, tetapi sekaligus bertentangan dengan hukum adat seringkali gagal mempengaruhi perilaku masyarakat tradisional.

Sangat mungkin bahwa masyarakat di tempat terpencil tidak akan mencari perlindungan untuk kekayaan intelektual dan akan mengabaikan hak kekayaan intelektual orang lain dengan alasan yang sama.

Di tengah upaya Indonesia berusaha melindungi kekayaan tradisionalnya, negara-negara maju justru menghendaki agar pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, dan sumber daya genetik itu dibuka sebagai public property atau public domain, bukan sesuatu yang harus dilindungi secara internasional dalam bentuk hukum yang mengikat.

D. Konsep HAKI Setiap hak yang termasuk kekayaan intelektual memiliki konsep yang bernama konsep HAKI. Berikut ini merupakan konsep HAKI: • Haki kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (UU & wewenang menurut hukum).

• Kekayaan hal-hal yang bersifat ciri yang menjadi milik orang. • Kekayaan intelektual kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia (karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra) – dihasilkan atas kemampuan intelektual pemikiran, daya cipta dan rasa yang memerlukan curahan tenaga, waktu dan biaya untuk memperoleh “produk” baru dengan landasan kegiatan penelitian atau yang sejenis2.

E. Dasar HAKI Karya Intelektual Berbagai karya intelektual memiliki dasar-dasar tersendiri. Berikut ini merupakan dasar dari HAKI Karya Intelektual: • Hasil suatu pemikiran dan kecerdasan manusia, yang dapat berbentuk penemuan, desain, seni, karya tulis atau penerapan praktis suatu ide. • Dapat mengandung nilai ekonomis, dan oleh karena itu dianggap suatu aset komersial. F. Bentuk (Karya) Kekayaan Intelektual Terdapat berbagai macam bentuk karya intelektual yang dapat digolongkan ke dalam bentuk HAKI.

Berikut ini merupakan bentuk (karya) kekayaan intelektual: • Penemuan • Desain Produk • Literatur, Seni, Pengetahuan, Software • Nama dan Merek Usaha • Know-How & Informasi Rahasia • Desain Tata Letak IC • Varietas Baru Tanaman G. Tujuan Penerapan HAKI Setiap hak yang digolongkan ke dalam HAKI harus mendapat kekuatan hukum atas karya atau ciptannya. Untuk itu diperlukan tujuan penerapan HAKI. Berikut ini merupakan tujuan penerapan HAKI: • Antisipasi kemungkinan melanggar HAKI milik pihak lain • Meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan intelektual • Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.

H. Pengaturan HAKI di Indonesia Pengaturan HAKI secara pokok (dalam UU) dapat dikatakan telah lengkap dan memadai. Dikatakan lengkap, karena menjangkau ke-7 jenis HAKI yang telah disebutkan di atas. Dikatakan memadai, karena dalam kaitannya dengan kondisi dan kebutuhan nasional, dengan beberapa catatan, tingkat pengaturan tersebut secara substantif setidaknya telah memenuhi syarat minimal yang ditentukan pada Perjanjian Internasional yang pokok di bidang HAKI.

Sejalan dengan masuknya Indonesia sebagi anggota WTO/TRIP’s dan diratifikasinya beberapa konvensi internasional di bidang HAKI sebagaimana dijelaskan pada pengaturan HAKI di internasional tersebut di atas, maka Indonesia harus menyelaraskan peraturan perundang-undangan di bidang HAKI. Untuk itu, pada tahun 1997 Pemerintah merevisi kembali beberapa peraturan perundangan di bidang HAKI, dengan mengundangkan: • Undang-undang No.

12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta • Undang-undang No.

13 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten • Undang-undang No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No.

19 Tahun 1992 tentang Merek Selain ketiga undang-undang tersebut di atas, undang-undang HAKI yang menyangkut ke-7 HAKI antara lain: 1) Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta 2) Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten 3) Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merk 4) Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang 5) Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri 6) Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu 7) Undang-undang No.

29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman Dengan pertimbangan masih perlu dilakukan penyempurnaan terhadap undang-undang tentang hak cipta, paten, dan merek yang diundangkan tahun 1997, maka ketiga undang-undang tersebut telah direvisi kembali pada tahun 2001. Selanjutnya telah diundangkan: • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten • Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek (khusus mengenai revisi UU tentang Hak Cipta saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR) I.

Lingkup Perlindungan HAKI HAKI memiliki ruang lingkup untuk mengetahui berbagai jenis hak intelektual yang dilindungi. Berikut ini merupakan lingkup perlindungan HAKI: a. Hak Cipta ( Copyright) World Intellectual Property Organization (WIPO) pada tahun 2001 telah menetapkan tanggal 26 April sebagai Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia: b.

Hak Milik Industri (Industrial Property) c. Paten d. Paten Sederhana e. Merek & Indikasi Geografis f. Desain Industri g. Rahasia Dagang h. Desain Tata Letak Sirkit Terpadu i.

Perlindungan Varietas Tanaman Hak Cipta (copyright) j. Melindungi sebuah karya k. Hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut Peraturan Perundangundangan yang berlaku.

l. Orang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Hak-hak tersebut adalah sebagai berikut: • hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, • hak untuk membuat produk derivative • hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. m. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. n. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu.

Ciptaan yang dapat dilindungi oleh UU Hak Cipta, diantaranya sebagai berikut: • Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain. • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang diwujudkan dengan cara diucapkan. • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. • Karya Seni, yaitu: • Seni rupa dengan segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat,seni patung, kolase dan seni terapan, seni batik, fotografi.

• Ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks. • Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, pantomim, sinematografi. • Arsitektur, Peta. • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database dan karya lain dari hasil pengalihwujudan. Hukum Kekayaan Intelektual (HAKI) di bidang hak cipta memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap tindak pidana di bidang hak cipta yaitu pidana penjara dan/atau denda, hal ini sesuai dengan ketentuan pidana dan/atau denda dalam UU No.

19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta sebagai berikut: • Pasal 72 ayat (1) : Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.

5.000.000.000,- (lima miliar rupiah). • Pasal 72 ayat (2) : Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.

500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). • Pasal 72 ayat (3) : Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

• Pasal 72 ayat (4) : Barangsiapa melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

• Pasal 72 ayat (5) : Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). • Pasal 72 ayat (6) : Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).

• Pasal 72 ayat (7) : Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.

150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). • Pasal 72 ayat (8) : Barangsiapa dengan sengaja dan denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.

150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). • Pasal 72 ayat (9) : Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). • Pasal 73 ayat (1) : Ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta atau hak terkait serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh negara untuk dimusnahkan.

• Pasal 73 ayat (2) : Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bidang seni dan bersifat unik, dapat dipertimbangkan untuk tidak dimusnahkan. Jelasnya yang dimaksud dengan “bersifat unik” adalah bersifat lain daripada yang lain, tidak ada persamaan dengan yang lain, atau yang bersifat khusus. Ketentuan pidana tersebut di atas, menunjukkan kepada pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait lainnya untuk memantau perkara pelanggaran hak cipta kepada Pengadilan Niaga dengan sanksi perdata berupa ganti kerugian dan tidak menutup hak negara untuk menuntut perkara tindak pidana hak cipta kepada Pengadilan Niaga dengan sanksi pidana penjara bagi yang melanggar hak cipta tersebut.

Ketentuan-ketentuan pidana dalam UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dimaksudkan untuk memberikan ancaman pidana denda yang paling berat, paling banyak, sebagai salah satu upaya menangkal pelanggaran hak cipta, serta untuk melindungi pemegang hak cipta. • Tinjauan Umum tentang Pengetahuan Tradisional (Traditional Knowledge = TK) Harmonisasi antaara pengetahuan modern dan pengetahuan tradisional merupakan hal penting dalam pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, konsep yang mengedepankan bahwa kebutuhan untuk pembangunan selaras dengan kebutuhan untuk pelestarian yang dapat berlangsung tanpa membahayakan lingkungan sekitarnya.

Sebagai konsekuensinya, TK telah mendapat arti penting dan menjadi isu baru dalam perlindungan HAKI. Istilah TK sebenarnya dapat diterjemahkan sebagai pengetahuan tradisional. TK merupakan denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi hukum baru yang berkembang baik ditingkat nasional maupun internasional.

TK telah muncul menjadi masalah hukum baru disebabkan belum ada instrumen hukum domestik yang mampu memberikan perlindungan hukum secara optimal terhadap TK yang saat banyak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di samping itu, di tingkat internasional TK ini belum menjadi suatu kesepakatan internasional untuk memberikan perlindungan hukum. Istilah TK adalah istilah umum yang mencakup ekspresi kreatif, informasi, know how yang denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi khusus mempunyai ciri-ciri sendiri dan dapat mengidentifikasi unit sosial.

TK mulai berkembang dari tahun ketahun seiring dengan pembaharuan hukum dan kebijakan, seperti kebijakan pengembangan pertanian, keragaman hayati (intellectual property). WIPO menggunakan istilah TK untuk menunjuk pada kesusasteraan berbasis tradisi, karya artistik atau ilmiah, pertunjukan, invensi, penemuan ilmiah, desain, merek, nama dan simbol, informasi yang tidak diungkapkan, dan semua inovasi dan kreasi berbasis tradisi lainnya yang disebabkan oleh kegiatan intelektual dalam bidang-bidang industri, ilmiah, kesusasteraan atau artistik.

Gagasan ”berbasis tradisi” menunjuk pada sistem pengetahuan, kreasi, inovasi dan ekspresi cultural yang umumnya telah disampaikan dari generasi ke generasi, umumnya dianggap berkaitan dengan masyarakat tertentu atau wilayahnya, umumnya telah dikembangkan secara non sistematis, dan terus menerus sebagai respon pada lingkungan yang sedang berubah.

J. Perlindungan Hukum HAKI Dalam Kesenian Tradisional di Indonesia 1. Pelindungan Preventif Kebudayaan (seni dan budaya) semakin disadari sebagai sebuah fenomena kehidupan manusia yang paling progresif, baik dalam hal pertemuan dan pergerakan manusia secara fisik ataupun ide/gagasan serta pengaruhnya dalam bidang ekonomi. Karenanya banyak negara yang kini menjadikan kebudayaan (komersial atau non komersial) sebagai bagian utama strategi pembangunannya.

Selanjutnya, dalam jangka panjang akan terbentuk sebuah sistem industri budaya. Dimana kebudayaan bertindak sebagai faktor utama pembentukan pola hidup, sekaligus mewakili citra sebuah komunitas. Di Indonesia, poros-poros seni dan budaya seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Denpasar (Bali) telah menyadari hal ini dan mulai membangun sistem industri budayanya masing-masing. Meski denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi beberapa kasus, industri budaya lebih merupakan ekspansi daripada pengenalan kebudayaan, tetapi dalam beberapa pengalaman utama,industri budaya justru merangsang kehidupan masyarakat pendukungnya.

Industri budaya akan merangsang kesadaran masyarakat untuk melihat kembali dirinya sebagai aktor penting kebudayaannya. 2. Perlindungan Represif Perlindungan represif hak kekayaan intelektual terhadap kesenian tradisional di Indonesia terdapat juga dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pencipta atau ahli warisnya atau pemegang hak cipta, dimana dalam hal kesenian tradisional hak ciptanya dipegang oleh Negara, denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi mengajukan gugatan ganti rugi kepada Pengadilan Niaga atas pelanggaran hak ciptanya dan meminta penyitaan terhadap benda yang diumumkan atau hasil perbanyakan ciptaan itu.

Pemegang hak cipta juga berhak memohon kepada Pengadilan Niaga agar memerintahkan penyerahan seluruh atau sebagian penghasilan yang diperoleh dari penyelenggaraan ceramah, pertemuan ilmiah, pertunjukan atau pameran karya ciptaan atau barang yang merupakan hasil pelanggaran hak cipta. Gugatan pencipta atau ahli warisnya yang tanpa persetujuannya itu diatur dalam Pasal 55 UU No.

19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yang menyebutkan bahwa penyerahan hak cipta atas seluruh ciptaan kepada pihak lain tidak mengurangi hak pencipta atau ahli warisnya untuk menggugat yang tanpa persetujuannya: • Meniadakan nama pencipta pada ciptaan itu; • Mencantumkan nama pencipta pada ciptaannya; • Mengganti atau mengubah judul ciptaan; atau • Mengubah isi ciptaan.

Prospek hukum hak kekayaan intelektual di Indonesia dalam rangka memberikan perlindungan hukum bagi kesenian tradisional dari pembajakkan oleh negara lain adalah: • Pembentukan perundang-undangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal; • Pelaksanaan dokumentasi sebagai sarana untuk defensive protection dengan melibatkan masyarakat atau LSM dalam proses efektifikasi dokumentasi dengan dimotori Pemerintah Pusat dan Daerah; • Menyiapkan mekanisme benefit sharing yang tetap.

Sumber : Nurjanah.staff.gunadarma.ac.id eprints. undip.ac.id/16220/1/AGNES_VIRA_ARDIAN.pdf lontar.ui.ac.id/file?file=digital/135803-T%2027985…Metodologi.pdf
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Aliran Seni Lukis – Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Gambar – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Aliran Seni Lukis yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, jenis, tokoh dan contoh gambar, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Dari kebanyakan pelukis biasanya akan menemukan kepauasan tersendiri dengan karya yang ia hasilkan. Para seniman dapat secara bebas untuk mengekspresikan diri dalam lukisan sehingga dihasilkan suatu karya yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

Lukisan merupakan seni rupa murni dua dimensi yang dituangkan dalam media lukis ( kanvas, kertas, dll ) dengan menggunakan alat lukis seperti cat, pensil dan lain sebagainya. Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya.

Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.

Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan Horatiusbapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan.

Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : Pameran Seni Rupa – Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan Contoh Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Neo-Klasik Antara lain sebagai berikut: • Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.

• Bentuk selalu seimbang dan harmonis. • Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis. • Raut muka tenang dan berkesan agung.

• Berisi cerita lingkungan istana. • Cenderung dilebih-lebihkan. Tokoh Aliran Seni Lukis Neo-Klasik Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867) • Aliran Seni Lukis Romantik Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi.

Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan : Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)Eksotik, kerinduan pada masa laluDigunakan untuk perasaan dari penontonnyaKecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan.

Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Romantik Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut : • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional. • Penuh gerak dan dinamis. • Warna bersifat kontras dan meriah. • Pengaturan komposisi dinamis. • Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan. • Kedahsyatan melebihi kenyataan. Tokoh Aliran Seni Lukis Romantik Tokoh-tokohnya antara lain : • Eugene Delacroix • Theodore Gericault • Jean Baptiste • Jean Francois Millet Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”.

Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedi yang dahsyat. • Aliran Seni Lukis Naturalisme Naturalisme, yaitu suatu bentuk karya seni lukis (seni rupa) dimana seniman berusaha melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Supaya lukisan yang dibuat benar-benar mirip atau persis dengan nyata, maka susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat-tepatnya.

Di dalam aliran ini berusaha menampilkan objek realistis dengan penekanan setting alam. Hal ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.

Tokoh Aliran Naturalisme Daftar tokoh aliran Naturalisme, antara lain sebagai berikut • Soeboer Doellah • William Bliss Baker • Raden Saleh • Hokusai • Affandi • Fresco Mural • Basuki Abdullah • William Hogart • Frans Hail • Aliran Seni Lukis Realisme Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu.

Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Pembahasan realisme dalam seni rupa bisa pula mengacu kepada gerakan kebudayaan yang bermula di Perancis pada pertengahan abad 19. Namun karya dengan ide realisme sebenarnya sudah ada pada 2400 SM yang ditemukan di kota Lothal, yang sekarang lebih dikenal dengan nama India. Realisme sebagai gerakan kebudayaanRealisme menjadi terkenal sebagai gerakan kebudayaan di Perancis sebagai reaksi terhadap paham Romantisme yang telah mapan di pertengahan abad 19. Gerakan ini biasanya berhubungan erat dengan perjuangan sosial, reformasi politik, dan demokrasi.

Realisme kemudian mendominasi dunia seni rupa dan sastra di Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat di sekitar tahun 1840 hingga 1880. Penganut sastra realisme dari Perancis meliputi nama Honoré de Balzac dan Stendhal. Sementara seniman realis yang terkenal adalah Gustave Courbet dan Jean François Millet. Realisme dalam seni rupaPerupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup). Perupa realis cenderung mengabaikan drama-drama teatrikal, subjek-subjek yang tampil dalam ruang yang terlalu luas, dan bentuk-bentuk klasik lainnya yang telah lebih dahulu populer saat itu.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : Seni Rupa Murni – Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh, Dan Perbedaannya Dalam pengertian lebih luas, usaha realisme akan selalu terjadi setiap kali perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto bisa dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya telah dengan lebih baik meniru penampilan fisik dan volume benda lebih denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.

Kejujuran dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-karya RembrandtBarbizon School memusatkan pengamatan lebih dekat kepada alam, yag kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme.

Di Inggris, kelompok Pre-Raphaelite Brotherhood menolak idealisme pengikut Raphael yang kemudian membawa kepada pendekatan yang lebih intens terhadap realism, yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik. Teknik Trompe l’oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.

Tokoh Aliran Realisme Daftar tokoh aliran realisme terkenal, antara lain sebagai berikut: • Karl Briullov • Ford Madox Brown • Jean Baptiste Siméon Chardin • Camille Corot • Gustave Courbet • Honoré Daumier • Edgar Degas • Thomas Eakins • Nikolai Ge • Aleksander Gierymski • William Harnett • Louis Le Nain • Édouard Manet • Jean-François Millet • Aliran Seni Lukis Impresionisme Impresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860-an.

Nama ini awalnya dikutip dari lukisanClaude Monet, “Impression, Sunrise” (“ Impression, soleil levant”). Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Pengaruh impresionisme dalam seni rupa juga merambah ke bidang musik dan sastra. Penjelasan Seni Lukis Impresionisme Seniman impresionisme pada awalnya terinspirasi oleh teori-teori Eugene Delacroix yang mulai merasakan ketidakpuasan terhadap perkembangan seni akademis pada masa itu yang denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi berkonsentrasi kepada mahzab seni lukis klasik.

Ia berpendapat bahwa lukisan tidak selamanya dibentuk dengan pengolahan garis secara berlebihan seperti dikembangkan oleh Inggris selama bertahun-tahun. Sebaliknya pengolahan bidang-bidang warna dengan penuh perhitungan akan menghasilkan bentuk lukisan yang tidak kalah menariknya.

Namun Delacroix sendiri bisa dianggap gagal melepaskan diri dari pengaruh pakem seni lukis akademi karena bagaimanapun lukisannya sendiri masih berkonsentrasi pada bentuk-bentuk secara ideal. Kemudian beberapa pelukis secara radikal melanggar aturan-aturan akademis dalam pembuatan lukisan. Lukisan ini tidak lagi berkonsentrasi pada bentuk secara mendetail dengan mementingkan kontur, volume, dan garis. Juga meninggalkan pengamatan struktural bentuk suatu objek.

Sebaliknya, suasana didapatkan dengan menangkap kesan (impresi) cahaya yang ditangkap sekilas oleh mata. Akibatnya bentuk objek menjadi lebih sederhana, tidak seperti lukisan naturalisme atau realisme. Pada awalnya tidak hanya lukisan still life dan potret saja yang dibuat di dalam ruangan, tetapi juga pemandangan. Hal inilah yang kemudian mendorong seniman impresionis untuk menemukan bahwa ada kesan yang berbeda didapatkan jika lukisan dibuat di area terbuka dengan langsung mengamati objek yang dibuat.

Mereka memakai goresan warna-warna pendek, pecah, dan sekaligus murni (dengan arti tidak disengajakan untuk dicampur di atas palet) untuk memberikan nyawa kepada lukisan. Penekanan lukisan kemudian bergeser kepada kesan keseluruhan daripada detail-detail objek tertentu. Perkembangan selanjutnya dari impresionisme adalah penemuan bahwa yang lebih penting daripada teknik impresionisme sendiri adalah pembedaan dalam sudut pandang.

Impresionisme sebenarnya adalah seni pergerakan, pose, dan komposisi dari permainan kesan cahaya yang dituangkan dalam warna-warna cerah dan bervariasi. Pada akhir denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi 19, masyarakat mulai mempercayai bahwa impresionisme adalah cara pandang yang jernih dan jujur terhadap kehidupan, meskipun secara artisitik bukanlah pendekatan yang benar dalam pembuatan karya.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : “Seni Rupa Terapan” Pengertian & ( Sejarah – Fungsi – Wujud – Bentuk – Contoh ) Puncak gerakan seni impresionisme di Perancis terjadi hampir bersamaan dengan di negara lain, antara lain diItalia dengan pelukis Macchiaioli, dan Amerika Serikat dengan pelukis Winslow Homer. Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti Post-Impresionisme, Fauvisme, and Kubisme.

Ciri Khas Seni Lukis Impresionisme Antara lain sebagai berikut: • Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.

• Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina. • Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).

• Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya. • Pengolahan sifat transparansi cat dihindari. • Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan. • Dikerjakan di luar ruangan (en plein air) Sebenarnya ciri ini hampir bisa ditemui di aliran-aliran lain, tetapi hanya impresionisme lah yang memiliki ciri tersebut secara keseluruhan dengan sengaja.

• Aliran Seni Lukis Romantisme Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, dan indah. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedi yang dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita roman. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan, warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah, pria yang lebih gagah. Ciri-Ciri Aliran Romantis Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut : • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.

• Penuh gerak dan dinamis. • Warna bersifat kontras dan meriah. • Pengaturan komposisi dinamis. • Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan. • Kedahsyatan melebihi kenyataan. • Aliran Seni Lukis Ekspresionisme Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin, imajinasi dan perasaan. Obyek-obyek yang dilukiskan antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan keinginan lain dibalik tingkah laku manusia.

Pelopor ekspresionisme : Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt, Emile Nolde, JJ. Kandinsky dan Paul Klee. Di Indonesia penganut ini adalah : Affandi, Zaini dan Popo Iskandar. • Aliran Seni Lukis Kubisme Kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque.

Prinsip-prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak.

Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui pendekatannya masing-masing pada kubisme, bentuk-bentuk karyanya menggunakan bentuk-bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran dan sebagainya) seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar-gambar poster dan lain- lain.

Kubisme sebagai pencetus gaya nonimitative muncul setelah Picasso dan Braque menggali sekaligus terpengaruh bentuk kesenian primitif, seperti patung suku bangsa Liberia, ukiran timbul (basrelief) bangsa Mesir, dan topeng-topeng suku Afrika. Juga pengaruh lukisan Paul Cezanne, terutama karya still life dan pemandangan, yang mengenalkan bentuk geometri baru dengan mematahkan perspektif zaman Renaisans. Ini membekas pada keduanya sehingga meneteskan aliran baru.

Istilah “Kubis” itu sendiri, tercetus berkat pengamatan beberapa kritikus.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Louis Vauxelles (kritikus Prancis) setelah melihat sebuah karya Braque di Salon des Independants, berkomenmtar bahwa karya Braque sebagai reduces everything to little cubes (menempatkan segala sesuatunya pada bentuk kubus-kubus kecil). Gil Blas menyebutkan lukisan Braque sebagai bizzarries cubiques (kubus ajaib). Sementara itu, Henri Matisse menyebutnya sebagai susunan petits cubes (kubus kecil). Maka untuk selanjutnya dipakai istilah Kubisme untuk memberi ciri dari aliran seperti karya-karya tersebut.

Perkembangan awal Dalam tahap perkembangan awal, Kubisme mengalami fase Analitis yang dilanjutkan pada fase Sintetis. Pada 1908-1909 Kubisme segera mengarah lebih kompleks dalam corak yang kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912.

Fase awal ini sering diberi istilah Kubisme Analitis karena objek lukisan harus dianalisis. Semua elemen lukisan harus dipecah-pecah terdiri atas faset-fasetnya atau dalam bentuk kubus. Objek lukisan kadang-kadang setengah tampak digambar dari depan persis, sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang diekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan mata yang seharusnya tampak dari depan.

Pada fase Kubisme Analitis ini, para perupa sebenarnya telah membuat pernyataan dimensi keempat dalam lukisan, yaitu ruang dan waktu karena pola perspektif lama telah ditinggalkan. Bila pada periode analitis Braque maupun Picasso masih terbelenggu dalam kreativitas yang terbatas, berbeda pada fase Kubisme Sintetis.

Kaum Kubis tidak lagi terpaku pada tiga warna pokok dalam goresan-goresannya. Tema karya-karya mereka pun lebih variatif. Dengan keberanian meninggalkan sudut pandang yang menjadi ciri khasnya untuk beranjak ke tingkat inovatif berikutnya. Baca Artikel Terkait Tentang Materi : “Seni Kriya Cetak Saring ( Sablon )” Pengertian & ( Tahapan – Cara Kerjanya ) Perkembangan karya kaum Kubis selanjutnya adalah dengan perhatian mereka terhadap realitas.

Dengan memasukkan guntingan-guntingan kata atau kalimat yang diambil dari suratkabar paper colle, kemudian direkatkan pada kanvas sehingga membentuk satu komposisi geometris. Eksperimen tempelan seperti ini lazim disebut teknik kolase. Tokoh Aliran Seni Lukis Kubisme Daftar Pelukis Kubisme, antara lain sebagai berikut: • Paul Cezane • Pablo Picasso • George Braque • Metzinger • Albert Glazez • But Mochtar • Moctar Apin • Fajar Sidik • Andre Derain denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi Aliran Seni Lukis Fauvisme Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern.

Nama fauvisme berasal dari kata sindiran “fauve” (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d’Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2.

Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre, Paris, hingga Bordeaux. Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906. Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya impresionisme, pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut.

Konsep dasar fauvisme bisa terlacak pertama kali pada 1888 dari komentar Paul Gauguin kepadaPaul Sérusier: “ How do you see these trees? They are yellow. So, put in yellow; this shadow, rather blue, paint it with pure ultramarine. These red leaves? Put in vermilion.” “Bagaimana kau menginterpretasikan pepohonan itu? Kuning, karena itu tambahkan kuning. Lalu bayangannya terlihat agak biru, karena itu tambahkan ultramarine.

Daun yang kemerahan? Tambahkan saja vermillion.” Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis.

Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail. Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh objektivitas ilmu pengetahuan seperti yang terjadi dalam aliran impresionisme, meskipun ilmu-ilmu dari pelukis terdahulu yang mereka tentang tetap dipakai sebagai dasar dalam melukis.

Hal ini terutama terjadi pada masa awal populernya aliran ini pada periode 1904 hingga 1907. Pengaruh awal dari aliran ini mungkin sekali didapat dari rintisan yang dimulai oleh karya-karya Paul Cezanne, Gustave Moreau, Paul Gauguin, maupun Vincent van Gogh. Meskipun pelukis tersebut tidak melibatkan diri kepada gerakan fauvisme dan berbeda era dengan dimulainya aliran ini, namun karyanya menjadi acuan bagi pelukis muda yang nantinya akan menjadi pelukis fauvis. Meskipun hanya berumur pendek, aliran fauvisme menjadi tonggak konsep seni rupa modern berikutnya.

Tokoh Aliran Seni Lukis Fauvisme Daftar Pelukis Fauvisme, antara lain sebagai berikut : • Henri Matisse • André Derain • Georges Braque • Albert Marquet • Henri Manguin • Charles Camoin • Henri Evenepoel • Jean Puy • Maurice de Vlaminck • Raoul Dufy • Othon Friesz • Georges Roua • Aliran Seni Lukis Dadaisme Dadaisme lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I.

Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung merefleksi kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopy lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan rongsokan barang-barang bekas.

Tokoh Aliran Seni Lukis Dadaisme Tokoh-tokoh aliran ini : Juan Gross, Max Ernst, Hans Arp, Marcel Duchamp dan Picabia. • Aliran Seni Lukis Futurisme Futurisme ialah sebuah aliran seni lukis yang lahir pada tahun 1909. Aliran ini mengatakan keindahan gerak dan dipandang sebagai pendobrak aliran Kubisme yang dianggap statis dalam komposisi, garis dan pewarnaan.

Futurisme mengabdikan diri pada gerak sehingga pada lukisan anjing digambarkan berkaki lebih dari empat. Tokoh Aliran Seni Lukis Futurisme Tokoh aliran ini : Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini, Gioccomo Ballad an Ruigi Russalo. • Aliran Seni Lukis Surrealisme Surrealisme pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra yang diketemukan oleh Apollinaire utuk menyebut dramaya.

Pada tahun 1024 dpakai oleh Andre Bizton untuk menyebutkan corak dalam seni lukis. Dalam kreativitasya corak surrealis berusaha membebaskan diri dari kontrol kesadaran, menghendaki kebebasan yang selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam hubungan-hubungannya yang aneh.

Tokoh Aliran Seni Lukis Surrealisme Pelopor Surrealisme : Joan Miro, Salvador Dali darl Andre Masson. Di Indonesia bisa disebut : Sudibio; Sudiardjo dan Amang Rahman.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

• Aliran Seni Lukis Abstraksionisme Seni abstrak dalam seni lukis ialah seni yang berusaha mengambil obyek yang berasal dari dunia batin. Obyek itu bisa fantasi, imajinasi dan mungkin juga intuisi para seniman. Karena timbul dari dalam batin. Dalam seni abstrak terbagi dua katagori besar yaitu : a. Abstrak Ekspresionisme Amerika abstrak ini terdapat dua kecenderungan yaitu : • Color Field Painting, yaitu lukisan yang menampilkan bidang-bidang lebar dan warna yang cerah. Tokohnya Pelopornya : Mark Rothko, Clyfford Stll, Adolf Got lieb, Robert Montherwell dan Bornet Newman.

• Action Painting, yaitu lukisan yang tidak mementingkan bentuk yang penting adalah aksi atau cara dalam melukiskannya. Tokohnya adalah : Jackson Polack, Willem de Koning, Frans Kliner dan; adik Twarkov. Di Perancis abstrak ekspresionesme diikuti oleh : H. Hartum Gerard Schneider, G.

Mathiew dan Piere Souloges. Kemudian yang diberi nama Technisme dipelopori : Wols Aechinsky dan Asger Yorn. b. Abstrak Geometris Abstrak Geometris disebut juga seni non obyektif.

Dipelopori oleh Kandinsky. Setelah itu bermunculan abstrak geometris yang lain dengan nama berbeda antara lain : • Suprematisme, yaitu lukisan yang menampilkan abstraksi bentuk-bentuk geometris denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi dengan tokohnya adalah kasimir Malevich.

Konsiruktivisme, sebuah corak seni rupa 3 dimensi yang berusaha menampilkan bentuk-bentuk abstrak dengan menggunakan bahan-bahan modem seperti kawat, besi, kayu dan plastik. Tokohnya Tokohnya : Vladimir Tatlin, Antonic Pevner, Naum Gabo dan A. Rodehenko. Alexander Calder karena patungnya dapat bergerak disebut Mobilisme di Amerika patung yang dapat bergerak disebut Kinetic Sculpture.

Minimal Art juga termasuk dalam kelompok konstruktivisme. Seni ini lahir karena situasi tehnologi industri yang tinggi dan karyanya cenderung kea rah aristektual. • Neo Plastisisme (De Stijil), yaitu corak seni abstrak yang menampilkan keuniversalan ilmu pasti.

Aliran ini berusaha mengembalikan pewarna kepada warna pokok dan bentuk yang siku-siku Tokohnya ialah Piet Mondarian, Theo Van Daesburg dan Bart Van Leck.

• Op Art (Optical Art), disebut juga Retinal Art yaitu corak seni lukis yang penggambarannya denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Karya ini menarik perhatian karena warnanya yang cemerlang dan seakan mengecohkan mata dengan ilusi ruang. Tokoh corak ini : Victor Vaserelly, Bridget Riley, Yacov Gipstein dan Todasuke Kawayama. • Aliran Seni Lukis Arts and Crafts Movement Arts and crafts movement adalah pergerakan estetis Inggris, Kanada dan Amerika yang terjadi pada akhir abad 19 hingga awal abad 20.

Terinspirasi dari tulisan John Ruskin dan idealisasi romantis dari seorang pengrajin yang menaruh kebanggaan pada kerajinan tangan mereka, kira-kira pada 1880 dan 1910. Arts and crafts movement ini adalah pergerakan reformasi yang mempengaruhi arsitektur, seni dekorasi, kerajinan dan juga “cottage” desain taman oleh William Robinson atau Gertrude Jekvll.

Beberapa nama yang terkenal adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Elbert Hubbard, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, William De Morgan, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, Christopher Whall.

Arts and Crafts Movement dimulai sebagai gaya yang estetis di abad 19 dan sebagai reaksi dari kebangkitan kembali gaya-gaya bersejarah dari era Victoria dan mesin-mesin hasil dari revolusi industri.

Mesin dianggap sebagai akar permasalahan, beberapa pencetus dan pendukung pergerakan ini mulai merubah dari penggunaan mesin-mesin menjadi kerajinan tangan yang cenderung terkonsentrasi pada hasil industri dengan tangan tetapi dengan hasil denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi.

Sampai saat ini, ketika Arts and Crafts movement menjadi pengaruh besar bagi perindustrian, sebenarnya bukan merupakan gerakan andi industru dan juga bukan anti modern. Beberapa golongan di eropa tetap percaya bahwa mesin tetap dibutuhkan, tapi hanya digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang membutuhkan produksi banyak dan sama.

Pada saat yang sama, pemimpin arts and crafts movement merasa bahwa obyek juga dibutuhkan. Konflik antara kualitas produksi dan desiain, serta usaha untuk menggabungkan keduanya mendominasi perdebatan menjelang abad 20. Red House, Bexleyheath, London (1859), oleh Philip Webb untuk Morris, adalah contoh karya pada awal masa masa ini. Hal ini merupakan usaha untuk mengekspresikan permukaan tekstur dengan material yang tidak biasa, seperti batu dan ubin, dengan komposisi bangunan yang tidak simetris.

Pada akhir 1890 di Amerika, grup arsitek, desainer dan pembimbing di boston, memutuskan untuk membawa bentuk baru desain yang dibuat di Inggris oleh Willian Morris ke Amerika, mereka mengajak untuk mengatur sebuah eksebisi objek-objek kerajinan.

Ketika, pengrajin, konsumen, dan penghasil menyadari potensial dan keindahan dari seni ini, proses redesain di Boston dimulai. Pameran pertama seni dan kriya di amerika diadakan pada 5 April 1897 di Copley Hall menampilkan lebih dari 1000 objek yang dibuat oleh 160 pengrajin yang setengahnya adalah wanita. Beberapa pendukung pameran ini adalah Langford Warren, penemu arsitektur Harvard, Mrs.

Richard Morris Hunt. Arthur Astor Carey, Edwin Mead, dan Will Bradley yang seorang desainer grafis. Pengaruh arts and crafts movement menyebar di berbagai belahan dunia: Di Eropa, Kualitas dan kesimpelan Arts and Crafts movement dan penggunaan materialnya menginspirasi desainer seperti Henry van de Velde dan pergerakan seni lain seperti Art Nouveau, De Stijl Belanda, Vienna Secession, dan Bauhaus.

Pergerakan ini dapat dianggap sebagai modernisasi, dimana bentuk murni, dan kepingan-kepingan asosiasi sejarah, akan sekali lagi diaplikasikan dalam industri. Di Amerika Serikat, Arts and Crafts movement lebih nampak jelas pada selera kaum borjuis.

Ketika pergerakan di Eropa berusaha untuk menciptakan kembali dunia kerajinan yang dihancurkan oleh industri, Amerika mencoba untuk mendirikan sebuah sumber baru untuk menggantikan produksi kerajinan: seperti rumah kelas menengah. Pendek kata, Arts and Crafts movement Amerika adalah lawan dari pergerakan politik. • Aliran Seni Lukis Art Nouveau Art Nouveau adalah pergerakan internasional dan gaya desain, arsitektur dan seni terapan, terutama seni dekoratif, yang memuncak pada pergantian abad ke 20.

Nama Art Nouveau berasal dari bahasa perancis yang berarti seni baru, disebut juga Jugendstil dalam bahasa jerman untuk “gaya muda”. Reaksi dari seni akademik abad 19, mempunyai ciri-ciri dari benda organik, terutama bunga dan motif-motif tanaman, berkesan indah, disertai bentuk-bentuk kurva linear. Pada mulanya, Art Nouveau dan Jugendstil bukan merupakan nama gaya, dan gaya ini diadopsi dari beberapa label yang berbeda yang menyebar di beberapa tempat.

Dua nama tadi berasal dari gallery Siegfried Bing L’Art Nouveau di Paris dan Majalah Jugend di Munich. Puncak Art Nouveau terasa di seluruh Eropa selama 15 tahun. Tokoh-tokohnya adalah Hector Guimard.

Victor Horta Magazines seperti Jugend membantu menyebarkannya di Jerman, Vienna Secessionists mempengaruhi seni di austria dan hungaria. Art nouveau juga mempengaruhi masing-masing individual seperti Gustav Klimt, Charles Rennie Mackintosh, Alfons Mucha, René Lalique, Antoni Gaudí dan Louis Comfort Tiffany, yang masing-masing dari mereka mempunyai cara yang berbeda dalam berkarya. Meskipun Art Nouveau kehilangan pamornya saat kedatangan abad 20 dan gaya-gaya modern, tapi art nouveau sekarang terlihat jelas sebagai penghubung antara sejarah neo classic dan modernisasi.

Selain itu monumen art nouveau sekarang dikenal oleh UNESCO sebagai salah satu bangunan bersejarah. Cover depan dari majalah Jugend di Jerman pada 1896, Cover buku Wren’s City Churches oleh Arthur Mackmurdo (1833), Cover buku Wren’s City Churches karya Arthur Mackmundo, dengan pola tanaman yang ritmis, sering dianggap sebagai realisasi awal art nouveau. Disaat yang bersamaan, perspektif datar dan warna-warna kuat dari ukiran Jepang, terutama yang dibuat Katsishika Hokusai, memberikan efek pada Art Nouveau.

Meskipun Art Nouveau cenderung nyata dalam lokalisasinya yang menyebar, beberapa karakteristiknya ditunjukkan dari bentuk-bentuknya.

Deskripsi yang dipublikasikan oleh majalah Pan tentang Cyclamen karya Kermann Obrist (1894), menjadi terkenal selama penyebaran Art Nouveau. Tidak hanya karya itu menjadi lebih terkenal The Whiplash, tetapi istilah “whiplash/cemeti” menjadi aplikasi dalam bentuk-bentuk kurva yang dibuat oleh para seniman pada saat itu.

Dekorasi whiplash, terbentuk dari garis yang dinamik, tidak tumpul, dan melayang dalam ritme, ditemukan di seluruh arsitektur, lukisan, patung, dan bentuk-bentuk desain lain art nouveau. Art Nouveau dianggap sebagai seni total, yang berarti merupakan gaya yang mecakup desain dalam skala besar, arsitektur, desain interior, seni dekorasi, termasuk perhiasan, perabot, tekstil, kerajinan perak, dan beberapa visual art.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Perkembangan Art Nouveau sangat terasa karena adanya Exposition Universelle tahun 1900 di Paris, yang merepresentasikan tentang gaya modern di berbagai medium.

Hal ini kemudia lebih dikenal dengan adanya Esposizione Internazionale d’Arte Decorativa Moderna tahun 1902 di Turin, Italy, dimana desainer mengadakan pameran di setiap negara Eropa dimana Art Nouveau dipraktekkan.

• Aliran Seni Lukis Art Deco Art Deco adalah pergerakan internasional seni desain yang populer dari 1925 sampai 1939, yang mempengaruhi seni dekorasi seperti arsitektur, desain interor, dan industri, termasuk juga seni visual seperti fesyen, lukisan, seni grafis dan film.

Pada waktu itu temanya adalah elegan, glamor, fungsional, dan modern. Pergerakan ini merupakan campuran beberapa gaya dan pergerakan dari awal abad 20, termasuk Neoclassical, Constructivism, Cubism, Modernism, Art Nouveau, dan Futurism. Puncak kepopulerannya di Eropa selama The Roaring Twenties dan berlanjut dengan kuat di Amerika Serikat sampai tahun 1930an. Meskipun banyak pergerakan desain mempunyai akar politik dan filosofi art deco benar-benar murni dekoratif. Art Deco mengalami kemunduran pada akhir tahun 30an dan awal 40an, dan segera dilupakan oleh publik.

Art Deco mengalami kebangkitan lagi dengan kepopuleran desaingrafis pada 1980. Art Deco banyak mempengaruhi banyak gerakan seni selanjutnya seperti Memphis dan Pop art. Pengaruh desain Art Deco diekspresikan dalam bentuk-bentuk seperti Kubisme dan Futurisme yang dekoratif.

Tema populer lainnya adalah, trapesium, zig-zag, geometris, dan bentuk campuran, yang dapat dilihat pada karya-karya awal. Contoh dari gaya dan tema ini ada di Detroit, Michigan: Fisher Building dan Guardian Building.

Art deco mempunyai karakter dengan penggunaan material seperti aluminium, stainless steel, pernis, dan kayu. Material eksotik seperti kulit hiu dan zebra juga tampak.

Penggunaan garis tebal dari bentuk-bentuk dan kurva( tidak seperti bentuk berliku-liku yang merupakan ciri Art Nouveau), pola Chevron, dan Motif seperti matahari adalah tipe art deco. Gaya khusus art deco mempengaruhi beberapa pergerakan lain yang sejenis sejak kemundurannya. Art Deco mempengaruhi gaya berikutnya seperti Memphis dan Pop Art. Art Deco juga mempengaruhi arsitektur dan gaya post modern, pada tahun 1970an. Art Deco juga tampak mempengaruhi seni kontemporer.

• Aliran Seni Lukis De Stijl De Stijl (after style; bahasa belanda dari “The Style”, dikenal sebagai neoplasticism, adalah gerakan pada tahun 1917, masa de stijl juga merupakan nama jurnal yang diterbitkan oleh pelukis, desainer, penulis, dan kritikus belanda Theo van Doesburg (1883-1931), anggota grup ini adalah Piet Mondrian (1872-1944), Vilmos Huszàr (1884-1960), dan Bart van der Leck (1876-1958), dan arsitek Gerrit Rietveld (1888-1964), Robert van ‘t Hoff (1887-1979), dan J.J.P.

Oud (1890-1963). neoplasticism denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi seni plastic baru (atau Nieuwe Beelding di Belanda). Nama De stijl berasal dari Gottfried Semper’s Der Stil in den technischen und tektonischen Künsten oder Praktische Ästhetik (1861-3), dimana lingkaran memberi kesan salah pada materialism dan functionalism.

Pada umumnya de stijl menampilkan kesederhanaan dan abstraksim pada arsitektur dan lukisam, hanya menggunakan garis lurusvertikal dan horisontal dan bentuk-bentuk persegi.

Lebih jauhnya, mereka membatasi pada warna-warna dasar, merah, biru, dan kuning, dan hitam, putih, serta abu-abu. Mereka menghindari bentuk semetri dan keseimbangan dengan penggunaan oposisi, elemen pergerakan adalah arti lain dari de stijl: “a post, jamb atau support”, hal ini banyak terlihat di karya yang menggunakan kayu.

Pada pekerjaan tiga dimensi, garis vertikal dan horisontal di posisikan pada lapisan yang tidak berpotongan, dengan membiarkan tiap elemen tetap kelihatan tanpa mengganggu elemen lainnya. Hal seperti ini dapat ditemukan pada Rietveld Schröder House dan Red and Blue Chair. Gerakan De Stijl dipengaruhi oleh lukisan kubisme seperti mysticism dan pikiran tentang bentuk geometris yang ideal di neoplatonic.

Karya de stijl mempengaruhi gaya bauhaus dan gaya internasional dan gaya arsitektur internasional seperti pakaian dan desain interior. Namun demikian, tidak mengikuru aliran-aliran desain secara umum “ism” (cubism, futurism, surrealism), tidak juga mengikuti prinsip sekolah seni seperti bauhaus.

Dalam musik, De Stijl berpengaruh pada pekerjaan Jakob van Domselaer teman dekat Mondrian. Antara tahun 1913-1916, dia menggubah Proeven van Stijlkunst(Eksperimen dalam gaya artistik), yang terinsprirasi dari lukisan Mondrian.

Karya dari anggota De Stijl menyebar di seluruh dunia, tetapi pameran De Stijl terorganisir dengan baik. Musium dengan banyak koleksi De Stijl termasuk Gemeentemuseum di The Hague) dimana banyak karya Mondrian, dan Amsterdam Stedelijk Museum, dimana banyak karya dari Rietveld dan Van Doesburg. Centraal Museum of Utrecht mempunyai koleksi Rietveld yang paling besar, dan mempunyai Rietveld Schröder House, Rietveld’s adjacent “show house,” dan the Rietveld Schröder Archives.

• Aliran Seni Lukis Konstruktivisme Istilah construction art sebenarnya pertama kali digunakan oleh Kazimir Malecivh sebegai ejekan untuk menggambarkan karya Alexander Rodchenko pada tahun 1917.

Constructivism pertama kali muncul sebagai istilah yang positif dalam karya Naum Gabo, Realistic Manifesto di 1920. Constructivism terjadi pada masa Perang Dunia pertama yang tumbuh pada saat Futurisme Russia dan terutama dari “corner counter relief” Vladimir Tatlin, yang diadakan di tahun 1915. Istilahnya itu sendiri diciptakan oleh pematung Antoine Pevsner dan Naum Gabo yang mengembangkan karya yang industrial dan kaku, ketika suatu yang abstrak dan geometri menjadi milik Suprematis-nya Kazimir malevich.

Dasar pengajaran dari gerakan baru ini dikeluarkan oleh The Commissariat of Enlightenement (NARKOMPROS), Departemen Pemerintah Pendidikan dan Kebudayaan pemerintahan Bolshevik yang denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi oleh Anatoli Vasilyevich Lunacharsky yang mengganyang Petrograd Academy of Fine Arts dan Moscow School of Painting, Sculpture and Architecture pada tahun 1918.

IZO Narkompros (Komisariat Departemen Pencerahan Seni Murni) kantor seketariat yang dibuka selama perang sipil Rusia (Rusian Civil War) oleh Futurists, mengeluarkan jurnal Art of The Commune. Fokus untuk Constructivism diMoskow adalah VKhUTEMAS, sekolah seni dan desain yang berdiri tahun 1919.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Gabo kemudian mengerti bahwa mengajar di sekolah tersebut lebih fokus ke msalah politik dan ideologi daripada membuat seni. Di samping itu, Gabo sendiri mendesain sebuah radio transmisi di tahu 1920 (dan mengirim sebuah desain ke kompetisi Palace of The Soviet tahun 1930). Constructivism sebagai teori dan praktis mendapat istilahnya dari debat seri di INKhUK (Institute of Artistic Culture) di Moskow, dari 1920-1922.

Setelah memecat pemimpin pertamanya, Wassily Kandinsky dari ‘mysticsm’, Grup pertama dari Constructivist (Luibov Popova, Alexander Vesnin, Rodchenko, Varvara Stepanova dan teoriawan Alexei Gan, Boris Arvatov dan Osip Brik) telah mencapai pada definisi dari constructivism sebagai kombinasi dari faktura: properti materi partikular dari objek dan tektonika juga kesadaran ruang dan tempat. Pada permulaannya Constructivist bekerja dalam tiga dimensi konstruksi sebagai langkah pertama partisipasi di dalam industri ; OBMOKhU (Society of Young Artist) eksibisi menunjukan komposisi 3 dimensi, oleh Rodchenko, Stepanova, Karl Ioganson dan Stenberg bersaudara.

Pada nantinya, definisinya diperluas untuk desain satu dimensi seperti untuk sampul buku, poster dengang teknik montase dan factografi menjadi konsep yang penting. Vladimir Tatlin (1885-1953) merupakan kepala cabang IZO Narkompros (Komisariat Departemen Pencerahan Seni Murni) di Moskow, tak lama sebelum ia menyusun rencana untuk karya terkenalnya Model of the Monument to the Third International yang selesai pada tahun 1920.

Sebagai sebuah alternatif abstrak untuk monumen figuratif. Pada seni visual, style atau gaya tersebut disebut ‘constructivisme’ ketika pada seni yang diaplikasikan (yang diperoleh dari frase yang bermanfaat dari seorang arsitek Sullivan, ‘bentuk mengikuti fungsi’) hal tersebut disebut ‘ fungsionalisme’. “All things in nature have a shape, that is to say a form, an outward semblance, that tell us what they are, that distinguishes them from ourselves and from each other… It is the pervading law of all things organic and inorganic, of all things superhuman, of all true manifestations of the head, of the heart, of the soul, that the life is recognizable in its expression, that form ever follows function.

This is the law.” (Rowland 1973:40). Constructivism berdiri di atas idealisme nilai abstrak, fungsional, dan kegunaan. Nilai kegunaan merupakan nilai yang paling dominan. Paham constructivism beranggapan bahwa seni harus dapat berguna dan mudah di sosialisasikan kepada masyarakat luas.

Bahwa tidak ada perbedaan seni untuk kalangan atas (borjuis) dengan kalangan bawah ( proletar ). Seniman-seniman pelopor dari gerakan Constructivist, dimana Tatlin adalah sang figur pelopor, memperlihatkan desain praktis untuk produksi massa sebagai sebuah cara berarti mengintergrasikan seni dengan rekonstruksi masyarakat.

Dengan desain communist untuk busana, tekstil, furniture, arsitektur dan merata di semua kota, para Constructivist telah mencari sebuah kreasi dari sebuah desain estetis total utnuk mengganti prilaku kebiasaan masyarakat Soviet atau mereka menyebutnya untuk “organizing pysche of the massees”. Constructvist mengambil sebuah pandangan artistik dengan tujuan untuk mencangkup unsur kognitif, aktivitas material dan keseluruhan dari spiritual umat manusia. Artis mencoba untuk membuat karya yang mampu membawa penikmat keluar dari tradisi dan membuat mereka seorang penikmat yang aktif dari karya tersebut.

Oleh karena itu para constructivist menciptakan “kamus visual” baru yang berdasarkan pada bentuk-bentuk geometris, yang mana mereka percayai bisa berbicara kepada semua orang. Mereka mengaplikasikan “kamus visual” ini dalam bentuk lukisan, furniture, fashion design, arsitektur dan sebagainya.

Constructivism merupakan respon terhadap perubahan teknologi dan gaya hidup zaman itu. Constructivism merupakan awal pergerakan yang idealis.

Hal ini menyebabkan perubahan gaya seni yang terarahkan untuk menciptakan suatu pesan yang baru pada seni dan arsitektur yang mengacu pada permasalahan sosial dan ekonomi.

Gaya Constructivism banyak menggunakan bentuk dasar seperti segi tiga, segi empat, lingkaran dan persegi panjang. Material yang sering digunakan terbuat dari kayu, seluloid, nilon, plexi-glass, karton, timahkawat. Beberapa dari para construktivist mengajar di sekolah Bauhaus, dan metode pengajaran VKhUTEMAS diangkat dan berkembang di sana. Gabo mengeluarkan sebuah versi Constructivism di Inggris pada tahun 1930an dan 1940an yang diangkat oleh para arsitek, desainer, dan seniman setelah Perang Dunia II seperti Victor Pasmore dan John Mc Hale.

Joaquin Torres Garcia dan Manuel Rendón yang memberi sarana untuk menyebarkan pergerakan Constructivism melalui Eropa dan Amerika Latin. Pergerakan para constructivist memiliki dampak yang sangat besar pada maestro modern Amerika Latin seperti : Carlos Merida, Enrique Tábara, Aníbal Villacís, Theo Constanté, Oswaldo Viteri, Luis Molinari, Estuardo Maldonado, Carlos Catasse, and Oscar Niemeyer. Arsitektur Deconstructivist oleh arsitek Zaha Hadid, Rem Koolhaas dan yang lain menjadikan Constructivism sebuah poin keberangkatan untuk pekerjaan pada akhir tahun 20an dan denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi abad 21.

Zaha Hadid, pada sketsa dan gambar-gambarnya yang berupa segitiga abstrak dan persegi menyebabkan timbulnya sisi estetika Constructivism. Meskipun secara formal hampir sama, konotasi politik sosialis dari Constructivism Rusia memberi penekanan pada aliran deconstructivist Hadid.

• Aliran Seni Lukis Futurism Futurism adalah gerakan seni yang berasal dari Italy pada awal abad 20. Merupakan fenimena yang meluas di Italy, saat itu terjadi juga gerakan di Rusia, Inggris, dan sekitarnya. Penulis Italia Filippo Tommaso Marinetti adalah pendirinya sekaligus orang yang paling berpengaruh. Dia meluncurkan gerakan dalam Futurist Manifesto nya, yang diterbitkan dalam koran perancis Le Figaro pada 20 February 1909. disana Marinetti mengekspresikan keinginan untuk menerima sesuatu yang baru, terutama politik dan tradisi.

“We want no part of it, the past”, dia menulis, “we the young and strong Futurists!” Seorang Futurist mengangumi, kecepatan, teknologi, kemudaan, dan kehebatan, mobil, pesawat, kota industri, dan semua yang menggambarkan kerajaan teknologi manusia diatas alam.

Seorang Futurists berlatih dalam setiap medium seni seperti lukisan, patung, keramik, desain grafis, desain industri, teater, film, fashion, tekstil, literatur, musik, arsitektur, dan gastronomy. Keinginan kuat Marinetti segera mempengaruhi beberapa pelukis milan Umberto Boccioni, Carlo Carrà, dan Luigi Russolo – yang ingin menyampaikan idenya dalam seni visual. (rusollo adalah seorang komposer, dan memperkenalkan ide futurisme dalam komposisinya_ pelukis Giacomo Balla dan Gino Severini mertemu marinetti pada 1910 dan mereka membuat Manifesto of the Futurist Painters.

Pelukis futurist sangat lambat dalam pengembangan gaya-gaya khususnya. Pada 1910 dan 1911 mereka menggunakan teknik Divisionism, cahaya dan warna jatuh pada satu bagian perupa titik-titik dan garis, yang diciptakan oleh Giovannu Segantini dan lainnya. Kemudian, Severini yang tinggal di Paris mulai mengadopsi Kubisme. Kubisme membantu mereka untuk menganalisa energi dalam lukisan dan mengekspresikan kedinamisan.

Adopsi dari Kubisme memutuskan gaya dari lukisan futuristik, dimana Boccioni dan Severini melanjutkan untuk memberi arsiran pada warna-warna dan garis-garis pendek pada divisionism. Tetapi pelukis Futurisme berbeda dalam subjek dan cara untuk mengadopsi kubismenya seperti Picasso, Braque, dan Gris.

Pada 1912 dan 1913 Boccioni berpindah pada seni patung dan menerjemahkannya dalam karya seni tiga dimensinya. Pada Unique Forms of Continuity in Space (1913) dia merealisasikan antara bentuk objek dan lingkungannya, yang merupakan teori dasar “dynamism”/ Patung ini menggambarkan figur yang melangkah, dibuat dengan menggunakan perunggu dan dipamerkan di Tate Gallery. Dia mengeksplorasi tema lebih jauh tentang Synthesis of Human Dynamism (1912), Speeding Muscles (1913) dan Spiral Expansion of Speeding Muscles (1913).

Idenya dalam patung dipublikasikan di Technical Manifesto of Futurist Sculpture Pada 1915 Balla juga berpindah pada seni patung dengan membuat rekonstruksi baru, yang menggunakan berbagai macam material, yang dapat bergerak bahkan menimbulkan suara. Dia berkata, setelah menggambar sekitar 20 gambar, dia mempelajari tentang kecepatan, dia mengerti bahwa “pesawat dalam sebuah kancas tidak bisa menggambarkan volume, kecepatan, dan kedalaman, saya merasa harus membuat kedinamisan yang kompleks dengan kawat besi, kain, dan kertas tissue.

Antonio Sant’Elia adalah arsitek yang paling berpengaruh pada abad 20. Ide modernisasinya diekspresikan pada sketsanya untuk “La Città Nuova” (“The New City”) (1912-1914).

Cubo-Futurism adalah sekolah denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi Rusia yang terpengaruh oleh kubisme dan berkembang pada 1913. Seperti pendahulunya, futurist RUsia – Velimir Khlebnikov, Aleksey Kruchenykh, Vladimir Mayakovsky, David Burlyuk – terobsesi pada kedinamisan, kecepatan, dan gaya hidup kota.

Mereka mencari kontroversi dan mencoba membuat masyaeakat menunggalkan seni-seni lama. Pergerakan ini menjadi sia-sia setelah revolusi pada 1917. Banyak anggotanya beremigrasi keluar. Denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi seperti Mayakovich dan Malevich menjadi anggota Soviet dan Agitprop pada 1920. Khlebnikov dihukum karena kepercayaan mereka. Musik futurisme menolak tradisi dan memperkenalkan musik eksperimental yang diperkenalkan oleh komposer abad 20.

Francesco Balilla Pratella bergabung pada gerakan futurisme pada 1910 dan menulis tentang Manifesto of Futurist Musicians dimana ia mengajak para kaum muda seperti marrinetti, karna mungkin hanya mereka yang mengerti apa yang ingin disampaikannya. Musik italia didominasi oleh opera. Futurism adalah satu dari beberapa gerakan pada abad 20 dalam seni musik. Futurism mempengaruhi banyak pergerakan pada abad 20 seperti Art Deco, Vorticism, Constructivism, Surrealism dan Dada.

Futurism berakhir pada 1944 dengan meninggalnya Marinetti sebagai pemimpinnya, kemudian futurisme diambil alih oleh karya fiksi yang menggambarkan masa depan. Ide Futurisme masih tersisa dalam budaya barat. Masa muda, kecepatan, kekuatan, dan teknologi terekspresi dalam film dan budaya modern.

Seperti manga/anime, beberapa film barat yang terpengaruh oleh perkataan Marinetti. Futurisme menghasilkan beberapa reaksi seperti cyberpunk, kemunculan internet. • Aliran Seni Lukis Bauhaus Merupakan sebuah aliran ( gaya ) arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius pada tahun 1919. Pelopor International Style dan mengenalkan konsep “form follows function”, yaitu bentuk bangunan mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut.

Bauhaus memiliki pengaruh besar terhadap arsitektur dunia. Sejarah institusi Bauhaus Jerman Bauhaus merupakan ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur.

Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York1932. Akibat perbedaan ideologi, pada 1914 Deutscher Werkbund terpecah dua, menjadi kelompok Typisierung yang dipimpin Peter Behrens dan Mutheseus serta kelompok Kunstwollen yang dipimpin oleh Henry van de Velde, Hugo Haering, Hans Poelzig dan Bruno Taut.

Walter Gropius termasuk dalam kelompok Kunstwollen yang pada akhirnya mendirikan Bauhaus di kota Wiemar, Jerman, pada 1919. Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan,sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan.

Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia. Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme.

Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga-seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri-desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus. Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976).

Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten.

Mereka dikenal sebagai Master of Form. Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga-seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri-desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi.

Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri.

Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh 2 (dua) arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.Deutscher Werkbund adalah nama kelompok diskusi yang terdiri dari seniman muda, arsitek muda, penulis muda, pengrajin muda dan kalangan industri, yang pada awal berdirinya, kelompok ini beranggotakan 12 seniman dan 12 pemilik industri dan dianggap denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi kelas menengah waktu itu.

Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Selain itu, diskusi ini juga mengarah pada usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur.

Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York, 1932. Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts).

Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain.

Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.

Sistem ini diperkenalkan oleh Johannes Itten-seorang pelukis modern-yang bergabung sebagai pengajar di Bauhaus pada 1920 dan membina mahasiswa baru dalam kuliah-kuliah pendahuluan. Itten sebelumnya pernah belajar ilmu kebatinan dalam filsafat timur Persia Kuno. Metoda pendidikan yang berbau mistik ini berlangsung sampai Itten berhenti dari Bauhaus pada 1923. Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus. Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu.

Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal. Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau.

Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer-seorang arsitek Swiss kawakan-pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri.

Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya. Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan-yang kebanyakan berupa bangunan pabrik-terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi.

Selain denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream-The International Style.

Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. • Aliran Seni Lukis Pop Art Istilah pop art pertama kali muncul dari tulisan seorang kritikus Inggris, Lawrence Alloway pada akhir 1950an yang menggambarkan apa yang ia lihat sebagai perubahan atidunal kontemporer pada subjek dan teknik seni.

Nggak berisi content-content langka seperti cerita mitos atau legenda yang secara tradisional sering menjadi subjek seni murni, dalam Pop art yang menjadi inspirasi adalah budaya barat buat iklan-iklan produk. Populer di Inggris sekitar pertengahan 1950an dan di Amerika pada awal 1960an, Pop art fokus pada objek yang sering ditemukan sehari-hari dibuat dengan adopsi seni komersial.

Sementara itu para seniman juga banyak mengadaptasi budaya populer seperti dari film layar lebar, komik, iklan, dll. Poster karya Milton Glaser Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari.

Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar. Andy Warhol bukanlah seniman pertama yang mengadaptasi iklan menjadi sebuah seni, sampai saat ini ia diakui sebagai praktisi pop art terbaik.

Dengan karyanya, “200 Campbell’s Soup Cans” (1962) dan “Marylin Monroe Diptych” (1962), Warhol mencoba mengangkat reproduksi mekanis dari status seni murni.

Andy Warhol – “Marylin Monroe Diptych” (1962) Pop art didesain berdasarkan masyarakat dan untuk masyarakat, walaupun hanya bisa dibuat oleh orang-orang tertentu. Popularitas pop art kemudian memudar di akhir era 60an setelah munculnya seni abstrak ekspresionis, namun kini pop art sudah mulai diminati lagi dan popularitas dua aliran seni itu kini sangat hebat.

Demikianlah pembahasan mengenai Aliran Seni Lukis – Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Gambar semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Seni Budaya Ditag alat dan bahan seni lukis, aliran lukisan dan contohnya, aliran naturalisme, aliran realisme, aliran seni lukis barat, aliran seni lukis beserta contohnya, aliran seni lukis brainly, aliran seni lukis dan contohnya, aliran seni lukis dan tokohnya, aliran seni lukis kubisme, aliran seni lukis naturalisme, aliran seni lukis realisme, aliran seni lukis representatif, aliran seni lukis yang mudah digambar, bentuk bentuk seni lukis, ciri ciri aliran seni lukis dadaisme, ciri ciri seni lukis, contoh kliping seni lukis beserta gambarnya, contoh seni lukis, contoh seni patung, fungsi karya lukisan nusantara, fungsi seni lukis, gambar seni lukis, gambar seni patung, gaya seni lukis, jenis jenis seni lukis, jenis jenis seni lukis hias, konsep seni lukis, lukisan acak acakan, lukisan dadaisme beserta pelukisnya, lukisan impresionisme, lukisan metamorfosa beraliran, lukisan surealisme, macam macam aliran seni lukis dan penjelasannya, macam macam aliran seni rupa beserta gambarnya, macam macam pewarna untuk melukis, macam-macam aliran seni lukis, pelukis yang beraliran ekspresionis adalah, pementasan seni musik, pengertian dimensi dalam seni, pengertian seni lukis brainly, sejarah seni lukis, seni lukis abstrak, seni lukis adalah brainly, seni lukis daerah, seni lukis kolaborasi dengan patung, seni patung adalah, surealisme adalah, tanda tanda aliran impresionisme, teknik lukisan aquarel, teknik seni lukis, tema seni lukis, tokoh aliran romantisme, tokoh aliran seni lukis kubisme yang terkenal yaitu, tokoh dan karya aliran realisme, tokoh pelukis dengan aliran realisme adalah, tujuan berkarya seni lukis, unsur seni lukis Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.ComMENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 2.6.

Sebarkan ini: Sketsa merupakan gambaran atau lukisan pendahuluan yang kasar ringan, semata-mata garis besar atau yang belum selesai. Selain itu, sketsa hanya digunakan sebagai pengingat-ingat saja. Dalam penerapannya umumnya digunakan berupa catatan singkat tanpa terdapat bagian-bagian kecil yang mengemukakan gagasan tertentu. Sketa sendiri akan digunakan sebagai dasar untuk membuat sebuah rancangan dari film animasi, maka dari hal tersebut, seorang animator memang harus mempunyai pengetahuan yang lebih berupa suatu sketsa sehingga memiliki tujuan dan fungsi yang dapat membantu terciptanya berupa karya.

Sketsa atau sket ( sketch) pada umumnya dikenal sebagai bagan atau rencana bagi sebuah lukisan. Dalam pengertian tersebut, lebih merupakan gambar kasar, yang bersifat sementara, baik diatas kertas maupun juga diatas kanvas, yang bertujuan lebih lanjut sebagai lukisan.

Pengertian Sketsa Pengertian sketsa secara etimologi berasal dari bahasa Yunani dari kata ‘Shedios extempore’, kemudian diadopsi ke bahasa Inggris berarti ‘sketch’, yang dimana pengertian adalah ‘begitu saja tanpa persiapan’.

Sedangkan persamaan arti kata sketsa antara lain: ‘coretan, gambar, ilustrasi, buram, coret, rencana, draf, konsep, skenario, ikhtisar, rangka, rang-rangan, reka bentuk.

Kalau di sederhanakan, pengertian sketsa adalah pra rancangan gambar dengan medium garis. Kata sketsa jika terkait karya ciptaan maka muncul sebutan ‘sketser’ artinya (pencipta/seniman). Karena sketsa atau sketser selalu menerapkan secara esensi adanya sebuah emosi, ekspresi dan intuisi kedalaman kesan objek maka muncul lagi kata gambar (drawing).

Hasil dari akhir sikap seorang senima atau disebut sebagai para sketser adalah dapat dikaji melalui kematangan goresannya sebelum ia mewujudkan berupa karya cipta seni rupa jadi. Katakanlan melalui topik tulisan ini memilih gambar ‘sketsa’. Sketsa atau sket dalam bahasa Inggris ‘Sketchs, berdasarkan arti dari pematung adalah “rancangan awal atau bagan atau rencana ketika ia membuat suatu lukisan.

Artinya menurut kelazimannya itu, sketsa mengarah ke gambar kasar, yang bersifat temporer, baik di atas kertas maupun juga berada di atas kanvas, sehingga suatu saat dapat berwujud ‘lukisan yang sesungguhnya’ (Ekoprawoto, Amran: 1997). Pengertian Sketsa Menurut Para Ahli • Menurut But Muchtar Menurut But Muchtar (1987) seorang tokoh pendidik bahwa pengertian sketsa dalam seni sketsa adala ungkapan yang paling esensial, yang memiliki fungsi sebagai media dalam proses kreativitas tapi sekaligus sebagai sebuah karya.

• Menurut Effendi Menurut Oesman Effendi (1978) bahwa sketsa adalah merupakan perpaduan dari melihat, merasakan, menghayati, berpikir, ekspresi, empati serta bersikap. Sehingga sketsa adalah kepekaan dari suatu intuisi. Selain itu juga berupa kedalaman jiwa seniman sebagai proses penginderaan yang totalitas dari seseorang terhadap suatu objek yang akan direkam. Baca Juga : Materi Seni Tari Salah seorang pelukis pernah meulis bahwa seni sketsa adalah suatu bentuk garis uyang terdiri berupa titik, garis luru dan garis lengkung.

Warna tak terbilang banyak ragamnya. Walaupun hanya berupa garis. Namun garis tersebut terdapat dua-tiga macam itu dapat melontarkan atau menyusun kembali warna yang tak terhingga itu. • Menurut KBBI Ada baiknya kita pahami dulu pengertian sketsa ini termasuk segala kaitannya dengan yang lain. Berdasarkan KBBI sketsa sebagai berikut • Lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya) • Gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan • Pelukisan dengna kata-kata terkait suatu hal berupa garis besar; tulisan singkat; ikhtisar ringkas; • Berupa adegan pendek di tiap pertunjukan drama (Muliono, Anton 1995).” • Menurut Meyers Menurut Meyers (1969), pengertian sketsa adalah gambar catatan.

Ia membedakannya dengan gambar karya lengkap dan gambar karya studi. Dalam karya studi, gambar merupakan eksplorasi teknis atau bentuk untuk penyelesaian lukisan, patung, dan lain-lain. Umumnya penggambarannya bersifat menyoroti suatu rincian dari bagian-bagian tertentu, seperti anatomi kepala, tangan ataupun bahu, draperi, dan sebagainya demi mempelajari bentuk orang.

Jenis-Jenis Sketsa Menurut Kusnadi,seorang kritikus seni rupa, mengungkapkan bahwa dalam seni rupa, sketsa dibagi menjadi dua yaitu: • Sketsa sebagai seni murni atau sketsa yang berdiri sendiri, dan juga sekaligus sebagai suatu media ekspresi. • Sketsa ‘Voor Studie’, sebagai media untuk studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya yang akan dibuat berdasarkan sketsa. Berdasarkan pendapat Kusnadi tersebut dapat diartikan bahwa kedua jenis sketsa ini mempunyai perbedaan yang mendasar.

Letak perbedaannya adalah pada fungsi. Jenis sketsa pertama memiliki fungsi sebagai ekspresi, sedangkan pada jenis sketsa yang kedua sebagai media studi. Baca Juga : Budaya Organisasi – Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Pentingnya, Tujuan & Jenisnya Sehingga apabila dibandingkan dengan sketsa jenis ‘voor studie’, maka sketsa murni tersebut lebih ekspresif, karena sketsa murni dapat dijadikan media untuk berekspresi yang tidak terlalu terikat dengan masalah bentuk, proporsi, anatomi dan sebagianya yang tidak pernah dilanjutkan menjadi sebuah karya seni rupa lainnya, akan tetapi berhenti/selesai sebagai suatu karya sketsa murni atau berdiri sendiri.

Fungsi Sketsa Dengan demikian dari kedua jenis sketsa tersebut terdapat dua sisi kegunaan. Keseluruhan bidang yang terdapat dalam seni rupa, baik itu berupa seni murni ( finet art) lukis, patung dan seni grafis, atau seni terdapat (applied art) kriya/kerajinan, desian grafis, desian interior-eksterior, arsitek bahkan sampai kepada perancangan busana dan teknologi modern tidak dapat lepas dari suatu kegiatan perancangan visual.

Sketsa merupakan suatu pilihan yang paling tepat. Ketsa di sini merupakan rancangan pendahuluan yang kasar dari sebuah karya lukis, kriya, busana, arsitek dan sebagainya. Berikut adalah beberapa fungsi sketsa. • Seni Murni • Sebagai Media Studi • Sketsa sebagai media ekspresi untuk mengungkapkan ide dan perasaan. • Berfungsi sebagai seni patung.

Sketsa pada seni patung banyak diterapkan dalam sebuah perancangan pembuatan patung. Penjelasan sketsa pada patung tersebut dapat diuraikan pada bahan ajar sketsa.

• Seni Terapan Sketsa berfungsi dalam seni terapan sebagai media perancanngan awal sebelum diwujudkan dalam bentuk gambar bekerja secara lengkap. Gambar sketsa tersebut dijadikan sebagai suatu sarana eksplorasi dan sekliagus sebagai komunikasi awal dalam perancang (yang menggambar) atau orang lain, baik itu pemesan maupun juga orang yang akan dipercaya sebagai suatu pelaksana untuk merealisasikan produknya.

Dengan demikian, pengerjaan suatu produk akan dapat lebih mudah dipahami pelaksanaannya, dicermati sketsa yang dilengkapi dengan gambar kerja disertai notasinya.

• Busana Sketsa juga dapat dimanfaatkan oleh para perancang busana. Mereka melakukan eksplorasi sketsa beberapa kali dalam mendapatkan sebuah rancangan yang dapat memuaskan selera pemakainya. Dalam bidang perencanaan adi busana atau fashion sketsa umumyna didominasi unsur garis. Garis tersebut berfungsi untuk membentuk desain busana secara global, potongan, serta draperi kain. Setelah ada sketsa yang terpilih kemudian dibuat berupa pola-pola busana.

Baca Juga : Aliran Seni Lukis – Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Gambar • Arsitek Perancangan awal sebuah bangunan yang dimanfaatkan sketsa sebagai media eksplorasi. • Teknologi Pemanfaatan media sketsa dapat berfungsi untuk perancangan suatu produk. • Ilmu Pengetahuan Sktesa juga memiliki manfaat yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Sketsa berfungsi sebagai alat bantu dalam penelitian ilmiah. Pendidikan Seorang pengajar, ketika tidak menunjukkan suatu benda yang sebenarnya sebagai model pembelajaran, dapat menunjukkan gambar atau foto dari benda-benda tersebut.

Namun cara seperti demikian membutuhkan waktu dan biaya yang lebih banyak. Oleh karena itu, menggunakan media sketsa, merupakan alternatif yang efektif dan juga efisien dalam suatu proses pembelajaran, karen dapat dibuat oleh pengajar sendiri secara langsung dan juga cepat. Pengajar ketika membuat sketsa sekaligus dapat langsung menjalaskan materi ajar yang divisualkan dalam bentuk sketsa. Baca Juga : Tujuan Seni Manfaat dan Tujuan Mempelajari Sketsa • Sebagai media latihan untuk menggores dengan lancar, bebas dan spontan sesuai dengan bentuk objek yang dipilih.

denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi

• Sebagai media untuk studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya dalam mempelajari objek yang diinginkan. • Sebagai media eksplorasi untuk mendapatkan ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam karya seni rupa misalnya, desian, lukis, patung dan sebagainya (sketsa sebagai rancangan karya yang akan dibuat).

• Sebagai media ekspresi dalam bentuk seni sketsa murni. Komposisi Sketsa Komposisi yang artinya susunan dalam seni rupa memiliki arti menyusun atau menata unsur-unsur seni rupa. Dengan mengatur komposisi dengan baik, maka akan terwujud karya sketsa yang baik. Oleh karena itu, komposisi memegang peranan penting sebab dengan komposisi akan diperoleh nuansa harmonis.

Beberapa bagian komposisi seperti berikut. • Komposisi garis Komposisi garis adalah garis yang memiliki peran utama di dalam membentuk komposisi. Jenis garis yang dapat membentuk komposis: komposisi garis lurus; komposisi garis lengkung. • Komposisi warna Merupakan susunan warna-warna pada suatu bidang. Harmonis tidaknya tergantung bidang-bidang yang diatur menjadi harmonis. • Komposisi bidang Komposisi bidang adalah garis-garis yang kita susun akan membentuk suatu susunan bidang.

Susunan daripada bidang-bidang yang diatur menjadi harmonis. Baca Juga : Seni Teater – Pengertian, Sejarah, Fungsi, Ciri, Jenis dan Unsur • Komposisi bentuk Komposisi bentuk dihasilkan dari beberapa unsur garis.

Keharmonisan dari komposisi bentuk ditentukan dari berbagai faktor unsur-unsurnya: komposisi simetris; komposisi asimetris; komposisi sentral; komposisi diagonal. Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam membuat gambar sketsa : • Membuat kerangka gambar yang terdiri dari garis-garis vertikal, horizontal,diagonal maupun garis melengkung secara tipis-tipis.

• Menggambar garis sekundernya, misalnya melukis kerangka kotak/kubus dalamkeadaan tipis. • Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar. Ketebalan sesuai dengankarakter jenis garis yang diinginkan Terdapat beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk membuat gambar sketsa : • Media gambar : kertas gambar (kertas HVS, kertas manila, kertas padalarang,kertas roti, kertas kalkir, kertas sketsa).

• Alat gambar manual : pensil, rapido. • Alat gambar digital : komputer dengan program Computer Aided Design (CAD),digital pen, software design grafis. • Alat bantu gambar : light box, scanner, meja gambar, mesin gambar, mistargambar segitiga, busur derajat, mal, sablon, dan penghapus. Kekuatan garis bergantung pada kertas yang dipergunakan. Makin kasar kertas yangdigunakan, makin gelap goresan pensil yang diperoleh. Sebaliknya makin licin kertas, makin abu-abu goresan itu.

Pensil adalah salah satu media gambar yang murah, mudah ditemukan, mudah digunakan dan bisa dibawa kemana saja. Banyak sekali macam dan jenis potlot/pensil sesuai dengan penggunaannya, antara lain: • Pensil biasa Pensil biasa dengan batang kayu relatif murah, dapat dipakai untuk membuat berbagaimacam goresan, dan dapat digunakan untuk menutup bidang gambar dan membuat bayangan.

• Pensil keras (Hard/H) Pensil jenis ini memiliki tingkat dan kwalitas kekerasan mulai dari 9 H (sangat keras)kemudian F. Pensil jenis ini biasanya banyak dipakai untuk menggambar mistar, karenajenisnya yang keras tersebut.

Semakin keras tingkatan isi pensil, semakin dapatdigunakan untuk menghasilkan garis-garis yang padat, halus dan tipis. Baca Juga : Seni Lukis • Pensil sedang (Medium/HB) Pensil ini dipakai untuk membuat desain/sket/gambar rencana, baik untuk gambardekorasi maupun gambar reklame.

• Pensil lunak (Soft/B) Isi pensil yang lunak dapat menghasilkan garis-garis yang padat, gelap dan nada gelapterang.

Untuk hampir semua gambar tangan bebas, pensil jenisB merupakan jenis pensil yang banyak manfaatnya. Jenis pensil ini banyak dipakai untukmenggambar potret, benda atau pemandangan alam dalam warna hitam putih. • Konte Berwarna hitam arang dan berbeda dengan pensil biasa karena mempunyai goresanyang tebal dan lebar. Dibedakan pula menjadi : • Hard / H / Keras • Medium / HB / Sedang • Soft / B / Lunak Demikian penjelasan artikel diatas tentang Pengertian Sketsa – Fungsi, Tujuan, Aturan, Manfaat, Dasar, Unsur semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia kami.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Seni Budaya Ditag alat dan media menggambar sketsa, analisis membuat sketsa, apa fungsi sketsa dalam gambar ilustrasi coba jelaskan, apa manfaat membuat sketsa, apa manfaat membuat sketsa gambar, aturan dalam membuat sketsa, ciri ciri sketsa, elemen dasar nirmana adalah…, fungsi sketsa, fungsi sketsa dalam desain grafis, fungsi sketsa dalam pembuatan animasi, fungsi sketsa gambar teknik, gambar cerita denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi bertema, gambar ilustrasi adalah, jelaskan pengertian denah, jelaskan pengertian sketsa dalam seni rupa, jelaskan sketsa gambar garis besar, jelaskan unsur-unsur dalam seni rupa, jelaskan yang dimaksud dengan gambar teknik, jelaskan yang dimaksud dengan teknik arsir, jelaskan yang dimaksud menggambar sketsa, jenis jenis sketsa, jenis jenis sketsa dan keuntungannya, komposisi dan unsur dalam sketsa, konsep sketsa, maksud dari gambar sket adalah, manfaat kerajinan mozaik, manfaat sketsa dan aturan membuat sketsa, patung termasuk karya titik-titik dimensi, pengertian bidang dan bentuk, pengertian dari gambar cerita adalah, pengertian prototype produk, Pengertian Sketsa, pengertian sketsa cepat yaitu, pengertian sketsa dalam desain grafis, pengertian sketsa denah pameran seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi para ahli, pengertian sketsa menurut para ahli minimal 5, pengertian sketsa murni, pengertian sketsa pdf, peranan sketsa, perbedaan teknik kering dan teknik basah, prinsip sketsa, sebelum membuat sketsa harus membuat, sebutkan 13 jenis ilustrasi, sebutkan 4 unsur dalam menggambar, sebutkan bagian-bagian dari meja gambar, sebutkan jenis pewarnaan dalam ilustrasi, sebutkan macam-macam pensil untuk menggambar, sebutkan objek gambar imajinatif, sebutkan unsur-unsur biaya produksi, sebutkan unsur-unsur sketsa, semua karya seni rupa terdiri dari, sketsa adalah brainly, sketsa makalah, sketsa murni adalah, teknik komposisi adalah, teknik sketsa, terangkan dasar dasar dalam pembuatan sketsa, tujuan evaluasi pameran, tujuan sketsa, tuliskan fungsi dari rancangan, unsur unsur sketsa Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

PAMERAN KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI & 3 DIMENSI




2022 www.videocon.com