Ibukota sumatera barat

ibukota sumatera barat

Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS ibu kota sumatera barat. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll.

Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel ibukota sumatera barat Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media ibukota sumatera barat Musik • Humaniora • Humaniora • Ibukota sumatera barat • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Ibukota sumatera barat • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Era lompatan kuantum.

Begitu yang terjadi dalam seperlima abad ini. Keputusan-keputusan berani layak diambil oleh seorang pemimpin. Apapun pilihan keputusan itu, bakal masuk mahkamah opini. Tersedot pusaran arus lubuk perebutan ruang publik. Selama meja palanta lapau tidak disingkirkan. Pemain lawan tak dicederai. Kepala botak tidak ditandukkan.

Tentu tak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi bagi yang belum disebut sebagai pemimpin dalam ranah hukum negara. Mereka yang sedang memanjat batang pinang pilihan raya yang dipenuhi gomok. Saling menginjak badan, bahu, dan kepala yang lain.

Bertelanjang hingga sepinggang dan bawah pinggang. Ditertawakan segala pihak. Terutama oleh kaum bundo kanduang. Bagi yang sarawanya telanjur lepas, tak mengapa juga. Penonton yang menjadi wasit yang banyak tertawa adalah simbol utama Indeks Kebahagiaan Warga.

Jadi, kenapa takut berjanji? Pidato berapi? Jangan justru jadi badut. Berbalut bedak. Bertopeng ajaib. Jiwa Anda bakal terbelah. Tak bisa keluar dari fase panjat pinang itu. Pilihan yang tersedia satu: menjadi Joker. Walau semua orang potensial menjadi Joker, tak mesti lewat jalur pilihan raya, bukan? Bacalah. Teori-teori kritis dalam ilmu sosial adalah pijakan paling kuat - walau tetap gamang, seperti berpijak di lumpur gambut Kalimantan - dalam mengarungi pergantian abad baru. Walau sangat sulit dipahami, pascamodernisme dan pascstruktural telah mengambil alih sejumlah pemerintahan.

Bukan saja menggantikan pemikiran berlogo kiri, kanan, atau jalan ketiga hasil kompromi Antony Giddens, tentu. Negara-negara yang tak hendak berubah, disingkirkan oleh badai krisis, baik yang bersifat tunggal, ataupun multi-dimensional. Yang paling tragis adalah nasib para pemimpin yang nyaman dengan strukturalisme. Mereka yang melupakan usia. Yang distrukturkan bukan lagi pemikiran dalam bentuk ideologi, tetapi diri sendiri, berikut DNA terdekat dalam genetika kekuasaan.

Walau dikenang atau dikenal sebagai pahlawan dalam revolusi yang paling berdarah sekalipun, tetap saja sosok tua dan renta yang tak mau berubah dihoyak pikiran-pikiran anti kemapanan. Tiga nama bisa dijadikan sebagai contoh abad ini. Ketiga nama itu berasal dari dunia Islam. Satu, Saddam Hussein yang menjadi Ibukota sumatera barat Irak sejak 16 Juli 1979 sampai 9 April 2003. Atau selama 24 tahun.

Selama 11 tahun, Saddam ibukota sumatera barat Wakil Presiden Irak, sejak 1968. Dua, Hosni Mubarak yang menjadi Presiden Mesir sejak 14 Oktober 1981 sampai 11 Februari 2011. Atau hampir 30 tahun. Sejak 1975, selama enam tahun, Hosni menjadi Wakil Presiden Mesir. Tiga, Muammar Khadafi yang menjadi Presiden Libya sejak 1 September 1969 hingga 20 Oktober 2011. Atau lebih dari 42 tahun. Sebelum itu, Khadafi adalah seorang perwira militer berpangkat letnan.

Cerita tentang ketiganya?
[ff 1] Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik [1] yang memiliki 34 ibu kota provinsi. Meskipun frasa ibu kota menggunakan kata kota, pada kenyataannya, tidak semua ibu kota provinsi di Indonesia berupa kota. Hal ini terjadi pada ibu kota negara, Jakarta, [2] yang menjadi ibu kota Provinsi Daerah Ibukota sumatera barat Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) [3] dan juga merupakan Provinsi DKI Jakarta itu sendiri.

Selain itu, ibu kota provinsi yang bukan merupakan kota terdapat pula di beberapa provinsi lainnya, yaitu Sulawesi Barat dan Papua Barat yang beribu kotakan kabupaten, [4] [5] Kalimantan Utara yang beribu kotakan kecamatan, [6] dan Maluku Utara yang beribu kotakan kelurahan.

[7] Selama sejarah berdirinya Indonesia, telah terjadi beberapa kali pemindahan ibu kota negara, begitu pula yang terjadi di Maluku Ibukota sumatera barat yang ditandai dengan perpindahan ibu kota dari Ternate ke Sofifi pada 2010. [8] Pemindahan ini dilakukan karena menurut dasar hukum Maluku Utara, UU Nomor 46 Tahun 1999, ibu kota Maluku Utara ialah Sofifi. [9] Namun, karena keterbatasan infrastrukur Sofifi, Ternate dijadikan ibu kota sementara. [10] Provinsi Kalimantan Barat pun telah merencanakan pemindahan ibu kota dari Pontianak dengan melakukan studi kelayakan.

[11] Selain itu, sempat ada upaya pemindahan ibu kota Maluku dari Ambon ke Makariki, [12] namun tidak terwujudkan. [13] Jakarta yang sekaligus berperan sebagai ibu kota Provinsi DKI Jakarta [3] dan negara [2] merupakan ibu kota provinsi terbesar di Indonesia dengan penduduk sebesar 10.177.924 jiwa pada 2015, [14] sedangkan ibu kota terkecil adalah Sofifi dengan penduduk sebesar 1.783 jiwa pada 2013. [15] Jika ditinjau dari sisi geografis, ibu kota terbesar di Indonesia adalah Mamuju dengan luas wilayah 5.064,19 km², [16] sedangkan yang terkecil juga Sofifi dengan luas 20,98 km².

[15] Daftar isi • 1 Daftar ibu kota • 2 Lihat pula • 3 Catatan kaki • 3.1 Catatan • 3.2 Rujukan Daftar ibu kota [ sunting - sunting sumber ] Keterangan Daerah khusus Daerah istimewa Ibu kota bukan kota † Data 2015 ‡ Data 2013 * Proyeksi Daftar ibu kota provinsi di Indonesia ini mengandung peringkat ibu kota, nama provinsi, nama ibu kota, data kependudukan ibu kota (jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, dan kepadatan penduduk), luas wilayah ibu kota, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ibu kota, dan kepala daerah ibu kota.

Di samping itu, daftar ini memiliki fitur warna dan simbol yang maknanya bisa dilihat di tabel keterangan. Setelah itu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat melihat daftar yang akan disebutkan berikut ini. • Kolom "Nomor" menampilkan nomor ibu kota dari 1–34 berdasarkan urutan provinsi menurut Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

[18] • Kolom "Nama" menampilkan nama provinsi menurut Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. • Kolom "Ibu Kota" menampilkan nama ibu kota tanpa diawali jenis pembagian administratifnya. • Kolom "Luas Wilayah (km²)" menampilkan luas wilayah daratan ibu kota.

Nomor Nama [18] Ibu Kota Kependudukan (2016) [b] Luas Wilayah (km²) IPM ( 2021) [19] Kepala Daerah [c] Jumlah Pertumbuhan Kepadatan (jiwa/km²) 1 Aceh Banda Aceh [20] 254.904 [21] +1,84% [22] 4.552,00 [23] 61,36 [24] 85,71 Aminullah Usman [25] 2 Sumatra Utara Medan [26] 2.229.408 [27] +0,85% [27] 8.409,69 [27] 265,10 [28] 81,21 Bobby Nasution [29] 3 Sumatra Barat Padang [30] 914.968 [31] +1,39% [32] 1.316,58 [33] 694,93 [34] 82,90 Hendri Septa 4 Riau Pekanbaru [35] 1.064.566 [36] +2,55% [36] 1.638,75 [36] 632,26 [37] 81,58 Firdaus [38] 5 Jambi Jambi [39] 583.487 [40] +1,29% [41] 2.838,25 [40] 205,58 [42] 79,12 Syarif Fasha [43] 6 Sumatra Selatan Palembang [44] 1.602.071 [45] +1,36% [45] 3.999,08 [45] 400,61 [46] 78,72 Harnojoyo [47] 7 Bengkulu Bengkulu [48] 359.488 [49] +2,33% [49] 2.369,73 [49] 151,70 [50] 80,54 Helmi Hasan [51] 8 Lampung Bandar Lampung [52] 997.728 [53] +1,88% [53] 5.058,96 [53] 197,22 [54] 77,58 Eva Dwiana 9 Kepulauan Bangka Belitung Pangkalpinang [55] 200.326 [56] +2,10% [57] 1.720,00 [58] 118,41 [59] 78,57 Maulan Aklil 10 Kepulauan Riau Tanjungpinang [60] 204.735 [61] +1,25% [61] 855,00 [62] 150,86 [63] 78,93 Rahma 11 Daerah Khusus Ibukota Ibukota sumatera barat Jakarta [d] [3] 10.177.924 † [14] +1,02% † [64] 15.366,87 † [65] 662,33 [66] 81,56 Anies Baswedan [e] [67] 12 Jawa Barat Bandung [68] 2.490.622 [69] +0,37% [70] 14.886,27 [69] 167,31 [71] 81,96 Ridwan Kamil [72] 13 Jawa Tengah Semarang [73] 1.602.717 [74] +0,47% [74] 4.289,00 [75] 373,70 [76] 83,55 Hendrar Prihadi [77] 14 Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta [78] 417.744 [79] +1,22% [79] 12.853,66 [79] 32,50 [80] 87,18 Haryadi Suyuti [81] 15 Jawa Timur Surabaya [82] 2.862.406 [83] +0,49% [84] 8.758,62 [83] 326,81 [85] 82,31 Eri Cahyadi 16 Banten Serang [86] 643.205 † [87] +1,92% † [88] 2.412,00 † [89] 266,74 [90] 72,44 Syafrudin Syafe'i 17 Bali Denpasar [91] 897.300 [92] +1,90% [92] 7.022,23 [92] 127,78 [93] 84,03 I Gusti Ngurah Jaya Negara 18 Nusa Tenggara Barat Mataram [94] 459.314 [95] +2,02% [96] 7.493,00 [97] 61,30 [98] 79,14 Mohan Roliskana 19 Nusa Tenggara Timur Kupang [99] 402.286 [100] +2,92% [100] 2.232,00 [101] 180,27 [102] 79,74 Jefirtson Riwu Kore [103] 20 Kalimantan Barat Pontianak [104] 618.388 [105] +1,80% [105] 5.736,00 [106] 107,82 [107] 79,93 Edi Rusdi Kamtono 21 Kalimantan Tengah Palangka Raya [108] 331.115 [109] +27,42% [110] 112,00 [111] 2.678,51 [112] 80,82 Fairid Naparin 22 Kalimantan Selatan Banjarbaru [113] 262.719 ibukota sumatera barat +1,71% [114] 848,00 [114] 72,67 [115] 79,26 Aditya Mufti Ariffin 23 Kalimantan Timur Samarinda [116] 812.597 † [117] +1,96% † [118] 1.132,00 † [119] 718,00 [120] 80,76 Andi Harun 24 Kalimantan Utara Tanjung Selor [f] [6] 49.242 † [121] 72,65 † [122] 677,77 [123] 71,80 Hardiasyah [g] 25 Sulawesi Utara Manado [124] 427.906 [125] +0,53% [125] 2.721,01 [125] 157,26 [126] 79,20 Andrei Angouw 26 Sulawesi Tengah Palu [127] 374.020 [128] +1,61% [128] 946,74 [128] 395,06 [129] 81,70 Hadianto Rasyid 27 Sulawesi Selatan Makassar [130] 1.469.601 [131] +1,39% [132] 8.360,93 [131] 175,77 [133] 82,66 Ramdhan Pomanto [134] 28 Sulawesi Tenggara Kendari [135] 359.371 [136] +3,42% [137] 1.215,00 [138] 295,89 [139] 84,15 Sulkarnain Kadir 29 Gorontalo Gorontalo [140] 195.468 [141] +0,81% [142] 2.963,43 [141] 65,96 [143] 77,41 Marten Taha [144] 30 Sulawesi Barat Mamuju [h] [145] 138.698 [146] +2,52% [146] 54,00 [147] 5.064,19 [16] 68,32 Siti Sutinah Suhardi [i] 31 Maluku Ambon [148] 427.934 [149] +3,96% [149] 1.190,52 [149] 359,45 [150] 81,23 Richard Louhenapessy [151] 32 Maluku Utara Sofifi [j] [9] 1.783 ‡ [15] 84,99 ‡ [15] 20,98 [15] 70,99 Bustamin Ibukota sumatera barat [k] [152] 33 Papua Jayapura [153] 288.786 [154] +1,87% [154] 307,22 [154] 940,00 [155] 80,11 Benhur Tomi Mano [156] 34 Papua Barat Manokwari [l] [157] 162.578* [158] +2,69%* [158] 51,02 [159] 3.186,28 [160] 72,07 Hermus Indou [m] - Indonesia Jakarta [n] [2] 10.177.924 † [14] +1,02% † [64] 15.366,87 † [65] 662,33 [66] 80,06 Anies Baswedan [o] [67] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Daftar provinsi di Indonesia • Daftar kabupaten di Indonesia • Daftar kota di Indonesia • Daftar provinsi di Indonesia menurut IPM • Daftar provinsi di Indonesia menurut PDRB • Daftar provinsi di Indonesia menurut PDRB per kapita Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Berdasarkan prinsip penyingkatan nama kota SNI.

[17] • ^ Tidak semua ibu kota memiliki data kependudukan terbaru (tahun 2016). Data kependudukan ibu kota yang data tahun 2016-nya belum tersedia akan menggunakan data tahun terakhir. • ^ Kepala daerah aktif maupun nonaktif. • ^ Istilah Jakarta merujuk pada Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Menurut UU Nomor 29 Tahun 2007, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan daerah otonom pada tingkat provinsi.

[2] • ^ Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. • ^ Tanjung Selor merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan. [6] • ^ Camat Tanjung Selor. • ^ Kabupaten Mamuju. [4] • ^ Bupati Mamuju. • ^ Sofifi merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

[7] • ^ Lurah Sofifi. • ^ Kabupaten Manokwari. [5] • ^ Bupati Manokwari. • ^ Istilah Jakarta merujuk pada Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Menurut UU Nomor 29 Tahun 2007, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan daerah otonom pada tingkat provinsi. [2] • ^ Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Undang Undang Dasar 1945". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Sekretariat Jenderal DPR RI. Diakses tanggal 16 April 2018.

ibukota sumatera barat

• ^ a b c d e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (PDF). Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2007. hlm. 1. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b c "Provinsi DKI JAKARTA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-19. Diakses tanggal 7 April 2018.

• ^ a b Penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (PDF). Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2004. hlm. 4. • ^ a b "Sekilas Papua Barat". Situs Resmi Provinsi Papua Barat. Provinsi Papua Barat. Diakses tanggal 17 April 2018. • ^ a b c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (PDF). Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

2012. hlm. 7. • ^ ibukota sumatera barat b Asdhiana, I Made (30 Juni 2014). "Sofifi, Ibu Kota Nan Sepi". Kompas.com. Diakses tanggal 16 April 2018. • ^ Hiar, Hairil (13 Juli 2017). "Ternate ke Sofifi, Pengalaman Pindah Ibu Kota Maluku Utara". liputan6.com. Diakses tanggal 21 April 2018. • ^ a b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun ibukota sumatera barat tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 1999. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Yuli (4 Agustus 2010). "SBY Resmikan Perpindahan Ibu Kota Maluku".

KOMPAS.com. Diakses tanggal 21 April 2018. • ^ Saragih, Sahat Oloan (8 Desember 2017). "Ibu Kota Provinsi Kalbar Direncanakan Pindah". beritasatu.com. Diakses tanggal 21 April 2018. • ^ Leonardo, Daniel; Tarmizi, Tasrief (20 Agustus 2013). "Pemindahan Ibu Kota Provinisi Maluku 24 Agustus - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 21 April 2018. • ^ "Jangan Gegabah Pindah Ibukota Provinsi Maluku". Suara Pembaruan. 17 September 2013. Diakses tanggal 21 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta, 2015".

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. 24 Januari 2017. Diakses tanggal 9 April ibukota sumatera barat. • ^ a b c d e Sosilawati; Nababan, Mangapul L.; Wahyudi, Ary Rahman; Mahendra, Zhein Adhi; Massudi, Wibowo; Utami, Sekar (2017).

Handayani, Amelia; Nababan, Mangapul L., ed. Sinkronisasi Program dan Pembiayaan Pembangunan Jangka Pendek 2018–2020 Keterpaduan Pengembangan Kawasan denga Infrastruktur PUPR Kepulauan Maluku dan Papua. Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian Pekerjaan Ibukota sumatera barat dan Perumahan Rakyat. hlm. 79. ISBN 9786026119049. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b "Luas Wilayah menurut Kecamatan Kabupaten Mamuju, 2010-2016".

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. 30 Desember 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ SNI 7657:2010 Singkatan nama kota (PDF). Badan Standardisasi Nasional. 2010. hlm. 2. • ^ a b "Provinsi". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-20. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". Badan Pusat Statistik. 2021. Diakses tanggal 1 Maret 2022. • ^ "Provinsi ACEH". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-26. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, 2010-2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. 28 Desember 2016. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Pertumbuhan Penduduk Provinsi Aceh Berdasarkan Kabupaten/Kota, 2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

8 September 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota (Jiwa/km2), 2009-2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. 28 Desember 2016. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Banda Aceh Menurut Kecamatan (Km2), 2013". Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. 8 Juli 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Wali Kota". Portal Resmi Kota Banda Aceh.

Humas Setdakota Banda Aceh. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi SUMATERA UTARA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal ibukota sumatera barat April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Sumatra Utara 2011-2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara.

3 Oktober 2017 ibukota sumatera barat. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Medan Menurut Kecamatan, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Medan. 16 Januari 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Profil Pejabat Daerah". Pemerintah Kota Medan. DInas Kominfo Medan. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi SUMATERA BARAT". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-18. Diakses tanggal 7 April 2018.

• ^ "Penduduk Provinsi Sumatra Barat, 2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat. 16 Mei 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Barat, 2010, 2014, dan 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat. 24 Mei 2016. Diakses tanggal 12 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2005-2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat. 16 Mei 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Padang, 2016". Badan Pusat Statistik Kota Padang. 12 Juli 2017. Diakses tanggal 7 April 2018.

• ^ "Provinsi RIAU". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-09-15. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, 2011-2017". Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.

10 Januari 2018 ibukota sumatera barat. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Pekanbaru, 2013". Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. 27 Mei 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Wali Kota". Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau .

ibukota sumatera barat

Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Provinsi JAMBI". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-12. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Banyaknya Penduduk Kota Jambi Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin di Kota Ibukota sumatera barat Tahun 2016 (Jiwa)".

Badan Pusat Statistik Kota Jambi. 17 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Banyaknya Penduduk Kota Jambi Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin di Kota Jambi Tahun 2015 (Jiwa)". Badan Pusat Statistik Kota Jambi. 17 Januari 2018. Diakses tanggal 12 April 2018.

ibukota sumatera barat

• ^ "Luas Wilayah dan Pembagian Daerah Administrasi Menurut Kecamatan di Kota Jambi Tahun 2016". Badan Pusat Statistik Kota Jambi. 18 Januari 2018. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "PIMPINAN DAERAH & STAF AHLI WALIKOTA".

Pemerintah Kota Jambi. Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Jambi. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi SUMATERA SELATAN". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Selatan, 2014-2017".

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Selatan. 22 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Palembang, 2016". Badan Pusat Statistik Kota Palembang. 16 November 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Olisa, Siti; Saputra, Odi Aria (7 Februari 2018).

"Dari Anak Kampung Jadi Walikota, Perjalanan Hidup Harnojoyo Bakal Dibuat Film". Sriwijaya Post. Diakses tanggal 29 April 2018. • ^ "Provinsi BENGKULU". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-18. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kota Bengkulu Menurut Kecamatan 2010-2016". Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu. 11 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Bengkulu Menurut Kecamatan Tahun 2016".

Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu. 11 Januari ibukota sumatera barat. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ Usmin (8 Januari 2018). "Helmi Hasan Batal Calonkan Diri di Pilwalkot Bengkulu". beritasatu.com. Diakses tanggal 29 April 2018.

• ^ "Provinsi LAMPUNG". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-26. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Penduduk Kota Bandar Lampung berdasarkan Jenis Kelamin tahun 2010-2020".

Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung. 8 Desember 2015. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Bandar Lampung menurut Kecamatan Tahun 2014 (km2)". Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung. 8 Desember 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi KEPULAUAN BANGKA BELITUNG". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk Provinsi Kep. Bangka Belitung Menurut Kab/Kota, 2001-2020".

Badan Pusat Statistik Provinsi Ibukota sumatera barat Bangka Belitung. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ ibukota sumatera barat Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2007-2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 19 Maret 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Kepadatan Penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Menurut Kab/Kota, 2012-2017". Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan Tahun 2008 - 2015 (km2)".

Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang. 7 September 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (PDF).

Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2002. • ^ a b "Jumlah Penduduk". Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau. 28 April 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Kepadatan Penduduk". Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau. 28 April 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Tanjungpinang, 2016".

Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang. 15 Januari 2018. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta 2010, 2014, dan 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. 30 Januari 2017.

Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ a b "Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta, 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. 30 Januari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-03-30. Diakses tanggal 9 April 2018.

• ^ a b "Luas Daerah Administrasi Menurut Kabupaten/Kota Administrasi, 2009-2013". BPS Provinsi DKI Jakarta. 20 April 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b "Pemimpin Daerah". Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemprov DKI Jakarta. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi JAWA BARAT". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-16.

Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Bandung 2016". Badan Pusat Statistik Kota Bandung. 29 Agustus 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Bandung 2011 - 2016".

Badan Pusat Statistik Kota Bandung. 29 Agustus 2017. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan (Km2), 2008-2014". Badan Pusat Statistik Kota Bandung. 19 November 2015.

Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Profil Walikota". Portal Resmi Kota Bandung. Diskominfo Kota Bandung. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi JAWA TENGAH". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-19. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Indikator Perkembangan Penduduk Kota Semarang, 2010 - 2016". Badan Pusat Statistik Kota Semarang. 11 Agustus 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Kepadatan Penduduk di Kota Semarang, 2012- 2016". Badan Pusat Statistik Kota Semarang. 31 Agustus 2017. Diakses tanggal 8 April 2018.

• ^ "Luas Wilayah Kota Semarang". Badan Pusat Statistik Kota Semarang. 8 April 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Walikota & Wakil Walikota". Pemerintah Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang.

Diakses tanggal 7 April 2018. ibukota sumatera barat pranala nonaktif permanen] • ^ "Provinsi DI YOGYAKARTA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-26. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk menurut Kabupaten/Kota di D.I Yogyakarta (Jiwa)".

BPS Provinsi DI Yogyakarta. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan". Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta. 21 April 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Profil Walikota Yogyakarta". Portal Pemerintah Kota Yogyakarta. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi JAWA TIMUR". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 7 April 2018.

• ^ a b "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. 5 September 2017. Diakses tanggal 8 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. 22 Juli 2016. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Surabaya Menurut Kelurahan 2016". Badan Pusat Statistik Kota Surabaya.

30 Januari 2018. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi BANTEN". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2005-2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 29 Februari 2016. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen), 2011 – 2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 26 Juli 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2005-2015".

Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 18 Februari 2016. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Serang Berdasarkan Kecamatan". Badan Pusat Statistik Kota Serang. 7 Desember 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi BALI". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-26. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Kota Denpasar Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Denpasar, 2010-2016".

Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. 26 Mei 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ ibukota sumatera barat Wilayah Kota Denpasar dan Ketinggiannya dari Permukaan Laut Menurut Kecamatan, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Denpasar.

25 Juli 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi NUSA TENGGARA BARAT". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk Kota Mataram Menurut Kecamatan Tahun 2016".

Badan Pusat Statistik Kota Mataram. 13 September 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk Kota Mataram Menurut Kecamatan Tahun 2015". Badan Pusat Statistik Kota Mataram. 30 Desember 2015. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Jumlah Kepadatan Penduduk Kota Mataram Tahun 2016". Badan Pusat Statistik Kota Mataram. 13 September 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Mataram Menurut Kecamatan Tahun 2016". Badan Pusat Statistik Kota Mataram.

15 September 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi NUSA TENGGARA TIMUR". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-07. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2015-2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. 30 Januari 2018. Diakses tanggal 9 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ ibukota sumatera barat Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2015-2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. 16 Agustus 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Kota Kupang Menurut Kecamatan, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Kupang. 20 Juli 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ Bere, Sigiranus Marutho; Hutapea, Erwin (26 Maret 2018). "Kronologi Wartawan Laporkan Wali Kota Kupang ke Polisi".

KOMPAS.com. Diakses tanggal 29 April 2018. • ^ "Provinsi KALIMANTAN BARAT". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk, Banyaknya Rumah Tangga, dan Rata-Rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga Menurut Kecamatan di Kota Pontianak, 2014-2016". Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. 18 Desember 2017. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Pontianak, 2014-2016".

Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. 18 Desember 2017. Diakses ibukota sumatera barat 9 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Pontianak Menurut Kecamatan, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. 18 Desember 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi KALIMANTAN TENGAH".

ibukota sumatera barat

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Pemeluk Ibukota sumatera barat Menurut Kabupaten/ Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, 2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. 8 Maret 2018. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk". palangkaraya.go.id. Pemerintah Kota Palangka Raya. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Kepadatan Penduduk Kalimantan Tengah Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2000, 2005, 2010-2016". Badan Ibukota sumatera barat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. 8 Maret 2018. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Palangka Raya, 2014". Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya.

21 Maret 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Provinsi KALIMANTAN SELATAN". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-26. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Per Kecamatan Kota Banjarbaru 2010-2019".

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 1 Maret 2022. • ^ "Luas Wilayah Kalimantan Selatan menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012". Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan. 27 Februari 2018. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi KALIMANTAN TIMUR". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

ibukota sumatera barat

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kota Samarinda, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. 19 Oktober 2016. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Jumlah Ibukota sumatera barat dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Samarinda, 2010, 2014, dan 2015".

Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. 19 Oktober 2016. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Samarinda, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. 18 Oktober 2016. Diakses tanggal 9 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Samarinda, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Samarinda.

12 Agustus 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kabupaten Bulungan, 20". Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 15 Agustus 2016. Diakses tanggal 10 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Distribusi dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Bulungan, 2015". Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 15 Agustus 2016. Diakses tanggal 10 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Bulungan (km2), 2015".

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. 15 Agustus 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Provinsi SULAWESI UTARA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli ibukota sumatera barat 2018-07-16. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Kota Manado Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, 2011-2016". Badan Pusat Statistik Kota Manado. 18 Agustus 2017. Diakses tanggal 10 April 2018. • ^ "Luas Kota Manado Menurut Kecamatan Tahun 2015".

Badan Pusat Statistik Kota Manado. 15 Desember 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi SULAWESI TENGAH".

ibukota sumatera barat

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 7 April 2018. • ibukota sumatera barat a b c "Jumlah Penduduk Kota Palu menurut Kelompok Umur, 2010-2016".

Badan Pusat Statistik Kota Palu. 6 Juli 2017. Diakses tanggal 12 April 2018. • ^ "Luas Kota Palu menurut Kecamatan". Badan Pusat Statistik Kota Palu. 30 November 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi SULAWESI SELATAN". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk Kota Makassar Menurut Kecamatan Tahun 2016". Badan Pusat Statistik Kota Makassar. 26 April 2017. Diakses tanggal 14 April 2018.

• ^ "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.

9 Agustus 2016. Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Makassar". Badan Pusat Statistik Kota Makassar. 19 Oktober 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Walikota & Wakil Walikota Makassar". Situs Pemerintahan Kota Makassar.

Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-10-02. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi Ibukota sumatera barat TENGGARA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Kendari, 2016".

Badan Pusat Statistik Kota Kendari. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara 2010, 2015, dan 2016". Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara. 24 Januari 2018.

Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Kendari, 2016". Badan Pusat Statistik Kota Kendari. 16 Januari 2018.

Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Kota Kendari menurut Kecamatan, 2016". Badan Pusat Statistik Kota Ibukota sumatera barat.

15 Januari 2018. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Provinsi GORONTALO". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kota Gorontalo, 2016". Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo. 29 Mei 2017. Diakses tanggal 14 April 2018.

[ pranala nonaktif permanen] • ^ "Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kota Gorontalo, 2015". Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo. 30 September 2016. Diakses tanggal 14 April 2018.

[ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Provinsi Gorontalo Menurut Kabupaten/Kota, 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. 21 Juni 2017. Diakses tanggal 7 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Profil Walikota". Portal Resmi Kota Gorontalo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-03-27.

Diakses tanggal 29 April 2018. • ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (PDF). Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2004. • ^ a b "Jumlah Penduduk (Jiwa) menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan Kabupaten Mamuju, 2010-2016". Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. 30 Desember 2017. Diakses tanggal 14 April 2018.

• ^ "Kepadatan Penduduk (Jiwa/km²) Kabupaten Mamuju, 2010-2016". Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. 30 Desember 2017. Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Provinsi MALUKU". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kota Ambon (Series Tahun)".

Badan Pusat Statistik Kota Ambon. 7 Juni 2017. Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Luas Wilayah menurut Kabupaten (km2)".

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. 24 Maret 2015. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Walikota". Pemkot Ambon. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon. Diakses tanggal 14 Ibukota sumatera barat 2018. • ^ "Domisili Kantor Malut" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Kelurahan Sofifi. 28 Juli 2017.

Diakses tanggal 21 April 2018.

ibukota sumatera barat

• ^ "Provinsi PAPUA". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ a b c "Jumlah Penduduk Provinsi Papua Menurut Kabupaten/ Kota, 2010-2018".

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. 24 Januari 2018. Diakses tanggal 14 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Luas Wilayah Menurut Distrik di Kota Jayapura, 2014". Badan Pusat Statistik Kota Jayapura. 23 Maret 2016. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ "Pejabat Struktural". Pemerintah Kota Jayapura. Pemerintah Kota Jayapura. Diakses tanggal 7 April 2018. • ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong (PDF).

Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 1999. hlm. 7. • ^ a b "Proyeksi Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. 6 Februari 2018. Diakses tanggal 14 April 2018. ibukota sumatera barat ^ "Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, 2007-2016".

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. 5 April 2018. Diakses tanggal 14 April 2018. • ^ "Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, 2015". Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. 9 Maret 2017. Diakses tanggal 14 April 2018. [ pranala nonaktif permanen] • Halaman ini terakhir diubah pada 1 Maret 2022, pukul 16.07. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Jakarta - Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayahnya sangat luas dan terdiri dari beberapa provinsi.

Bayangkan, setiap pulau di pulau-pulau besar seperti Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Irian (Papua), terdapat beberapa provinsi. Ada juga beberapa provinsi yang terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil. Setiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Berdasarkan pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 167 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pejabat yang melantik gubernur adalah presiden.

Dalam hal Presiden berhalangan, pelantikan gubernur dilaksanakan oleh wakil presiden. Dan dalam hal presiden dan wakil presiden berhalangan, pelantikan gubernur dilaksanakan oleh Mendagri. Baca juga: Syarat Naik Pesawat Bulan Juni ibukota sumatera barat buat Garuda, Lion Air dan Citilink Kembali ke daftar provinsi di Indonesia, dilansir situs Kemendagri, berikut daftar provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya.

Daftar provinsi di Indonesia ini merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Ibukota sumatera barat 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan: 1. Provinsi Aceh; ibukota Banda Aceh 2.

Provinsi Sumatera Utara; ibukota Medan 3. Provinsi Sumatera Barat; ibukota Padang 4. Provinsi Riau; ibukota Pekanbaru 5. Provinsi Jambi; ibukota Jambi 6. Provinsi Sumatera Selatan; ibukota Palembang 7. Provinsi Bengkulu; ibukota Bengkulu 8. Provinsi Lampung; ibukota Bandar Lampung 9. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; ibukota Pangkal Pinang 10. Provinsi Kepulauan Riau; ibukota Tanjung Pinang 11. Provinsi DKI Jakarta; ibukota Ibukota sumatera barat 12.

Provinsi Jawa Barat; ibukota Bandung 13. Provinsi Jawa Tengah; ibukota Semarang 14. Provinsi D.I. Yogyakarta; ibukota Yogyakarta 15. Provinsi Jawa Timur; ibukota Surabaya 16.

Provinsi Banten; ibukota Serang 17. Provinsi Bali; ibukota Denpasar 18. Provinsi Nusa Tenggara Barat; ibukota Mataram 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur; ibukota Kupang 20. Provinsi Kalimantan Barat; ibukota Pontianak 21. Provinsi Kalimantan Tengah; ibukota Palangkaraya 22. Provinsi Kalimantan Selatan; ibukota Banjarmasin 23.

Provinsi Kalimantan Timur; ibukota Samarinda 24. Provinsi Kalimantan Utara; ibukota Bulungan 25. Provinsi Sulawesi Utara; ibukota Manado 26. Provinsi Sulawesi Tengah; ibukota Palu 27. Provinsi Sulawesi Selatan; ibukota Makassar 28. Provinsi Sulawesi Tenggara; ibukota Kendari 29. Provinsi Gorontalo; ibukota Gorontalo 30. Provinsi Sulawesi Barat; ibukota Mamuju 31. Provinsi Maluku; ibukota Ambon 32. Provinsi Maluku Utara; ibukota Ternate 33.

Provinsi Papua; ibukota Jayapura 34. Provinsi Papua Barat; ibukota Manokwari
TARI PIRING – Tarian Kebanggan SUMBAR Indonesia yang luas ini dikenal memiliki 34 Provinsi yang terbagi dalam 6 pulau besar (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya).

Tiap-tiap Provinsi punya beranekaragam perbedaan yang menjadi keunikannya masing-masing. Dan kali ini, saya akan mengulas mengenai Nama Provinsi, Ibukota, Bahasa, Suku, Pahlawan, Lagu Daerah, Rumah Adat, Tarian, Senjata dan Peninggalan Sejarah di Pulau Sumatera.

Saya khususkan untuk yang di Pulau Sumatera saja dulu, karena jika diulas sekaligus (secara keseluruhan), tentu artikel ini akan sangat panjang. Tapi tenang, artikel berikutnya akan menyusul dan membahas dari provinsi lainnya secara lengkap. Luas, Jumlah Penduduk dan Etimologi Pulau Sumatera Menurut Artikel dari Wikipedia, pulau sumatera adalah sebuah pulau besar yang terletak pada sisi paling Barat Indonesia.

Dinobatkan juga sebagai pulau terbesar ke-6 di dunia, dengan luas 473.481 km². Mengutip data dari Sensus tahun 2018 kemarin, jumlah penduduk pulau Sumatera sekitar 57.940.351 jiwa. Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa merupakan sebutan lain dari pulau Sumatera ini. Kata Sumatra berawal ibukota sumatera barat dari Kerajaan Samudera, yang terletak di pesisir timur Aceh. Berawal dari kunjungan Ibnu Batutah, seorang petualang asal Maroko tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, lalu menjadi Sumatra.

Rekomendasi : Pembagian Waktu di Indonesia & Penyebab Perbedaan Waktu Indonesia dan Dunia Kemudian, nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 yang dibuat oleh bangsa Portugis untuk dirujukkan pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang. Nama beserta Biodata Lengkap tiap Provinsi di Pulau Sumatera Setelah menyimak etimologi pulau Sumatra diatas, berikut ini adalah identitas lengkap (nama suku, ibukota, tarian, rumah, pakaian, senjata, peninggalan, pahlawan dll) dari setiap provinsi di Sumatera.

Simak ulasannya di bawah ini : 1.

ibukota sumatera barat

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Ibukota : Banda Aceh Luas Wilayah : 57,956.00 km² Bahasa Daerah : Aceh Gayo, Alas, Aneuk Jamee, Tamiang, Devayan, Simeulue.

Suku : Aceh, Gayo, Alas, Kluet, Melayu Tamiang, Haloban, Devayan, Sigulai, Julu, Singkil, Aneuk Jamee, Simelue, dan Pulau Lagu Daerah : Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Sepakat Segenap. Rumah Adat : Rumoh Aceh, Rumah Krong Pade atau Berandang. Tarian Adat : Tari Seudati, Tari Saman, Tari Ranup Lam Puan, Tari Meuseukat, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Aceh Gempar, Tari Mulia Ratep Aceh, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, dll.

Pakaian Adat : Pidie dan Pakaian Adat Tradisional Ulee Balang Senjata Tradisional : Rencong, Sikin Panyang, Klewang dan Peudeung oon Teubee.

Pahlawan : Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Nyak Arief, Sultan Iskandar Muda,dll. Peninggalan Sejarah : • Kherkoff, Kuburan Belanda yang membuktikan perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda. • Makam Sultan Iskandar Muda, yang merupakan simbolkejayaan dari Kerajaan Aceh pada masa lalu. • Dll. 2. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ibukota : Medan Luas Wilayah : 72.981 km² Bahasa Daerah : Batak, Mandailing Suku : Batak Karo, Batak Simalungun, Ibukota sumatera barat Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya Lagu Daerah : Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli Rumah Adat : Rumah Bolon Tarian Adat : Tari Serampang Dua Belas,Tari Tor Tor, Tari Terang Bulan (Karo) Tari Maena (Nias), Tari Pesta Gembira, Tari Karo Lima Serangkai, Tari Kuala Deli Tanjung Katung Medan, Tari Dembas Simenguda Tapanuli, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari Bolo-Bolo Karo, Tari Begu Deleng Sumatera Utara, Tari Ngari-ngari Karo.

Pakaian Adat : Karo dan Ulos. Senjata : Piso Surit, Hujur, Podang, Belati, Piso Gaja Dompak. Ibukota sumatera barat : Si Singamangaraja XII, Kyai Haji Zainul Arifin, Dr. F. Lumban Tobing, Teungku Amir Hamzah, Mayjen Anumerta DI Panjaitan Peninggalan Sejarah : • Biaro Bahal, ditemukan di Padang Sidempuan. • Istana Maimun atau Istana Deli. • Candi Portibi peninggalan dari Kerajaan Hindu Panai yang memerintah sekitar tahun 1039.

• Benteng yang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit di tahun 1365. • Makam Batu Raja-Raja Batak. 3. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ibukota : Padang Luas Wilayah : 42.013 km² Bahasa Daerah : Minang Suku : Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, dan Gusci Lagu Daerah : Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu Rumah Adat : Rumah Gadang Tarian Adat : Tari Baralek Gadang, Tari Indang Minangkabau, Tari Rantak Minangkabau, Tari Galombang Minangkabau, Tari Piring Kubu Durian Padang, Tari Pasambahan Minang, Tari Indang Badinding,Tari Sabalah Sumatera Barat, Tari Payuang Padang, Tari Alang Babega Minangkabau, Tari Ambek Ambek Koto Anau Sumatera Barat, Tari Lilin, Tari Kain Pasisia Salatan, Tari Selendang Minangkabau, Tari Barabah Minangkabau, Tari Galombang Pasambahan, Tari Panen, Tari Rancak Minangkabau, Tari Tudung Saji Minangkabau, Tari Rancak Di Nan Jombang, Tari Payung Duo Pakaian Adat : Batu Sangkar, Pakaian Penghulu, Pakaian Adat Bundo Kanduang, Baju Kurung.

Lambak Ampek Senjata : Karih, Kerambit (Kurambiak/karambiak), Belati, Tombak, Ruduih, Piarit Pahlawan : Teuku Imam Bonjol, Abdul Muis, M.Hatta, H.Agus Salim, Sutan Syahrir, Hj. Rasuna Said, Prof. Muhammad Yamin. dll Peninggalan Sejarah : • Ibukota sumatera barat Nisan Raja Adityawarman di Limokaum Batusangkar, bertuliskan tahun 1356. • Patung Adityawarman ditemukan oleh pemerntah Hindia Belanda di Padangrocok dekat sungai Lansek, yang saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

• Prasasti Besar Pagaruyung, di dapatkan di bukit Gombak bertahun 1356. • Prasasti Adityawarman dari Suroaso ( Batusangkar ) 4. Provinsi Riau Ibukota : Pekanbaru Luas Wilayah ibukota sumatera barat 87.024 km² Bahasa Daerah : Melayu Suku : Melayu, Akit, Talang Mamak, Hutan, Sakai, Laut, Bunoi. Lagu Daerah : Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Ibukota sumatera barat.

Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar. Tarian Adat : Tari Joged Lambak, Pedang Jenawi,Tari Pembubung, Tari Sinar, Tari Lenggang Melayu, Tari Zapin Sekampung, Tari Zapin, Tari Zapin Kampung Melayu Pekan Baru, Tari RiuhTambourine. Pakaian Adat : Teluk Belanga dan Kebaya Labuh. Senjata : PedangJenawi, Badik Tumbuk Lada. Pahlawan : Sultan Syarif Kasim II, Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji.

Peninggalan Sejarah : Komplek Istana Sultan Sri Siak Indapura yang dibangun 1898. 5. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ibukota : Tanjung Pinang. Luas Wilayah : 10.595 km². Bahasa Daerah : Melayu. Suku : Melayu, Siak, Sakai, Kubu, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu, dll. Lagu Daerah : Segantang Lada. Rumah Adat : Rumah Selaso Jatuh Kembar Tarian Adat : Tari Tandak,Tari Persembahan, Tari Madah Gurindam Tanjung Pinang, Tari Tabal Gempita, Tarian Gamelan.

Pakaian Adat : Teluk Belanga dan Kebaya Labuh Senjata : Ulu Kundit, Pedang Jenawi. Pahlawan : Sultan Syarif Kasim II, Tuanku Tambusai. Peninggalan Sejarah : • Candi Muara Takus. Peninggalan Kerajaan Sriwaijaya di pulau Karimun • Puri bekas Yang Dipertuan Muda, salah satu kejayaan Kerajaan Melayu Riau di pulau Penyengat. • Prasasti Pasir Panjang ( Batu Bersurat ) di pulau Karimun Baca juga : Pengertian KELOMPOK SOSIAL, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh 6.

Provinsi Jambi Ibukota : Jambi Luas Wilayah : 50.058 km² Bahasa Daerah : Kubu, Kerinci, Batin, Melayu, Bajau. Suku : Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu, dan Bajau Lagu Daerah : Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang Rumah Adat : Rumah Panjang Tarian Adat : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan, Tari Rentak Besapih, Tari Kipas Keprak, Tari Tauh, Tari Selaras Pinang Masak, Tari Selendang Mak Inang, Tarian Magis Gadis.

Pakaian Adat : Jambi Senjata : Keris, pedang, Tombak, dan Sampitan Pahlawan : Sultan Tahaha Syarifuddin, sultan Mahmud Muhyidina dan Permaisurinya Putri Ayu (Pahlawan Darah) Peninggalan Sejarah : • Flakes Obsidian, benda purbakala berasal dari Kerinci. • Bejana Perunggu, Danau Kerinci • Prasasti Karang Birahi,di Merangin Jambi. 7. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ibukota : Palembang Luas Wilayah : 91.

592 Km² Bahasa Daerah : Melayu Palembang Suku : Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau. Lagu Daerah : Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai. Rumah Adat : Rumah Limas. Tarian Adat : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Kipas Linggau Tarian Pagar Pengantin Palembang, Tari Gending Sriwijaya.

Pakaian Adat : Aisan Gede Senjata : Keris, tombak, pedang, badik. Pahlawan : Sultan Mahmud Badaruddin II. Peninggalan Sejarah : • Piagam Talang Tuwo. • Prasasti Telaga Batu ( Prasasti Persumpahan ) yang berisikan kutukan. • Kutukan Purbakala Gede Ing Symo, Komplek kuburan Islam abad pertengahan. • Prasasti Kedukan Bukit bertahun 683 masehi, ditemukan di Palembang tahun 1920 8. Provinsi Bangka Belitung (Babel) Ibukota : Pangkal Pinang Luas Wilayah : 16.424 km² Bahasa Daerah : Melayu Bangka Suku : Suku Melayu (suku bangsa asli), Jawa, SundaBugis, Banten, Banjar, Madura, Palembang, Minang, Aceh, Flores,Maluku, Manado dan Tionghoa (30% Lagu Daerah : Yok Miak, Alam Wisata Pulau Bangka, Laug Men Sahang Lah Mirah, Nasib si Bujang Saro.

Rumah Adat : Rumah Rakit, Rumah Limas Tarian Adat : Tari Puteri Bekhusek, Tari Tincak Gambus Bangka Belitung, Tari Taluput Bangka Belitung Pakaian Adat : Ibukota sumatera barat Gede Senjata : Siwarpanjang, Parang Bangka, Kedik Pahlawan : Depati Bahrin, Depati Hamzah, Hamidah, Batin Tikal, Hananjoeddin Belitong Peninggalan Sejarah : • Pemakaman Belanda (Kerkrof) • Peninggalan Sejarah Pergam, Perigi Pekasem • Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam • Rambut Batin Tikal • Phak Khak Liang.

9. Provinsi Bengkulu Ibukota : Bengkulu Luas Wilayah : 19.919 km² Bahasa Daerah : Melayu, Serawai, Rejang, Pasemah, Gumai, Kaur, Lebak Suku : Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu, Suku Mukomuko, Suku Ketahun, Suku lembak, Suku Enggano, Suku Pasemah, Suku pendatang dll. Lagu Daerah : Lalan Belek Rumah Adat : Rumah Rakyat Tarian Adat : Tari Andun, Tari Bidadari, Tari Ganau Pakaian Adat : Bengkulu Senjata : Keris, Badik, Kuduk, Rudus Pahlawan : Fatmawati Soekarno Peninggalan Sejarah : • Makam Sentot Alibasa.

• Benteng Marlborough. • Monumen Parr Dan Monumen Hamilton. 10. Provinsi Lampung Ibukota : Bandar Lampung Luas Wilayah : 35.376 km² Bahasa Daerah : Lampung (Api dan Nyo) Suku : Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, Pasemah, Jawa, Sunda, Batak, Melayu, Lampung (Sebatin ibukota sumatera barat Pepadun) Lagu Daerah : Cangget Agung, Lipang-Lipang, Tanoh Lado Rumah Adat : Nuwou Sesat Tarian Adat : Tari Ibukota sumatera barat, Tari Melinting, Tari Ngelajau, Tari Sembah Lampung, Tari Bedana Lampung.

Pakaian Adat : Kain tapis dan Siger Senjata : Payan, Golok/Candung, Keris/Kekhis,Badik (dan biasanya mekhanai / khagah lampung bila bepergian selalu membawa badik untuk melindungi dirinya dari serangan lawan), Pisau / Lading, Terapang, Beladu. Pahlawan : Radin Inten II Peninggalan Sejarah : • Guci Purbakala Pugung Raharjo Lampung. • Komplek Megalitik Pugung Raharjo. • Makam Radin Intan II.

• Prasasti Palas Paembah. Baca juga : Berita HOAX di Indonesia: Pengertian, Ciri, Penyebaran, Jerat Hukum dan Cara Menanggapi HOAX ______________________ Catatan : Informasi diatas diambil dari beberapa sumber memalui izin kepada penulis aslinya. Sebagian lagi (seperti Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk), dikutip dari Wikipedia dan Google Random, data yang lebih valid bisa anda dapatkan melalui BPS (Badan Pusat Statistik) di Kota masing-masing.

Demikianlah artikel kali ini mengenai Nama Provinsi di Pulau Sumatera, ibukota, luas, bahasa, suku, lagu, rumah, tarian, pakaian, senjata, pahlawan dan peninggalan sejarah dari provinsi-provinsi yang ada di Sumatera. Semoga bisa menambah wawasan kita semua mengenai keanekaragaman dari tiap daerah di seluruh Indonesia. Semoga juga bisa menjawab beberapa persoalan yang terkait tugas sekolah maupun kuliah yang sedang anda tempuh saat ini.

SELANJUTNYA : Baca juga Artikel Terkait / Ulasan yang sama dengan artikel ini, pada daerah maupun Pulau yang lainnya di bawah ini : • Pulau Jawa • Bali & Nusa Tenggara • Kalimantan • Sulawesi • Maluku & Papua / Irian Jaya
• Acèh • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Беларуская • Български • বাংলা • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi ibukota sumatera barat Français • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Ирон • Kapampangan • Polski • پنجابی • Português • Русский • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • 0751 — Kota Padang — Kota Pariaman — Kabupaten Padang Pariaman • 0752 — Kota Bukittinggi — Kota Padang Panjang — Kota Payakumbuh — Kabupaten Tanah Datar — Kabupaten Agam — Kabupaten Lima Puluh Kota • 0753 — Kabupaten Pasaman — Kabupaten Pasaman Barat • 0754 — Kota Sawahlunto — Kabupaten Sijunjung — Kabupaten Dharmasraya • 0755 — Kota Solok — Kabupaten Solok Selatan — Arosuka (Kabupaten Solok) • 0756 — Painan (Kabupaten Pesisir Selatan) • 0757 — Renah Indojati • 0759 — Kabupaten Kepulauan Mentawai Kode ISO 3166 ID-SB Pelat kendaraan BA Kode Kemendagri 13 DAU Rp 2.106.647.207.000,- ( 2020) [7] Lagu daerah Peta Administrasi Provinsi Sumatera Barat Sumatra Barat (disingkat Sumbar) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatra dengan ibu kota Padang.

Provinsi Sumatra Barat terletak sepanjang pesisir barat Sumatra bagian tengah, dataran tinggi Bukit Barisan di sebelah timur, dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.012,89 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Sumatra Barat adalah rumah bagi etnis Minangkabau, walaupun wilayah adat Minangkabau sendiri lebih luas dari wilayah administratif Provinsi Sumatra Barat saat ini.

Pada tahun 2020, provinsi ini memiliki penduduk sebanyak 5.534.472 jiwa dengan mayoritas beragama Islam. [4] Sumatra Barat terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari.

Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Geografi • 2.1 Keanekaragaman hayati • 2.2 Sumber daya alam • 3 Politik dan pemerintahan • 3.1 Daftar Ibukota sumatera barat • 3.2 Dewan Perwakilan • 3.3 Pemerintahan nagari • 3.4 Daftar kabupaten dan kota • 4 Demografi • 4.1 Pendidikan • 4.2 Suku bangsa • 4.3 Bahasa • 4.4 Agama • 5 Perekonomian • 5.1 Tenaga kerja • 5.2 Pertanian • 5.3 Industri Pengolahan • 5.4 Jasa • 5.5 Pertambangan • 5.6 Keuangan & Perbankan • 5.7 Transportasi • 5.8 Pariwisata • 6 Seni dan Budaya • 6.1 Musik • 6.2 Tari tradisional • 6.3 Rumah Adat • 6.4 Senjata tradisional • 6.5 Masakan khas • 6.6 Olahraga • 7 Media dan informasi • 8 Lihat pula • 9 Referensi • 10 Bacaan lainnya • 11 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Kediaman gubernur Westkust van Sumatra atau "pantai barat Sumatra" ( litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard, 1883-1889) Nama Provinsi Sumatra Barat bermula pada zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), di mana sebutan wilayah untuk kawasan pesisir barat Sumatra adalah Hoofdcomptoir van Sumatra's westkust.

Kemudian dengan semakin menguatnya ibukota sumatera barat politik dan ekonomi VOC, sampai abad ke 18 wilayah administratif ini telah mencangkup kawasan pantai barat Sumatra mulai dari Barus sampai Inderapura.

[8] Seiring dengan kejatuhan Kerajaan Pagaruyung, dan keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, pemerintah Hindia Belanda mulai menjadikan kawasan pedalaman Minangkabau sebagai bagian dari Pax Nederlandica, kawasan yang berada dalam pengawasan Belanda, dan wilayah Minangkabau ini dibagi atas Residentie Padangsche Benedenlanden dan Residentie Padangsche Bovenlanden.

[9] Selanjutnya dalam perkembangan administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, daerah ini tergabung dalam Gouvernement Sumatra's Westkust, termasuk di dalamnya wilayah Residentie Bengkulu yang baru diserahkan Inggris kepada Belanda.

Kemudian diperluas lagi dengan memasukkan Tapanuli dan Singkil. Namun pada tahun 1905, wilayah Tapanuli ditingkatkan statusnya menjadi Residentie Tapanuli, sedangkan wilayah Singkil diberikan kepada Residentie Atjeh. Kemudian pada tahun 1914, Ibukota sumatera barat Sumatra's Westkust, diturunkan statusnya menjadi Residentie Sumatra's Westkust, dan menambahkan wilayah Kepulauan Mentawai di Samudra Hindia ke dalam Residentie Sumatra's Westkust, serta pada tahun 1935 wilayah Kerinci juga digabungkan ke dalam Ibukota sumatera barat Sumatra's Westkust.

Pasca pemecahan Gouvernement Sumatra's Oostkust, wilayah Rokan Hulu dan Kuantan Singingi diberikan kepada Residentie Riouw, dan juga dibentuk Residentie Djambi pada periode yang hampir bersamaan.

ibukota sumatera barat

{INSERTKEYS} [8] Pada masa pendudukan tentara Jepang, Residentie Sumatra's Westkust berubah nama menjadi Sumatora Nishi Kaigan Shu. Atas dasar geostrategis militer, daerah Kampar dikeluarkan dari Sumatora Nishi Kaigan Shu dan dimasukkan ke dalam wilayah Rhio Shu. [8] Pada awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, wilayah Sumatra Barat tergabung dalam provinsi Sumatra yang berpusat di Bukittinggi.

Empat tahun kemudian, Provinsi Sumatra dipecah menjadi tiga provinsi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Sumatra Barat beserta Riau dan Jambi merupakan bagian dari keresidenan di dalam Provinsi Sumatra Tengah.

Pada masa PRRI, berdasarkan Undang-undang darurat nomor 19 tahun 1957, Provinsi Sumatra Tengah dipecah lagi menjadi tiga provinsi yakni Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Riau, dan Provinsi Jambi. Wilayah Kerinci yang sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci, digabungkan ke dalam Provinsi Jambi sebagai kabupaten tersendiri. Begitu pula wilayah Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi ditetapkan masuk ke dalam wilayah Provinsi Riau.

Selanjutnya ibu kota provinsi Sumatra Barat yang baru ini masih tetap di Bukittinggi. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatra Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mei 1958 ibu kota provinsi dipindahkan ke Padang. [8] Geografi [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.

Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Pulau sikuai, salah satu kawasan wisata bahari di Padang Sumatra Barat terletak di pesisir barat di bagian tengah pulau Sumatra yang terdiri dari dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan. Provinsi ini memiliki daratan seluas 42.297,30 km² yang setara dengan 2,17% luas Indonesia.

Dari luas tersebut, lebih dari 45,17% merupakan kawasan yang masih ditutupi hutan lindung. Garis pantai provinsi ini seluruhnya bersentuhan dengan Samudra Hindia sepanjang 2.420.357 km dengan luas perairan laut 186.580 km². [10] Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudra Hindia termasuk dalam provinsi ini. Seperti daerah lainnya di Indonesia, iklim Sumatra Barat secara umum bersifat tropis dengan suhu udara yang cukup tinggi, yaitu antara 22,6 °C sampai 31,5 °C.

Provinsi ini juga dilalui oleh Garis khatulistiwa, tepatnya di Bonjol, Pasaman. Di provinsi ini berhulu sejumlah sungai besar yang bermuara ke pantai timur Sumatra seperti Batang Hari, Siak, Inderagiri (disebut sebagai Batang Kuantan di bagian hulunya), dan Kampar.

Sementara sungai-sungai yang bermuara ke pesisir barat adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan. Terdapat 29 gunung yang tersebar di 7 kabupaten dan kota di Sumatra Barat, dengan Gunung Kerinci di kabupaten Solok Selatan sebagai gunung tertinggi, yang mencapai ketinggian 3.085 m. Selain Gunung Kerinci, Sumatra Barat juga memiliki gunung aktif lainnya, seperti Gunung Marapi, Gunung Tandikat, dan Gunung Talang.

Selain gunung, Sumatra Barat juga memiliki banyak danau. Danau terluas adalah Singkarak di kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar, disusul Maninjau di kabupaten Agam. Dengan luas mencapai 130,1 km², Singkarak juga menjadi danau terluas kedua di Sumatra dan kesebelas di Indonesia.

Danau lainnya terdapat di kabupaten Solok yaitu Danau Talang dan Danau Kembar (julukan dari Danau Di atas dan Danau Dibawah). Sumatra Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada pada jalur patahan Semangko, tepat di antara pertemuan dua lempeng benua besar, yaitu Eurasia dan Indo-Australia.

[11] Oleh karenanya, wilayah ini sering mengalami gempa bumi. Gempa bumi besar yang terjadi akhir-akhir ini di Sumatra Barat di antaranya adalah Gempa bumi 30 September 2009 dan Gempa bumi Kepulauan Mentawai 2010. Keanekaragaman hayati [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.

Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayah Sumatra Barat masih terdapat hutan tropis alami dan dilindungi. Berbagai spesies langka masih dapat dijumpai, misalnya Rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia), harimau sumatera, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Terdapat dua Taman Nasional di provinsi ini, yaitu Taman Nasional Siberut yang terdapat di pulau Siberut (Kabupaten Kepulauan Mentawai) dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman nasional terakhir ini wilayahnya membentang di empat provinsi: Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

Selain kedua Taman Nasional tersebut terdapat juga beberapa cagar alam lainnya, yaitu Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Air Putih di daerah Kelok Sembilan, Cagar Alam Lembah Harau, Cagar Alam Beringin Sakti dan Taman Raya Bung Hatta. Sumber daya alam [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Sumber daya alam yang ada di Sumatra Barat adalah berupa batubara, batu besi, batu galena, timah hitam, seng, mangan, emas, batu kapur (semen), kelapa sawit, kakao, gambir dan hasil perikanan.

Perairan pantai barat dan Kepulauan Mentawai memiliki banyak kehidupan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Nelayan dapat menangkap beragam jenis ikan di kawasan ini. Ikan kerapu, udang, rumput laut, kepiting, dan mutiara merupakan beberapa hasil perikanan laut andalan. Daerah pesisir pantai, terutama kawasan kepulauan, menghasilkan banyak kepala.

Di daerah perbukitan dan pegunungan terdapat perkebunan karet, cengkih, dan lada. Kawasan pegunungan yang ditutupi hutan menghasilkan kayu. Medan yang berat karena banyaknya lereng perbukitan yang curam merupakan tantangan utama pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di daerah ini. Bahan galian juga banyak terdapat di daerah ini. Salah satu yang telah banyak memberi manfaat bagi daerah ini adalah batuan kapur sebagai bahan dasar industri semen. PT Semen Padang telah memanfaatkan kekayaan alam ni selama puluhan tahun.

Batu kapur banyak terdapat di sekitar Padang, daerah sekitar Danau Singkarak, dan Padangpanjang. Di Padangpanjang, deposit batu kapur yang dapat dieksploitasi mencapai 43 juta ton. Bahan galian lainnya adalah batu bara di Sawahlunto serta obsidian dan batu andesit di Padang Pariaman.

Sumber air yang melimpah juga telah banyak memberi manfaat bagi pembangunan daerah ini. Perairan danau Singkarak dan Maninjau telah lama dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Sumber air ini juga memiliki potensi besar untuk diolah dan dikemas menjadi air mineral. Politik dan pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Kantor Gubernur Sumatra Barat Provinsi Sumatra Barat dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih dalam pemilihan secara langsung bersama dengan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun.

Gubernur selain sebagai pemerintah daerah juga berperan sebagai perwakilan atau perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah provinsi yang kewenangannya diatur dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2010.

Sementara hubungan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota bukanlah sub-ordinat, masing-masing pemerintahan daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

Daftar Gubernur [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar Sampai tahun 1979 satuan pemerintahan terkecil di Sumatra Barat adalah nagari, yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia. Dengan diberlakukannya Undang-undang nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa, status nagari dihilangkan diganti dengan desa, dan beberapa jorong ditingkatkan statusnya menjadi desa. Kedudukan wali nagari juga dihapus dan administrasi pemerintahan dijalankan oleh para kepala desa. Namun sejak bergulirnya reformasi pemerintahan dan otonomi daerah, maka sejak pada tahun 2001, istilah "Nagari" kembali digunakan di provinsi ini.

Budaya politik yang hidup di pemerintahan desa Sumatra Barat semenjak kebijaksanaan penyeragaman (UU No.5 Tahun 1979) diberlakukan adalah budaya politik parokhial. kondisi ini terlihat melalui sistem kekuasaan, sistem pemilihan penguasa, syarat penguasa, dan peranan penguasa di pemerintahan desa.

Sistem kekerabatan dalam membangun budaya politik partisipan mulai terjadi pergeseran, dalam hal tingkat kepekaan, bentuk toleransi dalam kekerabatan, dan peranan senioritas dalam kekerabatan. Artinya berkurangnya kebersamaan dalam sistem kekuasaan kekerabatan. Pemerintahan nagari merupakan suatu struktur pemerintahan yang otonom, punya teritorial yang jelas dan menganut adat sebagai pengatur tata kehidupan anggotanya, [12] sistem ini kemudian disesuaikan dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia, sekarang pemerintah provinsi Sumatra Barat menetapakan pemerintah nagari sebagai pengelola otonomi daerah terendah untuk daerah kabupaten mengantikan istilah pemerintah desa yang digunakan sebelumnya.

Sedangkan untuk nagari yang berada pada sistem pemerintahan kota masih sebagai lembaga adat belum menjadi bagian dari struktur pemerintahan daerah. Peluang yang terjadi pada pemerintahan desa yaitu munculnya pertumbuhan ekonomi yang bersifat individualistik. Kondisi ini sebagai akibat ketergantungan pada pemerintah pusat, sehingga kurang kemandirian. Kondisi ini dapat memperlemah ketahanan wilayah bidang ekonomi itu sendiri.

Namun, sekarang desa-desa Sumatra Barat telah mencoba membangun upaya mempermudah kebijaksanaan politik pemerintah desa atau sejak bertukar kembali menjadi nagari, yaitu mengubah struktur dan proses antarstruktur pemerintahan desa yang dibuat berdasarkan UU No.

5 tahun 1979 itu. Nagari pada awalnya dipimpin secara bersama oleh para penghulu atau datuk di nagari tersebut, kemudian pada masa pemerintah Hindia Belanda dipilih salah seorang dari para penghulu tersebut untuk menjadi wali nagari. Kemudian dalam menjalankan pemerintahannya, wali nagari dibantu oleh beberapa orang kepala jorong atau wali jorong, namun sekarang dibantu oleh sekretaris nagari (setnag) dan beberapa pegawai negeri sipil (PNS) bergantung dengan kebutuhan masing-masing nagari.

Wali nagari ini dipilih oleh anak nagari (penduduk nagari) secara demokratis dalam pemilihan langsung untuk 6 tahun masa jabatan. Dalam sebuah nagari dibentuk Kerapatan Adat Nagari, yakni lembaga yang beranggotakan Tungku Tigo Sajarangan. Tungku Tigo Sajarangan merupakan perwakilan anak nagari yang terdiri dari Alim Ulama, Cadiak Pandai (kaum intelektual) dan Niniak Mamak para pemimpin suku dalam suatu nagari, sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam ssistem administrasi desa.

Keputusan keputusan penting yang akan diambil selalu dimusyawarahkan antara wali nagari dan Tungku Tigo Sajarangan di Balai Adat atau Balairung Sari Nagari. Daftar kabupaten dan kota [ sunting - sunting sumber ] Demografi [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah populasi Sumatra Barat mencapai 4.846.909 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebanyak 110 jiwa/km2. Kabupaten/kota yang memiliki penduduk paling banyak adalah Kota Padang, yang mencapai 833.562 jiwa.

Sedangkan kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi adalah Kota Bukittinggi, yakni 4.400 jiwa/km2. Mayoritas masyarakat Sumatra Barat beretnis Minangkabau, yang keseluruhannya memeluk Islam selain itu terdapat Suku Mentawai yang mayoritas memeluk Agama Kristen.

Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Rektorat Universitas Negeri Padang Sumatra Barat pernah menjadi pusat pendidikan di pulau Sumatra, terutama pendidikan Islam dengan surau sebagai basis utamanya. [15] Pada masa kolonial Hindia Belanda, selain pendidikan Islam berkembang pula pendidikan model Barat.

Pada tahun 1856, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Sekolah Raja di Bukittinggi. Selain sekolah yang dikelola oleh pemerintah, banyak pula sekolah yang dikelola oleh swasta, seperti Sekolah Adabiah di Padang, INS Kayutanam, Sumatra Thawalib, MTI Canduang di Kecamatan Canduang, dan Diniyyah Puteri di Padang Panjang.

Sehingga pada saat itu, Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah Hindia Belanda yang memiliki jumlah sekolah dan pelajar cukup besar. [16] Setelah masa kemerdekaan, di Sumatra Barat juga banyak didirikan universitas dan sekolah tinggi. [8] Bermula dari Universitas Andalas pada tahun 1955, selanjutnya juga berdiri UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Negeri Padang, dan IPDN Bukittinggi.

Beberapa universitas swasta terkemuka di provinsi ini antara lain Universitas Bung Hatta dan Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat. Kini hampir disetiap kabupaten dan kota di Sumatra Barat telah memiliki perguruan tinggi, dengan jumlah terbesar berada di Padang. Pada tahun 2006, angka melek huruf latin di provinsi ini mencapai 96,35%. Angka partisipasi sekolah untuk usia 19-24 tahun, atau yang mengambil jenjang perguruan tinggi mencapai 27,8%.

Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 16,13%. Suku bangsa [ sunting - sunting sumber ] Sikerei, wanita suku Mentawai. Mayoritas penduduk Sumatra Barat merupakan Suku Minangkabau. Di daerah Pasaman selain etnis Minang, juga berdiam Suku Batak Mandailing. Kebanyakan dari mereka pindah dari Sumatera Utara ke Sumatra Barat pada masa Perang Paderi.

Di beberapa daerah hasil transmigrasi, seperti di Sitiung, Lunang Silaut, dan Padang Gelugur, tinggal juga sekelompok suku Jawa, sebagian dari mereka ialah keturunan imigran asal Suriname yang memilih kembali ke Indonesia pada akhir tahun 1950-an. [17] [18] Oleh Presiden Soekarno saat itu, diputuskan untuk menempatkan mereka di sekitar daerah Sitiung. Hal ini juga tidak terlepas dari situasi politik pasca pemberontakan PRRI.

[ butuh rujukan] Di Kepulauan Mentawai yang mayoritas penduduknya beretnis Mentawai, jarang dijumpai masyarakat Minangkabau. Etnis Tionghoa hanya terdapat di kota-kota besar, seperti Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Di Padang dan Pariaman, juga terdapat masyarakat Nias dan Tamil dalam jumlah kecil. [19] Di Sumatra Barat, khususnya Padang, terdapat himpunan kerukunan keluarga yang berbeda asal suku bangsa seperti Kerukunan Keluarga Kerinci, Kerukunan Keluarga Cina (HBT dan HTT), Perkumpulan Keluarga Jawa, dsb.

Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di provinsi Sumatera Barat: [20] No Suku Jumlah 2010 % 1 Minangkabau 4.219.729 87,33% 2 Batak 222.549 4,61% 3 Jawa 217.096 4,49% 4 Mentawai 69.246 1,43% 5 Melayu 39.629 0,82% 6 Nias 18.239 0,38% 7 Sunda 15.934 0,33% 8 Tionghoa 10.799 0,22% 9 Suku lainnya 18.924 0,39% Sumatra Barat 4.832.145 100% Catatan: Data yang dihitung adalah data yang tercatat, di luar data yang tidak diketahui, dalam Sensus Penduduk Indonesia 2010.

Sementara suku asal Sumatra lainnya, umumnya adalah suku Mentawai. Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Bahasa Minangkabau dan Bahasa Mentawai Di Provinsi Sumatra Barat pada umumnya terdapat 3 bahasa yang dipertuturkan yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumatera Barat. 3 bahasa tersebut yakni, bahasa Minangkabau, Batak, dan Mentawai. Masyarakat yang tinggal di wilayah Sumatera Barat menggunakan bahasa Minangkabau dalam berkomunikasi satu sama lain pada kesehariannya.

[21] Mayoritas atau hampir secara keseluruhan bahasa yang digunakan dalam keseharian di Sumatra Barat ialah bahasa Minangkabau yang memiliki lima dialek, seperti dialek Pasaman, dialek Agam-Tanah Datar, dialek Lima Puluh Kota, dialek Koto Baru, dan dialek Pancung Soal.

Dialek Pasaman dituturkan di Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman. Dialek Agam-Tanah Datar dituturkan di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan.

Dialek Lima Puluh Kota dituturkan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Dharmasraya. Dialek Koto Baru dituturkan di Kabupaten Dhamasraya. Dialek Pancung Soal dituturkan di Pesisir Selatan. [22] Agama [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula Islam di Sumatra Barat dan Kekristenan di Sumatra Barat Gereja Katolik peninggalan Belanda di Sawahlunto Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021 mencatat bahwa mayoritas penduduk Sumatra Barat menganut agama Islam yakni, 97,48%.

Sebagian lagi menganut agama Kristen sebanyak 2,29% dan terutama di kabupaten Kepulauan Mentawai yang mayoritas beragama Protestan dan Katolik. Sebagian kecil beragama Budha, yakni 0,22%, merupakan keturunan Tionghoa yang berada di kota, seperti kota Padang, Bukit Tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang dan Solok.

Sementara pemeluk agama Hindu dan kepercayaan, kurang dari 0,01%. [4] Berbagai tempat ibadah, yang didominasi oleh masjid dan musala, dapat dijumpai di setiap kabupaten dan kota di Sumatra Barat. Masjid terbesar adalah Masjid Raya Sumatra Barat di Padang. Sedangkan masjid tertua diantaranya adalah Masjid Raya Ganting di Padang, Masjid Bingkudu di Kabupaten Agam, dan Masjid Tuo Kayu Jao di kabupaten Solok. Arsitektur khas Minangkabau mendominasi baik bentuk masjid maupun musala. Masjid Raya Sumatra Barat memiliki bangunan berbentuk gonjong, dihiasi ukiran Minang sekaligus kaligrafi.

Ada juga masjid dengan atap yang terdiri dari beberapa tingkatan yang makin ke atas makin kecil dan sedikit cekung. Jumlah rumah ibadah yang terdapat di Sumatra Barat berdasarkan data BPS 2021 yakni bagi umat Islam terdapat 5.218 masjid dan 9.661 musholah atau langgar.

Bagi umat Kristen terdapat 267 gereja Protestan, 62 rumah kebaktian, dan 131 gereja Katolik. Kemudian terdapat 8 Vihara bagi umat Budha dan 1 Pura bagi umat Hindu yang terletak di kota Padang.

[4] Tahun 2000 2004 2005 2006 2007 2010 2020 Jumlah penduduk 4.227.689 4.594.961 4.566.126 4.732.678 4.763.130 4.846.909 5.534.472 Sejarah kependudukan Sumatra Barat Sumber: [4] Perekonomian [ sunting - sunting sumber ] Secara bertahap perekonomian Sumatra Barat mulai bergerak positif setelah mengalami tekanan akibat dampak gempa bumi tahun 2009 yang melanda kawasan tersebut.

Dampak bencana ini terlihat pada triwulan IV-2009, di mana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0,90%. Namun kini perekonomian Sumatra Barat telah membaik, dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2012 ekonomi Sumatra Barat tumbuh sebesar 6,35%, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 6,25%. Dan pada triwulan I-2013 perekonomian Sumatra Barat telah tumbuh mencapai 7,3%. Tingginya pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat dalam tiga tahun terakhir, telah menurunkan tingkat kemiskinan di provinsi ini dari 8,99% (2011) menjadi 8% (2012).

Untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), pada tahun 2012 provinsi ini memiliki PDRB mencapai Rp 110,104 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp 22,41 juta. Tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. {/INSERTKEYS}

ibukota sumatera barat

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Seiring dengan bertumbuhnya perekonomian Sumatra Barat, maka jumlah tenaga kerja yang diperlukan semakin bertambah pula. Hal ini telah mendorong turunnya akan pengangguran di provinsi ini. Sepanjang Februari 2011-Februari 2012, jumlah penduduk yang menganggur mengalami penurunan dari 162.500 orang menjadi 146.970 orang.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 7,14% menjadi 6,25%. Angka tersebut berada dibawah rata-rata nasional pada periode akhir 2011 yang mencapai 6,56%. Pada Februari 2012, jumlah angkatan kerja Sumatra Barat mencapai 2.204.218 orang, bertambah 90.712 orang dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja pada Februari 2011. Sebagian besar penduduk yang bekerja terserap di sektor pertanian.

Lapangan pekerjaan di sektor ini mampu menyerap 42,4% dari tenaga kerja ibukota sumatera barat ada. Namun, persentase penyerapan ini makin menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 44%. Sementara itu, persentase penduduk bekerja yang terserap di sektor perdagangan kembali meningkat, dari sebelumnya 18,5% pada Februari 2011 menjadi 19,8% pada Februari 2012. Demikian pula penyerapan di sektor jasa mengalami kenaikan, dari 16,7% menjadi 17,4%. Pertanian [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Pada triwulan IV-2012, sektor pertanian mengalami pertumbuhan relatif tinggi, didorong oleh menggeliatnya subsektor tanaman bahan makanan. Di triwulan ini pertumbuhan sektor pertanian mencapai 4,14%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,05%.

Kinerja sektor perkebunan yang cukup baik pada tahun 2012, telah menopang pertumbuhan industri pertanian sebesar 4,07%.

Industri Pengolahan [ sunting - sunting sumber ] Kantor pusat PT Semen Padang di Indarung, Padang Industri Sumatra Barat didominasi oleh industri skala kecil atau rumah tangga.

Jumlah unit industri sebanyak 47.819 unit, terdiri dari 47.585 unit industri kecil dan 234 unit industri besar menengah, dengan perbandingan 203: 1. Pada tahun 2001 investasi industri besar menengah mencapai Rp 3.052 miliar, atau ibukota sumatera barat dari total investasi, sedangkan industri kecil investasinya hanya Rp 1.412 miliar atau 4,40% saja dari total investasi. Nilai produksi industri besar menengah tahun 2001 mencapai Rp 1.623 miliar, yaitu 60 % dari total nilai produksi, dan nilai produksi industri kecil hanya mencapai Rp 1.090 miliar, atau 40% dari total nilai produksi.

[23] Untuk industri pengolahan semen, pada tahun 2012 Sumatra Barat telah memproduksi sebanyak 6.522.006 ton, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 6.151.636 ton.

Sementara volume penjualannya pada tahun 2012 sebesar 6.845.070 ton, meningkat 10,20 % dibandingkan tahun lalu yang sebesar 6.211.603 ton. Jasa [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan ibukota sumatera barat atau pranala luar. Kembali bergeraknya perekonomian Sumatra Barat pasca gempa serta semakin pulihnya perekonomian global terutama zona Sumatra bagian tengah juga merupakan faktor pendorong bergeraknya kembali sektor jasa (7,38%).

Sektor jasa yang cukup penting di provinsi ini adalah keuangan, hotel, restoran, dan agen perjalanan. Pertumbuhan hotel di Sumatra Barat ibukota sumatera barat tiga tahun terakhir cukup pesat. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke provinsi ini. Selama tahun 2012 terdapat 36.623 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatra Barat, atau meningkat 8,27% dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 33.827 wisatawan. Pertambangan [ sunting - sunting sumber ] Sumatra Barat memiliki potensi bahan tambang golongan A, B dan C.

Bahan tambang golongan A, yaitu batu bara terdapat di kota Sawahlunto. Sedangkan Bahan tambang golongan B yang ibukota sumatera barat dari air raksa, belerang, pasir besi, tembaga, timah hitam dan perak menyebar di wilayah kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan, Lima Puluh Kota, Pasaman, dan Tanah Datar. Bahan tambang golongan C menyebar di seluruh kabupaten dan kota, sebagian besar terdiri dari pasir, batu dan kerikil.

[23] Keuangan & Perbankan [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Perkembangan berbagai indikator perbankan pada triwulan IV-2012, menunjukkan perbaikan seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi pasca gempa. Pada tahun 2012, total aset bank umum di provinsi ini mencapai Rp 40,1 triliun dengan nilai penyaluran kredit oleh bank umum sebesar Rp 33,8 triliun.

Sedangkan total aset Ibukota sumatera barat di provinsi ini mencapai Rp 1,53 triliun dengan nilai penyaluran kredit oleh bank tersebut sebesar Rp 1,03 triliun. Transportasi [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.

Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Kelok Sembilan Transportasi dari dan ke Sumatra Barat saat ini dihubungkan oleh Bandar Udara Internasional Minangkabau dan Pelabuhan Teluk Bayur. Bandar Udara Minangkabau mulai aktif beroperasi pada akhir tahun 2005 menggantikan Bandar Udara Tabing.

Bandar udara ini terhubung dengan berbagai kota utama di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Batam, Bandung, serta Kuala Lumpur di Malaysia. Untuk meningkatkan aksesibilitas Bandar Udara Minangkabau, pemerintah telah menyiapkan kereta bandara Minangkabau Ekspres dari dan menuju pusat kota Padang.

Selain Teluk Bayur, transportasi laut untuk jarak dekat berpusat di Pelabuhan Muara. Pelabuhan ini antara lain juga melayani transportasi menuju Kepulauan Mentawai dengan menggunakan kapal feri atau speed boat. Pelabuhan Muara juga menjadi tempat bersandar kapal-kapal pesiar ( yacht) dan kapal-kapal nelayan. Untuk transportasi antar kota, saat ini dilayani oleh bus-bus AKDP dan AKAP serta travel. Di Padang, angkutan umum berpusat di Terminal Bingkuang Air Pacah.

Di Bukittinggi berpusat di Terminal Aua Kuniang, Payakumbuh berpusat di Terminal Koto Nan Ampek, dan Solok berpusat di Terminal Bareh Solok. Transportasi darat lainnya, kereta api masih digunakan ibukota sumatera barat jalur dari Padang ke Sawahlunto, yang melalui Padang Panjang dan Solok. Pada jalur ini, kereta api hanya dipergunakan sebagai sarana pengangkutan batubara. Sedangkan dari Padang menuju Pariaman, saat ini masih digunakan untuk angkutan penumpang.

Pariwisata [ sunting - sunting sumber ] Jam Gadang di Bukittinggi Sumatra Barat merupakan salah satu tujuan utama pariwisata di Indonesia. Fasilitas wisatanya yang cukup baik, serta sering diadakannya berbagai festival dan even internasional, menjadi pendorong datangnya wisatawan ke provinsi ini.

[24] Beberapa kegiatan internasional yang diselenggarakan untuk menunjang pariwisata Sumatra Barat adalah lomba balap sepeda Tour de Singkarak, even paralayang Event Fly for Fun in Lake Maninjau, serta kejuaraan selancar Mentawai International Pro Surf Competition. [25] Sumatra Barat memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung, dan ngarai.

Selain itu pariwisata Sumatra Barat juga banyak menjual budayanya yang khas, seperti Festival Tabuik, Festival Rendang, permainan kim, dan seni bertenun. Disamping wisata alam dan budaya, Sumatra Barat juga terkenal dengan wisata kulinernya. Sumatra Barat memiliki akomodasi wisata, seperti hotel dan agen ibukota sumatera barat yang cukup baik.

Pada akhir tahun 2012, provinsi ini telah memiliki 221 hotel dengan jumlah kamar mencapai 5.835 unit. [26] Namun hotel-hotel berbintang lima dan empat, hanya terdapat di Padang dan Bukittinggi.

[27] Sedangkan untuk agen perjalanan di bawah keanggotaan ASITA, Sumatra Barat sudah memiliki lebih dari 100 agen. Untuk melengkapi fasilitas penunjang pariwisata, pemerintah juga menyediakan kereta api wisata yang beroperasi pada waktu tertentu.

Untuk berbagai informasi serta literatur sejarah dan kebudayaan Minangkabau, wisatawan dapat memperolehnya di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang terletak di Perkampungan Minangkabau, Padang Panjang.

Di PDIKM terdapat berbagai dokumentasi berupa ibukota sumatera barat mikrograf, surat kabar, pakaian tradisional, kaset rekaman lagu daerah, dokumentasi surat-surat kepemerintahan, dan alur sejarah masyarakat Minangkabau sejak abad ke-18 hingga tahun 1980-an. Seni dan Budaya [ sunting - sunting sumber ] Musik [ sunting - sunting sumber ] Saluang Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat.

Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat. Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional saluang, bansi, talempong, rabab, pupuik, serunai, dan gandang tabuik. Ada pula saluang jo dendang, yakni penyampaian dendang (cerita berlagu) yang diiringi saluang yang dikenal juga dengan nama sijobang.

[28] Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi merantau.

Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau. Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950-an, ditandai dengan lahirnya Orkes Gumarang. Elly Kasim, Tiar Ramon dan Nurseha adalah penyanyi Sumatra Barat yang terkenal pada era 1970-an hingga saat ibukota sumatera barat. Saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatra Barat, bernaung dibawah organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Penata musik Rekaman Indonesia) dan PARMI (Persatuan Artis Minang Indonesia).

Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat yang turut mendukung industri musik Minang antara lain: Tanama Record, Planet Record, Pitunang Record, Sinar Padang Record, Caroline Record yang terletak di Padang dan Minang Record, Gita Virma Record yang terletak di Bukittinggi.

Sebuah pertunjukan randai Tari tradisional [ sunting - sunting sumber ] Secara garis besar seni tari dari Sumatra Barat adalah dari adat budaya etnis Minangkabau dan etnis Mentawai.

Kekhasan seni tari Minangkabau umumnya dipengaruhi oleh agama Islam, keunikan adat matrilineal dan kebiasan merantau masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi yang bersifat klasik, di antaranya Tari Pasambahan, Tari Piring, Tari Payung, dan Tari Indang. Sementara itu terdapat pula suatu pertunjukan khas etnis Minangkabau lainnya berupa perpaduan unik antara seni bela diri yang disebut silek dengan tarian, nyanyian dan seni peran ( acting) yang dikenal dengan nama Randai.

[29] Sedangkan untuk tarian khas etnis Mentawai disebut Turuk Laggai. Tarian Turuk Langai ini umumnya bercerita tentang tingkah laku hewan, sehingga judulnya pun disesuaikan dengan nama-nama hewan tersebut, misalnya tari burung, tari monyet, tari ayam, tari ular dan sebagainya. [30] Artikel utama: Rumah Gadang dan Uma Rumah adat Sumatra Barat khususnya dari etnis Minangkabau disebut Rumah Gadang.

Rumah Gadang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut secara turun temurun. [16] Tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut biasanya juga dibangun sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan tempat tinggal lelaki dewasa kaum tersebut namun belum menikah.

Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bahagian muka dan belakang, [31] umumnya berbahan kayu, dan sepintas kelihatan seperti berbentuk rumah panggung dengan atap yang khas, menonjol seperti tanduk kerbau, masyarakat setempat menyebutnya Gonjong dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Rumah Bagonjong [32] ini menurut masyarakat setempat diilhami dari tambo, yang mengisahkan kedatangan nenek moyang mereka dengan kapal dari laut.

Ciri khas lain rumah adat ini adalah tidak memakai paku besi tetapi menggunakan pasak dari kayu, namun cukup kuat sebagai pengikat. [33] Sementara etnis Mentawai juga memiliki rumah adat yang berbentuk rumah panggung besar dengan tinggi lantai dari tanah mencapai satu meter yang disebut dengan uma.

[34] Uma ini dihuni oleh secara bersama oleh lima sampai sepuluh keluarga. Secara umum konstruksi uma ini dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi dipasak dengan kayu serta sistem sambungan silang bertakik. Senjata tradisional [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Senjata tradisional Sumatra Barat adalah Keris dan Kurambiak atau Kerambit berbentuk seperti kuku harimau. Keris biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, dan umumnya dipakai oleh para penghulu terutama dalam setiap acara resmi ada terutama dalam acara malewa gala atau pengukuhan gelar, selain itu juga biasa dipakai oleh para mempelai pria dalam acara majelis perkawinan yang masyarakat setempat menyebutnya baralek.

Sedangkan kerambit merupakan senjata tajam kecil yang bentuknya melengkung seperti kuku harimau, karena memang terinspirasi dari kuku binatang buas tersebut. Senjata mematikan ini dipakai oleh para pendekar silat Minang dalam pertarungan jarak pendek yang biasanya merupakan senjata rahasia, terutama yang menggunakan jurus silat harimau. Berbagai jenis senjata lainnya juga pernah digunakan seperti tombak, pedang panjang, panah, sumpit dan sebagainya.

Masakan ibukota sumatera barat [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Masakan Padang dan Masakan Sumatra Barat Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang dengan citarasa yang pedas. Masakan Padang dapat ditemui hampir di seluruh penjuru Nusantara, bahkan sampai ke luar negeri. [35] Beberapa contoh makanan dari Sumatra Barat yang cukup populer adalah Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, Itiak Lado Mudo, Soto Padang, dan bubur kampiun.

Setiap kawasan di Sumatra Barat, memiliki makanan sebagai ciri khas daerah, yang biasa dijadikan sebagai buah tangan (oleh-oleh) misalnya: Padang terkenal dengan bengkuang, Padang Panjang terkenal dengan pergedel jaguang, Bukittinggi dengan karupuak sanjai, Payakumbuh dengan galamai dan batiah. Selain itu Sumatra Barat juga memiliki ratusan resep, seperti kipang kacang, bareh randang, randang telur, dakak-dakak angko 8, rakik maco, pinyaram, Karupuak Balado, dan termasuk juga menghasilkan Kopi Luak.

Olahraga [ sunting - sunting sumber ] Tour de Singkarak Provinsi Sumatra Barat memiliki beberapa even olahraga yang ibukota sumatera barat lokal, nasional, maupun internasional, diantaranya adalah lomba pacu kuda. Perlombaan pacu kuda sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Minangkabau. Rangkaian perlombaan pacu kuda biasanya diselenggarakan di beberapa kota di Sumatra Barat secara bergiliran.

[36] Even internasional lainnya adalah Tour de Singkarak yang pada tahun 2013 telah memasuki tahun kelima. Kejuaraan ini secara resmi telah menjadi agenda perhelatan tahunan Union Cycliste Internationale (UCI). Beberapa kawasan wisata menjadi bagian dari jalur lintasan lomba termasuk Lembah Harau, Danau Maninjau, Kelok 44, Istana Basa Pagaruyung, dan danau Di atas- Dibawah. [37] Di sisi lain, cabang olahraga perahu naga ( dragon boat) juga rutin dilaksanakan di Sumatra Barat, seperti kejuaraan Perahu Naga Internasional di Padang yang mendatangkan peserta dari mancanegara, serta kejuaraan Dayung Tradisional di Pantai Carocok, Painan dan Dharmasraya.

Media dan informasi [ sunting - sunting sumber ] TVRI Sumatra Barat Hampir keseluruhan saluran stasiun televisi nasional telah dapat menjangkau kawasan Sumatra Barat.

Selain itu provinsi ini juga memiliki beberapa stasiun televisi lokal, seperti TVRI Sumatra Barat, Padang TV, Minang TV, TV E, Favorit TV dan Bukittinggi Televisi (BiTV). Rata-rata disetiap kabupaten dan kota di provinsi ini telah memiliki pemancar radio selain milik pemerintah juga swasta, seperti RRI Padang, Radio Classy FM, Radio Jelita FM, Radio SK FM, dan Radio Fanesa 5 FM, Radio Ibukota sumatera barat FM, Radio Harau FM.

Sumatra Barat saat ini juga banyak memiliki media cetak jenis surat kabar, diantaranya Harian Padang Ekspres, Harian Haluan, dan Harian Singgalang, Harian Posmetro Padang, Harian Metro Andalas (Metrans), Harian Rakyat Sumbar dan Harian Koran Padang. Serta beberapa media cetak mingguan seperti Tabloid Indonesia Raya, Binnews, dan Bakinews. Media cetak tersebut juga tersedia dan dapat diakses secara online melalui internet. Pada awalnya Sumatra Courant merupakan koran pertama yang terbitkan di Sumatra Barat oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1862.

Selanjutnya tahun 1877 terbit Padangsche Handelsblad milik swasta. Kedua surat kabar ini menggunakan bahasa Belanda, dan baru pada tahun 1890 terbit surat kabar bulanan Pelita Kecil yang telah menggunakan bahasa Melayu. [38] Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2020 mencatat, Sumatra Barat merupakan provinsi dengan persentase pengguna internet tertinggi di Sumatra.

Pengguna internet tercatat sebanyak 5.008.263 orang atau 91,4% dari populasi. [39] Samudra Hindia Sumatra Utara Riau Samudra Hindia Riau Sumatra Barat Samudra Hindia Bengkulu Jambi Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Daftar tokoh Sumatra Barat • Uda Uni Sumbar Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Arti Lambang Tuah Sakato". Pemprov Sumbar. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-28. Diakses tanggal 20 Januari 2020. • ^ (ditetapkan menjadi Undang-Undang oleh UU No.

61 Tahun 1958) • ^ Media, Kompas Cyber. "1 Oktober 1945 Ditetapkan sebagai Hari Jadi Sumatera Barat". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-26. Diakses tanggal 2019-12-26. • ^ a b c d e f "Provinsi Sumatra Barat Dalam Angka 2021" (pdf). BPS Sumbar. hlm. 139-365. Diakses tanggal 27 Februari 2021.

Parameter -accessyear= yang tidak diketahui mengabaikan ( -access-date= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 Februari 2021. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021.

• ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 16 Februari 2021.

ibukota sumatera barat

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ a b c d e Asnan, Gusti, (2007), Memikir ulang regionalisme: Sumatra Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6. • ^ Amran, Rusli (1981). Sumatra Barat hingga Plakat Panjang. Penerbit Sinar Harapan. • ^ "Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan Sumatra Barat". Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatra Barat. Diakses tanggal 2012-05-16.

• ^ Sieh, K.; Natawidjaja, D. (2000). "Neotectonics of the Sumatran fault, Indonesia" (PDF). Journal of Geophysical Research, 105 (B12). hlm. 28, ibukota sumatera barat, dan 326. • ^ Haris, Syamsuddin, 2005, Pemilu langsung di tengah oligarki partai: proses nominasi dan seleksi calon legislatif Pemilu 2004, Gramedia Pustaka Utama, ISBN 978-979-22-1695-0.

• ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017)". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-09. • ^ "(Hasil SP dan Hasil Supas) Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat (Jiwa), 2010-2020".

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Ibukota sumatera barat tanggal 2021-03-17. • ^ Marsden, William, (2009), The History of Sumatra, BiblioBazaar, ISBN 978-0-559-09304-3. • ^ a b Graves, Elizabeth E., (2007), Asal usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX, Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-661-1.

• ^ https://historia.id/ekonomi/articles/asa-jawa-suriname-buyar-di-negeri-asal-DpYMv • ^ https://sumbarsatu.com/berita/20367-emma-yohana-mari-kita-perjuangkan-hakhak-warga-eks-suriname-yang-terampas • ^ http://www.jambi-independent.co.id Kampung Keling, Tempat Tinggal Muslim India di Pariaman dan Padang [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf).

www.bps.go.id. hlm. 36–41. Diakses tanggal 22 September 2021. • ^ "Kebudayaan Sumatera Barat". sumbarprov.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-24. • ^ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. "Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia".

Diakses tanggal 24-01-2021. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ a b http://www.bi.go.id Profil Sumbar • ^ http://www.metrotvnews.com Tour de Singkarak Naikan 24 Persen Kunjungan Wisatawan Diarsipkan 2014-01-07 di Wayback Machine. • ^ Sumbar Gelar Tiga Kegiatan Internasional • ^ http://www.beritasatu.com Sektor Perhotelan di Sumatra Barat Alami Peningkatan • ^ Ryan Ver Berkmoes, Celeste Brash; Lonely Planet Indonesia; 2010 • ^ Phillips, Nigel, (1981), Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-23737-6.

• ^ Pauka K., (1998), Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau, Ohio University Press, ISBN 978-0-89680-205-6. • ^ http://www.indosiar.com Sajian Tarian Khas Mentawai Diarsipkan 2010-06-26 di Wayback Machine. (diakses pada 25 juli 2010) • ^ Azinar Sayuti, Rifai Abu, (1985), Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatra Barat, hlm.

202, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. • ^ Navis, A.A., Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 3, Grasindo, ISBN 979-759-551-X. • ^ Mengenal Rumah Adat, Pakaian Adat, Tarian Adat, Dan Senjata Tradisional, PT Niaga Swadaya, ISBN 979-788-145-8.

• ^ Schefold R., (1991), Mainan bagi ibukota sumatera barat kebudayaan Mentawai, PT Balai Pustaka, ISBN 979-407-274-5. • ^ Ramli, Andriati, 2008, Masakan Padang: Populer & Lezat, Niaga Swadaya, ISBN 978-979-1477-09-3. • ^ travel.kompas.com Pacu "Kudo" Bangkitkan Pariwisata Lokal (diakses 28 Oktober 2010) • ^ http://www.tourdesingkarak.com Diarsipkan 2012-04-24 di Wayback Machine.

TdS Diarsipkan 2012-04-24 di Wayback Machine. (diakses pada 6 Juni 2011) • ^ Syamdani, (2009), PRRI, pemberontakan atau bukan, Media Pressindo, ISBN 978-979-788-032-3 • ^ https://www.infotek.id/licenses/survey_apjii_2020/Survei_APJII_2019-2020_Q2.pdf Bacaan lainnya [ sunting - ibukota sumatera barat sumber ] • (Indonesia) Rusli Amran, (1981), Sumatra Barat hingga Plakat Panjang, Jakarta: Sinar Harapan. • (Indonesia) Audrey R.

Kahin, (2005), Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 979-461-519-6 • ibukota sumatera barat A.A. Navis, (1984), Alam Takambang jadi Guru. Jakarta: PT.

Grafiti Pers. • (Indonesia) M.D. Mansoer, (1970), Sedjarah Minangkabau, Jakarta: Bhratara. Pranala luar [ sunting - sunting ibukota sumatera barat ] Wikivoyage memiliki panduan wisata West Sumatra. Wikimedia Commons memiliki media mengenai West Sumatra. Portal Indonesia • (Indonesia) Situs web resmi provinsi Sumbar Diarsipkan 2012-01-15 di Wayback Machine. • (Indonesia) Profil Demografi Sumbar • (Indonesia) Profil Ekonomi Sumbar • (Indonesia) Profil Wisata Sumbar • (Indonesia) Ekonomi Regional Sumbar • (Indonesia) Statistik Regional Sumbar • (Indonesia) Informasi seputar Sumatra Barat • (Indonesia) Situs Antara Sumbar Portal Berita Sumatra Barat.

• (Indonesia) Situs Cimbuak.com Portal Komunitas Minang. • (Indonesia) Situs West-Sumatra.com Diarsipkan 2019-03-09 di Wayback Machine. Portal Parawisata Independen Komunitas Minang bertajuk fotografi. Koordinat: 0°56′16.94″S 100°21′38.3″E  /  0.9380389°S 100.360639°E  / -0.9380389; 100.360639  ( Sumatra Barat) Kaharuddin Datuk Rangkayo Basa (1958–1965) · Suputro Brotodihardjo (1965–1966, Penjabat Gubernur) · Harun Zain (1966–1977) · Azwar Anas (1977–1987) · Hasan Basri Durin (1987–1997) · Muchlis Ibrahim (1997–1999) · Dunidja (1999–2000, Penjabat Gubernur) · Zainal Bakar (2000–2005) · Thamrin (2005, Penjabat Gubernur) · Gamawan Fauzi (2005–2009) · Marlis Rahman (2009–2010) · Irwan Prayitno (2010–2015) · Reydonnyzar Moenek (2015–2016, Penjabat Gubernur) · Irwan Prayitno (2016–2021) · Alwis (2021, Pelaksana Harian Gubernur) · Hamdani (2021, Penjabat Gubernur) · Mahyeldi Ansharullah (sejak 2021) • Kota Banda Aceh • Kota Langsa • Kota Lhokseumawe • Kota Sabang • Kota Subulussalam • Kota Binjai • Kota Gunungsitoli • Kota Medan • Kota Padang Sidempuan • Kota Pematangsiantar • Kota Sibolga • Kota Tanjungbalai • Kota Tebing Tinggi • Kota Bengkulu • Kota Jambi • Kota Sungaipenuh • Kota Dumai • Kota Pekanbaru • Kota Bukittinggi • Kota Padang • Kota Padang Panjang • Kota Pariaman • Kota Payakumbuh • Kota Sawahlunto • Kota Solok • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih • Kota Bandar Lampung • Kota Metro • Kota Pangkal Pinang • Kota Batam • Kota Tanjungpinang Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Templat webarchive tautan wayback • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pages using infobox settlement with no coordinates • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Pranala Commons ada di Wikidata • Koordinat di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda WorldCat-VIAF • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 1 Mei 2022, pukul 01.20.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Provinsi Sumatera Barat memiliki 19 kabupaten/kota yang terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota, dengan luas wilayah sebesar 42.012,89 km2.

Kabupaten/kota yang mempunyai luas wilayah terbesar di Provinsi Sumatera Barat adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan luas wilayah sebesar 6.011,35 km2, diikuti oleh Kabupaten Pesisir Selatan dengan luas wilayah sebesar 5.749,89 km2, dan kemudian oleh Kabupaten Pasaman dengan luas wilayah sebesar 3.947,63 km2.

Ibu kota Provinsi Sumatera Barat adalah Kota Padang. Berikut adalah daftar 19 kabupaten/kota ibukota sumatera barat Provinsi Sumatera Barat yang diurutkan secara alfabetis, lengkap dengan kode wilayah menurut Peraturan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, nama ibu kota kabupaten dan luas wilayah dari masing-masing kabupaten/kota tersebut.

No Kode Wilayah Kabupaten/Kota Ibu Kota Kabupaten Luas Wilayah (km2) Luas Wilayah (%) 1 13.06 Kabupaten Agam Lubuk Basung 1.804,30 4,29% 2 13.10 Kabupaten Dharmasraya Pulau Punjung 2.961,13 7,05% 3 13.09 Kabupaten Kepulauan Mentawai Tuapejat 6.011,35 14,31% 4 13.07 Kabupaten Lima Puluh Kota Sarilamak 3.571,14 8,50% 5 13.05 Kabupaten Padang Pariaman Parit Malintang 1.332,51 3,17% 6 13.08 Kabupaten Pasaman Lubuk Sikaping 3.947,63 9,40% 7 13.12 Kabupaten Pasaman Barat Simpang Ampek 3.887,77 9,25% 8 13.01 Kabupaten Pesisir Selatan Painan 5.749,89 13,69% 9 13.03 Kabupaten Sijunjung Muaro Sijunjung 3.130,40 7,45% 10 13.02 Kabupaten Solok Arosuka 3.738,00 8,90% 11 13.11 Kabupaten Solok Selatan Padang Aro 3.346,20 7,96% 12 13.04 Kabupaten Tanah Datar Batusangkar 1.336,10 3,18% 13 13.75 Kota Bukittinggi – 25,24 0,06% 14 13.71 Kota Padang – 693,66 1,65% 15 13.74 Kota Padangpanjang – 23,00 0,05% 16 13.77 Kota Pariaman – 66,13 0,16% 17 13.76 Kota Payakumbuh – 85,22 0.20% 18 13.73 Kota Sawahlunto – 231,93 0,55% 19 13.72 Kota Solok – 71,29 0,17% Provinsi Sumatera Barat 42.012,89 100,00% Daftar kabupaten/kota di provinsi lainnya: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.

Catatan: Data kode wilayah, nama kabupaten/kota, dan luas wilayah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.

Recent Posts • Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022 • Daftar Puskesmas di Kecamatan Jatiasih, Kota Ibukota sumatera barat • Daftar Puskesmas di Ibukota sumatera barat Jatisampurna, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi • Ibukota sumatera barat Puskesmas di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi • Kurs Pajak Terbaru (+ PDF KMK Tahun 2021)

5 Kota Termaju dan Terbesar di Sumatera




2022 www.videocon.com