Tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Wawasan Seni A. Pengertian Seni Demikian universalnya seni sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga wajar jika ada banyak definisi seni yang dikemukakan, diantaranya : 1.

HERBERT READ : Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk karya. 2. ENSIKLOPEDIA INDONESIA : Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.

3. ACHDIAT KARTAMIHARDJA :Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si penerimanya. B. Fungsi Seni 1. Fungsi Individual Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis. Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts), sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts).

Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan berkarya atau penikmatan karya seni. 2. Fungsi Sosial : a. Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan ~>Seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah.

b. Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan ~>Penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh: gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari, teater dan sastera). c. Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi ~>Seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi (fine arts), tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu, kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak.

d. Fungsi sosial seni dalam bidang hiburan atau rekreasi ~>Dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur dekorasi interior atau eksterior, arsitektur C.

Cabang cabang seni 1. Seni suara (musik) dengan unsur utamanya suara, misalnya: suara manusia (vokal), suara alat musik, dsb.

2. Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa 3. Seni tari dengan unsur utamanya gerak 4. Seni sastera dengan unsur utama bahasa 5. Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak, dan musik 1.

SENI RUPA A. Pengertian Seni Rupa seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur. Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni.

Applied Art/Seni Rupa Terapan adalah hasil karya seni rupa yang dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari hari. Seni rupa murni dalam bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi. B. Media Berkarya seni rupa 1. Media Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut. a. Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja.

Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan HB. b. Konte, warnanya sangat hitam dan lunak. Cocok untuk membuat gambar potret atau benda yang bertekstur halus. c. Pastel dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda kandungan kapurnya. Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir. d. Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen.

Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir. e. Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebaltipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekananspidol pada bidang kertas. f. Cat poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang dihasilkan dari kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih cerah.

g. Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas. h. Cat minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak pengencernya. Cat minyak ini digunakan untukmelukis pada kain kanvas. i. Kain kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu dengan spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain).

Kain kanvas adalah bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis. j. Kuas, untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk cat air. Bentuknya ada yang pipih, ada pula yang runcing dengan berbagai ukuran.

k. Palet, merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat. Palet untuk cat air dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu. l. Komputer, merupakan media berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat ini memungkin- kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.

2. Media dan Teknik Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi Media berkarya seni rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut a. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu. b. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat. c. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.

Misalnya, membuat patung. d. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam. e. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

C. Pengelompokan Seni Rupa 1. Seni rupa dibedakan menurut fungsi dan tujuannya : a. Seni rupa murni (fine arts/pure arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.

b. Seni Rupa terapan (applied arts/useful arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll. 2. Seni rupa dibedakan berdasarkan bentuk : a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll.

b. Seni rupa 3 dimensi (trimatra) Karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan dll.

D. Cabang cabang seni rupa 1. Seni lukis Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya. 2. Seni patung Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.

3. Seni Grafis Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain : √Cetak Tinggi ( Relief Print ) wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print √Cetak Dalam ( Intaglio ) dry point, etsa, mizotint,sugartint sablon ( silk screen ) √Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.

4. Seni keramik Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional E. Unsur- Unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari : 1.Titik /Bintik ~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil.

Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik. 2.Garis ~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah kumpulan tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … yang bertangkai.

3. Bidang ~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya 4.Bentuk ~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya.

Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. ••Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapesium dan lingkaran. ••Bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan tersendiri seperti : ••Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal.

Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. ••Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak. ••Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah. Dalam seni rupa, bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu : ••Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).

Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia ataupun alam lainnya. ••Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi.

Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadang-kadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Contoh bentuk ini, misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan.

Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran, dan lain-lain. ••Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam.

Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu bentuk abstrak murni, abstrak simbolis, dan abstrak filosofis. √Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya segitiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain. √Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang, dan lain-lain. √Bentuk abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan lainnya.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

5. Ruang ~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

6. Warna ~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna. ••Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : √ Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning.

√ Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu. √ Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.

√ Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. √ Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. ••Sifat warna Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity. √Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya.

Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. √Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value.

Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. √Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna.

Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni °°Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.

°°Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau. °°Warna analogus tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.

••Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut : √Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis. √Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.

√Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci. √Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya. √Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

√Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung. √Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia. √Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan. √Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan. √Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia. √Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.

Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Contoh : bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta kuning, di Sulawesi putih, di Sumatera merah, dan sebagainya.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. 7. Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut : ••Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda.

Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi.

√Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. √Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas).

Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper. ••Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja.

Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong F.

Prinsip-prinsip Seni Rupa Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu: 1.        Kesatuan (unity) Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.

2.        Keselarasan (harmony) Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

3.  Penekanan (kontras) Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton. 4  Irama (rhytm) Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus.

Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis. 5.      Gradasi Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur. 6.      Proporsi Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan.

Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya. 7.      Keserasian Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda. 8.      Komposisi Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.

9.      Keseimbangan (balance) Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan. 10.  Aksentuasi Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya. G. Tokoh tokoh Seni Rupa 1. RADEN SALEH ( Semarang 1807 1880 ) Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa.

Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah Penangkapan Diponegoro. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik. Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul ” Berburu” media lukisan cat minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda. 2. AFFANDI ( Cirebon 1907 1990 ) Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya ekspresionism. Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun 1950-an.

Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran ekspresionism. Salah satu karya lukisan Affandi berjudul “Wajah – wajah putra Tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974 3.

BASUKI ABDULLAH ( Surakarta 1915 1993 ) gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … Naturalism. Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul ” Diponegoro memimpin pertempuran ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940 4.

HENDRA GUNAWAN ( Bandung 1918 1983 ), Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para kolektor dalam negeri. Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi kehidupan masyarakat pedesaan.

Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul ” Mencari kutu rambut ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953. 5. S. SUDJOJONO (Kisaran, Sumatera Utara 1913 – 1985. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.

Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya.

Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul ” Seko (perintis gerilya), media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm 6. POPO ISKANDAR ( Garut, Jawa Barat 1929 2000 ) Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri.

Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul ” Kucing mata hijau “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm 7. SRIHADI SOEDARSONO ( Solo 1931 ). Gaya aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan modern kontemporer. Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul ” Borobudur II “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982 8. JOKO PEKIK ( Grobogan, Jawa Tengah 1938 ) mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya.

Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis. alah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul “Berburu celeng” lukisan seharga Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

9. JEIHAN SUKMANTORO ( Solo 1938 ) Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya. Lukisan karya Jeihan termasuk dalam gaya aliran lukisan figurative modern. Salah satu lukisan Jeihan berjudul “Gadis berbaju putih” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975 10. WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 2002 ) sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna dilukis dalam gaya batik kontemporer.

Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni rupa itu. Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ).

Beberapa penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang seni rupa. 2. SENI MUSIK A. Pengertian Seni Musik 1.

Jamalus (1988) Musik adalah suatu tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

2. Rina (2003) Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian. 3. Prier (1991) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.

4. Menurut ahli perkamusan (lexicographer) Musik ialah: Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional Secara Umum, Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya B.

Seni Musik Tradisional Jawa Karawitan Karawitan berasal dari kata : ka rawit an, rawit artinya halus Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan •Karawitan menurut arti luas adalah Musik •Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog slendro Pengertian Suara, Desah, dan Nada •Suara (Swabawa) : Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya •Desah : Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya •Nada : Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran tiap detik Laras Menurut arti khususnya, Laras adalah Enak didengar/indah Menurut arti luasnya, Laras adalah Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.

Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada (mengapit) Contoh : 123561 ••Ricikan Gamelan adalah satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh Nama-Nama Ricikan Gamelan : √Rebab Hanya satu jenis saja. Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog) √Kendang Berfungsi : Sebagai pemimpin irama/gendhing Sebagai pembentuk karakter/suasana gendhing Ada 4 macam, yaitu : ~>Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm ~>Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm ~>Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm √Gender Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Gender Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Bonang Barung Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Bonang Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Saron Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, √Saron Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Demung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Slentem Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Kenong Berfungsi sebagai pemangku nada Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong 5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1 5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7 Kempul Berfungsi sebagai pemangku irama Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah 5 buah laras slendro 5 buah laras pelog √Ketuk dan Kempyang Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang.

Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasnya 6 √Clempung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu : 1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog Siter untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2 bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil √Siter Penerus untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi.

Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter √Gambang Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang pelog √Suling Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog √Gong Berfungsi sebagai penanda koma dan titik pada kalimat lagu Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong PENGERTIAN DALAM GAMELAN •Gamelan Seperangkat Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya •Gamelan Sepangkon 2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog •Gangsa Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah •Sengganen Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan •Wilahan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk bilah •Plangkan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut •Rancakan : Plangkan pada bonang dan kenong •Pangkon : Plangkan pada demung, saron barung dan penerus •Grobokan : Plangkan pada gender dan slentem •Gayor : Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong •Pluntur Tali tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain •Klante Tali-tali pada kenong, kempul dan gong C.

Unsur-unsur dalam Seni Musik Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument. ••Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia. ••Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring. UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL : 1. Artikulasi, adalah cara pengucapan katademi kata yang baik dan jelas.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : – Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah. – Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.

– Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik. Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : a. Pendengaran yang baik b. Kontrol pernafasan c. Rasa musical. NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.Sifat nada ada 4 (empat): 1.

FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. 2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan 3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.

4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.Suara manusia ada 5 (lima): 1. Suara Wanita Dewasa: – Sopran (suara tinggi wanita) – Messo Sopran (suara sedang wanita) – Alto (suara rendah wanita) 2.Suara Pria Dewasa : – Tenor (suara tinggi pria) – Bariton (suara sedang pria) – Bas (suara rendah pria) D.

Lagu Daerah 1. Lagu Daerah Jambi Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang dan Timang-Timang Anakku Sayang. 2.

Sumatera Selatan Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile dan Tari Tanggai. 3. Lagu Daerah Bengkulu Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang. 4. Lagu Daerah Lampung Lagu Lipang Lipandang merupakan satu-satunya lagu daerah yang berasal dari Lampung. 5. Lagu Daerah Jakarta Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel, Ronggeng, Sirih Kuning dan Surilang.

6. Lagu Daerah Jawa Barat Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Halo Halo Bandung, Manuk Dadali, Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu Nyere Pegat Simpai, Tokecang, dan Warung Pojok.

7. Lagu Daerah Jawa Tengah Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, dan Jaranan. 8. Lagu Daerah Yogyakarta Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, dan Te Kate Dipanah. 9. Lagu Daerah Jawa Timur Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape dan Tanduk Majeng. 10. Lagu Daerah Banten Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. 11. Lagu Daerah Bali Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Mejangeran, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Puteri Ayu dan Ratu Anom.

12. Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana dan Tutu Koda. 13. Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, dan Potong Bebek Angsa. 14. Lagu Daerah Kalimantan Barat Lagu Cik-Cik Periuk merupakan satu-satunya lagu tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat.

15. Lagu Daerah Kalimantan Tengah Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu. 16. Lagu Daerah Kalimantan Selatan Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai dan Saputangan Bapuncu Ampat. 17. Lagu Daerah Kalimantan Timur Lagu Indung-Indung merupakan lagu daerah satu-satunya yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

18. Lagu Daerah Sulawesi Utara Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang. 19. Lagu Daerah Sulawesi Tengah Tondok Kadadingku dan Tope Gugu. 20. Lagu Daerah Sulawesi Selatan Ammac Ciang, Anak Kukang, Angin Mamiri, Ati Raja, Battibatti, Ganrang Pakarena, Ma Rencong, Marencong-rencong dan Pakarena.

21. Lagu Daerah Sulawesi Tenggara Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio. 22. Lagu Daerah Gorontalo Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu. 23. Lagu Daerah Maluku Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.

24. Lagu Daerah Papua Apuse, Sajojo dan Yamko Rambe Yamko. 3. SENI TARI A. Pengertian Tari 1. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta 2.

Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah 3. Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh 4.

Kamala Devi Chattopadhyaya Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada bentuk-bentuk tertentu. 5. Tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … Hartong Menurut Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari badan di dalam ruang.

Tari merupakan perpaduan antara wiraga,wirasa,dan wirama atau seni yang dihasilkan dari gerak mimic dan enak dipandang, umumnya tariannya diiringi dengan musik B. Bentuk Penyajian Tari 1. Tari Tunggal Tari yang dimainkan oleh seorang orang penari 2. Tari Berpasangan Tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi 3. Tari Massal Tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi 4.

Drama Tari C. Unsur unsur Seni Tari Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain: 1. Wiraga, yaitu dasar keterampilangerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan,pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.

2. Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas. 3. Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut.

D. Unsur unsur pendukung seni Unsur-unsur pendukung tariterdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung. 1. Gerak Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh(gerak bagian kepala,kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah.

Gerakan bersifat lembutdan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif. a. Gerak imitatif tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam. b. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.

c. Gerak maknawi adalah gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu. d. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika. 2. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnyadapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik danbenar.

Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaanketerampilan penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yangdibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.

3. Iringan Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesansebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.Musik yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari.

Oleh karenanya tari tersebut komunikatif. 4 Tata Busana/Kostum Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir didalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranandalam suatu sajian tari.

Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Iain-Iain.Tata busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya.

Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari.

Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat. 5 Tata Pentas/Panggung Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari.

Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik,namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yangterkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium.

Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap.

Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan.

Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandan E. Prinsip Tari Terdapat beberapa prinsip dasar darisebuah tarian yang penting untuk diketahui, yaitu: 1. Harmoni Harmoni atau keselarasan, keselarasanantara gerak, lagu, dan gerak tarian antara penari yang satu dengan penari yang lain harus disusun menjadi sebuah rangkaian yang berkaitan, berkesinambungan dalam sebuah harmoni yang baik sehingga dapat menyampaikan pesan yang dimaksud.Harmoni juga merupakan paduan penggunaan warna busana tari yang dapat memberi kesan sebuah karakter dengan warna yang ada.

Contohnya kuning dengan hijau, merah dengan biru atau kuning. Namun misalnya untuk karakter lincah misalnya, tidak memadukan hitam dengan ungu tua. 2. Keutuhan Kesatuan dalam karya seni tari adalah membuat satu bentuk yang memiliki keterkaitan unsur satu dengan yang lain berdasarkan sumber yang sama. Tari adalah pertunjukan yang bermaksud menyampaikan suatu pesan tanpa kata, hanya melalui mimik,gerak, lagu, dan tata busana. Oleh karenanya semua faktor yang harus ada didalam sebuah tarian harus terangkai dengan lengkap dan utuh.Jika kita ambil unsur terpenting yang menjadi titik pertemuan yang mengaitkan satu unsur dengan usur lainnya sehingga berakhir pada sebuahtujuan yang sama, kesatuan dan keutuhan sebuah karya seni tari adalah: – Ide atau gagasan – Tema – Desain/motif gerak – Dinamika iringan tari – Dinamika rangkaian motif gerak – Desain rias – Desain busana *.Ide/Gagasan dalam mengawali sebuah kreativitas harus jelas akar sumbernya sehingga ketika tema ditentukan akan dengan mudah ke arah mana desain gerak/motif gerak hingga menjadipola yang disusun menjadi sebuah bentuk yang memiliki keterkaitan dengan tema tadi.

*.Gerak tari harus menimbulkan kesan karakter tertentu agar kreativitas pemilihan iringan tari jelas menyusun dinamika dan suasana yang diinginkan karakternya.

*.Respons iringan tari akan menegaskan suasana yang diinginkan dalam setiap bagian pola gerak. Keterbacaan suasana ini bergantung kepada penyusunan dinamika rangkaian motif gerak. *.Keseluruhan unsur tadi harus didukung penegasan wujud visual dengan desain rias dan busana sebuah tari. 3. Keseimbangan Harus ada kesimbangan antara peran dan pemain, lagu dan gerak, waktu dan lama pertunjukan. Sehingga pesan daritarian dapat tersampaikan dengan baik. Keseimbangan yang dimaksud adalah proporsional dalam mengolah dimensi ruang, waktu, tenaga yang ditentukan dengan jumlah dan ukuran.

Proporsional dengan pemahaman tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … bukan jumlah penari yang harus sama, tetapi kedudukannya seimbang dengan besarnya ruang atauarena pentas. Begitu pula dengan desain pola lantai kedudukan penari, durasi waktu penyajian seimbang dengan tema tarian, tidak bertele-tele seperti mengungkapkan sesuatu yang terlalu berbelit-belit.

Harus proporsional menggunakan tenaga karena jika semua gerakan menggunakan tenaga yang kuat, akan menguras keringat penari dan melelahkan penonton. 4. SENI THEATER A.Pengertian Teater Teater berasal dari bahasa Yunani, yaitu theatron yang asal katanya theomai yang berarti “takjub melihat atau memandang”.

Dalam perkembangannya, teatermemiliki beberapa pengertian sebagai berikut. 1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zamanPlato).

2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zamanHerodotus).

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukanatau karangan yang dipentaskan. Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitudalam arti sempit dan arti luas. 1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagaidrama (kisah hidup atau kehidupan manusiabaik fiktif maupun nyata) yang diceritakandan dipentaskan di atas panggung/pentas,kemudian didiskusikan olehorang banyakyang mengacu pada panduan teks/naskah.

2. Dalam arti luas, teater adalah segalamacam pertunjukan atau tontonan yangdipertunjukkan di depan khalayak ramai.Misalnya, wayang orang, lenong, ketoprak,ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.Jika dilihat dari de finisinya, teater diartikan sebagai sebuah pertunjukan.Selain itu, teater juga memiliki arti sebuah organisasi yang berupa wadah untukkumpulan orang-orang pecinta teater. Secara umum istilah teater nusantara dapat diartikan sebagai berikut. 1. Seluruh pertunjukan yangberlangsung di sebuah tempat baik di luar maupundi dalam gedung dan disaksikan oleh orang banyak (penonton).

2. Arena pusat dari sebuah pertunjukan. 3. Panggung tempat pertunjukan. 4. Nama organisasi kelompok orang yang mencintai seni teater. B.Sejarah Teater Dalam sejarah dunia, teater muncul sekitar abad ke-6 SM dari bangsa Yunani kuno yang telah mempunyai seni pertunjukan yang disebut drama.

Pertunjukandrama berasal dari upacara keagamaan dalam bentuk pemujaan kepada Dewa Anggur bernama Dionysus. Teater pada zaman Yunani Kuno biasanyadipertunjukkan secara umum di sebuah tempat yang bernama theatron. Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka tanpa atap, dan dibangun dilereng-lereng bukit.Di Italia, seni teater berkembang sangat pesat dan mengalami masa kejayaan,baik dari segi panggung, penambahan dekorasi, maupun penambahan ornamenserta layar pada tempat pertunjukan sehingga melahirkan teater modern.

Berbeda dengan zaman Yunani, penonton teater di Italia terbatas pada kalangan tertentu,yaitu kalangan bangsawan. Teater di Indonesia Sementara itu di Indonesia, seni pertunjukan seperti teater sudah muncul sejaklama.

Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater tradisional yangberasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ketoprak dari Jawa,mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali. Pada awalnya, teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring berkembangnya zaman,beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan untuk tontonan saja. Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantaramengalami perubahansehingga muncul teater modern. Teater modern ini merupakan teater yangdipengaruhi oleh teater tradisional dan teater barat.Dengan adanya pengaruh daribarat, bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataanpanggung, dan penataan cahaya.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, TeaterKoma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan TeaterGandrik. C. Unsur-unsur Teater Unsur-unsur dalam teater antara lain : 1. Naskah/SkenenarioNaskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan.

2. SkenarioSkenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya. Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis. 3. Pemain/Pemeran/TokohPemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor .• Macam-macam peran: a. Peran Utama Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah b.

Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian c. Peran Tambahan/FiguranFiguran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana 4.Sutradara Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron. 5. Properti Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan dramaatau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain 6.

Penataan Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain: a. Tata Rias Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan b.

Tata Busana Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian c. Tata Lampu Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung d. Tata Suara Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara 7. Penonton Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara ataufilm karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja.

Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.Contoh seni tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … D.

Jenis-jenis Teater Tradisional Indonesia 1.Ketoprak dari Yogyakarta 2.Ludruk dari Surabaya 3.Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta. 4.Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi 5.Mamanda dan Wayang Gong dari Kalimantan Selatan 6.Mak Yong dan Mendu dari Riau 7.Masres dari Indramayu 8.Randai dari Sumatera Barat 9.Dulmulk dari Sumatera Selatan 10.Bangsawan dari Sumatera Utara 11.Anak Ari dari Nusa Tenggara 12.Arya Barong Kecak dari Bali ••Ciri-ciri Teater Tradisional Indonesia 1.Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah), 2.Pementasan sederhana, 3.Ceritanya turun temu MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Menghadapi seluruh kenyataan dalam hidupnya, manusia kagum atas apa yang dilihatnya, manusia ragu-ragu apakah ia tidak ditipu oleh panca-inderanya, dan mulai menyadari keterbatasannya.

Dalam tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … sehari-harinya manusia juga tak dapat terpisahkan dari aktivitas.

Baik itu dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam aktivitas tersebut kadang-kadang (bahkan harus) terdokementasikan. Baik itu dalam catatan pribadi maupun media, baik cetak atau elektronik. Dalam mengkaji suatu hal, perlu adanya teori, metode, dan teknik.

Pengkajian yang dilakukan bukan semata-mata tanpa garis pengarah, sebab dalam melakukan kajian terhadap suatu hal, perlu adanya penentuan cara dalam mengkaji. Penentuan cara pada intinya akan mengarahkan pengkaji untuk lebih mengtahui perspektif kajian yang digunakan dan kemudian akan jelaslah hasil kajian yang tentunya sesuai dengan pilihan cara pengkajian. Dalam hal ini lebih terfokus pada pengkajian karya sastra. Banyak teori-teori yang diungkapkan oleh pakar peneliti, antara lain: formalism, strukturalisme, semiotika, strukturalisme genetik, naratologi, resepsi, enterteks, feminis, post-kolonial, dekonstruksi, postrukturalisme, analisis isi ( content analysis) dan teori pendekatan lain yang memang memiliki perbedaan karakteristik.

Perbedaan karakteristik dalam setiap teori bergantung pada titik inti pengkajian setiap teori dan kiblat pengkajian. Berlandaskan pada jumlah teori pendekatan yang tinggi, penulis ingin mengkaji satu di antara teori pendekatan tersebut.

dalam kertas karya ini, penulis akan mengkaji lebih dalam mengenai pendekatan analisis isi ( content analysis). 1.7. Sebarkan ini: Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. Baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian.

Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%). Sejalan dengan kemajuan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk mempermudah proses penelitian analisis isi, yang dapat terdiri atas 2 macam, yaitu perhitungan kata-kata, dan “kamus” yang dapat ditandai yang sering disebut General Inquirer Program.

Pengertian Analisis Isi Menurut Para Ahli Analisis isi didefinisikan sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik inferensi dari isi. Berikut beberapa definisi analisis isi berdasarkan pendapat dari beberapa ahli: • Menurut Krippendorff “1980:21 & 1986:8” Analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi yang dapat direplikasi “ditiru” dan sahih datanya dengan memerhatikan konteksnya.

• Menurut Weber “1994:9” Analisis isi adalah sebuah metode penelitian dengan menggunakan seperangkat prosedur untuk membuat inferensi yang valid dari teks.

• Menurut Riffe, Lacy dan Fico “1998:20” Analisis isi adalah pengujian yang sistematis dan dapat direplikasi dari simbol-simbol komunikasi, dimana simbol ini diberikan nilai numerik berdasarkan pengukuran yang valid dan analisis menggunakan metode statistik untuk menggambarkan komunikasi, menarik kesimpulan dan memberikan konteks, baik produksi ataupun konsumsi.

Syarat Pengguaan Analisis Isi Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut.

• Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript). • Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut. • Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.

Tujuan Analisis Isi Analisis isi memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Menggambarkan Karakteristik Pesan Analisis isi banyak dipakai untuk menggambarkan karakteristik isi dari suatu pesan. Paling tidak ada empat desain analisis isi yang umumnya dipakai untuk menggambarkan karakteristik pesan yaitu: • Analisis yang dipakai untuk menggambarkan pesan dari sumber yang sama tetapi dalam waktu yang berbeda.

• Analisis isi dipakai untuk melihat pesan pada situasi yang berbeda, situasi disini dapat berupa konteks yang berbeda, sosial dan politik.

• Analisis isi dipakai untuk melihat pesan pada khalayak yang berbeda, khalayak disini merujuk pada pembaca, pendengar atau pemisa media yang berbeda. • Analisis isi dipakai untuk melihat pesan dari komunikator yang berbeda. 2. Menarik Kesimpulan Penyebab Dari Suatu Pesan Analisis isi tidak hanya dapat dipakai untuk melihat gambaran suatu pesan.

Analisis isi juga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan penyebab dari suatu pesan. Dalam analisis isi yang menjadi fokus disini tidak deskripsi dari pesan, tetapi menjawab pertanyaan mengapa pesan “isi” muncul dalam bentuk tertentu. Tahapan Analisis Isi Sebagai metode yang sistematis, analisis isi mengikuti suatu proses tertentu.

Tahapan analisis proses analisis isi adalah sebagai berikut: • Merumuskan Tujuan Analisis Apa yang ingin diketahui lewat analisis isi, hal-hal apa saja yang menjadi masalah penelitian dan ingin dijawab lewat analisis isi.

• Konseptualisasi Dan Operasionalisasi Merumuskan konsep penelitian dan melakukan operasionalisasi sehingga konsep bisa diukur. • Lembar Coding “Coding Sheet” Menurunkan operasionalisasi ke dalam lembar coding, lembar coding memasukkan hal yang ingin dilihat dan cara pengukurannya. • Populasi Dan Sampel Peneliti perlu merumuskan populasi dan sampel analisis isi. Apakah populasi bisa diambil semua “Sensus”, jika tidak menentukan teknik penarikan sampel dan jumlah sampel yang akan dianalisis.

• Traning/Pelatihan Coder Dan Pengujian Validitas Reliabilitas Peneliti memberikan pelatihan kepada coder yang akan membaca dan menilai isi. Peneliti menguji reliabilitas. Jika belum memenuhi syrat, dilakukan perubahan lembar coding sampai angka reliabilitas tinggi. • Proses Coding Mengkode semua isi berita ke dalam coding yang telah disusun.

• Perhitungan Reliabilitas Final Peneliti menghitung angka reliabilitas dari hasil coding dengan menggunakan rumus/formula yang tersedia, seperti Holsti, Krippendorff, Cohen Kappa. • Input Data Analisis Melakukan input dari data lembar coding dan analisis data. Jenis Analisis Isi Terdapat dua jenis analisis isi, yaitu analisis isi kuantitatif ( Quantitative Content Analysis) dan analisis isi kualitatif ( Qualitative Content Analysis).

Prinsip analisis isi kuantitatif adalah prinsip objektifitas yang diukur dari pembuatan atau penyusunan kategorisasi. Metode yang diterapkan dalam analisis isi haruslah tersistematisasi, dimana mulai unit analisis yang diteliti sampai pembuatan kategorisasi dan operasionalisasi tidak tumpang tindih. Pesan-pesan yang tampak tadi haruslah dapat dihitung/dikuantifikasi untuk mendapatkan frekuensi penghitungan pesan-pesan yang dimaksudkan.

Sedangkan analisis isi media kualitatif lebih banyak dipakai untuk meneliti dokumen yang dapat berupa teks, gambar, simbol, dan sebagainya untuk memahami budaya dari suatu konteks sosial tertentu. Dokumen dalam analisis isi kualitatif ini merupakan pada metode analisis yang integratif dan lebih secara konseptual untuk enemukan, mengidentifikasi, mengolah dan menganalisa dokumen untuk memahami makna, signifikansi dan relevansinya.

Tujuan dari penelitian analisis isi kualitatif ini sebenarnya adalah sistematis dan analitis, tetapi tidak kaku (rigid) seperti analisis isi kuantitatif.

Dengan kata lain, analisis isi kuantitatif hanya mampu mengetahui atau mengidentifikasi manifest messages (pesan-pesan yang tampak) dari isi media yang diteliti. Sedangkan analisis isi yang sifatnya kualitatif tidak hanya mampu mengidentifikasi pesan-pesan manifest, melainkan juga latent messages dari sebuah dokumen yang diteliti. Jadi lebih mampu melihat kecenderungan isi media berdasarkan context (situasi yang sosial di seputar dokumen atau teks yang diteliti), process (bagaimana suatu proses produksi media/isi pesannya dikreasi secara actual dan diorganisasikan secara bersama) dan emergence (pembentukan secara gradual/bertahap dari makna sebuah pesan melalui pemahaman dan intepretasi) dari dokumen-dokumen yang diteliti (Bungin, 2004 : 144-147).

1. Pendekatan Kualitatif Analisis isi kuantitatif memfokuskan risetnya pada isi komunikasi yang tersurat (tampak atau manifest). Karena itu tidak dapat digunakan untuk mengetahui isi komunikasi yang tersirat (latent). Misalnya mengapa Tvone memberitakan berita penggerebekan teroris dengan cara berbeda dengan SCTV, ataupun dengan Global Tv, mengapa corporate blog virtual communication dan prespektif wimar berbeda dalam melihat komunikasi dan dalam membangun content untuk menjaga hubungan dengan publiknya, dan lainnya.

Karena itu diperlukan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkanya dengan konteks sosial/realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan (teks, simbol, gambar dan sebagainya adalah produk sosial dan budaya masyarakat.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Inilah yang di sebut analisis isi kualitatif. Altheide (1996:2) mengatakan bahwa analisis isi kualitatif disebut pula sebagai Ethnographic Content Analysis (ECA), yaitu perpaduan analisis isi objektif dengan observasi partisipan. Artinya, istilah ECA adalah periset berinteraksi dengan material-material dokumentasi atau bahkan melakukan wawancara mendalam sehingga pertanyaan-pertanyaan yang spesifik dapat diletakkan pada konteks yang tepat untuk di analisis.

Karena itu beberapa yang harus diperhatikan oleh periset: • Isi (content) atau situasi sosial seputar dokumen (pesan/teks) yang diriset. Misalnya, periset harus mempertimbangkan faktor ideologi institusi media, latar belakang wartawan & bisnis, karena faktor-faktor ini menentukan isi berita dari media tersebut.

• Proses atau bagaimana suatu produk media/isi pesannya dikreasi secara aktual dan diorganisasikan secara bersama. Misalnya bagaimana berita diproses, bagaimana format pemberitaan TV yang dianalisis tadi disesuaikan dengan keberadaan dari tim pemberitaan, bagaimana realitas objektif diedit ke dalam realitas media massa, dan lainnya.

• Emergence, yakni pembentukan secara gradual/bertahap dari makna sebuah pesan melalui pemahaman dan interprestasi. Di sini periset menggunakan dokumen atau teks untuk membantu memahami proses dan makna dari aktivitas-aktivitas sosial.

Dalam proses ini periset akan mengetahui apa dan bagaimana si pembuat pesan di pengaruhi oleh lingkungan sosialnya atau bagaimana si pembuat pesan mendefinisikan sebuah situasi. 2. Pendekatan Kuantitatif Analisis isi kualitatif ini bersifat sistematis, analitis tapi tidak kaku seperti dalam analisis isi kuantitatif. Kategorisasai dipakai hanya sebagai guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yang lain muncul selama proses riset. Saat ini telah banyak metode analisis yang berpijak dari pendekatan analisis isi kualitatif.

Antar lain: analisis framing, analisis wacana, analisis tekstual, semiotik, analisis retorika, dan ideological criticism. Periset dalam melakukan analisis bersikap kritis terhadap realitas yang ada dalam teks yang dianalisis.

Pendekatan kritis tersebut dipengaruhi oleh pandangan Marxis yang melihat media bukanlah kesatuan netral, tetapi media dipandang sebagai alat kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan kekuasaan dengan memarjinalkan kelompok yang tidak dominan. Pada dasarnya analisis isi kualitatif (kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan adalah teks, seperti berita, iklan, sinetron, lagu dan simbol-simbol lainnya yang tidak bisa lepas dari kepentingan-kepentingan sang pembuat pesan.

Berita, misalnya bukanlah realitas sebenarnya. Berita adalah realitas yang sudah di seleksi dan disusun menurut pertimbangan-pertimbangan redaksi, istilahnya disebut “second-hand reality”. Artinya, ada faktor-faktor subjektivitas awak media dalam proses produksi berita. Karena itu, fakta atau peristiwa adalah konstruksi awak media. Analisis wacana adalah analisis isi yang lebih bersifat kualitatif dan dapat menjadi salah satu alternatif untuk melengkapi dan menutupi kelemahan dari analisis isi kuantitatif yang selama ini banyak digunakan oleh para peneliti.

Jika pada analisis kuantitatif, pertanyaan lebih ditekankan untuk menjawab “apa” (what) dari pesan atau tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … komunikasi, pada analisis wacana lebih difokuskan untuk melihat pada “bagaimana” (how), yaitu bagaimana isi teks berita dan juga bagaimana pesan itu disampaikan.

Beberapa perbedaan mendasar antara analisis wacana dengan analisis isi yang bersifat kuantitatif adalah sebagai berikut. Analisis wacana lebih bersifat kualitatif daripada yang umum dilakukan dalam analisis isi kuantitatif karena analisis wacana lebih menekankan pada pemaknaan teks daripada penjumlahan unit kategori, seperti dalam analisis isi.

Analisis isi kuantitatif digunakan untuk membedah muatan teks komunikasi yang bersifat manifest (nyata), sedangkan analisis wacana justru memfokuskan pada pesan yang bersifat latent (tersembunyi).

Analisis isi kuantitatif hanya dapat mempertimbangkan “apa yang dikatakan” ( what), tetapi tidak dapat menyelidiki bagaimana ia dikatakan ( how). Analisis wacana tidak berpretensi melakukan generalisasi, sedangkan analisis isi kuantitatif memang diarahkan untuk membuat generalisasi. Model analisis wacana yang diperkenalkan oleh van Dijk sering kali disebut sebagai “kognisi sosial”, yaitu suatu pendekatan yang diadopsi dari bidang psikologi sosial.

tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi …

Menurut van Dijk, ada 3 dimensi yang membentuk suatu wacana sehingga analisis yang dilakukan terhadap suatu wacana harus meliputi ketiga dimensi tersebut, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Prosedur Analisis Isi Ada enam pertanyaan yang harus diperhatikan dalam melakukan metode analisi isi: • Data yang dianalisis?

• Bagaimana cara pendefinisian? • Hal apa saja yang terkait? • Apa konteks data analisis? • Apa batas-batas analisis? • Apa target dari kesimpulan? Asumsinya adalah bahwa kata-kata dan frasa yang paling sering disebutkan adalah hal-hal yang mencerminkan kekhawatiran penting dalam setiap komunikasi. Oleh karena itu, analisis isi kuantitatif dimulai dengan frekuensi kata, ukuran ruang (kolom cm/inci dalam kasus surat kabar), menghitung waktu (untuk radio dan televisi waktu) dan frekuensi kata kunci.

Kualitatif, analisis isi dapat melibatkan segala jenis analisis, komunikasi konten (pidato, teks tertulis, wawancara, gambar, dan sebagainya) dikategorikan dan diklasifikasikan. Pada permulaannya, menggunakan surat kabar pertama di akhir abad ke-19, analisis dilakukan secara manual dengan mengukur jumlah baris dan jumlah ruang subjek. Pada zaman sekarang ini, fasilitas komputerisasi umum seperti PC, komputer berbasis metode analisis yang semakin meningkat popularitasnya.

Artikel koran, manifesto partai politik, catatan medis atau pengamatan sistematis dalam percobaan, semua dapat terselesaikan menggunakan analisis sistematis dari data tekstual. Satu perbedaan lagi adalah antara isi nyata (komunikasi) dan makna latennya. “Manifest” menggambarkan apa yang (seorang penulis atau pembicara) telah tertulis, sementara makna laten menjelaskan apa yang diinginkan penulis dalam karyanya.

Biasanya, analisis isi hanya dapat diterapkan pada konten nyata, yaitu kata-kata, kalimat, atau teks itu sendiri. Sebuah langkah lebih lanjut dalam analisis adalah perbedaan antara pendekatan kamus berbasis kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Kamus pendekatan berbasis mengatur daftar kategori yang berasal dari daftar frekuensi kata dan mengontrol distribusi kata-kata dan masing-masing kategori di teks.

Sementara metode dalam analisis isi kuantitatif melakukan pengamatan kategori yang ditemukan yakni seperti data statistik kuantitatif, analisis isi kualitatif lebih memfokuskan pada intensionalitas dan implikasinya. Penelitian Analisis Isi berusaha melihat konsistensi makna dalam sebuah teks. Konsistensi ini dapat dijabarkan dalam pola-pola terstruktur yang dapat membawa peneliti kepada pemahaman tentang sistem nilai dibalik teks itu.

Metode Analisis Isi menuntut beberapa persyaratan: objektif, sistematis, dan dapat digeneralisasikan. Objektif berarti prosedur dan kriteria pemilihan data, pengkodean serta cara interpretasi harus didasarkan pada aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

Sistematis berarti inklusi dan ekslusi atau kategori harus berdasarkan aturan yang konsisten. Dapat digeneralisasikan, berarti tiap temuan harus memiliki relevansi teoretis. Neuman (2000: 296-298) menyebutkan langkah-langkah dalam meneliti dengan metode Analisis Isi, yaitu (1) menentukan unit analisis (misalnya jumlah teks yang ditetapkan sebagai kode), (2) menentukan sampling (3) menentukan variable dan menyusun kategori pengkodean, dan (5) menarik kesimpulan.

Philip Bell lebih detail menjelaskan proses mengkodekan isi dengan menentukan variabel (variables) dan nilai ( values). Sebuah variabel isi adalah macam-macam tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … (ukuran, jangkauan range warna, posisi dalam sebuah halaman atau dalam sebuah buletin berita).

Sebuah variabel terdiri atas nilai-nilai ( values) yang dapat disubstitusikan satu sama lain karena mereka mempunyai kelas yang sama. Nilai yang didefinisikan dalam setiap variabel sebaiknya juga saling ekslusif dan mendalam. Hasil kuantitatif dan kualitatif dari Analisis Isi berupa perbandingan ( comparison) dan tabulasi silang ( cross tabulations) dapat digunakan untuk menguji eksplisitas/ ketegasan hipotesis komparatif, serta kualifikasi kategori-kategori dari manifestasi wujud/ isi.

Prosedur Analisis Isi yang disusun oleh beberapa pakar di atas sebenarnya menunjukkan prinsip-prinsip yang tidak terlalu berbeda satu sama lain, hanya varian yang bisa diterapkan dengan menyesuaikan objek dan lingkup penelitian.

Secara umum, penulis mencoba menyimpulkan langkah-langkah umum dalam metode Analisis Isi yang akan dikembangkan dalam penelitian teks arsitektur, yaitu: • Tentukan topik penelitian • Tentukan objek yang akan diteliti dan dan sampel penelitiannya • Tentukan hipotesis secara jelas agar dapat dibuktikan secara terukur.

Hipotesis sebaiknya diturunkan dari sebuah teori yang berlaku. • Tentukan unit analisisnya (variabel dan nilai yang bisa dikodekan) • Analisis secara kuantitatif dan atau kualitatif tiap variabel dan nilainya. • Penyimpulan, interpretasi dari data penelitian. Demikianlah pembahasan mengenai Analisis Isi – Pengertian Menurut Para Ahli, Syarat, Tujuan, Tahapan, Jenis dan Prosedur semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Baca Juga Artikel Lainnya : • Analisis Sistem adalah • Analisis SWOT adalah • Analisis Jabatan • Analisis adalah • Uang – Definisi, Teori, Sejarah, Jenis, Ciri, Nilai, Syarat Dan Fungsinya Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Pengantar Ilmu Komunikasi Ditag analisi isi kuantitatif, analisis isi debat, analisis isi deskriptif pdf, analisis isi eriyanto pdf, analisis isi krippendorff, analisis isi kualitatif pdf, analisis isi kuantitatif, analisis isi pdf, analisis isi ppt, analisis isi siaran, bab 3 content analysis, bab ii analisis isi, buku analisis isi, buku analisis isi eriyanto pdf, buku analisis isi kualitatif pdf, buku tentang content analysis, buku teori analisis, content analysis, contoh analisis isi, contoh analisis isi buku, contoh analisis isi kualitatif, contoh analisis isi kuantitatif, contoh content analysis, contoh judul analisis isi kuantitatif, contoh judul penelitian content analysis, contoh lembar koding, contoh lembar koding analisis isi, contoh penelitian analisis wacana, tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … analisis isi, isi dari analisis dan pembahasan, jurnal analisis isi, jurnal analisis isi kualitatif pdf, jurnal analisis isi kuantitatif pdf, jurnal analisis konten, kelebihan dan kekurangan penelitian analisis isi, makalah analisis isi, makalah tentang konten, metode analisis isi media massa, metodologi analisis isi, model dan teknik analisis data, pendekatan dalam analisis isi media, penelitian analisis wacana, penelitian content analysis pdf, penelitian menggunakan analisis isi, pengertian analisis isi jurnal, pengertian analisis isi menurut para ahli, pengertian konsep analisis dalam sejarah, skema analisis konten, subrayogo 2001, tahapan analisis isi, teknik analisis isi kualitatif, teknik kajian, teknik pengumpulan data analisis isi, teori analisis, teori analisis isi, teori analisis isi holsti, teori analisis pdf, tesis analisis teks Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Abstrak: Material teknik (material engineering) merupakan aplikasi dan peningkatan sifat (properties) dari suatu material dengan adanya proses, desain, dan pembentukan suatu material.

Material teknik membantu kita mempelajari dasar hubungan struktur dan sifat bahan, lalu mendesain struktur bahan tersebut untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan. Ada tiga kelas utama pada jenis material teknik, yaitu logam, keramik, dan polimer.

Kemudian ada tambahan satu lagi, yaitu material komposit. Dalam dunia industri sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana harus memilih suatu material yang akan digunakan, banyak pertimbangan akan dilakukan tetapi umumnya kita akan memilih material yang terbaik atau mendekati untuk diaplikasikan. Oleh karena itu pemahaman mengenai material teknik menjadi hal yang mutlak bagi seorang insinyur atau ilmuwan. Abstract: Material engineering is an applied and properties enhancement of a material by the existence of processing, designing, and forming a material.

Material engineering helps us to study the basic of structure correlation and material properties, then to design material structure to obtain desired properties. There are three basic categories of material engineering: metals, ceramics, polymers. Later on, composite materials are added.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemetaan relevansi antara mata pelajaran pemeliharaan kendaraan ringan dengan kompetensi kerja di industri otomotif. Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini, yaitu mata pelajaran PMKR kelas XI belum mencapai standar kompetensi SKKNI dengan hasil rasio ketepatan . [Show full abstract] sesuai sebesar 0,49, dan untuk mata pelajaran PMKR kelas XII memiliki kesesuaian dengan kompetensi kerja di Industri Otomotif, dengan rasio ketepatan sebesar 0,1 yang dapat diartikan relevan.

Kesimpulannya bahwa relevansi mata pelajaran PMKR dengan kompetensi industri otomotif sebagian besar sudah relevan. Namun belum bisa dinyatakan sebagai dokumen yang baik, karena masih ada sebagian materi mata pelajaran PMKR yang belum relevan dengan kompetensi kerja di industri otomotif.

Read more Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kualitas produk dan harga baik secara simultan atau secara parsial terhadap keputusan pembelian produk kerajinan kulit pada industri kerajinan kulit Figha Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikuantitatifkan.

Hasil . [Show full abstract] penelitiaan menunjukan bahwa kualitas produk dan harga berpengaruh terhadap keputusan pembeliaan produk kerajinan pada industri kerajinan kulit Figha Magetan. Namun variabel harga lebih berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kerajinan kulit pada indutri kerajinan kulit Figha Magetan Read more Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang bidang kreatifitas dalam pemanfaatan limbah akar pohon sebagai alternatif bahan pembuatan barang seni kerajinan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara proses pengolahan dan penciptaan seni kerajinan limbah akar pohon sebagai alternatif pembuatan seni kerajinan menjadi bentuk-bentuk . [Show full abstract] binatang dengan tahapan sebagai berikut: (1) pemilihan bahan, (2) perancangan, (3) perwujudan, (4) finishing. Hasil penelitian ini dilakukan dengan mengamati hasil secara seksama dari pembuatan kerajinan akar pohon jati menjadi kerajinan berbentuk binatang.

Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan lain pemanfaatan limbah akar pohon dapat menjadi alternatif bahan industri lain. Proses dikerjakan melalui tahapan pemilihan bahan, perancangan bentuk, dan pembentukan.

Proses lain yang sangat mendukung hasil bentuk kerajinan limbah akar pohon adalah pembentukan bagian-bagian tertentu, misalnya kaki. Setiap kaki binatang harus dibentuk dengan utuh karakter kaki dan tujuan yang paling mendasar dari pembuatan karya seni murni adalah semata-mata untuk memenuhi … binatang.

Melalui identifikasi berbagai macam teknik pengerjaan, pemakaian limbah akar pohon beserta sifat dan karakternya dapat disimpulkan bahwa ada kemungkinan limbah-limbah akar pohon dapat digunakan sebagai alternatif pembuatan kerajinan, seperti sebagai bahan industri mebel dan perabot rumah tangga. Read more Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang bidang kreatifitas dalam pemanfaatan limbah akar pohon sebagai alternatif bahan pembuatan barang seni kerajinan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara proses pengolahan dan penciptaan seni kerajinan limbah akar pohon sebagai alternatif pembuatan seni kerajinan menjadi bentuk-bentuk . [Show full abstract] binatang dengan tahapan sebagai berikut: (1) pemilihan bahan, (2) perancangan, (3) perwujudan, (4) finishing.

Hasil penelitian ini dilakukan dengan mengamati hasil secara seksama dari pembuatan kerajinan akar pohon jati menjadi kerajinan berbentuk binatang. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan lain pemanfaatan limbah akar pohon dapat menjadi alternatif bahan industri lain. Proses dikerjakan melalui tahapan pemilihan bahan, perancangan bentuk, dan pembentukan. Proses lain yang sangat mendukung hasil bentuk kerajinan limbah akar pohon adalah pembentukan bagian-bagian tertentu, misalnya kaki.

Setiap kaki binatang harus dibentuk dengan utuh karakter kaki dan wajah binatang. Melalui identifikasi berbagai macam teknik pengerjaan, pemakaian limbah akar pohon beserta sifat dan karakternya dapat disimpulkan bahwa ada kemungkinan limbah-limbah akar pohon dapat digunakan sebagai alternatif pembuatan kerajinan, seperti sebagai bahan industri mebel dan perabot rumah tangga. Read more p>Peranan perempuan di ranah ekomoni publik memberi kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan keluarga, terutama bagi keluarga yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan.

Seperti dijumpai pada masyarakat nelayan, yang mata pencahariannya tidak menentu. Ada waktu tertentu dimana nelayan harus melaut dan ada waktu nelayan tidak dapat melaut, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Dalam . [Show full abstract] kondisi yang demikian maka diperlukan peran isteri untuk membantu ekonomi dengan melakukan pekerjaan di luar rumah (publik). Peran ganda ini dilakoni pula oleh istri-istri nelayan yang ada di Kelurahan Lapulu, mereka melakukan beberapa pekerjaan di sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri-istri nelayan di Kelurahan Lapulu selain berperan di ranah domestik sebagai ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak-anak, mereka juga meluangkan waktunya untuk membantu suami bekerja sebagai, pengolah ikan asin, pembuatan terasi, berbagai makanan olahan dari rumput laut dan ikan, serta bekerja sebagai buruh di industri pengolahan ikan.

Penghasilan yang diperoleh istri-istri nelayan memberi kontribusi yang cukup besar dalam membantu mengatasi biaya kebutuhan rumah tangga nelayan.

PERBEDAAN SENI RUPA MURNI DAN TERAPAN




2022 www.videocon.com