Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

• dunia islam • kuliah • Iman / Aqidah • Islam / Ibadah • Syahadat • Sholat • Zakat • Puasa • Haji • Bersuci / Thoharoh • Ihsan / Akhlaq • Akhlak • Muamalah • Tafsir Al-Qur’an • Hadits • khazanah • Do’a • Sejarah • Gusdurian • Fatwa • Herbal • Kolom • Cak Nun • Gusmus • Kyai Waidl • Mas Asyrof • Tanya Ustadz • Profil • Ulama Indonesia • Ulama Luar Negri • Tokoh • Pondok Pesantren • Yayasan • ilmu bisnis • Enterpreneurship • Marketing • Selling • Finance • Operation • Production • Human Resources • Cari untuk: Secara etimologis kata khawarij berasal dari bahasa Arab (kharaja) yang berarti keluarnama ini diberikan kepada mereka karena mereka keluar dari barisan Ali.

Adapun yang dimaksud khawarij dalam terminology ilmu kalam adalah suatu sekte/kelompok/aliran pengikut Ali bin Abi Tholib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidakkesepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase.

Dalam perang siffin pada tahun 37 H/648 M, dengan kelompok bughot (pemberontak) Mu’awiyah bin Abi Sufyan perihal persengketaak khalifah. Latar Belakang Kemunculan Khawarij Khawarij merupakan suatu aliran dalam kalam yang bermula dari sebuah kekuatan politik. Dikatakan khawarij karena mereka keluar dari dari barisan pasukan Ali saat pulang dari perang siffin yang dimenangkan oleh Mu’awiyah meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

tipu daya perdamaian yang disepakati olh ali. Sikap Ali menghentikan peperangan tersebut, menurut mereka merupakan suatu kesalahan besar, karena Mu’awiyah adalah pembangkang, sama halnya dengan Thalhah dan Zubair. Kemudian kaum Khawarij mulai mengafirkan siapa saja yang dianggap melakukan kesalahan, seperti Utsman bin Affan yang melakukan kesalahan karena mengubah sistem politiknya sehingga menimbulkan huru-hara. Dan Ali bin Abi Thalib sendiri yang melakukan kesalahan karena menghentikan pertempuran dalam perang siffin.

Pada awalnya tuduhan kafir tersebut dilontarkan mereka kepada Mu’awiyah, Amru bin Ash Ali bin Abi Thalib dan Abu Musa al-Asy’ari, yang keempatnya ini pelaku utama proses tahkim (damai).

Namun, tahkim tersebut menurut orang-orang khawarij tidak sesuai dengan ketentuan ajran agama, karena Mu’awiyah adalah pembangkang yang seharusnya diperangi. Kendati semua yang mereka kafirkan adalah para pelaku politik yang menurut pandangannya melakukan kesalahan besar dengan tidak mengikuti meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

agama sesuai Al-Qur’an, namun demikian mereka juga mengafirkan para pelaku dosa besar di luar politik, bahkan lebih jauh mereka mengafirkan orang-orang yang tidak sependapat dan tidak sealiran dengan mereka. Akhirnya semakin banyak konflik dan pertempuran akibat pemikiran teologynya, sehingga Ali bin Abi Thalib penguasa sah saat itu menyerang dan menghancurkannya tahun 37H. akan tetapi salah seorang dari mereka ada yang selamat dan membunuh Ali bin Abi Thalib tahun ke-40H. Walaupun telah dihancurkan Ali tahun ke-37H, namun sisa-sisa kekuatan mereka masih terus bergerak dan berhasil menghimpun kekuatan lagi.

Akan tetapi, kelompok ini rentan sekali sehingga dapat dihancurkan kembali oleh Bani Umayyah pada tahun 70 H. sisa-sisanya dari sub sekte Ibadiyah masih ada di Sahara Al-Jazair, Tunisia, Pulau Zebra, Omman dan Arabia Selatan.

Akan tetapi mereka tidak melakukan perlawanan politik apa-apa terhadap penguasa yang sah. Doktrin-doktrin Pokoknya Karena dalam Islam kekuasaan politik dan agama (teologi) tak terpisahkan, maka khawarij pun juga bersifat teologis. Pembicaraan pokok Khawarij dikelompokkan menjadi 2, yaitu: Ajaran pokok Kawarij di bidang politik • Mereka lebih bersifat demokratis, bahwa kekhalifahan itu haruslah diadakan dangan pemilihan umum secara bebas dan sah yang akan diikuti oleh semua umat Islam secara keseluruhan.

• Bahwa yang berhak menduduki jabatan khalifah tidak hanya terbatas pada orang-orang dari keturunan Quraisy, tetapi semua bangsa Arab maupun non arab. • Khalifah sebelum Ali adalah sah, tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya, Utsman r.a. dianggap telah menyeleweng. • Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi arbitrase, ia dianggap telah menyeleweng.

Ajaran pokok Khawarij di bidang teologi • Khawarij berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa, tidak pandang dosa apapun (baik kecil maupun besar) termasuk sesuatu yang mereka pandang salah, mereka menghukuminya sebagai orang kafir. • Bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar dan tidak bertubat, maka mereka itulah orang kafir yang kelak di dalam neraka. • Bahwa Khawarij lebih berpegang kepada dhahirnya lafadz dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an.

Sekte-sekte Khawarij Sebagaimana telah dikemukakan, Khawarij telah menjadikan imamah-khilafah (politik) sebagai doktrin sentral yang memicu timbulnya doktri-doktrin teologis lainnya.Radikalitas yang melekat pada watak dan perbuatan kelompok Khawarij menyebabkan mereka sangat rentan pada perpecahan, baik secara internal kaum Khawarij sendiri, maupun secara eksternal dengan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

kelompok Islam lainnya. Untuk mengetahui pandangan mereka tentang iman dan kufr dapat dilacak dari pandangan masing-0masing sekte tersebut. Paham dan ajaran pokok dari setiap sekte Khawarij yang penting adalah sebagai berikut: • Al-Muhakkimah: dipandang sebagai golongan Khawarij asli karena terdiri dari pengikut Ali yang kemudian membangkang. Selanjutnya dalam paham sekte ini Ali, Mu’awiyah dan semua orang yang menyetujui arbitrase dituduh telah kafir karena mereka telah menyimpang dari ajaran Islam, seperti yang tercantum dalam surat al-Maidah ayat 44.

• Al-Azariqah: bahwa setiap orang Islam yang menolak ajaran mereka dianggap musyrik. Mereka yang tidak berhijrah ke wilayah mereka juga musyrik, semua orang Islam yang musyrik boleh ditawan atau dibunuh, termasuk anak dan istri mereka. Mereka memandang daerah mereka sebagai dar al-Islam (darul Islam), di luar daerah itu dianggap dar al-kufr(daerah yang dikuasai atau diperintah oleh orang kafir) • An-Najjat: mereka menolak paham al-Azariqah.

Bagi An-najdat dosa kecil dapat meningkatkan menjadi besar bila dikerjakan terus menerus.Bagi mereka taqiyah (orang yang menyembunyikan identitas keimanannya demi keselamatan dirinya diperbolehkan mengucapkan kata-kata atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan keyakinannya.

• Al-Ajaridah: pandangan mereka lebih moderat, orang lain tidak wajib hijjrah ke wilayah mereka, tidak boleh merampas harta dalam peperangan kecuali harta orang yang mati terbunuh, anak kecil tidak dianggap musyrik, Surah Yusuf dipandang bukan bagian dari al-Qur’an karena tidak layak memuat cerita-cerita percintaan. • As-Sufriyah: pendapatnya yang penting adalah istilah kufr atau kafir mengandung dua arti, yaitu kufr al-ni’mah (mengingkari nikmat Tuhan) kafir tidak berati keluar dari Islam dan kufr bi Allah (mengingkari Tuhan ) taqiyah hanya boleh dalam bentuk perkataan, kecuali bagi wanita Islam boleh menikah dengan Laki-laki kafir bila terancam keamanan dirinya.

• Al-Ibadiyah: orang yang berdosa besar tidak disebut mukmin, melainkan muwahhid (yang dimaksud adalah kafir nikmat, tidak membuat pelakunya keluar dari Islam). Dar al-kufrhanyalah markas pemerintahan dan itu yang harus diperangi, selain itu Dar al-tauhid(daerah yang dikuasai oleh orang-orang Islam), tidak boleh diperangi. Harta yang boleh dirampas dalam perang adalah kuda dan alat perang. Al-Murji’ah Pengertian kata Murji’ah Ada beberapa pendapat tentang pengertian Murji’ah.

• Pendapat pertama mengatakan bahwa Murji’ah berarti penangguhan. Kata Murji’ah dipergunakan untuk menyebut suatu kelompok Muslim, karena mereka menangguhkan perbuatan dari niat dan balasan. • Pendapat kedua mengartikan Murji’ah dengan ‘memberi harapan’: bahwa kata Murji’ah berasal dari kata al-raja’ yang berarti harapan. Adapun secara istilah, Murji’ah adalah kelompok yang mengesampingkan atau memisahkan amal dari keimanan, sehingga menurut mereka kemaksiatan itu tidak mengurangi keimanan seseorang.Ada juga yang berpendapat bahwa irja’ berarti penangguhan hukuman kepada orang yang berbuat dosa besar sampai hari kiamat.

Asal-usul kemunculan Murji’ah Ada beberapa teori yang berkembang mengenai asal-usul kemunculan Murji’ah.Teori pertama mengatakan bahwa gagasan irja’ atau arja’ dikembangkan oleh sebagian sahabat dengan tujuan menjamin persatuan dan kesatuan umat Islam ketika terjadi pertikaian politik dan juga bertujuan untuk menghindari sektarianisme.Murjia’h, baik sebagai kelompok politik maupun teologis, diperkirakan lahir bersamaan dengan kemunculan Syi’ah dan Khawarij.Kelompok ini merupakan musuh berat Khawarij.

Teori lain yang mengatakan bahwa gagasan irja’, yang merupakan basis doktrin Murji’ah, muncul pertama kali sebagai gerakan politik yang diperlihatkan oleh cucu Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah, sekitar tahun 695M.

Watt, penggagas teori ini, menceritakan bahwa 20 tahun setelah kematian Muawiyah, pada tahun 680M, dunia Islam dikoyak oleh pertikaian sipil. Al-Mukhtar membawa pemahaman syi’ah ke Kufah dari tahun 685-687M; Ibnu Zubayr mengklaim kekhalifahan di Makkah hingga yang berada di bawah kekuasaan Islam.Sebagai respon dari keadaaan ini, muncul gagasan irja’ atau penangguhan. Gagasan ini pertama kali depergunakan sekitar tahun 695 oleh cucu Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah, dalam surat pendeknya.

Dalam surat tersebut, Al-Hasan menunjukkan sikap politiknya dengan mengatakan, “kita mengakui Abu Bakar dan Umar, akan tetapi menangguhkan keputusan atas persoalan yang terjadi pada komflik sipil pertama yang melibatkan Usman, Ali dan Zubayr (seorang tokoh pembelot ke makkah)”. Dengan sikap politik ini, Al-Hasan mencoba menanggulangi perpecahan umat Islam.Ia kemudian mengelak berdamping dengan kelompok Syi’ah revolusioner yang terlampau mengagungkan Ali dan para pengikutnya, serta menjauhkan diri dari Khawarij yang menolak mengakui kekhalifahan Muawiyah dengan alasan bahwa ia adalah keturunan si pendosa Usman.

Teori lain yang menceritakan bahwa ketika terjadi perseteruan antara Ali dan Muawiyah, dilakukan tahkim atas usulan Amr bin Ash, seorang kaki tangan Muawiyah. Kelompok Ali terpecah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra.Kelompok kontra yang akhirnya menyatakan keluar dari Ali, yakni kubu Khawarij.Mereka memandang bahwa tahkim bertentangan dengan Al-Qur’an, dalam pengertian tidak bertahkim pada berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa melakukan tahkim itu dosa besar, dan pelakunya dapat dihukumi sebagai kafir, sama seperti perbuatan dosa besar lain, seperti zina, riba, membunuh tanpa alasan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

benar serta durhaka pada orang tua. Pendapat ini ditentang kelompok sahabat yang kemudian disebut Murji’ah, yang mengatakan pembuat dosa besar tetap mukmin, tidak kafir, sementara dosanya diserahkan kepada Allah, apakah Dia akan mengampuni atau tidak. Kaum Murji’ah pada mulanya merupakan golongan polotik, kemudian berkembang menjadi aliran teologi.Abu Zahrah berpendapat bahwa golongan ini timbul di tengah-tengah dibicarakannya masalah orang yang berbuat dosa besar, apakah mukmin atau tidak?

Bagi Khawarij, mereka itu kafir. Bagi Mu’tazilah, mereka itu dan sebenarnya mereka masih disebut muslim. Adapun Hasan Al-Basri dan sebagian Tabi’in menyatakan orang itu munafiq, karena susungguhnya perbuatan menunjukkan hati dan ucapan syahadat itu tidaklah menunjukkan iman. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 14 : Artinya : “orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”.

Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Doktrin-doktrin Murji’ah Ajaran pokok Murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja’ atau arja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik persoalan politik maupun teologis.Di bidang politik, doktrin irja’ diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam.

Itulah sebabnya. Kelompok Murji’ah dikenal pula sebagai ‘kelompok bungkam’. Sikap ini akhirnya berimplikasi begitu jauh sehingga membuat Murji’ah selalu diam dalam persoalan politik. Adapun di bidang teologi, doktrin irja’ dikembangkan Murjiah ketika menanggapi persoalan-persoalan teologis yang muncul saat itu. Pada perkembangan berikutnya, persoalan-persoalan yang ditanggapinya menjadi semakin kompleks sehingga mencakup iman, kufur, dosa besar dan ringan, tauhid, tafsir Al-Qur’an, eskatologi, pengampunan dosa besar, kemaksuman Nabi, hukuman atas dosa, serta ketentuan Tuhan.

Menurut Abu A’la Al-Maududi, ada dua doktrin pokok ajaran Murji’ah : • Iman adalah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Adapun amal atau perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman.Berdasarkan hal ini, seseoarang tetap dianggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang difardukan dan melakukan dosa besar.

• Dasar keselamatan adalah iman semata. Selama masih ada iman dihati, setiap maksiat tidak dapat mendatangkan mudharat ataupun gangguan atas seseorang.Untuk mendapatkan pengampunan, manusia cukup hanya dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid. Sekte-sekte Murji’ah Ada beberapa golongan Murji’ah dalam persoalan iman dan kufur : • Al-Yunusiyyah : yang dipelopori oleh Yunus ibn ‘Aun al-Namiri, berpendapat bahwa iman adalah ma’rifah kepada Allah dengan menaatinya, mencintai dengan sepenuh hati, meninggalkan takabbur.

• Al-Ubaidiyyah : yang dipelopori oleh ‘Ubaid al-Mukta’ib, berpendapat bahwa selain perbuatan syirik akan diampuni Allah. • Al-Ghassaniyyah : dipelopori oleh Ghassan al-Kafi, berpendapat bahwa iman adalah ma’rifah kepada Allah dan Rasul, mengakui dengan lisan akan kebenaran yang diturunkan oleh Allah, namun secara globlal tidak perlu secara rinci. Iman menurutnya bersifat statis : tidak bertambah dan berkurang.

• Ats-Tsaubaniyyah : dipelopori oleh Abu Tsauban al-Murji’i, berpendapat bahwa iman adalah mengenal dan mengakui terhadap Allah dan Rasulnya. Syi’ah Latar Belakang Syi’ah Kata Syi’ah berasal adri kata sya’ah, syiya’ah (bahasa Arab) yang berarti mengikuti.Jika dikatakan “seorang dari syi’ah Fulan”, hal ini berarti bahwa dia dari pengikut Fulan.Kata syi’ah berlaku baik untuk tinggal, ganda maupun jama’, baik untuk maskulin maupun feminin.

Dari pengertin umum ini, kemudian kata syi’ah dilekatkan secara khusus kepada para pengkut Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi Muhammad SAW. Kata syi’ah ini sendiri muncul dari Mukhtar bi Abi Ubaid ats-Saqfi yang mengatakan bahwa “adalah syi’ah yang merupakan keturunan Nabi Muhammad saw bin Ali bin Abi Thalib”. Dan setelah Mukhtar bin Ali bn Abi Thalib terbunuh, syi’ah menjadi sebuah kelompok atau aliran agama yang meletakkan dasar-dasar Syi’ah.

Tetapi saat itu syi’ah belum sempurna menjadi suatu aliran hingga pada masa Ja’far Shadiq. Maka, doktrin penting dalam syi’ah adalah pernyataan bahwa segala petunjuk agama itu bersumber dari ahlul bait, dan menolak petunjuk-petunjuk keagamaan dari para sahabat yang bukan ahlul bait atau para pengikutnya. Ragam Pendapat Tentang Kelahiran Syi’ah Ada beberapa pendapat yang diutarakan para sejarawan Islam dan para penganut sekte-sekte dan isme-isme (Heresiographer) dalam Islam tentang kelahiran faham Syi’ah.

Diantaranya: Embrio syi’ah dimulai dengan peristiwa setelah wafat Nabi Muhammad SAW. Ada kelompok yang memandang bahwa ahlul bait lah yan paling berhak meneruskan kepemimpinan Nabi, dan yang paling berhak dari ahlul bait adalah Ali. Pendukungnya yaitu Salman Al-Farisi Abu Dzarr, dan Al-Mikdad bin Al-Aswad Al-Kindi. Pandangan kelompok ini diperkuat oleh komentar Ali terhadap Hadits Nabi “ Al-Aimmatu min quroisy” /9pemimpin itu dari Quraisy) yang dijadikan legitimasi penunjuk Abu bakar sebagai Khalifah: “Mereka telah berdalih dengan pohon tak lupa akan buahnya (maksudnya ahlul baith).

Syi’ah lahir pada zaman khalifaah ketiga Utsman bin Affan sebagai konsekwensi logis adanya berbagai kejadian dan penyimpangan-penyimpangan di tengah masyarakat Islam.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Pendapat tersebit diutarakan oleh Ibn Hazm dan ulama’ lain. Pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, terjadi pemberontakan terhadap Khalifah Utsman bin Affan yang berakhir dengan kamatian Utsman bin Affan dan ada tuntuy=tan umat agar Ali bin Abi Thlib bersedia dibaiat sebagai khalifah. Pendapat yang paling populer adalah bahwa syi’ah lahir setelah gagalnya perundingan antara pihak pasukan Khalifah Ali dengan pihak pemberontak Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Siffin, yang lazim disebut sebagai peristiwa al-Tahkim atau arbitrase.

Akibat kegagalan itu, sejumlah pasukan Ali.Mereka ini disebut golongan khawarij. Sebagian besar orang yang setia kepada Khalifah disebut Syi’atu Ali (Pengikut Ali) Pendirian kalangan Syi’ah bahwa Ali bin Abi Thalib adalah iman atau Khalifah yang seharusnya berkuasa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW telah tumbuh sejak Nabi masih hidup, dalam arti bahwa Nabi Muhammad SAW sendirilah yang menetapkannya. Dengan demikian menurut Syi’ah inti dari ajaran syi’ah itu sendiri telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Namun, terlepas dari semua pendapat tersebut, yangjelas adalah bahwa syi’ah baru muncul ke permukaan setelah ada kemelut antara pasukan Ali pun terjadi pula pertentangan antara yang tetap setia kepada Ali dan yang membangkan. Doktrin politik yang dikembangkan adalah doktrin kelompok yang dipandang sebagai embrio syi’ah. Menurut Ahmad Salaby ada tujuh faktor yang memungkinkan pertumbuhan syi’ah yaitu : • Utsman, karena sebagian kebijaksanaannya dan kedudukannya di tengah keluarganya telah menumbuhkan margaisme • Kecenderungan emosional yang alami untuk mendukung, mencintai dan membela keluarga Rasul.

• Kepribadian Ali yang terkenal kepahlawanannya yang tanpa tanding pada masa penyebaran Islam, ilmunya yang luas dan akhlaqnya yang baik • Pendapat umum bahwa Ali tersisih dan dijauhkan dari kedudukan Kholifah yang sebetulnya pantas didudukinya • Ali mejadikan Kuffah sebagai ibu kota, dan semenjak itu Kuffah sebagai pusat gerakan Syi’ah • Sebelum Islam di Persia, telah dianut secara meluas pandangan tentang “Devine Right” (kebenaran ilahiah) yang beranggapan bahwa darah Tuhan telah mengalir pada keuarhga Raja, sehingga dengan demikian Raja adalah pemilik kebenaran hukum yang rakyat wajib menaatinya serta penunjukkan raja dari keluarga ini adalah kewajiban suci.

• Di antara pemberontak (terhadap Utsman) terlibat orang-orang yang kalah oleh Islam, sehingga mereka ingin menghancurkan Islam. Sebagaimana yang dikutip oleh Abdul Razak di bukunya Ilmu Kalam, bahwa menurut syi’ah hanya Ali bin Abi Thalib lah yang berhak menggantikan Nabi.

Kepemimpinan Ali dalam pandangan syi’ah sejalan dengan isyarah yang diberikan Nabi Muhammad SAW pada masa hidupnya. Bukti utama tentang sahnya Ali sebagai penerus Nabi adalah peristiwa Ghadir Khum. Diceritakan bahwa ketika kembali dari haji terakhir, dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah, di suatu padang pasir yang bernama Ghadir Khum.

Nabi memilih Ali sebagai penggantinya dihadapan masa yang penuh sesak yang menyertai beliau.Pada peristiwa itu, Nabi tidak hanya menetapkan Ali sebagai pemimpin umat, tetapi juga menjadikan Ali sebagaimana Nabi sendiri, sebagai pelindung (wali) mereka.

Sekta-Sekte Syi’ah Persoalan imamah menimbulkan sekte-sekte dalam Syi’ah. Semua meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. syi’ah sepakat bahwa imam yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib, kemudian Husain bin Ali. Namun setelah itu muncul perselisihan mengenai siapa yang nantinya menjadi pengganti dari Husain bin Ali. Dalam hal ini muncul dua keompok dalam syi’ah. Kelompok pertama, meyakini bahwa imamah beralih kepada Ali bin Husain Zainal Abidin, putra dari Husain bin Ali sendiri.

Kelompok kedua, meyakini bahwa imamah beralih kepada Muhammad bin Hnafiyah, putra Ali bin Abi Thalib meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. istri bukan Fatimah. • Golongan Kisaniyah Pendirinya adalah Kisan, mantan pelayan Ali bin Abi Thalib, pernah belajar kepada Muhammad bin Hanafiyah.

Mereka sependapat bahwa agama merupakan ketaatan kepada pemimpin (imam), karena para imam dapat menakwilkan ajaran-ajaran agama seperti sholat, puasa, dan haji. Bahkan sebagian dari mereka ada yang meninggalkan perintah agama dan merasa cukup dengan nenaati para imam.Ada lagi yang berpendapat bahwa imam boleh saja dari luar keturunan Ali, tetapi kemudian kembali kepada keturunan Ali.

• Al-Zaidiyah Al-Zaidiyah adalh para pengikut Zaid ign Alim ibn Husain ibn Ali ibn Abi Thalib.Menurut mereka, imammah hanya berada di tangan keturunan Fatimah dan tidak ada imammah selain mereka.mereka membolehkan ada dua orang imam pada dua daerah yang telah memenuhi persyaratan dan keduanya imam yang sah dan wajib ditaati.

• Al-Imamiyah Imamiyah adalah kelompok Shi’ah yang berpendapat bahwa Ali Ibn Abi Thalib secara nash dinyatakan sebagai imam bukan hanya disebut sifatnya bahkan ditunjuk orangnya. Tidak ada yang terpenting dalam ajaran Islam selain dari menunjuk imam karenanya Rasulullah sampai akhir hayatnya selalu mengurus urusan umat.Diangkatnya imam adalah untuk menghilangkan semua perselisihan dan untuk mempersatukan umat.

• Al-Ghaliyyah (Ekstrim) Al-Ghaliyyah adalah golongan ekstrim yang berlebihan dalam memberikan sifat para iman yang akhirnya menghilangkan sifat kemanusiaan pada diri para imam.

• Isma’iliyah Isma’iliyah mengakui imamah Ismail ibn Jafar ialah putra Jafar Ash-Shaddiq yang menurut mereka ditetapkan sebagai imam menurut taqdir Allah, menurut mereka Jafar Ash-shadiq tidak pernah kawin dengan seorang wanita dan tidak pernah mangambil jariah selama ibu Ismail masih hidup. Sumber : http://tarbiyahstaidarussalam.blogspot.com/2014/06/makalah-ilmu-kalam-sejarah-aliran_11.html • Contoh Teks Ceramah Bahasa Indonesia Tentang Kematian • Contoh Teks Ceramah Beserta Strukturnya Tentang Jodoh • Contoh Teks Ceramah Singkat Beserta Strukturnya Tentang Kejujuran • Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Sabar • Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Menuntut Ilmu meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Ikhlas • Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Hari Raya Idul Fitri • Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Kerukunan • Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Gotong Royong • Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Keluarga • Contoh Teks Ceramah Tentang Pendidikan • Contoh Teks Ceramah Tentang Narkoba • Contoh Teks Ceramah Tentang Pergaulan Bebas • Contoh Teks Ceramah Tentang Akhlak Sosial • Contoh Teks Ceramah Tentang Hijab • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Cinta Kepada Allah SWT • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Sholat • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Sedekah • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Hari Kiamat • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Iman • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Ibu • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kebersihan • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Bulan Ramadhan • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Teladan Nabi • Contoh Teks Ceramah Agama islam Tentang Persaudaraan • Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Hijrah • Contoh Teks Ceramah Lucu Tentang Mengaji • Contoh Teks Ceramah Lucu Tentang Adzan • Contoh Teks Ceramah Lucu Tentang Doa Keselamatan • Contoh Ceramah Singkat Tentang Ikhlas Contoh Teks Ceramah Bahasa Indonesia Tentang Kematian Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama – tama mari kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan hidyah-Nya kita bisa berkumpul bersama di hari yang cerah nan bahagia ini. Tak lupa shalawat serta salam kita panjatkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, tak lupa juga terhadap keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya yang insyaallah mendapatkan syafaatnya di akhir zaman, aamiin. Dalam QS. Ali Imran ayat 145 Allah berfirman yang artinya “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”.

(QS. Ali Imran : 145). Dalam ayat ini sangat jelas bila kematian adalah hal yang mutlak adanya, tentu dengan waktu yang telah Allah tentukan. Tak ada satupun dari kita mengetahui kapan dan dimana kita akan dijemput oleh ajal.

Satu hal yang perlu kalian ingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Maka dari itu saudaraku, mulai hari ini dan seterusnya mari kita mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya, kehidupan yang lebih kekal. Mulai dari bertaubat kepada Allah SWT dan juga bermuhasabah diri, mohon ampun lah kalian sebelum waktunya terlambat. Allah SWT telah menyiapkan surga dan neraka sebagai imbalan untuk perbuatan kita saat di dunia.

Oleh karena itu, jangan sampai kalian terlena terhadap semua pernak-pernik dunia yang bersifat fana. Semua yang ada di dunia ini hanya bersifat sementara dan Allah bisa mengambilnya kapanpun. Sekian ceramah dari saya tentang kematian. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan berakhir dalam keadaan husnul khotimah.

Aamiin. Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Contoh Teks Ceramah Beserta Strukturnya Tentang Jodoh Ceramah tentang jodoh Pendahuluan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah, Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Berkat rahmat-Nya, kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan bisa berkumpul untuk menimba ilmu bersama-sama pada hari yang cerah ini. Shalawat serta salam, kita persembahkan kepada Nabi seluruh alam, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat–sahabatnya Isi Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas sedikit tentang jodoh.

Seperti yang kita tahu jodoh merupakan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Rum Ayat 21 yang artinya sebagai berikut. “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang”.

(QS Ar Rum : 21). Maka dari itu pilihlah seseorang yang bisa memaafkan kesalahan kita walau sebesar apapun. Pada hakikatnya semua orang bisa memaafkan kesalahan orang lain, namun toleransi juga memiliki batasnya tersendiri. Pilihlah dia yang bisa menerima kita apa adanya. Dan yang terakhir, pilihlah dia yang bisa mengajakmu pada rahmat-Nya, dia yang bisa mengajakmu dalam hal kebaikan patut dipilih untuk menjadi pasangan. Penutup Kesimpulan dari apa yang saya sampaikan adalah pilihlah jodoh yang baik akhlak dan agamanya.

Karena itu merupakan kunci utama agar kita bisa senantiasa berada dijalan-Nya. Dan insyaallah menjadi hal yang dirahmati setiap waktunya.

Cukup sekian ceramah singkat hari ini, semoga kalian bisa mengambil pelajarannya. Kurang lebihnya mohon maaf, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mari pertama-tama kita panjatkan puji syukur terlebih dahulu ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu nikmat kepada kita semua.

Shalawat serta salam senantiasa kita limpah curahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang tak ada tandingannya. Salah satu sifat rasul yang patut kita teladani dan dijadikan kebiasaan setiap hari, yaitu sifat amanah dan jujurnya.

Ada suatu saat, ketika baginda berumur 12 tahun. Beliau ikut dengan pamannya untuk berdagang ke berbagai daerah di jazirah Arab. Karena sifat amanah dan jujurnya beliau menjadi pedagang yang sukses, bahkan kehadirannya pun dinantikan oleh banyak pembeli. Pada zaman seperti ini sangat sulit sekali mencari orang yang jujur dan amanah. Maka dari itu berhentilah mencari dan cobalah menjadi. Menjadi salah satu orang yang memiliki sifat jujur dan amanah sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasul kita sekalian.

Mungkin cukup sekian ceramah singkat yang bisa saya sampaikan. Kurangnya mohon dimaafkan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Sabar Ceramah tentang sabar Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT, Puji syukur senantiasa kita panjatkan terhadap kehadiran Allah SWT, berkat rahmat, inayah serta hidayah-Nya kita bisa bertemu dalam majelis yang insyaallah berkah ini. Yang kedua, shalawat serta salam bersama–sama kita curahkan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun kita dari kegelapan menuju jalan yang baik. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 Allah telah berfirman : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ Yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS.

Al-baqarah : 153). Sebegitu mulianya orang yang sabar. Sabar sendiri berasal dari kata sabaro yasbiru yang artinya menahan. Menahan memiliki arti yang luas, contohnya mulai dari menahan diri dari rasa kesal dan amarah hingga menahan rasa dahaga dan lapar saat menunaikan ibadah puasa. Bukan hal yang mudah untuk bisa mendapat nikmat kesabaran yang sesungguhnya. Kita harus bisa mengontrol diri dari lingkungkan sekitar yang mungkin dapat memancing hawa nafsu dan kezaliman. Dengan demikian, marilah kita lebih medekatkan diri kepada sang Khaliq agar senantiasa mendapat perlindungan serta keridhaan-Nya.

Sabar merupakan kunci sukses dalam menjalani hidup, agar lebih berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang sekitar. Saya cukupkan ceramah singkat saya hari ini. Semoga saudara sekalian bisa mengambil hikmah serta pelajaran yang bermanfaat.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Menuntut Ilmu Ceramah tentang menuntut ilmu Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah pada hari ini kita semua diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT sehingga bisa berkumpul pada majelis yang insyaallah berkah ini.

Tak lupa shalawat serta salam dicurahkan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya.

Dan kita selaku umatnya mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir kelak. Aamiin. Saudaraku sekalian, Menuntut ilmu memiliki keutamaan bagi mereka yang menjalankannya. Hal ini dijelaskan dalam QS.

Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya berbunyi “ Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan yang berilmu dengan beberapa derajat”. Mulai dari ilmu dunia hingga ilmu akhirat sangat diutamakan. Karena bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu maka pemikirannya akan meluas dan memiliki sudut pandang lebih dari mereka yang bermalas malasan menuntut ilmu. Dengan demikian bergiatlah kalian menuntut ilmu sebab hal itu merupakan salah satu jalan ibadah agar kita lebih dekat dengan yang maha kuasa.

Tanpa ilmu seseorang akan menjadi buta dalam hal apapun. Sekian pesan yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaaat. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Ikhlas Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam tak lupa kita curah limpahkan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan kita semua sebagai umat yang insyallah mendapatkan syafaatnya kelak.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan secara singkat apa itu ikhlas. Ikhlas memiliki arti tulus dalam melakukan hal apapun tanpa berharap imbalan sedikitpun. Dalam islam, ikhlas merupakan perbuatan yang tulus semata-mata karena Allah SWT.

Tak ada seorang pun yang dapat tahu ikhlasnya seseorang hanya Allah SWT yang bisa mengetahui apa yang ada dalam hati dan pikiran.

Berhati hati lah dalam perbuatan, hindari ria dalam diri cuma karena ingin dipuji. Selalu ikhlas setiap saat merupakan suatu hal yang tak mudah. Tapi jika jiwa kita didasari oleh iman dan islam maka setiap perbuatan pasti akan terdorong untuk ikhlas karena Allah SWT.

Tulus untuk menerima setiap qada dan qadar Allah merupakan hal yang tak ternilai harganya. Sekian ilmu yang dapat saya bagikan, semoga apa yang saya sampaikan bisa diaplikasikan dalam kehidupan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Hari Raya Idul Fitri Ceramah tentang hari raya idul fitri Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji serta syukur selalu kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita bisa berkumpul pada hari yang fitri ini.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, tak lupa keluarganya, sahabatnya, dan seluruh kaum muslimin. Hadirin yang berbahagia, Alhamdulillah kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan, tentu saja karena rahmat-Nya kita bisa berbahagia. Setelah berpuasa selama sebulan penuh, kita bisa merayakan idul fitri bersama yang mana hari ini merupakan hari besar bagi setiap umat muslim.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dari seluruh bulan. Bagaimana tidak, semua doa terkabul, pahala dilipat gandakan, maka beruntunglah mereka yang berlomba lomba dalam kebaikan juga ibadah selain puasa selama bulan Ramadhan. Dan merugilah ia yang selalu berbuat lalai dan mengerjakan amal buruk, sebab amal buruk juga dilipat gandakan saat bulan Ramadhan. Setelah melewati bulan suci kemarin tolong jangan sampai menurun lagi tingkat keimanan dan ibadah kita selama bulan Ramadhan.

Pesan saya tetap konsisten dalam menjalankan kebaikan dan hindari segala keburukan. Sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Kerukunan Mereka yang ingin mendapat kedamaian dalam hidupnya memiliki cara sendiri dalam mencapai hal tersebut. Langkah awal untuk mencapai sebuah kerukunan biasanya dilakukan dengan mencintai sesama kita, baik manusia maupun lingkungan.

Hanya dengan itu, kita bisa menerima perlakuan yang sama. Suatu hal yang sulit memang, tapi tak menutup kemungkinan kita dapat melakukannya. Maka dari itu, hadirin sekalian, perbedaan merupakan hal yang sering kita jumpai dalam lingkungan masyarakat.

Menjadi manusia utuh dan saling menghargai satu sama lain merupakan kunci hidup rukun dan damai. Sekian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Gotong Royong Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hadirin yang terhormat, Segala puji bersama-sama kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan karunia-Nya kita dapat bertemu di hari yanng cerah ini.

Gotong royong merupakan hal positif, yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita sedari dulu. Budaya saling tolong-menolong melahirkan rasa toleransi dan kebersamaan antarwarga dan sesama semakin tinggi. Masyarakat Indonesia terkenal dengan ramah tamahnya, sebuah hal yang harus kita lestarikan sampai kapanpun. Bersama bahu-membahu mulai dari hal yang sederhana hingga membela keutuhan negara. Terkadang kita memiliki sifat egois untuk memilih sikap individualis. Berpikir bahwa hidup sendiri itu merupakan anugerah, tanpa ada seorang pun mencampuri urusan kita.

Sebuah pemikiran yang salah, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu, marilah kita bersama-sama saling membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dari kita yang mampu untuk menolong. Cukup sekian hal yang dapat saya sampaikan,kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Umum Tentang Keluarga Hadirin semua yang saya hormati, Pertama-tama mari kita ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua karunia-Nya, kita dapat berkumpul di hari yang cerah dan penuh berkah ini.

Setiap orang pasti memiliki yang namanya sebuah keluarga. Keluarga memiliki makna yang sangat mendalam dan memilki beberapa sudut pandang untuk diartikan. Bukan penjabaran yang harus kita perhatikan, namun kasih sayang dari keluarga sangat penting dan tak dapat digantikan oleh siapapun. Dari lingkungan keluarga kita akan mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.

Salah satu rumah bernyawa yang dapat kita jadikan tempat untuk pulang. Saat kita telah lelah dalam perjalanan mencari jati diri, keluarga selalu menjadi alasan utama tempat kita untuk mengadu. Sebuah kemustahilan jika kita tak memiliki rasa kasih dan sayang terhadap keluarga kita sendiri. Kegiatan belajar di bidang pendidikan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam sebab atas karunia dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul bersama di sini dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat serta salam dicurahkan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya dan kita selaku umatnya. Hari ini ijinkan saya membahas tentang pendidikan. Seperti yang kita tahu bahwa pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Tanpa hal tersebut mungkin saat ini tak akan ada yang namanya sekolah. Dalam agama Islam pendidikan merupakan sebuah kewajiban untuk dituntut.

Dengan pendidikan kita dapat membuka pikiran secara luas dan memiliki pandangan lebih dari mereka yang tak berpendidikan. Oleh karena itu, jangan tanamakan rasa malas dalam diri dan berpura pura buta akan pendidikan. Karena pendidikan mempunyai efek positif untuk diri kita sendiri.

Sekian dari saya, terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Yang kedua, shalawat serta salam bersama-sama kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun kita dari kegelapan menuju jalan yang baik. Belakangan ini sedang maraknya pemakaian benda haram seperti narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Benda haram ini masih terjual banyak di Indonesia, kita selaku warga negara yang baik dan seorang yang memiliki iman terhadap yang Maha Kuasa seharusnya menjauhi hal haram seperti itu.

Narkoba tidak hanya akan merusak organ tubuh, melainkan juga akan merusak keimanan dan keyakinan kita. Dan sudah pasti ganjaran neraka bagi seorang pecandu narkoba tak perlu dipertanyakan lagi. Dapat disimpulkan bahwa narkoba merupakan barang haram yang akan menjerumuskan kita ke dalam hal buruk, jangan pernah sekali pun untuk mencoba.

Sekiranya hanya itu yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya, sekian. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Tentang Pergaulan Bebas Ilustrasi pergaulan bebas Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang tiada henti-hentinya memberikan nikmat. Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari kegelapan menuju jalan yang terang.

Pergaulan bebas sudah tak asing terdengar untuk zaman yang seperti ini. Hal ini sudah jauh dari norma sosial dan nilai-nilai agama. Dan pastinya kita selaku orang tua yang memiliki anak, hal tersebut akan sangat meresahkan.

Sebagai orang tua sudah menjadi kewaijban untuk mendidik anak kepada jalan yang benar. Setiap hal yang terjadi pasti ada penyebabnya, seperti pergaulan bebas. Faktor yang memungkinkan pergaulan bebas terjadi adalah kurangnya perhatian, kasih sayang serta arahan dari keluarga.

Hal lainnya seperti lingkungan yang buruk serta penggunaan internet yang tidak bijaksana juga bisa menjadi faktor penyebab pergaulan bebas terjadi. Mari kita saling mengingatkan kembali untuk menempuh jalan yang benar, dan menjauhi hal yang tak perlu dilakukan. Sekiranya hanya demikian yang dapat saya sampaikan, kurangnya mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Tentang Akhlak Sosial Bersosialisasi Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita ucapkan syukur karena nikmat dari Allah SWT yang tiada hentinya. Tak lupa shalawat serta salam selalu disanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, dan para sahabatnya. Akhlak berasal dari bahasa Arab yang berarti tingkah laku, tabiat dan perangai. Akhlak merupakan salah satu tolak ukur setiap orang untuk bisa menilai baik buruknya seseorang.

Padahal, diutusnya rosul kita untuk dijadikan contoh dari akhlak yang baik, Rasulullah telah diutus untuk menyempurnakan akhlak meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. manusia agar bisa berjalan bersama dalam ketentraman batin. Rasul bersabda: “ orang mukmin yang paling sempurna adalah yang baik akhlaknya”.

Akhlak merupakan poin penting dalam kehidupan, hal yang tak bisa dibeli dengan harta dan benda.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Maka dari itu, mari kita sama-sama menyempurnakan akhlak, agar terjauh dari siksa api neraka dan senantiasa dimasukkan kedalam surga-Nya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Tentang Hijab Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hadirin yang senatiasa dirahmati Allah SWT, mari kita panjatkan puji dan syukur atas rahmat yang tiada hentinya dari Allah SWT.

Tak lupa shalawat serta salam selalu terlimpah curahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat dan kita selaku umatnya. Tema tentang hijab akan saya bahas pada kesempatan kali ini. Sebagaimana yang kita ketahui hijab merupakan tudung yang digunakan wanita untuk melindungi kepala dari debu dan kotoran. Tak hanya itu hijab merupakan pakaian wajib setiap perempuan untuk menutup aurat, sebagaimana firman Allah pada QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya : “ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab : 59). Berdasarkan ayat tersenut, dapat disimpulkan bahwa memakai hijab merupakan kewajiban setiap wanita apalagi yang sudah baligh dan berakal. Tak ada alasan bagi kamu seorang wanita muslimah untuk tidak mengenakan hijab. Ceramah agama Islam tentang cinta kepada Allah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bissmillahirrahmanirrahim, Pertama-tama mari kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat-Nya kita bisa berkumpul bersama di hari yang nan bahagia ini. Tak lupa shalawat serta salam kita panjatkan Nabi Muhammad SAW, juga keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman Cinta kepada Allah tidak hanya dapat diucapkan dengan lisan saja, perlu ada bukti nyata karena Allah maha mengetahui segala sesuatunya.

Jika hanya bisa berucap tanpa ada pembuktian bisa-bisa kita menjadi golongan orang yang munafik. Naudzubillahi min dzaalik.

Tolak ukur kecintaan seorang hamba terhadap tuhannya adalah dengan menjauhi segala larangan-Nya dan menuruti perinah-Nya. Jika sudah bisa konsisten dalam melakukan ibadah maka Allah akan lebih mencintai hamba-Nya daripada cinta hamba terhadap tuhannya. Jangan lupa bahwa Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang, tetap mencari ridho-Nya dalam menjalani kehidupan. Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai cinta kepada Allah SWT, semoga bermanfaat.

Ceramah agama Islam tentang sholat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mari kita panjatkan rasa syukur pada Allah SWT. Yang telah memberi kita nikmat untuk bertemu pada kesempatan kali ini. Tak lupa shalawat serta salam selalu disanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, dan para sahabatnya. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas sedikit tentang shalat.

Seperti yang kita ketahui bahwa shalat merupakan kewajiban setiap umat muslim. Shalat diartikan sebagai tiang agama, jika kita tak mendirikan shalat maka runtuh lah agama nya. Rasullullah pernah bersabda “ Seandainya saja mereka tahu pahala yang akan mereka dapatkan dari shalat Subuh dan Ashar. Niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dalam keadaan merangkak.” Dari situ kita harusnya paham betapa pentingnya shalat dalam hukum islam. Jika seseorang sudah baik dalam mengerjakan shalatnya maka setiap amalan yang lain pun akan baik.

Sebab shalat merupakan dasar dari semua amal baik, jika shalatnya baik maka amalan lain pun tak akan jauh beda hasilnya. Maka dari itu marilah bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari bisikan syaiton. Juga berdoa untuk konsisten dalam beribadah. Cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebelumnya kita panjatkan puji pada Allah SWT tuhan semesta alam sebab atas karunia dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul bersama disini dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat serta salam dicurhakan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya dan kita selaku umatnya. Sesuai firman Allah pada QS. Al-Baqarah ayat 261, yang artinya : “ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang telah menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Akan serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, yang di mana ada seratus biji di setiap 1 bulir. Artinya Allah akan melipat gandakan (ganjaran) untuk siapapun yang Dia kehendaki. Dan Allah memang Maha Luas meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. karunia-Nya), dan Ia pun Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261). Dari ayat diatas telah jelas bahwa sedekah tak akan mengurangi sedikit pun dari hartamu.

Dan mustahil sekali seorang muslim akan jatuh miskin hanya dengan bersedekah pada orang yang membutuhkan. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, ia akan melipat gandakan setiap harta yang kita sedekahkan.

Dapat disimpulkan bahwa sedekah merupakan hal yang terpuji yang akan mengangkat derajatmu sebagai orang yang beriman. Dan masih banyak keutamaan dalam bersedekah, yang akan membawa hal baik kepada kita. Sekian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Ceramah agama Islam tentang hari kiamat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Seluruh puji serta syukur kita panjatkan bagi Allah SWT, yang tak henti-hentinya memberi kita nikmat iman dan Islam hingga saat ini. Tak lupa shalawat serta salam selalu terjunjung kepada pemimpin seluruh umat yakni Nabi Muhammad SAW, seluruh keluarga juga para sahabatnya.

Seperti yang kita tahu bahwa kiamat merupakan sebuah bencana besar yang akan meluluh lantahkan seluruh alam semesta. Kita tak akan bisa lari darinya, seberapa keras pun berusaha. Kiamat akan terjadi kapan pun dan tak ada seorang pun yang mengetahui kecuali Allah SWT. Kita hanya perlu percaya pada hari kiamat sebagaimana yang telah tercantum dalam rukum iman ke 5 “percaya pada hari akhir”.

Tak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW sekalipun, tetapi beliau telah memberikan tanda-tanda sebelum datangnya hari kiamat, seperti terbitnya matahari dari sebelah barat, lenyapnya Al-Quran, turunnya Dajjal, dan lain sebagainya. Maka dari itu, tak ada alasan untuk kita berleha-leha dalam menjalankan ibadah dan menjauhi segala larangannya.

Agar jika nanti datang hari kiamat kita sudah siap untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga bisa mengambil manfaat di dalamnya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Iman Segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam sebab atas karunia dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul bersama disini dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat serta salam dicurahkan kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya dan kita selaku umatnya. Hadirin yang berbahagia, mungkin dari kita sudah mengenal apa itu iman. Tapi apakah yakin jika iman yang kalian tahu merupakan penjabaran yang sesungguhnya? Iman memiliki arti dalam bahasa yakni tashdiq (membenarkan). Sedangkan dalam istilah syar’i iman berarti keyakinan dalam hati, dan pengakuan dalam lisan serta perbuatan.

Sungguh iman ini memiliki rasa khusus dalam hati, rasa manis bagi mereka yang taat dalam menjalankan ibadah dan menjauhi segala larangan-Nya. Tak semua orang dapat merasakannya, kebanyakan dari mereka hanya mengakui dalam lisan dan pikiran. Ketauhilah, bahwasannya Allah mencintai setiap hamba-hambanya yang beriman. Dari cinta itulah Allah akan memberi setiap kenikmatan di dunia maupun kelak nanti di akhirat.

Hadirin sekalian, mari kita bersama sama tingkatkan keimanan kita, hanya dengan itu kita akan dipermudah saat jalan di muka bumi ini, juga di akhirat nanti. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Agama Islam Tentang Ibu Yang paling utama, marilah kita panjatkan puji seerta syukur kepada Allah SWT, karena Ia, menjadikan alasan kita berkumpul pada hari yang indah ini.

Shalawat serta salam selalu terlimpah curahkan kepada pemimpin seluruh umat yaitu Nabi Muhammad SAW. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Berbicara tentang ibu memang merupakan hal sensitif bagi setiap orang. Ibu merupakan orang tua yang wajib kita hormati selain ayah. Tanpa pengecualian, sebab hal tersebut merupakan ketentuan dari Allah SWT dan sabda Rasulullah.

Dalam QS. Al-Isra’ ayat 23 yang artinya berbunyi : “ Dan Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selali berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut. Maka jangan mengatakan ‘ah’ dan membentaknya” (QS.

Al-Isra’ : 23) Sesuai firman Allah diatas, sudah jelas bahwa menghormati dan menyayangi orang tua adalah suatu hal yang wajib dilakukan, terlebih lagi seorang ibu. Ada istilah berkata bahwasannya surga berada di telapak kaki seorang ibu, hal ini menandakan bahwa keridhaan seorang ibu merupakan hal yang sangat penting bagi setiap anak.

Dan bahkan orang yang wajib dihormati yaitu seorang ibu sampai disebut 3x oleh Rasul lalu setelah itu barulah ayah. Sekian ceramah agama Islam pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan setelah ini hadirin sekalian lebih bisa menghormati dan menyayangi kedua orang tua, sebagaimana mereka menyayangi kita sedari kecil.

Ceramah agama Islam tentang kebersihan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Marilah kita ucapkan puji serta syukur atas kehadirat Ilaahi Robbi, karena telah memberikan kita beribu -ribu kenikmatan. Shalawat serta salam selalu terlimpah curahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya dan kita sebagai umatnya.

Jamaah rohimakumullah, Alam merupakan suatu hal yang harus kita lestarikan bersama, agar tecipta lingkungan yang bersih dan bebas dari penyakit. Menjaga lingkungan sangat disarankan dalam agama Islam, terlebih lagi agama Islam merupakan agama yang senantiasa menganjurkan untuk mencintai semua makhluk hidup. Menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari hal yang sederhana misalnya membuang sampah pada tempatnya, menyapu, mengepel.

Sedangkan menjaga kebersihan di kalangan masyarakat bisa kita lakukan dengan mengikuti gotong-royong. Jika kita berbuat baik pada alam maka alam pun akan berbuat baik pada kita. Demikianlah ceramah singkat yang saya sampaikan, kurangnya mohon dimaafkan. Semoga bahasan tadi bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya saya sendiri. Ceramah agama Islam tentang bulan Ramadhan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mari kita panjatkan rasa syukur pada Allah SWT. Yang telah memberi nikmat pada kita pada kesempatan kali ini.

Tak lupa shalawat serta salam selalu disanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabatnya dan kita sebagai umat yang insyaallah mendapatkan syafaatnya.

Bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu kaum muslimin di dunia. Bulan mulia yang dimana pahala dilipat gandakan dan seluruh doa terkabul.Kedatangan bulan ini merupakan kesempatan emas yang sangat rugi bila tak dimanfaatkan.

Salah satu ibadah wajib di bulan Ramadhan adalah puasa. Puasa berarti menahan dan melatih kesabaran. Allah mencintai orang orang yang sabar, namun tentu saja mencapai tingkatan sabar yang sesungguhnya merupakan hal yang tidak mudah. Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman yang artinya : “ Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat.

Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah : 45). Dapat kita simpulkan bahwa sabar merupakan hal yang tak mudah dilakukan, tapi jika kita sudah mendapatkan makna sabar yang sesungguhnya, maka hal-hal yang manis akan kita dapatkan, seperti dicintai oleh Allah SWT. Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji dan syukur selalu terlimpah curahkan kepada Illahi Robbi, karena nikmat yang beribu-ribu telah Ia berikan kepada kita semua.

Shalawat dan salam senantiasa kita panjatkan kepada nabi tercinta Nabi Muhammad SAW, yang menolong kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang. Kita pasti semua tau siapa itu Nabi Muhammad SAW. Nabi akhir zaman pemimin seluruh umat, yang memiliki sifat jujur, amanah, penyayang dan pengasih. Sebuah contoh yang patut kita teladani. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 Allah SWT berfirman yang artinya : “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu”.

(QS. Al-Baqarah : 261). Firman yang sangat jelas dari yang Maha Kuasa untuk menyuruh kita meneladani sikap serta sifat Rasulullah SAW. Jangan menjadi seorang yang munafik, yang hanya bisa meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. mencintai Nabi Muhammad SAW, tapi sama sekali tak melaksanakan sunnahnya. Telah dicontohkan oleh Rasul bagaimana cara kita menjalani hidup sesuai ketuntuan agama, oleh karena itu marilah kita pelajari bagaimana akhlak serta sifat beliau dan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

dalam kehidupan. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga hadirin sekalian mendapat manfaat dari apa yang telah saya sampaikan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Hadirin sekalian, mari panjatkan syukur kepada Illahi Rabbi. Atas hidayah, rahmat dan berkat-Nya kita diberi nikmat sampai saat ini. Tak lupa shalawat serta salam kita panjatkan Nabi Muhammad SAW, juga keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman.

Agama Islam merupakan agama yang indah, agama yang mempersaudarakan semua umatnya. Baik persaudaraan seislam atau persaudaran sedarah. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hujarat ayat 10. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّه لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.

Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S Al-Hujarat : 10). Dalam ayat tersebut sudah jelas, bahwasanya persaudaraan sesama muslim merupakan hal yang penting. Walau persaudaraan sesama muslim bukan persaudaraan sedarah, tapi jika kita semua seiman dan seislam maka akan terlahir keindahan saat kita semua bercengkrama layaknya keluarga.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang tadi sampaikan dapat diambil manfaat serta hikmah didalamnya. Terima kasih atas perhatiannya, akhirul kalam. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Ceramah agama Islam tentang hjrah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang tiada henti-hentinya memberikan nikmat. Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari kegelapan ke pada jalan yang terang.

Hijrah merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, yang artinya menjauhkan, berpindah serta meninggalkan. Jika kita mengambil konteks saat zaman Rasulullah, hijrah merupakan perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah.

Hal tersebut bertujuan untuk menegakkan risalah Allah SWT. Namun untuk saat ini, hijrah diartikan bagi setiap orang yang ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, dalam QS.

Al-Baqarah ayat 218 Allah SWT berfirman yang artinya : “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. QS. Al-Baqarah : 218). Hijrah harus dilakukan dengan niat karena Allah dan betujuan untuk mendapat keridhaan-Nya, bukan suatu hal yang mudah untuk mencoba konsisten dalam berhijrah.

Tapi kita harus tetap berusaha. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, dan semoga hadirin sekalian dapat mengambil manfaatnya. Yang paling utama sebelum yang kedua, mari kita ucapkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberi berjuta-juta nikmat, terutama nikmat iman dan Islam.

Yang kedua, shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita semua, seorang proklamator yang tak pernah naik motor yakni Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau kita bisa hidup rukun tanpa pentungan, hidup tenang tanpa perang. Izinkan saya mengisi ceramah ini dengan tema mengaji. Seperti yang kita tahu bahwa mengaji merupakan salah satu cara agar kita bisa belajar tentang agama Islam juga Al-Quran.

Tapi untuk zaman yang seperti ini ada saja mereka yang mengaji dengan semaunya. Ada yang berkata “ngaji kok seminggu sekali bisa-bisanya absen, artinya sebulan 4 kali, juga setahun 48 kali. Dipotong mudik lebaran 4x, sakit 1x, keperluan mendadak 2x, ngantuk ga tau berapa kali, ga paham berkali kali.

Hitung coba berapa pertemuan yang efektif”. Untuk mengaji tentu harus ada keseriusan dalam menjalankannya, jika tidak ya percuma. Dan Allah tak suka orang yang suka membuang-buang waktu untuk hal yang tak berguna. Semoga apa yang dapat saya sampaikan bermanfaat, kurangnya moohon dimaafkan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Lucu Tentang Adzan Ceramah lucu tentang adzan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sebelumnya marilah kita panjatkan puji serta syukur kepada Illahi Robbi yang telah menciptakan wanita yang memiliki alis mata bagai semut yang berbaris, senyum lebar yang manis, hingga membuat iman menipis. Shalawat berbungkus salam tak lupa kita hadiahkan kepada Baginda besar nabi Muhammad SAW, karena jasa beliau kita dapat hidup di zaman yang penuh akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada suatu ketika di hari Minggu lalu di sebuah desa digegerkan oleh kumandang adzan pukul jam 9 pagi.

Sontak seluruh warga terheran-heran dan langsung berdatangan ke masjid. Warga ramai sekali berdatangan karena hari Minggu merupakan hari libur yang berarti seluruh orang yang bekerja ada di rumah. Setelah kumandang adzan berakhir, warga mengepung muadzin.

“Pak. kenapa jam segini bapak adzan. Aliran islam mana lagi ini pak?” Lalu sang muadzin menjawab. “Loh yang aneh tuh harusnya kalian, saat saya adzan tepat pada waktu shalat nggak ada yang datang, sekalinya saya adzan jam 9 malah ramai.” Yang bisa kita ambil dari pengalaman cerita tsb adalah, jika terdengar suara panggilan Allah untuk melaksanakan shalat maka bergegaslah datang, nabi pernah bersabda : “ Siapa saja yang mengetahui keutamaan shalat berjamaah terlebih lagi Subuh dan Ashar, maka mereka akan datang secara berbondong-bondong meski harus merangkak”.

Sekian ceramah singkat yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bisa diambil hikmah serta manfaatnya, akhirul kalam. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Contoh Teks Ceramah Lucu Tentang Doa Keselamatan Hadirin yang senatiasa dirahmati Allah SWT, mari kita panjatkan puji dan syukur atas rahmat yang tiada hentinya dari Allah SWT. Tak lupa shalawat serta salam selalu terlimpah curahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat dan kita selaku umatnya.

Seperti yang hadirin sekalian tahu, bahwa setiap hal apa saja yang ingin kita lakukan pasti ada doanya mulai dari masuk rumah hingga berpergian. Tapi kenapa ya kita harus baca doa keselamatan saat ingin berpergian? Karena Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa membaca doa (tersebut) maka ia ditetapkan dengan ucapan “Kamu sudah ditunjuki, dan dicukupi kebutuhan dunia dan akhiratmu, dijaga serta dihindarkan dari gangguan setan.” (HR.

Abu Daun, Turmudzi, Nasai). Setiap doa bertujuan untuk menghindarkan diri dari gangguan syaitan yang terkutuk, tapi jangan hanya doa saja. Kita juga perlu ikhtiar, contohnya memakai helm, jaket dan perangkat safety lainnya. Semua alat safety hanya akan melindungi diri dari benturan saja, tak bisa menghindarkan dari gigitan ular, sengatan lebah, nyamuk malaria hingga gangguan serius dari makhluk halus, seperti jin, setan, genderuwo dll.

Tapi lain halnya jika hadirin sekalian membaca doa, insyaallah lengkap sudah seperangkat alat safety kita. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga bermanfaat dunia akhirat. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Dibuat penuh ❤️ Pendidikanpedia © 2022 const supported = ('share' in navigator); const buttonShare = document.getElementById('buttonShare'); if (supported) { buttonShare.removeAttribute('disabled'); buttonShare.addEventListener('click', (e) => { console.log('Tombol diklik', 'buttonShare-clicked', e); e.preventDefault(); const shareOpts = { title: '30 Contoh Teks Ceramah Singkat, Umum, Bahasa Indonesia', text: '30 Contoh Teks Ceramah Singkat, Umum, Bahasa Indonesia', url: 'https://pendidikanpedia.com/teks-ceramah/contoh/', }; navigator.share(shareOpts) .then((e) => { const msg = 'navigator.share succeeded.'; console.log('Berhasil membagikan artikel', msg, e); }) .catch((err) => { const msg = 'navigator.share failed'; console.error('Gagal membagikan artikel', msg, err); }); }); }
Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 1 TAJUK 1: SURAH AT TAUBAH AYAT 6 LAYANAN YANG BAIK TERHADAP MEREKA YANG BERMINAT DENGAN ISLAM                                              6.

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, Kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya.

demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak Mengetahui. 1.1 PENGERTIAN AYAT 1.7 SIFAT-SIFAT PENDAKWAH Dan jika terdapat seorang di kalangan orang musyrikin itu ▪ Mempunyai semangat jihad yang tinggi dan tidak mudah meminta perlindungan daripada kamu, maka lindungilah dia putus asa sekiranya dakwah tidak diterima agar dia sempat mendengar ayat-ayat Allah. Kemudian ▪ Berakhlak mulia yang boleh menjadi contoh kepada orang letakkanlah dia di tempat-tempat yang aman baginya.

Demikian lain itu disebabkan meraka kaum yang tidak mengetahui. ▪ Mempunyai ilmu tentang cara berdakwah dan pengetahuan agama Islam 1.2. HURAIAN AYAT ▪ Sabar dan tabah dalam menghadapi segala dugaan dan ▪ Dalam golongan ,anusia terdapat dua golongan yang cabaran berbeza dari segi anutan dan kepercayaan iaitu yang menyembah Allah dan golongan kfir iritu yang tidak 1.8 KEPERLUAN BERDAKWAH KEPADA BUKAN ISLAM menyembah Allah ▪ Menarik orang ramai untuk memeluk agama Islam ▪ Umat Islam perlu berusaha untuk menarik minat orang ▪ Membuktikan bahawa agama Islam adalah agama yang bukan Islam menganut agama Islam sesuai dengan semua manusia ▪ Membuktikan agama Islam adalah agama yang benar dan 1.3 TANGGUNGJAWAB TERHADAP ORANG KAFIR YANG terbaik MENINTA PERLINDUNGAN ▪ Memastikan syiar Islam meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

di atas muka bumi ▪ Memberi perlindungan kepada mereka ▪ Menyediakan tempat tinngal yang selamat 1.9 KEPERLUAN BERDAKWAH KEPADA ORANG ISLAM ▪ Menyampaikan seruan agama Islam kepada mereka ▪ Meningkatkan kefahaman Islam dikalangan umat Islam dengan lebih baik 1.4 PENGERTIAN DAKWAH ▪ Masih terdapat orang-orang Islam yang melakukan perkara Mengajak atau menyeru manusia pada jalan yang benar iaitu yang dilarang dan bertentangan dengan ajaran Islam jalan yang diredhai Allah dengan penuh bijaksana supaya ▪ Orang Islam masih lagi belum melaksanakan syariat Islam mereka melakukan perkara-perkara yang baik den dengan sepenuhnya dalam kehidupan meninggalkan perkara yang tidak baik.

▪ Supaya orang Islam dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. 1.5 CARA ATAU USLUB DAKWAH ▪ Dengan hikmah iaitu menerangkan kebanaran agama 1.10 KESAN PENYEBARAN ISLAM Islam dengan bijaksana selaras dengan kemampuan akal ▪ Orang yang memeluk Islam makin bertambah fikiran orang tersebut ▪ Orang bukan Islam sudah mula memahami ajaran Islam ▪ Dengan nasihat yang baik iaitu memberi bimbingan dan ▪ Orang Islam mula mengamalkan nilai-nilai Islam dalam nasihat yang berguna kepada mereka kehidupan mereka ▪ Melalui perbincangan iaitu mengadakan perbahasan yang ▪ Tempat pengajian Islam semakin banyak dan mendapat baik dengan mereka, forum, ceramah dan sebagainya perhatian masyarakat ▪ Banyak kegiatan agama di wujudkan di merata-rata tempat 1.6 SALURAN DAKWAH ▪ Bil Lisan iaitu melaui percakapan sama ada berbentuk 1.11 TANGGUNGJAWAB PELAJAR KEPADA RAKAN BUKAN ceramah, forum, nasyid dan sebagainya ISLAM ▪ Bil Kitabah (Media massa) sama ada media cetak atau media elektronik seperti penulisan buku-buku, majalah▪ Menjelaskan kebaikan dan keindahan agama Islam kepada akhbar dan lain-laian.

Media elektronik seperti TV, Radio, mereka Komputer dan lain-lain ▪ Dengan menunjukkan perlakuan dan akhlak yang baik ▪ Mengadakan perbincangan yang baik dengan rakan-rakan kepada bukan Islam. ▪ Menunjukkan contoh teladan yang baik kepada rakan bukan Islam ▪ Mengambil berat tentang masalah dan kebajikan mereka TAJUK 2: SURAH AT TAUBAH AYAT 128 – 129 NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH                                                                                 128.

Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. 129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiKu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya Aku bertawakkal dan dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".

Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 2 2.1 INTISARI AYAT ▪ Berani menegakkan kebenaran dalam menegakkan syiar Rasulullah merupakan manusia biasa yang dilantik untuk Islam serta tidak gentar menghadapi tentangan dan menyeru dan membimbing manusia pada jalan yang benar. cabaran dari pihak musuh Baginda mempunyai akhlak yang mulia dan sangat mengambil ▪ Bijak berpolitik sebagaimana sikap dan keputusan baginda berat kebajikan umatnya.

Baginda berharap agar umatnya dalam perjanjian Hudaibiah yang mana ada syarat yang beriman kepada Allah dan sama0sama menyebarkan dakwah. lebih berat kepada musuh Islam tetapi sebenarnya Allah sentiasa bersama baginda dalam semua perkara mempunyai hikmat yang tersendiri ▪ Kasih sayang sesama manusia dan makhluk Allah yang 2.2 TANGGUNGJAWAB RASUL lain ▪ Menyeru manusia supaya mentahidkan Allah dan ▪ Bersifat pemaaf dan penyabar, baginda bersedia meninggalkan segala kepercayaan agama lain memaafkan orang-orang kafir dan mendoakan ▪ Menyeru manusia supaya mematuhi segala perintah Allah kesejahteraan dan keselamatan mereka dan meninggalkan laranganNya ▪ Bersifat tawadhuk iaitu sifat rendah diri sesama Islam dan ▪ Membentuk akhlak manusia kepada akhlak yang mulia bersedia menerima pendapat orang lain sesuai dengan fitrah manusia yang gemarkan kebaikan ▪ Istiqamah iaitu mempunyai pendirian yang teguh dalam ▪ Mengajar cara-cara menyembah Allah yang betul dang melaksanakan syariat dan menjalankan dakwah mengikut syariatNya ▪ Tawakal iaitu sentiasa berserah diri kepada Allah dalam ▪ Mengajarkan cara hidup yang mempunyai sistem dan setiap usaha yang dilakukan oleh baginda dan menerima peraturan kepada manusia ketentuan Allah dengan Redha.

▪ Menjadi contoh tauladan kepada manusia lain 2.8 SIFAT-SIFAT PARA RASUL 2.3 SEBAB-SEBAB MANUSIA MEMERLUKAN RASUL ▪ Siddiq bermaksud benar. Ini bermakna para rasul yang ▪ Akal manusia terbatas dan tidak dapat mengetahui perkara menerima wahyu daripada Allah sentiasa bersifat benar diluar kemampuan akal seperti perkara ghaib dan dan tidak pernah berbohong kepada manusia kehidupan selepas mati ▪ Amanah beerti penuh kejujuran.

Menunjukkan bahawa ▪ Akal fikiran manusia tidak dapat membezakan hakikat para rasul sentiasa bersikap amanah dalam sebenar kebaikan dan keburukan sesuatu perkara tanpa menyampaikan risalah Allah panduan daripada Rasul ▪ Tabligh beerti menyampaikan. Menunjukkan para rasul ▪ Rasul perlu menjelaskan dengan lebih tepat dan jelas sentiasa menunaikan tanggungjawab menyampaikan wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Allah ajaran Allah walaupun mendapat tentangan ▪ Fatanah beerti bijaksana.

Keperibadian utusan Allah 2.4 KELEBIHAN-KELEBIHAN RASUL yang menyebarkan risakah Ilahi memerlukan seorang ▪ Maksum : Iaitu Rasul terpelihara dari segala dosa dan yang bijaksana dan berpandangan jauh untuk maksiat demi menjaga martabat sebagai utusan Allah dan memastikan risalah tersebar untuk melahirkan umat manusia kepada rasul ▪ Mukjizat : Iaitu perkara luar biasa yang berlaku ke atas 2.9 TAWAKAL DALAM CIRI KEJAYAAN DAKWAH RASUL nabi dan Rasul dengan keizinan Allah dalam membantu ▪ Tawakal bermaksud berserah atau meletakkan harapan nabi dan Rasul menjalankan tugas sebagai utusan Allah kepada allah setelah melakukan sesuatu perkara dengan penuh kesungguhan 2.5 TUJUAN DIKURNIAKAN SIFAT MAKSUM ▪ Allah sentiasa meminta hambaNya agar sentiasa ▪ Untuk menjadi tauladan kepada orang ramai melalui sifat- bertawakal dalam apa sahaja amal perbuatan sebagai sifat mulia yang dimilikinya bukti keimanan kepada Allah ▪ Sebagai pemimpin rasul perlu mempunyai akhlak yang ▪ Bertawakan tanpa melakukan usaha terlebih dahulu mulia untuk diteladani oleh orang lain merupakan satu konsep yang berlawanan dengan ▪ Untuk menjaga kewibawaan baginda sebagai pesuruh tawakal yang digariskan dalam Islam.

Allah untuk penghormatan orang lain terhadap rasul 2.10 PENGAJARAN AYAT 2.6 TUJUAN DIKURNIAKAN MUKJIZAT ▪ Allah mengutuskan rasul di kalangan manusia sebagai ▪ Bagi membuktikan kebenaran dirinya sebagai utusan Allah bukti bahawa Islam mampu dilaksanakan oleh semua ▪ Sebagai senjata untuk menentang musuh-musuhnya manusia ▪ Untuk menarik minat orang ramai supaya yakin dan ▪ Kita hendaklah mengamalkan sunnah rasulullah dalam menerima ajaran Allah.

kehidupan ▪ Bertawakal kepada Allah adalah asas kejayaan dalam 2.7 CIRI-CIRI KEPIMPINAN RASULULLAH dakwah ▪ Mempunyai akhlak yang mulia untuk menjadi contoh ▪ Kita berkewajipan membuktikan kasih sayang kepada kepada orang ramai Rasulullah dengan memperbanyakkan selawat kepada Baginda Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 3 TAJUK 3: SURAH AN NUR AYAT 30 – 31 BATASAN PERGAULAN                                                                                                                                                                                                                                   30.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera- putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. 3.1 INTISARI AYAT 3.6 ETIKA PAKAIAN MENURUT ISLAM Menutup aurat dan menjaga kehormatan diri adalah menjadi ▪ Pakaian yang kemas dan bersih kewajipan ke atas setiap individu muslim sama ada lelaki atau ▪ Menutup aurat perempuan. Umat Islam juga dilarang melihat perkara yang ▪ Bukan dari jenis yang diharamkan diharamkan dalam Islam.

Kita hendaklah sentiasa bertaubat di ▪ Berpakaian mengikut kemampuan masing-masing atas segala kesalahan yang dilakukan. ▪ Bersesuaian dengan iklim dan cuaca setempat ▪ Memakai perhiasan yang tidak keterlaluan 3.2 PENGERTIAN AURAT ▪ Warna dan fesyen tidak menimbulkan fitnah terhadap Bahagian tubuh badan yang wajib dilindungi daripada dilihat masyarakat oleh golongan bukan mahram.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Bagi perempuan melabuhkan tudung sehingga menutupi Aurat wajib dilindungi dengan cara memakai pakaian yang bahagian dada menutup aurat 3.7 PAKAIAN YANG DIHARAMKAN 3.3 HAD-HAD AURAT BAGI LELAKI Lelaki ▪ Pakaian yang dibuat dari sutera Antara pusat dan lutut sama ada ketika bersama perempuan ▪ Barang perhiasan dari emas ajnabi,perempuan mahram dan dengan lelaki lain ▪ Menyerupai kaum wanita Perempuan ▪ Bertujuan menunjuk-nunjuk atau bermegah ▪ Seluruh anggota tubuh badan kecuali muka dan tapak ▪ Menyerupai atau melambangkan agama lain tangan ketika bersama lelaki bukan mahram dan BAGI PEREMPUAN perempuan bukan Islam ▪ Memakai pakaian yang menampakkan bentuk badan dan ▪ Antara pusat dan lutut ketika bersama mahram dan nipis sesama perempuan ▪ Bertujuan menunjuk-nunjuk atau bermegah-megah ▪ Menyerupai pakaian lelaki 3.4 KEBAIKAN MENUTUP AURAT ▪ Pakaian yang terlalu ketat ▪ Kehormatan diri dan maruah terjaga ▪ Menyerupai atau menjadi lambang agama lain ▪ Mengelakkan dari berlakunya perkara yang tidak diingini ▪ Menghindarkan diri dari terjerumus ke arah perbuatan tidak 3.8 KEADAAN YANG DIBENARKAN MELIHAT AURAT ORANG baik LAIN ▪ Akan dihormati dan dipandang mulia oleh orang lain Kita dibenarkan melihat aurat orang lain dalam keadaan yang ▪ Melambangkan peribadi muslim sejati diharuskan atau darurat seperti doktor melihat aurat pesakit.

Bagi tujuan rawatan dan sebagainya. 3.5 KEBURUKAN MENDEDAHKAN AURAT ▪ Mencemarkan kehormatan dan maruah diri 3.9 CARA MENJAGA KEHORMATAN DIRI ▪ Mendorong kepada berlakunya perkara tidak baik ▪ Menutup aurat ▪ Tidak disegani oleh masyarakat ▪ Berakhlak dengan akhlak yang mulia ▪ Akan menjadi ejekan dan kesukaan orang lain ▪ Meninggalkan segala kemungkaran ▪ Menjauhi perbuatan yang membahayakan diri sendiri ▪ Melakukan amal kebajikan Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 4 3.10 ADAB-ADAB PERGAULAN ▪ Islam tidak membenarkan lelaki dan wanita bersendirian ▪ Memberikan salam sebelum masuk ke bilik atau rumah selain dari suami isteri atau mahramnya untuk orang lain mengelakkan fitnah ▪ Jangan menjenguk ke tingkap rumah orang apabila melintasi rumah tersebut ▪ Sekiranya perlu pertemuan antara lelaki dan perempuan, ▪ Meminta izin memasuki bilik bukan sahaja terhadap orang perlulah menjaga batas-batas syarak dan di tempat lain bahkan merangkumi bilik ibu bapa dan adik beradik terbuka khususnya adik beradik perempuan ▪ Wanita Islam dilatang bermusafir sendirian tanpa mahram atau pun bermusafir dengan bukan mahram TAJUK 4 : SURAH ANNUR AYAT 35 (AH) HIDAYAH ALLAH                                                                                                                     35.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[1039], yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya)[1040], yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.

cahaya di atas cahaya (berlapis- lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. [1039] yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, Biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.

[1040] Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. 4.1 INTISARI AYAT ▪ Zikirullah kerana hati yang sentiasa mengingati Aallah Nur dan hidayah Allah dikurniakan untuk menerangi hati akan menjadi lembut dan mudah menerima kebenaran. orang yang beriman. Ianya diibaratkan seperti sebuah lampu yang terletak dalam sebuah bekas kaca.

Cahayanya akan 4.4 HALANGAN DARIPADA MEMPEROLEHI HIDAYAH memencar dengan terang dalam gelap gelita. Orang yang ▪ Terus berada dalam kejahilan mendapat hidayah Allah akan menerima syariat Allah dalam ▪ Tidak berusaha menuntut ilmu Al Qur’an untuk mengurus hidup dengan sempurna.

▪ Tidak beramal dengan ilmu ▪ Bersikap sombong dan tidak mahu menerima 4.2 JENIS-JENIS HIDAYAH kelemahan diri ▪ Hidayah Gharizah : Naluri semulajadi manusia yang ▪ Melakukan maksiat wujud sejak dilahirkan ▪ Makan makanan yang haram ▪ Hidayah pancaindera : Manusia boleh membezakan sesuatu melalui pancaindera yang dikurniakan oleh 4.5 BUKTI AL QUR’AN SEBAGAI MUKJIZAT; Allah ▪ Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi (buta ▪ Hidayah Akal fikiran : Dapat berfikir secara waras huruf) Adalah mustahil orang yang buta huruf mamopu dengan menggunakan akal fikiran mencipta sebuah kitab yang sempurna ▪ Hidayah agama : Menyelamatkan seseorang dari ▪ Ayat Al Qur’an hanya dibaca oleh Rasulullah selepas kesesatan kepada kebenaran.

dilantik menjadi rasul. Sebelum itu baginda tidak ▪ Hidayah taufik : Hidayah ini dikurniakan oleh Allah pernah membaca ayat Al Qur’an kepada sesiapa yang dikehendaki ▪ Isi kandungan Al Qur’an merangkumi perkara yang berhubung dengan soal dunia dan akhirat 4.3 CARA MENDAPATKAN HIDAYAH ▪ Susunan bahasanya sangat tinggi dan tidak mampu ▪ Dengan ilmu pengetahuan kerana orang yang berilmu ditandingi oleh mana-mana ahli sastera.

tahu membezakan antara yang baik dan buruk, antara yang hak dan batil 4.6 BAHAGIAN ILMU ▪ Dengan mengamalkan ilmu yang dipelajari kerana ilmu ▪ Fardhu Ain iaitu ilmu yang wajib dituntut oleh semua dan amal dapat membentuk seseorang menjadi hamba umat Islam yang soleh ▪ Fardhu Kifayah iaitu ilmu yang wajib dituntut oleh sebahagian umat Islam Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 5 TAJUK 5 : SURAH AS SAJADAH AYAT 15 – 22 PEERIBADI MUKMIN                                                                                                                                                                                          meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

                                                                   15.

Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. 17. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.

18. Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? mereka tidak sama. 19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.

20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) Maka tempat mereka adalah jahannam. setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya." 21. Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). 22. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang Telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, Kemudian ia berpaling daripadanya?

Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. [1192] maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini. [1193] maksudnya mereka tidak tidur di waktu Biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

5.1 INTISARI AYAT ▪ Melazimi Qiamullail Sifat orang yang beriman adalah sentiasa patuh pada ajaran ▪ Meninfakkan harta untuk jalan kebaikan yang terdapat dalam Al Qur’an, mematuhi segala suruhan 5.4 JENIS SUJUD dan meninggalkan segala larangan. Balasan yang akan ▪ Sujud Tilawah iaitu apabila mendengar atau membaca diterima ialah balasan syurga. ayat tilawah 5.2 SIFAT ORANG YANG BERIMAN ▪ Sujud sahwi iaitu apabila menambah atau ▪ Yakin dengan sepenuh hati terhadap kewujudan Allah serta patuh dan taat kepada segala ajaran yang mengurangkan rukun solat secara tidak sengaja atau disampaikan oleh Nabi Muhammad meninggalkan sunat ab’an secara sengaja atau tidak ▪ Menerima segala perintah Allah dengan ikhlas dan ▪ Sujud Syukur iaitu apabila mendapat nikmat atau mengamalkan secara bersungguh-sungguh terlepas dari bala ▪ Mereka tidak memisahkan antara iman dan amalan 5.5 KELEBIHAN ORANG YANG BERIMAN yang mana segala perlakuan tidak menyalahi syariat ▪ Memperolehi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup Allah dunia dan akhirat ▪ Menjadi seorang yang sabar dengan ujian Allah 5.3 CIRI-CIRI MUKMIN ▪ Mendapat kedudukan yang baik di sisi Allah pada hari ▪ Sujud kepada Allah kerana sentiasa menyedari akhirat kebesaran Allah ▪ Terhindar dari perkara yang tidak baik.

▪ Sentiasa mengingati Allah ▪ Para malaikat sentiasa mendoakan kebaikan, ▪ Tidak takbur kerana sentiasa akur dengan kelemahan keselamatan dan kesejahteraan pada mereka. diri Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 6 TAJUK 6 : SURAH AL HASR AYAT 21 –24 KEMULIAAN AL QUR’AN                                                                                                                                                                      21.

Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. 22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 6.1 INTISARI AYAT ▪ Sentiasa mempelajari dan mendalami isi kandungan al Al Qur’an merupakan sebuah kitab yang lengkap dengan qur’an berbagai ilmu pengetahuan dan pengajaran.Ianya menjadi petunjuk dan hidayat kepada manusia.

Segala suruhan dalam ▪ Membaca al qur’an dengan bertajwid Al Qur’an hendaklah dipatuhi dan segala larangan hendaklah 6.5 KEISTIMEWAAN AL QUR’AN dijauhi. ▪ Mukjizat Agung kepada Rasulullah 6.2 ISI KANDUNGAN AL QUR’AN ▪ Kandungan al Qur’an lengkap dan merangkumi semua Kandungan Al Qur’an merangkumi semua aspek kehidupan manusia.

Ianya dapat dibahagikan kepada beberapa bahagian aaspek kehidupan manusia yang utama iaitu ▪ Aajarannya sesuai dilaksanakan untuk semua bangsa, ▪ Perkara yang berkaitan dengan ibadat manusia yang khusus seperti solat, puasa dan sebagainya tempat dan masa ▪ Perkara yang berkaitan dengan akidah manusia iaitu yang ▪ Tidak ada makhluk yang boleh menandingi keindahan berkaitan dengan rukun iman ▪ Perkara yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau bahasanya ketamadunan seperti Ilmu sainsmatematik, perubatan ▪ Membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia daan dan sebagainya ▪ Perkara yang berkaitan dengan undang-undang dan akhirat urusan sosial masyarakat seperti kehakiman, ▪ Setiap huruf yang dibaca dikira ibadat dan mendapat kekeluargaan, harta pusaka, muamalat, ekonomi dan sebagainya pahala ▪ Perkara yang berkaitan dengan sejarah yang berlaku pada 6.6 BEBERAPA PENGERTIAN NAMA ALLAH zaman dahulu, seperti kisah nabi yang boleh dijadikan panduan dan pengajaran.

▪ Allah iaitu nama tuhan yang Esa merangkumi segala sifat uluhiyyah dan rububiyyah 6.3 KEHEBATAN AL QUR’AN Allah ada menyebutkan bahawa gunung ganang akan pecah ▪ Ar Rahman : Allah yang Maha Pemurah iaitu Allah sekiranya Al Qur’an diturunkan ke atasnya.

Ini adalah kerana: memberi rahmat kepada seluruh umat meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. dan ▪ Wahyu Allah sangat hebat dan berat sehingga tidak makhluk-makhluk yang lain mampu ditanggung oleh gunung-ganang yang besar ▪ Kudrat dan Iradat Allah boleh menghancurkan apa sahaja ▪ Ar Rahim : Allah Maha Penyayang iaitu Allah bersifat sekalipun gunung-ganang penyayang kepada hambaNya yang beriman.

▪ Ianya sebagai peringatan kepada manusia tentang tanggungjawab mereka dan tidak mampu ditanggung oleh ▪ Al Malik : Allah yang Maha Raja iaitu Allah berkuasa makhluk lain mentadbir alam tanpa bantuan orang lain 6.4 CARA MENGHAYATI ALQUR’AN ▪ Al Quddus : Allah Maha Suci iaitu suci dari segala ▪ Istiqamah dalam membaca al Qur’an kekurangan, kecacatan dan kebinasaan ▪ Memahami dan mengamalkan kandungan al Qur’an dalam kehidupan ▪ As Salam : Allah yang Maha Penyelamat golongan yang beriman dari seksaan api neraka ▪ Al Mu’min : Allah Maha Pemberi Keamanan kepada golongan yang taat kepada segala perintah Allah ▪ Al Muhaimin : Allah yang Maha Pengawas iaitu menjaga dan mengurus rezeki hamba-hambaNya ▪ Al Jabbar : Allah Maha Perkasa iaitu melakukan sesuatu mengikut kehendakNya.

▪ Al Mutakabbir : Allah maha Agung dan Maha Besar. Seluruh Alam akan tunduk dan patuh kepada keagungan dan kebesaranNya. Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 7 ▪ Al Khaliq : Allah Maha berkuasa menjadikan sesuatu ▪ Dimurahkan rezeki dan diberi kelapangan dalam mengikut kebijaksanaanNya melakukan sesuatu ▪ Al Bari’u : Allah Maha Merekacipta sesuatu tanpa ▪ Jiwanya terhindar dari segala sifat tidak baik mencontohi dan meniru benda-benda lain.

▪ Al Haki : Allah Maha Bijaksana Iaitu Allah luas ilmu 6.8 PENGAJARAN AYAT pengetahuanNya meliputi langit dan bumi ▪ Allah memerintahkan supaya mengambil iktibar dari peringatan yang terdapat dala al Qur’an 6.7 KELEBIHAN BAGI ORANG YANG MENGINGATI NAMA- ▪ Gunung ganang yang kuat dan runtuh sekiranya NAMA ALLAH diturunkan al qur’an ke atasnya ▪ Dilindungi oleh Allah dari segala bahaya bagi dirinya dan ▪ Jiwa haiwan dan tumbuh-tumbuhan sentiasa tunduk dan keluarganya bertasbih kepada Allah ▪ Memperolehi kedamaian dan keetenteraman jiwa ▪ Allah memiliki nama yang agung laagi suci supaya manusia mengambil iktibar dari nama tersebut TAJUK 7 : HADIS NABI KEHIDUPAN DUNIA IBARAT SEORANG PERANTAU Er‫ن‬tُinْ‫ب‬y‫ ا‬a‫ َن‬:‫َكا‬D‫ِو‬a‫ل‬rٍip‫بِْي‬a‫َس‬da‫ُِر‬A‫اب‬bَ‫ع‬d‫و‬uَْl‫أ‬.la‫ٌَبك‬hِ‫ت‬bْ‫ِْروي‬i‫غَم‬nَِ‫ل‬U‫َكَك‬mّ‫ََِن‬a‫كاأت‬rََ‫َحي‬R‫يِا‬.ْ‫ن‬A‫لم ُْدن‬bِ‫َوا‬e‫ف‬r‫ِك‬kَa‫ْن‬t‫ِض‬a‫ْرُك‬:‫لَم‬Rَِ‫ال‬a‫َكَق‬sَ‫ف‬uِ‫بت‬l‫ح‬uَِّlِ‫ك‬l‫ص‬aِ‫ْن‬hَ‫نِِب‬Sْ A‫مِم‬W‫وُخ ْسذل‬m‫َو‬e‫ِءيه‬m‫سعال‬eَ gَ‫لم‬a‫لاه‬n‫اِرل‬g‫ىِظ‬bَ‫لت‬a‫تَصْن‬hَu‫لا‬k‫فَله‬u‫تال‬sَ‫ُل‬e‫و‬r‫ْح‬a‫َُس‬y‫ْصَرب‬a‫ََذ‬b‫َخأ‬e‫ذَا‬r‫أ‬sِ‫َوإ‬a‫ل‬bَ‫َح‬d‫قاَا‬aَ‫صب‬:ّ‫مَا‬Jَ‫ل‬a‫اُه‬dْ‫ُرن‬i‫َع‬k‫ِظ‬aُ‫تَه‬n‫َلْنل‬l‫تا‬a‫َى‬h‫َضلَا‬dِ‫ف‬i‫ر‬rَ‫َت‬i k‫ْيَر‬a‫َسَم‬mُ‫ْمع‬uَ‫ِنأ‬a‫ذَبْا‬taِ‫لِهإ‬s‫اُلل‬d‫ِدو‬u‫ُق‬n‫عَيَْب‬ia‫َْمنَر‬inُ‫َعع‬i sebagai seorang perantau atau pengembara.

Ibnu Umar berkata: Apabila kamu berada pada waktu petang, janganlah tunggu menjelangnya waktu pagi. Apabila kamu berada waktu pagi, janganlah tunggu menjelangnya waktu petang. Gunakanpeluang untuk beramal semasa kamu sihat untuk persediaan ketika kamu sakit dan semasa kamu hidup untuk persediaan semasa kamu mati. 7.1 INTISARI HADIS ▪ Merancang penggunaan masa. Kita seharusnya Rasulullah memberi pendidikan kepada umat Islam dengan memperuntukan masa untuk beribadat dan melakukan menganggap dunia ini sebagai tempat persinggahan untuk kerja lain dengan baik dan teratur menuju k ealam akhirat yang kekal abadi.

Kita di umpamakan sebagai perantau yang singgah untuk ▪ Mengurus masa dengan bijak. Waktu yang ada mengambil bekalan sebagai persediaan untuk perjalanan digunakan untuk tujuan yang meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. dan tidak yang masih jauh. Oleh itu kita hendaklah mengisi masa sihat membazir kita dengan aktiviti yang berfaedah. Kita wajib menyegerakan segala urusan dan tidak melengahkannya.

▪ Menentukan wawasan hidup. Kita hendaklah menentukan tahap pencapaian kita dalam kehidupan 7.2 KEHIDUPAN ADALAH SEMENTARA supaya kita dapat mendisiplinkan diri bagi mencapai ▪ Tempoh kehidupan di dunia adalah terlalu singkat matlamat yang telah ditetapkan berbanding di alam akhirat yang kekal abadi ▪ Dunia merupakan tempat manusia mencari bekalan 7.5 KELEBIHAN MENYEGARAKAN URUSAN KEHIDUPAN untuk hari akhirat seperti ilmu, ibadat dan lain-lain ▪ Dimuliakan oleh Allah dan Rasulnya.

Orang yang ▪ Manusia tidak seharusnya leka dengan kemewahan menghargai masa adalah satu ciri mukmin yang dan keseronokan dunia semata-mata bertaqwa. ▪ Destinasi kita yang sebenar adalah alam akhirat yang ▪ Urusan dapat disempurnakan dengan berkualiti dan kekal abadi mengikut jadual. ▪ Menyumbang ke arah kemajuan negara.

7.3 PERSAMAAN KEHIDUPAN DUNIA DENGAN PERANTAU ▪ Seorang pedagang sentiasa rindukan kampung 7.6 BEKALAN UNTUK HARI AKHIRAT halamannya, begitulah manusia seharusnya rindu ▪ Takwa merupakan bekalan yang terbaik untuk hari untuk ke dunia akhirat akhirat ▪ Hati seorang pedagang sentiasa ingin membawa ▪ Takwa bermaksud melaksanakan segala perintah Allah pulang sesuatu, begitulah manusia seharusnya dan menjauhkan laranganNya berikeinginan untuk membawa sesuatu yang baik ke ▪ Untuk memperolehi takwamanusia hendaklah ikhlas alam akhirat dalam beribadat kepada Allah dan melaksanakan ▪ Seorang pengembara memerlukan berbagai keperluan hubungan sesama manusia sepanjang perjalanannya, begitulah manusia memerlukan berbagai keperluan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

hidupnya 7.7 PENGAJARAN HADIS ▪ Manusia memerlukan bekalan dan keperluan yang ▪ Tempoh kehidupan manusia di dunia adalah terlalu cukup untuk menghadapi alam akhirat singkat berbanding kehidupan di akhirat yang kekal abadi 7.4 PENGURUSAN MASA YANG BAIK ▪ Manusia hendaklah menggunakan tempoh kehidupan Masa yang berlalu tidak mungkin akan kembali berulang. dunia sebaik mungkin Oleh itu ia haruslah digunakan dengan baik dan bermanfaat ▪ Islam melarang kita menagguh-nangguh urusan kehidupan ▪ Seorang Muslim hendaklah menguruskan masanya dengan bijak.

Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 8 TAJUK 8 : KEFAHAMAN HADIS ORANG BERIMAN KEKASIH ALLAH ‫ٍءيَْبأَِطَح َُشّبِِإِبَاَََلَّوَِرَمّاْجلَاهفََُْاتََلِّْضْت ُت‬ ‫يإُِْبََِّلِصُربَعِبْهِِدَويَيَدبهُِ اَشَلِّْيْت‬ ‫تاَلَقَِذّر َىب‬ ُ‫افَلَقِذْدىاَذَيَنْتُْسهَُمُِِعبْْبِلَِْهر َِوببَ َْوصَمَراه‬ ‫َم ْن عَاَدى ِل َولًِيّا‬ ‫قَا َل‬ َ‫َعيََعْلَْنِْيشِهأَِْيبَوَِِمبُهَااَريْيَََروَةَإزِاقَُْنلاَلعََسْبَأرَلَُِدسِوْنُْيللايَألُتلَهْعَقَّرِطيَصَنُّلبهُىإَِوالََِلئَِلّلهِنِِبالَعنّْلسَيتوَاهفعَِاِلوذَِسْنَلحََمّلتأُ أعِإُِْيَِّنحَذَبَّناّهُلهُله‬ ُ‫أَحبَبْتُهُ ُكْن ُت ََسَْعه‬ ‫فَِإذَا‬ Ertinya : Daripada ABu Hurairah berkata : Rasululah SAW bersabda sesungguhnya Allah berfirman: Sesiapa yang memusuhi waliku, aku isytiharkan perang keatasnya.

Tiada amalan untuk mendekatkan diri kepadaku yang lebih aku sukai selain daripada amalan yang aku fardhukan. Hambaku yang mendekatkan diri kepadaku dengan sentiasa melakukan amalan sunat (disamping amalan-amalan wajib) aku lebih mengasihinya. Apabila aku mengasihinya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya yang digunakan untuk memegang dan kaki yang diguna untuk berjalan, semuanya berdasarkan keredhaan dan kawalanku.

Jika dia meminta kepadaKu, Aku akan memperkenankannya dan jika dia memohon perlindunganKu, Aku akan melindunginya. 8.1 INTISARI HADIS ▪ Beramal dengan ilmunya dan menjelmakannya dalam Hadis menerangkan tentang Allah mengharamkan permusuhan bentuk penghayatan serta beramal secara ikhlas dan dengan orang beriman dan bertakwa.

Untuk mencapai istiqamah kedudukan yang tinggi di sisi Allah kita mesti mentaati perintah Allah dan memperbanyakkan amalan sunat ▪ Berakhlak dengan ketinggian peribadi supaya dapat menjalinkan hubungan dengan masyarakat secra baik, 8.2 WALI ALLAH bertolak ansur dan suka membantu. ▪ Wali Allah dari segi bahasa bermaksud bantuan atau perlindungan dari Allah 8.6 KELEBIHAN ORANG YANG MELAKUKAN IBADAT SUNAT ▪ Wali Allah dari segi istilah syarak bermaksud manusia ▪ Allah dan rasul menyayanginya biasa yang beriman, bertakwa, beristiqamah dalam ▪ Allah memberkati kehidupannya melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhkan ▪ Allah memelihara segala anggotanya daripada melakukan larangan secara zahir dan batin perkara maksiat ▪ Wali Allah tidak maksum dan tidak mempunyai mukjizat ▪ Aallah memakbulkan doanya sebagaimana rasul ▪ Allah melindungi daripada keburukan ▪ Contoh wali Allah ialah para sahabat rasul dan Al Salafus ▪ Allah memberi ganjaran pahala dan syurga Soleh seperti Uwais AL Qarni dan Al Hasan Al Basari ▪ Mengecapi kenikmatan beribadat 8.3 GOLONGAN YANG MENDAPAT KEREDHAAN ALLAH 8.7 BUKTI KECINTAAN ALLAH KEPADA WALINYA ▪ Sentiasa mengerjakan amalan-amalan fardhu yang ▪ Allah akan memakbulkan doa yang diminta ileh para ditetapkan oleh Allah waliNya ▪ Mengetahu bahawa amalan fardhu adalah wajib dan ▪ Mengawal dan memelihara pendengarannya dari perlaksanaannya merupakan asas dan tunjang kehidupan mendengar perkara maksiat ▪ Meyakini bahawa setiap amalan sunat adalah bahan ▪ Mengawal penglihatannya dari melihat perkara maksiat binaan yang terletak di atas tunjang yang dibina ▪ Mengawal tangan dan kakinya dari godaan syaitan yang ▪ Meninggalkan perbuatan maksiat adalah merupakan cuba menghasutnya tuntutan Allah, maka sesiapa yang melakukannya akan ▪ Allah sentiasa dihatiNya apabila ia mendengan, melihat diazab oleh Allah dan melakukan sesuatu ▪ Mengerjakan banyak amalan sunat menjadikan seseorang itu lebih disayangi oleh Allah 8.8 ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI RISALAH RASULULLAH 8.4 AMALAN UNTUK MENGHAMPIRKAN DIRI KEPADA ALLAH ▪ Allah memberi ancaman akan memerangi orang yang ▪ mempeerbanyakkan zikrullah dan membaca Al Qur’an meusuhi para waliNya ▪ Meletakkan kepentingan Allah dan nabinya di hadapan ▪ Mengingkari risalah rasulullah adalah satu penyelewengan melebihi kepentingan diri terhadap akidah.

▪ Membenyakkan amalan sunat seperti puasa sunat, ▪ Setiap mukmin wajib menghindari perbuatan ini dan sembahyang sunat sedekah dan sebagainya berusaha melaksanakan segala perintah Allah dan ▪ Menghidupkan malam hari dengan bertaqarrub kepada rasulnya dengan patuh dan taat.

Allah ▪ Menjaga hubungan baik sesama manusiamenjaga 8.9 PENGAJARAN HADIS silaturrahim, nasihat menasihati berziarah dan berbudi ▪ Orang mukmin wajib melaksanakan segala perkara yang bahasa. difardhukan ke atasnya dengan penuh ketaatan ▪ Kekasih Allah ialah orang mukmin yang melakukan banyak 8.5 CIRI-CIRI ORANG SOLEH ibadat sunat ▪ Berilmu dan dengan ilmunya dapat memantapkan ▪ Orang yang hampir kepada Allah ialah orang yang berilmu, hubungan dengan Allah dan sesama makhluk beramal dan berakhlak mulia ▪ Allah memperkenankan doa orang yang hampir kepadaNya Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 9 TAJUK 9: AKIDAH IMAN MUTIARA HIDUP 9.1 PENGERTIAN IMAN ▪ Orang yang beriman akan merasa kemanisan iman jika Iman dari segi bahasa bermaksud mengiktiraf, mengakui mempunyai ketiga-tiga perkara berikut: dan membenarkan sesuatu tanpa mendustakan nya.

(i) Cinta kepada Allah dan rasulNya melebihi segala- Dari sudut istilah syarak pula Iman bermaksud galanya membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lidah dan (ii) Benci kepada kekufuran sebagaimana benci jika mengamalkan dengan anggota badan segala suruhan Allah dicampak ke dalam api neraka dan rasulNya (iii) mengasihi sesama manusia kerana Allah 9.2 IMAN BERTAMBAH DAN BERKURANG ▪ Orang yang mencapai tahap kemanisan iman akan ▪ Mengikut ahli sunnah wal jamaah Iman seseorang mendapat kelazatan melakukan ibadat boleh bertambah dan berkurang serta bekait rapat dengan amalan seseorang ▪ Orang yang mendapat kemanisan iman tidak akan ▪ Iman boleh bertambah dengan melakukan ibadat dan melakukan perkara yang menyusahkan orang lain ketaatan serta meningkatkan ilmu ▪ Iman boleh berkurang apabila seseorang melakukan ▪ Orang yang mendapat kemanisan iman akan sentiasa maksiat.

memberi khidmat kepada masyarakat dalam usaha ▪ Dakwaan bahawa iman terletak di hati dan tiada kaitan melaksanakan fardhu kifayah dengan tingkah laku adalah tidak tepat. ▪ Allah dan rasul sentiasa menggandingkan antara lafaz ▪ Orang yang tidak mendapat kemanisan iman tidak iman dengan amal soleh akan melaksanakan tuntutan fardhu ain dan fardhu ▪ Iman seseorang tidak sempurna jika tidak dizahirkan kifayah dengan amalan yang benar.

9.5 AMALAN YANG MEMBAWA KEPADA KEMANISAN IMAN 9.3 CIRI-CIRI ORANG YANG BERTAMBAH IMAN ▪ Merujuk kepada hukum Allah dalam setiap perkara ▪ Mempunyai ilmu pengetahuan tentang Allah dan yang hendak dilakukan supaya terpelihara hukumnya RasulNya ▪ Sentiasa melakukan amar makruf dan Nahi mungkar ▪ Banyak melakukan ibadat sunat seperti qiamullail dan ▪ Mendalami ilmu sama ada ilmu fardhu ain dan fardhu tilawah al Qur’an kifayah ▪ Melazimi berzikir kepada Allah dan sentiasa ▪ Membanyakkan zikrullah dalam setiap pebuatan harian memikirkan kekuasaan Allah ▪ Sentiasa beriltizam dan istiqamah dengan ajaran ▪ Sentiasa khusyuk dan konsisten dalam mengarjakan agama dan meletakkan kepentingan Islam di hadapan ibadat kepada Allah ▪ Taat kepada Allah dalam keadaan terang atau 9.6 BAHAGIAN IMAN tersembunyi ▪ Iman Taklid iaitu iman yang lahir dari penerimaaan dan pengajaran seorang guru tanpa dalil 9.4 KEMANISAN IMAN ▪ Iman Ilmu iaitu ilmu dari pengetahuan beserta dalil dan ▪ Kemanisan iman ialah berasa gembira dalam hujjah melakukan ibadat, sanggup menanggung kepayahan ▪ Iman Iyan iman yang lahir dari penumpuan hati demi mendapatkan keredhaan Allah dan RasulNya ▪ Iman Hak iaitu iman yang lahir dari penglihatan hati ▪ Mengutamakan Allah dan RsasulNya lebih dari harta terhadap Allah benda sendiri ▪ Iman Hakikat iaitu iman yang lahir dalam keadaan tidak nampak sesuatu selain Allah TAJUK 10; AKIDAH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH 10.1 TAKRIF AHLI SUNNAH WAL JAMAAH ▪ Nama Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah gabungan dari Ahli Sunnah Wal Jammah ialah kumpulan yang perkataan Ahlu, Al Sunnah dan Al Jamaah.

berpegang teguh dengan al Qur’an, sunnah Rasululah serta perkara yang dibawa oleh sahabat baginda serta ▪ Mereka dinamakan dengan ahli sunnah keran mereka menetang perkara bidaah. menerima dan beramal dengan sunnah rasulullah. Mereka juga dikenali dengan ahli Sunnah, Al Jamaah, Al Salafus Soleh dan Ahlul Hadith ▪ Manakala perkataan jamaah pula ialah kerana mereka berkumpul atas kebenaran dan bersatu untuk berjihad, 10.2 KEMUNCULAN AHLI SUNNAH WAL JAMAAH melaksanakan amar makruf dan Nahi Mungkar ▪ Mazhab ini adalah jalan yang mengikut langkah Rasulullah dan sahabat baginda ▪ Mereka juga menghidupkan sunnah dan menetang ▪ Nama Ahli Sunnah Wal Jamaah muncul setelah bidaah berlaku perpecahan di kalangan umat Islam ▪ Nama tersebut secara rasminya dimasyhurkan oleh 10.3 PRINSIP-PRINSIP AHLI SUNNAH WAL JAMAAH Imam Abu Hasan Al Asy’ari (330 H) dan Abu Mansur Al ▪ Berpegang taguh dengan al Qur’an dan Al Sunnah Maturidi (333H) ▪ Berpegang dengan prinsip-prinsip Al Salafus Soleh ▪ Apabila terdapat pertelingkahan pandangan, mereka merujuk kepada al Qir’an dan Al Sunnah Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 10 ▪ Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

tidak mencela dan mengkafirkan orang yang ii. Menolak semua hadis yang bukan diriwayatkan tidak sealiran dengan mereka oleh ahlul bait ▪ Mereka tidak menghukum kecuali jika terdapat bukti iii. Beriktikad bahawa Imam kedua belas mereka iaitu yang sahih Muhammad Al Mahdi Al Qaim Bil Hujjah akan muncul sebagai Imam Mahadi 10.4 PANDANGAN AHLI SUNNAH WAL JAMAAH iv. Beramal dengan Taqiyyah iaitu menyembunyikan TERHADAP BEBERAPA ISU iktikad sebenar apabila berhadapan dengan orang ▪ Al Qur’an bukan makhluk.

Mereka meyakini bahawa al yang berbeza iktikad dengan mereka Qur’an adalah kalam Allah yang bersifat Qadim. Ia v. Mengharuskan perkahwinan Mutaah iaitu nikah bukan makhluk (bukan baharu) sementara waktu atau nikah kontrak ▪ Melihat Allah.

Orang mukmin dapat melihat Allah di ▪ Syiah Zaidiah Syurga pada hari kiamat sebagaimana yang disebut Dinamakan sedemikian sempena pengasasnya iaitu dalam Al Qur’an, hadis sahih dan persepakatan ulamak Zaid b Ali Al Abidin cicit kepada Ali B Abi talib. ▪ Pelaku dosa besar. Orang yang melakukan dosa besar Antara pegangan mereka ialah tetap dikira sebagai mukmin kerana imannya masih vi.

Beriktikad kedudukan pelaku dosa besar berada ada tetapi dikira fasik kerana telah melakukan dosa antara keimanan dan kekufuran besar vii. Beriktikad bahawa perbuatan manusia adalah ▪ Iman bertambah dan berkurang.

Ahli Sunnah Wal dilakukan oleh manusia bukan Allah Jamaah beriktikad bahawa iman seseorang boleh ▪ Syiah Al Batiniah bertambah dan berkurang bergantung kepada amalan Mereka dinamakan al batiniah kerana pandangan masing-masing mereka menganggap al Qur’an mempunyai makna ▪ Qadha dan Qadar. Mereka beriktikad bahawa zahir dan makna batin yang hanya difahami oleh ketentuan (qadar) dan segala perkara yang berlaku Imam mereka.

Mereka merupakan syiah yang paling (qadha) terjadi dengan kebijaksanaan Allah sejak azali radikal dan sesat. Antara pegangan mereka yang lagi. Semua perkara baik atau buruk adalah ketentuan utama ialah Allah taala viii. Beriktikad bahawa Saidina Ali dan Imam mereka yang lain sebagai tuhan 10.5 KEPENTINGAN BERPEGANG DENGAN AKIDAH AHLI ix. Beriktikad bahawa Imam mereka Muhammad Al SUNNAH WAL JAMAAH hanafiah maasih hidup ▪ Dapat membersihkan akidah dari sebarang kekeliruan x.

Menghalalkan beberapa kemungkaran seperti dan kesesatan kerana mereka bersumberkan kepada minum arak sumber yang sahih ▪ Asas kepada penerimaan sesuatu amalan. Amalan 10.9 KHAWARIJ seseorang akan diterima apabila bersandarkan kepada Khawarij ialah golongan penyokong saidina Ali akidah yang betul.

menentang Muawiyyah tetapi tidak menerima majlis ▪ Hidup di redhai Allah. Orang yang berpegang kepada Tahkim. ahli sunnah wal Jamaah akan diredhai Allah kerana Antara pegangan mereka ialah berada di jalan kebenaran ▪ Beriktikad bahawa pelaku dosa besar adalah kafir ▪ Mengkafirkan serta menghalalkan darah semua umat 10.6 TOKOH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH Islam yang berbeza iktikad dengan mereka ▪ Imam Abu Mansur Al maturidi (333H) ▪ Membataskan sumber syariat hanya kepada al ▪ Imam Abu Bakar AL Qaffal (365H) Qur’an sahaja ▪ Imam Abi Ishak AL Asfaraini (411H) ▪ Imam Al Hafiz al Baihaqi (458H) 10.10 LANGKAH MEMELIHARA AKIDAH ▪ Imam al Ghazali (505H) ▪ mempelajari asas akidah berdasarkan kitab ahli ▪ Imam Fakhruddin al Razi (606) sunnah wal jamaah yang muktabar ▪ Belajar daripada guru yang diiktiraf keilmuan dalam 10.7 MAZHAB SYIAH bidang akidah Merupakan golongan yang mendokong cita-cita untuk ▪ Membina ketahanan akidah dengan berdoa menjadikan Saidina Ali sebagai khalifah Rasulullah.

▪ Menjauhkan diri daripada orang yang mengamalkan Mereka berpendapat bahawa Saidina Ali sahajalah yang ajaran sesat layak dan berhak dilantik menjadi khalifah selepas ▪ Menunaikan perintah Allah dan meninggalkan kewafatan rasulullah. larangannya 10.8 BAHAGIAN SYIAH 10.11 ISTILAH ASAS DALAM ILMU AKIDAH ▪ Syiah Imamiah ▪ Kafir Mereka dinamakan Syiah Imamiah kerana mereka Orang yang mengingkari salah satu daripada prinsip berpendapat jawatan pemimpin umat Islam (Imam) akidah yang telah dijelaskan dalam alqur’an hanya layak disandang oleh Ahlul bait.

Antara ▪ Musyrik pandangan mereka ialah Orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu i. Beriktikad bahawa jawatan Imam ialah atau menyamakan sesuatu dengan Allah pada zatdianugerahkan oleh Allah seperti kenabian.

sifat atau perbuatannya Mereka dianggap maksum tetapi tidak mendapat wahyu Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 11 ▪ Munafik Orang yang menzahirkan keimanan dan ▪ Murtad menyembunyikan kekufuran dalam hati Orang yang keluar daripada agama Islam sama ada ▪ Fasik dengan perkataan, perbuatan atau iktikad Orang yang tidak taat kepada Allah dan rasulnya dengan melakukan dosa besar atau berterusan ▪ Mulhid melakukan dosa kecil Orang yang tidak mempunyai pegangan agama (Atheis) TAJUK 11: AKIDAH AJARAN SESAT 11.1 PENGERTIAN AJARAN SESAT ▪ Minda tertutup kerana sering terkongkong oleh Aajaran sesat merupakan ajaran atau amaln yang pemimpin yang mendakwa mendapat wahyu.

didakwa sebagai ajaran Islam sedangkan hakikatnya bercanggah denganal qur’an dan sunnah. Orang yang ▪ Kehidupan tidak stabil serta pengabaian membawa jaran sesat menyelewengkan beberapa asas tanggungjawab sebagai pelajar, suami, isteri atau ibu akidah penganutnya hingga menyebabkan akidah terbatal bapa dan terkeluar daripada agama Islam Kepada Masyarakat 11.2 CIRI-CIRI AJARAN SESAT ▪ Keruntuhan Institusi kekeluargaan disebabkan ▪ Mencemarkan kesucian al Qur’an dan hadis seperti memansukh, mengubah, mempertikaikan atau perbezaan akidah dan rasa curiga sesama mereka membuat tafsiran menyeleweng terhadap al Qur’an ▪ Sikap fanatik penganut ajaran sesat terhadap dan hadis.

▪ Mengubah prinsip-prinsip asas dalam akidah Islam kumpulan dan pemimpin mereka akan menggugat seperti mendakwa menyatukan semua agama perpaduan dalam masyarakat termasuk Islam ke dalam agama baru atau ▪ Kepatuhan membuta tuli kepada pemimpin mendakwa semua agama adlah sama memudahkan pengikut dipergunakan untuk ▪ Mendewa-dewakan pemimpin sehingga melakukan keganasan menganggapnya bersifat maksum, sebagai mahadi, Kepada Negara sebagai nabi atau jelmaan tuhan ▪ Negara akan mundur kerana penglibatan dalam ▪ Menolak perkara meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

qat’I dalam Islam seperti ajaran sesat menjadikan seseorang itu tidak proaktif menghapuskan jihad dan membuang masa ▪ Mengubah bentuk ibadat seperti mengurangkan ▪ Negara tidak stabil kerana ajaran sesat boleh jumlah hari ibadat puasa atau bersolat sekadar mengancam perpaduan dan keharmonian dengan niat. masyarakat ▪ Mengubah konsep dosa dan pahala seperti memberi 11.5 LANGKAH MENANGANI AJARAN SESAT kuasa penebusan dosa kepada seseorang. ▪ melengkapkan diri dengan kefahaman Islam yang ▪ Mendakwa boleh melakukan perkara pelik yang sebenar bersangkutan dengan perkara-perkara ghaib seperti ▪ Menyebarkan ajaran Islam yang sebenar dengan memanggil roh orang mati termasuk roh nabi dan menggunakan pelbagai kaedah wali Allah ▪ Berkerjasama dalam penguatkuasaan undang- ▪ Mendewa-dewakan sessuatu selain Allah seperti undang menyeru nama orang yang telah meninggal dunia ▪ Mengadakan program pemulihan akidah untuk dalam doa atau jampi membantu mereka yang terlibat kembali ke pangkal ▪ Menolak hadis mutawattir atau hadis secara umum jalan.

11.6 CONTOH-CONTOH AJARAN SESAT 11.3 FAKTOR PENDORONG AJARAN SESAT Qadyani ▪ Wujud individu yang mempunyai kepentingan ▪ Pengasasnya ialah Mirza Ghulam Ahmad. peribadi mengajar ajaran sesat untuk kepentingan ▪ Dinamakan Qadyani sempena nama tempat lahir kedudukanpangkat dan sebagainya pengasasnya iaitu sebuah kampung di daerah ▪ Terdapat golongan yang ingin melemahkan ajaran Gusdafur, India perpaduan umat Islam ▪ Ajaran mula muncul pada 1889M ▪ Wujudnya golongan yang hanya mengejar akhirat ▪ Ajaran ini dibawa ke Malaysia oleh Maulana semata-mata dan mendorong mereka mereka-reka Muhammad Sodiq bin Barkah pada tahun 1949M kaedah wirid dan amalan untuk tujuan tersebut.

Ciri-ciri kesesatan Qadyani ▪ Beriktikad bahawa Mirza Ghulam Ahmad sebagai Al 11.4 KESAN BURUK AJARAN SESAT mahadi, nabi dan jelmaan Krishna Kepada Individu ▪ Beriktiqad bahawa Allah menurunkan kepada Mirza ▪ Rosak akidah dan mereka wajib bertaubat dan Ghulam Ahmad sebuahkitab suci yang bernama Al kembali kepada ajaran Islam Tazkirah ▪ Masa terbuang dengan aktiviti yang tidak sihat serta ▪ Beriktikad bahawa Mirza Ghulam Ahmad mempunyai bertentangan dengan ajaran Islam.

sejuta jenis mukjizat Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 12 ▪ Menghapuskan jihad ▪ Menghapuskan jihad ▪ Mengubah ayat Al Qur’an seperti ayat 6 surah Al Saf ▪ Mendakwa malaikat sebagai pancaindera Allah Taslim ▪ Mengisytiharkan Qadyan sebagai tanah suci dan ▪ Diasaskan oleh Haji Muhammad bin Syafie atau tempat menunaikan haji dikenali sebagai Hj Mahmud matahari pada tahun ▪ Mendakwa bahawa nabi Isa meninggal dunia dan 1870-an di kampung Seronok, Bayan Lepas dimakamkan di Srinagar, India ▪ Merupakan ajaran sesat yang paling tua di Malaysia ▪ Menghukum kafir selain penganut qadyani ▪ Ajaran Taslim mempunyai persamaan dengan kepercayaan Syiah Ismailiyah batiniah Baha’i ▪ Diasaskan oleh Husin Ali Al Mazdarani.

Ciri-ciri kesesatan ajaran Taslim ▪ Nama Baha’I adalah sempena nama pengasasnya ▪ Beriktikad bahawa alam bersifat qadim yang digelaar sebagai Baha’ullah ▪ Beriktikad bahawa diri batin manusia ialah Allah dan ▪ Merupakan lanjutan kepada ajaran Al Babiyah yang diri zahir manusia ialah nur Muhammad diasaskan oleh Ali Muhammad Al Syairazi ▪ Mentafsir ayat-ayat al Qur’an mengikut hawa nafsu ▪ Muncul di Iran pada tahun 1847M ▪ Mengharuskan perzinaan melalui konsep nikah batin ▪ Mula tersebar di Malaysia paaada 1953M di bawa ▪ Menolak kewujudan hari Kiamat, syurga dan neraka oleh Yan Kee Leong ▪ Solat secara niat tanpa rukun qauli dan fe’li ▪ Menganggap haji Muhammad Matahri sebagai Ciri-ciri kesesatan Baha’i pemimpin yang maksum ▪ Beriktikad bahawa pengasasnya adalah jelmaan Allah 11.7 FAKTOR TERSEBARNYA AJARAN SESAT ▪ Beriktikad bahawa semua agama adalah sama dan ▪ Tersebarnya secara meluas buku-buku yang digabungkan dalam ajaran Baha’i berunsurkan ajaran sesat di pasaran atau melalui ▪ Beriktikad bahawa alam ini bersifat Baqa’ guru ajaran tersebut ▪ Beriktikad bahawa nabi Isa mati disalib ▪ Terdapat ramai individu yang cuba menonjolkan diri ▪ Mengagungkan kod 19 hingga al Qur’an dipengaruhi sebagai seorang yang arif dalam ilmu pengubatan oleh kod tersebut dan agama untuk kepentingan diri masing-masing ▪ Menolak kewujudan mukjizat, malaikat, syurga dan ▪ Kelemahan dari aspek undang-undang negara yang neraka mempunyai peruntukan untuk mengamal ajaran ▪ Memansuhkan agama islam sesat terlalu ringan berbanding dengan ▪ Menganggap Acre di Palestin sebagai kiblat baru kemudharatan ajaran tersebut.

▪ Mengubah bentuk ibadat seperti puasa 19 hari, solat 9 rakaat, 3 kali sehari dan berwudhu’ dengan air mawar Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 13 TAJUK 12 : IBADAT PERKAHWINAN DAN HIKMAHNYA 12.1 PENGERTIAN 12.5 HIKMAT PERKAHWINAN Perkahwinan ialah suatu ikatan yang teguh antara lelaki dan ▪ Melahirkan zuriat atau keturunan yang bersih.

perempuan melalui akad nikah yang sah untuk ▪ Dapat memupuk dan menyuburkan kasih sayang dan menghalalkan persetubuhan di antara mereka. cinta antara suami dan isteri ▪ Mengelakkan dari berlakunya perbuatan maksiat, 12.2 TUJUAN PERKAHWINAN khususnya zina ▪ Mengembangkan zuriat melalu cara yang halal ▪ Ketenteraman perasaan dan jiwa dapat dirasai melalui ▪ Memakmurkan bumi dengan golongan yang beramal perkahwinan soleh dan patuh pada syariatNya ▪ Melahirkan manusia yang beranggungjawab dalam ▪ Memperoleh beberapa hikmat hasil daripada menjalankan amanah Allah pernikahan yang halal ▪ Kehidupan lebih terjamin dan terirus selepas berkahwin ▪ Melahirkan umat manusia yang dapat melaksanakan ▪ Memperolehi keredhaan Allah taala tanggungjawab sebagai khalifah 12.3 KONSEP PERKAHWINAN 12.6 IMPLIKASI PERKAHWINAN TIDAK MENGIKUT ▪ Perkahwinan merupakan suatu ibadat dan sunnah UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM Rasulullah yang bersesuaian dengan fitrah manusia ▪ Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

dalam Islam adalah untuk membentuk ▪ Kepada diri sendiri keperibadian manusia ke arah yang lebih baik Mereka akan dikenakan tindakan undang-undang ▪ Perkahwinan menuntut tanggungjawab yang berat mengiktu peruntukan undang-undang keluarga islam sama ada tanggungjawab suami, isteriibu, bapa dan Malaysia anak ▪ Perkahwinan merupakan sunnah Rasulullah dalam ▪ Kepada keluarga usaha mengembangkan dakwah Islamiah. Nama baik kelurga akan tercemar apabila mereka tidak mematuhi peraturan perkahwinan yang ditetapkan 12.4 HUKUM PERKAHWINAN ▪ Wajib : mereka yang mapu dari segi nafkah zahir dan ▪ Kepada masyarakat batin serta takut terjerumus ke lembah perzinaan Masyarakat akan menjadi kucar kacir kerana individu ▪ Sunat : mereka yang mampu dari segi nafkah zahir tidak menghormati undang-undang dan batin, serta berkeinginan unruk kahwin tetapi masih berupaya mengawal nafsu serta tidak khuatir 12.7 LANGKAH MENGATASI MASALAH PERKAHWINAN terjerumus ke lembah perzinaan TIDAK MENGIKUT UNDANG-UNDANG ▪ Haram : mereka tidak mampu dari segi nafkah zahir ▪ Perhatian ibu bapa dan masyarakat untuk memastikan dan batin, atau perkahwinan bertujuan untuk setiap perkahwinan itu sah dan mengiktu syarak memudaratkan atau menzalimi isteri undang-undang ▪ Makruh : mereka tidak mampu dari segi nafkah zahir ▪ Pihak berwajib perlu mengadakan program ilmu dan kepada isterinya tetapi berkeinginan untuk berkahwin kursus untuk memberi penjelasan tentang undang- ▪ Harus : tidak mempunyai sebab yang mendesak undang keluarga Islam untuknya berkahwin dan tidak pula mengharamkan dia ▪ Penguatkuasaan peraturan perlu dilaksanakan dan berkahwin tindakan undang-undangperlu dikenakan ke atas mereka yang melanggar syariat dan undang-undang yang ditetapkan TAJUK 13 : IBADAT KAIFIAT PERKAHWINAN DALAM ISLAM 13.1 PEMILIHAN CALON ISTERI 13.2 PEREMPUAN YANG HARAM DIKAHWINI ▪ Islam telah menggariskan tatacara perkahwinan yang ▪ Dalam Islam tersapat beberapa golongan perempuan khusus untuk penduan orang-orang Islam dalam yang haram dikahwini sama ada haram mutlak atau mendirikan rumahtangga haram sementara ▪ Sebelum berkahwin seseorang lelaki berhak memilih ▪ Perempuan-perempuan yang haram dikahwini secara calon isteri tang terbaik untuk dirinya mutlak kerana beberapa sebab ▪ Keutamaan dalam memilih calon isteri adalah : a.

Beragama dan beramal dengannya 1. SEBAB NASAB (KETURUNAN) b. Berasal dari keturunan yang berharta • ibu, nenek dan ke atas c. Berasal dari keturunan yang baik dan sihat • anak, cucu dan ke bawah d.

Mempunyai rupa paras yang cantik • adik beradik perempuan seibu sebapa, sebapa dan siibu ▪ rasululah mejelaskan keutamaan adalah dari kalangan • emak saudara sebelah bapa dan ibu yang beragama kerana ia menentukan perkahwinan itu • anak saudara perempuan dari adik beradik seibu sebapa, baik atau tidak sebapa dan seibu ▪ Seseorang perempuan juga boleh membuat pilihan bagi menentukan suami pilihannya Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 14 2.

SEBAB PERSEMENDAAN (PERKAHWINAN) ▪ Haram meminang perempuan yang masih dalam idah raj’e kerana perempuan tersebut masih dalam tanggungan • ibu tiri dan ke atas bekas suaminya • ibu mertua sama ada secara nasab atau susuan • anak meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

apabila ibunya telah disetubuhi 13.6 RUKUN-RUKUN NIKAH • menantu perempuan ▪ Lelaki 3. SEBAB RADHAAH(SUSUAN) ▪ Perempuan • ibu yang menyusukan dan ke atas ▪ Wali • ibu bagi suami ibu susuan ▪ Dua orang saksi lelaki yang adil • anak-anak ibu susuan dan anak-anak suami ibu susuan ▪ Akad (ijab dan qabul) • adik beradik susuan • anak saudara dari adik beradik susuan 13.7 SYARAT-SYARAT RUKUN NIKAH SUAMI • adik beradik ibu susuan • adik beradik suami ibu susuan ▪ Beragama Islam Perempuan yang diharamkan untuk sementara adalah: ▪ Lelaki yang tertentu • Menghimpunkan perempuan yang ada hubungan nasab ▪ Bukan mahram bagi bakal isteri ▪ Bukan berada dalam ihram dengan isteri dalam satu masa seperti menghimpunkan dua beradik atau anak saudara dan ibu saudara • Perempuan yang masih menjadi isteri orang ISTERI • Bekas isteri yang ditalak tiga sebelum berkahwin dengan ▪ Beragama Islam ▪ Seorang perempuan yang tertentu orang lain, bercerai dengan suaminya yang baru dan ▪ Bukan isteri orang atau dalam idah habis edah ▪ Bukan mahram bagi bakal suami • Perempuan musyrik ▪ Tidak berada dalam ihram haji atau umrah 13.3 HIKMAT PENGHARAMAN SAKSI ▪ zuriat yang lahir dari keturunan dengan kerabat yang ▪ beragama Islam hampir adalah tidak cergas dari segi jasmani dan rojani ▪ dua orang lelaki ▪ Menyebabkan terputusnya hubungan kekeluargaan ▪ adil apabila berlaku perselisihan yang berakhir dengan ▪ baligh pergaduhan ▪ berakal ▪ Untuk menjaga maruah dan tatasusila manusia dari ▪ boleh melihat dan mendengar sebarang keadaan yang tidak baik ▪ mempunyai ingatan yang baik ▪ mengerti dan memahami lafaz ijab dan qabul 13.4 HUKUM MELIHAT BAKAL ISTERI ▪ bukan wali yang melakukan akad nikah ▪ Islam mengharuskan melihat bakal isteri atau suami supaya tidak timbul perkara yang tidak baik di kemudian AKAD (IJAB DAN QABUL) hari ▪ Ijab dan qabul berlaku dalam satu majlis ▪ Seseorang lelaki diharuskan melihat muka dan tapak ▪ Ucapan qabul tidak menyalahi ijab tangan bakal isterinya sahaja dengan gitemani oleh ▪ Bahasa yang digunakan difahami oleh wali, bakal suami mahram bakal isterinya dan dua orang saksi ▪ Islam melarang perempuan dan lelaki berdua-duaan ▪ Antara ijab dan qabul tidak diselangi dengan ucapan lain walaupun dengan bakal isteri kerana perbuatan tersebut atau diam yang lama boleh mengundang fitnah dan menjatuhkan maruah orang Islam WALI ▪ Beragama Islam 13.5 MEMINANG DALAM ISLAM ▪ Baligh ▪ Meminang bermaksud lamaran dari pihak lelaki kepada ▪ Berakal pihak perempuan pilihannya untuk dijadikan calon isteri ▪ Lelaki ▪ Meminang adalah diharuskan dalam Islam kerana ianya ▪ Adil merupakan titik permulaan kepada ikatan kasih sayang ▪ Merdeka dan kebahagiaan rumahtangga ▪ Tidak dalam ihram ▪ Peminangan hendaklah disertakan dengan pemberian atau ▪ Tidak dipaksa mewalikan tanda kepada perempuan sebagai tanda ikatan seperti cincin atau sebagainya 13.8 KETERANGAN BAGI WALI ▪ Sekiranya pertunangan diputuskanharus orang yang 1.

PEMBAHAGIAN WALI meminang menuntut kembali pemberiannya tertakluk kepada perjanjian semasa pertunangan (a) Wali nasab ▪ Bertunang bertujuan untuk pihak lelaki dan perempuan a. Wali aqrab mengenali hati budi masing-masing sebelum hidup b.

Wali ab’ad bersama sebagai suami isteri ▪ Meminang boleh dilakukan dengan cara berterus terang (b) Wali Hakim atau dengan kiasan terhadap anak gadis atau janda yang 2. SUSUNAN WALI telah habis edahnya MUJBIR ▪ Bapa kepada pengantin perempuan (AQRAB) ▪ Datuk di sebelah bapa (AB’AD) Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 15 AB’AD ▪ Pemberian mahar adalah wajib bgaiamana pun ia tidak ▪ Adik beradik lelaki seibu sebapa menjadi rukun dalam pernikahan.

▪ Adik beradik lelaki sebapa ▪ Kadarnya tidak ditetapkan dalam Islam, namun terpulang ▪ Anak saudara lelaki daripada adik beradik lelaki yang seibu kepada pihak isteri dan kesanggupan pihak suami sebapa ▪ Islam menggalakkan pembayaran maskahwin yang ▪ Anak saudara lelaki dari adik beradik sebapa sederhana ▪ Bapa saudara sebelah bapa yang sibu sebapa ▪ Jika perceraian terjadi sebelum berlaku persetubuhan ▪ Bapa saudara sebelah bapa yang sebapa maka suami wajib membayar separuh dari maskahwinnya ▪ Anak lelaki bapa saudara sebelah bapa seibu sebapa ▪ Anak lelaki bapa saudara sebelah bapa yang sebapa 13.10 BAHAGIAN MAHAR ▪ Mahar musamma iaitu mahar yang ditentukan kadarnya WALI HAKIM mengikut persetujuan kedua belah pihak sama ada disebut ▪ Pemerintah dalam akad atau tidak ▪ Mahar misil iaitu mahar yang tidak ditentukan kadarnya 3.

WALI MUJBIR tetapi berdasarkan kadar mahar saudara-saudara Wali mujbir iaitu bapa dan datuk boleh menikahkan anak perempuan sebelah isteri perempuan yang masih gadis tanpa meminta izin terlebih dahulu. Bagaimana pun tertakluk kepada syarat-syarat yang 13.11 SYARAT-SYARAT MAHAR telah ditetapkan ▪ hendaklah di ambil dari bahan yang suci atau pekerjaan yang bermanfaat ▪ Tidak ada permusuhan antara anak dan bapa ▪ ia adalah milik suami ▪ Lelaki tersebut sekufu (sesuai) dengan anaknya ▪ mampu menyerahkan kepada isteri (bukan harta rampasan ▪ Maskahwinnya sebanding dengan maskahwin saudaranya atau dalam milik orang lain) ▪ Tidak mengahwinkan anaknya dengan orang yang tidak ▪ diketahui sifat dan jumlahnya mampu membayar maskahwinnya ▪ Tidak mengahwinkan anaknya dengan lelaki yang boleh 13.12 HIKMAT-HIKMAT MAHAR mendatangkan kemudaratan kepada anaknya ▪ Melambangkan ikatan kasih sayang dan kesetiaan untuk ▪ Lelaki tersebut bukanlah lelaki yang sangat tua.

hidup bersama sebagai suami isteri ▪ Merupakan penghormatan lelaki kepada seorang 4. PERPINDAHAN WALI AKRAB KEPADA WALI AB’AD perempuan Wali Ab’ad tidak harus mengahwinkan perempuan yang ▪ Supaya hati isteri merasa gembira dengan pemberian diwakilinya selagi masih ada wali aqrab. Tetapi jika wali aqrab tersebut dan bersedia menjadi isteri yang baik.

yang ada tidak sempurna syarat kelayakan barulah wali berpindak kepada wali ab’ad mengikut susunan. Sebab-sebab 13.13 WALIMATUL URUS perpindahan tugas pewalian adalah: ▪ Walimatul urus ialah kenduri atau jamuan yang diadakan ▪ Jika wali aqrab masih dalam kekufuran sempena meraikan majlis perkahwinan ▪ Jika dia seorang yang bersifat fasik atau tidak adil ▪ Hukum mengadakan walimatul urus adalah sunat muakad ▪ Jika dia seorang yang gila kerana ia perbuatan baik dan mulia ▪ Jika dia masih lagi kanak-kanak ▪ Islam menggalakkan walimatul urus tetapi melarang ▪ Jika dia seorang yang bisu mengadakannya secara besar-besaran kerana boleh ▪ Jika dia seorang yang bodoh menimbulkan kesan yang tidak baik ▪ Jika dia seorang hamba abdi ▪ Hukum menghadiri walimatul urus adalah wajib sekiranya dijemputtiada keuzuran dan tidak terdapat perkara yang 5.

PERPINDAHAN WALI NASAB KEPADA WALI HAKIM dilarang dalam islam Antara sebab yang membolehkan wali hakim berfungsi : ▪ Apabila tidak terdapat wali nasab 13.14 TUJUAN WALIMATUL URUS ▪ Apabila wali aqrab tidak menepati syarat kelayakan dan ▪ Melahirkan tanda kesyukuran dan kegembiraan tidak ada wali nasab yang ab’ad untuk menjalankan tugas ▪ Menghebahkan pernikahan tersebut supaya diketahui oleh pewalian orang ramai ▪ Wali nasab yang aqrab berada di suatu tempat yang jauh ▪ Untuk mengeratkan persaudaraan antara kedua belah yang membolehkan solat qasar pihak ▪ Wali aqrab sedang berihram ▪ Supaya tidak timbul perkara yang tidak diingini dikemudian ▪ Wali aqrab berada dalam penjara yang tidak ada jalan hari untuk menemuinya ▪ Wali aqrab menyembunyikan diri kerana tidak mahu 13.15 PERKARA YANG DILARANG KETIKA WALIMAH mengahwinkannya ▪ Mengadakan hiburan yang melalaikan atau acara yang ▪ Wali aqrab enggan secara terang-terangan bertentangan dengan syariat Islam melangsungkan perkahwinannya ▪ Mengadakan walimah secara besar-besaran dengan ▪ Wali aqrab hilang tidak diketahui di mana dia berada tujuan bermegah-megah dan menunjuk-nunjuk kepada ▪ Wali setaraf bergaaduh dan tidak dapat diselesaikan orang ramai ▪ Mementingkan perkara-perkara haram dalam majlis 13.9 MAHAR tersebut ▪ Mahar ialah pemberian wajib dari suami kepada isterinya ▪ Mengadakan walimah yang mempunyai unsur-unsur yang berupa wang ringgit atau barang beharga yang pembaziran mempunyai nilai ▪ Pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan ajnabi Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 16 TAJUK 14: IBADAT TANGGUNG JAWAB SUAMI ISTERI Perkahwinan dalam Islam menuntut tanggungjawab dan hak 14.5 CIRI-CIRI SUAMI BERTANGGUNGJAWAB yang berat.

Setiap pasangan perlulah memenuhi tanggungjawab ▪ Beriman, bertaqwa kepada Allah dan hak bagi pasangan masing-masing. ▪ Bertanggungjawab sepenuhnya terhadap rumahtangga 14.1 TANGGUNGJAWAB SUAMI dan anak-anak ▪ Mempunyai sifat menyayangi semua ahli keluarga ▪ Menyediakan keperluan asas untuk isteri dan anak seperti ▪ Bertimbang rasa dan membantu isteri membuat kerja- tempat tinggal, pakaian dan sebagainya kerja rumah ▪ Memiliki akhlak yang muliasabar dan tabah menghadapi ▪ Menyempurnakan kewajipan seorang suami dengan masalah isteri dan anak-anak menyempurnakan nafkah untuk isteri dan anak-anak ▪ Mendidikan anak-anak dengan ilmu agama ▪ Mempunyai ilmu pengetahuan yang khusus untuk ▪ Memberi layanan yang baik seperti tutur kata yang baik, mendidik isteri dan anak-anak sopan dan kasih sayang 14.6 CIRI-CIRI ISTERI BERTANGGUNGJAWAB ▪ Memberi pengetahuan dan didikan agama yang ▪ Beriman bertaqwa kepada Allah secukupnya kepada isteri dan anak-anak merangkumi ▪ Memiliki akhlak yang mulia ilmu dunia dan akhirat ▪ Tabah dansabar dalam menghadapi masalah rumahtangga ▪ Menjamin keselamatan dan perlindungan kepada isteri ▪ Menguruskan rumahtangga dan anak-anak dengan baik dan anak-anak dan ikhlas ▪ Tidak melakukan perbuatan yang menyakiti hati suami ▪ Berlaku adil kepada isteri-isteri jika sekiranya mempunyai ▪ Mempunyai ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama isteri lebih dari seorang untuk mendidik anak-anak ▪ Patuh kepada suruhan suami yang tidak bertentangan 14.2 TANGGUNGJAWAB ISTERI dengan syariat Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

▪ patuh pada perintah suami yang tidak bertentangan dengan Islam 14.7 CIRI-CIRI SUAMI YANG TIDAK ▪ Memberi layanan yang baik serta menunjukkan taat setia BERTANGGUNGJAWAB dan kasih sayang kepada suami ▪ Tidak menyediakan keprluan rumahtangga ▪ Menjaga maruah diri dan harta suami semasa suami tiada ▪ Tidak mengambil berat tentang keselamatan ahli keluarga di rumah ▪ Membiarkan anak-anak tidak melakukan perbuatan yang ▪ Tidak meninggalkan rumah tanpa izin dan pengetahuan tidak baik suami ▪ Tidak mengambil berat terhadap pendidikan anak-anak ▪ Melakukan perkara-perkara yang menyenangkan hati ▪ Membebankan tugas mengurus rumahtangga kepada suami isteri ▪ Menjaga dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih ▪ Suka memukul isteri, tidak bertolak ansur dan tidak sayang bekerjasama dalam melakukan sesuatu perkara ▪ Tidak menderhaka kepada suami sama ada dengan perkataan atau perbuatan 14.8 CIRI-CIRI ISTERI TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ▪ Mengurus konomi ruamahtangga dengan baik supaya ▪ suka keluar rumah tanpa izin suami atau ketika suami tidak membebankan suami tiada di rumah ▪ tidak mengurus rumahtangga dengan baik dan 14.3 TANGGUNGJAWAB BERSAMA SUAMI ISTERI mengabaikan tanggungjawab sebagai isteri ▪ Berusaha mengekalkan kerukunan rumahtangga melalui ▪ tidak memberi pendidikan kepada anak-anak dengan baik beberapa sifat iaitu kasih sayang, saling menghormati, ▪ tidak menjaga keselamatan harta dan amanah suami bertolak ansur dan bersabar ▪ membebankan suami dengan perkara yang tisak penting ▪ Mendidikan anak-anak dengan didikan yang sempurna ▪ membiarkan anak-anaka melakukan perkara yang tidak dunia dan akhirat baik ▪ Memberi kasih sayang kepada anak-anak supaya mereka tidak melakukan perkara yang tidak diingini 14.9 KESAN SUAMI ISTERI TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ▪ Memberi layanan yang baik dan saksama kepada ▪ Sentiasa berlaku pergaduhan antara suami dan isteri keluarga kedua belah pihak kerana tidak puas hati dengan sikap masing-masing ▪ Bersama-sama menanggung segala kesusahan dan ▪ Perkara ini boleh membawa kepada percerian dan kesukaran yang timbul dalam rumahtangga keruntuhan rumahtangga ▪ Bersabar dengan segala dugaan dan masalah yang ▪ Anak-anak akan menjadi mangsa kepada pertengkaran timbul dalam rumahtangga ibu dab bapa sehingga mengganggu emosi mereka ▪ Tidak wujud sebuah rumahtangga yang aman dan 14.4 HAK BERSAMA SUAMI DAN ISTERI bahagia ▪ Menikmati perasaan kasih sayang dari kedua-dua pihak ▪ Akan mendorong anak-anak melakukan perbuatan yang ▪ Kerjasama dan bantu membantu dalam semua urusan tidak baik rumahtangga ▪ Bersama-sama mewarisi harta jika salah seorang meninggaldunia ▪ Mendapat hak yang sama terhadap anak-anak sekiranya berlaku perceraian Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 17 14.9 CADANGAN PEMBENTUKAN 14.10 FAKTOR BERLAKU PENDERAAN ANAK RUMAHTANGGA YANG BAHAGIA ▪ Sikap ibu bapa yang tidak bertanggungjawab ▪ Ibu bapa tidak mempunyai pengetahuan tentang ▪ Suami dan isteri hendaklah beriman dan bertaqwa tanggungjawab terhadap anak-anak kepada Allah ▪ Untuk membalas dendam kepada pasangan yang menyakiti hatinya ▪ Suami dan isteri hendaklah saling memahami antara ▪ Masyarakat tidak mempunyai sikap perihatin terhadap satu sama lain masalah sekeliling ▪ Mereka hendaklah saling memahami keadaan dan 14.11 CARA MENGATASI MASALAH PENDERAAN ANAK keperluan masing-masing ▪ Mengadakan bimbingan dan kaunseling kepada ibu bapa yang bermasalah ▪ Sentiasa bertolak ansur dan tidak melakukan ▪ Mengadakan kursus-kursus untuk pasangan yang sesuatu perkara yang boleh menyakiti pasangan belum dan sudah berkahwin ▪ Mempertingkatkan kempen keluarga bahagia ▪ Sentiasa sabar dalam menghadapi masalah ▪ Mewujudkan suasana sayang menyayangi terhadap rumahtangga anak-anak.

▪ Menyelesaikan segala masalah sama ada kecil atau besar dengan segera ▪ Elakkan sikap mementingkan diri sendiri sebaliknya memikirkan demi kebaikan bersama TAJUK 15 : PENYELESAIAN MASALAH RUMAHTANGGA 1.

TALAK 15.1.1 PENGERTIAN ▪ Makruh : apabila suami menjatuhka talak kepada isteri Melepaskan ikatan perkahwinan atau perpisahan antara yang baik tanpa apa-apa kesalahan yang dilakukan suami dan isteri melalui lafaz talak atau lain-lain oleh isterinya seumpamanya ▪ Haram : apabila suami menjatuhkan talak kepada 15.1.2 RUKUN-RUKUN TALAK isteriya yang sedang dalam haid atau nifas atau pada (a) Suami yang menceraikan masa suci yang telah disetubuhi.

• Berakal • Baligh ▪ Harus : apabila tiada persefahaman untuk hidup • Dengan kehendak sendiri bersama sebagai suami isteri (b) Isteri • Masih isterinya yang sah 15.1.5 JENIS-JENIS TALAK • Masih dalam kekuasaan suami ▪ Sunni : Talak yang bersesuaian dengan kehendak (c) Lafaz syarak seperti menceraikan isteri dengan talak satu • Lafaz terang (Sarih) iaitu lafaz yang tidak ketika isterinya suci dari haid dan belum disetubuhi menimbulkan keraguan padanya menunjukkan ▪ Bid’i : Talak yang tidak mengikut peraturan syarak perceraian atau memutuskan ikatan perkahwinan.

seperti menceraikan isteri ketika haid atau nifas atau Lafaz sarih tidak memerlukan kepada niat menceraikan isteri dengan talak tiga sekali dus • Lafaz Kinayah : Lafaz yang terdapat keraguan ▪ Raj’i : Talak yang boleh dirujuk semula tanpa akad sama ada dimaksudkan cerai atau tidak.

Lafaz ini nikah yang baru semasa isterinya masih dalam idah memerlukan kepada niat bercerai dengan isteri ▪ Ba’in : Talak yang tidak boleh dirujuk tanpa akad nikah yang baru 15.1.3 HIKMAT KUASA TALAK KEPADA KAUM LELAKI (i) Bain Sughra iaitu talak yang boleh dirujuk dengan ▪ Orang lelaki mempunyai hak dalam mengendalikan akad nikah yang baru iaitu semua urusan rumahtangga dan dia o talak raj’i yang telah lupus waktu idah bertanggungjawab sepenuhnya dalam hal tersebut o Talak dengan sebab khuluk ▪ Kaum lelaki adalah pemimpin dalam sebuah o Isteri yang diceraikan sebelum disetubuhi rumahtangga dan berhak melakukan sesuatu (ii) Bain Kubra iaitu Talak yang tidak boleh dirujuk kebaikan diri dan rumahtangganya dengan akad nikah yang baru kecuali selepas bekas ▪ Kaum lelaki lebih cermat dan berhati-hati dalam isterinya berkahwin dengan orang lain dan melalui menghadapi kesulitan serta mempunyai pandangan proses perceraian biasa iaitu perceraian dengan yang jauh dalam membuat sesuatu keputusan.

talak tiga. ▪ Muallaq iaitu talak yang tertaluk kepada syarat yang 15.1.4 HUKUM-HUKUM TALAK ditentukan ▪ Wajib : apabila perselisihan antara suami dan isteri ▪ Munjiz iaitu talak yang tidak diikat dengan apa-apa tidak mempunyai jalan penyelesaian dan kedua-dua syarat pihak bersetuju supaya mereka bercerai ▪ Sunat : apabila suami tidak sanggup memberi nafkah 15.1.6 BILANGAN TALAK kepada isteri atau isteri berkelakuan tidak baik ▪ Talak satu iaitu perceraian kali pertama dan dengan talak satu ▪ Talak dua iaitu perceraian kali kedua atau perceraian kali pertama tetapi dijatuhkan talak dua sekaligus ▪ Talak tiga iaitu perceraian kali ketiga atau perceraian kali pertama tetapi dijatuhkan talak tiga sekaligus Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 18 15.1.7 HIKMAT DITETAPKAN BILANGAN TALAK 15.1.8 HIKMAT-HIKMAT TALAK ▪ Untuk memberi kesempatan dan peluang kepada ▪ Memberi peluang kepada suami isteri menginsafi kedua belah pihak meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

jalan penyelesaian dan kesalahan masing-masing dan membaikinya bagi ▪ penyesuaian serta berbaik-baik semula ▪ memulakan hidup baru Seseorang yangbercerai mungki menyesal dengan Memberi jalan kepada pasangan yang tiada ▪ perlakuannya tetapi dengan adanya masa idah ▪ persefahaman memulakan hidup baru dengan orang membolehkan pasangan tersebut rujuk semula lain Bilangan talak sebanya tiga kali sudah memadai untuk Sebagai jalan penyelesaian kepada pasangan yang menentukan keputusan muktamad dalam hubungan tidak mendapat zuriat suami isteri dan pembentukan keluarga bahagia 2.

FASAKH 15.2.1 PENGERTIAN ▪ Suami tidak taat ajaran agama dan selalu melakukan Membatalkan ikatan perkahwinan melalui kuasa kadi maksiat dengan sebab-sebab yang diharuskan dalam syarak. Fasakh adalah permintaan dari pihak isteri untuk berpisah ▪ Suami melakukan kezaliman kepada isteri seprti melalui kuasa meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. memukul dan sebagainya. 15.2.2 PROSES MENUNTUT FASAKH 15.2.4 HIKMAT FASAKH ▪ Isteri membuat aduan di mahkamah atau pejabat kadi ▪ Mengelakkan isteri nusyuz atau melakukan perkara ▪ Pihak mahkamah akan menjalankan siasatan dan yang tidak baik perbicaraan ▪ Mengelakkan berlakunya penganiayaan oleh suami ▪ Sekiranya terbukti kesahihan aduan isteri mahkamah yang tidak bertanggungjawab boleh memfasakhkan perkahwinan tersebut ▪ Memberi peluang kepada isteri untuk memilih jalannya sendiri 15.2.3 SEBAB YANG MENGHARUSKAN FASAKH 15.2.5 KESAN-KESAN FASAKH ▪ Suami tidak bertanggungjawab menaggung nafkah Suami isteri tidak boleh rujuk semula walaupun masih ▪ dalam tempoh idah ▪ Sekiranya ingin kembali bersama mereka perlulah ▪ zahir dan batin melakukan akad nikah yang baru.

Suami menghilangkan diri sekian lama tanpa berita ▪ ▪ Suami tidak berlaku adil kepada isteri (jika isteri lebih dari seorang) Suami menghidapi penyakit berbahaya yang sukar diubati 3.

KHULUK 15.3.1 PENGERTIAN 15.3.3 HIKMAT KHULUK Khuluk bermaksud perceraian antara suami dan isteri ▪ Mengelakkan isteri menderhaka kepada suami secara tebus talak iaitu isteri membayar gantirugi atau ▪ Memberi keinsafan dan kesedaran kepada kedua-dua memulangkan mahar dan segala yang diterima dengan pihak terhadap kesilapan yang lalu dan berusaha kadar yang telah dipersetujui oleh kedua-dua belah pihak.

▪ membetulkannya Merupakan penghormatan kepada perempuan kerana 15.3.2 KESAN KHULUK mereka ada hak untuk bertimdak mengikut peraturan Suami tidak boleh merujuki bekas isteri yang ditebus talak yang betul walaupun dalam tempoh idah.

Suami boleh berkahwin dengan isterinya dengan akad nikah yang baru 4. NUSYUZ 15.4.1 PENGERTIAN ▪ Isteri tidak berhak mendapat layanan dan keadilan dari Nusyuz ialah isteri menderhaka kepada suamitanpa alasan suami yang munasabah menurut syarak ▪ Isteri tidak boleh membuat tuntutan nafkah dari suami 15.4.2 CONTOH NUSYUZ 15.4.4 FAKTOR BERLAKU NUSYUZ ▪ Isteri keluar rumah tanpa izin atau pengetahuan suami ▪ Isteri tidak bertanggungjawab Isteri menolak ajakan suami untuk melakukan jimak ▪ Tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ▪ Isteri bersikap kasar terhadap suami tanggungjawab masing-masing Isteri tidak mengikut araham suami yang tidak ▪ Tidak mempunyai penghayatan agama yang baik ▪ bertentangan dengan Islam ▪ Terpengaruh dengan kesenangan dan keseronokan ▪ dunia 15.4.3 KESAN-KESAN NUSYUZ 15.4.5 ADAB MENDIDIK ISTERI NUSYUZ ▪ Isteri hilang hak sebagai seorang isteri Suami terlebih dahulu mengenalpasti dan memperbetulkan ▪ Suami tidak lagi bertanggungjawab memberikan nafkah kesilapan diri kepadanya’ Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 19 ▪ Suami hendaklah memberi nasihat kepada isterinya ▪ Tindakan yang terakhir terhadap isteri nusyuz, bolehlah diceraikan dengan talak satu.

dengan cara yang baik dan bijaksana di samping LANGKAH MENCEGAH NUSYUZ menerangkan kesalahan yang dilakukan pihak isteri Suami dan isteri melaksanakan tanggungjawab masing- ▪ Sekiranya cara tersebut tidak berkesan, suami 15.4.6 masing dengan baik hendaklah mengasingkan isterinya dalam tempoh tiga Bersikap terbuka dan elakkan prasangka buruk terhadap hari ▪ pasangan Selalu berbincang dan beterus terang dalam semua ▪ Jika belum berkesan suami boleh memukul isteri dengan ▪ perkara Suami dan strei perlu bertolak ansur antara satu dengan pukulan yang tidak memudaratkan lain.

▪ Jika tidak berkesan suami boleh melaporkan kepada ▪ mahkamah atau melantik orang tengah untuk menyelesaikan masalah ▪ 5. IDAH 15.5.1 PENGERTIAN ▪ Untuk memberi peluang epada suami isteri untuk Idah ialah masa menunggu yang telah ditetapkan oleh berbaik semula dan memulakan hidup baru dengan syarak ke atas isteri yang diceraikan sama ada bercerai lebih bertanggungjawab hidup atau bercerai mati ▪ Supaya memikirkan kesilapan diri dalam tempoh idah 15.5.2 TEMPOH IDAH ▪ Sebagai penghormatan kepada kaum wanita kerana Tempoh idah bergantung kepada keadaan semasa berlakunya perceraian tersebut.

Tempohnya seperti berikut dalam masa idah suami bertanggungjawab menyera makan minum dan tempat tinggal isteri Keadaan isteri Tempoh idah 15.5.6 HAK DAN KEDUDUKAN ISTERI SEMASA IDAH (a) Talak Raj’i Diceraikan dan belum putus Tiga kali suci ▪ Suami boleh merujuki isteri jika bercerai talak satu atau haid dua ▪ Suami bertangggungjawab menanggung segala nafkah Diceraikan dan telah putus Tiga bulan perbelanjaan yang berpatutan dan juga tempat tinggal haid ▪ Isteri tidak boleh keluar rumah tanpa izin bekas suaminya Diceraikan dan sedang Sehingga melahirkan (b) Talak tiga hamil kandungan ▪ Sekiranya isteri tidak mengandung dia berhak mendapat tempat tinggal sahaja Diceraikan dan belum Tiada idah ▪ Sekiranya isteri mengandung dia berhak mendapat disetubuhi tempat tingal dan perbelanjaan harian Kematian suami dan tidak 4 bulan 10 hari hamil Kematian suami dan hamil Selepas melahirkan kandungan 15.5.3 HIKMAT DISYARIATKAN IDAH 15.5.7 PERKARA DILARANG KETIKA IDAH ▪ Memberi peluang kepada suami merujuki bekas isteri ▪ Peminangan oleh lelaki lain secara terang atau kiasan jika menyesal dengan perpisahan itu ▪ (sindiran) sama ada bercerai hidup atau beecerai mati ▪ Sebagai masa berkabung bagi isteri yang telah Keluar dari rumah yang disediakan oleh suami tanpa kematian suami ▪ keizinan suami kecuali keperluan yang dibenarkan ▪ Bagi memberi peluang kepada isteri untuk membuat ▪ syarak persediaan memulakan hidup baru Menghias diri terutama idah kematian suami.

Bagi talak ▪ Bagi memastikan rahim isteri bersih dan bebas dari raj’I diharuskan dan talak ba’in disunatkan tidak berhias benih bekas suaminya sebelum berkahwin lain bagi Perkahwinan dengan lelaki lain yang bukan suaminya menjamin kesucian keturunan 15.6.1 PENGERTIAN 6.

RUJUK (b) Isteri Kembali iaitu suami mengambil kembali isteri yang telah ▪ Seorang isteri yang telah disetubuhi diceraikan kepangkuannya ketika dalam idah raj’i tanpa ▪ Bekas isteri yang telah diceraikan dengan talak raj’i akad yang baru dan ianya merupakan hak suami dan masih dalam idah ▪ Perceraian bukan kerana fasakh atau khuluk 15.6.2 RUKUN RUJUK ▪ Bulan cerai dengan talak tiga ▪ Suami yang merujuk (c) Lafaz ▪ Isteri yang dirujuk ▪ Ada lafaz yang menunjukkan rujuk (Lafaz Soreh) ▪ Lafaz atau perkataan rujuk ▪ Lafaz kinayah memerlukan kepada niat rujuk ▪ Lafaz rujuk tidak diikat dengan sesuatu 15.6.3 SYARAT-SYARAT RUJUK (a) Suami CATATAN: ▪ Seorang yang sempurna akalnya Rujuk tidak memerlukan saksi sebagaimana nikah ▪ Cukup umur balighnya bagaimanapun adalah lebih baik supaya rujuk di hadapan saksi ▪ Merujuk dengan pilihan sendiri untuk mengelakkan sesuatu yang tidak diingini ▪ Belum menjadi murtad Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 20 Sunat sekiranya rujuk akan membawa kebahagiaan 15.6.4 HUKUM RUJUK kepada isteri dan ahli keluarga yang lain ▪ HIKMAT RUJUK ▪ Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

asalnya adalah harus bagaimanapu ianya Supaya pasangan dapat menginsafi dan menebus berubah mengikut sebab-sebab tertentu 15.6.5 kesilapan yang lalu ▪ Bagi menyambung ikatan perkahwinan yang putus ▪ Wajib sekiranya bagi suami yang berpoligami dan ▪ demi masa depan anak-anak menceraikan salah seorang isteri sedangkan belum ▪ Bagi memulihkan kembali ketenteraman jiwa dan disempurnakan giliran terhadap isteri yang ▪ perasaan suami isteri yang menderita akibat perceraian diceraikannya itu Untuk mengelakkan kesan buruk pada anak-anak yang ZIHAR menjadi mengsa perceraian ibu bapa.

▪ Haram sekiranya rujuk mendatangkan kemudharatan kepada bekas isterinya atau bertujuan menganiaya isteri ▪ Makruh sekiranya perceraian adalah lebih baik dari berbaik semula 7.

15.7.1 PENGERTIAN Orang yang diserupakan dalam zihar ▪ Menurut bahasa berasal dari perkataan Al Zihar “ Yang ▪ Perempuan ▪ beerti belakang ▪ Perempuan yang diharamkan dengan sebab nazab, Dari sudut istilah syarak pula zihar bermaksud suami ▪ menyamakan isterinya atau mana-mana anggotanya persemendaan atau susuan dengan ibunya atau mana-mana perempuan yang Sighah haram baginya ▪ Jika lafaz yang digunakan jelas dan khusus, tidak Perkataan zihar digunakan oleh orang Arab sebagai kiasan bagi hubungan kelamin iaitu mengharamkan memerlukan kepada niat dari segi hubungan kelamin.

▪ Jika lafaz yang digunakan tidak khusus ia memerlukan kepada niat 15.7.2 HUKUM ZIHAR 15.7.5 LANGKAH MENGELAK DARIPADA BERLAKU Hukum zihar adalah haram dan berdosa besar. Hubungan ZIHAR kelamin antar suami isteri yang berlaku zihar meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. haram ▪ Tidak meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

sifat Arab Jahiliyah apabila maarah sehingga suami membayar kifarat zihar atau berselisih faham dengan isteri ▪ Memahami konsep zihar sebenar 15.7.3 RUKUN ZIHAR ▪ Suami hendaklah menahan kemarahan supaya tidak ▪ Suami tergesa-gesa menzihar isterinya ▪ Isteri 15.7.6 KIFARAH ZIHAR Orang yang diserupakan zihar ▪ Memerdekakan seorang hamba mu’min ▪ Sighah ▪ Jika tidak mampu, suami wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut ▪ ▪ Jika tidak mampu berpuasasuami wajib memberi makanan kepada enam puluh orang msikin dengan 15.7.4 SYARAT ZIHAR 15.7.7 kadar secupak bagi setiap seorang.

Makanan yang Suami ▪ disyaratkan sah untuk dikeluarkan zakat ▪ Baligh, tidak sah zihar oleh kanak-kanak AKIBAT ZIHAR ▪ Berakal Suami yang melakukan zihar mendapat kemurkaan ▪ Sah talak. Allah dan berdosa besar ▪ Kemahuan sendiri Suami isteru haram melakukan persetubuhan Perbuatan zihar menjatuhkan maruah isteri Isteri ▪ Suami wajib membeyar kifarah ▪ Isteri yang sah ▪ ▪ Zihar disandarkan kepada isterinya atau mana-mana ▪ anggotanya 8.

LI’AN 15.8.1 PENGERTIAN ▪ Untuk mengelakkan hukuman tersebut suami ▪ Dari segi bahasa beerti laknat hendaklah bersumpah lian untuk membenarkan ▪ Dari sudut istilah syarak ialah sumpahan suami yang tuduhan.

disertakan dengan laknat Allah untuk menolak hukuman qazaf disebabkan tuduhan zina terhadap ▪ Isteri pula dikehendaki bersumpah jika hendak menolak isteri atau menafikan nasab. Lian juga bermaksud tuduhan suami, jika isteri tidak berbuat demikian dia sumpah isteri yang disertakan dengan kemurkaan Allah boleh dikenakan hukuman rejam hingga mati.

untuk menolak tuduhan zina suaminya 15.8.3 PROSES LIAN 15.8.2 SEBAB BERLAKU LIAN ▪ Apabila suami menuduh isterinya berzina tanpa ▪ Apabila suami menuduh iaterinya berzina tanpa mengemukakan empat orang saksi atau menafikan membawa empat orang saksi dia boleh dikenakan ▪ anak yang dikandung oleh isterinya dan isteri menolak hukuman qazaf iaitu 80 kali sebatan tuduhan tersebut, suami boleh dikenakan hukuman qazaf Bagaimanapun hakim akan meminta suami melakukan proses lian Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 21 ▪ Suami bersumpah di hadapan hakim dengan lafaz “ 15.8.4 IMPLIKASI LI’AN TERHADAP SUAMI ISTERI Aku bersaksi dengan nama Allah bahawa tuduhan Suami isteri terpisah selepas sumpah li’an ▪ Suami tidak lagi boleh berkahwin semula dengan bekas isterinya itu selama-lamanya zina terhadap isteriku adalah benar” sebanyak empat ▪ Suami yang membuat tuduhan dilepaskan dari hukuman qazaf kali berturut-turut.

Jika menafikan anak dalam Isteri akan dikenakan hukuman zina jika tidak kandungan sumpah tersebut hendaklah disambung menafikan tuduhan suami dengan lafaz : “Sesungguhnya anak yang dilahirkan ▪ Anak yang dinafikan dalam sumpah li’an ternafi nasabnya daripada suami yang bersumpah oleh isteriku itu bukan dariku” ▪ Isteri berhak menuntut nafkah anak jika suami tidak menafikan nasabnya ▪ Pada sumoah yang kelima suami bersumpah dengan HIKMAT DISYARIATKAN LI’AN lafaz : “Sesungguhnya laknat Allah akan menimpa Suami dapat mencari jalan penyelesaian secara adil ▪ dan diredhai Allah Isteri dapat menjaga maruahnya daripada tercemar diriku jika aku berdusta dalam membuat tuduhan dengan melakukan sumpah li’an di hadapan orang zina terhadap isteriku” ramai ▪ Isteri hendaklah bersumpah di hadapan hakim dengan ▪ Suami dapat mempertahankan kesucian nasabnya daripada dicemari oleh isteri yang melakukan lafaz “ Aku berasaksi dengan nama Allah bahawa perbuatan zina tuduhan zina yang dibuat oleh suamiku terhadap 15.8.5 diriku adalah dusta” Dia hendaklah mengulangi ▪ sebanyak empat kali berturut-turut.

▪ Pada kali kelima isteri bersumpah dengan lafaz “ ▪ Sesungguhnya kemurkaan Allah akan menimpa diriku jika tuduhan suamiku adalah benar” ▪ TAJUK 16 POLIGAMI 16.1 PENGERTIAN ▪ Untuk mengatasi jumlah kaum wanita yang semakin Poligami ialah seorang lelaki yang mempunyai isteri lebih ramai berbanding kaum lelaki dari seorang. Islam membenarkan seorang lelaki mempunyai 4 orang isteri pada satu-satu masa ▪ Menambahkan bilangan umat islam di atas muka bumi dengan cara yang halal 16.2 SYARAT-SYARAT POLIGAMI 16.4 KESAN POLIGAMI YANG TIDAK MENGIKUT SYARAT ▪ Lelaki yang hendak bepoligami hendaklah meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

▪ menimbulkan permusuhan dala keluarga terutama di yang taat pada perintah Allah kalangan isteriisteri ▪ Lelaki tersebut mestilah berlaku adil mengenai nafkah ▪ menimbulkan masalah kepada anak-anak yang tidak zahir dan batin cukup perbelanjaan yang mendorong mereka ▪ Lelaki tersebut mempunyai tubuh badan yang sihat melakukan perkara yang tidak baik supaya dapat melaksanakan tanggungjawab dengan ▪ Membawa kepada penganiayaan terhadap kaum sempurna wanita yang bersifat lemah ▪ Mempunyai sumber kewangan yang cukup dan teguh ▪ Sesebuah keluarga tidak aman akan mewujudkan untuk menampung keperluan keluarga masyarakat yang kucar-kacir ▪ Mampu menunjukkan sikap yang adil tanpa mengamalkan sikap pilih kasih 16.5 CIRI-CIRI KEADILAN DALAM POLIGAMI ▪ Memberi layanan yang sama di antara isteri-isteri 16.3 HIKMAT POLIGAMI termasuk juga bilangan hari giliran bersama ▪ Memberikan zuriat kepada pasangan yang isterinya ▪ Tidak melebihi antara seorang lelaki daripada seorang tidak dapat melahirkan anak isteri yang lain dan tidak pula membezakan mereka ▪ Sebagai satu cara melindungi kaum wanita yang tidak ▪ Berlaku adil dari segi pemberian nafkah, penyedian mempunyai suami atau kehilangan suami tempat meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., makanan, pakaian dan segala keprluan ▪ Sebagai langkah perlindungan kepada anaka-anak aas yang lain yatim dari menjadi anak terbiar dan hidup melarat ▪ Berkemampuan dari segi berpoligami ▪ Mengelakkan kaum lelaki terjerumus ke lembah maksiat kerana nafsu lelaki tidak pernah berkurang berbanding nafsu perempuan TAJUK 17 KEMAHIRAN KEIBU BAPAAN 17.1 KONSEP KEMAHIRAN KEIBUBAPAAN ▪ Anak-anak perlu diberi pendidikan yang baik dan ▪ Pasangan yang berkahwin menurut syariat Islam akan dididik dengan dengan akhlak mulia melahitrkan zuriat yang sah disisi Islam.

Anak merupakan amanah Allah kepad pasangan suami dan ▪ Mereka perlu diberi ilmu pengetahuan yang sesuai isteri sama ada dunia dan akhirat ▪ Mereka juga perlu diberi hak keperluan hidup yang sempurna mengikut kemampuan bagi suami isteri Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 22 17.2 CARA-CARA MELAKSANAKAN TANGGUNGJAWAB ▪ Mendidik anak-anak supaya mempunyai adab-adab KEPADA ANAK-ANAK mulia seperti bercakap benar, amanah, suka Semasa Mengandung membantu dan sifat mahmudah yang lain ▪ kesihatan ibu dan bayi dalam kandungan perlu dijaga ▪ Menjauhkan anak-anak dari sifat tercela seperti untuk keselamatan dan kebaikan bayi memaki, berdusta, mencuri dan lain-lain sifat ▪ Pemeriksaan doktor semasa mengandung adalah wajib mazmumah.

untuk keselamatan ibu dan bayi Pendidikan Jasmani ▪ Pemakanan ibu mengandung juga perlu dijaga dan ▪ Bertanggungjawab membesarkan anak-anak dalam mengikut nasihat dokor. keadaan sihat, cergas dan kuat tubuh badannya ▪ Makanan yang dimakan hendaklah dari sumber yang ▪ Penjagaan yang sempurna dari segi makan minum, halal untuk kesejahteraan bayi tidur, kebersihan, bersukan dan berekreasi ▪ Sepanjang tempoh mengandung ibu bapa perlulah ▪ Memelihara dan menjaga anak-anak dari berlakunya berakhlak mulia kerana ini akan mempengaruhi janin kemudharatan tubuh badan dan fizikalnya dalam kandungan Pendidikan Intelek ▪ Ibu bapa dilarang berakhlak keji kerana dikhuatiri akan ▪ Anak-anak perlu diberikan didikan ilmiah sejak kecil menjadi contoh yang tidak baik kepada bayi yang dikandung hingga dewasa sama ada secara formal atau tidak ▪ Ibu bapa digalakkan memperanyakkan amalan fardhu formal dan sunat ▪ Memahamkan anak-anak dengan amalan yang ▪ Ibu baoa hendaklah banyak membaca al Qur’an kerana berkaitan dengan fardhu kifayah ini merupakan didikan awal terhadap bayi yang ▪ Mendidik anak-anak dengan membentuk pemikran dikandung yang baik ▪ Ibu bapa perlu menjauhi segala beentuk maksiat ▪ Mendidik anak-anak selaras dengan perkembangan kerana akan memudharatkan ibu bapa dan ilmu sains dan teknologi supaya dapat memajukan diri kandungannya dan masyarakat.

Selepas kelahiran anak Pendidikan Rohani ▪ Bapa hendaklah melaksanakan sujud syukur kerana ▪ Menanamkan kepada kanak-kanak supaya bersifat bersyukur dengan kelahiran bayi berani menjadikan diri orang yang berani kerana benar ▪ Selepas dilahirkan hendaklah diazankan dan di ▪ Menanamkan sifat sabar kerana kejayaan banyak iqamatkan oleh bapa atau orang alim bergantung kepada kesabaran ▪ Melakukan tahnik kepada bayi ▪ Menghindarkan dari sifat malu tidak bertempat ▪ Menanamakan anak dengan nama yang baik kerana ▪ Mempunyai sifat-sifat mulia seperti yakin kepada diri nama akan mempengaruhi tingkah laku seseorang dan tidak bersifat pengecut ▪ Bayi juka hendaklah dicukur rambutnya ▪ Menjahukan diri dari sifat dengki, iri hari dan pemarah ▪ Memberi sedekah kepada fakir miskin dengannilai kerana perkara ini akan memudahkan hasutan syaitan harga emas seberat rambut bayi yang dicukur Pendidikan Sosial ▪ Mengadakan akikah untuk bayi yang dilahirkan ▪ Pergaulan mestilah ada batas-batasnya dan sentiasa ▪ Membuat kenduri kesyukuran ke atas kelahiran bayi berakhlak baik dalam masyarakat dengan daging akikah tersebut ▪ Menjaga batasan aurat sebagaimana yang telah ▪ Melakukan khatan kepada bayi sama ada lelaki atau ditetapkan dalam Islam perempuan sebaik-baiknya semasa bayi masih kecil ▪ Bergaul mengikut ketetapan syarak terutama pergaulan ▪ Mengajar dan menghantar anak-anak belajar cara- antara lelaki dan perempuan cara solat ▪ Menghidupkan semangat ziarah menziarahi antara ahli ▪ Menyuruh anak-anak solat ketika umur 7 tahun dan keluarga, jiran tetangga dan ahli masyarakat merotan untuk pendidikan sekiranya anak-anak enggan ▪ Sentiasa menghormati hak orang lain menunaikan solet ketika berumur 10 tahun 17.3 TANNGUNGJAWAB PENDIDIKAN ANAK-ANAK 17.4 KESAN PENGABAIAN TANGGUNGJAWAB TERHADAP Pendidikan Islam ANAK-ANAK ▪ Memastikan anak-anak diberi kefahaman untuk ▪ Anak-anak membesar dalam keadaan terbiar dan tidak menghayati ilmu akidah terutamanya rukun iman terdidik dengan sempurna ▪ Memastikan anak-anak memahami rukun Islam dan ▪ Kanak-kanak hidup dengan akhlak yang kurang baik mengamalkannya dalam kehidupan dalam masyarakat ▪ Prinsip syariah Islamiah juga perlu difahami untuk ▪ Ahli keluarga akan sentiasa berada dalam keadaan memantapakan keimanan dan amalan sebagai mukmin tidak harmoni sejati ▪ Sentiasa melanggar perintah Allah dan undang-undang Pendidikan Moral negara apabila kawalan tidak diberikan pada peringkat ▪ Prinsip akhlak perlu disemai sejak dari kecil lagi awal lagi ▪ Mengabaikan perintah Allah kerana kurang didikan agama Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 23 TAJUK 23 : MAHKAMAH SYARIAH DI MALAYSIA 23.1 SEJARAH PENUBUHAN 23.3 MATLAMAT PENUBUHAN MAHKAMAH SYARIAH ▪ Mahkamah Syariah ialah satu badan kehakiman yang ▪ Untuk mengatur hukum-hukum nikah, talak, fasakh, membicarakan dan menjatuhkan sesuatu hukuman rujuk dan lain-lain yang berkaitan dengnnya yang berkaiatan dengan kes-kes sivil dan kes-kes ▪ Sebagai badan yang penting untuk mentadbir jenayah yang berhubungkait dengan orang Islam.

pembangunan harta pusaka, harta peninggalan dan ▪ Mahkamah syariah telah wujud di negeri-negeri wasiat semenanjung sebelum kedatangan kuasa Inggeris ▪ Menyelesaikan soal-soal berhubung dengan moral ▪ Pada masa itumahkamah ini belum dikenalai sebagai masyarakat islam seperti amalan minum arak, berjudi, mahkamah syariah, tetapi segala pentadbiran adalah rasuah dan sebagainya.

berdasarkan sistem perundangan Islam ▪ Apabila kuasa Inggeris berkembang di negeri-negeri 23.4 KES YANG DIBICARAKAN tanah Melayu secara beransur-ansur sistem (a) Kes Sivil perundangan islam diketepikan ❑ Pertunangan, pernikahan, perceraian dan lain-lain ▪ Undang-undang Islam ketika itu hanya terpakai dalam ❑ Nafkah dan penjagaan anak assprek kekeluargaan dan ia tertaakluk dalam bidang ❑ Harta suami, isteriwakaf dan wasiat kuasa Inggeris.

❑ Harta pusaka dan pembahagiannya ▪ Pada tahun 1880, Inggeris telah menujudkan ❑ Pemberian semasa hidup atau penyelesaian yang Mohammaden Marriage Ordinance (Ordinan dibuat tanpa balasan dengan wang atau nilai wang oleh Perkahwinan Mohamad) yang membolehkan orang Islam penubuhan mahkamah syariah ❑ Pemberian atau tuntutan harta sepencarian ▪ Pada tahun 1948, Ordinan Mahkamah Persekutuan ❑ Kesahtarafan atau penjagaan anak-anak telah mengenepikan Mahkamah Syariah dari salasilah ❑ Perkara lain yang berkeitan dengan bidang kuasa yang mahkamah.

diberikan oleh mana-mana undang-undang bertulis ▪ Perkera-perkara yang berkait dengan istiadat melayu (b) Kes Jenayah dan berhubung kait dengan hukum-hukum Islam ❑ Penganiayaan dan kezaliman terhadap isteri dan lain- dikekalkan lain ▪ Mengikut Perlembagaan Persekutuan perkara (3) ❑ Nusyuz, zina, khalwat, minum arak, dan lain-lain fasal (1) menyatakan “ Bahawa agama Islam ialah ❑ Ingkar mengarjakan suruhan Allah seperti tidak puasa agama Persekutuan” ❑ Kesalahan dari segi keimanan.

▪ Mengikut jadual kesembilan senarai perundangan, Catatan : Mahkamah syariah diberi kuasa dalam kesalahan senarai (2) butiran (1), memberi kuasa kepada yang boleh dihukum penjara hingga tiga tahun atau denda kerajaan negeri untuk menubuhkan majlis dan jabatan RM 5000.00 atau sabit enam rotan atau kedua-duanya agama bagi mengurus hal ehwal agama Islam dan adat sekali sahaja. istiadat melayu ▪ Dengan ini setiap negeri diberi kuasa mengadakan 23.5 SUSUNAN MAHKAMAH SYARIAH enakmen hukum syarak melalui Dewan Undangan (a) Mahkamah Rendah Syariah Negeri di bawah bidang kuasa yang diperuntukan oleh ❑ Membicarakan kes-kes yang bersabit kesalahan Perlembagaan Persekutuan yang diperuntukkan oleh enakmen negeri ▪ Mahkamah Syariah ditubuhkan de setiap negeri di ❑ Mendengar kes-kes yang timbul Malaysia dan mempunyai bidang kuasa di bawah ❑ Membuat keputusan terhadap sesuatu kes kerajaan negeri tersebut sahaja.

❑ Menyediakan kertas keputusan daln laporan ▪ Demi mencapai hasrat penyusunan semula mahkamah mahkamah syariah, pada 1 Mac 1998, Jabatan Kehakiman Syariah (b) Mahkamah Tinggi Syariah Islam Malaysia ditubuhkan dan diletak dibawah ❑ Membicarakan sesuatu kes yang diperuntukkan di Jabatan Perdana Menteri bawah bidang kuasanya ❑ Mengeluarkan perintah yang berkaitan dengan 23.2 CARTA PENTADBIRAN MAHKAMAH SYARIAH kes-kes sivil dan jenayah MAJLIS MESYUARAT DEWAN UNDANGAN NEGERI ❑ Menyelesaikan dan mengesahkan kes faraid ❑ Menguruskan rayuan daripada mahkamah MAJLIS AGAMA DAN ADAT ISTIADAT Rendah Syariah ❑ Menyediakan jurnal-jurnal untuk diterbitkan JABATAN AGAMA ISLAM MAHKAMAH SYARIAH (c) Mahkamah Rayuan Syariah ❑ Mendengar semua kes rayuan KES JENAYAH KES SIVIL ❑ Mempunyai bidang kuasa untuk membatalkan keputusan yang dibuat oleh Mahkamah rendah Syariah dan mahkamah Tinggi Syariah ❑ Mempunyai kuasa untuk meringankan hukuman yang diputuskan oleh mahkamah ❑ Mempunyai kuasa supaya sesuatu kes dibicarakan semula Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 24 23.6 PERKHIDMATAN YANG DISEDIAKAN ▪ Memberi maklumat perundangan kepada orang ramai ▪ Kursus perkahwinan ▪ Khidmat kaunseling terhadap pasangan yang CATATAN bermasalah Pentadbiran mahkamah syariah adalah berbeza antara satu ▪ Menyelesaikan masalah yang timbul dalam masyarakat negeri dengan negeri yang lain berdasarkan persetujuan dari ▪ Mengadakan ceramah-ceramah untuk meningkatkan sultan bagi setiap negeri tersebut pengetahuan agama Islam di kalangan masyarakat Islam.

TAJUK 19 ANAK AMANAH ALLAH ANAK ANGKAT MENURUT ISLAM 19.1 PENGERTIAN ANAK ANGKAT 19.6 SUSUNAN KEUTAMAAN HADHANAH SELAIN IBU Anak angkat ialah anak yang dipelihara oleh bukan ibu ▪ Nenek sebelah ibu dan ke atas bapa kandungngannya. ▪ Bapa Hukum mmengambil anak angkat adalah harus ▪ Nenek sebelah bapa hingga ke atas ▪ Datuk 19.2 PERATURAN MENGAMBIL ANAK ANGKAT ▪ Saudara perempuan seibu sebapa ▪ Tidak boleh bin atau bintikan dengan bapa angkat.

▪ Saudara perempuan seibu Hukumnya adalah harama dan berdosa ▪ Saudara perempuan sebapa ▪ Batas pergaulan anak angkat dengan keluarga angkat ▪ Anak perempuan kepada bapa perempuan seibu ▪ Antara anak angkat dengan keluarga angkat adalah sebapa ajnabi dan perlu menjaga batas aurat dan pergaulan ▪ Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

perempuan saudara perempuan seibu supaya tidak melebihi had yang ditetapkan ▪ Anak perempuan saudara perempuan sebapa ▪ Harta pusaka ▪ Emak saudara sebelah ibu ▪ Anak angkat tidak boleh mempusakai harta bapa ▪ Emak saudara sebalah bapa angkat. Jika hendak ddiberikan harta hendaklah dalam ▪ Waris lelaki yang boleh menerima asabah bentuk wasiat atau hadiah dan tidak melebihi 1/3 harta yang ada 19.7 SYARAT-SYARAT HADHANAH ▪ Islam 19.3 HIKMAT LARANGAN MENASABKAN ANAK ANGKAT ▪ Sempurna akal ▪ Mengiktiraf keluarga bapa kandung dan mengekalkan ▪ Dewasa kemuliaan pertalian nasab antara mereka ▪ Berakhlak mulia dan memelihara kehormatan diri ▪ Memelihara hak anak angkat dalam mewarisi harta pusakan bapa kandungannya 19.8 SEBAB GUGUR HADHANAH ▪ Menjaga batas pergaulan supaya aurat antara anak ▪ berkahwin dengan seorang lelaki yang tidak angkat dan keluarga angkat terpelihara mempunyai pertalian nasab dengan kanak-kanak ▪ Memelihara harta pusaka bapa kandung dan salasilah tersebut keluarga supaya tidak bercampur dengan anak angkat ▪ Berkelakuan buruk secara keterlaluan dan terang- yang tiada hubungan nasab dengan mereka terangan ▪ Memelihara hak wali nikah oleh bapa kandungannya ▪ Berpindah tempat kediaman untuk menghalang bapa dan mereka yang berhak menjadi wali kanak-kanak menziarahinya ▪ Cuai atau menganiayai kanak-kanak tersebut HADHANAH ▪ Murtad.

Gugur hak hadhanah apabila keluar dari 19.4 PENGERTIAN HADHANAH Islam Hadhanah ialah hak penjagaan anak yang masih kecil yang belum mumayyiz dan tidak mampu menguruskan 19.9 TEMPOH HADHANAH diri sendiri. Hukum hadhanah adalah wajib Tempoh penjagaan kanak-kanak berakhir apabila kanak- kanak tersebut tidak lagi memerlukan pemeliharaan 19.5 HAK HADHANAH disebabkan telah dewasa dan dapat berdikari serta Hadhanah adalah wajib dilaksanakan walaupun berlaku mampu mengurus segala keperluan asas seperti perceraian antara suami dan isteri.

Orang yang paling makanan, pakaian dan sebagainya berhak memikul tanggungjawab hadhanah ialah ibu. Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 25 TAJUK 20 PEENYEBARAN ISLAM PADA ZAMAN KERAJAAN BANI ABASIYAH 20.1 LATAR BELAKANG KERAJAAN ABASIYAH ▪ Beliau memerintah selama 23 tahun bermula tahun ▪ Nama kerajaan Abasiyah diambil sempena bapa 170H / 786M hingga 192H / 809H saudara nabi iaitu Al Abbas.

▪ Penubuhan adalah untuk merealisasikan idea ▪ Harun al Rashid telah memerintahkan Al Qadhi Abu keturunan bani Hasyim yang menganggap tampuk Yusuf supaya menulis tentang kitab percukaian pemerintahan Islam adalah lebih layak disandang oleh hingga terhasilnya kitab AL Kharaj mereka ▪ Kerajaan Abasiyah memerintah lebih dari 508 tahun ▪ Mewujudkan jawatan Qadhi al Qudha’ yang bermula tahun 132 H / 750M hingga tahun 650H/ ▪ Menubuhkan Baitul Hikmah yang menjadi pusat 1258M dengan 37 khalifah ▪ Khalifah pertamanya ialah Khalifah Abdullah b perkembangan ilmu pengetahuan ketika itu Muhammad As Saffah dan berakhir dengan Khlaifah ▪ Menjadikan baghdaad sebagai pusat perdaganganal Wathiq bin al Muqtasim ▪ Pemilihan khalifah berdasarkan penentuan oleh ilmu pengetahuan dan kebudayaan terkemuka khalifah ▪ Membina prasarana seperti rumah sakit, farmasi dan ▪ Pentadbirannya lebih terpengaruh dengan Farsi kerana ramai orang Farsi berada dalam pentadbiran pusat pengajian AL MAKMUN 20.2 STRUKTUR KERAJAAN ABASIYAH ▪ Nama sebenar ialah Abdullah Abu Al Abbas al ▪ Al Khalifah Ketua negara yang bertindak sebagai pemimpin Makmun iaitu putera Haru AL Rashid tertinggi dalam wilayah Islam ▪ Menjadi khalifah selama 20 tahun bermula 198H / 813M hingga 218H / 833M ▪ Beliau telah menggiatkan usaha penterjemahan pelbagai bidang ilmu pengetahuan ▪ Beliau juga menyediakan biasiswa kepada pelejar- pelajar cemerlang ▪ Al Wazir 20.4 FAKTOR PENYEBARAN ISLAM Perdana menteri yang bertindak sebagai ketua FAKTOR DALAMAN pentadbir yang dibantu oleh menteri-menteri dan ▪ Keinginan daripada penduduk setempat yang tertarik jabatan –jabatan kerajaan dengan Islam serta akhlak umatnya ▪ Galakan Khalifah yang menyediakan peuntukan khas ▪ Al Dawawin dari Baitul Mal untuk para ulamak dan pendakwah Jabatan kerajaan yang berada di bawah pengawasan menjalankan aktiviti dakwah al Kuttab iaitu sekretari.

Antara jabatan yang ada ▪ Dasar kerajaan Abasiyah yang menyamakan i. Jabatan Eksais kedudukan bangsa Arab dengan bukan Arab ▪ Kedudukan Baghdad yang menjadi tumpuan dalam ii. Jabatan Audit bidang keilmuan dan perdagangan antara bangsa iii. Jabatan Polis dan Pertahanan FAKTOR LUARAN iv.

Jabatan Perhubungan ▪ Pembukaan wilayah baru v. Jabatan Parit dan Tali air ▪ Penggunaan bahasa Arab secara meluas yang vi. Jabatan kebajikan mendorong kepada pemahaman al Qur’an dan hadis 20.3 KHALIFAH YANG TERKENAL ▪ Hubungan diplomatik antara kerajaan Abasiyah ABU AL ABBAS ABDULLAH AS SAFAH dengan negara-negara luar ▪ Merupakan khalifah yang pertama ▪ Usaha para pedagang Islam berdakwah menerusi ▪ Beliau menjadi khalifah selama 4 tahun 9 bulan aktiviti perdagangan mereka bermula tahun 132H / 750M hingga 136H / 754 M 20.5 KESAN PENYEBARAN ISLAM KEPADA TAMADUN ▪ Beliau telah menghapuskan pemberontakan yang DUNIA Akidah dilakukan oleh pengikut Muawiyah ▪ Kepercayaan masyarakat dunia terhadap benda- ABU JAAFAR AL MANSUR benda lain seperti api, bukit bukau dan sebagainya ▪ Merupakan saudara kandung As saffah berubah kepada percayakan Allah ▪ Merupakan khalifah yang kedua kerajaan Abasiyah ▪ Ulama Islam berjuang memahamkan akidah sebenar ▪ Memerintah selama 22 tahun bermula tahun kepada umat manusia ▪ Pelbagai ideologi manusia telah dapat dikalahkan 136H/754m hingga 158H / 775 M ▪ Manusia berfahaman karut dan khurafat telah berubah ▪ Beliau menjadikan baghdad sebagai ibu kota maju, berfikiran positif dan hidup berasaskan kebenaran pemerintahan Abasiyah dan membangunkannya Kebudayaan ▪ Beliau juga memperbaiki sisitem cukai yang ada dan ▪ Kedatangan Islam telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan dan pemikiran hidup manusia membuat saliran-saliran untuk pertanian kerana al Qur’an dan sunnah mengajak mereka ▪ Beliau juga menyediakan pasar-pasar ditempat yang kepada cara hidup yang lebih baik strategik HARUN AL RASHID ▪ Merupakan khalifah Abasiyyah yang paling terkenal dan warak Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 26 ▪ Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh pendakwah ▪ Ilmu pengetahuan telah berkembang dengan luas ke memberi gambaran kebudayaan yang jelas seluruh pelusuk dunia bersesuaian dengan ajaran Islam ▪ Percampuran bangsa telah meluaskan lagi Sistem kemasayarakatan kebudayaan dalam masyarakat Islam dan tamadun ▪ Sistem perhambaan dan penindasan telah berubah Islam beransur-ansur dengan penyebaran Islam ▪ Mana-mana budaya yang tidak bertentangan dengan ▪ Keadilan dalam undang-undang Islam mengajak Islam dikekalkan manakala yang bertentangan umatnya berubah kepada masyarakat yang lebih dihapuskan harmoni ▪ Kebudayaan lain seperti cara berpakaian, seni bina ▪ Khalifah menubuhkan Mahkamah Tinggi Rayuan dan sebagainya mempengaruhi masyarakat Islam untuk menyelesaikan kes-kes rayuan zanam itu ▪ Peluang memegang berbagai jawatan dalam pentadbiran negara Ilmu Pengetahuan ▪ Fikiran manusia terbuka luaas dengan penyebaran 20.6 SEMANGAT JIHAD UMAT ISLAM Islam ▪ Umat Islam sanggup berjuang menentang musuh ▪ Islam telah mewajibkan penganutnya menuntut ilmu agama dan negara pengetahuan ▪ Pejuang-pejuang berusaha mempelajari ilmu hingga ▪ Dengan adanya al Qur’an mereka menemui kaedah cemerlang dan menjadi rujukan ramai yang baru dalam ilmu pengetahuan untuk kemajuan ▪ Berdakwah dengan sabarikhlas dan jujur dan pembangunan umat menghasilkaan kejayaan bagi pendakwah ▪ Umat Islam menjadikan kewajipan menuntut ilmu ▪ Berdakwah hanya mengharapkan keredhaan Allah sebagai satu jihad semata-mata ▪ Kerajaan juga telah menyediakan berbagai ▪ Mempertahankan syariat Islam kemudahan untuk perkembangan ilmu pengetahuan TAJUK 21 PERKEMBANGAN PENDIDIKAN Perkembangan pendidikan telah wujud sejak zaman Umayyah ▪ Pelajarannya ialah mengenai pelajaran asas dalam lagi.

Bagaimana pun perkembangan yang lebih pesat berlaku berbagai bidang terutamanya bidang fardhu ain pada zaman kerajaan Bani Abasiyyah. 21.1 FAKTOR PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MADRASAH / PUSAT PENGAJIAN ▪ Merupakan peringkat yang lebih tinggi ▪ Terdapat banyak usaha dan galakan diberikan oleh ▪ Tenaga pengajarnya digelar mudarris Khalifah ▪ Pelajarannya ialah mengenai ilmu fardhu ain dan fardhu kifayah.

▪ Kestabilan politik dan kemantapan kewangan ▪ Madrasah yang agak terkenal ialah Al madrasahatul an kerajaan mendorong perkembangan pendidikan Nizamiyah yang dibina oleh Menteri Nizamul dalam negara Muluk.(457H/1065M) ▪ Sumber kewangan kebanyakannya diambil dari hasil ▪ Dasar kerajaan yang cenderung dan memberi tanah wakaf atau perbendahaaan negara keutamaan kepada pendidikan UNIVERSITI ▪ Kemudahan pendidikan yang menukupi dan terbuka ▪ Merupakan peringkat pengajian yang lebih tinggi luas ▪ Tenaga pengajarnya terdiri dari sarjana-sarjana dan para cendikiawan ▪ Galakan kepada kegiatan penterjemahan juga ▪ Universiti yang terkenal hingga sekarang ialah banyak membantu perkembangan pendidikan Universiti Al Azhar di Mesir ▪ Hubungan diplomatik dengan negara luar ISTANA ▪ Hubungan diplomatik antara kerajaan Abasiyah ▪ Sebagai membuktikan betapa khalifah sangat mengambil berat tentang pendidikan dengan negara luar ▪ Tenaga pengajarnya di gelar sebagai Muadib ▪ Kedudukan Baghdad yang menjadi pusat keilmuan ▪ Pelajarnya terdiri dari anak-anak khalifah dan pembesar Istana dan perdagangan antara bangsa ▪ Pelajarannya merangkumi ilmu agama dan adab-adab 21.

2 INSTITUSI PENDIDIKAN dalam kehidupan MASJID ▪ Disediakan sudut yang khusus untuk para sarjana menyampaikan ilmu ▪ Merupakan tem[pat kegiatan untuk beribadat ▪ Ianya juga dijadikan pusat pendidikan formal dan PERPUSTAKAAN ▪ Merupakan pusat pendidikan yang mempunyai fungsi tidak formal sebagai lanjutan dari pendidikan yang sangat besar dalam perkembangan ilmu peringkat rendag pengetahuan ▪ Merupakan tempat berkumpul ulamak – ulamak untuk membincangkan perkara berkaiatan fardhu ain ▪ Tenaga pengajar terdiri daripada Ulamak-ulamak, sheikh-sheikh, dan tokoh-tokoh dari pelbagai ilmu KUTTAB ▪ Tempat pendidikan awal bagi kanak-kanak ▪ Tenaga pengajarnya digelar sebagai mualim Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 27 ▪ Ianya dijadikan pusat muzakarah, bermutalaah, urusan ILMU TAUHID penterjemahan dan sebagainya ▪ Perkembangn ilmu falsafah telah memberi kesan ▪ Perpustakaan yang ulung pada ketika itu ialah, Baitul sampungan yang buruk terhadap akidah umat Islam Hikmah di Baghdad yang dibina oleh Harun Al Rashid ▪ Umat Islam pada masa itu ada yang beranggapan ▪ Di perpustakaan terdapat banyak karya sarjana serta falsafah Yunani sebagai rujukan utama meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

masalah karya terjemahan dari bahasa ParsiYunani, Cina dan akidah India ▪ Ulamak-ulamak tauhid telah bermati-matian ▪ Khalifah al Makmun mengambi inisiatif membawa memurnikan akidah umat Islam dari pengaruh falsafah masuk khazanah karya-karya yunani yang diambil dari Yunani.

Pulau Cyprus dan Istanbul ▪ Bidang perbahasan ilmu Tauhid menjadi lebih luas ▪ Kegiatan Baitul Hikmah dalam bidang pendidikan berbanding sebelumnya adalah seperti berikut ▪ Antara tokoh ilmu tauhid yang terkenal ialah i. Pusat pertemuan para sarjana i. Imam Abu al Hassan al Asyaari (324H/935M) ii.

Pusat penterjemahan ii. Imam al Ghazali (505H/1111M) Di antara penterjemah yang masyhur pada zaman pemerintahan Bani Abasiah ialah Abu Sani bin Al 21.4.2 ILMU BERTERASKAN AKAL Fadhl, Ibnu Naubakht, dan Abdullah bin Muqaffa ILMU MATEMATIK iii. Pusat sumber (a) Pada zaman Abasiyah beberapa formula baru iv.

Pusat penyelidikan ilmiah matematik dihasilkan oleh sarjana muslim v. Pusat latihan para ilmuan (b) Formula tersebut ialah Selain baitul Hikmah terdapat sebuah perpustakaan i. Al Muthallath (Trigonometri) awam yang ulung dan gtertua di Kaherah, Mesir yang ii. Al Jabr (algebra) dikenali sebagai Darul Hikmah iii. Al Handasah (goemetry) iv. Al Lughorimat (logarithm) 21.4 BIDANG ILMU YANG DITEROKA v. Memperkenalkan sistem angka dalam abjad 21.4.1 ILMU BERTERASKAN WAHYU vi.

Memperkenalkan bilangan sifar dalam sistem angka ILMU TAFSIR AL QUR’AN (c) Beberapa tokoh terkenal dalam matematik ialah : ▪ Pada peringkat permulaan ilmu tafsir tidak tersusun i. Muhammad bi Musa al Khawarizmi (236H/850M) – dengan baik.

memperkenalkan sistem nombor sifar, algebra, ▪ Yahya bin Ziyad al Farrak(207H/883M) – Menyusun punca persamaan kuadratik dan menulis buku “Hisab tafsir Al Qur’an dalam kitabnya “Maani al Qur’an” al Jibra wal Muqabalah” ▪ Pembaharuannya diteruskan oleh Ibnu Jarir al Tabri ii. Al Kindi – mahir dalam trigonometri (310H/923M) dalam karyanya yang dikenali sebagai iii. Al Battani – Memperkenalkan teori tangen, kotengen, Tafsir Al Tabari. sin dan sinus iv. Thabit bin Qurrah – seorang pakar geometri yang ILMU HADIS termasyhur pada zaman pemerintahan Abbasiyah ▪ Zaman Abasiyah adalah zaman kegemilangan pengumpulan dan penyusunan hadis ASTRONOMI / FALAK ▪ Pada zaman ini muncul pakar-pakar hadis seperti (a) Ilmu falak adalah ilmu yang maju pada zaman i.

Al Bukhari(256H/870M) – menulis kitab Sahih AL Abasiyah Bukhari (b) Beberapa penemuan baru telah dicapai oleh sarjana ii. Muslim (261H/875M) – menyusun kitab Sahih Islam iaitu: Muslim serta Sunan i. Mengukur jarak antara matahari dan bumi iii.

Abu Daud (275H/888M) ii. Membuat jadual pergerakan bulan dan bintang iv. At Tirmizi (279H/892M) iii. Menjelaskan sistem geologi bumi serta pengaruh v. An Nasa’I (303H/916M) bulan dan matahari terhadap pertukaran musim vi.

Ibnu Majah (273H/886M) iv. Mencipta alat pengukur sudut yang dikenali sebagai “astroble” ILMU FIQH (c) Antara tokoh yang terkenal ialah (a) Pada zaman Abasiyah telah muncul ulamak Fiqh yang i. Abdul Rahman al Sufi – menamakan bintang muktabar seperti sebanyak 1000 jenis. Nama-nama bintang dipakai i. Imam Abu Habifah(150H/767M) – Pengasas Mazhab hingga hari ini Hanafi ii. Abu Al Abbas Muhammad ibnu Khathir – Mengukur ii. Imam Malik (179H/795M)– Pengasas Mazhab Maliki jarak bumi, bulan dan matahari dengan planet-planet iii.

Imam Syafie(204H/820M) – Pengasas mazhab lain. Isipadu bulan dan planet lain juga diukur Syafie iii. Abu Ma’syar – mengemukakan teori berkaitan iv.

Imam Ahmad bin Hanbal (241H/855M)– Pengasas dengan keadaan air laut pasang dan surutnya telah Mazhab Hanbali dibuktikan benar hingga hari ini (b) Selain mereka terdapat ramai lagi ulamak terkenal ILMU KIMIA seperti (a) Pada zaman Abasiyah umat Islam telah berjaya i. Al Qadhi Abu Yusuf (182H/798M) membetulkan beberapa teori kimia yang penting ii.

Sahnun (240H/854M) (b) Mereka telah mengasaskan fakta-fakta kimia iii. Al mawardi (450H/1058M) berasaaskan uji kaji yang telah memberi sumbangan iv. Ibnu Qudamah (620H/1223M) yang besar dalam bidang kimia hingga ke hari ini (c) Penemuan ini antara lain Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 28 i. Penemuan asid galian seperti asid nitrik iii. Mencipta ubat untuk pelbagai penyakit kronik ii. Asid sulfurik dan asid hidro klorik iv. Mencipta picagari, ubat bius dan benang khusus iii.

Teori penghasilan petrolium uttuk menjahit luka pembedahan iv. Membeiki proses pembuatan kaca (d) Tokoh perubatan yang terkenal (d) Tokoh utama dalam bidang ini ialah i. Al Razi – merupakan ahli perubatan dan ahli biologi, i. Jabir ibnu Hayyan (198H/813M) - orang pertama fizik dan kimia. Menulis 200 buah buku perubatanmenemui asid sulfurik dan menghasilkan 8 buah mengkaji penyakit campak, buku beliau yang karya tentang kimia terkenal ialah al Hawi diterjemahkan dan digunakan ii.

Khalid Ibnu Yazid – ahli kimia terawal dan oleh beberapa universiti di Eropah menghasilkan kitab al Hararat ii. Ibnu Sina – Beliau seorang ahli perubatan dan ahli ILMU FIZIK falsafah. Menghasilkan beratus buah buku mengenai (a) Fizik merupakan salah satu cabang ilmu sains yang perubatanyang paling terkenal ialah Qanun fi Al dikuasai oleh umat Islam pada zaman kerajaan Tibb diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa dan Abaasiyah digunakan di Universiti di barat dari abad 12 hingga (b) Bentuk pencapaian pada zaman Abasiyah dalam 17 bidang ini ialah iii.

Hunain Ibnu Ishaq – di Barat dikenali sebagai i. Mencipta teori pergerakan jirim, daya graviti dan Joanitus, menulis buku Sepuluh treaties mengenai pantulan cahaya mata dan persoalan perubatan ii. Menjelaskan tentang lapisan-lapisan mata serta iv. Jabbar ibnu Hayyan – terkenal sebagai ahli proses penglihatan perubatan dan ahli kimia.

Banyak membuat iii. Menyekat kelajuan bunyi dan cahaya penyelidikan dalam bidang tersebut dan akhirnya iv. Mencipta cermin mata menjadi rujukan dalam bidang perubatan dan kimia (c) Tokoh dalam bidang ini ialah; i.

Al Hasan bin al haitham (430H/1039M) – merupakan FALSAFAH ahli fizik yang disegani. Beliau telah menghuraikan (a) Al Kindi – menghasilkan 263 buah buku mengenai proses penglihatan menerusi pembalikan cahaya falsafah.

Pemikirannya di akui oleh ahli falsafah barat. pada retina. Banyak bukunya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Eropah GEOGRAFI (b) Ibnu Sina – selain ahli perubatan beliau juga (a) Beberapa pebnemuan baru telah dilakukan iaitu merupakan ahli falsafah dan banyak membincangkan i. Memberi ukuran yang tepat tentang keluasan bumi kewujudan Allah, Roh manusia dan kaitan dengan ii.

Menghasilkan peta dunia pertama dalam bentuk glob Allah (b) Tokoh ilmu geografi yang terkenal (c) Imam al Ghazali – ahli falsafah yang terkenal dengan i.

Al syarifu al Idrisi (461H/1166M) – Beliau pernah panggilan Hujjatul Islam. Kejayaannya mengabungkan dijemput oleh King Roger II dari Sicily untuk antara falsafah dan tasawwuf dengan akidahsyariat menghasilkan peta dunia terkini ketika itu. Karyanya dan akhlak. yang agung ialah ensiklopedia lengkap mengenai Eropah (Nuzhatu al Musytak Fi Ikhtiraq al Afaq) 21.5 KESAN PERKEMBANGAN ILMU ii.

Ibnu Jabary – tokoh pelayaran yang menghuraikan ▪ Memberi penghargaan terhadap jasa dan sumbangan secara terperinci tentang kedudukan muka bumi dan tokoh ilmuan penduduk ▪ Lahir tokoh Islam yang terkemuka dalam pelbagai iii. Al Khawarizmi – menghasilkan surah al Ardh bidang ilmu (gambaran bumi) iaitu bentuk-bentuk bumi, ▪ Umat Islam zampai ke mercu ketinggian dan disertakan dengan peta tentang bumi dan langit keagungan ilmu di mana negara barat belum iv.

Ibnu Battutah – mengembara di pelusuk dunia mencapainya sejauh 120 675 km dan mengambil masa selama28 ▪ Perkembangannya dari segi naqli dan aqli memberi tahun. Bukunya Tuhfat al Nazar fi ‘Ajaib al Amsar” manfaat yang besar kepada dunia hari ini ▪ Ilmu dan teknologi yang dikuasai oleh orang Islam telah ILMU KEDOKTORAN DAN PERUBATAN dipindahkan ke Eropah hingga tercetusnya zaman (a) Hasil dari hubungan antara Arab dengan Farsi dan pembaharuan atau renaissance.

Rom telah memberi peluang kepada mereka untuk ▪ Karya ilmuan Islam telah diterjemahkan ke dalam medalami bidang perubatan. bahasa lain termasuk hebrew dan latin (b) Khalifah Abu Jaafar pernah meminta nasihat dari pakar ▪ Sebagai umat Islam kita hendaklah berusaha untuk perubatan di baghdad dan India dan membina hospital mengembalikan kegemilangan tamadun Islam dengan di Baghdad menguasai pelbagai bidang ilmu (c) Pencapaian dalam bidang perubatan ketika itu ▪ Zaman ini ilmu pengetahuan merupakan aset antaranya terpenting mencapai kejayaan dan kemajuan i.

Menjelaskan teori jangkitan virus seperti TB ii. Menemui pelbagai jenis penyakit seperti Rubella, Alahan, cacar dan penyakit jiwa Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 29 TAJUK 22 PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI 22.1 PENGUASAAN UMAT ISLAM DALAM SAINS DAN 22.2.3 Globasisasi Ilmu TEKNOLOGI ▪ Aktiviti perdagangan yang meluas serta pembukaan ▪ Kebangkitan tamadun Islam pada zaman Abasiyah tempat yang strategik di sicily meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

Andalus telah disuburkan dengan kemunculan cendikiawan dan saintis membuka peluang kepada perkembangan ilmu Islam yang mana Andalus dan Sicily telah menjadi pengetahuan tumpuan para pencinta ilmu terutama dari Eropah ▪ Sicily di Itali bangak menyimpan khazanah ilmu pengatahuan terutama dalam bidang perubatan dan ▪ Orang Islam berjaya menguasai sains dan teknologi astronomi daripaada tangan orang Rom, Parsi dan Yunani dan ▪ Andalus pula menjadi tumpuan masyarakat Eropah membuat penemuan baru serta membetulkan kesalahan menimba ilmu fakta sains terdahulu ▪ Terdapat 700 buah masjid, sebuah universiti dan 70 buah perpustakaan di Andalus 22.2 FAKTOR PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI ▪ Terdapat hampir 500 000 manuskrip yang tersimpan 22.2.1 Aktiviti Penterjemahan di perpustakaan di Andalus ▪ Aktiviti penterjemahan yang dilakukan semasa ▪ Keadaan ini memainkan peranan yang sangat penting kerajaan Abasiyah lebih giat dilakukan.

kepada perkembangan sains dan teknologi ▪ Semasa pemerintahan Al Makmun aktiviti ini 22.3 KESAN PENEMUAN SAINS DAN TEKNOLOGI dijalankan dengan lebih terancang. ▪ Pencapaian dalam bidang sains dan teknologi telah ▪ Baitul Hikmah menjadi pusat penterjemahan negara mengubah cara hidup umat Islam ▪ Penterjemah yang ditugaskan di Baitul Hikmah ialah ▪ Penemuan ini memberi peluang umat Islam hidup Yuhana Bin Masawaih dan Hunain Bin Ishak lebih maju dari umat yang lain ▪ Pelbagai jenis karya dalam bidang falsafah▪ Segala pencapaian ini meletakkan status umat Islam astronomi, kimia, fizik, biologi dan perubatan amat tinggi dan berjaya menarik ramai bukan Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

diterjemahkan daripada Bahasa Yunani, Parsi dan memeluk agama Islam Hindi ▪ Penemuan ini menjadikan manusia lebih beriman 22.2.2 Galakan Khalifah kepada Allah dan meraai kekuasaan Allah Khalifah sangat mengambil berat tentang perkembangan 22.4 KEPENTINGAN SAINS DAN TEKNOLOGI ilmu termasuk sains dan teknologi. Pelbagai program telah ▪ Ilmu sains dan teknologi mendominasi kehidupan dilaksanakan untuk memajukan bidang ini seperti: manusia ▪ Mengadakan seminar perubatan yang dihadiri oleh ▪ Umat yang gagal menguasai sanis dan teknologi akan pakar perubatan seluruh dunia pada setiap musim haji ketinggalan di belakang umat yang lain ▪ Menyediakan peruntukan yang banyak dalam bidang ▪ Penemuan bidang sains dan teknologi membantu penyelidikan sains dan teknologi manusia menjalani kehidupan dengan lebih mudah ▪ Membina pusat-pusat penyelidikan sanins seperti dan tersusun balai cerap dan memerintahkan supaya mereka ▪ Kebenaran tentang kewujudan Allah dan peralatan untuk bidang astronomi dan makmal bedah.

kekuasaanNya dapat diperolehi melalui penemuan pelbagai sudut dalam ilmu sains Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 30 TAJUK 23 PERKEMBANGAN EKONOMI Bidang ekonomi merupakan satu bidang yang penting kepada e. Membuat penyelidikan dalam bidang pertanian kemajuan sesebuah negara. Negara yang maju dari segi f. Menyediakan alat kemudahan pertanian dan Ekonomi akan maju dari segi lain-lain seperti pendidikan, sosial, pentadbiran dan sebagainya.

khidmat nasihat. 23.1 KEISTIMEWAAN BAGHDAD DALAM EKONOMI ▪ Jenis dan hasil pertanian adalah seperti berikut i. Bijirin – gandum, barli dan beras ▪ Kedudukan yang strategik menjadi laluan perdagangan ii.

Buah-buahan – anggur, delima, kurma, epal, pisang, timur dan barat tembikai, buah tin dan buah zaitun ▪ Terdapat sebuah pasar yang dikenali sebagai “Suq iii. Sayur-sayuran / rempah ratus – timun, kubis, kunyit, Baghdad” yang menjadi tumpuan pedagang Parsi kacang tanah, ubi, manisan dan tebu ▪ Terdapat ladang-ladang pertanian dan ternakan serta iv. Ternakan – lembu, kambing, ayam, itik, lebah dan sebuah pasar yang dikenali sebagai “Suq al Baqar” lain-lain.

23.2 SUMBER EKONOMI ISLAM ▪ Kegiatan pertanian juga adalah untuk eksport. ▪ Kharaj – iaitu cukai tanah yang dipungut ke ▪ Negeri Iraq dan Mesir adalah dua negara pertanian atas orang Islam. Kadarnya adalah mengikut ketentuan yang munasabah berdasarkan penilaian pemerintah yang termaju.

▪ Jizyah iaitu hasil cukai yang dikenakan ke INDUSTRI PEMBUATAN DAN KRAFTANGAN atas orang bukan Islam yang tinggal di negara Islam. meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Zakat iaitu kadar harta tertentu yang ▪ Hasil pembuatan dan kraftangan juga merupakan dikenakan ke atas harta tertentu yang menjadi milik sumber ekonomi yang penting orang Islam setelah cukup syaratnya. ▪ Usyur iaitu cukai perniagaan yang ▪ Berbagai hasil dan kraf telah dihasilkan seperti sutera, dikenakan ke atas orang bukan Islam dan juga ke atas kapas, tembikar, kaca, emas dan perak.

kapal dagangan yang menjalankan kegiatan perdagangan di pelabuhan negara Islam. ▪ Beberapa buah negara telah muncul sebagai pengeluar ▪ Ghanimah iaitu barang-barang rampasan hasil pembuatan dan kraf antaranya: perang yang diperoleh di dalam sesuatu pertempuran i.

Tenunan, hamparan dan permaidani – Baghdad, dengan musuh yang telah tewas dalam peperangan. syairaz serta asfahan di Parsi ▪ Al Fai’ iaitu harta yang diperolehi melalui jalan perdamaian setelah pihak musuh menyerah kalah ii. Pinggan mangkuk – Mesir dan Syam iii. Barangan kaca, tembikar dan jubin – Banghdad, 23.3 LANGKAH MENINGKATKAN EKONOMI ▪ Membina dan membaiki jalan-jalan raya mesir dan syam terutama di Saida dan Sur untuk memudahkan hasil – hasil pertanian dan iv.

Barangan kulit dan senjata – Mesir, andalus dan perindustrian dibawa ke tempat-tempat lain. ▪ Membina tali air dan saliran untuk Maghribi mengalirkan air ke kawasan – kawasan pertanian di v. Perhiasan dan batu permata – Yaman, Khurasan, pendalaman. ▪ Membuat penyelidikan dalam bidang Bahrain dan Lubnan pertanian dan ternakan bagi menghasilkan keluaran vi.

Kertas – Iraq, Mesir, Maghribi dan Andalus bermutu. PERDAGANGAN ▪ Meluaskan bidang perdagangan dan Bidang ini juga sangat penting terutamanya dari segi pasaran mengadakan kemudahan import dan eksport. keluaran Islam di negara luar.

Antara faktor yang menyebabkan ▪ Memberi bantuan kepada pengusaha- perkembangan yang pesat ialah: pengusaha kilang untuk menambah hasil keluaran ▪ Pembukaan wilayah baru yang memberi banyak ruang mereka.

▪ Membina kilang-kilang perusahaan untuk pasaran dan perniagaan memberi peluang pekerjaan kepada rakyat. ▪ Perkembangan industri perkapalan memudahkan 23.4 KEGIATAN EKONOMI pergerakan pedagang PERTANIAN ▪ Sarjana Islam menghasilkan karya yang menjelaskan ▪ Khalifah Umayyah dan Abasiyyah telah hukum perniagaan dalam Islam memberi tumpuan yang sepenuhnya terhadap ▪ Kemahiran orang Arab dalam bidang perniagaan sejak pembangunan sektor pertanian. zaman jahiliyah ▪ Pelbagai usaha telah dijalankan oleh ▪ Pemerintah telah mengambil laingkah yang perlu untuk pemerintah untuk memajukan bidang pertanian seperti: a.

Memperbaiki sistem pengairan memajukan bidang perdagangan antaranya: b. Melebarkan sungai dan terusan a. Membina tempat persinggahan untuk c.

Membuat empangan d. Menbuka tanah pertanian baru memudahkan para khalifah neristirehat dan sebagainya b.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Membina pelabuhan baru dan membesarkan pelabuha sedia ada untuk memudahkan kapal berlabuh. c. Membina pelabuhan yang kukuh untuk melindungi pantai dari diserang musuh. d. Membina rumah api untuk panduan kapal perdagangan e. Membina pusat perniagaan yang dilengkapi dengan perigi di jalan-jalan utama Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 31 23.5 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN ▪ Akaun Baitul Mal dikawal oleh Diwan Al Usul (Jabatan ▪ Pelabuhan serta bandar-bandar seperti baghdad, Dalam Negeri) bersama Diwan Al Azimmah (Jabatan Basrah, Aman, Kaherah, Iskandariah dan lain-lain telah Audit Negara) menjadi tumpuan ahli-ahli perniagaan ketika itu ▪ Antara peranan penting baitul Mal ▪ Pada masa yang sama pedagang muslim telah pergi ke i.

Pengurus sumber pendapatan negara dan Canton, Cina untuk mendapatkan barangan sutera dan menjana pendapatan negara menerusi Diwan Al laluan mereka melalui Samarkand dan Turkistan Kharaj yang megurusan kutipan cukai dikenali sebagai laluan sutera ii. Mengawal belanjawan negara melalui Diwan An ▪ Terdapat juga di kalangan paniaga muslim yang Nafaqah dan menguruskan pendapatan dan berniaga di Selatan Afrika dan Madagascar. perbelanjaan untuk semua jabatan kerajaan dan ▪ Mereka membawa barang dagangan seperti tamar, gaji kakitangan gula, kapas, hasil tenunan, senjata serta barangan ▪ Pengurusan kewangan yang sistematik telah kaca dan membawa balik rempah, kapur barus, arang membolehkan kerajaan membangunkan negara serta dan sutera.

menyediakan prasarana yang baik untuk rakyat ▪ Untuk memudahkan urusan kewangan ketika itu, para pedagang menggunakan cek kembara yang dikenali 23.7 KESAN PERKEMBANGAN EKONOMI sebagai “as saftajah”.

▪ Perkembangan ekonomi menyebabkan rakyat hidup dalam keladaan yang selesa dan taraf hidup yang 23.6 PERANAN BAITUL MAL tinggi ▪ Baitul mal merupakan institusi kewangan negara ▪ Pendapatan negara yang tinggi dugunakan untuk ▪ Baitul Mal diketuai oleh “Sahib Baitul Mal” iaitu membina prasarana seperti tali air, jalan, masjidpenguasa perbendaharaan negara yang bertugas sekolah dan sebagainya menguruskan pendapatan dan perbelanjaan negara ▪ Kepesatan sektor ekonomi menyediakan peluang yang dilakukan oleh Diwan al Kharaj ( Jabatan Hasil) pekerjaan untuk rakyat dan Diwan an Naffaqah ( Jabatan Kewangan).

▪ Kita hendaklah berusaha mengembalikan ▪ Segala aktiviti kedua-dua jabatan dilaporkan kepada kegemilangan tersebut dan dihormati oleh manusia Baitul Mal lain Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 32 TAJUK 24 PERKEMBANGAN KETENTERAAN 24.1 STRUKTUR ORGANISASI KETENTERAAN Al Bahriyyah Khalifah Bahagian tentera laut Al wazir Bertanggungjawab mengawasi perairan kerajaan Abasiyah (Diwan Al Jund) serta kerja-kerja pembinaan kapal perang dan penyusunan Kementerian Pertahanan Negara angkatan tentera laut Bertanggungjawab untuk menguruskan hal ehwal pertahanan negara.

Fungsinya adalah merekod daftar 24.2 FUNGSI KETENTERAAN lengkap tentang tentera darat, laut, gaji, imbuhan, pangkat (a) Tugas utama dan sebagainya i. Mempertahankan sempadan negara daripada Majlis Al taqrir pencerobohan Bahagian Kewangan ii. Menentang musuh negara ▪ Bertanggungjawab menguruskan hal gaji dan iii. Menghadapi sebarang keadaan darurat imbuhan tentera (b) Tugas bantuan ▪ Pengurusan ketenteraan i.

Membantu pihak polis dan pihak berkuasa awam ▪ Belanjawan khusus untuk pengurusan, latihan dan dalam memelihara ketenteraman awam dan operasi peralatan ketenteraan anti keganasan Majlis Al Muqabalah ii. Membantu pihak berkuasa awam dalam bantuan Bahagian Latihan malapetaka dan pembangunan negara Bertanggungjawab menguruskan pengambilan dan latihan kepada tentera-tentera baru 24.2 FAKTOR KEJAYAAN TENTERA ISLAM Diwan At Tasnif ▪ Dasar kenteraan terbukamembuka keanggotaan Bahagian Pengurusan Sumber Manusia kepada bukan Arab Struktur ketenteraan Islam adalah Bertanggungjawab menguruskan kenaikan pangkat dan yang terbaik penyusunan tentera mengikut pasukan.

Pasukan yang ▪ Pemimpin tentera yang berkaliber mengendalikan diwujudkan ialah ketenteraan tersebut yang memberi perhatian kepada ▪ Pasukan Pengawal Khalifah kebajikan tentera dan gaji dan imbuhan yang lumayan ▪ Pasukan bergaji tetap ( Al Murtazqah) ▪ Peralatan peperangan yang terbaik.

Senjata pada ▪ Pasukan sukarelawan ( Al Mutatawwi’) masa tersebut ialah pedang, lembing, panah, manjanik Diwan Al Ardh (ballista), dabbabah (kayu pelantak), barud Depot Simpanan (gunpowder) dan pelbagai jenis kapal perang ▪ Bertanggungjawab menguruskan stor dan ▪ Strategi peperangan yang berkesan sama ada yang kelengkapan senjata diwarisi dari generasi sebelumnya atau diubah kepada ▪ Persenjataan dikendalikan oleh pengarah depot yang perkembangan semasa dikenali sebagai “Al Musyrif Ala As Sina’ah wa al ▪ Kemampuan tentera Islam melebihi kekuatan musuh Makhzan” ▪ Pemimpin tentera berfungsi sebagai mujahid, Al Jawasis pendakwah dan pendidik Bahagian perisikan ▪ Semangat juang dan sedia bekorban yang tinggi di ▪ Dikenali juga sebagai al uyun kalangan umat Islam ▪ Bertanggungjawab mengintip kekuatan dan kedudukan ▪ Pertambahan kapal-kapal perang dan pembinaan musuh serta tahap kesetiaan tentera Islam pelabuhan yang banyak Dairat al Muhandasah ▪ Anggota tentera dilatih dengan baik Bahagian Kejuruteraan Bertanggungjawab dalam pembinaan kem tentera dan kubu 24.3 KEPENTINGAN KESELAMATAN UNTUK KEMAJUAN pertahanan NEGARA Al Masahun ▪ Pembangunan dan kemajuan sesebuah negara Bahagian Peninjau bergantung kepada kestabilan politik, pendidikan dan Bertanggungjawab membuat panduan dan mensihatkan ekonomi panglima tentera tentang topografi sesuatu tempat ▪ Jika sesbuah negara tidak aman kestabilan politik akan tergugat, aktiviti perekonomian akan lumpuh dan pendidikan akan terjejas ▪ Oleh sebab itu keselamatan sesebuah negara amat penting untuk menjamin tiga aspek bagi menggalakkan kemakmuran yang kita kecapi sekarang.

Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 33 TAJUK 25 : KEGEMILANGAN DAN KEJATUHAN KERAJAAN ABASIYAH 25.1 PENGGAL PEMERINTAHAN KERAJAAN ABASIYAH masing dengan beik dan menjadikannya sebagai ▪ Penggal pertama : 132-232H/750-847M dikenali ibadat. sebagai penggal pengaruh Parsi pertama 25.3 FAKTOR KEMEROSOTAN KERAJAAN ABASIYAH ▪ Penggal kedua : 232-334H/847-945M dikenali sebagai ▪ Kelemahan Pemerintahan Kerajaan Abasiyah.

penggal pengaruh Turki pertama Semasa pemerintahan AL Wasik tidak dilakukan ▪ Penggal ketiga 334-447H/945-1055M dikenali sebagai sebarang pembaharuan. Beliau banyak bergantung penggal pengaruh Parsi kedua kepada pegawai Turki untuk mentabir negara.

Selepas ▪ Penggal keempat: 447-590H/1055-1194M dikenali beliau meninggal dunia khalifah yang menggantikannya sebagai penggal pengaruh Turki kedua iaitu al Mutawakil gagal untuk menguasai kembali ▪ Penggal kelima 590-656H/1194-1258M dikenali pentadbiran sebagai penggal bebas dari pengaruh Parsi dan Turki ▪ Perpecahan wilayah di bawah kekuasaan kerajaan Abasiyah.

Pada akhir kurun ke 9 masihi kuasa khalifah 25.2 FAKTOR KEGEMILANGAN semakin terbatas. Keadaan ini membuka ruang kepada ▪ Kestabilan politik. Kerajaan Abasiyah menumpukan menteri untuk membina kerajaan sendiri perhatian serius kepada pembebasan pemberontakan ▪ Perebutan kuasa. Semasa pemerintahan al Mutawakil dan perbalahan puak. Kestabilan politik yang dimiliki perbutan kuasa telah berlaku antara anak-anaknya.

memberi peluang kerajaan Abasiyah membangunkan Keadaan ini menyebabkan khalifah selalu bertukar dan negara melemahkan pentadbiran ▪ Dasar politik kerajaan Abasiyah.Kerajaan telah ▪ Kegawatan ekonomi. Rusuhan dan pemberontakan memberi layanan yang adil kepada semua bangsa telah menyebabkan kegiatan ekonomi tidak dapat serta mengadakan hubungan diplomatik yang baik dijalankan dengan baik dan mengurangkan jumlah dengan negara luar pedagang berdagang di Baghdad ▪ Kedudukan Baghdad yang strategik.

Pemilihan ▪ Perselisihan aliran fahaman agama. Kerajaan Baghdadsebagai pusat pemerintahan berperanan Abasiyah sering mendapat tentangan dan gangguan memajukan kerajaan. Baghdad menjadi tempat dari puak syiah dan khawarij yang menyebabkan pertemuan barat dan Timur dalam perdagangan dan ketenteraman awam terganggu pendidikan ▪ Serangan dari luar.

Kerajaan Abasiyah telah ▪ Perpaduan antara kaum. Rakyat kerajaan Abasiyah menghadapi tentangan dari utara iaitu dari Armenia, terdiri dari berbilang kaum dan khalifah memberikan dari barat iaitu tentera salib dan dari Timur iaitu tentera layanan yang sama adil. Rakyat bukan Islam juga Monggolia yang menyebabkan kejatuhan kerajaan diberi layanan yang adil Abasiyah pada 1258 Masihi/ 656 H.

▪ Penghayatan konsep kerja sebagai ibadat. Rakyat dan pemimpin menjalankan tugas dan kerja masing- Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 34 26.1 RIWAYAT HIDUP TAJUK 26 IBNU SINA ▪ Mencipta benang khusu untuk pembedahanpicagari ▪ Nama sebenar ialah Al Husain bin Abdullah bin Al dan ubat bius Hassan bin Ali bin Sina. Gelarannya ialah Abu Ali ▪ Menemui kaedah perubatan tentang penyakit lumpuh, ▪ Dilahirkan pada tahun 980 M bersamaan 424 H di penyakit berkaitan pernafasan, limpa, usus, penyakit Kampung Afthanah atau Kharthanik dekat Bukhara kulit dan penyakit berjangkit.

(Uzbekhistan) ▪ Membicarakan penyakit kelamin dan penyakit jiwa yang ▪ Bapanya keturunan Turki dan berasal dari Balakhmengganggu sistem saraf. berpindah ke Bukhara pada zaman Amir Nuh bin ▪ Menghuraikan penyakit radang, selaput dada dan Mansur. penyakit paru-paru. ▪ Pengarang Islam menggelarkan beliau al sheikh al rais ▪ Terkenal dalam bidang anatomi iaitu ilmu yang (mahaguru) kerana menguasai hampir semua bidang menghuraikan kedudukan organ dan tubuh manusia ilmu dan merupakan ahli poliyik dan pakarperubatan ▪ Membuat kajian tentang fungsi mata (penglihatan dan yang masyhur.

pergerakan anak mata) ▪ Pernah menjadi murid kepada al Farabi dan terkenal ▪ Menulis lapan risalah kedoktoran yang lengkap pada zaman pertengahan tahun 800 – 1200 M.

▪ Menghasilkan ensiklopidia kedoktoran yang ditulis ▪ Dalam ilmu perubatan orang barat beliau lebih dikenali dalam 5 jilid, di mana terdapat 760 nama jenis ubat dengan nama Avicenna. melalui bukunya Kitab An Najat ▪ Beliau meninggal dunia di Hamazan, Iran pada tahun ▪ Penyumbang utama dalam perubatan moden. 1037 M / 483 H pada hari Jumaat bulan Ramadhan ketika berusia 57 tahun. BIDANG FALSAFAH ▪ terkenal sebagai raja daripada failasuf di timur 26.2 SIFAT PERIBADI ▪ Dapat menghubungkaitkan setiap disiplin ilmu yang ▪ Seorang yang cintakan ilmu pengetahuan.

Belajar ilmu dieksploitasikannya sebagai satu kesepaduan. fardhu ain dan fardhu kifayah pada usia 5 tahun. ▪ Seorang yang cerdik dan kuat ingatan. Berjaya BIDANG FIZIK menghafaz Al Qur’an ketika berusia 10 tahun dan mula ▪ Penerokaan dan penemuan mengenai alam tabie ( mengeluarkan pendapat ketika berusia 14 tahun.

bumi, bintang dan cakerawala) dan beberapa bahagian ▪ Tekun dan sabar ketika menuntut ilmu dan mempelajari badan manusia sendiri karya al Farabi ▪ Kegemaran utamanya ialah membaca buku-buku HASIL KARYA ilmiah. ▪ Al Qanun fi Al Tibb, buku mengenai kaedah-kaedah perubatan yang berkaitan dengan tubuh badan, jenis 26.3 PENDIDIKAN penyakit dan cara mengubatinya.

▪ Bapanya menyediakan seorang guru al Qur’an dan ▪ Al Ansaf iaitu buku mengenai9 hal-hal berhubung ilmu seorang guru kesusasteraan.

falsafah ▪ Guru yang pertama ialah Abdullah al Natali yang ▪ Al Syafa fil al Hikmah, menjelaskan tentang falsafah mengajar beliau dalam bidang ilmu tafsir, matematik, untuk membantu penyembuhan rohani dan jasmani geometri, fizik, astronomi dan mantiq.

▪ Al Syafa al Najar mengandungi bidang logika, fizika ▪ Beliau mempelajari ilmu hisab hindi dari seorang dan metafizika. Perbahasan tentang idealisme dan peniaga. materialsme yang pernah dibentangkan oleh falsafah Al ▪ Beliau pernah belajar dengan Ismail al Zahid tentang Farabi. ilmu fiqh, bahas dan munazarah. ▪ Al Mubtada’ wal Maad ▪ Beliau ke Khurasan untuk menyambung pelajaran ▪ Kitab An Najat selepas kematian bapanya.

▪ Kitan Al Isyarat. ▪ Seterusnya beliau ke Jarjan untuk belajar ilmu seterusnya yang lain. 26.5 KEISTIMEWAAN QANUN FI AL TIBB ▪ Di Khawarizmi beliau belajar ilmu tarbiah dan ▪ Dinamakan Qanun fi Al Tibb atau formula Medica ketuhanan. Disitulah timbul minatnya dalam bidang bermaksud undang-undang perubatan pusaka perubatan. kedoktoran Yunani Purba. Dikarang ketika berusia 21 ▪ Gurunya yang pertama mengajar ilmu perubatan ialah tahun Ibnu Yahya.

Ketika berusia 17 tahun telah menguasai ▪ Dijadikan buku teks di beberapa buah universiti di ilmu perubatan dan menjadi seorang tabib. Eropah bagi fakulti perubatan ▪ Beliau telah mendalami dan mengumpul buku-buku ▪ Membicarakan tentang perubatan spekulatif dan tentang perubatan. praktis. 26.4 HASIL PENINGGALAN DAN HASIL KARYA ▪ Menggariskan sedara terperinci hubungan antara BIDANG PERUBATAN penyakit dan puca jangkitan penyakit ▪ Beliau telah mengenalpastisekurang-kurangnya 760 ▪ Pada abad ke 12 diterjemahkan ke dalam bahasa Latin jenis ubat-ubatan, punca penyakit serta kaedah dan seterusnya ke bahasa - bahasa lain.

perubatan ▪ Sehingga abad ke 19 buku ini merupakan rujukan ▪ Mengemukakan cara atau kaedah perubatan bentuk utama dalam bidang kajian saraf.Mengemukakan spekulatif (teori) dan perubatan berbentuk amali kaedah perubatan dengan bantuan gambarajah dan (praktis) sketsa dan diguanakn di barat selama 600 tahun. ▪ Penemuan penyakit baru dan puncanya aitu pengaruh kuman dalam penyakit, jangkitan virus seperti TB, penyakit Rubella dan lain-lain Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 35 TAJUK 27 IBNU KHALDUN 27.1 RIWAYAT HIDUP BIDANG EKONOMI ▪ Nama sebenarnya ialah Abdul Rahman Abu Zaid ▪ Berpendapat bahawa rezeki Allah hendaklah dinikmati Waliuddin bin Khaldun al Maliki al Khadrami dengan adil dan saksama ▪ Dilahirkan pada awal Ramadhan tahun 733 H ▪ Kemajuan sesebuah negara bergantung kepada bersamaan 27 mei 1332M di Syarik Tarbiah al Mai kekuatan ekonominya bandar lama Tunis ▪ Manusia adalah pemegang amanah harta dan harus ▪ Berasal dari Hadratul Maut, kemudian berpindah ke menguruskan dan membelanjakan mengikut syariat.

Andalus, Sepanyol dan akhirnya ke kota Siville. ▪ Pernah berkhidmat dengan kerajaan Granada pada BIDANG SEJARAH tahun 1361 M semasa pemerintahan Sultan (a) merupakan pengasas ilmu filosof sejarah yang Muhammad IV terkemuka di zamannya ▪ Pernah dilantik sebagai hakim di Kaherah pada tahun (b) Menggarisakn empat perkara yang perlu dilakukan oleh 1384 M dan dilantik menjadi duta ke negeri Costinia sejarahwan dalam penelitian dan analisis laporan kemuadiannya ke Maghribi sejraha iaitu ▪ Meninggal dunia pada bulan Ramadhan 808 H i.

Membandingkan antara peristiwa-peristiwa bersamaan 16 Mac 1406 M ketika berusia 75 tahun berdasarkan sebab dan musabab ▪ Dikebumikan di perkuburan kaum Sufi di luar Bab Al ii.

Mengkaji peristiwa lalu untuk dijadikan iktibar kepada Nasr peristiwa yang sedang berlaku iii. Mengambil kira pengaruh iklim dan alam sekitar 27.2 SIFAT PERIBADI terhadap apa yang berlaku ▪ Mempunyai budi pekerti mulia.

iv. Mengambil kira kedudukan ekonomi dan budaya ▪ Seorang yang kuat ingatan. Menghafaz al Qur’an sejak terhadap peristiwa yang berlaku kecil ▪ Seorang yang rajin, tekun dan mempunyai minat BIDANG POLITIK mendalam terhadap ilmu pengetahuan ▪ pernah aktif dalam bidang politik dan menjawat jawatan ▪ Beliau seorang yang tegas dan lemah lembut serta jawatan penting sebelum bersara rajin berusaha dan minat dalam penyelidikan ▪ Berpendapat Islam adalah asas penting untuk ▪ Menghabiskan masa dengan membaca dan membina peribadi dan negara penyelidikan ilmu ▪ Tamadun yang sebenar adalah tamadun yang ▪ Suka mengadakan perbincangan dan perdebatan berasaskan akhlak dan sistem politik yang sebenar dengan cendikiawan bagi menambahkan kematangan adalah kekuasaan sistem yang berteraskan nilai akal fikiran.

akhlak dan moral. 27.3 PENDIDIKAN BIDANG SOSIOLOGI ▪ mempelajari al Qur’an dan pendidikan awal daripada ▪ Merupakan pengasas ilmu sosiologi bapanya sendiri di Masjid al Qubbah, Tunis. ▪ Berpendapat bahawa manusia adalah makhluk sosial ▪ Mendlami al Qur’an dengan tajwid yang betul dan yang tidak mungkin dapat hidup bersendirian menghafaz sejak kecil ▪ Manusia perlu melakukan perhubungan, interaksi dan ▪ Melanjutkan pelajaran dalam bidang al Ulum al syariah komunikasi untuk memenuhi keperluan hidup.

dan juga tafsir, saraf )‫ (صرف‬, balaghah, hadisusul fiqh, tauhid, Bahasa Arab, nahu dan sastera. HASIL KARYA ▪ Beliau turut mempelajari bidang mantiq, falsafah, ▪ Al Ibar dan At Ta’rif yang membicarakan secara matematik dan sains. terperinci mengenai masyarakat, asal usul, kewujudan ▪ Antara guru-gurunya yang terkenal ialah bandar dan desa, masalah ekonomi dan ilmu I.

Muhammad bin Abdul Muhaiman bin Al Hadhrani, pengetahuan seorang pakar hadis dan nahu di Afrika Utara.

Beliau ▪ Kitab al Ikbar iaitu kitab menganai sejarah dunia mendalami semua cabang ilmu bahasa ▪ Kitab Tarikh al Islam menerangkan tentang sejarah II. Abu Abdullah Muhammas bin Ibrahim al Abali, dunia seorang ahli Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. dan hukum. mempelajari ▪ Kitab al Ibaru wa al Diwan al Mubtada’wa al Khabaru fi tentang usuludin, mantiq, pendidikanfiqh, usul fiqh al Arabi wa al Al Ajam wa al barbar merupakan dan semua cabang hukum.

panduan daftar benda dan cerita menganai sejarah ▪ pada tahun 749 Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. beliau dan rakan-rakannya Arab, Parsi dan barbar berpindah kerana berlaku wabak taun dan kedua-dua ▪ Huraian Muqadimah Ibnu Khaldun yang merupakan ibu bapanya meninggal dunia.

Ibnu Khaldun tidak karya agung dalam membina tamadun manusia dalam meneruskan pelajaranbuat sementara waktu. menguasai berbagai ilmu. ▪ Pada tahun 755 beliau dilantik menjadi ahli majlis pangajian tinggi di Farsi dan dinaikkan pangkat menjadi 27.5 KEISTIMEWAAN IBNU KHALDUN setiausaha peribadi Aultan Abu Inan. ▪ pada 751 H beliau memegang jawatan setiausaha khas ▪ Beliau rajin membuat penyelidikan ilmiah dan di farsi bahagian surat menyurat terdapat banyak kemudahan yang disediakan untuk itu.

▪ Pada 755 H dilantik menjadi salah seorang ahli majlis pengajian di Farsi 27.4 SUMBANGAN DAN KESAN PENINGGALAN Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 36 ▪ Pernah dilantik menjadi setiausaha peribadi Aultan Abu Inan ▪ Pada 784 beliau berpindah ke Mesir dan menjadi guru ▪ Pada 760H dilantik menjadi setiausaha tertinggi di meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

di Al Azhar pada masa pemerintahan Sultan Abu Salam ▪ Pernah berkhidmat dengan kerajaan Granada semasa ▪ Pada 784 H beliau meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

jawatan Ketua Hakim pemerintahan Sultan Muhammad IV pada 1361 M bagi mazhab maliki bersama tiga Ketua Hakim yang ▪ Menjadi perdana Menteri Granada pada 766 – 776 H lain semasa pemerintahan Abu Abdullah Muhammad al Khafsi ▪ Pada 803 H beliau bertemu dengan Timurlance kerana berunding perdamaian dengan pihak Mesir TAJUK 28 : JAMALUDIN AL AFGHANI 28.1 RIWAYAT HIDUP ▪ Seseorang harus merasakan dirinya dapat mencapai ▪ Nama sebenar beliau ialah Muhammad Jamaludin Al tingkat kemuliaan budi yang tinggi dan mempunyai Afghani Al Husaini keinginan untuk memilikinya ▪ Beliau dilahirkan pada tahun 1838 M bersamaan dengan 1254 H di bandar Asad Abad, Kabul.

▪ Rukun Islam wajib dijadikan pengajaran pertama dan ▪ Beliau mempunyai pertalian darah dengan periwayat diajarkan kepada semua umat Islam hadis iaitu Imam Tarmizi dan seterusnya kepada Saidina Ali bin Abi Talib ▪ Di kalangan umat Islam hendaklah ada yang ▪ Beliau suka mengembara dan telah mengembara ke menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat Islam Najaf, India, Makkah, tehran dan Khurasan.

serta mendidik mereka supaya berbudi pekerti mulia. ▪ Meninggal dunia pada tahun 1897 M bersamaan tahun 1314 H ketika berusia 60 tahun. ▪ Para pelajar Islam mestilah muncul sebagai kuasa ▪ Beliau banyak menghabiskan masa dan usianya politik dan alat penyelamat kesucian al Qur’an.

dengan menuntut ilmu dan berjuang membebaskan umat Islam dari kongkongan penjajah dari segi ▪ Kesedaran yang tinggi dapat menguasai ilmu pemikiran dan tindakan. pengetahuan Islam yang lebih mendalam. 28.2 SIFAT PERIBADI ▪ Menyesuaikan agama dan falsafah dalam Islam ▪ Merupakan seorang pelopor kebangkitan orang Islam dengan buah fikiran baru berdasarkan ilmu di beberapa tempat seperti tehtan dan Moscow.

pengetahuan. ▪ Beliau meniupkan semangat perjuangan dan menentang penjajah demi kemajuan diri dan agama. 28.5 CABARAN YANG DIHADAPI OLEH JAMALUDIN AL ▪ Beliau kreatif meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. karya yang bermutu. AFGHANI ▪ Antara keperibadian yang dimiliki ialah: i. Mencintai ilmu pengetahuan Kesan dari pengembaraan beliau ke merata tempat telah ii.

Berani memperjuankan kebenaran memberi idea dalam pembaharuan. Antara cabaran yang iii. Mempunyai akal fikiran yang cerdas dan dihadapi oleh beliau sepanjang pengembaraannya ialah: berpandangan jauh ▪ Pihak Inggeris tidak mahu beliau bergerak cergas dalam iv. Memiliki semangat jihad yang tinggi v. Mempunyai kewibawaan dan kebolehan sebagai politik sehingga beliau terpaksa di awasi di kabul seorang pemimpin ▪ Beliau dapat keluar dari kabul ke Makkah dengan alasan vi. Petah berpidato dalam meniupkan semangat perjuangan di kalangan masyarakat Islam.

untuk menunaikan ibadat haji ▪ Beliau dilarang pergi ke Iran kerana di sana di dapati telah 28.3 PENDIDIKAN ▪ Mendapat pendidikan awal dari orang tuanya dalam berlaku pemberontakan terhadap Ingeris di bawah pimpinan bidang ilmu agama dan Bahasa Arab Amir a’zam Khan.

▪ Peringkat permulaan beliau mempelajari asas-asas ▪ Beliau telah pergi ke India dan menemui ulama di sana Bahasa Arab seperti nahu dan sastera. tetapi akhirnya di buang negeri. ▪ Kemudian beliau mempelajari ilmu-ilmu keagamaan ▪ Beliua pergi ke kaherah dan sempat bertemu dengan ulama ▪ Beliau hafaz al Qur’an ketika berusia 12 tahun di sana dan pelajar-pelajar Universiti Al Azhar ▪ Beliaua mendalami beberapa ilmu lain ketika berada di ▪ Beliau seterusnya merantau ke Turki semasa pemarintahan Najaf Aultan Abdul Aziz Mahmud, Ali Basya dan Puad Basya.

▪ Beliau mempelajari ilmu-ilmu moden di India seperti ▪ Beliau bergerak dalam politik di Turki dengan sains dan matematik menyampaikan syarahan kepada institusi pengajian tinggi ▪ Karya beliau yang pertama bertajuk “Keterangan ▪ Beliau merantau lalu singgah di Mesir pada awal Muharram Lengkap Sejarah Afghanistan” tahun 1288H dan bertemu dengan pembesar Basya dan menetap di sana kerana mendapat kebebasan yang penuh 28.4 PANDANGAN TENTANG KESEJAHTERAAN MANUSIA ▪ Di sana beliau bertemu dengan ramai pelajar termasuk ▪ Akal rakyat harus dibersihkan daripada kepercayaan Muhammad Abduh sehingga wujudnya gerakan Al Islah.

tahyul dan kebodohan 28.6 GERAKAN AL ISLAH ▪ Semasa menetap di Mesir beliau bersama Muhammad Abduh telah menyemarakan gerakan pemikiran beliau yang dikenali sebagai gerakan Al Islah ▪ Beliau bersama Muhammad Abduh mula mengubah pemikiran masyarakt Islam bagi menentang kuasa penjajahan seluruh negara ▪ Gerakan mereka adalah melalui penyebaran, syarahan, perbincangan dan sebagainya Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 37 ▪ Beliau mengubah cara berfikir umat Islam dengan iii.

Antara penerbitan luar negeri ialah mengenepikan pemikiran barat a. Al Urwatul Wusqa pimpinan al Sayyed ▪ Kegiatan ini membimbangkan pihak musuh terutama Jamaludin Al Afghani dan Muhammad Abduh Perancis, British dan sekutunya b. Al Manar pimpinan Rasyid Redha ▪ Beliau pernah dibuang negeri dan pulang ke Bombay iv.

Penerbitan dalam negeri ialah dan Culcutta tetapi akhirnya beliau dibenarkan pergi ke a. Al Um (1906M) Eropah pada 1300h b.

Saudara (1923M) ▪ Perjuangannya diteruskan dengan penerbitan majalah “ c. Edaran Zaman (1926M) al Urwatul Wusqa” yang dikeluarkan pertama kalinya di d. Al Ikhwan (1926M) paris pada tahun 1301 H e. Seruan Azhar dan Pilihan Timur oleh pelajar- ▪ Antara tahun 1303 – 1309 H beliau meneruskan pelajar dari Mesir pengembaraan dan bertemu dengan pemimpin (c) Gerakan ini menghasilkan kesan positif dan membina gerakan di Taheran, Mosco, Munich, Baghdad dan serta meningkatkan daya fikir umat Islam sebagainya.

(d) Gerakan ini telah mengubah corak hidup umat Islam supaya lebih kritis dan dekat dengan ajaran Islam 28.7 PENGARUH AL ISLAH DI TANAH MELAYU berpandukan AL Qur’an dan Hadis.

Aliran al Islah ini telah berkembang di Tanah melayu dan (e) Perubahan dan pembaharuan mula meresap secara terdapat dua aliran al Islah di Tanah melayu beransur dalam sukatan pendidikan Islam secara (a) Aliran dari Asia Barat formal dan tidak formal.

i. Aliran ini bersumberkan pemikiran tokoh mujahiddin seperti Ibnu taimiyah, Muhammad Abdul Wahab, Jamaludin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Al Redha 28.9 KESAN PENINGGALAN ii.

Pengaruhnya dikembangkan melalui para ▪ Menyedarkan umat Islam tentang kewajipan mereka siswazah pengajian Islam Tinggi di Mesir dan terhadap agama dan melaksanakan perintah Allah Mekah seperti Syeikh Tahir Jalaludin, Sayyed ▪ Menaikan semangat perjuangan revolusi menentang Sheikh Al Hadi penjajahan yang akhirnya merebak ke Sudan, Iran, (b) Aliran dari India Turki dan sebagainya i. Aliran ini bersumberkan kepada Syikh Waliullah Al ▪ Membetulkan penyelewengan Al Qur’an dan hadis Dahlawi ▪ Karya-karya beliau: ii.

Gerakan ini telah mengeluarkan majalah dan 1. Al Raddu Alad Dahriyyin beberapa penerbitan untuk menyampaikan 2. Al Khatirat pembaharuan dan perkembangan dalam dan luar 3. Al Urwatul Wusqa negeri 4. Al A’malul-Kamilat 29. SHEIKH MUHAMMAD ABDUH 29.1 RIWAYAT HIDUP ▪ Suka melakukan kebaikan dan kebajikan ▪ Nama sebenar beliau ialah Muhammad bin Sheikh ▪ Berakhlak mulia, zuhud dan rajin beribadat. Abduh Khairudin ▪ Beliau dilahirkan pada tahun 1849 M bersamaan 1266 29.3 PENDIDIKAN H di Mallah An Nasr, Mesir.

▪ Mendapat meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. awal dari ulamak –ulaman ▪ Beliau mempunyai hubungan kekeuargaan dengan ▪ kampungnya. Saidina Umar Al Khatab dari sebelah ibunya. ▪ Melanjutkan pengajian di Pusat pengajian Jamik Al ▪ Ayahnya ialah seorang petani yang bercita-cita tinggi ▪ Ahmidi di Tanta. ▪ Sheikh Muhammad Abduh adalah rakan seperjuangan ▪ Dalam masa dua tahun sahaja beliau telah menghafaz dan anak murid kepada Jamaludin Al Afghani ▪ al Qur’an.

▪ Meninggal dunia pada 1323 H di Iskandariah ketika Tidak lama kemudian beliau mendalami ilmu-ilmu berusia 56 tahun. ▪ agama dan akademik di Universiti al Azhar. ▪ Beliau adalah anak murid kepada Jamaludin Al Afghani 29.2 SIFAT PERIBADI yang paling baik dan pintar ▪ Merupakan intelektual Islam yang masyhur dan tokoh Semasa di Universiti Al Azhar beliau telah mendapat ▪ gerakan pembaharuan pemikiran Islam bimbingan daripada gurunya yang bernama Sheikh Merupakan tokoh pejuang menentang penajajah.

Hassan al Tawil ▪ Perjuangan beliau menjadi inspirasi kepada pejuang Setelah tamat pengajian pada tahun 1889 Mbeliau ▪ kemerdekaan di Eropah dan Asia. menjadi pendidik di Universiti Al Azhar dan Darul Ulum Beliau mempunyai daya ingatan yang kuat, kecerdasan Beliau telah melakukan beberapa pembaharuan di ▪ dan ketajaman akal fikiran Universiti al Azhar setelah dilantik menjadi anggota ▪ Mempunyai semangat juang yang tinggi dan tabah pengarang Universiti tersebut pada tahun 1894 M.

menghadapi rintangan Brcita-cita tinggi untuk memajukan masyarakat Islam 29.4 ALIRAN PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH DAN Berdaya kreatif dalam menghasilkan tulisan yang PERJUANGANNYA bernas hingga dapat mempengaruhi pemikiran orang Islam Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 38 ▪ Dengan ijazah yang diperolehinya beliau menjadi guru ▪ Menggalakan umat Islam supaya menggunakan di Sekolah Tinggi al Khadawiyah di Universiti Al Azhar bahasa Arab dalam bidang kesusasteraan kerana al Syarif Bahasa itu ialah Bahasa Al Qur’an.

▪ Beliau telah memberi penekanan akidah dengan berasaskan kenyataan dan pembuktian serta bidang 29.6 METHOD ISLAH SEIKH MUHAMMAD ABDUH akliyah yang menganjurkan pembaharuan dan ▪ Proses pengajaran di Masjid al Husin, Darul Ulum dan penyelidikan seperti logik dan falsafah.

Universiti al Azhar ▪ Setelah bertindak secara aktif menentang penjajah▪ Melalui media massa seperti majalah Al Urwah al akhirnya beliau di tahan dan diberhentikan khidmatnya Wuthqa serta akhbar serta dihantar ke sebuah kampung bernama Mahallah ▪ Karya-karya ilmiah Nasr. ▪ Jawatan yang disandang seperti hakim mahkamah ▪ Pemikirannya diperluas semasa berada di Peranchis rayuan Mesir, anggota majlis Pengurusan Universiti al dengan menerbitkan majalah “al Urwatul Wusqa” Azhar dan mufti kerajaan Mesir ▪ Pada tahun 1884, tercetus gerakan revolusi gerakan Al Mahdiyah di Afrika Utara.

Beliau pergi ke London 29.7 SUMBANGAN DAN KESAN PENINGGALAN menurut arahan Syyid Jamaludin AL Afghani bagi ▪ Mewujudkan mata pelajaran matematikgeometri, menemui pemimpin British.

algebra, geografi, sejarah dan seni khat ▪ Beliau pernah dilantik menjadi guru sekolah Al ▪ Mewujudkan piawaian dalam penyerahan sijil Sultaniah di Beirut. ▪ Mewujudkan farmasi khusus untuk pelajar Universiti al ▪ Beliau pernah memegang jawatan hakim daerah. Azhar Beliau juga dilantik menjadi anggota majlis Universiti Al ▪ Merupakan seorang penulis Islam yang terkenal yang azhar berjaya menghasilkan banyak karya yang bermutu ▪ Pada tahun 1889 beliau kembali ke Mesir dan tinggi dan bernas kemudiannya pada tahun 1890 memegang jawatan ▪ Membangkitkan semangat baru dalam Islam dan anggota Mahmakah Agong dianggap mujaddid oleh murid-muridnya di Mesir dan di ▪ Pada tahun 1894 beliau menjadi rektor universiti al seluruh dunia Azhar dan membentuk aturan pelajaran Universiti ▪ Beliau bersama Jamaludin AL Afghani bersatu tersebut menentang penjajahan Inggeris ▪ Pada Jun 1899, beliau dilantik menjadi mufti Kerajaan ▪ Memimpin gerakan pembaharuan Islam di mesir dan Mesi hingga akhir hayatnya iaitu pada tahun 1905.

Timur Tengah dengan mengatur bahagian-bahagian di ▪ Pada tahun 1900 berlaku perdebatan antara beliau dalam agama Islam dalam bentuk yang asal dan dengan Monsieurn Gabriel Hanotauxmenteri luar menyesuaikannya mengikut kemajuan. Perancis yang terkenal. Perdebatan ini dikenali sebagai ▪ Meniup semangat baru kepada pelajarnya untuk berfikir “Perdebatan Antara Eropah Dan Islam” mengikut perkembangan dan kemajuan zaman ▪ Beliau sangat menentang umat Islam yang bertaqlid ▪ Beliau merupakan pengasas Gerakan Ikhwanul dengan tidak mengetahui keadaan yang sebenar.

Muslimin yang memperjuangkan keadilan sosial untuk mewujudkan penyatuan masyarakat 29.5 SARANAN PEMBAHARUAN MUHAMMAD ABDUH ▪ Manusia mesti menggunakan perbandingan atau qias ▪ Menyeru masyarakat Islam supaya bersatu untuk tentang kejadian alam ini, ketertiban susunannya dan melepas diri dari penjajah pertalian antara sebab dan musabab ▪ Menyeru umat Islam supaya berfikir mengikut ▪ Hasil karyanya: keupayaan masing-masing tanpa mengikut pendapat i.

Al Islam wa Nasraniayah maal ilmi wal Madaniayah orang lain pada tahun 1902. Buku ini menerangkantentang ▪ Menggalakan umat Islam supaya mempelajari ilmu pembelaan Islam terhadap kecaman Nasrani meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Sains kerana ilmu itu tidak bercanggah dengan syariat Kristian Islam sekiranya difahami dan dilaksanakan dengan ii.

Risalah Tauhid pada tahun 1897 betul iii. Menterjemahkan kirab Al Radd ala al Dahrain ▪ Menyeru umat Islam supaya mengadakan karangan Sayyid Jamaludin dari Bahasa Parsi ke pembaharuan dalam semua bidang kehidupan untuk Bahsa Arab memajukan bangsa dan agama iv. Tafsir Juzuk Amma, Tafsir surah Al Ashr, Al waridah dan Al Qawaid al Misriah TAJUK 30 SHEIKH TAHIR JALALUDDIN 30.1 RIWAYAT HIDUP ▪ Beliau berasal dari keluarga yang berilmu.

Bapanya ▪ Nama sebenar beliau ialah Muhammad Tahir b Sheikh Sheikh Muhammad merupakan ulama dan hakim yang Muhammad bin Ahmad Jalaluddin masyhur. ▪ Beliau lebih dikenali dengan nama Sheikh Tahir Jalaudin atau Sheikh Muhammad Tahir Jalaudin Al ▪ Meninggal dunia pada 26 Oktober 1956 bersamaan Azhari tahun 1376 H di Kuala kangsar perak.

▪ Beliau dilahirkan di Ampik Angkek, Bukit Tinggi, Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia pada tahun 29.8 SIFAT PERIBADI di 1869 M bersamaan tahun 1286 H ▪ Merupakan pelopor gerakan reformasi Islam Nusantara Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 39 ▪ Beliau adalah guru kepada Haji Abdul Karim Amrullah (Singapura/1911) dan Pengasuh di Malaysia pada (HAMKA) dan Haji Abdullah Ahmad yang merupakan 1918. tokoh gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau ▪ Jawatan yang disandang. Beliau dilantik menjadi mufti ▪ Berjuang merubah pemikiran masyarakat Islam kepada di Perak dan Johor dan menggunakan kesempatan itu pemikiran yang merdeka dan maju dalam semua dengan baik untuk menyampaikan idea Islah bidang kehidupan.

▪ Proses pengajaran. Beliau pernah menjadi guru di ▪ Meniupkan semanagt keislaman di kalangan umat Madrasah al Masyhur (pulau Pinang), Madrasah Haji Islam dan mengeluarkan rakyat dari kongkongan Taib Parit Jamil (Johor) dan menyebarkan idea Islah di penjajah. sana. ▪ Seorang yang bijak dan petah berhujjah serta mempunyai semangat yang tinggi di samping kreatif 29.12 KEGIGIHAN SHEIKH TAHIR DALAM dalam menghasilkan tulisan yang bermutu.

MEMPERJUANGKAN IDEA ISLAH ▪ Beliau mempunyai pegangan agama yang kukuh ▪ Memberi kesedaran dan kebangkitan semangat ▪ Tegas dan memiliki semngat perjuangan yang tinggi nasionalis kepada umat Islam di Tanah Mekayu untuk ▪ Bersifat rendah diri, tawadduk dan berfikiran jauh untuk menentang penjajah memajukan umat Islam ▪ Beliau berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk membebaskan pemikiran orang-orang melayu pada waktu itu yang percaya kepada perkara khurafat dan 29.9 PENDIDIKAN syirik ▪ Sheikh Tahir dihantar ke Mekah oleh orang tuanya ▪ Menganjurkan umat Islam agar berfikir ke arah perkara untuk mempelajari ilmu agama dan menetap di sana yang membawa kemajuan dan bukan bertaklid semata- selama dua tahun mata ▪ Beliau kemudiannya menuntut di Universiti Al Azhar, ▪ Beliau bergerak cergas dalam Gerakan Islam di Tanah Mesir dansezaman dengan Sheikh Muhammad Abduh Melayu dan bertugas sebagai guru di Sekolah Agama ▪ Beliau banyak terpengaruh dengan pemikiran Johor Bahru pada tahun 1914 Jamaludin Al Afghani dan Muhammad Abduh serta ▪ Beliau menyebarkan fahamannya dalam usaha bersahabat dengan Sayyid Muhammad Rashid Redha.

mengubah masyrakat dalam majlis ramah mesra yang ▪ Selepas tamat pengajian di mesir beliau kembali ke diadakan pada tahun 1928. Mekah untuk mengajar ilmu selama dua meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. ▪ Beliau menyebarkan fahaman golongan muda supaya ▪ Pada tahun 1899, Sheikh tahir Jalaudin pulang ke masyarakat Islam berkembang dan berubah setanding Tanah air dan mengembangkan ilmunya serta dengan perkembangan dunia moden membuat pembaharuan untuk memajukan masyrakat ▪ Beliau bekerjasama dengan Sheikh Muhammad bin Islam Salim AL Kalali dalam menerbitkan majalah Al Imam ▪ Tidak lama kemudian beliau menetap di tanah melayu untuk menyalurkan pemikiran dan pembaharuan di dan mengembangkan idea pembaharuan dan kalangan masyarakat kefahaman Islam.

▪ Menyeru umat Islam supaya membaharui cara hidup berlandaskan ajaran Al Qur’an dan Sunnah 29.10 IDEA ISLAH SHEIKH TAHIR ▪ Menubuhkan Pusat pendidikan di Singapura iaitu ▪ Sepanjang persahabatan dengan Sayid Muhammad Madrasah Al Iqbal Al Islamiah dalam usaha Rashid Redha, murid Sayid Muhammad Abduh semasa mengambang pendidikan Islam di Universiti al Azhar, beliau tertarik dengan idea Islah.

▪ Beliau turut berkecimpung dalam bidang kesusasteraan ▪ Sekembalinya ke Malaysia beliau berusaha untuk melayu untuk memberi semangat keislaman di memberi kesedaran tentang kebebasan berfikir kalangan masyarakat melayu. terhindar dari kongkongan khurafat serta penjajahan ▪ Beliau mendapat kekangan dari penjajah.

Akibatnya luar pada tahun 1927 Sheikh tahir telah dipenjarakan oleh ▪ Antara mesej Sheikh Tahir Jalaluddin ialah pihak Belanda selama 9 bulan. i. Mengajak umat Islam supaya mengamalkan ajaran Islam berasaskan al Qur’an dan sunnah 36.7 SUMBANGAN DALAM BIDANG ILMU ii.

Membebaskan ajaran Islam dari adat lama yang ▪ Bidang pemikiran. Menyalurkan idea Islah serta sebahagiannya dipusakai dari agama Hindu maklumat intelektual Islam untuk membebaskan iii. Menjauhkan pengaruh negatif dari luar khususnya masyarakat melayu dari sebarang unsur penjajahan barat ▪ Bidang Pendidikan. Pada 1908 telah menubuhkan iv.

Berusaha mempelajari pelbagai ilmu Fardhu ain dan Madrasah Al Iqbal al Islamiyah di Singapura farhu Kifayah ▪ Bidang Ilmu Falak. Merupakan pengembang ilmu falak di malaysia dan digelar al Falaki 29.11 METHOD SHEIKH TAHIR JALALUDDIN ▪ Bidang kesusasteraan. Beliau merupakan penggiat ▪ Penerbitan akhbar. Beliau bersama Sayid Sheikh al sastera melalui tulisan-tulisan dalam majalah al Imam Hadi menerbitkan majalah al Imam pada 1324 H/ dan sebagainya.

▪ 1906M di Singapura dan dihentikan penerbitan pada tahun 1908. Majalah al Munir (Indonesia/1908), Neraca Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 40 31 HAMKA 31.1 RIWAYAT HIDUP 31.4.2 ORGANISASI DAN POLITIK ▪ Nama sebenar ialah Haji Abdul Malik bin Sheikh Abdul ▪ Bergerak cergas dalam pergerakan Muhamadiah dan Karim bin Sheikh Muhammad Amrullah ▪ dilantik menjadi pemimpin sekolah tabligh ▪ Beliau lebih dikenali dengan panggilan HAMKA ▪ Pada tahun 1934, beliau dilantik menjadi anggota tetap ▪ Dilahirkan pada 16 Februari tahun 1908 M bersamaan ▪ majlis Konsul Muhamadiah di Sumatera Tengah.

13 Muharram 1362H di Tanah Sirah, Sungai Batang, Antara tahun 1942-1945, jepun menakluki Indonesia Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. ▪ menyebabkan segala kegiatan beliau terhenti ▪ Berasal dari keturunan alim Ulama Pada tahun 1946, beliau dilantik menjadi ketua dalam ▪ Meninggal dunia pada 24 Julai 1981 di malaysia ketika ▪ pergerakan Muhamadiah, beliau dapat menjelajah ke berusia 73 tahun seluruh negara untuk meneruskan kegiatan dakwahnya ▪ Semasa pergolakan politik di Indonesia, beliau dilantik 31.2 SIFAT PERIBADI ▪ sebagai ketua dalam pergerakan bersenjata di ▪ Hamka merupakan seorang ulama yang terkemuka di Sumatera Barat yang diberi nama APM dan berjaya ▪ Asia Tenggara ▪ menghalau Belanda dari Sumatera barat Merupakanseorang novelis yang terkenal dan telah ▪ Pada tahun 1949, Hamka berpindah ke jakarta dan ▪ menghasilkan beberapa karya yang dapat mempunyai peranan yang lebih besar dengan menjadi mempengaruhi jiwa pembacanya ▪ anggota akhbar “merdeka” dan majalh “Pemandangan” ▪ Beliau memberi sumbangan yang besar dalambidang ▪ Pada tahun 1955 beliau mewakili badan politik bagi ▪ kesusasteraan dan kemajuan umat Islam.

Beliau juga parti Masumi ▪ dikenali sebagai Hamzah fansuri zaman baru ▪ Pergolakan politik di Indonesia menyebabkan Presiden Merupakan ahli politik yang berwibawa Sukarno mengeluarkan perintah supaya sistem Merupakan seorang yang pintar dan bijak serta mahir demokrasi pemimpin dilaksana dan pada tahun 1960 dalam Bahasa Arab parti Masumi diharamkan Seorang penulis dan pengarang yang masyhur Pada 27 januari Hamka telah ditangkap dan dipenjarakan atas hasutan komunis.

31.3 PENDIDIKAN Semasa dalam penjara beliau meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. mengarang tafsir ▪ Pada peringkat permulaan beliau belajar membaca al Al Azhar yang berassl dai kuliah subuh di Masjid Al ▪ Qur’an daripada ayahnya Azhar sejak tahun 1959 ▪ Bersekolah di Padang Panjang dan mengikuti kelas Dibebaskan pada 21 januari 1966.

agama di Pasar Usang Antara tahun 1968 – 1977 beliau banyak menyertai ▪ Tidak berapa lama kemudian, beliau merantau dari persidangan penting di luar negeri seperti Riyadh, tanah Jawa dan mendapat pengalaman baru dari Mekah, Kuala Lumpur dan kahearah. ceramah yang dianjurkan oleh Sarekat Islam dan Beliau pernah menjadi ketua majlis ulama Indonesia pertubuhan Muhammadiah di Tanah Jawa dari tahun 1975 – 1981 Berpeluang mempelajari ilmu Tafsir al Qur’an dari ulama di sana iaitu Kiyai Bagus Hadikusomo 31.5 KESAN PENINGGALAN DAN KARYA ▪ Menerbitkan Kitab Al Ummah semasa berada di 31.4 SUMBANGAN DAN PERJUANGAN HAMKA Minagkabau 31.4.1 AKTIVITI DAKWAH DAN PENULISAN ▪ Menerbitkan majalah “Pedoman Masyarakat” pada Ketika umurnya 16 tahun beliau sudah mula berpidato tahun 1936 semasa berada di Medan ▪ di merata tempat dengan memberi penekanan kepada ▪ Menghasilkan buku-buku antaranya ialah: ▪ semangat dan kesedaran baru bagi umat Islam i.

Di Bawah Lindungan Kaabah ▪ Ketika berusia 17 tahun beliau balik ke Minangkabau ii. Pedoman Mubaligh Islam dan mula berdakwah dan menerbitkanmajalah bertajuk iii. Tasawuf ▪ Khitab al Ummah iv.

Falsafah Hidup ▪ Pada tahun 1927beliau telah berangkat ke Mekah v. Revolusi fikiran ▪ bersama rombongan jemaah haji dan menubuhkan vi. Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia persatuan Hindia Timur bertujuan memberi pengajaran vii. Tafsir Al azhar (30 juzuk) agama kepada jemaah haji dari Indonesia viii.

Sejarah Umat Islam Kegiatan dakwahnya bertambah hebat selepas ix. Lembaga budi menubuhkan kolej yang dinamakan Kuliah Al Mubalighin pada tahun 1935 31.6 PANDUAN HIDUP DARI HAMKA Kolej ini berjaya melahirkan beberapa tokoh seperti ▪ Menuntut ilmu memerlukan kesabaran yang tinggi Kiyai Haji Ghazali Sahlan, prof Zakiah Darajat dan lain- ▪ Setiap orang boleh berjaya asalkan sanggup bekerja lain.

kuat dan mengatur langkah-langkah yang baik Pada tahun 1958 beliau telah diundang oleh Universiti ▪ Setiap muslim haruslah memikirkan kejayaan boleh al Azhar, Mesir dan di anugerahkan gelaran Doktor diikuti melalui pengorbanan dan usaha kehormat Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 41 TAJUK 32: ADAB BERMUSAFIR 32.1 PENGERTIAN ▪ Menyediakan bekalan yang mencukupi sepanjang Bermusafir ialah merantau ke suatu tempat lain dengan tujuan musafir yang baik ▪ Melantik ketua sekiranya bermusafir lebih dari 2 orang ▪ Mengucapkan selamat tinggal kepada ahli keluarga 32.2 HUKUM BERMUSAFIR dan memaklumkan kepada mereka tempat yang dituju ▪ Wajib bagi seseorang muslim yang berkemampuan ▪ Solat sunat musafir dan berdoa sebelum meulakan bermusafir ke mekah untuk menunaikan haji dan umrah perjalanan yang wajib ▪ Menjaga ibadat seperti solat, menutup aurat dan ▪ Sunat untuk menziarahi 3 buah masjid iaitu Masjidil sebagainya Haram, masjid an Nabawi dan Masjid al Aqsa serta ▪ Menjaga akhlak dan pergaulan agar menjadi contoh bermusafir untuk melakukan perkara sunat seperti kepada orang lain menziarahi saudara mara ▪ Harus bermusafir ke mana sahaja dengan tujuan yang 32.4 KEPENTINGAN MENJAGA ADAB BERMUSAFIR diharuskan oleh syarak ▪ Perjalanan mendapat rahmat dan kemurkaan Allah ▪ Makruh Bermusafir dengan tidak mempunyai tujuan ▪ Sekiranya berlaku pertelingkahan ketua yang dilantik dan matlamat akan menyelesaikannya ▪ Haram bermusafir ke tempat-tempat maksiat atau ▪ Supaya tidak berlaku kerosakan alam menyaksikan pesta maksiat ▪ Mengelakkan dari terjerumus ke lambah maksiat ▪ Menyebarkan dakwah melalui pergaulan dan akhlak 32.3 ADAB BERMUSAFIR yang baik ▪ Sebelum memulakan perjalanan kita hendaklah memohon petunjuk dari Allah dan meminta nasihat dari orang berpengalaman TAJUK 33 ADAB BERNEGARA 33.1 PENGERTIAN NEGARA 33.4 KESAN POSITIF SEKIRANYA MEMELIHARA ADAB Negara ialah kawasan yang tertentu yang didiami oleh ▪ BERNEGARA manusia dan dipeintah oleh sebuah kerajaan ▪ Seseorang sentiasa akan mendahulukan kepentingan ▪ negara dalam tindakannya 33.2 ADAB-ADAB BERNEGARA ▪ Mesyarakat akan sentiasa memikirkan sumbangan ▪ Semua rakyat perlu mempertahankan negara dari yang boleh diberikan kepada negara ▪ ancaman musuh sama ada dari dalam atau luar negara Melahirkan individu yang prihatain terhadap Mengekalkan kemakmuran yang dikecapi agar rakyat perkembangan dunia luar terhadap negara ▪ memperolehi manfaatnya Perbezaan kaum dan bahasa tidak lagi menjadi Menyemai sikap cintakan negara dan sanggup halangan untuk meningkatkan produktiviti negara ▪ bekorban untuk negara ▪ Mempuk semangat patriotik tanpa mengira bangsa dan 33.5 KESAN NEGATIF SEKIRANYA TIDAK MEMELIHARA agama ▪ ADAB BERNEGARA ▪ Mencurahkan bakti kepada negara untuk keselamatan ▪ Musuh sentiasa akan mencari peluang untuk dan kemajuan negara ▪ menyerang akibat ketidaksatabilan negara Menjaga imej negara pada pandangan masyarakat Ekonomi negara akan terbantut disebabkan rakyat dunia tiada sikap patriotisme Rusuhan akan berlaku kerana perasaan hormat 33.3 KEPENTINGAN MEMELIHARA ADAB BERNEGARA menghormati tidak lagi wujud ▪ Masyarakat akan sentiasa hidup dalam keadaan yang harmoni dan aman damai 33.6 SIKAP WARGANEGARA YANG BAIK ▪ Pelabur luar akan tertumpu kerana kestabilan dan ▪ Sentiasa hormat menghormati antara satu sama lain kemanannya ▪ Sentiasa berlumba-lumba untuk mengharumkan nama ▪ Ekonomi negara akan sentiasa meningkat kerana negara kemakmuran dan jati diri masyarakat ▪ Mendengar arahan pemerintah dengan fikiran yang ▪ Negara akan sentiasa disanjung oleh masyarakat luar matang kerana sifat patriotisme ▪ Mendahulukan kepentingan negara dari kepentingan peribadi ▪ Melakukan usaha yang berterusan untuk mendidik masyarakat ke arah yang lebih baik 34.1 ADAB TERHADAP PEMIMPIN TAJUK 34 ADAB DENGAN PEMIMPIN ▪ ▪ Sentiasa mendengar pandangan dan nasihat yang Mentaati pemimpin selagi tidak tersasar daripada disampaikan oleh pemimpin ▪ ajaran Allah ▪ Melaksanakan segala arahan yang membawa kepada Menghormati pemimpin dengan memberikan kepentingan ummah dan pembangna negara kerjasama yang sewajarnya Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 42 ▪ Sentiasa berganding bahu bersama pemimpin untuk 34.4 LANGKAH MELAHIRKAN RAKYAT YANG mempertahankan negara daripada ancaman musuh 34.2 FAEDAH MENTAATI PEMIMPIN MENTAATI PEMIMPIN ▪ Menjadi satu amalan dalam ajaran Islam supaya rakyat ▪ Pemimpin perlu sentiasa menjaga kepentingan dan sentiasa mentaati pemimpin untuk kebaikan dunia dan kebajikan rakyat akhirat ▪ Sentiasa mengadakan aktiviti dan program yang ▪ Melahirkan satu masyarakat yang prihatin terhadap membolehkan rakyat dan pemimpin bersama-sama pembangunan negara bertukar pandangan ▪ Mewujudkan hubungan dua hala antara rakyat dan ▪ Pemimpin perlu menjadi contoh kepada rakyat sama pemimpin yang akan menguatkan lagi keharmoian ada dari aspek peribadi, ibadah dan juga wawasan rakyat hidup yang jelas ▪ Menjadi contoh kepada dunia luar tentang kesatuan ▪ Pandangan rakyat perlu diambil kira oleh pemimpin matlamat dan agenda antara rakyat dan keimpinan untuk mewujudkan hubungan dua hala negara 34.5 TANGGUNGJAWAB PEMIMPIN TERHADAP 34.3 IMPLIKASI SEKIRANYA RAKYAT TIDAK MENTAATI RAKYAT PEMIMPIN ▪ Menjadi contoh utama kepada rakyat ▪ Kedudukan politik negara akan terancam apabila rakyat ▪ Bersikap adil dalam segala urusan tanpa mengira tidak sehaluan dengan pemimpin saudara atau ataupun keluarga ▪ Kemanan negara akan tergugat apabila pemimpin dan ▪ Memimpin rakyat agar mencintai ajaran agama dan rekyat sentiasa bertelagah antara satu sama lain penghayatan ilmu dalam kehidupan ▪ Pihak musuh akan sentiasa cuba untuk ▪ Berfikiran terbuka dengan mengambil kira pandangan menghancurkan ekonomi dan kestabilan negara segenap lapisan rakyat sebelum membuat ▪ Keadaan huru hara dalam negara akan sentiasa pertimbangan berlaku dan akhirnya akan membawa kepada ▪ Meletakkan amanah sebagai pemimpin suatu kehancuran negara tanggungjawab yang besar yang perlu dipikul TAJUK 35 ADAB BERJIHAD 35.1 PENGERTIAN JIHAD ▪ Jihad melawan orang kafir dan munafik yang boleh Menurut bahasa ialah usaha bersungguh-sungguh dilakukan dengan hati, lidah, harta dan nyawa dengan menggunakan kemampuan yang ada.

Dari sudut istilah syarak jihad merupakan usaha yang ▪ Jihad menghapuskan kezaliman dan kemungkaran dilakukan oleh seseorang muslim dengan menggunakan seluruh kemampuan untuk menagakkan 35.3 ADAB BERJIHAD Islam dan mendapat keredhaan Allah ▪ Ikhlas dan semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah dengan cara meletakkan kepentingan agama 35.2 PERINGKAT-PERINGKAT JIHAD ▪ melebihi kepentingan diri ▪ Berjihad memperbaiki diri sebagai persediaan untuk Sanggup berkorban apa sahaja untuk perjuangan dari menghadapi peringkat perjuangan yang lain.

Berjihad ▪ segi masa, harta, tenaga dan nyawa memperbaiki diri terbahagi kepada empat bahagian ▪ Sentiasa beriltizam dan istiqamah dalam perjuangan i. Mempelajari Islam Mematuhi arahan dan mempunyai semangat ii. Mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan berpasukan seharian iii. Menyebarkan ilmu 35.4 KELEBIHAN ORANG BERJUANG iv. Sabar dan Ikhlas dalam menyebarkan Islam ▪ Mendapat ganjaran pahala yang besar di sisi Allah ▪ Berjihad melawan syaitan dan terbahagi kepada dua ▪ Menjadi contoh kepada generasi kemudian atas i.

Melawan dan menghapuskan keraguan serta kegigihan yang telah ditunjukkan waswas yang ada dalam diri ▪ Memastikan dirinya dan keluarga serta umat Islam ii Menjauhkan diri daripada menurut hawa nafsu dan sepenuhnya berada dalam keredhaan Allah perkara maksiat ▪ Memiliki sifat jati diri dan kesungguhan dalam perjuangan menegakkan kebenaran TAJUK 36 ADAB MEMELIHARA ALAM 36.1 KEPENTINGAN MENJAGA ALAM ii.

Asap yang dikeluarkan oleh kilang-kilang Kita perlu menjaga alam sekitar dari segala pencemaran iii. Pembakaran terbuka untuk menjadikan alam sekitar indah, bersih dan selesa iv.

Asap rokok yang menganduni Karbon Monoksida dan untuk dinikmati tembakau memberikan kesan terhadap penghisap dan orang sekitarnya 36.2 PUNCA BERLAKU PENCEMARAN ALAM (b) Pencemaran Air iaitu perubahan yang dilakukan pada (a) Pencemaran Udara iaitu terdapat gas, cecair atau zarah kandungankeadaan dan warna air sehingga tidak yang terkandung dalam udara sehingga berlaku sesuai digunakan dan akan memberi kesan kepada perubahan yang menjejaskan kehidupan atau bahan- manusia.

Pincanya adalah seperti berikut bahan lain. Puncanya adalh seperti berikut: i. Sisa bahan buangan kilang seperti toksid yang i. Bertambah bilangan kenderaan bermotor seperti lori dibuang ke dalam sungai dan kereta ii. Pembuangan sampah, minya dan najis ke dalam air Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 43 iii.

Penerokaan hutan boleh menyebabkan hakisan dan LANGKAH MENGATASI PENCEMARAN ALAM mencemarkan sungai 36.3 Memberi kesedaran tentang pentingnya memelihara (c) Pencemaran Tanah iaitu perbuatan yang berlaku pada alam sekitar ▪ Menyediakan kemudahan yang secukupnya untuk memudahkan orang ramai memelihara kebersihan alam suatu kawasan sehingga terjadi pertukaran warna, seperti menyediakan tempat pembuangan sampah kesuburan dan hakisan.

Antar puncanya ialah Mengadakan gotong-royong untuk membersihkan i. Pembuangan bahan-bahan buangan dari sisa ▪ kawasan kampung atau bandar Menggubal dan menguatkuasakan undang-undang yang buangan kilang lebih berat bagi menghukum orang yang melakukan ii.

Pembuangan sampah merata-rata kerosakan kepada alam ▪ AKIBAT TIDAK MENJAGA ALAM berlaku banjirkemarau dan bencana alam yang lain iii. Penggunaan racun serangga secara berlebihan Manusia terpaksa mencipta bahan dari kima untuk (d) Pencemaran bunyi iaitu bunyi bising yang keterlaluan menggantikan bahan semula jadi ▪ Hutan dn binatang semakin pupus dan tidak dapat dinikmati oleh generasi akan datang sehingga menyakitkan telinga.

Pencemaran ini biasanya Pencemaran akan membawa kepada kemusnahan melebihi 80(A) dB. Puncanya ialah manusia i. Bunyi kenderaan bermotor ii. Bunyi kilang 36.4 iii. Kuari yang mengeluarkan bunyi pemecah batu dan ▪ enjin gerudi ▪ iv. Kerja-kerja pembinaan bangunan Segala pencemaran yang berlaku adalah berpunca dari ▪ manusia sendiri disebabkan perasaan tamak dan tidak ada kesedaran tentang kepentingan memelihara alam ▪ sekitar TAJUK 37 ADAB MEMBERI DAN MENERIMA HADIAH SERTA SEDEKAH 37.1 PENGERTIAN ▪ Wang atau harta kerana membantu meringankan beban ▪ Hadiah ialah pemberian sebagai satu penghargaantanda orang lain ▪ kasih sayang atau pujian ▪ Khidmat yang dilakukan dengan menolong orang lain Sedekah ialah pemberian yang dilakukan untuk membantu ADAB MEMBERI HADIAH DAN SEDEKAH 37.2 orang lain dan bertujuan mendekatkan diri kepada orang 37.4 Ikhlas kerana Allah tanpa mengharapkan balasan dari ▪ lain ▪ makhluk sama ada pujian atau wang ringgit ▪ Memberi barang yang disayangi bukan barang yang sudah ▪ KELEBIHAN MEMBERI HADIAH DAN SEDEKAH ▪ tidak digunakan lagi Mendapat ganjaran pahala dari Allah dan membals setiap Tidak mengungkit semula barang yang telah diberi 37.3 kebaikan yang dilakukan ▪ Barang yang disedekahkan hendaklah barang yang halal di ▪ Disukai oleh manusia keana mereka menggembirakan ▪ sisi syarak ▪ orang yang menerimanya ADAB MENERIMA HADIAH ATAU SEDEKAH ▪ Rezeki akan bertambah kerana Allah telah berjanji akan 37.5 Menerima dengan rasa gembira dan syukur kepada Allah ▪ menggantikan rezeki yang disedekahkan ▪ Mengucapkan terima kasih dan menerimanya dengan JENIS-JENIS SEDEKAH ▪ penuh rasa hormat Senyuman yang ikhlas kerana wajah yang manis akan Mendoakan agar pemberi mendapat rahmat Allah memberikan kegembiraan kepada orang lain ▪ PERKARA YANG MEMBATALKAN SEDEKAH Amar makruf dan nahi mungkar kerana perbuatan ini akan Al Mann iaitu mengungkit-ngungkit sedekah yang diberi menyebabkan orang lain terhindar dari apai neraka 37.6 Al Adza iaitu menyakiti hati orang itu sama ada melalui Menyelesaikan masalah orang lain seperti menunjukkan ▪ perkataan atau peeerbuatan jalan kepada orang sesat atau sebagainya ▪ Riya’ memperlihatkan kepada orang ramai Membuang perkara yang menghalang di jalan kerana menghilangkan kesusahan orang lain ▪ 38.1 PENGERTIAN TAJUK 38 ADAB BERNIAGA ▪ Menjauhi perkara haram seperti riba, menipu timbangan 38.2 Berniaga bermaksud berdagang atau berjual beli iaitu dan menjual barang haram ▪ pertukaran harta dengan harta berdasarkan syarat tertentu ▪ Melindungi hak penjuak dan pembeli iaitu saling ▪ ADAB BERNIAGA melindungi hak masing-masing seperti membuat pilihan Amanah iaitu bersikap jujur dan tidak menipu dalam dan sebagainya ▪ perniagaan 38.3 KEPENTINGAN MEJAGA ADAB BERNIAGA ▪ Ihsan iaitu melaksanakan perniagaan dengan sebaik ▪ Pembeli dan penjual akan merasa puas hati dalam urusan mungkin dengan tidak mementingkan keuntungan semata- perniagaan mata ▪ Kedua-dua pihak akan mendapat ganjaran pahala Kerjasama iaitu bertolak ansur sekiranya timbul sebarang ▪ Urusniaga masyarakat Islam akan sentiasa maju dan perkara yang tidak diingini dihormati oleh orang lain Tekun iaitu bersungguh-sungguh agar perniagaan ▪ Ikatan persaudaraan akan bertambah kuat dan ini akan berkembang menjana keharmonian mereka Nota Pendidikan Islam Tingkatan 5 44 • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Kotava • अवधी • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • डोटेली • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Kabɩyɛ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

• සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Тыва дыл • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Artikel ini bukan mengenai Hindi.

Artikel ini adalah bagian dari seri Agama Hindu Topik Sejarah • Mitologi • Kosmologi • Dewa-Dewi Keyakinan Brahman • Atman • Karmaphala • Samsara • Moksa • Ahimsa • Purushartha • Maya Filsafat Samkhya • Yoga • Mimamsa • Nyaya • Waisesika • Wedanta ( Dwaita • Adwaita • Wisistadwaita) Pustaka Weda ( Samhita • Brāhmana • Aranyaka • Upanishad) • Wedangga • Purana • Itihasa • Bhagawadgita • Manusmerti • Arthasastra • Yogasutra • Tantra Ritual Puja • Meditasi • Yoga • Bhajan • Upacara • Mantra • Murti Perayaan Dipawali • Nawaratri • Siwaratri • Holi • Janmashtami • Durgapuja • Nyepi Portal agama Hindu Sungai Sindhu (atau Indus) di negara Pakistan.

Kata Hindu berasal dari nama sungai tersebut. Agama Hindu (disebut pula Hinduisme) merupakan agama dominan di Asia Selatan—terutama di India dan Nepal—yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama ini meliputi berbagai aliran—di antaranya Saiwa, Waisnawa, dan Sakta—serta suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang "moralitas sehari-hari" yang berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan. Agama Hindu cenderung seperti himpunan berbagai pandangan filosofis atau intelektual, daripada seperangkat keyakinan yang baku dan seragam.

[1] Agama Hindu diklaim sebagian orang sebagai "agama tertua" di dunia yang masih bertahan hingga kini, [a] dan umat Hindu menyebut agamanya sendiri sebagai Sanātana-dharma ( Dewanagari: सनातन धर्म), [b] artinya " darma abadi" atau "jalan abadi" [11] yang melampaui asal mula manusia. [12] Agama ini menyediakan kewajiban "kekal" untuk diikuti oleh seluruh umatnya—tanpa memandang strata, kasta, atau sekte—seperti kejujuran, kesucian, dan pengendalian diri.

Para ahli dari Barat memandang Hinduisme sebagai peleburan atau sintesis dari berbagai tradisi dan kebudayaan di India, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh pendiri. Pangkal-pangkalnya meliputi Brahmanisme (agama Weda Kuno), agama-agama masa peradaban lembah Sungai Indus, dan tradisi lokal yang populer. Sintesis tersebut muncul sekitar 500–200 SM, dan tumbuh berdampingan dengan agama Buddha hingga abad ke-8.

Dari India Utara, "Sintesis Hindu" tersebar ke selatan, hingga sebagian Asia Tenggara. Hal itu didukung oleh Sanskritisasi. Sejak abad ke-19, di bawah dominansi kolonialisme Barat serta Indologi (saat istilah "Hinduisme" mulai dipakai secara luas [13]), agama Hindu ditegaskan kembali sebagai tempat berhimpunnya aneka tradisi yang koheren dan independen.

Pemahaman populer tentang agama Hindu digiatkan oleh gerakan "modernisme Hindu", yang menekankan mistisisme dan persatuan tradisi Hindu. Ideologi Hindutva dan politik Hindu muncul pada abad ke-20 sebagai kekuatan politis dan jati diri bangsa India. Praktik keagamaan Hindu meliputi ritus sehari-hari (contohnya puja [sembahyang] dan pembacaan doa), perayaan suci pada hari-hari tertentu, dan penziarahan.

Kaum petapa yang disebut sadu (orang suci) memilih untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem daripada umat Hindu pada umumnya, yaitu melepaskan diri dari kesibukan duniawi dan melaksanakan tapa brata selama sisa hidupnya demi mencapai moksa. Susastra Hindu diklasifikasikan ke dalam dua kelompok: Sruti (apa yang "terdengar") dan Smerti (apa yang "diingat"). Susastra tersebut memuat teologi, filsafat, mitologi, yadnya ( kurban), prosesi ritual, dan bahkan kaidah arsitektur Hindu.

[14] Kitab-kitab utama di antaranya adalah Weda, Upanishad (keduanya tergolong Sruti), Mahabharata, Ramayana, Bhagawadgita, Purana, Manusmerti, dan Agama (semuanya tergolong Smerti). [14] Dengan penganut sekitar 1 miliar jiwa, [15] agama Hindu merupakan agama terbesar ketiga di dunia, setelah Kristen dan Islam. Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Definisi • 2.1 Pengaruh kolonial • 2.2 Pendapat orang Hindu • 2.3 Pendapat orang Barat • 3 Karakteristik • 3.1 Akar Hinduisme • 3.2 Keanekaragaman • 3.3 Persamaan • 3.4 Penggolongan • 3.4.1 Enam tipe umum • 3.4.2 Religi dan religiositas Hindu • 3.5 Toleransi • 4 Mazhab, aliran, dan gerakan • 4.1 Enam mazhab filsafat • 4.2 Empat aliran utama • 4.3 Sekte dan aliran lainnya • 4.4 Gerakan keagamaan • 5 Keyakinan • 5.1 Konsep ketuhanan • 5.2 Atman dan jiwa • 5.3 Para dewa dan awatara • 5.4 Karma dan reinkarnasi • 5.5 Tujuan hidup manusia • 5.6 Jalan menuju Tuhan • 6 Pustaka suci • 6.1 Sruti • 6.2 Smerti • 7 Sejarah • 7.1 Periodisasi • 7.2 Agama-Agama Pra-Weda • 7.3 Periode Weda • 7.4 Reformisme Asketis • 7.5 Hinduisme Klasik • 7.5.1 Hinduisme Praklasik • 7.5.2 "Zaman Kejayaan" • 7.5.3 Hinduisme Klasik Akhir • 7.6 Kehadiran Islam dan sekte Hindu • 7.7 Hinduisme masa kini • 8 Pranata • 8.1 Caturwarna • 8.2 Jenjang kehidupan • 9 Praktik keagamaan • 9.1 Persembahyangan • 9.2 Upacara • 9.3 Ahimsa • 9.3.1 Vegetarianisme • 9.4 Pertapaan • 10 Tempat suci • 11 Simbolisme • 12 Keterangan • 13 Lihat pula • 13.1 Catatan kaki • 13.2 Daftar pustaka • 14 Pranala luar • 14.1 Riset tentang Hinduisme Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Dalam teks ber bahasa Arab, al-Hind adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suku bangsa di suatu daerah yang kini disebut India, sedangkan 'Hindu' atau 'Hindoo' digunakan sejak akhir abad ke-18 dan seterusnya oleh orang Inggris untuk menyebut penduduk ' Hindustan', yaitu bangsa di sebelah barat daya India.

Akhirnya, 'Hindu' menjadi istilah padanan bagi 'orang India' yang bukan Muslim, Sikh, Jaina, atau Kristen, sehingga mencakup berbagai penganut dan pelaksana kepercayaan tradisional yang berbeda-beda.

Akhiran '-isme' ditambahkan pada kata Hindu sekitar tahun 1830-an untuk merujuk pada kebudayaan dan agama kasta brahmana yang berlainan dengan agama lainnya, dan kemudian istilah tersebut diterima oleh orang India sendiri dalam hal membangun jati diri bangsa untuk menentang kolonialisme, meski istilah 'Hindu' pernah dicantumkan dalam babad berbahasa Sanskerta dan Bengali sebagai antonim bagi 'Yawana' atau Muslim, sekitar awal abad ke-16.

— Gavin Flood, An Introduction to Hinduism. [16] Kiri: Peta kawasan peradaban Lembah Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. (ditandai dengan warna hijau) beserta kota-kota kuno di sekitar aliran sungai Sindhu. Kanan: Peta aliran sungai Sindhu di negara Pakistan, yang terletak di antara negara Afghanistan dan India.

Kata Hindu (melalui bahasa Persia) berasal dari kata Sindhu dalam bahasa Sanskerta, yaitu nama sebuah sungai di sebelah barat daya Subbenua India—sebagian besar alirannya terletak di wilayah negara Pakistan—yang dalam bahasa Inggris disebut Indus. [16] [c] Menurut Gavin Flood, pada mulanya istilah 'hindu' muncul sebagai istilah geografis bangsa Persia untuk menyebut suku bangsa yang tinggal di seberang sungai Sindhu.

[16] Para sejarawan pun menyebut peradaban suku tersebut sebagai Peradaban Lembah Indus. Maka dari itu, awalnya istilah 'Hindu' merupakan istilah geografis dan tidak mengacu pada suatu agama.

Kata Hindu diserap oleh bahasa-bahasa Eropa dari istilah Arab al-Hind, dan mengacu kepada negeri bagi bangsa yang mendiami daerah sekitar Sungai Sindhu. [19] Istilah Arab tersebut berasal istilah Persia Hindū, yang mengacu kepada seluruh suku di India. Pada abad ke-13, Hindustan muncul sebagai nama alternatif India yang acap disebutkan, yang memiliki arti "Negeri para Hindu". [20] Istilah agama Hindu kemudian sering digunakan dalam beberapa teks ber bahasa Sanskerta seperti Rajatarangini dari Kashmir (Hinduka, ca.

1450) dan beberapa teks mazhab Gaudiya Waisnawa dari abad ke-16 hingga ke-18 yang ber bahasa Bengali, seperti Caitanyacaritamerta dan Caitanyabhagawata. Istilah itu digunakan untuk membedakan Hindu dengan Yawana atau Mleccha.

[21] Sejak abad ke-18 dan seterusnya, istilah Hindu digunakan oleh para kolonis dan pedagang dari Eropa untuk menyebut para penganut agama tradisional India secara umum. Istilah Hinduism diserap ke dalam bahasa Inggris pada abad ke-19 untuk menyebut tradisi keagamaan, filasat, dan kebudayaan asli India. Definisi [ sunting - sunting sumber ] Studi tentang India beserta kebudayaan dan agamanya—demikian pula definisi "Hinduisme"—telah dibentuk oleh minat kolonialisme, serta gagasan orang Barat tentang agama tersebut.

[22] [23] Sejak 1990-an, pengaruh-pengaruh beserta dampaknya telah menjadi topik perdebatan di kalangan ahli Hindu, [22] dan turut dicampuri oleh kritik-kritik terhadap India menurut pandangan Barat. [24] Karena istilah tersebut melingkupi berbagai tradisi dan gagasan yang luas, maka sulit untuk memperoleh definisi yang komprehensif. [16] Tanpa keseragaman, Hinduisme didefinisikan sebagai agama, tradisi keagamaan, dan seperangkat kepercayaan religius.

[25] Pengaruh kolonial [ sunting - sunting sumber ] Gagasan untuk sebuah sebutan umum bagi beberapa aliran kepercayaan dan tradisi di India sudah mendapat perhatian sejak abad ke-12. [26] [27] Gagasan "Hinduisme" sebagai "tradisi keagamaan dunia yang tunggal" dipopulerkan pada abad ke-19 oleh Indolog Eropa yang mengacu kepada "kasta-kasta brahmana" sebagai informasi mereka tentang agama-agama di India.

[28] Hal ini mengacu pada suatu kecenderungan untuk menegaskan sastra dan keyakinan terhadap Weda sebagai "esensi" bagi praktik keagamaan Hindu pada umumnya, serta bagi hubungan 'doktrin Hindu' masa kini dengan berbagai perguruan Wedanta (khususnya Adwaita Wedanta). [23] Kolonialisme telah menjadi faktor signifikan dalam pengaruh kasta brahmana dan "brahmanisasi" dalam masyarakat Hindu. Adat kaum brahmana juga memengaruhi pengertian Hinduisme di mata orang Eropa. Kaum brahmana melestarikan kitab-kitab Hindu yang kemudian diteliti oleh orang-orang Eropa.

Kewenangan kitab-kitab tersebut telah menjadi sasaran penelitian orang Eropa. Penetapan basis-basis tekstual agama Hindu oleh kaum orientalis Eropa didasari oleh kecenderungan untuk mengacu kepada otoritas tertulis daripada otoritas lisan. Kaum Brahmana dan ilmuwan Eropa memiliki persepsi yang sama tentang "suatu deklinasi umum dari sebuah agama yang mulanya murni".

[22] Pendapat orang Hindu [ sunting - sunting sumber ] Menurut Sarvepalli Radhakrishnan, "Hinduisme tidak sekadar keyakinan. Ia adalah gabungan antara penalaran dan intuisi yang tak dapat didefinisikan, tapi hanya bisa dirasakan." [29] Bagi orang Hindu, Hinduisme adalah jalan hidup tradisional.

[30] Banyak penganutnya yang menyebut Hinduisme sebagai Sanātana-dharma, artinya " darma yang abadi" atau "jalan yang abadi". [11] Istilah ini mengacu kepada kewajiban "abadi" yang harus dijalankan oleh seluruh umat Hindu—tanpa memandang derajat, kasta, atau sekte/aliran—seperti kejujuran, tidak menyakiti makhluk hidup, menjaga kesucian, berniat baik, pemaaf, bersabar, mengendalikan nafsu, mengendalikan diri sendiri, murah hati, dan bertafakur.

Ini berbeda dengan swadarma, artinya "darma seseorang", yaitu kewajiban yang harus dijalankan sesuai aliran yang diikuti dan tingkatan kehidupan. [31] Menurut Kim Knott, perihal darma ini mengacu pada gagasan bahwa sumbernya melampaui sejarah umat manusia, dan kebenarannya disampaikan oleh Tuhan ( Sruti) serta diwariskan dari zaman ke zaman, hingga masa kini, dalam suatu kumpulan kitab tertua di dunia, yaitu Weda.

[12] Menurut Encyclopædia Britannica: Pada masa kini, istilah [ Sanatana-dharma] itu pun digunakan oleh para pemuka, reformis, dan nasionalis Hindu untuk menyebut Hinduisme sebagai suatu agama dunia yang bersatu.

Maka dari itu, Sanatana-dharma menjadi sinonim bagi kebenaran dan ajaran Hindu yang "abadi", yang kemudian dipahami bahwa tidak hanya transenden bagi sejarah dan tak berubah-ubah, tapi juga tak terbagi-bagi dan pada pokoknya bukanlah sektarian. [d] [31] Sebagai tanggapan atas kolonialisme dan orientalisme Barat, para pemuka dan ahli Hindu menginterpretasikan agamanya dalam suatu upaya yang disebut "modernisme Hindu" oleh orang Barat.

Tokoh terkemuka dalam upaya tersebut adalah Swami Vivekananda, Sarvepalli Radhakrishnan, dan Mahatma Gandhi. [32] Menurut Gavin Flood, Vivekanda (1863–1902) adalah tokoh penting dalam pengembangan pemahaman diri umat Hindu masa kini dan telah merumuskan pandangan terhadap Hinduisme bagi orang Barat. [33] Intisari dalam filsafatnya adalah gagasan bahwa " percikan dari Tuhan" berada dalam setiap makhluk hidup, sehingga seluruh umat manusia dapat mencapai persatuan dengan "sifat ilahi bawaan" tersebut, dan dengan memandang bahwa sifat ilahi ini juga terkandung pada setiap orang maka berkembanglah kasih sayang dan harmoni sosial.

[34] Menurut Flood, pandangan Vivekananda terhadap Hinduisme adalah yang paling umum diterima oleh kebanyakan umat Hindu golongan menengah berbahasa Inggris ( English-speaking middle-class Hindus) pada masa kini. [35] Sarvepalli Radhakrishnan adalah salah satu cendekiawan terpelajar dari India yang bergelut dengan filsafat Barat dan India.

[36] Ia mencari keselarasan antara rasionalisme barat dengan Hinduisme, dan memperkenalkan Hinduisme sebagai pengalaman religius yang pada hakikatnya rasional dan humanistis. [37] [e] Wawasan Radhakrishnan disebut sangat relevan dan penting dalam membentuk jati diri Hindu kontemporer. [37] Pendapat orang Barat [ sunting - sunting sumber ] Monier-Williams (1819–1899), Profesor Sastra Sanskerta dan Indolog terawal, berpendapat bahwa "berawal dari Weda, Hinduisme telah merangkul berbagai bentuk kepercayaan, dan menyajikan fase yang cocok bagi berbagai pikiran.

Paham tersebut begitu toleran, rendah hati, komprehensif, dan menerima [berbagai bentuk tradisi]." [f] Toleransi agama Hindu terhadap aneka ragam aliran kepercayaan dan tradisi yang berbeda-beda membuatnya sulit untuk didefinisikan sebagai suatu agama menurut pemahaman tradisional orang Barat.

[41] Dalam sejumlah kajian didapati bahwa agama Hindu dapat dipandang sebagai suatu kategori dengan "batas-batas yang kabur", daripada suatu lembaga yang tegar dan terdefinisikan dengan baik.

Beberapa aktivitas keagamaan Hindu dapat dipandang sebagai hal yang lazim dalam agama tersebut, sementara yang tak lazim pun masih dapat dimasukkan ke dalam kategori agama Hindu. Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut, Ferro-Luzzi menulis suatu 'pendekatan Teori Prototipe' untuk mendefinisikan Hinduisme. [42] Menurut Flood, globalisasi kebudayaan Hindu diprakarsai oleh Swami Vivekananda dengan mendirikan Misi Ramakrishna, dan diikuti oleh para pemuka Hindu lainnya, yang membawa ajaran yang menjadi kekuatan kultural penting dalam masyarakat Barat, dan sebagai akibatnya menjadi kekuatan kultural penting di India, tempat ajaran itu bermula.

[43] Hinduisme Global tersebut menarik minat di seluruh dunia, melampaui batas-batas nasional, dan telah menjadikannya suatu agama dunia yang berdampingan dengan Kekristenan, Islam, dan Buddhisme, bagi komunitas Hindu seluruh dunia maupun orang-orang Barat yang tertarik dengan kebudayaan dan kepercayaan non-Barat. [44] Agama ini menekankan nilai-nilai spiritual universal seperti keadilan sosial, kedamaian, serta "transformasi spiritual umat manusia." [44] Sebagian perkembangannya disebabkan oleh "re-enkulturasi" atau efek Pizza, yaitu suatu kondisi ketika unsur-unsur kebudayaan Hindu diperkenalkan ke Dunia Barat, lalu mendapatkan popularitas di sana, dan sebagai akibatnya juga mendapatkan popularitas yang lebih besar di India.

[45] Karakteristik [ sunting - sunting sumber ] Keberadaan agama Hindu sebagai agama tersendiri yang berbeda dengan agama Buddha dan Jainisme diperkuat oleh penegasan para penganutnya bahwa agama mereka memang demikian berbeda. [46] Berbeda dengan dua agama tersebut, Hinduisme bersifat lebih teistik. Sebagian besar sekte dan aliran Hinduisme meyakini suatu pengatur alam semesta—dasar bagi segala fenomena di dunia yang memanifestasikan diri dalam berbagai wujud—yang disebut dengan berbagai nama, seperti Iswara, Dewa, Batara, Hyang, dan lain-lain.

Sebagian aliran meyakini bahwa berbagai kemajemukan di dunia merupakan bagian dari Brahman. Dalam agama Hindu, seorang umat boleh berkontemplasi tentang misteri Brahman (dalam konteks tertentu, Brahman dapat didefinisikan sebagai Tuhan personal ataupun impersonal) dan mengungkapkannya melalui mitos yang jumlahnya tidak habis-habisnya, serta melalui penyelidikan filosofis.

Mereka mencari kemerdekaan atas penderitaan melalui praktik-praktik brata atau meditasi yang mendalam, atau dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cinta kasih ( bhakti) dan percaya ( sradha). Akar Hinduisme [ sunting - sunting sumber ] Seorang wanita melakukan puja saat matahari terbenam di Rishikesh, Haridwar. Sejak minat akan Indologi dan studi Hindu bertumbuh, sejarah dan pangkal agama Hindu telah menjadi perdebatan para cendekiawan di Dunia Barat.

Sebelumnya, tidak ada istilah 'Hinduisme' atau 'agama Hindu', tetapi keberadaan tradisi Hindu seperti sekarang telah berpangkal sejak purbakala. [47] Selain itu, para ahli sulit mendefinisikan Hinduisme karena ketiadaan seorang tokoh pendiri agama tersebut. Para cendekiawan memandang Hinduisme sebagai gabungan dari berbagai kebudayaan atau tradisi yang ada di India.

[48] [49] [50] Salah satu akarnya adalah Brahmanisme atau agama Weda Kuno dari India pada Zaman Besi, [51] [49] yang merupakan hasil peleburan antara bangsa Indo-Arya dengan kebudayaan dan peradaban Harrapa. [52] Selain itu, tradisi yang mendukung perkembangan agama Hindu meliputi Sramana atau "tradisi penolakan" dari India Utara, serta kebudayaan mesolitik dan neolitik di India, seperti agama-agama peradaban lembah sungai Indus, [53] [54] [55] tradisi bangsa Dravida, [56] serta tradisi dan agama lokal dari suku bangsa di India.

[57] Setelah periode Weda (antara 500–200 SM dan ca. 300 M, [48] pada permulaan periode "Wiracarita dan Purana" atau "periode Praklasik"), "sintesis Hindu" mulai timbul [48] (masa ketika dimasukkannya pengaruh Sramana dan Buddhisme), diiringi dengan kemunculan tradisi bhakti ke dalam balutan Brahmanisme melalui kitab-kitab Smerti. Sintesis ini muncul di bawah tekanan perkembangan Buddhisme dan Jainisme. [58] Selama pemerintahan Dinasti Gupta, kitab-kitab Purana disusun, digunakan untuk menyebarkan ideologi keagamaan umum di tengah-tengah akulturasi yang dijalani masyarakat tribal dan buta huruf.

Hasilnya adalah kemunculan Hinduisme-Puranis ( Puranic-Hinduism) yang memiliki perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan Brahmanisme sebelumnya (yang berpegang pada Dharmasastra dan Smerti). Selama beberapa abad, Hinduisme dan Buddhisme tumbuh berdampingan, [59] sampai akhirnya memperoleh keunggulan pada abad ke-8 M.

[60] [61] Dari India Utara, "sintesis Hindu" beserta konsep pembagian masyarakat menyebar ke India Selatan dan sebagian Asia Tenggara. [62] Hal tersebut didukung oleh sejumlah kegiatan: pengadaan permukiman bagi kaum brahmana di kawasan yang diizinkan oleh penguasa lokal; [63] [64] dimasukkannya atau di asimilasikannya dewa-dewi non-Weda (tidak disebut dalam Weda) yang populer; [65] [66] dan proses Sanskritisasi, yaitu kondisi ketika "orang-orang dari berbagai strata masyarakat India cenderung menyesuaikan kehidupan religius dan sosial mereka dengan norma-norma Brahmanis".

[65] [67] Proses asimilasi tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman budaya lokal di India diselimuti oleh selubung persamaan konseptual. [68] Keanekaragaman [ sunting - sunting sumber ] Prosesi pembubuhan tika saat perayaan Tihar di Nepal. Agama Hindu dapat dideskripsikan sebagai sebuah wadah tradisi yang memiliki "sifat kompleks, bertumbuh, berhierarki, dan kadangkala inkonsisten secara internal." [69] Agama Hindu tidak mengenal "satu sistem kepercayaan yang disusun demi menyeragamkan keyakinan atau iman", [16] namun menjadi istilah awam yang meliputi kemajemukan tradisi keagamaan di India.

[70] [71] Menurut Mahkamah Agung India: Tidak seperti agama lainnya di dunia, agama Hindu tidak mengklaim satu nabi saja, tidak memuja satu dewa saja, tidak menganut satu konsep filosofis saja, tidak mengikuti atau mengadakan satu ritus keagamaan saja; faktanya, ciri-ciri [agama Hindu] itu tidak seperti agama atau kepercayaan lain pada umumnya. Tak lain dan tak bukan, agama [Hindu] itu merupakan suatu jalan hidup.

[g] [72] [73] Salah satu masalah dalam merumuskan satu definisi tentang istilah "agama Hindu" adalah adanya fakta bahwa agama Hindu tidak didirikan oleh seorang tokoh.

[16] [74] Agama ini merupakan sintesis dari berbagai tradisi, atau himpunan tradisi keagamaan yang berbeda tetapi memiliki persamaan. [48] [50] Konsep ketuhanan dalam tubuh agama Hindu pun tidak seragam. Beberapa aliran bersifat monoteisme—mengagungkan Wisnu, Kresna, atau Siwa—sementara aliran lainnya bersifat monisme, yang memandang bahwa para dewa atau sembahan apa pun merupakan manifestasi beragam dari Yang Maha Esa.

[75] Beberapa aliran Hindu bersifat panenteisme—sebagaimana disebutkan dalam kitab Bhagawadgita—yang meyakini bahwa Tuhan meresap ke seluruh alam semesta, tapi alam semesta bukanlah Tuhan.

[76] Beberapa filsafat Hindu membuat postulat ontologi teistis (dalil ketuhanan) tentang penciptaan dan peleburan alam semesta, meskipun beberapa umat Hindu merupakan ateis yang memandang Hinduisme tak lebih dari sebuah filsafat, bukan agama.

Di samping itu, agama Hindu tidak mengenal satu sistem saja untuk mencari "keselamatan" ( salvation), [16] namun mengandung sejumlah aliran dan berbagai bentuk tradisi keagamaan.

[77] Beberapa tradisi Hindu mengandalkan ritus tertentu sebagai hal penting demi keselamatan, tapi berbagai pandangan mengenai hal tersebut juga hadir secara berdampingan. Agama Hindu juga dicirikan dengan adanya kepercayaan akan reinkarnasi ( samsara, atau siklus lahir-mati) yang ditentukan oleh hukum karma, dan gagasan tentang "keselamatan" adalah kondisi saat individu terbebas dari siklus lahir-mati yang terus berputar.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, agama Hindu dipandang sebagai agama yang paling kompleks dari seluruh agama yang masih bertahan hingga saat ini.

[78] Persamaan [ sunting - sunting sumber ] Di samping berbagai perbedaan yang teramati, ada pula rasa persamaan dalam Hinduisme. [79] Menurut tokoh spiritual Hindu Swami Vivekananda, ada kesatuan fundamental dalam tubuh Hinduisme, yang mendasari berbagai perbedaan dalam bentuk-bentuk pelaksanaannya. [34] Pada umumnya, umat Hindu mengenal berbagai nama dan gelar seperti Wisnu, Siwa, Sakti, Hyang, Dewata, dan Batara.

Beberapa aliran memandang nama dan gelar tersebut sebagai aneka manifestasi dari Yang Maha Esa atau Yang Mahakuasa, sehingga agama Hindu dapat dikatakan bersifat monisme. Agama Hindu juga dicirikan dengan adanya kepercayaan akan makhluk ilahi/ makhluk surgawi, yang dipandang tidak setara dengan Yang Mahakuasa, sedangkan beberapa aliran juga memandangnya sebagai manifestasi dari Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

Mahakuasa. [75] Karakteristik lainnya—yang kerap dijumpai dalam tubuh Hinduisme—adalah iman tentang reinkarnasi dan karma, serta keyakinan akan kewajiban yang harus dipenuhi secara mutlak ( darma). Selain itu, banyak aliran Hinduisme mentakzimkan suatu kumpulan kitab suci yang disebut Weda, meskipun ada beberapa aliran yang mengabaikannya. [80] Sekte Hindu seperti Linggayata bahkan tidak mengikuti Weda, tapi masih memiliki kepercayaan akan Siwa.

[81] Sebaliknya, sekte Ayyavazhi memiliki kitab suci tersendiri yang disebut Akilattirattu Ammanai, [82] namun masih mengimani Tuhan yang sama dengan Hinduisme—contohnya Narayana dan Laksmi—serta memiliki sejumlah mitos yang mirip dengan mitologi Hindu pada umumnya. Dalam perkembangannya, tradisi Hindu yang cenderung mengagungkan Wisnu—atau Narayana dan Kresna—disebut Waisnawa, sementara yang memuja Siwa disebut Saiwa (Saiwisme).

Dilihat dari luar, aliran Saiwa dan Waisnawa memiliki konsep tersendiri tentang Tuhan yang diagungkan. Menurut Halbfass, meskipun aliran Saiwa dan Waisnawa dapat dipandang sebagai aliran keagamaan yang mandiri, ada kadar interaksi dan saling acu antara para teoretikus dan pujangga dari masing-masing tradisi yang mengindikasikan adanya rasa jati diri yang lebih luas, rasa koherensi dalam konteks yang sama, serta inklusi dalam kerangka dan garis besar [kepercayaan] secara umum.

[79] Menurut Nicholson, pada masa antara abad ke-12 dan ke-16, para cendekiawan tertentu mulai memandang " benang merah" terhadap kekayaan ajaran filsafat yang berasal dari Upanishad, wiracarita, Purana, dan beberapa mazhab yang dikenal sebagai "enam sistem" ( saddarsana) dari filsafat Hindu yang umum." [26] Tendensi dari kekaburan distingsi filosofis juga digarisbawahi oleh Burley.

[83] Hacker menyebut perihal tersebut sebagai "inklusivisme", [84] dan Michaels berpendapat tentang "sifat identifikasi diri". [85] Menurut Lorenzen, rasa identitas ke-Hindu-an bermula dari masa interaksi antara kaum Muslim dan Hindu, [86] dan dari sebuah proses penentuan jati diri untuk membedakan kaum Hindu dengan kaum Muslim, yang sudah dimulai sebelum 1800-an. [87] Menurut Michaels: Sebagai pencegahan terhadap supremasi Islam, dan sebagai bagian dari proses regionalisasi yang berkelanjutan, dua inovasi keagamaan berkembang dalam tubuh agama Hindu: pembentukan sekte-sekte serta historisasi yang mendahului nasionalisme pada masa berikutnya … Para orang suci, dan kadangkala pemuka sekte yang militan, seperti pujangga Maratha [bernama] Tukaram (1609–1649) dan Ramdas (1608–1681), menyuarakan gagasan-gagasan yang mengagungkan kejayaan agama Hindu pada masa lampau.

Para brahmana juga menyusun tulisan-tulisan bersejarah yang kian bertambah, terutama eulogi dan riwayat tempat-tempat suci ( mahatmya), atau mengobarkan semangat reflektif untuk menghimpun dan menggubah suatu koleksi kutipan yang ekstensif tentang berbagai subjek.

[h] [88] Inklusivisme ini dikembangkan lebih jauh lagi pada abad ke-19 dan ke-20 oleh gerakan reformasi Hindu dan Neo-Vedanta, serta telah menjadi karakteristik agama Hindu modern. Penggolongan [ sunting - sunting sumber ] Agama Hindu sebagaimana biasanya dapat digolongkan ke dalam beberapa mazhab atau aliran besar.

Dalam suatu kelompok mazhab pada masa lalu—yang digolongkan sebagai "enam darsana"—hanya dua mazhab yang popularitasnya masih bertahan: Wedanta dan Yoga. Golongan-golongan utama Hinduisme pada masa kini disesuaikan dengan aliran-aliran besar yang ada: Waisnawa (Waisnawisme), Saiwa (Saiwisme), Sakta (Saktisme), dan Smarta (Smartisme). [89] Enam tipe umum [ sunting - sunting sumber ] Prosesi ganga aarti di Dashashwamedh Ghat, Benares.

Menurut J. McDaniel, ada enam tipe umum dalam tubuh agama Hindu, yang disusun dengan maksud menampung berbagai pandangan terhadap suatu subjek yang kompleks. Adapun enam tipe tersebut sebagai berikut: [90] • Agama Hindu rakyat, yaitu agama Hindu yang berdasarkan pada tradisi masyarakat setempat serta pemujaan dewa-dewi lokal, seperti Hindu Tamil, Hindu Newa, Hindu Bali, Hindu Manipuri, Hindu Kaharingan, dan lain-lain.

Berpangkal dari masa prasejarah atau setidaknya mendahului penulisan Weda. [90] • Srauta atau Agama Hindu Weda, dilaksanakan oleh kaum brahmana- tradisional yang disebut srautin. • Agama Hindu Wedanta, yaitu agama Hindu yang mengacu pada filsafat Wedanta, meliputi Adwaita Wedanta ( Smarta), dan menekankan pendekatan filosofis pada kitab-kitab Upanishad. • Agama Hindu Yoga, yaitu sekte yang menitikberatkan pelaksanaan yoga menurut Yogasutra Patanjali. • Agama Hindu Dharma atau agama "moralitas sehari-hari", yaitu Hinduisme yang berdasarkan pada realisasi karma dan pelaksanaan norma kemasyarakatan seperti wiwaha (adat pernikahan Hindu).

• Bhakti, yaitu agama Hindu yang menekankan pelaksanaan kebaktian bagi entitas tertentu, seperti Kresna, Siwa, Ganesa. Religi dan religiositas Hindu [ sunting - sunting sumber ] Menurut Axel Michaels, ada tiga bentuk religi (agama) Hindu dan empat macam religiositas (pengabdian) umat Hindu.

[77] Pembagian agama Hindu menjadi tiga bentuk bersuaian dengan metode pembagian dari India yang mengelompokkannya sebagai berikut: praktik ritual menurut Weda ( vaidika), agama rakyat dan lokal ( gramya), dan sekte keagamaan ( agama atau tantra). [91] Menurut Michaels, tiga bentuk agama Hindu yakni: • Hinduisme Brahmanis-Sanskritis ( Brahmanic-Sanskritic Hinduism): suatu agama politeistis, ritualistis, dan kependetaan yang berpusat pada suatu keluarga besar serta upacara pengorbanan, dan merujuk kepada kitab-kitab Weda sebagai keabsahannya.

[77] Agama ini mendapat sorotan utama dalam banyak risalah tentang agama Hindu karena memenuhi banyak kriteria untuk disebut sebagai agama, serta karena agama ini merupakan yang dominan di berbagai wilayah India, sebab meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

non- brahmana pun mencoba untuk mengasimilasinya. [77] • Agama rakyat dan agama suku: suatu agama lokal yang politeistis, kadang kala animistis, dengan tradisi lisan yang luas. Kadang kala bertentangan dengan Hinduisme Brahmanis-Sanskritis. [92] • Agama bentukan: tradisi dengan komunitas monastis yang dibentuk untuk mencari keselamatan ( salvation), biasanya menjauhkan diri dari belenggu duniawi, dan sering kali anti-Brahmanis. [77] Agama ini dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga bagian: • Agama sektarian: aliran keagamaan yang menggarisbawahi suatu konsep filosofis dari Hinduisme dan menekankan praktik religius menurut konsep tersebut, contohnya Waisnawa dan Saiwa.

[92] • Agama-bentukan sinkretis: agama tersendiri yang terbentuk dari sinkretisme antara Hinduisme dengan agama lain, contohnya Hindu- Islam ( Sikhisme), Hindu- Buddha ( Buddhisme Newara), atau Hindu- Kristen ( Neohinduisme). [92] • Agama proselitisis ( proselytizing religions), atau "Guru-isme": kelompok keagamaan yang berawal dari seorang guru dan biasanya menekankan isu universalisme, contohnya Maharishi Mahesh Yogi dengan gerakan Meditasi Transendental, Sathya Sai Baba dengan Federasi Satya Sai, Bhaktivedanta Swami Prabhupada dengan gerakan ISKCON, Maharaj Ji dengan Divine Light Mission, dan Osho.

[92] Menurut Michaels, empat macam religiositas Hindu yakni: • Ritualisme: terutama mengacu pada ritualisme Weda-Brahmanistis ( Vedic-Brahmanistic ritualism) yang domestik dan butuh kurban, tapi dapat juga meliputi beberapa bentuk Tantrisme Tantrisme. [91] Ini merupakan karma-marga klasik. meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

• Spiritualisme: kesalehan intelektual, bertujuan untuk meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. kebebasan ( moksa) bagi individu, biasanya dengan bimbingan seorang guru. Ini merupakan karakteristik Adwaita Wedanta, Saiwa Kashmir, Saiwa Siddhanta, Neo-Wedanta, Guruisme esoterik masa kini, dan beberapa macam Tantrisme.

[91] Ini merupakan jnana-marga klasik. [93] • Devosionalisme: pemujaan kepada Tuhan, seperti yang ditekankan dalam tradisi bhakti dan Kresnaisme. [91] Ini merupakan bhakti-marga klasik. [93] • Heroisme: bentuk religiositas politeistis yang berpangkal dari tradisi militeristis, seperti Ramaisme dan sebagian dari Hinduisme politis.

[91] Ini juga disebut wirya-marga. [93] Toleransi [ sunting - sunting sumber ] Pendeta Hindu diberi kesempatan melantunkan doa dalam suatu upacara yang diselenggarakan umat agama Romuva di Lituania. Agama Hindu memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran karena tiadanya skisma meskipun ada kemajemukan tradisi yang bernaung di bawah simbol-simbol agama Hindu. [94] [95] Pada awal perkembangannya, saat tiadanya perselisihan antaragama, umat Hindu menganggap setiap orang yang mereka temui sebagai umat Hindu pula.

[96] [97] Tetapi pada masa kini, umat Hindu menerima pengaruh dari Barat tentang pengadaan konversi agama. [98] Maka, banyak umat Hindu berpendapat bahwa identitas kehinduan diperoleh semenjak lahir, [99] sementara yang lainnya berpendapat bahwa siapa pun yang mengikuti kepercayaan dan praktik agama Hindu merupakan seorang Hindu.

[100] Gandhi menyatakan bahwa Hinduisme bebas dari dogma-dogma yang memaksa, serta dapat menampung berbagai bentuk ekspresi diri dalam ruang lingkup yang besar. [101] Dalam tubuh agama Hindu, perbedaan pada setiap tradisi—bahkan pada agama lain—tidak untuk diperkarakan, karena ada keyakinan bahwa setiap orang memuja Tuhan yang sama dengan nama yang berbeda, entah disadari atau tidak oleh umat bersangkutan. [102] Dalam kitab Regweda terdapat suatu bait yang sering dikutip oleh umat Hindu untuk menegaskan hal tersebut, sebagai berikut: एकम् सत् विप्रा: बहुधा वदन्ति ( Ekam Sat Viprāh Bahudhā Vadanti) Arti: "Hanya ada satu kebenaran, tetapi para cendekiawan menyebut-Nya dengan banyak nama." ( I:CLXIV:46) Dalam Parlemen Agama-Agama Dunia (1893) di Chicago, Swami Vivekananda sebagai perwakilan India mengawali pidatonya dengan salam " Sisters and brothers of America!" dan mendapatkan sambutan yang hangat.

[103] Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. memperkenalkan Hinduisme sebagai agama yang mengajarkan toleransi dan bersikap sangat terbuka. [104] Agama Hindu memandang seluruh dunia sebagai suatu keluarga besar yang mengagungkan satu kebenaran yang sama, sehingga agama tersebut menghargai segala bentuk keyakinan dan tidak mempersoalkan perbedaan agama.

[105] Maka dari itu, agama Hindu tidak mengakui konsep murtad, bidah, dan penghujatan. [94] [106] [107] Agama Hindu bersifat mendukung pluralisme agama dan lebih menekankan harmoni dalam kehidupan antar-umat beragama, dengan tetap mengindahkan bahwa tiap agama memiliki perbedaan mutlak yang tak patut diperselisihkan.

[108] Menurut tokoh spiritual Hindu Swami Vivekananda, setiap meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. tidak hanya patut menghargai agama lain, tapi juga merangkulnya dengan pikiran yang baik, dan kebenaran itulah yang merupakan dasar bagi setiap agama.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

{INSERTKEYS} [109] Dalam agama Hindu, toleransi beragama tidak hanya ditujukan pada umat agama lain, tapi juga pada umat Hindu sendiri.

Hal ini terkait dengan keberadaan beragam tradisi dalam tubuh Hinduisme. Agama Hindu memberikan jaminan kebebasan bagi para penganutnya untuk memilih suatu pemahaman dan melakukan tata cara persembahyangan tertentu.

[95] [110] [111] Sebuah sloka dalam Bhagawadgita sering dikutip untuk mendukung pernyataan tersebut: ये यथा मां प्रपद्यन्ते तांस्तथैव भजाम्यहम् मम वर्त्मानुवर्तन्ते मनुष्या: पार्थ सर्वश: ( Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah.) Arti: "Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal.

{/INSERTKEYS}

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai Arjuna." ( Bhagawadgita, IV:11) Dalam Parlemen Agama-Agama Dunia (1893) di Chicago, Vivekananda juga mengutip suatu meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. yang menyatakan bahwa setiap orang menempuh jalan yang berbeda-beda dalam memuja Tuhan, sebagaimana berbagai aliran sungai pada akhirnya menyatu di lautan. [104] Mazhab, aliran, dan gerakan [ sunting - sunting sumber ] Partisipasi umat Waisnawa dalam acara Festival Woodstock di Polandia.

Hinduisme tidak mengandalkan otoritas berdasarkan doktrin sentral seperti kredo, pengakuan iman, rukun iman, atau syahadat.

[112] Meskipun tradisi Hindu tidak seragam, banyak umat Hindu yang tidak mau mengakui dirinya sebagai penganut aliran atau sekte Hindu tertentu. [112] Pada umumnya, aliran dibedakan berdasarkan pada dewa yang dipuja sebagai manifestasi Yang Mahakuasa, serta pada tradisi mengenai cara pemujaan dewa tersebut.

Ada empat aliran utama yang sering teramati: Waisnawa, Saiwa, Sakta, dan Smarta. [113] Umat Waisnawa memuja Wisnu sebagai manifestasi Yang Mahakuasa; umat Saiwa memuja Siwa sebagai manifestasi Yang Mahakuasa; umat Sakta memuja Sakti (kekuatan) atau Dewi yang dipersonifikasikan sebagai wanita ilahi; sedangkan Smarta meyakini kesatuan mendasar dari lima ( Pancadewa) atau enam ( Shanmata) dewa sebagai personifikasi dari Yang Mahakuasa.

Aliran lainnya seperti Ganapatya (pemujaan terhadap Ganesa) dan Saura (pemujaan terhadap Surya) kurang menyebar secara luas. Sejumlah gerakan keagamaan terkategorikan ke dalam salah satu aliran besar Hinduisme, contohnya Gerakan Hare Krishna terkategorikan ke dalam golongan Waisnawa. Ada pula gerakan keagamaan Hindu yang sukar ditentukan untuk dimasukkan ke dalam golongan yang disebutkan di atas, contohnya Arya Samaj yang diprakarsai Swami Dayananda Saraswati.

Gerakan keagamaan ini berbeda dengan tradisi Hindu pada umumnya, yaitu tidak memuja Tuhan dengan sarana arca atau lukisan. Gerakan ini berfokus kepada Weda dan yadnya ( yajña; ritus keagamaan berdasarkan Weda). Di samping empat aliran besar dalam agama Hindu, sekte-sekte keagamaan yang ada meliputi Ayyavazhi, Swaminarayana, Ravidassia, Linggayata, dan lain-lain. Beberapa sekte memiliki konsep, mitologi, serta pustaka suci tersendiri yang berbeda dengan tradisi Hindu pada umumnya.

Sekte-sekte tertentu pun memiliki aliran di dalamnya, misalnya tradisi Tantra. [114] Enam mazhab filsafat [ sunting - sunting sumber ] Lukisan Kapila, dari abad ke-19. Menurut sistem astika dan nastika, ada sembilan filsafat India klasik.

Enam di antaranya merupakan filsafat Hindu klasik ( astika) yang mengakui otoritas Weda sebagai kitab suci. Tiga filsafat lainnya merupakan aliran heterodoks ( nastika) yang tidak mengakui otoritas Weda, tapi menekankan tradisi perguruan yang berbeda. Adapun enam filsafat Hindu tersebut sebagai berikut: • Samkhya: mazhab filsafat yang—dipercaya secara tradisional—digagas oleh Resi Kapila.

Mazhab ini dianggap sebagai salah satu mazhab filsafat tertua di India. [115] Mazhab ini bersifat dualisme. [116] [117] [118] Menurut Samkhya, alam semesta terdiri dari dua realitas: purusa (kesadaran) dan prakerti (materi). Jiwa adalah kondisi saat purusa terikat pada prakriti karena suatu "perekat" yang disebut kehendak, dan akhir dari ikatan itu disebut moksa.

Samkhya menolak bahwa sumber segalanya adalah Iswara (Tuhan). [119] Samkhya tidak mendeskripsikan apa yang terjadi setelah moksa, dan tidak menyinggung apa pun yang berkaitan dengan Iswara atau Tuhan, karena filsafat ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan esensial antara purusa individu dengan alam semesta setelah mencapai moksa. • Yoga: mazhab yang menekankan pada pengendalian diri dan pikiran.

Mazhab Yoga menerima psikologi dan metafisika yang diajarkan Samkhya, tapi bersifat lebih teistis daripada Samkhya, karena ditambahkannya entitas ketuhanan pada 25 elemen realitas menurut Samkhya. [120] Mazhab ini digagas oleh Resi Patanjali. Yoga menurut Patanjali dikenal sebagai Rajayoga, yaitu suatu sistem untuk mengontrol pikiran. [121] Berbagai tradisi Yoga didapati dalam agama Hindu, Buddha, dan Jaina. [122] Para guru dari India memperkenalkan Yoga ke Dunia Barat, [123] mengikuti keberhasilan Vivekananda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

[123] Pada tahun 1980-an, salah satu jenis Yoga menjadi populer sebagai suatu sistem latihan jasmani di Dunia Barat. Bentuk Yoga semacam itu disebut Hathayoga. • Nyaya: mazhab logika dalam Hinduisme. Mazhab spekulasi filosofis ini berdasarkan kitab-kitab yang disebut Nyayasutra, ditulis oleh Aksapada Gautama pada abad ke-2 Masehi.

[124] Kontribusi signifikan dari mazhab Nyaya adalah metodologi untuk membuktikan keberadaan Tuhan, menurut kitab Weda. Menurut mazhab Nyaya, ada empat sumber untuk memperoleh pengetahuan ( pramana): persepsi, inferensi, perbandingan, dan testimoni. Pengetahuan yang diperoleh melalui masing-masing sumber tersebut bisa saja sahih atau tidak.

Sebagai dampaknya, para filsuf Nyaya berusaha keras untuk mencari cara membuktikan kesahihan pengetahuan melalui sejumlah bagan penjelasan.

• Waisesika: mazhab atomisme dalam Hinduisme yang menyatakan suatu postulat bahwa segala benda di alam semesta dapat dibagi-bagi menjadi sejumlah atom. Mazhab ini mulanya digagas oleh Resi Kanada sekitar abad ke-2 Masehi. [125] Secara historis, mazhab ini dikaitkan erat dengan Nyaya. Meskipun sistem Waisesika dan Nyaya berkembang secara mandiri, keduanya bergabung karena teori-teori metafisis yang memiliki keterkaitan.

Akan tetapi, dalam bentuknya yang klasik, ajaran Waisesika berbeda dengan Nyaya, karena Nyaya mengakui empat sumber pengetahuan, sementara Waisesika hanya mengakui persepsi dan inferensi.

• Mimamsa: mazhab yang kajian utamanya adalah sifat-sifat darma berdasarkan hermeneutika pada kitab-kitab Weda. Sifat-sifat darma tidak dapat diakses untuk penalaran atau pengamatan, sehingga harus meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

melalui otoritas wahyu-wahyu yang dikandung dalam Weda, yang diyakini kekal, tanpa pengarang ( apauruṣeyatva), dan sempurna. [126] Mazhab Mimamsa mengandung doktrin yang ateistis maupun teistis dan tidak terlalu tertarik pada keberadaan Tuhan, tapi pada karakteristik darma. [127] [128] Mimamsa sangat memerhatikan penafsiran tekstual, sehingga memberi rintisan pada kajian filologi dan filsafat bahasa. Gagasannya tentang "tuturan" ( śabda) sebagai kesatuan suara dan makna (penanda dan petanda) yang tak dapat dibagi lagi dipengaruhi oleh Bhartṛhari ( ca.

abad ke-5). [129] Patung Adi Shankara, filsuf mazhab Adwaita yang tertemuka, terletak di Mysore, India. • Wedanta: mazhab yang berfokus pada kajian tentang tiga sastra dasar dalam filsafat Hindu, yaitu Upanishad, Brahmasutra, dan Bhagawadgita. [130] Sekurang-kurangnya, ada sepuluh aliran dalam mazhab Wedanta, [131] namun tiga di antaranya— Adwaita, Wisistadwaita, dan Dwaita—lebih termasyhur. [132] Wedanta terdiri dari berbagai macam aliran, tiga di antaranya ialah: • Adwaita: perguruan Wedanta yang dirintis oleh Adi Shankara (awal abad ke-8) dan guru besarnya, Gaudapada, yang menjabarkan Ajatiwada.

Menurut perguruan ini, Brahman adalah satu-satunya kenyataan, sedangkan dunia yang teramati hanyalah ilusi belaka. Karena Brahman adalah kenyataan sejati, Ia tidak dapat dikatakan memiliki atribut. Kekuatan ilusif dari Brahman yang disebut maya ( māyā) membuat dunia ini tampak ada. Ketidaktahuan akan kenyataan tersebut merupakan penyebab adanya penderitaan di dunia, sehingga kebebasan (dari penderitaan) hanya bisa diperoleh melalui kesadaran akan Brahman.

Ketika seseorang mencoba memahami Brahman melalui pikirannya, maka—karena pengaruh maya—Brahman hadir sebagai Tuhan berkepribadian ( Iswara), yang berbeda dengan dunia dan juga individu. Pada kenyataannya, tiada perbedaan antara esensi individu yang sejati ( jiwatman) dengan Brahman.

Kebebasan dapat diperoleh dengan merasakan bahwa tiada perbedaan antara keduanya. Maka dari itu, jalan kebebasan ditempuh dengan pengetahuan ( jñāna).

[133] • Wisistadwaita: perguruan Wedanta yang dirintis oleh Ramanuja (1017–1137). Menurut perguruan ini, jiwatman adalah bagian dari Brahman, sehingga mereka mirip, tetapi tidak sama. Menurut Wisistadwaita, Brahman dinyatakan memiliki atribut ( Saguna-brahman), termasuk materi dan jiwa kesadaran individu. Brahman, materi, dan jiwa individu tidaklah sama tetapi merupakan entitas yang tidak terpisahkan. Perguruan ini menegaskan Bhakti atau pengabdian kepada Tuhan—yang dibayangkan sebagai Wisnu—sebagai jalan untuk meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

kebebasan ( moksa). Dalam perguruan ini, maya dipandang sebagai daya cipta dari Tuhan. [133] • Dwaita: perguruan Wedanta yang dirintis oleh Madhwacarya (1199–1278). Perguruan ini juga disebut sebagai tatvavādā – "Filsafat Kenyataan". Perguruan ini menyamakan Tuhan dengan Brahman, sehingga tiada berbeda dengan Wisnu ataupun berbagai perwujudan-Nya seperti Kresna, Narasinga, Wenkateswara, dan lain-lain.

Perguruan ini memandang Brahman, jiwa individu, dan materi sebagai entitas yang berbeda. Perguruan ini menekankan Bhakti sebagai jalan yang benar untuk mencapai kebebasan, dan pengabaian akan Tuhan akan berujung pada neraka serta ikatan duniawi.

Menurut Dwaita, segala tindakan diberdayakan oleh jiwa yang diberi kekuatan oleh Tuhan, dan hasil tindakan tersebut dilimpahkan kepada jiwa, tapi Tuhan tidak ikut terpengaruh oleh hasil tindakan tersebut. [133] Dalam sejarah agama Hindu, keberadaan enam mazhab tersebut di atas mencapai masa gemilang pada masa Dinasti Gupta.

Dengan bubarnya Waisesika dan Mimamsa, perguruan filsafat tersebut kehilangan pamornya pada masa-masa berikutnya, sedangkan berbagai aliran-aliran Wedanta mulai naik pamor sebagai cabang-cabang utama dalam filsafat keagamaan. Nyaya bertahan sampai abad ke-17 dan berganti nama menjadi Nawya-nyaya ("Nyaya Baru"), sedangkan Samkhya lenyap perlahan-lahan, tapi ajarannya diserap oleh Yoga dan Wedanta.

Empat aliran utama [ sunting - sunting sumber ] Umat Saiwa di kuil Pashupatinatha, Nepal. Empat aliran utama yang sering didapati adalah Waisnawa, Saiwa, Sakta, dan Smarta. Dalam masing-masing aliran, ada beberapa perguruan atau aliran lain yang menempuh caranya sendiri. • Waisnawa: aliran dalam tubuh Hinduisme yang memuja Wisnu—dewa pemelihara menurut konsep Trimurti (Tritunggal)—beserta sepuluh perwujudannya ( awatara). Aliran ini menekankan pada kebaktian, dan para pengikutnya turut memuja berbagai dewa, termasuk Rama dan Kresna yang diyakini sebagai perwujudan Wisnu.

Pengikut aliran ini biasanya non-asketis, monastis (mengikuti cara hidup biarawan), dan menekuni praktik meditasi serta melantunkan lagu-lagu pemujaan. [134] [135] [136] Biasanya umat Waisnawa bersifat dualisme. Aliran ini memiliki banyak tokoh suci, kuil, dan kitab suci.

[137] Aliran ini terbagi dalam beberapa golongan, yaitu: Sri Sampradaya (Waisnawa yang memuja Laksmi sebagai pasangan Wisnu), Brahma Sampradaya (Waisnawa yang memuja Wisnu secara eksklusif), Rudra Sampradaya (Waisnawa yang memuja Wisnu atau para awatara, seperti Kresna, Rama, Balarama, dan lain-lain), Kumara Sampradaya (Waisnawa yang memuja Caturkumara).

• Saiwa: aliran dalam tubuh Hinduisme yang memuja Siwa. Kadang kala Siwa digambarkan sebagai Bhairawa yang menyeramkan. Umat Saiwa lebih tertarik pada tapa brata daripada umat Hindu aliran lainnya, dan biasa ditemui berkeliaran di India dengan wajah yang dilumuri abu dan melakukan ritual penyucian diri.

[134] [135] [136] Mereka bersembahyang di kuil dan melakukan yoga, berjuang untuk dapat menyatukan diri dengan Siwa. [137] Aliran ini terbagi dalam beberapa golongan, yaitu: Pasupata (Saiwa yang menekankan tapa brata, terutama tersebar di Gujarat, Kashmir, dan Nepal), Saiwa Siddhanta (Saiwa yang mendapat pengaruh Tantra), Kashmira Saiwadarshana (Saiwa yang monistis dan idealistis), Natha Siddha Siddhanta (Saiwa yang monistis), Linggayata (Saiwa yang monoteistis), Saiwa Adwaita (Saiwa yang monistis dan teistis).

Umat Hindu Nepal mengoleskan tika dan jamara pada puncak hari raya Dashain, yaitu hari pemujaan terhadap 9 manifestasi Dewi Durga selama 9 hari berturut-turut. • Sakta: aliran Hinduisme yang memuja Sakti atau Dewi. Pengikut Saktisme meyakini Sakti sebagai kekuatan yang mendasari prinsip-prinsip maskulinitas, yang dipersonifikasikan sebagai pasangan dewa.

Sakti diyakini memiliki berbagai wujud. Beberapa di antaranya tampak ramah, seperti Parwati (pasangan Siwa) atau Laksmi (pasangan Wisnu). Yang lainnya tampak menakutkan, seperti Kali atau Durga. Sakta memiliki kaitan dekat dengan Hinduisme Tantra, yang mengajarkan ritual dan praktik untuk penyucian pikiran dan tubuh.

[134] [135] [136] Umat Sakta menggunakan mantra-mantra, sihir, gambar sakral, yoga, dan upacara untuk memanggil kekuatan kosmis. [137] Aliran ini mengandung dua golongan utama, yaitu: Srikula (pemujaan kepada dewi-dewi yang bergelar Sri) dan Kalikula (pemujaan kepada dewi-dewi perwujudan Kali). • Smarta: meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Hindu-monistis yang memuja lebih dari satu dewa—meliputi Siwa, Wisnu, Sakti, Ganesa, dan Surya di antara dewa dan dewi lainnya—tetapi menganggap bahwa dewa-dewi tersebut merupakan manifestasi dari zat yang Maha Esa.

Dibandingkan tiga aliran Hinduisme yang disebutkan di atas, Smarta berusia relatif muda. Berbeda dengan Waisnawa atau Saiwa, aliran ini tidak bersifat sektarian secara gamblang, dan berdasarkan pada iman bahwa Brahman adalah asas tertinggi di alam semesta dan meresap ke dalam segala sesuatu yang ada. [134] [135] [136] Pada umumnya, umat Smarta memuja Yang Mahakuasa dalam enam personifikasi: Ganesa, Siwa, Sakti, Wisnu, Surya, dan Skanda.

Karena umat Smarta menerima keberadaan dewa-dewi Hindu yang utama, mereka dikenal sebagai umat liberal atau non-sektarian. Mereka mengikuti praktik-praktik filosofis dan meditasi, serta menekankan persatuan antara individu dengan Tuhan melalui kesadaran.

[137] Sekte dan aliran lainnya [ sunting - sunting sumber ] Pengikut Gerakan Hare Krishna di Rusia menyelenggarakan prosesi Rathayatra pada musim dingin 2011. • Agama Hindu Newa: agama Hindu yang dianut oleh sebagian besar suku Newa di Nepal. Agama Hindu ini mengenal beberapa tradisi unik seperti tarian sakral dengan topeng yang disebut Chachaa Pyakhan.

Agama Hindu ini juga mengenal sejumlah hari raya, dan adakalanya bertepatan dengan perayaan Buddhis di sana. • Agama Hindu Nusantara: tradisi serta kepercayaan masyarakat Indonesia yang telah mengalami akulturasi/berasimilasi dengan konsep-konsep Hindu dari India, sehingga membentuk suatu tradisi Hindu yang unik, contohnya Hindu Jawa dan Hindu Bali.

Karena sikap lembaga Hindu yang terbuka, beberapa kepercayaan asli Nusantara pun diakui sebagai bagian dari agama Hindu Nusantara sehingga mendapatkan label Hindu, contohnya Hindu Kaharingan dan Hindu Tollotang. • Agama Hindu Swaminarayana: agama yang dianut oleh sebagian besar orang Hindu Gujarat. [138] Pengikut Hindu Swaminarayana memuja Wisnu atau Kresna sebagai Tuhan sehingga sering dianggap sebagai salah satu aliran dalam Waisnawa.

Tetapi—tidak seperti aliran Waisnawa pada umumnya—Hindu Swaminarayana tidak membedakan Wisnu dan Siwa. Aliran ini menggunakan pemahaman sebagaimana aliran Smarta bahwa para dewa adalah manifestasi dari Brahman. [139] [140] • Ayyavazhi: sistem kepercayaan monistis berdasarkan darma yang berasal dari India Selatan. Aliran ini dikatakan sebagai agama tersendiri oleh media massa dan beberapa penganutnya, tetapi banyak penganutnya yang mengaku sebagai umat Hindu, sehingga Ayyavazhi juga dianggap sebagai sekte Hindu.

[141] [142] Ayyavazhi berpusat pada ajaran dan khotbah Ayya Vaikundar; gagasan dan filosofi mereka berdasarkan kitab Akilattirattu Ammanai dan Arul Nool. Ayyavazhi memiliki banyak kesamaan dengan Hinduisme dalam hal mitologi dan praktik, tapi memiliki perbedaan dalam konsep baik dan buruk, serta perbedaan pandangan tentang darma. • Balmiki: sekte yang memuja Begawan Walmiki sebagai leluhur dan dewa mereka.

Pengikutnya meyakini bahwa Walmiki adalah awatara Tuhan, dan menghormati karya-karya gubahannya, seperti Ramayana dan Yoga Vasistha, sebagai kitab suci. • Ekasarana Dharma: aliran Hindu-panenteistis yang dirintis oleh Srimanta Sankardeva pada abad ke-15.

Kini, banyak penganutnya yang tinggal di negara bagian Assam. Aliran kepercayaan ini menolak upacara dan ritus berbasis Weda, menentang pelaksanaan kurban hewan, dan hanya melakukan pemujaan dengan menyebut nama Tuhan berulang-ulang. Kitab pegangan bagi aliran ini adalah Sankardewa Bhagawata.

Aliran kepercayaan ini terbagi menjadi empat golongan: Brahma-sanghati, Purusha-sanghati, Nika-sanghati, dan Kala-sanghati. • Ganapatya: sekte Hinduisme yang berfokus pada pemujaan Ganesa sebagai Tuhan Yang Mahakuasa. Ganesa dipuja sebagai bagian dari Saiwa sejak sekitar abad ke-5. Sekte Ganapatya mulai muncul sekitar abad ke-6 dan ke-9. Kemudian, sekte ini dipopulerkan oleh Sri Morya Gosavi. Sekte Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

mulai masyhur antara abad ke-17 dan ke-19 di Maharashtra. • Kapadi Sampradaya: aliran dan tradisi Hinduisme yang dianut sebagian masyarakat kesatria di Gujarat, terutama di Kutch. Pengikut tradisi ini memuja Rama sebagai Tuhan Yang Mahakuasa. Kepercayaan ini terbagi menjadi empat golongan: Ramsnehi, Ashapuri, Sravani, dan Makadbantha.

• Kaumaram: sekte Hinduisme yang berfokus pada pemujaan Murugan atau Skanda di kawasan India Selatan, terutama yang didominasi oleh suku Tamil.

Tradisi tersebut juga dapat ditemui di luar India, khususnya di kawasan permukiman imigran Tamil. • Mahima Dharma: sekte Hinduisme yang penganutnya banyak terdapat di Orissa, India. Sekte ini diprakarsai oleh seorang guru spiritual yang dikenal dengan nama Mahima Swami atau Mahima Gosain.

[143] Sekte ini memusatkan kebaktian pada Tuhan Yang Maha Esa yang disebut Alekha, serta menolak pemujaan Tuhan dengan sarana arca, gambar, ataupun pratima. [143] • Pranami Sampradaya: disebut pula Nijananda Sampradaya, adalah suatu aliran monoteistis yang memuja Tuhan dengan sebutan Raj Ji atau Prannath Ji.

Pengikut kepercayaan ini tidak diperkenankan makan daging, mengonsumsi alkohol, atau me rokok. Mereka juga memiliki kitab tersendiri yang disebut Kuljam Swarup atau Tartam Sagar. Pengikut kepercayaan ini banyak terdapat di Najarpur, Nepal. • Saura: sekte Hinduisme yang memuja Surya sebagai Saguna-brahman. Aliran ini berpangkal dari tradisi Weda kuno.

Kini, hanya ada sedikit penganut aliran ini di India. • Srauta: golongan brahmana ortodoks yang mengikuti Purwamimamsa, berbeda dengan Wedanta yang diikuti oleh kaum brahmana lainnya.

Mereka merupakan penganut tradisi ritual konservatif dan membentuk golongan minoritas di antara umat Hindu di India. Penganut aliran ini biasanya terdapat di negara bagian Kerala (kaum Nambudiri) dan Karnataka ( Mattur, Holenarsipur, Sringeri). Gerakan keagamaan [ sunting - sunting sumber ] Beberapa gerakan Hindu modern muncul di India pada periode antara abad ke-18 dan ke-20, antara lain sebagai berikut: • Brahmoisme: gerakan keagamaan yang berasal dari Benggala pada awal abad ke-19. Gerakan ini didirikan oleh Ram Mohan Roy.

Dia menggagas pentingnya pemanfaatan nalar untuk mereformasi praktik sosial dan religius agama Hindu, dengan pengaruh dari agama monoteistis dan ilmu pengetahuan modern. [144] Brahmoisme menolak dogma, takhayul, otoritas kitab suci, dan penggambaran Tuhan. [145] • Prarthana Samaj: gerakan reformasi sosial dan keagamaan yang dimulai di Bombay, didirikan oleh Dr.

Atmaram Pandurang pada tahun 1867 dengan tujuan agar masyarakat meyakini satu Tuhan dan hanya menyembah satu Tuhan. Gerakan ini dimulai sebagai reformasi sosial dan keagamaan sebagaimana Brahmo Samaj. Perintis Prarthana Samaj di Mumbai adalah Paramahamsa Sabha, perkumpulan rahasia untuk memajukan gagasan-gagasan liberal yang didirikan oleh Ram Balkrishna Jaykar.

[146] • Arya Samaj: gerakan reformasi Hindu yang diprakarsai oleh Swami Dayananda, dan didirikan pada tanggal 7 April 1875. [147] Gerakan ini bermaksud mengamalkan Weda sebagaimana mestinya, dan mengesampingkan kitab-kitab yang ditulis setelah Weda. Gerakan ini bersifat monoteistis karena tidak mengakui dewa-dewi tertentu, [148] serta menolak pemujaan Tuhan dengan sarana patung atau lukisan.

[149] [150] • Misi Ramakrishna: gerakan filantropis dan sukarela yang diprakarsai oleh murid Ramakrishna, Swami Vivekananda, pada tanggal 1 Mei 1897. Gerakan ini berfokus pada masalah kemanusiaan seperti pemeliharaan kesehatan, bencana alam, kesejahteraan masyarakat desa, pendidikan, dan lain-lain. Misi gerakan ini berdasarkan konsep Karmayoga. [151] Dalil-dalil yang digunakan adalah filsafat Wedanta. [152] • Masyarakat Internasional Kesadaran Krishna ( The International Society for Krishna Consciousness – ISKCON): gerakan keagamaan berdasarkan tradisi Gaudiya Waisnawa.

Gerakan ini juga dikenal dengan nama "Gerakan Hare Krishna", didirikan pada tahun 1966 di New York City oleh A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada. Ajarannya berpegang pada Bhagawadgita dan Srimad Bhagawatam.

Gerakan ini didirikan untuk menyebarkan Bhaktiyoga dan memuja Tuhan dengan wujud Kresna. Di luar Asia Selatan dan Asia Tenggara, aliran Hindu yang cukup populer adalah tradisi Waisnawa yang dibawa oleh misionaris Gerakan Hare Krishna. Tradisi Hindu juga dilaksanakan di beberapa negara dengan jumlah imigran India yang signifikan, seperti Mauritius (Afrika bagian selatan) dan Trinidad dan Tobago (Amerika Tengah).

Keyakinan [ sunting - sunting sumber ] Agama Hindu tidak memiliki seorang pendiri dan tidak berpedoman pada satu kitab suci. [47] Meskipun demikian, ada keyakinan yang kerap dijumpai dalam berbagai tradisi Hindu. Perihal yang umum dijumpai dalam berbagai keyakinan masyarakat Hindu—namun tidak untuk terbatas pada beberapa hal tersebut—meliputi kepercayaan akan zat Yang Mahakuasa (dapat disebut sebagai Iswara, Awatara, Dewata, Batara, dan lain-lain), darma (etika/kewajiban), samsara (siklus kelahiran, kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali yang berulang-ulang), karma (sebab dan akibat), moksa (kebebasan dari samsara), dan berbagai yoga (jalan atau praktik spiritual).

[153] Konsep ketuhanan [ sunting - sunting sumber ] Agama Hindu memiliki konsep Nirguna-brahman (esensi alam semesta; realitas sejati; atau Tuhan impersonal), sementara sebagian mazhab menganut konsep Saguna-brahman (zat ilahi yang berkepribadian; Tuhan personal yang memiliki kasih sayang), yang menyebut Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

dengan nama Wisnu, Siwa, atau bahkan Sakti (kualitas feminin dari Tuhan), contohnya Saraswati ( gambar). Agama Hindu merupakan sistem kepercayaan yang kaya, mencakup keyakinan yang bersifat monoteisme, politeisme, panenteisme, panteisme, monisme, dan ateisme.

[154] [155] [156] [157] Konsep ketuhanannya bersifat kompleks dan bergantung pada nurani setiap umatnya atau pada tradisi dan filsafat yang diikuti. Kadang kala agama Hindu dikatakan bersifat henoteisme (melakukan pemujaan terhadap satu Tuhan, sekaligus mengakui keberadaan para dewa), tapi istilah-istilah demikian hanyalah suatu generalisasi berlebihan.

[158] Mazhab Wedanta dan Nyaya menyatakan bahwa karma itu sendiri telah membuktikan keberadaan Tuhan. [159] Nyaya merupakan suatu perguruan logika, sehingga menarik kesimpulan "logis" bahwa [keberadaan] alam semesta hanyalah suatu "akibat", maka pasti ada suatu "penyebab" di balik semuanya.

[160] Agama Hindu mengandung suatu konsep filosofis yang disebut Brahman, yang sering didefinisikan sebagai kenyataan sejati, esensi bagi segala hal, atau sukma alam semesta yang menjadi asal usul serta sandaran bagi segala sesuatu dan fenomena. [161] Tetapi, umat Hindu tidak menyembah Brahman secara harfiah. Pada zaman Brahmanisme, Brahman adalah istilah yang disematkan bagi suatu kekuatan yang membuat yadnya (upacara) menjadi efektif, yaitu kekuatan spiritual dari ucapan-ucapan suci yang dirapalkan para ahli Weda, sehingga mereka disebut brahmana.

[162] Kadang kala, Brahman dipandang sebagai Yang Mahamutlak atau Mahakuasa, atau asas ilahi bagi segala materi, energi, waktu, ruang, benda, dan sesuatu di dalam atau di luar alam semesta. Sebagai hasil dari berbagai kontemplasi tentang Brahman, maka Ia dapat dipandang sebagai Tuhan dengan atribut ( Saguna-brahman), Tuhan tanpa atribut ( Nirguna-brahman), dan/atau Tuhan Mahakuasa ( Parabrahman), tergantung mazhab dan aliran.

Mazhab dan aliran Hindu-dualistis—seperti Dwaita dan tradisi Bhakti—menyembah Tuhan yang berkepribadian (memiliki guna atau "atribut ketuhanan", yaitu supremasi dari sifat-sifat baik manusia seperti Maha-penyayang, Maha-pemurah, Maha-pelindung, dan sebagainya), sehingga mereka memujanya dengan nama Wisnu, Siwa, Dewi, Dewata, Batara, dan lain-lain, tergantung aliran masing-masing.

Dalam tradisi Hindu pada umumnya, Tuhan yang dipandang sebagai zat mahakuasa dengan supremasi dari sifat baik manusia—daripada dianggap sebagai asas semesta yang tak terbatas—disebut Iswara, Bhagawan, atau Parameswara. [163] Meski demikian, ada beragam penafsiran tentang Iswara, mulai dari keyakinan bahwa Iswara sesungguhnya tiada—sebagaimana ajaran Mimamsa—sampai pengertian bahwa Brahman dan Iswara sesungguhnya tunggal, sebagaimana yang diajarkan mazhab Adwaita. [164] Dalam banyak tradisi Waisnawa, Ia disebut Wisnu, sedangkan kitab Waisnawa menyebutnya sebagai Kresna, dan kadang kala menyebutnya Swayam Bhagawan.

Sementara itu, dalam aliran Sakta, Ia disebut Dewi atau Adiparasakti, sedangkan dalam aliran Saiwa, Ia disebut Siwa. Ajaran Smarta yang monistis memandang bahwa seluruh nama-nama ilahi seperti Wisnu, Siwa, Ganesa, Sakti, Surya, dan Skanda sesungguhnya manifestasi dari Brahman yang Maha Esa.

Mazhab Adwaita Wedanta menolak teisme dan dualisme dengan menegaskan bahwa pada hakikatnya Brahman tidak memiliki bagian atau atribut. [165] Menurut mazhab ini, Tuhan yang berkepribadian atau menyandang atribut tertentu adalah salah satu fenomena maya, atau kekuatan ilusif Brahman.

Pada hakikatnya, Brahman tidak dapat dikatakan memiliki sifat-sifat kemanusiaan seperti pelindung, penyayang, perawat, pengasih, dan sebagainya. [166] Menurut mazhab ini, pikiran manusia yang terperangkap maya menyebabkan Brahman terbayangkan sebagai Tuhan dengan sifat atau atribut tertentu, yang dapat disebut sebagai Iswara, Bhagawan, Wisnu, dan nama-nama lainnya. [166] Mazhab ini menegaskan bahwa tiada larangan untuk membayangkan Tuhan dengan sifat-sifat tertentu, tapi tujuan hidup sejati adalah untuk merasakan bahwa "sesuatu yang nyata" dalam tiap makhluk sesungguhnya tiada berbeda dengan Brahman.

[167] Mazhab Adwaita dapat dikatakan sebagai monisme atau panteisme karena meyakini bahwa alam semesta tidak sekadar berasal dari Brahman, tapi pada "hakikatnya" sama dengan Brahman.

[168] Doktrin ateistis mendominasi aliran Hindu seperti Samkhya dan Mimamsa. [169] Dalam kitab Samkhyapravachana Sutra dari aliran Samkhya dinyatakan bahwa keberadaan Tuhan ( Iswara) tidak dapat dibuktikan sehingga (keberadaan Tuhan) tidak dapat diakui. [170] Samkhya berpendapat bahwa Tuhan yang abadi tidak mungkin menjadi sumber bagi dunia yang senantiasa berubah. Dikatakan bahwa Tuhan merupakan gagasan metafisik yang dibuat untuk suatu keadaan.

[171] Pendukung dari aliran Mimamsa—yang berdasarkan pada ritual dan ortopraksi—menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa kita tidak perlu membuat postulat tentang suatu "pencipta dunia", sebagaimana kita tidak perlu memikirkan siapa penulis Weda atau Tuhan apa yang dibuatkan upacara. [127] Mimamsa menganggap bahwa nama-nama Tuhan yang tertulis dalam Weda sebenarnya tidak mengacu pada wujud apa pun di dunia nyata, dan hanya untuk keperluan mantra belaka.

Atas pemahaman tersebut, mantra itulah yang sebenarnya merupakan "kekuatan Tuhan", sehingga Tuhan tiada lain hanyalah kekuatan mantra belaka. [172] Atman dan jiwa [ sunting - sunting sumber ] Diagram yang menunjukkan lapisan penyelubung atman: • annamayakosa (lapisan badan kasar yang mengandung daging dan kulit) • pranamayakosa (lapisan tenaga kehidupan) • manomayakosa (lapisan pikiran atau indra yang menerima rangsangan) • wijanamayakosa (lapisan nalar, akal budi, atau kecerdasan) • anandamayakosa (lapisan kebahagiaan atau tubuh kausal) Dalam agama Hindu terdapat keyakinan bahwa ada "sesuatu yang sejati" dalam tiap individu yang disebut atman, sifatnya abadi atau tidak terhancurkan.

[173] Taittiriya-upanishad mendeskripsikan bahwa atman individu diselimuti oleh lima lapisan: annamayakosa, pranamayakosa, manomayakosa, wijanamayakosa, dan anandamayakosa. [174] Istilah atman dan jiwa kadang kala dipakai untuk konteks yang sama.

Dalam suatu pengertian, atman adalah percikan dari Brahman, sedangkan jiwa adalah penggerak segala makhluk hidup. [175] Menurut teologi Hindu yang monistis/ panteistis (seperti mazhab Adwaita Wedanta), sukma individu sama sekali tiada berbeda dari Brahman. Sukma individu disebut jiwatman, sedangkan Brahman disebut paramatman. Maka dari itu, ajaran ini disebut aliran non-dualis.

[164] Ketika tubuh individu hancur, jiwa tidak turut hancur. Sebaliknya, ia berpindah ke tubuh baru melalui reinkarnasi ( samsara). Jiwa mengalaminya karena diselubungi oleh awidya atau "ketidaksadaran" bahwa dirinya sesungguhnya sama dengan Paramatman. Tujuan kehidupan menurut mazhab Adwaita adalah untuk mencapai kesadaran bahwa atman sesungguhnya sama dengan Brahman. meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

Kitab Upanishad menyatakan bahwa siapa pun yang merasakan bahwa atman merupakan esensi dari tiap individu, maka ia akan menyadari kesetaraan dengan Brahman, sehingga mencapai moksa (kebebasan atau kemerdekaan dari proses reinkarnasi/samsara). [177] Yoga dari Resi Patanjali—sebagaimana yang diuraikan dalam Yogasutra—berbeda dengan monisme yang diuraikan dalam filsafat Adwaita.

[178] Menurut yoga, pencapaian spiritual tertinggi bukanlah untuk menyadari bahwa segala kemajemukan di alam semesta merupakan maya. Jati diri yang diperoleh saat mencapai pengalaman religius tertinggi bukanlah atman belaka. Itu hanyalah salah satu jati diri yang ditemukan oleh individu. Meruntuhkan "tembok alam sadar manusia" untuk membangun "persatuan" jati diri individu ( jiwatman) dengan sukma alam semesta ( paramatman), merupakan tujuan praktik yoga.

[179] Menurut pemahaman dualistis seperti mazhab Dwaita, jiwa merupakan entitas yang berbeda dengan Tuhan, tapi memiliki kesamaan. Jiwa bergantung kepada Tuhan, sedangkan pencapaian moksa (lepas dari samsara) bergantung kepada cinta pada Tuhan serta kasih sayang Tuhan. [180] Para dewa dan awatara [ sunting - sunting sumber ] Umat dari berbagai sekte agama Hindu memuja dewa-dewi tertentu yang tak terhitung banyaknya dan mengikuti aneka upacara untuk memuja dewa-dewi tersebut.

Karena merupakan agama Hindu, maka para penganutnya memandang kekayaan tradisi tersebut sebagai ungkapan dari suatu realitas yang kekal. Dewa-dewi yang memanggul senjata dipahami oleh umatnya sebagai simbol-simbol dari suatu realitas sejati yang tunggal. — Brandon Toropov & Luke Buckles, The Complete Idiot's Guide to World Religions.

[181] Susastra Hindu menyebutkan suatu kelompok entitas ilahi yang disebut dewa (atau dewi dalam bentuk feminin, sedangkan dewata bersinonim dengan dewa), bermakna "yang bersinar", atau dapat diterjemahkan sebagai "makhluk surgawi".

[182] [183] Para dewa merupakan bagian integral dalam kebudayaan Hindu dan ditampilkan dalam kesenian ( lukisan, patung, relief), arsitektur, dan ikon. Cerita mitologis mengenai keberadaan mereka terkandung dalam sejumlah sastra Hindu, terutama wiracarita Hindu dan Purana. Keberadaan banyak dewa diyakini sebagai manifestasi dari Brahman.

[i] Pustaka Weda dan Upanishad tidak mengajarkan panteisme ataupun politeisme, melainkan monoteisme dan monisme. [185] Ada banyak dewa, tapi mereka merupakan manifestasi berbagai aspek dari suatu "kenyataan sejati". [185] Keberadaan konsep monisme dan monoteisme berjalin-jalin. Dalam banyak sloka, kenyataan sejati dikatakan imanen, sedangkan dalam sloka lainnya dikatakan transenden. [186] Secara monisme, kenyataan sejati tersebut adalah Brahman, sedangkan pandangan monoteisme lebih berfokus pada wujud-wujud beratribut ( Saguna) dari Brahman.

[186] Biasanya pengertian dewa dibedakan dengan Iswara (Tuhan Yang Maha Esa), meskipun banyak umat Hindu menyembah Iswara dalam suatu perwujudan tertentu (seolah-olah ada Tuhan yang berbeda) sebagai istadewata ( iṣṭa devatā), yaitu sosok ideal (dewa-dewi tertentu) dari Tuhan yang cenderung dipuja.

[187] [188] Pilihan tersebut bergantung pada preferensi seseorang atau menurut tradisi regional dan keluarga. [189] Dalam kitab suci Regweda disebutkan adanya 33 dewa atau dewata, dan Purana menjelaskan bahwa sebagian di antaranya merupakan para putra Dewi Aditi dan Bagawan Kasyapa, dan merupakan murid dari Wrehaspati.

Menurut mitologi Hindu dalam Purana, sebelum memperoleh keabadian melalui tirta amerta (minuman keabadian), dewata adalah golongan makhluk yang berseteru dengan para asura atau raksasa dan dapat gugur dalam pertempuran. Kekuatan dewata berbeda dengan tiga dewa utama yang abadi— Brahma, Wisnu, Siwa. Siwa dan Wisnu dimuliakan sebagai Mahadewa karena kemasyhuran mereka dalam kitab suci dan pemujaan. [190] Mereka berdua, beserta Brahma, dipandang sebagai Trimurti—tiga aspek dari Yang Mahakuasa.

Ketiga aspek tersebut melambangkan seluruh siklus samsara menurut agama Hindu: Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pelindung atau pemelihara, dan Siwa sebagai pelebur. Dua di antara tiga dewa tersebut, yaitu Wisnu dan Siwa memiliki pengikut dengan jumlah banyak sehingga membentuk dua aliran utama ( Waisnawa dan Saiwa) dalam tubuh agama Hindu. Dalam kajian tentang Trimurti, Sir William Jones menyatakan bahwa umat Hindu "menyembah Tuhan dalam tiga wujud: Wisnu, Siwa, Brahma … Gagasan fundamental agama Hindu, bahwa metamorfosis, atau transformasi, dicontohkan melalui [konsep] awatara." [191] Tridewi ("Tiga Dewi") dalam agama Hindu memiliki peran penting sebagaimana Trimurti dan berfungsi sebagai pasangan bagi Trimurti.

Brahma adalah Sang Pencipta, sehingga ia membutuhkan pengetahuan atau Dewi Saraswati. Wisnu adalah Sang Pelindung, sehingga ia membutuhkan kemakmuran, yang dimanifestasikan sebagai Dewi Laksmi (Sri).

Sedangkan Siwa adalah Sang Pelebur, sehingga ia membutuhkan Dewi Parwati, Durga, atau Kali sebagai kekuatannya. Para dewi tersebut adalah manifestasi dari satu entitas, yaitu Sakti. Wiracarita Hindu dan Purana menceritakan beberapa kisah tentang turunnya Tuhan ke dunia (inkarnasi) dalam wujud fana demi menegakkan di masyarakat dan menuntun manusia mencapai moksa. Inkarnasi itu disebut pula awatara. Beberapa awatara terkenal merupakan perwujudan Wisnu, meliputi Rama (tokoh utama Ramayana) dan Kresna (tokoh penting dalam Mahabharata).

Karma dan reinkarnasi [ sunting - sunting sumber ] Dua sadu di Kuil Pahupatinatha, Nepal. Sadu adalah istilah bagi kaum yogi yang sedang menempuh Rajayoga, yaitu jalan pengendalian pikiran, demi melepaskan diri dari belenggu duniawi sehingga dapat mencapai kesadaran spiritual tingkat tinggi atau bahkan moksa. Karma diterjemahkan secara harfiah sebagai tindakan, kerja, perbuatan, [192] dan dapat dideskripsikan sebagai "hukum moral sebab–akibat".

[193] Menurut hukum karma, nasib baik berasal dari tindakan baik terdahulu, dan nasib buruk berasal dari tindakan buruk terdahulu, yang merupakan suatu sistem aksi-reaksi dan membentuk suatu siklus reinkarnasi. [194] Fenomena sebab-akibat tersebut tidak hanya berlaku bagi dunia material, tapi juga terhadap pikiran, perkataan, tindakan, dan tindakan yang dilakukan berdasarkan perintah seseorang.

[195] Menurut kitab Upanishad, suatu jiwa membentuk sanskara (kesan) dari tindakan, baik secara fisik atau mental. Linga-sarira (tubuh yang lebih halus daripada tubuh fisik namun lebih kasar daripada jiwa) dilekati kesan-kesan tersebut, dan membawanya ke kehidupan selanjutnya, sehingga menciptakan jalan kehidupan tersendiri bagi setiap orang.

[196] Maka dari itu, konsep karma—yang universal, netral, dan tak pernah meleset—berkaitan dengan reinkarnasi, demikian pula kepribadian, watak, dan keluarga seseorang. Karma menyatukan konsep kehendak bebas dan nasib. Karena agama Hindu meyakini bahwa jiwa tidak dapat dihancurkan, [197] maka kematian tidak dipandang sebagai momok bagi kehidupan karena merupakan fenomena alami. [198] Maka dari itu, seseorang yang sudah meninggalkan ambisi dan keinginannya, tidak memiliki tanggung jawab lagi di dunia, atau terjangkiti penyakit mematikan dapat mengusahakan kematian dengan cara Prayopavesa.

[199] Siklus aksi, reaksi, kelahiran, kematian, dan kelahiran adalah proses berkesinambungan yang disebut samsara (reinkarnasi). Pemahaman akan reinkarnasi dan karma merupakan premis kuat dalam filsafat Hindu. Dalam kitab Bhagawadgita ( II:22) tertulis: Seperti halnya seseorang memakai baju baru dan menanggalkan baju yang lama, demikian pula jiwa memasuki tubuh yang baru, meninggalkan tubuh yang lama.

Dalam kepercayaan Hindu, samsara memberikan kesempatan bagi manusia untuk menikmati kesenangan sesaat pada setiap kelahiran. Selama manusia terlena untuk terus menikmati kesenangan tersebut, maka mereka akan dilahirkan kembali.

Akan tetapi, pelepasan diri dari belenggu samsara (melalui moksa) diyakini dapat memberikan kebahagiaan dan kedamaian abadi. [200] Menurut kepercayaan ini, setelah mengalami reinkarnasi berkali-kali, pada akhirnya suatu atman akan mencari persatuan dengan sukma alam semesta (Brahman/Paramatman). Dalam agama Hindu, tujuan hidup sejati—yang disebut sebagai moksa, nirwana, atau semadi—dipahami dalam berbagai arti: realisasi penyatuan jiwa dengan Tuhan; realisasi hubungan kekal dengan Tuhan; realisasi dari penyatuan seluruh hal yang ada; wawas diri sempurna serta pengetahuan akan diri yang sejati; pencapaian atas kedamaian batin yang sempurna; dan pelepasan dari segala keinginan duniawi.

Realisasi semacam itu membebaskan seseorang dari samsara dan mengakhiri siklus lahir kembali. [201] [202] Konseptualisasi moksa berbeda-beda tergantung mazhab atau aliran Hinduisme.

Sebagai contoh, mazhab Adwaita Wedanta berpedoman bahwa setelah mencapai moksa, atman tidak lagi mengenali dirinya sebagai individu, melainkan menyadari bahwa Brahman identik dalam segala hal, termasuk kesamaannya dengan atman. Pengikut mazhab Dwaita (dualistis) memandang individu sebagai bagian dari Brahman, dan setelah mencapai moksa, mereka yakin akan memperoleh kekekalan di loka bersama dengan manifestasi Iswara yang dipilihnya. Maka dari itu, dianalogikan bahwa pengikut dwaita berharap untuk "menikmati gula", sementara pengikut Adwaita berharap untuk "menjadi gula".

[203] Tujuan hidup manusia [ sunting - sunting sumber ] Filsafat Hindu klasik mengakui empat hal yang harus dipenuhi sebagai tujuan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. manusia—sebagaimana dijabarkan di bawah ini—yang disebut purusarta: • Darma: Darma adalah prinsip yang tak boleh diabaikan oleh umat Hindu.

Darma dapat dipandang sebagai kewajiban (dalam hal kegiatan duniawi ataupun rohani), hukum, keadilan, tindakan benar, dan berbagai kualitas yang mendukung harmoni segala sesuatu. Brihadaranyaka-upanishad memandang darma sebagai prinsip universal—tentang aturan, kewajiban, dan harmoni—yang berasal dari Brahman.

Darma berlaku sebagai prinsip moral bagi alam semesta. Darma merupakan sat (kebenaran), ajaran pokok dalam agama Hindu. Hal ini berpangkal pada pernyataan dalam Regweda bahwa "Ekam Sat," (Kebenaran Hanya Satu), dari keyakinan bahwa Brahman itu sendiri merupakan " Satcitananda" (Kebenaran-Kesadaran-Keberkatan). Darma tidak hanya sekadar aturan atau harmoni, tapi kebenaran murni. Dalam Mahabharata, Kresna mendefinisikan darma sebagai penegak perkara di dunia manusia dan dunia lain (Mbh 12.110.11).

Kata Sanātana berarti 'kekal', 'tak mati', atau 'selamanya'; maka, agama Hindu sebagai Sanātana-dharma bermakna suatu darma yang tidak berawal atau berakhir.

[204] • Arta: Arta adalah upaya mencari harta demi penghidupan dan kemakmuran. Hal ini juga mencakup usaha mencari pekerjaan, berpolitik, memelihara kesehatan, dan mencari kesejahteraan material. [205] Arta dibutuhkan demi mencapai kehidupan yang makmur sentosa, terutama bagi umat yang sudah berumah tangga.

Ajaran tentang arta disebut Arthashastra, dan yang meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. di antaranya adalah Arthashastra karya Kautilya. [206] • Kama: Kama berarti hasrat, keinginan, gairah, kemauan, dan kenikmatan panca indra. Kama dapat pula berarti kesenangan estetis dalam menikmati kehidupan ( seni, hiburan, kegembiraan), kasih sayang, ataupun asmara.

[207] [208] Akan tetapi, kama dalam hubungan asmara atau percintaan hanya dapat dipenuhi melalui hubungan pernikahan. Kama dibutuhkan dalam membangun kehidupan rumah tangga, atau grehasta. • Moksa: Moksa atau mukti adalah tujuan hidup yang utama bagi umat Hindu.

Moksa adalah keadaan yang sama sekali berbeda dengan pencapaian surga. Moksa adalah suatu kondisi saat individu menyadari esensi dan realitas sejati dari alam semesta, sehingga individu mengalami kemerdekaan dari kesan-kesan duniawi, tanpa suka ataupun duka, lepas belenggu samsara, serta lepas dari hasil perbuatan ( karma) yang melekati individu selama mengalami proses reinkarnasi.

[209] Jalan menuju Tuhan [ sunting - sunting sumber ] Empat jalan spiritualitas ( caturmarga) dalam agama Hindu. Setiap jalan menyediakan cara yang berbeda untuk mencapai moksa. Umat Hindu memenuhi tujuan hidupnya dengan menempuh jalan yang berbeda-beda. Jalan tersebut merupakan yoga.

Yoga di sini dapat diartikan sebagai disiplin fisik, mental, dan spiritual demi memperoleh kedamaian dan ketenangan pikiran. [210] Dalam konteks dan tradisi lain, yoga dapat pula didefinisikan sebagai "upaya mengendalikan pikiran agar [pikiran] tidak liar", atau meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

mempersatukan diri dengan Tuhan". [210] Ajaran tentang pelaksanaan yoga dihimpun dan diuraikan oleh para resi atau orang bijak. Kitab yang memuat ajaran yoga meliputi Bhagawadgita, Yogasutra, Hathayoga-pradipika, dan Upanishad sebagai basis filosofis dan historisnya. Yoga mengarahkan umat Hindu untuk mencapai tujuan hidup yang spiritual (moksa, samadhi, atau nirwana), baik secara langsung maupun tidak langsung.

Empat macam jalan (yoga) utama yang sering disinggung yakni: [211] • Karmayoga (melaksanakan kewajiban sebaik-baiknya dengan ikhlas) • Bhaktiyoga (mencintai Tuhan dan menyayangi segala makhluk) • Jnanayoga (mencari pengetahuan dan berkontemplasi tentang Tuhan) • Rajayoga (mengendalikan pikiran dengan meditasi, sikap tubuh, atau semacamnya) Seseorang dapat memilih salah satu atau beberapa yoga sekaligus, sesuai dengan kecenderungan dan pemahamannya. Beberapa aliran Hinduisme yang menekankan pengabdian mengajarkan bahwa bhakti adalah satu-satunya jalan praktis untuk mencapai kesempurnaan spiritual bagi masyarakat awam, berdasarkan kepercayaan bahwa dunia sedang berada pada masa Kaliyuga (salah satu jangka waktu dalam siklus Yuga yang kini sedang berlangsung).

[212] Melaksanakan salah satu yoga tidak berarti mengabaikan yang lainnya. Banyak mazhab Hinduisme mengajarkan bahwa berbagai yoga secara alami berbaur dan mendukung pelaksanaan yoga lainnya. Contohnya praktik jnanayoga, yang dianggap pasti mengarahkan seseorang untuk memberikan kasih sayang murni (tujuan utama bhaktiyoga), dan demikian sebaliknya.

[213] Seseorang yang mendalami meditasi tingkat tinggi (seperti yang ditekankan raja yoga) harus mewujudkan prinsip pokok dari karmayoga, jnanayoga, dan bhaktiyoga, baik secara langsung maupun tak langsung. [211] [214] Pustaka suci [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Susastra Hindu Menurut tokoh spiritual Hindu Swami Vivekananda, agama Hindu berdasarkan kepada himpunan pedoman spiritual yang ditemukan oleh orang yang berbeda-beda pada zaman yang berbeda-beda. [215] [216] Selama berabad-abad, pedoman itu diwariskan secara lisan dalam bentuk syair agar dapat dihafalkan, sampai akhirnya dituliskan.

[217] Selama berabad-abad, para resi menyaring ajaran tersebut dan memperluas dalil-dalilnya. Pada masa setelah Periode Weda dan menurut keyakinan Hindu masa kini, banyak pustaka Hindu tidak untuk ditafsirkan secara harfiah. Yang diutamakan adalah etika dan makna metaforis yang terkandung di dalamnya. [218] Di antara pustaka suci tersebut, Weda merupakan yang paling tua, yang diikuti dengan Upanishad sebagai susastra dasar yang sangat penting dalam mempelajari filsafat Hindu.

Sastra lainnya yang menjadi landasan penting dalam ajaran Hindu adalah Tantra, Agama, Purana, serta dua wiracarita, yaitu Ramayana dan Mahabharata. Bhagawadgita adalah ajaran yang dimuat dalam Mahabharata, merupakan susastra yang dipelajari secara luas, yang sering disebut sebagai intisari Weda. Banyak pustaka Hindu yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Pustaka-pustaka tersebut digolongkan menjadi dua kelas: Sruti dan Smerti. Sruti [ sunting - sunting sumber ] Regweda adalah salah satu kitab suci tertua di dunia.

Naskah Regweda dalam foto ini ditulis dengan aksara Dewanagari. Sruti (artinya "apa yang didengar") [219] terutama mengacu kepada kumpulan Weda, yang merupakan bentuk pustaka Hindu tertua. Banyak umat Hindu mengagungkan Weda sebagai kebenaran abadi yang diwahyukan kepada para resi purbakala, [216] [220] sementara umat yang lain tidak menyangkutpautkan penyusunan Weda dengan Tuhan atau seseorang. Umat Hindu meyakini kumpulan Weda sebagai pedoman bagi dunia spiritual, yang akan ada selama-lamanya, bahkan tetap ada jika seandainya tidak pernah diwahyukan kepada para resi.

[215] [221] Umat Hindu memiliki kepercayaan demikian karena mengimani bahwa kebenaran spiritual dalam Weda bersifat kekal, yang dapat terus diungkapkan dengan cara-cara yang baru. [222] Ada empat kitab Weda, yaitu Regweda ( Ṛgveda), Samaweda ( Sāmaveda), Yajurweda ( Yajurveda), dan Atharwaweda ( Atharvaveda). Kitab Regweda adalah kitab Weda yang pertama dan terpenting. Setiap Weda dibagi menjadi empat bagian: yang utama— Weda yang baku—adalah Samhita ( Saṃhitā), yang menghimpun mantra-mantra.

Tiga bagian lainnya membentuk seperangkat golongan suplemen bagi Samhita, biasanya dalam bentuk prosa dan dipercaya berusia lebih muda daripada Saṃhitā. Adapun tiga bagian tersebut adalah Brahmana ( Brāhmaṇa), Aranyaka ( Āraṇyaka), dan Upanishad.

Dua bagian pertama disebut Karmakanda ( Karmakāṇḍa; porsi ritual), sedangkan yang terakhir disebut Jnanakanda ( Jñānakāṇḍa; porsi pengetahuan). [223] Kumpulan Weda berfokus kepada pelaksanaan upacara, sementara kumpulan Upanishad berfokus kepada pandangan spiritual dan ajaran filosofis, serta memperbincangkan Brahman dan reinkarnasi.

[218] [224] [225] Smerti [ sunting - sunting sumber ] Kitab-kitab Hindu yang tak termasuk Sruti digolongkan ke dalam Smerti (ingatan). Kitab Smerti yang terkenal yaitu wiracarita India ( Itihasa), terdiri dari Mahabharata ( Mahābhārata) dan Ramayana ( Rāmāyaṇa).

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Itihasa adalah suatu bagian dari kesusastraan Hindu yang menceritakan kisah kepahlawanan para raja dan kesatria Hindu pada masa lampau dan dikombinasikan dengan filsafat keagamaan, mitologi, dan cerita tentang makhluk supernatural. Kitab Bhagawadgita ( Bhagavadgītā) merupakan suatu bagian integral dalam Mahabharata, dan merupakan salah satu kitab suci Hindu yang masyhur.

Kitab tersebut mengandung ajaran filosofis yang dinarasikan oleh Kresna—sebagai awatara Wisnu—kepada Arjuna, menjelang perang di Kurukshetra. Bhagawadgita terdiri dari delapan belas bab dan berisi ± 650 sloka. Setiap bab menguraikan jawaban-jawaban yang diajukan oleh Arjuna kepada Kresna. Jawaban-jawaban tersebut merupakan wejangan suci sekaligus pokok-pokok ajaran Weda. [226] Akan tetapi, kitab yang termasuk Gita—kadang kala disebut Gitopanishad—sering kali digolongkan ke dalam Sruti, karena konteksnya bersifat Upanishad.

[227] Kitab-kitab Purana ( Purāṇa)—yang menguraikan ajaran-ajaran Hindu melalui kisah-kisah yang gamblang—tergolong ke dalam Smerti.

Purana memuat mitologi, legenda, dan kisah-kisah zaman purba yang diyakini kebenarannya oleh umat Hindu. Kata Purana berarti "sejarah kuno" atau "cerita kuno". Penulisan kitab-kitab Purana diperkirakan dimulai sekitar tahun 500 SM.

Terdapat delapan belas kitab Purana yang disebut Mahapurana. Kitab lain yang tergolong ke dalam Smerti meliputi Dewimahatmya ( Devīmahātmya), Tantra, Yogasutra, Tirumantiram, Siwasutra, dan Agama ( Āgama). Selain itu, ada kitab Manusmerti, yang merupakan kitab hukum preskriptif yang mendasari aturan kemasyarakatan dan stratifikasi sosial yang kemudian menuntun masyarakat membentuk sistem kasta di India.

Kitab Tantra memuat tentang cara pemujaan masing-masing aliran dalam agama Hindu. Kitab Tantra juga mengatur tentang pembangunan tempat suci Hindu dan peletakkan arca. Kitab Nitisastra memuat ajaran kepemimpinan dan pedoman untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Kitab Jyotisha merupakan kitab yang memuat ajaran sistem astronomi tradisional Hindu.

Kitab Jyotisha berisi pedoman tentang benda langit dan peredarannya. Kitab Jyotisha digunakan untuk meramal dan memperkirakan datangnya suatu musim. Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Periodisasi [ sunting - sunting sumber ] James Mill (1773–1836), dalam bukunya The History of British India (1817), membagi sejarah India menjadi tiga tahap, yaitu peradaban Hindu, Muslim, dan Britania.

[228] [229] Periodisasi ini menuai kritik karena kesalahpahaman yang ditimbulkannya. [230] Periodisasi lainnya memilah-milah menjadi periode kuno, klasik, pertengahan, dan modern.

[231] Smart [232] dan Michaels [233] tampaknya mengikuti periodisasi menurut Mill, [j] sedangkan Flood [234] dan Muesse [236] [237] mengikuti periodisasi yang terbagi menjadi periode kuno, klasik, pertengahan, dan modern. [238] Periode-periode yang berbeda ditentukan sebagai masa Hinduisme Klasik: • Smart menyatakan rentang waktu antara 1000 SM dan 100 M sebagai "praklasik".

Itu merupakan periode formatif bagi Upanishad dan Brahmanisme, [k] Jainisme, dan Buddhisme. Menurut Smart, "periode klasik" berlangsung dari 100 M hingga 1000 M, dan bertepatan dengan suburnya "Hinduisme Klasik", serta pertumbuhan dan kemunduran Buddha Mahayana di India. [240] • Menurut Michaels, rentang waktu antara 500 SM dan 200 SM adalah masa "Reformisme Asketis", [241] sedangkan rentang waktu antara 200 SM dan 1100 M adalah masa "Hinduisme Klasik", karena adanya titik balik antara agama Weda dan agama Hindu.

[242] • Muesse menyatakan perbedaan rentang waktu yang lebih jauh, yaitu antara 800 SM dan 200 SM, yang ia sebut sebagai "Periode Klasik". Menurut Muesse, beberapa konsep dasar agama Hindu, yaitu karma, reinkarnasi, serta pencerahan dan transformasi seseorang—yang tidak ditemui dalam agama Weda—berkembang pada periode tersebut.

[243] Smart [232] Michaels [14] Muesse [237] Flood [244] Umum Detail Peradaban Lembah Sungai Indus dan Periode Weda ( ca. 3000 – 1000 SM) Agama-Agama Pra-Weda (prasejarah – ca. 1750 SM) Peradaban Lembah Sungai Indus (3300 – 1400 SM) Peradaban Lembah Sungai Indus ( ca. 2500 – 1500 SM) Agama Weda Kuno ( ca. 1750 – 500 SM) Periode Weda Awal ( ca. 1750 – 1200 SM) Periode Weda (1600 – 800 SM) Periode Weda ( ca.

1500 – 500 SM) Periode Weda Pertengahan (dari 1200 SM) Periode Praklasik ( ca. 1000 SM – 100 M) Periode Weda Akhir (dari 850 SM) Periode Klasik (800 – 200 SM) Reformisme Asketis ( ca. 500 – 200 SM) Periode Epos dan Purana ( ca. 500 SM – 500 M) Hinduisme Klasik ( ca. 200 SM – 1100 M) Hinduisme Praklasik ( ca. 200 SM – 300 M) Periode Epos dan Purana (200 SM – 500 M) Periode Klasik ( ca.

100 M – 1000 M) "Zaman Kejayaan" ( Kemaharajaan Gupta) ( ca. 320 – 650 M) Hinduisme-Klasik Akhir ( ca. 650 – 1100 M) Periode-Purana Pertengahan dan Akhir (500 – 1500 M) Periode-Purana Pertengahan dan Akhir (500 – 1500 M) Peradaban Hindu-Islam ( ca.

1000 – 1750 M) Penaklukan Muslim dan Kemunculan Sekte-Sekte Hinduisme ( ca. 1100 – 1850 M) Abad Modern (1500 – kini) Abad Modern ( ca. 1500 – kini) Periode Modern ( ca. 1750 – kini) Hinduisme Modern (sejak ca. 1850) Agama-Agama Pra-Weda [ sunting - sunting sumber ] Artefak yang disebut cap Shiva- pashupati (Siwa sang penguasa satwa), berasal dari masa Peradaban Lembah Sungai Indus.

Ras manusia pertama yang menduduki India ( ca. 40.000–60.000 tahun yang lalu, saat periode Paleolitik) adalah Australoid yang mungkin memiliki hubungan dengan penduduk asli Australia. [245] Ada dugaan bahwa ras tersebut hampir punah atau terdesak oleh gelombang migrasi pada masa berikutnya.

[246] Setelah pendudukan oleh Australoid, maka ras Kaukasoid (meliputi bangsa Elamo-Dravida [ ca. 4000 [247] hingga 6000 SM] [248] dan Indo-Arya [ ca. 2000 [249] hingga 1500 SM] [250]) dan Mongoloid ( Sino-Tibet) bermigrasi ke India.

Bangsa Elamo-Dravida [l] ada kemungkinan berasal dari Elam, kini merupakan wilayah Iran. [247] [248] [251] [252] Agama prasejarah tertua di India—yang mungkin meninggalkan jejaknya pada agama Hindu [m]—berasal dari zaman mesolitik [254] dan neolitik. [253] Beberapa agama suku di India masih bertahan, mendahului dominansi agama Hindu, tapi tidak harus dianggap bahwa ada banyak kemiripan antara masyarakat suku pada zaman prasejarah dengan masa kini. [255] Menurut antropolog Gregory Possehl, peradaban lembah sungai Indus (2600–1900 SM) mengandung titik pangkal yang logis, atau mungkin arbitrer, bagi beberapa aspek pada tradisi Hindu di kemudian hari.

[256] Agama pada masa tersebut mengandung pemujaan kepada Dewa Yang Mahakuasa, yang dibandingkan oleh beberapa ahli (terutama John Marshall) sebagai proto- Siwa, dan mungkin sesosok Ibu Dewi, yang mendasari figur Sakti.

Praktik-praktik lain dari zaman peradaban lembah sungai Indus yang berlanjut ke periode Weda meliputi pemujaan kepada air dan api. Akan tetapi, hubungan antara dewa-dewi dan praktik agama lembah sungai Indus dengan agama Hindu masa kini telah menjadi subjek perselisihan politis serta perdebatan para ahli.

[257] Periode Weda [ sunting - sunting sumber ] Peta dataran subur India Utara. Periode Weda—yang berlangsung dari ca. 1750 sampai 500 SM [233] [n]—disebut demikian karena berdasarkan agama berbasis Weda yang dianut oleh bangsa Indo-Arya, [259] [o] yang bermigrasi ke India barat daya setelah mundurnya peradaban lembah sungai Indus [260] [261] [262] (ada kemungkinan dari stepa Asia Tengah).

[251] [263] Bangsa ini membawa serta bahasa [264] dan agama mereka. [250] [265] Agama mereka berkembang lebih jauh ketika bermigrasi ke dataran India Utara setelah ca. 1100 SM dan menjadi pastoralis. [266] [267] [268] Meskipun kepercayaan dan praktik pada masa Hinduisme Praklasik boleh jadi berasal dari bahan-bahan agama Proto-Indo-Eropa (yang masih hipotesis), [269] sastra yang mendasari tradisi pada masa itu adalah Weda Samhita, sehingga periode tersebut dinamai demikian.

Kitab tertua di antara sastra Weda tersebut adalah Regweda, yang diperkirakan telah disusun pada periode 1700–1100 SM. [p] Sastra Weda memusatkan pemujaan kepada para dewa seperti Indra, Baruna, dan Agni, serta melangsungkan upacara Soma. Kurban dengan api, yang disebut yadnya ( yajña) dilaksanakan dengan merapalkan mantra-mantra Weda. [271] [272] Sastra Weda dikodifikasi ketika bangsa Indo-Arya mulai menduduki dataran India Utara yang subur, kemudian melakukan transisi dari masyarakat penggembala menuju masyarakat agraris, sehingga kebutuhan akan organisasi yang lebih terstruktur mulai timbul.

Masyarakat baru tersebut melibatkan penduduk yang lebih dahulu bermukim di dataran subur tersebut. Mereka dimasukkan ke dalam sistem warna menurut bangsa Arya, dengan otoritas politik dan keagamaan berada di tangan kaum brahmana dan kesatria.

[273] Selama Periode Weda Awal ( ca. 1500–1100 SM), suku-suku penganut Weda merupakan suku penggembala, berkelana di sekitar India sebelah barat laut.

[274] Setelah 1100 SM, seiring ditemukannya besi, suku-suku penganut Weda berpindah ke dataran India Utara sebelah barat, dan mengadaptasi gaya hidup agraris.

[275] [276] Bentuk-bentuk wilayah berdaulat yang belum sempurna mulai muncul, dan yang paling menonjol atau berpengaruh adalah kerajaan suku Kuru. [266] [277] Kerajaan tersebut merupakan ikatan kesukuan, yang kemudian berkembang menjadi masyarakat setingkat negara—yang pertama kali tercatat dalam sejarah Asia Selatan—sekitar 1000 M. [266] Secara terang-terangan, mereka mengubah warisan budaya dari Periode Weda sebelumnya, mengumpulkan himne-himne Weda menjadi suatu himpunan, dan mengembangkan upacara-upacara baru yang menonjol dalam peradaban India sebagai upacara-upacara srauta, [266] yang berkontribusi bagi "sintesis klasik" atau "sintesis Hindu".

[273] [48] Pada abad ke-9 dan ke-8 SM terjadi penyusunan kitab-kitab Upanishad tertua. [278] Upanishad membentuk suatu dasar teoretis bagi Hinduisme Klasik dan dikenal sebagai Wedanta (kesimpulan dari Weda). [279] Kitab-kitab Upanishad kuno menangkal intensitas upacara-upacara yang kian bertambah. [280] Spekulasi monistis yang beragam dari ajaran Upanishad disintesiskan menjadi suatu kerangka teistis dalam kitab suci Hindu Bhagawadgita.

[281] Etika dalam kitab-kitab Weda berdasarkan konsep satya dan reta. Satya adalah prinsip integrasi yang berakar pada kemutlakan. Reta adalah ungkapan dari satya, yang meregulasi dan mengkoordinasi jalannya alam semesta beserta segala sesuatu di dalamnya. [282] Kesesuaian dengan reta akan memungkinkan sesuatu berjalan sebagaimana mestinya, sedangkan penyimpangan akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. [283] Istilah dharma sudah digunakan dalam filsafat-filsafat Brahmanis, yang dipandang sebagai aspek dari reta.

[284] Istilah reta juga dikenal dalam agama Proto-Indo-Iran, yaitu agama orang-orang Indo-Iran sebelum kehadiran kitab-kitab Weda (Indo-Aryan) dan Zoroastrianisme (Iran). Asha ( aša) adalah istilah dalam bahasa Avesta yang mirip dengan ṛta dalam Weda. [285] Kitab-kitab Weda merupakan pustaka bagi golongan atas, dan tidak semata-mata mengungkapkan gagasan atau praktik yang populer. [286] Agama berbasis Weda pada periode selanjutnya hadir berdampingan dengan agama-agama lokal—seperti pemujaan Yaksa [273] [287] [288]—dan ia sendiri merupakan hasil dari campuran antara kebudayaan Indo-Arya dengan Harrapa.

[52] Reformisme Asketis [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sramana Peningkatan urbanisasi di India pada abad ke-7 dan ke-6 SM telah mendukung terjadinya gerakan asketis atau Sramana yang menentang fanatisme terhadap berbagai upacara. [289] Mahavira ( ca. 549–477 SM, pemuka Jainisme) dan Buddha Gautama ( ca.

563–483 SM, penggagas tradisi Buddhisme) adalah tokoh-tokoh terkemuka dalam gerakan tersebut. [290] Menurut Heinrich Zimmer, Jainisme dan Buddhisme adalah bagian dari warisan kebudayaan pra-Weda, yang juga meliputi Samkhya dan Yoga: Jainisme tidak berasal dari sumber-sumber [budaya] Brahman- Arya, [q] tetapi mencerminkan kosmologi dan antropologi masyarakat kuno pra-Arya golongan atas [yang tinggal] di India bagian timur laut – dengan berpangkal pada dasar-dasar yang sama tentang spekulasi metafisis kuno seperti Yoga, Sankhya, dan Buddhisme, yaitu ajaran-ajaran India lainnya yang tidak berbasis Weda.

[r] [291] [292] Dalam suatu bagian, tradisi Sramana mengajarkan konsep siklus kelahiran dan kematian (siklus reinkarnasi), konsep samsara, dan konsep pencarian kebebasan (dari reinkarnasi tersebut), yang menjadi karakteristik Hinduisme. [293] James B. Pratt dalam bukunya The Pilgrimage of Buddhism and a Buddhist Pilgrimage menulis bahwa Oldenberg (1854–1920), Neumann (1865–1915), dan Radhakrishnan (1888–1975) percaya bahwa Tripitaka Buddhis mendapat pengaruh dari kitab-kitab Upanishad, sedangkan la Vallee Poussin menyatakan ketiadaan pengaruh apa pun, dan ahli lainnya menegaskan bahwa pada bagian-bagian tertentu, Sang Buddha menyatakan antitesis secara langsung kepada Upanishad.

[294] Hinduisme Klasik [ sunting - sunting sumber ] Periode Hinduisme Klasik diawali dengan periode Hinduisme Praklasik, dilanjutkan dengan zaman kejayaan Hindu pada masa Dinasti Gupta, lalu ditutup dengan periode Hinduisme Klasik Akhir. Periode Hinduisme Klasik ini disusul dengan kedatangan agama Islam ke Asia Selatan, lalu diikuti dengan pendirian aliran atau sekte dalam agama Hindu. Hinduisme Praklasik [ sunting - sunting sumber ] Pada periode dari 500 [48] hingga 200 SM, [295] dan ca.

300 M, terjadi "sintesis Hindu", [48] yang menyerap pengaruh-pengaruh Sramana dan Buddha, [295] [296] serta kemunculan tradisi bhakti dalam balutan Brahmanisme melalui pustaka Smerti. [297] Sintesis ini timbul di bawah tekanan perkembangan agama Buddha dan Jainisme. [58] Menurut Embree, beberapa tradisi keagamaan lainnya hadir berdampingan dengan agama berbasis Weda. Agama-agama pribumi tersebut akhirnya menemukan tempat di bawah naungan agama Weda. [298] Ketika Brahmanisme mulai kehilangan pamornya [242] dan harus bersaing dengan Buddhisme dan Jainisme, [297] agama-agama yang populer mendapat kesempatan untuk menonjolkan ajarannya.

[298] Menurut Embree: Para Brahmanis tampaknya bergiat untuk memperluas perkembangan [agamanya] sebagai maksud untuk menghadapi gempuran aliran-aliran yang lebih heterodoks. Pada saat meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. sama, di kalangan agama-agama pribumi yang ada, kesetiaan terhadap kewenangan sastra Weda telah memberikan suatu tali persatuan yang tipis—namun begitu signifikan—di antara kemajemukan dewa-dewi dan praktik keagamaan [yang ada].

[s] [298] Menurut Larson, para brahmana menanggapinya dengan asimilasi dan konsolidasi. Hal tersebut tercerminkan dalam pustaka Smerti yang mulai disusun pada periode itu. [299] Kitab-kitab Smerti dari periode 200 SM–100 M mempermaklumkan kewenangan Weda, sehingga pengakuan terhadap kewenangan Weda menjadi kriteria utama untuk membedakan Hinduisme dengan aliran heterodoks yang menolak Weda. [300] Sebagian besar gagasan dasar dan praktik Hinduisme Klasik berasal dari pustaka Smerti, yang kemudian menjadi inspirasi dasar bagi kebanyakan umat Hindu.

[299] Dua wiracarita India terkemuka— Ramayana dan Mahabharata—yang tergolong ke dalam Smerti, disusun dalam periode panjang selama akhir zaman Sebelum Masehi dan awal zaman Masehi. [301] Pustaka tersebut mengandung cerita mitologis tentang para pemimpin dan peperangan pada zaman India Kuno, dan diselingi dengan filsafat dan ajaran agama. Sastra Purana yang disusun pada masa berikutnya mengandung cerita tentang para dewa-dewi, interaksi mereka dengan manusia, dan pertempuran mereka melawan para rakshasa.

Kitab Bhagawadgita memperkuat keberhasilan [302] konsolidasi agama Hindu, [302] dengan memadupadankan gagasan-gagasan Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

dan Sramana menjadi suatu kebaktian yang teistis. [302] [303] [304] Pada awal zaman Masehi, beberapa mazhab filsafat Hindu dikodifikasikan secara formal, meliputi Samkhya, Yoga, Nyaya, Waisesika, Purwamimamsa, dan Wedanta.

[305] "Zaman Kejayaan" [ sunting - sunting sumber ] Candi Dashavatara di Deogarh, negara bagian Uttar Pradesh, India. Candi ini dibangun pada abad ke-6, era Dinasti Gupta.

Selama periode ini, kekuasaan atas India disentralisasi, seiring dengan berkembangnya perdagangan ke negeri yang jauh, standardisasi prosedur legal, dan pemberantasan buta huruf.

[306] Buddhisme aliran Mahayana menyebar, sedangkan kebudayaan Brahmana ortodoks mulai disegarkan kembali di bawah perlindungan Dinasti Gupta, [307] yang dipimpin para raja penganut Waisnawa. [308] Kedudukan para brahmana diperkuat kembali dan kuil-kuil Hindu mulai didirikan sebagai dedikasi untuk dewa-dewi Hindu. [306] Selama pemerintahan Dinasti Gupta, sastra Purana mulai ditulis, digunakan untuk menyebarkan ideologi keagamaan umum di kalangan masyarakat pribumi dan buta huruf yang menjalani akulturasi.

[309] Para raja Gupta melindungi tradisi Purana yang mulai berkembang demi perbawa wangsa mereka. [308] Hal ini menyebabkan timbulnya Hinduisme-Puranis ( Puranic Hinduism), yang berbeda dengan Brahmanisme sebelumnya yang mengacu pada Dharmasastra dan Smerti.

[309] Gerakan Bhakti muncul pada periode ini. Gerakan Bhakti merupakan perkembangan tradisi bhakti yang tumbuh sangat cepat, bermula di Tamil Nadu ( India Selatan). Para Nayanar dari aliran Saiwa (abad ke-4 – ke-10) [310] serta para Alwar dari aliran Waisnawa (abad ke-3 – ke-9) menyebarkan puisi dan tradisi bhakti ke berbagai penjuru India dari abad ke-12 hingga ke-18.

[311] [310] Menurut P.S. Sharma, periode Gupta dan Harsha membentuk—dari segi intelektual—kurun waktu paling gemilang dalam perkembangan filsafat India, ketika filsafat Hindu dan Buddha tumbuh subur secara berdampingan.

[312] Carwaka, mazhab materialisme ateistis, tampil di India Utara sebelum abad ke-8. [313] Hinduisme Klasik Akhir [ sunting - sunting sumber ] Setelah runtuhnya kemaharajaan Gupta dan Harsha, kekuasaan di India mengalami desentralisasi.

Beberapa kerajaan besar mulai berdiri, dengan negeri taklukan yang sangat banyak. Kerajaan-kerajaan tersebut dipimpin dengan sistem feodal. Kerajaan yang lebih kecil bergantung pada kerajaan yang lebih besar. Maharaja sulit dijangkau, sangat diagungkan dan didewakan, [314] sebagaimana yang digambarkan dalam mandala Tantra, dan kadang kala raja digambarkan sebagai pusat mandala. [315] Perpecahan kekuasaan pusat juga mengarah kepada regionalisasi religiositas, serta persaingan religius.

[316] Kultus dan bahasa lokal lebih diutamakan, dan pengaruh Hinduisme-Brahmanis ritualistis ( ritualistic Brahmanic Hinduism) berkurang. [316] Gerakan rakyat dan kebaktian mulai bermunculan, seiring dengan [tumbuhnya] aliran Saiwa, Waisnawa, Bhakti, dan Tantra, meskipun pengelompokan menurut sekte hanya terjadi saat permulaan perkembangan aliran-aliran tersebut.

[316] Gerakan keagamaan berkompetisi untuk memperoleh pengakuan dari penguasa lokal. Agama Buddha kehilangan pamornya setelah abad ke-8, lalu mulai memudar di India. [316] Hal tersebut tersirat dari penghentian ritus puja Buddhis di lingkungan istana-istana India pada abad ke-8, ketika dewa-dewa Hindu menggantikan peran Buddha sebagai pelindung kerajaan.

[317] Sastra Purana kuno disusun untuk menyebarkan ideologi keagamaan yang awam di kalangan masyarakat pribumi yang mengalami akulturasi. Seiring dengan dadal yang dialami Dinasti Gupta, tanah-tanah perawan dikumpulkan oleh para brahmana, yang tidak hanya menjamin keuntungan agraris dari eksploitasi tanah yang dimiliki para raja, tetapi juga memberikan status bagi kelas penguasa yang baru.

[318] Para brahmana menyebar ke berbagai penjuru India, berinteraksi dengan warga lokal yang menganut kepercayaan dan ideologi berbeda. Para brahmana menggunakan Purana untuk mengajak berbagai klan menjadi masyarakat agraris, serta mengikuti agama dan ideologi para brahmana. [64] Menurut Flood, para brahmana yang mengikuti agama berbasis Purana kemudian dikenal sebagai Smarta, artinya orang yang bersembahyang berdasarkan Smerti, atau Pauranika, yaitu penganut Purana.

[319] Kepala suku dan warga lokal diserap ke dalam sistem warna, demi mengendalikan tindak tanduk kaum " kesatria dan sudra baru" tersebut.

[320] Kelompok-kelompok brahmana semakin besar dengan mengikutsertakan orang lokal, seperti pendeta dan rohaniwan lokal. Hal ini mengarah ke stratifikasi bagi kaum brahmana, sehingga ada golongan brahmana yang memiliki derajat lebih tinggi dibandingkan brahmana lainnya.

[64] Penarapan sistem kasta lebih sesuai bagi Hinduisme Puranis daripada aliran-aliran Sramana (Buddha atau Jaina). Pustaka Purana mencantumkan suatu riwayat silsilah yang luas sehingga dapat memberikan status kesatria baru bagi suatu golongan. Sementara itu, ajaran Buddha menggambarkan pemerintah sebagai suatu kontrak antara orang yang terpilih dengan rakyat, dan chakkavatti Buddhis adalah konsep yang berbeda dengan model penaklukkan yang dilakukan para kesatria dan kaum Rajput Hindu.

[320] Lukisan Kresna sebagai Gowinda atau "pelindung para sapi", dari abad ke-19. Brahmanisme berdasarkan pustaka Dharmasastra dan Smerti mengalami transformasi radikal di tangan para penyusun Purana, mengakibatkan munculnya Hinduisme Puranis ( Puranic Hinduism), [309] bagaikan "raksasa" yang melangkahi "cakrawala keagamaan", yang kemudian melintangi meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

agama-agama yang ada. [321] Hinduisme Puranis merupakan sistem kepercayaan yang terdiri dari banyak bagian yang tumbuh dan meluas dengan menyerap dan memadukan gagasan-gagasan bertentangan dan berbagai tradisi pemujaan.

[321] Agama ini berbeda dengan Smarta yang menjadi pangkalnya. Perbedaan itu terletak pada ketenaran, pluralisme teologis, pluralisme sekte, pengaruh Tantra, dan pengutamaan bhakti. [321] Banyak kepercayaan dan tradisi lokal yang diasimilasi ke dalam Hinduisme Puranis. Wisnu dan Siwa tampil sebagai dewa yang utama, berdampingan dengan Sakti/ Dewi. Pemujaan kepada Wisnu akhirnya menimbulkan kultus Narayana, Jagatnata, Wenkateswara, dan lain-lain.

Menurut Nath: Beberapa inkarnasi Wisnu seperti Matsya, Kurma, Waraha, dan bahkan Narasinga membantu pemaduan simbol-simbol totem populer dan mitos penciptaan, khususnya yang berkaitan dengan babi hutan, yang umumnya meresapi mitologi [masyarakat] prapustaka, sedangkan [inkarnasi] lainnya seperti Kresna dan Balarama menjadi alat untuk mengasimilasi kultus dan mitos lokal yang berpusat pada dewa-dewa pedesaan dan pertanian.

[t] [322] Rama dan Kresna menjadi pujaan utama dalam tradisi bhakti, yang terutama diungkapkan dalam Bhagawatapurana. Tradisi pemujaan Kresna melibatkan beberapa kultus berbasis naga, yaksa, bukit, dan pepohonan. [323] Siwa menyerap kultus-kultus lokal dengan menambahkan kata Isa atau Iswara pada nama dewa-dewa lokal, contohnya Buteswara, Hatakeswara, Candeswara.

[324] Dalam lingkungan keluarga raja pada abad ke-8, puja terhadap Buddha mulai tergantikan oleh puja terhadap dewa-dewi Hindu. Pada periode itu pula, Buddha dimasukkan sebagai salah satu awatara Wisnu. [325] Mazhab Adwaita Wedanta yang non-dualistis—yang mendapat pengaruh agama Buddha [326]—dirumuskan kembali oleh Adi Shankara dengan membuat sistematisasi karya-karya para filsuf pendahulunya. [327] Pada masa kini, karena pengaruh Orientalisme Barat dan Perenialisme terhadap Neo-Wedanta India dan nasionalisme Hindu, [328] Adwaita Wedanta mendapatkan sambutan yang luas dalam kebudayaan India dan di luar India sebagai contoh paradigmatis dari spiritualitas Hindu.

[328] Kehadiran Islam dan sekte Hindu [ sunting - sunting sumber ] Reruntuhan Candi Somnath pada tahun 1869. Candi ini pernah didirikan dan dihancurkan berkali-kali selama periode meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. India oleh Muslim, sampai akhirnya dipugar pada tahun 1951.

Meskipun Islam sudah datang ke India sejak awal abad ke-7 (seiring dengan kedatangan para pedagang Arab dan penaklukan Sindhu), agama tersebut menjadi agama utama selama periode penaklukan Islam di Asia Selatan pada masa selanjutnya.

[329] Pada periode tersebut, agama Buddha memudar secara drastis, dan banyak umat Hindu pindah agama ke Islam. [330] [331] Banyak penguasa muslim beserta panglimanya, seperti Aurangzeb dan Malik Kafur yang menghancurkan tempat ibadah umat Hindu dan menindas kaum non-muslim; [332] [333] akan tetapi, beberapa penguasa muslim seperti Akbar bersikap lebih toleran. Agama Hindu mengalami reformasi besar-besaran karena pengaruh Guru Ramanuja yang terkemuka, serta Guru Madhwa, dan Sri Caitanya.

[329] Pengikut gerakan Bhakti beralih dari konsep Brahman yang abstrak—yang dianjurkan oleh filsuf Adi Shankara berabad-abad sebelumnya—dengan tradisi kebaktian yang lebih bersemangat terhadap pemujaan para awatara yang lebih mudah dibayangkan, terutama Kresna dan Rama. [334] Menurut Nicholson, antara abad ke-17 dan ke-16, beberapa cendekiawan tertentu mulai menarik benang merah pada kanekaragaman ajaran filosofis dalam Upanishad, wiracarita, Purana, dan mazhab filsafat yang dikenal sebagai "enam sistem" ( saddarsana) dari filsafat Hindu yang umum.

[335] Lorenzen menentukan bahwa asal mula identitas ke-Hindu-an yang khas berawal dari interaksi antara muslim dan umat Hindu, [86] dan dari suatu proses pencarian jati diri yang membedakan diri dengan muslim, [336] yang sudah dimulai sebelum 1800-an. [87] Baik cendekiawan India ataupun Eropa—yang mempopulerkan istilah "Hinduisme" pada abad ke-19—telah mendapat pengaruh dari filsafat tersebut. [26] Michaels menggarisbawahi bahwa historisasi muncul sebelum nasionalisme di kemudian hari, yang menyuarakan gagasan kejayaan agama Hindu dan masa lampau.

[88] Hinduisme masa kini [ sunting - sunting sumber ] Di tengah kekuasaan British Raj (penjajahan Inggris atas India), Renaisans Hindu mulai bangkit pada abad ke-19, yang memberi perubahan besar bagi pemahaman akan agama Hindu, baik di India ataupun di Barat.

[13] Indologi (disiplin ilmiah tentang kajian kebudayaan India dari sudut pandang Eropa) didirikan pada abad ke-19, dipimpin oleh para ahli seperti Max Müller dan John Woodroffe. Mereka memboyong filsafat dan pustaka Weda, Purana, dan Tantra ke Eropa. Para orientalis mencari-cari "hakikat" agama-agama di India, dan menemukannya pada pustaka Weda, [337] sambil membuat gagasan bahwa "Hinduisme" adalah suatu kesatuan dari berbagai adat keagamaan dan gambaran populer mengenai ‘India yang mistis’.

[338] [13] Gagasan tersebut diambil alih oleh beberapa gerakan reformasi Hindu seperti Brahmo Samaj, yang didukung untuk sesaat oleh Gereja Unitarian, [339] bersama dengan gagasan Universalisme dan Perenialisme, yaitu gagasan bahwa seluruh agama memiliki dasar mistisisme yang sama.

[340] "Modernisme Hindu", dengan tokoh terkemuka seperti Vivekananda, Aurobindo, serta Radhakrishnan menjadi panutan dalam pemahaman populer mengenai agama Hindu. [341] [342] [343] [344] Tokoh Hindu yang berpengaruh pada abad ke-20 adalah Ramana Maharshi, B.K.S. Iyengar, Paramahansa Yogananda, Swami Prabhupada (pendiri ISKCON), Sri Chinmoy, dan Swami Rama, yang menerjemahkan, merumuskan ulang, dan memperkenalkan pustaka dasar agama Hindu bagi khalayak awam masa kini dengan imla yang baru, mengangkat pandangan tentang Yoga dan Wedanta di Dunia Barat, serta menarik pengikut baru dan perhatian masyarakat di India dan negara lainnya.

Pada abad ke-20, agama Hindu juga mendapatkan keunggulan sebagai kekuatan politis dan acuan bagi jati diri bangsa India. Sejak pendirian Hindu Mahasabha pada 1910-an, banyak gerakan bertumbuh dengan perumusan dan perkembangan ideologi Hindutva pada dekade-dekade berikutnya; pendirian Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) pada tahun 1925; dan percabangan RSS—yang kemudian berhasil—yaitu Jana Sangha dan Bharatiya Janata Party (BJP) dalam politik pemilu pada masa pascakemerdekaan India.

[345] Religiositas Hindu juga memainkan peran penting dalam gerakan nasionalis. [346] Pranata [ sunting - sunting sumber ] Caturwarna [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Warna dalam agama Hindu Masyarakat Hindu dikategorikan menjadi empat kelas, disebut warna, yaitu sebagai berikut: • Brahmana: pendeta dan guru kerohanian • Kesatria: bangsawan, pejabat, dan tentara • Waisya: petani, pedagang, dan wiraswasta • Sudra: pelayan dan buruh Kitab Bhagawadgita menghubungkan warna dengan kewajiban seseorang ( swadharma), pembawaan ( swabhāwa), dan kecenderungan alamiah ( guṇa).

[84] Berdasarkan pengertian warna menurut Bhagawadgita, tokoh spiritual Hindu Sri Aurobindo membuat doktrin bahwa pekerjaan seseorang semestinya ditentukan oleh bakat dan kapasitas alaminya. [347] [348] Dalam kitab Manusmerti terdapat pengelompokan kasta-kasta yang berbeda. [349] Mobilitas dan fleksibitas dalam warna menampik dugaan diskriminasi sosial dalam sistem kasta, sebagaimana yang dikemukakan oleh beberapa sosiolog, [350] [351] meskipun beberapa ahli tidak sependapat.

[352] Para ahli memperdebatkan apakah sistem kasta merupakan bagian dari Hinduisme yang diatur oleh kitab suci, ataukah sekadar adat masyarakat. [353] [354] [u] Berbagai ahli berpendapat bahwa sistem kasta dibangun oleh rezim kolonial Britania.

[356] Menurut guru rohani Hindu Sri Ramakrishna (1836–1886): Para pencinta Tuhan tidak tergolong dalam kasta tertentu … Seorang brahmana tanpa cinta pada Tuhan bukanlah brahmana lagi.

Dan seorang paria tanpa cinta pada Tuhan bukanlah paria lagi. Melalui bhakti (pengabdian kepada Tuhan), seorang hina dina dapat menjadi suci dan derajatnya pun meningkat. [357] Menurut sastra Wedanta, orang yang berada di luar warna disebut " warnatita".

Para ahli seperti Adi Sankara menegaskan bahwa tidak hanya Brahman yang melampaui seluruh warna, tapi seseorang yang dapat bersatu dengan-Nya juga dapat melampaui seluruh perbedaan dan pembatasan kasta-kasta. Jenjang kehidupan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Caturasrama Secara tradisional, kehidupan umat Hindu terbagi menjadi empat āśrama atau caturasrama (empat fase atau empat tahapan).

Bagian pertama dalam kehidupan seseorang adalah Brahmacari, yaitu masa menuntut ilmu. Tahap ini dilaksanakan sebelum masa kawin, untuk dapat berkontemplasi secara murni dan bijaksana di bawah bimbingan Guru, demi membangun pikiran dan fondasi spiritual. Tahap berikutnya adalah Grehasta, yaitu tahap membangun kehidupan rumah tangga, dilaksanakan dengan cara menikah dan memenuhi kāma (kenikmatan indria) dan arta (kemakmuran).

Setelah berumah tangga, kewajiban moral yang dilaksanakan meliputi: mengasuh anak, merawat orang tua, menghormati tamu dan orang suci. Setelah berumah tangga dalam jangka waktu tertentu, umat Hindu kemudian menempuh tahap Wanaprasta, yaitu masa pensiun atau masa melepaskan diri dari kesibukan duniawi. Tahap ini dapat dilaksanakan dengan cara menyerahkan tanggung jawab kepada keturunan, agar pensiunan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas keagamaan dan mengunjungi tempat-tempat suci.

Tahap yang terakhir adalah Sannyasa, yaitu masa menghabiskan sisa hidup dengan melakukan tapa brata, atau berusaha melepaskan diri dari ikatan duniawi. Pelepasan tersebut dilakukan dalam rangka menemukan Tuhan, serta untuk mencari cara meninggalkan tubuh fana secara damai, agar mencapai suatu kondisi yang disebut moksa. [358] Praktik keagamaan [ sunting - sunting sumber ] Praktik keagamaan Hindu biasanya bertujuan untuk mencari kesadaran akan Tuhan, dan kadang kala mencari anugerah dari para dewa.

Maka dari itu, ada beragam praktik keagamaan dalam tubuh Hinduisme yang dimaksudkan untuk membantu seseorang dalam upaya memahami Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Persembahyangan [ sunting - sunting sumber ] Seorang praktisi Bhaktiyoga sedang bermeditasi. Dalam banyak praktik keagamaan dan ritual, umat Hindu biasanya mengucapkan mantra. Mantra adalah seruan, panggilan, atau doa yang membantu umat Hindu agar dapat memusatkan pikiran kepada Tuhan atau dewa tertentu, melalui kata-kata, suara, dan cara pelantunan.

Pada pagi hari, di tepi sungai yang dikeramatkan, banyak umat Hindu yang melaksanakan upacara pembersihan sambil melantunkan Gayatri Mantra atau mantra-mantra Mahamrityunjaya. [359] Wiracarita Mahabharata mengagungkan japa (lagu-lagu pujaan) sebagai kewajiban terbesar pada masa Kaliyuga (zaman sekarang, 3102 SM–kini). [360] Banyak aliran yang mengadopsi japa sebagai praktik spiritual yang utama. [360] Praktik spiritual Hindu yang cukup populer adalah Yoga.

Yoga merupakan ajaran Hindu yang gunanya melatih kesadaran demi kedamaian, kesehatan, dan pandangan spiritual. Hal ini dilakukan melalui seperangkat latihan dan pembentukan posisi tubuh untuk mengendalikan raga dan pikiran.

[361] Bhajan merupakan praktik pelantunan lagu-lagu pujian. Praktik ini memiliki bentuk beragam: dapat berupa mantra semata atau kirtan, atau berupa dhrupad atau kriti dengan musik berdasarkan raga dan tala menurut musik klasik India. [362] Biasanya, bhajan mengandung syair untuk mengungkapkan cinta kepada Tuhan.

Istilah tersebut sepadan dengan bhakti yang artinya "pengabdian religius", menyiratkan pentingnya bhajan bagi gerakan bhakti yang menyebar dari India bagian selatan ke seluruh subkontinen India pada masa Moghul.

Penggalan cerita dari kitab suci, ajaran para orang suci, serta deskripsi para dewa telah menjadi subjek bagi pelaksanaan bhajan. Tradisi dhrupad, qawwali Sufi, [363] dan kirtan atau lagu dalam tradisi Haridasi berkaitan dengan bhajan. Nanak, Kabir, Meera, Narottama Dasa, Surdas, dan Tulsidas adalah para pujangga bhajan terkemuka. Tradisi dalam bhajan seperti Nirguni, Gorakhanathi, Vallabhapanthi, Ashtachhap, Madhura-bhakti, dan Sampradya Bhajan dari India Selatan memiliki repertoar meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

cara pelantunan masing-masing. Upacara [ sunting - sunting sumber ] Upacara choroonu (nama lain dari annaprashan) di Kerala. Banyak umat Hindu dari berbagai aliran yang melaksanakan ritual keagamaan sehari-hari.

[364] [365] Banyak umat Hindu yang melaksanakannya di rumah, [366] tetapi pelaksanaannya berbeda-beda tergantung daerah, desa, dan kecenderungan umat itu sendiri. Umat Hindu yang saleh melaksanakan ritual sehari-hari seperti sembahyang subuh sehabis mandi (biasanya di kamar suci/tempat suci keluarga, dan biasanya juga diiringi dengan menyalakan pelita serta menghaturkan sesajen ke hadapan arca dewa-dewi), membaca kitab suci berulang-ulang, menyanyikan lagu-lagu pemujaan, meditasi, merapalkan mantra-mantra, dan lain-lain.

[366] Ciri menonjol dalam ritual keagamaan Hindu adalah pembedaan antara yang murni dan sudah tercemar. Ada aturan yang mengisyaratkan bagaimana kondisi-kondisi yang dikatakan tercemar atau tak murni lagi, sehingga pelaksana upacara harus melakukan pembersihan atau pemurnian kembali sebelum upacara dimulai. Maka dari itu, penyucian—biasanya dengan air—menjadi ciri umum dalam kebanyakan aktivitas keagamaan Hindu. [366] Ciri lainnya meliputi kepercayaan akan kemujaraban upacara dan konsep pahala yang diperoleh melalui kemurahan hati atau keikhlasan, yang akan bertumpuk-tumpuk dari waktu ke waktu sehingga mengurangi penderitaan di kehidupan selanjutnya.

[366] Ritus dengan sarana api ( yadnya) kini tidak dilakukan sesering mungkin, meskipun pelaksanaannya sangat diagungkan dalam teori. Akan tetapi, dalam upacara pernikahan dan pemakaman adat Hindu, pelaksanaan yadnya dan perapalan mantra-mantra Weda masih disesuaikan dengan norma. [367] Beberapa upacara juga berubah seiring berjalannya waktu. Sebagai contoh, pada masa beberapa abad yang lalu, persembahan tarian dan musik sakral menurut kaidah Sodasa Upachara yang standar—sebagaimana tercantum dalam Agamashastra—tergantikan oleh persembahan dari nasi dan gula-gula.

Peristiwa seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian melibatkan seperangkat tradisi Hindu yang terperinci. Dalam agama Hindu, upacara bagi "siklus kehidupan" meliputi Annaprashan (ketika bayi dapat memakan makanan yang keras untuk pertama kalinya), Upanayanam (pelantikan anak-anak kasta menengah ke atas saat mulai menempuh pendidikan formal), dan Śrāddha (upacara menjamu orang-orang dengan makanan karena bersedia melantunkan doa-doa kepada "Tuhan" agar jiwa mendiang mendapatkan kedamaian).

[368] [369] Untuk perihal pernikahan, bagi sebagian besar masyarakat India, masa pertunangan pasangan muda-mudi serta tanggal dan waktu pernikahan ditentukan oleh para orang tua dengan konsultasi ahli perbintangan.

[368] Untuk perihal kematian, kremasi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kerabat mendiang, kecuali bila mendiang adalah sanyasin, hijra, atau anak di bawah lima tahun. Biasanya, kremasi dilakukan dengan membungkus jenazah dengan pakaian terlebih dahulu, lalu membakarnya dengan api unggun. Ahimsa [ sunting - sunting sumber ] Mahatma Gandhi adalah tokoh Hindu dari India yang memilih untuk menerapkan praktik ahimsa dalam upaya menentang pemerintah kolonial Inggris pada masa Gerakan Kemerdekaan India.

Umat Hindu menganjurkan praktik ahimsa ( ahiṃsā; artinya "tanpa kekerasan") dan penghormatan kepada seluruh bentuk kehidupan karena mereka meyakini bahwa " percikan dari Tuhan" juga meresap ke dalam setiap makhluk hidup, termasuk tumbuhan dan hewan. [370] Istilah ahimsa disebutkan dalam kitab-kitab Upanishad [371] dan wiracarita Mahabharata. Ahimsa adalah yang pertama di antara lima yama ( pancayamabrata; lima prinsip pengendalian diri) dalam Yogasutra Patanjali, [372] dan menjadi prinsip pertama bagi seluruh anggota Warnasramadarma (brahmana, kesatria, waisya, dan sudra) menurut Manusmerti.

[373] Konsep ahimsa dalam Hinduisme tidak seketat agama Buddha dan Jainisme, karena jejak keberadaan praktik-praktik pengorbanan dapat ditelusuri dalam kitab-kitab Weda, contohnya mantra-mantra untuk kurban kambing (dalam Regweda), [374] kurban kuda ( Aswameda, dalam Yajurweda), dan kurban manusia ( Purusameda, dalam Yajurweda), [375] sedangkan dalam ritus Jyotistoma ada tiga hewan yang dikurbankan melalui upacara yang masing-masing disebut Agnisomiya, Sawaniya, dan Anubandya.

Yajurweda dianggap sebagai Weda pengorbanan dan ritual, [376] [377] serta menyebutkan beberapa ritus pengurbanan hewan, contohnya mantra dan prosedur pengurbanan kambing putih kepada Bayu, [378] seekor anak lembu kepada Saraswati, seekor sapi bertutul kepada Sawitr, seekor banteng kepada Indra, seekor sapi yang dikebiri kepada Baruna, dan lain-lain.

[379] Tanggapan yang menentang pelaksanaan kurban datang dari aliran Carwaka yang menuliskan kritik mereka dalam Barhaspatyasutra (abad ke-3 SM) sebagai berikut: "Jika hewan yang dikurbankan dalam ritus Jyotistoma akan segera mencapai surga, mengapa si pelaksana tidak segera mengurbankan ayahnya saja?" [380] Pada masa perkembangan Hinduisme dan Buddhisme di India, para raja Buddhis seperti Ashoka memengaruhi rakyatnya dengan larangan pelaksanaan kurban.

[375] Pada masa pemerintahan Ashoka, sebuah titah diberlakukan dan dituliskan pada sebuah batu, dengan kata-kata sebagai berikut: "Ini adalah titah dari orang yang disayangi para dewa, Raja Piyadasi.

Tindak pembunuhan kepada hewan tidak boleh dilakukan untuk seterusnya." [375] Dari sini, reaksi sosial berkenaan dengan kitab tata cara pengorbanan ( Brahmana) dapat ditelusuri. [375] Menurut Panini, ada dua macam Brahmana, yaitu Brahmana Lama dan Brahmana Baru. [375] Dalam Brahmana Lama—seperti Aitareya Brahmana untuk Regweda—pengorbanan benar-benar dilakukan, tapi dalam Brahmana Baru seperti Shatapatha Brahmana, hewan kurban meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

setelah terikat pada tiang pengorbanan. [375] Hal ini merupakan reaksi dari kebangkitan agama-agama Sramana—seperti agama Buddha dan Jainisme—yang berakibat pada peletakan konsep ahimsa di kalangan praktisi kitab Brahmana. Vegetarianisme [ sunting - sunting sumber ] Masakan vegetarian khas India Utara yang disajikan di suatu restoran di Tokyo, Jepang. Sesuai dengan konsep ahimsa, maka banyak umat Hindu yang mengikuti vegetarianisme (tidak makan daging) demi menghormati bentuk kehidupan yang tingkatannya tinggi.

Sejumlah umat justru pantang makan daging hanya pada hari-hari tertentu. Budaya makan juga bervariasi sesuai komunitas dan kawasan. Sebagai contoh, beberapa kasta memiliki sedikit penganut vegetarianisme, sedangkan masyarakat pesisir cenderung bergantung kepada masakan laut.

[381] [382] Perkiraan jumlah lakto-vegetarian di India (mencakup umat seluruh agama di sana) bervariasi antara 20% dan 42%. [v] Dalam agama Hindu, kemurnian makanan bersifat sangat penting karena ada keyakinan bahwa makanan mencerminkan tiga kualitas sifat ( triguna) yang umum, yaitu: kesucian ( satwam), semangat ( rajas), dan kelambanan ( tamas).

Maka dari itu, aturan makan yang sehat akan menjadi sesuatu yang turut membersihkan hati seseorang. [383] Berdasarkan alasan tersebut, umat Hindu dianjurkan untuk menghindari atau meminimalkan konsumsi makanan yang tidak meningkatkan kebersihan hati. Beberapa contoh makanan yang dimaksud adalah bawang merah dan bawang putih, yang diyakini mengandung sifat rajas (keadaan yang dicirikan oleh sifat suka menentang dan egois), serta daging (daging dari hewan apa pun), yang diyakini mengandung sifat tamas (keadaan yang dicirikan oleh kemarahan, kerakusan, dan iri hati).

[384] Vegetarianisme dianjurkan oleh sejumlah aliran Hinduisme—meliputi Waisnawa dan Saiwa—yang melarang pengorbanan hewan, [385] tetapi tidak dianjurkan oleh aliran Hinduisme yang mengizinkan pengorbanan hewan. [386] Pada umumnya, pengorbanan hewan dilakukan oleh umat Hindu dari aliran Sakta, [387] (beberapa) komunitas Hindu dari golongan sudra dan kesatria, [388] [389] penganut aliran Hinduisme di India Timur, [386] serta penganut aliran Hinduisme di Asia Tenggara.

[390] Pada umumnya, umat Hindu yang mengonsumsi daging tidak akan mau memakan daging sapi. Dalam masyarakat Hindu, sapi dipercaya sebagai pengasuh manusia serta merupakan figur keibuan, [391] dan mereka menghormatinya sebagai lambang kasih tak bersyarat. [392] Maka dari itu, praktik penyembelihan sapi dilarang secara resmi di hampir seluruh negara bagian di India. [393] Pada masa kini, ada banyak kelompok keagamaan Hindu yang menekankan praktik vegetarianisme yang ketat.

Salah satu contoh yang terkenal adalah gerakan ISKCON ( International Society for Krishna Consciousness), yang mewajibkan pengikutnya untuk tidak hanya pantang makan daging (termasuk ikan dan unggas), tetapi juga menghindari sayuran/tumbuhan tertentu yang dianggap dapat memberikan pengaruh negatif, seperti bawang merah, bawang putih, [383] dan jamur.

[394] Contoh yang kedua adalah gerakan Swaminarayan. Pengikut gerakan ini juga sangat setia untuk tidak mengkonsumsi daging, telur, dan ikan.

[395] Pertapaan [ sunting - sunting sumber ] Tiga petapa Hindu di Lapangan Durbar, Kathmandu. Sejumlah umat Hindu memilih untuk hidup sebagai petapa ( Sanyāsa) dalam upaya mencapai " moksa" ataupun bentuk kesempurnaan spiritual lainnya. Para petapa berkomitmen untuk hidup sederhana, meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. berhubungan seksual, tidak mencari harta duniawi, serta berkontemplasi tentang Tuhan.

[396] Petapa Hindu disebut sanyasin, sadu, atau swāmi, sedangkan yang wanita disebut sanyāsini. Orang yang melepaskan diri dari ikatan duniawi memperoleh respek yang tinggi dalam masyarakat Hindu karena egoisme dan ikatan duniawi yang mereka lepaskan menjadi inspirasi bagi umat yang masih berkeluarga untuk berjuang dalam pengendalian pikiran.

Beberapa petapa tinggal di tempat suci atau asrama, sedangkan yang lainnya berkelana dari satu tempat ke tempat lain dengan keyakinan bahwa hanya Tuhan yang dapat memenuhi keinginan mereka. [397] Bagi umat Hindu awam, menyediakan makanan dan kebutuhan untuk para petapa atau sadu merupakan jasa yang sangat besar. Sebaliknya, para sadu menerimanya dengan rasa hormat dan simpati—tanpa memedulikan orang miskin atau kaya, baik atau jahat—tanpa perlu memuji, mencela, menunjukkan rasa senang, ataupun sedih.

[396] Tempat suci [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tempat suci Hindu Tempat suci atau tempat peribadatan umat Hindu pada umumnya disebut kuil. Beberapa istilah lokal untuk menyebut tempat suci Hindu meliputi candi, pura, mandir, devasthana, ksetram, dharmakshetram, koil, deula, wat, dan bale keramat.

Pembangunan kuil dan tata cara persembahyangan diatur dalam beberapa kitab berbahasa Sanskerta yang disebut Agama, yang berhubungan dengan dewa-dewi individual. Ada perbedaan substansial dalam arsitektur, adat, ritual, dan tradisi mengenai kuil di berbagai wilayah India. [398] Umat Hindu dapat menyelenggarakan puja (persembahyangan atau kebaktian) di rumah atau kuil. Untuk peribadatan di rumah, biasanya umat Hindu membuat kamar suci atau kuil kecil dengan ikon atau altar yang didedikasikan bagi dewa atau dewi tertentu ( istadewata), misalnya Kresna, Ganesa, Durga, dewa-dewi meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., atau entitas lainnya yang dihormati (misalnya leluhur atau roh pelindung).

Umat Hindu melakukan persembahyangan melalui suatu murti atau pratima, dapat berupa arca, lingga, atau sesuatu lainnya—sebagai lambang dari dewa yang dipuja—yang disakralkan/disucikan terlebih dahulu melalui suatu upacara. Biasanya, bangunan kuil didedikasikan sebagai tempat pemujaan kepada suatu dewa utama beserta dewa-dewi sekunder yang terkait. Adapula bangunan kuil yang didedikasikan untuk beberapa dewa sekaligus. Bagi sebagian besar umat Hindu di India, mengunjungi kuil bukanlah suatu kewajiban, [399] dan banyak umat yang mengunjungi kuil hanya pada saat ada perayaan/hari raya.

Murti atau pratima dalam kuil berperan sebagai medium antara umat dan Tuhan. [400] Pencitraan murti dianggap sebagai perwakilan atau manifestasi dari Tuhan, sebab umat Hindu meyakini bahwa Tuhan ada di mana-mana. Meskipun demikian, ada golongan umat Hindu yang tidak melakukan persembahyangan dengan murti dalam bentuk apa pun; contoh yang terkemuka adalah aliran Arya Samaj.

• Kuil Sri Kamadachi Ampal di Hamm, Jerman. Simbolisme [ sunting - sunting sumber ] Dalam agama Hindu ada aturan tentang simbolisme dan ikonografi untuk ditampilkan dalam karya seni, arsitektur, dan pustaka yang disakralkan. Makna simbol-simbol tersebut dicantumkan dalam kitab suci, mitologi, serta tradisi masyarakat.

Suku kata om (yang melambangkan Parabrahman) dan swastika (yang melambangkan keberuntungan) telah berkembang (dalam sejarahnya) sebagai lambang bagi agama Hindu, sedangkan petanda lainnya seperti tilaka memberi ciri mengenai aliran atau kepercayaan yang dianut.

[402] [403] Umat Hindu juga menyangkutpautkan beberapa simbol—meliputi bunga teratai ( padma), cakra, dan veena—dengan dewa-dewi tertentu. [404] [405] • • ^ Ada sejumlah pakar yang menilai "ketuaan" agama Hindu di dunia. Agama Hindu sebagai "agama tertua" dinyatakan oleh: • Fowler: " probably the oldest religion in the world (mungkin merupakan agama tertua di dunia)" [2] • Gellman & Hartman: " Hinduism, the world's oldest religion (Hinduisme, agama tertua di dunia)" [3] • Stevens: " Hinduism, the oldest religion in the world (Hinduisme, agama tertua di dunia)" [4] • Sarma: " The ‘oldest living religion’ (agama tertua yang masih bertahan)" [5] • Meriam-Webster & Klostermaier: "The ‘oldest living major religion’ in the world (salah satu agama besar yang paling tua dan masih bertahan di dunia)" [6] [7] • Laderman: " World's oldest living civilisation and religion (agama dan peradaban tertua di dunia yang masih bertahan)" [8] • Turner: " It is also recognized as the oldest major religion in the world (Ia [Hindu] juga dipahami sebagai salah satu agama besar dunia yang tertua)" [9] Di sisi lain, Smart menyebut agama Hindu sebagai salah satu agama termuda: " Hinduism could be seen to be much more recent, though with various ancient roots: in a sense it was formed in the late 19th Century and early 20th Century (Hinduisme terlihat lebih segar seperti sekarang, kendati berasal dari sumber-sumber kuno: dalam pengertian bahwa ia dikukuhkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20)" [10] Bandingkan pula dengan: • Ureligion, syamanisme, animisme, dan pemujaan leluhur sebagai bentuk-bentuk tradisi keagaaman tertua di dunia • Sarnaisme dan Sanamahisme, agama tribal India yang berkaitan dengan migrasi manusia terawal ke India • Mitologi Aborigin, salah satu agama tertua yang masih bertahan hingga kini.

• ^ Hindu juga dikenal dengan Hindū-dharma atau Vaidika-dharma dalam beberapa bahasa India meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., seperti bahasa Hindi, Bahasa Bengali, dan beberapa turunan Bahasa Indo-Arya, juga beberapa dialek Bahasa Dravida seperti Bahasa Tamil dan Bahasa Kannada. • ^ Kata Sindhu pertama kali disebutkan dalam Regweda.

[17] [18] • ^ Teks asli dalam Encyclopaedia Britannica: The term has also more recently been used by Hindu leaders, reformers, and nationalists to refer to Hinduism as a unified world religion. Sanatana dharma has thus become a synonym for the “eternal” truth and teachings of Hinduism, the latter conceived of as not only transcendent of history and unchanging but also as indivisible and ultimately nonsectarian.

• ^ Menurut King (2001), menekankan pengalaman sebagai pembenaran bagi pandangan global religius merupakan suatu gagasan yang dikembangkan pada masa modern, yang dimulai sejak abad ke-19, dan diperkenalkan kepada bangsa India oleh misionaris Unitarianisme dari barat. [38] Istilah pengalaman religius juga ditulis oleh James (seperti dikutip Hori, 1999), dalam bukunya, The Varieties of Religious Experience. [39] • ^ Teks asli: Starting from the Vedas, Hinduism has ended in embracing something from all religions, and in presenting phases suited to all minds.

It is all tolerant, all-compliant, all-comprehensive, all-absorbing. [40] • ^ Teks asli: Unlike other religions in the World, the Hindu religion does not claim any one Prophet, it does not worship any one God, it does not believe in any one philosophic concept, it does not follow any one act of religious rites or performances; in fact, it does not satisfy the traditional features of a religion or creed.

It is a way of life and nothing more. • ^ Teks asli: As a counteraction to Islamic supremacy and as part of the continuing process of regionalization, two religious innovations developed in the Hindu religions: the formation of sects and a historicization which preceded later nationalism [.] [S]aints and sometimes and sometimes militant sect leaders, such as the Marathi poet Tukaram (1609-1649) and Ramdas (1608-1681), articulated ideas in which they glorified Hinduism and the past.

The Brahmans also produced increasingly historicizing texts, especially eulogies and chronicles of sacred sites (Mahatmyas), or developed a reflexive passion for collecting and compiling extensive collections of quotations on various subjects. • ^ Di samping konsep Brahman, agama Hindu mengenal ratusan dewa dan dewi secara harfiah. Maka dari itu, agama Hindu [dapat disebut] politeistis. Akan tetapi, umat Hindu menganggap bahwa seluruh dewa-dewi tersebut merupakan awatara, atau perwujudan dari Brahman.

[184] • ^ Michaels menyebut Flood 1996 [234] sebagai acuan bagi periodisasi "Agama-agama Praweda". [235] • ^ Smart membedakan "Brahmanisme" dengan agama Weda, karena "Brahmanisme" dihubungkan dengan Upanishad.

[239] • ^ Bangsa Elamo-Dravida disebut dengan nama ini untuk membedakannya dengan bangsa Dravida masa kini yang menduduki India, yang didominasi oleh keturunan ras Australoid • ^ Menurut Jones & Ryan: "Beberapa praktik Hinduisme pastilah berasal dari zaman neolitik ( ca. 4000 SM). Sebagai contoh, pemujaan tumbuhan dan hewan tertentu karena dianggap suci, kemungkinan besar sudah ada sejak zaman kuno.

Demikian pula pemujaan dewi-dewi, suatu bagian agama Hindu masa kini, mungkin merupakan fitur yang sudah ada sejak zaman neolitik." [253] • ^ Tidak ada tahun pasti yang memungkinkan sebagai awal periode Weda. Witzel menyebutkan jangka waktu antara 1900 dan 1400 SM.

[258] Flood menyebutkan 1500 SM. [231] • ^ Menurut Michaels: "Mereka menyebut diri sebagai arya (secara harfiah berarti "ramah," dari kata arya dalam Weda, artinya "nyaman, murah hati") tetapi dalam Regweda, arya juga berarti batas budaya dan bahasa dan tidak hanya terbatas bagi ras." [260] • ^ Menurut T. Oberlies, [270] jangka waktu 1700–1100 SM ditentukan berdasarkan bukti-bukti kumulatif. • ^ Brahman-Arya di sini adalah Brahmanisme dan kebudayaan bangsa Arya.

• ^ Teks asli: Jainism does not derive from Brahman-Aryan sources, but reflects the cosmology and anthropology of a much older pre-Aryan upper class of northeastern India - being rooted in the same subsoil of archaic metaphysical speculation as Yoga, Sankhya, and Buddhism, the other non-Vedic Indian systems. • ^ Teks asli: The Brahmanists themselves seem to have encouraged this development to some extent as a means of meeting the challenge of the more heterodox movements.

At the same time, among the indigenous religions, a common allegiance to the authority of the Veda provided a thin, but nonetheless significant, thread of unity amid their variety of gods and religiou practices.

• ^ Teks asli: Some incarnations of Vishnu such as Matsya, Kurma, Varaha and perhaps even Nrsimha helped to incorporate certain popular totem symbols and creation myths, specially those related to wild boar, which commonly permeate preliterate mythology, others such as Krsna and Balarama became instrumental in assimilating local cults and myths centering around two popular pastoral and agricultural gods.

• ^ Menurut Venkataraman dan Deshpande: "Diskriminasi berdasarkan kasta masih ada di benyak wilayah India masa kini … Diskriminasi berdasarkan kasta pada dasarnya bertentangan dengan ajaran esensial kitab suci Hindu bahwa sifat-sifat ketuhanan terdapat dalam setiap makhluk." [355] • ^ Survei mengenai kebiasaan makan di India berdasarkan: "pertumbuhan sektor peternakan dan unggas di India", "pola konsumsi masyarakat India", dan "reformasi pertanian di India".

Hasil mengindikasikan bahwa orang India jarang memakan daging, dengan persentase kurang dari 30% penduduk mengonsumsi makanan non-vegetarian sesering mungkin, meskipun alasan di balik itu mungkin mengarah ke sikap ekonomis. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Georgis 2010, hlm.

62. • ^ Fowler 1997, hlm. 1. • ^ Gellman 2011. • ^ Stevens 2001, hlm. 191. • ^ Sarma 1953. • ^ Merriam-Webster 2000, hlm. 751. • ^ Klostermaier 2007, hlm. 1. • ^ Laderman 2003, hlm. 119. • ^ Turner 1996-B, hlm. 359. • ^ Smart 1993, hlm. 1. • ^ a b Harvey 2001, hlm. xiii • ^ a b Knott 1998, hlm. 5. • ^ a b c King 2002. • ^ a b c Michaels 2004. • ^ "The Global Religious Landscape - Hinduism". Laporan Jumlah dan Persebaran Agama-Agama Besar di Dunia pada 2010.

The Pew foundation. Diakses tanggal 31 Maret 2013. • ^ a b c d e f g Flood 1996, hlm. 6. • ^ "India", Oxford English Dictionary, edisi kedua, 2100a.d. Oxford University Press. • ^ "Rigveda". Sacred-Texts.com. • ^ Thapar 1993, hlm. 77. • ^ Platts 1884. • ^ O'Conell 1973, hlm. 340-344. • ^ a b c Sweetman 2004, hlm. 13. • ^ a b King 1999, hlm. 169. • ^ Nussbaum 2009. • ^ Flood 2003, hlm. 1-17. • ^ a b c Nicholson 2010, hlm. 2. • ^ Lorenzen 2006, hlm. 1-36. • ^ King 1999, hlm. 171. • ^ Radhakrishnan 1995.

• ^ Insoll 2001. • ^ a b Editor Encyclopædia Britannica. "Encyclopedia Britannica". Britannica.com. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Flood 1996, hlm. 256-261. • ^ Flood 1996, hlm. 257. • ^ a b Flood 1996, hlm. 258. • ^ Flood 1996, hlm. 259.

• ^ Flood 1996, hlm. 248. • ^ a b Flood 1996, hlm. 249. • ^ King 2001. • ^ Hori 1999, hlm. 47. • ^ Anonim 1922, hlm. 153–157. • ^ Turner 1996-A, hlm. 275. • ^ Luzzi 1991, hlm. 187–95. • ^ Flood 1996, hlm. 267-268. • ^ a b Flood 1996, hlm. 265. • ^ Flood 1996, hlm. 267. • ^ Weightman 1998, hlm. 262–264 • ^ a b Flood 2009. • ^ a b c d e f g Hiltebeitel 2007, hlm.

12. • ^ a b Flood 1996, hlm. 16. • ^ a b Lockard 2007, hlm. 50.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

• ^ Samuel 2010, hlm. 41-42. • ^ a b White 2006, hlm. 28. • ^ Narayanan 2009, hlm. 11. • ^ Hiltebeitel 2007, hlm. 3. • ^ Jones 2006, hlm. xviii. • ^ Lockard 2007, hlm. 52. • ^ Tiwari 2002, hlm. v. • ^ a b Nath 2001, hlm. 21. • ^ Samuel 2010, hlm. 193-228. • ^ Raju 1992, hlm. 31. • ^ "Mahadana".

"The Mauryan Empire" (PDF). University of Oslo. • ^ Samuel 2010, hlm. 193-228, 339-353, terutama hlm.76-79 dan 199. • ^ Samuel 2010, hlm. 77. • ^ a b c Nath 2001. • ^ a b Doniger, Wendy, "Other Sources: The Process of 'Sanskritization '", Encyclopædia Britannica • ^ Nath 2001, hlm. 31-34. • ^ Flood 1996, hlm. 128, 129, 148. • ^ Gombrich 2006, hlm.

36. • ^ Doniger 1999, hlm. 434. • ^ Smith 1962, hlm. 65. • ^ Halbfass 1991, hlm. 1-22. • ^ Klostermaier 1994, hlm. 1. • ^ Koller 1984. • ^ Osborne 2005, hlm. 9. • ^ a b Flood 1996, hlm. 14. • ^ Southgate 2005, hlm. 246 • ^ a b c d e Michaels 2004, hlm. 21. • ^ Beversluis 2000, hlm. 50. • ^ a b Halbfass 1991, hlm. 15. • ^ Flood 1996, hlm. 35. • ^ "Encyclopædia Britannica". Encyclopædia Britannica Online. 9 Juli 2010. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ "www.worldcatlibraries.org" (Akilam: vacan̲a kāviyam).

Publisher: K Patchaimal, Cāmitōppu. Diakses tanggal 23 Januari 2008. • ^ Burley 2007, hlm. 34. • ^ a b Hacker 1995, hlm. 264 • ^ Michaels 2004, hlm. 44. • ^ a b Lorenzen 2006, hlm. 24-33. • ^ a b Lorenzen 2006, hlm. 26-27. • ^ a b Micaels 2004, hlm. 44. • ^ "Statistik penganut agama dan aliran kepercayaan di dunia". Adherents.com.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-28. Diakses tanggal 2014-03-03.dihimpun dari berbagai sumber; The World Almanac and Book of Facts 1998 adalah yang relevan. • ^ a b McDaniel 2007, hlm. 52–53. • ^ a b c d e Michaels 2004, hlm.

23. • ^ a b c d Michaels 2004, hlm. 22. • ^ a b c d Michaels 2004, hlm. 24. • ^ a b de Lingen 1937, hlm. 2 • ^ a b Dogra 2003, hlm. 5. • ^ Geoffray 2005, hlm. 106. • ^ Ketkar 1909, hlm. 87–89. • ^ Growse 1996, hlm. 191. • ^ "Italy's Hindu Controversy".

Hinduism Today. September 1997. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-09. Diakses tanggal 2014-09-08. • ^ Vasu 1919, hlm. 1. • ^ Gandhi 1970, hlm. 112-261. • ^ Bhaskarananda 1994. • ^ Bhide 2008, hlm.

9. • ^ a b McRae 1991, hlm. 7–36 • ^ Badlani & 2008 303. • ^ Lane 2005, hlm. 149. • ^ "India and Hinduism". Religion of World. ThinkQuest Library. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-10. Diakses tanggal 17 Juli 2007. • ^ Murthy 2003, hlm. 7. • ^ "The Complete Works of Swami Vivekananda/Volume 5/Epistles - First Series/XXII Alasinga".

Wikisource. Diakses tanggal 30 Maret 2012. • ^ Oslon 2007, hlm. 9. • ^ Andrews & 2008 386. • ^ a b Werner 1994, hlm. 73. • ^ "iskcon.org, The Heart of Hinduism: The Four Main Denominations". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-15. Diakses tanggal 2014-03-07. • ^ Banerji 1992, hlm. 2 • ^ Sharma 1997, hlm. 149. • ^ Michaels 2004, hlm. 264. • ^ Sen Gupta 1986, hlm.

6. • ^ Radhakrishnan & Moore 1957, hlm. 89. • ^ Dasgupta 1922, hlm. 258. • ^ Radhakrishnan 1967, hlm. 453. • ^ Flood 1996, hlm. 96–98. • ^ Carmody 1996, hlm. 68. • ^ a b White 2011, hlm.

2. • ^ Matilal 1986, hlm. xiv. • ^ Leaman 1999, hlm. 269. • ^ Encyclopædia Britannica (2007) • ^ a b Neville 2001, hlm. 51. • ^ Worthington 1982, hlm.

66. • ^ Scharf, Peter M. (1996). "Bab 3.2". The Denotation of Generic Terms in Ancient Indian Philosophy. • ^ Raju 1992, hlm. 176-177. • ^ Raju 1992, hlm. 177. • ^ Sivananda 1993, hlm. 217. • ^ a b c Vedanta on Hindupedia, the Hindu Encyclopedia • ^ a b c d "ISKCON". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-15. Diakses tanggal 7 Februari 2014.

• meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. a b c d "Hindus in SA". Diakses tanggal 7 Februari 2014.

• ^ a b c d Dubois 2007, hlm. 111 • ^ a b c d "Himalayanacademy". Diakses tanggal 7 February 2014. • ^ Werbner & 2003 395–399 • ^ Williams 2001, hlm. 25–30.

• ^ Krishnamurti 1997, hlm. 67–68 • ^ "Gold Ornaments Stolen from Temple". Tamil Nadu – Nagercoil: Hindu on Net. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-11. Diakses tanggal 15 April 2009.

• ^ "Fr. Maria Jeyaraj arranged an inter-faith dialogue at Samithoppu, Kanyakumari" (PDF). Kanyakumari: Madurai News Letter. Diarsipkan dari versi asli ( PDF) tanggal 2007-11-29. Diakses tanggal 23 Januari 2008. • ^ a b "Mahima Dharma, Bhima Bhoi dan Biswanathbaba" ( PDF). Mei 2005. • ^ Chambers Dictionary Of World History. Editor BP Lenman. Chambers. 2000. • ^ brahmosamaj.org - BRAHMO SAMAJ • ^ "Prarthana Samaj".

St. Martin's College: PHILTAR. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-25. Diakses tanggal 2014-03-09. • ^ Hastings 2003, hlm. 57. • ^ "Principles of Arya Samaj". Arya Samaj.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-01. Diakses tanggal 2014-03-11. • ^ Naidoo 1982, hlm. 158. • ^ Lata 1990, hlm. x. • ^ Agarwal 1998, hlm. 243. • ^ "Belur Math (situs resmi)". • ^ Brodd 2003. • ^ Rogers 2009, hlm. 109. • ^ Chakravarti 1991, hlm.

71. • ^ Pattanaik 2002, hlm. 38. • ^ Ninian Smart (2007). "Polytheism". Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica Online.

Diakses tanggal 5 Juli 2007. • ^ Gill, N.S. "Henotheism". About, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-17. Diakses tanggal 5 Juli 2007. • ^ Reichenbach 1989, hlm. 135–149, 145. • ^ Neville 2001, hlm. 47. • ^ The Oxford Dictionary of World Religions, ed. John Bowker, OUP, 1997 • ^ Rodrigues 2006, hlm. 59. • ^ Monier-Williams 2001 • ^ a b & Bhaskarananda 1994 • ^ Wainwright, William, "Concepts of God", The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Winter 2010 Edition), Edward N.

Zalta (ed.) • ^ a b Sinha 1993 • ^ Bhaskarananda 1994 • ^ Rambachan 1994, hlm. 124, 125. • ^ Sen Gupta 1986, hlm. viii • ^ "Sāṁkhyapravacana Sūtra". Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Rajadhyaksha 1959, hlm. 95. • ^ Coward 2008, hlm. 114.

• ^ Monier-Williams 1974, hlm. 20–37 • ^ Shankaracharya, Adi; Swami Chinmayananda (penerjemah). "Atma-bodha". Mumbai: Chinmaya Mission. • ^ McClean 1994, hlm. 32. • ^ Vivekananda 1987 • ^ Werner 1994, hlm. p37 • ^ 1882, hlm. 271 • ^ Phillips 1995, hlm. 12–13. • ^ Werner 1994, hlm. 7 • ^ Toropov 2011.

• ^ Monier-Williams 2001, hlm. 492 • ^ Monier-Williams 2001, hlm. 495 • ^ McCannon, John (1 Januari 2006). World History Examination. Barron's Educational Series. • ^ a b Sehgal 1999, hlm.

1372. • ^ a b Sehgal 1999, hlm. 1373. • ^ Werner 1994, hlm. 80 • ^ Renou 1961, hlm. 55 • ^ Harman 2004, hlm. 104–106 • ^ Fuller 2004, hlm. 32. • ^ The Popular Encyclopædia.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

Blackie & Son. 1841. hlm. 61. • ^ Apte 1997. • ^ Smith 1991, hlm. 64 • ^ Brodd, Jefferey (2003). World Religions. Winona, MN: Saint Mary's Press. ISBN 978-0-88489-725-5. • ^ Paramhans Swami Maheshwarananda, The hidden power in humans, Ibera Verlag, page 23., ISBN 3-85052-197-4 • ^ Radhakrishnan 1996, hlm. 254 • ^ Europa Publications Staff 2003, hlm.

39. • ^ Hindu spirituality - Volume 25 of Documenta Missionalia, Editrice Pontificia Università Gregoriana, 1999, hlm. 1, ISBN 978-88-7652-818-7 • ^ "Hinduism - Euthanasia and Suicide".

BBC. 25 Agustus 2009. • ^ Bhagawadgita, ( XVI:8-20) • ^ Rinehart 2004, hlm. 19–21 • ^ Bhaskarananda 1994, hlm. 79–86 • ^ Nikhilananda 1992 • ^ Swami Prabhupada 1986, hlm. 16. • ^ Koller & 1968 315–319 • ^ Radhakrishnan & 1973 92. • ^ Macy & 1975 145–60. • ^ Roche, Lorin. "Love-Kama". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-20. Diakses tanggal 15 Juli 2011. • ^ Kishore 2001, hlm. 152. • ^ a b Bryant 2009, hlm. 10–457 • ^ a b Bhaskarananda 1994 • ^ Bhaktivedanta 1997, ch.

11.54 • ^ Bhaktivedanta 1997, ch. 5.5) • ^ Monier-Williams 1974, hlm. 116 • ^ a b Vivekananda 1987, hlm. 6–7 Vol I • ^ a b Vivekananda 1987, hlm. 118–120 Vol III • ^ Sargeant & Chapple 1984, hlm. 3 • ^ a b Nikhilananda 1990, hlm. 3–8 • ^ Rinehart 2004, hlm. 68. • ^ Flood 2008, hlm. 4. • ^ Harshananda 1989. • ^ Vivekananda 1987, hlm.

374 Vol II • ^ "Swami Shivananda's Mission". Diakses tanggal 25 Juni 2007. • ^ Werner 1994, hlm. 166 • ^ Monier-Williams 1974, hlm. 25–41 • ^ Sarvopaniṣado gāvo, etc. ( Gītā Māhātmya 6). Gītā Dhyānam, dikutip dari Kata Pengantar Bhagavad-gītā Menurut Aslinya Diarsipkan 2014-03-01 di Wayback Machine.

• ^ Coburn 1984, hlm. 435-459. • ^ Khanna 2007, hlm. xvii. • ^ Misra 2004, hlm. 194. • ^ Kulke 2004, hlm. 7. • ^ a b Flood 1996, hlm.

21. • ^ a b Smart 2003, hlm. 52-53. • ^ a b Michaels meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., hlm. 32. • ^ a b Flood 1996. • ^ Michaels 2004, hlm. 31, 348. • ^ Muesse 2003. • ^ a b Muesse 2011. • ^ Muesse 2011, hlm. 16. • ^ Smart 2003, hlm. 52, 83-86. • ^ Smart 2003, hlm. 52. • ^ Michaels 2004, hlm. 36. • ^ a b Michaels 2004, hlm. 38. • ^ Muesse 2003, hlm. 14. • ^ Flood & 1996 21-22. • ^ Phillips, Nicky (24 Juli 2009).

"DNA Confirms Coastal Trek to Australia". ABC Science. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • ^ Cavalli-Sforza 1994, hlm.

241. • ^ a b Thani Nayagam 1963. • ^ a b Kumar 2004. • ^ Flood 1996, hlm. 34. • ^ a b Flood 1996, hlm. 30. • ^ a b Mukherjee 2001. • ^ Cordaux 2004. • ^ a b Jones 2006, hlm. xvii. • ^ Doniger 2010, hlm. 66. • ^ "PHILTAR: Division of Religion and Philosophy". University of Cumbria. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • ^ Possehl 2002, hlm. 154. • ^ Possehl 2002, hlm. 141–156. • ^ Witzel 1995, hlm. 3-4. • ^ Singh 2008, hlm. 185. • ^ a b Michaels 2004, hlm. 33. • ^ Flood 1996, hlm. 30-35.

• ^ Hiltebeitel 2007, hlm. 5. • ^ Allchin 1995. • ^ Samuel 2010, hlm. 53-56. • ^ Hiltebeitel 2007, hlm. 5-7. • ^ a b c d Witzel 1995. • ^ Samuel 2010, hlm. 48-51, 61-93. • ^ Hiltebeitel 2007, hlm. 8-10. • ^ Woodard 2006, hlm. 242 • ^ Oberlies 1998, hlm. 158. • ^ Singh 2008, hlm. 195. • ^ Brockington 1984, hlm. 7. • ^ a b c Samuel 2010. • ^ Samuel 2010, hlm. 41-48. • ^ Samuel 2010, hlm.

41-93. • ^ Stein 2010, hlm. 48-49. • ^ Samuel 2010, hlm. 61-93. • ^ Neusner 2009, hlm. 183 • ^ Melton 2010, hlm.

1324. • ^ Mahadevan 1956, hlm. 57. • ^ Fowler 2012, hlm. xxii–xxiii. • ^ Holdrege 2004, hlm. 215. • ^ Panikkar 2001, hlm. 350-351. • ^ Day & 1982 42–45. • ^ Duchesne-Guillemin 1963, hlm. 46. • ^ Singh 2008, hlm. 184. • ^ Basham 1989, hlm. 74-75. • ^ "Encyclopedia Britannica". Britannica.com. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • ^ Flood 1996, hlm. 82. • ^ Neusner 2009, hlm. 184. • ^ Zimmer 1989, hlm. 217. • ^ Crangle 1994, hlm. 7. • ^ Flood 2003, hlm. 273-4 • ^ Pratt & 1996 90.

• ^ a b Larson 2009. • ^ Cousins 2010. • ^ a b Hiltebeitel 2007, hlm. 13. • ^ a b c Embree 1988, hlm. 277. • ^ a b Larson 2009, hlm.

185. • ^ Hiltebeitel 2007, hlm. 14. • ^ "Itihasa". Religion Facts. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-25. Diakses tanggal 1 Oktober 2011. • ^ a b c Hiltebeitel 2007, hlm. 20. • ^ Raju 1992, hlm. 211. • ^ Basham, Arthur Llewellyn. "Encyclopædia Britannica". Britannica.com. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • ^ Radhakrishnan & Moore 1967, hlm.

xviii–xxi • ^ a b Michaels 2004, hlm. 40. • ^ Nakamura 2004, hlm. 687. • ^ a b Thapar 2003, hlm. 325. • ^ a b c Nath 2001, hlm. 19. • ^ a b Embree 1988, hlm. 342 • ^ Flood 1996, hlm. 131. • ^ Sharma 1980, hlm. 5. • ^ Bhattacharya 2011, hlm. 65. • ^ michaels 2004, hlm.

41. • ^ White 2000, hlm. 25-28. • ^ a b c d Michaels 2004, hlm. 42. • ^ Inden 1998, hlm. 67. • ^ Thapar 2003, hlm. 325, 487. • ^ Flood 1996, hlm.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

113. • ^ a b Thapar 2003, hlm. 487. • ^ a b c Nath 2001, hlm. 20. • ^ Nath 2001, hlm. 31-32. • ^ Nath 2001, hlm. 32. • ^ Nath 2001, hlm. 31. • ^ Holt 2004, hlm. 12, 15. • ^ Raju 1992, hlm.

177-178. • ^ Nakamura 2004, hlm. 680. • ^ a b King 1999. • ^ a b Basham 1999 • ^ Goel 1993, hlm. 38. • ^ Sharma 1991, hlm. 112. • ^ "Aurangzeb: Religious Policies". Manas Group, UCLA. Diakses tanggal 26 Juni 2011. • ^ "Halebidu - Temples of Karnataka". TempleNet.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2006. • ^ J.T.F.

Jordens, "Medieval Hindu Devotionalism" dalam Basham 1999 • ^ Ncholson 2010, hlm. 2. • ^ Lorenzen 2006, hlm. 27. • ^ King & 2002 118. • ^ King 1999-B. • ^ Jones 2006, hlm. 114. • ^ King 2002, hlm. 119-120. • ^ King 2002, hlm. 123. • ^ Muesse 2011, hlm. 3-4. • ^ Doniger 2010, hlm. 18. • ^ Jouhki 2006, hlm. 10-11. • ^ Ram-Prasad 2003, hlm. 526–550 • ^ Rinehart 2004, hlm. 196-197. • ^ Sri Aurobindo 2000, hlm.

517. • ^ Cornelissen 2011, hlm. 116. • ^ Manu Smriti Laws of Manu Diarsipkan 2010-05-28 di Wayback Machine. 1.87-1.91 • ^ Silverberg 1969, hlm. 442–443 • ^ Smelser & Lipset 2005. • ^ Smith 1994. • ^ Michaels 2004, hlm. 188–197 • ^ V, Jayaram. "The Hindu Caste System". Hinduwebsite. Diakses tanggal 28 November 2012. • ^ Venkataraman, Swaminathan; Deshpande, Pawan. "Hinduism: Not Cast In Caste". Hindu American Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-02.

Diakses tanggal 28 November 2012. • ^ de Zwart 2000, hlm. 235–249. • ^ Nikhilananda 1992, hlm. 155 • ^ Rinehart 2004, hlm. 165–168 • ^ Albertson 2009, hlm.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. • ^ a b Narendranand (Swami) 2008, hlm. 51 • ^ Chandra 1998, hlm. 178. • ^ Courtney, David. "Bhajan". Chandrakantha.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-03-15. Diakses tanggal 2014-03-08. • ^ King 2005, hlm. 359. • ^ Muesse 2011, hlm. 216. • ^ "Religious Life". Religions of India. Global Peace Works.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-03-01. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ a b c d "Domestic Worship". Country Studies. The Library of Congress. September 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-13.

Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ "Hindu Marriage Act, 1955". Sudhir-Law.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-05. Diakses tanggal 25 Juni 2007. • ^ a b "Life-Cycle Rituals". Country Studies: India. The Library of Congress. September 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-13. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ Banerjee, Suresh Chandra. "Shraddha". Banglapedia. Asiatic Society of Bangladesh. Diakses tanggal 20 April 2007. • ^ Monier-Williams, Religious Thought and Life in India (New Delhi, edisi 1974) • ^ Radhakrishnan 1929, hlm.

148 • ^ Taimi 1961, hlm. 206. • ^ "The Laws of Manu". Sacred-Texts.com. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Rigveda". Intratext.com. Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f Griffith 2003, hlm. 56–66 • ^ Ramanuj Prasad. Vedas A Way Of Life, p.32 • ^ Arthur Berriedale Keith and Ralph T.H.

Griffith. The Yajur Veda, iii.2.2 - iii.2.3 [1] • ^ van Bekkum 1997, hlm. 77. • ^ "The Texts of the White Yajurveda". hlm. 212–223. • ^ McGowan (ed.) 2012, hlm.

10. • ^ Fox, Michael Allen (1999), Deep Vegetarianism, Temple University Press, ISBN 1-56639-705-7 • ^ Yadav, Y. (14 Agustus 2006). "The Food Habits of a Nation". The Hindu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-29. Diakses tanggal 17 November 2006. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b Narayanan 2007 • ^ Rosen 2006, hlm.

188 • ^ "Religious or Secular: Animal Slaughter a Shame". The Hindu American foundation. 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-12-03. Diakses tanggal 30 Juli 2010. • ^ a b Fuller 2004, hlm. 83. • ^ Harold 2007. • ^ Smith 2007, hlm. 12. • ^ Kamphorst 2008, hlm. 287. • ^ Gouyon 2005, hlm. 51. • ^ Walker 1968, hlm. 257. • ^ Richman 1988, hlm. 272. • ^ Krishnakumar, R. (30 Agustus–12 September 2003). "Beef without borders". Frontline. Narasimhan Ram. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-01.

Diakses tanggal 7 Oktober 2006. Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ "Culture: Food". ISKCON. • ^ Williams & 2001 159. • ^ a b Bhaskarananda 1994, hlm. 112 • ^ Michaels 2004, hlm. 316 • ^ Kramrisch, Stella (1946). The Hindu Temple. Calcutta: University of Calcutta. • ^ Bhaskarananda 1994, hlm. 157. • ^ Bhaskarananda 1994, hlm. 137.

meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan....

• ^ Jha 2007. • ^ Doniger 1999, hlm. 1041. • ^ A David Napier (1987), Masks, Transformation, and Paradox, University of California Press, ISBN 978-0520045330, hlm. 186-187 • ^ TA Gopinath Rao (1998), Elements of Hindu iconography, Motilal Banarsidass, ISBN 978-8120808782, hlm. 1–8 • ^ JN Banerjea, The Development Of Hindu Iconography, Kessinger, ISBN 978-1417950089, hlm. 247–248, 472–508 Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Agarwal, Satya P.

(1998), The Social Role of the Gītā: How and Why, New Delhi: Motilal Banarsidass, ISBN 978-81-208-1524-7, OCLC 68037824 • Albertson, Todd (2009), The Gods of Business: The Intersection of Faith and the Marketplace, ISBN 978-0-615-13800-8 • Allchin, Frank Raymond; Erdosy, George (1995), The Archaeology of Early Historic South Asia: The Emergence of Cities and States, Cambridge University Pressdiakses tanggal 25 November 2008 • Andrews, Margaret; Boyle, Joyceen (2008), Transcultural concepts in nursing care, Lippincott Williams & Wilkins, ISBN 978-0-7817-9037-6 • Anonim (1922), Eminent Orientalists: Indian, European, American (AES reprint) (edisi ke-cetak ulang), New Delhi: Asian Educational Services, ISBN 8120606973 • Apte, Vaman S.

(1997), The Student's English-Sanskrit Dictionary (edisi ke-baru), Delhi: Motilal Banarsidas, ISBN 81-208-0300-0 • Badlani, Hiro (2008), Hinduism: Path of the Ancient Wisdom, iUniverse, ISBN 978-0-595-70183-4 • Banerji, S. C. (1992), Tantra in Bengal (edisi ke-Second Revised and Enlarged), Delhi: Manohar, ISBN 81-85425-63-9 • Basham, Arthur Llewellyn (1989), The Origins and Development of Classical Hinduism, Oxford University Press • Basham, Arthur Llewellyn (1999), A Cultural History of India, Oxford University Press, ISBN 0-19-563921-9 • Beversluis, Joel (2000), Sourcebook of the World's Religions: An Interfaith Guide to Religion and Spirituality (Sourcebook of the World's Religions, 3rd ed), Novato, Calif: New World Library, ISBN 1-57731-121-3 • Bhaktivedanta, A.

C. (1997), Bhagavad-Gita As It Is, Bhaktivedanta Book Trust, ISBN 0-89213-285-X, diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-09-13diakses tanggal 14 Juli 2007 • Bhaskarananda, Swami (1994), The Essentials of Hinduism: a comprehensive overview of the world's oldest religion, Seattle, WA: Viveka Press, ISBN 1-884852-02-5 • Bhattacharya, Vidhushekhara (1943), Gauḍapādakārikā, Delhi: Motilal Banarsidass • Bhattacharyya, N.N (1999), History of the Tantric Religion (edisi ke-Second Revised), Delhi: Manohar publications, ISBN 81-7304-025-7 • Bhattacharya, Ramkrishna (15 Desember 2011), Studies on the Carvaka/Lokayata, Anthem Press, ISBN 978-0-85728-433-4 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Bhide, Nivedita Raghunath (2008), Swami Vivekananda in America, ISBN 978-81-89248-22-2 • Brockington, J.L.

(1984), The Sacred Thread: Hinduism in its Continuity and Diversity, Edinburgh University Press • Brodd, Jefferey (2003), World Religions, Winona, MN: Saint Mary's Press, ISBN 978-0-88489-725-5 • Bryant, Edwin (2009), The Yoga Sutras of Patañjali: A New Edition, Translation, and Commentary, New York, USA: North Point Press, ISBN 978-0865477360 • Burley, Mikel (2007), Classical Samkhya and Yoga: An Indian Metaphysics of Experience, Taylor & Francis • Carmody, Denise Lardner; Carmody, John (1996), Serene Compassion, Oxford University Press • Cavalli-Sforza, Luigi Luca; Menozzi, Paolo; Piazza, Alberto (1994), The History and Geography of Human Genes, Princeton University Press • Chakravarti, Sitansu (1991), Hinduism: A Way of Life, Motilal Banarsidass Publ., ISBN 978-81-208-0899-7 • Chandra, Suresh (1998), Encyclopaedia of Hindu Gods and Goddesses • Chidbhavananda, Swami (1997), The Bhagavad Gita, Sri Ramakrishna Tapovanam • Clarke, Peter Bernard (2006), New Religions in Global Perspective, Routledge, hlm.

209, ISBN 0-7007-1185-6 • Coburn, Thomas B. (September, 1984), Journal of the American Academy of Religion, 52 (3) Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan); Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan); Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Comans, Michael (2000), The Method of Early Advaita Vedānta: A Study of Gauḍapāda, Śaṅkara, Sureśvara, and Padmapāda, Delhi: Motilal Banarsidass • Cordaux, Richard; Weiss, Gunter; Saha, Nilmani; Stoneking, Mark (2004), "The Northeast Indian Passageway: A Barrier or Corridor for Human Migrations?", Molecular Biology and Evolution, Society for Molecular Biology and Evolution, doi: 10.1093/molbev/msh151, PMID 15128876diakses tanggal 25 November 2008 • Cornelissen, R.

M. Matthijs; Misra, Girishwar; Varma, Suneet (2011), Foundations of Indian Psychology Volume 2: Practical Applications, Pearson Education India, ISBN 978-81-317-3085-0 • Cousins, L.S. (2010), Buddhism. In: "The Penguin Handbook of the World's Living Religions", Penguin • Coward, Harold (Februari 2008), The Perfectibility of Human Nature in Eastern and Western Thought, ISBN 978-0-7914-7336-8 • Cowell, E.B.; Gough, A.E.

(1882), Sarva-Darsana Sangraha of Madhava Acharya: Review of Different Systems of Hindu Philosophy, New Delhi: Indian Books Centre/Sri Satguru Publications, ISBN 978-81-7030-875-1 • Crangle, Edward Fitzpatrick (1994), The Origin and Development of Early Indian Contemplative Practices, Otto Harrassowitz Verlag • Day, Terence P (1982), The Conception of Punishment in Early Indian Literature, Ontario: Wilfrid Laurier University Press, ISBN 0-919812-15-5 • de Lingen, John; Ramsurrun, Pahlad (1937), An Introduction to The Hindu Faith, Sterling Publishers Pvt.

Ltd, ISBN 978-81-207-4086-0 • de Zwart, Frank (Juli 2000), "The Logic of Affirmative Action: Caste, Class and Quotas in India", Acta Sociologica, 43 (3), doi: 10.1177/000169930004300304, JSTOR 4201209 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Dogra, R.C; Dogra, Urmila (2003), Let's Know Hinduism: The Oldest Religion of Infinite Adaptability and Diversity, Star Publications, ISBN 978-81-7650-056-2 • Doniger, Wendy (1999), Merriam-Webster's Encyclopedia of World Religions, Merriam-Webster • Doniger, Wendy (2010), The Hindus: An Alternative History, Oxford University Press • Dubois, Abbe J.A.

(2007), Hindu Manners, Customs and Ceremonies, Cosimo • Duchesne-Guillemin, Jacques (1963), "Heraclitus and Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., History of Religions, 3 (1): 34–49, doi: 10.1086/462470 • Eliot, Sir Charles (2003), Hinduism and Buddhism: An Historical Sketch, I (edisi ke-Reprint), Munshiram Manoharlal, ISBN 81-215-1093-7 • Embree, Ainslie Thomas (1988), Sources of Indian Tradition: From the Beginning to 1800, I (edisi ke-2), Columbia University Press, ISBN 978-0-231-06651-8 Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • Europa Publications Staff (2003), The Far East and Australasia, 2003 - Regional Surveys of the World, Routledge, ISBN 978-1-85743-133-9 • Flood, Gavin D.

(1996), An Introduction to Hinduism, Cambridge University Press • Flood, Gavin D. (2008), The Blackwell Companion to Hinduism, John Wiley & Sons • Flood, Gavin D. (24 Agustus 2009), History of Hinduism, BBC Religions Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Fowler, Jeaneane D.

(1997), Hinduism: Beliefs and Practices, Sussex Academic Press • Fowler, Jeaneane D. (1 Februari 2012), The Bhagavad Gita: A Text and Commentary for Students, Sussex Academic Press, ISBN meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Fuller, C. J. (26 Juli 2004), "IV. Sacrifice", The Camphor Flame: Popular Hinduism and Society in India [Paperback] (edisi ke-revisi), Princeton University Press, ISBN 978-0-691-12048-5 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Gandhi, Mahatma (1970), The Collected Works of Mahatma Gandhi, 34, New Delhi, ISBN 1443740209 • Georg, Feuerstein (2002), The Yoga Tradition, Motilal Banarsidass, ISBN 3-935001-06-1 • Georgis, Faris (2010), Alone in Unity: Torments of an Iraqi God-Seeker in North America, Dorrance Publishing, hlm.

62, ISBN 1-4349-0951-4 • Garces-Foley, Katherine (2005), Death and religion in a changing world, M. E. Sharpe • Garg, Gaṅgā Rām (1992), Encyclopaedia of the Hindu World, Volume 1, Concept Publishing Company • Gellman, Marc; Hartman, Thomas (2011), Religion For Dummies, John Wiley & Sons • Geoffray, Davis; Peter Marsden; Benedicte Ledent; Marc Delrez (2005), Towards a Transcultural Future: Literature and society in a post-colonial world, Rodopi, ISBN 90-420-1736-8 • Ghurye, Govind Sadashiv (1980), The Scheduled Tribes of India, Transaction Publishers • Goel, Sita (1993), Tipu Sultan: Villain or Hero?

– An Anthology, Voice of India, ISBN 978-81-85990-08-8 • Gombrich, Richard F. (1996), Theravada Buddhism. A Social History from Ancient Benares to Modern Colombo, London and New York: Routledge • Gomez, Luis O.

(2013), Buddhism in India. In: Joseph Kitagawa, "The Religious Traditions of Asia: Religion, History, and Culture", Routledge • Gouyon, Anne; Yayasan Bumi Kita (30 September 2005), "The Hiden Life of Bali", The Natural Guide to Bali: Enjoy Nature, Meet the People, Make a Difference, Equinox Publishing (Asia) Pte. Ltd., ISBN 979-3780-00-2diakses tanggal 12 Agustus 2010 • Griffith, Ralph Thomas Hotchkin (2003), The Vedas: With Illustrative Extracts, Book Tree, ISBN 1585092231 • Growse, Frederic Salmon (1996), Mathura - A District Memoir (edisi ke-Reprint), Asian Educational Services • Hacker, Paul; Halbfass, Wilhelm (1995), Philology and Confrontation: Paul Hacker on Traditional and Modern Vedānta, SUNY Press, ISBN 978-0-7914-2581-7 • Halbfass, Wilhelm (1991), Tradition and Reflection, SUNY Press • Halbfass, Wilhelm (2007), Research and reflection: Responses to my respondents / iii.

Issues of comparative philosophy (pp. 297-314). In: Karin Eli Franco (ed.), "Beyond Orientalism: the work of Wilhelm Halbfass and its impact on Indian and cross-cultural studies" (edisi ke-1st Indian ed.), Delhi: Motilal Banarsidass Publishers, ISBN 8120831101 Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) • Harold, Smith (1 Januari 2007), Outline of Hinduism, Read Books, ISBN 1-4067-8944-5 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Harshananda, Swami (1989), "A Bird's Eye View of the Vedas", Holy Scriptures: A Symposium on the Great Scriptures of the World (edisi ke-ke-2), Mylapore: Sri Ramakrishna Math, ISBN 81-7120-121-0 • Harvey, Andrew (2001), Teachings of the Hindu Mystics, Boulder: Shambhala, ISBN 1-57062-449-6 • Hastings, James; John A.

Selbie (Ed.) (2003), Encyclopedia of Religion and Ethics, Part 3, Kessinger Publishing, ISBN 0-7661-3671-X Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) [ pranala nonaktif permanen] • Hiltebeitel, Alf (2002), Hinduism.

In: Joseph Kitagawa, "The Religious Traditions of Asia: Religion, History, and Culture", Routledge • Hiltebeitel, Alf (2007), Hinduism. In: Joseph Kitagawa, "The Religious Traditions of Asia: Religion, History, and Culture".

Digital printing 2007, Routledge • Hoiberg, Dale (2001), Students' Britannica India, Popular Prakashan, ISBN 0-85229-760-2 • Holt, John (2004), The Buddhist Visnu, Columbia University Press • Hopfe, Lewis M.; Woodward, Mark R.

(2008), Religions of the World, Pearson Education • Hori, Victor Sogen (1994), Teaching and Learning in the Zen Rinzai Monastery. In: Journal of Japanese Studies, Vol.20, No. 1, (Winter, 1994), 5-35 (PDF), diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-10-25diakses tanggal 2014-03-07 • Insoll, Timothy (2001), Archaeology and World Religion, Routledge, ISBN 978-0-415-22155-9 • Inden, Ronald (1998), Ritual, Authority, And Cycle Time in Hindu Kingship.

In: JF Richards, ed., "Kingship and Authority in South Asia", New Delhi: Oxford University Press • Inden, Ronald B. (2000), Imagining India, C. Hurst & Co. Publishers • Jha, Preeti (26 Desember 2007), Guinness Comes to East Delhi: Akshardham World’s Largest Hindu Temple, ExpressIndia.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-12-28diakses tanggal 2 Januari 2008 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Johnson, W.J.

(2009), A Dictionary of Hinduism, Oxford University Press, ISBN 978-0-19-861025-0 • Jones, Constance; Ryan, James D. (2006), Encyclopedia of Hinduism, Infobase Publishing • Jouhki, Jukka (2006), "Orientalism and India" (PDF), J@RGONIA 8/2006, diarsipkan dari versi asli ( PDF) tanggal 2017-05-25diakses tanggal 2014-03-07 • Kamphorst, Janet (5 Juni 2008), "9", In Praise of Death: History and Poetry in Medieval Marwar (South Asia), Leiden University Press, ISBN 90-8728-044-0 • Ketkar, Shridhar (1909), The History of Caste in India, Taylor & Carpenter • Khanna, Meenakshi (2007), Cultural History Of Medieval India, Berghahn Books • King, Anna; Brockington, John (2005), The Intimate Other: Love Divine in Indic Religions, Orient Longman • King, Richard (1999), Orientalism and Religion: Post-Colonial Theory, India and "The Mystic East", Routledge • King, Richard (1999-B), "Orientalism and the Modern Myth of "Hinduism "", NUMEN, Vol.

46, pp 146-185, BRILL Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • King, Richard (2002), Orientalism and Religion: Post-Colonial Theory, India and "The Mystic East", Routledge • Kishore, B.

R. (2001), Hinduism, Diamond Pocket Books Ltd., ISBN 9788128800825 • Klostermaier, Klaus K. (1994), A Survey of Hinduism: Second Edition, SUNY Press • Klostermaier, Klaus K. (2007), A Survey of Hinduism: Third Edition, SUNY Press • Knott, Kim (1998), Hinduism: A Very Short Introduction, Oxford University Press • Koller, John M. (Oktober 1968), "JSTOR: Philosophy East and West", Philosophy East and West, 18 (4) Parameter -chapter= akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Koller, John M.

(April, 1984), "JSTOR: Philosophy East and West", Philosophy East and West, www.jstor.org, 34 (2), JSTOR 1398925 Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Kramer, Kenneth (1986), World scriptures: an introduction to comparative religions, ISBN 978-0-8091-2781-8 • Krishnamurti, B.N.

(1997), Encyclopedia of Hinduism, Centre for International Religious Studies, ISBN 8174881689 • Kulke, Hermann; Rothermund, Dietmar (1998), High-resolution analysis of Y-chromosomal polymorphisms reveals signatures of population movements from central Asia and West Asia into India, Routledge, ISBN 0-415-15482-0diakses tanggal 25 November 2008 • Kulke, Hermann; Rothermund, Dietmar (2004), A History of India, Routledge • Kumar, Dhavendra (2004), Genetic Disorders of the Indian Subcontinent, Springer, ISBN 1-4020-1215-2diakses tanggal 25 November 2008 • Kuruvachira, Jose (2006), Hindu nationalists of modern India, Rawat publications, ISBN 81-7033-995-2 • Laderman, Gary (2003), Religion and American Cultures: An Encyclopedia of Traditions, Diversity, and Popular Expressions, ABC-CLIO, ISBN 1-57607-238-X • Lane, Jan-Erik; Ersson, Svante (2005), Culture and Politics: A Comparative Approach (edisi ke-2), Ashgate Publishing, Ltd, ISBN 978-0-7546-4578-8 • Larson, Gerald (1995), India's Agony Over Religion, SUNY Press • Larson, Gerald (2009), Hinduism.

In: "World Religions in America: An Introduction", pp. 179-198, Westminster John Knox Press • Lata, Prem (1990), Swami Dayānanda Sarasvatī, Sumit Publications, ISBN 81-7000-114-5 • Leaman, Oliver (1999), Key Concepts in Eastern Philosophy, Routledge • Lockard, Craig A. (2007), Societies, Networks, and Transitions. Volume I: to 1500, Cengage Learning • Lorenzen, David N. (2006), Who Invented Hinduism: Essays on Religion in History, Yoda Press • Luzzi, Ferro (1991), "The Polythetic-Prototype Approach to Hinduism", dalam G.D.

Sontheimer dan H. Kulke (ed.), Hinduism Reconsidered, Delhi: Manohar Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: editors list ( link) • Macy, Joanna (1975), "The Dialectics of Desire", Numen, BRILL, 22 (2), JSTOR 3269765 • Mahadevan, T. M. P (1956), Sarvepalli Radhakrishnan, ed., History of Philosophy Eastern and Western, George Allen & Unwin Ltd • Matilal, B. K. (1986), Perception. An Essay on Classical Indian Theories of Knowledge, Oxford University Press • McDaniel, J.

(2007), "Hinduism", dalam Corrigan, John, The Oxford Handbook of Religion and Emotion, Oxford University Press, ISBN 0-19-517021-0 • McGowan (ed.), Dale (2012), Voices of Unbelief: Documents from Atheists and Agnostics, ISBN 1598849786 Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • McMahan, David L. (2008), The Making of Buddhist Modernism, Oxford University Press, ISBN 9780195183276 • McRae, John (1991), "Oriental Verities on the American Frontier: The 1893 World's Parliament of Religions and the Thought of Masao Abe", Buddhist-Christian Studies, University of Hawai'i Press, 11, doi: 10.2307/1390252, JSTOR 1390252.

• McRae, John (2003), Seeing Through Zen. Encounter, Transformation, and Genealogy in Chinese Chan Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., The University Press Group Ltd, ISBN 9780520237988 • Melton, J.

Gordon; Baumann, Martin (2010), Religions of the World, Second Edition: A Comprehensive Encyclopedia of Beliefs and Practices, ABC-CLIO, ISBN 978-1-59884-204-3 • Merriam-Webster (2000), Merriam-Webster's Collegiate Encyclopedia, Merriam-Webster • Michaels, Axel (2004), Hinduism.

Past and present, Princeton, New Jersey: Princeton University Press • Michell, George (1977), The Hindu Temple: An Introduction to Its Meaning and Forms, University of Chicago Press • Misra, Amalendu (2004), Identity and Religion: Foundations of Anti-Islamism in India, SAGE • Monier-Williams, Monier (2001), English Sanskrit dictionary, Delhi: Motilal Banarsidass, ISBN 81-206-1509-3diakses tanggal 24 Juli 2007 • Morgan, Kenneth W.; Sarma, D.

S. (1953), The Religion of the Hindus, Ronald Press • Muesse, Mark William (2003), Great World Religions: Hinduism • Muesse, Mark Willaim (2011), The Hindu Traditions: A Concise Introduction, Fortress Press, ISBN 9780800697907 • Mukherjee, Namita; Nebel, Almut; Oppenheim, Ariella; Majumder, Partha P. (December 2001, Vol. 80, No. 3), "High-resolution analysis of Y-chromosomal polymorphisms reveals signatures of population movements from central Asia and West Asia into India" ( PDF), Journal of Genetics, Springer Indiadiakses tanggal 25 November 2008 Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) [ pranala nonaktif permanen] • Murthy, B.S.

(2003), Puppets of Faith: theory of communal strife, Bulusu Satyanarayana Murthy, ISBN 978-81-901911-1-1 • Naidoo, Thillayvel (1982), The Arya Samaj Movement in South Africa, Motilal Banarsidass, ISBN 81-208-0769-3 • Nakamura, Hajime (2004), A History of Early Vedanta Philosophy.

Part Two, Delhi: Motilal Banarsidass Publishers Private Limited • Narayanan, Vasudha (2007), "The Hindu Tradition", dalam Willard G. Oxtoby dan Alan F. Segal, A Concise Introduction to World Religions, New York: Oxford University Press • Narayanan, Vasudha (2009), Hinduism, The Rosen Publishing Group • Narendranand (Swami) (2008), Hindu spirituality: a help to conduct prayer meetings for Hindus, Jyoti Ashram • Nath, Vijay (2001), "From 'Brahmanism' to 'Hinduism': Negotiating the Myth of the Great Tradition", Social Scientist 2001 • Neusner, Jacob (2009), World Religions in America: An Introduction, Westminster John Knox Press, ISBN 978-0-664-23320-4 • Neville, Robert (2001), Religious Truth, Suny Press, ISBN 978-0-7914-4778-9 • Nicholson, Andrew J.

(2010), Unifying Hinduism: Philosophy and Identity in Indian Intellectual History, Columbia University Press • Nikhilananda, Swami (1990), The Upanishads: Katha, Iśa, Kena, and Mundaka, I (edisi ke-5th), New York: Ramakrishna-Vivekananda Centre, ISBN 0-911206-15-9 • Nikhilananda, Swami (trans.) (1992), The Gospel of Sri Ramakrishna (edisi ke-8th), New York: Ramakrishna-Vivekananda Centre, ISBN 0-911206-01-9 • O'Conell, Joseph T.

(1973), "The Word 'Hindu' in Gauḍīya Vaiṣṇava Texts", Journal of the American Oriental Society, 93 (3) • Oberlies, T. (1998), Die Religion des Rgveda, Vienna: Institut für Indologie der Universität Wien, ISBN 3-900271-32-1 • Olson, Carl (2007), The Many Colours of Hinduism: A Thematic-historical Introduction, Rutgers University Press, hlm.

9, ISBN meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. • Osborne, E (2005), Accessing R.E. Founders & Leaders, Buddhism, Hinduism and Sikhism Teacher's Book Mainstream, Folens Limited • Pattanaik, Devdutt (2002), The man who was a woman and other queer tales of Hindu lore, Routledge, ISBN 978-1-56023-181-3 • Phillips, Stephen H. (1995), Classical Indian Metaphysics: Refutations of Realism and the Emergence of "New Logic", Open Court Publishing • Platts, John Thompson (1884), A Dictionary of Urdu, Classical Hindī, and English, W.H.

Allen & Co., Oxford University • Possehl, Gregory L. (11 November 2002), "Indus religion", The Indus Civilization: A Contemporary Perspective, Rowman Altamira, ISBN 978-0-7591-1642-9 • Pratt, James Bissett (1996), The Pilgrimage of Buddhism and a Buddhist Pilgrimage, Asian Educational Services, ISBN 978-81-206-1196-2 • Radhakrishnan, Sarvepalli (1929), Indian Philosophy, Muirhead library of philosophy, 1 (edisi ke-2), London: George Allen and Unwin Ltd.

• Radhakrishnan, Sarvepalli; Moore, CA (1967), A sourcebook in Indian Philosophy, Princeton University Press, ISBN 0-691-01958-4 • Radhakrishnan, Sarvepalli (1973), The Hindu View of Life, Pennsylvania State University: Macmillan • Radhakrishnan, Sarvepalli (Trans.) (1995), Bhagavad Gita, Harper Collins, ISBN 1-85538-457-4 • Radhakrishnan, Sarvepalli (1996), Indian Philosophy, 1, Oxford University Press, ISBN 0-19-563820-4 • Rajadhyaksha (1959), The six systems of Indian philosophy • Raju, P.T.

(1992), The Philosophical Traditions of India, Delhi: Motilal Banarsidass Publishers Private Limited • Ram-Prasad, C (2003), "Contemporary political Hinduism", dalam Flood, Gavin, The Blackwell Companion to Hinduism, Blackwell Publishing, ISBN 0-631-21535-2 • Ramaswamy, Sumathi (1997), Passions of the Tongue: Language Devotion in Tamil India, 1891-1970, University of California Press • Rambachan, Anantanand (1994), The Limits of Scripture: Vivekananda's Reinterpretation of the Vedas, University of Hawaii Press • Ramstedt, Martin (2004), Hinduism in Modern Indonesia: A Minority Religion Between Local, National, and Global Interests, New York: Routledge • Rawat, Ajay S.

(1993), StudentMan and Forests: The Khatta and Gujjar Settlements of Sub-Himalayan Tarai, Indus Publishing • Reichenbach, Bruce R. (April 1989), "Karma, causation, and divine intervention", Philosophy East and West, Hawaii: University of Hawaii Press, 39 (2), doi: 10.2307/1399374diakses tanggal 29 Desember 2009. • Renard, Philip (2010), Non-Dualisme. De directe bevrijdingsweg, Cothen: Uitgeverij Juwelenschip • Richman, Paula (1988), Women, branch stories, and religious rhetoric in a Tamil Buddhist text, Buffalo, NY: Maxwell School of Citizenship and Public Affairs, Syracuse University, ISBN 0-915984-90-3 • Rinehart, Robin (2004), Contemporary Hinduism: Ritual, Culture, and Practice, ABC-CLIO • Rodrigues, Hillary (2006), Hinduism: the Ebook, JBE Online Books • Rogers, Peter (2009), Ultimate Truth, Book 1, AuthorHouse, ISBN 978-1-4389-7968-7 • Rosen, Steven (2006), Essential Hinduism (edisi ke-ke-1), Westport: Praeger Publishers • Samuel, Geoffrey (2010), The Origins of Yoga and Tantra.

Indic Religions to the Thirteenth Century, Cambridge University Press • Sarma, D. S.; Morgan, Kenneth W. (1953), The Religion of the Hindus • Sargeant, Winthrop; Chapple, Christopher (1984), The Bhagavad Gita, New York: State University of New York Press, ISBN 0-87395-831-4 • Sehgal, Sunil (1999), Encyclopaedia of Hinduism: T-Z, Volume 5, Sarup & Sons • Sen Gupta, Anima (1986), The Evolution of the Sāṃkhya School of Thought, South Asia Books, ISBN 81-215-0019-2 • Silverberg, James (1969), "Social Mobility in the Caste System in India: An Interdisciplinary Symposium", The American Journal of Sociology, 75 (3), doi: 10.1086/224812 • Sinha, H.P.

(1993), Bhāratīya Darshan kī rūprekhā, Motilal Banarasidas Publishing, ISBN 81-208-2144-0 Parameter -trans_title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Sharf, Robert H. (1993), "The Zen of Japanese Nationalism", History of Religions, Vol. 33, No. 1. (Aug., 1993), pp. 1-43. • Sharf, Robert H. (1995a), Whose Zen? Zen Nationalism Revisited (PDF) • Sharf, Robert H.

(2000), The Rhetoric of Experience and the Study of Religion. In: Journal of Consciousness Studies, 7, No. 11-12, 2000, pp. 267-87 (PDF), diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-05-13diakses tanggal 2014-03-07 • Sharma, Peri Sarveswara (1980), Anthology of Kumārilabhaṭṭa's Works, Delhi: Motilal Banarsidass • Sharma, Hari (1991), The Real Tipu: A Brief History of Tipu Sultan, Rishi publications • Singh, Upinder (2008), A History of Ancient and Early Medieval India: From the Stone Age to the 12th Century, Pearson Education India, ISBN 978-81-317-1120-0 • Sivaraman, Krishna (1997), Hindu Spirituality: An Encyclopedic History of the Religious Quest.

Postclassical and Modern, 2, The Crossroad Publishing Co., ISBN 9780824507558 • Sjoberg, Andree F. (1990), "The Dravidian Contribution To The Development Of Indian Civilization: A Call For A Reassesment", Comparative Civilizations Review.

23:40-74 • Smart, Ninian (1993), "THE FORMATION RATHER THAN THE ORIGIN OF A TRADITION", DISKUS Vol 1 No.1 (1993) p.1, diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-12-02diakses tanggal 2014-03-07 • Smart, Ninian (2003), Godsdiensten van de wereld (The World's religions), Kampen: Uitgeverij Kok • Smelser, N.; Lipset, S., ed. (2005), Social Structure and Mobility in Economic Development, Aldine Transaction, ISBN 0-202-30799-9 • Smith, W.C. (1962), The Meaning and End of Religion, San Francisco: Harper and Row • Smith, Huston (1991), The World's Religions: Our Great Wisdom Traditions, San Francisco: HarperSanFrancisco, ISBN 0-06-250799-0 • Smith, Huston (1994), "Hinduism: The Stations of Life", The Illustrated World's Religions, New York, USA: HarperCollins, ISBN 0-06-067440-7 • Smith, David Whitten; Burr, Elizabeth Geraldine (28 Desember 2007), "One", Understanding World Religions: A Road Map for Justice and Peace, Rowman & Littlefield, ISBN 0-7425-5055-9 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Southgate, Christopher (2005), God, Humanity, and the Cosmos, Bloomsburry Academic, ISBN 0567030164 • Sri Aurobindo (2000), Essays On The Gita, Sri Aurobindo Ashram Publishing, ISBN 978-81-7058-613-5 • Stein, Burton (2010), A History of India, Second Edition (PDF), Wiley-Blackwell, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-01-14diakses tanggal 2014-03-07 • Stevens, Anthony (2001), Ariadne's Clue: A Guide to the Symbols of Humankind, Princeton University Press • Sweetman, Will (2004), "The prehistory of Orientalism: Colonialism and the Textual Basis for Bartholomaus Ziegenbalg's Account of Hinduism" (PDF), New Zealand Journal of Asian Studies 6, 2 (December, 2004): 12-38, diarsipkan dari versi asli ( PDF) tanggal 2013-02-07diakses tanggal 2014-03-07 • Taimni, I.

K. (1961), The Science of Yoga, Adyar, India: The Theosophical Publishing House, ISBN 81-7059-212-7 • Thani Nayagam, Xavier S. (1963, Vol. 10), Tamil Culture, Academy of Tamil Culturediakses tanggal 25 November 2008 Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Thapar, Romula (1993), Interpreting Early India, Delhi: Oxford University Press • Thapar, Romula (2003), The Penguin History of Early India: From the Origins to AD 1300, Penguin Books India • Tichner, Jozef; McClean, George (1994), The Philosophy of Person: Solidarity and Cultural Creativity • Tiwari, Shiv Kumar (2002), Tribal Roots Of Hinduism, Sarup & Sons • Toropov, Brandon; Buckles, Luke (2011), The Complete Idiot's Guide to World Religions, Penguin • Turner, Bryan S.

(1996a), For Weber: Essays on the Sociology of Fate • Turner, Jeffrey S. (1996b), Encyclopedia of relationships across the lifespan, Greenwood Press • van Bekkum, Wout Jac.; Houben, Jan; Sluiter, Ineke; Versteegh, Kees (1997), The Emergence of Semantics in Four Linguistic Traditions: Hebrew, Sanskrit, Greek, Arabic • Vasu, Srisa Chandra (1919), The Catechism Of Hindu Dharma, New York: Kessinger Publishing, LLC • Vivekananda, Swami (1987), Complete Works of Swami Vivekananda, Calcutta: Advaita Ashrama, ISBN 81-85301-75-1 • Walker, Benjamin (1968), The Hindu world: an encyclopedic survey of Hinduism • Werbner, P.; Nye, Malory (2003), "Multiculturalism and Minority Religions in Britain: Krishna Consciousness, Religious Freedom and the Politics of Location", Social Anthropology, Richmond: Curzon Press, 10 (03), doi: 10.1017/S0964028202210253, ISBN 0-7007-1392-1 • White, David Gordon (2000), Introduction.

In: David Gordon White (ed.), "Tantra in Practice", Princeton University Press • White, David Gordon (2006), Kiss of the Yogini: "Tantric Sex" in its South Asian Contexts, Meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. of Chicago Press • Williams, Raymond Brady (2001), An Introduction to Swaminarayan Hinduism, Cambridge University Press, ISBN 052165422X • Witzel, Michael (1995), "Early Sanskritization: Origin and Development of the Kuru state" (PDF), EJVS vol.

1 no. 4 (1995), Praeger, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2007-06-11diakses tanggal 2014-03-07 • Woodard, Roger D. (18 Agustus 2006), Indo-European Sacred Space: Vedic and Roman Cult, University of Illinois Press, ISBN 978-0-252-09295-4 Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Worthington, Vivian (1982), A History of Yoga, Routledge • Zimmer, Heinrich (1951), Philosophies of India, Princeton University Press Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agama Hindu.

Wikibuku memiliki buku berjudul Hinduism Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Agama Hindu.

• (Indonesia) Weda, Kitab Suci Hindu • (Indonesia) Parisadha Hindu Dharma Indonesia • (Inggris) "Hinduism". Encyclopædia Britannica Online. • (Inggris) Hindu Philosophy and Hinduism, IEP, Shyam Ranganathan, York University. • (Inggris) All About Hinduism by Swami Sivananda (pdf) Diarsipkan 2019-12-22 di Wayback Machine., The Divine Life Society.

• (Inggris) What is Hinduism? Diarsipkan 2021-04-18 di Wayback Machine., editor majalah Hinduism Today. • (Inggris) Hinduism outside India Diarsipkan 2015-04-20 di Wayback Machine., A Bibliography, Harvard University (The Pluralism Project). • (Inggris) What's in a Name? Agama Hindu Bali in the Making Michel Picard, Le CNRS (Paris, France) Riset tentang Hinduisme [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) The Oxford Center for Hindu Studies, University of Oxford • (Inggris) Latest issue of The Journal of Hindu Studies, Oxford University Press • (Inggris) Latest issue of the International Journal of Hindu Studies, Springer • (Inggris) Latest issue of The Journal of Hindu-Christian Studies, Butler University • (Inggris) Latest issue of The Journal of Indo-Judaic Studies, Florida International University • (Inggris) Latest issue of the International Journal of Dharma Studies, Springer (Topical publications on Hinduism, other Indic religions) • Adat Lawas • Adat Musi • Agama Buhun • Agama Helu • Aji Dipa • Aliran Kebatinan Tak Bernama • Aluk Todolo • Ameok • Anak Cucu Bandha Yudha • Angesthi Sampurnaning Kautaman • Anggayuh Panglereming Nafsu • Arat Sabulungan • Babolin • Babukung • Baha'i • Basorah • Buddha • Buddhayana • Maitreya • Tridharma • Budi Daya • Budi Rahayu • Budi Sejati • Bumi Hantoro • Cakramanggilingan • Dharma Murti • Empung Loken Esa • Era Wulan Watu Tana • Galih Puji Rahayu • Gautami • Golongan Si Raja Batak • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Gunung Jati • Hajatan • Habonaron Do Bona • Hak Sejati • Hangudi Bawono Tata Lahir Satin • Hangudi Lakuning Urip • Hardo Pusoro • Hidup Betul • Hindu • Bali • Jawa • Kaharingan • Towani Tolotang • Siwa-Buddha • Ilmu Goib • Ilmu Goib Kodrat Alam • Imbal Wacono • Islam • Abangan • modern • Ahmadiyyah • Islam Nusantara • LDII • Modernis • Al-Qiyadah Al-Islamiyah • Syiah • Tradisionalis • Wahidiyah • Wetu Telu • IWKU • Jainisme • Jawa Domas • Jingi Tiu • Kapitayan • Kejawen • Khonghucu • Koda Kirin • Kristen • Katolik • Mormonisme • Ortodoks • Protestan • Saksi-Saksi Yehuwa • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Malesung • Marapu • Masade • Naurus • Parmalim • Pelebegu • Pemena • Pepandyo • Perjalanan • Purwoduksino • Rila • Salamullah • Sedulur Sikep • Sikh • Sirnagalih • Subud • Sumarah • Sunda Wiwitan • Djawa Sunda • Taoisme • Tonaas Walian • Wor • Yahudi Ireligiusitas • Adi Dharm / Brahmoisme • Brahmo Samaj • Sadharan Brahmo Samaj • Ananda Marga • Arya Samaj • Ashram Sri Aurobindo • Ayyavazhi • Brahma Kumaris • Hindutva • Institut Himalaya Ilmu Yoga dan Filsafat • Masyarakat Internasional Kesadaran Kresna • Matua Mahasangha • Meditasi Transcendental • Misi Chinmaya • Mahima Dharma • Misi Ramakrishna • Misi Shri Ram Chandra • Organisasi Sathya Sai • Self-Realization Fellowship / Yogoda Satsanga • Perhimpunan Kehidupan Ilahi • Prarthana Samaj • Sahaja Yoga • Asrama Sri Aurobindo • Swadhyay Parivar • Swaminarayan Sampraday • BAPS • ISSM • ISSO • NNDYM • Yayasan Hanuman • Yayasan Isya • Topik Kategori tersembunyi: • Galat CS1: bab diabaikan • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun • Templat webarchive tautan wayback • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Artikel mengandung aksara Sanskerta • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar manual • Halaman dengan berkas rusak • Pages using reflist with unknown parameters • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: editors list • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Mei 2022, pukul 21.21.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita dan tak lupa pula kita mengirim salam dan salawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawakan kita suatu ajaran yang benar yaitu agama Islam, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern” ini dengan lancar.

Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang kami peroleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan agama islam serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan agama islam, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Pendidikan Agama Islam atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini.

Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Kami harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai implementasi iman dan takwa dalam kehidupan modern, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik. BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini kemajuan sains dan teknologi telah mencapai perkembangan yang sangat pesat, termasuk di Negara kita Indonesia.

Pembangunan di Negara kita juga telah mencapai kemajuan yang demikian pesat, terutama sejak bergulirnya era reformasi hingga saat ini. Karenanya, seiring dengan itu, marilah kita umat Islam secara bersama-sama ikut ambil bagian dengan secara aktif, terutama dalam pembangunan mrntal spiritual, agar umat Islam tidak sekedar maju dalam segi fisik saja, namun juga kokoh mentalnya, tidak mudah terjebak dalam pemikiran yang merusak. Dalam abad teknologi ultra moderen sekarang ini, manusia telah diruntuhkan eksistensinya sampai ketingkat mesin akibat pengaruh morenisasi.

Roh dan kemuliaan manusia telah diremehkan begitu rendah. Manusia adalah mesin yang dikendalikan oleh kepentingan financial untuk menuruti arus hidup yang materialistis dan sekuler. Martabat manusia berangsur-angsur telah dihancurkan dan kedudukannya benar-benar telah direndahkan. Modernisai adalah merupakan gerakan yang telah dan sedang dilakukan oleh Negara-negara Barat Sekuler untuk secara sadar atau tidak, akan menggiring kita pada kehancuran peradaban.

Sebagaimana telah kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik, mulai dari prilaku, gaya hidup, norma pergaulan dan tete kehidupan yang dipraktekkan, dipertontonkan dan dicontohkan oleh orang-orang Barat akhir-akhir ini semakin menjurus pada kemaksiatan. Apa yang mereka suguhkan sangat berpengaruh terhadap pola piker umat Islam.

Tak sedikit dari orang-orang Islam yang secara perlahan-lahan menjadi lupa akan tujuan hidupnya, yang semestinya untuk ibadah, berbalik menjadi malas ibadah dan lupa akan Tuhan yang telah memberikannya kehidupan. Akibat pengaruh modernisasi dan globalisasi banyak manusia khususnya umat Islam yang lupa bahwa sesungguhnya ia diciptakan bukanlah sekedar ada, namun ada tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kondisi diatas meluaskan segala hal dalam aspek kehidupan manusia. Sehingga tidak mengherankan ketika batas-batas moral, etika dan nilai-nilai tradisional juga terlampaui. Modernisasi yang berladangkan diatas sosial kemasyarakatan ini juga tidak bisa mengelak dari pergeseran negatif akibat modernisasi itu sendiri.

Peningkatan intensitas dan kapasitan kehidupan serta peradaban manusia dengan berbagai turunannya itu juga meningkatan konstelasi sosial kemasyarakatan baik pada level individu ataupun level kolektif. Moralitas, etika dan nilai-nilai terkocok ulang menuju keseimbangan baru searah dengan laju modernisasi. Pegerakan ini tentu saja mengguncang perspektif individu dan kolektif dalam tatanan kemasyarakatan yang telaha ada selama ini.

Hasrat bukanlah sifat baru kemanusiaan. Namun hadir dalam jaman yang penuh tawaran dan godaan dengan berbagai kesempatan dan kemampuan untuk meraihnya dengan berbagai cara, telah menjadikan hasrat manusia sebagai dalang utama berbagai kerusakan moral, etika dan nilai-nilai. Berbagai peristiwa hukum dan kriminal baik di area publik ataupun pemerintahan telah hadir sebagai limbah modernisasi yang tersaji transparan di sepan publik.

Sebut saja KKN di pemerintahan, kriminal, kejahatan sexual dan berbagai penyimpnagan lainnya. Seolah-olah pakem moral, etika dan aturan-aturan yang berlaku tidak lagi menjadi hal penghalang bagi berbagai penyimpangan-penyimpangan tersebut. Kekhawatiran atas pergeseran itu telah mencajadi wacana hangat diseluruh lapisan masyarakat. Namun laju modernisasi dengan berbagai turunan dan efek negatifnya terus saja mengalami percepatan seakan tak peduli dengan kecemasan itu.

Modernisai dengan konotasi itu merupakan penghambaan dan penjajahan terhadap bangsa-bangsa di dunia agar tunduk pada prinsip-prinsip barat yang rusak dan menyesatkan. Globakisasi merupakan program yang bertujuan untuk mendayagunakan teknologi sebagai alat untuk mengokohkan kedudukan kepentingan Negara adidaya, memperbudak bangsa-bangsa lemah, menyedot sumber daya alamnya, meneror rakyatnya, manghambat perjalanannya, memadamkan kekuatannya, menghapus identitasnya dan mengubur keasliannya, reformasinya serta pembangunan peradabannya.

Dengan kata lain globalisasi merupakan gurita yang menelikung dan mencekik leher dunia Islam. Bentuk kebudayaan dan peradaban masyarakat modern mengikuti pola kehidupan, cara, ukuran, dan konsep Barat, termasuk teori, partai, perspektif pemikiran ideologis, dan politiknya. Masyarakat modern merupakan cetak biru masyarakat Barat, sehingga pertumbuhan dan perkembangan mereka meninggalkan model masyarakat tradisional, bahkan berlawanan. Meskipun struktur dan elemen-elemen masyarakat modern lemah dan rapuh dibandingkan dengan masyarakat tradisional, namun mereka mendominasi sektor-sektor terpenting dan strategis.

Mereka berkepentingan mewujudkan persatuan dua bentuk masyarakat yang ada dengan mengkondisikan masyarakat tradisional untuk menerima modernisasi.

Maka terjadilah kontradiksi-kontradiksi antar keduanya secara mendalam dan esensial. Masyarakat modern cenderung agresif dan otoriter dalam menghadapi masyarakat tradisional. Mereka menggunakan pendekatan apa saja yang memungkinkan untuk menyodorkan modernisasi kepada masyarakat tradisional. Masyarakat modern lebih mengutamakan alternatif-alternatif Barat daripada kembali ke pandangan hidup masyarakat tradisional. Akan tetapi, sikap tersebut tidak dapat mencegah hal sebaliknva dari masyarakat tradisional dalam keimanan, perasaan nasionalisme, kemerdekaan, dan kehormatan.

Perubahan kepercayaan, pemikiran, kebudayaan, dan peradaban merupakan prasyarat bagi perubahan ekonomi, politik, dan sebagainya. Itulah sebabnya, ketika masyarakat modern tak dapat mengakomodasikan apa yang tersedia di lingkungannya, mereka memilih alternatif atau model dari negara imperialis yang menjadi pusat-pusat kekuatan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

Secara politis, mereka berlindung pada negara-negara tersebut. Terbukalah kemungkinan konfrontasi antara kekuatan eksternal dengan kekuatan internal (kekuatan Islam) bila Islam hendak ditampilkan sebagai kekuatan nyata. Melihat strategi meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. dicanangkan Barat dalam isu globalisasi di atas sungguh amat busuk.

Mereka mempunya agenda terselubung dalam mengikis habis ajaran Islam yang dianut bangsa timur. Penyebaran itu mereka lakukan melalui penyebaran informasi dengan sistem teknologi moderennya yang dapat mengirim informasi keseluruh penjuru dunia. Melalui jalur ini mereka menguasai public opini yang tidak jarang berisi serangan, hinaan, pelecehan dan hujatan terhadap Islam dan mengesankan agama Islam sebagai teroris.

Perang yang mereka lancarkan bukan hanya perang senjata namun juga perang agama. Mereka berusaha meracuni dan menodai kesucian Islam lewat idiologi sekuler, politik, ekonomi, sosbud, teknologi, komunikasi, keamanan dan sebagainya.

Dengan berbagai cara mereka berusaha menjauhkan umat Islam dari agamanya. Secara perlahan-lahan tapi pasti mereka menggerogoti Islam dari dalam dan tujuan akhirnya adalah melenyapkan Islam meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. muka bumi. Morernisasi bagi umat Islam tidak perlu diributkan, diterima ataupun ditolak, namun yang paling penting dari semua adalah seberapa besar peran Islam dalam menata umat manusia menuju tatanan dunia baru yang lebih maju dan beradab.

Bagi kita semua, ada atau tidaknya istilah modernisasi dan globalisasi tidak menjadi meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan., yang penting ajaran Islam sudah benar-benar diterima secara global, secara mendunia oleh segenap umat manusia, diterapkan dalam kehidupan masing-masing pribadi, dalam berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai umat Islam hendaknya nilai modern jangan kita ukur dari modernnya pakaiannya, perhiasan dan penampilan, namun moderen bagi umat Islam adalah moderen dari segi pemikiran, tingkah laku, pergaulan, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, social budaya, politik dan keamanan yang dijiwai akhlakul karimah, dan disertai terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dalam naungan ridha Allah SWT. Masyarakat modern tidak mempunyai program revolusi, melainkan mempunyai program dominasi kekuasaan.

Ini karena masyarakat modern tidak mengambil model perubahan dari bangsanya, tetapi dari Barat. Padahal suatu revolusi tidak akan berhasil kecuali bila berasal dari dalam (bangsa).

Dengan kata lain, tidak ada revolusi dalam rangka perubahan positif dan mendasar yang dapat mempersatukan dan membebaskan umat, melenyapkan kezaliman, serta memotivasi orang-orang untuk bekerja, mengajar, dan berkreasi, melainkan yang bersumber pada ajaran Islam. Modernisasi yang memperkuat daya produktifitas dan komsumtifitas adalah penguatan langsung pada kapasitas dan intensitas kehidupan manusia modern dari aspek materialistik.

Dalam teory ekology baik organisasi atau kemasayrakatan, komunitas akan selalu berjalan kearah titik equalibirium (kesetimbangan) nya. Ketika modernisasi secara umum yang dipersepsikan selama ini mengembangkan aspek materialistik manusia, maka aspek non material seperti spiritual akan mengikuti perkembangan nya demi keseimbangan yang semestinya.

Sehingga gejala kembali ke Agama dan spiritual adalah arus utama modernisasi yang mesti terjadi. Jika tidak modernisasi tak akan pernah lengkap. Jadi kembali keagama dengan menyemarakan kehidupan spritual bukanlah gerakan tradisional, konsrvatif atau kontra modernisasi.

Namun sesungguhnya gejala itu adalah atribut modernisasi juga. Sehingga tak akan lengkap kemodern-an seseorang atau komunitas jika laju spiritualnya tak berkembang menyimbangi laju materialistik. BAB II PEMBAHASAN IMPLEMENTASI IMAN DAN TAQWA DALAM KEHIDUPAN Aktualisasi taqwa adalah bagian dari sikap bertaqwa seseorang.

Karena begitu pentingnya taqwa yang harus dimiliki oleh setiap mukmin dalam kehidupan dunia ini sehingga beberapa syariat islam yang diantaranya puasa adalah sebagai wujud pembentukan diri seorang muslim supaya menjadi orang yang bertaqwa, dan lebih sering lagi setiap khatib pada hari jum’at atau shalat hari raya selalu menganjurkan jamaah untuk selalu bertaqwa.

Begitu seringnya sosialisasi taqwa dalam kehidupan beragama membuktikan bahwa taqwa adalah hasil utama yang diharapkan dari tujuan hidup manusia (ibadah). Aktualisasi taqwa adalah bagian dari sikap bertaqwa seseorang. Karena begitu pentingnya taqwa yang harus dimiliki oleh setiap mukmin dalam kehidupan dunia ini sehingga beberapa syariat islam yang diantaranya puasa adalah sebagai wujud pembentukan diri seorang muslim supaya menjadi orang yang bertaqwa, dan lebih sering lagi setiap khatib pada hari jum’at atau shalat hari raya selalu menganjurkan jamaah untuk selalu bertaqwa.

Begitu seringnya sosialisasi taqwa dalam kehidupan beragama membuktikan bahwa taqwa adalah hasil utama yang diharapkan dari tujuan hidup manusia (ibadah).

Taqwa adalah satu hal yang sangat penting dan harus dimiliki setiap muslim. Signifikansi taqwa bagi umat islam diantaranya adalah sebagai spesifikasi pembeda dengan umat lain bahkan dengan jin dan hewan, karena taqwa adalah refleksi iman seorang muslim. Seorang muslim yang beriman tidak ubahnya seperti binatang, jin dan iblis jika tidak mangimplementasikan keimanannya dengan sikap taqwa, karena binatang, jin dan iblis mereka semuanya dalam arti sederhana beriman kepada Allah yang menciptakannya, karena arti iman itu sendiri secara sederhana adalah “percaya”, maka taqwa adalah satu-satunya sikap pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya.

Seorang muslim yang beriman dan sudah mengucapkan dua kalimat syahadat akan tetapi tidak merealisasikan keimanannya dengan bertaqwa dalam arti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, dan dia juga tidak mau terikat dengan segala aturan agamanya dikarenakan kesibukannya atau asumsi pribadinya yang mengaggap eksistensi syariat agama sebagai pembatasan berkehendak yang itu adalah hak asasi manusia, kendatipun dia beragama akan tetapi agamanya itu hanya sebagai identitas pelengkap dalam kehidupan sosialnya, maka orang semacam ini tidak sama dengan binatang akan tetapi kedudukannya lebih rendah dari binatang, karena manusia dibekali akal yang dengan akal tersebut manusia dapat melakukan analisis hidup, sehingga pada akhirnya menjadikan taqwa sebagai wujud implementasi dari keimanannya.

Taqwa adalah sikap abstrak yang tertanam dalam hati setiap muslim, yang aplikasinya berhubungan dengan syariat agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang bertaqwa pasti selalu berusaha melaksanakan perintah Tuhannya dan menjauhi segala laranganNya dalam kehidupan ini. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bahwa umat islam berada dalam kehidupan modern yang serba mudah, serba bisa bahkan cenderung serba boleh. Setiap detik dalam kehidupan umat islam selalu berhadapan dengan hal-hal yang dilarang agamanya akan tetapi sangat menarik naluri kemanusiaanya, ditambah lagi kondisi religius yang kurang mendukung.

Keadaan seperti ini sangat berbeda dengan kondisi umat islam terdahulu yang kental dalam kehidupan beragama dan situasi zaman pada waktu itu yang cukup mendukung kualitas iman seseorang. Olah karenanya dirasa perlu mewujudkan satu konsep khusus mengenai pelatihan individu muslim menuju sikap taqwa sebagai tongkat penuntun yang dapat digunakan (dipahami) muslim siapapun.

Karena realitas membuktikan bahwa sosialisasi taqwa sekarang, baik yang berbentuk syariat seperti puasa dan lain-lain atau bentuk normatif seperti himbauan khatib dan lain-lain terlihat kurang mengena, ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya yang pertama muslim yang bersangkutan belum paham betul makna dari taqwa itu sendiri, sehingga membuatnya enggan untuk memulai, dan yang kedua ketidaktahuannya tentang bagaimana, darimana dan kapan dia harus mulai merilis sikap taqwa, kemudian yang ketiga kondisi sosial dimana dia hidup tidak mendukung dirinya dalam membangun sikap taqwa, seperti saat sekarang kehidupan yang serba bisa dan cenderung serba boleh.

Oleh karenanya setiap individu muslim harus paham pos – pos alternatif yang harus dilaluinya, diantaranya yang paling awal dan utama adalah gadhul bashar (memalingkan pandangan), karena pandangan (dalam arti mata dan telinga) adalah awal dari segala tindakan, penglihatan atau pendengaran yang ditangkap oleh panca indera kemudian diteruskan ke otak lalu direfleksikan oleh anggota tubuh dan akhirnya berimbas ke hati sebagai tempat bersemayam taqwa, jika penglihatan atau pendengaran tersebut bersifat negatif dalam arti sesuatu yang dilarang agama maka akan membuat hati menjadi kotor, jika hati sudah kotor maka pikiran (akal) juga ikut kotor, dan ini berakibat pada aktualisasi kehidupan nyata, dan jika prilaku, pikiran dan hati sudah kotor tentu akan sulit mencapai sikap taqwa.

Oleh karenanya dalam situasi yang serba bisa dan sangat plural ini dirasa perlu menjaga pandangan (dalam arti mata dan telinga) dari hal – hal yang dilarang agama sebagai cara awal dan utama dalam mendidik diri menjadi muslim yang bertaqwa. Menjaga mata, telinga, pikiran, hati dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama, menjadikan seorang muslim memiliki kesempatan besar dalam memperoleh taqwa.

Karena taqwa adalah sebaik–baik bekal yang harus kita peroleh dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana dan pasti hancur ini, untuk dibawa kepada kehidupan akhirat yang kekal dan pasti adanya. Adanya kematian sebagai sesuatu yang pasti dan tidak dapat dikira-kirakan serta adanya kehidupan setelah kematian menjadikan taqwa sebagai obyek vital yang harus digapai dalam kehidupan manusia yang sangat singkat ini.

Memulai untuk bertaqwa adalah dengan mulai melakukan hal-hal yang terkecil seperti menjaga pandangan, serta melatih diri untuk terbiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, karena arti taqwa itu sendiri sebagaimana dikatakan oleh Imam Jalaluddin Al-Mahally dalam tafsirnya bahwa arti taqwa adalah “imtitsalu awamrillahi wajtinabinnawahih”, menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

segala laranganya. Rumusan Masalah 1. Jelaskan problematika Tantangan dan Resiko dalam Kehidupan Modern 2. Jelaskan peran iman dan taqwa dalam menjawab problem dan tantangan kehidupan modern. Problematika tantangan dan resiko dalam kehidupan modern Problem-problem manusia dalam kehidupan modern adalah munculnya dampak negatif (residu), mulai dari berbagai penemuan teknologi yang berdampak terjadinya pencemaran lingkungan, rusaknya habitat hewan maupun tumbuhan, munculnya beberapa penyakit, sehingga belum lagi dalam peningkatan yang makro yaitu berlobangnya lapisan ozon dan penasan global meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

akibat rumah kaca. Tidakkah kita belajar dari pohon, daun yang gugur karena sudah tua apakah tidak menjadikan residu yang merugikan tetapi justru bermanfaat bagi kesuburan pohon itu sendiri, ini menyiratkan perlunya teknologi yang ramah lingkungan dan meminimalisasi dampak lingkungan yang di timbulkannya. manusia juga tidak melihat di dalam kegelapan seperti kelelawar, namun akal manusia yang dapat menciptakan lampu, untuk mengatasi kelemahan itu.

Manusia tidak mampu lari seperti kuda dan mengangkat benda-benda berat seperti sekuat gajah, namun akal manusia telah menciptakan alat yang melebihi kecepatan kuda dan sekuat gajah. Kelebihi manusia dengan mahkluk lain adalah dari Akalnya. Sedangkan dalam bidang ekonomi kapitalisme-kapitalisme yang telah melahirkan manusia yang konsumtif, meterialistik dan ekspoloitatif.

Aktualisasi taqwa adalah bagian dari sikap bertaqwa seseorang. Karena begitu pentingnya taqwa yang harus dimiliki oleh setiap mukmin dalam kehidupan dunia ini sehingga beberapa syariat islam yang diantaranya puasa adalah sebagai wujud pembentukan diri seorang muslim supaya menjadi orang yang bertaqwa, dan lebih sering lagi setiap khatib pada hari jum’at atau shalat hari raya selalu menganjurkan jamaah untuk selalu bertaqwa.

Begitu seringnya sosialisasi taqwa dalam kehidupan beragama membuktikan bahwa taqwa adalah hasil utama yang diharapkan dari tujuan hidup manusia (ibadah). Taqwa adalah satu hal yang sangat penting dan harus dimiliki setiap muslim. Signifikansi taqwa bagi umat islam diantaranya adalah sebagai spesifikasi meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan.

dengan umat lain bahkan dengan jin dan hewan, karena taqwa adalah refleksi iman seorang muslim. Seorang muslim yang beriman tidak ubahnya seperti binatang, jin dan iblis jika tidak mangimplementasikan keimanannya dengan sikap taqwa, karena binatang, jin dan iblis mereka semuanya dalam arti sederhana beriman kepada Allah yang menciptakannya, karena arti iman itu sendiri secara sederhana adalah “percaya”, maka taqwa adalah satu-satunya sikap pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya.

Seorang muslim yang beriman dan sudah mengucapkan dua kalimat syahadat akan tetapi tidak merealisasikan keimanannya dengan bertaqwa dalam arti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, dan dia juga tidak mau terikat dengan segala aturan agamanya dikarenakan kesibukannya atau asumsi pribadinya yang mengaggap eksistensi syariat agama sebagai pembatasan berkehendak yang itu adalah hak asasi manusia, kendatipun dia beragama akan tetapi agamanya itu hanya sebagai identitas pelengkap dalam kehidupan sosialnya, maka orang semacam ini tidak sama dengan binatang akan tetapi kedudukannya lebih rendah dari binatang, karena manusia dibekali akal yang dengan akal tersebut manusia dapat melakukan analisis hidup, sehingga pada akhirnya menjadikan taqwa sebagai wujud implementasi dari keimanannya.

Taqwa adalah sikap abstrak yang tertanam dalam hati setiap muslim, yang aplikasinya berhubungan dengan syariat agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang bertaqwa pasti selalu berusaha melaksanakan perintah Tuhannya dan menjauhi segala laranganNya dalam kehidupan ini.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bahwa umat islam berada dalam kehidupan modern yang serba mudah, serba bisa bahkan cenderung serba boleh. Setiap detik dalam kehidupan umat islam selalu berhadapan dengan hal-hal yang dilarang agamanya akan tetapi sangat menarik naluri kemanusiaanya, ditambah lagi kondisi religius yang kurang mendukung. Keadaan seperti ini sangat berbeda dengan kondisi umat islam terdahulu yang kental dalam kehidupan beragama dan situasi zaman pada waktu itu yang cukup mendukung kualitas iman seseorang.

Olah karenanya dirasa perlu mewujudkan satu konsep khusus mengenai pelatihan individu muslim menuju sikap taqwa sebagai tongkat penuntun yang dapat digunakan (dipahami) muslim siapapun. Karena realitas membuktikan bahwa sosialisasi taqwa sekarang, baik yang berbentuk syariat seperti puasa dan lain-lain atau bentuk normatif seperti himbauan khatib dan lain-lain terlihat kurang mengena, ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya yang pertama muslim yang bersangkutan belum paham betul makna dari taqwa itu sendiri, sehingga membuatnya enggan untuk memulai, dan yang kedua ketidaktahuannya tentang bagaimana, darimana dan kapan dia harus mulai merilis sikap taqwa, kemudian yang ketiga kondisi sosial dimana dia hidup tidak mendukung dirinya dalam membangun sikap taqwa, seperti saat sekarang kehidupan yang serba bisa dan cenderung serba boleh.

Oleh karenanya setiap individu muslim harus paham pos – pos alternatif yang harus dilaluinya, diantaranya yang paling awal dan utama adalah gadhul bashar (memalingkan pandangan), karena pandangan (dalam arti mata dan telinga) adalah awal dari segala tindakan, penglihatan atau pendengaran yang ditangkap oleh panca indera kemudian diteruskan ke otak lalu direfleksikan oleh anggota tubuh dan akhirnya berimbas ke hati sebagai tempat bersemayam taqwa, jika penglihatan atau pendengaran tersebut bersifat negatif dalam arti sesuatu yang dilarang agama maka akan membuat hati menjadi kotor, jika hati sudah kotor maka pikiran (akal) juga ikut kotor, dan ini berakibat pada aktualisasi kehidupan nyata, dan jika prilaku, pikiran dan hati sudah kotor tentu akan sulit mencapai sikap taqwa.

Oleh karenanya dalam situasi yang serba bisa dan sangat plural ini dirasa perlu menjaga pandangan (dalam arti mata dan telinga) dari hal – hal yang dilarang agama sebagai cara awal dan utama dalam mendidik diri menjadi muslim yang bertaqwa.

Menjaga mata, telinga, pikiran, hati dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama, menjadikan seorang muslim memiliki kesempatan besar dalam memperoleh taqwa. Karena taqwa adalah sebaik–baik bekal yang harus kita peroleh dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana dan pasti hancur ini, untuk dibawa kepada kehidupan akhirat yang kekal dan pasti adanya. Adanya kematian sebagai sesuatu yang pasti dan tidak dapat dikira-kirakan serta adanya kehidupan setelah kematian menjadikan taqwa sebagai obyek vital yang harus digapai dalam kehidupan manusia yang sangat singkat ini.

Memulai untuk bertaqwa adalah dengan mulai melakukan hal-hal yang terkecil seperti menjaga pandangan, serta melatih diri untuk terbiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, karena arti taqwa itu sendiri sebagaimana dikatakan oleh Imam Jalaluddin Al-Mahally dalam tafsirnya bahwa arti taqwa adalah “imtitsalu awamrillahi wajtinabinnawahih”, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganya. Problem dalam Hal Ekonomi Semakin lama manusia semakin menganggap bahwa dirinya merupakan homo economicus, yaitu merupakan makhluk yang memenuhi kebutuhan hidupnya dan melupakan dirinya sebagai homo religious yang erat dengan kaidah – kaidah moral, Setuju?

Ekonomi kapitalisme materialisme yang menyatakan bahwa berkorban sekecil – kecilnya dengan menghasilkan keuntungan yang sebesar – besarnya telah membuat manusia menjadi makhluk konsumtif yang egois dan serakah (saya sendiri mengakuinya). Problem dalam Bidang Moral Dalam hal ini bersamaan dengan maraknya globalisasi masuklah sedikit demi sedikit yang lama – lama menjadi bukit, yaitu faham liberalisme dalam bentuk kebebasan berekspresi melalui teknologi informasi hasil rekaan manusia sendiri.

Pada meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. Globalisasi adalah sama halnya dengan Westernisasi, setuju?

Ini tidak lain hanyalah kata lain dari penanaman nilai – nilai Barat yang menginginkan lepasnya ikatan – ikatan nilai moralitas agama yang menyebabkan manusia Indonesia pada khususnya selalu “berkiblat” kepada dunia Barat dan menjadikannya sebagai suatu symbol dan tolok ukur suatu kemajuan.

Problem dalam Bidang Agama Tantangan agama dalam kehidupan modern ini lebih dihadapkan kepada faham Sekulerisme yang menyatakan bahwa urusan dunia hendaknya dipisahkan dari urusan agama.

Hal yang demikian akan menimbulkan apa yang disebut dengan split personality di mana seseorang bisa berkepribadian ganda. Misal pada saat yang sama seorang yang rajin beribadah juga bisa menjadi seorang koruptor. Problem dalam Bidang Keilmuan Masalah yang paling kritis dalam bidang keilmuan adalah pada corak kepemikirannya yang pada kehidupan modern ini adalah menganut faham positivisme dimana tolok ukur kebenaran yang rasional, empiris, eksperimental, dan terukur lebih ditekankan.

Dengan kata lain sesuatu dikatakan benar apabila telah memenuhi criteria ini. Tentu apabila direnungkan kembali hal ini tidak seluruhnya dapat digunakan untuk menguji kebenaran agama yang kadang kala kita harus menerima kebenarannya dengan menggunakan keimanan yang tidak begitu poluler di kalangan ilmuwan – ilmuwan karena keterbatasan rasio manusia dalam memahaminya.

Anda merasakan itu? Perbedaan metodologi yang lain bahwa dalam keilmuan dikenal istilah falsifikasi. Apa itu? Artinya setiap saat kebenaran yang sudah diterima dapat gugur ketika ada penemuan baru yang lebih akurat. Sangat jauh dan bertolak belakang dengan bidang keagamaan. Jika anda tidak salah lihat, maka akan banyak anda temukan banyak ilmuwan yang telah menganut faham atheis (tidak percaya adanya tuhan) akibat dari masalah – masalah dalam bidang keilmuan yang telah tersebut di atas.

Kalau bersama – sama kita telah melihat sebagian kecil dari beberapa bagian besar problematika dalam kehidupan kita saat ini, apa yang sebaiknya menjadi solusi bersama dalam meningkatkan ketahanan tubuh Negara kita terhadap prediksi – prediksi kehancuran moral bangsa Indonesia akibat dari kekurangselektifan kita terhadap apa yang namanya Westernisasi?

Peran iman dan takwa dalam menjawab problema tantangan kehidupan modern Peranan Iman dan Taqwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.

1. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda. Orang yang beriman hanya percaya pada kekuatan dan kekuasaan Allah. Kalau Allah hendak memberikan pertolongan, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mencegahnya. Kepercayaan dan keyakinan demikian menghilangkan sifat mendewa-dewakan manusia yang kebetulan sedang memegang kekuasaan, menghilangkan kepercayaan pada kesaktian benda-benda keramat, mengikis kepercayaan pada khurafat, takhyul, jampi-jampi dan sebagainya. Pegangan orang yang beriman adalah surat al-Fatihah ayat 1-7.

2. Iman menanamkan semangat berani menghadap maut. Takut menghadapi maut menyebabkan manusia menjadi pengecut. Banyak diantara manusia yang tidak berani mengemukakan kebenaran, karena takut menghadapi resiko. Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian di tangan Allah. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah dalam QS.

an-Nisa/4:78. 3. Iman menanamkan sikap “self-help” dalam kehidupan. Rezeki atau mata pencaharian memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Banyak orang yang melepaskan pendiriannya, arena kepentingan penghidupannya. Kadang-kadang manusia tidak segan-segan melepaskan prinsip, menjual kehormatan dan bermuka dua, menjilat dan memperbudak diri untuk kepentingan materi. Pegangan orang beriman dalam hal ini ialah firman Allah dalam QS. Hud/11:6. 4. Iman memberikan ketenteraman jiwa.

Acapkali manusia dilanda resah dan dukacita, serta digoncang oleh keraguan dan kebimbangan. Orang yang beriman mempunyai keseimbangan, hatinya tenteram (mutmainnah), dan jiwanya tenang (sakinah), seperti dijelaskan dalam firman Allah surat ar-Ra’d/13:28. 5. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah).

Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang yang selalu menekankan kepada kebaikan dan mengerjakan perbuatan yang baik. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya QS.

an-Nahl/16:97. 6. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen. Iman memberi pengaruh pada seseorang untuk selalu berbuat dengan ikhlas, tanpa pamrih, kecuali keridhaan Allah. Orang yang beriman senantiasa konsekuen dengan apa yang telah diikrarkannya, baik dengan lidahnya maupun dengan hatinya. Ia senantiasa berpedoman pada firman Allah dalam QS.

al-An’am/6:162. 7. Iman memberi keberuntungan Orang yang beriman selalu berjalan pada arah yang benar, karena Allah membimbing dan mengarahkan pada tujuan hidup yang hakiki. Dengan demikian orang yang beriman adalah orang yang beruntung dalam hidupnya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. al-Baqarah/2:5. 8. Iman mencegah penyakit Akhlak, tingkah laku, perbuatan fisik seorang mukmin, atau fungsi biologis tubuh manusia mukmin dipengaruhi oleh iman.

Hal itu karena semua gerak dan perbuatan manusia mukmin, baik yang dipengaruhi oleh kemauan, seperti makan, minum, berdiri, melihat, dan berpikir, maupun yang tidak dipengaruhi oleh kemauan, seperti gerak jantung, proses pencernaan, dan pembuatan darah, tidak lebih dari serangkaian proses atau reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Organ-organ tubuh yang melaksanakan proses biokimia ini bekerja di bawah perintah hormon. Kerja bermacam-macam hormon diatur oleh hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofise yang terletak di samping bawah otak.

Pengaruh dan keberhasilan kelenjar hipofise ditentukan oleh gen (pembawa sifat) yang dibawa manusia semenjak ia masih berbentuk zigot dalam rahim ibu. Dalam hal ini iman mampu mengatur hormon dan meninggalkan dan menjauhkan segala hal yang membuat jauh dari allah disebut dengan. membentuk gerak, tingkah laku, dan akhlak manusia. Jika karena terpengaruh tanggapan, baik indera maupun akal, terjadi perubahan fisiologis tubuh (keseimbangan terganggu), seperti takut, marah, putus asa, dan lemah, maka keadaan ini dapat dinormalisir kembali oleh iman.

Oleh karena itu, orang-orang yang dikontrol oleh iman tidak akan mudah terkena penyakit modern, seperti darah tinggi, diabetes dan kanker. Sebaliknya, jika seseorang jauh dari prinsip-prinsip iman, tidak mengacuhkan asas moral dan akhlak, merobek-robek nilai kemanusiaan dalam setiap perbuatannya, tidak pernah ingat Allah, maka orang yang seperti ini hidupnya akan diikuti oleh kepanikan dan ketakutan.

Hal itu akan menyebabkan tingginya produksi adrenalin dan persenyawaan lainnya. Selanjutnya akan menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap biologi tubuh serta lapisan otak bagian atas.

Hilangnya keseimbangan hormon dan kimiawi akan mengakibatkan terganggunya kelancaran proses metabolisme zat dalam tubuh manusia. Pada waktu itu timbullah gejala penyakit, rasa sedih, dan ketegangan psikologis, serta hidupnya selalu dibayangi oleh kematian. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Iman dan taqwa sangat penting dalam kehidupan modern, jika dalam kehidupan modern yang serba canggih tidak menghiraukan lagi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah maka akan banyak timbul problem dan tantangan yang terjadi, baik dibidang ekonomi, social, agama, maupun keilmuan itu sendiri.

Demikianlah pengaruh dan manfaat iman pada kehidupan manusia, ia bukan hanya sekedar kepercayaan yang berada dalam hati, melainkan juga menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap dan perilaku hidup. Iman dan taqwa juga mempunyai peran penting dalam kehidupan dunia modern, dalam kehidupan modern yang serba cepat sering kali memicu timbulnya stress dan berbagai penyakit.

Iman dan taqwa mempunyai peran antara lain: 1) Iman dan taqwa melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda, 2) Iman dan taqwa menanamkan semangat berani menghadap maut 3) Iman dan taqwa menanamkan sikap “self-help” dalam kehidupan. 4) Iman dan taqwa memberikan ketenteraman jiwa. 5) Iman dan taqwa mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah).

6) Iman dan taqwa melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen. 7) Iman dan taqwa memberi keberuntunganIman mencegah penyakit Lunch: 11am - 2pm Dinner: M-Th 5pm - 11pm, Fri-Sat:5pm - 1am Top Posts & Halaman • akad musyarakah • KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH (PSAK) • AKUNTANSI KOMPARATIF : AMERIKA DAN ASIA • MENYELESAIKAN AUDIT • JASA ASSURANCE DAN NON ASSURANCE LAINNYA • akad ijarah • SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI • Menyelesaikan pengujian dalam siklus penjualan dan penagihan piutang usaha • MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN : " VERIFIKASI AKUN TERPILIH" Follow Blog via Email Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Hadits Qudsi - Dua Orang yang Dikagumi oleh Allah




2022 www.videocon.com