Orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Preview soal lainnya: Sistem Gerak Manusia - Biologi SMP Kelas 8 contoh hubungan antar tulang membentuk sendi peluru adalah…. A. ruas tulang leher pertama (atlas) dengan ruas tulang leher kedua B.

tulang lengan atas dengan tulang lengan bahu C. antar ruas sumsum tulang belakang D. tulang persendian ibu jari Materi Latihan Soal Lainnya: • Tema 3 SD Kelas 2 • Wawancara - Bahasa Sunda SD Kelas 6 • UTS Akidah Akhlak Semester 2 Genap MI Kelas 2 • PTS Ekonomi SMA Kelas 12 • Aljabar - Matematika SMP Kelas 7 • PAT PAI SMA Kelas 11 • Prakarya SMA Kelas 12 • Seni Budaya Tema 6 SD Kelas 3 • Penilaian Harian Seni Budaya SMP Kelas 9 • PH IPA Tema 1 SD Kelas 6 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter tirto.id - Seni teater disebut juga seni pertunjukan yang ditunjang dengan unsur gerak, suara, bunyi, dan rupa yang dijalin dalam sebuah cerita pergulatan tentang kehidupan manusia.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Teater sendiri berasal dari bahasa Yunani, theatron yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, kata teater memiliki arti yang lebih luas dan diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukan di depan orang banyak.

Seni teater bisa diartikan segala keseluruhan yang mencakup gedung, pekerja (pemain dan kru panggung), sekaligus kegiatannya (isi pementasan atau peristiwanya). Ada juga pihak yang mengartikan seni teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan, baik di panggung maupun arena terbuka. Peristiwa tontonan mencakup tiga kekuatan, yaitu pekerja, tempat, dan komunitas penikmat atau penonton, serta terdiri dari tiga unsur, yaitu kebersamaan, saat, dan tempat, sehingga peristiwa itu disebut sebagai teater.

Mengutip modul Seni Budaya Kelas VIII (2016), pada pelaksanaannya, seni teater memang selalu membutuhkan banyak orang. Teater dikenal sebagai seni kolektif, satu dengan yang lain saling membutuhkan. Unsur-Unsur Seni Teater Mengutip modul Penerapan Teater (2017), unsur-unsur di dalam seni teater ada dua yaitu dari dalam dan dari luar.

Akan tetapi, unsur inti dari teater yaitu: 1. Naskah atau Skenario Naskah berisi dialog atau kisah yang akan dipentaskan dan yang akan diperankan oleh seseorang, untuk kemudian dipentaskan. Dari naskah seorang sutradara dapat menentukan kondisi dalam cerita, setting tempat, karakter tokoh, kostum, dan tata pentas.

2. Pemain Pemain adalah seseorang yang memainkan peran seorang tokoh yang terdapat dalam naskah. Pemain merupakan unsur yang sangat penting dalam pementasan. Ada tiga jenis pemain yaitu, peran utama, peran pembantu dan peran figuran.

Namun ketiga pemain ini sama-sama memiliki arti penting dan juga menentukan sukses dan tidaknya sebuah pementasan. 3. Sutradara Sutradara adalah orang yang memimpin atau mengatur pembuatan atau pementasan teater. Sutradara menjadi otak dari jalannya cerita, sekaligus tempat bertanya semua anggota yang terlibat dalam pembuatan teater tersebut, misalnya mengarahkan para aktor, membedah naskah, menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan dan lain-lain. 4. Pentas Pentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan nilai estetika dari sebuah pertunjukan.

Selain itu, pentas menjadi unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa dekorasi lain yang berkaitan dengan pentas.

5.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Properti Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater, seperti kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain sebagainya. 6. Penataan Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain: • Tata rias adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih sesuai dengan karakter yang akan diperankan. • Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki.

Contohnya pakaian yang dikenakan anak sekolahan tentu akan berbeda dengan pakaian harian yang dikenakan pembantu rumah tangga. • Tata lampu adalah pencahayaan dipanggung.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

• Tata suara adalah pengaturan pengeras suara. Fungsi Seni Teater Peranan seni teater telah mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya teknologi. Seni teater tidak hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai seni, teater tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai afektif masyarakat.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Adapun beberapa fungsi seni teater, di antaranya meliputi: 1. Teater sebagai Sarana Upacara Teater yang berfungsi untuk kepentingan upacara tidak membutuhkan penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.

Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater tradisional. 2. Teater sebagai Media Ekspresi Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Dalam praktiknya, seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan. 3. Teater sebagai Media Hiburan Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal. Sehingga harapannya penonton akan terhibur dengan pertunjukan yang digelar. 4. Teater sebagai Media Pendidikan Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual, melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis.

Jika suatu teater dipentaskan diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton.

Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.
2. Bacalah teks berikut!

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Hingga saat ini masyarakat masih mengeluhkan kelangkaan minyak goreng satu harga yang dibanderol Rp14.000,00 per liter. Banya … k masyarakat yang belum mendapatkan bagian, padahal program ini sudah berlangsung seminggu. Langkanya minyak goreng Rp14.000,00 per liter di pasar lantaran adanya pembelian yang berlebihan akibat kepanikan (panic buying) dari masyarakat.

Pihak produsen minyak goreng sudah cukup dalam memproduksi dan mengedarkan minyak goreng. Hanya saja, adanya panic buying membuat stok minyak goreng tetap terasa kurang. Tujuan penulisan teks tersebut adalah .

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

A. memberitahukan bahwa stok minyak goreng sudah mencukupi di pasaran B. menyampaikan keluhan masyarakat akibat mahalnya harga minyak goreng & menginformasikan kelangkaan minyak goreng di pasaran akibat panic buying D.

mengajak masyarakat sebagai konsumen untuk tidak melakukan panic buying​ 2. Bacalah teks berikut! Hingga saat ini masyarakat masih mengeluhkan kelangkaan minyak goreng satu harga yang dibanderol Rp14.000,00 per liter. Banya … k masyarakat yang belum mendapatkan bagian, padahal program ini sudah berlangsung seminggu.

Langkanya minyak goreng Rp14.000,00 per liter di pasar lantaran adanya pembelian yang berlebihan akibat kepanikan (panic buying) dari masyarakat.

Pihak produsen minyak goreng sudah cukup dalam memproduksi dan mengedarkan minyak goreng. Hanya saja, adanya panic buying membuat stok minyak goreng tetap terasa kurang.

Tujuan penulisan teks tersebut adalah . A. memberitahukan bahwa stok minyak goreng sudah mencukupi di pasaran B. menyampaikan keluhan masyarakat akibat mahalnya harga minyak goreng & menginformasikan kelangkaan minyak goreng di pasaran akibat panic buying D. mengajak masyarakat sebagai konsumen untuk tidak melakukan panic buying​ ★ SMA Kelas 11 / Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Peserta pelatihan ini adalah para pengajar Mata Pelajaran Bahasa INdonesia di SMK se-Kabupaten Bandung Penggalan proposal di atas termasuk ke dalam unsur ….

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

_ A. metode B. tujuan C. masalah D. latar belakang E. sasaran/peserta Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Drama - Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut. A. penata rias B. pelakon C. sutradara D. penata lampu Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Materi Latihan Soal Lainnya: • Penjaskes PJOK Semester 2 Genap SD Kelas 6 • UTS Sejarah Semester 1 Ganjil SMA Kelas 11 • Tema 5 Subtema 4 SD Kelas 2 • Perkenalan dalam Bahasa Prancis • Kingdom dan Ekosistem - Biologi SMA Kelas 12 • UTBK Biologi SMA Kelas 12 • PPKn Semester 1 Ganjil SMP Kelas 7 • PTS Prakarya SMA Kelas 11 • Kerajinan - Prakarya SMP Kelas 8 • PTS Semester 1 Ganjil PAI SMP Kelas 8 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
Drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku dialog yang dipentaskan.

Dalam unsur pementasan, terdapat orang yang mengatur pertunjukkan dari awal sampai akhir. Orang tersebut adalah sutradara. Sutradara merupakan orang yang bertugas untuk mengatur jalannya pertunjukkan drama, mulai dari menentukan dan menganalisis naskah, menentukan pemain, menentukan bentuk dan gaya pementasan, memahami dan mengatur pembagian panggung, serta melakukan serangkaian latihan dengan para pemain dan seluruh unsur yang terlibat.

Dengan demikian, orang yang mengatur jalannya pertunjukan drama adalah sutradara. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C.
Dalam seni teater, ada beberapa istilah yang biasa digunakan oleh pemeran atau aktor. Istilah-istilah tersebut memiliki arti/makna yang sesuai dengan fungsi dalam pementasan. Nah, apa saja istilah-istilah dalam teater?

Berikut diantaranya. Adegan : Bagian dari babak yang menggambarkan satu suasana dari beberapa suasana dalam babak Additive Mixing : Pencampuran warna pada objek yang disinari dari dua atau lebih lampu yang berbeda Akting : Tingkah laku yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan Aktor : orang yang melakukan akting Amphiteater : Panggung pertunjukan jaman Yunani Kuno Amplifikasi : Penguatan energi listrik setelah melalui rangkaian elektronik Apron : Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium Arena : Salah satu bentuk panggung yang tidak dibatasi oleh konvensi empat dinding imajiner Artikulasi : Hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakanya, dan dipengaruhi oleh penguasaan organ produksi suara Aside : Dialog menyamping, atau suara hati dan pikiran tokoh Atmosfir : Isitlah teater untuk menyebutkan suasana atau kondisi lingkungan Audibility : Segala sesuatu yang berkaitan dengan pendengaran Auditorium : Ruang tempat duduk penonton dalam panggung proscenium Backdrop : Layar paling belakang.

Kain yang dapat digulung atau diturun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung Bahasa tubuh : Bahasa yang ditimbulkan oleh isyarat-isyarat dan ekspresi tubuh Bar : Pipa bisa yang digunakan sebagai baris untuk pemasangan lampu Barndoor : Sirip empat sisi yang diletakkan pada lampu dan digunakan untuk mebatasi lebar sinar cahaya Batten : (1) Lampu flood yang dirangkai dalam satu kompartemen (wadah). (2) Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk mengaitkan sesuatu dan dapat dipindahpindahkan Beats : Satu kesatuan arti terkecil dari dialog Belly to Belly : Dua lensa yang dipasang berhadapan dalam sebuah lampu dan jaraknya bisa diatur Bifocal : Lampu Bifocal adalah lampu profile standar yang ditambahi dengan shutter tambahan Blocking : Gerak dan perpindahan pemain dari satu area ke area lain di panggung Boom : Baris lampu yang dipasang secara vertikal Border : Pembatas yang terbuat dari kain.

Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permainan yang digunakan Bracket : Pengait untuk memasang lampu pada boom. Disebut pula sebagai boom arm Catwalk : Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain Clamp : Klem atau pengait untuk memasang lampu pada bar, disebut juga sebagai C-clamp atau Hook Clamp Control Balance : Pengaturan tingkat kekerasan suatu sumber suara terhadap sumber suara yang lain Control Desk : Disebut juga Remote Control, alat untuk mengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya dari jarak jauh Cyc Light : Lampu flood yang dikhususkan untuk menerangi layar belakang (siklorama) Denotasi : Arti yang sebenarnya sesuai dengan arti yang terdapat dalam kamus Dialog : Percakapan para pemain.

Diafragma : Sekat yang memisahkan antara rongga dada dan rongga perut Diffuse : Jenis refleksi cahaya yang memiliki pantulan merata serta panjang sinarnya sama Diftong : Kombinasi dua huruf vokal dan diucapkan bersamaan Diksi : Latihan mengeja kata dengan orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut keras dan jelas Dimmer : Alat pengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya Distorsi : Hasil rekaman suara melebihi standar batas maksimal yang ditentukan Donut : Pelat metal yang digunakan untuk meningkatkan ketajaman lingkar sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu spot Drama : Salah satu jenis lakon serius dan berisi kisah kehidupan manusia yang memiliki konflik yang rumit dan penuh daya emosi tetapi tidak mengagungkan sifat tragedi Dramatic Irony : Aksi seorang tokoh yang berkata atau bertindak sesuatu, dimana tanpa disadari akan menimpa dirinya sendiri Ekstensi : Menambah besarnya sudut antara dua bagian badan Eksposisi : Penggambaran awal dari sebuah lakon, berisi tentang perkenalan karakter, dan masalah yang akan digulirkan Elastisitas : Tingkat kekenyalan suatu objek sehingga dengan mudah bisa diterapkan atau digunakan Ellipsoidal : Jenis reflektor yang memiliki bentuk elips Emosi : Proses fisik dan psikis yang kompleks yang bisa muncul secara tiba-tiba dan spontan atau diluar kesadaran Ephemeral : Sifat pertunjukan yang bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama ERS : Elliposoidal Reflector Spotlight.

Lampu spot yang menggunakan reflektor berbentuk elips disebut juga lampu profile atau leko ERS Axial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang secara horisontal ERS Radial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang miring 45 derajat Farce : Seni pertunjukan yang menyerupai dagelan tetapi bukan dagelan yang seperti di Indonesia Filter : Palstik atau mika berwarna untuk mengubah warna lampu Flashback : Kilas balik peristiwa orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut yang dikisahkan kembali pada saat ini Flat Karakter : Karakter tokoh yang ditulis oleh penulis lakon secara datar dan biasanya bersifat hitam putih Fleksi (flexion) : Membengkokkan suatu sendi untuk mengurangi sudut antara dua bagian badan Fleksibelitas : Daya lentur suatu objek / tingkat kelenturan suatu objek Flies : Disebut juga penutup.

Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya Floodligth : Jenis lampu yang sinar cahayanya menyebar serta tidak bisa diatur fokusnya Focal Point : Titik temu (pusat) pendar cahaya FOH : Front Of House. Bagian depan baris kursi penonton dimana di atasnya terdapat pipa baris lampu Fokus : (1) Istilah dalam penyutradaraan untuk menonjolkan adegan atau permainan aktor.

(2) Istilah tata cahaya untuk area yang disinari cahaya dengan tepat dan jelas Follow Spot : Jenis lampu spot yang dapat dikendalikan secara manual untuk mengikuti arah gerak pemain Fore Shadowing : Bayang-bayang yang mendahului sebuah peristiwa yang sesungguhnya itu terjadi Foyer : Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat Frequency Respon : Kemampuan dalam menangkap frekuensi pada batas maksimum dan minimum Fresnel : (1) Lensa yang mukanya bergerigi. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa bergerigi Gesture : sikap tubuh yang memiliki makna, bisa juga diartikan dengan gerak tubuh sebagai isyarat Gestus : Aksi atau ucapan tokoh utama yang beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antar tokoh Gimmick : Adegan awal dari sebuah lakon yang berfungsi sebagai pemikat minat penonton untuk menyaksikan kelanjutan dari lakon tersebut Globe : Panggung yang tempat duduk penontonnya berkeliling, digunakan dalam pementasan teaterjaman Elizabeth di Inggris Gobo : Pelat metal yang dicetak membentuk pola atau motif tertentu dan digunakan untuk membuat lukisan sinar cahaya Groundrow : Lampu flood yang diletakkan di bawah untuk menerangi orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut atau siklorama dari bawah.

Imajinasi : Proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran, dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebelumnya atau mungkin hanya sedikit yang dialaminya Improvisasi : Gerakkan dan ucapan yang tidak terencana untuk menghidupkan permainan.

Intonasi : Nada suara (dalam bahasa jawa disebut langgam), irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton. Insersio : Kearah mana otot itu berjalan atau arah jalannya otot yang bergerak.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Irama : Gelombang naik turun, longgar kencangnya gerakkan atau suara yang berjalan dengan teratur Iris : Piranti untuk memperbesar atau memperkecil diameter lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu Jeda : Pemenggalan kalimat dengan maksud untuk memberi tekanan pada kata. Karakter : Gambaran tokoh peran yang diciptakan oleh penulis lakon melalui keseluruhan ciri-ciri jiwa dan raga seorang peran Karakter Teatrikal : Karakter tokoh yang tidak wajar, unik, dan lebih bersifat simbolis.

Kolokasi : Asosiasi kata dengan bahasa yang tidak formal, bahasa percakapan sehari-hari pada suatu tempat dan masa tertentu. Komedi : salah satu jenis lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu, sehingga para penonton bisa lebih menghayati kenyataan hidupnya Komedi Stamboel : Pertunjukan teater yang mendapat pengaruh dari Turki dan sangat populer di Indonesia pada jaman sebelum kemerdekaan Komunikan : Penerima komunikasi Komunikator : Penyampai kamunikasi Konflik : Ketegangan yang muncul dalam lakon akibat adanya karakter yang bertentangan, baik dengan dirinya sendiri maupun yang ada di luar dirinya.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Konotasi : Arti kata yang bukan sebenarnya dan lebih dipengaruhi oleh konteks kata tersebut dalam kalimat. Konsentrasi : Kesanggupan atau kemampuan yang diperlukan untuk mengerah kan pikiran dan kekuatan batin yang ditujukan ke suatu sasaran tertentu sehingga dapat menguasai orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut dengan baik.

Lakon : Penuangan ide cerita penulis menjadi alur cerita yang berisi peristiwa yang saling mengait dan tokoh atau peran yang terlibat, disebut juga naskah cerita Lakon Satir : Salah satu jenis lakon yang mengemas kebodohan, perlakuan kejam, kelemahan seseorang untuk mengecam, mengejek bahkan menertawakan suatu keadaan dengan maksud membawa sebuah perbaikan Latar Peristiwa : Peristiwa yang melatari adegan itu terjadi dan bisa juga yang melatari lakon itu terjadi Latar Tempat : Tempat yang menjadi latar peristiwa lakon itu terjadi.

Latar Waktu : Waktu yang menjadi latar belakang peristiwa, adegan, dan babak itu terjadi Level : (1) Istilah pemeranan dan penyutradraan untuk mengatur tinggi rendah pemain.

(2) Isitilah tata suara untuk tingkat ukuran besar kecilnya suara yang terdengar Lever : Bilah yang dapat dinaikkan dan diturunkan yang terdapat pada control desk Ligamen : Jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang atau pembungkus sendi.

Melodrama : Salah satu jenis lakon yang isinya mengupas suka duka kehidupan dengan cara yang menimbulkan rasa haru kepada penonton Membran : Selaput atau lapisan tipis yang sangat peka terhadap getaran Metacarpal : Disebut juga dengan metatarsus atau ossa metatarsalia yaitu tulang pertama dari jari Mime : Pertunjukan teater yang menitikberatkan pada seni ekspresi wajah pemain Mimetic/mimesis : Peniruan atau meniru sesuatu yang ada Mimik : Ekspresi gerak wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain Mixed : Jenis refleksi cahaya yang hasilnya bercampur antara relfeksi diffuse dan specular Monolog : Cakapan panjang seorang aktor yang diucapkan di hadapan aktor lain Noise : Gangguan suara yang tidak diinginkan dalam memproses suara atau rekaman Observasi : Kegiatan mengamati yang bertujuan menangkap atau merekam hal apa saja yang terjadi dalam kehidupan Orchestra Pit : Tempat para musisi orkestra bermain Origio : Tempat otot timbul atau tempat asal otot yang terkuat Pageant : Panggung kereta abad Pertengahan yang digunakan untuk mementaskan teater secara berkeliling Panoramic : Kesan suara yang terdengar pada telinga kiri atau telinga kanan Pantomimik : Ekspresi gerak tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain PAR : Parabolic Aluminized Reflector.

Lampu yang menggunkan reflektor parabola terangkai dalam satu unit dengan lensanya Parafrase : Latihan untuk menyatakan kembali arti dialog dengan menggunakan kata-kata kita sendiri, dengan tujuan untuk membuat jelas dialog tersebut PC : (1) Planno Convex, jenis lensa yang permukaannya halus.

(2) Jenis lampu yang menggunakan lensa tunggal baik lensa Planno Convex atau Pebble Convex Pebble Convex : Jenis lensa yang mukanya halus tapi bagian belakangnya bergerigi Pemanasan : Serial dari latihan gerakan tubuh dimaksudkan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara progresif (bertahap). Pemeran : Seorang seniman yang menciptakan peran yang digariskan oleh penulis naskah, sutradara, dan dirinya sendiri.

Penonton : Orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan teater Pernafasan : Peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida Pita magnetic : Pita plastic yang dilapisi oleh serbuk magnet yang digunakan untuk menyimpan getaran listrik Planno Convex : Jenis lensa (lih.

PC) Plot : Biasa disebut dengan alur adalah kontruksi atau bagan atau skema atau pola dari peristiwa-peristiwa dalam lakon, puisi atau prosa dan selanjutnya bentuk peristiwa dan perwatakan itu menyebabkan pembaca atau penonton tegang dan ingin tahu Polarity : Kemampuan maksimum dalam menangkap sumber suara Practical : Lampu sehari-hari atau lampu rumahan yang digunakan di atas panggung Preset : Pengaturan intensitas cahaya pada control desk disaat lampu dalam keadaan mati (tidak dinyalakan) Profile : Jenis lampu spot yang dapat ukuran dan bentuk sinarnya dapat disesuaikan Properti : Benda atau pakaian yang digunakan untuk mendukung dan menguatkan akting pemeran.

Protagonis : Peran utama yang merupakan pusat atau sentral dari cerita Proscenium : Bentuk panggung berbingkai Proscenium Arc : Lengkung atau bingkai proscenium Resonansi : Bergema atau bergaung Rias Fantasi : Tata rias yang diterapkan untuk menggambarkan sifat atau karakter yang imajinatif Rias Karakter : Tata rias yang diterapkan untuk menegaskan gambaran karakter tokoh peran Rias Korektif : Tata rias yang diterapkan untuk memperbaiki kekurangan sehingga pemain nampak cantik Ritme : Tempo atau cepat lambatnya dialog akibat variasi penekanan kata-kata yang penting.

Round Karakter orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut Karakter tokoh dalam lakon yang mengalami perubahan dan perkembangan baik secara kepribadian maupun status sosialnya Scoop : Jenis lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal Sendi : Hubugan yang terbentuk antara dua tulang.

Sendratari : Pertunjukan drama yang di tarikan atau gabungan seni drama dan seni tari Side Wing : Bagian kanan dan kiri panggung yang tersem bunyi dari penonton, biasanya digunakan para aktor menunggu giliran sesaat sebelum tampil Skeneri : Dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana permainan Skenario : Susunan lakon yang diperagakan oleh pemeran Soliloki : Cakapan panjang aktor yang diucapkan seorang diri dan kepada diri sendiri Specular : Jenis refleksi yang memantulkan cahaya seperti aslinya (efek cermin) Snoot : Disebut juga Top Hat, piranti yang digunakan untuk mengurangi tumpahan cahaya Spherical : Jenis reflektor yang memiliki bentuk setengah lingkaran Spread : Jensi refleksi cahaya yang mengenai objek dengan intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar dan direfleksikan lebih panjang dari yang lain Stand : Pipa untuk memasang lampu yang dapat berdiri sendiri Struktur Dramatik : Rangkaian alur cerita yang saling bersinambung dari awal cerita sampai akhir.

Suara Nasal : Suara yang dihasilkan oleh rongga hidung karena udara beresonansi. Suara Oral : Suara yang dihasilkan oleh mulut Subtractive Mixing: Pencampuran warna cahaya yang dihasilkan dari dua filter berbeda Surprise : Peristiwa yang terjadi diluar dugaan penonton sebelumnya dan memancing perasaan dan pikiran penonton agar menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak pasti.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

Sutradara : Orang yang mengatur dan memimpin dalam sebuah permainan. Teknik Muncul : Suatu teknik seorang pemeran dalam memainkan peran untuk pertama kali memasuki sebuah pentas lakon. Teknik Timing : Teknik orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut waktu antara aksi tubuh dan aksi ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog yang diucapkan.

Tema : Ide dasar, gagasan atau pesan yang ada dalam naskah lakon dan ini menentukan arah jalannya cerita. Tempo : Cepat lambatnya suatu ucapan yang kita lakukan Thrust : Bentuk panggung yang sepertiga bagiannya menjorok ke depan Timbre : Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang kita ucapkan Tirai Besi : Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung, tirai ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan penonton bisa segera dievakuasi.

Tragedi : Salah satu jenis lakon yang meniru sebuah aksi yang sempurna dari seorang tokoh besar dengan menggunakan bahasa yang menyenangkan supaya para penonton merasa belas kasihan dan ngeri sehingga penonton mengalami pencucian jiwa atau mencapai katarsis Trapezium : Tulang yang ada pada antara pergelangan tangan dan ibu jari tangan Trap Jungkit : Area permainan atau panggung yang biasanya bisa dibuka dan ditutup untuk keluar-masuk pemain dari bawah panggung.

Wicara : Cara kita berbicara dan cara mengucapkan sebuah dialog dalam naskah lakon Under : (tata suara) Hasil rekaman suara yang sangat lemahDrama berarti dialog yang dipentaskan atau cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Drama sering juga disebut sandiwara. Terdapat unsur-unsur pementasan drama, yaitu: • Naskah, sering disebut skenario. Naskah drama yang akan dipentaskan bisa menggunakan naskah yang sudah ada atau membuat sendiri.

Naskah drama menjelaskan tentang judul cerita, pemain,dialog, dan sebagainya yang disusun secara kronologis. • Pentas/panggung adalah tempat pementasan drama. • Sutradara adalah orang yang mengatur jalannya cerita atau bagaimana aktor melakukan acting. • Aktor adalah pemain drama. • Tata letak disebut juga setting atau pelataran.

• Tata busana disebut juga kostum. • Tata suara berkaitan dengan musik-musik untuk mendukung cerita. • Penonton adalah orang yang menyaksikan pementasan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa orang yang bertugas memimpin atau mengatur jalannya suatu pertunjukkan drama adalah orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut /> Preview soal lainnya: PTS Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Suatu pidato akan berhasil baik jika dilakukan persiapan-persiapan berikut ini, kecuali….

A. Membuat kerangka pidato B. Mengumpulkan bahan C. Memilih masalah yang tepat D. Menghargai perbedaan pendapat Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • Pengenalan Kimia SMA Kelas 10 • Tema 8 SD Kelas 1 • Kuis Bahasa Prancis SMA Kelas 10 • Bangun Ruang Sisi Lengkung - Matematika SMP Kelas 9 • Bahasa Arab MA Kelas 10 • PAI SD Kelas 3 Pembelajaran 10 • Penjaskes PJOK SD Kelas 6 • Bab 1 dan 2 - Bahasa Arab MI Kelas 4 • PAS Bahasa Jawa SMP Kelas 9 • PTS PAI SMA Kelas 10 MIPA Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
• ► 2022 (1) • ► January 2022 (1) • ► 2020 (10) • ► September 2020 (1) • ► July 2020 (4) • ► June 2020 (1) • ► May 2020 (4) • ► 2019 (4) • ► December 2019 (1) • ► July 2019 (3) • ► 2018 (92) • ► December 2018 (6) • ► November 2018 (2) • ► October 2018 (2) • ► September 2018 (3) • ► August 2018 (5) • ► July 2018 (10) • ► April 2018 (13) • ► March 2018 (15) • ► February 2018 (20) • ► January 2018 (16) • ▼ 2017 (143) • ► December 2017 (13) • ► November 2017 (14) • ► October 2017 (26) • ► September 2017 (31) • ► August 2017 (22) • ▼ July 2017 (23) • Efa Wedding - My Very First 'Nikahan Temen!' • Makalah Kompetisi dalam Kebaikan • Quotes Of The Day orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut PKKMB (a.k.a OSPEK) MABA SNMPTN UNRAM 2017 • A SasuSaku Fanfiction: Please Love Me Like I Love .

• Free Random Background (Lockscreen) Pattern (by Me) • Meet Up • RESUME EKONOMI • Marah • Rencananya Sih OSPEK.

orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut

• Akhlak Menerima Tamu • Seni Rupa Daerah Bima-Sumbawa: Tenun • Review Drama Korea & OST: Suspicious Partner 💓 • Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an sebagai Bayan At. • Game Facebook Terkeren Untuk Cewek! Fashion Style . • Reunite Teman-Teman SD!💫 • Review Drama Korea & OST: Fight for My Way 💕 • Umrah & Haji Plus - Arminareka Perdana • Starting Over!

& Introducing Chit-Chat Label • Teater dan Unsur-Unsur Pementasan Teater • Kimia: Bilangan Kuantum • Sosialisasi Budaya Politik • Biologi: Sumsum Tulang Belakang • ► June 2017 (13) • ► May 2017 (1) • ► 2016 (9) • ► September 2016 (3) • ► June 2016 (2) • ► May 2016 (2) • ► April 2016 (1) • ► March 2016 (1) • ► 2015 (25) • ► July 2015 (1) • ► June 2015 (1) • ► May 2015 (3) • ► February 2015 (3) • ► January 2015 (17) • ► 2014 (13) • ► December 2014 (9) • ► November 2014 (1) • ► October 2014 (1) • ► August 2014 (1) • ► May 2014 (1) • ► 2013 (5) • ► December 2013 (1) • ► November 2013 (1) • ► October 2013 (2) • ► May 2013 (1)

Menyajikan Drama dalam bentuk naskah atau pentas - Menulis Teks Drama kelas 8




2022 www.videocon.com