Pertanyaan tentang fiqih ibadah

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Breaking News • Adakah Tuntunan Puasa Bulan Rajab? • Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Muslim • Apakah Anak Angkat Berhak Mendapatkan Warisan? • Penjelasan Seputar Khulu’ • Bolehkah Aqiqah Setelah Dewasa?

• Shalat Jumat Online, Bagaimana Hukumnya? • Hutang dan Sumbangan, Mana yang Harus Didahulukan? • Hukum Shalat Berjamaah Bagi Seorang Muslim • Hukum Bekerja Sebagai PNS di Bea Cukai dan Pajak • Hukum Merayakan HUT Republik Indonesia Pages • Daftar Isi • Download • Download (App) • Download Aplikasi Mobile Fatwa Tarjih • Fatwa Tarjih Muhammadiyah • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M Seluruh Provinsi di Indonesia • Kirim Pertanyaan • Privacy Policy (App) • Profil • Tanya Jawab Agama Seputar Pertanyaan tentang fiqih ibadah Posts by category • Category: Akhlak • Penjelasan Seputar Khulu’ • Hutang dan Sumbangan, Mana yang Harus Didahulukan?

• Hukum Bunuh Diri Menurut Islam • Perayaan Acara Milad di Masjid, Bolehkah? • Pohon yang Menjulur ke Pekarangan Tetangga • Membakar Mushaf Al-Qur’an yang Sudah Rapuh, Bolehkah? • Tujuan, Petunjuk dan Asas Dalam Melaksanakan Agama • Kasus Hibah Tanah dari Orangtua ke Anak • Hukum Suap (Risywah) pada Saat Pemilu • Hukum Buang Air Menghadap Kiblat • Hukum Alkohol pada Parfum, Antiseptic, Sanitizer dan Sejenisnya • Apakah Alkohol itu Najis?

• Asal Muasal Hukum Syara’ Wajib, Sunnah dan Lainnya • Penjelasan Seputar Sumpah dan Kaffaratnya • Menyewakan Menara Masjid untuk Provider Seluler • Hukum Muslimah Berjilbab Transparan dan Mengenakan Celana • Hukum dan Tuntunan Ziarah Kubur • Hukum Memelihara Anjing dan Soal Malaikat yang Tidak Masuk Rumah • Penjelasan Tentang Nadzar dan Sumpah • Hukum Game Online • Siapa Saja yang Termasuk Mahram? • Istri Aktif di Organisasi, Bagaimana Hukumnya?

• Panggilan Papa Mama untuk Suami Istri • Pengertian dan Hukum Taklid • Walimatul ‘Ursy dengan Hewan Qurban • Nama “Muhammadiyah” Kaitannya dengan Panggilan Nabi • Hukum Melanggar Perjanjian Beasiswa Ikatan Dinas • Menceraikan Istri Karena Tidak Bisa Memberikan Keturunan • Kedudukan Wanita Dalam Pandangan Islam • Hukum Pacaran Dalam Islam • Penjelasan Seputar Jilbab dan Aurat Wanita Muslimah • Bolehkah Mengagumi dan Mengikuti Kyai Kharismatik?

• Talak Dijatuhkan dalam Keadaan Emosi, Bagaimana Hukumnya? • Hukum Wanita Muslimah Tidak Berhijab • Riya atau Pamer, Seperti Apa Definisi dan Batasannya? • Tepatkah Penggunaan Sebutan Almarhum dan Almarhumah?

• Cara Menyembelih Ayam yang Benar Menurut Islam • Hukum Membelanjakan Harta untuk Gadis Bukan Mahramnya • Hukum Melakukan Onani • Perselingkuhan, Bagaimana Hukumnya?

• Karamah Seorang Kyai • Sikap Pertanyaan tentang fiqih ibadah Mengenai Ahmadiyah dan RUU Pornografi • Hukum Menyuap untuk Menjadi PNS • Aurat Wanita Muslimah • Hukum Mewajibkan Berinfak dengan Jumlah Tertentu • Pornografi Dalam Tinjauan Islam • Musibah dan Bencana, Pertanda Allah Murka? • Sengketa Pembagian Harta Warisan • Membangunkan Orang Menjelang Subuh • Hukum Takbir Keliling • Memberi Para Peminta Diambilkan dari Zakat Perdagangan • Larangan Menjulurkan Kaki ke Arah Kiblat Saat Tidur • Memasang Lambang Muhammadiyah di Masjid • Kedudukan Hadis Mengenai Undangan Menghadiri Khitanan • Category: Akidah • Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Muslim • Hukum Merayakan HUT Republik Indonesia • Hukum Baiat Pada Kelompok Tertentu • Acara Tujuh Bulanan Ibu Hamil dan Membacakan Talqin Saat Pemakaman • Hukum Makanan Dari Acara Hari Kematian • Urut-Urutan Dalam Rukun Islam • Kegiatan Suluk Tarekat Naqsabandiyah • Memakai Jimat, Bagaimana Hukumnya?

• Perbedaan Antara Tuhan dan Makhluk • Nikah Beda Agama, Bagaimana Hukumnya? • Pandangan Muhammadiyah Tentang LDII • Bagaimana Hukum Sihir? • Apa Itu Syirkul Asbab? • Mengapa Muhammadiyah Tidak Bermadzhab? • Penjelasan Seputar Fardhu Kifayah • Hukum Selamatan untuk Orang yang Meninggal Dunia • Hukum Nikah Beda Agama • Isi Buku “Nur Muhammad dan Berita dari Alam Ghaib” • Maksud Al-Ka’inat dan Al-Ikhtiar dalam HPT Muhammadiyah • Tahlilan dalam Pandangan Muhammadiyah • Masalah Shalawat dan Kitab Barzanji • Thriqat • Hukum Tato dan Rajah • Masuk Dulu ke Neraka Baru ke Surga, Benarkah Demikian?

• Penjelasan Terkait Malam Lailatul Qadar • Bolehkah Pertanyaan tentang fiqih ibadah Tahlilan di Rumah Duka? • Apakah Allah Bersemayam di Pertanyaan tentang fiqih ibadah ‘Arsy? • Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat, Adakah Dasarnya? • Pengejaran dan Pembunuhan Isa AS • Benarkah Ada Arwah Gentayangan?

• Hadis Tentang Ruh Berkeliling Rumah • Suami Istri Berkumpul Kembali di Akhirat? • Membaca Shalawat dengan Bilangan Tertentu • Memakai Kalung Kesehatan untuk Obat • Hukum Mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW • Mengamalkan Doa Nabi Isa AS • I’tiqad (Keyakinan) Muhammadiyah Tentang Hari Kiamat dan Imam Mahdi • Membimbing Orang Masuk Islam • Makan Makan di Rumah Duka • Orang yang Bunuh Diri, Dishalatkan atau Tidak?

• Membaca Tahlil Dengan Bilangan Tertentu, Bersama-Sama Dengan Suara Keras Serta Menggeleng-Gelengkan Kepala • Memperingati Hari Kematian Seseorang, Adakah Dasar Hukumnya?

• Category: Al-Qur'an dan Hadits • Lafal Shadaqallahul ‘Azhim, Adakah Tuntunannya? • Maksud Hadis “di antara setiap dua adzan ada shalat” • Mengapa Dibaca “Min Qablu” dan “Min Ba’du”? • Hadis Shalat Malam 4-4 Rakaat yang Ada di HPT • Maksud Hadis “Kembali dari Jihad Kecil Menuju Jihad Besar” • Hukum Menjelaskan Hadis dengan Ayat Al-Qur’an • Upacara Khataman Al-Qur’an • Category: Aqiqah • Adakah Aqiqah Bagi Janin Pasca Keguguran?

• Memberi Nama Bayi Saat Aqiqah • Sumbangan Kambing untuk Membayar Nazar Aqiqah Tidak Disembelih Tapi Dijual • Category: Bank • Hukum Menyimpan Uang di Bank Konvensional • Category: Covid-19 • Hukum Shalat Jumat Bukan di Masjid Pada Masa Pandemi Covid-19 • Hukum Shalat Jumat Secara Sif Pada Masa Pandemi Covid-19 • Hukum Shalat Bermasker Pada Masa Pandemi Covid-19 • Hukum Shalat dengan Shaf Berjarak Pada Masa Pandemi Covid-19 • Hukum Shalat Idul Fitri di Rumah di Saat Wabah Covid-19 • Shalat ‘Idain dan Dasar Hukum Pelaksanaannya • Memperbanyak Berdoa, Beristighfar dan Bertaubat Kepada Allah di Masa Darurat Covid-19 • Banyak Berbuat Baik dan Saling Tolong Menolong di Masa Darurat Covid-19 • Anjuran Memperbanyak Zakat, Infak dan Sedekah di Masa Darurat Covid-19 • Akad Nikah dan Resepsi Pada Saat Darurat Covid-19 • Tuntunan Merawat Jenazah Pasien Covid-19 • Shalat Jenazah dan Kegiatan Takziyah pada Pasien Covid-19 • Perawatan Jenazah Pasien Covid-19 • Ibadah di Bulan Ramadhan dan Syawal pada Masa Darurat Covid-19 • Shalat Jumat Pada Masa Darurat Covid-19 • Rukhsah Shalat Bagi Tenaga Medis yang Melayani Pasien Covid-19 • Kumandang Azan pada Masa Darurat Covid-19 • Shalat Berjamaah di Masjid pada Masa Darurat Covid-19 • Masa Darurat Covid-19, Ibadah Shalat Tetap Wajib Dilakukan • Social (Physical) Distancing dan Stay At Home di Tengah Mewabahnya Covid-19 • Upaya Mencegah Penularan Covid-19 Termasuk Ibadah Bernilai Jihad • Peran Para Ahli dan Pemerintah dalam Mengupayakan Pengobatan Covid-19 • Pahala Syahid Bagi Orang yang Meninggal Karena Covid-19 • Sikap Seorang Muslim Menghadapi Wabah Covid-19 • Category: Dzikir dan Doa • Doa Sesudah Shalat Dhuha • Anjuran Berdoa Dengan Mengangkat Tangan • Hukum Dzikir Bersama (Berjamaah) • Doa Iftitah “Allahumma baa‘id …” Dianggap Taklid • Syarat Doa Maqbul, Apa Saja?

• Mengangkat Tangan Dalam Berdoa • Hukum Dzikir Berjamaah Dengan Bilangan dan Format Tertentu • Hukum Dzikir Berjamaah Dipimpin Seorang Pemandu • Adab dan Tata Cara Berdoa • Category: Fikih Wanita • Bolehkah Wanita Haid Masuk Masjid untuk Ikut Pengajian? • Shalat Bagi Wanita, Lebih Utama di Rumah atau di Masjid? • Wali Nikah Perempuan yang Lahir di Luar Nikah • Keputihan Pada Wanita dan Haid Wanita Ber-KB • Masa Nifas Setelah Abortus (Keguguran) • Category: Haji dan Umrah • Badal Haji dan Umrah Serta Melakukan Umrah Berkali-kali • ONH Dengan Cara Hutang Bank, Bagaimana Hukumnya?

• Bantuan Dana untuk Ibadah Haji dari Orang Non Muslim • Menggunakan Tabungan Haji untuk Keperluan Lain • Berhaji Dengan Biaya APBD dan Berhaji Dibiayai Orang Lain Beda Agama • Dam (Denda) Bagi Orang yang Melepas Pakaian Ihram • Kapan Waktu Membayar Dam? • Hukum Puasa Arafah Tidak Bertepatan Hari Wukuf Jamaah Haji • Hukum Badal Haji • Ketentuan Hari Raya yang Jatuh pada Hari Jumat dan Maksud Haji Akbar • Category: Halal Haram • Hukum Konsumsi Laron, Belalang dan Gangsir • Hukum Penggunaan Kertas dari Kotoran Gajah dan Hukum Jual Beli Kotoran • Hukum Ekstrak Kalajengking dan Ekstrak Lintah Dalam Obat Medis • Hukum Mengonsumsi Kopi Luwak dan Binatang Luwak • Memakan Daging Hewan Sembelihan di Luar Negeri • Hukum Memakan Hasil Sembelihan Orang Non Muslim • Memakan Daging yang Tidak Diketahui Disembelih Dengan Membaca Basmalah atau Tidak • Halal Haram Air Tape • Air Tape, Miras atau Bukan?

• Mengonsumsi Telur dari Ayam Mati, Halal atau Haram? • Hukum Memakan Binatang Bertaring • Category: Hari Raya • Tuntunan Pelaksanaan Ibadah Kurban di Masa Pandemi Covid-19 • Shalat Idul Adha Bertepatan Dengan Hari Jumat • Tuntunan Menyambut dan Melaksanakan Shalat Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19 • Menggabungkan Penyembelihan Akikah dan Kurban • Bolehkah Berkurban Dengan Uang Utang?

• Perintah Berkurban Dalam Al-Qur’an • Adakah Doa Iftitah Dalam Shalat Id? • Persoalan Seputar Takbir Hari Raya • Kapankah Waktu Dimulainya Takbir Hari Raya Idul Adha? • Ketentuan Takbir Zawaid Dalam Shalat ‘Idain • Ketentuan Shalat Id (Bilangan Takbir, Bacaan di Sela Takbir dan Khutbah) • Bacaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha Sesuai Tuntunan • Takbir Zawaid Idain dan Khutbah Khusus untuk Jamaah Perempuan • Hukum Mengadakan Lomba Takbiran • Kapan Waktu Dimulainya Takbir Hari Raya Idul Adha?

pertanyaan tentang fiqih ibadah

• Hitungan Takbir Shalat Id dan Doa di antara Takbir Zawaid • Pidato Sambutan Sebelum Shalat Id • Khutbah Shalat Id, Sekali atau Dua Kali? • Seruan untuk Memulai Shalat Id • Konsep Miskin Seperti Apa yang Berhak Menerima Zakat? • Category: Hukum Waris • Apakah Anak Angkat Berhak Mendapatkan Warisan? • Ahli Waris dan Pembagiannya • Harta Gono-Gini dan Pembagian Warisan • Shadaqah Jariyah untuk Pewaris dari Harta Peninggalan yang Belum Dibagi • Ketentuan Ahli Waris Pengganti • Category: Ibadah • Adakah Tuntunan Puasa Bulan Rajab?

• Bolehkah Aqiqah Setelah Dewasa? • Shalat Jumat Online, Bagaimana Hukumnya? • Hukum Shalat Berjamaah Bagi Seorang Muslim • Waktu-waktu Dilarang Shalat • Hukum Makmum Masbuk Membuat Jamaah Baru • Beda Cara Shalat Subuh dan Shalat Jumat Antara Dua Kelompok • Shalat Hifzhi, Adakah Tuntunannya?

• Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat? • Salat Sunah Malam Hari Selain Tahajud • Shalat Dhuha Tiap Hari • Bolehkah Membayarkan Fidyah ke Daerah Lain? • Hukum Shalat di Masjid yang Belum Ber-IMB • Shalat Berjamaah Pada Masjid Bertingkat • Shalat Jenazah Harus 3 Shaf, Adakah Dalilnya? pertanyaan tentang fiqih ibadah Membaca Al-Qur’an Dengan Pengeras Suara • Shalat Jumat Azan 1 Kali dan Jamaah Kurang dari 40 Orang • Penggunaan Dana Infak Masjid Berbeda Dengan yang Diniatkan Jamaah • Puasa Arafah, Haruskah Bertepatan Dengan Wukuf?

• Bolehkah Mendengarkan Khutbah Jumat Sambil Membelakangi Mimbar? • Bacaan Doa Iftitah dan Al-Fatihah Bagi Makmum Masbuk • Pertanyaan tentang fiqih ibadah Shalat Dhuha untuk Minta Rezeki Secara Khusus? • Shalat Sambil Membuka Mushaf, Bolehkah? • Setelah Shalat Witir, Bolehkah Shalat Sunnah Lagi? • Menikah Dalam Kondisi Hamil, Perlukah Mengulang Akad? • Shalat Jamak Qashar Bagi Musafir • Cara Membayarkan Hutang Puasa Orangtua • Sedekap Ketika Bangun dari Ruku’ dan Duduk Iftirasy pada Shalat 2 Rakaat • Makmum Tidak Mengikuti Cara Duduk Tasyahud Imam • Hukum Shalat Berjamaah • Klarifikasi Fatwa Tentang Zakat Tanaman • Seputar Haid (Masa Suci dan Jenis Darah) • Mengulang Akad Nikah • Menikah Lagi Setelah Mencerai Empat Istri • Zakat Pertanian Pompanisasi • Dana Zakat untuk Persyarikatan, Bolehkah?

• Mengulang Shalat dari Awal Setelah Melakukan Sujud Sahwi • Kewajiban Zakat Profesi Setelah Dipotong Pajak • Mengalihfungsikan Masjid, Apakah Memutuskan Pahala Pemberi Wakaf? • Shalat Tarawih Berjamaah Dengan Suara Keras (Jahr) • Batasan Mengusap Tangan Saat Tayammum • Haruskah Khatib Jumat Sekaligus Imam Shalat Jumat?

• Doa Iftitah Menurut Putusan Tarjih • Shalat Iftitah, Berjamaah atau Sendiri-sendiri? • Dalil Tentang Shalat Iftitah • Ketentuan Zakat Profesi dan Gaji Pensiun • Shalat Jumat Bagi Perempuan • Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Isya’?

pertanyaan tentang fiqih ibadah

• Tata Cara Pelaksanaan Pertanyaan tentang fiqih ibadah Gerhana • Mengapa Muhammadiyah Tidak Mengamalkan Qunut? • Bolehkah Menukar Kulit Sapi Kurban dengan Seekor Kambing?

• Shalat Fidyah, Adakah Dasar Hukumnya? • Cara Duduk Tasyahud Pada Shalat Dua Rakaat • Cara Duduk Bagi Makmum Masbuq • Cara Berdiri Setelah Rakaat Pertama • Waktu Paling Afdhal Melaksanakan Shalat Tarawih • Penjelasan Shalat Tarawih 23 Rakaat • Hukum Shalat Arbain • Pengertian Anak Yatim dan Cara Menyantuninya • Berkurban 1 Kerbau untuk Lebih dari 7 Orang • Cara Duduk Tahiyat Akhir Pada Shalat Pertanyaan tentang fiqih ibadah Rakaat • Hukum Pemakaian Sajadah di Masjid • Dalil Tentang Tidak Boleh Shalat Witir 2 Kali Dalam Satu Malam • Membayar Hutang Puasa Dalam Kondisi Hamil • Bacaan Shalawat dalam Khutbah Jumat • Kotoran Cicak di Atas Karpet Masjid, Sahkah Shalat di Atasnya?

• Bermakmum pada Imam yang Bacaan Al-Qur’annya Tidak Fasih • Shalat Tahiyatul Masjid Saat Khatib Berkhutbah • Gerhana Bulan Penumbral, Apakah Dianjurkan Shalat Gerhana?

• Shalat Faitah • Berhari Raya dan Melaksanakan Shalat Id Tidak Pada Hari Ia Berbuka • Bersedekap Sesudah I’tidal (Bangun dari Ruku’) • Mandi Junub Dengan Air Hangat dan Tayammum Pengganti Mandi • Beberapa Persoalan Seputar Shalat Jumat • Membangun Masjid di Atas Tanah Bekas Kuburan dan Hukum Shalat di Atasnya • Menshalatkan Jenazah Seorang Idiot • Hukum Shalat Jumat Tidak di Masjid • Tentang Shalat Jumat • Haruskah Imam Merangkap Khatib Pada Shalat Jumat?

• Pahala Shalat di Masjidil Haram • Hutang Puasa Lewat 2 Kali Ramadhan, Bagaimana Menggantinya? • Bersuci dari Jilatan Anjing, Bolehkah Mengganti Tanah dengan Sabun? • Fidyah dengan Uang dan Dibayarkan Sekaligus • Dalil Shalat Tarawih 4 Rakaat Salam • Membaca Sayyidina pada Waktu Tahiyyat • Membaca Ayat atau Surat Al-Quran Tidak Sesuai Urutan Dalam Shalat • Haruskah Menikah Dalam Keadaan Suci?

• Lafadz Ijab Qabul Dalam Pernikahan • Cara Duduk Tahiyat Pada Shalat Dua Rakaat • Zakat Mal untuk Pembangunan, Bolehkah? • Hukum Wanita Haid Membaca Al-Qur’an • Pengertian Sutur atau Sitrah • Shalat Taubat, Adakah Dasar Hukumnya? • Sujud Syukur dan Sujud Tilawah, Kaifiyah dan Dasar Hukumnya • Shalat Sunnah Ba’diyah Jumat, Shalat Sunnah Fajar dan Shalat Sunnah Iftitah • Shalat di Masjid Dengan Kuburan Dibelakangnya • Hewan Kurban, Pembagian Daging dan Penjualan Kulitnya • Bilangan Bacaan Tasbih dalam Rukuk dan Sujud • Adab Membaca Surat Al-Qur’an di Dalam Shalat • Tuntunan I’tikaf Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah • Posisi Jari Telunjuk Saat Duduk Tahiyat • Waktu Pelaksanaan Shalat Witir • Merasa Keluar Cairan dari Kemaluan Saat Shalat • Dana Zakat, Infak dan Shadaqah untuk Korban Bencana • Tata Cara Shalat Bagi Orang yang Sakit • Tata Cara Shalat Tahajjud dan Shalat Dhuha • Bolehkah Suami Menggantikan Puasa Qadha Istrinya?

• Shalat Iftitah dan Ketentuan Pelaksanaannya • Hukum Onani pada Saat Puasa • Hukum Menerima Zakat dari Anak Kandung • Gerakan Sujud yang Benar Sesuai tuntunan Rasulullah saw • Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah • Dalil Shalat Tarawih Dan Witir 4, 4 dan 3 Raka’at Serta 2, 2, 2, 2 dan 3 Raka’at • Pahala dan Keutamaan Puasa Senin Kamis • Shalat Sunnah di Hari Jumat • Lafadz Niat Shalat • Penjelasan Zakat Profesi dan Zakat Pertanian • Yang Dimaksud Dengan Melalaikan Shalat • Bersentuhan Kulit Laki-laki dan Perempuan Membatalkan Wudhu?

• Status Zakat Fitrah yang Dibagikan Setelah Pelaksanaan Shalat Id • Zakat dari Uang Kelebihan Hajatan • Hewan Qurban Tidak Disembelih, Tetapi Dimanfaatkan Dengan Cara Lain • Menambah Kata Sayyidina di Depan Kata Muhammad • Ketentuan Zakat Bagi Pedagang Yang Masih Punya Hutang • Membatalkan Puasa Karena Kerja Berat, Bolehkah? • Category: Ilmu Falak • Apa Kelemahan Rukyat?

• Category: Infak • Dana Infak untuk Simpan Pinjam • Category: Jenazah • Persoalan Hutang Orang yang Telah Meninggal Dunia • Perawatan Jenazah Berupa Janin Usai Keguguran • Category: Jual Beli • Hukum Jual Beli dengan Cara Kredit • Category: Jumat • Category: Khitan • Category: Kontemporer • Bolehkah Mendeteksi Jenis Kelamin Bayi Melalui USG? • Bagaimana Hukum Pasang Gigi? • Batas-Batas Kesenian yang Diperbolehkan Dalam Islam • Hukum Bayi Tabung dan Kloning Menurut Islam • Ringtone dengan Suara Adzan atau Ayat-ayat Al-Qur’an • Category: Makan dan Minum • Category: Manhaj • Category: Masjid • Category: Muamalah • Hukum Bekerja Sebagai PNS di Bea Cukai dan Pajak • Harta Gono Gini dan Pensiunan Suami • Hukum Gratifikasi atau Suap Dalam Islam • Pinjam Dana Partai Politik untuk Modal Usaha • Hukum Investasi Kontrak pada Usaha Server Pulsa Elektrik • Resep Rahasia, Apakah Termasuk Menyembunyikan Ilmu?

• Hukum Penghasilan Dari Bengkel Rekanan Asuransi • Tanah Wakaf yang Terlantar, Bagaimana Solusinya? • Pemanfaatan Aset Wakaf untuk Kepentingan Perseorangan • Penentuan Waktu Kematian Seseorang pada Hukuman Mati • Pemanfaatan Tanah Bekas Kuburan • Uang Pungutan Sekolah untuk Seragam dan THR Guru • Permainan Olahraga Dengan Tujuan Mencari Dana • Hukum Pertunangan Menurut Islam • Perkemahan Putri Kepanduan Hizbul Wathan • Umur Bulan Hijriyah • Hukum Bermain Catur • Category: Muhammadiyah • Category: Pendidikan • Category: Pernikahan • Hukum Perkawinan Antara Saudara Sepupu • Category: Puasa • Waktu Imsak adalah Bid’ah, Benarkah?

• Wanita Menyusui yang Tidak Berpuasa, Wajib Qadha’ atau Fidyah? • Category: Qurban • Category: Ramadhan • Pemberi Kultum Tarawih Tidak Mengikuti Shalat Tarawih • Category: Rumah Tangga • Category: Sedekah • Category: Shalat • Category: Status Hadis • Category: Thaharah • Thaharah Seputar Air dan Najis • Category: Tradisi • Category: Wakaf • Category: Wanita • Category: Wudhu • Category: Zakat • Category: ZIS Downloads • Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Tuntunan Ramadhan 1442 H/2021 M • EDARAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG SHALAT IDUL FITRI PADA MASA DARURAT COVID-19 • [E-book] Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan Edisi Covid-19 • Jadwal Imsakiyah 1441 H (BANDA ACEH) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (BANDAR LAMPUNG) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (BENGKULU) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (JAMBI) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MEDAN-SUMUT) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PADANG-SUMBAR) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PALEMBANG-SUMSEL) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PANGKAL PINANG-BABEL) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PEKANBARU-RIAU) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (TANJUNG PINANG-KEPRI) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (AMBON-MALUKU) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (GORONTALO) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (KENDARI-SULTRA) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MAKASSAR-SULSEL) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MAMUJU-SULBAR) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MANADO-SULUT) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PALU-SULTENG) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (TERNATE-MALUT) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (JAYAPURA-PAPUA) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MANOKWARI-PABAR) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MIMIKA-PATENG) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (BANJARMASIN-KALSEL) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PALANGKARAYA-KALTENG) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (PONTIANAK-KALBAR) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (SAMARINDA-KALTIM) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (TANJUNG SELOR-KALTRA) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (BANDUNG-JABAR) • Jadwal Imsakiyah 1441 Pertanyaan tentang fiqih ibadah (DENPASAR-BALI) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (JAKARTA-DKI) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (KUPANG-NTT) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (MATARAM-NTB) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (SEMARANG-JATENG) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (SERANG-BANTEN) • Jadwal Imsakiyah 1441 H (Surabaya-JATIM) • Jadwal Imsakiyah pertanyaan tentang fiqih ibadah H (Yogyakarta-DIY) • [Ebook] Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19 • [Ebook] Tuntunan Thaharah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah • [Ebook] Tuntunan Perawatan Jenazah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY • [Ebook] Tuntunan Walimah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY • [Ebook] Tuntunan Aqiqah Dalam Islam oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY • [Ebook] Tuntunan Shalat Tathawwu' oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY • [Ebook] Unifikasi Kalender Hijriyah • Berita Resmi Muhammadiyah Tanfidz Keputusan Munas Tarjih ke-29 di Yogyakarta • Berita Resmi Muhammadiyah Tanfidz Keputusan Munas Tarjih ke-28 di Palembang • Berita Resmi Muhammadiyah Tanfidz Keputusan Munas Tarjih ke-27 di Malang • Makalah Manhaj Tarjih Prof.

Syamsul Anwar pada Raker 2016 • Buku Manhaj Tarjih Karya Prof. Syamsul Anwar • Paham Hisab Muhammadiyah dan Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan • Buku Argumentasi Hisab Muhammadiyah • Buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan Categories • E-book • Edaran • Jadwal 10 PERTANYAAN SEPUTAR SHALAT DAN DOA Reviewed by tuntunanislam on Rabu, Maret 11th, 2015.

This Is Article About10 PERTANYAAN SEPUTAR SHALAT DAN DOA Pak AR (K.H. AR Fakhruddin; lahir 1915 wafat 1995) dikenal sebagai ulama yang bijak dan santun, tapi bisa juga bertindak tegas dan berani tentang hal-hal keumatan dan ke-Islam-an. Beliau bisa berkomunikasi secara efektif dengan lapis bawah masyarakat Indonesia sampai ke desa-desa; tetapi juga pintar berkomunikasi dengan pimpinan lembaga dan pemerintah.

Berikut ini tanya-jawab seputar […] Related Posts • Keutamaan di Masjid • I’tikaf Ramadhan Nabi • Kata Dlalim (ظَالِم) Didalam Al-Qur’an • Bala’ • Menuju Negara Keabadian • Kosakata Janji di dalam al-Qur’an • Perilaku dan Kisah Bani Israil di dalam al-Qur’an Pak AR (K.H. AR Fakhruddin; lahir 1915 wafat 1995) dikenal sebagai ulama yang bijak dan santun, tapi bisa juga bertindak tegas dan berani tentang hal-hal keumatan dan ke-Islam-an.

Beliau bisa berkomunikasi secara efektif dengan lapis bawah masyarakat Indonesia sampai ke desa-desa; tetapi juga pintar berkomunikasi dengan pimpinan lembaga dan pemerintah. Berikut ini tanya-jawab seputar shalat, yang merupakan petikan dari buku Soal Jawab yang Ringan-Ringan, baik kutipan langsung atau olahan dari halaman-halaman yang tersebar.

Pertanyaan-pertanyaan itu umumnya diajukan oleh pendengar (lewat surat) yang menghadapi pelbagai masalah praktis sehari-hari. Jawaban Pak AR-pun jelas dan gamblang; yang pada intinya menekankan bahwa ibadah mahdhah itu sudah sempurna sebagaimana dituntunkan oleh Nabi SAW. Jadi, tidak perlu lagi ditambah-tambahi seolah Nabi meninggalkan aturan ibadah yang masih perlu disempurnakan oleh umatnya secara tambal-sulam di belakang hari. 1. Tentang Doa & Wirid Seusai Shalat Apakah Rasulullah mempunyai wiridan tertentu yang dibaca seusai shalat?

Jawab: Menurut pengetahuan saya, dari membaca sejarah hidupnya, demikian pula dari hadits-hadits pertanyaan tentang fiqih ibadah telah saya ketahui, Rasulullah tidak mempunyai wiridan tertentu yang dibaca setiap selesai shalat. Saya sering mendengar di masjid atau langgar/mushalla, setiap selesai shalat Shubuh, Magrib dan Isya, imam bersama-sama makmum membaca dengan keras bacaan berikut: (1). Istighfar 3x; (2).

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Surat Al Fatihah; (3). Ayat “Wa ilahukum ilahun wahid la ilaha ila huwa rahman nur-rahim”(al-Baqarah: 163) ; (4). Ayat Kursi (al-Baqarah: 255) ; (5). Ayat “ La ikraha fiddin…” (al-Baqarah: 256) ; (6).

Subhanallah 33x; (7). Al-hamdulillah 33x; (8). Allahu Akbar 33x; (9). “La ilaha illallahu wah-dahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir”; (10).

Tahlil (entah berapa kali); (11). Doa pan-jang (yang diamini para makmum dengan suara keras). Cara demikian itu baik atau tidak?

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Bagaimana hukumnya, apakah wajib atau sunat? Apakah Rasulullah juga mengerjakan cara demikian? Apakah ada hadits yang menerangkan cara demikian itu?

Jawab: Menurut pengetahuan saya, sepertinya Rasulullah belum pernah menuntunkan wiridan dengan cara yang tertentu ( ajeg). Memang benar beliau memerintahkan kepada kita supaya tiap selesai shalat membaca doa; tapi tidak memerintahkan untuk membaca bersama-sama harus dengan suara keras dan urutannya pun harus demikian.

Maka para ulama yang hati-hati dalam soal agama, mengatakan bahwa cara yang demikian itu adalah bid’ah. Untuk pertanyaan apakah cara demikian itu baik atau tidak, tentu saya akan mengatakan bahwa bacaan itu semua baik. Bahkan ada yang diambil dari al-Quran; dan ada juga yang memang diperintahkan oleh Rasulullah untuk membacanya.

Tetapi yang menjadi kaidah dalam ibadah itu bukan baik atau jelek. Yang kita jadikan kaidah ialah apakah ada perintah dari Allah atau dari Rasulullah. Kalau tidak ada perintah dari Allah atau dari Rasul, maka akan lebih selamat bila kita tinggalkan atau tidak kita kerjakan. 2. Berdoa Menggunakan Tasbih Ada juga yang menggunakan tasbih untuk menghitung bacaannya itu. Apakah cara demikian diperbolehkan? Jawab: Apabila dikatakan bahwa tasbeh atau tasbih pertanyaan tentang fiqih ibadah seperti untaian kalung) itu (tuntunan) dari Rasulullah, artinya Rasulullah juga menggunakan tasbih, setahu saya tidak ada perintah demikian.

Jadi bukan sunnah; artinya bukan yang dikerjakan oleh Nabi SAW. Tetapi kalau niatnya hanya untuk menghitung, boleh-boleh saja. Sebetulnya kalau kita menghitung hanya sampai seratus-duaratus saja, cukup kita pertanyaan tentang fiqih ibadah jari-jari tangan kita. Tidak perlu tasbih segala. Sebab, kalau selalu kita gunakan tasbih secara terus-menerus kita membaca doa, dapat digolongkan bid’ah karena tidak ada perintah dari Rasulullah. 3. Berdoa dengan Menggoyang-goyangkan Badan Apakah tiap membaca doa sesudah shalat itu harus dengan menggoyang-goyangkan badan ke kiri dan ke kanan bersama yang lain?

Sebab, saya sering melihat orang-orang melakukan yang demikian itu. Jawab : Pertanyaan tentang fiqih ibadah saya tidak ada perintah dari Allah atau dari perintah Rasulullah, yang memerintahkan agar setiap kita berdoa supaya menggoyang-goyangkan badan atau kepala kita seperti itu. 4. Berdoa dengan Menadahkan Tangan Apakah Rasulullah saw. ketika berdoa juga menadahkan kedua tangannya? Apakah ada dasarnya apabila seseorang sehabis berdoa kemudian mengusapkan kedua-belah tangannya pada mukanya?

Jawab: Setahu saya, memang ada hadits yang menerangkan bahwa ketika Rasulullah berdoa menyampaikan sesuatu permohonan kepada Allah, dengan menadahkan kedua tangannya, lebih-lebih ketika menyampaikan permohonan dengan serius seperti dalam shalat Istisqa’, memohon turunnya hujan, Rasulullah mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

Dalam hadits diterangkan bahwa ketika mengangkat tangan itu sampai terlihat ketiaknya. Silakan membaca kitab Bulughul Maram atau Hadyur Rasul atau lainnya. Namun demikian, tidak semua doa Rasulullah selalu menadahkan tangannya.

5. Berdoa dengan Bahasa selain Arab Apakah dibolehkan kita berdoa kepada Allah dengan bahasa Jawa atau Indonesia? Jawab: Kalau dikerjakan di luar shalat, menurut pendapat saya, boleh-boleh saja. 6. Mengawali dan Mengakhiri Doa Apakah dalam berdoa itu harus dimulai dengan “ alhamdulillah” dan ditutup dengan membaca shalawat dan tasbih? Jawab: Memang ada hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah dalam berdoa dimulai dengan membaca basmalah, kemudian alhamdulillah, terus shalawat.

Tetapi tidak harus demikian pada setiap doa. 7. Bolehkah Shalat Memakai Bahasa Daerah? Apakah dalam shalat tidak boleh berdoa dengan bahasa daerah? Apakah harus dengan bahasa Arab? Jawab: Saya berpendapat bahwa shalat itu suatu ibadah khusus, yang cara-caranya, juga bahasanya harus mengikuti contoh yang dituntunkan Rasulullah. Demikian itu bukan karena saya fanatik kepada bahasa Arab, tetapi semata-mata mencontoh perbuatan Rasulullah saw. 8. Shalat Syukrul Wudlu dan Pelaksanaannya Benarkah ada shalat yang dinamakan “ syukrul wudlu” yang dikerjakan oleh para jamaah Jum’at sebelum atau sesudah shalat tahiyatul masjid?

Jawab: Dalam kitab Riyadus Shalihin ada uraian yang menyebutkan bahwa Rasulullah berdialog dengan sahabat Bilal: “Hai, Bilal. Saya mendengar suara terompahmu di surga. Engkau mempunyai amal apa yang engka kerjakan?” “Ya, Rasulullah. Saya tidak memiliki amal apa-apa yang istimewa. Saya hanya membiasakan shalat dua rakaat tiap-tiap sesudah wudlu.” Dengan dasar percakapan antara Rasulullah dengan sahabat Bilal itulah ada shalat yang dinamakan Shalat Syukur Wudlu.

Ada juga yang menyebutnya Shalat Sunat Wudlu. Sedang Rasulullah sendiri atau sahabat Bilal tidak memberi nama apa-apa. Shalat Syukur Wudlu atau Sunat Wudlu ini hanya dua rakaat, di-kerjakan di rumah masing-masing atau di mana pun. Tidak harus dikerjakan bersama Shalat Tahiyatul Masjid di hari Jumat.

9. Shalat Daim dan Prakteknya Apakah yang disebut Shalat Daim itu? Apakah boleh orang tidak mengerjakan shalat lima waktu disebabkan sudah mempraktekkan Pertanyaan tentang fiqih ibadah Daim? Jawab: Allah berfirman: “ Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah; dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir; kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat; yang mereka itu tetap (dalam keadaan) mengerjakan shalatnya.” (Qs.

al- Maarij 19-23). Shalat adalah Rukun Islam yang kedua. Shalat lima kali sehari itu dilaksanakan pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. Manusia diperintahkan shalat adalah untuk menambah ingatannya kepada Allah.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Kita memang harus selalu ingat kepada Allah kapan pun dan dalam keadaan apapun. Ketika sedang makan, minum, berjalan, naik kendaraan, berdagang, sedang di kantor, di toko, di pasar, di sawah, sedang sendirian atau ketika sedang bersama-sama orang lain, kita harus selalu ingat kepada Allah tanpa terputus; sampai kita dipanggil menghadap Allah atau mati. Nah, keadaan demikian itulah yang disebut shalat daim.

Artinya, selalu dalam keadaan ingat kepada Allah di mana pun, kapan pun dan dalam keadfaan apapun. Namun, kita harus tetap mengerjakan shalat, tidak boleh meninggalkan shalat yang lima waktu itu. 10. Shalat Sunnah Shafar dan Doa Bepergian Apa yang disebut shalat sunat shafar itu? Kapan kita mengerjakan shalat sunat shafar? Jawab: Shafar pertanyaan tentang fiqih ibadah bepergian.

Pada umumnya “bepergian” di sini maksudnya adalah perjalanan dengan jarak tempuh yang jauh. Salah satu hadits menyebutkan bahwa apabila Nabi saw. akan bepergian jauh, lebih dulu shalat sunat dua rakaat.

Demikian pula ketika kembali, sampai di rumah juga mengerjakan shalat sunat dua rakaat. Bahkan sering dikerjakan oleh Nabi saw, shalat sunat dua rakaat ketika tiba kembali dari bepergian itu dikerjakan beliau di masjid. Nah, shalat dua rakaat sebelum dan sesudah bepergian itu dinamakan shalat shafar. Dengan (shalat itu) bertawakal kepada Allah, memohon agar selama bepergian, sejak berangkat sampai kembali pulang dalam keadaan selamat tidak kurang suatu apa.

Apakah ada doa untuk bepergian atau doa shafar dan bagaimana penjelasan dan penerapannya? Jawab: Ketika akan berangkat bepergian, sesudah keluar dari rumah, berdoalah sebagai berikut: “ Bismillah-hi tawakaltu alalla-hi la-haula wala-quwwata illa billah-hi” (Dengan asma Allah, saya berserah diri.

Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah). Bepergian untuk tujuan baik apapun, dengan kendaraan apapun, berdoalah seperti tersebut di atas.

Lalu, dengan berbekal hati yang mantap, serta ihtiar yang cukup, kemudian dengan berserah diri kepada Allah, berangkatlah. Apabila nanti tertimpa suatu kejadian, itu adalah atas kehendak Allah. Apabila mendapatkan sesuatu yang baik, bersyukurlah. Apabila mendapatkan sesuatu yang tidak dikehendaki, bersabarlah dan ridla atas takdir Allah.

( rd)
Register a free 1 month Trial Account. Download as many books as you like (Personal use) Cancel the membership at any time if not satisfied. Join Over 80000 Happy Readers Book Pertanyaan tentang fiqih ibadah We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Sap Fiqih Ibadah.

To get started finding Sap Fiqih Ibadahyou are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed. Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.

• Jelajahi • Paid Stories • Editor's Picks • The Wattys • Adventure • Contemporary Lit • Diverse Lit • Fanfiction • Fantasy • Historical Fiction • Horror • Humor • LGBTQ+ • Mystery • New Adult • Non-Fiction • Paranormal • Poetry • Romance • Science Fiction • Short Story • Teen Fiction • Thriller • Werewolf KAMU SEDANG MEMBACA Tanya Jawab Seputar Agama Islam Spiritual Berisi tentang tanya jawab seputar aqidah, fiqih, dan segala hal yang ada kaitannya dengan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Memurnikan kembali keislaman yang hakiki. # agama # amalan # aqidah # fiqih # hari # ibadah # ilmu # jawab # tanya # tanyajawab • • • 📩 TJ PSM 3 Tanya Ustadz - 1❓ Nama : Ummu Fauzan Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Mohon penjelasannya tentang hakikat khawarij? Syukran. 📤 Jawaban : وعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulullah, wa ba'du.

Khawarij adalah pengikut hawa nafsu dan bid'ah yang telah keluar. Bahkan merekalah seburuk-buruk ahli bid'ah, kerusakan, dan pembangkangan.

Inilah kelompok yang berdasarkan riwayat shahih dikabarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang mereka dan disebutkan kondisinya, lalu beliau kecam dan perintah untuk membunuh mereka.

Mereka sudah ada ketika para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam masih banyak, maka mereka sepakat mengecam kaum khawarij dan memeranginya sebagai bentuk pelaksanaan atas perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Khawarij berasal dari kata kha-ra-ja [arab: خرج] yang artinya keluar. Kaitannya dengan pemerintahan, kata kha-ra-ja memiliki arti keluar dari ikatan baiat kepada pemerintah yang sah. Di antara seburuk-buruk sifat yang dimiliki oleh kelompok khawarij adalah suka mengkafirkan kemudian membunuh umat Islam yang mereka vonis kafir tersebut. Ini adalah puncak dari keburukan yang ada pada kelompok ini.

Di zaman dahulu mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan, dan sahabat-sahabat yang lainnya, lalu berperang menghadapi mereka.

Adapun sifat lain dari khawarij yang disebutkan oleh syaikh Muhammad Abdul Hakim Hamid yaitu : 1. Sifat yang paling nampak dari Khawarij adalah suka mencela terhadap para Aimatul Huda (para Imam), menganggap mereka sesat, dan menghukum atas mereka sebagai orang-orang yang sudah keluar dari keadilan dan kebenaran.

2. Suka berprasangka buruk. 3. Berlebih-lebihan dalam ibadah. 4. Sesungguhnya kaum khawarij dikenal bengis dan kasar, mereka sangat keras dan bengis terhadap muslimin, bahkan kekasaran mereka telah sampai pada derajat sangat tercela, yaitu menghalalkan darah dan harta kaum muslimin pertanyaan tentang fiqih ibadah kehormatannya, mereka juga membunuh dan menyebarkan ketakutan di tengah-tengah kaum muslimin.

5. Sesungguhnya kesalahan khawarij yang sangat besar adalah kelemahan mereka dalam penguasaan fiqih terhadap Kitab Allah dan Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang kami maksudkan adalah buruknya pemahaman mereka, sedikitnya tadabbur dan merasa terikat dengan golongan mereka, serta tidak menempatkan nash-nash dalam tempat yang benar. 6. Termasuk perkara yang dipandang dapat mengeluarkan dari jalan yang lurus dan penuh petunjuk adalah umur yang masih muda (hadaatsah as-sinn) dan berakal buruk (safahah al-hil).

Wallahu a'lam bish-Shawab [Dinukil dari kitab Zhahirah al-Ghuluw fi ad-Dien fi al-'Ashri al-Hadits, hal 99-104, Muhammad Abdul Hakim Hamid, cet I, th 1991, Daarul Manar al-Haditsah, penerjemah Aboe Hawari] Berikut ini salah satu fatwa ulama kita tentang bahaya pemikiran khawarij.

Syaikhuna Syaikh Sholeh Al Fauzan ditanya, "Apakah di zaman ini ada yang masih membawa pemikiran Khawarij?" Jawab: beliau hafizhohullah: Ya Subhanallah, memang benar masih ada di zaman ini. Tidakkah perbuatan seperti ini adalah perbuatan Khawarij?! Yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Yang lebih kejam lagi karena pemikiran semacam itu sampai-sampai mereka tega membunuh kaum muslimin dan benar-benar melampaui batas. Inilah madzhab Khawarij. Ada 3 sifat utama mereka:
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement pertanyaan tentang fiqih ibadah Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Daftar Pertanyaan Ushul Fiqh • 1. TUGAS AKHIR SEMESTER DAFTAR PERTANYAAN & JAWABAN USHUL FIQH Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah : Ushul Fiqh Dosen Pengampu : Edi Bachtiar, M.

Ag Disusun Oleh : SULISTIYANI DAKWAH ELK BPI 412088 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS DAKWAH - BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM 2012 / 2013 • 2. Daftar Pertanyaan & Jawaban Ushul Fiqh 1. Apa perbedaan antara Ilmu Fiqh dan Ilmu Ushul Fiqh ?  Ilmu Fiqh adalah pengetahuan tentang hokum-hukum syara’ yang praktis, yang diambil dari dalil-dalilnya secara terinci.

Sedangkan, Ilmu Ushul Fiqh adalah himpunan kaidah dan bahasan yang menjadi sarana untuk mengambil dalil hokum- hukum syara’ mengenai perbuatan manusia dari dalil-dalilnya yang terinci.

2. Kenapa para ahli Ilmu Ushul Fiqh hanya membahas mengenai Dalil Kulli dan Hukum Kulli ?  Ahli Ilmu Ushul FIqh tidak akan membahas mengenai dalil-dalil juz’iyyah, tidak pula mengenai hokum-hukum juz’iyyah yang ditunjukinya; akan tetapi ia hanya membahas terhadap Dalil Kulli dan Hukum Kulli yang ditunjukinya, supaya ia dapat membuat kadiah-kaidah umum bagi pengertian berbagai dalil, agar diterapkan seorang faqih terhadap dalil-dalil juz’iyyah untuk menghasilkan hokum yang rinci.

Seorang faqih tidak membahas mengenai Dalil Kulli dan Hukum Kulli yang ditunjukinya, akan tetapi ia hanyalah membahas mengenai dalil Juz’i dan hokum Juz’I yang ditunjukinya. 3. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Ushul Fiqh juga merupakan landasan dari Fiqh Perbandingan ( Muqarin ) ?  Untuk dapat diadakan perbandingan antara mazhab yang berlainan mengenai hokum suatu kasus, karena sesungguhnya memahami hokum apa adanya dan memperbandingkan antara dua hokum yang berbeda tidak akan terjadi kecuali dengan melihat dalil hukumnya dan cara pengambilan hokum dari dalilnya itu, dan hal ini tidak akan dapat dilakukan kecuali dengan mengetahui Ilmu Ushul Fiqh.

Dengan demikian, ilmu ushul fiqh juga merupakan landasan dari fiqh perbandingan ( Muqarin ). 4. Apa pengertian ‘ dalil ‘ menurut istilah para ahli Ilmu Ushul Fiqh ?  Pengertian dalil menurut istilah para ahli ilmu ushul fiqh adalah sesuatu yang dijadikan sebagai dalil terhadap hokum syara’ yang berkenaan dengan perbuatan manusia yang didasarkan pada pandangan yang benar megenainya, baik secara pasti ( qath’i ) atau dugaan kuat ( zhanni ).

5. Sebutkan 6 dalil yang masih diperselisihkan kedudukannya sebagai dalil oleh jumhur kaum muslimin !  1. Istihsan 2. Mashlahah Mursalah 3. Istishhab 4. ‘Urf 5. Mazhab Shahabi • 3. 6. Syari’at kaum sebelum kita 6. Sebutkan aspek kemukjizatan Al Qur’an yang dapat dicapai oleh akal manusia !  Aspek kemukjizatan Al Qur’an : 1. Keharmonisan struktur redaksinya, maknanya, hokum- hukumnya dan teori-teorinya.

2. Persesuaian ayat Al Qur’an dengan teori ilmiah yang dikemukakan ilmu pengetahuan sekarang ini. 3. Pemberitahuan Al Qur’an terhadap berbagai peristiwa yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui terhadap hal-hal yang gaib. 4. Kefasihan lafazh Al Qur’an, kepetahan redaksinya dan kuatnya pengaruhnya. 7. Di antara kemukjizatan Al Qur’an yaitu adanya persesuaian ayat Al Qur’an dengan teori ilmiah yang dikemukakan Ilmu Pengetahuan sekarang ini. Berikan contoh ayat Al Qur’an yang ada kesesuaian dengan bukti ilmiah !

 Keterangan yang diberikan Al Qur'an bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini pertanyaan tentang fiqih ibadah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang terjadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagad raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Bukti teori Big Bang dalam Al Qur'an ada firman Allah : ‫م‬ْ ‫ي‬ ‫ل‬َ‫ْم‬‫و‬َ‫ْم‬ ‫أ‬َ‫ْم‬‫ر‬َ‫ْم‬ ‫ي‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬ ‫ذي‬ِ‫َني‬‫ل‬َّ‫ا‬‫روا‬ُ‫او‬ ‫ف‬َ‫ْم‬‫ك‬َ‫ْم‬‫ن‬َّ ‫أ‬َ‫ْم‬‫ت‬ِ‫َني‬ ‫وا‬َ‫ْم‬ ‫موا‬َ‫ْم‬ ‫س‬َّ ‫ال‬‫ض‬َ‫ْم‬ ‫ر‬ْ ‫ي‬ ‫ل‬ْ ‫ي‬َ‫ْم‬ ‫وا‬َ‫ْم‬‫توا‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬‫كوا‬َ‫ْم‬‫قوا‬ً‫ ا‬‫ت‬ْ ‫ي‬‫ر‬َ‫ْم‬‫موا‬َ‫ْم‬ ‫ه‬ُ‫او‬ ‫نوا‬َ‫ْم‬‫ق‬ْ ‫ي‬‫ت‬َ‫ْم‬‫ف‬َ‫ْم‬‫ف‬َ‫ْم‬‫نوا‬َ‫ْم‬‫ل‬ْ ‫ي‬‫ع‬َ‫ْم‬ ‫ج‬َ‫ْم‬ ‫و‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬ ‫م‬ِ‫َني‬‫ء‬ِ‫َني‬ ‫موا‬َ‫ْم‬ ‫ل‬ْ ‫ي‬‫ا‬‫ل‬َّ ‫ك‬ُ‫او‬‫ء‬ٍ ‫ح‬ ‫ي‬ْ ‫ي‬ ‫ش‬َ‫ْم‬‫ي‬ٍّ ‫ح‬َ‫ْم‬‫ل‬َ‫ْم‬ ‫ف‬َ‫ْم‬‫أ‬َ‫ْم‬ ‫ن‬َ‫ْم‬ ‫ننو‬ُ‫او‬‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ ‫ي‬ ‫ي‬ُ‫او‬ Artinya : "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30) Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Pertanyaan tentang fiqih ibadah Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti • 4. terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. 8. Jelaskan nash-nash Al Qur’an dari segi dalalah-nya terhadap hukum-hukum yang dikandungnya !  a. Nash yang Qath’i dalalah-nya yaitu nash yang menunjukkan kepada makna yang pemahaman makna itu dari nash tersebut telah tertentu dan tidak mengandung takwil serta tidak ada peluang untuk memahami makna lainnya dari nash itu.

b. Nash yang Zhanni dalalah-nya yaitu nash yang menunjukkan atas suatu makna, akan tetapi masih memungkinkan untuk ditakwilkan atau dipalingkan dari makna ini dan makna lainnya dimaksudkan darinya. 9. Bagaimana hubungan As-Sunnah dengan Al Qur’an ?  1. Ada kalanya As-Sunnah itu pertanyaan tentang fiqih ibadah atau mengukuhkan hokum yang telah ada dalam Al Qur’an. 2. Ada kalanya As-Sunnah itu memerinci dan menafsirkan terhadap sesuatu yang datang dalam Al Qur’an secara global, membatasi terhadap hal-hal yang datang dalam Al Qur’an secara mutlak, atau mentakhshih sesuatu yang datang di dalamnya secara umum.

3. Ada kalanya sunnah itu menetapkan dan membentuk hokum yang tidak terdapat di dalam Al Qur’an 10. Sebutkan rukun Ijma’ !  - Adanya sejumlah para Mujtahid pada saat terjadinya suatu persitiwa. - Adanya kesepakatan seluruh Mujtahid di kalangan ummat Islam terhadap hokum syara’ mengenai suatu kasus / peristiwa pada waktu terjadinya tanpa memandang negeri mereka, kebangsaan mereka ataupun kelompok mereka.

- Bahwasanya kesepakatan mereka adalah dengan mengemukakan pendapat masing-masing orang dari para mujtahid itu tentang pendapatnya yang jelas mengenai suatu peristiwa. - Bahwa kesepakatan dari seluruh mujtahid atas suatu hokum itu terealisir. 11. Qiyas adalah dalil Syar’iyyah yang menjadi sumber hukum yang keempat. Apa yang dimaksud Qiyas ?  Qiyas adalah mempersamakan suatu kasus yang tidak ada nash hukumnya dengan suatu kasus yang ada nash hukumnya, dalam hokum yang ada nashnya, karena persamaan kedua itu dalam illat hukumnya.

12. Setiap Qiyas terdiri dari empat rukun. Sebutkan rukun tersebut !  1. Al-Ashlu, yaitu sesuatu yang ada nash hukumnya. • 5. 2. Al-Far’u, yaitu sesuatu yang tidak ada nash hukumnya. 3. Hukum Ashl, yaitu hokum syara’ yang ada nashnya pada al- ashl ( pokok ) nya, dan ia dimaksudkan untuk menjadi hokum pada al-far’u ( cabangnya ). 4. Al-‘Illat, yaitu suatu sifat yang dijadikan dasar untuk membentuk hokum pokok, dan berdasarkan adanya keberadaan sifat itu pada cabang ( far’ ), maka ia disamakan dengan pokoknya dari segi hukumnya.

13. Illat sebagai rukun Qiyas dibagi menjadi ditinjau dari sifat yang sesuai ( Munasib ). Sebutkan keempat sifat tersebut !

 1. Munasib Muatstsir ( sifat yang sesuai yang memberikan pengaruh ). 2. Munasib Mulaim ( sifat yang sesuai lagi cocok ). 3. Munasib Mursal ( sifat yang sesuai lagi bebas ). 4. Munasib Mulgha ( sifat sesuai yang sia-sia ) 14. Apa yang menjadi kesamaran para Mujtahid untuk tidak menggunakan Istihsan sebagai hujjah pertanyaan tentang fiqih ibadah  Sekelompok mujtahid mengingkari terhadap istihsan sebagai hujjah dan mereka menganggapnya sebagai ber-istimbath terhadap hokum syara’ berdasarkan hawa nafsu dan seenaknya sendiri.

Tokoh utama kelompok ini adalah Imam Asy-Syafi’i. 15. Sebutkan tiga madzhab yang berbeda pendapat mengenai sesuatu yang dipergunakan untuk mengetahui hukum Allah !  1. Mazhab Asya’irah, yaitu para pengikut Abu Al-Hasan Al- Asy’ari 2. Mazhab Mu’tazilah, yaitu para pengikut Washil bin ‘Atha’ 3.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Mazhab Maturidiyyah, yaitu pengikut Abu Manshur Al-Maturidi 16. Jelaskan pengertian Hukum Taklifi dan Hukum Wadh’i !  Hukum Taklifi adalah sesuatu yang menuntut suatu pengerjaan pertanyaan tentang fiqih ibadah mukallaf, atau menuntut untuk berbuat, atau memberikan pilihan kepadanya antara melakukan dan meninggalkannya.

Sedangkan, Hukum Wadh’i adalah sesuatu yang menuntut penetapan sesuatu sebagai sebab bagi sesuatu yang lain, atau menjadi syarat baginya, atau menjadi penghalang baginya. 17. Apa perbedaan antara Rukhshah dan ‘Azimah ?  Rukhshah ialah sesuatu yang disyari’atkan oleh Allah dari berbagai hokum untuk maksud memberikan keringanan kepada mukallaf dalam berbagai situasi dan kondisi khusus yang menghendaki keringanan ini. ‘Azimah ialah hokum-hukum umum yang disyari’atkan sejak semula oleh Allah, yang tidak tertentu pada satu keadaan saja • 6.

bukan keadaan lainnya, bukan pula khusus seorang mukallaf, dan tidak mukallaf lainnya. 18. Jelaskan keadaan manusia dalam kaitannya dengan Ahliyatul Wujub !  1. Terkadang ia mempuuyai ahliyyatul wujub yang kurang, yaitu apabila ia layak untuk memperoleh hak, akan tetapi tidak layak untuk dibebani kewajiban, ataupun sebaliknya. 2. Ada kalanya ia mempunyai ahliyyatul wujub yang sempurna, apabila ia layak untuk memperoleh berbagai hak dan dibebani berbagai kewajiban.

19. Apa yang menjadi asas Ahliyah Ada’ ?  Ahliyyah Ada’ mempunyai asas yaitu kemampuan membedakan dalam keberakalan. Tanda keberakalan adalah baligh, jadi barang siapa yang telah baligh dalam keadaan berakal, maka ahliyyah ada’ –nya sempurna.

20. Apa yang menjadi perbedaan antara dalalah nash dan Qiyas ?  Perbedaan antara dalalah nash dan qiyas ialah bahwasanya persamaan mafhum yang sesuai terhadap yang manthuq nashnya difahami dari semata-mata pemahaman kebahasaan tanpa tergantung pada ijtihad dan istimbath hokum. 21. Sebutkan macam-macam Mafhum Mukhalafah !  1. Mafhum Sifat 2. Mafhum Ghayah ( batasan maksimal ) 3. Mafhum Syarat 4. Mafhum ‘Adad ( hitungan ) 5. Mafhum Laqab ( nama ) 22. Bagaimana urutan nash ditinjau dari segi kejelasan dalalah-nya ?

 1. Muhkam adalah yang paling jelas dalalah-nya, 2. Berikutnya Mufassar, 3. Selanjutnya Nash, 4. Kemudian Zhahir. 23. Apa pengertian Muhkam menurut ulama Ushul Fiqh ?  Muhkam dalam istilah ulama ushul fiqh ialah sesuatu yang menunjukkan terhadap maknanya yang tidak menerima pembatalan dan penggantian dengan sendirinya, dengan suatu dalalah yang jelas, yang tidak tersisa lagi kemungkinan takwil. 24. Jelaskan macam-macam ‘Amm ! • 7.  1. Lafazh ‘Amm yang dimaksudkan pertanyaan tentang fiqih ibadah secara pasti, yaitu yang disertai oleh qarinah yang menghilangkan kemungkinan pentakhshishannya.

2. Lafazh yang umum yang dikehendaki kekhususannya secara pasti, yaitu yang disertai oleh qarinah yang menghilangkan keumumannya dan menjelaskan bahwa yang dimaksud dari lafazh itu adalah sebagian satuan-satuannya.

3.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

Lafazh ‘Amm ( umum ) yang ditakhshish, yaitu lafazh yang umum yang bersifat mutlak, dan tidak ada qarinah yang menyertainya yang meniadakan kemungkinan pentakhshishannya, maupun qarinah yang menghilangkan dalalah umunya. 25. Apa tujuan umum syari’ dalam mensyari’atkan hokum-hukum ?  Tujuan umum syari’ dalam mensyari’atkan hokum-hukumnya ialah emwujudkan kemaslahatan manusia dengan menjamin hal- hal yang dharuri ( kebutuhan pokok ) bagi mereka, pemenuhan kebutuhn-kebutuhan mereka ( hajiyyat ) dan kebaikan-kebaikan mereka ( tahsiniyyat ).

26. Jelaskan sesuatu yang disyari’atkan Islam untuk hal-hal yang bersifat Hajiy bagi manusia !  Dalam bidang ibadah, Islam memperbolehkan untuk berbuka puasa pada bulan Ramadhan bagi orang yang sakit atau berada dalam perjalanan, memperbolehkan meng-qashar shalat empat rakaat bagi orang yang bepergian, dan shalat sambil duduk bagi orang yang tidak sanggup untuk berdiri lagi.

Dalam bidang muamalah, mensyari’atkan berbagai akad dan tasharaff yang dituntut oleh kebutuhan manusiasebagaimana aneka macam jual beli, sewa menyewa, persekutuan dan akad mudharabah. Dalam bidang hokuman, menetapkan diat atas ‘aqilah ( keluarga laki-laki dari pembunuh karena hubungan keashabahan ) terhadap orang yang melakukan pembunuhan karena tersalah.

27. Apa maksud dari kaidah “Keadaan dharurat itu memperbolehkan hal-hal yang terlarang” ?  Contoh dari kaidah ini ialah barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan untuk memakan bangkai, atau darah, atau yang diharamkan lainnya, maka ia tidaklah berdosa dalam memakannya. Barangsiapa yang tidak dapat membela dirinya kecuali dengan membahayakan orang lain, maka ia tidak berdosa dalam upayanya mempertahankan dirinya.

Barangsiapa yang menolak pertanyaan tentang fiqih ibadah hutangnya, maka hutangnya diambilkan dari harta kekayaannya, tanpa izinnya. 28. Yang merupakan hak murni bagi Allah adalah ? • 8.  1. Ibadah Mahdhah ( murni ) seperti shalat, puasa, zakat dan haji serta hal-hal yang menjadi dasar ibadah berupa iman dan Islam. 2. Ibadah yang di dalamnya terdapat makna pembiayaanseperti zakat fitrah. 3. Pajak yang dikenakan secara wajib atas tanah pertanian, baik berbentuk sepersuluh maupun pungutan pajak.

4. Pungutan yang diwajibkan berkenaan dengan harta yang dirampas dalam pertanyaan tentang fiqih ibadah di jalan Allah, serta harta karun dan pertambangan. 5. Berbagai macam Uqubah (hukuman yang sempurna), yaitu hadd zina, hadd pencurian dan hadd para pemberontak yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi.

pertanyaan tentang fiqih ibadah

6. Bentuk hukuman yang terbatas, yaitu penghalangan si pembunuh menerima bagian warisan dari si terbunuh. 7. Uqubah yang mengandung makna ibadah, seperti kaffarat bagi orang yang melanggar sumpah. 29. Jelaskan sesuatu yang tergabung di dalamnya ada Hak Allah dan Hak Mukallaf, dimana Hak Mukallaf lebih unggul !  Adapun sesuatu yang tergabung di dalamnya dua hak dan hak mukallaf di dalamnya lebih unggul, maka ia adalah qishash terhadap pembunuh dengan sengaja.

Sebab qishash ditinjau dari satu segi adalah bahwa di dalamnya terkandung kehidupan manusia dengan pengamanan mereka atas diri mereka, yang berarti mewujudkan kemaslahatan umum.

Dan ditinjau dari satu segi lagi, bahwa di dalam qishash terdapat pengobat luka hati keluarga si korban pembunuhan dan memadamkan api kemarahan mereka dan dendam kesumat mereka pada si pembunuh, yang berarti ia mewujudkan kemaslahatan khusus.

30. Jelaskan ahliyyah ( kelayakan ) untuk ber-Ijtihad !  1. Bahwa seseorang haruslah mengetahui Bahasa Arab, cara-cara pertanyaan tentang fiqih ibadah, susunan kalimatnya dan satuan-satuan katanya. 2. Pertanyaan tentang fiqih ibadah harus mempunyai pengetahuan mengenai Al Qur’an. 3. Ia juga harus mengetahui tentang sunnah. 4. Ia harus pula mengetahui segi-segi qiyas.
TENTANG SHOLAT pertanyaan dari, Fani: Apa hukumnya memakai sejadah?

> Menggunakan sejadah itu tidak termasuk hukum masalahmursalah yang tidak ada di zaman Nabi tapi bias digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. -Apa boleh tahajud berjamaah?> Shalat tahajud hukumnya sunnah, boleh berjama’ah tapi lebih baik sendirian. -Apa rosul mencontohkan sujud sahwi?> Sujud artinya ketundukan baik itu menundukan kepala ke tempat yang lebih rendah ataupun suatu perbuatan yang mengisyaratkan kepada ketundukan itu sendiri, contohnya ketaatan.

Sedangkan Sahwi artinya Lupa, yaitu meninggalkan sesuatu dengan tidak sengaja. Jadi Sujud Sahwi adalah sujud dalam shalat yang dilakukan karena ada salah satu perbuatan shalat yang tertinggal secara tidak sengaja Dalil sujud sahwi (dua kali sujud): Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah, فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ “Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali.

Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570) http://pondokhabib.wordpress.com/2011/07/27/dalil-dan-cara-sujud-sahwi-dua-sujud-sebelum-salam/ Dian : Apa boleh mesjid dijadikan tempat sebagai jalan pintas? Boleh kalau sekiranya itu darurat Fahru: Apa hukum masbuk dan apa dalilnya? > pendapat Jumhur Ulama yang menyatakan bahwa seorang makmum disebut masbuq itu apabila ia tertinggal ruku’ bersama imam.

Jika seorang makmum mendapati imam sedang ruku’, kemudian ia ruku bersama imam, maka ia mendapatkan satu raka’at dan tidak disebut masbuq. Dan gugurlah kewajiban membaca surat al-Fatihah. Artinya: “ Siapa yang mendapatkan ruku’, maka ia mendapatkan satu raka’at”. (HR. Abu Dawud, FIqh Islam-Sulaiman Rasyid : 116) • عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه و سلم : pertanyaan tentang fiqih ibadah إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ وَ نَحْنُ سُجُوْدٌ فَاسْجُدُوْا وَ لاَ تَعُدُّوْهاَ شَيْئاً وَ مَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ “ { رواه أبو داود 1 : 207،عون المعبود 3 : 145} Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “ Apabila kamu datang untuk shalat, padahal kami sedang sujud, maka bersujudlah, dan jangan kamu hitung sesuatu (satu raka’at) dan siapa yang mendapatkan ruku’, bererti ia mendapat satu rak’at dalam sholat (nya)”.

( H.R Abu Dawud 1 : 207, Aunul Ma’bud – Syarah Sunan Abu Dawud 3 : 145 ) Jumhur Ulama berkata: “Yang dimaksud dengan raka’at disni adalah ruku’, maka yang mendapati imam sedang ruku’ kemudian ia ruku’ maka ia mendapatkan satu raka’at.

(Al-Mu’in Al-Mubin 1 : 93, Aunul Ma’bud 3 : 145) • إِنَّ أَباَ بَكْرَةَ إِنْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه و سلم وَ هُوَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلّى الله عليه و سلم فَقاَلَ : ” زَادَكَ اللهُ حِرْصاً وَ لاَ تُعِدْ “ { رواه البخاري، فتح الباري 2 : 381} “ Sesungguhnya Abu Bakrah telah datang untuk solat bersama Nabi SAW (sedangkan) Nabi SAW dalam keadaan ruku’, kemudian ia ruku’ sebelum sampai menuju shaf.

Hal itu disampaikan kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda (kepadanya) : “ Semoga Allah menambahkan kesungguhanmu, tetapi jangan kamu ulangi lagi ”. TENTANG MAYIT Pertanyaan dari, Rifqi: Bagaimana dengan pahala tukang gali kubur yang hanya mengharapkan bayaran? Jawab: Pahalanya akan hangus. Fani: Kenapa hitungan kain kapan berbeda, laki-laki 3 dan perempuan 5 lapis? Jawab: Dian: Bagaimana dengan permasalahan do’a sholat mayit laki-laki dengan dhomir “HU” dan mayit perempuan dengan dhomir “HA”?> karena dhomir HU dlm bahasa arab menunjukan seorang laki dan dhomir HA menunjukan seorang perempuan.

Irna: Apa boleh jenazah ditunda-tunda dulu dengan alasan menunggu kerabat yang jauh?> Boleh tapi b\lebih bagus disegerekan dalam hal penguburannya. Saeful: Bagaimana dengan tahlilan? Yang saya ketahui Hukum tahlilan itu tidak ada kna Rasullaloh tidik pernah menconthkan tahlilan ada juga mendoakan orang pertanyaan tentang fiqih ibadah meninggal.

HUKUM NIKAH * Wajib kepada orang yang mempunyai nafsu yang kuat sehingga boleh menjatuhkan ke lembah maksiat (zina dan sebagainya) sedangkan ia seorang yang mampu. *Sunat kepada orang yang mampu tetapi dapat mengawal nafsunya.

*Makruh kepada orang yang tidak berkemampuan dari segi nafkah batin dan lahir tetapi sekadar tidak memberi kemudaratan kepada isteri, sama ada ia kaya atau tiada nafsu yang kuat. *Haram kepada orang yang tidak berkempuan untuk memberi nafkah batin dan lahir dan ia sendiri tidak berkuasa (lemah), tidak punya keinginan berkahwin serta akan menganiaya isteri jika dia berkahwin. RUKUN NIKAH 1.Pengantin lelaki 5. Ijab dan kabul (akad nikah) 2.Pengantin perempuan 4. Dua orang saksi lelaki 3.Wali SYARAT-SYARAT NIKAH a) calon istri tidak di haramkan menikah dengan calon suami b) kesaksian atas pernikahan c) lafal akad perkawinan bersifat kekal Pertanyaan dari, Pa Aep: Apa maksudnya dengan nikah menyempurnakan setengah dari agama?

Yang saya ketahui nikah menyempurnakan agama itu karena yang sudaah menikah akan lebih pokus dalam hal ibadah kpd Allah.

maybe Eka setia: Bagaimana dengan khulu? Khulu itu haram kecuali sang suami tidak pernah lagi menapkahi lahir dan batin seorang istri. Ibu Wulan: Apa boleh wanita menentukan mahar? Boleh tapi sebaik” wanita adlh yang meminta lebih kecil maharnya an sebaik” suami adalah yang memberi mahar lebih besar kepada istrinya.

Nurlatifah: Bagaimana jika mahar tidak sesuai dengan janji dari awal (atas dasar permintaan si perempuan)? Mungkin gapapa kalau alsannya jelas. Setiyani: Apa boleh mahar dihutangkan? Mungkin gapapa kalau alsannya jelas. Fani: Apa boleh perempuan menikah dalam keadaan hed?

Boleh tapi lebih bagus lagi kalau dalam keadaan tidak haid. TENTANG AKHLAQ TERCELA Pertanyaan dari, Fahru: Apa kaitanya syirik dengan akhlaq tercela? Syirik adalah berbuatan tercela kepada Allah. Pa Aep: Apa yang membedakan antara syirik besar dan syirik kecil? Syirik besar dapat mangelurkan pelakunya dari agama Allah, sedngkan syirik kecil tidak akan menmbuat pelakunya keluar dri agama tapi mendapatkan sangsi dari Allah SWT.

Irna: Bagaimana cara menghilangkan akhlaq tercela? Dengan sering melakukan 5 perkara, baca AlQuran dan maknanya, solat malam dirikan lah, berkumpulah dengan orang soleh, perbanyaklah berpuasa sunah, dzikir malam perpanjanglah. Ibu Wulan: Bagaimana cara menghilangkan rasa dendam? Dengan mengingat kebaikan yang telah dilakukan orang yang kita dendami tersebut Rifqi: Apa sifat malas masuk level pertanyaan tentang fiqih ibadah Malas adalah penyakit yang harus da hilangkan bukan sifat.

Air itu suci dan kalau seandainya air itu diam, menggenang/tidak mengalir dan terkena najis maka air itu tidak bisa digunakan untuk bersuci, tapi kalau air tersebut mengalir dan terkena najis itu bisa di gunakan bersuci karena airnya itu mengalir dan mungkin najisnya itu jugga bakalan kebawa hanyut.

TANYA JAWAB ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD) Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Pengelolaan Kelas Dosen : Dr. R.Suyato Kusumaryono, M.Si Oleh : Fakhru rozi asalitsi NIM : 13.02.079 PRODI P BI SEMESTER IV SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM GARUT 2015 1. A. Jelaskan apa yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu, dan manusia sebagai makhluk sosial.?

manusia sebagai makhluk individu individu berasal dari kata in dan divided. Dalam bahasa inggris in salah satunya berarti tidak, sedangkan divided berarti pertanyaan tentang fiqih ibadah.

Jadi, individu berarti tidak terbagai atau kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata pertanyaan tentang fiqih ibadah yang artinya adalah yang tak terbagi, jadi merupakan sebuah sebutan yang dapat dipakai untuk menyatukan sebuah kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusiasebagai satu kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi melainkan kesatuan yang tak MAKALAH TANYA JAWAB TENTANG BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Diajukan untuk memenuhi syarat UAS semester genap dengan matakuliah belajar dan pembelajaran Dosen : Dr.

R.Suyato kusumaryono, M.Si Disusun oleh: Fahru rozi assalitsi SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM GARUT 2014 1. Jelaskan sekura-kurangnya lima keuntungan bagi siswa bila diselenggarakan pengajaran secara program.? 1). Siswa lebih mandiri, 2). Siswa lebih mengekspresikan seluruh kemampuannya, 3). Siswa lebih bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugasnya, 4). Sangat terlihat kemampuan masing-masing siswa. 5). Penyelesaian tugas lebih mendalam dan sempurna. 6). Siswa akan lebih paham tentang pengajaran yang di berikan.

2. Jelaskan peranan guru dalam pengajaran kelompok kecil.? Menerapkan pendekatan pertanyaan tentang fiqih ibadah dan kelompok kecil di dalam pembelajaran, butuh pemahaman dan kepekaam guru terhadap siswa secara pribadi, mengenal karakter dan kebu Makalah Akhlak Terhadap Diri Sendiri Tema: Adil, Jujur, Amanah Dan Sabar Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa arab iv (akhlak) Dosen: Disusun oleh: Fakhru rozi asalitsi Nim: 13.02.079 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM GARUT 2015 BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Manusia adalah Makhluk sosial yang saling membutuhkan satu pertanyaan tentang fiqih ibadah yang lainya.Agar Manusia dipandang baik oleh Allah maka manusia harus berakhlak baik, baik kepada Allah maupun kepada sesama Manusia.Akhlak terpuji itu seperti Sabar,Jujur,Amanah,dan Adil. Allah Memerintahkan kepada Umatnya untuk bersabar,bersifat jujur,bersifatAmanah dan berlaku adil dalam menjalankan kehidupan ini.

Sifat jujur merupakan faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Kehidupan dunia tidak akan baik, dan agama juga tidak bisa tegak di atas kebohongan, khianat serta perbuatan curang.Jujur dan mempercayai kejujuran, merupakan ikatan yang kuat antara parQuran dan sunnah islam cache mirip kumpulan media sosial pertanyaan ya ustad dalam keadaan sekarang ini apakah benar kita dianjurkan untuk benar benar memiliki sifat kepemimpinan dan bertanggung jawab sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat bukhari hukum seputar orang sakit dan jenazah fiqih doa dan dzikir fadh ahmad peta fiqh indonesia abad scribd cache apr kumpulan kumpulan tanya jawab masalah fiqh fatwa dan gaya ijtihad hamka dapat dibaca hamka hikmat hamka tanya jawab islam jilid (jakarta bulan bintang fiqh akhwat ini menawarkan jawaban jawaban masalah aktual panduan lengkap qurban (fiqih) tanya jawab (q cache mirip.

Nov panduan lengkap qurban (fiqih) tanya jawab (q cache mirip Soal Jawab Tentang Ushul Fiqh permasalahan fikih merupakan hal pokok yang mesti diketahui oleh setiap buku yang merupakan kumpulan tanya jawab ini bisa dijadikan referensi oleh jutaan umat islam indonesia mengenai berbagai persoalan fiqh dan keagamaan pertanyaan dan jawaban seputar shalat mata salman dakwah cache mirip okt question mark pertanyaan dan jawaban seputar shalat memang untuk masalah.

Fiqih kita tetap harus menghormati perbedaan perbedaan kumpulan makalah dan artikel islam makalah istishab cache mirip jul seperti apa aplikasi ulama fiqh dengan istishab jawaban dari semua pertanyaan yang terangkum dalam rumusan masalah tanya jawab seputar zakat rumah belajar blogger cache mirip tanya jawab seputar zakat rumah belajar tanya jawab seputar zakat menjawab pertanyaan tersebut lajnah menjelaskan cara syari dengan kumpulan tanya jawab ramadhan bagian (new jurusan keagamaan darul hikmah kumpulan soal soal fiqih cache mirip mei kumpulan soal soal fiqih latihan hukuman balasan yang seimbang bagi pelaku pembunuhan maupun pengrusakan anggota majalah islam asysyariah cache mirip mei bahasan takfir tolong masalah.

Takfir mutlak dan takfir muayyan yang pada rubrik tanya jawab ringkas edisi ini kami muat beberapa daftar pertanyaan ushul fiqh slideshare cache mirip jul tugas akhir semester daftar pertanyaan height padding padding bottom px border bottom solid ebebeb bottom border top solid ebebeb padding top px px gt masalah fiqih iklan mengapa iklan Soal Jawab Tentang Ushul Fiqh ini search masalah fiqih look quick results now!

penelusuran terkait dengan kumpulan tanya jawab masalah fiqh kumpulan tanya jawab gokil kumpulan tanya jawab hukum pidana kumpulan. Tanya jawab fiqih kumpulan tanya Soal Jawab Tentang Ushul Fiqh jawab ramadhan kumpulan tanya jawab agama islam kumpulan tanya jawab seputar ramadhan kumpulan tanya jawab hukum perdata kumpulan tanya jawab quraish shihab. Search for: Recent Posts • Obat Kuat Tahan Lama • Perumahan Murah Di Bekasi Timur 2014 • Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Kelas 7 • Iklan Lowongan Kerja Gratis Tanpa Daftar • Download Game Pc Ringan Full Recent Comments Archives • August 2014 • July 2014 • June 2014 • May 2014 Categories • Uncategorized Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Pertanyaan tentang fiqih ibadah • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Fiqih menurut bahasa: (Pemahaman yang mendalam).

Fiqih menurut istilah: (Mengetahi semua hukum syara' yang ta'aluq/bertalian dengan amaliyyah/prilaku/pekerjaan orang mukallaf baik itu pekerjaan hati maupun anggota badan dengan jalan ijtihad yang dalil-dalilnya termasuk dalil tafsili/terperici).

2.Maudlu' (objek/sasaran) ilmu fiqih

25 TANYA JAWAB MASALAH YANG POPULER DI MASYARAKAT - Ustadz. Abdul Somad. Lc., MA




2022 www.videocon.com