Berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Wali di sini ialah orang tua mempelai wanita baik ayah, kakek maupun pamannya dari pihak ayah ( ‘amm), dan pihak-pihak lainnya. Secara berurutan, yang berhak menjadi wali adalah ayah, lalu kakek dari pihak ayah, saudara lelaki kandung (kakak ataupun adik), saudara lelaki seayah, paman (saudara lelaki ayah), anak lelaki paman dari jalur ayah.

3 menit “Ketika seorang menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah agamanya,” begitu keterangan berdasarkan hadis. Atas dasar ini, proses pernikaha tidak boleh asal-asalan, tapi harus sesuai dengan rukun nikah dan memenuhi persyaratan sebagaimana Islam berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah mengajarkan.

Al-Qur’an pun menyebutkan bahwa pernikahan merupakan sebuah ibadah di mana dua insan bersatu dalam ikatan janji suci. Menikah bukanlah perkara mudah, karena sejatinya pernikahan merupakan lembaran baru kehidupan bagi dua insan hingga maut memisahkan. Dalam pernikahan, Islam telah mencantumkan rukun dan persyaratan yang harus ada agar pernikahan tersebut sah hukumnya di mata agama.

Apakah kamu sudah tahu apa saja rukun dan syaratnya? Yuk, simak penjelasan rukun nikah dan syaratnya! Syarat Nikah dalam Islam sumber: thailand-wedding.com 1. Kedua Pengantin Beragama Islam Dua insan laki dan perempuan yang sama-sama beragama Islam harus melangsungkan pernikahan yang berlandaskan Islam. Tidak sah sebuah pernikahan jika seorang muslim menikahi non muslim dengan menggunakan proses ijab kabul Islam.

2. Bukan Laki-Laki Mahram bagi Calon Istri Ikatan pernikahan bagi laki-laki yang masih termasuk mahram bagi calon istri hukumnya adalah haram. Oleh karena itu, sebelum melakukan pernikahan sebaiknya mengecek riwayat keluarga terlebih dahulu. 3. Mengetahui Wali Nikah Sebelum proses akad nikah berlangsung, sudah harus menentukan siapa wali nikah dari pihak perempuan.

Jika ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal, orang yang berhak menjadi wali mengikuti ketentuan seperti keterangan di atas. Dalam syariat Islam, terdapat juga wali hakim yang bisa beperan sebagai wali dalam pernikahan Islam.

sumber: weddingz.in 4. Tidak Sedang Melaksanakan Haji Seorang muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak diperkenankan untuk melakukan pernikahan. Seperti tercantum dalam hadis berikut ini: لاَ يُنْكِحُ الْـمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ “Orang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Muslim No. 3432) 5. Tidak Atas Paksaan Pernikahan harus berdasar dari kesadaran dan keinginan kedua belah pihak, bukan atas dasar paksaan dari pihak manapun. sumber: weddingplz.com Berikut lima rukun nikah dalam Islam: • Ada mempelai laki-laki • Ada mempelai perempuan • Terdapat wali nikah bagi perempuan • Dihadiri saksi nikah dua orang laki-laki • Ijab dan kabul Lebih lengkapnya, simak penjelasan rukun pernikahan dalam Islam di bawah ini… 1.

Ada Mempelai Laki-Laki Ikatan pernikahan dimulai ketika akad nikah dilaksanakan, di mana calon pengantin laki-laki mengikat perjanjian dengan wali dari pengantin perempuan. Demikian pula, calon pengantin laki-laki wajib menghadiri akad nikah tanpa melalui perwakilan.

Sebab ini merupakan tahap penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan kepada calon mempelai laki-laki. 2.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Ada Mempelai Perempuan Syariat Islam menyebutkan bahwa sahnya ikatan pernikahan adalah ketika ada pengantin perempuan yang halal untuk dinikahi. Pun Islam juga memberikan larangan kepada pria untuk menikahi perempuan yang haram dinikahi. Laki-laki haram menikahi perempuan yang terikat pertalian sedarah, hubungan persusuan, dan hubungan kemertuaan.

3. Ada Wali Nikah bagi Perempuan Selain adanya kedua mempelai laki-laki dan perempuan, proses pernikahan juga memerlukan kehadiran wali dari perempuan. Orang yang berhak menjadi wali perempuan adalah ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah, dan anak laki-laki dari saudara kandung ayah. sumber: balistarisland.com 4. Ada Saksi Nikah Dua Orang Laki-Laki Pernikahan juga harus menghadirkan dua orang saksi laki-laki dengan syarat beragama Islam, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, dan adil.

Orang yang dapat mewakilkan dua orang saksi ini bisa berasal dari pihak keluarga atau orang yang terpercaya. Tanpa kehadiran saksi ini, pernikahan tersebut tidak sah di mata agama dan hukum.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

5. Ijab dan Kabul Ijab dan kabul merupakan proses dalam akad nikah yang berarti sebagai janji suci kepada Allah Swt. di hadapan penghulu, wali perempuan, dan 2 orang saksi laki-laki. Ikatan pernikahan kedua mempelai sah menjadi pasangan suami istri ketika mempelai laki-laki mengucapkan kalimat “Saya terima nikahnya…”.

Kedua calon mempelai harus memenuhi rukun nikah ini atau pernikahan tersebut tidak sah di mata agama. *** Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Sedang mencari rumah dijual di Tanah Abang ? Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!
Jakarta - Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral. Dalam agama Islam sendiri, menikah hukumnya sunah. Bagi kamu yang berencana menjalankan sunah tersebut, ketahui dulu apa saja rukun dan syarat sah menikah dalam Islam.

Bagaimana dengan rukun dan syarat sah menikah dalam Islam seharusnya? Para calon pengantin wajib paham ya mengenai rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Hukum menikah itu sunah namun dianjurkan. Seperti tertuang dalam surat An-Nur ayat 32 yang berbunyi; وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ Wa angkiḥul-ayāmā mingkum waṣ-ṣāliḥīna min 'ibādikum wa imā`ikum, iy yakụnụ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih, wallāhu wāsi'un 'alīm Baca juga: 5 Rukun dan Syarat Sah Nikah Dalam Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Artinya: "Dan nikahkan lah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." Sesuai janji Allah SWT, tak heran bila menikah menjadi hal yang diutamakan dalam Islam ketika sudah cukup usia.

Namun sebelum menikah, kamu dan pasangan harus mengerti rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Mengutip buku berjudul 'Menyingkap Hakikat Perkawinan: Al-Ghazali' karya Ahmad Bagir, ada beberapa rukun dan syarat sah nikah dalam Islam yang patut diketahui. Simak rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Rukun dan Syarat Sah Nikah Dalam Islam Pahami rukun dan syarat sah nikah dalam Islam agar tidak salah langkah ketika mengikat janji suci dengan pasanganmu.

Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam memang harus dipenuhi agar pernikahan sah secara agama maupun negara. Berikut rukun dan syarat sah nikah dalam Islam: 1. Ada Calon Pengantin Laki-laki Terdapat calon pengantin laki-laki yang tidak terhalang secara syar'i untuk menikah. Calon suami harus laki-laki, beragama Islam, dan memiliki kerelaan diri untuk menikah.

2. Calon Pengantin Harus Beragama Islam Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam selanjutnya, kedua calon pengantin harus memeluk agama Islam. Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam, sifatnya mutlak karena pernikahan dianggap tidak sah jika salah satu pihak adalah nonmuslim dan melakukan tata cara ijab-qabul secara Islam.

3. Tanpa Paksaan Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam tentu harus tanpa paksaan di antara kedua belah pihak. "Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah atau dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya." (HR Al Bukhari: 5136, Muslim: 3458) 4. Harus Ada Saksi Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam, akad nikah harus dihadiri oleh minimal dua orang saksi. Setiap pernikahan Muslim wajib ada saksi nikah.

Untuk menjadi saksi harus seorang laki-laki dewasa, beragama Islam, dan memiliki pengetahuan agama Islam yang baik. 5. Wali Nikah Harus Laki-laki Dewasa Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam lainnya adalah wali nikah harus laki-laki. Sebuah pernikahan wajib ada wali nikah laki-laki. Untuk perempuan, wali nikah yang utama adalah ayah kandung. Jika ayah kandung sudah meninggal dunia maka bisa diwakilkan oleh laki-laki dewasa dari keluarga ayah, seperti kakek, kakak atau adik kandung ayah perempuan.

Kalau memang wali dari keluarga tidak ada maka alternatifnya adalah wali hakim yang mendapatkan izin dari penguasa negeri. Wali nikah tidak boleh seorang perempuan, seperti tertuang dalam hadits berikut; "Dari Abu Hurairah ia berkata, bersabda Rasulullah SAW: 'Perempuan tidak boleh menikahkan (menjadi wali)terhadap perempuan dan tidak boleh menikahkan dirinya." (HR.

Ad-Daruqutni dan Ibnu Majah) 6. Tidak sedang Ibadah Haji Salah satu rukun dan syarat sah menikah dalam Islam adalah tidak sedang menunaikan ibadah haji. Berdasarkan mazhab syafii dalam kitab Fathul Qarib Al-Mujib melangsungkan akad nikah menjadi larangan saat menunaikan ibadah haji. Bahkan menjadi wali nikah pun juga tidak diperkenankan saat haji.

الثامن (عقد النكاح) فيحرم على المحرم أن يعقد النكاح لنفسه أو غيره، بوكالة أو ولاية Artinya: "Kedelapan (dari sepuluh perkara yang dilarang dilakukan ketika ihram) yaitu akad nikah.

Akad nikah diharamkan bagi orang yang sedang ihram, bagi dirinya maupun bagi orang lain (menjadi wali)" MOST POPULAR • Begini Nasib Penyiar Radio yang nge-Prank Orang Sampai Bunuh Diri • 10 Foto Transformasi Artis Sebelum dan Setelah Photoshop, Madonna Bikin Kaget • Viral Kisah Sedih Anak Bupati Istrinya Meninggal Dunia Usai Melahirkan • Hari Ibu, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Unggah Foto Perdana Bersama Anak • Ramalan Zodiak 9 Mei: Aries Lakukan Pengetatan, Libra Main Aman Saja • Sinopsis Woori the Virgin, Drakor Diadaptasi dari Serial AS, Tayang di Viu • Kontroversi Influencer yang Berhubungan Intim 5 Kali Sehari, Sampai Pingsan • 8 Potret Viral Wanita yang Pelihara 6 Buaya di Rumah, Nggak Ada Takut-takutnya • Yuki Kato Pamer Foto Keluarga, Wajah Ayahnya yang Jarang Tersorot Curi Atensi • Viral Pengamen Badut Cilik Berparas Cantik Sampai Mau Diadopsi, Ini Sosoknya Instagram.com/imagenic Rukun nikah kedua adalah adanya mempelai wanita, yang bersifat halal untuk dinikahi.

Selain hubungan darah, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita haram dinikahi seperti sedang dalam keadaan hamil atau masih berada dalam masa idah.

Masa idah sendiri adalah masa tunggu bagi seorang wanita yang telah berpisah dengan suami terdahulu, baik karena cerai hidup atau mati. Instagram.com/angkasamega Wali nikah untuk mempelai wanita menjadi rukun nikah yang ketiga.

Utamanya, wali nikah bagi mempelai perempuan adalah ayah kandung. Namun jika ayah kandung telah tiada atau berhalangan sebab kondisi mendesak, yang berhak menjadi wali adalah saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung ayah (kakak atau adik dari ayah), dan anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

Instagram.com/aldiphoto Pernikahan dianggap sah di mata agama Islam apabila saat ijab kabul dihadirkan dua berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah saksi. Kedua saksi ini pun harus memenuhi enam syarat yaitu berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, berakal, sudah akil balig, adil, dan merdeka.

Arti merdeka yang dimaksud adalah tidak berstatus budak atau tawanan dari pihak lain. Instagram.com/vanillalatte.photo Mempertegas penjelasan rukun nikah ke-2, syarat sah pernikahan berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah agama Islam adalah mempelai pria bukan mahram bagi calon istri.

Selain karena berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah darah, wanita yang termasuk mahram bagi seorang pria juga termasuk mertua, ibu tiri, anak tiri, menantu, cucu, saudara ipar, dan saudara sepersusuan. instagram.com/talitawb Syarat sahnya pernikahan dalam Islam yang ketiga adalah mempelai pria wajib mengetahui wali dari calon istrinya. Sebelum menikah, seorang pria harus kenal betul latar belakang calon istri, agar ia tahu siapa yang kelak menjadi wali nikahnya. Seperti yang sudah dijelaskan pada rukun nikah ke-3, wali nikah seorang wanita bukan hanya ayah kandungnya saja.

Instagram.com/imagenic Terakhir, syarat sahnya pernikahan dalam Islam adalah tidak ada unsur paksaan baik di pihak mempelai pria maupun wanita. Kedua mempelai harus dalam keadaan sadar dan atas keinginan sendiri saat melangsungkan pernikahan.

Itu dia sepuluh rukun dan syarat sah pernikahan dalam Islam. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi kamu yang sedag merencanakan pernikahan, ya! Baca Juga: 6 Aturan Pelayanan Nikah KUA untuk Meminimalisir Penyebaran COVID-19 Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan
Menikah, suatu ibadah yang tertera di al-Quran merupakan bersatunya dua insan antara satu laki-laki dan satu perempuan dalam janji suci.

Karena menikah bukanlah hal yang mudah, di mana kamu memulai kehidupanmu yang baru bersamanya sampai maut memisahkan.

Dalam pernikahan terdapat rukun dan syarat sah nikah, hal ini yang harus ada. Apabila salah satunya nggak ada, maka pernikahan dianggap nggak sah di mata agama. Bagimu yang berencana untuk membangun bahtera rumah tangga bersama pasangan, berikut adalah rukun dan syarat sah nikah dalam agama Islam. bridestory.com/ Speculo Weddings Sejatinya pernikahan dimulai pada saat akad nikah dilaksanakan. Bagaimana bisa akan akan berlangsung jika mempelai laki-lakinya nggak ada.

Akad juga nggak bisa diwakilkan karena pada saat berlangsungnya akad juga merupakan proses penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan ke mempelai laki-laki.

bridestory.com/ Speculo Weddings Pada syariat Islam, disebutkan juga sahnya pernikahan saat ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi. Seorang laki-laki dilarang untuk memperistri perempuan yang haram untuk dinikahi. Haram untuk dinikahi di antaranya, pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan. bridestory.com/ Speculo Weddings Selain ada mempelai laki-laki dan perempuan, juga diperlukan wali nikah.

Wali berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah orangtua mempelai perempuan baik ayah, kakek, ataupun saudara dari garis keturunan ayah. Jika diurutkan yang berhak menjadi wali di antaranya ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

bridestory.com/ Speculo Weddings Dibutuhkan dua saksi nikah laki-laki yang mempunyai enam persyaratan, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang saksi ini dapat diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi. Jika nggak ada saksi maka pernikahan tersebut nggak sah di mata hukum dan agama.

bridestory.com/ Fotologue Photo Ijab dan qabul dimaknai sebagai janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali dan saksi.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Saat kalimat “saya terima nikahnya”, maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri. Pada rukun nikah ini harus dipenuhi semuanya dan nggak bisa ditawar lagi.

bridestory.com/ Antijitters Photo Pernikahan merupakan bersatunya sepasang laki-laki dan perempuan yang nggak mempunyai ikatan darah. Diharamkan bagi pernikahan jika mempelai perempuan merupakan mahrom mempelai laki-laki dari pihak ayah. Oleh karena itu mengecek riwayat keluarga juga diperlukan sebelum terjadinya pernikahan.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

bridestory.com/ Yourmate Penentuan wali juga penting untuk dilakukan sebelum menikah. Bagi seorang laki-laki, mengetahui asal usul seorang perempuan juga diperlukan. Apabila ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal bisa diwakilkan oleh kakeknya.

Pada syariat Islam, terdapat wali hakim yang bisa menjadi wali dalam sebuah pernikahan. Walaupun diperkenankan, penggunaan wali hakim ini juga nggak sembarangan.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Karena ada seorang ayah yang nggak diperkenankan menjadi wali anaknya sendiri. Tetapi ada pula meskipun nggak serumah tetapi seorang ayah berhak menjadi seorang wali bagi mempelai perempuan.

bridestory.com/ Yourmate Ibadah haji merupakan ibadah yang segala sesuatunya dilipat gandakan. Akan tetapi saat seseorang melakukan ibadah haji nggak diperkenankan untuk melakukan pernikahan.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Seperti yang tertera dalam hadist berikut: لاَ يُنْكِحُ الْـمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ “Seorang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR.

Muslim no. 3432) bridestory.com/ Yourmate Saat pernikahan terjadi, nggak ada paksaan dari pihak manapun. Oleh karena itu pernikahan harus didasarkan pada inisiatif dan keikhlasan kedua mempelai untuk hidup bersama. Jika dahulu pernikahan terjadi karena dorongan pihak perempuan, sekarang pernikahan merupakan pilihan dari kedua mempelai untuk memulai hidup bersama. Itu tadi rukun dan syarat sah menikah bagi yang beragama Islam. Semoga bisa menjadi panduan dan pengetahuan sebelum merencanakan pernikahan ya, Bela.

Baca Juga: 5 Harga Sewa Gedung Pernikahan di Jakarta Utara Tahun 2019 Baca Juga: 10 Cara Membangun Kepercayaan dalam Pernikahan Baca Juga: Ketahui Bedanya, Ini 7 Jenis Upacara Pernikahan yang Biasa Dilakukan
Pernikahan merupakan berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah yang indah dalam kehidupan. Menikah bisa dimaknai sebagai janji suci yang mengikat antara seorang laki-laki dan perempuan secara lahir dan batin sebagai suami istri nantinya.

Tujuan dari pernikahan adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis. Bagi umat Islam, sebelum melakukan pernikahan ada beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi agar pernikahannya sah. Berikut adalah rukun dan syarat nikah menurut agama Islam. Dua orang saksi merupakan bagian dari rukun nikah di mana saksi ini nanti yang akan menentukan apakah pernikahan sah atau tidak. Selain itu dua saksi juga harus adil dan terpercaya.

Untuk menjadi saksi dalam sebuah pernikahan ada enam syarat yang harus dipenuhi yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, berjenis kelamin laki-laki, dan adil. Wali dalam rukun pernikahan adalah wali bagi mempelai perempuan yaitu ayah, kakek, paman dan lain sebagainya. Orang yang berhak menjadi wali dari mempelai perempuan harus ditentukan secara berurutan mulai dari ayah, kakek dari pihak perempuan, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, paman dan seterusnya.Pernikahan adalah salah satu syariat yang dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat islam.

Tujuan pernikahan dalam islam adalah untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah serta diberkahi oleh Allah SWT. Dalam pernikahan terdapat berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah akad nikah dan rukun-rukun yang mesti dipenuhi. Beriku penjelasan mengenai rukun dalam pernikahan dan syarat-syaratnya. Pernikahan dalam islam juga menyangkut adanya mahram (baca pengertian mahram dan muhrim dalam islam) dan wanita yang haram dinikahi.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini mengenai rukun nikah dalam islam : Rukun Nikah Rukun adalah sesuatu yang harus ada dalam suatu ibadah dan hal tersebut menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah namun sesuatu itu termasuk dalam rangkaian pekerjaan tersebut.

Rukun nikah adalah hal-hal yang harus ada atau harus dipenuhi keberadaannya dalam islam dan disebutkan dalam fiqih pernikahan. Adapun rukun nikah berdasarkan ulama terdiri dari empat perkara yakni : 1. Adanya calon suami dan istri yang akan melakukan pernikahan. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh kedua mempelai adalah: • Laki-laki dan perempuan yang akan menikah beraga islam • Memiliki Identitas yang jelas dan tidak kabur, hal ini juga dimaksudkan agar pernikahan dapat dicatat oleh petugas pernikahan.

Sebelum menikah pasangan boleh melakukan proses ta’aruf dan khitbah atau tunangan. (baca tunangan dalam islam dan ta’aruf menurut islam) • Kedua belah pihak mempelai baik pria maupun wanita telah setuju untuk menikah dan juga setuju dengan pihak yang mengawininya termasuk wali dari mempelai perempuan.

Sedangkan dalam Kompilasi Hukum Islam ditegaskan mengenai persyaratan persetujuan kedua mempelai pada pasal 16, yaitu: • Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

• Pihak wanita harus menyetujui pernikahan dengan jelas dengan mengucapkannya dengan lisan maupun tulisan. • Antara kedua belah pihak tidak ada hal-hal yang terlarang untuk melangsungkan pernikahan atau tidak ada konflik dalam keluarga. • Kedua belah mempelai telah dewasa dan mencapai usia minimum pernikahan 2.

Adanya wali dari pihak calon mempelai wanita. Pernikahan hanya dianggap sah apabila ada seorang wali atau wakilnya yang akan menikahkannya (baca urutan wali nikah) dan nikah tanpa wali hukumnya batal, sesuai dengan sabda Nabi saw Perempuan mana saja yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahannya batal. Jika suaminya telah menggaulinya, maka maskawinnya adalah untuknya (wanita) terhadap apa yang diperoleh darinya.

Apabila mereka bertengkar, maka penguasa menjadi wali bagi mereka yang tidak mempunyai wali. (HR. Ahmad). Adapun syarat-syarat wali nikah yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut : • Werdeka dan bukan budak atau hamba sahaya • Berjebis kelamin lelaki dan bukan perempuan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis namun ada yang menyebutkan bahwa wanita yang telah dewasa dan berakal boleh menjadi wali bagi dirinya sendiri.

• Baligh serta dan berakal sehat.artinya wali haruslah sudah dewasa dan memiliki akal yang sehat atau tidak gila. • Tidak sedang melakukan ihram ibadah haji maupun umrah.

Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikahkan seseorang dan tidak boleh pula dinikahkan oleh seseorang”. • Adil, dalam hal ini adil wali harus memiliki sifat yang baik sebagaimana disebutkan dalam hadits “Tidak sah nikah kecuali bila ada wali dan dua orang saksi yang adil” • Memiliki pikiran yang sehat dan tidak pikun. Oleh sebab itu seseorang tidaklah sah menjadi wali apabila ia memiliki gangguan dengan pikirannya misalnya pikun karena usia.

• Islam, seorang wali nikah haruslah beragama islam dan hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 28: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.

dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

dan Hanya kepada Allah kembali (mu). (QS. Ali Imran: 28). 3. Adanya dua orang saksi Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama menyangkut kedudukan saksi dalam pernikahan, apakah termasuk rukun ataukah termasuk syarat dalam pernikahan. Menurut pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah saksi dalam pernikahan adalah termasuk rukun dari pernikahan. Sementara menurut ulama Hanafiyah dan Zahiriyah, saksi merupakan salah berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah dari dari syarat-syarat pernikahan yang harus atau mutlak ada.

Tentang keharusan adanya saksi dalam akad pernikahan dijelaskan sesuai firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Talaq ayat 2: Apabila mereka Telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu Karena Allah.

Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Al Talaq: 2). Adapun syarat menjadi saksi dalam pernikahan adalah sebagai berikut : • Berjumlah minimal dua orang sesuai dengan pendapat ulama namun Ulama hanafiyah berpendapat bahwa saksi itu boleh terdiri dari satu orang laki-laki dan dua orang perempuan.

• Saksi haruslah orang merdeka dan bukan budak atau hamba sahaya • Bersifat adil dalam arti saksi dikenal sebagai orang baik dan tidak pernah melakukan kejahatan besar • Beragama islam, orang nonmuslim tidak diperkenankan menjadi saksi • Bisa mendengar dan melihat. Hal ini diharuskan karena saksi adalah orang yang nantinya akan menyaksikan dan mendengarkan prosesi ijab kabul dalam pernikahan.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

• Berjenis kelamin laki-laki, namun ulama Hanafiyah berpendapat bahwa saksi itu boleh terdiri dari perempuan asalkan harus disertai juga oleh saksi laki-laki. 4. Ijab Kabul Rukun nikah yang selanjutnya adalah ucapan sighat akad nikah atau ijab dan kabul yang diucapkan oleh wali pihak mempelai perempuan dan dijawab oleh calon mempelai laki-laki.

Akad nikah atau ucapan nikah tersebut haruslah diucapkan oleh wali nikah kemudian dijawab oleh mempelai pria .Ijab kabul juga harus dilaksanakan dalam bahasa yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Demikian rukun-rukun nikah yang harus dipenuhi, agar pernikahan atau ibadah yang dilaksanakan sah hukumnya di mata hukum dan agama.

Pernikahan yang dilaksanakan hendaknya selalu berpegang pada kaidah agama dan dilaksanakan untuk menghindari perbuatan yang haram seperi zina (baca zina dalam islam) maupun pernikahan sedarah.
Pernyataan berikut ini yang bukan termasuk rukun nikah adalah . a. calon suami b. calon istri c.

mahar d. ijab kabul e. wali nikah Pembahasan : Rukun nikah: • Berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah laki-laki (calon suami) • Mempelai perempuan (calon istri) • Wali nikah perempuan • Saksi nikah 2 orang • Ijab dan Qobul Jawaban: c
Jakarta - Menikah bukan asal mempersatukan dua insan.

Namun ada syarat agar nikah itu menjadi sah di mata agama. Bagi yang mau menikah, harus benar-benar memperhatikan syarat sah nikah dan rukunnya berikut ini. Sebab kalau salah satu tidak ada, tidak sah menikahnya di mata agama. Hukum nikah adalah sunah karena nikah sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Hukum asal nikah adalah sunah bagi seseorang yang memang sudah mampu untuk melaksanakannya sebagaimana hadits Nabi riwayat Al-Bukhari nomor 4779 berikut ini: يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاءٌ Artinya, "Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya." Baca juga: Puluhan Pasutri di Indonesia Cerai karena Suami/istri Ternyata Homoseks Berikut Rukun Menikah: 1. Mempelai laki-laki Syarat sah menikah adalah ada mempelai laki-laki. Pernikahan dimulai pada saat akad nikah. 2.

berikut yang bukan merupakan rukun nikah adalah

Mempelai Perempuan Sahnya menikah kedua yakni ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi. Dilarang untuk memperistri perempuan yang haram untuk dinikahi seperti pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan. 3. Wali Nikah Perempuan Syarat sah menikah berikutnya adanya wali nikah.

Wali merupakan orangtua mempelai perempuan yakni ayah, kakek, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki dari saudara kandung ayah. 4. Saksi Nikah Menikah sah bila ada saksi nikah. Tidak sah menikah seseorang bila tidak ada saksi. Syarat menjadi saksi nikah yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang saksi ini diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga, ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi.

5. Ijab dan Qabul Terakhir, syarat sah nikah yakni ijab dan qabul. Ijab dan qabul adalah janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali, dan saksi. Saat kalimat "Saya terima nikahnya", maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri.

Rukun Nikah Yang Wajib Ada Sebelum Ijab Qobul




2022 www.videocon.com