Legenda danau toba dan pulau samosir

legenda danau toba dan pulau samosir

Cerita Legenda Danau Toba adalah dongeng rakyat dari Sumatera Utara yang paling populer. Banyak hikmah yang bisa kita ajarkan dari cerita asal mula danau Toba ini. Yuk kita ceritakan untuk si kecil malam nanti. Dongeng Cerita Legenda Danau Toba Di sebuah desa di wilayah Sumatera Utara, hidup seorang petani muda bernama Toba yang rajin bekerja.

Walaupun lahan pertaniannya tidak luas, ia selalu bersemangat untuk mencukupi kebutuhannya dari hasil pertaniannya. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia merasa belum menemukan wanita impiannya. Di suatu pagi hari yang cerah, Toba tersebut memutuskan untuk melepaskan penat setelah kemarin bekerja seharian di lahannya. Pemuda itu sangat suka memancing karena hal tersebut dapat membuatnya tenang sambil bersitirahat.

“Aah, mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam Toba dalam hati sambil menyiapkan alat-alat pancingnya. Ia lalu pergi ke sungai, duduk di tepian legenda danau toba dan pulau samosir mulai melemparkan kailnya. Setelah menunggu beberapa lama, kailnya terlihat bergoyang-goyang.

Toba segera menariknya dan bersorak kegirangan saat mengetahui ikan yang dipancingnya berukuran besar. Namun pemuda itu sedikit heran, sekaligus takjub, ketika memperhatikan sisik ikan tersebut. Sisik ikan itu begitu indah, berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat berkilau memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Ini ikan terindah yang pernah aku lihat.” Ujarnya Toba kagum.

“Hmmm, bagaimana aku akan memakannya ya?” dongeng cerita legenda danau toba nya indah, tapi juga bisa bicara. “Hai, siapa kah engkau? Apakah kau ikan ajaib?” tanya Toba “Aku seorang puteri ikan. Jangan makan aku, maka aku bersedia menjadi istrimu.” Lalu ikan tersebut menjatuhkan dirinya ke tanah, dan berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita.

Toba menggosok-gosokkan mata tak percaya “Apakah aku sedang bermimpi?” “Tidak, kau tak sedang bermimpi.” Jawab puteri ikan. “Namaku puteri Intan. Kalau kau tak memakanku, aku akan menjadi istrimu.” Toba yang merasa sangat senang itupun mengangguk.

Ia tak menyangka akan mendapatkan istri secantik puteri Intan. Sebelum menikah, puteri Intan meminta satu syarat pada Toba. “Kau harus bersumpah tidak akan pernah menceritakan asal-usulku pada siapa pun. Jika sumpah itu kau Ianggar, maka akan terjadi petaka dahsyat.” Toba menyetujui permintaan itu dan bersumpah di hadapan puteri Intan. Ia pun kembali ke rumah dan mengadakan pesta pernikahan yang dihadiri orang-orang di desa.

Penduduk desa yang takjub melihat kecantikan istri Toba sangat penasaran dan menanyakan anal usulnya. Tentu saja Toba tak bisa menceritakan. Orang-orang pun sedikit curiga, namun tak dapat memaksa. Toba dan puteri Intan hidup bahagia dan tenteram sebagai suami istri. Toba semain giat bekerja untuk mencari nafkah, mengolah sawah Iadangnya dengan tekun dan ulet. Mereka pun hidup sejahtera tanpa kekurangan. Tak lama kemudian, kebahagiaan mereka bertambah dengan Iahirnya seorang bayi laki-laki.

Mereka memberinya nama Samosir. Anak itu kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi selalu merasa lapar. Ia makan lebih dari tiga kali sehari dan porsinya melebihi orang dewasa. Kadang-kadang, makanan yang disediakan ibunya untuk mereka bertiga dihabiskannya sendiri.

Kadang-kadang hal tersebut membuat ayahnya jengkel. Puteri Intan dengan sabar mengingatkan Toba untuk tidak memarahi anaknya, apalagi mengucapkan kata-kata kasar. “Bagaimanapun dia itu anak kita, dan ia sedang dalam masa pertumbuhan makanya ia makan banyak.” kata puteri Intan.

“Ya, aku tahu itu meski kadang-kadang aku harus menahan lapar karena tidak ada makanan tersisa.” “Engkau memang seorang suami dan ayah yang baik.” puji puteri Intan kepada suaminya. Pada suatu hari, Samosir diminta ibunya mengantarkan makanan untuk ayahnya yang ayahnya sedang bekerja di sawah. “Nak, tolong antarkan makan siang untuk ayahmu ya.

Dia pasti sangat kelaparan karena tadi pagi belum sarapan.” “Baiklah, Bu. Aku akan mengantarkannya setelah aku sendiri makan.” Jawab Samosir sambil mengambil masakan ibunya dari meja. Setelah makan Samosir segera berangkat membawa rantang yang telah disiapkan ibunya.

Sudah tengah hari, dan bayang-bayang matahari sudah sangat pendek. Toba yang sedang bersitirahat di gubuk kecil di tepi sawah legenda danau toba dan pulau samosir peluhnya.

Sambil mengipasi diri, ia mulai bertanya-tanya mengapa anaknya belum juga datang mengantar makanan. Perutnya sudah mulai keroncongan sebab tadi pagi ia terburu-buru berangkat dan tak sempat makan. “Hmmm, kemana Samosir? Mengapa lama sekali ia belum datang, padahal hari sudah sangat siang dan aku lapar sekali.” Setelah menunggu beberapa lama tak kunjung datang, akhirnya Toba memutuskan kembali ke rumah untuk makan. Dalam perjalanan pulang, betapa terkejut ia saat melihat Samosir sedang bermain di lapangan dengan teman-temannya.

Lebih terkejut lagi saat dilihatnya rantang makan siang tergeletak di tepi jalan, kosong melompong, tandas tak ada isinya. Tahulah ia bahwa puteranya telah memakan semua makanan tersebut dan melalaikan tugasnya. Toba yang sangat kelaparan merasa begitu marah.

“Het, Samosir! Ke sini kau!” teriaknya keras memanggil anaknya yang sedang bermain. Samosir mendekat dengan rasa takut, menyadari kesalahannya.

legenda danau toba dan pulau samosir

Toba yang tak dapat menahan amarah segera menjewer telinga Samosir keras-keras, membuat anak itu menyeringai kesakitan. “Dasar anak tidak tahu diri.” teriak Toba marah. “Makanmu saja banyak tapi tugas kecil pun kau lalaikan! Dasar anak ikan!” Begitu selesai ucapan Toba, tiba-tiba angin kencang bertiup dan petir pun menyambar-nyambar.

Awan cerah di siang terik segera berubah menjadi mendung gelap. Hujan turun dengan sangat deras. Tahulah Toba bahwa ia sudah melanggar sumpahnya untuk tidak mengatakan asal usul istrinya. Di rumah, puteri Intan pun mengetahui bahwa suaminya telah melanggar sumpah. Dengan penuh isak tangis, ia perlahan-lahan berubah wujud kembali menjadi seekor ikan.

Sementara itu hujan semakin deras mengakibatkan banjir badang. Air bah meluap ke seluruh penjuru membuat penduduk desa panik. Mereka segera berlari meninggalkan rumah menuju bukit yang lebih tinggi. Toba pun menangis mengetahui petaka yang dikatakan istrinya terjadi. Ia tak sempat menyelamatkan diri, anaknya pun hilang ditelan banjir.

Air meluap tinggi dan merendam seluruh desa, lalu membentuk danau yang sangat luas. Sebuah pulau muncul di tengah danau tersebut, Ietaknya persis di tempat Samosir terakhir berdiri.

Danau itu kemudian dinamakan Danau Toba, sedangkan pulau kecil di tengahnya diberi nama Pulau Samosir. Pesan moral dari Dongeng Cerita Legenda Danau Toba adalah selalu bertanggung jawab atas kewajiban yang harus kamu lakukan serta janji-janji yang kamu buat. Baca juga versi lain dari cerita rakyat danau Toba pada posting kami sebelumna yaitu dongeng danau Toba.

Jakarta - Cerita legenda ialah cerita rakyat anonim yang turun temurun dikisahkan hingga melegenda di tengah masyarakat, biasanya terkait dengan kisah asal muasal terjadinya suatu tempat atau gunung, danau, sungai.

Sedangkan Cerita Fabel ialah kisah tentang hewan yang memiliki karakter dan perilaku seperti manusia. Baik cerita fabel maupun kisah legenda biasanya anonim, yakni tak dikenal siapa penulisnya. Berikut ini kisah legenda danau Toba dan Pulau Samosir. Kisah terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir Ceritanya diawali dengan adanya kisah tentang Putri Toba, yakni putri jelmaan ikan yang tersangkut pada jala seorang pemuda nelayan dan lalu mereka pun menikah, Dengan syarat, kisah asal mula Putri Toba tersebut harus dijaga kerahasiaannya dan tak boleh diceritakan kepada siapapun.

Pemuda itu pun berjanji tak akan pernah membongkar rahasia ini kepada siapapun dan sampai kapanpun. Mereka pun menikah dan sang pemuda beralih profesi legenda danau toba dan pulau samosir seorang petani. Kehidupan pernikahan mereka berjalan harmonis dan baik-baik saja hingga akhirnya mereka pun memiliki seorang anak. Anak laki-laki legenda danau toba dan pulau samosir dinamai Samosir. Anak laki-laki Samosir badannya gendut dan suka makan serta selalu lapar. Baca Juga : 5 Jenis Dongeng Anak Indonesia Terfavorit, Yuk Kenali Apa Saja Pada suatu hari Samosir ditugasi ibunya untuk mengirim makanan bagi ayahnya yang sedang bekerja di ladang.

Namun di tengah perjalanan Samosir pun merasa lapar lalu ia pun membuka makanan yang hendak dikirimkan bagi ayahnya itu dan lalu memakannya dengan lahap.

Ayah Samosir yang tengah bekerja di ladang merasa lapar juga dan merasa heran mengapa hingga sampai siang kiriman makanan untuknya belum juga sampai dan dikirimkan kepadanya. Ia pun lalu bergegas pulang sambil menahan lapar ia pun menjumpai sang anak, Samosir di tengah jalan yang sedang lahap menyantap kiriman makanan yang seharusnya untuk dirinya.

Melihat hal tersebut maka ia pun marah dan mengatai Samosir sebagai anak ikan. Lalu tak berapa lama pun langit menjadi gelap dan mendung mulai menurunkan hujan yang sangat deras, hingga berhari-hari seakan-akan seperti tangisan Putri Toba hingga lalu terbentuklah Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.

Keindahan Danau Toba/ Foto: Elmy Tasya Khairally/detikcom Pelajaran kisah Danau Toba dan Pulau Samosir Kisah ini memberi pelajaran agar selalu menepati janji, berpikir jernih, dan tak mengumbar amarah, karena penyesalan akan terjadi jika hal-hal yang tak dikehendaki lalu terjadi sebagai dampaknya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.

Kisah legenda awal mula danau vulkanik yang indah ini tumbuh di tengah masyarakat dan tetap terus lestari turun-temurun dari generasi ke generasi hingga sekarang. Bahkan masih banyak yang mempercayai akan adanya ikan Toba tersebut.

Menurut suatu kajian ilmiah, Danau Toba terbentuk sebagai dampak letusan Gunung Toba yang terjadi di sekitar 73.000 tahun hingga 75.000 tahun yang lalu.

Letusan gunungnya lalu membentuk kaldera atau kawah raksasa yang lalu terisi oleh air hingga kemudian menjadi danau yang indah tersebut. Kemudian akibat tekanan ke atas oleh magma yang belum bisa keluar sebelumnya lalu menyebabkan terbentuknya Pulau Samosir.

(PK) Lihat juga video berikut mengenai kisah cinta Siti KDI yang bertemu dengan suami dari Turki di sebuah pesta pernikahan. [Gambas:Video Haibunda] (ziz/ziz)
Orang mengatakan kesabaran itu ada batasnya. Hal inilah yang dialami oleh Ayah Samosir. Sudah lama ia menunggu kiriman makanan dari istrinya. Hingga matahari mulai beranjak ke barat, makanannya tak kunjung datang. Dengan hati yang kesal, ia pulang.

Di jalan, ia bertemu dengan Samosir yang sedang bermain dengan teman-temannya. Dilihatnya pula rantang makanan yang biasa dibawa istrinya itu ada di bawah pohon.

Hal itu semakin membuatnya kesal. Sebab ia tak makan siang ini adalah Samosir lalai menjalankan tugasnya. Sebegitu kesalnya, ia sampai berkata kasar, “Samosir!

legenda danau toba dan pulau samosir

Anak kurang ajar kau, ya! Makanan untukku tidak kau antar, malah kau habiskan sendiri! Dasar anak ikan!” Tak seharusnya Ayah Samosir mengatakan kata keramat itu pada Samosir. Kata-kata yang sudah keluar dari mulut tidak dapat ditarik kembali. Ayah Samosir baru tersadar kalau ia sudah mengucapkan kata yang tidak seharusnya didengar orang lain, terutama anaknya.

Samosir yang merasa sedih berlari pulang. Tiba-tiba, petir menyambar di sore yang cerah itu. Perlahan-perlahan awan mendung terkumpul menjadi satu, kemudian hujan turun dengan amat sangat deras. Dari bekas pijakan kaki Samosir, keluarlah air layaknya sumber air.

Seketika, air meninggi dengan sangat cepat hingga menenggelamkan seluruh desa dan desa-desa di sekitarnya. Genangan air itu menjadi sebuah danau yang sangat luas yang disebut Danau Toba. Di tengah-tengah danau tersebut terdapat pulau kecil yang disebut Pulau Samosir. Amanat dalam legenda tersebut adalah … Jawaban Legenda adalah cerita rakyat masa lampau yang biasanya berkaitan dengan sejarah, seperti tentang asal usul terjadinya sesuatu atau penamaan tempat.

Tokoh dalam legenda biasanya memiliki kekuatan atau kesaktian. Cerita yang disajikan juga bersifat ajaib sehingga kadang tidak masuk akaI. Legenda tidak hanya memiliki pesan moral, tetapi juga berisi kearifan lokal bangsa. Cerita Danau Toba, Gunung Bromo, Roro Jonggrang, Situ Bagendit, atau Putri Kemuning merupakan contoh legenda.

legenda danau toba dan pulau samosir

Unsur-unsur dalam cerita legenda: • Tokoh dan penokohan (pewatakan); • Latar; • Tema; • Amanat; • Alur; • Sudut pandang. Amanat merupakan gagasan yang mendasari karya sastra atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar (KBBI V Luring).

Legenda tersebut berkisah tentang asal usul Pulau Samosir. Dikisahkan ada seorang Ayah yang sedang menunggu kiriman makan dari istrinya. Namun, kiriman tersebut tidak kunjung datang. Dengan hati yang kesal ia pun pulang. Di jalan, ia bertemu dengan Samosir (anaknya) yang sedang bermain dengan teman-temannya. Ia juga melihat rantang makanan yang biasa dibawa istrinya ada di bawah pohon.

Hal itu semakin membuatnya kesal. Ia lalu berkata kasar, “Samosir! Anak kurang ajar kau, ya! Makanan untukku tidak kau antar, malah kau habiskan sendiri!

Dasar anak ikan!”. Mendengar hal itu Samosir sedih dan pulang berlari. Tiba-tiba petir menyambar dan turunlah hujan yang sangat deras. Dari pijakan kaki Samosir keluar air layaknya sumber air. Genangan itu akhirnya meninggi dan menenggelamkan seluruh desa dan membentuk danau.

Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecilyang disebut Pulau Samosir. Sehingga, amanat dalam legenda tersebut adalah kita harus memegang teguh amanat dan menepati janji. Postingan Baru • titik tetap atas termometer celcius adalah • tari tortor berasal dari daerah • apakah komponen kebugaran jasmani yang bisa meningkatkan kesehatan • rumusan pancasila yang sah tercantum pada • keberhasilan kabinet burhanudin harahap • apa fungsi fakta dan pendapat dalam teks persuasi • parotitis adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan • proses pengujian data yang dilakukan sejarawan disebut • sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajaratun yang berarti • vested interest adalah Danau Toba menjadi salah satu objek wisata kebanggaan Indonesia, khususnya bagi masyarakat Sumatra Utara.

Dibalik keindahan alamnya yang memukau, ada cerita legenda Danau Toba yang hingga saat ini turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Danau Toba sendiri menjadi salah satu danau terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan, danau ini sendiri mendapat predikat sebagai danau vulkanik terbesar yang ada di dunia. Luas danau ini bisa mencapai sekitar 1.130 kilometer persegi.

Panjang dari danau ini sekitar 100 kilometer dengan lebarnya sekitar 30 kilometer. Di sisi lain, tingkat kedalamannya pun bisa mencapai 505 meter atau 1657 kaki. Lalu, seperti apa kisah mengenai cerita asal muasal Danau Toba menurut masyarakat setempat? Artikel Terkait: 7 Fakta Pulau Samosir dan Danau Toba, Pesona Alam serta Budayanya Sangat Memukau! Cerita Asal Muasal dan Legenda Danau Toba Secara turun temurun, masyarakat sekitar Danau Toba maupun masyarakat Indonesia pada umumnya mengenal cerita rakyat mengenai asal muasal dari danau terbesar ini.

Cerita ini pun secara turun temurun diceritakan dan dibuat jurnal berjudul “Nilai Moral dan Kerja Keras dalam Dongeng Danau Toba pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional” karya Rosmilan Pulungan dan Amanda Syahri Nasution.

Cerita Rakyat: Toba dan Putri Ikan Emas, Asal Muasal Danau Toba Bermula pada zaman dahulu kala, Danau Toba dipercaya sebagai sebuah dataran kering. Di tempat tersebut tinggal seorang laki-laki bernama Toba. Di suatu hari, pemuda yang bernama Toba tersebut beraktivitas memancing seperti biasa. Namun, hari itu ia mendapatkan ikan yang tak biasa. Dirinya berhasil mendapatkan seekor ikan emas ajaib. Setelah diselamatkan dan tak dimakan, ikan tersebut berubah wujud menjadi seorang perempuan yang cantik jelita.

Karena parasnya itulah, Toba pun akhirnya jatuh hati pada sosok perempuan tersebut. Mereka yang saling tertarik dan jatuh cinta pun akhirnya menikah. Dari pernikahan keduanya lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir.

Sebelum menikah, Toba telah berjanji pada sang istri untuk tak mengungkit masa lalunya. Hingga mereka memiliki buah hati yang diberinama Samosir, kehidupan mereka semakin bahagia. Namun, seiring berjalannya waktu Samosir tumbuh menjadi seorang anak yang kerap menguji kesabaran sang ayah. Suatu waktu, Samosir diminta sang ibu untuk mengantarkan makanan pada ayahnya yang bekerja di ladang. Bukan mengantarkan, ia justru malah bermain bersama dengan teman-temannya.

Ia yang lelah seusai bermain bola pun malah menyantap makanan untuk sang ayah. Melihat perilaku sang anak, Toba pun naik pitam. Ia hilang kesabaran hingga akhirnya marah hingga menyumpahi Samosir. “Dasar kamu anak ikan,” ujarnya sambil marah pada sang anak. Artikel Terkait: Sejarah di Balik Kelezatan Dendeng Batokok Khas Bukittinggi, Begini Cara Memasaknya Akibat Janji yang Dilanggar Janji yang telah diucapkan pada sang istri dahulu pun seketika dilanggar dengan ucapan tersebut.

Peristiwa ajaib muncul setelah Toba melanggar janjinya. Dari kaki Toba muncul mata air yang mengalir begitu deras. Mata air itu tidak bisa berhenti dengan cara apa pun. Semakin lama dan deras, mata air itu menenggelamkan Toba, bahkan seisi desa tempat ia bermukim. Sang istri pun kembali ke wujudnya yang semula menjadi seekor ikan, lalu menceburkan dirinya ke air yang telah menjadi danau tersebut. Di sisi lain, Samosir berhasil melarikan diri setelah berlari legenda danau toba dan pulau samosir atas bukit di tengah danau.

Pulau yang ada di tengah danau inilah yang akhirnya dinamakan Pulau Samosir. Legenda Danau Toba Menjadi Daya Tarik Tersendiri bagi Tempat Wisata Ini Kini, Pulau Samosir dan Danau Toba menjadi salah satu objek wisata alam dan budaya yang masih begitu kental dan populer.

Di samping daya tarik Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia, Pulau Samosir pun tak kalah menjadi sorotan. Pulau Samosir sendiri menyandang predikat lima besar pulau di tengah danau yang terluas di dunia. Luasnya ini bahkan hampir legenda danau toba dan pulau samosir dengan negara Singapura, lho.

Saat mengunjungi daerah ini, wisatawan bisa berwisata budaya khas yang masih kental dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Museum Huta Bolon, hingga mengunjungi Makam Raja Sidabutar.

Artikel Terkait: 9 Resep Masakan Padang Populer, dari Rendang sampai Gulai Kepala Ikan Itulah cerita rakyat dan legenda Danau Toba yang telah turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga legenda danau toba dan pulau samosir bisa memtik hikmah dari cerita yang telah menjadi warisan budaya tersebut. • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah legenda danau toba dan pulau samosir Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Legenda Danau Toba – Pada kesempatan kali ini, Senipedia akan menjabarkan mengenai salah satu Cerita Rakyat Sumatera Utara yang sangat terkenal, tersohor dan fenomenal, yakni Cerita terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir.

Tidak ubahnya seperti dongeng-dongeng Nusantara yang lain, Legenda Danau Toba juga sudah seringkali diangkat ke berbagai pertunjukan seperti sinetron, drama, serta dalam bentuk tulisan seperti puisi, novel Cerita Rakyat, pantun dan lain-lain.

Eksistensinya telah tersebar hingga ke pelosok negeri. Selain itu, menurut Wikipedia, Danau Toba juga merupakan Danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan total luas permukaannya sekitar 1.130 Km².

Kemegahannya tidak sampai disitu. Ditengah-tengah Danau tersebut terdapat sebuah pulau yang besar bernama Samosir. Hingga kini, Fungsi Danau Toba sangatlah banyak, mulai dari Irigasi, Transportasi, Perikanan, PLTA, objek wisata serta pengendalian banjir bagi masyarakat setempat.

Namun seperti yang kita tahu, Proses terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir ternyata diselimuti sebuah Kisah Legendaris, yang tersebar secara turun-temurun hingga ke masa sekarang, dan telah sampai ke seluruh dunia. Daftar Isi • Sinopsis Cerita Terbentuknya Danau Toba • Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Lengkap • 1. Cerita Danau Toba : Bertemu Wanita Cantik Jelmaan Ikan • 2.

Kisah Danau Toba : Masusia Ikan Menikah dengan Toba • 3. Dongeng Danau Toba : Pelanggaran Sumpah • 4. Terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir • Hikmah dari Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir • 1.

Jangan Mengingkari Janji • 2. Kemarahan hanya akan mendatangkan Kerugian • 3. Jangan Memarahi Anak berlebihan • Related posts: Sinopsis Cerita Terbentuknya Danau Toba Singkatnya, Sinopsis Legenda Danau Toba mengisahkan seorang pemuda lajang yang miskin di sebuah desa. Suatu hari, dia pergi memancing dan berhasil mendapatkan ikan yang ternyata seorang Dewi yang dikutuk para Dewa.

Ikan tersebut berubah menjadi Wanita cantik yang kemudian dinikahinya. Pernikahan itu disyaratkan sebuah janji, yaitu Toba harus merahasiakan asal-usul sang Istri kepada siapapun.

Singkat cerita, mereka dikaruniai seorang putra yang bernama Samosir. Ketika dewasa, Samosir menghabiskan semua makanan yang diperuntukkan bagi Ayahnya, sontak ayahnya marah dan berucap “Dasar anak ikan…”. Tidak lama setelah itu, air menyembur dari bawah telapak kakinya, yang lama-kelamaan menjadi besar, sehingga desa-desa di sekitarnya tenggelam dan terbentuklah sebuah danau, yang ditengah-tengahnya ada pulau yang konon adalah fisik Samosir.

Nah, di atas adalah sinopsis atau gambaran singkatnya.

legenda danau toba dan pulau samosir

Di bawah ini, Senipedia akan mencoba merangkum tentang Cerita Danau Toba dan Pulau Samosir secara Lengkap, beserta hikmah yang terkandung dalam cerita ini sendiri.

By the way, Silakan siapkan cemilan agar lebih santai dalam membaca dan memahami. Oke, Lanjut… Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Lengkap Pada zaman dahulu, di sebuah desa kecil bernama Tapanuli (Sumatera Utara), hiduplah seorang pemuda lajang paruh baya, bertana Toba, sebatang kara dan tinggal di sebuah gubuk kecil. Profesinya sebagai seorang petani sayur dan buah-buahan. Dia juga sangat suka memancing. Setelah panen, biasanya dia akan pergi memancing ikan ke sungai yang terletak tidak jauh dari kebunnya.

Begitulah rutinitasnya sehari-hari. Suatu sore, setelah memanen sebagian sayurannya di kebun, dia berangkat memancing ke sungai, dengan membawa peralatan pancing seadanya. Ketika di perjalanan, dia berbicara di dalam hati : ” Andai saja aku mempunyai istri dan anak, pasti nasibku akan berubah.

Setiap pulang dari kebun, aku tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak makanan, begitu juga saat harus memcuci pakaian. alangkah bahagianya hidup ini. “. Setelah berandai-andai sepanjang jalan, sampailah Toba ke tepi sungai. Dia langsung mempersiapkan alat-alat pancing dan mulai memancing.

Matahari kian condong ke barat, namun belum ada seekorpun yang ia dapatkan. Hingga akhirnya, umpannya disambar. Ketika diangkat, ternyata adalah seekor ikan besar berwarna keemasan. Karena menyadari hari semakin gelap, Tobs pun memutuskan untuk pulang.

1. Cerita Danau Toba : Bertemu Wanita Cantik Jelmaan Ikan Sesampainya di rumah, Toba langsung bergegas mengambil alat-alat dan bumbu untuk memasak ke belakang rumah, sekaligus dengan sayur-mayurnya. Dia bergumam “Aku akan makan enak sore dan malam hari ini”. Namun betapa terkejutnya atas apa yang dia lihat, dimana ember yang dijadikan tempat membawa ikan tadi berisi kepingan emas dalam jumlah banyak. Karena penasaran, legenda danau toba dan pulau samosir langsung melihat ikan yang didapat.

Kaget setengah mati, saat dia melihat sesosok wanita berparas cantik dengan rambut yang terurai panjang. Tahu pemuda itu kaget, wanita tersebut langsung memecah suasana dengan berkata : ” Tidak perlu khawatir, wahai pemuda.

Aku adalah jelmaan ikan yang kau pancing tadi. Sebenarnya aku adalah seorang Dewi, namun terkena kutukan dari para Dewa, karena melanggar suatu aturan. Sehingga aku berubah menjadi seekor ikan…. “ Ditengah rasa heran dan takjub, Toba pun menjawab : ” Lalu, kenapa kau berubah menjadi seorang Manusia seperti Aku ? “ Wanita itu menuntaskan : ” Sesaat setelah aku dikutuk, para Dewa memberikan keringanan kepadaku, mengenai cara supaya aku bisa berubah lagi ke wujud semula, yaitu dimana ketika aku disentuh oleh makhluk lain….

….Ketika kamu menyentuhku, dan kau adalah manusia, maka dari itu aku pun berubah menjadi manusia. Untuk menebus kebaikanmu, aku bersedia menikah denganmu…. ….Namun dengan satu Syarat. Bersumpahlah bahwa Kamu tidak akan menceritakan legenda danau toba dan pulau samosir kepada siapapun.

Jika sumpah ini kamu langgar, baik secara sengaja ataupun tidak, maka akan datang bencana besar yang akan menghancurkan desa ini dan sekitarnya… “ 2. Kisah Danau Toba : Masusia Ikan Menikah dengan Toba Antara senang dan khawatir terpampang jelas di wajah Toba. Senang karena dia akan memiliki istri yang selama ini menjadi harapannya.

legenda danau toba dan pulau samosir

Sedangkan rasa khawatir karena akan menikah dengan seorang yang bukan berasal dari manusia biasa, tapi jelmaan atau siluman. Namun, Toba tidak memperdulikan hal tersebut lebih jauh. Dia hanya berkomitmen untuk bisa hidup bersama dengan bahagia. Setelah percakapan selesai, beberapa waktu kemudian akhirnya mereka menikah. Hari-hari dilalui bersama dengan bahagia. Cinta semakin tumbuh diantara mereka. Perbedaan asal dan usul pun perlahan menyamar dan kemudian menghilang oleh rasa kasih serta sayang yang kian membesar.

Puncak kebahagiaan semakin terlihat tak kala sang istri melahirkan anak pertama mereka, yang diberi nama Samosir. Dia tumbuh dengan normal layaknya manusia biasa pada umumnya.

Hanya saja, keanehan mulai terlihat saat Samosir mengenal makanan.

legenda danau toba dan pulau samosir

Dia tumbuh sebagai sosok yang selalu merasa lapar. Bahkan meskipun dia sudah makan banyak, tidak lama kemudian dia akan kembali lapar. 3. Dongeng Danau Toba : Pelanggaran Sumpah Ketika Samosir menginjak usia anak-anak, yang gemar bermain bersama teman-temannya, dia juga tidak jarang membantu pekerjaan ibunya di rumah, dan ayahnya di kebun.

Dalam artian, pendidikan budi pekerti telah tertanam dalam dirinya. Suatu hari, Samosir diperintahkan ibunya untuk menghantarkan makan siang untuk sang ayah yang tengah bekerja di kebun, Samosir pun langsung meng’iya’kan dan bergegas menjenguk ayahnya. Namun di perjalanan, penyakitnya kambuh, dia merasa sangat lapar sekali, sehingga memakan makanan yang diperuntukkan kepada Ayahnya. Sayangnya, Samosir seakan hilang ingatan bahwa bekal tersebut bukan untuk dia. Setelah melahap sebagian besar bekal makanan tersebut, Samosir melanjutkan perjalanannya.

Di sisi lain, sang Ayah ternyata sudah menunggu cukup lama, karena Samosir tak kunjung tiba. Sesampainya ke kebun, Samosir memberikan bungkusan makan siang tersebut. Namun ketika dibuka, Toba melihat bahwa makanan itu sudah dimakan duluan, karena hanya tersisa sedikit, sedangkan dia dalam keadaan lelah dan amat lapar. Sontak sang Ayah marah dan bertanya kepada Samosir : ” Hai Samosir, kenapa makananku hanya tinggal sedikit? Apakah karena terjatuh, atau memang ini yang disediakan ibumu untukku…?

“ Dengan paras polos dan suara yang datar, Samosir pun menjawab dengan nada tenang : ” Maaf, Ayah. Tadi di perjalanan aku merasa sangat lapar, sehingga aku memakannya dan meninggalkannya sedikit. “. Mendengar ungkapan tersebut, Toba marah besar kepada anaknya. Dia mengeluarkan kata-kata makian, hingga akhirnya terloncatlah kalimat sumpah yang tidak boleh diucapkan tersebut : ” Kelewatan sekali kamu, Samosir.

Apa kamu tidak tahu bahwa aku sangat lelah dan lapar? Kenapa kamu malah memakannya? Dasar Anak Keturunan Ikan…!!! “. Setelah menyadari apa yang ia katakan, Toba merasa sangat menyesal sekali karena tidak sengaja telah melanggar sumpahnya terhadap sang istri.

4. Terbentuknya Danau Legenda danau toba dan pulau samosir dan Pulau Samosir Sementara, Samosir yang tidak tahu apa-apa itu langsung berlari berbalik arah untuk pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Sesampainya di rumah, sang Ibu pun bertanya : ” Wahai Anakku, Samosir. Kenapa engkau menangis? Apa yang terjadi pada dirimu? “ Di tengah isak tangis, Samosir pun menceritakan semuanya. Kaget bukan main, ketika ibunya mengetahui bahwa sang suami telah melanggar sumpahnya.

Dalam keadaan menangis, sang ibu pun menegaskan sesuatu kepada anaknya : ” Anakku, Samosir, sesungguhnya ayahmu telah berbuat begitu ceroboh, karena melanggar suatu sumpah. Untuk itu, pergilah kamu ke legenda danau toba dan pulau samosir suatu bukit, karena di desa ini akan segera datang bencana.” Tanpa berpikir panjang lagi, Samosir segera berlari menuju bukit paling tinggi di daerah tersebut. Benar saja, tidak lama turunlah hujan dengan begitu derasnya, petir-petir menggelegar dan disertai angin badan yang sangat kencang.

Cuaca buruk ini terjadi cukup lama, air menggenangi seluruh wilayah desa dan sekitarnya, sehingga terjadilah banjir besar, sedangkan angin badai menyapu seluruh rumah dan apapun yang dilaluinya.

Air yang kian meninggi akhirnya membentuk sebuah danau yang besar. Dalam beberapa sumber, selurug masyarakat desa tewas karena terendam banjir.

Samosir yang tertinggal seorang diri lama-kelamaan akbirnya wafat pula. Desa dan wilayah yang terendam banjir itulah yang konon saat ini kita kenal dengan Danau Toba, sedangkan pulau ditengah-tengahnya legenda danau toba dan pulau samosir Pulau Samosir, yang dulu menjadi tempat pelarian saat diperintahkan ibunya.

Hikmah dari Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Sejatinya, tidak semua dongeng rakyat iyu hanya ditujukan sebagai petunjuk asal-usul, hiburan semata maupun hanya dongeng pengantar tidur saja, namun juga pasti ada hal yang patut dipetik didalamnya. Nah, dibawah ini adalah beberapa Pesan Moral dalam Cerita Danau Toba dan Pulau Samosir, yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Diantaranya adalah : 1. Jangan Mengingkari Janji Janji merupakan suatu hal yang disepakati oleh dua orang atau lebih, untuk sama-sama menjaga, dan menghormati hal yang disetujui tersebut.

Begitu juga dengan Toba yang tidak boleh mengungkap identitas asli istrinya. Namun apa daya, dia mengingkarinya dan mau tidak mau, terpaksa menerima konsekuensi yang telah ditentukan sejak awal. Sehingga, dia harus menerima dampaknya. 2. Kemarahan hanya akan mendatangkan Kerugian Orang yang mampu menahan amarah adalah mereka-mereka yang penyabar, dan mampu menenangkan emosinya dengan baik, dan sikap seperti ini sangat disukai Allah SWT. Selain itu, kemarahan akan lebih besar karena pengaruh iblis yang memanaskan hati, sehingga seringkali suatu kemarahan dalam keadaan tertentu tidak bisa dikontrol.

Kemudian, akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. 3. Jangan Memarahi Anak berlebihan Anak adalah titipan dari Yang Maha Kuasa yang harus dijaga dan dirawat sepenuh hati. Memang wajar bila orangtua memarahi anaknya karena suatu kesalahan. Namun cukup seadanya saja, apalagi jika mereka masih kecil, sebab sangat berdampak pada mental mereka di masa mendatang.

Selain itu, seorang anak yang membuat kesalahan adalah hal yang biasa dan wajar. Penutup Demikianlah, artikel cerpen cerita rakyat kali ini tentang Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Lengkap beserta makna yang legenda danau toba dan pulau samosir didalamnya.

Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih. Selanjutnya : Cerita Malin Kundang si-Anak Durhaka Tulisan Legenda danau toba dan pulau samosir • ANIME BTS - 50+ GAMBAR FUN ART BTS TAMPAK SEPERTI ASLINYA • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses
Halo anak Nusantara!

Indonesia tidak hanya kaya dengan warisan tradisi dan budaya, tapi juga kaya akan cerita yang berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi, atau lebih kita kenal sebagai cerita rakyat.

Salah satu cerita rakyat yang masih cukup terkenal di telinga masyarakat saat ini adalah Legenda Danau Toba. Bagaimana cerita Legenda Danau Toba selengkapnya? Pada kesempatan kali ini, Munus akan membahas tentang legenda asal Sumatera Utara ini.

Asal Usul Legenda Danau Toba Legenda Danau Toba berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Legenda ini menceritakan asal usul dari terciptanya salah satu danau vulkanik terbesar di dunia yang terletak di Sumatera Utara, yaitu Danau Toba. Cerita Legenda Danau Toba Alkisah, ada seorang petani yang bernama Toba. Ia adalah sosok petani yang banyak menghabiskan waktu di sawah. Sebagai hiburan, Toba suka pergi memancing dan hasilnya akan Ia jual atau makan sendiri. Pada suatu hari ketika memancing ikan, Ia mendapat tangkapan seekor ikan mas.

Ikan ini memiliki ukuran yang lebih besar dari ikan mas pada umumnya. Setelah mendapat ikan tersebut, Toba kemudian memutuskan untuk pulang.

Pertemuan Toba Dengan Putri Ikan Mas yang Cantik Jelita Setelah Toba tiba di rumah, Ia langsung bersiap untuk membersihkan dan memotong ikan mas hasil tangkapannya. Tetapi, terjadi sebuah kejadian ajaib yang membuat Toba terkejut. Ikan mas yang Ia tangkap ternyata berubah menjadi seorang putri yang cantik jelita. Putri itu mengatakan bahwa Ia adalah putri yang dikutuk.

Sang putri lau berterima kasih kepada Toba karena telah membebaskannya dari kutukan tersebut. Toba yang melihat paras cantik jelita sang putri kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama. Putri pun bersedia untuk menjadi istri dari Toba. Baca Juga: Cerita Sangkuriang dan Legenda Gunung Tangkuban Perahu Larangan Dari Sang Putri Sebelum mereka menikah, sang putri memberikan satu syarat kepada Toba.

Syarat itu adalah larangan untuk mengungkap tentang asal usul sang putri yang dulunya adalah ikan. Setelah menikah, mereka kemudian dikaruniai putra yang diberi nama Samosir. Samosir adalah anak yang sedikit nakal dan aktif. Ia tidak pernah mau untuk membantu ayahnya bekerja, dan sering menolak ketika disuruh untuk memberikan bekal pada ayahnya yang sibuk bekerja di sawah.

Bahkan, Samosir sering menghabiskan jatah makanan keluarga karena nafsu makannya yang besar. Sampai pada suatu hari, Samosir diminta untuk memberikan bekal pada ayahnya. Pada awalnya, Samosir menolak tapi berkat paksaan ibunya, ia pergi untuk mengantarkan makanan tersebut.

Danau Toba dan Pulau Samosir (Sumber : Wikipedia) Di tengah perjalanan, Samosir merasa kelaparan. Kemudian, Samosir memakan bekal yang seharusnya diberikan pada ayahnya, sampai hanya sedikit yang tersisa. Toba yang terkejut dengan hal ini kemudian bertanya ke Samosir “Kenapa bekalnya hanya tinggal sedikit?”. Samosir kemudian menjelaskan bahwa Ia lapar saat di tengah perjalanan, karena itu Samosir memakan sebagian besar bekal ayahnya. Toba yang sudah kelelahan, kelaparan dan kehausan tidak bisa menahan emosinya lagi.

Dengan raut muka yang penuh amarah, keluarlah kata-kata yang seharusnya tidak dikatakan olehnya. “Dasar anak keturunan ikan”, teriak Toba kepada Samosir dengan nada penuh kekesalan. Samosir menangis dan langsung berlari ke rumah. Samosir kemudian menceritakan kejadian ini pada ibunya. Petaka Akibat Amarah Toba Sang putri yang mendengar cerita Samosir menangis kecewa atas tindakan suaminya.

Ia tidak percaya bahwa Toba melanggar satu-satunya larangan yang diberikan padanya, yaitu tidak menyebutkan asal usulnya sebagai ikan. Sang putri kemudian menggandeng Samosir dan dalam sekejap mata menghilang. Kejadian ajaib mulai terjadi. Tanah yang dipijak oleh sang putri tadi mengalir air yang sangat banyak dan tidak terbendung. Air yang tidak berhenti tersebut kemudian membuat seluruh desa menjadi tenggelam. Makna Dari Cerita Legenda Danau Toba Makna dari cerita Legenda Danau Toba adalah supaya kita menepati janji yang telah kita buat.

Saat ada masalah, jangan mementingkan emosi terlebih dahulu, tetapi usahakan untuk berpikir dengan kepala yang dingin. Jika amarah sudah keluar dan mengenai orang lain, maka kita akan menyesal jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sebagai akibat kemarahan kita. Legenda Danau Toba berlangsung turun temurun dari zaman nenek moyang sampai saat ini. Bahkan, beberapa orang masih percaya bahwa ada ikan yang merupakan perwujudan dari Toba sendiri.

Fakta Sejarah Seputar Danau Toba Danau Toba adalah salah satu danau vulkanik terbesar yang ada di dunia. Sejarah mengatakan bahwa danau ini berasal dari erupsi Gunung Toba yang meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu.

Erupsi Gunung Toba memiliki kekuatan yang sangat besar. Tebalnya debu vulkanik membuat sinar matahari tidak dapat menembus atmosfer bumi.

Hal ini berpengaruh pada fauna dan flora yang ada di bumi serta manusia. Erupsi ini membuat rantai migrasi dari Homo Sapiens, cikal bakal manusia modern, terputus. Bahkan, material asam belerang dari erupsi Gunung Toba dapat ditemukan sampai ke wilayah Kutub. Peta Danau Toba (Sumber : Wikipedia) Aktivitas tekto-vulkanik yang terjadi pada lempeng pertemuan Gunung Toba menyebabkan ledakan yang dahsyat. Fakta bahwa Danau Toba dulunya adalah sebuah kawah dikemukakan pertama kali oleh Geolog bernama Van Bemmelen.

Ia menemukan bahwa terdapat banyak endapan batu vulkanik. Karena itu, disimpulkan bahwa Danau Toba adalah kawah hasil erupsi gunung api. Baca Juga: Keong Mas: Cerita Rakyat dari Jawa Timur Baca Juga : Legenda Batu Menangis: Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Danau Toba dan pulau Samosir sampai saat ini masih lekat dengan asal usul dari Danau Toba.

Jika kalian tertarik untuk melihat Danau Toba, kalian bisa datang langsung ke Sumatera Utara dan menikmati salah satu danau vulkanik terbesar ini.Halo sobat, Apa kabarmu hari ini ?

Semoga baik – baik saja. Hari ini kita akan membahas kisah legenda Terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara. Danau Toba sendiri adalah sebuah Danau tekto-vulkanik yang merupakan danau terbesar di Asia Tenggara karena memiliki panjang 87 kilometer, lebar 27 kilometer, lokasi ketinggian 904 meter di atas permukaan laut.

Dari Kisah Legenda Terbentuknya Danau Toba ini adalah kisah turun temurun dari warga Sumatera Utara, yang memiliki banyak sekali nilai moral dan budaya yang dapat kita ambil manfaatnya. Untuk itu, Mari kita simak sama – sama kisahnya. Legenda Terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir 4.1 Related Posts: Kisah Toba dan Ikan Mas. sumber : indonesia-tourism.com Alkisah, zaman dahulu kala di sebuah desa di Sumatera Utara hiduplah petani bernama Toba yang tinggal menyendiri di sebuah lembah yang subur.

Selain membajak ladang, kadang-kadang Toba pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. sungai tempat dia memancing sangat legenda danau toba dan pulau samosir hingga dia dapat dengan mudah mendapatkan ikan untuk dimakan. Suatu hari Setelah capek bekerja di ladang, dia sangat ingin sekali memakan ikan, hingga dia putuskan untuk pergi memancing ke sungai. Beruntung sekali dia sore itu, dia mendapatkan seekor ikan Emas yang berukuran cukup besar untuknya makan malam.

Akan tetapi, Toba pun merasa ada sesuatu yang aneh legenda danau toba dan pulau samosir ikan tersebut. Tapi karena lapar dia ingin buru – buru pulang. Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, tapi kayu bakar di rumahnya habis.

Hingga terpaksa harus mencari kayu bakar di hutan. Tapi setelah mengumpulkan kayu bakar betapa terkejutnya dia, ikan besar di dapurnya tiba – tiba hilang. Baca juga : Legenda Sangkuriang Ikan itu berubah menjadi seorang Putri. Awalnya Toba marah karena ikan miliknya hilang. Tapi dia malah menjadi terkejut karena di tempat ikan tangkapannya yang tadi hilang terdapat beberapa keping uang emas.

Hingga dia menyangka ada seseorang yang masuk ke rumahnya dan benar saja, di dalam kamarnya terdapat seorang wanita yang berparas cantik tengah menyisir rambut. Toba langsung terpesona melihat kecantikan wanita itu. Setelah itu secara mengejutkan wanita itu berkata jika dia adalah jelmaan ikan Emas yang ditangkap oleh Toba dan emas – emas tadi adalah sisik dari ikan emas itu.

Setelah beberapa hari tinggal bersama, Toba yang sudah jatuh hati pada wanita itu melamarnya menikah dan wanita itu setuju, tapi dengan satu syarat jika dia tak boleh menyinggung asal usul dari wanita itu. Toba pun setuju. Samosir Tumbuh menjadi Anak yang Nakal Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir.

Anak itu sangat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas. Selain itu Samosir badannya gendut dan suka makan serta selalu lapar. Suatu hari Samosir diminta ibunya mengantarkan makanan untuk sang ayah, Toba.

Di tengah perjalanan, Samosir merasa lapar dan tanpa pikir panjang Samosir memakan makanan untuk ayahnya.

Sang ayah yang kelaparan terkejut melihat makanannya telah sedikit. Toba merasa sangat marah akan kelakuan Samosir dan melupakan janji pada istrinya.

Tanpa pikir panjang Dia mengumpat dan menyebut Samosir sebagai anak ikan yang tak tahu diuntung. Baca Juga : Legenda Lutung Kasarung Janji dilanggar Sang Putri Kembali Menjadi Ikan. Mendengar cerita anaknya samosir, si ibu sedih sekali, karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan kepada anak mereka. Si ibu akhirnya menyuruh Samosir untuk mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pada pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit.

Tanpa bertanya lagi, Samosir langsung mematuhi perintah ibunya dan segera pergi berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendaki pada pohon di puncak tertinggi. Pak Toba yang menyesal telah melanggar janji pada istrinya berlari menuju ke rumahnya, tapi istri dan anaknya sudah pergi.

Tiba – tiba bencana besar datang. Air keluar dengan sangat deras dari dalam rumahnya. Dia melihat istrinya melompat ke dalam air itu dan berubah kembali menjadi ikan. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, legenda danau toba dan pulau samosir mati tenggelam oleh genangan air.

Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedangkan pohon kecil berubah menjadi pulau yang dinamakan pulau Samosir. Dan itulah sobat kisah Legenda Terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir. Legenda danau toba dan pulau samosir dengan ini kita bisa mendapatkan pelajaran yang berharga untuk selalu menepati janji.

Sampai jumpa di kisah – kisah menarik lainnya. Mei 2022 S S R K J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 « Apr Pos-pos Terbaru • 5 Modifikasi Tubuh Ekstrim dan Aneh di Dunia • Polinasi adalah – 4 Macam Penyerbukan (Polinasi) • Qin Shi Huang, Kaisar China yang Ingin Hidup Abadi • Hukum Internasional Adalah – 4 Dasar Teorinya • 10 Contoh Bakteri Penyebab Layu pada Tanaman
Tentunya adik-adik sudah tahu bahwa di negara Indonesia terdapat banyak sekali danau.

Dan salah satu danau terbesar adalah danau Toba. Apakah adik-adik tahu bahwa ada sejarah asal usul danau Toba yang hingga saat ini menjadi legenda yang diceritakan turun temurun.

legenda danau toba dan pulau samosir

Tuk kita simak cerita legenda Danau Toba yang sangat terkenal ini. Danau Toba merupakan danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Supervulkan.

Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mi), dan kedalaman 1600 meter (5200 ft). Danau ini terletak di tengah pulau Sumatra bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2953 ft). Danau Toba dan Pulau Samosir Legenda dan Asal Usul Cerita Danau Toba dan Sejarah Pulau Samosir Lengkap Alkisah pada jaman dulu di sebuah desa di Sumatra Utara hiduplah seorang pemuda bernama Toba.

Ia hidup sebatang kara. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Para penduduk di desa itu adalah petani. Demikian juga dengan Toba. Walaupun hanya memiliki sepetak sawah berukuran kecil peninggalan orang tuanya, Toba tidak pernah kekurangan.

Ia selalu bersyukur atas hal itu meski hidupnya tergolong sangat sederhana. Pada suatu ketika, desa tempat tinggal Legenda danau toba dan pulau samosir dilanda kemarau panjang. Para penduduk kesulitan air. Sawah merekapun mengering. Persediaan di lumbung sudah hampir habis tapi hujan belum juga turun. Kekeringan yang melanda desanya tidak membuat Toba patah semangat. Ia memutuskan untuk ganti haluan sementara. Toba berencana mencari ikan ke laut. Diajaknya para penduduk desa untuk bersama sama melaut.

Pagi itu Toba dan para pemuda lainnya mulai mengumpulkan jala ikan yang mereka punya. Mereka juga menyiapkan perahu yang akan mereka pakai melaut. Setelah semua persiapan lengkap, berangkatlah Toba dan teman temannya sore itu. Setelah bergantian mendayung beberapa lama, sampailah Toba dan teman temannya di tengah laut. Mereka mulai menebar jaring dan menunggu hasilnya. Angin dingin yang berhembus tak mereka rasakan. Toba dan teman temannya menghabiskan waktu dengan berbincang sambil bersenda gurau.

Setelah menunggu dan menunggu, tak satupun jaring yang mereka tebar bergerak. Hari mendekati pagi. Akhirnya Toba dan teman temannya memutuskan untuk pulang. Dengan rasa lelah dan kecewa yang mendalam, mereka mengangkat jaring dan mendayung ke pantai. Rasa heran menghinggapi sebagian besar benak mereka termasuk Toba. “Heran.mengapa di laut juga paceklik ?

kemana ikan ikan di laut ini pergi?”, tanya Toba dalam hati. Beberapa hari setelah kejadian itu, mereka mencoba peruntungan lagi mencari ikan di laut. Tapi sungguh mengherankan, lagi lagi mereka pulang dengan tangan hampa. Bahkan beberapa kali setelahnyapun mereka tetap gagal walau telah berpindah pindah tempat. Ikan ikan itu seolah lenyap ditelan bumi. Legenda danau toba dan pulau samosir penduduk mulai putus asa. Mereka terancam kelaparan.

Satu persatu keluarga mulai pergi meninggalkan desa. Mereka ingin mengadu nasib di kota. Toba tetap bertahan di desanya. Ia merasa sedih jika harus meninggalkan rumah dan kampung tempat ia dibesarkan. Kenangan indah bersama orang tuanya membuatnya enggan untuk pergi. Ia berpendapat Tuhan akan memberi rejeki dimanapun mahluknya berada asalkan mereka mau berusaha. Toba mencoba lagi mencari ikan di laut.

Kali ini ia seorang diri karena tak seorangpun yang mau diajak serta. Sore hari Toba berangkat. Ia mendayung perahunya pelan pelan. Ia berpikir harus punya persediaan tenaga yang cukup karena ia harus mendayung sendiri. Begitu tiba di tengah laut, Toba segera menebar jaring yang dibawanya. Ia menunggu hasil sambil menatap bintang bintang di langit. Malam itu ia merindukan kembali masa kanak kanaknya. Toba terkenang akan kedua orang tuanya yang telah tiada.

Tiba tiba jaringnya bergerak gerak. Toba terkejut. Ia segera menarik jaringnya dengan tergesa gesa. “Berat sekali”, gumamnya. “Kelihatannya aku mendapat ikan yang sangat besar”, pikirnya lagi. Cerita Rakyat Asal Usul Danau Toba Toba merasa heran karena ia belum pernah melihat ikan seperti itu legenda danau toba dan pulau samosir. Karena hari sudah menjelang pagi, Toba memutuskan untuk mendayung perahunya ke pantai. Rasa lelah dan kantuk membuatnya ingin cepat cepat sampai di rumah.

Sambil mendayung, sesekali Toba memperhatikan ikan yang didapatnya. Sungguh aneh, ikan itu kelihatan sangat tenang.

Bahkan Toba merasa ikan itu balas menatapnya. Begitu sampai di rumah, ternyata ikan itu masih hidup. Karena tak tega melihatnya sangat lemas, Toba memasukkannya ke dalam sebuah tempayan besar yang berada di dapur. Ikan itu bergerak perlahan.

Terlihat ikan itu sangat senang karena Toba memasukkannya ke dalam air. Toba meninggalkannya dan beranjak ke kamarnya untuk beristirahat. Matahari sudah tinggi ketika Toba terbangun. Perutnya terasa sangat lapar karena ia belum makan apapun sejak kemarin sore. Toba segera berjalan ke dapur guna mencari sisa sisa padi simpanannya. Iapun teringat akan ikan yang dibawanya pulang tadi pagi. Toba sangat terkejut begitu tiba di dapur. Ia melihat aneka masakan terhidang di meja kecil yang terletak di sudut dapur.

“Makanan dari mana ini?”, pikirnya heran. “Siapa yang memasak semua ini?”. Toba sangat heran. Ia tertegun menatap semua itu. Rasa lapar yang menderanya membuat Toba melupakan sejenak keheranannya. “Mungkin Tuhan mengirim seseorang untuk mengantar makanan ini untukku”, pikirnya lagi. Ia segera mengambil piring dan mulai makan. Sungguh makanan yang sangat lezat.

Belum pernah Toba merasakan makanan selezat itu. Keesokan harinya Toba meninggalkan rumah pagi pagi. Ia pergi ke pantai hendak memeriksa kondisi perahunya. Toba tidak putus asa, ia berniat melaut lagi nanti malam.

Ia berpikir jika manusia mau berusaha, Tuhan pasti memberi rejeki. Ketika pulang ke rumah siang harinya, Toba kembali terkejut melihat aneka makanan tersaji di meja kecilnya di sudut dapur. Toba memeriksa seluruh rumah sampai ke halaman belakang, ia tidak menemukan seorangpun.

“Aneh sekali”, gumamnya. “Siapa yang mengirim semua makanan ini untukku ?”, tanyanya heran. Tapi lagi lagi Toba melupakan rasa herannya. Rasa lapar yang sedari tadi ditahannya membuatnya memutuskan untuk makan. Sore hari tiba. Toba bersiap siap untuk berangkat. Nasib sial rupanya belum mau meninggalkan dirinya. Toba pulang dengan tangan hampa. Ia tak mendapat ikan seekorpun. Siang hari ketika bangun tidur, kejadian yang sama terulang lagi. “Sudah tiga hari ini seseorang menyediakan makanan lezat untukku.

Siapakah dia ? Apa maksudnya ?”, gumam Toba penuh rasa heran. Toba makan sambil menyusun suatu rencana. Ia ingin sekali menemukan siapa gerangan yang menyajikan makanan untuknya. Keesokan paginya Toba pura pura meninggalkan rumah. Ia sekedar pergi menengok sawahnya yang kering. Tak berapa lama Toba kembali. Kali ini ia tidak langsung masuk ke dalam rumah. Toba berjalan mengendap endap menuju pintu dapur dari halaman belakang rumahnya.

legenda danau toba dan pulau samosir

Dari jauh Toba mencium bau masakan. “Ada seseorang yang sedang memasak”, pikirnya sambil terus berjalan. Tiba di pintu dapur, Toba mengintip lewat celah celah papan pintu. Ia melihat seorang gadis cantik sedang sibuk memasak. Tak sabar Toba segera membuka pintu dan melangkah masuk.

Sang gadis terperanjat. Ia membalik tubuhnya dan menatap Toba dengan legenda danau toba dan pulau samosir sangat terkejut. “Siapa kau ?”, tanya Toba. “Bagaimana kau bisa sampai di rumahku… ?”. Gadis itu terdiam sejenak. Sambil menunduk ia berkata “Akulah ikan yang kau temukan di laut tempo hari.”. Toba segera berjalan melihat ikan yang ditaruhnya di tempayan. Ikan itu tidak ada. “Apa maksudmu ?”, suara Toba agak meninggi. “Bagaimana mungkin ikan bisa berubah menjadi manusia seperti dirimu ?”, tanyanya lagi.

Dongeng Cerita Rakyat Danau Toba dari Sumatra Utara Toba masih belum percaya. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk”, kata sang gadis sambil menatap Toba. “Kutukan itu hilang jika ada manusia yang mau memeliharaku”. Akhirnya sang gadis menceritakan asal dirinya dan mengapa sampai ia dikutuk.

Toba terkesima mendengar semua ceritanya. “Tapi darimana kau mendapatkan bahan makanan untuk kau masak ?”, tanya Toba. Sungguh tidak masuk akal mengingat desanya yang sedang dilanda paceklik. “Aku memang dibekali kemampuan menyediakan bahan makanan untuk kumasak. Kemampuan itu semata mata untuk tanda terima kasih kepada siapapun yang bersedia memeliharaku”, kata sang gadis pelan. “Tapi sekarang kemampuan itu sudah hilang karena kau sudah tahu jati diriku”, lanjutnya lagi.

Toba merasa iba pada gadis itu. Ia mempersilahkan sang gadis untuk tetap tinggal di rumahnya jika ia mau. Sang gadis sungguh senang. “Dari tadi aku belum tahu namamu”, kata Toba. “Namaku Jelita Bang.”, kata sang gadis. “Apa kau tidak keberatan kupanggil abang ?”, tanyanya.

“Oh tak mengapa.”, jawab Toba. Ia mulai terpukau akan kecantikan Jelita. Hari berganti hari. Legenda danau toba dan pulau samosir dan Jelita hidup satu atap. Sungguh aneh. Sejak Toba bertemu Jelita, ia selalu mendapat banyak ikan jika melaut. Para penduduk desa yang lain akhirnya kembali mau melaut bersamanya. Toba legenda danau toba dan pulau samosir Jelita rupanya saling mencintai.

Jelita langsung menerima ketika Toba melamarnya. Hanya ada satu syarat yang diajukan Jelita. Ia minta agar Toba berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapapun asal usul dirinya. Tidak juga kepada anak mereka kelak. Toba berkata ia akan memegang teguh janjinya. Pesta perkawinan mereka digelar sangat sederhana. Para penduduk tidak curiga ketika Toba mengakui Jelita sebagai seorang gadis yatim piatu yang berasal dari desa yang sangat jauh.

Tak lama setelah pesta usai, hujan turun dengan derasnya. Para penduduk sangat senang karena musim paceklik akan segera usai. Toba dan Jelita hidup rukun. Mereka adalah sepasang suami istri yang serasi. Pasangan ini dikaruniai seorang anak laki laki yang mereka beri nama Samosir. Samosir adalah seorang anak laki laki yang tampan. Badannya tegap seperti ayahnya. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Samosir kini telah berusia 10 tahun. Sehari hari Toba bertanam padi di sawah.

Pekerjaan yang telah dilakoni keluarganya turun temurun. Tiap siang, Jelita selalu membawakan makanan untuk suaminya. Terkadang Samosir dibawanya serta. Kesempatan itu mereka gunakan untuk bercengkrama. Pada suatu ketika, Jelita merasa tidak enak badan. Ia meminta Samosir untuk membawakan makanan untuk ayahnya. Samosir tidak keberatan. Ia bahkan sangat senang bisa berjalan jalan sendiri tanpa ibunya.

Ia merasa dirinya sudah besar. Dalam perjalanan, Samosir bertemu dengan teman temannya yang mengajaknya bermain. Tanpa pikir panjang ia langsung bergabung dengan mereka. Samosir lupa akan tugas yang diberikan ibunya. Hari sudah menjelang sore ketika Samosir teringat akan makanan ayahnya. Dengan setengah berlari, Samosir bergegas ke sawah.

Sampai disana dilihatnya ayahnya sedang terduduk lemas di pinggir sawah. “Dari mana saja kau ? mana ibumu ?”, bentak Toba marah. Ia sangat lapar. Samosir takut sekali. Belum pernah ia melihat ayahnya semarah itu. “Ibu sakit, Pak…”, kata Samosir sambil menunduk. “Ibu minta tolong aku untuk mengantar makanan ini”. “Kenapa kau lama sekali…?”, sergah Toga.

Marahnya belum reda. “Maafkan aku Pak. Aku lupa. Aku asyik bermain dengan teman temanku”, suara Samosir bergetar menahan tangis. “Ya sudah. Bawa kemari makanan itu”, kata Toba. Suaranya mulai melunak. “Jangan kau ulangi lagi perbuatanmu ini. Hampir pingsan bapakmu ini kau buat.”. Sore itu, ayah dan anak berjalan pulang dalam kesunyian. Mereka memilih untuk diam. Keesokan harinya Jelita belum sehat. Ia belum kuat untuk mengantar makanan buat suaminya.

Jelita minta tolong Samosir sambil berpesan agar jangan terlambat. Toba telah menceritakan kealpaan Samosir kemarin kepadanya. Siang itu udara sangat panas. Matahari bersinar begitu teriknya. Samosir merasa dirinya lelah. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah pohon. Angin semilir membuatnya tertidur. Hari sudah menjelang sore ketika ia terbangun.

legenda danau toba dan pulau samosir

Alangkah terkejutnya Samosir ketika menyadari dirinya kembali terlambat membawakan makanan untuk ayahnya.

Lebih terlambat dari kemarin bahkan. Tanpa kenal lelah Samosir berlari menuju ke sawah. Dari jauh ia melihat ayahnya sedang duduk sendirian di pinggir sawah. “Darimana saja kau ?”, teriak ayahnya begitu melihat kedatangan Samosir. “Kau sengaja membiarkan aku kelaparan disini ??”, bentaknya lagi.

Hari yang panas membuatnya sangat lelah. Emosinya tak terkontrol lagi. “Kenapa kau diam saja ?”, kembali Toba membentak anaknya. Samosir tak mampu menatap ayahnya.

Apalagi berkata kata. Ia hanya diam menunduk. “Jawab !!”, suara Toba terdengar menggelegar. Dengan penuh amarah ia meraih bungkusan makanan yang dibawa anaknya dan melemparnya ke sawah.

“Dasar anak ikan.!!”, ujarnya lagi. Tangannya sampai gemetar menahan marah. Cerita Rakyat Danau Toba dari Sumatra Utara Samosir terkejut mendengar makian ayahnya. “Kenapa bapak bilang aku anak ikan ?”, tanyanya dengan berurai legenda danau toba dan pulau samosir mata.

“Memang kau anak ikan.!! Ibumu itu dulunya seekor ikan.!!”, jawab Toba dengan nada tinggi. Samosir berbalik arah dan berlari meninggalkan ayahnya. Toba terkesiap. Seketika itu juga ia sadar telah melanggar janji. Toba segera berlari menyusul sambil memanggil manggil anaknya. Samosir tak mendengar. Ia terus berlari sambil menangis. Tiba di rumah Samosir masih saja menangis. Bahkan tambah keras.

Jelita yang sedang berbaring terkejut melihat anaknya yang pulang sambil menangis. “Kenapa kau nak ?”, tanyanya lembut sambil membelai rambut Samosir. “Kata bapak aku anak ikan bu…”, kata Samosir sesegukan. “Apa benar ibu dulunya seekor ikan ?”, tanya Samosir sambil menengadah menatap wajah ibunya. Airmatanya mengalir deras.

Bagai tersambar petir Jelita mendengar penuturan anaknya. Jantungnya berdegub kencang. Wajahnya pucat. Toba yang baru tiba di depan pintu rumahnya tak mampu berbuat apa apa melihat istri dan anaknya yang berpelukan sambil menangis.

Jelita yang menyadari kedatangan suaminya segera berkata “Mengapa abang melanggar janji… ??”, tanyanya dengan nada kecewa yang mendalam.

“Rupanya kebersamaan kita ditakdirkan hanya sampai disini.”, kata Jelita pelan. Ia menuntun Samosir berjalan keluar rumah. “Maafkan abang, Jelita.”, kata Toba sambil berusaha menahan kepergian istri dan anaknya. “Terlambat bang…”, jawab Jelita tegas. “Aku harus pergi meninggalkanmu. Samosir kubawa serta.”, jawab Jelita sambil terus berjalan meninggalkan rumah. Samosir yang tak mengerti hanya diam saja. Toba berteriak teriak memanggil istri dan anaknya.

Jelita dan Samosir tak bergeming. Mereka terus berjalan. Tak berapa lama kemudian langit gelap gulita. Hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar nyambar menyilaukan mata. Sungguh aneh. Hujan deras tak jua mau berhenti.

Desa tempat legenda danau toba dan pulau samosir Toba tenggelam dibuatnya. Genangan air makin lama makin melebar. Itulah yang dikenal sebagai Danau Toba sekarang. Ketika banjir melanda, Jelita dan Samosir telah tiba di sebuah dataran yang tinggi. Mereka tidak ikut tenggelam. Dataran itu sekarang dikenal sebagai Pulau Samosir yang berada ditengah tengah Danau Toba.

Pesan moral dari Legenda dan Asal Usul Cerita Danau Toba dan Sejarah Pulau Samosir Lengkap ini adalah peganglah janji yang telah kamu ucapkan. Jangan mengecewakan orang lain karena kamu tidak bisa menepati janji. Orang yang ingkar janji tidak akan disukai oleh teman-temannya. Baca versi lain cerita rakyat asal mula danau Toba lainnya pada posting kami sebelumnya yaitu: • Cerita Legenda Danau Toba : Dongeng Rakyat Sumatera Utara • Kisah Dongeng Danau Toba Cerita Rakyat Sumatera Utara • Cerita Rakyat Indonesia Danau Toba • Cerita Rakyat Sumatera Utara Danau Toba Dan Lubuk Emas • Cerita Rakyat Asal Usul Danau Toba • Cerita Rakyat Indonesia : Dongeng Danau Toba • Cerita Rakyat Danau Toba dari Sumatra Utara • Cerita Rakyat Sumatera Utara : Asal Mula Danau Toba
Legenda Danau Toba yang akan kita ceritakan ini merupakan asal usul terbentuknya Danau Toba, salah satu danau terbesar dan yang terpopuler di Indonesia.

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik berukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Danau Toba termasuk danau terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Di tengah pulau ini terdapat sebuah pulau, yaitu Pulau Samosir yang terapung di atas Danau Toba.

Bagaimana kisah legenda terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir? Simak kisahnya berikut ini. Di sebuah desa yang gersang di Sumatra Utara, tinggallah seorang pemuda miskin yang setiap harinya bekerja sebagai petani.

Kemarau panjang menyebabkan seluruh daerah mengalami paceklik. Tidak ada tanaman pangan yang bisa tumbuh sehingga Pemuda tersebut pergi ke sungai dan mengail ikan untuk menu santapnya setiap hari. Sudah begitu lama ia duduk di tepi sungai, tetapi tak seekor ikan pun didapat.

Terik Matahari juga terasa membakar tubuhnya. ”Mungkin umpanku kali ini tidak enak sehingga tak ada satu pun ikan-ikan di sungai ini yang mau memakannya,” pikir pemuda tersebut. Namun, ia tidak punya pilihan selain bertahan dan berharap ada ikan, walaupun kecil, yang dapat diperolehnya hari itu.

20 September 2019 Menjelang senja, barulah kailnya terasa berat, pertanda ada ikan besar yang memakan umpannya. Dengan hati riang, diambilnya ikan tersebut untuk dimasukkan dalam keranjang. “Haha! Tidak rugi aku menunggu sejak tadi. Akhirnya, aku dapat juga seekor ikan yang sangat besar! Wah, baru kali ini aku lihat ada ikan sebesar ini. Aku akan berpesta malam ini,” kata si pemuda dengan bahagia. Sesaat saja sebelum jatuh ke dalam keranjang, ikan tersebut melompat dari pegangan tangan si pemuda dan terjatuh ke tanah.

Detik berikutnya, tanpa diduga ikan itu menjelma menjadi seorang putri yang cantik jelita. titikdua.net Alangkah terkejutnya si pemuda melihat hal tersebut. Sang Putri, yang menyadari kekagetan dan ketakutan si pemuda, berkata, “Jangan takut, Manusia. Aku tidak akan menyakitimu. Sesungguhnya aku yang berutang budi pada kebaikanmu. Aku telah dikutuk dewa. Oleh karena kau telah menyentuhku, aku berubah menjadi manusia sepertimu.

Mulai saat ini, aku akan mengabdi padamu.” Akhirnya, si pemuda membawa putri jelmaan ikan tersebut ke rumahnya. Sang putri membantu membereskan rumah, memasak, mencuci, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Karena takut akan anggapan buruk masyarakat, si pemuda bermaksud putri ikan menjadi istrinya.

Sang putri pun menjawab, “Aku bersedia menjadi istrimu, asalkan kau berjanji untuk tidak mengatakan pada siapa pun, termasuk pada anak kita nanti, tentang asal-usulku.” Si pemuda menyanggupi permintaan putri ikan dan tak lama kemudian, mereka berdua menikah.

Dari pernikahan mereka, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Samosir adalah seorang anak yang kuat, berani, dan besar. Seiring pertumbuhan tubuhnya, selera makan Samosir juga berlipat-lipat.

Setiap hari ibunya harus memasak nasi dalam jumlah yang banyak. Tentu saja untuk mendapatkan itu semua, si bapak harus bekerja lebih keras. Pada suatu hari, ayah Samosir pulang dalam keadaan letih dan lapar. Sepanjang perjalanan pulang, legenda danau toba dan pulau samosir terus membayangkan masakan istrinya sambil terus menahan rasa perih di perut. Segera setelah tiba di rumah, ia langsung menuju ke dapur untuk mengambil makanan.

Betapa terkejutnya ia begitu mendapati periuk nasi kosong. “Ibu!!! Apa kau tidak masak nasi hari ini? Aku lapar sekali!” Sang suami sangat kesal karena harapannya sepanjang perjalanan pulang tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan tergopoh-gopoh, si istri pun datang, “Tadi aku sudah memasak nasi, Pak.

Mungkin anakmu menghabiskan semuanya. Tunggu sebentar, Pak, aku masakkan lagi.” Mendengar penjelasan tersebut, habislah kesabarannya. Dengan murka, ia berteriak, “Samosir!

Kemari kau! Dasar anak ikan tak tahu diri! Kau habiskan semua makanan, tanpa kau ingat Bapakmu yang kelelahan dan kelaparan setelah seharian bekerja keras untuk menghidupimu dan Ibumu!” Mendengar perkataan suaminya yang kasar itu, hati putri ikan bagai disayat sembilu. Suaminya telah melanggar janji.

Ia telah mengatakan pada anak mereka tentang asal-usul dirinya. Dengan berlinang air mata, dihampirinya Samosir yang masih dimarahi oleh suaminya. ”Cukup sudah, Pak, kau telah melanggar janjimu sendiri. Aku akan pergi bersama anakmu.” Ibu dan anak itu pun berkemas dan pergi meninggalkan rumah.

Petani itu tertegun, menyesali perbuatannya yang tidak bisa menahan emosi. Kini ia sendiri, tanpa istri dan juga anak. Ia telah kehilangan mereka untuk selama-lamanya hanya karena seperiuk nasi. Berkali-kali petani itu memanggil istri dan anaknya,tetapi tetap saja kedua orang yang ia sayangi itu tak pernah kembali.

Tak berapa lama kemudian, di hadapannya muncul mata air yang menyembur dengan deras. Semakin lama air tersebut semakin banyak dan akhirnya, menenggelamkan desa. Sekarang orang mengenal desa yang tenggelam itu dengan sebutan Danau Toba. Pesan cerita legenda Danau Toba Sumatera Utara: Bersabarlah dalam menghadapi semua masalah. Jangan gegabah bertindak dan berkata-kata.

Proses terjadinya danau Toba dan indahnya wisata samosir - Wonderful samosir.




2022 www.videocon.com