Lambang sila kedua pancasila adalah

lambang sila kedua pancasila adalah

Makna Sila ke-2, Penerapan Sila ke-2 & Lambang Sila ke-2 – Tak bisa dipungkiri kalau negara tidak memiliki harapan dan cerminan pasti akan mudah terpecah belah atau mungkin menjadi kehancuran. Oleh karena itu, setiap negara perlu untuk memiliki harapan dan cerminan bangsanya. Biasanya kedua hal tersebut tercantum di dasar negara. Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu Pancasila dikatakan sebagai Dasar negara Indonesia.

Di dalam Pancasila terdapat harapan dan cerminan bangsa Indonesia. Harapan itu akan terwujud jika bangsa dan negara Indonesia mau bekerja sama. Sedangkan, cerminan merupakan kondisi sikap, perilaku, sifat, kebudayaan, dan lain-lain yang ada di Indonesia. Harapan bangsa dan negara Indonesia tercantum di salah satu sila yang ada di Pancasila, yaitu sila ke-2.

lambang sila kedua pancasila adalah

Dengan sila ke-2 ini, harapan bangsa dan Indonesia sangat tergambar dengan jelas yakni ingin membuat kesamaan derajat sesama manusia Indonesia. Ingin tahu lebih jelas tentang sila ke-2? Pengertian, lambang, hingga perilaku dan sikap yang perlu diterapkan akan menjadi pembahasan di artikel ini. Grameds, simak penjelasan tentang sila ke-2 ini sampai habis ya.

Rp 70.000 • Pengertian Sila ke-2 Lambang sila kedua pancasila adalah • Anda Mungkin Juga Menyukai • Lambang Sila ke-2 • 1. Bentuk Rantai Bulat dan Persegi • 2. Bentuk Rantai yang Tidak Putus • 3.

Warna Dasar Merah • Nilai-Nilai Sila ke-2 • 1. Kesopanan dan Beradab • 2. Rasa Empati dan Kasih Sayang • 3. Kesamaan Derajat Sesama Manusia • 4. Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan • Rekomendasi Buku Terkait Sila Ke 2 • Penerapan Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari • 1. Bersikap Adil Untuk Diri Sendiri atau Orang Lain • 2. Tidak Memilih-milih Pertemanan • 3.

Melakukan Kegiatan Kemanusiaan • 4. Tidak Main Hakim Sendiri • 5. Menghormati Orang Tua • 6. Berperilaku Baik Terhadap Orang Lain • 7. Bersikap Hormat dan Bekerja Sama dengan Bangsa Lain • Fungsi Sila ke-2 dalam Kehidupan • 1.

Menjaga Keadilan • 2. Mencegah Terjadinya Tindakan Kekerasan • 3. Membuat Kesetaraan Derajat Sesama Manusia • 5. Menjaga Norma-Norma dan Kebudayaan • Kesimpulan Pengertian Sila ke-2 Pancasila Mungkin masih ada sebagian orang yang belum tahu bunyi dari sila ke-2. Hal seperti sangat disayangkan karena jika tidak mengetahui bagaimana kita bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dikehidupan sehari-hari. Tidak adanya perilaku dan sikap yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila akan membuat Indonesia rentan terhadap yang namanya konflik.

Pancasila ada lima, di setiap silanya akan ada nilai yang bisa dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan sila ke-2 adalah sila yang didalamnya terdapat nilai kemanusiaan. Adapun bunyi sila ke-2 yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Sila ke-2 ini tidak akan berfungsi dengan baik jika banyak bangsa Indonesia yang tidak menerapkannya dalam kehidupan bermasyrakat, sangat disayangkan bukan?

Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai warga negara yang berkeinginan hidup tentram, aman, dan damai sesama masyarakat, maka harus menerapkan nilai dari sila ke-2 ini.

Bahkan, lebih baik lagi jika kita punya seorang anak, sudah memberikan nilai sila ke-2 sejak dini. Nilai Pancasila yang sudah ditanamkan sejak dini akan mudah dimengerti dan kelak ketika dewasa sudah terbiasa menerapkan nilai-nilai Pancasila terutama sila ke-2.

lambang sila kedua pancasila adalah

Namun, untuk menerapkannya nilai sila ke-2 Pancasila memang tidak mudah. Maka dari itu, agar nilai sila ke-2 mudah dipahami, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan sila ke-2.

lambang sila kedua pancasila adalah

Mulai dari lambang sila ke-2 hingga fungsi dari sila ke-2. Jadi, selamat membaca dan simak penjelasannya, Grameds. Lambang Sila ke-2 Lambang utama dari sila ke-2 adalah rantai berwarna emas dengan warna dasar merah. Rantai dari lambang sila ke-2 terdapat dua bentuk yaitu bentuk bulat dan persegi.

Berikut penjelasan makna lambang dari sila ke-2. 1.

lambang sila kedua pancasila adalah

Bentuk Rantai Bulat dan Persegi Rantai bulat pada sila ke-2 mempunyai makna laki-laki. Laki-laki selalu identik dengan yang namanya kekuatan. Seperti yang diucapkan Bung Karno “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari kalimat Bung Karno sudah tergambarkan betapa kuatnya seorang laki-laki terutama dalam membela negara.

Saat ini, sudah banyak cara untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia. Salah satu cara tersebut adalah dengan memenangkan kejuaraan tingkat dunia. Baik itu, kejuaraan Olimpiade olahraga atau akademik. Dari lambang rantai berbentuk bulat ini, maka sudah semestinya laki-laki yang ada di Indonesia turut membantu Indonesia ke arah yang lebih baik.

Namun, untuk membuat Indonesia ke arah yang lebih baik dibutuhkan juga peran wanita. Peran wanita tidak kalah penting dalam membangun Indonesia. Jika ketika kembali lagi ke masa lalu, ada banyak sekali wanita-wanita kuat dan hebat yang membantu Indonesia lambang sila kedua pancasila adalah Merdeka. Begitu pun di masa sekarang yang sudah banyak wanita-wanita hebat yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia, seperti dua ganda putri bulutangkis Indonesia yang sudah memenangkan emas Olimpiade Tokyo, Jepang.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa peran laki-laki dan wanita di Indonesia sangat menentukan dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Singkatnya, laki-laki dan wanita harus saling bergotong royong untuk menuju Indonesia lebih baik! 2. Bentuk Rantai yang Tidak Putus Rantai yang terputus-putus mempunyai makna kalau rantai tersebut sangat tidak kokoh dan kuat.

Sedangkan rantai yang tidak putus, atau bahkan hingga saling terhubung, maka rantai tersebut sangat kuat dan kokoh sehingga tidak mudah dipisahkan. Rantai yang tidak putus itulah yang menjadi lambang dari sila ke-2 Pancasila. Dengan kata lain, sila ke-2 mempunyai makna persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti ketika Indonesia ingin merdeka dibutuhkan kerja sama dan saling bahu membahu untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Singkatnya, sila ke-2 memberikan nilai bahwa untuk menjadi bangsa lambang sila kedua pancasila adalah negara yang kuat dan kokoh, maka persatuan dan kesatuan harus dijaga. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia adalah saling menghargai, saling menghormati, dan bergotong royong. Lalu, sudahkah Anda melakukan ketiga hal tersebut? 3. Warna Dasar Merah Di Indonesia warna merah berarti berani dan lambang sila kedua pancasila adalah, seperti bendera Indonesia yang memiliki warna merah.

Bukan hanya di bendera Indonesia, warna dasar lambang sila ke-2 juga berwarna merah. Warna dasar merah pada lambang sila ke-2 dapat dimaknai bahwa untuk membuat Indonesia lebih maju dan baik dibutuhkan keberanian dan kekuatan dari putra dan putrinya.

Itulah mengapa warna merah dipilih sebagai warna dasar dari lambang sila ke-2. Seperti yang kita tahu bahwa dalam membangun sebuah negara ke arah yang lebih baik dibutuhkan keberanian dan kekuatan. Oleh karena itu, putra dan putri Indonesia harus mulai saling bergotong royong.

Nilai-Nilai Sila ke-2 Sila ke-2 dari Pancasila memiliki beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Simak nilai-nilai sila ke-2 di bawah ini. 1. Kesopanan dan Beradab Nilai pertama dari sila kedua yaitu kesopanan dan adab. Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa sila ke-2 berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Dari bunyi sila ke-2, maka bangsa Indonesia perlu berperilaku dan bersikpa sopan dan berada sesama manusia lainnya.

Apa jadinya jika dalam bermasyarakat setiap manusia tidak memiliki rasa sopan dan beradab? Tentunya akan ada banyak manusia yang berperilaku dan bersikap dengan etika yang tidak baik. Oleh karena itu, Indonesia membuat Pancasila supaya nilai-nilainya bisa menjaga ketentraman bangsa Indonesia.

Terlebih pada sila ke-2 yang di mana mengajarkan kita untuk beretika baik terhadap sesama manusia. 2. Rasa Empati dan Kasih Sayang Nilai kedua dari sila ke-2 yaitu rasa empati dan kasih sayang. Pada dasarnya manusia akan ikut merasakan kesedihan ketika rasa empati dan kasih sayangnya tersentuh. Dengan adanya kedua rasa tersebut, bangsa Indonesia akan mudah untuk saling tolong menolong.

Tidak semua masyarakat Indonesia hidup berkehidupan yang cukup dan tenang. Bagi mereka yang memiliki hidup kurang cukup dan tidak bisa hidup dengan tenang sangat membutuhkan perhatian dari orang lain supaya hidup yang dijalaninya menjadi lebih semangat.

Adanya sila ke-2, rasa empati dan kasih sayang masyarakat Indonesia menjadi meningkat. Rasa empati dan kasih sayang ini sangat diperlukan dalam membantu kehidupan orang lain terutama mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan kita. 3.

lambang sila kedua pancasila adalah

Kesamaan Derajat Sesama Manusia Nilai keempat dari sila ke-2 yaitu nilai kesamaan derajat manusia. Dengan adanya nilai, maka sudah semestinya sesama manusia tidak saling menunjukkan siapa yang lebih baik atau siapa yang lebih buruk.

Meskipun Indonesia memiliki keberagaman suku, ras, budaya, dan agama, bukan berarti sesama manusia saling menjatuhkan. Di mata negara dan hukum, semua manusia mempunyai derajat yang sama. Dengan kata Oleh karena itu, sila ke-2 memberikan nilai-nilai kehidupan berupa persamaan derajat manusia. Adanya nilai ini, bangsa Indonesia perlu mengakui bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. 4. Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan Nilai kelima dari sila ke-2 yaitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Kemanuasiaan harus dijunjung tinggi supaya tidak ada tindak kekerasan. Adanya tindakan kekerasan di suatu negara menandakan bahwa negara tersebut sedang tidak baik-baik saja. Tuhan menciptakan berbagai macam sifat dan karakter manusia. Oleh karena itu, sebagai sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah seharusnya tidak saling menjatuhkan. Dengan kata lain, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Adanya nilai ini membuat kita tersadar bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan akan memberikan manfaat, seperti kehidupan yang tenang karena tidak perlu membanding-bandingkan, membuat bahagia orang lain karena dapat memberikan bantuan, kehidupan tentram dan makmur akan sering dirasakan, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi Buku Terkait Sila Ke 2 Dalam buku ini, penulis menunjukkan masalah itu. Namun, meski saling berbeda, mereka harus mengejar dan mencari pengertian keadilan yang mungkin bisa diraih. Buku ini ingin mengajak para pembaca memahami ide-ide dasar dalam keadilan, seperti ide fairness, lambang sila kedua pancasila adalah, dan politik. Pemahaman dan penerapan prinsipprinsip keadilan sangat penting bagi bangsa Indonesia yang sangat majemuk agar kesatuan kita tetap bertahan dan bermakna, meski tentu tidak pernah sempurna.

Tidak hanya memahami keadilan, penulis juga mengajak kita ikut memperjuangkannya dalam kehidupan keseharian dan bernegara. Kearifan lokal, Pancasila, dan filsafat Keindonesiaan merupakan tema-tema yang menjadi kerinduan para penulis buku ini.

Kami, para pembelajar yang tergabung dalam Asosiasi Filosof-filosof Katolik Indonesia (AFKI), sungguh mencintai “Keindonesiaan” dan berusaha menemukan pesan-pesan kearifannya untuk revitalisasi makna Pancasila, yang oleh Bung Karno disebut, perekat atau penjaga keutuhan bangsa Indonesia. Buku ini terdiri dari 35 esai filosofis, berasal dari berbagai “Kearifan Lokal” yang membentang luas dan indah di seluruh tanah Indonesia. Esai kedua sampai kedelapan mengurai kearifan lokal “Ketuhanan”; kesembilan – keempat belas, “Kemanusiaan”; kelima belas – kedua puluh satu, “Kebersatuan”; kedua puluh dua – kedua puluh enam, “Musyawarah dan demokrasi”; dan kedua puluh tujuh – ketiga puluh dua, “tata Keadilan”.

Adalah harapan kami, semoga esai-esai ini menjadi “butir-butir emas” Filsafat Keindonesiaan. Saat pembangunan Indonesia diharapkan memberikan kehidupan layak bagi semua golongan masyarakat, sudah selayaknya kita kembali pada cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Penerapan Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari Bagaimana contoh perilaku dan sikap sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari? Di bawah ini akan diberikan contoh-contoh sikap dan perilaku yang yang mencerminkan sila ke-2. 1. Bersikap Adil Untuk Diri Sendiri atau Orang Lain Bersikap adil untuk diri sendiri dan orang lain adalah contoh perilaku yang mencerminkan sila ke-2. Awal-awal memang susah untuk melakukan hal seperti itu, tetapi jika kita sudah terbiasa melakukannya perlahan-lahan lambang sila kedua pancasila adalah adil akan mudah dilakukan.

Bersikap adil dapat dimulai dengan cara selalu melihat suatu hal dengan sisi objektif. Dengan kata lain, tidak menguntungkan satu pihak saja. Terlebih lagi bagi para penegak hukum yang sangat perlu menanamkan sikap dan perilaku adil untuk diri sendiri atau orang lain dalam kehidupannya. 2. Tidak Memilih-milih Pertemanan Perilaku yang bisa kamu lakukan untuk mencerminkan sila ke-2 adalah selalu berteman dengan siapa saja. Dengan kata lain, tidak memilih-milih teman berdasarkan agama, ras, suku, kaya, miskin, dan sebagainya.

Sikap dan perilaku membeda-bedakan orang lain sangatlah tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk menerapkan perilaku ini, bisa kamu lakukan ketika menjalani hidup di lingkungan baru, seperti sekolah baru. Ketika kita berpindah ke sekolah baru, sebaiknya kamu tidak memilih-milih pertemanan. Semakin banyak teman akan membuat kita semakin bahagia. 3. Melakukan Kegiatan Kemanusiaan Setiap manusia pasti akan membutuhkan bantuan orang lain.

Terlebih lagi ketika ada bencana yang datang di suatu daerah. Sudah pasti masyarakat sekitar situ akan sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Maka dari itu sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang membantu korban bencana alam. Ikut kegiatan kemanusiaan ini merupakan perilaku dan sikap yang mencerminkan sila ke-2.

lambang sila kedua pancasila adalah

Oleh karena itu, kamu jangan pernah malu jika ikut kegiatan kemanusiaan karena ketika ikut kegiatan tersebut berarti kamu seseorang yang pancasilais. 4. Tidak Main Hakim Sendiri “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” adalah bunyi dari sila ke-2. Jadi, sudah seharusnya kita sebagai bangsa yang baik tidak melakukan kekerasan kepada orang lain.

Begitu pun main hakim sendiri juga tidak boleh dilakukan. Ketika kamu sudah melakukan main hakim sendiri, maka kamu sama saja sudah melakukan tindak kekerasan. Bahkan, main hakim sendiri tidak mencerminkan sila ke-2. Oleh karena itu, perilaku dan sikap tidak main hakim sendiri harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi apakah kamu sudah menerapkan perilaku dan sikap tidak main hakim sendiri? 5. Menghormati Orang Tua Sudah seharusnya bagi seorang anak untuk menghormati orang tua.

Dengan menghormati orang tua, maka kamu sudah menerapkan perilaku dan sikap yang mencerminkan sila ke-2. Bahkan, ketika kamu menghormati orang tua, maka orang tua akan lebih sayang terhadap kamu.

6. Berperilaku Baik Terhadap Orang Lain Perilaku yang mencerminkan sila ke-2 berikutnya adalah berperilaku baik kepada orang lain. Dengan melakukan hal ini, maka orang lain akan menghargai diri kita. Bukan hanya itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan terus terjaga. Berperilaku baik ini bisa dilakukan dengan cara tidak berbuat seenaknya terhadap orang lain. Tindakan semena-mena terhadap orang lain bisa membuat orang lain marah dan kecewa.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah konflik. 7. Bersikap Hormat dan Bekerja Sama dengan Bangsa Lain Dalam menjalin komunikasi internasional kita harus saling memberi hormat kepada bangsa lain supaya dapat melakukan kerja sama. Kerja sama antar kedua negara akan memberikan manfaat bagi suatu negara terutama untuk memajukan suatu negara.

Fungsi Sila ke-2 dalam Kehidupan 1. Menjaga Keadilan Adanya sila ke-2 ini berfungsi untuk menjaga keadilan yang ada di Indonesia. Keadilan harus dijaga karena setiap manusia memiliki derajat yang sama terutama di mata hukum.

Jika tak ada Pancasila atau sila ke-2 kemungkinan besar sesama manusia kan berbuat curang dan jahat. 2. Mencegah Terjadinya Tindakan Kekerasan Sila ke-2 sangat berfungsi untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia bisa menyebabkan konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Lebih parahnya lagi bisa memecah belah sesama bangsa Indonesia. Intinya, tindakan kekerasan harus dicegah supaya bangsa dan negara Indonesia tidak terpecah belah.

3. Membuat Kesetaraan Derajat Sesama Manusia Beberapa orang sering membeda-bedakan derajat orang lain tak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu bangsa dan negara Indonesia membuat sila ke-2 ini supaya tidak ada yang membeda-bedakan orang lain. Dengan kata lain, sila ke-2 berfungsi untuk lambang sila kedua pancasila adalah seluruh bangsa Indonesia memiliki derajat yang sama.

5. Menjaga Norma-Norma dan Kebudayaan Fungsi sila-2 umumnya seputar manusia, tetapi sila ke-2 memiliki fungsi di luar dari tentang manusia, yaitu menjaga norma-norma dan kebudayaan yang sudah ada di Indonesia sejak lama. Norma-norma dan kebudayaan yang terus dijaga, maka bangsa dan negara Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.

Kesimpulan Sila ke-2 ini mengajarkan kita sebagai bangsa Indonesia untuk berperilaku dan bersikap adil terhadap sesama lambang sila kedua pancasila adalah. Adanya sikap dan perilaku seperti itu akan membuat kehidupan bermasyarakat lebih damai dan tentram. Kedamaian dan ketentraman bisa memunculkan keharmonisan di lingkungan sosial. Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk jadi seorang pancasilais.

Recent Post • Review Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari Mei 9, 2022 • Yuk, Berkenalan dengan 23 Member NCT! Mei 9, 2022 • Review Novel Unfamiliar Twins Mei 9, 2022 • Review Novel Layla Majnun Mei 9, 2022 • Memahami Arti Bad Mood dan Cara Mengatasinya Mei 9, 2022 • Review Novel Inevitably in Love Karya Cecilia Wang Mei 9, 2022 • 16 Ciri Istri Atau Pacar Selingkuh, Para Suami Harus Tau Mei 9, 2022 • Review Novel Mozachiko Karya Poppi Pertiwi Mei 9, 2022 • 10 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris Bertema English Classics Mei 9, 2022 lambang sila kedua pancasila adalah Review Novel Peter Karya Risa Saraswati Mei 9, 2022 Bobo.id - Siapa yang tahu makna rantai pada Pancasila yang merupakan lambang sila kedua pancasila?

Rantai dijadikan sebagai lambang yang menggambarkan isi dari sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan Beradab". Kira-kira apa makna rantai pada pancasila, ya? Yuk, simak penjelasannya di sini! Baca Juga: Makna Bagian Tubuh Garuda Pancasila, Lambang Negara Indonesia Makna Rantai pada Pancasila Rantai merupakan lambang dari sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil berwarna emas ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu. Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri dari mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat digunakan untuk melambangkan laki-laki, sedangkan lingkaran digunakan untuk melambangkan lambang sila kedua pancasila adalah. Baca Juga: Kenapa Tanggal 1 Juni Kita Memperingati Hari Lahir Pancasila
Jakarta - Lambang Pancasila adalah burung Garuda dengan 5 perisai yang melambangkan setiap silanya mulai dari sila ke-1 hingga sila ke-5.

Lantas apa arti lambang Pancasila? Secara umum, Pancasila sebagai landasan dan ideologi bagi bangsa Indonesia tak hanya sebatas identitas dan simbol saja. Namun, mencerminkan makna dan nilai-nilai luhur di dalamnya. Berikut ini arti lambang Pancasila, makna, dan bunyinya dikutip dari buku "Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan" oleh Dr. H.

Muhammad Rakhmat, SH., MH. Arti Lambang Garuda Pancasila Lambang Garuda Pancasila merupakan lambang negara yang terdiri atas kumpulan lambang-lambang yang memiliki arti dan makna tersurat maupun tersirat. Berikut ulasannya: 1. Burung Garuda Lambang Pancasila adalah Garuda Pancasila yang berwujud Burung Garuda. Burung Garuda merupakan raja dari segala burung yang juga dikenal sebagai Burung Sakti Elang Rajawali.

Burung Garuda melambang kekuatan dan gerak yang dinamis yang terlihat dari sayapnya yang mengembang, siap terbang ke angkasa. Dengan sayapnya yang mengembang siap terbang ke angkasa, melambangkan dinamika dan semangat untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.

2. Cengkraman Kaki Burung Garuda Kedua kaki Burung Garuda yang kokoh mencengkeram pita putih yang bertuliskan seloka yang berbunyi: Bhinneka Tunggal Ika. Seloka ini diambil dari buku buku Sutasoma, karangan Empu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika, berarti "berbeda-beda tetapi satu jua". Slogan ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan suku, agama, budaya, dan sebagainya.

3. Warna Emas Warna pokok dari Burung Garuda, adalah kuning emas. Warna kuning emas melambangkan keagungan. Bangsa Indonesia senan tiasa menjunjung tinggi martabat bangsa yang bersifat agung dan luhur. 4. Jumlah Bulu Jumlah bulu yang berada pada Garuda Pancasila terkait dengan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia, di antaranya: - Bulu pada sayap kanan dan kiri, masing-masing berjumlah 17 helai (menunjukkan tanggal 17) - Bulu ekor berjumlah delapan helai (menunjukkan bulan 8 atau Agustus).

- Di bawah kalung perisai yang menghubungkan dengan ekor terdapat bulu berjumlah 19 dan bulu pada leher berjumlah 45 (menunjukkan angka tahun 1945). Baca lambang sila kedua pancasila adalah Makna Simbol Pancasila, Lengkap dengan Nilai-Nilai Sila Kesatu hingga Kelima Angka-angka yang menunjuk tanggal 17 Agustus 1945 ini bermakna historis untuk membangun proses penyadaran bagi setiap warga negara Indonesia agar menghargai waktu dan selalu mengingat sejarahnya.

5. Perisai Perisai merupakan lambang perjuangan dan perlindungan, karena perisai sering dibawa ke medan perang oleh para prajurit untuk melindungi diri dari serangan musuh.

Garis melintang yang membagi perisai menjadi ruang atas dan bawah melambangkan garis Khatulistiwa yang memang membelah Kepulauan Indonesia. Perisai yang merupakan lambang perjuangan dan perlindungan ini terbagi atas lima bagian, yang masing-masing melambangkan sila-sila dalam Lambang sila kedua pancasila adalah. Arti lambang Pancasila Jakarta - Lambang Pancasila terdapat dalam lambang negara Garuda Pancasila di bagian perisai di dada. Ternyata, ada urutan lambang Pancasila yang perlu diketahui detikers.

Apa saja? Lambang Pancasila juga dipisahkan oleh garis hitam mendatar yang melambangkan garis khatulistiwa. Hal ini menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa dari timur ke barat. Urutan Lambang Pancasila 1. Bintang tunggal, simbol Pancasila sila pertama Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Bintang emas menempati bagian tengah perisai. Bintang emas memiliki latar berwarna hitam.

Bintang dalam simbol Pancasila sila pertama melambangkan cahaya kerohanian yang dipancarkan Tuhan pada setiap manusia. Simbol bintang bersudut lima juga melambangkan cahaya yang menerangi dasar negara yang terdiri dari 5 sila.

2. Rantai emas, simbol Pancasila sila kedua Rantai emas melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai emas berlatar merah terletak di bagian kanan bawah perisai. Rantai emas terdiri atas mata rantai yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran. Rantai dalam simbol Pancasila sila kedua melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu menjadi kuat seperti sebuah rantai. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sementara mata rantai lingkaran melambangkan perempuan.

Rantai dalam simbol Pancasila sila kedua juga memiliki makna manusia yang berkemanusiaan dalam filosofi Pancasila adalah manusia yang dapat menerapkan nilai kemanusiaan ke dalam bentuk sikap tindak yang mengakui persamaan derajat, dengan mengembangkan sikap saling mencintai, bersikap tenggang rasa, dan tidak semena-mena dengan orang lain. 3. Pohon beringin, simbol Pancasila sila ketiga Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia.

Simbol pohon beringin berwarna hijau dengan latar berwarna putih. Simbol pohon beringin terletak di bagian kanan atas Pancasila. Pohon beringin dalam simbol Pancasila sila ketiga melambangkan Indonesia, dengan semua rakyat Indonesia dapat bernaung di bawah naungan negara Indonesia.

Pohon beringin digunakan sebagai simbol Pancasila karena merupakan pohon besar yang dapat meneduhi banyak orang di bawahnya. Sulur dan akar pohon beringin yang menjalar ke segala arah dikorelasikan dengan keragaman suku-bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia. Baca juga: Pohon Beringin: Manfaat, Habitat, dan Filosofinya dalam Kebudayaan Jawa 4. Kepala banteng, simbol Pancasila sila keempat Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

lambang sila kedua pancasila adalah

Simbol kepala banteng berwarna hitam putih memiliki latar warna merah. Simbol kepala banteng terletak di bagian kiri atas perisai. Banteng dalam simbol Pancasila sila kelima melambangkan permusyawarahan. Banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya bermusyawarah, dengan orang-orang berdiskusi untuk melahirkan sebuah keputusan.

5. Padi dan kapas, simbol Pancasila sila kelima Padi dan kapas adalah simbol sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Simbol padi berwarna kuning dan kapas berwarna hijau, dengan latar berwarna putih. Simbol padi dan kapas terletak di bagian kiri bawah perisai.

Padi dalam simbol Pancasila sila kelima melambangkan pangan dan sandang, syarat pokok kemakmuran. Padi dan kapas merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan papan. Nah, demikian urutan lambang Pancasila sila pertama sampai kelima. Selamat belajar, detikers! Simak Video " Menengok Kampung Pancasila Ciamis yang Punya 4 Rumah Ibadah Berdekatan" [Gambas:Video 20detik] (twu/pay)

Fungsi daripada pancasila adalah sebagai dasar negara yang mencermikan kepribadian bangsa Indonesia. Setiap sila mempunyai lambang dengan makna yang berbeda. Lambang pancasila adalah burung garuda yang bermakna kekuatan dengan warna emas sebagai simbol kemuliaan. Adapun lambang sila kedua pancasila adalah rantai emas dengan mata rantai kota dan bulat. Lambang sila kedua pancasila ini memiliki makna hubungan timbal balik antar manusia, dimana gelang berbentuk kota menggambarkan seorang laki-laki dan gelang berbentuk lingkaran menggambarkan seorang perempuan.

Total terdapat 17 mata rantai dalam lambang sila kedua pancasila tersebut. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara, ke-17 mata rantai tersebut saling menyambung dan tidak terputus sebagaimana sifat manusia yang saling terikat.

Hal inilah yang akan membentuk rantai kemanusiaan yang kuat. Sila kedua pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Menurut buku Suplemen Buku Ajar Pendidikan Pancasila karya Yulia Djahir (2015:41), lambang sila kedua pancasila adalah dari sila ini adalah bahwa bangsa Indonesia diperlakukan dan diakui sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku makhluk ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga derajat, hak, dan kewajibannya sama tanpa membeda-bedakan agama, ras, suku, dan keturunannya.

Dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta hubungan kemanusiaan yang kuat, adil, dan beradab tanpa adanya diskriminasi terhadap perbedaan yang ada di dalam masyarakat. kita sebagai warga negara sudah sepantasnya mengamalkan nilai-nilai tersebut agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

lambang sila kedua pancasila adalah

(Anne)
Rantai emas tersebut dianggap sesuai dengan silanya yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dengan kata lain, Indonesia harus lambang sila kedua pancasila adalah satu sama lain meski mempunyai berbagai macam perbedaan. Terlihat dari bentuk rantai yang berbeda tapi tampak menyatu dengan erat. Selain itu, ada beberapa contoh dari penerapan sila kedua dalam masyarakat.

Namun, jika sesama manusia saling menghargai, maka perbedaan tidak akan menjadi kekacauan. Tidak hanya menghormati lambang sila kedua pancasila adalah segi suku, budaya, ras, agama, dan sebagainya, tapi Anda juga bisa menghormati orang lain dengan cara memperhatikan pendapatnya.

Hal ini dikarenakan setiap orang mempunyai hak yang sama dan tertuang dalam UU. Contoh penerapan yang kedua dalam kehidupan masyarakat adalah bertindak adil. Tindakan ini menjadi hal paling utama yang harus dilajukan. Bertindak adil adalah Anda harus bertindak adil dalam moral. Contohnya adalah menyelesaikan masalah dengan melihat kebenaran dan kenyataannya, bukan dengan melihat siapa orangnya. Indonesia dikenal sebagai negara yang penuh musyawarah ketika memutuskan sesuatu.

Menghargai pendapat setiap orang menjadi bentuk penerapan penting lambang sila kedua pancasila adalah kedua dalam kehidupan bermasyarakat. Meski pendapat orang berbeda, Anda tetap harus menghargai tanpa melihat dari sukuras, warna kulit, atau agamanya.none
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia yang menyangkut tentang tata kehidupan dan proses penjalanan dalam sistem pemerintahan yang ada di Indonesia.

Bentuk Pancasila ini sudah final keberadaannya sehingga selalu menjadi rujukan-rujuan dalam perumusan dan penafsiaran tentang kenegaraan. Disisi lainnya pemaknaan atas bunyi sila ke-2 Pancasila, lambang, dan contohnya dalam keseharian juga tak luput daripada adanya rasa keadilan dan keberadaban sebagai manusia yang hidup berdampingan satu sama lainnya. Daftar Isi • Sila Ke 2 Pancasila • Isi Sila Kedua dalam Pancasila • Makna Sila Ke 2 Pancasila • Kesadaran • HAM • Kemanusiaan • Keadilan • Tangang Rasa • Lambang Sila Kedua adalah Rantai • Pengamalan Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” • Contoh Sikap Sila Kedua dalam Pancasila • Masyarakat • Sekolah • Keseharian • Penghapusan Penjajahan • Sebarkan ini: • Posting terkait: Sila Ke 2 Pancasila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah isi dalam sila ke dua dalam Pancasila yang sejatinya memuat tentang segala bentuk unsur kemanusiaan yang adil dan beradab dengan adanya kesadaran tantang keteraturan sosial sebagai asas-asas kehidupan.

Kesadaran manusia tersebut dilakukan agar menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih, serta kemudian diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmonis penuh toleransi dan damai. Isi Sila Kedua dalam Pancasila Isi yang terkandaung dalam Sila Kedua ini berhubungan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengindikasikan sebagai kesadaran sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani.

Dengan pengalaman inilah setidaknya manusia menyadari akan keberadaanya yang tidak terlepas dari peranan kehidupan orang lain, sehingga sikap saling menghargai dan mengormati akan senantiasanya terkadung di dalamnya. Makna Sila Ke 2 Pancasila Beberapa makna terkandung dalam nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, khususnya untuk masyarakat Indonesia, yang diantaranya; • Kesadaran Kesadaran sikap dan perilaku setiap penduduk Indonesia akan senantiasanya disesuaikan dengan arti nilai-nilai moral dan tuntutan hati nurani yang terletak pada sanubari setiap manusia.

Atas kesadaran inilah mampu memberikan kesadaran akan peran serta masing-masing lembaga masyarakat yang ada di Indonesia untuk melakukan pembangunan sesuai dengan kapasitasnya. • HAM Makna yang terkadung dalam isi Pancasila kedua adalah serangkaian pengakuan dan penghormatan terhadap arti Hak Asasi Manusia (HAM) inividu lainnya, yang sejatinya selalu dibawa setiap seseorang ketika ia baru dilahirkan dari rahim ibunya.

• Kemanusiaan Makna yang terdapat dalam kandungan sila kedua dalam Pancasila ini ialah mengembangkan sikap saling mencintai atas dasar kemanusiaan. Dengan adanya peranan ini tentusaja tidakan manusia akan diberikan batasan yang dapat meminimalisir tindakan kejahatan.

• Keadilan Arti sila kedua dalam pancasila selanjutnya ialah proses untuk dapat menerapkan kehidupan yang berkeadilan dan berkeadaban. Hal ini menjadi makna penting, mengingat pembangunan yang ada harus merata dan dilakukan dengan terus mempertimbangkan jumlah penduduk, wilayah, dan lain sebaginya.

lambang sila kedua pancasila adalah

• Tangang Rasa Pengalaman dalam perwujutan sikap yang ada dalam Sila Kedua Pancasila ini akan mampu memberikan dorongan dalam memunculkan contoh sikap tenggang rasa dalam setiap hubungan sosial yang seseorang lakukan dalam kelompok masyarakat. Pengertian tengang rasa sendiri adalah bentuk penghormatan yang dijalankan individu dengan individu lainnya sebagai bentuk harmonisasi, tindakan ini dilakukan melalui serangkaian pengatahuan serta tingkah laku seseorang dalam menjalankan hak dan kewajiban warga Negara.

Lambang Sila Kedua adalah Rantai Lambang yang menjadi ciri khas dari Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila ini adalah Rantai berwarna emas (kuning) dengan segi empat di dalamnya serta lingkaran yang terkandung dalam mata rantai.

Secara lengkap arti ini mengindikasikan adanya kerjasama antar laki-laki dan perempuan (masyarakat) Indonesia untuk bersatu dalam kekuataan. • Mata Rantai Segi Empat= Laki-laki • Mata Rantai Lingkaran = Perempuan • Mata Rantai Berkaiat = Perwujutan ikatan erat satu sama lain yang saling bersatu Penjelasan tentang makna dan lambang dalam nilai kemanusiaan yang terkandung dalam ideologi negara tersebut, tentusaja akan menjadikan bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dunia yang meyakini segenap prinsip persamaan harkat dan martabat sebagimanya sesuai dengan sejarah PBB yang bertujuan untuk perdamaian.

Oleh karena lambang sila kedua pancasila adalah, bangsa Indonesia mengimplementasikannya dengan mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain, baik dalam hubungan internasional ataupun perjanjian internasional serta kerjasama internasional.

Pengamalan Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” Pengamalan Sila Ke-2 Pancasila Pengamalan yang dilakukan dalam upaya menerapkan sesunggunya berkaitan dengan hubungan antarnegara dan warga negara Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam dari kemanusiaan yang adil dan beradab ini antara lain sebagai berikut; • Persamaan lambang sila kedua pancasila adalah yang ada dalam masyarakat, baik dalam segi hukum, hak, ataupun kewajiban antara miskin dan kaya, pejabat ataupun rakyat • Penghargaan hak asasi manusia • Non diskriminatif terhadap golongan lainnya yeng berbeda suku, budaya, ataupun agama • Solidanitas antarsesama manusia dan antarbangsa • Keadilan • Keberadaban • Perdamaian Dari penjelasan diatas, perwujuatan dalam penerapan nilai ini bisa dilakukan dalam upaya menghormati dan bekerja sama lambang sila kedua pancasila adalah masyarakat Indonesia sebagai bentuk realisasi dan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila kedua Pancasila) Sikap ini dapat pula secara keseluruhan dapat menjadi pendorong hubungan harmonis masyarakat, sehingga senantiasnaya menghilangkan adanya kemunculan konflik sosial yang terjadi.

Oleh karena itulah penting bagi siapapun untuk menerapan dan menjadi pedoman Warga negara Indonesia. Contoh Sikap Sila Kedua dalam Pancasila Contoh pengalaman dalam implementasi Pancasila Ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dalam kehidupan sehari-hari.

Antara lain; • Masyarakat Dalam masyarakat misalnya saja ketika ada seseorang yang baru tinggal di wilayah tertentu, yang berbeda budaya bahkan agama. Sebagai seorang yang bermasyarakat wajib untuk tetap memberikan dorongan serta mengenalnya dengan saling mengunjungi, mengobrol, atau bahkan dengan saling melakukan perkenalan dan kerjasama.

• Sekolah Pengamalan dalam Sila Kedua Pancasila ini juga bisa dilihat pada sisi pendidikan (Sekolah) di Indonesia. Yang secara khusus menerapkan aturan khusus kepada setiap pelajar untuk memakai seragam. Fungsi pemakaian seragam sejatainya ialah menjadi simbul kebersamaan dan mengenyampingkan perbedaan derajat, antara masyarakat berekonomi tinggi ataupun siswa yang berasal dari ekonomi menengah kebawah.

• Keseharian Implemntasi dari arti dalam “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, khususnya untuk keseharian ini misalnya saja adanya pandangan serta dorongkan seseorang menempuh pendidikan tinggi demi meningkatan pengetahuan dan peradaman. Banyaknya beasiswa yangdiperioritaskan untuk siswa berpertasi tapi dari kalangan ekonomi tidak mampu seperti Beasiswa Bidikmisi masuk PTN tersebutlah akhirnya menjadi solusi pemerintah dalam pengalaman sila ke-2 Pancasila.

• Penghapusan Penjajahan Dalam sistem kenegaraan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pengamalan Pnacasila tidak terlepas daripada adanya upaya dalam menghapus penjajahan yang dilakukan oleh Jepang dan Belanda dalam beberapa dekade silam. Adanya sikap Belanda dalam memaksa masyarakat Indonesia untuk ikut program kerja paksanya yang dikenal dengan Rodi dan Jepang dengan Romushanya sejatinya telah melanggar Hak Asasi Manusia sehingga prihal ini dalam pembukaan untuk perundang-undangan menyebutkan bahwa setidaknya kerja paksa yang dilakukan bangsa penjajah tersebut bagian daripada pelanggaran atas Sila 2 Pancasila.

Kesimpulan Penjelasan tentang lambang, dan contohnya dalam sila kedua sejatinya terdapat suatu nilai yang mencerminikan sikap hormat-menghormati antarbangsa dan negara yang perlu dibina karena manusia sejatinya tidak dapat hidup sendiri. Demikian pula dengan bangsa Indonesia yang tidak dapat hidup sendiri, tetapi harus hidup bersama-sama dengan bangsa lain untuk memenuhi kebutan hidup. OIeh karena itu, setiap bangsa harus saling menghormati dan bekerja sama. Demikianlah penjelasan tentang makna sila ke-2 pancasila, lambang, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca yang ingin mendalaminya. Posting terkait: • 12 Ciri Makar dan Dampaknya bagi Negara • Pengertian Demokrasi, Ciri, Jenis, dan Prinsipnya • Pengertian Perwakilan Diplomatik, Macam, Tugas, dan Contohnya Posting pada Menurut Ahli, Negara, Pancasila Ditag Arti Lambang Pancasila Kedua, Arti sila ke-2 Pancasila, Contoh sila ke-2 Pancasila, Lambang sila ke-2 Pancasila, Makna sila ke-2 Pancasila, Pancasila, Pengamalan sila ke-2 Pancasila, sila ke-2 Pancasila, Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, sila kedua Pancasila Navigasi pos Kategori • Ciri • Contoh • Dampak • Faktor • Fungsi • Globalisasi • Hukum • Ilmu Sosial • Indonesia • Internasional • Kajian • Kelebihan • Kelemahan • Macam • Manfaat • Masyarakat • Menulis lambang sila kedua pancasila adalah Menurut Ahli • Negara • Pancasila • Pemerintah • Penelitian • Pengetahuan • Pers • Politik • PPKN • Sosial • Tujuan • UUD
adjar.id - Apakah Adjarian tahu apa lambang sila ke-2 Pancasila?

Yap, lambang sila ke-2 dari Pancasila adalah rantai emas. Lambang tersebut sejalan dengan bunyi sila kedua pada pancasila yang berbunyi, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Arti dari sila dan lambang kedua Pancasila adalah bangsa Indonesia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Baca Juga: Lambang Pancasila Sila Ke-1 Diperlakukan yang dimaksud adalah dengan tidak dibeda-bedakan agama, suku, ras, dan keturunan.

Rantai pada simbol sila kedua terdiri atas mata rantai yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran Nah, lambang segi empat dan lingkaran tersebut ternyata memiliki maknanya tersendiri, lo Yuk, kita simak pembahasan tentang makna lambang Pancasila sila ke-2 tersebut di bawah ini!

"Sila ke-2 pancasila dilambangkan oleh rantai emas."

Hubungan Simbol dan Makna Sila Kedua Pancasila




2022 www.videocon.com