Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita mempunyai arti, “segala sesuatu yang diberitakan” Berdasarkan cara penyampaian berita dibagi menjadi berita yang disampaikan secara lisan dan berita yang disampaian secara tertulis (tulisan).

Berita diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat berisi kabar atau pengumuman / pemberitahuan. 12.8. Sebarkan ini: Teks Berita adalah teks yang melaporkan kejadian, peristiwa atau infomasi mengenai sesuatu yang telah atau sedang terjadi.

Penyampaian berita ini bisa dilakukan secara lisan yang sering kita dengar dan lihat di televisi, dan secara tulisan yang dapat kit abaca di media cetak. Dengan membaca atau mendengarkan teks berita, kita dapat memperoleh berbagai informasi mengenai suatu hal. Bertambahnya informasi berarti bertambah pula wawasan kita, sehingga kita dapat berfikir secara menyeluruh, efektif, kreatif dan kritis terhadap suatu masalah yang terjadi di sekitar kita.

Pengertian Berita Menurut Para Ahli • Menurut Mickhel V. Charniey (Romli, 2009:5) mengemukakan bahwa “berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka”.

Willard C. Bleyer ( Romli, 2009:35) berita adalah sesuatau yang terkini (baru) yang di pilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar sehingga menarik minat bagi pembaca. • Wiliam S maulsby ( Romli, 2009:35) berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang punya arti penting arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat hal tersebut.

Sedangkan Eric C Hepwood ( Romli, 2009:35) mengemukakan bahwa berita adalah laporan pertama dari kejadia penting dan dapat menarik perhatian umum. Dari pengertian di atas, ada empat unsur yang harus dipenuhi oleh sebuah peristiwa, sehingga layak menjadi sebuah berita. Unsur-unsur tersebut adalah: Unsur-unsur Berita (5W + 1H) Dalam proses pembelajaran memahami sebuah berita tentunya kita harus memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah berita. Adapun unsur-unsur berita terdiri atas what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Berikut penjelasan yang lebih lengkap dari unsur-unsur menurut Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor Cahya S. (2012:17) yaitu : • 1) What Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur when, yaitu menyebutkan waktu kejadian peristiwa. • 4) Where Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur where, yaitu berisi deskripsi lengkap tentang tempat kejadian.

• 5) Why Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur why, yaitu disertai alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa. • 6) How Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur how, yaitu dapat dijelaskan proses kejadian suatu peristiwa dan akibat yang ditimbulkan.

Unsur-unsur Dalam Pembuatan Berita • Unsur aktual Mengandung unsur terkini, terbaru, terhangat, baru saja atau sedang terjadi.

Pengertian terbaru, bisa merupakan fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama, atau peristiwa yang baru saja terjadi. • Unsur Faktual Dalam unsur faktual, kejadian benar-benar merupakan suatu kenyataan, bukan suatu rekayasa, khayalan atau karangan.

Fakta dalam sebuah berita muncul dan diperoleh dari sebuah kejadian nyata, pendapat ataupun pernyataan. • Unsur Penting Ada dua hal dalam berita dinilai penting.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

Pertama tokoh yang terlibat dalam pemberitaan adalah tokoh penting atau memiliki kapasitas yang telah diakui oleh masyarakat. Kedua, materi berita menyangkut kepentingan orang banyak dan mempengaruhi kondisi masyarakat. • Unsur Menarik Menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari masyarakat untuk menyimak isi berita tersebut.

Peristiwa yang menarik dan diminati oleh masyarakat biasanya bersifat menghibur, aneh, memiliki unsur kedekatan, mengandung nilai kemanusiaan, mengandung unsur seks, kriminalitas dan konflik.

Struktur Teks Berita Ada beberapa struktur yang membangun teks berita. Stuktur teks tersebut merupakan struktur yang membangun teks sehingga menjadi satu kesatuan teks yang utuh. Struktur teks berita terdiri dari : • Orientasi Berita Orientasi berita berisi mengenai pembuka dari suatu peristiwa yang diberitakan.

Biasanya terdapat penjelasan singkat mengenai berita tersebut.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

• Peristiwa Peristiwa berisi mengenai jalannya kejadian dari awal sampai akhir yang didasari pada peristiwa yang terjadi dan dijelaskan berdasarkan fakta dari lapangan.

• Sumber Berita Berisi mengenai sumber didapatnya berita tersebut. Biasanya berita yang ditambahkan sumber dituliskan pada media cetak seperti koran, tapi tidak jarang media elektronik juga menyertakan sumber berita terutama di Internet Pola Penulisan Berita (Piramida Terbalik) Piramida terbalik adalah salah satu konsep, formula atau struktur penulisan berita atau sebuah acuan baku yang sering digunakan oleh para wartawan untuk menyusun sebuah teks berita.

Penggunaan metode piramida terbalik berkaitan dengan space atau ruang dalam halaman yang disediakan untuk memuat berita. Ketika berita itu terlalu panjang dan tidak cukup untuk dimuat di halaman yang disediakan, maka editor bisa membuang bagian berita itu mulai dari paling bawah atau derajat informasi pentingnya yang paling rendah yang biasanya diletakan di bagian bawah atau akhir berita. Struktur teks berita piramida terbalik bisa dilihat pada gambar di bawah ini : • Lead / Prioritas Utama Penting Bagian paling ata adalah Lead atau kepala berita merupakan puncaknya.

Pada urutan paling puncak yang menempati derajat prioritas utama pentingnya informasi ini, wartawan harus menuliskan informasi utama. Setidaknya, pada bagian ini wartawan harus menjawab sebagian besar unsur 5 W + 1 H.

Kenapa begitu? Jika pemotongan berita yang dilakukan editor karena keterbatasan halaman, berita ini masih memiliki arti dan layak sebagai sebuah berita.

• Neck / Sangat Penting Bagian kedua dari atas adalah Neck atau leher berita bagian ini adalah urutan yang sangat penting. Bagian ini disebut neck atau leher karena umumnya merupakan peralihan alur atau penyambung alur ide berita yang ada pada bagian lead atau kepala berita untuk dilanjutkan pada gagasan-gagasan yang tertuang pada bagian berikutnya yang menempati derajat prioritas lebih rendah.

• Body / Penting Berikutnya adalah bagian body, umumnya merupakan penjabaran dari gagasan berita yang termaktub dalam lead dan neck. Penjabaran itu bisa merupakan jawaban why (mengapa) dan how). • Body Lanjutan / Kurang Penting dan yang terakhir adalah bagian body lanjutan, bagian ini mencantumkan berbagai data yang tidak terlalu penting ditempatkan. Misalnya daftar nama orang-orang yang mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang jika dihilangkan oleh editor tidak terlalu berpengaruh terhadap substansi atau pokok bahasan berita tersebut.

Perbedaan Teks Berita dan Teks Non Berita Teks berita dari susunan dan strukturnya sangat berbeda dengan teks non berita, untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan teks berita dan teks non-berita adalah sebagai berikut: Teks Berita • Faktual dan aktual • Dibuat oleh wartawan • Susunan piramida terbalik (menjelaskan hal pokok di awal) • Bahasa komunikatif • Tidak mencantumkan opini pribadi Teks Non-Berita • Faktual • Dibuat oleh ahli dalam bidangnya • Induktif (hal pokok di akhir) • Bahasa sesuai jenis teks • Mencantumkan opini pribadi Kaidah Kebahasaan Teks Berita Sedangkan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks berita adalah sebagai berikut : • Verba transitif Verba transitif merupakan verba yang dapat diubah ke bentuk pasif.

Contoh : Pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh kapal-kapal asal Vietnam telah lebih dari 1.400 kali menabrak kapal-kapal Tiongkok di dekat lokasi anjungan pengeboran minyak yang kontroversial di Laut Tiongkok Selatan.

• Verba pewarta Verba pewarta adalah verba yang mengindikasikan suatu percakapan. Contoh : Dalam tayangan televisi di Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa pertemuan di Geneva, Swiss, itu juga membahas sanksi yang telah merusak ekonomi negara yang sangat bergantung pada minyak tersebut. • Adverbia atau kata keterangan Adveria adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain.

• Konjungsi temporal Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berhubungan dengan waktu. Contoh : kemudian, setelah, akhirnya. • Kalimat langsung Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya. • Kalimat tidak langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. • Bahasa yang digunakan • Baku dan sederhana • Menarik • Singkat, padat dan lugas • Komunikatif • Netral atau objektif PEDOMAN PENULISAN BERITA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyusun Pedoman Penulisan Berita yang isinya antara lain sebagai berikut.

• (1) Teras berita ditempatkan di paragraf pertama dan harus mencerminkan pokok terpenting berita. • (2) Teras berita tidak lebih dari 45 kata dan sebaiknya tidak lebih dari 3 kalimat. • (3) Hal-hal yang tidak begitu mendesak hendaknya dimuat dalam tubuh berita. • (4) Unsur why dan how diperjelas dalam tubuh berita, tidak dalam teras berita. Berdasarkan pedoman yang sudah disepakati oleh PWI tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsur what, where, when, dan who itu wajib ditulis dalam teras berita, tidak boleh dalam tubuh berita.

Unsur why dan how yang dirasa sangat penting, menarik, dan berkaitan erat dengan pokok berita ditulis dalam teras berita, sedangkan unsur why dan how yang tidak terlalu penting harus diuraikan dalam tubuh berita. Ketika membuat teras berita, seorang jurnalis bebas menentukan pola penyajiannya, bisa berupa what-where-when-who, who-what-why-where-when, how-who-what-where-when, dan lainsebagainya.

Pola penyajian teras berita tidak harus selalu diawali oleh salah satu unsur 5W1H, boleh juga diawali oleh pertanyaan ( question), komentar ( comment), kutipan perkataan tokoh ( quotation), jeritan ( exclamation), dan lain-lain. Berdasarkan unsur yang mengawalinya, teras berita terbagi menjadi bermacam-macam, antara lain: • (1) what lead, yaitu teras berita diawali unsur apa; • (2) who lead, yaitu teras berita diawali unsur siapa; • (3) when lead, yaitu teras berita diawali unsur kapan; • (4) where lead, yaitu teras berita diawali unsur di mana; • (5) why lead, yaitu teras berita diawali unsur mengapa; • (6) how lead, yaitu teras berita diawali unsur bagaimana; • (7) quotation lead, yaitu teras berita diawali perkataan seseorang; • (8) question lead, yaitu teras berita diawali pertanyaan; • (9) comment lead, yaitu teras berita diawali komentar; dan lain-lain.

Adapun pola kelanjutannya bisa bermacam-macam, tergantung pada jurnalisnya. What lead, misalnya, bisa berpola what-where-when-why, what-when-where-how, what-when-where-why, dan lain-lain. Who lead bisa berpola who-what-where-when-why, who-what-how-where-when, dan lain-lain. Karena ada tiga macam unsur who, who lead (teras berita siapa) terbagi menjadi tiga macam pula, yaitu: (1) who lead individual, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang berupa satu orang; (2) who lead plural, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang Ciri Ciri Teks Berita Teks berita mempunyai ciri yang membedakannya dengan jenis teks yang lain, setidaknya ada 7 ciri – ciri teks berita yaitu: • Menarik Teks berita disajikan dengan judul yang menarik perhatian, sehingga orang akan tertarik untuk membaca teks berita tersebut.

Judul berita harus mewakili seluruh isi berita. • Terkini (aktual) Suatu teks berita harus merupakan peristiwa yang masih hangat atau baru, sehingga masih ramai menjadi dibicarakan oleh orang. • Dapat dipercaya (faktual) Teks berita harus berisi fakta atau peristiwa nyata. Bila kejadian yang disampaikan bukan fakta, maka kejadian tersebut tidak dapat disebut sebagai berita.

• Diterima oleh masyarakat Teks berita harus seimbang atau berimbang, maksudnya teks tersebut tidak memihak siapapun. Sehingga berita tersebut dapat diterima oleh masyarakat luas. • Jelas Teks berita disampaikan secara jelas dan mendetail sehingga pembaca berita mendapat informasi yang menyeluruh, tidak setengah – setengah. • Kalimatnya sederhana Kalimat dalam teks berita harus sederhana, tidak banyak basa-basi. Karena tujuan teks berita adalah untuk menyampaikan informasi atau fakta bukan karangan fiksi.

• Segera disampaikan Berita disampaikan dengan segera, tidak menunggu waktu lama. Tentu saja setelah kebenaran dari berita tersebut sudah dipastikan.

Karena jika tidak, berita akan basi dan kurang mendapat perhatian masyarakat. Jenis Jenis Berita Berikut adalah jenis berita, Sumadiria (2008 : 69-71) “ada tiga jenis berita dalam ativitas jurnalistik, yang terdiri atas berita elementary, berita i ntermediate dan berita advance.” • 1) Berita Elementary • a) Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peritiwa.

Misalnya, sebuah pidato biasanya merupakan berita-berita langsung yang hanya menyjikan apa yang terjadi dalam waktu singkat. • b) Depth news report. Reporter (wartawan) menghimpun informasi dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut. Dalam sebuah pidato pemilihan calon presiden, reporter akan memasukkan pidato itu sendiri dan dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan yang telah dikeluarkan oleh calon presiden tersebut beberapa waktu lalu.

• c) Comprehensive newsmerupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek. • 2) Berita Intermediate • a) Interpretative report lebih dari sekedar straight news dan Depth news.

Berita Interpretativebiasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus laporan beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini. • b) Feature story. Penulis mencari fakta untuk menarik perhatian pembacanya. Penulis featuremenyajikan suatu pengalaman pembaca yang lebih bergantung pada gaya penulisan dan humor daripada pentingnya informasi yang disajikan. • 3) Berita Advence • a) Depth reporting adalah pelaporan jurnalistik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap dan utuh tentang suatu peristiwa fenomenal atau aktual.

• b) Investigative reporting berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif. Berita jenis ini biasanya memusatkan pada sejumlah masalah dan kontroversi. Namun demikian, dalam laporan investigatif, para wartawan melakukan penyelidikan untuk memperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan. Pelaksanaannya sering ilegal atau tidak etis. • c) Editorial writing adalah penyajian fakta dan opini yang menafsirkan berita-berita yang penting dan memengaruhi pendapat umum.

Contoh Teks Berita dan Strukturnya Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyebrangan Merak mulai dipadati truk-truk. Truk-truk tersebut mengangkut barang nonsembilan bahan pokok (non sembako) Tingginya arus truk dalam dua hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan pokok (non sembako) pada tangggal 21-25 Novembar.

Larangan tersebut berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua. Truk gandengan, truk tempelan, dan truk container. Penumpukan truk bersumbu dua tersebut seperti di Pelabuhan Merak menyebabkan antrean truk sekitar 100 meter dari pintu masuk kapal.

Antrean tersebut masih dalam batas normal. Antrean belum membludak ke luar area parkir pelabuhan. Akan akibat penumpukan truk itu, beberapa sopir truk mengaku harus menunggu sekitar dua hingga empat hari untuk bisa masuk kapal. (Sumber:Kompas dengan beberapa penyesuaian) Perhatikan kembali teks tentang peristiwa menjelang Lebaran.

Teks tersebut ternyata memiliki unsur-unsur sebagai berikut. Pertanyaan Unsur-Unsur Berita 1. Peristiwa apa (what) yang terjadi? Padatnya Pelabuhan Merak 2. Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?

Truk-truk pengangkut barang nonsembako 3. Di mana (where) peristiwa itu terjadi? Di Pelabuhan Penyebrangan Merak 4. Kapan (when) peristiwa itu terjadi? Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu, (15/11) 5. Mengapa (why) peristiwa itu terjadi? Adanya larangan melintas bagi truk nonsembako pada 21-25 November 6. Bagaimana (how) proses terjadinya peristiwa? Proses tersebut menyebabkan antrean truk di pintu masuk kapal. Fakta dan Opini dalam teks berita Pengertian fakta dan opini Fakta dalam teks berita adalah sesuatu hal yang telah terbukti kebenarannya, fakta berisi sesuatu yang benar-benar ada dan pernyataan dari sebuah fakta biasanya sulit untuk disanggah oleh siapapun.

Sumber kalimat fakta yaitu, • 1) Fakta diperoleh dari peristiwa nyata. • 2) Fakta yang diperoleh dari hasil riset. • 3) Fakta yang diperoleh dari pendapat seseorang berdasarkan suatu peristiwa pengamatan. Sedangkan Opini dalam teks berita adalah suatu pernyataan yang belum tentu kebenarannya. Opini umumnya didasarkan pada pendapat atau gagasan seseorang dalam merespon suatu kejadian atau masalah. Kebenaran dalam kalimat opini bersifat pribadi. Dalam beropini pendapat antara satu orang dengan lainnya mungkin berbeda.

Entah itu sudut pandang yang dipakai ataupun hal lainnya Perbedaan fakta dan opini Fakta Opini · Kebenarannya dapat dibuktikan · Bersifat objektif · Pernyataan bersumber dari peristiwa nyata, riset ataupun pengamatan · Bersifat pasti · Data akurat · Umumnya pendapat setiap orang sama · Kebenarnnya belum dapat dibuktikan · Bersifat subjektif · Penyataan bersumber dari saran, gagasan atau pendapat pribadi · Mengira-ngira · Dara kurang akurat · Pendapat setiap orang berbeda-beda Contoh Teks Berita yang menggunakan 5W + 1H Temukan Pelanggaran, KPU Poso Gelar Pemilihan Ulang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menggelar pemilihan ulang pada Sabtu, (12/12/2015), menyusul temuan pelanggaran saat tanggal 9 Desember lalu.

Sebanyak 549 pemilih di TPS 3 di salah satu kelurahan di Kecamatan Poso Kota Utara memilih ulang. Panwaslu Kabupaten Poso mengatakan pemilihan ulang diputuskan setelah ada pelanggaran oleh salah seorang pemilih yang menerima lebih dari 1 surat suara Dalam pemilihan ulang penyelenggara juga mengganti ketua dan seluruh anggota KPPS.

Pelaksanaan pemilihan ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Poso yang di ikuti 4 pasangan berjalan dengan lancar dengan penjagaan dari aparat kepolisian. Contoh Teks Berita Tentang Kecelakaan Tabrakan Beruntun Terjadi di Bundaran HI Jakarta, Tabrakan beruntun terjadi di Bundaran Hotel Indonesia yang mengarah ke jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa malam (6/9).

Empat mobil terlibat dalam peristiwa tersebut. Kejadian naas ini dituturkan oleh Amalia, warga yang melintas di jalur tersebut pada pukul 19.23 WIB. Menurut Amalia, empat mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami kerusakan parah. Bahkan ban salah satu mobil sampai terlepas. kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor tabrakan beruntun di Bundaran HI arah Sudirman.

4 mobil rusak parah, 1 mobil sampai lepas ban.” Tulis Amelia dalam akun Twitter-nya, Selasa (6/9/2016) Kecelakaan ini sudah mendapat penanganan darurat dari kepolisian Metro Jaya. Namun, belum ada kepastian mengenai korban jiwa, identitas mobil maupun kerugian materi yang dialami.

Contoh Teks Berita Tentang Pendidikan Soal Bocor, UN Diulang??? [Terkini News] Jakarta – Bocornya soal ujian nasional untuk tingkat SMP yang dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2015 merupakan berita besar untuk pelaksanaan ujian tahun ini. Menteri Pendidikan, Anies Baswedan menuturkan bahwa pelaku yang membocorkan soal ujian telah diselidiki.

Ia menjelaskan bahwa pelaku pembocoran akan diproses hukum sesuai pasal yang berlaku. Dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) Balitbang Kemendikbud, ditemukan sebanyak 30 buklet soal dari 11.730 yang diunggah ke internet secara ilegal.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Menteri Pendidikan segera berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir tautan di Google yang berisi konten ilegal tersebut.

Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Google dalam upaya pemblokiran konten tersebut. Diduga kebocoran soal UN ini melibatkan oknum dari pihak percetakan negara RI yang merupakan tempat yang ditunjuk untuk mencetak semua soal-soal ujian nasional. Penggeledahan pun dilakukan secara internal oleh pihak percetakan untuk kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dalang dibalik peristiwa ini. Bocornya soal UN ini masih menjadi pertimbangan Menteri pendidikan untuk mengadakan ujian ulang atau tidak.

Namun kemungkinan besar ialah ujian tidak akan diulang, hal ini berdasarkan pertimbangan menyangkut biaya pembuatan soal yang cukup besar. Contoh Berita Singkat Bencana Alam Gempa Jepang tewaskan 500 Warga [Terkini News] Kyoto – Gempa dengan kekuatan 8,1 skala ritcher yang melanda negara matahari terbit pada 23 Mei 2014 telah menewaskan 500 warga.

Menurut informasi setempat, data ini belum sepenuhnya valid. Hal ini karena Tim Penanggulangan Bencana Alam setempat kian gencar mencari korban-korban yang mungkin masih tertimpa puing-puing bangunan yang runtuh.

Kerugian yang dirasakan oleh pemerintah Jepang meliputi kerusakan bangunan-bangunan penting. Kerugian ini diperkirakan mencapai senilai Rp3 milyar. Gempa yang terjadi ini merupakan bukan kali pertama bencana yang melanda negara matahari terbit. Sebelumnya Jepang pernah dilanda tsunami yang menewaskan ribuan warga Jepang dan menghancurkan bangunan-bangunan penting. Kini para warga yang selamat mengungsikan diri ke bangunan-bangunan umum yang selamat, diantaranya Masjid Kyoto, Jepang.

Pemerintah setempat kian gencar mencari korban yang belum ditemukan dan membersihkan sisa-sisa bangunan yang runtuh itulah tadi artikel saya mengenai struktur teks berita semoga apa yang saya bagikan ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkan, dan bagi anda yang memiliki pertanyaan atau kurang jelas mengenai tulisan diatas anda bisa sampaikan langsung pada kolom komentar.

CONTOH TERAS BERITA dan ANALISISNYA 1. Kebakaran terjadi di pasar Klojen pada Sabtu malam, 1 Mei 2010. Menurut kesaksian warga, beberapa orang tak dikenal sengaja melakukan sabotase listrik. ð Analisis: teras berita ini berjenis w hat lead yang disajikan dengan pola apa-di mana-kapan-mengapa. Buktinya: (1) Apa peristiwanya? Kebakaran. (2) Di mana kejadiannya? Di pasar Klojen. (3) Kapan kejadiannya? Sabtu malam, 1 Mei 2010.

(4) Mengapa hal itu terjadi? Karena beberapa orang tak dikenal sengaja melakukan sabotase listrik. 2. Julia Perez menegaskan, dirinya akan terus maju dalam pilkada Bupati Pacitan meskipunterjadi kontroversi di tengah masyarakat. Hal itu dikatakan di rumahnya pada Minggu, 25 April 2010. ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead individual yang disajikan dengan pola siapa-apa-di mana-kapan.

Buktinya: (1) Siapa yang diberitakan? Julia Perez. (2) Apa yang dilaporkan? Perkataan Julia Perez yang menyatakan bahwa Julia Perez akan terus maju dalam pilkada. (3) Di mana hal itu diungkapkan? Di rumah Julia Perez. (4) Kapan hal itu diungkapkan? Minggu, 25 April 2010. 3. Arema Indonesia kalah 1 : 4 melawan Persipura pada Sabtu, 24 April 2010, di Jayapura.

Kekalahan Arema itu menjadikan poin Persipura bertambah 3 angka sehingga totalnya sekarang 56, namun hal itu masih belum mampu menggeser posisi Arema Indonesia dari puncak klasemen karena poin Arema sudah mencapai 60.

ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead institution yang disajikan dengan pola siapa-apa-di mana-kapan-bagaimana. Buktinya: (1) Siapa yang diberitakan? Arema Indonesia. (2) Peristiwa apa yang diberitakan?

Kekalahan Arema 1 : 4 ketika melawan Persipura. (3) Di mana kejadiannya? Di Jayapura. (4) Kapan terjadinya? Sabtu, 24 April 2010. (5) Bagaimana akibatnya?

Poin Persipura bertambah 3 sehingga menjadi 56, namun Arema Indonesia masih menduduki puncak klasemen karena poin sebelumnya sudah mencapai 60. 4. Dua orang pelaku curanmor dihajar, dimutilasi, dan dibakar oleh massa. “Biar tidak terjadi lagi, Mas. Di sini sangat sering terjadi curanmor. Polisi tidak pernah bisa menangkap mereka.

Sekarang warga sudah marah sekali, Mas,” ujar salah seorang anggota massa. ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead plural yang disajikan dengan pola siapa-apa-mengapa. Buktinya: (1) Siapa yang diberitakan? Dua orang pelaku curanmor (pencurian motor). (2) Apa peristiwanya? Dua pelaku curanmor dihajar, dimutilasi, dan dibakar oleh massa. (3) Mengapa hal itu sampai terjadi? Karena polisi tidak bisa menangkap mereka dan warga sudah marah sekali. Warga ingin curanmor tidak terjadi lagi di daerahnya.

5. Sungguh malang nasib TKW kita. Sutinah (26) pulang dengan luka di sekujur tubuhnya akibat disiksa majikannya di Arab Saudi. Sutinah bisa pulang setelah berhasil menelepon kedubes RI secara sembunyi-sembunyi dan melaporkan kejadian yang menimpanya. Salah seorang staf kedubes menjemputnya dan mengantarnya pulang ke Indonesia dengan pesawat. ð Analisis: teras berita ini berjenis comment lead yang disajikan dengan pola komentar-siapa-apa-mengapa-bagaimana.

Buktinya: (1) Komentar penulis berita: Sungguh malang nasib TKW kita. (2) Siapa yang diberitakan? Sutinah. (3) Apa peristiwanya? Seorang TKW pulang dengan luka di sekujur tubuhnya. (4) Mengapa peristiwa itu terjadi? Ia disiksa majikannya ketika bekerja di Arab Saudi. (5) Bagaimana proses kepulangannya?

Dengan sembunyi-sembunyi ia menelepon kedubes RI dan melaporkan kejadian yang menimpanya. Setelah itu, ia dijemput dan diantar pulang ke Indonesia dengan pesawat. Contoh Teks Berita Kompas Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado Banjir bandang yang menerjang Manado telah berlalu hampir sebulan. Namun tumpukan sampah dan lumpur masih saja terlihat di beberapa wilayah. Bahkan di beberapa ruas jalan dan lorong, air sisa banjir masih terlihat tergenang.

Seperti yang terpantau Kompas.com, Senin (10/2/2014), air setinggi 20 sentimeter terlihat di ruas jalan Persimpangan Plaza dan depan Makmur, Kecamatan Wenang. Salah satu warga, Yudi yang terlihat masih berusaha membersihkan lumpur dari rumah miliknya, mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu.

“Air di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di dalam rumah, karena selokan tersumbat,” ujar Yudi. Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur lumpur di jalan masih ada. Selain di persimpangan Plaza, air dan lumpur juga masih terlihat di lorong samping Klenteng Kwang Kong, Kampung Cina. Di lorong tersebut beberapa rumah warga keturunan Tionghoa terlihat masih dipenuhi lumpur.

Sampah dan lumpur yang telah kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor terendap menimbulkan bau yang tidak sedap.

Tak ayal, warga yang melintas di kawasan ramai tersebut harus menutup hidung mereka. Sampah juga masih terlihat di simpang tiga Terminal Paal Dua, samping SPBU Paal 2, Tanjung Baru, Ketang Baru, lorong Lililoyor, Dendengan Dalam, Tikala dan beberapa lokasi lainnya.

Banyaknya sampah yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi pada 15 Januari 2014 lalu memang membuat pemerintah kewalahan. Walau ribuan relawan setiap hari turun membantu membersihkan dan mengangkat sampah, tetap saja masih banyak sampah yang belum terangkat.

Diperkirakan sampah yang ditinggalkan banjir bandang tersebut mencapai 100.000 kubik. Sementara Tempat Pembuangan Sampah di Sumompo sudah melebihi kapasitas tampung. Sumber : Kompas (Senin, 10 Februari 2014) Teknik Membacakan Berita Teks berita harus didukung oleh penyampaian atau cara membacakan berita yang dapat mendukung unsur-unsur daya tarik berita tersebut, Teknik membacakan berita adalah sebagai berikut: • Lafal Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa.

Bunyi bahasa Indonesia meliputi Vokal, konsonan, diftone, gabungan konsonan. • Tekanan/Nada Tekanan atau nada adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Dalam hal ini nada berfungsi untuk member tekanan khusus pada kata-kata tertentu • Intonasi Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat • Jeda • Jeda adalah perhentian lagu kalimat.

Jeda terbagi ke dalam 3 jenis yaitu : • Jeda panjang (. ) titik • Jeda sedang () koma • Jeda pendek ( _ ) spasi • Volume Volume suara adalah takaran perlahan atau kerasnya suara yang dikeluarkan 6. Tempo Tempo adalah lambat atau cepatnya pembacaan sebuah berita. Contoh Soal Teks Berita dan Jawabannya S O A L • Kalimat yang digunakan dalam teks berita adalah.

. • Efektif c. Berlebihan • Ambigu d. konotatif Jawaban : A • Hal yang penting dalam membacakan naskah berita adalah. . • iklan c.Teman membaca • Busana d. Susunan naskah berita Jawaban : D • Bacalah kutipan berita berikut kemudian kerjakan soal nomor 3 dan 4! Teks berita I Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Kasus itu terjadi sejak tahun 1984 sehingga menghancurkan berbagai biota laut dan tempat pemijahan puluhan jenis ikan.

Bahkan, kondisi tersebut ikut mengancam ekosistem perairan selatan Jawa dan kepunahan hutan mangrove. Teks berita II Warga pendatang dari Ciamis, Jawa Barat, membabati mangrove. Bahkan mereka menggarap tanah timbul menjadi areal pertanian. Penebangan liar juga dilakukan guna memanfaatkan kayu mangrove sebagai material bahan bangunan. Hal itu menyebabkan hutan mangrove semakin terancam kepunahan. Kesamaan informasi teks berita tersebut adalah …. • upaya penyelamatan hutan mangrove • pemanfaatan biota di hutan mangrove • terancam punahnya hutan mangrove • penanaman kembali hutan mangrove Jawaban : C • • Perbedaan penyajian kedua kutipan berita tersebut adalah … • Teks berita I diawali dengan apa, sedangkan berita II kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dengan di mana • Teks berita I diawali dengan apa, sedangkan berita II diawali dengan siapa • Teks berita I diawali dengan kapan, sedangkan berita II diawali dengan siapa • Teks berita I diawali dengan kapan, sedangkan berita II diawali dengan apa Jawaban : B • Perhatikan ilustrasi peristiwa berikut!

Hari Senin, 19 Maret 2012 di jalan poros Makassar – Jeneponto di Sulawesi Selatan terjadi hujan deras disertai puting beliung. Tiang listrik ambruk disertai keluar bunga api.

Diiperkirakan puting beliung ini sampai bulan April. Teks berita yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah … • Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiang listrik ambruk di jalan poros Makassar – Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada hari Senin yang lalu.

Puting beliung akan melanda kembali di wilayah Sulawesi Selatan pada April mendatang. • Puting beliung terjadi di jalan poros Makassar – Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (19/3) dan mengakibatkan tiang listrik ambruk dan mengeluarkan bunga api. Peristiwa ini diperkirakan masih akan melanda seluruh wilayah Sulawesi hingga April mendatang.

• Di jalan poros Makassar – Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terjadi hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa ini menyebabkan tiang listrik ambruk dan mengeluarkan bunga api hingga April mendatang. • Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiang listrik ambruk dan mengeluarkan bunga api di jalan poros Makassar – Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (19/3). Puting beliung diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan hingga April mendatang.

Jawaban : D • Akibat terlambatnya pasokan BBM dari Pertamina, kerepotan masyarakat seputar bahan bakar terus berlangsung. Kelangkaan premium dan pertamax di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) sejak sebulan lalu kian meluas.

Tidak hanya di Surakarta dan sekitarnya, kondisi itu kian meluas ke beberapa wilayah di Tanah Air. Sejauh pemantauan penulis ,solar pun mulai menghilang. Pengumuman “Premium Habis” atau “Bensin Habis” banyak dijumpai di sejumlah SPBU. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar. Kritik yang tepat terhadap pihak Pertamina sesuai dengan teks berita di atas adalah… • Sebaiknya Pertamina menjaga komitmennya untuk menjamin kelancaran pasokan BBM sehingga tidak meresahkan warga.

• Dalam urusan distribusi, keterlambatan pasokan merupakan hal yang sudah biasa karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. • Masyarakat sebaiknya bisa memaklumi terlambatnya pasokan BBM dan tetap bersabar serta tidak menyalahkan Pertamina.

• Sebagai badan usaha milik negara, Pertamina harus bertanggung jawab terhadap kekacauan dalam pasokan bahan bakar minyak (BBM). Jawaban : A • Cermati kutipan teks berita berikut! Teks Berita 1 Teks Berita 2 AS menambah 30 ribu tentara tambahan ke Afghanistan dengan misi mengakhiri kekerasan Taliban dan Alqaidah.

Misi pasukan tambahan ini berlangsung selama 1,5 tahun dan setelah itu akan ditarik kembali. Meskipun demikian, banyak pihak meragukan penambahan pasukan ini bisa menghentikan perlawanan Taliban dan Alqaidah. Konflik berkepanjangan antara pasukan Taliban dan Alqaidah di satu pihak melawan pasukan AS terus berlanjut. Pasukan AS terus memburu milisi yang diduga lari ke Yaman. Puluhan ribu pasukan terus ditambah dan dikerahkan. Namun, banyak pihak tidak yakin penambahan jumlah pasukan AS akan mampu memadamkan perlawanan Taliban dan Alqaidah.

Kesamaan informasi kedua teks tersebut adalah … • Amerika Serikat mengirim 30 ribu pasukan tambahan ke Afghanistan. • Misi pasukan Amerika Serikat akan menjalankan tugas selama 1,5 tahun. • Pasukan Amerika Serikat terus memburu milisi yang diduga lari ke Yaman. • Banyak pihak meragukan kemampuan Amerika Serikat menghentikan perlawanan milisi. Jawaban : D • Senin (16/1) tadi pagi bus penumpang dari Medan – Banda Aceh masuk paret di wilayah Saree.

Kecelakaan diduga disebabkan terlepasnya ban depan sehingga bus menabrak pengaman jalan dan masuk parit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Karena benturan bus tidak begitu kuat.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kepala Organda Cabang Banda Aceh menuturkan, penyebab pasti kecelakaan itu ada beberapa kemungkinan, antara lain faktor Bus, pemasangan ban depan, dan faktor teknis lainnya. Informasi yang merupakan isi teks berita tersebut adalah … • Bus penumpang Banda Aceh mengalami kecelakaan pada hari Senin yang telah menimbulkan korban jiwa akibat ban depannya lepas. • Kecelakaan telah terjadi pada bus penumpang sehingga masuk parit dan tidak menimbulkan korban jiwa di wilayah Saree.

• Bus penumpang telah mengalami kecelakaan pada hari Senin di Sare akibat terlepasnya ban depan dan tidak ada korban jiwa. • Pada hari Senin Bus penumpang dari Banda Aceh-Medan mengalami kecelakaan di Saree akibat terlepasnya ban depan dan tidak ada korban jiwa. Jawaban D • Bacalah kedua teks berita berikut! Berita 1 Berita 2 Gempa bumi berkekuatan 8,9 Skala Richter telah mengguncang Banda Aceh. Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (26/12) pukul 08.00 WIB selama 15 menit.

Berdasarkan laporan bahwa peristiwa tersebut disertai dengan gelombang tsunami yang sangat dahsyat yang telah menimbulkan kerusakan yang sangat parah serta menelan korban jiwa sangat banyak.

Kepala Badan Metrologi dan Geofisika Banda Aceh mengatakan pusat gempa pada 3,71 Lintang Selatan dan 100,74 Bujur Timur. Sumber gempa berada pada kedalaman 146 kilometer Barat daya, Banda Aceh.

Minggu (26/12) pagi Banda Aceh diguncang gempa. Gempa bumi yang berkekuatan 8.9 Skala Richter mengguncang Banda Aceh. Informasi yang diterima telah terjadi kerusakan dan korban jiwa akibat terjangan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan wilayah pesisir Banda Aceh. Sumber gempa berada pada kedalaman 146 kilometer barat daya, pada pada 3,71 Lintang Selatan dan 100,74 Bujur Timur Banda Aceh. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Metrologi dan Geofisika Banda Aceh.

Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah … Berita 1 Berita 2 A Apa-kapan-bagaimana-di mana-siapa Kapan-apa-bagaimana-siapa-di mana B Apa-kapan-siapa-bagaimana- di mana di mana-kapan-apa-bagaimana-siapa C Apa-kapan-bagaimana-siapa- di mana Kapan-apa-bagaimana-di mana-siapa D Apa-bagaimana-kapan-siapa- di mana Kapan-di mana-apa-bagaimana-siapa Jawaban : C • Cermati kutipan teks berita berikut!

Teks Berita 1 Teks Berita 2 Menjelang akhir tahun dan menyambut tahun baru, Kapolres Bogor meminta pengguna kendaraan untuk tidak melalui jalur Puncak.

Pengguna kendaraan diminta mencari jalan alternatif. Hal itu untuk menghindari kemacetan di jalur Puncak. Kapolres Bogor meminta pengguna kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang menuju kota Bandung dan sekitarnya tidak melalui jalur Puncak.

Para pengguna kendaraan diminta melalui tol Cipularang atau lewat jalur Sukabumi. Kesamaan informasi kedua teks tersebut adalah … • Pengguna kendaraan diminta tidak melewati jalur Puncak. • Rencana pemberlakuan satu jalur di Puncak menjelang tahun baru.

• Pengalihan tujuan pengguna kendaraan yang menuju Bandung. • Padatnya pengguna kendaraan dan rencana pengalihan pada akhir tahun Jawaban : A • Usaha manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk mendapatkan strikerBudi Sudarsono tinggal selangkah lagi.

Kesepakatan harga sudah dicapai, tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Budi akan dikontrak selama setengah musim atau hingga putaran kedua Liga Super berakhir. Meskipun demikian, manajemen SFC tidak akan melakukan pencoretan pemain lama. Informasi yang merupakan isi teks berita tersebut adalah … • Manajemen SFC mendapatkan Budi Sudarsono. • Harga kontrak tidak disepakati SFC dan Budi Sudarsono. • Budi Sudarsono akan dikontrak SFC setengah musim. • Budi Sudarsono telah kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor kontrak dengan SFC.

Jawaban : A • Cermati kutipan teks berita berikut! Teks Berita 1 Teks Berita 2 Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengimbau kepada pengendara dari Jabodetabek yang hendak berkunjung ke Puncak agar berangkat sebelum pukul 13.00 menjelang tahun baru. Hal ini berkaitan dengan rencana penutupan jalur menuju Puncak sejak pukul 13.00. Imbauan ini, sebelumnya sudah disosialisasikan penginapan, dan warga setempat. Guna menghindari kemacetan di jalur wisata menyediakan jalur alternatif.

Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengharapkan para Pelancong Cisarua agar mengusahakan tiba di tujuan sebelum pukul 13.00 WIB. Ini berkaitan dengan rencana pemberlakuan arus lalu lintas satu jalur. Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah … • teks I diawali dengan siapa, teks II diawali mengapa.

• teks I diawali dengan apa, teks II diawali bagaimana. • teks I diawali dengan mengapa, teks II diawali bagaimana. • teks I diawali dengan apa, teks II diawali mengapa.

Jawaban : A • Perhatikan kutipan berita berikut! Teks I Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengimbau kepada pengunjung yang hendak berkunjung ke Puncak menjelang tahun baru agar berada di tempat tujuan sebelum pukul 13.00 WIB. Imbauan itu berkaitan dengan rencana penutupan jalur menuju Puncak sejak pukul 13.00 WIB.

Imbauan itu sebelumnya sudah disosialisasikan ke sejumlah hotel, penginapan dan warga setempat. Teks II Guna menghindari kemacetan di jalur wisata Puncak, polisi sudah menyediakan jalur alternatif. Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengharapkan para pelancong dengan tujuan Puncak agar mengusahakan tiba di tempat tujuan sebelum pukul 13.00 WIB.

Ini berkaitan dengan rencana pemberlakuan arus lalu lintas satu jalur. Persamaan informasi kedua teks berita tersebut adalah… • Imbauan Kasat Lalu Lintas Polres Bogor agar wisatawan datang ke Puncak. • Imbauan Kasat Lalu Lintas Polres Bogor kepada pengendara roda dua dan roda empat • Imbauan Kasat Lalu Lintas Polres Bogor tentang recana penutupan jalur Puncak sore hari • Imbauan Kasat Lalu Lintas Polres Bogor agar pengunjung Puncak tiba di tempat tujuan sebelum pukul 13.00 WIB Jawaban : D • Bacalah dua teks berita berikut!

Teks Berita I Seorang pria paruh baya berusia sekitar 40-50 tahun terserempet Kereta Commuter Line di Stasiun Citayam. Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut terserempet kereta dari arah Bogor ke Jakarta. Beruntung nyawanya masih tertolong. Korban mengalami luka ringan dan patah kaki. Petugas Stasiun Citayam, Rendi, menuturkan kejadian itu terjadi setar pukul 08.20 WIB. Kejadian berawal saat pria tersebut hendak menuju peron arah bogor. Teks Berita II Sebuah kereta rel listrik (KRL) commuter line Bogor – Jakarta menyerempet seorang pria di Stasiun Citayam.

Diduga pria paruh baya tersebut berusia 40-50 tahun itu nekat menyebrang rel meski kereta sudah dekat, seorang saksi mata, Reza Indragiri, mengatakan sebelum kejadian ada sebuah KRL akan berhenti di Stasiun Citayam.

Menjelang berhenti, aada orang masih menyebrang rel menuju peron tanpa menghiraukan kemungkinan tertabrak KRL. Persamaan isi kedua teks berita tersebut adalah… • Kondisi pria paruh baya yang terserempet kereta di Stasiun Citayam mengalami luka ringan dan patah kaki. • Sebuah kereta rel listrik (KRL) commuter line Bogo – Jakarta menyerempet seorang pria paruh baya di Stasiun Citayam.

• Menurut petugas stasiun, kejadian yang menimpa pria paruh baya tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. • Pria paruh baya yang terserempet KRL itu nekat menyebrang rel meski kereta sudah dekat. Jawaban : B • Bacalah dua teks berita berikut! Teks Berita I Evan Dimas menjadi satu-satunya pemain usia muda yang dipanggil oleh pelatih alfred riedl untuk mengikuti seleksi dalam 23 pemain yang akan melaju ke turnamen AFF Suzuki Cup 2014.

Evan Dimas sendiri berpeluang diturunkan pada laga uji coba untuk mengisi lini tengah lapangan juga sangat besar lantaran pemain yang mengisi posisi ini mengalami cedera. Teks Berita II Pada menit ke-10, Indonesia akhirnya berhasil unggul lewat gol dari Sergio van Djik. Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pemain Persib Bandung itu mampu memanfaatkan kecerobohan dua bek lawan yang gagal mengantisipasi crossing Rizki Rizaldi Pora. Sergio pun melepaskan bola dengan keras sehingga gagal ditangkap dengan baik oleh kiper Timor Leste.

Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah… Teks Berita I Teks Berita II A diawali dengan unsur kapan diawali dengan unsur bagaimana B diawali dengan unsur apa diawali dengan unsur siapa C diawali dengan unsur siapa diawali dengan unsur kapan D diawali dengan kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di mana diawali dengan unsur kapan Jawaban : C Baca Juga : • Teks Cerita Fantasi : Materi, Contoh, Struktur, Unsur, Ciri • Contoh Teks Negosiasi • Teks Eksplanasi : Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah • Teks Prosedur Lengkap : Materi, Contoh, Kaidah, Fungsi, Ciri • Contoh Teks Prosedur Kompleks : Pengertian, Tujuan, Struktur • Materi Teks Deskripsi • Materi Teks Tanggapan Kritis DAFTAR PUSTAKA http://forumgurunusantara.blogspot.co.id/2012/10/prediksi-soal-ujian-nasional-mata_67.html http://tulisanterkini.com/artikel/soal-soal/1087-latihan-soal-un-dan-kunci-jawaban-bahasa-indonesia.html http://dwiknadnh87.blogspot.co.id/2015/01/soal-bahasa-indonesia-beserta-kunci.html http://dedd157.blogspot.co.id/2015/07/teks-berita-pengertian-struktur-teks.html https://www.scribd.com/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Edisi Revisi 2016.

Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII. Halaman 1 s.d. 12. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Edisi Revisi 2016. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII. Halaman 1 s.d. 12. Darmawati Uti dan Budi Artati Yustina. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Klaten. Intan Pariwara. Halaman 1 s.d. 18. Kosasih E, Hendriyani Iin, dan Utami Nien.

2013. Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia. 1700 Bank soal. Yrama Widya. A.S. Haris Sumadiria. 2008. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature (Panduan Praktis Jurnalis Profesional). Cetakan ke-3. Bandung: Penerbit Simbiosa Rekatama Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

Gorys Keraf. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan ke-7. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah. Henry Guntur Tarigan.

2000. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa bekerjasama dengan Ditjen Dikdasmen Depdiknas dalam Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat.

2007. Jurnalistik: Teori dan Praktik. Cetakan ke-3. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Totok Djuroto. 2003. Teknik Mencari dan Menulis Berita.

Edisi ke-2. Cetakan ke-1. Semarang: Penerbit Dahara Prize. http://andikws.blogspot.com/2011/08/berita_5338.html Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA, SMP Ditag apakah yang dimaksud orientasi berita, bagaimana syarat teks berita yang baik, cara membawakan berita, cara membuat berita, cara menganalisis berita dengan 5w 1h, ciri ciri teks berita, ciri-ciri berita, contoh analisis teks berita, contoh berita 5w 1h tentang liburan, contoh berita kebakaran, contoh berita tentang bencana alam, contoh berita tentang lingkungan sekolah, contoh kaidah kebahasaan, contoh kalimat pembuka dan penutup berita, contoh naskah berita liputan 6, contoh struktur teks, contoh teks berita, contoh teks berita beserta strukturnya, contoh teks berita panjang, contoh teks berita singkat di televisi, contoh teks berita tentang sekolah, contoh teks berita tentang sekolah smk, contoh teks berita yang baik dan benar, contoh teks reporter berita di lapangan, jelaskan bagaimana cara menyusun berita, jelaskan kaidah kebahasaan teks berita, jenis teks berita, kaidah kebahasaan teks berita, kaidah kebahasaan teks berita brainly, kaidah kebahasaan teks berita merujuk tentang, kepala berita, maksud teks berita, menemukan struktur dan kaidah berita, menganalisis unsur berita, mengidentifikasi teks berita, pengertian teks berita, pengertian teks iklan, sebutkan beberapa ciri kebahasaan teks berita, sebutkan kaidah kebahasaan teks berita, sebutkan langkah-langkah penyampaian berita, struktur berita brainly, struktur teks berita, struktur teks berita brainly, struktur teks berita kepala tubuh ekor, teks berita hendaknya ditulis dengan bentuk, teks berita terkini, terangkan pengertian kata kerja mental, tujuan teks berita, unsur teks berita, unsur unsur berita (5w+1h), unsur unsur teks berita Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Top clipped slide • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Buku Siswa IPS Kelas VII SMP Kurikulum 2013 • 1.

SMP/MTs VII Kelas EDISI REVISI 2014 IlmuPengetahuanSosial.KelasVIISMP/MTs • 2. ii Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun, ditelaah, dan direviu oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013.

Pada hakikatnya buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Oleh karena itu, masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Kontributor : Ahmad Mushlih, Iwan Setiawan, Suciati, dan Dedi. Penelaah : Mukminan, Achmad Slamet, Siti Irene Astuti, dan Tri Wahyuning.

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Cetakan Ke-1, 2013 Cetakan Ke-2, 2014 (Edisi Revisi) Disusun dengan huruf Hevetica, 11 pt Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ilmu Pengetahuan Sosial / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014 xvi, 264 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMP/MTs Kelas VII ISBN 978-602-282-325-4 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-326-1 (jilid 1) 1.

Ilmu Sosial — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 300.1 • kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. iiiIlmu Pengetahuan Sosial Kata Pengantar Kurikulum2013dirancanguntukmemperkuatkompetensisiswadarisisipengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut.

Bila pada jenjang SD/MI, semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran. Sebagai transisi menuju ke pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya. Bidang-bidang ilmu Geografi, Sejarah, Sosiologi, Antropologi, dan Ekonomi masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Pembelajarannya ditujukan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang konsep konektivitas ruang dan waktu beserta aktivitas-aktivitas sosial di dalamnya.

Buku IPS Kelas VII SMP/MTs ini disusun dengan pemikiran seperti di atas. Bidang ilmu Geografi dipakai sebagai landasan (platform) pembahasan bidang ilmu yang lain.

Melalui gambaran umum tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dikenalkan keberagaman potensi masing-masing daerah. Keberagaman potensi tersebut menciptakan dinamika pasokan-kebutuhan dalam dimensi ruang dan waktu yang memicu tentang pentingnya pembentukan ikatan konektivitas multi dimensi tersebut, sehingga akan menghasilkan kesatuan kokoh dalam keberagaman yang ada.

Pembahasan dalam buku ini dibagi berdasarkan beragam modal pembangunan yang dimilikiolehnegaradanbangsa,yaitumodalsumberdayamanusia,modallokasi,modal sumberdaya alam, dan modal sumberdaya budaya (termasuk di dalamnya kearifan lokal). Pemahaman terhadap modal-modal pembangunan ini akan memperkuat rasa percaya diri, kecintaan dan kebanggaan siswa atas keunggulan NKRI, sehingga tumbuh kesadaran untuk mengelola, memanfaatkan dan melestarikan modal-modal tersebut secara bertanggung jawab demi kemakmuran dan kemajuan bersama.

Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun mengacu pada pembelajaran terpadu IPS yang secara utuh dapat dipergunakan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam ketiga ranah tersebut. Tiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya.

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan- kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. • 4. iv Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga.

Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Buku ini merupakan edisi kedua sebagai penyempurnaan dari edisi pertama. Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh • 5. vIlmu Pengetahuan Sosial Daftar Isi KATA PENGANTAR.iii DAFTAR ISI.v DAFTAR TABEL.ix DAFTAR GAMBAR.x Tema 1 KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA.1 A. Letak Wilayah dan Pengaruhnya bagi Keadaan Alam Indonesia.4 1. Letak Astronomis.4 2.LetakGeografis.6 B. Keadaan Alam Indonesia.8 1.KeadaanIklimIndonesia.9 2.BentukMukaBumidanAktivitasPendudukIndonesia.13 3.KeragamanFloradanFaunadi Indonesia.32 a.

Persebaran Flora Indonesia.34 b. Persebaran Fauna Indonesia.35 C. Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam.41 1.KehidupanMasyarakat Praaksara.41 2.KehidupanMasyarakatMasaHindudanBuddha.45 3.KehidupanMasyarakatIndonesiaMasaIslam.47 D.

Konektivitas Antar Ruang dan Waktu.50 • 6. vi Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Tema 2 KEADAAN PENDUDUK INDONESIA.58 A. Asal Usul Penduduk Indonesia.60 B. Ciri atau Karakteristik Penduduk Indonesia.65 1.Jumlah danKepadatanPendudukIndonesia.65 2.KomposisiPenduduk.69 C.

Mobilitas Penduduk Antar Wilayah di Indonesia.89 1.PengertiandanBentukMobilitasPenduduk.89 2.SaranadanPrasaranaMobilitasPenduduk.96 D. Pengertian dan Jenis Lembaga Sosial.103 1.Keluarga.103 2.LembagaPendidikan.104 3.LembagaEkonomi.107 4.LembagaPolitik.108 5.LembagaAgama.108 Tema 3 POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM.113 A.

Pengertian dan Pengelompokan Sumber Daya Alam.115 B. Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia.121 1. Potensi Sumber Daya Udara.123 2. Potensi Sumber Daya Tanah.124 3. Potensi Sumber Daya Air.129 4. Potensi Sumber Daya Hutan.139 5. Potensi Sumber Daya Tambang.142 6. Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut.154 C. KegiatanEkonomidanPemanfaatanPotensiSumberDayaAlam.163 1. Kegiatan Ekonomi.163 a.Kegiatan Produksi.164 b.Kegiatan Distribusi.167 c.Kegiatan Konsumsi.169 • 7.

viiIlmu Pengetahuan Sosial 2. PemanfaatanSumberDayaAlam.171 a.Aktivitas Pertanian.172 b.Aktivitas Perkebunan.175 c.Aktivitas Peternakan.178 d.Aktivitas Perikanan.179 e.Aktivitas Pertambangan.182 f.Aktivitas Kehutanan.183 Tema 4 DINAMIKA INTERAKSI MANUSIA.189 A. Dinamika Interaksi Manusia dengan Lingkungan.191 B. Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan.193 C. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam, Sosial, Budaya, dan Ekonomi.197 1.

Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam.197 2. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Sosial.203 3. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Budaya.208 4. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Ekonomi.209 D. Keragaman Sosial-Budaya sebagai Hasil Dinamika Interaksi Manusia.211 1.

Keragaman Suku Bangsa.211 2. Keberagaman Bahasa.214 3. Keragaman Budaya.215 a.Rumah Adat.215 b.Pakaian Adat dan Senjata Tradisional.217 c. .Lagu Daerah dan Alat Musiknya.220 d.Tarian Daerah dan Pertunjukan Rakyat.221 4. Keragaman Religi.223 • 8. viii Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi E.

Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa lalu.225 1. HasilKebudayaanMasyarakatIndonesiapadaMasaPraaksara.225 2. Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha.235 3. HasilKebudayaanMasyarakatIndonesiapadaMasaIslam.237 DAFTARPUSTAKA.243 GLOSARIUM.249 INDEKS.254. • 9.

ixIlmu Pengetahuan Sosial Daftar Tabel Tabel 1.1. Karakteristik Flora yang Ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur.34 Tabel 2.1. Jumlah, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk tiap Propinsi di Indonesia.66 Tabel 2.2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Indonesia Tahun 2010.71 Tabel 2.3. Agama yang Dianut oleh Penduduk Indonesia Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk 2010.78 Tabel 2.4. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2004 dan 2012.83 Table 2.5.

Perbandingan Ciri Masyarakat Desa dan Kota.87 Tabel 2.6. Panjang Jalan Dirinci Menurut Tingkat Kewenangan di Indonesia Tahun 2011.96 Tabel 2.7. Penggunaan Sarana Transportasi Udara di Indonesia Tahun 2011.101 Tabel 3.1.

KomponenPenyusunUdara.123 Tabel 3.2. Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia.145 Tabel 3.3. Sebaran Hutan Mangrove pada Beberapa Pulau di Indonesia Tahun 1990.158 Tabel 3.4. Sebaran Daerah Penghasil Komoditas Pertanian Lahan Kering.173 Tabel 3.5. Daerah Penghasil Komoditas Perkebunan.176 Tabel 3.6. Daerah Penghasil Komoditas Peternakan.178 Tabel.4.1.

Persebaran Suku Bangsa di Indonesia.212 Tabel.4.2. Beberapa Bahasa Daerah di Indonesia.214 Tabel 4.3. Rumah-Rumah Adat di Indonesia.216 Tabel 4.4. Beberapa Alat Musik Daerah.221 • 10. x Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Daftar Gambar Gambar 1.1 Indonesia terletak di daerah tropis.4 Gambar 1.2 Letak geografis wilayah Indonesia dan batas-batasnya dengan negara lain.6 Gambar 1.3 Bali, salah satu daerah tujuan wisatadi Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara karena keindahan alam dan budayanya.8 Gambar 1.4 Arah angin pada saat musim hujan di Indonesia.

Angin yang membawa uap air dari Samudra Pasifik berbelok di Ekuator dan menurunkan hujan di Indonesia.10 Gambar 1.5 Arah angin pada saat musim kemarau di Indonesia. Angin dari Australia yang kering tidak membawa cukup uap air untuk diturunkan sebagai hujan di Indonesia.11 Gambar 1.6 Peta sebaran curah hujan di Indonesia.12 Gambar 1.7 Peta bentuk muka bumi atau fisiografi wilayah Indonesia yang menunjukkan adanya keragaman.14 Gambar 1.8 Peristiwa tsunami dapat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.18 Gambar 1.9 Pemanfaatan lahan pertanian di daerah perbukitan dengan cara terasering.22 Gambar 1.10 Beberapa jenis tanaman di daerah perbukitan.23 Gambar 1.11 Daerah perbukitan.23 Gambar 1.12 Kota Bandung, salah satu wilayah yang terletak di dataran tinggi.25 Gambar 1.13 Daerah subur sekitar Gunung Guntur, Jawa Barat menjadi penghasil berbagai produk pertanian.25 Gambar 1.14 Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta saat aktif mengeluarkan aliran awan panas atau disebut wedus gembel.27 Gambar 1.15 Sebaran gunung berapi di Indonesia.27 • 11.

xiIlmu Pengetahuan Sosial Gambar 1.16 Aktivitas perkebunan teh di daerah pegunungan.29 Gambar 1.17 Pembagian wilayah sebaran fauna di Indonesia.36 Gambar 1.18 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Barat.37 Gambar 1.19 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Tengah.38 Gambar 1.20 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Timur.39 Gambar 1.21 Kegiatan manusia masa berburu dan mengumpulkan makanan.42 Gambar 1.22 Candi Borobudur.47 Gambar 1.23 Candi Sukuh.47 Gambar 1.25 Masjid Demak.49 Gambar 2.1 Ciri Fisik Orang Vedda.61 Gambar 2.2 Orang Kubu dan Orang Toala.62 Gambar 2.3 Jalur Migrasi Bangsa Proto-Melayu.63 Gambar 2.4 Asal-usul manusia Indonesia dan Persebarannya di Indonesia.65 Gambar 2.5 Peta kepadatan Penduduk Indonesia Tahun 2010.68 Gambar 2.6 Komposisi Pendidikan Penduduk Sumatra.71 Gambar 2.7 Komposisi Pendidikan Penduduk Jawa dan Bali.72 Gambar 2.8 Komposisi Pendidikan Penduduk Nusa Tenggara.73 Gambar 2.9 Komposisi Pendidikan Penduduk Kalimantan.74 Gambar 2.10 Komposisi Pendidikan Penduduk Sulawesi.75 Gambar 2.11 Komposisi Pendidikan Penduduk Maluku.75 Gambar 2.12 Komposisi Pendidikan Penduduk Papua.76 Gambar 2.13Tempat Ibadah berbagai agama di Indonesia.79 Gambar 2.14 Kegiatan penduduk pedesaa.88 Gambar 2.15 Kegiatan penduduk perkotaan.88 Gambar 2.16 Suasana pada salah satu moda transportasi pengangkut komuter.90 Gambar 2.17 Aktivitas perekonomian di kota yang berkembang karena urbanisasi.91 • 12.

xii Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Gambar 2.18 Permukiman kumuh dan kemacetan sebagai dampak dari urbanisasi.93 Gambar 2.19 Kemacetan di perkotaan sebagai salah satu dampak urbanisasi.93 Gambar 2.20 Salah satu daerah transmigrasi di Kabupaten Batanghari Jambi.94 Gambar 2.21 Sarana transportasi kereta api.97 Gambar 2.22 Sarana transportasi kapal laut.97 Gambar 2.23 Rute pelayaran di Indonesia.98 Gambar 2.24 Sarana transportasi udara.100 Gambar 2.25 Rute penerbangan pesawat di Indonesia.102 Gambar 2.26 Lembaga sosial keluarga.104 Gambar 2.27 Lembaga Pendidikan.105 Gambar 2.28 Sektor Perdagangan Berperan dalam Menyalurkan Hasil Sumber daya Alam pada Konsumen.107 Gambar 2.29 Lembaga Politik dalam Menentukan Kebijakan pengelolaan Sumberdaya Alam.108 Gambar 3.1 Beragam bentuk sumber daya alam: (a) lahan pertanian sebagai sumber daya alam (b) laut sebagai sumber daya alam.116 Gambar 3.2 Lahan pertanian termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui.117 Gambar 3.3 Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapa diperbarui.118 Gambar 3.4 Hutan sebagai sumber daya alam organik (hayati) menyimpan kekayaan flora dan fauna yang berlimpah.119 Gambar 3.5 Tanah merupakan sumber daya alam anorganik (nonhayati).119 Gambar 3.6 Perkebunan teh.120 Gambar 3.7 Sungai Martapura sebagai salah satu sumber daya alam akuatik (perairan).120 • 13.

xiiiIlmu Pengetahuan Sosial Gambar 3.8 Lapisan tanah yang baru terbentuk.125 Gambar 3.9 Tanah yang telah lama terbentuk.125 Gambar 3.10 Sebaran jenis tanah di Indonesia.127 Gambar 3.11 Siklus pendek.130 Gambar 3.12 Siklus sedang.130 Gambar 3.13 Siklus panjang.131 Gambar 3.14 Danau Kelimutu.135 Gambar 3.15 Danau Maninjau.136 Gambar 3.16 Danau Toba, Sumatra Utara.136 Gambar 3.17 Doline.137 Gambar 3.18 Danau tapal kuda, salah satunya terdapat di Lousiana Billabong Australia.137 Gambar 3.19 Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat.138 Gambar 3.20 Hutan hujan tropis.138 Gambar 3.21 Spesies endemik (burung maleo) di Sulawesi.138 Gambar 3.22 Hutan jati bernilai ekonomis sangat tinggi.139 Gambar 3.23 Persebaran hasil tambang Indonesia.143 Gambar 3.24 Pengeboran minyak bumi.144 Gambar 3.25 Tambangan minyak bumi di Pulau Seram.144 Gambar 3.26 Batu bara.146 Gambar 3.27 Daerah sebaran penambangan batu bara di Indonesia.147 Gambar 3.28 Daerah sebaran penambangan bauksit.148 Gambar 3.29 Potensi dan sebaran pasir besi di Indonesia.148 Gambar 3.30 Sebaran potensi emas di Indonesia.149 Gambar 3.31 Sebaran potensi timah di Indonesia.149 Gambar 3.32 Potensi dan sebaran tembaga di Indonesia.150 Gambar 3.33 Potensi dan sebaran nikel di Indonesia.150 Gambar 3.34 Potensi dan sebaran aspal di Indonesia.151 Gambar 3.35 Potensi dan sebaran mangan di Indonesia.151 Gambar 3.36 Potensi dan sebaran belerang di Indonesia.152 Gambar 3.37 Potensi dan sebaran marmer di Indonesia.152 • 14.

xiv Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Gambar 3.38 Potensi dan sebaran yodium di Indonesia.153 Gambar 3.39 Potensi ikan di perairan Indonesia.155 Gambar 3.40 Usaha budi daya ikan di daerah pesisir.155 Gambar 3.41 Hutan mangrove.157 Gambar 3.42 Abrasi di pantai yang tidak ditumbuhi hutan mangrove.157 Gambar 3.43 Sebaran hutan mangrove di Indonesia dan beberapa negaratetangga.157 Gambar 3.44 Terumbu karang menyimpan kekayaan biota laut dan panorama yang indah.157 Gambar 3.45 Sebaran terumbu karang di Indonesia.161 Gambar 3.46 Nelayan menangkap ikan merupakan salah satu contoh kegiatan produksi ekstraktif.164 Gambar 3.47 Bengkel motor motor merupakan salah satu kegiatan produksi di bidang jasa.164 Gambar 3.48 Dokter adalah tenaga kerja terdidik.166 Gambar 3.49 Distribusi adalah proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.169 Gambar 3.50 Makan merupakan salah satu contoh kegiatan konsumsi.170 Gambar 3.51 Pertanian lahan basah.172 Gambar 3.52 Pertanian lahan kering.173 Gambar 3.53 Kegiatan di perkebunan kelapa sawit.175 Gambar 3.54 Peta persebaran hasil bumi di Indonesia.177 Gambar 3.55 Peternakan ayam.178 Gambar 3.56 Peternakan sapi.178 Gambar 3.57 Aktivitas penangkapan ikan di laut oleh nelayan dengan menggunakan perahu sederhana.179 Gambar 3.58 Tambak udang merupakan salah satu kegiatan perikanan.181 Gambar 3.59 Pertambangan minyak bumi.182 • 15.

xvIlmu Pengetahuan Sosial Gambar 3.60 Pemanfaatan gas dan batu bara untuk keperluan rumah tangga.183 Gambar 3.61 Aktivitas pengolahan kayu.183 Gambar 4.1 Lingkungan desa dan lingkungan kota.192 Gambar 4.2 Aktivitas pertanian merupakan Interaksi manusia dengan lingkungan.194 Gambar 4.3 Rumah mewah dengan berbagai kelengkapannya.195 Gambar 4.4 Bekas galian tambang timah.195 Gambar 4.5 Perbandingan Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan.197 Gambar kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor Komponen Lingkungan Alam.198 Gambar 4.7 Beberapa rumah adat di Indonesia.198 Gambar 4.8 Manusia Terus Mengeksploitasi Alam untuk Memenuhi Kebutuhannya.199 Gambar 4.9 Sebagian aktivitas pertanian masih menyesuaikan diri dengan alam misalnya dalam menentukan awal tanam.200 Gambar 4.10 Manusia berupaya merekayasa cuaca dengan menggunakan teknologi hujan buatan.201 Gambar 4.11 Sejak kecil kita sudah membutuhkan bantuan manusia lainnya.203 Gambar 4.12 Kehidupan bersama diawali dari adanya interaksi antara dua orang atau lebih.204 Gambar 4.13 Anak-anak rentan untuk melakukan proses imitasi perilaku orang-orang disekitarnya maupun melalui tayangan televisi.206 Gambar 4.14 Kegiatan manusia dalam memanfaatkan lingkungan ekonominya.210 Gambar 4.15 Rumah adat dari berbagai daerah.215 Gambar 4.16 Pakaian adat dari berbagai daerah.218 Gambar 4.16 Beberapa senjata Tradisional.219 Gambar 4.17 Tari saman.222 Gambar 4.18 Tari pendet.222 • 16.

xvi Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Gambar 4.19 Tari reog.222 Gambar 4.20 Tari cakalele.222 Gambar 4.21 Keragaman Agama dan Aktivitas Ibadahnya.223 Gambar 4.22 Alat serpih yang ditemukan di daerah Pacitan Jawa Timur.226 Gambar 4.23 Beliung persegi.227 Gambar 4.24 Kapak lonjong.227 Gambar 4.25 Anak panah.228 Gambar 4.26 Gerabah.229 Gambar 4.27 Gelang batu.229 Gambar 4.28 Menhir.230 Gambar 4.28 Dolmen.230 Gambar 4.30 Peti kubur batu.231 Gambar 4.31 Nekara.232 Gambar 4.32 Kapak perunggu.233 Gambar 4.33 Bejana perunggu.233 Gambar 4.34 Bandul kalung.234 Gambar 4.35 Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia.

Candi Borobur dibangun oleh Kerajaan Mataram dari Dinasti Syailendra.235 Gambar 4.36 Pertunjukkan budaya nusantara.239 • 17. Tema 1 Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia • 18.

2 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi TEMA 1 KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA PETA KONSEP Tujuan Pembelajaran (tema 1) : Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, siswa diharapkan dapat: a. Menjelaskan konsep ruang dan waktu dengan memberi contoh adanya konektivitas antar ruang dan waktu dalam setiap peristiwa dan aktivitas manusia.

Letak Wilayah Indonesia Keadaan Alam Bentuk Muka Bumi Letak Geografis Keadaan Sosial, Ekonomi dan Budaya Letak Astronomis Keadaan Iklim Mempengaruhi Konektivitas Antar Ruang dan Waktu Keadaan Geologi Berupa Keadaan Flora dan Fauna Aktivitas Penduduk Praaksara Hindhu-Budha Islam • 19.

3Ilmu Pengetahuan Sosial b. Menjelaskan letak wilayah dan pengaruhnya bagi keadaan alam Indonesia. c. Mendeskripsikan potensi alam yang dimiliki Indonesia serta pemanfaatannya. d. Pola aktivitas ekonomi penduduk Indonesia berdasarkan potensi alam yang ada di sekitarnya.

e. Menjelaskan kehidupan sosial masyarakat pada masa praaksara, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia. f. Menunjukkan perilaku jujur, bertanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, menghargai, dan percaya diri. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kepulauan. Ribuan pulau membentang dari Sabang sampai Merauke dengan beragam keadaan alamnya yang sangat memesona sehingga banyak bangsa lain yang tertarik untuk datang dan menikmati keadaan alam Indonesia.

Kita adalah orang Indonesia. Apakah kamu tahu keadaan alam berbagai wilayah di Indonesia? Bagaimanakah keadaan alam tersebut? Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sebaiknya kita mengetahui keadaan alam Indonesia. Rasa cinta dan bangga sebagai bangsa Indonesia dapat tumbuh jika kamu mengenali keadaan alam Indonesia dan aktivitas penduduknya.

Dengan mempelajari keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia, kamu dapat mensyukuri anugerah Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor atas keadaan alam Indonesia yang begitu luar biasa. Keadaan alam Indonesia yang kaya telah mempengaruhi ragam aktivitas penduduknya.

Aktifitas penduduk tersebut telah berlangsung lama baik pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam sampai saat ini. Bagaimanakah aktivitas penduduk pada masa-masa tersebut? Pada bagian ini kamu akan mempelajari keadaan alam dan aktivitas penduduk tersebut.

Sejumlah informasi tidak termuat dalam materi tema ini, tetapi kamu dapat menelusurinya dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet. • 20. 4 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi A. Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam Indonesia Letak suatu tempat di permukaan bumi tidak hanya sekadar posisi suatu objek di permukaan bumi, tetapi juga karakteristik yang ada pada tempat tersebut. Setiap tempat akan menunjukkan perbedaan dengan tempat lainnya di permukaan bumi.

Bagaimanakah dengan letak wilayah Indonesia? Apakah letak wilayah Indonesia mempengaruhi keadaan alamnya? Gambaran umum tentang pengaruh letak Indonesia terhadap keadaan alamnya akan diuraikan berikut ini. 1. Letak Astronomis Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya.

Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95O BT - 141O BT dan 6O LU - 11O LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.

Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5O LU dan 23,5O LS. Perhatikanlah batas wilayah tropis dan letak astronomis Indonesia pada peta berikut ini.

Benarkah Indonesia terletak di wilayah tropis? Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.1 Indonesia terletak di daerah tropis. • 21. 5Ilmu Pengetahuan Sosial Kamu patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim) sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar rumah.

Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam.Bandingkan dengan negara-negara yang terletak di lintang sedang misalnya, Amerika Serikat. Pada musim panas, lama siang jauh lebih lama dibandingkan dengan malam. Sebaliknya, pada musim dingin, lama siangnya lebih pendek. Keadaan suhu di daerah tropis berbeda dengan suhu di negara-negara yang terletak pada lintang sedang dengan empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur.

Pada musim dingin, udara sangat dingin sampai mencapai puluhan derajat di bawah nol celsius, sehingga diperlukan penghangat ruangan. Jalanan tertutup salju, sehingga kendaraan tidak bebas berlalu lalang. Setelah melihat Gambar 1.1, amati di mana letak negara Indonesia.

Perhatikanlah angka garis lintang dan garis bujur pada peta! Tunjukkan garis lintang dan garis bujur yang membatasi negara Indonesia! Kemudian, cari atlas dan tunjukkan di manakah letak tempat tinggalmu.

Aktivitas Individu Letak astronomis Indonesia relatif aman dari bencana alam angin siklon atau badai. Angin siklon terjadi di daerah lintang 10O > 20O LU/ LS. Karena itu, kamu wajib bersyukur tinggal di negara yang tidak terkena pengaruh yang berarti dari angin siklon yang dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa. Wawasan • 22. 6 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Pada saat itu, banyak penduduk melakukan kegiatannya di dalam ruangan, baik di rumah maupun di kantor.

Sebagian dari mereka pergi berwisata ke daerah yang lebih hangat, yaitu di daerah tropis. Pada saat musim panas, keadaan sebaliknya dapat terjadi. Pada saat itu, udara sangat panas, bahkan suhu udara dapat melampaui 40O celsius. Akibatnya, diperlukan pendingin ruangan agar tetap nyaman.

Tentu saja kegiatan di luar ruangan sangat tidak nyaman karena suhu udara terlalu tinggi. Jika kamu merasa udara panas, apa yang biasa kamu lakukan? apakah kamu punya ide kreatif? sampaikan pada teman-teman di kelasmu.

2. Letak Geografis Letak geografis adalah letak suatu negara di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia.

Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah. Batas- batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut. • Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut Cina Selatan. • Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.

• Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia. • Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Perhatikan peta pada gambar 1.2 di halaman berikut untuk melihat batas-batas Indonesia dengan wilayah lainnya! Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.2 Letak geografis wilayah Indonesia dan batas-batasnya dengan negara lain. • 23. 7Ilmu Pengetahuan Sosial Apa manfaat letak geografis bagi Indonesia? Letak geografis Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara-negara dari Asia Timur dengan negara-negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan India.

Kapal-kapal dagang yang mengangkut berbagai komoditas dari China, Jepang, dan negara-negara lainnya melewati Indonesia menuju negara-negara tujuan di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Selandia Baru. Letak geografis memberi pengaruh bagi Indonesia, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya.

Karena menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, bangsa Indonesia telah lama menjalin interaksi sosial dengan bangsa lain. Interaksi sosial melalui perdagangan tersebut kemudian menjadi jalan bagi masuknya berbagai agama ke Indonesia, seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan lain-lain.

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam menjual berbagai komoditas atau hasil bumi seperti kayu cendana, pala, lada, cengkih, dan hasil perkebunan lainnya. Sementara negara-negara lain seperti India dan Cina menjual berbagai produk barang seperti kain dan tenunan halus, porselen, dan lain-lain ke Indonesia. Manfaat letak geografis Indonesia juga memberi dampak yang merugikan. Budaya dari negara lain yang tidak selalu sesuai dengan budaya Indonesia kemudian masuk dan memengaruhi kehidupan budaya bangsa Indonesia, misalnya pergaulan bebas, kesantunan, dan lain-lain.

Selain itu, Indonesia juga rentan terhadap masuknya barang-barang terlarang, misalnya narkoba, dan barang-barang selundupan lainnya. Kamu telah memahami posisi Indonesia di antara negara lainya. Carilah informasi tentang batas-batas wilayah tempat kamu tinggal!

a. Kabupaten/kota mana saja yang berbatasan dengan kabupaten tempat kamu tinggal? Perhatikan daerah sepanjang perbatasan kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor Berupa apa saja batas-batas kabupaten/kota tersebut? b. Provinsi mana saja yang berbatasan dengan provinsi tempat kamu tinggal?

Perhatikan daerah sepanjang perbatasan provinsi tempat kamu tinggal! Berupa apa saja batas-batas provinsi tersebut? Jika di sekolahmu memiliki fasilitas internet, silakan kamu gunakan fasilitas tersebut untuk mengerjakan tugasnya! Aktivitas Kelompok • 24. 8 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi B.

Keadaan Alam Indonesia Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembang di sejumah wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain-lain sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Pernahkah kamu datang ke tempat-tempat wisata di daerah tersebut?

J i k a m e m u n g k i n k kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor nberwisatalah ke daerah wisata di Indonesia sebelum berwisata ke negara lain.

Keindahan alam Indonesia dapat kamu nikmati juga di wilayah tempat tinggalmu. Lihatlah indahnya pemandangan yang Tuhan telah berikan pada kita semua berupa hutan, sungai, danau, gunung dan pegunungan yang tampak memesona. Ingatlah, keindahan tersebut tidak semua negara memilikinya. Banyak negara yang sebagian wilayahnya hanya berupa padang pasir, hamparan es, padang rumput, dan lain-lain.

Perhatikanlah betapa indahnya alam Indonesia seperti yang tampak pada Gambar 1.3. Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya. 1. Keadaan Iklim Indonesia Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis.

Apa yang menjadi ciri iklim di daerah tropis? Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata tidak kurang dari 18O C, yaitu sekitar 27O C. Di daerah tropis, tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan suhu pada musim kemarau.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.3 Bali, salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara karena keindahan alam dan budayanya. • 25. 9Ilmu Pengetahuan Sosial Kondisi ini berbeda dengan daerah lintang sedang yang suhunya berbeda sangat jauh antara musim dingin dan musim panas.

Suhu pada musim dingin dapat mencapai sekitar -20O C atau lebih, sedangkan pada saat musim panas dapat mencapai sekitar 40O C atau lebih. Ciri daerah tropis lainnya adalah lama siang dan lama malam hampir sama yaitu sekitar 12 jam siang dan 12 jam malam.

Secara umum, keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut.

1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan. 2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkanterjadinya hujan. 3. Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis.

Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan. Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar.

Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan. Hal kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson.

Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat samudra menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan samudra.

Sementara itu, benua lebih cepat menerima panas. Akibatnya, samudra bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan benua, maka bergeraklah udara dari samudra ke benua. Iklim adalah keadaan rata- rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. sumber: Rafi`i, 1995 Wawasan • 26. 10 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat.

Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia.

Perhatikan Gambar 1.4 pada halaman sebelumnya untuk melihat pola pergerakan angin muson barat. Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya.

Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau.

Perhatikan Gambar 1.5 untuk melihat arah pergerakan angin muson timur. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.4 Arah angin pada saat musim hujan di Indonesia. Angin yang membawa uap air dari Samudra Pasifik berbelok di Ekuator dan menurunkan hujan di Indonesia. • 27.

11Ilmu Pengetahuan Sosial Pada musim hujan, petani Indonesia mulai mengerjakan lahannya untuk bercocok tanam. Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contohnya padi. Sementara itu, nelayan Indonesia justru mengurangi kegiatan melaut karena biasanya pada musim hujan sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut cukup besar sehingga membahayakan mereka.

Ikan juga lebih sulit ditangkap sehingga terjadi kelangkaan pasokan ikan dan akibatnya harga ikan lebih mahal daripada biasanya.

Musim hujan tentu tidak banyak berpengaruh pada aktivitas masyarakat Indonesia yang pekerjaannya tidak berhubungan langsung dengan alam, misalnya pegawai atau karyawan. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.5 Arah angin pada saat musim kemarau di Indonesia.

Angin dari Australia yang kering tidak membawa cukup uap air untuk diturunkan sebagai hujan di Indonesia. Gaya coriolis adalah gaya semu akibat pengaruh rotasi bumi sehingga angin seolah-olah dibelokkan ke arah kanan dari Belahan Bumi Utara (BBU) dan dibelokkan ke kiri dari Belahan Bumi Selatan (BBS).

Wawasan • 28. 12 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Pada saat musim kemarau, sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami karena tidak ada pasokan air. Sebagian lainnya masih dapat bercocok tanam dengan memanfaatkan air dari sungai, saluran irigasi atau memanfaatkan sumber buatan. Ada pula petani yang berupaya bercocok tanam walaupun tidak ada air yang cukup dengan memilih jenis tanaman atau varietas yang tidak memerlukan banyak air. Pada saat musim kemarau, nelayan dapat mencari ikan di laut tanpa banyak terganggu oleh cuaca buruk.

Hasil tangkapan ikan juga biasanya lebih besar dibandingkan dengan hasil tangkapan pada musim hujan sehingga pasokan ikan juga cukup berlimpah. Pola angin muson yang bergerak menuju wilayah Indonesia pada saat angin barat dimanfaatkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia untuk melakukan perpindahan atau migrasi dari Asia ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perahu yang digunakan untuk melakukan migrasi tersebut masih sangat sederhana dan pada saat itu masih mengandalkan kekuatan angin sehingga arah gerakannya mengikuti arah gerakan angin muson. Keadaan iklim pada saat nenek moyang datang ke Indonesia tentu berbeda dengan keadaan iklim saat ini. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa keadaan curah hujan saat ini tergolong tinggi, tetapi tidak merata. Ada wilayah dengan curah hujan yang tinggi, tetapi juga ada yang sebaliknya.

Untuk mengetahui sebaran curah hujan di Indonesia dapat dilihat pada peta 1.6 berikut ini. Sumber: Bakosurtanal Gambar 1.6 Peta sebaran curah hujan di Indonesia. • 29. 13Ilmu Pengetahuan Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor Perhatikanlah sebaran curah hujan pada Gambar 1.6.

Untuk memperoleh informasi tentang intensitas curah hujan, kamu dapat melihat legenda atau keterangan peta. Warna hijau menunjukkan curah hujan kurang dari 1.000 mm/tahun, warna ungu menunjukkan curah hujan 1.000 - 4.000 mm/tahun, dan warna kuning menunjukkan curah hujan lebih dari 4.000 mm/tahun.

2. Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Penduduk Indonesia Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km2terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2.

Ini berarti wilayah lautannya lebih luas daripada wilayah daratannya. Jika kamu perhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi.

Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Sebaran dari bentuk muka bumi Indonesia tersebut dapat dilihat pada peta sebaran bentuk muka bumi atau peta fisiografi Indonesia (Gambar 1.7). Pada peta fisiografi, tampak sebaran bentuk muka bumi Indonesia mulai dataran rendah sampai pegunungan. Untuk membaca peta tersebut, perhatikanlah legenda atau keterangan peta.

Simbol berwarna kuning menunjukkan dataran rendah, warna hijau menunjukkan daerah perbukitan, warna cokelat menunjukkan pegunungan. Tahukah kamu kota di dunia dengan curah hujan tertinggi? Kota Chilaos di Pulau Reunion merupakan kota dengan curah hujan tertinggi di dunia (1.870 mm/bulan).

Carilah pada peta lokasi kota tersebut! sumber: top10stop.com Wawasan • 30. 14 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Setelah kamu berdiskusi secara berkelompok, apakah kamu menemukan pengaruh keragaman bentuk muka bumi Indonesia terhadap keragaman aktivitas penduduknya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikanlah lingkungan sekitar tempat tinggal kamu masing-masing!

Seperti apakah bentuk muka bumi tempat kamu tinggal saat ini? Aktivitas apakah yang dominan berlangsung di sekitar tempat tinggalmu, apakah Sumber: psg.bgl.esdm.go.id (dengan penyesuaian) Gambar 1.7 Peta bentuk muka bumi atau fisiografi wilayah Indonesia yang menunjukkan adanya keragaman.

Peta Fisiografis sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi bentuk- bentuk muka bumi suatu wilayah. Bersama teman-teman, perhatikan peta Fisiografi Indonesia pada Gambar 1.9. Setelah mencermati peta tersebut, deskripsikan kondisi fisiografis di daerah tempat tinggalmu. Catatan: Jika sekolahmu memiliki fasilitas internet, silakan kamu gunakan fasilitas tersebut untuk memahami peta Fisiografis Indonesia secara lebih jelas, khususnya wilayah tempat tinggalmu.

Aktivitas Kelompok • 31. 15Ilmu Pengetahuan Sosial permukiman, industri, pertanian, atau yang lainnya? Bandingkanlah dengan keadaan bentuk muka bumi di daerah lainnya yang berbeda dengan keadaan bentuk muka bumi di sekitar tempat tinggalmu! Apakah terdapat perbedaan aktivitas penduduknya?

Secara umum, setiap bentuk muka bumi menunjukkan pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Adapun gambaran tentang keadaan muka bumi Indonesia dan aktivitas penduduknya adalah sebagai berikut. a. Dataran Rendah Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letak ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah dataran rendah, aktivitas yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian.

Di daerah ini biasanya terjadi aktivitas pertanian dalam skala luas dan pemusatan penduduk yang besar. Di Pulau Jawa, penduduk memanfaatkan lahan dataran rendah untuk menanam padi, sehingga pulau Jawa menjadi sentra penghasil padi terbesar di Indonesia. Ada beberapa alasan terjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah, yaitu seperti berikut. 1) Di daerah dataran rendah, penduduk mudah melakukan pergerakan atau kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dari satu tempat ke tempat lainnya.

2) Di daerah dataran rendah, banyak dijumpai lahan subur karena biasanya berupa tanah hasil endapan yang subur atau disebut tanah alluvial. 3) Dataran rendah dekat dengan pantai, sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan. 4) Daerah dataran rendah memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar melalui jalur laut.

Dengan berbagai keuntungan tersebut, banyak penduduk bermukim di dataran rendah. Pemusatan penduduk di dataran rendah kemudian berkembang menjadi daerah perkotaan.

Sebagian besar daerah perkotaan di Indonesia, bahkan dunia, terdapat di dataran rendah. Aktivitas pertanian di dataran rendah umumnya adalah aktivitas pertanian lahan basah. Aktivitas pertanian lahan basah dilakukan di daerah yang sumber airnya cukup tersedia untuk mengairi lahan pertanian.

Lahan basah umumnya dimanfaatkan untuk tanaman padi yang dikenal dengan pertanian sawah. • 32. 16 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam.

Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan gempa. Banjir di dataran rendah terjadi karena aliran air sungai yang tidak mampu lagi ditampung oleh alur sungai.

Tidak mampunya sungai menampung aliran air dapat terjadi karena aliran air dari daerah hulu yang terlalu besar, pendangkalan sungai, penyempitan alur sungai, atau banyaknya sampah di sungai yang menghambat aliran sungai.

Bencana banjir memiliki beberapa tanda yang dapat kita lihat. Secara umum, tanda-tanda tersebut antara lain sebagai berikut : 1) Terjadinya hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi tanpa disertai dengan proses infiltrasi/penyerapan yang baik.

2) Air melebihi batas sempadan sungai sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. 3) Air yang jatuh ke permukaan tidak dapat mengalir Indonesia sejak dulu sudah dikenal sebagai negara agraris. Namun demikian, ada kecenderungan generasi muda tidak ingin menjadi petani. Menurut kamu, apa yang harus dilakukan oleh berbagai pihak agar masyarakat dapat menghargai pekerjaan sebagai petani hingga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat? No Ide atau gagasanmu agar masyarakat menghargai pekerjaan sebagai petani 1 2 3 4 Aktivitas Individu • 33.

17Ilmu Pengetahuan Sosial dengan baik karena saluran drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga air tersumbat dan tidak dapat mengalir dengan baik. 4) Air tidak menyerap ke dalam tanah karena berkurangnya vegetasi sebagai penyerap atau penyimpan air. Pantai merupakan bagian dari dataran rendah yang berbatasan dengan laut. Di daerah pantai, ancaman bencana yang mengancam penduduk adalah tsunami. Apa yang sebaiknya dilakukan u n t u k m e n g h i n d a r i bahaya tsunami?

Kamu sebaiknya menyiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya tsunami dengan memperhatikan hal-hal berikut ini. • Jika kamu tinggal di daerah pantai dan merasakan adanya gempa kuat yang disertai dengan suara ledakan di laut, sebaiknya kamu bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami.

Segera tinggalkan daratan pantai tempat kamu tinggal jika gempa kuat terjadi. • Jika kamu melihat air pantai mendadak surut sehingga dasar laut tampak jelas, segera jauhi pantai karena hal itu merupakan peringatan alam bahwa akan terjadi tsunami.

• Tanda-tanda alam lainnya kadang terjadi seperti banyaknya ikan di pantai dan tiba-tiba banyak terdapat burung. Diskusikan dalam kelompok apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari banjir ?

Laporkan hasil pekerjaan kelompokmu di depan kelas. Setiap orang bisa memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang dilaporkan.

Aktivitas Kelompok Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang diakibatkan oleh macam-macam aktivitas di dasar samudra, berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Wawasan • 34.

18 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi • Seringkali gelombang tsunami yang kecil disusul oleh gelombang raksasa di belakangnya. Oleh karena itu, kamu harus waspada.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

• Lembaga pemerintah yang berwenang biasanya selalu memantau kemungkinan terjadinya tsunami. Oleh karena itu, jika belum ada pernyataan “keadaan aman”, kamu sebaiknya tetap menjauhi pantai. Potensi bencana yang juga mengancam daerah pantai adalah gempa. Sebenarnya tidak semua wilayah pantai di Indonesia berpotensi gempa.

Pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara berpotensi gempa. Pantai di Pulau Kalimantan relatif aman dari gempa karena jauh dari pusat gempa. Wilayah lainnya adalah Sulawesi, Maluku, Papua, dan sejumlah pulau lainnya. Ancaman gempa juga dapat terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan.

Sumber: bbc.co.uk Gambar 1.8 Peristiwa tsunami dapat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. • 35. 19Ilmu Pengetahuan Sosial Jika daerahmu termasuk daerah rawan bencana, agar tidak menjadi korban bencana gempa, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

a. Pada saat sebelum terjadi gempa • Kaitkan rak, lemari, dan perabotan lainnya ke dinding agar tidak menimpa kita pada saat gempa. • Tempatkan barang-barang lebih berat di bagian bawah lemari atau rak agar lemari atau rak tidak mudah jatuh. • Simpan barang pecah belah pada tempat yang lebih rendah dan tertutup. • Gantungkan barang-barang yang agak berat seperti lukisan dan cermin jauh dari tempat tidur dan tempat duduk. • Pastikan lampu hias yang digantung menggunakan bahan atau tali yang kuat dan tidak mudah lepas.

• Perbaiki kabel dan sambungan gas yang rusak karena berpotensi menimbulkan kebakaran. • Perbaiki retakan-retakan pada dinding dan fondasi rumah. • Simpan bahan-bahan berbahaya seperti pestisida dan produk- produk yang mudah terbakar pada tempat yang aman, misalnya pada kotak khusus dan simpan di bawah. • Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor tempat yang aman baik di dalam rumah maupun di luar rumah seperti berlindung di bawah perabotan yang kokoh (meja yang berat dan kuat).

• Sediakanlah barang-barang yang diperlukan jika terjadi bencana, lampu senter dan batere cadangan, kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan), makanan dan air untuk keadaan darurat, sepatu yang kuat, alat-alat pemecah dan pemotong seperti palu, gergaji, dan lain-lain. b. Pada saat terjadi gempa • Cari perlindungan di bawah meja atau perabotan lainnya yang kokoh, berpeganganlah sampai gempa berhenti.

Jika tidak ada meja di dekat kamu, lindungilah kepala dan muka dengan tangan dan bungkukkan atau meringkuk di sudut bagian dalam bangunan. Wawasan • 36. 20 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi • Jika bangunan diperkirakan cukup kuat, tetap bertahan di dalam ruangan sampai gempa berhenti dan aman untuk pergi keluar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan luka terjadi saat korban berupaya pindah lokasi dalam ruangan atau berusaha pergi keluar.

Pada saat berpindah lokasi, korban umumnya tertimpa runtuhan puing-puing bangunan. • Menjauhlah dari tempat barang-barang yang terbuat dari kaca atau gelas seperti jendela kaca, cermin, gambar atau barang- barang yang dapat menimpa kita. • Bertahanlah di tempat tidur jika kamu di sana saat gempa terjadi. Berpeganganlah dan lindungi kepala dengan bantal. Jika di atas kita ada lampu yang tergantung, pindahlah ke tempat yang aman.

• Jika kondisi bangunan diketahui rawan untuk ambruk, misalnya bangunan tua yang rapuh, segeralah keluar secepatnya. • Jangan gunakan elevator jika kamu sedang berada dalam sebuah gedung. Jika kamu sedang ada di luar, lakukan hal-hal berikut. • Bertahanlah dan jauhi bangunan, pohon, lampu-lampu jalan, jalur telepon dan listrik serta jalan layang. • Tetaplah berada di luar sampai gempa berhenti. Bahaya terbesar terjadi saat orang berlarian keluar dan terkena runtuhan gedung. Bertahanlah di tempat tidur jika kamu di sana saat gempa terjadi.

Berpeganganlah dan lindungi kepala dengan bantal. Jika di atas kita ada lampu yang tergantung, pindahlah ke tempat yang aman. • Jika bangunan diperkirakan cukup kuat, tetap bertahan di dalam ruangan sampai gempa berhenti dan aman untuk pergi keluar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan luka terjadi saat korban berupaya pindah lokasi dalam ruangan atau berusaha pergi keluar. Pada saat berpindah lokasi, korban umumnya tertimpa runtuhan puing-puing bangunan. • Jika kondisi bangunan diketahui rawan untuk ambruk, misalnya bangunan tua yang rapuh, segeralah keluar secepatnya.

• Jangan gunakan elevator jika kamu sedang berada dalam sebuah gedung. • 37. 21Ilmu Pengetahuan Sosial b. Bukit dan Perbukitan Bukit adalah bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang dari 600 m dpal.

Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung. Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu. Di daerah perbukitan, aktivitas permukiman tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil.

Penduduk memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau sungai. Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga sering mengalami bencana alam, baik berupa tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, letusan gunung berapi, dan lain-lain.

Berbagai bencana alam tersebut seringkali menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian harta benda, terputusnya jalur transportasi dan komunikasi, dan lain-lain. Kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk membantu mereka yang terkena bencana alam. Oleh karena itu, kepedulian dari masyarakat terhadap sesama manusia yang sedang terkena bencana alam sangat diperlukan untuk mengurangi penderitaan mereka. Sudahkah kamu ikut membantu korban bencana alam?

Jika ya, dalam bentuk apakah bantuan tersebut diberikan? Renungkan Di manakah daerah perbukitan ditemukan? Daerah perbukitan umumnya berada di antara daerah dataran rendah pantai dengan pegunungan. Daerah ini umumnya terbentuk karena adanya gejala pelipatan akibat gaya tekanan, sehingga menimbulkan lipatan pada permukaan bumi.

Daerah perbukitan juga bisa terjadi karena adanya gejala patahan. Wawasan • 38. 22 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Aktivitas ekonomi, khususnya pertanian, dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan dengan kemiringan lereng tertentu. Untuk memudahkan penanaman, penduduk menggunakan teknik sengkedan dengan memotong bagian lereng tertentu agar menjadi datar.

Teknik ini kemudian juga bermanfaat mengurangi erosi atau pengikisan oleh air. Aktivitas pertanian di daerah perbukitan, pada umumnya pertanian lahan kering. Pertanian lahan kering merupakan pertanian yang dilakukan di wilayah yang pasokan airnya terbatas atau hanya mengandalkan air hujan.

Istilah pertanian lahan kering sama dengan ladang atau huma yang dilakukan secara menetap maupun berpindah- pindah seperti di Kalimantan. Tanaman yang ditanam umumnya adalah umbi-umbian atau palawija dan tanaman tahunan (kayu dan buah-buahan).

Pada bagian lereng yang masih landai dan lembah perbukitan, sebagian penduduk juga memanfaatkan lahannya untuk tanaman padi. Sumber: jelajah.valadoo.com Gambar 1.9 Pemanfaatan lahan pertanian di daerah perbukitan dengan cara terasering. Sumber: klikmadu.com Jagung Sumber: fandicka.files.wordpress.com Kacang tanah • 39. 23Ilmu Pengetahuan Sosial Daerah perbukitan sulit berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas perekonomian, karena mobilitas manusia tidak semudah di daerah dataran sehingga pemusatan permukiman dan industri relatif terbatas.

Meskipun demikian, daerah perbukitan dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata karena panorama alamnya yang indah dan suhu udaranya yang sejuk. Aktivitas pariwisata yang dapat dikembangkan antara lain wisata alam yang tujuannya menikmati pemandangan daerah perbukitan yang indah. Sumber: danieltts.files.wordpress.com Ketela pohon Sumber: 0.tqn.com/d/gohawaii Ubi jalar Gambar 1.10 Beberapa jenis tanaman di daerah perbukitan.

Sumber: koleksi kemdikbud Gambar 1.11 Daerah perbukitan. Coba tuliskan beberapa jenis makanan yang dibuat dari beberapa jenis tanaman di daerah perbukitan yang kamu ketahui di daerahmu. Jenis Tanaman Jenis Makanan Jagung Kacang Tanah Ketela Pohon Ubi Aktivitas Individu • 40.

24 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi c. Dataran Tinggi Dataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter dpal.

Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti halnya di dataran rendah. Oleh karena itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran Tinggi Bandung. Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa jenis sayuran seperti tomat dan cabe.

Seperti halnya dataran rendah, daerah perbukitan memiliki potensi bencana alam. Potensi bencana alam yang dapat terjadi di daerah perbukitan adalah longsor.

Agar kita terhindar dari bencana longsor dan dampak yang ditimbulkan pada saat dan setelah terjadi longsor, cara-cara berikut diharapkan dapat membantu. 1. Hindarilah membangun rumah di wilayah yang rawan longsor seperti di daerah yang berlereng curam, dekat dengan tepi gunung, dekat dengan jalur aliran air atau drainase.

2. Kenalilah tanda-tanda akan terjadinya longsor di sekitar kita, yaitu seperti berikut. • Perubahan, pergeseran, atau retakan yang melebar secara perlahan-lahan pada tanah dan jalan di lingkungan sekitar. • Pintu dan jendela macet untuk pertama kalinya. • Retakan baru yang muncul pada lantai dan tembok. • Fasilitas-fasilitas rumah di bawah tanah, seperti pipa saluran air mengalami pecah atau retak.

• Tonjolan tanah terlihat pada dasar dari suatu lereng. • Air dari pipa atau kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor air keluar dari tanah pada lokasi baru. • Pagar, pohon, dan dinding bergeser.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

• Suara gemuruh bertambah kuat. • Terdapat suara suara aneh atau tidak biasa seperti suara pohon yang patah atau suara batu yang saling bertumbukan.

Wawasan • 41. 25Ilmu Pengetahuan Sosial Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata ke daerah dataran tinggi.

Beberapa dataran tinggi di Indonesia menjadi daerah tujuan wisata misalnya Bandung dan Dieng. Potensi bencana alam di dataran tinggi biasanya adalah banjir. Karena bentuk muka buminya yang datar, dataran tinggi berpotensi menimbulkan genangan air.

Tanda-tanda bencana banjir dan upaya menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya d. Gunung dan Pegunungan Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya.

Biasanya bagian yang menjulang dalam bentuk puncak-puncak dengan ketinggian 600 meter diatas permukaan laut. Pegunungan adalah bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal.

Sumber: yogadibandung.files.wordpress.com Gambar 1.12 Kota Bandung, salah satu wilayah yang terletak di dataran tinggi. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.13 Daerah subur sekitar Gunung Guntur, Jawa Barat menjadi penghasil berbagai produk pertanian. • 42. 26 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Indonesia memiliki banyak gunung dan pegunungan.

Sebagian gunung merupakan gunung berapi. Keberadaan gunung berapi tidak hanya menimbulkan bencana, tetapi juga membawa manfaat bagi wilayah sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya.

Hal itu menjadi salah satu alasan bagi penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi karena lahan tersebut sangat subur untuk kegiatan pertanian. Gunung berapi adalah gunung yang memiliki lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi.

Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau rekahan. Sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus. Sebagian gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi yang aktif. Gunung berapi di Indonesia umumnya merupakan gunung berapi bertipe Strato, yaitu gunung berapi berbentuk kerucut yang tinggi dengan lereng yang curam. Sumber: Dept.Pertambangan dan Energi,1979 Wawasan Lahan-lahan yang subur di negara kita merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak semua wilayah di permukaan bumi memiliki lahan yang subur. Bahkan, sebagian di antaranya sulit ditanami karena tingkat kesuburannya rendah. Lahan yang subur di Indonesia telah memberikan banyak berkah berupa hasil pertanian, perkebunan, kayu, dan lain-lain untuk keperluan sandang, pangan, dan papan bagi bangsa Indonesia.

Kita patut bersyukur dengan cara memelihara dan menjaganya dari kerusakan yang ditimbulkan oleh ulah manusia, misalnya dengan melakukan berbagai cara konservasi atau pemeliharaan tanah agar kesuburannya tetap terjaga. Renungkan • 43. 27Ilmu Pengetahuan Sosial Ciri gunung berapi yang aktif adalah adanya aktivitas kegunungapian seperti semburan gas, asap, dan lontaran material dari dalam gunung berapi.

Di Indonesia, sebagian besar gunung berapi tersebar di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa sampai Nusa Tenggara.

Kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor berapi juga banyak ditemui di Pulau Sulawesi dan Maluku. Beberapa gunung berapi di Nusantara sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat dahsyat, yaitu gunung berapi Tambora dan Krakatau.

Sumber: hariankuini.blogspot.com Gambar 1.14 Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta saat aktif mengeluarkan aliran awan panas atau disebut wedus gembel. Adakah gunung di sekitar tempat tinggalmu? Jika tidak ada, carilah gunung yang ada di provinsi atau pulau tempat kamu tinggal! Cari informasi tentang gunung tersebut! Buatlah tulisan tentang gunung tersebut, misalnya cerita letusannya dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung itu.

Cari pula informasi tentang keadaan alam (kesuburan tanah, iklim, bentuk muka bumi), hasil bumi, dan tradisi serta seni budaya yang berkembang pada masyarakat sekitar gunung Aktivitas Individu Sumber: upload.wikimedia.org Gambar 1.15 Sebaran gunung berapi di Indonesia.

• 44. 28 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi a. Kamu telah belajar berbagai aktivitas penduduk pada berbagai bentuk muka bumi yang berbeda. Selanjutnya, lakukan pengamatan aktivitas penduduk di sekitar tempat tinggalmu. Bandingkan dengan teman-temanmu yang tinggal di wilayah yang berbeda.

Bentuk Muka Bumi Aktivitas Penduduk Jenis Komoditas yang Dihasilkan b. Perhatikanlah sebaran gunung dan gunung berapi di Indonesia pada peta atau atlas! Perhatikan juga sebarannya pada peta sebaran gunung berapi di atas.

Berdasarkan peta-peta tersebut, isilah tabel di bawah ini! No Nama Gunung Nama Provinsi Status (Gunung berapi atau bukan gunung berapi) Ketinggian*) (meter) *) Data ketinggian gunung dapat dilihat pada peta atau atlas Aktivitas Kelompok Peristiwa bencana alam sebenarnya merupakan bentuk keseimbangan alam.

Gunung yang meletus mengeluarkan banyak material yang kemudian mengendap di daerah sekitarnya. Material tersebut kemudian meremajakan tanah yang telah berkurang kesuburannya karena pengikisan atau erosi. Andai tidak ada letusan gunung berapi, tentu tanah akan makin turun kesuburannya. Hal yang perlu kita lakukan adalah berupaya menghindari bencana dengan melakukan persiapan jika bencana terjadi. Bencana alam juga bisa merupakan teguran agar kita semua ingat kembali pada Tuhan Yang Maha Esa.

Renungkan • 45. 29Ilmu Pengetahuan Sosial Penduduk yang tinggal di gunung atau pegunungan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk pertanian. Lahan-lahan dengan kemiringan yang cukup besar masih dimanfaatkan penduduk. Komoditas yang dikembangkan biasanya adalah sayuran dan buah-buahan. Sebagian penduduk memanfaatkan lahan yang miring dengan menanam beberapa jenis kayu untuk dijual. Seperti halnya di daerah perbukitan, aktivitas permukiman sulit dilakukan secara luas.

Hanya pada kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor tertentu saja yang relatif datar dimanfaatkan untuk permukiman.

Permukiman dibangun di daerah yang dekat dengan sumber air, terutama di lereng bawah atau di kaki gunung. Selain pertanian, aktivitas lainnya yang berkembang adalah pariwisata. Pemandangan alam yang indah dan udaranya yang sejuk menjadi daya tarik wisata. Keragaman bentuk muka bumi ternyata diikuti pula oleh keragaman aktivitas penduduk dan komoditas yang dihasilkannya.

Daerah pegunungan dan perbukitan pada umumnya menghasilkan produk-produk pertanian berupa sayuran, buah-buahan, dan palawija. Daerah ini memasok kebutuhan penduduk di daerah dataran yang umumnya merupakan pusat-pusat permukiman penduduk. Sebaliknya, daerah dataran menghasilkan banyak produk industri yang dikonsumsi oleh daerah lainnya. Mobilitas penduduk dan barang terjadi di antara daerah-daerah tersebut karena perbedaan aktivitas penduduk dan komoditas yang dihasilkannya.

Sumber: selayangpandang.blogspot.com Gambar 1.16 Aktivitas perkebunan teh di daerah pegunungan. • 46. 30 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Potensi bencana alam di daerah pegunungan adalah longsor dan letusan gunung berapi. Tanda-tanda longsor dan upaya untuk menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Walaupun tidak semua gunung berapi merupakan gunung berapi yang aktif, namun kamu perlu mengenal tanda-tanda akan meletusnya gunung berapi, seperti berikut: 1.

Suhu sekitar kawah naik. 2. Sumber air banyak yang mengering. 3. Sering terasa adanya gempa bumi (vulkanik). 4. Binatang yang ada di atas gunung banyak yang berpindah menuruni lereng karena terasa panas. 5. Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung. Tanda-tanda tersebut tidak selalu mudah dikenali oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, pemerintah memantau terus perkembangan gunung berapi dan memberikan informasi pada masyarakat saat gunung berapi mulai aktif.

Agar terhindar dari bahaya letusan gunung berapi, sebaiknya kamu melakukan hal-hal berikut ini. 1. Sebelum letusan • Sediakan kacamata dan masker untuk menghindari debu yang bisa masuk ke mata dan saluran pernapasan.

• Upayakan untuk tidak tinggal dekat gunung berapi. • Jika kamu tinggal dekat gunung berapi, upayakan untuk selalu siaga untuk menyelamatkan diri. 2. Selama letusan • Ikuti perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. • Hati-hati dengan aliran lumpur. Lihatlah ke arah hulu sungai kalau-kalau ada aliran lumpur.

Jika ada aliran lumpur yang mendekat, jangan menyeberang jembatan. • Jauhi lembah sungai dan tempat yang rendah. • Gunakan masker dan kacamata untuk menghindari debu. • Dengarkan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau televisi tentang perkembangan letusan. Wawasan • 47. 31Ilmu Pengetahuan Sosial • Gunakan celana panjang dan baju tangan panjang untuk menghidari kontak dengan debu.

• Jauhi tempat di mana angin datang dari arah gunung berapi yang meletus. • Tetaplah dalam rumah kecuali ada perkembangan yang membahayakan. • Tutuplah pintu, jendela, dan lubang ventilasi untuk menghindari debu. • Hindari mengemudi pada kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor hujan abu.

3. Setelah letusan • Bersihkan sisa-sisa debu yang masih mengendap di atas atap. • Jika telah dievakuasi ke tempat yang aman, jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. • Pantau terus perkembangan aktivitas gunung berapi melalui berbagai media. • Berikanlah pertolongan pada mereka yang terkena bencana.

Setelah kamu mempelajari bentuk muka bumi, lakukan pengamatan dan wawancara tentang keadaan alam dan aktivitas ekonomi di daerahmu! 1. Perhatikanlah daerah di sekitar tempat tinggalmu! Deskripsikanlah keadaan alam di sekitar tempat tinggalmu.

Tanyakan pada orang di sekitarmu, mengapa tempat tinggalmu menjadi tempat permukiman? No Faktor Pendukung Aktivitas Kelompok • 48. 32 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 3. Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika.

Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies.

Spesies hewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu. Bagaimanakah keadaan flora dan fauna pada masa Praaksara di Indonesia? Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah fosil jenis tumbuhan Praaksara, antara lain pohon jeruk, pohon salam, dan pohon rasamala. Selain itu, ada tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan seperti jenis umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran. Tumbuh- tumbuhan tersebut tumbuh liar di hutan. 2. Tulislah faktor penghambat yang dihadapi untuk melaksanakan berbagai aktivitas ekonomi yang dominan berkembang di daerah tempat tinggalmu.

No Faktor Penghambat Aktivitas Kelompok Sejumlah jenis hewan di Indonesia telah punah dan hanya bisa dilihat gambarnya saja. Hewan-hewan tersebut diantaranya adalah Harimau Bali, Harimau Jawa, Kuau Bergaris Ganda, Tikus Hidung Panjang Flores, dan Tikus Gua Flores. sumber: Alamendah.com Wawasan • 49. 33Ilmu Pengetahuan Sosial Fosil-fosil hewan yang ditemukan pada umumnya merupakan hasil evolusi dari hewan-hewan masa sebelumnya.

Kondisi hewan pada zaman P r a a k s a r a p a d a dasarnya tidak banyak berbeda dengan kondisi saat ini. Hewan-hewan masa Praaksara antara lain kera, gajah, kerbau liar, badak, banteng, kancil, babi rusa, monyet berekor, hewan pemakan serangga, trenggiling, dan hewan pengerat. Sebagian dari hewan-hewan tersebut ada yang menjadi hewan buruan manusia Praaksara. Sebagian hewan punah karena ditangkap dan dimakan oleh manusia.

Sebagian hewan lainnya masih hidup karena kemampuannya membebaskan dari berbagai gangguan serta dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak, flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing di alam.

Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah. Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yang besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Mengapa demikian? Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewan yang dapat hidup di daerah tersebut.

Bukti dari pernyataan tersebut dapat kamu bandingkan antara daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia dan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun. Tahukah kalian binatang apa saja yang termasuk langka di Indonesia? 1. Badak Jawa (20-27 ekor) 2. Badak Sumatra (220-275 ekor) 3. Macan Tutul Jawa (250 ekor) 4. Rusa Bawean (250-300 ekor) 5.

Harimau Sumatra (400-500 ekor) 6. Beruk Mentawai (2100-3700 ekor) 7. Orang Utan Sumatra (7300 ekor) dan beberapa spesies lainnya. Wawasan • 50. 34 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi a. Persebaran Flora di Indonesia Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Perbandingan karakteristik flora yang ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut. Indonesia Barat Indonesia Timur Jenis meranti-merantian sangat banyak Jenis meranti-merantian hanya sedikit Terdapat berbagai jenis rotan Tidak terdapat berbagai jenis rotan Tidak terdapat hutan kayu putih Terdapat hutan kayu putih Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikit Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa, khususnya di Papua Jenis tumbuhan sagu sedikit B a n y a k t e r d a p a t tumbuhan sagu Terdapat berbagai jenis nangka Tidak terdapat jenis nangka Berbagai jenis flora tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai bahan furniture, bahan bangunan, bahan makanan, dan lain-lain.

Sebagai contoh, rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Berbagai jenis kerajinan dihasilkan dengan memanfaatkan bahan dari rotan. Sentra penghasil produk kerajinan tersebut banyak berkembang di daerah-daerah tertentu, misalnya di Cirebon dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Tabel 1.1 Karakteristik Flora yang Ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur • 51.

35Ilmu Pengetahuan Sosial b. Persebaran Fauna Indonesia Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe Australis (Australic).

Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemik. 1. Carilah informasi tentang flora yang banyak ditemukan di provinsi atau kabupaten/kota tempat tinggalmu! Kelompokkanlah berdasarkan pemanfaatannya saat ini! No Nama Tanaman Pemanfaatan Kondisi 1 Jati Bahan bangunan dan furnitur Langka 2.

Adakah flora khas atau lokal yang ada di daerahmu? Jika ada, dimanfaatkan untuk apa saja oleh penduduk saat ini? No Jenis Flora Khas atau Lokal Pemanfaatan Saat Ini Aktivitas Kelompok • 52.

36 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.17 Pembagian wilayah sebaran fauna di Indonesia. Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah dan ahli ilmu alam, geografi,antropologi, dan biologi yang membagi flora dan fauna di Indonesia dua bagian besar. Bagian pertama, yang terletak di bagian barat, memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan flora dan fauna Asia.

Bagian timur memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan dua bagian flora dan fauna di Indonesia tersebut dikenal dengan nama Garis Wallace membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia barat dan tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia tengah dengan timur. Tokoh • 53. kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor Pengetahuan Sosial 1).

Fauna Indonesia Bagian Barat Fauna Indonesia bagian Barat atau tipe asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-lain. Di samping mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling.

Berbagai jenis burung yang dapat ditemui seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui di wilayah ini. Gambar 1.18 adalah contoh fauna Indonesia bagian Barat. Sumber: alamendah.files.wordpress.com Badak bercula satu Sumber: faunakaltim.files.wordpress.com Banteng Gambar 1.18 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Barat.

Sumber: belajarselamanya.blogspot.com Gajah Sumber: argaputra.blogspot.com Harimau • 54. 38 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 2). Fauna Indonesia Tengah atau Tipe Peralihan Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Wilayah fauna Indonesia Tengah disebut pula wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Maluku, Timor, dan Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil di sekitar pulau-pulau tersebut.

Fauna yang menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di antaranya biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam burung yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri. Berikut ini gambar contoh fauna Indonesia bagian Tengah : 3).

Fauna Indonesia Bagian Timur Fauna Indonesia bagian Timur atau disebut tipe australic tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain kangguru, beruang, Sumber: mazjhe.worpress.com Anoa Sumber: komodoflores.com Komodo Sumber: mepow.files.wordpress.com Kuskus Sumber: alamendah.files.wordpress.com Babi rusa Gambar 1.19 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Tengah.

• 55. 39Ilmu Pengetahuan Sosial walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kangguru pohon, dan kelelawar. Di wilayah ini, tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut, terdapat pula reptil seperti biawak, buaya, ular, kadal. Berbagai jenis burung ditemui di wilayah ini di antaranya burung cenderawasih, nuri, raja udang, kasuari, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.

Sumber: materiunasgeografi.files.wordpress. com Walabi Sumber: planet-mammiferes.org Landak irian Sumber: faridtahu.com Cenderawasih Sumber: fotohewan.info Nuri Gambar 1.20 Beberapa spesies fauna Indonesia bagian Timur. • 56. 40 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Setelah kamu memahami sebaran fauna yang ada di Indonesia, identifikasi jenis fauna yang dapat kamu temukan di daerah sekitarmu.

No Jenis Fauna Asal Kelompok Fauna 1 2 3 4 5 Berdasarkan jenis fauna yang ada di daerah tempat tinggalmu, tentukanlah fauna yang termasuk fauna yang dilindungi. No Jenis Fauna Bagaimana sikapmu terhadap masyarakat yang memelihara fauna yang dilindungi? Kemukakanlah alasanmu! Sikap Alasan Aktivitas Kelompok • 57.

41Ilmu Pengetahuan Sosial C. Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam. Iklim dan bentuk muka bumi mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Hal ini dapat diketahui dari corak kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. 1. Kehidupan Masyarakat Masa Praaksara. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Praaksara dapat dibagi ke dalam tiga masa, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.

a. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Kehidupan manusia m a s a b e r b u r u d a n mengumpulkan makanan, dari sejak Pithecanthropus sampai dengan Homo sapiens sangat bergantung pada kondisi alam. Mereka tinggal di padang rumput dengan semak belukar yang letaknya berdekatan dengan sungai.

Daerah itu juga merupakan tempat persinggahan hewan-hewan seperti kerbau, kuda, monyet, banteng, dan rusa, untuk mencari mangsa.

Hewan-hewan inilah yang kemudian diburu oleh manusia. Di samping berburu, mereka juga mengumpulkan tumbuhan yang mereka temukan seperti ubi, keladi, daun-daunan, dan buah-buahan. Mereka bertempat tinggal di dalam gua-gua yang tidak jauh dari sumber air, atau di dekat sungai yang terdapat sumber makanan seperti ikan, kerang, dan siput. Ada dua hal yang penting dalam sistem hidup manusia Praaksara (masa berburu dan mengumpulkan makanan) yaitu membuat alat-alat dari batu yang masih kasar, tulang, dan kayu disesuaikan dengan keperluannya, seperti kapak perimbas, alat-alat serpih, dan kapak genggam.

Selain itu, manusia Praaksara juga membutuhkan api untuk memasak dan penerangan pada malam hari. Kegiatan berburu dan meramu sudah ditinggalkan, namun di beberapa masyarakat Indonesia kegiatan tersebut masih dilakukan, seperti pada masyarakat suku-suku terasing. Wawasan • 58. 42 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Api dibuat dengan cara menggosokkan dua keping batu yang mengandung unsur besi sehingga menimbulkan percikan api dan membakar lumut atau rumput kering yang telah disiapkan.

Sesuai dengan mata pencahariannya, manusia Praaksara tidak mempunyai tempat tinggal tetap, tetapi selalu berpindah-pindah (nomaden) mencari tempat- tempat yang banyak bahan makanan. Tempat yang mereka pilih di sekitar padang rumput yang sering dilalui binatang buruan, di dekat danau atau sungai, dan di tepi pantai. Dalam kehidupan sosial, manusia Praaksara hidup dalam kelompok-kelompok dan membekali dirinya untuk menghadapi lingkungan sekelilingnya.

b. Masa Bercocok Tanam Masa bercocok tanam adalah masa ketika manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang.

Masa bercocok tanam terjadi ketika cara hidup berburu dan mengumpulkan bahan makanan ditinggalkan. Pada masa ini, mereka mulai hidup menetap di suatu tempat.

Manusia Praaksara yang hidup pada masa bercocok tanam adalah Homo sapiens, baik itu ras Mongoloid maupun ras Austromelanesoid. Masa ini sangat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat karena pada masa ini terdapat beberapa penemuan baru seperti penguasaan sumber-sumber alam. Berbagai macam tumbuhan dan hewan mulai dipelihara. Mereka bercocok tanam dengan cara berladang. Pembukaan lahan dilakukan dengan cara menebang dan membakar hutan. Jenis tanaman yang ditanam adalah ubi, pisang, dan sukun.

Selain berladang, kegiatan berburu dan menangkap ikan terus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan akan kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor hewani. Kemudian, mereka secara perlahan meninggalkan cara berladang Sumber: pancamarga.blogspot.com Gambar 1.21 Kegiatan manusia masa berburu dan mengumpulkan makanan. • 59. 43Ilmu Pengetahuan Sosial dan digantikan dengan bersawah. Jenis tanamannya adalah padi dan umbi-umbian.

Perkembangan selanjutnya, manusia praaksara masa ini mampu membuat alat-alat dari batu yang sudah diasah lebih halus serta mulai dikenalnya pembuatan gerabah. Alat-alatnya berupa beliung persegi dan kapak lonjong, alat-alat pemukul dari kayu, dan mata panah.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

Pada masa bercocok tanam, manusia mulai hidup menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas tempat-tempat tinggal sederhana yang didiami secara berkelompok oleh beberapa keluarga. Mereka mendirikan rumah panggung untuk menghindari binatang buas.

Kebersamaan dan gotong royong mereka junjung tinggi. Semua aktivitas kehidupan, mereka kerjakan secara gotong royong. Tinggal hidup menetap menimbulkan masalah berupa penimbunan sampah dan kotoran, sehingga timbul pencemaran lingkungan dan wabah penyakit. Pengobatan dilakukan oleh para dukun. Pada masa bercocok tanam, bentuk perdagangan bersifat barter. Barang-barang yang dipertukarkan waktu itu ialah hasil-hasil bercocok tanam, hasil kerajinan tangan (gerabah, beliung), garam, dan ikan yang dihasilkan oleh penduduk pantai.

Carilah infomasi dari berbagai sumber tentang kehidupan masyarakat pada masa Praaksara di daerah kabupaten/kota atau provinsi tempat kamu tinggal! Informasi mencakup lokasi tempat mereka melakukan aktivitas, kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politiknya. Kehidupan sosial berisi gambaran tentang bagaimana membangun hubungan antar anggota masyarakat.

Kehidupan ekonomi berisi bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidupnya. Kehidupan budaya berisi tradisi yang berkembang pada saat itu. Kehidupan politik berisi bagaimana mereka berorganisasi dan memilih pemimpinnya. Hasil penelusuran kamu, dituangkan dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan pada gurumu. Aktivitas Kelompok • 60. 44 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi c.

Masa Perundagian Masa perundagian merupakan masa akhir Prasejarah di Indonesia. Menurut R.P. Soejono, kata perundagian berasal dari bahasa Bali: undagi, yang artinya adalah seseorang atau sekelompok orang atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu, misalnya pembuatan gerabah, perhiasan kayu, sampan, dan batu (Nugroho Notosusanto, et.al, 2007).

Manusia Praaksara yang hidup pada masa perundagian adalah ras Australomelanesoid dan Mongoloid. Pada masa perundagian, manusia hidup di desa-desa, di daerah pegunungan, dataran rendah, dan di tepi pantai dalam tata kehidupan yang makin teratur dan terpimpin. Kehidupan masyarakat pada masa perundagian ditandai dengan dikenalnya pengolahan logam. Alat-alat yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak yang terbuat dari logam. Adanya alat-alat dari logam tidak serta merta menghilangkan penggunaan alat-alat dari batu.

Masyarakat masa perundagian masih menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

Penggunaan bahan logam tidak tersebar luas sebagaimana halnya penggunaan bahan batu. Kondisi ini disebabkan persediaan logam masih sangat terbatas. Dengan keterbatasan ini, hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki keahlian untuk mengolah logam.

Pada masa perundagian, perkampungan sudah lebih besar karena adanya hamparan lahan pertanian. Perkampungan yang terbentuk lebih teratur dari sebelumnya. Setiap kampung memiliki pemimpin yang disegani oleh masyarakat. Pada masa ini, sudah ada pembagian kerja yang jelas disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Masyarakat tersusun menjadi kelompok majemuk, seperti kelompok petani, pedagang, maupun perajin. Masyarakat juga telah membentuk aturan adat istiadat yang dilakukan secara turun-temurun.

Hubungan dengan daerah-daerah di sekitar Kepulauan Nusantara mulai terjalin. Peninggalan masa perundagian menunjukkan kekayaan dan keanekaragaman budaya. Berbagai bentuk benda seni, peralatan hidup, dan upacara menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan masyarakat masa itu sudah memiliki kebudayaan yang tinggi. • 61. 45Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Kehidupan Masyarakat Masa Hindu dan Buddha Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat telah memiliki kebudayaan yang cukup maju.

Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak begitu saja menerima budaya-budaya baru tersebut. Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India. Kebudayaan yang datang dari India mengalami proses penyesuaian dengan kebudayaan asli Indonesia. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan sejarah dalam berbagai bidang, antara lain seperti berikut.

a. Bidang Keagamaan Sebelum budaya Hindu-Buddha datang, di Indonesia telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat animisme dan dinamisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa. Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh golongan elite di sekitar istana.

b. Bidang Politik Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan peraturan hukum kasta.

Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan kerajaan bercorak Hindu- Buddha lainnya.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

c. Bidang Sosial Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: Kasta Brahmana (kaum pendeta dan • 62. 46 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyarakat.

Sistem kasta yang berlaku di Indonesia berbeda dengan kasta yang ada di India, baik ciri-ciri maupun wujudnya. Hal ini tampak pada kehidupan masyarakat dan agama di Kerajaan Kutai. Berdasarkan silsilahnya, Raja Kundungga adalah orang Indonesia yang pertama tersentuh oleh pengaruh budaya India. Pada masa pemerintahannya, Kundungga masih mempertahankan budaya Indonesia karena pengaruh budaya India belum terlalu merasuk ke kerajaan.

Penyerapan budaya baru mulai tampak pada waktu Aswawarman, anak Kundungga, diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Adanya pengaruh Hindia mengakibatkan Kundungga tidak dianggap sebagai pendiri Kerajaan Kutai (Nugroho Notosusanto, et.al, 2007: 42). d. Bidang Pendidikan Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.

e. Bidang Sastra dan Bahasa Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri.

f. Bidang Arsitektur Punden berundak merupakan salah satu arsitektur Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan, Candi Borobudur sebenarnya mengambil bentuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

Pada Candi Sukuh dan candi- candi di lereng Pegunungan Penanggungan, pengaruh unsur budaya India sudah tidak begitu kuat. Candi-candi tersebut hanyalah punden berundak. • 63. 47Ilmu Pengetahuan Sosial Begitu pula fungsi candi di Indonesia, candi bukan sekadar tempat untuk memuja dewa-dewa seperti di India, tetapi lebih sebagai tempat pertemuan rakyat dengan nenek moyangnya.

Candi dengan patung induknya yang berupa arca merupakan perwujudan raja yang telah meninggal. Hal ini mengingatkan kita pada bangunan punden berundak dengan menhirnya. 3. Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Islam Masuknya Islam berpengaruh besar pada masyarakat Indonesia.

Kebudayaan Islam terus berkembang sampai sekarang. Pengaruh kebudayaan Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain pada bidang-bidang berikut.

a. Bidang Politik Sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu-Buddha. Tetapi, setelah masuknya Islam, kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha mengalami keruntuhan dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali.

Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara Islam. b. Bidang Sosial Kebudayaan Islam tidak menerapkan aturan kasta seperti kebudayaan Hindu. Pengaruh Islam yang berkembang pesat membuat mayoritas Sumber : www.beritadewan.com Gambar 1.22 Candi Borobudur Sumber : kotawisataindonesia.com Gambar 1.23 Candi Sukuh
RAGAM DAN LARAS BAHASA INDONESIA Ragam atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Di samping ditandai oleh ciri-ciri linguistik, timbulnya ragam bahasa yang juga ditandai oleh ciri-ciri nonlinguistik, misalnya lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakaiannya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.

Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakainya dan bermacam ragam penuturnya, mau tidak mau, takluk pada hukum perubahan. Arah perubahan itu tidak selalu tak terelakkan karena kita kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dapat mengubah bahasa secara berencana. Faktor sejarah dan perkembangan masyarakat turut pula berpengaruh pada timbulnya sejumlah ragam bahasa Indonesia. Ragam bahasa yang beraneka macam itu masih tetap disebut “bahasa Indonesia” karena masing-masing berbagi teras atau inti sari bersama yang umum.

Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna umumnya sama. Itulah sebabnya kita masih dapat memahami orang lain yang berbahasa Indonesia walaupun di samping itu kita dapat mengenali beberapa perbedaan dalam perwujudan bahasa Indonesianya. A. Ragam Bahasa Berdasarkan Media Bila ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasa dibagi menjadi: (1) ragam bahasa lisan; (2) ragam bahasa tulis.

Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis.

Jadi, dalam ragam bahasa lisan kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulis kita berurusan dengan tata cara penulisan atau ejaan. Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua jenis ragam itu memiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya huruf, melambangkan ragam bahasa lisan. Oleh karena itu, sering timbul kesan bahwa ragam bahasa lisan dan tulis itu sama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjadi sistem bahasa yang memiliki seperangkat kaidah yang tidak identik benar walau ada pula kesamaannya.

Meskipun ada keberimpitan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain. Contoh: • Ragam bahasa lisan. • Zahra sedang baca surat kabar. • Aqis mau nulis • Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu. • Mereka tinggal di Mampang Prapatan. • Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

• Saya akan tanyakan soal itu. • Ragam bahasa tulis. • Zahra sedang membaca surat kabar. • Aqis mau menulis • Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu. • Mereka bertempat tinggal di Mampang Prapatan. • Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. • Akan saya tanyakan soal itu. Perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis dapat dilihat pada berikut ini.

kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor

Tabel 1 Perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis No. Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis 1 Tidak baku Ragam ini menekankan penggunaan ragam bahasa baku, ejaan yang baku (sesuai PUEBI) 2 Kosakata lebih menekankan pilihan kata yang tidak baku. Contoh: a. Bini Pak Camat bina ibu-ibu bikin kerajinan dari bambu. b. Fadhil sedang bikin skripsi. Kosakata menekankan pilihan kata baku. Contoh: a. Istri Pak Camat membina ibu-ibu memproduksi kerajinan tangan dari bambu.

b. Fadhil sedang membuat skripsi. 3 Bentuk kata bahasa lisan cenderung tidak menggunakan imbuhan (awalan, akhiran). Contoh: a. Fadhil sedang tulis skripsi. b. Zahra sedang masak nasi. Bentuk kata bahasa tulis berimbuhan. Contoh: a.

Fadhil sedang menulis skripsi. b. Zahra sedang memasak nasi. 4 Kalimat cenderung tanpa unsur yang lengkap (tanpa subjek, predikat, atau objek). Kejelasan kalimat dipengaruhi oleh unsur-unsur situasi ketika kalimat tersebut diucapkan.

Isi kalimat dapat dimengerti tetapi struktur kalimatnya salah. Misalnya, berupa anak kalimat, gabungan anak kalimat, tanpa subjek, dan tanpa predikat (objek). Contoh: a. Di sini akan membicarakan pertumbuhan ekonomi 2019. b. Untuk TKI yang akan dikirim ke luar negeri harus memiliki paspor. c. Di Jakarta memiliki Pusat Bahasa. Kalimat dalam ragam bahasa tulis lengkap secara gramatikal.

Contoh: a. Dalam seminar ini kita akan mengkaji pertumbuhan ekonomi 2019. b. TKI yang dikirim ke luar negeri harus memiliki paspor. c. Jakarta memiliki Pusat Bahasa. Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa.

Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar.

Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster. B. Ragam Bahasa Berdasarkan Latar Belakang Penutur Berdasarkan latar belakang penutur, kita mengenal ragam daerah atau dialek yang berkaitan dengan asal penutur, ragam terpelajar dan tak terpelajar yang berkaitan dengan tingkat pendidikan penutur, serta ragam resmi dan tak resmi berkaitan dengan sikap penutur.

• Ragam Dialek atau Ragam Daerah Ragam dialek atau ragam daerah akan mencerminkan asal penutur. Beberapa kelompok suku bangsa di Indonesia memiliki kekhasan berujar. Orang Batak biasanya memiliki kesulitan untuk mengujarkan bunyi e pepet atau [∂]. Mereka melafalkan bunyi e pepet atau [∂] menjadi bunyi e taling atau [ӗ]. Contoh: kata /b∂b∂rapa/ dilafalkan menjadi /bӗbӗrapa/, kata /b∂k∂rja/ dilafalkan menjadi /bӗkӗrja/.

Lain halnya dengan orang Jawa, mereka sering mengucapkan kata yang berawalan “b” seperti Bandung, Bali, dan Bantul akan dilafalkan dengan penambahan bunyi sengau “m” sehingga terdengar di telinga ucapan /mBandung/, /mBali/, dan /mBantul/.

Bunyi-bunyi berat seperti bunyi [b], [d], dan [j] akan terdengar diucapkan /bh/, /dh/, dan /jh/. Contoh: /bhawa/, /dhudhuk/, dan /jhadhi/. Ragam dialek juga dapat dikenali melalui penambahan kata tertentu yang biasa dikenal dalam bahasa asal mereka.

Penambahan kata “orang” atau “sendiri” pada satu ujaran, misalnya “Orang saya lagi kerja diganggu”, “Orang dia baru datang”. Penambahan kata “orang” pada ujaran itu alih-alih kata “wong” dalam bahasa Jawa. Gejala ini memang tampak pada bahasa Indonesia dialek Jawa. • Ragam Terpelajar dan Tak Terpelajar Ragam terpelajar dan tak terpelajar didasarkan pada tingkat pendidikan penutur. Ragam terpelajar dibedakan dengan ragam tak terpelajar.

Penutur yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi relatif akan lebih terlatih dalam berbahasa dibandingkan dengan penutur yang tingkat pendidikannya lebih rendah. Hal ini disebabkan besarnya peluang penutur pendidikan lebih tinggi untuk belajar dan berlatih bahasa.

Terpelajar tidaknya penutur itu tampak dalam ujaran dan strukturnya. Ragam terpelajar, antara lain dapat dilihat dari terpenuhinya kaidah pemakaian bahasa baik yang menyangkut struktur yang benar maupun ujaran atau lafal yang benar. Ragam terpelajar, misalnya tampak pada cara ujaran yang mencerminkan kelengkapan bunyi bahasa yang didaftarkan dalam tata bunyi sebagaimana yang tertuang dalam Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut. Tabel 2 Cara Pelafalan Kata antara Ragam Terpelajar dan Ragam Tak Terpelajar Ragam Terpelajar Ragam Tak Terpelajar /mufakat/ /mupakat/ /tafsir/ /tapsir/ /fasilitas/ /pasilitas/ /vokal/ /pokal/ /pabrik/ /tabrik/ /fungsi/ kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor /kompleks/ /komplek/ /vitamin ce/ /pitamin se/ Bentuk kata juga dapat dijadikan ciri ragam terpelajar dan tak terpelajar.

Contohnya terlihat pada tabel. Tabel 3 Bentuk Kata antara Ragam Terpelajar dan Ragam Tak Terpelajar Ragam Terpelajar Ragam Tak Terpelajar mencari nyari membukakan bukain menyetor nyetor membawakan bawain Dari contoh di atas dapat dilihat perbedaan, bahwa ragam terpelajar lebih terpelihara dalam hal kaidah, sedangkan ragam tak terpelajar kurang memperhatikan kaidah, baik menyangkut pilihan kata dan bentuk kata, maupun kelengkapan kalimat dan kelengkapan pelafalannya.

Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat.

Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat. • Ragam Resmi dan Ragam Tak Resmi Ragam resmi adalah bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, seperti pertemuan-pertemuan, peraturan-peraturan, dan undangan-undangan. Ciri-ciri ragam bahasa resmi: 1) menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten; 2) menggunakan imbuhan secara lengkap; 3) menggunakan kata ganti resmi; 4) menggunakan kata baku; 5) menggunakan EYD/EBI; dan 6) menghindari unsur kedaerahan.

Ragam tak resmi adalah bahasa yang digunakan dalam situasi tak resmi, seperti dalam pergaulan, dan percakapan pribadi, seperti dalam pergaulan, dan percakapan pribadi (Keraf, 1991: 6). Ciri- ciri ragam bahasa tidak resmi kebalikan dari ragam bahasa resmi. Ragam bahasa tidak resmi ini digunakan ketika kita berada dalam situasi yang tidak normal. Ragam bahasa resmi atau tak resmi ditentukan oleh tingkat keformalan bahasa yang digunakan. Semakin tinggi tingkat kebakuan suatu bahasa, berarti semakin resmi bahas yang digunakan.

Sebaliknya semakin rendah pula tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan (Sugono, 1998:12-13). Contoh: Bahasa yang digunakan oleh bawahan kepada atasan adalah bahas resmi sedangkan bahasa yang digunakan oleh anak muda adalah ragam bahasa santai/tak resmi.

• Ragam Bahasa Standar, Semi Standar, dan Nonstandard Bahasa ragam standar memiliki sifat kemantapan berupa kaidah dan aturan tetap. Akan tetapi, kemantapan itu tidak bersifat kaku. Ragam standar tetap luwes sehingga memungkinkan perubahan di bidang kosa kata, peristilahan, serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan dalam kehidupan modern (Alwi, 1998: 14).

Pembedaan antara ragam standar, nonstandar, dan semi standar dilakukan berdasarkan: (a) topik yang sedang dibahas; (b) hubungan antarpembicara; (c) medium yang digunakan; (d) lingkungan; atau (e) situasi saat pembicaraan terjadi.

Ciri yang membedakan antara ragam standar, semi standar dan nonstandar adalah: (a) penggunaan kata sapaan dan kata ganti; (b) penggunaan kata tertentu; (c) penggunaan imbuhan; (d) penggunaan kata sambung (konjungsi); dan (e) penggunaan fungsi yang lengkap. Penggunaan kata sapaan dan kata ganti merupakan ciri pembeda ragam standar dan ragam nonstandar yang sangat menonjol.

Kepada orang yang kita hormati, kita akan cenderung menyapa dengan menggunakan kata Bapak, Ibu, Saudara, Anda.

Jika kita menyebut diri kita, dalam ragam standar kita akan menggunakan kata saya atau aku. Dalam ragam nonstandar, kita akan menggunakan kata gue.

Penggunaan kata tertentu merupakan ciri lain yang sangat menandai perbedaan ragam standar dan ragam nonstandar. Dalam ragam standar, digunakan kata-kata yang merupakan bentuk baku atau istilah dan bidang ilmu tertentu.

Penggunaan imbuhan adalah ciri lain. Dalam ragam standar, kita harus menggunakan imbuhan secara jelas dan teliti. Penggunaan kata sambung (konjungsi) dan kata depan (preposisi) kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor ciri pembeda lain.

Dalam ragam nonstandar, sering kali kata sambung dan kata depan dihilangkan. Kadang kala, kenyataan ini mengganggu kejelasan kalimat. Contoh: (1) Ayah mengatakan, kita akan pergi besok. (1a) Ayah mengatakan bahwa kita akan pergi besok. Pada contoh (1) merupakan ragam semi standar, dan pada contoh (1a) merupakan ragam standar.

Contoh: (2) Mereka bekerja keras menyelesaikan pekerjaan itu. (2a) Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Pada contoh (2) merupakan ragam semi standar, dan pada contoh (2a) merupakan ragam standar.

Kalimat (1) kehilangan kata sambung bahwa, sedangkan kalimat (2) kehilangan kata depan untuk. Dalam laras jurnalistik kedua kata ini sering dihilangkan.

Hal ini menunjukkan bahwa laras jurnalistik termasuk ragam semi standar. Kelengkapan fungsi merupakan ciri terakhir yang membedakan ragam standar dan nonstandar. Artinya, ada bagian dalam kalimat yang dihilangkan karena situasi sudah dianggap cukup mendukung pengertian. Dalam kalimat-kalimat yang nonstandar itu, predikat kalimat dihilangkan.

Seringkali pelesapan fungsi terjadi jika kita menjawab pertanyaan orang. Misalnya, “Hai, Ida, mau ke mana?” “Pulang.” Sering kali juga kita menjawab “tau” untuk menyatakan ‘tidak tahu’. Pembedaan lain yang juga muncul tetapi tidak disebutkan di atas adalah intonasi.

Masalahnya, pembeda intonasi ini hanya ditemukan dalam ragam lisan dan tidak terwujud dalam ragam tulis. C. Laras Bahasa Laras bahasa adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu.

Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas. Definisi laras bahasa menurut beberapa ahli linguistik, diantaranya Ure dan Ellis (1977) menganggap laras bahasa sebagai pola bahasa yang lazim digunakan mengikuti keadaan tertentu. Hal ini bermakna, sesuatu situasi akan menentukan bentuk bahasa yang digunakan oleh pengguna bahasa itu dan pemilihannya berdasarkan konvensi sosial masing-masing. Menurut Reid (1956) menyatakan seorang penutur dalam situasi berbeda-beda akan menggunakan laras mengikut situasi sosial yang berlainan yaitu istilah teknik untuk menyatakan perlakuan bahasa ( linguistic behavior) seseorang individu.

Halliday (1968) menyebut bahwa laras sebagai variasi bahasa yang berlainan berdasarkan fungsi. Laras akan senantiasa berubah mengikut situasi.

Dia telah membuat penjenisan laras kepada tiga kategori yaitu: (1) tajuk wacana ( field of discourse), (2) cara penyampaian wacana ( mode of discourse); dan (3) gaya wacana ( style of discourse). Sedang Joos (1961) membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu: • Frozen (beku).

Ragam beku digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan. • Formal (resmi). Ragam resmi digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato resmi, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.

• Consultative(konsultatif). Ragam konsultatif digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.

• Casual (santai). Ragam santai digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab. • Intimate (akrab). Ragam akrab digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim. Menurut Nik Safiah Karim (1989), kajian terhadap laras bahasa perlu mempertimbangkan dua factor, yaitu: (1) ciri keperihalan peristiwa bahasa; dan (2) ciri linguistik yang wujud.

Ciri keperihalan pula dibagidua aspek, yaitu situasi luaran dan situasi persekitaran. Situasi luaran adalah latar belakang sosial dan kebudayaan sesuatu masyarakat bahasa yang merangkumi struktur sosial dan keseluruhan cara hidup yang menentukan perlakuan setiap anggota masyarakat. Contohnya, apabila kita mengkaji laras bahasa masyarakat Melayu lama, kita perlu mengaitkan dengan situasi istana, stratifikasi sosial, tradisi sastra lisan dan aspek-aspek lain anggota masyarakat zaman itu.

Situasi persekitaran pula meliputi aspek-aspek yang terlibat secara langsung dalam penggunaan bahasa. Terdapat empat situasi persekitaran yang menyebabkan wujudnya bahasa yang berlainan atau laras. Situasi yang dimaksudkan ialah cara penyampaian, perhubungan sosial dan peribadi, bahan yang diperkatakan, dan fungsi-fungsi sosial perlakuan bahasa. Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya.

Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya. Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri. Setiap laras dapat disampaikan secara lisan atau tulis dan dalam bentuk standar, semi standar, atau nonstandar.

Laras bahasa yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah laras ilmiah. • Laras llmiah Dalam uraian di atas dikatakan bahwa setiap laras dapat disampaikan dalam ragam standar, semi standar, atau nonstandar.

Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan laras ilmiah. Laras ilmiah harus selalu menggunakan ragam standar. Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat.

Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali pelbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penyusun atau pembuat karya ilmiah tidak disebut pengarang melainkan disebut penulis (Soeseno, 1981: 1).

Dalam uraian di atas dibedakan antara pengertian realitas dan fakta. Seorang pengarang akan merangkaikan realita kehidupan dalam sebuah cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realistis berarti bahwa peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh penulis.

Data realistis dapat berasal dan dokumen, surat keterangan, press release, surat kabar atau sumber bacaan lain, bahkan suatu peristiwa faktual. Faktual berarti bahwa rangkaian peristiwa atau percobaan yang diceritakan benar-benar dilihat, dirasakan, dan dialami oleh penulis (Marahimin, 1994: 378).

Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Laras bahasa terkait langsung dengan selingkung bidang ( home style) dan keilmuan, sehingga dikenallah laras bahasa ilmiah dengan bagian sub-sublarasnya. Pembedaan di antara sub-sublaras bahasa seperti dalam laras ilmiah itu dapat diamati dari: (1) penggunaan kosakata dan bentukan kata; (2) penyusunan frasa, klausa, dan kalimat; (3) penggunaan istilah; (4) pembentukan paragraf; (5) penampilan hal teknis; (6) penampilan kekhasan dalam wacana.

Berdasarkan konsepsi laras bahasa tersebut, laras bahasa ekonomi mempunyai sub-sublaras bahasa manajemen, sublaras akuntansi, sublaras asuransi, sublaras perpajakan, dll. Karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama.

Oleh karenanya, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapiuntuk menyampaikan hasil penelitian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan.

Dapat pula, kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya. Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut (Brotowidjojo, 1988: 15-16): • Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik; • Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan.

Dalam pengertian, jujur atau terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas; • Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan procedural; • Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.

• Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis; • Karya ilmiah ditulis secara tulus.

Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, tidak bersifat ambisius dan berprasangka.

Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif; • Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif, hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Dengan demikian, fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu, dibiarkan berbicara sendiri.

Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut. Berdasarkan uraian di atas, dari segi bahasa, dapat dikatakan bahwa karya ilmiah memiliki tiga ciri, yaitu: (1) harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna; (2) harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat, dan pengertian yang digunakan, agar tidak menimbulkan kerancuan atau keraguan; dan (3) harus singkat, berlandaskan ekonomi bahasa.

Di samping persyaratan tersebut di atas, untuk dapat dipublikasikan sebagai karya ilmiah ada ketentuan struktur atau format karangan yang kurang lebih bersifat baku. Ketentuan itu merupakan kesepakatan sebagaimana kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dalam International Standardization Organization (ISO). Publikasi yang tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam ISO memberikan kesan bahwa publikasi itu kurang valid sebagai terbitan ilmiah (Soehardjan, 1997: 10).

Struktur karya ilmiah (Soehardjan, 1997: 38) terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih dan daftar pustaka.

ISO 5966 (1982) menetapkan agar karya ilmiah terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, inti tulisan (teori metode, hasil, dan pembahasan), simpulan, dan usulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka (Soehardjan, 1997: 38). • Ragam Bahasa Keilmuan Menurut Sunaryo, (1994: 1), bahwa dalam berkomunikasi, perlu diperhatikan kaidah-kaidah berbahasa, baik yang berkaitan kebenaran kaidah pemakaian bahasa sesuai dengan konteks situasi, kondisi, dan sosio budayanya.

Pada saat kita berbahasa, baik lisan maupun tulis, kita selalu memperhatikan faktor-faktor yang menentukan bentuk-bentuk bahasa yang kita gunakan. Pada saat menulis, misalnya kita selalu memperhatikan siapa pembaca tulisan kitaapa yang kita tulis, apa tujuan tulisan itu, dan di media apa kita menulis.

Hal yang perlu mendapat perhatian tersebut merupakan faktor penentu dalam berkomunikasi. Faktor-faktor penentu berkomunikasi meliputi: partisipan, topik, latar, tujuan, dan saluran (lisan atau tulis). Partisipan tutur ini berupa P1 yaitu pembicara/penulis dan P2 yaitu pembaca atau pendengar tutur. Agar pesan yang disampaikan dapat terkomunikasikan dengan baik, maka pembicara atau penulis perlu; (a) mengetahui latar belakang pembaca/pendengar, dan (b) memperhatikan hubungan antarpembicara/penulis dengan pendengar/pembaca.

Hal itu perlu diketahui agar pilihan bentuk bahasa yang digunakan tepat, di samping agar pesannya dapat tersampaikan, agar tidak menyinggung perasaan, menyepelekan, merendahkan dan sejenisnya. Topik tutur berkenaan dengan masalah apa yang disampaikan penutur ke penanggap penutur. Penyampaian topik tutur dapat dilakukan secara: (a) naratif (peristiwa, perbuatan, cerita); (b) deskriptif (hal-hal faktual: keadaan, tempat barang, dsb.); (c) ekspositoris; dan (d) argumentatif dan persuasif.

Ragam bahasa keilmuan mempunyai ciri: (1) cendekia yaitu bahasa Indonesia keilmuan itu mampu digunakan untuk mengungkapkan hasil berpikir logis secara tepat; (2) lugas dan jelas yaitu bahasa Indonesia keilmuan digunakan untuk menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan tepat; (3) gagasan sebagai pangkal tolak yaitu bahasa Indonesia keilmuan digunakan dengan orientasi gagasan.

Hal itu berarti penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal yang diungkapkan, tidak pada penulis; dan (4) formal dan objektif yaitu komunikasi ilmiah melalui teks ilmiah merupakan komunikasi formal. Hal ini berarti bahwa unsur-unsur bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahasa Indonesia keilmuan adalah unsur-unsur bahasa yang berlaku dalam situasi formal atau resmi.

Pada lapis kosakata dapat ditemukan kata-kata yang berciri formal dan kata-kata yang berciri informal (Syafi’ie, 1992: 8-9). Tabel 4 Contoh kata kemacetan telah menjadi hal yang biasa di jakarta kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor formal dan informal Kata berciri formal Kata berciri informal korps korp berkata bilang karena lantaran suku cadang onderdil • Laras Ilmiah Populer Laras ilmiah populer merupakan sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi diungkapkan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti.

Karya ilmiah populer tidak selalu merupakan hasil penelitian ilmiah. Tulisan itu dapat berupa petunjuk teknis, pengalaman dan pengamatan biasa yang diuraikan dengan metode ilmiah. Jika karya ilmiah harus selalu disajikan dalam ragam bahasa yang standar, karya ilmiah popular dapat disajikan dalam ragam standar, semi standar dan nonstandar. Penyusun karya ilmiah populer akan tetap disebut penulis dan bukan pengarang, karena proses penyusunan karya ilmiah populer sama dengan proses penyusunan karya ilmiah.

Pembedaan terjadi hanya dalam cara penyajiannya. Seperti diuraikan di atas, persyaratan yang berlaku bagi sebuah karya ilmiah berlaku pula bagi karya ilmiah populer. Akan tetapi, dalam karya ilmiah populer terdapat pula persoalan lain, seperti kritik terhadap pemerintah, analisis atas suatu peristiwa yang sedang populer di tengah masyarakat, jalan keluar bagi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, atau sekedar informasi baru yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Jika karya ilmiah memiliki struktur yang baku, tidak demikian halnya dengan karya ilmiah populer. Oleh karena itu, karya ilmiah populer biasanya disajikan melalui media surat kabar dan majalah, biasanya, format penyajiannya mengikuti format yang berlaku dalam laras jurnalistik.

Pemilihan topik dan perumusan tema harus dilakukan dengan cermat. Tema itu kemudian dikerjakan dengan jenis karangan tertentu, misalnya narasi, eksposisi, argumentasi, atau deskripsi. Secara lebih rinci lagi, penulis dapat mengembangkan gagasannya dalam berbagai bentuk pengembangan paragraf seperti pola pemecahan masalah, pola kronologis, pola perbandingan, atau pola sudut pandang.

Tugas mandiri untuk topik “Ragam dan Laras Bahasa Indonesia” Jawab pertanyaan berikut! • Apa yang menjadi latar belakang adanya ragam bahasa Indonesia? Jelaskan dengan disertai contoh! • Coba Anda jelaskan beberapa faktor penyebab timbulnya keragaman bahasa!

• Jelaskan keterkaitan linguistik dan nonlinguistik terhadap timbulnya ragam bahasa! • Permasalahan apa saja yang ditimbulkan dari adanya ragam bahasa Indonesia di masyarakat? Jelaskan dengan disertai contoh dan solusi!

• Jelaskan perbedaan laras bahasa ilmiah dengan laras bahasa sastra. Sertakan dengan contoh! DAFTAR PUSTAKA Halliday, M. A. K. 1968. Language as Social Semiotic: the social interpretation of language and meaning.

London: Edward Arnold Lubis, Winaria dan Dadi Waras Suhardjono. 2019. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Sahabat Pena. ISBN 978-623-7440-11-6 Tarigan Henry Guntur. & Djago Tarigan. 1990. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa.

Bandung: Angkasa

Arus Balik, Jasa Marga Sebut Ada Lebih dari 100 Ribu Kendaraan Lewat Tol Cikampek Utama ke Jakarta!




2022 www.videocon.com