Apa itu diklat menwa

apa itu diklat menwa

IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : IHSG anjlok 4 persen (10:12 WIB) LIVE : Harga emas Antam naik (10:10 WIB) LIVE : Rupiah dibuka turun (09:05 WIB) Bisnis.com, SOLO - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surakarta melakukan upaya hukum banding atas putusan vonis Hakim Pengadilan Negeri (PN) setempat, terhadap dua terdakwa kasus penganiayaan kegiatan Pendidikan Latihan Apa itu diklat menwa Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) UNS.

"Kejaksaan melalui JPU upaya banding atas putusan vonis hakim dua tahun penjara terhadap terdakwa I Nanang Fahrizal Maulana (22) dan terdakwa II Faizal Pujut Juliono (22), telah disampaikan ke PN Surakarta, Rabu ini," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surakarta Cahyo Madiastrianto di Solo, Rabu (6/4/2022).

apa itu diklat menwa

"Kami melakukan upaya hukum banding terkait vonis hakim terhadap kedua terdakwa kasus Diklatsar Menwa UNS, dalam sidang di PN Surakarta, pada Senin (4/4), karena ada unsur-unsur penganiayaan," kata Cahyo. Baca Juga : Terungkap, Mahasiswa UNS Sebelum Tewas Saat Diklat Menwa Sempat Mengeluh Sakit Hal tersebut, kata Cahyo, berbeda dengan tuntutan JPU dalam yang dibuktikan dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

apa itu diklat menwa

Dengan hukuman penjara tujuh tahun. Hakim dalam vonis kepada kedua terdakwa menggunakan Pasal 359 KUHP junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan vonis dua tahun penjara. Baca Juga : Tersangka Kasus Menwa UNS, Baru Wisuda Langsung Terancam Penjara JPU yakin upaya hukum banding tersebut, kata dia, berbicara berdasarkan fakta-fakta selain alat bukti yang ada, juga fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

JPU tetap yakin unsur penganiayaan yang dibuktikan dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP. "Upaya hukum banding ini, menjadi hak jaksa penuntut umum dan terdakwa, dalam waktu tujuh hari. PN akan menindaklanjuti dan akan turun ke Pengadilan Tinggi (PT), apa keputusannya jika ada upaya hukum lagi ke Mahkamah Agung (MA)," katanya. Sebelumnya, Mejelis hakim telah memvonis apa itu diklat menwa tahun penjara kepada terdakwa I Nanang Fahrizal Maulana (22) dan terdakwa II Faizal Pujut Juliono (22), dalam sidang kasus kegiatan Pendidikan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) UNS, di Pengadilan Negeri Surakarta, Senin (4/4).

Baca Juga : UNS Sampaikan Permintaan Maaf soal Kasus Diklat Menwa yang Memakan Korban Pada sidang yang dipimpin oleh Suprapti selaku ketua serta anggota Lucius Sunarno dan Dwi Hananto dalam vonis menyatakan terdakwa I dan terdakwa II terbukti secara sah dan meyakinkan bersama melakukan tindak apa itu diklat menwa turut serta karena kealpaan menyebabkan orang lain mati.

Menurut Ketua Mejelis Hakim Suprapti, hal tersebut sebagaimana, dan dakwaan alternatif sesuai Pasal 359 KUHP dan menjatuhkan pidana kepada dua terdakwa itu, dengan pidana penjara masing-masing selama dua tahun. Kasus penganiayaan kegiatan Diklatsar Menwa UNS yang menyebabkan peserta, Gilang Endy Saputra (21), meninggal tersebut, JPU Kejari Kota Surakarta sebelumnya menuntut kedua terdakwa kasus penganiayaan terhadap Nanang Fahrizal Maulana dan Faizal Pujut Juliono dengan penjara selama 7 tahun.

Jaksa yakin kedua terdakwa melakukan perbuatan seperti yang disangkakan dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP jo.

apa itu diklat menwa

Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. SOLO, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, mengajukan banding atas vonis hukuman dua terdakwa meninggalnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), Gilang Endi Saputra.

apa itu diklat menwa

Kedua terdakwa, Faizal Pujut Juliono (22) dan Nanang Fahrizal Maulana (22), divonis dua tahun penjara dijerat Pasal 359, ayat 3 junto pasal 55, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yakni dengan Pasal 351 KUHP hukuman penjara tujuh tahun. Baca juga: Kasus Diklatsar Menwa UNS Divonis Dua Tahun, Keluarga Gilang Endi Saputra Kecewa Upaya banding diajukan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah.

apa itu diklat menwa

"Setelah putusan vonis pada 4 April 2022, hakim memutuskan vonis dua tahun. Terhadap putusan tersebut pada hari ini 6 April 2022 kita menyatakan upata hukum yakni banding," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Surakarta, Cahyo Madiastrianto, kepada Kompas.com, Rabu (6/4/2022).

Meski demikian, soal putusan Mejelis Hakim yang lebih ringan, Cahyo mengatakan pihaknya tetap menghormati keputusan tersebut. Namun tetap berkeyakinan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 359, ayat 3 junto pasal 55, tentang penganiayaan. "Kemudian ada hal-hal yang memberatkan. Salah satunya para terdakwa tidak mengakui apa yang jadi perbuatanya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan dalam persidangan, dan kemudian menyebabkan nyawa orang lain hilang.

Serta ada saksi yang mengatakan kalau terdakwa melakukan pemoporan.

apa itu diklat menwa

Itu yang mengatakan saksi yang meringankan," papar Cahyo. Dengan beberapa fakta persidangan itu, pihaknya meyakini kalau terdakwa bisa dijerat dengan kurungan 7 tahun penjara. Apa itu diklat menwa juga: Terdakwa Tewasnya Gilang Saat Diklatsar Menwa UNS Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya Serta tidak sependapat dengan vonis Majelis Hakim yang terdiri dari Suprapti sebagai Ketua Majelis Hakim dengan didampingi Lusius Sunarno dan Dwi Hananta.

Berita Terkait Berkas Perkara Lengkap, 2 Tersangka Kasus Tewasnya Menwa UNS Dikirim ke Kejari Solo Ikuti Rekonstruksi Kasus Diklatsar Menwa UNS, Tersangka Tak Akui Pukul Korban Polisi Belum Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Menwa UNS Dua Tersangka Kasus Diklatsar Menwa UNS Ajukan Penangguhan Penahanan Ramai di Medsos, Kekerasan Menwa UNS Saat Diklat Terjadi Beberapa Angkatan, Ini Kata Tim Evaluasi Berita Terkait Berkas Perkara Lengkap, 2 Tersangka Kasus Tewasnya Menwa UNS Dikirim ke Kejari Solo Ikuti Rekonstruksi Kasus Diklatsar Menwa UNS, Tersangka Tak Akui Pukul Korban Polisi Belum Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Menwa UNS Dua Tersangka Kasus Diklatsar Menwa UNS Ajukan Penangguhan Penahanan Ramai di Medsos, Kekerasan Menwa UNS Saat Diklat Terjadi Beberapa Angkatan, Ini Kata Tim Evaluasi Jangan Buru-buru Dibuang, Warga Semarang Bisa Tukar Minyak Jelantah dengan Emas di Sini https://regional.kompas.com/read/2022/04/06/135017078/jangan-buru-buru-dibuang-warga-semarang-bisa-tukar-minyak-jelantah-dengan https://asset.kompas.com/crops/Izdczbv7Z5Bt4-BjrnQvMpGT8YY=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/04/06/624d2785c890a.jpg
MURIANEWS, Solo — Majelis Hakim PN Solo menjatuhkan vonis dua tahun kepada dua terdakwa kekerasan hingga membuat peserta Diklatsar Menwa UNS meninggal dunia, Senin (4/4/2022).

Kedua terdakwa tersebut yakni Nanang Fahrizal Maulana bin Warsito, warga Pati, dan Faizal Pujut Juliono, warga Kabupaten Wonogiri. Sedangkan sidang dipimpin majelis hakim yang terdiri atas Suprapti (ketua), Lucius Sunarno (anggota), dan Dwi Hananta (anggota). Berdasarkan keterangan hakim anggota Lucius Sunarno, vonis tersebut dijatuhkan lantaran hakim menilai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang membuat korban meninggal dinilai tidak terpenuhi.

”Yang jelas apa itu diklat menwa fakta kami memang tidak sependapat dengan JPU. Sedari awal sebenarnya kan bisa dicegah. Kami singgung peran Komandan Batalyon yang bisa menentukan lanjut atau tidak,” katanya seperti dikutip Solopos.com. Ia mengakui, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa.

apa itu diklat menwa

Misalnya status korban yang merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya, serta para terdakwa tidak berterus terang selama persidangan. Sementara itu, Sunardi (55), ayah almarhum Gilang Endi Saputra, korban meninggal dalam kasus dugaan tindak kekerasan saat Diklatsar Menwa UNS Solo, kecewa dengan vonis penjara dua tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Solo kepada dua terdakwa.

apa itu diklat menwa

”Hanya divonis dua tahun. Ya tentunya kami keluarga juga merasa kecewa. Tapi semuanya sudah diputuskan oleh yang berwajib dari pihak hukum. Ya bagaimana lagi. Sementara saya cermati dulu. Tidak bisa omongnya. Kami sangat kecewa,” ujarnya kepada wartawan, Senin. Sunardi mengaku menyerahkan penyikapan atas putusan vonis majelis hakim atas kasus Menwa UNS Solo itu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Ambar Prasongko.

”Semua diserahkan kepada Jaksa Penuntut, Ambar. Monggo.

apa itu diklat menwa

Tentunya kalau kecewa ya sangat kecewa ya,” katanya. Terpisah, penasihat hukum terdakwa, Ari Santoso, saat diwawancarai wartawan menyatakan menghormati apa yang menjadi keputusan hakim. Tapi pihaknya menyatakan masih pikir-pikir atas putusan dua tahun penjara untuk terdakwa. ”Untuk putusannya nanti kami masih berpikir, pikir-pikir. Nanti kami perlu berpikir dengan tenang apakah akan mengajukan banding atau tidak. Tapi pada prinsipnya kami menghormati putusan pengadilan, apa yang diputuskan hakim,” terangnya.

apa itu diklat menwa

Ari mengatakan pada prinsipnya yang disampaikan penasihat hukum terdakwa sama dengan yang muncul di persidangan vonis kasus dugaan kekerasan diklat Menwa UNS Solo. Poin itu tentang tak terbuktinya terdakwa satu dan terdakwa dua melakukan tindak penganiayaan yang membuat matinya korban. “Pada prinsipnya apa yang kita sampaikan kemarin, sama dengan apa yang ditemukan di pengadilan. Kami sampaikan dengan tegas klien kami terdakwa satu dan dua tidak terbukti melakukan Pasal 351, penganiayaan yang menyebabkan mati,” imbuhnya.

Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi Sumber: Solopos.com

Mahasiswa UNS Tewas saat Diklat Menwa, Terdapat Luka Lebam Kini Keluarga Masih Tunggu Hasil Autopsi




2022 www.videocon.com