Bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Lari Jarak Pendek – Hallo sahabat semua! Pada perjumpaan kali ini quipper.co.id akan menyampaikan pembahasan materi makalah tentang lari jarak pendek. Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan materi makalah tentang Lari Cepat. Yuk langsung kita simak pembahasan di bawah ini. Daftar Isi : • Pengertian Lari Jarak Pendek • Menurut Mujahir (2007) • Menurut Syarifudin Dan Muhadi (1992 : 41) • Menurut Adisasmita (1992 : 35) • Teknik Dasar Lari Jarak Pendek • Teknik Start Lari Jarak Pendek • Start Pendek bersedia adalah aba-aba untuk melakukan start) • Start Menengah (medium start ) • Start Panjang (long start) • Teknik Aba – Aba Star Lari Jarak Pendek • Aba – Aba Bersedia • Aba – Aba Siap • Aba – Aba Ya • Teknik Fase Lari Jarak Pendek • Fase Topang • Fase layang • Teknik Melewati Garis Finish • Peraturan Lari Jarak Pendek • Peraturan Dalam Lomba • Garis Start Dan Finish • Diskualifikasi • Sarana Dan Peralatan Lari Jarak Pendek Pengertian Lari Jarak Pendek Ada tiga jarak dari lintasan yang dilombakan dalam lari jarak pendek, yaitu lari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Untuk mencapai kemenangan, pelari jarak pendek membutuhkan reaksi cepat, kecepatan yang baik, berlari yang efisien dan ketepatan saat memulai start dan berusaha dalam mempertahankan kecepatan dari awal sampai mencapai ke garis finish. Berikut ini definisi lari jarak pendek dari berbagai sumber buku : Menurut Mujahir (2007) Sprint adalah perlombaan di mana semua pelari dengan kecepatan penuh, meliputi jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Menurut Syarifudin Dan Muhadi (1992 : 41) Lari jarak pendek atau lari (sprint) adalah cara lari dimana atlet harus menempuh semua jarak dengan kecepatan maksimal. Ini berarti harus berlari secepat mungkin, mengerahkan semua kekuatan anda dari awal (mulai dari start) hingga melintasi garis finish (selesai). Menurut Adisasmita (1992 : 35) Menjalankan lari jarak pendek atau sprint adalah semua angka yang dilakukan pada kecepatan penuh (sprint) atau kecepatan maksimum, selama jarak yang ditempuh.

Baca Juga : Kalimat Langsung Teknik Dasar Lari Jarak Pendek Sebelum memasuki teknik sprint, pelari harus mengetahui pengetahuan dasar lari cepat atau berlari jarak pendek.

Hal – hal dasar yang harus diketahui oleh pelari jarak pendek adalah sebagai berikut : • Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, lengan sedikit menekuk 90 derajat dan diayunkan ke arah gerakan saat berlari. • Otot – otot depan dan kedua lengan tetap rileks. • Tungkai bawah sangat ditentang sampai lurus, dan pengangkatan depan dibuat sejajar dengan tanah.

• Pinggang tetap sama tingginya selama berlari. • Setelah mencapai akhir, tubuh dicondongkan ke depan untuk memberikan dada menyentuh pita. Teknik Start Lari Jarak Pendek Start adalah persiapan awal pelari sebelum lari. Tujuan utama memulai start adalah untuk mengoptimalkan pola berlari. Ada tiga jenis teknik awal dalam berlari jarak pendek, sebagai berikut : Start Pendek (bunch start) Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan ditempatkan di sebelah kaki kiri dengan sekitar satu kepalan tangan.

Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start dengan jari – jari rapat dan jempol terpisah. Start Menengah (medium start ) Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan ditempatkan di sebelah kanan tumit kaki kiri, sekitar kepalan tangan. Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start dengan empat jari rapat. Pisahkan ibu jari. Start Panjang (long start) Kaki kiri ditempatkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, sekitar kepalan tangan.

Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start dengan jari – jari rapat dan jempol terpisah. Teknik Aba – Aba Star Lari Jarak Pendek Ada tiga urutan atau langkah dalam teknik memulai start berlari jarak pendek, yang dijelaskan berdasarkan tanda sebagai berikut : Aba – Aba Bersedia Setelah inisiator memberikan aba – aba bersedia, pelari akan menempatkan kedua kaki menyentuh blok depan dan belakang, dan lutut kaki belakang akan ditempatkan di lantai, selebar bahu.

Jari – jari membentuk V terbalik dan kepala rata dengan punggung, sementara mata menatap ke bawah. Aba – Aba Siap Setelah aba – aba siap, posisi tubuh pelari adalah lutut ditekan ke belakang, lutut pada kaki depan berada dalam posisi membentuk sudut kanan 90 derajat, sedangkan dalam kaki belakang pelari harus membentuk 120 – 140 derajat.

Baca Juga : Arti Mimpi Berhubungan Dengan Suami Dan posisi pinggang sedikit lebih tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan dan bahu sedikit ke depan dengan kedua tangan.

Aba – Aba Ya Setelah seorang pemula memberikan aba – aba, gerakan pelari adalah tubuh diluruskan dan diangkat ketika kedua kaki menolak atau menekan keras pada start blok dan kedua tangan diangkat dari lantai secara bersamaan untuk diputar secara bergantian. Kaki belakang mendorong lebih keras, kaki depan mendorong sedikit demi sedikit, tetapi tidak lama, kaki belakang berputar dengan cepat sementara tubuh ditekuk ke depan, lutut dan pinggang terentang sepenuhnya di akhir dorongan.

Teknik Fase Lari Jarak Pendek Terdapat dua tahap dalam berlari jarak pendek, yang dijelaskan sebagai berikut : Fase Topang Fase topang bertujuan untuk memperkecil rintangan saat menyentuh tanah dan memaksimalkan dalam dorongan ke depan. Fase topang juga terdiri dari topang depan dan topang dorong. Teknik – tekniknya adalah sebagai berikut : • Mendarat di telapak kaki.

• Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortisasi. bersedia adalah aba-aba untuk melakukan Lengan ayun semakin cepat, pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus diregangkan dengan kuat saat bertolak. • Paha kaki ayun dengan cepat naik ke posisi horizontal. Fase layang Fase layang ini bertujuan untuk memaksimalkan dalam dorongan ke depan dan mempersiapkan penempatan dalam kaki yang efektif ketika menyentuh tanah.

Teknik – tekniknya adalah sebagai berikut : • Ayunkan lutut Anda ke depan dan ke atas. • Lutut kaki topang dalam fase pemulihan, lengan ayun aktif tetapi rileks. • Kaki topang bergerak mundur. Teknik Melewati Garis Finish Pelari dikatakan telah mencapai garis finish, jika bagian tubuh sudah berada di bidang vertikal dari sisi terdekat ke garis finish, sesuai dengan aturan dan garis yang disediakan.

Bagian tubuh yang dimaksud adalah : • Kepala, • Leher, • Lengan • Dan kaki. Ada tiga teknik saat melintasi garis finish dalam berlari jarak pendek, yaitu : • Mulai jatuhkan dada ke bagian depan. • Dengan menjatuhkan bahu ke bagian depan. • Lari secepat – cepatnya sampai ke beberapa meter dengan melewati garis finish. Baca Juga : Arti Mimpi Tentang Bus Kota Umumnya teknik yang digunakan adalah mulai jatuhkan dada ke bagian depan jika ada beberapa pelari melintasi garis finish secara bersamaan, pemenang yang anggota badannya menyentuh pita pertama ialah pemenangnya.

Peraturan Lari Jarak Pendek Peraturan untuk lari jarak pendek diatur juga ditetapkan dengan Induk Organisasi Atletik Internasional IAAF asal (International Amateur Atloetik Federation) atau dengan PASI tingkat nasional (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Peraturan Dalam Lomba Garis Start Dan Finish Di dalam lintasan ditunjukkan oleh garis hingga 5 cm siku – siku dengan batas tepi di dalam lintasan. Jarak lari harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish yang paling dekat dengan garis start. Aba – aba yang digunakan dalam berlari jarak pendek adalah “bersedia”, “siap” dan “ya” atau suara pistol. Semua peserta lomba mulai berlari ketika aba – aba “ya” atau suara pistol ditembakkan di udara. Peserta yang melakukan kesalahan pada awalnya harus diberitahu (maksimal 3 kesalahan).

Sprint dalam berlari jarak pendek dalam perlombaan besar dilakukan dengan empat tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semifinal, dan babak final. Babak pertama akan diadakan jika jumlah peserta banyak, pemenang I dan II dari setiap heat bersedia adalah aba-aba untuk melakukan hak untuk maju ke babak berikutnya.

Diskualifikasi Hal – hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu : • Membuat kesalahan awal lebih dari tiga kali. • Masuk ke lintasan pelari lain. • Ganggu pelari lainnya. • Keluar jalur. • Terbukti telah bersedia adalah aba-aba untuk melakukan obat perangsang. Sarana Dan Peralatan Lari Jarak Pendek • Lintasan • Perlombaan diadakan di lapangan yang dibuat lintasan atau ban.

• Lintasan atau ban berjumlah delapan. • Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter. • Peralatan • Peralatan yang digunakan dalam kompetisi berlari jarak pendek misalnya : • sepatu spikes, • start blok, • tiang finish, • stopwatch • bendera atau pistol.

Demikianlah yang dapat quipper.co.id sampaikan. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat dan membantu rekan – rekan semua ya! Terimakasih sudah membaca pembahasan materi makalah tentang lari jarak pendek.

Maaf jika masih ada kekurangan dalam penulisan ini ya sahabat. Baca juga : • Teknik Memanah • Teknik Bola Tangan • Posisi Pemain Basket • Permainan Bola Kecil Posted in Umum Tagged Aba aba lari jarak jauh, Atlet lari jarak pendek disebut, Bagaimana penamaan start pada lari, Cara memasuki garis finish lari jarak pendek, Lari jarak jauh, Lari jarak menengah, Makalah lari jarak pendek, Nomor lari 400 meter termasuk nomor lari, Pengertian lari jarak jauh, Pengertian lari jarak pendek, Peraturan lari jarak jauh, Sprint dalam scrum adalah, Start jongkok, Tahapan sprint, Teknik lari sprint, Teknik masuk garis finish adalah, Tujuan lari sprint, Tumpuan kaki pada lari cepat pada bagian Lari adalah salah satu olahraga sederhana dan termasuk olahraga tertua di dunia.

Lari sudah dikenal pada peradaban kuno di zaman dahulu. Agar lari dapat menjadi cepat maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, diantaranya adalah panjang dan frekuensi langkah Anda. Frekuensi disini adalah jumlah langkah yang dapat Anda lakukan dalam satuan waktu. Selain sederhana, ternyata lari juga kaya akan manfaat.

Jika Anda rutin menjalankan olahraga ini, maka akan menyehatkan jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan kapasitas paru-paru. Lari juga dapat menjaga kebugaran tubuh dan menguatkan tulang dan sendi Anda. Olahraga lari selalu dimulai dengan start terlebih dahulu. Sebenarnya, apakah arti dari start itu sendiri? Start adalah cara untuk mempersiapkan diri ketika akan memulai gerakan lari.

Gerakan start sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu start berdiri, start melayang dan start jongkok. Berikut akan dijelaskan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan lebih rinci 3 macam macam start dalam perlombaan lari yang perlu diketahui.

Baca : Macam-macam Gaya dalam Lari Jarak Jauh – Peraturan dalam Lari Jarak Menengah – Macam-macam Jarak dalam Olahraga Lari 1. Start Berdiri Start berdiri, yang dalam Bahasa inggrisnya adalah standing start, dilakukan oleh pelari yang berlari pada jarak menengah dan pelari dalam jarak jauh. Panjang lintasan yang digunakan adalah 800 meter, 1500 meter, 5000 meter dan 10.000 meter. Gerakan start ini pun memiliki teknik tersendiri. Pada lari jarak menengah, ada tiga nomor lari yang diperlombakan.

Pertama adalah nomor lari jarak 800 meter, 1500 meter, dan 3000 meter. Pada lari jarak menengah yang perlu di perhatikan adalah kecepatan dan kekuatan atau stamina dari pelari tersebut. Yang memegang peranan penting dalam keberhasilan lari jarak menengah adalah permulaan atau awalan ketika pelari tersebut melakukan start. Teknik yang perlu diperhatikan untuk melakukan start berdiri antara lain adalah: • Sikap start dalam start berdiri ini adalah ketika saat aba-aba bersedia diberikan, maka pelari maju ke depan dengan meletakkan salah satu kaki di depan.

Pelari dapat menggunakan kaki kanan atau kaki kiri. Jika menggunakan kaki kanan di depan lebih nyaman, maka letakkan kaki kanan tepat dibelakang garis start dan bengkokkan sedikit lutut. Letakkan kaki kanan di belakang dengan posisi lurus.

• Condongkan badan dan letakkan berat badan Anda ke depan, posisikan tumpuan pada kaki kanan. • Lemaskan kedua lengan dan bengkokkan sikut sedikit, letakkan lengan di dekat badan Anda. • Atur pandangan agar tetap megarah ke depan, selalu fokus dan rileks. Baca : Teknik Lompat Tinggi yang Benar – Jenis Gaya dalam Lompat Tinggi – Aturan dalam Olahraga Lompat Tinggi 2. Start Melayang Start melayang ini berbeda dengan start berdiri.

Start melayang digunakan untuk pelari kedua, pelari ketiga, dan pelari keempat dalam lari estafet sedangkan pelari pertama akan menggunakan start jongkok. Lari estafet, yang biasanya juga disebut lari sambung, adalah salah satu perlombaan lari yang berjarak 400 meter dalam 4 pergantian tongkat estafet.

Sehingga satu pelari akan menempuh jarak lari sebesar 100 m. Start melayang juga mempunyai teknik sendiri untuk melakukannya. Cara non-visual adalah salah satu cara yang paling sering digunakan oleh pelari estafet yang memang sudah mengenal ciri dan karakter pelari lainnya. Cara ini digunakan pada lari sambung dengan lintasan 4 x 100 meter. Pada cara non-visual ini, pelari tidak akan melihat tongkat yang diterimanya dari pelari lain. Sedangkan cara yang lainnya adalah lawan dari non-visual, yaitu cara visual.

Pelari akan menerima tongkat ketika berlari dengan melihat tongkat yang diberikan oleh pelari lain kepadanya. Teknik visual ini biasanya digunakan ada nomor lari lain, yaitu 4 x 400 meter. Start melayang disini berarti dilakukan sambil berlari atau melayang. Pelari setelah mendapatkan tongkat estafet akan berlari sekencang-kencangnya menuju ke pelari selanjutnya atau menuju ke garis finish jika pelari tersebut adalah pelari ke empat.

Baca : Ukuran Lapangan Lompat Jauh Sesuai Standar Internasional – Jenis Gaya Dalam Lompat Jauh – Aturan dalam Olahraga Lompat Jauh – Macam-macam Gaya dalam Lempar Lembing – Macam-macam Gaya Renang dan Sejarahnya – Macam-macam Gerakan Yoga bersedia adalah aba-aba untuk melakukan Kesehatan 3.

Start Jongkok Ketiga adalah start jongkok atau disebut juga crouching start. Crouching start ini dilakukan oleh pelari jarak pendek. Panjang lintasan yang digunakan pada pelari jarak pendek adalah 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Start jongkok sendiri terdiri dari tiga macam. Pertama adalah start pendek atau bunch start, start menengah atau medium start dan start panjang atau long start. Penjelasan secara rinci dari 3 macam start jongkok tersebut adalah sebagai berikut: • Start pendek atau bunch start – Untuk melakukan start pendek atau bunch start ini adalah posisikan tangan sedikit lebar dari bahu dan posisikan ibu jari membentuk huruf V.

Letakkan salah satu kaki di depan, bisa menggunakan kaki kanan atau kaki kiri, di mana kaki tersebut berjarak 75 cm dari garis start. Kaki yang berada di belakang disejajarkan dengan tumit kaki yang di depan dengan jarak sekitar satu kepal tangan. • Start menengah atau medium start – Untuk melakukan start menengah atau medium start maka posisikan tangan dan ibu jari sama seperti ketika melakukan start pendek atau bunch start.

Letakkan kaki yang berada di depan dengan jarak 40 cm dari garis start. Sejajarkan lutut kaki yang di bagian belakang dengan ujung jari kaki yang berada di depan. Atur jarak ujung jari kaki yang di depan dengan ukuran sekitar satu kepal dan sejajarkan lutut kaki dengan ujung jari kaki bagian depan. • Start panjang atau long start – Untuk melakukan start panjang atau long start ini sama seperti ketika melakukan start pendek. Kaki bagian depan diatur dengan jarak 40 cm dari garis start lutut.

Atur lutut kaki belakang agar sejajar dengan tumit kaki di bagian depan. Atur jaraknya sebesar satu kepalan tangan, dimulai dari tumit kaki di depan hingga ke ujung jari kaki yang berada di belakang. Untuk melakukan start jongkok ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika aba-aba bersedia telah disampaikan, maka pelari akan menuju ke garis start. Letakkan tangan di belakang garis start, posisikan tangan selebar bahu dan atur ibu jari tangan hingga membentuk V.

Letakkan tangan sedikit di depan dan posisikan lengan membentuk garis lurus. Tidak lupa untuk mencondongkan bahu ke depan. Setelah itu, bungkukkan sedikit kepala sehingga leher tidak menjadi tegang.

Fokuskan pandangan pada lintasan sekitar 2 meter dari garis mulai. Jarak kaki dari garis start bermacam-macam, bergantung dari jenis start apa yang digunakan. Ketika aba-aba siap telah disampaikan, maka angkat pinggul ke depan atas dengan rileks dan tidak tegang sampai lebih tinggi dari bahu. Pindahkan berat badan ke tangan hingga badan terasa lebih ringan serta rendahkan kepala dan rilekskan leher.

Arahkan pandangan ke bawah sekitar 1 hingga 1,5 meter dari garis mulai atau garis start. Atur agar lengan tetap lurus dan jangan sampai membengkok. Fokuskan pikiran untuk mendengar aba-aba yang akan diberikan.

Ketika aba-aba telah diberikan, maka ayunkan lengan dengan kencang sekali. Atur kaki kiri untuk menolak dengan kuat hingga posisinya menjadi lurus. Posisikan kaki kanan agar dapat melangkah secepat mungkin dan dapat mencapai tanah dengan secepat mungkin.

Setelah melakukan gerakan ini maka berat badan akan meluncur ke depan. Atur langkah kaki semakin cepat dan semakin lebar agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Ketika akan mendekati gris finish, maka Anda dapat berlari terus tanpa membuat perubahan apapun, condongkan dada ke depan, tangan tetap mengayun sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya, tidak boleh menoleh lawan atau mencari-cari sesuatu yang dapat membuat kehilangan fokus dan konsentrasi.

Satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah memperlambat langkah kaki ketika akan mencapai garis finish. Baca : Macam Macam Lari dalam Olah Raga Atletik – Jenis Olahraga untuk Ibu Hamil dan Manfaatnya – Ukuran Galah dan Lapangan Lompat Galah – Teknik Dasar dalam Olahraga Lompat Galah – Teknik Dasar dalam Lompat Galah Demikianlah artikel mengenai 3 macam macam start dalam perlombaan lari yang perlu diketahui.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan dan salam olahraga!
SuaraJatim.id - Ribuan mercon roket dan 1 kuintal obat atau bahan baku petasan dimusnahkan oleh kepolisian Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2022). Namun, akibat pemusnahan mercon tersebut, beberapa rumah warga justru mengalami rusak. Detik-detik pemusnahan mercon yang berlokasi di sebuah lapangan di Bancaran, Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu terekam dalam video amatir.

Video itu kemudian viral di media sosial. Seorang pria terdengar memberikan aba-aba untuk meledakkan petasan. Baca Juga: Keji!

Pria Nyalakan Petasan yang Dimasukkan Dalam Anus Kucing, Tuai Kecaman: Jangan Klarifikasi, Hukum! Usai ledakan pertama, asap tampak mengepul dan terlihat percikan menyambar di sekitarnya. Selanjutnya terdengar ledakan yang lebih besar dan asap tampak mengepul berwarna abu-abu.

Asap tampak membumbung. Dikabarkan ada 35 rumah warga yang rusak akibat aksi pemusnahan masal tersebut. Pada video selanjutnya, terlihat atap rumah warga berlubang diduga terkena getaran pemusnahan mercon.

Lantai rumah tersebut juga berserakan. Tak hanya itu, genteng rumah tersebut juga tampak rusak. Mengenal 6 Macam Lari Dalam Olahraga Atletik Lari menjadi salah satu olahraga yang digemari dan bisa dilakukan oleh siapapun. Olahraga ini pun memiliki banyak manfaat untuk tubuh, beberapa di antaranya dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu proses penurunan berat badan.

Sebenarnya, dalam dunia olahraga, terdapat macam-macam lari yang bisa kamu pelajari. Bukan hanya jenisnya yang bermacam-macam, tapi juga teknik dan peraturan yang perlu diketahui setiap atlet atau pelaku olahraga tersebut. Nah, untuk mengenal lebih jauh terkait olahraga lari, pastikan kamu menyimak informasi di bawah ini sampai selesai ya!

1. Lari Sprint Sebenarnya macam-macam lari ini termasuk dalam lari jarak pendek. Hanya saja, karena jarak larinya sangat pendek, yaitu 100 meter, lari sprint terkadang dipisahkan dengan cabang olahraga lari jarak pendek. Peraturannya pun sama dengan lari jarak pendek, yang membedakan adalah penggunaan stamina atau tenaga serta nafas yang dibutuhkan.

Karena jarak larinya yang sangat pendek, pelari tidak akan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan tenaga yang banyak seperti pada jenis olahraga lari lainnya. 2. Lari Jarak Pendek Macam-macam lari memiliki jarak tempuh yang bermacam-macam pula, misalnya lari jarak pendek.

Sesuai namanya, lari jarak pendek berarti bersedia adalah aba-aba untuk melakukan lari yang memiliki jarak pendek, yaitu antara 100 meter hingga 400 meter. Dalam lari jarak pendek, peserta atau pelari dapat berlari sekencang mungkin untuk segera sampai di garis finish dan menjadi pemenang. Pada cabang olahraga lari ini, pelari perlu memaksimalkan kecepatannya segera setelah aba-aba lari diberikan.

Karena jaraknya yang pendek, pelari harus memaksimalkan tenaganya agar bisa berlari dengan cepat. Selain itu, teknik start yang dilakukan pelari pun menentukan kemenangan pelari. Berbeda dengan lari jarak jauh yang memiliki track lebih panjang, lari jarak pendek tidak mengharuskan pelari mengatur tenaganya sebelum mencapai garis finish. Namun, yang perlu diperhatikan oleh pelari jarak pendek adalah frekuensi langkah yang dilakukan.

Pelari juga harus memperhatikan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan tahap, yaitu drive (dorongan), percepatan (acceleration), dan reaksi (reaction). 3. Lari Jarak Menengah Lari jarak menengah merupakan salah satu dari macam-macam lari yang memiliki track lebih panjang daripada lari jarak pendek. Jarak yang perlu ditempuh pelari dalam cabang olahraga lari ini yakni antara 800 meter sampai 1500 meter.

Perbedaan lainnya terdapat pada teknik menapakan kaki di permukaan lintasan yang disebut ball hell ball. Teknik ini mengharuskan peari untuk menapakan kaki yang bertumpu pada bagian ujung tumit sambil menolakkan tapakan dengan menggunakan ujung kaki.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Sedangkan untuk posisi start bisa dilakukan saat berdiri. Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat melakukan lari jarak menengah. Di antaranya: ● Pastikan lebar gerakan kaki dilakukan sewajarnya saat berlari. Artinya kamu tidak perlu memaksakan diri yang pada akhirnya akan menghabiskan tenaga kamu sebelum mendekati garis finish.

Pastikan juga kecepatan semakin bertambah saat mendekati garis finish. ● Seperti dalam lari jarak pendek, pelari perlu memaksimalkan seluruh tenaga dalam lari jarak menengah. Tetapi, memaksimalkan tenaga disini khususnya saat mendekati garis finish. ● Sebelum mulai berlari, badan harus dalam keadaan tidak tegang alias santai.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Kondisi pun harus dalam keadaan prima agar mampu memaksimalkan tenaga. ● Saat berlari, sebaiknya tangan diayunkan namun jangan terlalu tinggi.

Untuk posisi badan harus lebih condong ke depan, sekitar 15 derajat. Panjang langkah disesuaikan dengan panjang tungkai kaki dan lutut harus diangkat cukup tinggi. ● Semua gerakan fisik dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan atau dibuat-buat. Panjang langkah pun harus disesuaikan dengan kemampuan, terkecuali saat mendekati garis finish.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Jika sudah mulai mendekati garis finish, pelari sebaiknya menambah panjang langkah dan memaksimalkan tenaga agar bisa sampai lebih dulu. Bersedia adalah aba-aba untuk melakukan penjelasan mengenai lari jarak menengah. Selalu ingat untuk melakukan kontrol langkah agar tidak menghabiskan tenaga secara berlebihan sebelum mendekati garis finish.

4. Lari Maraton Lari maraton sering disebut juga sebagai lari jarak jauh. Lari ini memiliki jarak tempuh yang paling jauh dari macam-macam lari sebelumnya, yaitu 3 km sampai 10 km. Lari marathon merupakan cabang lari yang cukup populer, bahkan sering ada acara-acara tentu yang mengangkat lari marathon sebagai primadona utamanya. Hal ini dikarenakan cabang olahraga lari marathon digemari banyak orang. Karena memiliki jarak tempuh yang jauh, tidak jarang orang tertantang untuk berpartisipasi dalam olahraga ini.

Namun, tak jarang juga lari ini menyebabkan mereka merasa letih, lelah, dan dehidrasi, khususnya bila stamina tubuh kurang baik. Ada juga macam-macam lari yang menyerupai lari marathon seperti lari cross country yang memiliki jarak lebih jauh. Baik maraton dan cross country biasanya dilakukan di luar stadion kecuali untuk start dan finish.

Ini karena jaraknya yang jauh sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam stadion dengan kapasitas terbatas. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berpartisipasi dalam lari marathon: ● Start yang digunakan adalah start berdiri. ● Pastikan menjaga stamina dan kesehatan dengan baik sebelum berlari untuk menghindari masalah saat pelaksanakan.

Bila stamina kurang terjaga dan tubuh tidak sehat, pelari akan berpotensi mengalami dehidrasi, pingsan, kelelahan, bahkan bisa mengarah pada kematian. ● Selain fisik, mental pun perlu disiapkan karena jarak lari yang akan ditempuh sangatlah panjang.

● Pastikan untuk mengayunkan lengan saat berlari. Semua gerakan pun harus dilakukan seringan atau sesantai mungkin agar tidak mudah lelah. Bila jarak lari yang diambil semakin jauh, maka gerakan lutut semakin rendah serta langkah semakin pendek.

Dengan begitu pelari tidak akan mudah kelelahan dan mampu bertahan hingga garis finish. 5. Lari Estafet Lari estafet merupakan salah satu dari macam-macam lari yang kerap diperlombakan dalam berbagai ajang olahraga.

Termasuk dalam cabang olahraga atletik, lari estafet sering disebut juga dengan lari sambung yang melibatkan satu tim.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Tiap tim biasanya berisi empat orang pelari yang berlari secara sambung-menyambung sembari membawa sebuah tongkat estafet untuk diserahkan pada pelari berikutnya. Jarak lari estafet sendiri biasanya 100 meter sampai 400 meter. Jika ditotal, maka jarak lari yang perlu ditempuh peserta lari adalah 4 x 100 meter atau 4 x 400 meter. Cara kerja olahraga lari estafet ini yaitu pelari pertama memulai di garis finish sembari membawa tongkat. Kemudian dia menuju pelari selanjutnya yang akan berlari setelah menerima tongkat dari pelari sebelumnya.

Begitu seterusnya hingga tongkat berada di tangan pelari keempat dan mencapai garis finish. Perlu diingat bahwa pemberian tongkat pun ada aturannya, Misal, tongkat harus diberikan pada pelari berikutnya dalam jarak tertentu, yaitu dalam zona 20 meter. Adapun hal yang perlu diperhatikan saat melakukan lari estafet adalah: ● Saat pemberian tongkat, pastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan pelari seperti menjatuhkan tongkat atau memberikan tongkat sebelum jarak tempuh yang ditetapkan.

Bila dilakukan, maka tim bisa didiskualifikasi. ● Pastikan teknik pengoperan tongkat dilakukan dengan benar agar tidak menghambat penerima. Berbicara mengenai teknik pengoperan tongkat, terdapat dua teknik yang bisa dipilih oleh pelari estafet. Di antaranya: ● Teknik non visual: tongkat dioper tanpa perlu melihat pada pelari yang memberikannya. Teknik pengoperan tongkat ini biasa dilakukan dalam lari estafet berjarak 4 x 100 meter.

● Teknik visual: penerima tongkat akan menengok ke belakang dan melihat tongkat dioper oleh pelari sebelumnya. Teknik ini biasa diterapkan dalam lari estafet jarak 4 x 400 meter. Pastikan saat proses pemberian tongkat, pelari harus menggunakan kecepatan tinggi agar penerima bisa segera berlari.

Pastikan juga tongkat diberikan menurut peraturan yang berlaku agar tidak terjadi diskualifikasi. 6. Lari Gawang Satu lagi macam-macam lari yang perlu kamu ketahui, yaitu lari gawang atau dikenal juga dengan sebutan lari halang rintang. Jenis olahraga lari ini memiliki jarak tempuh 3000 meter dengan disertai berbagai rintangan yang harus dilewati oleh para pelari. Rintangan dalam lari gawang bisa bersedia adalah aba-aba untuk melakukan rintangan gawang atau rintangan air dengan gawang diletakkan di depannya ( water jump).

Untuk melampaui rintangan water jump, pelari perlu memaksimalkan kecepatan sehingga mereka dapat bertolak lebih kuat saat melompati rintangan air. Sebaliknya, bila kecepatan tidak maksimal, lompatan tidak akan jauh dan akibatnya pelari akan mendarat dalam air serta menghambat untuk melaju ke rintangan selanjutnya. Bila berpartisipasi dalam lari gawang, pelari perlu memiliki stamina yang kuat dan fokus yang tinggi sehingga mampu melewati berbagai rintangan yang disiapkan penyelenggara.

Mengenal Teknik Start dalam Cabang Lari Atletik Dalam penjelasan di atas, disebutkan mengenai teknik start dan pengaruhnya terhadap kecepatan pelari. Teknik start pun dapat menentukan kecepatan seorang pelari untuk sampai ke garis finish. Lantas apa saja teknik start yang digunakan dalam macam-macam lari di atas? Berikut ini ulasannya!

1. Start Berdiri Digunakan oleh pelari jarak menengah hingga jauh seperti jarak 800, 1500, 5000, dan 10.000 meter. Cara melakukan start berdiri adalah: ● Saat ada aba-aba, pelari maju lalu meletakkan satu kaki di depan, biasanya kaki kanan. ● Condongkan badan ke depan dan jadikan kaki kanan sebagai tumpuan ● Biarkan tangan rileks dan sikut sedikit dibengkokan. Fokus pandangan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan ke bersedia adalah aba-aba untuk melakukan.

2. Start Melayang Jenis teknik start ini dilakukan dalam lari estafet oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat. Start melayang dilakukan dengan cara melayang yang artinya bila pelari telah mendapatkan tongkat estafet, maka dia harus segera berlari untuk menuju ke pelari seterusnya. Khusus untuk pelari keempat, dia harus berlari dengan cepat hingga mencapai garis finish.

3. Start Jongkok Teknik start ini disebut juga crouching start dan dilakukan pada macam-macam lari sprint atau jarak pendek. Start jongkok pun biasanya diberlakukan pada pelari pertama dalam lari estafet. Yang harus diperhatikan ketika melakukan teknik start ini adalah saat terdengar aba-aba bersedia, maka pelari harus menuju garis start. Posisikan diri dengan meletakkan kedua tangan di belakang garis start sembari mencondongkan bahu sedikit ke depan. Kemudian bungkukan kepala sedikit agar posisi tubuh tidak tegang.

Itulah penjelasan mengenai macam-macam lari serta teknik start yang diberlakukan dalam setiap cabang lari. Meskipun kamu bukan seorang atlet lari, tapi melakukan olahraga ini tentunya akan bermanfaat bagi kesehatanmu. Tubuh pun akan biasa bergerak sehingga selalu dalam kondisi fit. Mengingat pentingnya menggerakan tubuh, Rexona mendorong semua warga di Indonesia, termasuk kaum disabilitas, untuk selalu bergerak tanpa mengenal batas. Dalam kampanye bertajuk #GerakTakTerbatas, Rexona mengajak semua orang untuk bergerak terus demi menggapai cita-citanya.

Selain itu, Rexona pun secara bersedia adalah aba-aba untuk melakukan menghadirkan aplikasi Gerak by Rexona untuk membantu teman-teman disabilitas di seluruh Indonesia. Jadi jika kamu ingin berpartisipasi sekaligus membantu teman-teman disabilitas untuk menggapai mimpi mereka, jangan lupa untuk mengunduh aplikasi tersebut ya!
tirto.id - Nomor lari yang ada dalam jarak menengah sering disebut dengan nomor lintasan.

Yang dimaksud nomor lintasan dalam hal ini adalah nomor yang ditandingkan di dalam perlombaan atletik selain nomor lompat dan nomor lempar. Ciri yang jadi strategi utama dalam lari jarak menengah adalah menggunakan energi sehemat mungkin, dengan pengaturan panjang dan frekuensi langkah yang dilakukan. Lari jarak menengah ini bisa diikuti oleh pelari putra ataupun pelari putri. Biasanya, jarak yang dilombakan adalah 800 meter dan 1500 meter. Dalam melakukan lari jarak menengah terdapat berbagai teknik agar kalian bisa memaksimalkan peluang untuk mencapai kecepatan terbaik.

Berbagai aspek seperti kecepatan, kekuatan dan stamina sangatlah dibutuhkan. Jenis Start Lari Jarak Menengah Lari jarak menengah menempuh jarak 800 m dan 1500 m. Start yang digunakan untuk lari jarak menengah menggunaka n start berdiri. Pada lari 800 m masing-masing pelari berlari di lintasannya sendiri, setelah melewati satu tikungan pertama barulah pelari-pelari itu boleh masuk ke dalam lintasan pertama. Hal yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah adalah penyesuaian antara kecepatan dan kekuatan atau stamina dari masing-masing pelari.

Teknik Lari Jarak Menengah Gerakan untuk melakukan lari jarak menengah sedikit berbeda dengan gerakan yang dilakukan untuk lari sprint. Perbedaannya ada di cara kaki yang menapak di atas lintasan.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Di lari jarak menengah, kaki akan menapak secara ball heel-ball yang berarti kalau kaki akan menapak di ujung tumit dan menolak di ujung kaki. Sedangkan di lari sprint, kaki akan menapak di ujung-ujung bersedia adalah aba-aba untuk melakukan dengan tumit yang menyentuh tanah. Namun, tumit ini sangat sedikit menyentuh tanah sehingga tampak melayang. Hal ini dilakukan untuk bisa menghemat tenaga. Mengutip modul SMA PJOK (2020), berikut ini adalah teknik-teknik dalam melakukan lari jarak menengah: a.

Teknik melakukan awalan start Dalam melakukan teknik lari jarak menengah, start yang digunakan adalah dengan menggunakan start berdiri, sama seperti teknik lari maraton. • Ketika aba-aba “bersedia”, kalian diharuskan untuk menempati posisi di belakang garis start.

• Saat aba-aba “siap” maka tempatkan kaki kiri didepan dengan sedikit menekuknya, sedangkan kaki kiri di tempatkan di belakang dengan posisi lurus. • Condongkonkan tubuh sedikit ke depan dan beban tubuh bertumpu pada kaki kiri. • Tangan dibiarkan tergantung dengan rileks, dan siku sedikit ditekuk dan berada didekat beban. • Posisi kepala menghadap kedepan dengan leher diposisikan dalam keadaan yang rileks, dan arahkan pandangan lurus kedepan. b. Teknik melakukan awalan lari Setelah berada di posisi bersedia, Anda tinggal menunggu aba-aba selanjutnya yang biasanya dengan kata-kata “ya” atau dengan suara pistol.

Aba-aba tersebut menandakan Anda sudah diperbolehkan untuk berlari. Langkahkan kaki kanan kedepan dan dengan dibarengi ayunan tangan kiri kedepan dan tangan kanan ke belakang. Juga kaki sebelah kiri melakukan tolakan untuk menghasilkan awalan start yang maksimal.

c. Teknik saat berlari Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan di saat berlari dalam lari jarak menengah: • Ketika berlari badan sedikit condong ke depan kurang lebih 10 derajat. • Ayunan tangan dilakukan dengan rileks, ketika di atas pinggang secara bergantian dan sesuaikan ritmenya dengan gerakan kaki. Biasanya tangan akan secara otomatis melakukan gerakan naik turun seiring dengan langkah kaki. Sudut dari lengan usahakan berada antara 100 hingga 110 derajat.

• Perlebar langkah kaki sesuai dengan jangkauan tungkai untuk memaksimalkan kecepatan lari kalian. • Jangan mengangkat paha terlalu tinggi, ketika mengayunkan lutut jangan sampai melebihi pinggang • Frekuensi langkah kaki jangan terlalu cepat. • Perhatikan juga kecepatan lari kalian, untuk menghemat stamina. d. Teknik melewati garis finish Teknik untuk melewati garis finish sama seperti pada lari jarak pendek.

Hal-hal bersedia adalah aba-aba untuk melakukan perlu diperhatikan Saat memasuki garis finish: • Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar. • Jangan melakukan gerakan melompat pada saat memasuki garis finish. • Perhatian dipusatkan pada garis finish. • Apabila ada pita jangan berusaha meraih dengan tangan. • Setelah melewati garis finish jangan berhenti mendadak.
tirto.id - Salah satu cabang olahraga atletik yang paling populer adalah lari.

Dipilah berdasarkan jarak tempuhnya, olahraga lari terbagi menjadi beberapa nomor, seperti lari jarak pendek, lari jarak menengah, hingga lari jarak jauh.

Khusus lari cepat jarak pendek biasa dilombakan dengan panjang lintasan 100 meter, 200 meter, serta 400 meter. Nomor ini biasa disebut lari jarak pendek, lari cepat dan sprint. Sementara atlet yang melakukan lari jarak pendek biasanya disebut dengan sprinter. Lari cepat dapat dilakukan oleh jenis pelari lelaki maupun perempuan. Salah satu teknik yang harus dikuasai dalam melakukan lari jarak pendek adalah start (pertolakan). Teknik awalan tersebut sangat menentukan kemenangan seorang sprinter dalam lari jarak pendek.

Macam-macam Teknik Start Lari Jarak Pendek & Tahapan Gerakan Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terbitan Kemendikbud (2016:66), beberapa jenis teknik dasar start (awalan) dalam lari jarak pendek, meliputi start Panjang ( long start), start menengah ( medium start), dan start pendek ( short start). Berikut rincian mengenai tahapan gerakannya.

1. Aktivitas Start Panjang Beberapa tahapan untuk melakukan aktivitas start panjang dalam lari jarak pendek sebagai berikut: • Lakukan sikap awal dengan berjongkok rileks • Tempelkan lutut kaki kanan di tanah • Kaki kiri berposisi di depan dan berjinjit • Kedua tangan menempel pada garis start dan mebentuk huruf “V” terbalik • Pandangan lurus ke depan dan rileks • Telinga berkonsentrasi pada aba-aba start berikutnya.

2. Aktivitas Start Menengah Beberapa tahapan untuk melakukan aktivitas start menengah dalam lari jarak pendek sebagai berikut: • Lakukan sikap awal dengan berjongkok rileks • Tempelkan lutut kaki kanan di tanah • Letakkan posisi kaki kiri berada di samping lutut kanan dengan jangkauan 1 kepalan tangan • Letakkan kedua tangan menempel pada garis start dan membentuk huruf “V” terbalik • Pandangan lurus ke depan dan rileks bersedia adalah aba-aba untuk melakukan Telinga berkonsentrasi pada aba-aba start berikutnya.

3. Aktivitas Start Panjang Beberapa tahapan untuk melakukan aktivitas start pendek dalam lari jarak pendek sebagai berikut: • Lakukan sikap awal dengan berjongkok rileks • Tempelkan lutut kaki kanan di tanah • Letakkan kaki kiri di antaara kaki kanan dan lutut kaki sebelah kanan • Letakkan kedua tangan menempel pada garis start dan membentuk huruf “V” terbalik • Pandangan lurus ke depan dan rileks • Telinga berkonsentrasi pada aba-aba start berikutnya.

Teknik Start Jongkok Lari Jarak Pendek & Tahapan Gerakan Terdapat beberapa tahapan gerakan dalam teknik start jongkok lari jangka pendek. Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terbitan Kemendikbud (2014:67-68), beberapa tahapan itu harus disesuaikan bersamaan dengan aba-aba dalam lari jarak pendek. Adapun aba-aba itu adalah “bersedia”, “siap”, dan “ya”. Berikut detail gerakan tekniknya. 1. Gerakan Teknik Start Jongkok saat Aba-aba “Bersedia” • Letakkan lutut sebelah kanan di tanah dengan jarak satu jengkal dari garis start • Posisikan kaki kiri berada di samping lutut kaki kanan minimal satu kepal • Lakukan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan badan membungkut ke depan • Letakkan kedua tangan di tanah tepat dibelakang garis start, posisikan keempat jari rapat kecuali jari ibu • Tunggukan kepala sedikit • Usahakan leher berada dalam kondisi rileks • Pandangan menuju arah bawah dan telinga berkonsetrasi dalam bunyi aba-aba.

2. Gerakan Teknik Start Jongkok saat Aba-aba “Siap” • Lutut yang tadinya menempel pada tanah diangkat, sehingga panggul beposisi lebih tinggi dari bahu • Tumpuan berat badan dibawa ke depan • Kaki kanan membentuk sudut 120 derajat, sedangkan kaki 90 derajat • Kepala tunduk dan leher tetap rileks • Pandangan ke bawah dan telingan berfokus pada bunyi aba-aba.

3. Gerakan Teknik Start Jongkok saat Aba-aba “Ya” • Lakukan tolakan ke depan menggunakan sekuat tenaga. Hindari gerakan melompat • Posisi badan tetep condong ke depan dan posisi lengan diayunkan dalam keadaan berlari • Gerakan langkah kaki pendek tetapi cepat, sehingga badan tidak tersungkur ke depan.na·si·o·nal a bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa: cita-cita --; perusahaan --; tarian --; me·na·si·o·nal bersedia adalah aba-aba untuk melakukan menjadi nasional: aspirasi masyarakat tertampung dalam satu wadah hukum yang ~; me·na·si·o·nal·kan v membuat menjadi nasional; pe·na·si·o·nal·an n proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat nasional: agar diperjuangkan ~ buruh pada perusahaan asing; ke·na·si·o·nal·an n sifat dan sebagainya yang ada pada bangsa; kebangsaan ★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas sinonim izin-atau-ijin halalbihalal cecak aktifitas cari abjad-atau-abjat komoditi-atau-komoditas akomodasi dedikasi miliar-atau-milyar cabai-atau-cabe justifikasi bersedia adalah aba-aba untuk melakukan zaman-atau-jaman apotek-atau-apotik implikasi aktivitas antre-atau-antri azan-atau-adzan komprehensif gendala seperti tapaktilas andal-atau-handal efektif efektifitas-atau-efektivitas detail-atau-detil analisis integrasi analisis-atau-analisa signifikan asas-atau-azaz kerja praktik-atau-praktek kapasitas implisit resiko elite-atau-elit eksistensi respons bokek modern amfibi-atau-amphibi acuh cegak pengaruh formal-atau-formil ★ Mana penulisan kata yang benar?

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Daring (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa). Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal".

Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia.

Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata atau keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru • Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server • Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), bersedia adalah aba-aba untuk melakukan komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. • Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa.

✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya.

Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer). Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat".

Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan.

Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak). Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas.

Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":5,"w":"aman","d":"aman<\/b> a<\/em> 1<\/b> bebas dari bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yang --;<\/em> 2<\/b> bebas dari gangguan (pencuri, hama, dan sebagainya): kampungku akhir-akhir ini tidak --;<\/em> 3<\/b> terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yang --;<\/em> 4<\/b> pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih -- daripada membeli di warung;<\/em> 5<\/b> tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa --;<\/em>meng·a·man·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menjadikan tidak berbahaya, tidak rusuh (kacau, kemelut, dan sebagainya): alat negara telah berhasil ~ daerah yang dilanda kerusuhan<\/em>; 2<\/b> menjadikan tenteram (hati); 3<\/b> melindungi; menyelamatkan: penutupan perairan Maluku dimaksudkan untuk ~ kekayaan laut di sekitar kepulauan tersebut<\/em>; 4<\/b> menjinakkan (ranjau, granat, meriam); 5<\/b> menyimpan atau menyembunyikan supaya tidak diambil orang; 6<\/b> menahan orang yang melanggar hukum demi keamanan umum dan keamanan orang itu dari kemungkinan tindakan main hakim sendiri: polisi ~ penjambret itu<\/em>;mem·per·a·man<\/b> v<\/em> menjadikan lebih aman: ia ~ rumahnya dengan memasang kawat berduri di atas pagar temboknya<\/em>;peng·a·man<\/b> n<\/em> 1<\/b> orang yang mengamankan (negeri, kota); 2<\/b> alat untuk menghindarkan atau mencegah terjadinya kecelakaan;peng·a·man·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan mengamankan: pemeliharaan dan ~ tempat ibadah lebih diperkuat<\/em>;~ arsip<\/b> Adm<\/em> pemeliharaan surat;ke·a·man·an<\/b> n<\/em> keadaan aman; ketenteraman: polisi bertugas menjaga (memelihara) ~ dan ketertiban<\/em>;~ bersama<\/b> Pol<\/em> 1<\/b> persetujuan resmi di antara negara (sebagian besar negara) di dunia untuk memelihara perdamaian internasional melalui badan-badan; 2<\/b> liga atau konfederasi negara yang diberi kekuasaan untuk menyusun perbedaan internasional dan menggunakan kekuatan untuk melawan agresor; ~ nasional<\/b> Pol<\/em> kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya dari ancaman luar","msg":""},{"x":5,"w":"badan","d":"ba·dan<\/b> n<\/em> 1<\/b> tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak: akibat kecelakaan itu -- nya cacat<\/em>; 2<\/b> batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; 3<\/b> bagian utama dari suatu benda; awak: -- perahu (kapal); -- pesawat<\/em>; 4<\/b> diri (sendiri): tuan -- lah yang harus datang menghadap<\/em>; 5<\/b> sekumpulan orang yang merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu: di samping -- pengurus, koperasi itu mempunyai -- penasihat<\/em>;hancur -- dikandung tanah, budi baik terkenang jua, pb<\/em> budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang;-- adam<\/b> tubuh yang dapat membusuk; tubuh manusia; -- air<\/b> Geo<\/em> kumpulan air yang besarnya antara lain bergantung pada relief permukaan bumi, kesarangan batuan pembendungnya, curah hujan, suhu, dan sebagainya, misalnya sungai, rawa, danau, laut, dan samudra; -- astral<\/b> Fil<\/em> badan orang yang sudah meninggal yang tampak sebagai bayangan sinar yang bercahaya (bersifat metafisika); badan (roh) halus; -- eksekutif<\/b> badan pelaksana undang-undang yang menjalankan roda pemerintahan (sehari-hari); -- hukum<\/b> badan (perkumpulan dan sebagainya) yang dalam hukum diakui sebagai subjek hukum (perseroan, yayasan, lembaga, dan sebagainya); -- judikatif<\/b> badan yang menentukan atau menangani masalah (bidang) hukum; -- kapal<\/b> badan sebuah kapal, tidak termasuk tiang-tiang, tali-temali, layar, permesinan, dan peralatan; -- Kepegawaian Nasional (BKN)<\/b> badan yang mengelola seluruh permasalahan kepegawaian secara nasional, dari pengangkatan, kenaikan pangkat, mutasi, pemberhentian, pensiun, dan seterusnya; -- legislatif<\/b> badan (dewan) yang berkuasa membuat undang-undang; -- pekerja<\/b> panitia yang mengurus pelaksanaan tugas sehari-hari pada suatu organisasi; -- pembayaran dividen<\/b> Ek<\/em> bank atau badan yang bertugas membayarkan dividen kepada pemegang saham; -- pembuat undang-undang<\/b> Pol<\/em> badan yang terdiri atas orang-orang yang menduduki jabatannya melalui pemilihan umum dan membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat; -- Pemeriksa Keuangan<\/b> (Bepeka) instansi pemerintah Indonesia yang setingkat dengan departemen yang bertugas mengawasi penggunaan uang negara oleh instansi pemerintah; -- penasihat<\/b> panitia yang diangkat untuk memberikan nasihat tentang suatu hal; -- perwakilan<\/b> dewan yang mewakili; -- siasat<\/b> badan penyelidik (yang bertugas mengusut kejahatan, mencari keterangan-keterangan rahasia); -- tanpa saham<\/b> Ek<\/em> badan (hukum) yang tidak memberikan saham kepada anggota atau pesertanya, termasuk perkumpulan keagamaan dan perusahaan asuransi; -- terkocak<\/b> cak <\/em>kurus sekali; -- usaha unit desa<\/b> (BUUD) organisasi di tingkat desa yang diselenggarakan oleh pemerintah, bertujuan mengatur kegiatan penduduk di bidang produksi, perdagangan, dan kesejahteraan;ber·ba·dan<\/b> v<\/em> mempunyai badan (tubuh); ada badannya;- dua<\/b> ki<\/em> hamil;se·ba·dan<\/b> n<\/em> setubuh;ber·se·ba·dan<\/b> v<\/em> bersetubuh;me·nye·ba·dani<\/b> v<\/em> menyetubuhi; bersanggama dengan"},{"x":5,"w":"bahasa1<\/sup>","d":"ba·ha·sa1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> Ling<\/em> sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2<\/b> percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun: baik budi -- nya<\/em>;-- menunjukkan bangsa, pb<\/em> budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan);-- aglutinatif<\/b> tipe bahasa yang pembentukan katanya melalui proses pengimbuhan pada akar kata; -- akusatif<\/b> tipe bahasa yang mempunyai penanda eksplisit untuk objek langsung, misalnya bahasa Inggris yang mempunyai kalimat seperti They kill him,<\/em> kata him<\/em> adalah bentuk akusatif dari kata he<\/em>; -- alamiah<\/b> 1<\/b> bahasa yang mencerminkan pemakaian yang lazim tanpa harus dipelajari terlebih dahulu; 2<\/b> bahasa dan dokumen yang diindeks; bahasa indeks; bahasa manusia; -- analitis<\/b> tipe bahasa yang menyatakan pelbagai segi gramatika, terutama dengan kata terpisah bersedia adalah aba-aba untuk melakukan urutan kata; bahasa isolatif; -- asing<\/b> bahasa milik bangsa lain yang dikuasai, biasanya melalui pendidikan formal dan yang secara sosiokultural tidak dianggap sebagai bahasa sendiri; -- bagongan<\/b> ragam bahasa Jawa yang dipakai dalam lingkungan keraton di Yogyakarta; -- baku<\/b> bahasa standar; -- berfleksi<\/b> bahasa fleksi (flektif); -- bermajas<\/b> Sas<\/em> bahasa yang menggunakan kata-kata yang susunan dan artinya sengaja disimpangkan dengan maksud mendapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi; -- buatan <\/b> 1<\/b> bahasa yang direka dengan tujuan khusus untuk memperbaiki komunikasi internasional; 2<\/b> sistem kode berupa lambang abstrak, seperti yang dipakai dalam pemrograman komputer; 3<\/b> bahasa yang dibuat orang untuk pemakaian tertentu, misalnya bahasa Esperanto dan bahasa yang dipakai dalam logika simbolis atau penggunaan komputer; -- buku<\/b> ragam bahasa yang dipakai dalam karangan (tertulis); -- daerah<\/b> bahasa yang lazim dipakai di suatu daerah; bahasa suku bangsa, seperti-- Batak, -- Jawa, -- Sunda<\/em>; -- dagang<\/b> ragam bahasa yang lazim dipakai dalam dunia perdagangan; -- dalam<\/b> kata yang lazim dipakai di istana, bersedia adalah aba-aba untuk melakukan seperti beradu, bersiram, gering, mangkat,<\/em> santap<\/em>; -- flektif<\/b> bahasa yang kata-katanya mengalami perubahan bentuk sehubungan dengan perubahan jenis, subjek (pelaku), waktu, dan sebagainya; -- gunung<\/b> ragam bahasa Melayu yang dipakai oleh petani, orang desa, dan sebagainya; -- hantu<\/b> bahasa (kata-kata) yang biasa digunakan oleh pawang; -- hidup<\/b> bahasa yang masih dipakai oleh masyarakat bahasa; -- ibu<\/b> bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya; -- induk<\/b> satu dari kelompok bahasa berkerabat yang menurunkan bahasa lain, misalnya bahasa Latin Rakyat yang dianggap menurunkan bahasa Romanika, seperti bahasa Prancis, Italia, dan Romania; -- inflektif<\/b> bahasa yang menggunakan perubahan bentuk kata (dalam bahasa fleksi) yang menunjukkan berbagai hubungan gramatikal (seperti deklinasi nomina, pronomina, adjektiva, dan konjugasi verba); -- inkorporatif<\/b> tipe bahasa yang menyatakan hubungan gramatikal dan struktur kata dengan menderetkan morfem terikat menjadi kata tunggal, misalnya bahasa Eskimo; -- isolatif<\/b> bahasa analitis; -- isyarat<\/b> 1<\/b> Antr<\/em> bahasa yang tidak menggunakan bunyi ucapan manusia atau tulisan dalam sistem perlambangannya; 2<\/b> Ling<\/em> bahasa yang menggunakan isyarat (gerakan tangan, kepala, badan dan sebagainya), khusus diciptakan untuk tunarungu, tunawicara, tunanetra, dan sebagainya; -- Jawi<\/b> bahasa Melayu Kuno, khususnya yang ditulis dengan huruf Arab; -- jurnalistik<\/b> bahasa pers; -- kacukan<\/b> bahasa Melayu percakapan; bahasa Melayu pasar; -- kalangan<\/b> bahasa (kata-kata) yang lazim dipakai dalam lingkungan pekerjaan; -- kanak-kanak<\/b> bahasa yang digunakan pada tahap permulaan pertumbuhan bahasa yang ciri-cirinya secara khas dapat dihubungkan dengan kelompok kanak-kanak; -- kasar<\/b> bentuk bahasa yang dianggap substandar dan rendah; -- kawat<\/b> bahasa singkatan yang digunakan untuk pengiriman berita kawat menghemat biaya; -- kedua<\/b> bahasa yang dikuasai oleh bahasawan bersama bahasa ibu pada masa awal hidupnya dan secara sosiokultural dianggap sebagai bahasa sendiri; -- kentum<\/b> bahasa Indo-Eropa yang tetap mempertahankan fonem velar Indo-Eropa Purba \/k\/; bahasa Latin adalah bahasa kentum; -- kerabat<\/b> bahasa yang mempunyai hubungan genealogis dengan bahasa lain; -- kesat<\/b> penggunaan kata atau frasa di luar jangkauan makna yang biasa, misalnya penggunaan nama binatang untuk manusia dalam caci maki; -- kiasan<\/b> penggunaan kiasan untuk meningkatkan efek pernyataan atau pemerian; -- klasik<\/b> Ling<\/em> 1<\/b> dialek temporal bahasa yang dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakaiannya; 2<\/b> bahasa kuno yang mempunyai kesusastraan tinggi; -- komputer<\/b> sistem perlambangan yang biasa digunakan untuk memproses data dalam komputer; -- konsonantis<\/b> tipe bahasa yang tidak mempunyai ciri-ciri seperti bahasa vokalis; -- kuno<\/b> bahasa klasik; -- laut<\/b> bahasa orang laut (pelaut); -- lisan<\/b> ragam bahasa yang dipakai dalam berkomunikasi secara lisan; -- madya<\/b> bahasa purba dari kelompok dalam keluarga bahasa yang mempunyai satu bahasa purba bersama; -- mati<\/b> bahasa yang tidak dipakai lagi dalam pemakaian sehari-hari, hanya terdapat dalam bentuk tertulis, misalnya bahasa Sanskerta atau bahasa Jawa Kuno; -- mesin<\/b> informasi dalam bentuk fisik yang dapat ditangani oleh komputer, bersedia adalah aba-aba untuk melakukan kode yang tepat berupa kartu keterangan pada pita kertas atau kartu, dalam bentuk elektrik atau magnetik pada pita magnetik; -- modern<\/b> dialek temporal yang digunakan oleh manusia, yang berbeda dari bahasa klasik; -- moyang<\/b> bahasa yang menurunkan bahasa yang sekerabat, misalnya bahasa Latin merupakan rumpun bahasa dari bahasa Italia, Prancis, Portugis, Romania, dan Spanyol;<\/em> -- nasional<\/b> bahasa yang menjadi bahasa standar atau lingua franca<\/em> di negara yang mempunyai banyak bahasa karena perkembangan sejarah, kesepakatan bangsa, atau ketetapan perundang-undangan; -- negara<\/b> bahasa resmi negara; -- pasar <\/b> 1<\/b> bahasa yang dipakai sebagai alat komunikasi dalam perdagangan oleh orang yang memiliki bahasa ibu yang berbeda-beda; 2<\/b> bahasa perantara yang terbentuk dari berbagai bahasa yang intinya berasal dari satu bahasa tertentu; -- pengantar<\/b> bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi dalam perundingan, pemberian pelajaran di sekolah, dan sebagainya; -- perantara<\/b> bahasa yang dipakai untuk mengatasi ketidakpahaman dalam interaksi sosial karena pesertanya menguasai dan memahami bahasa yang berbeda; -- percakapan<\/b> ragam bahasa yang dipakai dalam percakapan sehari-hari; -- pers<\/b> ragam bahasa yang digunakan oleh wartawan yang memiliki sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, dan menarik; -- peringkat tinggi<\/b> Komp<\/em> bahasa yang dirancang sedemikian rupa sehingga program komputer dapat ditulis secara bebas untuk sistem komputer yang digunakan, misalnya basic, fentron, pascal<\/em>; -- persatuan<\/b> bahasa yang digunakan dalam masyarakat bahasa yang mempersatukan bangsa secara politis, kultural, dan ekonomi; -- program<\/b> Komp<\/em> metode terarah dalam penulisan sejumlah instruksi, setiap instruksi hanya mempunyai satu arti; -- prokem<\/b> Ling<\/em> ragam bahasa dengan leksikon tertentu digunakan oleh kaum remaja (seperti kata bokap<\/em> untuk bapak<\/em>, sepokat<\/em> untuk sepatu<\/em>, dan bokin<\/em> untuk bini<\/em>); bahasa sandi remaja dan kelompok tertentu; -- purba<\/b> Ling<\/em> bahasa hipotetis yang dianggap menurunkan beberapa bahasa yang nyata-nyata ada, misalnya bahasa proto-Austronesia adalah bahasa purba dari bahasa-bahasa Filipina, bahasa-bahasa Indonesia, bahasa-bahasa Polinesia; -- rakitan<\/b> Komp<\/em> suatu susunan yang mewakili sandi komputer yang dapat ditulis atau dibaca oleh pemrogram; -- remaja<\/b> bahasa prokem; -- resmi<\/b> 1<\/b> bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi, seperti dalam perundang-undangan dan surat-menyurat dinas; 2<\/b> bahasa yang diakui sebagai sarana interaksi yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi suatu jabatan; -- roh<\/b> Kris<\/em> karunia Roh Kudus yang memuji Allah di dalam doa dengan bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yang memakainya maupun oleh orang lain; -- santai<\/b> bahasa yang digunakan dalam situasi yang bersifat pribadi dan suasana akrab; -- sasaran<\/b> 1<\/b> bahasa yang menjadi medium suatu amanat yang berasal dari bahasa sumber setelah melalui proses pengalihan; 2<\/b> bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan makna lema yang terdapat dalam kamus; -- satem<\/b> bahasa dari keluarga Indo-Eropa yang dalam perkembangan historisnya mengubah fonem oklusif palatal menjadi frikatif palatal atau frikatif alveolar, misalnya bahasa Sanskerta; -- sehari-hari<\/b> bahasa percakapan; -- semu<\/b> bahasa kiasan yang menyiratkan makna tersembunyi yang digunakan dalam teks kakawin untuk memperkatakan ulah sanggama; -- sintetis<\/b> tipe bahasa yang hubungan sintaktisnya diungkapkan dengan infleksi dan peleburan afiks dalam akar, misalnya bahasa Latin dan Arab;-- slang<\/b> ragam bahasa nonbaku dipakai oleh kelompok sosial tertentu seperti kelompok anak-anak nakal; -- sopan santun<\/b> ragam bahasa yang dipakai dalam situasi sosial yang mewajibkan adanya norma sopan santun; -- standar<\/b> 1<\/b> (ragam) bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-undangan dan surat-menyurat resmi; 2<\/b> bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai banyak bahasa; bahasa baku; -- sulung<\/b> perkataan anak kecil ketika mulai dapat bercakap-cakap; -- sumber<\/b> 1<\/b> bahasa yang diterjemahkan ke dalam bahasa yang lain; 2<\/b> bahasa yang dipakai sebagai pengantar dalam pengajaran bahasa asing; 3<\/b> bahasa yang menjadi asal kata serapan; -- tarzan<\/b> bahasa yang digunakan di antara orang-orang yang berlainan bahasanya dan tidak mudah saling mengerti, dicampuri gerak isyarat; -- tulis<\/b> ragam bahasa baku yang digunakan sebagai sarana komunikasi secara tertulis; ragam tulis; -- tutur<\/b> bahasa lisan; -- umum <\/b> 1<\/b> bagian khazanah leksikal, gramatikal, dan stilistis suatu bahasa bersedia adalah aba-aba untuk melakukan dimengerti dan diterima sebagai pemakaian yang baik oleh semua orang yang mengenal bahasa itu; -- vokalis<\/b> tipe bahasa yang dalam fonotaktiknya mengharuskan kata-kata berakhir pada vokal, misalnya bahasa Jepang;ber·ba·ha·sa<\/b> v<\/em> 1<\/b> menggunakan bahasa; 2<\/b> sopan santun; tahu adat;ber·ba·ha·sa-ba·ha·sa<\/b> a<\/em> malu karena teramat sopan: jangan - anggaplah seperti rumah sendiri<\/em>;mem·ba·ha·sa·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengungkapkan dengan perkataan; menuturkan; menyatakan: tanpa -nya, orang lain tidak akan mengerti maksudnya; ia tidak mampu - kesedihan yang dialaminya<\/em>; 2<\/b> menyebutkan dirinya: ia - (dirinya) adik kepadanya<\/em>; 3<\/b> menegur (menyilakan dan sebagainya); menghormat: sekalian yang hadir - dia duduk di kursi yang paling depan<\/em>;per·ba·ha·sa<\/b> n<\/em> perbahasaan;per·ba·ha·sa·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> peribahasa; 2<\/b> cara berbicara; 3<\/b> sopan santun;mem·per·ba·ha·sa·kan<\/b> v<\/em> membahasakan;ke·ba·ha·sa·an<\/b> n<\/em> perihal bahasa"},{"x":5,"w":"bangga1<\/sup>","d":"bang·ga1<\/sup><\/b> a<\/em> besar hati; merasa gagah (karena mempunyai keunggulan): regu Indonesia boleh -- karena dapat mempertahankan piala Thomas;<\/em>ber·bang·ga<\/b> a<\/em> berbesar hati;mem·bang·ga<\/b> v<\/em> merasa bangga; berbesar hati;mem·bang·ga·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menimbulkan perasaan bangga; menjadikan besar hati; 2<\/b> memuji-muji dengan bangga; mengagungkan;ke·bang·ga·an<\/b> n<\/em> kebesaran hati; perasaan bangga; kepuasan diri;- nasional<\/b> sikap jiwa yang terwujud, tampak pada sikap menghargai warisan budaya, hasil karya, dan hal-hal lain yang menjadi milik bangsa sendiri"},{"x":5,"w":"bangkit","d":"bang·kit<\/b> v<\/em> 1<\/b> bangun (dari tidur, duduk) lalu berdiri: ia -- dari duduknya; ia -- berdiri sambil mempersilakan tamunya duduk;<\/em> 2<\/b> bangun (hidup) kembali: -- dari kubur;<\/em> 3<\/b> timbul atau terbit (tentang marah): -- amarahnya mendengar ejekan itu;<\/em> 4<\/b> kambuh (tentang penyakit): penyakitnya yang lama --;<\/em> 5<\/b> beterbangan ke udara (tentang debu dan sebagainya): debu pun -- ke udara<\/em>; 6<\/b> mulai memuai (tentang adonan): karena banyak raginya, adonan itu cepat --;<\/em>-- hatinya<\/b> timbul keberaniannya (kemarahannya);ber·bang·kit<\/b> bersedia adalah aba-aba untuk melakukan bangkit;mem·bang·kit<\/b> v<\/em> 1<\/b> menggerakkan supaya bangkit; membangunkan menimbulkan (penyakit, marah, dan sebagainya): - marah; - nafsu makan; - penyakit;<\/em> 2<\/b> Mk<\/em> memungut (menggali hasil tanaman): - kentang;<\/em> 3<\/b> Mk<\/em> mengangkat (cerek, jemuran, dan sebagainya): - cerek; - jemuran; - padi;<\/em> 4<\/b> menggugat (membongkar-bongkar, mengungkit-ungkit) perkara yang sudah-sudah;- batang terendam, pb<\/em> mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan; mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan;mem·bang·kit-bang·kit<\/b> v<\/em> menggugat (membongkar-bongkar, mengungkit-ungkit) perkara yang sudah-sudah: ia suka - barang yang sudah diberikan;<\/em>- tambo lama<\/b> menceritakan kembali perkara yang sudah-sudah;mem·bang·kit·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> membangunkan (orang tidur); 2<\/b> menghidupkan kembali: - orang mati;<\/em> 3<\/b> mengangkat dan menaikkan: - pedang ke udara;<\/em> 4<\/b> Mk<\/em> membangkit untuk; mengangkatkan (tentang jemuran, cerek, dan sebagainya);ter·bang·kit<\/b> v<\/em> 1<\/b> terbangun; 2<\/b> terangkat;bang·kit·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> perkara lama dan sebagainya yang dibangkit-bangkit; 2<\/b> Mk<\/em> hasil tanaman (seperti ubi, kacang);pem·bang·kit<\/b> n<\/em> 1 <\/b>orang yang membangkitkan; 2 <\/b>alat untuk membangkitkan sesuatu;- tenaga listrik<\/b> alat untuk mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik;ke·bang·kit·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> kebangunan (menjadi sadar): - Indonesia hanyalah satu bagian dari - umum di Asia;<\/em> 2<\/b> perihal bangkit dari mati: bersedia adalah aba-aba untuk melakukan - Isa Almasih;<\/em>- nasional<\/b> perihal bangkitnya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa melawan dan mengusir penjajah melalui berbagai cara"},{"x":5,"w":"budaya","d":"bu·da·ya<\/b> n<\/em> 1<\/b> pikiran; akal budi: hasil --;<\/em> 2<\/b> adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --;<\/em> 3<\/b> sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yang --;<\/em> 4<\/b> cak<\/em> sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah;-- global<\/b> budaya yang salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah budaya (biasanya mengacu pada batas wilayah kedaulatan negara) dan wilayah budaya yang lain; -- malu<\/b> 1<\/b> cak<\/em> sikap bawahan yang kurang berani mengatakan keadaan yang sebenarnya terhadap atasan; 2<\/b> sikap pegawai (karyawan dan sebagainya) yang merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh; -- pemilikan<\/b> kecenderungan manusia mencari, memperoleh, menggunakan, dan menyimpan barang; -- politik<\/b> pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yang mendasari, mengarahkan, dan memberi arti kepada tingkah laku dan proses politik dalam suatu sistem politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma yang sedang berlaku dalam masyarakat politik; -- wilayah<\/b> kecenderungan manusia mendapat ruang hidup yang sepadan, baik yang berbentuk fisik, psikologis, maupun keorganisasian;ber·bu·da·ya<\/b> v<\/em> mempunyai budaya; mempunyai bersedia adalah aba-aba untuk melakukan dan akal yang sudah maju: bangsa yang -;<\/em>mem·bu·da·ya<\/b> v<\/em> menjadi kebudayaan atau menjadi kebiasaan yang dianggap wajar; mendarah daging: hal itu sudah - bagi bangsa Indonesia;<\/em>mem·bu·da·ya·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengajar supaya mempunyai budaya; mendidik supaya beradab (berbudaya): sejarah adalah pelajaran yang dapat - manusia;<\/em> 2<\/b> membiasakan suatu perbuatan yang baik sehingga dianggap sebagai berbudaya: para pemimpin hendaknya memberi contoh dalam - pola hidup sederhana;<\/em>pem·bu·da·ya·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan membudayakan; 2<\/b> Antr<\/em> proses dari segala sosial budaya menjadi suatu adat atau pranata yang mantap;ke·bu·da·ya·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; 2<\/b> Antr<\/em> keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya;- agraris<\/b> kebudayaan yang hidup dalam masyarakat yang mempunyai pertanian sebagai mata pencaharian pokok; - asing<\/b> Antr<\/em> kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah atau negara yang berasal dari luar wilayah atau dari negara lain; - barat<\/b> keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian barat (Eropa dan Amerika); - daerah<\/b> kebudayaan yang hidup dalam suatu wilayah bagian suatu negara yang merupakan daerah suatu suku bangsa tertentu; - nasional<\/b> kebudayaan yang dianut oleh semua warga dalam suatu negara; - rakyat<\/b> unsur kebudayaan tradisional yang hidup dalam golongan orang biasa dan yang dibedakan dari unsur kebudayaan yang timbul lebih kemudian dan yang dianggap lebih maju; - timur<\/b> keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian timur (Asia)"},{"x":5,"w":"deklarasi","d":"dek·la·ra·si<\/b> \/déklarasi\/ n<\/em> 1<\/b> pernyataan ringkas dan jelas (tentang suatu hal): konferensi itu telah menghasilkan -- yang terdiri atas sepuluh pasal<\/em>; 2<\/b> keterangan lengkap tentang uang, biaya perjalanan, barang yang masuk, dan sebagainya;-- nasional<\/b> deklarasi yang diumumkan secara nasional: sikap kelompok ketiga ini tercermin di dalam -- nasional yang dinyatakan oleh ketuanya<\/em>;men·dek·la·ra·si·kan<\/b> v<\/em> membuat deklarasi"},{"x":5,"w":"dewan","d":"de·wan<\/b> \/déwan\/ n<\/em> 1<\/b> majelis atau badan yang terdiri atas beberapa orang anggota yang pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dan sebagainya dengan jalan berunding; 2<\/b> mahkamah (tinggi);-- juri<\/b> panitia yang menentukan hasil sayembara (perlombaan, pertandingan); -- keamanan<\/b> dewan yang dibentuk untuk mengurus segala sesuatu mengenai keamanan seperti dalam organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa; -- kesenian<\/b> dewan yang bertugas membina dan mengembangkan kesenian; -- komisaris<\/b> Man<\/em> badan yang ditunjuk oleh para pemegang saham untuk menentukan dan mengawasi pengurusan perusahaan; -- mahasiswa<\/b> dewan yang anggotanya mewakili para mahasiswa suatu universitas atau perguruan tinggi yang bertugas sebagai lembaga eksekutif; -- menteri<\/b> dewan yang beranggota para menteri dengan tugas memberikan nasihat kepada presiden; kabinet; -- moneter<\/b> Ek<\/em> 1<\/b> dewan yang bertugas mengawasi dan memberi nasihat mengenai keuangan negara atau organisasi keuangan negara; 2<\/b> badan internasional di bidang keuangan yang bertugas mengatur keseimbangan nilai uang di dunia; -- nasional<\/b> dewan yang anggotanya mewakili segala aliran dalam masyarakat dan bertugas memberi nasihat kepada pemerintah; -- pemerintah daerah<\/b> unsur pemerintah daerah yang bertugas menjalankan pemerintahan daerah; -- penasihat<\/b> dewan yang bertugas memberikan nasihat dan saran; -- pengawas<\/b> dewan yang bertugas mengawasi kerja pengurus suatu organisasi (perkumpulan, koperasi, perseroan, dan sebagainya); -- pengawas keuangan<\/b> Ek<\/em> badan pemeriksa keuangan;-- penyantun<\/b> dewan yang dibentuk untuk membantu pengembangan suatu perguruan tinggi, organisasi, dan sebagainya; -- perancang<\/b> dewan yang bertugas membuat rancangan pembangunan dalam negara dan sebagainya; -- pers<\/b> dewan yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengawsi tingkah laku pers dan memberikan saran kepada pemerintah; -- pertimbangan<\/b> dewan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan; -- Pertimbangan Agung<\/b> lembaga tinggi negara yang berkewajiban memberikan jawaban atas pertanyaan Presiden dan berhak mengajukan usul kepada Presiden baik diminta maupun tidak; -- Perwakilan Rakyat<\/b> badan legislatif yang anggotanya terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih baik secara langsung maupun tidak langsung, bertugas membuat undang-undang dan menetapkan anggaran pendapatan dan biaya negara; parlemen; -- Perwakilan Rakyat Daerah<\/b> badan legislatif tempat wakil rakyat membuat undang-undang di tingkat provinsi, kota, atau kabupaten; -- pimpinan <\/b>dewan yang bertugas memimpin suatu organisasi (perkumpulan, partai, perseroan, dan sebagainya)"},{"x":5,"w":"didik","d":"di·dik<\/b> v,<\/em> men·di·dik<\/b> v<\/em> memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran: seorang ibu wajib ~ anaknya baik-baik;<\/em>di·dik·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hasil mendidik: pada umumnya anak-anak ~ Taman Siswa pada zaman Belanda tebal rasa kebangsaannya;<\/em> 2<\/b> anak atau hewan yang dididik: anak yang saleh itu ~ orang tuanya;<\/em> 3<\/b> cara mendidik: bukan karena apa anak itu, hanya salah ~;<\/em>pen·di·dik<\/b> n<\/em> orang yang mendidik;pen·di·dik·an<\/b> n<\/em> proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;~ akademik<\/b> pendidikan akademis; ~ akademis<\/b> pendidikan yang berhubungan dengan bidang ilmu (studi) seperti bahasa, ilmu-ilmu sosial, matematika, ilmu pengetahuan alam; ~ campuran<\/b> pendidikan yang diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan secara bersama-sama dalam satu ruangan; ~ dasar<\/b> pendidikan minimum (terendah) yang diwajibkan bagi semua warga negara; ~ eklektik<\/b> pelatihan atau pendidikan yang dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik, ancangan, dan metode yang sesuai secara simultan; ~ formal<\/b> segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus; ~ informal<\/b> pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarakat dalam bentuk yang tidak terorganisasi; ~ keagamaan<\/b> kegiatan di bidang pendidikan dan pengajaran dengan sasaran utama memberikan pengetahuan keagamaan dan menanamkan sikap hidup beragama; ~ kedinasan<\/b> pendidikan yang berusaha meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan untuk pegawai atau calon pegawai instansi pemerintah; ~ kejuruan<\/b> pelatihan atau pendidikan yang memberikan keterampilan tertentu kepada siswa untuk pekerjaan tertentu; ~ kesehatan<\/b> kegiatan di bidang penyuluhan kesehatan umum dengan tujuan menyadarkan dan mengubah sikap serta perilaku masyarakat agar tercapai tingkat kesehatan yang diinginkan; ~ kewarganegaraan<\/b> program pendidikan yang membina para pelajar agar menjadi warga negara yang baik sehingga mampu hidup bersama-sama dalam masyarakat, baik sebagai anggota keluarga, masyarakat, maupun sebagai warga negara; ~ konservasi<\/b> upaya secara sadar dan berencana, baik melalui pendidikan formal maupun informal, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bidang konservasi alam, terutama kesadaran pada pengunjung kawasan konservasi; ~ konservasi sumber daya alam<\/b> kegiatan dalam rangka mengubah perilaku (pengetahuan, sikap, kesadaran, dan keterampilan) yang ada kaitannya dengan upaya konservasi sumber daya alam; ~ liberal<\/b> pendidikan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan yang bersifat akademis dengan tujuan utama memberikan pengetahuan atau peradaban yang seluas-luasnya; ~ luar biasa<\/b> pendidikan yang khusus diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan\/atau mental; ~ massa <\/b>kegiatan yang bersifat pendidikan yang berskala luas melalui surat kabar, film, radio, televisi, perpustakaan, dan museum dengan tujuan menyampaikan informasi dan mempengaruhi opini publik; ~ medis<\/b> kegiatan yang secara formal bertujuan mendidik serta mengembangkan pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kedokteran; ~ menengah<\/b> jenjang pendidikan formal setelah pendidikan dasar; ~ menengah keagamaan<\/b> pendidikan yang mengutamakan penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran suatu agama; ~ menengah kejuruan <\/b> 1<\/b> pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu; 2<\/b> bentuk satuan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta mempersiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional; ~ menengah umum<\/b> pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik; ~ moral<\/b> pendidikan budi pekerti seperti mengajarkan etika dan akhlak (di sekolah dan sebagainya): ~ moral itu, antara lain, tercakup dalam mata pelajaran Agama<\/em>; ~ nasional<\/b> pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia (manusia yang beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, dan sebagainya); ~ nonformal<\/b> segenap bentuk pelatihan yang diberikan secara terorganisasi di luar pendidikan formal, misalnya kursus keterampilan; ~ orang dewasa<\/b> kegiatan secara terorganisasi yang bertujuan memberikan pendidikan kepada orang dewasa, yang diselenggarakan pada waktu tertentu; ~ profesional<\/b> pendidikan yang diarahkan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu; ~ rakyat<\/b> pendidikan yang ditujukan kepada semua anak dan diselenggarakan oleh atau dengan bantuan pemerintah; ~ seks<\/b> pendidikan yang bertujuan memberi pengetahuan tentang seks, fungsi biologis kelamin, kehamilan, dan sebagainya; ~ sosial<\/b> kegiatan sekolah yang direncanakan dan diarahkan untuk memelihara pembelajaran sosial dan untuk meningkatkan kemampuan sosial; ~ terbuka<\/b> pendidikan melalui lembaga formal yang peserta didiknya tidak dibatasi oleh usia, jumlah, dan tempat; ~ tinggi<\/b> jenjang pendidikan formal setelah pendidikan menengah (pada akademi atau universitas); ~ umum<\/b> pendidikan yang bertujuan mengembangkan sikap, kemampuan, dan tingkah laku yang diinginkan oleh masyarakat, tetapi tidak dimaksudkan untuk menyiapkan siswa menguasai keterampilan untuk pekerjaan tertentu; ~ universal<\/b> sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak untuk memperoleh pendidikan tanpa menghiraukan suku, jenis kelamin, kepercayaan, dan kemampuan"},{"x":5,"w":"disiplin","d":"di·sip·lin<\/b> n<\/em> 1<\/b> tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya); 2<\/b> ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya); 3<\/b> bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;-- ilmiah<\/b> 1<\/b> cara pendekatan yang mengikuti ketentuan yang pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yang menjadi sasaran studi; 2<\/b> cabang ilmu; -- nasional<\/b> kondisi yang merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dari aspek kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;ber·di·sip·lin<\/b> v<\/em> menaati (mematuhi) tata tertib;men·di·sip·lin·kan<\/b> v<\/em> membuat berdisiplin; mengusahakan supaya menaati (mematuhi) tata tertib"},{"x":5,"w":"integritas","d":"in·teg·ri·tas<\/b> n<\/em> mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran;-- nasional<\/b> wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara"},{"x":5,"w":"jambore","d":"jam·bo·re<\/b> \/jamboré\/ n<\/em> pertemuan besar para pramuka;-- daerah<\/b> pertemuan antarpramuka tingkat daerah yang diadakan bersamaan waktunya dengan jambore nasional; -- nasional<\/b> pertemuan antarpramuka pada tingkat nasional"},{"x":5,"w":"kabinet1<\/sup>","d":"ka·bi·net1<\/sup><\/b> \/kabinét\/ n<\/em> 1<\/b> badan atau dewan pemerintahan yang terdiri atas para menteri; 2<\/b> kantor kerja (terutama bagi presiden, perdana menteri, dan sebagainya);-- bayangan<\/b> sekelompok pemimpin oposisi yang mungkin menjadi anggota kabinet jika partainya berkuasa dan selalu bertanggung jawab terhadap penyusunan kebijakan partai serta kepada pemimpin kelompoknya dalam perdebatan di parlemen; -- ekstra parlementer<\/b> kabinet yang biasanya terbentuk apabila formatur tidak berhasil menyusun kabinet parlementer karena tidak mendapat persesuaian paham dari partai-partai politik besar di dalam parlemen; -- gotong royong<\/b> kabinet yang menterinya mewakili berbagai golongan sosial dan partai; kabinet nasional; -- kerja<\/b> kabinet yang menterinya ahli dalam urusan kenegaraan dan bidang yang diurusinya; -- koalisi<\/b> kabinet yang menterinya terdiri atas anggota beberapa partai; -- ministerial<\/b> kabinet parlementer; -- nasional<\/b> kabinet yang menterinya mewakili sebagian besar partai; -- parlementer<\/b> kabinet yang menterinya diajukan oleh parlemen dan bertanggung jawab kepada parlemen; -- partai<\/b> kabinet yang menterinya berasal dari anggota satu partai yang menguasi suara terbanyak di parlemen; -- presidensial<\/b> sistem pemerintahan dengan pelaksanaan tugas eksekutif dipimpin dan dipertanggungjawabkan oleh presiden, sedangkan presiden tidak tunduk dan bertanggung jawab kepada parlemen"},{"x":5,"w":"kamus1<\/sup>","d":"ka·mus1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya; 2<\/b> buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakaiannya; 3<\/b> ki<\/em> diri, pikiran: tak ada istilah “takut” dalam -- saya<\/em>;-- aneka bahasa<\/b> Ling<\/em> kamus multibahasa; -- bahasa baku<\/b> kamus yang memuat kosakata ragam bahasa baku; -- baku <\/b> 1<\/b> kamus yang menggambarkan khazanah ragam bahasa baku; 2<\/b> kamus yang karena wibawanya menjadi acuan untuk karya yang sejenis; -- besar<\/b> kamus yang memuat khazanah secara lengkap, termasuk kosakata istilah dari berbagai bidang ilmu yang bersifat umum; -- dwibahasa<\/b> kamus yang memuat kata atau gabungan kata suatu bahasa yang disusun secara alfabetis dengan penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dalam bahasa lain yang menjadi bahasa sasaran; kamus yang disusun dengan menggunakan (terdiri atas) dua bahasa; -- ekabahasa<\/b> kamus yang memuat kosakata suatu bahasa yang disusun secara alfabetis dengan penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dalam kalimat dalam bahasa bersedia adalah aba-aba untuk melakukan sama; kamus yang disusun dengan menggunakan (terdiri atas) satu bahasa; -- ensiklopedis<\/b> Ling<\/em> kamus yang dilengkapi dengan keterangan yang lebih luas, seperti nama geografis, nama tokoh, gambar dan diagram; -- istilah<\/b> kamus yang memuat istilah dengan makna konsepnya dari bidang ilmu tertentu (seperti kamus hukum dan kamus kimia); -- jabatan nasional<\/b> kamus yang berisi informasi mengenai semua jabatan yang ada dalam masyarakat, seperti nama jabatan, uraian tugas, kode jabatan, dan syarat-syarat jabatan; -- kantong<\/b> kamus saku; -- kecil<\/b> kamus yang memuat kosakata dalam jumlah yang terbatas; -- mini<\/b> kamus dengan ukuran (format) kecil; -- multibahasa<\/b> kamus yang memuat kosakata suatu bahasa dengan penjelasan makna dan contoh pemakaiannya dalam dua bahasa lain atau lebih sebagai bahasa sasaran; kamus yang terdiri atas tiga bahasa atau lebih; bersedia adalah aba-aba untuk melakukan pelajar<\/b> kamus yang memuat kosakata yang diperlukan atau digunakan di dalam lingkungan pendidikan tingkat dasar dan tingkat menengah; -- saku<\/b> kamus yang berisi kosakata dalam jumlah yang terbatas dan dicetak dengan ukuran (format) kecil sehingga mudah dibawa ke mana-mana (misalnya ditaruh di dalam saku); -- sinonim<\/b> kamus yang memuat kosakata dengan padanannya di dalam satu bahasa; -- standar<\/b> kamus baku; -- umum<\/b> kamus yang memuat kata-kata yang digunakan dalam pelbagai ragam bahasa dengan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan makna dan penggunaannya, dengan menghindarkan istilah teknis atau kata yang digunakan dalam lingkungan terbatas;me·nga·mus·kan<\/b> v<\/em> mendaftar dan menyusun kosakata menjadi sebuah kamus atau dalam bentuk kamus: kami akan ~ kata-kata asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia;<\/em>pe·ka·mus<\/b> n<\/em> orang yang profesinya sebagai penyusun kamus; leksikograf;per·ka·mus·an<\/b> n<\/em> segala hal yang berhubungan dengan kamus; pengetahuan tentang kamus"},{"x":5,"w":"lembaga","d":"lem·ba·ga<\/b> n<\/em> 1<\/b> asal mula (yang akan menjadi sesuatu); bakal (binatang, manusia, atau tumbuhan); 2<\/b> bentuk (rupa, wujud) yang asli; 3<\/b> acuan; ikatan (tentang mata cincin dan sebagainya); 4<\/b> badan (organisasi) yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha; 5<\/b> ark<\/em> kepala suku (di Negeri Sembilan); 6<\/b> pola perilaku manusia yang mapan, terdiri atas interaksi sosial berstruktur dalam suatu kerangka nilai yang relevan;adat diisi -- dituang, pb<\/em> hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan;-- Administrasi Negara<\/b> lembaga pemerintah nondepartemen yang bertugas membina ketertiban administrasi negara; -- bisul<\/b> mata bisul; -- daerah<\/b> lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah daerah sebagai tempat mengundangkan peraturan daerah; -- daun<\/b> bakal daun; -- internasional<\/b> badan yang mengurus masalah dunia, misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa; -- jasa<\/b> lembaga atau badan organisasi yang memberikan jasa atau kemudahan kepada orang yang memerlukannya; -- keagamaan<\/b> organisasi yang bertujuan mengembangkan dan membina kehidupan beragama; -- keuangan<\/b> badan di bidang keuangan yang bertugas menarik uang dan menyalurkannya kepada masyarakat; -- konsumen<\/b> badan yang mengadakan penelitian tentang mutu makanan, seperti jenis makanan atau bahan makanan yang bergizi; -- manusia<\/b> bakal manusia; mudigah; -- pemasyarakatan<\/b> tempat orang-orang menjalani hukuman pidana; penjara; -- Pembiayaan Pembangunan<\/b> lembaga keuangan yang usaha utamanya memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang serta penyertaan modal di dalam perusahaan; -- pemerintah<\/b> badan pemerintahan dalam lingkungan eksekutif; -- Pemilihan Umum<\/b> badan yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan pemilihan umum yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri; -- Pertahanan Nasional<\/b> lembaga pemerintah nondepartemen yang bertugas mengkaji ketahanan nasional; -- swadaya masyarakat<\/b> organisasi yang bertujuan memperjuangkan kepentingan masyarakat; -- Virologi<\/b> lembaga yang menyelidiki virus atau penyakit yang ditimbulkan oleh virus;ber·lem·ba·ga<\/b> v<\/em> mempunyai organisasi yang bersifat lembaga;me·lem·ba·ga<\/b> v<\/em> berbentuk (menyerupai) lembaga;me·lem·ba·ga·kan<\/b> v<\/em> membuat jadi lembaga; mengorganisasikan sebagai lembaga;per·lem·ba·ga·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hal berlembaga; 2<\/b> ark<\/em> undang-undang dasar negara;pe·lem·ba·ga·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan melembagakan;ke·lem·ba·ga·an<\/b> n<\/em> perihal (yang bersifat) lembaga"},{"x":5,"w":"makmur","d":"mak·mur<\/b> a<\/em> 1<\/b> banyak hasil: Karawang dahulu dikenal sebagai daerah -- beras<\/em>; 2<\/b> banyak penduduk dan sejahtera: pembangunan menuju masyarakat yang adil dan --;<\/em> 3<\/b> serba kecukupan; tidak kekurangan: hidupnya sudah --;<\/em>me·mak·mur·kan<\/b> v<\/em> membuat (menyebabkan, menjadikan) makmur: perluasan daerah pertanian itu akan - kehidupan petani<\/em>;ke·mak·mur·an<\/b> n<\/em> keadaan makmur: kita harus mengubah kemiskinan menjadi -<\/em>;- nasional <\/b> 1<\/b> semua harta milik dan kekayaan potensi yang dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat; 2<\/b> keadaan kehidupan negara yang rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya;per·se·mak·mur·an<\/b> n<\/em> perserikatan antara Kerajaan Inggris dan negara bekas jajahannya"},{"x":5,"w":"manajemen","d":"ma·na·je·men<\/b> \/manajemén\/ n Man<\/em> 1<\/b> penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 2<\/b> pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi;-- atas<\/b> kelompok manajer yang meliputi pejabat pimpinan tertinggi beserta pembantunya yang terdekat dalam perusahaan atau organisasinya; -- bahan<\/b> kegiatan atau penelaahan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian arus bahan di tiap tahap yang dilaluinya mulai dari penyuplai sampai ke tempat penyimpanannya dalam bentuk barang jadi; -- informasi<\/b> kegiatan mengumpulkan data yang diperlukan para manajer dan pengambilan keputusan secara tepat dan cepat untuk menghindari kemelesetan waktu, salah investasi, dan terlewatnya kesempatan; -- kelas<\/b> manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas secara efektif dan efisien; -- kesehatan<\/b> pengelolaan kesehatan dalam masyarakat; -- konsultatif<\/b> sistem manajemen yang menganut kebiasaan meminta pertimbangan kepada bawahan sebelum mengambil putusan; -- krisis<\/b> usaha mengatasi kegawatan dengan cara rasional, bersistem, dan berencana; -- lini<\/b> kelompok karyawan yang langsung bertanggung jawab atas pencapaian sasaran perusahaan; -- nasional<\/b> manajemen yang berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; -- otoriter<\/b> gaya manajemen yang kekuasaan pengawasan serta pengambilan putusannya ada pada tangan satu orang atau satu kelompok kecil saja; -- pemasaran<\/b> manajemen dengan sistem berpegang pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sebagai dasar pengambilan putusan di bidang pemasaran; -- personalia<\/b> manajemen yang menyangkut pengerahan dan seleksi karyawan, uraian tugas, pendidikan, pelatihan, dan pengembangannya, hubungan majikan dengan karyawannya, dan sebagainya; -- produksi<\/b> pengurusan aspek kegiatan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi; -- proyek<\/b> telaah atau kumpulan pengetahuan tentang cara-cara memanajemeni proyek; -- risiko<\/b> upaya untuk mengurangi dampak dari unsur ketidakpastian;me·ma·na·je·meni<\/b> v<\/em> menerapkan manajemen; melaksanakan manajemen"},{"x":5,"w":"museum","d":"mu·se·um<\/b> \/muséum\/ n<\/em> gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno;-- filateli<\/b> museum prangko; -- Gajah<\/b> Museum Nasional; -- Nasional<\/b> museum tempat menyimpan, mengoleksi, memamerkan harta peninggalan purbakala, benda bersejarah, barang-barang kuno, arca, naskah, dan sebagainya yang berasal dari daerah di seluruh nusantara (nasional); Gedung Gajah; -- prangko<\/b> museum tempat menyimpan, mengoleksi, merawat, dan memamerkan benda-benda yang berhubungan dengan surat-menyurat dan perprangkoan (tentang pembuatan, penerbitan, tema, dan sebagainya); -- Purna Bhakti Pertiwi<\/b> museum tempat menyimpan, mengoleksi, dan memamerkan cenderamata yang diterima oleh mantan Presiden Soeharto dari negara sahabat selama menjabat Presiden; -- Satrya Mandala<\/b> museum tempat memamerkan benda-benda yang pernah dipergunakan oleh ABRI dalam perang masa lampau; -- sejarah<\/b> museum tempat memamerkan benda-benda bersejarah (menggambarkan peristiwa sejarah); -- seni<\/b> museum tempat memamerkan berbagai barang seni rupa; -- Sumpah Pemuda<\/b> museum bekas gedung tempat dicetuskannya ikrar pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, koleksinya terdiri atas benda-benda pada masa itu; -- tekstil<\/b> museum tempat menyimpan, mengoleksi, merawat, dan memamerkan hasil tekstil, berupa kain, pakaian, serta peralatan, mulai dari bentuk tradisional hingga bentuk kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia; -- wayang<\/b> museum tempat menyimpan, merawat, mengoleksi, dan memamerkan wayang dalam berbagai bentuk dan jenis dari berbagai daerah dan negara;me·mu·se·um·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> memasukkan (menyimpankan) ke museum; 2<\/b> ki<\/em> menyimpan dan tidak menggunakannya lagi (tentang barang-barang yang sudah terlalu lama digunakan atau tidak pantas lagi digunakan);per·mu·se·um·an<\/b> n<\/em> perihal museum; seluk-beluk museum"},{"x":1,"w":"nasional","d":"na·si·o·nal<\/b> a<\/em> bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa: cita-cita --; perusahaan --; tarian --;<\/em>me·na·si·o·nal<\/b> v<\/em> menjadi nasional: aspirasi masyarakat tertampung dalam satu wadah hukum yang ~;<\/em>me·na·si·o·nal·kan<\/b> v<\/em> membuat menjadi nasional;pe·na·si·o·nal·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat nasional: agar diperjuangkan ~ buruh pada perusahaan asing;<\/em>ke·na·si·o·nal·an<\/b> n<\/em> sifat dan sebagainya yang ada pada bangsa; kebangsaan"},{"x":5,"w":"perintah","d":"pe·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang Pangeran, beberapa pelayan datang;<\/em> 2<\/b> aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dengan --;<\/em> 3<\/b> aturan dari pihak atas yang harus dilakukan: ia membacakan -- yang berkenaan dengan pembasmian penyelundupan;<\/em>me·me·rin·tah<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia;<\/em> 2<\/b> menguasai dan mengurus (negara, daerah, dan sebagainya): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yang ~ Majapahit pada masa itu;<\/em>me·me·rin·tahi<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah kepada: kerjanya hanya ~ jongos-jongos;<\/em> 2<\/b> membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai daripada ~ orang bodoh;<\/em> Raja Palembang yang bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu;<\/em>me·me·rin·tah·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh mengerjakan: Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak;<\/em> 2<\/b> memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yang selalu diganggu gerombolan bersenjata<\/em>;ter·pe·rin·tah<\/b> v<\/em> diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing;<\/em>pe·me·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2<\/b> sekelompok orang yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3<\/b> penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yang kuat dan bijaksana;<\/em> 4<\/b> badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri;<\/em> 5<\/b> negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat;<\/em> 6<\/b> pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;<\/em>~ bayang-bayang<\/b> pemerintah yang disusun dan disiapkan untuk melakukan tugasnya jika diperlukan; ~ bayangan<\/b> kelompok rahasia yang dituduh membuat kebijakan umum, kelompok ini tidak dapat dikritik oleh rakyat ataupun dibatalkan (ditarik kembali) oleh para pemilih; ~ berdaulat<\/b> sekelompok orang yang bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk bersedia adalah aba-aba untuk melakukan kesinambungan nasional yang otonom; ~ daerah<\/b> penguasa yang memerintah di daerah, seperti gubernur, bupati; ~ defacto<\/b> pemerintah yang berkuasa atas rakyatnya dan diakui pula oleh rakyatnya; ~ desa<\/b> pemerintah terendah langsung di bawah pimpinan kepala desa atau lurah yang menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri dan terdiri atas kepala desa dan lembaga musyawarah desa; ~ kesatuan<\/b> sistem politik dalam seluruh kekuasaan yang dipusatkan pada pemerintah nasional; ~ kolonial<\/b> pemerintah yang dibangun di bawah bersedia adalah aba-aba untuk melakukan filsafat merkantilisme yang tercermin dalam pemerintahan wilayah yang diduduki; ~ nasional<\/b> bentuk pemerintahan suatu negara yang diatur oleh bangsa negara itu sendiri; ~ pusat<\/b> penguasa yang bertugas di pusat, melingkungi seluruh pemerintah daerah; ~ sendiri<\/b> pemerintah yang melibatkan partisipasi warga negara melalui sistem pemilihan dan perwakilan;pe·me·rin·tah·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan memerintah: ~ yang berdasarkan demokrasi; gubernur memegang tampuk ~ di Daerah Tingkat I;<\/em> 2<\/b> segala urusan yang dilakukan oleh negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan negara;~ daerah<\/b> pemerintahan yang mewakili pemerintah pusat di daerah dalam wilayah suatu negara; ~ kembar<\/b> dua pemerintahan bersama-sama menguasai suatu daerah; ~ negara<\/b> segala bentuk mekanisme, daya upaya, dan proses lembaga negara dalam menentukan, merumuskan, mengatur, dan mengusahakan tercapainya tujuan negara; ~ oligarki<\/b> sistem pemerintahan yang ketiga kekuasaan pemerintahan negara berada di tangan beberapa orang atau golongan; ~ otokrasi<\/b> sistem pemerintahan negara yang ketiga kekuasaan pemerintahan berada dalam satu tangan, misalnya pada kerajaan absolut; ~ otoriter<\/b> pemerintahan yang didasarkan kekuasaan mutlak; ~ presidentil<\/b> pemerintahan republik yang kepala negaranya langsung memimpin kabinet; ~ sementara<\/b> pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru; ~ sentral<\/b> pemerintah pusat (terdapat di ibu kota negara yang tidak selalu terletak di tengah-tengah wilayah negara dan sebagainya); ~ sipil<\/b> pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang sipil (bukan pemerintahan militer);ber·pe·me·rin·tah·an<\/b> v<\/em> memiliki pemerintahan; ada pemerintahan"},{"x":5,"w":"politik","d":"po·li·tik<\/b> n<\/em> 1<\/b> (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi --;<\/em> 2<\/b> segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain: -- dalam dan luar negeri; kedua negara bersedia adalah aba-aba untuk melakukan bekerja sama dalam bidang --ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi --;<\/em> 3<\/b> cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan: -- dagang; -- bahasa nasional;<\/em>-- air hangat<\/b> Pol<\/em> kebijakan politik yang bersedia adalah aba-aba untuk melakukan Rusia yang mencerminkan usaha mencari pelabuhan bebas es sepanjang tahun; -- bahasa nasional<\/b> kebijakan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah bahasa; -- buka keran<\/b> kebijaksanaan untuk menyediakan segala kebutuhan hidup sebanyak-banyaknya; -- burung unta<\/b> hal tindakan dengan sengaja dengan menutup mata terhadap bahaya atau masalah yang mungkin ada; -- dagang<\/b> hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, lembaga dan proses politik yang berlaku dalam perdagangan, baik dalam negeri maupun bersedia adalah aba-aba untuk melakukan negeri, berdasarkan undang-undang yang berlaku; -- dagang sapi<\/b> tawar-menawar antara beberapa partai politik dalam menyusun suatu kabinet koalisi (lembaga dan sebagainya); -- fiskal<\/b> Pol<\/em> tindakan atau kebijakan pemerintah di pusat dan di daerah yang berhubungan dengan masalah perpajakan; -- imperialisme<\/b> politik luar negeri yang bertujuan menambah kekuasaan dengan menyentuh esensi hubungan kekuasaan yang ada atau mengubah status kekuasaan yang ada; -- kampung<\/b> daya upaya mencapai tujuan dengan bersedia adalah aba-aba untuk melakukan masyarakat di kampung-kampung; -- moneter<\/b> tindakan atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berhubungan dengan masalah keuangan negara, seperti tindakan mengadakan devaluasi; -- nasional<\/b> asas, haluan, usaha, tindakan serta kebijakan tindakan negara tentang pembinaan serta penggunaan secara menyeluruh potensi nasional, baik yang bersedia adalah aba-aba untuk melakukan maupun yang efektif, untuk tujuan nasional; -- pemisahan<\/b> politik yang jelas bersedia adalah aba-aba untuk melakukan pemisahan rasial dan ditegaskan dengan undang-undang; -- pintu terbuka<\/b> politik yang membolehkan penanaman modal asing di dalam negeri;ber·po·li·tik<\/b> v<\/em> menjalankan (menganut paham) politik; ikut serta dalam urusan politik;~ kancil<\/b> main cerdik dengan segala macam tipu daya;me·mo·li·tik·kan<\/b> v<\/em> menjadikan atau memasukkan ke dalam urusan politik;mem·per·po·li·tik·kan<\/b> v<\/em> memolitikkan;pe·mo·li·tik·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan memolitikkan"},{"x":5,"w":"pustaka","d":"pus·ta·ka<\/b> n<\/em> 1<\/b> kitab; buku; 2<\/b> buku primbon;per·pus·ta·ka·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya; 2<\/b> koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan;~ acuan<\/b> perpustakaan rujukan; ~ akademik<\/b> perpustakaan yang merupakan bagian dari universitas, akademi, lembaga pendidikan tinggi; ~ filial<\/b> perpustakaan yang merupakan bagian sebuah sistem perpustakaan, tetapi mempunyai dewan manajemen sendiri dan tidak dikelola sebagai sistem tersebut; ~ keliling<\/b> perpustakaan yang didatangkan dengan mobil di tempat-tempat tertentu, pada kesempatan itu para peminat dapat meminjam dan mengembalikan buku; ~ khusus <\/b> 1<\/b> perpustakaan atau pusat informasi yang dibiayai oleh perseorangan, badan korporasi, perhimpunan, badan pemerintah, kelompok lain; 2<\/b> koleksi khusus atau terpisah dalam suatu perpustakaan; ~ mini<\/b> perpustakaan yang menyediakan buku dalam jumlah yang sangat terbatas; ~ nasional<\/b> perpustakaan yang dibiayai oleh negara untuk mengumpulkan, menyiapkan, melestarikan buku, majalah, surat kabar, naskah kuno, mikrofilm, dan sebagainya; ~ rujukan<\/b> perpustakaan yang memiliki buku yang biasanya tidak boleh digunakan di luarnya; ~ umum<\/b> perpustakaan yang seluruhnya atau sebagian dari dananya disediakan oleh masyarakat dan penggunaannya tidak terbatas pada kelompok tertentu dan bebas digunakan oleh siapa pun;ke·pus·ta·ka·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> buku-buku kesusastraan; kesusastraan; 2<\/b> daftar kitab yang dipakai sebagai sumber acuan untuk mengarang dan sebagainya; bibliografi; 3<\/b> semua buku, karangan, dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu, topik, gejala, atau kejadian"},{"x":5,"w":"rekor","d":"re·kor<\/b> \/rékor\/ n<\/em> 1<\/b> hasil terbaik (tercepat, tertinggi) dalam keolahragaan: -- lari 100 m Indonesia adalah 10,8 detik; dia memegang -- lari 400 m<\/em>; 2<\/b> jumlah terbanyak: menurut laporan Dirjen Urusan Haji, tahun ini merupakan -- naik haji jika dibandingkan dengan tahun yang sudah-sudah<\/em>; 3<\/b> terbaik (tertinggi): Pulau Jawa memegang -- produksi sapi dan kerbau;<\/em>-- ASEAN<\/b> rekor yang berlaku untuk peringkat negara di Asia Tenggara (ASEAN); hasil terbaik (tertinggi) yang pernah dicapai orang di negara Asia Tenggara (ASEAN); -- Asia<\/b> rekor yang berlaku untuk peringkat Asia; hasil terbaik (tertinggi) yang pernah dicapai orang di Asia; -- dunia<\/b> rekor yang berlaku untuk peringkat dunia; hasil terbaik (tertinggi) yang pernah dicapai orang di seluruh dunia; -- nasional<\/b> rekor yang berlaku untuk peringkat nasional (negara); hasil bersedia adalah aba-aba untuk melakukan terbaik (tertinggi) yang pernah dicapai orang di dalam suatu negara (seperti Indonesia)"},{"x":5,"w":"rembuk","d":"rem·buk<\/b> n<\/em> bicara; nasihat;-- desa<\/b> musyawarah (pemuka-pemuka) desa: penggunaan uang subsidi harus mendapat persetujuan dan dukungan masyarakat setempat melalui -- desa;<\/em> -- nasional<\/b> musyawarah pemuka-pemuka bangsa;be·rem·buk<\/b> v<\/em> berunding; berbincang-bincang: wakil kelompok yang sedang bersengketa itu sedang ~ mencari jalan damai;<\/em>me·rem·buk·kan<\/b> v<\/em> memperbincangkan; merundingkan;pe·rem·buk·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan merembukkan; perundingan; pembicaraan: panitia penyelenggara sedang mengadakan ~ mengenai persiapan dan tata tertib kongres yang akan datang<\/em>;mem·pe·rem·buk·kan<\/b> v<\/em> merembukkan;rem·buk·an <\/b> 1<\/b> n<\/em> hasil merembukkan: melalui ~ yang berjalan dengan lancar, akhirnya ia terpilih sebagai ketua umum;<\/em> 2<\/b> v<\/em> berembuk"},{"x":5,"w":"setia kawan","d":"se·ti·a ka·wan<\/b> n<\/em> perasaan bersatu; sependapat dan sekepentingan; solider;ke·se·ti·a·ka·wan·an<\/b> n<\/em> perihal setia kawan;- nasional<\/b> rasa setia kawan secara nasional; - sosial nasional<\/b> solidaritas, tenggang rasa yang sanggup merasakan dan ditunjukkan dalam bentuk toleransi kepada orang lain, serta bersedia mengulurkan tangan apabila diperlukan"},{"x":5,"w":"sistem","d":"sis·tem<\/b> \/sistém\/ n<\/em> 1<\/b> perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas: -- pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah dalam tubuh; -- telekomunikasi;<\/em> 2<\/b> susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya: -- pemerintahan negara (demokrasi, totaliter, parlementer, dan sebagainya);<\/em> 3<\/b> metode: -- pendidikan (klasikal, individual, dan sebagainya); kita bekerja dengan -- yang baik; -- dan pola permainan kesebelasan itu banyak bersedia adalah aba-aba untuk melakukan perubahan;<\/em>-- alam<\/b> cara sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam berdasarkan banyak atau sedikitnya persamaan sifat morfologis; -- ambil bayar<\/b> pengambilan dan pembayaran sesuatu (seperti kambing dan daging) yang konsumen terlebih dahulu mengambil sesuatu di pasar untuk diperdagangkan, kemudian dibayar apabila sesuatu itu habis sambil mengambil lagi sesuatu yang baru; -- apoil<\/b> mutasi yang didasarkan atas landasan kekeluargaan; -- artifisial<\/b> sistem buatan berdasarkan pada alat reproduksi; -- awan<\/b> Met<\/em> aturan kelompok awan yang terdiri atas beberapa subkelompok awan yang sejenis atau yang lain, sistem ini menunjukkan gejala tertentu; -- awan depresi<\/b> Met<\/em> sistem awan yang berkaitan dengan gangguan atmosfer, ditandai oleh deformasi medan tekanan dalam bentuk palung atau depresi; -- awan guntur<\/b> Met<\/em> sistem awan yang pembentukannya disebabkan oleh konveksi dan ketidakmantapan udara; -- bunyi<\/b> Ling<\/em> uraian mengenai semua fonem atau alofon dan hubungannya dalam suatu bahasa; -- digital<\/b> sistem penomoran: teknologi mutakhir sekarang ditandai dengan peralatan modern seperti komputer dan -- digital;<\/em> -- drainase<\/b> sistem pengarusan (agar bersedia adalah aba-aba untuk melakukan tergenang segera lenyap dengan cara meresap ke tanah atau mengalir melalui saluran); sistem penyaliran: mereka tidak mempunyai peta geologi yang menunjukkan - drainase alam secara mendetail;<\/em> -- ekstern<\/b> sistem kegiatan, perasaan, dan interaksi sosial yang menyeluruh, dilakukan oleh suatu kelompok terhadap lingkungan di luar kelompoknya untuk mempertahankan kelompok itu di dalam lingkungannya; -- gangsur<\/b> sistem menjual hak milik atas tanah dalam jangka waktu yang tertentu dengan harga rendah, jika ditebus kembali, harga menjadi tinggi; -- ijon<\/b> penjualan hasil tanaman dalam keadaan hijau atau masih belum dipetik dari batangnya (di ladang dan sebagainya); -- intern<\/b> sistem kegiatan, perasaan, dan interaksi antaranggota; -- karier<\/b> Adm<\/em> sistem kepegawaian yang untuk pengangkatan pertama seorang pegawai didasarkan atas kecakapan yang bersangkutan; -- kelas<\/b> Sos<\/em> sistem kelas sosial yang mempunyai beberapa mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yang lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau bentuk pelapisan sosial yang ditandai oleh lapisan masyarakat tertentu; -- kelas terbuka<\/b> Sos<\/em> sistem kelas sosial yang mempunyai kebebasan mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yang lebih rendah tanpa pembalasan berdasarkan hukum atau tradisi; -- kelas tertutup<\/b> Sos<\/em> sistem kelas sosial yang didasarkan pada status keluarga, bukan pada kemampuan pribadi sehingga seseorang dari kelas bawah tidak dapat naik ke bersedia adalah aba-aba untuk melakukan yang lebih tinggi walaupun dia mampu; -- kerja<\/b> rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan; -- lakunar<\/b> Zool<\/em> sistem yang terdiri atas ruang yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai tempat peredaran darah (pada filu echinodermata<\/em>); -- leksikal<\/b> Ling<\/em> hubungan yang dapat ditentukan antara unsur sekelompok kata dalam suatu medan makna; -- manajemen nasional<\/b> sistem manajemen yang digunakan dalam konteks kehidupan kenegaraan; -- merit<\/b> mutasi bersedia adalah aba-aba untuk melakukan yang didasarkan atas landasan yang bersifat ilmiah, objektif, dan prestasi kerjanya; -- moneter<\/b> bersedia adalah aba-aba untuk melakukan dan tindakan yang mempengaruhi mata uang suatu negara tertentu; -- olah data<\/b> perangkat mesin dan prosedur penggunaannya dalam pelaksanaan tugas mengolah data; -- partai tunggal<\/b> hanya bersedia adalah aba-aba untuk melakukan satu partai dalam suatu negara; -- pendidikan<\/b> keseluruhan yang terpadu dari satuan kegiatan pendidikan yang berkaiatan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan; -- pengarsipan<\/b> cara penyimpanan arsip (dapat berupa sistem abjad, sistem nomor, atau sistem pokok soal); -- penjajaran<\/b> sistem, proses, cara, perbuatan menyamakan arah, jarak, dan sebagainya; -- peringatan dini<\/b> tata cara pemberitahuan seawal mungkin tentang datangnya ancaman, bahaya, dan sebagainya; -- perkawinan<\/b> skema yang mengatur pasangan untuk dikawinkan; -- perwakilan seimbang<\/b> sistem pemilihan wakil rakyat yang duduk dalam parlemen berdasarkan peraturan bahwa jumlah kursi yang diperoleh golongan atau partai sesuai dengan suara yang diperolehnya; -- polder<\/b> sistem pengairan dengan memasukkan air ke areal persawahan dan sebagainya melalui pintu air yang menggunakan mesin dan di beberapa tempat tertentu dibuat pintu pembuang air; -- rujukan<\/b> sistem yang memungkinkan pengalihan tanggung jawab satu kasus dari pusat pelayanan ke pusat pelayanan lain yang berbeda kemampuannya: -- sebagai studi pelayanan kesehatan mengikutsertakan puskesmas dan rumah sakit baik negeri maupun swasta;<\/em> -- sapaan<\/b> Ling<\/em> sistem yang mengikat unsur bahasa yang menandai perbedaan status dan peran partisipan dalam komuni-kasi dengan bahasa; -- satu partai dominan<\/b> sistem yang semula menganut sistem banyak partai, tetapi dalam perkembangannya hanya ada satu partai yang memenangkan mayoritas suara; -- senioritas<\/b> mutasi yang didasarkan atas landasan masa kerja, usia, dan pengalaman kerja dari karyawan yang bersangkutan; -- setengah tertutup<\/b> sistem penyediaan air dengan cara mengalirkan air pengganti secara berselang-seling dan terus-menerus, sedangkan air yang sudah digunakan dialirkan kembali melalui bak pengendapan dan biofilter; -- solar<\/b> tata surya; -- sosial<\/b> organisasi atau tata tingkah laku yang menyangkut hak dan kewajiban yang ditentukan oleh masyarakat bagi orang yang menduduki posisi tertentu di dalam masyarakat; -- terbuka<\/b> Ikn<\/em> sistem budi daya dengan cara mengalirkan air terus-menerus ke lokasi pemeliharaan dan air tersebut dibuang setelah sekali dipakai; -- tertutup<\/b> Ikn<\/em> pengendalian air dalam sistem akuakultur secara terus-menerus selama masa pemeliharaan;ber·sis·tem<\/b> v<\/em> mempunyai sistem;me·nyis·tem·kan<\/b> v<\/em> membuat menjadi sistem;pe·nyis·tem·an<\/b> n<\/em> perihal menyistemkan; sistematisasi"},{"x":9,"w":"strategi"},{"x":9,"w":"tahan1<\/sup>"},{"x":9,"w":"taman1<\/sup>"},{"x":9,"w":"usaha"},{"x":9,"w":"wawas"},{"x":9,"w":"zonasi"},{"x":9,"w":"de wan"},{"x":9,"w":"kabinet \/1<\/sup>"}]
1.

Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu, jadi garis punggung sedikit menurun ke depan.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

Hal ini merupakan start jongkok aba-aba. a. persiapan awal b. bersedia c.

bersedia adalah aba-aba untuk melakukan

siaap d. ya 2. Menolak ke depan dengan kekuatan penuh atau gerakan meluncur, tetapi jangan melompat dan badan tetap condong ke depan disertai dengan gerakan lengan yang diayunkan. Hal ini merupakan start jongkok aba-aba. a. persiapan awal b. bersedia c.

siaap d. ya 3. Berikut ini adalah gerakan lari jarak pendek, kecuali. a. start b. gerakan lari c. memasuki garis finish d. saat melayang 4. Prinsip lari cepat yaitu berlari pada. a. ujung kaki b. menempel tumit c. telapak kaki d. bola-bola kaki 5. Posisi badan pada lari jarak pendek adalah. a. tegak lurus b. condong ke depan c. direbahkan ke belakang d. tergantung pada pelari 6. Ayunan lengan saat melakukan lari jarak pendek adalah. a. kuat dan rileks b. perlahan-lahan c.

kuat dan cepat d. seirama dengan langkah kaki 7. Cara memasuki garis finish lari jarak pendek adalah. a. hentikan kecepatan saat finish b. membusungkan dada ke depan c. melompat ke depan saat finish d. tidak ada ketentuan c. siap karena dalam perlombaan lari jarak pendek ada 3 aba aba yaitu bersedia, siap, ya, dan posisi siap yaitu dengan posisi pinggul atau pantan di angkat ke atas lebih dari pada bahu, kedua tangan lurus sejajar menyentuh garis start, dan pandangan fokus ke depan.

d. ya, ini adalah hal yang sangat penting dalam bersedia adalah aba-aba untuk melakukan lari jarak pendek, dan untuk mendapatkan dorongan jauh dengan posisi badan tetap di condongkan ke depan, tapi di usahakan jangan sampai meloncat. d. saat melayang karena dalam lari jarak pendek tidak ada saat melayang katerna aturannya yaitu strat, lari, dan memasuki garis finish, saat melayang hanya ada di lompat jauh a.

ujung kaki karena lari dengan ujung kaki membuat lari lebih ringan dan lebih kencang dari pada lari dengan telapak kaki atau tumit b. condong ke depan untuk posisi saat berlari memang di fokuskan untuk condong ke depan agar larinya lebih cepat dan dorongannya lebih kuat ketika menolak, dan sikap tersebut di pertahankan smpai garis finish c.

kuat dan cepat dengan ayunan pada lari jarak pendek ini juga harus di imbangi dengan lari dan semakin cepat ayunannya dengan jari jari terbuka maka semakin cepat juga larinya. b. membusungkan dada kedepan untuk memasuki garis finis ada beberapa tahapan yaitu dengan menambah kecepatan saat lari, busungkan badan ke depan dan bentangankan tangan ke samping bersedia adalah aba-aba untuk melakukan menempel garis finish Pembahasan Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat.

Terdapat tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Teknik Start Lari Jarak Pendek Terdapat tiga macam teknik start, yaitu: • Start Pendek Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal.

Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. • Start Menengah Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu kepal. • Start Panjang Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, jaraknya sekitar satu kepal. Saat berlari dalam teknik ini ada du jenis yaitu ada fase topang dan fase layang • Fase topang • Fase layang Teknik melewati garis finish yaitu dengan cara menambah kecepatan saat mendekati garis finish, condongkan dada kedepan saat menyentuh garis finish.

Pelajari lebih lanjut 1. start jongkok pada saat aba-aba brainly.co.id/tugas/15784854 2. start jongkok aba-aba brainly.co.id/tugas/17751251 3. start jongkok aba-aba brainly.co.id/tugas/14225062 ---------------------------------------------------------- Detail jawaban Kelas: 9 SMP Mapel: Penjaskes Bab: Bab 4 - Atletik Kode: 9.22.4 #AyoBelajar perhatikan faktor berikut!

1) keturunan 2) pembawaan 3) faktor luar 4) faktor lingkungan. Pertumbuhan jasmani dan kecerdasan seseorang dipengaruhi o … leh beberapa faktor atau keadaan adalah.a. (1),(2),dan(3) c. (2), (3) dan(4) b. (1),(2) dan(4) d. (1),(2),(3) dan (4)mohon dibantu ya, dan jgn bersedia adalah aba-aba untuk melakukan




2022 www.videocon.com