Sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Sebelum dikosongkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang. Peristiwa ini dikenal dengan nama . A. Bandung Membara B. Bandung Terbakar C. Halo-Halo Bandung D. Bandung Lautan Api Pembahasan : Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada tanggal 23 Maret 1945. Salah seorang pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Muhammad Toha. Jawaban: D Sebelum ditinggalkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota tri. Toha i gusti ngurah rai muh. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia.

Ia dikenal luas sebagai sosok. Peristiwa ini di kenal dengan sebutan bandung lautan api. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946.

Mohammad toha 路 kolonel a.h. Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Pahlawan Yang Gugur Dalam Bandung Lautan Api Ismedia from lh4.googleusercontent.com Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia.

Ia dikenal luas sebagai sosok. Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Mohammad toha gugur dalam kebakaran saat misi penghancuran sebuah gudang amunisi milik tentara sekutu. Mengenal 3 tokoh pahlawan yang terlibat 路 tokoh bandung lautan api: Bandung lautan api merupakan sebutan. 1.3 Toha meninggal dalam kebakaran dalam. Hal ini menyebabkan terjadinya sebuah pertempuran yang dilakukan oleh para tokoh bandung.

Ia dikenal sbg tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Peristiwa ini di kenal dengan sebutan bandung lautan api. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946.

Pahlawan yang gugur dalam peristiwa bandung lautan api seperti pada gambar di bawah adalah kol. Ia dikenal sbg tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Toha i gusti ngurah rai muh. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia. Toha meninggal dalam kebakaran dalam. Sebelum ditinggalkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota tri.

Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Mohammad toha gugur dalam kebakaran saat misi penghancuran sebuah gudang amunisi milik tentara sekutu. Ia dikenal sbg tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Pahlawan yang gugur dalam peristiwa bandung lautan api seperti pada gambar di bawah adalah kol.

Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946.

Ia dikenal luas sebagai sosok. Toha i gusti ngurah rai muh. Sebelum ditinggalkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota tri. Bandung lautan api merupakan sebutan. Toha meninggal dalam kebakaran dalam. Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia.

Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Ia dikenal luas sebagai sosok. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Ia dikenal sbg tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Peristiwa ini di kenal dengan sebutan bandung lautan api. Ia dikenal luas sebagai sosok. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Toha i gusti ngurah rai muh. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Sebelum ditinggalkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota tri.

Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Toha meninggal dalam kebakaran dalam. Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946.

Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Bandung lautan api merupakan sebutan. Mengenal 3 tokoh pahlawan yang terlibat 路 tokoh bandung lautan api: Toha meninggal dalam kebakaran dalam.

Peristiwa ini di kenal dengan sebutan bandung lautan api. Sebelum ditinggalkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota tri. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia.

Mengenal 3 tokoh pahlawan yang terlibat 路 tokoh bandung lautan api: Toha meninggal dalam kebakaran dalam. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Ia dikenal sbg tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946.

Pahlawan yang gugur dalam peristiwa bandung lautan api seperti pada gambar di bawah adalah kol. Toha i gusti ngurah rai muh. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Toha i gusti ngurah rai sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama.

Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia. Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota bandung, provinsi jawa barat, indonesia pada 23 maret 1946. Tokoh Pejuang Yang Gugur Dalam Peristiwa Bandung Lautan Api Adalah. Dia dikenal sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa bandung lautan api di kota bandung, indonesia tanggal 24 maret 1946. Mohammad toha 路 kolonel a.h. Mohammad toha adalah komandan dari kelompok milisi pejuang di era perang kemerdekaan indonesia bernama barisan rakjat indonesia.

Toha meninggal dalam kebakaran dalam misi. Kategori Pendidikan Navigasi Tulisan Paling Populer 鈥 Tabel Angsuran Bank Mandiri Syariah Terbaru 2022 鈥 Cara Buka Rekening Saham BRI di Perusahaan Sekuritas 鈥 Cara Mengatasi Atm BNI Terblokir Tanpa Datang Ke Bank 鈥 Cara Mengurus Kartu Atm BNI Sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama Tanpa Surat Kehilangan Dari Polisi 鈥 Download Subway Surfers Cairo Mod Apk (a lot of money) Terbaru Untuk Android 鈥 Download Hungry Dragon Mod Apk Terbaru Untuk Android (Unlimited Money)
Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS.

Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang 鈥 Pertempuran Bandung Lautan Api鈥. Berikut dibawah ini penjelasannya: Latar Belakang Pertempuran Bandung Lautan Api Awal tahun 1900, Bandung sempat dicalonkan sebagai ibukota Hindia Belanda, dengan rencana memindahkan Batavia ke Bandung.

Maka langkah persiapan itu direncanakan, salah satunya dengan membangun bangunan-bangunan pemerintahan dan pemukiman dengan rencana tata ruang yang baik. Sehingga pada kurun waktu tersebut, kota Bandung mengalami pembangunan yang intensif. Pembangunan itu pun membuat Bandung menyimpan banyak karya arsitektur bergaya Indo-Eropa.Tetapi karena Jepang mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia Ke-II, akhinya Belanda harus menyerahkan Indonesia kepada Jepang.

Setelah Perang Asia Pasifik berakhir, sekutu membagi wilayah Asia mejadi beberapa wilayah kekuasaan dan wilayah Indonesia diserahkan oleh Jendral Terauchi kepada Admiral Lord Louis Mountbatten pada tanggal 12 September 1945 di Singapura.

Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada Perang Pasifik yang berlanjut dengan berkumandangnya proklamasi Republik Indonesia tentara Jepang di berbagai kota di Indonesia mulai dilucuti dan meninggalkan kota.

Tentara Sekutu sebagai pemenang perang pun hadir dengan puluhan ribu tentara untuk mengawasi dan melucuti tentara Jepang di berbagai kota terutama Jakarta, Semarang dan Surabaya dengan yang dipimpin oleh tentara Inggris, dikomandoi Gubernur Jendral Mallaby.

Hadirnya Sekutu ternyata diboncengi oleh Netherlands Indische Civil Administration (NICA) yang masih ingin menguasai sebuah negara yang baru merdeka. Perang Revolusi Indonesia pun terjadi dengan semangat yang jauh lebih besar sebagai bangsa yang merdeka.

Kota Surabaya menjadi pemicu perlawanan terhadap Sekutu dan NICA. 10 November 1945, tentara dan rakyat Indonesia bertempur habis-habisan mempertahankan kota hingga satu bulan lebih. Peristiwa tersebut kita kenang sebagai Hari Pahlawan. Semarang pun tak luput dari usaha pendudukan kembali Belanda. Pertempuran rakyat dan TNI di Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 kita kenang dengan sebutan Palagan Ambarawa.

Bagaimana dengan Bandung? Bandung memilih jalan damai ABCD, Anak Bandung Cinta Damai, meskipun semenjak hari proklamasi Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk, menyusul bulan Oktober Laskar Wanita Indonesia (LASWI) didirikan, hingga ke satuan Pelajar Pejuang.

Di bidang perjuangan lainnya yaitu jalur diplomasi Oto Iskandar Di Nata memimpin cara damai agar Jepang keluar dari Bandung. Di saat yang sama Sekutu dan NICA juga telah hadir melucuti tentara Jepang dan berusaha menduduki kota Bandung. Jalur diplomasi ternyata belum tentu disukai semua pihak. Tidak hanya Oto yang dikecam, masyarakat Bandung pun disindir sebagai orang lemah, tak punya semangat revolusi, tak berani mengangkat senjata, dan banyak sindiran lain terutama setelah peristiwa 10 November dan Palagan Ambarawa terjadi.

Perjuangan Oto mengakibatkan Sekutu dan NICA tidak berhasil secara de jure menduduki kota Bandung, namun Si Jalak Harupat malah diculik oleh Laskar Hitam yang kabarnya adalah usaha pihak yang tak suka dengan cara Oto di jaman revolusi tersebut.

Musibah lain pun datang, sungai Cikapundung meluap menelan ratusan korban jiwa. Kesempatan ini dipakai oleh Sekutu dan NICA untuk menggempur kota Bandung dan menguasainya di akhir November 1945. Jalan diplomasi tetap dilakukan, namun corong berani Si Jalak Harupat telah menghilang diculik bersama Residen Priangan, Walikota dan Ketua Komite Nasional Indonesia Priangan.

Pada tanggal 21 November 1945, Tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Republik Indonesia selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945.

Para milisi dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama menyerahkan senjata yang mereka rampas dari Tentara Kekaisaran Jepang. Karena apabila ultimatum penyerahan tersebut tidak diindahkan, tentara Sekutu akan mengambil tindakan militer untuk menegakkan tujuan tersebut.

Peringatan ini tidak dihiraukan oleh pihak tentara Republik. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan senjata dengan tentara Sekutu. Kota Bandung terbagi menjadi dua, Bandung Utara dan Bandung Selatan. Oleh karena persenjataan yang tidak memadai, pasukan TKR dan para pejuang lainnya tidak dapat mempertahankan Bandung Utara.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh tentara Sekutu. Proses Pertempuran Bandung Lautan Api Suatu peristiwa di bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama pegunungan di selatan.

Peristiwa itu di kenal sebagai Bandung Lautan Api. Sebuah memorabilia sejarah Bandung. Pada awal tahun 1946, Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahkan kepada Belanda, untuk selanjutnya digunakan sebagai basis militer. Kesepakatan sekutu, Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) memunculkan perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, ketika tentara Inggris dan NICA melakukan serangan militer ke Bandung.

Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan RI. Agresi militer Inggris dan NICA Belanda pun memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung. Bumi hangus adalah memusnahkan dengan pembakaran semua barang, bangunan, gedung yang mungkin akan dipakai oleh musuh. Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke barat), memberikan ultimatum (23 Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946.

Akibatnya pertempuran pun kembali menghebat. Pada saat itu datang dua buah surat perintah yang isinya membingungkan, yaitu 鈥 Dari perdana Menteri Amir SyarifudinBahwa para pejuang / pasukan RI harus mundur dari kota Bandung sesuai dengan perjanjian antara pemerintah RI dengan Sekutu yanag saat itu sedang berlangsung di Jakarta.

鈥 Dari Panglima TKR (Jenderal Sudirman) Bahwa para pejuang/pasukan RI harus mempertahankan Kota bandung sampai titik darah penghabisan. Artikel Terkait: Pengertian Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah Lengkap Menghadapi dua perintah yang berbeda ini, akhirnya pada 24 Maret 1946 pukul 10.00 WIB, para petinggi TRI mengadakan rapat untuk menyikapi perintah PM Sjahril di Markas Divisi III TKR.

Rapat ini dihadiri para pemimpin pasukan Komandan Divisi III Kolonel Nasution, Komandan Resimen 8 Letkol Omon Abdurrahman, Komandan Batalyon I Mayor Abdurrahman, Komandan Batalyon II Mayor Sumarsono, Komandan Batalyon III Mayor Ahmad Wiranatakusumah, Ketua MP3 Letkol Soetoko, Komandan Polisi Tentara Rukana, dan perwakilan tokoh masyarakat dan pejuang Bandung. Dalam menyikapi ultimatum Inggris, sikap para pejuang terbelah.Ada yang menginginkan bertahan di Bandung sambil melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan, ada juga yang memilih meninggalkan Bandung sambil mengatur strategi gerilya ketika berada di luar Bandung.

Meski begitu, tujuan mereka sama yakni menolak keras upaya penjajahan kembali oleh Belanda. Rapat pun berlangsung alot dan panas. Berbagai usulan perlawanan disampaikan peserta rapat, salah satu usul adalah meledakkan terowongan Sungai Citarum di Rajamandala sehingga airnya merendam Bandung.Usul ini disampaikan Rukana. Namun saking emosinya, Rukana menyebut usulnya agar Bandung menjadi 鈥渓autan api鈥, padahal maksudnya 鈥渓autan air鈥.

Diduga, dari rapat inilah muncul istilah Bandung Lautan Api. Usul lain muncul dari tokoh Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT), Soetoko, yang tidak setuju jika hanya TRI saja yang meninggalkan Bandung. Menurutnya, rakyat harus bersama TKR mengosongkan kota Bandung. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam militer di Bandung, Nasution akhirnya memutuskan untuk mentaati keputusan pemerintah RI.

Keputusan ini berisi beberapa poin, di antaranya TRI akan mundur sambil melakukan melakukan infiltrasi atau bumi hangus, hingga Bandung diserahkan dalam keadaan tidak utuh.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Lalu rakyat akan diajak mengungsi bersama TRI. Selama pengungsian, TRI dan pejuang akan melakukan perlawanan dengan taktik gerilya ke Bandung Utara dan Selatan yang dikuasai musuh. Melalui siaran RRI pada pukul 14.00, Nasution mengumumkan: bahwa semua pegawai dan rakyat harus keluar sebelum pukul 24.00, tentara melakukan bumi hangus terhadap objek vital di Bandung agar tidak dipakai Inggris dan NICA.

Saat malam tiba, TRI akan menyerang Bandung. TRI juga mempersiapkan sejumlah titik pengungsian bagi Keresidenan Priangan, Walikota Bandung, Bupati Bandung, Jawatan KA, Jawatan PTT, rumah sakit, dan lain-lain. Rakyat sebagian ada yang menerima informasi tersebut, sebagian lagi hanya mendengar desas-desus bahwa Bandung akan dibakar dan penduduknya harus ngungsi segera menyebar, tetapi banyak juga yang tidak mengetahui sama sekali.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Namun situasi umum waktu itu mencekam, kepanikan di mana-mana. Meski panik, secara umum rakyat mematuhi keputusan pemerintah.Banyak rakyat yang mengungsi, Meski berat hati harus meninggalkan rumah yang sudah mereka ditinggali sejak kecil. Tempat tujuan pengungsi menyebar, mulai dari Cililin, Ciparay dan Majalaya, Tasikmalaya, Cianjur, Ciwidey, Garut, Sukabumi, bahkan adaya yang mengikuti hingga Jogjakarta.

TRI menjadwalkan peledakan pertama dimulai pukul 24.00 WIB di Gedung Regentsweg, selatan Alun-alun Bandung yaitu Gedung Indische Restaurant (sekarang Gedung BRI), sebagai aba-aba untuk meledakan semua gedung.

Di tengah persiapan itu tiba-tiba terjadi ledakkan.Seorang pejuang, Endang Karmas, mengaku heran dengan adanya ledakan, padahal baru pukul 20.00 WIB. Ledakkan pertama itu terlanjut dianggap aba-aba, sehingga pejuang lain pun tergesa-gesa melakukan pembakaran dan peledakkan gedung. Karena persiapan yang minim, banyak gedung vital yang tidak bisa diledakkan, kalaupun meledak, tidak sanggup merusak bangunan yang terlalu kokoh.

Beberapa kemungkinan menjadi pemicu melesetnya jadwal ledakkan dari jadwal semula, yakni faktor teknis atau keterampilan menguasi bahan peledak yang minim, alat peledak yang kurang, atau ada sabotase oleh musuh untuk menggagalkan sekenario Bandung Lautan Api. Terlebih saat persiapan pengungsian pasukan Gurkha dan NICA terus melakukan provokasi hingga penembakan terhadap para pejuang.Hal itulah yang membuat rencana pembakaran dan penghancuran objek vital tidak berjalan seperti rencana.

Kebakaran hebat justru timbul dari rumah-rumah warga yang sengaja dibakar, baik oleh pejuang maupun oleh pemilik rumah yang sukarela membakar rumahnya sebelum berangkat ngungsi.Rumah-rumah warga yang dibakar membentang dari Jalan Buah Batu, Cicadas, Cimindi, Cibadak, Pagarsih, Cigereleng, Jalan Sudirman, Jalan Kopo. Kobaran api terbesar ada di daerah Cicadas dan Tegalega, di sekitar Ciroyom, Jalan Pangeran Sumedang (Oto Iskandar Dinata), Cikudapateuh, dan lain-lain.

Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi.Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu.TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut.Untuk itu diutuslah Muhammad Toha dan Ramdan.Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan.Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut gugur sebagai pahlawan bangsa.

Artikel Terkait: Materi Candi Borobudur Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Lagu Halo-halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki menjadi lagi perjuangan pada saat itu.NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948).

Beberapa tahun kemudian, lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥 ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.

Perlambang emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. Suatu hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan.

Beberapa tahun kemudian, lagu 鈥淗alo Halo Bandung鈥 ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang sekarang telah menjadi lautan api.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Tujuan Peristiwa Bandung Lautan Api Setelah ultimatum pertama oleh Belanda, kota Bandung bagian utara tidak dapat dipertahankan oleh Tentara Republik Indonesia, akibat kurang memadainya pasokan persenjataan. Sehingga tentara dan rakyat harus mengosongkan daerah tersebut. akan tetapi Bandung bagian selatan belum berhasil di kalahkan oleh Belanda. Oleh karena itu, Belanda mengeluarkan ultimatum kedua pada tanggal 23 Maret untuk mengusir TRI dan rakyat mengosongkan Bandung selatan.

Tetapi ultimatum itu tidak disambut baik oleh rakyat dan TRI akan tetapi disambut dengan pertempuran oleh mereka. Saat pertempuran berlangsung pemerintah mengeluarkan intruksi agar daerah Bandung Selatan dikosongkan. Akan tetapi, TRI berencana meninggalkan Kota Bandung Selatan dalam keadaan tidak utuh, mereka tidak mengingini kota Bandung dapat digunakan sebagai markas strategis militer oleh Belanda.

TRI ingin melakukan penghancuran besar-besaran di kota Bandung Selatan yakni sarana milik Belanda. Tetapi TRI juga melakukan pembakaran terhadap rumah warga sipil. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu.

TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Rangkaian Peristiwa Bandung Lautan Api Berikut ini terdapat beberapa rangkaian peristiwa bandung lautan api, yaitu sebagai berikut: 鈥 Awal Mula Surat Kabar De Waarheid sebagaimana dikutif Soeara Merdeka Bandung (Juli 1946) memberitahukan bahwa di Downingstreer 10.

London, pada awal tahun 1946, Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahlan Jawa Barat kepada Belanda, yang selanjutnya akan menggunakan sebagai basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia. Kesepakatn dua sekutu Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) Belanda itu memunculkan perlawanan heroic dari masyarakat sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama pemuda pejuang di Bandung, ketika tentara Inggris dan NICA melakukan serangan militer ke Bandung.

Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan Republik Indonesia.Saat itu, para pemuda dan pejuang di Bandung sedang berjuang merebut senjata dari tangan tentara Jepang. Tentara Sekutu menuntut agar senjata-senjata yang terlah direbut para pemuda diserahkan kepada mereka. Tentara sekutu memberikan ultimatum pertama pada 21 November 1945. Dengan alas an untuk menjaga keamanan, mereka menuntut agar Kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia selambat-lambatnya pada 29 November 1945.

Adapun batas kota bagian utara dan selatan adalah rel kereta api yang melintasi Kota Bandung. Para pejuang Republik Indonesia tidak mau mengindahkan ultimatum Sekutu tersebut. Sejak saat itu, sering terjadi insiden antara pasukan Sekutu dan pejuangf Republik.

Pada 25 November 1945, rakyat Bandung ditimpa musibah yakni sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama besar akibat meluapnya Sungai Cikapundung.

Bencana alam tersebut menelan ratusan korban yang dihanyutkan derasnya arus sungai. Ribuan pendudk Bandung juga kehilangan tempat tinggal. 鈥 Serangan Tentara Sekutu dan Belanda Keadaan bururk rakyat bandung tersebut dimanfaatkan tentara Sekutu dan Belanda atau NICA (Netherland Indies Civil Administration). Mereka menyerang rakyat yang sedang tertimpa musibah.

Pada 5 Desember 1945 pesawat-pesawat tempur Inggris mengebom daerah Lengkong Besar. Selanjutnya, pada 21 November 1945, tentara Sekutu kembali menjatuhkan bom di Kota Bandung, tepatnya di daerah Cicadas. Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt), memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946.

Tuntutan itu disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. Artikel Terkait: Materi Pemberontakan DI/TII 鈥 Perintah Pengosongan Kota Bandung Dari Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia memerintahkan agar TRI mengosongkan Kota Bandung. Mentri Keamanan Rakyat Mr. Amir Sjarifuddin tiba di Bandung dengan perintah kepada TRI untuk mengundurkan diri dari Kota Bandung.

Sementara itu, dari Markas TRI di Jogjakarta datang perintah yang berbeda. Tentara Republik Indonesia diinstruksikan untuk tidak meninggalkan Kota Bandung.Walau dengan berat hati, TRI di Bandung akhirnya mematuhi perintah dari Jakarta. Akan tetapi, sebelum meninggalkan Kota Bandung, para pejuang Republik melancarkan serangan kea rah kedudukan-kedudukan tentara Sekutu.

鈥 Bandung Lautan Api Selain menyerang kedudukan tentara sekutu, para pejuang juga membumihanguskan Kota Bandung bagian selatan. Pembumihangusan Kota Bandung tersebut diputuskan melalui Musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) pada 24 Maret 1946 Keputusan musyawarah tersebut diumumkan oleh Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Panglima Divisi III/Periangan.

Beliau juga meminta rakyat untuk meninggalkan kota. Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai 鈥渦pacara鈥 pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit memerah mengobarkan semangat juang.Saat itu, listrik di Kota Bandung juga mati.

Pasukan sekutu pun mulai menyerang. Pertempuran sengit terjadi karena para pejuang Republik memberikan perlawanan hebat. Di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, pertempuran paling dahsyat terjadi. Di Dayeuhkolot terdapat gudang mesiu yang dikuasai sekutu.

Pihak Rebublik bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Dua orang pemuda, Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan diutus untuk meledakkan gudang mesiu di Dayeukolot tersebut. Dua pemuda pemberani tersebut berhasil melaksanakan tugas berat itu. Mereka meledakkan gudang mesiu dengan granat tangan. Akan tetapi, Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan ikut terbakar bersama gudang mesiu yang mereka ledakkan.

Semula, staf pemerintah Kota Bandung memutuskan akan tetap tinggal di dalam kota. Namun, demi keselamatan mereka ikut keluar kota pada pukul 21.00 Sekitar pukul 24.00 Bandung Selatan telah dikosongkan dari penduduk dan Tentara Republik Indonesia.

Akan tetapi, api masih membakar kota. Kota Bandung telah berubah menjadi lautan api. Dampak Pertempuran Bandung Lautan Api Berikut ini terdapat beberapa dampak pertempuran bandung lautan api, yaitu sebagai berikut: 鈥 Dampak Terhadap Rakyat Indonesia Peristiwa Bandung Lautan Api ini memberikan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat Bandung, karena kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat peristiwa itu.Oleh karena rumah rakyat sipil juga terbakar sehingga menyebabkan kerugian bagi rakyat.

鈥 Dampak Terhadap Sekutu Dampak yang ditimbulkan oleh aksi bumi hangus dari para 鈥減ahlawan鈥 itu terhadap gerak ofensif sekutu sama sekali bukanlah rintangan. Gerak ofensif sekutu yang membangun basis disekitar Bandung Utara tidaklah mendapat hambatan dari bangunan-bangunan yang dibakar.

Karena sudah sejak sebelumnya sekutu memang berencana menggempur daerah Bandung sebelah selatan yang merupakan basis Tentara Republik Indonesia. Dan sekutu tidak banyak dirugikan atas aksi pembakaran tersebut. Selain itu pula, bangunan-bangunan besar buatan masa kolonial dengan tembok dan struktur bangunannnya yang kokoh yang dicoba untuk diledakan dengan peledak buatan lokal oleh pihak TRI ternyata tidak menghasilkan kerusakan yang berarti.

Dalam beberapa pekan kemudian bangunan-bangunan itu sudah bisa dipergunakan kembali. Selain itu, NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat sepenuhnya melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948) yang menekan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengosongkan Jawa barat dari seluruh pasukan tentara Indonesia, menyusul kegagalan agresi militer 20 Juli 鈥 4 Agustus 1947. NICA melanggar gencatan senjata dan terus menggempur basis pertahanan tentara Indonesia hingga Januari 1948.

Pasukan Indonesia (Divisi Sliwangi) terpaksa hijrah ke Jawa Tengah padatanggal 1-22 Pebruari 1948. Akhir Pertempuran Bandung Lautan Api Tentara inggris tidak jadi mengambil kota bandung. Karena kota Bandung telah dibakar oleh pejuang Indonesia yang dikomandani oleh M.

Tohha. Kota Bandung tidak jadi diambil oleh penjajah karena semua bangunannya sudah dibakar. Daftar Pustaka: 鈥 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: DepartemenPendidikan dan Kebudayaan. 鈥 MGMP Lintas Kabupaten Propinsi Jawa Timur. 2013. Sejarah Kelas XI. Surabaya: MGMPLintas Kabupaten Propinsi Jawa Timur. Demikian Penjelasan Pelajaran IPS- Sejarah Tentang Pertempuran Bandung Lautan Api: Latar Belakang, Proses, Tujuan, Peristiwa, Dampak & Akhir Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

Baca Artikel Lainnya: 鈥 Kerajaan Mataram Islam Didirikan Oleh 鈥 Sumber Dana Bank adalah 鈥 Kerajaan Banten 鈥 Sunan Muria Posting terkait: 鈥 Kerajaan Gowa Tallo 鈥 Materi Perang Korea (1950-1953) 鈥 Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Posting pada Sejarah Ditag akhir peristiwa bandung lautan api, akhir perlawanan bandung lautan api, akhir pertempuran bandung lautan api, bandung lautan api brainly, carilah sejarah bandung lautan api, contoh novel sejarah bandung lautan api, dampak bandung lautan api, dampak bandung lautan api brainly, jelaskan kronologi bandung lautan api, jelaskan tujuan dibentuknya wto, jurnal peristiwa bandung lautan api, kronik bandung lautan api, kronologi bandung lautan api, kronologi peristiwa bandung lautan api, kronologi singkat, lagu bandung lautan api, latar belakang medan area, latar belakang peristiwa ambarawa, latar belakang peristiwa bandung lautan api, latar belakang perjanjian linggarjati, latar belakang pertempuran bandung lautan api, latar belakang pertempuran margarana, latar belakang pertempuran medan area, latar belakang pertempuran surabaya, lokasi terjadinya pertempuran puputan, majelis persatuan perjuangan priangan, makalah bandung lautan api, makalah tentang sejarah kota bandung, medan area, mencari informasi tentang bandung lautan api dan disajikan dalam bentuk peta pikiran, mengapa disebut bandung lautan api, palagan ambarawa, pencetus perang gerilya adalah, penyebab pertempuran bandung lautan api, peran pejuang dalam peristiwa bandung lautan api, perang bandung lautan api brainly, periodisasi bandung lautan api, peristiwa 10 november, peristiwa bandung lautan api adalah salah satu bentuk perlawanan indonesia menentang penjajahan guna, peristiwa bandung lautan api brainly, peristiwa medan area, pertanyaan tentang bandung lautan api, pertempuran ambarawa, pertempuran bandung lautan api pdf, pertempuran margarana, pertempuran medan area, peta konsep peristiwa bandung lautan api, ppt bandung lautan api, proses pertempuran bandung lautan api, proses pertempuran bandung lautan api brainly, puputan margarana, ringkasan peristiwa bandung lautan api, sejarah bandung secara singkat, sejarah garut sebelum kemerdekaan, sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama peristiwa bandung lautan api, tokoh yang berperan penting dalam peristiwa bandung lautan api, tujuan bandung lautan api Pos-pos Terbaru 鈥 Hujan Meteor Draconid 鈥 GTA V Mod Apk 2.00 Unlimited Money Download 2021 鈥 Penyebab Meteor Jatuh 鈥 Contoh Fenomena Biosfer 鈥 Mengapa Langit Berwarna Biru 鈥 Penemuan Gula Dalam Meteor 鈥 Bencana Hidrometeorologi 鈥 Struktur Lapisan Bumi 鈥 Larva Heroes Mod Apk 2.8.6 Unlimited Gold and Candy 鈥 Materi Planet 鈥 Kerajaan Gowa Tallo 鈥 Materi Perang Korea (1950-1953) 鈥 Materi Manajemen Persediaan 鈥 Gangstar Vegas Mod Apk 5.4.2 Unlimited Money and Diamond 鈥 Titanium Backup Pro Mod Apk 8.4.0.2 Gratis No Root Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai dengan sekolah sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama, tentunya Anda semua pernah mendapatkan pelajaran sejarah yang menceritakan bahwa di tahun 1946, Bandung menjadi lautan api karena dibumihanguskan oleh para pejuang.

Tindakan ini dilakukan karena NICA yang diboncengi Inggris dan sekutunya mendarat dan melakukan teror terhadap rakyat Bandung. Untuk menghindari banyaknya korban dari rakyat sipil dan agar tempat, bangunan sampai aset strategis dikuasai oleh penjajah, maka langkah pembumihangusan dilakukan. Mulai dari batas timur Cidadas sampai dengan batas barat Andir sengaja dikosongkan dan dibakar habis oleh para pejuang setelah masyarakat Bandung meninggalkan tempat tersebut. Perjuangan para laskar pribumi dan tentara Indonesia sangat hebat dan berhasil mengepung pasukan penjajah.

Namun tahukah Anda bahwa peristiwa atau langkah pembumihangusan seperti ini tidak hanya terjadi di Bandung saja?

Ada beberapa kota atau daerah di Indonesia yang juga mengalaminya pada waktu perang kemerdekaan. Sayangnya, tidak semua yang terekspos dan menjadikan banyak generasi muda tidak mengetahuinya. Berikut ini adalah peristiwa bumi hangus yang terjadi di Indonesia selain di Bandung. 1. Karo Gugung, Kabupaten Karo, Sumatera Timur Pada Agresi Militer Belanda I yang dilakukan tahun 1947, NICA, Inggris dan para sekutunya mendarat di Pantai Cermin, Sumatera Timur.

Di saat yang hampir bersamaan, di Merek diadakan sebuah upacara perpisahan antara Bupati karo dan Pimpinan Pasukan Tanah Karo dengan Wakil presiden Indonesia pertama, yaitu Drs Mohammad Hatta.Sayangnya, ketika meninggalkan Karo Gugung menuju Bukittinggi, pasukan Belanda menyerang dan mengakibatkan pertempuran hebat. Karena jumlah pasukan dan persenjataan tidak seimbang dan agar daerah Karo Gugung tidak dikuasai Belanda, maka taktik bumi hangus dilakukan.

Karo Gugung [ Image Source ] Para pejuang yang dibantu oleh masyarakat sekitar membakar rumah adat mereka setelah penduduk lainnya mengungsi dan bersembunyi di tempat yang aman. Ada sekitar 50 desa sampai daerah perkotaan yang menjadi sasaran bumi hangus. Tentu saja hal ini membuat Karo Gugung seperti daerah yang dibanjiri oleh api.

2. Pangkalan Berandan, Sumatera Utara Pangkalan Berandan adalah kota tempat berdirinya Pertamina untuk pertama kali di Indonesia. Hal ini dikarenakan di Pangkalan Berandan memang terkenal akan hasil buminya, yaitu minyak.

Mundur ke tahun 1947, tepatnya di bulan Agustus, pasukan Belanda yang bersenjatakan lengkap mulai menyerbu dan menyerang titik-titik sentral di Pangkalan Berandan.Untuk mempertahankan kota dan segala aset di dalamnya, para pejuang Tanah Air berjibaku melawan pasukan penjajah dengan gagah berani.

Tidak dapat dihitung berapa jumlah korban dari kedua belah pihak pada waktu itu. Dikarenakan memang kalah persenjataan, para pejuang mengatur siasat untuk membumihanguskan Pangkalan Berandan agar tidak dikuasai Belanda. Sayangnya, strategi dan wacana tersebut ditolak oleh beberapa pihak, mulai dari sebagian petinggi pasukan Indonesia sampai dengan golongan masyarakat Tionghoa yang hidup dan menetap di Pangkalan Berandan.

Pangkalan Berandan [ Image Source ] Akan tetapi karena memang persentase orang yang setuju lebih besar daripada yang tidak setuju, 3 hari sebelum rencana dilakukan, masyarakat di sekitar tempat tersebut diungsikan dan Pangkalan Berandan bak kota mati karena tidak ada seorang warga pribumipun yang terlihat di sana, kecuali orang-orang Tionghoa yang memutuskan untuk tetap tinggal.

Langkah pertama yang dilakukan oleh para pejuag adalah memutuskan Jembatan Pelawi sebagai penghubung Pangkalan Berandan dan gerbang perbatasan. Setelah itu, mereka meledakkan tangki-tangki berisikan ratusan ribu liter minyak mentah dan membuat suasana Subuh tersebut menjadi sangat terang benderang.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Dentuman keras atau ledakan terdengar berkali-kali. Setelah daerah yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan minyak diledakkan, para pejuang membakar habis seluruh isi kota, termasuk orang Tionghoa yang bersikeras tidak mau pindah. Tidak sedikit dari para pejuang yang meninggal karena terpanggang di tengah kobaran api. 3. Malang, Jawa Timur Mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Malang juga pernah menjadi lautan api seperti di Bandung pada tahun 1947.

Di tahun tersebut, Belanda melancarkan Agresi Militer I mereka dan masuk ke Kota Malang melalui jalan darat dari Surabaya dan dari Pasuruan. Sebelum Belanda masuk ke Kabupaten Malang, Hamid Roesdi adalah tokoh pejuang yang memerintahkan seluruh masyarakat dan para pejuang lainnya untuk membumihanguskan kota.

Agar menghambat laju pergerakan pasukan Belanda, para pejuang, masyarakat sipil bersenjata dan pasukan TRIP atau Tentara Republik Indonesia Pelajar menghadang mereka di perbatasan. Malang [ Image Source] Banyak bangunan dan aset yang dihancurkan dan dibakar oleh para pejuang dalam aksi bumi hangus tersebut. Kurang lebih 1000 bangunan Belanda sampai dengan yang dimiliki oleh pribumi tak lolos dari aksi pembakaran serempak tersebut.

Untuk menghindari korban jiwa, maka para pejuang mengungsikan masyarakat ke daerah Malang Selatan, seperti Tumpang, Wajak, Turen, Gondanglegi sampai dengan ke luar perbatasan, seperti Blitar dan Batu.

Dari aksi bumi hangus ini, banyak masyarakat, pejuang dan tentara TRIP yang meninggal, tidak hanya karena terkena peluru dari pasukan Belanda, juga karena terbakar saat melakukan pembakaran.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Hamid Roesdi sebagai tokoh yang mewacanai aksi bumi hangus tersebut terakhir kali terlihat di daerah Bululawang dan dia tidak pernah ditemukan lagi. Selain di 3 tempat tersebut, masih ada aksi bumi hangus yang dilakukan di beberapa tempat dengan skala lebih kecil, seperti di Cilacap, Pekalongan, Pagotan, Cibadak, Purwokerto, Bukittinggi, Cikampek sampai dengan Sukabumi.

Ternyata banyak kisah patriotis yang dilakukan para pejuang era kemerdaan melawan dan mengusir penjajah dari Tanah Air yang tidak terlalu terekspos, ya. Bersyukurlah bagi kita yang hidup di era merdeka seperti sekarang ini karena tidak lagi merasakan kengerian dan mendengar dentuman bom atau desingan peluru sepanjang hari.
1.

gaya hidup hedonisme dan konsumtif bukanlah untuk memenuhi kebutuhan, melainkan.2. seseorang melakukan gaya hidup mater 鈥 ialistis untuk meraih keuntungan.3. orang yang menyombongkan harta dunia, kikir, bersifat hedonisme dan konsumtif hanya akan mendapatkan.鈥 1. Allah Swt. berfirman : "Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.

Barang siapa yang berbuat 鈥 demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi"Jelaskan ibrah yang dapat diambil berdasarkan pernyataan berikut!2. Tuliskan dalil tentang ancaman Allah Swt. kepada orang yang mempunyai gaya hidup materialistis!bantuannya.鈥
Bandung Lautan Api (Wikipedia) Bandung Lautan Api (BLA) adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Kota Bandung pada 24 Maret 1946.

Dalam waktu tujuh jam, para pejuang kemerdekaan dan sekitar 200 ribu penduduk Bandung membakar rumah mereka. Usai membakar rumah, mereka meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Aksi pembakaran rumah ini disebut juga 鈥渙perasi bumi-hangus鈥. Pembakaran dilakukan dengan tujuan mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Sebuah pengorbanan sangat besar dari warga Bandung dulu untuk Indonesia. Ide pembakaran Kota Bandun muncul dari Mayor Rukana, seorang komandan Polisi Militer Bandung. Awalnya ia menanggapi Letkol Omon Abdurachman yang ditegur Kolonel Nasution karena ingin melakukan perlawanan. Rukana yang juga ingin melawan mengatakan, untuk meledakkan terowongan Sungai Citarum yang ada di Rajamandala agar sungai meluap dan membuat Bandung menjadi lautan air. Namun, karena emosi, ia malah mengatakan 鈥渓autan api鈥, dan bukan lautan air.

Latar Belakang Bandung Lautan Api Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada 12 Oktober 1945.

Pasukan Inggris menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali Tentara Keamanan Rakyat(TKR), diserahkan kepada mereka. Baca Juga 鈥 Berusia 210 Tahun, Ini Sejarah Kota Bandung 鈥 Sejarah dan Misteri Jalan Dipati Ukur Bandung 鈥 Galeri Foto: Bandoeng Tempo Doeloe Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari.

Pada malam 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Savoy Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.

Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi 鈥渂umi-hangus鈥. Para pejuang Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA.

Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) tanggal 23 Maret 1946. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion (Komandan Divisi III TRI) mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.

Asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Di sana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini, Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit.

Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan Kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama, maka pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, sekitar pukul 24.00, Bandung selatan telah kosong dari penduduk dan TRI.

Tetapi api masih membara dan membakar kota. Bandung pun menjadi semacam lautan api. Pembumihangusan Bandung merupakan strategi yang tepat karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥 Peristiwa Bandung Lautan Api mengilhami Ismail Marzuki menciptakan lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥.

Ismail Marzuki pernah bermukim di kota kembang. Ia pindah ke Bandung dari Jakarta untuk membentuk grup Orkes Studio Ketimuran. Ismail Marzuki juga menikahi perempuan Bandung bernama Eulis Andjung Zuraidah (Ahmad Naroth, 鈥淏ang Ma鈥檌ng Anak Betawi鈥, Intisari, Juni 1982:8).

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

Ismail Marzuki dan istri sempat tinggal di Bandung selatan yang pada akhirnya terpaksa dibumihanguskan oleh tentara republik sebelum dijamah Sekutu dan Belanda. Ia dan istri turut mengungsi pula kala itu (Christiawan Bayu Respati, Peran Ismail Marzuki dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, 2016:26).

Dari situ dapat disimpulkan bahwa Ismail Marzuki adalah saksi mata ketika peristiwa Bandung Lautan Api terjadi. Namun, ada juga kesaksian bahwa Ismail Marzuki bukan pencipta lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥.

Hal itu dikemukakan pelaku BLA, Pestaraja Marpaung. Veteran asal Medan yang akrab disapa Bang Maung ini adalah salah seorang pejuang yang terlibat langsung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Dalam buku berjudul Saya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan (Ratnayu Sitaresmi, dkk., 2002), Bang Maung mengungkapkan bahwa lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥 bukan diciptakan khusus oleh seseorang, melainkan tersusun secara spontan oleh para pejuang republik yang berperan langsung dalam peristiwa Bandung Lautan Api saat itu.

Ia memaparkan, kata-kata atau lirik dalam lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥 terdiri dari berbagai macam bahasa atau ucapan kebiasaan lokal khas daerah karena para pejuang yang berperang di Bandung kala itu berasal dari berbagai wilayah dan suku bangsa di Indonesia.

Kata 鈥淗alo鈥, misalnya, adalah sapaan yang sering digunakan oleh anak-anak muda di Medan. Begitu pula dengan kata 鈥淏eta鈥 dan 鈥淜au鈥 yang terselip dalam lagu tersebut adalah khas Maluku atau Ambon. Jika lagu itu bukan tercipta secara spontan, mengapa tidak memakai kata ganti orang pertama dan kedua yang lebih umum?

Seperti yang ditulis di buku tersebut, Bang Maung berucap, 鈥淪esudah Halo-Halo Bandung, datang orang Ambonnya. Sudah lama beta tidak bertemu dengan kau! Karena itu, ada beta di situ. Bagaimana kata itu bisa masuk kalau tidak ada dia (orang Ambon) di situ?鈥 鈥淚tulah para pejuang yang menciptakannya. Tidak ada itu yang menciptakan. Kita sama-sama saja main-main begini. Jadi, kalau dikatakan siapa pencipta (Halo-Halo) Bandung? Para pejuang Bandung Selatan!鈥 Monumen Bandung Lautan Api (Dronesbackpack) Asal Istilah Bandung Lautan Api Istilah 鈥淏andung Lautan Api鈥 menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut.

Jenderal A.H Sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut. 鈥淛adi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu.

Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, 鈥淢ari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.鈥 Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air.鈥 (A.H Nasution, 1 Mei 1997).

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik, di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul 鈥淏andoeng Djadi Laoetan Api鈥. Namun, karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi 鈥淏andoeng Laoetan Api鈥.

Monumen Bandung Lautan Api Saat ini nama Bandung Lautan Api dijadikan nama stadion taraf internasional di wilayah Gedebage, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Gelora BLA atau GBLA). Sebelumnya, didirikan Monumen Bandung Lautan Api di kawasan Tegalega. Stadion GBLA (bola.net) Kronologi Bandung Lautan Api 12 Oktober 1945 Pasukan Inggris, Brigade McDonald dan Tentara Belanda tiba di Kota Bandung.

Mereka menuntut agar seluruh senjata api yang ada di tangan penduduk diserahkan pada mereka. Selain melucuti senjata, mereka juga meminta untuk membebaskan Tentara Jepang dan Tawanan Eropa. 21 November 1945 Malam tanggal 21 November 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas.

24 November 1945 Kolonel McDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.

sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama

25 November 1945 Pada tanggal 25 November 1945 terjadi pertempuran di sejumlah daerah seperti Cihargeulis, Sukajadi, Pasirkaliki, viaduct (jembatan di atas jalan) dan balai kereta api. Pesawat Inggris menjatuhkan bom ke Lengkong Besar dan Cicadas. Di Lengkong Besar, Tentara Sekutu berusaha membebaskan Tawanan Eropa. 23 Maret 1946 Tanggal 23 Maret 1946, Tentara Sekutu di bawah komando Kolonel McDonald mengeluarkan ultimatum kedua.

Bandung Selatan harus dikosongkan oleh rakyat sipil dan milisi Indonesia. Tuntutan itu tentu ditolak dengan keras oleh TRI. Kemudian, pada tanggal 23 Maret 1946 pada pukul 21.00, bumi hangus kota pun dilakukan sebagian, yakni di Banceuy, Cicadas, Braga dan Tegallega.

Dan gedung pertama yang dibakar adalah Bank Rakyat. 24 Maret 1946 Eksekusi membumihanguskan Bandung dilakukan pada dini hari 24 Maret 1946. Dengan terbakarnya Kota Bandung maka sekutu tidak bisa memakai Bandung sebagai markasnya. Serangan dan aksi pembakaran dilakukan oleh pejuang yang berjumlah 200 ribu orang dalam waktu tujuh jam saja. Referensi: Wikipedia, Okezone, Tirto.Perburuan hewan liar di hutan merupakan tindakan yang harus dihindari oleh masyarakat karena.

A. Hewan merupakan salah satu sumber pendapatan ma 鈥 syarakat. B. Mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. C. Hewan liar dapat dijadikan koleksi dirumah. D. Dapat sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama kehidupan manusia.

Pilih mata pelajaran: IPA
Setelah menghancurkan Jepang, Komando Sekutu Asia Tenggara di Singapura memerintahkan tujuh perwira Inggris untuk datang ke Indonesia dibawah pimpinan Mayor A.G. Greenhalg. Mereka tiba di Indonesia pada tanggal 8 September 1945 dengan tugas mempelajari dan melaporkan keadaan di Indonesia. Kedatangan sekutu di Indonesia yang diboncengi tentara NICA (Netherland Indies Civil Administration mengakibatkan tugas TNI makin berat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Usaha mempertahankan kemerdekaan demudian dilakukan dengan cara militer dan perundingan (aklamasi). Kekuatan asing yang harus dihadapi Republik Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia adalah Sekutu yang ditugaskan untuk menduduki wilayah Indonesia dan melucuti tentara Jepang. Yang melaksanakan tugas ini adalah Komando untuk Asia Tenggara, dipimpin oleh laksamana Lord Louis Mountbatten. Kemudian, Mountbatten membentuk suatu komando yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) di bawah pimpinan Letnan Jendral Sir Philip Christison.

Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan AFNEI dari brigade 49 mendarat di Tanjung Perak, Surabaya yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby. Kedatangan pasukan AFNEI di Surabaya menumbuhkan kecurigaan bagi pemerintah RI bahwa kedatangan AFNEI diboncengi oleh NICA.

Kecurigaan itu bisa diatasi setelah adanya kesepakatan antara Mallaby dan wakil pemerintah RI bahwa AFNEI menjamin tidak ada pasukan Belanda (NICA) yang membonceng mereka dan tugas AFNEI di Indonesia hanya melucuti tentara Jepang. Provokasi yang dilakukan AFNEI membuat kepercayaan pemerintah RI di Surabaya menjadi pudar. Kemudian, pemerintah mulai memerintahkan pemuda dan TKR untuk bersiaga. Pada tanggal 27 Oktober 1945 mulailah pertempuran antara pasukan Indonesia melawan AFNEI.

Pertempuran ini membuat pasukan AFNEI terancam hancur. Di tengah situasi yang mencekam, Jenderal D.C. Hawthorn menghubungi Soekarno untuk berunding guna membantu meredakan serangan pasukan Indonesia.

Soekarno-Hatta dan Amir Syarifuddin tiba di Surabaya tanggal 29 Oktober 1945. Perundingan antara pemerintah RI dan AFNEI mencapai kesepakatan untuk membentuk panitia penghubung (contact commitee) yang bertugas menjernihkan kesalahpahaman dan menyerukan gencatan senjata. Batas ultimatum itu ditentukan sampai tanggal 1 November 1945 pukul 06.00 WIB. Apabila tidak dijalankan, maka Surabaya akan digempur melalui darat, laut, dan udara.

Ultimatum itu sempat melecehkan martabat rakyat Indonesia. Dalam suasana yang makin tegang, Menlu Achmad Soebardjo menyerahkan keputusan kepada rakyat Surabaya.

Memalui siaran radio, Gubernur Jawa Timur, Surya, mengumumkan penolakan secara tegas atas ultimatum AFNEI. Pada tanggal 10 November 1945, pasukan AFNEI menggempur kota Surabaya melalui darat, laut, dan udara. Rakyat Surabaya dengan gigih mempertahankan kota Surabaya, walaupun telah menelan banyak korban. Kota Surabaya dapat dipertahankan hampir 3 minggu. Pertempuran yang terakhir terjadi pada tanggal 28 November 1945 di Gunung Sari. Pada bulan Oktober 1945, Tentara Republik Indonesia (TRI) dan pemuda serta rakyat sedang berjuang melawan tentara Jepang untuk merebut senjata dari tangan Jepang.

Pada saat itu, pasukan AFNEI sudah memasuki kota Bandung. Pasukan AFNEI menuntut pasukan Indonesia untuk menyerahkan senjata. Disamping itu, TRI harus mengosongkan kotra Bandung bagian utara paling lambat tanggal 29 Oktober 1945. Tuntutan dari AFNEI tersebut tidak diindahkan oleh TRI maupun rakyat Bandung. Dipimpin oleh Arudji Kartawinata, TRI dan pemuda Bandung melakukan serangan terhadap kedudukan AFNEI.

Pertempuran itu berlanjut hingga memasuki tahun 1946. Pada tanggal 23 maret 1946, AFNEI kembali mengeluarkan ultimatum supaya TRI meninggalkan kota Bandung. Ultimatum itu diperkuat dengan adanya perintah dari pemerintah pusat Jakarta supaya TRI meninggalkan Bandung. Perintah dari pusat tersebut memang bertentangan dengan instruksi dari markas TRI di Yogyakarta. Sebelum meninggalkan Bandung, TRI mengadakan perlawanan dengan cara membumihanguskan kota Bandung bagian selatan.

Tindakan itu membawa akibat fatal bagi pasukan AFNEI, karena mengalami kesulitan akomodasi dan logistik di kota Bandung. Tindakan membumihanguskan kota dikenal dengan Bandung Lautan Api. Karena sulitnya komunikasi, proklamasi kemerdekaan baru diumumkan secara resmi di Medan pada tanggal 27 Agustus 1945 oleh Mr.

Teuku Muhammad Hasan selaku Gubernur Sumatra. Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukan AFNEI dibawah pimpinan Brigjen T.E.D. Kelly mendarat di Belawan. Kedatangan pasukan AFNEI ini diboncengi oleh pasukan NICA yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan.

Hal tersebut memancing kemarahan para pemuda sehingga meletuslah pertempuran di Medan pada tanggal 13 Oktober 1945. Pertempuran tidak hanya terjadi di Medan, melainkan menyebar ke kota-kota lain, seperti Pematangsiantar dan Brastagi. Dalam menghadapi kedatangan Sekutu dan NICA, para pemuda membentuk kekuatan militer, yaitu TKR Sumatra Timur yang dikomandani oleh Achmad Tahir.

Juga, para pemuda membentuk Laskar Perjuangan Pemuda Republik Indonesia Sumatra Timur. Pada tanggal 18 Oktober 1945 AFNEI mengeluarkan ultimatum yang memerintahkan TKR dan Laskar Perjuangan supaya menyerahkan senjata.

Tanggal 1 Desember 1945 AFNEI membatasi daerah Medan dengan memasang papan pembatas yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area) di sudut-sudut pinggiran kota Medan. Sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama itu, pasukan AFNEI dan NICA mengadakan aksi pembersihan unsur-unsur RI diseluruh kota.

Karena tidak adanya komando yang jelas, mengakibatkan serangan para pejuang Indonesia terhadap AFNEI tidak berarti dan tidak membuahkan hasil yang baik. Untuk mengefektifkan serangan terhadap pasukan AFNEI, para komandan yang berjuang di Medan mengadakan pertemuan di Tebing Tinggi dan membentuk satuan komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.

Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 19 Agustus 1946. Dengan terbentuknya Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area, serangan terhadap pasukan AFNEI menjadi lebih efektif. Karena sulitnya komunikasi, proklamasi kemerdekaan di Menado mengalami keterlambatan seperti di daerah-daerah lain di luar pulau Jawa. Sejak pasukan AFNEI mendarat di Menado yang diboncengi oleh pasukan NICA, upaya penegakan kedaulatan Indonesia makin sulit.

Kedatangan pasukan AFNEI adalah untuk membebaskan anggota KNIL bekas tawanan Jepang yang kemudian dipersenjatai dan dikenal dengan nama Tangsi Putih. Sejak akhir tahun 1945 pasukan AFNEI meninggalkan sulawesi utara dan kekuasaan diserahkan sepenuhnya kepada NICA. Sejak saat itu, pasukan NICA bertindak semena-mena dan melakukan penangkapan pada sejumlah tokoh RI. Tindakan yang dilakukan NICA ini mengundang reaksi dari para pendukung RI, terutama para pemuda dan mantan anggota KNIL yang berasal dari Indonesia.

Mantan anggota KNIL ini dikenal sebagai Tangsi Hitam yang kemudian membentuk Pasukan Pemuda Indonesia (PPI). Pada pertengahan Januari 1946 PPI mengadakan rapat rahasia untuk menggalang aksi perlawanan.

Namun kegiatan tersebut diketahui oleh NICA yang berakibat beberapa pimpinan PPI ditangkap. Senjata dari pasukan Tangsi Hitam dapat dilucuti oleh NICA, tetapi kejadian tersebut tidak mengerutkan semangat para pejuang di armada. Pada tanggal 14 Februari 1946 tanpa dilengkapi senjata, PPI menyerbu kedudukan NICA di Teling. Mereka membebaskan para tokoh pejuang Indonesia yang ditawan dan mampu menawan komandan NICA beserta anak buahnya.

Pada hari itu juga, sebagian pejuang Indonesia mengambil bendera Belanda yang berada di pos penjagaan da merobek warna birunya sehingga yang masih ada hanya warna merah dan putih. Bendera itu dikibarkan di Tangsi Teling.

Peristiwa ini menandai peristiwa merah putih di Menado. Serangan PPI masih dilanjutkan dan berhasil menguasai markas NICA di Tomohon dan Tondano. Setelah kedudukan NICA dapat diambil alih oleh para pejuang Indonesia, pada tanggal 16 Februari 1946 dibentuklah pemerintahan sipil, dan sebagai residennya adalah B.W.

Lapian. PPI juga membentuk TKR yang dipimpin oleh C.H. Taulu, Wuisan, dan J. Kaseger. Akhirnya, kompi KNIL Tangsi Hitam dijadikan Tentara Republik Indonesia. Seperti di daerah lain, upaya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di Biak (Papua) mengalami hambatan dari pasukan NICA. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia di Irian (Papua Barat) disambut gembira. Dukungan terhadap proklamasi kemerdekaan bergema di kota-kota, seperti Jayapura, Sorong, dan Serui.

Para tokoh-tokoh pejuang Irian membentuk Komite Nasilnal Daerah yang dipimpin oleh Martin Indey. Di Biak terbentuk pula Partai Indonesia Merdeka yang dipimpin oleh Lucas Roemkorem.

Kegiatan mereka menyusun kekuatan untuk melawan Belanda. Sejak berkobarnya semangat nasionalisme, para pemuda Irian menggunakan lencana merah putih. Mereka dengan berani mengibarkan sang merah putih dan menyelenggarakan rapat-rapat umum. Pada tanggal 14 Maret 1948 para pejuang Irian menyerang tangsi militer Belanda di Sorido dan Biak yang dipimpin oleh Yoseph. Karena persenjataan NICA lebih unggul, maka serangan mengalami kegagalan.

Tiga orang pimpinan ditangkap dan diadili di Belanda. Dua orang dihukum mati dan seorang dijatuhi hukuman seumur hidup. Pada saat Agresi Militer I yang dilakukan oleh Belanda dengan persenjataan yang modern, TNI mengalami pukulan yang berat.

Untuk itu, TNI harus merubah strategi pertahanan yang baru. Sistem pertahanan linier yang digunakan selama ini sudah tidak mampu untuk menahan serangan Belanda. Untuk menghadapi Belanda yang memiliki senjata yang modern, TNI menerapkan sistem Wehrkreise (perang gerilya). Evaluasi I. 1. Pemimpin pasukan Sekutu yang tewas dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya, adalah .

a. Kolonel Huiyer b. Brigjen Bethel c. Brigjen Mallaby d. Brigjen T. E. D. Kelly 2. Untuk mengenang petempuran di Surabaya, pada tanggal 10 November diperingati sebagai hari . a. Pahlawan c. Infantri b. Kebangkitan Nasional d. Sumpah Pemuda 3. Tokoh yang mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya lewat pidato-pidatonya adalah . a. Ir. Sukarno c. Bung Tomo b. Jenderal Sudirman d. Mohammad Toha 4. Komandan Resimen Banyumas yang gugur dalam Pertempuran Ambarawa adalah . a. Letkol M.

Sarbini c. Kol Sudirman b. Letkol Isdiman d. Sastrodiharjo 5. Pemimpin TKR Sumatra Timur yang terbentuk pada tanggal 10 Oktober 1945, adalah . a. Achmad Tahir b. Kol A. H. Nasution c. Mr. Amir Syarifudin d. Teuku Mohammad Hasan 6. Pertempuran Margarana di Bali dipimpin oleh . a. Letkol M. Sarbini b. I Gusti Ketut Jelantik c. Letkol I Gusti Ngurah Rai d. Robert Wolter Mongisidi 7.

Dalam perundingan Linggajati, wakil Indonesia dipimpin oleh . a. Sutan Syahrir c. Sukarno b. Mohammad Hatta d. Amir Syarifudin 8. Untuk membantu penyelesaian sengketa antara Indonesia dan Belanda, PBB membentuk KTN yang terdiri atas . a. Australia, Belgia, dan Swedia b. Austria, Belgia, dan Amerika Serikat c. Amerika Serikat, Swedia, dan Belgia d. Australia, Belgia, dan Amerika Serikat 9.

Sebelum ditangkap, Presiden Sukarno membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia dengan ibu kota . a. Bukitinggi c. Jakarta b. Medan d. Yogyakarta 10. Pemimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar, adalah . a. Sultan Hamid II b. Sutan Syahrir c. Sultan Hamengku Buwono IX d. Mohammad Hatta 11.

Upacara pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Pemerintah Belanda dilakukan serentak di Belanda dan di Indonesia pada tanggal . a. 17 Agustus 1945 c. 27 Desember 1949 b. 18 Agustus 1945 d. 17 Desember 1949 12. Tentara Sekutu yang datang ke Indonesia diberi tugas untuk melucuti tentara . a. Jepang c.

Indonesia b. Belanda d. Amerika 13. Sebelum dikosongkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang. Peristiwa ini dikenal dengan nama . a. Bandung Membara c. Halo-halo Bandung b. Bandung Terbakar d. Bandung Lautan Api 14. Dalam Agresi Militer Belanda II, Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan pemimpin-pemimpin lainnya ditangkap dan diasingkan ke . a. Belanda c. Bangka b.

Digul d. Bengkulu 15. Delegasi Indonesia dalam Perjanjian Renville diketuai oleh . a. Amir Syarifuddin c. Sutan Syahrir b. Mohammad Rum d.

Mohammad Hatta II. Isilah titik-titik di bawah ini! 1. Kita memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang pertempuran yang terjadi di . 2. Setiap tanggal 15 Desember kita memperingati Hari . 3. Letkol Isdiman gugur dalam Pertempuran . 4. Setelah Brigjen Mallaby tewas, Sekutu mengeluarkan . 5. Mohammad Toha gugur dalam peristiwa . 6. Pertempuran Margarana dipimpin oleh sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama.

7. Untuk mengenang Pertempuran Ambarawa didirikan . 8. Setelah KMB, bentuk Negara Indonesia adalah . 9. KTN adalah singkatan dari . 10. Wakil Indonesia dalam upacara penandatanganan pengakuan kedaulatan di Yogyakarta adalah . 鈥 2014 (12) 鈥 Februari (12) 鈥 Letusan Gunung Sinabung ( 11/2/2014 ) 鈥 Letusan Gunung kelud pada Kamis malam ( 13/2/2014 ) 鈥 BAB 2 : Tokoh-tokoh Sejarah Hindu-Buddha dan Islam 鈥 Evaluasi BAB 3 : Keragaman Kenampakan dan Pembagia. 鈥 BAB 3 : Keragaman Kenampakan dan Pembagian Wilayah.

鈥 BAB 4 : Keragaman suku bangsa dan Budaya di Indonesia 鈥 BAB 5 : Usaha dan kegiatan ekonomi di indonesia 鈥 BAB 6 : Perjuangan melawan penjajahan 鈥 Evaluasi BAB 7 : Perjuangan mempersiapkan kemerdek. 鈥 Bab 7 : Perjuangan Mempersiapkan kemerdekaan Indon. 鈥 Bab 8 : Proklamasi kemerdekaan Indonesia 鈥 Bab 9 : Perjuangan mempertahankan Kemerdekaaan
Proklamsi Kemerdekaan Indonesia 1945 merupkan sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Pengumuman kemerdekaan Indonesiapun disambut baik oleh seluruh ra 鈥 kyat Indonesia dan bahkan duniapun mengakui kedaulatan Indonesia. Salah satu proklamator RI adalah Sukarno dan Moh, Hatta yang berperan penting dalam peristiwa tersebut, yakni.A. Sebagai presiden dan wakil presiden saat ituB. Sebagai perwakilan Indonesia yang meminta kemerdekaan ke JepangC. Sebagai pimpinan negara tertinggi daat ituD. Merumuskan dan mengetik naskah serta membacakannya dihadapan rakyat Indonesia dan dunia2.

Manfaat pertukaran tenaga kerja antara negara adalaha. mendatangkan devisab. menciptakan lapangan kerja鈥
Peristiwa ini terjadi karena pasukan Inggris yang mulai memasuki kota Bandung, sejak bulan Oktober 1945 ingin menggunakan kota Bandung sebagai markas strategi militer dalam perang kemerdekaan Indonesia. Meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan RI, tentara sekutu terus berusaha untuk menguasai kota Bandung.

Kesepakatan sekutu, Inggris, dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) ini menimbulkan perlawanan heroik dari penduduk dan pemuda pejuang di Bandung yang akhirnya memutuskan untuk membumi hanguskan kota Bandung. Latar Belakang Berikut ini linamasi yang terjadi di belakang Peristiwa Bandung Lautan Api : 鈥 Pasukan Inggris tiba di Bandung, 12 Oktober 1945 Pasukan sekutu, Inggris bagian dari Brigade MacDonald dan NICA mendarat di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945.

Pada awalanya hubungan pasukan Inggris dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka gencar-gencarnya merebut senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali senjata api milik TKR (Sekarang berubah nama menjadi TNI) dan Polisi. Selain itu sekutu juga meminta semua senjata pihak Indonesia yang merupakan hasil pelucutan Jepang diserahkan kepada mereka. Ditambah orang-orang tahanan Belanda di bebaskan dari kampung tawanan dan melakukan tindakan-tindakan yang menganggu keamanan serta NICA dengan bebas melakukan teror kepada masyarakat.

Akibat kehadiran sekutu ini terjadilah bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR yang semakin memanas.

鈥 Ultinatum Pertama dari Sekutu, 24 November 1945 Malam tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan terus melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian Bandung Utara, termasuk markas sekutu di Hotel Humnn dan Hotel Preanger juga diserang oleh para TKR dan pejuang Indonesia. Tiga hari kemudian, MacDonal menyampaikan ultinatum atau peringatan pertamanya kepada Gubernur Jawa Barat, agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata selambat-lambatnya pada tanggal 29 November 1945.

Namun, para pejuang tidak mengindahkan ultinatum yang diberikan sekutu, hal ini malah menaikkan semangat para pejuang, rakyat dan pemuda yang tergabung dalam TKR dan badan-badan perjuangan lainnya semakin berkobar untuk melawan sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama.

Sejak saat inilah, sering terjadi insiden pertempuran besar dan kecil antara pasukan sekutu dan pejuang yang terus berlangsung di Bandung. 鈥 Jebolnya bendungan Sungai Cikapundung, 25 November 1945 Malapetaka lain terjadi di Bandung, yaitu dengan jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang terjadi pada malam hari tanggal 25 November 1945. Jebolnya bendungan ini menimbulkan banjir besar dan menelan ratusan korban dan ribuan penduduk yang kehilangan tempat tinggal.

Keadaan Bandung saat itu dimanfaatkan oleh tentara sekutu dan NICA untuk menyerang rakyat yang sedang tertimba musibah. Akhirnya kota Bandung terbagi enjadi dua bagian, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Tentara sekutu berhasil menduduki daerah Bandung Utara dan Republik Indonesia hanya menduduki Bandung Selatan dengan jalur kereta api sebagai batas wilayah mereka.

鈥 Sekutu semakin menekan Sejak kehadiran sekutu dan NICA di Bandung semakin membawa bahaya, ditambah Bandung Utara sudah berhasil di kuasai. Setiap harinya perang antara pejuang dan sekutu terus terjadi. Pada tanggal 5 Desember 1945 Sekutu melancarkan kembali aksinya dengan membombardir daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris kembali menjatuhkan bom dan rentetan tembakan di Cicadas. Masyarakat Bandung yang sudah banyak kehilangan tempat tinggal akibat jebolnya bendungan Sungai Cikapundung, semakin melemah dan tertekan untuk melawan sekutu akibat pemboman ini.

鈥 Ultinatum kedua, 23 Maret 1934 Melihat para pejuang dan TRI (TKR saat itu berubah nama menjadi TRI) semakin melemah, Sekutu Inggris dan NICA kembali memberikan ultinatum kepada TRI untuk mundur sejauh 11 km dari pusat kota dalam waktu 24 Jam. TRI yang saat itu dipimpin oleh Kolonel A.H.Nasution (Komandan Divisi III) menuruti perintah pemerintah RI Pusat (melalui Syarifuddin Prawiranegara) untuk segera meninggalkan Bandung. Keputusan yang diambil TRI mendapatkan kontra dari Markas Besar TRI yang bertempat di Yogyakarta, mereka menginginkan wilayah Bandung tetap dipertahankan dan dijaga meskipun harus mengorbankan nyawa.

Akhirnya diambilah keputusan agar rakyat Bandung mundur, dan para TRI serta laskar-laskar perjuang (Laskar Rakyat, Barisan Banteng, Barisan Merah, Laskar Wanita, Siliwangi, Pelajar Pejuang) tetap bertahan dan berjuang untuk mempertahankan Bandung Selatan.

Walaupun pada akhirnya para pejuang juga ikut mengungsi, karena keadaan yang semakin melemah dan tidak memungkinkan untuk melawan musuh. 鈥 Keputusan untuk Membumi Hanguskan Bandung Melihat keadaan yang semakin melemah, mendorong TRI untuk melakukan operasi 鈥淏umi Hangus鈥. Keputusan untuk meninggalkan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) yang dihadiri oleh semua barisan perjuangan.

Tindakan pembumi hangusan, diusulkan oleh Rukana (Komandan Polisi Militer di Bandung) dan disepakati oleh Kolonel A.H Nasution yang mengistruksikan agar seluruh rakyat segera meninggalkan Bandung. Saat itu juga rakyat mengungsi dalam jumlah rombongan besar ke berbagai daerah, seperti Soreang, Dayeuh Kolot, Cicalengka, Pangelangan. Mereka semua mengungsi meninggalkan harta benda dan hanya membawa barang seadanya.

Rakyat pun mundur dan Bandung siap dikosongkan. Pengosongan yang juga disertai pembakaran kota, rumah-rumah dan gedung-gedung dibakar oleh masyarakat dan para pejuang. Artikel terkait : 鈥 Peristiwa Rengasdengklok 鈥 Pertempuran Medan Area Kronologis Para pejuang Republik Indonesia yang sangat tidak rela jika kotanya diambil oleh pihak musuh dan sebenarnya keputusan untuk mundur sangat menyakiti hati para pejuang. Akhbar (anggota Laskar Pemuda) saat itu menyatakan ketidakrelaannya jika Bandung dikuasai sekutu, berkata : 鈥淜ami waktu itu sudah diajari oleh Jepang tentang politik bumi hangus, dan kami tidakrela kembali di jajah.

Jadi ketika kami mundur, semua rumah dibakar oleh pemiliknya鈥. TRI pun melancarkan serangan terus menerus ke pos-pos tentara sekutu. Malam itu sejalan dengan pengosongan rakyat yang mengungsi, pembakaran pun terjadi dimana-dimana.

Bangunan pertama yang dibakar adalah bangunan Indische Restaurant (Saat ini lokasinya sekitar Bank BRI Jalan Asia Afrika) sekitar pukul 21.oo Di tengah-tengah pertempuran hebat para pejuang dan sekutu, munculah sosok pemuda berumur 19 tahun yang bernama Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan yang menjalankan misi untuk meledakkan gudang mesiu menggunakan granat tangan, sehingga menjadikan kota Bandung diselimuti oleh api yang berkobar. Persitiwa ini dikenang dengan nama Bandung Lautan Api.

Kedua pemuda itu rela mengorbankan nyawa mereka gugur dalam ledakan dahsyat itu, demi menjalankan tugas untuk bangsa dan negara agar tidak kembali di jajah.

Langkah kedua pemuda itupun diikuti oleh seluruh warga Bandung, mereka membakar sendiri rumah-rumah mereka. Bandung yang sudah diledakkan pun benar-benar menjadi lautan api. Iin (75) masih mengenang peristiwa itu, dia ingat saat ayahnya sendiri membakar rumah mereka di Kebon Kalapa bersaksi : 鈥淪upaya tidak jatuh ke tangan Belanda, Bapak rela bakar rumah.

Saya masih kecil waktu itu dan mengungsi ke Bale Endah鈥. kata Iin Ribuan warga Bandung lainnya melakukan hal sama. Lebih baik membakar rumah daripada membiarkannya jatuh ke tangan sekutu. Saksi mata yang melihat dari ketinggian melihatnya seperti lautan api karena Bandung terbakar di mana-mana dan asap melambung tinggi.

Dampak dari Peristiwa Bandung Lautan Api Dampak dari peristiwa Bandung Lautan api paling besar dialami oleh masyarakat Bandung, harta benda yang mereka miliki hangus terbakar dan berbagai infrastruktur bangunan juga lenyap ditelan api.

Sedangkan sekutu bisa dibilang tidak mendapatkan kerugian apapun dibanding yang di alami masyarakat Bandung.

Karena sejak awal tujuan sekutu hanya satu, selain menguasai juga menghancurkan Bandung. Beberapa bangunan milik sekutu yang di desain cukup kuat, terbukti bertahan ditengah penghancuran oleh TKR dan beberapa bangunan yang cukup rusakpun masih bisa diperbaiki.

Dua tahun setelah terjadinya peristiwa heroik itu, tentara Belanda menguasai Bandung pasca dibuatnya Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948.

Belanda memaksa pemerintah Indonesia untuk mengosongkan daerah Jawa Barat dari seluruh pasukan Republik Indonesia. Disusul dengan kegagalan dari Agresi Militer yang dialami oleh pejuang Indonesia, pada 20 Juli 鈥 4 Agustus 1947 dan gencatan senjata pun dilanggar oleh Belanda yang terus menghancurkan basis kekuatan tentara Indonesia.

Upaya Belanda terus dilakukan kurang lebih enam bulan lamanya, akibatnya pasukan Indonesia dari divisi Siliwangi akhirnya pindah ke Jawa Tengah sampai dengan Februari 1948. Tokoh yang Berperan 鈥 Mohammad Toha Mohmmad Toha adalah seorang komandan dari kelompok milisi pejuang pada era Perang Kemerdekaan Indonesia yang bernama Barisan Rakyat Indonesia (BRI) yang lahir di Bandung 1927 dari pasangan Suganda dan Nariah.

Nama Mohammad Toha dikenal sebagai pahlawan dalam peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api tanggal 23 Maret 1946. Toha menjadi yatim saat umur dua tahun, kemudian Ibunya menikah dengan pamannya (adik Suganda) yaitu Suganti. Namun pernikahan itu tidak berlangsung lama, dan Toha kecil diasuk oleh kakeh dan neneknya yaitu Jahiri dan Oneng. Toha memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat (SR) yaitu Volk School saat usia tujuh tahun sampai kelas empat, karena muncul Perang Dunia II mengharuskan pendidikan Toha untuk terhenti.

Sejak saat itu, Toha mulai mengenal dunia militer pada masa pemerintahan Jepang melalui organisasi Seinendan, yaitu organisasi buatan Jepang yang didirikan pada 29 April 1423. Selain itu Toha selepas pendidikannya terhenti, Toha menghabiskan masa remajanya di bengkel motor milik pasukan militer Jepang dima ia memperoleh kemampuan berbahasa Jepang.

Setelah Indonesia merdekapada 17 Agustus 1945 Toha mulai bergabung dan menjabat sebagai Komandan Seksi I Bagian Penggempur di Barisan Benteng Republik Indonesia (BBRI), yang juga merupakan gabungan dari badan perjuangan pimpinan paman Toha, Ben Alamsyah di Barisan Rakyat Indonesia (BRI) dan Barisan Pelopor yang dipimpin oleh Anwar Sutan Pamuncak. Pada tanggal 23-24 Maret 1946, warga Bandung melakukan pembumi hangusan wilayah Bantuk sebagai bentuk perlawanan dari ultinatum yang dikeluarakan sekutu untuk meninggalkan Bandung.

Peristiwa bersejarah yang dikenal dengan Bandung Lautan Api ini dilakukan setelah penyelenggaraan Musyawarah Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) atas perintah dari Komandan divisi III Kolonel A.H Nasution. Dalam peristiwa inilah Mohammad Toha beserta Mohammad Ramdan diyakini gugur ketika meledakkan gudang mesiu terbesar di Dayeuh Kolot dengan dinamit dan garnat tangan.

Atas gugurnya Toha dalam menjalankan misinya, Toha pun diangkat menjadi tokoh pahlawan nasional dan kini namanya menjadi nama jalan terpanjang di Bandung Selatan. Artikel terkait : 鈥 Sejarah Kerajaan Majapahit 鈥 Sejarah Kerajaan Kutai 2. Kolonel A.H Nasution A.H Nasution, lahir di Sumatera Utara, 3 Desember 1918 adalah salah satu tokoh utama yang mencetuskan ide untuk melawan tentara sekutu dengan membumi hanguskan Bandung, selain itu ia juga tokoh yang menjadi target dalam Peristiwa G30S/PKI 1965.

Menurut Nasutiion pembumi hangusan adalah salah satu teknik gerilya, karena keadaan sudah semakin genting ketika pasukan sekutu sudah berhasil menduduki wilayah Bandung Utara. Nasution yang saat itu menjabat sebagai Panglima Divisi I Siliwangi memberikan perintah agar semua rakyat keluar dari Bandung sebelum pukul 24.00 dan para tentara ia perintahkan untuk bumi hangus semua bangunan yang ada di Bandung, akibatnya pasukan sekutu tidak bisa memanfaatkan infrastruktur Bandung sebagai markas mereka.

Tindakan Nasution mendapatkan pertidaksetujuan dari divisi TRI Yogyakarta, mereka menganggap Nasution tidak mau mempertahankan Bandung. Nasution beralasan tidak ingin mengorbankan 4 divisi yang ia miliki, mengingat tekanan dari sekutu semakin merajalela.

鈥淜alau musuh akan menduduki Bandung, mereka akan menerima puing-puing bekas pembumi hangusan dan empat batalyon saya akan tetap utuh dan tiap malam masih bisa melakukan gerilya di dalam kota鈥. kata Nasution di buku Sekitar Perang Kemerdekaan Panglima Besar Jenderal Sudirman juga ikut mendukung usulan Nasution dan menandatangani Perintah Siasat No.1 yang isinya dalah tindakan bumi hangus.

鈥淯ntuk menghadapi serangan Belanda, kita perlu membuat kantung-kantung gerilya dan menjalankan siasat bumi hangus鈥. Tutur Nasution di buku Jenderal Tanpa Pasukan Politisi Tanpa Partai Nasution yang juga merupakan wakil Jenderal Sudirman, langsung memerintahkan psukannya untuk melakukan persiapan bumi hangus tersebut. Saya instruksikan panglima-panglima divisi I, II, II dan IV untuk mengadakan latihan umum menyelubungi persiapan bumi hangus dan basis gerilya yang telah diprogramkan.

-A.H Nasution Perang gerilya dengan teknik bumi hangus pun begitu terkenal. Ketika Presiden Sukarno melakukan perjalanan ke Burma, tahun 1950 teknik itu dinyatakan langsung oleh petinggi Burma kepada Sukarno. Secara berkelakar Sukarno langsung menunjuk Nasution yang saat itu sedang mendampinginya dan berkata ke hadapan hadirin yang hadir 鈥淒ia yang melakukan bumi hangus鈥. Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api Atas peristiwa bersejarah setelah proklamasi tersebut, diperingatilah 23 Maret sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api, dan dibangun tugu Bandung Lautan Api di Tegalega.

Serta aksi yang dilakukan oleh Mohammad Toha dan Mohammad Ridwan, difilmkan dengan judul 鈥淭oha Pahlawan Bandung Selatan鈥 dan nama Mohammad Ramdan dan Mohammad Toha diabadikan menjadi sebuah nama jalan di pusat kota Bandung. 鈥 Monumen Bandung Lautan Api Monumen Bandung Lautan api adalah monumen yang menjadi markah tanah Bandung, setinggi 45 meter dan memiliki sisi sebanyak 9 bidang.

Monumen ini berada di tengah-tengah kota di kawangan Lapangan Tegallega dan selalu menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret. 鈥 Film Toha, Pahlawan Bandung Selatan Toha, Pahlawan Bandung Selatan adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1961 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail. Kisah kepahlawanan Mohammad Toha yang berhasil meledakkan gudang mesiu milik Belanda hingga membuat pertahanan Belanda lumpuh. Film ini diawali dengan penggambaran situasi masyarakat Bandung saat peralihan dari jajahan Jepang ke Belanda yang di dukung Inggris, sementara Indonesia sudah menyatakan kemerdekannya.

Selain itu, muncul juga tokoh Toha sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama melihat ketikadilan dan penindasan, yang membuat Toha berani mengorbankan dirinya untuk tanah kelahirannya.

鈥 Jalan Moh.Toha Jalan Moh. Toha adalah salah satu jalan terpanjang di kota Bandung, yang membelah kota mulai dari persimpangan empat Jalan Bolonggede 鈥 Jalan Pungkur 鈥 Jalan Moh Toha hingga ke Jalan Raya Dayeuhkolot. Jalan ini juga menyambungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Jalan ini melewati jalan-jalan terpenting di kota Bandung, seperti Jalan Ibu Inggit Garnasih (dulu Jalan Ciateul), kawasan Tegallega dan memotong Jalan Soekarno Hatta yang cukup panjang di Bandung.

Ketika belum ada Jalan Soekarno Hatta (By pass), Jalan Moh Toha mulai dari Tegallega sampai kawasan industri, sering disebut dengan Jalan Cigereleng. Ditepi jalan masih jarang rumah, hanya ada kolam dan sawah di sepanjang kawasan itu yang saat ini mulai berubah setelah ada Jalan Soekarno Hatta dan pintu tol Purbaleunyi.

Kawasan ini menjadi kawasan berikat, setelah memasuki Kabupaten Bandung dan Perbatasan Kota yang berada di jembatan tol Padaleunyi. Diujung jalan kawasan Dayeuh Kolot juga terdapat tempat bekas gedung mesiua sekutu yang dibom oleh Moh Toha dan rekannya Moh Ramdan yang gugur dalam pengeboman tersebut.

Untung mengenangnya, berdiri juga monumen Moh Toha pada tahun 1990 yang sudah direnovasi pemerintah setempat. Monumen ini berdiri diantara tepi kolam, disampingnya ada plakat yang berisi daftar prajurit yang telah gugur saat peristiwa Bandung Lautan Api dan diseberang kolam belakang terdapat relief.

Monumen ini berdiri kokoh berupa api yang menyala yang sedang didadki oleh orang berseragam tentara, dan diatasnya berdiri seorang prajurit sambil memegang bom. Selain nama jalan untuk mengenang Moh Toha, ada juga sekolah yang di dirikan bernama SD Moh Toha yang dekat ITC Kebon Kalapa.

Kodam III Siliwangi juga mengabadikan nama Mohammad Toha sebagai nama sebuah gedung di Kologdam di Jalan Aceh. 鈥 Lagu untuk Mengenang Peristiwa Selang beberapa tahun kemudian, lagu 鈥淗alo-Halo Bandung鈥 ditulis untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api. Sebelum dikosongkan bandung selatan dibumihanguskan oleh para pejuang peristiwa ini dikenal dengan nama lagu ini melambangkan keadaan emosi rakyat Bandung saat itu, seiring janji akan kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api.

Halo-halo Bandung Ibukota periangan Halo-halo Bandung Kota kenang-kenangan Sudah lama beta Tidak berjumpa dengan kau Sekarang telah menjadi lautan api Mari bung rebut kembali Asal Istilah Bandung Lautan Api Istilah dari Bandung Lautan Api terkenal setelah peristiwa pembumi hangsuan tersebut. Kolonel A.H Nasution dalam pertemuannya di Regentsweg (Sekarang Jalan Dewi Sartika) kembali dari pertemuan dengan Sutan Sjahrir (yang juga terlibat dalam Peristiwa Rengasdengklok ) di Jakarta, memutuskan strategi yang dilakukan untuk wilayah Bandung setelah menerima ultinatum kedua dari sekutu.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir. Dalam pembicaraan itu di Regentsweg, berbicalah semua orang.

Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana (Komandan Polisi Militer di Bandung), 鈥淢ari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api鈥. Yang dia sebut lautan api, tetepi sebenarnya lautan air鈥 鈥 kata A.H Nasution Istilah Bandung Lautan Api muncul di harian Suara Merdeka, pada tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda, Atje Bastaman bersaksi telah menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garuk. Dari puncak bukit itu, Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastama dengan semangat segera menulis berita terbaru dan memberikan judul 鈥淏andoeng Djadi Laoetan Api鈥. Namun karena kurangnya kapasitas ruang untuk tulisan judulnya, maka judul beritapun ia perpendek menjadi 鈥淏andoeng Laoetan Api鈥. [accordion] [toggle title=鈥滱rtikel Terkait鈥漖 鈥 Agresi Militer Belanda 2 鈥 Perundingan Hooge Valuwe 鈥 Masa Penjajahan Belanda di Indonesia 鈥 Perang Kamang 鈥 Sejarah Paskibraka 鈥 Sejarah Sumpah Pemuda [/toggle] [toggle title=鈥滱rtikel Lainnya鈥漖 [one_third] 鈥 Biografi W.R.

Soepratman 鈥 Pertempuran Medan Area 鈥 Sejarah Pembela Tanah Air 鈥 Sejarah Great Wall China 鈥 Sejarah 12 Kerajaan Islam Di Indonesia 鈥 Sejarah Great Wall China 鈥 Sejarah PETA 鈥 Sejarah Benua Amerika 鈥 Sejarah Berdirinya Budi Utomo 鈥 Sejarah PKI 鈥 Sejarah Lagu Indonesia Raya 鈥 Sejarah Burung Garuda 鈥 Sejarah Bahasa Indonesia 鈥 Sejarah Patung Pancoran 鈥 Sejarah Televisi di Indonesia 鈥 Sejarah Jembatan Ampera 鈥 Pahlawan Nasional Wanita 鈥 Sejarah Kerajaan Majapahit 鈥 Sejarah 12 Kerajaan Islam Di Indonesia 鈥 Sejarah Perjanjian Tordesillas 鈥 Sejarah Kota Tua Jakarta 鈥 Sejarah Brunei Darussalam 鈥 Sejarah Bank Indonesia [/one_third] [one_third] 鈥 Sejarah Islam di Indonesia 鈥 Sejarah Danau Toba 鈥 Sejarah Gitar 鈥 Sejarah Alat Musik Angklung 鈥 Sejarah Sepak Bola 鈥 Sejarah Danau Singkarak 鈥 Sejarah Minangkabau 鈥 Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara 鈥 Sejarah Runtuhnya Bani Ummayah 鈥 Sejarah Situs Ratu Boko 鈥 Sejarah Partai Nasional Indonesia 鈥 Sejarah Lahirnya TNI 鈥 Sejarah Indische Partij 鈥 Arti Tut Wuri Handayani 鈥 Sejarah Candi Gedong Songo 鈥 Candi Peninggalan Agama Hindu 鈥 Candi Peninggalan Budha 鈥 Perkembangan Nasionalisme Indonesia 鈥 Sejarah PETA 鈥 Sejarah Benua Amerika [/one_third] [one_third_last] 鈥 Sejarah Konstantinopel 鈥 Sejarah Rusia 鈥 Sejarah Kerajaan Tarumanegara 鈥 Sejarah Kerajaan Sriwijaya 鈥 Peristiwa G30S/PKI 鈥 Sejarah Nazi 鈥 Sejarah Pembentukan PPKI 鈥 Sejarah Google 鈥 Sejarah MPR 鈥 Sejarah Jakarta 鈥 Perang Gerilya Indonesia 鈥 Perjuangan Pembebasan Irian Barat 鈥 Asal Usul Nusantara 鈥 Sejarah Pengembalian Irian Barat 鈥 Sejarah Runtuhnya Uni Soviet 鈥 Penyebab Terjadinya Pertempuran Ambarawa 鈥 Sejarah Timor Timur 鈥 Sejarah Perumusan UUD 1945 [/one_third_last] [/toggle] [/accordion]

7 Perang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia




2022 www.videocon.com