Spons laut

spons laut

daftarhewan.com. Jenis Spons Laut. Spons laut adalah hewan air sesil ( sessile), artinya mereka menempel pada permukaan bawah air dan tetap di tempatnya (tidak bergerak atau bepergian). Meskipun terdapat spesies air tawar, sebagian besar adalah spesies laut (air asin), dengan habitat mulai dari zona pasang surut hingga kedalaman melebihi 8.800 m (5,5 mil) dan mereka bukan ikan.

Spons laut merupakan spons laut satu jenis hewan yang hidup di lautan dunia. Spons ini adalah invertebrata, yang artinya tidak memiliki tulang punggung. Spons laut dapat memiliki berbagai warna, ukuran, dan bentuk. Sangat sedikit hewan yang memakan spons, sehingga spons laut dapat hidup sangat lama. Cribrochalina dura – via : spongeguide.uncw.edu Spons di daerah beriklim sedang hidup paling lama beberapa tahun, tetapi beberapa spesies tropis dan mungkin beberapa yang berada di laut dalam dapat hidup selama 200 tahun atau lebih.

Beberapa demosponges yang mengalami kalsifikasi (pengapuran) tumbuh hanya 0,2 mm (0,0079 inci) per tahun, dan jika laju itu konstan, spesimen dengan lebar 1 m (3,3 kaki) mungkin berusia sekitar 4.500 tahun. Daftar Isi : • Apa Makanan Spons Laut?

• Klasifikasi Hewan Spons • Spons Laut Berkembang Biak dengan Cara? • Macam Macam Spons Laut • 1.

spons laut

Auletta sp. • 2. Callyspongia sp. • 3. Callyspongia pseudoreticulata • 4. Cribrochalina sp. • 5. Plakortis nigra • 6. Halichondria cartilaginea • 7. Dysidea fragilis • 8. Spons laut dura Apa Makanan Spons Laut? Spons adalah pengumpan filter. Kebanyakan spons memakan partikel organik kecil yang mengambang dan plankton yang mereka saring dari air yang mengalir melalui tubuh mereka spons laut berpori. Makanan dikumpulkan dalam sel khusus yang disebut choanocytes dan dibawa ke sel lain oleh amoebocytes.

Klasifikasi Hewan Spons Menurut wikipedia; Spons termasuk Kingdom Animalia (Hewan), anggota filum Porifera (berarti “pembawa-pori”) dan nama ilmiahnya pun bernama Porifera, adalah klade Metazoa (hewan) basal sebagai saudara dari Diploblas.

Baca Juga: Jenis-Jenis Siput Laut, Darat, dan Air Tawar Mereka adalah organisme multisel yang memiliki tubuh penuh dengan pori-pori dan saluran yang memungkinkan air bersirkulasi melaluinya, terdiri dari mesohyl seperti jeli yang diapit di antara dua lapisan tipis sel. Cabang zoologi yang mempelajari spons dikenal sebagai spongiologi. Ada banyak macam spons yang hidup di perairan Indonesia.

Beberapa diantaranya diketahui berpotensi dan berfungsi menghasilkan biotoksin yang ampuh untuk menangkal serangan penyakit bakteri pada ikan dan udang budidaya. Spons Laut Berkembang Biak dengan Cara? Cara Spons laut berkembang biak adalah spons laut cara aseksual dan seksual. Kebanyakan porifera yang berkembang biak dengan cara seksual bersifat hermafrodit dan menghasilkan telur dan sperma pada waktu yang berbeda.

Sperma sering “disebarkan” ke kolom air. Artinya, sperma dibuat, terkonsentrasi, dan dikirim keluar melalui lubang yang terbuka, terkadang dalam massa yang begitu padat sehingga spons tampak seperti berasap. Sperma ini kemudian ditangkap oleh spons betina dari spesies yang sama. Di dalam wanita, sperma diangkut ke telur oleh sel khusus yang disebut archaeocytes. Pembuahan terjalin di mesenkim serta zigot tumbuh jadi larva bersilia. Beberapa spons melepaskan larvanya, sedangkan yang lain menahannya untuk beberapa waktu.

Setelah larva berada di kolom spons laut, mereka menetap dan berkembang menjadi spons remaja. Spons yang bereproduksi secara aseksual menghasilkan tunas atau, lebih sering disebut gemmules, yang merupakan paket beberapa sel dari berbagai jenis di dalam penutup pelindung. Spons air tawar dari Spongillidae sering menghasilkan gemmules sebelum musim dingin.

Ini kemudian berkembang menjadi spons dewasa mulai musim semi berikutnya. Macam Macam Spons Laut Dunia perikanan Indonesia setelah Balai Penelitian Perikanan Pantai (Balitkanta) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan menemukan bakterisida alami yang efektif menangkal penyakit bakteri, seperti yang disebabkan oleh Vibrio spp, dan Pseudomonas aeruginosa.

Bakterisida tersebut sebenarnya senyawa kimia yang terkandung dalam biotoksin (toksin alami) spons, jenis hewan berpori dari kelas Demospongiae yang menghuni daerah terumbu karang. Spons-spons berikut termasuk jenis spons yang diketahui berpotensi dan berguna sebagai sumber bakterisida alami. Auletta sp. Anggota famili Axinellidae, ordo Axinellidae ini biasanya terdapat di daerah terumbu karang pada perairan intertidal (perbatasan antara perairan bersuhu rendah dan tinggi).

Bentuk tubuhnya seperti silinder kosong bercabang banyak dengan warna kuning pucat sampai kuning cerah. Tinggi mencapai 30 cm. Spikulanya (‘organ’ berukuran sangat kecil yang menyusun jaringan tubuh) tidak terlihat jelas, tersusun dari silikat dioksida, protein, sponging, atau gabungan silicon dan spongin. 2.

spons laut

Callyspongia sp. Callyspongia sp. Hewan berpori ini berwarna merah muda. Bentuknya seperti tabung silinder berlubang bulat sampai oval dengan tinggi mencapai 30 cm. Tunas baru biasanya tumbuh pada cabang besar. Seperti halnya Auletta sp., spikula spons ini juga tersusun dari silikat dioksida, protein, dan spongin, atau campuran silikat dan spongin. Anggota famili Callysponginidae, ordo Haploscleridae ini banyak dijumpai di perairan intertidal yang ditumbuhi Acrophora. 3. Callyspongia pseudoreticulata Anggota famili Callysponginidae, ordo Haploscleridae ini dapat mencapai tinggi 50 cm.

Warna tubuhnya kehitaman, berbentuk silinder kecil, dan percabangannya hanya terjadi pada bagian bawah yang melekat pada karang. Spikulanya tidak tampak jelas, tersusun dari silikat dioksida, protein, spongin, atau gabungan spongin dan silikat. Dia biasanya tumbuh di perairan intertidal yang ditumbuhi anemon. Baca Juga: 7 Jenis Kerang Laut Besar di Indonesia 4.

Cribrochalina sp. Spons yang hidup di bagian tebing terumbu karang yang ditumbuhi Acrophora ini dapat mencapai 50 cm tingginya. Tubuhnya berbentuk silinder ganda, berkulit kasar, bercabang dua pada pangkalnya, dan berwarna putih kecokelatan. Spons laut tampak jelas, terbuat dari spongin, silica dioksida, atau gabungan dari keduanya. Spons jenis ini termasuk famili Niphatidae, ordo Haplosclerida. 5. Plakortis nigra Plakortis nigra termasuk dalam famili Plakinidae, ordo Homosclerophoridae.Tubuhnya berlubang bulat dengan tinggi mencapai 40 cm dan berbentuk seperti gundukan yang mempunyai banyak puncak.

Warnanya hitam. Spikulanya spons laut tampak jelas, tersusun dari spongin dan silica dioksida. Biasanya hidup di daerah terumbu karang berbatu. 6. Halichondria cartilaginea Spons ini berbentuk lempengan mirip jamur kuping dengan bentuk lubang tidak beraturan. Lebarnya mencapai spons laut cm. Warnanya kebiru-biruan.Hewan lunak ini tumbuh pada gundukan karang mati di daerah terumbu karang berdasar pasir. Spikula nggota famili Halichondrida ini tidak tampak jelas, tersusun dari spongin dan silica dioksida.

7. Dysidea fragilis Dysidea fragilis – via : timetoast.com Jenis Spons Laut ini berwarna jingga kekuningan. Tinggi mencapai 30 cm. bentuknya membesar kea rah ujung dan bercabang di dekat pangkalnya.Spikulanya terajut dalam bentuk sarang tawon, tersusun dari spongin dan silica dioksida. Dysidea fragilis termasuk famili Dysideidae, ordo Dictyoceratida.

Dia tumbuh di daerah tubir terumbu karang. 8. Cribrochalina dura Crybochalina dura berbentuk silinder kecil dengan cabang banyak.Tingginya mencapai 50 cm. Hewan lunak ini berkulit halus dan berwarna kebiru-biruan.

Spikula tidak tampak jelas, tersusun dari spongin dan silikat dioksida atau gabungan keduanya.Penghuni tubir terumbu karang ini termasuk famili Niphatidae, ordo Haplospongiae.

• Spons, biota laut yang sering disebut bunga karang, adalah hewan kelompok invertebrata atau hewan tanpa tulang punggung. • Spons memiliki banyak manfaat bagi manusia, karena telah dikembangkan spons laut bidang farmasi, yaitu sifat bioaktifnya digunakan untuk antibiotik, antivirus, antiinflamasi, antioksidan, antijamur, dan antikanker. • Selain untuk pemanfaatan kesehatan, spons juga menjadi daya tarik wisatawan.

Di Gorontalo terdapat spons jenis Petrosia lignose berukuran besar yang diberi nama Salvador Dali Sponge. • Spons juga mendapat ancaman. S umbernya berasal dari dua kelompok, yakni faktor alam dan akibat aktivitas manusia.

spons laut

Pernahkah Anda menyaksikan film animasi Spongebob Squarepants? Kalaupun tidak, tentu sudah banyak mendengar nama Spongebob, si tokoh utamanya yang berbentuk persegi, berwarna kuning dan memiliki lubang-lubang. Spongebob terinspirasi dari spons, yaitu biota laut yang tersebar hampir di seluruh dunia. Ketika spons laut spons di laut, bentuknya menyerupai bunga karang, tapi sebenarnya spons adalah hewan.

Spons masuk dalam kelompok invertebrata, atau hewan tanpa tulang punggung serta memiliki banyak jenis, bentuk, ukuran, dan warna. Tidak hanya kuning, seperti dalam film Spongebob Squarepants. Spons dikategorikan dalam filum porifera, yang berarti hewan memiliki bantalan dan berpori, serta kerap ditemukan di perairan laut dangkal, hingga kedalaman lima kilometer.

Kebanyakan spons adalah organisme kecil yang sering tidak terlihat di terumbu karang atau dasar laut, karena mereka tidak seperti hewan lain yang bergerak. Spons juga kerap hidup permanen, menempel pada benda sekitar, bahkan beberapa spesies dapat menembus permukaan keras seperti cangkang kerang. Banyak spesies spons tumbuh tegak, seperti membentuk pohon bercabang atau tabung dan vas bunga.

spons laut

Namun tahukah Anda, kalau spons juga bermanfaat bagi manusia? Spons telah dikembangkan dalam bidang farmasi, yaitu sifat bioaktifnya digunakan untuk antibiotik, antivirus, antiinflamasi, antioksidan, antijamur, dananti kanker. Baca: Hiu Paus, Termasuk Kelompok Ikan atau Mamalia? Salvador Dali Sponge, jenis spons laut yang menjadi primadona para penyelam di Perarian Laut Olele, Gorontalo. Foto: Debby Mano Potensi spons Ismail Marzuki, dalam bukunya berjudul “Eksplorasi Spons Indonesia: Seputar Kepulauan Spermonde [2018]” mengatakan bahwa kajian potensi spons, teridentifikasi tiga spons laut.

Pertama, biomassa spons potensial untuk mereduksi sifat toksik beberapa jenis hidrokarbon dan sebagai media tumbuhnya mikroorganisme tertentu yang memiliki aktifitas antibakteri. Kedua, spons mengandung komponen metabolik primer dan sekunder yang berpotensi mengandung zat spons laut komponen kimia tertentu, bermanfaat sebagai bahan baku obat dan kosmetik.

Ketiga, spons dapat bersimbiosi dengan beberap jenis mikroorganisme potensial sebagai bakteri pendegradasi zat karsinogenik dan mutagenik limbah aromatik hidrokarbon, dan sebagai bioabsorben beberapa jenis logam berat dalam limbah. Bahkan, dapat dikembangkan untuk membuat formulasi bakteri karbonoklastik-loganoklastik spons laut biomaterial dan zat aditif pada beton.

“Studi tentang spons tidak banyak diungkap oleh periset dunia, karena ketiadaan bahan spons untuk diteliti. Sementara di Indonesia, terdapat berbagai jenis spons namun, disayangkan karena eksplorasi spons baru pada tahap identifikasi dan karakterisasi untuk beberapa jenis,” tulis Marzuki dalam bukunya.

Baca: Unik, Gurita akan Mati Setelah Kawin dengan Pasangannya Spons laut dengan jenis Agelas Sp. Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia Menurut dia, hasil ekspedisi mengenai skrining spons, diketahui potensi spons di Indonesia mencapai 830 jenis, yang ditemukan di Indonesia Bagian Spons laut.

Sebagian besar berada di Gugusan Kepulauan Spermonde yang membentang mulai perbatasan Pare-pare Barru ke bagian utara Sulawesi Selatan hingga wilayah laut Kabupaten Selayar. Dijelaskannya lagi, penelusuran material bioaktif dari organisme laut beberapa tahun terakhir, dilakukan sangat gencar sehingga mengalami perkembangan signifikan, baik yang di dalam maupun luar negeri. Substansi penting dari senyawa bioaktif, terutama terdapat pada biota laut yang tidak bertulang belakang [ avertebrae] seperti spons, koral, moluska dan t unicate.

Biota-biota tersebut mengandung senyawa aktif yang lebih banyak dan lebih fundamental dalam aspek kesehatan. “Diantara biota laut tak bertulang belakang tersebut, spons menduduki tempat teratas sebagai sumber substansi aktif,” katanya.

spons laut

Baca: Bukan Hanya Komodo, Hiu dan Pari Juga Terancam Dampak Perubahan Iklim Spons laut jenis Cribrochalina Sp. Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia Sementara itu, dalam jurnal lain berjudul “Aktivitas Kandungan Senyawa dan Karakteristik Spons Laut Genus Petrosia” dijelaskan bahwa spons genus Petrosia memiliki banyak spesies, yaitu Petrosia ficiformis, Petrosia nigricans, Petrosia strongylata, dan Petrosia corticata.

Spons ini mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas biologis sebagai sitotoksik terhadap sel lini kanker, antimalaria, anti-HIV, dan antibakteri. Selain mengandung banyak senyawa bermanfaat, spons ini juga memiliki karakteristik beraneka ragam, mulai bentuk, warna, dan habitat. Selain untuk pemanfaatan kesehatan, spons juga menjadi daya tarik wisatawan.

Bahkan di Gorontalo, terdapat spons jenis Petrosia lignose berukuran besar yang menjadi primadona dan daya tarik wisatawan untuk melakukan penyelaman. Spons di Gorontalo ini diberi nama Salvador Dali Spongekarena disebut-sebut mirip ulir lukisan Salvador Dali, pelukis beraliran surealis asal Spanyol. Baca juga: Kecoak Raksasa Ini Ditemukan di Laut Dalam Indonesia Spons laut yang rusak dan mati akibat bom ikan.

Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia Ismail Marzuki, dalam bukunya mengatakan, penampakan warna, bentuk tubuh, dan pergerakan spons sangat menarik untuk diamati. Relatif serupa ketika kita melihat pergerakan ikan di aquarium. Jika spons laut koloni spons hidup dapat dijaga dari kekeruhan, cemaran sampah khususnya benda-benda golongan plastik, maka dapat dikatakan bahwa koloni spons senantiasa memancarkan aura kebahagian dan kesenangan bagi siapa saja yang memandangnya.

“Keadaan inilah yang dimaksud spons sebagai objek wisata bawah laut dan dapat dikembangan sebagai area destinasi wisata bahari,” ujarnya. Meski demikian bukan berarti spons tidak mendapat ancaman. Sumbernya diklasifikasikan dua kelompok, pertama, faktor dinamika alam dan kedua, aktivitas manusia.

Faktor alam misalnya letusan gunung berapi dan dinamika arus bawah laut. Fenomena ini dapat menyebabkan tersebarnya spons laut laut yang pada akhirnya mengakibatkan kekeruhan perairan. Efek keruhanya perairan menyebabkan spons laut sinar matahari sampai ke dasar laut pada kedalaman tertentu, yang sangat dibutuhkan beberapa jenis biota laut termasuk spons. Ancaman akibat aktivtas manusia berupa pencemaran seperti sampah dan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun racun.

“Ancaman lain adalah reklamasi pantai, penggunaan area pantai dan pesisir untuk permukiman dan jasa penginapan, termasuk usaha lain dengan objek utama laut dan pesisir,” tulis Marzuki.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi spons laut Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Mudik 2022 Lewat Laut • Strategi Kebijakan Tiongkok terhadap Konflik Laut China Selatan dengan Filipina • Mutiara dari Laut Aegean Itu Bernama Izmir • Menunggu Rivalitas Derbi Barat Laut • Solusi Sampah Laut Dalam Perspektif Hukum Laut Bugis Amanna Gappa • Stabilitas Laut Tiongkok Selatan Berkaitan dengan Hasil Pemilu Filipina Porifera atau yang biasa kita kenal dengan sebutan spons laut merupakan organisme yang sangat banyak di dasar lautan.

Hal ini dibuktikan dengan melimpahnya jumlah spons yang terdapat pada dasar laut dan menjadi sumber keanekaragaman hayati terbesar di ekosistem perairan laut. Dalam siklus hidupnya spons laut melewati berbagai fase hidup dan berinteraksi dengan jutaan organisme lautan lainnya. Salah satunya ialah "Mikroba" Mikroba menjadi salah satu teman hidup yang sangat berperan penting dalam siklus hidup spons laut.

Hal ini dikarenakan spons laut memeiliki hubungan timbal balik yang saling memguntungkan dengan jutaan mikroba tersebut.

spons laut

Saat ini terdapat sekitar 25 lebih filum bakteri yang telah dilaporkan memiliki hubungan khusus dengan spons laut. Wow? Menarik bukan? Selain bakteri yang memiliki hubungan special dengan spons laut lainnya adalah bakteri, archaea, eukariota (jamur dan mikroalga) dan masih banyak lainnya. Salah satu contoh bentuk hubungan asmara antara spons laut dengan mikroba ialah adanya simbiosis antara cyanobacetial dengan spons tertenu, spons menjadi inang atau host untuk cyanobacteria, sedangkan cyanobacterial tersebut menjadi organisme yang dapat berfotosintesis untuk mensuplai dan menghasilkan makanan bagi spons laut.

Kerjasama yang baik bukan ? bentuk kasih sayang spons laut dengan berbagai mikroorganisme lainnya juga dapat dilihat dalam berbagai aspek dan berperan penting dalam metabolit aktif dari spons dan juga mikroorganisme tersebut.

Bentuk hubungan antara spons laut dengan mikroba ini dapat menjadi menyakitkan dan menjadi luka mendalam ketika konsentrasi mikroba atau bagian dari spons tersebut hilang dan menyebabkan bentuk rasa hilang yang mendalam bagi keduanya. Rasa kehilangan ini dapat ditunjukkan dengan adanya stress coral atau coral bleaching yang dapat terjadi pada spons spons laut. Terjadinya bentuk ke galauan ini dapat menyebabkan spons mengalami penurunan metabolit secara signifikan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada spons tersebut.

Memilukan bukan? bleaching-5df0981fd541df628c6bdca2.jpg                                                                ( https://www.intechopen.com) Maka dari itulah spons laut atau terumbu karang sangat bergantung pada ketersiadaan dan bentuk asosiasi dari alga ataupun mikroba untuk membantu proses pertumbuhan dan metabolismenya.

Maka dari itu kegiatan yang dapat menyebabkan permasalahan seperti coral atau sponge bleaching dapat dihindari dengan tidak merusak dan selalu menjaga keanekaragaman hayati ekosistem perairan laut yang sangat bervariasi dari segala bentuk gangguan yang dapat mengancam kelangsungan hidup dari ekosistem tersebut. • Afrikaans • አማርኛ • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Català • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English spons laut Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Nordfriisk • Gaeilge • Galego • Gaelg • spons laut • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ladin • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • Кырык мары • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • Plattdüütsch • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Diné bizaad • Occitan • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Română • Русский • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Tiếng Việt • West-Vlams • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Kelas • †Archaeocyathida • Calcarea ( Calcarea) • Hexactinellida ( Hexactinellida) • Demospongiae ( Demospongiae) • Sclerospongiae ( Sclerospongiae) Porifera (kata Latin spons laut berarti "berpori") atau spons atau bunga karang adalah organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya.

Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang spons laut terspesialisasi (tdk memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil. Spons tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, spons laut besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Filum porifera atau dikenal juga dengan nama spons merupakan hewan yang bersel banyak (metazoa) paling sederhana atau primitive.Dikatakan demikian karena kumpulan sel-selnya belum terorganisir dengan baik dan belum mempunyai organ maupun organ sejati.

Walaupun porifera tergolong hewan,namun kemampuan geraknya sangat kecil dan hidupnya bersifat menetap Daftar isi • 1 Gambaran umum • 2 Struktur tubuh • 2.1 Tipe sel • 2.2 Bentuk tubuh • 2.3 Rangka • 3 Klasifikasi • 4 Fungsi vital • 4.1 Pergerakan • 4.2 Pernafasan, Pencernaan, dan Ekskresi • 4.3 Reproduksi • 4.3.1 Aseksual • 4.3.2 Seksual • 4.3.3 Siklus hidup • 4.4 Pertahanan diri • 5 Ekologi • 5.1 Habitat • 5.2 Predasi • 6 Peran Porifera dalam kehidupan • 7 Referensi Gambaran umum [ sunting - sunting sumber ] Walaupun sangat berbeda, spons termasuk kelompok binatang karena multiseluler, heterotrof, tidak punya dinding spons laut, dan menghasilkan sel sperma.

Tapi, tidak seperti hewan lainnya mereka tidak punya jaringan dan organ, serta tidak punya kesimetrisan tubuh. Mereka beradaptasi dengan bentuk tubuh yang memungkinkan air masuk lewat pori-pori dan zat makanan mengendap, kemudian air keluar bersama limbah lewat oskulum di bagian atas mirip cerobong asap. Spons memiliki rangka dalam dari spongin atau spikula. Semua spons adalah makhluk air yang tidak berpindah tempat (sesil). Kebanyakan spons adalah spesies air laut, dari zona pasang surut sampai kedalaman 8000 m, ada juga yang tinggal di air tawar.

spons laut

Kebanyakan spons memakan bakteri dan partikel makanan yang masuk bersama air lewat pori-pori mereka, ada juga yang bekerjasama dengan mikroorganisme yang dapat berfotosintesis untuk mendapatkan makanan, sisanya yang tinggal di daerah miskin makanan beradaptasi menjadi karnivora dan memakan krustasea kecil. [1] Porifera bereproduksi secara seksual atau aseksual, spesies yang bereproduksi secara seksual mengeluarkan sel sperma ke air dan bertemu sel telur (ada yang dilepas ke air dan ada yang tetap di tubuh "induk").

Telur yang berfertilisasi berenang mencari tempat untuk menempel, dan tumbuh menjadi individu baru. Spons dapat beregenerasi dari bagian yang terpotong, apabila bagian tersebut punya sel yang tepat.

Sedangkan yang bereproduksi secara aseksual menggunakan tiga cara, yaitu: Tunas, Gemula, dan fragmentasi. [2] Struktur tubuh [ sunting - sunting sumber ] Pada dasarnya dinding tubuh porifera terdiri atas tiga lapisan, yaitu a) Pinacocyte atau pina coder, seperti epidermis berfungsi untuk melindungi tubuh bagian dalam. Bagian sel pinacocyte dapat berkontraksi atau berkerut, sehingga seluruh tubuh hewan dapat sedikit membesar atau mengecil; b) Mesohyl atau mesoglea, terdiri atas zat semacam agar (gelatinous protein matrix), mengandung bahan tulang dan sel amebocyte; c) Choanocyte, yang melapisi rongga atrium atau spongocoel.

Bentuk coanocyte agak lonjong, ujung yang satu melekat pada mesohyl dan ujung yang lain berada di spongocoel serta dilengkapi sebuah flagellum yang dikelilingi kelepak dari fibril. Getaran flagella pada lapisan choanocyte menghasilkan arus air di dalam spongocoel kearah osculum, sedangakan fibril berfungsi sebagai alat penangkap makanan. Berdasarkan system aliran air (bukan secara taksonomi), bentuk tubuh porifera dibagi menjadi tiga tipe yaitu Asconoid, Syconoid, dan Leuconoid.

[2] Pada permukaan tubuh terdapat lubang-lubang atau pori-pori, yang merupakan lubang air masuk ke spongosol, untuk akhirnya keluar melalui osculum. [2] Tipe sel [ sunting - sunting sumber ] Sklerosit Tubuh spons berongga dan spons laut oleh mesohil, zat mirip jeli yang tersusun dari kolagen, mesohil mengandung sel yang disebut amebosit yang memiliki berbagai fungsi seperti mengedarkan sari makanan dan oksigen, membuang partikel sisa metabolisme, dan spons laut sel reproduktif.

Mesohil sendiri berada di antara dua lapisan sel yaitu pinakosit dan koanosit, pinakosit berada di bagian luar dan berfungsi menutup tubuh bagian dalam, sel-sel pinakosit berbentuk pipih dan rapat, di antara pinakosit terdapat ostium (pori-pori) yang menjadi jalan masuknya air, dalam sebagian besar spons, pori-pori ini tersusun dari sel tabung yang bernama porosit, sedangkan koanosit berada di dalam, bentuknya agak lonjong dan sel-selnya memiliki flagelum (cambuk) yang berfungsi mendorong air di dalam tubuh spons keluar, koanosit ini melapisi rongga dalam spons (spongosol).

Tipe sel lainnya antara lain oosit dan spermatosit yang berguna dalam proses reproduksi, lofosit yang mensekresikan benang kolagen dan sklerosit yang mensekresikan spikula yang berfungsi sebagai rangka spons.

Bentuk tubuh [ sunting - sunting sumber ] dari kiri ke kanan Askonoid, Sikonoid, dan Leukonoid, warna biru adalah aliran air Tubuh spons dibagi menjadi tiga macam: Askonoid, Sikonoid, dan Leukonoid.

Askonoid berbentuk paling sederhana, menyerupai vas atau jambangan, spongosolnya berbentuk batang dan dilapisi koanosit, tetapi flagelanya tidak mampu mendorong air keluar (dan aliran air yang berisi makanan dan oksigen menjadi lambat) sehingga tubuh spons jenis ini kecil.

Kelemahan ini "diperbaiki" spons tipe Sikonoid dimana dinding tubuhnya melipat secara horizontal, lipatan spons laut membentuk saluan berflagela dilapisi koanosit, dan lipatan luar sebagai saluran masuk atau ostium, lipatan ini memperlebar ruang dalam spons dan secara langsung meningkatkan jumlah sel koanosit, karena sel koanosit yang agak lebih banyak dari tipe Askonoid, aliran air menjadi lebih cepat dan spons dapat tumbuh agak besar. Leukonoid lebih kompleks dengan mengisi hampir seluruh rongga spons dengan mesohil, di dalam mesohil terdapat rongga-rongga kecil berlapis sel koanosit berflagela dan rongga ini disambung oleh saluran-saluran kecil, saluran ini juga menyambung ostium dengan oskulum, sehingga aliran air yang masuk lewat ostium didorong oleh koanosit dalam rongga-rongga ini kemudian langsung keluar ke oskulum, karena banyaknya koanosit, hal ini dapat mempercepat alian air dan memperbesar ukuran spons.

Rangka [ sunting - sunting sumber ] Mesohil berfungsi sebagai rangka dalam dalam spons, mesohil dapat diperkuat dengan spongin atau spikula, spikula tersusun dari silika atau kalsium karbonat, spikula dihasilkan sel sklerosit. [3] Beberapa spons selain rangka dalam juga memiliki rangka luar seperti sclerospongia ("spons keras"), rangka spons laut dihasilkan oleh pinakosit (lapisan sel terluar).

Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Euplectella aspergillumcontoh spons kaca Spons dapat dibagi berdasarkan struktur rangkanya: [4] • Calcarea: Disebut juga spons kapur, karakteristiknya adalah spikula yang terbuat dari kalsium karbonat dalam bentuk mineral kalsit spons laut aragonit.

• Hexactinellida: Disebut juga spons kaca, karakteristiknya adalah spikula yang tersusun dari silika (kaca). • Demospongiae: 80% dari semua spons laut di dunia merupakan anggota kelas ini, rangkanya terbuat spikula dan benang spongin. • Homoscleromorpha: Sebelumnya bagian dari Demospongiae, tetapi baru-baru ini diakui sebagai kelas tersendiri, tidak ada perbedaan mendasar dengan demospongia, tetapi hanya berbeda secara genetik Dalam berbagai buku pelajaran, Sclerospongia (spons karang) masih dianggap sebagai kelas tersendiri karena karakteristiknya yang berbeda dengan spons lainnya, yaitu memiliki rangka luar dari kalsium karbonat sehingga bentuknya mirip karang seperti namanya, akan tetapi secara genetik Sclerospongia dapat dimasukkan dalam Calcarea atau Hexactinellida.

Fungsi vital [ sunting - sunting sumber ] Pergerakan [ sunting - sunting sumber ] Spons muda dapat bergerak bebas (motil), tetapi spons dewasa adalah hewan yang sesil (tidak dapat berpindah tempat), akan tetapi spons laut spesies dapat bergerak sangat lambat dengan kecepatan 1–4 mm per hari, karena walaupun spons tidak dapat berpindah tempat, selnya dapat bergerak bebas. Beberapa spesies dapat mengembang-kempiskan tubuhnya, dan ada juga yang dapat membuka-tutup oskulum dan ostiumnya.

[1] Pernafasan, Pencernaan, dan Ekskresi [ sunting - sunting sumber ] Spons tidak punya sistem pernafasan, pencernaan, ekskresi, dan sistem peredaran darah, tetapi sistem tersebut digantikan oleh sistem aliran air. Spons menyaring makanan dari air yang memasuki tubuh mereka. Partikel lebih besar dari spons laut mikrometer tidak dapat masuk ke ostium (pori-pori) dan dimakan oleh pinakosit dengan fagositosis.

Partikel lebih kecil masuk ke ostium dan ditangkap oleh pinakosit atau amebosit di dinding ostium, partikel yang jauh lebih kecil seperti bakteri dapat melewatinya tetapi ditangkap oleh koanosit (lapisan bagian dalam). Amebosit kemudian mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan air yang masuk akhirnya dikeluarkan oleh flagella yang dimiliki sel spons laut.

Spons karnivora yang tinggal di daerah miskin makanan seperti di laut dalam memakan krustasea kecil dengan tubuhnya yang lengket atau spikula yang dimodifikasi menjadi kait, kebanyakan spons ini berasal dari keluarga Cladorhizidae. Kebanyakan spons jenis ini tidak lagi menggunakan sistem aliran air. Spons bernafas dengan difusi dari air yang masuk ke tubuhnya. Reproduksi [ sunting - sunting sumber ] Aseksual [ sunting - sunting sumber ] Spons yang bereproduksi secara aseksual menggunakan tiga cara, yaitu: Tunas, Gemula, dan fragmentasi.

Gelombang air dapat mematahkan tubuh spons dan mengirimnya ke tempat lain, bagian tubuh yang terpotong ini dapat tumbuh lagi jika memiliki sel kolensit untuk memproduksi mesohil dan amebosit untuk menghasilkan sel lainnya ini merupakan cara fragmentasi.

Tunas adalah sel-sel amebosit yang melepas dari tubuh induk dan membentuk spons baru. Gemula bisa disebut "tunas penyelamat" dan digunakan kebanyakan spesies air tawar dan sedikit spesies air laut, gemmula diproduksi besar-besaran ketika spons akan mati.

Gemula terdiri dari cangkang spongin yang diperkuat spikula, juga ada kumpulan amebosit serta cadangan makanan. Gemula kemudian "tidur", dalam fase ini gemula dapat selamat dari lingkungan yang ekstrem, seperti suhu yang sangat dingin, kekeringan, kekurangan oksigen atau kadar garam yang meningkat. Ketika spons laut normal dan gemmula menemukan tempat menempel, gemmula "berkecambah" dan amebosit berubah menjadi pinakosit (lapisan terluar) dan cangkangnya meletus, sel amebosit yang tersisa berubah menjadi sel-sel lain dan terbentuklah spons baru, gemula dari spesies yang sama walaupun dari individu yang berbeda dapat bergabung menjadi satu.

Gemula biasanya dibentuk saat musim gugur atau kemarau, dan tumbuh saat musim dingin atau musim hujan. Ada juga gemula yang menetap di tubuh induknya sehingga sulit ditentukan apakah spons itu hidup kembali, atau "ditumbuhi" gemulanya sendiri. Seksual [ sunting - sunting sumber ] Kebanyakan Porifera adalah hewan hermafrodit (punya 2 kelamin dalam satu individu), tetapi sel telur dan sel sperma dihasilkan pada waktu yang berbeda.

Spons tidak punya gonad (organ reproduksi), tetapi spons dapat menghasilkan sperma lewat koanosit, sedangkan sel telur dihasilkan oleh amebosit, spons mengeluarkan sel sperma ke air dan bertemu sel telur (ada yang dilepas ke air dan ada yang tetap di tubuh "ibu").

Telur yang berfertilisasi berenang mencari tempat untuk menempel, dan tumbuh menjadi individu baru. Siklus hidup [ sunting - sunting sumber ] Spons di daerah iklim sedang hidup sampai beberapa tahun, tetapi beberapa spons tropis dan spons laut dalam dapat mencapai umur 200 tahun atau lebih. Beberapa demospongia tumbuh 0.2 mm per tahun, jika pertumbuhannya konstan, hewan dengan lebar 1 m mungkin spons laut 5000 tahun. Beberapa spons memulai reproduksi seksual ketika berumur beberapa minggu, dan ada yang menunggu sampai beberapa tahun.

Pertahanan diri [ sunting - sunting sumber ] Beberapa spons dapat mengelupaskan spikulanya dan membentuk karpet tebal yang mampu mengusir Echinodermata yang mendekati dan memangsanya. [5] Mereka juga dapat memproduksi racun, misalnya ageliferin yang dapat membunuh organisme sesil seperti briozoa atau tunikata yang dapat tumbuh di badan mereka.

Berkat pertahanan diri ini spons juga memiliki keuntungan dalam spons laut untuk mendapat tempat hidup, karena organisme lain tidak dapat mendekat atau tumbuh didekatnya. Beberapa spesies seperti spons api Tedania ignis, dapat menyebabkan ruam kulit spons laut manusia yang memegangnya, Kura-kura dan berbagi jenis ikan menjadikan spons sebagai makanan utamanya, banyak yang mengatakan bahwa spons memproduksi zat kimia untuk mencegah mereka.

Tetapi sebuah eksperimen menyimpulkan tidak adanya hubungan antara kadar racun zat kimia tersebut dengan apa yang dirasakan ikan, sehingga fungsi pertahanan kimiawi tidak berguna.

Predasi oleh ikan justru dapat membantu menyebarkan spons dengan mematahkan tubuhnya. [4] Spons kaca tinggal di laut dalam yang terdapat sedikit predator, sehingga tidak memerlukan zat kimiawi untuk pertahanan diri. Spons laut [ sunting - sunting spons laut ] Spongillia [ pranala nonaktif permanen] lacustris, salah satu spons air tawar. Habitat [ sunting - sunting sumber ] Spons dapat ditemukan diseluruh dunia, dari daerah tropis sampai kutub. Kebanyakan tinggal di air jernih dan tenang, supaya partikel kotoran tidak menutupi pori-pori spons dan membuat mereka kesulitan untuk bernafas spons laut makan.

Spons tinggal baik di permukaan keras seperti bebatuan atau permukaan lembut spons laut pasir. Berbeda kelas berbeda pula habitatnya, spons kapur tinggal di laut dangkal sedangkan spons kaca tinggal di laut dalam, Demospongia dan Homoscleromorpha lebih bervariasi, dari laut dangkal sampai laut dalam. Sekitar 150 spesies Demospongia tinggal di air tawar. Predasi [ sunting - sunting sumber ] Serangga dalam kelompok Neuroptera dan Sisyridae merupakan predator bagi spons air tawar, betina mereka bertelur di tumbuhan dekat air tawar sehingga larva mereka jatuh ke air ketika menetas, larva yang menetas berenang mencari spons untuk dimangsa, mereka menggunakan mulut panjangnya untuk menusuk dan spons laut cairan di dalam spons, beberapa spesies menempel di permukaan luar, ada juga yang masuk kedalam spons dan menjadikan rongga dalam spons sebagai tempat tinggal.

Larva yang tumbuh besar meninggalkan spons laut dan membuat kepompong kemudian mengulang siklus kembali. Peran Porifera dalam kehidupan [ sunting - sunting sumber ] Pasar di Yunani yang menjual spons alami. Kebanyaan spons memiliki kalsium karbonat atau spikula dari silika yang membuatnya terlalu kasar dan keras untuk digunakan, tetapi beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi karena rangkanya lunak dan penuh rongga.

Orang Eropa zaman dahulu menggunakan spons untuk berbagai hal seperti bagian dalam pelindung kepala, penyaring air, dan alat pembersih. Akan tetapi pada pertengahan abad ke-20 membuat spons hampir punah, sehingga kegunaannya diganti dengan spons sintetis.

spons laut

Rangka spons dapat digunakan sebagai hiasan. Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya. Contohnya zat plakoridin A yang ditemukan pada spons plakortis di Jepang, dapat berguna sebagai sitotoksin bagi sel limfoma (kanker limpa).

Selain hal itu, ternyata porifera dapat mengembalikan kualitas air. Hal ini dapat dibuktikan karena, zat-zat yang tidak berguna yang berada spons laut sekitar porifera bisa tersedot melalui pori-pori, dan porifera akan menyaringnya. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Vacelet, J.; Duport, E.

(2004). • ^ a b c Suwignyo, Sugiati. 2005. Avertebrata Air Jilid 1. Penebar Swadaya • ^ Ruppert, Edward E.; Fox, Richard S.; Barnes, Robert D. (2004).

spons laut

Invertebrate Zoology (7 ed.). Brooks / COLE Publishing. • ^ a spons laut Bergquist, P. R., (1998). "Porifera". In Anderson, D.T. Invertebrate Zoology. Spons laut University Press. • ^ Bergquist, P. R. (2001).

"Porifera (Sponges)". Encyclopedia of Life Sciences. John Wiley & Sons, Ltd • Wikidata: Q18960 • Wikispecies: Porifera • ADW: Porifera • AFD: Porifera • BioLib: 14929 • BOLD: 24818 • EoL: 3142 • EPPO: 1PORIP • Fauna Europaea: 15402 • Fauna Europaea (new): 43fb5f94-7c92-41f8-8ac6-877561663015 • Fossilworks: 2894 • GBIF: 105 • iNaturalist: 48824 • IRMNG: 190 • ITIS: 46861 • NCBI: 6040 • NZOR: a0111dea-7d6c-429f-a0aa-912624fd28c4 • uBio: 230492 • WoRMS: 558 Kategori tersembunyi: • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Halaman ini terakhir diubah pada 6 Februari 2022, pukul 16.56.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Sejauh ini, manusia telah menciptakan banyak hal menakjubkan. Tetapi, ide itu tidak jatuh dari langit.

Banyak dari benda-benda tersebut yang terinspirasi dari alam, spesifiknya dari hewan. Ilmu meniru alam ini disebut sebagai biomimikri. Mau tahu, apa saja ciptaan manusia yang terinspirasi dari hewan?

Dan apa kisah menarik di baliknya? Mungkin, kamu akan terkejut ketika mengetahuinya!

spons laut

insider.com Kereta peluru dirancang untuk meniru peluru yang melaju di kecepatan tinggi. Tetapi, ada satu masalah utama: saat kereta melaju, tekanan udara menumpuk dalam gelombang dan menghasilkan suara seperti senapan. Penumpang mengeluhkan hal ini dan merasakan sakit kepala saat kereta keluar dari terowongan. Hal ini menjadi perhatian Eiji Nakatsu, insinyur di perusahaan kereta api Jepang JR-West. Sebagai seorang pengamat burung ( birdwatcher), ia mengamati kingfisher.

Burung ini punya paruh panjang dan hampir tidak membuat riak ketika mereka menembus air untuk menangkap ikan. Dari pengamatannya ini, Eiji menerapkan struktur paruh kingfisher ke bagian depan kereta. Ini membuat kereta keluar dengan tenang dari terowongan, meningkatkan kecepatan serta efisiensi energi, dilansir laman Did You Know Science.

Alhasil, kereta peluru Shinkansen menghasilkan kecepatan maksimum 320 km/jam dan hanya menghasilkan 16 persen karbon dioksida. Perubahan pada moncong kereta bisa menghasilkan perbedaan besar, ya? marasinews.com Seorang insinyur bernama Tony Brennan penasaran mengapa hiu memiliki kulit yang bersih. Padahal, makhluk laut lain memiliki ganggang, teritip (hewan spons laut berkerabat dengan kepiting dan udang), dan lendir yang menempel di kulit luarnya.

Ternyata, sisik hiu yang kecil dan mirip gigi mencegah organisme melekat di kulitnya. Ini disebut sebagai biofouling. Lalu, Sharklet Technologies mengembangkan Sharklet, bahan kulit hiu sintetis yang memiliki sifat anti- biofouling.

Ini diterapkan pada lapisan kapal untuk mencegah teritip dan organisme laut lain menempel. Makhluk hidup yang menempel di lapisan kapal menambah bobot ekstra, menyebabkan hambatan pada kapal, mengurangi efisiensi bahan bakar, serta menghabiskan US$50 juta (Rp736 miliar) untuk mengeluarkannya dari lambung kapal.

medicaldevice-network.com Percayakah kamu kalau teknik bedah baru untuk cangkok kulit terinspirasi dari cacing parasit berkepala duri, Pomphorhynchus laevis? Cacing ini punya kemampuan untuk menembus usus inangnya dengan tulang punggung yang seperti pisau cukur, lalu ia akan menggembungkan kepala yang seperti kaktus di dalam jaringan agar tetap menempel erat, ujar laman Did You Know Science. Peneliti meniru mekanisme ini dengan membuat jarum kecil berbentuk kerucut yang ujungnya mengembang saat terkena air.

Jarum akan menembus jaringan dengan tekanan yang minim. Dibandingkan dengan staples dan jahitan kulit biasa, metode ini bisa mengurangi trauma spons laut jaringan dan saraf dengan risiko infeksi yang jauh lebih kecil. israelifirstaid.com Hewan selanjutnya yang menjadi inspirasi adalah laba-laba. Lebih tepatnya, benang sutra pada laba-laba sebagai salah satu bahan terkuat di alam. Benang sutra punya sifat yang melar, lengket, dan sangat kuat.

Lalu, para ilmuwan mempelajari benang sutra dan berpikir kalau bisa diterapkan di pita perekat atau plester medis. Pita ini fleksibel, dapat dikelupas tanpa merusak jaringan kulit spons laut bawahnya. Sementara, pita perekat medis lain menimbulkan rasa sakit dan spons laut kulit sensitif bayi baru lahir dan orang tua.

Baca Juga: Hewan Peliharaan Viral, 7 Fakta Spons laut Monkey dan Cara Memeliharanya rd.com Tentunya, kita semua sudah tahu kalau desain pesawat terbang terinspirasi dari burung.

Burung punya bentuk yang ramping dan aerodinamis sehingga saat terbang udara bisa mengalir di permukaannya dengan lancar. Prinsip yang sama diterapkan di pesawat agar tidak menghadapi hambatan udara saat sedang bergerak.

Selain itu, burung terbang dalam bentuk V saat berada dalam kawanan dan memungkinkan burung melakukan perjalanan jarak jauh.

Jika pesawat jet terbang dalam formasi V dan berganti posisi seperti burung, berdampak pada penghematan bahan bakar sebesar 15 persen, menurut peneliti dari Stanford University. sciencemag.org Manusia bisa menciptakan panel surya lebih murah berkat spons puffball oranye, yakni spons laut berbentuk bulat dengan diameter 10 cm.

Hewan ini akan melepaskan enzim ke dalam air, mengeluarkan silikon dan kalsium, dan membuat bahan kimia ini menjadi bentuk tertentu. Keajaiban spons puffball oranye disadari oleh Daniel Morse, ahli biokimia molekuler, spons laut rekan-rekannya. Mereka mempelajari teknik enzimnya dan meniru mekanismenya. Lalu, di tahun 2006 mereka menciptakan elektroda yang bersih dan efisien.

spons laut

Berkat spons ini, kita bisa merasakan bahwa spons laut surya lebih murah daripada bahan bakar fosil. businessinsider.com Dan yang terakhir ada lampu light-emitting diodes (LED) yang terinspirasi dari kunang-kunang. Lampu ini dikenal lebih hemat energi daripada lampu pijar dan lampu neon. Lampu ini punya karakteristik khusus, yakni sebagian besar cahaya terperangkap di permukaan dalamnya, membuatnya lebih cerah dari jenis lampu lain.

Dilansir laman Did You Know Science, peneliti mendapatkan inspirasi dari kunang-kunang yang berkelap-kelip untuk memodifikasi lapisan luar bohlam LED. Mereka menemukan pola sisik bergerigi yang spons laut pantulan dan meningkatkan pancaran cahaya pada kunang-kunang. Makhluk kecil yang menakjubkan! Nah, itulah benda-benda ciptaan manusia yang terinspirasi dari hewan. Ternyata, alam adalah sebaik-baiknya inspirasi, ya? Baca Juga: 7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Banget Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya
Angka kejadian dan kematian pada penderita kanker payudara terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya.

Prevalensi kejadian 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka kematian 17 per 100.000 penduduk.

Kanker payudara adalah kanker invasif paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia spons laut penyebab kematian kanker tertinggi kedua, setelah kanker paru-paru.

spons laut

Kebanyakan wanita dengan kanker payudara akan menjalani beberapa jenis operasi. Pembedahan sering spons laut dengan perawatan lain seperti terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan/atau terapi yang ditargetkan.

Studi tentang produk alami laut sebagai sumber kandidat obat masih jarang. Sumber daya laut telah menghasilkan sejumlah besar senyawa bioaktif baru.

Spons mewakili salah satu sumber spons laut bioaktif laut yang paling menjanjikan terutama untuk bidang farmasi dalam pengobatan kanker payudara. Penulisan review jurnal ini menggunakan metode studi pustaka. Review jurnal ini membahas tentang beberapa spons laut dan aktivitas antikanker payudara.

Dari hasil ulasan jurnal didapatkan bahwa beberapa spons laut dengan aktivitas antikanker payudara yaitu Monanchora viridis, Hyrtios erectus, Xestospongia, Psammaplysilla, Haliclona sp, Stylissa carteri, Aaptos sp, Callyspongia siphonella, Ancorina sp, Haliclona caerulea, Spongia pertusa Esper, Siphonochalina siphonella, Geodia cydonium, Manihinea lynbeazleyae, Theonella mirabilis, Spheciospongia vagabunda, Stryphuous ponderosus, dan Theonella sp, dengan berbagai macam aktivitas seperti antiproliferatif, proapoptotik, dan proinflamasi pada lini sel kanker payudara T11, SUM159PT, MCF-7, BT-474, MCF-7/adr, MDA MB 231, MDA MB 468, SKBR3, HCC-1954, T-47D, MCF7-Nanog, MCF-10A, dan SUM149.

Most read articles by the same author(s) • Adryan Spons laut, Wahyuni Wahyuni, Fadhliyah Malik, Mesi Leorita, Muhammad Ilyas Yusuf, Hendra Febriansyah, Sahidin Sahidin, Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Spons Xestospongia Sp. Terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Pada Mencit Jantan Galur Balb/CJurnal Mandala Pharmacon Indonesia: Vol.

5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia • Adryan Fristiohady, Mini Bekti Ningsih, Fadhliyah Malik, Review Artikel : Peran Faktor Transkripsi Nuclear Factor Kappa-Light-Chain-Enhancer of Activated B Cells (NF-?B)Terhadap Sel Kanker PayudaraJurnal Mandala Pharmacon Indonesia: Vol.

6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon IndonesiaSpongebob Squarepants adalah film kartun dengan karakter utamanya bernama Spongebob yang merupakan spons. Banyak orang mengira bahwa Spongebob terinspirasi dari spons cuci piring karena bentuknya yang kotak dan berwarna kuning.

Namun, tahukah kamu bahwa sebetulnya spons adalah makhluk yang betul-betul hidup di laut? Meski hewan laut satu ini kurang terkenal dibanding karakter kartunnya, kamu pastinya penasaran kan dengan spons laut satu ini. Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut adalah 5 fakta unik mengenai spons laut yang menjadi inspirasi makhluk kuning yang selalu periang ini. animalsworlds.com Meskipun Spongebob berbentuk kotak dan berwarna kuning, spons laut yang sebenarnya tidak berbentuk seperti itu.

Spons laut memilki memiliki bentuk yang bermacam-macam menyerupai karang berukurang kecil. Persamaan terbesar dari Spongebob dan spons laut terdapa pada pori-porinya, di mana pori-pori ini digunakan spons laut untuk memperoleh makanannya. Spons laut cenderung pasif dalam bergerak sehingga dia menuggu plankton untuk masuk melewati pori-porinya untuk dimakan. fineartamerica.com Karena sifatnya yang pasif dan menempel pada karang, banyak orang yang mengira spons laut sebagai tumbuhan.

Padahal spons laut tidak memperoleh energi melalui proses fotosintesis melainkan dengan memakan plankton yang melewati pori-porinya. Dalam taksonomi, spons laut termasuk ke dalam kingdom animalia dan filum porifera. Makhluk hidup yang tergolong dalam filum porifera adalah hewan multiseluler yang tidak memiliki organ tubuh lengkap seperti kepala atau kaki sehingga tidak heran jika dia sering dikira sejenis dengan rumput laut.

Padahal jika dipikirkan baik-baik, Spongebob sendiri juga tidak berfotosintesis dan spons laut memakan Krabby Patty, bukan? Spons laut Juga: Mitos atau Fakta, Uji Pengetahuanmu Soal Fenomena Unik dari Hewan-hewan Ini quickmeme.com Meskipun SpongeBob yang kita kenal adalah karakter yang baik dan ramah, tetapi sebetulnya spons laut yang sebetulnya tidak sebaik itu.

Beberapa spons mengandung racun berbahaya dan memiliki spikula (semacam tulang pada spons laut) yang tajam serta sulit terlihat mata. Ketika diangkat dari laut, spons laut juga akan mengeluarkan semacam lendir sebagai mekanisme pertahanan diri.

Lendir ini akan menghasilkan bau yang amis dan membuat kita merasa jijik dengannya. dailysocial.id Meski berbahaya untuk dimakan, sifat suka menolong dari SpongeBob tetap bisa kita temui dari spons laut karena beberapa spesies dari makhluk ini mengandung banyak senyawa bioaktif. Bahkan, spons laut juga dikenal sebagai salah satu hewan laut penghasil senyawa bioaktif terbanyak.

Senyawa bioaktif yang berasal dari spons laut ini memiliki banyak manfaat, khususnya di dunia pengobatan seperti untuk kanker, leukimia, dan bahkan HIV.

gbri.org.au Sama seperti SpongeBob yang hidup di laut, hewan spons juga banyak ditemukan di laut. Namun, hewan satu ini juga banyak ditemukan di perairan air tawar dan zona pasang surut. Hewan spons ini juga hanya ditemukan di perairan yang jernih dan tenang, hal ini untuk mencegah pori-pori spons tersumbat dan rusak.

Nah, jadi itulah 5 fakta unik dari spons laut. Meski beberapa fakta tersebut berbeda dengan SpongeBob yang kita kenal, cukup banyak juga sifat alami dari spons laut yang dijadikan sebagai inspirasi oleh kreatornya. Dari semua fakta ini yang manakah paling tidak kamu sangka? Baca Juga: 10 Hewan Laut Raksasa Paling Indah dan Menakjubkan!

Mana Favoritmu? Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Spons laut Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic? Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Spons laut Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya
Spons laut dianggap sebagai bagian dari kerajaan hewan, meskipun mereka tidak memiliki banyak karakteristik dasar hewan.

Spons tidak bergerak dan tidak memiliki organ atau spons laut sejati. Mereka bertahan hidup dengan memompa air melalui sel mereka dan menyaringnya untuk partikel makanan. Mungkin perbedaan paling penting antara spons dan tumbuhan adalah bahwa spons adalah heterotrof, yang berarti mereka mengkonsumsi karbon organik daripada membuatnya. Spons saat spons laut adalah contoh paling awal dari kehidupan hewan yang telah ditemukan dalam catatan fosil.

Bukti telah ditemukan koloni spons yang hidup lebih dari 635 juta tahun yang lalu. Lebih lanjut tentang spons : • Spesies spons laut terbesar adalah spons barel raksasa yang bisa mencapai diameter enam kaki, dengan rongga yang cukup besar untuk orang dewasa merangkak di dalamnya.

• Spons Antartika tertua yang diketahui diperkirakan berusia lebih dari 1500 tahun, namun, telah diusulkan bahwa satu spons tertentu berusia sekitar 10.000 tahun. • Lumba-lumba telah terlihat menggunakan spons sebagai alat, mungkin sebagai alat untuk melindungi moncongnya saat mencari makanan di dasar laut.

Apakah Lysol berbahaya untuk kucing? Apakah Maggiano milik Lettuce Entertain You? Apakah magnesium cair lebih baik daripada bentuk pil? Apakah makan banyak apel buruk bagi Anda? Apakah makan brokoli baik untuk rambut Anda? Apakah makan daging babi baik untuk menurunkan berat badan? Apakah makan krim asam baik untuk Anda? Apakah makan tuna baik untuk Anda?

Begini Jadinya Jika Kamu Menyimpan Air Laut Selama 1 Tahun, Makhluk Yang Bermunculan Tidak Terduga




2022 www.videocon.com