Kudus tanggap corona

kudus tanggap corona

KOMPAS.com – Keberhasilan Kudus menekan kasus penyebaran Covid-19 diapresiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat evaluasi, Senin (26/7/2021). Selaku Koordinator PPKM Mikro Darurat Jawa-Bali, Luhut menyampaikan bahwa Kudus dapat dijadikan contoh dalam menekan penyebaran virus corona. Sebagai informasi, Kudus ditetapkan sebagai wilayah zona merah pada Juni 2021.

Kudus sempat mencatatkan pertambahan kasus harian tertinggi, yakni 479 kasus. Selain itu, kasus aktif di Kudus sempat mencapai 2.342 kasus.

kudus tanggap corona

Baca juga: Seluruh Desa di Kudus Disebut Sudah Tak Lagi Jadi Zona Merah Covid-19 Lonjakan kasus Covid-19 pun membuat tingkat bed occupancy rate atau keterisian tempat tidur di rumah sakit mencapai 96 persen.

Tak berhenti di situ, banyak para tenaga kesehatan yang juga terpapar Covid-19.

kudus tanggap corona

Kondisi tersebut membuat berbagai fasilitas kesehatan kewalahan menangani pasien. Dilansir dari laman corona.kuduskab.go.id, hingga Rabu (28/7/2021), total pasien positif Covid-19 di Kudus menurun hingga menjadi 235 orang. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit menurun menjadi sekitar 15 persen dari yang semula nyaris 100 persen penuh di Juni. “Sementara, untuk keterisian ruang ICU, menurun hingga 60 persen dari total yang tersedia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/7/2021).

kudus tanggap corona

Dengan demikian, kata Ismoyo, Kabupaten Kudus kini berstatus zona oranye. Baca juga: Kudus Zona Merah, Ganjar Minta Tempat Tidur dan Isolasi Ditambah Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa membaiknya kondisi tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. “Kami berterima kasih atas kolaborasi dan peran serta dari seluruh elemen yakni pemerintah pusat, Pemprov Jateng, TNI dan Polri. Selain itu, ketaatan masyarakat selama PPKM Darurat," ujar Kudus tanggap corona.

Ia juga turut mengapresiasi kolaborasi pihak swasta, seperti Djarum Foundation. "Djarum Foundation ikut tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus bisa keluar dari zona merah penyebaran Covid-19,” ujar Hartopo. Sebagai informasi, Djarum Foundation telah memberikan 300 unit Hospital Bed Paramount Bed 3 Crank kepada beberapa rumah sakit di Kudus dan Jawa Tengah.

Tempat tidur tersebut menjadi solusi guna membendung lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.803.361 Orang, Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Naik Selain itu, Djarum Foundation juga melakukan donasi berupa seperangkat alat polymerase chain reaction (PCR) test, yang terdiri dari refrigerated centrifudge, vortex mixer, dan digital dry bath.

Bantuan alat PCR test tersebut membantu proses testing dan tracing bagi warga Kudus. Bantuan berupa alat terapi oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC) juga diberikan Djarum Foundation ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus.

Alat tersebut dapat menolong pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan tahap awal agar tidak perlu diinkubasi menggunakan ventilator. Meski sudah dinyatakan sebagai zona oranye, HM Hartopo berharap kasus Covid-19 semakin turun dan status Kudus menjadi zona hijau.

“Kami berharap, ke depannya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau secepat mungkin” kata Hartopo. Pusako: Tuntutan Hukuman 11 Tahun Eks Mensos Juliari Jauh dari Minimal, Seharusnya Seumur Hidup https://nasional.kompas.com/read/2021/07/29/13083871/pusako-tuntutan-hukuman-11-tahun-eks-mensos-juliari-jauh-dari-minimal https://asset.kompas.com/crops/Gi3gWXNO16yUL2w-9JwOsfN7eyM=/0x0:998x665/195x98/data/photo/2021/06/09/60c0d25be8f3b.jpg Solopos.com, JAKARTA — Kabupaten Kudus di Jawa Tengah pernah menjadi zona merah Covid-19 yang menarik perhatian nasional.

Namun, kondisi Kudus kini perlahan mulai membaik bahkan menjadi teladan penanganan persebaran virus corona. Hal ini bahkan diakui Menko Maritim & Investasi Luhut Binsar Panjaitan selaku Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa–Bali.

Dalam rapat evaluasi kebijakan, Senin kudus tanggap corona, Luhut menyampaikan bahwa Kudus dapat dijadikan contoh dalam menekan persebaran virus corona, khususnya bagi sektor industri. Promosi Gapura Pintu Masuk Solo dan Margi Tri Gapuraning Ratu Selaras dengan hal tersebut, Bupati Kudus H.M. Hartopo menuturkan membaiknya kondisi di Kudus tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat serta pihak swasta dalam menanggulangi wabah berbahaya ini.

Sebelumnya, pada Juni 2021, Kudus ditetapkan sebagai wilayah zona merah merujuk total kasus aktif sebanyak 2.342 pasien, dengan kasus harian tertinggi mencapai 479 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan positivity rate menembus angka 60%.

Baca Juga: Waspada, Penipuan Investasi Marak Ditawarkan di Aplikasi Pesan! Lonjakan pasien ini membuat tingkat Bed Occupancy Rate (keterisian tempat tidur) seluruh rumah sakit di Kudus mencapai 96%.

Keadaan semakin memburuk ketika ratusan tenaga kesehatan turut terinfeksi sehingga membuat berbagai fasilitas kesehatan kewalahan menangani pasien. Mengutip situs resmi penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kudus, hingga Selasa (27/7/2021), kota di utara Jawa Tengah tersebut kini berstatus zona oranye (resiko sedang) dengan total pasien positif sebanyak 243 orang yang sedang menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

“Kami berterimakasih atas kolaborasi dan peran serta dari seluruh elemen yakni pemerintah pusat, Pemprov Jateng, TNI & Polri, ketaatan masyarakat selama PPKM Darurat dan juga pihak swasta seperti Djarum Foundation yang senantiasa tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus bisa keluar dari zona merah penyebaran Covid-19.

Kami berharap, ke depannya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau secepat mungkin,” tutur H.M. Hartopo dalam keterangan resmi kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia ( JIBI). Tanpa Zona Merah Lebih lanjut, ditambahkan kudus tanggap corona Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo membaiknya kondisi di Kudus dapat dilihat dari tidak adanya desa di Kudus yang berstatus zona merah dengan sebaran 44 desa berstatus zona oranye, 20 desa zona kudus tanggap corona dan 22 desa zona hijau berdasarkan sumber Corona.jatengprov.go.id pada 18 Juli 2021.

Pulihnya kondisi di Kudus juga dapat dilihat dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah kudus tanggap corona yang kian hari kian menurun. “Tingkat keterisian tepat tidur rumah sakit saat ini menurun menjadi kisaran 15%, dari yang semula nyaris 100% penuh di bulan Juni.

Sementara untuk keterisian ruang ICU, menurun hingga kisaran 60% dari total 66 ruangan yang tersedia. Kami berharap, semakin hari, pasien yang sembuh kian banyak sehingga tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dapat jauh berkurang lagi,” tutur Badai. Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga dilakukan oleh Djarum Foundation dengan menyalurkan bantuan berupa hospital bed Paramount Bed 3 Crank sebanyak 300 unit ke beberapa rumah sakit di Kudus dan Jawa Tengah.

Kehadiran tempat tidur tambahan ini menjadi solusi guna membendung lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan, 150 Orang Tewas Akibat Penembakan di AS Selain itu, Djarum Foundation juga turut menyalurkan donasi berupa seperangkat alat PCR test yang terdiri atas refrigerated centrifudge, vortex mixer, dan digital dry bath.

Salah satu rumah sakit yang menerima bantuan alat PCR test tersebut adalah RSUD Loekmono Hadi, Kudus. Dokter Abdul Aziz Achyar selaku Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus mengatakan pemberian bantuan alat PCR test tersebut sangat membantu proses testing dan tracing bagi warga Kudus. “Penanggulangan Covid-19 di Kudus tak lepas dari dilaksanakannya tracing, testing dan Treatment (3T) yang baik.

Oleh karena itu, bantuan tambahan mesin PCR dari Djarum Foundation menjadi kunci utama sehingga proses 3T menjadi lebih cepat sehingga hal tersebut dapat membantu proses mitigasi kondisi di Kudus, terutama ketika terjadi lonjakan kasus seperti pada bulan Juni lalu,” tandas Dokter Abdul Aziz. Bantuan yang diberikan ke RSUD Loekmono Hadi, Kudus juga berupa alat terapi oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC) yang bertujuan memberikan suplai oksigen bagi para penderita Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan.

Keberadaan alat ini membantu mempercepat proses kesembuhan dan berfungsi mencegah agar pasien tidak memasuki fase berat akibat sakit yang dideritanya.
Apa itu COVID-19? Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apa Penyebab COVID-19? Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019. Apakah COVID-19 Menular? YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin.

Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Maka, orang yang sedang sakit diwajibkan memakai masker guna meminimalisir penyebaran droplet. • Hubungi nomor layanan COVID-19 di 085290119000 atau (0291) 438152 untuk mendapatkan penanganan • Kenakan masker dan ganti secara berkala, agar tidak menular ke orang lain • Tinggal di dalam rumah dan jaga jarak dengan orang lain • Minta bantuan teman, anggota keluarga, atau layanan jasa lain untuk menyelesaikan urusan di luar rumah • Lakukan semua poin diatas selama 14 hari untuk membantu mengurangi penyebaran virus Kunjungan Gubernur Jateng Terkait Pelaksanaan Prokes Perusahaan dan Jogo Tonggo Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Kudus Hartopo Apresiasi Vaksinasi Bagi Para Lansia dan Pra-Lansia Laporan Bupati Kudus Terkait Covid-19 ke Kepala BNPB Launching Ruang Isolasi RSUD Loekmonohadi Pembuatan Tempat Cuci Tangan Sterilisasi Jalan di Kabupaten Kudus Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Dishub Kudus tirto.id - Peta persebaran virus corona atau Covid-19 di Jawa Tengah bisa dicek melalui portal corona.jatengprov.go.id.

Portal ini merupakan pusat data pemprov Jateng agar masyarakat bisa memantau kasus Covid-19 di wilayah itu. Berdasarkan data terkini kasus corona di Jateng, tercatat 9 orang positif COvid-19, tetapi 3 orang meninggal dan masih ada 6 orang yang kini sedang dirawat. Pasien positif Covid-19 itu tersebar di Magelang 1 orang, Kota Surakarta sebanyak 5 orang dan Kota Semarang sebanyak 3 orang.

Sementara data ODP atau Orang dalam Pemantauan terdapat di Tegal, Pemalang, Kebumen, Kota Pekalongan, Temanggung, Purworejo, Kota Megelang, Salatiga hingga Demak. Data dari Jateng Tanggap COVID-19, jumlah ODP di Jawa Tengah mencapai 1.005 orang dan semuanya masih dalam proses pemantauan. ODP merupakan orang dengan gejala demam >38°C atau ada riwayat demam atau Kudus tanggap corona tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Sedangkan data PDP atau Pasien dalam Pengawasan di wilayah Jateng terdapat di Kota Tegal, Pemalang, Kebumen, Temanggung, Salatiga hingga Kudus.

Total PDP di Jawa Tengah hingga hari ini sebanyak 68 dengan 42 orang masih dalam perawatan, 24 pasien telah sehat dan 2 lainnya meninggal (non Covid-19). Pasien PDP merupakan mereka yang mengalami gejala demam >38°C atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

Berdasarkan peta persebatan Covid-19 di Jawa Tengah, Terdapat 5 wilayah yang belum terdapat pasien ODP, PDP amupun positif Covid-19.

kudus tanggap corona

Wilayah tersebut yakni Semarang, Purbalingga, Batang, Grobokan dan Pekalongan. Persebaran Covid-19 di Jateng 19 Maret 2020: Brebes: PDP (1) Kota Tegal: PDP (2) Tegal: ODP (20) Pemalang: ODP (2), PDP (1) Banyumas: ODP (150), PDP (3) Cilacap: PDP (6) Kebumen: ODP (16), PDP (2) Banjarnegara: PDP (1) Kota Pekalongan: ODP (30) Kendal: PDP (2) Temanggung: ODP (311), PDP (1) Wonosobo: ODP (9) Purworejo: ODP (34) Kota Magelang: ODP (4) Magelang: PDP (2), Positif Corona (1) Salatiga: ODP (65), PDP (2) Kota Semarang: PDP (16), Positif Corona (3) Demak: ODP (1), PDP (2) Jepara: ODP (2) Kudus: ODP (22), PDP (4) Pati: ODP (3) Boyolali: PDP (1) Klaten: PDP (2) Wonogiri: ODP (4) Sukoharjo: ODP (55) Kota Kudus tanggap corona PDP (6), Positif Corona (5) Karanganyar: PDP (2) Sragen: ODP (139) Blora: ODP (120) Rembang: ODP (20) Wilayah Jateng Tampa Kasus Corona, OPD dan PDP Per 19 Maret 2020: Semarang - 0 Purbalingga - 0 Batang - 0 Grobokan - 0 Pekalongan - 0 Cek Update Covid-19 di Jawa Tengah Lewat Link Ini
Apa yang dilakukan oleh Pemkab Kudus dalam penanganan COVID-19 menjadi 'best practice'Kudus (ANTARA) - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menyampaikan apresiasinya terhadap penanganan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sehingga patut menjadi contoh daerah lain karena angka kasusnya turun setelah terjadi lonjakan.

"Apa yang dilakukan oleh Pemkab Kudus dalam penanganan COVID-19 menjadi 'best practice'. Kami juga belajar dari Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto dan Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma atas keberhasilannya bersama pemda menekan angka kasus COVID-19," ujarnya saat memberikan keterangan kepada media usai rapat koordinasi di Command Center Dinas Kominfo Kudus, Rabu.

Menurut dia, kunci keberhasilan Kabupaten Kudus menekan angka kasus COVID-19, yakni kudus tanggap corona dengan berbagai pihak, transparansi data kasus, serta eksekusi yang cepat. Baca juga: KSP : Pasokan oksigen di Kabupaten Bandung masih kurang Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo membenarkan bahwa penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk pihak yang bahu membahu melawan wabah sehingga dalam kurun waktu sekitar satu bulan Kudus berangsur pulih.

kudus tanggap corona

"Kami berterima kasih atas kolaborasi dan peran serta dari seluruh elemen, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, TNI dan Polri, serta ketaatan masyarakat selama PPKM Darurat dan juga pihak swasta seperti PT Djarum yang senantiasa tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus bisa keluar dari zona merah penyebaran corona," ujarnya. Ia berharap nantinya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau.

Baca juga: Moeldoko ajak anak muda aktif wujudkan visi Indonesia Emas 2045 Kepala Dinas Kesehatan Kudus Badai Ismoyo menambahkan membaiknya kondisi di Kudus dapat dilihat dari tidak adanya desa di Kudus yang berstatus zona merah dengan sebaran 44 kudus tanggap corona berstatus zona oranye, 20 desa zona kuning dan 22 desa zona hijau.

"Tingkat keterisian kudus tanggap corona tidur rumah sakit di Kudus juga semakin menurun karena saat ini hanya 15 persen dari yang semula nyaris semuanya penuh di bulan Juni 2021. Sementara keterisian ruang ICU menurun hingga kisaran 60 persen dari total 66 ruangan yang tersedia," ujarnya. Salah satu upaya mengurangi tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga dilakukan oleh Djarum Foundation dengan menyalurkan bantuan hospital bed paramount bed 3 crank sebanyak 300 unit ke beberapa rumah sakit di Kudus dan Jateng sebagai solusi membendung lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: KSP minta percepat penyaluran bantuan 200 ribu ton beras ke masyarakat Bantuan lain yang disalurkan berupa seperangkat alat PCR test yang terdiri dari refrigerated centrifudge, vortex mixer, dan digital dry bath.

Salah satu rumah sakit yang menerima bantuan alat PCR test tersebut RSUD Loekmono Hadi Kudus. Bantuan alat PCR test tersebut sangat membantu proses testing dan tracing bagi warga Kudus menjadi lebih cepat sehingga dapat membantu proses mitigasi kondisi di Kudus, terutama ketika terjadi lonjakan kasus seperti pada bulan Juni 2021.

kudus tanggap corona

RSUD Loekmono Hadi Kudus juga menerima bantuan alat terapi oksigen High Flow Nasal Cannula (HFNC) yang bertujuan memberikan suplai oksigen bagi para penderita corona yang mengalami gangguan pernapasan untuk mempercepat proses kesembuhan dan berfungsi mencegah agar pasien tidak memasuki fase berat akibat sakit yang dideritanya.

Baca juga: Penanganan lonjakan COVID di Klaten mencontoh Kudus Baca juga: BOR Isolasi rumah sakit COVID-19 di Kudus turun jadi 32 persen Pewarta: Akhmad Nazaruddin Editor: Agus Salim COPYRIGHT © ANTARA 2021 Mungkin anda suka Liga Inggris : Manchester City bantai Newcastle 5-0 16 menit lalu MDA Bali minta edukasi wisatawan sebelum berkunjung ke tempat suci 28 menit lalu Menengok tradisi Kudus tanggap corona, budaya Lebaran masyarakat Palu 29 menit lalu Senin, Polda Metro siapkan lima gerai SIM Keliling di Jakarta 9 Mei 2022 08:50 Polda Kaltara minta bantuan Mabes Polri periksa kontainer Briptu HSB 9 Mei 2022 08:03 Pemain sepatu roda diminta manfaatkan JIRTA Sunter 9 Mei 2022 07:42
• HOME • NEWS • Politik dan Hukum • Ekonomi • Humaniora • Megapolitan • Nusantara • Internasional • Olahraga • VIEWS • Editorial • Podium • Opini • Kolom Pakar • Sketsa • FOTO • VIDEO • INFOGRAFIS • WEEKEND • SEPAK BOLA • SAJAK KOFE • OTOMOTIF • TEKNOLOGI • RAMADAN • LAINNYA • Live Streaming • Media Guru • Telecommunication Update KABUPATEN Kudus melakukan beragam upaya demi menekan ledakan kasus covid-19.

Namun kini, Kabupaten Jepara dan Kota Semarang yang mengalami peningkatan jumlah pasien korona hingga rumah sakit mulai kelabakan. Sebanyak 1.000 pasien covid-19 di Kabupaten Kudus hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit baik di dalam wilayah maupun di kudus tanggap corona yang berbeda.

Tenaga kesehatan seperti perawat dan dokter pun didatangkan ke Kudus guna mempercepat proses penanganan. Berbagai upaya menekan lonjakan kasus covid-19 Kudus yang meningkat hingga 30 kali lipat dalam sepekan itu salah satunya dengan menutup tempat yang bisa menjadi sumber kerumunan warga.

kudus tanggap corona

Pun dengan penerapan protokol kesehatan diterapkan secara massif, serta pemberlakuan PPKM Mikro. "Setelah kemarin kita datangkan ratusan perawat ke Kudus, kemudian menyusul 96 dokter dikirim untuk membantu penanganan covid-19 di daerah itu," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, kini daerah tetangga yakniu Kabupaten Jepara mengalami hal yang sedikit sama. Kasus positif covid-19 meningkat setiap hari, rumah sakit pun mulai kelabakan hingga menambah lagi ratusan tempat tidur agar dapat menampung pasien.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, jumlah warga terkonfirmasi covid-19 saat ini mencapai 857 orang baik dirawat kudus tanggap corona isolasi, jumlah itu meningkat dibandingkan sehari sebelumnya 739 orang lebih tinggi dibanding pada awal Juni ini sebanyak 633 orang.

Dari jumlah 857 orang yang saat ini tercatat terkonfirmasi covid-19 di Jepara, ada 120 orang dirawat di beberapa rumah sakit dan 36 orang dirawat di luar daerah.

"Mengantisipasi terjadinya lonjakan seperti terjadi di Kudus, seluruh tempat wisata sudah ditutup," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi.

kudus tanggap corona

Baca juga: Ledakan Covid-19 di Kudus, 322 Daerah Zona Oranye Diminta Waspada Pihaknya melakukan penambahan tempat tidur khusus pasien covid-19 di seluruh rumah sakit di Jepara sebanyak 20 persen dibanding sebelumnya, bahkan saat ini sejumlah rumah sakit mulai dipenuhi pasien korona.

Peningkatan juga terjadi di Kota Semarang, banyak pasien dari daerah lain dirawat di kota ini sehingga jumlah warga terkonfirmasi covid-19 juga meningkat hingga kini mencapai 811 orang baik dirawat maupun isolasi. Bahkan 330 pasien diantaranya merupakan warga luar Kota Semarang. "Setiap hari meningkat, sehari sebelumnya masih tercatat 706 orang dirawat dan isolasi tapi sekarang menjadi 811 orang," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

kudus tanggap corona

Peningkatan cukup besar, ungkap Hendrar Prihadi, karena banyak pasien covid-19 dari berbagai daerah sekitar dirujuk untuk dirawat di rumah sakit di ibu kota Jawa Tengah ini, meskipun jumlah warga Kota Semarang terpapar korona juga mengalami penambahan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah juga memerintahkan seluruh daerah melakukan testing.

kudus tanggap corona

Hal ini selain beberapa daerah alami peningkatan jumlah warga terkonfirmasi covid-19 juga untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang tidak terkendali serta deteksi dini.(OL-5)Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah melonjak tajam pada beberapa hari terakhir ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa 140 tenaga kesehatan di Kudus telah terinfeksi virus Corona.

"Saya sampaikan tadi juga ke Bapak Presiden contohnya di Kudus sudah 140 tenaga kesehatan juga terekspos ke Covid-19," ujar Budi usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (31/5/2021). Beruntung kata Budi, para tenaga kesehatan tersebut sudah mendapatkan vaksinasi. Sehingga jumlah Nakes yang dirawat di RS sedikit.

"Untungnya mereka sudah divaksinasi sehingga sebagian besar adalah OTG (orang tanpa gejala) dan mudah-mudahan yang terkena akan bisa lebih cepat sembuh, karena antibodi nya sudah terbentuk," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Teliti Potensi Lonjakan Covid-19 di Kudus Akibat Mutasi Virus Baru Budi meminta masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai kudus tanggap corona, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dengan protokol kesehatan, maka resiko terpapar akan berkurang sehingga dapat melindungi para Nakes yang bertugas. Untuk diketahu Kasus Covid-19 di Kudus sempat melonjak 5 kali lipat hingga mencapai 783 kasus pada 26 Mei lalu. Bahkan rumah sakit darurat difungsikan untuk menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah. Pemerintah melakukan pengurutan genome atau Whole Genome Sequencing (WGS) sampel kasus Covid-19 yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan untuk mencari penyebab lonjakan kasus yang terjadi di daerah tersebut.
Suara.com - Kabupaten kudus yang sempat masuk dalam zona merah dalam kasus Covid-19, kini perlahan menjauh.

Bahkan bed occupancy rate yang sempat menyentuh angka 96 % kini menjadi 15 %. Hal ini turut diakui oleh Menko Maritim & Investasi, Luhut Binsar Panjaitan selaku Koordinator PPKM Mikro Darurat Jawa-Bali. Dalam rapat evaluasi kebijakan pada Senin (26/7/2021), Luhut menyampaikan bahwa Kudus dapat dijadikan contoh dalam menekan penyebaran virus corona, khususnya bagi sektor industri.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan membaiknya kondisi di Kudus tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat serta pihak swasta dalam menanggulangi wabah berbahaya ini. Djarum Foundation mendonasikan alat HFNC ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah.

[Djarum Foundation] Pada Juni kudus tanggap corona, total kasus aktif sebanyak 2.342 pasien, dengan kasus harian tertinggi mencapai 479 orang. Sementara positivity rate menembus angka 60%. Lonjakan pasien ini membuat tingkat Bed Occupancy Rate (keterisian tempat tidur) seluruh rumah sakit di Kudus mencapai 96%. Kudus pun ditetapkan sebagai zona merah.

kudus tanggap corona

Beruntung, kondisi malah menyatukan seluruh elemen masyarakat di Kota Kudus dalam melawan wabah. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan Kudus berangsur pulih. Mengutip situs resmi penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kudus, hingga Selasa (27/7/2021), kota di utara Jawa Tengah tersebut kudus tanggap corona berstatus zona oranye (resiko sedang) dengan total pasien positif sebanyak 243 orang yang sedang menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. "Kami berterimakasih atas kolaborasi dan peran serta dari seluruh elemen yakni pemerintah pusat, Pemprov Jateng, TNI dan Polri.

Ketaatan masyarakat selama PPKM Darurat dan juga pihak swasta seperti Djarum Foundation yang senantiasa tanggap dalam menghadapi wabah sehingga Kudus bisa keluar dari zona merah penyebaran Covid-19," kata HM Hartopo, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com. "Kami berharap, ke depannya masyarakat semakin menaati protokol kesehatan secara ketat sehingga Kudus segera berubah status menjadi zona hijau secepat mungkin," kata HM Hartopo menambahkan.

Salah satu upaya untuk mengurangi kudus tanggap corona keterisian tempat tidur di rumah sakit juga dilakukan oleh Djarum Foundation dengan menyalurkan bantuan berupa Hospital Bed Paramount Bed 3 Crank sebanyak 300 unit ke beberapa rumah sakit di Kudus dan Jawa Tengah.

kudus tanggap corona

Kehadiran tempat tidur tambahan ini menjadi solusi guna membendung lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Selain itu, Djarum Foundation juga turut menyalurkan donasi berupa seperangkat alat PCR test yang terdiri dari Refrigerated Centrifudge, Vortex Mixer, dan Digital dry bath.

Salah satu rumah sakit yang menerima bantuan alat PCR test tersebut adalah RSUD Loekmono Hadi, Kudus. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pasien Covid-19 Rujukan dari Kudus di RSUD KRMT Wongsonegoro Terus Bertambah




2022 www.videocon.com