Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Error 508. Resource Limit Is Reached This website is temporarily unable to service your request as it has exceeded its resource limit. Please check back shortly. If you are the owner of the account and are regularly seeing this error, please consider upgrading your plan to the package with higher resource allocation. If you have any questions, please contact our Technical Support department.

Share Sebuah perusahaan atau pabrik pastinya memiliki setiap komponen yang bertugas untuk mengatasi kegiatan produksi hingga pemasaran. Salah satunya yaitu bagian distributor yang penting untuk menjembatani antara produsen dan konsumen. Namun terdapat penjelasan berikut ini merupakan tugas distributor, kecuali.

Apa Itu Distributor? Distributor merupakan pihak yang melakukan kegiatan distribusi atau menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Para distributor jarang untuk menjual barang produksi ke konsumen langsung. Mereka akan bekerja sama dengan pihak yang akan membeli produk secara grosir. Distributor sangat penting bagi perusahaan. Bukan Tugas Dari Seorang Distributor Dalam setiap proses distribusi pastinya harus mematuhi dan menjalankan setiap perintah yang ada serta sesuai dengan peraturan.

Menjadi distributor umumnya akan menyalurkan barang kepada para konsumen. Namun terdapat beberapa hal yang bukan tugas distributor. Berikut ini merupakan tugas distributor, kecuali. 1. Melakukan Proses Produksi Para sobat Vmedis, yang bukan merupakan tugas distributor yang pertama yaitu melakukan proses produksi. Dalam sebuah perusahaan atau pabrik terdapat beberapa bagian seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. Untuk yang melakukan tindakan produksi bukanlah distributor melainkan seorang produsen.

Mereka yang bekerja sebagai buruh atau yang bekerja di bagian produksi disebut sebagai produsen. Nantinya mereka yang akan mengolah bahan baku mentah menjadi barang siap konsumsi. Setelah barang produksi itu selesai dalam pengemasan maka tugas akan beralih ke pihak distributor.

2. Menyimpan dan Mengeluarkan Barang Produksi Untuk berikut ini merupakan tugas distributor kecuali menyimpan dan mengeluarkan barang produksi. Setelah barang hasil produksi jadi maka akan melalui tahap pengemasan.

Biasanya setiap kemasan tersebut akan disimpan terlebih dahulu ke dalam gudang penyimpanan yang besar sebelum pendistribusian. Nantinya orang – orang yang akan bertugas menyimpan barang yaitu dari pihak gudang. Mereka yang akan mengambil kemasan barang produksi dan menatanya ke dalam gudang. Jika nantinya ingin melakukan distribusi maka barang akan mereka keluarkan dan masukan ke dalam truk.

3. Melakukan Kegiatan Jual Beli Barang dan Jasa Berikutnya yaitu melakukan kegiatan jual beli barang dan jasa. Hal tersebut merupakan bukan dari tugas seorang distributor.

Pihak distribusi secara umum bertugas menyalurkan barang dari hasil produksi. Nantinya barang yang tersalurkan ke berbagai wilayah akan mereka stok ke pihak penggrosir. Kemudian barang – barang tersebut sudah tersebar dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali berbagai wilayah dan tersedia di setiap toko atau lainnya. Setelah itu para konsumen yang membutuhkan barang tersebut yang akan membelinya.

Jadi distributor di sini tidak membeli barang dari produsen dan hanya menyalurkannya saja. 4. Menjual Kembali Barang Dari Produksi Untuk satu ini juga bukan bagian dari tugas distributor yaitu menjual kembali barang produksi. Seorang distributor tidak berwenang untuk menjual kembali barang produksi dan dengan harga yang berbeda dari yang sudah pihak perusahaan tentukan. Biasanya yang memiliki tindakan tersebut yaitu seorang reseller.

Sudah Paham Apa yang Bukan Tugas Dari Distributor? Dengan demikian, setiap bagian dalam perusahaan memang sangat penting untuk menunjang kemajuan nantinya. Salah satu bagian terpenting yang menjangkau pihak produsen dengan konsumen yaitu para distributor.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Tanpa adanya mereka, tidak akan bisa orang – orang menikmati atau menggunakannya. Sebagai distributor obat juga harus bertugas secara hati – hati dan bertanggung jawab karena membawa produk kesehatan yang dikonsumsi. Nah, Untuk kamu yang memiliki apotek dan ingin mencatat barang yang datang dengan mudah dapat menggunakan Software Apotek dari Vmedis.

Dengan bantuan aplikasi ini, pendataan jadi akurat dan cepat. Tertarik untuk mencoba? Semoga berhasil!
• Alemannisch • العربية • Banjar • বাংলা • Català • Čeština • Чӑвашла • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Eesti • فارسی • Suomi • Français • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Íslenska • Italiano • 日本語 • ಕನ್ನಡ • 한국어 • മലയാളം • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Română • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • తెలుగు • Türkçe • Українська • 中文 • 粵語 Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Pengemasan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Contoh Kemasan Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk di transportasikan, di distribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik ( gesekan, benturan, getaran).

Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.

[1] Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian.

Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia. [2] Daftar isi • 1 Pengemasan tradisional • 2 Persyaratan Bahan Kemas • 3 Penggolongan Kemasan • 4 Kemasan Fleksibel • 5 Peraturan Kemasan makanan dan minuman di Indonesia • 6 Referensi Pengemasan tradisional [ sunting - sunting sumber ] Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung (pelepah daun jagung), daun kelapa/enau (aren), daun jambu air dan daun jati.

Cara pengemasannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara seperti dapat dilihat dalam Tabel berikut Cara mengemas Bahan kemasan Menggulung Daun pisang Daun bambu Daun/kelobot jagung Merobek Daun pisang Daun jambu Membalut dengan pembalut Daun pisang Daun kelapa Menganyam Daun kelapa Pengemasan, di atas bertujuan untuk melindungi makanan dari kerusakan, juga merupakan daya pikat-bagi orang agar terpesona untuk menikmatinya.

[2] Persyaratan Bahan Kemas [ sunting - sunting sumber ] Dalam menentukan fungsi perlindungan dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan dilindungi.

Mutu produk ketika mencapai konsumen tergantung pada kondisi bahan mentah, metode pengolahan dan kondisi penyimpanan. Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: • Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan. • Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme.

• Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian. • Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan. • Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.

Dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi kemasan tersebut maka kesalahan dalam hal memilih bahan baku kemasan, kesalahan memilih desain kemasan dan kesalahan dalam memilih jenis kemasan, dapat diminimalisasi.

Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka kemasan harus memiliki sifat-sifat: • Permeabel terhadap udara ( oksigen dan gas lainnya).

• Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi dan menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang dikemas. • Kedap air (mampu menahan air atau kelembaban udara sekitarnya). • Kuat dan tidak mudah bocor. • Relatif tahan terhadap panas. • Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah. [3] Penggolongan Kemasan [ sunting - sunting sumber ] Cara-cara pengemasan sangat erat berhubungan dengan kondisi komoditas atau produk yang dikemas serta cara transportasinya.

Pada prinsipnya pengemas harus memberikan suatu kondisi yang sesuai dan berperan sebagai pelindung bagi kemungkinan perubahan keadaan yang dapat memengaruhi kualitas isi kemasan maupun bahan kemasan itu sendiri. Kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain: 1.

Frekuensi Pemakaian • Kemasan Sekali Pakai ( Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. • Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali ( Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman ( limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.

• Kemasan yang Tidak Dibuang ( Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.

2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam sistem kemasan keseluruhan dapat dibedakan atas: • Kemasan Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) • Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.

• Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier.

Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. 3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas • Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil. • Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.

• Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik ( susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan • Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas. • Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang di fermentasi. • Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.

5. Tingkat Kesiapan pakai • Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. • Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

[4] Kemasan Fleksibel [ sunting - sunting sumber ] Di samping jenis-jenis kemasan di atas, dewasa ini telah berkembang pesat sistem pengemasan secara fleksibel, yaitu sistem pengemasan yang dapat melentur mengikuti bentuk bahan yang dikemas.

Bahan pengemas fleksibel terdiri dari berbagai jenis kertas, cellulose films, film plastik, kertas timah coatings, bonding adhesives, dan kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Pengemas fleksibel ini banyak digunakan dalam pembungkusan berbagai komoditas dan produk olahannya seperti buah-buahan ( manisan, pisang sale, durian, nangka), daging ( abon, dendeng, sosis), ikan ( dendeng ikan, kerupuk ikan, ikan teri goreng), makanan lengkap ( mie, bihun, sambal goreng), bumbu lengkap ( gule, opor, rawon, dan sup), rempah-rempah ( cabai giling, kunyit, pala, vanili), makanan lainnya ( biskuit, kembang gula, dodol, coklat).

Cara mengemas komoditas pertanian dan produk olahan dalam pengemas fleksibel dapat dilakukan dengan cara: • Secara manual, dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat/mesin. Contohnya: membungkus tempe dengan daun atau plastik, kembang gula, membungkus teh dalam kemasan kertas, dan sebagainya. • Semi mekanik, menggunakan tangan dengan dibantu peralatan tertentu, misalnya menutup botol kecap/minuman, penggunaan heat sealer untuk merekatkan plastik.

• Mekanis, dengan mesin kemas yang digerakkan oleh tenaga listrik/ motor berkecepatan tinggi. Umumnya proses pengemasan bersamaan dengan proses pengisian bahan dalam satu unit mesin seperti pengisian botol minuman ringan, obat-obatan, dan sebagainya.

Pemasaran kemasan ini akhir-akhir ini menjadi populer untuk mengemas berbagai produk baik padat maupun cair. Dipakai sebagai pengganti kemasan rigid maupun kemas kaleng atas pertimbangan ekonomis kemudahan dalam penanganan. [5] Peraturan Kemasan makanan dan minuman di Indonesia [ sunting - sunting sumber ] • ^ [En Carta]. 2010. Packaging. [terhubung berkala]. http://uk.encarta.msn.com/dictionary_1861732789/packaging.html [ pranala nonaktif permanen] [19 Mar 2010].

• ^ a b Imatetani ( Juli 2010). Trend Pengemasan Modern Seharusnya Tidak Menggeser Kemasan Tradisional (htm) (dalam Bahasa Indonesia). Siaran pers. Diakses pada 22 Juli 2010. Diarsipkan 2010-07-25 di Wayback Machine. • ^ Jaswin M. 2008. Packaging Materials and its Applications. Jakarta:Indonesian Packaging Federation. • ^ HSA. 1985. A guide to the classification, packaging and labelling of dangerous substances regulations.

[terhubung berkala] https://web.archive.org/web/20080908034223/http://www.hseni.gov.uk/dangerous_substances_regulations.pdf [28 Mar 2010]. • ^ Direktorat Jendral Industri Kecil. 2007. Kemasan Flexible. Jakarta: Departemen Perindustrian. • Halaman ini terakhir diubah pada 12 September 2021, pukul 23.16. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Pengemasan produk merupakan proses penting agar produk dapat didistribusikan atau dipasarkan dengan aman.

Pengelompokan jenis jenis pengemasan dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Berikut beberapa pengelompokan pengemasan diantaranya berdasarkan bahan kemasan, berdasarkan sistem kemas, berdasarkan frekuensi pemakaian, maupun berdasarkan tingkat kesiapan pakai kemasan. Kemasan atau pembungkus dapat mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk di dalamnya.

Fungsi kemasan melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik. Pengemasan juga bertujuan untuk menempatkan hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk yang mudah dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

Pengemasan bukan yang utama namun memiliki peranan penting dalam memasarkan produk agar konsumen tertarik untuk memilih produk tertentu. Kemasan mempengaruhi tampilan produk sehingga konsumen tertarik pada produk yang ditawarkan.

Jenis jenis pengemasan dapat dikategorikan berdasarkan berbagai hal tergantung bagaimana kita mendalami semua hal agar produk aman. Keamanan produk tidak sekedar fisik, melainkan juga dalam kualitas, kesehatan, dsb. Di bawah ini pembahasan tentang jenis jenis pengemasan yang dapat saya sampaikan.

Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Jenis Pengemasan Berdasarkan Bahan Kemasan 1. Kemasan Bahan Plastik Kemasan berbahan plastik merupakan kemasan yang paling banyak dipakai dalam industri makanan dan minuman.

Plastik memiliki harga yang relatif murah, dapat dibentuk berbagai rupa, ringan, tersedia dalam banyak jenis dan warna. 2. Kemasan Bahan Kertas Penggunaan kertasuntuk kemasan antara lain sebagai kantong, amplop, kotak kardus, mengemas perak, pengemas produk farmasi, dsb.

Kertas menjadi pilihan alternatif, dimana kertas dapat mudah dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Namun kertas mudah hancur apabila terkena air. 3. Kemasan Berbahab Kaleng / Logam Pengggunaan kemasan bahan kaleng dapat menahan tidak mudah rusak, dapat disimpan untuk pemakaian jangka panjang karena dapat dipergunakan berulang–ulang.

Kemasan kaleng tahan terhadap panas, dingin, uap lembab dan dapat menahan produk yang kasar selama transportasi dan penyimpanan. 4. Kemasan Berbahan Gelas / Kaca Kemasan gelas relatif lebih aman, transparan tahan terhadap gas, uap air, dan bau. Namun untuk memproduksi kemasan memerlukan biaya yang cukup mahal sehingga cukup jarang ditemukan dimana-mana. Kemasan berbahan kaca juga tidak tahan pada suhu tertentu dan mudah pecah.

5. Kemasan Berbahan Kayu Kayu merupakan bahan alami, kemasan dari kayu mempunyai sifat yang tidak seragam, namun dapat dipilih dan diolah sebagai bahan kemasan. Kemasan yang terbuat dari kayu kekuatan lebih dari bahan lain, kekuatan menumpuk yang baik, perlindungan yang baik pada waktu trasportasi. Pengemasan menggunakan bahan kayu memiliki kelemahan tidak kedap uap air, biayanya cukup tinggi, waktu penyusunan lambat, tampilan kurang menarik.

Kemasan ini juga membutuhkan space yang besar karena kemasan berbahan kayu lebih besar dari bahan lainnya. Mari Praktekkan Resep -> Cara Membuat Keripik Kentang Super Renyah Jenis Jenis Pengemasan Berdasarkan Sistem Kemas 1. Primary Packaging (Kemasan Utama) Primari Packaging adalah kemasan yang berfungsi mengemas secara langsung isi produk. Kemasan ini bersentuhan langsung dengan produk dan menjaga kualitas produk secara langsung.

Primary Packaging dapat berupa botol, kaleng, aerosol spray, plastik pembungkus, skin pack, wrapper, dll. 2. Secondary Packaging Kemasan ini merupakan kemasan pembungkus lapisan kedua yang ukurannya lebih besar dari Primary Packaging. Secondary Packaging biasanya kemasan yang digunakan untuk mengemas lebih dari satu kemasan Primary. Contohnya seperti kardus yang berisi beberapa botol produk, shrink wrap, dll.

3. Tertiary Packaging Pengemasan Tertiary biasanya digunakan pada produk saat proses transportasi / distribusi. Tertiary Packaging melindungi banyak produk baik dalam produk dengan Primary Packaging maupun Secondary Packaging seperti container, barrel, dll. Jenis Jenis Pengemasan Berdasarkan Frekuensi Pemakaian 1. Kemasan sekali pakai (Disposable) Kemasan sekali pakai ini adalah kemasan yang hanya digunakan dalam satu kali pemakaian dan langsung dibuang setelah dipakai.

Contoh penggunaanya antara lain bungkus plastik, bungkus daun, bungkus kertas dan lain sebagainya. 2. Kemasan yang dipakai berulang kali (Multi Trip) Pengemasan ini biasanya kemasan akan digunakan kembali sehingga tidak dibuang oleh konsumen. Bekas kemasan yang telah dipakai dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang. Penggunaanya biasanya botol kaca untuk minuman dan lain sebagainya.

3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable) Jenis kemasan ini biasanya dapat digunakan kembali oleh konsumen sebagai kemasan kepentingan lain di rumah konsumen setelah digunakan. Contohnya penggunaannya adalah kaleng biskuit, kardus, dan lain sebagainya. Buktikan Rasa Fantastis Resep Cara Membuat Minuman Coklat Enak dan Mudah Jenis Jenis Pengemasan Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai 1.

Kemasan siap pakai Jenis kemasan ini berupa bahan kemas yang siap diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah botol, kaleng dan lain sebagainya. Kemasan Botol Siap Pakai 2. Kemasan siap dirakit Jenis kemasan ini adalah kemasan yang masih memerlukan proses perakitan sebelum digunakan. Sebagai contohnya logam dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, alumunium foil maupun plastik.

Mesin Strapping Band adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengikat sebuah kardus, karton, ataupun barang lainnya agar mudah untuk dipindah serta dengan hasil kemasan yang lebih rekat, padat dan tidak mudah membuka. Kertas Siap Rakit Jadi Kotak Kardus Jenis Jenis Kemasan Berdasarkan Elastisitas Bahan 1. Kemasan Kaku Jenis kemasan ini adalah kemasan yang tidak dapat berubah bentuk dan tahan terhadap benturan, akan tetapi keras. Seperti contohnya kemasan dari kayu, nailed box, wire bound box, basket ,barrel, drum, pail, botol kaca dll.

2. Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Semi Kaku Jenis kemasan semi kaku memiliki bentuk yang tidak dipengaruhi oleh bentuk produk yang dikemas didalamnya. Namun pengemasan menggunakan kemasan ini dapat ringsek bila diberikan tekanan yang berlebih. Sebagai contoh seperti wadah aluminium, folding carton, set-up box dansb. 3. Kemasan fleksibel Jenis pengemasan dengan bahan fleksibel adalah kemasan yang bentuknya dapat berubah – ubah sesuai dengan bentuk produk yang dikemasnya.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Beberapa contoh kemasan dengan bahan fleksibel diantaranya kemasan kantong kertas, kantong berdinding banyak, kantong plastik, karung plastik dll. Beberapa Persyaratan Dalam Pengemasan Produk 1. Bahan Pengemas Tidak Toksik Penggunaan bahan unpuk pengemas harus menggunakan bahan yang tidak mengganggu kesehatan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Sebagai contohnya seperti bahan yang digunakan tidak mengandung Pb. 2. Harus cocok dengan bahan yang dikemas Pemilihan kemasan harus cocok dengan produk yang dikemas sehingga tidak menimbulkan kerugian. Seperti misalnya produk seharusnya dikemas menggunakan kemasan transparan, namun tidak sehingga bila konsumen ingin mengetahui isinya akan merusak segel. 3. Sanitasi dan kesehatan terjamin Selain bahan kemasan tidak toksik bahan kemasan juga tidak boleh digunakan bila dianggap tidak dapat menjamin sanitasi atau syarat–syarat kesehatan.

Contohnya penggunaan karung untuk mengemas produk yang siap konsumsi tanpa dicuci atau dimasak merupakan hal yang tidak dibenarkan. 4. Dapat mencegah pemalsuan Kemasan yang digunakan juga berfungsi sebagai pengaman dengan cara membuat kemasan yang khusus sehingga sulit dipalsukan. Namun bila terjadi pemalsuan dengan cara menggunakan kemasan yang telah digunakan akan mudah dikenali.

5. Kemudahan membuka dan menutup Produk yang dipilih konsumen umumnya adalah produk dengan kemasan yang mudah dibuka. Sebagai contohnya seperti kemasan tetra pack yang lebih mudah dibuka daripada kemasan botol yang lebih sukar dan memerlukan alat khusus. 6. Kemudahan dan keamanan dalam mengeluarkan isi Kemudahan dan keamanan dalam mengeluarkan isi juga perlu dipertimbangkan.

Isi dalam kemasan dapat diambil dengan mudah dan aman atau tidak banyak tercecer, terbuang atau tersisa di dalamnya. 7. Kemudahan pembuangan kemasan bekas Bekas kemasan dan merupakan suatu masalah yang memerlukan biaya cukup besar untuk penanganannya, misalnya kemasan bekas dari bahan plastik. Kemasan berbahan plastik tidak dapat hancur oleh mikroba dan jika dibakar akan menyebabkan polusi udara.

Bahan kemasan dari logam, keramik dan bahan nabati tidak begitu menjadi masalah. Bahan dari logam dan kertas sebagian besar dapat diproses kembali. Kemasan dengan bahan nabati seperti kayu dapat dipakai sebagai bahan bakar. 8. Ukuran, bentuk dan berat Dalam pengemasan produk ukuran kemasan berhubungan sangat erat dengan penanganan selanjutnya, baik dalam penyimpanan, transportasi maupun untuk menarik perhatian konsumen.

Pengemasan harus disesuaikan dengan sarana yang ada. Sebagai contohnya misalnya pengangkutnya menggunakan pesawat terbang, maka tinggi dan lebarnya tidak boleh melebihi ukuran pintu pesawat dan sebagainya. Selain pengemasan dalam pengertian perdagangan maka diperlukan etiket lain (label) yang diletakkan, dicetak, diukir atau dicantumkan pada kemasan.

Etiket tersebut harus mencantumkan semua keterangan yang diperlukan mengenai produk dan tidak boleh mudah hilang. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 79/Menkes/Per/III/1978 tentang Label dan Periklanan Makanan. Pada label atau etiket kemasan semisal produk untuk makana dan minuman sekurang-kurangnya dicantumkan hal –hal sebagai berikut : • Nama makanan dan / merek dagang • Komposisi kecuali untuk makana yang cukup diketahui komposisinya secara umum. • Isi netto • Nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengedarkan • Nomor pendaftaran ( SP atau MD ) • Kode produksitanggal kadaluarsa dan label halal.

Untuk menarik konsumen dibutuhkan label yang menarik, mudah dilihat,mudah dimengerti. Dengan demikian produk dapat dengan mudah dikenali, sehingga konsumen akan tertarik dan membeli produk tersebut.

Demikian tulisan artikel terkait Jenis Jenis Pengemasan untuk dijadikan referensi, dan semoga bermanfaat. Kami memiliki alat yang sangat canggih yaitu vacum sealer Terima Kasih.

Archives • March 2022 • February 2022 • January 2022 • September 2021 • September 2020 • July 2020 • March 2020 • January 2020 • December 2019 • November 2019 • October 2019 • September 2019 • August 2019 • July 2019 • April 2019 • November 2018 • October 2018 • September 2018 • April 2018 • March 2018 • December 2017 • November 2017 • October 2017 • June 2017 • May 2017 • April 2017
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.

Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33). Ilustrasi Kemasan Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk.

Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132). Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli.

Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.

Fungsi Kemasan Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu: 1. Fungsi Protektif Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan.

Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat. 2. Fungsi Promosional Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional.

Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan. Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu : • Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk.

• Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik. • Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.

• Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.

Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut: • Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah satu fungsi dasar kemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran, busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan. • Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali kepada sebuah produk dan memperkuat citra produk.

• Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan mengkomunikasikannya. Tujuan Kemasan Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu: • Physical Production.

Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. • Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. • Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.

• Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label. • Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian.

Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. • Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.

• Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk. Jenis-jenis Kemasan Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: • Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).

• Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. • Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi.

Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: • Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali kaleng. • Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.

Contohnya botol minuman dan botol kecap. • Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik.

Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. • Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali dari kertas, foil atau plastik. Daftar Pustaka • Klimchuk, Marianne dan Sandra A. Krasovec. 2006. Desain Kemasan. Jakarta: Erlangga. • Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.

• Kotler, Philip. 1999. Manajemen Pemasaran. Jilid II. Edisi Milenium. Jakarta: Prenhallindo. • Rangkuti, Freddy. 2005. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia. • Simamora, Bilson. 2007. Panduan Riset dan Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia. • Louw, A. & Kimber, M. 2007. T he Power of Packaging, The Customer Equity Company.
Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Dikarenakan budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian.

Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Untuk itu dalam menentukan fungsi perlindungan dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan dilindungi. Mutu produk ketika mencapai konsumentergantung pada kondisi bahan mentah, metode pengolahan dan kondisi penyimpanan. Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: • Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan.

• Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme. • Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian.

• Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan. • Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak. Dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi kemasan tersebut maka kesalahan dalam hal memilih bahan baku kemasan, kesalahan memilih desain kemasan dan kesalahan dalam memilih jenis kemasan, dapat diminimalisasi.

Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka kemasan harus memiliki sifat-sifat : • Permeabel terhadap udara (oksigen dan gas lainnya). • Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi dan menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang dikemas. • Kedap air (mampu menahan air atau kelembaban udara sekitarnya). • Kuat dan tidak mudah bocor. • Relatif tahan terhadap panas. • Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah.

Cara-cara pengemasan sangat erat berhubungan dengan kondisi komoditas atau produk yang dikemas serta cara transportasinya. Pada prinsipnya pengemas harus memberikan suatu kondisi yang sesuai dan berperan sebagai pelindung bagi kemungkinan perubahan keadaan yang dapat memengaruhi kualitas isi kemasan maupun bahan kemasan itu sendiri.

Kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain: 1. Frekuensi Pemakaian • Kemasan Sekali Pakai ( Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. • Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali ( Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap.

Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. • Kemasan yang Tidak Dibuang ( Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam sistem kemasan keseluruhan dapat dibedakan atas : • Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) • Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.

• Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier.

Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. 3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas • Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil. • Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.

• Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta. 4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan • Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas. • Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil.

Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi. • Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.

5. Tingkat Kesiapan pakai • Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. • Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. SUMBER Navigasi TulisanKemasan adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari proses pemasaran dan distribusi suatu produk.

Lalu sebenarnya apa pengertian kemasan, dan apa tujuan dari pengemasan itu sendiri? Pada artikel ini akan dibahas secara ringkas beberapa hal terkait kemasan, di antaranya: • Penjelasan apa yang dimaksud dengan kemasan, baik pengertiannya secara umum maupun menurut beberapa ahli. • Fungsi dan manfaat kemasan. • Jenis-jenis kemasan. • Dan cara membuat kemasan yang menarik. Yuk baca artikelnya sampai akhir, supaya kamu lebih paham apa itu kemasan.

Daftar isi • Pengertian Kemasan Secara Umum • Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli • 1. Philip Kotler dan Gary Amstrong • 2. F. D. Rodriguez • 3. Titik Wijayanti • 4. Marianne Klimchuk dan Sandra Krasovec • 5.

Cahyorini dan Rusfian (2011) • 6. Eric P. Danger • 7. Kamus Besar Bahasa Indonesia • Fungsi Kemasan Menurut Ahli • 1. Fungsi Protektif Kemasan • 2. Fungsi Promosional Kemasan • Manfaat Kemasan dan Tujuannya • Jenis Kemasan/ Pengemasan • 1.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Berdasarkan Struktur Isi • 2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian • 3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai • Tips Membuat Kemasan yang Menarik • 1. Membuat Desain Kemasan yang Unik • 2. Desain Kemasan Sesuai Target Market • 3. Membuat Kemasan dengan Beberapa Ukuran • 4. Mencantumkan Informasi Produk Secara Lengkap • Kesimpulan Pengertian Kemasan Secara Umum Secara umum, pengertian kemasan adalah suatu wadah atau pembungkus yang berguna untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kerusakan pada produk atau barang yang dikemas atau dibungkusnya.

Pendapat lain mengatakan, kemasan adalah suatu material pembungkus produk yang berfungsi untuk melindungi, menampung, memberikan identifikasi, serta mempromosikan produk tersebut. Dalam hal ini, fungsi kemasan tidak terbatas pada memberikan perlindungan suatu produk.

Kemasan juga dapat berperan sebagai alat pemasaran untuk membangun identitas merek dan meningkatkan penjualan. Lalu, apa yang dimaksud dengan pengemasan? Pengemasan artinya adalah suatu sistem terkoordinasi dalam mempersiapkan barang untuk transportasi, pergudangan, logistik, penjualan, dan penggunaan akhir. Sederhananya, pengemasan adalah suatu proses memberi wadah atau pembungkus kepada suatu produk. Pada proses pengemasan terdapat aktivitas melindungi, mengawetkan, mengangkut, menginformasikan, dan menjual suatu produk.

Jadi, tujuan utama pemberian kemasan pada produk adalah untuk melindungi dan mencegah kerusakan terhadap apa yang dijual industri. Selain itu, kemasan juga bisa menjadi sarana informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif sehingga lebih menarik dan mudah diingat konsumen.

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli Untuk lebih memahami apa arti kemasan/ pengemasan, kita dapat merujuk kepada pendapat beberapa ahli tentang definisi kemasan. Di bawah ini adalah arti kemasan menurut para ahli: 1. Philip Kotler dan Gary Amstrong Menurut Kotler dan Amstrong (2012), pengertian kemasan adalah suatu bentuk aktivitas yang melibatkan desain serta produks, sehingga kemasan ini dapat berfungsi agar produk di dalamnya dapat terlindungi.

2. F. D. Rodriguez Menurut Rodriguez (2008), pengertian kemasan adalah Kemasan atau pengemasan aktif adalah wadah yang mengubah kondisi dari bahan pangan dengan penambahan senyawa aktif sehingga mampu memperpanjang umur simpan dari bahan pangan yang dikemas dan juga meningkatkan keamanan serta tetap mempertahankan kualitas.

3. Titik Wijayanti Menurut Titik Wijayanti (2012), definisi kemasan adalah upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada setiap konsumennya tentang produk yang ada di dalamnya. 4. Marianne Klimchuk dan Sandra Krasovec Menurut Klimchuk dan Krasovec (2006), definisi kemasan adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali, citar, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.

5. Cahyorini dan Rusfian (2011) Menurut Cahyorini dan Rusfian, pengertian kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk, serta struktur desain. 6. Eric P. Danger Menurut Danger (1992), arti kemasan adalah wadah atau pembungkus untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Dengan adanya wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi produk yang ada di dalamnya. 7. Kamus Besar Bahasa Indonesia Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kemasan adalah bungkus pelindung pada suatu barang/ produk yang dihasilkan dari kegiatan mengemas Baca juga: Rencana Pemasaran Fungsi Kemasan Menurut Ahli Menurut Henry Simamora, ada dua fungsi kemasan yang diberikan kepada suatu produk, yaitu fungsi protektif dan fungsi promosional.

Berikut ini penjelasannya: 1. Fungsi Protektif Kemasan Fungsi protektif artinya kemasan berfungsi sebagai pelindung atau keamanan produk dari hal-hal yang dapat merusak produk, misalnya iklim, proses distribusi, dan lain-lain. Kemasan yang melindungi produk akan mencegah kerusakan dan risiko cacat yang dapat merugikan pembeli ataupun penjual.

2. Fungsi Promosional Kemasan Seperti yang disebutkan di atas, kemasan juga dapat berfungsi sebagai media promosi atau pemasaran. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat kemasan yang menarik, baik dari sisi desain, warna, ukuran, dan lain-lain.

Sedangkan fungsi kemasan secara umum adalah: • Self Service; Kemasan menunjukkan ciri khas dari suatu produk yang dijual sehingga setiap produk satu dengan yang lain harus memiliki kemasan yang berbeda.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Consumer Affluence; Kemasan yang menarik dapat mempengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih. • Company and Brand Image; Kemasan merupakan brand image perusahaan sehingga bisa menjadi salah identitas perusahaan untuk dikenal masyarakat.

• Inovational Opportunity; Kemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat bagi konsumen dan menguntungkan perusahaan. Artikel lain: Pengertian Logo Manfaat Kemasan dan Tujuannya Alice Louw dan Michelle Kimber (2007) mengatakan setidaknya ada tujuh manfaat dan tujuan dibuatnya kemasan suatu produk/ barang. Berikut penjelasannya: • Physical Production; Pembuatan kemasan bertujuan untuk melindungi produk/ barang dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya yang ada di sekitarnya • Barrier Protection; Pemasangan kemasan pada suatu produk/ barang bertujuan untuk melindunginya dari hambatan oksigen uap air, debu dan lain sebagainya.

• Containment or Agglomeration; Pengemasan barang juga bertujuan untuk pengelompokkan sehingga proses penanganan dan transportasi menjadi lebih efisien. • Information Transmission; Pada kemasan juga dapat dicantumkan mengenai cara menggunakan transportasi, daur ulang, dan membuang kemasan atau label tersebut. • Reducing Theft; Pemasangan kemasan pada produk/ barang juga bertujuan untuk mencegah pencurian dengan melihat kerusakan fisik pada kemasan. • Convenience; Kemasan merupakan fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.

• Marketing; Desain kemasan dan label dapat dimanfaatkan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk. Baca juga: Pengertian Promosi Jenis Kemasan/ Pengemasan Ilustrasi via bizongo.com Jenis-jenis kemasan atau pengemasan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu: 1.

Berdasarkan Struktur Isi Jenis kemasan berdasarkan struktur isi adalah wadah yang dibuat sesuai dengan isi dari kemasan tersebut. Jenis kemasan ini dapat dibedakan menjadi tiga, diantaranya: • Kemasan Primer; pengertian kemasan primer adalah bahan kemas yang menjadi wadah langsung bahan makanan. Misalnya kaleng susu, botol minuman, dan lain-lain. • Kemasan Sekunder; pengertian kemasan sekunder adalah wadah yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap kelompok kemasan lainnya.

Misalnya, kotak kardus untuk menyimpan kaleng susu, atau kotak kayu untuk menyimpan buah, dan lain-lain. • Kemasan Tersier; pengertian kemasan tersier adalah kemasan yang digunakan untuk menyimpan atau melindungi produk selama proses pengiriman. 2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian Jenis kemasan juga dapat dikelompokkan berdasarkan frekuensi pemakaiannya.

Beberapa jenis kemasan ini diantaranya: • Kemasan Disposable; yaitu kemasan sekali pakai yang hanya digunakan sekali saja lalu dibuang. Misalnya wadah plastik, bungkus daun pisang, dan lain-lain. • Kemasan Multi Trip; yaitu kemasan yang dapat digunakan berkali-kali oleh konsumen dan dapat dikembalikan kepada agen penjual agar digunakan kembali. Misalnya, botol minuman. • Kemasan Semi Disposable; yaitu kemasan yang tidak dibuang karena dapat digunakan untuk hal lain oleh konsumen.

Misalnya, kaleng biskuit. 3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai Kemasan dapat juga dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan pakainya, diantaranya: • Kemasan Siap Pakai; yaitu jenis kemasan yang siap untuk diisi dan bentuknya telah sempurna sejak diproduksi. Misalnya botol, kaleng, dan lain-lain. • Kemasan Siap Dirakit; yaitu kemasan yang membutuhkan tahap perakitan sebelum diisi produk/ barang. Misalnya, plastik, aluminium foil, kertas kemas. Tips Membuat Kemasan yang Menarik Setelah mengetahui pengertian kemasan beserta fungsi dan tujuan pembuatan kemasan, lalu bagaimana cara membuat kemasan yang menarik?

Berikut ini tips-tipsnya: 1. Membuat Desain Kemasan yang Unik Salah satu point penting dalam membentuk kemasan adalah dengan mendesainnya secara unik, inovatif dan berbeda dari produk lainnya. Kemasan yang unik sangat efektif untuk menarik minat masyarakat dan membuat penasaran.

Sebagai contoh misalnya ketika di rak supermarket berderet kemasan berbentuk kotak, kemudian Anda membuat kemasan yang berbentuk bulat maka secara otomatis konsumen akan mengamatinya dengan seksama dan penasaran tentang isi didalamnya. 2. Desain Kemasan Sesuai Target Market Desain kemasan yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan target pasar. Misalnya jika target pasar Anda adalah anak-anak usia 5-12 tahunan maka buatlah desain kemasan bisa ditambahkan gambar kartun yang paling digemari anak-anak atau dengan bentuk kemasan yang menyerupai mainan.

Begitu juga jika targetnya orang dewasa maka desain juga harus menyesuaikan. 3. Membuat Kemasan dengan Beberapa Ukuran Jika produk yang Anda jual merupakan produk baru, usahakan untuk membuat kemasan dengan berbagai ukuran misalnya small, medium dan large.

Masyarakat cenderung akan memilih kemasan yang paling kecil untuk produk yang baru dirilis. 4. Mencantumkan Informasi Produk Secara Lengkap Jangan lupa untuk mencantumkan informasi produk pada kemasan.

Misalnya secara standar kemasan mencantumkan komposisi produk, jenis produk, cara penggunaan dan tanggal kadaluarsa. Konsumen cenderung tidak tertarik pada produk yang memiliki informasi minim. Baca juga: Strategi Pemasaran Kesimpulan Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kemasan adalah suatu bahan pembungkus barang konsumen yang memiliki fungsi untuk menampung, mengidentifikasi, menjelaskan, melindungi, menampilkan, mempromosikan, sekaligus menjaga produk tetap bersih.

Sedangkan pengemasan adalah suatu sistem yang disusun sedemikian rupa untuk mempersiapkan barang/ produk agar dapat didistribusikan, dijual, disimpan, dan digunakan oleh konsumen dalam kondisi baik.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian kemasan, fungsi, tujuan, dan tips membuat kemasan yang menarik. Perlu diingat bahwa kemasan merupakan identitas perusahaan, jika ada pembaruan kemasan, sebaiknya tidak terlalu jauh berbeda dengan desain sebelumnya.
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 8.2.

Sebarkan ini: Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan ialah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Unsur Manajemen Pemasaran Beserta Tugasnya Terlengkap Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli • Menurut Kotler (1995 : 200) Pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuahproduk. • Swatha mengartikan (1980 : 139) Adapun banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, akan tetapi jauh lebih luas dari pada itu.

Menurut Winardi (1993 : 203) fungsi kemasan adalah : dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Untuk melindungi benda perniagan yang bersangkutan terhadap kerusakan-kerusakan dari saat di produksinya sampai saat benda tersebut di konsumsi.

• Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan benda-benda perniagaan tersebut. Oleh para perantara dan para konsumen. • Guna menjual produk yang bersangkutan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan, Strategi Dan 6 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli Tujuan Kemasan Menurut Louw dan Kimber “2007” kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan yaitu: • Physical Production yakni melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.

• Barrier Protection yakni melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu dan sebagainya. • Containment or Agglomeration yakni benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan. • Information transmission yakni informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.

• Reducing Theft yakni kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik “menunjukkan tanda-tanda pembukaan” sangat membantu dalam pencegahan pencurian paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.

• Conveniece yakni fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. • Marketing yakni kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

Jenis-Jenis Kemasan Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis yakni: • Kemasan primer yakni bahan kemas langsung mewa dari bahan pangan “kaleng susu, botol minuman, dll”. • Kemasan sekunder yakni kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.

• Kemasan tersier dan kuarter yakni kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi, kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. Berdasarkan frekuensi pemakainnya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis yakni: • Kemasan sekali pakai “Disposable” yakni kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai.

Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus dan makanan kaleng. • Kemasan yang dapat dipakai berulang kali “multi trip” yakni kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

• Kemasan yang tidak dibuang “semi disposable” yakni kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain dirumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis yakni: • Kemasan siap pakai yakni bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya ialah wadah botol, wadah kaleng dan sebagainya.

• Kemasan siap dirakit yakni kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Strategi Pemasaran Serta Hal Penting Dari Sudut Pandang Penjual Dan Konsumen Syarat – Syarat Kemasan Menurut Winardi (1993:204) pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan pengemasan antaranya adalah : • Dari sejumlah besar bahan kemasan yang tersedia bahan manakah yang paling baik digunakan untuk menonjolkan wajah produk yang dihasilkan.

• Warna, desain, bentuk serta ukuran-ukuran kemasan yang harus digunakan. • Rancangan sebuah kemasan yang dapat mempermudah penggunaan produk oleh konsumen. • Apakah dapat di rancang sebuah kemasan di lihat dari fungsi sehingga kemasan itu dapat dipakai untuk tujuan lain setelah barang yang adadalam kemasan itu habis dikonsumsi. • Pertimbangan perancangan kemasan untuk momen tertentu misalnya untuk hadiah ulang tahun dan momen tertentu lainnya.

Bahan Kemasan Bahan yang dipergunakan untuk membuat kemasan akan sangat berpengaruh terhadap desain dan bentuk kemasan yang akan dibuat sekaligus berpengaruh terhadap kemasan produk yang dikemas, misalnya: suatu produk yang berupa cairan tidak akan aman atau dapat dikemas dalam bentuk kertas, produk-produk yang tidak tahan terhadap sinar ultra violet, tidak akan baik bila dikemas dalam plastik atau kaca transparan.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Menurut Syarief dan Irawati (1988:35) membagi kemasan menjadi beberapa golongan sebagai berikut: • Gelas Mudah Pecah, transparan (sehingga tidak cocok untuk produk yangtidak tahan pada sinar ultra violet).

• Metal Biasanya dibuat dari alumunium. Kemasan dari logam mempunyai kekuatan yang tinggi sehingga cocok untuk mengemas produk-produk yang membutuhkan kemasan yang muat, misalnya: untuk mengemas produk yang membutuhkan tekanan udara yang cukup ini untuk pendorong keluarnya produk tersebut dari kaleng kemasannya. • Kertas Kemasan dari kertas ini tidak tahan terhadap kelembaban dan air jadi mudah rusak, jadi kemasan kertas tidak cocok untuk mengemas produk-produk yang memiliki kadar air tinggi atau dalam keadaan cair.

• Plastik Kemasan ini dapat berbentuk film, kantung, wadah dan bentuk lainnya seperti botol kaleng, stoples dan kotak. Penggunaan plastic sebagai kemasan semakin luas karena ongkos produksinya relative murah, mudah dibentuk dan dimodifikasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas Beserta Faktornya Daya Tarik Kemasan Daya tarik kemasan sangat penting guna tertangkapnya stimulus oleh konsumen yang di sampaikan ke produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik pada produk tersebut.

Menurut Wiryo (1999:10) daya tarik visual kemasan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: daya tarik visual dan daya tarik praktis. • Daya Tarik Visual Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan atau lebel suatuproduk mencakup warna, bentuk, merk, ilustrasi, teks, tata letak(Wirya, 1999:28-30) • Warna Warna adalah suatu mutu cahaya yang dapat dipantulkan darisuatu objek ke mata manusia.

Warna terbagi dalam kategori terang(mudah), sedang, gelap (tua). Fungsi dari pemilihan warna : • Untuk identifikasi produk sehingga berbeda dengan produk pesaing. • Untuk menarik perhatian, warna terang atau cerah akan memantulkan cahaya lebih jauh dibandingkan dengan warnagelap. • Untuk menimbulkan pengaruh, misalnya untuk meningkatkan selera konsumen terhadap produk makanan.

• Untuk mengembangkan asosiasi tertentu terhadap produknya. • Untuk menciptakan suatu citra dalam mengembangkan produknya. • Untuk menghiasi produk. • Untuk memastikan keterbacaan yang maksimum dalam penggunaan warna kontras. • Untuk mendorong tindakan.

• Untuk proteksi terhadap cahaya yang membahayakan. • Untuk mengendalikan temperatur barang didalamnya. • Untuk membangkitkan minat dalam mode. • Bentuk Bentuk kemasan disesuaikan dengan produknya pertimbangan yang digunakan adalah pertimbangan mekanis, kondisi penjualan, perkembangan penjualan, pemejangan dan cara-cara penggunaan kemasan tersebut.

• Bentuk yang sederhana dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali disukai dari pada yang rumit • Bentuk yang teratur memiliki daya tarik lebih • Bentuk harus seimbang agar menyenangkan • Bentuk bujur sangkar lebih disukai dari pada persegi panjang • Bentuk cembung lebih disukai dari pada bentuk cekung • Bentuk bulat lebih disukai wanita, sedang pria lebih menyukaibentuk siku • Bentuk harus mudah terlihat bila dipandang dari jauh.

• Merk/logo Tanda-tanda identifikasi seperti merek dengan logo perusahaan adalah meningkatkan daya tarik konsumen.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

Merek atau logo ini dipandang dapat menaikkan gengsi atau status seorang pembeli. Syarat-syarat logo yang baik adalah : • Mengandung keaslian • Mudah dibaca atau di ucapkan • Mudah di ingat • Sederhana dan ringkas • Tidak mengandung konotasi yang negative • Tidak sulit digambarkan Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam Dan Contoh Motif Ekonomi Terlengkap • Ilustrasi Merupakan alat komunikasi sebuah kemasan bahasa universal yang dapat menembus rintangan perbedaaan bahasa.

Ilustrasi ini termasuk fotografi dan gambar-gambar untuk menarik konsumen. • Topografi Topografi adalah teks pada kemasan yang berupa pesan-pesan kita untuk menjelaskan produk yang di tawarkan sekaligus menyerahkan konsumen untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan produsen. • Tata letak Tata letak adalah paduan semua unsur garfis meliputi warna, bentuk, merek ilustrasi, topografi, menjadi suatu kesatuan baruyang disusun dan di tempatkan pada halaman kemasan.

Hal-halyang perlu di perhatikan dalam pengaturan tata letak adalah : • Keseimbangan • Titik pandang dengan menjadikan satu unsur yang paling menarik • Perbandingan ukuran yang serasi • Tata urutan alur keterbatasan yang sesuai • Daya Tarik Praktis Daya tarik praktis ini merupakan efektifitas efesiensi suatu kemasan yang ditujukan kepada konsumen maupun distributor atau pengecer. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis Tindakan Ekonomi Beserta Contohnya Terlengkap Daya tarik kemasan menurut Wirya (1999 : 15) antara lain : • Kemasan yang menjamin dapat melindungi produk • Kemasan yang mudah di buka atau di tutup kembali untuk disimpan • Kemasan dengan porsi yang sesuai • Kemasan yang dapat di gunakan kembali • Kemasan yang mudah di bawah, di pegang dan dijinjing • Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali yang memudahkan pemakaian dalam menghabiskan dan mengisinya kembali Etika Kemasan Dalam menentukan kebijakan dalam pengemasan suatu produk produsen hendaknya memperhatikan etika pemasaran McCharty (1993:199-202) yaitu dengan membuat kemasan yang dapat di pertanggung jawabkan secara sosial misalnya dengan membuat kemasan yang dapat didaur ulang atau kemasan yang dapat dipakai kembali sehingga tidak merusak lingkungan.

Disamping itu produsen dalam dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali harus mencantumkan tanggal kadaluwarsa produk tersebut agar konsumen tidak di rugikan oleh barang-barang yang tidak ia perlukan dan berbahaya bagi merek dan perlu juga di cantumkan tentang informasi harga barang tersebut pada konsumen produk tersebut.

Contoh Kemasan Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli Sebarkan ini: • • • • • Posting pada E-Bisnis, Ekonomi, S1 Ditag alupaper, apa perbedaan kemasan kertas dan kaca, apa tujuan penyimpanan atau pengemasan tepung, bahan kemasan, bikin plastik kemasan, cetak kemasan bandung, cetak kemasan murah tangerang, cetak kemasan plastik, cetak kemasan surabaya, cetak packaging, contoh kemasan, dikemas.com rumah kemasan, fungsi kedap udara, fungsi kemasan, fungsi label, harga kemasan pillow pouch, identitas produk dapat berupa, jenis jenis kemasan beserta kelebihan dan kekurangan, jenis kemasan, jenis kemasan primer, kalimat pengemasan, kemasan kertas, kemasan kopi 50 gram, kemasan makanan, kemasan plastik, kemasan produk makanan, kemasan sekunder adalah, kemasan tambahan adalah, kemasan tersier, kemasan ukm murah, macam macam kemasan, manfaat kemasan, manfaat pengemasan, pengertian kemasan menurut para ahli, pengetahuan bahan kemas, perkembangan industri plastik di indonesia, produksi plastik kemasan, sebutkan fungsi kemasan produk, standing pouch doff, syarat kemasan, teknik pengemasan dalam produksi suatu produk, teknik penyajian dan pengemasan, terangkan mengenai kemasan kertas, tujuan desain dan kemasan produk, tujuan kemasan Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran).

Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli.

Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. [ane] Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian.

Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.

[2] Pengemasan tradisional [sunting - sunting sumber ] Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung (pelepah daun jagung), daun kelapa/enau (aren), daun jambu air dan daun jati. Cara pengemasannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara seperti dapat dilihat dalam Tabel berikut Cara mengemas Bahan kemasan Menggulung Daun pisang Daun bambu Daun/kelobot jagung Merobek Daun pisang Daun jambu Membalut dengan pembalut Daun pisang Daun kelapa Menganyam Daun kelapa Pengemasan, di atas bertujuan untuk melindungi makanan dari kerusakan, juga merupakan daya pikat-bagi orang agar terpesona untuk menikmatinya.

[2] Persyaratan Bahan Kemas [sunting - sunting sumber ] Dalam menentukan fungsi perlindungan dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan dilindungi. Mutu produk ketika mencapai konsumen tergantung pada kondisi bahan mentah, metode pengolahan dan kondisi penyimpanan.

Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: • Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan. • Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme.

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

• Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian.

• Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan. • Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.

Dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi kemasan tersebut maka kesalahan dalam hal memilih bahan baku kemasan, kesalahan memilih desain kemasan dan kesalahan dalam memilih jenis kemasan, dapat diminimalisasi.

Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka kemasan harus memiliki sifat-sifat: • Permeabel terhadap udara (oksigen dan gas lainnya).

dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali

• Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi dan menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat mempertahankan warna, scent, dan cita rasa produk yang dikemas. • Kedap air (mampu menahan air atau kelembaban udara sekitarnya). • Kuat dan tidak mudah bocor. • Relatif tahan terhadap panas. • Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah. [3] Penggolongan Kemasan [sunting - sunting sumber ] Cara-cara pengemasan sangat erat berhubungan dengan kondisi komoditas atau produk yang dikemas serta cara transportasinya.

Pada prinsipnya pengemas harus memberikan suatu kondisi yang sesuai dan berperan sebagai pelindung bagi kemungkinan perubahan keadaan yang dapat memengaruhi kualitas isi kemasan maupun bahan kemasan itu sendiri.

Kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain: 1. Frekuensi Pemakaian • Kemasan Sekali Pakai ( Dispensable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai.

Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. • Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali ( Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.

• Kemasan yang Tidak Dibuang ( Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.

two. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam sistem kemasan keseluruhan dapat dibedakan atas: dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe) • Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.

• Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

iii. Sifat Kekakuan Bahan Kemas • Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil. • Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan.

Misalnya kayu, gelas, dan logam. • Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan • Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas. • Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil.

Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi. • Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.

5. Tingkat Kesiapan pakai • Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. • Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

[iv] Kemasan Fleksibel [sunting - sunting sumber ] Di samping jenis-jenis kemasan di atas, dewasa ini telah berkembang pesat sistem pengemasan secara fleksibel, yaitu sistem pengemasan yang dapat melentur mengikuti bentuk bahan yang dikemas. Bahan pengemas fleksibel terdiri dari berbagai jenis kertas, cellulose films, film plastik, kertas timah coatings, bonding adhesives, dan kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Pengemas fleksibel ini banyak digunakan dalam pembungkusan berbagai komoditas dan produk olahannya seperti buah-buahan (manisan, pisang sale, durian, nangka), daging (abon, dendeng, sosis), ikan (dendeng ikan, kerupuk ikan, ikan teri goreng), makanan lengkap (mie, bihun, sambal goreng), bumbu lengkap (gule, opor, rawon, dan sup), rempah-rempah (cabai giling, kunyit, pala, vanili), makanan lainnya (biskuit, kembang gula, dodol, coklat).

Cara mengemas komoditas pertanian dan produk olahan dalam pengemas fleksibel dapat dilakukan dengan cara: • Secara manual, dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat/mesin. Contohnya: membungkus tempe dengan daun atau plastik, kembang gula, membungkus teh dalam kemasan kertas, dan sebagainya. • Semi mekanik, menggunakan tangan dengan dibantu peralatan tertentu, misalnya menutup botol kecap/minuman, penggunaan heat sealer untuk merekatkan plastik.

• Mekanis, dengan mesin kemas yang digerakkan oleh tenaga listrik/motor berkecepatan tinggi. Umumnya proses pengemasan bersamaan dengan proses pengisian bahan dalam satu unit of measurement mesin seperti pengisian botol minuman ringan, obat-obatan, dan sebagainya. Pemasaran kemasan ini akhir-akhir ini menjadi populer untuk mengemas berbagai produk baik padat maupun cair. Dipakai sebagai pengganti kemasan rigid maupun kemas kaleng atas pertimbangan ekonomis kemudahan dalam penanganan.

[v] Peraturan Kemasan makanan dan minuman di Republic of indonesia [sunting - sunting sumber ] • ^ [En Carta]. 2010. Packaging. [terhubung berkala]. http://uk.encarta.msn.com/dictionary_1861732789/packaging.html [ pranala nonaktif permanen ] [xix Mar 2010]. • ^ a b Imatetani (Juli 2010).

Tendency Pengemasan Modern Seharusnya Tidak Menggeser Kemasan Tradisional (htm) (dalam Bahasa Indonesia). Siaran pers. Diakses pada 22 Juli 2010. Diarsipkan 2010-07-25 di Wayback Machine.

• ^ Jaswin One thousand. 2008. Packaging Materials and its Applications. Djakarta:Indonesian Packaging Federation. • ^ HSA. 1985. A guide to the classification, packaging and labelling of dangerous substances regulations. [terhubung berkala] https://web.annal.org/spider web/20080908034223/http://www.hseni.gov.uk/dangerous_substances_regulations.pdf [28 Mar 2010]. • ^ Direktorat Jendral Industri Kecil. 2007. Kemasan Flexible.

Jakarta: Departemen Perindustrian. Pengemasan Produk Dapat Menentukan Apa Saja Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pengemasan Terbaru • Cara Membuat Hiasan Pintu Kamar Dari Kardus • Seluk Beluk Usaha Bisnis Ternak Lobster • Panduan Ht Baofeng Uv 82 Bahasa Indonesia • Dengan pengemasan maka barang siap untuk berikut ini kecuali Cara Mengubah Interval Nada D Mayor • Pembagian Kerja Dan Beban Kerja Di Perusahaan Peternakan • Cara Pasang Twrp Redmi Note 7 Tanpa Pc • Berikut Ini Cara Memperkecil Resiko Resiko Usaha Adalah • Contoh Membuat Pohon Akar Masalah Tentang Peternakan • Hack Wifi Wpa2 Psk Windows 7 Cmd Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized

Menghitung : Biaya Bahan Baku, Biaya Overhead Pabrik, Harga Pokok Produksi, Harga Pokok Penjualan




2022 www.videocon.com