Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun....

burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun....

1.Burung pipit burung kenari Terbang melayang pulang kembali Wahai kawan lihatlah kemari Ada nenek main lompat tali Pantun di atas merupakan jenis pantun . a.jenaka b.nasihat c.teka-teki d.kiasan 2.Pergi ke muara menaiki rakit Bawa balik bunga yang mekar Buah ini rasanya pelik sedikit Biji buahnya ada di luar Pantun di atas merupakan jenis pantun .

a.jenaka b.kiasan c.nasihat d.teka-teki 3.Pohon tua disebut buhun, Banyak dahannya yang berduri. Kering dijemur dalam setahun, Basah oleh hujan sehari. Pantun di atas merupakan jenis pantun .

a.nasihat b.jenaka c.kiasan d.teka-teki 4.Tinggi galah berjengkal-jengkal, Bayang dijinjing karena ringan. Kepada Allah bertawakal, Tempat diri mohon pertolongan. Pantun di atas merupakan jenis pantun . a.kiasan b.jenaka c.teka-teki d.nasihat 5.Ari menari sampur melebar. Tersenyum ceria semua terhibur. Berbadan besar telingannya lebar.

Hidungnya panjang suka menyembur? Jawaban dari pantun teka-teki di burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

adalah . a.harimau b.unta c.jerapah d.gajah 6.Pohon tinggi jatuh membayang, Jalan setapak dari Ketapang. Siapa yang rajin sembahyang, Sejuk di hati dadapun lapang. Nasihat yang bisa kita ambil dari pantun tersebut adalah . a.Jika kita naik pohon tinggi nanti akan jatuh b.Jika kita suka bermain di lapangan maka hati akan sejuk c.Jika kita jalan terlalu lama maka akan capek d.Jika kita rajin melaksanakan shallat tentu akan memiliki hati yang sejuk dan pikiran yang terbuka tolong kak jawab dengan benar ^_^ (kalo ngasal report)​ Jawaban: 1.

A. Jenaka 2. C. Nasihat 3. C. Kiasan 5. D. Gajah 6. D. Jika kita rajin melaksanakan shallat tentu akan memiliki hati yang sejuk dan pikiran yang terbuka Penjelasan: Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Lazimnya puisi hanya terdiri atas 4 larik (baris) bersajak ab-ab atau aa-aa.

pantun jenaka adalah salah satu jenis pantun yang mengandung humor dan bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya. Pantun nasihat memuat petuah, petunjuk, peringatan, teguran, pesan moral, anjuran, atau ajaran baik.

Pantun kiasan adalah pantun yang isinya berupa ibarat. Yaitu mengkiaskan sesuatu dengan sesuatu yang lain. • MAAF KALO SALAH • SEMOGAMEMBANTU • JADIKAN JAWABAN TERCERDAS YH By Answer: anjani54493010 lengkapilah pantun-pantun berikut ! 1 ) . . kalau kamu r … ajin belajar cita-cita mu pasti tercapai 2 ) Disekolah belajar berhitung terus menerus supaya lancar . . 3 ) . . rajin olahraga bela diri badan kuat hati gembira 4 ) anak kenari hinggap di tugu gagak melayang di cakrawala .

. 5 ) . . anak yang rajin pasti akan menjadi juara plis cepetan dijawab lagi butuh banget Berani JujurCandra: “Andaikan orang tuaku punya banyak uang, tentu aku tidak akan mendapat masalah.”Ardian: “ Ada apa, Can?

Katakalah, mungkin aku dap … at membantumu. Ayolah, bicara saja, jangan malu!”Candra: “Begini Ar, aku belum membayar buku karena orang tuaku belum mempunyai uang. Padahal aku sudah berjanji hari ini akan membayarnya.”Ardian: “Begini, nanti kita berdua menghadap Ibu Guru setelah pelajaran selesai, kemudian kita mengatakan yang sejujurnya tentang keadaanmu.

Bagaimana?”Candra: “Ya, itu ide yang baik sekali. Terimakasih, Ar.”Mengapa Candra mengatakan “Ya, itu ide yang baik sekali” pada akhir teks?A. Ardian menemukan jalan keluar yang baik.B. Ibu Guru membebaskan uang buku Candra.C. Ardian meminta Candra untuk berkata jujur.D. Ardian berjanji akan membantu Candra untuk melunasi buku.​ Bacalah teks laporan rumpang berikut.Pada tanggal 9 dan 10 November 2019,sekolah kami mengadakan perkemahan di Bumi Perkemahan Cibubur.

Seluruh siswa … kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan ini. Kami mengawali kegiatan ini dengan melaksanakan apel yang dipimpin oleh Pak Sardi selaku pembina Pramuka.Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks laporan rumpang tersebut adalah.​ Yahoo kuulub Yahoo kaubamärkide perre.

Klõpsates valikut " Aktsepteeri kõik", nõustute, et Yahoo ja meie partnerid salvestavad teie seadme teavet ja/või pääsevad sellele ligi küpsiste ja muude sarnaste tehnoloogiate abil ning töötlevad teie isikuandmeid isikupärastatud reklaamide ja sisu kuvamiseks, reklaami ja sisu mõõtmiseks, vaatajaskonna ülevaate ja tootearenduse jaoks. Teie isikuandmed, mida võidakse kasutada • Teave teie seadme ja internetiühenduse, kaasa arvatud teie IP-aadressi kohta • Sirvimis- ja otsingutegevused Yahoo veebilehtedel ja rakendustes • Täpne asukoht Lisateabe saamiseks ja oma valikute haldamiseks tehke valik ' Halda sätteid'.

Oma valikuid saate igal ajal muuta privaatsusseadete kaudu. Lisateavet selle kohta, kuidas me teie teavet kasutame, leiate meie privaatsuspoliitikast ja küpsiste poliitikast. Meie partnerite kohta lisateabe saamiseks klõpsake siin.
Menu • Home • Pengantar • Sekapur Sirih • Profil • Tentang Irwan Prayitno • Di Media Cetak • Di Media On Line • Di Mata Keluarga dan Teman • Buku2 Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno • Buku 1–No 1 s.d 2.006 • Buku 2–No 2.007 s.d 4.169 • Buku 3–No 4.170 s.d 6.026 • Buku 4–No 6.027 s.d 8.308 • Buku 5–No 8.309 s.d 10.431 • Buku 6–No 10.432 s.d 12.536 • Buku 7–No 12.537 s.d 14.634 • Buku 8–No 14.635 s.d 16.715 • Buku 9–No 16.716 s.d 18.766 • Buku 10–No 18.767 s.d 20.799 • Buku 11–No 20.800 s.d 21.810 • Buku 12–No 21.811 s.d 23.940 • Buku 13 – No 23.941 s.d 26.029 • Buku 14 – No 26.030 s.d 28.071 • Buku 15 – No 28.072 s.d 30.109 • Buku 16 – No 30.110 s.d 32.129 • Buku 17 – No 32.130 s.d 34.309 • Buku 18 – No 34.310 s.d 36323 • Buku 19 – No 36.324 s.d 38.432 • Buku 20 – No 38.433 s.d 40.468 • Buku 21 – No 40.469 s.d 42.490 • Buku 22 – No 42.491 s.d 44593 • Buku 23 – No 44594 s.d 46638 • Buku 24 – No 46639 s.d 48650 • Buku 25 – No 48651 s.d 50653 • Buku 26 – No 50654 s.d 52728 • Buku 27 – No 52729 s.d 54853 • Buku 28 – No 54854 s.d 56383 • Buku 29 – No 56384 s.d 57811 • Buku 30 – No 57813 s.d 59581 • Komentar tentang Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Informasi Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Pengumuman Festival Pantun • Pengumuman Lima Puluh (50) Pemenang Terbaik • Pengumuman Tiga Pemenang Terbaik • Gallery • Pantun Karya Siswa/i se-Sumbar • Video • Video Pantun • Tulisan • Buku • Karya Ilmiah • Artikel • Tahun 1987 – 2009 • Tahun 2010 – 2015 • Tahun 2016 – 2018 • Anakku Penyejuk Hatiku • Masalah Perkembangan Anak dan Solusinya • Menjadikan Anak Saleh • Prestasi • Galery SMA N 1 Lubuk Alung Nama : Suciana Pramilinia Negara ini kebanggaanku Sering dikenal nusantaraku Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Sungguh besar toko Tauke Banyaknya tak terkira Dari Sabang sampai Merauke Itulah luasnya nusantara Di laut banyak kura-kura Terkenal di laut Mediterani Beragam suku di nusantara Dari Pidi sampai Dani Berkunjung ke daerah Agam Tak lupa singgah di pacuan Tiap daerah punya ragam Dari bahasa hingga makanan Sangat bersih kota itu Pasti rajin membersihkannya Sangat elok batik itu Pastilah bangga bangsanya Tak puas di daerah Agam Pergilah ke Lawang di puncak Bahasa kami memang ragam Bahasa Indonesia tetap pemuncak Sering kau menggantungkan Termasuk hubungan kita Budaya haruslah dilestarikan Begitu jua bahasa kita Shalatlah lima waktu Jangan tertinggal oleh kita Tak lekang oleh waktu Itulah budaya kita Rok dan celana beda Tapi tetap dipakai jua Walaupun berbeda-beda Tapi tetap satu jua Hidup harus ada tujuan Agar sehat jiwa raga Negara kita adalah kesatuan Bersatulah untuk negara Nama : LEONY JANUARISTI Manurun bukik,malereang tabiang Dicaliak sawah baliku-liku Badan sakik Kapalo paniang Mambuek cabiak saku-saku (miskin) Padi manguniang di dalam sawah Rancak dicaliak di ateh bukik Ambo paniang kini di bawah Suatu saat ambo ka Bangkik Tadanga sayuik suaro ganto Kironyo jawi mairik pidati Takajuik denai mandanga carito Manda Uda lah ba bini Daun karambia batandan lidih Ditapok angin melambai-lambai Mancaliak adiak nan masih gadih Mambuek denai barandai-andai Rancak bantuak nyo Bungo taratai Taratai tumbuah di ateh ayia Adiak rancak rambuik tagerai Apo kandai ka denai agia Putri masih kalau galak Sayang saketek gigi jarang Adiak manih Jan talampau lagak Mangko nyo urang banyak berang Hari sanjo matahari Tabanam Rancak di caliak di tapi lawuik Alah Tibo sabalun malam Mambuek denai burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

lutuik (salut) Di apik bukik bakuliliang Di tangah-tangah nyo ranah Minang Adiak bajanji ndak kabapaliang Asa udah namuah maminang Tanah data luak nan tuo Di caliak tanah nyo bajanjang-janjang Jan manyasa kalau lah tuo Mawas diri salagi bujang Jalan mandaki ka ateh bukik Jalan Manurun ka dalam lurah Jan sampai hati adiak sakik Beko Muko Uda kanai ludah Nama : Mulyadi Belalai Putih Milik Gajah Madu Manis Punya Lebah Tiada Tuhan Selain Allah Nabi Muhammad Utusan Allah Kehinaan Tak Dapat Ditutupi Bagaikan Siang Menjadi Malam Sebuah Penyesalan Tiada Arti Hidup Telah Berpindah Alam Persilat Tangguh Yang Kuat Bagaikan Semangat Dalam Tekad Semasa Hidup Selalu Bershalawat Di Akhirat Dapat Syafaat Ke Kebun Mengambil Pepaya Pepaya Diambil Oleh Ira Bekerja Keras Untuk Dunia Hidup Dunia Hanya Sementara Pakai Sepeda Sulit Dikayuh Pakai Motor Tanpa Keringat Mengapa Surga Yang Jauh Kalau Ada Surga Yang Dekat (Ibu) Kapal Laut Dipakai Nahkoda Kapal Menabrak Tiang Menara Manfaatkanlah Waktu Yang Ada Karena Hidup Hanya Sementara Karir Dunia Sebatas Maut Amal Ibadah Sangat Berharga Nikmat Dunia Hanya Sedikit Dibandingkan Nikmat Di Surga Hanya Singgah Sekejap Masa Setiap Waktu Akan Berlalu Kuat Gagah Tiada Guna Saat Diri Ditaklukan Nafsu Tetangga Sebelah Punya Kera Kera Dikasih Buah Semangka Luas Surga Tiada Terkira Dengan Iman Pintu Terbuka Hidup Mengharap Sebuah Hadiah Hadiah Didapat Tidak Dibawa Bila Hidup Berleha-leha Di akhirat Akan Sengsara Nama : Serli Putri Patricia Tajatuah badan dek katurun Dek kaki nan indak bamato Kok luluih mendaftar festival pantun Untuang lai sanang jo hati urang tuo bali katupek di lapau eti katupek abih dibali tami Baraja nan rajin dari kini Bia ndak manyasa kamudian hari Caliak buah duku jo lansek Duo buah nan babeda raso Pituah urang tuo di pacik arek Bia salamaik di dunia ko babelok jalan kelok sambilan Jalan nyo rami dek rang solok pandai pandai mamiliah kawan Untuang lai dapek nan elok batang karambia di panjek baruak Baruak di kabek lapeh juo tampang denai buliah buruak Kok nan hati lai rancak juo si siti di lapau buek katupek Katupek di makan dek piek kamek urang minang kok mangecek Iyo pakai kato nan ampek pai lala yo nan ka padang Singgah dulu ka koto lalang Kok pantang denai ka pulang Sabalun denai jadi pamenag rami pasa rang piaman Yo rami dek anak mudo mudo manih kecek buliah di agiahan Bagak denai buliah di cibo anak urang kubang baraliah Di sawah lah mulai kalam pulo Kok hati buliah mamilih Iyo nyo juo katampek hati ko ayam kinatan lapeh di laman Laman baserak di buek nyo denai nan dari padangpiaman kayo dek adaik budayo nyo janiah aia nyo batang pasaman aia janiah tampek batamu tarimo kasih nan dek kesempatan Di lain waktu kito batamu kok titih nan alah patah kayu di angkuik jo pedati jikok ado kato nan salah jan di simpan di dalam hati Nama : VERRA DWAR DINI Jus mirah dibuat Dino Kemudian diminum oleh Sarah Jes merah semboyan Soekarno Jangan sekali melupakan sejarah Kalau ingin membeli batik Warna terang tiada salah Carilah amal yang terbaik Shalat sunah pertambahlah Pohon mangga besar batang Mangga manis wajib dimakan Negara sakit terlilit utang Pejabat terlena kekayaan Kalau kamu main peniti Hati-hati dengan tusukan Ibu pertiwi bersedih hati Bhatara negara tak diacuhkan Buruh tanah membuat bata Bata bagus butuh biaya Satukanlah tujuan kita Tuk hindari hal yang sia Jalan-jalan ke kenya Jangan lupa wisata makan Kalau boleh daku bertanya Apa yang panas dan melicinkan Baju gaun berwarna merah Merah hati kesukaan Dini Ketika kau hilang arah Jangan sedih Allah disini Jika ingin buat tandu Ikatan jangan sampai menganga Sesungguhnya aku rindu Tapi cinta belum berbunga Senapan angin berderu Seiring burung melaju Lupakan yang lalu sambut yang baru Janganlah ragu tuk maju Ada orang sakit jiwa Menangis minta ke Jepang Alangkah lucu si kakek tua Rambut pitak mintak dikepang Nama : Mhd Zaiyan Dzaky F Kepahlawanan Pagi pagi makan bengkuang Bengkuang dikupas oleh buk rani Terimakasih para pejuang Telah membangun bangsa ini Dian menari tangannya kaku Tidak seperti saat makan Semua jasa para pahlawanku Takkan pernah kulupakan Si arjuna sang raja panah Melepaskan panah ke tengah papan Mereka rela bertumpah darah Demi kita dimasa depan Buk koko suka menjual jamu Menjual jamu sampai basah Dengan keris ditanganmu Kau basmi para penjajah Wanita anggun berselendang merah Memiliki rumah indah dan megah Walaupun mati bersimbah darah Kalian tetap yang paling gagah Bapak jajang suka begadang Begadang semalaman nonton rama shinta Mereka berjuang pagi hingga petang Demi kemerdekaan NKRI tercinta Hati harimau keras seperti batu Memilih manusia menjadi mangsa Mereka Rela mengorbankan waktu Untuk mencapai kemerdekaan bangsa Perbuatan buruk milik setan Mengganggu orang sampai berlarian Kalian kokoh dalam perbuatan Serta teguh dengan pendirian Anak pak direktur namanya wawan Wawan hidup penuh gaya Karena kalianlah para pahlawan Negeri ini merdeka dan jaya Keluarga pak somad pergi pindah Pindahnya ke rawajati Kalian buat lawan gundah Hanya dengan keteguhan hati Nama : Alan Rizki Pratama Orang kaya banyak harta Pergi ke jakarta setiap tahun Dengan bismillah pembuka kata Kata dibuka dengan pantun Membuat pedang dengan besi Pedang dibeli orang kaya Pantun kubuat dimalam sunyi Untuk melestarikan budaya bangsa Pergi ke pasar membeli semangka Semangka dimakan dengan kue Budaya banyak ragamnya Dari sabang sampai merauke Minum es dengan pisang Dimakan dengan kue layang layang Budaya bangsa banyak dari sabang Salah satunya budaya minang Menanam padi di tengah sawah Padi ditanam dengan tangan Budaya minang tetap utuh asalkan dijaga dan dilestarikan Orang kaya mencari durian Durian dicari ditengah hutan Budaya dilestarikan dengan tarian Kuliner dilestarikan dengan masakan Pergi berlibur ke pantai kata Tiba disana bermain layang layang Dari aceh sampai papua Kuliner minang tetap disanjung Memasak ubi sampai matang Ubi dibeli orang kaya Kuliner minang adalah rendang Yang telah diakui dunia Jalan jalan ke singapura Jalan jalan dengan orang kaya Walaupun budaya berbeda beda Tapi kita tetap satu juga Anak raja makan durian Makan durian dengan ramah Dengan kata penutup pantun Kata ditutup dengan bismillah Nama : Siti Nurfalinda Paman pergi ke jakarta Pulangnya membawa semangka Hidup di dunia sementara Hidup di akhirat selama-lamanya Pergi ke pasar beli semangka Beli juga kaca mata Jangan meratapi yang belum dipunya Tapi syukurilah yang sudah dikasihnya Ayah lagi mondar mandir Melihat rini berkelahi Rajinlah dalam belajar Kalau ingin cita-cita tercapai Durian dibelah jadi dua Semua orang jadi ribut Walaupun sibuk didunia Jangan lupa urusan akhirat Muka-muka jalan berkelok Bumi malaka begitu mewah Adat bersandi sarak Sarak bersandi kitabullah Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kami disengat lebah Saat memanjat pohon mangga Perbanyaklah beribadah Sebab dunia semakin tua Pergi ke pulau naik rakit Ditepi ketemu dengan angsa Jangan tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Bibi pulang bawa oleh-oleh Belinya dari ramayana Sholat itu perintah Allah Jika ingkar masuk neraka Kayu bakar dibuat arang Arang dibakar memanaskan hati Jangan mudah menyalahkan orang Cermin maka lihat sendiri Nama : Putri Azmita Beli buah di toko Bedus Jangan lupa membeli peniti Untuk apa memasang wajah mendengus Banyak orang yang sakit hati Pak Mamat pergi ke sawah Anaknya sedang makan Janganlah hidup bermewah Nanti kamu akan miskin Pergi ke pasar membeli tomat Tidak lupa membeli cireng Klo tuan manusia hebat Coba tebak buah apa yang loreng?

Ke Jakarta pakai metro mini Duduk bersebelahan dengan kakak Tanamlah pohon dibumi ini Agar udara semakin sejuk Dari mana datangnya lintah Dari sawah turun ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata turun ke hati Orang bangka jual martabak Layang-layang beri berjambul Barulah senang ibu dan bapak Melihat anaknya mengucapkan ijab kabul Beringin di tepi kolam Buaya bersarang di bawahnya Hati ingin hendak belajar Orang tua saya melepaskannya Banyak ikan di dalam laut Ikan tenggiri di dalam peti Banyak kapal karam di laut Saya sendiri karam di hati Orang padang pergi ke pauh Sampai di pauh membeli ikan Janganlah kamu pergi jauh Banyak orang yang merindukan Dari cirebon ke semarang Tidak lupa membawa capcay Berhematlah dari sekarang Agar dewasa kelak kita happy Nama : ATIFA AWDIA RAMADANI Masih banyak perjuangan kita Ingatlah semangat ketika merdeka Satukan hari dan kerahkan usaha Agar tercapai juga impian merdeka Pergi berlayar ke samudra hindia Petunjuk jalannya memakai peta Ingatlah wahai masyarakat indonesia 17 agustus adalah hari kemerdekaan kita Minum teh tanpa gula Sungguh pahit rasanya Kalau kamu cinta budaya Cintailah budaya indonesia Ditepi jalan ketemu nenek lansia Sedang berbicara dengan anak nya Jagalah budaya indonesia Kalau kamu mencintainya Jalan-jalan keliling indonesia Jangan lupa pergi ketaman mini Indonesia adalah paru-paru dunia Janganlah kalian merusak negara ini Terbang rendah burung peragam Dari hama terbang kehutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Pohon mangga sebesar paha Pohon kemiri tidak berduri Mari bersama kita berusaha Membangun budaya negri sendiri Ada anak lagi main sepeda Tersandung batu jatuh lah dia Belilah barang indonesia Agar dapat sayang budaya Pergi kewarung memakai sendal Hendak membeli ikan asin Kita harus menjaga kesenian tradisional Agar tidak diambil negara lain Berkobar-kobar semangat membara Membela rakyat, membina negara Menjulang impian rakyat jelata Membina martabat sebuah bangsa Nama : M.Ihsan Menangkap ikan dengan jala Ikan di tangkap di rawa rawa Assalamualaikum pembuka kata Semoga pantun saya dapat juara Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari Pekalongan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah Dasar jangan diabaikan Pergi ke Medan membeli ulos Singgah di kedai membeli gulai Jangan ajak aku membolos Dorong aku jadi anak pandai Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Kepada rumput pergi berburu Pergi berburu bersama teman Anak baik hormati guru Itu namanya murid budiman Ada jarum dan juga peniti Jangan ditusuk pastilah sakit Sesama teman jangan berkelahi Tak ada guna badanpun sakit Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Pohon jati kuat kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Tinggi batang pohon jambu Tumbuh di sisi pohon mangga Engkau dan aku adalah satu Bersahabat dalam suka duka Kepada rumput pergi berburu Pergi berburu bersama teman Anak baik hormati guru Itu namanya murid budiman Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Nama : Cindy Wulandari Octo Orang kaya banyak berharta Ke Sumatra setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Daun ilalang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dikarang penghibur hati Turut kembangkan budaya Etam Daun ilalang taruh di topi Daun Kurma ditambah lagi Pantun kukarang di malam sepi Kala purnama telah meninggi Ambil paku di Kota Raja Di Kota Raja mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Manis sungguh gula Melaka Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Anak teruna tiba di darat Dari Makasar langsung ke Deli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak dijual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Ambilah bambu untuk sembilu terbanglah debu dari cerutu Nama kamu aku sebut slalu didalam do'a disetiap waktu Langitnya membiru terlihat sendu warnanya hijau membiru dan semu Jaraknya jauh tumbuh rindu inginkan slalu didekat denganmu Nama : Sarmila Junifa Pitri Malam minggu pergi karaoke Ayo pergi sama saudara Dari sabang sampai merauke Sungguh indah budaya nusantara Beli baju warna biru Untuk dipakai jalan jalan Meski beda ras dan suku Tapi kita satu tujuan Kipas angin berputar putar Ditarok diatas meja Belajarlah agar pintar Kelak engkau akan berguna Sangat terang di malam hari Di sinari bulan purnama Wahai insan jangan lupa diri Atas semua kuasa_Nya Pergi mendaki ke gunung merapi Jangan lupa ajak teman Lihatlah alam bumi pertiwi Betapa indah ciptaan tuhan Jalan jalan naik sepeda Singgah dahulu ditepi pantai Jangan sampai engkau lupa Banyak sanjungan membuatmu lalai Berlibur kepulau seribu Disana banyak wisatawan Hormatilah ayah dan ibu Ridho tuhan kau dapatkan Pagi pagi minum kopi Kopinya ditambah gula Jagalah bumi ini Dengan buang sampah pada tempatnya Pergi ke cina naik pesawat Terbang tinggi di udara Wahai para pejabat Jangan ambil hak mereka Pak ali beli besi Belinya di pasa raya Sumatra punya ragam tari Tari pasambahan salah satunya Hujan turun dimalam sepi Hembusan angin menusuk tulang Hapus semua rasa benci Tumbuhkan kasih sayang Nama : Wilda Kota Padang penghasil bengkoang Payakumbuh kota galamai Sungguh elok rumah gadang Walaupun gubuk, suasana damai.

Sungguh tinggi Gunung Singgalang Tidak setinggi Bukit Barisan Sungguh banyak yang diangan Hasil karya tidak dilupakan. Padang Panjang Serambi Mekkah Sungguh banyak curah hujannya Biarlah hidup bersusah payah Semua usaha ada manfaatnya. Elok baladang ka tarantang Daripado ka Tandikek Tumbuah kamuniang rampak mudo Kalau di rantang namuah panjang Bia diputa supayo singkek Diambiak sado nan paguno.

Pagaruyuang di Batu Sangka Disinan juo bundo kanduang Hati rusuah hilang pangana Nan kuaso tampek balinduang. Rumah gadang sambilan ruang Panghulu tagak jo tungkeknyo Pandai-pandai di rantau urang Hiduik basamo ado gunonyo. Disudut penjuru negeri Di sebelah samudra raya Mari lestarikan budaya antri Karena kita orang indonesia.

Kuraitaji pakan sanayan Urang gaek manggaleh lado Capek kaki, ringan tangan Namun salero lapeh juo. Orang padang mandi ke gurun Mandi dengan bunga lada Hari petang, matahari turun Dagang berurai air mata.

Hujan turun dini hari Menutup cahaya mentari pagi Saatnya anak muda negeri Membangun budaya yang telah mati. Nama : Fany ardia fitri PANTUN MUDA MUDI Buah pala buah mengkudu Dibawa orang ke kota raja Sudah lama adek menunggu Nyatanya abang kemana aja? Buah gelatik diatas genteng Buah pisang dimakan raja Adek cantik,abang ganteng Gimana kalau kita jadian aja Makan tahu diatas batu Tahu dibawa dari semarang Kalau kamu suka padaku Belikan emas satu keranjang Makan roti di tepi sawah Makan ketupat di surabaya Tak pernah hati ini gelisah Karna punya kekasih dua Teh manis rasanya manis Teh tawar tanpa gula Pedih hati seakan teriris Melihat kekasih jalan berdua Naik kereta ke kota solo Jangan lupa beli kerudung Sudah lama aku menjomblo Punya satu ,kena tikung Beli pena di toko sepatu Anak ayam makan rumput Terlena aku menunggu Bintang jatuh, malah nyangkut Kebukittinggi jalan berliku Singgah sebentar di kayu tanam Sakit hati menahan rindu Terbayang siang dan malam Ada pengamen nyanyi tokecang Berdiri tegak menghadap restoran Sungguh aneh anak sekarang Kecil kecil sudah pacaran Sungguh enak simangga muda Putih putih si bunga melati Jangan lupa para remaja Ajak kekasih pergi mengaji Nama : Yohana Nurfifah Hadiq Pantun percintaan Makan roti dimalam hari Makannya sambil tertawa Kamu sangat menarik hati Karna senyummu yang menggoda Pantai kata dipariaman Pantai cermin juga ada Wajahmu tampan rupawan Membuat aku tergila-gila Pulau pandan pulau angsa Terlihat jelas ditepi laut Wajahmu ayu mempesona Membuat hatiku cenat cenut Hatiku hatimu Dibungkus dalam jerami Cintaku menggebu-gebu Melihat wajahmu cantik sekali Hari hujan dipagi hari Burung-burung enggan terbang Namamu selalu dihati Karna hanya kamu yang kusayang Bunga mawar bunga melati Kedua bunga sama harumnya Aku rela lama menanti Demi dia yang kucinta Anak-anak bermain bola Mainnya dihari senja Senyummu ayu mempesona Membuat aku jatuh cinta Jalan-jalan kekota batu Jangan lupa beli sepatu Kalau kamu cinta padaku Jangan lupa bilang I love you Kue pukis rasanya mari Enak dimakan dengan teh manis Kamu sangat menarik hati Karna senyummu yang manis Coba-coba menanam bawang Bawang ditanam dihari senja Coba-coba menanam sayang Moga-moga menjadi cinta Nama : Aris Fadilah Angku Haji babaju jubah Manabiah ruso di subarang Mangaji mamuji Allah Mahimpunan doso sumbayang.

Asam kandih asam galugua Katigo asam riang riang Manangih maik di pintu kubua Manyasa diri ndak sumbayang. buruang layang tabang malayang Hinggok karantiang si kayu jati Itu eloknyo urang sumbayang Mungkonyo janiah hati nyo suci. siku bibi tabang ka patai Kariang pasang tibo ka tangah Pado hiduik bacamin bangkai Elok lah mati bakalang tanah.

hilia hilia cando urang mamapeh Tantang parupuak manyubarang Kalau badan lai samo lapeh Karam biduak kito baranang. kaluak paku kacang balimbiang Daun bangkuang renggang-renggakan Anak dipangku kamanakan di bimbiang Urang kampuang di patenggakan.

Rumah gadang 9 ruang Salanja kudo balari Kaco pacah minyak tatunggang Baun bateba di nagari. Rumah sikolah di pariaman Bapaga kawek sakuliliang Rilakan sado nan tamakan Kok untuang jadi darah dagiang. kurai taji balai sanayan Urang tuo bajaga lado Capek kaki ringan tangan Salero lapeh juo. dahulu barambuik panjang Kini barambuik singgua bahu Dulu bakasiah sayang Kini cando urang ndak tau.

Nama : Allya hurul aini Reni pergi ke stasiun kereta Ternyata disana bertemu Ammar Sungguh mirisnya ibu kota Jakarta Bocah kecil bekerja terlihat wajar Mawar merah di tanah andalusia Durinya tajam dan juga keras Alangkah lucunya indonesia Orang pandai fisika matematika saja yang di anggap cerdas Hayati pergi membeli buku Di tengah jalan bertemu sarah Indonesia akan susah maju Jika rakyatnya tidak mau bersekolah Dikebun binatang ada gajah Dikebun paman afa musang Indonesia bebas dari penjajah Tapi terkekang denfan lilitan hutang Baju udin terkena getah Karena itu pulangnya telat Ketika banjir yang salah pemerintah Padahal yang buang sampah adalah masyarakat Anak ayam telat menetas Ketika dewasa berlari lari Indonesia tidak berkualitas Karna banyaknya penghianat negeri Bule cantik namanya Alisia Ia berjalan ke arah taman Selamat datang di indonesia Orang benar sering di penjarakan Diantara mereka ada jarak Karena itu mereka menyerah Paru paru dunia telah di rusak Tak ada langkah tegas dari pemerintah Umi menggores telor Ana menggunting kuku Musnahkanlah para koruptor Agar makmur negaraku Anak bu Ina mamanya karmila Kurmila ternyata sudah beranjak dewasa Jika pemerintah dijalankan berdasarkan pancasila Indonesia akan jadi negara terhebat sepanjang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Nama : Giffari Zilbran Jalan-jalan mencari kedondong Di tengah jalan nampak pohon cemara Wahai kawan janganlah sombong Supaya engkau tak sengsara Ke pasar Minggu membeli jamu Sampai di pasar bertemu teman Teruslah engkau menimba ilmu Agar berguna untuk masa depan Main-main ke Pulau Pasumpahan Sambil duduk memakan pepaya Ku hargai kritik dan saran tuan Semoga bermanfaat untuk diri saya Buah jambu disangka buah kandis Buah kandis ada di dalam cawan Gula madu disangka manis Manis lagi senyuman tuan Anak ayam ada sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Pohon beringin di tepi kolam Ikan bersarang di bawahnya Hatiku ingin hendak belajar Orangtua sayang melepaskannya Jangan berdiri di muka pintu Pintu dikunci dengan palang Niat hati juga begitu Tapi malu dilihat orang Ramai orang bersorak-sorak Menepuk gendang dengan rebana Alang senang nya hati awak Mendapat baju dengan celana Buah nangka diluar pagar Tarik galah tolong ambilkan Saya budak baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Nasi dingin di dalam panci Jangan dicampur dengan sagu Saya berniat didalam hati Tak perlu orang lain tahu Nama : Ramadani Hari ini hari minggu Hari esok hari senin Hari ini ku menuntut ilmu Hari esok ku jadi pemimpin Ember itu diisi air Gelasnya kosong saja Ilmu ibarat air tak mengalir Kalau kita tidak mengembangkannya dan berkarya Lubuk alung balai selasa Ibu ibu menjual rendang Kalau kita bekerja sama Smanla pasti menang Gadis cantik berkerudung merah Melirik kawan kaki tersandung Jadi orang jangan suka marah Di jauihi teman hatilah bingung Burung pipit terbang ke semak Tiba di semak makan padi Ingatlah pesab ibu dan bapak Janganlah engkau bermain judi Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Mencari ilmu yang sungguh sungguh Jangan sampai ketinggalan Berlayar ke pulau seribu Sambil menikmati lautan lepas Jika kamu memperoleh ilmu Jangan cepat merasa puas Pot itu di beri pupuk Jangan lupa di beri bunga Menuntut ilmu membuat kita sibuk Suatu hari kita akan bahagia Jalan-jalan ke pantai kota Jangan lupa bawa alat renang Kalau kamu ingin bahagia Rajin lah belajar dan beribadah dari sekarang Burung burung terbang di udara Ada seekor cendrawasi Cukup sekian dari saya Saya ucapkan terima kasih Nama : Olga Amelia Elfadilla Sy Pantun Spontan Nasehat Ibu Santi marah-marah Melihat anaknya tak tegur sapa Jangan menyerah pada masalah Tanpa mencoba menyelesaikannya Sungguh Indah kota Mekah Di sanalah terletak Kakbah Hidup ini terasa indah Bila kita bersedekah Rintik hujan basahi tanah Kapal berlabuh di pelabuhan Jangan suka menebar fitnah Itu lebih kejam dari pembunuhan Kerbau tergeletak tak bernyawa Dililit oleh ular berbisa Hiduplah kamu berbahagia Menjadi dirimu apa adanya Kejam di sebut haus darah Lembut di kata tak berdaya Jika kita rajin beribadah Kelak akan masuk surga Seindah apapun Dunia Lebih indah di dalam surga Patuhilah orang tua Disanalah di dapati ridha Ada si kancil yang cerdik Ada si kerbau yang dungu Jangan usil kepada adik Nanti akan di marahi ibu Sarapan Pagi bersama-sama Makan siang sendiri-sendiri Nikmatilah masa SMA Karna tak terulang dua kali Si kancil mencuri lemang Lemang disimpan di dalam peti Tuntutlah ilmu dari sekarang Agar tak menyesal di kemudian hari Siapa tau isi peti Yang terlihat hanyalah kunci Lapangkan lah hati Jadikan ruang di ilahi Nama : Iney Pive Frisky Pakai sarung ke pos ronda Di pos ronda orang berjaga Burung garuda lambang negara Semangat pancasila selalu di jaga Pemuda tampan gembala domba Domba diikat di pohon mangga Indonesia bhinneka tunggal ika Penduduknya beribu suku bangsa Cantik rupa si burung dara Indah warna dipandang mata Setiap suku beda bahasa Bahasa indonesia pemersatunya Sungguh manis rasanya gula Gula ditaruh di gelas kaca Cintailah budaya bangsa Lestarikan hingga mendunia Cendrawasih indah warnanya Terbang tinggi di atas awan Indonesia raya tanah tercinta Negeri elok rupa menawan Rumah cantik tak berpenghuni Redup lampu jangan tinggalkan Betapa indah negeri ini Jikalau hidup dengan persatuan Indah kata karena tutur Duduk bersama burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

berbaur Walau zaman semakin uzur Adat dan budaya takkan hancur Pergi berburu membawa parang Dapatlah kerbau bertanduk dua Budaya asing banyak yang datang Budaya bangsa jangan di lupa Banyak khasiat buah pepaya Buah kecil manis rasanya Cintailah produk indonesia Hasil karya penerus bangsa Manis nian si buah mangga Mangga dikait dari pohonnya Negeri ini membuatku bangga bangga menjadi anak indonesia Nama : Amalia kartika ramadhani "Bangsaku Hancur" Berlari lari mengejar domba Panas berlari enaknya makan tebu Sungguh sedih hati terasa Karna bangsa tak lagi bersatu Panjat pohon rambutan di pagi hari Tapi sayang banyak semutnya Tiada lagi pahlawan bangsa ini Yg menjaga keutuhan negara Si Mimin main sepeda Dia jatuh kakinya berdarah Hanya karna masalah kasta Rakyat miskin di anggap sampah Terbang tingginya burung kutilang Kutilang turun di makan ular Budaya bangsa perlahan menghilang Karna meniru budaya luar Anak burung belajar terbang Mereka terbang bersama sama Dengan susah pahlawan berjuang Namun penerus tak bisa menjaga Tinggi lompatnya seekor katak Saking tingginya dia terjengkang Karna budaya asing yang perusak Moral remaja bangsa menjadi hilang Burung elang terbang tinggi Demi melihat mangsanya Sungguh terasa sedih hati ini Melihat bangsa tak lagi jaya Kepasar beli semangka Sampai di rumah di belah Kita menangis mereka tertawa Melihat bangsa yang terpecah belah Burung beo bernyanyi nyanyi Dia bernyanyi dengan merdunya Mari kita jaga negara ini Dengan membangun moral bangsa Jalan jalan lihat air mancur Mancurnya tinggi dan merekah Walaupun bangsa kita hancur Tapi jangan sampai kita menyerah Nama : Syofia rindu Lah lamo indak ka rimbo Lah masak jaguang jo padi Lah lamo ndak basuo Dangakan pantun dari kami Kemumu di tapi samak Jatuah malayang selaronyo Sungguh ilmu setinggi tegak Indak sembayang apo gunonyo Cincin banamo ganto sori Sasuai bana di kalingkiang Ilang kamano ka dicari Lautan sajo sakuliliang Anak bakiak turun kasawah Tibo disawah makan padi Guluang lapiak sapu lah rimah Ko ndak kama ka di cari Pulau talam pulau tarika Di baliak pulau angso duo Jawek salam mande ka tingga Ambo barangkek kini ko juo Mani-mani tibo di gurun Mani ndak sampai ka puncak nyo Mancaliak anak ka turun Malenggok letang di rusualnyo Siayuak sialang tabang Sayok takembak-kembak juo Tadayuah hati ka nan ilang Raso katampak-tampak juo Taratak gunuang taseban Yur malambai di puncak nyo Taragak usah bapasan Dalam mimpi kito basuo Kelok-kelok batang dama Tampuah ula patang hari Ndak usah baitu bana Awak sakampuang sanagari laweh-laweh daun padi Ambiak salai ka aleh meja Ndak tabaleh pantun kami Duduk kamari kami aja Nama : Rozi suriyadi Ada harimau sedang memangsa mencari makan di padang gurun untuk seluruh pemuda bangsa kita budayakan budaya pantun Rusa mati di tengah gurun karena harimau yang memangsa kita lestarikan budaya pantun karena itu warisan bangsa Suku batak dan minahasa berbeda beda tetaplah sama bangsa kita sangatlah kaya ragam bahasa corak budaya Dari sabang sampai merauke banyak berjajar pulau-pulau indonesia memang oke membuat dunia selalu terpukau Gula merah namanya aren rasanya manis menggoda indonesia tak kalah keren kota jakarta ibu kotanya Keris itu sangatlah tajam dari dahulu sampai sekarang pantun bisa bermakna tajam jika diganakan untuk berperang Buah belimbing rasanya asam dibuat rujak menjadi segar hati panas bisa diredam karena kita orang penyabar buah durian rasanya enak jika dimakan pakai ketan berpantun itu memang enak jika berahasa yang sopan Panjat pinang memang asik karena banyak hadiahnya berpantun itu memang menarik karena indah bahasanya Indonesia kaya rempah-rempah rempah dijual oleh belanda ekonomi kita masih dijajajah akan dilunasi oleh yang muda Nama : Wenamira Ikan berenang diLubuk Ikan Lele kumisnya panjang Adat pinang ketampuk Adat sirih Kegagang Jalan-jalan beli Pita Pulangnya membeli Kado Wahai warga bangsa kita Kembangkanlah Budaya Indo Berdiri diantara Kawan dan Lawan Terpijak betung sebelah Mau berpijak dengan lawan Disitu kata putus sudah Bunga Kambang dirumpun Pinang Dihiasi daun muda Jika berkehendak meminang Tanda diri beradat budaya Kesatria berpakaian besi Beranjak melangkah melanda-landa Hidup itu bertegak sanksi Adat bertegak tanda Jika kalau Adat tiba Terpaksa harus turun tangan Mencari hukum pertama Duduk berbicara dengan Rundingan Akar pinang ditimbun rapat Puyuh kini berlari-lari Ayolah kita menjunjung adat Tunggak budaya semak dihati Bukan sembarang lebah Bersarang di Batang buluh Bukan sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Menyulam memakai benang kasar Baju disulam tepi kainnya Salah kecil besar Hukumnya tersedia pula Pohon mangga berbuah lebat Jika masak harum juga Berjuta pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja Nama : Anugerah kautsar Haus datang ketika senja enaknya minum kelapa banggalah anak indonesia banyak macam budayanya Pagi pagi makan nasi waktu dimakan sudah basi banyak tempat dikunjungi hanya minang yang dihati Burung terbang berkicau terbang terus sampai petang walau esokkan merantau tempat pulang pasti ranah minang Waktu libur kepulau batam pulangnya hari senja walau bahasanya beragam bahasa yang satu indonesia Dipustaka banyak buku dimana buku jembatan ilmu walaupun bersuku suku indonesia tetaplah satu Jalan jalan kepantai kuta pulangnya ke jakarta indonesia negri yang kaya dengan ragam bahasanya Dikepala banyak kutu karna jarang mandi walau zaman semakin maju adat tetap dijunjung tinggi Berwisata kekawah sikidang beli piama di kediri meskipun megah negeri orang lebih nyaman dinegeri sendiri Kaswari terbang diatas awan matanya indah bagai permata negeri cantik rupa menawan indonesia raya tanah tercinta Kayuh sepeda kemalaysia mencari bubur menuju dapur sungguh indah alam indonesia negeri subur aman dan makmur Nama : Marhajma admajaya Presiden Jokowi mencanang visi Wawasan negara teras keamanan Budaya bangsa kemas di sisi Tak mungkin lenyal di telan zaman Sirih junjung buar pinangan Di hias indah cantik di tatang Tradisi kita di lupa jangan Adat di kendong budaya di julang Sirih kuning di beri nama Sirih tanya beserta cincin Hidup berunding mufakat bersama Bangsa mulia budaya dijamin Sirih junjung sirih pinang Sirih kami susun bertingkat Adat di junjung pusaka dikenang Bangsa berbudi hidup mufakat Pergi ke pasar pakai sendal Pergi ke pasar membeli ikan Budaya asing boleh dikenal Budaya lokal jangan tinggalkan Bagai kuku kucing Persia Jangan sirik kalau sakit hati Walaupun banyak bahasa di dunia Bahasa di Indonesia tetap di hati Pergi ke pasar membeli sasa Jangan lupa untuk membayarnya Negara kita kaya akan bahasa Bahasa Indonesia pemersatunya Jalan-jalan ke kota Baru Pulangnya membeli buah semangka Bahasa Indonesia bahasa pemersatu Tentunya identik dengan Bhineka Tunggal Ika Sifat kimia asam dan basa Bila praktikum lebih menyenangkan Bahasa daerah sudah terbiasa Bahasa Indonesia lebih diutamakan Buku cerita Siti Nurbaya Makan gula di dalam peti Aku cinta Indonesia raya Akan ku bela sampai lari Nama : Puja Radiatul Mardiah pai kapasa mambali mi mi tabali kadarluasa kok kawan emang punyo hati tolong lah ambo buek tugas bahasa malam malam pakai selimut selimut dipakai hangat rasanya paras mu memang imut tapi sayang tidak beretika beli pop ice rasa coklat pop ice dibeli manis rasanya kalaw kamu memang rajin shalat insya allah teranglah pikirannya ke apotik membeli jamu jamu dibeli pahit rasanya jagalah sikap dan harga dirimu agar jangan dipandang sebelah mata beli mi rebus di warung pak somat pak somat pergi warungnya tinggal kalau kamu ingin selamat dunia akhirat maka rajin rajin lah beramal kapasa mambali soto jan lupo mambali minas untuak kana mambali oto sedangkan kredit onda alun lunas jalan jalan bersama ayah singgah sebentar membeli mangga kalau saya tidak salah kemarin lah ulang tahunnya mangga rasanya manis ditambah garam menjadi asin hai kamu yang lagi menangis izinkan lah diriku untuk menenangin ke supermarket beli buku gambar buku gambar yang berwarna biru rajin rajin lah belajar untuk meraih kesuksesanmu ke warung membeli gunting gunting dibeli warnanya ungu kesuksesan itu memang penting untuk menjamin masa depanmu Nama : Muhammad Fajri habibi Pai Raun ka pakandangan Basobok mamak Jo Kanakan Punyo ilmu Jan di andok an Rancak sanak bagi-bagikan Pulang Raun dari Padang Sago Singgah lah dulu di kadai putu Kalau sanak nio ka sarugo Tunaikanlah sholat limo wakatu Minum aie Coca cola Kasadak an Diateh meja Sebagai anak sikola Karajonyo mambaco sambia baraja Masak kacang padi pakai daun pandan Dimakan Samo si Wawan Kalau nio jadi anak teladan Hargoi guru sayangi kawan Ka pasa mambali kaco Duduak dulu sambia minum jamu Banyak banyaklah mambaco Karno mambaco kunci ilmu Ilalang tumbuh di pekarangan Di tapinyo labah Basarang Urang sombong indak punyo kawan Iduiknyo susah indak ditolong urang Nan kareh iyolah baja Nan lunak hanyalah busa Rajin-rajinlah baraja Jan sampai manyasa di hari tua Makan nasi pakai panci Kironyo anak Sadang mancari Banyak urang nan ka banci Jo urang pamaleh indak tau diri Buluah Jo rotan di cotok buruang Cotoknyo patah dek rotannyo Walau ilmu setinggi gunung Indak di amalkan apo gunonyo Uwak-uwak di ladang pak Jaja Di tangkok lansuang di makan Awak baru baraja Kalau salah tolong di tunjuak an Nama : Vina Saljanata Ada anak namanya si itun Singgah menncari bunga asoka Saya coba dahulu untuk berpantun Mana tau anda suka Hanya gigi palsu yang bisa nolong Merubah gigi nenek yang ompong Hanya jomblo yang membuat strong Malah stres yang tak tertolong Pergi kepasar beli alfukat Memakai baju yang sangat ketat Kenapa bau busuk yang sangat dekat hidung dengan mulut yang teramat dekat Orang batuk berdahak - dahak Beli obat ke toko sebelah Saya tertawa terbahak - bahak Melihat kaus kaki tinggi sebelah Pergi kewarung beli pupuk urea Jangan lupa membeli kacang polong Kau berjalan seperti artis korea Kau tak paham kalau celanamu bolong Punya orang jangan dibawa Karna bukan punya kamu Diberi senyuman malah ketawa Karna melihat gigi kamu ada lampu Celana rompi pantatnya bolong Ditempel dengan kain putih Jangan mimpi di siang bolong Dinaksir artis aura kasih Adek cantik jangan malu-malu Lebih baik belajar bahasa jowo Jangan nangis-nangis melulu Lebih baik nyanyi lagu despacito Ayah saya bernama ambin Panggil papa pun tak apa Menulis-nulis kayak orang rajin Lihat ternyata penanya tak ada tinta Main pentak umpet mendapat benang Tak berguna hanya dibuang Mata ngantuk berkunang-kunang Di bawa tidur terasa senang Jangan hanya melihat saya Lebih baik mencabut rumput Jangan dekat-dekat dengan saya Karna saya mau kentut Dini hari saya pergi Besok kita berjumpa lagi Hanya sekian pantun saya saat ini Besok lolos saya perpanjang lagi Nama : Ratu Anisa Febrita Saya memberi tema pada pantun saya Semangat Hidup Sosial yang Terhormat Aman,Damai dan Sejahtera Karya Pantun Pak Tani kerjanya di sawah Pedagang kerjanya di pasar Jangan jadi orang lemah Jadilah orang yang berjiwa kuat dan besar Pergi sekolah diberi uang saku Tiba disekolah dibelikan pena Janganlah pernah terpaku Kepada sesuatu yang tidak berguna Si Besar bunga Raflesia Si Kecil semut rang-rang Jika kamu ingin bahagia Jangan pernah menyakiti orang Himalaya gunung tertinggi Di Jepang banyak bunganya Jika ingin pendidikan yang tinggi Harus lebih giat belajarnya Bukan ramuan bukan jamu Bukan lubang bukan celah Sekolah itu untuk menimba ilmu Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

untuk menimba masalah Kedatangan tamu sebab menjamu Tamu itu pak irwan kiranya Jagalah mulut mu Karena mulut adalah kunci dari segalanya Harum mewangi bunga melati Letak nya tidak jauh dari hutan belantara Kalau sakit harus diobati Jangan sampai jadi sengsara Bukan deta sembarang deta Deta di beli di Mangga Dua Jangan kamu menangis karena kegagalan cinta Menangislah karena belum dapat membahagiakan orang tua Parasit adalah benalu Hinggap di pagar rumah kita Jika anda masih punya malu Jangan pernah berkata dusta Ular melilit orang terlilit Dililit sesak sakit tak terkira Jika kamu orang berduit Jangan buat orang sengsara Nama : Adrian arif Baro api dari sabuik paguno untuak tungku amak ranah minang nan tasabuik karano randangnyo nan lamak Bafoto di puncak langkisau pai kasinan di bawo ajo rami urang pai marantau untuak kuliah jo karajo siriah lamaknyo jo pinang bajalan lamaknyo jo tangkelek jan pagarahan urang minang dari ketek pandai basilek manciang lauak di danau mandapek lauak cupang walau badan di rantau tapi hati tetap di kampuang Banyak makan banyak raso tapi randang nomor satu beda nagari beda bahaso tapi hati ko tetap satu Lamak bana makan basamo maambiak aie dari teko bagotong royong iyo basamo basamo kito manjago pusako Jalan jalan bersama agung sambil membawa kuda bahasa indonesia bahasa agung yang diperjuangkan para pemuda Ke mesjid sholat zuhur sudah sholat lapanglah dada adat dapat dari leluhur untuk diturunkan ke pemuda Sekolah memang berbeda tapi tetap belajar bahasa budaya daerah memang berbeda disatukan oleh bahasa indonesia Motor shogun memang keren mengimbangi motor ninja gaya hidup boleh mo moderen tapi budaya tetap dijaga Nama : Reza April Yono Banyak khasiat dalam pepaya buah kecik enak rasanya negara kaya akan budaya itulah republik indonesia Buku cerita siti nurbaya nakan gula di dalam peti aku cinta indonesia raya akan kubela sampai mati Sibopak datang ke pasar raya mencari jamur di buah pepaya banyak orang yang berkata negeri kita makmur dan kaya Bagai Kuku Kucing Persia Sakitlah Hati Jangan Sirik Wahai Negeriku Indonesia Jadilah Negeri Yang Baik Air Sungai Air Mengalir Menggayuh Biduk Sampai Ke Tepi Ditanah Ini Aku Lahir Hidup Berkarya Sampai Mati Cuaca Dingin Di Pagi Hari Kutempuh Sampai Ke Bukit Aku Hidup Berarti Kutuntun Ilmu Setinggi Langit Ku Kira Ia Binatang Rusa Mencari Madu Di Belantara Kita Beda Nusa Dan Bangsa Tanah Airku Indonesia Mencari Tinta Dalam Wadah Pagi-Pagi Sholat Subuh Negeri Tercinta Sungguh Indah Negeri Tempat Aku Tumbuh Lari Berbelok Tak Akan Sampai Jalan Pelan Juga Ke Sasar Negeriku Elok Dan Permai Surga Warisan Takkan Pudar Jalan-Jalan Kekita Batu Pulangnya Membeli Buah Kiwi Mari Kita Saling Membantu Nenjaga Alam Bumi Pertiwi Nama : Mhd.

Lathif Rizqi Nur orang pintar berbahasa Ke jawa setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Ambil batu di papua Di papua mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Sungguh manis gula jawa Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Daun pisang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dibuat penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Buah berangan dirumpun pinan Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Guru pun ikut bahagia Jika kamu pergi kedusun Jangan lupa bawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Jika kita makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika kita ingin pandai Rajin-rajin baca buku Nama : Ridho Perdana Ke medan bertemu bayu Sekalian beli manik manik Kalau kamu pintar merayu Rayulah cewek yg menarik Pak amir membeli tomat Bersamaan dengan buah mangga Dari kecil rajin sholat Kelak akan masuk surga Ada tuyul ketemuan Bersamaan dengan pocong Kalau kamu takut gituan Mendingan jadi pocong Makan ikan di campur terasi bikin kelapon di tambah lohan Wajah nya kayak artis televisi Tapi kelakuanya kayak setan Naik ojek ke surabaya Jangan lupa bawa es campur Siapa yg tdk tertawa Liat si gundul minta di cukur Hari sabtu pergi ke pantai Jangan lupa minum kelapa Mari kita beramai ramai Liat gajah pakai celana Orang gemuk membuka kedai Ambil galah dalam perahu Bertepuk adik ku pandai Boleh d upah air susu Buah mangga rasanya manis Di bungkus rapat dalam peti Syang walau wajah nya artis Tapi gaya nya macam helokiti Kalau kamu pergi ke pasar Jnagan lupa membeli manggis Kalau kamu berhati besar Janganlh berkelakuan sadis Pohon ana dibuat gubuk Pasang pasak biar tegak Resiko asmara dunia facebook Cinta di tolak blokir bertindak Nama : Gita Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Para nelayan mencari ikan Ikan di tangkap pakai jala Jika kamu orang berpendidikan Harus tau tata krama. Seekor burung terbang melayang Hinggap di pohon jambu Baca buku janganlah jarang Karna buku gudang ilmu Jika pergi ke tanah datar Jangan lupa membeli sandal Jika kamu ingin pintar Belajarlah dengan maksimal Ketika kita memegang kuas Melukislah diatas kertas Jika banyak murid yang cerdas Bangsapun menjadi berkualitas Pohon beringin lebat daunnya Pohon rambutan tinggi batangnya Rajin belajar banyak ilmunya Malas belajar tiada untungnya Dari manja menuju mandiri Jangan lupa makan sendiri Sejak kecil berimpian tinggi Kejarlah itu dengan sepenuh hati Pagi-pagi minum susu Susu buatan ibu mertua Dengarkan lah ajaran guru Agar menjadi orang berguna Langit mengeluarkan gemuruh Menandakan hujan deras Belajarlah sungguh-sungguh Agar mendapat peringkat kelas Makan nasi dengan kerupuk udang Taburi sambal diatasnya Apa gunanya ilmu segudang Tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya Pergi ke pasar naik sepeda Membeli santan untuk membuat gulai Jika kamu terus berusaha Semua yang di inginkan pasti tercapai NAMA : TEDY CANDRA Buruang pipik tabang malayang Hinggok di batang limau puruik Adaik budayo jan tabuang Dek kami nan mudo alun tacukuik Simpang 4 tanjuang ampalu Sasimpang jalan ka muaro Dek kami sungguah paralu Buliah nak tarang di nan ka tibo Ka muaro mambali kain Kain paguno dek rang mudo Usah diganti adaik jo na lain Lestarikan sajo nan lah ado Padang panjang 10 koto Sasimpang jalan ka pacuan Adaik budayo nan tacinto Usahlah kito malengahkan Guruah patuih panubo limbek Pandan tajamua di pandakian Adaik budayo taruih di ikek Sairiang agamo di jalankan Ambiak kain pambungkuh lado Aie tawa pambasuah luko Banyak budayo di nagari kito Tugas kito manjagonyo Jalan-jalan ka saruaso Nampak ruso balang kaki Dek kami iyo anak rang mudo Adaik budayo nan kami iriangi Anak ayam di semba alang Alang maraok ka kinali Jikok adaik alah tabuang Maratok tangih di dalam hati Ratok tangih mambuek luluah Luluah taraso di dalam hati Dima hati indak karusuah Adaik lamo ndak tasuo la Adaik basandi syarak Syarak basandi kitabullah Itulah pituah rang minang Jikok adaik lah takuak Alamaik hati nan ka rusuah Nan jo badan indak ka sanang Nama : Nova Zulfia Judul Karya Pantun: Gaulku karena budaya ku Upload foto di dunia maya Pergi ke pulau dengan kapa Jangan lupa tulis captionnya hati-hati dengan airnya sambutlah salam dari saya bermain randai sampailah kaba untuk saudara semuanya lewat gurindam dan syairnya Disemak banyak kemumu Jadi orang haruslah tabah di hembus angin tak berdaya nasehat orang dahulunya untuk apa tinggi illmu tukang goreh sudah basambah kalau tak kenal dengan budaya tapuak galembong langsuang tadanga Menjulang tinggi pohon pinang Burung nuri terbang melayang tumbuh subur lebat buahnya tak terlihat lagi oleh mata jangan lah mengaku orang minang tak kenal maka tak sayang kalau belum kenal budayanya tak sayang maka tak cinta Sinar mentari silaukan mata berfikirlah dalam berkata memanglah terang cahayanya jangan sampai balik menyerang begitu banyak budaya kita cintailah budaya kita cerita randailah salah satunya lestarikan mulai sekarang Sungguh menarik indahnya ngalau Upload foto ke dunia maya membuat hati hendak kesana jangan lupa tulis captionnya kesenian khas di minangkabau sampai disini pantun saya cerita randai budaya kita semoga bermanfaat untuk semua Nama : atifah tiarawati Pantun tentang belajar daun sirih ulang cikda Makan sekapur lalu mati Walaupun banyak ilmu didada Biar merunduk resmi padi pai malala ka pantai kutai Tibo dipantai pai bafoto Jan lupo basilahturahmi Ka sanak - sanak sadonyo jeruk manis beli dipasar Ketika dimakan rasanya lezat Masa muda giatlah belajar Agar bahagia dunia akhirat pak tani pai kaladang Tibo diladang mananam kacang Kalau awak pandai badandang Jan lupo bahasa minang pai malala ka padang Tibo disinan maliek kudo Kalau awak cinto binatang Jagolah kelestariannya ibuk-ibuk pai ka kuraitaji Tibo disinan bali duku Kalau awak pandai mangaji Jan lupo kato-kato ungku pak tani mananam tabu Pambali tibo batanyo hargonyo Hai anak mudo hormati ibumu Karano ibu jalan ka surgo air tajun diminum kudo Barang bekal talah dubawa Siapa yang rajin diwaktu mudo Hidup bahagia ketika tua karambia mudo dibalah duo Maniak -maniak mati dirambah Dari mudo sampai katuo Pangajaran baiak jan dirubah putih warna kapur barus Marah-marah buah tomat Titilah jalan yang lurus Yang penuh nikmat sarta rahmat Nama : IRFAN AFRINAL Tema pantun : “Nasehat” Ibuku pergi ke pasar Pulangnya membawa ikan Rajin-rajinlah kamu belajar Agar tercapai yang kamu impikan Hari raya pakai baju baru Baju yang lama untuk beramal Periksalah kembali isi ujianmu Agar mendapat nilai yang maksimal Buah langsat buah duku Dimakan bersama-sama Jangan coba-coba untuk menipu Sekali tahu orang takkan percaya Pergi ke pasar membeli tas Tas dibeli bersama teman Taatilah peraturan lalu lintas Supaya selamat sampai tujuan Hari raya buat ketupat Kuahnya gulai nangka Jika kamu ingin sehat Jangan pernah coba narkoba Jalan-jalan ke kota medan Lalu singgah ke danau toba Ingatlah selalu kematian Kematian itu selalu didekat kita Pak Doni pak Rangga Mereka berdua bertetangga Jika ingin masuk sorga Berbaktilah kepada kedua orang tua Pergi ke pasar membawa dompet Di dalam dompet banyak uangnya Jika anda kena copet Teriaklah se kencang-kencangnya Buah manggis buah mangga Rasanya manis ada masamnya Janganlah berkata tidak bisa Sebelum kamu mencobanya Beli bawang beli tomat Tomatnya busuk banyak ulatnya Befikir dulu sebelum berbuat Kalau tidak bisa celaka Nama : Zelmia Feby Maharani Putri kamar mandi baunya pesing Bau pesing Karena tidak disirami Tak apa kenal budaya asing Budaya kita selalu di hati Satu nusa satu bangsa Satu bahasa kita Hai generasi indonesia Jangan hilangkan budaya kita Ayah marah wajahnya berang Melihat anak belum makan Pergi merantau ke negeri orang Ranah minang takkan terlupakan Rambut diikat dengan pita Pita di beli dikedai suli Luntur sudah budaya kita Bila tak ada yang peduli Jalan jalan ke persia Di persia banyak makananya Sungguh kaya Indonesia Kaya akan budayanya Pergi ke pasar membeli papan Pergi ke mekkah melihat unta Wahai sahabat seperjuangan Masa depan indonesia ditanagan kita Dina sekarang berumur satu Dihadiahi ibu dengan boneka Berbeda beda tapi tetap satu Itulah bhineka tunggal ika Bola jatuh ke selokan Hendak diambil banyak lipan Tolong menolong kita budayakan Agar terjalin kekerabatan Andi ke kolam menangkap ikan Ikan di jual dibelikan sepatu Budaya kita yang lestarikan Agar tak hilang di telan waktu Adik pergi berlari-lari Di tengah jalan terinjak duri Adik kita ajarkan menari Agar tau budaya sendiri Nama : Vella Kartika Jika di Aguarim ada Buaya Itu adalah sebuah pertanda Marilah kita galakkan budaya Dengan cara yang berbeda Banyak suku di Indonesia Semua suku beda bahasa Mari semua remaja Indonesia Tunjukkan karya yang luar biasa Telur Bebek telur Angsa Masak dadar tidak rata Mari kita majukan bangsa Karena merdeka pilihan kita Makan siang pakai Ampera Makanya di Pantai Kata Meski Pancasila dasar negara Al- Quran tetap pedoman kita Irwan Prayitno Gubenur kita Nasrul Abit wakilnya Kalau berkata jangan berdusta Azab neraka balasanya Perempuan duduk bersila Laki laki duduk bersimpuh Jika narkoba merajalela Generasi muda akan lumpuh Jika saya orang tampan Pastilah banyak memainkan adegan Orang minang pastilah sopan Karena kato nan ampek jadi pegangan Ada Sriwijaya ada Kediri Ada nada ada melodi Cintailah negeri sendiri Demi Indonesia tentram adabadi Semakin tingi angan angan Semakin tinggi pula tantangan Marilah kita berjabatan tangan Membentuk suatu kesatuan Diantara dua benua dua samudera Disanalah letak Indonesia Kita semua adalah saudara Diisatukan dalam satu kata ”Indonesia” Nama : Syarifah Aini Orang bersorak di tepi pantai Ombak menghampas seiring suara Anak bangsa jangan lalai Karena rintangan di depan mata Beli mangga di pasar nebo Mangga dikupas dengan pisau Seiring pantun dan pidato Hormat dan salam yang dahulu Kucing garong di dalam karung Kucing pelihara didalam jeruji Anak bangsa jangan murung Karena itu bukanlah sifat terpuji Bunga tulip mekar petang hari Putri malu dipijat menutup diri Ayah tiri pergi kian kemari Untuk mencari uang dan rezeki Rumah gadang Sembilan ruang Atapnya lonjong kian mencengkram Remaja minang tetap berjuang Walau semangat sudah padam Hujan gerimis di negeri orang Hujan deras di negeri sendiri Kalau hendak ke negeri orang jangan lupa negeri sendiri Merah putih bendera Indonesia Merah dara jantung kita Gewnerasi muda yang berencana Teriakan slam untuk semua Bukittinggi kota wisata Padang ibu kota sumatera barat Ayo kawan lancer berbahasa Sebdelum pergi ke negeri barat Makan ketupat gulai paku Ketupat dimakan dengan ayam bumbu Hai kawan bacalah buku Karena buku adalah gudang ilmu Tari piring dimainkan Piring dimainkan seiring gerakan Kalau hendak jadi orang beriman Ingatlah selalu akan tuhan Nama : Sania Karmen Pagi pagi baca buku Ada anak malu malu Wahai engkau pahlawanku Jasamu akan terkenang selalu Menunggu teman di pohon lama Buahnya jatuh satu persatu Walaupun kita berbeda agama Tetapi kita tetap satu Jalan jalan ke Rumah Nada Singgah dulu beli jamu Walaupun engkau telah tiada Akan ku ingat perjuanganmu Belajar kelompok di Rumah Sarah Sarahnya sedang cari Kutu Walaupun banyak menumpahkan darah Engkau tetap melawan sekutu Ada abang jual bakpia Rambutnya hitam dan ikal Wahai bangsa Indonesia Kembangkanlah budaya lokal THR ada dihari raya Uangnya habis sia sia Banyak suku dan budaya Cuma ada di Indonesia Ani pergi ke Amerika Sambil makan kue Bika Berkat semangat juang mereka Indonesia bebas merdeka Enak didengar lagu Armada Mulai dikenal banyak Dunia Dari semua makanan yang ada Hanya rendang yang mendunia berwisata ke pulau Angsa Nahkodanya Farhat Abas Wahai para remaja bangsa Hindarilah pergaulan bebas duduk disamping pohon Alpokat Alpokat dari Batu Sangka Tujuh belas agustus semakin dekat Mari sorakkan “merdeka!” Nama : Nurkhlolig Halim Pagi pagi ke Rumah pacar Niatnya ajak jalan Dari kecil harus belajar Untuk menuju masa depan Cantik sangat wajah pengantin Membuat semua pria tertarik Jangan bangga dengan budaya lain Budaya lokalpun lebih menarik Sore sore makan kerang Di Restoran paling viral Boleh suka budaya orang Asal jang lupa budaya lokal Jalan jalan ketaman Jangan lupa beli rengginang Sudah taukah kawan Tari piring dari Minang Pergi ke mesjid untuk sholat Pulangnya membeli kebab Kalau berani untuk berbuat Berani pula untuk bertanggung jawab Adik menangis dalam buaiyan Karna lampu rumah redup Kita hidup untuk meraih impian karena impian adalah tujuan hidup ke sekolah bersepeda di tengah jalan bannya pecah hargailah kebragaman yang ada jangan sampai terpecah belah Burung Pipit burung dara Terbang melayang kesini kesana Turutilah perintah orang tua Pasti hidup akan berguna Hidup tidak ada yang instan Semuanya butuh proses Sukses bukanlah kunci kebahagiaan Tapi kebahagiaanlah kunci sukses Sengaja aku datang kekotamu Sudah lama tidak bertemu Tuntutlah ilmu semampumu Biar berguna untuk anak cucumu Nama : Markus Agrifa Danny Sinaga Pergi ke Palembang makan Prata Sambil minum segelas jamu Jika kamu ingin menggapai cita Tekunilah belajar menuntut ilmu Jalan jalan ke Pekanbaru Singgah sebentar membeli buah Marilah kita selalu bersatu Jangan sampai terpecah belah Pergi ke pasar membeli langsat Melihat ibu ibu pakai kebaya Indonesia sungguahlah hebat Memiliki beraneka ragm budaya Pergi berkumjung ke Sumatra utara Jangan lupa ke danau Toba Banggalah jadi anak Indonesia Negeri elok dan kaya raya Tari kecak dari Bali Makan martabak dari Bangka Jika kita orang yang padai Pastialah banyak orang yang suka Berpetualang di pulau Jawa Sambil melihat pertunjukan wayang Lestarikanlah budaya bangsa Jangan sampai dicuri orang Masakan rending dari Padang Rasanya enak dan mendunia Jika kamu ingin dipandang Gapailah prestasi yang mendunia Terbang tinggi butung Balam Tidaklah mungkin akan jatuh Suku bangsa Indonesia sangat beragam Hendaklah kita jangan gaduh Di kebun binatang banyak Kera Diberi makan pakar pisang Cintailah budaya bangsa Agar dapat dikenal orang Indonesia beraneka ragam suku Salah satu ada di Mamuju Jika kita ingin maju Maka haruslah kita bersatu Nama : Vella Kartika Jika di Aguarim ada Buaya Itu adalah sebuah pertanda Marilah kita galakkan budaya Dengan cara yang berbeda Banyak suku di Indonesia Semua suku beda bahasa Mari semua remaja Indonesia Tunjukkan karya yang luar biasa Telur Bebek telur Angsa Masak dadar tidak rata Mari kita majukan bangsa Karena merdeka pilihan kita Makan siang pakai Ampera Makanya di Pantai Kata Meski Pancasila dasar negara Al- Quran tetap pedoman kita Irwan Prayitno Gubenur kita Nasrul Abit wakilnya Kalau berkata jangan berdusta Azab neraka balasanya Perempuan duduk bersila Laki laki duduk bersimpuh Jika narkoba merajalela Generasi muda akan lumpuh Jika saya orang tampan Pastilah banyak memainkan adegan Orang minang pastilah sopan Karena kato nan ampek jadi pegangan Ada Sriwijaya ada Kediri Ada nada ada melodi Cintailah negeri sendiri Demi Indonesia tentram adabadi Semakin tingi angan angan Semakin tinggi pula tantangan Marilah kita berjabatan tangan Membentuk suatu kesatuan Diantara dua benua dua samudera Disanalah letak Indonesia Kita semua adalah saudara Diisatukan dalam satu kata ”Indonesia” Nama : Ainul Latifah Naik sepeda bersama Sonia Tidak lupa bawa roti Meskipun bahasa ingris bahasa Dunia Tapi bahasa Indonesia selalu di hati Adik menangis dalam buaiyan Karna lampu dirumah redup Kita hidup untuk meraih impian Karna impian adalah tujuan hidup Cuaca hari ini terang benderang Tidak akan mungkin turun hujan Randai adalah kesenian Minang Yang harus kita pertahankan Siang siang makan buah Nanas Buah Nanas enak rasany Kita sebagai generasi emas Mari kita lestarikan budaya jalan jalan ka Bukik Tinggi indak lupa singgah di Rumah gadang Jika kita ingin dijunjuang tinggi Hormatilah urang yang labiah gadang Si Udin ke Jakarta Singgah pula di Palang Karaya Minang kampung tercinta Yang kaya akan budaya Ada monyet makan pisang Yang dicuri di Kebun buk Nia Rendang makanan orang minang Yang sudah ternama di Dunia Jika kita malu bertanya pastilah Sesat dijalan Indonesia kaya akan budaya Yang harus kita lestarikan Bermain layang layang bersam Teguh Layangnya putus dijalan raya Jika bersatu kita teguh Maka Indonesia akan jaya Pergi sekolah naik sepeda Tabrak kucing hingga mati Walaupun engkau sudah tiada Tapi engkau selalu dihati Nama : TAUFIK HIDAYAT Jalan-jalan ke kota pagai Tidak Lupa Beli Buah durian Jasa Pahlawan Tak Terhargai Nyawa Raga Rela Di Korbankan Apalah makna membawa pedang Jikalau Tidak Mebawa Belati Apalah Makna Kemedan Perang Jikalau Tidak Takut Mati Gubernur Sumbar namanya Pak Irwan Dia Suka mendaki Ke Gunung Merapi Marilah Kita bangkit Wahai Kawan-kawan Membela Negara Yang Kita Cintai Kenagan ter Indah Di Pasaman Banyak Hal Yang Tak Terlupakan Demi Rakyat Engkau Berkorban Tanpa Harap Satu Balasan Segumpal darah membentuk raga berawal dari setetes maani di medan perang kau berlaga Menghadapi musuh gagah berani burung pipit turun ke rawa kaki nya panas kena belerang meski ragamu sudah tiada namun namamu tetap di kenang pergi memancing ke rawa dapat ikan sepnuh hati dan raga relaku mati demi bangsa tanah air ku tercinta memang pahit buah peria makanan orang pergi menjala walau badan tak bernyawa Hati kami tetap untuk Bangsa Ada Nenek Sedang Tertawa Melihat Kakek Sedang Berdansa Jikalau Mengaku Taat Dan Setia Bersamalah Kita Pertahakan Bangsa Kalau Ingin Mencari Orang-Orang Ceria Di SMANLA Tempat Nya Marilah Kita Pertahankan Indonesia Dengan belajar dan Berkarya Puan Pengadil Tinggal Keseorangan Sambil Bermalas-Malasan Selamat jalan para pahlawan Pengorbanan mu pasti terbalas Nama : Siti Nurfalinda Paman pergi ke jakarta Pulangnya membawa semangka Hidup di dunia sementara Hidup di akhirat selama-lamanya Pergi ke pasar beli semangka Beli juga kaca mata Jangan meratapi yang belum dipunya Tapi syukurilah yang sudah dikasihnya Ayah lagi mondar mandir Melihat rini berkelahi Rajinlah dalam belajar Kalau ingin cita-cita tercapai Durian dibelah jadi dua Semua orang jadi ribut Walaupun sibuk didunia Jangan lupa urusan akhirat Muka-muka jalan berkelok Bumi malaka begitu mewah Adat bersandi sarak Sarak bersandi kitabullah Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kami disengat lebah Saat memanjat pohon mangga Perbanyaklah beribadah Sebab dunia semakin tua Pergi ke pulau naik rakit Ditepi ketemu dengan angsa Jangan tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Bibi pulang bawa oleh-oleh Belinya dari ramayana Sholat itu perintah Allah Jika ingkar masuk neraka Kayu bakar dibuat arang Arang dibakar memanaskan hati Jangan mudah menyalahkan orang Cermin maka lihat sendiri NAMA : SALSABILA PRARAZUWA Jangan jadi orang pelit Jika kamu pengusaha JIka hidup itu sulit Jangan pernah berhenti berusaha Pikir-pikir sampai tepat Tapi jangan mati kutu Walaupun hidup singkat Jangan kamu membuang waktu Pergi ke taman untuk memetik Setangkai melati indah warnanya Percuma wajah cantik Tak cantik hati tak ada guna Tak mampu matematika Hitung sana hitung sini Ingin sekali jadi nahkoda Orang gagah lagi berani Harum-harum buah srikaya Dibawahnya ada kemumu Apa guna jadi orang kaya Kalau sedekah saja tidak mau Ceritanya sangatlah pendek Baru berkedip sudah selesai Biarpun tubuh memanglah pendek Tapi kepala sangatlah pandai Bahagia sekali ibuku Ketika saya rajin mengaji Bacalah buku Jika sangat ingin dipuji Permen itu diinjak rusa Rasanya tetaplah manis Kita harus tenggang rasa Agar hidup jadi harmonis Dayung-dayung ke seberang Dayung diayun sampai patah Minta maaflah ke seseorang Jika kita berbuat salah Sungguh cantik istri Pak Lurah Buat mata berputar-putar Maafkan saya jika salah Karena saya masih belajar Nama : Adil Jeddi Radja sungguh laju jalan kereta Kereta melintas di jalan raya Apalah daya negri kita Jika anak bangsa tak berbudaya pergi berlayar ke tanah jepang Pergi berlayar memakai sampan Tumpah darah pahlawan berjuang Tinggal kita mengisi kemerdekaan si punuk merindukan bulan Bulan jauh tak terjngkau tangan Walaupun zaman terus kedepan Budaya kita harus diperthankan sungguh elok bumi pertiwi Bumi indah enak pemandanganya Sekarang bukanlah zaman orang sakti Sekarang zaman untuk berkarya tadi kering sekarang basah Kering lagi nostalgia Kita bukanlah bangsa yang lemah Kita adalah cahaya dunia ada semut ada gajah Ada merica ada ketumbar Sudah lama kita dijajah Saatnya kita yg bersinar pergi berlayar ke selat malaka Selat malaka banyak pulaunya Sudah lama kita merdeka Tugas yg muda mempertahankanya pagi hari tampak berawan Siang harinya beli sandal Apalah guna tampang rupawan Jika tiada punya moral kayu lapuk besi berkarat Kayu lapuk patah sendiri Apalah guna tau budaya barat Tapi tak tahu budaya sendiri banyak uang orang kaya Orang kaya banyak hartanya Negri kita punya budaya Yang terkenal sopan santunya Nama : Adhitya Firmansyah Memang pelan jalannya kura-kura.

Kura-kura lewat jangan disepak. Memang cita-cita jadi tentara. Mulai sekarang berambut cepak. Anak-anak tidak berbaju. Main disumur menimba-nimba. Lubuk Alung daerahnya maju. Tapi banyak pecandu narkoba. Banyak di simpang anak-anak mangkal. Kadang mengganggu para kernet. Anak sekolah banyak yang nakal. Di jam belajar bermain internet. Makan kue lapis legit. Dimakan juga kue dakuak-dakak. Satpol PP.kurang menggigit.

Peraturan daerah tidak tegak. Pulang dari sawah terasa lelah. Tapi petani tidak berkeluh kesah. Tidak ada polisi di dekat sekolah. Untuk menyeberang terasa susah. Besar-besar mobil tangki. Mobilnya besar bebannya berat. Biarlah ke sekolah berjalan kaki. Udara pagi terasa sehat.

Terbang ke hutan si burung punai. Burung punai burung yang cerdik. Enak mandi di Batang Anai. Bersama kakak serta adik. Terbang ke hutan si burung punai. Burung punai burung yang cerdik. Enak mandi di Batang Anai. Bersama kakak serta adik. Gatalnya lama di gigit pacet. Pacetnya kecil janganlah heran. Kini Lubuk Alung sering macet. Apalagi di waktu lebaran. Berteman-teman jangan menyisih.

Walau di rumah dimanja-manja. Pasar lubuk alung tidak bersih. Banyak ibu-ibu tak mau belanja. Nama : Alifa Permata Dewi Hai nona manis memakai baju merah Singgah kerumah si juragan Perti Senyum memang lah ibadah Jika tidak turun ke hati Pak al penembak jitu panah Kenanya sampai retak dan patah Jatuh cinta memang lah indah Jika itu cinta kepada allah Bibi senang lihat bunga merekah Anggrek lh nama bunganya Ciptaan allah sungguhlah indah Ucapkan hamdalah burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Satu2 aku sayang ibu Ibu adalah malaikat peneduh Jika hati masih beku Dzikir ialah obat yang ampuh Siang hari terasa panas Bunga bertebar ada di makam Tebarkan senyum dengan ikhlas Hati senang jiwa tentram Bau durian memang menyengat Air panas akan meluap Jawablah salam dengan semangat Assalamu'alaikum saya ucapkan Budi elok memang sopan Tutur kata yang utama Rajinlah membaca al-qur'an Jiwa raga akan tenang Ada bidadari di telaga Sungguh menghebohkan kedatangannya Jika ingin masuk surga Sholat 5 waktu kuncinya Jalan-jalan ke pasar sirandah Jangan lupa beli sayurannya Gemerlap bintang sungguh indah Wajib bersyukur atas rahmatnya Lantai licin bisa tergelincir Orang lewat jadi berhenti Jangan jadi orang kikir Agar tidak miskin hati Nama : Jovan Ali Syahputra Masa SMA.terasa indah.

Banyak teman banyak sahabat. Bicara di lokal dipelihara lidah. Kenakalan remaja jangan terlibat. Pertandingan antar kelas berjalan seru. Setiap kelas mengirim anggota. Terkesan baik semua guru. Termotivasi mencapai cita-cita. Siswa tinggal jauh di pinggiran. Tinggal di kampung burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

aman. Terkadang susah mengerti pelajaran. Langsung guru memberi pemahaman. Piket kelas di hari Selasa. Masing-masing siswa membersihkan lokalnya. Memang guru pahlawan tanpa tanda jasa. Terasa sulit untuk membalasnya. Enak dimakan buah markisa. Dibagi-bagi kepada adik. Tapi orang tua yang lebih berjasa. Dari kecil kami di didik. Kepada guru banyak bertanya. Tapi tidak pernah menyela.

Saya do'akan keduanya. Sama-sama mendapat pahala. Melompat-lompat seekor tupai. Dari mangga ke pohon kelapa. Kalau nanti cita-cita tercapai. Almamater sekolah tak akan lupa. Bangun pagi mencari sukun.

Dapat satu dimakan tupai. Mari belajar rajin dan tekun. Inshaa Allah cita-cita tercapai. Bunda membeli salak pondoh. Menjual salak memang di kedai. Memang malas pangkal bodoh.

Sedangkan rajin pangkal pandai. Tinggi-tinggi sarang tempua. Tempua bersarang di pohon waru. Mari senangkan hati orang tua. Jangan lupa kepada guru. Nama : Atika Rahmadani Jalan-jalan ke pasar Kenya Jangan lupa beli pepaya Jika pemimpin kuat imannya Korupsi tak akan jadi budaya Sungguh asyik lagu Mudiak Arau Lagu di dengar pada musim panas Hukum di Indonesia seperti pisau Tajam ke bawah tumpul ke atas Simpang empat suka menanti Di samping simpang ada sawah Hidup bagaikan roda pedati Kadang di atas kadang di bawah Sumbawa terkenal dengan kuda Masih lestari tinggal di burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Jangan durhaka pada ibunda Karena surga di telapak kakinya Jika pergi ke Kuranji Jangan lupa beli baja Jangan suka umbar janji Jika hanya bualan saja Sungguh luas telapak tangan Luas juga daun talas Ekonomi indonesia akan aman Jika pungli diberantas Manis rasanya buah mangga Mangga di makan Numaliza Pemuda pemudi boleh bangga Jika tidak menggunakan NAPZA Di panti jompo banyak lansia Lansia orang yang tak berdaya Banggalah jadi orang Indonesia Karena kita banyak budaya Pak Tani sedang membajak Membajaknya di hari Sabtu Jika kamu orang bijak Bayar pajak tepat waktu Anak Xmen main uno Habis main beli baju Jika gubernur Irwan Prayitno Semoga Sumbar semakin maju Nama : Rusdi Aziz Jalan-jalan ke kampung Panyalai Jangan lupa makan kue talam Sebelum acara kita mulai Sebaiknya ucapkan salam Anak-anak menembak pipit Jatuh satu akibatnya Biar ilmu setinggi langit Tak dibagikan apa gunanya Pergi ke pasar cari kemumu Jangan lupa beli ikan Raihlah cita-cita mu Asal akhirat jangan dilupakan Artis cantik Dewi Persik Tak hanya cantik juga muslim Biar jelek asal asyik Daripada menarik sok jaim Rakyat atas sakit Tifus Rakyat bawah darah kotor Kalau ingin memilih tikus Jangan pilih tikus kantor Anak kerbau bawa pedati Roda pedati senjang sebelah Kalau anda berbaik hati Dunia akhirat di lindungi Allah Jalan-jalan ke Sicincin Tiba di Sicincin langsung tidur Kalau ingin jadi pemimpin Jadilah pemimping jujur Ibu-ibu pergi ke KUA Sampai di kua bertemu pramugari Kalau taat kepada orang tua Setiap kegiatan akan di ridhoi Lubuk Alung sering banjir Karena banjir banyak sampan Jangan suka mubazir Karena mubazir itu kawan setan Naik motor ke Bandara Jangan lupa bawa saudara Mungkin sekian dari saya Semoga saya dapat juara Nama : Silva Fitriyanti Samba lado asam durian Dibaok urang pai kapakan Izin bapantun ambo sampaikan Salam sambah ambo katokan Paikapasa burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

padi Tibo dipasa basuo kawan lamo Kok hiduik kini babudi Matinyo maninggaan namo Bulan lamamang kito malamang Hari rayo kito marandang Urang baruman hati e tanang Uarang kapia hati e bimbang Buah cubadak puyo si irat Buah balimbiang punyo si mulyo Koknio salamaik dunia akirat Babuek elok jan kalua nyo Urang batak suar e khas khas Jikok di danga lawak bunyi nyo Urang islam punyo cirikhas Asalamu'alaikum lah cirikhas nyo Pagi pagi makan gimbang Dimakan samo si mulyo Jiko hati kini bimbang Sumbayang istiqarah ubeknyo Mandoa kito makan makan Makannyo jo kamanakan Jaman kini jaman metropolitan Budayo minang jan sampai di lupokan Satiok hari kito sumbayang Jan lupo baco al-qur'an Jikok nio hiduik tanang Picayo lah kapado tuhan Pai malala ka pariaman Pai malala jo kamanakan Urang kapia idaman setan Urang bariman idaman tuhan Mancari cubadak di dalam rimbo Pulang pulang tabaok durian Hanyo iko pantun dr ambo Kok salah tolong pelokan Nama : Mhd lathif rizqi nur orang pintar berbahasa Ke jawa setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Ambil batu di papua Di papua mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Sungguh manis gula jawa Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Daun pisang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dibuat penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Buah berangan dirumpun pinan Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Guru pun ikut bahagia Jika kamu pergi kedusun Jangan lupa bawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Jika kita makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika kita ingin pandai Rajin-rajin baca buku Nama : Faris Aqil Zahira Ke Pitalah baru ke Batusangka Menuruni banyak bukit Katakanlah yang sebenarnya Walaupun itu pahit Panglima raja pesilat tangguh Manakala takluk di tangannya Siapa saja bersungguh-sungguh Maka dia yang mendapatkannya Pak Irwan gubernur Sumbar Ke Sungai Puar untuk berkunjung Wahai kawan marilah sabar Siapa sabar mendapat untung Ke Tirta lewat Kayu Tanam Tak bersimpang ke Malibo Anai Siapa yang menanam Dia yang akan menuai Toboh Sikumbang di Balai Baru Kalau singgah tak usah cemas Jangan pernah sia-siakan waktu Karna itu lebih berharga dari emas Preman pasar membeli korek Membelinya dengan hati yang ria Pintar bicara tanpa praktek Segala usaha jadi sia-sia Pilihlah pemimpin yang bermartabat Yang kerjanya selalu tamat Berfikirlah sebelum berbuat Maka badan akan selamat Ramainya suara orang di pasar Karna banyak yang berjualan Berjalanlah di jalan yag benar Maka akan sampai ke tujuan Pergi memancing di akhir pekan Di batang kalu banyak ikan Tuntutlah ilmu dari buayan Selama hayat dikandung badan Berselisih di tengah jalan Bertemu kawan diajak makan Kebersihan sebagian dari iman Orang beriman disayang tuhan Nama : Feri Pransisko Adaik basandi sarak Sarak basandi kitabullah Masalah indak ka salasai jo bacakak Tapi bawoklah bamusyawarah Niak hati pai ka Pariaman Malah pai ka Limo Puluah Koto Indak ka sampai suatu tujuan Kalau ndak ado bausaho Patah rantiang si kayu jati Jatuah masuak ka dalam muaro Iduik ndak usah busuak hati Awak juo nan ka sansaro Kabek an jawi di tangah padang Kito istirahat sabanta di tapi padang Jan suko mangecek surang Beko dikecek an urang dalang Jalan-jalan ka kota Padang Jan lupo mambali katupek Kalau sanak yo urang minang Pasti tau kato nan ampek Hiduik baraka Mati bariman Kok ndak tau jo makan bajamba Mungkin inyo ndak urang Pariaman Pai raun ka Pariangan Jan lupo mambali ikan Urang nan suko buang sampah sembarangan Mungkin utak e ndak jalan Jalan-jalan ka Alahan Panjang Jan lupo mambali bawang Urang Minang ndak tau tari Indang Mungkin lah lupo jo budaya surang Lebatnya buah durian Karna tumbuh di tepi taman Jagalah kebersihan Karena kebersihan sebagian dari iman Yo lamak aso e samba jariang Apo lai ditambah samba lado patai Jadi urang jan sampilik kariang Ingek-ingek iduik wak ka mati Nama : PUTRI ANGGRAINI Tas robek di bawah Air di gelas terbawa muncrat Umur negara bertambah Berpikir kritis pun meningkat Bau tak sedap dari tanggi Cerita tanggi begitu menyedihkan Walau ilmu bertambah tinggi Al-Quran Hadis tidak terlewatkan Sudah tercium baunya dari dagu Bau suara itu sebuah desah Masa SMA masa yang di tunggu Masa terjadi kenangan indah Melompat bagaikan tupai Kewangian bagaikan kemiri Kesuksesan tidak selalu tercapai Jika kegagalan burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Kulit yang merangsang Otak yang penentu Waktu tidak lah panjang Ibadah lah jika ada waktu Lantai kering selalu basah Kupu terbang selalu sendiri Jangan takut salah Kebenaran selalu berdiri Luar apel yang merah Dengan isi dalam putih tertera Diluar kelihatan pemarah Dalam hati selembut sutera Berjalan menuju dunia Berlari mencapai akhirat Pahlawan kemerdekaan tanpa jasa Berusaha hingga akhir hayat Dia pergi tanpa impian Dia pulang membawa harapan Kasih sayang sependek penggalang Kasih ibu sepanjang jalan Kursi wawan warna merah hati Patah kursi di duduki wawan Hidup harus lah hati-hati Penyesalan selalu datang belakangan NAMA : SAFWAN SYAHWANDA TEMA : CINTA INDONESIA Jika kamu ingin bahagia Hargai perbedaan yang ada Jika kamu cinta indonesia Jaga lah kelestarian alamnya Pergi berburu tengah malam Pulang-pulang bawa iguana Jika ingin mencari keindahan alam Indonesia lah tempatya Di kebun binatang ada beo Beonya pakai bendo Jika ingin lihat komodo Pergilah ke pulau komodo Pariaman terkenal dengan pantai kata Membuat warganya jadi bangga Negara kaya akan budaya Itulah indonesia Pak irwan pergi tamasya Tamasyanya ke bukittinggi Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Ada hewan namanya kecoa Ada juga namanya jangkrik Wahai negaraku indonesia Jadilah negri yang baik Pak irwan makan roti Roti dioles mentega Indonesia tetap di hati Tetap jaya indonesia raya Minum susu campur soda Sampai habis tak ada sisa Pancasila idiologi negara Burung garuda itu lambangnya Jalan jalan pakai kereta Kereranya ke surabaya Banyak orang yang berkata Indonesia makmur dan kaya Kedondong bulat bentuknya Bijinya seperti rambutan Ayo majukan indonesia Sampai di puncak kesuksesan Nama : Nama:Bintang Felda Raja Pergi mendaki malam ini Mendaki sambil lomba lari Kalau kamu cinta negara ini Mari kita jaga kesatuan NKRI Nonton tv nampak cita-citata Sambil menulis surat cinta Sumatra barat negri tercinta Mari kita lestarian budayanya Malam ini malam jumat Esoknya malam sabtu Kita ini umat muhammad Jangan sampai meninggalkan 5waktu Tekun kita beramal ibadah Untuk siap dikemudian hari Kita serahkan kehadirat allah Mudah-mudahan disyafaatkan nabi pergi ke pasar membeli gram Tiba di pasar membeli ikan Budaya daerah beraneka Ragam Mari bersama kita lestarikan buah belimbing buah pepaya Dibelah tarlihat isinya Indonesia baragam budaya Jangan sampai kita Merusaknya Nasi goreng pakai bumbu Ditambah dengan es tebu Jangan lah kamu durhaka Kepada ibu Karena syurga dibawah Telapak kaki ibu pergi ke hutan mencari bambu Tiba di hutan dikejar naga Wahai ananda hormati ibu Karena ibu jalan ke syurga Empek-empek ditanbah cuka Tak terbanding enaknya rasa Coba lihat anak durhaka Di dunia hidupnya tersiksa Dari apa kue lemang Dari ketan yang dipanggang Waktu kecil kita ditimang Ayah ibu harus disayang Nama : Eki Aurora Shakyra Merah kuning adalah warna Buih sabun namanya busa Wajah cantik tidaklah sempurna Jika hati berlumur dosa Kerja bakti di rumah Bima Tak lupa membawa sapu lidi Berbuat baik untuk sesama Jangan mengaharap balas budi Sambung huruf jadi kata Belajar baca bersama teman Sopan santun budaya kita Jangan lunrur di telan zaman Pagi pagi melihat kereta api Bertemu turis di malam hari Semoga saya bisa menggapai mimpi Untuk membahagiakan orang tua nanti Pohon kelapany tumbuh berjajar Tumbuhnya berjajar di tepi pantai Barang siapakah rajinnya belajar Tentulah ia lekaslah pandai Buahnya kelapa di belah - belah Di bawa ke pasar di dalam pedati Barang siapakah bermalas sekolah Bilanya besar rugilah nanti Pohon limau di manakah tumbuh?

Tumbuhnya dekat pohon rambutan Tuntutlah ilmu sungguh - sungguh Supaya selamat di hari kemudian Bapak tani menanam tebu Pembelinya datang bertanya harga Wahailah ananda hormatilah ke surga Karna bunda jalannya ke surga Dari apakah kue lemang Dari ketan yang di panggang Waktunya kecil kita di timang Ayah ibuku wajiblah di sayang Anak elang jatuh ke rawa Di tolong oleh seekor rusa Kasihnya serta sayangnya orang tua Slalu ada di sepanjang masa Nama : Doni Novrama Judul : Pantun tentang budaya Tema : Budaya lokal Ka Suok jalan ka Padang Manurun jalan ka Tandikek Kok iyo awak urang minang Bapantun malah agak ciek Pai jalan ka tanjuang pinang Indak lupo mambali lado Banggalah jadi urang minang Karano minang budayo kito Gadang-gadang kayu di rimbo Rotan jo damar jelobalelo Sungguah rancak Tari kito Tari piriang lah namonyo Sungguah lamak pisang Rajo Di makan ciek tambuah duo Sungguah rancak irwan prayitno Urang gagah Elok budinyo Bukik bunian panjang tujuah Lalu den lipek panjang tigo Dek budayo kini lah sambuah Budayo minang jan sampai lupo Asa lai baparak tabu Bialah banto dalam padi Asa lai kandak ka laku Kariang lautan ambo nanti Siamang babunyi sanjo Malompek sambia barayun Sadang ka rakok lai manggilo Konon lah siriah laweh daun Ka baruah ka ujuang jalan Singgah dulu di tapi tabek Guruah kok indak manjadi hujan Langik malu bumi maupek Batang bukan sumbarang batang Batang Padi di namokan Niniak mamak urang tapandang Anak jo kamanakan jan di lupokan Janiah aie Sungai Tanang Minuman urang Bukiktinggi Tuan kanduang tadanga sanang Baok lah tompang badan kami Buek Pantun Jo Urangtuo Pantun di buek di tapi laman Sekian pantun dari ambo Kurang jo salah tolong maafkan NAMA :SAFWAN SYAHWANDA TEMA : CINTA INDONESIA Jika kamu ingin bahagia Hargai perbedaan yang ada Jika kamu cinta indonesia Jaga lah kelestarian alamnya Pergi berburu tengah malam Pulang-pulang bawa iguana Jika ingin mencari keindahan alam Indonesia lah tempatya Di kebun binatang ada beo Beonya pakai bendo Jika ingin lihat komodo Pergilah ke pulau komodo Pariaman terkenal dengan pantai kata Membuat warganya jadi bangga Negara kaya akan budaya Itulah indonesia Pak irwan pergi tamasya Tamasyanya ke bukittinggi Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Ada hewan namanya kecoa Ada juga namanya jangkrik Wahai negaraku indonesia Jadilah negri yang baik Pak irwan makan roti Roti dioles mentega Indonesia tetap di hati Tetap jaya indonesia raya Minum susu campur soda Sampai habis tak ada sisa Pancasila idiologi negara Burung garuda itu lambangnya Jalan jalan pakai kereta Kereranya ke surabaya Banyak orang yang berkata Indonesia makmur dan kaya Kedondong bulat bentuknya Bijinya seperti rambutan Ayo majukan indonesia Sampai di puncak kesuksesan Nama : puji sri kartika Pergi berlibur ke bukit tinggi Sambil melihat anak rusa Jangan kamu meninggikan diri Karna nanti tiada berguna sungguh indah bunga melati Jika dicium harum baunya Jika anda sedang sakit hati Baca alqur'an pahami artinya jalan jalan kepulau bali Singgah lah dulu di kediri Manusia hidup lama sekali Jadi buatlah hidup mu berarti orang padang memetik nangka Nangka dipetik manis rasanya Janganlah kamu berburuk sangka Karena nanti ada balasanya pulau bintan diselat malaka Tempat berhimpun perahu nelayan Kalau iman melekat di dada Sifat penyabar laku pun sopan anak burung jatuh ke rawa Ditolong oleh penjaga angsa Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa ibu rani suka menjual tebu Pembeli datang bertanya harga Jika kamu menghormati ibu Itu adalah jalan ke surga dari mana datangnya wahyu Yaitu kepada nabi wahyu turun Dari mana datangnya ilmu Yaitu belajar dengan tekun sempa tebu rasanya hambar Di bakar api langsung terbakar Jika kamu terus bersabar ilmu mu nanti pasti akan lebar beli bunga kepasar jodoh Sambil melih jagung bakar Jangan malu dibilang booh Yang bilang pun belum tentu pintar Nama : khairunnisa Beli salak ditepi jalan Salaknya enak murah sekali Oh adik sungguh menawan Tolong lihat abangabang ada ada disini burung nuri burung dara Terbang tinggi ke angkasa Lestarikanlah budaya kita Karna indonesia sudah merdeka beli obatpergi ke klinik Jalan jalan ke pulau dewata Jangan takut saat jatuh sakit Banyaklah doa banyaklah usaha satu titik dua koma icak cantik gery yang punya beli koran di dalam pasar Pasarnya besar banyak yang berdagang Jangan jadi orang yang kasar Nanti banyak yang tak senang ada tikus ada buaya Buang hingus di jalan raya Indonesia sudah merdeka Hati kita kapan bahagia beli baju warnanya biru Baju nya bagus uuntuk bergaya Jangan suka melawan ibu Nanti kitamasuk neraka tumbuah marato si pokok tabu Pai ka pasa mambali dagiang Banyak harato indak ado ilmu Bagaikan rumah indak badindiang Beli binatang nama nya babi Babi nya lucu imut sekali Jangan pernah bermain hati Kalau tak mau sakit hati Cari bilih ka singkarak Bilih di baok ka malalo Caciang di paruik alah bacakak Nan motoGP manangguang pulo Nama : Yoga Riski Ananda Tema pantun : ``Kemerdekaan`` Berkumpul bersama-sama Bercanda sambil tertawa Apa kabar wahai semua Semoga kalian selalu bahagia Jatuh tertimpa tangga Badanpun jadi terluka Kita harus berbangga Karena kita sudah merdeka Tidak ada hal sia-sia Yang dilakukan manusia Kemerdekaan indonesia Adalah milik segenap bangsa Bernyanyi suka-suka Diiringi tepukan rebana Walaupun sudah merdeka Jangan sampai kita terlena Bertemu bertatap muka Bertatap muka bersama kawan Bangsa kita sudah merdeka Karena perjuangan para pahlawan Kalau membuat roti moka Jangan lupa diberi ragi Walau kita sudah merdeka Tapi masih dijajah teknologi Dapat rezeki dibagi-bagi Rezeki tuhanlah yang punya Jika tak ingin dijajah teknologi Gunakanlah seperlunya Sungguh menggoda telur dadar Jika dimakan bersama nasi Kita sebagai pelajar Harus berjuang dengan prestasi Makan ayam goreng dengan nasi Dimakan bersama-sama Kita harus mengejar prestasi Dengan semangat empat lima Hidup ini harus dijalani Walaupun nasib ditangan tuhan Kita cukupkan sampai disini Maafkan jika ada kesalahan Nama : Aprina Tryasandy Anak Pak Lurah namanya Andy Andy sukanya memakai kalung Perkenalkan saya Aprina Tryasandy Siswa dari SMA N 1 Lubuk Alung Anak muda donor darah Habis donor pergi ke pasar Jika ingin masa depan cerah Rajin-rajinlah engkau belajar Pak Haji memimpin do'a Memimpin do'a sebelum makan Lakukan hari ini dengan do'a Tunggu hari esok dengan harapan Pak RT ketemu Pak Lurah Pak Lurah lagi beli beras Jika ingin mendapat berkah Lakukanlah pekerjaan dengan ikhlas Ranting kayu sudah patah Jatuh tidak jauh dari pohonnya Jika ingin disayang Allah Lakukanlah perintahNya Buah nanas banyak serat Nanas dibeli di pasar baru Tidak ada kata terlambat Untuk memulai awal yang baru Induk gajah punya belalai Tidak mungkin anaknya tidak Jika kamu berani memulai Berfikirlah dalam bertindak Hari kamis makan rujak Beli mentimun akhir pekan Apa gunanya membayar pajak Kalau pembangunan tidak jalan Dua tiga kucing berlari Kucing berlari di atas papan Rajinlah menabung setiap hari Agar berguna untuk masa depan Jalan-jalan ke pasar raya Mampir dulu di Masjid Raya Cukup sekian dari Saya Semoga Saya lulus seleksinya Nama : yudhistino ardafi pergi ke pasar membeli salam.

tidak lupa jalan jalan. kupu kupu berkelahi dengan berudu. sambutlah salam dari saya. walau tidak berjabat tangan. assalamualaikum warohmatullahi wabarakatu. bujangan pergi mendaki. citratun mantan si starla. perkenalkan saya yudhistino ardafi. peserta pantun spontan dari smanla. muara tanjung berairkan dangkal. keluarga sitar makan di rumah makan. kita yang bernyawa akan meninggal. dunia di kejar akhirat jangan ditinggal. beli baju di toko busana. rumah surti dalam perbaikan.

jika kita mau berusaha. Allah pasti akan memberikan jalan. pita merah dijadikan umpan. luka pada ikan dikarenakan sampan. jika kita bisa sopan. maka kita akan punya banyak teman. buanglah bunga di lapak malam. pada malam rubah bergigi rawan. janganlah suka merusak alam. karna alam adalah rumah bagi hewan. ikan tuna berenang ke gua. pemanah menuju salah satu rumah lama.

jangan pernah melawan orang tua. karena restu Allah adalah restu orang tua. jalan ke pantai sungguh ramainya. setelah kata ada tanda koma. jangan pernah sombong dengan apa yang kita punya. karena dimata Allah kita semua itu adalah sama. mawar itu baumu. melati indah siapa punya. jika kau sayang pada ibumu.

maka patuhilah perintah nya. bata kecil diatas pagar. kalau jatuh tolong dinaikan.

burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun....

kupu kupu berkelahi dengan berudu. saya kecil masi belajar. jikalau salah tolong dimaafkan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Nama : Alifia Anggraini Jalan-jalan ke Jepara Di Jepara beli katun Hilang uang itu tak apa Asal tidak hilang sopan santun Ada gula ada saka Gula dimakan Dengan Buah Sudah lama Kita merdeka Jangan sekali Kali lupa sejarah Pulau bintan di Selat Malaka Dekatlah Dengan pulau penyengat Kita Semua berbudaya Sifat penyantun laku pun sopan Apalah tanda batang nipah Tumbuh di pantai banyak daunnya Elok perangai hati pun rendah Itulah ciri anak Indonesia Ujung pandan jauh disana Di sebelahnya lidah buaya Apalah Arti Indonesia Jika Kita Hilang budaya Beli durian di kelantan Durian kelantan enak katanya Tampilan bukan ukuran Yang penting sopan santunnya Minum kopi di Hari Selasa Kopi manis enak rasanya Gagal sekali itu biasa Asal Jangan lupa kerja kerasnya Sore Hari rumput dicabut Rumput dicabut secukupnya Ketika hidup menjadi rumit Agamalah solusinya Dari Sumatra sampai Papua Jakarta kota wisata Seribu Bahasa yang Kubaca Bahasa Indonesia Bahasa tercinta Nabi nuh Nabi yang Sabar Kisah hidupnya Selalu dikenang Kini Indonesia telah tercemar Budaya Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

adat terbuang Nama : Muhammad Irsyad Gema takbir di hari raya Suaranya bertabuh disudut negeri Ini pantun pelebur lara Serta penyambung pengobat hati Meletus perang Sumatera Membubuh di Medan area Bercengkrama didalam rimba Menjadi saksi para panglima Mari bersama satukan hati Membangun bangsa turut berjuang Kemerdekaan kita menjadi mimpi Semoga esok hari lebih gemilang Masih jauh kita berjalan Bekal jangan dihabiskan pula Mari kita tingkatkan perjuangan Demi tercapai kata merdeka Hotel Yamato hangus terbakar Bung Tomo, maju tak gentar Sahutan 'merdeka' kian terlontar Dikala merah putih telah berkibar Berkobar-kobar semangat merdeka Membela bangsa taruhan jiwa Menjulang impian tanah air beta Merajut asa menjadi nyata Separuh abad telah berlalu Semangat merdeka semakin nyata Dulu berjuang di ujung bambu Kini berjuang di ujung pena Kalau jala hendak dilempar Cobalah lihat ujung dan pangkal Jikalau semangat telah berkobar Selalu bersyukur dan bertawaqal Hari merdeka memanjat pinang Pinang dipanjat para pemuda Jikalau kita ingin menang Sportifitas mari di jaga Wakatobi dan Raja Ampat Jaya Wijaya menjulang tinggi Mari persaudaraan kita perkuat Agar Indonesia aman dan damai Burung Irian, burung Cendrawasih Cukup sekian, dan terimakasih Nama : M Farhan Aldjamarin Pantun suasana idul adha di Tanjung Aur Betapa keras besi berani Kuat menempel diujung bibir Betapa senangnya hati ini Mendengar gema suara takbir Ada cabai nempel di gigi Buat hati merasa risau Mari bersiap mandi pagi Biar segar datang ke surau Ada kotak berisi lalat Lalat jatuh masuk ke lontong Sedih hati burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

shalat Melihat qurban siap dipotong Sungguh indah sikaca patri Dilihat orang dihari pagi Banyak orang siap mengantri Menanti qurban siap dibagi Sungguh nikmat makan es campur Dibawa orang pergi ke ladang Ramai sekali orang di dapur Menolong ibu memasak rendang Burung gelatik diatas papan Burung cendrawasih makan ikan Ibuku yang cantik dan rupawan Sepiring rendang tolong hidangkan Ditepi sawah banyak petani Sedang memakan nasi kapau Sungguh nikmat rendang ini Makanan khas rang minangkabau Anak pramuka pergi berkemah Anak sapi makan jerami Banyak orang datang kerumah Untuk menjalin silaturahmi Pergi ke kantor sipengacara Kena penyakit batuk berdahak Sangat asik orang berbicara Sampai tertawa terbahak bahak Burung merpati didalam gua Bertelur satu pun tidak ada Mari bersyukur kita semua Bisa bertemu idul adha Nama : MUHAMMAD IRFAN ALDIZA Bali bungo di batu sangka Bungonyo kambang sumara anjuang Pagaruyuang lataknyo di batusangka Pusako minang ranah pagaruyuang Bajua bamurah - murah Ditanyo jawab batimbang Pemimpin kok indak saarah Disinan rakyat makonyo bimbang Di tiga warna dasar terterang Kuniang hitam tanah kawi Payuang panji sudah terkembang Bundo kanduang ibu pertiwi Kaluak paku kacang balimbiang Baok manurun ka saruaso Walau ado nan babeda suduik pandang Kini ko kito habiskan kasadonyo Kamuniang di tangah balai Ditutuah bartambah tingggi Barundiang jo urang ndak pandai Bak alu pancukia duri Pai jalan - jalan nampak kunang - kunang Baranti di pasa nampak lentera Penghulu di minang mahukum adia, bakato bana Tentara parang sambia makan Sadang parang tainjak ranjau Sapanjang adaik turun - manurun Alun pernah penghulu yang mambuek kacau Kapasa mambali sikek Turun dijalan, mambali semanggi Kalau salam tak dijawek samangek kito ulang sekali lagi Mandaki di gunuang singgalang Di puncak nampak langik biru Sakapa dijadikan gunuang Alam takambang jadi guru Papua ibu kotanyo irian Di situ ado buruang cendrawasih Cukup sekian Terima kasih Nama: AHMAD NOVRIYANDI orang rajin akan kaya dan banyak harta bepergian ke pulau sumatera setiap harinya dengan assalamualaikum saya membuka kata berseni sastra membuat pantun budaya indonesia sepatu alan belinya di pasar pagi namanya sepatu pasti banyak pilihan semaju apapun zaman sekarang ini namanya budaya harus kita lestarikan juragan bagus beli manggis toke bunga beli d urian jangan bangga di bilang anak hits tapi bangga lah di bilang anak budayawan india belanda memang pernah menjajah tapi belanda belum bisa merebutnya indonesia memang memiliki beribu bahasa daerah tapi bahasa pemersatunya bahasa indonesia hasnah beli tahu di padang si sarah beli martabak di lubuak pinturun haruslah kita tahu budaya minang salah satunya tabuik di pariaman wahid amaknya si ina kenalan dulu sama saya wahai anak bangsa indonesia kenalkanlah keragaman budaya kita tinta spidol melati mengenai baju leman topi jajan di pakai badu dan sinta tiada salahnya mengikuti bahasa kekinian tapi jangan lupa dengan satu bahasa bahasa indonesia betapa senangnya karlo dapat dompetnya tetapi dompetnya sudah tak ada isi bahasa sebagai komunikasi antar manusia tapi bahasa indonesia bukan bahasa yang di perjual beli ibukota indonesia adalah jakarta letak nya di pulau jawa indonesia kaya akan budayanya mari kita tunjukan ke dunia wawan ngerasa dirinya paling keren sebab bajunya yang baru beli di jakarta warga negara indonesia memang ramah dan sopan sebab itu lah budayanya rakyat indonesia orang berhutang harus membayar hutangnya memang itu peraturannya sejak dulu kala orang minang terkenal dengan budaya bahasanya yaitu kata mandaki,manurun,malereang dan mandata Kata adalah makna Makna adalah kata Mohon maaf atas segala khilaf Segala khilaf mohon dimaafkan NAMA : BAGUS WIRADINATA Pasar membeli sepatu Setelah membeli sepatu membeli baju Kasih dimanakah dirimu Aku sudah lama merindukanmu Ani membeli coklat Ani membelu susu Apakah kamu tidak ingat Aku yang selalu mendampingimu Pergi bertamu kerumah pak guru Setelah sampai pak gurunya tidak ada Aku selalu mengingat wajahmu Wajahmu sangat mempersona Jalan-jalan ke bukittinggi Sampai dibukittinggi membeli jam tangan Mempersona seperti bidadari Bidadari dari khayalan Pergi kepasar membeli baju Tetapi yang ada hanya gaun Aku sangat mengagumimu Melebihi dari apapun Ada udang dibalik batu Ada tokek dibalik pintu Maukah kau menemuiku Karena aku merindukanmu Dikampung ada adat Disini ada kamu Rindu ini butuh obat Obatnya adalah kamu Tak kenal maka tak sayang Sudah sayang di tinggal mati Dirimu orang yang aku sayang Saying datanglah kemari menulislah dibuku membatiklah dikain kenapa kau tidak mau menemuiku mungkinkah sudah ada yang lain aldo memiliki sepeda tetapi tidak punya roda jika memang sudah ada aku terima dengan lapang dada Nama : Rivaldo padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan diturut Kalau di turut salah datang dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah tembus pisang di batas para Anak ayam jantan betina Rukun islam berapa perkara Itulah ambang hendak bertanya sama-sama tetapkan iman Supaya jangan jadi halangan Hajal dan maut jodoh pertemuan Semuanya itu ditangan tuhan anak ayam turun satu Mati lah satu tinggal lah habis Mati lah badan waktu itu Sebab mengikuti setan iblis tali jangka di dama tata Tenggelamnya di laut dalam Orang ingkar beralih dosa Akhir hayat tidak tentram daun tetap diatas diulang Anak udang mati di tuba Dalam kitab ada terlarang Perbuatan haram jangan dicoba tante Mayang tetangga jaksa Membeli bubur dikasih laksa Tidak sembahyang tidak puasa Didalam kubur mendapat siksa masa berada di pulau jawa Rekan diajak pergi menjala Maha berkuasa jangan dilupa Kuasa allah tidak terhingga dua tiga empat lima Enam tujuh delapan sembilan Kita hidup tak kan lama Jangan lupa siapkan bekalan Nama : Beni Putra Yunarta Tema pantun : “Pendidikan” Jalan-jalan naik kereta api Pulangnya singgah di jakarta Raihlah prestasi yang tinggi Haruskan nama bangsa Hari senin pakai baju putih Dilengkapi dengan topi dan dasi Hey kawan jangan bersedih Meski tidak mendapat nilai tinggi Nonton upin ipin di malam hari Nontonnya sambil makan Masa SMA hanya sekali Jadi jangan disia-siakan Pergi ke pasar membeli tas Sekalian mampir ke rumah kepala desa Walau kita tidak naik kelas Tapi jangan berputus asa Si Mamat anak pak Montu Si Udin anak buk Mirna Tuntutlah ilmu itu Walau sampai ke negeri Cina Boboiboy membawa rotan Untuk membawanya perlu diikat Tinggalkan dulu seluruh kegiatan Utamakanlah sholat Si Udin membeli teh es Habisnya sangat lama Untuk menjadi sukses Butuh doa dan usaha Si Mail bekerja di hari minggu Sorenya mendapat upah Janganlah melawan guru Agar ilmu yang didapat menjadi berkah Jepang punya empat musim Salah satunya musim salju Kita sebagai umat muslim Wajib menuntut ilmu Makan nasi pakai mimin Selanjutnya makan buah Belajarlah yang rajin Menyongsong masa depan yang cerah Nama:Gilang Hidayat kalau kita menebang jati biar sarpih tumbangnya jangan Kalau kita memcari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda di belah dua Anak burung mati di ranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangang di ubah anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Ajaran baik jangan di ubah cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal di hormati orang orang daik memacu kuda Kuda dipacu deras sekali Buat baik barpada-pada Buat jahat jangang sekali parang di letak berbatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang di kejar takkan sempur na Bila tak penuh menaruh ilmu dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tak diamalkan Bagai pohon tak berbuah padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan di turut Kalau di turut salah datang naik layar sama si Egi Ada halilintar di langit biru Belajar itu tak bikin rugi Orang pintar jarang di tipu Sambal pedas di sawojajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : AGESWILDA LARAS SAPUTRI Urang Kayo Banyak Harato Tiok Tahun Mambali Oto Jo Bismillah Ambo Bukak Kato Jo Salam Ambo Bukak Carito Duo Tigo Kuciang Balari Balari Dibaliak Ilalang Sungguah Iyo Urang Kini Banyak Lupo Jo Adaik Minang Anak Sipasan Dalam Rimbo Mati Digolek Gelek Batang Bukan Ambo Urangnyo Yang Lupo Jo Adaik Minang Punyo Palak Alah Basamak Ditangahnyo BatangJ ambu Kok Kayak Tu Kato Sanak Apo Bana Nan Sanak Tau Sungguah Rajin Urang Baladang Baladang Untuak Dapek Penghasilan KokTantang Jan Sumbarang Tantang Adiak Dipimpin Tungku Sajarangan Raso Kalamak Makan Kantang Digoreang Malah Dahulu Kok Tantang Jan Sumbarang Tantang Apo BanaTugas Panghulu Bialah Kanji Bacampua Aluo Dimakan Urang Dibawah Talang Mungkin SanakLah Salah Sangko Bukan Makasuik Ambo Manantang Pai Kapasa Mambali Bakso Jan Lupo Aia Untuak Minum Tapi KokItu Nan SanakNio Panghulu Batugas Mamimpin Kaum Makan Jo Pangek Sabana Lamak Indak Nampak MintuoLalu Kamakan Barajo Ka Mamak Mamak Barajo Ka Panghulu Pai Ka Lapau Mamabali Asoi Pambungkuih Lamang Dihari Akaik Adaik Harus Takuasoi Untuak Hiduak Bamasyarakaik Nama : Rivaldo padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan diturut Kalau di turut salah datang dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah tembus pisang di batas para Anak ayam jantan betina Rukun islam berapa perkara Itulah ambang hendak bertanya sama-sama tetapkan iman Supaya jangan jadi halangan Hajal dan maut jodoh pertemuan Semuanya itu ditangan tuhan anak ayam turun satu Mati lah satu tinggal lah habis Mati lah badan waktu itu Sebab mengikuti setan iblis tali jangka di dama tata Tenggelamnya di laut dalam Orang ingkar beralih dosa Akhir hayat tidak tentram daun tetap diatas diulang Anak udang mati di tuba Dalam kitab ada terlarang Perbuatan haram jangan dicoba tante Mayang tetangga jaksa Membeli bubur dikasih laksa Tidak sembahyang tidak puasa Didalam kubur mendapat siksa masa berada di pulau jawa Rekan diajak pergi menjala Maha berkuasa jangan dilupa Kuasa allah tidak terhingga dua tiga empat lima Enam tujuh delapan sembilan Kita hidup tak kan lama Jangan lupa siapkan bekalan Nama : IRFAN AFRINAL Tema pantun : “Nasehat” Ibuku pergi ke pasar Pulangnya membawa ikan Rajin-rajinlah kamu belajar Agar tercapai yang kamu impikan Hari raya pakai baju baru Baju yang lama untuk beramal Periksalah kembali isi ujianmu Agar mendapat nilai yang maksimal Buah langsat buah duku Dimakan bersama-sama Jangan coba-coba untuk menipu Sekali tahu orang takkan percaya Pergi ke pasar membeli tas Tas dibeli bersama teman Taatilah peraturan lalu lintas Supaya selamat sampai tujuan Hari raya buat ketupat Kuahnya gulai nangka Jika kamu ingin sehat Jangan pernah coba narkoba Jalan-jalan ke kota medan Lalu singgah ke danau toba Ingatlah selalu kematian Kematian itu selalu didekat kita Pak Doni pak Rangga Mereka berdua bertetangga Jika ingin masuk sorga Berbaktilah kepada kedua orang tua Pergi ke pasar membawa dompet Di dalam dompet banyak uangnya Jika anda kena copet Teriaklah se kencang-kencangnya Buah manggis buah mangga Rasanya manis ada masamnya Janganlah berkata tidak bisa Sebelum kamu mencobanya Beli bawang beli tomat Tomatnya busuk banyak ulatnya Befikir dulu sebelum berbuat Kalau tidak bisa celaka Nama : SYIDIQ MULYA Manyalam Jo LauakGurito Gurito Mati Sirah Hati Kato Salam Pambukak Kato Kato Jo Pantun Nan Sanang Hati Kok Koncek Pandai Malompek Malompek Ka ujuang Bansi Kok Kecek Nan Ka Maupek Maupek Baujuang Banci Indak Sanang Pai Ka Ladang Ladang Kunik Nan Di Balai Basuo Kok Sanang Samo Rang Padang Indak Dapek Bakanalan Juo Putiah Mato Dek Mambaco Mambaco Lai TakanaTido Pitih Harato Nan Ka Dijago Dijago Lai Bamamak Tido Pulang Diladang Makan Pangek Pangek Dimakan Baciok-Ciok Urang Gadang Nan Tinggi Pangkek Pangkek Nan Ado Basio-Sio Pai Jauah Ka Ulakan Jan LupoMambali Gakik Kok Adiak Pulang Malam Beko Badan Sakik-Sakik Induak Kuciang Baranak Ampek Saikua Mati Tingga Tigo Urang Budi Tau Nan Ampek Bia Dapek Masuak Sarugo Pai Kayia Mandi Jo Baju Baju Basah Lamo Kariang Kok Adiak Iyo Satuju Satuju Lai Mamak Kurang Nan Palak Iyo Takana Takana Lai Bagambah Juo Kok Adiak Baitu Bana Pinanglah Denai Kiniko Juo Cerek Hanyuik Iyolah Tibo Tibo Malam Panungkuik Lado Cukuik Sakian Dari Ambo Kato Salam Panutuik Kato Nama : Vindo Fayendra Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Jalan ke sumedang Jangan lupa membeli tahu Kalau hati sedang bimbang Jangan lupa kasih tau aku Jalan jalan ke bukittinggi Jangan lupa kebun binatang Kejar lah cita cita yang tinggi Biar kita hidup senang Nama : Nama : Rahmanisa Yasirli Tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagaikan rumah tak berdinding Banyak semut diatas papan Sedang makan gula gula Slamt menyambut kemerdekaan Mari kita mengucapkan merdeka Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia memang begitu Benda buruk memang terbuang Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : vindo fayendra Tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagaikan rumah tak berdinding Banyak semut diatas papan Sedang makan gula gula Slamt menyambut kemerdekaan Mari kita mengucapkan merdeka Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia memang begitu Benda buruk memang terbuang Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : Rifaldi Jalan jalan ke Toboh Baru Jangan lupa ke Toboh Apa Jika punya budaya baru Jangan lupa budaya lama Jikok pai ka malalak Jan lupo ka sijunjuang Dima bumi dipijak Disitu langik Dijunjuang Pulau Angso ado duo Pulau kasiak di sabaliaknyo Jan lah kalian baduo duo Beko setan nan katigonyo Tari piring tari saman Tari lilin apinya berkobar Al Quran adalah pedoman Rajin-rajinlah kita belajar Lauak kalau ado di hulu lauak rutiang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

di muaro Kalau karuah aia di hulu sampai ka muaro karuah juo. Jalan jalan ke Malaysia Mengenal ragam budayanya jangan ngaku anak Indonesia jika tidak mengenal budayanya Pai ka tanjuang mambali saruang Indak lupo mambali tali Nan bungkuak dimakan saruang nan bengkok dimakan tali (Setiap sifat dan tindak tanduk yang tidak jujur dan benar, akan senantiasa ada ganjarannya (hukum karma)) Bungo mawar bungo melati Ditanam di tapi tang ayia Rajin-rajinlah kito mengaji buliah manjadi menjadi pak kyai Pagi pagi bunga disiram bunga disiram agar tak layu Indonesia memang beragam maka dari itu mari bersatu Hari rabu memetik kelapa Airnya segar hilang dahaga Hormati Ibu juga Bapak Agar kelak masuk surga Nama:Adil Jeddi Radja sungguh laju jalan kereta Kereta melintas di jalan raya Apalah daya negri kita Jika anak bangsa tak berbudaya pergi berlayar ke tanah jepang Pergi berlayar memakai sampan Tumpah darah pahlawan berjuang Tinggal kita mengisi kemerdekaan si punuk merindukan bulan Bulan jauh tak terjngkau tangan Walaupun zaman terus kedepan Budaya kita harus diperthankan sungguh elok bumi pertiwi Bumi indah enak pemandanganya Sekarang bukanlah zaman orang sakti Sekarang zaman untuk berkarya tadi kering sekarang basah Kering lagi nostalgia Kita bukanlah bangsa yang lemah Kita adalah cahaya dunia ada semut ada gajah Ada merica ada ketumbar Sudah lama kita dijajah Saatnya kita yg bersinar pergi berlayar ke selat malaka Selat malaka banyak pulaunya Sudah lama kita merdeka Tugas yg muda mempertahankanya pagi hari tampak berawan Siang harinya beli sandal Apalah guna tampang rupawan Jika tiada punya moral kayu lapuk besi berkarat Kayu lapuk patah sendiri Apalah guna tau budaya barat Tapi tak tahu budaya sendiri banyak uang orang kaya Orang kaya banyak hartanya Negri kita punya budaya Yang terkenal sopan santunya Nama : Muhammad Irsyad Gema takbir di hari raya Suaranya bertabuh di sudut negeri Ini pantun pelebur lara Serta penyambung pengobat hati Meletus perang Sumatera Membubuh di Medan area Bercengkrama didalam rimba Menjadi saksi para panglima Mari bersama satukan hati Membangun bangsa turut berjuang Kemerdekaan kita menjadi mimpi Semoga esok hari lebih gemilang Masih jauh kita berjalan Bekal jangan dihabiskan pula Mari kita tingkatkan perjuangan Demi tercapai kata merdeka Hotel Yamato hangus terbakar Bung Tomo, maju tak gentar Sahutan 'merdeka' kian terlontar Dikala merah putih telah berkibar Berkobar-kobar semangat merdeka Membela bangsa taruhan jiwa Menjulang impian tanah air beta Merajut asa menjadi nyata Separuh abad telah berlalu Semangat merdeka semakin nyata Dulu berjuang di ujung bambu Kini berjuang di ujung pena Kalau jala hendak dilempar Cobalah lihat ujung dan pangkal Jikalau semangat telah berkobar Selalu bersyukur dan bertawaqal Hari merdeka memanjat pinang Pinang dipanjat para pemuda Jikalau kita ingin menang Sportifitas mari di jaga Wakatobi dan Raja Ampat Jaya Wijaya menjulang tinggi Mari persaudaraan kita pererat Agar Indonesia aman dan damai Burung Irian,burung Cendrawasih Cukup sekian, dan terimakasih Nama : NURUL KAMAL Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Jalan jalan ka muaro bungo Tibo di solok ban oto pacah Hari senin hari partamo Anak SMA mulai sakolah Alah sampai di muaro bungo Dek talonsong panumpang muntah Gadang hati kalaih sapuluah Disambuik meriah dek kapalo sakolah Kampuang Paneh jo Kampuang Tangah Lain pulo jo Kayu Gadang Hari kaduo kami sakolah Labiah meriah pado nan patang Pai ka palak di pantiak labah Bangkak badan ndak tangguang tangguang Urang pandai pai sakolah Baraja jo mangaji ndak tangguang tangguang Ikan nan lamak yo ikan pepes batambuah tambuah kalau lah makan hari sabtu akhir PLS kini urang maaf maafan sakali jadi indak diubah itulah nasib urang tuo tuo sakali pai indak sabalah kini lah pai kasadonyo kalau malala mamalalah ka Bali Disinan banyak urang turis kalau manyasa manyasalah kini supayo gadang indak lah egois babaju rancak rang mudo mudo pai baralek karumah kawan ba ide rancak pantun kiniko dek bapikia indak batinggaan salasai sudah urang karajo mudah mudahan dapek pahala salasai sudah pantun kiniko bisuak di ulang kalau juara Nama : Ikhlas Guslita Putra Bawa tas berwarna jingga Yang dibawa oleh Nabilah Jika kalian tidak ingin masuk neraka Maka laksanakan perintah Allah Pergi jalan-jalan ke kota Malaka Di kota Malaka malah dapat masalah Jangan suka melawan orang tua Jika Allah tidak ingin Marah Pergi mandi bersama teman-teman Pergi mandinya di Lubuk Bunta Larangan Allah Kalian laksanakan Maka Nerakalah tempatnya Cewek cantik itu bernama Rara Gendut tinggi tapi emosian Dunia ini hanya sementara Buat apa perintah Allah ditinggalkan Jkt48 konser di Sicincin Setelah itu di Jakarta Puasa Shalat tidak dilakukan Maka nerkalah tempat tinggalnya Masak rendang dengan Mumu Tapi malah bersama Aisyah Jagalah hati dan pandanganmu Maka surgalah yang engkau dapat dari Allah Ikut karate ikut Wushu Keduanya Masih sabuk putih Laksanakanlah perintah Tuhanmu Niscaya Surgalah yang kau raih Stand up comedy hanya tempat bercanda gurau Bercanda gurau janganlah sampai melenceng Perbaikilah akhlak dan adabmu Niscaya para Malaikat akan melindungi Buat kaligrafi dengan teliti Tapi jangan sampai buatnya lama Janganlah kalian saling membenci Karena itu hanya buang waktu saja Teh gula teh madu Tehnya sama-sama pakai gelas Yoga Sayangilah terus ibumu Karena surga berada di telapak kakinya Nama : Rantau Taufikkurrahman Adik Ibu bernama Tata Adik Ayah bernama Gigi Walaupun Aku menutup mata Senyumanmu itu tidak bisa pergi Pergi ke Jawa bertemu Salsa Salsa sendiri sedang melamun Walaupun engkau hanya wanita biasa Tapi dirimu lebih berharga burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

siapapun Hewan kecil di rambut itu bernama kutu Mati terhimpit oleh buah mangga Ungkapkanlah perasaanmu itu Jujurlah dari sekarang juga Pergi ke sekolah membawa buku mini Malah terbawa buku yang salah Dari hati kecilku ini Tersimpan namamu yang begitu indah Pergi ke Bogor membawa makanan Makanan tersebut dibeli di Sukabumi Walaupun perasaan ini tak bisa diucapkan Hanya sosokmulah ku bisikkan perasaan ini Kakak manis tapi manja Yang tidak memiliki mantan Cinta itu tidak bisa disengaja Ataupun dipaksakan Bahasa jepang membaca yaitu youmu Sedangkan refleksi yaitu utsuri Setiap kali membayangkan dirimu Aku tersenyum sampai malu sendiri Di inuman itu ada racun sianida Namun tidak di makanan itu Dunia ini seakan milik kita berdua Jika dirimu memiliki perasaan sama kepadaku Orang gila memang dicap perusak Namun tidak bagi perempuan cupu Sampai dada ini tetap berdetak Diriku akan tetap menyukaimu Wanita cantik memakai pita mini Yang diproduksi dari Maluku Di tempat kita tinggal ini Hanya dirimulah yang memikat hatiku Nama : Aset Suhanda Tema:Perjuangan Hidup Etek etek jua lamang Badagang lamang dipasa gaduik Dri ketek lah bajuang Lah gadang sananglah hiduik Pai ka padang pai balanjo Pai bali baju rayo Dk awak hanyo dapek tanago Dk urang dapek amehnyo Bukak instagram caliak foto Caliak foto urang bajaso Nan bansaik tingga mangango Nan kayo yang bakuaso Nan hitam warnanyo arang Nan putiah warnanyo tarang Coiko iduik dirantau urang Pulang patang pitih bautang Aia taganang di carano Carano dari suaso Lah lamo denai karajo Kironyo karajo sio sio Buruang balam taranak rajo Buruang iduik dalam kuruangan Dicubo bukak usaho Untuang ikuik paruntuangan Bali kudo di pasa harau Nan dibali kudo balang ameh Den cubo pai marantau Untuang pulang baok sakaruang ameh Dikapalo suntiang urang Dipinjam sujuik kapalo Den karajo bantiang tulang Untuak maiduikan rumah tanggo Dibaco doa hati rukun Mambuek hati indaklah rusuah Den sikola sapuluah tahun Kironyo dapek karajo indak bapaluah Lauak bada lauak pantau Kaduo lauak masuak ka lukah Lah lamo pai marantau Nan iduik indak juo baubah ubah NAMA : JULIANA NADIRAH Mancaliak jam gadang di bukik tinggi pai nyo jo kudo bendi apolah guno ilmu di cari untuak kito di maso nanti pai bamain ka danau bawah pai nyo basamo keluarga acok-acoklah utak di asah supayo cangka dalam baraja batu sangkar punyo harau tampeknyo rancak jo maukau mancari ilmu dunia iyolah paralu tapi ilmu akhirat utamokan dulu sakik paruik minum teh paik minum nyo di tangah hari kalau cito-cito satinggi langik Malaih usaho indak ka jadi di lubuk alung ado ngarai tampeknyo rancak pai bamandi ilmu di cari buliahlah tinggi tapi jan lupo randahkan hati lalu di kelok ampek puluah ampek baranti sabanta makan katupek gagal sakali jan maupek di cubo baliak sampai dapek ondeh rancaknyo kelok sambilan arsitekturnyo rancak di pandang mato dalam hiduik punyo tujuan sadonyo tagantuang di diri kito bali samba lado di kurai taji sabungkuihnyo limo ribu kalau lai ado niaik di hati pasti dapek apo yang ka dituju bali kapalo lauak di pantai tiram makan nyo di kandang ampek payahnyo karajo siang malam susah dapek sanang pun dapek pai bafoto ka tajun pelangi lalunyo di tanjuang aur rajin baraja dari kini untuang isuak jadi gubernur NAMA : Fitri Indah Yasman Ramai orang pasar kandang Ramai oleh para pendatang 17 agustus hampir datang Teriakan merdeka berkumandang Pergi si Linda naik sepeda Menuju jalan rumah pak lurah Label saja yang sudah merdeka Kenyataan masih di jajah Ayah Tika beli buah pir Tiba di jalan jatuh ke aspal Kata merdeka bukan hanya di bibir Mari ciptakan Revolusi mental Tiang bendera tinggi menjulang Bendera merah putih berkibaran Miris melihat pemuda sekarang Hanya sibuk mencari ketenaran Bergelora jiwa di dalam dada Ketika aku menerima tantangan Untuk apa para pemuda Jika banyak berpangku tangan Makan nasi di pinggir jalan Nasi dimakan tak tertelan Wahai pemuda jangan berpangku tangan Mari tunjukkan arti kemerdekaan Duduk manis di atas pohon mangga Sejuk terasa di terpa angin Berdiri tegaknya suatu negara Bukan hanya sebab pemimpin Jalan-jalan ke pantai ketaping Tersenyum indah berseri-seri Hidup bukan hanya bersaing Tapi juga berkolaborasi Beli baju di pasar raya Ambil satu bermotif batik Untuk indonesiaku yang tercinta Marilah menuju yang lebih baik Si rahmat makan rambutan Sambil duduk di atas kayu Satu kalimat yang aku ucapkan Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Indonesia-ku Nama : kurnia rahmi Orang kaya banyak berharta Kesumatra setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Daun hilalang pucuknya mati Buah pisang bewarna hitam Pantun dikarang penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Ambil paku di kota raja Di kota raja mendapat intan Wahai saudara dimana saja Pantun ku karang untuk kalian Pantun asli Manis sungguh gula melaka Jangan di basuh di buat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biarpun mati anak,jangan mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung ke deli Hidup di dunia biar ber adat Bahasa tidak di jual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuk lah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda landa Hidup berdiri dengan sanksi Adat berdiri dengan tanda Masuk toko membeli kain Kain batik buatan tasik Jika engkau banyak bermain Kepada ilmu tidak menarik Salam di hulu mengukir senyuman Ukuwah terjalin eratkan umat Singkirkan dengki kukuhkan iman Negara makmur penuh terhormat Sopan dan santun pekerti mulia Sombong dan takabur jangan di amal Masyarakat madani penuh ceria Negara harmonis terus terkenal Sirih junjung buat pinangan Di hias indah cantik di tatang Tradisi kita dilupa jangan Agar di kendong budaya di julang Sirih kuning di beri nama Sirih tanya beserta cincin Hidup berunding mufakat bersama Bangsa mulia budaya dijamin Sirih junjung sirih pinang Sirih kami susun bertingkat Adat di junjung pusaka di kenang Bangsa berbudi hidup mufakat NAMA : ROSSI FARDINI Jalan-jalan keliling Asia Jangan lupa lihat benda-benda purba Kalau kamu cinta Indonesia Jangan memakai narkoba Pergi kepasar beli resia Jangan burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

beli tempatnya Kalu kamu orang Indonesia Cintailah tanah airnnya Ke pasar beli buah markisa Jangan lupa beli fanta Di Indonesia banyak suku bangsa Itulah negara yang ku cinta Indahnya warna-warna pelangi Seindah senyumanmu Capailah cita-cita yang tinggi Untuk membanggakan orang tuamu Burung cama burung dara Terbang kesana kemari Indonesia adalah negara Tempat membela tanah airku sendiri Kepasar beli baju kaos Kaosnya bermacam-macam gambar Anak sekolah jangan suka bolos Jika bolos tidak akan pintar Pergi ke pantai bersama Tresa Jangan lupa bawa bekal bersamanya Berlajarlah dari banyak suku bangsa Agar tau suku bangsa lainnya Jalan-jalan ke india Jangan lupa lupa singgah ke wisatanya Tempat lahirku di Indonesia Karna itu ku cinta tanah airnya Ke pasar beli gelas baru Jangan lupa beli cangkir Bertemanlah dengan teman2 baru Agar kamu tidak tersa tersingkir Pergi ke toko beli sepeda Belinya di toko pak Juan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama: HARIS KHARISMA FIKRI Pergi liburan ke pantai Kata Bermain pasir dengan keluarga Beragam tempat di Indonesia Sumatra Barat salah satunya Minum tes es tanpa pakai gula Di minumnya di rumah si safwan Keindahan alamnya mempesona Tempat berkunjung para wisatawan Kue bolu banyak warnanya Di makan berasama nikat rasanya Bukan hanya indah alam nya Namun juga bergam keseniannya Liat tv buat nonton si kebayan Orangnya lucu dan gagah tampangnya Di SUMBAR banyak macam kesenian Tari indang lah salah satunya Rusa jawa belang warnanya Keliatan imut dan cantik bentuknya Tari indang di mainkan bersama-sama Ditemani talempong dan alat lainnya Gitar spanyol asik di petik Di petik sesuai nada Selain kesenian yang menarik Namun juga ramah masyarakatnya Si Joni pergi ke toko Untuk membeli rayko dan sasa Kami menggunakan bahasa nan limo Sebagai budaya dan cara berbahasa Pergi ke luar membeli makanan Dapat sambal pedas yang menggugah Setiap wisatawan yang pergi liburan Harus punya bahasa yang berkaidah Makan durian dicampur ketan Lebih enak lagi di makan bersama Diki Sungguh sempurna ciptaan tuhan Yang memberi keindahan seperti ini Memakai baju janganlah ketat-ketat Karana akan menunjukan aurat anda Berkunjunglah ke Sumatra Barat Yang sangat indah dan mempesona Nama : Aswina Salsabila Bermain-main diladang Terjatuh kaki sakit sendiri Walau megah di negeri orang Lebih senang di negeri sendiri Buku cerita Siti Nurbaya Warisan cerita yang tidak boleh dilupakan Negara kaya akan budaya Di situlah saya dilahirkan Sungguh aku cinta Matanya indah bagai permata Sungguh indah negeri kita Bila perdamaian tercipta Melihat alam dengan mata Sungguh indah pemandangannya Indonesia Negara kita Burung Garuda lambangnya Aku melihat binatang rusa Jalan-jalan ke pasar raya Kita bela nusa dan bangsa Aku cinta Indonesia Kita melihat dengan mata Banyak buah kelapa dikebun raya Banyak orang berkata Negeri kita makmur dan kaya Buah naga buah semangka Makanlah satu persatu Meski dalam suka dan duka Tetaplah bersatu Ibu Dudu menjahit kerjanya Dia menyimpan di dalam peti Dimana pun aku nantinya Indonesia selalu dihati Duduk bersila Sambil melihat sebuah permata Indonesia akan ku rela Sampai akhir menutup mata Mendaki ke atas bukit Sudah malam jalan kesasar Ku junjung nama Indonesia setinggi langit Surge Warisan yang takkan pudar Nama : DONI REFENDI TEMA: Kemerdekaan Putar-Putar tiang menara Dilihat dari prabu milih Berkibarlah ini Bendera Bendera sangsaka Merah Putih Ampas padi tanggung di buang Bunga kembang hanya rekaan Bakti kami pada pejuang Sudilah lanjutkan kemerdekaan Terkenang kembali saat gemilang Sautan' Merdeka!!' berulang kali Impian seluruh rakyat terjuang Senyum di muka,gembira di hati Bunga kenangan cukup terbuka Tumbuh mereka di hisap kumbang Indonesia sudah merdeka Seluruh rakyat pastilah senang Banyak semut di atas papan Sedang makan gula gula Selamat hari kemerdekaan Merdeka,merdeka,merdeka Paman sedang menebang bambu Untuk tiang bendera Dirgahayu Indonesiaku Salam merdeka Ulang tahun nenek tanngal 2 Di rayakan di hari minggu Selamat HUT RI yang ke 72 Semoga Indonesia tatap bersatu Gunung semeru tinggi menjulang Gunung merapi sungguh perkasa Setelah ratusan tahun kita berjuang 17 Agustus kita merdeka Kota manado di pulau sulawesi Suku dani di pulau papua Mari kita kenang pembaca proklamsi Soerkarno hatta itulah nama nya Main layang - layang di pinggir kali Ulur talinya perlahan lahan Perjuangan belum berhenti saat proklamasi Justru tugas berat yang akan kita emban Nama: kurni rahmi Pantun pembuka Orang kaya banyak berharta Kesumatra setiap tahun Bismillah saya membuka Berseni membuat pantun Daun hilalang taruh di topi Daun kurma ditambah lagi Buat pantun di malam sepi Kala purnama sudah meninggi Ambil paku di kota raja Dikota raja mendapat intan hai saudaraku dimana saja Ku buat pantun untuk kalian Pantun asli Manis sungguh gula melaka Jangan di bancuh buat serbat Sungguh teguh adat pusaka Jangan sampai mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung kedeli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak di jual beli Buah naga di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau kamu mau meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk kehutan melanda Hidup berdiri dengan sanksi Adat berdiri dengan tanda Daun hilalang pucuknya mati Buah pisang berbuah hitam Buat pantun penghibur hati kembangkan budaya etam Kekota medan membeli ulos Beli ulos penuh bergambar Rajin sekolah jangan bolos Jika bolos tidak jadi pintar Pergi ke aceh membawa gitar Singgah kemedan bawa ulos Jika ingin jadi anak pintar Rajin belajar jangan bolos Pagi pagi ayam berkokok Ayam berkokok diatas papan Anak kecil jangan merokok Pikirkan masa depan Buah duku dari palembang Buah anggur dari bosnya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Jalan jalan pakai kereta Keretanya ke surabaya Banyak orang berkata Indonesia makmur dan jaya NAMA:HARIS KHARISMA FIKRI Pergi liburan kepantai kata Bermain pasir dengan keluarga Beragam tempat di indonesia Sumatera barat salah satunya Soto buatan ibu enak rasanya Membuat hati jadi berbunga Alamnya masih sangat terjaga Dihuni banyak flora dan fauna Kue bolu beragam rasa Bolunya empuk enak rasanya Selain alam yang mempesona Juga beragam keseniannya Pergi liburan ke jakarta Buat keliling keliling kota tua Beragam macam keseniannya Tari indang salah satunya Air terjun dingin airnya Dipakai mandi rasanya dingin Tari indang dimainkan bersama Diiringi gendang dan alat lain Buah jengkol hitam warnanya Kalau sudah tua besar buahnya Bukan hanya seni dan alamnya juga ramah masyarakatnya Si joni lagi nonton naruto Narutonya lucu dan agak gila Kami memakai bahasa nan limo Sebagai budaya dan berbahasa Pergi keladang bersama agung Karena hujan agunya basah Setiap orang yang berkunjung Harus pakai bahasa berkaidah Ronaldo berebut bola denganani Bolanya terbang ke kaki ocoa Sungguh bangga kami lahir disini Ditempat indah dan berbudaya Pagar rumah sudah berkarat Tampak kumuh bentuknya Hiburanlah ke sumatera barat Yang indah dan mempesona Nama : Zulfikri Jalan-jalan ke Kota Padang Tidak lupa ke Mesjid Raya Sumbar Dalam hidup perlu berjuang Tidak ada waktu tanpa belajar Tahun baru di Kota Bukit Sambil tamasya ke kebun binatang Belajar memang sangatlah sulit Bila ikhlas akan terasa gampang Jalan-jalan ke Sumatera Barat Tidak lupa menonton pertunjukan indang Jangan terlalu terlena budaya barat Sampai-sampai lupa budaya minang Bersiriah di dekat sawah Memancing di tepi banda Bekerja memanglah susah Namun mudah apabila bersama Pacu jawi di Kota Solok Pacu itiak di Padang Panjang Ranah minang sangat mencolok Dengan randang dan tari indang Babiduak di Danau Singkarak Bamain di medan nan bapaneh Adaik basandi ka syarak Syarak basandi ka Kitabullah Pergi mendaki ke Singgalang Pergi menyelam ke mentawai Sungguhlah indah alam minang Jika selalu dijaga dengan piawai Pergi tamasya ke Pariaman Pulangnya membeli sala Jika ingin mencari pasangan Seiman kunci utama Liburan ke lobang jepang Dibaok mamak hari lebaran Pak Irwan orang terpandang Cermin cendekiawan hafal qu’ran Study tour berasama guru Perginya hari selasa Dirikan shalat lima waktu Berjamaah lebih utama Nama : Rossi Fardini Jalan-jalan keliling Asia Jangan lupa lihat benda purba Kalau kamu cinta Indonesia Jangan memakai narkoba Pergi ke pasar beli resia Jangan lupa beli tempatnya Kalau kamu orang Indonesia Cintailah tanah airnya Ke pasar beli buah markisa Jangan lupa beli fanta Indonesia beragam suku bangsa Itulah negara yang ku cinta Indahnya warna-warna pelangi Seindah senyumanmu Capailah cita-cita yang tinggi Untuk membahagiakan ortumu Burung camar burung dara Terbang kesana kemari Indonesia adalah negara Tempat membela tanah airku sendiri Kepasar beli baju kaos Kaosnya bermacam gambar Anak sekolah jangan suka bolos Jika bolos tidak akan pintar Pergi ke pantai bersama Tresa Jangan lupa bawa bekal bersamanya Berlajarlah dari suku bangsa Agar tau suku bangsa lainnya Jalan-jalan ke India Jangan lupa lihat wisatanya Tempat lahirku di indonesia Karna itu ku cinta tanah airnya Ke pasar beli gelas baru Jangan lupa beli cangkir Bertemanlah dengan teman baru Agar kamu tidak tersa tersingkir Pergi ke toko beli sepeda Belinya di toko pak Juan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama : Verly Amanda Putri Burung merpati terbang ke india Milik wanita yang cantik jelita Sungguh indah negara indonesia Tempat tinggal saya tercinta Ke pasar membeli pepaya Jangan lupa membeli melati Aku cinta indonesia raya Kan ku bela sampai mati Jalan-jalan ke asia Bertemu dengan kakak Salsa Jangan mengaku anak indonesia Jika tidak menjaga budaya bangsa Buku cerita sitinurbaya Di baca orang lansia Negara kaya akan budaya Itulah republik Indonesia Pemain bola Ferdinan sinaga Penari balet sedang berdansa Budaya indonesia perlu dijaga Karna kita harapan bangsa Pergi berlibur ke kota batu Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwi Beli baju di tanah abang Tidak lupa membeli kemiri Meskipun megah di negri orang Lebih nyaman di negri sendiri Ikan asin ikan bada Bang Billy adiknya Olga Meskipun kita berbeda beda Hidup rukun harus di jaga Si pencuri sangat jahat Sampai mencuri barang masyarakat Kalau pemudanya hebat Negara kita pasti kuat Mendaki ke gunung himalaya Harus mengurus izin visa Murid sejati banyak ilmu nya Bekal mengabdi nusa bangsa NAMA :FRANCISKA TEMA : CINTA BUDAYA INDONESIA Jalan-jalan keranah minang Jangan lupa makan gulai kemumu Indonesia pastilah menang Karna aku mendukungmu Beli novel kegramedia Judul novelnya dhearnatan Ayo majukan indonesia Sampai puncak kesuksesan Kepasar beli kain katan Kain dilipat persegi panjang Mari kita budayakan santun Untuk berguna dimasa akan datang Bagaikan kuman dikuku Kalau gatal jangan ditarik Wahai indonesiaku Bangkitlah menjadi yang yerbaik Kesawah pagi-pagi Siram bunga ada ditaman Marilah kita pelajari Budaya indonesia tari saman Teman adikku namanya anya Dia pernah ke kanya Opera Van Jampang namanya Sangat heboh pesertanya Seringsing lantunan daun bambu Mengisi keheningan memecah suasana Indonesia untuk mu haru bangsa mu Bersinar dengan budaya nusantara Teh hijau sudah disaring Disaring dengan keran Mungkin kita bersaing Tetapi kita tetap berteman Jari berada didepan saku Sangat berguna bagi manusia Karena kita beragam suku Maka itulah indonesia Pagi hari menaiki kuda Kudanya sedang berjalan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama: Indah Putri Lusiana TEMA : Cinta Budaya Indonesia Banyak khasiat dalam pepaya Enak kecik ebak rasanya Negara kaya akan budaya Itulah republik Indonesia Kepasar beli pepaya Belinya ditoko Tifanya Indonesia negara 1000 budaya Minangkabau salah satunya Tampak datang kota raya Mencari jamur dibuah pepaya Banyak orang yang berkata Negri kita makmur dan kaya Buku cerita Siti Nurbaya Makan gula didalam peti Aku cinta Indonesia Raya Akan kubela sampai mati Terbang rendah burung peragan Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Buah manggis buah duku Getahnya banyak rasa madu Alangkah indah Indonesiaku Rakyatnya bersatu padu Rumah indah tak berpenghuni Redup baterai jangan ditinggalkan Betapa indahnya negara ini Hidup damai dalam peraatuan Burung merpati burung dara Terbang menuju angkasa Hati siapa tak gembira Sekarang bangsaku sudah merdeka Sungguh elok amas permata Lagi elok intan baiduri Sungguh elok budi bahasa Jika dihias akhlak terpuji Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pustaka.

Nama: Nuqva Dinda Alvi Sungguh tinggi pohon kelapa Sarang lebah di biarkan Negri tercinta indonesia Tempat beta di lahirkan Berwisata ke sawah padang Beli piyama di bukittinggi Meskipun megah negri orang Lebih nyaman di negri sendiri Kayuh sepeda ke papua Mencari lauk pergi ke dapur Sungguh indah alam indonesia Negri subur,aman dan makmur Jika berbelok takkan sampai Jika pelan nanti kesasar Negriku elok dan permai Yang takkan pudar Jalan jalan ke maluku Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwi Banyak khasiat dalam pepaya Buah kecil enaknya rasanya Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

kaya akan budaya Itulah republik indonesia Si indah datang ke kota Mencari jamur di buah pepaya Banyak orang yang berkata Negri kita makmur dan kaya Buku cerita siti nurbaya Makan gula di dalam peti Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Berjalan ke tengah sungai Tak ada kain dari malaysia Tanahku yang indah permai Tiada lain indonesia Buah jeruk enak rasanya Sungguh manis silakan coba Jika kau ingin lihat surga dunia Indonesialah tempatnya Nama:ella fransiska dayung perahu tujuh haluan Membawa rokok bersama rempah Kalau ilmu tak daiamalkan Ibarat pohon tidak berbuah tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tak berdinding ramai orang mengali perigi Ambil buluh lalu diikat Ilmu dicari tak akan rugi perang diletak kebatang sena Belah bulu taruahlah temu Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu pergi kepasar membeli gitar Jangan lupa beli buah Kalau kita rajin belajar Pasti ilmu akan bertambah anak ayam berpuluh puluh Buat barisan ditepi jalan Tuntutlah ilmu dengan sunguh sunguh Sebagai bekal dimasa depan buah jambu berdaun salam Masak sebiji diambil rusa Tuntutlah ilmu siang dan malam Agar berguna sepanjang masa pak broto beli banyak buku Bayarnya pakai dolar Kita mesti rajin baca buku Agar kita menjadi pintar jalan-jalan kepasar impres Pulangnya membeli bola Jika ingin jadi orang sukses Harus belajar dan berdoa buk sita beli buku pelajaran Untuk rika dan dian Orang yang suka belajaran Hidupnya akan tenang dimasa depan Nama : Rifaldi Anzika Pergi kepasar beli pepaya Pepaya habis dimakan ratu Jawablah salam dari saya Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu Elok nian burung gereja Elok lagi burung merpati Jangan lah engkau dirumah saja Lihatlah indahnya bumi pertiwi Dafa berlari mengejar putu Terlihat seperti dikejar setan Cantik sekali gadis itu Kalau dilihat dari ujung sedotan Dingin-dingin enak makan sup Ditambah lagi gulai baga Kalau hidup sekedar hidup Kera dirimba pun hidup juga Pergi belajar kerumah nia Belajar tekun agar juara Jangan hanya ingat dunia Karena dunia hanya sementara Jalan-jalan naik kereta Tak sengaja bertemu maya Wahai gadis cantik jelita Sudahkah engkau ada yang punya?

Buah langsat buah markisah Buah dibeli di bukittinggi Kalau memang harus berpisah Semoga nanti bertemu lagi Kevin memang banyak makan Tapi segitu saja badannya Hut RI kita rayakan Berbalas pantun salah satunya Tugu merpati lambang perdamaian Tugu dibuat dipantai padang Hati-hati dikeramaian Banyak penjahat mengincar uang Etek-etek jua lamang Jualamang dipagi hari Kalau ado kato nan kurang sanang Jan dimasuak an kadalam hati Kesekolah pergi belajar Pulang sekolah lewat rumah makan Saya kecil masih belajar Kalau salah tolong maafkan Gelang emas punya si aya Tengah malam hilang dicuri Sekian pantun dari saya Dengan salam saya akhiri Nama : Dinda Marisa Jalan-jalan ke Cibadu Tiba di Cibadu beli santan Yuk sholat dulu Sebelum di sholatkan Pariaman kota tabuik Di Pauah pacu kudo Oik diak kanduang jan lah barabuik Pasti dapek kasadonyo Bakuliliang sakita Pariaman Sangaik banyak urang manggaleh sala Jan mangaku urang Pariaman Kalau indak bangga jo budaya Pergi pagi pulang petang Butuh nasi untuk makan Jika butuh kau datang Jika kau senang aku dilupakan Jalan-jalan ke Sumatera Utara Setelah itu ke Pulau Bali Dunia ini hanya sementara Akhirat yang abadi Di Bukik Tinggi ado jam gadang Di Amerika ado menara Liberty Yo sangaik lamak masakan Padang Dari pado lua nagari Hari selasa pergi ke Padang Pergi ke Padang naik kereta Hai kawan janganlah bimbang Mantapkan hati tenangkan jiwa Sarancak-rancak bungo ditangan Indak sarancak parmato dijari Alah lamo wak batunangan Sampai kini alun dinikahi Jalan-jalan ke Mekkah Eh pulang nya bawa serabi Hai kawan jangan serakah Ingat akhirat nanti Gemilang cahayo langik Cahayo dari bumi Jan lah gaya salangik Kalau alun mangaji Nama : ISNAIN PUTRA DEFNUR Tema:Guru Pakai baju warna biru pergi kesekolah pukul satu murid sentiasa hormati guru karena guru pembekal ilmu Kota baru penuh pesona martapura sikota intan guru guru yang bijaksana patut ditiru jadikan teladan Rajin rajin membaca jangan ada rasa jemu terima kasih untuk guruku karena memberiku ilmu Anak kancil pergi berguru tidak terbiasa kerja yang sia dari kecil diasah guru agar dewasa menjadi manusia Ibu kambing kejar mengejar anak kambing tidak berbulu walaubsudah tidak mengajar harap guru ingat selalu Asam kandis mari diiris manis sekali rasa isinya dilihat manis dipandang manis lebih manis hati budinya Pohon pepaya di dalam semak pohon manggis sebesar lengan kawan tertawa emang banyak kawan menangis diharap jangan Pentul emas di dalam peti di bawa pergi sambil berlari nasiahat diberikan tidak berhenti supaya kami membaki diri Ayam hutan terbang ke hutan tali tersangkut pagar berduri adik bukan saudara bukan hati tersangkut karena budi Pak irwan pergi mendaki mendaki ke gunug merapi nasihat guru tidak terhenti supaya saya berbakti diri Nama: Okta Nurul Illahi Duduk di pantai ditemani kelapa Tak terasa hari sudah petang Sudah lama tidak bersua Eh.ternyata orang rantau pulang Padi salibu tiga gantang Habis basukek di malam hari Sedang rindu kamu datang Pandai menerka bilangan hari Burung pipit terbang melayang Hinggap di ranting rambutan Sudah lama di rantau orang Masih teringat kampung halaman Sipit mataku sejak dulu Melihat awan melayang layang Sudah lama aku rindu Menunggu oleh oleh negeri seberang Siang hari menjemur teri Habis terbuang diterta angin Sudah lama di tinggal pergi Masih teringat dalam batin Jalan jalan ke pantai kata Singgah sebentar ke kuranji Sejak lama ku rangkai kata Untuk kedatanganmu hari ini Nasi bungkus sambalnya papat Enak di makan dihari siang Tujuh ratus carikan obat Badan bertemu barulah senang Nonton bola sambil makan kacang Kacang dimakan semua orang Kamu pulang dari rantau orang Untuk kembali ke ranah minang Berburu singa dapatnya kukang Tak dapat singa kukang pun boleh Sudah lama tidak pulang Marilah kita bertemu mandeh Gubernur sumbar itulah pak Irwan Suka mendaki gunung marapi Terima kasih dan cukup sekian Semoga kita berjumpa lagi Nama : M.Ihsan Menangkap ikan dengan jala Ikan di tangkap di rawa rawa Assalamualaikum pembuka kata Insya allah jadi juara Minum obat rasanya pahit Obat diminum bersama mama Jadi orang janganlah pelit Saling berbagi untuk sesama Merah kuning adalah warna Buih sabun namanya busa Wajah cantik tidaklah sempurna Jika hati berlumur dosa Kerja bakti di rumah Bima Tak lupa membawa sapu lidi Berbuat baik untuk sesama Jangan mengharap balasan budi Sambung huruf jadi kata Belajar baca bersama paman Sopan santun budaya kita Jangan luntur ditelan zaman Tidur lelap hingga mendengkur Suara dengkuran terus merekah Mari kita banyak bersyukur Supaya hidup dapatkan berkah Meja tua sudah berdebu Karena jendela jarang dibuka Hormatilah bapak dan ibu Agar tak jadi anak durhaka Pergi ke warung beli makanan Pulang ke rumah ketemu Risal Jangan suka bermalas-malasan Kelak kita akan menyesal Bunga mawar bunga melati Harumnya tak akan sirna Banyak cara sembuhkan hati Baca Al-Quran dan pahami makna Berangkat sekolah tak lupa sarapan Rajin belajar dapat pujian Jadikan hidup penuh harapan Capailah impian dan tujuan Hari ini bulan puasa Tahan lapar dan juga marah Dari anak jadi dewasa Ajaran baik jangan berubah Pagi hari terasa hangat Minum kopi dan juga donat Ingin belajar harus semangat Tak lupa doa dan juga niat NAMA : HAFIFATUNIL KHAIRANI Semilir angin di tepi pantai Menghasilkan ombak yang berderu Tetap lestaikan seni randai Turun temurun ke anak cucu.

Pak Budi menjual semangka Semangkanya dibeli pak Ahmat Kalau tak ingin masuk neraka Jangan kau lalai dalam shalat.

Anak itik mandi di kali Induk ayam bertelur tiga Baca Al-Quran berkali-kali Agar diterma di surga. Bajak laut membeli jangkar Jangkarnya hilang di hutan lebat Hai kawan rajinlah belajar Supaya bisa jadi orang hebat. Orang kampung pergi merantau Pulangnya membawa nasi Kita asli orang minangkabau Junjung tinggi tali silaturahmi Ikan segar dicuri kucing Kucingnya lari dikejar tuan Bila kau menjadi maling Semua orang marah termasuk Tuhan.

Si Siti membeli angka delapan Angka delapan dimakan Siti Tetap menjadi yang terdepan Dengan mengikuti ajaran nabi. Orang pintar akalnya sakti Maling motor akalnya jahat Jadi anak haruslah berbakti Supaya selamat dunia akhirat.

Beli buku di Nurul Kamal Buku baru dipinjam tetangga Rajinlah untuk mencari amal Tolong-menolong dengan sesama. Datang ke kampung pagi hari Tiba di kampung cari ikan Semua orang datang memeriahi Budaya Tabuik di Pariaman Nama : Hafizah dwi husni Makan siang beli ikan bakar Belinya di stasiun kereta Marilah kawan rajin belajar Agar terwujud cita-cita kita Jika anda membeli sayur Jangan lupa membeli pepaya Jika kita berkata jujur Maka kita akan di percaya Jalan-jalan ke kota tua Jangan lupa membeli markisa Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa Kemana tikus akan di kejar Ke dalam lobang cobalah cari Di mana-mana ilmu harus di kejar Supaya besar senanglah hati Menjemur kain terhujan basah Ibu ke pasar membeli benang Hancur badan di kandung tanah Budi baik akan selalu di kenang Anak itik turun sepuluh Berbaris-baris di pinggir jalan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Sebagai bekal nanti kemudian Main-main ke pantai Carocok Painan Jangan lupa singgah ke pulaunya Hidup itu adalah pilihan Jadi,jangan main-main dengannya Pagi hari ke Painan Sore hari ke Tapian Puti Orang tua jangan di lawan Karna akan mendapat dosa nanti Pisang emas di bawa berlayar Masak sebiji di atas peti Hutang emas boleh di bayar Hutang budi di bawa mati Jalan-jalan ke Batu Basa Jangan lupa membeli tikar suji Sungguh bagus budi bahasa Jika dihiasi akhlak terpuji Nama : Siti Ailani Yonaski Buah duku dari Palembang Pulau Bali mashur mangganya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jrndela dunia Pergi berburu ke sempedan Dapat kancil badan berjalur Biar cari baju di badan Asalkan hati bersih dan jujur Apa tanda pinang berbuah Banyak burung menyeri mayangnya Apalah tanda orang beriman Bijak menghitung hari kedepannya Apalah tanda buah berisi Bila dibelah isinya merekah Apalh tanda orang berbudi Bila bergaul suka merendah Membentang langit nan biru Duduk sendiri di atas papan Dengarkanlah nasehat guru Amalkan dalam kehidupan Lama sudah tidak bertemu Bertemu sekali meminum jamu Jauhkan malas dari hidupmu Niscaya cerah masa depanmu Mentari pagi bersinar hangat Berangkat kerja ke Pulau Rengat Baelajar wajib bersemangat Janganlah salah terhadap niat Ramai orang membeli jamu Di bawah pohon cuaca redup Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu dicari penyuluh hidup Ketika kita sedang di uji Seorang sahabat menyemangati Ketika kita sedang sendiri Inginkan seorang menemani Besar baju besar badan Tak berani tak melawan Walau penampilan seperti preman Yang penting hati beriman Nama: Novia Masni Dwi Putri Saya disini berrmain pantun Pantun ditulis di bulan Rajab Saudara senasib mestilah santun Salam diucap, wajib dijawab Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Goreng godok pakai saka Jangan lupa campur santan Saya berpikir menguntai kata Tak sadar buat Pantun Spontan Pak ujang sedang mengayuh becak Tak sengaja tergiling cacing gila Semangat saya sudah memuncak Lestarikan sastra indonesia Nonton Naruto dengan kawan sebaya Sekarang Naruto ada ekstraknya Populer bukan karena gaya Tapi karena prestasinya Jikalau ada musim semi Siap sedia bawa termos Gugup dalam hatiku ini Harap harap bisa lolos Son Goku kuning namanya Seiya Sering ajak Hinata ke atas awan Ini gaya bahasa saya Copas sedikit dari Pak Irwan Lihat ibu sedang menyulam Tiba tiba jarumnya hilang Minang indah disaat malam Kutulis ini dibawah taburan bintang Enak rasanya Ayam Penyet Campur merica sedap rasanya Coba cari contoh di intenet Dan tidak keluar hasilnya Baca Novel judulnya Ningen Shikaku Dapat gratisan hatiku senang Rupanya ini karya daerahku Karya asli orang Minang Punya kakak seorang nahkoda Laut bagai teman sejawat Gejolak rasa di dalam dada Tak terasa pantun selesai kubuat Nama : M.Irfanisshadiq Pergi kehutan mencari jamur Jamur dicari orang yang santun Terima kasih bapak gubernur Yang telah mengadakan lomba berpantun Jamur didapat belum dimakan Karna ikan banyak bertulang Lomba berpantun rela diadakan Diadakannya diranah minang Duduk di panggul sambil mengelamun Lalu dihampiri oleh saudari Alangkah senang ikut berpantun Memperkenalkan daerah sendiri Makan rendang pakai lengkuas Lengkuasnya habis diambil diladang Pariaman pantainya hias Pantai bersih enak dipandang Lengkuas habis dicari diladang Tiba diladang mengusir sapi Enak suara bunyinya gendang Sambil dipukul menari nari Menari nari dilagu lapuk Tidak terasa kayunya patah Pariaman terkenal budaya tabuik Dengan masyarakat yg ramah ramah Keladak memetik bayam Diperjalanan melihat sapi Tabuik dihoyak 10 muharam Peringatan kematian cucu nabi Duduk dipantai dengan santai Sambil minum air kelapa Mari kita bergi kenyarai Air terjun indah mempesona Pergi mandi kesikabu Airnya henih sejuk didalamnya Walau oranag pariaman banyak pemalu Tapi berkeribadian dalam budaya Panjat panjat pohon rambutan Dibatang ada benalu Terimakasih saya ucapkan Semoga bapak sehat selalu Nama : Mia Anjelina Pembuka pantun Bunga-bunga ditata rata Ditata oleh Sintia Sebelumnya saya ingin berkata Assalamu’alaikum panitia Sungguh indah alunan lagu Dengar perlahan jangan ditutup Wahai kawan janganlah ragu Tentukan pilihan jalani hidup Lihat polisi sedang menonton Narapidana sedang ditahan Janganlah kamu hanya monoton Lakukanlah perubahan Burung merpati burung kenari Kicauannya sangat merdu Sifat mencontoh harus dihindari Agar hidup semakin maju Lihat teman sedang kesal Kesal karena gerbang tertutup Tetap sabar dan tawakal Dalam menjalani ujian hidup Pergi memanjat Gunung kelu Tak lupa membawa kain Jujur itu perlu Agar dapat dipercaya orang lain Kucing duduk menggerutu Di kepalanya terdapat pita Percayakan segala sesuatu Hanya pada Sang Pencipta Pak lurah pergi ke rumah Tisa Tisa tengah kejang-kejang Wahai insan janganlah putus asa Perjalanan hidup masih panjang Berkarya dari lilin Lilin dibuat seperti catur Mari kawan kita disiplin Agar hidup jadi teratur Sapi di kandang sedang diperah Tupai memakan sukun Ayo kita bermusyawarah Supaya hidup menjadi rukun Lihat kancil dengan siput Keduanya sama-sama nekat Wahai kawan janganlah takut Beranilah dalam berbuat Nama:Selvia Srizalni Kayu bakar di buat orang Arang di bakar memanaskan diri Janganlah mudah menyalahkan orang Cermin muka lihat sendiri Tumbuh melata si pokok tebu Pergi pasar membeli daging Banyak harta tak ada ilmu Bagai rumah tidak berdinding Tampi beras untuk di tanak Putri bungsu bertanak nasi Dari nenek moyang turun kemamak Dari mamak turun ka kami Entah belanak entah sepat Tanam cendawan di jerami Entah meleset entah sempat Maaf di minta sepuluh jari Batang petai di kota adam Buahnya sendi bersendi Nenek moyang pandai di alam Patah tumbuh hilang berganti Mari berlibur ke kota Bali sebentar di pulau madura Wahai temanku yang baik hati Mari kita belajar belajar Kita berlayar arung samudra Samudra luas amatlah dingin Baiklah teman yang bijak sana Raihlah cita setinggi mungkin Para siswa tenang di kelas Anda juga yang main main Kita buang sifat pemalas Kita ganti sifat yang rajin paling asyik makan roti Roti di oles dengan mentega Tunjukkan pada negri ini Kita pelajar yang berguna Asam kandis asam gelugur Ketiganya asam riang riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Nama : bintan thaibah kami remaja indonesia meluruskan pandangan kedepan kembali mengenang masa empat lima Yang menelan para pahlawan perjuangan yang tak kenal menyerah untuk menumpas tentara belanda pahlawan yang tak kenal menyerah mempertahankan bumi persada wahai pejuang bangsa kau selalu tuk dikenang penuh tekad untuk merdeka tak kenal jiwa akan melayang semarak remaja dewasa ini sehat jasmani dan rohani terimakasih bapak gubernur kami yang telah mencetuskan program ini sumatera barat daerah pujaan kami selalu menempatkanmu didepan mata bapak gubernur yang ramah lingkungan sangat memperhatikan perkembangan remaja padang kota tercinta diberi simbol buah bengkuang kami sangat merasa bangga memiliki gubernur yang berjiwa minang wahai remaja patuhi aturan agar kita kelak selamat kami berusaha mengisi kemerdekaan dengan belajar penuh semangat indonesia yang selalu dihati kami yang meredam semangat kebangsaan terimakasih para pemimpin dan guru kami yang telah mendidik kami untuk masa depan kami putera puteri indonesia punya semarak jiwa dalam belajar guru pahlawan tanpa tanda jasa tak kenal lelah mendidik dan mengajar pahami dan amalkan pancasila pancasila pemersatu yang tak pernah goyah kami siswa siswi jauhi narkoba kami ingin mencapai masa depan yang cerah Nama : PUTRI ANGGRAINI Tas robek di bawah Air di gelas terbawa muncrat Umur negara bertambah Berpikir kritis pun meningkat Bau tak sedap dari tanggi Cerita tanggi begitu menyedihkan Walau ilmu bertambah tinggi Al Quran Hadis tak terlewatkan Sudah tercium baunya dari dagu Bau suara itu sebuah desah Masa SMA masa yang di tunggu Masa terjadi kenangan indah Melompat bagaikan tupai Kewangian bagaikan kemiri Kesuksesan tidak selalu tercapai Jika kegagalan menghampiri Kulit yang merangsang Otak yang penentu Waktu tidak lah panjang Beribadah lah jika ada waktu Lantai kering selalu basah Kupu terbang selalu sendiri Jangan takut salah Kebenaran selalu berdiri Luar apel yang merah Dengan isi dalam putih tertera Diluar kelihatan pemarah Dalam hati selembut sutera Berjalan munuju dunia Berlari mencapai akhirat Pahlawan kemerdekaan tanpa jasa Berusaha hingga akhir hayat Dia pergi tanpa barang Dia pulang membawa harapan Kasih sayang anak sependek galang Kasih sayang ibu sepanjang jalan Kursi warna merah hati Patah kursi diduduki wawan Hidup harus hati hati Penyesalan selalu datang di akhir Nama : Meysy novia ningsih Pergi kepasar membeli ikan untuk dimasak dengan sayur biar sobek baju dibadan asalkan hati besih dan jujur sore hari mendayung perahu mendayung perahu ke pelabuhan mari belajar mencari tahu demi kemajuan dimasa depan hari minggu kepasar malam pulangnya beli mainan ayo jaga kebersihan alam agar sumatera barat menjadi aman pagi pagi makan sukun siangnya tertidur pulas belajarlah kita dengan tekun agar kita bisa naik kelas pergi kepasar beli baju baru untuk dipakai dihari minggu dengarkanlah perintah guru supaya pandai jadi milikmu matahari terbit dari barat itu pertanda datangnya kiamat mari kita kerjakan sholat untuk bekal diakhirat kepadang naik kereta sambil duduk membaca koran ayo bersihkan lingkungan kita dari sampah dan kotoran pergi ketoko membeli bunga lalu singgah membeli kalung membuang sampah pada tempatnya itu lah siswa sman 1 lubuk alung gelap gelap beli lampu lampu dapat terang dalamnya waktu muda mencari ilmu supaya bahagia masa depannya Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan Bangun pagi sembahyang subuh Minta ampun kepada Allah Nama : Musfha Umri Kalau ingin mengejar si putri Lebih baik tak usah berlari Izinkan saya mengenalkan diri Perkenalkan nama saya Musfha Umri Ingin sehat makan lah sayur Sayurnya harus di kasih saledri Selamat pagi pak gubernur Yang wajahnya berseri-seri Beli kain belilah yang dasar katun Membelinya di temani tono Gubernur mana yang suka berpantun Sudah pastinya bapak Irwan Prayitno Urang awak banyak petani Yang paliang banyak yo di Koto Baru Sungguah sanang hati ambo kini Dek batamu kawan baru Mandi di sungai yo di tapian Kok mandi harus samparono Basamo kito di tugu merpati perdamaian Dalam pantun spontan ala Irwan Prayitno Di minangkabau ado pusako Pusako itu untuak basamo Kalau tanpa dunsanak di acara kiniko Bakcando kopi ndak bagulo Pagi hari Ibu melukis batik Batiknyo pasanan urang Pitalah Marilah manjadi generasi yang terbaik Generasi yang meniru Rasulullah Tasaik dek pisau mangkonyo luko Namun sehaik nyo sungguah lamo Sadiah hati mancaliak remaja kiniko Yang jauah dari adat jo agamo Sapatu lah buruak karano lah lamo Bali sapatu baru di pasar raya Pabanyaklah baraja adat jo agamo Sembari baraja jo budaya Lebaran kemaren ke rumah paman Pulangnya di kasih pepaya Kita harus mengikuti perkembangan zaman Tapi jangan lupa dengan budaya Perjalanan dimulai dari Malang Di tengah jalan banyak hilalang Siapa yang tak kenal dengan rendang Yaitu makanan khas Ranah Minang Mambajak sawah pakai kabau Kabau mambajak ampek petak Dahulu anak bujang lalok di Surau Tapi kini lalok di dakek amak Ambo acok mambuek talue dadar Talue dadarnyo ndak usah pakai tomat Ndak usah malu kalau ndak punyo pacar Karano ndak bapacar labiah terhormat Akhir semester manarimo rapor Manarimo rapor di tanah lapang Kalau anak kini mambaok motor Bantuak urang gaek sakik pinggang Bali gulo pai lah ka lapau Langsuang ka pasa mambali ikan Sampai jumpa pemuda minangkabau Calon pemimpin di masa depan Dulu kecil suka tahu Tapi sekarang suka ketupat Marilah kita saling bahu membahu Demi majunya Sumatera Barat Ke pasar beli pakaian Sebelum pergi nonton berita Inilah Tugu Merpati Perdamaian Yang menjadi saksi pertemuan kita Sungguh enaknya ikan teri Ikan terinya dimakan dengan bubur Demikian pantun karya Musfha Umri Semoga pendengar dapat terhibur Nama : Arifwendri pratama Berhembus angin dari sawahlunto Berdebur ombak dari pantai carocok Ambo nan dari kampuang limo koto Ingin bapantun agak saketek Paneh anggek makan di sawah Labiah lamakminum jo es tebak Untuak apo baibadah Jikok larangan tatauk babuek Jalan jalan ka pakandangan Bamain samo si syakib Yang namonyo ibadah haruih dijalankan Karano itu hukumnyo wajib Jalan jalan ka payokumbuah Jan lupo mambali labo Sio sio kito baibadah Kalau durhako kapado urang tuo Untuak apo babaju batiak Kalau indak pakai salendang Untuak apo bamungko rancak Kalau indak pernah sumbayang Kapunduang di dalam samak Jatuah malayang katiko sanjo Walau ilmu satinggi tagak Indak sumbayang apo gunonyo Sungguah rancak pintu dibuek Buruang puyuah di ateh dahan Kalau hiduik nio salamaik Taatilah perintah tuhan Banyak maso di antaro maso Indak saelok maso bacinto Maninggan sumbayang lahbiaso Apo indak takuik api narako Kalau tuan pai ka jedah Singgah sabanta mambali kurma Sholat itu adalah perintah Jikok inggkar masuak narako Adaik urang bajalan malam Ado suluah jadi padoman Adaik urang baragamo islam Ado patunjuak manarangi iman pandai pandai manjago diri Lubang banyak di tangah jalan Urang pandai tau jo diri Hiduik barakaik mati baiman Pangka jaguang baurek mati Kayu lapuak dek anai-anai Dimano sajo kampuang dihuni Disinan pulo adaik dipakai Patitiah pamenan randai Gurindam pamenan kato Pangulu kalau tak pandai Nagari caie kampuang binaso Dahulu rabaok nan bapakai Kini cubadak nan baguno Dahulu adaik nan bapakai Kini lagak nan paguno Nama : Andhara finesha kepasar beli duku Pulangnya naik sepeda Inilah bangsaku Indonesia tercinta bagai kuku kucing persia Sakitlah hati jangan sirik Wahai negeriku indonesia Jadilah negeri terbaik pergi belanja ke pasar raya Mencari jamur dibuah pepaya Banyak orang yang berkata Negeri kita Makmur dan kaya mencari tinta dalam wadah Pagi pagi sholat subuh Negeri tercinta sungguh indah Negeri tempat aku tumbuh pergi jalan ke pasar baru Siang siang main layangan Inilah Indonesia ku Dengan berbagai kebudayaan disekolah belajar seni Ular sawah jangan dipilihara Jagalah negeri ini Agar kebudayaan terpilihara malam malam menjahit kain Beli pidana di kediri Meskipun banyak negeri yang lain Lebih nyaman di negeri sendiri ketaman melihat kijang Sikucing beranak kembar Dulu para pahlawan berjuang Sekarang para pelajar rajin belajar buah pisang di kebun raya Bunga mawar di taman safari Aku cinta indonesia Kan ku bela sampai mati ku sangka dia bintang rusa Mencari madu dibelantara Kita Vela Nusa dan bangsa Tanah airku indonesia NAMA:ATIFA AWDIA RAMADANI Masih banyak perjuangan kita Ingatlah semangat ketika merdeka Satukan hari dan kerahkan usaha Agar tercapai juga impian merdeka Pergi berlayar ke samudra hindia Petunjuk jalannya memakai peta Ingatlah wahai masyarakat indonesia 17 agustus adalah hari kemerdekaan kita Minum teh tanpa gula Sungguh pahit rasanya Kalau kamu cinta budaya Cintailah budaya indonesia Ditepi jalan ketemu nenek lansia Sedang berbicara dengan anak nya Jagalah budaya indonesia Kalau kamu mencintainya Jalan-jalan keliling indonesia Jangan lupa pergi ketaman mini Indonesia adalah paru-paru dunia Janganlah kalian merusak negara ini Terbang rendah burung peragam Dari hama terbang kehutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Pohon mangga sebesar paha Pohon kemiri tidak berduri Mari bersama kita berusaha Membangun budaya negri sendiri Ada anak lagi main sepeda Tersandung batu jatuh lah dia Belilah barang indonesia Agar dapat sayang budaya Pergi kewarung memakai sendal Hendak membeli ikan asin Kita harus menjaga kesenian tradisional Agar tidak diambil negara lain Berkobar-kobar semangat membara Membela rakyat, membina negara Menjulang impian rakyat jelata Membina martabat sebuah bangsa Nama : Nurmahaliza Anggraini Tema: Keagamaan Pergi ke pasar naik delman Tiba di pasar beli durian Jadilah orang beriman Agar kelak disayang Tuhan Pagi-pagi pergi ke Sarasah Jangan lupa makan ketupat Koreksi diri bila salah Agar amalan dicatat malaikat Beli kopi di kedai Habib Untuk disantap bersama keluarga Jangan lupa sholat maghrib Agar kelak masuk surga Burung nuri burung kakak tua Terbang menari di alam terbuka Jangan sia-siakan orang tua Agar Allah tidak murka Kemarin hari Rabu Besok main layang-layang Patuhilah nasehat Ibu Agar Allah menjadi sayang Kok ado kato nan salah Indak paralu tabaok hati Jiko kito babuek salah Capeklah tobaik kapado Sang Ilahi Anak bilalang anak koncek Anak singiang-ngiang rimbo Usah lah kito banyak mancacek Karano itu mampabanyak doso Anak urang mandaki gunuang Nak lalu katapi tali Jiko kito acok bamanuang Mangkonyo Tuhan indak paduli Araklah langkah dari siko Bia di iriangan jo kudo-kudo Jiko acok pacaran baduo-duo Ingaiklah doso adalah balasannyo Isuak hari jumaik Pulang ka jumaik buek alang-alang Ingaik doso di akhiraik Supayo kito rajin sumbayang Nama : Hanum Pratiwi Gelora bung karno lapangan bola Tempat bertanding pesepak bola Satukan tekad rakyat Indonesia Merayakan Hut RI ke 72 Kumpul bersama ditanah lapang Saksikan merah putih dikibarkan Walaupun banyak rintangan menghadang Satukan tujuan untuk mempertahankan Lama laun datangnya kereta Datangnya dari semanggi Sudah 72 tahun Indonesia merdeka Katakan tidak untuk dijajah lagi Merah putihlah warnanya Berkibar indah diatas tiang Tetap jaga Indonesia Agar kokohnya takkan hilang Merah putih bukan sembarang warna Warna indah kebanggaan kita Walau berbeda antar bangsa Tetap satu untuk indonesia Garam dan gula memang berbeda Asin garam manisnya gula Burung garuda symbol Negara Symbol Negara Indonesia Nelayan pantai pergi berlayar Berlayarnya kesulawesi Merah putih tetaplah berkibar Kan tetap kujaga sampai mati Tingginya puncak merapi Dalamnya lautan india Kami ikrarkan didalam hati Mengabdi diri untuk Indonesia Berdiri tegak di ujung jalan Berdiri memandang alam Indonesia akan tetap aman Jika satu tekad memberantas ancaman Jauh berkelana Rhoma Irama Berkelana jauh demi kehidupan Jangan mengaku rakyat Indonesia Jika tak mau mempertahankan Nama : Wasilatul Rahimi Bunga-bunga harum di taman Tercium hingga kemari Janganlah sedih wahai teman Kita pasti bertemu lagi Jalan-jalan ke Pasar Jati Pergi mencari peti mati Sungguh senang hati ini Bertemu dengan idaman hati Rumah presiden habis terbakar Api merajalela tak dapat dicegah Sahabat tidak boleh bertengkar Berpisah nanti jangan bersedih.

Pergi bertamu kerumah pejabat Minum air dari buah kelapa Jika kau rindu wahai sahabat Selalu ada jalan untuk berjumpa Orang mati dililitkan kafan Jangan cari kafan yang tipis Segeralah bermaaf-maafan Sebelum waktu kita habis Adik kecil main sendiri Hati-hati sama penipu Tak perlu takut tuk sendiri Kalau jodoh pasti bertemu Pak Presiden orang terhormat Ingin pahala pergi sedekah Mohon maaf para sahabat Bukan niat untuk berpisah Muda-mudi pergi berdua Awas nanti ada yang ketiga Dimana ada pertemuan Disitu ada perpisahan Mbak Surti jualan jamu Jualannya sampai malam Kalau kawan telah bertemu Awalilah dengan salam Ibuku orang yang terkasih Selalu ada untuk menemani Teman tak usah bersedih Aku selalu ada disini Nama : Hasnatun Nisak Emas baru sangat berkilau Emas itu dijadikan anting Cantiknya Lembah Harau Surganya panjat tebing Bangun tidur di rumah Rara Terdengar ayam berkokok Bawalah sanak saudara Berkunjung ke Pantai Carocok Beli baju bersama ibu Bajunya bertuliskan Jogja Pergilah ke Janjang Seribu Melepas stres selepas kerja Mendaki gunung yang tinggi Tiba di puncak hatipun senang Ingin bersantai di Bukittinggi Kunjungilah Jam Gadang Dokter itu pekerjaan idaman Menggapainya bersusah payah 10 Muharam di Pariaman Meliahat Tabuik nan meriah Bersepeda pergi ke taman Tapi jatuh ke selokan Ke Lembah Anai dengan teman Wisata murah di akhir pekan Sepatuku berwarna merah Sepatu asli buatan Kupang Jika anda pecinta sejarah Anda harus ke Lobang Jepang Ibuku seorang pegawai Bekerja di Bosnia Indahnya ombak Mentawai Incaran peselancar dunia Boruto anak dari Naruto Naruto itu pahlawan perang Indahnya Pulau Angso Duo Pasirnya putih ombaknya tenang Buku baru di atas rak Tersusun rapi dan rapat Sejuknya Danau Singkarak Danau terbesar di Sumatera Barat Nama:Alfandy Febryanto Orang kaya banyak berharta Ke sumatra setiap tahun Bismillah saya pembuka kata Berseni sastra membuat pantun Pisang tanduk dibaաa belayar Masak sebiji di atas peti Utang emas boleh di bayar Utang budi dibaաa mati Jalan-jalan beli bakpia Pulang nya beli pita աahai orang indonesia Kembangkanlah budaya kita Pergi ke toko membeli pipa Pemilik nya dari sumatra Haruslah tahu budaya indonesia Tari piring salah satunya Daun ilalang di taruh kopi Daun kurma ditambah lagi Pantun kukarang di malam sepi Kala purnama telah meninggi Manis sungguh gula melaka Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar anak jangan mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung ke deli Hidup dunia biar beradat Bahasa tidak di jual dan di beli Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Kerlip bintang menghias malam Sinar bulan menerangi bumi Jika tidak menjaga alam Manusia juga yang akan rugi Pergi kesաah menanam padi Saաah dibajak dengan sapi Jadilah anak baik hati Yang tahu membalas budi Nama : Angga Prana Gultom Maukah adinda pergi jalan-jalan Jalan-jalannya ke gunung Persilahkan saya untuk perkenalan Saya Angga dari SMAN 1 Lubuk Alung Lemari cantik berwarna coklat Sayang rasanya jikalau dirusakkan Untuk apa membahas budaya barat Jikalau budaya sendiri terasingkan Kue bolu dibeli mama Kue lumpia yang terakhir Sungguh saya bahagia Jika budaya Indonesia dihormati Pekerjaan dapat di kota raja Banyak perhiasan yang mau dibeli Bagi saudara yang ada disana Janganlah melupakan budaya sendiri Buku pasangannya pena Kaki pasangannya sepatu Budaya barat sudah merajalela Haruslah kita pilih satu persatu Gendong bayi dijalan Bayi cantik banyak yang sayang Tradisi kita lupa jangan Adat dihormati budaya disayang Jalan-jalan keluar negeri Banyak orang yang kaya Kalau baik budi pekerti Dihormati orang dimanapun juga Sopan santun mulanya Perbuatan jahat diasingkan Sebaik apapun kita Perbuatan jahat selalu diperhitungkan Jalan-jalan kerumah Adelia Dijalan ketemu abangnya Ragam budaya Indonesia Janganlah kita merusaknya Banyak orang berkata itu Ada juga yang berkata ini Jaganlah engkau merasa tertipu Indonesia Jaya selalu meyakini Nama :Nindy Zumratul Qadri Ada ular dibalik pagar Warna ular hijau muda Supaya otak tetap segar Berpantunlah wahai anak muda Dirumah ada pak tua Bajunya warna biru Hormati orangtua Bahagialah hidupmu Sungguh indah langit biru Dengan awan-awan putihnya Mulia hati seorang ibu Ada surga pada dirinya Pergi ke bank mengambil uang Uang diambil menanam saham Demi anak ayah berjuang Tak kenal siang dan malam Sungguh indah gunung merbabu Di puncak tertancap bendera Betapa senang hatinya ibu Melihat anaknya sang juara Indahnya negri kota tua Nuansanya menenangkan hati Berbakti pada orangtua Mengabdi pada Illahi Diladang bertanam tebu Tebu tumbuh diambil serat Janganlah sakiti ibu Agar selamat dunia akhirat Lampu di kamar terlihat redup Seperti cahaya sebuah dupa Setinggi apapun derajat hidup Jasa orangtua jangan dilupa Ambil rambutan pakai galah Galah diambil seorang diri Dengarlah nasehat ayah Untuk bekal dikemudian hari Buah jambu berwarna merah Diambil bersama teman teman Sayangi ibu hormati ayah Kelak menjadi anak budiman Nama : Dhiya Ulwafi Hei kawan ayolah makan Makan yang lezat juga sehat Kalau Ukhti ingin dimuliakan Janganlah lupa menutup aurat Jalan jalan ke kebun baru Ditemani oleh bapak Ahmat Hormati bapak sayangi ibu Biar selamat dunia akhirat Waktu sore matahari terbenam Terbenamnya disebelah barat Kalau anda ingin tentram Capailah dunia genggam akhirat Pemandangan pantai sangatlah indah Apalagi saat matahari terbenam Pergaulan islam sangatlah mudah Cukup paham istilah mahram Ada anak muda di dunia maya Bercakap - cakap sepanjang masa Mari kita lestarikan budaya Sebagai identitas suatu bangsa Hembuslah angin sangatlah nikmat Berhembus lembut serta lambat Sudah banyak tanda kiamat Wahai saudara marilah taubat Bunga indah banyak di taman Apa lagi di taman raya Indonesia beragam kekayaan Juga suku, agama, budaya Pas baralek makan lapek Kalau nio banyak jan ditahan Oi kawan jan maupek Ancak bersyukur kepado Allah Pai kaladang lewat semak Jan lupo mambaok ladiang Hiduik awak alun tau buruak Ma tauan diharokan green Ke panti asuhan untuk menuntun Menuntut anak agar bahagia Jangan lupa lestarikan pantun Budaya sastra anak Indonesia NAMA :FRANCISKA TEMA : CINTA BUDAYA INDONESIA Jalan-jalan keranah minang Jangan lupa makan gulai kemumu Indonesia pastilah menang Karna aku mendukungmu Beli novel kegramedia Judul novelnya dhearnatan Ayo majukan indonesia Sampai puncak kesuksesan Kepasar beli kain katan Kain dilipat persegi panjang Mari kita budayakan santun Untuk berguna dimasa akan datang Bagaikan kuman dikuku Kalau gatal jangan ditarik Wahai indonesiaku Bangkitlah menjadi yang yerbaik Kesawah pagi-pagi Siram bunga ada ditaman Marilah kita pelajari Budaya indonesia tari saman Teman adikku namanya anya Dia pernah ke kanya Opera Van Jampang namanya Sangat heboh pesertanya Seringsing lantunan daun bambu Mengisi keheningan memecah suasana Indonesia untuk mu haru bangsa mu Bersinar dengan budaya nusantara Teh hijau sudah disaring Disaring dengan keran Mungkin kita bersaing Tetapi kita tetap berteman Jari berada didepan saku Sangat berguna bagi manusia Karena kita beragam suku Maka itulah indonesia Pagi hari menaiki kuda Kudanya sedang berjalan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama : ROY EBENEZER SAPUTRA TARIGAN Anak kucing ketemu macan Hidupnya panjang menjadi tamat Salam hormat saya haturkan Kepada dewan yang terhormat Ada anak bernama midun Ke palestina untuk berperang Saya mencoba untuk berpantun Dengan harapan ingin menang Lihatlah wahai yang disana Yang sedang pakai celana Jadi tanda tanya kita Apakah pria atau wanita ambiang pai makan ka samak Ala gadang lamak dimakan Dari niniak turun kamamak Dari mamak turun kamanakan Cari pitih indaklah pandai Cari bini itu biaso Kalau penghulu tidaklah pandai Nagari ancua kampuang binaso lalang tumbuah basabik indak Tumbuahnya labek dilaman urang Cinto bana denai jo adiak Tapi urang nan bagadang Umpan di jala dimakan ikan Ketek di tabek gadang digulai Ameh bukan pitih pun bukan Budi seketek urang haragoi Petani ka sawah membaok cangkua Menanam padi di tanah darek Beban seembe dapek dipikua Budi seketek taraso barek Piciang-piciang bunyinyo murai Murai banyak ka batang durian Bapisah jangan karano carai Anak dan bini nan kamarasian Item-item bantuaknyo godok Lamak dimakan urang batanam Hati-hati mamiliah cowok Buliah dapek tampek maminjam Nama:Bintang Felda Raja Assalamualaikum wr.wb Pergi mendaki malam ini Mendaki sambil lomba lari Kalau kamu cinta negara ini Mari kita jaga kesatuan NKRI Nonton tv nampak cita-citata Sambil menulis surat cinta Sumatra barat negri tercinta Mari kita lestarian budayanya Malam ini malam jumat Esoknya malam sabtu Kita ini umat muhammad Jangan sampai meninggalkan 5 waktu Tekun kita beramal ibadah Untuk siap dikemudian hari Kita serahkan kehadirat allah Mudah-mudahan disyafaatkan nabi pergi ke pasar membeli gram Tiba di pasar membeli ikan Budaya daerah beraneka Ragam Mari bersama kita lestarikan buah belimbing buah pepaya Dibelah tarlihat isinya Indonesia baragam budaya Jangan sampai kita Merusaknya Nasi goreng pakai bumbu Ditambah dengan es tebu Jangan lah kamu durhaka Kepada ibu Karena syurga dibawah Telapak kaki ibu pergi ke hutan mencari bambu Tiba di hutan dikejar naga Wahai ananda hormati ibu Karena ibu jalan ke syurga Empek-empek ditanbah cuka Tak terbanding enaknya rasa Coba lihat anak durhaka Di dunia hidupnya tersiksa Dari apa kue lemang Dari ketan yang dipanggang Waktu kecil kita ditimang Ayah ibu harus disayang Nama : Y.RAHMI AATIKAH PUTRI Doni dan Adi beradik kakak Pergi bersama ke rumah Lisa Terimakasih undangan bapak Ini pantun tentang bahasa Lubuk Alung Padang Pariaman Asia Tenggara Benua Asia Hanya satu bahasa persatuan Yaitu Bahasa Indonesia Amazing luar biasa Romawi kuno dan Persia Cerdaslah berbahasa Maka damai Indonesia Ani ke pasar membeli ember Pergi ke pasar dengan Marisa Sumpah pemuda bulan oktober Bulan oktober bulan bahasa Kurang enak makanan tanpa sasa Kue mentega harus pakai maizena Siapa yang pandai berbahasa Akan terpakai kemana-mana Nasi soto pakai lasa Paling enak di Surakarta Banggalah menggunakan bahasa Sebagai budaya negeri kita Ke kebun binatang melihat keke Keke nama ikan pari Dari sabang sampai merauke Satu bahasa wajib dipelajari Baju kemeja baju batik Beraneka ragam pakaian Pelajari bahasa dengan baik Karena bahasa terjadi pertikaian Niel amsrong ke luar angkasa Pak jokowi ke Surabaya Jangan hanya pintar berbahasa Tapi juga harus mengenal budaya Ibukota negara adalah Jakarta Ada menjual kuda pacu Bahasa penting untuk kita Budaya turun ke anak cucu Nama:Rival Doli Yusman Pergi makan bersama teman Jangan lupa mengajak saudara Perkenalkan saya Rival Doli Yusman Seorang siswa dari SMANLA Makan bubur di pagi hari Tambah enak minum teh panas Rajin belajar setiap hari Supaya menjadi generasi emas Liburan ke kota Padang Mampir dulu di Mesjid raya Sumatera barat provinsi tersayang Irwan prayitno pemimpinnya Kakak lelaki Padang dipanggil uda Uda sukanya bermain bola Kita sebagai seorang pemuda Haruslah saling membela Seekor elang terbang ke gua Dalam gua menangkap mangsa Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa Seorang muslim pergi shalat Dalam perjalanan membaca koran Jika engkau mamak adat Hendaklah membimbing kemenakan Seorang wanita mencari kontrakan Dengan seorang teman laki-laki Jika keluarga masih berantakan Jangan saudara menunaikan haji Bapak SBY lagi rapat Rapat di aula gadung partai demokrat Wahai para wakil rakyat Kenapa kami masih melarat Pergi ke pasar akhir pekan Jangan lupa membeli semangka Jika kita teguh iman Insyaallah masuk surga Indonesia tanah air kita Dilambangkan dengan burung garuda Salam hangat dari saya Semoga lulus seleksi pertama Nama : Mhd.

Zaiyan Dzaky Fajrial Buk koko suka menjual jamu Menjual jamu sampai basah Dengan keris ditanganmu Kau basmi para penjajah Pagi pagi makan bengkuang Bengkuang dikupas oleh buk rani Terimakasih para pejuang Telah membangun bangsa ini Dian menari tangannya kaku Tidak seperti saat makan Semua jasa para pahlawanku Takkan pernah kulupakan Si arjuna sang raja panah Melepaskan panah ke tengah papan Mereka rela bertumpah darah Demi kita dimasa depan Wanita anggun berselendang merah Memiliki rumah indah dan megah Walaupun mati bersimbah darah Kalian tetap yang paling gagah Bapak jajang suka begadang Begadang semalaman nonton rama shinta Mereka berjuang pagi hingga petang Demi kemerdekaan NKRI tercinta Anak pak direktur namanya wawan Wawan hidup penuh gaya Karena kalianlah para pahlawan Negeri ini merdeka dan jaya Perbuatan buruk milik setan Mengganggu orang sampai berlarian Kalian kokoh dalam perbuatan Serta teguh dengan pendirian Hati harimau keras seperti batu Memilih manusia menjadi mangsa Mereka Rela mengorbankan waktu Untuk mencapai kemerdekaan bangsa Keluarga pak somad pergi pindah Pindahnya ke rawajati Kalian buat lawan gundah Hanya dengan keteguhan hati Nama: Ajeng Rivaldo Jalan jalan ke pariaman Sempatkan diri ke toko sendal Wahai sanak sekalian Cintai lah budaya lokal Sampai di pariaman beli sendal Sendal di curi oleh momot Apa contoh budaya lokal Kalau bukan festival tabot Sendal di curi oleh momot Momot di cari ke rumah si bram Buat apa festival tabot Untuk memperingati 10 muharam Jalan jalan ke kota nepal Lihat orang hidung pesek Makanan apa yang terkenal Kalau bukan nasi sek Nampak anak berhidung pesek Ternyata anak namanya wulan Dari mana nasi sek Kalau bukan dari pariaman Pergi mandi ke lubuk bonta Sampai disana lihat orang barat Sungguh indah kota tercinta Kota tercinta sumatera barat Anak timur anak barat Anak barat main piano Siapa gubernur sumatera barat Kalau bukan irwan prayitno Pergi shoping ke cibubur Diatas mobil terasa sempit Siapa nama wakil gubernur Kalau bukan nasrul abit Ini pantun buatan saya Sampai saya tidak makan Kalau ada salah kata Mohonlah saya di maafkan Buat pantun sampai malam Sampai ayah marah marah Awal kata dengan salam Akhir kata alhamdulillah Nama:Ilham Aris Wandi Akhir pekan menyemai padi Padi diambil di dalam karung Perkenalkan saya Ilham Aris Wandi Dari SMA N 1 Lubuk Alung Tak kenal maka tak sayang Sudah sayang lalu sakit hati Kalau lihat remaja zaman sekarang Alang kepalang sampai patah hati Buka lahan di tepi hutan Hati-hati terkena duri Apa enaknya ikut tawuran Sia-sia menyakiti diri sendiri Jangan pernah berbuat riya Dapat merusak amalan kita Narkoba tidak membuat bahagia Malah membuat hidup menderita Ayam berkotek di hari hujan Hari hujan di waktu malam Jangan mencontek saat ujian Jika tidak mau masa depan suram Dayung sampan sampai letih Sudah letih dilempar batu Jika ingin amalan lebih Kerjakan shalat tepat waktu Padi disawah sudah disemai Padi disemai di sawah lama Ingin hidup aman dan damai Bertoleransilah dalam beragama Indah bahasa anak randai Randai hebat anak SMANLA Dalam beragama harus pandai Agar kita mendapat pahala Pergi bermain ke Pariaman Jangan lupa beli sala lauaknya Hati-hati dalam memilih teman Jangan ambil yang banyak mau nya Negara tercinta indonesia raya Tiap Daerah bersatu untuk membela Cukup sekian dari saya Semoga bisa jadi juara salam hangat dari SMANLA Nama: Fajri Ramadhan Marviano Pergi ke pasar beli baju koko Jangan lupa membeli srung Perkenalkan saya Fajri Ramadhan Marviano Dari SMAN1 Lubuk Alung Penumbuk padi namanya lesung Padi digunakan untuk sumber pangan Wahai kawan rajinlah menabung Membantu orang tua untuk burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

depan Jalan-jalan ke kebun binatang Tidak lupa melihat berang-berang Sungguh malang nasib remaja zaman sekarang Karena budaya mencontek yang tak pernah hilang Burung balam biring jalak Bali Di iringi burung onta Jangan sombong didunia ini Semuanya hanya milik Allah semata Pergi ke universitas cendrawasih Letaknya di irian jaya Dunia semakin maju semakin canggih Kalau tidak selektif kita akan sengsara Jalan-jalan ke negri barat Jangan lupa membeli baju Kalau hidup ingin selamat Dirikan shalat tepat waktu Jalan-jalan ke pantai kuta Jangan lupa membeli cendramata Kita bisa menggapai cita-cita Asalkan rajin berusaha dan berdo'a Beli emas 24 karat Emas dibeli di pasar raya Agar hidup tidak kualat Dengarkan selalu nasehat orang tua Pergi ke pasar beli mangga Mangga dimakan bersama keluarga Asalkan rajin beruasaha dan berdo'a Putra minang pasti berjaya Sanggar SMANLA namanya intan suri Namanya terkenal dimana-mana Salam hangat dari Fajri Semoga SMANLA bisa jadi juara Nama: AINUL BASRI Ayam kampung berbulu merak.

Jikalau lihat tolong bawa Adat kita bersendi syarak Kebenaran adat yang kita jaga Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Manembak tibo dihulu Kanai anggang tabang duo Apo nan cupak dipangulu Mananti kato nan saiyo Pangka jaguang baurek mati Umpan tangkariak anai-anai Dimano sajo kampuang dihuni Disinan pulo adaik dipakai Alah ba-uriah bak sipasan Kok bakiak alah bajajak Walau batuka putaran musim Sandi adaik ijan dianjak Dahan kamuniang bialah patah Asa mangkudu jan talendo Di lahia rajo nan disambah Di bathin rakyat nan kuaso Patitiah pamenan andai Gurindam pamenan kato Pangulu kalau tak pandai Nagari caie kampuang binaso Ramo-ramo sikumbang jati Katik Endah pulang bakudo Patah tumbuah hilang baganti Pusako lamo baitu juo Si-Muncak mati tarambau Ka ladang mambao ladiang Adaik jo syarak di Minangkabau Ibaraik aua jo tabiang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Nama : Nadya Dwi Permata Didalam laut terdapat gurita Mengeluarkan tinta untuk mangsanya Assalamu'alaikum awal mula kata Waalaikumsalam jawabannya Pagi² minum jamu Enaknya minum bersama tuti Kejarlah untuk akhirat mu Maka dunia akan mengikuti Hari kelima adalah hari jumat Hari yang penuh dengan berkah Jika ingin selamat dunia akhirat Perbanyaklah diri beribadah Orang berhaji pergi ke mekkah Mereka pergi dengan ketulusan hati Untuk apa harta berlimpah Karena itu tidak dibawa mati Siang² minum jus mangga Dapat melepas dahagamu Jika engkau ingin menemui surga Maka sanyangilah kedua orang tua mu Pergi tamasya kemargasatwa Begitu indahnya pemandangannya Wahai kaum adam dan hawa Jagalah hati dan pandangan Kiblat islam menghadap ka'bah Ka'bah terletak di saudi arabia Rendahkan diri mu dihadapan allah Rendahkah hatimu dihadapan manusia Pergi kepasar beli sendal Sendal itu dibelikan oleh paman Didunia tempatmu beramal Diakhirat tempat pembalasan Lampu kuning menandakan berhati hati Jika berhenti menandakan lampu merah Jika engkau bersedih hati Bersegera lah mengingat allah Pergi kepasar membeli nanas Buahnya ada pada hari selasa Hindarilah pergaulan bebas Karena itu perbuatan dosa Nama : RAHMAT ARDIANSYAH Dimana-mana ada bulli bulinya membuat orang resah dengan salam saya awali agar kalian mendapat berkah Disungai ada buaya buayanya tidur ditepian izinkan memperkenalkan diri saya perkenalan melalui pantun Pak ogah beli tomat belinya diskotlandia perkenalkan saya rahmat orang oaling ganteng di dunia Jalan-jalan ke puncak gunung disana ada pohon rindang saya rahmat dari sman 1 lubuk alung ikut pantun agar jadi pemenang Disana ada pohon rindang pohonnya lebat berdaun jikpun saya tidak menang tapi saya ingin membudayakan pantun Jalan-jalan ke rawa bening jangan lupa bawa buah tangan saya sekolah di sman 1 lubuk alung yang dipimpin oleh buk dian Dilangit ada burung gagak tebangnya dilangit uang fantasi zaman sekarang budaya telah rusak mari kita bangkitan kembali Smanla dipimpin oleh buk Dian guru paling cantik disana mari kita budayakan pantun karna pantun membuat kita bahagia Harimau sedang berlarian berlarinya terbirit- birit cukup sekian pantun yang disampaikan semoga kalian tertarik Dipohon ada burung irian di sampingnya ada burung cendrawasih cukup sekian dari saya kawan dan saya ucapkan terima kasih Nama:Wira Ul Hamdani PANTUN PENDIDIKAN Jalan-jalan ke kota Banjar Jangan lupa naik kereta Kalau kamu ingin belajar Jangan lupa membaca do'a Pergi ke pasar membeli labu Labu di tanam di pulau baru Rajin-rajinlah membaca buku Karna buku adalah jendela ilmu Beli rambutan di kebun baru Kebun baru ramai orangnya Tuntutlah ilmu selalau Hormati guru jangan di lupa Beli Durian di pasar raya Durian manis mahal harganya Inilah kita anak muda Selalu Berkarya untuk Dunia Jalan-jalan ke kota aceh Jangan lupa naik kereta Kalau kamu ingin sekolah Jangan lupa bawa pensil dan pena Lewat sawah ketemu bangkai Janganlah di buang ke tungku Kalau ingin jadi orang pandai Haruslah hormat kepada guru Macet jalan di ibukota Lebih sepi di jalan desa Kalau ingin pintar berbahasa Maka belajarlah jawabannya Kain tenun dari sumatra Kain batik dari jepara Kalau kamu siswa bijaksana Menjunjung tinggi anti narkoba Pak Ali menjual kucing Kucing terjual seratus ribu Berprestasi itu penting Tapi jujur nomor satu Lurus jalan kota jakarta Tempat macet di indonesia Kami ini siswa SMANLA Menjunjung tinggi akhlak mulia Nama:Nurmahaliza Anggraini Tema: Keagamaan Pergi ke pasar naik delman Tiba di pasar beli durian Jadilah orang beriman Agar kelak disayang Tuhan Pagi-pagi pergi ke Sarasah Jangan lupa makan ketupat Koreksi diri bila salah Agar amalan dicatat malaikat Beli kopi di kedai Habib Untuk disantap bersama keluarga Jangan lupa sholat maghrib Agar kelak masuk surga Burung nuri burung kakak tua Terbang menari di alam terbuka Jangan sia-siakan orang tua Agar Allah tidak murka Kemarin hari Rabu Besok main layang-layang Patuhilah nasehat Ibu Agar Allah menjadi sayang Kok ado kato nan salah Indak paralu tabaok hati Jiko kito babuek salah Capeklah tobaik kapado Sang Ilahi Anak bilalang anak koncek Anak singiang-ngiang rimbo Usah lah kito banyak mancacek Karano itu mampabanyak doso Anak urang mandaki gunuang Nak lalu katapi tali Jiko kito acok bamanuang Mangkonyo Tuhan indak paduli Araklah langkah dari siko Bia di iriangan jo kudo-kudo Jiko acok pacaran baduo-duo Ingaiklah doso adalah balasannyo Isuak hari jumaik Pulang ka jumaik buek alang-alang Ingaik doso di akhiraik Supayo kito rajin sumbayang Nama:Vira Anisa Bahyu Menangkap itik yang sedang berenang pastilah riang bukan kepalang Berbuat baiklah menolong orang Pasti pahala banyak yang datang Memakan garam meminum peluh Janganlah coba meminum jamu Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Agar menajdi orang yang berilmu Pohon rambutan berbuah banyak Lebat tergantung di pangkal ranting Bila berunding bersama orang bijak Kusut terurai, sengketapun hilang Kalau ke laut pergi memukat Perahu dan jaring kita siapkan Kalau duduk mencari mufakat Iri dan hasut kita tinggalkan Anak ayam turun sepuluh Mati dua tinggallah delapan Kalau ingin meraih masa depan Janganlah meninggalkan sholat shubuh Kalau hendak mencari telaga Pergilah Anda tanpa menunggu Kalau hendak mencari surga Bersujudlah di bawah telapak kaki Ibu Apa sebab tanaman tak berbunga Pastilah karena ditanam rapat Kalau durhaka kepada orang tua Pastilah dunia dan akhirat tidak kau dapat Tak ada guna menebang semak belukar Kalau tidak samapai tangkai Tak ada guna disebut pintar Kalau moral tidak dipakai Apalah tanda buah pandan Daunnya panjang penuh berduri Apalah tanda orang budiman Dadanya lapang, sangat rendah hati Anak teruna tiba di darat Dari Makasar langsung ke Deli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak dijual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Nama : Wina Septia Nanda TEMA : PENDIDIKAN Anak-anak sedang bermain Tiba-tiba orang tuanya marah Belajar yang rajin Demi masa depa yang cerah Di belakang banyak meja Semuanya dibeli Mama Bermain bola boleh saja Pendidikan yang utama Kepadang membeli ikan gabus Saat di jalan terjadi kecelakaan Demi pendidikan yang bagus Apapun pasti di korbankan Pergi ke pasar membeli nangka Nangka di jual di samping toko ayam Sungguh malang nasib mereka Menghadapi masa depan yang suram Jalan-jalan ke kota padang Pergi ke sana bersama adik Kesuksesan akan datang Apabila anda terdidik Anak ayam ada dua Keduanya memakan tomat Apabila ingin juara Belajarlah yang giat Makan donat pakai gula Rasanya manis sekali Tanpa adanya usaha PTN favorit tidak akan tercapai Kekantin pergi makan Makanya bersama saudara Jangan meremehkan pendidikan Karna dia anda bijaksana Buah asam segar sekali Diminum untuk melepas gerah Kalau anda berprestasi Semuanya akan terasa mudah Ayah pergi ke maluku Kesananya untuk meneliti Motivasilah dirimu Dengan cara membaca buku yang menginspirasi Nama : Rio Novlensra Sungguh enak buah alpukat Lebih enak lagi buah semangka Janganlah anda lupakan sholat Jika tak mau masuk neraka Dari Bukittinggi ka Padang Panjang Singgah sabanta di tapi jalan Sungguah banyak budayo minang Harus kito jago dan lastarikan Kereta api panjang gerbong Sungguh cepat ia berjalan Wahai kawan janganlah sombong Karena sombong temannya setan Banyak bunga di taman kota Bunganya sangat menarik Mari bersatu membangun negara Untuk Indonesia yang lebih baik Si Bungsu tingga di rumah surang Amak pulang mambaok limau Lamak rasonyo si samba randang Makanan khas urang Minangkabau Enak rasanya roti mentega Ditambah lagi dengan mises Rajin-rajin lah anda berusaha Supaya kelak jadi orang sukses Main layang-layang di tangah lapang Indak takana hari lah sanjo Sungguah rami pasa lubuak aluang Tampek urang banyak pai balanjo Si Bolang pai ka Padang Pai ka Padang ndak pulang-pulang Ado tari piriang jo tari indang Ado randai jo simarantang Enak rasanya pisang coklat Dimakan bersama dengan pak camat Sungguh banyak tanda-tanda kiamat Tobat lah tobat wahai sahabat Siang-siang makan godok Godok di makan jo cindua dalimo Janiah aie nyo Pantai Carocok Tampek mandi burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

mudo-mudo Nama : Ardinda melli nevia fitri Hari Libur Telah Tiba Mari Kita Ke Lubuk Minturun Assalamualaikum Pembuka Kata Mari Kita Mulai Berpantun Bendera Kita Berwarna Merah Merahnya Membakar Jiwa Indonesia Sungguhlah Indah Sumatera Barat Salah Satunya Kalau Mamak Pergi Ke Ladang Jangan Lupa Membawa Kawan Kalau Kawan Sudah Dipadang Berkunjunglah Pula Ke Pariaman Siang Ini Berlangit Cerah Cerahnya Indah Menggoda Pariaman Tak Kalah Indah Pesta Tabuik Salah Satunya Dibengkulu Ada Tempoyak Dimakan Orang Bersama-Sama Pesta Tabuik Mulai Di Hoyak Semua Orang Gembira Ria Anak Mak Itam Bernama Indah Prilakunya Sungguh Terpuji Pesta Tabuik Berakhir Sudah Pindah Haluan Ke Bukittinggi Layangan Adi Terbangnya Tinggi Terbangnya Melayang-Layang Kalau Sudah Di Bukittinggi Mampirlah Pula Ke Jam Gadang Pergi Main Bersama-Sama Mainnya Di Rumah Pak Toktok Jam Gadang Indah Rupanya Tak Kalah Indah Ngarai Sianok Jalan Jalan Ke Carocok Pulangnya Pagi Hari Berakhir Cerita Di Ngarai Sianok Di Lain Waktu Di Sambung Lagi Buat Pantun Di Restui Mama Tak Lupa Berdoa Kepada Allah Berakhir Sudah Cerita Kita Kita Tutup Dengan Hamdalah Nama : Marzuki Liburan kerumah runtuh Liburannya bersama kiki Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya marzuki Kapasa bali ajinamoto Singgah sabanta ka rumah timah Untuak kana ang kasiko Kalau untuak mancari masalah pai baraja ka sekolah Pai baraja indak mada Den kamari indak mancari masalah Tapi den kamari ado paralu samo uda Kapasa bali mengkudu Jan lupo untuak mambali buku Kalau iyoo ang kamari ado paralu Ado paralu apoo tuu Manciang lauk dibanda Manciangnyoo samo urang buta Awak kamari maminjam pitih ka uda Kiro kiro limo juta Pai baraja karumah si ih Si ih nyo ndak ado dirumah doh Kalau sabanyak tu ang pijam pitih Pitih den ndak ado doh Manangkok ayam dirumah si ih Manangkoknyoo samo lulu Bara uda punyoo pitih Pinjam pitih tuu luu Pai ka muaro manangkok buayo Muaronyoo jauh jarak sakilo an Pitih den duo juta nyoo Bilo ang baliak an Dapek durian busuak Diladang pak haji Insyaa allah minggu bisuak Kalau lai den manarimo gaji Jalan² ke surabaya Jangan lupo singgah ka rumah runtuh Sekian pantun dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama:cindy monica dw Dari jerman beli kain katun Ikan belida belinya di malaysia Teman yuk bikin pantun santun Tanda cinta untuk indonesia Pagi pagi cari benang Benangnya ada di tamu Indonesia pasti lah menang Karena aku mendukungmu Mencari tinta dalam wadah Pagi pagi shalat shubuh Negeri tercinta sungguh indah Negeri tempatku tumbuh Banyak khasiat dalam pepaya Buah kecik enak rasanya Negara kaya akan budaya Itulah repuplik indonesia Buku cerita siti nurbaya Makan gula dalam peti Aku cinta indonesia raya Akan kubela sampai mati Sia sia tenggelam dalam duka Duduk di pintu jangan di paksa Indonesia berbhinekaan tunggal Ika Penduduknya beribu suku bangsa Lari berbelok takan sampai Jalan pelan juga kesasar Negeriku baik,negeriku permai Surga warisan yang takkan pudar Kayuh sepeda ke malaysia Mencari bubur pergi ke dapur Sungguh indah alam indonesia Negeri subur aman dan makmur Beli buku judulnya perang Pulang beli buku pergi beli Makanan Dulu para pahlawan berjuang Sekarang kita berjuang untuk Masa depan Buah naga buah semangka Dimakan tinggalah cangkang Meski dalam suka dan duka Persatuan jangan hilang Nama:rahmat firdaus Buat apa panen kelapa Kalau belum ada tunas Buat apa membeli vespa Cicilan kompor juga belum lunas.

Meler-meler ingus keteter Sampai sakit di kepala Hati-hati sering teler Bisa-bisa ke alam baka. Buah stroberi kecil rupanya Membuat kita menjadi semangat Buangglah sampah pada tempatnya Agar lingkungan tetap sehat. Besar awak besar badan Tak berani tak melawan Walau penampilan preman Yang penting hati beriman.

Duduk melamun didepan teras Sambil mendengar burung merpati Tak mengapa belajar keras Siapa tau esok jadi menteri Rusa kecil diam terkurung Kurang makan kurang minum Cari ilmu jangan murung Cerialah selalu banyak tersenyum. Tidur malam tidur pulas Berangkat sekolah membawa tas Jika ingin menjadi bintang kelas Belajar jangan malas-malas. Buah duku Buah kedondong Lestarikan pantun dong. Jalan-jalan berputar-putar Jangan lupa membeli sukun Bila kamu ingin pintar Belajarlah dengan tekun.

Asam kandis mari diiris Manis sekali rasa isinya Dilihat manis memang manis Lebuh manis hati budinya. Nama:Allya Hurul Ainiv Tentang negara ku. Reni pergi ke stasiun kereta Ternyata disana bertemu Ammar Sungguh mirisnya ibu kota Jakarta Bocah kecil bekerja terlihat wajar Mawar merah di tanah andalusia Durinya tajam dan juga keras Alangkah lucunya indonesia Orang pandai fisika matematika saja yang di anggap cerdas Hayati pergi membeli buku Di tengah jalan bertemu sarah Indonesia akan susah maju Jika rakyatnya tidak mau bersekolah Dikebun binatang ada gajah Dikebun paman afa musang Indonesia bebas dari penjajah Tapi terkekang denfan lilitan hutang Baju udin terkena getah Karena itu pulangnya telat Ketika banjir yang salah pemerintah Padahal yang buang sampah adalah masyarakat Anak ayam telat menetas Ketika dewasa berlari lari Indonesia tidak berkualitas Karna banyaknya penghianat negeri Bule cantik namanya Alisia Ia berjalan ke arah taman Selamat datang di indonesia Orang benar sering di penjarakan Diantara mereka ada jarak Karena itu mereka menyerah Paru paru dunia telah di rusak Tak ada langkah tegas dari pemerintah Umi menggores telor Ana menggunting kuku Musnahkanlah para koruptor Agar makmur negaraku Anak bu Ina mamanya karmila Kurmila ternyata sudah beranjak dewasa Jika pemerintah dijalankan berdasarkan pancasila Indonesia akan jadi negara terhebat sepanjang masa Nama: ANISA PUTRI Pohon jati kuat kayunya Banyak fungsi dibatangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Kain tenun dari sumbawa Dipakai orang untuk hiasan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan diabaikan Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Jika orang memiliki ilmu Sehat Makmur sepanjang umur Spidol hitam untuk menulis Dipakaikan untuk melukis Ilmu itu tak akan habis Turun temurun ke ahli waris Dua mei hari pendidikan Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika seseorang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Memasak nasi menjadi bubur Tambah nikmat pakai perasa Cinta ilmu sepanjang umur Cinta bangsa sepanjang masa Di siang hari nelayan berlayar Harap mendapat ikan tuna Jika hari ini kau malas belajar Akan menyesal dihari tua Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Agar menjadi siswa yang pandai Satu pasukan pergi kepantai Naik motor berboncengan Jika ingin cita-cita tercapai Jangan takut pada rintangan duku dari padang Banyak juga pembelinya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Pohon jati kuat kayunya Banyak fungsi dibatangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Kain tenun dari sumbawa Dipakai orang untuk hiasan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan diabaikan Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Jika orang memiliki ilmu Sehat Makmur sepanjang umur Spidol hitam untuk menulis Dipakaikan untuk melukis Ilmu itu tak akan habis Turun temurun ke ahli waris Dua mei hari pendidikan Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika seseorang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Memasak nasi menjadi bubur Tambah nikmat pakai perasa Cinta ilmu sepanjang umur Cinta bangsa sepanjang masa Di siang hari nelayan berlayar Harap mendapat ikan tuna Jika hari ini kau malas belajar Akan menyesal dihari tua Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Agar menjadi siswa yang pandai Satu pasukan pergi kepantai Naik motor berboncengan Jika ingin cita-cita tercapai Jangan takut pada rintangan Buah duku dari padang Banyak juga pembelinya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Nama: Olga Amelia Elfadilla Sy Ibu Santi marah-marah Mellihat anaknya tak tegur sapa Jangan menyerah pada masalah Tanpa mencoba menyelesaikannya Sungguh Indah kota Mekah Di sanalah terletak Kakbah Hidup ini terasa indah Bila kita bersedekah Rintik hujan basahi tanah Kapal berlabuh di pelabuhan Jangan suka menebar fitnah Itu lebih kejam dari pembunuhan Kerbau tergeletak tak bernyawa Dililit oleh ular berbisa Hiduplah kamu berbahagia Menjadi dirimu apa adanya Kejam di sebut haus darah Lembut di kata tak berdaya Jika kita rajin beribadah Kelak akan masuk surga Seindah apapun Dunia Lebih indah di dalam surga Patuhilah orang tua Disanalah di dapati ridha Ada si kancil yang cerdik Ada si kerbau yang dungu Jangan usil kepada adik Nanti akan di marahi ibu Sarapan Pagi bersama-sama Makan siang sendiri-sendiri Nikmatilah masa SMA Karna tak terulang dua kali Si kancil mencuri lemang Lemang disimpan di dalam peti Tuntutlah ilmu dari sekarang Agar tak menyesal di kemudian hari Siapa tau isi peti Yang terlihat hanyalah kunci Lapangkan lah hati Jadikan ruang di ilahi Nama : Marzuki Liat rumah yang sedang runtuh Liatnya bersama kiki Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya marzuki Makan es dirumah buk rini Makan es nya sambil dijilat Sungguh miris hidup dizaman ini Saat pemuda meninggalkan shalat Liburan dirumah srimulat Srimulat nya bersama sonya Pemuda meninggalkan shalat Demi kepentingan dunianya Belajar biar tetap semangat belajarnya dirumah abdullah Dia lupa bahkan tak ingat Betapa pedihnyaa siksaan allah Jalan² kerumah lukman Jalan² nya bersama diah Mereka akan mendapat hukuman Yaitu neraka hawiah Jalan² kerumah srimulat Jalan² nya bersama buk mai Jika engkau melaksanakan shalat Insyaa allah hati akan tenang dan damai Indahnya rumah dian Rumahnya bertetangga dengan buk rat Kau akan merasakan kebahagiaan Yaitu kebahagiaan dunia akhirat Keadaan doni mulai membaik Dirawatnya dirumah wilga Kau akan berada disisi paling baik Yaitu berada disurga Shalat berjemaah shalat isya Shalatnya dirumah nia Kemewahan yang luar biasa Kemewahan yang tak ada didunia Jalan² ke surabaya Jangan lupa singgah dirumah runtuh Sekian pantun dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama : Fathia Ananda Edsi Bunga Melati Bunga Mawar Mawar Dipetik Banyak Durinya Rajin Rajinlah Belajar Supaya Menjadi Orang Berguna Jalan Jalan Kepekan Baru Jangan Lupa Beli Nenas Mari Perbanyak Baca Buku Agar Pengetahuan Jadi Luas Banyak Berbaris Si semut Merah Dikeramaian Jalanan Kota Belajar Itu Jangan Setengah Setengah Buktikan Jika Kita Lebih Bisa Nenek Si Banu Bertambah Tua Si Banunya Bertambah Tinggi Raihlah Mimpi Setinggi Tingginya Hingga Berlanjut Ke Perguruan Tinggi Gunung Merapi Gunung Singgalang Yang Ketiganya Gunung Tandikat Ayo Perbanyak Membaca Sekarang Karena Kinilah Waktu Yang Tepat Diujung Sana Ada Tupai Tupainya Sedang Melamun Kalau Ingin Jadi Pandai Banyak Banyaklah Belajar Dengan Tekun Berkeliling Disekolah Baru Tiba Disana Diwaktu Yang Tepat Ilmu Bukan Sembarang Ilmu Tapi Harusnya Ilmu Yang Bermanfaat Memancing Ikan Disungai Hati Senang Batinpun Puas Anak Rajin Akan Terpakai Anak Pemalas Tambah Pemalas Buru Buru Ketaman Mini Naik Kesana Dengan Bus Banyak Belajar Dari Dini Masa Depanpun Akan Sukses Kapal Berlayar Dilautan Didekat Lautan Ada Bunga Teratai Hendaklah Belajar Dengan Rajin Agar Menjadi Orang Yang Pandai Nama : Dahlia Limarnis Ambiak banang jo kayu manis Kok dapek nan baguluang Ambo banamo Dahlia Limarnis Dari sman 1 lubuak aluang Anau ketek sagae apek Kok apek tolong unduak-an Ambo ketek jolong pandapek Kok salah tolong tunjuak-an Mananti ka bukik tinggi Kok tibo iyo juo ka rumah Kok hati indak buliah maninggi Jan diri pulo sampai marandah Kok hati indak buliah maninggi Jan diri pulo sampai marandah Kok kito harus picayo diri Ingek an hati hanyo kapado Allah Saluak baluak jalan ka rimbo Rimbo di tampuah jalan satapak Mari kito bakarajo samo Untuk hiduik ka nan rancak Tungkek gaek tabalah ampek Baganti jo Batang tuo Kok pitih lai mandapek Di sadakahan dapek pahalo Si upin kakaknya ipin Ipin kecil tidak berisi Kalau ingin jadi pemimpin Jadilah pemimpin yang tidak korupsi Bak angin bakato mati Mati tabaok hilang diri Kalau ingin dihormati Hormati dulu diri sendiri Jalan-jalan ke pantai kata Nampak orang pakai kebaya Narkoba psikotropika Adalah obat berbahaya Ampu kaki di ujuang jari Urang Malang tatusuak duri Kok mati jan di cari Kok Malang dapek di hindari Ado dulang di kain kasa Manatiang urang ka bajamba Kalah menang itu biasa Yang penting berani mencoba Ada asap ada api Sampai jumpa kembali Pantun saya diatas berisi pantun pembuka,pantun nasehat,dan penutup.

Nama : Anggia Ramadhani Sungguh enak goreng udang Sangat gurih saat dimakan Terima kasih telah di undang Ke festival pantun spontan Indah pohon menari nari Mentari mengintip di balik awan Sungguh indah negeriku ini Bagaikan zamrud yang menawan Deburan ombak menyentuh kaki Bulir pasir seperti merica Bukan indahnya kuta bali Tapi kuta lombok nan mempesona Jangan suka anggap remeh Orang yang makan ikan sepat Indah rupawan pulau mandeh Bagaikan pulau raja ampat Rambut lurus rambut ikal Digulung gulung seperti roda Jernih airnya seperti kristal Surganya karang di pulau banda Pergi makan di restoran Restoran padang nan membahana Gunung kelimutu yang menakjubkan Dengan danau tiga warnanya Main layangan di tanah lapang Layangan putus hati teriris Surga tersembunyi para petualang Yaitu kepulauan kei nan eksotis Menonton film sampai tamat Ceritanya membuat hati sedih Jikalau anda ke jawa barat Jangan lupa ke kawah putih Berlibur ke sulawesi Ke selayar menenangkan benak Jangan bilang petualang sejati Kalau masih meninggalkan jejak Dari aceh sampai papua Banyak budaya mengesankan hati Sungguh banyak surga di indonesia Yang tersembunyi dan alami Nama : vinka angel sasvira Dirumahku ada rotan Rorannya panjang dibagi dua Jangan sombong udah pacaran Kalau modalnya masih duit orang tua jalan-jalan kepasar baru Jangan lupa beli ikan Aku tak mau jadi pacarmu Kalau kau tak mapan ada bunga digunung simeru Bunganya banyak dan indah Ada pertanyaan dibenakku Kapan aku jadi pacarmuh ada udang dibalik batu Saat ditangkap udangnya lari Segitu saja cintamu padaku Kalau begitu aku pergi siamron raja yang kaya Kaya akan harta berlimpah Aku malu pacaran dengannya Lomba lari aja susah lelah selesai belajar rapikan buku sudah rapi pergi mandi Kalau kamu cinta padaku Tolong jujur apa ini beginilah nasib petani Kadang untung kadang rugi Jangan pernah kau lupa diri Kalau tak mau sakit hati dilaut ada kerang Didarat ada kumbang Aku tahu kau bimbang Pilih aku burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

sayank Hpku hanya ada satu Sudah hilang tahun lalu Aku mulai menyukainya Saat bertemu minggu lalu setiap hari makan tumis Tumis dimakan selagi panas Walaupun hari hujan gerimis Aku tetap menunggumu manis Nama : Wulandari sasongko Hari senin jangan lupa makan pagi Agar tidak digendong oleh Pak Satpam Doa menjadi pembuka di waktu pagi Dan menjadi penutup di waktu malam Malam jumat pergi ke tempat dukun Hari sabtu nya malah tambah gelisah Biar rencana sehebat apapun Tetap kalah dengan rencana Allah Di tengah hutan ada beruang besar Datang pemburu menembakkan panah Sungguh indahnya rasa sabar Jika kita selalu dekat dengan Allah Suatu hari lihat kucing cacat Mata melihat hati pun nanar Jika kita tak kunjung dapat Maka Allah meminta sabar Kata yang diucapkan sangatlah menekan Membuat putus asa yang mendengarnya Keraguan bukanlah lawan keyakinan Tapi keraguan merupakan bahagian darinya Suara keras sebuah batu bata Membuat kaget sejuta kaum Ketika kesedihan menjatuhkan air mata Maka Allah meminta tersenyum Nenek diberi buah kedondong Membuat cucu semakin disayangi Janganlah bersikap sombong Karena memang tidak ada yang harus disombongi Pundak kecil diberi beban besar Membuat pusing maka jangan dipikirin Kesalahan kita yang paling besar Adalah saat sibuk mengurusi masalah orang lain Bawa bekal ke sekolah Saat dibuka isinya manisan Mengenal islam tanpa akal Hanya keyakinan tanpa Tuhan Baju rancak nio dipakai Baju usang nio dibuang Nan rancak samo dipakai Nan buruak samo dibuang SMAN 1 2×11 Kayutanam Nama : HARFINA SISRI NURYANITA Burung pipit terbang melayar Rama-rama ke rumah gigi Burung terbang ke danau kandi Jangan lupa bawa nasehat Kalau kita tidak belajar Ilmu dicari tak akan rugi Bagaikan bunga kembang tak jadi Untuk bekal dunia akhirat Si Pita pergi kerumah Salsa Si Ani pergi ke kantor camat Si Budi pergi ke rumah tutup Kantornya di pasar sabtu Baik dikenang sepanjang masa Kalau ingin hidup selamat Buruk dibuang seumur hidup Laksanakan shalat 5 waktu Pergi ke pasar beli durian Pergi berlibur ke pulau jamu Jangan lupa beli buah naga tidak lupa membawa buku Cepat kaki ringan tangan ibu aku rindu kepada mu Namun cita-cita tercapai juga kau akan selalu ada dihidupku Sekoteng dibeli Satu Jalan-jalan kerumah Dadang Jangan lupa pakai cawa Jangan lupa beli tomat Laksanakan shalat 5 waktu Jangan suka menghina orang Lengkapi iman dan taqwa Hidup kamu tak akan selamat Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

keladang ambil durian Pergi ke medan membeli buah Ambil juga buah jepara Disana ketemu cita-cita ta Biarlah sabar dengan perlahan Taatilah peraturan sekolah Dari pada masuk penjara Kalau ingin mencapai cita-cita Beli meja di toko Mamat Jangan lupa membeli papan Perbanyaklah sahabat Bukan memperbanyak permusuhan Nama : Nadya Wardana Hujan Badai Membuat Pohon Tumbang Ada Kucing Jenisnya Persia Tumbang Didepan Rumah Baruku Kucing Persia Makanannya Salak Tolonglah Yang Sedang Bimbang Itu Masalah Umum Pada Manusia Untuk Menentukan Masa Depanku Untuk Menghadapi Dunianya Kelak Adik Bungsuku Namanya Bambang Ditengah Lengan Terdapat Siku Berburu Ke Hutan Mencari Rusa Sikunya Sakit Berwarna Merah Untuk Apa Dirimu Bambang Ku Pikirkan Kelak Hidupku Katakana Pa Yang Kau Rasa Kalau Sekarang Tak Tentu Arah Malam Hari Tidur Pulas Jangan Menjadi Seorang Plagiat Tertidur Pulas Setelah Baca Buku Plagiat Itu Orangnya Malas Aku Ini Orangnya Pemalas Mudah Kalau Kau Berniat Tak Tahu Cara Merubah Hidup Perbaiki Diri Untuk Lawan Malas Ada Ayam Didekat Rubah Ikan Kesayangan Ku Sudah Mati Mereka Bingung Pergi Kemana Setelah Mati Dimakan Mikroba Bagaimana Caranya Untuk Berubah Cobalah Ku Untuk Kuatun Hati Jika Aku Tak Tahu Bagaimana Jangan Lupa Usaha Dan Banyak Berdoa Pagi-Pagi Minumnya Jamu Orang Itu Terkadang Khilaf Jamu Di Minum Penganti Obat Kartena Banyak Lawan Maksiat Sudahi Semua Tingkahmu Tuhan Itu Maha Pemaaf Banyaklah Usaha Untuk Bertobat Jika Kamu Benar-Benar Bertobat Nama : Naili Fadlir Rahma Zahiri Simamat Beli Pulsa Beli Pulsa Di Pasar Pinang Belinya Di Pasar Pinang Konternya Dipasar Jati Jika Tuan Sudah Dewasa Jika Bicara Masalah Sayang Tolong Jelaskan Arti Sayang?

Teringkat Dia Kekasih Hati Jalan-Jalan Beli Pepaya Satu Dua Anak Rang Minang Beli Duku Beli Rambutan Elok Laku Sopan Menawan Kalau Tuan Ingat Dirinya Pertama Kali Mata Memandang Ceritakan Kisah Awal Kenalan Bergetar Dada Tergoncang Imam Sipapan Berbaju Badut Main Gitar Senar Dipetik Bermain-Main Ditaman Pari Dirayu Tuan Bermain Gendong Bicara Sopan Suara Lembut Mata Besar Bulu Melentik Ingin Bertemu Setiap Hari Rambut Hitam Nan Juga Panjang Burung Pelatup Terbang Melayang Ada Pratama Perutnya Mulas Terbang Diatas Sipohon Kayu Saat Bermain Dihari Minggu Hati Tak Sanggup Menanggung Sayang Mantra Pertama Tidak Terbalas Ku Mulai Dengan Kata I LOVE YOU Cara Yang Lain Tetap Menunggu Buah Nangka Buah Delima Berlari-Lari Ke Kota Sabang Dibawa Buah Kepadang Goni Cari Semangka Mencari Duku Walau Cinta Tak Diterima Tak Percuma Waktu Terbuang Tak Menyerah Sampai Sini Akhirnya Dia Jadi Milikku Nama : Lolla Afrillia Jalan-Jalan Kekota Kediri Tuntut Ilmu Kenegeri Cina Gak Sengaja Ketemu Orang Cina Kota Mekah Jangan Dilupakan Saya Membuat Pantun Dari Hati Begitu Banyak Budaya Menyapa Pantun Bertema Adat Budaya Budaya Kita Jangan Terlupakan Indah Lengok Sang Penari Kepantai Mengejar Suara Senja Lebih Indah Lambaian Nyiur Kelapa Senja Hilang Bergantikan Gelap Gulita Hargailah Budaya Kita Sendiri Jadilah Remaja Yang Bersahaja Tanpa Ada Kota Kenapa Mengangat Indonesia Ke Kaca Dunia Sungguh Indah Pulau Sumatera Indahnya Pelangi Diujung Senja Dua Laut Mengapit Dengan Indahnya Seolah Tangga Menuju Syurga Sungguh Indah Bangsa Kita Tetaplah Berjalan Di Tangga Budaya Berdiri Diatas Tongak Budaya Mengapai Mimpi Tanpa SentuhanNarkoba Indahnya Suci Putih Sang Melati Gemerlang Bintang Dilangit Tinggi Berselimut Embun Berwarnakan Senja Menyelimuti Bumi Sang Pelita Hati Tanamkanlah Jiwa Seumpama Belati Cobalah Menatap Kelangit Tinggi Mengbuangkan Jajahan Tak Kasat Mata Apakah Tongak Budaya Itu Masih Hakiki Derasnya Hujan Membasahi Bumi Telah Lelah Jiwa Mengintara Bumi Menjadi Nyanyian Menjelang Pagi Mengejar Bunga Yang Tak Pasti Mari Bangkitkan Jiwa Yang Telah Mati Saya Mohon Maaf Setulus Hati Menjadikan Adat Budaya Hidup Tanpa Mati Untuk Untaian Kata Yang Menyakiti Nama : ANDITA EFENDI Daun ketaya akar terjumbai Anak cina membeli bedak Kerat dibantun dipatahkan Bedak dibeli dari tarakan Bukan hamba cerdik dan pandai Wahai tuan orang yang bijak Sunat pantun hamba sembahkan Bila salah tolong tunjukkan Dibakar sarang penyengat Ke hilir bertolak galah Madunya kami pisahkan Hendak kepekan membeli tikar Kami lupa-lupa ingat, Kalau pantun ada yang salah Pantun pusaka kami sampaikan Tolong betulkan oleh yang pintar Kilang kelapa kilang minyak Masak santan api jerami Dari nenek moyang turun ke mamak Dari mamak turun ke kami Entah belanak entah sepat Tanam cendawan di jerami Entah meleset entah tepat Maaf diminta sepuluh jari Meski pandan akar terjulai Dipetik anak kampung sebelah Meski jenggot menyapu lantai Tiada manusia yang tak salah SMK N 1 SINTOGA Nama : Sepdul Ilham Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Hitam warna sikapal selam Sibadut terkenal jenaka Assalamualaikum sebagai pembuka jalan Dari saya anak sintoga Enak rasa ikan toman Anak sintuk terkenal santun Jangan bilang anak pariaman Kalau tidak bias berbalas pantun Jalan kepasar lubuk alung Naik oplet duduk di depan Tuntutlah ilmu jangan menanggung Karena ilmu modal masa depan Kain di lipat di atas meja Jangan lupa di seterika dulu Kalau kita berbudi bahasa PasTikan dikenang selalu Burung berkicau bergema- gema Membuat sambal pakai terasi Walau kita berbeda agama Hidup rukun dengan sesama Tiada gading yang tak retak Harimau mati meninggalkan nama Lebih baik menjaga jarak Karena itu dilarang agama Kelok paku kelang belimbing Dibawa lenggang - lenggangkan Anak dipangku kemenakan dibimbing Orang kampong dipatenggangkan Rama - sikembang jati Katik endah pulang berkuda Amal baik dibawa mati Nan harta apalah daya Si Bayu pergi ke kota Si Buyung menjual jamu Katakana tidak untuk narkoba Karena merusak masa depan mu Hujan turun berjeda – jeda Rendah batang kayu jati Walau kita berbeda –beda NKRI tetap harga mati Nama : Andri Yuliardi Duduk bersila ketika makan Makannanya sibubur sumsum Karna sudah mulai pembukaan Saya awali dengan Assalammualaikum Dua sejoli sedang bercinta Pergi ke mall beli celana Jika saya salah kata Maklumi saya kurang sempurna Kuning emas warna cerano Lain warnanya si bulan sabit Salam hormat bapak Irwan Prayitno Begitu pula bapak Nasrul Abit Koyak – koyak celana preman Meniru gaya Lady gaga Saya siswa dari pariaman Perwakilan dari SMKN 1 Sintoga Tetangga saya bernama Sholihin Ia suka membaca koran Tuntutlah ilmu se-dini munggkin Untuk mengurangi angka pengangguran Pergi ke sungai bertemu angsa Air sungai tidak berasa Banyak cara dalam berbahasa Bahasa Indonesia pemersatu bangsa 17 agustus Indonesia merdeka Merdekanya tahun empat lima Karna ada bhineka tunggal ika Itu pedoman kita bersama Buah sirsak dengan semangka Dicampur enak rasanya Indonesia telah merdeka Mari wujudkan Indonesia jaya Pergi ke singkarak menangkap ikan bilih Ditangkapnya sama nelayan Jika pantun saya terpilih Semoga bertemu di tugu perdamaian Si Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

pergi ke kasai Di tengah jalan perutnya perih Karna pantunnya sudah selesai Saya ucapkan terima kasih Nama : Rafan Hidayatullah Pergi kepulau naik perahu Berhentinya didermaga Berbuat amallah dan sholat selalu Agar terhindar dari siksa neraka Pergi kekota Kediri dipagi hari Jangan lupa membeli mangga Kalau kamu ingin sehat jasmani Maka rajinlah ber olahraga Pergi kemedan sama idan Sampai dimedan pagi hari Marilah kita menyambut bulan ramadhan Dengah hati yang lebih suci Pergi kebogor naik feri dengan ana Sampai dibogor bertemu bang bondan Mari kita rayakan HUT RI ketujuh dua Agar teringan jasa para pahlawan Jalan – jalan kekota payakumbuh Jangan lupa membeli gula Kalau hati sedang rusuh Ingatlah ALLAH subhanawataallah Kalau kita kebanjar masin Jangan lupa membeli nasi Kalau kita jadi pemimpin Janganlah engkau korupsi Kalau kamu pergi kekota bintan Jangan lupa bertemu bapak dono kalau ingin pemimpin yang budiman Pilihlah bapak irwan prayitno Pecah cawan diatas besi Cawan diminum sultan ahmad Tuhan Allah yang maha suci Harus diingat setiap saat Jalan –jalan kekota paris Tiba disana makan goring itik Aku rela mati diujung keris Asalkan dapat adek yang cantik Pergi kemekah naik haji Sampai dimekah kaki patah Janganlah kita iri hati Supaya tidak dibenci Allah Nama : YUSUF AL-HADI Taraso padiah dek kato nan duo Yo bana nyo dek tasirat Jaweklah salam dari ambo Supayo Salamaik dunia wal akhirat Bajalan diateh dek batitiah Tajatuah pulo dek tasile Mande kanduang usah lah manangih Denai disiko saying mande Bacando biduak nan tadayo Bacando arek dek taseso Jan sombong dengan apo nan ado Bersyukurlah dengan nan ado Balando biduak nan badayuang Balando sarek dek talimo Tuhan allah nan paliang gadang Tiado tuhan salain inyo Takilek dek kato nan limo Taraso kato dek babilal Hidup di dunia hanyo samantaro Di akhirat hidup nan kekal Babiduak bao badayuang Kato tasirat dek tadayo Cinto denai ka adiak sayang Indak ka putuih ka salamonyo Erak jo jariah pun lah lapeh Kato tasuruah nyo tasingkan Kok ambo mampunyai salah Mohon di maafkan Sarak iyo jo bakato Bakato bana pulo Nabi Muhammad nabi kito Inyolah pamimpin kito Tanang nyo hati dek batagak Apolah ado nan saiyo Kapado allah ambo mamintak Mujua allah saying kapado ambo Iyo bana kato badendang Takikiah kato nan satu Denai cinto ka adiak surang Adiak pulo nan katuju MAN 2 Padang Pariaman Nama : Nurul Azmi Makan jeruk pagi hari Supaya badan kita sehat Dewan juri yang dihormati Di bawah ini pantun nasehat Pagi-pagi berolahraga Olahraganya memakai sendal Jika ingin masuk surga Sholat fardu jangan ditinggal Bunga mawar baunya wangi Tadi pagi dibawa ayah Jadilah anak yang disayangi Rajin mengaji rajin sedekah Dalam mesjid sholat berjamaah Selesai sholat kita berdo’a Buruk rupa tidak masalah Yang penting baik hatinya Pergi bertamu ke rumah dinda Pergi ke sana sama aji Senanglah hati ayah dan bunda Melihat anak pandai mengaji Pagi-pagi makan rambutan Rambutan dimakan di bawah pohon Hidup mati di tangan tuhan Kepada Allah kita bermohon Warna pink bunga kamelia Tumbuhnya di depan rumah buk yati Cepatlah tobat wahai manusia Janganlah tunggu sampai kau mati Hari Minggu pergi ke Bali Pergi ke Bali sama Tania Hidup di dunia hanya sekali Maka jalanilah dengan sebaiknya Pak Ucup anak juragan Kena tembak keluar darah Hidup di dunia banyak dugaan Kepada Allah kita berserah Pergi ke asar sama fajar Tidak lupa membeli ketupat Masa muda rajin belajar Agar bahagia dunia akhirat Nama : Mardiah Hayati Beli roti di rumah pak Mamat Roti dibeli langsung dimakan Saya mulakan salam selamat Untuk juri mohon perhatian Hari Senin ke pasar Tiku Sampai di sana membeli gula Kalau diri masih punya malu Janganlah pernah berkata dusta Hari libur ke Pariaman Janganlah lupa membeli pepaya Cepat kaki ringan tangan Namun selera lepas juga Pergi ke laut melihat duyung Duyung dilihat cantik rupanya Walaupun ilmu setinggi gunung Jikalau sombong apa gunanya Hari hujan memakan rendang Rendang dimakan pakai garpu Jangan suka mencaci orang Karena karma pasti berlaku Hari panas memakan tebu Tebu dimakan enak rasanya Wahai teman hormati ibu Karena ibu jalan ke surga Pergi ke kandang melihat itik Itik dilihat berkaki dua Untuk apa berwajah cantik Kalau mulut tidak dijaga Bawang putih bawang merah Dibawa orang pergi ke taman Kalau pandai bersikap ramah Tentu banyak mempunyai teman Buk Ria memasak singkong Singkong dimasak di dalam panci Jangan suka berkata bohong Semua kawan akan membenci Pergi ke hulu naik sampan Sampai di sana tepat waktu Apa guna berparas tampan Kalau lupa sholat lima waktu Nama : Raudati Halia Nurhasanah Keladang menanam jagung Tanam sebatang di tepi jalan Usah teman duduk bermenung Mari berpantun ganti hiburan Dari Padang ke Pariaman Tiba di sana membeli ikan Manusia hanya bisa merencanakan Hasil akhir Allah yang menentukan Berderai air di dulang Dinanti air keladi Kalau sengsara hidup seorang Turutkanlah kehendak hati Kalau kita duduk mufakat Pasti duduknya bersama-sama Jangan pernah tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Apa dilihat di tengah sawah Anak ikan di lubang batu Kalau diturutkan perintah Allah Kerjakan sholat yang lima waktu Pak tani pergi ke ladang Tiba di ladang menanam ubi Belajar dari sekarang Bekal hidup kemudian hari Cincin akik permata akik Diikat sama suasa Biar miskin asalkan cerdik Takkan kalah dengan yang kaya Hari ini hari Rabu Dua hari lagi hari Jum’at Kalau kita masih ragu Pasti hidup takkan selamat Pisang barangan warnanya merah Pisang batu jatuh ke perahu Luka di tangan tampaknya merah Luka di hati siapa yang tahu Kain basah dibawa mandi Sudah mandi dibawa pulang Tiba masanya kita mati Harta yang tinggal milik orang Nama : Nurul Asnah Sore hari menanam mangga Tanamnya di tepi halaman Ini pantun anak remaja Tentang yang muda yang beriman Sakit kepala susah ditahan Sakitnya saat olahraga Tahan nafsu tahan godaan Jika ingin masuk surga Di kolam ada buaya Di tepinya ada telur Tak guna hidup kaya Jika ingin menjadi kufur Anak soleh menolong bunda Apapun perintah ia turuti Anak gaul tiada gunanya Anak soleh yang dicari Sore hari menyapu halaman Sampah dibuang oleh si farid Tak ada guna kumpul di jalanan Lebih baik kumpul di mesjid Airnya segar hilang dahaga Warnanya merah buah tomat Mana mungkin hidup bahagia Jika kita tak pernah hormat Zaman dulu zaman purba Zaman sekarang zaman maju Jangan suka berpura-pura Jika ingin mendapat ilmu Buah manggis masak di batang Buah pisang masak di dahan Kalau ingin hidup senang Jangan suka bermalas-malasan Jalan-jalan ke tanah abang Mampir dahulu membeli garam Anak muda janganlah curang Nanti hidup menjadi suram Belayar anak ke tanah sebrang Berlayar dengan perahu sampan Bergaul boleh tak dilarang Tapi jangan asal-asalan Nama : Muhammad Alghozi Pergi ke pasar beli buaian Perginya bersama buk Atun Wahai tuan juri sekalian Saya persembahkan sepuluh pantun Pergi ke mesjid berbondong-bondong Setelah sholat langsung berdo’a Janganlah engkau suka berbohong Karena berbohong adalah dosa Jika ingin pergi berlayar Janganlah lupa dengan perahunya Masih kecil suka belajar Ketika dewasa mendapat manfaatnya Pergi ke pasar membeli bubur Bubur dimakan memakai rantang Kita harus selalu jujur Supaya dapat percaya orang Masa lalu selalu teringat Saat berada di kampung halaman Janganlah engkau menunda sholat Selagi engkau diberi kesempatan Tuangkan air ke dalam gelas Gelas berisi air tawar Kalau ingin naik kelas Maka harus rajin belajar Pagi hari pergi ke pasar Singgahlah dulu ke rumah Susi Kita harus rajin belajar Jika ingin berprestasi tinggi Pergi main ke rumah susi Jangan lupa membeli pepaya Jadi anak haruslah berbakti Agar disayang orangtua Mau belanja pergi ke pasar Janganlah lupa membeli semangka Rajin-rajinlah engkau belajar Agar tercapai cita-cita Pergi ke pasar berjalan kaki Sampai di pasar membeli ikan Lebih baik percaya diri Daripada mencari contekan Full Frame by Catch Themes Scroll Up • Home • Pengantar • Sekapur Sirih • Profil • Tentang Irwan Prayitno • Di Media Cetak • Di Media On Line • Di Mata Keluarga dan Teman • Buku2 Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno • Buku 1–No 1 s.d 2.006 • Buku 2–No 2.007 s.d 4.169 • Buku 3–No 4.170 s.d 6.026 • Buku 4–No 6.027 s.d 8.308 • Buku 5–No 8.309 s.d 10.431 • Buku 6–No 10.432 s.d 12.536 • Buku 7–No 12.537 s.d 14.634 • Buku 8–No 14.635 s.d 16.715 • Buku 9–No 16.716 s.d 18.766 • Buku 10–No 18.767 s.d 20.799 • Buku 11–No 20.800 s.d 21.810 • Buku 12–No 21.811 s.d 23.940 • Buku 13 – No 23.941 s.d 26.029 • Buku 14 – No 26.030 s.d 28.071 • Buku 15 – No 28.072 s.d 30.109 • Buku 16 – No 30.110 s.d 32.129 • Buku 17 – No 32.130 s.d 34.309 • Buku 18 – No 34.310 s.d 36323 • Buku 19 – No 36.324 s.d 38.432 • Buku 20 – No 38.433 s.d 40.468 • Buku 21 – No 40.469 s.d 42.490 • Buku 22 – No 42.491 s.d 44593 • Buku 23 – No 44594 s.d 46638 • Buku 24 – No 46639 s.d 48650 • Buku 25 – No 48651 s.d 50653 • Buku 26 – No 50654 s.d 52728 • Buku 27 – No 52729 s.d 54853 • Buku 28 – No 54854 s.d 56383 • Buku 29 – No 56384 s.d 57811 • Buku 30 – No 57813 s.d 59581 • Komentar tentang Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Informasi Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Pengumuman Festival Pantun • Pengumuman Lima Puluh (50) Pemenang Terbaik • Pengumuman Tiga Pemenang Terbaik • Gallery • Pantun Karya Siswa/i se-Sumbar • Video • Video Pantun • Tulisan • Buku • Karya Ilmiah • Artikel • Tahun 1987 – 2009 • Tahun 2010 – 2015 • Tahun 2016 – 2018 • Anakku Penyejuk Hatiku • Masalah Perkembangan Anak dan Solusinya • Menjadikan Anak Saleh • Prestasi • Galery • Beranda • Kanal Berita • Kabar Pandeglang • Kabar Lebak • Kabar Serang • Kabar Cilegon • Kabar Tangerang • Pendidikan • Kesehatan • Teknologi • Review • Bisnis • Visit Pandeglang • Info Pandeglang • Local Guides • Seni Budaya • Destinasi • Kuliner • Info Loker • Update Info Lowongan Kerja Terbaru • Submit Lowongan Kerja • Job Dashboard • Redaksi • Kiriman Pembaca • Kirim Tulisan/Artikel • Kirim Berita • Berita Nasional • Bisnis • Olahraga • Teknologi • Kesehatan • Kuliner • Pendidikan • Seni Budaya • Gaya Hidup KABARPANDEGLANG.COM – Pantun yaitu bentuk puisi Indonesia (Melayu).

Tiap bait biasanya terdiri atas empat baris dan bersajak (a-b-a-b). Dalam setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata. Baris pertama dan baris kedua disebut sampiran.

Sampiran untuk mengantarkan rima. Baris ketiga dan keempat disebut isi. Isi merupakan tujuan atau maksud dari pantun. Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi pantun jenaka, hikmah, teka teki, dan kiasan. Pantun jenaka yaitu pantun yang berisi hal-hal lucu dan menarik. Pantun pesan yang tersirat yakni pantun yang berisi pesan tersirat dengan tujuan mendidik dan menawarkan pesan yang tersirat budpekerti, kecerdikan perkerti, dan lainnya.

Sedangkan pantun teka-teki ialah pantun yang berisikan teka teki dan pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menjawab atau membalas teka-teki pantun tersebut. Pantun kiasan yaitu pantun yang berisi perumpamaan atau mirip, biasa digunakan untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat. Berikut ini beberapa acuan pantun jenaka, pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun kiasan beserta makna yang terkandung didalamnya. A.

Pantun Jenaka dan Maknanya Pantun Jenaka Pantun Makna Kapal berlayar di bahari jawa Nakhoda mengacungkan jempol Adik menangis kemudian tertawa Melihat kakak masih mengompol Anak kecil yang tadinya menangis menjadi tertawa alasannya adalah melihat kakaknya mengompol Ikan gabus di rawa-rawa Ikan belut nyangkut di jaring Perutku sakit menahan tawa Gigi palsu meloncat ke piring Perut menjadi sakit menahan tawa saat melihat gigi palsu yang lepas dan jatuh di atas piring.

Hari Minggu sudah siang Setelah siang menuju petang Ditunggu-tunggu tidak tiba Sekali datang nagih utang Lama menunggu seseorang, ternyata yang datang malah orang yang akan menagih hutang. Burung pipit burung kenari Terbang melayang pulang kembali Wahai mitra lihatlah kemari Ada nenek main lompat tali Kejadian lucu ketika melihat seorang nenek yang sedang bermain tali. Bu Komang menggunakan batik Beli rokok di Kota Riau Kamu memang sangat elok Tapi kok badannya busuk Ada seorang wanita yang sangat bagus namun sayangnya bacin badannya tidak yummy.

Baca Juga : Berguru Toleransi Dari Permainan Tradisional Anak B. Pantun Nasihat dan Maknanya Pantun Nasihat Pantun Makna Merah muda baju si bibi Di tangan ada bayam seikat Masalah warga tiba bertubi Berkumpulah untuk mufakat Setiap manusia hendaknya menyisakan waktunya berkumpul bersama membicarakan masalah bersama sehingga mencapai mufakat Hati-hati saat menyeberang Jangan hingga orang murka Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Sebaiknya kita berhati-hati saat berada di daerah lain dan jangan berbuat kesalahan yang mampu merugikan diri sendiri.

Anak ayam turun lima Mati satu tinggal empat Kita hidup harus punya agama semoga kita tidaklah sesat Sebaiknya semua fatwa agama dilaksanakan dengan baik sehingga kita dapat selamat dunia dan alam baka. Tinggi galah berjengkal-jengkal, Bayang dijinjing alasannya ringan.

Kepada Allah bertawakal, Tempat diri mohon tunjangan. Seharusnya sebagai umat muslim selalu bertawakal dan memohon santunan kepada Allah. Pohon tinggi jatuh membayang, Jalan setapak dari Ketapang.

Siapa yang rajin sembahyang, Sejuk di hati dadapun lapang. Jika kita rajin melaksanakan shallat tentu akan mempunyai hati yang sejuk dan pikiran yang terbuka Baca Juga : Jenis-Jenis Interaksi Sosial Berdasarkan Subjek C. Pantun Teka-teki dan Maknanya Pantun Teka-teki Pantun Makna Ari menari sampur melebar.

Tersenyum ceria semua terhibur. Berbadan besar telingannya lebar. Hidungnya panjang suka menyembur? Binatang berbadan besar, pendengaran lebar, hidung panjang, suka menyembur yakni gajah. Mulut bagus hati nak baik Itulah amalan turun temurun Benda apa yang akan naik Apabila saja hujan turun Benda yang sering dinaikan ketika hujan turun yakni payung.

Payung dibuka atau dinaikan agar tidak kehujanan. Cik Limah bersama anak lelaki Duduk makan keropok lekor Yang mengejar tidak berkaki, Yang dikejar tiada berekor?

Hewan yang tidak memiliki kaki ialah ular, sedangkan binatang yang tidak memiliki ekor yakni katak Pergi ke muara menaiki rakit Bawa balik bunga yang mekar Buah ini rasanya pelik sedikit Biji buahnya ada di luar Buah yang rasanya sepat dan bijinya berada di luar buah adalah buah jambu simpanse atau jambu mete. Pagi-pagi pergi ke kebun Menebas rumput pakai bendo Waktu siang matanya rabun Waktu malam matanya terperinci Hewan yang pada siang hari penglihatanya kurang jelas, namun saat malam mampu melihat dengan baik yakni burung hantu.

Baca Juga : Meneladani Para Nabi Dan Ashabul Kahfi D. Pantun Kiasan dan Maknanya Pantun Kiasan Pantun Makna Diam verbal banyak merenung.

Lompat tinggi anak tupai. Hendak hati memeluk gunung. Apa daya tangan tak hingga. Seseorang yang memiliki keinginan yang sangat besar namun sangat mustahil tercapai. Naik perahu erat kemudi, betapa harum bunga selasih. Elok nian resminya padi, makin tunduk jikalau berisi. Ambilah pelajaran dari padi. Yakni semakin kaya, semakin arif, semakin mahir, maka ia akan semakin rendah hati di hadapan insan lainnya. Tanam ubi tanam kentang, Petik jagung tiada tersisa. Petang kini telah datang, Tinggi pula batang usia.

Pantun kiasan di atas menjelaskan perihal waktu bau tanah. Yaitu tentang habisnya periode dewasa sekaligus datangnya waktu bau tanah. Pohon bau tanah disebut buhun, Banyak dahannya yang berduri. Kering dijemur dalam setahun, Basah oleh hujan sehari. Pentun ini menjelaskan perihal sebuah perjuangan yang dilakukan sangat lama dan ternyata sia-sia oleh kesalahan kecil. Berburu ke padang datar, menerima rusa belang di kaki. Berguru kepalang didik, Bagai bunga kembang tak jadi.

Pantun ini menjelaskan kepada kita bahwa bila melakukan sesuatu dihentikan tanggung-tanggung/setengah-setengah Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi.

Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat.

Salam admin ganteng.!! Webex Costs Structures Annuity Settlement Online College Course Motor Replacements Motor Insurance Quotes Massage School Dallas Texas Insurance Companies Home Phone Internet Bundle Donate Car for Tax Credit Donate Car to Charity California Donate Your Car for Kids Online Criminal Justice Degree Health Records, Personal Health Record Online Colleges Paperport Promotional Code Online Classes World Trade Center Footage Massage School Dallas Texas Psychic for Free Donate Old Cars to Charity Low Credit Line Credit Cards Dallas Mesothelioma Attorneys Car Insurance Quotes MN Donate your Car for Money Cheap Auto Insurance in VA Met Auto Forensics Online Course Home Phone Internet Bundle Donating Used Cars to Charity PHD on Counseling Education Neuson Car Insurance Quotes PA Royalty Free Images Stock Car Insurance in South Dakota Email Bulk Service Webex Costs Cheap Car Insurance for Ladies Cheap Car Insurance in Virginia Register Free Domains Better Conference Calls Futuristic Architecture Mortgage Adviser Car Donate Virtual Data Rooms Online College Course Automobile Accident Attorney Auto Accident Attorney Car Accident Lawyers Data Recovery Raid Criminal lawyer Miami Motor Insurance Quotes Personal Injury Lawyers Car Insurance Quotes Asbestos Lung Cancer Injury Lawyers Personal Injury Law Firm Online Criminal Justice Degree Car Insurance Companies Dedicated Hosting Dedicated Server Hosting Insurance Companies Business VOIP Solutions Auto Mobile Insurance Quote Auto Mobile Shipping Quote Health Records Personal Health Record Online Stock Trading Forex Trading Platform Mesothelioma Law Firm Donate Car to Charity California How to Donate A Car in California Donate Cars in MA Donate Your Car Sacramento Sell Annuity Payment Donate Your Car for Kids Asbestos Lawyers Structures Annuity Settlement Car Insurance Quotes Colorado Annuity Settlements Nunavut Culture Dayton Freight Lines Hard drive Data Recovery Services Donate a Car in Maryland Motor Replacements Cheap Domain Registration Hosting Donating a Car in Maryland Donate Cars Illinois Criminal Defense Attorneys Florida Best Criminal Lawyers in Arizona Car Insurance Quotes Utah Life Insurance Co Lincoln Holland Michigan College Online Motor Insurance Quotes Alat Mesin Blok Mesin Danareksa Online Trading Daun Angsana Daun Sirsak Diabetes Desain Mesin Ekonomi Bisnis Indonesia Ekonomi Indonesia Ekonomi Pemerintahan Gambar Mesin Gambar Mesin Bubut Info Mesin Keamanan Sistem Informasi Manu Life Mesin Tak Mesin Ayakan Pasir Mesin Ball Mill Mesin Blow Moulding Mesin Briket Mesin Bubut Universal Mesin Crusher Batu Mesin Crusher Plastik Mesin Genteng Mesin Giling Cabe Mesin Giling Ikan Mesin Giling Kedelai Mesin Grinder Mesin Hammer Mill Mesin Kompos Mesin Korter Mesin Mie Mesin Miling Mesin Milling Vertikal Mesin Obras Mesin Offset Printing Mesin Pembuat Bakso Ikan Mesin Pencacah Rumput Mesin Pendulang Emas Mesin Penepung Mesin Pengayak Pasir Mesin Penggiling Mie Mesin Penghancur Kayu Mesin Pengolahan Karet Mesin Penyedot Pasir Mesin Perontok Padi Mesin Pertambangan Emas Mesin Pertukangan Mesin Press Hose Mesin Roll Forming Mesin Rotary Dryer Mesin Sedot Pasir Mesin Serut Mesin Spray Dryer Mesin Stone Crusher Mesin Tahu Mesin Tepung Mesin Tusuk Gigi Mesin Tusuk Sate Pt Danareksa Investment Management Reksa Dana Pasar Uang Sistem Basis Data Sistem Ekonomi Alibaba Sistem Ekonomi Indonesia Sistem Multimedia Sistem Pemerintahan Indonesia Apparel Baju Atasan Motif Bunga Baju Cleanroom Bridal In Bali Emba Jeans Harga Jam Tangan Ice Harga Sepatu Krusher Harga Sepatu Safety Krusher Jam Tangan Chronomaster Model Baju Bunga Sepatu Crusher software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Hosting Web hosting murah Web hosting terbaik Beli domain Hosting murah Beli domain dan hosting Hosting terbaik Domain murah Domain hosting murah Cloud hosting murah Hosting murah unlimited Reseller hosting murah Hosting unlimited murah Jual domain dan hosting murah Paket hosting dan domain murah Asuransi mobil Asuransi perjalanan Asuransi mobil termurah Asuransi kendaraan Asuransi kendaraan bermotor Polis asuransi mobil Premi asuransi mobil Asuransi mobil sinarmas Asuransi mobil yang bagus Asuransi kendaraan mobil Asuransi mobil all risk Asuransi all risk Tarif asuransi mobil Sinarmas asuransi mobil Trading Trading saham Belajar saham Jual beli saham online Trading saham online Investasi saham online Trading valas Broker valas Broker saham Andorid one Android mob Toko HP Online Website resmi xiaomi Xiaomi redmi Jual beli online Beli barang online Jual beli barang bekas Website jual beli online Laptop hp terbaru Apa itu Paypal Aplikasi belanja online Alat pemecah batu Server dedicated Situs Pendidikan Desain rumah dengan luas bangunan Desain rumah luas bangunan Desain rumah dengan tanah Desain rumah type Desain rumah minimalis modern lahan sempit Kombinasi warna cat desain rumah minimalis Ide desain rumah kamar tidur minimalis Strategi trading forex untuk pemula Strategi trading forex scalping Strategi trading forex pola butterfly Trading forex gratis modal tanpa deposit Cara trading forex tanpa modal indo mt Tutorial trading binary iqoption untuk pemula Jenis kontrak trading binary yang halal Cara membuat akun riil binomo Cara daftar binomo di android Cara membaca pergerakan cacing binary Penyebab klaim asuransi mobil ditolak Berapa polis asuransi mobil acca Jenis-jenis asuransi jiwa syariah Pengertian asuransi jiwa termlife tradisional Asuransi kesehatan aia admedika Cara berhenti asuransi aia bca Cara membatalkan asuransi cigna di kartu kredit Cara menggunakan mesin cuci lg front loading kg Review mesin cuci lg front loading Merk mesin potong rumput gendong terbaik Perbedaan mesin potong rumput tak dan tak Perbandingan oli mesin pemotong rumput fungsi komponen gerinda potong nomor pokok sekolah nasional Asuransi Mobil template blogger guru freelance cara membuat blog di wordpress bagi pemula translate indo inggris makalah asuransi jiwa biologi peluang kerja teknik komputer whatsapp web scan situs jual beli mobil jurusan fisika blogger asuransi jiwa online asuransi cigna indonesia rumus matematika sma jual beli mobil bekas jakarta honda motorcycles indonesia Asuransi Online sekolah tinggi multi media translate indonesia inggris kalimat Asuransi Jiwa jurnal ugm Keyword Indonesia asuransi jiwa adalah translate inggris indonesia online terbaik bahasa inggris dan artinya dalam bahasa indonesia Makalah Asuransi Pacaran sekolah ikatan dinas pertamina cara membuat blog di wordpress blogger indonesia belajar bahasa arab dasar untuk anak jenis asuransi sekolah dasar teknik adalah arti etiket login bpjs kesehatan jaminan kecelakaan kerja pelajaran bahasa indonesia kelas sd Materi Asuransi fungsi asuransi bpjs kesehatan perusahaan kuliah uajy profil sekolah sd kuliah itb jaminan kematian beli mobil baru bahasa arab dan artinya Kabar Pandeglang merupakan sarana media informasi tentang pandeglang dan sekitarnya, Kabar Pandeglang sebagai media publisher berita yang menyajikan sebuah opini menggambarkan kota pandeglang dan sekitarnya.

Selengkapnya Head Office • Jl. Raya Cibaliung KM 1 Citeureup Kp. Bayur – Pandeglang 42281 • Hubungi : redaksi@kabarpandeglang.com • Telp/Wa : 089523453136 • • • • • • Didukung Oleh WordPress - Web Develover By : KDS Team • Beranda • Kanal Berita • Kabar Pandeglang • Kabar Lebak • Kabar Serang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Kabar Cilegon • Kabar Tangerang • Pendidikan • Kesehatan • Teknologi • Review • Bisnis • Visit Pandeglang • Info Pandeglang • Local Guides • Seni Budaya • Destinasi • Kuliner • Info Loker • Update Info Lowongan Kerja Terbaru • Submit Lowongan Kerja • Job Dashboard • Redaksi • Kiriman Pembaca • Kirim Tulisan/Artikel • Kirim Berita
Menu • Home • Pengantar • Sekapur Sirih • Profil • Tentang Irwan Prayitno • Di Media Cetak • Di Media On Line • Di Mata Keluarga dan Teman • Buku2 Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno • Buku 1–No 1 s.d 2.006 • Buku 2–No 2.007 s.d 4.169 • Buku 3–No 4.170 s.d 6.026 • Buku 4–No 6.027 s.d 8.308 • Buku 5–No 8.309 s.d 10.431 • Buku 6–No 10.432 s.d 12.536 • Buku 7–No 12.537 s.d 14.634 • Buku 8–No 14.635 s.d 16.715 • Buku 9–No 16.716 s.d 18.766 • Buku 10–No 18.767 s.d 20.799 • Buku 11–No 20.800 s.d 21.810 • Buku 12–No 21.811 s.d 23.940 • Buku 13 – No 23.941 s.d 26.029 • Buku 14 – No 26.030 s.d 28.071 • Buku 15 – No 28.072 s.d 30.109 • Buku 16 – No 30.110 s.d 32.129 • Buku 17 – No 32.130 s.d 34.309 • Buku 18 – No 34.310 s.d 36323 • Buku 19 – No 36.324 s.d 38.432 • Buku 20 – No 38.433 s.d 40.468 • Buku 21 – No 40.469 s.d 42.490 • Buku 22 – No 42.491 s.d 44593 • Buku 23 – No 44594 s.d 46638 • Buku 24 – No 46639 s.d 48650 • Buku 25 – No 48651 s.d 50653 • Buku 26 – No 50654 s.d 52728 • Buku 27 – No 52729 s.d 54853 • Buku 28 – No 54854 s.d 56383 • Buku 29 – No 56384 s.d 57811 • Buku 30 – No 57813 s.d 59581 • Komentar tentang Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Informasi Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Pengumuman Festival Pantun • Pengumuman Lima Puluh (50) Pemenang Terbaik • Pengumuman Tiga Pemenang Terbaik • Gallery • Pantun Karya Siswa/i se-Sumbar • Video • Video Pantun • Tulisan • Buku • Karya Ilmiah • Artikel • Tahun 1987 – 2009 • Tahun 2010 – 2015 • Tahun 2016 – 2018 • Anakku Penyejuk Hatiku • Masalah Perkembangan Anak dan Solusinya • Menjadikan Anak Saleh • Prestasi • Galery SMA N 5 Sijunjung Nama : Yesti Jalan_jalan kekerinci, mampir dulu di Darmasraya, saya Yesti datang kemari, mengikuti acara Gubernur kita.

Meraih mimpi janganlah mundur, mari kita kejar cita_cita, apa kabar Bapak Gubernur, terima pantun saya dengan gembira. Pergi ke masjid mendengar ceramah, pakai kerudung sopan santun, saya datang dari SMA lima, untuk mengikuti festival pantun. Dingin hujan menimpa kita, menggigil sampai kehulu hati, saya masih kelas XI ips dua, dibimbing Bunda Asmarefni.

Tiap pagi membaca yasin, dianjurkan oleh Bunda, saya Yesti anak yang rajin, ingin meniru Bapak Gubernur kita. Biasakan bersifat sopan saling tegur, tegur sapa damailah kita, saya ingin seperti pak Gubernur yang selalu arif dan bijaksana. Mari bertenun kita bersama, buat baju jahit sendiri, wahai pak Gubernur yang saya cinta, suksesstudi berhati suci.

Sudah lama mata terjaga, sudah malam tak bisa tidur, saya Yesti dari SMA lima, ingin bertemu Bapak Gubernur. Saya ingin sepatu kaca, sepatu kaca dari Bukit Tinggi, saya Yesti ingin jadi juara, juara festivala pantun tahun ini. Berwisata ke candi Borobudur, melihat orang menganyam topi, sukses orang nya Bapak Gubernur, pemimpin yang baik bijak bestari. Saya tidur didalam tenda, angin ribut tenda nya hancur, saya Yesti dari sma lima, ingin sukses seprti pak Gubernur. Mari kita bertenun baju, baju ditenun indah rupanya, saya ingin SUMBAR yang maju, jaya daerah karena Gubernur nya.

Sungguh pandai yesti bertenun, tenun dijual ke Samarinda, saya Yesti datang berpantun, ingin melestarikan bahasa dan budaya. Banyak khasiat nya buah tomat, seperti hal nya buah mengkudu, ayo remaja belajar yang giat, supaya minang selalu maju Loket ke neraka penuh sesak, banyak manusia yang mau antri, wahai ramaja yang enerjik bergerak, kuat kan iman dan takwa benteng nya diri. Hari magrib adzan berkumandang, mari sholat ke masjid takwa, wahai siswa pemuda minang, sukse studi sukses cita_cita.

Kepasar membeli anggur, anggur nya manis sedap rasa nya, jadi orang selalu jujur, agar sukses seperti Gubernur kita. Saya suka membaca koran, koran dibaca diwaktu petang, wahai yang muda yang diharapkan, kreatif belajar juga mengarang.

Aku ingin pergi ke Jawa, bertemu dengan Bapak Gubernur, SUMBAR akan jaya, karena remaja kuat dan jujur. Saya suka merangkai bunga, bunga kenanga bunga melati, saya willa dari SMA lima, ingin meniru Gubernur berhati suci. Pak Ahmad membeli tomat, tomat dijual ke Buk Ana, kalau hidup ingin selamat, jangan durhaka pada yang tua. Aku ingin menjadi ratu, karena ratu pakai mahkota, aku ingin SUMBAR yang maju, karena Gubernur sukses dan tabah.

Dikira kolam banyak ikan, kiranya penuh dengan buaya, adat budaya kita lestarikan, agar SUMBAR semakin semakin berjaya. Sungguh pandai ibu bertenun, tenun dijual kepasar raya, saya willa datang berpantun, ingin melestarikan budaya kita.

Nama : Aida Fitri Pergi main kerumah pak Tiri Singgah sebentar dirumah Alma Perkenalkan saya Aida Fitri Bersekolah di SMAN 5 Dibelakang rumah ada Siti Sedang memberi makan Ikan Walau sakit hati ini namamu dihati takkan Tergantikan Hari minggu ke kota Tenggiri Pergi membeli buah mangga Perkenalkan saya Aida fitri Warga Calau simpang tiga Di padang rumput ada pak tani dari Semarang Sambil gembala biri-biri Itulah gaya muda-mudimuda-mudi sekarang Dulu sayang sekarang benci Nama : elvi desri jalan-jalan ke Arab Saudi, melaksanakan ibadah umroh, saya desri datang kemari, ingin melestarikan budaya kita.

Naik pesawat ke Banjarmasin, singgah sebentar di salah tiga, saya desri anak yang rajin, ingin melestarikan bahasa indonesia. Rumah desri ber pagar kawat, halaman penuh bunga seroja, jangan biasa meninggalkan solat, agar kita tidak masuk neraka. Saya ingin ke Cianjur, ke cianjur naik sepeda, saya ingin ingin seperti Pak Gubernur, orangnya madani dan peduli remaja.

Sungguh harum bunga melati, mawar berseri indah merekah, hiasi diri dengan dengan hati suci, agar hidup penuh berkah. Kakak KKN di Balik papan, KKN disana sebulan saja, jadi anak hendaklah sopan, sukses studi seperti gubernur kita.

Sungguh enak sambal terasi, disantap dengan nasi dan rendang, saya ingin Sumbar berseri, pendidikan maju rakyatnya cemerlang. Buah mengkudu baru petik, terkenal banyak khasiatnya, wanita Minang sangatlah cantik, rajin dan elok budi bahasanya. Seikat lidi dibuat sapu, baru dibeli di pasar Jati, sungguh Sumbar maju, dipimpin Pak Gubernur yang madani. Pohon jati didekat manggis, buahnya besar seperti bola, hati sedih bumi menangis, jika remaja pakai narkoba. Burung dara membuat sarang, telurnya banyak unik bentuknya, datang tsunami hancurlah Padang, rugilah rakyat sedih Gubernurnya.

Ambil bola jangan di bantun, dibantun orang dalam telaga, saya datang menulis pantun, melestarikan budaya bangsa. Aku ingin sepatu kaca, sepatu kaca harga seribu, saya yenti dari SMA lima, ingin juara dan selalu maju. Jalan-jalan ke Kumanis, di kumanis singgah di toko, wahai adek berwajah manis, bolehkah saya minta poto.

Ramailah orang di tengah pasar, hari petang pergi ke sungai pagu, pergi sekolah untuk belajar, sudah pulang membantu ibu. Pegi ke Arab beli kerudung, jangan lupa beli kurma, hidup didunia jangan sombong, hidup di dunia banyak karma. Kitab suci di atas peti, peti terbuat dari besi baja, yenti berjanji di dalam peti, ingin sukses seperti Gubernur kita. Sejak bertemu di batu besar, berjalan ke pantai di hari pagi, saya ingin jadi orang besarmencontoh Gubernur berhati suci.

Ke plaza membeli kemeja, kemeja murah berwarna ungu, saya musriyrnti burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun. SMA lima, ingin selamanya SUMBAR yang maju. Pergi ke pasar membeli markisa, markisa diletakkan dalam keranjang, jangan mudah putus asa, jalan kita masih panjang. Alangkah harum bunga selisih, orang di pasar mati bertikam, alangkah sakit bercerai kasih, sepantun api dalam sekam.

Banyak ikan didalam laut, ikan tenggiri didalam peti, banyak orang karum dilaut, hamba sendiri karam dihati. Nama : wichy efrilia Jalan-jalan ke italia, Jangan lupa singgah di roma. Nama saya wichy efrilia, Siswa dari SMA 5. Kalaw ingin membeli koranKoran dibeli di semarang. Kadang saya merasa heran, Melihat gaya anak sekarang. Bunga melatih bentuknya indah, Terpapar di tepi taman. Perbanyak amal ibadah, Karna kita hidup diakhir zaman.

Kalau ingin pergi kesawah, Jagan lupa membawa kolak. Yang semakin meraja lelah, Yang miskin akan semakin diinjak. Si ali ingin memanjat, Memanjat pohon cemara. Mari kita tunaikan sholat, Biar bersama masuk surga. Pergi kepasar membeli barang, Barang diletakkan didalam kardus.

Jangan sok tau tentang orang, Kalau hidupmu belum terurus. Sungguh indah mentari pagi, Langit biru dicakrawala. Kalau tidak ingin sakit hati, Coba mengerti dan mengala. Pergi kehutan mencari bambu, Bambu diikat dengan tali.

Kalau dirumah patuh pada ibu, Agar jadi anak berbakti. Anak ular ditepi kali, Ular dimakan srigala. Saat kau butuh aku disini, Saat aku rindu kau kemana.

Ada motor didepan pagar, Pagarnya dari besi. Jangan kamu suka bertengkar, Karna bikin sakit hati. Sungguh indah bunga purnama, Dipandangi kedua mata. Sunggu indah cinta pertama, Saat kita saling setia.

Pergi keladang mencari bila Jagan lupa membawa kapak Sunggu besar harapan saya Berjabat tangan dengan bapak Jalan-jalan kehimalaya, Bertemu dengan ibu kasih. Cukup sekian dari saya, Saya ucapkan terima kasih Nama : Virda piliacani Pergi ke pasar beli mangga Jangan lupa beli buah sukun Saya Virda dari SMA 5 Mengirimkan ini untuk berpantun Jalan-jalan ke pasar silantai Jangan lupa beli mangga Jika ingin menjadi anak yang pandai Haruslah rajin belajar dan membaca Si Pino makan cokelat Si Boni makan durian Jika ingin hidup bahagia dunia akhirat Mari berlomba-lombalah dalam kebaikan Buah mangga buah tomat Buah pisang buah nanas Jika kamu ingin selamat Patuhilah rambu lalu lintas Pohon rambutan pohon gaharu Dipanjat jangan,ditebang jangan Kalau ada sahabat baru Sahabat lama dibuang jangan Jalan-jalan ke Batusangkar Jangan lupa beli tapai Kalau kita rajin belajar Cita-cita pasti tercapai Buah jambu buah manggis Buah pir buah strawberi Jika dikritik rajin belajar Tetapi mulailah untuk intropeksi diri Bunga mawar bunga melati Dipetik bunganya oleh Si Teguh Jika kamu ingin berprestasi Belajarlah dengan tekun dan bersungguh-sungguh Si Pama menangkap belalang Belalang ditangkap di atas kepala Jangan suka bohongi orang Karena termasuk perbuatan tercela Jalan-jalan ke Surabaya Singgah sebentar di Museum Demikianlah pantun dari saya Saya akhiri dengan assalamu'alaikum BURUNG IRIAN,BURUNG CENDRAWASIH CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KASIH😊 NAMA : Suci Kurniahutamy Pantun remaja Jalan jalan ke bukit tinggi, Terlihat banyak ada burung.

Perkenalkan nama saya suci, Dari SMA 5 sijunjung. Pohon jati tumbuh ditaman, Tamnanya terletak diirian jaya. Adek akan merasa nyaman, Jika abang selalu setia. Mana mungkin ada pepaya, Coba lihat dengan cermat. Mana mungkin asmara bahagia, Pacar seorang buaya darat. Burung melati terbang tinggi, Hinggap diatas pohon bambu. Aku pergi karna benci, Aku datang karna rindu. Sungguh enak buah kelapa, Apalagi kelapa muda.

Sungguh enak bermain cinta, Apalagi cinta pertama. Rumah sakit berwarna putih, Terletak dekat toko buku. Hati sakit teramat perih, Melihat kamu sedang selingkuh. Susah sekali menanam tebu, Tebu ditanam diatas bukit. Susah sekali menahan rindu, Rindu ditahan terasa sakit. Nama : putri cania Pergi kepasar memakai payung Sampai dipasar membeli anggur Saya caniya dari SMA 5 sijunjung Ingin bertemu Bapak gubernur.

Batang unggan aianyo janiah Tampek mandi rang mudo-mudo Jikok hiduik taruih basadiah Nan kuaso jan sampai lupo. Barang lama dibuang susah Barang baru mau dibeli Dari pada tahu setengah Mending tidak tahu sama sekali. Anak bayi di balai-balai Basah popok buleh diganti Dari pada kelewatan pandai Mendingan bisa dimengerti. Taratak gunuang pasaman Kurinci babalah duo Taragak usah bapasan Dalam mimpi kito basuo. Awan putih tinggi di langit Dibawah bumi jadi naungan Cita-cita boleh tinggi selangit Tata krama tetap jadi pegangan.

Ubi kayu rendah batangnya Daun direbus ubi dimakan Orang berilmu rendah hatinya Bisa dipandang jadi pegangan. Ambil sapu didekat pagar Bersihkan dihalaman rumah Baca buku rajin belajar Agar tidak selalu salah.

Bunga mawar sedang mekar Harum baunya sudahlah pasti Carilah ilmu walaupun sebentar Agar kita sukses nanti. Jalan- jalan ketepi pantai Jangan lupa membeli pisang Kalau ingin cepat sampai Naiklah pesawat terbang. Nama : Ja'alni Qalbihnur Pantun remaja Nelayan pergi kepasar Membeli jala juga racun Perkenalkan saya baru belajar Membuat tugas sebuah pantun Jalan2 ketaman indah Singgah sebentar di rumah tanjung Perkenalkan saya aminah Dari sma 5 sijunjung Pagi2 pergi kehutan Pergi kehutan mencari kayu Aku dan dia cuma berteman Jadi jadi kamu cuma cemburu Membeli kalung berbentuk hati Kalung dibeli di kanada Kamu memang tidak terganti Karna kamu sangat berharga Sungguh malang nasib pak tani Ketimun habis di makan kancil Sungguh malang nasib ku ini Ingin bertemu tapi mustahil Pantun orang tua Pagi2 pergi memancing Pergi memancing kedanau toba Jadi orang jangan suka mengunjing Karena mengunjing perbuatan tetcela Duduk manis di tengah taman Melihat satpam sedang berjaga Jalankan Semua perintah tuhan Agar kita masuk surga Air laut berwarna biru Warna biru sangat indah Jika ingin punya banyak ilmu Rajinlah pergi ke sekolah Malam2 pergi ke pasar Pergi ke membeli kaca Kalau ingin jadi anak pintar Jangan bosan untuk membaca Siang2 melihat tupai Tupac jatuh lalu di hajar Kalau ingin jadi anak pandai Harus selalu rajin belajar Pantun orang tua *jalan2 ketanjung perak Lihat tokoh sedang tutup Untuk apa wajah cantik Kalau aurat tak di tutup Anak kecil pulang sekolah Pulangnya jalan kaki Apa guna nya harta berlimpah Jika cuma untuk duniawi Sore2 pergi ke taman Pergi ke taman dengan seseorang Jangan sombong wahai kawan Nanti kamu di jauh orang Pergi liburan ke pulau jawa Tiba di Jawa minim jamu Sayangilah ibumu wahai saudara Karena surga akan menunggu mu Hari raya pergi bertemu Pergi bertemu untuk silaturahmi Jika ada rezeki yang datang pada mu Jangan lupa untuk berbagi Adik kecil pandai berenang Berenang bersama2 Tekunilah belajar masa sekarang Agar esok bisa bahagia Pergi ke pasar membeli sepatu Sepatu di beli dua pasang Badan jauh dirantau Teringat keluarga di kampung Main ke taman dengan sepeda Pergi sepeda dengan si mamat Dengarkanlah nasihat orang tua Pasti hidup akan selamat Anak kecil main layang2 Layangan nya nyangkut di pohon mangga Janganlah kamu tinggal kan sembahyang Tidak kah takut api neraka Main di pantai mendapat kerang Kerangnya sungguh indah sekali Jangan begitu abang memandang Pandangan abang tembus kehati Pantun remaja Pergi kesawah melihat pak tani Pak tani berjalan sambil menjunjung Perkenalkan nama saya alni Dari sma 5 sijunjung Pergi berburu mendapat rusa Rusanya bawa ke rumah Sungguh bahagia yang ku rasa Bila abang datang ke rumah Pergi kekedai di suruh mama Kedai nya pak somat Sejak kita menjalin cinta Hari 2 menjadi semangat Buah durian jatuh ke semak Di cari 2 tidak ketemu Walau kemaren sudah bertemu adik Namun hati ini masih rindu Buah matang langsung di petik Dimakan nya bersama2 Walaupun banyak wanita cantik Cuma kamu yang aku suka Nama : Fillia unggana Bunga mawar baunya harum Harum berasal dari sebelah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di kitabullah Perbanyaklah menerima saran Agar mengubah Budi pekerti Perbanyaklah baca al-qur'an Tentram jiwa, tenanglah hati Pasar unggan memang padat Banyak orang membeli bawang Jika enggan mengerjakan sholat Hati gelisah, hidup pun gamang Sungguh indah sambutan fajar Menambah kilau sinar mentari Perbanyaklah ilmu dengan belajar Supaya sukses kemudian hari Tanam ubi tanam tebu Tanam pula buah pepaya Terimakasih kepada ibu Membesarkan kita hingga berjasa Kalau bulan berwarna biru Pastilah bintang jauh disana Maksud hati ingin tau Nama lelaki di seberang sana Burung merpati terbang tinggi Terbang jauh ke kampung sebelah Jika engkau patah hati Tanda cinta berakhir sudah Jalan jalan ke Ramayana Singgah sebentar membeli topi Siapa dia duduk disana Membuat aku jatuh hati Sore hari membuat acar Acar dibuat dirumah Siti Hati hati mencari pacar Kalau tidak ingin tersakiti Musim semi musim gugur Musim berlalu silih berganti Ku akui dengan jujur Kau lelaki pujaan hati Nama : AGINTA PURNAMA Baju pramuka dipakai Dadang Dipakainya ketika upacara Hidup kita tidak akan senang Tanpa ada bahasa dan sastra Beli sapu di pasar minggu Warnnya warna jingga Suatu ilmu akan buntu Tanpa ada bahasa Indanesia Serumpun salak tiada yang tau Buahnya kaya akan rasa sesuatu Walau banyak bahasa yang ku tau Hanya bahasa Indonesialah bahasaku Sepatu kaca dipakai Cinderela Dipakainya ketika pesta Kalau kita memahami bahasa Hidup kita akan bahagia Pergi ke pulau Bendang Pulangnya membawa pisang Walau ilmu sudah segudang Tanpa sastra terasa kurang Baju robek dipakai Sinta Dipakainya karena terpaksa Jika tidak ada bahasa Apa jadinya bangsa Indonesia Jalan-jalan ke kota Medan Tiba di Medan membeli papaya Kalau ingin belajar membudayakan Belajarlah membudayakan bahasa kita Pergi kita ke Surabaya Tidak lupa membeli pena Mari kita belajar bahasa dan sastra Bahasa dan sastranya Indonesia Beli baju di pasar rabu Tidak lupa membeli celana Mari kita budayakan ilmu Ilmunya bahasa dan sastra Hari minggu kita tamasya Tamasya ke tamannya ria Kalau kamu cinta bahasa Cintailah bahasa dan sastranya Nama : Rani marta sari Tema : Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra indonesia Aku ingin sepatu kaca, sepatu kaca harga seribu, saya rani dari SMA lima, ingin juara dan selalu maju. Pagi-pagi ayam berkokok, ayam berkokok diatas papan, anak kecil janganlah merokok, pikirkanlah masa depan. Pagi-pagi membaca yasin, sambil belajar disuruh bunda, saya ingin menjadi anak rajin, agar dunia akhirat juga berguna. Jangan lupa membeli buku, untuk dibaca setiap hari, carilah ilmu setiap waktu, agar menang dikemudian hari.

Pergi kepasar membeli mangga, mangga diletakkan dalam keranjang, janganlah mudah putus asa, jalan kita masih panjang. Jalan-jalan kepasar, jangan lupa membeli baju, kalau pedagangnya berhati kasar, pasti dagangannya tak bakal laku. Saya suka memakan tomat, tomat dimakan kaya manfaat, saya ingin berhati kuat, menjalani hidup ini dengan semangat. Jalan-jalan kekota Blitar, jangan lupa membeli sukun, saya ingin menjadi anak pintar, harus belajar dengan giat dan tekun. Setiap hari kita solat, lima kali dalam sehari, ilmu ini akan bermanfaat, akan berguna juga bagi diri sendiri.

Saya suka bunga lembayung, bunga lembayung unik warnanya, saya rani dari Sijunjung, ingin melestarikan bahasa kita. Nama : TRI ALMA YUNISA.S Sungguh indah emas permata, Teruntai indah dileher permaisuri. Hati- hatilah dalam berkata, Jangan sampai melukai diri.

Lemari besi lemari emas, Keduanya diketuk dengan palu. Bagaimana hati tak cemas, Melihat ibu menanggis pilu. Naik tangga turun tangga, Tanah datar tiada jenjang. Buatlah orang tuamu bangga, Selalu sabar rajin sembahyang. Gunung meninjau gunung merapi, Sungguhlah indah panoramanya. Kau menjauh kurasakan sepi, Semenjak kau memilih dia. Sangatlah luas si samudera, Dan tingginya gunung himalaya. Kamu sungguh buatku jera, Bagaimana aku akan percaya. Sahabat malam adalah purnama, Hilangnya dalam mentari siang.

Apakah ini yang dinamakan cinta, Sebutan namanya selalu terngiang. Gadis minang sungguh bersahaja, Bertenunkan kain didalam rumah.

Jangan berteman dengan narkoba, Kalau ingin masa depan cerah. Pergi kehutan mencari getah, Getah dibawa dengan kereta. Kau pandai bersilat lidah, Hingga benciku jadi cinta. Manis gulali diatas kerang, Dimakan dengan nasi ketan.

Geliku lihat remaja sekarang, Cumbu mesranya tanpa ikatan. Sungguh pandai dokter mengobati, Obati bahaya penyakit kusta. Sungguh tak bisa kudustai hati, Kau telah buatku jatuh cinta. Wasalam. Nama : Perdi muhammad Tema : dengan pantun kita budaya kan berbahasa dan bersastra indonesia ayam bertelur diatas padi, telurnya besar banyak jumlahnya, nagari menang makin berseri, sejak dipimpin gubernur kita.

jalan jalan ke cianjur, tidak lupa membeli topijadi remaja haruslah jujur, sukses berjaya sepanjang hari. saya suka membeli bajubaju kemeja inda warnanya, saya ingin sumbar makin maju, sejahtera rakyat semuanya. apa guna berkain batik, kalau tidak dengan kebaya, apa guna berwajah cantik, kalau tidak baik budi bahasanya. saya suka buah tomat, buah tomat baik untuk mata, jika kamu meninggalkan shalat, dibenci allah neraka tempatnya.

orang disilantai mandi kegunun, mandi berenang dalam telaga, saya Perdi datang berpantun, melestarikan adat dan budaya. saya biasa menjadi ketua, ketua osis SMA 5 dijunjung, saya suka budaya kita, adat minang bagus dijunjung.

saya ingin sepatu kaca, sepatu kaca dari itali, saya banga dengan gubernur kita, gubernur kita banyak potensi. menuntut ilmu arab saudidapat beasiswa untuk s(dua), saya Perdi datang kemari, ingin bertemu gubernur kita.

ke plaza memberi baju, baju merah murah harganya, jadi orang jangan begitu, hindari narkoba selamanya. Nama : Andika Syahputra Sungguh manis buah markisa Daunnya bisa dijadikan sayur Perkenalkan saya Andika Bercita-cita menjadi gurbernur Tiba angin membelai jiwa Sejuk hati terasa nyaman Jika ingin masuk surga Rasulullah jadi tauladan Saya suka pake kemeja Kemeja putih dan warna ungu Saya Andika dari SMA lima Selalu tekun dan banyak ilmu Jalan-jalan ke Cianjur dengan kereta Jadilah pemimpin yang jujur Agar rakyat aman sentosa Melanjutkan studi ke Eropa Karena saya selalu berprestasi Saya ingin bertemu gubernur kita Agar Sumbar selalu berseri Sudari cantik berbaju batik Orangnya cerdas lagi soleha Apa gunanya berwajah cantik Kalau tak ada Budi bahasanya Andika pintar pandai bertenun tenun di jual ke Dharmasraya Saya datang lomba berpantun Melestarikan adat budaya Saya suka buah anggur Anggurnya manis di campur susu Marilah kita rajin dan jujur Agar SUMBAR semakin maju Berwisata ke Pagaruyung Membeli buah sepuluh kilo saya Andika dari SMA lima Sijunjung Ingin bertemu pak Irwan Prayitno Kusangka kolam banyak ikan Kiranya kolam berisi buaya pada yang muda kuharap kan Jauhi narkoba selamanya Nama : IRFANDI PUTRA UTAMA Tema : "Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra Indonesia" pantun buat pak irwan prayitno Dari surabaya langsung ke padang Singgah dulu di warung nasi Irwan prayitno orang terpandang Kan slalu nomor satu di hati Matahari terbit di ufuk timur Dan terbenam di ufuk barat Saya asli dari jawa timur Dan mencintai sumatra barat pantun anak-anak kekinian Naik motor bonceng tiga Sampai di simpang turun satu Kecil-kecil sudah minta nikah Hidup susah baru tau Baju longgar celana robek Sapu tangan diikat ke kepala Tinggi baru sebatas ketek Hidupin musik geleng-geleng kepala pantun untuk alam sumatra barat Tinggi sekali gunung merapi Di sampingnya gunung singgalang Aku bangga lahir di sini Di minangkabau yang ku sayangi Lembah harau di payakumbuh Ngarai sianok di bukittinggi Lemah rasanya seluruh tubuh Melihat budaya yang mulai mati.

pantun nasihat Padang panjang bukittinggi Jalan-jalan sering ke sana Seumur hidup jangan mencuri Karna mencuri besar dosanya Makan durian sambil duduk Sungguh enak sekali rasanya Waktu subuh ayam berkukuk Udah besar dibangunkan orang tua pantun pendidikan Bangun pagi berangkat sekolah Di dalam kelas duduk di depan Belajar rajin dan berudaha Agar sukses di masa depan Naik pesawat dari jakarta Turunnya di kota padang Dari kecil suka berdusta Tidak akan dipercaya orang Nama : Navazis fatmy Tema/Judul: Dengan pantun kita Budayakan berbahasa dan bersastra Indonesia Jalan-jalan kekota Surabaya, Sedang dijalan nampak lalat, Saya ingin masuk surga, Dengan tidak meninggalkan shalat.

Bunga mawar bunga melati, Tumbuhnya ditengah-tengah taman, Wajah cantik hati nan suci, Ibadahnya rajin juga banyak iman. Jalan-jalan kekota Arab, Kelilingnya padang pasir, Jangan lupa membeli kitab, Wajah cantik senyum menyengir. Ada danau warnanya biru, Anak cantik akhlak soleha, Dia gemar membaca buku, Matinya ingin masuk surga. Jalan-jalan kekota Bandung, Nampak orang makan buah naga, Ibumu juga yang mengandung, Janganlah kamu durhaka kepadanya.

Setiap hari pergi belajar, Tidak lupa juga membaca, Saya Nava anak yang pintar, Ingin meniru Gurbernur kita. Saat itu ada teroris, Setiap pagi ayam bertelur, Saya juga ingin menjadi manis, Seperti senyum Bapak Gurbernur. Jalan-jalan kekota jakarta, Jangan lupa membeli es, Saya Nava dari SMA lima, Juga ingin menjadi orang sukses.

Bawa motor knalpot bolong, Motornya warna puti, Jadi orang jangan sombong, Pasti kita juga akan mati. Jangan lupa membeli sepatu, Sepatunya warna merah, Saya ini anak yang patuh, Tak ada kata pantang menyerah.

Setiap hari saya belajar, Ingin sukses sepanjang hari, Saya Nava baru belajar Meniru pak Gurbernur yang madani. Kitab suci diatas peti, Peti terbuat dari besi baja, Nava berjanji didalam hati, Ingin sukses seperti gurbernur kita.

Nama : sesra yeni Judul:Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa Dan Bersastra Indonesia Buah jambu enak dimakan Yang memakan adalah burung Walau kita sudah kenalan Marilah kita berbagi kasih sayang Jalan-jalan ke kota padang Jangan lupa membeli mangga Kalau kamu rajin sembahyang Pasti kamu masuk surga Beli tas dipasar raya Tas di beli warnanya hitam Kalau kamu memang kaya Jangan lah kamu memakai ilmu hitam Di hutan ada hewan Di air ada ikan Jika kamu memang jantan Marilah kita adu lengan Langit siang warnanya biru Awan sore warnanya kuning Saya memang anak pemalu Kalau ditanya saya bingung Bunga anggrek di atas pohon Daunnya berwarna biru Aku tak akan mengemis apapun Jika hanya ingin mendapatkan cintamu Ikan hiu giginya tajam Ikan paus besar badannya Aku ucapkan asalamualaikum Untukmu yang aku cinta Jika kamu wanita kuat Hendaklah kamu memakai jilbab Jika kamu berani berbuat Hendaknya kamu bertanggung jawab Hari minggu ke kota tua Hendak menjenguk patung pahlawan Saya Sesra dari SMA lima Ingin mengikuti festival pantun Bukan menang yang saya cari Bukan pula hadiah yang saya mau Tapi saya ingin mengapresiasi Itulah keinginan yang saya mau Nama : [Tasya Aferta Rahmi Judul:"Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa dan Bersastra Indonesia" Pergi kepantai bersama Bima Tiba dipantai bermain kerang Saya Tasya dari SMA lima Ikut berpantun ingin menang Tanam pinang ditepi jalan Jika masak panen buahnya Kalau anda orang beriman Pastilah baik budi pekertinya Jika anda mengejar kancil Jangan dikejar kedalam hutan Jika anda ingin berhasil Buku dan pena jadikan teman Ke Jakarta menjual jamu Jamu dibeli Elly Sugigi Jika kamu banyak ilmu Jangan lupa untuk berbagi Singgah di warung beli meses Di warung bertemu bapak tua Jika kamu sudah sukses Jangan lupakan orang tua Hari minggu menanam bunga Bunga ditanam berbagai jenis Jika hati sedang berbunga Yang pahitpun terasa manis Jalan-jalan kekota Padang Jangan lupa beli bingkisan Kalau kita rajin sembahyang Pasti kita disayang Tuhan Pergi ketoko beli sepatu Disana bertemu dengan sobat Jika ingin juara satu Harus usaha dengan giat Menatap malam yang gelap Tanpa ada suasana indah Jika kamu ingin terlelap Jangan lupa mimpi yang indah Pergi kepasar beli pepaya Dipasar jumpa dengan abang Cukup sekian pantun saya Semoga saya jadi pemenang Nama : irvandi pratama putra Tema/judul : "dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra indonesia" Kakak KKN dibalik papan, KKN disana sebulan saja, Jadi anak hendaklah sopan, Sukses studi seperti gubernur kita.

Sungguh enak sambal terasi, Di santap dengan nasi dan rendang, Saya ingin SUMBAR berseri, Pendidikan maju rakyat nya senang. Seikat lidi di buat sapu, Baru dibeli di pasar jati, Sungguh SUMBAR semakin maju, Di pimpin pak gubernur yang madani. Pohon jati di dekat manggis, Buah nya besar seperti bola, Sedih hati bumi menangis, Jika remaja pakai narkoba. Burung dara membuat sarang, Telurnya banyak unik bentuknya, Datang tsunami hancur lah padang, Rugi rankyat rugi lah gubernurnya.

Ambil bola jangan di bantun, Di bantun masuk dalam telaga, Irvan datang menulis pantun, Melestarikan bahasa,budaya kita. Saya suka membaca koran, Koran di baca di waktu petang, Wahai yang muda yang di harapkan, Kreatif mengajar juga mengarang.

Menuntut ilmu di kota serambi, Belajar kimia juga agama, Wahai pemuda bersihkan diri, Giat berkarya masa depan jaya. Pergi kepasar membeli tomat, Tomat nya murah dari pada anggur, Jauhi lah narkoba agar selamat, Jadilah pemuda tekun dan jujur. Tiap hari membaca yasin, Yasin di baca banyak khasiat nya, Ayo pemuda semua nya rajin, Agar SUMBAR lebih jaya.

Sungguh enak sambal rendang, Rendang di masak malam hari, Wahai generasi pemuda minang, Tiru gubernur bijak bestari. Pergi liburan ke bukit tinggi, tak lupa membeli kemeja, Saya ingin hidup berbakti, Sukses berkarya bak gubernur kita. Sungguh enak gulai kemumu, Di campur dengan ayam jago, Kita ingin minang yang maju, Dipimpin gubernur Irwan Prayetno.

Nama : Fadiah Lestari "Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra Indonesia" Pergi ke pasar membeli kangkung Pergi ke sawah membawa sukun Saya Fadiah dari SMA 5 sijunjung Ingin mengikuti festival pantun. Jalan-jalan ke Payakumbuh Ada layu di tepi jalan Betapa hati menjadi rusuh Jika tidak lulus ujian. Runtuah nan jambatan tabek Tampak nan dari batu balang Janji lah sudah kito buek Uda lah di tangan urang. Cupak di koto rang piliang Gantang di bodi rang caniago Jalan luruih labuah ba simpang Bumi hancua kiamat tibo.

Ka Unggan labuah ba belok Silantai koto di tangah Dapek dek uda buruang nan elok Tabuang sajo punai tanah. Ikan rayo mudiak ka hulu Badai nak tingga di tapian Urang kayo pakai dahulu Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

nak tingga jo bagian. Jalan-jalan ke Batu Sangkar Jangan lupa membeli tapai Kalau kita rajin belajar Cita-cita pasti tercapai. Rantau ndak samo kito tampua Lawik ndak samo kito ranangi Hati di dalam sangek rusua Kan bacarai musim bak kini.

Baiko luluahnyo padi Urang mamandang layu-layu Baiko rusuahnyo hati Namua manumpang di biduak lalu. duduk di depan makan pepaya Jangan di potong dengan parang Hanya inilah pantun dari saya Semoga saya bisa menang. Nama : Sundari Kesuma "Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra Indonesia" Siang-siang menyabit rumput, rumput disabit jenis ilalang.

Sungguh dimata sudah luput, namun dihati takkan hilang. Pergi ke jakarta sambil naik kereta, kereta berhenti disekitar daerah kediri. Dalam hidup selalu ada cinta, tapi bukan cinta yang menyakiti. Ayah pergi membeli kendi, kendi dibeli diwarung Zidan. Aku ingin kau mengerti, betapa sakit rasa kehilangan. Beli baju dipasar Solok, baju dibeli warna jingga. Jangan kamu banyak merokok, karna merusak generasi muda. Aku ingin keliling Eropa, tapi hanya punya rupiah. Kalau aku ingin surga, salah satunya dengan sedekah.

Idah jalan bukit bakur, didaki para terntara jepang. Jika kamu ingin makmur, bersyukurlah pada yang agung. Pergi kesawah menangkap belalang, belalang dimasak oleh Suran. Kalau mendengar omongan orang, periksa dulu akan kebenaran. Pergi keladang menggali ubi, ubi dikali dengan cangkul. Marilah amalkan pesan Nabi, agar kelak tidak merugi. Naik motor pakai kaca mata, berhenti sebentar direstoran Lusi. Dalam hidup ada cinta, cinta abadi dibawa mati. Sakit perut karna buah delima, jadi obat buah sisukun.

Anak imut dari SMA lima, bernama Sundari Asun. Nama : DIJA FATHEZIA ARIANI] "DENGAN PANTUN KITA BUDAYAKAN BERBANGSA DAN BERSASTRA INDONESIA" Malam hari anjing menggonggong Membuat warga merasa resa Janganlah suka dikau berbohong Karna itu mengundang dosa.

(pantun nasihat) Pergi ke mekah tunaikan haji Jangan suka singgah dimina Jangan merasa berbangga hati Karna manusia tiada sempurna. (pantun nasihat) Burung baginda ditembak mati Diobatkan dengan seteguk jamu Pergilah engkau pujaan hati Jika untuk menuntut ilmu (pantun percintaan) Anak Indonesia ikuti zaman Yang diikuti budaya barat Carilah istri yang beriman Agar selamat dunia akhirat (pantun nasehat) Jambu merah dimakan semut Buahnya jatuh tanpa dipetik Bunda ini sungguh imut Kulit bersih dan lagi cantik (pantun suka ria) Pekan olahraga lomba lari Berebut jadi yang terdepan Anak sekarang tak tau diri Motor kredit dibawa balapan (pantun jenaka) Dipasar bapak menjual ikan Dijual dekat dealer yamaha Pintar saja tidak menjamin Sebelum berdoa dan berusaha (pantun nasihat) Potong itik dengan pisau Keluar darah berwarna merah Waktu kecil berbaju hijau Sudah besar berbaju merah?

(pantun teka-teki) Ada teman berkepala botak Botak karena razia sekolah Selama jantung masih berdetak Cintaku tak kan luluh lantah (pantun percintaan) Komunikasi di dunia maya Main online dan berkenalan Sungguh cantik sepatu nyonya Walaupun hanya sepatu kw-an (pantun sindiran) Pergi main pakai celana Celana berwarna hitam pekat Rayuanmu sungguh mempesona Mampu membuat aku terpikat (pantun percintaan) Adek memakan roti biskuat Rotinya sebulat roda pedati Bila bermain diikat kuat Dilempar hidup dipegang mati (pantun teka-teki) Hati perih serasa luka Karena orang merasa iri Jika cinta membawa petaka Lebih baik diakhiri (pantun percintaan) Kekedai Riko beli pancingan Ikan dipancing dibalik papan Kalau dikau ada ujian Belajarlah untuk masa depan (pantun nasihat) Tukan kopi mencuri kapri Ini orang sungguh jahil Tulisanmu sungguh rapi Mirip seperti benang tersaul (pantun sindiran) Dengan pacar jarang bertemu Lupa cara duduk bersanding Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tak berdinding (pantun nasihat) Suami meninggal menjadi janda Capek sendiri menikah lagi Sumpur kudus memang indah Panorama alami sang ilahi (pantun agama) Ibu bupati sakit hati Bertemu warga diwakili Gayanya sok selebriti Namun wajah tak berseri (pantun sindiran) Pergi ke sawah membawa nasi Jatuh dijalan nasi pun karam Tanamkan sifat toleransi Agar bangsa menjadi tentram (pantun nasihat) Sang istri kena hajar Sakit dibalas sang suami Ananda ini baru balajar Agar mohon dimaklumi Nama : Fajriati Rahma Judul "dengan pantun kita budayakan berbahasa Dan bersastra indonesia" Pergi ke Jakarta membeli Qurma Qurmanya mahal dari negeri seberang Saya Fajriati Rahma dari SMA lima Datang berpantun supaya menang Jalan jalan ke kota Brazil Jangan lupa beli aqua Jadi anak jangan usil Agar di sayang orang tua Pergi marantau ka belitong Indak lupo pai ka sawah Adiak sayang alah sombong Samanjak gatah murah Jalan jalan ka solok Jangan lupo bali manggi Adiak gadi harus elok Agar mudah disayangi Makan randang di sawah ujuang Jangan lupo jo sambal manih Sungguh elok minanatu bujang Sasuai jo anak gadih naik bendi ke padang panjang Jangan lupa singgah di basdo Sungguh enak jadi orang bujang Apolagi dimasa masa mudo Sungguh enak telur itik Apalagi bisa dibuat asinan Sungguh enak berwajah cantik Apalagi menjadi idaman kalau hendak menggulai kerang Rebus dahulu supaya merekah Kalau ilmu setinggi terjang Ajaran baik jangan diubah Ditaman bermain adik Disana membeli celana baju Lomba berpantun sangat asyik Agar siswa sumbar selalu maju Jalan jalan ke surabaya Jangan lupa membeli jarum Cukup sekian pantun dari saya Saya sudahi dengan assalamualaikum Nama : Putri Anisya Judul: Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra indonesia Pantun dari saya: Bila saja kucing bisa terbang Pastilah senang hati tuan Saya anisya dari Sma 5 sijunjung Datang kesini untuk berpantun Tertawa Situn lihat Baba Berguling-guling seperti ban Pantun saya asal coba Kalau salah tolong ajarkan Musim durian Didi naik dahan Saat memanjat jatuh dari batang bagaimana rindu bisa tertahan Jika jarak selalu membentang Ketawa abang lihat jerawat Karna wajah adek kaya kerikil Ayo kawan kita sholat Biar tak disangka anak bakil Si Inap punya rambut ikal Biar lurus dikasih lulur Kenapa remaja banyak yang nakal Karna zaman tidak teratur Andai bulan ada dua Pasti kucuri salah satu Andau dirimu tidak mendua Pasti burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

bersama denganmu Anak buaya pakai topi Dikasih dasi kaya pejabat Terbatuk kakek minum kopi Melihat nenek gaul amat Dari batu tupai melompat Sambil lihat buaya kena tipu Jangan mau kena gombalan maut Yang punya 1001 jurus jitu Bersembunyi gergasi dibalik rumpun Pastilah akan nampak jua Niat saya ingin belajar pantun Kalah menang nanti saja Nenek-nenek goyang selasi Selasi katanya obat manjur Bolehlah saya dipilih seleksi Biar bisa jumpa pak gubernur Dikira kakang telah berpunya Padahal nunggu adek selalu setia Inilah karya saya apa adanya Terimakasih telah membaca Nama : HASNAH ANITA PUTRI Tema : "Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan bersastra Indonesia" Paramba Nak Urang Unggan Nak Lalu Kadalam Talang Bapantun Bukannyo Sagan Paralu Rokok Gak Sabatang Kolik-Kolik Di Bawah Tebing Tabang Malayok Ka Tanah Bato Kasiah Tapalik Kanan Kuniang Tagah Saketek Ramang Mato Batang Kariang Kodok Pandalam Batang Timpe Babelok Mudiak Baju Kuniang Kodok Pandomam Tiduah Baguluang Dalam Biliak Ramilah Pasar Muaro Bodi Rami Dek Anak Hari Sanjo Taniat Bana Dalam Hati Bilo Kito Kan Basuo Mandi Ka Lubuak Pandakian Udang Disangko Tali-Tali Buruak Untuang Jo Bagian Patang Di Sangko Pagi Hari Dalamlah Air Batang Sumpu Hanyuiklah Mumbang Limo-Limo Dimano Adiak Tak Kan Ragu Subanglah Hilang Ditalingo Mandaki Lantiak Awik Kuniang Manurun Tada Ka Sipuah Sungguah Mato Lai Kan Dijinjing Hati Jo Apo Kan Dilengah Ikan Banamo Tumbuak Tobiang Ditembak Anak Sirah Dadu Adiak Sapantun Jo Baliang-Baliang Amuah Taputah Dek Angin Lalu Bukik Baku Jo Buki Tolang Dek Satenggi Buki Singo Tangguang Dek Ocu Den Pakalang Aso Babanta Ompek Limo Korek Otan Katali Timbo Panimbo Rantau Rang Subarang Tayiak Itan Lotakkan Iko Asa Baduo Tompek Sayang Ka Cirenti Kato Inyiman Godang-Godang Muaronyo Baruak Sakik Cigak Lah Damam Tupai Lah Paniang Kapalonyo Mandonguik Oto Di Kumanih Maangkuik Gotah Katapian Manangih Boning Disikoci Andak Batamu Jo Jaitan Putiak Pao Palantiang Pao Guguah Sabuah Digungguang Ulek Adiak Jauh Abangpun Jauh Kasiah Batamu Dalam Surek Putiah Atok Rumah Rang Payo Tampak Nan Dari Gudang Godang Sajak Mumuak Balam Tigo Gayo Maratok Olang Sambiah Tabang Awuah Di Tanam Batuang Tumbuah Tumbuah Diparak Sigumanti Kok Dapek Kato Nan Sungguah Kariang Lawik Kan Kami Nanti Dalamlah Ayiah Lubuak Lumping Tampek Muaro Batang Somi Uda Nan Elok Adiak Buang Gunun Sarupo Badan Kami Ramailah Pasha Rang Sisawah Rami Dek Anak Rang Mangganti Dek Ambo Bagarah-Garah Usah Dibaok Masuak Hati Anta Sapek Anta Mangkiro Ramo-Ramo Didalam Gantang Anta Dapek Anta Kan Tido Kaji Lah Lamo Tak Barulang Kalilawah Di Ateh Bukik Anak Ruso Mati Tadabiah Kok Tadawah Ambo Sadikik Ka Bupati Minta Ampun Juo Ambo Nan Labiah Mandaruik Bunyi Kapatobang Marandah Tantang Pasha Solok Adiak Tadanga Jo Urang Siang Malam Mato Ndak Lalok Hong Beri Hong Ditingkek Tobu Cikowawu Kecean Beriah Nan Sombong Loncek Maeloh Talingo Kabau Batang Macang Di Tangah Padang Ditingkek Kali Duo Tingkek Kalau Di Antang Amuahnyo Panjang Kalau Dikumpah Amuahnyo Singkek Nama : Anezha Hendra Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa dan Bersastra Indonesia" Ke sawah membantu orang tua Di sawah menanam padi Saya Anezha dari kelas XII.IPA dua Datang kemari untuk berpantun dan bernyanyi Dari Sumpur Kudus ke Silantai Tiba di sana membeli duku Kalau kamu ingin pandai Rajin-rajinlah menuntut ilmu Kalau kamu ke Sumpur Kudus Jangan lupa singgah ke SMA lima Agar silaturahmi tidak terputus Main-mainlah ke rumah Anezha Dari Silantai ke Unggan Tiba-tiba roboh Batang pohon Hidup dan mati di tangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon Pergi ke Padang membeli kue nastar Dibeli untuk para tamu di rumah Kalau kamu ingin menjadi orang pintar Jangan lupa untuk selalu beribadah Hari Jum'at pergi sholat Jum'at Berdiri didekat pak Ahmat Segeralah kalian bertobat Agar selamat dunia akhirat Pergi mandi ke Lubuk Pandakian Terdengar burung bersiul merdu Ilmu akhirat tuntutlah tuan Barulah sempurna segala Fardu Jalan-jalan ke Solok Selatan Di Solok bermalam di rumah teman Jangan takut dengan godaan setan Karena kita orang-orang yang beriman Ke Sawahlunto bertemu Mayang Naik mobil bersama ayah Jangan pernah tinggalkan sembahyang Sembahyang itu amal ibadah Dari Padang ke Unggan Dari dunia ke akhirat Hidup dan mati di tangan Tuhan Jadi jangan berbuat maksiat Pergi ke pasar membeli tebu Tiba dijalan merasa letih Bagaimana hati tak ragu Kalau sudah rindu pada kekasih Hari Senin memakai topi Topi dipakai diatas kepala Percuma bangun pagi sekali Kalaulah sholat subuh tinggal juga Makan mie rasa sambal matah Mienya warna merah Jadi murid jangan suka membantah Kalau tak ingin guru marah Jalan-jalan ke Jember Jangan lupa membeli gelang Cita-citaku ingin menjadi dokter Agar bisa menolong orang Nama : Efni Ertika Putri Pergi ke pasar membeli bubur Jangan lupa membeli pepaya Salam hangat untuk Bapak Gubernur Semoga selalu sehat sentosa Daun kelapa berukuran panjang Lebih hijau daun pandan Saya efni dari SMA 5 Sijunjung Datang berniat ingin berpantun Desa Sumpur desa yang sejahtera Makanan paling enaknya Sate Keno Semoga sumbar selalu sejahtera Di bawah pimpinan Bapak Irwan Prayitno Malam hari hujannya lebat Kapal jauh terbawa arus Hendak hati menjadi orang hebat Kemudian hari menjadi politikus Barang siapa yang butuh lilin Ambil saja di atas meja Barang siapa yang tidak disiplin Pasti hidupnya tidak akan bahagia Pakai sepatu putih terkena marah Berjalan ke pasar terkena getah Mahalnya ilmu dan hidayah Senantiasa ucapkan Alhamdulillah Terang bulan di malam sepi Cahaya memancar ke batang kelapa Kepada orang tua harus berbakti Agar hidup semakin bahagia Kalau pergi ke pasuruan Pakai baju jangan terbalik Mantan jadi tidak karuan Melihat adik makin menarik Sungguh cantik si bunga mawar Daunnya basah di siram hujan Hidupnya elit berkoar-koar Orang biasa ditertawakan Sehabis hujan muncul pelangi Dunia kini jadi terhiasi Segala cobaan harus dihadapi Temukan hikmahnya dengan hati Kalau kamu mengangkat peti Tolong masukkan bunga sekuntum Itulah pantun dari Efni Sekian Terima Kasih Assalamualaikum Nama : Kelvin Andrean Nesta ''Dengan pantun kita budayakan berbahasa dan besastra Indonesia'' Jalan jalan sambil du suapin Di suapin pakai tangan si pikun Perkenalkan nama saya kelvin Pergi kesini untuk berpantun Ketemu manggis di telaga Telaga manggis yang berkah Kalau anda ingin masuk surga Perbnyaklah amal ibadah Setiap hari udin mengakses Akses di beli dengan si Ajin Kalau anda ingin sukses Belajarlah dengan rajin Si bujang membeli asam kadis Asam kadia di beli dengan buku Sungguh cantik rupamu gadis Bila kau senyum pada diriku Beli rembulan dengan semangka Beli semangka yang gak ada lalat Kalau anda tidak mau ke neraka Maka jangan tinggalkan shalat Beli gergaji sama kampak Membeli gergaji yang terkenang Kalau anda melawan ibu bapak Pasti hidup tidak akan tenang Punya uang untuk jajan Jajan di beli sama bawa buku Sungguh kau wanita pujaan Maukah kau jadi kekasihku?

Beli manggis sama tamu Tamu datang dengan tersandung Sungguh manis wajahmu Bila di hias dengan kerudung Kota malang kota beruntun Ke Malang membeli karang Kalau anda belum berpantun Berpantulah mulai sekarang Ke kota Padang ke pulau Balkan Ke pulau balkan sambil menyelam Hanya itu yang dapat di sampaikan Terima kasih dan wassalam Nama : Fahdillah Ry mari berteduh dipohon lindung Jangan lupa bersikap tenang Saya fahdillah dari sma 5 sijunjung Kirim pantun untuk menang Hari ini hujan gerimis Besok lusa kita lari Jangan suka sifat pesimis Lebih baik percaya diri megang pisau teriris kuku Teriris saat makan ketimun Lebih baik membaca buku Dari pada duduk melamun pergi ke pasar membeli mangis Jangan lupa membeli bubur Wahai adik jangan nangis Disini abang datang menghibur ulang tahun dihari minggu Hari minggu turun hujan Janganlah kamu suka menggangu Karna itu dibenci tuhan pergi ke pasar membeli buah Jangan lupa bawa keranjang Dengarkanlah kata petuah Agar hidup menjadi senang pergi kepasar beli kemeja Kemeja dibeli warna jingga Jangan suka jadi anak manja Anak manja tidak berguna sudah tau jalanya kasar Mengapa abang menari_nari Sudah tau adeknya nyasar Mengapa abang mencari_cari singgah dikedai beli meses Di warung berjumpa bapak tua Jika kamu sudah sukses Jangan lupakan orang tua ada orang beli mesin Mesin dibeli untuk menjahit Aku hanya orang miskin Tidak punya banyak duit Nama : Gelvia Aksa Yolanda Judul : DENGAN PANTUN KITA BUDAYAKAN BERBAHASA DAN BERSASTRA INDONESIA Ke pekalongan membeli sarung Sarungnya mahal dari bunga karang Saya Gelvia dari SMA 5 SIJUNJUNG datang berpantun supaya menang.

Ayah ke ladang memetik semangka Semangka di petik manis rasanya Lebih baik bekerja dengan nyata Daripada mulut penuh busa. Jika pergi ke Padang Panjang Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita ingin menang Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Banyak sayur jual di pasar Banyak juga menjual ikan Carilah guru tempat belajar Supaya jangan sesal kemudian. Jika ingin mencari jodoh Cari jodoh di Makasar Jika tidak ingin bodoh Banyak-banyaklah kamu belajar. Kakek bercerita di waktu fajar Cerita si kancil sudah tamat Karena Allah niatmu belajar Semoga engkau mendapat rahmat.

Tumbuh merata pohon tebu Jika di makan harus di tebang Banyak harta miskin ilmu Bagaikan burung tak bisa terbang. Bunga mawar bunga melati Kalau di cium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca quran paham maknanya Jika hendak kamu melamar Jangan lupa bawa bunga Jika siswa rajin belajar Sudah tentu pastilah jaya.

Menyeberang sungai dengan perahu lusuh Perahu berjalan dengan lambat Jika ingin penyakit sembuh Maka cepatlah untuk berobat Jika ingin mendulang emas Jangan lupa untuk berdoa Jika murid tumbuh cerdas Gurupun jadi ikut bahagia.

Nama : Tiara Agustin Judul:"Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa dan Bersastra". Hari minggu ulang tahun rima Dapat kado dari ali baba Saya Tiara dari sma lima Ikut berpantun memenangkan lomba Malam minggu pai ka disko Pai ka disko basamo samo Capek kaki ringan tangannyo Itu anak mudo jaman kini ko Anak ketek budinyo santun Indak lupo pulo jo agamonyo Ambo kini sadang bapantun Pahibur hati jikok nanlaro Matahari terbit di timur Tenggelamnya nanti di barat Saya doakan semuanya panjang umur Dan dalam keadaan sehat walafiat Pergi kepasar membelu batik Tidak lupa beli mentega Si tesa memang gadis cantik Panjang rambut kayak ekor kuda pergi kelaut memanving ikan Ikan dipancing ikannya nila Kalu cinta tak terbalaskan Sakit hati bukanlah kepala mandi dikali berjajar jajar habis mandi pergi ke pancuran pergi sekolah untuk belajar Bukan buang waktu untuk pacaran simamat tidur di karang tidurnya sampai tak sadar anak muda jaman sekarang dinasehati malah menghindar banyak masa diantara masa Tapi tak seindah masa lalu Tidak sembayang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

biasa Membuat setan jadi sekutu beli ayam tempat pak kurun Masaknya didalam kuali Cukup sudah saya berpantun Asalamualaikum terima kasih Nama : Syaidatin Aisyah Judul: "Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa dan Bersastra Indonesia" Orang gendut makannya rakus Perut kenyang hatinya senang Saya Syaidatin dari Sumpur Kudus Ikut berpantun berharap menang Di Jakarta makan goreng ubi Di Maluku makan sup jamur Saya ingin menang festival ini Supaya bertemu dengan Pak Gubernur Buah mangga buah pepaya Kayu api kayu jati Sudah lama tidak berjumpa Rasa hati rindu burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Pergi ke pasar waktu subuh Diperjalanan turun hujan es Belajarlah dengan sungguh-sungguh Supaya jadi anak yang sukses Anak tupai melompat tinggi Burung dara terbang melayang Niat hati wujudkan mimpi Iringilah dengan sembahyang Burung garuda burung merpati Terbang tinggi ke angkasa Sangat berharga ilmu yang tinggi Karena kelak pasti berguna Buat makanan bahannya pisang Makan sate sama ketupat Kalau ingin jiwamu tenang Jangan lupa dirikan sholat Si Aladin punya lampu ajaib Kalau digosok jadi raksasa Sembahyang itu adalah wajib Kalau ingkar masuk neraka Pergi ke pasar membeli tinta Tintanya berwarna coklat Untuk apa cantik jelita Jika tidak menutup aurat Baju lebaran berwarna biru Dipakai saat silaturahmi Sayangilah ayah dan ibu Supaya Allah meridhoi Nama : I.S.Mutia Judul : Dengan Pantun Kita Budayakan Berbahasa dan Bersastra Indonesia.

Jalan-jalan ke Himalaya, jangan lupa beli minyak zaitun. Saya Mutia dari SMA lima, ingin ikut lomba pantun. Anak ayam turun ke rawa, ditolong oleh Menjangan gajah. Kasih dan sayang orang tua, pasti untuk kita selamanya Hari Rabu membeli kapak, kapak dibeli di Surabaya. Hormati Ibu juga Bapak, agar kelak masuk surga.

Jika engkau membeli buku, jangan dibeli di swalayan. Jika engkau ingin banyak iku, jangan suka malas-malasan Tidur siang diatas papan, bermimpi ke Pulau Pinang.

Jadi anak harus sopan, pasti disayang semua orang. Jika pergi ke Semarang, jangan lupa bawa pengawal. Jika ingin banyak uang, menabung lah dari awal. Jika kamu ke Sulawesi, jangan lupa membeli semangka. Jika kamu tidak ingin disakiti, jangan suka bermain cinta Siang hari mukul gendang, gendang dipukul oleh Laksamana. Jika ingin dihargai orang, jangan jahat terhadap sesama.

Sungguh besar taman Cenayan, dihiasi bunga Kamboja. Acungkan jempol untukmu kawan, karena engkau anak bertakwa. Jika ingin pergi wisata, pergilah ke Bukittinggi. Jika masih ada rasa, jangan pernah didustai. Siang hari minum sirup, sambil menggoreng sepotong singkonh. Setelah hidup masih ada hidup, jangan jadi pribadi sombong. Riko mencari sebuah Cermai, cermai dicari dibalik karang. Cobalah hidup dengan damai, dengan tidak mengusik orang. Buk Atau punya cucu, diberi nama Alwa.

Andai masih ada waktu, perkuat lah iman dan takwa. Banyak dosa ayo bertaubat, jangan lagi pakai bikini. Mengertilah wahai sahabat, tentang diri yang lemah ini. Jalan-jalan ke Indonesia, sambil melihat Cedrawasih. Itulah pantun dari saya, cukup sekian terimakasih. SMK N 1 SIJUNJUNG Nama : Alex Sandra Jalan-jalan ke pasar Cina Tidak lupa membeli besi Amal dan iman biar sempurna Tidak akan jadi sesal dihati Anak muda pergi berlayar Sambil memakan buah papaya Kalau kita rajin belajar Tentu kita akan Berjaya Pergilah masuk kedalam rumah Sampai didalam memakan coklat Apa guna orang ceramah Untuk memberi nasehat amanat Makan sirih bersama tuan Sirih dimakan tidak berubah Kalau ilmu tidak diamalkan Bagaikan pohon tidak berbuah Orang berjilbab menutup aurat Sesuai dengan qur’an dan hadis Orang muslim hidup beradat Perangai sopan mukapun manis Anak ayam lepas lagi Ambil tali tolong diikat Mencari ilmu tidak akan rugi Buat bekalan dunia akhirat Jalan-jalan ke Durian Gadang Jagan lupa membeli rambutan Kalau kita orang terpandang Jaga wibawa dan kehormatan Orang muda pergi ke Paris Orang tua pergi berlayar Laki-laki mulutnya manis Jika bersumpah jangan di dengar Orang tua memekai tongkat Tongkanya patah di injak gajah Apa guna rumah bertingkat Kalau jarang bersedekah Ramai orang membeli jamu Jamu di minum di pohon redup Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu di cari penyuluh hidup Nama : Mia Revalita Teka-teki dibalas pantun Baca puisi sambil makan Ayo kita bangkit dan bangun Agar hidup punya masa depan Janur burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

telah melengkung Tanda cinta telah berujung Untuk apa kita termenung Mari kita maju dan beruntung Buah semangka dipotong-potong Buah durian dicamprur ketan Untu apa pergi berperang Kalau tidak akan melawan Jalan-jalan ke Malaysia Singgah sejenak diselat malaka Apalah arti sebuah Indonesia Tanpa ada kata merdeka Pergi ke India lupa arah Sampai di Cina hilang kesadaran Tak ada hari bersejarah Selain dari hari kemerdekaan Berlibur ke tanah sirah Pulangnya pakai kereta Jangan ada kata menyerah Karena keberhasilan didepan mata Bunga mawar bunga kamboja Tak seharum bunga melati Banayak pahlawan yang berjasa Tapi tak semulia yang mati Pergi kekebun dengan bergaya Sampai dikebun salah arah Ayo kita saling berkarya Agar Indonesia menjadi terarah Main bola di hari petang Mainnya dilapangan Biar kan masa muda hilang Asal kan masa depan ditangan Raja memang sangat berkuasa Sampai-sampai merenggut nyawa Menang kalah hal biasa Asalkan berusaha dengan segenap jiwa Nama : Insan Adit Nugraha Ada artis Ucok Baba Anaknya bernama salsa Buat apa coba narkoba Karna itu membuat dosa Kerumah sakit dewi sartika Rumah sakitnya sangat ternama Jauhi Bandar narkoba Dekatilah para ulama Masakan enak ya pakai bumbu Bumbunya bumbu kaldu Jangan pernah menghisap sabu Karena sabu membuat candu Kewarung pergi belanja Warungnya punya bu lala Jangan pernah mencoba ganja Karena ganja membuat gila Berjelajah kedalam hutan Disana ada yang lomba Jagalah kesehatan Hidup sehat tanpa narkoba Lihat konser cita-citata Konsernya di solok amba Jagalah kesehatan kita Jauhi sabu dan juga ganja Kesungai menumpang mandi Diasana ada bu susi Kepada muda dan mudi Jauhi lah pil ekstasi Refresing ke kolam renang Air nya hangat dari belerang Kalau hidup mau tenang Jauhi obat-obatan terlarang Sekeluarga kerestoran Disana makan-makan Jika kita saying badan Jangan pernah mabuk- mabukan Pergi main kerumah rara Rumahnay di soslok amba Jika taat pada Negara Jahuilah nama narkoba Nama : Ladika Rahayu Jalan-jalan ke Padang panjang Jangan lupa membeli buah Kalau ingin dipandang orang Berbakti kepada ibu dan ayah Buah manggis buah rambutan Buah jeruk asam rasanya Jangan menangis kakak katakan Hidup mati kuasa-Nya Buat apa tanam bunga Lebih baik tanam pohon Buat apa jatuh cinta Lebih baik patuhi tuhan Janganlah lupa membawa bekal Kalau akan pergi ketempat keramat Sering-seringlah menabung amal Agar bahagia dunia akhirat Buat gulai dari kelapa Jangan lupa dicampur tahu Kalau ingin ke negeri belanda Rajin-rajin lah menuntut ilmu Jalan-jalan ke pasar malam Jangan lupa naik roda maut Tempat terakhir namanya makam Karena malaikat maut akan menjemput Jika menanam tebu diladang Jangan lupa menanam kopi Kalau ingin disegani orang Perbaiki akhlak dan budi pekerti Dilapangan main layang-layang Layangannya terbang tinggi Rajin-rajin lah sembahyang Diiringi dengan mengaji Hidup didunia tidak berilmu Tak akan berguna dimasa depan Jangan ikuti hawa dan nafsu Jika tidak ingin sesal kemudian Beli tas berwarna biru Sepatunya berwarna coklat Akhlak buruk jangan ditiru Karena itu jalan yang sesat Nama : Rama Wulan Citri Beli tikar satu bal Tikarnya lama bertahun-tahun Dari pada kita ngegombal Lebih baik kita berpantun Diatas meja ada gelas Gelas nya pecah karena rama Dari pada nyanyian gak jelas Lebih baik salawatan bersama Ada pak RT ada pak Lurah Salah satu dari mereka pergi ke gua Kalau anda sering marah-marah Nanti anda cepat tua Pergi jelajah ke gua-gua Nasi habis tidak bisa makan Banyak-banyaklah berdoa Agar cita-itanya terkabulkan Ada orang namanya aan Aan punya adik namanya rifan Dari pada kita berdua-duan Lebih baik kita ta’arufan Beli minum untuk tamu Minumannya taruh di gelas Banyak-banyak lah menuntut ilmu Biar bisa jadi juara kelas Pergi ke warung beli mihun Ditengah perjalanan ada babi Dari pada ngerayain ulang tahun Lebih baik ngerayain isra’ mi’raj nabi Bikin surat untuk siratih Isinya ada tersirat dan tersurat Kalau kamu dongkol dalam hati Tak akan selamat dunia akhirat Kalau salah sering mencoba Jangan takut ada kesalahan Jangan coba-coba pakai narkoba Sekali mencoba nanti ketagihan Pergi kesekolah bersama sonya Pergi nya hanya berjalan Lebih baik sering bertanya Dari pada sesat di jalan Nama : Velly juwika putri Ketoko bangunan beli pahat Beli pahat disuruh paman Kalau terpilih jadi pejabat Visi misi utama jangan dilupakan Pagi –pagi naik motor Motornya motor baru Wahai engkau tikus-tikus kantor Tolong hentikan kebuasan mu Ke warung beli roti Rotinya jatuh jadi kotor Percuma punya jabatan tinggi Kalau masih jadi koruptor Di apotik beli obat, Di warung beli makanan.

Seharusnya bagi para pejabat, Kesejahteraan masyarakat yang diutamakan. Jalan-jalan ke sumedang Sebelumnya ke Jakarta Percuma punya harta segudang Tapi rakyat nya masih menderita Pak budi gembala sapi Sapi pak budi jumlahnya lima Kalau sudah duduk dikursi pejabat lupa dengan janjinya Jalan-jalan di tepi pantai Sambil jalan melihat ikan Banyak caleg dan juga partai Tak satu pun yang meyakinkan Dihutan ada ulat Disungai ada ikan Wahai para wakil rakyat Jangan Cuma janji coba buktikan ke Yogyakarta beli gudeg gudeg ny dijual pak kinos hanya satu modal janji caleg yaitu baju kaus yang tulisannya coblos Nama : Adhek Syaftio Mulya Jika hati sedang merana cobalah singgah disebuah taman siapa gerangan nama nona boleh kah kita untuk berteman Makanan sehat adalah sayuran tapi jangan yang ada serangga bolehkah abang berkenalan dengan bidadari dari syurga Jalan-jalan ke kota padang Naik delman kududuk didepan Akhirnya aku memandang Perempuan cantik gambaran masa depan.

Ada bidadadari dari khayangan Turun kebumi untuk mandi Ingin rasanya berjabat tangan Dengan nona cantik idaman hati Di dunia ada banyak warna Warna merah adalah lambing api Betapa cantiknya nona Dengan senyuman berlesung pipi Dinegara arab ada kota Jeddah Itu adalah sebuah kota yang ternama Senyum nona begitu indah Bagai bulan yang sedang purnama Tetap indah bunga melati, Yang tidak mempunyai banyak warna.

Betapa bahagianya hati, Bertemu makhluk yang hampir sempurna. Big bang ada di eropa Jam gadang ada diminang Walau sekali kita berjumpa Wajah nona selalu terkenang Buah yang pahit itulah mengkudu Walau begitu tetap saja laris Bagaimana hati tak rindu Dengan pemilik senyum termanis Cantiknya warna burung merpati Ada putih dan ada yang belang Jikalau rindu belum terobati Makanpun tidak bisa kenyang SMK N 1 BUKITTINGGI Nama : Ahmad Fiqry Pai Marantau ka Bukittinggi Pulang kampuang satahun sakali Perkenalkan ambo Ahmad Fiqri Murid SMK N1 Bukittinggi Pulang karumah lamaknyo lalok-lalok Pas di jalan basobok jo si joko Kalaulah kalian urangnyo elok-elok Dangalah pantun dari ambo ko Memancing ikan dipagi hari Menunggu ikan terpancing sampai sehari Menyia-nyiakan waktu kita rugi Lebih merugi dari mati Punya kawan itu harus dijaga Jangan sampai dihilangkan Tiap detik itu berharga Jangan sampai disia-siakan Pai ka pasa pas hari sanjo Pai nyo samo si Tono Andailah Ambo jadi rajo Ambo niyo sarupo Irwan Prayitno Sebagai murid harus rajin dan patuh Bila disuruh untuk unjuk gigi Jika kalian sudah jatuh Janganlah menyerah untuk bangkit lagi Membeli sayur kepada buk Tini Jualan sayurnya ditimbun-timbun Bersyukur saya tiba disini Karena bisa ikut festival pantun Lihat anak gadis pakai kerudung Berjalan-jalan di tepi kolam ikan Punya uang itu harus ditabung Jangan sampai dihambur-hamburkan Manusia itu mahluk rakus Lebih rakus dari buaya Pantun saya memang tak bagus Tapi,itulah kemampuan saya Ayo kita menanam pohon mangga Menanamnya di tanah yang subur Sekian pantun dari saya Semoga kalian semua terhibur Nama : MUKHLIS RAMADHAN Gunung Merapi Tinggi Menjulang Gunung Singgalang Elok Menawan Dulu Pahlawan Semangat Berjuang Kita Sekarang Harus Pertahankan Bambu Diambil Untuk Senjata Bambu dipotong Dibelah empat Indonesia negeri tercinta Negeri elok dan bermartabat Merah putih bendera kita Tambah biru jadi belanda Pahlawan kita sudah menderita Generasi baru kenanglah dia Pergi kesekolah untuk belajar Pergi kepasar untuk belanja Wahai kawan jangan gemetar Hadapi dunia tuk indonesia Akhir minggu pergi kepasar Jangan lupa membeli kerang Mari teman rajin belajar Demi indonesia lebih gemilang Pergi kepadang pakai kereta Jangan lupa bawa tiketnya Harta karun itu nyata Sampah diolah itulah jawabnya makan duku buang bijinya tanam biji nya sama-sama Buanglah sampah pada tempatnya Itu bukan pepatah lama simpang empat belok kiri singgah dulu ke toko bima sekolah nyaman lingkungan asri tanggung jawab kita bersama nonton konser lihat musisi berrsama teman nonton berempat Lingkungan bersih bebas polusi Akal bijak berbadankan sehat pergi kesekolah sama ningsih jalan lurus lalu berputar Di rumah bersih, sekolah berssih Badan sehat otaknya pintar Nama : Zamrathul Halim Jangan coba belajar renang Kalau masih takut tenggelam Jangan harap bisa menang Kalau potensi masih dipendam Bodoh anak perlu dibina Dibina supaya bisa dipakai Elok rupa tidaklah guna Kalua hati berbau bangkai Beras berasal dari padi Padi dipanen hati-hati Berdua sepasang muda dan mudi Setan datang zina menanti Jika manusia merasa bersalah Mohon ampunlah kepada tuhan Jika jujur menjadi masalah Maka berbohong bukan pilihan Matahari bak bola api berpijar Bintang jelas dimalam hari Guru ada untuk mengajar Buku ada untuk dipelajari Di inang ada benalu Benalu dipotong lurus-lurus Hak itu memang perlu Tapi kewajiban itu harus Hewan buas adalah beruang Badannya besar lagi berat Bayarlah hutang kalau ada uang Agar tidak diminta di akhirat Kolam ikan ada pencuran Pencuran dibuat orang Arab Jangan cepat ingin pacaran Kalau tidak pandai tanggung jawab Jangan ribut di dalam kelas Kalau tidak ingin dipanggil orang gila Kepala itu memang keras Tapi jangan keras kepala Minuman sehat itu jamu Yang enak diminum jika lelah Jangan pernah menuntut ilmu Karena ilmu tidak pernah salah SMA N 5 Bukittinggi Nama : FATHAN PUTRA MARDELA Bukittinggi Kota Wisata Didatangi oleh banyak turis Ini bukan sekedar kata-kata Tapi ini adalah ucapan orang mukhlis Mukhlis berarti orang yang ikhlas Ikhlas dalam berkata dan berbuat Nama saya bukan mukhlis ataupun ikhlas Tapi nama saya berarti orang yang kuat Saat laki-laki Minangkabau mendapat gala Gala untuk melestarikan adat dan budaya Perkenalkan saya Fathan Putra Mardela Hendak menjadi seorang Buya Pagi-pagi minum kopi Ditemani oleh ketan goreng Tunjukkan semangat berapi-api Untuk menjadi seorang pemenang Bersepeda dihari Minggu Sambil menghirup udara segar Kalau berhenti merokok jangan menunggu Jika ingin tubuh tetap bugar Ruang kelas dicat warna putih Agar dapat menjadi berkilau Pantun ini dibuat untuk berlatih Agar di Padang nanti tidak kacau Dengar NSP Balada si Adil Teringat film Surau dan Silek Wahai pejabat negara, jadilah pemimpin adil Agar tidak disambar gledek Merah merona baju Semen Padang Bak lipstick Ibu itu Jika ingin hidup senang Jangan pernah sia-siakan waktu Nonton bola di GOR H.

Agus Salim Sambil makan kacang garuda Jangan suka buat jaim Agar tetap awet muda Pulang jum’at ke Rumah Puisi Diantar sama mobil avansa Ayo raih banyak prestasi Agar berguna disuatu masa Hari Sabtu belajar Biologi Biologi diajar Ibu Lina Hidup itu harus saling berbagi Jika ingin hidup lebih berwarna Minum bandrek di Lapangan Kantin Sambil melihat suasana malam Kalau ingin jadi pemimpin Hilangkan segala pikiran kelam Dering telpon dimalam hari Tanpa nama di dalamnya Hidup itu harus mandiri Agar orang tua bangga melihatnya MADRASAH ALIYAH NEGRI 2 BUKITTINGGI Nama : RIZKA RAHMAH Mandilah dayang ditelaga dewi Bingunglah dayang selendangnya hilang Dengarkanlah pantun ku ini Semoga membuat hatimu senang Pergi jogging pakai sepeda Ditengah jalan nabrak orang Ntah saar ntah kenapa Kakek kakek pakai selendang Kecil kecil buah rambutan Nyuci pieing dibawah jembatan Ntah jodoh ntah bukan Yang penting kita sedang pacaran Ikan hiu ikan badut Terdampar keras didaratan Anak durhaka tidaklah patut Nanti dilaknat oleh tuhan Nongkrong bersama diwarung kopi Santai asyik sana kemari Jangan tanamkan sifat dengki Nanti hati tak dapat terobati Beli goreng disimpang empat Gorengnya bakwan tahu,tempe dan pisang Minta maaf belumlah sempat Malu badan dilihat orang Lihat bule dipasar raya Ketika ditanya nggak ngerti Malulah nasib dilanda dosa Karna takmau memperbaiki diri Pergi ketoko sebelah sore hari Duduk sebentar menunggu ibu Kalaulah hati tertutup rapi Tak kan dapat menerima ilmu Toko bunga beragam ragam contohnya toko bunga pakcandra Sering tidur larut malam Nanti pelajaran banyak yang lupa Sekolahku di man2 Bukittinggi Sekolah indah amat kucinta Maksud diriku ikut lomba ini Menambah ilmu bahagiakan orang tua Bapak irwan gubernur sumbar Adakan lomba pantun spontan Semoga bapak senantiasa sabar Menuju sumbar yg lebih mapan Bapak irwan yang terhormat Para panitia lomba sekalian Saya berdo’a dengan sangat Semoga saya diberi kemenangan Nama : AHMAD FAUZAN BANUREA Manis masam buah kuini Tapi banyak juga orang yang makan Maksud diriku mengirim pantun ini Mengikuti lomba pantun spontan Irwan prayitno gubarnur sumbar Orangnya tampan dan rupawan Jadi orang haruslah penyabar Agar selalu disayang tuhan Jalan jalan kekota Blitar Jangan lupa membeli angsa Jadi siswa haruslah belajar Agar berguna bagi negara Pergi kehutan untuk berperang Perangnya menggunakan pedang Jadi hamba rajinlah sembahyang Agar dicintai dan disayang Pergi kepasar membeli batik Coraknya indah berbentuk kuku Hai kau nona yang cantik Maukah kau mengisi hatiku Burung jinak ialah merpati Suka terbang kesana kemari Jika ingin selalu dihormati Mulailah dari diri sendiri Pergi ketoko membeli lilin Gunanya untuk membakar kemiri Jangan Tanya kesalahan orang lain Tanyalah dulu diri sendiri Membuat gulai pakai kemiri Memasaknya harus berhati hati Untuk apa menyombongkan diri Dihadapan Allah tidaklah berarti Aku ingi bertanya kepada mu Apakah adikmu namanya siti Tolonglah jaga perkataanmu Jika tak mau sakit hati Si doni suka berpura pura Karna itu dia tak dihormati Untuk apa hidup berhura hura Tidak berguna di akhirat nanti Pergi berenang ketengah rawa Berenangnya pakai pelampung Sungguh sakit karna ketawa Melihat kera pakai kerudung Meremas santan diatas sampan Sampannya luas seluas sawah Jika ingin jadi orang mapan Mulailah sekarang untuk bersedekah SMK N 1 BUKITTINGGI Nama : Nurhadi Matahari muncul dipagi hari Terus naik kelangit tinggi Salam kenal saya Nurhadi Berasal dari SMKN 1 Bukittinggi Berjalan-jalan ketaman safari Ditaman safari banyak hewan Izinkan saya mengikuti kompetisi Untuk berbagi pantun spontan Dari padang ke surabaya Dari surabaya ke jakarta Perkenalkan pantun dari saya Pantun bertema sekolah adiwiyata Dikampung-kampung banyak sawah Sawah tertata rapi bentuknya Sekolah bersih dan juga indah Adalah calon pemenangnya Lampu mati gelap gulita Hidupkan senter biar terlihat nyata Agar bisa menjadi pemenangnya Buanglah sampah pada temapatnya Buah mangga dikebun pak lurah Jika kita mencuri dia marah Setiap kita benar membuang sampah Disitulah iman kita bertambah Masih pagi sudah ditilang polisi Kena tilang dijalan darsih Sekolah yang bebas polusi Cipatakan paru-paru yang bersih Disungai sangat banyak batu Batu kecil tak punya makna Ubahlah limbah menjadi sesuatu Tentulah sesuatu yang berguna Hari minggu mendaki bukit Saat dipuncak melihat cahaya Bukannya pantun saya sedikit Tapi hanya mengikuti aturan panitia Menulis dibuku membuat karya Karya dibuat dengan biasa Baiklah sekian dari saya Semoga bapak dapat memenangkannya SMA N 1 Lubuk Alung Nama : Suciana Pramilinia Negara ini kebanggaanku Sering dikenal nusantaraku Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Sungguh besar toko Tauke Banyaknya tak terkira Dari Sabang sampai Merauke Itulah luasnya nusantara Di laut banyak kura-kura Terkenal di laut Mediterani Beragam suku di nusantara Dari Pidi sampai Dani Berkunjung ke daerah Agam Tak lupa singgah di pacuan Tiap daerah punya ragam Dari bahasa hingga makanan Sangat bersih kota itu Pasti rajin membersihkannya Sangat elok batik itu Pastilah bangga bangsanya Tak puas di daerah Agam Pergilah ke Lawang di puncak Bahasa kami memang ragam Bahasa Indonesia tetap pemuncak Sering kau menggantungkan Termasuk hubungan kita Budaya haruslah dilestarikan Begitu jua bahasa kita Shalatlah lima waktu Jangan tertinggal oleh kita Tak lekang oleh waktu Itulah budaya kita Rok dan celana beda Tapi tetap dipakai jua Walaupun berbeda-beda Tapi tetap satu jua Hidup harus ada tujuan Agar sehat jiwa raga Negara kita adalah kesatuan Bersatulah untuk negara Nama : LEONY JANUARISTI Manurun bukik,malereang tabiang Dicaliak sawah baliku-liku Badan sakik Kapalo paniang Mambuek cabiak saku-saku (miskin) Padi manguniang di dalam sawah Rancak dicaliak di ateh bukik Ambo paniang kini di bawah Suatu saat ambo ka Bangkik Tadanga sayuik suaro ganto Kironyo jawi mairik pidati Takajuik denai mandanga carito Manda Uda lah ba bini Daun karambia batandan lidih Ditapok angin melambai-lambai Mancaliak adiak nan masih gadih Mambuek denai barandai-andai Rancak bantuak nyo Bungo taratai Taratai tumbuah di ateh ayia Adiak rancak rambuik tagerai Apo kandai ka denai agia Putri masih kalau galak Sayang saketek gigi jarang Adiak manih Jan talampau lagak Mangko nyo urang banyak berang Hari sanjo matahari Tabanam Rancak di caliak di tapi lawuik Alah Tibo sabalun malam Mambuek denai batakuik lutuik (salut) Di apik bukik bakuliliang Di tangah-tangah nyo ranah Minang Adiak bajanji ndak kabapaliang Asa udah namuah maminang Tanah data luak nan tuo Di caliak tanah nyo bajanjang-janjang Jan manyasa kalau lah tuo Mawas diri salagi bujang Jalan mandaki ka ateh bukik Jalan Manurun ka dalam lurah Jan sampai hati adiak sakik Beko Muko Uda kanai ludah Nama : Mulyadi Belalai Putih Milik Gajah Madu Manis Punya Lebah Tiada Tuhan Selain Allah Nabi Muhammad Utusan Allah Kehinaan Tak Dapat Ditutupi Bagaikan Siang Menjadi Malam Sebuah Penyesalan Tiada Arti Hidup Telah Berpindah Alam Persilat Tangguh Yang Kuat Bagaikan Semangat Dalam Tekad Semasa Hidup Selalu Bershalawat Di Akhirat Dapat Syafaat Ke Kebun Mengambil Pepaya Pepaya Diambil Oleh Ira Bekerja Keras Untuk Dunia Hidup Dunia Hanya Sementara Pakai Sepeda Sulit Dikayuh Pakai Motor Tanpa Keringat Mengapa Surga Yang Jauh Kalau Ada Surga Yang Dekat (Ibu) Kapal Laut Dipakai Nahkoda Kapal Menabrak Tiang Menara Manfaatkanlah Waktu Yang Ada Karena Hidup Hanya Sementara Karir Dunia Sebatas Maut Amal Ibadah Sangat Berharga Nikmat Dunia Hanya Sedikit Dibandingkan Nikmat Di Surga Hanya Singgah Sekejap Masa Setiap Waktu Akan Berlalu Kuat Gagah Tiada Guna Saat Diri Ditaklukan Nafsu Tetangga Sebelah Punya Kera Kera Dikasih Buah Semangka Luas Surga Tiada Terkira Dengan Iman Pintu Terbuka Hidup Mengharap Sebuah Hadiah Hadiah Didapat Tidak Dibawa Bila Hidup Berleha-leha Di akhirat Akan Sengsara Nama : Serli Putri Patricia Tajatuah badan dek katurun Dek kaki nan indak bamato Kok luluih mendaftar festival pantun Untuang lai sanang jo hati urang tuo bali katupek di lapau eti katupek abih dibali tami Baraja nan rajin dari kini Bia ndak manyasa kamudian hari Caliak buah duku jo lansek Duo buah nan babeda raso Pituah urang tuo di pacik arek Bia salamaik di dunia ko babelok jalan kelok sambilan Jalan nyo rami dek rang solok pandai pandai mamiliah kawan Untuang lai dapek nan elok batang karambia di panjek baruak Baruak di kabek lapeh juo tampang denai buliah buruak Kok nan hati lai rancak juo si siti di lapau buek katupek Katupek di makan dek piek kamek urang minang kok mangecek Iyo pakai kato nan ampek pai lala yo nan ka padang Singgah dulu ka koto lalang Kok pantang denai ka pulang Sabalun denai jadi pamenag rami pasa rang piaman Yo rami dek anak mudo mudo manih kecek buliah di agiahan Bagak denai buliah di cibo anak urang kubang baraliah Di sawah lah mulai kalam pulo Kok hati buliah mamilih Iyo nyo juo katampek hati ko ayam kinatan lapeh di laman Laman baserak di buek nyo denai nan dari padangpiaman kayo dek adaik budayo nyo janiah aia nyo batang pasaman aia janiah tampek batamu tarimo kasih nan dek kesempatan Di lain waktu kito batamu kok titih nan alah patah kayu di angkuik jo pedati jikok ado kato nan salah jan di simpan di dalam hati Nama : VERRA DWAR DINI Jus mirah dibuat Dino Kemudian diminum oleh Sarah Jes merah semboyan Soekarno Jangan sekali melupakan sejarah Kalau ingin membeli batik Warna terang tiada salah Carilah amal yang terbaik Shalat sunah pertambahlah Pohon mangga besar batang Mangga manis wajib dimakan Negara sakit terlilit utang Pejabat terlena kekayaan Kalau kamu main peniti Hati-hati dengan tusukan Ibu pertiwi bersedih hati Bhatara negara tak diacuhkan Buruh tanah membuat bata Bata bagus butuh biaya Satukanlah tujuan kita Tuk hindari hal yang sia Jalan-jalan ke kenya Jangan lupa wisata makan Kalau boleh daku bertanya Apa yang panas dan melicinkan Baju gaun berwarna merah Merah hati kesukaan Dini Ketika kau hilang arah Jangan sedih Allah disini Jika ingin buat tandu Ikatan jangan sampai menganga Sesungguhnya aku rindu Tapi cinta belum berbunga Senapan angin berderu Seiring burung melaju Lupakan yang lalu sambut yang baru Janganlah ragu tuk maju Ada orang sakit jiwa Menangis minta ke Jepang Alangkah lucu si kakek tua Rambut pitak mintak dikepang Nama : Mhd Zaiyan Dzaky F Kepahlawanan Pagi pagi makan bengkuang Bengkuang dikupas oleh buk rani Terimakasih para pejuang Telah membangun bangsa ini Dian menari tangannya kaku Tidak seperti saat makan Semua jasa para pahlawanku Takkan pernah kulupakan Si arjuna sang raja panah Melepaskan panah ke tengah papan Mereka rela bertumpah darah Demi kita dimasa depan Buk koko suka menjual jamu Menjual jamu sampai basah Dengan keris ditanganmu Kau basmi para penjajah Wanita anggun berselendang merah Memiliki rumah indah dan megah Walaupun mati bersimbah darah Kalian tetap yang paling gagah Bapak jajang suka begadang Begadang semalaman nonton rama shinta Mereka berjuang pagi hingga petang Demi kemerdekaan NKRI tercinta Hati harimau keras seperti batu Memilih manusia menjadi mangsa Mereka Rela mengorbankan waktu Untuk mencapai kemerdekaan bangsa Perbuatan buruk milik setan Mengganggu orang sampai berlarian Kalian kokoh dalam perbuatan Serta teguh dengan pendirian Anak pak direktur namanya wawan Wawan hidup penuh gaya Karena kalianlah para pahlawan Negeri ini merdeka dan jaya Keluarga pak somad pergi pindah Pindahnya ke rawajati Kalian buat lawan gundah Hanya dengan keteguhan hati Nama : Alan Rizki Pratama Orang kaya banyak harta Pergi ke jakarta setiap tahun Dengan bismillah pembuka kata Kata dibuka dengan pantun Membuat pedang dengan besi Pedang dibeli orang kaya Pantun kubuat dimalam sunyi Untuk melestarikan budaya bangsa Pergi ke pasar membeli semangka Semangka dimakan dengan kue Budaya banyak ragamnya Dari sabang sampai merauke Minum es dengan pisang Dimakan dengan kue layang layang Budaya bangsa banyak dari sabang Salah satunya budaya minang Menanam padi di tengah sawah Padi ditanam dengan tangan Budaya minang tetap utuh asalkan dijaga dan dilestarikan Orang kaya mencari durian Durian dicari ditengah hutan Budaya dilestarikan dengan tarian Kuliner dilestarikan dengan masakan Pergi berlibur ke pantai kata Tiba disana bermain layang layang Dari aceh sampai papua Kuliner minang tetap disanjung Memasak ubi sampai matang Ubi dibeli orang kaya Kuliner minang adalah rendang Yang telah diakui dunia Jalan jalan ke singapura Jalan jalan dengan orang kaya Walaupun budaya berbeda beda Tapi kita tetap satu juga Anak raja makan durian Makan durian dengan ramah Dengan kata penutup pantun Kata ditutup dengan bismillah Nama : Siti Nurfalinda Paman pergi ke jakarta Pulangnya membawa semangka Hidup di dunia sementara Hidup di akhirat selama-lamanya Pergi ke pasar beli semangka Beli juga kaca mata Jangan meratapi yang belum dipunya Tapi syukurilah yang sudah dikasihnya Ayah lagi mondar mandir Melihat rini berkelahi Rajinlah dalam belajar Kalau ingin cita-cita tercapai Durian dibelah jadi dua Semua orang jadi ribut Walaupun sibuk didunia Jangan lupa urusan akhirat Muka-muka jalan berkelok Bumi malaka begitu mewah Adat bersandi sarak Sarak bersandi kitabullah Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kami disengat lebah Saat memanjat pohon mangga Perbanyaklah beribadah Sebab dunia semakin tua Pergi ke pulau naik rakit Ditepi ketemu dengan angsa Jangan tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Bibi pulang bawa oleh-oleh Belinya dari ramayana Sholat itu perintah Allah Jika ingkar masuk neraka Kayu bakar dibuat arang Arang dibakar memanaskan hati Jangan mudah menyalahkan orang Cermin maka lihat sendiri Nama : Putri Azmita Beli buah di toko Bedus Jangan lupa membeli peniti Untuk apa memasang wajah mendengus Banyak orang yang sakit hati Pak Mamat pergi ke sawah Anaknya sedang makan Janganlah hidup bermewah Nanti kamu akan miskin Pergi ke pasar membeli tomat Tidak lupa membeli cireng Klo tuan manusia hebat Coba tebak buah apa yang loreng?

Ke Jakarta pakai metro mini Duduk bersebelahan dengan kakak Tanamlah pohon dibumi ini Agar udara semakin sejuk Dari mana datangnya lintah Dari sawah burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun. ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata turun ke hati Orang bangka jual martabak Layang-layang beri berjambul Barulah senang ibu dan bapak Melihat anaknya mengucapkan ijab kabul Beringin di tepi kolam Buaya bersarang di bawahnya Hati ingin hendak belajar Orang tua saya melepaskannya Banyak ikan di dalam laut Ikan tenggiri di dalam peti Banyak kapal karam di laut Saya sendiri karam di hati Orang padang pergi ke pauh Sampai di pauh membeli ikan Janganlah kamu pergi jauh Banyak orang yang merindukan Dari cirebon ke semarang Tidak lupa membawa capcay Berhematlah dari sekarang Agar dewasa kelak kita happy Nama : ATIFA AWDIA RAMADANI Masih banyak perjuangan kita Ingatlah semangat ketika merdeka Satukan hari dan kerahkan usaha Agar tercapai juga impian merdeka Pergi berlayar ke samudra hindia Petunjuk jalannya memakai peta Ingatlah wahai masyarakat indonesia 17 agustus adalah hari kemerdekaan kita Minum teh tanpa gula Sungguh pahit rasanya Kalau kamu cinta budaya Cintailah budaya indonesia Ditepi jalan ketemu nenek lansia Sedang berbicara dengan anak nya Jagalah budaya indonesia Kalau kamu mencintainya Jalan-jalan keliling indonesia Jangan lupa pergi ketaman mini Indonesia adalah paru-paru dunia Janganlah kalian merusak negara ini Terbang rendah burung peragam Dari hama terbang kehutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Pohon mangga sebesar paha Pohon kemiri tidak berduri Mari bersama kita berusaha Membangun budaya negri sendiri Ada anak lagi main sepeda Tersandung batu jatuh lah dia Belilah barang indonesia Agar dapat sayang budaya Pergi kewarung memakai sendal Hendak membeli ikan asin Kita harus menjaga kesenian tradisional Agar tidak diambil negara lain Berkobar-kobar semangat membara Membela rakyat, membina negara Menjulang impian rakyat jelata Membina martabat sebuah bangsa Nama : M.Ihsan Menangkap ikan dengan jala Ikan di tangkap di rawa rawa Assalamualaikum pembuka kata Semoga pantun saya dapat juara Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari Pekalongan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah Dasar jangan diabaikan Pergi ke Medan membeli ulos Singgah di kedai membeli gulai Jangan ajak aku membolos Dorong aku jadi anak pandai Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Kepada rumput pergi berburu Pergi berburu bersama teman Anak baik hormati guru Itu namanya murid budiman Ada jarum dan juga peniti Jangan ditusuk pastilah sakit Sesama teman jangan berkelahi Tak ada guna badanpun sakit Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Pohon jati kuat kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Tinggi batang pohon jambu Tumbuh di sisi pohon mangga Engkau dan aku adalah satu Bersahabat dalam suka duka Kepada rumput pergi berburu Pergi berburu bersama teman Anak baik hormati guru Itu namanya murid budiman Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Nama : Cindy Wulandari Octo Orang kaya banyak berharta Ke Sumatra setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Daun ilalang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dikarang penghibur hati Turut kembangkan budaya Etam Daun ilalang taruh di topi Daun Kurma ditambah lagi Pantun kukarang di malam sepi Kala purnama telah meninggi Ambil paku di Kota Raja Di Kota Raja mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Manis sungguh gula Melaka Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Anak teruna tiba di darat Dari Makasar langsung ke Deli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak dijual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Ambilah bambu untuk sembilu terbanglah debu dari cerutu Nama kamu aku sebut slalu didalam do'a disetiap waktu Langitnya membiru terlihat sendu warnanya hijau membiru dan semu Jaraknya jauh tumbuh rindu inginkan slalu didekat denganmu Nama : Sarmila Junifa Pitri Malam minggu pergi karaoke Ayo pergi sama saudara Dari sabang sampai merauke Sungguh indah budaya nusantara Beli baju warna biru Untuk dipakai jalan jalan Meski beda ras dan suku Tapi kita satu tujuan Kipas angin berputar putar Ditarok diatas meja Belajarlah agar pintar Kelak engkau akan berguna Sangat terang di malam hari Di sinari bulan purnama Wahai insan jangan lupa diri Atas semua kuasa_Nya Pergi mendaki ke gunung merapi Jangan lupa ajak teman Lihatlah alam bumi pertiwi Betapa indah ciptaan tuhan Jalan jalan naik sepeda Singgah dahulu ditepi pantai Jangan sampai engkau lupa Banyak sanjungan membuatmu lalai Berlibur kepulau seribu Disana banyak wisatawan Hormatilah ayah dan ibu Ridho tuhan kau dapatkan Pagi pagi minum kopi Kopinya ditambah gula Jagalah bumi ini Dengan buang sampah pada tempatnya Pergi ke cina naik pesawat Terbang tinggi di udara Wahai para pejabat Jangan ambil hak mereka Pak ali beli besi Belinya di pasa raya Sumatra punya ragam tari Tari pasambahan salah satunya Hujan turun dimalam sepi Hembusan angin menusuk tulang Hapus semua rasa benci Tumbuhkan kasih sayang Nama : Wilda Kota Padang penghasil bengkoang Payakumbuh kota galamai Sungguh elok rumah gadang Walaupun gubuk, suasana damai.

Sungguh tinggi Gunung Singgalang Tidak setinggi Bukit Barisan Sungguh banyak yang diangan Hasil karya tidak dilupakan. Padang Panjang Serambi Mekkah Sungguh banyak curah hujannya Biarlah hidup bersusah payah Semua usaha ada manfaatnya.

Elok baladang ka tarantang Daripado ka Tandikek Tumbuah kamuniang rampak mudo Kalau di rantang namuah panjang Bia diputa supayo singkek Diambiak sado nan paguno. Pagaruyuang di Batu Sangka Disinan juo bundo kanduang Hati rusuah hilang pangana Nan kuaso tampek balinduang. Rumah gadang sambilan ruang Panghulu tagak jo tungkeknyo Pandai-pandai di rantau urang Hiduik basamo ado gunonyo.

Disudut penjuru negeri Di sebelah samudra raya Mari lestarikan budaya antri Karena kita orang indonesia. Kuraitaji pakan sanayan Urang gaek manggaleh lado Capek kaki, ringan tangan Namun salero lapeh juo. Orang padang mandi ke gurun Mandi dengan bunga lada Hari petang, matahari turun Dagang berurai air mata. Hujan turun dini hari Menutup cahaya mentari pagi Saatnya anak muda negeri Membangun budaya yang telah mati.

Nama : Fany ardia fitri PANTUN MUDA MUDI Buah pala buah mengkudu Dibawa orang ke kota raja Sudah lama adek menunggu Nyatanya abang kemana aja? Buah gelatik diatas genteng Buah pisang dimakan raja Adek cantik,abang ganteng Gimana kalau kita jadian aja Makan tahu diatas batu Tahu dibawa dari semarang Kalau kamu suka padaku Belikan emas satu keranjang Makan roti di tepi sawah Makan ketupat di surabaya Tak pernah hati ini gelisah Karna punya kekasih dua Teh manis rasanya manis Teh tawar tanpa gula Pedih hati seakan teriris Melihat kekasih jalan berdua Naik kereta ke kota solo Jangan lupa beli kerudung Sudah lama aku menjomblo Punya satu ,kena tikung Beli pena di toko sepatu Anak ayam makan rumput Terlena aku menunggu Bintang jatuh, malah nyangkut Kebukittinggi jalan berliku Singgah sebentar di kayu tanam Sakit hati menahan rindu Terbayang siang dan malam Ada pengamen nyanyi tokecang Berdiri tegak menghadap restoran Sungguh aneh anak sekarang Kecil kecil sudah pacaran Sungguh enak simangga muda Putih putih si bunga melati Jangan lupa para remaja Ajak kekasih pergi mengaji Nama : Yohana Nurfifah Hadiq Pantun percintaan Makan roti dimalam hari Makannya sambil tertawa Kamu sangat menarik hati Karna senyummu yang menggoda Pantai kata dipariaman Pantai cermin juga ada Wajahmu tampan rupawan Membuat aku tergila-gila Pulau pandan pulau angsa Terlihat jelas ditepi laut Wajahmu ayu mempesona Membuat hatiku cenat cenut Hatiku hatimu Dibungkus dalam jerami Cintaku menggebu-gebu Melihat wajahmu cantik sekali Hari hujan dipagi hari Burung-burung enggan terbang Namamu selalu dihati Karna hanya kamu yang kusayang Bunga mawar bunga melati Kedua bunga sama harumnya Aku rela lama menanti Demi dia yang kucinta Anak-anak bermain bola Mainnya dihari senja Senyummu ayu mempesona Membuat aku jatuh cinta Jalan-jalan kekota batu Jangan lupa beli sepatu Kalau kamu cinta padaku Jangan lupa bilang I love you Kue pukis rasanya mari Enak dimakan dengan teh manis Kamu sangat menarik hati Karna senyummu yang manis Coba-coba menanam bawang Bawang ditanam dihari senja Coba-coba menanam sayang Moga-moga menjadi cinta Nama : Aris Fadilah Angku Haji babaju jubah Manabiah ruso di subarang Mangaji mamuji Allah Mahimpunan doso sumbayang.

Asam kandih asam galugua Katigo asam riang riang Manangih maik di pintu kubua Manyasa diri ndak sumbayang. buruang layang tabang malayang Hinggok karantiang si kayu jati Itu eloknyo urang sumbayang Mungkonyo janiah hati nyo suci. siku bibi tabang ka patai Kariang pasang tibo ka tangah Pado hiduik bacamin bangkai Elok lah mati bakalang tanah.

hilia hilia cando urang mamapeh Tantang parupuak manyubarang Kalau badan lai samo lapeh Karam biduak kito baranang. kaluak paku kacang balimbiang Daun bangkuang renggang-renggakan Anak dipangku kamanakan di bimbiang Urang kampuang di patenggakan. Rumah gadang 9 ruang Salanja kudo balari Kaco pacah minyak tatunggang Baun bateba di nagari. Rumah sikolah di pariaman Bapaga kawek sakuliliang Rilakan sado nan tamakan Kok untuang jadi darah dagiang.

kurai taji balai sanayan Urang tuo bajaga lado Capek kaki ringan tangan Salero lapeh juo. dahulu barambuik panjang Kini barambuik singgua bahu Dulu bakasiah sayang Kini cando urang ndak tau. Nama : Allya hurul aini Reni pergi ke stasiun kereta Ternyata disana bertemu Ammar Sungguh mirisnya ibu kota Jakarta Bocah kecil bekerja terlihat wajar Mawar merah di tanah andalusia Durinya tajam dan juga keras Alangkah lucunya indonesia Orang pandai fisika matematika saja yang di anggap cerdas Hayati pergi membeli buku Di tengah jalan bertemu sarah Indonesia akan susah maju Jika rakyatnya tidak mau bersekolah Dikebun binatang ada gajah Dikebun paman afa musang Indonesia bebas dari penjajah Tapi terkekang denfan lilitan hutang Baju udin terkena getah Karena itu pulangnya telat Ketika banjir yang salah pemerintah Padahal yang buang sampah adalah masyarakat Anak ayam telat menetas Ketika dewasa berlari lari Indonesia tidak berkualitas Karna banyaknya penghianat negeri Bule cantik namanya Alisia Ia berjalan ke arah taman Selamat datang di indonesia Orang benar sering di penjarakan Diantara mereka ada jarak Karena itu mereka menyerah Paru paru dunia telah di rusak Tak ada langkah tegas dari pemerintah Umi menggores telor Ana menggunting kuku Musnahkanlah para koruptor Agar makmur negaraku Anak bu Ina mamanya karmila Kurmila ternyata sudah beranjak dewasa Jika pemerintah dijalankan berdasarkan pancasila Indonesia akan jadi negara terhebat sepanjang masa Nama : Giffari Zilbran Jalan-jalan mencari kedondong Di tengah jalan nampak pohon cemara Wahai kawan janganlah sombong Supaya engkau tak sengsara Ke pasar Minggu membeli jamu Sampai di pasar bertemu teman Teruslah engkau menimba ilmu Agar berguna untuk masa depan Main-main ke Pulau Pasumpahan Sambil duduk memakan pepaya Ku hargai kritik dan saran tuan Semoga bermanfaat untuk diri saya Buah jambu disangka buah kandis Buah kandis ada di dalam cawan Gula madu disangka manis Manis lagi senyuman tuan Anak ayam ada sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Pohon beringin di tepi kolam Ikan bersarang di bawahnya Hatiku ingin hendak belajar Orangtua sayang melepaskannya Jangan berdiri di muka pintu Pintu dikunci dengan palang Niat hati juga begitu Tapi malu dilihat orang Ramai orang bersorak-sorak Menepuk gendang dengan rebana Alang senang nya hati awak Mendapat baju dengan celana Buah nangka diluar pagar Tarik galah tolong ambilkan Saya budak baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Nasi dingin di dalam panci Jangan dicampur dengan sagu Saya berniat didalam hati Tak perlu orang lain tahu Nama : Ramadani Hari ini hari minggu Hari esok hari senin Hari ini ku menuntut ilmu Hari esok ku jadi pemimpin Ember itu diisi air Gelasnya kosong saja Ilmu ibarat air tak mengalir Kalau kita tidak mengembangkannya dan berkarya Lubuk alung balai selasa Ibu ibu menjual rendang Kalau kita bekerja sama Smanla pasti menang Gadis cantik berkerudung merah Melirik kawan kaki tersandung Jadi orang jangan suka marah Di jauihi teman hatilah bingung Burung pipit terbang ke semak Tiba di semak makan padi Ingatlah pesab ibu dan bapak Janganlah engkau bermain judi Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Mencari ilmu yang sungguh sungguh Jangan sampai ketinggalan Berlayar ke pulau seribu Sambil menikmati lautan lepas Jika kamu memperoleh ilmu Jangan cepat merasa puas Pot itu di beri pupuk Jangan lupa di beri bunga Menuntut ilmu membuat kita sibuk Suatu hari kita akan bahagia Jalan-jalan ke pantai kota Jangan lupa bawa alat renang Kalau kamu ingin bahagia Rajin lah belajar dan beribadah dari sekarang Burung burung terbang di udara Ada seekor cendrawasi Cukup sekian dari saya Saya ucapkan terima kasih Nama : Olga Amelia Elfadilla Sy Pantun Spontan Nasehat Ibu Santi marah-marah Melihat anaknya tak tegur sapa Jangan menyerah pada masalah Tanpa mencoba menyelesaikannya Sungguh Indah kota Mekah Di sanalah terletak Kakbah Hidup ini terasa indah Bila kita bersedekah Rintik hujan basahi tanah Kapal berlabuh di pelabuhan Jangan suka menebar fitnah Itu lebih kejam dari pembunuhan Kerbau tergeletak tak bernyawa Dililit oleh ular berbisa Hiduplah kamu berbahagia Menjadi dirimu apa adanya Kejam di sebut haus darah Lembut di kata tak berdaya Jika kita rajin beribadah Kelak akan masuk surga Seindah apapun Dunia Lebih indah di dalam surga Patuhilah orang tua Disanalah di dapati ridha Ada si kancil yang cerdik Ada si kerbau yang dungu Jangan usil kepada adik Nanti akan di marahi ibu Sarapan Pagi bersama-sama Makan siang sendiri-sendiri Nikmatilah masa SMA Karna tak terulang dua kali Si kancil mencuri lemang Lemang disimpan di dalam peti Tuntutlah ilmu dari sekarang Agar tak menyesal di kemudian hari Siapa tau isi peti Yang terlihat hanyalah kunci Lapangkan lah hati Jadikan ruang di ilahi Nama : Iney Pive Frisky Pakai sarung ke pos ronda Di pos ronda orang berjaga Burung garuda lambang negara Semangat pancasila selalu di jaga Pemuda tampan gembala domba Domba diikat di pohon mangga Indonesia bhinneka tunggal ika Penduduknya beribu suku bangsa Cantik rupa si burung dara Indah warna dipandang mata Setiap suku beda bahasa Bahasa indonesia pemersatunya Sungguh manis rasanya gula Gula ditaruh di gelas kaca Cintailah budaya bangsa Lestarikan hingga mendunia Cendrawasih indah warnanya Terbang tinggi di atas awan Indonesia raya tanah tercinta Negeri elok rupa menawan Rumah cantik tak berpenghuni Redup lampu jangan tinggalkan Betapa indah negeri ini Jikalau hidup dengan persatuan Indah kata karena tutur Duduk bersama juga berbaur Walau zaman semakin uzur Adat dan budaya takkan hancur Pergi berburu membawa parang Dapatlah kerbau bertanduk dua Budaya asing banyak yang datang Budaya bangsa jangan di lupa Banyak khasiat buah pepaya Buah kecil manis rasanya Cintailah produk indonesia Hasil karya penerus bangsa Manis nian si buah mangga Mangga dikait dari pohonnya Negeri ini membuatku bangga bangga menjadi anak indonesia Nama : Amalia kartika ramadhani "Bangsaku Hancur" Berlari lari mengejar domba Panas berlari enaknya makan tebu Sungguh sedih hati terasa Karna bangsa tak lagi bersatu Panjat pohon rambutan di pagi hari Tapi sayang banyak semutnya Tiada lagi pahlawan bangsa ini Yg menjaga keutuhan negara Si Mimin main sepeda Dia jatuh kakinya berdarah Hanya karna masalah kasta Rakyat miskin di anggap sampah Terbang tingginya burung kutilang Kutilang turun di makan ular Budaya bangsa perlahan menghilang Karna meniru budaya luar Anak burung belajar terbang Mereka terbang bersama sama Dengan susah pahlawan berjuang Namun penerus tak bisa menjaga Tinggi lompatnya seekor katak Saking tingginya dia terjengkang Karna budaya asing yang perusak Moral remaja bangsa menjadi hilang Burung elang terbang tinggi Demi melihat mangsanya Sungguh terasa sedih hati ini Melihat bangsa tak lagi jaya Kepasar beli semangka Sampai di rumah di belah Kita menangis mereka tertawa Melihat bangsa yang terpecah belah Burung beo bernyanyi nyanyi Dia bernyanyi dengan merdunya Mari kita jaga negara ini Dengan membangun moral bangsa Jalan jalan lihat air mancur Mancurnya tinggi dan merekah Walaupun bangsa kita hancur Tapi jangan sampai kita menyerah Nama : Syofia rindu Lah lamo indak ka rimbo Lah masak jaguang jo padi Lah lamo ndak basuo Dangakan pantun dari kami Kemumu di tapi samak Jatuah malayang selaronyo Sungguh ilmu setinggi tegak Indak sembayang apo gunonyo Cincin banamo ganto sori Sasuai bana di kalingkiang Ilang kamano ka dicari Lautan sajo sakuliliang Anak bakiak turun kasawah Tibo disawah makan padi Guluang lapiak sapu lah rimah Ko ndak kama ka di cari Pulau talam pulau tarika Di baliak pulau angso duo Jawek salam mande ka tingga Ambo barangkek kini ko juo Mani-mani tibo di gurun Mani ndak sampai ka puncak nyo Mancaliak anak ka turun Malenggok letang di rusualnyo Siayuak sialang tabang Sayok takembak-kembak juo Tadayuah hati ka nan ilang Raso katampak-tampak juo Taratak gunuang taseban Yur malambai di puncak nyo Taragak usah bapasan Dalam mimpi kito basuo Kelok-kelok batang dama Tampuah ula patang hari Ndak usah baitu bana Awak sakampuang sanagari laweh-laweh daun padi Ambiak salai ka aleh meja Ndak tabaleh pantun kami Duduk kamari kami aja Nama : Rozi suriyadi Ada harimau sedang memangsa mencari makan di padang gurun untuk seluruh pemuda bangsa kita budayakan budaya pantun Rusa mati di tengah gurun karena harimau yang memangsa kita lestarikan budaya pantun karena itu warisan bangsa Suku batak dan minahasa berbeda beda tetaplah sama bangsa kita sangatlah kaya ragam bahasa corak budaya Dari sabang sampai merauke banyak berjajar pulau-pulau indonesia memang oke membuat dunia selalu terpukau Gula merah namanya aren rasanya manis menggoda indonesia tak kalah keren kota jakarta ibu kotanya Keris itu sangatlah tajam dari dahulu sampai sekarang pantun bisa bermakna tajam jika diganakan untuk berperang Buah belimbing rasanya asam dibuat rujak menjadi segar hati panas bisa diredam karena kita orang penyabar buah durian rasanya enak jika dimakan pakai ketan berpantun itu memang enak jika berahasa yang sopan Panjat pinang memang asik karena banyak hadiahnya berpantun itu memang menarik karena indah bahasanya Indonesia kaya rempah-rempah rempah dijual oleh belanda ekonomi kita masih dijajajah akan dilunasi oleh burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

muda Nama : Wenamira Ikan berenang diLubuk Ikan Lele kumisnya panjang Adat pinang ketampuk Adat sirih Kegagang Jalan-jalan beli Pita Pulangnya membeli Kado Wahai warga bangsa kita Kembangkanlah Budaya Indo Berdiri diantara Kawan dan Lawan Terpijak betung sebelah Mau berpijak dengan lawan Disitu kata putus sudah Bunga Kambang dirumpun Pinang Dihiasi daun muda Jika berkehendak meminang Tanda diri beradat budaya Kesatria berpakaian besi Beranjak melangkah melanda-landa Hidup itu bertegak sanksi Adat bertegak tanda Jika kalau Adat tiba Terpaksa harus turun tangan Mencari hukum pertama Duduk berbicara dengan Rundingan Akar pinang ditimbun rapat Puyuh kini berlari-lari Ayolah kita menjunjung adat Tunggak budaya semak dihati Bukan sembarang lebah Bersarang di Batang buluh Bukan sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Menyulam memakai benang kasar Baju disulam tepi kainnya Salah kecil besar Hukumnya tersedia pula Pohon mangga berbuah lebat Jika masak harum juga Berjuta pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja Nama : Anugerah kautsar Haus datang ketika senja enaknya minum kelapa banggalah anak indonesia banyak macam budayanya Pagi pagi makan nasi waktu dimakan sudah basi banyak tempat dikunjungi hanya minang yang dihati Burung terbang berkicau terbang terus sampai petang walau esokkan merantau tempat pulang pasti ranah minang Waktu libur kepulau batam pulangnya hari senja walau bahasanya beragam bahasa yang satu indonesia Dipustaka banyak buku dimana buku jembatan ilmu walaupun bersuku suku indonesia tetaplah satu Jalan jalan kepantai kuta pulangnya ke jakarta indonesia negri yang kaya dengan ragam bahasanya Dikepala banyak kutu karna jarang mandi walau zaman semakin maju adat tetap dijunjung tinggi Berwisata kekawah sikidang beli piama di kediri meskipun megah negeri orang lebih nyaman dinegeri sendiri Kaswari terbang diatas awan matanya indah bagai permata negeri cantik rupa menawan indonesia raya tanah tercinta Kayuh sepeda kemalaysia mencari bubur menuju dapur sungguh indah alam indonesia negeri subur aman dan makmur Nama : Marhajma admajaya Presiden Jokowi mencanang visi Wawasan negara teras keamanan Budaya bangsa kemas di sisi Tak mungkin lenyal di telan zaman Sirih junjung buar pinangan Di hias indah cantik di tatang Tradisi kita di lupa jangan Adat di kendong budaya di julang Sirih kuning di beri nama Sirih tanya beserta cincin Hidup berunding mufakat bersama Bangsa mulia budaya dijamin Sirih junjung sirih pinang Sirih kami susun bertingkat Adat di junjung pusaka dikenang Bangsa berbudi hidup mufakat Pergi ke pasar pakai sendal Pergi ke pasar membeli ikan Budaya asing boleh dikenal Budaya lokal jangan tinggalkan Bagai kuku kucing Persia Jangan sirik kalau sakit hati Walaupun banyak bahasa di dunia Bahasa di Indonesia tetap di hati Pergi ke pasar membeli sasa Jangan lupa untuk membayarnya Negara kita kaya akan bahasa Bahasa Indonesia pemersatunya Jalan-jalan ke kota Baru Pulangnya membeli buah semangka Bahasa Indonesia bahasa pemersatu Tentunya identik dengan Bhineka Tunggal Ika Sifat kimia asam dan basa Bila praktikum lebih menyenangkan Bahasa daerah sudah terbiasa Bahasa Indonesia lebih diutamakan Buku cerita Siti Nurbaya Makan gula di dalam peti Aku cinta Indonesia raya Akan ku bela sampai lari Nama : Puja Radiatul Mardiah pai kapasa mambali burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

mi tabali kadarluasa kok kawan emang punyo hati tolong lah ambo buek tugas bahasa malam malam pakai selimut selimut dipakai hangat rasanya paras mu memang imut tapi sayang tidak beretika beli pop ice rasa coklat pop ice dibeli manis rasanya kalaw kamu memang rajin shalat insya allah teranglah pikirannya ke apotik membeli jamu jamu dibeli pahit rasanya jagalah sikap dan harga dirimu agar jangan dipandang sebelah mata beli mi rebus di warung pak somat pak somat pergi warungnya tinggal kalau kamu ingin selamat dunia akhirat maka rajin rajin lah beramal kapasa mambali soto jan lupo mambali minas untuak kana mambali oto sedangkan kredit onda alun lunas jalan jalan bersama ayah singgah sebentar membeli mangga kalau saya tidak salah kemarin lah ulang tahunnya mangga rasanya manis ditambah garam menjadi asin hai kamu yang lagi menangis izinkan lah diriku untuk menenangin ke supermarket beli buku gambar buku gambar yang berwarna biru rajin rajin lah belajar untuk meraih kesuksesanmu ke warung membeli gunting gunting dibeli warnanya ungu kesuksesan itu memang penting untuk menjamin masa depanmu Nama : Muhammad Fajri habibi Pai Raun ka pakandangan Basobok mamak Jo Kanakan Punyo ilmu Jan di andok an Rancak sanak bagi-bagikan Pulang Raun dari Padang Sago Singgah lah dulu di kadai putu Kalau sanak nio ka sarugo Tunaikanlah sholat limo wakatu Minum aie Coca cola Kasadak an Diateh meja Sebagai anak sikola Karajonyo mambaco sambia baraja Masak kacang padi pakai daun pandan Dimakan Samo si Wawan Kalau nio jadi anak teladan Hargoi guru sayangi kawan Ka pasa mambali kaco Duduak dulu sambia minum jamu Banyak banyaklah mambaco Karno mambaco kunci ilmu Ilalang tumbuh di pekarangan Di tapinyo labah Basarang Urang sombong indak punyo kawan Iduiknyo susah indak ditolong urang Nan kareh iyolah baja Nan lunak hanyalah busa Rajin-rajinlah baraja Jan sampai manyasa di hari tua Makan nasi pakai panci Kironyo anak Sadang mancari Banyak urang nan ka banci Jo urang pamaleh indak tau diri Buluah Jo rotan di cotok buruang Cotoknyo patah dek rotannyo Walau ilmu setinggi gunung Indak di amalkan apo gunonyo Uwak-uwak di ladang pak Jaja Di tangkok lansuang di makan Awak baru baraja Kalau salah tolong di tunjuak an Nama : Vina Saljanata Ada anak namanya si itun Singgah menncari bunga asoka Saya coba dahulu untuk berpantun Mana tau anda suka Hanya gigi palsu yang bisa nolong Merubah gigi nenek yang ompong Hanya jomblo yang membuat strong Malah stres yang tak tertolong Pergi kepasar beli alfukat Memakai baju yang sangat ketat Kenapa bau busuk yang sangat dekat hidung dengan mulut yang teramat dekat Orang batuk berdahak - dahak Beli obat ke toko sebelah Saya tertawa terbahak - bahak Melihat kaus kaki tinggi sebelah Pergi kewarung beli pupuk urea Jangan lupa membeli kacang polong Kau berjalan seperti artis korea Kau tak paham kalau celanamu bolong Punya orang jangan dibawa Karna bukan punya kamu Diberi senyuman malah ketawa Karna melihat gigi kamu ada lampu Celana rompi burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

bolong Ditempel dengan kain putih Jangan mimpi di siang bolong Dinaksir artis aura kasih Adek cantik jangan malu-malu Lebih baik belajar bahasa jowo Jangan nangis-nangis melulu Lebih baik nyanyi lagu despacito Ayah saya bernama ambin Panggil papa pun tak apa Menulis-nulis kayak orang rajin Lihat ternyata penanya tak ada tinta Main pentak umpet mendapat benang Tak berguna hanya dibuang Mata ngantuk berkunang-kunang Di bawa tidur terasa senang Jangan hanya melihat saya Lebih baik mencabut rumput Jangan dekat-dekat dengan saya Karna saya mau kentut Dini hari saya pergi Besok kita berjumpa lagi Hanya sekian pantun saya saat ini Besok lolos saya perpanjang lagi Nama : Ratu Anisa Febrita Saya memberi tema pada pantun saya Semangat Hidup Sosial yang Terhormat Aman,Damai dan Sejahtera Karya Pantun Pak Tani kerjanya di sawah Pedagang kerjanya di pasar Jangan jadi orang lemah Jadilah orang yang berjiwa kuat dan besar Pergi sekolah diberi uang saku Tiba disekolah dibelikan pena Janganlah pernah terpaku Kepada sesuatu yang tidak berguna Si Besar bunga Raflesia Si Kecil semut rang-rang Jika kamu ingin bahagia Jangan pernah menyakiti orang Himalaya gunung tertinggi Di Jepang banyak bunganya Jika ingin pendidikan yang tinggi Harus lebih giat belajarnya Bukan ramuan bukan jamu Bukan lubang bukan celah Sekolah itu untuk menimba ilmu Bukan untuk menimba masalah Kedatangan tamu sebab menjamu Tamu itu pak irwan kiranya Jagalah mulut mu Karena mulut adalah kunci dari segalanya Harum mewangi bunga melati Letak nya tidak jauh dari hutan belantara Kalau sakit harus diobati Jangan sampai jadi sengsara Bukan deta sembarang deta Deta di beli di Mangga Dua Jangan kamu menangis karena kegagalan cinta Menangislah karena belum dapat membahagiakan orang tua Parasit adalah benalu Hinggap di pagar rumah kita Jika anda masih punya malu Jangan pernah berkata dusta Ular melilit orang terlilit Dililit sesak sakit tak terkira Jika kamu orang berduit Jangan buat orang sengsara Nama : Adrian arif Baro api dari sabuik paguno untuak tungku amak ranah minang nan tasabuik karano randangnyo nan lamak Bafoto di puncak langkisau pai kasinan di bawo ajo rami urang pai marantau untuak kuliah jo karajo siriah lamaknyo jo pinang bajalan lamaknyo jo tangkelek jan pagarahan urang minang dari ketek pandai basilek manciang lauak di danau mandapek lauak cupang walau badan di rantau tapi hati tetap di kampuang Banyak makan banyak raso tapi randang nomor satu beda nagari beda bahaso tapi hati ko tetap satu Lamak bana makan basamo maambiak aie dari teko bagotong royong iyo basamo basamo kito manjago pusako Jalan jalan bersama agung sambil membawa kuda bahasa indonesia bahasa agung yang diperjuangkan para pemuda Ke mesjid sholat zuhur sudah sholat lapanglah dada adat dapat dari leluhur untuk diturunkan ke pemuda Sekolah memang berbeda tapi tetap belajar bahasa budaya daerah memang berbeda disatukan oleh bahasa indonesia Motor shogun memang keren mengimbangi motor ninja gaya hidup boleh mo moderen tapi budaya tetap dijaga Nama : Reza April Yono Banyak khasiat dalam pepaya buah kecik enak rasanya negara kaya akan budaya itulah republik indonesia Buku cerita siti nurbaya nakan gula di dalam peti aku cinta indonesia raya akan kubela sampai mati Sibopak datang ke pasar raya mencari jamur di buah pepaya banyak orang yang berkata negeri kita makmur dan kaya Bagai Kuku Kucing Persia Sakitlah Hati Jangan Sirik Wahai Negeriku Indonesia Jadilah Negeri Yang Baik Air Sungai Air Mengalir Menggayuh Biduk Sampai Ke Tepi Ditanah Ini Aku Lahir Hidup Berkarya Sampai Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Cuaca Dingin Di Pagi Hari Kutempuh Sampai Ke Bukit Aku Hidup Berarti Kutuntun Ilmu Setinggi Langit Ku Kira Ia Binatang Rusa Mencari Madu Di Belantara Kita Beda Nusa Dan Bangsa Tanah Airku Indonesia Mencari Tinta Dalam Wadah Pagi-Pagi Sholat Subuh Negeri Tercinta Sungguh Indah Negeri Tempat Aku Tumbuh Lari Berbelok Tak Akan Sampai Jalan Pelan Juga Ke Sasar Negeriku Elok Dan Permai Surga Warisan Takkan Pudar Jalan-Jalan Kekita Batu Pulangnya Membeli Buah Kiwi Mari Kita Saling Membantu Nenjaga Alam Bumi Pertiwi Nama : Mhd.

Lathif Rizqi Nur orang pintar berbahasa Ke jawa setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Ambil batu di papua Di papua mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Sungguh manis gula jawa Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Daun pisang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dibuat penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Buah berangan dirumpun pinan Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Guru pun ikut bahagia Jika kamu pergi kedusun Jangan lupa bawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Jika kita makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika kita ingin pandai Rajin-rajin baca buku Nama : Ridho Perdana Ke medan bertemu bayu Sekalian beli manik manik Kalau kamu pintar merayu Rayulah cewek yg menarik Pak amir membeli tomat Bersamaan dengan buah mangga Dari kecil rajin sholat Kelak akan masuk surga Ada tuyul ketemuan Bersamaan dengan pocong Kalau kamu takut gituan Mendingan jadi pocong Makan ikan di campur terasi bikin kelapon di tambah lohan Wajah nya kayak artis televisi Tapi kelakuanya kayak setan Naik ojek ke surabaya Jangan lupa bawa es campur Siapa yg tdk tertawa Liat si gundul minta di cukur Hari sabtu pergi ke pantai Jangan lupa minum kelapa Mari kita beramai ramai Liat gajah pakai celana Orang gemuk membuka kedai Ambil galah dalam perahu Bertepuk adik ku pandai Boleh d upah air susu Buah mangga rasanya manis Di bungkus rapat dalam peti Syang walau wajah nya artis Tapi gaya nya macam helokiti Kalau kamu pergi ke pasar Jnagan lupa membeli manggis Kalau kamu berhati besar Janganlh berkelakuan sadis Pohon ana dibuat gubuk Pasang pasak biar tegak Resiko asmara dunia facebook Cinta di tolak blokir bertindak Nama : Gita Sahara Para nelayan mencari ikan Ikan di tangkap pakai jala Jika kamu orang berpendidikan Harus tau tata krama.

Seekor burung terbang melayang Hinggap di pohon jambu Baca buku janganlah jarang Karna buku gudang ilmu Jika pergi ke tanah datar Jangan lupa membeli sandal Jika kamu ingin pintar Belajarlah dengan maksimal Ketika kita memegang kuas Melukislah diatas kertas Jika banyak murid yang cerdas Bangsapun menjadi berkualitas Pohon beringin lebat daunnya Pohon rambutan tinggi batangnya Rajin belajar banyak ilmunya Malas belajar tiada untungnya Dari manja menuju mandiri Jangan lupa makan sendiri Sejak kecil berimpian tinggi Kejarlah itu dengan sepenuh hati Pagi-pagi minum susu Susu buatan ibu mertua Dengarkan lah ajaran guru Agar menjadi orang berguna Langit mengeluarkan gemuruh Menandakan hujan deras Belajarlah sungguh-sungguh Agar mendapat peringkat kelas Makan nasi dengan kerupuk udang Taburi sambal diatasnya Apa gunanya ilmu segudang Tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya Pergi ke pasar naik sepeda Membeli santan untuk membuat gulai Jika kamu terus berusaha Semua yang di inginkan pasti tercapai NAMA : TEDY CANDRA Buruang pipik tabang malayang Hinggok di batang limau puruik Adaik budayo jan tabuang Dek kami nan mudo alun tacukuik Simpang 4 tanjuang ampalu Sasimpang jalan ka muaro Dek kami sungguah paralu Buliah nak tarang di nan ka tibo Ka muaro mambali kain Kain paguno dek rang mudo Usah diganti adaik jo na lain Lestarikan sajo nan lah ado Padang panjang 10 koto Sasimpang jalan ka pacuan Adaik budayo nan tacinto Usahlah kito malengahkan Guruah patuih panubo limbek Pandan tajamua di pandakian Adaik budayo taruih di ikek Sairiang agamo di jalankan Ambiak kain pambungkuh lado Aie tawa pambasuah luko Banyak budayo di nagari kito Tugas kito manjagonyo Jalan-jalan ka saruaso Nampak ruso balang kaki Dek kami iyo anak rang mudo Adaik budayo nan kami iriangi Anak ayam di semba alang Alang maraok ka kinali Jikok adaik alah tabuang Maratok tangih di dalam hati Ratok tangih mambuek luluah Luluah taraso di dalam hati Dima hati indak karusuah Adaik lamo ndak tasuo la Adaik basandi syarak Syarak basandi kitabullah Itulah pituah rang minang Jikok adaik lah takuak Alamaik hati nan ka rusuah Nan jo badan indak ka sanang Nama : Nova Zulfia Judul Karya Pantun: Gaulku karena budaya ku Upload foto di dunia maya Pergi ke pulau dengan kapa Jangan lupa tulis captionnya hati-hati dengan airnya sambutlah salam dari saya bermain randai sampailah kaba untuk saudara semuanya lewat gurindam dan syairnya Disemak banyak kemumu Jadi orang haruslah tabah burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

hembus angin tak berdaya nasehat orang dahulunya untuk apa tinggi illmu tukang goreh sudah basambah kalau tak kenal dengan budaya tapuak galembong langsuang tadanga Menjulang tinggi pohon pinang Burung nuri terbang melayang tumbuh subur lebat buahnya tak terlihat lagi oleh mata jangan lah mengaku orang minang tak kenal maka tak sayang kalau belum kenal budayanya tak sayang maka tak cinta Sinar mentari silaukan mata berfikirlah dalam berkata memanglah terang cahayanya jangan sampai balik menyerang begitu banyak budaya kita cintailah budaya kita cerita randailah salah satunya lestarikan mulai sekarang Sungguh menarik indahnya ngalau Upload foto ke dunia maya membuat hati hendak kesana jangan lupa tulis captionnya kesenian khas di minangkabau sampai disini pantun saya cerita randai budaya kita semoga bermanfaat untuk semua Nama : atifah tiarawati Pantun tentang belajar daun sirih ulang cikda Makan sekapur lalu mati Walaupun banyak ilmu didada Biar merunduk resmi padi pai malala ka pantai kutai Tibo dipantai pai bafoto Jan lupo basilahturahmi Ka sanak - sanak sadonyo jeruk manis beli dipasar Ketika dimakan rasanya lezat Masa muda giatlah belajar Agar bahagia dunia akhirat pak tani pai kaladang Tibo diladang mananam kacang Kalau awak pandai badandang Jan lupo bahasa minang pai malala ka padang Tibo disinan maliek kudo Kalau awak cinto binatang Jagolah kelestariannya ibuk-ibuk pai ka kuraitaji Tibo disinan bali duku Kalau awak pandai mangaji Jan lupo kato-kato ungku pak tani mananam tabu Pambali tibo batanyo hargonyo Hai anak mudo hormati ibumu Karano ibu jalan ka surgo air tajun diminum kudo Barang bekal talah dubawa Siapa yang rajin diwaktu mudo Hidup bahagia ketika tua karambia mudo dibalah duo Maniak -maniak mati dirambah Dari mudo sampai katuo Pangajaran baiak jan dirubah putih warna kapur barus Marah-marah buah tomat Titilah jalan yang lurus Yang penuh nikmat sarta rahmat Nama : IRFAN AFRINAL Tema pantun : “Nasehat” Ibuku pergi ke pasar Pulangnya membawa ikan Rajin-rajinlah kamu belajar Agar tercapai yang kamu impikan Hari raya pakai baju baru Baju yang lama untuk beramal Periksalah kembali isi ujianmu Agar mendapat nilai yang maksimal Buah langsat buah duku Dimakan bersama-sama Jangan coba-coba untuk menipu Sekali tahu orang takkan percaya Pergi ke pasar membeli tas Tas dibeli bersama teman Taatilah peraturan lalu lintas Supaya selamat sampai tujuan Hari raya buat ketupat Kuahnya gulai nangka Jika kamu ingin sehat Jangan pernah coba narkoba Jalan-jalan ke kota medan Lalu singgah ke danau toba Ingatlah selalu kematian Kematian itu selalu didekat kita Pak Doni pak Rangga Mereka berdua bertetangga Jika ingin masuk sorga Berbaktilah kepada kedua orang tua Pergi ke pasar membawa dompet Di dalam dompet banyak uangnya Jika anda kena copet Teriaklah se kencang-kencangnya Buah manggis buah mangga Rasanya manis ada masamnya Janganlah berkata tidak bisa Sebelum kamu mencobanya Beli bawang beli tomat Tomatnya busuk banyak ulatnya Befikir dulu sebelum berbuat Kalau tidak bisa celaka Nama : Zelmia Feby Maharani Putri kamar mandi baunya pesing Bau pesing Karena tidak disirami Tak apa kenal budaya asing Budaya kita selalu di hati Satu nusa satu bangsa Satu bahasa kita Hai generasi indonesia Jangan hilangkan budaya kita Ayah marah wajahnya berang Melihat anak belum makan Pergi merantau ke negeri orang Ranah minang takkan terlupakan Rambut diikat dengan pita Pita di beli dikedai suli Luntur sudah budaya kita Bila tak ada yang peduli Jalan jalan ke persia Di persia banyak makananya Sungguh kaya Indonesia Kaya akan budayanya Pergi ke pasar membeli papan Pergi ke mekkah melihat unta Wahai sahabat seperjuangan Masa depan indonesia ditanagan kita Dina sekarang berumur satu Dihadiahi ibu dengan boneka Berbeda beda tapi tetap satu Itulah bhineka tunggal ika Bola jatuh ke selokan Hendak diambil banyak lipan Tolong menolong kita budayakan Agar terjalin kekerabatan Andi ke kolam menangkap ikan Ikan di jual dibelikan sepatu Budaya kita yang lestarikan Agar tak hilang di telan waktu Adik pergi berlari-lari Di tengah jalan terinjak duri Adik kita ajarkan menari Agar tau budaya sendiri Nama : Vella Kartika Jika di Aguarim ada Buaya Itu adalah sebuah pertanda Marilah kita galakkan budaya Dengan cara yang berbeda Banyak suku di Indonesia Semua suku beda bahasa Mari semua remaja Indonesia Tunjukkan karya yang luar biasa Telur Bebek telur Angsa Masak dadar tidak rata Mari kita majukan bangsa Karena merdeka pilihan kita Makan siang pakai Ampera Makanya di Pantai Kata Meski Pancasila dasar negara Al- Quran tetap pedoman kita Irwan Prayitno Gubenur kita Nasrul Abit wakilnya Kalau berkata jangan berdusta Azab neraka balasanya Perempuan duduk bersila Laki laki duduk bersimpuh Jika narkoba merajalela Generasi muda akan lumpuh Jika saya orang tampan Pastilah banyak memainkan adegan Orang minang pastilah sopan Karena kato nan ampek jadi pegangan Ada Sriwijaya ada Kediri Ada nada ada melodi Cintailah negeri sendiri Demi Indonesia tentram adabadi Semakin tingi angan angan Semakin tinggi pula tantangan Marilah kita berjabatan tangan Membentuk suatu kesatuan Diantara dua benua dua samudera Disanalah letak Indonesia Kita semua adalah saudara Diisatukan dalam satu kata ”Indonesia” Nama : Syarifah Aini Orang bersorak di tepi pantai Ombak menghampas seiring suara Anak bangsa jangan lalai Karena rintangan di depan mata Beli mangga di pasar nebo Mangga dikupas dengan pisau Seiring pantun dan pidato Hormat dan salam yang dahulu Kucing garong di dalam karung Kucing pelihara didalam jeruji Anak bangsa jangan murung Karena itu bukanlah sifat terpuji Bunga tulip mekar petang hari Putri malu dipijat menutup diri Ayah burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

pergi kian kemari Untuk mencari uang dan rezeki Rumah gadang Sembilan ruang Atapnya lonjong kian mencengkram Remaja minang tetap berjuang Walau semangat sudah padam Hujan gerimis di negeri orang Hujan deras di negeri sendiri Kalau hendak ke negeri orang jangan lupa negeri sendiri Merah putih bendera Indonesia Merah dara jantung kita Gewnerasi muda yang berencana Teriakan slam untuk semua Bukittinggi kota wisata Padang ibu kota sumatera barat Ayo kawan lancer berbahasa Sebdelum pergi ke negeri barat Makan ketupat gulai paku Ketupat dimakan dengan ayam bumbu Hai kawan bacalah buku Karena buku adalah gudang ilmu Tari piring dimainkan Piring dimainkan seiring gerakan Kalau hendak jadi orang beriman Ingatlah selalu akan tuhan Nama : Sania Karmen Pagi pagi baca buku Ada anak malu malu Wahai engkau pahlawanku Jasamu akan terkenang selalu Menunggu teman di pohon lama Buahnya jatuh satu persatu Walaupun kita berbeda agama Tetapi kita tetap satu Jalan jalan ke Rumah Nada Singgah dulu beli jamu Walaupun engkau telah tiada Akan ku ingat perjuanganmu Belajar kelompok di Rumah Sarah Sarahnya sedang cari Kutu Walaupun banyak menumpahkan darah Engkau tetap melawan sekutu Ada abang jual bakpia Rambutnya hitam dan ikal Wahai bangsa Indonesia Kembangkanlah budaya lokal THR ada dihari raya Uangnya habis sia sia Banyak suku dan budaya Cuma ada di Indonesia Ani pergi ke Amerika Sambil makan kue Bika Berkat semangat juang mereka Indonesia bebas merdeka Enak didengar lagu Armada Mulai dikenal banyak Dunia Dari semua makanan yang ada Hanya rendang yang mendunia berwisata ke pulau Angsa Nahkodanya Farhat Abas Wahai para remaja bangsa Hindarilah pergaulan bebas duduk disamping pohon Alpokat Alpokat dari Batu Sangka Tujuh belas agustus semakin dekat Mari sorakkan “merdeka!” Nama : Nurkhlolig Halim Pagi pagi ke Rumah pacar Niatnya ajak jalan Dari kecil harus belajar Untuk menuju masa depan Cantik sangat wajah pengantin Membuat semua pria tertarik Jangan bangga dengan budaya lain Budaya lokalpun lebih menarik Sore sore makan kerang Di Restoran paling viral Boleh suka budaya orang Asal jang lupa budaya lokal Jalan jalan ketaman Jangan lupa beli rengginang Sudah taukah kawan Tari piring dari Minang Pergi ke mesjid untuk sholat Pulangnya membeli kebab Kalau berani untuk berbuat Berani pula untuk bertanggung jawab Adik menangis dalam buaiyan Karna lampu rumah redup Kita hidup untuk meraih impian karena impian adalah tujuan hidup ke sekolah bersepeda di tengah jalan bannya pecah hargailah kebragaman yang ada jangan sampai terpecah belah Burung Pipit burung dara Terbang melayang kesini kesana Turutilah perintah orang tua Pasti hidup akan berguna Hidup tidak ada yang instan Semuanya butuh proses Sukses bukanlah kunci kebahagiaan Tapi kebahagiaanlah kunci sukses Sengaja aku datang kekotamu Sudah lama tidak bertemu Tuntutlah ilmu semampumu Biar berguna untuk anak cucumu Nama : Markus Agrifa Danny Sinaga Pergi ke Palembang makan Prata Sambil minum segelas jamu Jika kamu ingin menggapai cita Tekunilah belajar menuntut ilmu Jalan jalan ke Pekanbaru Singgah sebentar membeli buah Marilah kita selalu bersatu Jangan sampai terpecah belah Pergi ke pasar membeli langsat Melihat ibu ibu pakai kebaya Indonesia sungguahlah hebat Memiliki beraneka ragm budaya Pergi berkumjung ke Sumatra utara Jangan lupa ke danau Toba Banggalah jadi anak Indonesia Negeri elok dan kaya raya Tari kecak dari Bali Makan martabak dari Bangka Jika kita orang yang padai Pastialah banyak orang yang suka Berpetualang di pulau Jawa Sambil melihat pertunjukan wayang Lestarikanlah budaya bangsa Jangan sampai dicuri orang Masakan rending dari Padang Rasanya enak dan mendunia Jika kamu ingin dipandang Gapailah prestasi yang mendunia Terbang tinggi butung Balam Tidaklah mungkin akan jatuh Suku bangsa Indonesia sangat beragam Hendaklah kita jangan gaduh Di kebun binatang banyak Kera Diberi makan pakar pisang Cintailah budaya bangsa Agar dapat dikenal orang Indonesia beraneka ragam suku Salah satu ada di Mamuju Jika kita ingin maju Maka haruslah kita bersatu Nama : Vella Kartika Jika di Aguarim ada Buaya Itu adalah sebuah pertanda Marilah kita galakkan budaya Dengan cara yang berbeda Banyak suku di Indonesia Semua suku beda bahasa Mari semua remaja Indonesia Tunjukkan karya yang luar biasa Telur Bebek telur Angsa Masak dadar tidak rata Mari kita majukan bangsa Karena merdeka pilihan kita Makan siang pakai Ampera Makanya di Pantai Kata Meski Pancasila dasar negara Al- Quran tetap pedoman kita Irwan Prayitno Gubenur kita Nasrul Abit wakilnya Kalau berkata jangan berdusta Azab neraka balasanya Perempuan duduk bersila Laki laki duduk bersimpuh Jika narkoba merajalela Generasi muda akan lumpuh Jika saya orang tampan Pastilah banyak memainkan adegan Orang minang pastilah sopan Karena kato nan ampek jadi pegangan Ada Sriwijaya ada Kediri Ada nada ada melodi Cintailah negeri sendiri Demi Indonesia tentram adabadi Semakin tingi angan angan Semakin tinggi pula tantangan Marilah kita berjabatan tangan Membentuk suatu kesatuan Diantara dua benua dua samudera Disanalah letak Indonesia Kita semua adalah saudara Diisatukan dalam satu kata ”Indonesia” Nama : Ainul Latifah Naik sepeda bersama Sonia Tidak lupa bawa roti Meskipun bahasa ingris bahasa Dunia Tapi bahasa Indonesia selalu di hati Adik menangis dalam buaiyan Karna lampu dirumah redup Kita hidup untuk meraih impian Karna impian adalah tujuan hidup Cuaca hari ini terang benderang Tidak akan mungkin turun hujan Randai adalah kesenian Minang Yang harus kita pertahankan Siang siang makan buah Nanas Buah Nanas enak rasany Kita sebagai generasi emas Mari kita lestarikan budaya jalan jalan ka Bukik Tinggi indak lupa singgah di Rumah gadang Jika kita ingin dijunjuang tinggi Hormatilah urang yang labiah gadang Si Udin ke Jakarta Singgah pula di Palang Karaya Minang kampung tercinta Yang kaya akan budaya Ada monyet makan pisang Yang dicuri di Kebun buk Nia Rendang makanan orang minang Yang sudah ternama di Dunia Jika kita malu bertanya pastilah Sesat dijalan Indonesia kaya akan budaya Yang harus kita lestarikan Bermain layang layang bersam Teguh Layangnya putus dijalan raya Jika bersatu kita teguh Maka Indonesia akan jaya Pergi sekolah naik sepeda Tabrak kucing hingga mati Walaupun engkau sudah tiada Tapi engkau selalu dihati Nama : TAUFIK HIDAYAT Jalan-jalan ke kota pagai Tidak Lupa Beli Buah durian Jasa Pahlawan Tak Terhargai Nyawa Raga Rela Di Korbankan Apalah makna membawa pedang Jikalau Tidak Mebawa Belati Apalah Makna Kemedan Perang Jikalau Tidak Takut Mati Gubernur Sumbar namanya Pak Irwan Dia Suka mendaki Ke Gunung Merapi Marilah Kita bangkit Wahai Kawan-kawan Membela Negara Yang Kita Cintai Kenagan ter Indah Di Pasaman Banyak Hal Yang Tak Terlupakan Demi Rakyat Engkau Berkorban Tanpa Harap Satu Balasan Segumpal darah membentuk raga berawal dari setetes maani di medan perang kau berlaga Menghadapi musuh gagah berani burung pipit turun ke rawa kaki nya panas kena belerang meski ragamu sudah tiada namun namamu tetap di kenang pergi memancing ke rawa dapat ikan sepnuh hati dan raga relaku mati demi bangsa tanah air ku tercinta memang pahit buah peria makanan orang pergi menjala walau badan tak bernyawa Hati kami tetap untuk Bangsa Ada Nenek Sedang Tertawa Melihat Kakek Sedang Berdansa Jikalau Mengaku Taat Dan Setia Bersamalah Kita Pertahakan Bangsa Kalau Ingin Mencari Orang-Orang Ceria Di SMANLA Tempat Nya Marilah Kita Pertahankan Indonesia Dengan belajar dan Berkarya Puan Pengadil Tinggal Keseorangan Sambil Bermalas-Malasan Selamat jalan para pahlawan Pengorbanan mu pasti terbalas Nama : Siti Nurfalinda Paman pergi ke jakarta Pulangnya membawa semangka Hidup di dunia sementara Hidup di akhirat selama-lamanya Pergi ke pasar beli semangka Beli juga kaca mata Jangan meratapi yang belum dipunya Tapi syukurilah yang sudah dikasihnya Ayah lagi mondar mandir Melihat rini berkelahi Rajinlah dalam belajar Kalau ingin cita-cita tercapai Durian dibelah jadi dua Semua orang jadi ribut Walaupun sibuk didunia Jangan lupa urusan akhirat Muka-muka jalan berkelok Bumi malaka begitu mewah Adat bersandi sarak Sarak bersandi kitabullah Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kami disengat lebah Saat memanjat pohon mangga Perbanyaklah beribadah Sebab dunia semakin tua Pergi ke pulau naik rakit Ditepi ketemu dengan angsa Jangan tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Bibi pulang bawa oleh-oleh Belinya dari ramayana Sholat itu perintah Allah Jika ingkar masuk neraka Kayu bakar dibuat arang Arang dibakar memanaskan hati Jangan mudah menyalahkan orang Cermin maka lihat sendiri NAMA : SALSABILA PRARAZUWA Jangan jadi orang pelit Jika kamu pengusaha JIka hidup itu sulit Jangan pernah berhenti berusaha Pikir-pikir sampai tepat Tapi jangan mati kutu Walaupun hidup singkat Jangan kamu membuang waktu Pergi ke taman untuk memetik Setangkai melati indah warnanya Percuma wajah cantik Tak cantik hati tak ada guna Tak mampu matematika Hitung sana hitung sini Ingin sekali jadi nahkoda Orang gagah lagi berani Harum-harum buah srikaya Dibawahnya ada kemumu Apa guna jadi orang kaya Kalau sedekah saja tidak mau Ceritanya sangatlah pendek Baru berkedip sudah selesai Biarpun tubuh memanglah pendek Tapi kepala sangatlah pandai Bahagia sekali ibuku Ketika saya rajin mengaji Bacalah buku Jika sangat ingin dipuji Permen itu diinjak rusa Rasanya tetaplah manis Kita harus tenggang rasa Agar hidup jadi harmonis Dayung-dayung ke seberang Dayung diayun sampai patah Minta maaflah ke seseorang Jika kita berbuat salah Sungguh cantik istri Pak Lurah Buat mata berputar-putar Maafkan saya jika salah Karena saya masih belajar Nama : Adil Jeddi Radja sungguh laju jalan kereta Kereta melintas di jalan raya Apalah daya negri kita Jika anak bangsa tak berbudaya pergi berlayar ke tanah jepang Pergi berlayar memakai sampan Tumpah darah pahlawan berjuang Tinggal kita mengisi kemerdekaan si punuk merindukan bulan Bulan jauh tak terjngkau tangan Walaupun zaman terus kedepan Budaya kita harus diperthankan sungguh elok bumi pertiwi Bumi indah enak pemandanganya Sekarang bukanlah zaman orang sakti Sekarang zaman untuk berkarya tadi kering sekarang basah Kering lagi nostalgia Kita bukanlah bangsa yang lemah Kita adalah cahaya dunia ada semut ada gajah Ada merica ada ketumbar Sudah lama kita dijajah Saatnya kita yg bersinar pergi berlayar ke selat malaka Selat malaka banyak pulaunya Sudah lama kita merdeka Tugas yg muda mempertahankanya pagi hari tampak berawan Siang harinya beli sandal Apalah guna tampang rupawan Jika tiada punya moral kayu lapuk besi berkarat Kayu lapuk patah sendiri Apalah guna tau budaya barat Tapi tak tahu budaya sendiri banyak uang orang kaya Orang kaya banyak hartanya Negri kita punya budaya Yang terkenal sopan santunya Nama : Adhitya Firmansyah Memang pelan jalannya kura-kura.

Kura-kura lewat jangan disepak. Memang cita-cita jadi tentara. Mulai sekarang berambut cepak. Anak-anak tidak berbaju. Main disumur menimba-nimba.

Lubuk Alung daerahnya maju. Tapi banyak pecandu narkoba. Banyak di simpang anak-anak mangkal. Kadang mengganggu para kernet. Anak sekolah banyak yang nakal.

Di jam belajar bermain internet. Makan kue lapis legit. Dimakan juga kue burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun. Satpol PP.kurang menggigit. Peraturan daerah tidak tegak. Pulang dari sawah terasa lelah. Tapi petani tidak berkeluh kesah. Tidak ada polisi di dekat sekolah. Untuk menyeberang terasa susah. Besar-besar mobil tangki.

Mobilnya besar bebannya berat. Biarlah ke sekolah berjalan kaki. Udara pagi terasa sehat. Terbang ke hutan si burung punai. Burung punai burung yang cerdik. Enak mandi di Batang Anai. Bersama kakak serta adik. Terbang ke hutan si burung punai.

Burung punai burung yang cerdik. Enak mandi di Batang Anai. Bersama kakak serta adik. Gatalnya lama di gigit pacet. Pacetnya kecil janganlah heran. Kini Lubuk Alung sering macet. Apalagi di waktu lebaran. Berteman-teman jangan menyisih.

Walau di rumah dimanja-manja. Pasar lubuk alung tidak bersih. Banyak ibu-ibu tak mau belanja. Nama : Alifa Permata Dewi Hai nona manis memakai baju merah Singgah kerumah si juragan Perti Senyum memang lah ibadah Jika tidak turun ke hati Pak al penembak jitu panah Kenanya sampai retak dan patah Jatuh cinta memang lah indah Jika itu cinta kepada allah Bibi senang lihat bunga merekah Anggrek lh nama bunganya Ciptaan allah sungguhlah indah Ucapkan hamdalah semestinya Satu2 aku sayang ibu Ibu adalah malaikat peneduh Jika hati masih beku Dzikir ialah obat yang ampuh Siang hari terasa panas Bunga bertebar ada di makam Tebarkan senyum dengan ikhlas Hati senang jiwa tentram Bau durian memang menyengat Air panas akan meluap Jawablah salam dengan semangat Assalamu'alaikum saya ucapkan Budi elok memang sopan Tutur kata yang utama Rajinlah membaca al-qur'an Jiwa raga akan tenang Ada bidadari di telaga Sungguh menghebohkan kedatangannya Jika ingin masuk surga Sholat 5 waktu kuncinya Jalan-jalan ke pasar sirandah Jangan lupa beli sayurannya Gemerlap bintang sungguh indah Wajib bersyukur atas rahmatnya Lantai licin bisa tergelincir Orang lewat jadi berhenti Jangan jadi orang kikir Agar tidak miskin hati Nama : Jovan Ali Syahputra Masa SMA.terasa indah.

Banyak teman banyak sahabat. Bicara di lokal dipelihara lidah. Kenakalan remaja jangan terlibat. Pertandingan antar kelas berjalan seru. Setiap kelas mengirim anggota. Terkesan baik semua guru. Termotivasi mencapai cita-cita.

Siswa tinggal jauh di pinggiran. Tinggal di kampung terasa aman. Terkadang susah mengerti pelajaran. Langsung guru memberi pemahaman. Piket kelas di hari Selasa. Masing-masing siswa membersihkan lokalnya. Memang guru pahlawan tanpa tanda jasa. Terasa sulit untuk membalasnya. Enak dimakan buah markisa. Dibagi-bagi kepada adik. Tapi orang tua yang lebih berjasa.

Dari kecil kami di didik. Kepada guru banyak bertanya. Tapi tidak pernah menyela. Saya do'akan keduanya. Sama-sama mendapat pahala. Melompat-lompat seekor tupai. Dari mangga ke pohon kelapa. Kalau nanti cita-cita tercapai.

Almamater sekolah tak akan lupa. Bangun pagi mencari sukun. Dapat satu dimakan tupai. Mari belajar rajin dan tekun. Inshaa Allah cita-cita tercapai. Bunda membeli salak pondoh. Menjual salak memang di kedai. Memang malas pangkal bodoh. Sedangkan rajin pangkal pandai. Tinggi-tinggi sarang tempua. Tempua bersarang di pohon waru. Mari senangkan hati orang tua. Jangan lupa kepada guru. Nama : Atika Rahmadani Jalan-jalan ke pasar Kenya Jangan lupa beli pepaya Jika pemimpin kuat imannya Korupsi tak akan jadi budaya Sungguh asyik lagu Mudiak Arau Lagu di dengar pada musim panas Hukum di Indonesia seperti pisau Tajam ke bawah tumpul ke atas Simpang empat suka menanti Di samping simpang ada sawah Hidup bagaikan roda pedati Kadang di atas kadang di bawah Sumbawa terkenal dengan kuda Masih lestari tinggal di hutannya Jangan durhaka pada ibunda Karena surga di telapak kakinya Jika pergi ke Kuranji Jangan lupa beli baja Jangan suka umbar janji Jika hanya bualan saja Sungguh luas telapak tangan Luas juga daun talas Ekonomi indonesia akan aman Jika pungli diberantas Manis rasanya buah mangga Mangga di makan Numaliza Pemuda pemudi boleh bangga Jika tidak menggunakan NAPZA Di panti jompo banyak lansia Lansia orang yang tak berdaya Banggalah jadi orang Indonesia Karena kita banyak budaya Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Tani sedang membajak Membajaknya di hari Sabtu Jika kamu orang bijak Bayar pajak tepat waktu Anak Xmen main uno Habis main beli baju Jika gubernur Irwan Prayitno Semoga Sumbar semakin maju Nama : Rusdi Aziz Jalan-jalan ke kampung Panyalai Jangan lupa makan kue talam Sebelum acara kita mulai Sebaiknya ucapkan salam Anak-anak menembak pipit Jatuh satu akibatnya Biar ilmu setinggi langit Tak dibagikan apa gunanya Pergi ke pasar cari kemumu Jangan lupa beli ikan Raihlah cita-cita mu Asal akhirat jangan dilupakan Artis cantik Dewi Persik Tak hanya cantik juga muslim Biar jelek asal asyik Daripada menarik sok jaim Rakyat atas sakit Tifus Rakyat bawah darah kotor Kalau ingin memilih tikus Jangan pilih tikus kantor Anak kerbau bawa pedati Roda pedati senjang sebelah Kalau anda berbaik hati Dunia akhirat di lindungi Allah Jalan-jalan ke Sicincin Tiba di Sicincin langsung tidur Kalau ingin jadi pemimpin Jadilah pemimping jujur Ibu-ibu pergi ke KUA Sampai di kua bertemu pramugari Kalau taat kepada orang tua Setiap kegiatan akan di ridhoi Lubuk Alung sering banjir Karena banjir banyak sampan Jangan suka mubazir Karena mubazir itu kawan setan Naik motor ke Bandara Jangan lupa bawa saudara Mungkin sekian dari saya Semoga saya dapat juara Nama : Silva Fitriyanti Samba lado asam durian Dibaok urang pai kapakan Izin bapantun ambo sampaikan Salam sambah ambo katokan Paikapasa mambaok padi Tibo dipasa basuo kawan lamo Kok hiduik kini babudi Matinyo maninggaan namo Bulan lamamang kito malamang Hari rayo kito marandang Urang baruman hati e tanang Uarang kapia hati e bimbang Buah cubadak puyo si irat Buah balimbiang punyo si mulyo Koknio salamaik dunia akirat Babuek elok jan kalua nyo Urang batak suar e khas khas Jikok di danga lawak bunyi nyo Urang islam punyo cirikhas Asalamu'alaikum lah cirikhas nyo Pagi pagi makan gimbang Dimakan samo si mulyo Jiko hati kini bimbang Sumbayang istiqarah ubeknyo Mandoa kito makan makan Makannyo jo kamanakan Jaman kini jaman metropolitan Budayo minang jan sampai di lupokan Satiok hari kito sumbayang Jan lupo baco al-qur'an Jikok nio hiduik tanang Picayo lah kapado tuhan Pai malala ka pariaman Pai malala jo kamanakan Urang kapia idaman setan Urang bariman idaman tuhan Mancari cubadak di dalam rimbo Pulang pulang tabaok durian Hanyo iko pantun dr ambo Kok salah tolong pelokan Nama : Mhd lathif rizqi nur orang pintar berbahasa Ke jawa setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Ambil batu di papua Di papua mendapat intan Wahai saudaraku di mana saja Pantun kukarang untuk kalian Sungguh manis gula jawa Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar mati anak jangan mati adat Daun pisang pucuknya mati Buah pisang berwarna hitam Pantun dibuat penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Buah berangan dirumpun pinan Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Guru pun ikut bahagia Jika kamu pergi kedusun Jangan lupa bawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Jika kita makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika kita ingin pandai Rajin-rajin baca buku Nama : Faris Aqil Zahira Ke Pitalah baru ke Batusangka Menuruni banyak bukit Katakanlah yang sebenarnya Walaupun itu pahit Panglima raja pesilat tangguh Manakala takluk di tangannya Siapa saja bersungguh-sungguh Maka dia yang mendapatkannya Pak Irwan gubernur Sumbar Ke Sungai Puar untuk berkunjung Wahai kawan marilah sabar Siapa sabar mendapat untung Ke Tirta lewat Kayu Tanam Tak bersimpang ke Malibo Anai Siapa yang menanam Dia yang akan menuai Toboh Sikumbang di Balai Baru Kalau singgah tak usah cemas Jangan pernah sia-siakan waktu Karna itu lebih berharga dari emas Preman pasar membeli korek Membelinya dengan hati yang ria Pintar bicara tanpa praktek Segala usaha jadi sia-sia Pilihlah pemimpin yang bermartabat Yang kerjanya selalu tamat Berfikirlah sebelum berbuat Maka badan akan selamat Ramainya suara orang di pasar Karna banyak yang berjualan Berjalanlah di jalan yag benar Maka akan sampai ke tujuan Pergi memancing di akhir pekan Di batang kalu banyak ikan Tuntutlah ilmu dari buayan Selama hayat dikandung badan Berselisih di tengah jalan Bertemu kawan diajak makan Kebersihan sebagian dari iman Orang beriman disayang tuhan Nama : Feri Pransisko Adaik basandi sarak Sarak basandi kitabullah Masalah indak ka salasai jo bacakak Tapi bawoklah bamusyawarah Niak hati pai ka Pariaman Malah pai ka Limo Puluah Koto Indak ka sampai suatu tujuan Kalau ndak ado bausaho Patah rantiang si kayu jati Jatuah masuak ka dalam muaro Iduik ndak usah busuak hati Awak juo nan ka sansaro Kabek an jawi di tangah padang Kito istirahat sabanta di tapi padang Jan suko mangecek surang Beko dikecek an urang dalang Jalan-jalan ka kota Padang Jan lupo mambali katupek Kalau sanak yo urang minang Pasti tau kato nan ampek Hiduik baraka Mati bariman Kok ndak tau jo makan bajamba Mungkin inyo ndak urang Pariaman Pai raun ka Pariangan Jan lupo mambali ikan Urang nan suko buang sampah sembarangan Mungkin utak e ndak jalan Jalan-jalan ka Alahan Panjang Jan lupo mambali bawang Urang Minang ndak tau tari Indang Mungkin lah lupo jo budaya surang Lebatnya buah durian Karna tumbuh di tepi taman Jagalah kebersihan Karena kebersihan sebagian dari iman Yo lamak aso e samba jariang Apo lai ditambah samba lado patai Jadi urang jan sampilik kariang Ingek-ingek iduik wak ka mati Nama : PUTRI ANGGRAINI Tas robek di bawah Air di gelas terbawa muncrat Umur negara bertambah Berpikir kritis pun meningkat Bau tak sedap dari tanggi Cerita tanggi begitu menyedihkan Walau ilmu bertambah tinggi Al-Quran Hadis tidak terlewatkan Sudah tercium baunya dari dagu Bau suara itu sebuah desah Masa SMA masa yang di tunggu Masa terjadi kenangan indah Melompat bagaikan tupai Kewangian bagaikan kemiri Kesuksesan tidak selalu tercapai Jika kegagalan menghampiri Kulit yang merangsang Otak yang penentu Waktu tidak lah panjang Ibadah lah jika ada waktu Lantai kering selalu basah Kupu terbang selalu sendiri Jangan takut salah Kebenaran selalu berdiri Luar apel yang merah Dengan isi dalam putih tertera Diluar kelihatan pemarah Dalam hati selembut sutera Berjalan menuju dunia Berlari mencapai akhirat Pahlawan kemerdekaan tanpa jasa Berusaha hingga akhir hayat Dia pergi tanpa impian Dia pulang membawa harapan Kasih sayang sependek penggalang Kasih ibu sepanjang jalan Kursi wawan warna merah hati Patah kursi di duduki wawan Hidup harus lah hati-hati Penyesalan selalu datang belakangan NAMA : SAFWAN SYAHWANDA TEMA : CINTA INDONESIA Jika kamu ingin bahagia Hargai perbedaan yang ada Jika kamu cinta indonesia Jaga lah kelestarian alamnya Pergi berburu tengah malam Pulang-pulang bawa iguana Jika ingin mencari keindahan alam Indonesia lah tempatya Di kebun binatang ada beo Beonya pakai bendo Jika ingin lihat komodo Pergilah ke pulau komodo Pariaman terkenal dengan pantai kata Membuat warganya jadi bangga Negara kaya akan budaya Itulah indonesia Pak irwan pergi tamasya Tamasyanya ke bukittinggi Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Ada hewan namanya kecoa Ada juga namanya jangkrik Wahai negaraku indonesia Jadilah negri yang baik Pak irwan makan roti Roti dioles mentega Indonesia tetap di hati Tetap jaya indonesia raya Minum susu campur soda Sampai habis tak ada sisa Pancasila idiologi negara Burung garuda itu lambangnya Jalan jalan pakai kereta Kereranya ke surabaya Banyak orang yang berkata Indonesia makmur dan kaya Kedondong bulat bentuknya Bijinya seperti rambutan Ayo majukan indonesia Sampai di puncak kesuksesan Nama : Nama:Bintang Felda Raja Pergi mendaki malam ini Mendaki sambil lomba lari Kalau kamu cinta negara ini Mari kita jaga kesatuan NKRI Nonton tv nampak cita-citata Sambil menulis surat cinta Sumatra barat negri tercinta Mari kita lestarian budayanya Malam ini malam jumat Esoknya malam sabtu Kita ini umat muhammad Jangan sampai meninggalkan 5waktu Tekun kita beramal ibadah Untuk siap dikemudian hari Kita serahkan kehadirat allah Mudah-mudahan disyafaatkan nabi pergi ke pasar membeli gram Tiba di pasar membeli ikan Budaya daerah beraneka Ragam Mari bersama kita lestarikan buah belimbing buah pepaya Dibelah tarlihat isinya Indonesia baragam budaya Jangan sampai kita Merusaknya Nasi goreng pakai bumbu Ditambah dengan es tebu Jangan lah kamu durhaka Kepada ibu Karena syurga dibawah Telapak kaki ibu pergi ke hutan mencari bambu Tiba di hutan dikejar naga Wahai ananda hormati ibu Karena ibu jalan ke syurga Empek-empek ditanbah cuka Tak terbanding enaknya rasa Coba lihat anak durhaka Di dunia hidupnya tersiksa Dari apa kue lemang Dari ketan yang dipanggang Waktu kecil kita ditimang Ayah ibu harus disayang Nama : Eki Aurora Shakyra Merah kuning adalah warna Buih sabun namanya busa Wajah cantik tidaklah sempurna Jika hati berlumur dosa Kerja bakti di rumah Bima Tak lupa membawa sapu lidi Berbuat baik untuk sesama Jangan mengaharap balas budi Sambung huruf jadi kata Belajar baca bersama teman Sopan santun budaya kita Jangan lunrur di telan zaman Pagi pagi melihat kereta api Bertemu turis di malam hari Semoga saya bisa menggapai mimpi Untuk membahagiakan orang tua nanti Pohon kelapany tumbuh berjajar Tumbuhnya berjajar di tepi pantai Barang siapakah rajinnya belajar Tentulah ia lekaslah pandai Buahnya kelapa di belah - belah Di bawa ke pasar di dalam pedati Barang siapakah bermalas sekolah Bilanya besar rugilah nanti Pohon limau di manakah tumbuh?

Tumbuhnya dekat pohon rambutan Tuntutlah ilmu sungguh - sungguh Supaya selamat di hari kemudian Bapak tani menanam tebu Pembelinya datang bertanya harga Wahailah ananda hormatilah ke surga Karna bunda jalannya ke surga Dari apakah kue lemang Dari ketan yang di panggang Waktunya kecil kita di timang Ayah ibuku wajiblah di sayang Anak elang jatuh ke rawa Di tolong oleh seekor rusa Kasihnya serta sayangnya orang tua Slalu ada di sepanjang masa Nama : Doni Novrama Judul : Pantun tentang budaya Tema : Budaya lokal Ka Suok jalan ka Padang Manurun jalan ka Tandikek Kok iyo awak urang minang Bapantun malah agak ciek Pai jalan ka tanjuang pinang Indak lupo mambali lado Banggalah jadi urang minang Karano minang budayo kito Gadang-gadang kayu di rimbo Rotan jo damar jelobalelo Sungguah rancak Tari kito Tari piriang lah namonyo Sungguah lamak pisang Rajo Di makan ciek tambuah duo Sungguah rancak irwan prayitno Urang gagah Elok budinyo Bukik bunian panjang tujuah Lalu den lipek panjang tigo Dek budayo kini lah sambuah Budayo minang jan sampai lupo Asa lai baparak tabu Bialah banto dalam padi Asa lai kandak ka laku Kariang lautan ambo nanti Siamang babunyi sanjo Malompek sambia barayun Sadang ka rakok lai manggilo Konon lah siriah laweh daun Ka baruah ka ujuang jalan Singgah dulu di tapi tabek Guruah kok indak manjadi hujan Langik malu bumi maupek Batang bukan sumbarang batang Batang Padi di namokan Niniak mamak urang tapandang Anak jo kamanakan jan di lupokan Janiah aie Sungai Tanang Minuman urang Bukiktinggi Tuan kanduang tadanga sanang Baok lah tompang badan kami Buek Pantun Jo Urangtuo Pantun di buek di tapi laman Sekian pantun dari ambo Kurang jo salah tolong maafkan NAMA :SAFWAN SYAHWANDA TEMA : CINTA INDONESIA Jika kamu ingin bahagia Hargai perbedaan yang ada Jika kamu cinta indonesia Jaga lah kelestarian alamnya Pergi berburu tengah malam Pulang-pulang bawa iguana Jika ingin mencari keindahan alam Indonesia lah tempatya Di kebun binatang ada beo Beonya pakai bendo Jika ingin lihat komodo Pergilah ke pulau komodo Pariaman terkenal dengan pantai kata Membuat warganya jadi bangga Negara kaya akan budaya Itulah indonesia Pak irwan pergi tamasya Tamasyanya ke bukittinggi Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Ada hewan namanya kecoa Ada juga namanya jangkrik Wahai negaraku indonesia Jadilah negri yang baik Pak irwan makan roti Roti dioles mentega Indonesia tetap di hati Tetap jaya indonesia raya Minum susu campur soda Sampai habis tak ada sisa Pancasila idiologi negara Burung garuda itu lambangnya Jalan jalan pakai kereta Kereranya ke surabaya Banyak orang yang berkata Indonesia makmur dan kaya Kedondong bulat bentuknya Bijinya seperti rambutan Ayo majukan indonesia Sampai di puncak kesuksesan Nama : puji sri kartika Pergi berlibur ke bukit tinggi Sambil melihat anak rusa Jangan kamu meninggikan diri Karna nanti tiada berguna sungguh indah bunga melati Jika dicium harum baunya Jika anda sedang sakit hati Baca alqur'an pahami artinya jalan jalan kepulau bali Singgah lah dulu di kediri Manusia hidup lama sekali Jadi buatlah hidup mu berarti orang padang memetik nangka Nangka dipetik manis rasanya Janganlah kamu berburuk sangka Karena nanti ada balasanya pulau bintan diselat malaka Tempat berhimpun perahu nelayan Kalau iman melekat di dada Sifat penyabar laku pun sopan anak burung jatuh ke rawa Ditolong oleh penjaga angsa Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa ibu rani suka menjual tebu Pembeli datang bertanya harga Jika kamu menghormati ibu Itu adalah jalan ke surga dari mana datangnya wahyu Yaitu kepada nabi wahyu turun Dari mana datangnya ilmu Yaitu belajar dengan tekun sempa tebu rasanya hambar Di bakar api langsung terbakar Jika kamu terus bersabar ilmu mu nanti pasti akan lebar beli bunga kepasar jodoh Sambil melih jagung bakar Jangan malu dibilang booh Yang bilang pun belum tentu pintar Nama : khairunnisa Beli salak ditepi jalan Salaknya enak murah sekali Oh adik sungguh menawan Tolong lihat abangabang ada ada disini burung nuri burung dara Terbang tinggi ke angkasa Lestarikanlah budaya kita Karna indonesia sudah merdeka beli obatpergi ke klinik Jalan jalan ke pulau dewata Jangan takut saat jatuh sakit Banyaklah doa banyaklah usaha satu titik dua koma icak cantik gery yang punya beli koran di dalam pasar Pasarnya besar banyak yang berdagang Jangan jadi orang yang kasar Nanti banyak yang tak senang ada tikus ada buaya Buang hingus di jalan raya Indonesia sudah merdeka Hati kita kapan bahagia beli baju warnanya biru Baju nya bagus uuntuk bergaya Jangan suka melawan ibu Nanti kitamasuk neraka tumbuah marato si pokok tabu Pai ka pasa mambali dagiang Banyak harato indak ado ilmu Bagaikan rumah indak badindiang Beli binatang nama nya babi Babi nya lucu imut sekali Jangan pernah bermain hati Kalau tak mau sakit hati Cari bilih ka singkarak Bilih di baok ka malalo Caciang di paruik alah bacakak Nan motoGP manangguang pulo Nama : Yoga Riski Ananda Tema pantun : ``Kemerdekaan`` Berkumpul bersama-sama Bercanda sambil tertawa Apa kabar wahai semua Semoga kalian selalu bahagia Jatuh tertimpa tangga Badanpun jadi terluka Kita harus berbangga Karena kita sudah merdeka Tidak ada hal sia-sia Yang dilakukan manusia Kemerdekaan indonesia Adalah milik segenap bangsa Bernyanyi suka-suka Diiringi tepukan rebana Walaupun sudah merdeka Jangan sampai kita terlena Bertemu bertatap muka Bertatap muka bersama kawan Bangsa kita sudah merdeka Karena perjuangan para pahlawan Kalau membuat roti moka Jangan lupa diberi ragi Walau kita sudah merdeka Tapi masih dijajah teknologi Dapat rezeki dibagi-bagi Rezeki tuhanlah yang punya Jika tak ingin dijajah teknologi Gunakanlah seperlunya Sungguh menggoda telur dadar Jika dimakan bersama nasi Kita sebagai pelajar Harus berjuang dengan prestasi Makan ayam goreng dengan nasi Dimakan bersama-sama Kita harus mengejar prestasi Dengan semangat empat lima Hidup ini harus dijalani Walaupun nasib ditangan tuhan Kita cukupkan sampai disini Maafkan jika ada kesalahan Nama : Aprina Tryasandy Anak Pak Lurah namanya Andy Andy sukanya memakai kalung Perkenalkan saya Aprina Tryasandy Siswa dari SMA N 1 Lubuk Alung Anak muda donor darah Habis donor pergi ke pasar Jika ingin masa depan cerah Rajin-rajinlah engkau belajar Pak Haji memimpin do'a Memimpin do'a sebelum makan Lakukan hari ini dengan do'a Tunggu hari esok dengan harapan Pak RT ketemu Pak Lurah Pak Lurah lagi beli beras Jika ingin mendapat berkah Lakukanlah pekerjaan dengan ikhlas Ranting kayu sudah patah Jatuh tidak jauh dari pohonnya Jika ingin disayang Allah Lakukanlah perintahNya Buah nanas banyak serat Nanas dibeli di pasar baru Tidak ada kata terlambat Untuk memulai awal yang baru Induk gajah punya belalai Tidak mungkin anaknya tidak Jika kamu berani memulai Berfikirlah dalam bertindak Hari kamis makan rujak Beli mentimun akhir pekan Apa gunanya membayar pajak Kalau pembangunan tidak jalan Dua tiga kucing berlari Kucing berlari di atas papan Rajinlah menabung setiap hari Agar berguna untuk masa depan Jalan-jalan ke pasar raya Mampir dulu di Masjid Raya Cukup sekian dari Saya Semoga Saya lulus seleksinya Nama : yudhistino ardafi pergi ke pasar membeli salam.

tidak lupa jalan jalan. kupu kupu berkelahi dengan berudu. sambutlah salam dari saya. walau tidak berjabat tangan. assalamualaikum warohmatullahi wabarakatu. bujangan pergi mendaki. citratun mantan si starla. perkenalkan saya yudhistino ardafi.

peserta pantun spontan dari smanla. muara tanjung berairkan dangkal. keluarga sitar makan di rumah makan. kita yang bernyawa akan meninggal. dunia di kejar akhirat jangan ditinggal. beli baju di toko busana. rumah surti dalam perbaikan. jika kita mau berusaha. Allah pasti akan memberikan jalan. pita merah dijadikan umpan.

luka pada ikan dikarenakan sampan. jika kita bisa sopan. maka kita akan punya banyak teman. buanglah bunga di lapak malam.

pada malam rubah bergigi rawan. janganlah suka merusak alam. karna alam adalah rumah bagi hewan. ikan tuna berenang ke gua. pemanah menuju salah satu rumah lama.

jangan pernah melawan orang tua. karena restu Allah adalah restu orang tua. jalan ke pantai sungguh ramainya. setelah kata ada tanda koma. jangan pernah sombong dengan apa yang kita punya. karena dimata Allah kita semua itu adalah sama. mawar itu baumu. melati indah siapa punya. jika kau sayang pada ibumu. maka patuhilah perintah nya.

bata kecil diatas pagar. kalau jatuh tolong dinaikan. kupu kupu berkelahi dengan berudu. saya kecil masi belajar. jikalau salah tolong dimaafkan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Nama : Alifia Anggraini Jalan-jalan ke Jepara Di Jepara beli katun Hilang uang itu tak apa Asal tidak hilang sopan santun Ada gula ada saka Gula dimakan Dengan Buah Sudah lama Kita merdeka Jangan sekali Kali lupa sejarah Pulau bintan di Selat Malaka Dekatlah Dengan pulau penyengat Kita Semua berbudaya Sifat penyantun laku pun sopan Apalah tanda batang nipah Tumbuh di pantai banyak daunnya Elok perangai hati pun rendah Itulah ciri anak Indonesia Ujung pandan jauh disana Di sebelahnya lidah buaya Apalah Arti Indonesia Jika Kita Hilang budaya Beli durian di kelantan Durian kelantan enak katanya Tampilan bukan ukuran Yang penting sopan santunnya Minum kopi di Hari Selasa Kopi manis enak rasanya Gagal sekali itu biasa Asal Jangan lupa kerja kerasnya Sore Hari rumput dicabut Rumput dicabut secukupnya Ketika hidup menjadi rumit Agamalah solusinya Dari Sumatra sampai Papua Jakarta kota wisata Seribu Bahasa yang Kubaca Bahasa Indonesia Bahasa tercinta Nabi nuh Nabi yang Sabar Kisah hidupnya Selalu dikenang Kini Indonesia telah tercemar Budaya Hilang adat terbuang Nama : Muhammad Irsyad Gema takbir di hari raya Suaranya bertabuh disudut negeri Ini pantun pelebur lara Serta penyambung pengobat hati Meletus perang Sumatera Membubuh di Medan area Bercengkrama didalam rimba Menjadi saksi para panglima Mari bersama satukan hati Membangun bangsa turut berjuang Kemerdekaan kita menjadi mimpi Semoga esok hari lebih gemilang Masih jauh kita berjalan Bekal jangan dihabiskan pula Mari kita tingkatkan perjuangan Demi tercapai kata merdeka Hotel Yamato hangus terbakar Bung Tomo, maju tak gentar Sahutan 'merdeka' kian terlontar Dikala merah putih telah berkibar Berkobar-kobar semangat merdeka Membela bangsa taruhan jiwa Menjulang impian tanah air beta Merajut asa menjadi nyata Separuh abad telah berlalu Semangat merdeka semakin nyata Dulu berjuang di ujung bambu Kini berjuang di ujung pena Kalau jala hendak dilempar Cobalah lihat ujung dan pangkal Jikalau semangat telah berkobar Selalu bersyukur dan bertawaqal Hari merdeka memanjat pinang Pinang dipanjat para pemuda Jikalau kita ingin menang Sportifitas mari di jaga Wakatobi dan Raja Ampat Jaya Wijaya menjulang tinggi Mari persaudaraan kita perkuat Agar Indonesia aman dan damai Burung Irian, burung Cendrawasih Cukup sekian, dan terimakasih Nama : M Farhan Aldjamarin Pantun suasana idul adha di Tanjung Aur Betapa keras besi berani Kuat menempel diujung bibir Betapa senangnya hati ini Mendengar gema suara takbir Ada cabai nempel di gigi Buat hati merasa risau Mari bersiap mandi pagi Biar segar datang ke surau Ada kotak berisi lalat Lalat jatuh masuk ke lontong Sedih hati setelah shalat Melihat qurban siap dipotong Sungguh indah sikaca patri Dilihat orang dihari pagi Banyak orang siap mengantri Menanti qurban siap dibagi Sungguh nikmat makan es campur Dibawa orang pergi ke ladang Ramai sekali orang di dapur Menolong ibu memasak rendang Burung gelatik diatas papan Burung cendrawasih makan ikan Ibuku yang cantik dan rupawan Sepiring rendang tolong hidangkan Ditepi sawah banyak petani Sedang memakan nasi kapau Sungguh nikmat rendang ini Makanan khas rang minangkabau Anak pramuka pergi berkemah Anak sapi makan jerami Banyak orang datang kerumah Untuk menjalin silaturahmi Pergi ke kantor sipengacara Kena penyakit batuk berdahak Sangat asik orang berbicara Sampai tertawa terbahak bahak Burung merpati didalam gua Bertelur satu pun tidak ada Mari bersyukur kita semua Bisa bertemu idul adha Nama : MUHAMMAD IRFAN ALDIZA Bali bungo di batu sangka Bungonyo kambang sumara anjuang Pagaruyuang lataknyo di batusangka Pusako minang ranah pagaruyuang Bajua bamurah - murah Ditanyo jawab batimbang Pemimpin kok indak saarah Disinan rakyat makonyo bimbang Di tiga warna dasar terterang Kuniang hitam tanah kawi Payuang panji sudah terkembang Bundo kanduang ibu pertiwi Kaluak paku kacang balimbiang Baok manurun ka saruaso Walau ado nan babeda suduik pandang Kini ko kito habiskan kasadonyo Kamuniang di tangah balai Ditutuah bartambah tingggi Barundiang jo urang ndak pandai Bak alu pancukia duri Pai jalan - jalan nampak kunang - kunang Baranti di pasa nampak lentera Penghulu di minang mahukum adia, bakato bana Tentara parang sambia makan Sadang parang tainjak ranjau Sapanjang adaik turun - manurun Alun pernah penghulu yang mambuek kacau Kapasa mambali sikek Turun dijalan, mambali semanggi Kalau salam tak dijawek samangek kito ulang sekali lagi Mandaki di gunuang singgalang Di puncak nampak langik biru Sakapa dijadikan gunuang Alam takambang jadi guru Papua ibu kotanyo irian Di situ ado buruang cendrawasih Cukup sekian Terima kasih Nama: AHMAD NOVRIYANDI orang rajin akan kaya dan banyak harta bepergian ke pulau sumatera setiap harinya dengan assalamualaikum saya membuka kata berseni sastra membuat pantun budaya indonesia sepatu alan belinya di pasar pagi namanya sepatu pasti banyak pilihan semaju apapun zaman sekarang ini namanya budaya harus kita lestarikan juragan bagus beli manggis toke bunga beli d urian jangan bangga di bilang anak hits tapi bangga lah di bilang anak budayawan india belanda memang pernah menjajah tapi belanda belum bisa merebutnya indonesia memang memiliki beribu bahasa daerah tapi bahasa pemersatunya bahasa indonesia hasnah beli tahu di padang si sarah beli martabak di lubuak pinturun haruslah kita tahu budaya minang salah satunya tabuik di pariaman wahid amaknya si ina kenalan dulu sama saya wahai anak bangsa indonesia kenalkanlah keragaman budaya kita tinta spidol melati mengenai baju leman topi jajan di pakai badu dan sinta tiada salahnya mengikuti bahasa kekinian tapi jangan lupa dengan satu bahasa bahasa indonesia betapa senangnya karlo dapat dompetnya tetapi dompetnya sudah tak ada isi bahasa sebagai komunikasi antar manusia tapi bahasa indonesia bukan bahasa yang di perjual beli ibukota indonesia adalah jakarta letak nya di pulau jawa indonesia kaya akan budayanya mari kita tunjukan ke dunia wawan ngerasa dirinya paling keren sebab bajunya yang baru beli di jakarta warga negara indonesia memang ramah dan sopan sebab itu lah budayanya rakyat indonesia orang berhutang harus membayar hutangnya memang itu peraturannya sejak dulu kala orang minang terkenal dengan budaya bahasanya yaitu kata mandaki,manurun,malereang dan mandata Kata adalah makna Makna adalah kata Mohon maaf atas segala khilaf Segala khilaf mohon dimaafkan NAMA : BAGUS WIRADINATA Pasar membeli sepatu Setelah membeli sepatu membeli baju Kasih dimanakah dirimu Aku sudah lama merindukanmu Ani membeli coklat Ani membelu susu Apakah kamu tidak ingat Aku yang selalu mendampingimu Pergi bertamu kerumah pak guru Setelah sampai pak gurunya tidak ada Aku selalu mengingat wajahmu Wajahmu sangat mempersona Jalan-jalan ke bukittinggi Sampai dibukittinggi membeli jam tangan Mempersona seperti bidadari Bidadari dari khayalan Pergi kepasar membeli baju Tetapi yang ada hanya gaun Aku sangat mengagumimu Melebihi dari apapun Ada udang dibalik batu Ada tokek dibalik pintu Maukah kau menemuiku Karena aku merindukanmu Dikampung ada adat Disini ada kamu Rindu ini butuh obat Obatnya adalah kamu Tak kenal maka tak sayang Sudah sayang di tinggal mati Dirimu orang yang aku sayang Saying datanglah kemari menulislah dibuku membatiklah dikain kenapa kau tidak mau menemuiku mungkinkah sudah ada yang lain aldo memiliki sepeda tetapi tidak punya roda jika memang sudah ada aku terima dengan lapang dada Nama : Rivaldo padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan diturut Kalau di turut salah datang dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah tembus pisang di batas para Anak ayam jantan betina Rukun islam berapa perkara Itulah ambang hendak bertanya sama-sama tetapkan iman Supaya jangan jadi halangan Hajal dan maut jodoh pertemuan Semuanya itu ditangan tuhan anak ayam turun satu Mati lah satu tinggal lah habis Mati lah badan waktu itu Sebab mengikuti setan iblis tali jangka di dama tata Tenggelamnya di laut dalam Orang ingkar beralih dosa Akhir hayat tidak tentram daun tetap diatas diulang Anak udang mati di tuba Dalam kitab ada terlarang Perbuatan haram jangan dicoba tante Mayang tetangga jaksa Membeli bubur dikasih laksa Tidak sembahyang tidak puasa Didalam kubur mendapat siksa masa berada di pulau jawa Rekan diajak pergi menjala Maha berkuasa jangan dilupa Kuasa allah tidak terhingga dua tiga empat lima Enam tujuh delapan sembilan Kita hidup tak kan lama Jangan lupa siapkan bekalan Nama : Beni Putra Yunarta Tema pantun : “Pendidikan” Jalan-jalan naik kereta api Pulangnya singgah di jakarta Raihlah prestasi yang tinggi Haruskan nama bangsa Hari senin pakai baju putih Dilengkapi dengan topi dan dasi Hey kawan jangan bersedih Meski tidak mendapat nilai tinggi Nonton upin ipin di malam hari Nontonnya sambil makan Masa SMA hanya sekali Jadi jangan disia-siakan Pergi ke pasar membeli tas Sekalian mampir ke rumah kepala desa Walau kita tidak naik kelas Tapi jangan berputus asa Si Mamat anak pak Montu Si Udin anak buk Mirna Tuntutlah ilmu itu Walau sampai ke negeri Cina Boboiboy membawa rotan Untuk membawanya perlu diikat Tinggalkan dulu seluruh kegiatan Utamakanlah sholat Si Udin membeli teh es Habisnya sangat lama Untuk menjadi sukses Butuh doa dan usaha Si Mail bekerja di hari minggu Sorenya mendapat upah Janganlah melawan guru Agar ilmu yang didapat menjadi berkah Jepang punya empat musim Salah satunya musim salju Kita sebagai umat muslim Wajib menuntut ilmu Makan nasi pakai mimin Selanjutnya makan buah Belajarlah yang rajin Menyongsong masa depan yang cerah Nama:Gilang Hidayat kalau kita menebang jati biar sarpih tumbangnya jangan Kalau kita memcari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda di belah dua Anak burung mati di ranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangang di ubah anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Ajaran baik jangan di ubah cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal di hormati orang orang daik memacu kuda Kuda dipacu deras sekali Buat baik barpada-pada Buat jahat jangang sekali parang di letak berbatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang di kejar takkan sempur na Bila tak penuh menaruh ilmu dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tak diamalkan Bagai pohon tak berbuah padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan di turut Kalau di turut salah datang naik layar sama si Egi Ada halilintar di langit biru Belajar itu tak bikin rugi Orang pintar jarang di tipu Sambal pedas di sawojajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : AGESWILDA LARAS SAPUTRI Urang Kayo Banyak Harato Tiok Tahun Mambali Oto Jo Bismillah Ambo Bukak Kato Jo Salam Ambo Bukak Carito Duo Tigo Kuciang Balari Balari Dibaliak Ilalang Sungguah Iyo Urang Kini Banyak Lupo Jo Adaik Minang Anak Sipasan Dalam Rimbo Mati Digolek Gelek Batang Bukan Ambo Urangnyo Yang Lupo Jo Adaik Minang Punyo Palak Alah Basamak Ditangahnyo BatangJ ambu Kok Kayak Tu Kato Sanak Apo Bana Nan Sanak Tau Sungguah Rajin Urang Baladang Baladang Untuak Dapek Penghasilan KokTantang Jan Sumbarang Tantang Adiak Dipimpin Tungku Sajarangan Raso Kalamak Makan Kantang Digoreang Malah Dahulu Kok Tantang Jan Sumbarang Tantang Apo BanaTugas Panghulu Bialah Kanji Bacampua Aluo Dimakan Urang Dibawah Talang Mungkin SanakLah Salah Sangko Bukan Makasuik Ambo Manantang Pai Kapasa Mambali Bakso Jan Lupo Aia Untuak Minum Tapi KokItu Nan SanakNio Panghulu Batugas Mamimpin Kaum Makan Jo Pangek Sabana Lamak Indak Nampak MintuoLalu Kamakan Barajo Ka Mamak Mamak Barajo Ka Panghulu Pai Ka Lapau Mamabali Asoi Pambungkuih Lamang Dihari Akaik Adaik Harus Takuasoi Untuak Hiduak Bamasyarakaik Nama : Rivaldo padi muda jangan di lurut Kalau di lurut pecah batang Hati muda jangan diturut Kalau di turut salah datang dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama Rempah Kalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah tembus pisang di batas para Anak ayam jantan betina Rukun islam berapa perkara Itulah ambang hendak bertanya sama-sama tetapkan iman Supaya jangan jadi halangan Hajal dan maut jodoh pertemuan Semuanya itu ditangan tuhan anak ayam turun satu Mati lah satu tinggal lah habis Mati lah badan waktu itu Sebab mengikuti setan iblis tali jangka di dama tata Tenggelamnya di laut dalam Orang ingkar beralih dosa Akhir hayat tidak tentram daun tetap diatas diulang Anak udang mati di tuba Dalam kitab ada terlarang Perbuatan haram jangan dicoba tante Mayang tetangga jaksa Membeli bubur dikasih laksa Tidak sembahyang tidak puasa Didalam kubur mendapat siksa masa berada di pulau jawa Rekan diajak pergi menjala Maha berkuasa jangan dilupa Kuasa allah tidak terhingga dua tiga empat lima Enam tujuh delapan sembilan Kita hidup tak kan lama Jangan lupa siapkan bekalan Nama : IRFAN AFRINAL Tema pantun : “Nasehat” Ibuku pergi ke pasar Pulangnya membawa ikan Rajin-rajinlah kamu belajar Agar tercapai yang kamu impikan Hari raya pakai baju baru Baju yang lama untuk beramal Periksalah kembali isi ujianmu Agar mendapat nilai yang maksimal Buah langsat buah duku Dimakan bersama-sama Jangan coba-coba untuk menipu Sekali tahu orang takkan percaya Pergi ke pasar membeli tas Tas dibeli bersama teman Taatilah peraturan lalu lintas Supaya selamat sampai tujuan Hari raya buat ketupat Kuahnya gulai nangka Jika kamu ingin sehat Jangan pernah coba narkoba Jalan-jalan ke kota medan Lalu singgah ke danau toba Ingatlah selalu kematian Kematian itu selalu didekat kita Pak Doni pak Rangga Mereka berdua bertetangga Jika ingin masuk sorga Berbaktilah kepada kedua orang tua Pergi ke pasar membawa dompet Di dalam dompet banyak uangnya Jika anda kena copet Teriaklah se kencang-kencangnya Buah manggis buah mangga Rasanya manis ada masamnya Janganlah berkata tidak bisa Sebelum kamu mencobanya Beli bawang beli tomat Tomatnya busuk banyak ulatnya Befikir dulu sebelum berbuat Kalau tidak bisa celaka Nama : SYIDIQ MULYA Manyalam Jo LauakGurito Gurito Mati Sirah Hati Kato Salam Pambukak Kato Kato Jo Pantun Nan Sanang Hati Kok Koncek Pandai Malompek Malompek Ka ujuang Bansi Kok Kecek Nan Ka Maupek Maupek Baujuang Banci Indak Sanang Pai Ka Ladang Ladang Kunik Nan Di Balai Basuo Kok Sanang Samo Rang Padang Indak Dapek Bakanalan Juo Putiah Mato Dek Mambaco Mambaco Lai TakanaTido Pitih Harato Nan Ka Dijago Dijago Lai Bamamak Tido Pulang Diladang Makan Pangek Pangek Dimakan Baciok-Ciok Urang Gadang Nan Tinggi Pangkek Pangkek Nan Ado Basio-Sio Pai Jauah Ka Ulakan Jan LupoMambali Gakik Kok Adiak Pulang Malam Beko Badan Sakik-Sakik Induak Kuciang Baranak Ampek Saikua Mati Tingga Tigo Urang Budi Tau Nan Ampek Bia Dapek Masuak Sarugo Pai Kayia Mandi Jo Baju Baju Basah Lamo Kariang Kok Adiak Iyo Satuju Satuju Lai Mamak Kurang Nan Palak Iyo Takana Takana Lai Bagambah Juo Kok Adiak Baitu Bana Pinanglah Denai Kiniko Juo Cerek Hanyuik Iyolah Tibo Tibo Malam Panungkuik Lado Cukuik Sakian Dari Ambo Kato Salam Panutuik Kato Nama : Vindo Fayendra Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Jalan ke sumedang Jangan lupa membeli tahu Kalau hati sedang bimbang Jangan lupa kasih tau aku Jalan jalan ke bukittinggi Jangan lupa kebun binatang Kejar lah cita cita yang tinggi Biar kita hidup senang Nama : Nama : Rahmanisa Yasirli Tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagaikan rumah tak berdinding Banyak semut diatas papan Sedang makan gula gula Slamt menyambut kemerdekaan Mari kita mengucapkan merdeka Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia memang begitu Benda buruk memang terbuang Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : vindo fayendra Tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagaikan rumah tak berdinding Banyak semut diatas papan Sedang makan gula gula Slamt menyambut kemerdekaan Mari kita mengucapkan merdeka Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia memang begitu Benda buruk memang terbuang Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya jangan Kalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah Ada tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang esa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia tuhan yang Esa Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Jalan jalan ke kota maluku Jangan lupa membeli kain Kalau hati sedang risau Hendaklah diri membaca Al quran Aku ingin punya gitar Tapi gitar warnanya coklat Aku ingin punya pacar Tapi pacar yang rajin sholat Makan apel di bawah pohon Ditambah angin sepoi sepoi Hi kawan jangan mencari lawan Marilah hidup dengan damai Sambal pedas di sawajajar Beli ketupat nangkring di batu Ingin cerdas ayo belajar Biar dapat rangking satu Nama : Rifaldi Jalan jalan ke Toboh Baru Jangan lupa ke Toboh Apa Jika punya budaya baru Jangan lupa budaya lama Jikok pai ka malalak Jan lupo ka sijunjuang Dima bumi dipijak Disitu langik Dijunjuang Pulau Angso ado duo Pulau kasiak di sabaliaknyo Jan lah kalian baduo duo Beko setan nan katigonyo Tari piring tari saman Tari lilin apinya berkobar Al Quran adalah pedoman Rajin-rajinlah kita belajar Lauak kalau ado di hulu lauak rutiang ado di muaro Kalau karuah aia di hulu sampai ka muaro karuah juo.

Jalan jalan ke Malaysia Mengenal ragam budayanya jangan ngaku anak Indonesia jika tidak mengenal budayanya Pai ka tanjuang mambali saruang Indak lupo mambali tali Nan bungkuak dimakan saruang nan bengkok dimakan tali (Setiap sifat dan tindak tanduk yang tidak jujur dan benar, akan senantiasa ada ganjarannya (hukum karma)) Bungo mawar bungo melati Ditanam di tapi tang ayia Rajin-rajinlah kito mengaji buliah manjadi menjadi pak kyai Pagi pagi bunga disiram bunga disiram agar tak layu Indonesia memang beragam maka dari itu mari bersatu Hari rabu memetik kelapa Airnya segar hilang dahaga Hormati Ibu juga Bapak Agar kelak masuk surga Nama:Adil Jeddi Radja sungguh laju jalan kereta Kereta melintas di jalan raya Apalah daya negri kita Jika anak bangsa tak berbudaya pergi berlayar ke tanah jepang Pergi berlayar memakai sampan Tumpah darah pahlawan berjuang Tinggal kita mengisi kemerdekaan si punuk merindukan bulan Bulan jauh tak terjngkau tangan Walaupun zaman terus kedepan Budaya kita harus diperthankan sungguh elok bumi pertiwi Bumi indah enak pemandanganya Sekarang bukanlah zaman orang sakti Sekarang zaman untuk berkarya tadi kering sekarang basah Kering lagi nostalgia Kita bukanlah bangsa yang lemah Kita adalah cahaya dunia ada semut ada gajah Ada merica ada ketumbar Sudah lama kita dijajah Saatnya kita yg bersinar pergi berlayar ke selat malaka Selat malaka banyak pulaunya Sudah lama kita merdeka Tugas yg muda mempertahankanya pagi hari tampak berawan Siang harinya beli sandal Apalah guna tampang rupawan Jika tiada punya moral kayu lapuk besi berkarat Kayu lapuk patah sendiri Apalah guna tau budaya barat Tapi tak tahu budaya sendiri banyak uang orang kaya Orang kaya banyak hartanya Negri kita punya budaya Yang terkenal sopan santunya Nama : Muhammad Irsyad Gema takbir di hari raya Suaranya bertabuh di sudut negeri Ini pantun pelebur lara Serta penyambung pengobat hati Meletus perang Sumatera Membubuh di Medan area Bercengkrama didalam rimba Menjadi saksi para panglima Mari bersama satukan hati Membangun bangsa turut berjuang Kemerdekaan kita menjadi mimpi Semoga esok hari lebih gemilang Masih jauh kita berjalan Bekal jangan dihabiskan pula Mari kita tingkatkan perjuangan Demi tercapai kata merdeka Hotel Yamato hangus terbakar Bung Tomo, maju tak gentar Sahutan 'merdeka' kian terlontar Dikala merah putih telah berkibar Berkobar-kobar semangat merdeka Membela bangsa taruhan jiwa Menjulang impian tanah air beta Merajut asa menjadi nyata Separuh abad telah berlalu Semangat merdeka semakin nyata Dulu berjuang di ujung bambu Kini berjuang di ujung pena Kalau jala hendak dilempar Cobalah lihat ujung dan pangkal Jikalau semangat telah berkobar Selalu bersyukur dan bertawaqal Hari merdeka memanjat pinang Pinang dipanjat para pemuda Jikalau kita ingin menang Sportifitas mari di jaga Wakatobi dan Raja Ampat Jaya Wijaya menjulang tinggi Mari persaudaraan kita pererat Agar Indonesia aman dan damai Burung Irian,burung Cendrawasih Cukup sekian, dan terimakasih Nama : NURUL KAMAL Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Jalan jalan ka muaro bungo Tibo di solok ban oto pacah Hari senin hari partamo Anak SMA mulai sakolah Alah sampai di muaro bungo Dek talonsong panumpang muntah Gadang hati kalaih sapuluah Disambuik meriah dek kapalo sakolah Kampuang Paneh jo Kampuang Tangah Lain pulo jo Kayu Gadang Hari kaduo kami sakolah Labiah meriah pado nan patang Pai ka palak di pantiak labah Bangkak badan ndak tangguang tangguang Urang pandai pai sakolah Baraja jo mangaji ndak tangguang tangguang Ikan nan lamak yo ikan pepes batambuah tambuah kalau lah makan hari sabtu akhir PLS kini urang maaf maafan sakali jadi indak diubah itulah nasib urang tuo tuo sakali pai indak sabalah kini lah pai kasadonyo kalau malala mamalalah ka Bali Disinan banyak urang turis kalau manyasa manyasalah kini supayo gadang indak lah egois babaju rancak rang mudo mudo pai baralek karumah kawan ba ide rancak pantun kiniko dek bapikia indak batinggaan salasai sudah urang karajo mudah mudahan dapek pahala salasai sudah pantun kiniko bisuak di ulang kalau juara Nama : Ikhlas Guslita Putra Bawa tas berwarna jingga Yang dibawa oleh Nabilah Jika kalian tidak ingin masuk neraka Maka laksanakan perintah Allah Pergi jalan-jalan ke kota Malaka Di kota Malaka malah dapat masalah Jangan suka melawan orang tua Jika Allah tidak ingin Marah Pergi mandi bersama teman-teman Pergi mandinya di Lubuk Bunta Larangan Allah Kalian laksanakan Maka Nerakalah tempatnya Cewek cantik itu bernama Rara Gendut tinggi tapi emosian Dunia ini hanya sementara Buat apa perintah Allah ditinggalkan Jkt48 konser di Sicincin Setelah itu di Jakarta Puasa Shalat tidak dilakukan Maka nerkalah tempat tinggalnya Masak rendang dengan Mumu Tapi malah bersama Aisyah Jagalah hati dan pandanganmu Maka surgalah yang engkau dapat dari Allah Ikut karate ikut Wushu Keduanya Masih sabuk putih Laksanakanlah perintah Tuhanmu Niscaya Surgalah yang kau raih Stand up comedy hanya tempat bercanda gurau Bercanda gurau janganlah sampai melenceng Perbaikilah akhlak dan adabmu Niscaya para Malaikat akan melindungi Buat kaligrafi dengan teliti Tapi jangan sampai buatnya lama Janganlah kalian saling membenci Karena itu hanya buang waktu saja Teh gula teh madu Tehnya sama-sama pakai gelas Yoga Sayangilah terus ibumu Karena surga berada di telapak kakinya Nama : Rantau Taufikkurrahman Adik Ibu bernama Tata Adik Ayah bernama Gigi Walaupun Aku menutup mata Senyumanmu itu tidak bisa pergi Pergi ke Jawa bertemu Salsa Salsa sendiri sedang melamun Walaupun engkau hanya wanita biasa Tapi dirimu lebih berharga dari siapapun Hewan kecil di rambut itu bernama kutu Mati terhimpit oleh buah mangga Ungkapkanlah perasaanmu itu Jujurlah dari sekarang juga Pergi ke sekolah membawa buku mini Malah terbawa buku yang salah Dari hati kecilku ini Tersimpan namamu yang begitu indah Pergi ke Bogor membawa makanan Makanan tersebut dibeli di Sukabumi Walaupun perasaan ini tak bisa diucapkan Hanya sosokmulah ku bisikkan perasaan ini Kakak manis tapi manja Yang tidak memiliki mantan Cinta itu tidak bisa disengaja Ataupun dipaksakan Bahasa jepang membaca yaitu youmu Sedangkan refleksi yaitu utsuri Setiap kali membayangkan dirimu Aku tersenyum sampai malu sendiri Di inuman itu ada racun sianida Namun tidak di makanan itu Dunia ini seakan milik kita berdua Jika dirimu memiliki perasaan sama kepadaku Orang gila memang dicap perusak Namun tidak bagi perempuan cupu Sampai dada ini tetap berdetak Diriku akan tetap menyukaimu Wanita cantik memakai pita mini Yang diproduksi dari Maluku Di tempat kita tinggal ini Hanya dirimulah yang memikat hatiku Nama : Aset Suhanda Tema:Perjuangan Hidup Etek etek jua lamang Badagang lamang dipasa gaduik Dri ketek lah bajuang Lah gadang sananglah hiduik Pai ka padang pai balanjo Pai bali baju rayo Dk awak hanyo dapek tanago Dk urang dapek amehnyo Bukak instagram caliak foto Caliak foto urang bajaso Nan bansaik tingga mangango Nan kayo yang bakuaso Nan hitam warnanyo arang Nan putiah warnanyo tarang Coiko iduik dirantau urang Pulang patang pitih bautang Aia taganang di carano Carano dari suaso Lah lamo denai karajo Kironyo karajo sio sio Buruang balam taranak rajo Buruang iduik dalam kuruangan Dicubo bukak usaho Untuang ikuik paruntuangan Bali kudo di pasa harau Nan dibali kudo balang ameh Den cubo pai marantau Untuang pulang baok sakaruang ameh Dikapalo suntiang urang Dipinjam sujuik kapalo Den karajo bantiang tulang Untuak maiduikan rumah tanggo Dibaco doa hati rukun Mambuek hati indaklah rusuah Den sikola sapuluah tahun Kironyo dapek karajo indak bapaluah Lauak bada lauak pantau Kaduo lauak masuak ka lukah Lah lamo pai marantau Nan iduik indak juo baubah ubah NAMA : JULIANA NADIRAH Mancaliak jam gadang di bukik tinggi pai nyo jo kudo bendi apolah guno ilmu di cari untuak kito di maso nanti pai bamain ka danau bawah pai nyo basamo keluarga acok-acoklah utak di asah supayo cangka dalam baraja batu sangkar punyo harau tampeknyo rancak jo maukau mancari ilmu dunia iyolah paralu tapi ilmu akhirat utamokan dulu sakik paruik minum teh paik minum nyo di tangah hari kalau cito-cito satinggi langik Malaih usaho indak ka jadi di lubuk alung ado ngarai tampeknyo rancak pai bamandi ilmu di cari buliahlah tinggi tapi jan lupo randahkan hati lalu di kelok ampek puluah ampek baranti sabanta makan katupek gagal sakali jan maupek di cubo baliak sampai dapek ondeh rancaknyo kelok sambilan arsitekturnyo rancak di pandang mato dalam hiduik punyo tujuan sadonyo tagantuang di diri kito bali samba lado di kurai taji sabungkuihnyo limo ribu kalau lai ado niaik di hati pasti dapek apo yang ka dituju bali kapalo lauak di pantai tiram makan nyo di kandang ampek payahnyo karajo siang malam susah dapek sanang pun dapek pai bafoto ka tajun pelangi lalunyo di tanjuang aur rajin baraja dari kini untuang isuak jadi gubernur NAMA : Fitri Indah Yasman Ramai orang pasar kandang Ramai oleh para pendatang 17 agustus hampir datang Teriakan merdeka berkumandang Pergi si Linda naik sepeda Menuju jalan rumah pak lurah Label saja yang sudah merdeka Kenyataan masih di jajah Ayah Tika beli buah pir Tiba di jalan jatuh ke aspal Kata merdeka bukan hanya di bibir Mari ciptakan Revolusi mental Tiang bendera tinggi menjulang Bendera merah putih berkibaran Miris melihat pemuda sekarang Hanya sibuk mencari ketenaran Bergelora jiwa di dalam dada Ketika aku menerima tantangan Untuk apa para pemuda Jika banyak berpangku tangan Makan nasi di pinggir jalan Nasi dimakan tak tertelan Wahai pemuda jangan berpangku tangan Mari tunjukkan arti kemerdekaan Duduk manis di atas pohon mangga Sejuk terasa di terpa angin Berdiri tegaknya suatu negara Bukan hanya sebab pemimpin Jalan-jalan ke pantai ketaping Tersenyum indah berseri-seri Hidup bukan hanya bersaing Tapi juga berkolaborasi Beli baju di pasar raya Ambil satu bermotif batik Untuk indonesiaku yang tercinta Marilah menuju yang lebih baik Si rahmat makan rambutan Sambil duduk di atas kayu Satu kalimat yang aku ucapkan Dirgahayu Indonesia-ku Nama : kurnia rahmi Orang kaya banyak berharta Kesumatra setiap tahun Bismillah saya membuka kata Berseni sastra membuat pantun Daun hilalang pucuknya mati Buah pisang bewarna hitam Pantun dikarang penghibur hati Turut kembangkan budaya etam Ambil paku di kota raja Di kota raja mendapat intan Wahai saudara dimana saja Pantun ku karang untuk kalian Pantun asli Manis sungguh gula melaka Jangan di basuh di buat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biarpun mati anak,jangan mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung ke deli Hidup di dunia biar ber adat Bahasa tidak di jual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuk lah meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda landa Hidup berdiri dengan sanksi Adat berdiri dengan tanda Masuk toko membeli kain Kain batik buatan tasik Jika engkau banyak bermain Kepada ilmu tidak menarik Salam di hulu mengukir senyuman Ukuwah terjalin eratkan umat Singkirkan dengki kukuhkan iman Negara makmur penuh terhormat Sopan dan santun pekerti mulia Sombong dan takabur jangan di amal Masyarakat madani penuh ceria Negara harmonis terus terkenal Sirih junjung buat pinangan Di hias indah cantik di tatang Tradisi kita dilupa jangan Agar di kendong budaya di julang Sirih kuning di beri nama Sirih tanya beserta cincin Hidup berunding mufakat bersama Bangsa mulia budaya dijamin Sirih junjung sirih pinang Sirih kami susun bertingkat Adat di junjung pusaka di kenang Bangsa berbudi hidup mufakat NAMA : ROSSI FARDINI Jalan-jalan keliling Asia Jangan lupa lihat benda-benda purba Kalau kamu cinta Indonesia Jangan memakai narkoba Pergi kepasar beli resia Jangan lupa beli tempatnya Kalu kamu orang Indonesia Cintailah tanah airnnya Ke pasar beli buah markisa Jangan lupa beli fanta Di Indonesia banyak suku bangsa Itulah negara yang ku cinta Indahnya warna-warna pelangi Seindah senyumanmu Capailah cita-cita yang tinggi Untuk membanggakan orang tuamu Burung cama burung dara Terbang kesana kemari Indonesia adalah negara Tempat membela tanah airku sendiri Kepasar beli baju kaos Kaosnya bermacam-macam gambar Anak sekolah jangan suka bolos Jika bolos tidak akan pintar Pergi ke pantai bersama Tresa Jangan lupa bawa bekal bersamanya Berlajarlah dari banyak suku bangsa Agar tau suku bangsa lainnya Jalan-jalan ke india Jangan lupa lupa singgah ke wisatanya Tempat lahirku di Indonesia Karna itu ku cinta tanah airnya Ke pasar beli gelas baru Jangan lupa beli cangkir Bertemanlah dengan teman2 baru Agar kamu tidak tersa tersingkir Pergi ke toko beli sepeda Belinya di toko pak Juan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama: HARIS KHARISMA FIKRI Pergi liburan ke pantai Kata Bermain pasir dengan keluarga Beragam tempat di Indonesia Sumatra Barat salah satunya Minum tes es tanpa pakai gula Di minumnya di rumah si safwan Keindahan alamnya mempesona Tempat berkunjung para wisatawan Kue bolu banyak warnanya Di makan berasama nikat rasanya Bukan hanya indah alam nya Namun juga bergam keseniannya Liat tv buat nonton si kebayan Orangnya lucu dan gagah tampangnya Di SUMBAR banyak macam kesenian Tari indang lah salah satunya Rusa jawa belang warnanya Keliatan imut dan cantik bentuknya Tari indang di mainkan bersama-sama Ditemani talempong dan alat lainnya Gitar spanyol asik di petik Di petik sesuai nada Selain kesenian yang menarik Namun juga ramah masyarakatnya Si Joni pergi ke toko Untuk membeli rayko dan sasa Kami menggunakan bahasa nan limo Sebagai budaya dan cara berbahasa Pergi ke luar membeli makanan Dapat sambal pedas yang menggugah Setiap wisatawan yang pergi liburan Harus punya bahasa yang berkaidah Makan durian dicampur ketan Lebih enak lagi di makan bersama Diki Sungguh sempurna ciptaan tuhan Yang memberi keindahan seperti ini Memakai baju janganlah ketat-ketat Karana akan menunjukan aurat anda Berkunjunglah ke Sumatra Barat Yang sangat indah dan mempesona Nama : Aswina Salsabila Bermain-main diladang Terjatuh kaki sakit sendiri Walau megah di negeri orang Lebih senang di negeri sendiri Buku cerita Siti Nurbaya Warisan cerita yang tidak boleh dilupakan Negara kaya akan budaya Di situlah saya dilahirkan Sungguh aku cinta Matanya indah bagai permata Sungguh indah negeri kita Bila perdamaian tercipta Melihat alam dengan mata Sungguh indah pemandangannya Indonesia Negara kita Burung Garuda lambangnya Aku melihat binatang rusa Jalan-jalan ke pasar raya Kita bela nusa dan bangsa Aku cinta Indonesia Kita melihat dengan mata Banyak buah kelapa dikebun raya Banyak orang berkata Negeri kita makmur dan kaya Buah naga buah semangka Makanlah satu persatu Meski dalam suka dan duka Tetaplah bersatu Ibu Dudu menjahit kerjanya Dia menyimpan di dalam peti Dimana pun aku nantinya Indonesia selalu dihati Duduk bersila Sambil melihat sebuah permata Indonesia akan ku rela Sampai akhir menutup mata Mendaki ke atas bukit Sudah malam jalan kesasar Ku junjung nama Indonesia setinggi langit Surge Warisan yang takkan pudar Nama : DONI REFENDI TEMA: Kemerdekaan Putar-Putar tiang menara Dilihat dari prabu milih Berkibarlah ini Bendera Bendera sangsaka Merah Putih Ampas padi tanggung di buang Bunga kembang hanya rekaan Bakti kami pada pejuang Sudilah lanjutkan kemerdekaan Terkenang kembali saat gemilang Sautan' Merdeka!!' berulang kali Impian seluruh rakyat terjuang Senyum di muka,gembira di hati Bunga kenangan cukup terbuka Tumbuh mereka di hisap kumbang Indonesia sudah merdeka Seluruh rakyat pastilah senang Banyak semut di atas papan Sedang makan gula gula Selamat hari kemerdekaan Merdeka,merdeka,merdeka Paman sedang menebang bambu Untuk tiang bendera Dirgahayu Indonesiaku Salam merdeka Ulang tahun nenek tanngal 2 Di rayakan di hari minggu Selamat HUT RI yang ke 72 Semoga Indonesia tatap bersatu Gunung semeru tinggi menjulang Gunung merapi sungguh perkasa Setelah ratusan tahun kita berjuang 17 Agustus kita merdeka Kota manado di pulau sulawesi Suku dani di pulau papua Mari kita kenang pembaca proklamsi Soerkarno hatta itulah nama nya Main layang - layang di pinggir kali Ulur talinya perlahan lahan Perjuangan belum berhenti saat proklamasi Justru tugas berat yang akan kita emban Nama: kurni rahmi Pantun pembuka Orang kaya banyak berharta Kesumatra setiap tahun Bismillah saya membuka Berseni membuat pantun Daun hilalang taruh di topi Daun kurma ditambah lagi Buat pantun di malam sepi Kala purnama sudah meninggi Ambil paku di kota raja Dikota raja mendapat intan hai saudaraku dimana saja Ku buat pantun untuk kalian Pantun asli Manis sungguh gula melaka Jangan di bancuh buat serbat Sungguh teguh adat pusaka Jangan sampai mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung kedeli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak di jual beli Buah naga di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau kamu mau meminang Tanda diri beradat budaya Laksamana berbaju besi Masuk kehutan melanda Hidup berdiri dengan sanksi Adat berdiri dengan tanda Daun hilalang pucuknya mati Buah pisang berbuah hitam Buat pantun penghibur hati kembangkan budaya etam Kekota medan membeli ulos Beli ulos penuh bergambar Rajin sekolah jangan bolos Jika bolos tidak jadi pintar Pergi ke aceh membawa gitar Singgah kemedan bawa ulos Jika ingin jadi anak pintar Rajin belajar jangan bolos Pagi pagi ayam berkokok Ayam berkokok diatas papan Anak kecil jangan merokok Pikirkan masa depan Buah duku dari palembang Buah anggur dari bosnya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Jalan jalan pakai kereta Keretanya ke surabaya Banyak orang berkata Indonesia makmur dan jaya NAMA:HARIS KHARISMA FIKRI Pergi liburan kepantai kata Bermain pasir dengan keluarga Beragam tempat di indonesia Sumatera barat salah satunya Soto buatan ibu enak rasanya Membuat hati jadi berbunga Alamnya masih sangat terjaga Dihuni banyak flora dan fauna Kue bolu beragam rasa Bolunya empuk enak rasanya Selain alam yang mempesona Juga beragam keseniannya Pergi liburan ke jakarta Buat keliling keliling kota tua Beragam macam keseniannya Tari indang salah satunya Air terjun dingin airnya Dipakai mandi rasanya dingin Tari indang dimainkan bersama Diiringi gendang dan alat lain Buah jengkol hitam warnanya Kalau sudah tua besar buahnya Bukan hanya seni dan alamnya juga ramah masyarakatnya Si joni lagi nonton naruto Narutonya lucu dan agak gila Kami memakai bahasa nan limo Sebagai budaya dan berbahasa Pergi keladang bersama agung Karena hujan agunya basah Setiap orang yang berkunjung Harus pakai bahasa berkaidah Ronaldo berebut bola denganani Bolanya terbang ke kaki ocoa Sungguh bangga kami lahir disini Ditempat indah dan berbudaya Pagar rumah sudah berkarat Tampak kumuh bentuknya Hiburanlah ke sumatera barat Yang indah dan mempesona Nama : Zulfikri Jalan-jalan ke Kota Padang Tidak lupa ke Mesjid Raya Sumbar Dalam hidup perlu berjuang Tidak ada waktu tanpa belajar Tahun baru di Kota Bukit Sambil tamasya ke kebun binatang Belajar memang sangatlah sulit Bila ikhlas akan terasa gampang Jalan-jalan ke Sumatera Barat Tidak lupa menonton pertunjukan indang Jangan terlalu terlena budaya barat Sampai-sampai lupa budaya minang Bersiriah di dekat sawah Memancing di tepi banda Bekerja memanglah susah Namun mudah apabila bersama Pacu jawi di Kota Solok Pacu itiak di Padang Panjang Ranah minang sangat mencolok Dengan randang dan tari indang Babiduak di Danau Singkarak Bamain di medan nan bapaneh Adaik basandi ka syarak Syarak basandi ka Kitabullah Pergi mendaki ke Singgalang Pergi menyelam ke mentawai Sungguhlah indah alam minang Jika selalu dijaga dengan piawai Pergi tamasya ke Pariaman Pulangnya membeli sala Jika ingin mencari pasangan Seiman kunci utama Liburan ke lobang jepang Dibaok mamak hari lebaran Pak Irwan orang terpandang Cermin cendekiawan hafal qu’ran Study tour berasama guru Perginya hari selasa Dirikan shalat lima waktu Berjamaah lebih utama Nama : Rossi Fardini Jalan-jalan keliling Asia Jangan lupa lihat benda purba Kalau kamu cinta Indonesia Jangan memakai narkoba Pergi ke pasar beli resia Jangan lupa beli tempatnya Kalau kamu orang Indonesia Cintailah tanah airnya Ke pasar beli buah markisa Jangan lupa beli fanta Indonesia beragam suku bangsa Itulah negara yang ku cinta Indahnya warna-warna pelangi Seindah senyumanmu Capailah cita-cita yang tinggi Untuk membahagiakan ortumu Burung camar burung dara Terbang kesana kemari Indonesia adalah negara Tempat membela tanah airku sendiri Kepasar beli baju kaos Kaosnya bermacam gambar Anak sekolah jangan suka bolos Jika bolos tidak akan pintar Pergi ke pantai bersama Tresa Jangan lupa bawa bekal bersamanya Berlajarlah dari suku bangsa Agar tau suku bangsa lainnya Jalan-jalan ke India Jangan burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

lihat wisatanya Tempat lahirku di indonesia Karna itu ku cinta tanah airnya Ke pasar beli gelas baru Jangan lupa beli cangkir Bertemanlah dengan teman baru Agar kamu tidak tersa tersingkir Pergi ke toko beli sepeda Belinya di toko pak Juan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama : Verly Amanda Putri Burung merpati terbang ke india Milik wanita yang cantik jelita Sungguh indah negara indonesia Tempat tinggal saya tercinta Ke pasar membeli pepaya Jangan lupa membeli melati Aku cinta indonesia raya Kan ku bela sampai mati Jalan-jalan ke asia Bertemu dengan kakak Salsa Jangan mengaku anak indonesia Jika tidak menjaga budaya bangsa Buku cerita sitinurbaya Di baca orang lansia Negara kaya akan budaya Itulah republik Indonesia Pemain bola Ferdinan sinaga Penari balet sedang berdansa Budaya indonesia perlu dijaga Karna kita harapan bangsa Pergi berlibur ke kota batu Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwi Beli baju di tanah abang Tidak lupa membeli kemiri Meskipun megah di negri orang Lebih nyaman di negri sendiri Ikan asin ikan bada Bang Billy adiknya Olga Meskipun kita berbeda beda Hidup rukun harus di jaga Si pencuri sangat jahat Sampai mencuri barang masyarakat Kalau pemudanya hebat Negara kita pasti kuat Mendaki ke gunung himalaya Harus mengurus izin visa Murid sejati banyak ilmu nya Bekal mengabdi nusa bangsa NAMA :FRANCISKA TEMA : CINTA BUDAYA INDONESIA Jalan-jalan keranah minang Jangan lupa makan gulai kemumu Indonesia pastilah menang Karna aku mendukungmu Beli novel kegramedia Judul novelnya dhearnatan Ayo majukan indonesia Sampai puncak kesuksesan Kepasar beli kain katan Kain dilipat persegi panjang Mari kita budayakan santun Untuk berguna dimasa akan datang Bagaikan kuman dikuku Kalau gatal jangan ditarik Wahai indonesiaku Bangkitlah menjadi yang yerbaik Kesawah pagi-pagi Siram bunga ada ditaman Marilah kita pelajari Budaya indonesia tari saman Teman adikku namanya anya Dia pernah ke kanya Opera Van Jampang namanya Sangat heboh pesertanya Seringsing lantunan daun bambu Mengisi keheningan memecah suasana Indonesia untuk mu haru bangsa mu Bersinar dengan budaya nusantara Teh hijau sudah disaring Disaring dengan keran Mungkin kita bersaing Tetapi kita tetap berteman Jari berada didepan saku Sangat berguna bagi manusia Karena kita beragam suku Maka itulah indonesia Pagi hari menaiki kuda Kudanya sedang berjalan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama: Indah Putri Lusiana TEMA : Cinta Budaya Indonesia Banyak khasiat dalam pepaya Enak kecik ebak rasanya Negara kaya akan budaya Itulah republik Indonesia Kepasar beli pepaya Belinya ditoko Tifanya Indonesia negara 1000 budaya Minangkabau salah satunya Tampak datang kota raya Mencari jamur dibuah pepaya Banyak orang yang berkata Negri kita makmur dan kaya Buku cerita Siti Nurbaya Makan gula didalam peti Aku cinta Indonesia Raya Akan kubela sampai mati Terbang rendah burung peragan Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Buah manggis buah duku Getahnya banyak rasa madu Alangkah indah Indonesiaku Rakyatnya bersatu padu Rumah indah tak berpenghuni Redup baterai jangan ditinggalkan Betapa indahnya negara ini Hidup damai dalam peraatuan Burung merpati burung dara Terbang menuju angkasa Hati siapa tak gembira Sekarang bangsaku sudah merdeka Sungguh elok amas permata Lagi elok intan baiduri Sungguh elok budi bahasa Jika dihias akhlak terpuji Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pustaka.

Nama: Nuqva Dinda Alvi Sungguh tinggi pohon kelapa Sarang lebah di biarkan Negri tercinta indonesia Tempat beta di lahirkan Berwisata ke sawah padang Beli piyama di bukittinggi Meskipun megah negri orang Lebih nyaman di negri sendiri Kayuh sepeda ke papua Mencari lauk pergi ke dapur Sungguh indah alam indonesia Negri subur,aman dan makmur Jika berbelok takkan sampai Jika pelan nanti kesasar Negriku elok dan permai Yang takkan pudar Jalan jalan ke maluku Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwi Banyak khasiat dalam pepaya Buah kecil enaknya rasanya Negara kaya akan budaya Itulah republik indonesia Si indah datang ke kota Mencari jamur di buah pepaya Banyak orang yang berkata Negri kita makmur dan kaya Buku cerita siti nurbaya Makan gula di dalam peti Aku cinta indonesia Akan ku bela sampai mati Berjalan ke tengah sungai Tak ada kain dari malaysia Tanahku yang indah permai Tiada lain indonesia Buah jeruk enak rasanya Sungguh manis silakan coba Jika kau ingin lihat surga dunia Indonesialah tempatnya Nama:ella fransiska dayung perahu tujuh haluan Membawa rokok bersama rempah Kalau ilmu tak daiamalkan Ibarat pohon tidak berbuah tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tak berdinding ramai orang mengali perigi Ambil buluh lalu diikat Ilmu dicari tak akan rugi perang diletak kebatang sena Belah bulu taruahlah temu Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu pergi kepasar membeli gitar Jangan lupa beli buah Kalau kita rajin belajar Pasti ilmu akan bertambah anak ayam berpuluh puluh Buat barisan ditepi jalan Tuntutlah ilmu dengan sunguh sunguh Sebagai bekal dimasa depan buah jambu berdaun salam Masak sebiji diambil rusa Tuntutlah ilmu siang dan malam Agar berguna sepanjang masa pak broto beli banyak buku Bayarnya pakai dolar Kita mesti rajin baca buku Agar kita menjadi pintar jalan-jalan kepasar impres Pulangnya membeli bola Jika ingin jadi orang sukses Harus belajar dan berdoa buk sita beli buku pelajaran Untuk rika dan dian Orang yang suka belajaran Hidupnya akan tenang dimasa depan Nama : Rifaldi Anzika Pergi kepasar beli pepaya Pepaya habis dimakan ratu Jawablah salam dari saya Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu Elok nian burung gereja Elok lagi burung merpati Jangan lah engkau dirumah saja Lihatlah indahnya bumi pertiwi Dafa berlari mengejar putu Terlihat seperti dikejar setan Cantik sekali gadis itu Kalau dilihat dari ujung sedotan Dingin-dingin enak makan sup Ditambah lagi gulai baga Kalau hidup sekedar hidup Kera dirimba pun hidup juga Pergi belajar kerumah nia Belajar tekun agar juara Jangan hanya ingat dunia Karena dunia hanya sementara Jalan-jalan naik kereta Tak sengaja bertemu maya Wahai gadis cantik jelita Sudahkah engkau ada yang punya?

Buah langsat buah markisah Buah dibeli di bukittinggi Kalau memang harus berpisah Semoga nanti bertemu lagi Kevin memang banyak makan Tapi segitu saja badannya Hut RI kita rayakan Berbalas pantun salah satunya Tugu merpati lambang perdamaian Tugu dibuat dipantai padang Hati-hati dikeramaian Banyak penjahat mengincar uang Etek-etek jua lamang Jualamang dipagi hari Kalau ado kato nan kurang sanang Jan dimasuak an kadalam hati Kesekolah pergi belajar Pulang sekolah lewat rumah makan Saya kecil masih belajar Kalau salah tolong maafkan Gelang emas punya si aya Tengah malam hilang dicuri Sekian pantun dari saya Dengan salam saya akhiri Nama : Dinda Marisa Jalan-jalan ke Cibadu Tiba di Cibadu beli santan Yuk sholat dulu Sebelum di sholatkan Pariaman kota tabuik Di Pauah pacu kudo Oik diak kanduang jan lah barabuik Pasti dapek kasadonyo Bakuliliang sakita Pariaman Sangaik banyak urang manggaleh sala Jan mangaku urang Pariaman Kalau indak bangga jo budaya Pergi pagi pulang petang Butuh nasi untuk makan Jika butuh kau datang Jika kau senang aku dilupakan Jalan-jalan ke Sumatera Utara Setelah itu ke Pulau Bali Dunia ini hanya sementara Akhirat yang abadi Di Bukik Tinggi ado jam gadang Di Amerika ado menara Liberty Yo sangaik lamak masakan Padang Dari pado lua nagari Hari selasa pergi ke Padang Pergi ke Padang naik kereta Hai kawan janganlah bimbang Mantapkan hati tenangkan jiwa Sarancak-rancak bungo ditangan Indak sarancak parmato dijari Alah lamo wak batunangan Sampai kini alun dinikahi Jalan-jalan ke Mekkah Eh pulang nya bawa serabi Hai kawan jangan serakah Ingat akhirat nanti Gemilang cahayo langik Cahayo dari bumi Jan lah gaya salangik Kalau alun mangaji Nama : ISNAIN PUTRA DEFNUR Tema:Guru Pakai baju warna biru pergi kesekolah pukul satu murid sentiasa hormati guru karena guru pembekal ilmu Kota baru penuh pesona martapura sikota intan guru guru yang bijaksana patut ditiru jadikan teladan Rajin rajin membaca jangan ada rasa jemu terima kasih untuk guruku karena memberiku ilmu Anak kancil pergi berguru tidak terbiasa kerja yang sia dari kecil diasah guru agar dewasa menjadi manusia Ibu kambing kejar mengejar anak kambing tidak berbulu walaubsudah tidak mengajar harap guru ingat selalu Asam kandis mari diiris manis sekali rasa isinya dilihat manis dipandang manis lebih manis hati budinya Pohon pepaya di dalam semak pohon manggis sebesar lengan kawan tertawa emang banyak kawan menangis diharap jangan Pentul emas di dalam peti di bawa pergi sambil berlari nasiahat diberikan tidak berhenti supaya kami membaki diri Ayam hutan terbang ke hutan tali tersangkut pagar berduri adik bukan saudara bukan hati tersangkut karena budi Pak irwan pergi mendaki mendaki ke gunug merapi nasihat guru tidak terhenti supaya saya berbakti diri Nama: Okta Nurul Illahi Duduk di pantai ditemani kelapa Tak terasa hari sudah petang Sudah lama tidak bersua Eh.ternyata orang rantau pulang Padi salibu tiga gantang Habis basukek di malam hari Sedang rindu kamu datang Pandai menerka bilangan hari Burung pipit terbang melayang Hinggap di ranting rambutan Sudah lama di rantau orang Masih teringat kampung halaman Sipit mataku sejak dulu Melihat awan melayang layang Sudah lama aku rindu Menunggu oleh oleh negeri seberang Siang hari menjemur teri Habis terbuang diterta angin Sudah lama di tinggal pergi Masih teringat dalam batin Jalan jalan ke pantai kata Singgah sebentar ke kuranji Sejak lama ku rangkai kata Untuk kedatanganmu hari ini Nasi bungkus sambalnya papat Enak di makan dihari siang Tujuh ratus carikan obat Badan bertemu barulah senang Nonton bola sambil makan kacang Kacang dimakan semua orang Kamu pulang dari rantau orang Untuk kembali ke ranah minang Berburu singa dapatnya kukang Tak dapat singa kukang pun boleh Sudah lama tidak pulang Marilah kita bertemu mandeh Gubernur sumbar itulah pak Irwan Suka mendaki gunung marapi Terima kasih dan cukup sekian Semoga kita berjumpa lagi Nama : M.Ihsan Menangkap ikan dengan jala Ikan di tangkap di rawa rawa Assalamualaikum pembuka kata Insya allah jadi juara Minum obat rasanya pahit Obat diminum bersama mama Jadi orang janganlah pelit Saling berbagi untuk sesama Merah kuning adalah warna Buih sabun namanya busa Wajah cantik tidaklah sempurna Jika hati berlumur dosa Kerja bakti di rumah Bima Tak lupa membawa sapu lidi Berbuat baik untuk sesama Jangan mengharap balasan budi Sambung huruf jadi kata Belajar baca bersama paman Sopan santun budaya kita Jangan luntur ditelan zaman Tidur lelap hingga mendengkur Suara dengkuran terus merekah Mari kita banyak bersyukur Supaya hidup dapatkan berkah Meja tua sudah berdebu Karena jendela jarang dibuka Hormatilah bapak dan ibu Agar tak jadi anak durhaka Pergi ke warung beli makanan Pulang ke rumah ketemu Risal Jangan suka bermalas-malasan Kelak kita akan menyesal Bunga mawar bunga melati Harumnya tak akan sirna Banyak cara sembuhkan hati Baca Al-Quran dan pahami makna Berangkat sekolah tak lupa sarapan Rajin belajar dapat pujian Jadikan hidup penuh harapan Capailah impian dan tujuan Hari ini bulan puasa Tahan lapar dan juga marah Dari anak jadi dewasa Ajaran baik jangan berubah Pagi hari terasa hangat Minum kopi dan juga donat Ingin belajar harus semangat Tak lupa doa dan juga niat NAMA : HAFIFATUNIL KHAIRANI Semilir angin di tepi pantai Menghasilkan ombak yang berderu Tetap lestaikan seni randai Turun temurun ke anak cucu.

Pak Budi menjual semangka Semangkanya dibeli pak Ahmat Kalau tak ingin masuk neraka Jangan kau lalai dalam shalat. Anak itik mandi di kali Induk ayam bertelur tiga Baca Al-Quran berkali-kali Agar diterma di surga. Bajak laut membeli jangkar Jangkarnya hilang di hutan lebat Hai burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

rajinlah belajar Supaya bisa jadi orang hebat. Orang kampung pergi merantau Pulangnya membawa nasi Kita asli orang minangkabau Junjung tinggi tali silaturahmi Ikan segar dicuri kucing Kucingnya lari dikejar tuan Bila kau menjadi maling Semua orang marah termasuk Tuhan. Si Siti membeli angka delapan Angka delapan dimakan Siti Tetap menjadi yang terdepan Dengan mengikuti ajaran nabi.

Orang pintar akalnya sakti Maling motor akalnya jahat Jadi anak haruslah berbakti Supaya selamat dunia akhirat. Beli buku di Nurul Kamal Buku baru dipinjam tetangga Rajinlah untuk mencari amal Tolong-menolong dengan sesama. Datang ke kampung pagi hari Tiba di kampung cari ikan Semua orang datang memeriahi Budaya Tabuik di Pariaman Nama : Hafizah dwi husni Makan siang beli ikan bakar Belinya di stasiun kereta Marilah kawan rajin belajar Agar terwujud cita-cita kita Jika anda membeli sayur Jangan lupa membeli pepaya Jika kita berkata jujur Maka kita akan di percaya Jalan-jalan ke kota tua Jangan lupa membeli markisa Kasih sayang orang tua Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

ada sepanjang masa Kemana tikus akan di kejar Ke dalam lobang cobalah cari Di mana-mana ilmu harus di kejar Supaya besar senanglah hati Menjemur kain terhujan basah Ibu ke pasar membeli benang Hancur badan di kandung tanah Budi baik akan selalu di kenang Anak itik turun sepuluh Berbaris-baris di pinggir jalan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Sebagai bekal nanti kemudian Main-main ke pantai Carocok Painan Jangan lupa singgah ke pulaunya Hidup itu adalah pilihan Jadi,jangan main-main dengannya Pagi hari ke Painan Sore hari ke Tapian Puti Orang tua jangan di lawan Karna akan mendapat dosa nanti Pisang emas di bawa berlayar Masak sebiji di atas peti Hutang emas boleh di bayar Hutang budi di bawa mati Jalan-jalan ke Batu Basa Jangan lupa membeli tikar suji Sungguh bagus budi bahasa Jika dihiasi akhlak terpuji Nama : Siti Ailani Yonaski Buah duku dari Palembang Pulau Bali mashur mangganya Baca buku janganlah jarang Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

buku jrndela dunia Pergi berburu ke sempedan Dapat kancil badan berjalur Biar cari baju di badan Asalkan hati bersih dan jujur Apa tanda pinang berbuah Banyak burung menyeri mayangnya Apalah tanda orang beriman Bijak menghitung hari kedepannya Apalah tanda buah berisi Bila dibelah isinya merekah Apalh tanda orang berbudi Bila bergaul suka merendah Membentang langit nan biru Duduk sendiri di atas papan Dengarkanlah nasehat guru Amalkan dalam kehidupan Lama sudah tidak bertemu Bertemu sekali meminum jamu Jauhkan malas dari hidupmu Niscaya cerah masa depanmu Mentari pagi bersinar hangat Berangkat kerja ke Pulau Rengat Baelajar wajib bersemangat Janganlah salah terhadap niat Ramai orang membeli jamu Di bawah pohon cuaca redup Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu dicari penyuluh hidup Ketika kita sedang di uji Seorang sahabat menyemangati Ketika kita sedang sendiri Inginkan seorang menemani Besar baju besar badan Tak berani tak melawan Walau penampilan seperti preman Yang penting hati beriman Nama: Novia Masni Dwi Putri Saya disini berrmain pantun Pantun ditulis di bulan Rajab Saudara senasib mestilah santun Salam diucap, wajib dijawab Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Goreng godok pakai saka Jangan lupa campur santan Saya berpikir menguntai kata Tak sadar buat Pantun Spontan Pak ujang sedang mengayuh becak Tak sengaja tergiling cacing gila Semangat saya sudah memuncak Lestarikan sastra indonesia Nonton Naruto dengan kawan sebaya Sekarang Naruto ada ekstraknya Populer bukan karena gaya Tapi karena prestasinya Jikalau ada musim semi Siap sedia bawa termos Gugup dalam hatiku ini Harap harap bisa lolos Son Goku kuning namanya Seiya Sering ajak Hinata ke atas awan Ini gaya bahasa saya Copas sedikit dari Pak Irwan Lihat ibu sedang menyulam Tiba tiba jarumnya hilang Minang indah disaat malam Kutulis ini dibawah taburan bintang Enak rasanya Ayam Penyet Campur merica sedap rasanya Coba cari contoh di intenet Dan tidak keluar hasilnya Baca Novel judulnya Ningen Shikaku Dapat gratisan hatiku senang Rupanya ini karya daerahku Karya asli orang Minang Punya kakak seorang nahkoda Laut bagai teman sejawat Gejolak rasa di dalam dada Tak terasa pantun selesai kubuat Nama : M.Irfanisshadiq Pergi kehutan mencari jamur Jamur dicari orang yang santun Terima kasih bapak gubernur Yang telah mengadakan lomba berpantun Jamur didapat belum dimakan Karna ikan banyak bertulang Lomba berpantun rela diadakan Diadakannya diranah minang Duduk di panggul sambil mengelamun Lalu dihampiri oleh saudari Alangkah senang ikut berpantun Memperkenalkan daerah sendiri Makan rendang pakai lengkuas Lengkuasnya habis diambil diladang Pariaman pantainya hias Pantai bersih enak dipandang Lengkuas habis dicari diladang Tiba diladang mengusir sapi Enak suara bunyinya gendang Sambil dipukul menari nari Menari nari dilagu lapuk Tidak terasa kayunya patah Pariaman terkenal budaya tabuik Dengan masyarakat yg ramah ramah Keladak memetik bayam Diperjalanan melihat sapi Tabuik dihoyak 10 muharam Peringatan kematian cucu nabi Duduk dipantai dengan santai Sambil minum air kelapa Mari kita bergi kenyarai Air terjun indah mempesona Pergi mandi kesikabu Airnya henih sejuk didalamnya Walau oranag pariaman banyak pemalu Tapi berkeribadian dalam budaya Panjat panjat pohon rambutan Dibatang ada benalu Terimakasih saya ucapkan Semoga bapak sehat selalu Nama : Mia Anjelina Pembuka pantun Bunga-bunga ditata rata Ditata oleh Sintia Sebelumnya saya ingin berkata Assalamu’alaikum panitia Sungguh indah alunan lagu Dengar perlahan jangan ditutup Wahai kawan janganlah ragu Tentukan pilihan jalani hidup Lihat polisi sedang menonton Narapidana sedang ditahan Janganlah kamu hanya monoton Lakukanlah perubahan Burung merpati burung kenari Kicauannya sangat merdu Sifat mencontoh harus dihindari Agar hidup semakin maju Lihat teman burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

kesal Kesal karena gerbang tertutup Tetap sabar dan tawakal Dalam menjalani ujian hidup Pergi memanjat Gunung kelu Tak lupa membawa kain Jujur itu perlu Agar dapat dipercaya orang lain Kucing duduk menggerutu Di kepalanya terdapat pita Percayakan segala sesuatu Hanya pada Sang Pencipta Pak lurah pergi ke rumah Tisa Tisa tengah kejang-kejang Wahai insan janganlah putus asa Perjalanan hidup masih panjang Berkarya dari lilin Lilin dibuat seperti catur Mari kawan kita disiplin Agar hidup jadi teratur Sapi di kandang sedang diperah Tupai memakan sukun Ayo kita bermusyawarah Supaya hidup menjadi rukun Lihat kancil dengan siput Keduanya sama-sama nekat Wahai kawan janganlah takut Beranilah dalam berbuat Nama:Selvia Srizalni Kayu bakar di buat orang Arang di bakar memanaskan diri Janganlah mudah menyalahkan orang Cermin muka lihat sendiri Tumbuh melata si pokok tebu Pergi pasar membeli daging Banyak harta tak ada ilmu Bagai rumah tidak berdinding Tampi beras untuk di tanak Putri bungsu bertanak nasi Dari nenek moyang turun kemamak Dari mamak turun ka kami Entah belanak entah sepat Tanam cendawan di jerami Entah meleset entah sempat Maaf di minta sepuluh jari Batang petai di kota adam Buahnya sendi bersendi Nenek moyang pandai di alam Patah tumbuh hilang berganti Mari berlibur ke kota Bali sebentar di pulau madura Wahai temanku yang baik hati Mari kita belajar belajar Kita berlayar arung samudra Samudra luas amatlah dingin Baiklah teman yang bijak sana Raihlah cita setinggi mungkin Para siswa tenang di kelas Anda juga yang main main Kita buang sifat pemalas Kita ganti sifat yang rajin paling asyik makan roti Roti di oles dengan mentega Tunjukkan pada negri ini Kita pelajar yang berguna Asam kandis asam gelugur Ketiganya asam riang riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Nama : bintan thaibah kami remaja indonesia meluruskan pandangan kedepan kembali mengenang masa empat lima Yang menelan para pahlawan perjuangan yang tak kenal menyerah untuk menumpas tentara belanda pahlawan yang tak kenal menyerah mempertahankan bumi persada wahai pejuang bangsa kau selalu tuk dikenang penuh tekad untuk merdeka tak kenal jiwa akan melayang semarak remaja dewasa ini sehat jasmani dan rohani terimakasih bapak gubernur kami yang telah mencetuskan program ini sumatera barat daerah pujaan kami selalu menempatkanmu didepan mata bapak gubernur yang ramah lingkungan sangat memperhatikan perkembangan remaja padang kota tercinta diberi simbol buah bengkuang kami sangat merasa bangga memiliki gubernur yang berjiwa minang wahai remaja patuhi aturan agar kita kelak selamat kami berusaha mengisi kemerdekaan dengan belajar penuh semangat indonesia yang selalu dihati kami yang meredam semangat kebangsaan terimakasih para pemimpin dan guru kami yang telah mendidik kami untuk masa depan kami putera puteri indonesia punya semarak jiwa dalam belajar guru pahlawan tanpa tanda jasa tak kenal lelah mendidik dan mengajar pahami dan amalkan pancasila pancasila pemersatu yang tak pernah goyah kami siswa siswi jauhi narkoba kami ingin mencapai masa depan yang cerah Nama : PUTRI ANGGRAINI Tas robek di bawah Air di gelas terbawa muncrat Umur negara bertambah Berpikir kritis pun meningkat Bau tak sedap dari tanggi Cerita tanggi begitu menyedihkan Walau ilmu bertambah tinggi Al Quran Hadis tak terlewatkan Sudah tercium baunya dari dagu Bau suara itu sebuah desah Masa SMA masa yang di tunggu Masa terjadi kenangan indah Melompat bagaikan tupai Kewangian bagaikan kemiri Kesuksesan tidak selalu tercapai Jika kegagalan menghampiri Kulit yang merangsang Otak yang penentu Waktu tidak lah panjang Beribadah lah jika ada waktu Lantai kering selalu basah Kupu terbang selalu sendiri Jangan takut salah Kebenaran selalu berdiri Luar apel yang merah Dengan isi dalam putih tertera Diluar kelihatan pemarah Dalam hati selembut sutera Berjalan munuju dunia Berlari mencapai akhirat Pahlawan kemerdekaan tanpa jasa Berusaha hingga akhir hayat Dia pergi tanpa barang Dia pulang membawa harapan Kasih sayang anak sependek galang Kasih sayang ibu sepanjang jalan Kursi warna merah hati Patah kursi diduduki wawan Hidup harus hati hati Penyesalan selalu datang di akhir Nama : Meysy novia ningsih Pergi kepasar membeli ikan untuk dimasak dengan sayur biar sobek baju dibadan asalkan hati besih dan jujur sore hari mendayung perahu mendayung perahu ke pelabuhan mari belajar mencari tahu demi kemajuan dimasa depan hari minggu kepasar malam pulangnya beli mainan ayo jaga kebersihan alam agar sumatera barat menjadi aman pagi pagi makan sukun siangnya tertidur pulas belajarlah kita dengan tekun agar kita bisa naik kelas pergi kepasar beli baju baru untuk dipakai dihari minggu dengarkanlah perintah guru supaya pandai jadi milikmu matahari terbit dari barat itu pertanda datangnya kiamat mari kita kerjakan sholat untuk bekal diakhirat kepadang naik kereta sambil duduk membaca koran ayo bersihkan lingkungan kita dari sampah dan kotoran pergi ketoko membeli bunga lalu singgah membeli kalung membuang sampah pada tempatnya itu lah siswa sman 1 lubuk alung gelap gelap beli lampu lampu dapat terang dalamnya waktu muda mencari ilmu supaya bahagia masa depannya Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan Bangun pagi sembahyang subuh Minta ampun kepada Allah Nama : Musfha Umri Kalau ingin mengejar si putri Lebih baik tak usah berlari Izinkan saya mengenalkan diri Perkenalkan nama saya Musfha Umri Ingin sehat makan lah sayur Sayurnya harus di kasih saledri Selamat pagi pak gubernur Yang wajahnya berseri-seri Beli kain belilah yang dasar katun Membelinya di temani tono Gubernur mana yang suka berpantun Sudah pastinya bapak Irwan Prayitno Urang awak banyak petani Yang paliang banyak yo di Koto Baru Sungguah sanang hati ambo kini Dek batamu kawan baru Mandi di sungai yo di tapian Kok mandi harus samparono Basamo kito di tugu merpati perdamaian Dalam pantun spontan ala Irwan Prayitno Di minangkabau ado pusako Pusako itu untuak basamo Kalau tanpa dunsanak di acara kiniko Bakcando kopi ndak bagulo Pagi hari Ibu melukis batik Batiknyo pasanan urang Pitalah Marilah manjadi generasi yang terbaik Generasi yang meniru Rasulullah Tasaik dek pisau mangkonyo luko Namun sehaik nyo sungguah lamo Sadiah hati mancaliak remaja kiniko Yang jauah dari adat jo agamo Sapatu lah buruak karano lah lamo Bali sapatu baru di pasar raya Pabanyaklah baraja adat jo agamo Sembari baraja jo budaya Lebaran kemaren ke rumah paman Pulangnya di kasih pepaya Kita harus mengikuti perkembangan zaman Tapi jangan lupa dengan budaya Perjalanan dimulai dari Malang Di tengah jalan banyak hilalang Siapa yang tak kenal dengan rendang Yaitu makanan khas Ranah Minang Mambajak sawah pakai kabau Kabau mambajak ampek petak Dahulu anak bujang lalok di Surau Tapi kini lalok di dakek amak Ambo acok mambuek talue dadar Talue dadarnyo ndak usah pakai tomat Ndak usah malu kalau ndak punyo pacar Karano ndak bapacar labiah terhormat Akhir semester manarimo rapor Manarimo rapor di tanah lapang Kalau anak kini mambaok motor Bantuak urang gaek sakik pinggang Bali gulo pai lah ka lapau Langsuang ka pasa mambali ikan Sampai jumpa pemuda minangkabau Calon pemimpin di masa depan Dulu kecil suka tahu Tapi sekarang suka ketupat Marilah kita saling bahu membahu Demi majunya Sumatera Barat Ke pasar beli pakaian Sebelum pergi nonton berita Inilah Tugu Merpati Perdamaian Yang menjadi saksi pertemuan kita Sungguh enaknya ikan teri Ikan terinya dimakan dengan bubur Demikian pantun karya Musfha Umri Semoga pendengar dapat terhibur Nama : Arifwendri pratama Berhembus angin dari sawahlunto Berdebur ombak dari pantai carocok Ambo nan dari kampuang limo koto Ingin bapantun agak saketek Paneh anggek makan di sawah Labiah lamakminum jo es tebak Untuak apo baibadah Jikok larangan tatauk babuek Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

jalan ka pakandangan Bamain samo si syakib Yang namonyo ibadah haruih dijalankan Karano itu hukumnyo wajib Jalan jalan ka payokumbuah Jan lupo mambali labo Sio sio kito baibadah Kalau durhako kapado urang tuo Untuak apo babaju batiak Kalau indak pakai salendang Untuak apo bamungko rancak Kalau indak pernah sumbayang Kapunduang di dalam samak Jatuah malayang katiko sanjo Walau ilmu satinggi tagak Indak sumbayang apo gunonyo Sungguah rancak pintu dibuek Buruang puyuah di ateh dahan Kalau hiduik nio salamaik Taatilah perintah tuhan Banyak maso di antaro maso Indak saelok maso bacinto Maninggan sumbayang lahbiaso Apo indak takuik api narako Kalau tuan pai ka jedah Singgah sabanta mambali kurma Sholat itu adalah perintah Jikok inggkar masuak narako Adaik urang bajalan malam Ado suluah jadi padoman Adaik urang baragamo islam Ado patunjuak manarangi iman pandai pandai manjago diri Lubang banyak di tangah jalan Urang pandai tau jo diri Hiduik barakaik mati baiman Pangka jaguang baurek mati Kayu lapuak dek anai-anai Dimano sajo kampuang dihuni Disinan pulo adaik dipakai Patitiah pamenan randai Gurindam pamenan kato Pangulu kalau tak pandai Nagari caie kampuang binaso Dahulu rabaok nan bapakai Kini cubadak nan baguno Dahulu adaik nan bapakai Kini lagak nan paguno Nama : Andhara finesha kepasar beli duku Pulangnya naik sepeda Inilah bangsaku Indonesia tercinta bagai kuku kucing persia Sakitlah hati jangan sirik Wahai negeriku indonesia Jadilah negeri terbaik pergi belanja ke pasar raya Mencari jamur dibuah pepaya Banyak orang yang berkata Negeri kita Makmur dan kaya mencari tinta dalam wadah Pagi pagi sholat subuh Negeri tercinta sungguh indah Negeri tempat aku tumbuh pergi jalan ke pasar baru Siang siang main layangan Inilah Indonesia ku Dengan berbagai kebudayaan disekolah belajar seni Ular sawah jangan dipilihara Jagalah negeri ini Agar kebudayaan terpilihara malam malam menjahit kain Beli pidana di kediri Meskipun banyak negeri yang lain Lebih nyaman di negeri sendiri ketaman melihat kijang Sikucing beranak kembar Dulu para pahlawan berjuang Sekarang para pelajar rajin belajar buah pisang di kebun raya Bunga mawar di taman safari Aku cinta indonesia Kan ku bela sampai mati ku sangka dia bintang rusa Mencari madu dibelantara Kita Vela Nusa dan bangsa Tanah airku indonesia NAMA:ATIFA AWDIA RAMADANI Masih banyak perjuangan kita Ingatlah semangat ketika merdeka Satukan hari dan kerahkan usaha Agar tercapai juga impian merdeka Pergi berlayar ke samudra hindia Petunjuk jalannya memakai peta Ingatlah wahai masyarakat indonesia 17 agustus adalah hari kemerdekaan kita Minum burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

tanpa gula Sungguh pahit rasanya Kalau kamu cinta budaya Cintailah budaya indonesia Ditepi jalan ketemu nenek lansia Sedang berbicara dengan anak nya Jagalah budaya indonesia Kalau kamu mencintainya Jalan-jalan keliling indonesia Jangan lupa pergi ketaman mini Indonesia adalah paru-paru dunia Janganlah kalian merusak negara ini Terbang rendah burung peragam Dari hama terbang kehutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan Pohon mangga sebesar paha Pohon kemiri tidak berduri Mari bersama kita berusaha Membangun budaya negri sendiri Ada anak lagi main sepeda Tersandung batu jatuh lah dia Belilah barang indonesia Agar dapat sayang budaya Pergi kewarung memakai sendal Hendak membeli ikan asin Kita harus menjaga kesenian tradisional Agar tidak diambil negara lain Berkobar-kobar semangat membara Membela rakyat, membina negara Menjulang impian rakyat jelata Membina martabat sebuah bangsa Nama : Nurmahaliza Anggraini Tema: Keagamaan Pergi ke pasar naik delman Tiba di pasar beli durian Jadilah orang beriman Agar kelak disayang Tuhan Pagi-pagi pergi ke Sarasah Jangan lupa makan ketupat Koreksi diri bila salah Agar amalan dicatat malaikat Beli kopi di kedai Habib Untuk disantap bersama keluarga Jangan lupa sholat maghrib Agar kelak masuk surga Burung nuri burung kakak tua Terbang menari di alam terbuka Jangan sia-siakan orang tua Agar Allah tidak murka Kemarin hari Rabu Besok main layang-layang Patuhilah nasehat Ibu Agar Allah menjadi sayang Kok ado kato nan salah Indak paralu tabaok hati Jiko kito babuek salah Capeklah tobaik kapado Sang Ilahi Anak bilalang anak koncek Anak singiang-ngiang rimbo Usah lah kito banyak mancacek Karano itu mampabanyak doso Anak urang mandaki gunuang Nak lalu katapi tali Jiko kito acok bamanuang Mangkonyo Tuhan indak paduli Araklah langkah dari siko Bia di iriangan jo kudo-kudo Jiko acok pacaran baduo-duo Ingaiklah doso adalah balasannyo Isuak hari jumaik Pulang ka jumaik buek alang-alang Ingaik doso di akhiraik Supayo kito rajin sumbayang Nama : Hanum Pratiwi Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

bung karno lapangan bola Tempat bertanding pesepak bola Satukan tekad rakyat Indonesia Merayakan Hut RI ke 72 Kumpul bersama ditanah lapang Saksikan merah putih dikibarkan Walaupun banyak rintangan menghadang Satukan tujuan untuk mempertahankan Lama laun datangnya kereta Datangnya dari semanggi Sudah 72 tahun Indonesia merdeka Katakan tidak untuk dijajah lagi Merah putihlah warnanya Berkibar indah diatas tiang Tetap jaga Indonesia Agar kokohnya takkan hilang Merah putih bukan sembarang warna Warna indah kebanggaan kita Walau berbeda antar bangsa Tetap satu untuk indonesia Garam dan gula memang berbeda Asin garam manisnya gula Burung garuda symbol Negara Symbol Negara Indonesia Nelayan pantai pergi berlayar Berlayarnya kesulawesi Merah putih tetaplah berkibar Kan tetap kujaga sampai mati Tingginya puncak merapi Dalamnya lautan india Kami ikrarkan didalam hati Mengabdi diri untuk Indonesia Berdiri tegak di ujung jalan Berdiri memandang alam Indonesia akan tetap aman Jika satu tekad memberantas ancaman Jauh berkelana Rhoma Irama Berkelana jauh demi kehidupan Jangan mengaku rakyat Indonesia Jika tak mau mempertahankan Nama : Wasilatul Rahimi Bunga-bunga harum di taman Tercium hingga kemari Janganlah sedih wahai teman Kita pasti bertemu lagi Jalan-jalan ke Pasar Jati Pergi mencari peti mati Sungguh senang hati ini Bertemu dengan idaman hati Rumah presiden habis terbakar Api merajalela tak dapat dicegah Sahabat tidak boleh bertengkar Berpisah nanti jangan bersedih.

Pergi bertamu kerumah pejabat Minum air dari buah kelapa Jika kau rindu wahai sahabat Selalu ada jalan untuk berjumpa Orang mati dililitkan kafan Jangan cari kafan yang tipis Segeralah bermaaf-maafan Sebelum waktu kita habis Adik kecil main sendiri Hati-hati sama penipu Tak perlu takut tuk sendiri Kalau jodoh pasti bertemu Pak Presiden orang terhormat Ingin pahala pergi sedekah Mohon maaf para sahabat Bukan niat untuk berpisah Muda-mudi pergi berdua Awas nanti ada yang ketiga Dimana ada pertemuan Disitu ada perpisahan Mbak Surti jualan jamu Jualannya sampai malam Kalau kawan telah bertemu Awalilah dengan salam Ibuku orang yang terkasih Selalu ada untuk menemani Teman tak usah bersedih Aku selalu ada disini Nama : Hasnatun Nisak Emas baru sangat berkilau Emas itu dijadikan anting Cantiknya Lembah Harau Surganya panjat tebing Bangun tidur di rumah Rara Terdengar ayam berkokok Bawalah sanak saudara Berkunjung ke Pantai Carocok Beli baju bersama ibu Bajunya bertuliskan Jogja Pergilah ke Janjang Seribu Melepas stres selepas kerja Mendaki gunung yang tinggi Tiba di puncak hatipun senang Ingin bersantai di Bukittinggi Kunjungilah Jam Gadang Dokter itu pekerjaan idaman Menggapainya bersusah payah 10 Muharam di Pariaman Meliahat Tabuik nan meriah Bersepeda pergi ke taman Tapi jatuh ke selokan Ke Lembah Anai dengan teman Wisata murah di akhir pekan Sepatuku berwarna merah Sepatu asli buatan Kupang Jika anda pecinta sejarah Anda harus ke Lobang Jepang Ibuku seorang pegawai Bekerja di Bosnia Indahnya ombak Mentawai Incaran peselancar dunia Boruto anak dari Naruto Naruto itu pahlawan perang Indahnya Pulau Angso Duo Pasirnya putih ombaknya tenang Buku baru di atas rak Tersusun rapi dan rapat Sejuknya Danau Singkarak Danau terbesar di Sumatera Barat Nama:Alfandy Febryanto Orang kaya banyak berharta Ke sumatra setiap tahun Bismillah saya pembuka kata Berseni sastra membuat pantun Pisang tanduk dibaաa belayar Masak sebiji di atas peti Utang emas boleh di bayar Utang budi dibaաa mati Jalan-jalan beli bakpia Pulang nya beli pita աahai orang indonesia Kembangkanlah budaya kita Pergi ke toko membeli pipa Pemilik nya dari sumatra Haruslah tahu budaya indonesia Tari piring salah satunya Daun ilalang di taruh kopi Daun kurma ditambah lagi Pantun kukarang di malam sepi Kala purnama telah meninggi Manis sungguh gula melaka Jangan dibancuh dibuat serbat Sungguh teguh adat pusaka Biar anak jangan mati adat Anak taruna tiba di darat Dari makasar langsung ke deli Hidup dunia biar beradat Bahasa tidak di jual dan di beli Laksamana berbaju besi Masuk ke hutan melanda-landa Hidup berdiri dengan saksi Adat berdiri dengan tanda Kerlip bintang menghias malam Sinar bulan menerangi bumi Jika tidak menjaga alam Manusia juga yang akan rugi Pergi kesաah menanam padi Saաah dibajak dengan sapi Jadilah anak baik hati Yang tahu membalas budi Nama : Angga Prana Gultom Maukah adinda pergi jalan-jalan Jalan-jalannya ke gunung Persilahkan saya untuk perkenalan Saya Angga dari SMAN 1 Lubuk Alung Lemari cantik berwarna coklat Sayang rasanya jikalau dirusakkan Untuk apa membahas budaya barat Jikalau budaya sendiri terasingkan Kue bolu dibeli mama Kue lumpia yang terakhir Sungguh saya bahagia Jika budaya Indonesia dihormati Pekerjaan dapat di kota raja Banyak perhiasan yang mau dibeli Bagi saudara yang ada disana Janganlah melupakan budaya sendiri Buku pasangannya pena Kaki pasangannya sepatu Budaya barat sudah merajalela Haruslah kita pilih satu persatu Gendong bayi dijalan Bayi cantik banyak yang sayang Tradisi kita lupa jangan Adat dihormati budaya disayang Jalan-jalan keluar negeri Banyak orang yang kaya Kalau baik budi pekerti Dihormati orang dimanapun juga Sopan santun mulanya Perbuatan jahat diasingkan Sebaik apapun kita Perbuatan jahat selalu diperhitungkan Jalan-jalan kerumah Adelia Dijalan ketemu abangnya Ragam budaya Indonesia Janganlah kita merusaknya Banyak orang berkata itu Ada juga yang berkata ini Jaganlah engkau merasa tertipu Indonesia Jaya selalu meyakini Nama :Nindy Zumratul Qadri Ada ular dibalik pagar Warna ular hijau muda Supaya otak tetap segar Berpantunlah wahai anak muda Dirumah ada pak tua Bajunya warna biru Hormati orangtua Bahagialah hidupmu Sungguh indah langit biru Dengan awan-awan putihnya Mulia hati seorang ibu Ada surga pada dirinya Pergi ke bank mengambil uang Uang diambil menanam saham Demi anak ayah berjuang Tak kenal siang dan malam Sungguh indah gunung merbabu Di puncak tertancap bendera Betapa senang hatinya ibu Melihat anaknya sang juara Indahnya negri kota tua Nuansanya burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

hati Berbakti pada orangtua Mengabdi pada Illahi Diladang bertanam tebu Tebu tumbuh diambil serat Janganlah sakiti ibu Agar selamat dunia akhirat Lampu di kamar terlihat redup Seperti cahaya sebuah dupa Setinggi apapun derajat hidup Jasa orangtua jangan dilupa Ambil rambutan pakai galah Galah diambil seorang diri Dengarlah nasehat ayah Untuk bekal dikemudian hari Buah jambu berwarna merah Diambil bersama teman teman Sayangi ibu hormati ayah Kelak menjadi anak budiman Nama : Dhiya Ulwafi Hei kawan ayolah makan Makan yang lezat juga sehat Kalau Ukhti ingin dimuliakan Janganlah lupa menutup aurat Jalan jalan ke kebun baru Ditemani oleh bapak Ahmat Hormati bapak sayangi ibu Biar selamat dunia akhirat Waktu sore matahari terbenam Terbenamnya disebelah barat Kalau anda ingin tentram Capailah dunia genggam akhirat Pemandangan pantai sangatlah indah Apalagi saat matahari terbenam Pergaulan islam sangatlah mudah Cukup paham istilah mahram Ada anak muda di dunia maya Bercakap - cakap sepanjang masa Mari kita lestarikan budaya Sebagai identitas suatu bangsa Hembuslah angin sangatlah nikmat Berhembus lembut serta lambat Sudah banyak tanda kiamat Wahai saudara marilah taubat Bunga indah banyak di taman Apa lagi di taman raya Indonesia beragam kekayaan Juga suku, agama, budaya Pas baralek makan lapek Kalau nio banyak jan ditahan Oi kawan jan maupek Ancak bersyukur kepado Allah Pai kaladang lewat semak Jan lupo mambaok ladiang Hiduik awak alun tau buruak Ma tauan diharokan green Ke panti asuhan untuk menuntun Menuntut anak agar bahagia Jangan lupa lestarikan pantun Budaya sastra anak Indonesia NAMA :FRANCISKA TEMA : CINTA BUDAYA INDONESIA Jalan-jalan keranah minang Jangan lupa makan gulai kemumu Indonesia pastilah menang Karna aku mendukungmu Beli novel kegramedia Judul novelnya dhearnatan Ayo majukan indonesia Sampai puncak kesuksesan Kepasar beli kain katan Kain dilipat persegi panjang Mari kita budayakan santun Untuk berguna dimasa akan datang Bagaikan kuman dikuku Kalau gatal jangan ditarik Wahai indonesiaku Bangkitlah menjadi yang yerbaik Kesawah pagi-pagi Siram bunga ada ditaman Marilah kita pelajari Budaya indonesia tari saman Teman adikku namanya anya Dia pernah ke kanya Opera Van Jampang namanya Sangat heboh pesertanya Seringsing lantunan daun bambu Mengisi keheningan memecah suasana Indonesia untuk mu haru bangsa mu Bersinar dengan budaya nusantara Teh hijau sudah disaring Disaring dengan keran Mungkin kita bersaing Tetapi kita tetap berteman Jari berada didepan saku Sangat berguna bagi manusia Karena kita beragam suku Maka itulah indonesia Pagi hari menaiki kuda Kudanya sedang berjalan Walaupun kita berbeda-beda Tetapi tetap satu tujuan Nama : ROY EBENEZER SAPUTRA TARIGAN Anak kucing ketemu macan Hidupnya panjang menjadi tamat Salam hormat saya haturkan Kepada dewan yang terhormat Ada anak bernama midun Ke palestina untuk berperang Saya mencoba untuk berpantun Dengan harapan ingin menang Lihatlah wahai yang disana Yang sedang pakai celana Jadi tanda tanya kita Apakah pria atau wanita ambiang pai makan ka samak Ala gadang lamak dimakan Dari niniak turun kamamak Dari mamak turun kamanakan Cari pitih indaklah pandai Cari bini itu biaso Kalau penghulu tidaklah pandai Nagari ancua kampuang binaso lalang tumbuah basabik indak Tumbuahnya labek dilaman urang Cinto bana denai jo adiak Tapi urang nan bagadang Umpan di jala dimakan ikan Ketek di tabek gadang digulai Ameh bukan pitih pun bukan Budi seketek urang haragoi Petani ka sawah membaok cangkua Menanam padi di tanah darek Beban seembe dapek dipikua Budi seketek taraso barek Piciang-piciang bunyinyo murai Murai banyak ka batang durian Bapisah jangan karano carai Anak dan bini nan kamarasian Item-item bantuaknyo godok Lamak dimakan urang batanam Hati-hati mamiliah cowok Buliah dapek tampek maminjam Nama:Bintang Felda Raja Assalamualaikum wr.wb Pergi mendaki malam ini Mendaki sambil lomba lari Kalau kamu cinta negara ini Mari kita jaga kesatuan NKRI Nonton tv nampak cita-citata Sambil menulis surat cinta Sumatra barat negri tercinta Mari kita lestarian budayanya Malam ini malam jumat Esoknya malam sabtu Kita ini umat muhammad Jangan sampai meninggalkan 5 waktu Tekun kita beramal ibadah Untuk siap dikemudian hari Kita serahkan kehadirat allah Mudah-mudahan disyafaatkan nabi pergi ke pasar membeli gram Tiba di pasar membeli ikan Budaya daerah beraneka Ragam Mari bersama kita lestarikan buah belimbing buah pepaya Dibelah tarlihat isinya Indonesia baragam budaya Jangan sampai kita Merusaknya Nasi goreng pakai bumbu Ditambah dengan es tebu Jangan lah kamu durhaka Kepada ibu Karena syurga dibawah Telapak kaki ibu pergi ke hutan mencari bambu Tiba di hutan dikejar naga Wahai ananda hormati ibu Karena ibu jalan ke syurga Empek-empek ditanbah cuka Tak terbanding enaknya rasa Coba lihat anak durhaka Di dunia hidupnya tersiksa Dari apa kue lemang Dari ketan yang dipanggang Waktu kecil kita ditimang Ayah ibu harus disayang Nama : Y.RAHMI AATIKAH PUTRI Doni dan Adi beradik kakak Pergi bersama ke rumah Lisa Terimakasih undangan bapak Ini pantun tentang bahasa Lubuk Alung Padang Pariaman Asia Tenggara Benua Asia Hanya satu bahasa persatuan Yaitu Bahasa Indonesia Amazing luar biasa Romawi kuno dan Persia Cerdaslah berbahasa Maka damai Indonesia Ani ke pasar membeli ember Pergi ke pasar dengan Marisa Sumpah pemuda bulan oktober Bulan oktober bulan bahasa Kurang enak makanan tanpa sasa Kue mentega harus pakai maizena Siapa yang pandai berbahasa Akan terpakai kemana-mana Nasi soto pakai lasa Paling enak di Surakarta Banggalah menggunakan bahasa Sebagai budaya negeri kita Ke kebun binatang melihat keke Keke nama ikan pari Dari sabang sampai merauke Satu bahasa wajib dipelajari Baju kemeja baju batik Beraneka ragam pakaian Pelajari bahasa dengan baik Karena bahasa terjadi pertikaian Niel amsrong ke luar angkasa Pak jokowi ke Surabaya Jangan hanya pintar berbahasa Tapi juga harus mengenal budaya Ibukota negara adalah Jakarta Ada menjual kuda pacu Bahasa penting untuk kita Budaya turun ke anak cucu Nama:Rival Doli Yusman Pergi makan bersama teman Jangan lupa mengajak saudara Perkenalkan saya Rival Doli Yusman Seorang siswa dari SMANLA Makan bubur di pagi hari Tambah enak minum teh panas Rajin belajar setiap hari Supaya menjadi generasi emas Liburan ke kota Padang Mampir dulu di Mesjid raya Sumatera barat provinsi tersayang Irwan prayitno pemimpinnya Kakak lelaki Padang dipanggil uda Uda sukanya bermain bola Kita sebagai seorang pemuda Haruslah saling membela Seekor elang terbang ke gua Dalam gua menangkap mangsa Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa Seorang muslim pergi shalat Dalam perjalanan membaca koran Jika engkau mamak adat Hendaklah membimbing kemenakan Seorang wanita mencari kontrakan Dengan seorang teman laki-laki Jika keluarga burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

berantakan Jangan saudara menunaikan haji Bapak SBY lagi rapat Rapat di aula gadung partai demokrat Wahai para wakil rakyat Kenapa kami masih melarat Pergi ke pasar akhir pekan Jangan lupa membeli semangka Jika kita teguh iman Insyaallah masuk surga Indonesia tanah air kita Dilambangkan dengan burung garuda Salam hangat dari saya Semoga lulus seleksi pertama Nama : Mhd.

Zaiyan Dzaky Fajrial Buk koko suka menjual jamu Menjual jamu sampai basah Dengan keris ditanganmu Kau basmi para penjajah Pagi pagi makan bengkuang Bengkuang dikupas oleh buk rani Terimakasih para pejuang Telah membangun bangsa ini Dian menari tangannya kaku Tidak seperti saat makan Semua jasa para pahlawanku Takkan pernah kulupakan Si arjuna sang raja panah Melepaskan panah ke tengah papan Mereka rela bertumpah darah Demi kita dimasa depan Wanita anggun berselendang merah Memiliki rumah indah dan megah Walaupun mati bersimbah darah Kalian tetap yang paling gagah Bapak jajang suka begadang Begadang semalaman nonton rama shinta Mereka berjuang pagi hingga petang Demi kemerdekaan NKRI tercinta Anak pak direktur namanya wawan Wawan hidup penuh gaya Karena kalianlah para pahlawan Negeri ini merdeka dan jaya Perbuatan buruk milik setan Mengganggu orang sampai berlarian Kalian kokoh dalam perbuatan Serta teguh dengan pendirian Hati harimau keras seperti batu Memilih manusia menjadi mangsa Mereka Rela mengorbankan waktu Untuk mencapai kemerdekaan bangsa Keluarga pak somad pergi pindah Pindahnya ke rawajati Kalian buat lawan gundah Hanya dengan keteguhan hati Nama: Ajeng Rivaldo Jalan jalan ke pariaman Sempatkan diri ke toko sendal Wahai sanak sekalian Cintai lah budaya lokal Sampai di pariaman beli sendal Sendal di curi oleh momot Apa contoh budaya lokal Kalau bukan festival tabot Sendal di curi oleh momot Momot di cari ke rumah si bram Buat apa festival tabot Untuk memperingati 10 muharam Jalan jalan ke kota nepal Lihat orang hidung pesek Makanan apa yang terkenal Kalau bukan nasi sek Nampak anak berhidung pesek Ternyata anak namanya wulan Dari mana nasi sek Kalau bukan dari pariaman Pergi mandi ke lubuk bonta Sampai disana lihat orang barat Sungguh indah kota tercinta Kota tercinta sumatera barat Anak timur anak barat Anak barat main piano Siapa gubernur sumatera barat Kalau bukan irwan prayitno Pergi shoping ke cibubur Diatas mobil terasa sempit Siapa nama wakil gubernur Kalau bukan nasrul abit Ini pantun buatan saya Sampai saya tidak makan Kalau ada salah kata Mohonlah saya di maafkan Buat pantun sampai malam Sampai ayah marah marah Awal kata dengan salam Akhir kata alhamdulillah Nama:Ilham Aris Wandi Akhir pekan menyemai padi Padi diambil di dalam karung Perkenalkan saya Ilham Aris Wandi Dari SMA N 1 Lubuk Alung Tak kenal maka tak sayang Sudah sayang lalu sakit hati Kalau lihat remaja zaman sekarang Alang kepalang sampai patah hati Buka lahan di tepi hutan Hati-hati terkena duri Apa enaknya ikut tawuran Sia-sia menyakiti diri sendiri Jangan pernah berbuat riya Dapat merusak amalan kita Narkoba tidak membuat bahagia Malah membuat hidup menderita Ayam berkotek di hari hujan Hari hujan di waktu malam Jangan mencontek saat ujian Jika tidak mau masa depan suram Dayung sampan sampai letih Sudah letih dilempar batu Jika ingin amalan lebih Kerjakan shalat tepat waktu Padi disawah sudah disemai Padi disemai di sawah lama Ingin hidup aman dan damai Bertoleransilah dalam beragama Indah bahasa anak randai Randai hebat anak SMANLA Dalam beragama harus pandai Agar kita mendapat pahala Pergi bermain ke Pariaman Jangan lupa beli sala lauaknya Hati-hati dalam memilih teman Jangan ambil yang banyak mau nya Negara tercinta indonesia raya Tiap Daerah bersatu untuk membela Cukup sekian dari saya Semoga bisa jadi juara salam hangat dari SMANLA Nama: Fajri Ramadhan Marviano Pergi ke pasar beli baju koko Jangan lupa membeli srung Perkenalkan saya Fajri Ramadhan Marviano Dari SMAN1 Lubuk Alung Penumbuk padi namanya lesung Padi digunakan untuk sumber pangan Wahai kawan rajinlah menabung Membantu orang tua untuk masa depan Jalan-jalan ke kebun binatang Tidak lupa melihat berang-berang Sungguh malang nasib remaja zaman sekarang Karena budaya mencontek yang tak pernah hilang Burung balam biring jalak Bali Di iringi burung onta Jangan sombong didunia ini Semuanya hanya milik Allah semata Pergi ke universitas cendrawasih Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

di irian jaya Dunia semakin maju semakin canggih Kalau tidak selektif kita akan sengsara Jalan-jalan ke negri barat Jangan lupa membeli baju Kalau hidup ingin selamat Dirikan shalat tepat waktu Jalan-jalan ke pantai kuta Jangan lupa membeli cendramata Kita bisa menggapai cita-cita Asalkan rajin berusaha dan berdo'a Beli emas 24 karat Emas dibeli di pasar raya Agar hidup tidak kualat Dengarkan selalu nasehat orang tua Pergi ke pasar beli mangga Mangga dimakan bersama keluarga Asalkan rajin beruasaha dan berdo'a Putra minang pasti berjaya Sanggar SMANLA namanya intan suri Namanya terkenal dimana-mana Salam hangat dari Fajri Semoga SMANLA bisa jadi juara Nama: AINUL BASRI Ayam kampung berbulu merak.

Jikalau lihat tolong bawa Adat kita bersendi syarak Kebenaran adat yang kita jaga Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Manembak tibo dihulu Kanai anggang tabang duo Apo nan cupak dipangulu Mananti kato nan saiyo Pangka jaguang baurek mati Umpan tangkariak anai-anai Dimano sajo kampuang dihuni Disinan pulo adaik dipakai Alah ba-uriah bak sipasan Kok bakiak alah bajajak Walau batuka putaran musim Sandi adaik ijan dianjak Dahan kamuniang bialah patah Asa mangkudu jan talendo Di lahia rajo nan disambah Di bathin rakyat nan kuaso Patitiah pamenan andai Gurindam pamenan kato Pangulu kalau tak pandai Nagari caie kampuang binaso Ramo-ramo sikumbang jati Katik Endah pulang bakudo Patah tumbuah hilang baganti Pusako lamo baitu juo Si-Muncak mati tarambau Ka ladang mambao ladiang Adaik jo syarak di Minangkabau Ibaraik aua jo tabiang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Nama : Nadya Dwi Permata Didalam laut terdapat gurita Mengeluarkan tinta untuk mangsanya Assalamu'alaikum awal mula kata Waalaikumsalam jawabannya Pagi² minum jamu Enaknya minum bersama tuti Kejarlah untuk akhirat mu Maka dunia akan mengikuti Hari kelima adalah hari jumat Hari yang penuh dengan berkah Jika ingin selamat dunia akhirat Perbanyaklah diri beribadah Orang berhaji pergi ke mekkah Mereka pergi dengan ketulusan hati Untuk apa harta berlimpah Karena itu tidak dibawa mati Siang² minum jus mangga Dapat melepas dahagamu Jika engkau ingin menemui surga Maka sanyangilah kedua orang tua mu Pergi tamasya kemargasatwa Begitu indahnya pemandangannya Wahai kaum adam dan hawa Jagalah hati dan pandangan Kiblat islam menghadap ka'bah Ka'bah terletak di saudi arabia Rendahkan diri mu dihadapan allah Rendahkah hatimu dihadapan manusia Pergi kepasar beli sendal Sendal itu dibelikan oleh paman Didunia tempatmu beramal Diakhirat tempat pembalasan Lampu kuning menandakan berhati hati Jika berhenti menandakan lampu merah Jika engkau bersedih hati Bersegera lah mengingat allah Pergi kepasar membeli nanas Buahnya ada pada hari selasa Hindarilah pergaulan bebas Karena itu perbuatan dosa Nama : RAHMAT ARDIANSYAH Dimana-mana ada bulli bulinya membuat orang resah dengan salam saya awali agar kalian mendapat berkah Disungai ada buaya buayanya tidur ditepian izinkan memperkenalkan diri saya perkenalan melalui pantun Pak ogah beli tomat belinya diskotlandia perkenalkan saya rahmat orang oaling ganteng di dunia Jalan-jalan ke puncak gunung disana ada pohon rindang saya rahmat dari sman burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

lubuk alung ikut pantun agar jadi pemenang Disana ada pohon rindang pohonnya lebat berdaun jikpun saya tidak menang tapi saya ingin membudayakan pantun Jalan-jalan ke rawa bening jangan lupa bawa buah tangan saya sekolah di sman 1 lubuk alung yang dipimpin oleh buk dian Dilangit ada burung gagak tebangnya dilangit uang fantasi zaman sekarang budaya telah rusak mari kita bangkitan kembali Smanla dipimpin oleh buk Dian guru paling cantik disana mari kita budayakan pantun karna pantun membuat kita bahagia Harimau sedang berlarian berlarinya terbirit- birit cukup sekian pantun yang disampaikan semoga kalian tertarik Dipohon ada burung irian di sampingnya ada burung cendrawasih cukup sekian dari saya kawan dan saya ucapkan terima kasih Nama:Wira Ul Hamdani PANTUN PENDIDIKAN Jalan-jalan ke kota Banjar Jangan lupa naik kereta Kalau kamu ingin belajar Jangan lupa membaca do'a Pergi ke pasar membeli labu Labu di tanam di pulau baru Rajin-rajinlah membaca buku Karna buku adalah jendela ilmu Beli rambutan di kebun baru Kebun baru ramai orangnya Tuntutlah ilmu selalau Hormati guru jangan di lupa Beli Durian di pasar raya Durian manis mahal harganya Inilah kita anak muda Selalu Berkarya untuk Dunia Jalan-jalan ke kota aceh Jangan lupa naik kereta Kalau kamu ingin sekolah Jangan lupa bawa pensil dan pena Lewat sawah ketemu bangkai Janganlah di buang ke tungku Kalau ingin jadi orang pandai Haruslah hormat kepada guru Macet jalan di ibukota Lebih sepi di jalan desa Kalau ingin pintar berbahasa Maka belajarlah jawabannya Kain tenun dari sumatra Kain batik dari jepara Kalau kamu siswa bijaksana Menjunjung tinggi anti narkoba Pak Ali menjual kucing Kucing terjual seratus ribu Berprestasi itu penting Tapi jujur nomor satu Lurus jalan kota jakarta Tempat macet di indonesia Kami ini siswa SMANLA Menjunjung tinggi akhlak mulia Nama:Nurmahaliza Anggraini Tema: Keagamaan Pergi ke pasar naik delman Tiba di pasar beli durian Jadilah orang beriman Agar kelak disayang Tuhan Pagi-pagi pergi ke Sarasah Jangan lupa makan ketupat Koreksi diri bila salah Agar amalan dicatat malaikat Beli kopi di kedai Habib Untuk disantap bersama keluarga Jangan lupa sholat maghrib Agar kelak masuk surga Burung nuri burung kakak tua Terbang menari di alam terbuka Jangan sia-siakan orang tua Agar Allah tidak murka Kemarin hari Rabu Besok main layang-layang Patuhilah nasehat Ibu Agar Allah menjadi sayang Kok ado kato nan salah Indak paralu tabaok hati Jiko kito babuek salah Capeklah tobaik kapado Sang Ilahi Anak bilalang anak koncek Anak singiang-ngiang rimbo Usah lah kito banyak mancacek Karano itu mampabanyak doso Anak urang mandaki gunuang Nak lalu katapi tali Jiko kito acok bamanuang Mangkonyo Tuhan indak paduli Araklah langkah dari siko Bia di iriangan jo kudo-kudo Jiko acok pacaran burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Ingaiklah doso adalah balasannyo Isuak hari jumaik Pulang ka jumaik buek alang-alang Ingaik doso di akhiraik Supayo kito rajin sumbayang Nama:Vira Anisa Bahyu Menangkap itik yang sedang berenang pastilah riang bukan kepalang Berbuat baiklah menolong orang Pasti pahala banyak yang datang Memakan garam meminum peluh Janganlah coba meminum jamu Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Agar menajdi orang yang berilmu Pohon rambutan berbuah banyak Lebat tergantung di pangkal ranting Bila berunding bersama orang bijak Kusut terurai, sengketapun hilang Kalau ke laut pergi memukat Perahu dan jaring kita siapkan Kalau duduk mencari mufakat Iri dan hasut kita tinggalkan Anak ayam turun sepuluh Mati dua tinggallah delapan Kalau ingin meraih masa depan Janganlah meninggalkan sholat shubuh Kalau hendak mencari telaga Pergilah Anda tanpa menunggu Kalau hendak mencari surga Bersujudlah di bawah telapak kaki Ibu Apa sebab tanaman tak berbunga Pastilah karena ditanam rapat Kalau durhaka kepada orang tua Pastilah dunia dan akhirat tidak kau dapat Tak ada guna menebang semak belukar Kalau tidak samapai tangkai Tak ada guna disebut pintar Kalau moral tidak dipakai Apalah tanda buah pandan Daunnya panjang penuh berduri Apalah tanda orang budiman Dadanya lapang, sangat rendah hati Anak teruna tiba di darat Dari Makasar langsung ke Deli Hidup di dunia biar beradat Bahasa tidak dijual beli Buah berangan di rumpun pinang Limau kasturi berdaun muda Kalau berkenan masuklah meminang Tanda diri beradat budaya Nama : Wina Septia Nanda TEMA : PENDIDIKAN Anak-anak sedang bermain Tiba-tiba orang tuanya marah Belajar yang rajin Demi masa depa yang cerah Di belakang banyak meja Semuanya dibeli Mama Bermain bola boleh saja Pendidikan yang utama Kepadang membeli ikan gabus Saat di jalan terjadi kecelakaan Demi pendidikan yang bagus Apapun pasti di korbankan Pergi ke pasar membeli nangka Nangka di jual di samping toko ayam Sungguh burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

nasib mereka Menghadapi masa depan yang suram Jalan-jalan ke kota padang Pergi ke sana bersama adik Kesuksesan akan datang Apabila anda terdidik Anak ayam ada dua Keduanya memakan tomat Apabila ingin juara Belajarlah yang giat Makan donat pakai gula Rasanya manis sekali Tanpa adanya usaha PTN favorit tidak akan tercapai Kekantin pergi makan Makanya bersama saudara Jangan meremehkan pendidikan Karna dia anda bijaksana Buah asam segar sekali Diminum untuk melepas gerah Kalau anda berprestasi Semuanya akan terasa mudah Ayah pergi ke maluku Kesananya untuk meneliti Motivasilah dirimu Dengan cara membaca buku yang menginspirasi Nama : Rio Novlensra Sungguh enak buah alpukat Lebih enak lagi buah semangka Janganlah anda lupakan sholat Jika tak mau masuk neraka Dari Bukittinggi ka Padang Panjang Singgah sabanta di tapi jalan Sungguah banyak budayo minang Harus kito jago dan lastarikan Kereta api panjang gerbong Sungguh cepat ia berjalan Wahai kawan janganlah sombong Karena sombong temannya setan Banyak bunga di taman kota Bunganya sangat menarik Mari bersatu membangun negara Untuk Indonesia yang lebih baik Si Bungsu tingga di rumah surang Amak pulang mambaok limau Lamak rasonyo si samba randang Makanan khas urang Minangkabau Enak rasanya roti mentega Ditambah lagi dengan mises Rajin-rajin lah anda berusaha Supaya kelak jadi orang sukses Main layang-layang di tangah lapang Indak takana hari lah sanjo Sungguah rami pasa lubuak aluang Tampek urang banyak pai balanjo Si Bolang pai ka Padang Pai ka Padang ndak pulang-pulang Ado tari piriang jo tari indang Ado randai jo simarantang Enak rasanya pisang coklat Dimakan bersama dengan pak camat Sungguh banyak tanda-tanda kiamat Tobat lah tobat wahai sahabat Siang-siang makan godok Godok di makan jo cindua dalimo Janiah aie nyo Pantai Carocok Tampek mandi rang mudo-mudo Nama : Ardinda melli nevia fitri Hari Libur Telah Tiba Mari Kita Ke Lubuk Minturun Assalamualaikum Pembuka Kata Mari Kita Mulai Berpantun Bendera Kita Berwarna Merah Merahnya Membakar Jiwa Indonesia Sungguhlah Indah Sumatera Barat Salah Satunya Kalau Mamak Pergi Ke Ladang Jangan Lupa Membawa Kawan Kalau Kawan Sudah Dipadang Berkunjunglah Pula Ke Pariaman Siang Ini Berlangit Cerah Cerahnya Indah Menggoda Pariaman Tak Kalah Indah Pesta Tabuik Salah Satunya Dibengkulu Ada Tempoyak Dimakan Orang Bersama-Sama Pesta Tabuik Mulai Di Hoyak Semua Orang Gembira Ria Anak Mak Itam Bernama Indah Prilakunya Sungguh Terpuji Pesta Tabuik Berakhir Sudah Pindah Haluan Ke Bukittinggi Layangan Adi Terbangnya Tinggi Terbangnya Melayang-Layang Kalau Sudah Di Bukittinggi Mampirlah Pula Ke Jam Gadang Pergi Main Bersama-Sama Mainnya Di Rumah Pak Toktok Jam Gadang Indah Rupanya Tak Kalah Indah Ngarai Sianok Jalan Jalan Ke Carocok Pulangnya Pagi Hari Berakhir Cerita Di Ngarai Sianok Di Lain Waktu Di Sambung Lagi Buat Pantun Di Restui Mama Tak Lupa Berdoa Kepada Allah Berakhir Sudah Cerita Kita Kita Tutup Dengan Hamdalah Nama : Marzuki Liburan kerumah runtuh Liburannya bersama kiki Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya marzuki Kapasa bali ajinamoto Singgah sabanta ka rumah timah Untuak kana ang kasiko Kalau untuak mancari masalah pai baraja ka sekolah Pai baraja indak mada Den kamari indak mancari masalah Tapi den kamari ado paralu samo uda Kapasa bali mengkudu Jan lupo untuak mambali buku Kalau iyoo ang kamari ado paralu Ado paralu apoo tuu Manciang lauk dibanda Manciangnyoo samo urang buta Awak kamari maminjam pitih ka uda Kiro kiro limo juta Pai baraja karumah si ih Si ih nyo ndak ado dirumah doh Kalau sabanyak tu ang pijam pitih Pitih den ndak ado doh Manangkok ayam dirumah si ih Manangkoknyoo samo lulu Bara uda punyoo pitih Pinjam pitih tuu luu Pai ka muaro manangkok buayo Muaronyoo jauh jarak sakilo an Pitih den duo juta nyoo Bilo ang baliak an Dapek durian busuak Diladang pak haji Insyaa allah minggu bisuak Kalau lai den manarimo gaji Jalan² ke surabaya Jangan lupo singgah ka rumah runtuh Sekian pantun dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama:cindy monica dw Dari jerman beli kain katun Ikan belida belinya di malaysia Teman yuk bikin pantun santun Tanda cinta untuk indonesia Pagi pagi cari benang Benangnya ada di tamu Indonesia pasti lah menang Karena aku mendukungmu Mencari tinta dalam wadah Pagi pagi shalat shubuh Negeri tercinta sungguh indah Negeri tempatku tumbuh Banyak khasiat dalam pepaya Buah kecik enak rasanya Negara kaya akan budaya Itulah repuplik indonesia Buku cerita siti nurbaya Makan gula dalam peti Aku cinta indonesia raya Akan kubela sampai mati Sia sia tenggelam dalam duka Duduk di pintu jangan di paksa Indonesia berbhinekaan tunggal Ika Penduduknya beribu suku bangsa Lari berbelok takan sampai Jalan pelan juga kesasar Negeriku baik,negeriku permai Surga warisan yang takkan pudar Kayuh sepeda ke malaysia Mencari bubur pergi ke dapur Sungguh indah alam indonesia Negeri subur aman dan makmur Beli buku judulnya perang Pulang beli buku pergi beli Makanan Dulu para pahlawan berjuang Sekarang kita berjuang untuk Masa depan Buah naga buah semangka Dimakan tinggalah cangkang Meski dalam suka dan duka Persatuan jangan hilang Nama:rahmat firdaus Buat apa panen kelapa Kalau belum ada tunas Buat apa membeli vespa Cicilan kompor juga belum lunas.

Meler-meler ingus keteter Sampai sakit di kepala Hati-hati sering teler Bisa-bisa ke alam baka. Buah stroberi kecil rupanya Membuat kita menjadi semangat Buangglah sampah pada tempatnya Agar lingkungan tetap sehat. Besar awak besar badan Tak berani tak melawan Walau penampilan preman Yang penting hati beriman. Duduk melamun didepan teras Sambil mendengar burung merpati Tak mengapa belajar keras Siapa tau esok jadi menteri Rusa kecil diam terkurung Kurang makan kurang minum Cari ilmu jangan murung Cerialah selalu banyak tersenyum.

Tidur malam tidur pulas Berangkat sekolah membawa tas Jika ingin menjadi bintang kelas Belajar jangan malas-malas.

Buah duku Buah kedondong Lestarikan pantun dong. Jalan-jalan berputar-putar Jangan lupa membeli sukun Bila kamu ingin pintar Belajarlah dengan tekun. Asam kandis mari diiris Manis sekali rasa isinya Dilihat manis memang manis Lebuh manis hati budinya. Nama:Allya Hurul Ainiv Tentang negara ku. Reni pergi ke stasiun kereta Ternyata disana bertemu Ammar Sungguh mirisnya ibu kota Jakarta Bocah kecil bekerja terlihat wajar Mawar merah di tanah andalusia Durinya tajam dan juga keras Alangkah lucunya indonesia Orang pandai fisika matematika saja yang di anggap cerdas Hayati pergi membeli buku Di tengah jalan bertemu sarah Indonesia akan susah maju Jika rakyatnya tidak mau bersekolah Dikebun binatang ada gajah Dikebun paman afa musang Indonesia bebas dari penjajah Tapi terkekang denfan lilitan hutang Baju udin terkena getah Karena itu pulangnya telat Ketika banjir yang salah pemerintah Padahal yang buang sampah adalah masyarakat Anak ayam telat menetas Ketika dewasa berlari lari Indonesia tidak berkualitas Karna banyaknya penghianat negeri Bule cantik namanya Alisia Ia berjalan ke arah taman Selamat datang di indonesia Orang benar sering di penjarakan Diantara mereka ada jarak Karena itu mereka menyerah Paru paru dunia telah di rusak Tak ada langkah tegas dari pemerintah Umi menggores telor Ana menggunting kuku Musnahkanlah para koruptor Agar makmur negaraku Anak bu Ina mamanya karmila Kurmila ternyata sudah beranjak dewasa Jika pemerintah dijalankan berdasarkan pancasila Indonesia akan jadi negara terhebat sepanjang masa Nama: ANISA PUTRI Pohon jati kuat kayunya Banyak fungsi dibatangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Kain tenun dari sumbawa Dipakai orang untuk hiasan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan diabaikan Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Jika orang memiliki ilmu Sehat Makmur sepanjang umur Spidol hitam untuk menulis Dipakaikan untuk melukis Ilmu itu tak akan habis Turun temurun ke ahli waris Dua mei hari pendidikan Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika seseorang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Memasak nasi menjadi bubur Tambah nikmat pakai perasa Cinta ilmu sepanjang umur Cinta bangsa sepanjang masa Di siang hari nelayan berlayar Harap mendapat ikan tuna Jika hari ini kau malas belajar Akan menyesal dihari tua Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Agar menjadi siswa yang pandai Satu pasukan pergi kepantai Naik motor berboncengan Jika ingin cita-cita tercapai Jangan takut pada rintangan duku dari padang Banyak juga pembelinya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Pohon jati kuat kayunya Banyak fungsi dibatangnya Murid rajin banyak ilmunya Murid malas banyak bohongnya Kain tenun dari sumbawa Dipakai orang untuk hiasan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan diabaikan Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Jika orang memiliki ilmu Sehat Makmur sepanjang umur Spidol hitam untuk menulis Dipakaikan untuk melukis Ilmu itu tak akan habis Turun temurun ke ahli waris Dua mei hari pendidikan Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika seseorang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Memasak nasi menjadi bubur Tambah nikmat pakai perasa Cinta ilmu sepanjang umur Cinta bangsa sepanjang masa Di siang hari nelayan berlayar Harap mendapat ikan tuna Jika hari ini kau malas belajar Akan menyesal dihari tua Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Agar menjadi siswa yang pandai Satu pasukan pergi kepantai Naik motor berboncengan Jika ingin cita-cita tercapai Jangan takut pada rintangan Buah duku dari padang Banyak juga pembelinya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Nama: Olga Amelia Elfadilla Sy Ibu Santi marah-marah Mellihat anaknya tak tegur sapa Jangan menyerah pada masalah Tanpa mencoba menyelesaikannya Sungguh Indah kota Mekah Di sanalah terletak Kakbah Hidup ini terasa indah Bila kita bersedekah Rintik hujan basahi tanah Kapal berlabuh di pelabuhan Jangan suka menebar fitnah Itu lebih kejam dari pembunuhan Kerbau tergeletak tak bernyawa Dililit oleh ular berbisa Hiduplah kamu berbahagia Menjadi dirimu apa adanya Kejam di sebut haus darah Lembut di kata tak berdaya Jika kita rajin beribadah Kelak akan masuk surga Seindah apapun Dunia Lebih indah di dalam surga Patuhilah orang tua Disanalah di dapati ridha Ada si kancil yang cerdik Ada si kerbau yang dungu Jangan usil kepada adik Nanti akan di marahi ibu Sarapan Pagi bersama-sama Makan siang sendiri-sendiri Nikmatilah masa SMA Karna tak terulang dua kali Si kancil mencuri lemang Lemang disimpan di dalam peti Tuntutlah ilmu dari sekarang Agar tak menyesal di kemudian hari Siapa tau isi peti Yang terlihat hanyalah kunci Lapangkan lah hati Jadikan ruang di ilahi Nama : Marzuki Liat rumah yang sedang runtuh Liatnya bersama kiki Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya marzuki Makan es dirumah buk rini Makan es nya sambil dijilat Sungguh miris hidup dizaman ini Saat pemuda meninggalkan shalat Liburan dirumah srimulat Srimulat nya bersama sonya Pemuda meninggalkan shalat Demi kepentingan dunianya Belajar biar tetap semangat belajarnya dirumah abdullah Dia lupa bahkan tak ingat Betapa pedihnyaa siksaan allah Jalan² kerumah lukman Jalan² nya bersama diah Mereka akan mendapat hukuman Yaitu neraka hawiah Jalan² kerumah srimulat Jalan² nya bersama buk mai Jika engkau melaksanakan shalat Insyaa allah hati akan tenang dan damai Indahnya rumah dian Rumahnya bertetangga dengan buk rat Kau akan merasakan kebahagiaan Yaitu kebahagiaan dunia akhirat Keadaan doni mulai membaik Dirawatnya dirumah wilga Kau akan berada disisi paling baik Yaitu berada disurga Shalat berjemaah shalat isya Shalatnya dirumah nia Kemewahan yang luar biasa Kemewahan yang tak ada didunia Jalan² ke surabaya Jangan lupa singgah dirumah runtuh Sekian pantun dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama : Fathia Ananda Edsi Bunga Melati Bunga Mawar Mawar Dipetik Banyak Durinya Rajin Rajinlah Belajar Supaya Menjadi Orang Berguna Jalan Jalan Kepekan Baru Jangan Lupa Beli Nenas Mari Perbanyak Baca Buku Agar Pengetahuan Jadi Luas Banyak Berbaris Si semut Merah Dikeramaian Jalanan Kota Belajar Itu Jangan Setengah Setengah Buktikan Jika Kita Lebih Bisa Nenek Si Banu Bertambah Tua Si Banunya Bertambah Tinggi Raihlah Mimpi Setinggi Tingginya Hingga Berlanjut Ke Perguruan Tinggi Gunung Merapi Gunung Singgalang Yang Ketiganya Gunung Tandikat Ayo Perbanyak Membaca Sekarang Karena Kinilah Waktu Yang Tepat Diujung Sana Ada Tupai Tupainya Sedang Melamun Kalau Ingin Jadi Pandai Banyak Banyaklah Belajar Dengan Tekun Berkeliling Disekolah Baru Tiba Disana Diwaktu Yang Tepat Ilmu Bukan Sembarang Ilmu Tapi Harusnya Ilmu Yang Bermanfaat Memancing Ikan Disungai Hati Senang Batinpun Puas Anak Rajin Akan Terpakai Anak Pemalas Tambah Pemalas Buru Buru Ketaman Mini Naik Kesana Dengan Bus Banyak Belajar Dari Dini Masa Depanpun Akan Sukses Kapal Berlayar Dilautan Didekat Lautan Ada Bunga Teratai Hendaklah Belajar Dengan Rajin Agar Menjadi Orang Yang Pandai Nama : Dahlia Limarnis Ambiak banang jo kayu manis Kok dapek nan baguluang Ambo banamo Dahlia Limarnis Dari sman 1 lubuak aluang Anau ketek sagae apek Kok apek tolong unduak-an Ambo ketek jolong pandapek Kok salah tolong tunjuak-an Mananti ka bukik tinggi Kok tibo iyo juo ka rumah Kok hati indak buliah maninggi Jan diri pulo sampai marandah Kok hati indak buliah maninggi Jan diri pulo sampai marandah Kok kito harus picayo diri Ingek an hati hanyo kapado Allah Saluak baluak jalan ka rimbo Rimbo di tampuah jalan satapak Mari kito bakarajo samo Untuk hiduik ka nan rancak Tungkek gaek tabalah ampek Baganti jo Batang tuo Kok pitih lai mandapek Di sadakahan dapek pahalo Si upin kakaknya ipin Ipin kecil tidak berisi Kalau ingin jadi pemimpin Jadilah pemimpin yang tidak korupsi Bak angin bakato mati Mati tabaok hilang diri Kalau ingin dihormati Hormati dulu diri sendiri Jalan-jalan ke pantai kata Nampak orang pakai kebaya Narkoba psikotropika Adalah obat berbahaya Ampu kaki di ujuang jari Urang Malang tatusuak duri Kok mati jan di cari Kok Malang dapek di hindari Ado dulang di kain kasa Manatiang urang ka bajamba Kalah menang itu biasa Yang penting berani mencoba Ada asap ada api Sampai jumpa kembali Pantun saya diatas berisi pantun pembuka,pantun nasehat,dan penutup.

Nama : Anggia Ramadhani Sungguh enak goreng udang Sangat gurih saat dimakan Terima kasih telah di undang Ke festival pantun spontan Indah pohon menari nari Mentari mengintip di balik awan Sungguh indah negeriku ini Bagaikan zamrud yang menawan Deburan ombak menyentuh kaki Bulir pasir seperti merica Bukan indahnya kuta bali Tapi kuta lombok nan mempesona Jangan suka anggap remeh Orang yang makan ikan sepat Indah rupawan pulau mandeh Bagaikan pulau raja ampat Rambut lurus rambut ikal Digulung gulung seperti roda Jernih airnya seperti kristal Surganya karang di pulau banda Pergi makan di restoran Restoran padang nan membahana Gunung kelimutu yang menakjubkan Dengan danau tiga warnanya Main layangan di tanah lapang Layangan putus hati teriris Surga tersembunyi para petualang Yaitu kepulauan kei nan eksotis Menonton film sampai tamat Ceritanya membuat hati sedih Jikalau anda ke jawa barat Jangan lupa ke kawah putih Berlibur ke sulawesi Ke selayar menenangkan benak Jangan bilang petualang sejati Kalau masih meninggalkan jejak Dari aceh sampai papua Banyak budaya mengesankan hati Sungguh banyak surga di indonesia Yang tersembunyi dan alami Nama : vinka angel sasvira Dirumahku ada rotan Rorannya panjang dibagi dua Jangan sombong udah pacaran Kalau modalnya masih duit orang tua jalan-jalan kepasar baru Jangan lupa beli ikan Aku tak mau jadi pacarmu Kalau kau tak mapan ada bunga digunung simeru Bunganya banyak dan indah Ada pertanyaan dibenakku Kapan aku jadi pacarmuh ada udang dibalik batu Saat ditangkap udangnya lari Segitu saja cintamu padaku Kalau begitu aku pergi siamron raja yang kaya Kaya akan harta berlimpah Aku malu pacaran dengannya Lomba lari aja susah lelah selesai belajar rapikan buku sudah rapi pergi mandi Kalau kamu cinta padaku Tolong jujur apa ini beginilah nasib petani Kadang untung kadang rugi Jangan pernah kau lupa diri Kalau tak mau sakit hati dilaut ada kerang Didarat ada kumbang Aku tahu kau bimbang Pilih aku donk sayank Hpku hanya ada satu Sudah hilang tahun lalu Aku mulai menyukainya Saat bertemu minggu lalu setiap hari makan tumis Tumis dimakan selagi panas Walaupun hari hujan gerimis Aku tetap menunggumu manis Nama : Wulandari sasongko Hari senin jangan lupa makan pagi Agar tidak digendong oleh Pak Satpam Doa menjadi pembuka di waktu pagi Dan menjadi penutup di waktu malam Malam jumat pergi ke tempat dukun Hari sabtu nya malah tambah gelisah Biar rencana sehebat apapun Tetap kalah dengan rencana Allah Di tengah hutan ada beruang besar Datang pemburu menembakkan panah Sungguh indahnya rasa sabar Jika kita selalu dekat dengan Allah Suatu hari lihat kucing cacat Mata melihat hati pun nanar Jika kita tak kunjung dapat Maka Allah meminta sabar Kata yang diucapkan sangatlah menekan Membuat putus asa yang mendengarnya Keraguan bukanlah lawan keyakinan Tapi keraguan merupakan bahagian darinya Suara keras sebuah batu bata Membuat kaget sejuta kaum Ketika kesedihan menjatuhkan air mata Maka Allah meminta tersenyum Nenek diberi buah kedondong Membuat cucu semakin disayangi Janganlah bersikap sombong Karena memang tidak ada yang harus disombongi Pundak kecil diberi beban besar Membuat pusing maka jangan dipikirin Kesalahan kita yang paling besar Adalah saat sibuk mengurusi masalah orang lain Bawa bekal ke sekolah Saat dibuka isinya manisan Mengenal islam tanpa akal Hanya keyakinan tanpa Tuhan Baju rancak nio dipakai Baju usang nio dibuang Nan rancak samo dipakai Nan buruak samo dibuang SMAN 1 2×11 Kayutanam Nama : HARFINA SISRI NURYANITA Burung pipit terbang melayar Rama-rama ke rumah gigi Burung terbang ke danau kandi Jangan lupa bawa nasehat Kalau kita tidak belajar Ilmu dicari tak akan rugi Bagaikan bunga kembang tak jadi Untuk bekal dunia akhirat Si Pita pergi kerumah Salsa Si Ani pergi ke kantor camat Si Budi pergi ke rumah tutup Kantornya di pasar sabtu Baik dikenang sepanjang masa Kalau ingin hidup selamat Buruk dibuang seumur hidup Laksanakan shalat 5 waktu Pergi ke pasar beli durian Pergi berlibur ke pulau jamu Jangan lupa beli buah naga tidak lupa membawa buku Cepat kaki ringan tangan ibu aku rindu kepada mu Namun cita-cita tercapai juga kau akan selalu ada dihidupku Sekoteng dibeli Satu Jalan-jalan kerumah Dadang Jangan lupa pakai cawa Jangan lupa beli tomat Laksanakan shalat 5 waktu Jangan suka menghina orang Lengkapi iman dan taqwa Hidup kamu tak akan selamat Pergi keladang ambil durian Pergi ke medan membeli buah Ambil juga buah jepara Disana ketemu cita-cita ta Biarlah sabar dengan perlahan Taatilah peraturan sekolah Dari pada masuk penjara Kalau ingin mencapai cita-cita Beli meja di toko Mamat Jangan lupa membeli papan Perbanyaklah sahabat Bukan memperbanyak permusuhan Nama : Nadya Wardana Hujan Badai Membuat Pohon Tumbang Ada Kucing Jenisnya Persia Tumbang Didepan Rumah Baruku Kucing Persia Makanannya Salak Tolonglah Yang Sedang Bimbang Itu Masalah Umum Pada Manusia Untuk Menentukan Masa Depanku Untuk Menghadapi Dunianya Kelak Adik Bungsuku Namanya Bambang Ditengah Lengan Terdapat Siku Berburu Ke Hutan Mencari Rusa Sikunya Sakit Berwarna Merah Untuk Apa Dirimu Bambang Ku Pikirkan Kelak Hidupku Katakana Pa Yang Kau Rasa Kalau Sekarang Tak Tentu Arah Malam Hari Tidur Pulas Jangan Menjadi Seorang Plagiat Tertidur Pulas Setelah Baca Buku Plagiat Itu Orangnya Malas Aku Ini Orangnya Pemalas Mudah Kalau Kau Berniat Tak Tahu Cara Merubah Hidup Perbaiki Diri Untuk Lawan Malas Ada Ayam Didekat Rubah Ikan Kesayangan Ku Sudah Mati Mereka Bingung Pergi Kemana Setelah Mati Dimakan Mikroba Bagaimana Caranya Untuk Berubah Cobalah Ku Untuk Kuatun Hati Jika Aku Tak Tahu Bagaimana Jangan Lupa Usaha Dan Banyak Berdoa Pagi-Pagi Minumnya Jamu Orang Itu Terkadang Khilaf Jamu Di Minum Penganti Obat Kartena Banyak Lawan Maksiat Sudahi Semua Tingkahmu Tuhan Itu Maha Pemaaf Banyaklah Usaha Untuk Bertobat Jika Kamu Benar-Benar Bertobat Nama : Naili Fadlir Rahma Zahiri Simamat Beli Pulsa Beli Pulsa Di Pasar Pinang Belinya Di Pasar Pinang Konternya Dipasar Jati Jika Tuan Sudah Dewasa Jika Bicara Masalah Sayang Tolong Jelaskan Arti Sayang?

Teringkat Dia Kekasih Hati Jalan-Jalan Beli Pepaya Satu Dua Anak Rang Minang Beli Duku Beli Rambutan Elok Laku Sopan Menawan Kalau Tuan Ingat Dirinya Pertama Kali Mata Memandang Ceritakan Kisah Awal Kenalan Bergetar Dada Tergoncang Imam Sipapan Berbaju Badut Main Gitar Senar Dipetik Bermain-Main Ditaman Pari Dirayu Tuan Bermain Gendong Bicara Sopan Suara Lembut Mata Besar Bulu Melentik Ingin Bertemu Setiap Hari Rambut Hitam Nan Juga Panjang Burung Pelatup Terbang Melayang Ada Pratama Perutnya Mulas Terbang Diatas Sipohon Kayu Saat Bermain Dihari Minggu Hati Tak Sanggup Menanggung Sayang Mantra Pertama Tidak Terbalas Ku Mulai Dengan Kata I LOVE YOU Cara Yang Lain Tetap Menunggu Buah Nangka Buah Delima Berlari-Lari Ke Kota Sabang Dibawa Buah Kepadang Goni Cari Semangka Mencari Duku Walau Cinta Tak Diterima Tak Percuma Waktu Terbuang Tak Menyerah Sampai Sini Akhirnya Dia Jadi Milikku Nama : Lolla Afrillia Jalan-Jalan Kekota Kediri Tuntut Ilmu Kenegeri Cina Gak Sengaja Ketemu Orang Cina Kota Mekah Jangan Dilupakan Saya Membuat Pantun Dari Hati Begitu Banyak Budaya Menyapa Pantun Bertema Adat Budaya Budaya Kita Jangan Terlupakan Indah Lengok Sang Penari Kepantai Mengejar Suara Senja Lebih Indah Lambaian Nyiur Kelapa Senja Hilang Bergantikan Gelap Gulita Hargailah Budaya Kita Sendiri Jadilah Remaja Yang Bersahaja Tanpa Ada Kota Kenapa Mengangat Indonesia Ke Kaca Dunia Sungguh Indah Pulau Sumatera Indahnya Pelangi Diujung Senja Dua Laut Mengapit Dengan Indahnya Seolah Tangga Menuju Syurga Sungguh Indah Bangsa Kita Tetaplah Berjalan Di Tangga Budaya Berdiri Diatas Tongak Budaya Mengapai Mimpi Tanpa SentuhanNarkoba Indahnya Suci Putih Sang Melati Gemerlang Bintang Dilangit Tinggi Berselimut Embun Berwarnakan Senja Menyelimuti Bumi Sang Pelita Hati Tanamkanlah Jiwa Seumpama Belati Cobalah Menatap Kelangit Tinggi Mengbuangkan Jajahan Tak Kasat Mata Apakah Tongak Budaya Itu Masih Hakiki Derasnya Hujan Membasahi Bumi Telah Lelah Jiwa Mengintara Bumi Menjadi Nyanyian Menjelang Pagi Mengejar Bunga Yang Tak Pasti Mari Bangkitkan Jiwa Yang Telah Mati Saya Mohon Maaf Setulus Hati Menjadikan Adat Budaya Hidup Tanpa Mati Untuk Untaian Kata Yang Menyakiti Nama : ANDITA EFENDI Daun ketaya akar terjumbai Anak cina membeli bedak Kerat dibantun dipatahkan Bedak dibeli dari tarakan Bukan hamba cerdik dan pandai Wahai tuan orang yang bijak Sunat pantun hamba sembahkan Bila salah tolong tunjukkan Dibakar sarang penyengat Ke hilir bertolak galah Madunya kami pisahkan Hendak kepekan membeli tikar Kami lupa-lupa ingat, Kalau pantun ada yang salah Pantun pusaka kami sampaikan Tolong betulkan oleh yang pintar Kilang kelapa kilang minyak Masak santan api jerami Dari nenek moyang turun ke mamak Dari mamak turun ke kami Entah belanak entah sepat Tanam cendawan di jerami Entah meleset entah tepat Maaf diminta sepuluh jari Meski pandan akar terjulai Dipetik anak kampung sebelah Meski jenggot menyapu lantai Tiada manusia yang tak salah SMK N 1 SINTOGA Nama : Sepdul Ilham Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Hitam warna sikapal selam Sibadut terkenal jenaka Assalamualaikum sebagai pembuka jalan Dari saya anak sintoga Enak rasa ikan toman Anak sintuk terkenal santun Jangan bilang anak pariaman Kalau tidak bias berbalas pantun Jalan kepasar lubuk alung Naik oplet duduk di depan Tuntutlah ilmu jangan menanggung Karena ilmu modal masa depan Kain di lipat di atas meja Jangan lupa di seterika dulu Kalau kita berbudi bahasa PasTikan dikenang selalu Burung berkicau bergema- gema Membuat sambal pakai terasi Walau kita berbeda agama Hidup rukun dengan sesama Tiada gading yang tak retak Harimau mati meninggalkan nama Lebih baik menjaga jarak Karena itu dilarang agama Kelok paku kelang belimbing Dibawa lenggang - lenggangkan Anak dipangku kemenakan dibimbing Orang kampong dipatenggangkan Rama - sikembang jati Katik endah pulang berkuda Amal baik dibawa mati Nan harta apalah daya Si Bayu pergi ke kota Si Buyung menjual jamu Katakana tidak untuk narkoba Karena merusak masa depan mu Hujan turun berjeda – jeda Rendah batang kayu jati Walau kita berbeda –beda NKRI tetap harga mati Nama : Andri Yuliardi Duduk bersila ketika makan Makannanya sibubur sumsum Karna sudah mulai pembukaan Saya awali dengan Assalammualaikum Dua sejoli sedang bercinta Pergi ke mall beli celana Jika saya salah kata Maklumi saya kurang sempurna Kuning emas warna cerano Lain warnanya si bulan sabit Salam hormat bapak Irwan Prayitno Begitu pula bapak Nasrul Abit Koyak – koyak celana preman Meniru gaya Lady gaga Saya siswa dari pariaman Perwakilan dari SMKN 1 Sintoga Tetangga saya bernama Sholihin Ia suka membaca koran Tuntutlah ilmu se-dini munggkin Untuk mengurangi angka pengangguran Pergi ke sungai bertemu angsa Air sungai tidak berasa Banyak cara dalam berbahasa Bahasa Indonesia pemersatu bangsa 17 agustus Indonesia merdeka Merdekanya tahun empat lima Karna ada bhineka tunggal ika Itu pedoman kita bersama Buah sirsak dengan semangka Dicampur enak rasanya Indonesia telah merdeka Mari wujudkan Indonesia jaya Pergi ke singkarak menangkap ikan bilih Ditangkapnya sama nelayan Jika pantun saya terpilih Semoga bertemu di tugu perdamaian Si Budi pergi ke kasai Di tengah jalan perutnya perih Karna pantunnya sudah selesai Saya ucapkan terima kasih Nama : Rafan Hidayatullah Pergi kepulau naik perahu Berhentinya didermaga Berbuat amallah dan sholat selalu Agar terhindar dari siksa neraka Pergi kekota Kediri dipagi hari Jangan lupa membeli mangga Kalau kamu ingin sehat jasmani Maka rajinlah ber olahraga Pergi kemedan sama idan Sampai dimedan pagi hari Marilah kita menyambut bulan ramadhan Dengah hati yang lebih suci Pergi kebogor naik feri dengan ana Sampai dibogor bertemu bang bondan Mari kita rayakan HUT RI ketujuh dua Agar teringan jasa para pahlawan Jalan – jalan kekota payakumbuh Jangan lupa membeli gula Kalau hati sedang rusuh Ingatlah ALLAH subhanawataallah Kalau kita kebanjar masin Jangan lupa membeli nasi Kalau kita jadi pemimpin Janganlah engkau korupsi Kalau kamu pergi kekota bintan Jangan lupa bertemu bapak dono kalau ingin pemimpin yang budiman Pilihlah bapak irwan prayitno Pecah cawan diatas besi Cawan diminum sultan ahmad Tuhan Allah yang maha suci Harus diingat setiap saat Jalan –jalan kekota paris Tiba disana makan goring itik Aku rela mati diujung keris Asalkan dapat adek yang cantik Pergi kemekah naik haji Sampai dimekah kaki patah Janganlah kita iri hati Supaya tidak dibenci Allah Nama : YUSUF AL-HADI Taraso padiah dek kato nan duo Yo bana nyo dek tasirat Jaweklah salam dari ambo Supayo Salamaik dunia wal akhirat Bajalan diateh dek batitiah Tajatuah pulo dek tasile Mande kanduang usah lah manangih Denai disiko saying mande Bacando biduak nan tadayo Bacando arek dek taseso Jan sombong dengan apo nan ado Bersyukurlah dengan nan ado Balando biduak nan badayuang Balando sarek dek talimo Tuhan allah nan paliang gadang Tiado tuhan salain inyo Takilek dek kato nan limo Taraso kato dek babilal Hidup di dunia hanyo samantaro Di akhirat hidup nan kekal Babiduak bao badayuang Kato tasirat dek tadayo Cinto denai ka adiak sayang Indak ka putuih ka salamonyo Erak jo jariah pun lah lapeh Kato tasuruah nyo tasingkan Kok ambo mampunyai salah Mohon di maafkan Sarak iyo jo bakato Bakato bana pulo Nabi Muhammad nabi kito Inyolah pamimpin kito Tanang nyo hati dek batagak Apolah ado nan saiyo Kapado allah ambo mamintak Mujua allah saying kapado ambo Iyo bana kato badendang Takikiah kato nan satu Denai cinto ka adiak surang Adiak pulo nan katuju MAN 2 Padang Pariaman Nama : Nurul Azmi Makan jeruk pagi hari Supaya badan kita sehat Dewan juri yang dihormati Di bawah ini pantun nasehat Pagi-pagi berolahraga Olahraganya memakai sendal Jika ingin masuk surga Sholat fardu jangan ditinggal Bunga mawar baunya wangi Tadi pagi dibawa ayah Jadilah anak yang disayangi Rajin mengaji rajin sedekah Dalam mesjid sholat berjamaah Selesai sholat kita berdo’a Buruk rupa tidak masalah Yang penting baik hatinya Pergi bertamu ke rumah dinda Pergi ke sana sama aji Senanglah hati ayah dan bunda Melihat anak pandai mengaji Pagi-pagi makan rambutan Rambutan dimakan di bawah pohon Hidup mati di tangan tuhan Kepada Allah kita bermohon Warna pink bunga kamelia Tumbuhnya di depan rumah buk yati Cepatlah tobat wahai manusia Janganlah tunggu sampai kau mati Hari Minggu pergi ke Bali Pergi ke Bali sama Tania Hidup di dunia hanya sekali Maka jalanilah dengan sebaiknya Pak Ucup anak juragan Kena tembak keluar darah Hidup di dunia banyak dugaan Kepada Allah kita berserah Pergi ke asar sama fajar Tidak lupa membeli ketupat Masa muda rajin belajar Agar bahagia dunia akhirat Nama : Mardiah Hayati Beli roti di rumah pak Mamat Roti dibeli langsung dimakan Saya mulakan salam selamat Untuk juri mohon perhatian Hari Senin ke pasar Tiku Sampai di sana membeli gula Kalau diri masih punya malu Janganlah pernah berkata dusta Hari libur ke Pariaman Janganlah lupa membeli pepaya Cepat kaki ringan tangan Namun selera lepas juga Pergi ke laut melihat duyung Duyung dilihat cantik rupanya Walaupun ilmu setinggi gunung Jikalau sombong apa gunanya Hari hujan memakan rendang Rendang dimakan pakai garpu Jangan suka mencaci orang Karena karma pasti berlaku Hari panas memakan tebu Tebu dimakan enak rasanya Wahai teman hormati ibu Karena ibu jalan ke surga Pergi ke kandang melihat itik Itik dilihat berkaki dua Untuk apa berwajah cantik Kalau mulut tidak dijaga Bawang putih bawang merah Dibawa orang pergi ke taman Kalau pandai bersikap ramah Tentu banyak mempunyai teman Buk Ria memasak singkong Singkong dimasak di dalam panci Jangan suka berkata bohong Semua kawan akan membenci Pergi ke hulu naik sampan Sampai di sana tepat waktu Apa guna berparas tampan Kalau lupa sholat lima waktu Nama : Raudati Halia Nurhasanah Keladang menanam jagung Tanam sebatang di tepi jalan Usah teman duduk bermenung Mari berpantun ganti hiburan Dari Padang ke Pariaman Tiba di sana membeli ikan Manusia hanya bisa merencanakan Hasil akhir Allah yang menentukan Berderai air di dulang Dinanti air keladi Kalau sengsara hidup seorang Turutkanlah kehendak hati Kalau kita duduk mufakat Pasti duduknya bersama-sama Jangan pernah tinggalkan sholat Karena sholat tiang agama Apa dilihat di tengah sawah Anak ikan di lubang batu Kalau diturutkan perintah Allah Kerjakan sholat yang lima waktu Pak tani pergi ke ladang Tiba di ladang menanam ubi Belajar dari sekarang Bekal hidup kemudian hari Cincin akik permata akik Diikat sama suasa Biar miskin asalkan cerdik Takkan kalah dengan yang kaya Hari ini hari Rabu Dua hari lagi hari Jum’at Kalau kita masih ragu Pasti hidup takkan selamat Pisang barangan warnanya merah Pisang batu jatuh ke perahu Luka di tangan tampaknya merah Luka di hati siapa yang tahu Kain basah dibawa mandi Sudah mandi dibawa pulang Tiba masanya kita mati Harta yang tinggal milik orang Nama : Nurul Asnah Sore hari menanam mangga Tanamnya di tepi halaman Ini pantun anak remaja Tentang yang muda yang beriman Sakit kepala susah ditahan Sakitnya saat olahraga Tahan nafsu tahan godaan Jika ingin masuk surga Di kolam ada buaya Di tepinya ada telur Tak guna hidup kaya Jika ingin menjadi kufur Anak soleh menolong bunda Apapun perintah ia turuti Anak gaul tiada gunanya Anak soleh yang dicari Sore hari menyapu halaman Sampah dibuang oleh si farid Tak ada guna kumpul di jalanan Lebih baik kumpul di burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Airnya segar hilang dahaga Warnanya merah buah tomat Mana mungkin hidup bahagia Jika kita tak pernah hormat Zaman dulu zaman purba Zaman sekarang zaman maju Jangan suka berpura-pura Jika ingin mendapat ilmu Buah manggis masak di batang Buah pisang masak di dahan Kalau ingin hidup senang Jangan suka bermalas-malasan Jalan-jalan ke tanah abang Mampir dahulu membeli garam Anak muda janganlah curang Nanti hidup menjadi suram Belayar anak ke tanah sebrang Berlayar dengan perahu sampan Bergaul boleh tak dilarang Tapi jangan asal-asalan Nama : Muhammad Alghozi Pergi ke pasar beli buaian Perginya bersama buk Atun Wahai tuan juri sekalian Saya persembahkan sepuluh pantun Pergi ke mesjid berbondong-bondong Setelah sholat langsung berdo’a Janganlah engkau suka berbohong Karena berbohong adalah dosa Jika ingin pergi berlayar Janganlah lupa dengan perahunya Masih kecil suka belajar Ketika dewasa mendapat manfaatnya Pergi ke pasar membeli bubur Bubur dimakan memakai rantang Kita harus selalu jujur Supaya dapat percaya orang Masa lalu selalu teringat Saat berada di kampung halaman Janganlah engkau menunda sholat Selagi engkau diberi kesempatan Tuangkan air ke dalam gelas Gelas berisi air tawar Kalau ingin naik kelas Maka harus rajin belajar Pagi hari pergi ke pasar Singgahlah dulu ke rumah Susi Kita harus rajin belajar Jika ingin berprestasi tinggi Pergi main ke rumah susi Jangan lupa membeli pepaya Jadi anak haruslah berbakti Agar disayang orangtua Mau belanja pergi ke pasar Janganlah lupa membeli semangka Rajin-rajinlah engkau belajar Agar tercapai cita-cita Pergi ke pasar berjalan kaki Sampai di pasar membeli ikan Lebih baik percaya diri Daripada mencari contekan MA PP Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Dangka Nama : Hanifatul Husna Pergi berlibur ke Pariaman Singgah dahulu di Payakumbuh Jawablah salam kami ucapkan Assalamu’alaikum Warahmatullahi - Wabarakatuh Isi Makan siang ke rumah kawan Piring terisi si goreng lokan Bila nanti bertemu Pak Irwan Cerita Indonesia kami uraikan Ramai turis di tanah Urbenia Turis menyeberang ke Persia Berpantun kita semarakkan dunia Pertanda kita anak Indonesia Kucing anggora kucing Persia Pergi berjemur ke pantai Arta Mari budayakan sastra Indonesia Bukti cinta tanah air kita Menjahit baju hampir selesai Baju dijahit cerah warnanya Pembahasan Indonesia telah usai Beralih topik ke selanjutnya Memetik duku rasa durian Duku manis elok dimakan Menimba ilmu di Pesantren impian Mu’allimin Sawah Dangka jadi pilihan Padang Ekspres koran harian Padang TV Channel tontonan Bahasa Arab bahasa harian Tahfizhul Qur’an jadi unggulan Peserta pantun mulai bicara Pantun bijak dengan seksama Bukan hendak mengejar juara Membudayakan sastra yang utama PENUTUP BNI tabungan di masa depan Sinyal Telkomsel jadi pilihan Sekian pantun kami suguhkan Sampai jumpa di lain pekan Singgalang harian jadi bacaan Askrida asuransi kehidupan Mohon maaf kami ungkapkan Semoga bersua dengan Pak Irwan Nama : Qonita Masyithah Belajar ilmu bersama Ustadz Marwan Ilmu bermanfaat itu tentu Jika esok ketemu Pak Irwan Tidak lupa ucap Assalamu’alaikum - Warahmatullahi Wabarakatuh Isi Di dapur ada jambu Jambu dimakan sama Sarimin Jika kita telah bertemu Mari kita cerita Mu’allimin Membeli mangga dengan utuh Mangga dipotong dengan sejajar Mandi pagi sebelum Subuh Baca Qur’an sebelum fajar Sebelum tidur gosok gigi Gigi digosok pakai jari Apel siaga di Senin pagi Shabahul Khair di esok hari Pergi ke hutan cari rambai Rambai dimakan sama Jamilai Shabahul Khair telah selesai Jam pelajaran pun siap dimulai Jalan-jalan ke Kota Sumbar Jangan lupa beli duku Kami di kelas mau belajar Baca Qur’an lebih dahulu Berteduh di Batu Sangkar Bermukim di Sumatera Barat Di Mu’allimin kami belajar Belajar ilmu dunia akhirat Terbang tinggi burung nuri Hinggap dahulu di pohon jati Ilmu umum dipelajari Ilmu Agama bekal nanti Kucing uni ada dua Yang satu namanya pupus Waktu istirahat telah tiba Mari kita pergi ke perpus Kucing lucu namanya pupus Pupus suka meloncat-loncat Mari kita pergi ke perpus Di perpus banyak ilmu bermanfaat Pergi main ke rumah Ustadz Ridhoh Di rumah ada Ustadzah Mirdah Sebelum Zuhur kami Muhadharoh Waktu Zuhur kami Shalat jama’ah Si Danur ngisi angket Angket diisi sambil berdagang Siap Zuhur ada yang piket Piket untuk makan siang Ada anak namya Ridoh Ridoh anak tanggung jawab Siap makan ikut Dauroh Dauroh Nahwu dan Bahasa Arab Anak kembar Mini Miki Punya kakak namanya Sity Anak asrama suka mencuci Anak malas suka ke laundry Setan itu makhluk ghaib Iblis juga makhluk ghaib Makan malam sebelum Magrib Baca Qur’an siap Magrib Lomba lari telah dimulai Baju dipakai merk Bulan Isya berjama’ah telah selesai Kembali tahfidz sampai jam sembilan Pergi ke balai Sungai Pua Di sana banyak burung balam Ini semua kegiatan asrama Dari pagi sampai malam Siap TK masuk MIN Belajar bersama buk Zaida Kami dari Mu’allimin Ingin berpantun suka ria Penutup Sebelum Idul Adha, Idul Fitri Pulang kampung pakai Delman Cerita Mu’allimin telah selesai Mari kita tebarkan salam Main-main sama si Karim Main dekat warung Pak Kum Semua pantun telah dikirim Akhir pantun Assalamu’alaikum SMAN 1 BASO Nama : FADHLIL AZIM Pantai purus pantai padang Talatak disitu tugu merpati Ondeh dunsanak di nagari minang Budayokanlah pantun sabalunnyo mati Rancak manih urang cino Labiah manih urang minang Marilah kito jago budayo Sabalun dilarian dek urang Ka rimbo pai mamburu kijang Nan diburu indak basuo Bia gadih atau bujang Nan pantiang jago budayo Urang Lundang pai ka Padang Sampai di Padang hari lah sanjo Dek talamak jo budayo urang Jo budayo Minang alah lupo Bajalan ketek diateh pamatang Pamatang sawah urang guci Bukan ambo urang gadang Tapi, masih miskin ilmu jo budi Dingin hari di nagari Lundang Dinginnyo manusuak ka tulang Ondeh dunsanak di nagari urang Dangalah rumah gadang manyaru pulang Urang piladang pai balanjo Babalanjo ka pasa baso Antah baa keadilan nagari kito Alah indak sapadan jo aturan Pai mandaki ka Gunuang Marapi Bapoto-poto dakek kawah Jikok dicaliak hukum nagari kini Tumpua kateh runciang kabawah Elok bakawan jo urang Ladang Hutan Urangnyo elok sakalian sopan Marilah kito rajin baco Alquran Nak dapek patunjuak dari Tuhan Makan kolak samo cindua Buatan tangan dari bundo Jiko ado salah tolong ditagua Buliah indak taulang nan kaduonyo MAS PP Modern Diniyyah Pasia Nama :Widya Saskia Putri Berdiri di Kota Inggris Sambil makan buah manggis Melihat orang berwajah manis Teringat masa kecil yang sangat sadis Membawa Quran di depan orang tua Jangan lupa tajwid dan irama Jangan selalu di pandang sebelah mata Ilmu tetap berjalan di otaknya Jalan-jalan ke Kota Jakarta Jangan lupa memakai kacamata Kalau boleh saya bertanya Siapakah nama menteri pendidikan kita?

Makan kerupuk di atas meja Sambil minum jus mangga Jangan cepat putus asa Nanti tidak bisa jadi presiden selanjutnya Beli baju di Pulau Jawa Sambil melihat ampera kecil dimana-mana Jika kemenangan di tangan kita Berbagai pintu kemenangan yang lain akan terbuka Beli rambutan di rumah Ziat Buka rambutan memakai tangan Walaupun sudah memiliki pangkat Tapi Allah swt jangan dilupakan Tembok cinta ada di tembok Cina Pergi ke tembok Cina untuk berpariwisata Penduduk Indonesia jujur dan bahagia Karena presiden kita orang yang bijaksana Duduk di tepi jembatan Siti Nurbaya Melihat penduduk berjalan-jalan Jika ingin menjadi kaya Kuncinya adalah berpendidikan Mendengar cerita penduduk Surabaya Ada ikan dan buaya Berikan kepercayaan kepada orang tua Agar bisa masuk surga Pergi ke Jambi mebeli buah naga Jangan lupa makan bijinya Nabi muhammad adalah nabi kita Maka umat Islam harus mempercayainya Nama :Yayang Sadtifa Kalau ayam sedang berkokok Bunyinya sangat berirama Kalau ada kerja kelompok Marilah kita belajar bersama Tujuh belas agustus tahun emapat lima Itulah hari kemerdekaan kita Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

jasa para tokoh kita Agar kelak dapat dicontoh pula Burung merpati hinggap di tiang listrik Warnanya cantik sangat menarik Wahai kawan ada lomba pantun menarik Diri ini menjadi semakin tertarik Pancasila adalah asas negara kita Ketuhanan yang maha esa sila pertama Wahai sobat berjuanglah sekuat tenaga Agar kelak mejadi orang yang utama Indahnya sawah di tepi sungai Bersenda gurau di setiap pematang Kicauan burung ikut meramai Suasana indah di aktu petang Hidup itu penuh dengan kesan dan pesan Tak segalanya dapat kau harapkan Daripada penasaran Lebih baik makan ketan Gunung merapi pun meletus Banyak korban yang tak tertolong Kalau ada bumi yang hangus Marilah kita tolong menolong Tetes demi tetes air mata membasahi pipi Terasa perih menusuk hati Kini kehidupan dunia mulai menjiwai Maka pelajarilah agar tak tersesat nanti Ayat-ayat suci dilantunkan dengan tenang Terasa sejuk menyentuh iman Wahai kawan marilah kita sembahyang Agar kelak menjadi orang yang beriman Lambang pramuka tunas kelapa Cikalnya tumbuh di mana-mana Kalau ada orang yang keras kepala Harap dimaklumi saja Nama : M.

Qhoiri Hikmatiar Kalaulah ado pitih saribu Balilah bakwan ka pitalo Kalaulah ado kawan nan baru Jan lupokan kawan nan lamo Pergi ke pasar bersama nyonya Sampai di pasar beli ketupat Kalaulah boleh saya bertanya Berapa hasil satu tambah empat?

Lihat ke sungai ada si angsa Si angsa minta makan Kalau kamu anak bangsa Tanggal berapa proklamasi dibacakan? Jalan-jalan ke Kota Jabar Sampai di sana hatiku berdebar-debar Kalau kamu pemuda Sumbar Siapa nama gubernur Sumbar?

Lihat ke TV ada Firman Lihat ke pohon ada lebah Kalau kita memang teman Igatkan aku jika salah Naik perahu keliling Asia Berhentinya di Indonesia Kalau Anda anak Indonesia Siapakah nama presiden kita? Lihat anak bermain bola Lihat ibu mencoba rasa Perbanyak amal dan juga pahala Bukan harta dan juga dosa Lihat anak-anak berlari-lari Hanya untuk mengambil koran Kalau kamu Islam sejati Coba tebak berapa surah di dalam Al Quran?

Pergi ke pasar jalannya lurus Pulangnya jalannya ke Bali Untuk apa berkhayal terus Jika kelaktak ada arti Lihat anak membaca koran Belinya di Jawa Tengah Kalau kamu hafizh Al Quran Ada berapa ayat sajadah? Nama : Muhammad Rizky Aditya Jalan-jalan ke rumah ilmiah Ilmuannya ilmuan sakti Kami ini anak diniyyah Yang berbakat lagi berbakti belajar memasak di tata boga Tapi masakanku masih tak berasa Perbanyak bekal menuju surga Berkurang bekal menuju neraka Pergi ke Padang lewat Malalak Tiba di Sicincin di simpang tiga Pahalalah yang diperbanyak Bukanlah harta ataupun tahta Pergi sekolah sambil berlari Karna pelajaran sudah menanti Janganlah tidur di pagi hari Karna hanya akan menghambat rezeki Pergi maraton di pagi hari Sambil bersantai ke Bukittinggi Jika kamu laki-laki sejati Dimana kampung halaman Indra Catri Tinggal di rumah sendirian Datang saudara untuk bertamu Kalau kamu anak beriman Apa dalil menuntut ilmu Singgah ke pasar membeli pangsit Pengobat hati adek yang patah Bercita-citalah setinggi langit Tetapi bersiaplah untuk jatuh Jika kamu punya HP modern Kenapa tidak memiliki kuota Kalau kamu anak pesantren Nikmatilah sambal di malam Selasa Bermain bola sambil burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Lalu terbang ke kebun tebu Kalau kamu memang lapar Ayo ikut bersamaku di Gandoriah minum kelapa Kelapa diletak di atas meja Jika betul engkau mencintainya Buktikanlah dengan segera Nama : Nurul Istiqamariah Martabak enak dimakan Dengan lapisan siraman keju Jangan menunggu suatu yang tak memungkinkan Tapi terimalah apa yang sudah datang padamu Ayam berkokok menyapa fajar Burung berkicau layaknya bernyanyi Tetapkan sesuatu dengan hal wajar Agar suatu kepastian dapat dipahami Gugurnya pohon jati di saat kemarau Di musim semi bunga-bunga bermekaran Jika ingin tau tentang segala ilmu Sebaiknya memilih jalan yang penuh dengan rintangan Pemangsa mengejar mangsanya Mangsanya berusaha untuk melarikan diri Tak ada gunanya bilau kau mengejar dunia Bila kau tak mengejar akhirat untuk diri sendiri Bunga membutuhkan lebah untuk menghisap nektarnya Supaya dapat melakukan proses penyerbukan Manusia membutuhkan orang yang baik akhlaknya Sebab mereka selalu menjaga hati dan lisan Ketika buaya menghadangnya di hadapan Si kancil berfikir untuk bertahan Janganlah lari dari rintangan Karena dari rintanganlah mendatangkan kesuksesan Pulang kampung sangatlah menyenangkan Eh, ternyata ketemu teman SD dulu Diari tak lagi kubutuhkan Selagi aku masih memiliki sahabat disisiku Berjalan menuju toko seberang Menyeberang dengan hati-hati Janganlah bercintaan Bila tak mau sakit hati Duduk bersantai di halaman ruang KPU Sambil meminum segelas air tebu Aku butuh orang yang tulus tuk mencintaiku Dan aku tak butuh orang yang memiliki alasan tuk mencintaiku Dikibarnya sebuah bendera Memperingati hari kemerdekaan Indonesia Menang dalam perlombaan pasti akan bahagia Eh, tau gak hari ini peristiwa apa?

Nama : Rani Surya Anggraini Bambu diukir jadi sembilu Kayu diukir jadi panah Mereka semua harus tau Bahwa Indonesia takkan menyerah Kacang tujin Kue mentega Maaf lahir batin Kalau ada salah yang menjaga jalan-jalan ke toko buku Singgah dahulu membeli pena Jangan malas menuntut ilmu Supaya menjadi anak yang berguna Makan nasi pakai tahu Ternyata hanya garam yang tersisa Semua dunia harus tau Bahwa kini kita sudah merdeka Pergi mendaki ke merapi Tau-tau ketemu buah naga Kesempatan hanya sekali Jadi jangan anggap nagin lalu saja Belajar rajin dapat juara satu Tahun besok eh dapat juara dua Walaupun ketutup satu Tenang yang lain masih terbuka Jalan-jalan ke Pincuran Puti Berkunjung ke toke tomat Ayah ibu bekerja senang hati Untuk sekolah anak sampai tamat Patung diukir dan dipahat Dijual ke orang seni rupa Walau novel sudah tamat Tapi sholat tidak boleh lupa Menempuh hidup merajut asa Berteriak menahan rasa Menang kalah itu biasa Karena kita semua bersaudara Ke pasar kena curi Menangis sedih karena tak rela Kita harus selalu mensyukuri Apa ciptaan Allah Subhanawata’ala Nama : Arini Nahwa Firdausi Jika rindu adalah sakit Maka pertemuan adalah obat Jika anda ingin bangkit Maka segeralah bertobat Jika hati ingin begini Namun jiwa juga bertaktik Hampir terguling diri ini Melihat monyet memakai lipstik Si Budi bertekad bisa Si Dono mendukung kuat Jangan remehkan orang biasa Karena mereka juga punya bakat Pagi ini aku menatap awan Ternyata gerimis turun di pagi indah ini Jangan menyerah wahai kawan Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Aku rasa seperti ada yang ganjal Ternyata dia tak lagi ada Jangan bersedih karena gagal Karena gagal adalah kemenangan yang tertunda Gula dan madu sangat manis Terpandang dan indah Teruslah tersenyum manis Karena senyum itu ibadah Denarkan dan kemarilah Mari kita duduk di taman Jangan galau dengan masalah Atasi saja dengan senyuman Lihat langit ada bintang kecil Ia setia menemani sang bulan Jangan memarahi anak kecil Tapi ajari dengan kelembutan Saat mereka bertatap mata Persaingin juga sengit Kejarlah cita-cita Meski setinggi langit Aku coba untuk mencangkok Dihiasi oleh pagar Mari berhenti untuk merokok Dan hirup udara segar Nama : Fahmi Rahmat Pergi ke pasar memakai sepeda Tiba di pasar membeli pita Kalau noleh saya bertanya Siapa nama presiden kita?

Jalan-jalan ke Benua Eropa Tiba di sana mampir di Italia Kalau itu yang Anda tanya Ana dari PPMD Pasia Pergi ke hutan mencari tebu Tebu dipotong keluar seratnya Jikalau saya boleh tau Tanggal berapa ulang tahun Moh. Hatta? Malam hari diterangi bulan Siang hari teriknya Kalau memang kamu beriman Berzikirlah setiap hari Jalan-jalan memakai sepeda Tiba di jalan terbentur batu bata Kalau boleh saya bertanya Siapa nama gubernur kita?

Jalan-jalan keNegeri Cina Tiba di Cina mengambil foto Kalau itu yang Anda tanya Gubernur kita Irwan Prayitno Jalan-jalan ke Kota Roma Jangan lupa membeli kemeja Kalau kamu anak bangsa Tanggal berapa Indonesia merdeka? Jaln-jalan keliling Asia Jangan lupa kita ke Malaka Kalau kamu anak bangsa Indonesia Siapa yang membacakan proklamasi kita? Sang pemuda membaca koran Yang dibeli di Jawa Tengah Kalau kamu hafiz Quran Ada berapa ayat-ayat sajadah?

Jalan-jalan ke Benua Australia Jalannya lewat Selat Malaka Kalau memang kamu anak Indonesia Kapan Indonesia Merdeka? Nama : Ghea Minabel Pergi ke pasar membeli pepaya Ternyata penjualnya orang bejat Apakah saudara semua percaya Kalau saya melihat kerbau memanjat? Ibu pergi ke sawah menumbuk padi Di tumbuk langsung oleh lesungnya Syukuri setiap hal yang terjadi Karena segalanya pasti ada hikmahnya Si gendut dan si kurus Di tengah-tengahnya ada si Adi Kembalilah ke jalan lurus Sebelum kau sesali apa yang terjadi Ibu duduk memangku tenunan Sambil mengenag segala sumpah Iba hati melihat anak jalanan Mengais makan dalam tong sampah Pak tani pulang dari pasar Sambil berjalan ia mengkhayal Mimpi itu harus dikejar Bukan sekedar hiasan akal Si Budi berangkat ke pekan Ia berada agar dimurahkan rezeki Jika kehilangan itu menyakitkan Mengapa tak tau jaga apa yang kau miliki Adik jatuh karna menghindari laba-laba Sudahlah jatuh ia tertimpa wajan Duka itu datang tiba-tiba Tapi ingatlah ada pelangi setelah hujan Botol saus botol kecap Tergeletak seperti tak ada yang punya Berhati-hatilah dalam ucapan Karena keselamatan orang ada pada mulutnya Dewa Brahmana Dewa Siwa Di depannya ada patung badak Terpingkal pingkal saya tertawa Melihat monyet sedang berbedak Si tikus membuat celah Kuambil tanah untuk menutupnya Memafkan memang mudah Tapi kesalahan itu tek terlupa Nama : Haris Kurniawan Cirik ayam angek-angek Kok tapijak yo sabana sero Kaki ambo lah manggaretek Nio lomba ka Padang baa lah caronyo Pergi ke sawah untuk berladang Setelah itu bertanak dendang Kalau Anda anak Padang Coba tebak apa rasanya rendang Jalan-jalan ke parak lado Nampak urang manank puluik Galak-galak si anak kudo Mancaliak kambiang mancukua jangguik Bermain bola di Tanah Datar Di tenagj permainan saya cidera Kalau Anda memang pintar Kapankah Indonesia merdeka Pai ka Pariangan hari lah patang Pai baguaru yo bisuak pagi Lanteh angan si anak kijang Mancaliak harimau nan sakik gigi Jalan-jaln ke Kota Lombok Jangan lupa membeli baju Kalau Anda anak pondok Apa dalil menuntut ilmu pai ka Solok mandi aia angek Jan lupo mambaok cerek Kalau anda pandai mangecek Jangan pernah hobinya mancacek Jalan-jalan ke jalan merpati Di tengah jalan bertemu mama Kalau anda anak bupati Berapa hasil satu ditambah lima?

makan karipik sambia mamanciang Mancaliak ka langik harilah kilek Takuik-takuik si induak kuciang Mancaliak mancik pandai basilek Pai ka gunuang basamo urang Di tangah jalan sobok induak samang Apo kecek si ujang Itu amak urang Nama : M.

Alghifari Abdillah Pergi main ke Bukittinggi Nampak orang selfie-selfie Kalau kamu Islam sejati Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun. sholat setiap hari Jalan-jalan ke Kota Bali Tidak lupa membeli jeruk Beramalah setiap hari Karena hidup pasti akan pergi Sepiring makan berdua Satu ayam untuk bersama Seiring kita bersama Patut hidup tidak terasa Pergi ke masjid berjalan kaki Perginya berlari-lari Untuk apa bergelar tinggi Karena kelak tiada arti Pergi ke pondok membawa nasi Makannya bak pake hati Gerangan apa sedang terjadi Ternyata Pak Jokowi sedang mandi Beribu-ribu ular di sawah Hanya satu yang berbisa Beribu-ribu anak sekolah Hanya satu yang dapat dipercaya Jalan-jalan ke Pantai Raya Nampak Udin sedang berenang Kalau Anda ke Indonesia Jangan lupa membeli rendang Pak camat julan tomat Jualannya di pasar Mahat Walau kita terhormat Pasti masuk liang lahat Jatuh di jenjang dengan tawaan Rasanya sakit di pantat Perbanyaklah amal kebaikan Kelak membantu di akhirat pergi ke pantai bersamaan Menikmati indahnya pemandangan Tiada guna harta dan jabatan Kalau hanya dengan kecurangan Nama : Jerri Fadly Jalan-jalan ke Panama Tak lupa membawa nasi Salam hormat dari saya Buat Pak Irwan pelaksana acara ini Kita diciptakan dengan akal Supaya bisa untuk belajar Walaupun saya anak nakal Tetapi bukan kurang ajar Siti Aisyah pergi ke mesjid Tak lupa membawa mukena Padahal rumah di dekat mesjid Tapi tak pernah jamaah di sana Buah apel buah markisa Terasa enak jika dimakan Harta banyak saya tak punya Hanya ilmu tuk dibanggakan Makanan basi dihinggapi lalat Kalau tak dibuang ke tong sampah Jikalau engkau berbuat maksiat Segera taubat kepada Allah Banyak wanita berpakaian minim Bahkan tak malu dengan auratnya Jangan mengaku sebagai muslim Jika tak patuh dengan ajaran-Nya Jam tangan dan jam dinding Sama berguna menunjukkan waktu Jika kamu orang yang penting Jangan suka membuang-buang waktu Hari Minggu memakai kebaya Untuk menghadiri acara nikahan Banyak orang kebanyakan gaya Padahal semua barang pinjaman Kulihat bulan di waktu malam Indahnya membuatku berangan Jangan bilang pecinta alam Jika buang sampah sembarangan Pisau tajam karena diasah Tangan terpotong tidak terasa Jika di lomba ini aku kalah Aku tak akan berputus asa Nama : Miftahul Fitri Makan durian di tengah jalan Makan nasi dicampur teri Salam semangat buat Pak Irwan Dari saya Miftahul Fitri Jalan-jalan ke kota Jogja Mampir dulu ke Borobudur Kalau ingin hidup sejahtera Jalani hidup dengan bersyukur Masak gulai pakai santan Jangan lupa tambahkan garam Pererat ikatan persaudaraan Agar hidup menjadi tentram Pergi ke pasa membeli terong Di pasar bertemu dengan Aisyah Mari bersama tolong-menolong Agar mendapat ridhanya Allah Jalan-jalan kita ke hulu Nampak mawar berwarna kuning Harta dunia tidaklah perlu Amalan akhirat sangatlah penting Ada boneka di dalam kotak Boneka dijual di toko keramat Ayo kita rajin berinfak Untuk bekal dunia dan akhirat Pergi memancing di tepi kali Memancing riang bersama bapak Orang tua hendaklah dihargai Beribadahlah hendaklah diperbanyak Kakak memasak dengan elpiji Tambah penerangan dengan lampu Tunaikanlah ibadah haji Jika hidup sudahlah mampu Berangkat ke kantor memakai dasi Perginya jangan sampai terlambat Tegakkan rumah dengan pondasi Kuatkan agama dengan shalat Memetik bunga di kebun Lulu Bunga berderet indah di taman Mari budayakan sifat malu Karena malu sebagian dari iman Nama : Muhammad Aqshal Pakaian Jepang itu kimono Dipakai orang pergi ke pesta Salam hormat Pak Irwan Prayitno Saya Aqshal salah satu peserta Matematika, Fisika dan Kimia Itu pelajaran bikin pusing kepala Walaupun pantun saya sederhana Saya akan tetap berusaha Ada pisang di atas pelanta Habis buahnya dimakan kera Kalaulah boleh saya meminta Baca dan pilihlah saya jadi juara Air biru dalam samudra Ambillah air jadikan garam Jika berani dekati narkoba Hidup hancur masa depan suram Pergi berlibur ke Jam Gadang Beli oleh-oleh berupa gelang Kalau ingin hidupmu senang Ingatlah akhirat itu akan datang Kalau ingin pandai berhitung Perhatikan guru rajin bertanya Walaupun cita-cita tinggi tergantung Tetap lah semangat menggapainya Bunga mawar di dalam kendi Jangan dipegang ada durinya Jangan heran melihat bendi Jalan ke Minang itu khasnya Keren-keren anak sekarang Gayanya gaul dari barat Sekolah saya dekat Ampang Gadang Ikut festival mewakili Sumatera Barat Pergi mendaki ke Gunung Marapi Pergi membawa kieril ungu Memang bijaksana gubernur kami Semoga berhasil kepemimpinanmu Anak kecil suka berkelahi Setelah tenang balik berkawan Sekian pantun saya sudahi Salah dan janggal tolong maafkan Nama : Muhammad Ihsan Awliak Tampan di wajah kami tak dapat Kami yang dapat tampan di batin Semoga Bapak selalu sehat Sehat lahir maupun batin Mandi di sungai keinginan hati Namun sayang tak bisa berenang Kelas akan terasa sepi Tanpa kami yang duduk di belakang Dari tadi memegang perut Sakit lantaran belum makan Muka kusut kening berkerut Apa gerangan yang dipikirkan Makan nasi pakai sendok Karena luka di jari tangan Jangan mengaku anak pondok Kalau scabies belum dirasakan Mengangkat air dengan ember Ember jatuh menimpa kaki Kami kalah kalau di cover Tapi menang kalau di isi Umur kami baru sejengkal Pada siapapun kami tak gentar Memang benar kami nakal Namun kami tak kurang ajar Bangku depan orang pandai Yang belakang selalu diremehkan Hancur lebur semua nilai Patutkah kami yang disalahkan Jika ayam sudah berkokok Bukalah mata tegakkan badan Kami pelajar tanpa merokok Hal yang pantas kami banggakan Hanyut kayu dibawa arus Kayu bermuara di lautan Apalah arti nilai yang bagus Kalau shalat ditinggalkan Makanlah sebelum lapar Sebelum kenyang tolong hentikan Membuat pantun baru belajar Salah dan khilaf tolong maafkan Nama : Wahyu Alfath Hari raya berpesta ketupat Ketupat dimakan dengan talas Salam saya Wahyu Alfath Menunggu Pak Irwan untuk membalas Abu Bakar orangnya dermawan Menjaga umat setelah nabi tiada Saya bangga dengan Pak Irwan Melestarikan sastra Indonesia Kalau ada orang yang paling kaya Benar Sulaiman lah orangnya Kalau ada pemimpin yang paling juara Memang Pak Irwan lah orangnya Kalau adik menonton kartun Janganlah lupa menonton Inuyasa Kalau Pak Irwan menyeleksi pantun Janganlah lupa dengan saya Abang bekerja di kios Pak Hatta Upahnya habis dibeli bakwan Lomba pantun di depan mata Lompa puisinya kapan Pak Irwan Tukang kayu mengambil palu Menancapkan paku pada mebelnya Kusampaikan pantun sederhanaku Harap Pak Irwan membacanya Bali punya dongeng Ramayana Sunda pun punya kisah Kabayan Dulu Silaturrahmi dengan saudara Kini maaf-maafan dengan facebookan Si Adi meniup peluit Meniup bak menyanyi lagu Kalau bilang Matematika sulit Berarti belum belajar Sharaf dan Nahwu Di hari fitri beramai pulang Untuk brtemu sanak saudara Ingin rasanya pergi ke Padang Untuk mengasah bakat sastra Ali berlari ke pinggir kali Sayangnya lupa membawa pancing Ingin rasanya saya lolos seleksi Agar bisa membawa Bu Diana refreshing Nama : Muhammad Alfarisi Makan lontong di pagi hari Jangan lupa gulai kemumu Wahai Pak Irwan gubernur kami Moga sukses dalam kepemimpinanmu Minum kopi di warung Pak Jono Jangan lupa dengan gorengan Terimalah salam dari ambo Yang siap meraih kemenangan Pergi mendaki ke Gunung Marapi Gunung didaki batuk-batuk Jangan bilang kamu santri Jika mental seperti kerupuk Enak rasanya kerupuk udang Jika dimakan dengan soto Jangan mengaku orang minang Kalau taunya hanya Despacito Pergi kuliah ke Kairo Jangan lupa membawa bekal Terimalah salam dari ambo Yang tak pernah takut gagal Sarapan pagi dengan nasi kapau Jangan lupa pakai ikan teri Janganlah sedih janganlah galau Mari berpantun spontan di sini Buah apel di ruang makan Diambil Ibu dimakan dahulu Langkahkan kaki terus berjalan Jangan berbalik ke masa lalu Pergi travelling bersama Ayah Tak terkira senangnya hati Hidup jangan bermewah-mewah Karena akhir hidup adalah mati Daripada ke Singapura Lebih baik ke Pangkalan Buat apa berpura-berpura Berpura itu menyakitkan Beli baju sama Si Ayu Beli jamu sama Si Sonya Pantun ini kucukupkan dulu Lain waktu kita berjumpa Nama : Hafis Raihan Ahmad Fauzan Pagi-pagi membuat ketan Ketan dibuat dengan alat kuno Saya Hafiz Raihan Ahmad Fauzan Salam hormat Bapak Irwan Prayitno Ambil jaring tangkaplah ikan Ikan diekspor ke mancanegara Pantun ini kupersembahkan Ambil hikmah saat membaca Beli hp yang paling modern Hp dipegang secara terbalik Saya dari pondok pesantren Siap memberi yang terbaik Membawa mobil pelan-pelan Melihat lampu berwarna jingga Perkuatlah hati jagalah iman Berjalan tenang menuju surga Ingin rasanya bertemu putri Melenggang indah di atas tahta Janganlah malu menjadi santri Santri beriman idaman wanita Malam hari begitu terang Bersinar indah bagaikan pelita Hati senang galaupun hilang Melihat ibu yang kucinta Menanam tebu di pondok labu Tebu diambil secara kasar Janganlah durhaka kepada ibu Kasih ibu sangatlah besar Dari sekolah ku langsung pulang Tiba di rumah dilanda lapar Hati ini tidak bisa tenang Bila iman sudah tercemar Berkeliling kota mencari topi Bila bertemu langsung ditanya Berbagai masalah yang kuhadapi Hanya Al-Quran lah solusinya Santriwati sering berdandan Para santri gemar berlatih Saya Hafiz Raihan Ahmad Fauzan Hanya sekian dan terima kasih Nama : Muhammad Andika Saputra Berkilau bintang menghias malam Tenang hati jika melihatnya Saya di sini mengucapkan salam Semoga Pak Irwan dapat membalasnya Tidalah susah pelajaran Matematika Jika belajar dengan giat Semoga Bapak dan keluarga Selalu sehat walafiat Jika taman indah dengan bunga Gunung indah pemandangannya Walaupun di kelas tidak pernah juara Maka sekarang adalah waktunya Jangan mengaku anak IPA Kalau tidak tahu kali dan bagi Sekarang ini saya mencoba Berharap agar lulus seleksi Jika sahabat telah berkhianat Pilih jalan meninggalkannya Jika shalat ditinggalkan umat Tunggulah hari kehancurannya Langit mendung petir menyambar Petanda hari akan turun hujan Kalau Bapak Irwan gubernur Sumbar Maka saya pemenang pantun spontan Bahasa Arab bahasa Inggris Sama pentingnya bahasa Indonesia Hilanglah asa menjadi puitis Tapi pantun spontan saya juara Ikan berenang di tengah lautan Udang berenang ke tepian Kalau Bapak Irwan berkenan Jadikan saya finalis pantun spontan Jalan-jalan ke Panorama Nampak kera sedang memanjat Sibuk-sibuk hidup di dunia Jangan lupa dengan akhirat Indah langit di malam hari Bertabur bintang dan juga bulan Kalau ada yang mengganjal hati Seribu maaf saya ucapkan Nama : Alvi Andri Ramadan Minta bakwan buat dimakan Diberi kerucut merasa tak puas Kalau Pak Irwan buat perlombaan Pasti kami sambut dengan antusias Ombak gurun di Afrika Selatan Pasaran beruntun di tengah lautan Saya Alvi Andri Ramadan Calonkan diri jadi kontestan Orang tua memang pikun Janganlah pernah dilupakan Memanglah ini festival pantun Sudilah kiranya saya meriahkan Pergi mendaki ke puncak merapi Berteman orang yang suka selfi Kami santri dari Bukittinggi Berharap senang di tugu merpati Minggu depan hari Selasa Pergi ke Makasar hari itu juga Andaikan saya menjadi juara InsyaAllah Sumbar bersuka cita Keringkan baju yang sudah basah Baju dikeringkan di halaman Kami santri dari Diniyyah Penerus Pak Irwan di masa depan Basa basi bertanya kabar Berjumpa Udin kabarnya bahagia Bangga kami belajar di Sumbar Pemimpin Sumbar para cendekia Besar sulung dari bungsu Memberi kesan kepada tuan Beruntung kami bisa bersatu Mencoba peruntungan di pantun spontan Ke Padang beli bengkoang Ke Bukittinggi beli nasi kapau Jika santri dicari orang Pergi cari ke tengah surau Pergi ke pasar membeli bubur Bubur dimakan dengan ikan Sekian pantun untuk Bapak Gubernur Salah janggal tolong maafkan Nama : Dwi Hanisa Angkot berhenti di jalan raya Penumpang masuk dalam angkutan Dwi Hanisa adalah nama saya Sebagai peserta pantun spontan Berpandailah merawat hati Hati terluka jadi sia-sia Irwan Prayitno panutan kami Dalam melestarikan budaya Indonesia Pohon mangga tumbuh di kebun Ditanam petani dengan giat Tiada yang tahu arti sebuah pantun Sebelum mencoba untuk membuat Bersorak-sorai penuh gembira Untuk menyambut Gubernur datang Senanglah hati tiada terkira Apabila dapat jadi pemenang Merenung sepi dalam rintik hujan Membasahi tanah bila terkena Hidup ini penuh kejutan Hadapilah dengan rencana Sinar matahari sudahlah raib Berganti malam tak bisa dicegah Untuk apa meratapi nasib Kalau bisa untuk mengubah Makan bakso ditambah cuka Dimakan berdua ternyata kurang Hati siapa yang tak pernah luka Melihat karyanya hangus terbuang Anak itu bernama Dian Meminum susu sambil bersantai Setiap insan mempunyai impian Saling membantu agar tercapai Hinggap di pohon burung kakak tua Untuk keluar mencari makan Sepuluh pantun untuk semua Bila salah tolong bimbingkan Ayah pulang membawa ikan Ibu menunggu dengan setia Beribu terima kasih saya ucapkan Untuk semua rekan dan panitia Nama : Hanif Wazkia Honda Ninja Honda Satria Baru dibeli di tahun ini Saya ini Hanif Wazkia Salah satu peserta festival ini Pergi lebaran ke rumah Retno Berharap uang akan didapat Apa kabar Pak Irwan Prayitno Semoga Bapak sehat walafiat Pergi ke pantai bersama ayah Nampak penyu dengan cangkangnya Saya ini dari Diniyyah Diniyyah Pasia itu namanya Waktu kecil suka kartun Apalagi yang berbentuk badak Izinkan saya untuk berpantun Berpantun ria seperti Bapak Beli ikan di rumah Ratih Banyak pembeli panjang antrian Meskipun zaman semakin canggih Kehidupan akhirat jangan dilupakan Keliling pasar mencari nasi Nasi dimakan dengan tuna Sumatera Barat itu provinsi Punya pemimpin yang bijaksana Masak gulai campur kemumu Kemumunya tumbuh di balik semak Saya harap bisa bertemu Agar belajar langsung dari Bapak Mengangkat barang setiap hari Barangnya itu sangatlah berat Bacalah Al-Quran setiap hari Agar ingat akan akhirat Suasana di terminal tidaklah aman Begitupun juga di bandara Sadarlah wahai saudara seiman Hidup di dunia hanya sementara Pergi belajar ke museum Pergi untuk belajar sejarah Mari kita berbagi senyum Karena senyum itu ibadah Nama : Latifa Fahrun Duduk-duduk baca surat kabar Sambil nonton opera van java Hai kawan apa kabar Salam kenal saya Latifa Hari Jumat singgah ke pasar Jangan lupa uang di saku Biar hidup tidak kesasar Rajinlah kamu membaca buku Gatal-gatal sekujur tubuh Garuk-garuk seharian Jangan kamu tidur subuh Tidur subuh sebab kemiskinan Jalan-jalan alamat salah Tambah lama tak bersua Jangan kamu cari masalah Masalah pasti datang jua Pergi ke ladang tampak ngengat Dikejar-kejar sampai subuh Tanding juara dengan semangat Pasti tak kan jumpa musuh Baju baru banyak yang punya Dipakai jalan pergi ke taman Perintah Allah dan rasulnya Kewajiban manusia mengamalkan Jalan-jalan dan berkelana Sekitar jalan banyak tebing Sayang buku sayang pena Sama berguna sama penting Duduk-duduk membuat pita Pita dihias pada tandu Sayang alam sayang semesta Warisan untuk anak cucu Pagi-pagi cari mama Ada saya yang diinginkannya Ilmu dunia ilmu agama Keduanya sama pentingnya Terjepit dalam ruang sesak Kepanasan macam sekarat Carilah ilmu banyak-banyak Bekal hidup dunia akhirat Nama : Nisa Ulhilma Syafitri Si Budi temannya Farid Si Farid temannya Budi Kalau dia remaja mesjid Dia pasti anak Kuranji Pergi perang bawa pedang Pulang perang bawa rampasan Saya ini anak rantau padang Ingin pula ke tugu perdamaian Kalau ingin pergi ke mesjid Janganlah engkau membawa handuk Sungguh besar bahaya android Lagi bukber banyak yang nunduk Janganlah engkau membeli roti Kalau bukan ke toko saya Janganlah engkau bersedih hati Ada Al-Quran pelipur lara Ada gula dalam teh es Kalau diminum tidak bahaya Yang ini gila yang ini stres Kalaulah jodoh apalah daya Pasar raya kawasan ramai Ramai pedagang gula aren Sumatera Barat kawasan permai Rakyatnya gaul gubernurnya keren Mendengar ayam sedang berkokok Saya tak bisa menahan tawa Jika anda seorang perokok Cobalah dulu belajar membaca Wajahmu bagaikan mawar Kalau dilihat hatiku luluh Suara HP banyak yang ngejar Suara adzan banyak yang ngeluh Jika ingin ke tanah suci Jangan lupa banyak berdoa Jujur amanah dan rendah hati Ialah sifat penghuni surga Pergi ke warung beli ikan tuna Tidak lupa membeli bakwan Lima puluh besar tidak apa-apa Asal bertemu dengan Pak Irwan Nama : Resvi Elvina Ke tengah rimba pergi pramuka Rimba nan luas bak samudera Assalamualaikum salam pembuka Mohon dijawab wahai saudara Ke Diniyyah jadi santriwan Rajin berzikir dan salawat Apa kabar bapak Irwan Semoga sehat walafiat Pergi ke mesjid untuk ibadah Pergi bersama dengan Nanda Saya Resvi dari Diniyyah Ingin bergabung di festival Anda Beribadahlah kepada Allah Agar Allah tidak murka Jika menang alhamdulillah Bisa kita bertatap muka Andi menangis di kejar buaya Buaya dibunuh dengan kapak Sungguh terkembang senyum saya Melihat kesempatan bertemu bapak Pergi ke hutan membawa kapak Untuk mengambil buah pala Saya kagum kepada bapak Bijaksana tampan pula Membeli sanjai di tengah pasar Sebelum pulang hujan turun Saya baru dapat kabar Kalau bapak pandai berpantun Ke pasar aur membeli mawar Untuk diberikan ke Bapak DPR Bertemu Bapak untuk belajar Bukan untuk minta THR Pergi ke pasar naik kuda Sampai di pasar membeli santan Saya ingin belajar dari Anda Membuat pantun dengan spontan Jalan-jalan ke Surabaya Mampir ke pasar membeli ikan Cukup sekian dari saya Jika salah tolong maafkan Nama : Rahmina Abdul Hakim anak Pak Jono Abang kandung Nurul Ramadhini Salam hormat untuk Pak Irwan Prayitno Dari peserta festival pantun ini Pergi shalat di Mesjid An-Nur Pergi ke pantai untuk berkelana Salam manis untuk Bapak Gubernur Dari anak pesantren bernama Rahmina Pergi ke taman menangkap rama-rama Sudah ditangkap dipegang erat-erat Marilah kita belajar agama Untuk bekal kita di akhirat Anak pesantren rajin shalat Rajin mengaji itu Zubaidah Tebarkan senyum setiap saat Karena senyum itu ibadah Pergi ke ladang mengambil pokat Pergi ke pasar membeli pala Mari kita tunaikan zakat Agar kita mendapat pahala Di atas bunga ada kumbang Terbang melayang rama-rama Jangan pernah tinggalkan sembahyang Karena itu tiang agama Ke kebun memetik kedondong Kedondong dipetik asam rasanya Janganlah pernah berlaku sombong Karena sombong tak ada gunanya Siaran TV semakin keren Siaran paling keren itu Tri Arga Ayo kita masuk pesantren Tuhan sayang orang tua pun bangga Ada orang tenggelam minta tolong Tenggelam di air telaga Ayo saling tolong menolong Untuk bekal masuk surga Pergi ke pasar membeli burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Jangan lupa liat atraksi gendang Jalan-jalan ke daerah Sumbar Jangan lupa cicipi rendang Nama : Husnul Khatimah Berladang ke kebun Pak Tono Dapat sekarung kayu jati Selamat datang Pak Irwan Prayitno Saya menyambut dengan senang hati Bangun rumah dari batu bata Membangun dengan hati-hati Walau engkau jauh di mata Namun tetap dekat di hati Burung hantu burung elang Makannya haram jangan dicoba Sangat aneh zaman sekarang Kecil-kecil pakai narkoba Jalan kaki ke kebun aren Kebunnya bersih dari sampah Saya ini anak pesantren Bersikap peduli dan amanah Waktu kecil suka gambar Sudah besar suka kelana Saya ini rakyat Sumbar Pemimpinnya arif dan bijaksana Pucuk ubi rasanya aneh Jika dimakan dengan gula Kalau menjadi anak yang shaleh Shalat jangan ditunda-tunda Sehelai kertas terbawa angin Terbawa sampai ke tengah telaga Mari membantu rakyat miskin Agar kelak masuk surga Ubi ungu ubi talas Banyak dijual di pasar pekan Jangan pernah tidur di kelas Dengarkan guru sedang menerangkan Jalan-jalan ke kota Semarang Pergi bersama para pemudi Disiplin waktu dari sekarang Kelak sukses dikemudian hari Jari tengah jari telunjuk Sangat mudah untuk merapat Jauhilah prasangka buruk Agar selamat dunia akhirat Nama : Jihan Qonita Presiden pertama Bapak Soekarno Tinggalnya di kota Jakarta Salam hormat Bapak Irwan Prayitno Dari peserta Jihan Qonita Pergi ke pasar membeli ikan Bersama mama ke pasar raya Sebelum pantun saya tampilkan Jawablah salam dari saya Banyak turis di Pantai Kuta Turisnya banyak dari Malaysia Mari budayakan bahasa kita Bahasa tercinta bahasa Indonesia Pergi ke pasar numpang parkir Tempat parkir bersekat-sekat Dalam hidup janganlah kikir Sisihkan harta untuk berzakat Dari mana kain batik Dari pasar tanjung pinang Jaga lisan berkata baik Niscaya orang menjadi senang Bapak tani menanam tebu Pembeli datang bertanya harga Wahai kawan hormati ibu Karena itu jalan ke surga Duduk melamun di depan teras Sambil mendengar burung terkukur Tak mengapa belajar keras Semoga kelak jadi direktur Rusa kecil diam terkurung Kurang makan kurang minum Cari ilmu jangan murung Ceria selalu banyak tersenyum Banyak jamaah di mesjid raya Duduk berjajar bersah-saf Sekian pantun dari saya Salah dan janggal mohon maaf Hari Minggu ya hari ini Pergi berlibur bersenang-senang Betapa senang hati ini Kalau dapat jadi pemenang Nama : Putri Suhaini Main sepeda siang-siang Terasa hawa yang menyengat Ucaplah salam dengan lantang Jawablah salam dengan semangat Anak IPA buat aki Dari satu hingga tujuh Dalam diri ada dengki Buanglah itu jauh-jauh Orang gendut mudah pegal Dibawa urut tambah rintangan Jangan sedih saat gagal Gagal itu awal kemenangan Jika ingin membeli emas Belilah emas bersama teman Jika kamu merasa cemas Tenangkan hati dengan Al-Quran Murid-murid pada berbudi Guru-guru pada senang Jika kamu megemudi Jangan lupa lihat palang Dalam kandang ada itik Kandang dibangun dari bata 20 persen tambah cantik Jika kamu berkaca mata Hati takut ke tempat kelam Jangan lupa membawa keris Ada cowok berkulit hitam Petanda dia cowok yang manis Main-main lempar batu Kepalaku kena kesakitan Saat ku cicipi makanan itu Lidahku bergetar kepedasan Bapak satpam tutup pagar Langit merah pertanda petang Kalau ada lihat yang segar Dahaga hilang hati pun senang Berladang di tanah lapang Menanam biji-biji semangka Bel berbunyi pertanda pulang Kami ucapkan sayonara Nama : Rhaudatul Jannah Nasution Kupacu kuda dalam arena Kudaku lari tak tertandingi Senang bertemu Ibu Nana Terkambang senyumnya manis sekali Jalan-jalan ke Romawi Pergi berdua dengan kekasih Saya datang bersilaturrahmi Menyebar dakwah dan cinta kasih Dadang jalan dengan Si Sulah Jalannya lunglai tampak lelah Tak ada nasi Padang tak apalah Nasi Kapau terhidang Alhamdulillah Ada kemumu di tepi kali Rusak di tangan muda-mudi Raut wajahmu senang sekali Apa gerangan yang terjadi Menor juga dandanan nyonya Merah pipinya kanan dan kiri Bingung juga aku jadinya Melihatmu senyum-senyum sendiri Monyet senang dapat pisang Walaupun cuma angan-angan Pada kawanku yang lagi senang Kapan kita makan barengan Pak Dadang jadi terkenal Karena ditangkap menjual sake Tak usah yang mahal-mahal Sekotak pizza pun sudah oke Selendangku berwarna merah Kupakai hanya di hari raya Janganlah sedih ataupun marah Saya hanya bergurau saja Ada burung di dalam sangkar Bersiul-siul di gelap malam Kantung matamu hitam melingkar Seringkah kamu begadang malam Kalau kamu ke seberang sana Naiklah sampan di tepi kali Mengapa harus sedih merana Kalau tak punya tambatan hati Nama : Savira Oktaviani Ke Semarang bersama kawan Kawan datang dari negeri ini Selamat siang Bapak Irwan Izinkan saya ikut festival ini Jalan-jalan ke kota Irian Pergi memakai baju sutera Apa kabar Bapak Irwan Semoga sehat dan sejahtera Jalan-jalan ke Himalaya Jalan bersama Bapak Polres Jawablah salam dari saya Saya Savira dari ponpes Jalan-jalan ke kota mini Pergi membawa sekantong acar Silakan jawab salamku ini Semoga acara tenang dan lancar Bertamasya ke Panarukan Perginya bersama Obama Shalat jangan ditinggalkan Karena shalat tiang agama Baju putih celana merah Dipakai saat menyapu Mari kita pergi ke Makkah Mengerjakan haji bagi yang mampu Ke Semarang membeli gagak Gagak dibeli bersama mama Berbaktilah pada ibu bapak Karena itu anjuran agama Ke Makasar membeli kemumu Kemumu dimakan dengan ikan Pergi sekolah menuntut ilmu Untuk menggapai semua impian Usaha baru beternak ikan Ikan dibeli dari barat Dua setengah persen keluarkan Agar selamat dunia akhirat Ke pasar membeli asam Asam ditaruh di atas nampan Ke sekolah pakai seragam Agar tampak cantik dan tampan Nama : Widya Oktavia Di atas kursi main piano Bermain indah di hari raya Salam hormat Bapak Irwan Prayitno Dari saya bernama Widya Pergi ke ladang mengambil pepaya Pepaya diambil dibawa pulang Jawablah salam dari saya Salam dijawab hati pun senang Jalan-jalan ke kota Medan Nampak durian singgah dahulu Marilah kita puasa Ramadhan Karena itu perintah tuhanmu Buah sawit di kota Jambi Di Bukittinggi ada buah pokat Ucapkanlah salawat pada nabi Karena itu pembawa syafa’at Orang jatuh di tebing tinggi Masuk siaran TV Bengkulu Kamu cantik seperti pelangi Jangan pergi tinggalkan aku Ke Rusia mencari lampu Ke kota melihat indah dunia Jangan tinggalkan shalat lima waktu Karena shalat tiang agama Perempuan bersuku akit Pagi-pagi pergi belanja Kalau kamu berlaku pelit Jangan berharap masuk surga Ke pasar mencari sarimi Membawa anak banyak tanya Selamat datang di rumah adat kami Ini rumah apa adanya Mencari lalang di atas akar Mahal dibeli sukar dicari Kalaulah memang kamu pintar Buah apa yang tak berbiji Pohon kelapa daunnya tipis Daunnya banyak dicari-cari Berpisah jangan pernah menangis Semoga bertemu di lain hari SMA Negeri 2 Lubuk Basung Nama : OKSA REZA ERNANDA Indonesia rumah sang garuda Tempat bernaung beribu suku Kalau teringat segala pembeda Haruslah kita tetap bersatu Negeri lama tersusun agama Penganutnya banyak bervariasi Meski berbeda haruslah bersama Tak pandang suku maupun pribadi Eloklah sangat kerukunan dipandang Semakin dipandang semakin di pandang sejuklah hati Jangan karna berbeda kita berperang tak sayangkah kita pada ibu pertiwi Jangan takabur hidup berbangsa Masing pribadi koreksi lah diri Memanglah kita harus merasa Kalau konflik semakin menjadi Mulut bicara pedas terdengar Tak baik membahas cerita lama Janganlah kita berbuat onar Apalagi mengangkut nilai agama Termenung jiwa melihat berita Anak bangsa heboh minta keadilan Perbedaan ini memanglah nyata Memang itulah jadi permasalahan Permasalahan kita sungguhlah naif Bagaikan menghitung kelopak dara Kini hidup terasa sulit Hidup rukunlah tanpa menyinggung sara Hidup rukun mudahlah dicapai Media sosial tempatnya berilmu Dalam bersikap janganlah lalai Kalau lalai susahlah untuk bersatu Ayolah kita membangun mbangsa ini Dengan penuh rasa persaudaraan Kalau sudah tertahan di dalam diri Mudahlah damai dalam kerukunan Bangunlah bangsa ini dengan benar Jagalah dengan sungguh-sungguh Kalau ingin indonesia bersinar Marilah menjadi bangsa yang tangguh Nama : WILDA HAYATI Tumbuk beras sampai lumat Agar bisa jadi tepung Saya sekarang sudah tamat Dari SMA N 2 Lubuk Basung Anak pak RT jadi ustadzah Perilakunya sangat terpuji Apakah sudah ada ijazah Atau belum di beri Anak pak RT jadi uztadzah Perilakunya sangat terpuji Saya sudah menerima ijazah Tapi ada yang mengganjal hati Anak Tikus, anak buaya Nilainya bagus tapi kurang biaya Ada perampok langsung lari di kejar oleh pemuda dalam kehidupan sehari-hari apa pekerjaan orang tua?

Perampok langsung lari Di kejar oleh polisi Dalam kehidupan sehari-hari Orang tua bekerja sebagai petani Sayur-sayuran di tanam di ladang Buahnya merah yaitu cabai rawit Ibu bekerja ke sawah orang Ayah bekerja di kebun sawit Buah mangga dekat batang rambutan Berapa penghasilan orang tua sebulan? Mencari uang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

tenaga Bekerja keras untuk hidup Kurang lebih dua juta Alhamdulilah itu sudah cukup Makan di nrestoran menambah selera Pemerintah mengeluarkan karti indonesia sejahtera SMK N 1 Lubuk Basung Nama : Ikhsanul Fiqri BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Ka Tiku Mambali Rangkitang Ka Batang aia Pai Balumbo Jan Lah Angku Berang Berang Mari Kito Bagurau Basamo samo Sabana Lamak Gulai randang Indak Salamak Sambalado Oi Udin Angku Lah Gadang Sampai Kini Masih Marando Di padang Banyak Bingkuang Bingkuang nyo banyak nan Gapuak Gapuak Oi Udin Angku lah Gadang Jan sampai Jadi Bujang Lapuak Pasa Bawah Acok Tabaka Indak Sa Acok Hati Nan Taluko Dek Hutang Angku Sambuah Hala Hutang Nan Ka Ambo Jan Sampai Lupo Pai Main Ka Pulau Subarang Singgah Sabanta Naiak Kapa Tabang Bialah Ambo Hiduik Bautang Asa ndak Mancilok Pitih Urang Godok Pisang Dibuek Amak Jan, Sampai Lupo Dimakan Si udin Bantuak anak-anak Indak disuok anIndak Ka makan Yo Rancak Artis Barat Indak Sarancak Urang Minang Si Udin Hiduik Melarat Tapi Inyo Acok sumbayang Gulai Simpadeh Pa Goyang Lidah Gulai paku Paubek Litak Kantuik Angku Mambuek Muntah Mungkin Angku Sadang Litak Urang Subarang Naiak padati Ditangah Jalan Padatinyo patah Jan Lah Angku Sakik Hati Karano Kito Hanyo Bagarah Yo Harum Kantuik Angku Dak Saharum Katiak Ambo Oi udin ambo baliak Dahulu Dek Hari lah ka ampia sanjo SMA N 1 TILATANG KAMANG Nama :Verdian Ramdhani Malam hari kedatangan tamu Ternyata tamu dari belgia Budayakan pantun dalam hidupmu Pantun spontan salah satunya Caliak ayam pai karimbo Jalan malenggok mancari makan Marilah kito goro basamo Barasiahan kelas, bungo jo halaman Oleng kapa si Muraba Jatuah tanggalam langsuang baranang Marilah kito makan bajamba Paruik kanyang hatipun sanang Cari buah dalam kebun Buah didapat masuk karung Ayo kawan bermain pantun Daripada engkau terus bermenung Karupuak badaruak - daruak Dimakan balasau- lasau Takajuik ambo sadang duduak Kironyo namo ambo lah taimbau Di pasa mambali jamu Jamu diminum samo Baron Sasakali kito batamu Mintak Pin BB jo No.Telpon :D Pai sakolah bajalan kaki Tibo di simpang dapek tumpangan Awak surang nan laki - laki Aka cadiak baparetongan Hari Minggu mandabiah bantiang Batiang diirik katangah pakan Jiko awak urang santiang Nan Sholat jan dilupokan Pai ka toko si Eyang Subur Tibo disitu cari kalikih Mancuri pandang caliak gubernur Senyumnyo rancak galaknyo manih Tangan terjepit kaki terkilir Sakitnya ampun tiada tara Inilah pantun yang terakhir Semoga bisa bawa juara SMA 1 Ampek Angkek Nama : YULIA RESKY Hendak gugur, gugurlah sang nangka Sang nangka matang, hasilnya di kongsi Berbudi luhur itulah budaya kita Berkata mulut tidak menusuk hati Bunga sekuntum, mekarkan sejambak Pasangkan lilin jalan ke taman Tiada guna mulut tak berpasak Sakit sedikit membekas berkesan Sungguh memikat daun semanggi Burung tempua membuat sarang Jikalau nona sungguh berbudi Bila berucap mulut tak mengarang Buah manggis di dalam tampi Girangnya hati sang taruna Tutur kata Tuan sungguh rapi Sungguh setampan sang arjuna Takkan kayu berbatang padi Esok pagi kayu di bakar Mulut anda bagaikan api Membuat hati terasa terbakar Di tepian kali saya menyinggah Menahan penat yang menjerat Kata katamu sungguh indah Sampai hati ini terperanjat Si anak bujang sangatlah gagah Banyak gadis berebutan Sungguh pandai kau bersikap ramah Tentu kan banyak mempunyai teman Di kota Padang kau berlibur Di sana membeli cendramata Tutur katamu sungguh menghibur Menghilangkan resah gundah gulana Di dalam kebun ibu menanam Di tanam mawar melati Kata kata tuan sungguh tajam Hingga ku bawa sampai mati Cantik sungguh bunga kejora Menemani siang begitu indah Sungguh indah tutur kata Nona Mengobat hati yang terasa resah Di bawa berdagang dijadikan uang Tidak disangak kita bertemu jua Betapa tajam pisau parang Tajamlah lagi mulut manusia Memanggang ikan bumbu kemiri Untuk makannya si anak dara Jagalah mulut untuk harga diri Karena mulut kita sengsara Kelat sekali buah peria Barang yang lepas jangan dikenang Janganlah murah anda berkata Murah di mulut mahal ditimbang Airnya jernih, lubuknya tenang Jangan disangka tiada buaya Bahasa kita telah kau buang Dengan cara menghancurkan budaya Kupu kupu terbang merayap Burung perkutut terbang jua Hati hati kau bisa terperangkap Karena mulutmu berdusta jua Pohon mangga di dalam taman Juga ada pohon kedondong Matilah raga dikucilkan Kerena tuan suka berbohong Anak panda di kampung Cina Di sana ada bambu sejati Jangan gantikan bahasa kita Tanpa bahasa negeri ini bisa mati Air puthi dalam cawan Mata hati harus jeli Biar wajah tak rupawan Yang penting baik mulut dan hati Kalau ku tahu paria pahit Tidak akan pernah ku makan Kata- katamu sunggu sakit Entah kapan akan aku maafkan Jikalau Tuan hendak kepasar Carikan saya bunga kemboja Kata kata Ananda sungguh kasar Apa tidak ada penyaringnya Nama :Azzahra Biologi belajar kupu-kupu Setelah itu belajar kimia Sungguh indah negriku Negri tercinta Indonesia Tia membeli mobil mewah Saya membeli buku Minangkabau tempat terindah Tempat lahir dan mati ku Ke pasar beli kemumu Bertemu dengan pak Tata Merah putih bendera ku Indonesia negara ku tercinta Ibu guru membeli kipas Kipas dibeli di pasar minggu Belajar dengan cerdas Agar Indonesia semakin maju Si Mumut beli kelapa Kelapa dibeli bersama zahra Indonesia sangatlah kaya Kaya dengan ragam bidaya Kemaren belajar konjungsi Sambil minum air kelapa Pejabat negra banyak korupsi Itulah negriku Indonesi Dalam seminggu ada 7 hari Hari Minggu paling dinanti Bila anda jalan-jalan ke Bali Jangan lupa ke pantai Kuta Jalan-jalan ke Bukittinggi Lihat Jam Gadang at tinggi Wahai rakyat jangan korupsi Sungguh kasihan Ibu Pertiwi Beli batik bersama Nini Melihat pramugari bernama Zahwi Sungguh elok negri ini Di kandung badan Ibu Pertiwi Ke Jakarta membeli kue Bertemu dengan Ruben Onsu Dari Sabang sampai Merauke Berdiri gagah Indonesia ku Pak Rifki dokter gigi Menyukai warna biru Gunung-gunung menjulang tinggi Di Indonesia tanah air ku Bu Rina membuat semur Pak Rino menjahit bendera Pejabat bersih dan makmur Rakyat negar menjadi sejahtera Si Deli pergi ke Ngalau Pergi ke Ngalau bersama Tania Negara beribu pulau Berada di Indonesia Kupu-kupu mencari madu Madu dicari sangatlah lama Negara kita akan maju Bila kita berjuang bersama Kerbau mandi di tengah sawah Dimandikan pak Angga Indonesia sangatlah ramah Antar umat beragama Nama : Fahrul Rozi Judul pantun : Pantun sebagai Sarana Dahwah Pasir putih pantai Gondariah Kereta api Padang Pariaman Cinta kasih Mamah dan Aah Curhat dong mah tiada tandingan Jam Gadang hiasan Bukittinggi Tinggi menjulang disudut kota Kami senang kegiatan ini Ingin mengulang tradisi lama Puncak Lawang banyak pohon pinus Tumbuh rindang view panorama Bapak ibu berhati tulus Dengan hormat kami terima Jembatan akar titian akar Aliran air batang Bayang Bukannya ahli bukannya pakar Pantun dibuat untuk bersenang Istana Pagaruyuang dijaga ketat Berlatarkan perbukitan yang indah Pantun dibuat banyak manfaat Bisa menghibur dan berdakwah Bukan sungai bukan lautan Air terjun Lembah Anai Jika ingin tentram dan aman Ibadah sedekah rajin disemai Ngalau Indah wisata alam Banyak orang berfoto ria Perbanyaklah shalat malam Semoga dikabuli segala do'a Danau Kembar Danau Singkarak Wisata Solok berdekatan Kalau ingin pahala banyak Baca Al-Quran kita tingkatkan Sumbar Riau Kelok Sembilan Bukit cadas Lembah Harau Sabar tawakal dalam ujian Takdir Allah janganlah risau Sungai Jernih ikan larangan Danau Maninjau Bujang Sembilan Jika ada salah dan kekurangan Sudilah kiranya dimaafkan SMA NEGERI 1 Candung Nama :Rihadatun Nafi Beli beras bagus pakai gentang Terbang merpati tak bisa diterka 17 Agustus sudah akan datang Tapi rasa hati belum merdeka.

Berhawai hawai ditepi kolam ikan Si emak kaget tak terkira Pawai meriah pasti diadakan Banyak bunyi terompet dan sorak gembira. Si bagus dari kayangan Lari bersorak ingin ke Amerika 17 Agustus hari kemenangan Mari bersorak Indonesia merdeka Cendrawasih terbang di bawah awan Bangau ditahan terbang dengan ikatan Terima kasih para pahwalan Engkau antarkan kami ke gerbang kemerdekaan Muka mulus jadi bengkak Jalan jalan ke Asia 17 Agustus Indonesia bersorak Semoga jasa pahlawan tak sia sia Beli sepatu di dekat toko buku Beli layang layang bareng si salsa Aku cinta tanah air ku Akan ku bela sepanjang masa Jalan jalan ke taman lebah Hari panas pun makan madu Jaman boleh berubah Tapi berbalas pantun tetap hobi ku Jalan jalan ke pasar Maluku Singgah ke Magelang membeli tinta Betapa indah Indonesia ku Luas terbentang di depan mata Beli madu memakai tutup Pasar bawah bau bawang Senatiasa sabar dalam hidup Agar Allah selalu sayang Beli mises pas lampu redup Kiri kanan jadi bengong Semoga sukses dalam hidup Tapi Jangan jadi orang sombong.

SMK Plus BNM Tanjung Mutiara Nama :AWIDYA ERNAMAN PUTRI Sala lauk di Pariaman Pregedel Jagung di padang Panjang Jika Bapak mengizinkan Bolehlah saya jadi pemenang Putih manis buah bengkuang Mangga muda terasa asam Sungguh aneh zaman sekarang Orang kaya makan nasi dan garam Ada orang penjual telur asin Berkeliling dari rumah ke rumah Meskipun saya orang miskin Tetap semangat untuk sekolah Pergi ke pasar ke toko Pak Halim Jangan lupa membeli lokan Sudah jelas orang muslim Tetapi pacaran tetap dilakukan Jalan-jalan ke atas bukit Sambil membawa pisang emas Kalau Bapak-Ibu jatuh sakit Ayo berobat gratis ke puskesmas Gajah marah kepada Si kancil Karena si Kancil tidak setia kawan Biarpun kami orang kecil Tetapi kami hidup rukun dan aman Duduk santai membaca koran Koran dibaca orang bijak Jika Bapak-Ibu taat aturan Tentu tak lupa membayar pajak Rumah Gadang di Batu sangkar Tempat Niniak Mamak bermufakat Untuk apa kita bertengkar Karena tidak mendatangkan manfaat Jalan-jalan ke Kota Padang Singgah sebentar ke Masjid raya Siapa saja yang suka rendang Langsung saja pesan kepada saya Bapak tua memakai kacamata Kacamata dipakai diakhir pekan Jika saya salah berkata Dengan lapang dada mohon maafkan SMAN 1 SUNGAIPUA Nama : FILZAH PUTI ANDEV Makan asinan rasa durian Duduk di bawah pohon keramat Assalamualaikum saya sampaikan Jawablah salam semoga selamat Si Rizki makan ketoprak Makan ketoprak diatas daun Walaikumsalam di jawab serentak Bagi seluruh orang festival pantun Marcellino di panggil Lino Jalan-jalan sama Pak Kahar Selamat datang Pak Irwan Prayitno Diacara kompetisi pantun antar pelajar Pagi-pagi pergi ke Sungai Pua Pergi sekolah dengan berjalan Salam kepada bapak ibu semua Tak tersebut semua mohon maafkan Pengantar Pak Haji guru kami berprestasi Dua belas tahun sudah mengajar Saya mau ikut berkompetisi Kompetisi pantun antar pelajar Jalan-jalan ke kota Banjar Pergi pulang diantar Tutun Saya pelajar baru belajar Baru-baru membuat pantun Pesan Membuat teh jangan lupa galau Membuat bakwan jangan lupa terigu Biarpun sekolah tak ada biaya Asalkan ada keinginan untuk maju Buat agar-agar rasanya moka Gunakan gula yang sudah ditempian Cabut-cabutan apa gunanya Tak dapatkan hasil, hancurkan impian Penutup Pergi ke sungai membawa pasta formula Jangan lupa membilas badan Pantun saya pantun pemula Mohon maaf bila ada kesalahan Makan pagi pakai ikan Minumnya pakai air Aqua Wassalamualaikum saya ucapkan Salam sejahtera untuk kita semua SMA N 2 PADANG M.

Akbar Desril Ke pasar membeli gaun Gaun di beli di satu toko Izinkan saya berpantun Pantun spontan ala Irwan Prayitno Kelok Sembilan jalan berliku Objek wisata kebanggaan minang Jika beriman dan berilmu Tentu banyak orang yang sayang Di kolam ada ikan nila Ikan ditangkap dan dijala Jika ingin tetap merdeka Mari bangkit para pemuda Diawali dengan bismillah Diakhiri dengan hamdallah Indonesia merdeka anugrah Allah Berkat pahlawan bersusah payah Beli takjil di tanjung aur Dijalan bertemu ucok baba Agar Indonesia tidak hancur Menjauhlah pemuda dari narkoba Aziz Chan dan Tan Malaka Pahlawan bangsa Indonesia Supaya hikmat arti merdeka Mari isi dengan karya Dari Sabang sampai Merauke Pulau pulaunya tampak berjajar Agar Indonesia tetap oke Semangat pemuda harus berkobar Jalan-jalan ke pasar baru Tampak delman lagi berhenti Semangat pemuda mengebu-ngebu Banyak karya dan inovasi Ayah Abdul namanya pak Jaya Kakak ana namanya Ria Itulah pantun dari saya Untuk hadirin yang berbahagia SMA N 3 Padang Nama : RAHMATUL SALSABILA FITRI Wanita yang berhijab panjang Pakai cadar menutup aurat Bersamamu aku berbincang Karena ikatan hati erat Kipas-kipas hari panas Keringat sudahlah turun Jika tidak ingin merasa pedas Janganlah makan cabe beruntun Ada ac berwarna putih Dingin hawanya sejuk rasanya Pandai-pandailah kamu memilih Agar tak sesat nanti jalannya Bilangan-bilangan susah yang dihadapi Kepala pusing tujuh keliling rasanya Hidupku terasa sunyi dan sepi Jika kau hidup bersamanya Gadis kecil bermain api Tangannya terluka dan terbakar Mengapa tulisanmu tak rapi Membuatku terasa sukar Rawa-rawa banyak lumpurnya Ada keajaiban dibaliknya Ngarai sianok padang yang punya Tidak akan ada yang menandinginya Ada ember berisikan air Ada panci berisikan minyak Alangkah mulianya berzikir Allah memberikan pahala yang banyak Naik kopaja kasak kusuk Ada pengamen di dalamnya Wanita cantik berhati busuk Banyak yang suka apalah gunanya Ada ular di dalam sumur Saat dicari ia menghilang Alangkah lucunya engaku sunur Kepalamu botak minta dikepang Lampu merah bertanda setop Kena tilang mata menatap Sma tiga padang paling ngetop Seperti yel-yelnya yang mantap Nama : Putri Aglaia Falka Trijata Campur kacang dan kelapa Di proses menjadi rendang Baju kurung nan basiba Tradisi elok gadis minang Sutan rajo pulang ke padang Cerita kemenakan raami di lapau Ayo sadonyo pemuda minang Sama hidupkan kembali surau Siti nurbaya karya Marah Rusli Diterbitkan oleh balai pustaka Miris lihat anak gadih kini Insan pemuja drama korea Bunga mawar harum baunya Putih warna bunga melati Masa remaja harus berkarya Kalau terlena akan merugi Hafal Al-Quran adalah investasi Saat meninggalkan alam fana Ayo semua ukir prestasi Untuk Indonesia semakin jaya Baju adat berwarna merah Bermakna sakti dan berani Jangan pernah kawan menyerah Semua dihadapi dan dijalani Jalan-jalan ke indopura Singgah sebentar ke tarusan Kalaulah kawan sudah sejahtera Kampung halaman jangan lupakan Sitinjau laut banyak tikungan Mobil besar berlalu lalang Selalu jaga kebersihan lingkungan Agar adipura betah di Padang Anak muda beragam gaya Gaya unik luar negeri Masa SMA penuh ceria Masa mencari identitas diri Gotong royong bangun nagari Pasang titian pohon kelapa Ayo narkoba kita hindari Sesal kemudian tiada guna Nama : SYIFA NUR ABYAD Berwarna merah batik smantri Warna putih dekorasinya Disaat kamu sukses nanti Jangan lupakan ibadahnya Ibu Minah mencari mantu Mencari mantu yang tampan wajahnya Jika kau cinta kepadaku Kenapa tak pernah menunjukannya Lemari panjang di dalam kamar Menghiasi dinding yang kosong Rajin rajinlah belajar Agar otakmu tidak kosong Ibu ibu main rebana Mengisi acara ulang tahun Jika kamu BAB di celana Aku hanya bisa tertegun Papan tulis penuh tulisan Ada coretan dari si Rahmi Tolong lah jaga perkataan Agar tak merusak silaturahmi Gadis desa berhidung mancung Juga putih warna kulitnya Jangan kamu sering termenung Karena tidak ada manfaatnya Maya duduk diatas bangku Posisi duduk seperti anak manja Tolong terima lah cintaku Walau hanya dengan pantun ini saja Pemberitahuan Sabri sebar Karena kunci motor yang ia cari Kita harus jadi orang sabar Agar tak main hakim sendiri Matematika kita cari Menghitungnya dengan kertas buram Ayo narkoba kita hindari Agar masa depan tak curam Di kampung ada sunatan masal Yang di sunat jerit jeritan Jika kamu merasa kesal Obati dengan membaca Al-Quran Nama : AMELIA NURUL FAUZIAH Tas biru warnanya cantik Diisi dengan bunga mawar Wajahmu memang menarik Tapi jangan kau umbar-umbar Buah manggis buah quini Di makan enak rasanya Kecewa melihat remaja kini Bergaya seperti artis korea Berkunjung ke kampung jua Tidak lupa membeli cinderamata Janganlah menjadi anak durhaka Nanti kamu masuk neraka Potong kayu dengan gergaji Kayu di potong untuk d ukir Rajin-rajinlah kamu mengaji Untuk bekal di hari akhir Anak remaja sedang berkaca Berkaca di ruang makan Rajin-rajinlah kamu membaca Agar sukses di masa depan Anak-anak sedang belajar Belajar dengan senang-senang Janganlah bermulut kasar Nanti di benci oleh orang Bapak-bapak pergi ke kantor Di kantor duduk di kursi busa Janganlah berkata kotor Nanti kau bisa berdosa Pagi-pagi ke warung buk Wati Ke warung buk Wati beli lontong Kalau kamu ingin dihormati Haruslah saling tolong menolong Kepantai makan rujak Rujaknya sangat pedas Jika engkau orangnya bijak Janganlah suka bermalas Pagi-pagi pergi kesekolah Sampai sekolah langsung belajar Janganlah jadi orang pemarah Tapi jadilah orang penyabar Ditaman ada bunga mawar Ketika di cium harum baunya Belanja di pasar harus bisa menawar Agar dapat potongan harga Ada gunung namanya gunung Padang Sungguh banyak mengandung cerita Walau banyak tantangab menghadang Jangan pernah berputus asa Sepatu nike dipakai kakak Dipakai untuk olahraga Janganlah jadi orang galak Nanti banyak orang yang gasuka Nama : TRI DAHLIA PUTRI AFNIM hari mulai turun hujan hatiku pun terasa risih walaupun terus ada cobaan cita cita tetap harus diraih ada minuman enak rasanya ditambah lagi dengan makan nasi walaupun engkau jauh disana aku akan tetap menanti kaca sifatnya mudah pecah kertas sifatnya mudah terbakar jadikan hidup lebih terarah dengan cara rajin belajar gadis manissedang bernyanyi alunan musik terdengar harmonis walaupun hidup terkadang sunyi tetap harus diisi dengan kenangan manis jendela biru terbuka lebar sinar mentari mulai menerangi jadilah anak yang pintar juga cerdas dan berprestasi aku menulis sebuah surat berisi pengalaman tentang cinta hidup memang terasa berat tanpa adanya suatu cita cita teman sepatu kaus kaki teman bahagia adalah kesedihan mengapa engkau terus iri hati tida guna menimbulkan keresahan hari mendung disetai petir hujan turun dengan derasnya ketika kakiku sedang terkilir aduh hai betapa sakitnya bunga mekar di musim semi terasa indah dan berwarna telah lama aku menanti wahai kawan dimanakah ia ?

jalan jalan ke pasar baru tiba disana membeli rambutan paling enak menjadi pengantin baru masuk kamar main cubit cubitan jalan jalan di hari minggu bertemu teman dan membeli bakwan wahai kekasih tak sabar ku menunggu melihat wajamu yang tampan rupawan Nama : Fadhilah Annisa Masak ayam diberi garam Garamnya tumpah kebanyakan Ayo kita lakukan senam Badan bugar tidur terasa nyaman Pergi ke pasar dengan delman Pulangnya pakai Trans Padang Melihat Ayah pulang dari Kalimantan Ibu kegirangan karena senang Pergi ke Pesisir Selatan Perjalanannya dua jam Sakit hati melihat mantan Sudah menggandeng yang baru tadi malam Datang ke sekolah pakai motor Motor di parkir di rumah teman Sungguh lucu melihat orang molor Saking nyenyak sampai ileran Di toko aksesoris ada boneka Boneka ada boneka beruang Banyak darah yang tumpah untuk merdeka Agar generasai lanjut hidup tenang Kelapa muda segar rasanya Ditambah susu lebih luar biasa Amat mulia kasih sayang dirinya Ketika melihat bakti pada keluarga SMA 3 punya Aula Di Aula ada pertandingan Mari kita berlomba-lomba Untuk berbuat dalam kebaikan Membuat slime pakai boraks Harganya lima ribuan Ayo belajar dengan semarak Agar tercapai semua tujuan Potong rambut pergi ke salon Sedang dipotong ketiduran Perbanyaklah menanam pohon Demi menjaga kesehatan masa depan Setiap pagi makan gorengan Dimakan berkawan secangkir minuman Sunggung banyak kebakaran hutan Membuat asap tak karuan Nama : Muhammad Ridho Hidayat Buang sampah sembarang tempat Membuat aromanya sangat menyengat Semua orang suka mengumpat Karena memilih ajaran sesat Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa pakai palu baja Jika kamu ingin makan pedas Jangan lupa bumbu merica Jika kamu pergi ke dusun Jangan lupa membawa beras Jika kamu merasa pikun Jangan lupa burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

keras Jika kamu hendak melamar Jangan banyak tulis di hapus Jika kamu merasa lapar Mari makan indomie rebus Bunga melati bunga mawar Ditanam orang dihalaman Jika sakit hati ditawar Maka hati ini menjadi tidak nyaman Beras ketan warnanya hitam Dicampur santan enak rasanya Walaupun kulitnya hitam Namun suci hatinya Gunung merapi gunung singgalang Ditengahnya daerah lasi muda Jangan bingung dan jangan bimbang Mari kita bersenang ria Dingin hari saat ashar Angin puting seperti pusar Kalau ingin jadi pintar Disiplin diri saat belajar Buah manggis buah mangga Diletakkan dimeja dan disuguh Bila kamu ingin membanggakan orang tua Belajarlah dengan sungguh sungguh Sate madura milik pak kadir Untung tak ada modal tak tersisa Bila ini sudah takdir Janganlah kamu putus asa Nama : TSAMARA KHAIRUNNISAH Kodok di danau melompat-lompat Dari batu ke batu dilewatinya Jika tak ingin rezeki diembat Ayolah kita berusaha Pohon beringin besar batangnya Membuat ngeri pejalan kaki Jika kau sudah kaya Janganlah engkau lupa diri Gedung besar pencakar langit Langir terbelah dibuatnya Masa lalu jangan diungkit Rindu dia aku jadinya Rendang makanan khas padang Coto makanan khas makassar Jika ingin hidup tenang Janganlah kau berbuat onar Berkunjung ke bukit lampu Pemandangannya indah sekali Jagalah baik-baik lisanmu Jika kau tak ingin dibenci Orang kaya bernama tukimin Ia jujur dan baik hati Berusahalah sebaik mungkin Agar tak menyesal di hari nanti Bunga mawar berwarna merah Sedap dicium juga dipandang Tenangkan hati hilangkan amarah Marilah kita bersenang-senang Langit malam berhiaskan bintang Bulan bersinar dengan terangnya Jadilah orang yang penyayang Pastilah banyak orang yang suka Anak kesasar di tepi jalan Ku coba untuk menolongnya Jangan berfokus pada kegagalan Karena hanya bersifat sementara Jalan-jalan ke tepi pantai Sambil melihat laut yang indah Rajinlah belajar agar pandai Hidup jadi tenang terasa berkah NAMA :HURIYATUL HANNA Jalan-jalan ke Pariaman Jangan lupa beli satenya Jika ingin hidupmu aman Berperilakulah sewajarnya Malam-malam beli pisang bakar Sekali gigit nagih rasanya Pak Irwan Prayitno Gubenur Sumbar Pastilah Ikasmantri yang punya Ke toko buku beli pena Yang jual namanya Akhtar Uni rancak mau kemana Biar sini uda yang ngantar Jalan-jalan ke Bukittinggi Jangan lupa beli sanjai ujang Bila kamu suka membenci Pasti tak ada orang yang sayang Baju batik Smantri berwarna merah Cocok dipadu dengan rok abu-abu Apabila hidup kamu terarah Pastinya kamu jadi orang maju Makan sate pakai ketupat Tambah kerupuk enak benar Jika burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

prestasi meningkat Janganlah kamu malas belajar Ke Silungkang pergi bertamasya Disanalah kota penenun Dimanakah Smantri berada Tentu saja di Gunung Pangilun Dingin dingin makan nasi sop Tambah kerupuk gurih rasanya Kenapa Smantri bisa ngetop Karena Pak Ramadhan kepseknya Makan rujak enak rasanya Makin mantap ditambah jambu Alangkah manisnya adinda Bila mau jadi pacarku Waktu liburan telah tiba Liburannya ke kota Padang Jangan kamu berkata cinta Tak ada guna bila tak sayang Nama:Putri Baidah Bintang bersinar terang Lebih terang sinar rembulan Ketidakadilan harus ditentang Mari kita suarakan kebenaran Merah putih disekelilingku Semarakkan hari kemerdekaan Lekas maju wahai bangsaku Lanjutkan perjuangan para pahlawan Ada singa yang terluka Jatuh tersungkur terkena pan ah Kita bangsa yang beretika Mari berhenti saling memfitnah Putri cantik bergaun merah Duduk angkuh di atas singgasana Bila disinggung janganlah marah Kontrol emosi cobalah bijaksana Bu Sinta kakinya patah Tertimpa dahan rambutan Bila engkau orang yang tabah Jangan mengeluh hadapi cobaan Kupu-kupu bersayap hijau Hinggap sebentar di atas tanah Kabar burung hendaklah ditinjau Jangan sampai menjadi fitnah Air sirup rasanya manis Kurang manis tambahkan gula Bila gagal jangan menangis Bangkit lagi dan terus mencoba Buku tulis bersampul biru Halamannya kosong tak berisi Kita ciptakan hal baru Terus berkarya dan berinovasi Permadani berbentuk hati Terbentang di depan perapian Kemenangan jadi lebih berarti Bila dicapai dengan penuh perjuangan Kotak besi dibuka Didalamnya ada emas berlian Tujuh puluh dua tahun kita merdeka Perjuangan pahlawan jangan disia-siakan Nama: Salsabila Vanesa Pergi ke pasar naik motor Membeli intan permata Bila semua berakhir Jangan menyerah sampai disana Buah rambutan buah nangka Rasanya manis sedap dimakan Kalau iman melekat didada Muka manis,laku pun sopan Boneka beruang berwarna coklat Cantik sekali rupanya Kalau ingin selamat dunia akhirat Rajinlah beribadah kepada-Nya Jalan jalan ke Semarang Jangan lupa membeli lumpia Kalau anda memang sayang Jangan berpaling dari dia Bunga mawar berwarna merah Kalau dicium harum baunya Orang tua jangan disanggah Kalau disanggah celakalah hidupnya Beli kue dirumah Siam Untuk mencuci di pagi hari Jangan pernah merasa dendam Kalau ingin selamat dikemudian hari Pagi hari duduk di teras Paling enak membaca koran Kalau ingin menjadi cerdas Jadilah orang yang rajin Bermain bola di lapangan Lari pemanasan satu putaran Janganlah menjadi arogan Orang arogan tak memiliki kawan Jalan jalan ke pasar minggu Jangan lupa membeli baju Kalau sedang bertamu Jagalah perilaku Kotak pensil berbentuk bulat Ada pena didalamnya Kalau anda ingin selamat Jangan pernah melupakan-Nya NAMA : VIOLA JULIA AZIZAH Anak ayam beranak sepuluh Didalam kandang berwarna biru Belajarlah dengan sungguh sungguh Agar besar tercapai cita citamu Pagi pagi kepasar itik Pulangnya membawa ketumbar Wajahmu begitu cantik Membuat hatiku berdebar debar Naik pohon sambil memanjat Anak ayam diatas dahan Kalau hidupmu hendak selamat taatlah kepada perintah tuhan Jalan jalan ke negri taiwan Tidak lupa membawa kerang Kalau kamu menjaga lingkungan Hidupmu akan menjadi tenang Anak orang dipadang panjang Kalau berhenti macet dijalan Jangan pernah meninggalkan sembahyang Karna nanti akan dipertanggung jawabkan Pergi kesawah membawa duku Pulang senja membawa papan Kalau ingin berkenalan denganku Bicaralah engkau dengan sopan Warga ungu kesukaanku Kalau bisa dibagi dua Senang rasanya berkenalan denganmu Karna parasmu membuatku jatuh cinta Duduk dilantai dekat tanaman Bersimpuh memegang lidi Jangan bangga atas kekayaan Jika itu bukan milikmu pribadi Disamping rumah ada mawar Disiram satu mati semua Jika kamu rajin belajar Insyaallah akan mendapat juara Kebukittinggi membawa batik Ditengah jalan berjumpa oblong Jika kamu berparas cantik Janganlah berniat untuk sombong Nama : NABIILAH AUDESIA sore-sore menyiram bunga bunga disiram tampak segar rajin-rajinlah berolahraga agar tubuh menjadi bugar Tali temali menjadi satu bila diikat berdempetan waktunya indonesia bersatu agar tercipta kedamaian Anak kembar berkacamata mengenakan tas berbahan kain Janganlah katakan cinta Jika cuma ingin bermain-main Makan nasi goreng dengan acar Makannya jangan terlalu cepat Gunakan waktu dengan benar Biar hidupmu bermanfaat Bajumu seharum mawar Kulitmu seputih susu Hidupku terasa hambar Jika tanpa kamu disisiku Masjid raya atap bergonjong Ditabur warna keemasan Mari kita bergotong-royong Karna itu tercipta kedamaian Rambutnya sehitam kopi Obatnya sepahit jamu Hidupku amat sepi Kalo ga ada kamu Mulutnya setajam pisau Ketika didengar sangat menyakitkan Bila hati terasa risau Sejukkanlah dengan al-qur'an Panas-panas makan pepaya Beli pepaya dikedai ranti Walaupun kamu ada yang punga Tapi aku selalu menanti Pagi pagi awan cerah Cerah nya disinari mentari Jangan suka marah-marah Nanti tidak ada yg menyukai SMA N 4 SUMBAR Nama : Irvan Maulana Jalan-jalan ka candi Borobudur Kok panek naiak lah oto Assalamualaikum bapak gubernur Apo kaba pada hari nanko Anak rantau pai ka Jakarta Taruihkan jalan ka Cibubur Ikolah kami baru baraja Mohon dukungan bapak gubernur Dek hujan tibolah badai Bataduah badan di kayu aro Niaik dihati bia nak sampai Dalam doa sampaikan juo Dari solok nak ka Salayo Taruihkan jalan ka Ambun Pagi Marilah dunsanak kasadonyo Basamo mambangun nagari Naiak kapa ka ujung Lampuang Bajalan kito ka tapian mandi Ikolah kami generasi kampuang Satulus hati bari mambari Kamuniang di tangah balai Samakin hari samakin tinggi Kok baniaik jadi anak pandai Jadilah anak nan babakti Ilalang tumbuh di padi nan sarumpun Barami rami kito ka baruah Mari kito babaleh pantun Parintang hati pahalau rusuah Gadih minang manih jo rancak Bundo kanduang sanang jo makmur Kito barado di Sumbar nan rancak Buah dari perjuangan bapak gubernur Lembah harau di Payakumbuah Rabahkan badan di rumah tuo Dimalah hati indak karusuh Sabanta lai kito lah bapisah pulo Burung bangau di tapi sawah Batamu padi nan sadang mudo Baganti tahun karajo sudah Nan apak gubernur lai dihati juo SMA N 5 PADANG Nama : Debra Fortuna Sunarsan HS Sungguh elok Siti Nurbaya Berbudi baik sopan dan santun Betapa senangnya hati saya Mengikuti lomba kreasi pantun Naik perahu ke seberang Hati hati mendayung sampan Rajin belajar dari sekarang Agar sukses di masa depan Bunga melati indah berjajar Selalu dijaga dan diurus Belajar bukan sembarang belajar Belajar yang tekun dan serius Jalan jalan ke pantai purus Bertepatan pada hari selasa Inilah kami generasi penerus Siap berguna bagi bangsa Pergi ke warung membeli ketumbar Di tengah jalan uangnya hilang Betapa bangganya warga sumbar Melahirkan generasi yang gemilang Hari raya kedatangan tamu Tamu disambut dengan ketupat Jangan sia sia kan waktumu Untuk hal yang tidak bermanfaat Kalau ingin menanam pohon jarak Jangan ditanam di tanah yang tandus Pergaulan bebas semakin marak Jangan sampai kita terjerumus Anak kecil belajar menggambar Gambar diberi warna hijau Jikalau kamu orang sumbar Jagalah nama baik minangkabau Habis padi dimakan hama Membuat petani jadi panik Marilah kita bersama sama Membuat sumbar lebih baik Pergi ke pesta memakai kebaya Pesta diadakan akhir pekan Cukup sekian pantun saya Salah kata mohon dimaafkan Nama : Fahmiza Yufajri upacara dilapangan jangan lupa memakai dasi senang hati menerima undangan undangan dibalas dengan kreasi Terik matahari menyinari Memekarkan bunga nan wangi Ketika hati telah mati Tak akan pernah teringat illahi Butiran salju yang sejuk Satu-persatu mulai berjatuhan Jika hati tak lagi merasa khusyuk Perbanyaklah membaca Al-qur’an Elok rupa intan permata Banyak orang yang tertarik Karena hidup sementara Lakukanlah yang terbaik Merdu bunyi suara jangkrik Jangkrik bertengger di kayu tua Cantik rupa memang menarik Cantik akhlak lebih mulia Makan roti pakai mises Roti dimakan bersama teman Bagaimana akan sukses Belajar saja bermalas-malasan Dari mana datang berita Kalau bukan dari media Dari mana datangnya cinta Kalau bukan dari si dia Jauh burung berkelana Pulangnya ke sarang juga Jika pemimpin bijaksana Rakyat hidup makmur sentosa Jika hendak pergi berburu Jangan lupa membawa nasi Bagaimana indonesia akan maju Kalau masih banyak tikus berdasi Di lautan ada karang Di perbukitan ada sawah Dari dulu sampai sekarang Indonesia yang terindah Ibu-ibu pakai kebaya Bapak-bapak pakai sepatu Meski banyak negara adidaya Indonesia tetap nomor satu Disemak-semak ada buaya Buaya lari ke perkampungan Indonesia banyak suku dan budaya Masyarakat hidup rukun berdampingan Nama : DWIYANA FLORA OCEANY pucuk merah daunnya rimbun Subur tumbuhnya di halaman Izinkan saya bermain pantun Pantun berisi pengajaran marilah kita ke pasar Ke pasar disiang hari Marilah kita belajar Agar sukses dikemudian hari pergi merantau ke merauke Perginya naik pesawat Terlalu sibuk bermain hp Sampai lupa kerjakan salat terbang tinggi si burung elang Hinggap diranting kayu mati Baik budi orangpun sayang Orangtua pun bersenang hati kali bagi tambah dan kurang Serta menulis dan membaca Jasa gurtu tidak akan hilang Tidak akan lupa selamanya bunga mawar berwarna merah Tumbuhnya di halaman Janganlah kamu marah-marah Orang pemarah tak punya teman pergi ke sawah menanam padi Perginya dengan berjalan Gapailah ilmu tinggi-tinggi Karena berguna dimasa depan bunga mawar bunga melati Indah tumbuhnya di halaman Jika kamu ingin dihormati Berbahasalah dengan sopan ke tepi pantai berjalan-jalan Berjalan-jalan disore hari Hormati guru sayangi teman Itulah anak yang berbudi pergi tamasya ke kota cianjur Perginya naik bendi Tanamkan sikap jujur Karena sikap yang terpuji buah kedondong buah semangka Enak rasanya manis sekali Jauhi rokok dan narkoba Tandanya pelajar yang berprestasi festival pantun tingkat SMA Di pantai padang diadakan Sekian pantun dari saya Salah dan khilaf tolong dimaafkan Nama : Wida Nasti Yuliken Sungguh elok menanam padi Padi ditanam di dalam hutan Sengaja kami datang kemari Untuk mengikuti pantun spontan Senang memancing di dalam kolam Ikannya dapat langsung di masak Dari awal saya ucapkan salam Salam teruntuk pada bapak Jika kayu dapat diukur Tentu buahnya bisa dimakan Karna bapak seorang gubernur Tentu kami punya harapan Hari rabu ke Malaysia Jangan lupa membeli baju Dirgahayu Republik Indonesia Semoga tetap bersatu Di Indonesia banyak pejabat Menggunakan baju berwarna merah Negara dikatakan hebat Bila tak ingin lupa sejarah Sang saka merah putih Tampak indah melambai-lambai Milikilah jiwa yang bersih Agar tujuan Indonesia, tercapai Jangan suka makan mentimun Mentimun itu banyak getahnya Jangan suka duduk melamun Melamun itu tiada gunanya Kalau ingin memakan ikan Hati-hati ada tulangnya Sudah lama saya impikan Untuk berkreasi di depan anda Letakkan buku di dalam tas Tas berada di lemari kaca Karna waktu yang membatas Sekian dulu dari saya Jika ingin pergi ke medan Jangan lupa membeli jamur Hari ini kami ucapkan Selamat datang Bapak Gubernur Nama : RINI RAMADHANI IRDAS Malang nasib kerbau pedati Hari-hari cambuk diayun Tak terkira senangnya hati Ikut membudayakan kreasi pantun Sungguh indah wujud galaksi Hanya satu yang daku suka Besar harapan lolos seleksi Jadi lima terbaik pertama LINGKUNGAN Eloklah sangat rupa gadis sunda Tak kalah eloknya rupa gadis minang Bila lingkungan kita jaga Sehat badan hatipun riang Badak bercula tanduk dimuka Mencari makan sungguh bersabar Sampah sudah terbagi tiga Tempatkanlah ia dengan benar Gemulai lenggok si tari cewang Diperankan si gadis desa Walau ilmu tinggi menjulang Tak peduli lingkungan, apa gunanya?

PENDIDIKAN Enak rasa buah semangka Dibeli di pasar baru Tuntutlah ilmu sampai negri cina Agar masa depan tidak kelabu Emas berkilau di dalam peti Peti disimpan didalam goa Bila baik budi pekerti Sampai mati dikenang jua AGAMA Hari lebaran makan ketupat Ketupat dimasak di sore hari Jikalau engkau tidak sholat Nerakalah yang akan menari Betapa lincah si anak rusa Situ di panjat sini di lompat Bila selesai menunaikan puasa Sucikanlah diri dengan berzakat PENUTUP Ke hutan mencari kayu api Sambil berjalan membawa kapak Sekian pantun dari saya ini Semoga berkesan di hati bapak Nama : OLZA HIDAYATI PUTRI Menari serentak ikut irama Dalam menari jangan melamun Undangan bapak saya terima Turut serta budidaya pantun Burung gagak burung rajawali Ditembak liar disanksi hukum Pantun ini saya awali Dengan ucapan Assalammu’alaikum Solok rawan tabrak beruntun Jadi tontonan khalayak umum Saya pemula dalam berpantun Ada salah harap dimaklum Nonton teater pertunjukan kera Kera menari berbaju baja Sumbar maju dan sejahtera Dipimpin Pak Irwan yang bersahaja Memang seru jadi anak kembar Dipanggil adek dipanggil abang Jika anda datang ke Sumbar Disambut hangat tari gelombang Jalan-jalan ke Danau Kembar Mobil dijalan mati mendadak Belum bisa dibilang orang Sumbar Kalau belum mencoba gulai cubadak Senja hari tempat Pak Mamat Nikmati senja sambil berdendang Makan siang kurang nikmat Kalau belum dicampur Rendang Jalan-jalan ke Tanah Datar Tiba disana membeli gorengan Saya bangga tinggal di Sumbar Kota hijau, bersih lingkungan Bunga mawar bunga melati Tumbuh indah hatipun senang Lomba ini saya ikuti Semoga bisa jadi pemenang Indonesia penuh budaya Budaya terhubung dengan alam Sekian pantun dari saya Saya tutup dengan wassalam Nama : M.Farhan Fadillah Bajalan mamakai kaki Bajalan jo sopan santun Saya dari smanli Bausaho mambudayakan pantun Maimbau urang basorak Urang basorak kanai foto Ambo bapasan kadunsanak Jaan tinggaan adaik kito Ado manang ado kalah Yang pantiang kito bausaho Daripado kito mancari masalah Babuek baiaklah kapado sasamo Urang koto makan cimangko Cimangko dimakan sampai abih Bapasan awak tuak basamo Padoman lah urang yang di bawah Urang gaek pai baralek Baralek disinan ado samba lado Sumbayanglah lai dunsanak Daripado urang nan manyolatan beko Amak mambali bareh Bareh dibali sagantang Untuak ayah nan bakureh Ingek lah bagaian untuak anak kanduang Buku gunonyo untuk dibaco Baguno untuk supayo utak jadi tarang Oi buyuang jan baparagakan Harato Karano itu Manyakikan hati urang Urang gaek pai karajo Tibo disinan babuek baiak Bagarah sasuaian samo situasinyo Jan sampai Hati urang talibaiak Di pagi hari ado ambun Ambun tajadi pado malam hari Kalau bagarah jan makan kawan Karano satiok kito punyo hargo diri Urang kini sok tren Padahal Gayonyo alai Oi sanak jan malu punyo ranggaek miskin Karano Urang kayo alun tantu sananglai Nama : Ilhan Badzlin PEMBUKA Makan makan di restoran Sayurnya ada ketimun Terima kasih saya ucapkan Mengundang saya ke festival pantun KEMERDEKAAN Matanglah buah semangka Hatiku jadi gembira Indonesia telah merdeka Seluruh rakyatpun gembira KEMERDEKAAN Kejadian yang tak kusangka Pohon manggaku banyak benalu Indonesia telah merdeka Tujuh puluh dua tahun yang lalu JENAKA Indahnya bunga selasih Bila dilihat tak jemu jemu Mari kita bersih bersih Sebersih cintaku padamu NASIHAT Jalan jalan ke sumenep Jangan lupa membeli salep Orang sekarang tak bias diharap Tampang baik hati berkurap KASIH SAYANG Anak rusa jatuh ke rawa Dibantu oleh anak kuda Kasih sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa NASIHAT Mana mungkin ada buaya Jika tidak ada rawa Mana mungkin hidup bahagia Jika tak hormat pada orang tua NASIHAT Kayu cendana di atas batu Setelah diikat bawa pulang Hidup di dunia emang begitu Sifat yang buruk harus dibuang NASIHAT Hari rabu memetik kelapa Airnya segar pelepas dahaga Hormatilah orang tua Agar bias masuk surga PENUTUP Minum susu dengan papaya Pepayanya masaklah belum Sekian sepuluh pantun dari saya Saya ucapkan assalamualaikum SMA N 7 Padang Nama : Muhammad Andes Lamak lauak dibuek pepes Tabuek banyak masuak rantang Bacolah pantun karangan Andes Taubah hati manjadi sanang Sanjo tibo mato lah barek Mak kenek sadang maukua Jikok mudo tolonglah giek Nyampang gaek sanang maikua Alek rami nagari gantiang Gandang ditapuak pupuik badendang Kok jujur mandarah dagiang Tuhan manjamin jalan nan lapang Hari paneh bamain layang Ditonton kambiang indak babulu Karajo kareh razaki takambang Batambah santiang sholat dahulu Rabah rangkiang rumah gadang Parintah penghulu nan bakarajoan Sabana santiang gadih minang Pakai baju kurang bahan Ngarai sianok mamikek hati Sadang maliek ula manyemba Hiduik hancua narako mananti Kalau mudo mancubo narkoba Jam gadang dipanjek baruak Baruak diusia kadalam samak Rakyat mambaci tuhan mangutuak Dek korupsi nan talamak Banyak bukik nagari agam Mato mancaliak indaklah bosan Adaik malarang agamo pun haram Bujang jo gadih nan bapacaran Lamak bareh nagari solok Bacampua gulai dari santan Tanago takureh badanlah sambok Maikuik kawan cubo tawuran Banyak santiang karo di Baso Tapi ado karo nan gilo Kalau awak suko baduto Ndak bakawan itu hasilnyo Bundo santiang mambuek randang Dimakan jo dendeng lambok Sabana sajuak mato mamandang Kalau sumbar indak basarok Lauak sapek lamak dipangek Sapeknyo habih kuah bacucuik Kalau dapek masalah barek Urang bailmu ndak kan takuik Nama : Nadia Eka Putri Indriani Burung garuda burung paling indah Lambang sakti Indonesia raya Jangan hiraukan letih dan lelah Untuk kebahagian di hari tua Pergi tamasya ke raja ampat Jangan lupa bawa baju Ayo belajar dengan giat Untuk kejayaan di masa depan mu Jalan-jalan ke pasar raya Singgah sebentar membeli kail Jika kamu ingin berkarya Mulai lah dari hal yang paling kecil Main air di tepi telaga Jangan lupa lihat bayangan Kalau kamu seorang pendusta Pasti tidak disenangi kawan Pergi ke stadion menonton bola Lihat semen padang lawan arema Ayo buang sampah pada tempatnya Agar hidup sehat dan sejahtera Awan tebal angin kencang Gabak hitam pertanda hujan Kalau bicara jangan lancang Nanti tidak disenangi teman Ke pasar membeli emas Pilih-pilih jangan sampai berkarat Lanjutkan kemerdekaan dengan tegas Karena pejuang-pejuang hebat Pagi hari duduk di teras Sambil lihat pemandangan yang luas Kini kita dapat tertawa puas Karena pahlawan-pahlawan yang ikhlas Sang saka merah putih berkibar Tampak elok dan rupawan Semangat kami terus berkobar Untuk engkau wahai pahlawan Pantai padang ombaknya landai Sudah bersih lagi indah Jangan dendam dalam hati Agar kamu diridhoi Allah Cepat bangun lekas mandi Jangan lupa gosok gigi Kalau kamu anak yang berbudi Orang tua patut disegani Kalau minum es kelapa muda Enak ditambah dengan gula Selamat dirgahayu Indonesia Semoga lebih sejahtera dunia ini bukan tujuan pantang mundur meskipun hancur cepat-cepat lah pergi makan kalau kamu sudah lapar langit biru tertutup awan ada batu di tengah taman Suka membantu, banyak teman sudah pandai sangat sopan layang-layang panjang ekornya terbang tinggi di angkasa dengar lah wahai anak muda ilmu adalah cahaya dalam jiwa Nama : Dion Marcellino Sungguah rancak anak daro Diarak kampuang samo bendi Bialah bansaik jo harato Tapi jan bansaik jo budi Pai balimau ka pariaman Singgah sabanta ka subarang Doakan denai pai bajalan Untuang elok nasib dirantau urang Jikok pandai bakain panjang Piliah kain sasuai ukuran Kok hiduik dirantau urang Tagak diadaik jo aturan Mancari pitih dirantau urang Untuang nasib kok capek kayo Tunjuakkan awak sebagai anak minang Sopan santun tolong dijago Usah main bahuru-huru Beko lupo pai sumbayang Basaba mandeh dahulu Lai taragak badan nak pulang Mancaliak sawah jo kabau Kabau hilang kasia batanyo Alangkah baiak kito kasurau Dunia akhiraik ka panggantinyo Yo rami urang ka surau Dari mudo sampai yang tuo Salamaik pagi Minangkabau Alah lamo indak basuo Cindua manih cindua dalimo Cari nan rancak kaadaannyo Adiak nan kamek siapo namo Kok lai buliah denai batanyo Ka bukittinggi di hari rayo Pulangnyo pai ka koto Apo kaba sanak sadonyo Untuang sehat kaba barito Tangah hari pai ka rimbo Tabaok ladiang nan maja Cukuik salam pantun ambo Ambo ketek jolong baraja SMA N 9 PADANG Nama : Irvan Maulana tumbuh lebat pohon zaitun Dimakan oleh presiden Jokowi Sangat menarik festival pantun Menambah minat siswa dan siswi Jernih airnya sungai duku Banyak nelayan pergi memukat Orang yang rajin membaca buku Pasti banyak ilmu yang di dapat Pagi hari meminum jamu Sambil diminum dengan kudapan Jangan malu menuntut ilmu Karena berguna bagi masa depan Rumput bergoyang terkena angin Tumbuh mekar sekuntum rampai Bercita – citalah setinggi mungkin Dengan kerja keras akan tercapai Petani ke sawah membawa cangkul Ladang yang luas disinari mentari Jika hidup hanya ingin bergaul Alamat susah dikemudian hari Tinggi dilihat gunung tandikat Melintas tinggi burung merparti Bukan hanya pintar dan hebat Harus punya budi perkerti Enak rasanya jajanan pasar Lebih ternama makanan minang Tidak berguna bersikap kasar Hanya membuat diri menjadi sombong Sorak sorai bunyi di hari raya Tentu harus tetap di kenang Hidup indah dengan budaya Dengan agama menjadi tenang Kayu dibakar menjadi arang Ramai orang pergi kepasar Untuk apa ketempat orang Lebih indah wisata sumbar sungguh luas kota padang Tempat bermain orang kaya Andai saya bisa menang Menangis haru kekasih saya SMA N 10 PADANG Nama : Regita Putri Azhari Kota Padang kota tercinta Teluk bayur pelabuhannya Jawab salam saya wahai saudara Semoga Allah merahmati kita Pasar raya sampai kuranji Dari transmart sampai pantai padang Kalau lah ada waktu lagi Boleh lah kita lah makan rendang Buah bengkuang buah mangga Singgah sebentar di kota Solok Minangkabau patut berbangga Punya baju basiba nan elok Dari Padang ke Solok Sitinjau lauik jalannya Perempuan minang sungguh elok Bila memakai baju basiba Hari jumat hari barokah Marilah kita salat jumat Rajin-rajinlah beribadah Supaya mendapat syafaat Hari raya telah tiba Marilah kita makan sarden Kota Padang ibukota kita Dapat adipura dari presiden Burung merak burung merpati Terbang jauh ke angkasa raya Hati-hati dengan hati Dari jauh jadi cinta lamang tapai di pasar raya Dimakan pakai bungkus Hidup jangan riya Pahala jadi hangus Bukittinggi ada jam gadang Kota padang ada simpang tinju Sumatera barat ada rendang Jangan sampai mau diadu Rangkiang tempat padi Rumah gadang tempat bermufakat Sekian persembahan kami Semoga saudara dapat manfaat Nama : Muhammad Taufik Putra Rabiandra Makan nasi kapau jo kalio dagiang Iyo lamak bana rasonyo Pak Hatta yo lueh kaniang Yo lueh pulo pengetahuannnyo Pergi ke pasar ketemu dewi Pulang dari pasar ketemu dinda Wahai anak bangsa kaula muda Lestarikan alam cintai negeri Sungguh cantik gadis minang Tampak anggun dengan baju basiba Jasa pahlawan perlu dikenang Berkat mereka kita merdeka Si Dewi nan paliang rancak Si Dinda nan paliang temok Randang yo nan paliang lamak Tambah lamak jo bareh solok Malam malam mambali bakso Jan lo lupo bali kue lapan Kini yo lah tibo masonyo Padang tigo ratuih ampek lapan Hari sanjo pai baraun Tibo dijalan basobok pono Kini padang alah 348 tahun Samoga jayo kamukonyo Pai ka lapau mambali banang Eh kironyo jarum alah talupo Iko lah tuan dari minang Tuanku Imam Bonjol lah namonyo Jalan jalan ka Kota Semarang Sampai disinan naiak bemo Rumah gadang sambilan ruang Itu khas minang nan tanamo Pai ka jawa naiak kapa tabang Ka pulangnyo wak naiak oto Bujang marantau yo tradisi kito Pulang untuak mambangun nagari Kanai patuih nyo tagang-tagang Sudah tagang nyo takalok Sungguah rancak alamnyo takambang Ditambah pulo urangnyo elok-elok Nama : Rojaa zahratul fitrah jalan-jalan ke singgalang Pulang dari sana membawa cerita Rumah adat minangkabau rumah gadang Rumah adat kebanggaan kita disekolah belajar bersama-sama Belajar agar dapat bekerjasama Adat kita menjunjung tatakerama Mari kita jaga bersama pulang kampung kunjungi keluarga Dalam rangka rayakan hari raya Orang minang patut berbangga Punya rendang yang mendunia pergi lomba hendaklah menang Namun kejujuran tetaplah diutamakan Songket mahakarya dari minang Yang harus terus kita lestarikan tetaplah semangat untuk berkarya Hasilkan karya sepenuh jiwa Indonesia tetaplah jaya Kupertahankan dengan seluruh jiwa rajinlah membaca buku Agar banyak ide untuk berkarya Dirgahayu indonesiaku Semoga terus berjaya Si mimin akan tertawa Jika ia merasa gembira Pahlawan akan kecewa Melihat pemuda sibuk berhuru-hara menuntut ilmu ke australia Pada indonesia tempat kembali jua Merah putih bendera indonesia Lambang keberanian kesucian jiwa sungguh harum bunga melati Melati ciptaan sang ilahi Orang tua haruslah dihormati Agar hidup diberkahi tersenyumlah ketika gembira Agar hidup lebih bermakna Kejujuran haruslah dipelihara Agar menjadi orang yang berguna Nama : Fuadianti Fortuna Orang menari tak sekedar hentak Tarian juga harus berirama Bagaimana pembohong tidaklah banyak Jikalau jujur hanya tinggal nama Daun lontar tumbuh lebat Dibawahnya tumbuhlah melati Orang pintar memanglah hebat Namun tiada abdi tak ada arti Jikalau roda tengah melaju Hitunglah omega sudut lebih dulu Bagaimana padang kita bisa maju Jikalau hanya dimabuk kemasyuran masa lalu Menumbuk kunyit untuk jamu Sisanya untuk dimasak gulai Buat apa orasi cari ilmu Sedang sekolah hanya mencari nilai Kalau dijual sebuah sebuah kemeja Kan ku beli tanpa banyak cakap Negeriku dimana kaum muda banyak dimanja Sedangkan kaum tua banyak berharap Ketika rambut kotor ayo keramas Rambut dicuci dengan tangan Kaum muda adalah generasi emas Namun kenapa hanya dimabuk kesenangan Hidup selalu mengaku nelangsa Padahal emas ada satu gudang Syukur ku pada Tuhan yang Esa Atas keindahan alam Kota Padang Langit biru cantik warnanya Dihiasi awan terlebih lagi Jikalau jujur tiada lagi rasanya Untuk apa ingin jadi berbudi lagi Berenang pelan ikan mas mama Di air tenang lebih pelan lagi Kekalahan haruslah kita terima Lalu pelajari agar tak jatuh lagi Sungguh cantik warna pelangi Apalagi dilihat saat pagi Malas haruslah kita perangi Agar tak jadi bodoh lagi SMA Pertiwi 2 Padang Nama : Reicha Anggraini Usai sudah bulan Ramadhan Tidak lagi kita bangun sahur Kini kita telah bermaafan Dikemudian hari hidup menjadi akur Daun siriah alah manjulang Diambiak urang pangisi carano Kok buyuang kini lah gadang Lah patuik pulo bagala pusako Payakumbuah di limo puluah koto Pariaman tadapek angso duo Kini uda lah jadi sumando Tapi masih manjadi mamak juo Seutai senyum adalah awal persahabatan Silaturahmi adalah jembatan kekeluargaan Jika kita ingin bermaaf-maafan Tidak perlu menunggu bulan Ramadhan Sebelum menjadi beras bernama padi Setelah ditanak menjadi nasi Beribu-ribu hari kita disini Esokan hari kita kan beranjak pergi Waktu itu kita berpapasan Saya lupa member senyuman Karena masih dalam suasana lebaran Maaf dan salah mari dilupakan Kelok 44 menuju ke Maninjau Kelok 9 melewati jembatan yang indah Sekali-sekali cobalah tinjau Bersilaturahmi dengan datang ke rumah Samba randang rasonyo lamak Samba lado tanak badaso makannyo Kini buyuang pangganti mamak Tolong labiah elok dari yang sabalumnyo Suara petir sampai ke bumi Hujan pun tak kunjung berhenti Dalam hidup kita haruslah berhati-hati Jika ingin bahagia kekal dan abadi Rukun Islam ada lima Rukun iman ada enam Berhati-hatilah dalam berumah tangga Agar senantiasa damai dan tentram Nama : Muhammad Iqbal Fuadi Di hari Minggu pergi ke balai Ke balai melihat si dia Selamat kepada kedua mempelai Semoga hidup aman bahagia Buah asam namanya ceremai Buah manis namanya salak Hiduplah aman dan damai Agar bahagia di akhirat kelak Paling enak buah mangga Lebih enak buah pepaya Hari ini kita berjumpa Belum tentu besok bersua Bertanam padi di tengah sawah Tanamlah dengan jarak yang ditentukan Kalau ada khilaf atau salah Mohon maaf saya ucapkan Makan roti memakai selai Roti dimakan bersama si Ulan Sebelum sidang akan dimulai Marilah kita membaca basmalah Ke pasar raya membeli panah Jangan lupa mengajak si Rara Jadilah pemimpin yang amanah Agar rakyat makmur sejahtera Begitu banyak gadis yang singgah Wajahnya cantik bagaikan permata Hari ini kita berpisah Untuk mengejar cita-cita Si Mita duduk di kursi Sambil menggaruk-garuk kulit Kalau kita punya rezeki Sedekahkanlah walau sedikit Pak Raden bertubuh mungil Karena dia kurang gizi Kalau kita ingin berhasil Kembangkanlah kompetensi sejak dini Jalan-jalan ke ramayana Sambil membeli sebuah sepeda Kalau kamu anak bijaksana Maka jauhilah narkoba SMA Adabiah 2 Nama : SALMA MALINY Pergi kepasar beramai-ramai Tujuannya membeli soto kari Masih kecil rajin mengaji Supaya besar menjadi dai Baju distro jelek bahannya Sekali dipakai lansung melebar Bermimpilah setinggi-tingginya Karena mimpi tidak dibayar Ibu minah jangan lupa sholat Sholat zuhur 4 rakaat Kalau kita rajin shalat Allah SWT pasti melihat Bapak Tono Ibu Nina Punya anak namanya Sania Doakanlah mama dan papa Biar jadi anak soleha Jalan-jalan ke pulau Sirandai Ingin melihat penyu disana Betapa Indonesia begitu indah Mebuat bangga hati Lidiana Pergi kekuburan untuk melayat Hati masih remuk rajanya Hidup di dunia biar beradat Agar tahu sopan santun jadinya Dari Jakarta menuju ke Malang Jauh sangat perjalanannya Belajar yang rajinlah dari sekarang Biar masa depan sukses nantinya Naik delman duduk sampig pak kusir Kudanya jalan tuk tak tik tuk bunyinya Jika anda ingin ke Mesir Bekerja rajnlah agar banyak duitnya Bunga melati harum baunya Bunga mawar cantik warnanya Murid sejati banyak ilmunya Bakal mengabdi nusa dan bangsa Nama : INDAH REZKI AULIA PUTRI Beringin di tepi kolam Buaya bersarang dibawahnya Hati ingin hendak belajar Orang tua saying melepaskannya Jika pergi ke tanah datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah dengan sungguh-sungguh Masuk toko membeli kain Kain batik buatan Tasik Jika engkau banyak bermain Kepada ilmu tidak tertarik Cari lebah bersarang besar Jangan tersengat racun berbisa Kalau anak sudah besar Jangan melawan kepada orang tua Anak-anak main layang-layang Mainnya di tanah lapang Kalau hati sudah riang Jangan lupa ke Padang panjang Burung nuri burung dara Terbang ke angkasa setinggi-tingginya Jikalau anda ingin berguna Hormatilah kedua orang tua Liana pergi ke gurun laweh Pulang-pulang membawa buah pir Mencari ilmu janganlah lelah Itu kewajiban semenjak lahir Pergi ke pasar bersama-sama Tujuannya membeli kelapa muda Bermimpilah setinggi-tingginya Insyaallah Allah mengabulkannya Jalan-jalan ke kota Semarang Jauh sangat perjalanannya Belajarlah dengan rajin dari sekarang Biar masa depan nantinya tertata Nama : PUTRA RAMADHAN Bang joko merah pipinya Terlihat oleh para saksi Saya terima undangan lombanya Semoga saya lulus seleksi Pahit rasanya air keran Air keran diminum kadal Untuk apa kita pacaran Marilah kita tingkatkan amal Jinak-Jinak burung merpati Burung merpati didekat taman Sungguh sakit rasanya hati Melihat kamu gandengan tangan Beli Daging dipasar loak Dipasar loak suasananya ramai Melihat polisi membawa kecoak Teroris datang meminta damai Uang ilang didalam saku Ketika mau membeli jamu 5 kata ajaib dariku I LOVE YOU BUAT KAMU Kerumah nenek memakan mihun Mihun dimakan enak rasanya Kuucapkan selamat ulang tahun Semoga kamu sehat selamanya Slamet mencuri barang antik Barang antik berupa motor Untuk apa berwajah cantik Tetapi sering berkata kotor Butet pergi untuk wawancara Wawancara terjadi didekat sawah Perkenalkan nama saya putra Anak yang baik dan juga ramah Pak Camat Membawa keranjang Keranjang dibawa kepasar solo Sungguh kasihan melihat sibujang Temannya pacaran dianya jomblo Makan nasi sambil mengupil Upilnya jatuh kedalam nasi Ini kakek orangnya jail Selalu menggoda nenek seksi Nama : Muhamad iqbal Beli anggur ke took nana Ambil kaset kerumh dglan Wahai wanita cantik disana Bolehkah kita berdua berkenalan Beli stikers ambil pena Beli anggur di toko adam Kawan kita mau kemana Karena hari sudah malam Gagah sungguh si pulau metawai Riak berlabuh mendaki dermaga Eloklah kukuh ubah perangai Supaya orang tua menjadi bangga Anjing saya di kejar-kejar Beli bakso sama mangga Sebaiknya kamu rajin belajar Agar orang tua bangga Saat menikah mengucapkan sah Teman saya bernama bangga Perbanyak lah kita beribadah Agar diterima di surga melukis dengan paman dino Tidak lupa memberi war na Tirulah sikap irwan pratyitno Yang adil,jujur,dan bijaksana Ada hidung ada mata Ada nina ada nino Sungguh menawan gubernur kita Yang bernama irwan pratyino kepasar beli manggis Kekampung ketemu sama paman Hey adek yang manis Ayo kita menuju ke plaminan banyak bunga ditaman Hanya satu yang kupetik Banyak gadis menawan Hanya kamu yang cantik pergi tasmaya ke pesisir selatan Sangat terkenal sulam bayangnya Jadi siswa haruslah sopan Kepada orang tua berbaktinya Nama : M.BINTANG ABIYYU Pergi belanja ke pasar pagi jangan lupa membeli tebu jadilah anak yang berbakti agar mudah mendapat ilmu ambil parang menebas buluh jangan lupa buang miang nya belajarlah dengan sungguh-sungguh agar indah masa depan nya Ranah minang tanyah sirah Pergi ke sawah dengan pedati Tetap berpegang hukum kitabullah Walaupun zaman silih berganti Mendayung sampan ke tengah danau Sambil menyelam menagkap lokan Malam bersilat didepan surau Agar adat tetap dilestarikan Pahat batu buat berhala Batu diasah jadi akik Terima azab dari yang kuasa Apabila menjadi musyrik Pergi kehutan mencari lebah Asapi sarang ambil madu nya Sering-sering lah bersedekah Bersih harta dapat pahala Ikan todak ikan lemadang Berenang masuk dijerat jala Pergi ke mesjid sudahlah jarang Minta kehendak pula masuk surga Masak kolak kasih pandan Makan siang dengan sayur lodeh Kalau tujuan hendak ke painan Singgah sebentar ke puncak mandeh Air putih rasanya hambar Dikasih sirup baru berasa Tau siapa gubernur sumbar Irwan prayitno lah namanya Pergi libur ke teluk bayur Melihat beruk memegang tongkat Terima kasih bapak gubernur Membuat Sumbar menjadi hebat Nama : ANDREA AZZAHRA Kain katun dibuat baju Baju pengantin untuk disewa Kalau kamu merasalucu Kamu tentu boleh ketawa.

Pergi kepasar mengendarai mobil Jangan lupa mengisi bensin Jika kamu ingin berhasil Tuntutlah ilmu setinggi mungkin. Minum escampur pakai selasih Tanam talas tanam padi Jika kamu ingin berterima kasih Jangan lupa balas budi. Panas” minum es belewah Siang” makan ikan bawal Teruslah berusaha jangan menyerah Kepada Allah-lah kita bertawakal. Jika kukumu yang panjang Potonglah kukunya bukan jarinya Jika perselisihan yang datang Potonglah egonya bukan hubungannya. Jual beli baju bekas Tempat jualnya dipasar loak Jika hati tidak ikhlas Amal ibadah jadi tertolak.

Ke Jakarta naik pesawat Jangan lupa membawa oleh”nya Tetaplah kita menjadi sahabat Sampai ajal menjemput kita. Tangan kanan tangan kiri Keduanya sedang memegang kartu Bintang bersinar dimalam hari Sahabat bersinar setiap waktu. Pisau dapur pisau belati Gelap gulita mati lampu Yang hidup pastilah mati Takkan hidup sepanjang waktu.

Buah duku tidak berbiji Jangan ditanam ditanah liat Kalau kita rajin mengaji Pasti selamat dunia akhirat. Nama : TARIFA MAIRAHMAH Burung merpati burung kakak tua Paruhnya penuh dengan makanan Wahai engkau yang ada di sana Apakah boleh kita berkenalan Ke Debesto membeli sadas Pedasnya tidak bisa berkata Jika muridnya tumbuh cerdas Guru hanya bisa berbahagia Gulai jantung gulai kemumu Yang dimakan mama dan papa Anak baik hormati guru Harus berbakti pada orang tua Jalan jalan ke Aia Haji Tiba di sana memakan ketan Jika kia rajin mengaji Pasti akan disayang Tuhan Ke Pariaman naik kereta Naik mobil ke ke Payakumbuh Kalau ingin menggapai cita-cita Belajarlah dengan sungguh-sungguh Si Ale pergi ke puskesmas Berobat pakai kartu sehat Jangan kamu merasa cemas Kalau salah segera bertaubat Makan sambil main uno Main uno bersama si Atun Beliau Bapak Irwan Prayitno Gubernur Sumbar suka berpantun Kakek Nana naik motor Naik motor lupa nomornya janganlah suka berbuat kotor Kalau kotor kurang imannya Pergi liburan ke Amerika Sambil melihat patung liberti Wahai para wanita Indonesia Jadilah Ibu yang sejati Menanam kelapa di Pulau pisang Tinggi pohonnya lebat buahnya Anak dipangku kemenakan dibimbing Hukumnya bersandar di kutabullah Nama : Shakti Pramudika Mulyono Buah mangga buah kelapa Buahnya segar sangat nikmat Kita hidup harus beragama Agar hidup tidaklah sesat Melihat pemandagan dikota padang Terpana akan anggunnya adinda Pendidikan itu sangatlah penting Pentingnya untuk generasi muda Sarang garuda dipohon beringin Dipohon beringin hidupnya garuda Irwan prayitno sangatlah tampan Ketampanan beliau tiada duanya Pergi bertemu saudara dimakasar Disana jangan membuat gaduh Jika ingin dipandang pintar Belajarlah dengan sungguh sungguh Cantiknya daun bunga tanjung Sangat harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Indahnya adat dan budaya indahnya tutur kata sitampan sungguh tenang suara merdunya sangat baik hatinya irwan irwan prayitnolah orangnya pria itu baik hatinya kebaikannya terlihat di mataku irwanprayitno arif bijaksana kebijaksanaanya cirri khas beliau gadis itu berwajah indah terpana akan anggunnya adinda padang kota yang ramah karna tutur kata masyarakatnya kepadang mampir kebukitpadang jangan lupa membeli kelapa pantai padang begitu tenang dibawah rindangnya pohon kelapa pancingan dilepas oleh nelayan ikannya banyak senang hatinnya terimakasih kepada bapakirwan indahnya padang dimata dunia Nama : Haekal Ramadhan Pisang emas dibawa berlayar Masak sebiji di atas peti Hutang emas boleh dibayar Hutang budi dibawa mati Pagi makan kuaci Sorenya makan coklat Tuhan allah yang mahasuci Jangan dilupakan setiap saat Simamat belibubur Pulangnya bawa tepung sasa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Kemaren kepulau bukum Pulangnya membeli buah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di kitabullah Main bola masuak kasamak Dari samak kahalaman Dari niniak turun kamamak Dari mamak turun ka kamanakan Abang yonglex pergi sunat Di temani sama tasya Di hari libur melepas penat Dengan berlibur dan bertamasya Abang afif main disawah Tiba di sawah minum jamu Rajin-rajin bersekolah Agar bisa menuntut ilmu 8) Si dzaky perutnya kembung Karna sering makan ketan Rajin-rajinlah menabung Untuk bekal di masadepan Petir bukan sembarang petir Petir menyambar rumah sililis Bentar lagi uasakan hadir Ayo persiapkan alat tulis Sirin pergi sekolah Di sekolah bertemu eti Rajin-rajinlah beribadah Sebelum ajal menanti Nama : Siti Nurhadila Kelapa muda kelapa tua Kedua kelapa jauh berbeda jika durhaka pada orang tua Hanya mereka tempat yang ada Pergi ketoko membeli buku Sedang dijalan ditusuk kaca Jika ingin banyak ilmu Jangan bosan untuk membaca Pohon pepaya berbuah-buah Masing-masing buah dibelah tiga Rajin beribadah masuk surga Rajin maksiat masuk neraka Anak ayam pergi kerimba Tiba dirimba dimakan serigala Jangan suka mengadu domba Supaya damai hidup bersama Burung bangau berwarna putih Putih satu putih semua Jika ingin sekolah bersih Buanglah sampah pada tempatnya Bawang merah bauh kemiri Bumbu masakan untuk hari ini Sungguh senang melihat hari ini Melihat senyummu telah kembali Pergi berkunjung kerumah teman Sambil memnawa buah jambu Jika ingin punya banyak teman Jangan segan saling membantu Adek kecil pandai memanah Anak mewarisi sifat orang tuanya Siapa gubernur yang amanah Tentu Irwan Prayitnolah orangnya Terus berjalan walau gemetar Berjalan sambil membawa buku Irwan prayitno gubernur sumbar Untuk sumbar yang lebih maju Buah nangka dibelah tiga Nangka dibelah jari tertusuk duri Irwan Prayitno teruslah berkarya Walau berduri jalan yang kau susuri Nama : Shanny Pilochutari Ambil uang dalam saku Untuk membeli banyak makanan Rajinlah kamu membaca buku Agar sukses di masa depan Pergi ke pasar dengan teman Jangan lupa membeli kapas Jaga tanaman jaga lingkungan Agar kita dapat bernafas Pergi sekolah jangan telat Agar bisa melihat mayang Hancurlah kamu di akhirat Tidak ibadah tidak sembahyang Ambil rambutan dengan galah Rambutan harus dibidik tepat Jangan malas pergi sekolah Agar ilmu banyak didapat Pergi jalan ke ragunan Jangan lupa melihat badak Jagalah bumi dan tanaman Untuk anak cucu kelak Pergi ke kedai membeli cuka Cuka dibeli murah harganya Gubenur Sumbar paling kusuka Irwan Prayitno lah orangnya Ara kecil bermain tanah Bermain tanah dengan si Lala Jangan lupa kita beribadah Agar Allah memberi pahala Pergi ke pasar membeli kaca Kaca dibeli untuk mertua Banyak ilmu banyak membaca Agar tenang di hari tua Jalan ke pasar dengan Dino Jangan lupa membeli cawan Pria bernama Irwan Prayitno Gubernur Sumbar baik menawan Masak ayam pakai merica Merica dibeli oleh si Kamal Qur’an dibawa untuk dibaca Menambah pahala menambah amal Nama :Nanda Permana Putra Kerumah andi sambil berlari jangan lupa ke danau toba sayangi diri kita sendiri dengan cara menjauhi narkoba Beli jeruk ke kota bangkok jangan lupa membawa rian tidak da guna merokok karena itu membawa kematian Ambil foto untuk kenangan fotonya ditaman sakura jangan bakar hutan sembarangan agar jauh dari polusi udara Pergi kejawa membeli jamu pergi keriau membeli pena jagalah kesehatan badan mu dengan menerapkan 4 sehat 5 sempurna Buah mangga dimakan kadal kadal makan diatas koran jika ingin badan yang ideal perbanyak lah makan sayuran Makan indomie pakai kerupuk makan dipiring berwarna merah jangan biarkan sampah menumpuk agar terhindar dari demam berdarah Beli kolak beli tape pergi beli ke pantai kuta jangan sering mainkan hp untuk menjaga kesehatan mata Baju merah baju putih dipakai untuk pergi kebukit perbanyaklah minum air putih untuk menghindari segala penyakit Pergi liburan dihari jumat jangan lupa membeli wol jika ingin hidup selamat jauihi minuman beralkohol Belok kekanan kerumah anan belok ke kiri kerumah hidayat hati hati memilih makanan tidak semua makanan mengandung khasiat Nama : Fachri Ananda Sebelum pergi ke Pulau Dewata Jangan lihat dua ekor kera Kalau ingin dapat cinta Rayulah dia dengan mesra Kalau suka makan ketimun Jangan lupa makan tape ketan Jangan suka sering melamun Nanti bisa kemasukan setan Kita berjuang untuk Nusa Agar bangsa bisa merdeka Jangan suka berbuat dosa Nanti bisa masuk neraka Alangkah lezatnya buah mangga Terasa manis asam buahnya Jika kita ingin masuk surga Carilah pahala sebanyak-banyaknya Dari kampung membawa buah semangka Semangka hijau warna kulitnya Jangan sering berburuk sangka Kalau tidak ada buktinya Seorang anak duduk di atas bangku Sambil duduk mari berkaca Buat apa membeli buku Kalau tidak untuk dibaca Celana pakai jarum peniti Jarum peniti masuk ke kendi Wahai ibuk yang baik hati Bolehkah saya ke kamar mandi Para penjual membeli jamu Para pembeli banyak berdebat Jangan bosan menimba ilmu Karena ilmu sangat bermanfaat Bapak tua pergi ke Jakarta Untuk mencari toko peti Meski kamu jauh di mata Namun selalu dekat di hati Di taman terdapat kursi pendek Diduduki oleh si kutu buku Walaupun diriku ini jelek Banyak cewek yang suka padaku Nama : PUTRA RAMADHAN Pergi kesungai menangkap udang Menangkap udang menggunakan tangan Cuman adek yang abang sayang Yang akan menjadi calon tunangan Pahit rasanya air keran Air keran diminum kadal Untuk apa kita pacaran Marilah kita tingkatkan amal Beli Daging dipasar loak Dipasar loak suasananya ramai Melihat polisi membawa kecoak Teroris datang meminta damai Uang ilang didalam saku Ketika mau membeli jamu 5 kata ajaib dariku I LOVE YOU BUAT KAMU Kerumah nenek memakan mihun Mihun dimakan enak rasanya Kuucapkan selamat ulang tahun Semoga kamu sehat selamanya Si butet mencuri barang antik Barang antik berupa motor Untuk apa berwajah cantik Tetapi sering berkata kotor Butet pergi untuk wawancara Wawancara terjadi didekat sawah Perkenalkan nama saya putra Anak yang baik dan juga ramah Pak Camat Membawa keranjang Keranjang dibawa kepasar solo Sungguh kasihan melihat sibujang Temannya pacaran dianya jomblo Minum kopi sambil baca Koran Gelasnya jatuh terpecah tiga Menolong itu termasuk amalan Untuk mencapai kenikmatan syurga Makan nasi sambil mengupil Upilnya jatuh kedalam nasi Ini kakek orangnya jail Selalu menggoda nenek seksi Nama : BIMA NANDA PRATAMA Buah anggur diluar pagar Diambil satu oleh pak somat Makanlah makanan yang segar Agar tubuhmu menjadi kuat Buah kurma rasanya manis Kurma dibeli oleh mama Adek kecil yang berwajah manis Perkenalkan nama saya bima Di bawah kasur ada jangkrik Jangkriknya lari ke kaki mutia Jangan tertipu dengan wajah cantik Karna cantik belum tentu setia Anak Pak RT namanya komar Komar bekerja sebagai pembuat cuka Senang hati adek di kamar Karna dapat hadiah yang dia suka Si budiman bandar narkoba Narkoba disimpan dalam arang Hidup jahat janganlah dicoba Karna jahat dibenci orang Bang marco si raja judi Tempat judinya sangat jauh Sungguh malang nasib si budi Dagangannya habis karna terjatuh Pergi kepasar membeli pisau Pisau dibeli kena tangan Bang farhan janganlah risau Karna jodoh ditangan tuhan Pohon Kelapa Tumbuh dipantai Setiap batang banyak buahnya Jika kamu hidup bersantai-santai Maka hidupmu tiada gunanya Ditepi sawah makan donat Donat dimakan dengan fanta Jika kamu mulai berkhianat Maka selesailah hubungan kita Induknya sapi bapaknya banteng Anaknya kecil belang warnanya Bang syamsul wajahnya ganteng Tapi sayang banyak panunya SMA KRISTEN KALAM KUDUS Nama : SIFRA REBEKA WARUWU Ke Bandung beli baju Ke Ambon beli lentera Mari bangun sikap terus maju Agar hidup damai sejahtera Hari senin beli labu Hari selasa beli mangga Hormati ayah ibu Supaya besar upah di surga Pergi ke pasar beli celemek Pulang dari pasar beli nangka Jangan suka mencontek Agar tidak masuk neraka Ke Makassar lihat gajah Pulangnya beli minum Taat pada peraturan sekolah Pasti tidak akan kena hukum Buah mangga buah rambutan Buah jeruk buah manggis Jangan suka buat keributan Agar hidup tidak dramatis Pergi ke Tanah Abang beli pelampung Pulangnya beli sarikaya Mari belajar rajin menabung Agar besar nanti jadi kaya Jalan-jalan ke Kalimantan Di Kalimantan beli daun talas Jangan suka menumpuk pekerjaan Agar hidup tidak malas Kelinci Tuti makan wortel Kelinci Rina melompat-lompat Anak baik tidak bandel Besar kelak jadi berkat Malam hari anjing menggonggong Pagi harinya dikirimin buah pepaya Jadi anak jangan suka bohong Supaya dapat dipercaya Jalan-jalan ke Batusangakar Di Batusangkar beli nampan Jadilah anak yang tekun belajar Supaya terjamin masa depan Nama : PUTRI ALLYSYA ISKANDAR Pergi ke bugis beli kaos Beli kaos sambil beli lukisan Masih sekolah jangan bolos Karna kelak takkan dibanggakan Kuda lari habis disengat sengatnya sakit dibiarkan percuma sekolah haruslah semangat agar tercapai cita-cita gugur daun pohon jambu jatuhnya sampe ke tepi rawa jangan sampai menyiakan ilmu akan menyesal dihari tua di pulau pisang ada kelapa kelapa hanyut terbawa ombak buatlah negeri kita bangga jangan jadi siswa-siswi pemberontak main catur bersama keponaan tiba-tiba lewat rusa jangan rusak masa depan dengan hal-hal yang tidak berguna hewan cantik kupu-kupu ditangkap si beruang kutub jangan menyia-nyiakan nasihat guru sebelum dikenai azab Mentari terbit di timur Terbenamnya lewat barat Mencari ilmu janganlah tertidur Agar pelajaran tidak terlewat ayam goreng rasanya nikmat Dimakan rasanya sedap Guru datang sambutlah dengan semangat Agar belajar menjadi mantap monyet mencari kutu Kutu dimakan terasa mentah Kalau mau dikasihi guru Janganlah suka membantah pagi-pagi minum susu Susu coklat rasa manis Belajar janganlah kaku Karna ilmu tak pernah habis Nama : Jeffrey Hidayat Sore-sore mau jalan-jalan Jalan pun banyak yang berlubang Jangan suka ugal-ugalan Nanti kamu masuk ke jurang Makan snack duduk di taman Melihat bunga yang bermekar Kalau kamu belum punya pengalaman Banyaklah kamu belajar Pohon Jati pohon Jalar Batangnya bisa dipotong Kalau kamu tidak belajar Otaknya kosong belompong Dibalik pintu ada sapu Bersihkan rumah sekarang juga Kalau kamu dipanggil si kutu buku Rajinlah kamu burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Anak ayam ada sepuluh Mati satu tinggal sembilan Belajarlah sungguh-sungguh Agar tidak menyesal dikemudian Naik sepeda merasa nyaman Lebih nyaman lagi naik motor kopling Kalau Bank tidak ada keamanan Banknya nanti masuk maling Disana ada tukang cukur Rambutnya dirapikan hingga rapi Kita harus selalu bersyukur Rajinlah beribadah setiap hari Ada persawahan luas Dibajakpun menjadi subur Jangan cepat merasa puas Belajarlah agar negeri makmur Dua tiga buku baru Empat lima masuk hitungan Kalau dapat teman baru Teman lama jangan ditinggalkan Betapa besarnya jasa petani Merawat tanamannya dengan sungguh-sungguh Kerjakanlah soal itu dengan teliti Agar kamu mendapat poin sepuluh SMK SEMEN PADANG Nama : MISYA LOVINDA Sungguh indah bunga cempaka Harum semerbak dalam jambangan Jawablah salam pembuka kata walaupun tak sempat berjabat tangan Jalan-jalan ke pulau sumatera Ada kota namanya padang Saya ingin jadi juara Dari SMK SEMEN PADANG Ada anak jalan bertiga Di tengah jalan bercanda ria Kita ini sangat bangga Menjadi anak Indonesia Kakak ke kedai membeli halia Ibu memesan membeli laksa Jadilah insan berhati mulia Baik hati berbudi bahasa Hati-hati menempuh jalan Karena itu pilihan hidup Rajin-rajin baca al-qur’an Al-qur’an itu pedoman hidup Ada anak berbeda bangsa Berbeda bangsa berbeda bahasa Jadilah engkau pemimpin bangsa Rakyat makmur adil sentosa Pengemudi kapal namanya nahkoda Sungguhlah elok budi bahasanya Belajar rajin wahai ananda Supaya jadi penerus bangsa Buah durian buah duku Dibeli oleh ibu imu Rajin-rajin membaca buku Karena buku gudang ilmu Raba-raba bunga malu Teraba duri sakit rasanya Bila hidup tiada malu Apa guna hidup selamanya Jalan-jalan ke pulau bali Singgah sebentar di pantai kuta Jika kamu warga Indonesia asli Pasti Indonesia akan kamu cinta SMA Pembangunan Laboratorium UNP Nama : Ilham Ramadhan Pagi hari membaca Koran Sambil minum the Hargailah teman yang berkorban Karena itu bukanlah hal yang mudah Pak Somat membuat batu bata Sambil duduk di depan pagar Rawatlah lingkungan kita Supaya bias merasakan udara segar Ada kancil main dengan buaya Sambil menggigit sebuah kain Jika diri kita dalam bahaya Mintalah pertolongan kepada orang lain Si yogi suka sekali dengan budaya Apalagi kalau budaya dimekah Jika kita ingin menjadi kaya Rajin-rajinlah bersedekah Dihutan banyak kera Keranya suka memanjat Kalau kau ingin juara Belajarlah dengan giat Jalan-jalan kesawah Ditengah sawah ada ular mati Jika ingin punya rumah mewah Bekerjalah dengan sepenuh hati Ada banyak tupai ditaman Tupai ditembak hingga mati Jika kau ingin banyak teman Jadilah orang yang rendah hati Jalan-jalan kerumah Yoga Si Yoga memberi kerupuk kuah Jika kau ingin masuk surga Rajin-rajinlah beribadah Si Yoga sedang menjahit Sambil makan nasi ketan Jika tidak ingin sakit Maka jagalah kesehatan Tanam padi diladang Pariaman Jangan lupa diberi pupuk Jangan benci pada kawan Ambil baiknya buang yang buruk Nama : Vania Sapitri jangan sembarang membuang sampah sampah mencemari lingkungan kita orang minang terkenal ramah tamah indah dan elok budi bahasanya painan terkenal dengan keindahannya indahnya bukan kepalang mari membudayakan membaca agar kita menjadi insan cemerlang padang ibu kota sumatera barat jakarta ibu kota indonesia janganlah melakukan maksiat agar hidup tidak sengsara duduk bersantai di pagi hari sambil makan ketupat belajar jujur dari dini sudah besar dipercayai masyarakat pergi berlibur ke hongkong perginya di siang hari janganlah engkau suka berbohong nanti orang tidak percaya lagi jalan-jalan ke pariaman singgah dahulu di pantai kata kalau ada teman berbuat kesalahan kita harus memaafkannya buk sri suka makan sirih sirih dimakan setelah berbuka mari menjaga lingkungan tetap bersih agar iman didada dapat terpelihara bapak memperbaiki atap rumah atap rumahnya yang berlobang jadilah anak yang ramah supaya banyak disayang orang ke carocok di siang hari pulangnya membawa karang jika lingkungan sekolah hijau dan asri hati senang belajar pun riang kapal berlabuh membawa barang barangnya batu bata jangan suka menyakiti orang nanti kita kena batunya Nama : Dimas Surya Naik jenjang berkelok-kelok sambil memegang pisau belati Kalau kita berolok-olok Bagai bicara tak punya arti Berolahraga pakai sepeda Pulangnya larut sekali Kalau tak pandai di rantau sana Bagaikan rumput dimakan sapi Ada sepatu kulit sapi kulitnya belang depan belakang kalu kita ingin di hargai janganlah suka memfitnah orang Pergi kehutan membawa dama dama nya jatuh kedalam kali kalau kita cinta agama pasti surga telah menanti Pisau dapur tajam ujungnya dibelah nangka langsung terbelah menganiaya diatas dunia maka itu dibenci ALLAH Pagi- pagi pergi kepasar beli lobak dan beli tomat kalau kita banyak bersabar yakinlah kita pasti selamat Ada kusir diatas kuda kudanyaberlari ke Selatan sering - seringlah kita berdoa pasti Allah mengabulkan Anak ayam dikejar kejar induknya marah berlari lari rajin rajinlah kita belajar untuk masa depan kita nantik Nenek nenek gigi nya ompong gara gara memakan padi kalau kita berlagak sombong akan merugikan diri sendiri Naik kuda belang kaki singgah ke kedai beli garam kalau kita banyak berbudi hidup selamat damai dan tentram SMA NEGERI 13 PADANG Nama : RAHMAH MARLENI Daun selasih daun cendana Dibawa tuan dari tanah zaitun Terima kasih dari ananda Pada Pak Irwan yang mengadakan lomba pantun Sampaikanlah bunga pada tolan Dengan hati terbuka serta luhur Mari bangga dengan kemampuan Serta jangan lupa sikap jujur Rambahlah batang si kayu jati Menebas lembut penuh santun Ananda datang sepenuh hati Melihat pak gubernur berbalas pantun Ambai-ambai di dahan mahoni Menjulur batang ke daun rimbun Tak sampai kawan saya sakiti Saya hanya peserta lomba pantun Pak Irwan datang dari Pakistan Pak Mahyeldi balik dari Bukittinggi Mari kawan kita sebarkan Pentingnya hati bersaluk budi Indah nian Si Pulau Mentawai Tak kalah pula dengan Sunda Kelapa Tak usah kita bercerai berai Mari bersatu dalam Pancasila Pak Azwarman kepala SMA tiga belas Buk Erma Bahar guru sejarahku Dengan iman semua kan jadi selaras Dan keteguhan sanubari tingkah laku Negeri Thailand banyak mengenang Kata orang negeri seribu pagoda Duhai kawan cintai budaya Minang Agar kita bisa bersaing dengan dunia Dari Padang berlayar ke Pekanbaru Hendak jumpa Pak Arsyadjuliandi Mari kita belajar dengan gaya baru Agar menjadi generasi mandiri Pulau Mandeh jauh di Painan sana Pulau Angso Duo dekat di Pariaman Sekian sepuluh pantun dari ananda Kalau tak berkenan mohon maafkan Nama : MONA LISYA Jalan-jalan ke kampung kuno Jangan lupa bawa uangnya Terima kasih Pak Irwan Prayitno Atas kesempatan lomba pantunnya Pergi tamasya ke Kota Padang Jangan lupa membeli peniti Kalau ingin berbicara panjang Jangan sampai lukai hati Beli lemari ke Tanah Abang Jangan dinda tunggangi rusa Kalau kamu ragu dan bimbang Jangan lupa berdoa pada yang kuasa Kalau Anda beli pena Pilihlah warna hitam Kalau Anda cinta agama Cintailah agama Islam Empat ditambah empat sama dengan delapan Ditambah dua sama dengan sepuluh Lihatlah diri akan dibungkus kain kafan Biar tidak lupa sembahyang subuh Pergi sekolah membawa ransel Ranselnya berisi peralatan Kalau kamu sedang sebel Jangan lupa selawatan Makan keripik di tepi pantai Keripiknya jangan sampai basah Kalau kamu lagi santai Jangan lupa bersedekah Beli cawan ke Kota Pakan Jangan lupa titip oleh-olehnya Mari kawan kita biasakan Membuang sampah pada tempatnya Ikatlah tali di pohon jati Talinya berwarna merah Duhai kawan jagalah hati Agar kamu tidak mudah marah Duduk santai sembari meramu Tak sadar ada yang datang Kalau kamu cinta ilmu Jangan lupakan masa mendatang Nama : ERID HABIBILLAH SEPTIAWAN Daun salam daun karuku Dimasak urang jo gulai kambiang Di lua lai Nampak elok laku Tapi subananyo suko bagunjiang Merah putih warna benderaku Burung garuda kebanggaanku Sampai ke ujung dunia ku menuntut ilmu Untuk mensejahterakan negaraku Di langit tempat ku untuk menatap Di laut tempat ku untuk bercerita Walau hidup terus berharap Hanya berharap untuk bahagia Luasnya laut kan ku renangi Tinnginya gunung akan ku daki Walaupun hidup hanya seperti mimpi Akan kubuat jadi kenyataan lagi Berkicaunya burung camar Seakan memberi kabar Seluruh tubuh terasa gemetar Karena bangsaku membuat onar Setiap detik waktu berlalu Tidak akan bisa untukku ulang Walau hidup terus terasa malu Maka belajarlah dari sekarang Di air aku selalu berkaca Kepada angin aku berbicara Kenapa negara ini jadi berbahaya Karena rakyatnya kurang sejahtera Awan hitam menyelimuti bumi Bertanda badai akan menghadang Jika hidup terus terobsesi Terobsesilah pada masa yang akan datang Jika terbang tinggi melewati angin Melayang-laayang seperti elang Apa gunannya jabatan setinggi mungkin Jika akhirnya hanya menjadi pecundang Dari dasar laut terlihat indah Dihiasi gelembung yang berkibar Walau hidup terlihat seperti sampah Maka bangkitlah menjadi bersinar Nama : YUDA ADRIANTO 1# Pantun perkenalan Beginilah asal sumur di ladang Rupanya cobaan datang beruntun Kami berasal dari SMA N 13 Padang Datang kesini untuk lomba ber pantun 2# pantun budi TumbuahSicerek di tapi banda Kolau rabah tolong tagakkan Ambo ketek baru baraja kalau salah Minta tolong tunjuak kan 3 # Pantun Nasehat.

Mau makan baca lah bismilah Juga baca Alquran dan berdoa Karena kita anak sekolah Jauhilah tauran dan narkoba 4 # Pantun kritik sosial Sabana padiah raso kaki Bamain bola ditapi banda Sadiah kini raso nyo hati Maliek harago barang maha2 5 # Pantun Agama Jalan jalan sambil tamasya ke Brastagi Walaupun diPadang Panjang ada Dufan Walau hari raya idul adha sebentar lagi Mari lah kita saling bermaaf maafan 6 # Pantun karakter Rumah kayu lambang daerahku Ditengah hari gerimis datang Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

kemerdekaan bangsaku 17 Agustus Kamis mendatang 7.# Pantun nasib Balam ko kuruih lalok di papan Balam dituntun maadok i lawan Badan ko kuruih bukan tak makan Dek mamikiakan pantun ala pak Iwan 8 # Pantun budi Bagatah Siatai bungo siatai Kinilah kambang bungo sitawa Lah tacacah jangguik kalantai Namo manusia basifat gawa 9# Pantun perpisahan Kalau ada timba betuntun Boleh lah kita bawa mandi Kalau ada lomba berpantun Boleh kita berjumpa lagi 10 # Pantun harapan Di papua ado buruang cendrawasih Di sinan lautnyo pun bagalombang Pk Irwan prayitno banyak terima kasih Samoga kami bisa jadikan pamanang SMA N 14 PADANG Nama : Andika mahesa saputra Sma 14 sekolah adiwiyata Terletak di pinggir sungai kawan jauhi narkoba Biar badan lebih bohai Indarung bukit karang putih Sanagt indah dilihat petang Kalau tuan sedang bersedih Berkunjunglah ke pantai Padang Pergi kepasar beli Koran Belinya di kota Padang Biar penampilan kayak preman Yang penting rajin Sembahyang Cewek padang pedagang bebek Perginya sering kepasar minggu Biarlah berwajah jelek Tapi sering buat cewek-cewek menunggu Alangkah indah melati putih Enak sekali dipandang mata Ayo teman kita bersih-bersih Supaya indah pantai kita Kantin sekolah tempat belanja Ramai siswa beli kentaki Kalau kita bertegur sapa Menjalin silaturahmi Pohon belimbing rasanya asam Tumbuh indah di rumah saya Jangan lihatkan muka yang masam Agar anda lebih bersahaja Buah durian buah manggis Kedua buah enak rasanya Helo penonton yang manis-manis Dengarkan saya berpantun riya Anak hiu mati didarat Dihempas ombak sampai ke Bali Kalau hidup ingin beradat Budi jangan dijual beli Jalan raya Padang Indarung Jalan belok pergi ke gadut Kalau anda suka bermenung Wajah anda tambah berkerut Nama : Arif Hidayat Efri Masak gulai lado tanak Jangan lupa beli mentimun Didiklah akhlak anak-anak Biar mereka menjadi santun Selasa balai Bandar buat Minggu Balai Indarung Generasi muda jangan lupa shalat Untuk Akhirat bisa beruntung Bunga melati bunga mawar Kedua bunga sangat menawan Adik manis tertawa lebar Nampak gigi seperti cendawan Ikan sisik gurih rasanya Apalagi digulai pedas Kalau kawan baik bahasanya Jangan bicara keras-keras Pantai carocok di Painan Ayolah kita pergi ke sana Kalau sayang dengan badan Jagalah diri dari Narkoba Kalau berkunjung ke rumah teman Jangan lupa bawa oleh-oleh Hai kawan mari berbimbing tangan Persatuan dapat kita peroleh Tiap hari makan agar-agar Dimakan anak sambil berenang Ayo kawan rajin belajar Supaya ayah dan ibu senang Rumah bagonjong Sumatera Barat Kebanggaaan rang Minang Kabau Mari jadi orang beradat Kemana pergi tidak merisau Kalau pergi tempat pak lurah Jangan lupa bawa keranjang Jika niat pergi ke Mekah Mari menabung dari sekarang Air sungai mengalir deras Banyak orang mencuci kain Jadi orang pekerja keras Lebih beruntung dari yang lain SMK N 2 Padang Nama : FAJRI MAHDI Naik Onta pakai jubah Di jubahnya ada PIN Dari pada sendirian dirumah Marilah kita pergi bermain Dijalan ketemu cincin Cincinya malah masuk jurang Dari pada kita pergi bermain Lebih baik dengar alunan dendang Pak RT lagi bergadang Istrinya malah lagi melamun Kalau kamu ingin berdendang Marilah berdendang dengan pantun Pergi kepasar sama buk tutun Di jalanan ketemu domino Kalau kamu inggin berpantun Mari berpantun dg Irwan Prayitno Ada stiker tulisanya Carano Disampingnya ada yang berdiri Dari pada pantun Irwan Prayitno Lebih baik kita berkreasi sendiri Sekeluarga ikut tabrakan beruntun Yang selamat cuman si salmi Kalau kita ingin berpantun Bautlah pantun nuansa Islami Pak uyun anak nya Tomi Tomi anak nya buk Maya Kalau kamu bilang islami Aku jadi pengen bertanya Pergi ke kali lempar batu Batunya kena kepala buk maya Baiklah kalau mau begitu Aku persilahkan bertanya Sitatan lagi banyak gaya Pas bergaya ketelan lalat Kalau begitu saya bertanya Apakah kamu rajin Sholat?

Si soleh pergi sholat Jumat Pas dijalan bertemu markonah Memang saya tidak rajin sholat Tapi saya cinta dengan ALLAH Si mamat anaknya buk Lurah Lagi sholat dengan sahabat Kalau kamu cinta dengan ALLAH Cobalah rajin sholat dan sholawat Si udin Jalan-jalan pagi Pas dijalan ada keranda Saya ingin bertanya lagi Apa arti islam menurut anda?

Ada hewan namanya Kutu Kutunya ada yang punya Kalau kamu bertanya itu Ya jelas islam agama saya Belalang makan belalang Makanya buah semangka Pernahkah kamu terbayang Gimana bentuknya NERAKA? Si Wati adiknya si Kaka Si Kaka lagi pegang gendang Kalau kamu tanya NERAKA Saya akan sholat dari sekarang Si messi masuk ke gawang Pas digawang ada pesawat Kalau kamu ingin sembayang Jangan lupa zikir dan sholawat Pergi kebandara lihat pesawat Ada pramugari lagi menganyam Jangankan zikir dan sholawat Al-quran pun akan jadi pedoman Di Kerajaan ada Ratu Di rumah ada Taman Pertahankan prinsip seperti itu Syukur alhamdullilah dijalankan Beli besi udah berkarat Belinya dengan Buk Rugaya Terima kasih wahai sahabat Atas semua kebaikan dan saranya Ikan hiu banyak serat Ikanya punya pak sanaf Hanya itu pantun yang saya buat Kalau ada kurang mohon maaf Nama : Zahwatul Khairy Dari seberang padang pergi ke pasar Ingin membel ibuah mentimun Kalau hatimu sedang gusar Mari kita mendengar pantun Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal Sembilan Dengar pantun dengan sungguh Pasti kamu dapat pelajaran Pergi ke pasar beli kuini Beli kuini tempat buk retno Alangkah senangnya hati ku ini ikut pantun spontan ala bapak Irwan prayitno Dari mana hendak ke mana Dari tapan ke indra pura Kalau boleh saya bertanya Sumatera barat siapa gubernurnya Muaro Lasak Indah pantainnyo Mamandang Pulau si anso duo Kalau itu nan dunsanaktanyo Tantulah Bapak Irwan rayitno jawabannyo Layang layang terbang melayang Putus talinya si ekor panjang Orang padang rajin sembahyang Karena pimpinannya di sayang orang Dari sianok taruih ka arau Di payokumbuh mambalikopi Sajak program kambali ka surau Banyak rang mudo pandai mangaji Ka pasisie mandanga rabab Rabab nyo danga dek rang mudo Sanang hati nak gadih bajilbab Mudah mudahan jauh dari doso Ramai orang pergi melayat Memakai baju gunting cina Banyak anak penghafal ayat Semoga kita terhindar dari bencana Manari piring mambaok bako Bako di baok dek anak daro Kalau buliah pinta jo pinto Pak Irwan juo Pemimoinkito Pak irwan prayitno istrinyo Bu nevi Ramah urang nyo sarato randah Hati Kok Memimpin sumbar dakmungkin lai Kok dapek iyo mamimpin NKRI Nama : MUHAMMAD REZKY AMRI Pergi Ke Pasar Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Pak Kamiri Sambil Nunggu Ayah Di Ladang Perkenalkan Nama Saya M. Rezky Amri Dari SMK Negeri 2 Padang Pergi Ke Transmart Beli Sarimi Isi Dua Lewat Sungai Terlihat Ada Angsa Kami Siswa SMK Negeri 2 Menjunjung Tinggi Martabat Bangsa Pergi Ke Jakarta Lihat Stevani Kenanga Perginya Lewat Stasiun Cikini Semua Orang Banyak Yang Bertanya Kenapa Saya Ikut Lomba Pantun Ini Pergi Ke Pasar Beli Buah Kuwini Batangnya Tidak Ada Duri Kenapa Saya Ikut Lomba Pantun Ini Karena Saya Ingin Mengekspresikan Diri Pergi Ke Sungai Ingin Membersihkan Diri Pergi Ke Sawah Sambil Membawa Nasi Kalau Kami Ingin Mengekspresikan Diri Coba Sebutkan Uneg-Unegmu Selama ini Pergi Ke Warung Naik Mobil Mini Sambil Lewat Bandar Bekali Uneg-Uneg Saya Selama Ini Kenapa Tugas Ini Banyak Sekali Pergi Ke Sekolah Bareng Si Umar Si Umar Pergi Membeli Kompor Gas Perkataanmu Sangatlah Benar Akupun Risih Karena Banyaknya Tugas Kompor Gas Dimaling Si Roni Ternyata Ketahuan Oleh Mertua Jika Tugas Selalu Banyak Begini Kapan Saya Bisa Membantu Orang Tua Pergi Ke Sturbuck Beli Cappucino Sambil Kencan Dengan Si Ani Terima Kasih Bapak Irwan Prayitno Telah Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Lomba Pantun Ini Pergi Jalan-Jalan Kesana-Kesini Tak Sengaja Injak Daun Berduri Sangat Bersyukur Dengan Pantun Ini Karena Dapat Mengekspresikan DIri Nama : Wahudaw warahmah Dengan bismillah sayan mulaikan Assalamualaikum saya ucapkan Tiada lain tujuan saya disini Berpantun akan saya peragakan Jalan-jalan ketepi pantai Jangan lupa membeli langkitang Dengan berbahasa kita pandai Maka tercipta suasana tenang Riga-riga di pulau angsa Tingkap papan kayu pergi Tinggi bangsa karna bahasa Indah tampan karena Budi Tanam mumbang tumbuh kelapa Terbit bunga pucuk pun mati Budi tuan saya tidak akan lupa Sudah tersimpan di dalam hati Bersastra dan berkarya Pastilah di diri ada salah satu Jika enggkau mempunyai karya Pasti akan menghasilkan sesuatu Jalan kepasar Bertemu Pujanggga Berjalannya menuju keujung Karya yang baik di kenang juga Orang yang membuat jadi di sanjung Pergi kepasar membeli sayur Jangan Lupa Membeli sasa Jika anda akan tergiur Maka cintailah sastra dan bahasa Jika ingin bertemu iguana Bawalah kanggung sebagai makanan Bila ingin membuat karya berguna Buat karya yang dapat dimanfaatkan Bunga mawar tumbuh kembang Disepanjang jalan rumahku Negeri kita bisa berkembang Dengan mengubah perilaku Dipasar rakyat menjual baju Juga ada menjual kangkung Bila ingin rakyat yang maju Pemerintah haruslah mendukung Nama : Muhammad Putra Makan mi di antara roda - roda Roda – roda di kejar angsa Kami adalah para pemuda Para pemuda penerus bangsa Kalau memang di kejar angsa Lempar saja dengan daun kemumu Jika benar penerus bangsa Tunjukkan lah rasa bangga mu Daun kemumu diatas paku Beli paku di rumah kang yayan Kalau kamu tak percaya padaku Beri aku Dua pertanyaan !

Jalan - jalan ke rumah kang yayan Hati – hati di jalan ada banjir Jika kamu meminta pertanyaan Hewan apa yang ada di dalam air ? Jika benar di jalan ada banjir Ambil payung ikat ujung nya Kalau hewan yang ada di dalam air Mungkin Ikan jawaban nya Beli payung beli lah yang besar Payung besar di bawa berlari Jawaban mu sangatlah benar Tapi aku akan bertanya lagi Berlari - lari dan berdansa saja Berdansa dengan burung merpati Ayo lah cepat bertanya saja Aku tidak sabar untuk menanti Bunga mawar burung merpati Biji salak buah kuini Jika kamu tidak sabar menanti Siapa nama Gubernur SUMBAR saat ini ?

Buah durian campur buah kuini Yang itu bakwan beli di Italiano Nama Gubernur SUMBAR saat ini Yaitu adalah Irwan Prayitno Makan bakwan mata berbinar Berbinar karena melihat angsa Jawaban mu memang lah benar Kamu memang Penerus Bangsa. Nama : Ali Oktari Bamacam – macam tampek di nagarai agam Yo Bukiktinggi nan paliang tanamo Pambukak pantun ambo sampaikan salam Semoga sejahtera untuk kito basamo Assallamu’alaikum Wrb.

Urang ka sawah bagala Pak tani Laki kakak padusi bagala sumando Iyo subana sanang hati ko kini Karano sato lomba pantun pak Irwan Prayitno Pai Baralek ka rumah pak Badul Pak Badul Tampak pakai kaco mato Indak banyak kecek langsuang ambo sampaikan judul Judul sabagai tema pambahasan kito Ka pasa raya mambali cimangko Sambi mangulek kacang ramang Indak lain indak bukan pambahasan awak kini ko Iyo tentang parangai bujang jo gadih anak rang minang Urang minang suko manari Manari untuk manambah kawan Cubo liek etika anak-anak zaman kini Rang gaek mangecek inyo sibuk jo HP ditangan Manjua ameh ka toko pak Rahmat Ameh dijua sabarek duo gram Indak takuik jo tuhan karano maninggalkan sholat Nan nyo takuikkan followers bakurang di instagram Bantiang tulang apak bakuli Amak dirumah makan pario Kok urang gaek sakik kareh indak paduli Kok pacar alun makan indak tangguang padulinyo Bus bajalan suko baranti Terakhir baranti di kota solok Awak Urang minang nan tanamo jo budi pekerti Jan sampai punyo bujang jo gadih ndak tau jo laku elok Ilmu mamak turun ka kamanakan Kamanakan barilmu iduiknyo sejahtera Marilah kito basamo-samo kawan-kawan Mampataba laku elok kito nan lah mamuda Saputih-putihnyo siang warna awan Kalau sore pasti bawarna jingga Iyo awak nan harus ka marubah kawan-kawan Jan sampai minang lari kabau nan tingga Hitam pakek warna arang Sahitam itu pulo hati nan indak tabah Kini awak nan mudo sabagai tungkek panagak nagari minang Jan sampai awak pulo nan mambaok rabah Sambilan bulan sapuluah hari bundo manganduang Sadolah nan takicok ndak adoh nan lamak Kaba’a juo nan gadih pasti ka jadi bundo kanduang Kaba’a juo nan bujang pasti ka jadi niniak mamak Anak Palawan bakawan jo setan Anak alim baharok ridho tuhan Sarumpamo kato papatah minang mangecekkan Indak rupo baik nan awak cari tapi budi baik nan awak inginkan Pulang haji pakai baju koko Sabalum pulang jan lupo tawaf Cukup sekian pambahasan kito Kok ado pantun nan salah ambo mohon maaf Masak gulai pakai daun salam Kirim surek pakai parangko Penutup pantun ambo ucapkan salam Semoga tambah maju nagari minang dek semangat anak mudo SMK N 8 Padang Nama : Fitri Mardhatillah Tumbuhan bakau tumbuh berjajar Tumbuh berjajar di tepi ombak pantai Bagi siapa yang rajin belajar Tentu dia pasti pandai Pergi kepasar membeli mangga Jangan lups buang sampahnya Jika durhaka pada orang tua Alangkah terhambat jalan pintu surga Urang udik gadang ota Talabiahnyo si etek kona Bukik tinggi mungkin kota wisata Tapi nan padang tetap kota tercinta Jika kamu duduk sejajar Jangan lupa diberi alas Jangan kamu malas belajar Kalau tak mau tinggal kelas Si Adik punya seribu Dibawa ke warung membeli kemumu Hormati Ayah dan Ibu Rido mereka permudah jalanmu Pak Dudung membeli bata Ternyata hitam tertumpah tinta Ini kotaku, kota kita Padang kota tercinta Berjalan ibu dengan si nyonya Tiba-tiba jatuh ke kolong Si Abang tinggi rupawan wajahnya Saat tersenyum ternyata ompong Sungguh merah bibir si nyonya Buatku ingin bertanya Gubernur gaul tak ada duanya Pak Prayitno lah satu-satunya Awalnya memang tak sayang Telah terpisah baru terasa Jangan lupa selalu sembahyang Nanti di kubur mendapat siksa Siapa hendak mencari gabus Hendaklah cari di atas di atas jerami Siapa menyapa sangatlah bagus Agar terjaga silahturahmi Nama : Nico Ramadhan Putra Marilah bekerja keras Kalau ingin beli beras Kalau sekolah janganlah malas Takutnya nanti kan tinggal kelas Aku rindu padamu Tapi jangaanlah buatku terluka Hormatilah orangtuamu Jika tak mau jadi durhaka Nasi ramesditarok di kotak Batu dipahat, jadinya retak Saya gemes, kepingin jitak Kalau melihat, kepala botak Butuh uang banyak saat genting Padahal cuma mau beli permen Kebersihan sekolah itu penting Karena kebrsihan itu sebagian dari iman Ka taplau mari ka taplau Ka taplau mambali kopi Bagurau mari bagurau Baguraunyo sampai pagi Wajahmu memang imut Bodymu kayak siput Tingkahmu membuatku salut Tapi sayang hobbymu kentut Ibu ke pasar membeli ikan Tak lupa pula membeli baju Bukannya kami melebih-lebihkan Memang kota Padang semakin maju Jikalau kamu jatuh cinta Jangan sampai pusing kepala Padang ini kota tercinta Kujaga dan kubela Jambu air manis rasanya Elok dimakan bersama yang tercinta Buanglah sampah pada tempatnya Supaya bersih kota kita Pagi-pagi mengupas pepaya Hati-hai dengan kulitnya Menjadikan sumbar berbudaya Pak prayitno punya solusinya SMK N 9 Padang Nama : Rezky Saputra Kok pai ka kabun binatang Jan lupo mambaok samba Lah panek veteran bajuang kini saatnyo kito merdeka Kok tangan panuah dek luko Lah diubek samakin hilang Lah sanang hiduik kini ko Hiduik indak di zaman parang Dari padang ka suka raja Pai baduo mambaok angsa Anak mudo rajinlah baraja Untuak jadi penerus bangsa Bapantun irwan prayitno Senyum ta unteh kalua gigi Lah santiang generasi kini ko Indak ketinggalan jo teknologi Katapi kito nan jo sampan Sampan ketek ayianyo gadang Badabuak jantuang mambayangkan Ba pantun spontan jadi pemenang Pohon rotan untuak karajinan Bungo bungo untuak hiasan Sanang hati mandangakan Wisata minang jadi dambaan Langik mambantang ka turun hujan Hitam tampak warnanyo awan Sumbar rancak Tuhan ciptakan Udaro sajuak alam menawan Kok adiak makan kuini Jan dimakan jo kulik kuliknyo Sungguah rancak sumbar nan kini Wisatanyo indah elok urangnyo Si ani manjaik kain Manjaiknyo di daerah lumpo Walau lah masuak budaya lain Budaya minang jan sampai lupo Kok rumah iyo paguno Baguno untuak dipakai anak Kito tolong pak irwan prayitno Manjadikan sumbar batambah rancak Nama : Rehan Hadi Putra Buruang balam kini lah tabang Tabang malayok ka udaro Bundo kanduang di ranah minang Elok budi nan jo bahaso Kamuning di tangah balai Tumbuh sarumpun jo kayu kalek Pantun ba pantun rang minang pandai Suaro kalua yo bana bulek Rarak kalikin dek banalu Ditutuah batambah tinggi Jadi rang minang ndak usah malu Harto pusako adaik nyo tinggi Bungo kanango ditapi jalan Dipatiak anak rang bukiktinggi Dari ketek namo dipangiakan Lah gadang gala nan ka dibari Babunyi sarunai sarato bansi Tadanga dari sanjo tadi Gadih minang nan ka dicari Bahaso elok budinyo tinggi Dari hulu ka hilia gadang Pambatehnyo aka jo rotan panjang Tasabuik nagari ranah minang Bundo kanduang limpapeh rumah gadang Panakiak pisau sirauik Siniru ambiak ka ladang Jikok hati maraso takuik ambiak udhuak baok sambayang Mandaki ka lereang gunuang singgalang Tampak nan dari muko muko Bahaso minang nan denai sayang Turun tamurun sajak dulunyo Kok jadi adiak ka pasa Balikan kain nan banyak bulunyo Lah lamo denai baraja bahaso minang nan santun bunyinyo Rangkiang nan tagak di halamannyo Badiri tagak nan salirannyo Kini lah datang gubernur kito Nan banamo bapak irwan prayitno Urang sungayang pai jo gajah nampak baiyo dek induak burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Gubernur kini yo sabana gagah Nan banamo irwan prayitno SMK N 10 Padang Nama : Rivandi Ahlal Fikri Lomba bernama pantun spontan Pantun ala Gubernur kita Memberikan khazanah pengetahuan Melestarikan cagar budaya kita Masak padi rang singkarak Masaknya berumpun rumpun Pak Irwan Prayirno yang gagah rancak Dangalah kami untuk berpantun Lomba pantun spontan tingkat SLTA Diadakan propinsi Sumatera Barat Melatih siswa menjaga fungsi kata Bertutur kata dengan hormat Irwan prayitno gubernur Sumatera Barat Membuat lomba pantun spontan Untuk melatih sisewa berfikir cepat Serta meningkatkan pengetahuan Lamak rasonyo palai bada Dimakan urang ditangah hari Mari kita berkarya sastra Mengembangkan potensi dalam diri Sungguh hitam air kopi Enak diminum sambil makan Bersabar kami untuk mengikuti Agar menang lomba pantun spontan Ambil piring untuk makan Ditemani dengan sepotong buah Klo menang lomba pantun spontan Kito modalkan untuk kuliah Kota padang kota tercinta Ombak bergelombang ketapian Mari berlomba karya satra Tuangkan hati dan fikiran Jika sanak ingin membaca Mulailah dulu dari alif Mari kita berkarya sastra Menyampaikan perasaan secara arif Enak rasanya ketan durian Duriannya yang masak boleh dipilih Saya bepantun cukup sekian Salam diucap dan tarimo kasih SMK Adzkia Nama : Stefani Ikrar Ramadhani Pergi ke pasar beli sepatu baru Jangan lupa beli semangka Dunia baru semangat baru Masa depan akan selalu terbuka Jangan buang angin di depan orang Nanti semua orang akan kabur Walau dunia kita terhalang Tetap berjuang, jangan kabur Ke kedai makan ketupat pitalah Makan harus hati-hati Berprestasi dalam ridha Allah Adzkia selalu di hati Panggang daging dengan arang Jangan lupa enaknya tambahkan garam Palestina dah beberapa kali diserang Do’a untuk Palestina agar masa depan tidak buram Pergi ke pasar raya beli duku Jangan lupa makan bersama di rumah Yaya Shido berteriak “MIIIKUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!” Suaranya aduhai sampai ke ujung dunia Ingin jadi raja yang handai Jangan jadi manusia yang senonoh Rajin pangkal pandai Malas pangkal bodoh Ambil wudhu pakai keran Shalatnya tidak boleh semena-mena Islam haramkan pacaran Pacaran bisa berujung zina Beli buah duku di Pasar Slamat Jangan lupa untuk saling bangga Al-aqsha dah selamat Israel menyerah, Palestina bangga Main ular tangga sama si Mblo Enaknya santai di pohon beringin Sibukkan di rumah nge-jomblo Daripada malmingan malah masuk angin SMK TRI ABDI PEMBANGUNAN Nama : Alfina Yanti Sairiang balam jo barabah Barabah lalu balam mandi Sairiang salam jo sambah Sambah lalu salam kumbali Gadanglah aia Danau Cimpago Rajo bajalan badaulaik Alang sariaknyo bakato-kato Tiok kato baalamaik Ramilah urang di Tugu Merpati Muaro Lasak kato rang dulu Kuek bangso karano budi Rusak budi hancualah bangso Basobok jo pak Irwan Prayitno Dalam acara di Tugu Merpati Nan indah iyolah baso Nan baik iyolah budi Ramilah urang di Muaro Lasak Tampek nan mudo bamain-main Tahu mukasuik urang banyak Itu nan namo sifaik pamimpin Dalam aia dapek diajuak Dalam hati siapo nan tau Sungguahpun kawek nan dibantuk Ikan di aia nan dituju Tugu banamo Tugu Merpati Namo lainnyo Tugu Perdamaian Dimano kampuang dihuni Disinan pulo adaik dipakaikan Anjalai tumbuah di munggu Sugi-sugi di rumpun padi Nak pandai sungguah baguru Nak tinggi tingkekkan budi Taparosok kudo masuak banda Bari baganto kapalonyo Elok rundiangan kato bana Buliah nak elok kito basamo Iyo rancak ide pak Irwan Prayitno Basobok kito di galanggang pantun Kok dapek acaro ko jan sampai disiko Basobok kito satiok tahun SMK PP Negeri Padang Nama : Elga Nurhaliza Pai ka sawah untuak manaruko Sawah di taruko dibukik caliak Usah digaduah 5 tahun kamuko Tahun 2021 kito pesta baliak Jauah lataknyo nagari sasak Ditampuah bajalan oleh tentara Jago jembatan jan marusak Ekonomi maningkek masyarakat sejahtera Elok baladang cimangko Pai baladang di nagari Tandikek Nagari Taluak lah dakek jo tigo jangko Nagari Pangian mandakek Kue bukan sembarang kue Kue memang untuk dimakan Ukw bukan sembarang ukw Kompetensi wartawan kita tingkatkan Banyak jabatan basril basar Dosen, komisaris sarako wartawan Seluruh wartawan kini disasar Kompetisnyo aka ditingkatkan Yo sabana hebat urang Pesel Banyak bana tokoh yang tibo Orang lain boleh saja kesel Sumbar kini ko di pacik sumando Alang tukang binaso kayu Alang cadiak binaso adat Makanan banang siku Kato bana baru tak baturuik ingiran bathin nan baliku Kato Bapak kato Panggaja Kato palipah dari mamak Mujua indak dapek kito kaja Marah tak dapek kito tulak Anaja lai tumbuah di minggu Sugi-sugi di rumpun padi Supayo pandai rajin baguru Supayo tinggi naikkan budi Kato parampuan kato manuruik Mangambiak hati suami Labiahkan rusuah jo takuik Jarek sarupo jo jarami Nama : Fani Maharani Ka suok jalan ka Sungayang Manurun jalan ka Sumaniek Kok iyo awak urang minang Bapantun malah agak ciek Den cubo-cubo batanam mumbang Kok untung jadi kalapo Den cubo-cubo batanam sayang Kok untuang manjadi cinto Batabek ikan di tengah sawah Tabek diisi jo ikan nila Kasiah sayang sadang tacurah Adiak bakato salamaik tingga Talatak saka jo daun batiak Dek buah jirak nan takikih di ladang Taragak bana denai samo adiak Dek jarak jauah jo pitih sayuik nan mahadang Kok bulek samo digolong Kok tidih samo dilayang Rancak pikek jan lah sombong Karano pitih ndak salamonyo sanang Anjalai tumbuah dimunggu Sugi-sugi di rumpun padi Supayo pandai rajin baguru Supayo tinggi naikkan budi Anak nalayan mambaok cangkua Mananam ubi di tanah darek Baban sakoyon dapek dipikua Budi saketek taraso barek Duduak bajuntai ateh balai Mamandang katangah labuah Isuak kasamo kito rasai Di dalam aie badan bapaluah Pai ka padang batanam randang Randang dibali untuak dimakan Jikok awak jadi urang gadang Sadoalah kandak jan dipaturuik’an Rang baladang batanam bawang Bawang ditanam di pagi hari Ambo ketek baru ka gadang Tolong di aja sepenuh hati Nama : Ganesha Si nangin lauak rang tiku Diatua jo daun pandan Manangih duduak di pintu Malapeh uda bajalan Hari hujan galok-galok paneh Jamua takaka di halaman Hati den harok-harok cameh Raso kalapeh nan dari tangan Tarang bulan tarang cuaco Anak gagak di dalam padi Kalau adiak kurang picayo Ambiaklah tali gantuanglah diri Kelok ba kelok batang dama Dipanjek ula batang ari Indak buliah co itu bana Awak sakampung sanagari Lauak gabuih dalam tabek Lauak di panciang pakai banang Mancaliak mancik pandai basilek Kuciang lari tunggang langgung Pulau pandan jauh di tangah Dibaluik pulau si angso duo Ancu badan den nanti di dalam tanah Budi baiak guru dikana juo Kalau ado jarum nan patah Jan disimpan didalam patia Kalau ado kato-kato nan salah Jan disimpan didalam hatia Rang paladang mamanciang baluik Baluik dipanciang ula nan dapek Mode tu bana urang bagaluik Sadonyo yang ka baesek Batabek ikan di tangah sawah Tabek diisi jo ikan nila Kasiah sayang tacurah Adiak bakato salamaik tingga Pai ka padang mambali randang Randang di bali untuk dimakan Jikok awak jadi urang gadang Sadoalah kandak jan dipaturuik’an Nama : Helmiati Fauziah Jikok tuan pai kakoto Indak lupo makan basamo Jikok tuan maraso iyo Usah lupokan adaik jo budayo Bungo kamboja batangnyo subur Daunnyo jatuah wakatu patang Di anta mayik kaliang kubua Antah isuak giliran kito Hari paneh padi dikambang Namuah angek sibadan diri Jikok dikana nasib jo untuang Banyaknian indak pado nan lai Padeh rasonyo silado kutu Lamak dibuek ka samba lado Lah lamo denai manunggu Paubek hati alun juo basamo Sabana rancak urang subarang Labiah rancak urang disiko Sarancak-rancak nagari urang Labiah rancak nagari kito Urang Alahan Panjang batanam bawang Dibali anak urang Solok Jikok masalah baok batanang Mari kito salasaian elok-elok Batanam padi di dalam sawah Di tapi sawah baladang tomat Mancari nan subana kawan indaklah mudah Apo lai untuk mencari sahabat Sasayang-sayang kacubadak Sayang juo kalampuaknyo Sasayang bana ka anak Labiah sayang juo ka induaknyo Anak ayam turun sapuluah Mati ciek tingga sambilan Jaga lai sanang sumbayang subuah Ingek taruihlah kapado Tuhan Bajalan basamo-samo ka indropuro Singgah sabanta mambali kuini Jikok dunsanak takuik jo doso Pandai-pandailah manjago diri Nama : Julio Darma Putra Ka singkarak mancari biliah Biliah digoreng nan jo kantang Nan urang di kaja dek pitiah Nan awak di kaja dek utang Baburu ka salayo Baburu mancari biawak Kalau sanak indak picayo Tanyolah ka amak awak Bak kato ambai-ambai di guluang ombak Bak padati indak baganto Sungguh sansai di tingga amak Denai tagamang dibueknyo Lamo hiduik banyak diraso Jauh bajalan banyak diliek Jiko iman kurang di dado Disiko umat mangko ka sasek Anak gadih manari piriang Tari disambuik jo tari payuang Pitih lah habih dompet pun kariang Adiak manangih uda bapairang Luruih rambuik rancak di kepang Di jalan urang bakepang duo Anguih dado dek mamandang Uda den sayang mambagi cinto Dari tarusan ka ampek koto Oto di bao urang piaman Mari lestarikan budayo kito Bia ndak hilang ditelan zaman Bajalan-jalan di tapi pantai Nampak urang bajamu pagi Bialah iduik basarah diri Kanalah tampek kito kambali Dari Solok ka sawahlunto Luruih jalan naik oto Bialah kito hiduik sansaro Asalkan lai basamo juo Malam minggu hujan patuh Patuh manyamba ka rumah sabalah Ibaratklan hati indak ka rusuh Mancalik urang kini hati rusuh Nama : M.

Abdul Azis Dari Padang ka Lubuak Aluang Singgah dulu ka koto tuo Ikolah dendang indak basalung Pa ubek hati nan taibo Tuan aru mamakan lado Lado dibali agak sakilo Tahun baru alah datang pulo Namun awak ko masih jomblo juo Pisang simanih-manih utan Pisang bamban nan bagarah Urang koto inyo bukan Urang tanjuang inyo antah Ilalang di tangah koto Oto gadang maantak kudo Malang lah nasib di bulan tuo Maliboro sabatang isok basamo Urang tuo bali gulo Gulo dibali saparampek Co iko nasib urang gilo Siang lalok malam malompek Hari minggu mamanciang baluik Baluik dipanciang di tangah sawah Co iko bana parasaian hiduik Pitih ndak ado antah barantah Hari libur ka Pariaman Tibo disitu makan karambia mudo Indak disangko ado pareman Pitih diambiak ndak pulang lai do Hari rabu sakik paruik Bali ubek ka apotik Co iko bana parasaian iduik Nasi dimakan lapeh kaparuik Gadih minang nan kuniang lansek Pai baralek ka kota solo Bialah kini iduik den bansaik Untuang lah tua iduik den kayo Tampek aia dalam teko Teko tabuek dari basi Paruik ko yo sabano cilako Pagi-pagi inyolah minta nasi Nama : Wahyu Azhari Buah rambutan di tapi banda Kok buahnyo habih dimakan kalilawa Kok adiak sayang ka uda Tolonglah jawek salam uda Datang indak bajapuik Pulang indak baanta Asap rokok lai cukuik Bialah lalok indak babanta Bantai kambing untuak akikah Tangah hari makan cimangko Kawan samo gadang alah manikah Nan awak masih juo jomblo Hari sabtu mamancing baluik Dijua ka pasa naik oto Taraso bana parasaian iduik Padusi dikaja lapeh ka tangan urang Makan sate di simpang gaduik Bali godak-godak di lapau burhan Ikolah yang namonyo parasaian hiduik Maongok-ongok mancaliak urang pacaran Ado pagar tabuek dari baja Bajanyo dicampua jo basi Alah acok paja tu baraja Ulangannyo tetap juo remedy Ka pariaman mancaliak tabuik Pas ka pai pitih kurang Coiko bana parasaian hiduik Urang nan awak sayang diambik urang Buruang alang di sungai sariak Tabang mambubuang ka langik sabak Satiok tabayang senyum manih adiak Karupuak jariang dikulek raso martabak Anak ayam turun sapuluah Mati duo tingga salapan Jan pernah maninggaan shalat shubuh Kalau ingin maraih masa depan Apo sebab tanaman ndak babungo Pasti karano ditanam rapek Kalau durhako ka urang tuo Pastilah dunia dan akhirat indak kau dapek SMA N 1 KOTO XI TARUSAN Nama : SUCIANI CAHYATI UTAMI yang benar disalahkan Yang salah diutamakan Yang mantap dilupakan Yang pacar diutamakan Kumbang indak saikua Bungo indak satangkai Taingek jasad dialam kubua Jikok bisuak manjadi bangkai Jalan-jalan ka pasa baru Jan lupo bali lado Nan alam takambang jadikan guru Karena itu palajaran bagi kito Pai kapasa mambali panci Jan lupo bali buah palo Nan laki-laki gayanyo co banci Nan gaek-gaek lah sato pulo Pergi ke sekolah memakai pita Jangan lupa sarapannya dengan roti Jangan terlalu mencinta Jika ujung-ujungnya sakit hati Pagi-pagi sarapannya dengan bubur Jangan lupa minumnya dengan teh hangat Meratap mayat dalam kubur Ketika di dunia tidak shalat Bungo indak ka kambang Jikok indak disirami Luko dihati nan lah gadang Indak bisa diubek lai Kain batiak balipek ampek Dibaok urang pai mamukek Kaki ambo lah manggaretek Mancaliak tuyul nan samakin ketek Kalau ayah beternak domba Kalau ibu jualan jamu Katakan tidak pada narkoba Karena dia menjungkir balikan nalarmu Astronot pergi ke luar angkasa Nelayan pergi melaut Mengikhlaskan mu aku tak bisa Karena kita dipisahkan oleh maut Nama : TRI OKTA MULLANI Pai ka bukik manangkok ramo-ramo Jan lupo mambaok makanan Marilah kito basamo-samo Untuak saling bamaaf-maafan Pai ka sago mambali cumi-cumi Jan lupo mambali garam jo galamai Marilah kito manjago silaturahmi Supayo hiduik tentram dan damai Ka sekolah bajalan kaki Indak lupo mambawo roti Hilangkan dendam dan dengki Supayo kito ndak sakik hati Pak Andi mambali buruang marpati Dibali pak andi di kota jambi Marilah kito bersihkan hati Dengan selalu silaturahmi Bunga mawar tumbuh mekar Karena selalu dirawat bu tuti Janganlah kita saling bertengkar Lebih baik sucikan hati Pai baralek basamo-samo Singgah sabanta dulu di dusun Marilah kito basamo-samo Untuak slalu hiduik rukun Urang manjaik pakai banang Banang dipakai merah hati Kalau hiduik ingin sanang Jan sampai sakik manyakiti hati Ka padang mambali mangga Mangga dimakan sambia bajalan Marilah kita saling menjaga Supayo indak tajadi pertengkaran Pisang batu di tapi banda Diambiak urang untuak dimakan Marilah kita berlapang dada Untu saling memaafkan Pagi-pagi membaca koran Sambil memakan sate madura Jauhkanlah pertengkaran Karena kita adalah bersaudara Nama : ALMA ERISTA Gunuang makam tantang manantang Caliek dari ateh lawik nan lapeh Nan di rantau kini lah pulang Nan di kampuang indak lah cameh Caliek di ateh pasa Tarusan Simpang ampek di nanggalo Salamoko lah panek dek bapasan Kini nan di rantau iyo lah tibo Pariwisata mulai dibangunnyo Badantuang bunyi ombak muaro Disinan diakui do’a mande ko Iyo di rantau kini lah tibo Kok iyo badantuang ombak muaro Mandasie ombak batu kalang Kok iyo nan di rantau kini lah tibo Lai ndak binaso di rantau urang Dari dulu e pariwisata di Painan Gerbang e di Tarusan Dulu mabuak kito diangan-angan Kini samo di rencanakan Ramie pariwisata painan Pulau cingkua untuk kunjungan Kok iyo samo kito laksanakan Agamo jan dilengahan Lapeh nan dari painan Kini manurun bukik biawak Kok samo-samo kito laksanakan Ambiek lah sandi adaik jo sarak Sungai nipah pantas baliku Di sinan garambak rumpuik lawik Kalau ndak indah kito dapek malu Sasa kudian ndak guno disabuik Lapeh nagari taluak kasai Baru manampuah batang kapeh Salamo ko hiduik sangek marasai Dek karano karajo samo, baru abieh raso cameh Gadanglah aie sungai landai Gadang e sampai ka ujuang koto Aturlah nagari dek pandai samo pandai Tenggang lo kudian kabinaso Nama : MIEKE HIRLAN JUNIZA Ramo-ramo sikumbang jati Katik endah pulang bakudo Lah lamo ambo dek mananti Lomba pantun spontan diadokan juo Jalan-jalan ka Tarusan Jaan lupo singgah dipuncak mandeh Para hadirin jaan heran Kalau jo 1 ko indak ka ambo palapeh Anak kecil pergi ke pasar Tiba di pasar membeli roti Jika hati selalu sabar Orang baik akan mendekati Pergi jalan-jalan ke Swiss Ditamannya, lihat banyak burung terbang Jika anda ingin sukses Jangan lupa untuk berjuang Pergi ke pasar beli duku Jangan lupa membeli tahu Jagalah kesehatan dirimu Sebelum penyakit menghampiri mu Parkirlah honda pada tempatnya Jangan di parkir sembarangan Hidup pasti ada tantangannya Kalau bisa diatasi, hidup terasa nyaman Tagak samo tinggi Duduak samo randah Hiduik ndak babudi Apo dikarajoan kamari salah Batu kerikil Di atas pasir Walaupun aku kecil Tapi banyak yang naksir Buah semangka dengan buah pepaya Disimpan orang didalam plastik Sungguh tak diduga dan disangka Bicara dan hatimu sungguh berbalik Apa gunanya kita sekolah Kalau bukan untuk menuntut ilmu Apa gunanya jadi orang pemarah Ada masalah, tak ada yang membantu Nama : OSAMI PUTRI ANELTA Ke Pariaman mambali sala Salanyo dimakan basamo-samo Marilah kito bamusyawara Sabalum malatakan kaputusannyo Jalan-jalan ka pulau bangko Mambali lauak sarai nan badaso Ambo nak ingin bajumpo jo gubernur ko Beliau bapak Irwan Prayitno Busur panah di bengkulu Panembak kapa di muaro Barilah ampun ambo dahulu Sambuiklah salam basamo-samo Pak udin bajaga kue putu Pai ka pulau singgah di kapo-kapo Kok dapek ambo juara satu Bia sanang ayah jo bundo Jalan-jalan ke bandung Jan lupo bali katoprak di pinggir jalan Kalau nak ingin bakaruduang Mantapkanlah hati dan pikiran Bali sapatu di pasar raya Jan lupo singgah di toko bata Kalau sangat ingin masuk surga Berbaktilah kepada orangtua Kali lubang, tutuik lubang Manggali tanah untuak kuburan Jan sampai titian goyang Sabalum masuak surga abadi kemenangan Piriang talantiang jatuah ka bawah Galeh tatilungkuik di ateh meja Kapado kawan-kawan ambo ucapkan tarimokasih Kapado bapak/ibu ambo minta karibaannya Balari-lari mambali karbit pisang Malayang-layang mambali gencu merah Hati ko bana nan taruih mangganang Tabayang mungko babang nan gagah ka pagaruyuang mambaok karupuk sanjai Sanjai dibaok untuk kamanakan Tarimokasih atas waktu senggang ini Semoga pantun ambo jadi hiburan Nama : RAHMI YAKE Makan roti di atas kursi Roti diberi selai strowberi Kalau hati sudah tercuri Apalah daya sibelahan diri Dari rumah ka tampek baralek Niek hati nak bagoyang Daripado bahati jaek Lebih baik kito bakasih sayang Dari biliak niek ka lua Untuak mancari angin salayang Dari kasiah ingin batuka Buliah hiduik agak sanang Kulik manih di tapi aia Salasiah tumbuah di tapi rimbo Muluik manih sahinggo bibia Kasiah pambayia utang sajo Maso kini kurang bana Maso dulu agak lai Kini padusi indak setia Dek nampak yang lain inyo pai Kelapa tua dibelah-belah Minum airnya hilang dahaga Engkau terlepas itu biarlah Asalkan selalu membuatku bangga Batang selasih permainan budak Berdaun sehelai dimakan kuda Bercerai kasiah bertalak tidak Seribu tahun kembali juga Sayang semarang gunung merapi Anak gelama dituba jangan Tidak dilarang adiak balaki Janji yang lama dilupakan Tahampeh biduak ka pantai Ombak gadang mambuek karam Cinto adiak ka bakeh denai Raso gulai ndak bagaram Garuda lambang negara Pancasila dasar negara Salam manis dari saya Jangan sampai lupa Nama : RIVALDO SAPUTRA Samuik tapijak inyo lumek Jikok diubek alah talambek Mangko itu awak basikek Bauliah dakek jo cewek-cewek Hiduik dirantau indak elok Mancari pitih untuk ka kanyang Dari kawan dimuko sabana elok Dari balakang mampakecekan urang Dahulu rabab nan batangkai Kini cubadak nan babungo Dahulu adaik nan dipakai Kiniko lagak nan paguno Simuncak mati tarambau Ka ladang mambaok ladiang Adaik jo syarak di minangkabau Ibaraik aua jo tabiang Keluar kapal, naik kapal Warna kuning, warna merah Jadi anak jangan nakal Supaya guru tidak marah Pulang sekolah pergi mandi-mandi Tak disengaja lupa bawa tas Kalau ingin selalu disegani Jadilah diri yang berkualitas Jadi arang papan terbakar Di perkebunan banyak kayu Jadi orang jangan bertengkar Kerukunan sangatlah perlu Jalan-jalan ka batu kalang Taruih bajalan ka taluak sikulo Sungguah aneh anak bujang Ndak tau adat, maisok pulo Dari mano tabueknyo lamang Kalau bukan dari katan dipanggang Waktu kecil kita ditimang Ayah ibu harus disayang Anak ayam tagiliang oto Mati nan indak dikubuakan Jikok baguru ka nan tuo Pandai nan usah dipalagakkan Nama : DEKO FITRI NANDA Pergi ke ladang sambil berjalan Ditengah jalan membeli roti Mari dengar wahai kawan Jangan budayakan iri hati ke toko bersama mama Tiba di toko duduk di kursi Marilah kita tegaskan bersama Untuk tidak korupsi Danau singkarak, danau toba Kedua danau tempat sejarah Jauhkan diri dari narkoba Membuat hidup lebih indah ke pasar membeli lotek Lotek dimakan pakai tahu Bila terbiasa hidup mencontek Nanti ujian tidak akan tahu Pergi sekolah naik sepeda Ditengah jalan tersandung batu Berkat usaha dan doa Akhirnya mendapat juara satu Luruihlah jalan ka carocok Basimpang jalan ka batu kalang Mato nan dak namuah lalok Takana mande nan lah ilang Jangan pernah tinggalkan sholat Sampai akhir menutup mata Jadilah anak yang selalu taat Agar dapat membanggakan orangtua Celana levis lawannya baju kemeja Dipakai untuk kuliah Dari kecil ingin bekerja Agar masa depan menjadi cerah Malam minggu ke pasar malam Beli tiket masuk rumah hantu Buang pikiran negatif dalam-dalam Agar hidup bisa terus maju Jalan-jalan ka kelok sambilan Jan lupo singgah makan soto Bia suasano jadi kanangan Jan lupo bafoto-foto Nama : RAHMADI FERNANDO Sarancak, saelok ikolah parak Indak badusun agak sabuah Sarancak, saelok ikolah awak Nio bapatun agak sabuah biriak-biriak tabang ka samak Dari samak ka halaman Ambo dari Tarusan ingin batamu Bapak Untuk ingin basalaman Kok gadang nio ka Pakan Di Pakan nyo pakai diurang Ambo dari SMAN 1 Tarusan Nak ingin jadi pamanang Jalan-jalan ka nagari Kambang Pai nyo samo jo oto Kalau misalnyo ambo nan manang Pastilah Bapak nan mambayia ongkos oto Maninjau-ninjau ladang di parak Batang kapuak batimbo jalan Hati risau dibaok galak Jikalau ambo kalah lomba pantun Ketek-ketek urang balomba Lombanyo lomba pantun Meski badan ambo ketek dalam lomba InsyaAllah ambo manang lomba pantun Dahan kamuniang bialah patah Asa mingkudu jan punah Kalau misalnyo ambo kalah Pasti hatiko maraso sadiah Nak ketek di alam Nak gadang di nagari Manjadi rajo, maisi ka alam Manjadi pamanang buek bangga nagari Simpanlah cindai nan pilihan Simpanlah, adoh kagunonyo Jikalau ambo nan manang lomba pantun Pastilah adoh guno pitihnyo Manyabik rumpuik di tangah rimbo Rimbonyo banyak tumbuah batang jati Jiko ambo adoh salah dalam kato Mohon jaan laporkan ka polisi Nama : RESKA WAHYUNI Kain kampuah batapi perak Dibaok urang ka parahu Aia ditampuah jan bariak Kawan sairiang usah tau Batu nago gunuang anakan Katigo gunuang taluak kasai Nan tidak tido nan bakandakan Alamat badan ka marasai ka pulau basampan-sampan Latiah badayuang baok baranti Kalau tak hirau elok sampaikan Usah digantuang indak batali Sicerek rambahlah paku Nak tarang jalan ka parak Adat budaya urang usah ditiru Beko rusak adaik nan basandi syarak Kacang panjang tumbuah manjala Mancari junjungan ka dalam rimbo Gadang indak basabuik gala Ketek indak basabuik namo Dimasak nasi dalam pariyuak Untuk ka dimakan jo sambalado Barikan denai kain buruak Untuak maapuihan si aia mato ko Buah pinang di dalam puan Tumpul kacip asah di batu Tidaklah iba gerangan tuan Kepada adik yatim piatu Beli mangga perginya pakai sepeda Sepedanya malah jatuh ke kali Itu narkoba sangat berbahaya Janganlah sampai kita mengkonsumsi Anak cina bermain sepeda Main sepedanya sambil berlari Jangan menggunakan narkoba Nanti kita akan merugi Usah di rimbo batanam pisang Elok di parak batanam manggih Sakik bacinto putuih ba sayang Muluik nan galak hati manangih SMA NEGERI 3 PAINAN Nama : NESSIRA GESTIANI Ada gelas dekat pena Diambil oleh si gira Assalamu’alaikum semua Dengarkan saya berpantun gembira Jalan-jalan ke painan Naik motor gonceng satu Kalau anda ingin berkenan Jadikan saya juara satu Pergi bersama makan bakso Duduk bersama sangatlah nikmat Sungguh elok bapak irwan prayitno Suka bermain dengan masyarakat Niak kereta bawah tanah Berhenti di kota padang Penampilanmu sungguhlah indah Tak jenuh mata memandang Ketua dewan sedang rapat Semua orang hendak melihat Bajumu janganlah ketat Agar tidak terlihat aurat Batang jambu di dekat rumah Diminta oleh pak budi Wahai teman janganlah gundah Hendaklah kita bersabar diri Jambatan aka di tangah nagari Diapik gunuang jantan gunuang batino Jiko ado kasalahan jan dicari Bako hati awak lo nan taibo Pak samat sungguh memikat Membuat bu lala jadi terlena Sungguh enak reendang sumatra barat Menjadi makanan populer didunia Buk lila ngajar bahasa indonesia Belajar tentang observasi Sungguh indah negara indonesia Banyak turis yang singgah disini Pai ka padang barampek urang Tibo di padang ado biawak Jiko dinasehati jan berang Beko urang dak suko jo awak Nama : RAYHAN ALMAAS AQIILA ABSSBK adalah singkatan Singkatan sakti bukan ancaman Salam hormat ambo ucapkan.

Untuk dun sanak sekalian Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Itu singkatan ABSSBK nan tadi Dak usah paniang jo hati gundah Itu kunci sukses rang Minang mandiri Panciang nila jo garapu Mamanciangnyo di hari angek Pandai pandai mancari ilmu Tapi jan suko manjawek kecek Makan bakso jo bakwan Makan limau jo simangko Samo samo awak bakawan Urang pancaliah tinggakan sajo Makan udang lamak rasonyo Agiah ciek kok lai nio Caro ingin maapuih doso Rajin-rajinlah bapuaso Goreng telor pakai minyak Dimakan bersama dengan daun kol Jangan suka makan berminyak Nanti kamu bisa kolesterol Bali minum teh botol sosro Mambalinyo di kadai pak Amat Jan suko bana mancari harato Beko sansaro di akhirat Buah jeruk enak rasanya Belinya di kedai tetangga Carilah pahala wahai manusia Agar kekal di dalam surga Siang hari urang baralek Makan nasi jo samba lado Jan suko mangamek ngamek Beko ndak ado nan ka nio Onde dari tadi carito makan ABSSBK alun paham juo Dak usah paniang-paniang wahai kawan Rukun iman jalankan sajo Pak Amat pai mamukek Anaknyo manggaleh tomat Kini dunia ko la makin singkek Capek – capek lah batobat Kota Padang Kota Medan Pergi ke Medan bersama saya Rajin rajinlah baca qur’an Agar mendapat ridho dari-Nya Burung pipit tabang surang Tabang tinggi di atas sawah Izinkan ambo wahai la kawan Mohon maaf kok ado salah Nama : ARIFAL AGHNA FIRDIAN Kelok Baliku Jalan Ka Solok Singgah Sabanta Di Salayo Jikok Baitu Nan Ka Elok Denai Hanyo Manuruik Sajo Kain Ganiah Putiah Tapai Dipakai Dek Anak Mudo Mudo Jikok Di Dunia Kasiah Ndak Sampai Di Akiraik Kito Sampaikan Juo Pai Ka Lapangan Main Layang Layang Tibo Di Lapangan Hari Hujan Labek Kok Iyo Awak Urang Minang Tantulah Tau Jo Kato Nan Ampek Makan Buah Samo Es Teler Lamaknyo Dimakan Pas Hari Siang Lamak Bana Rasonyo Burger Alun Salamak Gulai Jariang Gadih Minang Panghuni Rumah Gadang Yolah Mamakai Baju Nan Lapang Lah Banyak Gadih Nan Ambo Pandang Iyo Ka Adiak Surang Nan Denai Sayang Kok Basanak Jan Sampai Bacakak Dek Bacakak Ndak Ado Gunonyo Kok Nio Mancaliak Wisata Nan Rancak Yolah Di Pasisia Tampeknyo Anak Urang Di Kota Solok Pai Mamanciang Ka Singakarak Di Denai Sabana Harok Di Adiak Babaok Galak Jalan Jalan Ka Rumah Bupati Painyo Naiak Kareta Api Dulu Cinto Hilang Dari Hati Kini Nyo Datang Di Dalam Mimpi Pai Ka Sago Awak Basamo Untuak Mambali Bamacam Batu Mungkin Badan Indak Basamo Tapi Hati Lai Masih Basatu Ma Ambiak Rambutan Samo Galah Ma Ambiaknyo Basamo Figo Kok Ado Kato Kato Nan Salah Mohon Maaf Dari Denai Anak SMA Tigo Nama : TAUFIK RAHMAN pai balagu mamakai lirik lagunyo bahaso minang perkenalkan namo ambo taufik anak smantripa pastilah manang siang – siang makan tapai malam – malam minum kopi Kini ambo alah sampai Sia lawan nan kabarani Pai kasakolah untuak baraja Salasai baraja pai makan Pai kasiko untuak balomba Insyaallah sadonyo takalahan sakolah banamo sma tigo Siswa siswa nyo hebat sadonyo Ambo kasiko mancaliak gubernur kito Yang banamo Irwan Prayitno makan siang sambanyo lamak Sukun makanan khas painan Kapalo ambo kini alah samak Mambuek pantun yang ka di agian ayam kampuang,ayam hutan.

Kaduo ayam samo – samo buruang Alah panek ambo mamikian Badan panek wajah muruang pai jalan – jalan ka bukik tinggi Jan lupo ka jam gadang Ambo cubo juo sakali lai Arok sadonyo basanang - sanang makan nasi campua toge Masuakkan saketek samba lado Alah panek abang maagiah kode Nan adiak alum peka juo lai do jam gadang di bukik tinggi Urang minang pai mamanah Kok nio jadi muslim sejati Acok – acok lah baribadah pulang kampuang ka sijunjuang Pai kapadang ka aie manih kito alah tibo di panghujuang Kini ambo kecek an “ tarimo kasih” Nama : Thoriq “Liburan ka Pantai Sago Tujuannyo mancing ikan Jawablah salam dari ambo Yang sadang balaja pantun spontan” Assalamulaikum warrahmatullahiwabarakatu Jalan jalan ka Kota Sago Singgah sabanta di Sma Tigo Prestasi memang utamo Tapi karakter jangan sampai lupo Bali kolak di Pariaman Kolaknyo burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

ubi Pabanyak mambaco Al Quraan Untuk bekal di akhirat nanti Mancari lokan ka Indopuro Diateh lokan tampek buayo Sumatra Barat daerahnyo kayo Kayo alamnyo kayo budayonyo Asah batu sampai mangkilek Ngasahnyo di Nagari Kumango Dari kini balaja silek Untuk bekal masa depan beko Hari hujan pakai payung Payungnyo dipinjam Bapak Tono Walaupun harato satinggi gunung Indak barilmu apo gunonyo Jalan jalan ka Danau Singkarak Di Danau Singkarak banyak ikannyo Walaupun ilmu alah banyak Indak baragamo di akhirat binaso Dari Air Haji ka Salido Singgah sabanta di Pantai Kambang Di Indonesia beragam urangnyo Yang paliang rancak Cuma urang minang Ka Pariaman mambali sate Urang nan manjua dipanggia Ajo Turuti perintah mande Hiduik bahagia mati masuk sarugo Di Bukik Tinggi banyak turisnyo Turisnyo sehat sehat Indak katabaleh jaso urang tuo Doakan mereka sesudah shalat Sungguh indah daerah Pariangan Di langiknyo bangau terbang iring iringan Al quraan adalah pegangan Jangan sampai dilupakan Ka muaro padang pakai sepeda Baranti sabanta mambali bakwan Ambo ketek baru balaja Kalau salah tolong dimaafkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama : UTRAVINOF SUJANA KUSUMA Jalan jalan ke kecapi Membeli batik dan sulaman Perkenalkan saya ravi Orangnya baik dan tampan Jalan jalan ke smantripa Jangan lupa bergaya gaya Salam buat anak aspa Agar lulus sekolahnya Hari senin belajar astronomi Harij jumat belajar prakarya Sering sering jalan kepasisia Yang juara adipura se nusantara Jalan jalan ke terminal Jangan lupa untuk berpijat Kalua anda ingin terkenal Jangan jadi orang yang jahat Pergi ke masjid untuk sholat Jangan lupa baca al quran Sering sering kamu terlambat Nanti ketinggalan mata pelajaran Nonton bola sama teman Mendukung tim kesayangan Teruslah anda berangan angan Nanti akan sampai ke tujuan Malam malam ke warung pak sapar Beli telur karna lapar Janganlah kamu tidur terlalu kelar Nanti tidur saat belajar Beli kripik Tambah raga raga Sekolah terbaik Adalah sem a tiga Prasasti yang sudah tua Akan menjadi kenangan saja Berbakti lah kepada orang tua Kamu pasti akan masuk surga Di aspa suasananya dingin Di aspi suasananya panas Jikalau kamu ingin jadi pemimpin Jangan jadi orang yang ganas Nama : Annisa Muliani Jalan ka Silaut yo indak lurui Paralu upayo jo usaho Dek tambah maju teknologi Nan mudo- mudo lupo budayo Rang sago ka Painan Mancaliak urang disikuliliang Pai baraja Diparantauan Buliahlah amak sanang dikampuang Musim patai labek di Kambang Tuk dibaok ka Batang Kapeh Banyak piti yo indak sanang Jikalau abak jo amak masih bakureh Pak tukang mamintak upah Untuak bini pai batandang Jadi uni tuk si gadih sirah Buliah nyo tau jo urang gadang Pinukuik lamak rasonyo Lamak dijadikan si oleh- oleh Bacarito jo maso katibo Ilmu dicari, agamo ndak lapeh Sabana rancak rupo si bungo rayo Pamanih bantuaknyo dipakarangan Walau seso kini diraso Untuak hiduik nan labiah sanang Anak painan di cap kikik Banyak parituang jo kawan sasamo Bapantun minang yo sabana sarik Kini lomba dibuek buliah ndak lupo Rumah gadang indak kalupo Banyak kenangan nan basami Buku ndak taruntuak bagaya sajo Tapi dipalajari jo dipahami Makan malam jo samba talu Panghemat piti tuk hari muko Pandai tu iyo paralu Bapandai- pandai itu harus utamo Anak salido banyak nan gagah banyak padusi nan ba antri Pak IP sabana Cogah Lomba dibuek ala e maso kini Nama : RINALDI CANDRA JAUH DARI PANGKUAN AYAH DAN IBU karya:rinaldi candra mendaki ke gunung singgalang berenang di danau kelabu maafkan ananda tak bisa datang wahai ayah dan ibu pohon manggis tumbuh seribu tapi manggisnya berbuah satu belajar adalah kewajibanku karna itu ananda tak bisa bertemu samudra hindia membentang pesisir bukit barisan membelah bumi andalas lelah pikiran ananda berpikir agar jasa kalian ananda balas licik-licik bunga benalu harum-harum bunga melati doakanlah ananda slalu agar sukses di kemudian hari langit putih penuh awan awan hitam penuh rintik hujan mimpi itu hanyalah angan-angan sedangkan kasih ayah dan ibu adalah kenyataan kayu jati bahan perabotan belahan rotan jadi pengikatnya kasih sayang yang tulus yang ayah ibu berikan yang tak akan ada dua bandingannya menjala ikan ke sungai napah sungai melimpah bawalan ikan jauh rasanya hati Ananda berpisah mungkin ini adalah pengajaran sebelum Ananda mencapai kesuksesan pulau batam adalah namanya negri pejabat dan petinggi negara ayah dan ibu pernah berpesan harta bukanlah segalanya tetapi iman dan taqwa sebagai pedoman utama balan Ramadan bulan yang dirindukan kolak pisang campur candil terimakasih atas dukungan dan kasih sayang kalian kasih sayang saat ayah dan bunda merawat ketika ku kecil ajinomoto produk ternamaa sekarang di ganti sambal sasa kalian adalah asset utama lahirku utama dala hati dan cinta Nama : BHAKTI PERSADA kujaga dan kubela Banyak wanita, memakai kembang Kembang hiasan, merah warnanya Kota tercinta, kota padang Jangan lupakan, keramahannya Air laut asin rasanya Kelapa muda manis rasanya Jika ingin hidup bahagia Sejak muda tekun bekerja Lamo hiduik banyak nan di raso Jauah bajalan banyak nan di liek Jiko iman kurang di dado Disiko umat banyak nan sasek Kepadang rumput pergi berburu Pergi berburu bersama teman Anak baik hormati guru Itu tandanya murid beriman Tanah kering tanah merah Tempat tumbuh pohon talas Bersemangat pergi ke sekolah Belajar rajin jangan pemalas Malam-malam ke kuburan Meniti kaki di batu nisan Ketekunan tidak bisa digantikan Bahkan oleh kepandaian Senja hari langitnya merah menyingsing langit yang cerah berjuang pantang menyerah tentu engkau tak kan kalah surya tenggelam di ufuk barat dengan bulan tak pernah bertemu siapa hendak mencari akhirat harus dibekali dengan ilmu bunga kenanga di tepi jalan kenanga mati tak punya dahan karena ilmu karena iman manusia dimuliakan oleh tuhan berkilau cahaya dari permata sebagai penghias di kepala kota padang kota tercinta Nama : HAFIDZ MAULANA Sungguh indah pantai sumedang Terkenal akan ombaknya Sungguh inda kota padang Irwan prayitno gubernurnya Sungguh indah intan mulia Intan mulia dari papua Kalau hidup baik didunia Sampai mati dikenang jua Daun kelapa daun pandan Daun pandan daun kelapa Kalau nyawa masih dikandung badan Amal pahala jangan dilupa Baju putih telah digantung Baju merah ada dipura Kalau hidup mencari untung Sampai mati akan sengsara Kapak bukan sembarang kapak Kapak latak dibatu Botak bukan sembarang botak Botak untuak ditinju Urang takajuik mandanga kaba Kaba dari sumua nan kumuah Kalau iduik pakai narkoba Iduik sagan mati ndak namuah Bunga mawar bunga melati Banyak dipakai tuan putri Ranah minang selalu dihati Tempat tinggal orang berbudi Gunuang talang gunuang kerinci Gunuang singgalang gunuang marapi Mari sembahyang mari berbakti Agar dikenang sampai mati Jalan-jalan katangah pulau Pai kapulau sanang hati Susah badan dirantau Baliak pulang untuak babini Bialah kanji bacampua jo luo Dimakan urang dibawah talang Bialah kini hati den ibo Untuang kok isuak iduik sanang Pinang mudo dibalah duo Dibalah ditangah ladang Apo guno iduik baduo Kalau iduik surang bisa sanang Nama : Putri Reuni Nan padusi diimbau uni Kok iyo yo sakian Namo ambo Putri Reuni Barasal dari kota Painan Bukik tinggi jo malibo Den ingek jo den kana SMA tigo sakolah ambo Yo diajan jo dibina Si palala yo Susanto Bakawan jo si Riko Lomba pantun di mungko mato Yo basiap diri denai ko Urang Minang banamo piko Urang Jawa banamo Joko Ambo mambuek pantun kini ko Untuak mamanangkan kompetisi ko Ketek samuik daripado gajah Ngari pocong daripado hantu Ambo disiko untuak baraja Tolong diajan jo dibantu Hari rayo mamasak randang Sambia bamain jo kawan-kawan Denai akan pai ka Padang Yo jo urang ka denai lawan Bareh lah jadi nasi Nasinyo yo sabana badaso Ambo indak ka makan nasi Kalau indak kadimulai juo Abak si Piko urangnyo panggalak Si Piko sukonyo galak-galak Ambo ikuik indak kamalagak jo urang banyak Tapi kamalagak jo dunsanak Si Danu urangnyo yo sabana polos Indak tau jo cinto sampai kiniko Kok sampai ambo indak lolos Yo subana ikhlas diri denai ko Anak etek yo sabana kamek Tapi suko mamanciang ikan Sakian pantun nan ambo buek Salah bakurang yo dimaafkan > Nama : akhirtaria Mardina Tanam pinang rapat-rapat Agar puyuh tak dapat lompat Sambutlah salam saya dengan semangat Agar anda mendapat rahmat Assalamualaikum.Wr.Wb.

Jatuh dari pohon bersama teman Pulangnya membawa ketan Saya ini anak Pesisir Selatan Berasal dari SMAN 3 Painan Pergi ke pasar membeli panci Didalam panci ada farfum Jadilah anak yang berbakti Agar buat orangtua tersenyum Asrama putra asrama putri Letaknya antara lapangan Jadilah kamu pemuda-pemudi Yang tak takut akan tantangan Makan kue sama-sama Kuenya dibeli sendirian Marilah kita berusaha Agar berhasil di hari kemudian Jalan-jalan ke sura madu Jangan lupa membeli manggis Teruslah untuk menuntut ilmu Agar berprestasi dan berbuah manis Makan pinukuik sama si diar Makannya mau tambah lagi Jangan pernah lupa untuk berikhtiar Dan bersyukur pada ilahi Minum es campur dibawah kelapa Kelapanya jatuh menimpa salma Kalau kamu mau dapat pahala Berbuat baiklah pada sesama Baju biru dibeli orang kaya Jas merah dibeli buk caca Hanya itu hasil karya saya Semoga anda tidak kecewa Jalan jalan ke payakumbuh Jangan lupa membeli farfum Cukup sekian lantunan pantun Semoga anda jadi tersenyum Nama : FADLI PUTRA SALIKA Pulang ka kampuang naik bendi Mambaok oleh-oleh dari bukik tinggi Perkenalkan namo ambo Fadli Urangnyo gagah dan berani Gulai cubadak lamak rasonyo Jikok dimakan basamo-samo Janlah manangih dek karano cinto Tapi manangihlah dek karano doso Pai raun ka kota padang Singgah sabanta ka cendana Jikok sanak urang minang Pastilah tau jo nagari sajuta pesona Jalan-jalan kapasa sago Pai kapasa bali makanan Urang bariman babaiak sangko Muko manih parilaku sopan Palang partamo baru badiri Lah tibo di nagari baso Pandangan partamo namonyo razaki pandangan kaduo namonyo doso Sapanjang usaho jo karajo Jan lupo minum jo makan Sabalum nyao bapisah jo rago Mamintak ampunlah kapado tuhan Panokok diambiak urang simpang Di lantiangnyo ka ateh pagu Jikok nio hiduik ko sanang Acok-acoklah manuntuik ilmu Minum es cindua campua jo tapai Ambiak sagaleh aia ngilu kuku Jikok awak nio pandai Acok-acoklah mambaco buku Ambiak bingkai si layang-layang Dibaok urang pai ka padang Sajauh mato mamandang Adiak tetap jadi pujaan abang Pai marantau bapisah jo kamanakan Jan ado yang manangih Jikok ado salah mohon dimaafkan sakian dari ambo tarimo kasih NAMA :TITANIA ELVINDRY JAFRI Pai ka pulau di bukik batu Pai baranang ka talao Pai marantau manuntuik ilmu Ranah minang takana juo Babi hutan lari ke kota Larinya ke jalan raya Kami bukan sembarang remaja Remaja modern insyaallah taat agama Naik kereta ke damasraya Singgah saja membeli kasur Pemuda harapan indonesia Pewujud cita-cita para leluhur Mendaki gunung merapi Jalan pulang di tepi kaki Ini dia cita-cita kami Jadi insan pembangun negeri Masak gulai campua jo randang Makannyo di tapi pasi Rancak parangai anak minang Baiak budi, tau baso jo basi Anak mama, anak manja Sudah dewasa kesulitan jua Kita remaja punya rencana Berprestasi tanpa narkoba Dingin-dingin dalam kereta Ke Surabaya tujuannya Jika ingin masuk surga Amal pahala jangan di lupa Ramai pengunjung kota padang Ke pariaman dengan kereta Lestarikan budaya minang Agar kelak jangan di lupa Malam-malam Suara jangkrik Siangnya melihat rusa Berprestasi memang menarik Tapi karakter lebih utama Bukik lampu ,kunjungan urang Nan tibo dak tau norma Nagari maju, pamimpinyo sanang Rakyek minang hiduik sejahtera Nama : Denasa Putrsia Nagari minang nagari tanamo Disitu ambo diagiah namo Sambuiklah salam dari ambo Murid dari sma tigo Oi uda rambahlah paku Bia nak tarang jalan ka parak Oi uda rubahlah laku Bia nak sayang urang ka awak Jalan jalan ka pantai padang Tibo disinan dibaok goyang Dek gara gara talampau sanang Katiko balomba kapalo lah paniang Pulau jawa pulau tanamo Urang tingga di mano mano Ambo baharok dapek juaro Kalau dak dapek dak baa juo Dingin dingin dimalam hari Indak sangajo taminum ai Panek panek ambo perkenalan diri Hanyo untuk mamikek hati Jalan jalan ka pantai putih Mancaliak pemandangan nan heboh Ambo kasiko bukan mancari pitih Melainkan nak mancaliak pak irwan prayitno Mandaki bukik satangah jalan Tibo diateh taraso tanang Dek banyak pantun nan ambo pikian Kapalo sakiak badan malayang Bukik langkisau tampek nan indah Tampek bamain anak mudo Ambo bapantun alah payah Semoga pantun ko bisa baguno Tukang sawah mananam padi Baharok panen nan balimpah Ambo bapiki dari tadi Sampai bilo pantun ko ka sudah Jam gadang di bukik tinggi Tampek wisata urang minang Ambo ka pamit sabanta lai Mohon maaf atas segala kekurangan Nama : Diny Aprilisyanda Judul pantun : "Semilir Bait Peneduh Jiwa" Sujud diatas sajadah lusuh Membawa linangan air bening Membasahi wajah pilu penuh duka Bagaimana hati akan sembuh Kecewa selalu bergeming Meludahi hati jenuh penuh akan luka Hey kau si gadis tanggung Berdiri canggung di tengah persimpangan Menatap liar jalan manusia Hey kau jangan termenung Berdiam diri dengan angan-angan Ditatap nanar dunia fana Waktu akan terus berjalan Hari akan terus berlanjut Selama kau beriman kepada tuhan Tak ada rasa takut akan maut Daun teh menghijau Tumbuh indah disisi bukit Mengelilingi pegunungan Hey engkau jangan risau Ketika dirimu sakit Karna semua kehendak tuhan Langit menggelap dikala senja Diiringi burung bergerombolan Jangan terlalu sibuk bekerja Ingat akhirat jalan tuhan Langit gelap dihiasi bintang Sepadan dengan dinginnya malam Hey engkau yang bermata linang Jangan sampai berwajah suram Putih adalah warna suci Merah adalah warna berani Jika imanmu diuji Ingatlah tuhan mengasihi Jalan tol terlihat lengang Disambut oleh kabut pagi Jangan engkau berhati bimbang Shalat malam sucikan hati Menguning warna padi Tanda dia sudah matang Jangan berharap balas budi Jika engkau membantu orang Masa remaja membuat kenangan Menjadi memori tak terlupakan Jika ingin cerah masa depan Taatilah nasihat Tuhan Nama : Putri Reuni Nan padusi diimbau uni Kok iyo yo sakian Namo ambo Putri Reuni Barasal dari kota Painan Bukik tinggi jo malibo Den ingek jo den kana SMA tigo sakolah ambo Yo diajan jo dibina Si palala yo Susanto Bakawan jo si Riko Lomba pantun di mungko mato Yo basiap diri denai ko Urang Minang banamo piko Urang Jawa banamo Joko Ambo mambuek pantun kini ko Untuak mamanangkan kompetisi ko Ketek samuik daripado gajah Ngari pocong daripado hantu Ambo disiko untuak baraja Tolong diajan jo dibantu Hari rayo mamasak randang Sambia bamain jo kawan-kawan Denai akan pai ka Padang Yo jo urang ka denai lawan Bareh lah jadi nasi Nasinyo yo sabana badaso Ambo indak ka makan nasi Kalau indak kadimulai juo Abak si Piko urangnyo panggalak Si Piko sukonyo galak-galak Ambo ikuik indak kamalagak jo urang banyak Tapi kamalagak jo dunsanak Si Danu urangnyo yo sabana polos Indak tau jo cinto sampai kiniko Kok sampai ambo indak lolos Yo subana ikhlas diri denai ko Anak etek yo sabana kamek Tapi suko mamanciang ikan Sakian pantun nan ambo buek Salah bakurang yo dimaafkan Nama : HAIKAL GIFHAR YENZU Sungguh cantik wanita persia Sekali pandang bikin terpana Banyak kota di indonesia Tapi tetap padang yang kucinta Matahari akan tenggelam Menyingsing fajar akan datang Begitu dalam rasa ku pendam Melihat kau bahagia hati ku senang Kelapa muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Selagi kita masih bernyawa Jangan jemu untuk bersedekah Burung belibis mati diranggah Kerbau sawah menarik pedati Begitu banyak hati yang singgah Hanya dinda yang memikat hati Pulau bintan pulau cempaka Dua pulau begitu dekat Kalau iman melekat di dada Besar kecil tak mengumpat Jalan-jalan ke serambi mekah Jangan lupa ke sungai musi Bila bergaul suka merendah Adalah tanda orang berbudi orang bintak memetik nangka Tumbuh di pantai batang bergetah Orang burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

berbaik sangka Elok perangai hati pun rendah Apa tanda kelapa berbuah Daunnya lebat tempat berteduh Apalah tanda orang bertuah Hidup rukun sengketa menjauh Anak rubah mati berdarah Kuda delman mati di tengah kota Kalau rebah jangan menyerah Masih ada teman disamping kita Putih-putih bulu domba Mungkin mati dimakan buaya Bila insan sempurna menghamba Rahmat allah mendampinginya Tanam padi tumbuh ilalang Diambil oleh sibujang tampan Kepada allah jua engkau pulang Sang raja penguasa kehidupan Burung nuri mati dipelepah Burung kutilang mati diranggah Begitu banyak kota kusinggah Tetap padang yang terindah Nama : SIFA ZAUJIAH Menari pena di atas kertas Harus benar dalam berpegangan Hidup ini memang keras Bagi yang sabar disayang Tuhan Jalan-jalan ke Cimahi Berangkat dengan mobil yang menua Kita harus mencari ridho Illahi Dengan berbakti kepada kedua orang tua Pergi ke pasar membeli jamu Jamu yang dicari penjualnya Sita Gigihlah menuntut ilmu Agar tercapai cita-cita kita Pak Toni membeli buah-buahan Buah-buahan yang segar dari Pariaman Selalu jagalah kebersihan Karena kebersihan sebagian dari iman Jalan-jalan ke Lunang Perginya bersama si Maman Berbuat baiklah kepada setiap orang Maka kita akan banyak teman Si Mina beli bubur sumsum Ternyata yang dicari tidak ada Perbanyaklah menebar senyum Supaya selalu awet muda Berteman dengan si Apit Bicaranya yang terbata-bata Jangan jadi orang yang pelit Semua orang bisa membenci kita Bunga mawar bunga melati Wanginya semerbak bersahaja Kalau tidak ingin hati orang lain tersakiti Lebih baik diam saja Si adek memang imut Anak kesayangan mama dan papa Hiduplah seperti semut Apabila berselisih selalu saling sapa Pergi ke Transmart membeli mangga Untuk menambah rasa semangat Rajin-rajinlah berolahraga Agar badan selalu sehat NAMA :TAUFIKA BULAN SAMUDRA “Membuat sup dengan ikan Jangan lupa di tambah sayuran Assalamualaikum saya ucapkan Kepada saudara sekalian” “Belimbing rasanya sepat Supaya manis dipadu gula batu Jawab salam kurang semangat Sekali lagi assalamualaikum warahmutullahi wabarakatu” “Jalan-jalan para jemaah Patah satu rel kereta Mari ucapkan syukur alhamdulillah Pada sang pencipta alam semesta” “Birawa-rawa banyak buaya Bisa menerkam para mangsanya Wanita tangguh baik akhlaknya Seperti bidadari akhiran dan dunia” “Batu hijau ada di desa Tertimpa buah kelapa Rajin berdoa dan berusa Insyaallah sukses kedepannya” “Sholat subuh berjama’ah Jangan lupa tadarusnya Belajar pantang menyerah Agar jaya kedepannya” “Pergi ke Padang membeli meja Janagan lupa membeli kursinya Anak remaja pintar,bersahaja Jikalau baik budi pekertinya” “Hitam putih kuda pedati Minum susu di pagi hari Belajarlah sepenuh hati Agar bisa sekolah perguruan tinggi” “Merah-merah baju pak lurah Sisi kanan ada batiknya Jikalau pantun saya ada yang salah Mohon maaaf yang sebenar-benarnya” “Kerikil kecil dia punya diambil dari bukit batu Sampai sini pantun saya Assalamulaikum warahmatullah hiwabarakatu” Nama : NANDA OKTA PUTRA Pai ka kadai nio marokok Asok rokok mirip jo awan Jan jadi urang pantang di arok Klau nio banyak kawan Manggarutu di dalam biliak Mancaliak urang alah pai Kalua nio jadi urang baiak Elokan budi jan paibo hati Buah kiwi di makan sapi Sapi punya pak danu Hai adik jangan bersedih hati Disini kakak akan selalu bersama kamu Siput berjalan dengan peluh Perkutuk masuk ke dalam gua Menuntut ilmu tiada jenuh Agar bahagia di waktu tua Ikan mas digoreng ibu Nenek duduk mau cerita Jangan malas menuntut ilmu Kalua ingin hidupmu bermakna Ikan tak dapat berkutik ketika ingin dimakan angsa dari kecil kamu di didik besar kelak berguna untuk bangsa buk mamat membeli baju baju di kuta murah harga dirikan solat yang lima waktu agar kamu masuk surga fadilah menjual jamu di borong habis pelanggannya cintailah rasulmu kau kan dapat syafaatnya Di lapangan main kejar-kejaran Kemudian main sepeda Bencana alam adalah suratan Peringatan dari sang pencipta Pergi kepasar beli mengkudu Ketika dipasar banyak buku Hormatlah kamu pada gurumu Jika ingin banyak ilmu SMA N 1 BAYANG Nama : ANNAFI RAHMAN Ikan pantau di dalam banda dipapeh buliah dimakan jangan jan rantau salah dipuja behkan juo kampuang halaman Pado den lalu kajam gadang rancak den lalu kajanjang apek puluah pado bansaik den baok pulang rancak den bae marantau jauh Pai ka padang jo kudo pidati kapulang naik kareta api dulu cinto hilang dari hati kni nyo datang di dalam mimpi Badia malatuih alang maraok jatuah tahampeh dirumpun lado di ambo yo sabana harok lulus seleksi di festifal pantun ko Tarah lai den tarah namuah kayu gadang juo tagah lai di tagah namun adiak takana juo Baa caro denai kamandi uda tagak di palo banda denai kaja uda jo bendi uda lari pakai honda Surau adalah jalan akhiraik pintakan nasib latak disarugo pantun dibuek katando adiak tando urang minang asa mulonyo Janieh aienyo sungai tanang minuman urang bukik tinggi tuan kanduang tadanga sanang baolah tompang badan kami Kapasa bali permen nano-nano nak aman baok oto baja kok iyo kamanggati pak irwan prayitno rajin-rajinlah baraja Kok alah putuih namonyo mantan kok kalari baok oto sedan kok nak tau rancaknyo pasisia selatan main-mainlah ka kota painan Tantara parang mamakai sangkur tatembak dibawah batang pinang samanjak pak irwan jadi gubernur yo sabana rancak ranah minang Rami urang pai kaladang jan lupo maambiak coklat alun bisa sanak dikecek an urang padang kalo alun sumbayang dimusajik sumbar TEMA : Manyambuik tamu Sairiang balam jo barabah balam pai barabah mandi sairiang salam nan jo sambah salam tibo sambah kumbali Tabukak tambang mugani puntarak banyak bakarajo sambah dahulu ditapati co itu adat nan biaso Siburuang nurak jo buruang nuri talak ateh pamatang siriang galak pinang manari mancaliak bapak gubernur nan alah datang Pandai sikek jo sungai buluah salirik jalan kapadang sadang babuek kami lai namuah kunun mamakan nan tahedang Dek ulah duduak bapenan dek tagak baparintang dek la sajuak burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

tarago minum la kanyang tarago makan Bapaga cando nyo asok urang mamarun rantiang palo kok iyo nan harum nan kami singkok tolong tunjuakkan ikan nan jo kapalonyo Angku kapalo mandi angin basisiak karih sabilah kapalo nyo bismillah ikua nyo alhamdulillah SMA N 1 Harau Nama :Willy Agustin Ibu memasak sambal terasi Sambalnya terasa pedas SMA 1 Harau mengadakan literasi Agar siswanya menjadi cerdas Buah semangka bijinya banyak Dipotongnya pakai gergaji Kegiatan literasi sangatlah banyak Salah satunya adalah mengaji Dalam lemari ada kapur barus Kapur barus dicari ternyata terselip Walaupun banyak lagu bagus Tetap nomor satu lagu wajib Indomie rasa sambal rica-rica Minumnya dengan jus jambu Terapkanlah kebiasaan membaca Karena membaca jendela ilmu Di toko membeli semangka Juga akan membeli buah pepaya Walaupun sudah lama merdeka Tetap nyanyikan lagu Indonesia Raya Ambil buah susah diraih Buahnya busuk dan berbau Katakanlah kata terima kasih Atas restu orang tuamu Ada gula ada semut Ada bara ada abu Marilah kita menyambut Kemenangan yang nomor satu Ada orang membuat sumur Diukur orangnya bernama Maman Saya ingin bertemu Pak Gubernur Untuk dapat bersalaman Hidup boleh ada masalah Tapi jangan ada penyesalan Ucapkanlah Alhamdulillah Karena Allah memberi keberhasilan Jenis uang ada yang kertas Ada juga bentuknya yang koin Jadilah anak yang cerdas Belajar dengan yang rajin Nama : Yola Audina Ke Batu Sangkar membeli jamur Dibeli di rumah oleh Buk Natun Terima kasih Bapak Gubernur Yang menghidupkan budaya pantun Ke pasar Sarilamak membeli pisang Ragamnya banyak dan membingungkan Pantun adalah tradisi Minang Sangatlah patut kita lestarikan Minang merupakan daerah yang bagus Yang kulinernya begitu menggoda Ide Bapak sangatlah bagus Untuk memotivasi generasi muda Orang Minang baik dan santun Tak boleh diremehkan sebelah mata Mari bangkitkan budaya pantun Yang menjadi tradisi daerah kita ke Payakumbuh membeli pinang Mampir sebentar di rumah Bu Sugi Ayo lestarikan budaya minang Kalau bukan kita maka siapa lagi ke Padang dengan bus Sarah Perjalanan asik dan menyenangkan Apalah arti keunikan daerah Kalau tidak kita lestarikan Orang bijak santun bicaranya Orang baik sopan prilakunya Kita bijak pantun dipelihara Agar tradisi tetaplah berjaya Ada kegiatan ektra di sekolah Nama kegiatannya Forum Anissa Agar pantun tetaplah jaya Marilah kita ikut berlomba Kelelawar tinggal di gua Orang berteriak terdengar bergema Kalau tidak dapat juara dua Juara satu pun saya terima Ke Kota Solok membeli gula Bawangnya basah terkena hujan Sembah sujud dari saya Kalau salah mohon dimaafkan Nama : Widia Ningsih Pergi jambore ke kota Cibubur Sampai di sana bertemu Intan Assalamualaikum Bapak Gubernur Selamat datang saya ucapkan Istana Negara sangatlah lebar Sungguh indah pemandangannya Jika ingin tahu Gubernur sumbar Iwan Prayitnolah namanya Jalan-jalan ke rumah Atun Se sampai di sana makan bubur Tujuan saya ikut lomba pantun Beretemu dengan bapak gubernur Di rumah pak Guntur pohon jati Pohonnya tumbang ditimpa besi Bertemu Gubernur yang baik hati Tidak kepalang besarnya hati Ke pasar membeli buku gambar Buku dibeli di took Mia Inilah Dia Gubernur Sumbar Sungguh mulia cita-citanya Buah papaya buah semangka Dimintanya di rumah Pak Jaka Sungguh mulia cita-citanya Membangun Nusa Bangsa tujuannya Pergi ke pasar membeli bubur Buburnya dibeli di kedaii atun Kita bersyukur dengan Pak Gubernur Mau melestraikan budaya pantun Salak buah semangka Diperolehnya dari Pak Subur Rasa hati sangatlah suka Jika beretemu dengan Pak Gubernur Lomba pantun di Pantai Lasak Diikuti oleh siswa SMA Hati saya sangat bergejolak Jika saya mendapat juara Jalan-jalan ke kota Batam Sampai di sana membeli mangga Hasrat saya yang paling dalam Bertemu pak gubernur dan juara Pergi berobat ke tempat dukun Sebelum pergi jatuh di sumur Ayo lestarikan budaya pantun Supaya diingat sepanjang umur Kalau ada jarum yang patah Jangan simpan di dalam kaca Jika ada kata-kata yang salah Mohon maaf saya pinta Nama : Diken Nelcella Sekolah lima hari sudah dimulai Sedikit waktu untuk beristirahat Lomba pantun sudah dimulai Semoga pak gubernur dapat melihat Orang Payakumbuh pergi berenang Memakai baju yang terawang Hati ini sangatlah senang Bisa lomba pantun ke Padang Jalan-jalan ke Bengkulu Singgahlah di jembatan Ampera Berbuat baik janganlah malu Asalkan sopan berbicara Anak sekolah pergi ke Harau Singgah sebentar di Sarilamak Jadi anak janganlah galau Ingatlah Allah yang maha bijak Baling-baling di udara Diputar badai Katerina Selalu kita belajar bersama Agar menjadi sang juara Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

ke ladang mengambil kemumu Ibu ke pasar membeli alpukat Datang dengan menuntut ilmu Pergi dengan memberi manfaat Jalan-jalan ke Siantar Enaknya menggunakan delman Wahai kawan rajin belajar Untuk bekal di masa depan Di rumahku ada tamu Tamunya adalah Pak Mamad Janganlah malas mencari ilmu Jadilah anak yang bermanfaat Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Mari belajar sungguh-sungguh Agar dapat nilai memuaskan Persegi ada enam sisi Sisi atas dan sisi depan Jika ingin berprestasi Jadilah kamu siswa teladan Pondok Pesantren Modern Al kautsar Evi febri nanda Jalan-jalan ke negri Jepang Tidak lupa memngambil bunga Sakura Kalau kamu rajin sembahyang Pasti disayang ayah bunda Ka padang jalannyo bakelok Baranti di jalan mambali bingkuang Jikok awak indak baelok-elok Pasti awak dikicuah urang Bali karupuak dirumah pak ujang Karupuak dibali alah lisuik Kalau awak anak gadih minang Pandai-pandailah manjalani hiduik Pak edo mambali bareh Bareh dibali banyak uleknyo Kalau iyo saying jo mandeh Jan pernah sakiti hatinyo Ilham kurniawan Dayuang perahu tuju haluan Mambao rokok basamo rempah Kalau ilmu indak diamalkan Ibarat pokok indak babuah Budak-budak berkejar-kejar Raso sanang bamain di bawa Kalau kita rajin belajar Tentu kita akan Berjaya Najemi ilal liati Batang karambia alah rubuah Rubuahnyo disamba kilek Awak taruih nan batuduah Dek awak indak bapangkek Pai badagang malam-malam Badagangnyo jua kain Baitu damai agama islam Batenggang raso jo agama lain Pai ka amerika nengok obama Nampak obama mamakai sapatu Walau banyak macam agama Tapi Indonesia tetap basatu Beni hasti Batungkek jalan anak ketek Balari jalan si kamanakan Baitu nasib anak rang ketek Bapandapek dak didangakan Jalan-jalan kapuncak pato Singgah sabanta di halaban Lamaknyo nasib jadi urang kayo Kalau salah ndak dimasalahkan Mandaki kapuncak lawang Jan lupo singgah di parawang Kok cadiak awak disayang Jikok bodoh awak dibuang Jalan-jalan ka manado Singgah sabanta dirumah bundo Salamo hiduik jan pernah baduto Sakali baduto urang ndak ka picayo Bulak baliak manampuah jambatan Tajatuah di dakek pangelokan Baitu lamak kalau punyo jabatan Punyo salah ndak dimasalahkan Ketek taraja-raja Gadang tabao-bao Jikok maleh diri baraja Badan diri indak baguno Jalan-jalan ka kota padang Singgah sabanta di padang panjang Jikok bailmu awak dipandang Indak bailmu awak dibuang Yulgita Pai shalat ka nurul yakin Basobok pulo jo polisi Bialah awak iduik miskin Daripado hiduik jo piti korupsi Orang paris pergi berburu Pergi berburu ke tanah hajar Terimakasih kepada guru Karena telah mengajar Zairil hamid Anak urang batanam lado Lado ditanam di tapi sawah Kalau ingin masuak sarugo Rajin-rajinlah basadaqoh Batang kaladi di dalam samak Tumbuah rimbun seleronyo Jangan menjadi urang yang tamak Di akhirat kelak masuak narako Ikan nila ikan toman Kaduo ikan suko dilumpur Alam iko anugrah tuhan Untuak itu kito basyukur Buruang puyuah buruang memerti Tabang tinggi ka kota solo Lingkungan barasiah nyamanlah hati Karano selalu dipaliharo Jalan-jalan ka Australia Mampia dahulu di tangah pasar Kalau ingin munguasai dunia Sakolah sajo di Al-Kautsar Putri anjeli Baranang ka hulu aie Jan lupo jo rantiang lapuak Alah sanang hiduik di dunie Kana juo ka mati isuak Cari lebah bersarang besar Jangan tersengat racun berbisa Janji allah selalu benar Jangan tertipu kehidupan dunia Laka jo dulang dalam lubuak Pandan baduri malendo jalan Aka hilang dek tatumbuak Bertawakal kepada Tuhan Anak agam di pinggir kali Singgah sebentar sekedar mampir Sekolahku bagus sekali Ialah pondok pesantren modern Al-Kautsar Jalan-jalan ka pasaman Singgah sabanta mambali batu cincin Kalau hiduik rasonyo nak aman Bueklah tetangga merasa nyaman m.Alma hakiki sarancak saelok ikolah awak indak badusun agak sabuah sarancak saelok ikolah awak indak bapantun agak sabuah baju rancak ibo hati dek indak tamuek ruponyo sekolah rancak gedung tinggi yo di Al-Kautsar tompeknyo jiko bajalan kanan bana marilah kito poi manjalar kalau ingin menguasai dunia mari baraja ka Al-Kautsar rafi a.

efendi burung elang makan kedondong datang pula si elang belang kalau anda ingin disayang jangan pernah mencaci orang sayur panjang ditanam petani petani datang kancil berlari hiasi hidup dengan berseni nanti diri mudah bernyanyi jalan ke pasar di kota deli menunggu pak kusir si kuda bendi dengan pantun kita bersemi dengan ilmu kita menghargai jalan-jalan ke bukittinggi bertemu bule di jam gadang budaya pantun dijunjung tinggi bukti kita semangat juang pantun puisi mari lantunkan burung-burung ikut-ikutan sastra nagari kita lestarikan nilai moral jangan lupakan ke terminal sendirian ke bandara berombongan mari menulis dengan nyaman untuk ikut perlombaan sayang anak belikan baju sayang ibu belikan Qur’an mari dunsanak banyak baca buku agar sukses di masa depan burung kenari terbang di kali datang pula burung merpati al-kautsar punya tapak suci sekolah lain pasti iri buah durian dibelah dua durian dimakan berdua-dua al-kautsaringin menguasai dunia itulah harapan kami semua utari sri wahyuni pulang pasa naian oto oto baranti di tanjuang pati dari ma datangnyo cinto kalau bukan dari hati jalan-jalan ka bukik tinggi singgah sabanta di jam gadang awak emang ndak tinggi tapi awak alah gadang paai ka balai bali ameh tibo di jalan di maliang urang bukannyo bundo nan bamanuang tapi hati bundo ko sadang cameh bali buku di toko yakin buku di bali warna kuniang awak iyo urang miskin tapi karajo wak idak maliang SMA N 1 Kec.

Situjuah Limo Nagari Nama : Muhamad Ikhlas Pembuka Kapal layar terlihat megah Datang menuju Sumatera Barat Belumlah hati merasa tergugah Mendengar pantun yang kami buat Anak yang rajin Baju koko senang dipakai Di pakai pelajar di hari Jumat Jadilah anak rajin dan pandai Tingkah laku baik dan bermartabat Calon ulama Sudah terbang si burung murai Beriringan dengan burung gelatik Kalau ingin jadi kiyai Siapkan diri berlaku baik Keutamaan sembahyang Layang-layang terbang melayang Sugi-sugi pagarnya benih Sungguh elok orang yang sembayang Hatinya suci mukanya jernih Hasil perbuatan di dunia Limbago jalan Batipuh Sering di tempuh orang banyak Surga untuk orang yang teguh Neraka tempat orang yang congkak Hukuman bagi orang yang korupsi Duduklah bapak di atas kursi Lembutnya kursi seperti busa Jangan coba-coba lakukan korupsi Karena korupsi adalah dosa Menanggung kejahatan dunia Manggis berbuah dimusim gugur Di baliknya batang delima Menangis mayat di dalam kubur Karena di dunia berbuat dosa Jalan menuju sorga Pergi ke Sungayang hari sabtu Jangan lupa membawa obat Kerjakanlah sembahyang lima waktu Kalau ingin selamat dunia akhirat Kunci sorga Sungguh indahnya nagari Sungayang Tempatnya orang pergi berniaga Janganlah kita tinggalkan sembahyang Karena sembahyang kuncinya surga Penutup Irwan Prayitno gubernur Sumbar Menjadi kebanggaan orang minang Laksanakan sholat untuk bersabar Supaya hati menjadi tenang Nama : Ikram Kifli Abdi Malik Pembuka Si Atin dan Si Atun Berumah di Tanjung Bungo Mari kita berpantun Berpantun ala Irwan Prayitno Mengenal karya Irwan Prayitno Di kebun tumbuh papaya Kebunnya di tengah koto Mari baca kita membaca Membaca buku Irwan Prayitno Kegunaan membaca Gunung berapi berawan-awan Angin berhembus menuju kota Jika ingin menambah wawasan Banyak-banyaklah kita membaca Ingin bahagia Buah durian buah mangga Tumbuhnya dekat jerami Kalau ingin berbahagia Panjangkanlah tali silaturahmi Tabah menghadapi kenyataan Mandi di sungai berbasah-basah Mandinya diwaktu langit mendung Yang dipelajari berhidup susah Kala besar nanti kamu tak canggung Kalau mau berhasil harus berusaha dulu Buah ceri buahnya kerdil Tumbuh di dekat Pohon papaya Mari menanam diwaktu kecil Biar memetik sewaktu tua Berusaha harus sesuai dengan kemampuan Runcing-runcing duri durian Tajamnya menusuk jari Mari menjangkau dengan pikiran Coba melihat dengan hati Insyaf Batu bara batu kerikil Ditambang orang dalam kali Merenung memikir-mikir Apalah guna hidup ini Mencri pengalaman Batang kacang menjalar-jalar Mencari tempat yang lebih tinggi Menuntut ilmu sambil belajar Mengasah akal mengasah hati Penutup Tak disangka buah durian Dicoba-coba manis sekali Sekian salam akal pikiran Biar sampai kelubuk hati Nama : Andrei Rinaldi Pembuka Anak Ayam turun lima Mati satu tinggal empat Assalamualaikum bagi pembaca Semoga selalu mendapat safa’at Lihat ular piton dan ular sawah Sama-sama hewan tak berbisa Dengan kegiatan berpantun inilah Kita budayakan Bahasa Indonesia Mari bermain permainan dunia Yang dimaksud permainan ludo Mari budayakan bahasa Indonesia Berpantun ala Irwan Prayitno Pergaulan muda mudi Maju terus pantang mundur Itulah semboyan pahlawan kita Orang jujur hidupnya mujur Orang pendusta hidupnya celaka Dengan kaca mata kita melihat dengan jelas Dengan melihat kita akan mengerti Dengan kata hati kita bicara dengan pantas Dengan bicara pantas kita akan dihargai Jahe ditumbuk menjadi jamu Elok diminum menjadi obat Wahai kawan jagalah tutur katamu Banyak bicara banyak akibat Angan-angan terbang melayang Perasaanpun jadi tak karuan Lakukan pekerjaan dengan riang Maka pekerjaan beratpun akan ringan Jalan malam sendirian Tiba-tiba terinjak kura-kura Wahai Kawan teguhkan pendirian Jangan sampai terbawa hura-hura Jalan tol cimahi jalannya lurus Akan tetapi dipenuhi kendaraan Bantulah orang dengan tulus Jangan disertai kebencian Penutup Enak rasanya sop hati Apalagi ditambah dengan lalapan Sekali menyakiti akan berbekas di hati Dan akan sulit untuk dilupakan SMK PP NEGERI PADANG MENGATAS Nama : M DZIKRA HALIM Sairiang yo samo sajalan Tangan jo kaki samo barayun Ambo datang nak bakenalan sambuik jo salam nan babalun buruang balam buruang nuri di bari makan inyo malu salam untuak bapak ibuk juri semoga sehat selalu ado balon bawarna pelangi lah ditawar tapi ndak jadi Allah ta’ala meredhoi Semoga penonton di lindungi ka padang bajalan kaki tibo di padang singgah ka tugu merpati jikok ambo lulus seleksi tantu lah suko jo sanang hati Jawek bajawek itunyo pantun Di jawek jo hati sanang Tau di nan ampek mangkonyo santun Itu partando kito urang minang Pai ka padang nak bapantun Bapantun jo bapak irwan Kalaulah hiduik penuh santun Tentulah banyak nan berkawan Pai ka rimbo mancari kayu Dapek kayu kabek jo rotan Pantun pak IP memang yang nomor satu Nan namonyo pantun spontan Pai ka pasa mambali tali Tali di bali mangabek jawi Pak IP urang minang asli Gubernur kito nan di hati Bali dagiang kadibuek randang Randang nyo urang pariaman Kami bahagia pulang dari padang Batambah ilmu jo pangalaman Makan karupuak di tapi sawah Karupuak jan sampai jatuh Billahitaufik walhidayah Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Nama : ANGGIL HAQ Melatih kuntum tumbuh melata Sayang menjalar di pohon cemara Asssalamualikum mulanya kata Saya sembah pembuka bicara Kesawah membawa nasi Nasi di bungkus dengan kertas Ananda anggil disini Dari smk pp padang mengatas Ada raja dan ibu suri Keduanya tinggal dalam istana Hormat untuk bapak dan ibuk juri Semoga sejahtera dan bahagia Konon dalam sebuah istana Ada banyak harta pusaka Penonton dapat hormat saya Duduk disini dengan gembira Dari sejarah bercerita Hatiku terharu dan percaya Karna kegigihan pahlawan bangsa Terebutlah kadaulatan republik Indonesia Banyak semut di atas papan Sedang memakan gula-gula Selamat menyambut hari kemerdekaan Indonesia raya merdeka merdeka Para hadirin tegap dan hormat Karena telah di mulai upacara Berkat para pejuang yang hebat-hebat 17 agustus Indonesia raih merdeka Ulang tahun budi tanggal dua Budi merayakan hari rabu Selamat hut RI yang ke tujuh puluh dua Semoga Indonesia tetap bersatu Pohon pinus tumbuh ke atas Di terpa angin semakin kencang Waktu diberikan sangatlah terbatas Mohon maaf atas kata-kata yang lancang Berburu ke dalam hutan Di dalam hutan bertemu jerapah Akhir kata hamba ucapkan Assalamualaikum warahmatullah Nama : SYLVINA ALZARI Ke pasar payakumbuh membeli tomat Tomat di masukan ke dalam cawan Kalau bertemu mari berjabat Untuk tanda berjawab salam Ke pasar untuk membeli pena Pena di beli dengan kertas Perkenalkan nama saya silvina Berasal dari smk pp padang mengatas Bajalan kaki terpijak duri Duri tertancap di sepatu Salam untuk bapak ibuk juri Semoga sehat selalu Anak gadis pergi ke salon Ke salon jadi makin rapi Salam untuk para penonton Semoga di sambut senang hati Payakumbuh ramai kotanya Hidup orang nya bermatabat Sehat selalu gubernur kita Berkembanglah Sumatra barat Anak muda datang ke perigi Keperigi untuk pergi mandi Berjumpa kita semua disni Karena ada lomnba hamba kemari Berjalan anak dengan santun Santun tampa banyak gaya Pak IP adakan lomba pantun Untuk memilihara budaya kita Tugu merpati di kota padang Ramai karena lomba renang Sungguh hati sedang senang Karena hamba jadi pemenang Mari bermain main galah Galah patah tak terasa Kalau nanda ada salah Tolong dimaafkan semua nya Duduak mamak dan kemenakan Duduak baduo bercengkramah Akhir kata hamba ucapkan Assalamualikum warahmatullah SMA N 1 KEC.

AKABILURU Nama : M.AFDAL Siang siang makan pakasam Makan nyo di payakumbuah Ananda bukak pantun jo salam Assalammualaikum warahmattulahi wabarakatuh Danau singkarak danau maninjau Ado urang Manjua pensi Selamat datang urang rantau Mari kito rayokan idul fitri Pancasila dasar negara indonesia Jumlah nya ada lima Mari kita ucapkan doa Untuk para pahlawan tercinta Jalan jalan ke bukittinggi Pergi nya naik sepeda Selamat datang bapak irfendi arbi Bupati nya lima puluh kota Rancak nyo kota biru Ado ngalau ado adipura Infak lah walaupun seribu Agar mudah jalan ke surga Jalan layang kota padang Arah nyo ka bandara rajin2 lah sumbayang Agar tidak masuk neraka Pagi pagi makan tebu Siang nya nonton teletubis Perbanyaklah ilmu Dengan membaca al-qur’an dan hadis Masuk mesjid lepaskan sepatu Warna nya hitam pucat Kalau kita selalu bersatu Apa kerja mudah di buat Surabaya kota pahlawan Ada bambu diatas peti Kalau ingin banyak kawan Jangan suka berkelahi Samba randang campua kantang Makan nyo basamo samo Pusat minang ado di padang Dipimpin oleh bapak irwan prayitno Nama : LAILATUL FITRI Bajalan baduo poi sakola Jan lupo mambao buku Niekan ati kabaraja Buliah bisa manarimo ilmu Poi kasawah mananam padi Padi ditanam basamo-samo Elok laku elok budi Nan ilmu paralu juo Marilah kito batamu Batamu karumah bako Buliah nakbatambah juo ilmu Mari kito baraja basamo Basamo mandi kahulu Sambia mambao baju ganti Jikok kito lai bailmu Mangko mudah mandapek kanti Poi balanjo kakadai sabalah Jan lupo mambao piti Kalau indak ingin salah Haruslah bailmu tinggi Duduak-duduak dibawah batang Mancalaiak urang sambia bajalan Dak buliah awak baati gadang Buliah ilmu bisa bakawan Makan basamo ditangah sawah Sambanyo lamak, langiknyo rancak Jikok ingin ilmu batambah Rajinlah baraja wahai dunsanak Pulang sakola langsuang karumah Jan suko poi malala Jikok ingin ilmu batambah Jan lupo baraja Poi wisata ka pantai padang Mangkonyo nampak pulau subarang Jikok ilmu jan disimpan surang Eloklah dibangi ka urang-urang Poi kaparak maambiak lado Jan lupo amabaok sumpik Jikok ilmu alah ado Jan lah suko bapilik-pilik SMA N 1 SULIKI Nama : YUDHA ADI PUTRA Pongek Situjuah enak rasanya Membuat lidah berdendang-dendang Hai kawan ayolah coba Makanan Minang namanya rendang Listrik mati di malam hari Nyalakan listrik dengan korek api Carilah limu sepanjang hari Kemanapun pergi wajah berseri Gerhana bulan dan matahari Fenomena yang dinanti Wahai kawan sang putri Pandai-pandailah jaga diri Makan kerupuk di tepi kolam Kolam dihiasi beragam ikan Kalau engkau cintai alam Kebersihan jangan kau abaikan Kalau lebah sudah menyengat Tanda ia telah terluka Dia pacarmu slalu kau ingat Allah Tuhanmu sering terlupa Pergi berburu ke tepi hutan Dapat rusa patah kakinya Hai kawan jaga kesehatan Karna tak ada yang menjualnnya Makan sarabi jo teh talua Makannyo di Puncak Lawang Manangih ambo di ateh kasua Mangana apak indak sambahyang Aia tajun namonyo Sarasah Nan punyo urang Talago Dima hati indak karusuah Manengok minang lah tingga kabaunyo Anak mamak mamacik tali Paciknyo tasentak-sentak Kalau nilai nan kabacari Ilmu tadi tapakai tidak Anak bujang jatuah tatungkuik Jatuahnyo di parak sutan Jarawek ketek batutuik-tutuik Aurat nan gadang batampakkan Hari iko pai ka Tanjuang Mancari ula nan batalingo Heran ambo duduak tamanuang Manengok uni bagonceng tigo Anak rusa di makan singa Singa kenyang dia terlelap Kalau tak punya cita-cita Bagaikan elang tanpa sayap Karambia inyo di paruik Durian inyo di balah Janlah ilmu dituntuik Karano inyo indak basalah Ado ula diateh batu Ula mati disamba alang Tamanuang uda ditapi pintu Mangana adiak di suntiang urang Jalan luruih di pasa Baso Tampek lalu si anak daro Badan sakik lah sansaro Lupo baraja jo puaso Panas terik ditengah hari Hari cerah tak berawan Jadi orang jangan suka iri Agar tak dijauhi kawan Ikan mujair didalam pukat Ikan diambil ular yang dapat Wahai kawan jangan maksiat Kalau tak ingin mendapat laknat Hujan datang di pagi hari Membawa sepi yang tak berarti kalau tak mau merubah diri kegagalanpun sudah menanti Nama : Dandi Nofriansyah Tahun empat lima kita merdeka Tahun sekarang kita rayakan Marilah kita membangun desa Bersatu ulama dan cedekiawan Bila hari sudah petang Burungpun pulang ke sarang Lampu menyala sampai siang Listrik boros uangpun melayang Bidadari jatuh dari khayangan Jatuh didekat kantor aparat Tidak puasa tidak sembahyang Tunggu azab di akhirat Di rumah ada bingkisan Bingkisan dibuka langsung merekah Mati semut karena manisan Itu ibarat orang serakah Tinggi batangnya pohon pinang Lebih tinggi pohon kelapa Tidaklah kami akan pulang Sebelum tercapai cita-cita Pergi ke seberang dengan sampan Tiba di seberang membeli kerbau Cobalah anda pikirkan Kijang apa yang ditakuti harimau Jika ke seberang dengan sampan Dengan apa bawa kerbaunya Setelah lama saya pikirkan Kijang Inova jawabannya Terang cahaya bola berpijar Bola terletak di atas meja Mari kita rajin belajar Supaya tercapai cita-cita Jauh tempatnya Kota Banjar Terletak di seberang lautan Sekolah tempat belajar Bukan untuk berpacaran Bawa motor pakai topi Topi terjatuh di atas jembatan Jerawat kecil kamu tutupi Aurat yang kamu tampakkan Buah semangka sejuk rasanya Dimakan oleh anak raja Menuntut ilmu tak ada batasnya Kejarlah ia sampai ke negri Cina Tamu datang bukakan pagar Duduk santai ditemani ibu Sebelum ia kau jadikan pacar Santuni dulu orang tuamu Indahnya taman sekolah Sejuk dipandang setiap hari Bila ingin hidupmu berkah Jangan lupa sembahyang dan mengaji Menunggu datangnya senja Menunggu sambil bercerita Wahai teman janganlah manja Kelak hidupmu akan sengsara Soekarno beserta Muhammad Hatta Adalah Bapak Proklamtor kita Memang tidak ada yang menyangka Dulu sengsara kini merdeka Sudah lama kita merdeka Tapi masih tetap terjajah Dijajah bukan oleh Belanda Namun teknologi yang merajalela Di tangah jalan ado duri Indaklah mungkin awak ka lalu Usahlah nilai nan kawan cari Tapi ilmunyo nan paralu Yobana kareh sibatu karang Karang pacah ditimpo galodo Manangih Dinda di rantau urang Maliek uda maminag jando Ado udang di baliak batu Udang kalua dimakan ikan Adiak manih nan duduak di situ Namuahkah adiak bakanalan Enaknya minum jus alpokat Enak dimunum disiang hari Biasakan pola hidup sehat Badan segar sepanjang hari Ke sekolah berjalan kaki Kaki diayun sambil melangkah Walaupun Allah menentukan rezki Terus berusaha jangan pasrah Bila hari sudah petang Anak dagang pulang ke rumah Jangan lalaikan sembahyang Agar hidup jadi berkah Balam jantan masuak pukek Pukek di baok dek Marah Sutan Hiduik miskin janlah diupek Tando coitu namonyo suratan Daun siriah tumbuah di parak Parak digarap dek rang punyo Sadiahnyo nasib ditinggakan Bapak Tiok hari baurai aia mato Manoleh adiak nan dari Solok Datang kamari mambao pukek Uda tau adiak lai elok Tapi adiak ndak kunjuang mandakek Matohari landas ka mudiak Batando hari nan lah patang Tandonyo uda sayang ka adiak Baju nan sampik kini lah lapang Urek kayu nan sabatang Tatanam di bateh parak Kok iyo adiak lai sayang Usahlah selo nan di urak Di ladang ada kemumu Ladang digarap oleh yang punya Memang enak jalan denganmu Karena kamu suka cerita Pai ka pasa mancaliak ruko Tiok ruko pakai janjang Kami ikuik lomba pantun nanko Untuang Pak Irwan bisa sanang Pai ka pakan bali bakso Jan makan bakso pakai tangan Hiduik mularaik batin taseso Hanyo ka tuhan tampek gantuangan Mari menghitung buah kelapa Lima empat tiga dua satu Mari masuk jurusan IPA Jika bisa membagi waktu Ayam jantan balari-lari Latiah balari malompek paga Main HP satiok hari Bilo kotu untuak baraja Janganlah banyak makan kacang Jika tak ingin berjerawat Bawa motor janganlah kencang Ini motor bukan pesawat Pergi ke pasar beli roti Roti terbeli lupa uangnya Panas badan bisa diobati Panas hati apa obatnya Pergi ke pasar beli roti Beli roti untuk makanan ikan Panas badan bisa diobati Panas hati bacalah Qur’an Melihatmu aku terpukau Sewaktu kamu ada di padang Marilah kita ke Minangkabau Untuk mencoba Samba Randang Kalau ado tujuah harimau Mati duo tingga limo Marilah kito ka Lembah Harau Wisata Minang nan tanamo Pergi ke warung beli bakwan Jangan lupa membayarnya Coba tebak wahai kawan Apa hewan berkaki tiga MAN Padang Japang Nama : RAHMATUL RAMADHAN Sunyi melanda menerpa kalbu Secercah harapan tersangkar Rangkaikan asa membelah malam Terpaut kekar di lengang suasana Tidur, namun terjaga Masa dirajut bersusunkan air mata Lentera merah jambu mulai lenyap Duduk memaku menengadah Asma terucap merasuki jiwa Menjadi sutera pembalut duka.

Nama : HAMNISA PUTRI Huruf demi huruf membentuk kata Kata hati merinai ? Gelora bersemayam dibenakku Sinari hari-hari pelipur lara Pelangi tersenyum mendekap Mega suci menatapku Kilauan emas membentengi Memenuhi jiwa Sesal lidah tiada berarti Sesal kalbu, jiwa merasai Terfikir tabiat Hidayah mengalir ke peraduan Menyebut asma-asma Mu Ayunan kaki mengiringi kepergian Menuju rumah Mu Menyucikan kalbu nan keruh Mengetuk pintu Mu Sembari berdoa Membasahi wajah penuh nista Nama : MUHAMMAD SUKRI Lantunan musik menusuk ke liang telinga Memecah fokus dalam hampa Tanpa disangka Hilang di tepih angin sedepa Suara yang terngiang itu Seakan mendamaikan benakku Menyilau keramaian dalam keheningan Seketika menyimak alunan syahdu Hatiku terketuk sesaat Seakan lumpuh tak berdaya Bak diayun gelombang asmara menyelam hingga telaga jiwa Nama : JENITA SYAHTRINA DEWI Mentari pagi mulai menari Gunung-gunung berselimut kabut menanti Kicauan camar kecil mengiringi Butiran embun menghiasi Kalbuku bak kupu-kupu ditaman Menari penuh kegirangan Kebahagiaan nan abadi takkan kulupakan Semua ramai tanpa kesunyian Tapi.

Mimpi-mimpi indahku sirna Asa menjadi pupus hancur musnah Hatiku sakit perih Serasa dicabik-cabik serigala Kupu-kupu tak lagi hinggap Mentari tiada menyinari Kicauan burung-burung senyap Mengepakkan sayap tiada kembali Semua ini ulah kalian Tangan-tangan bergelumur dosa Mengusik titik kedamaian Alam suci tiada berdosa Ambisi manusia pembuka lahan Memusnahkan tanpa perasaan Pendengaran tiada menghiraukan Jeritan alam nan kesakitan Biarkan alam murka Membalaskan semua Azab sang maha kuasa Nama : MIFTAHUL RAHMI BUDI Ku termangu menggenggam gudang ilmu Menyalami tenangnya lambaian angin Tersandar dalam pandangan yang semu Kalbuku mengejar hingga ia yakin Mulai kutuliskan tinta pengharapan Membuang kebekuan hasrat yang pilu Inspirasi ini seakan melontarkan tafsiran Untukku serap tanpa benalu Curahan kocehan burung Menambah hangat jiwa yang sepi Merangkai kisah tak berujung Impianku seketika hingga nanti Merajut pintalan kata dalam hening Ujung jarum menggelitik diantara sekat Walau pengembaraan kian tak berpaling Takkan kubiarkan mimpi ini sesak terikat Nama : NINGSIH SAFITRI Bulan memancarkan cahaya Angin perlahan menjelma Daun tak berdaya Bintang hiasi dunia Embun malam kembali bertahta Percikan cahaya tampak di sudut kotaku Derasan air menjadi teman setiaku Tubuh mungilku terlelap beralas daun layu Ragaku bergetar mataku mengatup kaku Pakaianku lusuh bertengger debu-debu Kalbu kecilku terucap lirih Dibawah jalinan daun penatap diri Usia diniku terselimut perih Tanpa belaian orangtua terkasih Tertidur lelap dipusara putih Air mataku mengalir kepelabuhan Teringat nasibku penuh penderitaan Dua bersaudara ditengah keramaian Tangisku berhias ditengah hamparan Jiwa ragaku tertunduk kepada sang khaliq Nama : FADIA NUR RAHMA Detik jarum jam beralur maju Mengantarkanku pada sudut waktu Hanyut dalam gigil paling rindu Di hening malam kembali kuhangatkan Bersama cahaya rembulan Sajadah kembali kubentangkan Penyambung rakaat demi salam Sebelum malam ini menepi Sebelum rembulan beranjak pergi Kurapatkan sajak doa Untuk dia yang menjadi rahasia Agar di ijabah sang pemilik cinta Semoga saja Malam ini tak sia-sia Nama : MAY MUNAH Dimanakah harus ku tempatkan amarah ini Acap kali ku buang Namun angin meniup kemari Ia datang menerawang Mengingatkan kehancuran Seperti bayangan hitam menghantui Kucoba menghampiri kepahaman Seakan tak bisa kupungkiri Tuhan.

Ikhlaskan kalbu ini Tuk memadamkan api kebencian Untuk kebahagiaan di kemudian hari Nama : aldia saputra Tinta hitam sangatlah pekat Bersama sarang lengkap berdua Situnas bangsa beradu bakat Dalam berpantun dirindu jua Mengkaji tinta mudah memudar Menimpa kain disatu masa Bakat berpantun tidak sekedar Seleksi ketat dalam bahasa Lembayung ungu melilit diri Makin meninggi batang kelapa Globalisasi jambangi negeri Sastra lama tak kan terlupa Kembang kantil tawar nelangsa Penawar tangis bunga kemuning Mustahil bahasa jati diri bangsa Terkikis ungkapan istilah asing Puntung mati tidak berbara Dangau duren pun menjadi aman Ibu pertiwi termenung lara Jikalau bahasa terkikis zaman Bunga patah tidak berdarah Kupu-kupu hilang haluan Ribu ragam bahasa daerah Bertuan bahasa persatuan Batang jerami ada ribuan Dililit tubuh ular berbisa Kalaulah hilang bahasa persatuan Bersurai sebar paham bahasa Tebang kayu jadikan papan Biar umurnya belumlah tua Meski beribu beda ungkapan Bahasa sastra kan padu jua Hewan berenang tak hanya ikan Lumba-lumba pun tak hilang citra Dengan berpantun kita padukan Bahasa indonesia berpagut sastra Bunga mawar warnanya merah Indahlah sangat penuh citra Saudara sebangsa setumpah darah Mari lestarikan bahasa dan sastra Nama : Hafiz Duduk di tepi Pantai Sanur Sambil duduk memakan ketan Terimakasih buat pak gubernur Telah mengadakan lomba pantun spontan Dapat hadiah sebuah kano Kano dibeli dari Persia Pantun spontan ala Irwan Prayitno Melestarikan bahasa dan sastra Indonesia Sungguh indah Menara Pisa Banyak orang ingin melihat Sebagai pelajar harapan bangsa Membudayakan pantun dalam masyarakat Tantangan hidup memang berat Tapi jangan berputus asa Hebatnya pelajar Sumatera Barat Cerdas dalam bersastra Indonesia Dari Amerika ke Asia Pejalanannya dengan naik bahtera Masyarakat membiasakan berbahasa Indonesia Menuju Sumbar yang sejahtera Kakak beradik menonton kartun Sambil menonton makan pepaya Walaupun hanya dengan pantun Tetapi bisa melestarikan budaya Kencang larinya kuda poni Hingga menabrak tumpukan jerami Semoga dengan pantun spontan ini Semakin mempererat tali silaturahmi Habis pisang dimakan kera Pisang dimakan kera pun kenyang Dengan pantun membudayakan sastra Sastra lama yang redup-redup terang Berjalan dari Kota Bekasi Akhirnya sampai di Kota Kediri Jadikan pantun ajang prestasi Agar terlaksana dalam kehidupan sehari-hari Sarapan pagi dengan roti Ditambah dengan selai blueberri Kadang pantun tak berkenan di hati Ampun dan maaf mohon diberi Nama : MUHAMMAD SUKRI Taratai bungo taratai Tumbuahnyo manjelo jelo Sabonanyo ba pantun ambo indak pandai Dek ati koreh bacubo juo Mandaki jalan ka batu duo Manurun jalan ka gunuang Sago Malakik pantun ka dibaco Jaweklah salam pambukak kato Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Poi manggaleh ka Batu Hampa Singga daulu ka Tanjuang Jati Takilik iman si Uda Maliek Adiak sadang mananti Mandaki jalan ka Puah Data Manurun jalan ka Koto Tuo Lai takilik ati Uda Sayang kok indak untuak ambo Bermain bola di tanah lapang Bola disepak langsung hilang Jangankan kasih dan sayang Hidup mati untuk Adik seorang Ka pulau mandayuang rakik Rakik di dayuang sampai pagi Kasih sayang indak sadikik Dari mato jatuah ka hati Ke pasar membeli roti Dibeli roti untuk dipanggang Kalau cinta sudah dihati Dunia lupa akhirat melayang Di Paris ada menara Menara dibangun setelah merdeka Berkasih sayang jatuh ke zina Zina berujung ke neraka Pagaruyuang di Batu Sangka Tempat indah karena pemandangan Supaya jangan tenggelam neraka Belajar agama dilupa jangan Ke pasar beli celana Celana dipakai untuk mengaji Jika berpedoman pada agama Hidup bahagia sampai mati SMA NEGERI 1 KECAMATAN GUNUANG OMEH Nama : FUJA SEPTIADI Malam hari gelap gulita Kalau siang terang benderang Sopan santun budaya kita Kebanggaan yang jangan sampai hilang Beruang memakan nasi Nasinya tidak berasa Kalau kita ingin dihormati Kuncinya ada di kata-kata Kertas di buku warnanya putih Arang di dapur warnanya hitam Jika hati ingin menjadi bersih Budayakan salam dan sopan Sapi jantan sapi betina Dibuatkan kandang satu berdua Jika kita tak mau dihina Jagalah mulut dan kata-kata Pohon kelapa tinggi batangnya Tumbuh subur di tepi taman Kedua orang tua besar jasanya Tak terlupakan sepanjang zaman Saat pak satpam sedang berjaga Ia duduk sambil menerawang Berbahasa sopan harap dijaga Agar kita disayang orang Ayam jago bermain di taman Menatap liar mencari mangsanya Cobalah sadari wahai teman Berbicara sopan banyak untungnya Pahlawan berjuang mengorbankan darah Demi terwujudnya kemerdekaan Tanamkan jiwa pantang menyerah Agar kita selalu terdepan Kalau kita makan bubur Ditambahkan bawang enak rasanya Tanamkan sikap yang jujur Karena itu budaya kita Mati lampu ambillah lilin Coba cari dekat lemari Marilah kita hidup disiplin Agar sukses dikemudian hari SMAN 1 Kec.Lareh Sago Halaban Nama : Ikhsan delfiwar Atap rumah ada di atas Melindingi kita dari hujan Marilah terus bekerja keras Untuk mencapai satu tujuan Mawar berwarna merah Semuanya terjual laris Alam indonesia memang indah Sehingga banyak orang orang turis Tiang bendera tegak lurus Bendera paling atas berwarna merah Hadapi masa masa kritis Untuk mencapai masa depan cerah Hujan di sore hari Membuat semua tanah menjadi subur Apa yang kita dapat hari ini Adalah dengan kita terus belajar Orang indonesia belajar bahasa inggris Orang jepang belajar bahasa kita Jangan sampai terbawa arus Mari lestarikan adat dan budaya Pekarangan rumah penuh bunga Rumahnya rumah pak bupati Hormati lah semua pejuang kita Agar kita semua berbakti Zaman sekarang semakin maju Membuat orang lupa akan akhirat Jangan lupakan budaya minangkabau Agar tetap ada adat dan istiadat Masuk sekolah pagi ini Pulangnya udah lesu Semua murid hari ini berbakti Ini semua berkat jasa guru Gunting pemotong kertas Kertasnya ada banyak Ayo teman jangan malas Supaya tidak menyesal di masa depan kelak Si eneng pulang malam Banyak orang bisik bisik Tidak baik wanita pulang malam Karna banyak orang ngincar wanita cantik Hari ini pak kepala lagi sibuk Tugas menumpuk tak terhitung SMAN 1 memang yang terbaik Insyaallah kami bisa menang Upacara di hari senin Semua siswa berbaris rapi Sungguh senang siswa jadi pahlawan Karna mereka merasa berbakti SMA N 1 Pariaman Nama : Nazifpri Etrariadi Judul : Aku dan Harapanku dengan Bahasa Indonesia Kudengar kutilang bernyanyi Suaranya sungguhlah indah Kudengar pantun berbunyi Bahasanya sungguhlah indah Dengan angin rumput berdansa Dengan dansa bangau bersuka Dengan pantun kita berbahasa Dengan bahasa kita beretika Sungguh hebat unta di gurun Hidupnya sangat berguna Sungguh hebat si tukang pantun Bahasanya sangat bermakna Andai hilang agama kita Petunjuk lenyap rahmat tak tiba Andai hilang budaya kita Sopan lenyap santun tak tiba Apalah guna dunia dijaga Bila amal tiada guna Apalah guna harta dijaga Bila etika tiada guna Burung elang burung merpati Terlihat indah diudarakan Berpantun untuk curahkan hati Terlihat indah diutarakan Di Sumbar ada Pak Irwan Di Pariaman ada Pak Mukhlis Jadikanlah bahasa sebagai acuan Untuk membaca dan menulis Beli sala ke tengah pasar Untuk hidangan saat berbuka Berbahasalah saat belajar Untuk bisa ilmu dibuka Adat kita bersandi agama Agama kita bersandi kitabbullah Adab kita bersandi krama Bahasa oleh krama disandikanlah Rumah gadang sangatlah lapang Dijaga rangkiang dihalamannya Wawasan engkau sangatlah lapang Karena bahasa yang mensahajakannya SMA N 3 Pariaman Nama : Rima Syukhria Y.k Dari nanggroe aceh Darussalam sampai papua Dari pantai purus sampai pantai kata Hari ini hari bersejarah untuk kita semua Karna hari ini hari kemerdekaan kita Di kayu tanam banyak tanaman Tanaman seperti durian enak dimakan Dulu 17 agustus kita rayakan Berbaga iperlombaan di lombakan Lalu kasinan samo si nyonya Nyonya ba hak tinggi bagencu taba Dulu panjat pinang nama lombanya Melatih kekompakan dan kerjasama Abang sayang pulangka patang Mambaok kambiang untuak di gulai Bagandang-gandang bagoyang-goyang Itu kebiasaan sebelum acar di mulai Mulai dari anak-anaksampai orang tua Mulai dari sekolah sampai kantor desa Merayakan 17 agustus dengan ceria Berusaha dan berserah diri kepadayang kuasa Sayang ibu tidak pernah tergantikan Sayang pacar mudahdi binasakan Sekarang lomba 17 agustus mulai dilupakan Padahal itu apresiasi menyambut kemerdekaan Nasi padang terkenaldirantau sana Membuatnya harus dengan kerjasama Sekarang banyak orang tutup mata dan telinga Angkat tangan tidak lagi merayakan kemerdekaan Kota bukit tinggi cirri khasnya jam gadang Jam gadang symbol akan sebuah kemuliaan Bisa dibuktikan kegenerasi muda sekarang Hanya sedikit yang tau akan lomba hari kemerdekaan Kota padang panjang banyak perbukitan Kita dapat memandang nya dengan suka suka Sekarang dari pada merayakan kemerdekaan Anak muda lebih memilih berhura-hura Jika kepadang naik kereta api pergi bersama kawan Bawalah kawan yang menjunjung kekompakan dan kebersamaan Jika anak muda sekarang tau bagaimana perjuangan para pahlawan Tidak ada yang berani menyianyiakan kemerdekaan SMA N 5 Pariaman Nama : RIVA ANDIKA Kehidupan Dengan Cara Yang Terbaik Didalam hutan ada singa Singanya mati oleh pemburu Kalau ingin bahagia Carilah dulu ilmu Pak boni pergi ke medan Perginya dengan mobil tua Kalau mau jadi anak yang teladan Patuhlah kepada orang tua Di Bukit tinggi ada jam gadang Di pariaman ada pantainya Kalau adzan sudah berkumandang Mari kita menghadap kepadaNya Layang-layang terbang tinggi Layangnya putus didekat jembatan Janganlah kamu merasa tinggi Karena itu adalah sifat setan Si Ali anaknya pak Jamal Pak jamalnya pergi ke jakarta Mari kita perbanyak amal Sebelum maut menjeput kita pak budi pergi ke makassar Perginya naik pesawat terbang Kalau kamu sudah besar Yang dipikiran harus berkembang Didepan rumah ada taman Tidak lupa untuk dibersihkan Mari kita tingkatkan keiman Beribadahlah dengan keikhlasan Pergi kepadang ketemu polisi Yang tertangkap menangis nangis Hiduplah berbasa-basi supaya hidupnya lebih harmonis anak anak bermain bola Bermainnya di sore hari Mari kita berlomba lomba Dengan kebaikan dalam diri Dihutan ada singa Singanya mati oleh pemburu Kalau ingin hidup bahagia Jangan lah cepat cemburu SMA N 6 Pariaman Nama : Sofia narmila senang hati pelukis menggambar Puluhan anak kecil bermain patung Betapa kaki sangat gemetar Menyaksikan penonton yang tidak terhitung pemain drama bertukar peran Roro jonggrang jadi sang putri Jagalah hati jaga pikiran Pergaulan bebas harap hindari dalam kimia ada sifat koligatif Logam alkali dibuat melalui elektrolisis Jadilah pelajar pelajar yang aktif Biar jadi generasi yang optimis membran mittokondria yang berlipat disebut krista Bakteri prokariotik tidak punya endomembran Biarpun zaman semakin jaya Budaya kita jangan dilupakan 17 agustus 1945 indonesia merdeka 18 agustus berita disiarkan dalam bahasa inggris Bangkitkan semangat generasi muda Membangun bangsa dengan pola pikir kritis soulvey menghasilkan natrium bikarbonat Gelombang permukaan air mengalami difraksi Ambil jurusan sesuai bakat Untuk menggali potensi diri pancasila sebagai pengatur pemerintahan Pancasila juga sebagai kaidah fundamental Jadikan sumbar pusat perekonomian Dengan memperbanyak produksi lokal ambil bambu ambil logam Jadikanlah sebuah karya Suku indonesia beraneka ragam Tapi masyarakatnya selalu bersama irisan dan interseksi terdapat dalam himpunan Integral dicari melalui dua kurva Masa depan generasi muda tidak karuan Narkotika dan pergaulan sumber utamanya pertukaran pelajar ada di mexiko Diikuti oleh siswa irian SMA 6 adalah sekolah papiko Prestasinya selalu jadi impian siang hari makan jus tomat Dicampur pakai susu mentega Wahai umat nabi muhammad Jawablah salam dari saya lukisan batik adalah sebuah karya Diperindah menjadi sulaman Jika tuan ingin berwisata Pantai terindah ada dipariaman pohon rambutan berbuah duren Ditimbuni oleh daun jerami Jika ingin jadi yang terkeren Maka ikutlah dalam acara kami pergi memancing dapat ikan kakap Ikan ditarik bersama umpan Jaga tingkah jagalah sikap Akhlak mukharimah jadikan impian beli mie sudah kadaluwarsa Dimakan oleh kera sakti Jika sudah merasa dewasa Hati ibumu janganlah disakiti bikin kue buat pengajian Ditutup pakai tudung saji Sosial media tempat pelarian Itulah hobi remaja masa kini dimalam hari ada kunang kunang Kerlap kerlip mengelilingi bulan Bangunlah putra putri minang Randai dan silat tolong lestarikan jika bapak ingin mandi Pergilah kepadang panjang Ingatlah magrib mengaji Biar bacaan Qurannya terulang beli baju warna merah Dipakai untuk acara pesta Tidak hanya pantai gandoriah Pantai kata pun indah lautnya dari sabang sampai meroke Itulah batas negara indonesia Jangan anggap semua masalah sepele Jika menumpuk kacau jadinya Nama : Betharia marnis caniago Kalau bicara tolong pikirkan Jangan sampai menyakiti orang lain Omangan kita jadi ancaman Jika menyinggung perasaan orang lain Internet untuk memperoleh informasi Bnyak berit mengadu domba Anak remaja harus pandai menjaga diri Jangan coba sentuh yang namany narkoba Visi dan misi di lontarkan Supaya bisa jadi pimpinan Jangan hanya perkataan yang di kluarkan Yang dibutuhkan hanya pembuktian Bapak bekerja mencari nafkah Memenuhi kebutuhan keluarga Hidup ini memang susah Jangan suka minta-minta Malam diterangkan rembulan Ayam berkokok hari sudah pagi Anak negeri telah dibodohkan Dengan kemajuan teknologi Ada anak bernama bitun Amat luas wawasanya Jika bicara masalah pantun Irwan prayitno namanya Masa sekolah memang indah Sulit untuk dilupakan Jika ingin mendapat berkah Perintah allah tolong kerjakan Belajar jangan bermalasan Nanti akan kesulitan Dengan ilmu dan pengetahuan Bikin mudah kesuksesan Alqur’an kitap suci umat islam Pancasila lambang negara Jangan coba menghina islam Nanti lihat apa hukumanya Air tenang jangan anggap tidak berbahaya Dapat merenggut nyawa manusia Orang yahudi jangan dipercaya Meluluhlantahkan agama dan negara Selesaikan masalah dengan mufakat Jangan suka mengadu domba Jawab salam saya dengan semangat Semoga kita masuk surga Coret buku dengan huruf dan angka Baca buku dengan hati gembira Hidup indah apabila bahagia Jaga diri dari dengki dan ria Angin bertiup ke selatan Membawa perahu keseberang Begitu sepi tanpa teman Tempat curhat telah hilang Sungguh besar jasa guru Membimbingku dengan kesabaran Ingin sukses jangan buru-buru Raih mimpi dengan perjuangan Bawang merah bawang putih Cukup sekian terima kasih.

Nama : RITA FITRI SOVIA Tumbuh lebat si buah kurma Diambil satu ada yang berkutu Walau kita berlain agama Kita akan tetap bersatu Jalan-jalan ke Pariaman Jangan lupa ke Pantai Kata Jika kamu mencari teman Carilah orang yang pandai bertutur kata Jalan-jalan ke Bukittinggi Melewati jalan berkelok kelok Sikap kamu rendah hati Tingkah lakumu berbudi elok Pulang sekolah jalan kaki Jangan lupa berhati-hati Ingin jadi anak yang berbakti Rajin shalat dan mengaji Di sekolah belajar bahasa indonesia Diajarkan tentang kata baku Ingin jadi orang berguna Dengarkanlah nasehat ibu Jalan-jalan ke Kota Padang Pergi kesana naik pedati Jika saya tidak menang Insyaallah saya tidak berkecil hati Jika perut terasa lapar Ambillah nasi tolang dimakan Jika kamu tidak belajar Duduk kemari kami ajarkan Kayu gadang daunnya rimbun Jatuh melayang sibuahnya Kenpa hidup seribu tahun Tidak sembahyang apa gunanya Pergi mandi ke sumur Jangan lupa bawa handuk Segeralah kamu shalat zuhur Bila terdengar suara beduk Kalau kamu pergi ke pasar Jangan lupa membeli tomat Jika kamu berhati kasar Jangan lupa untuk bertobat Jika kamu pergi ke taman Tolong ambilkan saya bunga Jika kamu ingin hidup aman Jagalah sikapmu dalam bicara Pergi main ke taman Singgah dulu ke toko mainan Jika kamu banyak kesalahan Perbaikilah dengan amalan Malam hari diterangkan rembulan Lihat ada orang sedang berjalan Janganlah kamu bermalas-malasan Isilah hatimu dengan keterampilan Pai ka rimbo mancari paraweh Diambiak ciek kironyo mudo Kota Pariaman kito nan laweh Terkenal dengan kota tabuiknyo Di dalam lemari ado baju Diambiak ciek berwarna biru Jikok ingin hidup maju Raih mimpi dengan kerja keras / prestasimu Diatas meja ada rotan Dibawa ibu dari hutan Jika kamu merasa bosan Cobalah kamu membaca alqur’an Nama : AMINAH Jika ingin pergi ke pasar Jangan lupa beli tikar Rajin-rajinlah kamu belajar Agar kamu jadi pintar Berawal dari perkenalan Berakhir dengan perpisahan Jika kita mendapat kawan Teman lama dilupa jangan Jika ingin membeli celana Jangan lupa beli bajunya Jika ingin masuk surga Rajin-rajinlah kamu berdoa Mari kita kerumah anjum Jangan lupa buah tanganya Saya datang assalamu’alaikum Selamat pagi kawan semua Jika ingin beli kursi Beli dekat jalan jati Jangan bangga dengan provesi Yang indah itu ialah hati Jika kamu masuk kamar Kembang serta disana tikar Jika kamu malas belajar Ilmu masukpun akan sukar Buah manggis buah mangga Dicampur dengan buah kelapa Jika cantik kamu bangga Shalatnya ada berapa?

Di depan rumah ada pagar Ditanam serta bunga mawar Apa untungnya punya pacar Jika hanya ganggu belajar Ambil air dalam sumur Untuk mandi dan cuci baju Tiada yang tau batas umur Tobatlah sekarang wahai kamu Muklis wali kotanya Genius wakilnya Rakyat bahagia Negara sejahtera Sapu rumah bersih-bersih Agar hilang semua bakteri Jangan suka pilih-pilih Nanti susah dapat rezeki Gosok gigi sampai berbuih Agar bersih putih warnanya Kini zaman sudah canggih Sampah saja bisaa berguna Nelayan ayahku Menangkap ikan kerjanya Dokter cita-citaku Agar hidup bahagia Orang miskin orang kaya Ucapkan amin masuk surga.

SMAN 1 Payakumbuh Nama: Rahmad Nurdin Luruih jalan ka payokumbuah Babelok jalan ka tanjuang pati Ambo dari SMA nagori 1 payokumbuah Assalammualaikum ya Akhi ya Ukhti Buah palo punyo Tuak Kayo Diambiak dek urang bukik tinggi Kalau namo nan di agiah dek urang tuo Rahmad Nurdin, ndak ka di ganti Ayam bakukuak maninggaan malam Capek jago sumbayang subuah Dari ketek tingga di tanjuang alam Pai sakolah ka payokumbuah Tasungkua cicak di ateh landasan Kabek jo tali ambuangkan jo batu Dari awal lah di suruah miliah jurusan Kironyo dapek nan MIPA Satu Manih tanunan urang pandai sikek Rami mancaliak nan dari pakan baru Rumah disapu, PR tabuek Disayang amak, disanangi guru Derasnya arus sungai Maluku Rakit dan kapalpun tak sempat bertemu Dirgahayu ke 72 Indonesiaku Bangkit terus demi kemajuanmu Buah pepaya bagus dikonsumsi Banyak di jual di terminal Sudah kaya masih korupsi Padahal berpangkat jendral Raditya dika pencipta buku Ramai di jual sampai ke Bali Indonesia Tanah Air-KU Tanah-Ku sewa Air-Ku beli Berdandan cantik seperti putri Jangan lupa tuk sembahyang Selesaikan masalah dalam negri Baru bantu Negara orang!

Amat terkenal kota Pacitan Dari artis sampai pedagang asongan Tapi mereka masih bisa bersatu Terima kasih atas segala perhatian Mohon maaf atas segala kekurangan Assalammuaalaikum warah matullahi wabaraktu. SMA N 3 PAYAKUMBUH Nama: Muhammad Yusuf Bairiang balam jo barabah Balam lalu barabah mandi Bairiang salam surato sambah Salam lalu sambah kumbali Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Di mohon izin saya memperkenalkan nama dengan sebuah pantun Di dalam islam kita kenal suhuf Wahyu Allah berupa lembaran Perkenalakan saya Muhammad Yusuf Calon pemimpin masa depan ( Amin ) Dan inilah beberapa persembahan saya, selamat menikmati.

Ibu kota Indonesia di DKI Jakarta Pulang ke Ibu kota sekali setahun Dengan salam di awal kata Demi sastra dan juga pantun Pergi ke padang di akhir pekan Persiapan sma tiga di kampus acasia Marilah kita semua budayakan Bersastra dan berbahasa indonesia Delamak dibuka dari carano Carano disuguhkan untuk datuk sati Pantun spontan ala irwan prayitno Satu event yang kami nanti Memang Gor Agus salim di kota padang Dan Ngalau indah di kota payakumbuh Mohon undangan dengan segala senang Semoga bisa berlomba dengan hati penuh Pergi ke pasar naik mobil Mobilnya bersih bebas berkarat Kalau mau pemimpin yang adil Pilihlah pak Irwan yang hebat Pergi ke pasar mencari udang Udangnya memang enak dimakan Kami mohon untuk diundang Di tugu merpati perdamainan Ibu kota Indonesia di jakarta Pulang ke ibu kota sekali setahun Dengan salam di awal kata Demi sastra bersama pantun Kalau saudara ingin mencari air Carilah air di payakumbuh Jika pantun kita memang lah mahir Coba latihan dengan sungguh-sungguh kalau memang ada seekor binatang Mungkinkah itu hewan yang melata Berlomba pantun di pantai padang Pasti pesertanya tingkat SLTA Di payakumbuh ada wisata ngalau indah Pantai malin kundang di kota padang Semoga lomba ini penuh berkah Lima puluh peserta menjadi pemenang Tiup trompet di akhir tahun Meniup trompet dengan teman Sekarang kita di ajari berpantun Besok kelak menjadi panutan Tubuh kaku di selimut tanah Itu yang namanya mati Mohon maaf jika ada salah Permintaan dengan sepenuh hati Dan mungkin itulah beberapa insallah pasti karya pemikiran saya sendiri, saya akhiri dengan sebuah kata bahasa arab beserta pantunnya.

Iktafaitu hutbathi illahunnah Syukron ala kullihi khotoi Alif jo nun tando rafak Hazaf jo sukun tando mati Salam pertama saya tegak Salam kedua saya berdiri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh SMA N 4 PAYAKUMBUH Nama: Mahesa Jihan Fadhlurrahman Nama saya Mahesa Jihan Maaf jika pantun kurang akurat Saya senang melihat pak Irwan Karena ia gubernur yang merakyat Pergi wisata ke kota Medan Di kota Medan mendapat berlian Wahai dewan juri hadirin sekalian Pantun kukarang untuk kalian Batu akik jangan dibelah Dari dulu banyak biaya Takkan ada kata berpisah Bersatu Indonesia Jaya Membeli baju ke pasar Raya Jangan lupa membeli kebaya Indonesia beragam budaya Jangan sampai merusaknya Jalan jalan ke Pangkal Pinang Jangan lupa membawa peta Mari jaga budaya Minang Karena itu jati diri kita Mencari tinta dalam wadah Pagi pagi shalat subuh Negeri tercinta sungguh indah Salah satu kotanya Payakumbuh Membeli air di musim kemarau Airnya sejuk surutkan dahaga Kota Payakumbuh wisatanya harau Kotanya bersih aman terjaga Kejujuran sehalus sutra Kebohongan pudarkan cinta Dengan semangat membara Mari bela tanah air kita Pantun kukarang dimalam hari Malam hari purnama meninggi Perbedaan suku saling menghargai Indonesia harus dijunjung tinggi Pohon sawit cepatlah tumbuh Buahnya tinggalkan kenangan Pantun saya mewakili payakumbuh Saya mohon diberi kemenangan Nama: Ahmad Tommy Gunawan Ke Jepang membawa rendang Makannya dirumah Armen Hai semua selamat siang Cewek cantik dan cowok keren Bukittinggi kota tercinta Jam Gadang monumennya SMA 4 asal saya Payakumbuh adalah kotanya Padang adalah kota wisata Terkenal dengan masakannya Serakah tak ada gunanya Neraka menanti anda Jika anda membeli buku Jangan lupa membeli pena Jaga hati dan tingkah laku Tingkatkan iman dan takwa Mawar merah mawar putih Upin Ipin anak kembar Percuma kulit bersih Jika anda berbuat kasar Harga bunga lima ribu Beli dua gratis satu Hormati ibu dan bapakmu Ridha Allah bersamamu Jalan-jalan ke kota Padang Pulang sudah tengah malam Jika kita bertemu pandang Jangan lupa ucapkan salam Jeruk manis mangga asam Pohon apel lebat buahnya Kerjakanlah shalat malam Agar Allah menjaga kita Pasar malam ramai pengunjung Banyak warga dari desa Ilmu agama selalu dijunjung Janganlah sengaja berbuat dosa Ke hutan cari belalang Pohonnya banyak ditebang Izinkan saya jadi pemenang Agar orang tua jadi senang SMK N 3 Payakumbuh Nama: Rahmat Agus Saputra Ka Payokumbuah naiak oto Tibo di sinan maraun-raun Assalamu’alaikum dimulai kato Ambo sambah pambukak pantun Banyak bareh abih tabuang Bungo kambang hanyo rekaan Indonesia merdeka karno pejuang Sudilah pemuda lanjuikkan kemerdekaan Pai rayo ka rumah Akbar Tibo di sinan rumahnyo tabaka Bendera naiak langsuang bakibar Disitu awak mulai merdeka Taibo hati indak sambahyang Lupo jo diri nan ka mati Impian kasado rakyat minang Pemimpin bijak, sanang dihati Bundo Sholeh manutuik aurat Sudah sambahyang mambaco Al-Qur’an Pak IP muslim iduik baradat Lakunyo elok mukonyo tampan Ula sawah indak ula biaso Ula sawah lidahnyo babiso Budayo minang luar biaso Banyak budayo, banyak burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Jalan-jalan ka Padang Tibo di Padang pai balanjo Sayang-baribu sayang Kalau ndak tau jo Irwan Prayitno Pangana tabang malayang-layang Nampak adiak sadang tabang Sanang mato jo hati mamandang Kalau adiak mancaliak tanah Minang Indonesia merdeka rakyat bakoar Dek pejuang awak berani bana Alangkah eloknyo negeri Sumbar Negeri penuh sejuta pesona Hijau warnanyo daun saledri Hijau pulo daun katumba Bapak IP sangat islami Ranah Minang aman sejahtera Bajalan paliharo kaki Bakato paliharo lidah Sajak Pak IP memimpin kami Sumatera Barat samakin indah Nama: Roziana Ramadhani Mambali bareh kasabalah Barat Peklah ka Suamatera Barat Manokok Ayam lalu dikabek Kok ketagihan ndak tangguang jawek Elok parasnyo rancak dipandang Sian an ndak tau jo randang?

Pai ka Padang mamakai oto Balabuah lauik ka angso duo Minangkabau nagari kito Pak Irwan Prayitno Gubernurnyo Babuih lauik angso duo Kicauan Buruang nan di talingo Santiang bapantun ciri khasnyo Kalau mangaji? Beliau jaronyo Nan putiah nan paliang rancak Nan hitam ndak namuah kalah Ndak hanyo tampeknyo nan rancak Seni jo budayopun indah Kalubuak Aluang mambaok tombak Jan sampai lupo mambaok sprite Ndak hanyo saluangnyo nan rancak Musik modenyopun dijadian favorit Lain wakatu lain bajunyo Jan sampai lupo jo acaranyo Selain lagu jo tampek wisatanyo Ado tari nan jadi penghiburnyo Mairik tali sambia balari Balari-lari disiang hari Manari sambia mambela diri Dima lay?

Kalau ndak di nagari kami Pulang ka kampuang mambaok kawan Kawan disampiang mambaok peti Sanangnyo hati sobok Pak Irwan Rasonyo badan ndak namuah pai MAN 1 PAYAKUMBUH Nama: Ulfa Handayani Tema : NARKOBA Sungguh enak air kelapa Apalagi kelapa muda Selamatkan generasi muda Dari sendikat candu narkoba Ibu Susi menanam toga ditanam di pagi hari Tahukah anda tugas narkoba Pembunuh pelan tapi pasti Anak kecil suka tertawa Tawa itu tanda bahagia Kuatkanlah iman dan taqwa Dari rayuan pengedar narkoba Ibu Ani bermain sepeda jatuh ke lading tomat Jangan dekati narkoba Jika anda ingin selamat Pohon mangga pohon papaya Kedua pohon manis buahnya Bangkitlah generasi muda Hancurkan gembong narkoba Ular cobra memakan tikus Tikus dimakan di pohon pinus Narkoba membuat kamu kurus Rumah tangga tidak terurus Hari minggu memancing ikan Ikan dipancing di bawah jembatan Pandai-pandailah mencari teman Jangan dicari temannya syetan Sungguh asyik menonton bola Apalagi nonton bersama Hidup sehat tanpa narkoba Masa depan cerah Berjaya Muliakanlah setiap tamu Tamu yang datang saudara kita Sucikanlah harta bendamu Dari hasil dagang narkoba Pak haji membeli peci Peci dibeli di pasar raya Lebih baik candu mengaji Daripada candu narkoba MAN 2 PAYAKUMBUH Nama: Raju Ade Rahman Orang minang ya orang sumbar Orang sumbar merantau ke Papua Tidaklah cukup menjadi orang pintar Kalau tak ada iman dan takwa Padang panjang kotanya rimba Payakumbuh pialanya Adipura Kalau hidup jauhilah narkoba Hidup menderita mati sengsara Siti nurbaya anaknya manja Suka Merangkak di atas peti Orang malas hendak bekerja Pasti menyesal suatu saat nanti Ke Piladang belinya sapu lidi Sapu lidi seumpama dewi angsa Indah tampan karena budi Tinggi derajat karena bahasa Koto kociak koto piliang Itu suku bukan ningrat jelata Jangan suka berkata sembarang Budi buruk tak bersahaja Padang madura jambi Bengkulu Itu kota seroja embun permai Jangan hanya memberi sembilu Hidup di dunia rukun dan damai Nasi padang sambanyo lado kutu Lado kutu paraknyo bakumbang Adat dunia memang begitu Sebabnya emas budi terbuang Minangkabau kota andalas Andalas permai bak intan bersinar Belajar bukan sekedar cerdas Tapi menjadi pribadi benar Bung hatta patriot bangsa Pergi perang ke kota Kediri Untuk apa hidup sehabis masa Jika ilmu tak pernah dicari Sijunjung eloknya rupa Bak istana sumatera Kalimantan Semangat bagai api membara Tiada padam oleh godaan SMA N 1 SOLOK SELATAN Nama : Nefri Febriani Ke pasar minggu membeli pepaya Perginya berdua sama si Anya Solok Selatan kabupaten saya Saribu rumah gadang kebanggaannya Indah malam karena bintang Cerah pagi karena matahari Indah alam yang terbentang Membuatku tidak berhenti untuk mensyukuri Membuat kerajinan di rumah Ani Bahannya memakai papan Bekerja keras hari ini Untuk menggapai masa depan Ada petani memanen semangka Tampak ular mencari mangsa Indonesia tanah air tercinta Beragam suku dan bangsa Tampak jelas seekor angsa Berdiri tegap di atas tanah liat Jika ingin memajukan bangsa Mulailah belajar dengan giat Bagaikan air di atas daun talas Dan bagaikan berjalan di atas air Jika kita hanya bermalas-malas Maka hancurlah tanah air Cintaku tidak sia-sia Hanya untuk kamu selamanya Kalau anda anak Indonesia Maka teruslah memajukanya Bunga mawar bunga melati Di letakkan di atas meja Belajar giat dengan sepenuh hati Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Belajar kelompok ke rumah Hazwa Ternyata di tawarkan makan semangka Sucikan hati bersihkan jiwa Jauhkan diri dari narkoba Pergi main ke rumah Arba Diajaknya olahraga Untuk apa memakai narkoba Duit habis, ujungnya masuk penjara Nama : Rezi Ahksani Taqwim Kalau memang ada rusa Lebih baik biarkan saja Kalau memang ada rasa Lebih baik katakan saja Dawai dipetik dijadikan lagu Desta bergoyang tanpa malu Wahai adik janganlah ragu Cinta abang hanya untukmu Dipinggir kolam makan bubur Minumnya hangat dengan jamu Dari semalam abang tak bisa tidur Selalu teringat dengan dirimu Beribu-ribu pohon beringin Hanya satu pohon randu Saat malam terasa dingin Hanya wajahmu yang ku rindu Pulau sumatra sungguh indahnya Dari pantai hingga kota Walau kau sudah ada yang punya Tapi diriku tetap cinta Cantik-cantik orang dikota Dengan bikini ditubuhnya Cuma adik yang abang cinta Saat ini dan selamanya Di kota ada Cinta Laurah Makan ketan dengan Cita Citata Cinta itu adalah anugrah Diberikan tuhan kepada kita Kota Riau sangat indah Dikebun binatangnya ada rusa Engkau adalah wanita terindah Dalam hidupku sepanjang masa Makan ketan di tepi hulu Makan jambu di bagian depan Dengan mantan melihat masa lalu Denganmu menatap maasa depan Tukang jamu memakai batik Jamunya hangat butuh ditiup Mencintaimu butuh beberapa detik Melupakanmu butuh waktu seumur hidup Nama : Sri mulyani marilah kita burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

pantun Pantun yang indah budaya kita Marilah kita bersopan santun Agar hidup makmur sentosa jangan suka memakan salak Salak itu ada bijinya Jangan suka untuk memalak Memalak itu tak ada gunanya jalan-jalan kesolok selatan Singgah sebentar dikoto baru Sungguh indah anak perempuan Menggunakan hijab setiap waktu jalan-jalan kesurabaya Mampir dulu ditoko baju Sungguh indah indonesia raya Karna in tempat tinggalku rumah dibangun sangatlah indah Indah bagaikan sebuah istana Marilah kita beramah tamah Agar hidup aman bahagia jalan-jalan dipinggir sawah Tampak orang sedang menanam Sungguh indah anak sekolah Selalu belajar setiap malam singgah sebentar dikota padang Untuk membeli sebuah buku Sungguh enak masakan padang Apalagi buatan ibuku dua tiga kucing kucari Kucing kucari merah matanya Sungguh indah negriku ini Memiliki banyak budaya duduk merenung didepan pintu Sambil memakan siroti isi Sungguh bagus sekolahku Tempat belajar siswa dan siswi belajar kelompok dirumah siti Sambil mengerjakan matematika Sungguh indah negriku ini Anak-anaknya pencinta budaya duduk-duduk dihalaman Tidak lupa membawa buku Mari kita mengulang pelajaran Insya allah lulus selalu melihat gunung menjulang tinggi Pemandangan bagus diatas sana Aku yakin sekolahku ini Pasti menang dimana saja duduk sambil melihat guru Tidak lupa sambil belajar Sungguh bagus SMA satu Anak-anaknya calon pelajar duduk melamun diatas tangga Lihat pria bermain voli Pasti orang tua akan bangga Jika mendapat nilai yang tinggi paling susah belajar bahasa inggris Apalagi mencari arti Paling suka lihat gadis memberikan kata yang pasti pergi mendaki gunung yang tinggi Singgah sebentar untuk istirahat Tuntutlah ilmu tinggi-tinggi Insya allah bermanfaat duduk belajar dirumah ana Ditawarkan secangkir kopi Jika engkau taat agama Ibadah selalu setiap hari sungguh luas lapangan basket Tempat bermain anak laki-laki Sangat pandai bermain basket Pasti dari sekolahku ini duduk-duduk dengan teman Sambil memakan kue bolu Sungguh baik anak perempuan Mengucap salam kepada guru mangga manis dikasih madu Madu dari arab saudi Sungguh manis SMA satu Tingkah lakunya baik sekali Nama : Suci Yani menanam bunga di taman nunun bunganya bunga seroja marilah kita berpantun karna berpantun budayanya kita pergi ke transmark beli pepaya pulangnya naik taxi perkenalkan nama saya yaitunya suci yani orang solok selatan nanam semangka orang alahan panjang nanam tomat pekenalkan kelas saya kelas dua belas mia empat makan roti dikedai minang rotinya dibelikan pak mamat Buadayanya orang minang budaya musyawarah dan mufakat telur angsa berwarna emas ditemukan oleh pak somat patuhilah berlalu lintas agar dirimu selamat pergi mengaji kerumah ismu pulangnya bersama sama jagalah sholatmu karna sholat tiang agama ada perlombaan angkat besi pemenangnya dapat piala SMA satu berprestasi anaknya calon sarjana jalan jalan ke Romania teringat film roman picisan sungguh syang diriku padanya tapi sayang tak dihiraukan dijalan ketemu kak rain tarnyata jerawtnya lagi bersemu hargailah orang lain sebelum oarang lain menghargai dirimu pergi kepasar membeli duku dukunya manis sekali sungguh cantik sma satu sekolahnya berprestasi pergi ke mal ketemu bencong bencongnya malu malu janganlah menjadi orang ynag sombong karna sombong merugikan dirimu pergi main kerumah nunu smapai disana minum jus tomat hormatilah orang tuamu agar hidupmu selamat pergi main kerumah suci pulangnya bawa semangka desaku indah sekali ciptaan yang maha kuasa terlihat ami sednag bernyanyi dinyanyikannya lagu sendu tiadalah guna ilmu tinggi jikalu hanya untun dirimu si ami menyanyikan lagu padi judulnya diatas bumi kita berpijak jika kau memiliki jabtan tinggi jadilah seorang ayang bijak jalan jalan kerumah akamal akmal menyanyikan lagu minang solok selatan sungguh terkenal dikenal dengan seribu rumah gadang sungguh enak buah mangga orang peliy untuk memberikan cukup sekian pantun dari saya pantun sederhana yang saya berikan Nama : Suci Yani menanam bunga di taman nunun Bunganya bunga seroja Marilah kita berpantun Karna berpantun budayanya kita pergi ke transmark beli pepaya Pulangnya naik taxi Perkenalkan nama saya Yaitunya suci yani orang solok selatan mananam semangka Oarang alahan panjang menanam tomat Perkenalkan kelas saya Kelas dua belas mia empat makan roti dikedai minang Rotinya dibelikan pak mamat Budayanya orang minang Budaya musyawarah dan mufakat telur angsa berwarna emas Ditemukan oleh pak somat Patuhilah berlalau lintas Agar dirimu selamat pergi mengaji kerumah ismu Pulangnya bersama sama Jagalah sholatmu Karna sholat tiang agama ada perlombaan angkat besi Pemenangnya mendapat piala SMA satu berprestasi Anaknya calon sarajana pergi main kerumah nunu Sampai disana minum jus tomat Hormatilah orang tuamu Agar hidupmu selamat pegi main kerumah suci Pulangnya membaw semangkan Desaku indah sekali Ciptaan yang maha kuasa terlihat ami sedang bernyanyi Dinyanyikannya lagu minang Tiadalah guna ilmu tinggi Jikalau hanya untuk dirimu si ami menyanyikan lagi padi Judulnya diaras bumi kita berpijak Jika kau memiliki jabatan yang tinggi Jadilah seoarang yang bijak jalan jalan kerumah akmal Akmal menyanyikan lagu minang Solok selatan sungguh terkenal Dikenal dengan seribu rumah gadang jalan jalan ke Romania Teringat film roman picisan Sungguh sayang diriku padanya Tapi sayang tak dihiraukan dijalan ketemu kak rain Ternyata jerawatnya lagi bersemu Haragailah orang lain Sebelum orang menghargai dirimu pergi ke pasar membeli duku Pulangnya ketemu sisi Sungguh cantik SMA satu Sekolahnya berprestasi pergi ke mal ketemu bencong Bencongnya malu malu Janganlah jadi orang yang sombong Karna sombong merugikan dirimu sungguh enak buah mangga Orangnya pelit untuk memberikan Cukup sekian pantun dari saya Pantun sederhana yang saya berikan Nama : HAFIZA RAHMI ZUL AFRI Makan nasi sambil menatap jalan Tampak anak sedang berbicara Baik-baik dalam menggunakan lisan Agar selamat dari api neraka Ada padi ada nasi Dimakan dengan hati gembira Jika kamu terlambat bangun pagi Pasti akam kena marah sama mama Jalan-jalan pakai motor Membawanya sambil bersenandung Jika kamu terusan molor Pasti akan membuat kepalamu linglung Pergi kepasar membeli baju Jangan lupa membeli ikan Jagalah perilaku dirimu Agar kelak hidupmu aman Menyiram bunga di pagi hari Tak lupa memotong bagian yang telah gugur Jagalah martabat diri sendiri Agar dihargai sepanjang umur Ada al-quran dan sunah Dijadikan pedoman umat islam Rajin-rajinlah beribadah Agar hidupmu aman dan tentram Belajar fisika dengan buk hasna Janganlah belajar dengan terburu-buru Pergunakan ilmu dengan sebaiknya Agar bermanfaat untuk dirimu Jalan-jalan ke surabaya Bertemu dengan personel padi Coba tebak teka-teki dari saya Hewan apa yang tidak bisa mati?

17 adalah tanggal kemerdekaan Ada lomba panjat pinang Perkenalkan saya dari solok selatan Yang mempunyai seribu rumah gadang Jalan-jalan ke pandeglang Nampak orang duduk burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun. tepi jalan Tak kenal maka tak sayang Marilah kita saling berkenalan Pergi ke warung membeli gula Dibeli bersama bedak pipa Janganlah menilai dengan sebelah mata Karena itu bukan hal yang biasa Ke supermarket mencari duku Dibeli setengah kilo saja Rajin-rajinlah membaca buku Karena buku adalah guru yang paling setia Ada apel ada mangga Dipanjat oleh pak wawan Tak usah banyak bicara Buktikan saja dengan tindakan Malam hari hujan turun deras Seakan teringat semangkok mi Jangan suka berbicara keras-keras Karena itu sikap kurang terpuji Pergi kebukittinggi untuk jalan-jalan Jangan lupa membeli buah naga Hati-hatilah kalau berjalan Kalau kamu terjatuh akan sakit rasanya SMA N 8 Solok Selatan Nama : ANDRE GIOFANI Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Biar ilmu sedikit ketinggalan Agar berguna di masa depan Jangan suka makan mentimun Mentimun itu banyak getahnya Jangan suka duduk melamun Melamun itu tiada guna Kalau ada jarum yang patah Jangan disimpan didalam peti Kalau ada kata yang salah Jangan disimpan di dalam hati Jalan-jalan ke kota Paris Lihat rumah berbaris-baris Biar mati diujung keris Asal dapat adik yang manis Untuk apa gunanya buku Kalau tidak untuk dibaca Untuk apa gunanya ilmu Kalau tidak untuk bekerja Kupu-kupu Terbang melayang Aku rindu Dengan sekolah tersayang Jangan suka makan duku Duku itu banyak getahnya Jangan suka sia-siakan ilmu Ilmu itu banyak gunanya Buah duku Buah pepaya Ada buku Untuk dibaca Jalan-jalan ke kota paris Jangan lupa membeli buku Biarku mati di ujung keris Tetap kubela pendidikanku Aku tahu rumah pak Irwan Rumahnya di tepi jalan Aku tahu gunanya pendidikan Gunanya untuk masa depan Nama : SRI WAHYUNI Ada tikus mencari makan Mencari jalan banyaknya cara Salam manis saya tuturkan Sebagai pembuka salam saya Orang miskin punya rumah sederhana Dicaci maki oleh orang kaya Walaupun hidupku begini saja Yang penting aku mendapat ilmu burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

berguna Dimana ada paku Disitu ada palu Dari mana kamu dapat ilmu Kalau bukan dari guru dan alam sekitarmu Anak rusa dimakan singa Singanya berbadan dua Janganlah engkau diam saja Marilah kita pergi membaca Anak burung diatas pohon Ibunya sedang mencari makan Jangan sampai kamu berbohong Hanya untuk keselamatan Tak tik tuk bunyi jam Di pakai orang untuk melihat waktu Hai engkau janganlah kejam Jika ingin mendapat ilmu Ada batu di dalam peti Petinya dibuka di malam hari Hei engkau datanglah kemari Agar mendapat ilmu pengetahuan diri Orang miskin punya rumah sederhana Orang kaya punya harta yang melimpah Hei engkau jangan putus asa Rajin-rajinlah selalu engkau sekolah Orang kaya punya banyak harta Tapi mereka tak pernah merendah Bagaimana burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

kita menjadi jaya Kalau kita putus sekolah Kalau anak berbuat polah Sadarkan dia jangan di maki Kalau ada kata yang salah Mohonlah maaf seribu kali Nama : RINCE YULIANA Sayur acar ditambah bombai Enak dimakan bersama keluarga Gubernur Sumbar memanglah pandai Melestarikan bahasa dengan budaya Sungguh anggun bunga kamboja Biarkan mekar semakin merona 72 tahun indonesia merdeka Pendidikan sumbar semakin jaya Tanam salada ditepi tebat Seroja jingga jadi bunganya Salam sapa juri terhormat Semoga saya jadi juara Ikan balado dicampur acar Sedang dimakan didalam rumah Irwan prayitno Gubernur sumbar Seorang pimpinan yang amanah Sosok teladan panduan kita Jiwanya damai selalu wibawa Solok selatan pendidikan merata Siswanya pandai guru sejahtera Kilat cahaya sampai kemuka Serikan cantik untuk dipancar Niat saya sebagai siswa Beri yang terbaik untuk sumbar Beli ikan bakar dikampung baru Nagari banamo lubuk ulang-aliang Pendidikan sumbar jadi kamaju Mari basamo duduak barundiang Kato rang tuo mari disimak Jan disanggah tapotong kaji Kapado panguaso kami mamintak Jalan kasakolah tolong diperbaiki Jujur sabar itulah aku Siswi SMA dipedesaan Gubernur Sumbar janganlah ragu Beri beasiswa ke SMAN 8 Urang barameh disolok selatan Aianyo karuah disalam juo Jan cameh diolok kawan Upayo panuah tuhan kuaso Nama : PUTRI HANDAYANI Kain perca dari katun Baru dibeli dari pasar Ajarilah mereka bersopan santun Jangan suka berkata kasar Kehulu membuat pagar Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar Supaya jangan menyesal dikemudian Siapa yang mencari jodoh Cari jodoh di Makasar Jika tidak ingin bodoh Banyaklah kamu rajin belajar Pohon jati berjajar-jajar Tempat makan tempe penyet Kalau kamu malas belajar Otak bodoh kasian banget Terbakar api besi meleleh Apalagi yang dibakar senar Belajar adalah amal saleh Awali dengan niat yang benar Bunga melati banyak kuncupnya Sebentar lagi pasti merdeka Turuti perintah dan nasihat Agar kita dapat berkah Besar tubuh ular boa Suka memangsa ikan sepat Kepada tuhan kita berdo’a Agar mendapat ilmu yang bermanfaat Ikan nila ikan belutu Gulai kambing enak paha Tuhan akan pasti membantu Jika kita mau berusaha Awan tinggi berwarna putih Bentuknya seperti kepala tupai Setelah mengerti coba berlatih Supaya kamu bertambah pandai Bau bunga dirawamangun Cahaya matahari terasa hangat Pagi-pagi segera bangun Pagi sekolah supaya semangat Nama : GUSMARIANI Hati-hati membajak sawah Sawah dilingkung batu banyak Hati-hati memilih langkah Yang dilingkung orang banyak Jangan pernah menyalahkan lampu Dalam perahu dipinggir kali Jangan pernah meyiakan waktu Yang tertinggal dan takkan pernah kembali Dari Taku hendak ke Rengat Naik kendaraan beroda dua Tuntutlah ilmu yang bermanfaat Kelak berguna di masa tua Jangan digerai rambutmu Karena belum keramas Hargailah gurumu Karena jasa tidak akan terbalas Padang ilalang dibelah kuda Diatas punggung duduk si Kardi Meski menggulang ilmu di dada Tetap merunduk bagaikan padi Melihat boneka berwarna coklat Anak cantik memakai pita Setiap hari harus semangat Untuk mengejar cita-cita Setiap malam tidur pulas Pagi harinya membeli talas Jika ingin jadi bintang kelas Harus belajar dengan keras Pinang muda di belah dua Anak burung mati di ranggah Dari muda sampai tua Ajaran baik jangan diubah Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Nama : FITRI RAHMADANI Jalan-jalan ke kota Paris Lihat rumah berbaris-baris Biar mati diujung keris Asal dapat ilmu yang manis Jangan suka makan mentimun Mentimun itu banyak getahnya Jangan suka duduk melamun Melamun itu tidak ada gunanya Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Biar ilmu sedikit ketinggalan Bisa berguna di masa depan Jawa barat ibukotanya Bandung Jawa timur ibukotanya Surabaya Dari kecil rajin menabung Sudah besar menjadi kaya Kehutan mencari rusa Hendaklah membawa tali Wahai anak bangsa Cepat bangun lekas mandi Jika kita pegang kuas Melukislah pada kertas Jika anak bangsa cerdas Bangsa pun berkualitas Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari Pekalongan Jika ingin menjadi mahasiswa Sekolah dasar jangan diabaikan Masak angsa dikuali Bukan saja di perigi Hendaklah kamu mengabdi Dipangkuan ibu pertiwi Andai ini hari rugi Tentu mujur esok lusa Jangan lupa gosok gigi Sebab kamu anak bangsa Hendaklah melempar jangkar Kalau ada perahu singgah Kalau anak bangsa pintar Negeri ini akan bangga Nama : LUSI MARDIANIS PUTRI Ada baju berwarna biru Sungguh indah dilihat mata Mari kita menuntut ilmu Bersama-sama membangun bangsa Kalau kamu pergi ke Surabaya Jangan lupa pergi ke pasar raya Berilmu membuat hidup bahagia Ketentraman di masa tua Pergi ke sekolah memakai sepatu Jangan lupa membawa pena Jadilah orang yang nomor satu Pemimpin bangsa yang bijaksana Jalan-jalan ke jawa Di sana membeli duku Jagalah akhlak dan bahasa Sebagai tanda orang yang berilmu Roti pandan ditaburi mises Ada juga roti bolu Bersama-sama kita sukses Menjadikan bangsa nomor Satu Hari ini hari jumat Pergi ke pasar dengan cepat Belajarlah dengan giat Menuntut ilmu dengan semangat Sungguh enak rasanya es Apa lagi rasa vanilla Belajar terus hingga sukses Membahagiakan kedua orang tua Pergi ke pasar membeli tas Belinya di pasar senin Menuntut ilmu dengan ikhlas Agar mudah mendapat pelajaran Ada ulat di atas pagar Jumlahnya ada delapan Pergi ke sekolah untuk belajar Bukan untuk bermain-main Pergi jalan-jalan hari rabu Jalan-jalan ke jawa tengah Gapailah cita-cita mu Untuk masa depan yang cerah Nama : NUR AZIZAH Pagi pagi pergi ke pasar Sampai di pasar beli ikan Kami kecil baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Pagi-pagi minum jamu Jamu sehat dari Sumatera Rajin-rajinlah menuntut ilmu Untuk bekal di hari tua Beli kue pakai mises Jangan lupa beli agar-agar Jika kamu pengen sukses Haruslah banyak belajar Tanam bunga di tepi pagar Jangan lupa di sirami Jika kamu rajin belajar Tentu akan di senangi Ambil kemumu Sambil pakai baju kokoh Jika kamu tidak berilmu Tentunya akan bodoh Beli baju warna biru Belinya dipinggir jalan raya Jika kamu punya ilmu Tentunya akan kaya Kalau mau baca buku Bacalah dari lini ke lini Buku adalah jendela ilmu Karna menjadi sumber informasi Jika mau membeli sukun Beli saja di kota Blitar Kalau anda rajin dan tekun Pastilah jadi anak yang pintar Orang ketawa pasti lagi bahagia Suara tawanya bergetar menggema Betapa bahagianya hati orang tua Karena anaknya pintar dan berguna Jangan suka berbohong Karena akan ketahuan Jangan jadi orang sombong Karena tak akan punya teman Nama : WULANDARI Ke apotik membeli obat Belilah obat yang berkhasiat Percuma saja kita hebat Kalau tiada guna dan manfaat Betapa enaknya makan tahu Tapi jangan campur merica Jika kita ingin banyak tahu Rajin rajinlah kita membaca Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal Sembilan Belajarlah engkau bersungguh-sungguh Agar tidak ketinggalan pelajaran Nasi sesendok di dalam nampan Ada seperempat di dalam padi Inilah kami anak SMA delapan Pandai belajar baik budi Ke hutan hendak ku kejar Tapi jangan suka malas Karena aku rajin belajar Tentu akan naik kelas Berburu rusa kencana Namum panah tiada punya Aduh senang hati rasanya Karena nilaiku indah semua Kita hendak pergi kemana Kalau tidak bertujuan pasti Belajar jauh lebih berguna Dari pada kita ngerumpi Rajutlah kain buatlah baju Pakai juga jarum selancar Kalaulah kita kepingin maju Jangan sungkan untuk belajar Ke sekolah menimba ilmu Baca buku banyak gunanya Kalau kamu tak mau malu Tinggallah bodoh cari kepandaiannya Janganlah kita berbuat dosa Agar kita dapatkan surga Berjuanglah untuk nusa Agar bangsa kita merdeka Nama : RANTI GUSTI ARMI Pohon jati kuta kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid sejati banyak ilmunya Bekal mengabdi bagi nusa dan bangsa Bunga mawar bunga melati Sungguh indah diperhatikan Lebih baik percaya diri Daripada mencai contekan Untuk apa ke seberang Kalau tidak membeli roti Untuk apa berumur panjang Kalau tak punya budi pekerti Jika kamu hendak melamar Jangan banyak tulis dihapus Jika kamu rajin belajar Pasti nilaimu akan seratus Ingin berlayar ke Bermuda Layar perak sobek ditambal Rajin belajar di saat muda Agar kelak tidak menyesal Buaya ada di paya-paya Di sawah tempatnya kodok Buat apa banyak bergaya Kalau ternyata IQnya jongkok Menyapu gunakan pengki Pakaikan juga sapu lidi Jangan suka iri dan dengki Karena itu sifat tak terpuji Pergi ke kota membawa koper Nasi untuk bekal di abaikan Biar saja dikata kuper Asal prestasi tak mengecewakan Pahitlah memang rasanya jamu Tapi sehat untuk tubuh mu Gunakan waktu muda mu Untuk selalu menuntut ilmu Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari pekalongan Jika nanti jadi pengusaha Orang rendah jangan abaikan Nama : FAIRUZ SHAFIRA Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Habis dikerat dicincang lumat Sarinya diaduk dijadikan tomat Dunia akhirat takkan selamat Kecuali mita ampun taubat Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga dahlia Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terjaga adat pusaka Lamo hiduik banyak raso Jauah balari banyak diliek Jiko insane kurang didado Disiko umat mangko kasasek jika kita pegang kertas Melukislah dengan kuas Jika anak bangsa cerdas Bangsa pun berkualitas Tinta putih tak bisa eulis Pensil warna untuk melukis Ilmu tak pernah habis Turun temurun ke ahli waris Tabuh dijirat paduka tuan Tidak cacat tidak setia Didalam surge tidak ada penantian Hanya untuk beramal mulia Merpati terbang tinggi Lemang tapai enak rasanya Puji bukan sembarang puji Sesuai dengan faktanya Pisang tapijak jadi pucuk Tapijak dek urang rantau Libur mancari tampek rancak Marilah pai ka lembah harau Cari nyamuk bersarang besar Jangan tersengat racun berbisa Janji allah adalah benar Jangan tertipu keidupan dunia Nama : RANTI GUSTI ARMI Pohon jati kuta kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid sejati banyak ilmunya Bekal mengabdi bagi nusa dan bangsa Bunga mawar bunga melati Sungguh indah diperhatikan Lebih baik percaya diri Daripada mencai contekan Untuk apa ke seberang Kalau tidak membeli roti Untuk apa berumur panjang Kalau tak punya budi pekerti Jika kamu hendak melamar Jangan banyak tulis dihapus Jika kamu rajin belajar Pasti nilaimu akan seratus Ingin berlayar ke Bermuda Layar perak sobek ditambal Rajin belajar di saat muda Agar kelak tidak menyesal Buaya ada di paya-paya Di sawah tempatnya kodok Buat apa banyak bergaya Kalau ternyata IQnya jongkok Menyapu gunakan pengki Pakaikan juga sapu lidi Jangan suka iri dan dengki Karena itu sifat tak terpuji Pergi ke kota membawa koper Nasi untuk bekal di abaikan Biar saja dikata kuper Asal prestasi tak mengecewakan Pahitlah memang rasanya jamu Tapi sehat untuk tubuh mu Gunakan waktu muda mu Untuk selalu menuntut ilmu Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari pekalongan Jika nanti jadi pengusaha Orang rendah jangan abaikan Nama : Fandika Pratama Kayu cendana di atas batu Sudah di ikat di bawa pulang Adat di dunia memang begitu Benda yang buruk memang terbuang Kemuning di tengah balai Bertumbuh terus makin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan alu pencukil duri Parang ditetak dibatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang di kerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu Padang temu padang bai duri Tempat raja membangun kota Bijak bertemu jauh hari Bagaikan cincin dengan permata Ngungsiah betara sakti Panyaluhnya bernama nila gandi Bilahnya emas banyak dipeti Sembarang kerja boleh menjadi Kucing menangis sedang susah Makan malamnya dicuri angsa Pendidikan hanya untuk ijazah Hancur masa depan bangsa Pakai baju warna biru Pergi sekolah pakai sepatu Murid senantiasa hormat guru Karena ilmu pembekal ilmu Lihat boneka berwarna coklat Anak cantik memakai pita Setiap hari harus semangat Untuk mengejar cita-cita Setiap malam tidur pulas Pagi harinya membawa tas Jika ingin menjadi bintang kelas Harus belajar jangan malas Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Nama : DELVI MURIANI pak taufik mengambil daun salam daun salam di ambil banyak yang jatuh pembukaan pantun ananda ucapkan salam assalammualaikum warrahmatullahhiwabarakatuh jalan-jalan ke kota blitar jangan lupa beli sukun kalau kamu ingin pintar belajarlah dengan pintar jalan-jalan ke Jakarta tiba-tiba tertabrak anak-anak kalau kamu ingin jaya tuntutlah ilmu banyak banyak buah rambutan berbuah sedikit buahnya itu Cuma ada lima jika anda punya pendidikan sedikithidup anda akan sengsara orang zaman dahulu menulis di batu orang zaman sekarang menulis di kertas jika kamu menuntut ilmu tuntutlah ilmu tanpa batas pergi kepasar membeli ikan jangan lupa membeli garam jika kita hidup tanpa pendidikan dunia akan terasa suram kekantin membeli pena pena di beli warna merah hidup kamu jangan sampai terlena karena mendapat ilmu tidaklah mudah bukan lebah sembarang lebah lebahnya sedang mengalami stress jika kalian belajar dengan tabah maka kalian akan sukses anak angsa mati lemas mati lemas dimakan anai-anai jika pendidikan selalu diatas maka hidup akan damai singa mengaum di persawahan chita lari kedalam hutan jika ananda membuat kesalahan kepada bapak atau ibu mohon di maafkan Nama : MINAL QADRI Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Gurupun ikut bahagia Jika kita makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika ingin kita pandai Rajin-rajin baca buku Buah asam asam rasanya Kalau gula rasanya manis Walau dia jelek wajahnya Tetapi mahir berbahasa inggris Buat apa beli ikan Kalau tidak di pelihara Buat apa beli Al Quran Kalau tidak suka di baca Buat apa beli mentimun Lebih baik makan nasi Buat apa duduk melamun Lebih baik kita mengaji Puisi cinta harus berjajar Seperti bunga-bunga teratai Kalau kita rajin belajar Cita-cita pasti tercapai Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Jika orang bang banyak berilmu Sehat makmur sepanjang umur Masuk toko beli kain Kain batik buatan tasik Jika engkau banyak bermain Kepada ilmu tidak tertarik Anak ayam belajar berkokok Meniru suara ayam jantan Anak kecil jangan merokok Kalau merokok pasti penyakitan Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Nama : RINCE YULIANA Hujan turun pembawa rahmat Jalan licin, hati-hati jatuh Jawab salam saya dengan semangat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hujan labek ditangah rimbo Hujan rinai di SMA Negeri Delapan Ikolah kami nan jauh dimato Hanyo pantun nan kami kirimkan Ada jengkol ada nasi Dimakannya hari selasa Mari kita raih prestasi Bersama kita membangun bangsa Pergi kesekolah jalan kaki Eh.

dijalan ketemu lusi Jangan dendam jangan dengki Karena itu meraih prestasi Rujak sangir isinya nenas Enaknya lagi kalau pake jambu Jadi orang jangan malas Agar menjadi orang yang maju Kebun teh liki di Solok Selatan Pemandangannya indah dan asri Walau kami dari ujung Solok Selatan Kami yakin bisa bangun prestasi Jalan-jalan ke Muara Labuh Singgah sebentar membeli mangga Jadi siswa belajarlah sungguh-sungguh Agar bisa membuat orang tua bangga SMA N 8 elok dan maju Siswanya rajin belajar Kalau ingin jadi orang maju Rajin-rajinlah belajar Negeri kita negeri Indonesia Negeri berkembang yang akan maju Mari kita bangkitkan semangat bangsa Dengan membuat pendidikan semakin maju Jalan –jalan ke Surabaya Di Surabaya ada penyengat Sekian pantun saya Semoga bermanfaat Nama : NUR AZIZAH Pagi pagi pergi ke pasar Sampai di pasar beli ikan Kami kecil baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Pagi-pagi minum jamu Jamu sehat dari Sumatera Rajin-rajinlah menuntut ilmu Untuk bekal di hari tua Beli kue pakai mises Jangan lupa beli agar-agar Jika kamu pengen sukses Haruslah banyak belajar Tanam bunga di tepi pagar Jangan lupa di sirami Jika kamu rajin belajar Tentu akan di senangi Ambil kemumu Sambil pakai baju kokoh Jika kamu tidak berilmu Tentunya akan bodoh Beli baju warna biru Belinya dipinggir jalan raya Jika kamu punya ilmu Tentunya akan kaya Kalau mau baca buku Bacalah dari lini ke lini Buku adalah jendela ilmu Karna menjadi sumber informasi Jika mau membeli sukun Beli saja di kota Blitar Kalau anda rajin dan tekun Pastilah jadi anak yang pintar Orang ketawa pasti lagi bahagia Suara tawanya bergetar menggema Betapa bahagianya hati orang tua Karena anaknya pintar dan berguna Jangan suka berbohong Karena akan ketahuan Jangan jadi orang sombong Karena tak akan punya teman Nama : SANGITA RUSANTI Untuk apa aku kepasar Untuk membeli sayur-sayuran Untuk apa aku belajar Untuk menambah ilmu pengetahuan Jika kamu pergi ke dusun Jangan lupa membawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Pagi-pagi minum jamu Jamu sehat cap orang tua Rajin-rajinlah menuntut ilmu Untuk bekal dihari tua Jika ingin makan petai Jangan lupa makan kerupuk Jika kita ingin pandai Rajin-rajinlah baca buku Pergilah ketepi kali Jangan lupa membawa guci Bangkitlah anak pertiwi Bangunlah negeri mu ini Jika kita pegang kuas Melukislah pada kertas Jika anak bangsa cerdas Bangsa pun berkualitas Kehutan mencari rusa Hendaklah membawa tali Wahai anak-anak bangsa Cepatlah bangun raih prestasi Masak angsa dikuali Bukan saja di perigi Hendaklah kamu mengabdi Dipangkuan ibu Pertiwi Jika hendak kamu melamar Jangan banyak tulis di hapus Jika kamu rajin belajar Sudah tentu pasti lulus Hendaklah melempar jangkar Kalau ada perahu singgah Kalau anak bangsa pintar Negeri ini akan bangga Nama : Alfendi Untuk apa gunanya labunya Kalau tidak untuk di makan Untuk apa gunanya ilmu Kalau tidak untuk masa depan Berburu ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagaikan bunga kembang tak jadi Kalau puan puan cerana Ambil gelas di dalam peti Kalau guru bijaksana Takkan ada murid yang tak jadi Meski hanya buah labu Tapi bisa di ramu Untuk apa gunanya buku Kalau tidak menuntut ilmu Untuk apa buah kelapa Kalau tidak untuk di ramu Untuk apa gunanya harta Kalau tidak ada ilmu Anak kuda berbaris tiga Mati satu di tembak belanda Jadilah anak yang berguna Untuk bangsa dan Negara Jalan-jalan ke flores Singgah sebentar di Maluku Jangan sombong setelah sukses Selalu ingat jasa guru mu Kalau kamu membeli gitar Belilah gitar berwarna biru Kalau kamu rajin belajar Pasti akan mendapat ilmu Jalan-jalan ke kota paris Jangan lupa membeli durian Untuk apa bisa bahasa inggris Kalau tidak dipergunakan Jembatan putus Karena lemah Ilmu ku putus Karena berhenti sekolah Nama : INZAGI SAPUTRA Tutup pintu Buka jendela Menuntut ilmu Dengan berdoa Aku tahu rumahnya irfan Rumahnya ditengah perkotaan Untuk apa gunanya warisan Kalau tidak ada ilmu pengetahuan Untuk apa gunanya gitar Kalau tidak dimainkan Untuk apa gunanya pintar Kalau tidak digunakan Baju baru warnanya jingga Baju lama warnanya merah Buta mata sudah biasa Buta ilmu kemana hendak melangkah Buah duku Buah papaya Ada buku Untuk dibaca Jangan suka makan duku Duku itu banyak getahnya Jangan suka mensia-siakan ilmu Ilmu itu banyak gunannya Untuk apa gunanya buku Kalau tidak untuk di baca Untuk apa gunannya ilmu Kalau durhaka pada orang tua Kalau kamu beli gitar Belilah yang kuat Kalau kamu ingin pintar Belajarlah dengan giat Jalan-jalan ke kota Palu Sampai di sana kecelakaan Menuntut ilmu jangan malu Ilmu berguna untuk kehidupan Untuk apa pohon randu Kalau tidak untuk bersandar Untuk apa beli buku Kalau tidak ingin pintar Nama : YOLA ANGGRAINI Andai ini hari rugi Tentu mujur esok lusa Jangan lupa gosok gigi Sebab kamu anak bangsa Jika kita makan petai Jangan lupa makan duku Jika kita ingin pandai Jangan lupa baca buku Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita ingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika ingin mendulang cadas Jangan lupa palu baja Jika murid tumbuh cerdas Guru pun ikut bahagia Jika kamu pergi ke dusun Jangan lupa bawa beras Belajarlah dengan tekun Agar kita naik kelas Pergilah ke tepi kali Jangan lupa bawa guci Bangkitlah anak pertiwi Bangunlah negeri ini Jika kita pegang kuas Melukislah pada kertas Jika anak bangsa cerdas Bangsapun berkwalitas Jika hendak kamu melamar Jangan banyak tulis di hapus Jika siswa rajin belajar Sedia tentu pasti rumus Hendaklah melempar jangkar Kalau ada perahu singgah Kalau anak bangsa pintar Negeri ini akan bangga Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Mari kita belajar bersama Nama : SYAHRUL RAMADHAN kamumu dalam samak Jatuh melayang salarehnyo Walaupun ilmu setinggi tagak Indak sembayang apo gunonyo burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

todak melanda singapura Habis di kerat di cincang lumat Bila khianat pada manusia Dunia akhirat tidak akan selamat berburu ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagaikan bunga kembang tak jadi tubuh di jirat paduka tuan Tidak cacat tidak selia Didalam surga ada penantian Hanya untuk yang beramal mulia kain basurek kain bertulis Pakaian raja bugis makasar Diluhmahfuz sudah tertulis Janji sudah tidak dapat di tukar hayam wuruk raja termasur Gajah mada pemersatu bangsa Cinta ilmu sepanjang umur Cinta bangsa sepanjang masa setiap berkata gunakan otak Otak berpikir demi pengetahuan Sama-sama bibir bergerak Pilihlah kata yang menyenangkan orang bijak cinta bahasa Bahasa luas bahasa masyarakat Bahasa itu menunjukkan bangsa Bangsa terhormat punya martabat dua musim dalam setahun Musim banjir air melimpah Uang kertas bukanlah daun Jangan di hambur seperti sampah tinta hitam untuk menulis Pensil warna untuk melukis Ilmu itu tidak akan pernah habis Turun temurun ke ahli waris Nama : DANDI IRAWAN Jangan masuk mulut buaya Jangan pula mulut singa Bahasa itu jembatan budaya Penghubung sesama umat manusia Dua Mei hari pendidikan Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika orang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari Pekalongan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan di abaikan Ucapkan kata dengan suara Kata jelas suarapun jernih Jika bicara lihatlah suasana Gunakan kata secara terpilih Tinta hitam untuk menulis Pensil warna untuk melukis Ilmu itu takkan pernah habis Turun temurun ke ahli waris Tanpa bahasa kita jadi tumpul Kenali bahasa semenjak kecil Dengan bahasa kita bergaul Tanpa bahasa kita terpencil Ada manusia ada bahasa Halus bahasa halus budinya Banyak berkata banyak budinya Jalin hubungan antar manusia Bahasa perlu menggunakan lidah Berbicara perlu gerakan bibir Mencari ilmu janganlah lelah Itu kewajiban semenjak lahir Orang bijak cinta bahasa Bahasa luas bahasa masyarakat Bahasa itu menunjukkan bangsa Bangsa terhormat mempunyai martabat Pisang emas bawa berlayar Pisang lidi di atas peti Hutang emas dapat dibayar Hutang budi di bawa mati Nama : RATIH PURWASIH Kebalai di pagi hari Pemantang jalan kesawah Aku lalai dipagi hari Sengsara di hari tua Pisang emas bawa berlayar Pisang lidi didalam peti Hutang emas dapat dibayar Hutang budi dibawa mati Berputar mari berputar Berputar diatas roda Belajar mari belajar Mencari jalan menuju surga Ambillah kayu bikin lemari Penyimpan buku dalam pustaka Kini aku menyesali diri Miskin ilmu miskin harta Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntunlah ilmu bersungguh-sungguh Untuk bekal hari kemudian Masak angsa dikuali Bukan saja di perigi Hendaklah kamu mengabdi Dipangkuan ibu Pertiwi Jika hendak kamu melamar Jangan banyak tulis di hapus Jika siswa rajin belajar Sudah tentu pasti lulus Pergilah ketepi kali Jangan lupa membawa guci Bangkitlah anak pertiwi Bangunlah negeri mu ini Andai ini hari rugi Tentu mujur esok lusa Jangan lupa gosok gigi Sebab kami anak bangsa Jika pergi kepadang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Nama : POPI PURNANDO Dua mei hari pendidikan Hari lahir Kihajar Dewantara Jika orang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Buah cempedak diluar pagar Ambil galah tolong juluakkan Saya budak baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Tanam padi ditengah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari pergi sekolah Sore hari ke madrasah Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Buah duku dari Palembang Pulau bali manshur mangganya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Di sana gunung di sini gunung Di tengah tengah gunung raja basa Ke sana bingung ke sini bingung Lebih baik ke sekolah saja Pohon jati kuat kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid sejati banyak ilmunya Bakal mengabdi nusa bangsa Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Bahasa perlu menggunakan lidah Berbicara perlu gerakkan bibir Mencari ilmu janganlah lelah Itu kewajiban semenjak lahir Ada ubi ada talas Ubi kayu masak direbus Walau punya otak cerdas Cari ilmu jalan terus Nama : M RIZKI kerumah paman mengambil buah kuini Setelah itu ke rumah bapak dadang Semoga pantun yang saya sampaikan ini Bapak-juri yang membaca hatinyapun senang pergi ke pasar membeli jamu Jamu di beli sama bapak Nopan Rajin rajinlah menuntut ilmu Agar menjadi bekal di masa depan beli jamu sama bapak Nopan Belinya di tempat orang kontes Dari kecil udah berpendidikan Kalau sudah besar menjadi orang sukses ke sekolah pergi belajar Sampai dikantin membeli bubur Kalau kamu rajin belajar Pasti bisa jadi bapak gubernur burung kenari hinggap di atas padi Burung merpati di atas pematang Kalau kamu rajin berbudi Apalah terka hatipun senang ke pasar beli jamu Beli jamu sama buk hajjah Kalau kamu rajin mencari ilmu Karena ilmu adalah tiang agama hari jumat pergi ke pasar Ke pasar beli buah sama bapak Nopan Kenapa orang bisa pintar Karena ilmu berpendidikan ke sekolah pergi belajar Belajarnya sama bapak dadang Sejak kecil rajin belajar Sudah besar jadi orang terpandang pergi jalan-jalan ke kota padang Tiba di padang membeli batik Kalau ingin jadi orang terpandang Jadilah orang berbudi baik pergi belajar ke rumah bapak nopan Tiba di sana aku kehilangan sepatu Hanya pantun ini yang bisa saya sampaikan Asalammualaikumwarrahmatullahhiwabarakatu Nama : LUSI MARDIANIS PUTRI Ada baju berwarna biru Sungguh indah dilihat mata Mari kita menuntut ilmu Bersama-sama membangun bangsa Kalau kamu pergi ke Surabaya Jangan lupa pergi ke pasar raya Berilmu membuat hidup bahagia Ketentraman di masa tua Pergi ke sekolah memakai sepatu Jangan lupa membawa pena Jadilah orang yang nomor satu Pemimpin bangsa yang bijaksana Jalan-jalan ke jawa Di sana membeli duku Jagalah akhlak dan bahasa Sebagai tanda orang yang berilmu Roti pandan ditaburi mises Ada juga roti bolu Bersama-sama kita sukses Menjadikan bangsa nomor Satu Hari ini hari jumat Pergi ke pasar dengan cepat Belajarlah dengan giat Menuntut ilmu dengan semangat Sungguh enak rasanya es Apa lagi rasa vanilla Belajar terus hingga sukses Membahagiakan kedua orang tua Pergi ke pasar membeli tas Belinya di pasar senin Menuntut ilmu dengan ikhlas Agar mudah mendapat pelajaran Ada ulat di atas pagar Jumlahnya ada delapan Pergi ke sekolah untuk belajar Bukan untuk bermain-main Pergi jalan-jalan hari rabu Jalan-jalan ke jawa tengah Gapailah cita-cita mu Untuk masa depan yang cerah Nama : SELLA APRILIA Melajulah perahu ke perbatasan Bersama dengan nakhodanya Tuntutlah ilmu janganlah bosan Karena ilmu banyak gunanya Berlayar jin menuju barat Pagi tiba mencari belanga Belajar rajin memanglah berat Tapi nanti kita akan bahagia Kalau berburu pergilah ke hutan Di sana banyaklah hewannya Janganlah kita bermalas-malasan Karena itu tidak ada gunanya Kerbau dungu jalan berputar Berputarnya tiada menentu Kalau kamu ingin pintar Janganlah bosan menuntut ilmu Kalau hati sedang duka Buatlah canda agar tertawa Bila kita ingin bisa Janganlah takut untuk mencoba Para nelayan naik perahu Pergi berlayar sampai prapat Jangan bosan menimba ilmu Karena ilmu sangat bermanfaat Berjejer haruslah rapat Agar tidak ada sekat Belajarlah hidup hemat Agar kita tidak melarat Tidur empuk di kasur busa Membuat kita jadi terlena Jangan mudah berputus asa Karena itu adalah dosa Berangkat membeli jamu Jamunya untuk tambah tenaga Giatlah kita mencari ilmu Untuk bekal di hari tua Berangkat ke kota saat fajar Ke kota untuk membeli citra Semangatlah kawan dalam belajar Untuk mengapai cita-cita Nama : ABDUL HAMID Dari seram ke pulau baru Dalam burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

beli pepaya Anak baik menghormati guru Berbakti juga pada orang tua Hujan angin bercampur badai Hujan reda pergi kepantai Disekolah jangan berkelahi Kalau berkelahi tak jadi pandai Kekota medan membeli kaos Beli kaus penuh bergambar Anak sekolah jangan bolos Jika bolos tak jadi pintar Anak ayam belajar merokok Meniru suara ayam jantan Anak kecil janagan merokok Kalau merokok pasti penyakitan Buah duku dari Palembang Pulau bali mansyur mangganya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Tanam pagi ditangah sawah Sawah subur selalu basah Pagi hari kesekolah Sore hari kemadrasah Disana gunung disini gunung Ditangah-tangah gunung raya basa Kesana bingung ke situ bingung Lebih baik kesekolah aja Bulu cendrawasih berkilau Burung merak sering menari Kalau kawan anak perantau Sudah jadi anak sendiri Jika kekota beli kain kaca Beli pita dua seuntai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Kain tenun dari sumbawa Kain batik dari pekalongan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah dasar jangan abaikan Nama : NURHASANAH Jika pergi kepadang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Jika kita makan petai Jangan lupa makan duku Jika kita ingin pandai Rajin-rajin baca buku Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip kedelai Rajin menulis rajin belajar Itu pertanda anak yang pandai Bahasa perlu menggunakan lidah Berbicara perlu gerakan bibir Mencari ilmu janganlah lelah Itu kewajiban semenjak lahir Buah duku dari palembang Pulau bali mashur mangganya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Ada ubi ada talas Ubi kayu masak direbus Walau punya otak cerdas Cari ilmu berjalan terus Buah cempedak diluar pagar Ambil galah tolong jolokkan Saya budak baru belajar Kalau salah tolong tujukan Dua Mei hari Pendidika Hari lahir Ki Hajar Dewantara Jika orang tidak berpendidikan Seumur hidup bakal sengsara Ramai orang membeli jamu Dibawah pohon cuaca redup Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu dicari penyuluh hidup Parang tajam tidak berbulu Buat menetak si pokok ru Bila belajar tekun selalu Jangan ingkar nasihat guru SMA N 10 Solok Selatan Nama : Ahmad Rikis Rancak ranah nagari minang Nampak nan dari puncak muaro Jikok awak sayang ka urang Awak ko pasti disio- siokannyo Buah karakok ditapi rimbo Ditanam urang di tapi ladang Jikok lai sabana cinto Japuik lah denai ka tanah subarang Janiah aianyo batang aia puncak muaro Barabah mandi di tapian Marilah samo kito dayuang si biduak cinto Buliah nak sampai ka palaminan Kayu beringin tumbuh berakar Di bawahnyo tumbuah si batang ganjo Kalau ingin disayang pacar Jaan lah acok babuek doso Tabang lah burung si putih jambul Tabang malayang di udaro Hati- hatilah dalam bergaul Ingeklah badan kasansaro Mekarlah bungo di tapi taman Taman nan punyo urang tukang jaik Belajarlah dari pengalaman Karena pengalaman adalah guru terbaik Air putih di dalam cawan Hendak diminum dalam kehausan Terima kasih wahai pahlawan Atas perjuangan yang engkau berikan Jalan- jalan ka kubang gajah Pergi ke sana naik kereta Walaupun lama dijajah Sekali merdeka tetap merdeka Duduk santai sambil mengunyah Yang dikunyah sidaging onta Hidup janganlah dibuat susah Tetap berusaha dan berdoa Pancinglah ikan di dalam tabek Ikan dipancing si ikan gariang Jikok hiduik sedang sandek Sabana susah tampek batenggang Malereng jalan ka guo kappa Manurun jalan si sungai pagu Karena melawan pada ibunya Si Malin kundang manjadi batu Minum kopi di warung pak mamat Sambil bersandar ke tepi meja Barangsiapa yang berbuat Dia yang menanggung akibatnya Minum jamu di Payakumbuh Jamu diminum jamu kuat Jika kamu bersungguh- sungguh Mudah- mudahan akan mendapat Sungguh indah selat malaka Indahnya tampak di tepi jalan Kalau hati sudahterluka Sulit untuk memaafkan Terbang melayang si murai batu Murai melayang di tepi jurang Jangan lupa menghargai waktu Karena waktu adalah uang Pergi ke pasar berjualan Barang dijual kain busa Hidup butuh perjuangan Jangan pernah berputus asa Berlatih dalam berburu Supaya jangan salah sasaran Terima kasih wahai guru Atas ilmu yang engkau ajarkan Hutan mati di seberang hulu Tidak ada rusa yang berkeliaran Bukan hati yang merasa malu Tapi rupa yang tidak mengijinkan Gadis manis tanpa jerawat Hendak hati ingin berkenalan Putih kapas dapat dilihat Putih hati berkeadaan Para petani menanam manga Manga ditanam seribu batang Apa ini yang namanya cinta Siang dan malam selalu terbayang Malam sunyi tanpa bintang Bulan pun enggan untuk menari Maksud hati ingin meminang Apalah daya si badan diri Jernih airnya tepian mandi Jelas tampak dari pantauan Menangis buyung dimalam hari Mengingat nasib di perantauan Memang manis rasanya madu Disimpan dalam gelas kaca Kepada siapa hendak mengadu Hidup hanya sebatang kara Jalan- jalan ke pantai Bali Di sana melihat perahu tua Sudah lama dikau kunanti Akhirnya datang juga MAN 2 SOLOK SELATAN Nama : Roy Ekanala Pergi kepasar membeli ikan Beli ikan nila dan gurami Sebelum pantun saya bacakan Jawablah dulu salam kami Dorong papan tarik papan, Ambil ikan di dalam perahu, Disuruh makan, dia makan, Disuruh sholat dia tidak mau.

Kupu-kupu terbang melintang, Menghisab bunga, bunganya layu, Tak terasa hati bimbang, Melihat ikan memanjat kayu Anak beruk turun kesungai, Di gudak orang jatuh berdebam, Orang telanjang mandi disungai, Dikira orang gajah berendam Hari minggu pergi ke bandung Hari senin ke surabaya Rajin-rajinlah menabung Ketika besar kaya raya Katak jantan berlayar Sambil melihat daerah hulu Kalau kamu belum punya pacar Bolehkah aku jadi pacarmu Apa guna berbaju batik Kalau tidak pakai selendang Apa guna berwajah cantik Kalau tidak bisa sembahyang Burung pipit terbang kebukit Sampai dibukit makan pepaya Hati siapa yg tidak sakit Melihat pacar duduk berdua Jalan-jalan keatas bukit Sambil membawa pisang emas Kalau kamu jatuh sakit Segera pergi ke puskesmas Musim hujan banyak cendawan Boleh digulai dengan santan Cantik sungguh gadis rupawan Bolehkah kita berkenalan SMAN 1 SALIMPAUNG Nama : NOVIA YASNI Awal kato Assalamu’alaikum Walaupun indak bajabat tangan Balomba kami mangirim pantun Mukasuik hati batamu Pak Irwan Pai wisata ka Tanah Datar Babelok jalan ka Sawahlunto Pak Irwan Gubernur Sumbar Urangnyo gagah bakacomato Di Pariaman acara festival Mamandang sabanta ka pulau Angso Duo Undanglah kami di acara final Lah lamo hatiko taragak basuo Batang kapeh tumbuahnyo subur Tapi sayang di baliak aka Taragak basuo jo Bapak Gubernur Dek alah lamo indak ka Batusangka Tanaman kapeh tumbuahnyo subur Kapeh ditanam didalam kebun Patuiklah Sumbar rakyatnyo makmur Gubernurnyo cerdas wakilnyo tekun Jikok sanak mambali dakak-dakak Sarang balam jan lupo di tambahkan Patuiklah Sumbar rakyatnyo kompak Di festival pantun kito di patamukan Batang cemara tumbuahnyo subur Tumbuahnyo di kaki gunuang Sago Kalau Bapak baranti manjadi Gubernur Silaturrahmi tetap kito jago Kalau Bapak karajo di Jakarta Jan lah lupo pulang ka kampuang Kurang laweh Batusangka Jo Sumatera Barat kami tampuang Mancaliak itiak baranang Anak ayam nak sato pulo Batamu Bapak Gubernur hatilah sanang Kalau buliah kito foto basamo Api padam puntuanglah anyuik Anyuik di bawo ombak ka tapi Pantun spontan kami tutuik Assalamu’alaikum di sudahi Nama : WELLIYA RANDA SAPUTRA Kapai tampek batanyo Kapulang tampek babarito Sambah jo salam ambo pinto Kapado dunsanak kasadonyo Indah nagari kaki singgalang Nagari banamo Pandai Sikek Adiak kanduang sibiran tulang Kasiah sayang denai tolong lah di jawek Kulin bakulin si Alang tabang Tabang malayang mambantang sayok Jikok sayang indak ka denai surang Usah denai di agiah harok Elok nyanyian siburuang Murai Murai bakicau di ujuang dahan Kasiah sudah sayang tak sampai Siang malam hanyo manjadi angan Rancak pandang tapian Maninjau Apo ka dayo dek rang buto Kasiah sayang denai nan bakilau Hanyo bacaliak jo palupuik mato Kok mancancang tangan elok ka kanai Bialah landasan nan mandarito Usah datang ka hati denai Kalau ka pai maninggaan luko Dima duduak sinan tamanuang Antah ko apo ka panunjuak jalan Aka sayuik pangana tangguang Alun ko jaleh nan baiak jo nan bukan Iyo lah lalang di tapi labuah Labuah katampek manyubarang Bantuak kusuik badan lah lusuah Dek ulah sansai maukua bayang Duduak nan indak di ateh meja Meja iyolah tampek palatak sagun Dek ambo ketek baru baraja Salah khilaf banyak ampun SMA N 2 SUNGAI TARAB Nama : AISYAH LASENIA Pergi ke pasar membeli celana Tidak lupa membeli jilbab Perkenalkan saya Aisyah Lasenia Utusan SMA 2 Sungai Tarab Buah jambu buah mangga Tapi enaknya buah cengkeh Begitu banyak sekolah di dunia Hanya SMA 2 yang paling okeh Kalau kita pergi ke Padang Singgah sebentar ke pantainya Kenapa kita makan makanan jepang Padahal rendang tinggi mutunya Pergi jalan-jalan ke Kota Batusangkar Sambil membeli bermacam busana Jika ingin membanggakan Sumbar Bertekatlah untuk merubah Dunia Orang belajar jangan diusik Kalau diusik bisa galau Wisata luar Negeri memang asik Tapi lebih asyik wisata Minangkabau Pergi ke pasar membeli gelas Setelah itu membeli rantang Sekarang saja masih pemalas Bagaimana dengan masa yang akan datang Pergi ke pasar membeli jambu Setelah itu membeli cuka Kalau miskin ngak usah malu Lebih malu ngak punya ilmu Si badu membeli pensil Si budi membeli buku Kalau kamu telah berhasil Jangan lupakan jati dirimu Pergi ke pasar di hari minggu Tidak lupa membeli perhiasan Kenapa aku harus menunggu Kalau tiada kepastian Jalan jalan ke Pekanbaru Jangan lupa membeli baju Hormatilah orang tuamu Sebagaimana dia menyayangimu SMA N 1 LINTAU BUO Nama : AL FAJRI “REALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT DI TANAH KELAHIRANKU” Burung balam terbang dari rao-rao Membawa pesan dari desa Salam kesegaran dari gunung sago Untuk pecinta tanah budaya Jalan-jalan di dusun dengan sepeda Menempuh sawah yang tidak berujung Perkenalkan indahnya pesona Deretan bukit gunung sago tercinta Kumandang adzan indah sekali Menandakan waktu shalat telah tiba Walau siang dan malam hari Tetap sejuk menyenangkan jiwa Batusangkar kota budaya Bapak irdinansyah bupatinya Masyarakat rukun dan sejahtera Dengan adat dan tuntunan agama 5.

Randang namanya masakan padang Dimasak dengan tambahan santan Petuah adat selalu dipegang Dengan agama sebagai jembatan Mendaki bukit mencari cendawan Cendawan didapat ditumbuhi lumut Merusak hutan menjadi pantangan Sebagai perwujudan warisan adat Pohon duku lebat buahnya Dimakan satu enak sekali Masyarakat hidup dengan bahasa Kata yang empat selalu dipakai Makan sayur dipagi hari Biar enak pakai sambalado Generasi muda kaya prestasi Di rumah gadang didik bundo Puncak pato objek wisata Batu bulek nagarinya Jangan dipandang sebelah mata Gotong royong keistimewaannya Pasar pusat di balai tengah Tempat membeli ikan teri Sekian dan terima kasih Jangan lupa mampir kemari Nama : Muhammad fahrul jika hedak belajar menenun pergilah belajar kerumah pak tarno mari kita adu berpantun di festival pantun spontan ala irwan prayitno sungguh banyaknya harta karun dicari sampai ke marapalam saya buat beberapa pantun dengan tema keindahan alam cahaya bulan bersinar malam jatuh membayang di atas lantai sungguh banyak keindahan alam di ranah minang yang kita cintai tinggi terbang si burung elang terbang jauh ke perbatasan banyak gunung tinggi menjulang diiringi oleh bukit barisan buah kelapa manis airnya di petik dari negara kenya hutan yang rimbun elok tampaknya kicauan burung sangat merdunya pergi ke pasar membeli kentang kentang di beli jatuh ke kolam sungguh indah sungai terbentang ikan dan udang banyak di dalam buat kado yang istimewah untuk di kasih sama si rani sungai berguna aliri sawah sebagai bekal para petani banyak orang berwajah tampan tak setampan aan kurnia siapa tak tahu desa pariangan desa terindah di dunia jalan jalan ke padang mangateh jangan lupa lupa membawa rokok sungguh indah hamparan kebun teh yang terdapat di kabupaten solok pagaruyuang rumah nan gadang tempat orang menonton tari terpopuler makanan rendang sampai sampai ke luar negeri tindiah batindiah urek cubadak nan dijalin jo kain katun sungguah rancak danau singkarak nampak nan dari aurserumpun sungguah lamak sayuah sawi sayuah di makan tibo di rantau ikolah tradisi pacu jawi nan ado di minangkabau MAN 2 TANAH DATAR Nama : JIHAN SRI MUTIA JULIANTY Jalan jalan ke kampung durian Berhenti dulu di tepi sungai Teguhkan hati dan pikiran Untuk capai suatu mimpi Tampak jauh dari darat Tampak tapi tak disangka Datang jauh dari darat Merekalah compani belanda Seimutnya kucing anggora Kucing kampung tetap melawan Rupawan apapun bangsa eropa Bangsa Indonesia tetap melawan Hei kawan tegap dan hormat Karena telah dimulai upacara Untuk ingat pahlawan yang hebat 17 agustus 45 Indonesia maredeka Ampas padi tanggung dibuang Mekar bunga hanya rekaan Tanda kita sama berjuang Marilah sambut kemardekaan Ulang tahun ayah tanggal 22 Dirayakan di hari rabu Selamat hut RI yang ke 72 Semoga indonesia tetap bersatu Ketokoh beli topi Topi di pakai saat upacara Bakti kami pada NKRI Untuk menjaga keutuhan bangsa Paman sedang membawa bambu Bambu untuk tiang bendera Dirgahayu Indonesiaku Sekali mardeka tetap mardeka Anda rindu dan cinta di hati Untuk Indonesia mardeka Dirgahayu hut RI Sekali mardeka tetap mardeka Banyak semut di atas papan Semut sedang memakan gula Selamat menyambut hari kemardekaan Mardeka mardeka kita semua Nama : ANNISA KHAIRUNNISA Datang kawan dan karib kerabat Niat datang memberi kabar Salam diucap dengan semangat Jawaban salam kurang terdengar Sedap digulai Ikan Tenggiri Enak dimakan buah semangka Mohon izin tegak berdiri Dihadapan hadirin yang berbahagia Kaya dan miskin tidak berbeda Biar tak ada dinding pemisah Saya hadir dihadapan Anda Dalam acara sungguh meriah Pacu jawi di Pariangan Banyak penonton berkerumun Ini acara hari kemerdekaan Kita peringati setiap tahun Pejuang bergerak dengan harapan Prajurit burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

jadi Veteran Pahlawan jaya dengan senapan Remaja maju dengan pikiran Sungguh mulia hati Relawan Pengobat jiwa si orang tua Bangsa merdeka karna pahlawan Negara maju karna Pemuda Pencarian bakat pemuda pilihan Padang meriah dengan Aksioma Penuhilah janji kemerdekaan Dengan belajar dan cita cita Sungguh menyakitkan Ular berbisa Bila menggigit susah obatnya Contoh teladan proklamator bangsa Bapak kita Sukarno-Hatta Tembaga bukan sembarang tembaga Tembaga di ekspor ke luar daerah Merdeka bukan sembarang merdeka Merdeka berkorban cucuran darah Daun Surian di Bukit Selasih Kotobaru di Darmasraya Cukup sekian dan terima kasih Rakyat bersatu bangsa merdeka Nama : Nadhila Azzahra “Mencintai Ilmu dan Mencintai Sumatera Barat” Untuk hidup, harus berusaha Banyak salah, itu sia-sia Dua ciri orang yang berbahagia Dekat pada Allah dan dekat pada manusia Menyeberangi sungai butuh tenaga Jangan pernah berputus asa Membuang-buang waktu sewaktu muda Akan meyesal setelah tua Banyak berjalan, banyak tahu Membuat suasana menjadi cerah Banyak pengalaman, banyak ilmu Membuat hidup jadi lebih mudah Beli terompet di pagi hari Jangan salah memakai sandal Pakailah gadget, pakailah teknologi Janganlah lengah dengan media sosial Bersama teman pergi ke pasar Dari Padang terus ke Talawi Kalau tuan datang ke Batusangkar Jangan lupa untuk menonton “Pacu Jawi” Anggun gayamu, anggun pesonamu Berkesan bagiku pribadimu nan bersahaja Bangunlah jiwamu, bangunlah ragamu Itulah pesan lagu “Indonesia Raya” Bila kawan mengirim pesan Cobalah segera kirimkan sekarang Bila kawan tidak punya selera makan Cobalah nikmati kuliner orang Minang Sejauh-jauh terbangnya awan Terlihat jelas di sebelah barat Sejauh-jauh pergi merantaunya Pak Irwan Terdamparnya tetap di Sumatera Barat Menulis pengalaman dalam buku harian Terasa haru dalam keheningan Al-Qur’an dan Hadist dalam pangkuan Ilmu-ilmu dunia dalam jinjingan Danau Diateh, danau Dibawah Danau Maninjau dan danau Singkarak Empat danau nan penuh pesona Orang malas hidupnya susah Pikiran galau susah bergerak Pergi merantau mungkin itu solusinya MAS Salimpaung Nama : Arsetya Rahmanda Rumah gadang punyo halaman Dipakai untuak adoan alek Assalamualaikum bapak IRWAN Salam dari ambo mohon dijawek Ari ko paneh garang Panehnyo sampai ka ubun-ubun Ari ko kami diundang Diundang untuak bamain pantun Paneh garang ka ubun-ubun Mambuek mato ko jadi silau Ari ko ambo bamain pantun Pantun ambo piliah tantang marantau Kok kamarantau pailah ka samudra pasai Jan lupo singgah di kota padang Bialah kini hiduik marasai Untuang kok isuak lai ka sanang Bakelok-kelok jalan ka samudra pasai Tibo disitu singkok an tuduang Dek hiduik buyuang taruih marasai Buyuang marantau tinggakan kampuang Urang padang suko marantau Pai marantau ka tanah jao Lah lamo bana adiak dirantau Jalang lah uda nan dikampuang ko Kok adiak ka maasah pisau Asahlah pisau sampai tajam Lah lamo bana adiak di rantau Pulanglah adiak walau agak sajam Dipasa makan nasi Padang Makan nasi jo goreng patai Kok jadi adiak pulang Uda siap jadi marapulai Lamak makan dek goreng patai Namun baunnyo hilang lamo Uda siap jadi marapulai Adiaklah siap jadi anak daro Daun salam untuak dikulum Dikulum urang untuak balam Dibuka salam jo Assalamualaikum Ambo tutuik jo wassalam SMA N 1 RAMBATAN Nama : Aves Dwi Handra Usahlah kancang mambao honda Beko jatuah patah-patah Kok jaleh mati dikubua bana Dari pado urang batambah susah Lari kancang ndak ado nan ka dikaja Pado tajatuah kito di jalan Eloklah kini kito baraja Karano sabanta lai ka ulangan Kancangnyo honda ndak takiro Rem dipijak gas tapacik Dek harok capek badan ka tibo Kironyo bagaluang di rumah sakik Tasabuik ranah tigo luhak Tanah data luhak nan tuo Jikok nak maju budayo awak Mari disokong basamo-samo Bangunlah kampuang jo nagari Seni budaya jan dilupokan Wakatu baraja dari kini Untuak menghadapi masa depan Sarangkai dunia jo akhiraik Samo dipakai kaduonyo Hiduik didunia kok nak salamaik Nan limo wakatu usah lah lupo Tasabuik nagari urang balimbiang Limo lah jorong didalamnyo Anak gadih ibaraik piriang Lah ratak ndak ado gunonyo Rumah gadang kampai nan panjang Itu banamo rumah tuo Jikok nak burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

di ranah minang Tau raso jo pareso Dari sangka ka aie janiah Handak manjalang simpang baso Alah duo kali Pak Irwan tapiliah Batambah maju nagari kito Dek gadang hati maso dahulu Lah tacucuak hiduang baraie mato Raso ka sanang jo nan baru Batambah sansai malah kironyo Naik sepeda ke danau batu Pedalnua turun lalu naik Sungguh indah kelas baruku Muridnya pandai gurunya baik Bunga mawar didalam taman Bunga dahlia berwarna biru Selamat pagi teman-teman Semoga kita sehat selalu Gelas baru isinya kosong Terletak diatas nampan Hai kamu jangan lah bohong Nanti kamu dibenci teman Ada TV didepan sofa TV menyala tak bersuara Perkenalkan saya Sheva Saya pasti akan juara Pagi-pagi menanam padi Jangan lupa pakai sepatu Hai temanku lihat kesini Aku ingin tau siapa kamu Sapi ternak sapi perah Ada hidungnya dan ada mata Temanku janganlah marah Aku ini hanya bercanda Mentari terbit diwaktu fajar Tengah hari hawanya panas Ayo semua kita belajar Agar jadi insan yang cerdas Makan lontong pakai bakwan Minum susu diwaktu pagi Hati-hati sampai tujuan Semoga kita berjumpa lagi Naik sampan diwaktu sore Naik perahu diwaktu pagi Saya ucapkan selamat sore Kepada bapak ibu disini Pak Kumis saudagar kaya Emasnya banyak tiada tara Sekian pantun dari saya Doakan saya jadi juara Jalan-jalan ke Simpang Gobah Ada orang bawa rambutan Mari kita ke sekolah Ke SMA 1 Rambatan Beli sepatu di pasar baru Sepatu indah seri berseri Sungguh indah kelas baruku Semua muridnya suka bernyanyi Ada orang menjual bakwan Bakwan dijual harga seribu Jangan pernah kamu melawan Apalagi kepada ibu Semut merah semut hitam Suka sembunyi di tempat kelam Lihatlah yang akan saya sampaikan Tentang pentingnya pendidikan Rami urang bamandi-mandi Mandi di tapian aie tajun Sungguahlah sanang hati kami Mandangan Pak Irwan suko bapantun Ada tikus di dalam kardus Tikus dibunuh sampai mati Sebentar lagi 17 Agustus Banyak orang memperingati Burung merpati terbang tinggi Hinggap diatas tiang besi Cita-cita boleh tinggi Asal jangan tinggi hati Baca novel di sore hari Novel dibaca berulang kali Inilah contoh diri kami Yang selalu belajar dan berbakti Anak kecil main boneka Boneka digendong dan diayunkan Tiada tempat seindah surga Seperti yang dikatakan dalam Al-Qur'an Buah kelapa diatas dahan Dahan tersiram air hujan Saya ucapkan selamat jalan Kepada peserta pantun spontan SMKN 1 BATUSANGKAR Nama : Muhammad Azhiim disana banyak buaya disini banyak kura-kura jawablah salam dari saya semoga sehat dan sejahtera assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh ke Taman membeli es krim sambil membeli jagung bakar saya muhammad azhiim Dari SMKN 1 Batusangkar belajar bahasa pakai kamus Agar bisa keliling dunia Bulan sekarang bulan agustus Bulan kemerdekaan indonesia anak pramuka dilapangan Sambil membuat barisan Syukurilah nikmat kemerdekaan Yang telah kita rasakan jalan-jalan kekota lamajangan lupa pakai kendaraan walau berbeda suku dan agama tetapi tetap satu dalam menjaga kemerdekaan si Azim membeli kacamata Sambil membeli bubur Satukanlah tujuan kita Agar negara kita adil dan makmur si Azim melihat awan Sambil pakai kacamata Hormatilah jasa para pahlawan Yang telah memerdekakan negara kita orang-orang sangat khawatir Karena dikejar kera Jika kamu cinta tanah air Tunjukanlah semangat dalam bernegara jalan-jalan ke batu basa Jangan lupa mampir disana Tingkatkanlah kemandirian bangsa Dengan memperkuat sendi kehidupan bangsa makan kue dihari raya Kuenya jangan sampai jatuh Ssekian dari saya Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Nama : OKTAVIOLANDA Ulang tahun dapat jam tangan Sungguh hati riang dan senang Saya datang karena undangan Semoga pulang jadi pemenang Ada anak bernama Rahmad Lagi duduk minum teh hangat Kalau mengaku umat Muhammad Sambutlah salam dengan semangat Seorang guru sedang mengajar Tampak penjual si tukang nampan Bersungguh-sungguh dalam belajar Akan bahagia di masa depan Anak kecil mencari kutu Sedang menuggu penjual jamu Perbanyaklah membaca buku Karena buku gudang ilmu Si Ani beli kencur Tiba dijalan ketemu hantu Negara kita akan hancur Karena politik tak menentu Pergi bermain dihari raya Tidak lupa bawa lentera Indonesia akan Jaya Jika rakyatnya sejahtera Pergi kepasar membeli ikan Tidak lupa membeli benang Kalau surga yang kau dapatkan Dunia akhirat kau akan tenang Pergi kepasar beli kue tar Bertemu teman namanya Fajar Kalau kamu ingin pintar Jangan lupa rajin belajar Pergi ke warung beli keju Tidak lupa beli borobudur Kalau kamu ingin maju Jangan pernah bergerak mundur Sore-sore main layangan Layangan dibeli di pasar raya Sekian dulu pantun saya Semoga terpilih jadi undangan MAS MUALIMIN TANJUNG BONAI Nama : FAUZAN AZIIMI Jalan jalan ke kota padang Tidak lupa mampir di tugu merpati Sejauh mata memandang Hanya irwan prayitno yang di hati irak iran terus berperang Dari pagi sampe petang Bukan tulisan ini yang kurang Sambil menulis irwan prayitno terbayang jalan jalan ke bank BNI Hanya untuk mengambil uang Irwan prayitno memang berani Sampe wilayah laen pun menantang jalan jalan ke kota jambi Tidak lupa mampir di palembang Bapak irwan prayitno melayani negri Sampe sampe negri ini berkembang ingin terbang tak bersayap Ingin hinggap tak berkaki Terbanglah kau surat Menemui irwan prayitno gubernur kami buah duku buah rambutan Dipetik satu tinggal sembilan pantun fauzan bukanlah buatan Seperti paku lekat di papan tinggi puncak gunung sago Lereng ditanam lado kutu Kalau indak jadi juara duo Bumi jo langik rasokan basatu onau ketek disaruaso Tumbuh cubadak di ulakan Ambo ketek belum biaso Kalau salah tolong tunjukan jalan jalan ke kota kediri Hanya untuk membeli barang Ambo surang kan dicari Fauzan namo dipanggil urang alai alai terbang ke alai hinggap lah pipik duo jo tigo lomba lamo tabangkalai kini nan baru ambo cibo pulo MAN 1 PASAMAN BARAT AIR BANGIS Nama : FARHAN JAMIL Masa anak-anak namanya Kiki Sudah dewasa namanya Baim Saya memulai pantun spontan ini Dengan membaca Bismillah Hirrahmanirrahim Ibu-ibu nya lain lampu sen ke kiri Ternyata dia belok ke kanan Saya mau memenangi kompetisi ini Karena itulah saya membuat minimal 10 pantun Di sekolah ada guru-guru saya Di rumah ada orang tua Inilah pantun saya Tolong dibaca ya Sebuah rumah pintunya terbuka Pintunya terbuat dari kayu Kalau kamu mau bertanya Janganlah malu-malu Di lemari ada baju Di rak ada buku Jika kamu ingin berbagi ilmu Maka aku akan menemuimu Jika di kebun ada buah kelapa Maka di pasar terdapat banyak buah Kalau kamu mau masuk surga Maka bertakwalah kepada Allah Kalau kamu sedang bekerja Janganlah terlihat sedih Kalau kamu melanggar perintahnya Ingatlah azabnya sangatlah pedih Di sana ada pak guru Di sani ada buk guru Kalau kamu ingin maju Maka tuntutlah ilmu Sebentar lagi 17 Agustus Sambutlah dengan gembira Jika kita ingin sukses Dengarlah ucapan ke dua orang tua Pada 17 Agustus kita merdeka Di situlah para pahlawan bergembira Kalau kamu menyekutukannya Niscaya kamu akan masuk neraka Sekolah saya di MAN 1 Pasaman Barat Alamat saya di pasar baru utara Kalau ingin selamat dunia dan akhirat Pedomanlah kepada Al-Quran dan sunnahnya Pergi ke sekolah bawa kendaraan Ada juga yang berjalan kaki Bertakwalah kepala Tuhan Kalau kamu ingin di kasihi Ada pasar malam di malam Minggu Di sana ada rumah hantu Berbaktilah kepada gurumu Agar kamu mendapat banyak ilmu Kemarin saya beli sepatu Sepatunya sepatu baru Kerjakanlah shalat lima waktu Agar Allah menyayangimu Ada beberapa pria pakai baju kuning Ada juga yang memakai baju daerah Saya memiliki cita-cita segunung Karena itu saya belajar sungguh-sungguh Di labor IPA belajar kimia Di labor bahasa belajar bahasa Inggris Kalau saya jadi juara Uangnya saya gunakan untuk kuliah di Universitas Pergi ke pasar hari Selasa Di pasar beli bubur Inilah pantun saya Semoga yang baca bisa terhibur Sekarang ibukota Indonesia Jakarta Mau dipindahkan ke Palangkaraya Saya berusaha dan berdoa Supaya bisa jadi juara Kemarin saya ke Medan Setelah itu pergi ke Padang Semuanya ada 20 buah pantun Semoga saya bisa menang Jalan tol jalanya besar Letaknya di atas tanah Inilah pantun saya yang terakhir Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama : ROSSA WISMA Sunguh lebat daun pandan Ketika dimasak harum baunya Sungguh hebat para pahlawan Sehingga indonesia jatuh ketangannya Hari jumat Panasnya menyengat Jika ingin selamat Laksanakanlah shalat Untuk apa makan stoberi Kalau tak ada manfaatnya Buat apa rupa yang dicari Kalau akhlak dia tak punya Sungguh indah pantai Aia Bangih Tak akan bosan dipandang mata Untuk apa menyesal dan menangis Jika nanti akan dilakukan juga Alangkah indahnya sang bintang Tetapi tertutup oleh awan Tak akan kami lupa jasanya pejuang Akan kami kenang sepanjang zaman Bulat-bulat buah tomat Lalu dimakam si pak camat Berhijab bukan berarti taat Tetapi langkah awal menuju selamat Jika pergi jangan dikejar Jika datang jangan dilawan Rajin-rajinlah wahai pelajar Agar bisa seperti para pahlawan Sungguah tinggi gunuang pasaman Indak dapek tadaki Acok-acoklah baca Al-Quran Ingeklah hiduik akan mati Luruih jalan manuju padang Babelok jalan ka Payakumbuah Bialah penjajah mamakai pedang Kok indonesia mamacik buluah Jangan coba-coba mengejar cinta Jika akhirnya akan kecewa Jangan coba-coba melawan Indonesia Jika akhirnya akan kalah juga Pergi ke pasar Membeli mises Rajin-rajinlah belajar Agar bisa menjadi sukses Nama : ISSADIL ASBI BERSYUKURLAH Membeli kacang di hari libur Kacak dimasak menjadi bubur Jika kau kufur tidak berssyukur Hidupmu pasti akan tersungkur AMAL TANPA ILMU Jikalau tuan hendak bertamu Ucaplah salam dan ketuk pintu Jika beramal tanpa berilmu Amal percuma tiada menentu CANTIK TAK BERAKHLAK Bunga burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

usah dipetik Kalau dipetik kena durinya Buat apa berparas cantik Kalau tidak cantik akhlaknya TAMPAN TAK BERBUDI Pergi ke pulau berdayung sampan Di atas sampan jangan mandi Percuma tuan berwajah tampan Jikalau tuan tiada berbudi JANGAN COBA NARKOBA Memanah burung di hutan rimba Panahlah burung jangan bicara Janganlah jangan coba narkoba Kalau tak ingin masuk penjara JIKA TAK TAHU JANGAN BICARA Buah kelapa dalam perahu Perahu didayung sampai muara Jika saudara memang tak tahu Tutuplah mulut jangan bicara RUKUN BERTETANGGA Jikalau nona suka berkebun Tanamlah nona si buah mangga Jika kau ingin hidup rukun Janganlah suka gangu tetangga WUDHU DAN SHOLAT Semut merah jalan beriring Bergotong-royong mengejar lalat Jikalau pusing kepala pening Ambillah wudhu kerjakan sholat JANGAN PELIT Pergi kepasar beli penjahit Beli penjahit dengan benangnya Jikalau kaya janganlah pelit Keluarkan infak dan sedekahnya HARI MERDEKA Berkaca berhias muka Berdandan dan bergaya Mari sambut hari merdeka Dengan lagu indonesia raya JANGAN DITUNGGU Memotong kayu di hari minggu Lebihlah elok di hari jumat Berbuat baik jengan ditunggu Cepat lakukan jangan terlambat KERJA SAMA Pergi memborong si malakama Hambar rasanya jika dirasa Bergotong-royong bekerja sama Kerja yang susah tidak terasa SAMBA RANDANG Jikok sanan pai ka padang Naiklah becak ka rumah gadang Dimano paruik ka kanyang Lah makan nasi jo samba randang ADAT JO AGAMA Kok urang minang baralek gadang Kuali jo dandang ikuik badendang Adat budaya indak kahilang Ajaran agama indakkan goyang JASO MANDEH Kok balam kinilah lapeh Tabang kalua ka alam nyato Jaso mandeh indak katalupo Indak taganti ameh parmato KANALAH UNTUANG Kok banyak bungo di halaman Jan sampai layua usah patahkan Kok indak mungkin usah iyokan Kanalah untuang nasib dibadan Nama : MUHAMMAD ALFARISYI Di hutan ada kancil Kancil terbang berangan-angan Negeriku memang kencil Tapi punya banyak kenangan Simpang Ampek kota berliku Saya tinggal bersama nyonya Air bangis nama negeriku Indah pantainya ramah orangnya Di Jepang ada salju Di Padang kita bertemu Negara kita pasti maju Bila semua sudah berilmu Pak Toha anaknya Mumu Pak Karman anaknya dua Manfaatkanlah masa mudamu Tuk bekal di hari tua Anak-anak beli sepatu Belinya di rumah Popai Tujuan kita hanya satu Semoga saja bisa tercapai Di hotel ada penjara Penjara pergi membeli roti Perkataan harus dijaga Janganlah sampai melukai hati Si Ahmad celananya bolong Bolongnya di dalam kelas Bila ada yang minta tolong Lakukanlah dengan ikhlas Kalau lebah ada di taman Burung pasti ada di sangkar Apabila ingin berteman Janganlah suka ingkar Anak ayam namanya Dadang Anak itik namanya Pagia Alangkah indah mata memandang Bila semuanya berbahagia Pak Mamad jualan tomat Jualnya di kios Rahmad Kalau kita ingin selamat Laksanakan ajaran Muhammad Nama : Annisa Suci Nabilla Orang Jawa menjual jamu Orang lewat menjual bakwan Kalau lah boleh saya bertamu untuk menyampaikan maksud dan tujuan Disamping meja ada bangku Gadis ayu duduk diatasnya Apakah gerangan wahai engku Datang tiba tiba menghampiri saya Ada udang di sebalik batu Seolah sedang termangu Heiapakah kau lihat siapa itu Itulah dia yang sedang kita tunggu Begitu tulus saudara menjamu Menjamu dengan hati riang Wahai seluruh para tamu Kami ucapkan selamat datang Gelak tawa pencair suasana Senda gurau penuh imaji Begitu banyak yang terpesona Mendengar suara indah saat mengaji Di Palembang jembatan Ampera Di bawah jembatan sungai Musi Dengan semangat yang membara Mari kita mulai ukuwah islami Perhelatan sebar undangan Undangan penuh dengan jamuan Mari kita berjabat tangan Tanda awal pertemuan Pergi ke pasar beli udang Udang di masak dengan santan Sebab makanan telah terhidang Ayo !

Mari kita makaan Pergi pagi pulang petang Bang Toyib tak pulang pulang Itu dia telah datang Di antara orang yang berlalu lalang Di air balam orang berdendang Berdendang pula orang Kinali Karena semalam saya begadang Hari ini jadi mengantuk sekali SMA Al-Istiqamah Nama : Fitri Wulandari PERKENALAN Jalan jalan ke indra giri Singgah sebentar di kediri Perkenalkan nama saya fitri wulandari Penerus bangsa yang berbudi ISI Gunung tinggi dapat di daki Kupu kupu terbang kian kemari Jika kamu ingin berbudi Kewajiban Tingginya belajar terus di penuhi Bukit yang tinggi hendak di daki Dalam nya laut bisa di lalui Belajarlah untuk membangun negeri Dari apa yang telah kita pelajari Jangan di juluk sarang yang tinggi Elok di ambil memakai tali Jika kamu anak negeri Berjuang lah dengan tekad sendiri Pergilah ke tepi kali Jangan lupa bawa guci Bangkitlah wahai anak pertiwi Bangunlah trus negerimu ini Andai ini hari yang merugi Tentu akan mujur esok lusa Jangan lupa benahi diri Sebab kamu anak bangsa Daun lengkeng warnanya kuning Buahnya langsung mengusik selera Dengan menenteng bambu yang runcing Tekad yang besar membela negara Hidup hemat memberi manfaat Supaya tua tidak melarat Tentulah belajar memberi manfaat Kepada negara dan seluruh rakyat Gulai ibu sayurnya selada Ikan di dapur akan di panggang Meski ragamu sudah tiada Namun namamu tetap di kenang Segumpal darah membentuk raga Air di sungai warnanya murni Di medan perang engkau berlaga Hadapi musuh gagah berani Sehelai kertas bertuliskan pesan Untuk menjalin tali persaudaraan Demi rakyat engkau berkorban Tanpa mengharap suatu balasan PENUTUP Es buah dengan selasih Sekian terima kasih Pak Taufik menjahit kopiah Kopiah dijahit menjadi utuh Wabillahi taufik walhidayah Wassalmualaikum wr.wb.

Nama : Reno Rinaldi Buah Naga Buah Semangka Dibawa Budi Kepasar Padang Salam Hangat Dari Saya Dari Reno Si Anak Minang Anak Ayam Turun Sepuluh Mati Satu Tinggal Sembilan Tuntutlah Ilmu Bersungguh Sungguh Agar Tercapai Keberhasilan Bertanam Budi Amal Yang Mulia Silahkan Dijalin Sepanjang Masa Belajar Itu Tiada Biaya Untuk Membangun Negara Indonesia Buah Pisang Beli Dipasar Dibeli Lima Ribu Kalau Anak Indonesia Ingin Pintar Perbanyaklahmenuntut Ilmu Hidup Hemat Memberi Manfaat Supaya Tua Tidak Melarat Belajar Itu Memberi Manfaat Kepada Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Dan Seluruh Rakyat Ramai Kampung Simpang Jati Kain Batik Beludu Kapas Kami Mendukung Program Bupati Membangun Negri Tahun 2017 Bangun Rumah Dengan Rapat Agar Terjalin Ketentraman Dengan Kud Membangun Masyarakat Agar Tercapainya Kemakmuran Buah Manis Buah Pepaya Dibeli Orang Dipasar Inderagiri Walaupun Banyak Ragam Budaya Bersatu Padu Membangun Negeri Ekor Bebek Ekor Angsa Dibulunya Banyak Kutu Mari Kita Membangun Bangsa Agar Indonesia Semakin Maju Didalam Laut Ada Paus Dipinggir Sungai Ada Manusia Wahai Semua Generasi Penerus Kita Bangun Negara Indonesia SMK N 1 TALAMAU Nama : Heri Junedi TEMA:PERISTIWA PERANG PADRI Sungguh manis buah mangga Yang dibeli Bapak Harun Selamat bergabung para peserta Diacara festival pantun.

Pergi kemana Bapak Harun Pergi berlibur ke BUKIT TINGGI Dengarkan ananda berpantun Tentang peristiwa perang PADRI Burung elang makan ikan tuna Sekalian makan ikan nila Apa maksud kedatangan belanda Mencari rempah-rempah dinusantara Sangat indah di Rimba Panti Banyak orang yang memandang Banyak perlawan kaum PADRI Hanya bersenjata tombak dan parang Bukit Barisan ada di sumatra Yang dijaga para Tentara Karena belanda mengadu domba Terjadilah perang antar saudara Orang barat makan buah manggis Yang terletak diatas meja Rakyat Sumatera Barat sering menangis Disuruh belanda kerja paksa Buah rambutan sangatlah merah Yang diambil bersusah payah Rakyat Sumatera Barat tak kan menyerah Walaupun badan berselimuti darah Pergi berlibur ke Danau maninjau Diatas nya puncak lawang Untuk menjaga Minangkabau Mereka rela pergi berperang allahuakbar.

Jalan-jalan keBukit tinggi Untuk melihat Jam Gadang Mereka rela untuk mati Mempertahankan ranah Minang Berbelok jalan ke kampung bawan Disitu ada kayu jati Berkat gigih nya para Pahlawan Akhir nya kini belanda tlah pergi Banyaklah orang dipasaman Ingin pulang ke kampung halaman Selamat jalan para Pahlawan Semoga kalian disisi tuhan Banyak pahlawan mati di minangkabau Kena meriam beruntun-runtun Ananda siswa dari SMKN 1 TALAMAU Ingin ikut acara FESTIVAL PANTUN.

Nama : Ulil amri siddik Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Giling delima sampai lumat Lobak diiris tipis sekali Salam pertama kurang hikmat Cobak kita ulang sekali lagi Assalamualaikum wr.

wb. Suara gema yang melantu Hingga terdengar ketelinga saya Dengarlah saya berpantun Berjudulkan kisah Surabaya •Kisah Surabaya• Banyak serangga dijaring laba-laba Membuat hati menjadi iba Entah siapa datang tiba tiba Ternyata Inggris yang mulai meraba Manggis buah yang sangat kaya Sangat baik untuk tubuh kita Inggris datang ke Surabaya Untuk meminta paksa rampasan senjata Keluar keringat karna gemetar Semakin kencang detak di dada Rakyat surabaya tak pernah gentar Walau ancama datang melanda Terlau banyak menerima hukuman Lama kelamaan bisa pingsan Taukah apa isi ancaman Ialah gempuran habis habisan Dalam pikiran selalu beranagan Walau datang banyak halangan Kiranya surabaya datang angkat tangan Nyata nya Ia menerima tantangan Menembakkan panah susah melatih Pada orang tua lanjut usia Takkan pernah membawa kain putih Tanda surabaya ingin berjaya Dikata ganteng ganteng srigala malah marah Seperti orang tak pernah bersalah Jikalau banteng banteng indonesia masih mempunyai darah merah Selama itu jua tidak akan pernah menyerah Malu rasanya hanya membawa gunting Namun tak pernah dirasakan mereka Selalu siap walau keadaan genting Menunjukkan bahwa bener benar ingin merdeka Ayah bercukur Ibu makan bubur Adik ke kamar bermain boneka Lebih baik hancur hingga lebur Dari pada tak merasakan apa itu merdeka Bertambah usia liburan ke Bangkinang Nelayan memesukkan ikan ke dalam peti Perang takkan usai jika belum menang Karna bersemboyankan merdeka atau mati Semakin lihainya dia menangkap ikan Hingga para nelayan jadi terheran Hati selalu yakin kemenangan didapatkan Sebab pastilah ALLAH melindung kebenaran Seraya kita masih berkata benar Takkan buat hati orang berkobar kobar Surabaya memang bernyali besar Karena takbiran Allahuakbar Allahuakbar •Kisah Indonesia• Seorang duda menikahi janda Ki sakti ke goa ingin bertapa Tiga setengah abad penjajahan Belanda Keadaan rakyat sungguh nestapa Sungguh besar perjuangan seorang ayah Anak gadisnya terluka kan merasa bersalah Tiga setengah tahun jepang menjajah Kesadisan pula kian bertambah Preman muda disiram raksa Jelang senja melihat rusa Zaman belanda kerja paksa Jepang masanya Romusha Janganlah ceroboh jikalau berjalan Berjalan teliti dengan perlahan Kekayaan terkuras karna penjajahan Hingga diibaratkan sapi perahan Janganlah menuruti keserakahan Jika tidak mau dijauhkan Lama kelamaan timbullah kesadaran Yang selama ini telah dibutakan Malu aku jadi bahan tawaan Sakit sakitan seperti tahanan Tak mau selalu jadi tawanan Sedikit demi sedikit timbul perlawanan Berapa saja jumlah mereka Saya kan hajar kan saya tunjangi Mengapa lama Indonesia merdeka Sebab belajar dilarang sekolah apalagi Ikuti pengajian mengkokohkan iman Agar dunia akhirat mencapai kebahagiaan Lamanya peperangan melawan kezaliman Dengan angan mencapai kemenangan Jujurlah kini jangan disesali kemudian Daripada burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

yang membalaskan Bersyukurlah kini Proklamasi telah dibacakan Pertanda bangsa telah dibebeskan Sungguh Ia tegas dan juga berani Guru mengajar murid gerakan menari Untuk apakah tugas kita sekarang ini Melainkan untuk pertahan NKRI Tendangan melantun lantun akhirnya berhenti Merubah badan agar terus seksi Dengan pantun pantun yang saya bawakan ini Mudah mudahan saya lulus seleksi SMA S Citra Insani Sikabu Nama : MIA BIBAH Sungguh rindang seroja berbunga Tanam sebatang dalam taman Sengaja diundang ananda semua Kreasi pantun mari budayakan Pai ka pasa mambali kain Jan lupo mambali kuini Emang banyak sakolah lain Nan di hati tetap sakolah kami SMA Citra Insani Kalau bapak nio ka bukik indah Ka pasa dulu mambali kabau Kalau bapak nio mancaliak pantai nan indah Liek lah pantai di sikabau Gunuang sikabau dalam lauik Tampak nan dari subang-subang Tarambua badan masuak lauik Dek ulah kawan samo gadang Jalan-jalan pai ka sawah Pai ka sawah mananam padi Sabanyak iko kampuang nan denai singgah Namun Sikabau nan selalu di hati Sajak batanam batang kanini Daunnyo jatuah lapeh ka tali Sajak Nampak bapak gubernur kami Hati nan indak namuah pai lai Kami punyo binatang Kabau Kabau makan di tapi sumur Kami datang dari Sikabau Ingin manengok bapak Gubernur Malam minggu malam nan panjang Malam nan asyik pai makan-makan 17 agustus alah datang Mari kito sambuik hari kemerdekaan Disiang hari ado awan Dimalamnyo ado hujan manguyur Mari kito kenang para pahlawan Walaupun alah gugur Sungguah rancak gadieh pakai kerundung panjang Apolagi nan bawarna putiah Sungguah sero mato mamandang Apobilo pantai kito barasiah Balumuik batu di banda Naiak sampan naiak parahu Di muluik kato nan bana Di dalam hati bainggan kami indak tau MAS-IB SILAPING Nama : AHMAD RIADI BERLOMBA Ambil buku di atas meja Lalu baca dengan teliti Saya siap untuk berlomba Untuk mendapat juara nanti PATUH Datang sekolah tepat waktu Ambil kursi langsung duduk Siapkan diri terlebih dahulu Sebelum datang waktu masuk MINTA MAAF Detik waktu terus berlalu Umur bertambah tidak terasa Jika aku pergi dahulu Maafkan salah dan dosa KUTU BUKU Pergi ke kamar ambil buku Baca sedikit sangat berarti Jadilah siswa kutu buku Agar berguna dihari nanti KASIH SAYANG Bunga mawar warnanya merah Sangat indah dipandang mata Ayo teman pulang ke rumah Untuk bertemu ibu tercinta MENGERJAKAN SOLAT Buah Jeruk Bentuknya Bulat Cocok dimakan beramai-ramai Ayo Ke Mesjit Kerjakan Solat Agar hati menjadi damai TEGAR Duduk Di Kelas Dengan Tenang Perhatikan Guru Saat Mengajar Walaupun Saya Tidak Menang Saya Tetap Bersifat Tegar SABAR Aku datang dari pasaman Rencananya untuk berlomba Pantun saya berisi pesan Kalah menang tetap gembira ANAK MADRASAH Saya awali dengan bismillah Sebelum merangkai kata Saya datang dari madrasah Membawa sejuta cerita HARAPAN Ikut lomba dengan semangat Berharap dapat syafaat Saya dari pasaman barat Menuju sumatera barat Nama : MEGA MARIANTINE BERBAHASA Air keruh tak nampak bayangan Air jernih untuk cerminan Bahasa Indonesia jadi pedoman Bahasa daerah jangan dilecehkan PERJUANGAN Gelap lembab dalam goa Tampak jalan pakai lentera Darah bercucuran tak gentar jua Demi mencapai sangsaka indonesia PERASAAN Anak ayam mencari induknya Ayam jantan menvari betinanya Biarkanlahh disini ku menderita Asalkan disana engkau bahagia KESOMBONGAN Anak bebek lima dikali tiga Mati dua dimakan buaya Wahai engkau wanita kaya Jangan sombong dengan yang kau punya RUPAWAN Berlagak elok tampang rupanya Bernyanyi riang jadi hiburan Untuk apa muka cantik menawan Kalau hanya untuk mencari perhatian HAK NEGERI Ada bulan ikut bintang nya Ada siang ada malamnya Semangat juang untuk merdeka Merebut hak dan kebebasan kita PERBEDAAN Raja salman raja arabia Kekayaannya yang tak terhingga Berbanggalah jadi anak Indonesia Banyak budaya tapi tetap sama HARGA DIRI Ada semut jatuh dari kayu Ada belalang hinggap di batu Wahai engkau wanita ayu Jagala nama baik keluargamu BANYAKKAN TEMAN Pohon beringin pohon rindang Tumbuhnya di depan taman Renda dirilah jadi orang Karena begitulah jadi banyak teman PERBEDAAN Nampak gelap dalam goa Dingin juga dalam nya Banyak budaya jadi berbeda Tetapi tetaplah satu bangsa Nama : MINTA ITO BERUSAHA Jika anda membeli pensil Pilihlah yang mahal harganya Jika anda ingin berasil Berusahalah caranya BELAJAR Jika anda pergi ke pantai Jangan lupa untuk berlabuh Jika anda ingin pandai Maka belajarla sungguh-sungguh KRJUJURAN Jika anda membeli anggur Jangan lupa beli semangka Jika anda orang jujur Pasti anda tidak berdusta BERBAKTI Pergi ke pasar membeli mangga Beli mangga yang manis rasanya Jika anda ingin masuk surga Hormt pada orang tualah jawabannya AJARAN Pergi ke malaka Membawa peniti Bila anda durhaka Neraka telah menanti PERSAHABATAN Bunga mawar harum baunya Bunga bangkai amatlah busuuk Bila kamu ingin jadi sahabatnya Janganlah bersifat buruk PERILAKU BAIK Sungguh harum bunga melati Tak tertinggalkan walaupn hanya sedetik Sunggu engkau akan dihormati Bila engkau berbudi baik KEBAIKAN Pergi ke sungai membawa jala Jala dilempar untuk mendapat ikan Sngguh engkau akan berpahala Bila engkau berbuat kebajikan KEBERHASILAN Pagi-pagi makan nasi Siang-siang makan sagu hari ini saya senang sekali Karena memperoleh juara satu BERSEMANGAT Jika engkau keluar rumah Jangan lupa menutp pintu Jika engkau ingin membahagiakan ibu dan ayah Tetaplah semangat dala mentut ilmu Nama : NURUL IZZA MERAIH PRESTASI Gunung melintang dari pulau sumatera Tinggi menjulang sampai ke awan Jika ingin mendapat juara Belajar giat tiada bosan KEHIDUPAN Cahaya terang dari bulan purnama Lebih terang dari cahaya keidupan Dunia ini hanyalah permainan belaka Akhiratlah tempat tujuan KESEHATAN Matahari terbenam di barat Terbitnya dari daerah timur Jika ingin hidup sehat Jangan lupa olah raga teratur MENNTUT ILMU Buah anggur berwarna ungu Dipetik satu untuk dimakan Rajin-rajinlah menuntut ilmu untuk bekal hari kemudian AKHLAKUL KARIMAH Burung camar terbang ke pepohonan Sampai di pohon jatuh bulunya Orang yang suka berbuat kebaikan Surga Adninlah hadiahnya MENGISI KEMERDEKAAN Pulau sumatera di dekat plau kalimantan Diantaranya terdapat selat Mari kita mengisi kemerdekaan Dengan belajar giat penuh semangat KEBANGSAAN Indonesia negara yang kaya Baik daratan mapun lautan Mari kita bernyanyi Indonesia raya Ciptaan dari WR supratman SOPAN SANTUN Air zam-zam sumber kehidupan Jernih airnya manis rasanya Jadilah kamu anak yang sopan Agar disayangi sanak saudara PENGETAHUAN Buah kelapa bulat bentuknya Bila dimakan enak rasanya Barang siapa ingin bahagia Rajin-rajinla untuk membaca BEKERJA KERAS Dua tiga tupai melompat Melompat dari pohon jati Kalau anda ingin mendapat Bekerja keras tiada henti Nama : NUR HAYANA BERDOA Anak ayam turun delapan Mati seekor tinggal tujuh Duduk berdoa kepada tuhan Supaya terang jalan bersuluh BEPERGIAN Sungguh segar bangun pagi Apalagi lari pagi Kalau kita hendak pergi Jangan lupa lihat terbit matahari PATUH Kalau kita menggahil hari Jangan lpa minum fanta Kalau anda ingin disayangi Patulah pada gurunya SEMBAHYANG Apa guna kain bali Kalau tidak pakek selendang Apa guna berwajah cantik Kalau tidak pernah sembahyang SABAR Dua kali saya kecewa Jatuh badan tidak terasa Dua kali saya kecewa Sakit di dalam tertahan juga KETULUSAN Rakit ditetes dengan bapak Hanyutkan dari pulau kukus Sakitnya saya tiada berbapak Apa kehendak tiada tulus MATA PENCAARIAN Anak orang di bukit tinggi Dari pasar berjualan ikan Kadang-kadang terbitalas tangisan Mengingat sulit pencarian RAKYAT Sirih adat sirih dianjung Buat pengobat oleh si dukun Semoga ia jadi penyanjung kepala rakyat turun temurun MENCARI ILMU Ramai orang menggali rerigi Ambil bambu lalu diikat Ilmu dicari tak akan rugi Buat bekalan dunia akirat PENUTUP kalau anda pergi ke air bangis singga sebentar diwarung kopi pantun saya mau habis tepuk meriah dengan ramai SMK NEGERI 1 PASAMAN Nama : REPI KURNIA Rami alek si anak daro Gulainyo lamak si ikan gambolo Tarimolah salam dari ambo Untuak acara festival kreasi pantun ko Adiak jan dulu baangan Beko jatuah bisa jadi pikun Ambo datang dari Pasaman Untuak mamanangkan festival pantun Isi Anak urang main di bancah Siang-siang di hari akaik Jagolah badan jo amal ibadah Bia salamaik dunia akhiraik Niniak mamak sakik kapalo Mancaliak ulah anak-anak kini ko Carilah ilmu salagi mudo Bia ndak manyasa di maso tuo Pai bamain ka pasa Talu Singgah sabanta di rumah gadang Dek kamanakan indka tantu Mamak disangko kawan samo gadang Masam rasonyo si buah pauah Dijua urang pakai becak Laki-laki mudo usah cari nan jauah Gadih Pasaman banyak nan rancak Bamimpi denai sadang lalok Bamimpi lamak makan durian Barantilah maisok rokok Rokok diisok mambunuah badan Kue rayo si kambang loyang Badarak-darak jikok dimakan Rajin-rajinlah kito sumbayang Sabalum kito disumbayangkan Pai ka kadai mambali pena Pena dibali untuak kamanakan Budi awak usah dikana Budi urang usah lupokan Latak siriah dalam carano Carano talatak di sampiang boto Usahlah kito dakek jo ganjo Ganjo mambunuah generasi mudo Penutup Ka Simpang Ampek mancari santan Ka mambuek sanok pakai pandan Banyak kecek sasa kudian Banyak karajo disanang-sanangkan Panek kaki bajalan-jalan Panek tangan mangayuah sampan Pantun ambo cukuik sakian Kok salah tolong maafkan Nama : RADHA NURUL NAJMI Elok-elok jalan ka Sikobo Tibo di situ bali kain katun Uda Uni, ambo datang ka siko Nak ikuik festival kreasi pantun Isi Pergi ke pasar beli baju katun Untuk dipakai ke kenduri Panitia mengadakan festival pantun Dalam rangka memperingati ulang tahun RI Kalau ambo nak bali Honda Vario Ambo bali dengan kontan Sungguah pandai Pak Irwan Prayitno Manciptakan pantun dengan spontan Bali buah di pasa Kinali Duo tigo kilo ditawa-tawa Sampai sudah acara ko mbo ikuti Mano tau beko ambo nan juara Duduak-duduak di lantai papan Duduak bamanuang di tangah malam Sungguah malang den dapek kawan Kawan sairiang inyo tikam Ka bakeh rumpuik kito baguru Pastilah ado kapandaiannyo Bialah sakik awak dahulu Asa lai sanang kasudahannyo Pai ka pasa naiak becak Singgah sabanta di Gunuang Talang Bia nak elok urang ka awak Elok pulo lah awak ka urang Bulat-bulat buah tomat Lonjong-lonjong buah coklat Dari sekarang dirikanlah sholat Supaya selamat dunia akhirat Pai ka Bukik mambali sanjai Sanjai dimakan lamak rasonyo Ambo baraja supayo pandai Isuak jadi urang nan baguno Penutup Pai ka Pasaman mambali gulo-gulo Gulo-gulo dimakan manih rasonyo Sekian pantun dari ambo Untuang-untuang banyak nan suko Nama : ELVIA NORA Si unyil memanen buah mentimun Buah dipenen sambia senyum Sebagai pembuakaan ambo bapantun Mbo ucapkan assalamualaikum Tasabuik desanyo Pagalangan Dek masyarakatnyo murah bakawan Kami bapantun mohon didangaan Karano pantun kami bukan pantun sambarangan Isi Pergi liburan bersama keluarga Liburannya ke negara Malaysia Selamat hari kemerdekaan ke-72 Semoga Indonesia bertambah jaya Makan bakso bersama kawan Bakso dimakan tidak bersisa Tanamkanlah semangat para pahlawan Buktikan bahwa Indonesia bisa Luruih jalannyo ka pantai Padang Babelok jalannyo ka muaro Jikok awak nio dipandang Ikuikkanlah jalan Pak Irwan Prayitno Pak Tono bataranak kudo Taranak kudo e nan mudo-mudo Sagagah-gagah e Aliando Labiah gagah Pak Irwan Prayitno Salamak-lamak e makanan Labiah lamak samba lado Sarancak-rancak pantun kalian Labiah rancak pantun ambo Buyuang Landai mamakan sukun Si Upiak Tabia mancaliak an e Bukannyo kami sombong bapantun Tapi cobolah caliak kualitas e Anak daro mambali sabun Sabun dibali harum baunnyo Marilah wak budayokan pantun Sabalun budayo lua mangalahkannyo Pai balanjo ka pasa Talu Tibo di Talu mambali samek Jiko awak nio tau Cari taulah sampai dapek Si Unyil mambali peci Peci dibali di Kota Medan Kok awak nio dicintai Jadilah urang nan sopan Pergi main bersama Suketi Di jalan mendapat buah mangga Rajinlah pergi mengaji Jika kamu ingin masuk surga Buah karambia dimakan baruak Baruak nan mamakannyo batino Bialah batampang buruak Yang penting awak lai cadiak juo Ka kabun binatang mancaliak buayo Buayonyo sadang lalok Turuikkanlah kato urang tuo Sapayo jalan hiduik wak elok Penutup Pai ka pasa mambali teko Teko nan tabali kurang jumlahnyo Rancak indak e pantun kami ko Yang penting kami lah barusaho Nama : FIRA FEBRI DIANT Tanam pisang di hari akaik Ditanam jo sanang hati Salam partamo kurang sumangaik Ambo ulang sakali lai Isi Jikok kito makan soto Labiah lamak pakai lado Kalau nak ancak festival pantun ko Tantu barusaholah caronyo Ka Pakan Baru pai baoto Jan lupo singgah di kelok sambilan Ancak ndak ancak pantun mbo ko Nan paralu, mbo elok manampilkan Anak itiak bajalan-jalan Bamain di tangah panantian Kito harus pendidikan Agar sukses di masa depan Hari ko basuo jo si Atun Hanyo untuak maagiah katan Kami ko ikuik festival pantun Sambia manambah pangalaman Kalau kito nak ka Rao Jan lupo pakai sapatu Kalau kito bausaho Tantu lai dapek ilmu lo Kok kito ka stasiun Jan lupo pai ka Banjar Daripado duduak malamun Labiah elok kito belajar Makan soto pakai tomat Sudah tu makan pepaya Kalau awak nak sehat Marilah rajin baolahraga Kalender di dindiang tapampang Tampak elok pasangnyo Jan lah suko manggunjian urang Karano ndak ado gunonyo Kok bamain ka Pasaman Jan lupo ka rumah mbo Andai pantun ko dilestarikan Bisalah kito samo manjago Jikok berwisata ka Singkarak Janlah lupo pulang ka Jakarta Kalau kito nak basorak Elok tentang kemerdekaan kita Nampak karpet nan tabantang Ka tamoek duduak basamo-samo Kalau awak indak manang Janlah putus asa pulo Kalau kito maliek ula Janlah sampai kito kaja Kalau kito ingin kaya Janlah lupo bercita-cita Penutup Sayuik bana denai hariko Karano dek ulah inyo do Cukuik sudah pantun mbo ko Karano acara lain masih ado Sakik bana hati ambo ko Dek ulah inyo manuduah ambo Kok dari partamo ado salah kato pantun ko Ambo minta maaf ka sadonyo Nama : SYAMSUL BAHRI Pembuka Jalan-jalan ka Kota Padang Jan lupo mambali kain sabun Memang singajo kami datang Hanyo untuak mambudayakan pantun Kalau sanak mambali sabun Balilah di Pariaman Kami tagak manampilkan pantun Untuak manambah pangalaman Isi Jalan-jalan ka Pariaman Jan lupo mambali galamai Sungguah baguno pendidikan Mambuek kito jadi pandai Pai ka lapau mambali supermi Di lapau basuo jo mantari Jo apo baraja supayo mudah dipahami Jo guru nan pandai dan elok hati Pai main ka rumah Repi Tibo di jalan hujan labek Dengan apo kito maraih mimpi Dengan belajar dan tekad yang kuek Pak Abu berlari terburu-buru Di halaman tertabrak bambu Kita harus hormati guru Karena guru memberkan ilmu Kalau Anda pergi ke pasar Jangan lupa membeli beras Kita harus rajin belajar Supaya menjadi orang yang cerdas Pak Amin membeli beras Belinya di depan toko tas Untuk menjadikan bangsa berkualitas Anak bangsa harus cerdas Pai main ka pasa Tampuruang Jan lupo mambali pandan Kok duduak baok bamanuang Mak jaleh jo pendidikan Ke rumah dia singgah sebentar Nampak gadis memetik bunga Harta dunia jangan terlalu dikejar Ketika mati tak akan dibawa Sungguah sanang hati raso ndak sabar Pai main ka Batang Saman Kuaik Indonesia dek anak bangsa pintar Hancua Indonesia dek anak bangsa ndak bapendidikan Adek cantik yang menawan Pergi ke warung membeli roti Bersama kita sambut kemerdekaan Dengan rasa bahagia sepenuh hati Mambaok sayua dari Kapa Sarato pulo jo bingkuang Lah bebas Indonesia merdeka Dek anak bangsa gigiah bajuang Penutup Makan berdua dengan kekasih Makannya dekat stasiun Kami ucapkan terima kasih Pada panitia festival pantun Dapek nilai saratuih UH ambo Caliak ka ayah bia diparaf Cukuik sakian pantun ambo Salah jo jangga mohon maaf Nama : IMA YUSNIATI Masaklah padi rang tapalan Disabik lalu diampaian Dek pantun acok katinggalan Mari kito mambudayakan Masaklah buah duku-duku Makanan anak Katiagan Kini zaman lah maju Jan pantun ditinggakan Isi Urang manyabik di lubuak cino Disabik abih dek Mak Atun Dek ulah Pak Irwan Prayitno Banyak pelajar nan suko bapantun Iko janur bukan sumbarang janur Iko janur urang Tapalan Dari gubernur ka gubernur Gubernur ko baru mambudayakan Alah dibuek bungo janur Dibuek sambia mananun Tarimo kasih Bapak Gubernur Nan alah mambudayakan pantun Kok masak padi sakali ko Elok diangkuik jo padati Sajak mandanga acara ko Raso sanang dalam hati Lah masak jamua sahari ko Baok manumbuak ka masin heler Denai ikuik festival ko Supayo pantun makin populer Pandan banamo pandan unang Tumbuah sarumpun dengan padi Kok elok bana pantun urang Rancak juo pantun kami Kok dapek batanam kacang Elok disiangi di tangah hari Kok sampai denai final ka Padang Bara kasanang dalam hati Penutup Pergi ke Medan membawa duri Lalu bernyanyi sambil berenang Wahai juri yang baik hati Bisakah saya jadi pemenang Lapeh nan dari banja laweh Handak manjalang pandakian Jiko dikambang amuahnyo laweh Sadangelok kito hantikan Nama : GITA RAMADHANU Sungguah tinggi Gunuang Baso Randahnyo Gunuang Pasaman Sambuiklah salam dari ambo Walau indak bajabaik tangan Duo tigo kuciang balang Indak sarupo jo kuciang kahitaman Sungguah banyak SMK di daerang minang Ambo lah dari SMK Negeri 1 Pasaman Urang pauah bakudo limo Nan saikua pamutuih tali Kami jauah kini lah tibo Untuak mangikuti acara nan dinanti Isi Pagi hari minum kopi Siangnyo minum es timun Lah lamo ambo nanti-nanti Untuak mangikuti festival pantun Pai manggaleh ka pasa Bawan Galeh dibao sarato lado Dalam rangka manyambuik hari kemerdekaan Republik Indonesia nan ka 72 Pai ka ladang maambiak timun Singgah sabanta di kabun para Mari kito lestarikan budaya pantun Untuak Sumbar lebih sejahtera Gadang-gadang kayu di rimbo Sikaduduak di batang nango Kadang-kadang lai nak batanyo Kok baru kini diadoan acara ko Pai bajalan ka pusaro Banyak tajalang si daun pudiang Rancak bana acara ko Untuang bakambang pantun minang Si nangi lauak rang Tiku Diatua jo daun pandan Sungguah banyak manfaat bapantun tu Di antaronyo sabagai panyampai pasan Rang Padang Tujuah mambuek saka Rang Sukomananti mambuek lamang Pantun marupokan warisan dunia Mari kito budayakan pantun minang Basawah patanam padi Padi ditanam dek Pak Nanang Iko lah bakat anak nagari Untuak malestarikan budaya Minang Pai balanjo ka pasa Baso Jan lupo bali saledri Satiok panitia maadoan acara ko Jan lupo maundang kami Urang Padang batanam bingkuang Bingkuangnyo dipanen di hari rayo Elok-elok di rantau urang Isuak gadang bisa gantikan Pak Irwan Prayitno Ka pakan bali carano Carano dibali dek urang Padang Mari kito dukuang program Pak Irwan Prayitno Untuak kamajuan daerah minang Penutup Dahulu barambuik panjang Kini barambuik hinggo bahu Kini ambo lai datang Kok isuak ambo ndak tau Si cerek di tangah ladang Kok babuah lamak dimakan Jikok ado kato ambo nan kurang sanang Ambo mintak tolong dimaafkan SMA Negeri 1 Lembah Melintang Nama : achmad soleh Makan bakso dicampur sama mihun beli nya di warung pak yaya Sebelum saya memberikan pantun jawablah salam dari saya ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Makan nasi sama durian durian di beli di kota goa Kalau kalian mau lulus ujian kuncinya belajar dan berdoa Jalan jalan ke kota siantar lanjut pergi ke pantai kuta Kalau sudah doa dan belajar lanjut mintak izin orang tua Pergi memancing pakai sampan sampan nya pecah kena karang Kalau semua sudah di lakukan kerjakan soal dengan tenang Membuat salad jangan lupa acar acar di beli di pasar dalam Bagaimana mau rezeki lancar kalau bangun pagi masih jam enam Buat pantun dengan makna tersirat buat nya di atas gunung fuji kalau mau sukses dunia akhirat sholat teratur tahajud dan mengaji Jalan jalan ke kota hujan jalan nya berkelok dekat jurang bagaimana mau lulus ujian kalau sholat saja masih jarang Bakar ikan di tepi sawah sawah nya di danau toba Buat apa hidup mewah kalau iman belum sempurna Kerumah paman untuk bertamu Jangan lupa bawa hadiah Kalau anda punya ilmu Sedekahkanlah agar berkah Buah manggis buah durian dimakan di atas kapal Terimakasih atas perhatian Semoga kita ketemu di festival ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Nama : ABDUL MAJID Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh ( pembukaan / perkenalan ) Jalan – jalan ke belakang Masjid tampak butiran kacang panjang Nama saya Abdul Majid dilahirkan di Padang Panjang ( lestarikan pantun ) Hai temannya sikera sakti Pergi ke sungai menangkap ikan Wahai pak irwan yang baik hati budaya pantun saya lestarikan ( pendidikan ) Banyak kabar dari alai di jalanan dapat pujian Jika belajar tidak lalai maka akan lulus ujian Rajudlah pita – pita itu bentuk ketupat dan delima Wujudkanlah cita – cita mu dengan semangat empat lima Buk deli membeli beras berasnya berwarna merah Teruslah belajar yang keras demi masa depan yang cerah ( kebiasan manusia ) Pergi belanja ke Rajda Murah belanja tak pandang usia Jika salah janganlah marah karna marah sifat manusia ( nasehat pribadi ) Asah parang sampai tajam parang penebang kedondong Jika nyawa sedang teranjam bolehlah tuan berbohong ( agama ) Tumpukan sampah banyak lalat bunyinya itu bergema – gema Jangan pernah tinggalkan salat karna salat tiang agama ( lestarikan alam ) Menari ke Danau Maninjau bernyanyi ke Danau Singkarak Lestarikan lingkungan hijau agar alam tidak rusak ( penutup ) Daun salam daun pepeya daun sirih banyak di Bawan Salam penutup dari saya terima kasih bapak irwan Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Nama : Elsa Widia Fitri Jalan-jalan ke kota sumbar Hanya untuk membeli sukun Jika kita ingin pintar Maka belajarlah dengan tekun Danau maninjau banyak ikannya Dibuat rinuak enak rasanya Orang pintar banyak ilmunya Pasti kelak hidup sejahtera Simpan beras di dalam peti Agar tidak dimakan tikus Belajarlah setiap hari Agar jadi anak jenius Jalan-jalan ke semeru Banyak di sana pohon cemara Orang yang tidak berilmu Seumur hidup akan sengsara Pergi ke dokter dikasih pil Pil nya keras seperti batu Jika kita ingin berhasil Ingat selalu nasehat guru Melihat penyu ke pariaman Penyunya sehat setelah ditangkar Jika ingin hidup mapan Rajin-rajinlah dalam belajar Di sungai limau mendulang emas Di sawah lunto menanam padi Jika kita tumbuh cerdas Pasti akan bahagia dikemudian hari Jika kita pergi ke makasar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita ingin pintar Belajarlah dengan sungguh-sungguh Banyak harta si konglomerat Dipakai untuk berfoya-foya Jika kita tak ingin melarat Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya Danau di bawah danau di atas Di sana tak ada binatang buas Jika anak bangsa kita cerdas Bangsapun akan berkualitas Nama : INDAH PURNAMA P Jalan mandaki mambuek sansai Jalan baliku manyeso badan Tarimo sambah jo salam denai Denai Indah urang pasaman Baarak di alek gadang Makan baadat jo niniak mamak Ikolah salam budayo minang Sambuiklah pantun urang awak Nikah muda usia belia Disaksikan oleh para tetua Sambutlah pantun dari saya Semoga bermanfaat bagi semua Burung garuda lambang negara Pancasila panutan bangsa Irwan Prayitno gubernur kita Yang cinta akan budaya bangsa Hidrocarbon ilmu kimia Hukum hooke ilmu fisika Lestarikan budaya Indonesia Karena itu kewajiban kita Tugu monas di Jakarta Jakarta ibu kota Indonesia Cintailah tanah air kita Yang penuh ragam budaya Berlabuh burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

ke tanjnung priok Singapura kota transitnya Ranah minang asri dan elok Kaya dengan cagar budaya Mas tukui si tukang lawak Membuat penonton tertawa tawa Beragam bahasa di negeri awak Bahasa minang salah satunya Naik delman ke Bukittinggi Singgah sebentar di pasarnya Sungguh kaya negeri ini Terdiri dari beragam suku bangsa Pohon manggis berbuah pinang Menjadi tontonan masyarakat Carano berisi sirih dan pinang Pembuka kata makan beradat Tukang ojek mengantar barang Barang diantar ke bandara Makan beradat di rumah gadang Menjadi pusaka bagi kita Tuhan menunjukkan rasa cinta Dengan memberi cahaya di angkasa Mari kembangkan pariwisata Karena pariwisata peluang bangsa Gulai randang khas padang Dimakan bersama di rumah gadang Sungguh elok ranah minang Danau kembar di Padang Panjang Bila ilmu telah sirna Tinggal sesal di akhir masa Lomba pantun sangat berguna Mengembangkan sastra dan bahasa Pantai padang sungguh indahnya Lengkap dengan jembatan siti nurbaya Pantun itu sastra Indonesia Hendaklah kita merasa bangga Bintang bersinar di angkasa Menampakkan sejuta pesona Pantun itu budaya kita Yang tak ternilai harganya Rumah gadang rumah pusaka Tari pasambahan salam pembuka Wahai kawan cintai negara Seperti dikau mencintai surga Muhammad berhati mulia Fatimah anak yang manja Jangan mengaku cinta Indonesia Bila hanya di mulut saja Main handphone dalam taksi Handphone jadoel bikin gengsi Begitu anah negeri ini Yang bersalah takkena sanksi Ada aksi ada reaksi Begitulah hukum alamnya Yang bersalah kena sanksi Karena itulah norma hukumya Di pinggir danau melihat angsa Angsanya terbang berlomba lomba Sungguh aneh pemuda bangsa Banyak yang gila karena narkoba Duduk di beranda menikmati senja Sambil minum kopi gak pake gula Apa enaknya menghisap ganja Ganja dihisab toh bikin gila Pos ronda tempat jaga jaga Takut maling masuk ke rumah Sonya Udahlah kawan jangan teruskan juga Narkoba itu banyak ruginya Beli topi di pantai Bali Di tepi pantai minum susu kental Semua berawal dari buli Lama lama jadi cacat mental Warna warni bunga keladi Tumbuh subur di tepi kali Wahai kawan yang berbudi Mari hapuskan aksi buli Tari pasambahan etnik sumatera Diawali dengan silat pembuka Sungguh kasihan rakyat jelata Bila tak diurus oleh negara Ke teluk bayur pake sepatu Banyak orang berbaju seksi Jikalau engkau orang berilmu Mengapa dikau masih korupsi Angin malam menusuk jiwa Membuat hati gunda gulana Bila raga sudah menua Hanya ilmu yang berguna Si Upik membuat lagu Lagu dinyanyikan dengan merdu Bagi orang yang buta ilmu Masa depan menjadi layu Sate padang pake ketupat Memberi rasa yang sangat nikmat Cari ilmu dunia akhirat Agar mendapat berkat dan rahmat Es pino di dalam kulkas Enak di minum di siang hari Bila menjadi orang yang malas Akan menyesal dikemudian hari Pohon mangga berbuah lebat Buahnya buah keramat Jikalau anda ingin selamat Pilihlah jalan yang paling tepat Si Ajeng berparas jelita Membuat pujangga terpesona Jangan bangga karena tahta Di mata Allah kita sama Menimba air di dalam sumur Air dimasukkan ke dalam kendi Harta kita jangan diukur Karena harta takkan abadi Rumah panggung tinggi lantainya Dinaiki dengan menggunakan tangga Jikalau kita berburuk sangka Hidup kita takkan bahagia Jikalau hendak menanam singkoh Jangan lupa menyiramnya Janganlah dikau suka berbohong Bohong itu tak ada gunanya Bi Ijah menanam sawi Sawi ditanam sistem bendungan Jadilah anak yang berbakti Agar selamat di masa depan Pak Ujang membeli duku Duku dimakan bersama sama Kalau tak ada kata yang lucu Untuk apa kita tertawa?

Sawo matang di atas pohon Kulitnya dikupas langsung dimakan Jikalau saya boleh memohon Kesalan kata tolang maafkan Jalan mandaki ka Bukiktinggi Bajajar gunung sapanjang jalan Sakian pantun denai kini Jikok salah tolong maafkan Nama : Baitul Ulya Bunga mawar warnanya merah Tumbuh ditanah sangatlah susah Jika hati merasa gundah Al Qur’anlah obat hati yang paling murah. Makan durian ditepi pantai Jangan lupa membawa pisau Jika impian ingin tercapai Belajarlah dari pengalaman terdahulu Buku petak untuk matematika Buku tulis untuk bahasa Indonesia Ada orang yang selalu buruk sangka Niscaya tempatnya adalah neraka Solat tahajjut dimalam hari Jangan lupa baca doa Jika anda rajin mengaji Insyaallah akan masuk sorga Didalam lemari ada baju Didalam dompet ada uang Saya ingin menuntut ilmu Agar bisa menjadi orang Jika anda memakai jilbab Niat dihati haruslah mantap Jika kita ingin insyab Tapi hati belum siap Ibu Intan jualan berlian Berlian cantik ditoko Dipa Jika teman berjumpa dijalan Jangan segan bertegur sapa Judul : pantun jenaka Anak ayam kakinya pata Patahnya karena keseleo Ada orang ingin menikah Tapi calonnya belum tao Buah mangga rasanya manis Buah sirsak rasanya asam Jika ananda ingin terlihat manis Jangan perlihatkan muka masam Makan roti dekat jam gadang Minumnya pakai jus timun Saya ingin ka kota Padang Untuk ikut lomba pantun Nama : NURHASANAH Maratok Gunuang Pasaman Mamandang Gunuang Kurinci Ikolah awak dari Pasaman Nan rancak jo elok hati Menatap langit hati yang gundah Melihat bintang hatipun tenang Inilah saya NURHASANAH Anak SMA Lembah Melintang Pak Slamat menanam tomat Tomat ditanam di tepi jalan Jikalau engkau ingin selamat Sholat lima waktu jangan tinggalkan Membuat sapu dari ijuk Ijuk diambil dari pohonnya Janganlah kamu suka mengamuk Jika tak ingin dibilang gila Dewi persik goyang gergaji Membuat pujangga lemah diri Janganlah kamu suka berjanji Kalau tak bisa menepati Negaraku Indonesia Diapit oleh dua benua Janganlah kamu suka mencela Karena umurmu sudah tua Bunga melati harum mewangi Bunga mawar indah berseri Jikalau engkau rajin mengaji Hati kan tentram setiap hari Menjahit kain disore hari Kain dijahit benangnya jingga Beragam budaya di negeri ini Budaya kita kembangkan juga Sungguh manis buah duku Duku dimakan bersama-sama Wahai saudara saudariku Jadilah kebanggaan orang tua Ada Monas di Indonesia Menara Pisa di Italia Janganlah jadi anak durhaka Jika tak ingin terkena karma Sungguh sakit terkena duri Duri menusuk si mata kaki Sudah banyak rantau kulalui Ranah Minang tetap dihati Si Sultan membeli ketan Ketan dimakan ditepi kali Para pejabat yang berpendidikan Hentikanlah aksi korupsi Aturan Markovnikov di kimia Reaksi Alkena pembahasannya Jangan mengaku cinta Indonesia Bila tak cinta produk-produknya Buyung berlari mengejar begal Begal ditangkap di perempatan Saya tak akan takut gagal Karena gagal cambuk keberhasilan Ayam jago didalam kandang Sungguh tinggi Gunung Kerinci Walau bertemu selayang pandang Tapi terasa rindu dihati Sungguh manis buah pepaya Pepaya dipetik lalu dimakan Sekian pantun dari saya Salah dan janggal mohon dimaafkan Nama : Haryanti Pagi hari minum es timun Jangan lupa makan roti Kalau masalah tentang pantun Lo jual langsung ana beli Tema:remaja Kalau anda membeli celana Jangan suka memilih-milih Orang cerdas banyak yang suka Tentu akan jadi pilihan Tema:persaudaraan Pasaman barat kota sawit Itulah capnya dari dahulu Meski orangnya agak elit Tapi tetap suka berjamu Tema:kenangan Hari yang indah lagi sedih Suatu hari waktu perpisahan Meski kakak sudah jauh Jangan lupa adik yang ditinggalkan Tema:lingkungan Kalau bapak punya uang Jangan lupa beli soto Kalau anak smansa lemtang Terus semarak program sasisapo(satu siswa satu pohon) Tema:nasehat Kaki sakit pas lagi jatoh Akibat jalan terlalu sempit Lulus sma bukan cari jodoh Tapi cari universitas pavorit Smansa lemtang orangnya ramah Kemana pergi dapat kawan Dicaci orang selalu tabah Insyaallah kita disayang tuhan Lingkungan sehat lagi indah Smansa lemtang itulah tempatnya Semua siswa rajin ibadah Karena dunia bukan yang utama Smansa lemtang punya sanggar Putri jailani dari pasaman Meski prestasi tetap mengalir Menjadi sombong bukanlah pilihan Taman sekolah tetap indah Jika baik dipelihara Perbedaan itu bukanlah masalah Saling menghormati itu yang utama Nama : NURUL FAUZIAH Kakek-kakek membawa cangkul Cangkul dibawa sambil bersiul Perkenalkan nama saya Nurul Anak Pasaman yang paling gaul Merah warna botol aqua Airnya bening tiada rasa Marilah bangkit kita semua Tunjukkan bahwa Indonesia bisa Beribu-ribu kepulauan Terlihat dari Gunung Himalaya Jagalah selalu persatuan Agar Indonesia semakin berjaya Kalau terjatuh sambil merintih Bercucuran pula air mata Walau dunia semakin canggih Tetap jagalah budaya kita Beli buah di Rusia Manis rasanya buah pepaya Inilah negeriku Indonesia Dengan beragam macam budaya Mini market tempat belanja Tidak lupa beli kuota Bangkitlah wahai para remaja Masa depan menanti kita Sarapan pagi dengan sambal Dicampur pula dengan terasi Tak usah sedih jika gagal Jadikanlah sebagai motivasi Nenek-nenek sudah keriput Masih kuat minum jamu Jangan pernah merasa takut Karna tuhan bersamamu Banyak warga membeli raskin Raskin dibawa ketepian Bermimpilah setinggi mungkin Dan berusahalah demi impian Para tetangga menyambut tamu Tamu disambut dan diberi makan Untuk apa memiliki banyak ilmu Jika tidak engkau amalkan Diatas roti ada mieses Mises ditaburi dengan jari Hanya tiga kunci sukses Berusaha, berdoa, dan syukuri Ada orang memakai jubah Jubah dipakai diatas pedati Jika anda ingin berubah Niatkanlah dalam hati Banyak undang-undang dengan pasal Dan juga banyak macam hukuman Jangan pernah untuk menyesal Karna itu sudah pilihan Jika lapar pergi makan Jangan lupa minum aqua Hanya satu yang ku inginkan Membahagiakan orang tua Buka usaha di tanah Jawa Usahanya jual pepaya Jika anda ingin tertawa Check up dulu bau mulutnya Nama : RANI ANNISA FITRI Pergi ke kantin makan ikan Ikannya dimasak di atas batu Kepada para mentor saya ucapkan Assalamu’alaikum waromatullohi wabarokatu Membuat bekal untuk di kantor Jangan lupa tambahkan buah pepaya Bapak ibuk para mentor Terimalah pantun saya Kalau anda ke Surabaya Jangan lupa membeli buaya Rani Annisa Fitri nama saya Tanjung itulah suku saya Nonton tv sambil makan pepaya Tiba tiba kedatangan buaya Tinggi besar gambaran saya Baik dan murah senyum itulah saya Jalan jalan sambil bawa pepaya Akhirnya jadi kaya Beribadah hobi saya Masuk surga cita cita saya MAKSUD HATI Pergi ke Jakarta sama Yani Di sana ketemu Fachri Maksud hati mengirim pantun ini Adalah hendak menguji diri REMAJA Pergi ke pasar membeli ayak Pasarnya ada di sumatera Alangkah miris hati awak Usia belia tapi beranak lima Si Mita pergi ke pasar Perginya sama si Fajar Kalau anda ingin pintar Jangan suka tidur saat belajar Di dalam toples ada laba laba Digigit laba laba tetap tak apa Kecil kecil pakai narkoba Besarnya entah jadi apa Amerika punya Jessica Alba Indonesia punya Luna Maya Jangan suka memakai narkoba Narkoba itu tiada gunanya Mandi di sungai berbasah basah Sungainya ada di Kenya Matematika tidaklah susah Asal kamu menikmatinya Orang tua menanam sayuran Anak anak memetik buahnya Jangan suka ikut tawuran Tawuran itu banyak mudaratnya Pergi ke taman menangkap butterfly Butterfly dijual buat magar gigi Hai kawan jangan pernah membuly Hidup adalah tentang menghargai Agama dan kematian Jalan jalan ke masembu Sampai di sana membeli jamu Cintailah penciptamu Seperti dia mencintai kamu Bertani ikan dalam kolam Ikan di bakar dengan arang Tiada guna mengaku islam Jikalau kamu tak sembahyang Si Yuyun menanam padi Menanamnya dibantu sama Anti Siksa kuburkan menanti Orang orang yang tak takut mati Gatot kaca punya ilmu kabur Nama ilmunya sampuraga Tiada guna sombong dan takabur Akhirnya mati juga Di Sumatera Barat ada bukit Di atas bukit elok pemandangannya Meski harta dan tahta setinggi bukit Jika dibenci tuhan apa gunanya TEKA TEKI Di langit menyambar halilintar Singa kelaparan mengejar gajah Kalau anda memang pintar Binatang apa tulang wajah Jalan jalan ke kota Papua Sampai di sana minum air kelapa Cobalah jawab wahai kawan semua Manusia mati membawa apa Di pinggir hutan menembak dara Dara dimasak menjadi pasta Cobalah jawab wahai saudara Kali apa bikin nostalgia Ketahuan Komodo adanya di Ujung Kulon Cendrawasih adanya di Papua Jangan kamu berlagak pilon Ku tau kamu pelakuya ADA ADA SAJA Si Yana pergi ke Medan Di Medan membeli ketan Kamu manusia atau hewan Anak orang kok di makan Jalan jalan ke Tanah Abang Perginya sama si abang Hati siapa yang tak bimbang Kamu wanita mintak di panggil abang TIKUS UANG Boneka beruang untuk si Fanya Boneka Kera untuk si Yua Indonesia banyak hutangnya Sebab pejabatnya korup semua Ke sekolah pergi belajar Belajarnya sama guru garang Kalau anda memang terpelajar Jangan suka mengantongi uang orang MELESTARIKAN PANTUN Manis manis gadis Malaysia Lebih manis gadis Tarakan Indonesia bukan Indonesia Jikalau pantun ditiadakan Membuat baju dari katun Membuat gendang dari kulit sapi Lestarikanlah budaya berpantun Karena tanpa pantun hidup sepi IBU Jokowi presiden Indonesia Donald Trunb presiden Amerika Rido ibu rido yuhan jua Murka ibu murka tuhan jua Bila kamu kedatangan tamu Suguhkanlah air jamu Hargailah kehadiran ibumu Seperti kamu menghargai dirimu ILMU Rempah diracik bumbu diramu Makan soto soto Jakarta Hauslah kamu akan ilmu Melebihi hausmu akan harta Naik motor di tepi sawah Motornya merek Yamaha Meski kamu ahli ibadah Tanpa ilmu tiada berguna Menyimpan buah di dalam wadah Siang hari buah terasa menggoda Menuntut ilmu memang tak mudah Sebab banyak setan menggoda EMANSIPASI,PENGHARGAAN DAN WANITA Jalan jalan ke pantai Arta Jangan lupa bawa keluarga Hargailah kami para wanita Karena kami ciptaan tuhan juga KEHIDUPAN Menyimpan ketupat di dalam katup Di pinggir kali makan ketupat Memang begitu adat hidup Siapa cepat dia dapat PENGHARGAAN Majapahit rajanya Hayam Wuruk Hayam Wuruk patihnya Gajah Mada Biarlah wajah yang buruk Daripada hati yang tak berada Pak Gunawan banyak harta Tetapi tetap dermawan dan terjaga Tiada guna berparas jelita Jikalau mulut dan hati tak terjaga Jalan jalan ke daerah minang Jangan lupa ke Istana Pagaruyuang Sungguh berbudi rakyat minang Suka menolong hobi gotong royong Di atas gedung lomba bikin ketupat Lombanya berlangsung dengan sengit Jangan pernah dikau merasa hebat Diatas langit masih ada langit INDONESIA Ibu Aya nama anaknya Fanya Fanya punya kembaran namanya Kinya Indonesia kaya raya itu katanya Kemiskinan menjamur itu faktanya Pergi ke arena kena tinju Pergi ke kandang kena makan Daerah Indonesia takkan maju Kalau SDM sendiri tidak digunakan Pergi ke Tarakan sama nek Ijah Sampai di sana naik mercu suar Indonesia akan kembali dijajah Kalau terus gunakan orang luar Pergi ke Jawa mengunjungi safari Di sana kita melihat badak Orang Indonesia yang punya negri Orang Indonesia pula diperbudak Si Sultan menguasai tahta Saat pelantikan ruangan di atur Orang Indonesia yang punya harta Tapi orang luar yang mengatur KEMERDEKAAN dan PAHLAWAN Di bukit ada perayaan Perayaannya ada Cita citata Sebentar lagi hari kemerdekaan Marilah kita sambut dengan suka cita Pergi ke kebun binatang naik delman Di atas delman sambil makan bakwan Sebentar lagi hari kemerdekaan Marilah kita mengingat jasa pahlawan Di depan swalayan ada kebab Kebab di makan sama perawan Indonesia lolos bukan tanpa sebab Indonesia lolos sebab pahlawan Pakai baju batik ke acara Acaranya ada di Yogyakarta Janganlah malas ikut upacara Sebab itu tanda terima kasih kita Mengejar mimpi tanpa asa Bagaikan manusia tanpa jiwa Para pahlawan yang berjasa Telah korbankan harta dan jiwa Ibu Yati beranak manusia Anaknya diberi nama Permana Demi membela negeri Indonesia Yang sekarang entah bagaimana PENUTUP Pergi ke mal dengan bergaya Sampai di sana malah di tertawakan Sekianlah pantun dari saya Kalau ada kesalahan mohon dimaafkan Membaca buku dalam kelam Jangan lupa nyalakan lampu Saya akhiri dengan salam Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatu Nama : Elvizza Rahayu TEMA:Semangat untuk mencapai cita-cita!

Malam natal dirumah neca Salam kenal buat yang mau baca…. Kue cucur dalam gelas Dimakan di dalam bus merah Dengan niat tulus dan ikhlas Kumulai langkah dengan basmalah Ada anak berbaju ketat Sambil makan buah bengkoang Walau bermodalkan tekat Ku akan tetap berjuang Ada kripik rasa kentang Dimakan sambil minum sirup Walaupun berjuta rintang Dalam menghadapi realita hidup Ikan kakap saus bengkoang Dimakan di tepi rawa Kuberusaha tetap berjuang Dengan segenap jiwa Ada sirsak dibelah dua Lalu disimpan setengahnya Sambil ikhtiar dan berdoa Kuserahkan segalanya Ketoprak rasa istimewa Tak sangka buatan buk sila Kuyakin satu hal bahwa Tuhan tidak akan sia-sia Kue cucur kue talam Dihabiskn oleh si yonand Ku belajar siang dan malam Semoga lulus kedokteran unand Ada anak namanya ucil Anak tetangganya pak sabar Walaupun badanku kecil Tapi cita-citaku sunguh besar Dua mawar di ikat menjadi Satu Dipesan dari kota Bandung Orang pintar dan cerdas itu!

burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun....

Pantang iri angkuh dan sombong Makan coklat rasa kurma Oleh-oleh dari pak Inal Marilah kita belajar bersama Agar lulus ujian nasional Pandai emas berbaju besi Lagi makan kue dari sagu Kalau ingin otak berisi Rajinlah membaca buku Pandai emas berbaju besi Sedang asik bermain kembang api Kalau bermalas-malas hari ini Sesal hati di esok hari Baju baru berbungkus Koran Belinya di toko seberang jalan Biarlah sekarang kurang pergaulan Tapi professor jadi jaminan Ada anak makan kue belum bayar Diam-diam gita memperhatikan Biar lelehku tetap semangat belajar Demi cita-cita dan masa depan Patung keramik didalam peti Disimpan dalam lemari Tidak Cuma cantik dan baik hati Tapi burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

harus berbudi pekerti Kimia belajar koligatif Fisikanya belajar intensitas Kalau ingin pintar dan kreatif Belajar jangan pada malas Pantun ini khusus buat para pejabat yang ada dimana saja! Ada gelas di atas meja Disampingnya ada kursi Jelas-jelas sudah dipercaya Tetap saja masih korupsi Pak mamat berjualan tomat Tomatnya habis di beli pak camat Banyak jiwa yang melarat Akibat pejabat yang tidak taat Jalan –jalan ke kota cianjur Jangan lupa membeli tomat Jadilah pemimpin yang adil dan jujur Agar selamat dunia akhirat Pantun bertemakan percintaan; Kucing putih matanya terang Bulunya putih belang kelabu Wahai kamu orang yang ku sayang Sungguh aku cinta padamu Ada keranjang buah warna abu-abu Berisi penuh oleh buah jambu Walau kita jarang bertemu Tapi hatiku tetap untukmu Duduk di kedai makan ketan Ketannya berbungkus Koran Walaupun sekarang kita mantan Kita tetap teman anti permusuhan Jalan- jalan ke minang plaza Perginya pakai baju kebaya Cukup sekian pantun dari viza Pilih viza jadi juara yaa…… Malam minggu ada acara Tempatnya di rumah maya Salam buat yang udah selesai baca…….

Terimakasih ya…. Nama : Rahmad Hidayat Jurang yang dalam penuh dengan duri Gelap gulita tanpa senyuman mentari Waktu demi waktu telah kulewati tanpa se sosok ayh yang ku cintai ombak menerjang keras nya karang menghancurkan segala bentuk batuan kini ku rindu dengan kasih dan sayang dari seorang ayh yg tlah lama kudambakan hari berganti bagaikan angin berlalu detik demi detik hilang melewati diriku dulu hanya lah sebuah kata dari masa lalu yang tak kan pernah kembali kepadaku duri bagaikan seindah permaidani dan batu bagaikan selembut dingin nya sutra setelah engkau pergi meningalkan dunia ini aku lewati hidup penuh dengan tetesan air mata benturan demi benturan kau lewati dan jurang demi jurang kau hadapi ayh engkau lah pelita dalam hati yang tak pernah menyerah demi sesuap nasi WAJAH TANPA DOSA Dunia bagaikan emas pemata Yang berkilau sepanjang masa Engkau rayu dengan beribu kata engkau tipu rakyat tanpa wajah berdosa menahan sakit di dalam jiwa menahan tangis dan air mata engkau duduk sambil tertawa angkuh kan diri karena tahta bunga mawar menyatakan cinta membuat wanita jadi terpana tiada arti lipatan kertas berpuluh juta jika hati seperti hewan najis yg terhina engkau datang aku pun tiba mengharap kata yang tak sia-sia semua berubah menjadi rimba melihat kertas berkepala manusia setiap detik mengharap kan karunia karunia tuhan yang tercinta tiada arti ilmu menembus dunia jika engkau masih merindu kan neraka Nama : Rizki aidil Tarian payung berputa-putar Menumbuk padi dengan alu Kalau kita mau jadi pintar Belajarlah selalu dengan guru Jika pergi ke padang datar Jangan lupa pulang berlabuh Jika kita kepingin pintar Belajarlah dengan sungguh-sungguh Jika kita makan petai Jangan lupa makan buah duku Jika kita ingin pandai Rajin-rajin lah membaca buku Jika kamu pergi kedusun Jangan lupa membawa beras Belajarlah kamu dengan tekun Agar nanti jadi naik kelas Jika kita memengang kuas Melukislah pada kertas Jika anak bangsa cerdas Bangsa pun akan berkualitas Tumbuh merata pohon tebu Pergi kepasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Pohon jati kuat kayu nya Pohon nyiur tinggi batang nya Murid sejati banyak ilmu nya Bekal mengabdi nusa bangsa Buah duku dari palembang Pulau bali mashur mangga nya Baca buku jangan lah jarang Sebab buku jendela dunia Dari seram ke pulau buru Dalam kota beli pepaya Anak baik menghormati guru Berbakti jua pada orang tua Cuci pakaian bersih-bersih Cukup sekian terima kasih Nama : RIZA ASHARI Siwardatun orangnya santun Dia baik dan bijaksana Ini pantun bukan sembarang pantun Maka dengarkanlah dengan saksama Megawati soekarno putri Presiden putri satu-satunya Saya ingin memperkenalkan diri Riza ashari lah nama saya Indonesia banyak pulau nya Di benua asia lah letaknya Ikut lomba satu tujuan nya Ingin menanglah yang pasti nya Pergi kepasar beli sepatu Sepatu bagus untuk kondangan Saya belajar giat di SMA Satu Moga-moga lulus kedokteran unand Makan pisang makan papaya Makan acar sambil makan tebu Remaja sekarang heran ya Lebih sayang pacar dari pada ibu Jokowi bilang rapi itu perlu Kalla bilang rambut itu segalanya Kamu kamu jangan pacaran melulu Nanti putus galau jadinya Pergi kekebun mengambil papaya Papaya diambil untuk si mega Hidup ini jangan banyak gaya Kan akhirnya ke tanah juga Seni tari pelajaran senibudaya Stokiometri pelajaran kimia Hidup sekarang hebat ya Kenyang karena sosial media Berwisata ke kota Bengkulu Makan nya gulai kemumu Masa lalu biarlah berlalu Pikirkanlah masa depan mu Xilem dan floem jaringan pengantar Membentuk satu ikatan pembuluh Jika kita kepingin pintar Belajarlah sungguh-sungguh Hendaklah melempar jangkar Kalau ada perahu tangga Kalau anak bangsa pintar Negeri ini akan bangga Makan pecel sungguh pedas Makan nya diwarung buk titas Jika anak bangsa cerdas Bangsapun akan berkualitas Tari tot-tor dari medan Tarinya bukan sembarang tari Isilah hidupmu dengan pendidikan Agar senang di kemudian hari Anak itik mandi di sungai Mandi sungai dengan ikram Walau ditempuh onak dan badai Tetaplah berjuang demi islam Ayah ibu banyak pengorbanan Menyelamatkan hidup jiwa raga Hidup mati di tangan tuhan Tiada siapa dapat menduga Undur bukan sembarang undur Undur bangun sepertiga malam Perjuangan ini tak pernah mundur Merintih di duunia sehingga kelam Sumua kariang di ambiek jo timbo Kariang nyo lah sajak lamo Iko se nyo pantun dari ambo Indak rancak maklumi se la yo Flora tengah disebut paralihan Jenis burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

seperti merica Sekian pantun yang riza berikan Semoga berkesan dihati pembaca Buah kelapa di makan kera Burung dara terbang di angkasa Assalamualaikum wahai saudara Riza ashari pamit dulu ya. Nama : WULAN NUR ALIFAH Dapat hadiah dari mas bambang Hati senang dan gembira Saya wulan dari SMANSA LEMTANG Sudah siap untuk berlomba Gadis cantik siapa yang tak mau Dia shaleh dan juga pintar Hanya satu harapan ku Semoga masuk lima puluh besar Anak ayam turun lima Mati satu tumbuh seribu walau saya miskin harta Tapi tidak miskin ilmu Pulang sekolah lihat mantan Hati gelisah galau merana Dari pada kita pacaran Lebih baik kita berkarya Pergi keladang untuk menanam Perginya bersama paman Kalau anda mengaku islam Kenapa shalat selalu di tinggalkan Jalan-jalan ke kota jakarta Pergi ke ancol membeli kacamata Kalau ingin hidup aman dan bahagia Katakan tidak pada narkoba Makan durian dengan ketan Makannya bersama teman-teman Jangan dulu ngajak berduaan Karena ketiganya adalah setan Baju biru indah dimata Namun uang tiada punya Aduh malu hati rasanya Karena nilai ku merah semua Kalau sudah putus cinta Hati ini hancur rasanya Sudah tau pacaran itu dosa Masih saja ingin coba-coba Jangan pernah dekati narkoba Karena itu tiada gunanya Sekian pantun nasehat dari saya Semoga bermanfaat bagi semua Nama : ILHAM MAHMUDI Tingginya bintang dimalam hari Sakitnya hati karena sepi Perkenalkan saya Ilham Mahmudi Yang selalu belajar dan mengabdi Orang dermawan dari Cina Matahari Tatasurya Inilah saya yang sederhana Dari belajar mencoba berkarya Pak Jarwo beli tomat Dibelinya dihari jum’at Jika Kamu melakukan maksiat Maka segeralah bertobat Merpati hinggap di dahan Burung Elang terbang melayang Senyummu indah menawan Membuat aku ingin terbang Ragam warnanya bunga keladi Lebar daunnya Menawan hati Elok Parasnya Lembut Nurani Itulah dia sang Kartini Sinenek Kena penyakit cacar Walau sakit tetap bekerja Kalau kamu sayang pada pacar Lebih sayang lah pada orang tua Berpakaian menutup aurat Agar terhindar dari maksiat Jika kamu ingin selamat Maka jangan lah tinggalkan sholat Ada bumbu ada rasa Semua karena yang kuasa Miskin harta sudah biasa Kaya budi luar biasa Bunga desa indah rupawan Bentuknya cantik dan mengagumkan Walau pantun saya kurang menawan Semoga penilai mempertimbangkan Jalan-jalan kearah bendungan Sampai disana memancing ikan Hanya inilah yang dapat saya sampaikan Salah dan janggal mohon maafkan Nama : Angga rinaldi Ada anak sedang menari Dia menari dipagelaran Nama saya Angga Rinaldi Orangnya ganteng tujuh turunan Kalau adik ingin menyapu Jangan sapu halaman orang Kalau adik cinta padaku Jangan trima lamaran orang Ada orang namanya Daman Setiap pagi minum teh celup Kalu anda ingin hidup aman Silahkan pahami aturan hidup Sinana anak pemalu Bersekolah di SMA Kalau anda sedang rindu Silahkan ingat kenagan kita Anak itik jalan berjajar Lalu pergi kesungai batu Rajin-rajinlah dalam belajar Supaya hidupmu tentram selalu Burung pipit terbang kebukit Tiba dibukit makan pepaya Cium dulu abang sedikit Untuk obat sakit kepala Jalan jalan kekota paris Pergi melihat menara eifeil Memang saya orangnya narsis Tapi banyak yang gak level Saya tinggal diujung gading Dikelilingi oleh perkebunan Saya bukan mau bersaing Tapi ingin mencari persahabatan Ada besi mau berkarat Kalau berkarat dibeli lagi Kalau anda ingin curhat Itulah gunanya teman sejati Abdullah pergi ke mekkah Tiba di mekah melihat Ka’bah Pantun saya berakhir sudah Kalau diterima alhamdulillah.

Nama : Anggita Tria Angraini Buah Manggis buah pepaya Dibuat rujak dicampur garam Pantun ini apa gunanya Jika tidak dimulai dengan salam Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh Hari selasa berbaju kebaya Pakai kebaya yang berwarna Salam hormat dari saya Untuk dewan juri yang disana Ingin kubeli buah durian Terbelinya buah kuini Kalau boleh ananda kenalan Nama ananda Anggita Tria Angraini Berderu ombak dilaut lepas Dipandang jauh diujung mata Nyawa sendiri kalia lepas Demi pertahankan negri tercinta Berenang ikan diantara karang Ditangkap ina saaat mencuci Sungguh aneh gadis sekarang Jilbab merayap, kaos kaki seinci Bunga yang indah dihiasi berlian Kemudian dipajang didalam guci Mulut ternganga mata terheran Melihat ayam memakai peci Mawar hitam indah menawan Mawar merah haum baunya Kalau ditegur ia melawan Dipikir tak ada lagi maunya Terjingkat-jingkat caca melompat Melihat ayah yang telah pulang Rok disingkat baju dilipat Itulah perangai remaja sekarang Dihari jum’at hari pasar Semua keluarga bisa berkumpul Jika pialanya terlalu besar Nanti pulagnya saya pikul Guntur menyambar menggelegar Ayah terkejut sampai marah Kalau tidak sepuluh besar Lima puluh besar tak apalah Kambing mencari pohon merica Yang diiringi oleh induknya Terima kasih telah dibaca Semoga lanjut kebababk berikutnya Buah mangga buah pepaya Di iris iris diatas talam Cukup sekian pantun saya Saya akhiri dengan wassalam.

Nama : Indah Purnama Pulungan Jalan mandaki mambuek sansai Jalan baliku manyeso badan Tarimo sambah jo salam denai Denai Indah urang Pasaman Baarak di alek gadang Makan baadat jo niniek mamak Ikolah salam budayo Minang Sambutlah pantun urang awak Burung garuda lambang negara Pancasila landasan bangsa Irwan Prayitno gubernur kita Yang cinta akan budaya bangsa Tuhan tunjukkan rasa cinta Dengan memberi cahaya di angkasa Mari kembangkan pariwisata Karena pariwisata peluang bangsa Angin malam menusuk jiwa Membuat hati gundah gulana Bila raga sudah menua Hanya amal dan ilmu yang berguna Warna-warni bunga keladi Tumbuh subur ditepi kali Wahai kawan yang berbudi Mari hapuskan aksi buli Mas tukul si tukang lawak Membuat penonton tertawa-tawa Beragam Bahasa di negeri awak Bahasa Minang salah satunya Jikalau hendak menanam singkong Jangan lupa untuk menyiramnya Janganlah dikau suka berbohong Bohong itu tak ada gunanya Berlabuh kita di Tanjung Priok Transitnya di Singapura Kota Ranah Minang asri dan elok Kaya dengan cagar budaya Bila ilmu telah sirna Tinggal sesal diakhir masa Lomba pantun sangat berguna Mengembangkan sastra dan bahasa Si Ajeng berparas jelita Membuat pujangga terpesona Jangan bangga karena tahta Dimata Allah kita sama Ada aksi ada reaksi Begitulah hukum alamnya Yang bersalah kena sanksi Karena itulah norma hukumnya Menimba air di dalam sumur Air dimasukkan kedalam kendi Harta kita jangan diukur Karena harta takkan abadi Sawo matang di atas pohon Kulitnya dikupas langsung dimakan Jikalau boleh saya memohon Kesalahan kata tolong dimaafkan Hidrocarbon ilmu kimia Hukum hooke ilmu fisika Lestarikan budaya Indonesia Karena itu kewajiban kita Gulai randang khas Padang Dimakan bersama di rumah gadang Sungguh elok Ranah Minang Danau Maninjau di Padang Panjang Tukang ojek mengantar barang Barang diantar ke bandara Makan beradat di rumah gadang Menjadi pusaka bagi kita Tugu monas di Jakarta Jakarta ibu kota Indonesia Cintailah tanah air kita Yang penuh ragam budaya Pohon manggis berbuah pisang Menjadi tontonan masyarakat Carano berisi sirih dan pinang Pembuka kata makan beradat Naik delman ke Bukit Tinggi Singgah sebentar di pasar raya Sungguh kaya negri ini Terdiri dari beragam suku bangsa Pantai padang sungguh indahnya Lengkap dengan jembatan Siti Nurbaya Pantun itu sastra Indonesia Hendaklah kita merasa bangga Bintang bersinar di angkasa Menampakkan sejuta pesona Pantun itu budaya kita Yang tak ternilai harganya Pak Ujang membeli duku Duku dimakan bersama-sama Kalau tak ada kata yang lucu Untuk apa kita tertawa?

Bi Ijah menanam sawi Sawi ditanam sistem bedengan Jadilah anak yang berbakti Agar selamat di masa depan Si Upik membuat lagu Lagu dinyanyikan dengan merdu Bagi orang yang buta ilmu Masa depan menjadi layu Es pino di dalam kulkas Enak diminum di siang hari Bila menjadi orang yang malas Akan menyesal kemudian hari Sate padang pake ketupat Memberi rasa yang sangat nikmat Cari ilmu dunia akhirat Agar mendapat berkat dan rahmat Ke Teluk Bayur pake sepatu Banyak orang berbaju seksi Jikalau dikau orang berilmu Mengapa dikau masih korupsi?

Tari Pasambahan etnik Nusantara Diawali dengan silat pembuka Sungguh kasihan rakyat jelata Bila tak diurus oleh negara Rumah gadang rumah pusaka Tari pasambahan salam pembuka Wahai kawan cintai negara Seperti dikau mencintai surga Main handphone dalam taksi Handphone jadoel bikin gengsi Begitu aneh negri ini Yang bersalah tak kena sanksi Pohon mangga berbuah lebat Buahnya buah keramat Jikalau anda ingin selamat Pilihlah jalan yang paling tepat Rumah panggung tinggi lantainya Dinaiki dengan menggunakan tangga Jikalau kita berburuk sangka Hidup kita takkan bahagia Sawo matang di atas pohon Kulitnya dikupas langsung dimakan Jikalau boleh saya memohon Kesalahan kata tolong dimaafkan Pai marantau ka Bukik Tinggi Bajajar gunuang sapanjang jalan Sakian panting denai kini Jikok ado salah tolong maafkan Nama : aldia saputra Pantun nasehat Indah kata dlm acara berkata benar dlm cerita jaga hati jaga bicara jaga sifat dri berdusta Mananti iduk dek kiamat Tujuan iduk tuk akhirat jika hidup mau selamat buat baik lah pd sahabat ------------------------------------------- Duduok basamo iyo non iyo Bulieh la kito yo nan dahulu Elok yo elok irwat prayitno Piliei la aku yg nomor satu anak gadih pai mangalawa pulang" makan sipulut ini lomba pagar budaya aku boleh untuk ikut Buah bersabut itu kelapa buah yg hanya ada santany anda mau dapat pahala pilih saya salah satunya Indah kain telah ditenun kain tenun ber serat sutra inilah lomba br tema pantun pilih lah aku jadi juara Inilah dia si sopan santun Pandai bicara elok selalu Akanku tampilkan seribu pantun Smua ini iyalah karya ku Orang baik slalu bersama bila bertemu sampaikan salam Aku berdiri di atas agama diawal slalu burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

salam [Assalamualaikum] Siang" makan sekuteng habis makan langsung berkuda Aduh abang yg pling ganteng saya kenalkan Aldia saputra Inilah kisah pangeran lutung Kisah hidup seorang diri Sungguh benar aku beruntung Bisalah ikut dilomba ini Anak kuat slalu brani anak hebat dlm berkarya memang hebatlah lomba ini slalu ingin jaga budaya Pergi berburu di hari minggu habis berburu memakan nasi irwan prayitno pantas di tiru karna slalu memotivasi Berbudi jahat tlong tinggalkan Berbudi elok tlong disayang Aku slalu ingin banggakan Negri kami lembah melintang Sipandai lompat namanya tupai Sikeras hati namanya batu Mau tau sapa yg panda anak alumni Sma satu [Lembah melintang] Dingin" makan sekuteng tambah nikmat dg kopinya mau tau siapa yg ganteng?

Tentulah kamu yg lg baca! Manis gula di krumun semut Buah mangga matang nya ranum Mau tau sapa yg imut Iyalah teteh yg sedang tersenyum Kiduh cinta dlm derama yakin hati pd diri nya aduh kamu ini gimana Makin asik bacanya ya? Kecil" sering berdusta besar" jadi pembohong kamu ketawa sya ketawa karna nampak gigimu ompong Orang seniman sering kepanggung orang soleh sering ke surau ini pantu bkan menyinggung melainkan hanya sanda gurau Pantun Sindiran Bunga mawar tajam berduri hujan turun buat nya basah sunggu sedihlah hati ini Liat hukum tajam kebawah tak brdaya maka tak guna tak yakin maka berdusta orang kaya di puja" Di pandang miskin sebelah mata Ada kuburan sebut keramat orang salah slalu bertanya nama aja orang pejabat liat duit luntur imannya Pantun sindiran Orang cantik pandai bergaya orang pintar membaca kamus buat apa menjadi kaya pada akhirnya terjerumus Siang" membuang sampah Orang beriman prgi kemekkah Sayang disayang harta melimpah kalau tak pernah kasih sedekah pergi tamasya kenegri jatim saat dijalan kepinjak duri Inila nasib sorang yatim di tinggal ayah seorang diri Rusak sudah daun cendana Sudah jatuh trtimpa pula Orang miskin di hina" orang kaya di puja" Cukuplah belajar anak desa Pergi sekolah lwat jembatan Hidup hanya sebatas dunia Tidak harta maka jabatan Pantun nasehat Buah nanka buah pepaya buah manis enak rasanya tak ada daya dan upaya melainkan tangis seorang bunda Indah lagu sajak birama tambah nikmat irama cinta Jika anda ingin berguna maka taat lah pd agama Pohon beringin enak di pandang pohon ketela enak rasany Kalau ingin disanjung orang Buat baik lah pd sesama Nama : Fauzana Elvira TOLERANSI DI RANAH MINANG BARAGAM BAHASO TETAP RANAH MINANG PUNYO Budayo kayo di ranah minang Bacampuo jo adaik nan baragam Ikolah awak dari sikilang Rambuik karitiang kuliknyo hitam Poi moranto ko kota padang Lopeh di padang langsuong bokojo Ku ucapken selamat datang Apo maksud abang ko siko?

Ke jalang mangoban indahan Madabu di aek tolang Au ro git malamar hodo holongan Ra do ho anggi jadi pandamping abang? Hidupku ini seperti sapu Yang selalu dianggap tak berharga Bukan maksudku melukai hatimu Tapi aku sudah ada yang punya Pai ka utara lapeh ka salatan Indak paduli badai nan manghalang Kalau bantuok itu nan adiek kecek an Abang tarimo jo hati nan lapang Bousaho dengan penuh teliti Lebih baik dari jadi poncilok Jangenlah abang bo ibo ati Pasti abang dapek non lobieh elok Ke tu sikola mangoban aqua Aso balajar inda caroboh Abang indak maribo rua Rangku ita memang inda marjodoh Janganlah lupa nasehat guru Agar hidup bermanfaat Kalau memang seperti itu Lebih baik kita jadi sahabat Di tapian banyak tanah liek Bacampuo jo batu basal Kalo cando itu pandapek adiek Bialah awak pulang ka tampek asal Poi ko kobun moambiek pinang Lopeh di kobun bontangken lapiek Kalo bak itu niat abang Mudah-mudahen kito bosuo baliek SMK S SUBULUSSALAM Nama : DAYUN PUTRA Rasa sayang yang tak pernah semu Rasa bangga padamu Bapak Soekarno Salam dari saya pengagum mu Wahai Sastrawan Iwan Prayitno Dapat hadiah berupa sepeda Sepeda datang dari Malaysia Masih ada Saya anak muda Yang ingin bahasa dan bersastra Indonesia Makan lamak jo samba lado Galo-galo di dalam teko Alah tuo sumbayang tido Batundo tundo masuak narako Elok babaris sibatang pinang Dek babaok ka dalam dendang Kok alun cinto ka ranah minang Dek alun mancubo lamaknyo randang Saya mengaji bukan sembarang kaji ikut riwayat Ustadzah Suci saya berjanji bukan sembarang janji saya mengikat anda dengan janji suci Jangan makan di dalam mangkok Apalagi di tempat yang kumuh Anda tau kejam nya rokok Rokok bertumbuh pemuda terbunuh Kisah santri dalam asrama Yang terlukiskan canda dan tawa Kita tidak sesolit Sinta dan Rama Namun sedramatis Hadam dan Hawa Pagi-pagi main sepeda Bersepeda bersama dia dan juga si Dayat Cobalah berhasil di usia muda Bangga kita di dunia senyuman pahlawan di akhirat.

Belajar kelompok dengan Alisia Jangan belajar di dalam tenda Berbuat kebaikanlah umat manusia Karena kehidupan hanyalah kematian yang tertunda Cobalah makan dengan tangan Takkan membuat mu kalah dan juga menang Kalian dapat salam dari saingan Pemuda pemudi kreatif minang.

Nama : Isra Hanum Duo tigo ampek limo Anam tujuah lapan sambilan Kito hiduik ndak lamo Jan lupo siapan amalan Sungguah ancak pintu dipahaik Buruang gagak di ateh dahan Kalo hiduik nak salamaik Jan lupo perintah tuhan Kamuko-muko jalan bakelok Balubuak aia batang taluan Kalo suko pado yang elok Yang buruak jan dipaliharoan Jan suko mancabuik padi Bilo dicabuik ilang buahnyo Jan suko manyabuik budi Bilo disabuik ilang tuahnyo Asam kapeh limau kasumbo Dibaok kapasa bapuso puso Awak ketek indak panah sumbayang sakali tido Batundo-tundo ka narako Kota padang kota tercinta Di sana jembatan siti nurbaya Sambutlah salam dari saya Tandanya salam tetap Berjaya Gadang masajik gimbo janduang Badindiang papan sapaminggang Lah lamo bansaik kami tangguang Musim pabilo badan kasanang Talang urang rabah ka rimbo Talang awak rabah kasumua Malang sakijauak mato Tibo di untuang sapanjang umua Lubuak landau nagari data Batapi sampai ka batang luan Untuang mujua dapek tasemba Kok indak lapeh dari tangan Turi putiah tumbuah di batu Pinang mudo dibalah duo Kasiah nan suci harok batamu Harok kasiah nan jauah dimato SMA N 1 LUBUK SIKAPING Nama : NOLA VITA SARI Bunga kamboja sangatlah rimbun Tumbuhnya ditepi telaga Saya ikut kreasi pantun Untuk lestarikan bahasa Indonesia Pergi ke toko membeli tas Tas bermotif bulu angsa Jadilah remaja berkualitas Untuk penerus generasi bangsa Matahari bersinar cerah Rintik hujan jatuh di taman Menuntut ilmu jangan menyerah Agar tercapai semua impian Hari minggu pergike pasar Di pasar banyak ikan pari Dari kecil rajin belajar Menjadi terhebat esok hari Malam hari bakar kayu api Cara bakarnya tidaklah sulit Beranilah untuk bermimpi Meraih mimpi setinggi langit Jalan – jalan ke luar kota Di pinggir jalan beli teh hangat jangan menyerah meraih cita jalani hidup dengan semangat Hari cerah di hari senin Semua tugas sudah beres Siapa yang selalu hidup disipin Pasti kelak akan sukses Sungguh tinggi lompatnya tupai Tupai melompat diatas dahan Anak Indonesia memang pandai Sayangnya, terlalu asyik bbm-an Hari ini masak ikan bakar Sekalian juga masak gorengan Banyak siswa malas belajar Gara – gara sering pacaran Pergi ke warung membeli lotek Lotek dimakan bareng es batu Kalau ujian sering mencontek Pasti akan dihukum guru Enak rasanya jeruk peras Lebih enak rasa buah duku Kalau ingin jadi juara kelas Rajin – rajinlah membaca buku Rakyat diperintah oleh sang raja Raja mempunyai permaisuri Jangan jadi anak yang manja Belajarlah hidup mandiri Lumut tumbuh di atas batu Batu terletak di tepi jurang Jangan pernah sia – siakan waktu Karena waktu adalah uang Nama : ESY BUNGA INDAH PRATIWI Baik bergalas boleh tidak Buli buli bergantung benang Terimakasih undangan Bapak Saya terima dan turut senang Buah harum si merah delima Ditimpa dan angin jatuhkan Inilah pantun isi budaya Saya sampaikan dan tuliskan Hari senin belajar bahasa Tak kusangka pak Irwan tiba Mari lestarikan bahasa kita Sesuai sumpah para pemuda Ilalang muda dilahap api Api membara kian dipadamkan Keberagaman di negri pertiwi Mari jaga tetap satukan Gulungan kertas di atas meja Dicoret tinta berwarna biru Diri dijaga dengan budaya Budaya yang baik dan berilmu Gabah digudang panjang Temukan jarum diatas peti Tiada guna umur yang panjang Kalau hidup tiada berbakti Tanah bumi diambang lencana Kegoyahan bumi pertiwi akan tiba Mari menjaga kebudaya kita Agar indonesia berkibar jaya Sungguh indah alam Indonesia Sini negri serba bisa bukan binasa Walaupun banyak ragam budaya Bukan pemicu keretakan kita Pasang surut air laut Dihantam ombak kian guruh Di dunia yang sibuk meribut Hidup maju moral yang runtuh Daun berserak batang yang kerut Dihapus angin berterbangan Untuk apa kendati ribut Ragam diri bukan gerangan Bukit berbaris batasi ruang Tempat tak kutemukan jalan Budaya leluhur telah lama telah tertuang Kau abaikan tanpa kau perdulikan Mahkota emas dibawa berlayar Hatikan tuan jangan hilangkan Biarkan bendera terus berkibar Jangan turunkan karna perbedaan Pai mamain ka pantai manggih Sampan ketek tolong dayungkan Cukup sagiko pantun urang gadih Baru baraja harap maklumkan Nama : Agnes Gebria Rizky Jalan-jalan ke kota Kediri Jangan lupa singgah di Deli Inilah pantun karya saya sendiri Harap semua bisa menikmati Isi Pak Irwan pergi ke Bali Perginya sambil ditemani istri Cobalah ditebak wahai Saudari Ada berapa provinsi di Negeri ini?

Makan kue putu di Jaya Raya Makannya sambil bekerja Indonesiaku ragam budaya Aku bangga jadi bagian mereka Makan nasi dirumah makan padang Nasinya buatan Pak Iman Sungguh aneh anak zaman sekarang Kerjaannya hanya keluyuran Buk Nining makan Pepaya Makan pepayanya dipinggir jalan Negeri Minang kaya budaya Budaya Minang harus dilestarikan Bunga mawar miliki duri Bunga melati harum sekali Sungguh indah alam negeri ini Dihiasi jutaan mimpi anak negeri Ikan lele ikan rawana Ikan salmon ikan nila Dunia ini panggung sandiwara Siapa saja bisa jadi penguasa Makan ketoprak dipingir jalan Makannya sambil ditemani teman Orang bodoh punya seribu alasan Untuk menutupi satu kesalahan Gemuruh ombak ditepi pantai Daun bertebaran diterpa angin Anak indonesia memang sudah pandai Namun sayang masih ada yang bermain-main Orang Padang orang Bukittinggi Keduanya sama-sama berbudi Alangkah ruginya negeriku ini Membiarkan para pemimpi untuk pergi Orang Demak orang Jakarta Orang Jawa orang Manado Cobalah ditebak wahai saudara Presiden ke berapa Bapak Joko Widodo?

Pak Dudu anaknya Bintang Si Bintang cucunya Keke Alam Indonesiaku luas terbentang Dari sabang sampai ke merauke Anak ayam anak itik Dua-duanya lucu dan menggelitik Buat apa punya wajah cantik Jika lakumu berbanding terbalik Buk Mumu makan pepaya Makannya di jalan raya Negeriku memang kaya Tapi sayang rakyatnya menderita Anak anang suka belanja Anak ahmad dani suka bernyanyi Inilah alam Indonesia Terbentang luas tenangkan hati penutup Buk Ida makan pepaya Makan pepayanya dipinggir jalan Inilah akhir pantun saya Terimakasih atas perhatian Nama : INTAN DWI MAHARANI PERAN PANTUN DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN DAERAH Pembuka Pergi ke pasar beli permadani Permadaninya berwarna merah Perkenalkan saya Intan Dwi Maharani Orangnya santun dan juga ramah Pantun Nasehat Menulis di atas kertas Berjalan di atas tanah Janganlah kamu jadi pemalas Apalagi mudah menyerah Pergi ke ladang untuk menanam Perginya bersama paman Rahman Kalau anda ngakunya Islam Kenapa sholat selalu ditinggalkan Sungguh nikmat buah pepaya Buah papaya manis rasanya Jika anda ingin berjaya Belajar giatlah jawabannya Merah kuning adalah warna Buih sabun namanya busa Wajah cantik tidaklah guna Jika hati dilumuri dosa Taj`mahal indah bentuknya Jadi bukti cinta Jalal kepada Jodha Jika keberjayaan ingin ditangan anda Maka janganlah sekali-kali mencoba narkoba Pantun Budaya Tugu monas di Jakarta Jakarta ibukota Indonesia Sumatera Barat daerah kita Yang kaya dengan ragam budaya Naik delman ke Bukittinggi Singgah sebentar melihat panorama Sungguh kaya negri ini Terdiri dari beragam suku bangsa Burung garuda lambang negara Pancasila panutan bangsa Irwan Prayitno Gubernur kita Yang cinta akan budaya kita Baca buku pakai kacamata Pinjam buku di perpustakaan Suka korea boleh saja Tapi Indonesia jangan terlupakaan Pantai Padang sungguh indahnya Lengkap burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Jembatan Siti Nurbaya Pantun itu sastra Indonesia Hendaklah kita membudayakannya Pantun Pendidikan Bang Ucok bawa nampan Nampan berisi si buah mangga Capai harapan, gapai impian Jadikan hidup damai sejahtera Bermain musik dengan gitar Jangan lupa sambil berpantun Jikalah kamu ingin pintar Maka belajarlah dengan tekun Pantun Muda-Mudi Matematika, Bahasa Indonesia Ditambah Fisika dan Kimia Ku takkan bosan melihat dia Karna dia cantik jelita Penutup Jalan-jalan ke Surabaya Tiba disana naik kereta kuda Cukup serta pantun saya Yang sudah bingun mau bilang apa SMK N 1 LUBUK SIKAPING Nama : NITRI NOVITA Ijan suko duduak surang apo lagi di tapi jalan sungguah sanang hati mamandang bukik barisan nan di pasaman Sungguah rancak bungo melati tumbuah satangkai di rimbo panti lah lamo kami mananti selamaik datang tamu bupati Pai ka sumpu mancari kasiak kasiak di bawo ka pigudang kalo baraja sadari kaciak bia taraja isuak gadang Pagi hari pai ka parak mambawok parang jo pinggalan bajalan di hadapan mamak rungkuakkan pungguang bia sopan Pai ka bukik banyak acek dek hujan nan baru tibo kalau guru sadang mangecek nan siswa jan mangecek juo rami pasa lubuak sikaping rami dek anak urang sundata sungguah lamak raso karipik pisang sambia duduak basamo di palanta Anak pasaman manari piriang piriang di pacah anak baguliang Kalo dundasak ka lubuak dikaping Jan lupo mambali kacang goreang hari siang lah jadi patang lah mulai hilang bukik barisan walau sanang di nagari urang Nan Pasaman indak talupokan Basamo samo pai ka pulau sambia maota sanang hatiko sadang suntuak ,sadang galau pamandangan indah ubeknyo Duduak baduo di tapi lereang Nampak harimau balang tigo sanang hati mancaliak tari ronggeang tarian khas si urang bonjo Nama : MONIKA Pai jalan-jalan ka batusangka Jangan lupo mambali piriang Perkenalkan namo ambo monika Berasal dari smk n 1 lubuak sikapiang Mambali anggur kapasar lamo Jangan lupo mambali palai Kalau lah manjajak ka pasaman saiyo Jangan lupo mambali pisang salai Main musik kito basamo Ba goyang kito barampek Banyak suku diantaro kito Jadikanlah itu sabuah pangikek Jalan jalan ka nagari rao Jan lupo mambali mambali karupuak Mari kito makan basamo Makan nasi jo pucuak ubi tumbuak Buah bukan sembarang buah Buah dimakan di hari sanjo Sambah bukan sambarang sambah Sambah sairiang nan jo carano Buruang si nurak buruang si nuri Manari nari di ateh pamatang Siriah galak pinang manari Macaliak curano nan alah datang Jalan jalan ka rimbo panti Singgah sabanta mambali bakwan Marilah kito basanang hati Manyambuik hari pendidikan Dirumah gadang banyak pusako Disimpan urang di tampek rahasio Mari balomba kito basamo Untuak mambangun nagari tacinto Manggali indak sumarang gali Manggali lubang untuak pamakaman Mancari bukan sambarang mancari Mancari ilmu untuak masa depan Gulai pangek sabana lamak Di ratah jo jariang mudo Pasaman sabana rancak Tampek wisatanyo banyak pulo Nama : ANGGUN ASTUTI Tema: Pantun Sidagang malang Pai kahutan mancari galah Dalam hutan Nampaklah ruso Emanglah nasib hiduik ko susah Kama pai bantuak itu juo Pai kakadai mambali pisang Indak lupo mambali gulo Jiko nio hiduik ko sanang Yo rajinlah barusaho Jalan kapasa mambali teko Pasanyo dakek taruko Dimalah hati indak taibo Dagang takambang hujanpun tibo Anak gadih duduak batigo Duduak nyo diateh janjang Dimalah hati indak taibo Uranglah datang maminta hutang Matohari tatutuik awan Lindoklah hari sampai patang Selamaik siang denai ucapkan Untuak urang nan baru datang Tema : pantun muda mudi Putuih tasentak tali balam Nampak alang malayang tabang Tasintak denai di tangah malam Takana uda di rantau urang Pisang sirandah masak ampek Mari diguntiang jo dirauik Carilah biduak panjang ampek Pangaja cinto yg alah hanyuik Tumbuahlah pandan tangah halaman Diambiak untuak mambuek lapiak Mandeh mati ayah bajalan Sansaro badan dek bansaik hiduik Jalan jalan kabukik tinggi Pasa bawah pangkalan kain Kok cinto bacarai mati Indak taganti jo nan lain Kalau adiak mambali baju Balilah baju warna biru Jiko adiak cinta padaku Batamu kito di malam minggu Nama : AMELIA RAMADANI Datang jauah dari Pakistan Indak lupo mambali tabu Jikolah sampai di pasaman Jan lupo singgah duduak di tugu Madok kalangik disiang boloang Pemandangannyo rancak alang ka palang Andai sanak tau bunyi talempoang Bunyi nyo rancak taraso angan malayang Pai balibur ka kota padang Indak lupo bali samangko Jiko anak alah gadang Balehlah jaso ayah jo bundo Duduak baduo di rimbo panti Tibo disitu makan kuaci Jiko anak ayah rajin mangaji Elok pandangan anak babudi Pai ka rimbo mancari paku Indak lupo maambiak sambilu Jikalo anak elok laku Tantu di sayang ayah ibu Lamak rasonyo si buah manggih masam rasonyo si buah ambacang Sado hidangan kinilah habih Rencana kapai dek alah kanyang Maabuih aia dalam panci Jikolah masak baok kamari Manolah rombongan kami nan tadi Basamo pulang dek samo pai Dari ketek anak digadangkan Alah gadang suruah mangaji Dari ketek agamo ditanamkan Alah gadang hiduik babudi Tampek karajo di koto gadang Pai karajo di pagi hari Karajo sanang bagaji gadang Jan sampai pulo awak korupsi Di dalam hutan ado bingkaruang Ditangkok urang pai baburu Sabana sansei hiduik dikampuang Jadi bujang lapuak indak laku MAN 1 PASAMAN Nama : YOHANNA DULIA SARI Pohon Kaktus Berduri-duri Tumbuh Indah Bunga Ditaman Apa Guna Sibadan Diri Kalau Sholat Sering Dilupakan Pohon Kelapa Berbuah Rendah Petika Satu Kelapa Muda Buat Apa Taat Ibadah Akhlak Buruk Sertakan Jua Kalau Hendak Memancing Ikan Ingat Umpan Cacing Dicari Kalau Sholat Engkau Tinggalkan Ingat Akhirat Siksa Menanti Kian Kemari Sikupu Kupu Hinggap Ditaman Bersayap Indah Kalau Hidup Dengan Ilmu Hidup Terarah Lagi Cerah Anak Ayam Turun Delapan Mati Satu Tinggal Tujuh Apa Guna Berwajah Tampan Maksiat Dituju Surga Menjauh Anak Ayam Turun Sepuluh Mati Satu Tinggal Sembilan Kalau Hidup Suka Mengeluh Pasti Menyesal Kemudian Perang Dulu Orang Ditawan Rakyat Bekerja Menderita Bapak Kita Bernama Irwan Gubernur Sumbar Yang Tercinta Semut Hitam Semut Merah Senyum Manis Siorang Botak Setiap Malam Taat Ibadah Senyum Bahagia Di Akhirat Kelak Batu Cincin Batu Keramat Kalung Intan Permata Indah Hati Rindu Tenteram Selamat Kerudung Insan Tanda Muslimah Orang Bermain Dengan Tongkat Tongkat Dimain Sampai Patah Orang Beriman Tunaikan Zakat Harta Berkah Lagi Bertambah Nama : DJUANDA SAPUTRA Pisang Batu Didalam Peti Beli Kolak Yang Banyak Santannya Mari Bersama Ke Rimbo Panti Tuk Melihat Cagar Alamnya Anak Pak Lurah Bernama Zaki Pergi Kuliahj Ke Negera Amerika Gunung Nan Paten Untuk Didaki Gunung Pasamanlah Namanya Pak Irwan Membeli Peci Tuk Dipakai Dihari Raya Bukittinggi Kota Nan Tinggi Banyak Pusat Rekreasinya Orang Padang Menari Kecak Kepariaman Beli Sate Lokan Pariaman Kota Nan Rancak Budaya Tabuik Tentu Lestarikan Orang Pasaman Orang Terpuji Karena Banyak Jual Ketumbar Pergi Kesurau Pergi Mengaji Agar Menjadi Qori-qoriah Sumbar Siudin Membeli Merica Batagak Rumah Bakar Kemenyan Adat Balimau Haruslah Ada Tuk Menyambut Bulan Ramadhan Makan Nasi Dengan Sambal Rendang Jangan Lupa Sambil Berdendang Rekreasi Ke Pantai Padang Melihat Patung Si Malin Kundang Si Jono Suka Makan Kebab Makannya Di Pangkal Pinang Saluang Pupuik Bansi Jo Rabab Pasti Dipakai Dimusik Minang Kakek Kakek Mencabut Gigi Tak Lupa Minum Milkuat Silat Minang Yang Paling Sakti Silat Harimaulah Yang Paling Kuat Pak Camat Membeli Lembu Membelinya Dipasar Senayan Tarian Rancak Menyambut Tamu Tari Galombang Dan Pasambahan Nama : Shintia Hardewita Jalan-jalan ke pasar minggu Jangan lupa membeli semangka Rajinlah engkau menuntut ilmu Agar dapat meraih cita-cita Bunga mawar berwarna merah Bunga melati berwarna putih Jika ingin hidup yang cerah Berusahalah dengan gigih Makan pepaya di tepi sungai Sungainya ditengah ladang Jadilah orang yang pandai Biar hidup menjadi terang Matahari di siang hari Malam harinya ada bulan Kejarlah cita-cita yang tinggi Agar tidak menyesal kemudian Pagi hari memetik anggur Anggur dipetik beramai-ramai Berbuat jujur, berbudi luhur Agar masa depan bisa tercapai Burung merpati terbang menjauh Boleh dikejar sampai dapat Jika kamu anak yang patuh Maka hidupmu akan selamat Sang gajah badannya besar Sedangkan semut badannya kecil Kita harus jadi orang pintar Juga cerdas dan terampil Siang hari buat batu es Batu es dibuat oleh si Lala Jika ingin jadi orang sukses Harus berikhtiar dan berdoa Menanam padi ditengah sawah Padi ditanam oleh petani Jangan sampai berbuat salah Agar tidak menyesal esok hari Pohon manggis pohon kelapa Tumbuhnya disamping rumah Jika rajin kita berusaha Maka hidup akan terarah SMA N 1 RAO Nama : MUHAMMAD SANDI LUBIS Film India rab debana jodi Manonton sambia makan roti Danga lah pantun dari Sandi Yang banyak makna jo arti Pohon gadang di Koto Rajo Ureknyo panjang bajelo-jelo Jikok sanak lah balimpah harato Jan lah lupo yang maha kuaso Sangaiklah tajam pisau belati Kalau diasah satiok hari Resah rasonyo dalam hati Jikok ndak sembahyang dalam sehari Orang barat datang ke Pasaman Di Pasaman makannya ketan Kalau lah solat ditinggalkan Godaan maksiat berdatangan Pak Lana orang terkaya Di Asia bernomor dua Anak muda ayo berkarya Agar Indonesia dikenal dunia Jalan-jalan ke kampung Aman Mencari rumah berpagar besi Ayo kita bebaskan Pasaman Dari ancaman marak polusi Rancak tangam di pasang ameh Jan di baok pai ka sawah Eloklah tangan yang di ateh Pado tangan yang di bawah Adiak umak baimbo etek Tampek tingga di koto Padang Barusaho maso ketek Mandapek hasil maso gadang Pai balanjo ka Duo Koto Basobok jo urang Rao Susah mangaliah pandangan mato Dari adiak si gadih Rao Iko timun bukan sembarang timun Iko timun pak Hasan punyo Iko pantun bukan sembarang pantun Iko pantun Pasaman punyo Nama : ARI WIBAWA SYAHPUTRA Pembuka Makan salak di tangah malam Malam nyo sunyi taraso kalam Jiko sanak maraso urang islam Jaweklah salam jo hati paliang dalam manonoton kartun di tampek kribo Kribo nyo tingga di Alahan Mati Dangalah pantun dari ambo Yang bisa di raso sampai ka hati sia tau mambalah pinang Balah pakai ladiang itulah caronyo Sia tau hiduik nan tanang Ngaji jo sambayang itulah kuncinyo urang minang tabayang-bayang Urang malayu di kaja-kaja Kurang iman kurang sambayang Kurang ilmu kurang baraja nonton festifal ikan lumba-lumba Festifalnya ada di Rimba Panti Marilah kita berlomba-lomba Dalam sesuatu kebaikan hati kalau lai tong yang kosong Jangen lupo untuak mongisinyo Kalau lai pikiren yang kosong Jangen lupo baco sholawatnyo beli kalender di Pasaman Kalendernya untuk melihat tanggal Jika kita orang yang beriman Kewajiban sholat tak akan di tinggal jalan-jalan ka simpang ampek Tampeknyo dima?

silahkan batanyo Jiko adiak ndak bisa uda dapek Bialah doa nan kajadi paubeknyo minum es kelapa sambil bergaya Jangan lupa memakai pipetnya Rokok apa yang tidak berbahaya? Yaitu rokok yang tidak ada apinya makan roti bersama paman Rotinya di beli di Pancur Batu Ingin hati kita selalu nyaman Dzikirlah di setiap waktu Nama : HOLINDIA PUTRI Maharok bungo datang nyo kumbang Nan ka diarok lamo datang nyo Bangga ambo jadi urang minang Budi elok ramah urang nyo Jalan sabarik babarih barih Kama ka pai di pagi hari Ijan adiak acok manangih Uda pulang duo minggi lai Jariang lamak makan jo nasi Nasi talatak di muko lamang Paniang mamak mancaliak nagari Dek lah rusak rang mudo minang Tambah lamak iko randang Bilo dirandang samo sikabo Marilah sanak kito sumbayang Karano sumbayang tiang agamo Jalan jalan ka pantai carocok Singgah sabanta mambali gadok Bialah mati tatusuak golok Asakan dapek mintuo elok Manggih di susun dalam karanjang Ambiakan juo untuak malaba Manangih bundo di rumah gadang Mancaliak nagari hancua dek narkoba Hantak kaki barami rami Ka bajalan malambai lambai Nan rancak iyolah bini Nan rajin iyolah laki Makan bakso baranti ditugu Baksonyo lamak lawan jo kari Jan suko mambanci guru Karano inyo pahlawan nagari Ka mari ba rami rami Ka sinan basorang sorang Kok kini basusah hati Kok isuak basanang sanang Sabarih kito pai karimbo Dima ka luruih kayu tabaliak Manangih ambo di pagi rayo Tarompa putuih baju lah cabiak Rancak bana si bungo rayo Bungo babarih datanglah kumbang Lamak bana tingga di rao Ado nan gadih ado nan bujang Nama : Yandi Jalan-jalan ke bukittinggi Singgah sabanta di kota lubuak Ambo banamo yandi Nio bapantun walaupun sabuak pai balibur ka kabun semangka Pai nyo basamo kawan Denai maraso bangga Jikok di sabuik urang pasaman batang kayu tumbuah ditanah Tumbuah manjulang satinggi awan Bantuak denai memang ndak gagah Tapi pandai mamiliah pasangan pai kataman ma ambiak bungo Bungo diambiak untuk padusi Denai hanyo urang biaso Baharato indak bahati lai mambali buku harago saribu Balilah langsuang jo penanyo Pabanyaklah manuntuik ilmu Suapyo hiduik indak sansaro pai sakola ka sma rao Pai yno bajalan kaki Sanyangilah kaduo urang tuo Karano nyo awak ko lai mananam lado lado diateh tanah Tanahnyo rancak dek sianr matohari Hiduik ko kan taraso indah Jikok sanak saliang mahargoi masuak ka rumah jalannyo licin Licin karano aie taruah Jikok sanak jadi pamimpin Jadilah pamimpin yang amanah pai kaladang maambiak pinang Pinang diambiak pakai galah Denai ko urang minang Indak pandai mancari masalah batang kayu tumbang ka jurang tumbang karano di timpo dahan Denai ko ndak sambarang urang Sia nan mahadang langsung den lawan jalan- jalan ka koto panjang Singgah sabanta di simpang ampek Bukannyo denai ndak nio bapantun panjang Tapi bibia ko lah maraso panek Nama : Rubiatul Adawiah Buah belimbing asam rasanya Bila dimakan bersama mantan Jawablah salam dari saya Sebagai tanda orang beriman Sungguh tinggi layang layang Bermain anak di lapangan Saya bukanlah orang padang Tapi saya orang pasaman Membeli baju ke Rimbo Panti Bajunya bagus berbahan sutra Apa jadinya negeri ini Bila pemimpin Cuma pandai bicara Pergi kepadang membeli duku Tiba di pasar tak ada uangnya Doakan saya wahai ibu Supaya saya jadi juara Jika anda pergi sekolah Jangan lupa membawa buku Jika nada rajin dan ramah Niscaya akan disayang guru Bunga melati tumbuah di taman Harus di siram satiok hari Bilo sanak mancari kawan Carilah kawan yang elok budi Orang budha orang hindu Sama sama orang india Jika saya juara 1!!

Tak akan lupa jasa orang tua Pai ka pantai mancaliak urang Urang dicaliak sabana tampan Rancak rupo gadih minang Adat budaya dilestarikan Orang minang pandai manggaleh Manggaleh baju indak karugi Jikok sanak beramal sholeh Usah baramal untuk dipuji Buah nangka buah mentimun Sedap dimakan pakai gula Sholat lah anda wahai tuan Karena sholat tiang agama Nama : Yandi Pai Sakola Ka SMA Rao Painyo Bajalan Kaki Sayangilah Kaduo Urang Tuo Karano Inyo Awak Ko Lai Jalan-jalan Ka Bukittinggi Singgah Sabanta Di Lubuak Denai Banamo Yandi Nak Bapantun Walaupun Sabuak Pai balibua ka kabun semangka pai nyo basamo kawan denai maraso bangga jikok di sabuik urang pasaman batang kayu tumbuah ditanah tumbuah manjulang satinggi awan bantuang ambo lai ndak gagah tapi pandai mamiliah pasangan pai ka taman ma ambiak bungo bungo diambiak untuk padusi denai hanyo urang biaso baroto indak bahati lai mambali buku harago saribu bali lah langsuang jo pena nyo pabanyak lah manuntuik ilmu suapayo hiduik indak sansaro mananam lado di ateh tanah tanah nyo rancak dek sinar matohari hiduik ko kan taraso indah jikok sanak ado mahargoi masuak karumah jalan nyo licin licin karano aie tatumpah jikok sanak jadi pamimpin jadilah pamimpin nan amanah Pai Kaladang Mambiak Pinang Pinang di ambiak mamakai galah denai ko iyo urang minang indak pandai mambuek masalah batang kayu tumbang ka jurang tumbang karano di timpok dahan denai ko ndak sambarangan urang sia nan mahadang itu denai lawan Jalan-jalan ke kota panjang singgah sabanta di simpang ampek bukan denai indak nio bapantun panjang tapi bibia ko lah maraso panek Nama : IKLIL ABDUL GHANI Gunuang pasaman Batalago dewi Kampuang nan aman Makmur nagari Muaro tais koto malintang Malintang aia batang tibawan Kato rang tuo ijan di tantang Pituah nyo jadikan padoman Dari rao ka lubuak sikapiang Anak rajo jalan bakawan Kalau iyo nak jadi rang santiang Pituah bundo jadikan kawan Manangih bulan maliek bintang Bintang di kanduang kanduang awan Manangih badan maliek urang Urang nan iduik tak bahaluan Kakampuang pandan naiak bendi Kudo nyo balang tigo Kalau badan indak babudi Alamaik iduik kasio sio Ayam kuriak mamakan padi Padi disabik anak rang bayang Nan baiak jo babudi Pasti banyak urang nan sayang Urang gaek sadang mambaka Mambaka nyo di halaman Iduik kok lai baraka Mati kok lai bariman Rang koto rajo ka kampuang daliak Ka lubuak mambao bakwan Contoh buruak jan di ambiak Contoh nan elok jadikan padoman Anak mudo naiak padati Naiak padati ka suko mananti Nan tou di hormati Kok samo gadang di haragoi Rang panti pai ba oto Baoto mambao kawan Dangakan jo ati kecek urang tuo Kecek rang tuo jan dilawan SMA NEGERI 1 SITIUNG Nama : LUTHFI WARMANDA Dari Bengkulu ke Jakarta Arus deras ke Mendalika Dari dulu sampai selamanya Kita cinta Berbahasa Indonesia Ramai Orang bersorak – sorak Menepuk gendang dengan rebana Alang besarnya hati awak Menjadi Anak Berbahasa Indonesia Dari Semarang ke Gajah mati Pohon beringin ditanamkan Bahasa Indonesia tetap di hati Sastra Indonesia kita lestarikan Lurus jalan ke Sawahlunto Keliling jalan ke Pasaman Bahasa Indonesia yang kito cinto Jangan pernah kita lupakan Bermain sepeda sama si Deni Main setiap hari sampai ceria Jika kamu cinta Negeri ini Janjilah setia Berbahasa Indonesia Dari Bengkulu ke Jakarta Arus deras ke Mendalika Dari dulu sampai selamanya Kita cinta Berbahasa Indonesia Dapat kado berhiaskan pita Terbungkus rapi indah warnanya Hanya Sastra Indonesia yang Ku cinta Dari dulu untuk selamanya Kalau ada sikembang baru Bunga kenanga dikupas jangan Kalau ada bahasa baru Bahasa Indonesia dibuang jangan Dahulu rebab yang bertangkai Kini kopi yang berbunga Dahulu bahasa daerah yang berpakai Kini Bahasa Indonesia yang berguna Dari Bengkulu ke Jakarta Jakarta Kota Metropolitan Ayo seluruh Warga Negara Indonesia Bangga mengggunakan Bahasa SMA N 2 Pulau Punjung Nama : Yudi Pratama Putra Pulang jalan ka Batanghari Jalannyo sambia mancaliak padi Padinyo banyak nan di ujung Izinkan ambo memperkenalkan diri Namo ambo Yudi Nan dating dari pulau punjung Di hituang satu sampai limo Di hituang dakek ila-lang Mari kito tetap basamo Musyawarah mufakaik jan sampai hilang Tabang tinggi nan sipatuang Mahinggok di ateh tali Kama diri ka ma adu untuang Jikok indak ado amalan samo sakali Lahia anak rajo sahari Anaknyo ado tando Iyo malang nasib badan diri Jikok durhako ka ayah bundo Balari-lari di hari pagi Balari sampai tujuan Mari kito saliang mambagi Mambagi ilmu pengetahuan Duduak di ateh rumah nan gadang Duduak basamo si kamanakan Usah masalah di baok gadang Satiok masalah bisa tasalasaikan Jalan-jalan ka hutan pakan Dihutan pakan ma ambiak jati Mari kito saliang ma maafkan Usah ado dendam di hati Iyo tarang si cahayo Cahayo si Matohari Mari kito saliang picayo Bia nak tentram dalam diri Pai ka rimbo ma ambiak rotan Rotannyo kuniang-kuniang Iyo payah mambuek pantun spontan Mambuek kapalo jadi paniang Ambiak padi di pilah-pilah Di pilah kian kamari Jikok ado kato nan salah Rilah jo maaf kami dibari Nama : Jatira Jasmaranti Ampek buah kakinyo meja Tigo buah rodanyo bemo Ambo ketek baru baraja Kalau salah luruian basamo Ikolah Nagari Dharmasraya Di sungai dareh tampek bamandi Generasi mudo jnan banyak gaya Nan paliang utamo aka jo budi Bibirku bungkam tak mampu bicara Hatiku jenuh dan membeku Masih ada satu perkara Yang masih tersimpan di benakku Tinggi batangnya pohon kelapa Di tanam orang di tepi pantai Wahai manusia janganlah lupa Hidup kita selalu di intai Lawuik dalam untuak baranang Tampek ikan bamain-main Sahari sauteh banang Satahun manjadi sahalai kain Gulo anau gulo tabu Di buek kolak lamak rasonyo Wahai ayah wahai ibu Ampunkan denai kasadonyo Lebah di pimpin seekor ratu Mencari bunga dekat kencur Air lembut menetes di batu Lama-lama batu pun hancur Mati di bungkui kain kapan Lalok di bungkui kain saruang Kok untuang jauah dari badan Dimano duduak di sinan bamanuang Jikok batanak puluik jan badarai Bia dak ado nan tabuang Jagolah muluik bapandai-pandai Bia dak tasuruik hati urang Kaparak batanam lado Lado di tanam rancak tampangnyo Kok ado kato nan tabedo Rilah jo maaf kasadonyo SMAN Unggul Dharmasraya Nama : Dea Harum Wulandari Bacarito kito bacarito Bacarito tentang gubernur kito Irwan prayitno yang ambo suko Gubernur kito yang paling mudo Ka bukik tinggi nonton pacu kudo Ka pasa ateh bali pergede La panek badan ko manahan Sasak didado dek jauh digubernur Anak Dharmasraya bali permen Permen dibali nan gadang-gadang Co iko nasib dharmasraya Gubernur kito yang nomor satu Luruih lah jalan ka dharmasraya Jan lupo mambali siriah kok tasabok di jalan jan lupo agiah carano sutan riska bupati dharmasraya irwan prayitno gubernur sumbar bupati nan mudo di dharmasraya irwan prawitno nan mambuek sumbar semakin jaya Jalan jalan ka koto tuo Jan lupo manyapo mak wo Nak sanang ikuik mak wo Jan lupo ikuik lomba pantun mandaki ka kelok sembilan jan lupo singgah di solok taturuik gubernur kito tasobok di ulak karang Jalan jalan ke kota padang Jangan lupa membeli pedang Jika anda mau di pandang Janganlah anda ka gadang gadangan Irwan prayitno gubernur kito Indak sombong jo kito Kok lai ingek samo gubernur kito Sapo beliau dimano barado Palembang ciri khas nyo empek-empek Yang dimakan dek urang satampek Jan mangecek di sembarang tampek Kok tau jo kato nan ampek Nama : Rafika Silfia Elok-elok dijalan manurun Bapegangan kok masih takuik Di bukak festifal pantun Barami-rami kito ikuik Ka manjaik elo banang Jarumnyo dalam peti Baharok ati ka manang Dapek pai ka tugu marpati Uda buliah suko Kok pandai buek pantun Cibo caliak kami nan disiko Pandai pulo mambuek pantun Dak ado nasi panggantinyo mi Lamak juo dek urang bakureh Singgahlah ka tampek kami Bia bisa pantun tabaleh Dihutan mancari umang-umang Yo tingga harapan Nio bana pai ka padang Bia basobok jo pak iwan Burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

nyionyo banyak Apo lai bali kain katun Bilo ka basobok jo urang banyak Kok dak di festifal pantun Manangkok ikan pakai jarring Dalam jarring ikan lah baarak Anak asrama jarang basobok jariang Kok basobok basorak-sorak Bali karambia alun dibalah Jan dibalah jo sinso Kami ko bak pacah balah Karajo kareh alah tabiaso Mambangkik batang tarandam Caronyo di angkek dak ba tendang Lah lupo ancak matohari tarandam Apo lai tarandam di pantai padang Nonton bola basorak-sorak Bola dak ditendang tapi disundul Kok mancari nan ancak-ancak Carilah ka sma unggul Anak manangih marengek-rengek Sambia balari babelok-belok Dharmas ko yo angek Tapi hati urangnyo elok-elok Kok ado kato nan salah Tolong ingekan bia kito batua basamo Asrama lai dakek jo sakolah Kok pai jalan basamo Si biru nio awak pesimis Pahlawan nio awak perkasa Upacara bendera indak simbolis Tapi wujud nyato cinto bangsa Urang dulu iduik sampai mati Pacah karang dek lawuik biru Bhineka dijunjuang sampai mati Indak sabateh tanyo guru Tiok malam badan mandingin Ari sanjo pangana pai malala Pancasila lai dibaco tiok senin Tapi iduik indak tau jo pancasila Ado aturan dalam suku Indak bisa indak tahu manahu Dikicek dalam lagu tanah airku Ditanyo carito surang indak tahu Banyak urang jalan saarah Mambuek awak jalan diawang-awang Bensera banaikan jo tetes darah Kini manjadi cindramato di tapi ruang Batanyo arah antah kasia Sampai masuak pintu kua Lai balaja sastra indonesia Tapi bahaso bantuak planet lua Mandaki gunuang nan ketek Untuak makan katupek Awak dalam ba masyarekek Tolong bapakai kato nan ampek Pintu bakunci jo ruko-ruko Bia ati bisa tanang Awak mambuek pantunko Bia awak bisa manang Nama : Hayatul Husna Urang baralek sambanyo randang Di hidang dibanyak tampek Kok awak urang minang Tau jo kato nan ampek Jalan-jalan ka Dharmasraya Jan lupo ka candi roco Kok awak cinto Indonesia Lestarikan budaya kito Itiak baranang di tapi danau Pulangnyo di patang hari Urang minang banyak marantau Pulangnyo mambao razaki Tabuik surau lah babunyi Suaro azan nan bakumandang Jadilah urang babudi Supayo dikenal jo banyak urang Pagi hari makannyo udang Udang di simpan dalam peti Tandiang pantun ado di padang Lataknyo di tugu merpati Baguluang ombak di tangah lauik Manghampeh di tapi karang Kok mangecek jan sembarang sabuik Supayo banyak urang nan sanang Karupuak badaruak-daruak Di makan badarau-darau Kok iduik maraso tapuruak Ijanlah dibao risau Sutan Riska bupati Dharmasraya Bupati paliang mudo di Indonesia Kok tuan ingin Indonesia jaya Mako rajin-rajinlah bakarya Makan nasi uduk sabana lamak Di makan basamo-samo Cek sia asrama indak lamak Suko cito kami jalani basamo Jalan-jalan pakai honda supra Kironyo honda masuak bengke Banyak budaya di nusantara Dari sabang sampai merauke Manjalang sanjo hari lah kalam Hujan katurun di kota padang Urang tuo bakarajo siang malam Untuak maiduik an anak nan di sayang Mambali baju di bayi kontan Baju tabali kagadangan Kawan kini ado pantun spontan Elok- elok sajo kito balawan Nama : Azizah Mujahidah Kami dari kabupaten Dharmasraya Latak kami di Salatan Sijunjuang Kami cadiak kami ba aka Karno pantun nan kami junjuang Azizah Mujahidah si urang minang Ambiak jurusan Sastra Indonesia Azizah cadiak pandai mangarang Mangarang pantun nan disanang bana Gadihnyo rancak bujangnyo ramah Itulah ciri yang kami punyo Sanangnyo adiak duduak di sawah Manulis pantun untuak rang mudo Bajanjang naiak batanggo turun Itulah adaik nan kami junjuang Sagudang lomaba nan turun Festival pantun paliang disanjuang Tampuruang tabukak koncek malompek Malompek tinggi jo kaki ketek Tampang ketek cadiak mangecek Babaleh pantun tambah samangek Kok ado buah Zaitun Jan lupo agiah minantu Kok lah ado festival pantun Pastilah ambo bagageh kasitu Elok bantuaknyo sarang panyangek Tagantuang tinggi diateh atok Cadiak nyo urang pandai mangecek Baleh nyo pantun nan kami arok Sijunjuang Muaro Kalaban pak Dharmasraya daerah pamakaran Alah lamo kami manunggu pak Pantun spontan nan kami harok kan Di subuah hari ayam bakukuak Mancari makan di suduik ruang Di subuah hari awak taduduak Mambuek pantun sambia bamanuang Kaik bakaik rotan sago Tumbuah gadang ditangah hutan Sauik ba sauik pantun sarupo Tando lah mulai pantun spontan Rancak bantuak nyo buah cumadak Tagantuang tinggi diateh dahan Rancak bantuak nyo pantun ba arak Raso ka tabang nyao di badan Sarumpun rumpuik ilalang diak Tumbuah dakek rumpunan padi Usah kato dipapanjang diak Capek lah baleh pantun nan tadi Urang manembak si buruang murai Kanai si pipik yang sadang tabang Urang awak sabana pandai Kanai disanjuang raso ka tabang Urang minang mandi ka gurun Mandi batimbo bungo lado Urang minang pandai ba pantun Pantun di danga baurai aie mato SMA N 1 SUNGAI RUMBAI Nama : Azizah Delviana Kuncup sudah bunga yang layu Sudilah untuk menyiramnya Terucap sudah salamku Mari jawab dengan saksama Ke pasar membeli baju batik Taklupa pula membeli benang Cerminkanlah sikap yang baik Agar orang bisa senang Indahnya mata si Nona Jika dia jatuh cinta Perbanyaklah membaca Agar kita tau indahnya dunia Pedihnya hati yang tersakiti Jika ada penghianatan Dengan ilmukita lalui Lika liku pahit manisnya kehidupan Ke pasar membeli buku Tidak lupa beli gorengan Laksanakanlah Shalat lima waktu Agar terhindar dari kemalangan Jatuh sudah si Rindu Jangan lupa bawa ke Puskesmas Hormatilah guru Agar kian menjadi sukses Si Sigit meminjam Sendal Tidak lupa minta minuman Jika ingin kau dikenal Sopanilah teman teman Ke Toko membeli Beton Untuk melampisi Rumah yang Banjir Berbahasalah dengan Sopan Tunjukkan Cinta Tanah Air Kepasar membeli Bawang Merah Tidak lupa bawa Kantongan Berbanggalah dengan Sekolah Sejuta impian bisa terwujudkan Duduk berdua dengan Si Kenya Di Restauran untuk makan Terimakasih atas perhatiannya Semoga dapat dilaksanakan SMA Taruna Sumatera Barat Nama : Nauval Satrian Anak-anak suka coklat Coklat dibelikan oleh ibu Tetap semangat belajar wahai sahabat Ingatlah masa depanmu Hari ini belajar fisika Materinya banyak yang lupa Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa Demi terciptanya ketahanan Negara Tiap pagi membaca buku Membaca buku sambil minum susu Hormatilah para guru Agar ilmunya menyertaimu Sutan Riska Bupati Dharmasraya Wakilnya Datuak Rajo Medan Kalau Anda ingin berjaya Usaha dan doa jangan tinggalkan Air putih rasanya hambar Air diminum bergelas-gelas Mari belajar di SMA Taruna Sumbar Sekolahnya bagus dan berkualitas Ada lemari berwarna biru Di dalamnya ada gula tebu Dengarlah nasihat orang tuamu Agar kamu sukses selalu Pergi ke pasar membawa kuda Kuda diikat di batang tebu Jagalah sikapmu wahai pemuda Agar dirimu dikenang selalu Irwan Prayitno Gubernur kita Senyumnya manis menawan hati Jika ingin negara kita kaya Jangan pernah lakukan korupsi Dharmasraya banyak sawitnya Sawit dipanen setiap minggu Jangan malas berolah raga Supaya badan sehat selalu Dari kemarin selalu mengeluh Hari ini sudah tampil beda Belajarlah dengan sungguh-sungguh Demi jayanya nusantara SMA N 1 KOTO BARU Nama : REFDI FERDIANSYAH Alam sumatera barat Siang malam kirim surat Kirim surat dari Dharmasraya ke padang Sungguh indah alam sumatera barat Membuat terpesona semua yang memandang Makanan sumatera barat Main bola harus semangat Apalagi pas bola ditendang Pergi liburan ke sumatera barat Paling enak kalo makan rendang Bangga menjadi orang minang Bermain bersama teman rasanya senang Bermain bersama di depan rumah Betapa bangganya jadi orang minang Orangnya baik dan ramah-ramah Senangnya tinggal di sumatera barat Beli paku,tapi pakunya berkarat Pakunya buat bangun rumah Senangnya tinggaldi sumatera barat Orangnya sopan dan ramah-ramah Adat dan Budaya minang Siang-Siang makan pisang Pisang dikupas,buah disantap Selamat datang di ranah minang Adatnya keren,Budayanya mantap Gadis minang Punya uang buat beli barang antik Barang antik banyak yang tertarik Gadis minang banyak yang cantik Dan banyak juga yang menarik Mencicipi Rendang Main bola membuat hati senang Tapi mainnya jangan asal tendang Pergi liburan ke ranah minang Jangan lupa buat mencicipi rendang Adat istiadat Pergi ke pasar membeli sikat Membeli sikat sambil membeli kawat Selamat datang di sumatera barat Daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat Masak rendang Buat bumbu harus ada bawang Tapi kulit bawang harus dibuang Jangan ngaku sebagai orang minang Kalo belum bisa masak rendang Orang Minang pandai berdagang Ada bule berambut pirang Rambut burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

enak dipandang Jadilah seperti orang minang Yang sangat pandai soal berdagang Nama : Ameliana Buah cepedak enak rasanya Dirumah pak iyan membelinya Sungguh indah alamnya dharmasraya Begitu ramah penghuninya Berdiri tegak bendera indonesia Diatas menara menjulang tinggi Disana hati merasa gembira Melihat negeri pertiwi Bunga tumbuh menghiasi taman Burung-burung bernyanyi ria Mari sobat lestarikan lingkungan Agar kelak dapat menikmatinya Elok rupa serambi mekah Terpancar indah kaligrafi Sungguh indah beribadah Hati suci tenangkan diri Pak toni membeli peci haji Peci dibeli dirumah ani Ukir diri dengan prestasi Sehingga meraih mimpi Tampak terang bintang Diatas langit terbentang Tembak satu keinginan Agar tercapai kesuksesan Daun-daun berjatuhan Setiap ditiup angin topan Resah hati melihat alquran Teringat untuk mengamalkan Jalan-jalan kekota padang Jangan lupa membeli rendang Ini asli buatan minang Dijamin rasanya nendang Pagi-pagi kerumah pak dodi Untuk membeli ikan mili Bahagia hati melihat bumi Sungguh besar karunia ilahi Memotong kayu dengan kapak Ditengah-tengah kayu kupak Jadi anak jangan lasak Supaya hidup tidak rusak SMK N 1 Timpeh Nama : Azizah Seprianti Nonton kartun dipagi hari Segarkan mata sejuk dihati Saya buat pantun berjiwa islami Moga-moga lolos final nanti Hari jumat sholat berjamaah Hari sabtu mendengar cerita Generasi muda taat beribadah Aset berharga bangsa kita Malam minggu membeli obat Malam berikutnya makan ketupat Batasi nafsu jauhi maksiat Pastikan selamat dunia akhirat Bangau disawah terkena duri Ikan dilaut tertusuk belati Kalaulah mau berbenah diri Dirikan sholat sucikan hati Minum jamu pagi ini Makan obat malam nanti Ilmu dunia perlu dicari Amal untuk akhirat apalagi Ini versi minang nya.

Kelok baliku jalan ka sawah Kelok manurun tanjakan jadi Elok lah laku anak sakolah Jiko namuah mambanahi budi Kayu jati karek jo kapak Takarek ciek kadalam samak Elok laku ka ibu bapak Sayang tuhan ka diri awak Buek pondok dari sibiran Pondok dibuek ditapi lahan Damai hati sajuak pamikiran Mancari harato jo ridho tuhan Sanang hati bamain layang-layang Layang-layang naiak hari hujan Pasti banyak urang ka sayang Jiko parangai sasuai aturan Ini versi terakhir Pergi Kebanten hari selasa Mampir dikupang besok pagi Cintai pantun budayakan bahasa Supaya menang festival nanti.

SMA NEGERI 2 SIPORA Nama : Orfalina Saleleusik Burung Nuri burung dara Terbang kesisi taman kayangan Cobalah cari wahai saudara Makin di isi makin ringan Kalau puan puan cerana Ambil gelas didalam peti Kalau sahabat bijaksana Binatang apa tanduk di kaki Indah nian sinar mentari Purnama datang tak terbelah Melihat orang malas berlari Ternyata sandal tinggi sebelah Layang layang bersayap dua Putus satu tinggal satu Jangan pernah kau mendua Cinta ini cukuplah satu Pandan berbunga dalam limbah Angin menderu dari tiku Badan lahlama tidak bersuah Kinilah baru kita ketemu Kusiram bunga karena layu Kukirim surat karena rindu Gugur bunga karena angin menderu Putus cinta karena cemburu Kalau kutahu manisnya susu Takkan kucampur dengan gula Kalau kutahu janjimu palsu Takkan kujamin dari awalnya Bunga mangga diluar pagar Ambil galah tolong jolokkan Saya memang baru belajar Kalau salah tolong tunjukkan Buah arah batang dibantu Mari kita bantu dengan perang Hai saudara dengarlah pantun Pantun tdak mengata orang Darimana hendak kemana Dari jepang kebandar cina Kalau adek boleh bertanya Bunga yang indah siapa yang punya Nama : Samsul Aziz Kucing hitam banyak bulu Kucing hitam kepunyaan pian Mari kita sekolah dulu Baru married kemudian Ayam jantan kukejar kejar Akhirnya timbul rasa kasihan Mari kita semangat belajar Supaya lulus di ujian Berakit rakit kita kehulu Berenang renang ketepian Janganlah menikah dahulu Akhirnya sengsara kemudian Kepasar membeli tahu Kumakan dengan kuah santan Sekarang aku sekolah dahulu Akhirnya jadi pejabat kemudian Artis cantik Cita Citata Tapi lebih cantik lagi ibuku Jangan cepat berkata cinta Karena aku hendak sekolah dahulu Kepala botak dan mulus Botak hingga tak berkutu SNMPTN aku lulus Universitas Andalas pun menunggu Ada uang kusimpan di saku Uang dipakai membeli cilok Ayo datang ke desaku Negri indah nan elok Kupandang awan di malam hari Dan kutelusuri jalan setapak Jadilah anak yang berprestasi Agar bangga ibu dan bapak Buah apel siapa yang mau Buah segar membuat kita sehat Kupergi sekolah menuntut ilmu Ilmu yang bermanfaat dunia akhirat Sungguh indah pemandangan di desa Membuat hati jadi tenang Tak salah mencoba coba Siapa tahu saya yang menang SMK N 1 SAWAHLUNTO Nama : SHELA DWI ADRIANTI Panjat pohon ambil kelapa Kelapa diambil airnya saja Festival pantun telah dibuka Semoga menginspirasi anak bangsa Bertamasya ke Ramayana Beli mangga manis rasanya Kami orang minang pandai berbahasa Kata yang empat jadi pedomannya Pergi ke pasar pakai kerudung Jangan lupa membeli bawang Ke Padang Tuan hendak berkunjung Bolehlah kami suguhkan rendang Siang hari makan ikan bakar Ikan dimakan di Sawah Ladang Habiskan libur untuk selancar Datanglah ke Pantai Mentawai Padang Tumbuh subur rumput ilalang Ilalang tumbuh di seberang jalan Indahnya wisata di Kota Padang Cobalah berkunjung ke Pantai Painan Main kecapi dipagi hari Untuk menghibur silara hati Duduk termenung diatas kursi Menikmati indahnya mentari pagi Jalan-jalan ke Ibu Kota Jangan lupa pergi wisata Kota Padang kota tercinta Jadilah lentera Indonesia Indahnya melati di tepi pagar Diambil orang jadi hiasan Disini kami hanya berkelakar Melepas segala kegundahan Bunga mawar di tepi jalan Warnanya indah enak dipandang Lantunan pantun telah diberikan Semoga Tuan merasa senang Pesan nasi goreng pakai telur dadar Telurnya dimasak diatas wajan Disini kami masih belajar Maklumi bila ada kesalahan SMA 1 SAWAHLUNTO Nama : Yodra Muspierdi Jalan-jalan kelubuk minturun Kasitu baok anak daro Mari kito mulai berpantun Itulah seni rang berbicaro Makan lontong gulai cubadak Siap makan minum teh manis Minangkabau tanah urang awak Udaronyo sajuak airnya manis Buah kemiri daun bawang Kaduonyo bumbu masakan Mari kto lestarikan budayo minang Budanyonyo unik dan mengasikan Sepasang burung pipit terbang seiring Tibo dirumah panghulu inal Minangkabau ado tari piring Sudah dikenal sampai tingkat internasional Ado sawah ado ladang Lataknyo dibalakang rumah nia Makanan awak iolah randang Makanan paliang lezat sedunia Buah langsek buah duku Tidak ada yang berwarna merah Hai teman-temanku Ingatlah masa depanmu yang cerah Sicerek ditapi banda Diambiak oleh Rahmat Hormatilah Ayah dan bunda Pasti kamu akan selamat Jan remehkan urang pelosok Buat menara bisa diselesaikan Kok lah sukses awak esok Kawan jan dilupokan Bundo kanduang tingga dirumah gadang Anak mudo tingga disurau Jan awak bamuluik gadang Kok samo jo manggigau Ado buayo ado biawak Jan awak lempar jo batu Sakian pantun dari awak Awak sambuang blain waktu SMA 2 SAWAHLUNTO Nama : SRI OKTAVIA Pak somat tertusuk semat Jeritan nya terdengar tetangga Bapak prayitno yang terhormat Orang yang arif bijaksana Jalan-jalan ke kota taiwan Jangan lupa beli bingkisan Budaya harus dilestarikan Bahasa harus di budidayakan Ramai orang membeli jamu Tidak jauh di ujung sana Bersungguh-sungguh mencari ilmu Kelak berguna bagi bangsa Pak somat orang yang pintar Sering mendapat nilai delapan Jadilah anak bangsa yang berkarakter Pengganti pak jokowi di masa depan Tanam talas tepi telaga Bila tumbuh pasti suka Siap berkorban jiwa raga Untuk indonesia yang tercinta Pergi ke pasar bersama nadia Pulangnya bersama nini Jagalah tanah air indonesia Harga mati untuk negri ku ini Padi muda jangan dilurut Kalau dilurut pecah batang Jiwa muda jangan diturut Kalau di turut sesal datang Pergi ke empang bersama mimin Ngengat mengejar kura-kura Kami generasi Muhammad yamin Siap membahana di nusantara Pak dodo pergi ke sawah Tidak lupa membawa kue pasta Sawahlunto kota tambang yang berbudaya Bekas jajahan orang Belanda Buah salak buah nangka Buah belimbing buah naga Ali yusuf bapak walikota Pemenang piala Adipura Pohon tebu di tebang bujang Bertumbuh terus semakin tinggi Kalau ada umur yang panjang Boleh lah kita bertemu lagi Nama : David Orlando Ke Padang bersama Nini Berhenti di Solok membeli kado Saudaraku yang membaca pantun ini Salam kenal dari saya David Orlando Membuat tugas di rumah Anto Pulangnya bersama Yaya Saya berasal dari Sawahlunto Kota wisata tambang yang berbudaya Pagi hari minum teh ambar Cocok diminum sebelum bertukang Tidak lengkap rasanya ke Sumbar Kalau belum mengenal Songket Silungkang Beli batako di toko Pak Sabar Batakonya terasa sangat padat Ayo beramai-ramai datang ke Sumbar Negri yang kaya akan adat istiadat Jawa Barat daerah pembuat gendang Gendang dimainkan oleh Nia Rugilah anda jika belum makan rendang Rendang masakan terlezat di dunia Sore-sore bermain piano Pianonya berada diujung sana Siapa yang tak kenal Irwan Prayitno Pemimpin adil dan bijaksana Jalan-jalan ke Pasar Raya Perginya bersama Diana Kalau hendak tau tentang buadaya Datanglah ke Sumbar nan mempesona Mak Buyung punya anak kembar Anak kembarnya suka minum madu Tidak akan rugi rasanya datang ke Sumbar Negri yang selalu membuat rindu Makan lontong pakai gulai kemumu Makanya di dalam kedai Mari isi masa mudamu Belajar yang rajin agar pandai Buku cerita Ibu Kartini Buku nya berada di dalam peti Aku cinta negeriku ini Akan kujaga sampai mati SMAN 1 Padang Panjang Nama : Muhammad Yasin Judul Karya Pantun: Kemerdekaan Yang Hakiki Usai bulan habis di telan Muncullah matahari dengan cahyanya Pada tanggal 17 Agustus kita rayakan Kemerdekaan negara kita Indonesia Lampu malam cahaya lilin Indah dipandang sebab menawan kenapa harus kita rayakan Sebab sakralnya peristiwa kejadian Mawar yang indah membawa kenangan Akan peristiwa sejuta cerita Dengan sukaria kita gembirakan Kemerdekaan Indonesia negara tercinta Bunga indah kelopak delapan Habis cantik di akhir bulan Bukan hanya sekedar merayakan Tapi juga mengingat sejarah yang meng harukan Bersatu lidi sulit dipatahkan Bersatu hati sulit goyahkan Berjuang bersama untuk satu tujuan Kemerdekaan bangsa yang menjunjung kesatuan Saat bunga lupa dsiramkan Kurus layu akibat kehausan Begitu banyak anak muda yang melupakan Betapa sakral arti penting kemerdekaan Merah gelap buah naga Memang enak saat dimakan Maka sadarlah wahai anak muda Ini amanat yang telah dipercayakan Cantik menawan sebab dandanan Tetapi mesti sesuai aturan Mari bangkit dengan impian Sebab perjuangan harus dilanjutkan Manis kucing si bulu belang Didalamnya tersembunyi kebuasan Agar tak sia-sia usaha para pejuang Demi generasi sekarang maupun yang akan datang SMKN 1 Padang Panjang Nama : SURYA DAYANTI Baju baru warna nya merah warna nya merah bergambar peri Seorang guru selalu berjasa Tampa mengharapkan balas dan pamrih Mencari akar ketemu nya kulit Ketemu nya di tengah hutan Mengejar ilmu sampai ke langit Kelak esok jadi panutan Punya harta jangan lah sombong Karna semua hanyalah titipan Jadi anak janganlah bohong Karna bohong awal kesulitan Makan bakso sama si budi di bungkus satu di bwa pulang ladilah anak yang berbudi biar berguna di masa depan Main bola sambil berlayar Pergi berlayar ke negeri brasil Sekolah itu untuk belajar Kejar cita cita sampai berhasil Atur jalan tiup peluit Buah salak dimakan buaya Punya ilmu janganlah pelit Kelak engkau yang Berjaya Buah nangka di makan paman Bahasa inggris nya pisang banana Punya ilmu jadi pedoman Jadi lah anak yang berguna Bangun pagi siapkan buku Pergi kepasar membeli benang Tetaplah menjadi guruku Yang akan selalu ku kenang Si akum pergi ke kota Sampai di kota membeli buku Jawablah salam dari saya Walaupun kita jarang ketemu Pergi kepasar membeli pensil Pensil di beli di bawa pulang Jika kamu ingin berhasil Tidak lupa membayar hutang Baju baru warna nya merah warna nya merah bergambar peri Seorang guru selalu berjasa Tampa mengharapkan balas dan pamrih Mencari akar ketemu nya kulit Ketemu nya di tengah hutan Mengejar ilmu sampai ke langit Kelak esok jadi panutan Punya harta jangan lah sombong Karna semua hanyalah titipan Jadi anak janganlah bohong Karna bohong awal kesulitan Makan bakso sama si budi di bungkus satu di bwa pulang ladilah anak yang berbudi biar berguna di masa depan Main bola sambil berlayar Pergi berlayar ke negeri brasil Sekolah itu untuk belajar Kejar cita cita sampai berhasil Atur jalan tiup peluit Buah salak dimakan buaya Punya ilmu janganlah pelit Kelak engkau yang Berjaya Buah nangka di makan paman Bahasa inggris nya pisang banana Punya ilmu jadi pedoman Jadi lah anak yang berguna Bangun pagi siapkan buku Pergi kepasar membeli benang Tetaplah menjadi guruku Yang akan selalu ku kenang Si akum pergi ke kota Sampai di kota membeli buku Jawablah salam dari saya Walaupun kita jarang ketemu Pergi kepasar membeli pensil Pensil di beli di bawa pulang Jika kamu ingin berhasil Tidak lupa membayar hutang Si akum pergi ke kota Sampe di kota membeli buku Jawablah salam dari saya Walaupun kita jarang ketemu Baju baru warna nya merah Warna nya merah bergambar peri Seorang guru selalu berjasa Tampa mengharapkan balas dan pamrih Mencari akar ketemunya kulit Ketemunya di tengah hutan Mengejar ilmu sampai ke langit Kelak esok jadi panutan Punya harta janganlah sombong Karna semua hanya titipan Jadi anak jangan lah sombong Karna sombong awal kesulitan Makan bakso sama si budi Di bungkus satu di bawa pulang Jadilah anak yang berbakti Biar berguna di masa depan Main bola sambil berlayar Pergi berlayar ke negeri brazil Sekolah itu untuk belajar Kejar cita cita sampai berhasil Atur jalan tiup peluit Buah salak di makan buaya Punya ilmu jangan lah pelit Kelak engkau yang berjaya buah nangka di makan paman Bahasa inggrisnya pisang banana Punya ilmu jadi pedoman Jadilah anak yang berguna Bangun pagi siapkan buku Pergi ke pasar membeli benang Teteplah menjadi guruku Yang akan selalu ku kenang Pergi ke pasar membeli pensil Pensil di beli di bawa pulang Jika kamu ingin berhasil Tidak lupa membayar hutang Nama : Azri rifalda Burung dara burung merpati Hinggap di dahan kayu mati Jika ilmu tak dicari Hari tua menyesal nanti Manisnya si buah tebu Si gajah patah gading Kalau tidak punya ilmu Bagai rumah tak berdinding Buah mangga buah jambu Manis rasa keduanya Lebih baik mencari ilmu Kelak nanti jadi orang berguna Baling bambu berputar-putar Anak ayam mati satu Kalau mau jadi pintar Tuntutlah ilmu tiada jemu Buka pintu lebar-lebar Jahit benang jadi baju Ke sekolah rajin belajar Untuk menimba berbagai ilmu Apa guna punya batik Kalau tidak ada sakunya Apa guna wajah cantik Kalau tidak ada ilmunya Jalan-jalan ke bukittinggi Harimau belang patah kaki Melihat berita zaman kini Banyak yang muda tak berbudi Si mimin membeli batik Batik dibeli di padang panjang Kalau punya budi baik Banyak orang menjadi sayang Pergi belanja ke hulu Makan nasi ketan durian Jika tidak punya ilmu Akan menyesal hari kemudian Ramai orang membeli baju Pasang lampu cahaya redup Besungguh-sungguh menuntut ilmu Biar kelak bekal hidup SMA N 2 kota solok Nama : Melisa Pagi hari beli jamu Jamu dibeli ditanjung harapan Disiplin dalam menuntut ilmu Kunci kesuksesan dimasa depan Duduk dipantai minum aqua Minum berdua dengan Raditya Jangan pandai bermuka dua Malu orang tua melihatnya Hari minggu jalan ke taman Pergi ke taman jumpa jerami Jika banyak punya teman Mempereret silahturahmi Pergi burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Kampung Durian Runtuh Diperempatan ada pengelokan Belajar dengan sungguh-sungguh Itulah cara mengisi kemerdekan Hari raya sholat bersama Sholat rayanya di India Saling menyapa antar sesama Budaya orang indonesia Kami warga 12 IPA 2 Memancing bersama ke kolam buaya Jangan buat menangis orang tua Karna Ridho Allah tergantung padanya Pergi shopping ke Pariaman Ditengah jalan ada jembatan Orang yang kurang dalam iman Mudah dihasut para setan Lamongan terkenal dengan soto mi Mi dibuat dalam kapur Tanah kuning dimuka bumi Tanda simayat akan dikubur Dari sana datang kesini Sama menyapa tukang sutra Kami jauh datang kesini Ingin berjumpa ahli sastra Teman lama namanya Sonya Sonyanya anak cendikia Bersabar dalam ujian-Nya Teguhkan hati taat kepada-Nya Nama : Rafi Handika Burung kenari terbang tinggi Terbang tinggi ke rumah ilham Wahai pemuda dan pemudi Wajibkanlah menjawab salam Pergi kepadang membeli nasi Nasi dibeli di ampera rina Saya ikut festival ini Untuk melestarikan budaya bangsa Malam malam tidur terlentang Tidur terlentang di negeri padang Kami bangga jadi orang minang Yang dikenal masakan randang Jalan jalan ke kota padang Jangan lupa membeli randang Wahai pemuda ranah minang Lestarikanlah tari piriang Bung hatta wakil presiden pertama Yang dikenal bapak proklamator indonesia 17 agustus 1945 kita merdeka Yang sekarang sudah berumur 72 Berlibur ke kota bukit tinggi Bertemu dengan pak wali kota Saya semangat ikut festival ini Untuk membanggakan orang tua Siang hari belah durian Durian dibelah pakai tangan kanan Isilah hari kemerdekaan Dengan semangat pendidikan Belajar kimia penuh dengan metode yang dalam tabel periodik ada unsur Fe kita lupa akan jiwa nasionalisme kita lengah akan masuknya kapitalisme pergi kekantin makan bakwan bakwan dibuat oleh Rafi Handika hargai jasa para pahlawan dengan sikap hikmat melaksanakan upacara 17 agustus 1945 kita merdeka Yang dipimpin soekarno hatta Kita dikenal bhinneka tunggal ika Yang memiliki landasan dasar pancasila SMK N 2 GUNTAL Nama : FADIL ALFARIZ RAHMAN Air beriak tanda tak dalam Air tenang menghanyutkan Izinkan saya ucapkan salam Untuk para hadirin sekalian Pagi hari makan nasi Lauknya ada ikan bakar Kita semua ada d isini Untuk usaha yang sangat besar Elang terbang kea atas awan Turun bangau badannya kumal Bukan banyaknya pengetahuan Ilmu adalah banyaknya amal Anak elang jatuh ke rawa Ditolong balik oleh rusa Kasih dan sayang orang tua Selalu ada sepanjang masa Empek-empek ditambah cuka Tak terbanding enaknya rasa Coba lihat anak durhaka Di dunai hidupnya tersiksa Mana mungkin ada buaya Coba lihat dengan cermat Mana mungkin hidup bahagia Jika pada orang tua tiada hormat Apa gunanya tumbuhan temu Ramuan jamu dengan lengkuas Bila hati dipenuhi ilmu Jiwanya besar pikirannya luas Kancil menulis did aun lontar Ketika lilin apinya berpijar Al-qur’an adalah pedoman Rajin-rajinlah anda belajar Tari piring tari saman Tari lilin apinya berpijar Al-qur’an adalah pedoman Rajin-rajinlah anda belajar Ingin membeli sebongkah berlian Berlian mahal berwarna putih Contoh pantun cukuplah sekian Kurang lebihnya terima kasih Nama : Sesilia Adriyanti Ibu rina terbang ke awan Tiba di awan bertemu princes Ke orang tua nggak boleh melawan Kalau mau jadi orang yang sukses Berenang-renang dikolam ikan Tersentuh air kaki bergetar Rajin-rajinlah dalam kebaikan Agar bermanfaat bagi orang sekitar Disekolah belajar akuntansi Belajar menyusun laporan keuangan Jadi orang jangan suka gengsi Biar nggak dibilang rendahan Memotong baju perlu diukur Diukur berdasarkan pembagian Teruslah bersyukur Agar mendapatkan kebahagiaan Di jalan ketemu pangeran Si pangeran membawa semangka Jadi orang nggak perlu heran Kalau kamu banyak yang suka Malam-malam nonton dunia terbalik Melihat si idoy bareng koswara Jangan suka melirik-lirik Itu tandanya nggak setia Sore-sore asyiknya nonton rompis Duduk santai memakan kentang Walau dompet mulai menipis Tapi kebahagiaan selalu datang Upload foto ke instagram Foto hitz yang kekinian Jauhkanlah segala yang haram Dan dekatkan diri kepada Tuhan Pergi sekolah membawa nasi Pulang sekolah jam 4 siang Jangan suka cari sensasi Kesombonganlah yang akan datang Hari senin upacara bendera Hari rabu pakai baju pramuka Di akhirat akan sengsara Jika aurat selalu terbuka SMK NEGERI 1 LEMBAH GUMANTI Nama : SUCI NAHDIYA WAHYUNI Dindin-badindin namo tarinyo Tari panyambuik Gubernur Padang Selamat datang Pak Irwan Prayitno Salam pembuka pantun Minang Salam pembuka jari sepuluh Kepala ditekur petanda hormat Niat hati bersungguh-sungguh Selalu teringat akan nasehat Ranah Minang tanah pusako Pusako dijunjuang anak nagari Niek hati Irwan Prayitno Mambao elok namo nagari Danau Kembar Bukit berjajar Bukit ternama Bukit Gumanti Salah janggal saat belajar Bukan penghambat budi pekerti Suku malayu sukunyo rajo Rajo pamimpin dalam nagari Duduak badendang kami basamo Untuak maulang kaji nan lamo Pancasila pondasi Negri Indonesia tanah abadi Beda suku satu janji Untuk membela negri ini Asal sejarah rumah Gadang Rumah Gadang sambilan ruang Kasiah mandeh indak sumbarang Kutuak tajadi untuak si Pambengkang Teringat jasa bukan sembarang jasa Jasa besar ayah dan ibu Teringat kisah Siti Nurbaya Terikat cinta tanpa restu Lihat ke depan jauh memandang Pantai nan luas banyak pulaunya Indah rupanya Pantai Padang Bagian Barat Pulau Sumatera Pulau Pasumpahan di Pantai Padang Basumpah janji sairiang kato Basamo-samo kami ka pulang Taingek nagari kampuang tacinto Injit-berinjit si semut api Semut berbaris di atas dahan Sungguh cantik gadis baik hati Gadis nan elok putri dermawan Minangkabau rancak ranahnyo Ranah dihuni anak nagari Jikok basalah usah marabo Ingek akhirat dunia abadi Kukuaknyo nyariang si ayam jantan Untuak patando dipagi hari Mambuek randang campua jo santan Pancukuik samba alek nageri Nama : Milatullatifah Rumah gadang rumah bako Di tangah rumah duduak baselo Anak Minang bapantun juo Salah saketek itu biaso Ketemu teman namanya Ami Anaknya tomboy itu katanya Banyak cara sembuhkan hati Bacalah Qur’an pahami makna Melihat Bapak mengambil buluh Buluh dipotong jadi sembilan Bangun pagi sembahyang subuh Minta do’a kepada Tuhan Pergi ke pasar membeli batik Batik dibeli berwarna jingga Percuma berparas cantik Jika akhlakpun tak punya Jalan-jalan ke Taratak Galundi Singgah sebentar di rumah Muni Hidup Cuma satu kali Buatlah supaya lebih berarti Keliling Alahan Panjang bersama Sonya Beli baju warnanya biru Banyak-banyak engkau membaca Membaca adalah kunci ilmu Duduk sebangku sama Tania Duduk bersama berbagi rasa Jagalah mulut saat berkata Agar fitnah tak dijumpa Makan siang bersama Dini Makannya dengan teri Pandai-pandai menjaga diri Untuk bekal masa depan nanti Kepasar dengan Dina Pergi membeli segulung pita Tak pernah ku merana Karena sahabatku selalu setia Miza naik motor metik Motor dibawa sama temannya Apa guna berparas cantik Jika tak ada dengan budiya SMA N 2 SUMATERA BARAT Nama : Reni Gusrianti Makan bakso jo kuah soto Ditambah bakwan lamak rasonyo Assalamualaikum pambukak kato Kapado panitia lomba pantun ko Jikok tuan handak ka panti Taruihkan sajo ka arah barat Ambo banamo Reni Gusrianti Dari SMA 2 Sumatera Barat Rimbo nagari rang lubuak tarok Tasabuik gatah di situ murah Ambo nan dari nagari palosok Dari sumiso tigo lurah Maraun urang ka malioboro Urang nyo banyak ba selfi selfi Lomba bapantun di cubo pulo Antah lai balaku nan kandak hati Jalan solok ka sukarami Banyak oto baruntun runtun Irwan Prayitno gubernur kami Gubernur nan suko mambuek pentun lembut irama hangat mempesona Membuat fikiran kita menjadi lepas Hidup di asrama sangat berguna Bisa terhindar dari pergaulan bebas licin jalannya ke hirosima Main hujan di tepi sawah Disiplin nafasnya berasrama Iman dan takwa naungi jiwa sampai manalah ahlinya manusia Selain Allah yang maha mnegetahui Berbagai masalah hadapi bersama Canda dan tawa silih berganti pak rama sedang duduk sendiri Tak lama ditemani kang jua Di asrama harus hidup mandiri Karena kita jauh dari orang tua luruslah jalan ke manokwari Bebelok jalan ke arah barat Tuntutlah ilmu tanpa henti Supaya selamat dunia akhirat jakarta jaya memang tlah mutlak Jarang terdapat sastra klasik Asrama media pembentuk akhlak Sekolah untuk bidang akademik jambu tua milik pak suta Tumbuh di dekat rumah rena Ilmu tanpa agama buta Agama tanpa ilmu juga tak berguna minmlah jamu supaya segar Ditambah susu pada hari petang Lawanlah malasmu dalam belajar Untuk menuju masa depan gemilang luar ruanagn cuacanya cerah Hembusan angin tenangkan diri Belajr jangan karena terpaksa Harus ikhlas di dalam hati akar kemuni di dekat sepeda Sepeda berjalan karena pedal Belajar diiringi denga doa Supaya mendapatkan hasil maksimal sangatlah tabu dipandang mata Perempuan di kursi mengangkat kaki Manfaatkanlah waktu yang ada Supaya tidak menyesal di kemudian hari garut tempat wisata batu Jalannya panjang dan ada kuli Tuntutlah ilmu selagi ada waktu Kesempatan datang hanya sekali malam selasa pergi ke jerman Naik pesawat ke jakarta Jangan suka menunda pekerjaan Tak akan sukses kedepannya jangan lengah makan alpokat Nanti termakan sama kulitnya Jangan pernah meninggalkan shalat Karena shalat itu tiang agama makan tebu di tengah hari Buka kulitnya langsung di telan 5 waktu dalam sehari Shalat yang harus kita kerjakan makan somai dengan jus mangga Makin enak ditambah gula Jangan mencintai sepenuhnya Selai cinta kepada Allah gapai cita cita tapk pernah lelah Fokuslah pada satu tujuan Cintai aku karena Allah Bukan karena nafsu rayuan setan badan dingin di musim hujan Dibawa tidur enak rasanya Jika ingin dicintai Tuhan Taatlah terhadap perintahnya pakai honda ke malaysia Banyak turis di sekitar aula Mencintai sesama umat manusia Takkan setulus cinta kepada Allah beli baju di toko buk Dila Beli tas di toko pak nanang Sehari penuh sudah di sekolah Tugas di rumah juga tak berkurang daun jatuh dihari senja Sambil menatap sunset mulai terbenam Walaupun lelah otak bekerja Tetap semangat untuk masa depan Nama : Wahyu Husni manari nari urang bangih Dalam lasuang tatumbuak alu Dari siko ka siko ambo manangih Manganang nasib di maso lalu tabang tabang buruang punai Di ateh padi nan ta ampai Kok situ maraso pandai Ubek kan molah hati denai kok baruak suo jo biawak Jan bawang di buang ka parak Kok bantuak iyo nan rancak Jan sombong talangkah awak tinggi tabang ramo ramo Di ateh awan nampak batigo Jikok susuah sanang kito basamo Itulah kawan nan sabananyo kok ikan sanang di dalam aia Jikok sanang indak usah kalua Kok kawan nio mambayia Bayiakan molah utangnyo uda yo nan kalam malam nan ko Mato tabukak pangana maibo Bilo sanjolah mulai tibo Pangana taragak jo urang tuo pai barangkuik jo kareta api Tibo disitu duduak di mungko Yo nan takuik den jo api Karano ap manyimpan biso kadapua mambuek bakwan Kiro di ateh nyo ado awan Usah mangaku jadi kawan Kalau nyatonyo iyolah lawan pai mambali ande ande Kironyo urang sadang batapuak Maaf kanlah diri denai mande Dek sambilu nanlah tatusuak iyo nanlah tibo masonyo Kulik pulo ado balang Iyo nan rami urang di siko Namun nyo denai marso langang Nama : Damayanti Indah Wijaya Rasakan sekitar penuh udara Udara panas terasa membakar Kenalkan saya damayanti indah wijaya Mutiara dari sma 2 sumbar Burung gagak di dalam sarang Gagak duduk sambil manyun Itulah remaja zaman sekarang Tahunya Cuma bermain pantun Banyak embun di atas daun Daunya adalah daun jambu Saya ikut lomba menulis pantun Untuk belajar dan menuntut ilmu Baju abu abu baju merah Di pakai dengan celana hitam Ada anak pantang menyerah Untuk mendapatkan sebuah piagam Lihatlah burung kaka tua Dia hinggap di jendela pak wijaya Saya berharap bisa juara Agar bapak bangga kepada saya Jalan – jalan sambil bermain Bermain ke pasar boneka Saya senang bereksperimen Eksperimen dengan menggunakan kata Ada kota yang sangat macet Kota bernama kota jakarta Saya anak punya target Agar bisa kuliah ke Eropa Saya punya boneka lucu Boneka diberi nama boneka kurcaci Walau saya orangnya cupu Tapi pergi burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

pernah sendiri Ada buku buku tebal Buku berisi kumpulan soal Walau saya suka sebal Tapi saya tak pernah takut gagal Lihatlah buah berwarna ungu Itu namanya buah markisah Saya senang menuntut ilmu Karna pasti di kenang dalam sejarah Duduk sendiri di dalam masjid Duduk sambil membaca al- quran Pergi belajar ke rumah pak agid Belajar sambil setoran hafalan Sambil tidur memeluk bantal Bantal di peluk ketika hujan deras Walaupun nanti saya gagal Yang penting sudah berusaha keras Nama : Nurul Azizah Setelah SMA ingin masuk kuliah Ingin kuliah nya di Surabaya Perkenalkan saya Nurul azizah Orang yang beradab dan berbudaya Memasak sambal dengan ketumbar Setelah masak lalu di makan Saya sekolah di SMA 2 SUMBAR Sekolah yang di asramakan Ke Pantai Padang mencari tiram Sambil mencari tiram ketemu ikan Sekolah saya banyak program Salah satunya Tahfiz Qur’an Jalan-jalan ke Pesisir Selatan Jangan lupa mampir ke Tapan Di Asrama kami di ajarkan Perilaku baik dalam kehidupan Isi Sore hari pergi main galah Main di mulai dengan aba- aba Meskipun banyak tugas sekolah Saya sempatkan ikut lomba Pergi ke pekan membeli ketan Beli ketannya di warung pak Tono Saya ikut lomba pantun spontan Ala Bapak Irwan Prayitno Jalan-jalan ke kota Solo Jangan lupa bawa batiknya Pantun Bapak Irwan Prayitno Pantun-pantun nya bagus semua Seorang wanita lagi melamun Dia melamun menunggu rahmat Walaupun saya bukan ahli pantun Pantun dibuat dengan semangat Sehabis sholat tadarusan Tadarusan perbanyak pahala Saya ikut lomba punya tujuan Membudayakan sastra Indonesia Penutup Baca salam sambil jabat tangan Itu tanda saling mengenal Kalau saya dapat kesempatan Izinkan saya masuk final MAS SYEK HM.MUHSIN Nama : Nurhadi Rumah Gadang Bagonjong Tigo Rangkiang Balirik Dihalaman Nasib Malang Babanso tido Dek Budi Urang kok Sagan Banyak Rang Muda pai kapakan Nan Tuo-tuo tampak Pulo Kok Lai Kagarih Tapak Tangan Nan dibaliak Pulau Tibo juo Galeh Kaco diateh Meja Taisi Panuah dek Aie putih Dari Mudo rajin Baraja Untuang Tuo sanang di raiah Rumah Baru Jendela Kaco Agiah paga dari Basi Rancak dirupo tiado guno Jikok lah goyang Iman dihati Tinggi Rupo nyo Gunuang Talang Tampak nan dari Puncak Sirukam Anak Bujang kinilah Gadang Diharok Pambangkik Batang Tarandam Banyak Samba nyo Urang baralek Alek nan Gadang di Payo kumbuah Usah Gamang mandapek Upek Upek nan indak kamambunuah Ado Manangih Banyak nan Galak Maliek Lapor diakhia Tahun Nak jan Sagan Tuah dek awak Paelok Budi jo Sopan santun Baju Tanun Salendang Suto Dipakai Gadih rang Pariaman Kok indak tau Rajin batanyo Nak batambah Tinggi Pangalaman Manisan Tabu ambiak ka gulo Dibaok urang Ka sawah Baruah Paham kok alum nan Sarupo Disinan Musyawarah Mangkok nyo tumbuah Cito-cito Nak urang Padang Taragak pai ka Tanah suci Jikok Bagarah samo Gadang Jan lah sampai manyakiti Ramilah Surau disanjo hari Tampek Mangaji Urang Kampuang Kok lai dapek kandak dihati Basah dek Hujan raso Baapayuang Baduyun Urang pai ka Solok Tujuan Iyo pai ka Pasa Sopan santun Kok lai tababaok Tuah Hinggok Budi Mulia SMKN 1 Pantai Cermin Nama : Wahyu Husni Assalamu'alaikum wr wb.

Tema pantun : *Keagamaan*(Bayangan Pusaro) Disawah tumbuahnyo banto Sarato rumpun batang bilah Dek iko pamulo kato Kami mulai jo kalimat bismillah. Putuih kabek si rumpuik banto Lunggah pulo kabek nan lamo Luruih dunia dek harato Luruih akhirat dek agamo Tampat surian kapalo koto Luruihnyo jalan padang aro Tuhan kuaso dangakan pinto Sanangkan badan di pusaro Pantai cermin nagari lolo Surian duo nagari nan k tibo Dek ulah lupo jo asa mulo Mangko bancano timpo batimpo Ampek bukik nan malingkuang Maliek mato manggko cangguang Bakeh tuhan hamba bagantuang Bakeh tuhan hamba balinduang Tangah malam tarangnyo bulan Galok cahayo katiko siang Badaraih tangih di ujuang malam Taingek pusaro nan mambayang Janieh aienyo tapi talago Tapian mandi urang sungayang Kalau kito nio ka sarugo Jawek aie mangko sumbayang Karimbo manjarek ruso Ruso tajarek si tali banang Jikok lah dakek ka nan kuaso Di sinan hati mangkonyo tanang Kalau kito acok baduto Di situ mangko batambah doso Kalau lah tibo ajalnyo kito Mangkonyo paik baru taraso Pilin bapilin si banang suto Walau di sambuang indak k sarupo Jikok habih jalanan hiduik kito Di sinan tanah manggko manyapo SMK BUDI MULYA Nama : FETRA SHAMWIRA sairing balam jo barabah Barabah lalu balam jo mandi Sairiang salam jo sambah Sambah lalu salam kembali siangkah dibawah janjang Pancarinek dalam parak Salangkah ambo turun dari janjang Ambo baniek batamu jo bapak2 siku didi makan di pantai Pantai kariang makan di tanah Bia kini kami marasai Mungkin bisuak untuang kasanang rami pasa rang malalo Rami di anak tinggi hari Jikok salah kato2 ambo Bapak jo ibuk tolong di maafin ayam kuriak balain tanduang Ikua nyo panjang maleo ka ilaman Ambo ketek alum bapagalaman Jikok salah tolong di tunjuakan anak anso pandai baranang Butuang kaki nyo di makan buayo Marilah kito ba sanang-sanang Ko utuang bisuak kito sukses kasadonyo singgalang tadanga runtuah Urang babaliak sahinggo jalan Nan pai bahati rusuah Nan tingga ma ikhlaf kan api-api saribu satu Bamerek mungko balakang Caliek lah dek bapak ibuk kami burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

Kami bapantun samo gadang solok kota tercinta Singkarak pariwisata Kami dari smk budi mulia Bergairah bercanda ria kok adoh sumua diladang Boleh kito numpang mandi Kok lai uma samo panjang Di smk budi mulya jumpa lai Nama : Untung ajino Sapatabangan balam nan jo barabah Barabah tabang yo katapian Sapucuak salam nan jo sambah Sambah ka tuan kami ucapkan.

Assallamualiakum wr.wb. Siang hari lah lupo manan Denai nan jo samba ikan Dulu gaek kito pernah bapasan Pantun kito tetap lestarikan Hari kini pantun babaleh Bisuak alun tantu taulang Jiko sakola alah maleh Jan harok ka jadi urang Pak irwan jadi gubernur Pak gusmal jadi bupati Ba'a hiduik ka jadi makmur Satiok hari makan hati Pai ka solok mambali sukun Sukun nan di jua di hari sabtu Kalau soal babaleh pantun Urang minang yang nomor satu Nagari nan banamo pandan sikek Disinan urang manjamua padi Elok laku dalam babuek Tulus ikhlas di dalam hati.

Pai ka rimbo mancari labah Labah nan hinggok di ateh batu Jikok hiduik alah barubah Jan sanak lupo jo nan satu (Allah) Pantai nan banamo muaro lasak Udaro di siko sajuak rasonyo Adiak lai gadih sumbayang indak Alum tantu ka jadi bini ambo 😂 Tuan nan banamo si rajo mudo Di galanggang bagala ampang limo Kalah manang itu hal biaso Nan pantiang kito mancubo Pak irwan gubernur kito Pak nasrul abit namo wakilnyo Buku baru pak irwan alah tibo Kito doa kan laku sadonyo Itiak baranang di dalam tabek Tabek nan barisi ikan jumpo Iko pantun ambo nan mambuek Jan cubo cubo ma ambiak nyo SMK N 1 Singkarak Nama : Rivaldo Bio – bio di tapi kolam Disinan ruso mamakan padi Mulo-mulo ambo bacakan salam Salam dijawek sanak nan rami.

Layang –layang datuk malin deman Lai baikuatapi indak bakapalo Pandai-pandai sanak manjago iman Di dunia banyak godaannyo Angku aji duduak dimikraik Kaki bajuntai kaduonyo Kito kaji dunia jo akhiraik Samo kito pakai kaduonyo Mandaki jalan kajai lumindai Manurun jalan ka sawah lunto Adat jo sarak kok indak dipakai Alamaik nagari nan kabinaso Ramilah pasa sungai nanam Rami dek urang pasa lamo Jiko sanak jadi pareman Hiduik mati dikana juo Kali bawa di pulau rimbang Anak ruso mati ditemabak Kok doa tolonglah sanak timbang Kok doso ampun nan dipabanyak Elok-elok mambalah buluh Buluh barisi rotan baduri Elok-elok mangaji tubuh Tubuh barisi insan baduri Sutan mudo pai kasawah Tibo di sawah manyabik padi Panat ancak sanak tambah Kok doso elok sanak kurangi Lamak duduak sambia barayun Barayun di aka rotan Lamak bana bunyi pantun Pantun dibuek untuk pedoman Mandaki jalan ka tanjung Alai Manurun jalan ka singkarak Jikok adaik ndak tapakai Alamaik hiduik ka basiarak SMA S PP Terpadu Dr.

M. Natsir Nama : Feri Allahussamad dalam alquran Hari ketujuh untuk dibaca Jika shalat kamu tinggalkan Mati mengeluh masuk neraka Jika rumput burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

dibatu Pastilah rumput kan mati jua Jika hidup tidak berilmu Pastilah hidup akan sengsara Alat perak diatas sampan Dibawa sampan pergi ke jawa Adat syarak jadi pedoman Didunia aman di akhirat sentosa Berkendi cabik orang singkal Helat burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

negri kita Berbuat baik waktu kecil Alamat sayang orang ke kita Kalau ingin kesicicin Jangan lupa membeli durian Kalau ingin menjadi pemimpin Pergi dahulu pulang kemudian Hati- hati beli cincin Ada kena pergi berkaca Hati-hati jadi pemimpin Dikanan syurga dikiri neraka Lurus jalan ke painan Berbelok jalan pergi ke bayang Jika ilmu tidak diamalkan Bagai kayu digirik kumbang Hari pagi dunia berkilau Alat perak dibawah karang Mari pergi keminang kabau Adat agama kembang-berkembang Silahkan tuan membuat gambar Beri berkedok sampai tua Silahkan tuan datang ke sumbar Negri elok aman sentosa Satu,dua, tiga, empat Empat,Lima,Enam,tujuh Kemana juga mencari obat Obat sudah ada didalam tubuh Full Frame by Catch Themes Scroll Up • Home • Pengantar • Sekapur Sirih • Profil • Tentang Irwan Prayitno • Di Media Cetak • Di Media On Line • Di Mata Keluarga dan Teman • Buku2 Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno • Buku 1–No 1 s.d 2.006 • Buku 2–No 2.007 s.d 4.169 • Buku 3–No 4.170 s.d 6.026 • Buku 4–No 6.027 s.d 8.308 • Buku 5–No 8.309 s.d 10.431 • Buku 6–No 10.432 s.d 12.536 • Buku 7–No 12.537 s.d 14.634 • Buku 8–No 14.635 s.d 16.715 • Buku 9–No 16.716 s.d 18.766 • Buku 10–No 18.767 s.d 20.799 • Buku 11–No 20.800 s.d 21.810 • Buku 12–No 21.811 s.d 23.940 • Buku 13 – No 23.941 s.d 26.029 • Buku 14 – No 26.030 s.d 28.071 • Buku 15 – No 28.072 s.d 30.109 • Buku 16 – No 30.110 s.d 32.129 • Buku 17 – No 32.130 s.d 34.309 • Buku 18 – No 34.310 s.d 36323 • Buku 19 – No 36.324 s.d 38.432 • Buku 20 – No 38.433 s.d 40.468 • Buku 21 – No 40.469 s.d 42.490 • Buku 22 – No 42.491 s.d 44593 • Buku 23 – No 44594 s.d 46638 • Buku 24 – No 46639 s.d 48650 • Buku 25 – No 48651 s.d 50653 • Buku 26 – No 50654 s.d 52728 • Buku 27 – No 52729 s.d 54853 • Buku 28 – No 54854 s.d 56383 • Buku 29 – No 56384 s.d 57811 • Buku 30 – No 57813 s.d 59581 • Komentar tentang Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Informasi Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno • Pengumuman Festival Pantun • Pengumuman Lima Puluh (50) Pemenang Terbaik • Pengumuman Tiga Pemenang Terbaik • Gallery • Pantun Karya Siswa/i se-Sumbar • Video • Video Pantun • Tulisan • Buku • Karya Ilmiah • Artikel • Tahun 1987 – 2009 • Tahun 2010 – 2015 • Tahun 2016 – 2018 • Anakku Penyejuk Hatiku • Masalah Perkembangan Anak dan Solusinya • Menjadikan Anak Saleh • Prestasi • Galery
• • • • • • • • Pantun itu bermacam-macam jenisnya.

Salah satu jenis pantun yang sangat popular yang menjadi warisan berzaman ialah pantun seloka. Dalam pantun seloka ada pantun lucu dan pantun jenaka yang mencuit hati tapi pada masa yang sama turut menyelitkan unsur nasihat. Orang Melayu penuh dengan adat kesopanan hinggakan dalam bab mengur dan memberi nasihat juga adakalanya disampaikan secara halus dan puitis agar tidak mengeruhkan hubungan.

loading. Pantun jenaka sering berkait dengan kehidupan harian dan masih popular hingga kini kerana ia diperturunkan dari mulut ke mulut. Apatah lagi dengan unsur kelucuan yang diselitkan maka ia mudah diingati baik untuk yang berusia dan juga di kalangan anak-anak muda. Jenaka, senda dan lawak dalam pantun menggamit kata-kata yang menggelikan hati.

Masyarakat nusantara Melayu juga pada masa dahulu terkenal dengan cerita-cerita rakyat yang dikisahkan pada waktu senggang. Cerita-cerita yang kelakar, seloroh dan olok-olok ini bertujuan menggelikan hati dan kerapkali juga diselitkan dengan puisi dan pantun-pantun lucu dan jenaka bagi menambah bunga cerita.

Senarai Pantun Terbaru… • Pantun Berusaha Jangan Lekas Putus Asa • Pantun Cari Ilmu • Pantun Nak Berjasa • Pantun Lama-Lama Kahwin Juga • Pantun Merah Biru • Pantun Mana Nak Sama • Pantun Sindir Melawak Jangan Ambil Hati • Pantun Sudah Penat Memujuk Tapi Mengapa Masih Merajuk • Pantun Budi Yang Mana Yang Kamu Suka • Pantun Kasih Semakin Jauh • Pantun Janganlah Menangis • Pantun Mata MenjelingBahasa Sansekerta mempunyai nilai logika, etika, dan estetika yang sangat tinggi dalam lingkungan kebudayaan Jawa.

Sejak dulu kala, bahasa Sansekerta digunakan dalam penyebaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Banyak kitab Jawa Kuno yang ditulis dengan menggunakan unsur serapan bahasa Sansekerta. Pada perkembangannya, bahasa ini lebih popular dengan penyebutan Bahasa Kawi. Sesuai dengan makna harfiahnya, Kawi berarti pujangga. Bahasa Kawi berarti bahasa yang digunakan oleh para pujangga. Pada jaman dahulu bahasa Sansekerta atau bahasa Kawi memang digunakan oleh para cendekiawan, ilmuwan, dan bangsawan.

Hal ini menyebabkan bahasa ini menjadi sangat tinggi kedudukannya dalam masyarakat Jawa. Komunikasi antar kelas menengah kerap kali diukur dari tinggi rendahnya seseorang dalam berbahasa. Karya sastra yang bermutu tinggi kualitas filosofisnya selalu memakai barometer parama sastra, parama kawi, mardawa lagu, nawung kridha, dan sambegana.

Buku Kamus Sansekerta – Indonesia ini menjadi kunci untuk membuka lembaran kebudayaan Jawa yang sudah berusia berabad-abad lamanya. Sebuah kamus bermutu dan berguna bagi siapa saja. Selamat membaca…! BIOGRAFI PENULIS: DR. PURWADI, M.HUM lahir di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995, kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998.

Gelar Doktor diperoleh tahun 2001 dalam tempo 1,5 tahun. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI, RCTI, Trans Tivi, Jogja Tivi, RRI dan Radio Komunitas, Narasumber Koran Kompas, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Republika, Majalah Gatra, Kabare Jogja, Djoko Lodang, Gama, Tabloid Adil, Nyata, dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional Kini menjabat sebagai Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja) Yogyakarta, selain itu juga mengelola Pustaka Raja, sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat.

Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan, percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Kakap Raya No. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Telp 0274-881020. EKO PRIYO PURNOMO, SIP, lahir di Sleman Yogyakarta, 23 Februari 1978. Sejak sekolah aktif di organisasi Pramuka sebagai Dewan Ambalan. Ketika kuliah aktif sebagai presidium senat se-Yogyakarta. Sekarang sedang menempuh Pascasarjana Ilmu Politik UGM. Buku ini sekaligus sebagai persembahan dan tanda mata buat putri jelita, Rima Erviana, S.F.

Apt. A aba : perintah; aba-aba : memberi perintah abah : alat, perkakas; abah-abah, abahan : perkakas, alat-alat abang : merah abi : lebih, bagus, baik; abicara : santet; abicaraka : santet; abilasa : hawa nafsu; abimana : congkak, sombong; abimantrana : restu, berkah; abimata : 1 hormat; 2 bijaksana; abinawa:mengagumkan, terpuji; abipraya : cita-cita; abirama : selaras, serasi; abirawa : repot, menyusahkan; abirupa : cantik, indah; abisatya : teman setia, sahabat karib; abiséka : wisuda, penobatan; abiwada : penghargaan; abiwara : pelajaran; abiyasa : pandai, bijak abra : berkilauan, gemerlapan abur : terbang, melayang acala : bukit, gunung acara : acara; ngacarani : menyusun acara, menyambut acitya : ilmu pengetahuan ada : gagasan, prakarsa; ada-ada : memprakarsai, mempelopori adaka : banteng adamar : lampu, pelita, dian adang : menanak nasi adanu : sinar, cahaya adara : penghormatan, pujian adarma : mengabdi, berjuang adas : nama tumbuhan obat; adas pula waras : jenis tumbuhan untuk jamu adeg : berdiri, tegak; ngadeg : berdiri; adeg-adeg : 1 tongkat yang ditancapkan sebagai tanda; 2 tanda alenia dalam tulisan Jawa adha : tangga adhah : tempat, wadah adhang : menunggu; ngadhang : menunggu, menghadang adhep : hadap, menghadap; ngadhep, madhep : menghadap ke; madhep mantep : menghadap dengan mantap, niat yang kuat adhi : adik adhi-adhi : ketuban adhik : adik adhum : teduh, rindang adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai adil : imbang, rata; pengadilan : tempat pengadilan aditya : matahari adnyana : akal, pikiran ados : bungkuk, buah yang kecil adpada : sembah, bakti adreng : ingin sekali adres : hujan deras adri : gunung adu : adu adus : mandi; adus jamas : mandi besar, keramas; adus getih : mandi darah, penuh luka; ngadusi : memandikan adyaksa : jaksa adyapi : berkuasa, berwenang agama : pedoman, jalan, tuntunan hidup agar : pusar agel : tali agem : 1 ikatan padi; 2 pakai; ngagem : memakai; ngugemi : memegang, mempedomani; ageman : pakaian, busana ageng : besar, agung; ki ageng : pembesar, penguasa aglis : cepat, lekas agni : api agnya : perintah; agnyana : pikiran agra : pucuk, puncak agrang : disandarkan; magrang, mlagrang : melintang, mengganggu jalan agreng : lebat, deras, meriah agul-agul : kebanggaan, pahlawan aguna : berguna, bemanfaat; aguna kaya : kekayaan, harta benda agung : 1 besar; 2 penuh agus : bagus, tampan aguyu : tertawa agya : cepat, segera agyat : 1 giat, rajin; 2 gemebyar ahengkara : nafsu jahat, durhaka ahingani : mumpuni, terpercaya ahwaya : nama, asma ajag : liar ajang : piring ajap : harapan, cita-cita; ngajab : berharap ajar : 1 belajar; 2 brahmana; ajaran : 1 ajaran, ilmu yang diajarkan; 2 aliran; diajar : 1 diberi pelajaran; 2 dipukuli, diberi peringatan; ki ajar : guru, orang yang mengajar; kurang ajar : nakal, kurang ajar; ngajari : mengajari, mendidik; pelajaran : pelajaran, bahan yang diajarkan ajeg : tetap, sama ajeng : 1 mau; 2 ayu; majeng : maju ajèr : melebur, mencair aji : 1 raja; 2 ilmu, nilai, harga; aji-aji : ilmu kedigjayaan; aji jaya kawijayan : ilmu perang; aji panglimunan : ilmu menghilang; aji pengasihan : ilmu agar dicintai seseorang; ora aji : tidak berharga, tidak laku ajil : jajan ajir : 1 hancur; 2 patokan ajrih : takut, cemas aju : cepat, maju; ajur : hancur, remuk; ajur mumur : hancur lebur akal : akal, pikiran; akal bakal : asal gagasan akalpa : barang indah, hiasan akar : akar akara : wujud, rupa akasa : langit, angkasa akèh : banyak akep : dekap; ngakep : memeluk, mendekap aki : kakek akik : batu permata aking : kurus kering akral : hebat, kuat akram : berkilauan, bercahaya aksa : mata, penglihatan aksama : ampunan, memaafkan; pangaksama : ampunan aksamala : tasbih, tanda kesucian aksara : abjad, huruf aksatriya : kesatria aksi : 1 mata, penglihatan; 2 tindakan aku : aku, saya; ngaku : mengakui akum : rendam, terendam akur : rukun, cocok, sesuai akwan : menyuruh, memerintahkan akwayan : kawan, teman akyan : mata, penglihatan almanak : almanak, takwin ala : jelek, buruk; alan-alan : segala hal yang buruk alab : tergenang air; ngalab : mengambil; ngalab berkah : mengambil/ mencari berkah; ngalab nyaur : hutang dan membayar hutang alad : nyalad, nyala api; ngalad-alad : menyala-nyala alah : kalah; alah déné : walaupun begitu; alah nganggur : daripada tidak bekerja; alah ora : daripada tidak; alah silih : daripada menukar; ngalah : mengalah alang : halangan, rintangan; alangan : halangan, rintangan; ngalang : melintang, malang : melintang, malang; alang ujur : malang mujur, malang melintang alang-alang : jenis rumput, ilalang alangen : bersenang-senang alap-alap : burung sejenis bangau alas : hutan; alas greng : hutan belantara; alas gung liwang-liwung : hutan belantara alasan, alesan : alasan, dalih alawan : melawan aldaka : gunung, bukit alem : puji; aleman : suka dipuji alembana : pujian aleng : remak alep : indah, bagus aleran : alir, aliran ali : biasa, sudah sering; ali-ali : cincin alih : pindah; malih : berubah alimerut : jimat, pusaka aling : tirai, pembatas; aling-aling : pembatas, penutup; aling-alingan : bersembunyi aliran : 1 saluran; 2 versi, faham alis : alis mata; alis-alis : tanda yang menyerupai kening alit : kecil, mungil aliwawar : topan, angin ribut alon : pelan, tenang; alon-alon : pelan-pelan alpa : cacat, cela alpaprana : huruf biasa alpita : cacat, cela alu : antan, alat penumbuk padi alub : direbus, dimasak aluk : remak, lebih baik alum : layu alun : ombak besar, gelombang alun-alun : 1 alun-alun, lapangan besar depan/belakang kraton/kabupaten; 2 pelan-pelan alung : lebih baik, lumayan alup : melolong, meraung alur : alur, silsilah; alur waris: hubungan persaudaraan alus : halus aluwung : lebih baik ama : hama, penyakit tanaman amah : sangat marah, suka makan aman : aman, selamat amang : diacu amara : dewa, Tuhan amarah : amarah amarga : sebab, karena; amargi: sebab, karena amba : 1 lebar; 2 hamba; 3 saya ambah : diambah : dijamah, dilalui; ngambah : melalui, melewati ambak : meskipun demikian ambal : 1 berulang kali; 2 permadani; ambal-ambalan : berkali-kali; ambal warsa : ulang tahun amban : lamban, pelan ambar : wangi, semerbak; ambarukma : semerbak harum mewangi ambara : udara, angkasa ambat : diambat : ditarik, dipegang telinga ambaudhendha nyakrawati : adil bijaksana dalam memerintah dunia ambawang : jenis buah mangga ambawani : memulai ambek : hati, perasaan; ambek adil paramarta : penuh dengan rasa adil dan bijaksana; ambek darma : dermawan; ambek pati : berani mati; ambek siya : menyia-nyiakan, suka menganiaya; ambek sura : pemberani, sombong; ambek wani : pemberani, pahlawan; ambek welas : pemurah, belas kasihan amben : 1 ikat, pengikat perut untuk bayi; 2 tiap, setiap ambeng : ambengan : nasi kenduri; ambeng-ambeng : duduk melingkari nasi kenduri ambèr : meluap, tertumpah airnya ambet : bau ambetan : durian ambles : ambles, tenggelam dalam tanah ambo : digelar, dibentangkan amboja : menjamu makanan; amboja krama : pesta makan-makan ambra : membesar, merajalela ambrah : diratakan supaya tempatnya penuh ambral : admiral, jendral ambrastha : memberantas ambrih : agar, supaya ambrik : wangi, semerbak ambring : sunyi, senyap ambruk : ambruk, runtuh ambrung : suara menggelegar ambu : bau; mambu : berbau ambung : cium; ngambung : mencium ambur : hambur, tabur ambus : mencium untuk bau-bauan ambuwaha : mendung, awan ambyah : ada di mana-mana; ngambyah-ambyah : tidak ringkas, terlalu melebar persoalannya amerga : karena, sebab amèt : mengambil, mencari; amèt ati : mengambil hati amlas asih : berbelas kasih amogasidi, amogasakti : sakti sekali amoh : rusak, robek among : mengasuh, memelihara; among dagang : menjaga dagangan, berjualan; among hyun : menjaga cita-cita, meraih idaman; among karsa : menjaga gagasan, idealisme; among kisma : menjaga rumah, menunggu; among praja : pegawai pemerintahan; among raga : olah raga; among slira : menjaga diri, berdandan; among tani : bertani, bercocok tanam; among tuwuh : bercocok tanam amor : bergaul, bercampur amot : memuat, mengandung ampad : rata; ampadan : daun tembakau yang bawah ampah : tahan, cegah ampak-ampak : kabut ampal : tawon, lebah ampang : ringan ampar : sambar; amparan : dampar, tempat duduk raja ampas : 1 ampas, sisa; 2 sayur (bukan kuah) ampeg : berat ampeh : ditahan ampèh : tidak terlalu tajam menurun/meninggi ampèk : hingga, sampai ampel : jejal, sesak amperu : empedu ampet : ditahan; ngampet : menahan ampik-ampik : dinding penutup yang terletak di bubungan rumah ampil : selir; ngampil, nyuwun ngampil: meminjam amping : tirai; nyamping : kain ampir : mampir, singgah ampu : menghina, memaksa ampuh : hebat, manjur; ampuhan : 1 andalan; 2 prahara amput : berbeda jauh amrat : berat, muat amreta : air kehidupan amrik : wangi, semerbak amril : ampelas, kertas penghalus amud : mengulum, mengunyah amung : hanya, cuma amur : salin rupa ana : ada anak : anak, putra; anak angkat : anak pungut; anak bojo : anak istri, keluarga; anak haram : anak yang lahir akibat perselingkuhan; anak mas : anak yang terkasih; anak pupon : anak pungut; anak putu : anak cucu anala : api anam : anyam, ditata rapi; nganam : menganyam anana : mulut, lesan anang : kasmaran, jatuh cinta ananta : bermacam-macam; ananta kusuma : bunga berwarna-warni anapi : tetapi, namun anapun : adapun anarawata : selalu, senantiasa ancak : menyerang, menyerbu ancal : bunga talas ancala : gunung, bukit ancang : ancang-ancang, membuat jarak lompat ancar : menohok ancara : menyambut, ucapan selamat ancas : tujuan, maksud; ngancas : memintas jalan anceng : menyediakan, menjamin ancer : kira-kira, dugaan; ancer-ancer : patokan ancik : naik, tumpang; ancik-ancik : menginjak anco : cangkul kecil andaka : banteng andakara : matahari, surya andam : pakis, pohon paku andamar : sebagai pelita andana warih : darah biru, bangsawan andanu : 1 panah; 2 mendung; 3 kerbau andaru : wahyu, kebahagiaan andasih : mengabdi andel-andel : andalan, pusaka; ngandel : percaya, yakin; diandelaké : dipercaya ander : penuh, meluap anderpati : pemberani andèwi : nama tumbuh-tumbuhan andhah : rendah, bawah; andhahan : bawahan, anak buah andhan-andhan : ikal mayang (rambut) andhang : sandaran, tempat bergantung andhap : rendah, bawah; andhapan : 1 bawahan, rendahan; 2 babi hutan; andhap asor : rendah hati, sopan santun andhar : uraian, penjelasan andhé : umpama, misal andheg : henti; mandheg : berhenti andhèk ngendi : ada di mana; andhèkane : padahal hanya begitu andheman : lekukan di dada binatang andhéné : padahal cuma begitu andheng-andheng : tahi lalat andhèr : meluber, meluap andhesthi : mengerjakan, membuat andhih : bergeser, dikalahkan andhingané : kemarin, yang lalu andhong : dokar, kereta kuda andhuk : handuk andik : mata melotot, penglihatan tajam andika : 1 berkata; 2 anda; jengandika : anda; ngandika : berkata andon : olah, laku; andon asmara : bermain cinta; andon gawé : berbagi kerja; andon laku : melakukan perjalanan; andon lulut : bermain cinta; andon nyerèt : menghisap ganja; andon tuwa : menikmati hari tua; andon-andon : sering kunjung andong : andung, nama tumbuhan andrawina : jamuan, hidangan andrepati : tak takut mati, nekad andu : sumur andulur : mengiring, berderet-deret andum : bagi, membagi; andum gawé : berbagi kerja; andum laku : berpisah untuk meneruskan perjalanan; andum slamet : saling mendoakan selamat anduta : mengutus duta anéka : bermacam-macam, beraneka; anéka rasa : bermacam-macam rasa; anéka rupa : bermacam-macam rupa; anéka warna : bermacam-macam warna anem : enam anèm : muda, taruna anèng : berada di angeb : berteduh angen-angen : pikiran, gagasan angga : badan angga-angga : laba-laba anggada : gelang anggah, anggeh : tepat, kokoh anggakara : berani, pahlawan anggal : tidak penuh, kurang berisi anggana : 1 perempuan; 2 sendiri; anggana raras : sangat cantik, indah anggang-anggang : labah-labah air angganjar : memberi ganjaran anggar : pusaka, sejenis pedang anggara : hari Selasa; Anggara Kasih : Selasa Kliwon anggarbini : hamil, mengandung anggé : memakai, menggunakan; panggènan : tempat tinggal; anggé-anggé : pakaian, busana anggeng : langgeng, tetap anggep : anggap, menganggap angger : setiap, kalau; angger-angger : pedoman, undang-undang, peraturan anggèr : panggilan untuk anak anggi-anggi : rempah-rempah anggit : gagasan, pikiran; nganggit : mengarang angglang : tampak jelas, nyata angglong : menyurut, surut anggo : pakai, guna; nganggo : memakai; anggon : pakaian, busana anggota : anggota, peserta anggotong : menggotong, membawa secara bersama-sama anggrah-anggrah : berserakan, barang tak berguna anggrèk : nama bunga, jenis kembang angguk : mengangguk, tunduk anggung : selalu, senantiasa anggur : 1 menganggur; 2 buah anggur anggya : pakai, memakai angi : mengipasi nasi panas angik : melepas biji padi dari tangkainya dengan digilas angin : udara yang bergerak; angin darat : angin yang berasal dari daratan; angin laut : angin yang berasal dari lautan; angin-anginan : tidak punya pendirian anging : tetapi, namun angka : angka; angkawijaya : nama tokoh wayang (Abimanyu) angkah : cita-cita, gagasan angkalan : halangan angkara : jahat, tamak; angkara murka : kejahatan yang berkobar angkat : angkat, junjung angker : keramat, wingit; angker kepati-pati : sangat angker angkil : uang perjanjian, uang kontrak angkin : ikat pinggang angklah : terasa sakit, nyeri angkuh : sombong, angkuh angkus : udara, langit, angkasa anglaksa : melepasi anglek : 1 sedih sekali, 2 manis sekali anglep : elok, indah, molek angling : bersabda, berkata; angling darma : sabda yang baik anglir : seperti, mirip anglo : anglo, dapur yang dibuat dari tanah liat yang bahan bakarnya dari arang anglocita : mengutarakan isi hati anglung : pucuk daun muda anglur selur : berjalan terus, hilir mudik tiada henti angok : surut, berkurang, susut; angok-angok : melihat-lihat angon : menggembala, menjaga ternak; angon ulat : memperhatikan tingkah orang lain angrèh : menyuruh, memerintah angrem : mengeram angsa : loba, tamak, ambisius; ngangsa : ambisius angsab : sebanding, sepadan angsah : asah; angsah jurit : perang angsaka : 1 musuh; 2 bunga angsoka angsal : mendapat, memperoleh; angsal-angsal : oleh-oleh angsana : bunga angsana; angsana singa : dampar, tampat duduk raja angsang : ingsang angsar : khasiat benda keramat yang dapat mendatangkan nasib mujur angsoka : bunga angsoka angsring : sering, kerap kali angsu : mencari, mengambil; ngangsu kawruh : mencari ilmu pengetahuan angsung : memberi angsup : berlindung, berteduh angsur : terengah-engah; ngangsur : mengangsur angus : 1 hangus, terbakar; 2 arang anguswa : mencium ani-ani : mengetam, panen aniaya : aniaya, kejam anih : malas, tak suka bekerja anik, anikna : tetapi, akan tetapi anila : angin, udara anindha : kebaikan, kebajikan anindita : sempurna, paripurna anindya : cantik jelita; anindyaguna: kecantikan yang berguna; anindyamantri : patih, wakil; anindyawati : tercantik di dunia aning, aningna : tetapi, namun anis : pergi, hilang anitya : tidak langgeng, tidak kekal anja : berhasil, sukses, tercapai anjaba : kecuali, di samping itu anjali : menyembah, berbakti anjana : 1 gajah; 2 muda; 3 berbakti; anjani : 1 berbakti; 2 mudi anjang-anjang : sandaran untuk penguat tumbuhan anjap : para-para anjasmara : pandai bercinta, pintar anjaya : jaya, menang anji : jera, kapok, bosan anjrah : semerbak, meliputi, merasuk ke berbagai tempat anjrak : terus bertempat tinggal anjum : berjabat, mencium; anjum asta : berjabat tangan; anjum tangan : berjabat tangan anjun : tukang membuat gerabah, bahan dari tanah liat anol : ikut, mengikuti, menurut anom : muda, taruna; anoman : nama tokoh wayang anon : melihat, mengetahui anor raga : sopan, santun anrang : menyerbu, menyerang anta : 1 lebih; 2 terakhir; antaboga : nama toko wayang, naga penjaga bumi; antakara : matahari; antakusuma : 1 berbagai macam bunga; 2 kutang yang membuat bisa terbang tanpa sayap (milik Gathutkaca, pewayangan); antapura : istana, kerajaan; antareja : nama tokoh wayang yang bisa masuk ke dalam bumi; antasura : ular; antawacana : dialog, percakapan antah : tawar; antah berantah : antah berantah, sekedar sebut antaka : 1 meninggal dunia, wafat; 2 mayat antanu : tinta antar : panjang, lebar; antariksa : angkasa, dirgantara; antarlina : musnah, hilang antara : antara, jarak antelu : telur antem : hantam, pukul; antem krama : pukul rata, ngawur anteng : tenang, tidak banyak tingkah anthuk : angguk, tanda setuju; manthuk : mengangguk anti : 1 tunggu, menanti; 2 lawan antiga : telur antih (ng-) : memintal benang; prawan ngantih : perawan memintal antihanta, antiyanta : lebih, sangat anting : tas, keranjang rotan; anting-anting : anting-anting; antingan : anting-anting antrah : perbuatan, tingkah laku antrakusuma : 1 berbagai macam bunga; 2 nama kutang milik Gathutkaca (wayang) antru : sangga, disangga; ngantru : menyangga antu : tunggu, menanti antuk : mendapat; mantuk : pulang, kembali; ngantuk : mengantuk antya, antyanta : sangat berlebihan; antya-basa : bahasa yang berlebihan anubawa : pahala, anugerah; anugraha : anugerah, karunia; anukara : menyamai; anukarta : 1 menurut, ikut; 2 mengarang, menggubah; anumata : ijin, kerelaan; anumerta : almarhum; anuraga : sopan, tata krama; anusasana : perintah, tugas; anuswara : suara hidung, sengau anung : terpuji, terpilih anunga : kuasa, utama anut : menurut, ikut; manut : menurut anyam : mengayam; anyama : muda, taruna anyang : menawar harga; anyang-anyengen : 1 ragu-ragu; 2 sakit kandung kemih anyar : baru anyawar : nama tumbuhan anyeb : dingin, sejuk anyeng : dihela, ditarik anyep : dingin, sejuk, tawar; anyep njekut : dingin sekali anyer : berdiri tak sopan anyes : dingin sekali, sangat sejuk; anyles : dingin sekali apa : apa; apa-apa : 1 sesuatu hal; 2 kayu apa-apa apadgata : seketika apah : air apajeng : songsong, payung apak, apang : akan, hendak apaka : kabut apal : hafal, terekam di pikiran apan : sebab, karena; apan-apan : palang garu, bagian dari bajak apapa : aniaya, dzalim aparan : apa, bagaimana apariminta : lebih, kelebihan, kebaikan apekan : mendung, mega apel : buah apel apèl : apel, berbaris api : 1 pura-pura; 2 jenis awalan; apirowang : pura-pura menjadi kawan; apitambuh : pura-pura tidak kenal; apituwin : lagi pula, dan lagi apik : baik, bagus, indah, molek apitara : gelar apyu : api apyun : opium aplala : terlebih-lebih apsara : dewa apsari, apsekar : bidadari apti : maksud, cita-cita; kapti : cita-cita apu : kapur lunak yang dikunyah bersama sirih apura : maaf, ampun; pangapura : ampunan; apunten : maaf, ampun; pangapunten : 1 ampunan; 2 tidak tahu menahu; punten dalem sewu : maaf tidak mengerti apuran : selokan, saluran air apus : bohong, tipu, muslihat; apus krama : kebohongan, tipu daya apuwa, apruwa : mari, silahkan, ayo ara-ara : padang ilalang, gurun arah : arah, tujuan; arah-arah : hati-hati; arahan : arahan, petunjuk, saran arak : 1 arak, minuman keras; 2 mau; arak-arakan : konvoi, pawai; ngarak : beranak-pinak, berkembang biak aran : nama, sebutan arang : jarang; arang kadhing : jarang sekali; jati ngarang : padat sekali; ngarang : mengarang, berkarya aras : 1 pipi; 2 cium; aras-arasen : malas-malasan; aras kembang : terkasih, tersayang arca : arca, patung; arcapada : dunia, jagat semesta arcana : hormat; mangharcana menghormati arda : nafsu, serakah; ardacandra : bulan tanggal muda; ardana : harta, uang; ardani : harta, uang; ardawalépa : kurang ajar, bedebah, ditanya malah balik bertanya; ardawalika : naga, peralatan untuk upacara ardaya : hati, nurani ardhana : ingin, bermaksud; ardhanarèswari : wanita yang dianggap memiliki praba yang bis menurunkan raja-raja ardi : gunung, bukit; arditi : gunung, bukit are : satuan luas tanah; hekto are : hektar, satuan luas tanah areng : arang, hangus; areng watu : arang batu arep : mau, akan, hendak; ngarep : depan; ngarep-arep : berharap arga : gunung, bukit argya : hormat, mulia, menghargai ari : 1 adik; 2 hari; 3 matahari; ari-ari : ari-ari, ketuban; ariaya, ariyaya : hari raya; aribawana : nama kahyangan; ariwara : berita harian; ariwarti : surat kabar harian arik : kacau-balau, porak-poranda arima, arimong : harimau arina : 1 kijang; 2 siang aring : senang, lahab; aring-aring : jarang-jarang aris : laras, serasi; arista : laras, serasi arja : makmur, selamat; arjan : keramaian; arjana : maksud, gagasan; arjasa : campuran timah; arjaya : makmur; arjwa : utama, baik arju : sepakat, setuju arjuna : 1 air; 2 putih cemerlang; 3 penengah pandawa; arjuni : 1 air; 2 lembu arka : matahari, surga; arkamaya: sinar, cahaya, praba arkara : menyala arnawa : laut, samudra arohara : huru-hara, geger, keributan arok : 1 campur; 2 tempuh, menempuh aron : mentah, setengah matang arsa : karsa, kehendak; arsaya, arsana : senang, gembira; arsi : karsa, kehendak, kemauan, akan arta : arta, uang, duit, harta; artaka : uang, bendahara; artati : manis, gula; artawan : orang berharta, kaya arti : makna, maksud; artos : arti, makna, maksud artikel : tulisan untuk majalah atau koran arubiru : haru-biru, prahara; aruhara : huru-hara, geger, keributan aruh : sapa, tegur, tanya arum : harum, wangi aruman : tembuni aruna : matahari, Sang Surya arungan : kerja sama arus : 1 amis, anyir, busuk; 2 aliran air arutala : rembulan arya : gelar bangsawan, ningrat asa : 1 tujuan, cita-cita; 2 susah, sedih asab : tidak malu, tebal muka asah : 1 asah, mengasah; 2 mencuci, membasuh; asah-asah : bersih-bersih, mencuci, membasuh asal : asal; asal-usul : asal-usul, asal mula asana : tempat duduk, kursi, tahta asari, asantun : ingin cepat selesai, lekas purna asasta : selamat, sejahtera ascarya : heran, terkejut asdhrah : pekerjaan, perbuatan asep : tuah asih : kasih, sayang, suka asin : asin asir : mencium asiran : durian askara : sinar, cahaya asli : asli, murni, tulen aslup : masuk asmara : cinta, asmara; asmaradahana, asmaradana, asmarandana : tembang asmaradana; asmaranala: pesona, terpesona; asmaralaya : surga asmu : semu asnapun : beda-beda asor : rendah, hina asrah : pasrah, menyerah, takhluk; asrah bongkokan : menyerah total asrama : asrama, tempat tinggal asri : indah, elok, permai asru : keras, tegang, cepat asta : tangan; jawat asta: bersalaman; tapak asta : tanda tangan astama : bahagiasuka ria astana : 1 istana; 2 kuburan astha : delapan; asthabrata : delapan ajaran kebajikan; asthagina : delapan kegunaan asthi : gajah; asti : gajah astra : senjata, panah; astra lungiyan : berumah tangga, suami istri; astrawara : panah astu : 1 sungguh; 2 memuji; astungkara : memuji, berdoa; astuti : memuji, berdoa, terpuji asuh, asoh : berhenti, mengasuh, merawat asuma : prihatin asukaya : penghasilan, pendapatan asung : memberi, mempersembahkan asura : raksasa aswa : 1 kapal, 2 kuda; aswatama: kuda yang utama aswana : tempat aswi : marah sekali, geram atahiktri : kebajikan, nilai akatara : cahaya, sinar atanapi : kemudian, dan atanaya : berputra, beranak atas : atas, terang; atas angin : benua Asia, daerah asal angin atbuta : besar, raksasa até : mau, akan ater : luka, nanah; ater-ater : imbuhan; ater banyu : memberi air; ngateri : memberi, mengantarkan athung : minta, tangan menengadah; athung-athung : selalu mengemis ati : hati, perasaan; ngati-ati : hati-hati; atibagya : suka, bahagia; atibara : sangat berat; atibisana : buas; atidaya : malah, bahkan; atiharsa : sangat bahagia; atimoha : congkak, sombong; atindriya : kepribadian; atirodra : dahsyat, hebat; atisaya : sangat, lebih; atisomya : elok, cantik; atiwéga : sangat cepat atita : berhenti, berlalu atiti : bertamu, berkunjung atika : yaitu, yakni atiyanta : kebal, perkasa atiyasa : terlebih atma : jiwa, ruh; atmaja : anak, putra; atmaka : nyawa atos : keras, kenyal atur : kata, mengatur atut : rukun; atut runtut : rukun, mesra atyanta : sangat, kuat atyasa : kebal, kuat awang-awang : langit, angkasa; awang-uwung : angkasa, langit awar-awar : pohon awar-awar awas : awas, waspada awat : pandang, lihat; ngawat-awati : mengawasi, menjaga awé : lambai; ngawé-awé : melambaikan tangan awèh : memberi awer-awer : tanda, simbol awi : ayo, silakan; awicarita : pandai bercerita awig : pandai, ahli, sarjana; awignya : pintar, trampil, banyak pengetahuan awin : bawa, pegang awit : sebab, karena; ngawiti : memulai awiyat : langit, angkasa awon : buruk, jelek; awon-awon : meskipun jelek awor : bercampur, berkumpul; aworjiwa : bercinta; aworsih : bercinta awra : tersiar ke mana-mana awud, awut : kacau-balau, berserakan; awut-awutan : tidak karuan, kacau balau awuh : bersuara, berteriak awya : jangan, larangan aya : serba sulit, dilematis ayah : 1 ayah; 2 kerja; ayahan : pekerjaan, tugas ayak : saring, saringan ayam : ayam; ayam alas : ayam hutan ayaskara : batu bintang ayem : tenang, tentram ayer : mandor, orang yang mengawasi orang lain bekerja ayo : ayo, mari, silakan ayom : ayom, teduh, terlindungi; pengayoman : perlindungan ayu : 1 cantik, jelita, molek; 2 selamat; hayu; selamat; rahayu; selamat, sejahtera; aman, sehat B babad : 1 cerita sejarah; 2 membabat babah : 1 terserah; 2 diibabahi : dimulai pelan-pelan; babahan : 1 permulaan; 2 lubang; babahan hawa sanga : sembilan lubang pada tubuh manusia (dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, mulut, anus dan kelamin) babanten : korban babar : 1 beber, urai; 2 lahir, melahirkan; babaran : melahirkan; babarji : tidak sama sekali; babar pisan, babar blas : tidak sama sekali babasan : peribahasa babo : kata-kata tantangan babrag : puber; babragan : dipan besar babrak : 1 tambah lebar; 2 menular ke mana-mana babu : pengasuh, pembantu babut : permadani, karpet; kasur babut : kasur yang empuk bacira : tanah lapang badal : wakil, ganti badan : 1 tubuh, raga; 2 lembaga; badan alus : badan halus, jiwa; badaniah : bersifat badan badha : sama, seimbang badhama : golok, parang badhar : terbongkar, ketahuan badhaya : bedaya, tari badhik : keris kecil badhong : mahkota badhut : pelawak badra : 1 bahagia, budi; 2 bulan baga : rahim, kandungan bagas : sehat, kuat; bagaskara : matahari; bagas waras : sehat, kuat; bagaspati : matahari bagawan : resi, pendita bagé : selamat, salam; atur pambagé : ucapan sambutan bagel : lempar, tendang bagong : nama wayang punakawan; bagongan : jenis bahasa di Kraton Yogyakarta bagowong : gerhana total bagus : tampan, ganteng, baik bagya : bahagia, suka baha : sungai, kali bahak : perampok, penjahat bahan : bahan, asal bahar : laut, samudra baharu : baru, sedang bahas : bahas, runding bahasa : bahasa bahni : api; bahning : api baita : perahu, kapal bajag : perampok, pembajak bajang : kerdil, kecil; bajang kèrèk : jenis belalang kecil; bajang ratu : gapura belah dua bajing : tupai; bajing loncat : tupai loncat; bajingan : penjahat, kurang ajar bajo : perampok, pembajak; bajobarat : pasukan raksasa yang jahat bajra : halilintar, guntur, petir bajug : nakal, kurang ajar bajul : buaya; dibajul : digoda; mbajul : menggoda wanita; bajul pethak : buaya putih bak : bak, tempat air; mbak, mbak ayu : kakak perempuan bakal : bibit, akan; cikal bakal : awal mula, pemula baksya : banyak akal, kreatif bakta : bawa bakti : bakti, patuh baku : baku, pokok; baku karang : pemilik pekarangan, lahan; baku omah : berumah tangga; baku tembak : saling menembak bakuh : kuat, gagah, perkasa bakul : penjual, pedagang bakung : bunga bakung bal : bola; bal-balan : sepak bola bala : teman, pengikut; baladewa : 1 nama tokoh wayang raja Mandura; 2 daun pohon randu; baladika : komandan, kepala pasukan; baladupak : anak buah; balakosawa : pasukan darat; balakrama : para priyayi; balakuswa : pakaian; balapecah : barang pecah-belah; bala srèwu : jenis ilmu kadigjayan, ajian balabag : papan, jenis tembang balabak : jenis tembang balabar : banjir, menggenang balad : kerja bakti, gotong royong, gugur gunung balak : tolak, tampik balap : pacu, lomba balawan : kokoh, sentosa balé : balai, rumah; balé désa : balai desa; balé kambang rumah di tengah kolam; balé omah : rumah tangga; balé pomahan : perumahan baléla : memberontak, membangkang baleman : bale apa, nyala api balik : kembali, sebaliknya balila : mogok, berontak balitar : tembaga balo : mentah, belum matang baloh : alat mencari ikan balung : tulang; balung pisah : persaudaraan yang telah tercerai-berai balwana : akar bam : gigi geraham bamata : gajah bamba : bara bamban : dimulai lagi, diulang bambang : satria, jejaka bambet : bambu bambon : rumah madat bambu : bambu, nama pohon ban : ban bana : 1 panah; 2 hutan; bebana : permintaan, permohonan; bana rawa : sawah rendah banar : luas, lapang, lebar banata : perahu, baita banawi : sungai, bengawan bancak : tempat nasi; bancakan : kenduri bancana : bencana, halangan bancang : dua pekerjaan dilaksanakan sekaligus bancar : lancar banda : ikat, borgol; bandakala : pemberani, pilih tanding; bandawasa : kuat, perkasa, kekuatan; bandawora : nama kalung; bandayuda : perang, tempur bandana : tali, halangan bandar : pelabuhan laut bandara : 1 majikan; 2 gelar bangsawan bandéra : bendera bandha : harta, kekayaan; bandha bandhu : kaya harta dan banyak teman; bandha bau : modal tenaga; bandha béya : ongkos hidup bandhan : berkoalisi, bersekutu bandhang : cepat, besar; banjir bandhang : banjir besar bandhawa : saudara bandhem : melempar dengan batu atau benda yang cukup besar; bandhem po : capung bandhit : penjahat, perampok, durhaka bandhol : nakal bandhosa : keranda, peti mayat bandhu : saudara, teman kerabat bandhul : ayunan bandhung : 1 besar; 2 menandingi bandhusa : keranda, peti mati bandreng : berkelanjutan, terus-menerus bandring : bandil bané : suara, bunyi banèh : lain, beda bang : abang : merah; ngebang : adzan bangah : jenis bunga bangal : tak mau dinasehati bangala : bertunas, bertaruk bangawan : bengawan, sungai besar bangga : memberontak, melawan, membangkang banget : sangat, amat, terlalu banggèl : membalik, kembali dengan cepat banggi : beaya, ongkos bangir : hidung mancung bangka : 1 mati, meninggal, 2 setengah matang bangkang : membangkang, memberontak, melawan bangké : bangkai, jenazah, mayat bangsa : bangsa, golongan; bangsawan : 1 bangsawan, ningrat, berdarah biru; 2 negarawan bangsal : ruangan, tempat, gedung bangsat : ungkapan marah, makian bangun : 1 membangun, memperbaiki; 2 berdiri; 3 terjaga; bangunan: rumah, gedung, pesanggrahan, dsb.

bani : keturunan, trah banija : pedagang, saudagar baning : kura-kura banjang : ke lautan untuk mencari ikan banjar : deret, jajar; banjaran: urut-urutan, kronologis banjel : distansi, sementara banjeng : kelihatan barisan panjang bergandengan banjir : banjir, air bah; banjir bandang : banjir besar; banjir getih : banjir darah, perang, kerusuhan banjur : lanjut, terus; kebanjur : terlanjur banon : bata, batu merah bantal : alas kepala bantala : tanah, bumi bantaran : jeram bantas : nyaring, merdu banten : kurban, tumbal banthak : kokoh, kuat banthan : berpangkalan banthèng : banteng; banthèng ketaton : banteng terluka banting : banting, lempar bantu : bantu banu : air banyak : angsa; banyak angrem : nama rasi bintang; banyak dhalang : perlengkapan upacara yang berupa angsa tiruan banyar : jenis ikan banyol : lucu, lawak banyon : air untuk mengjerang gigi banyu : air; banyu burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

: air mantra; banyu landa: air sada; banyu mili : suguhannya mengalir terus bermacam-macam; banyu rasa : air rasa; banyu tangi : air untuk memandikan anak; banyu tawa : air tawar, air mentah; banyu tuli : air untuk obat; banyu wara : bertapa dengan menghindari air; banyu windu : air basi; banyu wulu : air untuk wudhu; tunggal banyu : saudara seperguruan bapa : bapak, ayah; bapa babu : ayah ibu; bapa biyung : ayah ibu; bapa paman : paman, adiknya bapak; bapak : bapak, ayah bapang : mendepang bapra : gapura, pintu gerbang bar : bubar, selesai; wis bar : sudah selesai; bar-ji : habis, sekaligus, bubar siji; bar-ji barbeh : bubar siji bubar kabeh, bubar satu bubar semua, tekad bersatu padu bara : sabuk, mengadu nasib barah : kusta barak : tempat tinggal sementara barakan : sebaya, seusia barang : benda; barang-barang: anak kadal barat : angin kencang barata : tapa, laku; baratayuda : perang tanding keluarga Barata baratan : sawah milik bersama bareng : bersama barèng : canang barès : terus terang, terbuka, jujur; barès kurès : terus terang sekali, jujur bargawa : panah yang kuat baribin : 1 gaduh, ramai; 2 penuh air, menggelegak barih : tambah keras barikan : bersama-sama barinan : bersama-sama dengan, serempak baring : gila, edan baris : baris, jajar, deret; baris pendhem : barisan tersembunyi barkah : berkah, rahmat, doa restu barkat : berkah, rahmat baro-baro : bubur putih dengan bubur merah di tengahnya baron : hal yang baru barongan : barongsai, singo barong baros : barus bartis : jenis bakal baju baru : baru baruna : barat, dewa laut, air barung : bersama, beriringan barus : jenis kapur pewangi barya : putri, wanita, perempuan basa : bahasa; basagita : kata-kata indah, puisi; basa krama : bahasa halus; basa krama inggil : bahasa tinggi; basa ngoko; basarudita : syair pelipur lara basah : 1 busuk, bau tak sedap; 2 gelar pahlawan, tanda jasa; 3 basah, berair; basahan : kain penutup tubuh untuk mandi basama : janji basang : memasang, menggunakan, memakai basanta : bulan, candra basar : Maha Tahu, Tuhan basir : bijak bestari baskara : matahari, surya basma : hangus, terbakar; basmara (kabasmaran) : cinta, tertarik; basmi : musnah, basmi; basmi buta : punah, hilang tak berbekas basonta : 1 rembulan; 2 nama tembang gedhe basu : 1 golongan dewa; 2 kera basuki : selamat, sejahtera basundara-basundari : tanah, bumi baswara : bersinar, bercahaya bata : batu bata; batako : batu bata yang besar batal : gagal, tidak jadi batang : terka, tebak bathang : bangkai bathara : dewa, dewata; batharagana : mega, mendung; bathari : dewi, bidadari bathik : kain batik bathil : gunting, potong bathok : tempurung kelapa; bathok bolu : tempurung kelapa yang kecil bathon : sekawan, sekutu batih : anggota keluarga; batihan/bebatiyan : menggalang persaudaraan batin : batin, jiwa, ruhani; batiniah : bersifat batin: batos : batin; mbatin : berkata dalam hati batir : teman, kawan batu : baterai; batu kandha: batu undak-undakan batuk : sakit batuk; batuk kering, batuk asma : jenis sakit batuk batur : teman, pelayan; batur tukon : budak belian bau : bahu; baudhanyang : rangka rumah; baudhendha : berhak menghukum, mengadili; baukapiné : berat sebelah, tidak adil; bau lawéyan : cacat di pangkal lengan; baureksa : menguasai, menjaga; bausastra : kamus; bausuku : pekerja, kekuatan, tenaga; bauwéda : segala pengetahuan, ilmu; baon : sawah ladang yang sedang dikerjakan baul : batal, urung baut : pintar, terampil bawa : 1 kharisma, perbawa; 2 mulai; bawa laksana : bijaksana; bawa rasa : berembug, musyawarah bawah : bawah; bawahan : takhlukan, jajahan bawana : dunia, alam raya bawang : bawang putih bawat : payung agung bawéra : luas, terbentang bawinipun : oleh karena itu bawur : penglihatan suram baya : 1 buaya; 2 bahaya bayan : kabayan, aparat desa bagian penerangan bayang : tempat tidur; bayangkara : prajurit pengawal raja/presiden bayi : bayi, anak bayu : angin, udara; bayu bajra : angin bercampur petir, nama ilmu kadigjayan; bayu putra : putra Sang Angin; bayu suta: anak Sang Angin bé : urutan tahun Jawa keenam bebada : bayi yang menendang-nendang mau lahir bebana : hadiah, ganjaran, anugrah bebandan : tawanan, orang yang diikat bebara : merantau, pergi mengadu nasib bebasan : peribahasa, perumpamaan bebed : pakaian yang dilipat pada badan bebeg : berhenti mengalir karena terbendung bebeh : malas bekerja bebel : bebal, keras kepala bèbèr : bentang, urai becik : baik, bagus, terhormat becus : mampu, kuasa, dapat bedaringan : tempat menyimpan beras bedhag : berburu, mencari binatang; bedhag pikat : berburu burung dengan pelekat bedhah : sobek, robek; bedhah bumi : menggali tanah bedhama : senjata, alat perang bédhang : pacar, kekasih bedhat : bebas, lepas bedhati : pedati, kereta yang ditarik sapi bedhawang : labi-labi bedhawangan : hantu-hantuan bedhaya : tari bedhé : terka, tebak, duga; bedhèk : terka, tebak bèdhèngan : pematang, petak bedhès : 1 jenis kera; 2 umpatan kasar bedhidhing : musim dingin, keringat sukar keluar bedhil : bedil, senapan; bedhil angin : senapan angin bedhiyang : menghangatkan badan dengan api unggun bedho : permainan sama, tak ada yang unggul bedhol : cabut, bongkar; bedhol desa : pindahan orang sedesa; bedhol gendéra : maju perang, berangkat bertempur; bedhol jangkar : membongkar sauh bédhor : tangkai panah bedhug : gendang besar, alat bunyi tabuh di masjid bégal : perampok, penyamun béganandha : nama sebutan Indrajit begar : gembira, suka ria begawan : pendita begeblug : bencana, musibah begegeg : berdiri tegap; begegeg mutho waton : berdiri kaku, ketakutan begja : beruntung, bernasib baik; begja kemayangan : untung besar, bahagia berlipat; begjan : keberuntungan beja : beruntung béja : untung, bahagia; beja kemayangan : untung besar; bejan-bejan : untung-untungan bekakak : tumbal, sesaji utnuk kurban bekakas : perkakas, benda, alat bekasakan : jenis hantu, lelembut bekel : bekel, pamong desa, pembantu pendheta beksa : joget, tari; beksan : jogetan, tarian bekta : bawa; bektan : barang bawaan, oleh-oleh bekti : bakti béla : bela, juang; béla pati : membela kematian orang lain; béla sungkawa : melayat, berduka cita; béla tampa : ikut menerima belah : belah, pecah; belah banten : baju belah dada; belah kedaton : gigi renggang belang : loreng, coreng; belang buntal : coreng-moreng, rupa tak karuan belèh : sembelih, potong belèk : 1 retas, sembelih; 2 tembelek, tahi ayam beluk : 1 panggil, memanggil; 2 jenis hama padi benang : benang; benang kelos : jenis benang yang sudah di plintir; benang mas : benang berwarna emas benawi : bengawan, sungai besar béncak : garu yang tidak ditarik lembu, sapi bèncèng : penceng, miring; bèncèng cèwèng : hal ikhwal, seluk beluk bencil : tipu muslihat bendana : tabiat buruk bendara : tuan, gelar kebangsawanan bendéra : bendera bendha : kluwih, buah kluwih bendhé : gong kecil bendhéga : teman melarikan diri bendho : pisau besar bendhosa : keranda, peti mayat bendhuk : celeng bèndi : dokar, pedati béndra : terkagum-kagum, bersenang-senang bendu : hukuman, kutukan bendung : bendung, cegah béné : biar saja, baru saja bènèh : mengerti, tahu, pintar bener : benar, betul, tepat bening : bening, bersih bénjing : besok, nanti, kelak bénjo : bengkak, membesar bentar : panas bentayangan : melayang-layang, ke sana ke mari benthak : luas, lapang benthang : mencari jalan pintas, menerobos bentheng : sabuk benthik : jenis mainan anak tradisional benthong : kayu pemukul dalam permainan benthik bentil : kecil, bakal buah yang masih kecil benting : sabuk bencah : membelah, mengupas bèr : penuh, kaya, bèr budi bawa leksana : penuh kearifan dan kebijaksanaan bérag : tuntas, mumpuni, menguasai berah : buruh, budak, pelayan berak : rumah penyaringan orang sakit bérak : buang air besar; berak-berèk : berteriak-teriak bérama : indah, mengagumkan bérang : parang besar, pisau yang tebal dan besar beras : beras, kupasan padi; beras kencur : jenis minuman beras tumbuk halus dicampur kencur; beras kuning : beras berwarna kuning; beras melik : beras hitam berat : berat, sulit bérat : dibersihkan, dihilangkan bérawa : gagah perkasa, menakutkan bercak : bercak-bercak, noda berci : kain yang halus agak temerawang bercuh : campur baur, jorok berduwin : anggur asli béré : terlantur-lantur berem : lunak dalamnya bèrèng : jenis penyakit kulit bèrès : beres, selesai bergada : satuan pasukan bergagah : bersikap gagah, perwira bergandang : menarik, menggelandang bergas : sehat, tangkas beri : burung garuda bèri : jenis gong berik : menyeruduk dengan tanduk berit : jenis tikus beritan : bagian belakang berkah : berkat, rahma, anugrah berkakas : perkakas berkasakan : hantu, lelembut berkat : berkah bèrlin : besi putih seperti perak berod : meronta, mengeluh bersat : kacau, berceceran bersih : bersih, baik; bersihan : tempat menyimpan barang kecantikan; bersih désa : upacara selamatan bersih desa beruh : entah, tidak tahu beruk : 1 tempurung untuk takaran; 2 sejenis kera besa : tari-tari besaja : sederhana, bersahaja besalèn : bengkel, tukang besi besan : tari-tarian, jogetan bésan : besan, orang tua menantu besaos : sederhana, bersahaja besar : 1 besar, raya, agung, unggul; 2 nama bulan Jawa ke-12; besaran : 1 pohon murbei; 2 hari raya idul kurban (bulan Besar) bèsèk : jenis wadah yang terbuat dari anyaman bambu besem : bakar besi : 1 besi; 2 pohon besi besik : membersihkan rumput, menyiangi beskap : jenis pakaian beslit : piagam, surat keputusan besmi : basmi, bakar, musnah besta : borgol, ikat bestru : jenis pohon bestu : sudah pasti, tentu, nyata bésuk : 1 besok, nanti; 2 bersih, rapi; bésuk- bésuk : nanti-nanti, suatu saat; bésuk manèh : besok lagi besung : tak bersedia, tak sanggup besur : keras kepala, tekad besura : bosan, jenuh besus : suka dandan, selalu rapi besusu : mengkuwang besut : halus, rapi bet : logo di saku beta : bawa betah : tahan, betah betamal : nyata, bukti betèk : bekas tapak kaki bètèng : benteng bethara-bethari : dewa-dewi bethat : bersisir beton : 1 biji buah nangka, biji kluwih; 2 struktur bangunan dengan rangka semen, pasir, besi dan bebatuan betutu : ingkung ayam betuwah : pusaka, azimat bewah : menyumbang, membantu béya : beaya, ongkos bibi : bibi, istri paman bibis : 1 jenis tanaman; 2 jenis hewan anjing bibisan : jenis tumbuhan bibisana : bijaksana bibit : benih, bibit bicara : wicara, bicara; bicanten : berbicara, berkata bidhawa : triwikrama bidho : jenis burung elang bidhung : godha, sik bijaksana : bijaksana, arif bijig : menanduk, menyeruduk bijil : buta sebelah mata biksa : hukum biksama : paksa biksma : kopiah biksu : pertapa biku : biksu, pendita bikut : sibuk, repot bilahi, bilai : celaka, halangan bilawani : melawan, memusuhi biler : tidur bilih : bila, apabila bilulung : saling mencari pertolongan bima : 1 nama wayang pandawa; 2 seram, dahsyat; bima sekti : jenis gugusan bintang; bimana : congkak, sombong; bimantra: puja mantra bimata : bijaksana bimba : arca, patung, lukisan bina : bangun, indah bincil : 1 ramai; 2 anak katak bindi : gada, alat pemukul; bindiwala : jenis tombak bingar : berseri-seri, suka cita binggel : gelang kaki bingkas : selesai, rampung bingung : bingung, pikiran goyah bini : istri bintang : bintang binting : benteng, pagar pelindung bintit : balut, kain penutup yang diikat bintu : biru, nila bintulu : poleng, ceplok birahi : gejolak asmara birama : indah, berirama birat : musnah, hilang birawa : dahsyat, mengagumkan biring : jenis tombak biru : biru, nila bisa : bisa bisala : lebar bisana : susah, gundah bisatya : amat, sangat biséka : penobatan, penghormatan, gelar bisik : nama, gelar, julukan; bisikan : penanaman, julukan, sebutan bisit : bisa, dapat, boleh bisu : bisu, tidak dapat bicara bisuwa : sesaji bita : takut, kuatir, cemas bithi : tonjok, tinju, pukul biting : tusuk lidi biwada : hormat, mulia biwara : laporan, berita, kabar biya : beaya, ongkos, upah biyada : abdi perempuan di kerajaan, pelayan perempuan biyak (di-) : dibuka biyang : ibu, induk biyasa : biasa biyèn : dahulu, lampau, silam biyet : lebat sekali buahnya biyung : ibu, induk blaba : pemurah, dermawan, suka membantu blabak : papan kayu blabar : gelanggang, tempat, medan; blabar kawat : tempat bertanding, medan laga blacan : jenis harimau blaka : terus terang; blaka suta : terus terang, jujur blalak-blalak : mata yang lincah blandar : tiang penyangga atap; blandaran : pacuan, perlombaan, permainan blandhong : tukang menebang kayu blarak : daun kelapa blarat : pergi cepat-cepat, keluar lari blathok : beliung blawu : kelabu kebiruan bledhèg : halilintar, petir, guruh, guntur bledug : 1 debu, asap; 2 anak gajah bleketépé : dinding dari anyaman daun kelapa bleketupuk : jenis burung blekok : jenis burung bangau bléncong : lampu untuk pergelaran wayang bleret : redup bléro : tidak nyaring blibar : manggis muda bligo : jenis buah labu bligon : keturunan dari dua jenis yang berbeda blilu : bebal, bodoh blimbing : buah belimbing; blimbing wuluh : buah blimbing yang rasanya kecut blinger : tersesat, keliru blondhot : ingkar janji, tidak tertib blonyo : alas, usap; lara blonyo : patung tiruan pengantin blonyoh : labur, ulas blorok : bulu ayam yang berwarna hitam dan putih bludru : jenis kain blumbang : empang, kolam bobokan : tetabuhan, gamelan bobol : jebol, bedah bobot : 1 berat, beban; 2 kualitas; bobot timbang : persamaan mutu, perbandingan kualitas bobrok : remuk, hancur, berantakan, rusak bocah : anak-anak bocor : bocor, pecah bodhag : bakul yang besar bodho : bodoh, tolol, dungu; cara bodhon : secara gampang, dibikin mudah bodhol : pecah, bedah, bocor boga : makanan bogang : tidak utuh, banyak jarak, jarang-jarang bogol : tipu muslihat, perdaya, rayuan gombal bogor : pohon siwalan boja : suguhan, hidangan, makanan, menu; boja krama : pesta, bersenang-senang dengan makan-minum; bojana : pesta, bergembira ria dengan makan minum bojo : suami istri (m)bok : ibu; (m)bok ajeng : panggilan untuk perempuan yang berderajat; (m)bok ayu, bakyu : kakak burung pipit burung kenari terbang melayang pulang kembali wahai kawan lihatlah kemari ada nenek main lompat tali pantun di atas merupakan jenis pantun.

(m)bok bèn : biarkan saja; (m)bok bilih : mungkin, barang kali; (m)bok bok : mungkin saja, boleh jadi; (m)bok cilik : bibi, adik perempuan ibu; (m)bok gedhè : uwa, kakak perempuan ibu; (m)bok mas : panggilan untuk perempuan yang berderajat rendah; (