Kontemporer adalah

kontemporer adalah

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Ansambel adalah – Pengertian, Sejarah, Jenis, Alat Musik & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Musik Ansambel yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, sejarah, jenis, alat musik dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

3.9. Sebarkan ini: Musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik dan kemudian kontemporer adalah lagu dengan aransemen yang sederhana.

Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Perancis yang mempunyai arti rombongan musik dan ansambel dalam kamus musik mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara menghindari stress saat belajar.

Sejarah Musik Ansambel Kata Ansambel berasal dari bahasa Perancis yaitu ensemble yang berarti bersama-sama. Jadi, Musik Ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu serta memainkan lagu-lagu dengan aransemen sederhana.

Ansambel musik yang memakai alat-alat terbuat dari perunggu di Sumatera biasanya terdiri dari perlengkapan yang punya empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantung, dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng. Satu Ansambel yang khas jenis ini ada gondang sabangunan dari batak toba. Ansambel ini masih dipakai dalam upacara agama Parmalim. • Musik Ansambel Campuran Musik ansambel campuran adalah salah satu bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan kontemporer adalah alat music.

Contohnya : ansambel pianika, ansambel gitar, ansambel triangle, dll. Apabila anda belum mempunyai keahlian dalam memainkan gitar,tentu anda bisa belajar dengan membaca cara cepat belajar gitar dengan mudah. Selain musik ansambel bisa kontemporer adalah menjadi 2 jenis yaitu musik ansambel sejenis dan musik ansambel campuran, musik ansambel pun bisa digolongkan menjadi 3 macam apabila kita melihat dari aspek fungsi dari alat-alat music yang digunakan.

Berikut 3 macam musik ansambel dilihat dari aspek fungsi alat musik yang dipakai : • Musik Ansambel Melodis Alat musik yang digunakan dalam musik ansambel melodis adalah kontemporer adalah musik yang dimainkan dengan tujuan kontemporer adalah rangkaian nada-nada yang merupakan melodi sebuah lagu.

Contoh : piano, harmonika, rekorder, terompet. • Musik Ansambel Ritmis Musik ansambel ritmis dalam penyajiannya menggunakan alat musik yang gunanya agar mengatur irama sebuah lagu. Contoh : Drum set, kontemporer adalah, gong, gendang, dan tamborin. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Apresiasi Seni Rupa • Musik Ansambel Harmonis Musik ansambel harmonis memakai alat musik yang dapat berperan ganda yaitu sebagai memainkan rangkaian nada-nada dan mengatur irama dari sebuah lagu.

Musik ansambel pada hakikatnya mempunyai definisi memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan berbagai alat musik secara bersama-sama. Apabila kelompok tersebut merupakan musik ansambel sejenis sudah tentu mereka memainkan musik secara bersama-sama dengan satu jenis alat musik saja namun kontemporer adalah kelompok tersebut merupakan musik ansambel, itu berarti mereka mengkombinasikan beberapa jenis alat musik yang berbeda-beda untuk dimainkan.

Musik ansambel memang menawarkan penyajian musik dengan kemasan yang menarik karena setiap personil harus bekerja sama untuk menciptakan suara yang harmonis. Oleh karena itu musik sendiri pun dipecayai dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus dan melatih otak kanan. Bahkan bayi dengan diperdengarkan musik saat masih di kandungan saja dapat meningkatkan IQ bayi tersebut.

Jenis-Jenis Alat Musik Ansambel Pembagian alat musik ansambel dibagi 3 : • Alat Musik Melodis Alat musik yang berfungsi untuk memainkan melodi dalam sebuah lagu. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Rupa Murni – Kontemporer adalah, Fungsi, Jenis, Contoh, Dan Perbedaannya • Contoh Alat Musik Melodis: No Gambar Nama Musik Asal Daerah Cara Memainkan 1.

Angklung Sunda digoyang 2. Biola Italia Digesek 3. Bonang Jawa Dipukul 4. Gitar Spanyol Dipetik 5. Harmonika Italia Ditiup 6. Kecapi Sunda Dipetik 7. Pianika Eropa Ditekan 8. – Recorder Portugis Ditiup 9. Mandolin Spanyol Dipetik 10. Akrodion Skotlandia Digencet • Alat Musik Ritmis Alat Musik Ritmis adalah alat musik yang berfungsi untuk memberi irama atau biasanya, mengatur irama dan alat musik ini tidak memiliki nada.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Rupa Kontemporer • Contoh Alat Musik Ritmis: No Gambar Nama Musik Asal Daerah Cara Memainkan 1. Drum Cina Dipukul 2. Kastanyet Spanyol Menggesek-an ibu jari 3. Kendang Jawa Dipukul 4. Kongo Kontemporer adalah Dipukul 5. Marakas Amerika digoyang 6. Rebana Timur Tengah Dipukul 7. Tamborin Eropa digoyang 8. Simbal Tangan Turki Dipukul 9. Tifa Maluku Dipukul 10. Triangle Peru dipukul • Alat Musik Harmonis Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi untuk mengiri jalannya melodi/ memainkan nada.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Rupa 2 Dimensi • Contoh Alat Musik Harmonis: No Gambar Nama Musik Asal Daerah Cara Memainkan 1. Piano Italia Ditekan 2. Organ Italia Ditekan 3. Keyboard Amerika Serikat Ditekan 4. Siter Jawa Dipetik 5. Sasando Nusa Tenggara Timur Dipetik 6. Harmonika Italia Ditiup 7. Rebab Jawa Digesek 8. Gitar Spanyol Dipetik 9. Seruling Jawa Barat Ditiup 10. Harpa Yunani Dipetik Alat Musik Ansambel Berdasarkan Sumber Bunyinya Menurut sumber bunyinya jenis alat musik dibedakan menjadi 5 macam, yaitu: • Aerophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara, biasanya dimainkan dengan cara ditiup.

Contohnya; pianika, terompet, harmonika, recorder. • Chordhophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal kontemporer adalah senar, tali, kawat, dawai, dan dimainkan dengan cara digesek atau dipetik.

Contohnya; biola, siter, gitar, harpa, rebab, mandolin, dll. • Membranophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari selaput tipis, kulit, plastik, ataumika, dan dimainkan dengan cara ditepuk atau dipukul.

Contohnya; drum, kendang, ketipung, rebana, tamburin, dll.

kontemporer adalah

• Idiophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari lempeng logam, atau kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Contohnya; Gong, kulintang, belira, xylophone, dan sebagainya. • Elektrophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari listrik (baterai). Contohnya; organ, keyboard, gitarlistrik, dll. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Berkarya Seni Rupa” Pengertian & ( Konsep – Proses ) Alat Musik Ansambel Berdasarkan Cara Memainkan Menurut cara memainkan jenis alat musik dapat dibedakan, yaitu dimainkan dengan cara; • Ditiup, Contohnya; recorder, pianika, flute, terompet, saxophone, dll.

• Dipetik, Contohnya; gitar, harpa, kecapi, cak, cuk, siter, dll. • Digesek, Contohnya; biola, rebab, cello. • Dipukul, Contohnya; drum, cymbal, kulintang, dll. • Digoyangkan, Contohnya; angklung, ringbell. • Ditekan, Contohnya; piano, organ. • Ditepuk, Contohnya; kendang, ketipung, tifa. Demikianlah pembahasan mengenai Ansambel adalah – Pengertian, Sejarah, Jenis, Alat Musik & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Seni Budaya Ditag alat musik ansambel dan gambarnya, alat musik barat di atas termasuk alat musik, alat musik harmonika dimainkan dengan di, alat musik ritmis berfungsi untuk, ansambel petik, ansambel sejenis adalah, ansambel tiup, apa yang dimaksud dengan pergelaran, apakah yang anda ketahui tentang drumband, bagaimana musik ansambel dikatakan berhasil, cara memainkan alat musik gong bumbung adalah, cara memainkan alat musik selo adalah, cara memainkan ansambel musik dengan pianika, ciri ciri musik ansambel, contoh alat musik ansambel, contoh musik ansambel tradisional, elemen musikal yang merupakan sekelompok kontemporer adalah, fungsi musik ansambel, gambar alat musik ansambel, instrumen musik tiup terbesar adalah, jelaskan 3 jenis musik ansambel yang kamu ketahui, jelaskan cara memainkan alat musik tiup, jelaskan cara memainkan selo, jelaskan pengertian ansambel, jelaskan pengertian gamelan, jelaskan perbedaan ansambel dengan orkestra, jelaskan yang dimaksud dengan irama, jenis ansambel, jenis musik ansambel, keyboard termasuk musik ansambel, klasifikasi alat musik dan contohnya, kliping musik ansambel, konsep bentuk dan ciri ciri musik populer, makalah musik ansambel, memainkan alat musik sederhana, memainkan ansambel tradisional, membuat kalimat dengan jenis poster komersial, membuat karya musik, menyebutkan dan menjelaskan jenis jenis musik ansambel, musik ansambel dibagi menjadi, musik ansambel terbagi menjadi, pengertian drumband, pengertian musik ritmis, prinsip prinsip memainkan musik ansambel, sebutkan ciri-ciri musik ansambel, sebutkan contoh musik ansambel sejenis, sejarah musik ansambel, tahap tahap apresiasi musik, tergantung pada apakah penyebutan ansambel, tuliskan 5 cara memainkan alat musik, yang termasuk kontemporer adalah musik ritmis kontemporer adalah permainan ansambel adalah Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com • Afrikaans • Akan • Alemannisch • Алтай тил • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български kontemporer adalah भोजपुरी • Bislama • Banjar • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Čeština • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Zazaki • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Furlan • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • 한국어 • Kurdî • Kernowek • Latina • Kontemporer adalah • Lingua Franca Nova • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ߒߞߏ • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Picard • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Shqip • Српски / srpski • SiSwati • Sesotho • Seeltersk • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Twi • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча kontemporer adalah Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • kontemporer adalah • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu • l • b • s Tuhan dipahami sebagai Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan.

[1] Tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan, sehingga ada berbagai konsep ketuhanan meliputi teisme, deisme, panteisme, dan lain-lain. Dalam pandangan teisme, Tuhan merupakan pencipta sekaligus kontemporer adalah segala kontemporer adalah di alam semesta.

Menurut deisme, Tuhan merupakan pencipta alam semesta, tetapi tidak ikut campur kontemporer adalah kejadian di alam semesta. Menurut panteisme, Tuhan merupakan alam semesta itu sendiri. Para cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda. Yang paling umum, di antaranya adalah Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi.

Penganut monoteisme percaya bahwa Tuhan hanya ada satu, serta tidak berwujud (tanpa materi), memiliki pribadi, sumber segala kewajiban moral, dan "hal terbesar yang dapat direnungkan". [1] Banyak filsuf abad pertengahan dan modern terkemuka yang mengembangkan argumen untuk mendukung dan membantah keberadaan Tuhan. [2] Ada banyak nama untuk menyebut Tuhan, dan nama yang berbeda-beda melekat pada gagasan kultural tentang sosok Tuhan dan sifat-sifat apa yang dimiliki-Nya.

Atenisme pada zaman Mesir Kuno, kemungkinan besar merupakan agama monoteistis tertua yang pernah tercatat dalam sejarah yang mengajarkan Tuhan sejati dan pencipta alam semesta, kontemporer adalah yang disebut Aten. [4] Kalimat " Aku adalah Aku" dalam Alkitab Ibrani, dan "Tetragrammaton" YHVH digunakan sebagai nama Tuhan, sedangkan Yahweh, dan Yehuwa kadang kala digunakan dalam agama Kristen sebagai hasil vokalisasi dari YHWH.

Dalam bahasa Arab, nama Allah digunakan, dan karena predominansi Islam di antara para penutur bahasa Arab, maka nama Allah memiliki konotasi dengan kepercayaan dan kebudayaan Islam. Umat muslim mengenal 99 nama suci bagi Allah, sedangkan umat Yahudi biasanya menyebut Tuhan dengan gelar Elohim atau Adonai (nama yang kedua dipercaya oleh sejumlah pakar berasal dari bahasa Mesir Kuno, Aten).

[5] [6] [7] [8] [9] Dalam agama Hindu, Brahman biasanya dianggap sebagai Tuhan monistis. [10] Agama-agama lainnya memiliki panggilan untuk Tuhan, di antaranya: Baha dalam agama Baha'i, [11] Waheguru dalam Sikhisme, [12] dan Ahura Mazda dalam Zoroastrianisme.

[13] Banyaknya konsep tentang Tuhan dan pertentangan satu sama lain dalam hal sifat, maksud, dan tindakan Tuhan, telah mengarah pada munculnya pemikiran-pemikiran seperti omniteisme, pandeisme, [14] [15] atau filsafat Perennial, yang menganggap adanya satu kebenaran teologis yang mendasari segalanya, yang diamati oleh berbagai agama dalam sudut pandang yang berbeda-beda, maka sesungguhnya agama-agama di dunia menyembah satu Tuhan yang sama, tetapi melalui konsep dan pencitraan mental yang berbeda-beda mengenai-Nya.

[16] Daftar isi • 1 Etimologi dan terminologi • 2 Konsep tentang Tuhan • 2.1 Monoteisme dan henoteisme • 2.2 Teisme, deisme, dan panteisme • 2.3 Konsep ketuhanan lainnya • 3 Keberadaan Tuhan • 4 Tuhan dalam sudut pandang nonteistis • 4.1 Tuhan antropomorfis • 5 Persentase kepercayaan akan Tuhan • 6 Peran pada kemanusiaan • 7 Lihat pula • 8 Referensi • 9 Pranala luar Etimologi dan terminologi [ sunting - sunting sumber ] Kata Tuhan dalam bahasa Melayu berasal dari kata tuan.

Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata tuan dan Tuhan adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ (1976). Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Kontemporer adalah tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik.

[17] Kata "tuan" ditujukan kepada manusia, atau hal-hal lain yang memiliki sifat menguasai, memiliki, atau memelihara. Digunakan pula untuk menyebut seseorang kontemporer adalah memiliki derajat yang lebih tinggi, atau seseorang yang dihormati.

Penggunaannya lumrah digunakan bersama-sama dengan disertakan dengan kata lain mengikuti kata "tuan" itu sendiri, dimisalkan pada kata "tuan rumah" atau "tuan tanah" dan lain sebagainya (dalam bahasa Inggris: Lord). Kata ini biasanya digunakan kontemporer adalah konteks selain keagamaan yang bersifat ketuhanan. [18] Ahli bahasa Remy Sylado menemukan bahwa perubahan kata "tuan" yang bersifat insani, menjadi "Tuhan" yang bersifat ilahi, bermula dari terjemahan Alkitab kontemporer adalah dalam bahasa Melayu karya Melchior Leijdecker yang terbit pada tahun 1733.

[19] [20] Dalam terjemahan sebelumnya, yaitu kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin kontemporer adalah Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan yang diperuntukkan bagi Isa Almasih ini diterjemahkannya menjadi "tuan".

Kata yang diterjemahkan oleh Brouwerius sebagai "Tuan"—sama dengan bahasa Portugis Senhor, Prancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere—melalui Leijdecker berubah menjadi "Tuhan" dan kemudian, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang awalnya ditemukan oleh Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani dan ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih akhirnya menjadi lema khas dalam bahasa Indonesia.

[19] Di dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974), kata Tuhan (dan keluarga katanya, mis. Tuhanku) disebutkan sebanyak 7677 kali dalam 6510 ayat di seluruh protokanonika Perjanjian Lama (Ibrani) dan Perjanjian Baru (Yunani). [21] Kata ini paling sering digunakan untuk menerjemahkan kata Kurios (Yunani) dan Adonai (Ibrani).

Selain itu, khusus untuk menerjemahkan Tetragrammaton YHWH, penerjemah TB dalam edisi cetak menggunakan huruf kapital ( smallcaps) Tuhan, mengikuti tradisi terjemahan yang sudah ada, [22] misalnya dalam Kejadian 2:4, "Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah ( YHWH Elohim) menjadikan bumi dan langit, --". [23] (Namun untuk menulis "Adonai YHWH" digunakan "Tuhan Allah", misalnya dalam Yesaya 61:1, "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,") Dalam bahasa Indonesia modern, kata "Tuhan" pada umumnya dipakai untuk merujuk kepada suatu Dzat abadi dan supernatural.

Dalam konteks rumpun agama samawi, kata Tuhan (dengan huruf T besar) hampir selalu mengacu pada Allah, yang diyakini sebagai Dzat yang Maha sempurna, pemilik langit dan bumi yang disembah manusia. Dalam bahasa Arab kata ini sepadan dengan kata rabb.

Menurut Ibnu Atsir, Tuhan dan tuan secara bahasa diartikan pemilik, penguasa, pengatur, pembina, pengurus dan pemberi nikmat. [24] Kata Tuhan disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam Al-Qur'an, [25]. Dalam monoteisme, biasanya dikatakan bahwa Tuhan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep kontemporer adalah mirip dengan ini, misalnya sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh kontemporer adalah semesta, yang keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apa pun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan.

Di dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia, dua konsep atau nama yang berhubungan dengan ketuhanan, yaitu: Tuhan sendiri, dan dewa. Penganut monoteisme biasanya menolak menggunakan kata dewa, karena merujuk kepada entitas-entitas dalam agama politeistis. Meskipun demikian, penggunaan kata dewa pernah digunakan sebelum penggunaan kata Tuhan.

Dalam Prasasti Trengganu, prasasti tertua di dalam bahasa Melayu yang ditulis menggunakan huruf Arab ( huruf Jawi) menyebut Sang Dewata Mulia Raya. Dewata yang dikenal orang Melayu berasal dari kata devata, sebagai hasil penyebaran agama Hindu-Buddha di Nusantara. Bagaimanapun, pada masa kini, pengertian istilah Tuhan digunakan untuk merujuk Tuhan yang tunggal, sementara dewa dianggap mengandung arti salah satu dari banyak Tuhan sehingga cenderung mengacu kepada politeisme.

Selain itu dalam teks terkadang juga digunakan kata "tuhan" dengan huruf kecil (mirip dengan kata "allah" dengan huruf kecil), terutama ketika memperbandingkan antara Tuhan Allah yang esa dengan tuhan (tuan) yang lain, misalnya dalam Ulangan 10: 17: "Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; " 1 Korintus 8: 5, dan Mazmur 136: 3 Konsep kontemporer adalah Tuhan [ sunting - sunting sumber ] Konsep ketuhanan telah dikenal sejak manusia ada di dunia.

Dasar dari konsep ketuhanan ini ialah adanya sesuatu yang maha gaib. Konsep ketuhanan yang paling awal ialah animisme dan dinamisme.

Kedua konsep ini mulai ada sejak zaman manusia purba dan sifatnya sangat sederhana. Segala sesuatu yang sifatnya gaib dikatikan dengan keberadaan Tuhan. Kemudian, konsep ketuhanan berkembang seiring terbentuknya struktur masyarakat pada manusia.

Konsep Tuhan ikut berkembang dengan terbentuknya hierarki ketuhanan. Pada masa ini, terbenuklah politeisme yang meyakini bahwa Tuhan tidak tunggal. Dalam konsep ini, Tuhan memiliki keluarga atau masyarakat seperti pada masyarakat manusia. Dari politeisme berkembang konsep ketuhanan lain, yaitu henoteisme. Dalam henotesime, Tuhan diyakini memiliki struktur pemerintahan dengan pemerintah tertinggi oleh Dewa.

Perkembangan selanjutnya dari henoteisme memunculkan monoteisme dengan konsep bahwa Tuhan adalah sesuatu yang esa. [26] Tidak ada kesepahaman mengenai konsep ketuhanan. Konsep ketuhanan dalam agama samawi meliputi definisi monoteistis tentang Tuhan dalam agama Yahudi, pandangan Kristen tentang Tritunggal, dan konsep Tuhan dalam Islam.

Agama-agama dharma juga memiliki pandangan berbeda-beda mengenai Tuhan. Konsep ketuhanan dalam agama Hindu tergantung pada wilayah, sekte, kasta, dan beragam, mulai dari panenteistis, monoteistis, politeistis, bahkan ateistis.

Keberadaan sosok ilahi juga diakui oleh Gautama Buddha, terutama Śakra dan Brahma. Monoteisme dan henoteisme [ sunting - sunting sumber ] Hubungan antara Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus dalam Scutum Fidei, menjelaskan garis besar konsep Tritunggal.

Penganut monoteisme mengklaim bahwa Tuhan hanya ada satu, dan beberapa ajaran monoteistis mengklaim bahwa Tuhan sejati adalah Tuhan yang dipuja oleh semua agama dengan nama yang berbeda-beda. Pandangan bahwa seluruh pemuja Tuhan (dalam agama yang berbeda-beda) sesungguhnya memuja satu Tuhan yang sama—entah disadari atau tidak disadari oleh umat tersebut—terutama kontemporer adalah dalam agama Hindu [27] dan Sikh.

[28] Agama samawi atau dikenal juga sebagai rumpun agama abrahamis (karena meyakini Abraham/ Ibrahim sebagai nabi) atau agama langit dimaksudkan untuk menunjuk agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Agama-agama ini dikenal sebagai agama monoteistis karena hanya menekankan keberadaan satu Tuhan.

Yahudi dan Islam bahkan menolak visualisasi Tuhan karena menurut mereka tidak ada sesuatu yang dapat menyerupai Tuhan. Meskipun serumpun, agama-agama ini menggunakan sebutan/panggilan yang berbeda yang disebabkan oleh perbedaan bahasa dan rentang sejarahnya.

Adapun nama yang sering disebutkan yaitu: Yahweh dalam agama Yahudi; Bapa atau Yesus dalam Kristen; Allah dalam Islam. Agama Kristen mengenal konsep Tritunggal, yang maksudnya Tuhan memiliki tiga pribadi: Kontemporer adalah, Putra, dan Roh Kudus.

Konsep ini terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Konsep ini merupakan paham monoteistis yang dipakai sejak Konsili Nicea I pada tahun 325 M. Kata "Tritunggal" sendiri tidak ada dalam Alkitab. Di dalam Ulangan 6:4 ditulis bahwa Tuhan itu Esa. Keesaan ini pada bahasa aslinya ( ekhad) adalah "kesatuan dari berbagai satuan".

Contohnya, pada Kejadian 2:24 ditulis "keduanya (manusia dan istrinya) menjadi satu ( ekhad) daging" berarti kesatuan dari 2 manusia. Di Kejadian 1:26 Allah menyebut diri-Nya dengan kata ganti "Kita", mengandung kejamakan dalam sifat Tuhan.

Pengertiannya adalah satu substansi ketuhanan, tetapi terdiri dari tiga kontemporer adalah. Di samping monoteisme yang menolak keberadaan dewa-dewi, ada ajaran henoteisme yang meyakini dan memuja satu Tuhan, tetapi juga meyakini keberadaan dewa-dewi lainnya dan bahkan dapat turut memuja mereka. Variasi istilah tersebut adalah "monoteisme inklusif" dan "politeisme monarkis", dipakai untuk membedakan ragam dari fenomena tersebut. Henoteisme mirip namun kurang eksklusif daripada monolatri (pemujaan satu Tuhan) karena monolator hanya memuja satu Tuhan (menolak keberadaan dewa-dewi untuk disembah), sedangkan penganut henoteisme dapat memuja dewa-dewi dari panteon yang mereka yakini, tergantung keadaan, meskipun biasanya mereka hanya akan memuja satu Tuhan saja sepanjang hidup mereka (kecuali ada konversi tertentu).

Dalam beberapa agama, pemilihan Tuhan Mahakuasa dalam kerangka henoteistis dapat saja terjadi, tergantung alasan kultural, geografis, historis, bahkan politis. Teisme, deisme, dan panteisme [ sunting - sunting sumber ] Teisme pada umumnya mengajarkan bahwa Tuhan ada secara realistis, objektif, dan independen. Tuhan diyakini sebagai pencipta dan pengatur segala hal; mahakuasa dan kekal kontemporer adalah personal dan berinteraksi dengan alam semesta melalui pengalaman religius dan doa-doa umat-Nya.

[29] Teisme menegaskan bahwa Tuhan sukar dipahami oleh manusia sekaligus kekal selamanya; maka, Tuhan bersifat tak terbatas sekaligus ada untuk mengurus kejadian di dunia. [30] Meski demikian, tidak seluruh penganut teisme mengakui dalil tersebut. [29] Teologi Katolik menyatakan bahwa Tuhan Mahakuasa sehingga tidak akan terikat pada waktu.

Banyak penganut teisme percaya bahwa Tuhan Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahapenyayang, meskipun keyakinan ini memicu timbulnya pertanyaan mengenai tanggung jawab Tuhan terhadap adanya kejahatan dan penderitaan di dunia. Beberapa penganut teisme menganggap Tuhan menahan diri meskipun memiliki kuasa, tahu apa yang akan terjadi, dan penuh kasih sayang.

Sebaliknya, menurut teisme terbuka, karena adanya sifat asasi waktu, atribut Mahatahu kontemporer adalah berarti bahwa Tuhan juga dapat memprediksikan masa depan. "Teisme" kadang kala digunakan untuk mengacu kepada kepercayaan terhadap adanya Tuhan dan dewa/dewi secara umum, contohnya monoteisme dan politeisme.

[31] [32] Deisme mengajarkan bahwa Tuhan sukar dipahami oleh akal manusia. Menurut penganut deisme, Tuhan itu ada, tetapi tidak ikut campur dalam urusan kejadian di dunia setelah Ia selesai menciptakan alam semesta. [30] Menurut pandangan ini, Tuhan tidak memiliki sifat-sifat kemanusiaan, tidak serta-merta menjawab doa umat-Nya dan tidak menunjukkan mukjizat. Secara umum, deisme meyakini bahwa Tuhan memberi kebebasan kepada manusia dan tidak mau tahu mengenai apa yang diperbuat manusia.

Dua cabang deisme, pandeisme dan panendeisme mengkombinasikan deisme dengan panteisme dan panenteisme. [15] [33] [34] Pandeisme dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa Tuhan menciptakan alam semesta kemudian mengabaikannya, [35] sebagaimana kontemporer adalah menjelaskan asal mula dan maksud keberadaan alam semesta. [35] [36] Panteisme mengajarkan bahwa Tuhan adalah alam semesta dan alam semesta itu Tuhan, sedangkan panenteisme menyatakan bahwa Tuhan meliputi alam semesta, tetapi alam semesta bukanlah Tuhan.

Konsep ini kontemporer adalah pandangan dalam ajaran Gereja Katolik Liberal, Theosophy, beberapa mazhab agama Hindu, Sikhisme, beberapa divisi Neopaganisme dan Taoisme. Kabbalah, mistisisme Yahudi, melukiskan pandangan Tuhan yang panteistis/panenteistis—yang diterima secara luas oleh aliran Yahudi Hasidik, khususnya dari pendiri mereka, Baal Shem Tov—namun hanya sebagai tambahan terhadap pandangan Yahudi mengenai Tuhan personal, tidak dalam pandangan panteistis murni yang menolak batas-batas persona Tuhan.

Konsep ketuhanan lainnya [ sunting - sunting sumber ] Disteisme, yang terkait dengan teodisi, adalah bentuk teisme yang mengajarkan bahwa Tuhan tidak sepenuhnya baik namun juga tidak sepenuhnya jahat sebagai konsekuensi adanya masalah kejahatan. Salah satu contoh aplikasi pandangan ini berasal dari kisah karya Dostoevsky, Karamazov Bersaudara. [37] Pada masa kini, beberapa konsep yang lebih abstrak telah dikembangkan, misalnya teologi proses dan teisme terbuka. Filsuf Prancis kontemporer Michel Henry menyatakan suatu pendekatan fenomenologi dan pengertian Tuhan sebagai esensi fenomenologis dari kehidupan.

[38] Tuhan juga diyakini sebagai zat yang tak berwujud, sesuatu yang berkepribadian, sumber segala kewajiban moral, dan "hal terbesar yang dapat direnungkan".

[1] Atribut-atribut tersebut diakui oleh teolog Yahudi, Kristen awal, dan muslim, yang terkemuka di antaranya adalah: Maimonides, [39] Agustinus dari Hippo, [39] dan Al-Ghazali. [2] Keberadaan Tuhan [ sunting - sunting sumber ] Ada kontemporer adalah persoalan filosofis mengenai keberadaan Tuhan.

Beberapa definisi Tuhan tidak bersifat spesifik, sementara kontemporer adalah lainnya menguraikan sifat-sifat yang saling bertentangan. Argumen tentang keberadaan Tuhan pada umumnya meliputi tipe metafisis, empiris, induktif, dan subjektif, sementara yang lainnya berkutat pada teori evolusioner, aturan, dan kompleksitas di dunia.

Pendapat yang menentang keberadaan Tuhan pada umumnya meliputi tipe empiris, deduktif, dan induktif. Ada banyak pendapat yang dikemukakan dalam usaha pembuktian keberadaan Tuhan. [40] Beberapa pendapat terkemuka adalah Quinque viae, argumen dari keinginan yang dikemukakan oleh C.S. Lewis, dan argumen ontologis yang dikemukakan oleh St. Anselmus dan Descartes. [41] Bukti-bukti tersebut diperdebatkan dengan sengit, bahkan di antara para penganut teisme sekalipun.

Beberapa di antaranya, misalnya argumen ontologis, masih sangat kontroversial di kalangan penganut teisme. Aquinas menulis risalah tentang Tuhan untuk menyangkal bukti-bukti yang diajukan Anselmus. [42] Pendekatan yang dilakukan Anselmus adalah untuk mendefinisikan Tuhan kontemporer adalah "tidak ada yang lebih besar daripada-Nya untuk bisa direnungkan".

Filsuf panteis Baruch Spinoza membawa gagasan tersebut lebih ekstrem: "Melalui Tuhan aku memahami sesuatu yang mutlak tak terbatas, yaitu, suatu zat yang mengandung atribut-atribut tak terbatas, masing-masing menyiratkan esensi yang kekal dan tidak terbatas".

Bagi Spinoza, seluruh alam semesta terbuat dari satu zat, yaitu Tuhan, atau padanannya, yaitu alam. [43] Bukti keberadaan Tuhan yang diajukannya merupakan variasi dari argumen ontologis. [44] Fisikawan kondang, Stephen Hawking, dan penulis Leonard Mlodinow menyatakan dalam buku mereka, The Grand Design, bahwa merupakan hal yang wajar untuk mencari tahu siapa atau apa yang membentuk alam semesta, tetapi bila jawabannya adalah Tuhan, maka pertanyaannya berbalik menjadi siapa atau apa yang menciptakan Tuhan.

Terkait pertanyaan ini, lumrah terdengar bahwa ada sesuatu yang tidak diciptakan dan tidak perlu pencipta, dan sesuatu itu disebut Tuhan.

Hal ini dikenal sebagai kontemporer adalah sebab pertama untuk mendukung keberadaan Tuhan. Akan tetapi, kedua penulis tersebut mengklaim bahwa pasti ada jawaban masuk akal secara ilmiah, tanpa mencampur keyakinan tentang hal-hal gaib. [45] Beberapa teolog, misalnya ilmuwan sekaligus teolog A.E. McGrath, berpendapat bahwa keberadaan Tuhan bukanlah pertanyaan yang bisa dijawab dengan metode ilmiah.

kontemporer adalah

{INSERTKEYS} [46] [47] Agnostik Stephen Jay Gould berpendapat bahwa ilmu pengetahuan dan agama tidak bertentangan dan tidak saling menjatuhkan. [48] Beberapa kesimpulan yang diperoleh dari berbagai argumen yang mendukung dan menentang keberadaan Tuhan adalah: "Tuhan tidak ada" ( ateisme kuat); "Tuhan hampir tidak ada" [49] ( ateisme de facto); "tidak jelas apakah Tuhan ada atau tidak" ( agnostisisme [50]); "Tuhan ada, tetapi tidak bisa dibuktikan atau dibantah ( teisme lemah); dan "Tuhan ada dan dapat dibuktikan" (teisme kuat).

Tuhan dalam sudut pandang nonteistis [ sunting - sunting sumber ] Menurut ajaran nonteisme, alam semesta dapat dijelaskan tanpa mengungkit hal-hal gaib atau sesuatu yang tak teramati.

Beberapa nonteis menghindari konsep ketuhanan, sementara menurut yang lain, hal itu amat penting; nonteis lainnya memandang sosok Tuhan sebagai simbol nilai-nilai dan aspirasi manusia.

Ateis asal Inggris, Charles Bradlaugh menyatakan bahwa ia menolak untuk berkata "Tuhan itu tidak ada", karena kata 'Tuhan' sendiri terdengar sebagai ungkapan untuk maksud yang tidak jelas atau tak nyata; secara lebih spesifik, ia berkata bahwa ia tidak meyakini Tuhan menurut agama Kristen.

[51] Stephen Jay Gould melakukan pendekatan dengan membagi dunia filosofi menjadi " non-overlapping magisteria" (NOMA).

Menurut pandangan tersebut, pertanyaan seputar hal-hal gaib/ supernatural, seperti halnya keberadaan dan sifat-sifat Tuhan, bersifat non-empiris dan lebih layak diulas dalam bidang teologi. Metode ilmiah seyogianya dipakai untuk menjawab pertanyaan mengenai dunia nyata, dan teologi dipakai untuk menjawab pertanyaan tentang tujuan sejati dan nilai-nilai moral.

Menurut pandangan ini, kurangnya bukti empiris tentang kekuatan supernatural terhadap kejadian alam, menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi pilihan pokok dalam menjelaskan fenomena di dunia.

[52] Menurut pandangan lainnya, yang dikembangkan oleh Richard Dawkins, dinyatakan bahwa keberadaan Tuhan adalah pertanyaan empiris, dengan alasan bahwa "alam semesta dengan tuhan akan sungguh berbeda dengan yang tanpa tuhan, dan itu tentu merupakan perbedaan ilmiah." [49] Carl Sagan berpendapat bahwa doktrin Pencipta Alam Semesta sulit dibuktikan maupun dibantahkan, dan penemuan ilmiah yang dapat menyangkal keberadaan Sang Pencipta tentu menjadi penemuan bahwa usia alam semesta tidak terbatas.

[53] Tuhan antropomorfis [ sunting - sunting sumber ] Pascal Boyer berpendapat bahwa dalam dunia yang dipenuhi oleh berbagai konsep seputar hal gaib yang berbeda-beda, secara umum, makhluk gaib tersebut cenderung bertindak selayaknya manusia. Penggambaran dewa-dewi dan makhluk gaib lainnya selayaknya manusia adalah ciri yang mudah dikenali dari suatu agama. Sebagai contoh, mitologi Yunani, yang menurutnya cenderung menyerupai opera sabun masa kini daripada suatu sistem kepercayaan.

[54] Bertrand du Castel dan Timothy Jurgensen mendemonstrasikan melalui formalisasi bahwa penjelasan Boyer cocok dengan epistemologi fisika dalam memosisikan entitas yang diamati sebagai intermedian tidak secara langsung. [55] Antropolog Stewart Guthrie berpendapat bahwa masyarakat memproyeksikan ciri manusia kepada aspek-aspek non-manusia di dunia karena itu akan membuat aspek-aspek tersebut lebih familier.

Sigmund Freud juga menyatakan bahwa konsep ketuhanan adalah proyeksi sosok ayah bagi seseorang. [56] Émile Durkheim adalah salah seorang pertama yang menyatakan bahwa tuhan merepresentasikan ekstensi kehidupan sosial manusia untuk memasukkan unsur-unsur gaib. Mengimbangi pernyataan tersebut, psikolog Matt Rossano berpendapat bahwa ketika manusia mulai hidup dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, mereka menciptakan sosok tuhan sebagai penegakan atas moralitas.

Dalam kelompok yang lebih kecil, moralitas dapat dijaga dengan kekuatan sosial seperti penyebaran gosip atau penjagaan nama baik. Akan tetapi, lebih sulit untuk menjaga moralitas dalam kelompok besar dengan menggunakan kekuatan sosial. Rossano menyatakan bahwa dengan menambahkan kepercayaan akan tuhan dan makhluk gaib yang mahatahu, maka manusia menemukan strategi efektif untuk mengendalikan keegoisan dan membangun kelompok yang lebih kooperatif.

[57] Persentase kepercayaan akan Tuhan [ sunting - sunting sumber ] Persentase populasi di negara-negara Eropa sebagai hasil survei tahun 2005 bahwa mereka "percaya akan Tuhan". Negara mayoritas Katolik Roma (e.g.: Polandia, Portugal), Gereja Ortodoks Timur ( Yunani, Romania, Siprus) atau Muslim ( Turki) cenderung menunjukkan persentase tinggi.

Sampai tahun 2000, sekitar 53% populasi dunia teridentifikasi sebagai penganut salah satu dari tiga agama samawi terbesar (33% Kristen, 20% Islam, <1% Yahudi), 6% Buddhis, 13% umat Hindu, 6% penganut kepercayaan tradisional Tionghoa, 7% penganut agama lainnya, dan kurang dari 15% mengaku tak beragama. Kebanyakan agama yang dianut mengandung kepercayaan akan Tuhan, roh, dewa-dewi, dan makhluk gaib.

[58] Agama samawi selain Kristen, Islam, dan Yahudi meliputi agama Baha'i, Samaritanisme, Gerakan Rastafari, Yazidisme, dan Gereja Unifikasi. Peran pada kemanusiaan [ sunting - sunting sumber ] Pemikiran mengenai peran Tuhan dalam keberadaan manusia di alam semesta telah dikembangkan oleh Giovanni Pico della Mirandola dan Marsilio Ficino.

Pico meyakini bahwa Tuhan telah memberikan kesadaran kepada manusia mengenai hakikat keberadaannya di alam semesta sebagai ketetapanNya. Berdasarkan kesadaran ini, manusia memiliki tanggung jawab atas kehidupan yang diberikan kepadanya oleh Tuhan. Sedangkan Ficino berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk rasional. Tuhan berperan membimbing manusia di dalam kehidupannya.

Tanpa keberadaan Tuhan, manusia tidak dapat melakukan perbaikan apapun pada dirinya sendiri. [59] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] Portal Agama • Agama • Ateisme • Dewa • Mistisisme • Tuhan dalam agama Buddha • Lord • ^ a b c swinburne, R.G.

(1995), "God", dalam Honderich, Ted, The Oxford Companion to Philosophy, Oxford: Oxford University Press • ^ a b Platinga, Alvin (2000), "God, Arguments for the Existence of", Routledge Encyclopedia of Philosophy, Routledge • ^ Lichtheim, M. (1980), Ancient Egyptian Literature, 2, hlm. 96 • ^ Assmann, Jan (2005), Religion and Cultural Memory: Ten Studies, hlm. 59 Parameter -publiher= yang tidak diketahui mengabaikan ( -penerbit= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Sigmund, Freud (1939), Moses and Monotheism: Three Essays • ^ Stent, Gunther Siegmund (2002), Paradoxes of Free Will, DIANE, hlm.

34–38, ISBN 0-87169-926-5 • ^ Assmann, Jan (1997), Moses the Egyptian: The Memory of Egypt in Western Monotheism, Harvard University Press, ISBN 0-674-58739-1 • ^ Shupak, N. (1995), The Monotheism of Moses and the Monotheism of Akhenaten, Sevivot • ^ Albright, William F. (Mei 1973), The Biblical Archaeologist, 36, No. 2, hlm. 48–76, doi: 10.2307/3211050 • ^ Levine, Michael P.

(2002), Pantheism: A Non-Theistic Concept of Deity, hlm. 136 • ^ Watanabe, Joyce (2006), "Baháʾuʾlláh", A Feast for the Soul: Meditations on the Attributes of God, hlm.

x • ^ Duggal, Kartar Singh (1988), Philosophy and Faith of Sikhism, hlm. ix • ^ Kidder, David S.; Oppenheim, Noah D., The Intellectual Devotional: Revive Your Mind, Complete Your Education, and Roam Confidently With the Cultured Class, hlm.

364 • ^ Raphael Lataster (2013). There was no Jesus, there is no God: A Scholarly Examination of the Scientific, Historical, and Philosophical Evidence & Arguments for Monotheism. hlm. 165. ISBN 1492234419. • ^ a b Alan H. Dawe (2011). The God Franchise: A Theory of Everything. hlm. 48. ISBN 0473201143.

• ^ Hick, John; Hebblethwaite, Brian (1980), Christianity and Other Religions, hlm. 178 • ^ Heuken, Adolf (1976), Ensiklopedi Populer Gereja • ^ "Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-27 . Diakses tanggal 2013-08-15.

• ^ a b Sylado, Remy, Asal kata Tuhan • ^ (Belanda) Luk 1:46 (Pujian Maria) terjemahan Leydekker/Leijdecker • ^ Tuhan, hasil pencarian alkitab.sabda.org • ^ Misalnya dalam bahasa Inggris Lord Holman Illustrated Bible Dictionary.

Nashville, TN: Holman Bible Publishers. 2003. hlm. 1046. ISBN 0-8054-2836-4. • ^ Catatan Full Life Study Bible: Kejadian 2:4 • ^ 'Ar-Rabb, Yang Maha Mengatur dan Menguasai Alam Semesta, Muslim.Or.Id [ pranala nonaktif permanen] • ^ Tuhan, hasil pencarian www.dudung.net • ^ Kasno (2018). Salsabila, Intan, ed. Filsafat Agama (PDF).

Surabaya: Alpha. hlm. 33. ISBN 978-602-6681-18-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bhaskarananda, Swami (2002), Essentials of Hinduism, Viveka Press, ISBN 1-884852-04-1 • ^ "Sri Guru Granth Sahib", Sri Granth, Srigranth.org , diakses tanggal 30 Juni 2011 • ^ a b Smart, Jack (2003).

Atheism and Theism. Blackwell Publishing. hlm. 8. ISBN 0-631-23259-1. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b Lemos, Ramon M.

(2001). A Neomedieval Essay in Philosophical Theology. Lexington Books. hlm. 34. ISBN 0-7391-0250-8. • ^ "Philosophy of Religion.info – Glossary – Theism, Atheism, and Agonisticism". Philosophy of Religion.info. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-24 .

Diakses tanggal 2008-07-16. • ^ "Theism – definition of theism by the Free Online Dictionary, Thesaurus and Encyclopedia". TheFreeDictionary . Diakses tanggal 2008-07-16. • ^ Sean F. Johnston (2009). The History of Science: A Beginner's Guide. hlm. 90. ISBN 1-85168-681-9. • ^ Paul Bradley (2011). This Strange Eventful History: A Philosophy of Meaning. hlm. 156. ISBN 0875868762. • ^ a b Allan R. Fuller (2010). Thought: The Only Reality. hlm. 79. ISBN 1608445909.

• ^ Peter C. Rogers (2009). Ultimate Truth, Book 1. hlm. 121. ISBN 1438979681. • ^ Dostoyevsky, Fyodor, "The Brothers Karamazov", The Project Gutenberg EBook, Gutenberg.org, hlm.

259–261 • ^ Henry, Michel (2003). I Am the Truth. Toward a Philosophy of Christianity. Translated by Susan Emanuel. Stanford University Press. ISBN 0-8047-3780-0. • ^ a b Edwards, Paul (1995), "God and the Philosophers", dalam Honderich, Ted, The Oxford Companion to Philosophy, Oxford University Press, ISBN 978-1-61592-446-2 • ^ Aquinas, Thomas (1990). Kreeft, Peter, ed. Summa of the Summa. Ignatius Press. hlm. 63. • ^ Aquinas, Thomas (1990). Kreeft, Peter, ed. Summa of the Summa.

Ignatius Press. hlm. 65–69. {/INSERTKEYS}

kontemporer adalah

• ^ Aquinas, Thomas (1274). Summa Theologica. Part 1, Question 2, Article 3. • ^ Curley, Edwin M. (1985). The Collected Works of Spinoza. Princeton University Press. ISBN 978-0-691-07222-7. • ^ Nadler, Steven, "Baruch Spinoza", dalam Edward N. Zalta, The Stanford Encyclopedia of Philosophy (edisi ke-Musim Gugur 2012) • ^ Stephen Hawking (2010).

The Grand Design. Bantam Books. hlm. 172. ISBN 978-0-553-80537-6. Parameter -coauthor= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Alister E. McGrath (2005). Dawkins' God: genes, memes, and the meaning of life. Wiley-Blackwell. ISBN 978-1-4051-2539-0. • ^ Floyd H. Barackman (2001). Practical Christian Theology: Examining the Great Doctrines of the Faith. Kregel Academic. ISBN 978-0-8254-2380-2. • ^ Gould, Stephen J. (1998).

Leonardo's Mountain of Clams and the Diet of Worms. Jonathan Cape. hlm. 274. ISBN 0-224-05043-5. • ^ a b Dawkins, Richard. kontemporer adalah There Almost Certainly Is No God". The Huffington Post. Diakses tanggal 2007-01-10. • ^ Dixon, Thomas (2008). Science and Religion: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press. hlm. 63. ISBN 978-0-19-929551-7. • ^ Iconoclast (1876), A Plea for Atheism, London: Austin & Co., hlm.

2 • ^ Dawkins, Richard (2006). The God Delusion. Great Britain: Bantam Press. ISBN 0-618-68000-4. • ^ Sagan, Carl (1996). The Demon Haunted World p.278. New York: Ballantine Books. ISBN 0-345-40946-9.

• ^ Boyer, Pascal (2001). Religion Explained. New York: Basic Books. hlm. 142–243. ISBN 0-465-00696-5. • ^ du Castel, Bertrand (2008). Computer Theology. Austin, Texas: Midori Press. hlm. 221–222. ISBN 0-9801821-1-5. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Barrett, Justin (1996).

"Conceptualizing a Nonnatural Entity: Anthropomorphism in God Concepts" (PDF). • kontemporer adalah Rossano, Matt (2007). "Supernaturalizing Social Life: Religion and the Evolution of Human Cooperation" (PDF).

Diakses tanggal 2009-06-25. • ^ National Geographic Family Reference Atlas of the World p. 49 • ^ Faza, Abrar M. Dawud (2010). Harahap, Ahmad Gozali, ed.

Perspektif Sufistik Ali Shariati dalam Puisi "One Followed by Eternity of Zeroes” kontemporer adalah. Medan: Penerbit Panjiaswaja Press. hlm. 6–7. ISBN 978-602-96654-2-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Tuhan.

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tuhan. • (Inggris) Konsep Tuhan dalam agama Yahudi • (Inggris) Konsep Tuhan dalam Kekristenan • (Inggris) Konsep Tuhan dalam Islam Diarsipkan 2019-04-21 di Wayback Machine. • (Inggris) Konsep Tuhan dalam agama Hindu • (Inggris) Konsep Tuhan menurut agama Buddha klasik [ pranala nonaktif permanen] • (Inggris) Kontemporer adalah mistis tentang Tuhan • (Inggris) Hubungan antara Tuhan dengan jagat raya Abrahamisme · Akosmisme · Agnostisisme · Animisme · Antiagama · Ateisme · Dharmisme · Deisme · Dualisme · Esoterikisme · Teologi feminis · Gnostisisme · Henoteisme · Humanisme · Immanenke · Monisme · Monoteisme · Mistisisme · Naturalisme · Nondualisme · Pandeisme · Panteisme · Politeisme · Teologi Proses · Syamanisme · Taois · Teisme · Transenden · Zaman Baru Dewa ( Ketuhanan · Numen · Laki · Wanita) · Allah · Tuhan tunggal ( Eksistensi · Gender) · Binitarianisme · Deisme · Disteisme · Henoteisme · Kathenoteisme · Nonteisme · Monolatrisme · Monoteisme · Mistisisme · Panenteisme · Pandeisme · Panteisme · Polideisme · Politeisme · Spiritualisme · Teopanisme Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Halaman ini terakhir diubah pada 11 April 2022, pukul 10.00.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Adalah.Co.Id – Realisme adalah genre seni yang berfokus pada peristiwa sehari-hari yang dialami kebanyakan orang. Istilah realisme dalam genre ini tidak merujuk pada tingkat kesamaan atau keakuratan gambar lukisan dengan rujukannya.

Akiran yang mengusung gagasan itu disebut naturalisme. Subjek dan ucapannya realistis bukan berupa kontemporer adalah. Meskipun gambar realistis (naturalis) cocok dengan gagasan representasi realistis yang ingin dicapai oleh gerakan ini.

Beberapa ahli berpendapat bahwa realisme adalah langkah pertama bagi seni modern. Karena diyakini bahwa realisme menolak bentuk dan institusi seni tradisional yang dianggap tidak relevan di era revolusi industri. Realisme muncul dalam periode ketidakpercayaan yang ditandai oleh revolusi industri yang mempercepat dan memicu perubahan sosial secara umum. Daftar Kontemporer adalah : • Sejarah Aliran Realisme • Ciri-ciri Aliran Realisme • Tokoh Seni Lukis Aliran Realisme • Jenis-jenis Realisme • 1.

Realisme Klasik • 2. Realisme Liberal • 3. Realisme Struktural • 4. Realisme Neoklasik • 5. Realisme Kiri • Contoh Seni Lukis Aliran Kontemporer adalah • Realisme Dalam Sinema • Realisme Dalam Seni Rupa • Realisme Sebagai Gerakan Kebudayaan • Share this: • Related posts: Sejarah Aliran Realisme Aliran realisme dalam seni ini sebenarnya ada pada abad ke-24 SM.

SM, yang ditemukan di kota Lothal (India). Aliran ini menjadi sangat terkenal dalam gerakan budaya negara Prancis pada pertengahan abad ke-19 sebagai tanggapan terhadap romantisme yang telah mengakar di negara itu. Gerakan budaya ini terkait erat dengan perjuangan sosial, reformasi politik dan demokrasi. Aliran realisme ini kemudian mendominasi secara global dari tahun 1840 hingga 1880, seperti karya seni dan karya sastra di negara-negara Prancis, Inggris Raya dan Amerika Serikat.

Royal Academy of Painting and Sculpture telah mendominasi penyebaran produk kesenian di Perancis selama hampir dua abad. Kontemporer adalah adalah budaya seni paling unggul di dunia saat itu. Dengan asumsi bahwa itu tetap bermakna, Akademi Seni Prancis telah menetapkan beberapa standar untuk karya seni di seluruh Eropa.

Salah satu caranya adalah dengan menyediakan berbagai kursus pelatihan untuk seniman muda berbakat. Akademi juga mengkurasi dan memesan kontemporer adalah yang layak dipamerkan di galeri Paris Salon.

Akademi telah mengidentifikasi topik dari mitologi klasik, Alkitab, literatur atau sejarah manusia sebagai topik terbaik. Hanya sejumlah kecil pelukis terkenal yang diizinkan melukis dalam genre ini dan karya mereka adalah yang paling diterima oleh Akademi. Genus juga digunakan sebagai titik referensi untuk evaluasi. Potret kepribadian penting dan kontemporer adalah atas dianggap yang terbaik.

Diikuti oleh lukisan pemandangan dan benda mati (benda tak bernyawa seperti kuali, makanan, dll). Seiring berjalnnya waktu, akademi dipandang oleh beberapa seniman sebagai semakin tidak dapat memenuhi kondisi waktu mereka. Beberapa seniman percaya bahwa standar akademi terlalu ketat untuk zaman modern. Topik yang ditentukan terlalu populer dan dinilai tidak adil bagi semua orang.

Beginilah cara pelukis realistik muncul yang menggantikan citra idealis seni tradisional dengan peristiwa sehari-hari dalam kehidupan nyata. Mengangkat nama orang biasa yang memiliki berat yang sama dengan kotak paling atas. Keinginan kaum realis untuk menempatkan kehidupan sehari-hari di atas kanvas adalah manifestasi pertama dari keinginan avant-garde untuk menggabungkan seni dengan kehidupan masyarakat umum.

Ciri-ciri Aliran Realisme • Mengangkat kejadian sehari-hari yang dialami oleh kebanyakan orang • Menjelaskan masyarakat dan situasi kontemporer yang nyata dan khas dengan keadaan sehari-hari mereka • Pekerjaan realistis menunjukkan orang-orang dari semua kelas dalam situasi dan kondisi asli mereka • Realisme tidak cocok dengan subjek seni yang berlebihan (dramatis) seperti romantisme • Dengan gambar yang detail (secara alami) menyerupai aslinya, menggunakan teknik tinggi yang dikuasai pelukis • Tidak mencakup kehidupan orang biasa yang tidak memiliki real estat mewah atau pakaian mahal seperti bangsawan • Objektif terhadap kaum atas, dalam arti tidak hanya kebaikan yang diperlihatkan, misalnya untuk membangkitkan peristiwa tragis perang yang disebabkan kontemporer adalah permainan politik kelas atas dengan menggambarkan pejalan kaki kecil di daerah bawah.

Tokoh Seni Lukis Aliran Realisme Realisme adalah kontemporer adalah satu aliran yang populer dikalangan banyak pelukis. Ini menunjukkan keberadaan banyak pelukis yang menggunakan genre ini dalam karya-karyanya. Panduan bohemian dari Oslo kontemporer adalah percaya akan pentingnya seni lukis, mengatakan bahwa setiap seni nasional itu buruk dan setiap seni yang baik adalah nasional. Ini berbeda dengan Harriet Backer yang menjauhkan diri dari perdebatan kontemporer adalah fokus pada visi batin.

Beberapa tokoh yang menggunakan aliran realisme dalam karya seninya adalah: • Giotto: berasal dari Italia, lahir sekitar tahun 1267. Dia meninggal pada tahun 1337. Karyanya yang paling terkenal adalah potret kehidupan Yesus dan Maria di Gereja Athena, Padhua. • Rembrant: Rembrant adalah salah satu pelukis terhebat dalam sejarah seni Eropa.

Rembrandt terkenal karena kemampuannya untuk memanipulasi pemaparan objek untuk memberikan efek tertentu pada lukisan. • Stendhal • Gustave Courbet: berasal dari Perancis, lahir pada 10 Juni 1819 dan meninggal pada 31 Desember 1877.

• Jean Francois Millet: berasal dari Perancis, lahir pada 4 Oktober 1814 dan meninggal pada 20 Januari • Francisco de Goiya • Karl Briullov: Berasal dari Rusia, lahir pada 12 Desember 1799 dan meninggal pada 11 Juni 1852. Angka ini dianggap sebagai “orang penting” dalam transisi dari neoklasisme Rusia ke romantisme • Ford Madox Brown • Thomas Eakins • Nikolai Ge • William Harnet.

William Harnet adalah seorang seniman lukis yang menggunakan aliran realisme lukis dalam karya-karyanya. William Harnet lahir pada 10 Agustus 1848 dan meninggal pada 29 Oktober 1892. Jenis-jenis Realisme 1. Realisme Klasik Realisme klasik adalah sifat manusia untuk memaksa negara kontemporer adalah individu untuk memprioritaskan kepentingan daripada ideologi. Realisme klasik adalah ideologi yang meyakini bahwa “pencarian kekuasaan dan niat untuk mendominasi adalah aspek fundamental dari sifat manusia”.

Realisme modern dimulai di Amerika Serikat selama dan setelah Perang Dunia II sebagai wilayah penelitian yang mendalam. Perubahan ini dipengaruhi oleh para pengungsi perang Eropa seperti Hans Morgenthau. 2. Realisme Liberal Sekolah Inggris percaya bahwa terlepas dari struktur anarkisnya sistem internasional membentuk “asosiasi negara” yang norma dan minatnya yang sama memungkinkan tatanan dan stabilitas yang lebih baik daripada yang ditawarkan oleh realisme yang keras.

Buku karya penulis terkenal dari sekolah Inggris Hedley Bull, The Anarchical Society (1977), sepenuhnya menjelaskan sekolah ini. 3. Realisme Struktural Realisme struktural berasal dari realisme klasik.

Tetapi alih-alih berfokus pada sifat manusia, struktural lebih berfokus pada struktur anarkis sistem internasional. Negara kontemporer adalah aktor utama karena tidak ada monopoli politik atas kekuasaan negara berdaulat. Meskipun negara masih merupakan aktor utama, lebih banyak perhatian diberikan pada kekuatan di atas dan di bawah negara melalui analisis atau tingkat debat antara aktor dan struktur. Sistem internasional dipandang sebagai struktur yang bertindak melawan negara, sementara individu di bawah negara bertindak sebagai agen negara secara keseluruhan.

Meskipun struktural menempatkan penekanan yang sama pada sistem internasional sekolah Inggris, struktural menempatkan penekanan yang berbeda pada keabadian suatu konflik. Untuk memastikan keamanan nasional, negara harus bersiap menghadapi konflik melalui pembangunan ekonomi dan militer. 4. Realisme Neoklasik Realisme neoklasik dapat dilihat sebagai generasi ketiga realisme yang lahir setelah gelombang pertama penulis klasik (Thukydides, Machiavelli, Thomas Hobbes) dan neorealis (terutama Kenneth Waltz).

Kata “neoklasik” memiliki makna ganda yaitu realisme neoklasik menawarkan karakter Renaisans klasiknya atau realisme neoklasik adalah kombinasi pendekatan neorealistik dan realistis klasik.

Gideon Rose adalah pencipta kontemporer adalah ini dalam sebuah buku yang ditulisnya. 5. Realisme Kiri Sejumlah ahli, termasuk Mark Laffey dari School of Oriental and African Studies dan Ronald Osborn dari University of Southern California, membahas “realisme kiri” dalam teori hubungan internasional dengan merujuk pada karya Noam Chomsky. Laffey dan Osborn keduanya menulis dalam sebuah artikel terpisah di Review of International Studies bahwa pemahaman Chomsky tentang kekuasaan di arena internasional mencerminkan hipotesis analitis realisme klasik dan kritik radikal normatif negara atau kritik moral “kiri”.

Contoh Seni Lukis Aliran Realisme Seni lukis aliran realisme adalah jenis lukisan yang sering digunakan di zaman modern oleh pelukis (pelukis kontemporer) agar dengan mudah untuk menemukan lukisan yang realistis. Beberapa contoh lukisan realistis adalah: Lukisan di atas disebut lukisan “kakak dan adik”.

Lukisan kakak dan adik ini adalah lukisan realisme yang dibuat oleh Basuki Abdullah pada tahun 1978. Lukisan itu sekarang disimpan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, sebagai koleksi. Lukisan ini adalah lukisan aliran realisme karena pelukis (Basuki Abdullah) berusaha untuk secara akurat mewakili sosok “kakak dan adik”, mirip dengan kenyataan / aslinya. Realisme adalah genre lukisan yang cukup populer dan digunakan oleh banyak pelukis kontemporer di berbagai belahan dunia.

Lukisan realisme ini adalah genre lukisan yang terus ada dan tidak tertelan oleh waktu. Aliran ini menunjukkan objek melukis dalam kebenarannya dalam sebuah lukisan, sehingga disebut aliran yang “jujur”. Realisme Dalam Sinema Neorealisme Italia adalah gerakan sinema yang memperjuangkan realisme di Italia setelah Perang Dunia Kedua. Pembuat film terkenal adalah Vittorio De Sica, Luchino Visconti dan Roberto Rossellini. Realisme Dalam Seni Rupa Seniman realisme selalu berusaha untuk mewakili kehidupan sehari-hari karakter, suasana, dilema dan objek untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup).

Seniman realisme cenderung mengabaikan pertunjukan teater, topik yang muncul dalam ruang yang besar dan bentuk klasik lainnya yang sudah populer saat itu. Dalam arti yang lebih luas, upaya realisme selalu dilakukan ketika seniman mencoba untuk kontemporer adalah dan meniru bentuk di alam. Sebagai kontemporer adalah, Giotto adalah seorang pelukis foto Renaissance yang dapat digolongkan sebagai seniman dengan karya realistis, karena karyanya meniru penampilan fisik dan volume objek yang lebih baik daripada yang telah dicoba sejak zaman Gotik.

Kejujuran dalam mempertimbangkan semua detail objek juga terlihat dalam karya Rembrandt, salah satu seniman realistis terbaik. Pada abad kesembilan belas, sebuah kelompok di Perancis yang dikenal sebagai Barbizon School berfokus untuk melihat lebih dekat pada alam yang kemudian membuka jalan bagi perkembangan Impresionisme.

Di Inggris, kelompok pra-Raphael menolak idealisme Raphael yang mengarah pada pendekatan yang lebih intensif terhadap realisme. Teknik trompe l’oeil adalah teknik artistik yang menunjukkan secara ekstrem upaya seniman untuk menyajikan konsep realisme. Realisme Sebagai Gerakan Kebudayaan Realisme menjadi terkenal sebagai gerakan budaya di Prancis dalam menanggapi romantisme yang didirikan pada pertengahan abad ke-19 dan biasanya berkaitan erat kontemporer adalah perjuangan sosial, reformasi politik dan demokrasi.

Realisme kemudian mendominasi dunia seni rupa dan sastra di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat antara tahun 1840 dan 1880.

kontemporer adalah

Nama-nama sastra realistis dari Perancis termasuk nama Honoré de Balzac dan Stendhal. Sedangkan seniman realistis terkenal adalah Gustave Courbet dan Jean François Millet. Sekian artikel tentang Realisme ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih. Baca Juga Artikel Lainnya >>> • Seni Adalah • Mural Adalah • Intelegensi Adalah Related posts: • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah Posted in Pendidikan Tagged ciri ciri realisme, Ciri-Ciri Aliran Realisme, contoh lukisan realisme dan penjelasannya, Contoh Seni Lukis Aliran Realisme, gambar realisme sederhana, Jenis-Jenis Realisme, Pengertian Realisme, realisme, Realisme adalah, Realisme Dalam Seni Rupa, Realisme Dalam Sinema, realisme filsafat, Realisme Kiri, Realisme Klasik, Realisme Liberal, Realisme Neoklasik, Realisme Sebagai Gerakan Kebudayaan, Realisme Struktural, salah satu seniman mancanegara yang menganut aliran realisme adalah, Kontemporer adalah Aliran Realisme, tokoh aliran realisme kontemporer adalah, Tokoh Seni Lukis Aliran Realisme Post navigation Artikel Terbaru • Ensefalopati Adalah • Ekonomi Makro Adalah • Miconazole Adalah • Hidroponik Adalah • Termometer Adalah • Kontemporer adalah Irama Adalah • Typography Adalah • Teks Eksplanasi Adalah • Combivent Adalah • Antalgin Adalah • Pelanggan Adalah • Gutasi Adalah • Kontemporer adalah Adalah • Tunjangan Adalah • Teller Adalah General Affair adalah sebuah posisi yang berada di bawah pimpinan Divisi Umum atau Kepala Operasional, biasa disebut GA.

Untuk perusahaan dengan struktur organisasi sederhana, GA biasanya digabung dengan HRDbahkan terkadang bagian pembelian atau purchasing. Tugas Kontemporer adalah Affair General Affair mempunyai tugas mendukung kegiatan operasional perusahaan melalui pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Dalam melakukan tugasnya, GA banyak melakukan koordinasi dengan departemen lain untuk mengetahui kebutuhan mereka serta merencanakan anggaran pengadaan barang atau jasa beserta biaya pemeliharaannya.

Pengadaan seluruh peralatan dan kebutuhan kerja meliputi alat tulis kantor, meja, kursi, laptop, komputer, AC, aksesoris atau penghias ruangan, dan lain sebagainya. Tugas ini juga mencakup fasilitas dan sumber daya penunjang lain seperti kendaraan operasional, office boycleaning servicesatpam, operator telpon, dan jasa outsourcing lainnya.

Diperlukan kerja sama yang baik dengan departemen terkait untuk mempercepat proses pengadaan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sehingga mendapatkan produk dengan spesifikasi akurat dan berkualitas dan tidak melebihi anggaran yang ditentukan. Fungsi General Affair Untuk pengadaan dan pemeliharaan yang sifatnya lebih menyeluruh, General Affair mengadakan penilaian kondisi dan fasilitas yang dibutuhkan dan membuat prioritas kontemporer adalah mengajukan anggaran.

Contohnya: • Apakah kebutuhan perbaikan fasilitas toilet lebih penting daripada pembaharuan ruang meeting, training atau lobby penerimaan tamu perusahaan? • Apakah keberadaan kantin diperlukan, dan siapa yang mengelolanya?

• Perawatan gedung kantor (kebersihan, tampilan luar) • Lingkungan kantor (lahan parkir yang aman, halaman kantor dan/atau gudang yang memadai) • Kebersihan lingkungan kerja bagi karyawan (ruang kerja, ruang meeting, lobby, dan semua area perusahaan) • Perawatan instalasi listrik ( mechanical dan electrical ). GA juga berfungsi dalam menciptakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem kerja atau prosedur pengadaan dan perawatan fasilitas yang ada.

Misalnya: • Membuat checklist dan jadwal kebersihan toilet. • Membuat ringkasan cara pemeliharaan genset, mobil, sepeda motor dan peralatan berharga lainnya. • Pekerjaan standar biasanya membuat prosedur permintaan pengadaan ulang kebutuhan kantor yang sering terpakai, seperti pulpen, kertas, stapler, dan perlengkapan ATK lainnya.

Sebaiknya Kontemporer adalah memprioritaskan pada hal-hal yang akan meningkatkan produktivitas karyawan terlebih dahulu. Namun ini tentunya tergantung pada banyak faktor, misalnya untuk perusahaan yang sering menerima kunjungan pelanggan, tentunya lebih baik mempunyai lobby, ruang tunggu atau pertemuan yang lebih representatif.

Tugas Penting Lain dari General Affair Yaitu membina hubungan baik dengan para suplier barang atau jasa. Termasuk di dalamnya membuat kontrak kerja, memastikan pembayaran tepat waktu, dan melakukan komplain mewakili perusahaan jika diperlukan. Hubungan ini secara kontemporer adalah langsung berdampak pada kinerja dan produktivitas karyawan.

Sebagai departemen yang aktif melayani internal perusahaan, GA juga mengadakan survei kepuasan pelayanan yang ditujukan kepada seluruh karyawan atau unit kerja dalam rangka peningkatan kualitas produk atau jasa, ketepatan dan kecepatan pelayanan yang diberikan. Fungsi penting lainnya adalah mempersiapkan laporan berkala untuk keperluan rapat anggaran, laporan keuangan atas aset dan beban biaya kantor sehingga perusahaan bisa menilai efektivitas investasi internal ini.

General Affair juga bisa membantu dalam pengurusan segala bentuk perizinan yang dibutuhkan perusahaan, dan menjalin hubungan dengan pihak eksternal semerti pemerintah daerah, kontemporer adalah, muspida, ormas, wartawan, kelurahan, kecamatan, dan sebagainya. Baca juga: HR Harus Baca – Solusi Mengelola Data Karyawan dengan Mudah Memahami Job Description Tiap Divisi Melihat lingkup dan beban kerja General Affair yang cukup luas dan bisa banyak waktu, sebaiknya perusahaan yang berkembang memisahkan tugas dan fungsi GA dan HRD.

Penting bagi karyawan maupun manajemen perusahaan untuk mengetahui tugas atau job description dari masing-masing divisi. Untuk itu, dibutuhkan kontemporer adalah sistem yang dapat memudahkan manajemen dalam tugas dari setiap divisi. Salah satunya adalah dengan menggunakan Aplikasi HR Indonesia dan Payroll. Anda dapat mengidentifikasikan perusahaan beserta perangkat di dalamnya, dapat mengelola data-data SDM dan Payroll karyawan anda, serta berbagai manfaat lainnya.

Coba LinovHR Gratis Di sini Salah satu pekerjaan yang terdapat pada bidang penjualan adalah sales representative. Pada dasarnya, menjadi seorang sales representative sama seperti pekerjaan sales lainnya yaitu melakukan atau meningkatkan penjualan yang ada di dalam sebuah perusahaan. Meski begitu, terdapat beberapa perbedaan pada setiap pekerjaan tersebut. Maka dari itu. Memiliki seorang pemimpin yang kompeten merupakan suatu keharusan dalam membangun perusahaan.

Salah satunya yaitu seorang team leader yang mampu memimpin dan membimbing timnya untuk melakukan hasil kinerja yang optimal. Namun, seorang leader juga harus diimbangi dengan anggota tim yang baik juga. Apabila, salah satu dari.
Surat Ar Ra'd Arab, Latin & Terjemah Bahasa Indonesia - Litequran.net Litequran.net Surat Ar Ra'd بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ • الۤمّۤرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِۗ وَالَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ alif lām mīm rā, tilka āyātul-kitāb, wallażī unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn Alif Lam Mim Ra.

Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). • اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ allāhullażī rafa'as-samāwāti bigairi 'amadin taraunahā ṡummastawā 'alal-'arsyi wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar, kulluy yajrī li`ajalim musammā, yudabbirul-amra yufaṣṣilul-āyāti la'allakum biliqā`i rabbikum tụqinụn Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.

Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu. • وَهُوَ الَّذِيْ مَدَّ الْاَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْهٰرًا ۗوَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ wa huwallażī maddal-arḍa wa ja'ala fīhā rawāsiya wa an-hārā, wa ming kulliṡ-ṡamarāti ja'ala fīhā zaujainiṡnaini yugsyil-lailan-nahār, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn Dan Dia yang menghamparkan kontemporer adalah dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya.

Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir. • وَفِى الْاَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجٰوِرٰتٌ وَّجَنّٰتٌ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّزَرْعٌ وَّنَخِيْلٌ صِنْوَانٌ وَّغَيْرُ صِنْوَانٍ يُّسْقٰى بِمَاۤءٍ وَّاحِدٍۙ وَّنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلٰى بَعْضٍ فِى الْاُكُلِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ wa fil-arḍi qiṭa'um mutajāwirātuw wa jannātum min a'nābiw wa zar'uw wa nakhīlun ṣinwānuw wa gairu ṣinwāniy yusqā bimā`iw wāḥidiw wa nufaḍḍilu ba'ḍahā 'alā ba'ḍin fil-ukul, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy ya'qilụn Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya.

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. • ۞ وَاِنْ تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ ءَاِذَا كُنَّا تُرَابًا ءَاِنَّا لَفِيْ خَلْقٍ جَدِيْدٍ ەۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْۚ وَاُولٰۤىِٕكَ الْاَغْلٰلُ فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ wa kontemporer adalah ta'jab fa 'ajabung qauluhum a iżā kunnā turāban a innā lafī khalqin jadīd, ulā`ikallażīna kafarụ birabbihim, wa ulā`ikal-aglālu fī a'nāqihim, wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya.

Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. • وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلٰتُۗ وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلٰى ظُلْمِهِمْۚ وَاِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيْدُ الْعِقَابِ wa yasta'jilụnaka bis-sayyi`ati qablal-ḥasanati wa qad khalat ming qablihimul-maṡulāt, wa inna rabbaka lażụ magfiratil lin-nāsi 'alā ẓulmihim, wa inna rabbaka lasyadīdul-'iqāb Dan mereka kontemporer adalah kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka.

Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya. • وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرٌ وَّلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila 'alaihi āyatum mir rabbih, innamā anta munżiruw wa likulli qaumin hād Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

• اَللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ اُنْثٰى وَمَا تَغِيْضُ الْاَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۗوَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ allāhu ya'lamu mā taḥmilu kullu unṡā wa mā tagīḍul-ar-ḥāmu wa mā tazdād, wa kullu syai`in 'indahụ bimiqdār Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim.

Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. • عٰلِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالِ 'ālimul-gaibi wasy-syahādatil-kabīrul-muta'āl (Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi. • سَوَاۤءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ sawā`um mingkum man asarral-qaula wa man jahara bihī wa man huwa mustakhfim bil-laili wa sāribum bin-nahār Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari.

• لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ lahụ mu'aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓụnahụ min amrillāh, innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū`an fa lā maradda lah, wa mā lahum min dụnihī miw wāl Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, kontemporer adalah depan dan belakangnya.

Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. • هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَۚ huwallażī yurīkumul-barqa khaufaw wa ṭama'aw wa yunsyi`us-saḥābaṡ-ṡiqāl Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung.

• وَيُسَبِّحُ kontemporer adalah بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ wa yusabbiḥur-ra'du biḥamdihī wal-malā`ikatu min khīfatih, wa yursiluṣ-ṣawā'iqa fa yuṣību bihā may yasyā`u wa hum yujādilụna fillāh, wa huwa syadīdul miḥāl Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya.

• لَهٗ دَعْوَةُ الْحَقِّۗ وَالَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُمْ بِشَيْءٍ اِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ اِلَى الْمَاۤءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهٖۗ وَمَا دُعَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ lahụ da'watul-ḥaqq, wallażīna yad'ụna min dụnihī lā yastajībụna lahum bisyai`in illā kabāsiṭi kaffaihi ilal-mā`i liyabluga fāhu wa mā huwa bibāligih, wa mā du'ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalāl Hanya kepada Allah doa yang benar.

Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir kontemporer adalah, hanyalah sia-sia belaka. • وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۩ wa lillāhi yasjudu man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau'aw wa kar-haw wa ẓilāluhum bil-guduwwi wal-āṣāl Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.

• قُلْ مَنْ رَّبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلِ اللّٰهُ ۗقُلْ اَفَاتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَ لَا يَمْلِكُوْنَ لِاَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَّلَا ضَرًّاۗ kontemporer adalah هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ ەۙ اَمْ هَلْ تَسْتَوِى الظُّلُمٰتُ وَالنُّوْرُ ەۚ اَمْ جَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَاۤءَ خَلَقُوْا كَخَلْقِهٖ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۗ قُلِ اللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ qul mar rabbus-samāwāti wal-arḍ, qulillāh, qul a fattakhażtum min dụnihī auliyā`a lā yamlikụna li`anfusihim naf'aw wa lā ḍarrā, qul kontemporer adalah yastawil-a'mā wal-baṣīru am hal tastawiẓ-ẓulumātu wan-nụr, am ja'alụ lillāhi syurakā`a khalaqụ kakhalqihī fa tasyābahal-khalqu 'alaihim, qulillāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwal-wāḥidul-qahhār Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat?

Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Kontemporer adalah Maha Esa, Mahaperkasa.” • اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَالَتْ اَوْدِيَةٌ ۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۗوَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَاۤءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ەۗ فَاَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاۤءً ۚوَاَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَرْضِۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ ۗ anzala kontemporer adalah mā`an fa sālat audiyatum biqadarihā faḥtamalas-sailu zabadar rābiyā, wa mimmā yụqidụna 'alaihi fin-nāribtigā`a ḥilyatin au matā'in zabadum miṡluh, każālika yaḍribullāhul-ḥaqqa wal-bāṭil, fa ammaz-zabadu fa yaż-habu jufā`ā, wa ammā mā yanfa'un-nāsa fa yamkuṡu fil-arḍ, każālika yaḍribullāhul-amṡāl Allah telah kontemporer adalah air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang.

Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil.

kontemporer adalah

Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. • لِلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمُ الْحُسْنٰىۗ وَالَّذِيْنَ لَمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَهٗ لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لَافْتَدَوْا بِهٖ ۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ سُوْۤءُ الْحِسَابِ ەۙ وَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۗوَبِئْسَ الْمِهَادُ lillażīnastajābụ lirabbihimul-ḥusnā, wallażīna lam yastajībụ lahụ lau anna lahum mā fil-arḍi jamī'aw wa miṡlahụ ma'ahụ laftadau bih, ulā`ika lahum sū`ul-ḥisābi wa ma`wāhum jahannam, wa bi`sal-mihād Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik.

Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus kontemporer adalah dengan itu.

kontemporer adalah

Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk kontemporer adalah kediaman. • ۞ اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ a fa may ya'lamu annamā unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu kaman huwa a'mā, innamā yatażakkaru ulul-albāb Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta?

Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, • الَّذِيْنَ يُوْفُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَلَا يَنْقُضُوْنَ الْمِيْثَاقَۙ allażīna yụfụna bi'ahdillāhi wa lā yangquḍụnal-mīṡāq (yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, • وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِ ۗ wallażīna yaṣilụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhāfụna sū`al-ḥisāb dan orang-orang yang menghubungkan apa yang kontemporer adalah Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

• وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ wallażīna ṣabarubtigā`a waj-hi rabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyataw wa yadra`ụna bil-ḥasanatis-sayyi`ata ulā`ika lahum 'uqbad-dār Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik), • جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ jannātu 'adniy yadkhulụnahā wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim wal-malā`ikatu yadkhulụna 'alaihim ming kulli bāb (yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; • سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ salāmun 'alaikum bimā ṣabartum fa ni'ma 'uqbad-dār (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.

• وَالَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْ ۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۙ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ wallażīna yangquḍụna 'ahdallāhi mim ba'di mīṡāqihī wa yaqṭa'ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍi ulā`ika lahumul-la'natu wa lahum sū`ud-dār Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan dan kontemporer adalah kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).

kontemporer adalah

• اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗوَفَرِحُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا مَتَاعٌ allāhu yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, wa fariḥụ bil-ḥayātid-dun-yā, wa mal-ḥayātud-dun-yā fil-ākhirati illā matā' Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki).

Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat. • وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ قُلْ اِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ kontemporer adalah wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila 'alaihi āyatum mir rabbih, qul innallāha yuḍillu may yasyā`u wa yahdī ilaihi man anāb Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,” • الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. • اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ allażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ṭụbā lahum wa ḥusnu ma`āb Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. • كَذٰلِكَ اَرْسَلْنٰكَ فِيْٓ اُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَآ اُمَمٌ لِّتَتْلُوَا۟ عَلَيْهِمُ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُوْنَ بِالرَّحْمٰنِۗ قُلْ هُوَ رَبِّيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ kontemporer adalah تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ مَتَابِ każālika arsalnāka fī ummating qad khalat ming qablihā umamul litatluwā 'alaihimullażī auḥainā ilaika wa hum yakfurụna bir-raḥmān, qul huwa rabbī lā ilāha illā huw, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi matāb Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.” • وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ اَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا تُصِيْبُهُمْ بِمَا صَنَعُوْا قَارِعَةٌ اَوْ تَحُلُّ قَرِيْبًا مِّنْ دَارِهِمْ حَتّٰى يَأْتِيَ وَعْدُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ walau anna qur`ānan suyyirat bihil-jibālu au quṭṭi'at bihil-arḍu au kullima bihil-mautā, bal lillāhil-amru jamī'ā, a fa lam yai`asillażīna āmanū al lau yasyā`ullāhu laḥadan-nāsa jamī'ā, wa lā yazālullażīna kafarụ tuṣībuhum bimā ṣana'ụ qāri'atun au taḥullu qarībam min dārihim ḥattā ya`tiya wa'dullāh, innallāha kontemporer adalah yukhliful-mī'ād Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an).

Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman kontemporer adalah bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukkan Mekah).

Sungguh, Kontemporer adalah tidak menyalahi janji. • وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَمْلَيْتُ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثُمَّ اَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa amlaitu lillażīna kafarụ ṡumma akhażtuhum fa kaifa kāna 'iqāb Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka.

Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! • اَفَمَنْ هُوَ قَاۤىِٕمٌ عَلٰى كُلِّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْۚ وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَاۤءَ ۗ قُلْ سَمُّوْهُمْۗ اَمْ تُنَبِّـُٔوْنَهٗ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى الْاَرْضِ اَمْ بِظَاهِرٍ مِّنَ kontemporer adalah ۗبَلْ زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوْا عَنِ السَّبِيْلِ ۗوَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ a fa man huwa qā`imun 'alā kulli nafsim bimā kasabat, wa ja'alụ lillāhi kontemporer adalah, qul sammụhum, am tunabbi`ụnahụ bimā lā ya'lamu fil-arḍi am biẓāhirim minal-qaụl, bal zuyyina lillażīna kafarụ makruhum wa ṣuddụ 'anis-sabīl, wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain)?

Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.” Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja.

Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya.

• لَهُمْ عَذَابٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَقُّۚ وَمَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ وَّاقٍ lahum 'ażābun fil-ḥayātid-dun-yā wa la'ażābul-ākhirati asyaqq, wa mā lahum minallāhi miw wāq Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras.

Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah. • ۞ مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا ۖوَّعُقْبَى الْكٰفِرِيْنَ النَّارُ maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn, tajrī min taḥtihal-an-hār, ukuluhā dā`imuw wa ẓilluhā, tilka 'uqballażīnattaqaw wa 'uqbal-kāfirīnan-nār Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh.

Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka. • وَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمِنَ الْاَحْزَابِ مَنْ يُّنْكِرُ بَعْضَهٗ ۗ قُلْ اِنَّمَآ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ وَلَآ اُشْرِكَ بِهٖ ۗاِلَيْهِ اَدْعُوْا وَاِلَيْهِ مَاٰبِ wallażīna ātaināhumul-kitāba yafraḥụna bimā unzila ilaika wa minal-aḥzābi may yungkiru ba'ḍah, qul innamā umirtu an a'budallāha wa lā usyrika bih, ilaihi ad'ụ wa ilaihi ma`āb Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan ada di antara golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebagiannya.

Katakanlah, “Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.” • وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ wa każālika anzalnāhu ḥukman 'arabiyyā, wa kontemporer adalah ahwā`ahum ba'da mā jā`aka minal-'ilmi mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā wāq Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.

Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah. • وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ kontemporer adalah وَّذُرِّيَّةً ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗلِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ wa laqad arsalnā rusulam ming qablika wa ja'alnā lahum azwājaw wa żurriyyah, wa mā kāna lirasụlin ay ya`tiya bi`āyatin illā bi`iżnillāh, likulli ajaling kitāb Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.

Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu). • يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ وَيُثْبِتُ ۚوَعِنْدَهٗٓ اُمُّ الْكِتٰبِ yam-ḥullāhu mā yasyā`u wa yuṡbit, wa 'indahū ummul-kitāb Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.

Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). • وَاِنْ مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ wa im mā nuriyannaka ba'ḍallażī na'iduhum au natawaffayannaka fa innamā 'alaikal-balāgu wa 'alainal-ḥisāb Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu kontemporer adalah sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka).

• kontemporer adalah يَرَوْا اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ وَاللّٰهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖۗ وَهُوَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ a wa lam yarau annā na`til-arḍa nangquṣuhā min aṭrāfihā, wallāhu yaḥkumu lā mu'aqqiba liḥukmih, wa huwa sarī'ul-ḥisāb Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu Kami kontemporer adalah (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?

Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya. • وَقَدْ مَكَرَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلّٰهِ الْمَكْرُ جَمِيْعًا ۗيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍۗ وَسَيَعْلَمُ الْكُفّٰرُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ wa qad makarallażīna ming qablihim fa lillāhil-makru jamī'ā, ya'lamu mā taksibu kullu nafs, wa saya'lamul-kuffāru liman 'uqbad-dār Dan sungguh, orang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah.

Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik). • وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَسْتَ مُرْسَلًا ۗ قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۙ وَمَنْ عِنْدَهٗ عِلْمُ الْكِتٰبِ wa yaqụlullażīna kafarụ kontemporer adalah mursalā, qul kafā billāhi syahīdam bainī wa bainakum wa man 'indahụ 'ilmul-kitāb Dan orang-orang kafir berkata, “Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.” Katakanlah, “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.” Quick Links • Yasin • Al Waqiah • Al Kahfi • Al Mulk • Ar Rahman • An Nasr • Al Baqarah • At Tin • Al Fatihah • An Nas • An Naba • Al Qariah © 2022.

Litequran.net Kebijakan Privasi
Dangdut Sumber aliran Hindustani, Melayu, Arab, patrol, gamelan, rok, pop, house Sumber kebudayaan Th. 1960-an (dunia Melayu dan Jawa) Alat musik yang biasa digunakan Tabla (dapat diganti dengan ketipung), drum set, suling, tamborin, gitar (akustik atau elektrik), mandolin, bass, saksofon, terompet, kibor, dll.

[1] Subgenre • Dangdut "asli" (Rhoma Irama, Meggy Z, Elvy Sukaesih) • Koplo (Jatim, Jateng, Yogyakarta) • Jaranan dangdut (Nganjuk) • Dangdut rampak/ Calung (Jabar, Banten) • Dangdut gondang (Sumatera Utara) • Dangdut tarling (Cirebon) • Dangdut House • Dangdut Tekhno • Dangdut elektro (Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat) • Popdut • Rokdut • Reggae dangdut Genre campuran ( fusion) Sebuah pertunjukan musik dangdut modern di Plaza Surabaya.

Dangdut merupakan salah satu dari genre musik populer tradisional Indonesia yang khususnya memiliki unsur-unsur musik Hindustani ( India Utara), Melayu, dan Arab. Dangdut memiliki ciri khas pada dentuman tabla ( alat musik perkusi India) kontemporer adalah gendang. [2] [3] Dangdut juga sangat dipengaruhi dari lagu-lagu musik tradisional India dan Bollywood.

Awalnya musik dangdut dikenal dengan nama " orkes Melayu". Kemudian, dangdut dipengaruhi musik India melalui film Bollywood yang dibawakan oleh Ellya Khadam dengan lagu "Boneka India", sehingga terlahir sebagai Dangdut pada tahun 1968 dengan tokoh utama Rhoma Irama. Dalam evolusi menuju bentuk musik kontemporer, sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).

Perubahan arus politik Kontemporer adalah pada akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rok, reggae, pop, bahkan musik dansa elektronik ( house dll).

[1] "Dangdut rohani" dapat dianggap sebagai arah kontemporer adalah khusus (misalnya, album Haji oleh Rhoma Irama). Pengaruh India juga sangat kuat didalam genre musik dangdut ini, melainkan dari gaya harmoni dan instrumen, juga dipopulerkan dengan lagu-lagu dangdut klasik yang bertema India yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi dangdut populer seperti Rhoma Irama dengan lagunya yang berjudul Terajana, Mansyur S.

dengan lagunya yang berjudul Khana, Ellya Khadam dengan lagu Boneka India dan Via Vallen dengan lagu berjudul Sayang menjadikan musik dangdut lebih dikenal lagi saat ini. Dangdut sebenarnya telah menjadi musik rakyat di Indonesia dan mengungguli aliran musik lain dalam popularitas: [2] [3] orang-orang suka menyanyikan lagu-lagunya dengan karaoke, baik untuk diri sendiri maupun saat perayaan se-keluarga, pegawai di kantor-kantor pemerintahan pusat melakukan senam dengan musiknya sebelum mulai bekerja, dan sebagainya.

Selain di Indonesia dangdut cukup popular pula di Malaysia, meliputi sejumlah nama pedangdut dari Indonesia. [4] [5] Daftar isi • 1 Asal istilah • 2 Pengaruh dan perkembangan • 2.1 Qasidah masuk ke Nusantara tahun 635–1600 • 2.2 Gambus dan migrasi orang Arab mulai tahun 1870 • 2.3 Musik Melayu Deli tahun 1940 • 2.4 Irama Amerika Latin tahun 1950 • 2.5 Dari musik Melayu Deli tahun 1940 ke Dangdut tahun 1968 • 2.6 Interaksi dengan musik lain • 3 Bangunan lagu • 4 Dangdut dalam budaya kontemporer.

Pro-kontra • 4.1 Dangdut rohani • 4.2 Kontroversi • 5 Tokoh-tokoh • 5.1 Pendatang baru • 5.2 Angkatan 2010-an • 5.3 Angkatan 2000-an • 5.4 Angkatan 1990-an • 5.5 Pedangdut era 1960–1980-an • 6 Penghargaan dangdut • 7 Catatan kaki • 8 Bacaan lanjutan • 9 Pranala luar Asal istilah [ sunting - sunting sumber ] Tabla, salah satu alat musik utama dangdut yang berasal dari India.

kontemporer adalah

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla [2] (yang dalam dunia dangdut disebut " gendang" saja), yaitu dari kata Jawa dang dan ndut. [6] Awalnya musik dangdut dikenal dengan nama " orkes Melayu" (OM) setelah perubahan musiknya oleh M. Mashabi dan lain-lain. Sebetulnya istilah dangdut pernah diterapkan pada orkes Melayu oleh Rhoma Irama dengan dirilisnya album dengan judul yang sama Dangdut pada tahun 1971, mana dia memasukkan unsur musik rok kedalam kontemporer adalah orkes Melayu.

[7] Nanti nama "dangdut" disematkan pada "Orkes Melayu" oleh Putu Wijaya dalam majalah Tempo tanggal 27 Mei 1972 bahwa lagu Boneka dari India adalah campuran lagu Melayu, irama padang pasir, dan "dang-ding-dut" India.

kontemporer adalah

{INSERTKEYS} [8] Sebutan ini selanjutnya diringkas menjadi "dangdut" saja, dan oleh majalah tersebut digunakan untuk menyebut bentuk lagu Melayu yang terpengaruh oleh lagu India.

[8] Pengaruh dan perkembangan [ sunting - sunting sumber ] Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Dangdut" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) • Java Jazz Festival • Java Rockin'Land • Java Soulnation • Java Soundsfair • Jazz Goes To Campus • Jazz Gunung • Rock In Solo • Ngayogjazz • We the Fest • Djakarta Warehouse Project • Ultra Bali • Sunny Side Up Tropical Festival • Synchronize Festival • The 90s Festival • Joyland Festival • Hammersonic Festival Media musik Billboard Indonesia Rolling Stone Indonesia MTV Indonesia Musik nasional Lagu kebangsaan " Indonesia Raya" Musik daerah Bentuk lokal • l • b • s Qasidah masuk ke Nusantara tahun 635–1600 [ sunting - sunting sumber ] Qasidah masuk Nusantara sejak agama Islam dibawa para saudagar Arab tahun 635, kemudian juga saudagar Gujarat tahun 900–1200, saudagar Persia tahun 1300–1600.

[9] Nyanyian Qasidah biasanya berlangsung di masjid, pesantren dakwah agama Islam. Gambus dan migrasi orang Arab mulai tahun 1870 [ sunting - sunting sumber ] Gambus adalah salah satu alat musik Arab seperti gitar, namun mempunyai suara rendah.

Diperkirakan alat musik gambus masuk ke nusantara bersama migrasi Marga Arab Hadramaut (sekarang Yaman) dan orang Mesir mulai tahun 1870 hingga setelah 1888, [10] yaitu setelah Terusan Suez dibuka tahun 1870, pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dibangun tahun 1877, dan Koninklijke Paketvaart Maatschappij berdiri tahun 1888. Para musisi Arab sering mendendangkan Musik Arab dengan iringan gambus. Pada awal abad XX penduduk Arab-Indonesia senang mendengarkan lagu gambus, dan sekitar tahun 1930, Syech Albar (ayah dari Ahmad Albar) mendirikan orkes gambus di Surabaya.

Ia juga membuat rekaman piringan hitam dengan Columbia tahun 1930-an, yang laku di pasaran Malaysia dan Singapura. Musik Melayu Deli tahun 1940 [ sunting - sunting sumber ] Musik Melayu Deli lahir sekitar tahun 1940 di Sumatera Utara bersama Husein Bawafie dan Muhammad Mashabi, kemudian menjalar ke Batavia dengan berdirinya Orkes Melayu. Irama Amerika Latin tahun 1950 [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1950, musik Amerika Latin masuk ke Indonesia oleh Xavier Cugat dan Edmundo Ros serta Perez Prado, termasuk Trio Los Panchos atau Los Paraguayos.

[ butuh rujukan] Irama latin ini kemudian lekat dengan orang Indonesia. Kemudian berbagai lagu Minang juga muncul bersama Orkes Gumarang, dan Zainal Combo. Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan).

Dari musik Melayu Deli tahun 1940 ke Dangdut tahun 1968 [ sunting - sunting sumber ] Ellya Khadam (1928–2009), salah satu pedangdut pertama. Orkes Melayu (biasa disingkat OM, sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik, akordeon, rebana, gambus, dan suling, bahkan gong.

Musik Melayu Deli awalnya tahun 1940-an lahir di daerah Deli Medan, kemudian musik melayu deli ini juga berkembang di daerah lain, termasuk Jakarta. Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P.

Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India, sang pencipta Boneka dari India), Husein Bawafie (salah seorang penulis lagu Ratapan Anak Tiri), Munif Bahaswan (pencipta Beban Asmara), serta M.

Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat populer pada tahun 1970-an). Perubahan musik Melayu oleh M. Mashabi pada tahun 1960-an yang dilakukan merintis bentuk dangdut seperti yang dikenal sekarang.

[11] Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A.

Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus pada masa jayanya. Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, trompet, saksofon, obo, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya.

Mandolin juga masuk sebagai unsur penting. Pengaruh rok (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rok dalam merebut pasar musik Indonesia, hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah, termasuk dalam pola bisnis bermusiknya. Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP).

Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre ini diteruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan, pada awal tahun 2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).

Interaksi dengan musik lain [ sunting - sunting sumber ] Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan memengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut.

{/INSERTKEYS}

kontemporer adalah

Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut. Musik rok, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Aliran campuran antara musik dangdut dan rok secara tidak resmi dinamakan Rokdut ( Nita Thalia dan lainnya).

Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari kontemporer adalah dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin. Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin.

Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela. Bangunan lagu [ sunting - sunting sumber ] Lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, meskipun demikian bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif.

Sebagian besar lagu dangdut tersusun dari satuan delapan birama 4 4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3 4, kecuali pada beberapa lagu masa 1960-an seperti Burung Nuri dan Seroja. Bentuk bangunan lagu dangdut secara umum adalah: A - A - B - A, namun dalam aplikasi kebanyakan memiliki urutan menjadi seperti ini: [12] “ Intro - Eksposisi I - A - A - Eksposisi II - B - A - Eksposisi II - B - A - (coda) ” Bentuk bangunan lagu dangdut Urutan bangunan lagu Keterangan Intro Dapat merupakan pembuka pendek sepanjang 2–4 birama berupa permainan instrumental atau rangkaian akord pembuka, bisa juga sebagai vokal resitatif (setengah deklamasi) yang mengungkapkan isi lagu dengan iringan akord terurai (broken chord) atau tanpa iringan, atau bisa juga berupa permainan seruling, kemudian masuk ke Eksposisi I atau Vokal.

Eksposisi I atau Tampilan I Adalah sajian instrumental yang berlangsung sepanjang 4–8 birama, dengan instrumen suling, organ, gitar, bahkan sitar atau mandolin secara bergantian. Eksposisi adalah Tampilan kelompok band, berupa aransemen kebolehan band yang disajikan secara khusus untuk memperlihatkan kebolehan. Tampilan I bisa dihilangkan kalau dari Intro langsung masuk Vokal. Verse A Biasanya berupa melodi dengan nada rendah dan datar sebagai ungkapan pertama isi lagu atau proposta.

Eksposisi II atau Tampilan II Berupa sajian yang kedua instrumental kebolehan band, dan Tampilan II harus ada (tidak boleh ditiadakan) dan sebagai penghubung Verse A dengan Verse B, juga instrumental bergantian antara organ, suling, gitar, atau sitar dan mandolin. Verse B Biasanya berupa melodi dengan nada tinggi dan berapi-api menjelaskan lebih lanjut isi lagu, atau juga riposta terhadap Verse A.

Kontemporer adalah bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu. Eksposisi II atau Tampilan II Diulang lagi, berupa sajian yang ketiga instrumental kebolehan band, dan Tampilan II harus ada (tidak boleh ditiadakan) dan sebagai penghubung Verse A dengan Verse B, juga instrumental bergantian antara organ, suling, gitar, atau sitar dan mandolin.

Verse B Mengulang dari Verse B sebelumnya, isinya sama persis dengan Verse B sebelumnya. Verse A Disajikan sekali lagi untuk menutup lagu, sama persis dengan Verse A sebelumnya. Coda (optional, boleh dihilangkan) Di akhir lagu kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama, namun juga bisa ditiadakan langsung berhenti, atau diakhiri dengan fade away (jarang terjadi). Lagu dangdut umumnya juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Dangdut dalam budaya kontemporer. Pro-kontra [ sunting - sunting sumber ] Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Dangdut" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Penampilan dangdut Happy Asmara di Pare, Kediri pada 2020. Dangdut sebenarnya mulai dari tahun 1990-an menjadi "musik rakyat" di Indonesia dan mengungguli sembarangan aliran musik lain dalam popularitas, mempunyai radio serta acara televisi sendiri.

[2] [3] Selain di Indonesia dangdut cukup popular pula di Malaysia, meliputi sejumlah nama pedangdut dari Indonesia. [4] [5] Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.

[13] Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya kontemporer adalah kelas bawah. Di kontemporer adalah acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi.

[3] Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota. [2] Kontemporer adalah film dan sinetron musikal dikhususkan untuk dangdut, umpamanya Raja Dangdut, Mendadak Dangdut, Mimpi Manis, dan Kampung Dangdut.

Dangdut Koplo lahir di Indonesia lahir sejak tahun 2000 yang dipromotori oleh kelompok-kelompok musik Jawa Timur. Namun saat itu masih belum menasional seperti sekarang ini. 2 tahun kemudian, variasi atau cabang baru bagi musik Dangdut ini semakin fenomenal, setelah area 'kekuasaannya' meluas ke beberapa wilayah seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah.

Salah satu hal yang membuat genre ini sukses dalam memperlebar daerah 'kekuasannya' adalah VCD bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan kontemporer adalah sebagai 'alternatif' hiburan masyarakat dari VCD/DVD original artis-artis/selebritas nasional yang dinilai mahal. Kesuksesan VCD bajakan tersebut juga dibarengi dengan fenomena "goyang ngebor" Inul Daratista.

Fenomena itulah yang sebenarnya membuat popularitas Koplo semakin meningkat di se-antero Indonesia. Kontemporer adalah setelah goyang ngebor inul itu tercium oleh beberapa media-media televisi swasta nasional. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia semakin mengenal dangdut Koplo dan juga Inul itu sendiri. Dangdut rohani [ sunting - sunting sumber ] Rhoma Irama, "raja dangdut", tokoh Nahdlatul Ulama dan pelopor dangdut rohani. "Dangdut rohani" dapat dianggap sebagai arah lirik khusus. Tatkala sebagian besar lagu dangdut ada menceritakan tentang hubungan dengan pacar, karya rohani tertuju pada Tuhan.

Sumbangan utama munculnya dangdut rohani dibuat oleh Rhoma Irama (album-album Takbir Lebaran, Haji, Haram, Baca dan Shalawat Nabi) yang menjadikan dangdut sebagai alat berdakwahnya dan musik rohani, yang terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya serta dari pernyataan yang dikeluarkannya sendiri.

Contoh rohani lainnya adalah lagu-lagu seperti Suratan Diri oleh Kontemporer adalah Amelia, Bersimpuh dan Hasbunallah oleh Kristina, Surga Dunia oleh Dewi Perssik, Taqwa oleh Fitri Carlina, Ramadhan dan Cintaku Karena Allah oleh Zaskia Gotik, Bersyukurlah dan Kehidupan Ini Memilihku oleh Cita Citata, Mari Bertaqwa oleh Nella Kharisma, dan album-album Sabar dan Ikhlas oleh Inul Daratista dan Do'a oleh Gita KDI, dll.

Unsur-unsur batin juga diisi dengan sebuah sub-aliran dangdut, yakni jaranan dangdut. Kontroversi [ sunting - sunting sumber ] Penyanyi dangdut di Yogyakarta.

Akan tetapi, fenomena dangdut bukan berarti tak ada masalah. Hal ini menjadi salah satu pemicu polemik di Indonesia pada tahun 2003, akibat protesnya terhadap gaya panggung para penyanyi dangdut, antara lain Inul Daratista (yang, sementara ini, memiliki salah satu dari jumlah lagu rohani terbesar di antara para pedangdut), yang goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral". Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta.

Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari napas ini. Kontemporer adalah "raja dangdut" Nusantara, Rhoma Irama adalah seniman dangdut kontemporer adalah pertama yang nyata-nyata menentang Inul karena goyang ngebornya itu.

Munculnya Inul dengan ciri goyangan tersendiri itu ditentang Rhoma karena berbau pornografi yang mengakibatkan dekadensi moral. Tak hanya itu, sang Raja juga khawatir jika hal ini dibiarkan saja, akan tumbuh-tumbuh goyangan porno model lain yang dilakukan penyanyi-penyanyi di daerah untuk ikut-ikutan 'mengekor' si ratu goyang ngebor itu.

Penentangan Rhoma terhadap aksi Inul dan beberapa tokoh dangdut lain ternyata mendapat 'sambutan' dari para pembela Inul. Baik itu masyarakat umum atau seniman-seniman Indonesia lain (dan bahkan melibatkan pakar hukum). Sejak itulah pro-kontra terhadap Inul menjadi headline news di media-media di Indonesia dan bahkan beberapa media-media internasional seperti BBC News. [14] Penyanyi dangdut Yan Vellia di Pesta Kesenian Rakyat di Pacitan. Pro-kontra dan kontroversi itu ternyata semakin mempopulerkan Inul itu sendiri, Dangdut Koplo dan artis-artis dangdut lain.

Benar kata sang Raja, karena munculnya Inul tersebut diikuti oleh munculnya artis-artis pendatang baru yang juga kontemporer adalah identitas goyangan, seperti goyang ngecor ala Uut Permatasari dan goyang patah-patah ala Anisa Bahar.

Hal tersebut membuat sang Raja dan para penentang lain semakin sedih. Munculnya artis atau penyanyi Dangut baru karena kontroversi itu juga semakin mempopulerkan dangdut Koplo.

Berturut-turut setelah Uut dan Anisa Bahar, muncul nama lain seperti Dewi Persik, Julia Perez, dan Shinta Jojo waktu itu.

Di sisi lain, dangdut sedang berbenah melalui Kongres Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) untuk memilih calon ketua baru. Dalam kesempatan itu, Rhoma kembali terpilih sebagai ketua PAMMI.

Salah satu pernyataan yang cukup menghebohkan juga kontemporer adalah bahwa Rhoma secara terang-terangan melarang dan menggunakan embel-embel Dangdut karena telah menyimpang dari pakem Dangdut sehingga seharusnya aliran tersebut berdiri sendiri. Salah satu alasannya yang populer adalah karena Dangdut Koplo melahirkan penyanyi Dangdut dengan goyangan erotis dan penampilan vulgar.

Sayang, pernyataan dia seperti tak pernah didengarkan oleh para pelaku dangdut terutama penyanyi. Justru hal itu seolah semakin mengeksiskan Dangdut Koplo itu sendiri disamping produktivitas Dangdut non koplo yang sepi dan kalah bersaing dengan peredaran VCD/DVD bajakan yang semakin meluas.

Di sisi lain, penyanyi pendatang baru juga semakin membludak, baik itu yang bersifat lokal atau nasional, begitu juga dengan grup-grup dangdut koplo juga semakin banyak, ata grup yang tadinya beraliran kontemporer adalah atau rokdut, berganti haluan menjadi dangdut koplo.

Mungkin masyarakat Indonesia sudah banyak yang tahu artis-artis pendatang seperti Ayu Ting Ting, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Trio Macan, Wika Salim, Melinda dan sebagainya, atau grup Dangdut Koplo Jawa timuran yang semakin populer di Indonesia.

Itu semua justru terjadi karena kontroversi-kontroversi tersebut. Tokoh-tokoh [ sunting - sunting sumber ] Daftar ini adalah untuk penyanyi, pemusik, penulis lagu, produser rekaman, penari dan lain pedangdut. Pendatang baru [ sunting - sunting sumber ] • Abi Rafdi • Adera • Aftershine • Baiq Gita • Bebizie • Bella Shofie • Cherrybelle • Cita Citata • Cupi Cupita • Denada • Denny Cagur • Denny Caknan • Devy Berlian • Dewi Luna • Essa Brillian • Fauzul Abadi • Fildan • Fitri Carlina • Gina Youbi • Happy Asmara • Hesty Aryatura • Ines Balladiva • Irwan Krisdiyanto • Jenita Janet • Jihan Audy • Kiki Syarah • Lesti • Meli Nuryani • Nassar • Nella Kharisma • Neng Oshin • Reza Zakarya • Ridho Rhoma kontemporer adalah Roro Fitria • Selfi Nafilah • Selfi Yamma • Shiha Zikir • Shreya Maya • Siti Badriah • Siti Rahmawati • Soimah • Sindy Purbawati • Tasya Rosmala • Trio Macan • Ucie Sucita • Via Vallen • Vicky Irama • Wika Salim Angkatan 2000-an [ sunting - sunting sumber ] • Adibal Sahrul • Afgan • Alam • Ayu Ting Ting • Danang • Dewi Perssik • Dhawiya Zaida • Dona Amelia • Fadia A.

Rafiq • Gita KDI • Julia Perez • Juwita Bahar • Mahadewi • Melinda • Nita Thalia • Pancal 15 • Ratna Antika • Ratu Idola • Ria Amelia • Sagita • Sherly Mey • Sodiq Monata • Titi Kamal • Uut Permatasari • Zaskia Gotik Angkatan 1990-an [ sunting - sunting sumber ] • Anisa Bahar • Asep Irama • Beniqno • Cici Paramida • Deddy Irama • Denada • Eny Sagita • Erie Suzan • Hamdan ATT • Herry Irama • Iis Dahlia • Ikke Nurjanah • Ine Sinthya • Inul Daratista • Ira Swara • Itje Trisnawati • Iyeth Bustami • Jhonny Iskandar • Kristina • Lilis Karlina • Mas Idayu • Mega Mustika • Muchsin Alatas • Nada Soraya • Nelly Agustin • Neneng Anjarwati • Nini Carlina • Rama Aiphama • Riza Umami • Saipul Jamil • Sodiq Monata • Thomas Djorghi • Vetty Vera • Yulia Citra • Yus Yunus Pedangdut era 1960–1980-an [ sunting - sunting sumber ] • A.

Rafiq • Caca Handika • Camelia Malik • Detty Kurnia • Ellya Khadam • Elvy Sukaesih • Evie Tamala • Fazal Dath • Hasnah Tahar • Herlina Effendi • Herman Tino • Husein Bawafie • Ida Laila • Ida Kontemporer adalah • Imam S.

Arifin • Jaja Kontemporer adalah • M. Mashabi • Mansyur S. • Mara Karma • Meggy Z • Mirnawati • Noer Halimah • Ona Sutra • Pancaran Sinar Petromaks • Pengantar Minum Racun kontemporer adalah Reynold Panggabean • Rita Sugiarto • Rhoma Irama • Said Effendi • Soneta Group Penghargaan dangdut [ sunting - sunting sumber ] bagi pedangdut terbaik • Anugerah Musik Indonesia (kategori Dangdut) • Ambyar Awards • Lomba Cipta Lagu Dangdut ( ke-4, ke-5) bagi pedangdut terpopuler • Anugerah Dangdut Indonesia • Indonesian Dangdut Awards ajang pencarian bakat • D'Academy • D'Academy Asia • Kontes Dangdut Indonesia • Liga Dangdut Indonesia • Rising Star Indonesia Dangdut Catatan kaki [ kontemporer adalah - sunting sumber ] • ^ a b Gehr, Richard (10 December 1991), "Dawn of Dangdut", The Village Voice (dalam bahasa Kontemporer adalah, 36, hlm.

86 • ^ a b c d e Campbell, Debe (18 April 1998), "Dangdut Thrives in SE Asia. Music Kontemporer adalah Indonesia", Billboard (dalam bahasa Inggris), 110 (16), hlm. 1, 75, ISSN 0006-2510 • ^ a b c d Browne, Susan J. (2000). The gender implications of dangdut kampungan: Indonesian "low class" popular music (dalam bahasa Inggris).

Monash Asia Institute. ISBN 0-7326-1190-3. • ^ a b Nuvich, Alexandra (18 Kontemporer adalah 1998), "Dangdut Thrives in SE Asia.

Malaysia Embraces Genre", Billboard (dalam bahasa Inggris), 110 (16), hlm. 1, 75, ISSN 0006-2510 • ^ a b Nuvich, Alexandra; Campbell, Debe (18 April 1998), "Can Dangdut Travel Outside Region?", Billboard (dalam bahasa Inggris), 110 (16), hlm. 75, ISSN 0006-2510 • ^ Wallach, Jeremy (2014). "Notes on Dangdut Music, Popular Nationalism, and Indonesian Islam".

Dalam Bart, Barendregt (ed.). Sonic Modernities in the Malay World: A Kontemporer adalah of Popular Music, Social Distinction and Novel Lifestyles (1930s – 2000s) (dalam bahasa Inggris). Leiden: Brill. hlm. 271–290. ISBN 978-90-04-25986-7. JSTOR 10.1163/j.ctt1w8h0zn.13. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: editors list ( link) • ^ Sudiroman (30-07-2014). "Album Dangdut Indonesia". Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan); Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ a b Putu Wijaya (7–13 Maret 2011), "Bahasa Tempo, Bahasa Kita", Tempo, Jakarta: Tempo Inti Media Pemeliharaan CS1: Format tanggal ( link) • ^ Islam di Indonesia • ^ Orang Arab-Indonesia • ^ M.

Irwan Ariefyanto (8 Februari 2012).

kontemporer adalah

"Musik Gambus Cikal Bakal Dangdut". Republika. Diakses tanggal 2017-08-04. • ^ Sunaryo Joyopuspito. Musik Dangdut, Suatu kajian sejarah dan analisis teori musik. Bina Musik Remaja, 2011.

• ^ Anwar Khumaini (29-08-2013). "Basofi Sudirman, terangkat gara-gara dangdut". Merdeka.com. Diakses tanggal 2022-01-19. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ "Raunchy dangdut music stirs debate in Indonesia" (dalam bahasa Inggris). BBC News. 27-03-2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-31. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Bacaan lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • Weintraub, Andrew N.

(2010). Dangdut Stories: A Social and Musical History of Indonesia's Most Popular Music kontemporer adalah bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-539567-9. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dangdut.

• (Inggris) Project Pop Makes Dangdut Hip! Diarsipkan 2013-08-27 di Wayback Machine. • (Indonesia) Streaming Radio Dangdut Online Paling Hits Musiknya Kategori tersembunyi: • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: editors list • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan rujukan web tanpa URL • Pemeliharaan CS1: Format tanggal • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 4 Mei 2022, pukul 22.12.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kontemporer adalah • •

Materi Seni Budaya kelas XII "Musik Kontemporer"




2022 www.videocon.com