Suku yang ada di pulau jawa

suku yang ada di pulau jawa

Suku Bangsa di Pulau Jawa Beserta Gambar & Penjelasannya Lengkap – Pulau Jawa menjadi salah satu pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Banyaknya penduduk di Pulau Jawa membuat pemerintah sempat melakukan program transmigrasi ke luar Pulau Jawa sebagai bentuk program untuk pemerataan penduduk. Pulau Jawa sendiri terbagi menjadi 5 jumlah provinsi yaitu meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tentunya dengan banyaknya penduduk di Pulau Jawa membuat pulau tersebut kaya akan keragaman suku bangsa. Kali ini Mamikos akan berbagi informasi mengenai berbagai suku bangsa yang ada di Pulau Jawa.

Simak terus suku yang ada di pulau jawa berikut, ya! Suku Bangsa di Pulau Jawa Daftar Isi • Suku Bangsa di Pulau Jawa • 1. Suku Sunda • 2. Suku Betawi • 3. Suku Jawa • 4. Suku Tengger • 5. Suku Madura • 6. Suku Osing • 7. Suku Baduy kumparan.com Indonesia terkenal akan keragaman suku bangsa, budaya, dan bahasa daerahnya. Pulau Jawa menjadi salah satu pulau di Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan pulau besar lainnya.

Hal tersebut pula yang menjadikan Pulau Jawa dihuni oleh berbagai suku bangsa. Berikut beberapa suku bangsa yang ada di Pulau Jawa. 1. Suku Sunda sultantv.co Suku Sunda atau yang biasa dikenal sebagai Urang Sunda merupakan salah satu suku yang berada di Pulau Jawa tepatnya berasal dari Tatar Pasudan, Jawa Barat. Suku Sunda sendiri mencakup wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, serta wilayah barat Jawa Tengah. Suku ini menjadi kelompok etnik dengan jumlah masyarakat terbanyak kedua setelah Suku Jawa.

Budaya yang dimiliki Suku Sunda di antaranya yaitu bahasa daerah, seni tari, dan kesenian lainnya. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Sunda. Adapun seni tari yang paling terkenal dari Suku Sunda yaitu tari topeng dan tari merak. Tidak hanya berhenti di situ suku yang ada di pulau jawa, Suku Sunda juga memiliki kesenian lain seperti wayang golek yang menjadi salah satu kesenian kebanggaan.

Wayang golek tersebut dipentaskan oleh sinden dengan diiringi oleh alunan musik degung. Suku Sunda juga memiliki beraneka ragam makanan khas seperti sayur asem, pepes, sayur lodeh, tutug oncom, dan lalaban. Sebagian besar masyarakat Suku Sunda menganut agama Islam, namun ada juga yang menganut agama lain seperti Kristen, Hindu, bahkan menganut kepercayaan Sunda Wiwitan. Penganut kepercayaan Sunda Wiwitan yaitu masyarakat Baduy.

Baca Juga : Apa itu Suku Bangsa di Indonesia? Jumlah dan Contoh Disertai Gambarnya Lengkap 2. Suku Betawi travel.okezone.com Suku Betawi merupakan keturunan penduduk yang bermukim di Batavia sejak abad ke-17 atau pada masa kolonial Hindia Belanda. Etnis ini juga sering dikatakan sebagai etnis perpaduan antara Melayu, Jawa, Bali, Sunda, Bugis, Makassar, Ambon, India, Tionghoa, dan Arab yang dulunya sempat bertempat tinggal di Jakarta. Sama halnya seperti suku lain, Suku Betawi juga memiliki berbagai macam budaya mulai dari kesenian, senjata tradisional, bahasa daerah, hingga rumah tradisional.

Suku Betawi memiliki kesenian khas bernama Gambang Kromong, yang merupakan kolaborasi antara seni musik Tionghoa, rebana, orkes samrah, keroncong tugu, dan tanjidor. Kesenian lain yang dimiliki Suku Betawi yaitu lenong. Suku Betawi juga memiliki senjata tradisional yaitu golok atau bendo bersarung kayu.

Sedangkan rumah tradisional yang ada disebut rumah kebaya dan rumah panggung Betawi. Bahasa yang digunakan Suku Betawi dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Indonesia. Namun, Bahasa Indonesia yang digunakan oleh Suku Betawi diucapkan dengan penuturan dialek Betawi.

Contohnya seperti pengucapan setiap kata yang diakhiri dengan huruf “e”, dialek Betawi akan bernada “a” keras seperti huruf ain dalam membaca tulisan Arab. 3. Suku Jawa kumparan.com Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia.

Hampir 40,22 % penduduk Indonesia adalah Suku Jawa. Suku ini menempati hampir di setiap wilayah pulau Jawa yang meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Suku Jawa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang merupakan serapan dari bahasa Sansekerta. Namun, masyarakat Suku Jawa juga tetap menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi dalam acara formal maupun resmi. Banyak orang yang mengatakan bahwa Suku Jawa terkenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kesederhanaan.

Sehingga tak jarang masyarakat luar mengatakan bahwa Suku Jawa identik dengan penuturan kata yang lemah lembut dan halus. Baca Juga : 9 Suku Bangsa yang Terdapat di Provinsi Bengkulu Beserta Penjelasannya 4. Suku Tengger rimbakita.com Suku Tengger menjadi salah satu suku yang mendiami wilayah Jawa Timur tepatnya berada di sekitar Gunung Bromo. Nama Tengger sendiri berasal dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku Tengger tersebar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, hingga Kabupaten Probolinggo.

Suku Tengger dikenal masyarakat luas sebagai suku yang masih menjunjung tinggi adat istiadat. Misalnya saja seperti kepercayaan terhadap Gunung Bromo yang diyakini sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali, Suku Tengger mengadakan upacara adat Kasodo sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar dijauhkan dari segala malapetaka.

Upacara adat ini dilakukan dengan melarung hasil bumi masyarakat Tengger ke dalam kawah Gunung Bromo. 5. Suku Madura travel.kompas.com Suku Madura nyatanya tidak hanya berasal dari Pulau Madura. Terdapat beberapa wilayah yang diyakini sebagai asal suku Madura ini. Pulau yang paling terkenal meliputi Kangean, Raas, Gili Raja, dan Sapudi.

Suku Madura ini tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Pulau Jawa. Suku Madura memiliki bahasa daerah yang disebut sebagai bahasa Madura. Baca Juga : 34 Tarian Daerah di Provinsi Indonesia, Asal Daerah + Gambar Lengkap! 6. Suku Osing merdeka.com Suku Osing sering dikenal sebagai sub suku dari Suku Jawa. Suku Osing sendiri merupakan penduduk asli Banyuwangi yang dikenal masyarakat luas sebagai etnis yang ramah, penurut, dan menjunjung tinggi suku yang ada di pulau jawa gotong royong.

Suku ini tersebar di beberapa wilayah yang ada di Banyuwangi, seperti Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Songgon, Kecamatan Kabat, Kecamatan Giri, dan masih banyak lagi. Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh Suku Osing yaitu bernama bahasa Osing yang merupakan turunan daru Jawa kuno.

Meskipun demikian, dialek yang digunakan pada bahasa Osing ini sangat lah berbeda dengan dialek bahasa Jawa asli. 7. Suku Baduy cnnindonesia.com Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan suku yang satu ini.

suku yang ada di pulau jawa

Suku Baduy merupakan kelompok etnis yang berasal dari provinsi Banten tepatnya berada di kaki desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ramgkasbitung, Provinsi Banten. Suku Baduy menggunakan bahasa Sunda dalam berkomunikasi sehari-hari.

Dalam kehidupan masyarakat luas, Suku Baduy dikenal dengan nama lain seperti Orang Kanekes, Orang Badui, dan Urang Kanekes. Suku Baduy juga tidak mengenal budaya tulis dalam kesehariannya. Baca Juga : 12 Contoh-contoh Kebudayaan di Masyarakat Indonesia Serta Penjelasannya Demikian informasi mengenai beberapa suku bangsa yang ada di Pulau Jawa.

Semoga informasi ini membantu! Jangan lupa untuk selalu update informasi melalui blog Mamikos karena di sini tempatnya berbagai macam informasi menarik dan tentunya selalu ter up to date!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Pulau Jawa dipisahkan oleh batas daratan yakni Pulau Kalimantan, Pulau Bali, dan Pulau Sumatera.

Masyarakat Indonesia mayoritas tinggal di Pulau Jawa yang mencapai lebih dari 150 juta jiwa. Penduduk Pulau Jawa terbagi menjadi beberapa suku. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut suku-suku yang ada di Pulau Jawa: Baca Juga: Nama-Nama Gunung di Pulau Jawa dan Ketinggian Beserta Keunikannya 1. Suku Jawa Suku Jawa merupakan suku terbesar di Pulau Jawa dan bahkan berada di seluruh wilayah Indonesia.

Suku ini mayoritas berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan D I Yogyakarta. Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa yang merupakan serapan dari bahasa Sansekerta. Namun, untuk bahasa formal, suku Jawa menggunakan bahasa Indonesia. Suku Jawa merupakan suku yang sangat mudah beradaptasi dan menjunjung tinggi nilai kesponanan dan kesederhanaan. Baca Juga: Polda Lampung Memperketat Pendatang dari Jawa, Cegah Penyebaran COVID-19 Suku Betawi adalah suku yang berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya.

Suku ini dulunya berasal dari perkawinan silang antara Belanda dan orang setempat. Suku Betawi merupakan campran suku yakni suku Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Makassar, Ambon, Bali, Arab dan Tionghoa. 3. Suku Baduy Suku Baduy adalah suku yang berasal dari Provinsi Banten dengan penduduk 26 ribu jiwa.

Suku ini berada di daerah Lauwidamar, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten. Masyarakat Baduy menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. 4. Suku Osing Suku Osing merupakan penduduk Banyuwangi. Suku ini dikenal ramah dan menjunjung tinggi sikap gotong royong. Suku ini tersebar di Banywangi yakni Kecamatan Giri, Kecamatan Kabat, Kecamatan Songgon, Kecamatan Rogojampi dan lain sebagainya. 5. Suku Sunda Suku Sunda merupakan suku yang berasal dari barat pulau Jawa. Suku ini meliputi daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan juga Lampung.

Masyarakat Sunda menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama serta terdaoat beberapa dialek yakni dialek utara, barat, selatan, tengah timur, dan lain sebagainya. 6. Suku Madura Suku Madura kerap dihubungkan berasal dari Pulau Madura. Padahal banyak sekali asal suku madura. Pulau lain yang penduduknya Suku Madura adalah Kangean, Sapudi, Raas, dan Gili Raja.

Suku Madura memiliki bahasa suku yang ada di pulau jawa yakni bahasa madura. Populasi Suku Madura juga cukup banyak yaknis ekitar 7.179.356 jiwa. 7. Suku Tengger Suku Tengger merupakan suku yang berada di suku yang ada di pulau jawa Gunung Bromo, Jawa Timur.

Nama Tengger merupakan serapan dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku ini berada di Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, dan Maleng. Demikian penjelasan terkait dengan suku di Pulau Jawa.

Suku di pulau Jawa meliputi berbagai macam jenis suku, tidak hanya Suku Jawa saja. Pulau Jawa merupakan rumah bagi berbagai suku dan setiap suku memiliki adat istiadat, bahasa, ciri khas masing-masing.

suku yang ada di pulau jawa

Kontributor : Annisa Fianni Sisma IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Pulau Jawa adalah wilayah Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak.

Pulau Jawa juga menjadi pusat perkembangan teknologi dan pendidikan di Indonesia. Jumlah penduduknya yang sangat padat membuat banyak orang dari berbagai suku tinggal di satu wilayah.

Translator bahasa Jawa dari Bocahkampus bisa kamu gunakan sehari-hari untuk berkomunikasi. Apalagi jika kamu pendatang di pulau Jawa atau kamu kesulitan bahasa Jawa. Karena ada banyak suku di pulau Jawa dengan berbagai macam bahasa daerah yang berbeda. Suku Asli Pulau Jawa Indonesia negara yang kaya akan budaya, suku dan agama. Termasuk di pulau Jawa, meskipun banyak pendatang dari luar Jawa tapi suku asli Jawa masih ada di dalamnya.

Kendala bahasa biasanya dirasakan oleh pendatang di pulau Jawa.

suku yang ada di pulau jawa

Berikut ini suku-suku yang ada di pulau Jawa: • Suku Jawa Salah satu suku terbesar di pulau Jawa adalah suku Jawa yang menempati wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Bahkan suku Jawa juga telah menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Dalam berkomunikasi, suku Jawa biasanya menggunakan bahasa Jawa yang berasal dari bahasa Sansekerta. Suku Jawa dikenal menjadi masyarakat yang sangat mengutamakan kesopanan dan menjunjung tinggi kesederhanaan.

Semua bisa terlihat dari tutur kata masyarakat Jawa yang lemah lembut. Kamu juga bisa menggunakan translator bahasa Jawa dari Bocahkampus agar bisa berkomunikasi dengan lancar. • Suku Sunda Suku ini berasal dari wilayah barat pulau Jawa seperti Banten, Jawa Barat, Jakarta dan sekitarnya.

Bahasa Sunda juga sangat unik karena memiliki beberapa dialek. Seperti dialek timur, dialek barat, dialek selatan, dialek tenggara.

suku yang ada di pulau jawa

• Suku Tengger Suku ini mendiami wilayah di sekitar Gunung Bromo di Jawa Timur. Masyarakat suku Tengger masih menjunjung tinggi kebudayaan dan adat istiadat. Mereka percaya bahwa Gunung Bromo adalah gunung yang suci. Setiap tahunnya masyarakat suku Tengger mengadakan upacara kerohanian yang dinamakan Kasodo. • Suku Madura Suku Madura memiliki bahasanya sendiri yang biasa menjadi bahasa utama mereka setiap hari.

Tidak hanya berada di pulau Madura, persebaran suku ini sudah mencapai beberapa wilayah di Indonesia. • Suku Betawi Suku Betawi menempati wilayah Jakarta dan sekitarnya. Suku ini berasal dari adanya perkawinan silang antara etnis Belanda pada jaman colonial. Suku Betawi dikatakan sebagai pendatang karena masyarakat Betawi sebenarnya berasal dari suku-suku lain di Indonesia seperti Sunda, Melayu, Jawa, Ambon, Tionghoa dan Bali. • Suku Osing Suku Osing merupakan sub suku Jawa.

Suku ini berasal dari Banyuwangi dan sangat terkenal dengan keramahannya. Masyarakat suku Osing sangat menjunjung tinggi keramahan, gotong royong dan penurut. Bahkan mereka dikenal sebagai Wong Blambangan. Bahasa suku Osing adalah bahasa Osing yang merupakan turunan dari bahasa Jawa Kuno.

Tetapi dialek bahasa Osing sangat jauh suku yang ada di pulau jawa dengan bahasa Jawa yang sering kita dengar. Kamu bisa menggunakan translator bahasa Jawa dari Bocahkampus agar bisa memahami bahasa mereka. • Suku Baduy Suku Baduy berada di Banten. Mereka berbahasa sunda dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jika mereka bertemu orang luar, maka mereka berbahasa Indonesia.

Suku Baduy juga dibagi menjadi dua yaitu Baduy dalam dan Baduy luar. Mereka adalah masyarakat asli Indonesia yang sampai saat ini masih menjunjung tinggi adat istiadat.

Itulah beberapa suku-suku yang ada di pulau Jawa. Mari banyak belajar agar kita bisa terus menghormati dan menghargai suku bangsa lainnya. Posted in Artikel Post navigation Latest Posts • Aplikasi Instant Messaging Dengan Pengguna Terbanyak • Dekorasi Masjid yang Membuat Suasana Jadi Syahdu • Lokasi Di Dunia Dengan Pemandangan Indah • e-Commerce Satu Ini Berhasil Taklukan Alibaba • Mengenal Jenis Operasi Plastik Di Wajah • 7 Suku Yang Ada Di Pulau Jawa • Teknik Belajar Seru Anti Stres Archives • April 2022 • March 2022 • February 2022 • December 2021 • November 2021 • September 2021 • July 2021 • June 2021 • May 2021 • March 2021 • February 2021 • January 2021 • December 2020 • November 2020 • September 2020 • August 2020 • May 2020 • April 2020 • July 2019 • May 2019 • April 2019 • March 2019 • February 2019 • January 2019 Pulau Jawa sendiri merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Namun untuk suku yang ada, bukan saja terdiri dari Suku Jawa. Ada beberapa nama suku yang mendiami pulau ini. Misalnya di Jawa Barat ada Suku Sunda, Banten ada Suku Baduy, Jawa Timur ada Suku Madura dan lainnya. Sedangkan populasi terbesar adalah Suku Jawa, bahkan persebarannya hingga luar negeri.

Suku-suku di Pulau Jawa Suku Jawa menjadi suku paling besar di pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Suku ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan penyebarannya, hampir ada di seluruh Indonesia. Untuk komunikasi sehari-hari, Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Yang mana bahasa tersebut merupakan bahasa serapan dari bahasa Sansekerta. Adapun untuk komunikasi formal tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Mayoritas masyarakat Jawa beragama Islam, populasinya hingga 97%. Sedangkan persentase selain itu beragama Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Suku bangsa Jawa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Hal ini bisa dilihat dalam keseharian mereka dari tampilan, perbuatan dan perkataannya yang lemah lembut.

pegipegi.com Suku Tengger adalah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur. Berdasarkan dari sejarahnya, nama Tengger ini berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku ini masih sangat kental dengan adat istiadat yang ada. Misalnya kepercayaan Gunung Brahma atau Bromo sebagai Gunung suci, maka setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara yang bernama upacara Kasada atau Kasodo.

Dan masih banyak tradisi lain yang masih dijaga. Sebagian besar masyarakat Tengger memeluk agama Hindu. Sedangkan upacara Kasodo tersebut merupakan upacara kerohanian yang dilakukan pada malam hari hingga menjelang terbit matahari. Adapun untuk persebaran Suku Tengger terdapat di beberapa wilayah meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang dan Pasuruan.

3. Suku Madura grid.id Suku Madura termasuk memiliki populasi yang banyak. Berdasarkan sensus tahun 2010, suku ini berjumlah 7.179.356 jiwa. Suku ini menyebar di berbagai daerah di Indonesia hingga negara tetangga.

Suku Madura tidak hanya berasal dari Pulau Madura, setidaknya ada beberapa pulau lain yang menjadi asal suku ini.

Yang paling terkenal misalnya Kangean, Gili Raja, Raas dan Sapudi. Dari segi bahasa, Suku Madura memiliki bahasa sendiri yang bernama bahasa Madura. Meskipun, banyak yang tinggal di daerah-daerah lain di Jawa Timur tidak banyak yang bisa atau menggunakan bahasa Jawa. 4. Suku Osing travelingyuk.com Suku Osing atau biasa disebut Suku Using adalah sub-suku dari suku Jawa.

Suku Osing merupakan penduduk asli Banyuwangi. Maka, saat menyebut suku ini akan ditemui penyebutan yang digabung suku Osing Banyuwangi. Selain itu masyarakat suku Osing juga dikenal dengan sebutan Wong Blambangan. Suku ini sangat memegang erat dengan adat istiadat.

Orangnya dikenal ramah, penurut dan mempraktikkan sikap gotong royong. Bahasa Suku Osing adalah bahasa Osing, yang merupakan turunan dari bahasa Jawa Kuno. Meski demikian, dialek bahasa Osing sangat berbeda dengan bahasa Jawa. Suku ini tersebar di beberapa wilayah yang ada di Banyuwangi, misalnya Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Kabat, Giri dan lainnya. Suku yang ada di pulau jawa berbaur dengan Suku Jawa dan Madura.

5. Suku Betawi news.detik.com Suku Betawi berasal dari provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya yang merupakan suku pertama di Jakarta. Menurut beberapa literasi, suku ini berasal dari perkawinan silang antar ethnis dan suku yang ada di pulau jawa yang dibawa oleh Belanda pada masa lalu. Keberadaan Suku Betawi di Jakarta sebenarnya adalah pendatang. Karena terbentuknya masyarakat betawi berasal dari beberapa suku seperti Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Makassar, Ambon, Bali bahkan Arab dan Tionghoa.

Bahasa suku Betawi dikenal sebagai bahasa Melayu Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu Batavia. Dan bahasa ini merupakan anak bahasa dari bahasa Melayu. Mayoritas Suku Betawi beragama Islam, adapun sebagian kecil menganut agama Kristen, Protestan dan juga Katolik. Adat istiadat suku Betawi yang dijunjung tinggi adalah jiwa sosial dan menjaga nilai-nilai agama. Kumpulan artikel menarik lainnya! • 35 Rumah Adat Indonesia • Senjata Tradisional Indonesia • Lagu Daerah Indonesia Lengkap 5.

Suku Sunda indonesia.go.id Suku Sunda berasal dari daerah barat pulau Jawa. Secara administratif kemeradaan suku ini berada di Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung. Meskipun telah menyebar di berbagai daerah, suku yang ada di pulau jawa daerah tersebut menjadi persebaran terbanyak. Etsis suku bangsa Sunda dikenal memiliki sifat pemberani dan menjunjung tinggi kejujuran.

Dalam sejarah Indonesia, Raja Saiman adalah orang Nusantara yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik dengan Portugis di Malaka.

Untuk komunikasi sehari-hari, masyarakat Sunda menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama. Dan bahasa tersebut memiliki beberapa dialek seperti Dialek Barat, Dialek Utara, Dialek Selatan, Dialek Tengah Timur, Dialek Timur Laut dan Dialek Tenggara. Suku Sunda umumnya berprofesi sebagai petani dan berladang, bahkan pada masa lalu mereka berpindah-pindah tempat untuk bertanam.

Selain itu, mereka dikenal juga sebagai pedagang atau wirausahawan. 7. Suku Baduy sindonews.net Suku Baduy berasal dari provinsi Banten dengan penduduk sekitar 26 ribu jiwa. Suku ini bermukim di kaki desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten. Masyarakat Baduy menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Sedangkan dengan penduduk luar, menggunakan bahasa Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat luas, suku ini juga terkenal dengan nama lain seperti Urang Kanekes, Orang Kanekes dan Orang Badui.

Suku Baduy tidak mengenal budaya tulis dalam keseharian. Demikian ulasan tentang suku-suku di pulau Jawa beserta penjelasannya.

Dengan mengenal kebuyadaan Jawa dan karakter orang Jawa, bertambah juga wawasan yang kita miliki. Referensi • Pram (2013). Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya. Jakarta: Cerdas Interaktif • Rachmat (2009). Ringkasan Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.

Jakarta: Grasindo • Sare, Yuni (2007). Antropologi SMA/MA XI. Jakarta: Grasindo • Wikipedia.org. Suku Jawa. Diakses pada 01 Januari 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa Post navigation
SuaraJogja.id - Pulau Jawa adalah pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia. Meski bukanlah pulau terbesar, Jawa selalu menjadi pulau dengan penduduk terbanyak di Nusantara. Pemerintah bahkan sampai mengadakan program transmigrasi bagi warga Pulau Jawa untuk pemerataan penduduk di pulau-pulau lain.

Hal ini membuat di luar Jawa ada yang keturunan Suku Jawa. Meski demikian, suku di Pulau Jawa sendiri tidak hanya ada satu karena Jawa terbagi dalam beberapa provinsi yaitu Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Banyaknya penduduk di Pulau Jawa membuat pulau tersebut kaya akan keragaman suku bangsa. Berikut ini sejumlah suku yang ada di Pulau Jawa. Yuk disimak.

1. Suku Jawa Baca Juga: Suku di Pulau Jawa Beserta Domisilinya Hampir 40,22% penduduk Indonesia adalah Suku Jawa yang menjadikan mereka menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia. Suku ini menempati hampir di setiap wilayah pulau Jawa, mayoritas di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Suku Jawa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang merupakan serapan dari bahasa Sansekerta. Namun, masyarakat Suku Jawa juga tetap menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi dalam acara formal maupun resmi.

Banyak orang yang mengatakan bahwa Suku Jawa terkenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kesederhanaan. Tak jarang masyarakat luar mengatakan bahwa Suku Jawa identik dengan penuturan kata yang lemah lembut dan halus.

Baca Juga: Batas Daratan Pulau Jawa dan Sejarah Pulau Jawa Suku ini menjadi kelompok etnik dengan jumlah masyarakat terbanyak kedua setelah Suku Jawa. Budaya yang dimiliki Suku Sunda di antaranya yaitu bahasa daerah, seni tari, dan kesenian lainnya.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Sunda. Adapun seni tari yang paling terkenal dari Suku Sunda yaitu tari topeng dan tari merak. Tak hanya itu, Suku Sunda memiliki kesenian lain seperti wayang golek yang menjadi salah satu kesenian kebanggaan. Wayang golek tersebut dipentaskan oleh sinden dengan diiringi oleh alunan musik degung.

3. Suku Betawi Suku Betawi merupakan keturunan penduduk yang bermukim di Batavia sejak abad ke-17 atau masa kolonial Hindia Belanda. Etnis ini dikenal sebagai etnis perpaduan antara Melayu, Jawa, Bali, Sunda, Bugis, Makassar, Ambon, India, Tionghoa, dan Arab yang dulunya sempat bertempat tinggal di Jakarta.

Sama halnya suku lain, Suku Betawi memiliki berbagai macam budaya mulai dari kesenian, senjata tradisional, bahasa daerah, hingga rumah tradisional.

Suku Betawi memiliki kesenian khas bernama Gambang Kromong, yang merupakan kolaborasi antara seni musik Tionghoa, rebana, orkes samrah, keroncong tugu, dan tanjidor. Kesenian lain yang dimiliki Suku Betawi yaitu lenong. Suku Betawi juga memiliki senjata tradisional yaitu golok atau bendo bersarung kayu. Sedangkan rumah tradisional yang ada disebut rumah kebaya dan rumah panggung Betawi.

Bahasa yang digunakan Suku Betawi dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Indonesia. Namun, Bahasa Indonesia yang digunakan oleh Suku Betawi diucapkan dengan penuturan dialek Betawi. 4. Suku Baduy Suku Baduy merupakan kelompok etnis yang berasal dari Provinsi Banten, tepatnya berada di kaki desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ramgkasbitung.

Suku Baduy menggunakan bahasa Sunda dalam berkomunikasi sehari-hari. Dalam kehidupan masyarakat luas, Suku Baduy dikenal dengan nama lain seperti Orang Kanekes, Orang Badui, dan Urang Kanekes.

Suku Baduy tidak mengenal budaya tulis dalam kesehariannya. 5. Suku Osing Suku Osing merupakan penduduk asli Banyuwangi dan sering dikenal sebagai sub suku dari Suku Jawa. Mereka lekat sebagai etnis yang ramah, penurut, dan menjunjung tinggi gotong royong. Suku ini tersebar di beberapa wilayah yang ada di Banyuwangi, seperti Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Songgon, Kecamatan Kabat, Kecamatan Giri, dan masih banyak lagi.

Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh Suku Osing yaitu bernama bahasa Osing yang merupakan turunan daru Jawa kuno. Meskipun demikian, dialek yang digunakan pada bahasa Osing ini sangat lah berbeda dengan dialek bahasa Jawa asli. 6. Suku Tengger Suku Tengger berasal dari Jawa Timur, tepatnya di sekitar Gunung Bromo. Nama Tengger sendiri berasal dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku Tengger tersebar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, hingga Kabupaten Probolinggo.

Suku Tengger dikenal masyarakat luas sebagai suku yang masih menjunjung tinggi adat istiadat. Misal kepercayaan terhadap Gunung Bromo yang diyakini sebagai gunung suci.

Setahun sekali, Suku Tengger mengadakan upacara adat Kasodo sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar dijauhkan dari segala malapetaka. Upacara adat ini dilakukan dengan melarung hasil bumi masyarakat Tengger ke dalam kawah Gunung Bromo.

7. Suku Madura Suku Madura tidak hanya berasal dari Pulau Madura. Ada beberapa wilayah yang diyakini sebagai asal suku Madura ini.

Pulau yang paling terkenal meliputi Kangean, Raas, Gili Raja, dan Sapudi. Suku Suku yang ada di pulau jawa ini tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Pulau Jawa. Suku Madura memiliki bahasa daerah yang disebut sebagai bahasa Madura.
Pulau Jawa adalah salah satu pulau besar yang dimiliki Indonesia.

Pulau ini memiliki beberapa gunung tinggi yang tersebar di setiap wilayahnya. Secara administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam provinsi, yaitu Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Dengan luas wilayah kurang lebih 126.700 km 2, menjadikan pulau Jawa menempati peringkat sebagai pulau terluas urutan ke-5 di Indonesia dan urutan ke-13 pulau terbesar di dunia. Pulau Jawa merupakan pulau terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 160 juta jiwa, yang artinya lebih dari 60 persen populasi penduduk Indonesia ada di pulau Jawa.

Selain itu, kepadatan penduduk di pulau Jawa mencapai 1.317 jiwa/km 2. Padatnya penduduk di pulau Jawa menjadikan pulau ini dihuni oleh suku atau etnis suku yang ada di pulau jawa beragam.

Berikut ini adalah beberapa macam suku bangsa di pulau Jawa: 1. Suku Jawa Suku Jawa adalah suku bangsa yang dominan di pulau Jawa, selain itu suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia karena sekitar 41,7 persen penduduk Indonesia adalah suku Jawa. Suku Jawa berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Suku Jawa sendiri memiliki cabang-cabang suku lain, seperti suku Samin yang berada di Jawa Tengah, lalu suku Tengger yang berdiam di kawasan pegunungan Bromo yang merupakan salah satu taman wisata alam di Indonesia, dan suku Osing atau Using yang merupakan penduduk asli Banyuwangi.

Suku Jawa dikenal suku yang ada di pulau jawa logat atau dialek yang halus. Mayoritas suku Jawa menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa Jawa sendiri memiliki pembagian tingkatan, yaitu bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa madya, dan bahasa Jawa krama. Pembagian tingkatan bahasa ini didasarkan atas perbedaan usia, tingkat kekerabatan dan tingkat derajat antara yang berbicara dengan yang diajak bicara. 2. Suku Sunda Suku Sunda atau urang Sunda adalah suatu kelompok etnis yang merujuk pada penduduk pulau Jawa bagian barat. Suku Sunda berdomisili di wilayah Tatar Pasundan, yaitu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, wilayah bagian barat Jawa Tengah, serta Lampung.

Sekitar 15,2 persen penduduk Indonesia adalah orang Sunda, yang berarti suku Sunda merupakan suku terbesar kedua setelah suku Jawa. Suku Sunda sendiri memiliki sub-etnis lain, seperti suku Baduy atau urang kanekes yang terbagi menjadi suku Baduy luar dan suku Baduy dalam.

Mayoritas suku Sunda dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Sunda, namun bahasa sunda yang digunakan memiliki dialek yang beragam. Keberagaman dialek ini disebabkan oleh percampuran bahasa Sunda dengan bahasa daerah lain. Berikut ini merupakan dialek-dialek bahasa yang digunakan oleh suku Sunda: • Dialek utara yang mencakup daerah Sunda bagian utara, yaitu kota-kota di dataran pantai utara (pantura). • Dialek selatan atau yang disebut Priangan yang mencakup kota di daerah Sunda selatan, yaitu Bandung dan sekitarnya.

• Dialek barat yang mencakup daerah Sunda bagian barat, yaitu Banten dan sebagian kecil daerah Lampung. • Dialek Tengah bagian timur yang mencakup daerah perbatasan Jawa Tengah, seperti Indramayu dan Majalengka.

• Dialek Sunda bagian tenggara yang mencakup daerah Ciamis dan sekitarnya. • Dialek Cirebon atau dialek timur laut yang mencakup daerah Cirebon dan sekitarnya.

3. Suku Betawi Suku Betawi merupakan suku yang secara umum penduduknya bertempat tinggal di wilayah DKI Jakarta. Suku yang ada di pulau jawa Betawi diilhami dari kata ‘Batavia’. Nama Batavia diambil dari suku Batavia yang merupakan nenek moyang bangsa Belanda pada zaman Kekaisaran Romawi, dimana saat ini Belanda merupakan salah satu negara terkaya di dunia. Representasi kehidupan sehari-hari suku Betawi dapat kita lihat pada film “Si Doel Anak Sekolah”.

Pada film tersebut kental unsur-unsur khas dari suku Betawi, baik dari logat atau dialek, tradisi, kesenian, dan sebagainya. Ada pendapat yang menyatakan jika suku Betawi merupakan sub-etnis dari suku Sunda. Ada pula yang berpendapat bahwa suku Betawi merupakan suku atau etnis hasil perkawinan silang antar etnis lain yang sudah hidup terlebih dahulu di Jakarta, seperti suku Jawa, Sunda, Melayu, Arab, Tionghoa, Bugis dan Makassar.

Namun penelitian yang dilakukan oleh Lance Castles mengungkapkan bahwa kelompok yang mengaku sebagai suku atau etnis Betawi secara biologis merupakan kaum berdarah campuran yang mempunyai keturunan berbagai suku bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia (Jakarta). 4. Suku Madura Suku Madura merupakan suku yang berasal dari pulau Madura, namun dewasa ini suku Madura sudah tersebar di pulau Jawa bahkan di luar pulau Jawa.

Selain menghuni pulau Madura, suku Madura mayoritas tinggal di beberapa kota dari Jawa Timur, seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, Surabaya, Malang, dan Pasuruan.

suku yang ada di pulau jawa

Suku Madura merupakan suku yang sering merantau ke berbagai daerah dan dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Umumnya suku Madura yang merantau berprofesi sebagai wirausahawan, baik sebagai pedagang maupun penjual jasa. Suku Madura terkenal dengan logat atau dialek yang khas dan unik. Salah satu keunikan logat dari suku Madura terletak pada pelafalan dengan penekanan pada beberapa huruf, seperti huruf L pada kata poleh (lagi) dibaca polleh. Selain itu, keunikan logat suku Madura terletak pada pengulangan kata.

Kata ulang yang diucapkan diambil dari suku kata terakhir sebelum diucapkan kembali, misalnya taman kanak-kanak (TK) diucapkan man nak kanak, atau kata sate dilafalkan te sate. Seperti halnya bahasa Jawa yang memiliki tingkatan dalam penggunaannya, bahasa Madura pun juga mempunyai tingkatan dalam penggunaan sehari-hari.

Tingkatan tersebut didasarkan pada perbedaan usia, kekerabatan dan tingkatan derajat. Nah, itulah beberapa suku bangsa di pulau Jawa. Selain suku atau etnis yang disebutkan diatas, masih banyak suku lainnya, baik suku-suku yang berasal dari seluruh Indonesia maupun suku yang berasal dari luar negeri.

Suku lain yang ada di pulau Jawa merupakan para perantau yang lama menghuni pulau Jawa hingga membaur dengan suku lain yang ada di pulau Jawa. Semoga artikel ini bermanfaat.Pulau Jawa adalah pulau yang terpadat penduduknya di Indonesia. Meskipun, pulau ini bukanlah pulau terbesar, namun penduduknya paling banyak.

Bahkan, beberapa tahun silam pemerintah mengadakan program transmigrasi untuk pemerataan penduduk. Sehingga sebagian penduduk di Pulau Jawa dipindahkan ke luar Pulau Jawa. Inilah yang membuat di luar Jawa ada yang keturunan Suku Jawa. Meski begitu, suku di Pulau Jawa sendiri tidak hanya ada satu. Karena Jawa terbagi dalam beberapa provinsi yaitu Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menyebabkan Jawa memiliki berbagai suku. Daftar Isi • 1 Suku Betawi • 2 Suku Sunda • 3 Suku Jawa • 4 Suku Samin • 5 Suku Arab-Indonesia • 6 Suku Bawean • 7 Suku Tengger • 8 Suku Osing • 9 Suku Madura • 10 Suku Badui • 11 Suku Banten • 12 Suku Cirebon Suku Betawi Sumber: goodnewsfromindonesia.id Suku Betawi adalah suku yang banyak mendiami Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.

Suku Betawi merupakan keturunan penduduk yang pada masa kolonial dulu bermukim di Batavia sejak abad ke-17. Kelompok etnis ini merupakan perpaduan dari etnis lain yang dulu tinggal di Jakarta. Diantaranya Melayu, Jawa, Bali, Sunda, Bugis, Ambon, Makassar, Arab, Tionghoa, dan India. Bahasa yang digunakan Suku Betawi sehari – hari adalah bahasa Indonesia dengan penuturan dialek Betawi.

Contoh paling jelas adalah pengucapan setiap kata yang diakhiri dengan huruf “e”, sementara Betawi pingir bernada “a” keras seperti huruf ain dalam membaca tulisan Arab. Suku Betawi memiliki kesenian khas Gambang Kromong, yang merupakan serapan dari seni musik Tionghoa. Namun, dikolaborasikan dengan rebana pada tradisi Arab, orkes Samrah dari Melayu, Keroncong Tugu dari Portugis – Arab, dan Tanjidor dengan latar belakang Belanda. Kesenian lain yang khas adalah Lenong.

Senjata tradisional milik Suku Betawi adalah golok atau bendo bersarung kayu. Rumah tradisionalnya disebut rumah kebaya dan juga rumah panggung Betawi. Suku Sunda Sumber: lifestyle.okezone.com Suku Sunda sering juga menyebut diri mereka Urang Sunda. Yang mana berasal dari Tatar Pasundan, wilayahnya mencakup Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan suku yang ada di pulau jawa barat Jawa Tengah. Domilisi mayoritas Suku Sunda adalah di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

suku yang ada di pulau jawa

Sebagian besar Suku Sunda menganut agama Islam. Sebagian sisanya beragama lain, seperti Kristen, dan Sunda Wiwitan. Budaya yang dimiliki Suku Sunda diantaranya bahasa, dimana dalam keseharian menggunakan Bahasa Sunda. Seni tari yang paling terkenal dari Suku Sunda adalah tari jaipongan. Ada juga tari lain diantaranya tari topeng dan tari merak. Kesenian Wayang Golek juga menjadi kesenian kebanggan Suku Sunda. Dimana biasanya dipentaskan dengan musik degung lengkap dengan sindennya.

Suku Sunda sendiri memiliki makanan khas berupa sayur lodeh, sayur asem, pepes, tutug oncom, dan lalaban. Yang mana makanan ini bisa dijumpai di rumah makan atau warung – warung makan. Dan orang Sunda terkenal menyukai sayur – sayuran serta lalaban. Yuk ketahui juga alat musik tradisional Sunda.

Suku Jawa Sumber: goodnewsfromindonesia.id Suku Jawa adalah suku terbesar yang ada di Indonesia, tercatat sedikitnya 40,22% penduduk Indonesia adalah Suku Jawa.

Suku Jawa juga tersebar di sebagian besar daerah – daerah di Indonesia. Sebagai hasil dari transmigrasi yang dulu menjadi program pemerintah. Bahkan di luar negeri, ada juga Suku Jawa yang berdomisili. Seperti di Suriname dan Oseania, Amerika Selatan, dan Kaledonia Baru.

Hal suku yang ada di pulau jawa terjadi karena pada masa kolonial Belanda, Suku Jawa dibawa untuk menjadi pekerja. Suku Jawa juga sering dikenal sebagai Wong Jawa atau Tiyang Jawi. Dimana, mayoritas suku ini memeluk agama Islam, beberapa menganut Kristen, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan Kejawen.

suku yang ada di pulau jawa

Meski menganut agama Islam maupun Kristen, Suku Jawa dipengaruhi juga oleh budaya Kejawen dan Hindu Budha. Hal ini terlihat dari tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Meski tidak menghapus jati diri mereka sebagai pemeluk agama lain. Untuk bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa.

Yang mana sebagian ada yang menggunakan Bahasa Jawa campur Bahasa Indonesia. Jawa pun dibedakan lagi menjadi Jawa Ngoko, Ngoko Alus, Krama, Krama Alus, hingga Bahasa Keraton. Budaya Jawa dibagi menjadi tiga, yaitu budaya Jawa Tengah – DIY, Banyumasan, dan budaya Jawa Timur. Dimana, budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan yang dibalut dalam perwujudan perilaku sehari – hari. Seni yang berkembang di Suku Jawa tidak bisa lepas dari pengaruh ajaran Hindu – Budha.

Seperti halnya Wayang, dengan lakon berdasarkan cerita Ramayana dan Mahabharata. Selain itu, seni lain yang juga mendunia adalah batik, keris, serta musik gamelan. Baju adat Suku Jawa adalah Baju Beskap bagi laki – laki dan Kebaya bagi perempuan. Yuk ketahui juga alat musik tradisioal Jawa Tengah dan alat musik tradisioal Jawa Timur. Suku Samin Sumber: bisniswisata.co.id Suku Samin lebih sering disebut sebagai Wong Sikep.

Masyarakat Wong Sikep ini merupakan pengikut ajaran Samin Surosentiko, dimana ajaran utamanya adalah “sedulur sikep”. Dimana maksudnya adalah mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Diantaranya seperti menolak membayar pajak, menolak peraturan dari kolonial Belanda maupun Jepang. Yang mana sikap suku yang ada di pulau jawa dinilai menjengkelkan bagi pemerintah kolonial.

Hingga saat ini pun, Suku Samin tetap menjunjung tinggi ajaran tersebut. Suku Samin dulunya mengisolasi diri, hingga pada tahun 70-an mereka baru mengetahui jika Indonesia telah merdeka. Persebaran suku ini berada di kawasan Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur.

Jumlahnya pun tidak banyak, dan sebagian besar bermukim di kawasan pegunungan Kendeng. Suku Samin percaya bahwa agama adalah pegangan hidup. Bagi mereka, kitab suci yang mereka anut adalah Serat Jamus Kalimasada yang terdiri dari beberapa buku. Ajarannya ditulis dalam bentuk puisi atau tembang Jawa. Tidak seperti Suku Jawa yang memiliki bahasa Jawa dengan tingkatan tertentu. Suku Samin menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari – hari, namun hanya ada satu jenis yaitu Bahasa Jawa Ngoko.

Pakaian yang dikenakan adalah baju lengan panjang berwarna hitam. Untuk laki – laki mengenakan ikat kepala. Sementara untuk perempuan mengenakan kebaya lengan panjang, dengan bawahan kain di bawah lutut di atas mata kaki.

Suku Arab-Indonesia Sumber: voa-islam.com Suku Arab-Indonesia adalah penduduk Indonesia yang memiliki darah Arab dan Pribumi Indonesia.

Umumnya, masyarakat suku ini tinggal dan menetap di perkampungan Arab. Seperti Kampung Kauman yang ada di Kota Semarang, dimana sebagian besar masyarakat adalah keturunan Arab Indonesia.

Dalam budaya, suku ini membawa kesusastraan berupa hikayat, babad, syair, serta kasidah. Dimana di dalamnya mengandung unsur – unsur dan karya sastra yang bernuansa Islami. Dengan latar belakang dongeng di negara Timur Tengah, serta dongen Seribu Satu Malam. Seni musik dari Suku Arab-Indonesia diantaranya gambus, zapin, dangdut, marawis, dan kasidah. Yang mana sudah menjadi musik rakyat yang kerap kali dipertunjukkan di acara peringatan besar tokoh agama Islam.

Untuk pakaian adatnya, Suku Arab – Indonesia memakai gamis. Yaitu busana berupa baju kuruang dari atas ke bawah, lengan panjang, seperti jubah. Ini biasa dikenakan oleh laki – laki maupun perempuan. Serta baju kaftan dan tunik untuk perempuan. Gamis untuk laki – laki terkadang juga dipadukan dengan sarung atau celana pantalon di bagian dalamnya. Suku Bawean Sumber: netralnews.co.id Suku yang ada di pulau jawa Bawean adalah suku yang terbentuk karena percampuran antara keturunan Bugis, Makassar, Banjar, Madura, dan Jawa.

Suku ini juga dikenal dengan sebutan Boyan atau Babian. Masyarakat Suku Bawean ini menempati Pulau Bawean, yang terletak 80 mil ke arah utara Surabaya, dan masuk Kabupaten Gresik. Suku Bawean memiliki budaya – budaya yang terus dilestarikan hingga sekarang. Diantaranya kercengan, yaitu pertunjukan yang sering dipentaskan di acara pernikahan. Penari kercengan akan berbaris atau suku yang ada di pulau jawa dua baris, memainkan kompang, dan penyanyi duduk di belakang. Ada juga budaya Cukur Jambul, dimana bayi yang sudah berusia 40 hari akan dicukur.

engan bacaan berzanji dan kompang yang ditabuh sambil mencukur kepala sang bayi. Kemudian ada Pencak Bawean, yang biasa ditampilkan pada 17 Agustus atau upacara pernikahan. Yaitu dengan tari permainan pedang. Lalu ada juga Dikker, yang merupakan alunan pujian dan sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam disertai dengan permainan terbangan. Dan Mandiling, yaitu budaya tarian dengan pantun. Suku Tengger Sumber: goodnewsfromindonesia.id Suku Tengger menyebut dirinya juga Wong Tengger atau Wong Brama.

Suku ini mendiami dataran tinggi pegununan Bromo – Tengger – Semeru, Jawa Timur. Di wilayah lain, suku ini juga menempati Kabupaten Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan.

suku yang ada di pulau jawa

Suku Tengger adalah orang yang taat dalam ajaran agama, yaitu agama Hindu. Dimana, diyakini bahwa masyarakat suku ini adalah keturunan langsung dari Kerajaan Majapahit. Nama “Tengger” sendiri diambil dari suku yang ada di pulau jawa Rara Anteng dan Jaka Seger. Dimana kata “Teng” diambil dari nama Rara Anteng, dan “Ger” diambil dari nama Jaka Seger. Meskipun menganut ajaran agama Hindu, Wong Tengger tidak menerapkan sistem kasta. Karena, mereka merasa bahwa satu suku semua adalah bersaudara.

Budaya yang begitu kental dan masih dilakukan secara turun temurun adalah Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dilakukan di sebuah pura di bawah kaki Gunung Bromo.

Bagi Suku Tengger, Gunung Bromo adalah gunung suci. Upacara ini dilakukan pada tanggal 14 atau 15 bulan kasodo atau kesepuluh dalam penanggalan Jawa. Dimana, upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari. Suku Osing Sumber: liputan6.com Suku Osing juga dikenal sebagai Lare Osing atau Wong Blambangan. Suku ini mendiami beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Bahasa yang digunakan oleh Suku Osing adalah Bahasa Osing, yang merupakan pengaruh Bahasa Bali dan Jawa Kuno. Lare Osing dulunya menganut agama Hindu Budha sebagai pengaruh dari Kerjaan Majapahit.

Namun, setelah datangnya agama Islam, beberapa penduduk beralih memeluk agama Islam. Kini, mayoritas Suku Osing memeluk agama Islam, dan minoritas memeluk agama Hindu. Seperti Suku Bali dan Suku Tengger, seni dan budaya Suku Osing kental akan unsur mistik. Seperti Gandrung Banyuwangi, Seblang, Angklung, Tari Barong, Kuntulan, Patrol, Janger, Jaranan, Kendang Kempul, Angklung Caruk, Jedor, dan Jaran Kincak Selain itu, ada juga seni yang sifatnya menghibur tanpa unsur mistik, seperti tembang dolanan untuk anak – anak.

Suku Madura Sumber: lontarmadura.com Suku Madura adalah masyarakat yang berasal dari Pulau Madura dan pulau – pulau di sekitarnya. Suku Madura dikenal memiliki intonasi bicara yang keras dan terdengar kasar bagi orang luas Suku Madura. Namun sebenarnya tidak demikian, Suku Madura sendiri memiliki sifat disiplin, rajin bekerja, dan hemat.

Tradisi yang berkembang di suku ini bernuansa Islam, meskipun terkadang masih melakukan praktik larung sesaji yang disebut dengan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse. Uniknya lagi, Suku Madura selalu menyisihkan uang pendapatan mereka untuk tabungan haji. Tidak peduli orang kaya maupun miskin, hampir semua melakukan hal demikian. Suku Badui Sumber: idntimes.com Suku Badui dikenal juga dengan Urang Kanekes, merupakan salah satu suku yang berdomisili di Banten, tepatnya Kabupaten Lebak.

Mereka tidak menggunakan teknologi modern meski kini teknologi sudah menjadi bagian dalam kehidupan. Bahkan, mereka juga memiliki keyakinan yang tabu jika mendokumentasikan sesuatu, khususnya bagi Suku Badui dalam. Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari adalah Bahasa Sunda.

Namun, ketika mereka berkomunikasi dengan penduduk luar Suku Badui, mereka akan menggunakan Bahasa Indonesia. Karena tertutup dan tidak mau mengikuti perkembangan zaman, Suku Baduy tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

suku yang ada di pulau jawa

Padahal, sejak era Soeharto pemerintah telah berusaha membujuk supaya dibangun sekolah untuk Suku Badui, tapi mereka justru menolak. Hingga kini, Suku Badui tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah formal. Bagi mereka, pendidikan formal berlawanan dengan adat istiadat. Kepercayaan, cerita nenek moyang, hanya diturunkan lewat lisan secara turun temurun tanpa ada bukti tertulis.

Suku Banten Sumber: biem.co Suku Banten adalah masyarakat yang mendiami daerah kekuasaan Kesultanan Banten. Populasi Suku Banten di Indonesia berdasarkan sensus penduduk adalah 4.657.000 jiwa, atau sekitar 2,1% jumlah penduduk Indonesia. Bahasa sehari – hari yang digunakan oleh Suku Banten adalah Bahasa Banten, yaitu dialek Sunda yang lebih dekat pada Bahasa Sunda kasar.

Kesenian yang dimiliki oleh Suku yang ada di pulau jawa Banten terkenal cukup mengerikan, seperti Debus. Dimana, aksi kesenian ini menampilkan para penampil untuk melakukan adegan ekstrim. Seperti memakan bara api, ditusuk, hingga diiris dengan parang. Meski begitu, para penampil kesenian ini tidak kesakitan.

Kesenian lain yang menjadi ciri khas Suku Banten adalah Rudad, Umbruk, Pencak Silat, Tari Topeng, Dzikir Saman, Angklung Gubrag, Dog – dog, Rampak Bedug, dan lainnya.

Selain itu, untuk peninggalan warisan leluhur yang begitu terkenal adalah Masjid Agung Banten dan Makam Keramat Panjang. Meski menampilkan kesenian yang cukup mengerikan, namun mayoritas masyarakat Suku Banten memeluk agama Islam. Yang mana tidak lepas dari budaya keislaman yang begitu kental, karena Banten menjadi salah satu lokasi Kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa.

Suku Cirebon Sumber: pegipegi.com Suku Cirebon bermukim di Kabupaten dan Kota Cirebon, dan beberapa daerah di sekitar Cirebon. Masyarakatnya merupakan pemeluk agama Islam sebagai agama yang dianut mayoritas. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari – hari adalah Bahasa Cirebon.

Yang merupakan gabungan dari Bahasa Jawa, Sunda, Arab, dan China. Mereka juga menggunakan Bahasa Sunda Cirebon, yang merupakan dialek khas Cirebon.

Tradisi yang masih berkembang hingga saat ini oleh Suku Cirebon adalah Bubur Sura dan Panjang Jimat. Bubur Sura adalah tradisi yang dilakukan di awal tahun baru Islam pada bulan Muharram dalam sistem penanggalan Cirebon.

Sementara Panjang Jimat adalah tradisi merawat pusaka – pusaka peninggalan nenek moyang. Baca juga: Suku di Pulau Sumatera Itulah suku – suku yang ada di Pulau Jawa beserta pulau di sekitarnya.

Suku Kamu Termasuk? Ini 10 Suku Terbesar Di Indonesia




2022 www.videocon.com