Cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Perlu kita ketahui apakah yang dimaksud dengan sumber daya alam ?

Sumber daya alam sendiri adalah segala sesuatu yang ada di alam dimana sumber daya ini bisa bermanfaat untuk kehidupan masyarakat sekitar. Ada banyak sekali sumber daya alam yang sering kita jumpai di sekitar kita seperti air, tumbuhan, tanah, hewan, dan lain -- lain. Kita tidak boleh hanya tahu tentang cara menggunakannya saja, tapi kita harus tahu bagaimana cara untuk mengelolanya agar sumber daya alam dapat berguna untuk semua masyarakat luas dan bisa memotivasi mereka agar mereka dapat berkreatifitas dan berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan baik, serta sumber daya alam tersebut tidak cepat habis ketika kita pakai.

Dengan adaya upaya dalam mengelola sumber daya alam yang baik dan benar, tentu saja hal ini sangat menguntungkan semua orang, karena semua orang mendapatkan wawasan tentang cara mengelola sumber daya alam, sehingga mereka dapat berkembang maju, seperti mereka dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Sumber daya alam memang sangatlah melimpah, tetapi terlepas dari itu semua, kita juga dianjurkan supaya dapat menjaga kelestarian sumber daya alam dan memanfaatkan dengan pengelolaan yang benar. Pengelolaan yang salah dan tidak benar dapat merusak lingkungan sekitarnya dan bisa juga menjadi bumerang bagi yang mengelola sendiri. Maka dari itu dalam mengelola sumber daya alam kita juga harus memperhatikan prinsip berwawasan lingkungan dan bekelanjutan.

Dimana arti berwawasan lingkungan sendiri, yaitu kita harus memperhatikan lingkungan sekitar dan menjaganya jangan sampai hal yang kita lakukan dapat menyebabkan dampak negatif yang besar bagi lingkungan, sedangkan berkelanjutan sendiri mempunyai arti, yaitu kita tidak boleh mengelola sumber daya alam dalam jangka waktu yang pendek saja, tetapi kita harus mengelola sumber daya alam secara terus menerus jangan sampai berhenti, serta kita juga harus memikirkan ketersediannya di masa depan.

Berikut ini adalah cara memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam berdasarkan pada jenis sumber daya alam masing -- masing : Sumber Daya Alam Hayati (Biotik) Sumber daya alam hayati (biotik) adalah sebuah sumber daya alam yang berasal dari benda hidup atau makhluk cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah.

Sumber daya alam hayati bisa berasal dari hewan atau tumbuhan, contohnya : 1. Hewan • Hewan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama sebagai bahan pangan. Cara memanfaatkan dan mengelola hewan dengan baik, yaitu : • Daging hewan, dapat dimanfaatkan untuk olahan makanan untuk menambah protein dalam tubuh.

• Hewan dapat di ternak untuk menambah penghasilan atau menaikkan ekonomi keluarga. • Membangun suaka marga satwa agar bisa menambah penghasilan bagi pemerintah dan masyarakat. • Menerapkan sanksi bagi para pemburu liar yang diatur dalam undang -- undang. 2. Tumbuhan • Banyak sekali tumbuhan yang mengandung vitamin, khususnya buah dan sayuran yang dapat membantu cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah semua orang. Adapun cara memanfaatkan dan mengelola tumbuhan agar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat yaitu : • ★ SD Kelas 4 / Ujian Semester 1 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD / MI Kelas 4 Cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah ….

a. Menangkap ikan dengan menggunakan bom b. Menggunakan racun untuk menangkap ikan c. Menangkap ikan mengunakan pancing d.

Menangkap ikan dengan pukat harimau Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Ulangan Bahasa Jawa 1 SD Kelas 3 Swara jejeg iku olehe maca …. kaya tulisane A. beda B. ganti C. padha Materi Latihan Soal Lainnya: • Ulangan Bahasa Inggris SD Kelas 5 • PAT Bahasa Sunda SD Kelas 3 • PAS DPIB - Konstruksi Jalan Jembatan SMK Kelas 11 • Amylum - Farmakognosi SMK Kelas 11 • UTS Akidah Akhlak Semester 2 Genap MI Kelas 2 • Seni Budaya Tema 8 SD Kelas 1 • UTS Bahasa Inggris SD Kelas 6 • PPKn SMP Kelas 9 KD 3.3 • Sejarah Indonesia SMA Kelas 11 MIPA • Bencana Alam - Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) SD Kelas 4 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter
Contoh Sumber Daya Laut – Pengertian, Jenis, Pemanfaatan, Ancaman & Upaya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Sumber Daya Lautyang dimana dalam hal ini meliputi contoh, pengertian, jenis, pemanfaatan, ancaman dan upaya, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Sumber Daya Laut Sumber daya laut adalah sumber daya yang meliputi, ruang lingkup yang luas yang mencankup kehidupan laut (flora dan fauna, mulai dari organisme mikroskopis hingga paus pembunuh dan habitat laut) mulai dari perairan dalam sampai ke daerah pasang surut dipantai dataran tinggi dan daerah muara yang luas.

Berbagai orang memanfaatkan dan berinteraksi dengan lingkungan laut mulai dari pelaut, nelayan komersial, pemanen kerang, ilmuwan dan lain-lain. Dan digunakan untuk berbagai kegiatan baik rekreasi, penelitian, industri dan kegiatan lain yang bersifat komersial.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : 5 Fungsi Dan Manfaat Terumbu Karang Bagi Biota Laut Jenis-Jenis Sumber Daya Laut Secara umum, sumberdaya kelautan terdiri atas sumberdaya dapat pulih (renewable resource), sumberdaya tidak dapat pulih (non-renewable resource), dan jasa-jasa lingkungan kelautan (environmental services).

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

• Sumberdaya dapat pulih terdiri dari berbagai jenis ikan, udang, rumput laut, termasuk kegiatan budidaya pantai dan budidaya laut (mariculture).

• Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi mineral, bahan tambang/galian, minyak bumi dan gas. • Sedangkan yang termasuk jasa-jasa lingkungan kelautan adalah pariwisata dan perhubungan laut. Potensi sumberdaya kelautan ini belum banyak digarap secara optimal, karena selama ini upaya kita lebih banyak terkuras untuk mengelola sumberdaya yang ada di daratan yang hanya sepertiga dari luas negeri ini.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

• Sumber Daya Dapat Pulih Indonesia dianugerahi dengan laut yang begitu luas, sehingga sumberdaya ikan di dalamnya juga beraneka ragam. Potensi lestari ikan laut sebesar 6,2 juta ton, terdiri ikan pelagis besar (975,05 ribu ton), ikan pelagis kegil (3.235,l ribu ton), ikan demersal (1.786,35 ribu ton), ikan karang konsumsi (63,99 ribu ton), udang peneid (74,00 ribu ton), lobster (4,80 ribu ton), dan cumi-cumi (28,25 ribu ton).

Potensi sumberdaya perikanan ini tersebar dalam sembilan wilayah pengelolaan. Masing-masing (1) Selat Malaka, (2) Laut Cina Selatan, (iii) Laut Jawa, (iv) Selat Makasar dan Laut Flores, (5) Laut Banda, (6) Laut Seram sampai Teluk Tomini, (7) Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik, (8) Laut Arafura dan (ix) Samudera Hindia (Aziz, dkk, 1998).

Apabila potensi perikanan laut ini dikelola secara serius diperkirakan akan memberikan sumbangan devisa sebesar US$ ten milyar per tahun mulai tahun 2003. Sampai pada tahun 1998, produksi perikanan laut Indonesia baru mencapai 3.616.140 ton, atau sekitar 58,v persen dari total potensi lestari sumberdaya perikanan laut yang kita miliki. Dengan demikian masih terdapat 41 persen potensi yang tidak termanfaatkan atau sekitar ii,vi juta ton per tahun.

Peluang pengembangan industri perikanan baik dalam skala kecil (perairan nusantara) maupun skala besar (ZEEI dan samudera) dapat dikelompokkan sebagai berikut: • Ikan pelagis besar seperti tuna, cakalang, marlin, tongkol, tenggiri dan cucut dapat ditangkap di perairan nusantara dan samudera terutama di perairan Laut Banda, Laut Seram sampai Teluk Tomini, Laut Arafura dan Samudera Hindia yang memiliki peluang pengembangan secara lestari sekitar 321.766 ton per tahun.

• Ikan pelagis kecil seperti ikan layang, selar, tembang, lemuru, dan kembung dapat ditangkap di perairan nusantara antara lain di perairan Laut Cina Selatan, Selat Makasar dan Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram sampai Teluk Tomini, Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik, Laut Arafura dan Samudera Hindia.

Peluang pengembangan perikanan ikan pelagis kecil secara lestari cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah sekitar 1.715 ribu ton per tahun.

• Ikan karang konsumsi seperti kerapu, kakap, lancam, beronang dan ekor kuning berpeluang dikembangkan di sekitar perairan Selat Makasar dan Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Seram sampai Teluk Tomini dengan potensi lestari sekitar 31.355 ton per tahun.

• Kelompok lobster seperti udang karang dan barong berpeluang dikembangkan di perairan Laut Cina Selatan, Laut Banda, dan Laut Seram sampai Teluk Tomini, dengan potensi sekitar 2.400 ton per tahun. Kawasan pesisir dan laut Republic of indonesia yang beriklim tropis, banyak ditumbuhi hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun ( seagrass), dan rumput laut ( seaweed).

Dengan kondisi pantai yang landai, kawasan pesisir Indonesia memiliki potensi budidaya pantai (tambak) sekitar 830.200 ha yang tersebar di seluruh wilayah tanah air dan baru dimanfaatkan untuk budidaya (ikan bandeng dan udang windu) sekitar 356.308 ha (Ditjen Perikanan 1998).

Jika kita dapat mengusahakan tambak seluas 500.000 ha dengan target produksi four ton per ha per tahun, maka dapat diproduksi udang sebesar 2 juta ton per tahun. Dengan harga ekspor yang berlaku saat ini (US$ 10 per kilogram) maka didapatkan devisa sebesar 20 milyar dolar per tahun.

Kondisi perairan yang teduh dan jernih karena terlindung dari pulau-pulau dan teluk juga memiliki potensi pengembangan budidaya laut untuk berbagai jenis ikan (kerapu, kakap, beronang, dan lain-lain), kerang-kerang dan rumput laut, yaitu masing-masing 3,1 juta ha, 971.000 ha, dan 26.700 ha. Sementara itu, potensi produksi budidaya ikan dan kerang serta rumput laut adalah 46.000 ton per tahun dan 482.400 ton per tahun.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sumber Daya Alam Non Hayati Dari keseluruhan potensi produk budidaya laut tersebut, sampai saat ini hanya sekitar 35 persen yang sudah direalisasikan. Potensi sumberdaya hayati (perikanan) laut lainnya yang dapat dikembangkan adalah ekstrasi senyawa-senyawa bioaktif (natural products), seperti squalence, omega-3, phycocolloids, biopolymers, dan sebagainya dari microalgae (fitoplankton), macroalgae (rumput laut), mikroorganisme, dan invertebrata untuk keperluan industri makanan sehat ( healthy food), farmasi, kosmetik, dan industri berbasis bioteknologi lainnya.

Padahal bila dibandingkan dengan Cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah Serikat yang memiliki potensi keanekaragaman hayati laut yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia, pada tahun 1994 sudah meraup devisa dari industri bioteknologi kelautan sebesar forty milyar dolar (Bank Dunia dan Cida,1995).

• Sumber Daya Tidak Dapat Pulih Sumberdaya alam lainnya yang terkadung dalam laut kita adalah terdapatnya berbagai jenis bahan mineral, minyak bumi dan gas. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan Alam, BPPT dari 60 cekungan minyak yang terkandung dalam alam Indonesia, sekitar seventy persen atau sekitar 40 cekungan terdapat di laut.

Dari 40 cekungan itu 10 cekungan telah diteliti secara intensif, 11 baru diteliti sebagian, sedangkan 29 belum terjamah. Diperkirakan ke-40 cekungan itu berpotensi menghasilkan 106,ii milyar barel setara minyak, namun baru 16,7 milyar barel yang diketahui dengan pasti, 7,v milyar barel di antaranya sudah dieksploitasi. Sedangkan sisanya sebesar 89,5 milyar barel berupa kekayaan yang belum terjamah.

Cadangan minyak yang belum terjamah itu diperkirakan 57,3 milyar barel terkandung di lepas pantai, yang lebih dari separuhnya atau sekitar 32,viii milyar barel terdapat di laut dalam. Energi non konvensional adalah sumberdaya kelautan non hayati tetapi dapat diperbaharui juga memiliki potensi untuk dikembangkan di kawasan pesisir dan lautan Indonesia. Keberadaan potensi ini di masa yang akan datang semakin signifikan manakala energi yang bersumber dari BBM (bahan bakar minyak) semakin menepis.

Jenis energi ini yang berpeluang dikembangkan adalah sea thermal free energy conversion (OTEC), energi kinetik dari gelombang, pasang surut dan arus, konversi energi dari perbedaan salinitas. Perairan Indonesia merupakan suatu wilayah perairan yang sangat ideal untuk mengembangkan sumber energi OTEC. Hal ini dimungkinkan karena salah satu syarat OTEC adalah adanya perbedaan suhu air (permukaan dengan lapisan dalam) minimal 20ーC dan intensitas gelombang laut sangat kecil dibanding dengan wilayah perairan tropika lainnya.

Dari berbagai sumber pengamatan oseanografis, telah berhasil dipetakan bagian perairan Indonesia yang potensial sebagai tempat pengembangan OTEC. Hal ini terlihat dari banyak laut, teluk serta selat yang cukup dalam di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi pengembangan OTEC.

Salah satu pilot plant OTEC akan dikembangkan di pantai utara Pulau Bali. Sumber energi non konvensional dari laut lainnya, antara lain energi yang berasal dari perbedaan pasang surut, dan energi yang berasal dari gelombang.

Kedua macam energi tersebut juga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Kajian terhadap sumber energi ini seperti yang dilakukan oleh BPPT bekerjasama dengan Norwegia di Pantai Baron, Yogyakarta. Hasil dari kegiatan ini merupakan masukan yang penting dan pengalaman yang berguna dalam upaya Indonesia mempersiapkan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan energi non konvensional. Sementara itu, potensi pengembangan sumber energi pasang surut di Indonesia paling tidak terdapat di dua lokasi, yaitu Bagan Siapi-Api dan Merauke, karena di kedua lokasi ini kisaran pasang surutnya mencapai vi meter.

• Jasa-Jasa Lingkungan Kelautan Dewasa ini pariwisata berbasis kelautan (wisata bahari) telah menjadi salah satu produk pariwisata yang menarik dunia internasional.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Pembangunan kepariwisataan bahari pada hakekatnya adalah upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan objek dan daya tarik wisata bahari yang terdapat di seluruh pesisir dan lautan Indonesia, yang terwujud dalam bentuk kekayaan alam yang indah (pantai), keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Republic of indonesia pada tahun 1997 mencapai five.185.243., meningkat sebanyak 150.771 (two,99%) terhadap tahun 1996 yaitu sebanyak v.034.472 wisman.

Pada tahun 1998 sebanyak 4.606.416 atau mengalami penurunan sebesar 11,16% terhadap tahun 1997. Sedangkan perolehan devisa dari wisman yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 1998 diperkirakan mencapai Usa$4.332,09 juta atau turun 18,6% dibanding tahun 1997 yang mencapai US$5.321,46 juta (Kamaluddin, 1999). Untuk mewujudkan pemasukan devisa dari sektor pariwisata ini diperlukan strategi tepat dan langkah-langkah yang kreatif. Hal ini dilakukan melalui penganekaragaman produk wisata seperti ekowisata bahari dan sarana pariwisata.

Produk wisata antara lain dimaksudkan menjadikan Indonesia sebagai daerah wisata bahari dunia, khususnya sebagai base/detinasi kapal pesiar ( cruise ship) dan sea plane. Daya tarik wisata ini perlu dukungan sarana pariwisata seperti penginapan, sarana makan minum, dan tempat belanja.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Air Tanah & Laut” Pengertian & ( Jenis – Manfaat ) Pengembangan ekowisata bahari dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi wisata telah mulai dikembangkan di bidang akomodasi yaitu pondok-pondok wisata beserta kelompok masyarakat yang berada di sekitar hotel besar yang akan menyediakan berbagai produk untuk dimanfaatkan.

Keterlibatan masyarakat juga perlu dikembangkan dalam bidang sarana transportsi rakyat terutama perahu-perahu tradiosinal. Agar keterlibatan masyarakat ini optimal, maka seyogyanya dilakukan pembinaan dan peningkatan kualitasnya, baik melalui penyuluhan maupun pelatihan.

Potensi jasa lingkungan kelautan lainnya yang masih memerlukan sentuhan pendayagunaan secara profesional agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal adalah jasa transportasi laut (perhubungan laut).

Betapa tidak, sebagai negara bahari ternyata pangsa pasar angkutan laut baik antar pulau maupun antar negara masih dikuasai oleh fleet niaga berbendera asing. Menurut catatan Dewan Kelautan Nasional, kemampuan daya angkut armada niaga nasional untuk muatan dalam negeri baru mencapai 54,5 persen, sedangkan untuk ekspor baru mencapai four persen, sisanya dikuasai oleh fleet niaga asing.

Pemanfaatan Sumber Daya Laut Laut juga termasuk yang banyak sekali memiliki berbagai sumber yang bisa digunakan atau dimanfaatkan bagi manusia yang diantaranya seperti: one. Sebagai Sumber Mineral • Garam untuk dapat digunakan untuk keperluan seperti bahan masakan.

• Karbonat diambil dari sebangsa lumut ( potash ) • Fosfat berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung yang makanannya ikan bisa dimanfaatkan untuk pupuk. • Sumber minyak dilepas pantai bisa ditemukan dilaut Jawa, Sumatera, Malaka.

Laut Sulawesi dan Laut Cina Selatan. 2. Sebagai Sumber Daya Nabati • Rumput laut yang dibudidayakan di wilayah lautan dangkal bisa digunakan untuk bahan pembuatan agar-agar. • Tumbuhan laut untuk makanan ikan, yaitu plankton, nekton, phytoplankton dan benthos. Kehidupan didalam laut ternyata tidak banyak berbeda dengan keadaan didarat, dilaut juga terdapat makhluk hidup yang terdiri atas tumbuhan laut dan hewan laut.

Kehidupan Di Dalam Laut Kehidupan laut dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: one. Plankton Plankton ialah gabungan dari jasad-jasad hewan dan tumbuhan bersel satu. Plankton tidak dapat bergerak sendiri, tetapi hidup dengan mengapung dipermukaan atau dekat permukaan air laut maka termasuk golongan pelagis pasif. • Mikroplankton terdiri atas : radiolaria ( binatang cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah dan diatome ( tumbuhan-tumbuhan ) yang memiliki rangka S102, Dan Foraminifera ( binatang ) yang memiliki rangka CaC03.

• Phytoplankton Phytoplankton ialah plankton jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup pada kedalam tidak lebih dari 100 thou, sehubungan dengan kebutuhan akan sinar matahari untuk proses fotosintesis.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

2. Nekton Nekton ialah gabungan dari binatang-binatang yang dapat berenang terutama binatang laut. Nekton termasuk golongan pelagis yang bergerak secara aktif. Contohnya : ikan, cumi-cumi, gurita dan lain-lain. 3. Benthos Benthos ialah organisme laut yang hidupnya terikat didasar laut. Dari golongan ini ada yang hidup merangkak pada dasar laut. Contohnya : cacing laut, tiram, remis. Tetapi ada juga yang menempel pada dasar laut contohnya : rumpul laut, ganggang dan bunga karang.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Wilayah Teritorial Laut Indonesia Dan 1000 Manfaatnya Ancaman Terhadap Sumber Daya Laut Ekosistem laut yang terdiri dari ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akhir-akhir ini mengalami ancaman kerusakan yang sebagian besar akibat ulah manusia.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pesatnya kegiatan pembangunan di pesisir bagi berbagai kebutuhan seperti pemukiman, perikanan, dan pelabuhan, menyebabkan besarnya tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumber daya pesisir semakin meningkat pula. Terdapat 3 ancaman utama terhadap sumber daya laut, yaitu: • Sedimentasi dan pencemaran Sedimentasi adalah proses penumpukan zat hara atau proses pelumpuran. Pencemaran adalah kondisi dimana suatu perairan atau tempat mendapatkan masukan zat yang berbahaya atau tidak dapat ditolerir oleh lingkungan tersebut dalam jumlah yang berlebih.

Sedimentasi dan pencemaran bisa terjadi karena meningkatnya jumlah penduduk dan adanya kebutuhan akan lahan menyebabkan manusia mulai membuka lahan bahkan di daerah hulu dan hilir sungai. Penebangan pohon-pohon di sepanjang aliran sungai membuat lumpur dan kotoran tidak dapat tersaring baik. Pembukaan lahan untuk pertanian menyebabkan banyaknya zat hara atau limbah pertanian yang terbawa aliran sungai.

Selain lumpur dan zat hara berlebih yang mengandung nitrogen dan fosfor (eutrofikasi), banyak juga sampah organik dan anorganik dari kegiatan rumah tangga yang dibuang ke laut dan jumlah sulit dikontrol. Sumber pencemaran lainnya adalah kegiatan pertambangan. Pertambangan emas yang menggunakan air raksa dalam proses pengikatan bijih emas dapat menyebabkan pencemaran air raksa di perairan.

Air raksa merupakan sumber pencemaran yang berbahaya, karena kandungannya terakumulasi dalam tubuh hewan yang mengkonsumsi atau memanfaatkan perairan yang tercemar air raksa. Limbah hasil tambang berupa lumpur, tanah, batuan yang mengandung sianida juga mengandung timah, nikel, kadmium, dan khrom.

Jika limbah-limbah ini dibuang ke laut dalam jumlah besar, akanlah sangat berbahaya bagi ekosistem pesisir dan lautan • Degradasi Habitat Degradasi adalah proses penurunan kualitas. Jadi degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu. Erosi pantai merupakan kondisi dimana suatu habitat telah terdegradasi.

Erosi pantai dapat dilihat dari penurunan garis pantai. Erosi pantai terjadi karena proses alami dan tidak alami. Proses alami terjadi karena adanya arus, angin, hujan, gelombang. Proses tidak alami terjadi karena kegiatan manusia untuk membuka lahan hutan mangrove, dan penambangan terumbu karang untuk kepentingan kontruksi jalan dan bangunan.

Kegiatan tersebut bisa menyebabkan degradasi habitat karena fungsi hutan mangrove dan terumbu karang sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang dan badai telah rusak. Degradasi terumbu karang terjadi karena kebutuhan manusia untuk mengeksploitasi sumber pangan yaitu ikan-ikan karang, sumber bahan bangunan, produk perdagangan yaitu ikan-ikan hias, anemon, dan soft coral, dan sebagai obyek wisata. Sumber poly peptide hewani dapat diperoleh dari ikan.

Kebutuhan ini mendorong manusia untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya dalam waktu cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah, yaitu dengan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan (bom, potas, sianida). Masuknya zat kimia yang mengendap di permukaan terumbu karang bisa mengakibatkan pemutihan terumbu karang (Coral Bleaching).

• Degradasi sumberdaya dan keanekaragaman hayati Degradasi sumberdaya alam seperti penebangan hutan mangrove, rusaknya terumbu karang, mengakibatkan hewan-hewan yang hidup di daerah tersebut berkurang jenisnya dan lama kelamaan punah.

Hilangnya jenis-jenis hewan atau tumbuhan dalam rantai makanan bisa menyebabkan adanya gangguan pada ekosistem. Kegiatan reklamasi pantai yang sering dilakukan di wilayah pesisir diperkirakan dapat merubah struktur ekologi komunitas biota laut bahkan dapat menurunkan keanekaragaman hayati perairan. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sumber Energi adalah Upaya untuk Cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah Sumber Daya Alam Laut persoalan pencemaran lingkungan bukan hanya merupakan bagian pandangan hidup, tapi juga prilaku buruk kita yang destruktif yang telah menjadi bagian dari peradaban kita di masa sekarang ini.

Upaya melestarikan lingkungan laut Republic of indonesia, Bagaimana mengatasinya? Masih adakah solusi terbaik? Untuk sejahtera, haruskah kita merusak alam?

Kita berpendapat bahwa saat ini adalah kesempatan untuk mengangkat kesadaran tentang pentingnya lingkungan alam laut. Daerah kita sementara mempersiapkan diri untuk WOC dan Manado menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu, saat ini adalah saat tepat untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan upaya pelestarian dan perlindungan lingungan alam laut sekaligus untuk mempersiapkan dua events tersebut: • Cagar alam laut Barangkali perlu kita membuat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir menyangkut cagar alam laut guna melindungi laut dan segala isinya, agar mereka berevolusi secara alamiah.

• Suaka Alam laut Barangkali pula perlu membuat peraturan bersama dengan masyarakat nelayan dan pesisir atau kepulauan untuk suaka alam laut agar semua yang dilindungi dalam wilayah cagar alam mendapatkan perlindungan dari wilayah suaka alam, yang menjaga ekosistem di wilayah pantai atau pulau tertentu. • Zona Ekonomi Eksklusif Sumber daya alam di laut kini semakin menjadi rebutan antar bangsa dan negara, apa lagi di wilayah yang tidak jelas aturan hukumnya.

Karena itu barangkali perlu dipertegas atau diproklamasikan secara mondial zona ekonomi eksklusif kita, agar daerah-daerah perbatasan dengan negara tetangga semakin jelas status yuridisnya dan dengan demikian terhindar dari masalah yang bisa muncul dari relasi dengan negara tertangga. • Pengembalian material dari pantai Seperti aturan pengambilan pasir, kerikil, karang, kima, hu-tan bakau. Bukan hanya soal larangan tapi pemanfaatannya dan pelestariannya yang mem-butuhkan aturan dan kerjasa-ma serta kesadaran partisipatif masyarakat, agar tidak ter-jadi pengrusakan, abrasii dll.

Suatu aturan hukum yang bisa memberdayakan masyarakat yang membutuhkan cloth-material tersebut untuk pemenuhan kebutuhan kesejahteraan mereka sekaligus ada upaya pelestarian, pemeliharaan dan perlindungan. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi pengurasan sumber-sumber alam laut, yang terdapat di laut maupun di dasar laut serta di pantai laut. • Persoalan Di Laut ternyata bersumber juga di darat Untuk melindungi lingkungan alam laut dibutuhkan upaya-upaya untuk mengatasi sedimentasi, sampah, tumpahan minyak, mengatasi erosi, serta eksplorasi dan eksploitasi daerah pesisir pantasi.

Untuk itu perlu diimbau agar masyarakat semakin giatkan reboisasi atau reforestrasi di darat. Mencegah pengolahan lahan tidur secara serampang-an karena revitalisasi pertanian, yang makin menyebabkan erosi upaya menciptakan reboisasi, reforestrasi atau penghijauan, semuanya dimaksud untuk menciptakan ketahanan air, ketahanan pangan, sehingga tercipta daerah tahan longsor dan banjir.

• Adanya Aquarium Samudra Di mana memperlihatkan kekayaan ikan di perairan laut kita, termasuk ikan-ikan pur-ba yang langka serta Hutan Wisata, yang terdiri dari berbagai jenis pohon di daeerah tropis ini, termasuk semua tanaman atau tumbuhan yang menjadi makanan pokok daerah ini. Keduanya bisa menjadi tempat tujuan wisata pada saat WOC dan Manado Kota Pariwisata Dunia. Akhirnya, bila kita kaji lebih jauh, maka benarlah bahwa persoalan lingkungan hidup, bukan hanya sekadar soal pencemaran, sampah dan upaya penanggulangannya secara teknis praktis.

Tapi persoalan lingkungan adalah persoalan yang terkait erat dengan pandangan hidup, sikap dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan alam. Kita berpendapat bahwa akar persoalan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup alam laut, terdapat pada pandangan kita terhadap alam.

Bila pandangan kita benar dan baik, maka sikap, prilaku dan tindakan kita terhadap alam juga benar dan baik. Barangkali kita perlu meluruskan pandangan kita. Kita mestinya memandang lingkungan alam atau bumi ini adalah sahabat kita.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Bahkan sebagai ibu yang menghidupi kita. Sebagaimana seorang anak harus sayang, hormat, akrab dengan ibunya, kita semestinya harus hormat, akrab, sayang kepada alam atau bumi yang disebut ibu pertiwi itu. Demikian kita perlu kembali kepada solusi alam yang adalah ciptaan Tuhan, sahabat kita, bahkan ibu pertiwi kita.

Tuhan menciptakannya untuk kita. Semuanya kita boleh ‘makan’, kecuali yang satu ini, yaitu kita tidak boleh ‘makan semuanya sampai habis’. Kita juga diciptakan bebas. Untuk itu kita harus memilih: ‘hidup kita di perut bumi, atau bumi di perut kita.’ Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : 8 Pemanfaatan Air Laut Bagi Manusia Beserta Penjelasannya Contoh Sumber Daya Alam Laut Berikut ini terdapat beberapa contoh sumber daya alam laut, terdiri atas: • Ikan Yaitu: Ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, berdarah dingin, umumnya bernapas dengan insang.

Ikan mengandung banyak gizi antara lain omega 3. Laut Indonesia terdapat potensi pengembangan untuk (a) budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu), budidaya moluska (kerang-kerangan, mutiara, dan teripang), dan budidaya rumput laut, dan (due east) bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan pangan.

• Rumput Laut Yaitu: Rumput laut atau gulma laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Rumput laut sering dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, pembuatan agar-agar, obat tradisional. Tumbuhan ini mempunyai banyak jenis yaitu: Eucheuma spinosum, Eucheuma muricatum, Eucheuma cottonii, Gracilaria spp., Gelidium spp., Sargassum spp.

• Terumbu Karang Yaitu: Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya).

Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang. Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21O C – 29O C. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Republic of indonesia. Manfaat terumbu karang adalah • Manfaat ekonomi : sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata.

• Manfaat ekologis : mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi. • Manfaat sosial ekonomi : sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan para nelayan.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Terumbu karang juga dapat menjadi daya tarik objek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk sekitar dari kegiatan pariswisata. • Hutan Mangrove Yaitu: Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.

Tumbuhan yang hidup di habitat hutan mangrove tahan terhadap garam yang terkandung di dalam air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah sumber daya laut di indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.

Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.

Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di wilayah ini.

• Minyak dan Gas Bumi Yaitu: Minyak dan gas bumi diambil di bawah permukaan air laut. Pengeboran minyak dan gas bumi dapat membahayakan lingkungan laut karena minyak dan gas bumi jika tumpah ke laut dapat mencemari air laut dan dapat memaikan makhluk hidup yang hidup di laut. • Garam Yaitu: Garam dapat larut dalam air, dan rasanya asin. Manfaat garam antara lain: cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah mandi, deodoran, pasta gigi, ubat kumur, pembersih hidung, dan perawatan luka.

• Pasir Laut Yaitu: Pasir laut adalah pasir yang terletak di sekitar pantai atau laut. Pasir laut mempunyai banyak manfaaat, antara lain: sebagai hiasan akuarium, sebagai bahan bangunan. • Pariwisata Yaitu: Indonesia memiliki potensi pariwisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain itu juga potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna.

Misalnya, kawasan terumbu karang di seluruh Indonesia yang luasnya mencapai seven.500 km2 dan umumnya terdapat di wilayah taman laut. Potensi kekayaan maritim yang dapat dikembangkan menjadi komoditi pariwisata di laut Indonesia antara lain: wisata bisnis, wisata pantaiwisata budayawisata pesiar, wisata alam, dan wisata olah raga.

Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Sumber Daya Laut – Pengertian, Jenis, Pemanfaatan, Ancaman & Upaya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Terbaru • Cara Mengukur Penggaris Dari 0 Atau 1 • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp • Ketersediaan Air Dan Listrik Untuk Usaha Peternakan Menurut • Cara Membuat Kartu Undangan Dari Kertas Karton Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Contoh Sumber Daya Laut – Pengertian, Jenis, Pemanfaatan, Ancaman & Upaya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Sumber Daya Laut yang dimana dalam hal ini meliputi contoh, pengertian, jenis, pemanfaatan, ancaman dan upaya, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

6.9. Sebarkan ini: Sumber daya laut adalah sumber daya yang meliputi, ruang lingkup yang luas yang mencankup kehidupan laut (flora dan fauna, mulai dari organisme mikroskopis hingga paus pembunuh dan habitat laut) mulai dari perairan dalam sampai ke daerah pasang surut dipantai dataran tinggi dan daerah muara yang luas.

Berbagai orang memanfaatkan dan berinteraksi dengan lingkungan laut mulai dari pelaut, nelayan komersial, pemanen kerang, ilmuwan dan lain-lain. Dan digunakan untuk berbagai kegiatan baik rekreasi, penelitian, industri dan kegiatan lain yang bersifat komersial.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : 5 Fungsi Dan Manfaat Terumbu Karang Bagi Biota Laut Jenis-Jenis Sumber Daya Laut Secara umum, sumberdaya kelautan terdiri atas sumberdaya dapat pulih (renewable resources), sumberdaya tidak dapat pulih (non-renewable resources), dan jasa-jasa lingkungan kelautan (environmental services). • Sumberdaya dapat pulih terdiri dari berbagai jenis ikan, udang, rumput laut, termasuk kegiatan budidaya pantai dan budidaya laut (mariculture). • Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi mineral, bahan tambang/galian, minyak bumi dan gas.

• Sedangkan yang termasuk jasa-jasa lingkungan kelautan adalah pariwisata dan perhubungan laut. Potensi sumberdaya kelautan ini belum banyak digarap secara optimal, karena selama ini upaya kita lebih banyak terkuras untuk mengelola sumberdaya yang ada di daratan yang hanya sepertiga dari luas negeri ini.

• Sumber Daya Dapat Pulih Indonesia dianugerahi dengan laut yang begitu luas, sehingga sumberdaya ikan di dalamnya juga beraneka ragam. Potensi lestari ikan laut sebesar 6,2 juta ton, terdiri ikan pelagis besar (975,05 ribu ton), ikan pelagis kegil (3.235,50 ribu ton), ikan demersal (1.786,35 ribu ton), ikan karang konsumsi (63,99 ribu ton), udang peneid (74,00 ribu ton), lobster (4,80 ribu ton), dan cumi-cumi (28,25 ribu ton).

Potensi sumberdaya perikanan ini tersebar dalam sembilan wilayah pengelolaan. Masing-masing (1) Selat Malaka, (2) Laut Cina Selatan, (3) Laut Jawa, (4) Selat Makasar dan Laut Flores, (5) Laut Banda, (6) Laut Seram sampai Teluk Tomini, (7) Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik, (8) Laut Arafura dan (9) Samudera Hindia (Aziz, dkk, 1998).

Apabila potensi perikanan laut ini dikelola secara serius diperkirakan akan memberikan sumbangan devisa sebesar US$ 10 milyar per tahun mulai tahun 2003. Sampai pada tahun 1998, produksi perikanan laut Indonesia baru mencapai 3.616.140 ton, atau sekitar 58,5 persen dari total potensi lestari sumberdaya perikanan laut yang kita miliki.

Dengan demikian masih terdapat 41 persen potensi yang tidak termanfaatkan atau sekitar 2,6 juta ton per tahun. Peluang pengembangan industri perikanan baik dalam skala kecil (perairan nusantara) maupun skala besar (ZEEI dan samudera) dapat dikelompokkan sebagai berikut: • Ikan pelagis cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah seperti tuna, cakalang, marlin, tongkol, tenggiri dan cucut dapat ditangkap di perairan nusantara dan samudera terutama di perairan Laut Banda, Laut Seram sampai Teluk Tomini, Laut Arafura dan Samudera Hindia yang memiliki peluang pengembangan secara lestari sekitar 321.766 ton per tahun.

• Ikan pelagis kecil seperti ikan layang, selar, tembang, lemuru, dan kembung dapat ditangkap di perairan nusantara antara lain di perairan Laut Cina Selatan, Selat Makasar dan Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram sampai Teluk Tomini, Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik, Laut Arafura dan Samudera Hindia. Peluang pengembangan perikanan ikan pelagis kecil secara lestari masih sekitar 1.715 ribu ton per tahun. • Ikan karang konsumsi seperti kerapu, kakap, lancam, beronang dan ekor kuning berpeluang dikembangkan di sekitar perairan Selat Makasar dan Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Seram sampai Teluk Tomini dengan potensi lestari sekitar 31.355 ton per tahun.

• Kelompok lobster seperti udang karang dan barong berpeluang dikembangkan di perairan Laut Cina Selatan, Laut Banda, dan Laut Seram sampai Teluk Tomini, dengan potensi sekitar 2.400 ton per tahun. Kawasan pesisir dan laut Indonesia yang beriklim tropis, banyak ditumbuhi hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun ( seagrass), dan rumput laut ( seaweed).

Dengan kondisi pantai yang landai, kawasan pesisir Indonesia memiliki potensi budidaya pantai (tambak) sekitar 830.200 ha yang tersebar di seluruh wilayah tanah air dan baru dimanfaatkan untuk budidaya (ikan bandeng dan udang windu) sekitar 356.308 ha (Ditjen Perikanan 1998).

Jika kita dapat mengusahakan tambak seluas 500.000 ha dengan target produksi 4 ton per ha per tahun, maka dapat diproduksi udang sebesar 2 juta ton per tahun. Dengan harga ekspor yang berlaku saat ini (US$ 10 per kilogram) maka didapatkan devisa sebesar 20 milyar dolar per tahun. Kondisi perairan yang teduh dan jernih karena terlindung dari pulau-pulau dan teluk juga memiliki potensi pengembangan budidaya laut untuk berbagai jenis ikan (kerapu, kakap, beronang, dan lain-lain), kerang-kerang dan rumput laut, yaitu masing-masing 3,1 juta ha, 971.000 ha, dan 26.700 ha.

Sementara itu, potensi produksi budidaya ikan dan kerang serta rumput laut adalah 46.000 ton per tahun dan 482.400 ton per tahun. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sumber Daya Alam Non Hayati Dari keseluruhan potensi produk budidaya laut tersebut, sampai saat ini hanya sekitar 35 persen yang sudah direalisasikan.

Potensi sumberdaya hayati (perikanan) laut lainnya yang dapat dikembangkan adalah ekstrasi senyawa-senyawa bioaktif (natural products), seperti squalence, omega-3, phycocolloids, biopolymers, dan sebagainya dari microalgae (fitoplankton), macroalgae (rumput laut), mikroorganisme, dan invertebrata untuk keperluan industri makanan sehat ( healthy food), farmasi, kosmetik, dan industri berbasis bioteknologi lainnya.

Padahal bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki potensi keanekaragaman hayati laut yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia, pada tahun 1994 sudah meraup devisa dari industri bioteknologi kelautan sebesar 40 milyar dolar (Bank Dunia dan Cida,1995).

• Sumber Daya Tidak Dapat Pulih Sumberdaya alam lainnya yang terkadung dalam laut kita adalah terdapatnya berbagai jenis bahan mineral, minyak bumi dan gas. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan Alam, BPPT dari 60 cekungan minyak yang terkandung dalam alam Indonesia, sekitar 70 persen atau sekitar 40 cekungan terdapat di laut.

Dari 40 cekungan itu 10 cekungan telah diteliti secara intensif, 11 baru diteliti sebagian, sedangkan 29 belum terjamah. Diperkirakan ke-40 cekungan itu berpotensi menghasilkan 106,2 milyar barel setara minyak, namun baru 16,7 milyar barel yang diketahui dengan pasti, 7,5 milyar barel di antaranya sudah dieksploitasi. Sedangkan sisanya sebesar 89,5 milyar barel berupa kekayaan yang belum terjamah. Cadangan minyak yang belum terjamah itu diperkirakan 57,3 milyar barel terkandung di lepas pantai, yang lebih dari separuhnya atau sekitar 32,8 milyar barel terdapat di laut dalam.

Energi non konvensional adalah sumberdaya kelautan non hayati tetapi dapat diperbaharui juga memiliki potensi untuk dikembangkan di kawasan pesisir dan lautan Indonesia. Keberadaan potensi ini di masa yang akan datang semakin signifikan manakala energi yang bersumber dari BBM (bahan bakar minyak) semakin menepis. Jenis energi ini yang berpeluang dikembangkan adalah ocean thermal energy conversion (OTEC), energi kinetik dari gelombang, pasang surut dan arus, konversi energi dari perbedaan salinitas.

Perairan Indonesia merupakan suatu wilayah perairan yang sangat ideal untuk mengembangkan sumber energi OTEC. Hal ini dimungkinkan karena salah satu syarat OTEC adalah adanya perbedaan suhu air (permukaan dengan lapisan dalam) minimal 20ーC dan intensitas gelombang laut sangat kecil dibanding dengan wilayah perairan tropika lainnya.

Dari berbagai sumber pengamatan oseanografis, telah berhasil dipetakan bagian perairan Indonesia yang potensial sebagai tempat pengembangan OTEC. Hal ini terlihat dari banyak laut, teluk serta selat yang cukup dalam di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi pengembangan OTEC. Salah satu pilot plant OTEC akan dikembangkan di pantai utara Pulau Bali. Sumber energi non konvensional dari laut lainnya, antara lain energi yang berasal dari perbedaan pasang surut, dan energi yang berasal dari gelombang.

Kedua macam energi tersebut juga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Kajian terhadap sumber energi ini seperti yang dilakukan oleh BPPT bekerjasama dengan Norwegia di Pantai Baron, Yogyakarta. Hasil dari kegiatan ini merupakan masukan yang penting dan pengalaman yang berguna dalam upaya Indonesia mempersiapkan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan energi non konvensional.

Sementara itu, potensi pengembangan sumber energi pasang surut di Indonesia paling tidak terdapat di dua lokasi, yaitu Bagan Siapi-Api dan Merauke, karena di kedua lokasi ini kisaran pasang surutnya mencapai 6 meter. • Jasa-Jasa Lingkungan Kelautan Dewasa ini pariwisata berbasis kelautan (wisata bahari) telah menjadi salah satu produk pariwisata yang menarik dunia internasional.

Pembangunan kepariwisataan bahari pada hakekatnya adalah upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan objek dan daya tarik wisata bahari yang terdapat di seluruh pesisir dan lautan Indonesia, yang terwujud dalam bentuk kekayaan alam yang indah (pantai), keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 1997 mencapai 5.185.243., meningkat sebanyak 150.771 (2,99%) terhadap tahun 1996 yaitu sebanyak 5.034.472 wisman.

Pada tahun 1998 sebanyak 4.606.416 atau mengalami penurunan sebesar 11,16% terhadap tahun 1997. Sedangkan perolehan devisa dari wisman yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 1998 diperkirakan mencapai US$4.332,09 juta atau turun 18,6% dibanding tahun 1997 yang mencapai US$5.321,46 juta (Kamaluddin, 1999). Untuk mewujudkan pemasukan devisa dari sektor pariwisata ini diperlukan strategi tepat dan langkah-langkah yang kreatif.

Hal ini dilakukan melalui penganekaragaman produk wisata seperti ekowisata bahari dan sarana pariwisata. Produk wisata antara lain dimaksudkan menjadikan Indonesia sebagai daerah wisata bahari dunia, khususnya sebagai base/detinasi kapal pesiar ( cruise ship) dan sea plane. Daya tarik wisata ini perlu dukungan sarana pariwisata seperti penginapan, sarana makan minum, dan tempat belanja.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Air Tanah & Laut” Pengertian & ( Jenis – Manfaat ) Pengembangan ekowisata bahari dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi wisata telah mulai dikembangkan di bidang akomodasi yaitu pondok-pondok wisata beserta kelompok masyarakat yang berada di sekitar hotel besar yang akan menyediakan berbagai produk untuk dimanfaatkan.

Keterlibatan masyarakat juga perlu dikembangkan dalam bidang sarana transportsi rakyat terutama perahu-perahu tradiosinal. Agar keterlibatan masyarakat ini optimal, maka seyogyanya dilakukan pembinaan dan peningkatan kualitasnya, baik melalui penyuluhan maupun pelatihan.

Potensi jasa lingkungan kelautan lainnya yang masih memerlukan sentuhan pendayagunaan secara profesional agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal adalah jasa transportasi laut (perhubungan laut). Betapa tidak, sebagai negara bahari ternyata pangsa pasar angkutan laut baik antar pulau maupun antar negara masih dikuasai oleh armada niaga berbendera asing.

Menurut catatan Dewan Kelautan Nasional, kemampuan daya angkut armada niaga nasional untuk muatan dalam negeri baru mencapai 54,5 persen, sedangkan untuk ekspor baru mencapai 4 persen, sisanya dikuasai oleh armada niaga asing. Pemanfaatan Sumber Daya Laut Laut juga termasuk yang banyak sekali memiliki berbagai sumber yang bisa digunakan atau dimanfaatkan bagi manusia yang diantaranya seperti: 1. Sebagai Sumber Mineral • Garam untuk dapat digunakan untuk keperluan seperti bahan masakan.

• Karbonat diambil dari sebangsa lumut ( potash ) • Fosfat berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung yang makanannya ikan bisa dimanfaatkan untuk pupuk. • Sumber minyak dilepas pantai bisa ditemukan dilaut Jawa, Sumatera, Malaka. Laut Sulawesi dan Laut Cina Selatan. 2. Sebagai Sumber Daya Nabati • Rumput laut yang dibudidayakan di wilayah lautan dangkal bisa digunakan untuk bahan pembuatan agar-agar.

• Tumbuhan laut untuk makanan ikan, yaitu plankton, nekton, phytoplankton dan benthos. Kehidupan didalam laut ternyata tidak banyak berbeda dengan keadaan didarat, dilaut juga terdapat makhluk hidup yang terdiri atas tumbuhan laut dan hewan laut. Kehidupan Di Dalam Laut Kehidupan laut dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Plankton Plankton ialah gabungan dari jasad-jasad hewan dan tumbuhan bersel satu.

Plankton tidak dapat bergerak sendiri, tetapi hidup dengan mengapung dipermukaan atau dekat permukaan air laut maka termasuk golongan pelagis pasif. • Mikroplankton terdiri atas : radiolaria ( binatang ) dan diatome ( tumbuhan-tumbuhan ) yang memiliki rangka S102, Dan Foraminifera ( binatang ) yang memiliki rangka CaC03.

• Phytoplankton Phytoplankton ialah plankton jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup pada kedalam tidak lebih dari 100 m, sehubungan dengan kebutuhan akan sinar matahari untuk proses fotosintesis.

2. Nekton Nekton ialah gabungan dari binatang-binatang yang dapat berenang terutama binatang laut. Nekton termasuk golongan pelagis yang bergerak secara aktif. Contohnya : ikan, cumi-cumi, gurita dan lain-lain. 3. Benthos Benthos ialah organisme laut yang hidupnya terikat didasar laut. Dari golongan ini ada yang hidup merangkak pada dasar laut. Contohnya : cacing laut, tiram, remis.

Tetapi ada juga yang menempel pada dasar laut contohnya : rumpul laut, ganggang dan bunga karang. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Wilayah Teritorial Laut Indonesia Dan 1000 Manfaatnya Ancaman Terhadap Sumber Daya Laut Ekosistem laut yang terdiri dari ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akhir-akhir ini mengalami ancaman kerusakan yang sebagian besar akibat ulah manusia. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pesatnya kegiatan pembangunan di pesisir bagi berbagai kebutuhan seperti pemukiman, perikanan, dan pelabuhan, menyebabkan besarnya tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumber daya pesisir semakin meningkat pula.

Terdapat 3 ancaman utama terhadap sumber daya laut, yaitu: • Sedimentasi dan pencemaran Sedimentasi adalah proses penumpukan zat hara atau proses pelumpuran. Pencemaran adalah kondisi dimana suatu perairan atau tempat mendapatkan masukan zat yang berbahaya atau tidak dapat ditolerir oleh lingkungan tersebut dalam jumlah yang berlebih. Sedimentasi dan cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah bisa terjadi karena meningkatnya jumlah penduduk dan adanya kebutuhan akan lahan menyebabkan manusia mulai membuka lahan bahkan di daerah hulu dan hilir sungai.

Penebangan pohon-pohon di sepanjang aliran sungai membuat lumpur dan kotoran tidak dapat tersaring baik. Pembukaan lahan untuk pertanian menyebabkan banyaknya zat hara atau limbah pertanian yang terbawa aliran sungai. Selain lumpur dan zat hara berlebih yang mengandung nitrogen dan fosfor (eutrofikasi), banyak juga sampah organik dan anorganik dari kegiatan rumah tangga yang dibuang ke laut dan jumlah sulit dikontrol.

Sumber pencemaran lainnya adalah kegiatan pertambangan. Pertambangan emas yang menggunakan air raksa dalam proses pengikatan bijih emas dapat menyebabkan pencemaran air raksa di perairan. Air raksa merupakan sumber pencemaran yang berbahaya, karena kandungannya terakumulasi dalam tubuh hewan yang mengkonsumsi atau memanfaatkan perairan yang tercemar air raksa. Limbah hasil tambang berupa lumpur, tanah, batuan yang mengandung sianida juga mengandung timah, nikel, kadmium, dan khrom. Jika limbah-limbah ini dibuang ke laut dalam jumlah besar, akanlah sangat berbahaya bagi ekosistem pesisir dan lautan • Degradasi Habitat Degradasi adalah proses penurunan kualitas.

Jadi degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu. Erosi pantai merupakan kondisi dimana suatu habitat telah terdegradasi.

Erosi pantai dapat dilihat dari penurunan garis pantai. Erosi pantai terjadi karena proses alami dan tidak alami.

Proses alami terjadi karena adanya arus, angin, hujan, gelombang. Proses tidak alami terjadi karena kegiatan manusia untuk membuka lahan hutan mangrove, dan penambangan terumbu karang untuk kepentingan kontruksi jalan dan bangunan.

Kegiatan tersebut bisa menyebabkan degradasi habitat karena fungsi hutan mangrove dan terumbu karang sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang dan badai telah rusak. Degradasi terumbu karang terjadi karena kebutuhan manusia untuk mengeksploitasi sumber pangan yaitu ikan-ikan karang, sumber bahan bangunan, produk perdagangan yaitu ikan-ikan hias, anemon, dan soft coral, dan sebagai obyek wisata.

Sumber protein hewani dapat diperoleh dari ikan. Kebutuhan ini mendorong manusia untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat, yaitu dengan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan (bom, potas, sianida). Masuknya zat kimia yang mengendap di permukaan terumbu karang bisa mengakibatkan pemutihan terumbu karang (Coral Bleaching).

• Degradasi sumberdaya dan keanekaragaman hayati Degradasi sumberdaya alam seperti penebangan hutan mangrove, rusaknya terumbu karang, mengakibatkan hewan-hewan yang hidup di daerah tersebut berkurang jenisnya dan lama kelamaan punah. Hilangnya jenis-jenis hewan atau tumbuhan dalam rantai makanan bisa menyebabkan adanya gangguan pada ekosistem.

Kegiatan reklamasi pantai yang sering dilakukan di wilayah pesisir diperkirakan dapat merubah struktur ekologi komunitas biota laut bahkan dapat menurunkan keanekaragaman hayati perairan. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Sumber Energi adalah Upaya untuk Melestarikan Sumber Daya Alam Laut persoalan pencemaran lingkungan bukan hanya merupakan bagian pandangan hidup, tapi juga prilaku buruk kita yang destruktif yang telah menjadi bagian dari peradaban kita di masa sekarang ini.

Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia, Bagaimana mengatasinya? Masih adakah solusi terbaik? Untuk sejahtera, haruskah kita merusak alam? Kita berpendapat bahwa saat ini adalah kesempatan untuk mengangkat kesadaran tentang pentingnya lingkungan alam laut.

Daerah kita sementara mempersiapkan diri untuk WOC dan Manado menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu, saat ini adalah saat tepat untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan upaya pelestarian dan perlindungan lingungan alam laut sekaligus untuk mempersiapkan dua events tersebut: • Cagar cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah laut Barangkali perlu kita membuat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir menyangkut cagar alam laut guna melindungi laut dan segala isinya, agar mereka berevolusi secara alamiah.

• Suaka Alam laut Barangkali pula perlu membuat peraturan bersama dengan masyarakat nelayan dan pesisir atau kepulauan untuk suaka alam laut agar semua yang dilindungi dalam wilayah cagar alam mendapatkan perlindungan dari wilayah suaka alam, yang menjaga ekosistem di wilayah pantai atau pulau tertentu.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

• Zona Ekonomi Eksklusif Sumber daya alam di laut kini semakin menjadi rebutan antar bangsa dan negara, apa lagi di wilayah yang tidak jelas aturan hukumnya. Karena itu barangkali perlu dipertegas cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah diproklamasikan secara mondial zona ekonomi eksklusif kita, agar daerah-daerah perbatasan dengan negara tetangga semakin jelas status yuridisnya dan dengan demikian terhindar dari masalah yang bisa muncul dari relasi dengan negara tertangga.

• Pengembalian material dari pantai Seperti aturan pengambilan pasir, kerikil, karang, kima, hu-tan bakau. Bukan hanya soal larangan tapi pemanfaatannya dan pelestariannya yang mem-butuhkan aturan dan kerjasa-ma serta kesadaran partisipatif masyarakat, agar tidak ter-jadi pengrusakan, abrasii dll. Suatu aturan hukum yang bisa memberdayakan masyarakat yang membutuhkan material-material tersebut untuk pemenuhan kebutuhan kesejahteraan mereka sekaligus ada upaya pelestarian, pemeliharaan dan perlindungan.

Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi pengurasan sumber-sumber alam laut, yang terdapat di laut maupun di dasar laut serta di pantai laut. • Persoalan Di Laut ternyata bersumber juga di darat Untuk melindungi lingkungan alam laut dibutuhkan upaya-upaya untuk mengatasi sedimentasi, sampah, tumpahan minyak, mengatasi erosi, serta eksplorasi dan eksploitasi daerah pesisir pantasi.

Untuk itu perlu diimbau agar masyarakat semakin giatkan reboisasi atau reforestrasi di darat. Mencegah pengolahan lahan tidur secara serampang-an karena revitalisasi pertanian, yang makin menyebabkan erosi upaya menciptakan reboisasi, reforestrasi atau penghijauan, semuanya dimaksud untuk menciptakan ketahanan air, ketahanan pangan, sehingga tercipta daerah tahan longsor dan banjir. • Adanya Aquarium Samudra Di mana memperlihatkan kekayaan ikan di perairan laut kita, termasuk ikan-ikan pur-ba yang langka serta Hutan Wisata, yang terdiri dari berbagai jenis pohon di daeerah tropis ini, termasuk semua tanaman atau tumbuhan yang menjadi makanan pokok daerah ini.

Keduanya bisa menjadi tempat tujuan wisata pada saat WOC dan Manado Kota Pariwisata Dunia. Akhirnya, bila kita kaji lebih jauh, maka benarlah bahwa persoalan lingkungan hidup, bukan hanya sekadar soal pencemaran, sampah dan upaya penanggulangannya secara teknis praktis.

Tapi persoalan lingkungan adalah persoalan yang terkait erat dengan pandangan hidup, sikap dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan alam.

Kita berpendapat bahwa akar persoalan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup alam laut, terdapat pada pandangan kita terhadap alam. Bila pandangan kita benar dan baik, maka sikap, prilaku dan tindakan kita terhadap alam juga benar dan baik. Barangkali kita perlu meluruskan pandangan kita. Kita mestinya memandang lingkungan alam atau bumi ini adalah sahabat kita. Bahkan sebagai ibu yang menghidupi kita. Sebagaimana seorang anak harus sayang, hormat, akrab dengan ibunya, kita semestinya harus hormat, akrab, sayang kepada alam atau bumi yang disebut ibu pertiwi itu.

Demikian kita perlu kembali kepada solusi alam yang adalah ciptaan Tuhan, sahabat kita, bahkan ibu pertiwi kita. Tuhan menciptakannya untuk kita. Semuanya kita boleh ‘makan’, kecuali yang satu ini, yaitu kita tidak boleh ‘makan semuanya sampai habis’. Kita juga diciptakan bebas. Untuk itu kita harus memilih: ‘hidup kita di perut bumi, atau bumi di perut kita.’ Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : 8 Pemanfaatan Air Laut Bagi Manusia Beserta Penjelasannya Contoh Sumber Daya Alam Laut Berikut ini terdapat beberapa contoh sumber daya alam laut, terdiri atas: • Ikan Yaitu: Ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, berdarah dingin, umumnya bernapas dengan insang.

Ikan mengandung banyak gizi antara lain omega 3. Laut Indonesia terdapat potensi pengembangan untuk (a) budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu), budidaya moluska (kerang-kerangan, mutiara, dan teripang), dan budidaya rumput laut, dan (e) bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan pangan.

• Rumput Laut Yaitu: Rumput laut atau gulma laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Rumput laut sering dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, pembuatan agar-agar, obat tradisional. Tumbuhan ini mempunyai banyak jenis yaitu: Eucheuma spinosum, Eucheuma muricatum, Eucheuma cottonii, Gracilaria spp., Gelidium spp., Sargassum spp.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

• Terumbu Karang Yaitu: Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang.

Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21O 0C – 29O 0C. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia. Manfaat terumbu karang adalah • Manfaat ekonomi : sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata.

• Manfaat ekologis : mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi. • Manfaat sosial ekonomi : sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan para nelayan.

Terumbu karang juga dapat menjadi daya tarik objek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk sekitar dari kegiatan pariswisata. • Hutan Mangrove Yaitu: Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut.

Umumnya hutan mangrove berkembang baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna. Tumbuhan yang hidup di habitat hutan mangrove tahan terhadap garam yang terkandung di dalam air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.

Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di wilayah ini.

• Minyak dan Gas Bumi Yaitu: Minyak dan gas bumi diambil di bawah permukaan air laut. Pengeboran minyak dan gas bumi dapat membahayakan lingkungan laut karena minyak dan gas bumi jika tumpah ke laut dapat mencemari air laut dan dapat memaikan makhluk hidup yang hidup di laut. • Garam Yaitu: Garam dapat larut dalam air, dan rasanya asin. Manfaat garam antara lain: untuk mandi, deodoran, pasta gigi, ubat kumur, pembersih hidung, dan perawatan luka.

• Pasir Laut Yaitu: Pasir laut adalah pasir yang terletak di sekitar pantai atau laut. Pasir laut mempunyai banyak manfaaat, antara lain: sebagai hiasan akuarium, sebagai bahan bangunan.

• Pariwisata Yaitu: Indonesia memiliki potensi pariwisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain itu juga potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna. Misalnya, kawasan terumbu karang di seluruh Indonesia yang luasnya mencapai 7.500 km2 dan umumnya terdapat di wilayah taman laut.

Potensi kekayaan maritim yang dapat dikembangkan menjadi komoditi pariwisata di laut Indonesia antara lain: wisata bisnis, wisata pantaiwisata budayawisata pesiar, wisata alam, dan wisata olah raga. Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Sumber Daya Laut – Pengertian, Jenis, Pemanfaatan, Ancaman & Upaya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi Ditag 10 contoh sumber daya alam daratan, 10 contoh sumber daya hutan, 25 hasil laut dan daerah penghasilnya, artikel tentang kelautan indonesia, artikel tentang sumber daya alam, bagaimana cara melestarikan sumber daya alam, bagaimana pengelolaan sumber daya kelautan di indonesia, bentuk sumber daya alam, carilah informasi tentang potensi sumber daya alam lautan indonesia, contoh sumber daya alam di indonesia, contoh sumber daya alam non hayati, contoh sumber daya laut, contoh sumber daya manusia, daerah penghasil gas alam di indonesia, hasil hutan dan manfaatnya, jenis sumber daya alam lokasi dan manfaatnya, jurnal tentang perikanan indonesia, kekayaan alam indonesia, klasifikasi sda, klasifikasi sumber daya alam, kliping kekayaan alam indonesia, kliping kekayaan sumber daya alam indonesia, kliping sumber daya alam beserta gambarnya, lokasi sebaran garam, lokasi sebaran mutiara, lokasi sebaran terumbu karang, manfaat sumber daya laut, mengapa potensi sumber daya laut harus dikelola dengan baik, pemanfaatan pantai, pemanfaatan sumber daya alam, pemanfaatan sumber daya alam kelas 4 sd, pengelolaan sumber daya lautpdf, pengelolaan sumber daya maritim indonesia, pengertian sda manfaat dan contohnya, pengertian sumber daya laut, pengertian sumber daya mineral, persebaran sumber daya alam di indonesia, persebaran sumber daya laut di indonesia, pertanyaan tentang potensi dan pengelolaan sumber daya kelautan di indonesia, peta persebaran hutan di indonesia, peta persebaran sumber daya alam indonesia, potensi kelautan indonesia brainly, potensi kemaritiman indonesia, potensi maritim indonesia, potensi perikanan di indonesia, potensi sda maritim, potensi sumber daya alam, potensi sumber daya alam indonesia, potensi sumber daya alam laut, potensi sumber daya alam lautan indonesia, potensi sumber daya ikan, potensi sumber daya manusia, potensi sumber daya tambang, potensi sumber daya udara, potensi wilayah pesisir indonesia, rumput laut banyak dihasilkan di selat, sda yang dapat diperbaharui, sebutkan dua jenis sumber daya alam, sebutkan sumber daya alam di laut, sumber daya alam indonesia brainly, sumber daya alam malaysia, sumber daya alam non hayati adalah, sumber daya alam pantai, sumber daya alam tumbuhan, sumber daya alam yang terdapat di daratan disebut, sumber daya laos, sumber daya laut dan manfaatnya, sumber daya laut indonesia pdf, sumber daya laut terbesar di indonesia, tabel potensi laut indonesia Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Coba perhatikan sekelilingnya deh.

Ada air, listrik, makanan dari ikan, hingga kendaraan, semuanya bisa digunakan dan bermanfaat karena bahan baku dari alam yang kita manfaatkan. Pada dasarnya, manusia bergantung pada sumber daya alam. Pemakaian terus-menerus tanpa disadari akan membuatnya berkurang, rusak, atau bahkan habis. Lalu, cara apa yang bisa kamu lakukan agar sumber daya alam tidak habis? Salah satu caranya dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Apa itu pembangunan berkelanjutan dan cara-cara lainnya akan kita bahas di artikel ini, jadi simak terus, ya! Dokumentasi pertemuan strategi konservasi dunia yang melibatkan tiga organisasi.

(Sumber: wwf.panda.org). Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Istilah ‘Pembangunan Berkelanjutan’ pertama kali diperkenalkan dalam perdebatan kebijakan internasional dalam pertemuan Strategi Konservasi Dunia (1980). Ada beberapa organisasi lingkungan yang tergabung dalam pertemuan tersebut seperti International Union for Conservation of Nature (IUCN), United Nations Environment Programme (UNEP), dan World Wildlife Fund (WWF). Hal ini muncul sebagai konsep sosial utama dari kekhawatiran bahwa banyak kegiatan komersial yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan gangguan sosial bagi generasi mendatang.

Prinsip Ekoefisiensi Untuk mendukung hal tersebut, diterapkan prinsip ekoefisiensi. Prinsip ekoefisiensi menyatakan bahwa bahan dan energi yang tidak termanfaatkan dalam suatu sistem proses produksi akan terbuang menjadi limbah (padat, cair dan gas) dan menyebabkan meningkatnya masalah lingkungan.

Agar limbah-limbah tersebut tidak mencemari lingkungan, ada beberapa langkah perlu dilakukan. Oh iya, hal-hal di bawah ini juga bisa dilakukan di rumah, seperti: a. meminimalkan penggunaan bahan baku dan energi. b. Meminimalkan pelepasan limbah beracun ke lingkungan. c. Menghasilkan dan menggunakan produk yang dapat didaur ulang. d. Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui. e. Mampu menghasilkan dan menggunakan produk tahan lama, sehingga tidak perlu sering membeli.

Baca juga: Jenis-jenis Kerusakan Lingkungan Hidup Penerapan ekoefisiensi dalam setiap sumber daya alam akan berbeda, sehingga setiap sumber daya alam perlu penanganannya sendiri. Hal tersebut dapat kamu lihat dalam infografis di bawah ini: Jadi, apa lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah sumber daya alam agar tidak habis?

1. Selektif, yaitu memilih, menggunakan, dan mengusahakan sumber daya alam dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan keberlangsungan kehidupan. 2. Menjaga kelestarian.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Untuk memanfaatkan sumber daya alam diperlukan penggunaan yang bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Kemajuan teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. 3. Perlunya penghematan sumber daya alam atau mengurangi bahaya eksploitasi besar-besaran terhadap pemakaian sumber daya alam agar tidak rusak dan punah. 4. Perlunya upaya pembaharuan sumber daya alam hayati seperti reboisasi, mengembangbiakkan flora dan fauna secara modern, penanaman ladang secara bergilir, dan pengolahan tanah pertanian lahan basah dan lahan kering.

Selain hal-hal di atas, kamu juga bisa melakukan hal lain di rumah. Misalnya dengan mengurangi penggunaan air dan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan dan menggunakan alat elektronik sesuai dengan kebutuhan, kamu sudah berkontribusi untuk menjaga sumber daya alam.

Kalau kamu tahu cara lain yang bisa dilakukan agar sumber daya alam tidak habis, kamu bisa diskusikan bareng guru les kamu di RuangLes, ya. Artikel ini terakhir diperbarui tanggal 07 Desember 2020. Referensi: Sumardi, 2009. Geografi Lingkungan Fisik dan Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
KOMPAS.com – Permukaan bumi sebagian besar ditutupi oleh air.

Dilansir dari NASA Science, lautan menutupi 70 persen dari permukaan bumi dan mengandung 97 persen air yang dimiliki bumi. Wilayah yang sangat luas membuat laut berperan penting dalam kehidupan manusia. Misalnya berperan penting dalam siklus air bumi, pembentukan iklim, habitat flora dan fauna, hingga mengandung sangat banyak sumber daya laut.

Manusia menggunakan sumber daya laut untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membangun sektor ekonomi. Berikut adalah jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut, yaitu: • Penangkapan ikan atau nelayan Dilansir dari Science, manusia mulai mengumpulkan ikan dan hewan air di pantai sebagai sumber makanan sekitar 1,95 juta tahun yang lalu.

Hal tersebut membuktikan kegiatan penangkapan ikan telah ada sejak jaman prasejarah dan terus berlanjut hingga sekarang. Baca juga: Jenis-Jenis Pekerjaan Berdasarkan Letak Geografis Penangkapan ikan adalah kegiatan ekonomi pemanfaatan sumber daya laut yang menangkap ikan dan hewan laut lainnya untuk kepentingan ekonomi.

Nelayan laut dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni: • Nelayan perairan pedalaman adalah nelayan yang menangkap ikan di perairan yang terletak di darat dari garis rendah pantai.

• Nelayan pantai adalah nelayan yang menangkap ikan di pantai atau wilayah territorial yaitu sejauh 12 meter dari garis pantai. • Nelayan lepas pantai adalah nelayan yang menangkap ikan di wilayah lepas pantai yaitu dalam zona ekonomi ekslusif (ZEE).

ZEE berada sekitar 200 mil diukur dari garis laut territorial. • Nelayan laut lepas adalah nelayan yang menangkap ikan di wilayah laut bebas, yaitu bagian laut yang tidak terikat dengan negara apa pun. Penangkapan ikan meliputi penangkapan ikan, udang, gurita, cumi-cumi, kerang, abalone, dan hewan laut lainnya untuk keperluan ekonomi. Selain menangkap ikan, nelayan juga biasanya melakukan pengawetan ikan dengan cara pengeringan untuk kemudian dijual ke pasar.

Selain ditangkap secara langsung dari perairan, hewan laut juga biasanya dibudidayakan. Budidaya ikan, udang, kepiting, lobster, dan ikan laut biasanya dilakukan dalam tambak dan dikontrol proses perkembangannya hingga masa panen tiba. Baca juga: Pengaruh Geografis Indonesia sebagai Negara MaritimSumber daya alam merupakan segala sesuatu cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah ada secara alami dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Sumber daya alam meliputi komponen biotik seperti hewan, tumbuhan, mikroorganisme. Selain itu terdapat juga komponen abiotik seperti minyak bumi, gas alam, air tanah, dan cahaya matahari.

Alam sendiri memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi penduduk bumi. Potensi yang terdapat pada bumi dengan segala isinya dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang tinggal di atasnya.

Bila kita lihat bumi ini dikelompokan dalam unsur unsur geosfer, diantaranya: • Atmosfer, lapisan udara yang mengelilingi bumi • Hidrosfer, lapisan yang ada di bumi berupa ekosistem air laut, ekosistem danau, ekosistem sungai, rawa, air tanah (baca: ciri-ciri air cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah yang baik), es, dan uap air • Litosfer, batuan yang menyusun lapisan bumi termasuk yang di dalam tanah • Biosfer, kehidupan di bumi yang terdiri dari tumbuhan dan binatang • Antrofosfer, yaitu manusia Kelima komponen itu merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan semuanya memiliki potensi yang saling berkaitan dalam mendukung kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah.

Sumber daya alam di dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam, contohnya: mineral, energi, tumbuhan binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa dataran, pegunungan, bahkan ekosistem gurun pun memiliki potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memanfaatkan dengan baik.

Cara-cara Untuk Melestarikan Sumber Daya Alam Tidak semua bagian bumi memiliki sumber daya alam yang sama. Semakin banyak sumber daya alam di suatu daerah maka semakin banyak yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam yang melimpah di bumi ini tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang mengancam keberlangsungan dan kelestariannya.

Permasalaah ini bervariasi mulai dari yang kecil sampai yang besar, yang bisa diatas sampai dengan yang tidak terselesaikan. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak seimbang telah banyak menimbulkan masalah bagi penduduk dunia. Maka dari itu banyak cara melestarikan sumber daya alam di bumi (baca: kerak bumi), yaitu: • Pemanfaatan energi tidak habis Penggunaan energi bumi yang tidak akan ada habisnya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti minyak bumi atau batu bara yang mana minyak bumi dan batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui juga jika digunakan terus menerus akan habis.

Beberapa sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi dan batu bara: • Penggunaan energi matahari • Penggunaan angin sebagai pembangkit listrik • Penggunaan geothermal atau panas bumi • Penggunaan energi air yang melimpah • Penggunaan energi pasang air laut di daerah pesisir • Melakukan daur ulang atau recycling Pemanfaatan daur ulang sehingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil dan dapat diperlambat, contohnya melakukan daur ulang terhadap barang-barang bekas seperti: • Plastik yang coba dikurangi atau direcycle sehingga tidak banyak terbuang dan mencegah pencemaran tanah, ekosistem pantai, juga ekosistem air laut • Daur ulang kertas sehingga penebangan pohon untuk pembuatan kertas dapat dikurangi atau diperlambat • Melakukan pengawetan Pengawetan terhadap sumber daya alam yang berupa kayu merupakan tindakan yang sangat dianjurkan.

Sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan terlebih dahulu agar kayu dapat bertahan lebih lama, sehingga penggunaan kayu untuk bahan bangunan dapat dihemat. • Pengolahan air limbah dan penertiban pembuangan sampah Setiap pabrik harus mengolah air limbahnya sebelum dibuang karena limbah pabrik biasanya mengandung zat-zat kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

Kebiasaaan masyarakat membuang sampah di saluran air atau sungai pun harus dirubah. Hal ini perlu sekali dicagah sedini mungkin untuk menghindari terjadinya pencemaran air (baca: cara pemanfaatan sampah dan limbah). • Program Kali Bersih Program kali bersih mempunyai tujuan utama untuk menurunkan atau mengurangi beban pencemaran air dan pencemaran sungai, khususnya limbah industri yang banyak mengandung zat-zat kimia beracun yang berbahaya bagi ekosistem sungai.

• Pengelolaan daerah aliran sungai Pengelolaan DAS atau daerah aliran sungai menekankan usaha konservasi pada: • P ertanian lahan kering dan pertanian lahan basah • Peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan lahan kering • Peningkatan di luar sektor pertanian • Perlindungan daerah non budidaya • Pengembangan jenis-jenis irigasi • Pengendalian cara menghindari banjir • Pengelolaan daerah pesisir Usaha mengelola lautan dan daerah pesisir hendaknya memperhatikan kebijakan sebagai berikut: • Pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan laut serta pengaturan antar sektor perlu dikembangkan secara koordinatif • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui hendaknya digunakan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kepentingan generasi mendatang • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui hendaknya digunakan secara rasional • Kawasan hutan lindung, hutan penyangga, dan sumber budi daya alam harus dijaga dan dikendalikan keberadaanya • Konservasi ex situ Pengembangan keanekaragaman hayati harus mencakup usaha pelestarian flora dan fauna langka.

Selain dengan metode suaka margasatwa dan cagar alam, ada pula pengelolaan flora dan fauna dengan metode konservasi eks situ. Konservasi eks situ merupakan metode konservasi spesies diluar distribusi alami dari populasi tetuanya. Konservasi ini merupakan proses melindungi spesies tumbuhan dan hewan (langka) dengan mengambilnya dari habitat yang tidak aman atau terancam dan menempatkannya atau bagian di bawah perlindungan manusia.

Contoh dari konservasi ex situ: • Kebun raya yang menjadi pusat pengetahuan botani, kawasan konservasi, kawasan pendidikan, dan penelitian • Arboretum yang juga semacam kebun botani yang mengoleksi pepohonan • Kebun binatang yang menjadi konservasi bagi fauna yang dilindungi ataupun terancam punah • Aquarium yang juga berfungsi sebagai pusat konservasi hewan air tawar maupun air laut • Reklamasi dan rehabilitasi lahan kritis Reklamasi lahan biasanya dilakukan untuk bekas lahan pertambangan.

Rehabilitasi lahan kritis mencakup usaha pengerjaan reboisasi atau penanaman kembali lahan yang gundul, pembuatan sengkedan pada lahan miring, dan pengendalian pembukaan lahan ladang yang berpindah-pindah. (baca : pengertian reboisasi) • Menekan angka penduduk Selain kekayaan alam, potensi alam lainnya adalah manusia yang terus meningkat populasinya setiap tahun.

cara yang tidak berbahaya dalam memanfaatkan sumber daya alam di laut adalah

Angka kematian dan angka kelahiran tidak seimbang. Semakin tinggi angka kelahirang maka semakin banyak jumlah penduduk. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi banyak menimbulkan masalah diantaranya: • Meningkatnya pengangguran • Lambatnya laju ekonomi • Menurunnya kualitas penduduk • Meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan, sekolah, perumahan, dan lainnya • Meningkatnya krisis lingkungan • Menyempitnya areal pertanian dan pendapatan rata-rata penduduk relatif rendah • Meningkatnya angka kriminalitas.

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menahan ledakan penduduk diantaranya: • Menekan angka kelahiran dengan menggalakan kembali keluarga berencana • Memperluas industrialisasi • Meningkatkan hasil produksi peternakan, pertanian, dan lain-lain Itulah tadi 10 cara-cara yang bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan sumber daya alam di bumi agar bumi terjaga kelestariannya.

Kegiatan Ekonomi dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam




2022 www.videocon.com