Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Kerajaan Banten : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap – Tahukah anda tentang Kerajaan Banten ???

Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com. Karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang sejarah Kerajaan Banten, raja-raja Kerajaan Banten, peninggalan Kerajaan Banten, dan kehidupan politik kerajaan Banten secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. 3.2. Sebarkan ini: • Pada awal abad ke-16, daerah pajajaran yang beragama hindu. pusat kerajaan ini berlokasi di pakuan ( sekarang bogor ). kerajaan pajajaran memiliki bandar-bandar penting seperti banten, sunda kelapa ( jakarta ) dan cirebon.

• Kerajaan pajajaran telah mengadakan kerja sama dengan portugis. oleh kerena itu, portugis diizinkan mendirikan kantor dagang dan benteng pertahanan di sunda kelapa. untuk membendung pengaruh portugis di pajajaran, sultan trenggono dari demak memrintahkan fatahilah selaku panglima perang demak untuk menaklukan bandar-bandar pajajaran. pada tahun 1526, armada demak berhasil menguasai banten.

• Pasukan fatahillah juga berhasil merebut pelabuhan sunda kelapa pada tanggal 22 juni 1527. sejak saat iru nama “sunda kelapa” diubah menjadi “jayakarta” atau “jakarta” yang berarti kota kemenanggan. tanggal itu ( 22 juni ), kemudian dijadikan hari jadi kota jakarta. • Dalam waktu singkat. seluruh pantai utara jawa barat dapat dikuasai fatahillah,agama islam lambat laun tersebar di jawa barat. fatahillah kemudian menjadi wali ( ulama besar ) dengan gelar sunan gunung jati dan berkedudukan di cirebon.

Pada tahun 1552, putra fatahillah yang bernama hasanudin diangkat menjadi penguasa banten. • putranya yang lain, pasarean diangkat menjadi penguasa di cirebon. fatahillah sendiri mendirikan pusat kegiatan keagamaan di gunung jati, cirebon sampai beliau wafat pada tahun pada tahun 1568. jadi, pada awalnya kerajaan banten merupakan wilayah kekuasaan kerajaan demak.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Singasari : Awal Berdiri, Silsilah Raja, Masa Kejayaan Dan Keruntuhan Serta Bukti Peninggalan Syiar Islam ke Banten dan Pendirian Kesultanan Banten Pada masa awal kedatangannya ke Cirebon, Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bersama dengan Pangeran Walangsungsang sempat melakukan syiar Islam di wilayah Banten yang pada masa itu disebut sebagai Wahanten, Syarif Hidayatullah dalam syiarnya menjelaskan bahwa arti jihad (perang) tidak hanya dimaksudkan perang melawan musuh-musuh saja namun juga perang melawan hawa nafsu, penjelasan inilah yang kemudian menarik hati masyarakat Wahanten dan pucuk umum (penguasa) Wahanten Pasisir.

Di wilayah Wahanten Pasisir Syarif Hidayatullah bertemu dengan Nyai Kawung anten (putri dari Sang Surosowan), keduanya kemudian menikah dan dikaruniai dua orang anak yaitu Ratu Winaon (lahir pada 1477 m) dan Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya : Sumber Sejarah, Raja, Peninggalan, Masa Kejayaan Dan Keruntuhannya Pangeran Maulana Hasanuddin (Pangeran Sabakingkin : nama pemberian dari kakeknya Sang Surosowan) yang lahir pada 1478 m.

Sang Surosowan walaupun tidak memeluk agama Islam namun sangat toleran kepada para pemeluk Islam yang datang ke wilayahnya.

Syarif Hidayatullah kemudian kembali ke kesultanan Cirebon untuk menerima tanggung jawab sebagai penguasa kesultanan Cirebon pada 1479 setelah sebelumnya menghadiri rapat para wali di Tuban yang menghasilkan keputusan menjadikan Sunan Gunung Jati sebagai pemimpin dari para wali.

Baca Juga : Kerajaan Demak : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap Penguasaan Banten Pada tahun 1522, Maulana Hasanuddin membangun kompleks istana yang diberi nama keraton Surosowan, pada masa tersebut dia juga membangun alun-alun, pasar, masjid agung serta masjid di kawasan Pacitan. Sementara yang menjadi pucuk umum (penguasa) di Wahanten Pasisir adalah Arya Surajaya (putra dari Sang Surosowan dan paman dari Maulana Hasanuddin) setelah meninggalnya Sang Surosowan pada 1519 m.

Arya Surajaya diperkirakan masih memegang pemerintahan Wahanten Pasisir hingga tahun 1526 m. Baca Juga : Sejarah Kerajaan Malaka Dan Peninggalan Serta Pendirinya Pada tahun 1524 m, Sunan Gunung Jati bersama pasukan gabungan dari kesultanan Cirebon dan kesultanan Demak mendarat di pelabuhan Banten. Pada masa ini tidak ada pernyataan yang menyatakan bahwa Wahanten Pasisir menghalangi kedatangan pasukan gabungan Sunan Gunung Jati sehingga pasukan difokuskan untuk merebut Wahanten Girang. Dalam Carita Sajarah Banten dikatakan ketika pasukan gabungan kesultanan Cirebon dan kesultanan Demak mencapai Wahanten Girang, Ki Jongjo (seorang kepala prajurit penting) dengan sukarela memihak kepada Maulana Hasanuddin.

Dalam sumber-sumber lisan dan tradisional di ceritakan bahwa pucuk umum (penguasa) Banten Girang yang terusik dengan banyaknya aktifitas dakwah Maulana Hasanuddin yang berhasil menarik simpati masyarakat termasuk masyarakat pedalaman Wahanten yang merupakan wilayah kekuasaan Wahanten Girang, sehingga pucuk umum Arya Suranggana Baca Juga : Kerajaan Majapahit : Makalah Sejarah, Raja, Agama, Dan Peninggalan meminta Maulana Hasanuddin untuk menghentikan aktifitas dakwahnya dan menantangnya sabung ayam (adu ayam) dengan syarat jika sabung ayam dimenangkan Arya Suranggana maka Maulana Hasanuddin harus menghentikan aktifitas dakwahnya.

Sabung Ayam pun dimenangkan oleh Maulana Hasanuddin dan dia berhak melanjutkan aktifitas dakwahnya Arya Suranggana dan masyarakat yang menolak untuk masuk Islam kemudian memilih masuk hutan di wilayah Selatan. Sepeninggal Arya Suranggana, kompleks Banten Girang digunakan sebagai pesanggrahan bagi para penguasa Islam, paling tidak sampai di penghujung abad ke-17.

Banten Sebagai Kesultanan Kesultanan Banten menjadi kesultanan yang mandiri pada tahun 1552 setelah Maulana Hasanuddin ditasbihkan oleh ayahnya yaitu Sunan Gunung Jati sebagai Sultan di Banten. Maulana Hasanuddin juga melanjutkan perluasan kekuasaan ke daerah penghasil lada di Lampung. Ia berperan dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut, selain itu ia juga telah melakukan kontak dagang dengan raja Malangkabu (Minangkabau, Kerajaan Inderapura), Sultan Munawar Syah dan dianugerahi keris oleh raja tersebut.

Maulana Yusuf anak dari Maulana Hasanuddin, naik tahta pada tahun 1570 melanjutkan ekspansi Banten ke kawasan pedalaman Sunda dengan menaklukkan Pakuan Pajajaran tahun 1579. Kemudian ia digantikan anaknya Maulana Muhammad, yang mencoba menguasai Palembang tahun 1596 sebagai bagian dari usaha Banten dalam mempersempit gerakan Portugal di nusantara, namun gagal karena ia meninggal dalam penaklukkan tersebut. Pada masa Pangeran Ratu anak dari Maulana Muhammad, ia menjadi raja pertama di Pulau Jawa yang mengambil gelar “Sultan” pada tahun 1638 dengan nama Arab Abu al-Mafakhir Mahmud Abdulkadir.

Pada masa ini Sultan Banten telah mulai secara intensif melakukan hubungan diplomasi dengan kekuatan lain yang ada pada waktu itu, salah satu diketahui surat Sultan Banten kepada Raja Inggris, James I tahun 1605 dan tahun 1629 kepada Charles I.

Perang Saudara Sekitar tahun 1680 muncul perselisihan dalam Kesultanan Banten, akibat perebutan kekuasaan dan pertentangan antara Sultan Ageng dengan putranya Sultan Haji. Perpecahan ini dimanfaatkan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang memberikan dukungan kepada Sultan Haji, sehingga perang saudara tidak dapat dielakkan.

Sementara dalam memperkuat posisinya, Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar juga sempat mengirimkan 2 orang utusannya, menemui Raja Inggris di London tahun 1682 untuk mendapatkan dukungan serta bantuan persenjataan. Dalam perang ini Sultan Ageng terpaksa mundur dari istananya dan pindah ke kawasan yang disebut dengan Tirtayasa, namun pada 28 Desember 1682 kawasan ini juga dikuasai oleh Sultan Haji bersama VOC.

Sultan Ageng bersama putranya yang lain Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf dari Makasar mundur ke arah selatan pedalaman Sunda.

Namun pada 14 Maret 1683 Sultan Ageng tertangkap kemudian ditahan di Batavia. Sementara VOC terus mengejar dan mematahkan perlawanan pengikut Sultan Ageng yang masih berada dalam pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Pada 5 Mei 1683, VOC mengirim Untung Surapati yang berpangkat letnan beserta pasukan Balinya, bergabung dengan pasukan pimpinan Letnan Johannes Maurits van Happel menundukkan kawasan Pamotan dan Dayeuh Luhur, di mana pada 14 Desember 1683 mereka berhasil menawan Syekh Yusuf.

Sementara inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota terdesak akhirnya Pangeran Purbaya menyatakan menyerahkan diri. Kemudian Untung Surapati disuruh oleh Kapten Johan Ruisj untuk menjemput Pangeran Purbaya, dan dalam perjalanan membawa Pangeran Purbaya ke Batavia, mereka berjumpa dengan pasukan VOC yang dipimpin oleh Willem Kuffeler, namun terjadi pertikaian di antara mereka, puncaknya pada 28 Januari 1684, pos pasukan Willem Kuffeler dihancurkan, dan berikutnya Untung Surapati beserta pengikutnya menjadi buronan VOC.

Sedangkan Pangeran Purbaya sendiri baru pada 7 Februari 1684 sampai di Batavia. Raja Raja Kerajaan Banten 1. Sultan hasanuddin Ketika terjadi perebitan kekuasaan di kerajaan demak, daerah banten dan cirebon berusaha melepaskan diri dari kekuasaan demak. akhirnya, banten dan cirebn menjadi kerajaan yang berdaulat, lepas dri pengaruh demak. sultan hasanuddin menjadi raja banten yang pertama. ia memerintah banten selama 18 tahun, yaitu tahun 1552 – 1570 M. di bawah pemerintahannya, banten berhasil menguasai lampung ( di sumatra ) yang banyak menghasilkan rempah-rempah dan selat sunda yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan.

Selama pemerintahannya, sultan hasanuddin berhasil membangun pelabuhan banten menjadi pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai bangsa.para pedagang dari persia, gujarat, dan venesia berusaha enghindari selat malaka yang dikuasai potugis dan beralih ke selat sunda. banten kemudian berkembang menjdi bandar perdagangan maupun pusat penyebaran agama islam. setelah sultan hasanuddin wafat pada tahun 1570 M, ia digantikan oleh putranya yaitu maulana yusuf. 2. Maulana Yusuf Maulana yusuf memerintah banten pada tahun 1570-1580 M.

pada tahun 1579, maulana yusuf menaklukan kerajaan pajajaran di pakuan ( bogor ) dan sekligus menyinggirkan rajanya yang bernama prabu sedah.

akibatnya, banyk rakyat pajajaran yang menyinggir ke pegunungan. mereka inilah yang sekarang dikenal sebagai orang-orang baduy atau suku baduy di rangkasbitung banten. 3. Maulana muhammad Setelah sultan maulana yusuf wafat,putranya yang bernama maulana muhammad naik tahta pada usia 9 tahun. karena maulana muhammad masih sangat muda, pemerintahan dijalankan mengkubumi jayanegara sampai maulana muhammad dewasa ( 1580-1596 ). enam belas tahun kemudian, sultan maulana muhammad menyerang kesultanan palembang yang di dirikan oleh ki gendeng sure, seorang bangsawan demak.

kerajaan banten yang juga keturunan demam merasa berhak atas daerah palembang. akan tetapi, banten mengalami kekalahan. sultan maulana muhammad tewas dalam pertempuran itu. 4. Pangeran Ratu ( Abdul Mufakhir ) Pangeran ratu,yang berusia 5 bulan, menjadi sultan banten yang ke empat ( 1596-1651 ). sampai pangeran ,dewasa, pemerintahan dijalankan oleh mangkubumi ranamanggala. pada saat itulah untuk pertama kalinya bangsa belanda yang di pimpin oleh cornelis de houtman, mendarat di banten pada tahun 22 juni 1596.

pangeran ratu mendapat gelar kanjeng ratu banten. ketika wafat, beliau digantikan oleh anaknya yang dikenal dengan nama sultan ageng tirtaayasa. 5. Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad 1647 – 1651 6. Sultan Ageng Tirtayasa [ Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah ] Sultan ageng tirtayasa memerintah banten paada tahun 1651-1682bM, kerajaan banten pada masa beliau mencapai masa kejayaan. sultan ageng tirtayasa berusaha memperluas wilayah kerajaannya ini pada tahun 1671 M, sultan ageng tirtayasa mengangkat putranya menjadi raja pembantu dengan gelar sultan abdul kahar atau sultan haji.

sultan haji menjalin hubungan baik dengan belanda. melihat hal itu, sultan ageng tirtayasa kecewa dan menarik kembali jabatan raja pembantu bagi sultan haji, akan tetapi, sultan haji berusaha mempertahankan dengan meminta bantuan kepada belanda.

akibatnya terjadilah perang saudara. sultan ageng tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan di batavia hingg beliau wafat pada tahun 1691 M. 7. Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar 1683 – 1687 8. Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya 1687 – 1690 9.

Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin 1690 – 1733 10. Sultan Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin 1733 – 1747 11. Ratu Syarifah Fatimah 1747 – 1750 12. Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri 1753 – 1773 13. Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliuddin 1773 – 1799 14. Sultan Abul Fath Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1799 – 1803 15.

Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin 1803 – 1808 16. Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1809 – 1813 Peninggalan Kerajaan Banten Selama berkuasa kurang lebih 3 abad tersebut, kerajaan Banten meninggalkan beberapa bukti bahwa kerajaan ini pernah berjaya di pulau Jawa .Lantas, apa saja peninggalan kerajaan Banten yaitu sebagai berikut : 1.

Masjid Agung Banten Masjid Agung Banten adalah salah satu bukti peninggalan kerajaan Banten sebagai salah satu kerajaan Islam di Indonesia. Masjid yang berada di desa Banten Lama, kecamatan Kasemen ini masih berdiri kokoh sampai sekarang. Masjid Agung Banten dibangun pada tahun 1652, tepat pada masa pemerintahan putra pertama Sunan Gunung Jati yaitu Sultan Maulana Hasanudin. Selain itu, Masjid Agung Banten juga merupakan salah satu dari 10 masjid tertua di Indonesia yang masih berdiri sampai sekarang.

Keunikan masjid ini yaitu bentuk menaranya yang mirip mercusuar dan atapnya mirip atap pagoda khas China. Selain itu, dikiri kanannya bangunan masjid tersebut ada sebuah serambi dan komplek pemakaman sultan Banten bersama keluarganya.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

2. Istana Keraton Kaibon Peninggalan kerajaan Banten yang selanjutnya yaitu bangunan Istana Keraton Kaibon. Istana ini dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Bunda Ratu Aisyah yang merupakan ibu dari Sultan Syaifudin.

Tapi kini bangunan ini sudah hancur dan tinggal sisa-sisa runtuhannya saja, sebagai akibat dari bentrokan yang pernah terjadi antara kerajaan Banten dengan pemerintahan Belanda di nusantara pada tahun 1832. 3. Istana Keraton Surosowan Selain Istana Keraton Kaibon, ada satu lagi peninggalan kerajaan Banten yang berupa Istana yaitu Istana Keraton Surosowan.

Istana ini digunakan sebagai tempat tinggal Sultan Banten sekaligus menjadi tempat pusat pemerintahan. Nasib istana yang dibangun pada 1552 ini juga kurang lebih sama dengan Istana Keraton Kaibon, dimana saat ini tinggal sisa-sisa runtuhan saja yang bisa kita lihat bersama dengan sebuah kolam pemandian para putri kerajaan.

4. Benteng Speelwijk Benteng Speelwijk adalah peninggalan kerajaan Banten sebagai bentuk dalam membangun poros pertahanan maritim kekuasaan kerajaan di masa lalu.

Benteng setinggi 3 meter ini dibangun pada tahun 1585. Selain berfungsi sebagai pertahanan dari serangan laut, benteng ini juga digunakan untuk mengawasi aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda. Benteng ini juga memiliki Mercusuar, dan didalamnya juga ada beberapa meriam, serta sebuah terowongan yang menghubungkan benteng tersebut dengan Istana Keraton Surosowan. 5. Danau Tasikardi Di sekitar Istana Keraton Kaibon, ada sebuah danau buatan yaitu Danau Tasikardi yang dibuat pada tahun 1570 – 1580 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf.

Danau ini dilapisi dengan ubin dan batu bata. Danau ini dulunya memiliki luas sekitar 5 hektar, tapi kini luasnya menyusut karena dibagian pinggirnya sudah tertimbun tanah sedimen yang dibawa oleh arus air hujan dan sungai di sekitar danau tersebut. Danau Tasikardi pada masa itu berfungsi sebagai sumber air utama untuk keluarga kerajaan yang tinggal di Istana Keraton Kaibon dan sebagai saluran air irigasi persawahan di sekitar Banten.

6. Vihara Avalokitesvara Walaupun kerajaan Banten adalah kerajaan Islam, tapi toleransi antara warga biasa dengan pemimpinnya dalam hal agama sangat tinggi. Buktinya adalah adanya peninggalan kerajaan Banten yang berupa bangunan tempat ibadah agama Budha.

Tempat ibadah umat Budha tersebut yaitu Vihara Avalokitesvara yang sampai sekarang masih berdiri kokoh. Yang unik dari bangunan ini yaitu di dinding Vihara tersebut ada sebuah relief yang mengisahkan tentang legenda siluman ular putih. 7. Meriam Ki Amuk Seperti yang disebut sebelumnya, di dalam benteng Speelwijk adalah beberapa meriam, dimana diantara meriam-meriam tersebut ada meriam yang ukurannya paling besar dan diberi nama meriam ki amuk.

Dinamakan seperti itu, karena konon katanya meriam ini memiliki daya tembakan sangat jauh dan daya ledaknya sangat besar. Meriam ini adalah hasil rampasan kerajaan Banten terhadap pemerintah Belanda pada masa perang.

Kehidupan Politik Kerajaan Banten Sultan pertama Kerajaan Banten ini adalah Sultan Hasanuddin yang memerintah tahun 1522-1570.

Ia adalah putra Fatahillah, seorang panglima tentara Demak yang pernah diutus oleh Sultan Trenggana menguasai bandarbandar di Jawa Barat. Pada waktu Kerajaan Demak berkuasa, daerah Banten merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Namun setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran, Banten akhirnya melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan Demak. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) membuat para pedagang muslim memindahkan jalur pelayarannya melalui Selat Sunda.

Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan. Hasanuddin memperluas kekuasaan Banten ke daerah penghasil lada, Lampung di Sumatra Selatan yang sudah sejak lama mempunyai hubungan dengan Jawa Barat.

Dengan demikian, ia telah meletakkan dasar-dasar bagi kemakmuran Banten sebagai pelabuhan lada. Pada tahun 1570, Sultan Hasanuddin wafat. Penguasa Banten selanjutnya adalah Maulana Yusuf (1570-1580), putra Hasanuddin.

Di bawah kekuasaannya Kerajaan Banten pada tahun 1579 berhasil menaklukkan dan menguasai Kerajaan Pajajaran (Hindu). Akibatnya pendukung setia Kerajaan Pajajaran menyingkir ke pedalaman, yaitu daerah Banten Selatan, mereka dikenal dengan Suku Badui. Setelah Pajajaran ditaklukkan, konon kalangan elite Sunda memeluk agama Islam.

Maulana Yusuf digantikan oleh Maulana Muhammad (1580-1596). Pada akhir kekuasaannya, Maulana Muhammad menyerang Kesultanan Palembang. Dalam usaha menaklukkan Palembang, Maulana Muhammad tewas dan selanjutnya putra mahkotanya yang bernama Pangeran Ratu naik takhta. Ia bergelar Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Kadir. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa putra Pangeran Ratu yang bernama Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682). Ia sangat menentang kekuasaan Belanda.Usaha untuk mengalahkan orang-orang Belanda yang telah membentuk VOC serta menguasai pelabuhan Jayakarta yang dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa mengalami kegagalan.

Setelah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mulai dikuasai oleh Belanda di bawah pemerintahan Sultan Haji. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Banten Banten di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dapat berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat penyebaran agama Islam. Adapun faktor-faktornya ialah: (1) letaknya strategis dalam lalu lintas perdagangan; (2) jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, sehingga para pedagang Islam tidak lagi singgah di Malaka namun langsung menuju Banten; (3) Banten mempunyai bahan ekspor penting yakni lada.

Banten yang menjadi maju banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari Arab, Gujarat, Persia, Turki, Cina dan sebagainya. Di kota dagang Banten segera terbentuk perkampungan-perkampungan menurut asal bangsa itu, seperti orang-orang Arab mendirikan Kampung Pakojan, orang Cina mendirikan Kampung Pacinan, orang-orang Indonesia mendirikan Kampung Banda, Kampung Jawa dan sebagainya. Kehidupan Sosial Dan Budaya Kerajaan Banten Sejak Banten di-Islamkan oleh Fatahilah (Faletehan) tahun 1527, kehidupan sosial masyarakat secara berangsur- angsur mulai berlandaskan ajaran-ajaran Islam.

Setelah Banten berhasil mengalahkan Pajajaran, pengaruh Islam makin kuat di daerah pedalaman. Pendukung kerajaan Pajajaran menyingkir ke pedalaman, yakni ke daerah Banten Selatan, mereka dikenal sebagai Suku Badui. Kepercayaan mereka disebut Pasundan Kawitan yang artinya Pasundan yang pertama. Mereka mempertahankan tradisi-tradisi lama dan menolak pengaruh Islam.

Kehidupan sosial masyarakat Banten semasa Sultan Ageng Tirtayasa cukup baik, karena sultan memerhatikan kehidupan dan kesejahteran rakyatnya. Namun setelah Sultan Ageng Tirtayasa meninggal, dan adanya campur tangan Belanda dalam berbagai kehidupan sosial masyarakat berubah merosot tajam. Seni budaya masyarakat ditemukan pada bangunan Masjid Agung Banten (tumpang lima), dan bangunan gapura-gapura di Kaibon Banten.

Di samping itu juga bangunan istana yang dibangun oleh Jan Lukas Cardeel, orang Belanda, pelarian dari Batavia yang telah menganut agama Islam. Susunan istananya menyerupai istana raja di Eropa. Kehidupan Agama Kerajaan Banten Berdasarkan data arkeologis, masa awal masyarakat Banten dipengaruhi oleh beberapa kerajaan yang membawa keyakinan Hindu- Budha, seperti Tarumanagara, Sriwijaya dan Kerajaan Sunda.

Dalam Babad Banten menceritakan bagaimana Sunan Gunung Jati bersama Maulana Hasanuddin, melakukan penyebaran agama Islam secara intensif kepada penguasa Banten Girang beserta penduduknya.

Beberapa cerita mistis juga mengiringi proses islamisasi di Banten, termasuk ketika pada masa Maulana Yusuf mulai menyebarkan dakwah kepada penduduk pedalaman Sunda, yang ditandai dengan penaklukan Pakuan Pajajaran. Islam menjadi pilar pendirian Kesultanan Banten, Sultan Banten dirujuk memiliki silsilah sampai kepada Nabi Muhammad, dan menempatkan para ulama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakatnya, seiring itu tarekat maupun tasawuf juga berkembang di Banten.

Sementara budaya masyarakat menyerap Islam sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Beberapa tradisi yang ada dipengaruhi oleh perkembangan Islam di masyarakat, seperti terlihat pada kesenian bela diri Debus. Kadi memainkan peranan penting dalam pemerintahan Kesultanan Banten, selain bertanggungjawab dalam penyelesaian sengketa rakyat di pengadilan agama, juga dalam penegakan hukum Islam seperti hudud.

Toleransi umat beragama di Banten, berkembang dengan baik. Walau didominasi oleh muslim, namun komunitas tertentu diperkenankan membangun sarana peribadatan mereka, di mana sekitar tahun 1673 telah berdiri beberapa klenteng pada kawasan sekitar pelabuhan Banten. Kejayaan Kerajaan Banten Kerajaan Banten mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682). Dimana, Banten membangun armada dengan contoh Eropa serta memberi upah kepada pekerja Eropa. Namun, Sultan Ageng Tirtayasa sangat menentang Belanda yang terbentuk dalam VOC dan berusaha keluar dari tekanan VOC yang telah memblokade kapal dagang menuju Banten.

Selain itu, Banten juga melakukan monopoli Lada di Lampung yang menjadi perantara perdagangan dengan negara-negara lain sehingga Banten menjadi wilayah yang multi etnis dan perdagangannya berkembang dengan pesat. Runtuhnya Kerajaan Banten Kerajaan Banten mengalami kemunduruan berawal dari perselisihan antara Sultan Ageng dengan putranya, Sultan Haji atas dasar perebutan kekuasaan.

Situasi ini dimanfaatkan oleh VOC dengan memihak kepada Sultan Haji. Kemudian Sultan Ageng bersama dua putranya yang lain bernama Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf terpaksa mundur dan pergi ke arah pedalaman Sunda. Namun, pada 14 Maret 1683 Sultan Ageng berhasil ditangkap dan ditahan di Batavia. Dilanjutkan pada 14 Desember 1683, Syekh Yusuf juga berhasil ditawan oleh VOC dan Pangeran purbaya akhirnya menyerahkan diri. Atas kemenangannya itu, Sultan Haji memberikan balasan kepada VOC berupa penyerahan Lampung pada tahun 1682.

Kemudian pada 22 Agustus 1682 terdapat surat perjanjian bahwa Hak monopoli perdagangan lada Lampung jatuh ketangan VOC. Sultan Haji meninggal pada tahun 1687. Setelah itu, VOC menguasai Banten sehingga pengangkatan Sultan Banten harus mendapat persetujuan Gubernur Jendral Hindian Belanda di Batavia. Terpilihlah Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya sebagai pengganti Sultan Haji kemudian digantikan oleh Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Aabidin. Pada tahun 1808-1810, Gubernur Hindia Jenderal Belanda menyerang Banten pada masa pemerintahan Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin.

Penyerangan tersebut akibat Sultan menolak permintaan Hindia Belanda untuk memindahkan ibu kota Banten ke Anyer. Pada akhirnya, tahun 1813 Banten telah runtuh ditangan Inggris.

Warisan Sejarah Kerajaan Banten Setelah dihapuskannya Kesultanan Banten, wilayah Banten menjadi bagian dari kawasan kolonialisasi. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1817 Banten dijadikan keresidenan, dan sejak tahun 1926 wilayah tersebut menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Kejayaan masa lalu Kesultanan Banten menginspirasikan masyarakatnya untuk menjadikan kawasan Banten kembali menjadi satu kawasan otonomi, reformasi pemerintahan Indonesia berperan mendorong kawasan Banten sebagai provinsi tersendiri yang kemudian ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Selain itu masyarakat Banten telah menjadi satu kumpulan etnik tersendiri yang diwarnai oleh perpaduan antar-etnis yang pernah ada pada masa kejayaan Kesultanan Banten, dan keberagaman ini pernah menjadikan masyarakat Banten sebagai salah satu kekuatan yang dominan di Nusantara.

Itulah ulasan lengkapnya Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sejarah Ditag #kehidupan budaya Kerajaan Banten, #kehidupan politik Kerajaan Banten, #kehidupan sosial Kerajaan Banten, #kejayaan Kerajaan Banten, #masa Kerajaan Banten, #peninggalan Kerajaan Banten, #raja Kerajaan Banten, #runtuhnya Kerajaan Banten, #sejarah Kerajaan Banten, kehidupan ekonomi Kerajaan Banten, Kesultanan Banten Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com • Аԥсшәа • Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Akan • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Kotava • अवधी • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • Gaelg • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Gĩkũyũ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • SiSwati • Sesotho • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Lea faka-Tonga • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Twi • Тыва дыл • Удмурт • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • 吴语 • Хальмг • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Artikel ini bukan mengenai Inggris (disambiguasi) atau Britania Raya.

Inggris (bahasa Inggris: England) adalah sebuah negara konstituen yang merupakan bagian dari Britania Raya. [6] [7] [8] Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota ini berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat, Laut Irlandia di barat laut, Laut Keltik di barat inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota, serta Laut Utara di sebelah timur dan Selat Inggris, yang memisahkannya dari benua Eropa, di sebelah selatan.

Sebagian besar wilayah Inggris terdiri dari bagian tengah dan selatan Pulau Britania Raya di Atlantik Utara. Inggris juga mencakup lebih dari 100 pulau kecil seperti Isles of Scilly dan Isle of Wight. Wilayah yang saat ini bernama Inggris pertama kali dihuni oleh manusia modern selama periode Paleolitikum, tetapi nama England ini berasal dari kata Angles, yang merupakan salah satu inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota Jermanik yang menetap di sana pada abad ke-5 dan ke-6. Inggris menjadi negara yang bersatu pada tahun 927 M, dan sejak Zaman Penjelajahan yang dimulai pada abad ke-15, Inggris telah memberikan pengaruh budaya dan hukum yang signifikan ke berbagai belahan dunia.

[9] Bahasa Inggris, Gereja Anglikan, dan hukum Inggris-yang menjadi dasar sistem hukum umum bagi negara lain di seluruh dunia-berasal dan dikembangkan di Inggris, dan sistem parlementer negara ini juga telah banyak diadopsi oleh negara-negara lain. [10] Revolusi Industri yang dimulai pada abad ke-18 menjadikan Inggris sebagai negara industri pertama di dunia.

[11] Royal Society Inggris juga berperan penting dalam meletakkan dasar-dasar sains eksperimental modern terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. [12] Topografi Inggris sebagian besar terdiri dari perbukitan dan dataran rendah, terutama di Inggris bagian tengah dan selatan.

Dataran tinggi terdapat di bagian utara (misalnya, pegunungan Danau District, Pennines, serta Yorkshire Dales) dan di barat daya (misalnya Dartmoor dan Cotswolds). Ibu kota Inggris dahulunya adalah Winchester, kemudian digantikan oleh London pada tahun 1066. Saat ini London merupakan daerah metropolitan terbesar di Britania Raya dan zona perkotaan terbesar di Uni Eropa berdasarkan luas wilayah. [catatan 3] Penduduk Inggris berjumlah sekitar 53 juta jiwa, atau sekitar 84% dari total populasi Britania Raya, sebagian besarnya terkonsentrasi di London, Inggris Tenggara, dan kawasan-kawasan konurbasi di Midlands, Barat Laut, Timur Laut dan Yorkshire, masing-masing wilayah ini dikembangkan sebagai daerah industri utama selama abad ke-19.

Sedangkan kawasan padang rumput terdapat di luar wilayah kota-kota besar. Kerajaan Inggris (setelah tahun 1284 juga termasuk Wales) adalah sebuah negara berdaulat sampai tanggal 1 Mei 1707.

Kemudian Undang-Undang Kesatuan yang menyatakan bahwa Kerajaan Inggris dan Kerajaan Skotlandia disatukan secara politik untuk membentuk Kerajaan Britania Raya disahkan pada tahun 1707. [13] [14] Pada tahun 1801, Britania Raya bersatu dengan Kerajaan Irlandia dengan disahkannya Undang-Undang Kesatuan 1800 dan kemudian namanya berganti menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia.

Pada tahun 1922, Negara Bebas Irlandia berdiri sebagai suatu domini yang terpisah, tetapi enam county di Irlandia Utara tetap memilih untuk menjadi bagian dari Britania Raya, yang kemudian namanya diubah lagi menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, yaitu konteks negara Britania Raya yang dikenal hingga sekarang ini.

Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Zaman prasejarah • 2.2 Zaman pertengahan • 2.3 Zaman modern awal • 2.4 Zaman kontemporer • 3 Geografi • 3.1 Lanskap dan sungai • 3.2 Iklim Inggris • 4 Politik • 4.1 Hukum • 4.2 Pembagian administratif • 4.3 Simbol nasional • 5 Ekonomi • 5.1 Ilmu pengetahuan dan teknologi • 5.2 Transportasi • 6 Demografi • 6.1 Bahasa • 6.2 Agama • 7 Pendidikan • 7.1 Kesehatan • 7.2 Perkotaan • 8 Budaya • 8.1 Arsitektur • 8.2 Cerita rakyat • 8.3 Kuliner • 8.4 Seni rupa • 8.5 Sastra, puisi dan filsafat • 8.6 Seni pertunjukan • 8.7 Museum, perpustakaan dan galeri • 8.8 Olahraga • 9 Lihat pula • 10 Catatan • 11 Referensi • 11.1 Bibliografi • 12 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Miskonsepsi antara England (Inggris) dengan United Kingdom ( Britania Raya).

Nama "Inggris" (England) berasal dari kata Englaland dalam bahasa Inggris kuno, yang berarti "tanah Angles". [15] Angles ini adalah salah satu dari suku-suku Jermanik yang menetap di Britania Raya selama Abad Pertengahan Awal. Suku Angles ini berasal dari semenanjung Angeln di Teluk Kiel, wilayah Laut Baltik. [16] Menurut Oxford English Dictionary, penggunaan pertama yang diketahui dari kata "England" untuk merujuk pada bagian selatan dari Pulau Britania Raya terjadi pada tahun 897, dan ejaan modern untuk kata ini pertama kali digunakan pada tahun 1538.

[17] Penyebutan awal untuk kata England secara inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota terdapat dalam karya Tacitus yang berjudul Germania pada abad ke-1, yang menggunakan kata Anglii. [18] Etimologi dari nama itu sendiri masih diperdebatkan oleh para sejarawan, dikatakan bahwa nama England ini sebenarnya berasal dari kata Angeln. [19] Sedangkan istilah yang digunakan untuk menyebut nama Saxons, yang digunakan untuk menyebut keseluruhan negara dan penduduknya tidak diketahui asalnya, tetapi diperkirakan bahwa kata ini digunakan karena kebiasaan memanggil orang-orang Jermanik yang menetap di Pulau Britania Raya dengan sebutan Angli Saxones atau English Saxons.

[20] Perlu dicatat juga bahwa dalam bahasa Gaelik Skotlandia (bahasa lain yang berkembang di Pulau Britania), sebutan untuk Saxon ini adalah "Sasunn", diperkirakan bahwa kata ini diberikan oleh suku Saxon. [21] Nama alternatif untuk Inggris adalah Albion. Kata ini awalnya digunakan untuk merujuk ke seluruh Pulau Britania Raya. Catatan paling awal dari nama ini muncul dalam karya Aristoteles, Corpus Aristotelicum pada abad ke-4 SM.

[22] Disebutkan bahwa: "Di luar pilar-pilar Herkules terdapat lautan yang mengalir di sepanjang bumi dan di dalamnya ada dua pulau sangat besar yang disebut Britannia; yang terdiri dari Albion dan Ierne".

[22] Kata Albion (Ἀλβίων) atau Pulau Albionum kemungkinan memiliki dua asal-usul; dari kata Latin albus, yang berarti putih, untuk merujuk ke tebing putih Dover, yang merupakan satu-satunya bagian dari Pulau Britania yang terlihat dari daratan Eropa, [23] atau bisa juga kata ini berasal dari frasa di dalam manuskrip Massaliote Periplus, yaitu "Pulau Albiones".

[24] Kata Albion saat ini digunakan untuk menyebut Inggris dalam kapasitas yang lebih puitis. [25] Nama roman lain untuk Inggris adalah Loegria, yang terkait dengan sebutan dalam bahasa Wales untuk Inggris ( Lloegr), dan penggunaannya ini dipopulerkan dalam legenda Raja Arthur. Penggunaan istilah England (Inggris) terkadang dikaitkan dengan entitas lain semisal Great Britain atau United Kingdom (Britania Raya), walaupun entitas-entitas tersebut memiliki perbedaan mendasar.

[26] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Zaman prasejarah [ sunting - sunting sumber ] Stonehenge, sebuah monumen Neolitikum. Bukti awal yang berkenaan dengan keberadaan manusia di wilayah yang saat ini dikenal sebagai Inggris diperkirakan dihuni oleh Homo antecessor sekitar 780.000 tahun yang lalu.

Kerangka proto-manusia tertua ditemukan di Inggris dan diduga berasal dari 500.000 tahun yang lalu. [27] Manusia modern diketahui telah menghuni wilayah Inggris pada periode Paleolitikum Atas, meskipun pemukiman permanen baru terbentuk dalam 6000 tahun terakhir. [28] [29] Setelah akhir periode zaman es, hanya mamalia besar seperti mammoth, bison dan badak purba yang menghuni wilayah ini. Kira-kira 11.000 tahun yang lalu, ketika lapisan es mulai surut, manusia kembali menghuni Inggris.

Penelitian genetik menunjukkan bahwa mereka datang dari bagian utara Semenanjung Iberia. [30] Saat permukaan laut lebih rendah dari sekarang ini, Pulau Britania bersatu dengan Pulau Irlandia dan Eurasia.

[31] Namun saat permukaan laut naik, Britania terpisah dari Irlandia 10.000 tahun yang lalu, dan selanjutnya juga terpisah dari Eurasia dua milenium kemudian. Kebudayaan Beaker memasuki Britania kira-kira tahun 2500 SM. Kebudayaan ini memperkenalkan perkakas makanan dan minuman yang terbuat dari tanah liat dan tembaga.

[32] Periode ini juga merupakan periode dibangunnya monumen Neolitikum seperti Stonehenge dan Avebury. Dengan teknik pemanasan timah dan tembaga yang ketersediaannya melimpah di wilayah itu, orang-orang Beaker ini mulai membuat inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota, dan kemudian memproduksi besi dari bijih besi. Berkembangnya teknik peleburan besi menyebabkan pembuatan mesin bajak, dan pada akhirnya menghasilkan pertanian yang lebih maju serta produksi senjata yang lebih efektif.

[33] Menurut John T. Koch dan sejarawan lainnya, Inggris pada periode Zaman Perunggu Akhir adalah bagian dari kebudayaan jaringan perdagangan maritim yang disebut sebagai Zaman Perunggu Atlantik yang mencakup seluruh Kepulauan Britania dan sebagian besar wilayah-wilayah yang saat ini dikenal dengan nama Prancis dan Iberia.

Bahasa Keltik juga berkembang di wilayah-wilayah tersebut. [34] [35] [36] Boudica memimpin pemberontakan melawan Kekaisaran Romawi. Selama periode Zaman Besi, budaya Keltik, yang berasal dari budaya Hallstatt dan budaya La Tène, tiba dari Eropa Tengah. Britonik adalah bahasa lisan yang digunakan pada masa itu.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

Masyarakat menetap secara kesukuan. Menurut Ptolemy dalam manuskrip Geographia, terdapat kurang lebih 20 suku berbeda yang menetap di wilayah tersebut. Namun, suku-suku yang terbentuk sebelum itu tidak diketahui karena orang-orang Britonik ini buta huruf. Seperti wilayah lainnya yang berada di batas Kekaisaran, Britania telah lama menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa Romawi.

Julius Caesar dari Republik Romawi berusaha untuk menyerang Pulau Britania dua kali pada tahun 55 SM, tetapi sebagian besar tidak berhasil. Pada akhirnya Caesar berhasil mendirikan kerajaan klien di Trinovantes. Romawi menginvasi Britania pada tahun 43 M pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, dan wilayah itu selanjutnya dimasukkan ke dalam Kekaisaran Romawi dengan nama Provinsi Britania.

[37] Suku-suku lokal yang berusaha melawan di antaranya adalah suku Catuvellauni yang dipimpin oleh Caratacus. Kemudian, pemberontakan yang dipimpin oleh Boudica, Ratu Iceni, yang berakhir dengan aksi bunuh diri Boudica menyusul kekalahannya dalam Pertempuran Watling Street. [38] Selama periode ini, terjadi dominasi dari kebudayaan Yunani-Romawi dengan diperkenalkannya hukum Romawi, arsitektur Romawi, sistem pembuangan, alat-alat pertanian, dan sutra.

[39] [40] [41] Pada abad ke-3, Kaisar Septimius Severus meninggal dunia di Eboracum, dan Konstantinus kemudian memproklamasikan kekaisarannya atas wilayah Britania. [42] Ada perdebatan mengenai kapan agama Kristen pertama kali diperkenalkan, diperkirakan waktunya selambat-lambatnya pada abad ke-4, tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa agama Kristen telah masuk ke Britania lebih awal.

Menurut St. Beda, misionaris dikirim dari Roma oleh Paus Eleutherius atas permintaan raja Lucius dari Britania pada tahun 180. [43] Pada tahun 410, kekuasaan Romawi di Britania mulai menurun, tentara Romawi yang ada di Britania ditarik kembali untuk mempertahankan perbatasan di benua Eropa dan ikut serta dalam perang sipil.

[44] Zaman pertengahan [ sunting - sunting sumber ] Ketopong upacara Anglo Saxon dari abad ke-7 yang ditemukan di Sutton Hoo. Penarikan tentara Romawi membuat Inggris terbuka atas serangan dari suku-suku pagan dan tentara pelaut yang berasal dari barat daya Eropa, terutama suku Angles, Saxon, dan Jute, yang sudah lama menduduki pesisir timur Britania dan selanjutnya mulai membangun pemukiman.

[44] Pengaruh mereka tetap bertahan selama berdekade-dekade lamanya hingga suku Briton berhasil memenangkan Pertempuran Gunung Badon. Setelah itu, Britania kembali jatuh ke tangan Briton pada akhir abad ke-6. Agama Kristen turut menghilang seiring jatuhnya Romawi, tetapi diperkenalkan kembali oleh para misionaris dari Romawi yang dipimpin oleh Agustinus sejak tahun 597 dan seterusnya, serta oleh misionaris Irlandia bernama Aidan pada periode yang sama.

[45] Selama periode ini, Britania diperintah oleh para pendatang yang kemudian juga terpecah menjadi beberapa suku, tetapi pada abad ke-7, suku-suku ini bergabung menjadi beberapa kerajaan seperti Northumbria, Mercia, Wessex, Anglia Timur, Essex, Kent, dan Sussex. Dalam beberapa abad kemudian, proses konsolidasi politik terus berlanjut.

[46] Pada abad ke-7, terjadi perebutan hegemoni antara Northumbria dan Mercia, perselisihan ini diakhiri dengan kemenangan Mercia pada abad ke-8. [47] Pada abad ke-9, kejayaan Mercia digantikan oleh kebangkitan Wessex. Pada abad itu juga terjadi peningkatan serangan-serangan yang dilancarkan oleh Denmark, yang kemudian berhasil menaklukkan Inggris bagian utara dan timur serta menggulingkan pemerintahan Northumbria, Mercia, dan Anglia Timur.

Wessex, di bawah pemerintahan Alfred yang Agung, tersisa sebagai satu-satunya kerajaan Inggris yang masih berdiri. Setelah Alfred wafat, Wessex terus berkembang dan diperluas lagi dengan menaklukkan Kerajaan Danelaw. Perkembangan Wessex ini membuat kesempatan untuk menyatukan Inggris secara politik semakin besar. Penyatuan ini pada akhirnya berhasil dilakukan oleh Athelstan pada tahun 953 setelah berdamai dengan Eadred. Gelombang serangan baru dari bangsa Skandinavia pada akhir abad ke-10 berakhir dengan ditaklukkannya kerajaan bersatu ini oleh Sweyn Forkbeard pada tahun 1013 dan kemudian oleh putranya, Knut, pada tahun 1016.

Penaklukan ini membuat Inggris memasuki periode singkat sebagai bagian dari imperium Laut Utara yang juga terdiri dari Denmark dan Norwegia.

Namun, pada tahun 1042, Edward sang Pengaku berhasil merebut kembali tanah Inggris. Raja Henry V pada Pertempuran Agincourt, yang berakhir dengan kemenangan Inggris atas Prancis dalam Perang Seratus Tahun. Setelah pemerintahan Edward, pasukan Normandia, di bawah pimpinan William sang Penakluk, berhasil menaklukkan Inggris pada tahun 1066. [48] Bangsa Normandia ini sendiri berasal dari Skandinavia dan telah menetap di Norman (Prancis Utara) pada akhir abad ke-9 dan awal abad ke-10.

[49] Penaklukan ini menyebabkan jatuhnya periode budaya berbahasa Inggris dan digantikan oleh aristokrasi baru yang berbahasa Prancis. Perubahan ini pada akhirnya memiliki efek yang mendalam dan permanen terhadap perkembangan bahasa Inggris kedepannya. [50] Wangsa Plantagenet dari Anjou mewarisi takhta Inggris, dengan Henry II yang menjabat sebagai Raja Inggris.

Pada periode ini, Inggris berhasil memperluas kerajaannya hingga ke Prancis dan juga mewarisi takhta dari Kerajaan Prancis, termasuk Aquitaine. [51] Inggris memerintah Prancis selama tiga abad lamanya, di bawah pemerintahan raja-raja seperti: Richard I, Edward I, Edward III dan Henry V.

[51] Pada periode ini juga terjadi perubahan besar dalam bidang perdagangan dan undang-undang, termasuk pengesahan Magna Carta, yang merupakan piagam hukum Inggris yang digunakan untuk membatasi kekuasaan raja berdasarkan hukum dan juga melindungi hak-hak penduduk merdeka. Monastisisme Katolik juga berkembang pada periode ini, yang menghasilkan filsuf-filsuf serta dibangunnya universitas-universitas seperti Universitas Oxford dan Cambridge oleh patronase kerajaan.

Kerajaan Wales diambil alih oleh Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota pada abad ke-13, [52] sedangkan Ketuanan Irlandia dihadiahkan kepada monarki Inggris oleh Paus. Selama abad ke-14, Plantagenet dan Wangsa Valois dari Prancis sama-sama mengklaim sebagai pewaris sah atas Wangsa Kapet, yang menyebabkan kedua negara tersebut terlibat konflik yang berkelanjutan dalam Perang Seratus Tahun.

[53] Musibah Kematian Hitam yang melanda Inggris pada tahun 1348 menewaskan kurang lebih setengah dari total populasi Inggris pada saat itu. [54] [55] Dari tahun 1453-1487, perang saudara antara dua wangsa keluarga kerajaan terjadi ( Wangsa York dan Wangsa Lancaster). Perang ini dikenal dengan sebutan Perang Mawar, [56] yang berakhir dengan kekalahan York dan harus merelakan takhta jatuh ke tangan Wangsa Tudor dari Wales, yaitu penerus Lancaster.

Tudor, yang dipimpin oleh Henry Tudor, menginvasi Inggris bersama tentara-tentara Breton dan Wales. Tentara ini berhasil memperoleh kemenangan dalam Pertempuran Bosworth dengan tewasnya raja York terakhir; Richard III. [57] Zaman modern awal [ sunting - sunting sumber ] Raja Henry VIII menjadi Kepala Tertinggi Gereja Inggris. Selama periode Tudor, Renaisans mencapai Inggris melalui budaya Italia, yang memperkenalkan kembali seni serta debat pendidikan dan ilmiah dari zaman klasik.

[58] Selama periode ini, Inggris mulai mengembangkan keterampilan angkatan laut, dan penjelajahan lautan untuk membangun koloni.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

{INSERTKEYS} [59] [60] Henry VIII memisahkan diri dari persekutuan dengan Gereja Katolik, ia kemudian mengesahkan Undang-Undang Supremasi pada tahun 1534 yang menyatakan bahwa raja adalah kepala dari Gereja Inggris.

Berbeda dengan sebagian besar Protestanisme Eropa lainnya, akar dari pemisahan Inggris dari Gereja Katolik ini lebih ke arah politis ketimbang alasan teologis. [catatan 4] Henry juga secara hukum menggabungkan negeri leluhurnya, Wales, menjadi bagian dari Kerajaan Inggris dengan mengesahkan Undang-Undang Wales 1535-1542. Ada beberapa konflik agama internal yang terjadi selama masa pemerintahan putri Henry, Mary I dan Elizabeth I.

Mary menghantarkan Inggris kembali ke pelukan Katolik, sedangkan Elizabeth memisahkannya sekali lagi, lalu menegaskan supremasi Gereja Inggris lebih kuat lagi dengan membentuk Anglikan. Armada Inggris di bawah pimpinan Francis Drake berhasil mengalahkan armada Spanyol pada periode Elizabethan. Setelah persaingan panjang dengan Spanyol, koloni pertama Inggris di Amerika akhirnya berhasil didirikan pada 1585 oleh penjelajah Walter Raleigh di Virginia dan menamakannya Roanoke.

Pemanfaatan koloni Roanoke ini gagal dan dikenal sebagai "koloni yang hilang", koloni ini kemudian ditinggalkan karena kurangnya persediaan makanan. [62] Bersama East India Company, Inggris juga bersaing dengan Belanda dan Prancis di Timur. Struktur politik Inggris berubah pada tahun 1603 saat Wangsa Stuart, dengan rajanya James VI dari Skotlandia, kerajaan yang menjadi musuh lama Kerajaan Inggris, mewarisi takhta Inggris.

James kemudian menciptakan persatuan personal antara Kerajaan Inggris dan Kerajaan Skotlandia. [63] [64] James menobatkan dirinya sebagai Raja Britania Raya, meskipun hal tersebut tidak diakui oleh hukum Inggris. [65] Di bawah pemerintahannya, Alkitab Versi Raja James diterbitkan pada tahun 1611.

Alkitab ini tidak hanya mengalahkan karya-karya Shakespeare sebagai karya sastra terbesar dalam bahasa Inggris, tetapi juga menjadi versi standar dari Alkitab yang paling banyak dibaca oleh umat Kristiani selama empat ratus tahun. Restorasi Inggris pada masa Raja Charles II berhasil memulihkan kembali monarki dan perdamaian setelah Perang Saudara Inggris. Akibat posisi politik, agama dan sosial yang saling bertentangan, Perang Saudara Inggris terjadi antara para pendukung Parlemen dan pendukung Raja Charles I, yang masing-masingnya dikenal dengan sebutan Roundhead dan Cavalier.

Perang ini adalah bagian dari rangkaian perang berkelanjutan yang dikenal sebagai Perang Tiga Kerajaan, yang juga melibatkan Skotlandia dan Irlandia.

Pada akhirnya, parlemen berhasil menang, Charles I kemudian dieksekusi dan pemerintahan kerajaan diganti menjadi Persemakmuran Inggris. Pemimpin pasukan Parlemen, Oliver Cromwell, menobatkan dirinya sebagai Lord Protector pada tahun 1653.

[66] Setelah kematian Cromwell, putranya, Richard mengundurkan diri dan tidak bersedia menjabat sebagai Lord Protector. Kemudian, Charles II dipanggil kembali untuk menempati jabatan sebagai Raja Inggris pada tahun 1660. Pada masa Charles II, melalui Restorasi Inggris, konstitusi kerajaan dirombak. Konstitusi baru ini menyatakan bahwa Raja dan Parlemen harus memerintah Inggris bersama-sama, meskipun pada kenyataannya parlemen akan memiliki kekuasaan yang lebih nyata.

Kebijakan ini disahkan dalam Undang-Undang Deklarasi Hak 1689. Undang-undang ini juga menyatakan bahwa undang-undang hanya bisa dibuat oleh Parlemen dan tidak bisa ditangguhkan oleh Raja, dan Raja tidak diperkenankan memungut pajak atau menambah tentara tanpa persetujuan dari parlemen. [67] Dengan didirikannya Royal Society pada tahun 1660, ilmu pengetahuan di Inggris juga mengalami perkembangan yang pesat.

Kebakaran Besar London yang terjadi pada tahun 1666 menghanguskan sebagian besar kota London, tetapi dibangun kembali tidak lama sesudahnya. [68] Dalam Parlemen, dua faksi muncul sebagai kekuatan utama, yaitu Tory dan Whig. Tory merupakan pendukung kerajaan (royalis), sedangkan Whig beraliran liberal klasik. Faksi Tory pada awalnya mendukung James II. Namun, bersama Whig, kedua faksi ini kemudian berbalik menggulingkan takhta James dalam Revolusi Agung pada tahun 1688.

Setelah jatuhnya takhta James, pangeran Belanda, William III, diundang untuk meneruskan takhta sebagai Raja Inggris. Di Skotlandia, muncul gerakan-gerakan yang menamakan dirinya sebagai Jacobites. Gerakan ini menolak kepemimpinan William dan menginginkan takhta tetap dipegang oleh keturunan dari James II. Setelah diadakan perundingan, Parlemen Inggris dan Parlemen Skotlandia sepakat untuk menggabungkan masing-masing kerajaan dalam sebuah kesatuan politik bernama Kerajaan Britania Raya pada tahun 1707.

[63] [69] Untuk menegaskan "persatuan politik" tersebut, lembaga-lembaga seperti hukum dan gereja nasional di masing-masing kerajaan tetap terpisah.

[70] Zaman kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Coalbrookdale by Night oleh Philip James de Loutherbourg, 1801. Suasana malam hari di Coalbrookdale pada masa Revolusi Industri. Di bawah Kerajaan Britania Raya yang baru terbentuk, peranan dari Royal Society yang dikombinasikan dengan sedang berlangsungnya era Pencerahan di Inggris dan Skotlandia menghasilkan inovasi yang berkembang pesat dalam bidang sains dan teknologi.

Perkembangan ini selanjutnya membuka jalan bagi terbentuknya Imperium Britania. Sedangkan di dalam negeri, hal tersebut memicu munculnya Revolusi Industri, yaitu suatu periode terjadinya perubahan besar dalam bidang sosial ekonomi dan kebudayaan di Inggris, menghasilkan sistem pertanian, manufaktur, teknik, dan pertambangan yang terindustrialisasi serta memelopori pembangunan jalan-jalan baru dan jaringan kereta api untuk memfasilitasi revolusi ini. [71] Dibukanya Kanal Bridgewater di Inggris Utara pada tahun 1761 menghantarkan Inggris ke era kanal Britania.

[72] [73] Pada tahun 1825, lokomotif uap kereta penumpang permanen pertama, Stockton and Darlington Railway, dibuka untuk umum. [72] Pada masa Revolusi Industri, banyak penduduk pedesaan di Inggris yang pindah ke wilayah perkotaan untuk bekerja di pabrik-pabrik seperti London, Manchester, dan Birmingham.

Kota-kota ini selanjutnya dijuluki sebagai "Kota Gudang" dan "Bengkel Dunia". [74] [75] Inggris berhasil mempertahankan kestabilan pemerintahannya saat Revolusi Prancis meletus.

William Pitt menjadi Perdana Menteri Britania Raya pada usia 24 tahun saat pemerintahan George III. Saat terjadinya Perang Napoleon, Napoleon Bonaparte berencana untuk menyerang Inggris dari tenggara. Namun rencana ini gagal. Tentara Britania di bawah pimpinan Horatio Nelson berhasil mengalahkan Tentara Napoleon di laut. Sedangkan di darat tentara Napoleon juga berhasil dikalahkan di bawah pimpinan Arthur Wellesley. Perang Napoleon ini menumbuhkan konsep " Britishness" dan identitas nasional "British", bersama dengan orang-orang Skotlandia dan Wales.

[76] The Cenotaph, Whitehall, memorial untuk mengenang Tentara Britania Raya yang gugur dalam Perang Dunia. London menjadi kawasan metropolitan terbesar dan terpadat di dunia pada era Victoria, serta juga menjadi kota perdagangan paling prestisius dalam Imperium Britania.

[77] Pergolakan politik di dalam negeri memunculkan gerakan-gerakan seperti Chartisme dan Suffragette menyebabkan dilakukannya reformasi legislatif dan pemberlakuan hak pilih universal.

[78] Pergesekan kekuasaan di Eropa tengah dan timur mengakibatkan meletusnya Perang Dunia I. Ratusan ribu tentara Inggris tewas karena berjuang untuk Britania Raya sebagai bagian dari Blok Sekutu.

[catatan 5] Dua dekade kemudian, dalam Perang Dunia II, Inggris sekali lagi menjadi bagian dari Blok Sekutu. Pada akhir Perang Phoney, Winston Churchill menjadi Perdana Menteri. Berkembangnya teknologi perang menyebabkan banyak kota yang hancur akibat serangan udara dalam peristiwa The Blitz. Setelah perang usai, Imperium Britania menerapkan kebijakan dekolonisasi terhadap negara-negara jajahannya.

Perang juga menyebabkan pesatnya perkembangan teknologi; automobil menjadi sarana utama transportasi dan mesin jet yang dikembangkan oleh Frank Whittle menyebabkan inovasi perjalanan udara menjadi lebih luas. [80] Perusahaan-perusahaan nasional di Inggris dinasionalisasi, dan National Health Service (NHS) didirikan pada tahun 1948. NHS Inggris menyediakan layanan kesehatan yang didanai oleh pemerintah bagi semua warga Inggris secara gratis sesuai kebutuhan, tetapi tetap dibayar melalui pajak umum.

Dalam bidang pemerintahan, reformasi pemerintahan daerah dilakukan pada pertengahan abad ke-20. [81] [82] Sejak abad ke-20, terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran ke Inggris, sebagian besar berasal dari bagian lain Kepulauan Britania, tetapi juga ada yang berasal dari negara-negara Persemakmuran, terutama dari Asia Selatan.

[83] Sejak tahun 1970 juga terjadi perubahan besar dalam sektor manufaktur dan pertumbuhan sektor industri jasa. [84] Sebagai bagian dari Britania Raya, Inggris bergabung dengan organisasi Masyarakat Ekonomi Eropa, yang selanjutnya menjadi Uni Eropa. Pada akhir abad ke-20, pemerintahan daerah di Britania Raya mengalami perubahan dengan diberikannya devolusi pada Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

[85] Namun, Inggris tetap menjadi bagian dari yurisdiksi Britania Raya. [86] Devolusi atau pelimpahan kekuasaan ini mendorong terbentuknya identitas "English" dan rasa patriotisme yang lebih kuat. [87] [88] Akibatnya, tidak ada devolusi yang diberikan kepada Inggris, upaya untuk menciptakan sebuah sistem serupa dalam hal pemerintahan daerah juga ditolak dalam referendum. [89] Geografi [ sunting - sunting sumber ] Citra satelit Inggris. Secara geografis, Inggris mencakup dua pertiga dari Pulau Britania Raya di bagian tengah dan selatan, ditambah pulau-pulau lepas pantai seperti Isle of Wight dan Isles of Scilly.

Inggris berbatasan dengan dua negara lainnya di Britania Raya; Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat. Inggris merupakan negara yang lokasinya paling dekat ke benua Eropa dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Kepulauan Britania. Negara ini berjarak 34-kilometer (21 mi) dari Prancis, [90] yang dipisahkan oleh Selat Inggris dan dihubungkan oleh terowongan bawah laut Channel di dekat Folkestone.

[91] Inggris juga memiliki pantai di Laut Irlandia, Laut Utara dan Samudera Atlantik. Pelabuhan London, Liverpool, dan Newcastle masing-masingnya berlokasi di sungai-sungai pasang surut Thames, Mersey dan Tyne. Dengan panjang sekitar 354 kilometer (220 mi), Sungai Severn adalah sungai terpanjang yang mengalir melintasi Inggris.

[92] Sungai ini bermuara di Selat Bristol dan terkenal karena air pasangnya yang mencapai ketinggian hingga 2 meter (6,6 ft). [93] Sungai terpanjang di Inggris berikutnya adalah Sungai Thames (346 kilometer (215 mi)). [94] Ada banyak danau di Inggris, yang terbesar adalah Windermere di Danau District. [95] Wastwater di Danau District. Dalam istilah geologi, Pennines, yang dikenal sebagai "tulang punggung Inggris", adalah pegunungan tertua di negara ini, yang berasal dari akhir Zaman Paleozoikum, sekitar 300 juta tahun yang lalu.

[96] Komposisi geologis pegunungan ini terdiri dari batu pasir, batu kapur, serta batubara. Terdapat lanskap karst di wilayah kalsit seperti di bagian Yorkshire dan Derbyshire. Lanskap Pennine merupakan tegalan tinggi di kawasan dataran tinggi, terkenal karena lembah suburnya di kawasan-kawasan tepi sungai.

Di Pennines terdapat tiga taman nasional, yaitu Yorkshire Dales, Northumberland, dan Peak District. Titik tertinggi di Inggris berada pada 978 meter (3.209 ft) di Scafell Pike, Cumbria. [95] Bukit Cheviot membentang melintasi perbatasan antara Inggris dan Skotlandia. Dataran rendah di Inggris terdapat di sebelah selatan Pennines, yang terdiri dari perbukitan hijau seperti Bukit Cotswold, Bukit Chiltern, North Downs dan South Downs.

Semenanjung Barat Daya di West Country juga mencakup tegalan dataran tinggi yang beriklim sedang seperti Dartmoor dan Exmoor. Kedua kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional. [97] Iklim Inggris [ sunting - sunting sumber ] Inggris memiliki iklim laut sedang, dengan suhu tidak lebih rendah dari 0 °C (32 °F) pada musim dingin dan tidak lebih tinggi dari 32 °C (90 °F) pada musim panas.

[98] Cuacanya relatif lembap dan sering kali berubah-ubah. Cuaca terdingin terjadi pada bulan Januari dan Februari, terutama di wilayah pesisir. Sedangkan cuaca terpanas berlangsung pada bulan Juli. Bulan dengan cuaca sedang dan hangat adalah bulan Mei, Juni, September dan Oktober. [98] Curah hujan tersebar cukup merata sepanjang tahun.

Pengaruh terpenting pada iklim Inggris adalah kedekatannya dengan Samudera Atlantik. Inggris berlokasi di lintang utara dan pemanasan laut dihantarkan oleh Arus Gulf. [98] Curah hujan yang lebih tinggi terdapat di wilayah bagian barat, dan kawasan di bagian Danau District menerima hujan yang lebih sering dibandingkan dengan tempat manapun di Inggris.

[98] Sejak pencatatan cuaca mulai dilakukan, suhu tertinggi yang tercatat adalah 38,5 °C (101,3 °F) pada tanggal 10 Agustus 2003 di Brogdale, Kent. [99] Sedangkan suhu terendah adalah −26,1 °C (−15,0 °F) pada tanggal 10 Januari 1982 di Edgmond, Shropshire.

[100] Data iklim Inggris Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun Rata-rata tertinggi °C (°F) 7 (45) 7 (45) 9 (48) 12 (54) 15 (59) 18 (64) 21 (70) 21 (70) 18 (64) 14 (57) 10 (50) 7 (45) 13 (55) Rata-rata terendah °C (°F) 1 (34) 1 (34) 2 (36) 4 (39) 6 (43) 9 (48) 11 (52) 11 (52) 9 (48) 7 (45) 4 (39) 2 (36) 6 (43) Presipitasi mm (inci) 84 (3.31) 60 (2.36) 67 (2.64) 57 (2.24) 56 (2.2) 63 (2.48) 54 (2.13) 67 (2.64) 73 (2.87) 84 (3.31) 84 (3.31) 90 (3.54) 838 (32.99) Sumber: Met Office [101] Politik [ sunting - sunting sumber ] Istana Westminster, kursi Parlemen Britania Raya.

Sebagai bagian dari Britania Raya, sistem politik dasar bagi Inggris adalah monarki konstitusional dan sistem parlementer. [102] Inggris tidak memiliki pemerintahan sendiri sejak tahun 1707. Berdasarkan Undang-Undang Kesatuan 1707, Inggris dan Skotlandia bersatu menjadi Kerajaan Britania Raya.

[69] Sebelum penyatuan tersebut, Inggris diperintah oleh monarki dan Parlemen Inggris. Saat ini, Inggris diatur langsung oleh Parlemen Britania Raya, meskipun negara-negara Britania lainnya diserahi pemerintahan sendiri (devolusi). [103] Pada House of Commons, yaitu Majelis Rendah dalam Parlemen Britania Raya, terdapat 532 dari total 650 anggota Parlemen (MP) yang mewakili konstituensi Inggris. [104] Dalam pemilihan umum Britania Raya 2010 Partai Konservatif berhasil memenangkan mayoritas suara mutlak di Inggris, yakni 532 kursi; 61 kursi lebih banyak daripada gabungan kursi dari partai-partai lainnya.

Namun, Konservatif tidak memperoleh jumlah kursi mayoritas dalam parlemen, sehingga menghasilkan "parlemen yang menggantung". [105] Untuk bisa memperoleh mayoritas suara di parlemen, Konservatif yang dipimpin oleh David Cameron berkoalisi dengan partai terbesar ketiga di Britania Raya, yaitu Partai Liberal Demokratis pimpinan Nick Clegg. Selanjutnya, pemimpin Partai Buruh, Gordon Brown, terpaksa meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri. [106] Saat ini, Partai Buruh dipimpin oleh Ed Miliband.

Pengawal Ratu di kediaman kerajaan, Istana Buckingham. Sebagai konsekuensi atas keanggotaan Britania Raya di Uni Eropa, pemilu untuk menentukan siapa wakil Britania yang akan dikirim sebagai anggota Parlemen Eropa juga diselenggarakan secara regional di Inggris.

Dalam pemilihan umum Parlemen Eropa 2009, hasil dari pemilu di region-region di Inggris untuk anggota Parlemen Eropa adalah sebagai berikut: 23 dari Konservatif, 10 dari Partai Kemerdekaan, 10 dari Liberal Demokratis, dua dari Partai Hijau, dan dua dari Partai Nasional Britania. [107] Sejak devolusi, negara-negara lain yang berada dalam kedaulatan Britania Raya (Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara), masing-masing memiliki parlemen terdevolusi sendiri atau majelis untuk isu-isu lokal.

Ada perdebatan mengenai status devolusi di Inggris. Awalnya direncanakan bahwa seluruh region di Inggris akan didevolusikan juga, tetapi setelah adanya penolakan dari region di Inggris Timur Laut dalam referendum, rencana ini akhirnya berhenti diajukan.

[89] Salah satu isu utama yang muncul dari kebijakan devolusi ini adalah " pertanyaan West Lothian ( West Lothian question), yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana anggota parlemen Skotlandia dan Wales dapat memberikan suara atas undang-undang yang terkait dengan Inggris, sedangkan Inggris tidak memiliki hak yang setara. [108] Akibat tidak memiliki devolusi kekuasaan, Inggris menjadi satu-satunya negara di Britania Raya yang tidak diberi hak untuk merumuskan kebijakan mengenai pengobatan kanker gratis, perawatan perumahan untuk penduduk usia tua, dan biaya pendidikan tinggi gratis.

[109] Hal ini mengakibatkan semakin meningkatnya rasa "nasionalisme Inggris". [110] Beberapa pihak telah menyarankan pembentukan Parlemen Inggris yang terdevolusi, [111] sedangkan yang lainnya juga mengusulkan agar pemberian suara yang terkait dengan Inggris dibatasi, dengan artian hanya berhak dilakukan oleh anggota parlemen yang berasal dari daerah pemilihan Inggris. [112] Hukum [ sunting - sunting sumber ] Royal Courts of Justice Sistem hukum Inggris yang berkembang selama berabad-abad adalah dasar dari sistem hukum umum yang digunakan di sebagian besar negara-negara Persemakmuran dan Amerika Serikat (kecuali Louisiana).

[113] [114] Meskipun telah menjadi negara bagian dari Britania Raya, sistem hukum Pengadilan Inggris dan Wales tetap digunakan. Berdasarkan Perjanjian Kesatuan, sistem hukum yang digunakan di Inggris dan Wales terpisah dengan sistem hukum yang digunakan di Skotlandia.

Esensi umum dari hukum Inggris adalah bahwa hukum dibuat oleh hakim yang berkedudukan di pengadilan, yang menerapkannya menurut akal sehat dan pengetahuan mereka ( preseden). [115] Sistem pengadilan dikepalai oleh Pengadilan Senior Inggris dan Wales, yang terdiri dari Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Kehakiman untuk kasus perdata, dan Pengadilan Mahkota untuk kasus pidana.

[116] Sedangkan Mahkamah Agung Britania Raya merupakan lembaga peradilan tertinggi untuk kasus-kasus perdata maupun pidana di Inggris dan Wales. Mahkamah ini dibentuk pada tahun 2009 setelah perubahan konstitusi, yang mengambil alih fungsi yudisial dari House of Lords. [117] Keputusan dari Mahkamah Agung ini mengikat setiap pengadilan lainnya dalam hierarki dan harus sesuai dengan petunjuknya.

[118] Kriminalitas meningkat antara tahun 1981 sampai 1995, tetapi mengalami penurunan sekitar 42% pada periode 1995-2006. [119] Populasi penjara naik dua kali lipat pada periode yang sama. Hal ini menjadikan Inggris sebagai negara dengan tingkat penahanan tertinggi di Eropa Barat, dengan perbandingan 147 tahanan per 100.000 jiwa. [120] Layanan Tahanan Yang Mulia ( Her Majesty's Prison Service) bertugas melaporkan kepada Menteri Kehakiman sekaligus mengelola penjara di Inggris yang dihuni oleh lebih dari 80.000 narapidana.

[120] Pembagian administratif [ sunting - sunting sumber ] West Midlands Subdivisi pemerintahan daerah di Inggris terdiri dari empat tingkat divisi administratif yang dikendalikan oleh berbagai tipe entitas administratif dan diciptakan dengan tujuan kepemerintahan daerah.

Tingkat tertinggi dari pemerintahan daerah di Inggris terdiri dari sembilan wilayah, yakni: Inggris Timur Laut, Inggris Barat Laut, Yorkshire dan Humber, Midlands Timur, Midlands Barat, Inggris Timur, Inggris Tenggara, Inggris Barat Daya, dan London. Pembagian ini ditetapkan pada tahun 1994 dengan status sebagai Region Kantor Pemerintahan ( Government Office Region) untuk mendistribusikan berbagai kebijakan dan program regional Pemerintah Britania Raya, tetapi tidak ada badan-badan terpilih yang didelegasikan pada tingkat ini, kecuali di London.

Kemudian pada tahun 2011, status Kantor Pemerintahan ini dihapuskan. [121] Meskipun demikian, batas-batas yang sama tetap digunakan sebagai daerah pemilihan anggota Parlemen Eropa secara regional. Setelah devolusi, ada rencana untuk menciptakan sebuah majelis regional tersendiri di masing-masing region di Inggris. Rencana ini diwujudkan melalui referendum. London menyetujui referendum pada tahun 1998.

Dua tahun kemudian, Majelis London dibentuk. Namun, ketika usulan tersebut ditolak oleh referendum devolusi Inggris utara 2004 di Inggris Timur Laut, rencana tersebut akhirnya dibatalkan. [89] Majelis regional di luar London dihapuskan pada tahun 2010, dan fungsinya dialihkan menjadi Badan Pembangunan Regional dan sebuah sistem baru dari badan otoritas daerah.

[122] Di bawah tingkat regional, Inggris dibagi menjadi 48 county seremonial. [123] Pembagian ini digunakan khususnya sebagai kerangka acuan geografis dan telah dikembangkan secara bertahap sejak Abad Pertengahan, ada juga beberapa county yang didirikan baru-baru ini pada tahun 1974.

[124] Masing-masing county memiliki seorang Lord Lieutenant dan High Sheriff; jabatan ini dimaksudkan untuk mewakili Monarki Britania Raya lokal. [123] Di luar London Raya dan Isles of Scilly, Inggris juga terbagi menjadi 83 county metropolitan dan non-metropolitan, pembagian ini sesuai dengan kawasan yang digunakan untuk kepentingan kepemerintahan daerah, [125] dan county- county ini bisa saja terdiri dari satu ataupun banyak distrik.

Terdapat enam county metropolitan berdasarkan wilayah perkotaan yang berpenduduk paling padat, county-county ini tidak memiliki Dewan County. [125] Di wilayah ini, otoritas utama dipegang oleh dewan subdivisi, yaitu borough metropolitan. Sedangkan di wilayah lain, 27 county non-metropolitan "shire" memiliki dewan county dan terbagi menjadi beberapa distrik, masing-masing distrik juga memiliki Dewan Distrik. County-county ini biasanya (meskipun tidak selalu) terdapat di kawasan perdesaan.

County non-metropolitan yang selebihnya terdiri dari satu distrik dan biasanya merupakan sebuah kota kecil atau county yang berpenduduk jarang, county ini dikenal sebagai otoritas kesatuan ( unitary authorities). London Raya memiliki sistem pemerintahan daerah yang berbeda; dengan 32 borough London, ditambah City of London yang mencakup kawasan kecil di pusat London dan diatur oleh Korporasi City of London.

[126] Pada tingkat pemerintahan daerah terendah, Inggris terbagi menjadi paroki-paroki sipil yang masing-masingnya memiliki dewan paroki tersendiri.

Paroki-paroki ini tidak terdapat di London Raya. [127] Simbol nasional [ sunting - sunting sumber ] Lambang negara Inggris. Bendera nasional Inggris dikenal sebagai St. George Cross dan telah menjadi bendera negara sejak abad ke-13. Sebenarnya, bendera tersebut dipakai oleh wilayah maritim dari Republik Genoa.

Kerajaan Inggris membayar upeti kepada Pemerintah Genoa dari tahun 1190, sehingga kapal-kapal Inggris dapat memakai bendera tersebut sebagai simbol perlindungan ketika melewati perairan Mediterania. Salib merah adalah simbol bagi Perang Salib pada abad ke-12 dan 13. Lambang ini dikaitkan dengan Santo George yang diklaim sebagai santo pelindung Inggris dan kemudian menggunakan salibnya sebagai bendera. [128] Sejak tahun 1606, Salib St George juga membentuk bagian dari desain Union Flag, bendera Britania Raya yang dirancang oleh Raja James I.

[129] Mawar Tudor, flora identitas Inggris. Ada sejumlah simbol dan artefak simbolik lainnya, baik yang resmi maupun tidak resmi, termasuk mawar Tudor, flora identitas bangsa, naga putih, dan tiga ekor singa yang ditampilkan di lambang nasional Inggris. Mawar tudor diadopsi sebagai lambang nasional Inggris pada waktu terjadinya Perang Mawar sebagai simbol perdamaian.

[130] Simbol ini merupakan simbol sinkretis yang menggabungkan mawar putih yang melambangkan Wangsa York, dan mawar merah, yang melambangkan Wangsa Lancaster (penerus Wangsa Plantagenet).

Simbol ini juga dikenal sebagai "Mawar dari Inggris". [131] Pohon oak juga ditetapkan sebagai simbol nasional Inggris, yang melambangkan kekuatan dan daya tahan. Istilah "Royal Oak" merujuk pada usaha melarikan diri Raja Charles II dari cengkeraman para anggota parlemen setelah ayahnya dieksekusi. Konon ia bersembunyi di sebuah pohon oak untuk menghindari penangkapan.

Lambang Nasional Inggris menampilkan tiga ekor singa yang ditetapkan oleh Raja Richard si Hati Singa pada tahun 1198. Inggris tidak memiliki lagu kebangsaan resmi. Sebagai bagian dari Britania Raya, lagu kebangsaan de facto adalah God Save the Queen.

Namun, lagu Jerusalem, I Vow to Thee, My Country dan Land of Hope and Glory sering dianggap sebagai lagu kebangsaan tidak resmi Inggris. Lagu-lagu tersebut dikumandangkan dalam ajang Pesta Olahraga Persemakmuran 2002. [132] Hari kebangsaan Inggris diperingati setiap tanggal 23 April, yang bertepatan dengan Hari St George.

[133] Ekonomi [ sunting - sunting sumber ] London adalah pusat keuangan terbesar di dunia. [134] [135] Perekonomian Inggris merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia, dengan PDB per kapita rata-rata £ 22.907.

[136] Inggris menerapkan sistem ekonomi pasar campuran; yang mengadopsi sebagian besar prinsip-prinsip pasar bebas, tetapi tetap mempertahankan infrastruktur kesejahteraan soaial. [137] Mata uang resmi di Inggris adalah pound sterling ( ISO 4217, GBP). Perpajakan di Inggris cukup kompetitif bila dibandingkan dengan kebanyakan negara Eropa lainnya. Pada tahun 2009, tarif dasar pajak perseorangan adalah 20% dengan penghasilan kena pajak mencapai £ 37.400, dan 40% bagi yang berpenghasilan di atas jumlah tersebut.

[138] Ekonomi Inggris menyumbangkan bagian terbesar bagi ekonomi Britania Raya, [136] yang PDB ( PPP) per kapitanya merupakan tertinggi ke-18 dunia. Inggris merupakan pemimpin dalam industri kimia dan farmasi, [139] juga dalam industri-industri penting seperti kedirgantaraan, industri senjata, dan industri perangkat lunak. Bursa efek London, yang berlokasi di London, merupakan bursa saham terbesar di Eropa. London juga merupakan pusat keuangan di Britania Raya, 100 dari 500 perusahaan terbesar di Eropa bermarkas di London.

[140] Di samping itu, London merupakan pusat keuangan terbesar di Eropa, dan pada tahun 2009 juga dinobatkan sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan terbesar di dunia. [141] Bentley Continental GT. Bentley merupakan salah satu perusahaan mobil Inggris yang terkemuka. Bank of England, yang didirikan pada tahun 1694 oleh bankir Skotlandia bernama William Paterson adalah bank sentral Britania Raya.

Pada awalnya, bank ini didirikan sebagai bank swasta, tetapi sejak tahun 1946, bank ini telah dinasionalisasi menjadi milik negara. [142] Bank of England memiliki hak monopoli untuk mencetak uang kertas di Inggris dan Wales, tetapi hak ini tidak berlaku di Skotlandia dan Irlandia Utara. Pemerintah Britania Raya menyerahkan tanggung jawab kepada Komite Kebijakan Moneter Bank of England untuk mengelola kebijakan moneter negara dan menetapkan suku bunga.

[143] Inggris pada dasarnya adalah sebuah negara industri. Namun, sejak tahun 1970-an terjadi penurunan dalam sektor-sektor industri berat dan manufaktur, dan terjadi peningkatan dalam sektor industri jasa. [84] Sektor pariwisata juga menjadi andalan bagi perekonomian Inggris. Sektor ini menarik jutaan wisatawan mancanegara ke Inggris setiap tahunnya. Ekspor Inggris didominasi oleh obat-obatan, mobil (meskipun sebagian besar perusahaan otomotif Inggris seperti Rolls-Royce, Lotus, Jaguar dan Bentley saat ini dimiliki oleh asing), minyak mentah yang dihasilkan dari penambangan minyak di Laut Utara, mesin pesawat, serta minuman beralkohol.

[144] Sektor pertanian sudah sangat intensif dan termekanisasi. Sektor ini memproduksi sekitar 60% bagi kebutuhan makanan dan menyerap sekitar 2% angkatan kerja di Inggris. [145] Dua pertiga produksi dikhususkan untuk sektor peternakan, selebihnya untuk pertanian. [146] Ilmu pengetahuan dan teknologi [ sunting - sunting sumber ] Isaac Newton adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Tokoh terkemuka yang berasal dari Inggris di bidang sains dan matematika antara lain Sir Isaac Newton, Michael Faraday, Robert Hooke, Robert Boyle, Joseph Priestley, J. J. Thomson, Charles Babbage, Charles Darwin, Stephen Hawking, Christopher Wren, Alan Turing, Francis Crick, Joseph Lister, Tim Berners-Lee, Paul Dirac, Andrew Wiles dan Richard Dawkins.

Beberapa ahli mengklaim bahwa konsep awal dari sistem metrik diciptakan oleh John Wilkins, sekretaris pertama Royal Society pada tahun 1668. [147] Sebagai tempat kelahiran Revolusi Industri, Inggris adalah kediaman bagi penemu-penemu terkemuka pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-20. Insinyur Inggris yang terkemuka pada masa Revolusi Industri di antaranya adalah Isambard Kingdom Brunel, yang terkenal karena menciptakan rangkaian kapal uap bernama Great Western Railway dan sejumlah jembatan-jembatan penting yang mengakibatkan perkembangan angkutan umum dan teknik modern.

[148] Mesin uap yang diciptakan oleh Thomas Newcomen juga turut membantu menelurkan Revolusi Industri. [149] Vaksin cacar yang ditemukan oleh Edward Jenner dikatakan telah "menyelamatkan lebih banyak nyawa umat manusia". {/INSERTKEYS}

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

{INSERTKEYS} [150] [151] [152] Penemuan dan penciptaan yang berasal dari Inggris di antaranya adalah mesin jet, mesin pemintal pertama, komputer pertama dan komputer modern pertama, World Wide Web dan HTML, transfusi darah manusia yang berhasil pertama, mesin penghisap debu, [153] mesin pemotong rumput, sabuk pengaman, kapal bantalan udara, motor listrik, mesin uap, dan teori-teori seperti teori evolusi Darwin dan teori atom.

Newton mengembangkan teori gravitasi universal, mekanika klasik, dan infinitesimal kalkulus, serta Robert Hooke dengan hukum elastisitasnya. Penemuan lainnya termasuk kereta api plat besi, termosipon, aspal, karet gelang, perangkap tikus, bola lampu, lokomotif uap, garis jalan, garukan traktor, dan lain sebagainya. [154] Transportasi [ sunting - sunting sumber ] Department for Transport adalah badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengawasi transportasi di Inggris.

Ada banyak jalan tol dan jalan raya nasional di Inggris, di antaranya A1 Great North Road, yang melintasi bagian timur Inggris, dari London ke Newcastle hingga ke perbatasan Skotlandia, sebagian besar dari jalan ini adalah jalan tol. [155] Jalan tol terpanjang di Inggris adalah M6, yang membentang dari Rugby ke Inggris Barat Laut hingga ke perbatasan Inggris-Skotlandia.

[155] Rute-rute utama lainnya di antaranya M1 dari London ke Leeds, M25 yang mengelilingi London, M60 yang mengelilingi Manchester, M4 dari London ke South Wales, M62 dari Liverpool via Manchester ke East Yorkshire, dan M5 dari Birmingham ke Bristol dan Inggris Barat Daya. [155] Bandar Udara London Heathrow memiliki lalu lintas penumpang tertinggi dibandingkan dengan bandar udara manapun di seluruh dunia. [156] Transportasi bus tersebar luas di seluruh Inggris, perusahaan-perusahaan bus besar di antaranya National Express, Arriva, dan Go-Ahead Group.

Bus tingkat berwarna merah yang terdapat di London telah menjadi ikon transportasi Inggris. Terdapat juga jaringan kereta cepat di dua kota, yaitu London Underground di London, dan Tyne and Wear Metro di Newcastle, Gateshead dan Sunderland.

[157] Selain itu, juga ada beberapa jaringan trem seperti Blackpool Tramway, Manchester Metrolink, Sheffield Supertram dan Midland Metro. Sistem Tramlink ini berpusat di Croydon, London Selatan.

[157] Transportasi kereta api di Inggris adalah yang tertua di dunia. Kereta api penumpang berasal dari Inggris pada tahun 1825. [158] Sekitar 16.116 kilometer (10.014 mi) dari panjang total rel di Britania Raya terdapat di Inggris, yang melintas ke berbagai penjuru negara.

Ada rencana untuk membuka kembali jalur-jalur lama yang ditutup seperti Varsity Line yang menghubungkan Oxford dan Cambridge. Jalur-jalur kereta di Inggris kebanyakan berukuran standar ( jalur tunggal, jalur ganda atau jalur empat).

Terdapat juga transportasi kereta api yang menghubungkan akses ke Prancis dan Belgia melalui jalur kereta api bawah laut di Terowongan Channel yang pembangunannya selesai pada tahun 1994. Inggris memiliki jaringan penerbangan domestik dan internasional yang luas.

Bandar udara terbesar adalah London Heathrow yang merupakan bandar udara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang internasional. [159] Bandar udara besar lainnya di antaranya Bandar Udara Manchester, Bandar Udara London Stansted, Bandar Udara London Luton, dan Bandar Udara Birmingham. [156] Di laut ada transportasi feri, baik lokal maupun internasional. Transportasi ini melayani rute ke Irlandia, Belanda, Belgia, dan sebagainya. [160] Inggris memiliki jalur air ternavigasi kira-kira sepanjang 7.100 km (4.400 mi), setengahnya dikelola oleh Canal & River Trust.

[160] Namun, transportasi air ini juga sangat terbatas. Sungai Thames adalah jalur air utama di Inggris. Aktivitas ekspor dan impor difokuskan di Pelabuhan Tilbury. Pelabuhan ini merupakan salah satu dari tiga pelabuhan utama di Britania Raya. [160] Demografi [ sunting - sunting sumber ] County non-metropolitan dan otoritas kesatuan, kode warna untuk menunjukkan populasi.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 53 juta jiwa, Inggris adalah negara dengan populasi terpadat di Britania Raya. Jumlah tersebut setara dengan 84% dari total keseluruhan penduduk Britania Raya. [5] [161] Secara personal, Inggris merupakan negara dengan jumlah populasi terbesar keempat di Uni Eropa dan terbesar ke-25 di dunia. [162] Inggris memiliki kepadatan penduduk 407 jiwa per kilometer persegi, terpadat di Uni Eropa setelah Malta. [163] [164] Bangsa Inggris ( English) secara otomatis juga tergolong bangsa Britania ( British).

[3] Beberapa bukti genetik menunjukkan bahwa 75-95% keturunan dari garis ayah bangsa Inggris berasal dari pemukim zaman prasejarah dari Semenanjung Iberia, sedangkan 5% lebihnya berasal dari bangsa Angles and Saxons serta sedikit keturunan bangsa Norse. [165] [166] [167] Namun, studi genetik lainnya memperkirakan bahwa setengah dari gen bangsa Inggris terdiri dari Norse- Jermanik.

[168] [169] [170] Seiring waktu, berbagai kebudayaan juga turut memengaruhi asal usul bangsa Inggris, kebudayaan ini di antaranya berasal dari Britania Prasejarah, Britonik, [171] Romawi, Anglo-Saxon, [172] Viking, [173] Gaelik, serta pengaruh besar dari bangsa Normandia.

Terdapat diaspora bangsa Inggris di wilayah-wilayah bekas jajahan Britania, khususnya di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Chili, Afrika Selatan, dan Selandia Baru. [catatan 6] Sejak akhir 1990-an, banyak warga Inggris yang bermigrasi ke Spanyol. [178] [179] Perkiraan kelompok etnis di Inggris dan Wales pada tahun 2009.

[180] Pada saat Domesday Book disusun pada tahun 1086, lebih dari 90% populasi Inggris, atau sekitar dua juta jiwa, tinggal di pedesaan. [181] Pada tahun 1801, jumlah populasi Inggris membengkak menjadi 8,3 juta, dan pada tahun 1901 telah tumbuh mencapai 30,5 juta. [182] Karena alasan kesejahteraan ekonomi, Inggris Tenggara telah menerima lebih banyak imigran dibandingkan dengan wilayah lainnya di Britania Raya, [3] termasuk dari Irlandia.

[183] Proporsi penduduk dari etnis Eropa berjumlah sekitar 87,50% dari total penduduk Inggris, terutama keturunan Jerman dan Polandia. [3] [184] Para pendatang dari negara-negara bekas jajahan Britania telah tiba sejak tahun 1950. Sekitar 6% dari penduduk Inggris berasal dari Asia Selatan, kebanyakan dari India dan Pakistan, [3] [184] sementara 2,90% populasi Inggris lainnya adalah kulit hitam, terutama dari Karibia dan negara-negara Afrika yang pernah menjadi koloni Britania Raya. [3] [184] Ada juga sejumlah besar etnis Tionghoa di Inggris.

[3] [184] pada tahun 2007, sekitar 22% dari siswa sekolah dasar di Inggris berasal dari keluarga minoritas. [185] Sekitar setengah dari peningkatan populasi antara tahun 1991 hingga 2001 disebabkan oleh imigrasi. [186] Masalah migrasi ini sudah menjadi perdebatan politis sepanjang tahun. [187] Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Home Office, 80% warga Inggris menginginkan agar imigrasi ke Inggris dibatasi. [188] ONS memprediksi bahwa populasi Inggris akan tumbuh menjadi enam juta jiwa antara tahun 2004 hingga 2029.

[189] Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Persebaran bahasa Inggris. Negara-negara dengan warna biru tua memiliki mayoritas penutur asli bahasa Inggris; biru muda menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi tetapi bukan bahasa utama. Bahasa Inggris juga merupakan salah satu Bahasa Resmi Uni Eropa dan PBB. [190] Sesuai dengan namanya, bahasa Inggris adalah bahasa utama di Inggris. Saat ini, bahasa Inggris dituturkan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia.

Bahasa Inggris merupakan rumpun bahasa Indo-Eropa cabang Anglo-Frisian dari kelompok bahasa Jermanik. [191] Setelah penaklukan Normandia, bahasa Inggris kuno tersingkirkan dan hanya dituturkan oleh masyarakat kelas bawah sebagai akibat dari meluasnya penggunaan bahasa Norman dan Latin dalam aristokrasi.

Pada abad ke-15, Inggris kembali pada era mode yang berlaku di seluruh jajaran kelas sosial. Meskipun banyak berubah, bentuk bahasa Inggris Pertengahan menunjukkan dominannya pengaruh bahasa Prancis, baik dari segi kosakata maupun ejaan.

Selama masa Renaisans Inggris, banyak kata yang "dipinjam" dari bahasa Latin dan Yunani. [192] Bahasa Inggris Modern semakin memperluas metode "peminjaman" kata ini. Imperium Britania juga bertanggung jawab atas meluasnya persebaran bahasa Inggris.

Saat ini, secara tidak resmi bahasa Inggris merupakan lingua franca di seluruh dunia. [193] Bahasa Inggris telah menjadi bahasa ekonomi, pariwisata, dan penerbitan. Tidak ada undang-undang resmi yang mewajibkan bahasa resmi untuk Inggris, [194] namun bahasa Inggris-lah yang umumnya digunakan sebagai bahasa resmi bisnis dan pemerintahan. Meskipun Inggris adalah negara kecil, terdapat banyak aksen lokal yang saling berbeda. Aksen Inggris secara umum cenderung mengucapkan suatu kata atau kalimat dengan jelas sehingga mudah untuk dipahami dan lebih "terikat" pada grammar.

Bahasa Kernowek atau Cornish, bahasa daerah yang sempat punah pada abad ke-18, dihidupkan kembali, [195] [196] [197] [198] dan saat ini dilindungi di bawah Piagam Eropa untuk Bahasa Regional atau Minoritas. [199] Bahasa ini dituturkan oleh sekitar 0,1% dari total populasi di Cornwall, [200] dan juga diajarkan di beberapa sekolah dasar dan sekolah menengah.

[201] [202] Sekolah- sekolah negeri juga mengajari siswanya bahasa kedua, biasanya bahasa Prancis, Spanyol atau Jerman. [203] Akibatnya banyaknya imigran, pada tahun 2007 dilaporkan bahwa sekitar 800.000 anak sekolahan menuturkan bahasa asing di rumah mereka, [185] yang paling banyak adalah bahasa Punjabi dan Urdu.

[204] Agama [ sunting - sunting sumber ] Katedral Canterbury, kursi dari Uskup Agung Canterbury Kristen adalah agama yang paling banyak dianut di Inggris sejak Abad Pertengahan, tetapi agama ini sudah diperkenalkan pertama kalinya pada masa Romawi dan Gaelik.

Saat ini, sekitar 72% dari penduduk Inggris teridentifikasi sebagai Kristiani. [205] Denominasi terbesar yang dianut adalah Anglikan. [206] Anglikan ini berasal dari periode Reformasi Inggris pada abad ke-6 saat Raja Henry VIII memisahkan negara dari Gereja Katolik Roma karena tidak diizinkan bercerai dengan istrinya, Catharina dari Aragon, serta kebutuhan akan Alkitab berbahasa Inggris.

Dalam pandangan agama, Henry VIII ini dianggap sebagai penganut Katolik dan Anglikan. Di Inggris, terdapat tradisi Gereja Tinggi dan Gereja Rendah, dan beberapa penganut Anglikan menganggap dirinya sebagai "Anglo-Katolik" setelah adanya Gerakan Traktarian. Raja atau Ratu Britania Raya adalah pemimpin tituler Gereja yang bertindak sebagai Gubernur Agung. Anglikan merupakan agama resmi di Inggris. Ada sekitar 26 juta penganut agama ini yang tergabung menjadi Komuni Anglikan, dan Uskup Agung Canterbury bertindak sebagai kepala simbolis komuni di seluruh dunia.

[207] Banyak katedral dan gereja-gereja paroki yang merupakan bangunan dan arsitektur bersejarah yang terkemuka di Inggris. Bangunan-bangunan ini antara lain: Westminster Abbey, York Minster, Katedral Durham, Katedral Santo Paulus dan Katedral Salisbury.

Santo George, santo pelindung Inggris. Penganut Kristen terbesar kedua adalah denominasi Ritus Latin dari Gereja Katolik. Kepercayaan ini memasuki Inggris pada abad ke-6 melalui misi Agustinus dan menjadi agama utama di seluruh pulau selama seribu tahun.

Sejak munculnya Emansipasi Katolik, Gereja ini dijalankan secara eklesiologikal di Inggris dan Wales. Terdapat kurang lebih 4,5 juta penganut Gereja ini (sebagian besarnya penduduk Inggris).

[208] Sampai saat ini, tercatat ada seorang Paus yang berasal dari Inggris, yaitu Adrian IV. Sedangkan santo Beda dan Anselm dianggap sebagai Pujangga Gereja. Denominasi Protestan yang dikenal dengan Methodisme adalah praktik Kristen terbesar ketiga dan tumbuh dari Anglikanisme melalui John Wesley.

[209] Ajaran ini mencapai popularitas di kota-kota pabrik seperti Lancashire, Yorkshire, dan Cornwall. [210] Terdapat juga penganut non-konformis minoritas lainnya seperti Gereja Baptis, Quaker, Unitarianisme, Kongregasionalisme, dan Bala Keselamatan. [211] Santo pelindung Inggris adalah Santo George. Simbol salibnya disertakan dalam bendera Inggris, juga dalam Union Flag sebagai bagian dari kombinasi Britania Raya.

[129] [129] Selain itu, terdapat banyak santo Inggris lainnya. Beberapa yang paling terkenal di antaranya: Cuthbert, Alban, Wilfrid, Aidan, Edward sang Pengaku, John Fisher, Thomas More, Petroc, Piran, Margaret Clitherow, dan Thomas Becket.

Disamping Kristen, Inggris juga memiliki penganut agama lainnya. Yahudi telah memiliki penganut minoritas di Pulau Britania sejak tahun 1070. [212] Penganut Yahudi diusir dari Inggris pada tahun 1290 menyusul diberlakukannya Edict of Expulsion, dan baru diizinkan kembali memasuki Inggris pada tahun 1656. [212] Sejak tahun 1950-an, agama-agama Timur yang berasal dari bekas koloni Britania mulai masuk ke Inggris akibat imigrasi. Islam adalah yang paling menonjol, sekitar 3,1% dari total populasi Inggris adalah Muslim.

Penganut Islam terbanyak terdapat di London. [205] Hindu, Sikh, dan Budha adalah urutan berikutnya; kombinasi total dari penganut ketiga agama ini mencapai 2% dari total penduduk Inggris.

[205] Agama-agama ini terutama sekali dibawa oleh para imigran dari India dan Asia Tenggara. [205] Selebihnya, sekitar 14,6% penduduk Inggris adalah ateis. [205] Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Gedung Senat Universitas London, pusat administratif dari Universitas London. Departemen Pendidikan adalah departemen pemerintah yang bertanggung jawab untuk masalah-masalah yang memengaruhi hajat hidup orang banyak di Inggris sampai dengan usia 19 tahun, termasuk pendidikan.

[213] Sekolah-sekolah negeri dihadiri oleh sekitar 93% pelajar di Inggris. [214] Dari jumlah tersebut, terdapat minoritas sekolah-sekolah keagamaan, terutama sekolah Katolik dan Gereja Inggris.

Anak-anak yang berusia antara tiga dan empat tahun menghadiri TK, 4 sampai 11 tahun menghadiri sekolah dasar, dan usia 11 sampai 16 tahun menghadiri sekolah menengah.

Setelah menyelesaikan wajib belajar, siswa mengikuti ujian GCSE. Setelah itu mereka bisa memutuskan untuk melanjutkan pendidikan lanjutan selama dua tahun. Pendidikan lanjutan ini ada yang terpisah ataupun menyatu dengan institusi-institusi sekolah menengah yang mempersiapkan para siswa dalam mengikuti ujian A-Level untuk masuk ke universitas. Meskipun sebagian besar sekolah menengah di Inggris adalah sekolah komprehensif, di beberapa daerah juga terdapat sekolah grammar yang selektif.

Sekitar 7,2% pelajar di Inggris menghadiri sekolah swasta yang didanai oleh swasta. [215] Standar di sekolah negeri dipantau oleh Kantor Standar Pendidikan, sedangkan di sekolah swasta dipantau oleh Inspektorat Sekolah Independen. [216] King's College, Universitas Cambridge.

Siswa biasanya melanjutkan ke jenjang universitas pada usia 18 tahun lebih, di mana mereka belajar untuk meraih gelar akademik. Ada lebih dari 90 universitas di Inggris, semuanya, kecuali satu, merupakan universitas negeri.

Departemen untuk Bisnis, Inovasi dan Keterampilan adalah departemen pemerintah yang bertanggung jawab untuk permasalahan pendidikan tinggi di Inggris. [217] Tingkat pertama yang ditawarkan kepada mahasiswa adalah gelar sarjana, biasanya lama pendidikannya tiga tahun.

Lulusan yang memenuhi syarat kemudian diperbolehkan mengambil gelar pascasarjana dan master, yang membutuhkan waktu satu tahun, serta gelar doktor (tiga tahun). Beberapa universitas di Inggris merupakan universitas dengan peringkat tertinggi di dunia.

Universitas Cambridge, Imperial College London, Universitas Oxford dan University College London adalah beberapa dari 10 universitas dengan peringkat teratas di dunia berdasarkan Peringkat Universitas Dunia THE-QS. [218] London School of Economics digambarkan sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka untuk bidang pengajaran dan penelitian. [219] Selain itu, London Business School juga dianggap sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka dan pada tahun 2010, program MBA-nya menduduki peringkat terbaik di dunia berdasarkan pemeringkatan yang dirilis oleh Financial Times.

[220] Gelar akademik di Inggris biasanya dibagi menjadi tiga kelas, yaitu: kelas pertama (I), kelas kedua atas (II:1), kelas kedua yang lebih rendah (II:2), dan kelas ketiga (III). The King's School, Canterbury dan King's School, Rochester adalah sekolah berbahasa Inggris tertua di dunia.

[221] Banyak sekolah-sekolah di Inggris yang terkemuka, di antaranya Winchester College, Eton College, St Paul's School, Rugby School, dan Harrow School. [222] Queen Elizabeth Hospital Birmingham, salah satu rumah sakit NHS. National Health Service (NHS) adalah lembaga kesehatan pemerintah yang didanai oleh publik di Inggris.

Lembaga ini bertanggung jawab untuk menyediakan sebagian besar pelayanan kesehatan di negara ini. NHS ini didirikan pada tanggal 5 Juli 1948 melalui National Health Service Act 1946 setelah adanya Laporan Beveridge mengenai kesehatan di Britania Raya yang diteliti oleh ekonom William Beveridge. [223] Dalam pengoperasiannya, NHS sebagian besar didanai dari pajak umum, termasuk pembayaran Asuransi Nasional.

[224] Hampir keseluruhan layanan yang disediakan oleh NHS ini tidak dipungut bayaran sama sekali, meskipun beberapa layanan seperti pemeriksaan mata, perawatan gigi, resep, dan perawatan pribadi juga dipungut bayaran khusus.

[225] Departemen pemerintah yang mengelola NHS adalah Departemen Kesehatan. Departemen ini dipimpin oleh Sekretaris Negara untuk Kesehatan yang duduk di Kabinet Britania Raya. Total anggaran Departemen Kesehatan yang dikeluarkan untuk mendanai NHS pada tahun 2008–2009 adalah sekitar £98,6 miliar. [226] Dalam beberapa tahun terakhir, sektor swasta juga telah berkembang dan menyediakan layanan kesehatan yang lebih banyak daripada NHS, tetapi hal ini ditentang oleh dokter dan serikat pekerja di Inggris.

[227] Rata-rata harapan hidup penduduk Inggris adalah 77,5 tahun untuk pria dan 81,7 tahun untuk wanita, yang tertinggi dibandingkan dengan tiga negara Britania lainnya. [228] Perkotaan [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Daftar tempat di Inggris Sejauh ini, Kawasan Perkotaan London Raya adalah kawasan perkotaan terbesar di Inggris, [229] dan juga merupakan salah satu kota tersibuk di dunia. London merupakan kota global dan memiliki populasi terbesar di Britania Raya.

[229] Kawasan perkotaan besar lainnya yang cukup berpengaruh terdapat di Inggris bagian utara atau di Midlands. [229] Ada enam puluh enam permukiman yang telah diberi status sebagai kota di Britania Raya. Lima puluh di antaranya terdapat di Inggris. Cukup banyak kota di Inggris yang tergolong besar dari segi ukuran, kota-kota ini antara lain: Birmingham, Sheffield, Manchester, Liverpool, Leeds, Newcastle, Bradford, Nottingham, dan sebagainya.

Jumlah populasi yang besar bukanlah prasyarat utama agar suatu permukiman diberi status kota. [230] Secara tradisional, status kota diberikan kepada permukiman-permukiman yang telah memiliki katedral keuskupan. Akibatnya, kota-kota kecil seperti Wells, Ely, Ripon, Truro dan Chichester juga berstatus kota.

[230] Menurut Office for National Statistics, sepuluh kawasan perkotaan terbesar di Inggris adalah sebagai berikut: [229] Peringkat Kawasan perkotaan Populasi Permukiman Permukiman utama 1 Kawasan Perkotaan London Raya 8.278.251 67 London Raya, terbagi menjadi City of London dan 32 London borough, termasuk Croydon, Barnet, Ealing, Bromley [231] 2 Kawasan Perkotaan West Midlands 2.284.093 22 Birmingham, Wolverhampton, Dudley, Walsall, Aldridge 3 Kawasan Perkotaan Manchester Raya 2.240.230 57 Manchester, Salford, Bolton, Stockport, Oldham 4 Kawasan Perkotaan West Yorkshire 1.499.465 26 Leeds, Bradford, Huddersfield, Wakefield 5 Tyneside 879.996 25 Newcastle, North Shields, South Shields, Gateshead, Jarrow 6 Kawasan Perkotaan Liverpool 816.216 8 Liverpool, St Helens, Bootle, Huyton-with-Roby 7 Kawasan Perkotaan Nottingham 666.358 15 Nottingham, Beeston dan Stapleford, Carlton, Long Eaton 8 Kawasan Perkotaan Sheffield 640.720 7 Sheffield, Rotherham, Chapeltown, Mosborough 9 Kawasan Perkotaan Bristol 551.066 7 Bristol, Kingswood, Mangotsfield, Stoke Gifford 10 Brighton/Worthing/Littlehampton 461.181 10 Brighton, Worthing, Hove, Littlehampton, Shoreham, Lancing Budaya [ sunting - sunting sumber ] Katedral Santo Paulus yang bergaya Barok Inggris Banyak monumen- monumen kuno yang dibangun pada masa prasejarah, yang paling terkenal adalah Stonehenge, Devil's Arrows, Rudston Monolith dan Castlerigg.

[232] Dengan diperkenalkannya arsitektur Romawi Kuno, bangunan-bangunan seperti basilika, pemandian, amfiteater, villa, kuil Romawi, benteng, dan saluran air model Romawi juga makin berkembang. [233] Romawi mendirikan kota-kota pertama seperti London, Bath, York, Chester dan St Albans. Contoh arsitektur terpentingnya adalah Tembok Hadrian, yang membentang di bagian utara Inggris. [233] Peninggalan lainnya yang cukup terpelihara dengan baik adalah pemandian Romawi di Bath, Somerset.

[233] Bangunan dan arsitektur pada Awal Abad Pertengahan biasanya berupa konstruksi sederhana yang menggunakan kayu dengan atap dari ilalang. Arsitektur gereja bergaya sintesis Hiberno- Saxon monastisisme.

[234] [235] Setelah penaklukan Norman pada tahun 1066, berbagai kastil di Inggris diciptakan agar para penguasa bisa menegakkan otoritas mereka serta untuk melindungi invasi dari arah utara. Beberapa kastil abad pertengahan yang terkenal adalah Menara London, Kastil Warwick, Kastil Durham, dan Kastil Windsor. [236] Kastil Windsor di Berkshire. Selama era Plantagenet, arsitektur Gothik katedral abad pertengahan berkembang pesat. Katedral Canterbury, Westminster Abbey dan York Minster adalah contoh utamanya.

[236] Selain itu juga dibangun berbagai kastil, istana, gedung universitas dan gereja paroki. Arsitektur abad pertengahan ini berakhir pada abad ke-16 saat era Tudor dimulai.

Sebagai buntut dari Renaissance, bentuk arsitektur bergaya klasik berbaur dengan era kekristenan. Arsitek dengan gaya Barok Inggris yang terkenal salah satunya adalah Christopher Wren. [237] Arsitektur pada era George bergaya lebih halus dan membangkitkan kembali bentuk Palladian sederhana.

Royal Crescent di Bath adalah salah satu contoh terbaik dari arsitektur pada era ini. Dengan munculnya romantisisme selama periode Victoria, gaya Gothik kembali dibangkitkan.

Revolusi Industri juga turut membuka jalan bagi arsitektur-arsitektur seperti The Crystal Palace. Sejak tahun 1930-an, berbagai arsitektur bergaya modernis juga telah muncul, meskipun hal ini banyak dipertentangkan oleh para penganut tradisionalis. [catatan 7] Robin Hood, illustrasi pada tahun 1912. Cerita rakyat Inggris telah berkembang selama berabad-abad. Beberapa karakter dan cerita mewakili seluruh Inggris, tetapi ada juga sebagian yang mewakili daerah tertentu.

Makhluk-makhluk mitos dalam cerita rakyat Inggris di antaranya Pixies, raksasa, peri, bogeymen, troll, goblin, dan kurcaci. Cerita-cerita rakyat kuno yang berasal dari Inggris antara lain termasuk cerita yang menampilkan Offa dari Angel dan Wayland the Smith.

[239] Kisah Robin Hood dan Merry Men dari Sherwood dan pertarungan mereka dengan Sheriff dari Nottingham mungkin adalah cerita rakyat Inggris yang paling terkenal di dunia. [240] Selama Abad Pertengahan, cerita-cerita yang berasal dari tradisi Britonik menjadi bagian dari cerita rakyat Inggris. [241] [242] [243] Cerita-cerita ini berasal dari sumber-sumber Anglo-Norman, Prancis dan Weales, [242] mengisahkan tentang Raja Arthur, Camelot, Excalibur, Merlin dan Kesatria Meja Bundar seperti Lancelot.

Cerita-cerita ini muncul bersamaan dengan cerita-cerita Geoffrey dari Monmouth dalam Historia Regum Britanniae. [catatan 8] Tokoh lainnya dari cerita rakyat Inggris, Raja Cole, mungkin didasarkan pada tokoh nyata dari era Britania Romawi. Tari Morris, tari tradisional Inggris. Beberapa tokoh dalam cerita rakyat didasarkan pada tokoh-tokoh sejarah semi ataupun aktual yang kisahnya telah diwariskan selama berabad-abad. Lady Godiva misalnya, dikatakan bahwa ia mengendarai kuda dengan bertelanjang melewati Coventry, Hereward the Wake adalah seorang tokoh heroik Inggris yang melawan invasi Norman, sedangkan Herne the Hunter dipercaya sebagai seorang hantu penunggang kuda yang berasal dari hutan dan taman di Windsor.

[245] Setiap tanggal 5 November, orang-orang membuat api unggun, menyalakan kembang api dan memakan tofe apel dalam rangka memperingati upaya Guy Fawkes dalam menggagalkan konspirasi Plot Bubuk Mesiu. Selain itu, terdapat juga sejumlah identitas dan kegiatan tradisional, baik yang bersifat regional ataupun nasional. Beberapa di antaranya adalah tari Morris, tari Maypole, Rapper sword di Inggris Timur Laut, Long Sword dance di Yorkshire, Mummers Play, bottle-kicking di Leicestershire, dan cheese-rolling di Cooper's Hill.

[246] Inggris tidak memiliki kostum nasional resmi, tetapi kostum-kostum yang dikenakan oleh Raja dan Ratu, pengawal Ratu, kostum Morris, dan Beefeater dianggap sebagai kostum tradisional tidak resmi.

[247] Fish and chips adalah salah satu kuliner Inggris yang dikonsumsi secara umum. Sejak Periode Modern Awal, kuliner Inggris secara historis ditandai oleh kesederhanaan dan ketergantungan pada produk-produk alami yang berkualitas tinggi.

Sejak Abad Pertengahan dan Abad Pencerahan, masakan Inggris menerima reputasi yang sangat baik, tetapi penurunan kualitas terjadi selama masa Revolusi Industri dengan banyaknya penduduk yang pindah dari pulau dan meningkatnya gelombang urbanisasi. Baru-baru ini, kuliner Inggris kembali mengalami kebangkitan yang telah diakui oleh para kritikus sebagai salah satu kuliner dengan kualitas terbaik.

Majalah Restaurant baru-baru ini menobatkan restoran Inggris sebagai salah satu restoran terbaik di dunia. [248] Buku resep mengenai kuliner Inggris yang paling awal adalah Forme of Cury, yang diterbitkan pada masa pemerintahan Richard II. [249] Pai apel sudah dikonsumsi di Inggris sejak Abad Pertengahan. Beberapa contoh makanan tradisional Inggris di antaranya: Sunday roast, yang terdiri dari daging sapi, domba, atau ayam panggang yang disajikan dengan berbagai macam sayuran rebus, puding Yorkshire, dan kuah.

[250] Makanan terkenal lainnya termasuk Fish and chips dan full English breakfast, yang terdiri dari bacon, tomat panggang, roti goreng, sosis hitam, kacang panggang, jamur goreng, sosis, dan telur. Berbagai variasi pai daging dikonsumsi sebagai steak and kidney pie, cottage pie, Cornish pasty, dan pork pie, yang terakhir dikonsumsi secara dingin.

[250] Sosis adalah makanan yang dikonsumsi secara umum, baik yang divariasikan sebagai bangers and mash ataupun toad in the hole. Lancashire hotpot adalah masakan rebus yang terkenal. Beberapa varian keju yang terkenal adalah keju cheddar dan Wensleydale. Banyak juga variasi makanan Inggris-India, misalnya kari, yang kemudian diolah menjadi kuliner-kuliner seperti chicken tikka masala dan balti.

Hidangan rasa manis Inggris di antaranya pai apel, pai mince, spotted dick, scone, kue eccles, custard, dan puding sticky toffee. Minuman yang dikonsumsi secara umum adalah teh, yang dipopulerkan oleh Catherine dari Braganza. [251] Sedangkan minuman beralkohol antara lain wine, cider, dan bir Inggris seperti bitter, mild, stout, dan brown ale. [252] Seni rupa [ sunting - sunting sumber ] Salah satu seri Marriage a la Mode oleh William Hogarth.

Contoh-contoh awal yang dikenal sebagai karya seni prasejarah batu dan gua yang paling menonjol terdapat di North Yorkshire, Northumberland dan Cumbria, serta di kawasan selatan seperti Creswell Crags. [253] Dengan kedatangan kebudayaan Romawi pada abad ke-1, berbagai bentuk seni seperti patung, lukisan dan mosaik mulai berkembang. Ada banyak artefak yang saat ini masih berdiri kokoh, seperti yang terdapat di di Lullingstone dan Aldborough.

[254] Selama Abad Pertengahan awal, gaya seni ukir salib dan gading, lukisan naskah, emas dan perhiasan enamel juga berkembang, seperti yang terdapat dalam Staffordshire Hoard, yang ditemukan pada tahun 2009.

Beberapa gaya Gaelik bercampur dengan gaya Anglian, gaya ini dapat dijumpai dalam Injil Lindisfarne dan Vespasian Psalter. [255] Era berikutnya, seni Gotik mulai populer di Winchester dan Canterbury, contoh yang saat ini masih bertahan di antaranya Benedictional of St.

Æthelwold dan Luttrell Psalter. [256] Selama era Tudor, beberapa seniman terkemuka menghasilkan karya-karya lukisan yang kemudian akan tetap menjadi bagian abadi dari seni Inggris. Era ini dipelopori oleh seniman Jerman Hans Holbein, dan seniman-seniman pribumi seperti Nicholas Hilliard. [256] Di bawah pemerintahan Stuart, seniman Kontinental sangat berpengaruh dalam seni Inggris, seniman-seniman yang lahir dari era ini di antaranya adalah Anthony van Dyck, Peter Lely, Godfrey Kneller, dan William Dobson.

[256] Abad ke-18 menjadi periode terpenting bagi perkembangan seni Inggris dengan didirikannya Royal Academy. Thomas Gainsborough dan Joshua Reynolds adalah beberapa seniman terkemuka yang muncul dari era ini. [256] Norwich School meneruskan tradisi seni lanskap, sedangkan gerakan Persaudaraan Pra-Raphaelite dengan gaya mereka yang jelas dan rinci menghidupkan kembali gaya Pencerahan awal. Holman Hunt, Dante Gabriel Rossetti dan John Everett Millais adalah pelopor dari gerakan ini.

[256] Seniman terkemuka pada abad ke-20 seperti Henry Moore, dianggap sebagai pelopor seni patung Inggris, dan pelopor modernisme Inggris pada umumnya. [257] Pelukis kontemporer Inggris yang terkemuka termasuk Lucian Freud, dengan karyanya Benefits Supervisor Sleeping, yang pada tahun 2008 memecahkan rekor dunia sebagai lukisan seniman hidup termahal yang pernah dijual.

[258] Sastra, puisi dan filsafat [ sunting - sunting sumber ] William Shakespeare Penulis awal seperti Beda dan Alcuin menulis karya-karyanya dalam bahasa Latin. [259] Periode sastra Inggris Kuno menghasilkan karya puisi epik Beowulf dan prosa sekuler Anglo-Saxon Chronicle, [260] serta tulisan-tulisan Kristen seperti Judith, karya Cædmon: Hymn dan hagiografi. [259] Setelah penaklukan Norman, sastra Latin mulai berkembang, terutama di antara kelas-atas terdidik.

Sastra Inggris Pertengahan yang terkemuka diwakili oleh Geoffrey Chaucer, penulis The Canterbury Tales, bersama dengan Gower, Penyair Pearl dan Langland. William dari Ockham dan Roger Bacon, yang merupakan seorang Fransiskan, adalah filsuf utama yang muncul dari dari Abad Pertengahan.

Julian dari Norwich, yang menulis Revelations of Divine Love, adalah seorang mistikus Kristen terkemuka. Kemunculan sastra Inggris pencerahan pada periode Modern Awal juga menghasilkan beberapa penyair dan filsuf terkemuka. Salah satunya adalah William Shakespeare, dengan karya-karyanya seperti Hamlet, Romeo and Juliet, Macbeth, dan A Midsummer Night's Dream. [261] Christopher Marlowe, Edmund Spenser, Philip Sydney, Thomas Kyd, John Donne, dan Ben Jonson adalah penulis terkemuka yang berasal dari era Elizabethan.

[262] Francis Bacon dan Thomas Hobbes, memelopori gaya penulisan empirisme dan materialisme, termasuk metode ilmiah dan kontrak sosial. [262] Filmer menulis tentang Divine Right of Kings. Marvell adalah penyair terkemuka yang muncul dari era Persemakmuran, [263] sedangkan John Milton menulis Paradise Lost selama era Restorasi. Beberapa filsuf yang paling menonjol dari era Pencerahan adalah John Locke, Thomas Paine, Samuel Johnson dan Jeremy Bentham.

Elemen yang lebih radikal kemudian dipelopori oleh Edmund Burke yang dianggap sebagai pendiri konservatisme. [264] Penyair Alexander Pope dengan ayat satir nya yang sangat dihormati. Bangsa Inggris memainkan peran penting dalam perkembangan romantisisme: Samuel Taylor Coleridge, Lord Byron, John Keats, Mary Shelley, Percy Bysshe Shelley, William Blake, dan William Wordsworth adalah tokoh utamanya.

[265] Sebagai tanggapan terhadap Revolusi Industri, penulis agraria muncul dengan topik-topik kebebasan dan tradisionalis; William Cobbett, G. K. Chesterton and Hilaire Belloc adalah pelopor utamanya, sedangkan pendiri serikat sosialisme, Arthur Penty, dan gerakan koperasi advokat G.

D. H. Cole adalah beberapa tokoh yang juga berkaitan. [266] Empirisme terus berlanjut dengan munculnya penulis dan penyair seperti John Stuart Mill dan Bertrand Russell, dan Bernard Williams, yang mengembangkan gaya analitikal. Penulis terkemuka dari era Victoria antara lain Charles Dickens, Brontë bersaudari, Jane Austen, George Eliot, Rudyard Kipling, Thomas Hardy, H.

G. Wells, Lewis Carroll dan Evelyn Underhill. [267] Hingga saat ini, Inggris terus memproduksi novelis-novelis terkemuka seperti C. S. Lewis, George Orwell, D. H. Lawrence, Virginia Woolf, Enid Blyton, Aldous Huxley, Agatha Christie, Terry Pratchett, J.

R. R. Tolkien, dan J. K. Rowling. [268] Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media. Musik rakyat tradisional Inggris sudah berusia berabad-abad dan telah memberikan kontribusi terhadap beberapa genre musik seperti sea shanties, jig, hornpipe dan musik dansa. Genre-genre ini memiliki variasi tersendiri yang berbeda sesuai dengan kekhasan daerah. Wynkyn de Worde menciptakan balada Robin Hood pada abad ke-16 dan merupakan salah satu artefak penting, sama halnya dengan The Dancing Master karya John Playford dan koleksi Roxburghe Ballads karya Robert Harley.

[269] Beberapa lagu rakyat yang terkenal adalah The Good Old Way, Pastime with Good Company, Maggie May, dan Spanish Ladies. Banyak juga sajak yang berasal dari Inggris, antara lain Twinkle Twinkle Little Star, Roses are red, Jack and Jill, Here We Go Round the Mulberry Bush, dan Humpty Dumpty.

[270] Komposer musik klasik Inggris yang paling awal antara lain termasuk seniman Renaisans Thomas Tallis dan William Byrd, diikuti oleh Henry Purcell dari periode Barok. Musikus kelahiran Jerman, George Frideric Handel juga merupakan salah satu komposer terkemuka asal Inggris, [271] yang menciptakan beberapa karya yang paling terkenal dalam musik klasik, di antaranya: The Messiah, Water Music, dan Music for the Royal Fireworks.

Pada abad ke-20, terjadi kebangkitan dalam dunia musik Inggris dengan munculnya komposer-komposer seperti Benjamin Britten, Frederick Delius, Edward Elgar, Gustav Holst, Ralph Vaughan Williams, dan lain sebagainya. [272] Saat ini, salah satu komposer Inggris terkemuka di antaranya termasuk Michael Nyman, yang dikenal dengan karyanya The Piano. Dalam bidang musik populer, banyak grup musik dan artis solo asal Inggris yang tercatat sebagai musisi paling berpengaruh dan terlaris sepanjang masa.

Musisi-musisi dan grup seperti The Beatles, Led Zeppelin, Pink Floyd, Elton John, Queen, Rod Stewart, dan The Rolling Stones adalah beberapa musisi Inggris dengan penjualan album rekaman tertinggi di dunia.

[273] Banyak juga fenomena dan genre musik yang berasal ataupun berkaitan dengan Inggris, misalnya British invasion, hard rock, glam rock, heavy metal, mod, britpop, drum and bass, progressive rock, punk rock, indie rock, gothic rock, shoegazing, acid house, UK garage, trip hop, dan dubstep. [274] Festival musik besar di luar ruangan pada musim panas dan musim gugur yang populer di antaranya adalah Glastonbury, Festival V, serta Festival Reading dan Leeds.

Rumah opera yang paling terkemuka di Inggris adalah Royal Opera House di Covent Garden, London. [275] The Proms, konser musik klasik orkestra yang digelar di Royal Albert Hall merupakan event musik terkemuka yang diadakan setiap tahun. [275] The Royal Ballet adalah salah satu lembaga balet klasik terkemuka di dunia, yang dibangun oleh Margot Fonteyn dan koreografer Frederick Ashton. Museum, perpustakaan dan galeri [ sunting - sunting sumber ] British Museum di London English Heritage adalah sebuah badan pemerintah yang memiliki kewenangan yang luas untuk mengelola situs-situs bersejarah, artefak dan lingkungan di Inggris.

Badan ini berada di bawah naungan Departemen Kebudayaan, Media dan Olahraga. Badan amal National Trust for Places of Historic Interest or Natural Beauty juga memegang peran serupa.

17 dari 25 Situs Warisan Dunia UNESCO di Britania Raya berada di Inggris. [276] Beberapa yang paling terkenal di antaranya adalah; Tembok Hadrian, Stonehenge, Menara London, Pantai Jurassic, Saltaire, Ironbridge Gorge, Studley Royal Park, dan lain sebagainya. [277] Inggris memiliki banyak museum, tetapi yang paling terkemuka adalah British Museum di London. Museum ini memiliki koleksi lebih dari tujuh juta objek, [278] dan merupakan salah satu museum terbesar dan terlengkap di dunia.

[279] Perpustakaan Britania di London adalah perpustakaan nasional dan juga merupakan salah satu perpustakaan terbesar di dunia, dengan jumlah item lebih dari 150 juta yang tersedia dalam berbagai bahasa dan format, termasuk sekitar 25 juta koleksi buku.

[280] Galeri seni tertua adalah Galeri Nasional di Trafalgar Square, yang menyimpan koleksi lebih dari 2.300 lukisan yang berasal dari abad ke-13 hingga tahun 1900-an.

[281] Galeri Tate merupakan galeri nasional Britania Raya untuk seni modern. Galeri ini juga merupakan penyelenggara ajang Turner Prize. [282] Olahraga [ sunting - sunting sumber ] Tim nasional Inggris bermain di Stadion Wembley. Wembley adalah salah satu stadion termahal yang pernah dibangun.

[283] Inggris adalah salah satu negara dengan kekuatan olahraga yang terkemuka. Cabang olahraga yang berasal dari Inggris antara lain: sepak bola, [284] kriket, uni rugbi, liga rugbi, tenis, bulu tangkis, squash, [285] kasti, [286] hoki, tinju, snooker, biliar, panahan, tenis meja, bola jaring, Pacuan kuda thoroughbred, balap greyhound dan fox hunting.

Inggris juga berperan penting dalam perkembangan Formula Satu. Sepak bola adalah cabang olahraga yang paling populer di Inggris. Tim nasional sepak bola Inggris yang bermarkas di Stadion Wembley memenangkan Piala Dunia FIFA 1966 melawan Tim nasional sepak bola Jerman Barat dengan skor 4–2 saat Inggris menjadi tuan rumah.

[287] Di tingkat klub, Inggris diakui oleh FIFA sebagai tempat kelahiran klub sepak bola, karena Sheffield FC dibentuk pada tahun 1857 sebagai klub sepak bola tertua di dunia.

[284] The Football Association adalah asosiasi sepak bola tertua, sedangkan FA Cup dan The Football League juga merupakan kompetisi liga pertama di dunia. Saat ini, Premier League adalah liga sepak bola yang paling menguntungkan dan paling elit di dunia. [288] [289] Piala Eropa (sekarang Piala Champions UEFA) telah dimenangkan oleh klub sepak bola asal Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Nottingham Forest, Aston Villa dan Chelsea, sedangkan Arsenal, dan Leeds United sudah pernah mencapai final.

[290] Tim nasional uni rugbi Inggris saat parade kemenangan mereka setelah memenangkan Piala Dunia Rugbi 2003.

Inggris telah menjadi tuan rumah Piala Dunia Kriket sebanyak empat kali (1975, 1979, 1983, 1999) dan ICC World Twenty20 pada tahun 2009. Ada juga beberapa kompetisi lokal, termasuk Kejuaraan County. Sejauh ini, Yorkshire merupakan klub paling sukses yang memenangkan kompetisi sebanyak 31 kali. [294] Lord's Cricket Ground berlokasi di London dan terkadang juga disebut sebagai "Mecca of Cricket". [295] William Penny Brookes adalah salah satu tokoh yang turut memelopori perkembangan Olimpiade modern.

London telah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1908, 1948, dan 2012. Inggris juga berkompetisi dalam Pesta Olahraga Persemakmuran, yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Sport England adalah badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan dana dan memberikan bimbingan strategis bagi kegiatan olahraga di Inggris.

Ajang Grand Prix diadakan di sirkuit Silverstone. [296] Tim nasional uni rugbi Inggris memenangkan Piala Dunia Rugbi 2003. Inggris juga merupakan tuan rumah ajang Piala Dunia Rugbi 1991 dan akan menjadi tuan rumah lagi pada tahun 2015. [297] Klub rugbi tingkat atas berkompetisi di kejuaraan English Premiership. Leicester Tigers, London Wasps, Bath Rugby dan Northampton Saints adalah klub-klub Inggris yang sukses dalam kejuaraan Eropa Piala Heineken. Tim nasional liga rugbi Inggris menempati peringkat ketiga di dunia dan peringkat pertama di Eropa.

Kejuaraan klub untuk liga rugbi adalah Liga Super. Beberapa klub yang paling sukses di antaranya Wigan Warriors, St Helens, Leeds Rhinos, dan Huddersfield Giants. Inggris akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Liga Rugbi 2013. [298] Dalam cabang tenis, Kejuaraan Wimbledon adalah turnamen tenis tertua dan salah satu yang paling bergengsi di dunia.

[299] [300] • ^ Bahasa Inggris terbentuk karena penggunaan de facto. • ^ Didaftarkan di basis Britania Raya, bukan negara konstituen. • ^ Menurut Badan Statistik Eropa, London adalah Zona Perkotaan terbesar berdasarkan konurbasi atas daerah-daerah berpenduduk tinggi.

Pemeringkatan berdasarkan populasi dalam batas-batas kota menempatkan London di posisi pertama. Namun, Universitas Avignon di Prancis mengklaim bahwa Paris adalah yang pertama dan London yang kedua jika menyertakan daerah perkotaan dan dataran gigir secara keseluruhan. • ^ As Roger Scruton explains, "The Reformation must not be confused with the changes introduced into the Church of England during the 'Reformation Parliament' of 1529–36, which were of a political rather than a religious nature, designed to unite the secular and religious sources of authority within a single sovereign power: the Anglican Church did not until later make substantial change in doctrine".

[61] • ^ Sekitar 550.000 tentara Inggris dan Wales yang tewas dalam PD I [79] • ^ Misalnya, pada tahun 1980 sekitar 50 juta orang Amerika mengklaim keturunan Inggris. [174] Di Kanada terdapat sekitar 6,5 juta warga Kanada yang mengaku sebagai keturunan Inggris.

[175] Sementara itu, sekitar 70% dari penduduk Australia pada tahun 1999 diperkirakan berasal dari Anglo-Celtic, yaitu kategori yang mencakup semua orang yang berasal dari Britania Raya dan Irlandia.

[176] Di Chili, yang notabene bukanlah bekas jajahan Britania, tetapi saat ini ada sekitar 420.000 orang asal Inggris yang tinggal di sana. [177] • ^ Disaat orang-orang seperti Norman Foster dan Richard Rogers mewakili gerakan modernist, Pangeran Charles sejak tahun 1980-an telah menyuarakan gerakan menentang hal itu dan mempraktikkannya dengan membangun kediaman bergaya tradisional di Dorset.

[238] Arsitek-arsitek seperti Raymond Erith, Francis Johnson dan Quinlan Terry meneruskan mempraktikkan gaya klasik. • ^ These tales may have come to prominence, at least in part, as an attempt by the Norman ruling elite to legitimise their rule of the British Isles, finding Anglo-Saxon history ill-suited to the task during an era when members of the deposed House of Wessex, especially Edgar the Ætheling and his nephews of the Scottish House of Dunkeld, were still active in the isles.

[242] [244] Also Michael Wood explains; "Over the centuries the figure of Arthur became a symbol of British history—a way of explaining the matter of Britain, the relationship between the Saxons and the Celts, and a way of exorcising ghosts and healing the wounds of the past." [241] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Marden 2003, hlm.

460. • ^ Brewer 2006, hlm. 340. • ^ a b c d e f g Office for National Statistics (2001). "Ethnic group: Census 2001, Key Statistics for local Authorities". Sensus Britania Raya 2001.

Statistics.gov.uk . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Office for National Statistics (2009). "Population Estimates by Ethnic Group (experimental)". neighbourhood.statistics.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-08 . Diakses tanggal 18 May 2011. • ^ a b 2011 Census - Population and household estimates for England and Wales, March 2011.

Accessed 16 July 2012 • ^ Office for National Statistics. "The Countries of the UK". statistics.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-20 . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ "Countries within a country". number-10.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-02-09 . Diakses tanggal 1 February 2009. Parameter -unused_data= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Changes in the list of subdivision names and code elements (Page 11)" (PDF).

International Organization for Standardization . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ "England – Culture". britainusa.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-16 . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ "Country profile: United Kingdom". BBC News. news.bbc.co.uk. 26 October 2009 . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ "Industrial Revolution".

Ace.mmu.ac.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-27 . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ The Royal Society. "History of the Royal Society". royalsociety.org . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ William E. Burns, A Brief History of Great Britain, p. xxi • ^ Acts of Union 1707 parliament.uk, accessed 27 January 2011 • ^ "England".

Online Etymology Dictionary . Diakses tanggal 21 July 2010. • ^ Ripley 1869, hlm. 570. • ^ "England". Oxford English Dictionary . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Germania". Tacitus . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Angle". Oxford English Dictionary .

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Crystal 2004, hlm. 26–27 • ^ Forbes, John (1848). The Principles of Gaelic Grammar.

Edinburgh: Oliver, Boyd and Tweeddale. • ^ a b Massey 2007, hlm. 440. • ^ Room 2006, hlm. 23. • ^ Major 2004, hlm. 84. • ^ Foster 1988, hlm. 9. • ^ "When people say England, they sometimes mean Great Britain, sometimes the United Kingdom, sometimes the British Isles — but never England." — George Mikes (1946), How To Be An Alien, Penguin ISBN 0-582-41686-8 • ^ "500,000 BC – Boxgrove".

Current Archaeology. Current Publishing . Diakses tanggal 20 December 2010. • ^ "Palaeolithic Archaeology Teaching Resource Box" (PDF). Palaeolithic Rivers of South-West Britain Project(2006) . Diakses tanggal 20 December 2010. • ^ "Chalk east". A Geo East Project. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-03-05 . Diakses tanggal 20 December 2010. • ^ Oppenheimer 2006, hlm. 173. • ^ "Tertiary Rivers: Tectonic and structural background".

University of Cambridge . Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ "Function and significance of Bell Beaker pottery according to data from residue analyses" . Diakses tanggal 21 December 2010. • ^ Reid, Struan (1994). Inventions and Trade. P.8.

ISBN 978-0-921921-30-1 . Diakses tanggal 23 December 2010. • ^ Koch, John (2009). Tartessian: Celtic from the Southwest at the Dawn of History in Acta Palaeohispanica X Palaeohispanica 9 (2009) (PDF). Palaeohispanica. hlm. 339–351. ISSN 1578-5386 . Diakses tanggal 17 May 2010. • ^ Cunliffe, Karl, Guerra, McEvoy, Bradley; Oppenheimer, Rrvik, Isaac, Parsons, Koch, Freeman and Wodtko (2010). Celtic from the West: Alternative Perspectives from Archaeology, Genetics, Language and Literature.

Oxbow Books and Celtic Studies Publications. hlm. 384. ISBN 978-1-84217-410-4. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-12 . Diakses tanggal 2012-09-02. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Cunliffe, Barry (2008). A Race Apart: Insularity and Connectivity in Proceedings of the Prehistoric Society 75, 2009. The Prehistoric Society. hlm. 61. • ^ Burke, Jason (2 December 2000). "Dig uncovers Boudicca's brutal streak". The Observer. London . Diakses tanggal 5 September 2009.

• ^ "Cornelius Tacitus, The Annals". Alfred John Church, William Jackson Brudribh, Ed . Diakses tanggal 22 December 2010. • ^ Bedoyere, Guy. "Architecture in Roman Britain". Heritage Key. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-03 . Diakses tanggal 23 December 2010. • ^ Philip, Robert (1860). Thr History of Progress in Great Britain, Volume 2 . Diakses tanggal 23 December 2010. • ^ Bob Rees, Paul Shute, Nigel Kelly (9 January 2003).

Medicine through time. Heinemann. ISBN 978-0-435-30841-4 . Diakses tanggal 24 December 2010. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Rankov 1994, hlm.

16. • ^ Wright 2008, hlm. 143. • ^ a b James, Edward. "Overview: Anglo-Saxons, 410 to 800". BBC . Diakses tanggal 3 December 2010.

• ^ "The Christian Tradition". PicturesofEngland.com . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Kirby 2000, hlm. 4 • ^ Lyon 1960, hlm. 23. • ^ "Overview: The Normans, 1066–1154". BBC . Diakses tanggal 3 December 2010. • ^ Crouch 2006, hlm. 2–4 • ^ "Norman invasion word impact study". BBC News. 20 February 2008 . Diakses tanggal 3 December 2010. • ^ a b Bartlett 1999, hlm. 124. • ^ "Edward I (r. 1272–1307)". Royal.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-24 .

Diakses tanggal 21 September 2009. • ^ Fowler 1967, hlm. 208. • ^ Ziegler 2003, hlm. 230. • ^ Goldberg 1996, hlm. 4. • ^ Crofton 2007, hlm. 111. • ^ "Richard III (r. 1483–1485)". Royal.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-10 . Diakses tanggal 21 September 2009. • ^ Denys Hay (1988).

Renaissance essays. hlm. 65. ISBN 978-0-907628-96-5 . Diakses tanggal 26 December 2010. • ^ "Royal Navy History, Tudor Period and the Birth of a Regular Navy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-18 .

Diakses tanggal 24 December 2010. • ^ Goldwin Smith. England Under the Tudors. hlm. 176. ISBN 978-1-60620-939-4 . Diakses tanggal 26 December 2010. • ^ Scruton 1982, hlm. 470.

• ^ Karen Ordahl (25 February 2007). Roanak:the abandoned colony. Rowman & Littlefield publishers Inc. ISBN 978-0-7425-5263-0 . Diakses tanggal 24 December 2010. • ^ a b Colley 1992, hlm. 12. • ^ "Making the Act of Union". Parliament.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-09 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Hay, Denys. "The term "Great Britain" in the Middle Ages" (PDF). ads.ahds.ac.uk . Diakses tanggal 19 February 2009. • ^ "Oliver Cromwell (English statesman)". Encyclopædia Britannica.

britannica.com. 2009 . Diakses tanggal 8 August 2009. • ^ Philip J. Adler, Randall L. Pouwels (27 November 2007). World Civilization. hlm. 340. ISBN 978-0-495-50262-3 . Diakses tanggal 24 December 2010. • ^ "London's Burning: The Great Fire". BBC News . Diakses tanggal 25 September 2009. • ^ a b "The first Parliament of Great Britain". Parliament.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-21 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Gallagher 2006, hlm.

14. • ^ Hudson, Pat. "The Workshop of the World". BBC . Diakses tanggal 10 December 2010. • ^ a b Office for National Statistics 2000, hlm. 5 • ^ McNeil & Nevell 2000, hlm. 4. • ^ McNeil & Nevell 2000, hlm. 9. • ^ Dewan Kota Birmingham. "Heritage". visitbirmingham.com . Diakses tanggal 4 October 2009. • ^ Colley 1992, hlm. 1. • ^ Robert F. Haggard (2001). The persistence of Victorian liberalism:The Politics of Social Reform in Britain, 1870–1900.

hlm. 13. ISBN 978-0-313-31305-9 . Diakses tanggal 26 December 2010. • ^ Crawford, Elizabeth. "Women: From Abolition to the Vote". BBC . Diakses tanggal 10 December 2010. • ^ Cox 1970, hlm. 180 • ^ Golley, John (10 August 1996). "Obituaries: Air Commodore Sir Frank Whittle". The Independent. London . Diakses tanggal 2 December 2010. • ^ Clark 1973, hlm. 1. • ^ Wilson & Game 2002, hlm. 55. • ^ Gallagher 2006, hlm. 10–11. • ^ a b Reitan 2003, hlm. 50. • ^ Keating, Michael (1 January 1998).

"Reforging the Union: Devolution and Constitutional Change in the United Kingdom". Publius: the Journal of Federalism. 28 (1): 217 . Diakses tanggal 4 February 2009. • ^ "The coming of the Tudors and the Act of Union". BBC Wales. BBC News. 2009 . Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ Kenny, English & Hayton 2008, hlm. 3. • ^ Ward 2004, hlm. 180. • ^ a b c Sherman, Jill (5 November 2004). "Prescott's dream in tatters as North East rejects assembly". The Times.

London . Diakses tanggal 5 September 2009. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "English Channel". Encyclopædia Britannica. britannica.com.

2009 . Diakses tanggal 15 August 2009. • ^ "History". EuroTunnel.com . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The River Severn". BBC . Diakses tanggal 5 December 2010. • ^ "Severn Bore and Trent Aegir". Environment Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-11-22 .

Diakses tanggal 5 December 2010. • ^ "River Thames and London (England)". London Evening Standard. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-06 . Diakses tanggal 17 August 2009. • ^ a b "North West England & Isle of Man: climate". Met Office. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-05 .

Diakses tanggal 5 December 2010. • ^ "Pennines". Smmit Post . Diakses tanggal 8 September 2009. • ^ "National Parks – About us". nationalparks.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-27 . Diakses tanggal 5 December 2010. • ^ a b c d "What is the Climate like in Britain?". Woodlands Kent. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-14 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Temperature record changes hands". BBC News.

30 September 2003 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "English Climate". MetOffice.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-12-19 . Diakses tanggal 2012-09-04. • ^ "England 1971–2000 averages". Met Office. August 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-05 .

Diakses tanggal 2012-09-04. Periksa nilai tanggal di: -year= / -date= mismatch ( bantuan) • ^ "The British Parliamentary System". BBC News . Diakses tanggal 20 April 2010. • ^ Cabinet Office (26 March 2009). "Devolution in the United Kingdom". cabinetoffice.gov.uk . Diakses tanggal 16 August 2009.

• ^ "Lists of MPs". Parliament.uk . Diakses tanggal 21 May 2009. • ^ "What is a hung parliament?". BBC News. 7 May 2009 . Diakses tanggal 20 May 2009. • ^ "Gordon Brown's resignation speech". BBC News. 11 May 2009 . Diakses tanggal 20 May 2009. • ^ "European Election 2009: UK Results". BBC News. 19 April 2009 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "West Lothian question". BBC News. 31 October 2008 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Are Scottish people better off?".

MSN Money. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-17 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "English nationalism 'threat to UK '". BBC News. 9 January 2000 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Davidson, Lorraine (3 June 2008). "Gordon Brown pressed on English parliament". The Times. London .

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Grice, Andrew (1 July 2008). "English votes for English laws' plan by Tories". The Independent. London . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "dictionary law". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-09 . Diakses tanggal 2012-09-04. • ^ "The Common Law in the British Empire". H-net.msu.edu. 19 October 2000 . Diakses tanggal 20 August 2011.

• ^ Fafinski 2007, hlm. 60. • ^ Fafinski 2007, hlm. 127. • ^ "Constitutional reform: A Supreme Court for the United Kingdom" (PDF). DCA.gov.uk . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Fafinski 2007, hlm. 67. • ^ "Crime over the last 25 years" (PDF). HomeOffice.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-06-24 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b "New record high prison population". BBC News. 8 February 2008 . Diakses tanggal 5 September 2009.

• ^ Cooper, Hilary (29 March 2011). "Tiers shed as regional government offices disappear". The Guardian. London . Diakses tanggal 16 June 2011. • ^ Department for Communities and Local Government. "Prosperous Places" (PDF). communities.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-12-05 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b Encyclopædia Britannica 2002, hlm. 100 • ^ Redcliffe-Maud & Wood 1974. • ^ a b Singh 2009, hlm.

53. • ^ Axford 2002, hlm. 315. • ^ Singh 2009, hlm. 54. • ^ "St. George – England's Patron Saint". Britannia.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-03-08 . Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ a b c "United Kingdom – History of the Flag". FlagSpot.net . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "National flowers". Number10.gov.uk.

13 January 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-09 . Diakses tanggal 8 August 2009. • ^ Smith, Jed (3 June 2005). "England's Rose – The Official History". Museum of Rugby, Twickenham. RugbyNetwork.net . Diakses tanggal 8 August 2009. • ^ "Jason Cowley loves the Commonwealth Games".

New Statesman. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-22 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The Great Saint George Revival". BBC News. 23 April 1998 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "London vs. New York, 2005–06". Cinco Dias . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Global Financial Centres Index, 2009-03" (PDF). City of London Corporation. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-10-07 .

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b Office for National Statistics. "Regional Accounts". statistics.gov.uk.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-26 . Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ "The Welfare State – Never Ending Reform". BBC News . Diakses tanggal 17 September 2009.

• ^ "Tax in England". AdviceGuide.org.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-29 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "CIA – The World Factbook".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-01-07 . Diakses tanggal 2012-09-04. • ^ "Financial Centre". London.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-13 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ City of London Policy and Resources Committee. "The Global Financial Centres Index" (PDF). cityoflondon.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-10-07 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The Bank's relationship with Parliament".

BankofEngland.co.uk . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Monetary Policy Committee". BankofEngland.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-08 . Diakses tanggal 5 September 2009.

• ^ "England Exports". EconomyWatch.com . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "World Guide – England – Economy Overview". World Guide. Intute . Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ "Economy of the United Kingdom" (PDF). PTeducation. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-11-23 .

Diakses tanggal 8 October 2009. • ^ "Metric system was British". BBC News. 13 July 2007 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Isambard Kingdom Brunel". DesignMuseum.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-09-12 . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Oakes 2002, hlm. 214 • ^ Saunders 1982, hlm.

13 • ^ White 2009, hlm. 335 • ^ Levine 1960, hlm. 183 • ^ Curt Wohleber (Spring 2006). "The Vacuum Cleaner". Invention & Technology Magazine. American Heritage Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-03-13 .

Diakses tanggal 8 December 2010. • ^ "English Inventors and Inventions". English-Crafts.co.uk . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b c UK Parliament 2007, hlm. 175 • ^ a b O'Hanlon 2008, hlm.

205. • ^ a b White 2002, hlm. 63. • ^ "27 September 1825 – Opening of the Stockton and Darlington Railway". The Stockton and Darlington Railway. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-10-01 . Diakses tanggal 8 September 2009. • ^ "Delta Expects New Slots To Foster Growth At Heathrow Airport".

The Wall Street Journal. 23 February 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-19 . Diakses tanggal 23 March 2011. • ^ a b c Else 2007, hlm. 781. • ^ Office for National Statistics. "Population estimates for UK, England and Wales, Scotland and Northern Ireland – current datasets".

statistics.gov.uk . Diakses tanggal 5 June 2009. • ^ Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB. "World Population Prospects: Analytical Report for the 2004".

United Nations . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Mason, Chris (16 September 2008). "Density of England rises". BBC News . Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Khan, Urmee (16 September 2008). "England is most crowded country in Europe". {/INSERTKEYS}

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-23. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Oppenheimer 2006, hlm. 378. • ^ "British and Irish, descendant of the Basques?". Eitb24.com. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Oppenheimer, Stephen (10 October 2006). "What does being British mean? Ask the Spanish". The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-15.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Wade, Nicholas (6 March 2007). "A United Kingdom? Maybe". The New York Times. Diakses tanggal 8 August 2009. • ^ Thomas, M.G. (2006). "Evidence for an apartheid-like social structure in early Anglo-Saxon England". Proceedings. Biological sciences / the Royal Society. PubMedCentral.nih.gov. 273 (1601): 2651–7.

doi: 10.1098/rspb.2006.3627. PMC 1635457. PMID 17002951. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Hall, Allan (21 June 2011). "Forget two world wars and one World Cup. geneticists reveal 50 per cent of Britons are German". Daily Mail. London. Diakses tanggal 15 August 2011. • ^ "Roman Britons after 410". Britarch.ac.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Cameron, Keith (1994). Anglo-Saxon Origins: The Reality of the Myth.

Malcolm Todd. ISBN 978-1-871516-85-2. Diakses tanggal 5 September 2009. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Legacy of the Vikings". BBC News. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Shifting Identities – statistical data on ethnic identities in the US". Bnet. 2001. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-20. Diakses tanggal 09-07-29.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "Ethnic origins, 2006 counts, for Canada, provinces and territories". Statistics Canada. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-07-23.

Diakses tanggal 09-07-29. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ Centre for Population and Urban Research, Monash University. "Australian Population: Ethnic Origins" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2005-04-15. Diakses tanggal 09-07-29. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "Inmigración británica en Chile". Galeon.com.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-22. Diakses tanggal 09-07-29. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ Burke, Jason (9 October 2005).

"An Englishman's home is his casa as thousands go south". The Guardian. London. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Travis, Alan (16 November 2007). "Record numbers leave the country for life abroad". The Guardian. London. Diakses tanggal 8 August 2009. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "ONS: Population Estimates by Ethnic Group 2002–2009" (PDF).

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-06-26. Diakses tanggal 20 August 2011. • ^ University of Wisconsin. "Medieval English society". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-25. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Office for National Statistics. "The UK population: past, present and future" (PDF).

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "One in four Britons claim Irish roots". BBC News. 16 March 2001. Diakses tanggal 26 November 2010. • ^ a b c d "British Immigration Map Revealed". BBC News. 7 September 2005. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b Paton, Graeme (1 October 2007). "One fifth of children from ethnic minorities".

The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-17. Diakses tanggal 28 March 2008. • ^ Leppard, David (10 April 2005). "Immigration rise increases segregation in British cities". The Times. London. Diakses tanggal 8 August 2009. • ^ "Immigration debate hots up in England". The Independent News Service. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Milland, Gabriel (23 July 2009). "80% say cap immigration". Daily Express. London. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "50 million population of England set to rise by six million in 25 years".

Daily Mail. London. 12 October 2006. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Official EU languages". Komisi Eropa. 8 May 2009. Diakses tanggal 16 October 2009. • ^ Arlotto 1971, hlm. 108. • ^ Green 2003, hlm. 13. • ^ Mujica, Mauro E. (19 June 2003). "English: Not America's Language?". The Globalist. Washington DC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-01-17. Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ "English language history".

Yaelf. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Cornish language". gos.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-01-12. Diakses tanggal 22 September 2009. • ^ "Strategy for the Cornish language".

Cornish Language Partnership. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-12-23. Diakses tanggal 22 September 2009. • ^ Bates, Claire (23 February 2009). "Manx, Cornish and Irish just three of 2,500 languages facing extinction, say UN". Daily Mail.

London. Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ "The Cornish Language Development Project – Evaluation – Final Report, page 20". Hywel Evans, Aric Lacoste / ERS. Diakses tanggal 17 September 2009. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "South West – Cornish Language".

Government Office South West. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-13. Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ "On being a Cornish "Celt": changing Celtic heritage and traditions" (PDF). University of Exeter. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-12-05. Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ Dugan, Emily (6 September 2009). "The Cornish: They revolted in 1497, now they're at it again". The Independent. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-08-19.

Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ "Cornish in Schools". Cornish Language Partnership. 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-25. Diakses tanggal 22 September 2009. • ^ Lipsett, Anthea (26 June 2008). "Number of primaries teaching foreign languages doubles". The Guardian. London. Diakses tanggal 23 September 2009. • ^ Drury, Ian (15 August 2008). "English is a second language for 1 in 8 pupils in England". Daily Mail. London. Diakses tanggal 23 September 2009.

• ^ a b c d e Office for National Statistics. "Religion". Statistics.gov.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Church of England". BBC. Diakses tanggal 4 December 2010. • ^ "Global Anglicanism at a Crossroads". PewResearch.org. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "People here 'must obey the laws of the land '". The Daily Telegraph. London. 9 February 2008. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The Methodist Church". BBC News. Diakses tanggal 5 September 2009.

• ^ "AN INDEPENDENT ACADEMIC STUDY ON CORNISH" (PDF). hlm. 8. Diakses tanggal 26 December 2010. • ^ "Cambridge History of Christianity". Hugh McLeod. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b "From Expulsion (1290) to Readmission (1656): Jews and England" (PDF). Goldsmiths.ac.uk.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 1 February 2009. • ^ Gearon 2002, hlm. 246. • ^ West 2003, hlm. 28. • ^ "Independent Schools in the United Kingdom". Encarta. encarta.msn.com. Diarsipkan dari versi inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota tanggal 2009-10-31. Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ Gearon 2002, hlm. 102. • ^ United Kingdom Parliament.

"Innovation, Universities, Science and Skills Committee Contents". publications.parliament.uk. Diakses tanggal 16 September 2009. • ^ "QS World University Rankings Results 2010". QS Quacquarelli Symonds Limited. Diakses tanggal 23 January 2011. • ^ "The Sunday Times Good University Guide 2007 – Profile for London School of Economics". The Times. London. 23 September 2007.

Diakses tanggal 6 June 2008. • ^ "FT Global MBA Rankings". Financial Times. Diakses tanggal 25 January 2010. • ^ Webster 1937, hlm. 383. • ^ Lowe 1971, hlm. 317. • ^ "BBC History on William Beveridge". BBC News. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "NHS Expenditure in England" (PDF).

House of Commons Library. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-12-05. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "NHS costs and exemptions". Department of Health. Diakses tanggal 5 September 2009. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Budget 2008, Chapter C" (PDF).

HM Treasury. 3 March 2008. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Private sector role in NHS". BBC News. 30 June 2006. Diakses tanggal 5 September 2009.

• ^ Office for National Statistics. "Life inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota. statistics.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-05-25. Diakses tanggal 20 July 2009. • ^ a b c d Office for National Statistics. "UK's major urban areas" (PDF). Statistics.gov.uk.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b O'Brian, Harriet (24 November 2007). "The Complete Guide To: Cathedral cities in the UK". The Independent. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-12. Diakses tanggal 8 September 2009.

• ^ Office for National Statistics (2007). "ONS Key Population and Vital Statistics" (PDF). statistics.gov.uk. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-05-17. Diakses tanggal 18 September 2009. • ^ "The Prehistoric Sites of Great Britain". Stone-Circles.org.uk.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b c "Ancient Roman architecture in England and Wales". Castles.me.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Colgrave 1985, hlm. 326. • ^ Pevsner 1942, hlm. 14. • ^ a b Atkinson 2008, hlm. 189. • ^ Downes 2007, hlm. 17. • ^ "Architects to hear Prince appeal".

BBC News. 12 May 2009. Diakses tanggal 20 June 2009. • ^ Keary 1882, hlm. 50. • ^ Pollard 2004, hlm. 272. • ^ a b Michael Wood. "King Arthur, 'Once and Future King '". BBC News. Diakses tanggal 16 September 2009. • ^ a b c Higham 2002, hlm. 25. • ^ Koch 2006, hlm. 732. • ^ Lacy 1986, hlm. 649. • ^ Briggs 2004, hlm. 26. • ^ Withington 2008, hlm. 224.

• ^ "What is England's national costume?". Woodlands-Junior.kent.sch.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-05-05. Diakses tanggal 09-06-24. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "The S.Pellegrino World's 50 Best Restaurants".

TheWorlds50Best.com. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Mart, Nicole (22 September 2008). "King Richard II's recipe book to go online". The Daily Telegraph. London. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b "Traditional English Food Specialities". TravelSignPosts.com. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Catherine of Braganza". Tea.co.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Types of Beer".

Icons of England. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The Prehistoric Cave Art of England" (PDF). ArchaeologyDataService.ac.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ English Heritage. "Aldborough Roman Site". english-heritage.org.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Early Middle Ages Art". Tiscali.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-27. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b c d e "English art".

Tiscali.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-16. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Turner, Chris.

"The Bronze Age: Henry Moore and his successors". Tate Magazine (6). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-05. Diakses tanggal 2012-09-24. • ^ "Freud work sets new world record". BBC News. 14 May 2008. Diakses tanggal 14 May 2008. • ^ a b Warner 1902, hlm. 35. • ^ Rogers 2001, hlm. 17. • ^ Rogers 2001, hlm.

135. • ^ a b Rowse 1971, hlm. 48. • ^ Norbrook 2000, hlm. 6. • ^ Heywood 2007, hlm. 74. • ^ Watson 1985, hlm. 360. • ^ Cole 1947, hlm. 268. • ^ Hawkins-Dady 1996, hlm. 970. • ^ Eccleshare 2002, hlm. 5. • ^ Chappell 1966, hlm.

690. • ^ Lax 1989, hlm. 7. • ^ Parlemen Britania Raya (2009). "British Citizen by Act of Parliament: George Frideric Handel". Parliamentary Archives. parliament.uk. Diakses tanggal 10 August 2009. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Stradling 1993, hlm. 166. • ^ Recording Industry Association of America. "Top Selling Artists".

riaa.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-01. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Else 2007, hlm. 65. • ^ a b Foreman 2005, hlm. 371. • ^ UNESCO. "United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland". World Heritage. whc.unesco.org. Diakses tanggal 8 September 2009. • ^ "English World Heritage Sites to get strongest ever protections" (PDF). Institute of Historic Building Conservation.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "Museum in London". BritishMuseum.org. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "250 Years of the British Museum". Time. 15 January 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-26. Diakses tanggal 17 September 2009. • ^ "British Library". Encyclopædia Britannica. britannica.com. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "The National Gallery". ArtInfo.com.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Youngs, Ian (31 October 2002). "The art of Turner protests". BBC News. Diakses tanggal 10 August 2009. • ^ "Wembley kick-off: Stadium is ready and England play first game in fortnight". Daily Mail. London. 3 March 2007. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ a b "Sheffield FC: 150 years of history". FIFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-07-09. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "History of squash". WorldSquash2008.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-31.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "History of the Game". NRA-Rounders.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-11-12.

Diakses tanggal 2012-09-24. • ^ "1966 World Cup Final". 3 January 2012. Diakses tanggal date=3 January 2012. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa ( link) • ^ "Premier League towers over world football, says Deloitte". sportbusiness.com. Diakses tanggal 8 January 2010.

• ^ "UEFA ranking of European leagues". UEFA. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "UEFA Champions League Finals 1956–2008". RSSSF.

Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Underdown 2000, hlm. 6. • ^ Cricinfo staff (26 August 2009). Ashes climax watched by a fraction of 2005 audience. Cricinfo. Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ ICC Test and ODI Championships / Official Team Rankings. Cricinfo. Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ A brief history of Yorkshire. Cricinfo. Diakses tanggal 9 September 2009. • ^ Fay, Stephen (21 June 1998). "Cricket: Flaw Lord's out of order". The Independent. London. Diakses tanggal 9 September 2009.

• ^ "The History of British Motorsport and Motor Racing at Silverstone". Silverstone. Silverstone.co.uk. Diakses tanggal 31 October 2009. • ^ "England will host 2015 Rugby World Cup". Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota News. 28 July 2009. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ "UK to host 2013 World Cup".

Rugby Football League. 28 July 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-08. Diakses tanggal 28 July 2009. • ^ Clarey, Christopher (5 July 2008).

"Traditional Final: It's Nadal and Federer". The New York Times. nytimes.co.uk. Diakses tanggal 5 September 2009. • ^ Kaufman & Macpherson 2005, hlm. 958. Bibliografi [ sunting - sunting sumber ] • Ackroyd, Peter (2000). London: the biography. Chatto & Windus. ISBN 1-85619-716-6. • Arlotto, Anthony (1971). Introduction to historical linguistics. Houghton Mifflin. ISBN 0-395-12615-0. • Atkinson, T.D. (2008). English Architecture. Read Books.

ISBN 978-1-4097-2581-7. • Axford, Barrie (2002). Politics: an introduction. Routledge. ISBN 0-415-25181-8. • Ball, Martin (1993). The Celtic Languages. Routledge. ISBN 0-415-01035-7. • Bartlett, Robert (1999). England Under the Norman and Angevin Kings, 1075–1225. Oxford University Press. ISBN 0-19-925101-0. • Bennett, James (2004).

The Anglosphere Challenge. Rowman & Littlefield. ISBN 0-7425-3333-6. • Brewer, Ebenezer (2006). Wordsworth Dictionary of Phrase and Fable. Wordsworth Editions. ISBN 1-84022-310-3. • Briggs, Katharine (2004).

A Dictionary of British Folk-tales in the English Language. Routledge. ISBN 0-203-39737-1. Parameter -isbn-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Chappell, William (1966). The Roxburghe Ballads. New York: AMS Press.

OCLC 488599560. • Clark, David M. (1973). Greater Manchester Votes: A Guide to the New Metropolitan Authorities. Stockport: Redrose. ISBN 978-0-9502932-0-2. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • Clemoes, Peter (2007). Anglo-Saxon England, Volume 12. Cambridge University Press. ISBN 0-521-03834-0. Parameter -isbn-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Cole, George (1947).

The Life of William Cobbett. Home & Van Thal. ISBN 0-8492-2139-0. • Colgrave, Bertram (1985). Two lives of Saint Cuthbert. Cambridge University Press. ISBN 0-521-31385-6. • Colley, Linda (1992). Britons: Forging the Nation, 1701–1837. Yale University Press. ISBN 978-0-300-05737-9. • Cox, Peter (1970). Demography. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-09612-6. • Crouch, David (2006). Normans: The History of a Dynasty. Hambledon Continuum. ISBN 978-1-85285-595-6Z Periksa nilai: invalid character -isbn= ( bantuan).

• Crofton, Ian (2007). The Kings and Queens of England. Quercus. ISBN 1-84724-065-8. • Crystal, David (2004). The Stories of English. The Overlook Press. ISBN inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota. • Downes, Kerry (2007). Christopher Wren. Oxford University Press. ISBN 0-19-921524-3. • Eccleshare, Julia (2002). Beatrix Potter to Harry Potter. National Portrait Gallery. ISBN 1-85514-342-9. • Else, David (2007).

Inghilterra. EDT srl. ISBN 978-88-6040-136-6. • Encyclopædia Britannica (2009). Encyclopædia Britannica. BiblioBazaar. ISBN 0-559-09589-9. Parameter -isbn-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Encyclopædia Britannica (2002).

The New Encyclopædia Britannica. University of Michigan. ISBN 0-85229-787-4. • Fafinski, Stefan (2007). English legal system. Pearson Education. ISBN 1-4058-2358-5. • Foreman, Susan (2005). London: a musical gazetteer. Yale University Press. ISBN 0-300-10402-2. • Foster, Damon (1988). A Blake dictionary. UPNE. ISBN 0-87451-436-3. • Fowler, Kenneth (1967). The Age of Plantagenet and Valois: The Struggle for Supremacy, 1328–1498.

Putnam. ISBN 0-236-30832-7. • Gallagher, Michael (2006).

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

The United Kingdom Today. London: Franklin Watts. ISBN 978-0-7496-6488-6. • Gearon, Liam (2002). Education in the United Kingdom. David Fulton. ISBN 1-85346-715-4. • Goldberg, Jeremy (1996). "Introduction".

Dalam Mark Ormrod & P.G. Lindley. The Black Death in England. Stamford: Paul Watkins. ISBN 1-871615-56-9. • Green, Tamara (2003). The Greek & Latin roots of English. Rowman & Littlefield. ISBN 0-7425-1466-8. • Hawkins-Dady, Mark (1996). Reader's guide to literature in English. Taylor & Francis. ISBN 1-884964-20-6.

• Heywood, Andrew (2007). Political Ideologies: An Introduction. Palgrave Macmillan. ISBN 0-230-52179-7. • Higham, NJ (2002). King Arthur: myth-making and history. Routledge. ISBN 0-415-21305-3. • Kaufman, Will; Macpherson, Heidi (2005). Britain and the Americas: Culture, Politics, and History. ABC-CLIO. ISBN 1-85109-431-8.

• Kirby, D.P. (2000). The earliest English kings. Routledge. ISBN 0-415-24210-X. • Keary, Charles Francis (1882). Outlines of primitive belief among the Indo-European races. C Scribner's Sons. ISBN 0-7905-4982-4. • Koch, John (2006). Celtic Culture: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO.

ISBN 1-85109-440-7. • Lacy, Norris (1986). The Arthurian Encyclopedia. Garland Pub. ISBN 0-8240-8745-3. • Lax, Roger (1989). The Great Song Thesaurus. Oxford University Press. ISBN 0-19-505408-3. • Levine, Israel E. (1960).

Conqueror of smallpox: Dr. Edward Jenner. Messner. ISBN 978-0-671-63888-7. • Lowe, Roy (1971). The English school. Taylor & Francis. ISBN 0-7100-6882-4. • Lyon, Bryce Dale (1960). A constitutional and legal history of medieval England. University of Michigan. ISBN 0-393-95132-4. • Major, John (2004). History in Quotations. Cassell. ISBN 0-304-35387-6. • Marden, Orison (2003). Home Lover's Library.

Kessinger Publishing. ISBN 0-7661-5324-X. • Massey, Gerald (2007). A Book of the Beginnings, Vol.1. Cosimo. ISBN 1-60206-829-1. • McNeil, Robina; Nevell, Michael (2000). A Guide to the Industrial Archaeology of Greater Manchester.

Association for Industrial Archaeology. ISBN 0-9528930-3-7. • Kenny, Michael; English, Richard; Hayton, Richard (2008). Beyond the Constitution? Englishness in a post-devolved Britain. Institute for Public Policy Research. • Norbrook, David (2000). Writing the English Republic: Poetry, Rhetoric and Politics, 1627–1660. Cambridge University Press. ISBN 0-521-78569-3. • O'Hanlon, Ardal (2008). Global Airlines. Elsevier. ISBN 0-7506-6439-8.

• Oakes, Elizabeth H. (2002). A to Z of STS scientists. Facts on File Inc. ISBN 978-0-8160-4606-5. • Office for National Statistics (2000). Britain 2001: The Official Handbook of the United Kingdom. London: Stationery Office Books. ISBN 978-0-11-621278-8. • Oppenheimer, Stephen (2006).

Origins of the British. Carroll & Graf.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

ISBN 0-7867-1890-0. • Pevsner, Nikolaus (1942). An outline of European architecture. University of Michigan. ISBN 0-14-061613-6. • Pollard, A.J. (2004). Imagining Robin Hood. Routledge. ISBN 0-415-22308-3. • Rankov, Boris (1994). The Praetorian Guard. Osprey Publishing. ISBN 1-85532-361-3. • Redcliffe-Maud, John; Wood, Bruce (1974). English Local Government Reformed. London: Oxford University Press. ISBN 0-19-885091-3. • Reitan, Earl Aaron (2003). The Thatcher Revolution. Rowman & Littlefield.

ISBN 0-7425-2203-2. • Ripley, George (1869). The New American Cyclopædia. D. Appleton. • Rogers, Pat (2001). The Oxford illustrated history of English literature. Oxford University Press.

ISBN 0-19-285437-2. • Room, Adrian (2006). Placenames of the World. McFarland. ISBN 0-7864-2248-3. • Rowse, Alfred (1971). Elizabethan Renaissance. Scribner. ISBN 0-684-12682-6. • Saunders, Paul (1982). Edward Jenner, the Cheltenham years, 1795–1823. University Press of New England. ISBN 978-0-87451-215-1. • Scruton, Roger (1982). A dictionary of political thought. Macmillan. ISBN 0-333-33439-6. • Singh, Udai (2009). Decentralized democratic governance in new millennium.

Concept Publishing Company. ISBN 81-8069-540-9. Parameter -isbn-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Stradling, R.A.

(1993). The English musical Renaissance, 1860–1940. Taylor & Francis. ISBN 0-415-03493-0. • UK Parliament (2007). Department for Transport annual report 2007. Stationery Office. ISBN 978-0-10-170952-1.

Parameter -isbn-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Underdown, David (2000). Start of Play: Cricket and Culture in 18th century England. Allen Lane. ISBN 0-7139-9330-8.

• Ward, Paul (2004). Britishness Since 1870. Routledge. ISBN 978-0-203-49472-1. • Warner, Charles (1902). Library of the world's best literature, ancient and modern. International society.

ISBN 1-60520-202-9. • Watson, John (1985). English poetry of the Romantic period, 1789–1830. Longman. ISBN 0-582-49259-9. • Webster, Frederick A.M. (1937). Our great public schools: their traditions, customs and games. London: Ward, Lock. OCLC 638146843. • West, Anne (2003). Underachievement in schools.

Routledge. ISBN 978-0-415-24132-8. • White, Fred (2009). Physical Signs in Medicine and Surgery: An Atlas of Rare, Lost and Forgotten Physical Signs. Xlibris Corp. ISBN 978-1-4415-0829-4. • White, Peter (2002). Public transport. Taylor & Francis. ISBN 0-415-25772-7. • Wilson, David; Game, Chris (2002).

Local Government in the United Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota (edisi ke-3rd). Basingstoke: Palgrave MacMillan. ISBN 978-0-333-94859-0. • Withington, Robert (2008). English Pageantry; An Historical Outline. Read Books. ISBN 978-1-4086-8062-9.

• World Book (2007). The World Book Encyclopedia, Volume 6. University of Michigan. ISBN 0-7166-0102-8. • Wright, Kevin J (2008). The Christian Travel Planner. Thomas Nelson Inc. ISBN 1-4016-0374-2. • Young, Robert JC (2008). The Idea of English Ethnicity. Blackwell. ISBN 978-1-4051-0129-5. • Ziegler, Philip (2003). The Black Death (edisi ke-New).

Sutton: Sutton Publishing Ltd. ISBN 978-0-7509-3202-8. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Cari tahu mengenai England pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku • (Inggris) Situs resmi Pemerintahan Britania Raya Diarsipkan 2007-01-23 di Wayback Machine.

• (Inggris) English Heritage – badan nasional yang melindungi situs bersejarah di Inggris • (Inggris) Natural England – kehidupan alam di Inggris • (Inggris) Enjoy England – situs resmi pariwisata Inggris • (Inggris) BBC England – informasi Inggris di BBC • • OpenStreetMap memiliki data geografis tentang Inggris • Informasi tentang pariwisata Inggris di Wikivoyage bahasa Inggris • Combined Counties League • East Midlands Counties League ( hanya ditingkat 10) • Eastern Counties League • Essex Senior League ( hanya ditingkat 9) • Hellenic League • Midland League • Northern Counties East League • Northern League • North West Counties League • Southern Combination League • Southern Counties East League • South West Peninsula League ( hanya ditingkat 10) • Spartan South Midlands League • United Counties League • Wessex Football League • Western League • West Midlands League ( hanya ditingkat 10) • Albania • Andorra • Armenia 1 • Austria • Azerbaijan 1 • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Inggris • Irlandia Utara • Skotlandia • Wales • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Georgia 1 • Hongaria • Republik Irlandia • Islandia • Italia • Jerman • Kazakhstan 2 • Kroasia • Latvia • Liechtenstein • Lituania • Luksemburg • Makedonia Utara • Malta • Moldova • Monako • Montenegro • Norwegia • Polandia • Portugal • Prancis • Rumania • Rusia 2 • San Marino • Serbia • Siprus 1 • Slovenia • Slowakia inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota Spanyol • Swedia • Swiss • Turki 2 • Ukraina • Vatikan • Yunani Negara dengan pengakuan terbatas Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Artikel mengandung aksara Prancis • Pages using infobox country with unknown parameters • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Artikel dengan mikroformat hAudio • Galat CS1: ISBN • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 26 April 2022, pukul 03.15.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
observatorium suriah yang berbasis di inggris untuk hak asasi manusia dan nawaf observatorium suriah yang berbasis di inggris untuk hak asasi manusiayang observatorium surya observatorium terkenal observatorium tersebut observatorium udara observatorium ulugh beg observatorium utama observatorium vatikan observatoriumyang observatorium yang observatorium yang akan observatorium yang berbasis di inggris observatorium yang dibangun observatorium yerkes observatory observatory di chile observatory didirikan observatory for observatory hill observatory juga Kontak Mengenai Privacy Policy Tr-ex.me in english English Magyar Српски Български Slovenský اردو عربى Română Español Português मराठी తెలుగు 中文 தமிழ் മലയാളം Tagalog বাংলা Tiếng việt Bahasa malay ไทย 한국어 日本語 Deutsch Русский Turkce Polski हिंदी Français Nederlands Hrvatski Italiano Svenska Český Dansk Suomi Norsk and required to achieve the purposes illustrated in the cookie policy.

If you want to know more or withdraw your consent to all or some of the cookies, please refer to the cookie policy. By closing this banner, scrolling this page, clicking a link or continuing to browse otherwise, you agree to the use of cookies. More OK Observatorium Kerajaan, Greenwich adalah suatu observatorium yang terletak di Greenwich Park, Greenwich, London, Britania Raya. Bangunan yang menghadap sungai Thames ini diresmikan pada tahun 1675 oleh Raja Charles II, bersamaan dengan dibentuknya jabatan Astronomer Royal (saat itu dijabat oleh John Flamsteed) sebagai direktur observatorium.

Property Value dbpedia-owl:abstract • Observatorium Kerajaan, Greenwich adalah suatu observatorium yang terletak di Greenwich Park, Greenwich, London, Britania Raya.

Bangunan yang menghadap sungai Thames ini diresmikan pada tahun 1675 oleh Raja Charles II, bersamaan dengan dibentuknya jabatan Astronomer Royal (saat itu dijabat oleh John Flamsteed) sebagai direktur observatorium.

dbpedia-owl:thumbnail • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Royal_observatory_greenwich.jpg/200px-Royal_observatory_greenwich.jpg dbpedia-owl:wikiPageExternalLink • http://www.nmm.ac.uk/ • http://www.nao.rl.ac.uk/ • http://www.rog.nmm.ac.uk/ • http://www.the-observatory.org/ • http://www.ing.iac.es dbpedia-owl:wikiPageID • 154854 (xsd:integer) dbpedia-owl:wikiPageRevisionID • 6658046 (xsd:integer) dbpedia-owl:wikiPageWikiLink • dbpedia-id:Britania_Raya • dbpedia-id:Bahasa_Inggris inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota dbpedia-id:Greenwich • dbpedia-id:John_Flamsteed • dbpedia-id:London • dbpedia-id:Observatorium • dbpedia-id:Sungai_Thames • dbpedia-id:Kategori:Museum_di_Britania_Raya • dbpedia-id:Kategori:Observatorium_di_Britania_Raya • dbpedia-id:1675 • dbpedia-id:Raja_Charles_II • dbpedia-id:Berkas:Royal_observatory_greenwich.jpg dcterms:subject • dbpedia-id:Kategori:Museum_di_Britania_Raya • dbpedia-id:Kategori:Observatorium_di_Britania_Raya rdfs:comment • Observatorium Kerajaan, Greenwich adalah suatu observatorium yang terletak di Greenwich Park, Greenwich, London, Britania Raya.

Bangunan yang menghadap sungai Thames ini diresmikan pada tahun 1675 oleh Raja Charles II, bersamaan dengan dibentuknya jabatan Astronomer Royal (saat itu dijabat oleh John Flamsteed) sebagai direktur observatorium. rdfs:label • Observatorium Kerajaan http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom • wiki-id:Observatorium_Kerajaan?oldid=6658046 foaf:depiction • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8a/Royal_observatory_greenwich.jpg foaf:isPrimaryTopicOf • wiki-id:Observatorium_Kerajaan owl:sameAs • dbpedia-id:Observatorium_Kerajaan is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of • dbpedia-id:Royal_Observatory,_Greenwich • dbpedia-id:Observatorium_Greenwich • dbpedia-id:Royal_Greenwich_Observatory • dbpedia-id:Observatorium_kerajaan is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of • dbpedia-id:Britania_Raya • dbpedia-id:Benjamin_Vulliamy • dbpedia-id:Waktu_Standar_India • dbpedia-id:London • dbpedia-id:Jam_matahari_Whitehurst_&_Son • dbpedia-id:Royal_Observatory,_Greenwich • dbpedia-id:Observatorium_Greenwich • dbpedia-id:Royal_Greenwich_Observatory • dbpedia-id:Observatorium_kerajaan is foaf:primaryTopic of • wiki-id:Observatorium_Kerajaan
di objek ini di objek wisata di objek wisata ini di oblast chelyabinsk di obligasi pemerintah diobrak-abrik diobral di obral di obrolan grup diobservasi di observatorium mereka di observatorium palomar di obyek wisata dio cassius di ocean city di ocean club di ocean drive di ocean of di ocean park di ocean view diocesan Kontak Mengenai Privacy Policy Tr-ex.me in english English Magyar Српски Български Slovenský اردو عربى Română Español Português मराठी తెలుగు 中文 தமிழ் മലയാളം Tagalog বাংলা Tiếng việt Bahasa malay ไทย 한국어 日本語 Deutsch Русский Turkce Polski हिंदी Français Nederlands Hrvatski Italiano Svenska Český Dansk Suomi Norsk and required to achieve the purposes illustrated in the cookie policy.

If you want to know more or withdraw your consent to all or some of the cookies, please refer to the cookie policy. By closing this banner, scrolling this page, clicking a link or continuing to browse otherwise, you agree to the use of cookies. More OK
Ukurannya yang relatif kecil dan jaringan transportasi yang baik memungkinkan Anda untuk melihat banyak hal saat berada di sini.

Negara Inggris terletak pada 50 derajat LU-60 derajat LU dan 8 derajat BB-2 derajat BT. Royal Observatory Greenwich Dan Semua Tentang London Pemandangan Terjemahan frasa AKU BERADA DI KOTA dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan AKU BERADA DI KOTA dalam kalimat dengan terjemahannya.

Observatorium inggris berada di kota. Salah satunya adalah Stonehenge yang berada di Inggris yang merupakan observatorium kuno. Kesaksian Sejatinya observatorium pertama di dunia dibangun oleh seorang astronom Yunani bernama Hipparchus 150 SM. Kota di inggris yang menjadi penentu waktu internasional adalah.

Royal Observatory Greenwich yang dulu dikenal dengan nama Royal Greenwich Observatory atau RGO adalah suatu observatorium yang terletak di Greenwich Park Greenwich London Britania RayaBangunan yang menghadap sungai Thames ini diresmikan pada tahun 1675 oleh Raja Charles II bersamaan dengan dibentuknya jabatan Astronomer.

Negara Britania Raya terbagi menjadi 4 wilayah negara yaitu Inggris Skotlandia Wales dan Irlandia Utara dimana Inggris kerap dijadikan representasi utama dari Britania Raya.

Maka anggapan semula bahwa tapak observatorium Mohr terletak di dalam lahan Yayasan Pendidikan Ricci atau Gereja Katolik Santa Maria de Fatima pun gugur sebab keduanya berada di sebelah barat wihara Dharma Bhakti.

Letaknya yang jauh dari permukiman dan berada di wilayah yang lapang membantu kerja para astronom. Ibu kotanya adalah Amsterdam sedangkan pusat pemerintahan dan kedudukan monarkinya berada di Den Haag.

Penetapan Kota Greenwich sebagai mula perhitungan waktu menurut geolog Mesir Dr Zaglur Najjar yang juga dosen ilmu bumi di Wales University Inggris tidak terlepas dari pengaruh Inggris pada kala itu yang merupakan kekuatan kolonial super power dunia. NORWICH - Liverpool menang 3-0 atas Norwich City pada putaran ketiga Piala Liga Inggris 20212022 Rabu 2292021 dini hari WIB.

Di ujung jalan inilah kemungkinan tapak observatorium Mohr berada. Industri tekstil terdapat di kota Glasgow Lanchashire dan Manchester. Posisinya berada di Benua Eropa yang secara geografis berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik di Utara Irlandia dan Samudra Atlantik di sebelah Barat Laut Utara disebelah Timur dan Selat English Channel di Selatan.

Nampak bangunan SD Katolik Ricci 1. Observatorium luar biasa ini dibangun pada tahun 1420 oleh seorang penguasa Timurid bernama Ulugh Begh. Gelandang timnas Inggris Jesse Lingard kedua kiri dan rekan merayakan gol ke gawang Belanda pada laga persahabatan di Amsterdam Arena Sabtu 243 dini hari WIB.

Mengenal Planetarium dan Observatorium. Planetarium yang satu ini masih aktif digunakan namun karena wilayahnya yang berada di lingkungan TNI membuat planetarium ini tidak bisa sembarangan dikunjungi.

Johnya menambahkan Kelebihan lain adalah teleskop-teleskop yang ditunjang oleh instrumen. In May 1963. Terjemahan dari Pemerintahan kota di Bahasa inggris Hasil. Ketika aku berada di kota aku bertemu ah hee. United States Naval Observatory USNO adalah salah satu badan sains tertua di Amerika SerikatBerada di Barat Laut dari kota Washington DCBadan ini adalah satu dari sedikit observatorium yang terletak di inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota besar waktu pertama kali dibangun lokasi ini jauh dari polusi cahaya yang dibuat oleh kota yang masih kecil dulu. Indutri sutra tiruan sintetis terdapat di kota Yorkshire dan Lancashire. Observatorium memiliki atap kubah yang bentuknya setengah lingkaran dan terdapat teleskop permanen yang berfungsi untuk mengamati langit.

Wahana simulai angkasa yang satu ini berada di kota Surabaya Jawa Timur. Lorong jalan Kemurnian 2. Nama kota di Inggris Inggris adalah negara yang berada di Eropa bagian BaratInggris merupakan bagian dari Britania Raya atau United Kingdom.

Industri galangan kapal terdapat di kota Greenoch dan Peasly. Oleh karenanya kota tersebut ditetapkan sebagai penentu waktu. Berada di Lembang Jawa Barat yang ditempuh dengan jarak 15 km di utara Bandung bangunan ini sangat cocok untuk mempelajari ilmu astronomi. Polusi cahaya sangat minimal membantu proses pengamatan. Lokasinya berada pada ketinggian 1310m dari permukaan laut atau pada ketinggian 630m dari plato Bandung jika anda berangkat dari stasiun kereta api Bandung berarti anda mendaki setinggi 630m.

Menjadikan Menara Dizdar sebagai sebuah observatorium. Observatorium Bosscha Lembang Bandung langitselatan Letaknya yang berada di ketinggian sekitar 1310. Tentang Ambisi Lingard Bela Inggris di Piala Dunia 2022. Observatorium Bosscha terletak di Lembang sekitar 15 km ke arah Utara Bandung dengan koordinat geografis 107 36 BT 6 49 LS. Ia merasakan suasana luar biasa di. Namun di mata ahli astronomi muslim abad pertengahan konsep observatorium yang digagas oleh Hipparcus itu jauh dari memadai.

Observatorium Kerajaan Greenwich Bahasa Inggris. Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit seperti asal-usul. Bangunan observatorium Ulugh Beg di Samarkand berwujud sebagai peralatan raksasa yang dirancang sedemikian rupa untuk mengamati bintang-bintang di satu lokasi yang tetap di cakrawala.

Berkat kemenangan di Carrow Road itu maka Liverpool berhak melaju ke babak berikutnya. Cara mudah untuk membedakan planetarium dan observatorium ini adalah dengan melihat bentuk bangunannya.

Bermain di markas Norwich yakni di Stadion. Partai yang menang di kota ini akan memenangkan pemilu nasional dan membentuk pemerintah. The Reds menang berkat dua gol yang disumbangkan Takumi Minamino dan Divock Origi. Keputusan ini dikeluarkan karena pasukan pemberontak di Tigray terus bergerak mengarah ke ibu kota. Lokasinya ada di Museum Loka Jala Crana yang dikelola oleh TNI Angkatan Laut sejak berdiri pada tahun 1969.

Kedutaan Besar AS di Addis Ababa ibu kota Etiopia Kamis 4112021 mengizinkan staf pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk pergi dari negara itu secara sukarela. Berikut sejumlah fakta menarik tentang Gunung. Dibentuk tahun 1830 sebagai Dipo Peta dan Peralatan tugas utama. Para pemain AC Milan melakukan selebrasi usai berhasil mengalahkan AS Roma di Stadion Olimpico Senin 1112021 dini hari WIB AC Milan menang dengan skor 21 Gol Milan dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic pada menit ke25 dan Franck Kessie menit ke57 dengan hasil ini Rossoneri berada diperingkat kedua sedangkan Serigala Ibu Kota berada diperingkat keempat nbsp Foto Reuters hru.

La Silla terletak di Gurun Atacama Cile pada ketinggian 2400 meter. Interiornya berupa sebuah terowongan batu yang cukup lebar dan panjang di mana pangkalnya berada di bawah tanah dan berujung pada alam terbuka beratapkan langit. Walau berada di pelosok namun nantinya LAPAN bakal membangun jalan dari dan ke observatorium sehingga soal kunjungan tak lagi merepotkan.

Dua pemukiman berada dalam pemerintahan kota. Dua kota ini merupakan pusat industri galangan kapal Inggris sedang daerah yang lainnya yaitu London dan New Castle. Nama kota di Belanda Belanda adalah negara yang berada di Eropa BaratBelanda menganut demokrasi parlementer yang disusun sebagai negara kesatuan. Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit seperti bintang planet komet nebula gugus bintang atau galaksi serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi.

Pada masa itu hampir semua wilayah di dunia ini berada di bawah kekuasaan Inggris. Liburan Ke Mana Neh Wisata Science Di Bandung Asyik Untuk Dikunjungi Loh Ini Tempat Tempatnya Tribunjabar Id Berkunjung Di Peneropong Bintang Bosscha Lembang Ulasan Observatorium Bosscha Lembang Indonesia Tripadvisor Bandung Ada Bosscha Tomohon Kini Punya Mlo Okezone News Bosscha Observatory Lembang Destimap Destinations On Map 5 Observatorium Terbaik Di Dunia Cocok Bagi Yang Suka Astronomi Observatorium Astronomi Di Era Tamadun Islam Republika Online Wisata Edukasi Di 6 Observatorium Dan Planetarium Di Indonesia Observatorium Cambridge Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Bosscha Observatory Lembang Destimap Destinations On Map 6 Fakta Unik Observatorium Bosscha Di Bandung Tempat Ikonik Dalam Film Petualangan Sherina Halaman All Tribun Travel Nasiruddin Al Tusi Ilmuwan Serba Bisa Dari Persia 3 Republika Online 2 Tempat Melihat Gerhana Matahari Cincin Yang Digelar Observatorium Bosscha Lebih Dekat Mengenal Observatorium Bosscha Antara News Meneropong Angkasa Luar Di Observatorium Bosscha Okezone News Permulaan Tradisi Independen Astronomi Sejarah Observatorium Bosscha 10 Foto Observatorium Bosscha Harga Tiket Masuk Itb Lembang Bandung Sejarah Pengertian Jejakpiknik Com Observatorium Cambridge Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Observatorium Bosscha Sejarah Teleskop Dan Ancaman Republika Online Tur Observatory Arecibo• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • کوردی • Qırımtatarca • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Лезги • Lingua Franca Nova • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sardu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Peta anakronis yang menunjukkan wilayah yang pernah menjadi bagian dari Imperium Britania.

Wilayah Seberang Laut Britania ditandai dengan tulisan merah. Ibu kota London Imperium Britania ( bahasa Inggris: British Empire) adalah suatu imperium kekuasaan yang terdiri dari wilayah-wilayah koloni, protektorat, mandat, dominion dan wilayah lain yang pernah diperintah atau dikuasai oleh Britania Raya.

Imperium Britania dimulai pada akhir abad ke-16 sejalan dengan berkembangnya kekuatan Angkatan Laut Britania Raya dan merupakan imperium yang paling luas dalam sejarah dunia serta pada suatu periode tertentu pernah menjadi kekuatan utama di dunia. [1] Pada tahun 1922, Imperium Britania mencakup populasi sekitar 458 juta orang, kurang lebih seperlima populasi dunia pada waktu itu, [2] yang membentang seluas lebih dari 33.700.000 km 2 (13.012.000 sq mi), atau sekitar seperempat luas total bumi.

[3] [4] Akibatnya, pengaruh Britania Raya, terutama Inggris, melekat kuat di seantero dunia: dalam praktik ekonomi, hukum dan sistem pemerintahan, masyarakat, olahraga (seperti kriket dan sepak bola), serta penggunaan bahasa Inggris. Imperium Britania pada suatu masa pernah dijuluki sebagai "kerajaan tempat Matahari tak pernah tenggelam" karena wilayahnya membentang sepanjang bola dunia dan dengan demikian Matahari selalu bersinar, paling tidak di salah satu dari begitu banyak koloninya.

Selama Zaman Penjelajahan pada abad ke-15 dan 16, Portugal dan Spanyol memelopori penjelajahan maritim Eropa ke berbagai belahan dunia sekaligus mendirikan wilayah koloni. Iri melihat keberhasilan dan kejayaan yang mereka peroleh, Inggris, Prancis dan Belanda mulai membentuk koloni dan jaringan perdagangan mereka sendiri di Amerika dan Asia.

[5] Serangkaian kemenangan dalam peperangan pada abad ke-17 dan 18 dengan Prancis dan Belanda membuat Inggris (kemudian bernama Britania Raya setelah bersatu dengan Skotlandia pada tahun 1707) memperoleh wilayah-wilayah koloni yang dominan di India dan Amerika Utara. Lepasnya Tiga Belas Koloni Britania di Amerika Utara pada tahun 1787 setelah perang kemerdekaan membuat Britania kehilangan wilayah koloninya yang paling tua dan paling padat penduduknya.

Lepasnya Amerika Utara membuat perhatian Britania beralih ke wilayah-wilayah koloni di Afrika, Asia dan Pasifik. Setelah kekalahan Napoleon Prancis pada tahun 1815, Britania berkesempatan untuk memperluas imperiumnya ke seantero dunia dan menjadi negara imperialis paling berjaya dan tak tertandingi pada waktu itu.

Beberapa wilayah koloninya dijadikan sebagai koloni imigran kulit putih dan beberapa di antaranya dijadikan sebagai wilayah dominion. Kebangkitan Jerman dan Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 turut menyebabkan pudarnya kejayaan Britania. Ketegangan militer dan ekonomi antara Britania Raya dan Jerman adalah penyebab utama Perang Dunia I, ketika Britania sangat bergantung pada imperiumnya.

Perang tersebut telah menyebabkan hancurnya sistem keuangan Britania dan walaupun Britania masih merupakan negara dengan wilayah jajahan terluas setelah Perang Dunia I, Britania tidak lagi menjadi pemimpin perekonomian dan militer di dunia.

Perang Dunia II menyebabkan sebagian besar koloni Britania di Asia Tenggara diduduki oleh Jepang. Meskipun pada akhirnya Britania dan Sekutu berhasil memenangkan Perang Dunia II, perang ini turut berdampak pada semakin sempitnya wilayah imperium Britania. Dua tahun setelah perang berakhir, India—koloni Britania yang paling berharga—memperoleh kemerdekaannya. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagai akibat dari gerakan dekolonisasi negara-negara terjajah, Britania memberi kemerdekaan pada sebagian besar koloninya.

Proses dekolonisasi ini berakhir dengan diserahkannya Hong Kong ke tangan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1997. Empat belas koloni Britania yang masih tersisa (disebut dengan Wilayah Seberang Laut Britania) tetap berada di bawah kedaulatan Britania Raya.

Setelah kemerdekaan, banyak bekas koloni Britania yang bergabung dengan Negara-Negara Persemakmuran, yaitu suatu persatuan secara sukarela yang melibatkan negara-negara berdaulat yang didirikan atau pernah dijajah oleh Britania Raya. Enam belas anggota Persemakmuran mengakui Ratu Elizabeth II sebagai Ketua Persemakmuran sekaligus kepala negara.

Daftar isi • 1 Awal (1497–1583) • 1.1 Kolonisasi Irlandia • 2 Imperium Britania pertama (1583–1783) • 2.1 Amerika, Afrika dan perdagangan budak • 2.2 Persaingan dengan Belanda di Asia • 2.3 Persaingan dengan Prancis • 3 Imperium Britania kedua (1783–1815) • 3.1 Penguasaan India • 3.2 Lepasnya Tiga Belas Koloni • 3.3 Penjelajahan Pasifik • 3.4 Peperangan dengan Napoleon • 3.5 Pendudukan Hindia Belanda • 3.6 Penghapusan sistem perbudakan • 4 Era keemasan Imperium Britania (1815–1914) • 4.1 East India Company di Asia • 4.2 Persaingan dengan Rusia • 4.3 Dari Cape ke Kairo • 4.4 Perubahan status koloni kulit putih • 5 Perang Dunia (1914–1945) • 5.1 Perang Dunia I • 5.2 Periode antar-perang • 5.2.1 Perang Kemerdekaan Irlandia • 5.2.2 Status koloni di Asia • 5.2.3 Kemerdekaan domini • 5.3 Perang Dunia II • 6 Dekolonisasi dan keruntuhan (1945–1997) • 6.1 Awal kemunduran • 6.1.1 Kemerdekaan India • 6.1.2 Status Palestina • 6.1.3 Kemerdekaan Malaysia • 6.2 Krisis Suez dan dampaknya • 6.3 Angin perubahan • 6.4 Akhir Imperium Britania • 7 Peninggalan • 8 Lihat pula • 9 Referensi • 9.1 Catatan kaki • 9.2 Bibliografi • 10 Pranala luar Awal (1497–1583) Patung John Cabot di Newfoundland, koloni seberang lautan pertama Britania.

Ide mengenai penjelajahan seberang lautan (dalam pengertian eksplorasi lautan di luar Eropa dan Kepulauan Britania) sudah dicetuskan saat Inggris dan Skotlandia masih merupakan suatu pemerintahan yang terpisah. Pada tahun 1496, Henry VII dari Inggris ingin mengikuti keberhasilan Spanyol dan Portugis (Portugal) dalam penjelajahan seberang lautan. Ia kemudian menugaskan John Cabot memimpin pelayaran untuk menemukan rute menuju Asia melalui Samudera Atlantik Utara.

[6] Cabot mulai berlayar pada tahun 1497; lima tahun setelah penemuan benua Amerika oleh Columbus. Meskipun pada akhirnya ia berhasil berlabuh di pantai Newfoundland, ia mengira kalau ia sudah mencapai Asia dan pada akhirnya tidak berhasil mendirikan koloni.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

{INSERTKEYS} [7] Cabot memimpin pelayaran lain ke Amerika pada tahun berikutnya namun tidak diketahui lagi kabarnya.

[8] Tidak ada upaya lebih lanjut untuk mendirikan koloni Inggris di Amerika hingga memasuki masa pemerintahan Elizabeth I pada dekade terakhir abad ke-16. [9] Adanya gerakan Reformasi Protestan telah membuat Inggris bermusuhan dengan Katolik Spanyol.

[6] Pada tahun 1562, Kerajaan Inggris memerintahkan navigator John Hawkins dan Francis Drake untuk menyerang kapal-kapal Spanyol dan Portugis yang melintas di lepas pantai Afrika Barat dengan tujuan untuk melumpuhkan sistem perdagangan di Atlantik.

[10] Upaya ini tidak berhasil dan kemudian, saat Perang Inggris-Spanyol terjadi, Elizabeth I memerintahkan penyerangan terhadap pelabuhan Spanyol di Amerika dan kapal-kapal Spanyol yang melintasi Atlantik serta membajak kapal-kapal Spanyol yang sarat dengan harta dari Dunia Baru.

[11] Pada saat yang sama, penulis yang berpengaruh seperti Richard Hakluyt dan John Dee (yang pertama kali menggunakan istilah Imperium Britania) mulai menekan kerajaan agar segera memulai penjelajahan seberang lautan. [12] Pada saat itu, Spanyol telah menguasai Amerika, Portugis telah mendirikan pos perdagangan dan benteng di pantai Afrika, Brasil dan Tiongkok, sedangkan Prancis sudah mencapai Sungai Saint Lawrence dan kemudian mendirikan koloni Prancis Baru.

[13] Kolonisasi Irlandia Meskipun Inggris jauh tertinggal di belakang negara-negara Eropa lainnya dalam membangun koloni seberang lautan, Inggris telah berhasil menguasai Irlandia pada abad ke-16. [14] [15] Beberapa orang yang berperan dalam kolonisasi Irlandia ini selanjutnya juga berperan dalam proses kolonisasi awal di Amerika Utara, kelompok ini selanjutnya dikenal sebagai "para lelaki dari barat".

[16] Imperium Britania pertama (1583–1783) Pada tahun 1578, Ratu Elizabeth I memerintahkan Humphrey Gilbert untuk memulai penjelajahan seberang lautan. [17] Gilbert kemudian berlayar menuju Hindia Barat dengan tujuan untuk membajak kapal-kapal Spanyol dan memulai kolonisasi di Amerika Utara. Namun, ekspedisi ini dihentikan sebelum mencapai Samudera Atlantik. [18] [19] Pada tahun 1583, Gilbert melakukan pelayaran kedua. Dalam pelayaran itu, ia berhasil mencapai Newfoundland dan mengklaim wilayah itu sebagai koloni Inggris pertama, meskipun pada saat itu pulau tersebut tidak berpenghuni.

Gilbert tidak berhasil kembali ke Inggris, kemudian ia digantikan oleh saudara tirinya, Walter Raleigh, yang diberi mandat oleh Ratu Elizabeth I pada tahun 1584. Raleigh berhasil membangun koloni di Roanoke (sekarang North Carolina), tetapi kurangnya persediaan makanan menyebabkan upaya untuk membangun koloni lebih lanjut gagal dilakukan.

[20] Tahun 1603, Raja James VI dari Skotlandia naik takhta menjadi raja Inggris dan mengesahkan Traktat London 1604 yang mengakhiri permusuhan dengan Spanyol.

Setelah berdamai dengan saingan utamanya, upaya Inggris terfokus untuk mengambil alih wilayah-wilayah koloni negara lain dan membangun koloni seberang lautan sendiri. [21] Imperium Britania mulai terbentuk pada awal abad ke-17, yang mencakup wilayah-wilayah di Amerika Utara dan pulau-pulau kecil di Karibia serta membentuk kongsi dagang bernama East India Company (EIC) untuk mengelola dan mengendalikan perdagangan di wilayah koloni Britania. Periode ini hingga terjadinya Perang Kemerdekaan Amerika Serikat yang menyebabkan lepasnya Tiga Belas Koloni Britania di akhir abad ke-18 disebut sebagai "Imperium Britania pertama".

[22] Amerika, Afrika dan perdagangan budak Pada awalnya, Karibia merupakan koloni Inggris yang paling penting dan menguntungkan, [23] namun itu sebelum upaya kolonisasi di beberapa wilayah mengalami kegagalan.

Kolonisasi di Guyana pada tahun 1604 hanya berlangsung dua tahun, dan gagal mencapai tujuan utamanya untuk menemukan tambang emas. [24] Upaya kolonisasi di St. Lucia (1605) dan Grenada (1609) juga tidak berhasil. Namun, tidak semua upaya gagal, koloni Inggris di St. Kitts (1624), Barbados (1627) dan Nevis (1628) berhasil dibentuk. [25] Inggris mengadopsi sistem kolonisasi negara-negara lain kemudian menerapkannya di wilayah-wilayah koloninya.

Sistem yang diadopsi itu antara lain upaya Portugis dalam mengembangkan perkebunan gula di Brasil yang bergantung pada tenaga budak serta kebijakan Belanda dalam penjualan budak dan hasil penjualannya selanjutnya dibelikan gula. [26] Untuk memastikan kalau keuntungan tetap di tangan Inggris, Parlemen Inggris pada tahun 1651 memutuskan hanya kapal-kapal Inggris yang boleh melakukan perdagangan di wilayah-wilayah koloninya dan perdagangan dikuasai oleh EIC.

Keputusan ini menyebabkan permusuhan dengan Belanda yang membangun koloni di bagian timur, kebijakan ini pada akhirnya semakin memperkuat posisi Inggris di Amerika meskipun hal ini merugikan Belanda. [27] Pada tahun 1655, Inggris mencaplok Jamaika dari Spanyol dan pada tahun 1666 berhasil menduduki Bahama.

[28] Peta wilayah koloni Inggris di Amerika Utara periode 1763–1776. Permukiman permanen pertama para imigran dari Inggris di Amerika didirikan tahun 1607 di Jamestown, Virginia yang dipimpin oleh Kapten John Smith dan dikelola oleh perusahaan Inggris bernama Virginia Company.

Bermuda dihuni dan diklaim oleh Inggris setelah adanya kapal dagang yang tenggelam di perairan Bermuda yang menggunakan bendera Inggris pada tahun 1609, kemudian pada tahun 1615, pengelolaan Bermuda diserahkan pada perusahaan Inggris yang baru, Somers Isles Company.

[29] Hak Virginia Company dicabut pada tahun 1624 dan pengelolaan Virginia diberikan kepada kerajaan, yang selanjutnya mendirikan Koloni Virginia. [30] Newfoundland Company didirikan pada tahun 1610 dengan tujuan untuk menciptakan sebuah permukiman permanen di Newfoundland, tetapi tidak berhasil. [31] Pada tahun 1620, Inggris membentuk Koloni Plymouth sebagai tempat pembuangan bagi kelompok separatis Protestan di Inggris. [32] Berikutnya, Inggris mulai membangun koloni-koloni berdasarkan penganut agama.

Tahun 1634, Maryland didirikan sebagai permukiman bagi orang-orang yang menganut Katolik Roma, Rhode Island (1636) didirikan sebagai koloni yang toleran terhadap semua agama dan Connecticut (1639) bagi para penganut Kongregasional.

Sedangkan Carolina didirikan pada tahun 1663. Tahun 1664, Inggris menukar Suriname di Amerika Selatan dengan Fort Amsterdam kepada Belanda. Penukaran ini membuat Inggris menguasai koloni Belanda di Belanda-Baru (sekarang New York). [33] Kemudian, pada tahun 1681, Koloni Pennsylvania didirikan oleh William Penn.

Secara umum, koloni-koloni di Amerika kurang sukses secara finansial dibandingkan dengan koloni Inggris di Karibia, tetapi koloni-koloni di Amerika mempunyai iklim yang sama dengan Eropa serta lahan pertanian yang luas dan subur, hal ini membuat para imigran Inggris lebih suka menetap di Amerika dibanding koloni-koloni lainnya.

[34] Budak dari Afrika yang dipekerjakan di gudang tembakau di Virginia pada abad ke-17. Pada tahun 1670, Raja Charles II memberikan mandat kepada Hudson's Bay Company untuk memonopoli perdagangan bulu di wilayah bagian utara yang dinamakan Dataran Rupert—hamparan luas wilayah yang nantinya akan membentuk sebagian besar Kanada. Benteng dan pos perdagangan didirikan di sana, tetapi sering diserang oleh Prancis, yang juga melakukan perdagangan bulu di Prancis Baru yang lokasinya berdekatan dengan Dataran Rupert.

[35] Dua tahun kemudian, Royal African Company ditugaskan oleh Raja Charles II untuk memonopoli pemasokan budak dari koloni Inggris di Karibia. [36] Sejak awal, perbudakan sudah menjadi dasar dari Imperium Britania di Hindia Barat.

Sampai adanya kebijakan penghapusan perdagangan budak pada tahun 1807, Inggris bertanggung jawab atas perpindahan sekitar 3,5 juta budak Afrika ke Amerika.

Sepertiga dari keseluruhan budak tersebut diangkut melintasi Samudera Atlantik. [37] Untuk memfasilitasi perdagangan ini, benteng dan pos-pos pengawasan didirikan di pantai Afrika Barat seperti Pulau James, Accra dan Pulau Bunce. Di Karibia, persentase penduduk keturunan Afrika meningkat dari 25 persen pada tahun 1650 menjadi sekitar 80 persen pada tahun 1780. Sedangkan di Tiga Belas Koloni meningkat dari 10 persen menjadi 40 persen pada periode yang sama (sebagian besar di koloni-koloni selatan).

[38] Perdagangan budak telah menghasilkan keuntungan yang besar bagi Inggris dan menjadi andalan perekonomian bagi kota-kota di Inggris seperti Bristol dan Liverpool; yang kemudian membentuk suatu jalur perdagangan segitiga dengan Afrika dan Amerika.

Kondisi kapal yang tidak higienis dalam proses pengangkutan budak serta pekerjaan yang keras dan jam kerja yang panjang mengakibatkan tingkat kematian budak sangat tinggi, rata-rata satu dari tujuh budak meninggal selama pengangkutan maupun selama bekerja. [39] Pada tahun 1695, Parlemen Skotlandia memberikan mandat kepada Company of Scotland untuk mengkolonisasi Tanah Genting Panama.

Tetapi proses kolonisasi ini tidak berhasil. Penjelajah Skotlandia dikepung oleh kolonis Spanyol di Granada dan terserang wabah malaria. Akibatnya, koloni ini ditinggalkan dua tahun kemudian. Kegagalan Skotlandia dalam pengkolonisasian Tanah Genting Panama ini (yang dikenal dengan sebutan Bencana Darien) menyebabkan keruntuhan perekonomian Skotlandia sekaligus mengakhiri harapan Skotlandia untuk membentuk imperium seberang lautan sendiri.

[40] Peristiwa ini juga memiliki konsekuensi politik yang besar, membuat Pemerintah Inggris dan Pemerintah Skotlandia berunding mengenai penyatuan kedua negara. Hal ini terjadi pada tahun 1707 dengan disahkannya Undang-Undang Penyatuan pembentukan Kerajaan Britania Raya.

[41] Persaingan dengan Belanda di Asia Fort St. George yang didirikan di Madras pada tahun 1639. Pada akhir abad ke-16, Inggris dan Belanda mulai menentang monopoli Portugis terhadap perdagangan di Asia dengan bekerjasama membentuk kongsi dagang gabungan antara East India Company (EIC) milik Inggris dengan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) milik Belanda pada tahun 1602.

Tujuan utama dari kongsi-kongsi dagang tersebut adalah untuk menguasai pasar perdagangan rempah-rempah yang menguntungkan, terutama di kawasan Kepulauan Hindia Timur serta wilayah sentral jaringan perdagangan di Asia; India.

Pada akhirnya, Inggris dan Belanda justru saling bersaing memperebutkan supremasi perdagangan di Asia dari Portugis.

[42] Meskipun Inggris pada akhirnya bisa mengimbangi posisi Belanda sebagai kekuatan kolonial, dalam waktu singkat sistem keuangan Belanda melesat lebih maju dibandingkan dengan Inggris. [43] Serangkaian peperangan antara Belanda dengan Inggris pada abad ke-17 turut memperpanas persaingan mereka di Asia.

Permusuhan antara kedua negara ini baru berhenti setelah meletusnya Revolusi Agung pada tahun 1688, yaitu saat William III dari Oranye naik tahta menjadi raja Inggris dan mengesahkan kesepakatan damai antara Inggris dan Belanda.

Kesepakatan itu menyatakan kalau Belanda berhak menguasai perdagangan rempah-rempah di Hindia Timur, sedangkan Inggris mendapatkan industri tekstil di India. Meskipun demikian, industri tekstil perlahan-lahan mulai menyalip perdagangan rempah-rempah Belanda dalam hal keuntungan dan penjualan. Kemudian, pada tahun 1720, kejayaan ekonomi Belanda berhasil disusul oleh Britania.

[43] Persaingan dengan Prancis Perdamaian antara Inggris dan Belanda pada tahun 1688 menandakan bahwa kedua negara tersebut akan memasuki Perang Sembilan Tahun sebagai sekutu. Namun, perang tersebut membuat Belanda harus mencurahkan sebagian besar anggaran militernya untuk kepentingan perang, hal ini pada akhirnya membuat kekuasaan kolonial Inggris lebih kuat dari Belanda. [44] Pada abad ke-18, Inggris (kemudian menjadi Britania Raya setelah bersatu dengan Skotlandia pada tahun 1707) berjaya sebagai kekuatan kolonial paling dominan di dunia, dan hanya Prancis yang menjadi saingan utamanya di ranah imperialisme.

[45] Kekalahan Prancis dalam Pertempuran Quebec pada tahun 1759. Setelah kematian Charles II dari Spanyol pada tahun 1700, tahta Spanyol beserta wilayah-wilayah koloninya jatuh ke tangan Philippe dari Anjou, cucu dari Louis XIV dari Prancis.

Philippe kemudian mencetuskan ide mengenai prospek penyatuan Spanyol dan Prancis beserta wilayah koloninya masing-masing untuk membentuk suatu aliansi kolonial yang akan mengalahkan Inggris dan tak tertandingi di Eropa. [46] Pada tahun 1701, Inggris, Portugis dan Belanda bergabung dengan Kekaisaran Romawi Suci untuk melawan Spanyol dan Prancis dalam Perang Suksesi Spanyol.

Perang ini berakhir pada tahun 1713 dengan disahkannya Perjanjian Utrecht, [46] yang menyatakan bahwa Kerajaan Spanyol-Prancis dibagi-bagi dan Britania mendapatkan bagian terbesar: dari Prancis, Britania mendapatkan Newfoundland dan Acadia, sedangkan dari Spanyol, Britania mendapatkan Gibraltar dan Menorca.

Gibraltar (yang saat ini masih dimiliki oleh Britania Raya) dijadikan sebagai pangkalan angkatan laut penting dan memungkinkan Britania untuk mengontrol jalur perdagangan Atlantik dari dan ke Mediterania. Menorca dikembalikan kepada Spanyol dalam Perjanjian Amiens pada tahun 1802 setelah dipindah-tangankan sebanyak tiga kali.

Spanyol juga menyetujui untuk memberikan hak Asiento, yaitu hak untuk menjual budak-budak di Spanyol-Amerika kepada Britania. [47] Perang Tujuh Tahun yang meletus pada tahun 1756 menjadi perang pertama yang berlangsung dalam skala global. Perang ini berlangsung di Eropa, India, Amerika Utara, Karibia, Filipina dan pesisir Afrika. Penandatanganan Perjanjian Paris 1763 yang menandai berakhirnya perang ini memiliki konsekuensi penting terhadap masa depan Imperium Britania.

Di Amerika Utara, kejayaan Prancis berakhir seiring dengan diserahkannya Dataran Rupert (Kanada) kepada Britania. [35] Prancis juga harus merelakan Prancis Baru jatuh ke tangan Britania (meninggalkan sebagian besar penduduk berbahasa Prancis yang berada di bawah kendali Britania). Sedangkan Spanyol menyerahkan Florida dan Louisiana ke tangan Britania.

Di India, setelah Perang Carnatic, Prancis memang masih menguasai India-Prancis, tetapi dengan adanya pembatasan militer dan kewajiban untuk mendukung wilayah-wilayah koloni Britania, harapan Prancis untuk menguasai India pun berakhir. [48] Kemenangan Britania atas Prancis dalam Perang Tujuh Tahun menjadikannya sebagai kekuatan maritim paling kuat di dunia pada saat itu.

[49] Imperium Britania kedua (1783–1815) Kemenangan Robert Clive dalam Pertempuran Plassey. Penguasaan India Selama abad pertama pengoperasiannnya, British East India Company (EIC) cuma terfokus pada perdagangan di India, sama sekali tidak terpikir untuk menantang Kesultanan Mughal, yang memberi izin berdagang pada tahun 1617 karena posisi serta kekuasaannya di India lebih kuat dari Inggris. [50] Namun hal ini berubah pada abad ke-18. Ketika Kesultanan Mughal membatasi hak-hak EIC, Britania dengan EIC berjuang menjatuhkan Kesultanan Mughal—yang dibantu oleh Prancis—dalam Perang Carnatic pada periode 1740-an dan 1750-an.

Dalam Pertempuran Plassey 1757, Britania yang dipimpin oleh Robert Clive berhasil menaklukkan Mughal beserta sekutu Prancisnya. Kemenangan ini menjadikan Britania sebagai penguasa serta kekuatan militer dan politik terbesar di India.

[51] Selama dekade berikutnya, Britania secara bertahap sukses memperluas wilayah teritori yang berada di bawah kekuasaannya di India, baik dengan menguasainya secara langsung ataupun melalui penguasa lokal yang berada di bawah ancaman kekuatan tentara Britania di India. [52] Kemaharajaan Britania (sebutan untuk India Britania) akhirnya tumbuh menjadi harta yang paling berharga bagi Imperium Britania, dijuluki "permata dalam mahkota", mencakup wilayah yang lebih besar dari Kekaisaran Romawi, India menjadi koloni yang paling penting bagi kekuatan Britania, sekaligus membantu mendefinisikan statusnya sebagai imperium terbesar di dunia.

[53] Lepasnya Tiga Belas Koloni Informasi lebih lanjut: Perang Revolusi Amerika Serikat Selama periode 1760-an dan 1770-an, hubungan antara Tiga Belas Koloni dan Britania menjadi semakin tegang, terutama karena Undang-Undang Stempel 1765 yang dikeluarkan oleh Parlemen Britania yang tidak konstitusional.

ParlemenBritania menegaskan bahwa mereka punya hak untuk memberlakukan pajak pada para kolonis. [54] Kolonis mengklaim bahwa karena mereka penduduk Britania, perpajakan tanpa perwakilan rakyat dianggap ilegal. Kolonis di Tiga Belas Koloni membentuk Kongres Kontinental yang bersatu dan pemerintahan bayangan di setiap koloni serta menyerukan istilah " tolak pajak tanpa perwakilan rakyat". Pemboikotan kolonis terhadap teh Inggris yang terkena pajak mendorong terjadinya peristiwa Pesta Teh Boston pada tahun 1773.

Perselisihan demi perselisihan pada akhirnya mengakibatkan terjadinya Revolusi Amerika dan pecahnya Perang Revolusi pada tahun 1775. Tahun berikutnya, koloni menyatakan kemerdekaan atas Britania dan dengan bantuan dari Prancis, Tiga Belas Koloni akhirnya berhasil memenangkan perang pada tahun 1783 dan kemudian mendirikan Amerika Serikat. [55] Tewasnya Jenderal Mercer dalam Pertempuran Princeton oleh John Trumbull. Lepasnya Tiga Belas Koloni di Amerika Utara menandai berakhirnya Imperium Britania pertama.

Lepasnya koloni-koloni Britania yang paling padat penduduknya di Amerika Utara oleh para sejarawan didefinisikan sebagai masa peralihan dari "Imperium Britania pertama" ke "Imperium Britania kedua".

[56] Sejak itu, Britania mengalihkan perhatiannya pada koloni-koloninya yang tersebar di Asia, Pasifik dan Afrika. Tahun 1776, Adam Smith lewat bukunya yang berjudul The Wealth of Nations menyatakan kritik terhadap merkantilisme. Menurut Smith, ekonomi pasar merupakan sumber utama kemajuan, kerja sama, dan kesejahteraan, sementara campur tangan politik dan peraturan pemerintah merupakan hal yang tidak ekonomis, kemunduran, dan dapat menyebabkan konflik. [49] [57] Pertumbuhan perdagangan antara Amerika Serikat sebagai negara yang baru merdeka dengan Britania Raya sebagai negara tua sejak tahun 1783 membuktikan teori Smith bahwa kontrol politik tidak diperlukan untuk keberhasilan ekonomi.

[58] [59] Ketegangan antara kedua negara ini meningkat selama berlangsungnya Perang Napoleon. Britania berusaha untuk memutuskan hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan Prancis. Pada tahun 1812, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Britania, dan kedua negara tersebut saling menyerbu.

Namun, konflik lebih lanjut di antara kedua negara itu berhasil dicegah dengan disahkannya Traktat Ghent pada tahun 1815. [60] Serangkaian peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat turut mempengaruhi kebijakan Britania di Kanada.

[61] Sekitar 40.000 hingga 100.000 Loyalis yang telah kalah bermigrasi ke Kanada setelah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. [62] Kurang lebih 14.000 Loyalis menetap di sepanjang sungai Saint John dan Saint Croix (sekarang bagian dari Nova Scotia). Tetapi mereka menganggap kalau lokasinya terlalu jauh dari pusat pemerintahan provinsi di Halifax. Oleh sebab itu, Britania kemudian memekarkan New Brunswick menjadi satu koloni terpisah pada tahun 1784. [63] Undang-Undang Konstitusi 1791 disahkan untuk membagi Kanada jadi dua bagian, yaitu Provinsi Kanada Hulu (untuk penduduk berbahasa Inggris) dan Kanada Hilir (untuk penduduk berbahasa Prancis) dengan tujuan meredakan ketegangan antara komunitas Prancis dan komunitas Inggris di Kanada.

Sistem pemerintahan yang diterapkan di Kanada harus berpedoman pada Britania Raya untuk menegaskan kewenangan imperialisnya dan segala jenis kontrol pemerintahan yang dianggap sebagai penyebab Revolusi Amerika tidak diijinkan. [64] Penjelajahan Pasifik James Cook, penjelajah Inggris yang menemukan pantai timur di benua selatan baru bernama Australia. Sejak tahun 1718, pembuangan orang-orang Britania ke koloni-koloni di Amerika Utara telah menjadi suatu bentuk hukuman bagi berbagai tindak pidana di Britania.

Ribuan orang buangan diangkut setiap tahunnya melewati Atlantik. [65] Tetapi setelah lepasnya Tiga Belas Koloni pada tahun 1783, Britania dipaksa untuk mencari lokasi alternatif sebagai tempat pembuangan baru bagi orang-orang tahanan.

Kemudian, Britania berpaling ke daratan di selatan yang baru ditemukan bernama Australia. [66] Pantai barat Australia sebenarnya telah ditemukan oleh seorang penjelajah Belanda bernama Willem Janszoon pada tahun 1606 yang kemudian dinamakannya Belanda Baru, tetapi tidak ada usaha lebih lanjut untuk membangun koloni di sana sampai pada tahun 1770, James Cook menemukan pantai timur Australia dalam perjalanannya menuju Samudera Pasifik Selatan.

Cook mengklaim benua tersebut atas nama Britania dan menamakannya New South Wales. [67] Pada tahun 1778, Joseph Banks, seorang ahli botani yang ikut serta dalam pelayaran bersama Cook memberi saran kepada Pemerintah Britania supaya Australia dijadikan sebagai koloni tahanan yang baru.

Selanjutnya, pada tahun 1787, pengiriman perdana para tahanan dari Britania dilakukan dan sampai di New South Wales pada tahun 1788. [68] Britania terus mengirim para tahanan ke New South Wales hingga tahun 1840. [69] Seiring perkembangannya, koloni Australia akhirnya menjadi koloni yang sangat menguntungkan, terutama karena produksi wol dan tambang emasnya, [70] yang turut didukung oleh adanya "demam emas" yang sedang berlangsung di koloni-koloni Victoria.

Hal ini menjadikan Melbourne sebagai kota terkaya di dunia pada saat itu, [71] sekaligus kota terbesar kedua (setelah London) dalam Imperium Britania. [72] Dalam perjalanannya, Cook juga mengunjungi Selandia Baru, yang ditemukan pertama kali pada tahun 1642 oleh penjelajah Belanda bernama Abel Tasman.

Cook kemudian mengklaim pulau-pulau di Utara dan di Selatan atas nama Kerajaan Britania Raya pada tahun 1769 dan 1770.

Awalnya, interaksi antara Suku Māori; penduduk asli Selandia Baru dengan orang-orang Eropa terbatas hanya pada transaksi perdagangan.Tetapi, permukiman bagi orang-orang Eropa makin diperluas selama dekade awal abad ke-19 dan pos-pos perdagangan banyak didirikan, terutama di Pulau Utara.

Pada tahun 1839, perusahaan Britania bernama New Zealand Company menyatakan rencananya untuk membeli lahan yang luas dan mendirikan koloni di Selandia Baru. Pada tanggal 6 Februari 1840, William Hobson dan sekitar 40 orang tokoh adat Māori menandatangani Perjanjian Waitangi.

[73] Perjanjian ini dianggap sebagai dokumen awal pendirian negara Selandia Baru, [74] namun penafsiran terhadap teks perjanjian versi Britania dan versi Māori amat berbeda, sehingga tidak ada kesepakatan pada masalah yang telah disetujui dan terus menerus menjadi sumber sengketa hingga saat ini.

[75] [76] Peperangan dengan Napoleon Pertempuran Waterloo yang berakhir dengan kekalahan Napoleon. Britania sekali lagi ditantang oleh Prancis di bawah pemerintahan Napoleon Bonaparte. Tetapi tidak seperti perang-perang sebelumnya, perang kali ini lebih merupakan suatu kontes ideologi antar kedua negara. [77] Perang ini tidak hanya mengancam posisi Britania sebagai pemimpin di kancah imperialisme dunia, tetapi Napoleon mengancam akan menyerang Britania sendiri, seperti yang telah dilakukan oleh pasukannya terhadap negara-negara lainnya di Benua Eropa.

[78] Perang Napoleon adalah peperangan pertama yang membuat Britania benar-benar harus menginvestasikan modal dan sumber daya dalam jumlah besar supaya bisa memenangkan peperangan. Pelabuhan Prancis berhasil diblokade oleh Angkatan Laut Britania Raya, yang selanjutnya menjadi penentu kemenangan Britania atas armada Prancis-Spanyol dalam Pertempuran Trafalgar pada tahun 1805. Koloni seberang lautan Britania diserang dan diduduki, termasuk pemberian Belanda, yang dianeksasi oleh Napoleon pada tahun 1810.

Prancis akhirnya berhasil dikalahkan oleh koalisi tentara Eropa pada tahun 1814. [79] Setelah kekalahan Napoleon, Britania lagi-lagi memperoleh keuntungan besar dari hasil perjanjian damai: Prancis menyerahkan Kepulauan Ionia, Malta (yang diduduki pada tahun 1797 dan 1798), Mauritius, St. Lucia, dan Tobago. Sedangkan Spanyol menyerahkan Trinidad, Guyana Belanda dan Koloni Cape. Sementara itu, Britania mengembalikan Guadeloupe, Martinique, Guyana Prancis dan Réunion kepada Prancis serta Jawa dan Suriname kepada Belanda.

[80] Sir Thomas Stamford Bingley Raffles. Pendudukan Hindia Belanda Pada tahun 1811, tentara Britania melancarkan serangan terhadap daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda, termasuk Hindia Timur atau yang lebih dikenal dengan Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Pasukan Britania tidak mengalami kesulitan menghadapi pasukan Belanda.

Selain itu, pasukan Belanda juga mendapat serangan dari pasukan raja-raja di Jawa. Serangan itu menyebabkan Belanda akhirnya menyerah kepada Britania. [81] Oleh sebab itu, sejak tahun 1811 Hindia Timur menjadi jajahan Britania Raya dengan kongsi dagang EIC nya yang dipimpin oleh Gubernur-Jenderal Lord Minto. Lord Minto kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Jawa dengan pangkat Wakil Gubernur Jenderal.

[82] Peristiwa yang terjadi di Eropa selanjutnya turut memengaruhi kekuasaan Britania di Hindia Timur. Napoleon berhasil dikalahkan dalam Pertempuran Leipzig. Sebagai dampak dari kekalahan Napoleon, pada tahun 1814 Britania harus mengembalikan semua daerah kekuasaan Belanda yang pernah dikuasainya melalui Perjanjian London. Raffles tidak setuju atas keputusan-keputusan itu.

[83] Ia meletakkan jabatannya dan kemudian digantikan oleh Wakil Gubernur Jenderal John Fendall. Pada tahun 1816, Fendall menyerahkan Hindia Timur kembali kepada Belanda.

[84] Penghapusan sistem perbudakan Di bawah tekanan yang meningkat dari gerakan abolisionisme, Pemerintah Britania Raya mengesahkan Undang-Undang Perdagangan Budak 1807 yang menghapuskan perdagangan budak di Imperium Britania. {/INSERTKEYS}

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

Pada tahun 1808, Sierra Leone ditetapkan sebagai koloni Britania pertama yang secara resmi membebaskan semua budak. [85] Undang-Undang Penghapusan Perbudakan disahkan pada tahun 1833, dan pada 1 Agustus 1834, sistem perbudakan secara resmi dihapuskan di segenap koloni Britania di seluruh dunia (kecuali St. Helena, Sri Lanka, dan koloni yang dikelola oleh EIC, meskipun pada akhirnya pengecualian ini dicabut). Menurut Undang-Undang Penghapusan Perbudakan, para budak diberi kebebasan dan emansipasi penuh setelah "magang" selama 4 sampai 6 tahun.

[86] Era keemasan Imperium Britania (1815–1914) Penghancuran kapal perang Cina dalam Perang Candu Pertama oleh E. Duncan. Periode antara tahun 1815 sampai 1914 disebut oleh beberapa sejarawan sebagai "era keemasan Imperium Britania", [87] [88] ketika lebih dari 10.000.000 mil persegi (26.000.000 km 2) luas wilayah dan sekitar 400 juta penduduk menjadi bagian dari Imperium Britania.

[89] Kekalahan Napoleon pada tahun 1815 membuat Britania tidak memiliki saingan yang berarti, kecuali Rusia di Asia Tengah. [90] Menjadi yang tak terkalahkan di lautan, Britania kemudian menobatkan dirinya sebagai polisi dunia, yang selanjutnya dikenal sebagai Pax Britannica. [91] Bersamaan dengan hak kontrol tidak resmi yang dimilikinya, posisi Britania yang dominan dalam perdagangan dunia berarti bahwa secara efektif Britania bisa mengendalikan perekonomian dari banyak negara, seperti Tiongkok, Argentina, dan Siam ( Thailand).

Kondisi ini oleh para sejarawan disebut sebagai "imperium informal". [92] [93] Era keemasan Imperium Britania didukung oleh berbagai penemuan teknologi selama masa Revolusi Industri seperti kapal uap dan telegraf. Berbagai teknologi baru yang diciptakan pada paruh kedua abad ke-19 memungkinkan Britania untuk mengontrol dan mempertahankan kejayaan imperiumnya. Pada tahun 1902, koloni-koloni di Imperium Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota bisa saling terhubung berkat adanya penemuan jaringan kabel telegraf yang bernama "All Red Line". [94] East India Company di Asia Kartun yang menggambarkan Benjamin Disraeli memberi Ratu Victoria mahkota baru ketika ia dinobatkan sebagai Maharani India. East India Company (EIC) atau Perusahaan Hindia Timur secara tidak langsung telah ikut berperan serta dalam mendukung kejayaan Imperium Britania di Asia.

Tentara EIC pertama kali bergabung dengan Angkatan Laut Britania saat terjadinya Perang Tujuh Tahun, dan kemudian terus bekerja sama dalam berbagai pertempuran di luar India, inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota antaranya: pengusiran Napoleon dari Mesir (1799), pengambilalihan Jawa dari Belanda (1811), akuisisi Singapura (1819) dan Malaka (1824) serta pendudukan Birma (1826). [90] Berawal dari basis di India, inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota tahun 1730 EIC lambat laun mulai melebarkan jalur perdagangannya dengan merambah perdagangan opium (candu) dengan Tiongkok. Perdagangan ini sangat menguntungkan namun ilegal karena dilarang oleh Dinasti Qing sejak tahun 1729.

Perdagangan opium ini membantu mengembalikan ketidakseimbangan perdagangan Britania akibat impor teh yang tidak menghasilkan keuntungan di Tiongkok. [95] Pada tahun 1839, sekitar 20.000 peti candu Britania disita oleh Pemerintah Tiongkok, yang memicu meletusnya Perang Candu Pertama. Tiongkok kalah dalam perang ini, kemudian berdasarkan hasil Perjanjian Nanjing, Hong Kong diserahkan kepada Britania. [96] Pada tahun 1857, di India terjadi Pemberontakan Sepoy yang dilakukan oleh prajurit-prajurit India (sepoy) yang berada di bawah kekuasaan EIC.

Pemberontakan ini berkembang dan meluas menjadi pemberontakan penduduk di dataran Gangga hulu dan India Tengah dan berakhir dengan pembubaran EIC serta kekuasaan di India dijalankan secara langsung oleh Kerajaan Britania Raya.

[97] Pemberontakan ini memakan waktu enam bulan sebelum berhasil ditumpas dan memakan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Setelah pemberontakan usai, Monarki Britania memegang kendali langsung atas India, membawa India memasuki periode yang dikenal sebagai Kemaharajaan Britania (British Raj) dengan seorang gubernur jenderal ditunjuk oleh Pemerintah Britania untuk membawahi India dan Ratu Victoria dinobatkan sebagai Maharani India. EIC dibubarkan pada tahun berikutnya.

[98] India mengalami serangkaian kegagalan panen serius pada akhir abad ke-19, menyebabkan bencana kelaparan yang meluas ke seantero negeri dan diperkirakan lebih dari 15 juta orang meninggal akibat kelaparan.

EIC telah gagal mengimplementasikan kebijakan dan kontrol yang terkoordinasi untuk menangani kelaparan selama periode kekuasaannya. Hal ini berusaha diubah selama masa Kemaharajaan Britania, sebuah komisi khusus dibentuk untuk mengatasi dan menerapkan kebijakan baru dalam pengentasan kelaparan, yang memakan waktu hingga awal 1900-an supaya bisa menghasilkan efek.

[99] Artikel utama: Permainan Besar Sepanjang abad ke-19, Britania dan Rusia saling bersaing untuk mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan olah Utsmaniyah, Persia dan Dinasti Qing. Persaingan di Eurasia ini oleh Arthur Connolly disebut sebagai Permainan Besar (The Great Game). [100] Kekalahan yang diderita oleh Rusia di Persia dan Turki memunculkan kekhawatiran Britania akan ambisi imperialis Rusia untuk menguasai Asia Tengah dan ketakutan akan adanya invasi darat Rusia ke India.

[101] Pada tahun 1839, Britania mendahului Rusia dengan menginvasi Afganistan, yang memicu meletusnya Perang Inggris-Afganistan, tetapi perang ini adalah bencana bagi Britania.

[80] Saat Rusia menginvasi Balkan pada tahun 1853, kekhawatiran akan adanya dominasi Rusia di Mediterania dan Timur Tengah memicu Britania dan Prancis untuk menyerang Semenanjung Krimea dan melumpuhkan Angkatan Laut Rusia. [80] Peristiwa ini memicu berkobarnya Perang Krimea yang meletus pada tahun 1854-1856 antara Kekaisaran Rusia melawan sekutu yang terdiri dari Britania, Prancis, Kerajaan Sardinia, dan Kesultanan Utsmaniyah.

Perang ini dianggap sebagai perang modern pertama dalam sejarah dunia, baik dari segi teknik maupun penggunaan senjata, [102] dan merupakan satu-satunya perang global yang terjadi antara Britania dengan imperium lainnya selama masa Pax Britannica. Perang ini berhasil dimenangkan dengan gemilang oleh Britania dan sekutunya.

[80] Setelah perang usai, situasi di Asia Tengah tetap tidak terselesaikan selama dua dekade lebih. Britania mencaplok Baluchistan pada tahun 1876 dan Rusia menguasai Kirghizia, Kazakhstan dan Turkmenistan.

Untuk sementara waktu, perang lain antar kedua negara tersebut memang bisa dihindari, tetapi di sisi lain terjadi perebutan supremasi antar kedua belah pihak di Asia Tengah, terutama dalam penyebaran pengaruh dan ideologi politiknya masing-masing. Kesepakatan antara Britania dan Rusia baru benar-benar bisa tercapai setelah ditetapkannya batas-batas kekuasaan kedua negara dalam Perjanjian Britania-Rusia pada tahun 1907. [103] Lumpuhnya Angkatan Laut Rusia dalam Pertempuran Port Arthur saat terjadinya Perang Rusia-Jepang juga semakin memperbesar peluang Britania dalam menguasai Asia.

[104] Dari Cape ke Kairo Raksasa Rhodes— Cecil Rhodes "melangkah" dari Cape ke Kairo. Belanda sebenarnya telah mendirikan Koloni Cape di ujung selatan Afrika pada tahun 1652 sebagai pos persinggahan bagi kapal-kapalnya yang sedang dalam perjalanan ke Hindia Timur.

Namun, Britania secara resmi mengakuisisi Koloni Cape pada tahun 1806—termasuk Bangsa Boer yang berdiam di sana—setelah mendudukinya pada tahun 1795 untuk mencegah koloni tersebut jatuh ke tangan Prancis yang pada saat itu berhasil mengalahkan Belanda. [105] Para imigran dari Kepulauan Britania mulai berdatangan sejak tahun 1820. Hal ini memicu menyingkirnya ribuan Bangsa Boer yang tidak setuju dengan hukum Britania ke arah utara dan mendirikan negara republik bebas sendiri (kebanyakan tidak bertahan lama) pada periode 1830-an sampai awal 1840-an.

[106] Dalam prosesnya, Bangsa Boer berulang kali bentrok dengan tentara Britania, yang memiliki agenda sendiri sehubungan dengan ekspansi kolonial di Afrika Selatan dan menguasai permukiman bangsa-bangsa asli Afrika, termasuk Bangsa Sotho dan Zulu.

Pada akhirnya, Bangsa Boer berhasil mendirikan dua negara republik baru yang memiliki umur lebih lama: Republik Afrika Selatan atau Republik Transvaal (1852-1877; 1881-1902) dan Negara Bebas Oranye (1854-1902). [107] Pada tahun 1902, Britania berhasil menduduki kedua republik tersebut, yang memicu meletusnya Perang Boer.

[108] Pada tahun 1869, Terusan Suez yang menghubungkan Laut Tengah dengan Samudra Hindia dibuka oleh Napoleon III. Pembukaan terusan ini pada awalnya ditentang oleh Britania, tetapi begitu mengetahui nilai strategis terusan ini, Britania langsung berhasrat untuk menguasainya. [109] Pada tahun 1875, Pemerintah Konservatif Benjamin Disraeli membeli 44 persen—sekitar £4 juta (£370 juta pada tahun 2022)—saham penguasa Mesir; Ismail Pasha dalam kepemilikan Terusan Suez.

Meskipun pembelian ini tidak memberikan kontrol langsung atas Terusan Suez, Britania secara tidak langsung telah menanamkan pengaruhnya di Mesir. Dengan adanya kontrol dari Prancis dan Britania terhadap keuangan Mesir, Mesir pun akhirnya diduduki penuh oleh Britania Raya pada tahun 1882. [110] Prancis, yang merupakan pemegang saham mayoritas atas Terusan Suez, berupaya untuk melemahkan posisi Britania, [111] tetapi kedua negara tersebut pada akhirnya berhasil mencapai suatu persetujuan dengan disahkannya Konvensi Konstantinopel pada tahun 1888 yang memutuskan bahwa Terusan Suez adalah wilayah netral.

[112] Ketika aktivitas Prancis, Belgia dan Portugis di bagian hulu Sungai Kongo sudah mengancam kedudukan Britania di Afrika, Konferensi Berlin diadakan pada tahun 1884 dan 1885 dengan tujuan untuk mengatur persaingan antar bangsa-bangsa Eropa di Afrika, yang selanjutnya dikenal sebagai “ Perebutan Afrika” (dalam artian pendudukan efektif agar mendapat pengakuan internasional atas klaim teritorial).

[113] Perebutan ini berlanjut hingga tahun 1890-an, yang menyebabkan Britania mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menarik diri dari Sudan pada tahun 1885. Sekompi pasukan gabungan tentara Britania dan Mesir berhasil mengalahkan Tentara Mahdi pada tahun 1886 dan mencegah usaha Prancis untuk menduduki Fashoda pada tahun 1898. Setelah itu, Sudan diklaim sebagai Kondominium Britania-Mesir, meskipun pada kenyataannya Sudan merupakan koloni Britania.

[114] Kemenangan Britania di Afrika Timur dan Selatan mendorong Cecil Rhodes—pelopor ekspansi Britania ke Afrika—untuk membangun sebuah jalur kereta api dari Cape ke Kairo guna menghubungkan Terusan Suez dengan Afrika bagian selatan yang kaya dengan mineral. [115] Pada tahun 1888, Rhodes beserta perusahaannya yang bernama British South Africa Company mencaplok dan menduduki sebuah wilayah yang kemudian dinamakan sesuai namanya; Rhodesia. [116] Perubahan status koloni kulit putih Sejak abad ke-18, telah terjadi perbedaan yang nyata antara status koloni Britania yang dihuni oleh penduduk berkulit putih dengan koloni yang dihuni oleh penduduk non-kulit putih.

Saat pemikiran " absolutisme tercerahkan" berkembang di Eropa, Britania didesak untuk mengubah status koloni-koloni kulit putih agar mengizinkan mereka membentuk pemerintahan sendiri. [117] Kelahiran Republik Irlandia oleh Walter Paget.

Langkah koloni kulit putih untuk memperoleh kemerdekaan dari Imperium Britania dimulai dengan adanya Laporan Durham pada tahun 1839: dua provinsi di Kanada (Kanada Hulu dan Kanada Hilir) diusulkan untuk di unifikasi sebagai solusi atas kerusuhan politik yang kerap terjadi di sana.

[118] Unifikasi ini disahkan dalam Undang-Undang Penyatuan pada tahun 1840, yang kemudian membentuk Provinsi Kanada. Pemerintahan mandiri pertama kali diberikan pada Nova Scotia pada tahun 1848, kemudian menyusul koloni-koloni Britania lainnya di Amerika utara. Selanjutnya, dengan diberlakukannya Undang-Undang Konstitusi oleh Parlemen Britania Raya pada tahun 1867, Kanada Hulu, Kanada Hilir, New Brunswick, dan Nova Scotia disatukan menjadi Dominion Kanada, dengan status sebagai Pemerintahan Konfederasi yang menikmati hak penuh kecuali dalam hal hubungan internasional.

[119] Australia dan Selandia Baru juga memperoleh status yang sama setelah tahun 1900. Koloni-koloni di Australia diunifikasi pada tahun 1901 menjadi Federasi Australia, sedangkan Selandia Baru menyusul setelahnya dengan status sebagai Pemerintah Dominion. Istilah Pemerintahan Dominion sendiri secara resmi baru diperkenalkan dalam Konferensi Kolonial 1907 di London untuk menegaskan status Kanada, Australia dan Selandia Baru.

[120] Pada dekade terakhir abad ke-19, Britania dihadapkan pada kampanye politik rakyat Irlandia yang ingin memisahkan diri dari Britania Raya. Irlandia sendiri telah bergabung dengan Inggris (dan bersama Skotlandia kemudian membentuk Britania Raya) sejak tahun 1800, setelah meletusnya Pemberontakan Irlandia pada tahun 1798, yang diikuti dengan bencana kelaparan parah pada periode 1845 sampai 1852. Kemerdekaan Irlandia ini didukung oleh Perdana Menteri Britania Raya, William Ewart Gladstone, yang berharap bahwa Irlandia mungkin bisa mengikuti jejak Kanada sebagai sebuah Pemerintahan Dominion dalam Imperium Britania.

Tetapi Rancangan Undang-Undang (RUU) pembebasan Irlandia ditolak oleh Parlemen Britania Raya, [121] meskipun RUU ini menawarkan otonomi yang lebih sedikit bagi Irlandia ketimbang Kanada. [121] Kebanyakan anggota parlemen takut kemerdekaan Irlandia mungkin akan menimbulkan ancaman keamanan bagi Britania atau menandai awal pecahnya Imperium Britania.

[122] RUU kemerdekaan kedua juga ditolak dengan alasan yang sama. [122] RUU ketiga berhasil disahkan oleh parlemen, tetapi tidak diproses lebih lanjut karena pecahnya Perang Dunia I. [123] Sementara itu di Afrika, pada tahun 1910, Koloni Cape, Natal, Republik Transvaal dan Negara Bebas Oranye bergabung menjadi Uni Afrika Selatan yang juga diberi status dominion.

[124] Perang Dunia (1914–1945) Pada pergantian abad ke-20, kekhawatiran Britania bahwa mereka tidak lagi mampu mempertahankan kejayaan imperiumnya mulai tumbuh.

Jerman meningkat pesat sebagai kekuatan militer dan industri baru di dunia dan tampaknya akan menjadi lawan yang paling mungkin bagi Britania dalam perang berikutnya. [125] Sadar bahwa ia kewalahan di Pasifik dan terancam oleh Angkatan Laut Jerman, [126] Britania membentuk aliansi dengan Jepang pada tahun 1902, dan dengan musuh lamanya, Prancis dan Rusia pada tahun 1904 dan 1907.

[127] Perang Dunia I Pasukan batalyon 6 Australia dalam Pertempuran Kanal St. Quentin pada tanggal 1 September 1918. Kekhawatiran Britania Raya terhadap peperangan dengan Jerman terbukti dengan pecahnya Perang Dunia I. Keputusan Britania untuk melancarkan perang terhadap Jerman dan sekutunya juga melibatkan wilayah-wilayah koloni dan dominionnya, yang menyediakan tenaga militer, dukungan finansial dan material yang tidak ternilai.

Lebih dari 2,5 juta tentara Britania diambil dari wilayah-wilayah dominionnya, serta ribuan sukarelawan yang berasal dari koloni-koloninya. [128] Sebagian besar koloni seberang lautan Jerman dengan cepat berhasil direbut dan diduduki. Sementara di Pasifik, Australia dan Selandia Baru berhasil mengambil alih Nugini Jerman dan Samoa. Kontribusi Australia, Newfoundland dan Selandia Baru selama Kampanye Gallipoli melawan Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1915 memiliki dampak besar terhadap semangat kebangsaan dan kecintaan mereka terhadap tanah air serta berperan penting dalam proses transisi Australia dan Selandia Baru dari negara koloni menjadi negara yang merdeka.

Negara-negara tersebut terus memperingati peristiwa tewasnya ribuan tentara mereka dalam perang ini setiap tahunnya. Kanada juga mengalami hal yang sama saat ikut serta dalam Pertempuran Vimy Ridge pada tahun 1917. [129] Kontribusi penting dari para dominion Britania diakui oleh Perdana Menteri Britania, David Lloyd George. Pada tahun 1917, ia mengundang semua Perdana Menteri dari wilayah dominion Britania dan kemudian membentuk Kabinet Perang Imperialis untuk mengkoordinasikan kebijakan militer di Imperium Britania.

[130] Menurut ketentuan Perjanjian Versailles 1919, Britania mendapat jatah terbesar dalam pembagian wilayah sengketa perang. Sekitar 1.800.000 mil persegi (4.700.000 km 2) dan 13 juta penduduk baru ditambahkan ke kekuasaan Imperium Britania. [131] Koloni-koloni Jerman dan Kesultanan Utsmaniyah dibagi-bagikan ke Sekutu sebagaimana keputusan dari Liga Bangsa-Bangsa. Britania mendapatkan mandat atas Palestina, Transyordania, Irak, sebagian Kamerun dan Togo, serta Tanganyika.

Wilayah dominion Britania juga mendapat bagian tersendiri: Afrika Barat Daya (sekarang Namibia) diserahkan kepada Afrika Selatan, Australia memperoleh Nugini Jerman, sedangkan Selandia Baru memperoleh Samoa Barat.

Nauru ditetapkan sebagai milik gabungan antara Britania dan dua dominion Pasifiknya. [132] Periode antar-perang Berbagai perubahan yang terjadi pasca Perang Dunia I, khususnya pertumbuhan Amerika Serikat dan Jepang sebagai kekuatan baru angkatan laut dunia dan munculnya gerakan-gerakan kemerdekaan di India dan Irlandia menyebabkan kebijakan imperial Britania Raya dikaji ulang. [133] Britania harus memilih apakah mau bersekutu dengan Jepang atau Amerika Serikat. Kemudian, Britania memilih tidak memperpanjang aliansi dengan Jepang dan dengan disahkannya Perjanjian Laut Washington 1922, Britania secara resmi menyetujui persekutuan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat.

[134] Keputusan ini menjadi sumber perdebatan di Britania Raya sepanjang tahun 1930; [135] pemerintahan militer sudah diberlakukan di Jepang dan Jerman, dan didukung oleh sedang berlangsungnya era Depresi Besar, dikhawatirkan Britania tidak akan bertahan menghadapi serangan dari kedua negara tersebut. [136] Meskipun masalah keamanan imperiumnya menjadi perhatian serius bagi Britania, pada saat yang sama imperium juga sangat penting bagi perekonomian Britania, terutama dalam menghadapi perang.

[137] Perang Kemerdekaan Irlandia Lihat pula: Perang Kemerdekaan Irlandia Perang Dunia I menyebabkan pelaksanaan Undang-Undang Kemerdekaan Irlandia tertunda dan hasilnya, Irlandia memproklamasikan kemerdekaannya inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota pada tahun 1919. Sinn Féin, partai prokemerdekaan Irlandia, berhasil memenangkan mayoritas suara dalam Pemilihan Umum 1918 dan kemudian memproklamasikan kemerdekaan Irlandia.

Britania tidak mengakuinya, dan hal ini memicu meletusnya Perang Kemerdekaan Irlandia. Para tentara Republik Irlandia secara bersamaan memulai perang gerilya melawan Pemerintah Britania. [138] Perang ini berakhir pada tahun 1921 dengan jalan buntu dan menghasilkan Traktat Anglo-Irlandia. Dua puluh enam county di Irlandia Selatan kemudian mendirikan Negara Bebas Irlandia, yang selanjutnya ditetapkan sebagai wilayah dominion dalam Imperium Britania, yang berdiri sebagai negara bebas namun secara konstitusional dan kelembagaan masih merupakan bagian dari Kerajaan Britania Raya.

[139] Sedangkan enam county di Irlandia Utara memilih untuk tetap menjadi bagian dari Pemerintahan Britania Raya. [140] Raja George V (depan tengah) bersama Perdana Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota Britania Raya dan para dominionnya dalam Konferensi Imperial 1926.

Berdiri dari kiri ke kanan: Walter Stanley Monroe (Newfoundland), Gordon Coates (Selandia Baru), Stanley Bruce (Australia), J. B. M. Hertzog (Uni Afrika Selatan), W.T. Cosgrave (Negara Bebas Irlandia). Duduk: Stanley Baldwin (Britania Raya), Raja George V, William Lyon Mackenzie King (Kanada). Status koloni di Asia Perjuangan kemerdekaan yang sama juga berlangsung di India saat Undang-Undang Pemerintahan India 1919 gagal dalam memenuhi tuntutan kemerdekaan rakyat India.

[141] Kekhawatiran terhadap penyebaran komunis dan campur tangan asing dalam Konspirasi Ghadar menyebabkan disahkannya Undang-Undang Rowlatt. [142] Hal ini menyebabkan ketegangan, terutama di daerah Punjab, tempat ketegangan berubah menjadi tragedi berdarah pada tahun 1919 yang dikenal dengan peristiwa Pembantaian Amritsar.

Di Britania, peristiwa ini dilihat sebagai tindakan untuk menyelamatkan India dari aksi anarki, tetapi banyak pihak—termasuk Churchill—yang menganggapnya sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan. [142] Keadaan terus bergejolak hingga bulan Maret 1922 diikuti oleh insiden Chauri Chaura dan terus berlanjut sampai 25 tahun ke depan. [143] Pada tahun 1922, Mesir, yang dinyatakan sebagai wilayah protektorat Britania setelah Perang Dunia I, diberikan kemerdekaan resmi, tetapi tetap menjadi negara satelit Britania sampai tahun 1954.

Tentara Britania tetap ditempatkan di Mesir sampai ditandatanganinya Perjanjian Inggris-Mesir pada tahun 1936, [144] yang menyepakati bahwa Britania akan menarik tentaranya dari Mesir, tetapi Britania tetap berhak menduduki dan memiliki Terusan Suez. Sebagai imbalannya, Mesir dibantu untuk bergabung dengan Liga Bangsa-Bangsa. [145] Sementara itu, Irak, wilayah mandat Britania sejak tahun 1920 yang kaya dengan minyak juga dibantu menjadi anggota Liga Bangsa-Bangsa setelah diberi kemerdekaan pada tahun 1932.

[146] Kemerdekaan domini Keinginan para dominion untuk memerdekakan diri dari Britania ditanggapi dengan diadakannya Konferensi Imperial 1923. [147] Permintaan Britania atas bantuan militer dalam menghadapi Krisis Chanak pada tahun sebelumnya ditolak oleh Kanada dan Afrika Selatan.

Kanada juga menolak isi Perjanjian Lausanne 1923. [148] [149] Setelah adanya tekanan dari Selandia Baru dan Afrika Selatan, Britania menyelenggarakan Konferensi Imperial 1926 dan mengeluarkan Deklarasi Balfour, yang menyatakan bahwa "semua dominion merupakan komunitas swatantra dalam Britania Raya, sama dalam kedudukan, dengan tiada yang lebih rendah antara satu dengan lainnya dalam tiap aspek urusan dalam maupun luar negerinya, meski dipersatukan oleh kesetiaan umum pada Raja, dan secara bebas terhubung sebagai anggota negara-negara Persemakmuran Britania".

[150] Deklarasi ini disahkan secara hukum dalam Undang-Undang Westminster 1931. [120] Kanada, Australia, Selandia Baru, Uni Afrika Selatan, Negara Bebas Irlandia dan Newfoundland akhirnya menjadi negara yang merdeka dan memiliki parlemen yang bebas dari kontrol legislatif Britania. Mereka tidak lagi terikat kepada undang-undang Britania dan Britania tidak boleh mengesahkan undang-undang yang berkaitan dengan negara-negara tersebut tanpa mendapat persetujuan mereka.

[151] Newfoundland kembali menjadi koloni Britania pada tahun 1933 akibat kesulitan keuangan selama masa Depresi Besar. [152] Sedangkan Irlandia menjauhkan diri dari Britania dengan mengesahkan konstitusi baru pada tahun 1937 dan berdiri sebagai negara republik serta berusaha melepaskan diri dari semua pengaruh Britania.

[153] Perang Dunia II Menyerahnya tentara Britania pada tentara Jepang dalam Pertempuran Singapura, 1942. Keputusan Britania dalam menyatakan perang terhadap Jerman Nazi pada bulan September 1939 juga mengikutsertakan seluruh koloninya, tetapi tidak secara otomatis menyertakan dominionnya. Australia, Kanada, Selandia Baru dan Afrika Selatan memilih untuk menyatakan perang terhadap Jerman, tetapi Negara Bebas Irlandia memilih untuk tetap netral secara legal selama perang berlangsung.

[154] Setelah pendudukan Jerman atas Prancis pada tahun 1940, Britania dan imperiumnya berjuang sendiri dalam melawan Jerman, sampai masuknya Uni Soviet ke dalam kancah peperangan pada tahun 1941. Perdana Menteri Britania, Winston Churchill, berhasil melobi Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt agar mengirimkan bantuan militer bagi Britania, tetapi Roosevelt belum siap melibatkan Amerika Serikat dalam peperangan.

[155] Pada Agustus 1941, Churchill dan Roosevelt mengadakan perundingan dan menandatangani Piagam Atlantik, yang menyatakan bahwa "hak bagi semua bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan tempat mereka tinggal harus dihormati" (hak untuk menentukan nasib sendiri).

Namun kata-kata ini bermakna ambigu, entah yang dimaksudkan itu mengenai penjajahan Jerman atas Eropa atau penjajahan negara-negara Eropa atas negara-negara lainnya. Pada akhirnya, kata-kata ini diinterpretasikan secara berbeda oleh Britania, Amerika Serikat, dan gerakan nasionalisme negara-negara terjajah.

[156] [157] Pada bulan Desember 1941, Jepang dengan cita-cita Asia Timur Rayanya secara berurutan melancarkan serangan terhadap koloni Britania di Malaya, Hong Kong dan pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor. Amerika Serikat pun kemudian ikut serta dalam peperangan. Reaksi Churchill atas masuknya Amerika Serikat dalam kancah peperangan adalah bahwa sekarang Britania yakin akan kemenangan dan keberlangsungan imperiumnya pada masa depan, [158] namun cara Britania yang cepat menyerah memberi kesan buruk bagi kedudukan dan statusnya sebagai penguasa imperial.

[159] [160] Jatuhnya Singapura ke tangan Jepang pada tahun 1942 adalah kekalahan yang paling memalukan bagi Britania karena Singapura dianggap sebagai benteng pertahanan Britania yang tak tertembus dan setara dengan Gibraltar di Laut Tengah.

[161] Sadar akan posisi Britania yang tidak mampu lagi mempertahankan imperiumnya, Australia dan Selandia Baru yang semakin terancam oleh Jepang kemudian menjalin hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat. Hubungan ini selanjutnya diwujudkan dengan disahkannya Pakta ANZUS 1951 antara Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat, tanpa melibatkan Britania Raya.

[156] Dekolonisasi dan keruntuhan (1945–1997) Walaupun Britania Raya dan imperiumnya berhasil memenangkan Perang Dunia II, efek dari konflik yang terjadi memengaruhi Britania baik di dalam maupun luar negeri.

Hampir keseluruhan kejayaan negara-negara Eropa—benua yang mendominasi dunia selama berabad-abad lamanya—berada di ambang keruntuhan, digantikan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet yang tumbuh sebagai kekuatan global baru. Britania sendiri terpuruk dan mengalami kebangkrutan, dan baru bisa diselamatkan setelah mendapat pinjaman sebesar $3,5 miliar dari Amerika Serikat; negara adidaya baru yang dulu pernah menjadi koloninya.

[162] Pinjaman itu sendiri baru berhasil dilunasi oleh Britania pada tahun 2006. [163] Pada saat yang sama, gerakan antikolonial berkembang di negara-negara koloni Eropa. Situasi ini makin diperumit seiring berlangsungnya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pada prinsipnya, kedua negara tersebut sama-sama menentang kolonialisme Eropa, tetapi pada kenyataannya sentimen antikomunis lebih diutamakan ketimbang antiimperialis sehingga Amerika Serikat tetap mendukung keberlangsungan Imperium Britania.

[164] Istilah "angin perubahan yang berhembus di negara-negara koloni Britania" berarti bahwa kejayaan Imperium Britania sudah berada di ambang keruntuhan. Britania mulai menggunakan cara aman untuk menghadapi keruntuhannya, yaitu dengan memberikan kemerdekaan pada satu-persatu negara koloninya jika mereka sudah stabil serta tidak condong pada paham komunis.

Cara ini berbeda dengan negara-negara Eropa lain seperti Prancis, Belanda dan Portugal, yang mengobarkan perang berbiaya mahal untuk tetap mempertahankan koloninya namun pada akhirnya gagal menjaga keutuhan imperium mereka. Antara periode 1945 sampai 1965, jumlah penduduk yang berada di bawah kekuasaan Britania (di luar Britania Raya) merosot dari angka 700 juta ke angka 5 juta, dan 3 juta di antaranya berada di Hong Kong. [165] Awal kemunduran Kemerdekaan India Muhammad Ali Jinnah dan Mahatma Gandhi, tokoh pemimpin Gerakan Kemerdekaan India.

Partai Buruh yang prodekolonisasi berhasil memenangkan Pemilihan Umum Britania Raya 1945. Clement Attlee, pemimpin Partai Buruh yang terpilih sebagai Perdana Menteri segera bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah penting negara, yaitu kemerdekaan India.

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

{INSERTKEYS} [166] Dua organisasi pergerakan kemerdekaan India; Kongres Nasional India dan Liga Muslim India telah mengampanyekan kemerdekaan India berdekade-dekade lamanya, tetapi tidak menemui kesepakatan soal bagaimana pelaksanaannya. Kongres menginginkan India yang bersatu tetapi Liga menginginkan negara yang terpisah bagi penduduk Muslim karena takut akan adanya dominasi oleh mayoritas Hindu.

Meningkatnya kerusuhan sipil dan pemberontakan dari Angkatan Laut India pada tahun 1946 membuat Attlee menjanjikan kemerdekaan bagi India paling lambat tahun 1948.

Namun, situasi yang makin mendesak dan ancaman akan adanya perang saudara membuat Louis Mountbatten, Maharaja India yang baru dilantik (sekaligus yang terakhir) memproklamasikan kemerdekaan India lebih awal pada tanggal 15 Agustus 1947. [167] Perbatasan yang dibuat oleh Britania untuk membagi India ke dalam kawasan untuk penduduk Hindu dan Islam tidak menghiraukan nasib berpuluh-puluh juta minoritas di India dan Pakistan.

[168] Akibatnya, jutaan Muslim kemudian menyeberang dari India ke Pakistan dan Hindu ke arah sebaliknya, dan bentrokan yang terjadi antar dua komunitas tersebut menyebabkan lebih dari dua ratus ribu nyawa melayang. Sri lanka dan Myanmar, yang merupakan bagian dari Kemaharajaan Britania, memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948. India, Pakistan dan Sri lanka selanjutnya bergabung menjadi anggota Negara-Negara Persemakmuran, tetapi Myanmar memilih untuk tidak bergabung.

[169] Status Palestina Mandat Britania atas Palestina, tempat mayoritas Arab tinggal berdampingan bersama minoritas Yahudi, juga menimbulkan masalah yang sama dengan India. [170] Hal tersebut makin dipersulit dengan sejumlah besar pengungsi Yahudi yang menginginkan tempat tinggal di Palestina setelah peristiwa Holocaust, sementara komunitas Arab menentang pembentukan negara Yahudi.

Frustrasi atas kerumitan masalah tersebut dan diserang oleh organisasi paramiliter Yahudi serta meningkatnya biaya untuk mempertahankan militernya di Palestina, Britania mengumumkan pada tahun 1947 menarik diri dari kasus Palestina dan menyerahkan perkara tersebut pada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk diselesaikan.

[171] Majelis Umum PBB kemudian menyikapinya dengan Rencana Pembagian Palestina menjadi dua bagian, yaitu negara Arab ( Palestina) dan negara Yahudi ( Israel). [172] Kemerdekaan Malaysia Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, kemunculan gerakan perlawanan anti-Jepang di Malaya mengalihkan perhatian penduduk Malaya dari Britania, yang dengan cepat merebut kembali kendali atas koloni Malaya, terutama karena menilai wilayah itu sebagai sumber karet dan timah.

[173] Fakta bahwa gerakan gerilya yang terjadi di Malaya sebagian besar didukung oleh komunis Melayu-Tionghoa menandakan bahwa upaya Britania untuk memadamkan pemberontakan tersebut didukung oleh mayoritas Melayu-Muslim, dengan artian bahwa setelah pemberontakan itu berhasil dipadamkan, kemerdekaan Malaya akan dikabulkan. [173] Kedaruratan Malaya diberlakukan dari tahun 1948 sampai tahun 1960. Tetapi pada tahun 1957, Britania sudah merasa cukup percaya diri untuk memberikan kemerdekaan pada Federasi Malaya.

Pada tahun 1963, 11 negara bagian Federasi Malaya, beserta Singapura, Sarawak dan Borneo Utara, bergabung untuk membentuk Malaysia.

Tetapi pada tahun 1965, Singapura yang didominasi oleh komunitas Tionghoa keluar dari federasi menyusul ketegangan antara komunitas Melayu dan Tionghoa. Brunei, yang menjadi protektorat Britania sejak tahun 1888 menolak untuk bergabung dengan federasi dan mempertahankan statusnya sampai memperoleh kemerdekaan pada tahun 1984. [173] Krisis Suez dan dampaknya Anthony Eden. Pada tahun 1951, Partai Konservatif kembali berkuasa di Britania di bawah kepemimpinan Winston Churchill.

Churchill dan Konservatif percaya bahwa posisi Britania sebagai kekuatan dunia bergantung pada keberlangsungan imperiumnya, dan hal ini ditentukan oleh Terusan Suez yang memungkinkan Britania untuk mempertahankan posisi unggulnya di Timur Tengah, meskipun sudah kehilangan India. Namun, Churchill tidak bisa meremehkan Pemerintahan Revolusioner baru bentukan Gamal Abdul Nasser di Mesir yang meraih kekuasaan pada tahun 1952 dan berusaha mengusir Britania dari Mesir.

Pada tahun berikutnya, disepakati bahwa pasukan Britania akan menarik diri dari Terusan Suez dan nasib Sudan akan ditentukan pada tahun 1955. [174] Sudan kemudian diberi kemerdekaan pada tanggal 1 Januari 1956.

Bulan Juli 1956, Nasser secara sepihak menasionalisasi Terusan Suez. Perdana Menteri Britania yang baru, Anthony Eden, menanggapinya dengan membuat kesepakatan bersama Prancis untuk mengatur serangan dari Israel ke Mesir yang selanjutnya akan memberi alasan bagi Britania dan Prancis untuk campur tangan dan merebut kembali Terusan Suez.

[175] Tindakan Eden yang tidak meminta nasihat dari sekutunya, Amerika Serikat, menyebabkan Presiden AS, Dwight D. Eisenhower marah dan menolak mendukung invasi tersebut. [176] Eisenhower juga mencemaskan kemungkinan perang dengan Uni Soviet setelah Nikita Khrushchev menyatakan dukungannya pada Mesir. Eisenhower menerapkan opsi keuangan dengan mengancam akan menjual cadangan AS dalam poundsterling dan dengan demikian akan memicu kejatuhan mata uang Britania.

Walaupun invasi militer tersebut berhasil merebut kembali Terusan Suez, [177] adanya campur tangan PBB dan tekanan dari Amerika Serikat memaksa Britania untuk menarik pasukannya dengan memalukan dari Terusan Suez dan diikuti dengan pengunduran diri Eden pada tahun 1957. [178] [179] Krisis Suez ini sangat terpublikasi dan dengan sendirinya memperlihatkan kelemahan Britania kepada dunia, dan menandakan kemerosotan kekuasaannya di pentas dunia. Krisis Suez juga menunjukkan bahwa Britania tidak boleh bertindak tanpa persetujuan atau dukungan dari Amerika Serikat.

[180] [181] [182] Peristiwa Suez ini membuat Britania "terluka" secara nasional. Seorang anggota Parlemen Britania menggambarkannya sebagai peristiwa " Waterloo Britania", [183] dan menyatakan kalau Britania sudah menjadi "satelit Amerika Serikat". [184] Margaret Thatcher kemudian mendeskripsikan pola pikir yang menimpa pendirian politik Britania sebagai "sindrom Suez", sejak Britania yang terpuruk sampai berhasil merebut kembali Kepulauan Falkland dari Argentina pada tahun 1982.

[185] Krisis Suez memang menyebabkan kekuatan Britania di Timur Tengah melemah, tetapi imperiumnya tidak runtuh. [186] Britania mengatur kembali pengiriman pasukannya ke Timur Tengah dengan intervensi di Oman (1957), Yordania (1958) dan Kuwait (1961), dan tentunya dengan persetujuan dari Amerika Serikat, [187] yang menjadi kebijakan luar negeri Perdana Menteri Britania yang baru, Harold Macmillan, untuk tetap kuat bersekutu dengan Amerika Serikat.

[183] Britania mempertahankan kehadirannya di Timur Tengah selama satu dekade berikutnya dan baru menarik diri dari Aden pada tahun 1967 dan dari Bahrain tahun 1971. [188] Angin perubahan Dekolonisasi Inggris di Afrika. Pada akhir tahun 1960-an, semua negara kecuali Rhodesia (sebelum menjadi Zimbabwe) dan mandat Afrika Selatan di Afrika Barat Daya ( Namibia) memperoleh kemerdekaan.

Perdana Menteri Britania Raya yang baru, Harold Macmillan, berpidato di Cape Town, Afrika Selatan pada bulan Februari 1960, ketika dia mengatakan tentang "angin perubahan yang bertiup di benua ini." [189] Macmillan ingin menghindari perang kolonial seperti yang dihadapi oleh Prancis di Aljazair, dan menjanjikan bahwa di bawah pemerintahannya, proses dekolonisasi akan berjalan dengan cepat.

[190] Banyak koloni Britania yang diberinya kemerdekaan pada tahun 1950-an dan 1960-an, termasuk Sudan, Pantai Emas (sekarang Ghana) dan Malaysia. [191] Koloni Britania yang tersisa di Afrika, kecuali Rhodesia Selatan, semuanya diberikan kemerdekaan pada tahun 1968.

Penarikan pasukan Britania dari bagian selatan dan timur Afrika bukanlah proses yang damai. Kemerdekaan Kenya didahului oleh Pemberontakan Mau Mau selama delapan tahun.

Di Rhodesia, deklarasi kemerdekaan sepihak tahun 1965 oleh minoritas kulit putih menyebabkan perang saudara antara penduduk kulit hitam dan kulit putih yang berlangsung hingga disahkannya Perjanjian Lancaster 1979 yang meletakkan Rhodesia di bawah kuasa Britania.

Pemilihan umum yang diadakan pada tahun berikutnya dimenangkan oleh Robert Mugabe, yang kemudian menjadi Perdana Menteri bagi negara merdeka yang kini bernama Zimbabwe. [192] Di Laut Tengah, perang gerilya oleh penduduk Siprus-Yunani berakhir pada tahun 1960 dengan pembentukan negara merdeka Siprus, tetapi Britania tetap mempertahankan pangkalan-pangkalan militernya di Akrotiri dan Dhekelia.

Sedangkan Malta dan Gozo diberikan kemerdekaan pada tahun 1964. [193] Sebagian besar koloni Britania di Hindia Barat memperoleh kemerdekaan setelah keluarnya Jamaika dan Trinidad dari Federasi Hindia Barat pada tahun 1961 dan 1962. Pada awalnya, Federasi Hindia Barat didirikan pada tahun 1958 dalam upaya menyatukan koloni-koloni Britania di Karibia di bawah satu pemerintahan, tetapi federasi ini dibubarkan setelah kehilangan dua anggota terbesarnya.

[194] Barbados memperoleh kemerdekaan pada tahun 1966 dan pulau-pulau lain di Karibia menyusul pada tahun 1970-an dan 1980-an. [194] Tetapi, Anguilla dan Kepulauan Turks & Caicos memilih untuk kembali ke pangkuan Britania dalam perjalanan menuju kemerdekaannya.

[195] Kepulauan Virgin Britania Raya, [196] Kepulauan Cayman dan Montserrat juga memilih untuk tetap bersama Britania. [197] Guyana memperoleh kemerdekaan pada tahun 1966.

Koloni terakhir Britania di daratan Amerika, Honduras Britania, menjadi koloni berpemerintahan sendiri pada tahun 1964 dan dinamai Belize pada tahun 1973, sebelum meraih kemerdekaan penuh pada tahun 1981. Perselisihan antara Belize dengan Guatemala mengenai klaim atas Belize yang tersisa masih belum terselesaikan hingga saat ini. [198] Teritori Britania di Pasifik memperoleh kemerdekaan pada tahun 1970 ( Fiji) dan 1980 ( Vanuatu). Proses pemberian kemerdekaan setelah itu mengalami penundaan karena adanya konflik politik antara penduduk yang berbahasa Inggris dengan penduduk yang berbahasa Prancis.

[199] Fiji, Tuvalu, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini memilih menjadi anggota Negara-Negara Persemakmuran setelah merdeka. Akhir Imperium Britania Lihat pula: Perang Falkland Pemberian kemerdekaan kepada Rhodesia (sebagai Zimbabwe), Hebrides Baru (sebagai Vanuatu) pada tahun 1980, dan Belize pada tahun 1981 menandakan bahwa selain pulau-pulau kecil yang bertaburan, proses dekolonisasi koloni-koloni Britania yang dimulai setelah Perang Dunia II sudah selesai.

Tetapi pada tahun 1982, tekad Britania untuk mempertahankan wilayah seberang lautannya yang tersisa diuji ketika Argentina menyerang Kepulauan Falkland, yang disebutnya sebagai klaim atas "warisan" dari Imperium Spanyol yang gagal pada tahun 1810.

[200] Britania merespon dengan mengerahkan pasukan militernya untuk merebut kembali pulau-pulau tersebut dan kemudian memicu meletusnya Perang Falkland. Britania berhasil mempertahankan Kepulauan Falkland dari Argentina. Kemenangan ini dipandang oleh banyak pihak telah memberikan kontribusi dalam mengembalikan status Britania sebagai kekuatan dunia.

[201] Sementara itu pada tahun yang sama, Kanada memutuskan untuk tidak lagi melibatkan Britania dalam urusan konstitusionalnya.

[202] Tindakan serupa juga dilakukan oleh Australia dan Selandia Baru pada tahun 1986. Pada 1984, Brunei, protektorat Britania terakhir di Asia, diberikan kemerdekaan. [203] Pada bulan September 1982, Perdana Menteri Margaret Thatcher berkunjung ke Beijing untuk berunding dengan Pemerintah RRT mengenai masa depan Hong Kong yang pada saat itu merupakan koloni seberang laut Britania terakhir yang paling besar dan paling padat penduduknya.

[204] Menurut ketentuan Perjanjian Nanking 1842, Pulau Hong Kong diberikan "selama-lamanya" kepada Britania, namun mayoritas koloni itu dibentuk oleh Teritori Baru yang diperoleh dalam sewa selama 99 tahun sejak tahun 1898 dan akan berakhir pada tahun 1997.

[205] [206] Thatcher awalnya berniat untuk mempertahankan Hong Kong di bawah Pemerintahan Britania tetapi berada di bawah kedaulatan Tiongkok, tetapi hal ini ditolak oleh Pemerintah Tiongkok.

[207] Sebuah kesepakatan akhirnya berhasil dicapai pada tahun 1984 dengan ditandatanganinya Deklarasi Bersama Tiongkok-Britania; Hong Kong ditetapkan sebagai Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat Tiongkok yang diizinkan untuk mempertahankan gaya hidupnya sekurang-kurangnya 50 tahun. [208] Upacara penyerahan Hong Kong pada tahun 1997 ditandai oleh banyak pihak, termasuk Pangeran Charles, [209] sebagai "akhir Imperium Britania". [202] [210] Peninggalan Britania Raya mempertahankan kedaulatannya atas 14 teritori di luar Kepulauan Britania, yang selanjutnya berganti nama menjadi Wilayah Seberang Laut Britania pada tahun 2002.

[211] Beberapa dari teritori tersebut tidak berpenghuni kecuali untuk tujuan militer atau penelitian ilmiah sementara, sedangkan sisanya berupa pemerintahan sendiri yang bergantung pada Britania dalam hal hubungan luar negeri dan pertahanan.

Pemerintah Britania telah menyatakan kesediaannya untuk membantu setiap Wilayah Seberang Lautnya yang ingin memperoleh kemerdekaan. [212] Beberapa Wilayah Seberang Laut Britania tidak diakui oleh tetangga geografisnya; Gibraltar diklaim oleh Spanyol, Kepulauan Falkland dan Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan diklaim oleh Argentina, sedangkan Wilayah Samudra Hindia Britania diklaim oleh Mauritius dan Seychelles.

[213] Wilayah Antartika Britania secara bersamaan diklaim oleh Argentina dan Chili, sementara sebagian besar negara tidak mengakui klaim teritorial Britania atas Antartika. [214] Bahasa Inggris merupakan bahasa resmi tetapi bukan bahasa utama Sebagian besar negara-negara bekas koloni Britania adalah anggota Negara-Negara Persemakmuran, yaitu suatu organisasi nonpolitik yang sifatnya sukarela. Lima belas anggota yang tergabung dalam Wilayah Persemakmuran berbagi kepala negara dengan Britania Raya.

[215] Selama berabad-abad, Pemerintah Britania dan imigrannya telah meninggalkan jejaknya pada negara-negara merdeka yang muncul dari Imperium Britania. Pengaruh yang paling besar terlihat dalam penyebaran bahasa Inggris di berbagai wilayah di seantero dunia. Saat ini, bahasa Inggris merupakan bahasa utama bagi lebih dari 400 juta penduduk di dunia dan dituturkan oleh sekitar satu setengah miliar orang sebagai bahasa pertama, kedua atau bahasa internasional.

[216] Penyebaran bahasa Inggris sejak paruh kedua abad ke-20 juga turut dibantu oleh pengaruh budaya Amerika Serikat, yang awalnya juga terbentuk dari koloni Britania. Dalam sistem pemerintahan, dengan pengecualian di hampir semua bekas koloni Britania di Afrika yang sekarang telah mengadopsi sistem presidensial, sistem parlementer Inggris telah menjadi model umum bagi negara-negara bekas koloni Britania, demikian juga sistem hukum Inggris.

[217] Komisi Yudisial Dewan Privi juga masih berfungsi sebagai pengadilan tertinggi di beberapa bekas koloni Britania di Karibia dan Pasifik. Tentara dan Pegawai Negeri Sipil Britania selama masa kolonisasi juga turut menyebarkan dan membentuk Komuni Anglikan di seluruh benua.

Arsitektur kolonial Britania seperti gereja, stasiun kereta api dan bangunan pemerintah masih berdiri kokoh di banyak kota yang pernah menjadi bagian dari Imperium Britania. [218] Cabang-cabang olahraga yang berasal dari Kepulauan Britania, khususnya sepak bola, kriket, tenis dan golf, turut serta diekspor.

[219] Penggunaan sistem pengukuran dan sistem imperial Inggris terus digunakan di beberapa negara yang diadopsi dalam berbagai cara. Konvensi mengemudi di sisi kiri jalan juga masih dipertahankan oleh sebagian besar negara-negara bekas Imperium Britania.

[220] Batas-batas politik yang diciptakan oleh Britania tidak selalu mencerminkan kehomogenan etnis atau agama, justru sering kali memberikan kontribusi bagi konflik di daerah-daerah yang pernah menjadi koloni Britania. Imperium Britania juga bertanggung jawab atas migrasi jutaan penduduk dari Kepulauan Britania (terutama Inggris dan Irlandia) ke Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Para imigran ini secara perlahan-lahan menanggalkan identitas Britania mereka setelah terbentuknya negara baru. Imigrasi besar-besaran selama masa kejayaan Imperium Britania sering kali menyebabkan ketegangan antar etnis dan semakin tersingkirnya minoritas asli di wilayah koloni seperti Aborigin di Australia, Indian di Amerika Utara dan sebagainya.

Jutaan jiwa bermigrasi dari dan ke wilayah-wilayah koloni Britania. Sejumlah besar orang India beremigrasi ke bagian lain dari imperium, seperti ke Malaysia dan Fiji. Emigrasi warga Tionghoa, terutama dari Tiongkok Selatan, menyebabkan terbentuknya mayoritas Tionghoa di Singapura dan minoritas Tionghoa di Karibia.

Sementara itu, komposisi penduduk Britania Raya sendiri berubah setelah terjadinya Perang Dunia II, yaitu terjadi gelombang migrasi besar-besaran dari negara-negara koloni ke Kepulauan Britania.

[221] Kebun Raya Bogor, salah satu peninggalan Imperium Britania di Indonesia. Di Indonesia, meski masa kekuasaannya singkat, Imperium Britania juga turut mewariskan beberapa pengaruh dan peninggalannya.

Saat Raffles berkuasa, ia membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan, dengan tujuan untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasainya.

Sistem karesidenan ini tetap dipakai sampai tahun 1964. Raffles juga membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pada pengadilan Inggris. Selain itu, Raffles juga tertarik kepada sejarah, kebudayaan dan kesenian Jawa.

Ketertarikannya ini diwujudkan dalam sebuah buku karangannya mengenai sejarah Jawa yang berjudul History of Java. Warisan Raffles lainnya adalah sebuah kebun di Paleis Buitenzorg ( Istana Bogor), yang merupakan tempat kediaman Raffles di Indonesia (saat itu bernama Hindia Belanda). Berawal dari dari kebun istana ini, Raffles berkeinginan untuk mengumpulkan bermacam- macam tanaman yang ada di Indonesia hingga akhirnya kelak menciptakan Kebun Raya Bogor.

[222] Portal Sejarah Portal Britania Raya Wikimedia Commons memiliki media mengenai British Empire. • Kolonialisme • Imperialisme • Daftar imperium terbesar • Zaman Penjelajahan • Kolonisasi Britania di Amerika • Kolonisasi Eropa di Amerika • Ordo Imperium Britania • Daftar Negara Jajahan Kerajaan Britania Raya Referensi Catatan kaki • ^ Ferguson, Niall (2004).

Empire, The rise and demise of the British world order and the lessons for global power. Basic Books. ISBN 0-465-02328-2. • ^ Maddison 2001, hal. 98, 242. • ^ Ferguson 2004, hal. 15. • ^ Elkins2005, hal. 5. • ^ Ferguson 2004, hal. 2. • ^ a b Ferguson 2004, hal. 3. • ^ Andrews 1985, hal. 45. • ^ Ferguson 2004, hal. 4. • ^ Canny, hal.

35. • ^ Thomas, hal. 155–158 • ^ Ferguson 2004, hal. 7. • ^ Canny, hal. 62. • ^ Lloyd, hal. 4–8. • ^ Canny, hal. 7. • ^ Kenny, hal. 5. • ^ Taylor, hal. 119,123. • ^ Andrews, hal. 187. • ^ Andrews, hal. {/INSERTKEYS}

inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota

188. • ^ Canny, hal. 63. • ^ Canny, hal. 63–64. • ^ Canny, hal. 70. • ^ Canny, hal. 34. • ^ James, hal. 17. • ^ Canny, hal.

71. • ^ Canny, hal. 221. • ^ Lloyd, hal. 22–23. • ^ Lloyd, hal. 32. • ^ Lloyd, hal. 33, 43. • ^ Lloyd, hal. 15–20. • ^ Andrews, hal. 316, 324–326. • ^ Andrews, hal. 20–22. • ^ James, hal. 8. • ^ Lloyd, hal. 40. • ^ Ferguson 2004, hal. 72–73. • ^ a b Buckner, hal. 25. • ^ Lloyd, hal. 37. • ^ Ferguson 2004, hal. 62. • ^ Canny, hal. 228. • ^ Marshall, hal. 440–64. • ^ Magnusson, hal. 531. • ^ Macaulay, hal.

509. • ^ Lloyd, hal. 13. • ^ a b Ferguson 2004, hal. 19. • ^ Canny, hal. 441. • ^ Pagden, hal. 90. • ^ a b Shennan, hal. 11–17. • ^ James, hal. 58. • ^ Bandyopādhyāẏa, hal. 49–52 • ^ a b Pagden, hal. 91. • ^ Canny, hal. 93. • ^ Smith, hal. 17. • ^ Smith, hal. 18–19. • ^ Brown, hal. 5. • ^ Ferguson 2004, hal. 84. • ^ Ferguson 2004, hal. 90. • ^ Canny, hal. 92. • ^ James, hal. 120. • ^ James, hal.

119. • ^ Marshall, hal. 585. • ^ Latimer, hal. 8, 30–34, 389–92. • ^ Zolberg, hal. 496. • ^ Games, hal. 46–48. • ^ Kelley & Trebilcock, hal. 43. inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota ^ Smith, hal.

28. • ^ Smith, hal. 20. • ^ Smith, hal. 20–21. • ^ Peters, hal. 5–23. • ^ James, hal. 142. • ^ Brittain and the Dominions, hal. 159. • ^ Fieldhouse, hal. 145–149 • ^ Cervero, Robert B.

(1998). The Transit Metropolis: A Global Inquiry. Chicago: Island Press. hlm. 320. ISBN 1-55963-591-6. • ^ Statesmen's Year Book 1889 • ^ Smith, hal. 45. • ^ "Waitangi Day". History Group, New Zealand Ministry for Culture and Heritage. Diakses tanggal 13 December 2008.

• ^ Mein Smith, hal. 49. • ^ Porter, hal. 579. • ^ James, hal. 152. • ^ James, hal. 161. • ^ Lloyd, hal. 115–118. • ^ a b c d James, hal. 165. • ^ Sutrisno, Sulastin (2001). Dari lima penjajahan menuju zaman kemerdekaan. Indira. • ^ Notosusanto, Nugroho (1994). Sejarah nasional Indonesia I. Depdikbud. • ^ Sutrisno, hal. 46. • ^ Notosusanto, hal. 34. • ^ Porter, hal. 14. • ^ Hinks, hal. 129. • ^ Hyam, hal. 1.

• ^ Smith, hal. 71. • ^ Parsons, hal. 3. • ^ a b Porter, hal. 401. • ^ Porter, hal. 332. • ^ Porter, hal. 8. • ^ Marshall, hal. 156–57. • ^ Dalziel, hal. 88–91. • ^ Martin, hal. 146–148. • ^ Janin, hal. 28. • ^ Parsons, hal. 44–46. • ^ Smith, hal.

50–57. • ^ Marshall, hal. 133–34. • ^ Hopkirk, hal. 1–12. • ^ James, hal. 181. • ^ Royle, preface. • ^ Williams, Beryl J. (1966). "The Strategic Background to the Anglo-Russian Entente of August 1907". The Historical Journal. 9 (03): 360–373. doi: 10.1017/S0018246X00026698. JSTOR 2637986. • ^ Hodge, hal. 47. • ^ Smith, hal. 85. • ^ Smith, hal. 85–86. • ^ Lloyd, hal.

168, 186, 243. • ^ Lloyd, hal. 255. • ^ Tilby, hal. 256. • ^ Ferguson 2004, hal. 230–33. • ^ James, hal. 274. • ^ "Treaties". Egypt Ministry of Foreign Affairs. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-15. Diakses tanggal 20 October 2010. • ^ Herbst, hal. 71–72. • ^ Vandervort, hal. 169–183. • ^ James, hal. 298. • ^ Lloyd, hal. 215. • ^ Brown, hal. 7. • ^ Smith, hal. 28–29. • ^ Porter, hal. 187 • ^ a b Rhodes, Wanna & Weller, hal. 5–15. • ^ a b Lloyd, hal. 213 • ^ a b James, hal. 315.

• ^ Smith, hal. 92. • ^ Porter, hal. 221 • ^ O'Brien, hal. 1. • ^ Brown, hal. 667. • ^ Lloyd, hal. 275. • ^ Marshall, hal. 78–79. • ^ Lloyd, hal.

277. • inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota Lloyd, hal. 278. • ^ Ferguson 2004, hal. 315. • ^ Fox, hal. 23–29, 35, 60. • ^ Goldstein, hal. 4. • ^ Louis, hal. 302. • ^ Louis, hal. 294. • ^ Louis, hal. 303. • ^ Lee 1996, hal. 305. • ^ Brown, hal. 143. • ^ Smith, hal. 95. • ^ Magee, hal.

108. • ^ Ferguson 2004, hal. 330. • ^ a b James, hal. 416. • ^ Low, D.A. (February 1966). "The Government of India and the First Non-Cooperation Movement-—1920–1922".

The Journal of Asian Studies. 25 (2): 241–259. doi: 10.2307/2051326. • ^ Smith, hal. 104. • ^ Brown, hal. 292. • ^ Smith, hal. 101. • ^ McIntyre, hal. 187. • ^ Brown, hal. 68. • ^ McIntyre, hal. 186. • ^ Brown, hal. 69. • ^ Turpin & Tomkins, hal. 48. • ^ Lloyd, hal. 300. • ^ Kenny, hal. 21. • ^ Lloyd, hal. 313–14. • ^ Gilbert, hal. 234. • ^ a b Lloyd, hal. 316. • ^ James, hal. 513. • ^ Gilbert, hal. 244. • ^ Louis, hal. 337.

• ^ Brown, hal. 319. • ^ James, hal. 460. • ^ Brown, hal. 331. • ^ "What's a little debt between friends?". BBC News. 10 May 2006. Diakses tanggal 20 November 2008. • ^ Levine, hal. 193. • ^ Brown, hal. 330. • ^ Lloyd, hal. 322. • ^ Smith, hal. 67. • ^ Lloyd, hal. 325. • ^ McIntyre, hal. 355–356. • ^ Lloyd, hal. 327. • ^ Lloyd, hal. 328. • ^ Lloyd, hal.

332. • ^ a b c Lloyd, hal. 335. • ^ Brown, hal. 339–40. • ^ James, hal. 581. • ^ Ferguson 2004, hal. 355. • ^ James, hal. 583. • ^ Combs, hal. 161–163. • ^ "Suez Crisis: Key players". BBC News. 21 July 2006. Diakses tanggal 19 October 2010. • ^ Brown, hal. 342. • ^ Smith, hal. 105. • ^ Burk, hal. 602. • ^ a b Brown, hal. 343. • ^ James, hal. 585. • ^ Thatcher.

• ^ Smith, hal. 106. • ^ James, hal. 586. • ^ Lloyd, hal. 370–371. • ^ James, hal. 616. • ^ Louis, hal. 46. • ^ Lloyd, hal. 427–433. • ^ James, hal. 618–621. • ^ Springhall, hal. 100–102. • ^ a b Knight & Palmer, hal. 14–15. • ^ Clegg, hal. 128. • ^ Lloyd, hal. 428. • ^ James, hal. 622. • ^ Lloyd, hal.

401, 427–429. • ^ Macdonald, hal. 171–191. • ^ James, hal. 624–625. • ^ James, hal. 629. • ^ a b Brown, hal. 594. • ^ Brown, hal. 689. • ^ Brendon, hal. 654. • ^ Joseph, hal. 355. • ^ Rothermund, hal. 100. • ^ Brendon, hal. 654–55.

• ^ Brendon, hal. 656. • ^ "Charles' diary lays thoughts bare". BBC News. 22 February 2006. Diakses tanggal 13 December 2008.

• ^ "BBC - History - Britain, the Commonwealth and the End of Empire". BBC News. Diakses tanggal 13 December 2008. • ^ House of Commons Foreign Affairs Committee Overseas Territories Report, hal. 145–147 • ^ House of Commons Foreign Affairs Committee Overseas Territories Report, hal. 146,153 • ^ "British Indian Ocean Territory". The World Factbook. CIA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-25.

Diakses tanggal 13 December 2008. • ^ House of Commons Foreign Affairs Committee Overseas Territories Report, hal. 136 • ^ "Head of the Commonwealth". Commonwealth Secretariat. Diakses tanggal 9 October 2010. • ^ Hogg, hal. 424 chapter 9 English Worldwide by David Crystal: "approximately one in four of the worlds population are capable of communicating to a useful level in English." • ^ Ferguson 2004, hal.

307. • ^ Marshall, hal. 238–40. • ^ Torkildsen, hal. 347. • ^ Parsons, hal. 1. • ^ Dalziel, hal. 135. • ^ Sutrisno, hal. 48. Bibliografi • Abernethy, David (2000). The Dynamics of Global Dominance, European Overseas Empires 1415–1980.

Yale University Press. ISBN 0-300-09314-4. Diakses tanggal 22 July 2009. • Andrews, Kenneth (1984). Trade, Plunder and Settlement: Maritime Enterprise and the Genesis of the British Empire, 1480–1630.

Cambridge University Press. ISBN 0-521-27698-5. Diakses tanggal 22 July 2009. • Bandyopādhyāẏa, Śekhara (2004). From Plassey to partition: a history of modern India. Orient Longman. ISBN 81-250-2596-0. • Brendon, Piers (2007). The Decline and Fall of the British Empire, 1781–1997.

Random House. ISBN 0-224-06222-0. Diakses tanggal 6 October 2010. • Brittain and the Dominions. Cambridge University Press. n.d. • Brown, Judith (1998).

The Twentieth Century, The Oxford History of the British Empire Volume IV. Oxford University Press. ISBN 0-19-924679-3. Diakses tanggal 22 July 2009. • Buckner, Phillip (2008). Canada and the British Empire. Oxford University Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota. ISBN 978-0-19-927164-1. Diakses tanggal 22 July 2009. • Burk, Kathleen (2008). Old World, New World: Great Britain and America from the Beginning. Atlantic Monthly Press.

ISBN 0-87113-971-5. Diakses tanggal 22 January 2012. • Canny, Nicholas (1998). The Origins of Empire, The Oxford History of the British Empire Volume I.

Oxford University Press. ISBN 0-19-924676-9. Diakses tanggal 22 July 2009. • Clegg, Peter (2005). "The UK Caribbean Overseas Territories". Dalam de Jong, Lammert; Kruijt, Dirk. Extended Statehood in the Caribbean. Rozenberg Publishers. ISBN 90-5170-686-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • Combs, Jerald A.

(2008). The History of American Foreign Policy: From 1895. M.E. Sharpe. ISBN 978-0-7656-2056-9. • Dalziel, Nigel (2006). The Penguin Historical Atlas of the British Empire. Penguin. ISBN inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observarium tersebut berada di kota. Diakses tanggal 22 July 2009. • David, Saul (2003). The Indian Mutiny. Penguin. ISBN 0-670-91137-2. Diakses tanggal 22 July 2009. • Elkins, Caroline (2005). Imperial Reckoning: The Untold Story of Britain's Gulag in Kenya. Owl Books. ISBN 0-8050-8001-5. • Ferguson, Niall (2004). Colossus: The Price of America's Empire.

Penguin. ISBN 1-59420-013-0. Diakses tanggal 22 July 2009. [ pranala nonaktif permanen] • Ferguson, Niall (2004). Empire. Basic Books. ISBN 0-465-02329-0.

Diakses tanggal 22 July 2009. • Fieldhouse, David Kenneth (1999). The West and the Third World: trade, colonialism, dependence, and development. Blackwell Publishing. ISBN 0-631-19439-8. • Fox, Gregory H. (2008). Humanitarian Occupation. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-85600-3. • Games, Alison (2002). Armitage, David; Braddick, Michael J, ed.

The British Atlantic world, 1500–1800. Palgrave Macmillan. ISBN 0-333-96341-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • Sutrisno, Sulastin (2001). Dari Lima Penjajahan Menuju Zaman Kemerdekaan. Indira. • Torkildsen, George (2005). Leisure and recreation management. Routledge. ISBN 978-0-415-30995-0. • Turpin, Colin (2007). British government and the constitution (6th ed.). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-69029-4. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • Gapes, Mike (2008).

HC Paper 147-II House of Commons Foreign Affairs Committee: Overseas Territories, Volume II. The Stationery Office. ISBN 0-215-52150-1. Diakses tanggal 22 July 2009.

• Gilbert, Sir Martin (2005). Churchill and America. Simon and Schuster. ISBN 0-7432-9122-0. Diakses tanggal 22 July 2009. • Goldstein, Erik (1994). The Washington Conference, 1921–22: Naval Rivalry, East Asian Stability and the Road to Pearl Harbor. Routledge. ISBN 0-7146-4559-1. Diakses tanggal 22 July 2009. • Goodlad, Graham David (2000). British foreign and imperial policy, 1865–1919. Psychology Press. ISBN 0-415-20338-4. Diakses tanggal 18 September 2010. • Herbst, Jeffrey Ira (2000).

States and power in Africa: comparative lessons in authority and control. Princeton University Press. ISBN 0-691-01028-5. • Hinks, Peter (2007). Encyclopedia of antislavery and abolition. Greenwood Publishing Group. ISBN 978-0-313-33143-5. Diakses tanggal 1 August 2010. • Hodge, Carl Cavanagh (2007). Encyclopedia of the Age of Imperialism, 1800–1914. Greenwood Publishing Group. ISBN 0-313-33404-8. Diakses tanggal 22 July 2009. • Hogg, Richard (2008). A History of the English Language.

Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-66227-7. Diakses tanggal 13 April 2010. • Hopkirk, Peter (2002). The Great Game: The Struggle for Empire in Central Asia. Kodansha International. ISBN 4-7700-1703-0. Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • Hollowell, Jonathan (1992). Britain Since 1945. Blackwell Publishing. ISBN 0-631-20968-9. • Hyam, Ronald (2002). Britain's Imperial Century, 1815–1914: A Study of Empire and Expansion. Palgrave Macmillan.

ISBN 978-0-7134-3089-9. Diakses tanggal 22 July 2009. • James, Lawrence (2001). The Rise and Fall of the British Empire. Abacus. ISBN 978-0-312-16985-5. Diakses tanggal 22 July 2009. • Janin, Hunt (1999).

The India–China opium trade in the nineteenth century. McFarland. ISBN 0-7864-0715-8. • Joseph, William A. (2010). Politics in China. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-533530-9. • Kelley, Ninette (2010). The Making of the Mosaic (2nd ed.).

University of Toronto Press. ISBN 978-0-8020-9536-7. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • Kenny, Kevin (2006). Ireland and the British Empire. Oxford University Press. ISBN 0-19-925184-3. Diakses tanggal 22 July 2009. • Knight, Franklin W. (1989). The Modern Caribbean. University of North Carolina Press. ISBN 0-8078-1825-9. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • Latimer, Jon (2007).

War with America. Harvard University Press. ISBN 0-674-02584-9. Diakses tanggal 22 July 2009. • Taylor, Alan (2001). American Colonies, The Settling of North America. Penguin. ISBN 0-14-200210-0. Diakses tanggal 22 July 2009. • Notosusanto, Nugroho (1994).

Sejarah Nasional Indonesia I. Depdikbud. ISBN 929-781-365-7 Periksa nilai: checksum -isbn= ( bantuan). • Thomas, Hugh (1997). The Slave Trade: The History of The Atlantic Slave Trade.

Picador, Phoenix/Orion. ISBN 0-7538-2056-0. Diakses tanggal 22 July 2009. • Tilby, A. Wyatt (2009). British India 1600–1828. BiblioLife. ISBN 978-1-113-14290-0. Pranala luar • (Inggris) Imperium Britania di Internet Gateway • (Inggris) Sumber-sumber dokumen Imperium Britania • (Inggris) Imperium Britania di TheEnglishCollection.com Diarsipkan 2012-12-05 di Archive.is • 1579 New Albion • 1583–1907 Newfoundland • 1605–1979 * Saint Lucia • 1607–1776 Virginia • Sejak 1619 Bermuda • 1620–1691 Koloni Plymouth • 1623–1883 Saint Kitts (* Saint Kitts & Nevis) • 1624–1966 * Barbados • 1625–1650 Saint Croix • 1627–1979 * Saint Vincent and the Grenadines • 1628–1883 Nevis (* Saint Kitts & Nevis) • 1629–1691 Koloni Teluk Massachusetts • 1632–1776 Maryland • Sejak 1632 Montserrat • 1632–1860 Antigua (* Antigua & Barbuda) • 1636–1776 Connecticut • 1636–1776 Pulau Rhode • 1637–1662 Koloni New Haven • 1643–1860 Bay Islands • Sejak 1650 Anguilla • 1655–1850 Mosquito Coast (Protektorat) • 1655–1962 * Jamaika • 1663–1712 Carolina • 1664–1776 New York • 1665–1674 dan 1702–1776 New Jersey • Sejak 1666 Kepulauan Virgin Britania Raya • Sejak 1670 Kepulauan Cayman • 1670–1973 * Bahama • 1670–1870 Rupert's Land • 1671–1816 Kepulauan Leeward • 1674–1702 Jersey Timur • 1674–1702 Jersey Barat • 1680–1776 New Hampshire • 1681–1776 Pennsylvania • 1686–1689 Dominion of New England • 1691–1776 Massachusetts • 1701–1776 Delaware • 1712–1776 Carolina Utara • 1712–1776 Carolina Selatan • 1713–1867 Nova Scotia • 1733–1776 Georgia • 1762–1974 * Grenada • 1763–1978 Dominica • 1763–1873 Pulau Prince Edward • 1763–1791 Quebec • 1763–1783 Florida Timur • 1763–1783 Florida Barat • 1784–1867 New Brunswick • 1791–1841 Kanada Bawah • 1791–1841 Kanada Atas • Sejak 1799 Kepulauan Turks dan Caicos • 1818–1846 Columbia District/ Oregon Country 1 • 1833–1960 Kepulauan Windward • 1833–1960 Kepulauan Leeward • 1841–1867 Provinsi Kanada • 1849–1866 Pulau Vancouver • 1853–1863 Koloni Kepulauan Queen Charlotte • 1858–1866 Columbia Britania Raya • 1859–1870 North-Western Teritori • 1860–1981 * Britania Raya Antigua and Barbuda • 1862–1863 Stikine Teritori • 1866–1871 Vancouver Pulau and Britania Raya Columbia • 1867–1931 * Dominion of Canada 2 • 1871–1964 Britania Raya Honduras (* Belize) • 1882–1983 * Saint Kitts and Nevis • 1889–1962 Trinidad and Tobago • 1907–1949 Dominion of Newfoundland 3 • 1958–1962 West Indies Federation • Sejak 1815 Pulau Ascension 14 • Sejak 1816 Tristan da Cunha 14 • 1806–1910 Tanjung Harapan Baik • 1807–1808 Madeira • 1810–1968 Mauritius • 1816–1965 Gambia • 1856–1910 Natal • 1862–1906 Lagos • 1868–1966 Basutoland ( Lesotho) • 1874–1957 Pantai Emas ( Ghana) • 1882–1922 Mesir • 1884–1900 Pantai Niger • 1884–1966 Bechuanaland • 1884–1960 Somaliland • 1887–1897 Zululand • 1890–1962 Uganda • 1890–1963 Zanzibar • 1891–1964 Nyasaland • 1891–1907 Afrika Tengah • 1893–1968 Swaziland • 1895–1920 Afrika Timur • 1899–1956 Sudan • 1900–1914 Nigeria Utara • 1900–1914 Nigeria Selatan • 1900–1910 Sungai Oranye • 1900–1910 Transvaal • 1903–1976 Seychelles • 1910–1931 Afrika Selatan • 1914–1960 Nigeria • 1915–1931 Afrika Barat Daya • 1919–1961 Kamerun 6 • 1920–1963 Kenya • 1922–1961 Tanganyika 6 • 1923–1965 dan 1979–1980 Rhodesia Selatan 7 • 1924–1964 Rhodesia Utara • 6 Mandat Liga Bangsa-Bangsa.

• 7 Pemerintahan sendiri, Rhodesia Selatan secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1965 (sebagai Rhodesia) dan berlanjut sebagai negara yang tidak diakui sampai Persetujuan Lancaster House 1979.

Setelah mengakui kemerdekaan pada tahun 1980, Zimbabwe adalah anggota Persemakmuran sampai akhirnya mundur pada tahun 2003. • 1812–1824 Banka (Sumatera) • 1812–1824 Belitung (Sumatera) • 1819–1826 Britania Raya Malaya ( Peninsular Malaysia and Singapore) • 1824–1946 Straits Settlement of Malacca • 1826–1946 Straits Settlements • 1839–1967 Koloni Aden • 1839–1842 Afghanistan • 1841–1997 Hong Kong • 1841–1946 Kerajaan of Sarawak ( Malaysia) • 1848–1946 Koloni Mahkota Labuan • 1858–1947 India Britania Raya ( India, Pakistan dan Bangladesh, Burma) • 1879–1919 Afghanistan • 1882–1963 Britania Raya North Borneo ( Malaysia) • 1885–1946 Unfederated Malay States • 1888–1984 Kesultanan of Brunei • 1888–1946 Kesultanan Sulu • 1891–1971 Muscat and Oman Protektorat • 1892–1971 Trucial States Protektorat • 1895–1946 Federated Malay States • 1898–1930 Weihai Garrison • 1878–1960 Cyprus • 1788–1901 New South Wales • 1803–1901 Van Diemen's Land/ Tasmania • 1807–1863 Auckland Kepulauan 9 • 1824–1980 New Hebrides ( Vanuatu) • 1824–1901 Queensland • 1829–1901 Swan River Koloni/ Western Australia • 1836–1901 South Australia • Sejak 1838 Pitcairn Kepulauan • 1841–1907 Koloni of New Zealand • 1851–1901 Victoria • 1874–1970 Fiji 10 • 1877–1976 Britania Raya Western Pacific Territories • 1884–1949 Teritori of Papua • 1888–1965 Cook Kepulauan 9 • 1889–1948 Union Kepulauan (Tokelau) 9 • 1892–1979 Gilbert and Ellice Kepulauan 11 • 1893–1978 Britania Raya Solomon Kepulauan 12 • Sejak 1658 Saint Helena 14 • Sejak 1815 Pulau Ascension 14 • Sejak 1816 Tristan da Cunha 14 • Sejak 1908 Teritori Antarktika Britania Raya 15 • 1841-1933 Teritori Antarktika Australia (Transferred to the Commonwealth of Australia) • 1841-1947 Dependensi Ross (Transferred to the Realm of New Zealand) • 14 Sejak 2009 part of Saint Helena, Ascension and Tristan da Cunha; Ascension Pulau (1922—) and Tristan da Cunha (1938—) were previously dependencies of Saint Helena.

• 15 Both claimed in 1908; territories formed in 1962 (Britania Raya Antarctic Teritori) and 1985 (South Georgia and the South Sandwich Kepulauan). Akkadia · Mesir · Asiria · Babilonia · Aksum · Het · Persia ( Media · Akhemeniyah · Parthia · Sasaniyah) · Makedonia ( Ptolemaik · Seleukia) · Kartago · India ( Maurya · Sunga · Satavahana · Kushan · Gupta · Harsha) · Tiongkok ( Qin · Han · Jin) · Romawi ( Romawi Barat · Romawi Timur) · Nirun Imperium abad pertengahan Ayyubiyyah · Byzantium · Hun · Turk ( Turk · Timur · Barat) · Arab ( Rasyidin · Umayyah · Abbasiyah · Fatimiyah · Kordoba) · Maroko ( Idrisiyah · Murabithun · Muwahhidun · Mariniyah) · India ( Pala · Chola · Delhi · Wijayanagara) · Persia ( Tahiriyah · Samaniyah · Buwayhiyah · Saffariyah · Ziyariyah) · Ghaznawiyah · Benin · Seljuk · Oyo · Bornu · Khwarezmia · Timuriyah · Mongol ( Yuan · Jochi · Chagatai · Kekhanan Il) · Kanem · Serbia · Songhai · Khmer · Bulgaria · Karoling · Romawi Suci · Angevin · Mali · Tiongkok ( Sui · Tang · Song · Yuan) · Tibet · Uighur · Ghana · Aztek · Inka · Sriwijaya · Majapahit · Ethiopia ( Zagwe · Salomo) · Aceh · Brunei · Vietnam ( Dai Viet) · Tonga · Melaka · Demak · Mamluk Mesir · Venesia · Georgia Imperium modern Afghan · India ( Mughal · Maratha · Sikh · Mysore) · Tiongkok ( Ming · Qing · Tiongkok · Manchukuo) · Ternate · Vietnam ( Dai Nam · Vietnam) · Utsmaniyah · Persia ( Safawiyah · Afshariyah · Zand · Qajar · Pahlavi) · Cirebon · Oman · Johor · Ethiopia · Uzbek ( Uzbek · Bukhara) · Maroko ( Saadi · Alaouite) · Afrika Tengah · Portugis · Spanyol · Iberia · Belanda · Britania · Banten · Mataram · Prancis ( Napoleon Prancis · Kolonial Prancis) · Austria · Jerman ( Kolonial Jerman · Jerman Nazi) · Rusia · Swedia · Austria-Hongaria · Brasil · Meksiko ( Pertama · Kedua) · Haiti ( Pertama · Kedua) · Kolonial Italia · Kolonial Belgia · Kolonial Denmark · Kolonial Norwegia · Korea · Jepang Imperium Adidaya Kategori tersembunyi: • Pages using infobox country or infobox former country with the flag caption or type parameters • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan rujukan dengan accessdate dan tanpa URL • Galat CS1: ISBN • Templat webarchive tautan archiveis • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Halaman ini terakhir diubah pada 9 Maret 2022, pukul 08.22.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
SOAL 2 Di bawah ini merupakan pernyataan yang tidak benar, terkait dengan kondisi sosial di benua Asia, yaitu .

A. Benua Asia memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia B. Mayoritas penduduknya memeluk agama Nasrani C. Mayoritas penduduknya mengandalkan perekonomian di bidang agraris D. Keadaan penduduk Benua Asia terdiri dari multi ras SOAL 25 Masalah pokok akibat over population pada negara-negara berkembang benua Asia dan Afrika pada umumnya adalah .

A. kesulitan memenuhi kebutuhan pokok B. kurangnya fasilitas dan sarana kesehatan C. tidak tersedianya fasilitas pendidikan yang layak D. fasilitas umum dan rekreasi masih minimal SOAL 29 Berikut ini yang bukan karakteristik Benua Amerika adalah . A. Didukung oleh iklim tropis yang lembab B. Memiliki daerah dataran tinggi dan pegunungan yang luas, khususnya di Argentina dan Chili C. Tanahnya subur khususnya di daerah lembah sungai sungai besar D. Memiliki curah hujan tinggi SOAL 32 Jepang dikenal sebagai negara yang sering mengalami bencana alam, sebab .

A. sebagian besar wilayah Jepang terdiri atas sungai dan danau B. menjadi tempat pertemuan arus Kuroshio dan arus Oyashio C. Jepang merupakan negara dengan banyak pulau (archipelago) terletak pada perbatasan lempeng D. Benua Asia dan lempeng Samudra Pasifik SOAL 38 Perhatikan bentang alam sebagai berikut! • Pegunungan utara merupakan tanah tinggi • Wilayah tengah merupakan suatu depresi DAS Chao Phraya • Terdapat plato di sebelah timur • Perbukitan di barat daya dengan gunung Khao Soi Dao • Sebelah selatan terdapat tanah genting Kra Ciri-ciri bentang alam di atas, dimiliki oleh negara .

A. Myanmar B. Thailand C. Laos D. Kamboja SOAL 40 Salah satu contoh pengaruh interaksi antar ruang antar negara yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial adalah . A. jual beli mesin-mesin industri secara online B. makanan orang Tiongkok ditiru bangsa lain C. protes bangsa Palestina terhadap tentara Yahudi D. adanya wisatawan asing pada suatu objek wisata Jawaban: Benua Antartika tidak dihuni oleh manusia secara permanen karena suhunya sangat dingin dan hampir seluruh daratannya tertutup lapisan es abadi, sehingga memungkinkan manusia tidak bisa bertahan hidup karena tidak dapat mendukung kegiatan yang diperlukan untuk kehidupan manusia seperti bercocok tanam dan sebagainya.

Jawaban: Faktor yang mendorong kemajuan industri di negara Jepang antaralain : • kaya akan batubara putih sebagai sumber tenaga utama dalam industri • sumber daya manusia yang handal, trampil dan terlatih • penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi • penduduknya memiliki jiwa disiplin dan kemajuan bekerja keras • menerapkan sistem politik dumping LATIHAN LAGI SOAL LAINNYA -- DAFTAR SOAL LATIHAN -- - SOAL PTS: B.

INDONEISA KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: B. INDONEISA KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: B. INDONEISA KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: B. INGGRIS KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: B. INGGRIS KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: B.

INGGRIS KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: MATEMATIKA KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: MATEMATIKA KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: MATEMATIKA KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: IPA KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: IPA KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: IPA KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: IPS KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: IPS KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: IPS KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: PPKN KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: PPKN KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: PPKN KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: SENI BUDAYA KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: SENI BUDAYA KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: SENI BUDAYA KLS 9 GANJIL - SOAL PTS: PRAKARYA KLS 7 GANJIL - SOAL PTS: PRAKARYA KLS 8 GANJIL - SOAL PTS: PRAKARYA KLS 9 GANJIL - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSN 2020 - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSN 2019 - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSM 2019 - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSN 2018 - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSM 2017 - SOAL FISIKA DAN PEMBAHASAN KSM 2015 - SOAL BIOLOGI & PEMBAHASAN KSN 2020 - SOAL BIOLOGI & PEMBAHASAN KSN 2019 - SOAL BIOLOGI & PEMBAHASAN KSM 2019 - SOAL BIOLOGI & JAWABAN KSM PROVINSI - SOAL IPA & PEMBAHASAN KSM MTS 2018 - SOAL US : B.

INDONESIA-1 KELAS 9 - SOAL US : B. INDONESIA-2 KELAS 9 - SOAL US : B. INGGRIS-1 KELAS 9 inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional. observarium tersebut berada di kota SOAL US : B. INGGRIS-2 KELAS 9 - SOAL US : MATEMATIKA-1 KELAS 9 - SOAL US : IPA-1 KELAS 9 - SOAL US : IPS-1 KELAS 9 - SOAL US : IPS-2 KELAS 9 - SOAL US : SENI BUDAYA-1 KELAS 9 - SOAL US : SENI BUDAYA-2 KELAS 9 - SOAL US : PRAKARYA-1 KELAS 9 - SOAL US : LAINNYA MASIH PROSES.

- SIMULASI UJIAN SEKOLAH - PAS/UAS IPA KLS 7 SMT GANJIL - PAS/UAS IPA KLS 8 SMT GANJIL - PAS/UAS IPA KLS 9 SMT GANJIL - UAS PRAKARYA KLS 7 SMT 1 - PAS-UAS PRAKARYA 8 GANJIL - UAS MATEMATIKA KLS.7 SMT 1 - UAS IPS KLS.7 SMT 1 - UAS MATEMATIKA KLS.8 SMT 1 - UAS MATEMATIKA KLS.9 SMT 1 Semoga Latihan SOAL PTS IPS KELAS 9 SMP/MTS GANJIL ini bermanfaat dan bisa memberikan semangat untuk selalu berlatih.

Salam sukses!!!! Install Aplikasinya di Android, Berikut Link Downloadnya: Rumah Belajar.APK AJAK TEMAN-TEMAN BELAJAR, dengan cara KLIK TOMBOL SHARE DI BAWAH INI!
Inggris memiliki observatorium kerajaan yang selanjutnya digunakan sebagai satuan waktu internasional.

observatorium tersebut berada di kota? a.london b.greenwich c.liverpool d.manchester kutub selatan (antartika) dapat dikelompokkan sebagai sebuah benua,namun sebaliknya kutub utara (artik) tidak disebut sebagai benua hal ini karena a. kutub utara lebih dingin jika dibandingkan dengan kutub selatan.

b. kutub utara berupa cekungan perairan yang membeku c. daratan kutub selatan lebih luas d. kutub utara sulit untuk diprediksi temperaturnya ​ Perburuan hewan liar di hutan merupakan tindakan yang harus dihindari oleh masyarakat karena. A. Hewan merupakan salah satu sumber pendapatan ma … syarakat. B. Mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. C. Hewan liar dapat dijadikan koleksi dirumah. D. Dapat membahayakan kehidupan manusia. Pilih mata pelajaran: IPA

ENGLISH CLASS X (015) - RECOUNT TEXT (HISTORICAL EVENT)




2022 www.videocon.com