Jalur zonasi sma 2021

jalur zonasi sma 2021

TRIBUNJABAR.ID - Pembukaan pendaftaran tahap 2 PPDB SMA 2021 di Jawa Barat berlangsung hari ini, Jumat 25 Juni 2021. Para calon peserta didik baru melakukan pendaftaran tahap 2 PPDB SMA ini melalui jalur zonasi. Pada jalur zonasi seleksi dinilai menggunakan sistem pembagian wilayah mempertimbangkan letak geografis dan wilayah administratif yang telah ditentukan.

Oleh karena itu, calon peserta didik sebaiknya memperhatikan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah tujuan. Baca juga: Alur Pendaftaran PPDB SMA Jabar 2021 Jalur Zonasi, Peserta Pilih 3 Sekolah, Satu di Antaranya Swasta Berikut ini TribunJabar.id himpun tata cara pendaftaran jalur zonasi PPDB SMA 2021 Jawa Barat, berikut tips memilih sekolah dalam zonasi.

Tata cara pendaftaran jalur zonasi PPDB Jabar 2021 1. Buka laman pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id portal pendaftaran PPDB Jabar 2021 (Tangkap Layar https://pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id/) 2.

jalur zonasi sma 2021

Mengisi data pada aplikasi PPDB Pilih jalur zonasi dan sekolah tujuan. tirto.id - Pendaftaran masuk sekolah menengah atas (SMA) negeri bisa melalui seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang segera dibuka untuk periode 2021/2022. Jalur pendaftaran PPDB 2021 meliputi jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan prestasi.

Hal ini berdasarkan pada Peraturan Menteri (Permen) Kemendikbud No 1 Tahun 2021 tentang PPDB Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang ditetapkan di Jakarta 7 Januari 2021. Kuota PPDB SMA yakni untuk jalur zonasi paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah.

Jalur afirmasi paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah. Selanjutnya, kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5 persen dari daya tampung. Jika terdapat sisa kuota, Pemerintah Daerah dapat membuka untuk jalur prestasi. Pada pasal jalur zonasi sma 2021 Permen tersebut berbunyi calon peserta didik baru kelas 10 SMA atau SMK harus memenuhi persyaratan: a. berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; b.

telah menyelesaikan kelas 9 SMP atau bentuk lain yang sederajat. Apa Itu Zonasi PPDB 2021? PPDB melalui jalur zonasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

Domisili calon peserta didik didasarkan pada alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB 2021. Siswa yang tidak memiliki kartu keluarga karena keadaan tertentu misalnya bencana alam, maka dapat diganti dengan surat keterangan domisili saat melakukan pendaftaran PPDB 2021. Surat keterangan domisili tersebut harus diterbitkan oleh ketua RT atau RW yang dilegalisir oleh lurah atau kepala desa atau pejabat setempat yang berwenang.

Sekolah diminta untu memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah kabupaten atau kota yang sama dengan sekolah asal. Jadwal PPDB SMA Jakarta 2021 Jalur Zonasi PPDB Jakarta 2021 didasarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 32 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Tahun Pelajaran 2021-2022.

Tahapan PPDB Jakarta yakni pengajuan akun, pendaftaran dan pemilihan sekolah, hingga proses lapor diri bagi calon peserta didik baru yang lolos seleksi. Pendaftaran hingga Pengumuman untuk PPDB SMA DKI Jakarta mulai dari 28 – 30 Juni 2021. Sedangkan Lapor Diri mulai 1 – 2 Juli 2021. Jadwal PPDB SMA Jawa Barat 2021 Jalur Zonasi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi menjelaskan, ada beberapa perbedaan antara PPDB Jabar 2021 dengan tahun sebelumnya.

Perbedaan pertama, menurut Kadisdik, jalur zonasi sma 2021 dari kepanitiaan. Tahun ini, ketua panitia PPDB SMA, SMK, dan SLB di Jabar adalah kepala cabang dinas pendidikan di seluruh wilayah I-XIII.

"Untuk cabang dinas pendidikan yang saat ini dikepalai oleh pelaksana tugas (Plt.), dalam waktu dekat posisi tersebut akan diisi oleh pejabat definitif yang akan ditunjuk Februari ini," ujarnya.

Sedangkan pimpinan yang berada di Radjiman (Kantor Disdik Jabar) akan berperan sebagai koordinator PPDB 2021. "Kita akan pantau pelaksanaan PPDB jalur zonasi sma 2021 dengan melakukan roadshow. Jika ada permasalahan, kita akan langsung cepat mengambil langkah solutif," ujarnya. Selanjutnya adalah penyertaan sekolah swasta dalam proses pendaftaran PPDB 2021.

Nantinya, peserta didik yang mendaftar pada PPDB 2021 tak hanya memilih sekolah negeri, tapi juga harus memilih sekolah swasta. "Evaluasi tahun kemarin hanya 41% siswa SMP dan MTs. di Jabar yang diterima di sekolah negeri. Dengan jumlah sekolah swasta yang mencapai 4 ribuan, tahun ini saya harap swasta bisa masuk dalam sistem PPDB," tuturnya.

Informasi soal jadwal pendaftaran PPDB SMA Jabar 2021 bisa diikuti melalui link resmi pemerintah di https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/. Jadwal PPDB SMA Jatim 2021 Jalur Zonasi Jadwal pelaksanaan PPDB Jatim 2021 untuk SMP hingga SMA/SMK sudah diumumkan oleh pemerintah provinsi setempat. Pendaftaran PPDB jalur zonasi untuk SMA Jatim dibuka mulai 27 Mei 2021 pukul 01.00 WIB. Pendaftaran: 27 – 29 Mei 2021 (pukul 01.00 – 23.59 WIB) Penutupan: 29 Mei 2021 (23.59 WIB) Pengumuman: 30 Mei 2021 (08.00 WIB) Konfirmasi oleh jalur zonasi sma 2021 yang diterima: 30 – 31 Mei 2021(Sampai 23.59 WIB)
K-Blog.

Mengacu kepada SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta No. 506 tahun 2020 tertanggal 12 Mei 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021, berikut saya tampilkan rincian Pembagian zonasi SMA Negeri DKI Jakarta yang kami bagi menjadi 5 halaman : BACA UPDATE TERBARU : Pembagian Zona PPDB SMA DKI Jakarta th Ajaran 2021/2022 • Halaman 1 = Zonasi SMA Jakarta Pusat • Halaman 2 = Zonasi SMA Jakarta Utara • Halaman 3 = Zonasi SMA Jakarta Barat • Halaman 4 = Zonasi SMA Jakarta Selatan • Halaman 5 = Zonasi SMA Jakarta Timur Untuk urutan dasar penerimaan siswa pada jalur zonasi ini, terdapat perbedaaan yang mencolok dibandingkan dengan PPDB SMA/SMP di tahun sebelumnya.

Jika ditahun sebelumnya, setelah dibagi per zona, kriteria utama penerimaan didasarkan dari nilai rata-rata UN. Untuk PPDB tahun ini, nilai prestasi akademik sama sekali tidak ada pengaruhnya.

Urutan dasar penerimaan jalur zonasi SMA/SMP tahun ini adalah : • Usia calon siswa • Urutan Pilihan Sekolah • Waktu mendaftar Sedangkan jadwal untuk pelaksaan PPDB SMA DKI Jakarta untuk Jalur Zonasi ini, pendaftarannya dimulai dari tanggal 25 Juni 2020 s/d 27 Juni 2020. Pembagian Zona PPDB SMA Jakarta Pusat Tahun Pelajaran 2020/2021 a. Kecamatan Cempaka Putih Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Cempaka Putih Barat 5, 27, 30, 31, 45, 68, 72, 77 Cempaka Putih Timur 1, 5, 27, 30, 45, 68, 72, 77 Rawasari 1, 5, 22, 27, 30, 31, 68, 77 b.

Kecamatan Gambir Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Cideng 1, 2, 4, 7, 10, 20, 23, 25, 35 Duri Pulo 1, 2, 4, 7, 10, 17, 20, 25, 35 Gambir 1, 2, 4, 7, 10, 17, 20, 25, 35 Kebon Kelapa 1, 2, 4, 7, 10, 17, 20, 25, 35 Petojo Selatan 1, 4, 7, 10, 17, 20, 23, 25, 35 Petojo Utara 1, 2, 4, 7, 10, 17, 20, 25, 35 c.

Kecamatan Johar Baru Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Galur 1, 4, 5, 20, 21, 27, 30, 68, 77 Johar Baru 1, 4, 5, 27, 30, 31, 68, 72, 77 Kampung Rawa 1, 4, 5, 27, 30, 31, 68, 72, 77 Tanah Tinggi 1, 4, 5, 27, 30, 31, 68, 72, 77 d. Kecamatan Kemayoran Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Cempaka Baru 1, 4, 5, 10, 15, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 77 Gunung Sahari Selatan 1, 4, 5, 10, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 77 Harapan Mulia 1, 4, 5, 10, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 77 Kebon Kosong 1, 4, 5, 10, 15, 20, 27, 30, 41, 68, 77 Kemayoran 1, 4, 5, 10, 15, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 77, 80 Serdang 1, 4, 5, 10, 15, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 77, 80 Sumur Batu 1, 4, 5, 10, 15, 20, 27, 30, 40, 41, 68, 72, 77, 80 Utan Panjang 1, 4, 5, 10, 20, 27, 30, 41, 68, 77 e.

Kecamatan Menteng Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Cikini 1, 3, 4, 7, 10, 20, 25, 35, 68 Gondangdia 1, 3, 4, 7, 10, 20, 25, 35, 68 Jalur zonasi sma 2021 Sirih 1, 3, 4, 7, 10, 20, 25, 35, 68 Menteng 1, 3, 4, 7, 10, 20, 25, 35, 43, 68, 79 Pegangsaan 1, 3, 4, 7, 10, 20, 25, 35, 43, 68, 79 f. Kecamatan Senen Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Bungur 1, 4, 5, 10, 20, 27, 68, 77, 80 Kenari 1, 4, 5, 10, 20, 27, 31, 68, 77 Kramat 1, 4, 5, 10, 20, 27, 30, 68, 77 Jalur zonasi sma 2021 1, 4, 5, 10, 20, 27, 31, 68, 77 Paseban 1, 4, 5, 10, 20, 27, 30, 68, 77 Senen 1, 4, 5, 10, 20, 27, 40, 68, 77 g.

Kegamatan Sawah Besar Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Gunung Sahari Utara 1, 4, 5, 10, 17, 20, 25, 40, 68 Karang Anyar 1, 4, 5, 10, 17, 19, 20, 25, 40 Kartini 1, 2, 4, 5, 10, 17, 20, 25, 40 Mangga Dua Selatan 1, 4, 5, 10, 17, 19, 20, 25, 40 Pasar Baru 1, 2, 4, 5, 10, 17, 20, 25, 27 h. Kecamatan Tanah Abang Kelurahan SMA yang bisa Dipilih Bendungan Hilir 3, 7, 20, 24, 25, 35, 43, 70, 79 Gelora 3, 7, 20, 23, 24, 25, 35, 70, 82 Kampung Bali 2, 3, 7, 17, 20, 23, 24, 25, 35 Karet Tengsin 3, 7, 20, 24, 25, 35, 43, 79, 82 Kebon Kacang 2, 3, 7, 10, 20, 24, 25, 35, 43 Kebon Melati 2, 3, 7, 17, 19, 20, 24, 25, 35 Petamburan 3, 7, 20, 23, 24, 25, 35, 43, 78 Mbak Ira, maaf sebelumnya… postingan ini adalah zonasi untuk PPDB th ajaran 2020/2021.

Untuk Zonasi yang baru th Ajaran 2021/2022, silakan ke https://blog.kartunmania.com/2021/06/pembagian-zona-sekolah-ppdb-sma-dki-jakarta-tahun-ajaran-2021-2022/ Utk PPDB DKI jalur zonasi sma 2021 ajaran 2021/2022, ada skala prioritas sis… Kalau masih tersisa kuota setelah diisi Calon Siswa yg berada di Prioritas 1 dan dua, Penentuan berikutnya berdasarkan, umur, pilihan dan waktu mendaftar. 1.

Umur : Dasar penerimaannya adalah umur yang tertua ke yang muda. Tidak ada patokan umur yang pasti, tergantung calon siswa yang mendaftar di sekolah yang sama. Namun sekedar gambaran, bisa anda lihat umur minimal yang diterima di SMA pada PPDB th lalu. Cek disini : https://blog.kartunmania.com/2021/03/passing-grade-hasil-ppdb-sma-dki-jakarta-tahun-2020/ 2.

Pilihan Sekolah. Pada saat mendaftar, kan ada 3 pilihan, pilihan 1 s/d 3. Jika kebetulan ada lebih dari 1 orang yang umurnya sama, maka yang mempunyai pilihan pertama yang masuk. 3. Waktu mendaftar. Jika terdapat lebih dari satu orang yang mempunyai umur yang sama, terus pilihan sekolahnya juga sama-sama pilihan pertama, maka berlaku urutan berdasarkan waktu mendaftar. Yang mendaftar di tanggal pertama dan paling pagi yang lolos. Semoga membantu Jakarta - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta jalur zonasi SMA lewat online dibuka Senin, 28 Juni 2021 pukul 08.00-00.00 WIB sampai Rabu, 30 Juni 2021 pukul 00.00-15.00 WIB.

Para pendaftar jalur zonasi ini wajib mengetahui ketentuan zona pemilihan sekolah, kuota, beserta ketentuan dan jadwal secara lengkap. Berikut adalah penjelasannya: Kuota PPDB SMA Jalur zonasi sma 2021 2021 jalur zonasi 1.

Kuota sebanyak 50 persen dari daya tampung. 2. Terdaftar dalam Kartu Keluarga yang dikeluarkan paling lambat 1 Juni 2020. 3. Hanya boleh memilih sekolah sesuai ketentuan zonasi. Ketentuan PPDB SMA Jakarta 2021 jalur zonasi 1. Mengajukan akun dan mendaftarkan diri melalui ppdb.jakarta.go.id 2. Pendaftar boleh memilih maksimal 3 peminatan.

Ketiganya boleh berasal dari satu sekolah yang sama atau dari sekolah yang berbeda, namun sesuai zona yang ditetapkan.

3. Jika nantinya belum diterima di sekolah yang dituju, CPDB masih boleh mendaftar ke sekolah lain selama pendaftaran jalur zonasi masih berjalan. Baca juga: KPAI Acungi Jempol PPDB DKI Libatkan SMA Swasta untuk Sekolah Gratis Pada PPDB Jakarta SMA jalur zonasi ini, menurut Pergub DKI Jakarta nomor 32 tahun 2021 ketentuan lokasi zona sekolah yang bisa dipilih adalah sebagai berikut: Lokasi/jarak zonasi PPDB SMA Jakarta 2021 jalur zonasi 1. Zona prioritas pertama, yaitu CPDB memiliki RT domisili yang sama dengan RT sekolah.

2. Zona prioritas kedua, yaitu CPDB memiliki RT domisili yang berbatasan langsung dengan RT sekolah. 3. Zona prioritas ketiga, yaitu CPDB berada di kelurahan domisili yang sama atau berdekatan dengan sekolah tujuan.

Jika berdasarkan ketiga jarak zonasi tersebut nantinya jumlah CPDB melebihi daya tampung, maka akan akan diseleksi berdasarkan: 1. Usia dari yang paling tua ke paling muda 2. Pilihan sekolah pendaftar 3. Waktu mendaftar Sedangkan apabila kuota jalur zonasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dipenuhi melalui PPDB tahap kedua. Jadwal PPDB Jakarta SMA Jalur Zonasi 1.

Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah: 28 - 30 Juni 2021. 24 jam (Pendaftaran dibuka pukul 08:00 dan ditutup pukul 14:00 WIB di hari terakhir). 2. Proses seleksi: 28 - 30 Juni 2021. 24 jam (Seleksi dibuka pukul 08:00 dan ditutup pukul 15:00 WIB di hari terakhir). 3. Pengumuman: 30 Juni 2021 pukul 17.00 WIB. 4. Lapor diri: 1 - 2 Juli 2021. 24 jam (lapor diri dibuka pukul 08:00 dan ditutup pukul 14:00 WIB di hari terakhir).

Demikianlah informasi mengenai PPDB Jakarta SMA jalur zonasi. Harap diperhatikan dan dipersiapkan baik-baik informasi di atas ya detikers!
KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Indonesia sudah bersiap memulai proses Penerimaan Peserta Didik Jalur zonasi sma 2021 (PPDB) mulai jalur zonasi sma 2021 PAUD hingga SMA.

Sebut saja DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur tengah mengumumkan aturan dan syarat bagi siswa saat mendaftar PPDB. Sesuai Permendikbud No 1 Tahun 2021, tentang PPDB, terdapat 4 (empat) jalur penerimaan yang dapat ditempuh oleh calon peserta didik untuk mendaftar. Dari empat jalur tersebut, Jalur zonasi merupakan salah satu jalur penerimaan sekaligus jalur utama dengan proporsi kuota peserta didik yang paling besar.

Dilansir dari aturan Permendikbud, Jalur zonasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Baca juga: 8 Pertanyaan Terbanyak Seputar PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Jawaban Disdik Jalur zonasi ditujukan untuk mendorong peran komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pendidikan.

Antara jenjang SD hingga SMA, memiliki porsi jalur zonasi yang berbeda dengan rincian: 1. Jalur zonasi SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. 2.

Jalur zonasi SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah.

jalur zonasi sma 2021

3. Jalur zonasi SMA paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah. Mengutip dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, bila calon peserta didik dikarenakan keadaan tertentu seperti bencana alam dan atau bencana sosial tidak memiliki kartu keluarga, maka dapat mengikuti proses PPDB menggunakan surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh ketua rukun tetangga atau ketua rukun warga yang dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang.

Baca juga: Dana BOS 2021: Syarat Pencairan Dana BOS Tahap 2 dan Besaran Dana Namun yang perlu diketahui, calon peserta didik dapat mendaftarkan diri dalam PPDB menggunakan surat keterangan domisili.

Dengan syarat berdomisili paling singkat 1 tahun sebelum surat keterangan domisili diterbitkan. Dengan demikian, calon peserta didik bisa mendaftar ke sekolah terdekat melalui jalur penerimaan zonasi. Calon peserta didik hanya dapat memilih 1 jalur pendaftaran PPDB dalam 1 wilayah zonasi. Dalam pelaksanaan PPDB jalur zonasi, sekolah akan memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga atau surat keterangan domisili dalam 1 wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.

Prinsip dasar dalam jalur zonasi adalah mendekatkan domisili peserta didik dengan sekolah. Penetapan wilayah zonasi dilakukan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, dan kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut.

Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya juga memastikan semua wilayah administrasi masuk dalam penetapan wilayah zonasi sesuai dengan jenjang pendidikan. Baca juga: Jalur dan Ketentuan PPDB Jateng 2021 SMA-SMK Dalam menetapkan wilayah zonasi tersebut, pemerintah daerah melibatkan musyawarah atau kelompok kerja kepala sekolah yang kemudian diumumkan paling lama 1 bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB. Bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi atau kabupaten/kota, penetapan wilayah zonasi dilakukan berdasarkan kerja sama antar Pemerintah Daerah.
Jakarta - PPDB SMA Jakarta 2021 untuk jalur zonasi baru akan dibuka pada akhir Juni, tepatnya tanggal 28 Jalur zonasi sma 2021 2021.

Nantinya, pendaftaran jalur zonasi dibuka pukul 08.00 WIB. Bagi calon peserta yang ingin mendaftar pada jalur ini, wajib mengetahui bagaimana ketentuan zona pemilihan sekolah, kuota, beserta ketentuan dan jadwal secara lengkap.

Begini informasi lengkap seputar PPDB Jakarta jalur zonasi: 2. Terdaftar dalam Kartu Keluarga yang dikeluarkan paling lambat 1 Juni 2020.

3. Hanya boleh memilih sekolah sesuai ketentuan zonasi. • Ketentuan PPDB SMA Jakarta 2021 jalur zonasi 1. Mengajukan akun dan mendaftarkan diri melalui ppdb.jakarta.go.id 2. Pendaftar boleh memilih maksimal 3 peminatan. Ketiganya boleh berasal dari satu sekolah jalur zonasi sma 2021 sama atau dari sekolah yang berbeda, namun sesuai zona yang ditetapkan.

3. Jika nantinya belum diterima di sekolah yang dituju, CPDB masih boleh mendaftar ke sekolah lain selama pendaftaran jalur zonasi masih berjalan. Pada PPDB SMA Jakarta jalur zonasi ini, menurut Pergub DKI Jakarta nomor 32 tahun 2021 ketentuan lokasi zona sekolah yang bisa dipilih adalah sebagai berikut: • Lokasi/jarak zonasi PPDB SMA Jakarta 2021 jalur zonasi 1.

Zona prioritas pertama, yaitu CPDB memiliki RT domisili yang sama dengan RT sekolah. 2. Zona prioritas kedua, yaitu CPDB memiliki RT domisili yang berbatasan langsung dengan RT sekolah. 3. Zona prioritas ketiga, yaitu CPDB berada di kelurahan domisili yang sama atau berdekatan dengan sekolah tujuan. Baca juga: Begini Cara Peroleh Token atau PIN Akun PPDB DKI Jakarta 2021 Jika berdasarkan ketiga jarak zonasi tersebut nantinya jumlah CPDB melebihi daya tampung, maka akan akan diseleksi berdasarkan: 1.

Usia dari yang paling tua ke paling muda 2. Pilihan sekolah pendaftar 3. Waktu mendaftar Sedangkan apabila kuota jalur zonasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dipenuhi melalui PPDB tahap kedua. Untuk jadwal jalur zonasi PPDB Jakarta 2021/2022. Klik selanjutnya>>>Pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung 2021 – Kali ini Mamikos akan memberikan sebuah informasi penting mengenai pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung 2021 terbaru yang perlu untuk kamu ketahui.

Dilansir dari informasi terpercaya, Mamikos siap untuk memberikan kamu informasi mengenai pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung tahun 2021 ini. Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Jalur zonasi sma 2021 dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018, PPDB 2019 menggunakan sistem zonasi. Pendaftaran PPDB kini terdiri dari tiga jalur, yaitu jalur zonasi paling sedikit 90 persen, prestasi paling banyak 5 persen, dan perpindahan tugas orang tua paling banyak 5 persen.

Pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung Daftar Isi • Pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung • Pembagian Zonasi PPDB SMA Bandung 2021 • Zona Pembagian PPDB SMA Bandung • Syarat PPDB Untuk Calon Peserta Didik Baru Tingkat SMA dan SMK https://cdn2.tstatic.net/ Aturan PPDB itu disampaikan dalam sosialisasi PPDB bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Sosialisasi dilakukan di Balai Kota Bandung. Begini penjelasan selengkapnya mengenai pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung 2021 yang bisa Mamikos sampaikan pada kamu semua.

Pembagian Zonasi PPDB SMA Bandung 2021 Penjelasan Mengenai Pembagian Zonasi PPDB SMA Bandung Seperti yang sudah Mamikos singgung di atas bahwasanya pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) sejak 2019 untuk jalur zonasi sebesar 90%. Tentunya jumlah kuota tersebut, terbagi atas zonasi jarak 75% (termasuk 20% kategori Keluarga Ekonomi Tidak Mampu/KETM dan Anak Berkebutuhan Khusus/ABK) dan zonasi kombinasi 15%.

Sistem zonasi tersebut ditujukan untuk pemerataan akses pendidikan serta mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik. Selain itu, zonasi juga ditujukan untuk peningkatan kapasitas guru, mendukung pelaksanaan SPM (Standar Pelayanan Minimal), mendukung penguatan pendidikan karakter, dan menghilangkan praktek jual beli kursi serta pungutan liar.

Jadi jalur zonasi sma 2021 zonasi PPDB SMA Bandung 2021 ini juga memiliki beberapa tujuan yang baik tentunya. Jalur zonasi merupakan jalur seleksi PPDB dengan menggunakan sistem pembagian wilayah menjadi beberapa zona dengan mempertimbangkan letak geografis, wilayah administratif, dan letak satuan pendidikan terhadap domisili calon peserta didik.

Zona sendiri merupakan kawasan atau area yang meliputi beberapa wilayah administratif pemerintahan tingkat kecamatan dan/atau desa/kelurahan dalam jarak terdekat dengan satuan pendidikan. Tempat domisili calon peserta didik dari zona yang berbeda dengan satuan pendidikan, ditetapkan menjadi satu zona jika tempat domisili terletak di kecamatan yang berbatasan dengan zona tempat satuan Pendidikan.

Jalur zonasi mengutamakan jarak terdekat domisili calon peserta didik dengan satuan pendidikan. Domisili calon peserta didik didasarkan alamat rumah pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Zona Pembagian PPDB SMA Bandung Adapun untuk PPDB 2019 jalur zonasi untuk jenjang SMA/SMK/SLB, Pemprov Jawa Barat menetapkan 91 zona. Seperti yang dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pembagian zona antara lain, dari 27 kota dan kabupaten di Jabar, terdapat 15 daerah yang hanya terdiri dari satu zona, yaitu, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

Pembagian zona terbanyak berada di Kabupaten Garut, yakni 10 zona. Disusul Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung sebanyak 8 zona. Berikutnya ada Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cirebon yang terbagi menjadi 6 zona. Sementara untuk Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya masing-masing terbagi menjadi 7 zona.

jalur zonasi sma 2021

Saat ditinjau, mulai tahun 2021 ini, bobot jalur prestasi untuk tingkatan SMA dan SMK sederajat akan ditambahkan menjadi 30 persen, dengan pengurangan di jalur zonasi menjadi 50 persen. Syarat PPDB Untuk Calon Peserta Didik Baru Tingkat SMA dan SMK Selain menjabarkan pembagian zonasi PPDB online SMA Bandung 2021, di bawah ini Mamikos juga akan membahas mengenai persyaratan PPDB calon peserta didik baru untuk tingkatan SMA dan SMK dibagi atas; Persyaratan khusus • Dinyatakan berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan • Sudah memiliki ijazah SMP/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 9 SMP.

• SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10. Persyaratan umum • Syarat usia dibuktikan dengan dilampirkannya akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir jalur zonasi sma 2021 lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang sesuai dengan domisili calon peserta didik. • Untuk sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus; menyelenggarakan pendidikan layanan khusus; dan berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, dapat melebihi persyaratan usia dalam pelaksanaan.

• Persyaratan calon peserta didik baru baik warga negara Indonesia atau warga negara asing untuk kelas 7 SMP atau kelas 10 SMA/SMK yang berasal dari sekolah di luar negeri selain memenuhi persyaratan, wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah.

• Peserta didik warga negara asing wajib mengikuti matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 bulan yang diselenggarakan oleh sekolah yang bersangkutan. Baca Juga : Pembagian Zonasi PPDB Online SMA Surabaya 2021 Jalur zonasi (50 persen dari daya tampung sekolah) • Diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

• Domisili calon peserta jalur zonasi sma 2021 berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. • Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal. Jalur Afirmasi (15 persen dari daya tampung sekolah) • Jalur ini diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

• Peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

• Peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali (5 persen dari daya tampung sekolah) • Perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.

• Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru. Jalur prestasi (30 persen dari daya tampung sekolah) • Memiliki nilai ujian Sekolah atau UN; dan/atau • Bisa mengajukan hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, jalur zonasi sma 2021 provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

• Melampirkan bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Demikianlah ulasan mengenai pembagian zonasi PPDB SMA Bandung 2021 terbaru yang dapat Mamikos sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga dengan membaca informasi pembagian zonasi PPDB SMA Bandung ini kamu mendapatkan sebuah informasi berguna.

Kamu bisa memberikan informasi ini pada teman atau pengikutmu di media sosial. Sementara untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai hunian seperti kost-kostan, kamu bisa mengakses aplikasi pencari kost Mamikos sekarang di ponsel kamu.

Kost-kostan tersebut bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Sudah unduh aplikasi pencari kost Mamikosnya di ponsel kamu bukan? Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Daftar Tanya Jawab Kebijakan Zonasi Tahun Ajaran 2020/2021 Perubahan Aturan Apa perubahan yang paling nyata dari peraturan yang baru?

jalur zonasi sma 2021

Jawab: Dalam Permendikbud terbaru terkait PPDB, Pemerintah Pusat memberikan fleksibilitas daerah dalam menentukan alokasi untuk siswa masuk ke Sekolah melalui jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur jalur zonasi sma 2021 orangtua/wali, atau jalur lainnya (dapat berupa jalur prestasi).

Persentasenya pun berubah menjadi sebagai berikut: Permendikbud PPDB Sebelumnya (Permendikbud No. 51 Tahun 2018 jo Permendikbud No. 20 Tahun 2019) Permendikbud PPDB Terbaru (Permendikbud No. 44 Tahun 2019) • Jalur zonasi minimal 80% • Jalur prestasi maksimal 15% • Jalur perpindahan orangtua/wali maksimal 5% • Jalur zonasi minimal 50% • Jalur afirmasi minimal 15% • Jalur perpindahan orangtua/wali maksimal 5% • Jika ada sisa kuota, jalur prestasi dapat dibuka, bisa berdasarkan UN ataupun prestasi akademik dan non-akademik lainnya.

Jalur ini, dengan demikian, maksimal 30% Aturan PPDB ini dirancang agar daerah bisa menyesuaikan aturan berdasarkan karakteristik dan kebutuhannya. Itulah mengapa jalur zonasi dan afirmasi ini secara eksplisit disebutkan proporsi minimal untuk memudahkan daerah dengan tetap dan atau menambah persentase jalur prestasi tersebut jika dibutuhkan. Setelah menentukan kuota jalur Zonasi, kuota jalur afirmasi, dan seterusnya, daerah secara transparan harus menjelaskan ketentuan PPDB masing-masing kepada masyarakat, terutama pemangku kepentingan yang berkaitan dengan ketentuan ini.

Pemerintah Daerah juga sebaiknya menjelaskan kepada publik latar belakang penetapan proporsi dari masing-masing jalur tersebut, sebagai bagian dari akuntabilitas dan transparansi kepada publik.

jalur zonasi sma 2021

Dinas Pendidikan juga diminta untuk melaporkan ketentuan yang dibuat serta pelaksanaan PPDB kepada Kemendikbud, agar bisa dilakukan monitor dan evaluasi pelaksanaan Permendikbud.

Mengapa perlu perubahan Permendikbud terkait PPDB? Jawab: Jalur zonasi sma 2021 ini dilakukan setelah mempelajari beragam implementasi PPDB pada tahun-tahun sebelumnya di tingkat Pemerintah daerah. Meskipun Permendikbud PPDB yang terdahulu (Permendikbud No 51 Tahun 2018 dan Permendikbud No 20 Tahun 2019) telah menetapkan secara tegas terkait persentase tiap jalur, namun dalam penerapannya Pemerintah Daerah membuat ketentuan PPDB utamanya pada jalur zonasi dengan mekanisme yang berbeda-beda, bahkan tidak sesuai dengan persentase minimal pada ketentuan PPDB sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan perlunya tinjauan ulang dalam membuat ketentuan yang agar dapat diterapkan daerah sesuai dengan kebutuhannya, dengan catatan daerah terus meningkatkan akses dan mutu pendidikan agar seluruh anak dapat belajar di sekolah yang bermutu. Bagaimana dengan daerah yang sudah menerapkan ketentuan Jalur Zonasi sebesar 80% sesuai dengan Permendikbud PPDB sebelumnya (Permendikbud No 51 Tahun 2018, Permendikbud No 20 Tahun 2019)?

Jawab: Permendikbud PPDB yang baru ini tidak akan membuat ketentuan daerah yang sudah menerapkan jalur zonasi sebanyak 80% dengan tertib menjadi sia-sia. Pemerintah Pusat memberikan batas minimal 50% untuk setiap jalur penerimaan peserta didik baru, yang artinya Daerah yang sudah menerapkan jalur zonasi sebanyak 80%, selanjutnya tinggal mengimplementasikan jalur lainnya sesuai dengan ketentuan Permendikbud terbaru tersebut.

Contoh penetapan jalur yang benar dan yang salah: Penentuan Persentase Jalur PPDB yang Benar Penentuan Persentase Jalur PPDB yang Salah Kabupaten A • Jalur zonasi 50% • Jalur zonasi sma 2021 afirmasi 15% • Jalur perpindahan orangtua/wali 5% • Jalur prestasi 30% Kabupaten D • Jalur zonasi 40% à menyalahi aturan minimal 50% • Jalur afirmasi 15% • Jalur perpindahan orangtua/wali 5% • Jalur prestasi 40% Kabupaten B • Jalur zonasi 80% • Jalur afirmasi 15% • Jalur perpindahan orangtua/wali 5% Catatan: Pemda tidak menetapkan jalur prestasi karena sudah cukup ditambahkan kedalam jalur zonasi (jalur prestasi dalam Permendikbud disebutkan kata sisanya, tidak ada ketentuan minimal, artinya tidak wajib dilaksanakan jika dapat disalurkan kepada jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan) Kabupaten C • Jalur zonasi 65% • Jalur afirmasi 20% • Jalur perpindahan orangtua/wali 5% • Jalur prestasi (berupa jalur prestasi) 10% Jika yang bermasalah dalam mengatur PPDB adalah Pemerintah Daerah, mengapa Pemerintah Pusat perlu mengganti aturan?

Jawab: Pemerintah Pusat tidak bisa menyeragamkan pengelolaan PPDB ini.

jalur zonasi sma 2021

Fungsi Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah sebagai fasilitator, bukan sebagai regulator yang tidak memperhatikan kondisi dan kebutuhan di daerah. Pemerintah Pusat memfasilitasi Daerah untuk mengelola sistem pendidikan agar setiap anak di daerah tersebut dapat mengakses pendidikan bermutu, dan sistemnya lebih berkeadilan sosial. Dalam pelaksanaan evaluasi pelaksanaan PPDB di daerah, ditemukan bahwa Pemerintah Daerah kesulitan melakukan pemetaan jumlah usia anak sekolah yang sedang mengikuti PPDB dan jumlah daya tampung yang tersedia di Jalur zonasi sma 2021, sehingga dalam penerapannya cukup sulit dilaksanakan PPDB dengan jalur zonasi dengan persentase yang cukup besar.

Oleh karena itu, Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah yang telah mampu menghitung dan memenuhi daya tampung serta mutu yang baik jalur zonasi sma 2021 di seluruh Sekolah. Oleh karena itu Pemerintah Pusat memberikan aturan yang lebih fleksibel kali ini, sembari mendorong Pemerintah Daerah untuk melakukan pemetaan dengan data yang tepat, meningkatkan akses melalui daya tampung Sekolah yang mencukupi, dan meningkatkan mutu pendidikan di setiap Sekolah agar kualitas pendidikan yang tinggi dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia.

Mengapa Pemerintah Pusat menyarankan jalur zonasi sma 2021 sekolah swasta? Jawab: Data yang dikeluarkan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) menunjukkan bahwa jumlah sekolah negeri pada jenjang SMP lebih sedikit dibandingkan SMA, bahkan lebih dari 60% SMA adalah sekolah swasta. Membangun sekolah negeri baru untuk meningkatkan akses pendidikan bukan langkah yang ekonomis untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Setiap tahunnya, siswa yang lulus dan siap masuk SMA, tanpa menunggu proses pembangunan gedung sekolah. Rencana menambah jumlah sekolah negeri adalah rencana yang baik dan patut dilakukan pemerintah daerah.

Namun selama ini sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang berbiaya rendah juga sangat berperan dalam membuka akses pendidikan, sehingga kemitraan dengan Dinas Pendidikan akan menjadi solusi yang baik bagi kedua belah pihak.

Dalam upaya pelibatan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah sebaiknya mempertimbangkan kualitas layanan di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, sebelum Pemerintah Daerah melibatkan sekolah tersebut dalam skema PPBD. Apa yang diharapkan Pemerintah Pusat dari Pemerintah Daerah, terkait dengan PPBD dan akses pendidikan?

Jawab: Dalam pelaksanaan PPDB melalui Jalur Zonasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya, data menunjukkan bahwa jumlah daya tampung Sekolah Negeri tidak cukup untuk menerima seluruh siswa yang mendaftar pada Sekolah jenjang berikutnya melalui PPDB. Hal ini mendorong daerah memberikan intervensi dalam pemenuhan layanan pendidikan di daerahnya, karena pada dasarnya Pendidikan adalah Layanan Dasar sebagaimana ketentuan dalam UU Pemerintahan Daerah.

Memenuhi hak akses pendidikan perlu menjadi prioritas, namun perlu disadari bahwa membangun Unit Sekolah Negeri Baru memerlukan langkah yang cukup panjang dengan membutuhkan pembebasan lahan, durasi pembangunan yang lama, dan adanya keterbatasan anggaran negara.

Sekolah Swasta dapat menjadi alternatif dalam pemenuhan daya tampung, juga sebagai bentuk kolaborasi antara Pemerintah dengan masyarakat. Kolaborasi ini dapat diupayakan sembari pemenuhan pendidikan utamanya bagi yang tidak mampu dipenuhi oleh Pemerintah Daerah, dapat berupa subsidi biaya, bantuan operasional, maupun mekanisme lainnya. Mengapa tidak menyerahkan sepenuhnya saja kepada Daerah untuk mengelola PPDB? Jawab: PPDB jalur Zonasi yang diatur dalam Permendikbud yang baru bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi.

Selain itu, pendidikan yang bermutu adalah hak setiap anak Indonesia yang harus dipenuhi Pemerintah. Artinya, kualitas pendidikan harus merata. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa tujuan ini dapat dicapai, Pemerintah Pusat mengatur beberapa aturan dan batasan, yaitu dengan adanya jalur zonasi dan jalur afirmasi yang memiliki batasan minimal serta jalur perpindahan orang tua yang memiliki batasan maksimal untuk setiap jalur penerimaan peserta didik, dan apabila masih ada sisa dapat digunakan untuk jalur prestasi.

Mengapa Pemerintah Daerah perlu melaporkan aturan dan hasil Pelaksanaan PPDB kepada Pemerintah Pusat? Jawab: Pelaksanaan PPDB yang dilakukan Pemerintah Daerah penting untuk dilaporkan kepada Pemerintah Pusat, hal ini dikarenakan segala kebijakan PPDB yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah adalah data bagi Pemerintah Pusat untuk memahami mekanisme pemenuhan akses pendidikan di daerah, dengan tantangan yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Melalui PPDB ini pun dapat dipetakan data pemenuhan akses anak terhadap pendidikan. Hal ini juga memudahkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memberikan keputusan ketika menghadapi tantangan yang ada di sekolah sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Terkait dengan pengumuman kebijakan PPDB, apakah informasi ini perlu disampaikan juga kepada warga masyarakat walaupun mereka tidak berkepentingan secara langsung dengan penerimaan siswa baru? Jawab: Ya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan perlu menjadi perhatian seluruh warga masyarakat, jalur zonasi sma 2021 hanya orangtua yang mendaftarkan anaknya sekolah saja.

Kepedulian masyarakat dapat mendorong pemerintah untuk meningkatkan pemerataan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Proporsi Jalur PPDB Mengapa menggunakan batas minimum untuk jalur zonasi dan jalur afirmasi? Jawab: PPDB adalah suatu proses yang sangat perlu memperhatikan konteks lokal, misalnya berapa banyak sekolah negeri di suatu wilayah, berapa banyak anak usia SD yang akan melanjut ke SMP, serta dari SMP ke SMA, berapa banyak anak penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di daerah tersebut, berapa banyak yang kondisi ruang kelasnya rusak, dan sebagainya.

Akan lebih efisien, sesuai konteks, dan tepat sasaran apabila masing-masing Daerah yang mengatur regulasi PPDB yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Hal ini juga selaras dengan semangat otonomi daerah, Pemerintah Pusat memberikan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria sesuai dengan UU Pemerintahan Daerah sebagai rambu-rambu yang digunakan oleh Pemerintah Daerah.

Apa yang dimaksud dengan jalur afirmasi? Jawab: Jalur afirmasi disediakan untuk siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah (misalnya penerima KIP). Jalur ini merupakan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan layanan akses pendidikan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pemerintah Daerah dapat menentukan proporsi siswa yang diterima melalui jalur ini dengan mengacu pada persentase siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah di daerah tersebut.

Jika ada calon peserta didik penerima KIP namun secara domisili peserta didik yang bersangkutan juga bisa masuk melalui jalur zonasi, jalur mana yang akan diikutinya? Jawab: Jalur afirmasi, jika kuota afirmasi belum terpenuhi untuk sekolah tersebut. Hal ini dilakukan agar siswa dalam zona yang tidak menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah tidak terhalangi untuk masuk ke sekolah tersebut.

Dengan demikian, kesempatan yang diberikan pemerintah pada siswa dari keluarga tidak mampu sedapat mungkin tidak merugikan siswa dari kelas sosial lainnya. Persentase minimum untuk jalur zonasi hanya 50%, ini lebih kecil daripada proporsi di Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan sebagaimana diubah dengan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Apa pertimbangan Pemerintah Pusat tentang hal ini? Jawab: Ada dua alasan utama terkait hal ini. Pertama, Pemerintah Pusat mendengar beberapa masukan dari Pemerintah Daerah untuk mencapai jalur zonasi dengan batas minimum 80% mengalami kesulitan. Karena khawatir tidak mencapai angka tersebut, satuan zona diperbesar.

Bahkan wilayah satu kota menjadi satu zona, tidak dibagi menjadi beberapa zona karena khawatir ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa. Jika satu zona sudah sebesar wilayah administrasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, maka esensi dari PPDB melalui jalur zonasi ini menjadi tidak jelas. Dengan adanya aturan yang tidak seketat dahulu, diharapkan Daerah lebih optimis bahwa tujuan PPDB melalui jalur zonasi ini dapat diwujudkan.

Kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah masalah kondisi sekolah di Indonesia yang masih belum merata kualitasnya. Demikian pula penyebaran guru yang berkualitas tinggi juga masih belum merata.

Menurut data terakhir Kemendikbud, ruang kelas yang kondisinya tergolong baik tidak mencapai 50% di seluruh Indonesia. Artinya lebih banyak ruang kelas yang rusak dibandingkan yang baik. Pemerintah Daerah perlu melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tentang masalah ini, begitu juga dengan akses pendidikan yang semakin sulit dicapai anak-anak miskin di jenjang yang lebih tinggi.

Namun demikian, Pemerintah Daerah pasti perlu waktu untuk memperbaiki kondisi ruang kelas dan pendistribusian guru berkualitas, disisi lain siswa lulus dari sekolah setiap tahun tanpa henti, tidak bisa menunggu ruang kelas direnovasi atau guru berkualitas dirotasi. Maka jangan sampai kebijakan untuk pemerataan pendidikan mengorbankan anak. Apakah penurunan % siswa yang masuk melalui sistem zonasi ini menandakan bahwa Pemerintah kurang berpihak pada anak-anak miskin yang biasanya hanya jadi “penonton” sekolah “favorit” di lingkungannya?

Jawab: Pemerintah terus berkomitmen pada pemerataan kualitas pendidikan, namun jangan sampai kebijakan tersebut mengorbankan anak. Asumsi bahwa dengan dibatasi wilayah maka anak miskin dapat mengakses pendidikan berkualitas juga belum tentu berlaku di semua wilayah.

Tidak mustahil dengan adanya zonasi yang ketat anak-anak dari keluarga miskin yang berpotensi jalur zonasi sma 2021 justru “terjebak” untuk masuk sekolah yang ada di dekat rumahnya, yang sebenarnya kualitasnya kurang baik. Namun ini semua masih berlandaskan asumsi, kita perlu data empiris dan analisis yang lebih sistematis untuk memastikan bahwa aturan PPDB tidak merugikan kelompok tertentu.

Kedua, secara eksplisit ada jalur afirmasi yang disyaratkan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini menunjukkan komitmen pada pemerataan kesempatan pendidikan untuk anak-anak dari keluarga tidak jalur zonasi sma 2021. Apakah penurunan % zonasi ini menandakan bahwa “sekolah favorit” akan dipertahankan? Jawab: Tidak, pertimbangan tentang batas minimum jalur zonasi dan jalur afirmasi tidak ada hubungannya dengan favoritisme.

Sebelum kebijakan zonasi diterapkan, kita tidak bisa benar-benar mengatakan bahwa ada sekolah unggulan karena yang unggul adalah input siswanya.

Mereka sudah tersaring ketat, sehingga di suatu sekolah yang mendapat label “unggulan” atau “favorit” ini siswanya cenderung homogen, yaitu mayoritas jalur zonasi sma 2021 dengan capaian akademik yang tinggi. Karena umumnya mereka dari keluarga kelas menengah sampai dengan kelas atas, dukungan belajar di luar sekolah untuk anak-anak ini juga lebih baik, misalnya ikut Bimbingan Belajar, kursus bahasa asing, dan sebagainya.

Sehingga output dari sekolah itu pun menjadi unggulan. Kita ingin semua sekolah unggul, sama baiknya. Setiap anak mendapat kesempatan belajar di ruang kelas yang baik kondisinya dan diajar oleh guru yang kompeten. Sebelum kebijakan zonasi diterapkan, hanya siswa tertentu saja yang berkesempatan demikian. Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, tidak boleh membuat aturan yang mendiskriminasi kelompok tertentu. Mengapa jalur prestasi disediakan maksimal 30% saja? Jawab: Kembali ke tujuan besar dari PPDB adalah untuk pemerataan kesempatan pendidikan, di mana akses terbuka untuk semua anak, maka jalur prestasi yang terlalu besar bisa menjauhkan kita dari tujuan tersebut.

Daerah tidak harus membuka jalur ini, jalur zonasi sma 2021 mungkin akses sekolah sudah sangat besar dari segi suplai, maka semua anak dalam zona sudah bisa tertampung. Satuan wilayah zonasi Apakah ada perubahan peraturan terkait penghitungan satuan wilayah zonasi?

Jawab: Pemerintah Daerah perlu menetapkan satuan wilayah zonasi, seberapa luasnya serta berapa banyak wilayah zonasi yang ada di wilayah administrasinya. Hal ini dilakukan dengan cara memetakan jumlah dan domisili calon peserta didik baru, daya tampung sekolah, dan jumlah sekolah yang diselenggarakan masyarakat yang akan disertakan dan sekolah yang berbasis agama. Data ini seharusnya ada di tingkat daerah.

Ada kasus di mana anak tinggal di wilayah perbatasan, harus masuk ke sekolah yang lebih jauh karena masuk dalam zonanya. Padahal lebih dekat jika bersekolah di zona yang berbeda. Kasus ini sudah ada jalan keluarnya? Ini adalah hal yang perlu diperhitungkan Pemerintah Daerah ketika membuat zona. Harusnya kasus seperti ini tidak banyak, karena jika banyak artinya metode penetapan zonanya keliru.

Oleh karena tidak banyak, hal-hal seperti ini seharusnya bisa diselesaikan Pemerintah Daerah, melalui musyawarah yang hasilnya demi kebaikan anak. Dampak PPDB saat ini Sistem PPDB saat ini menyebabkan guru kesulitan mengajar karena capaian akademik siswanya terlalu beragam.

Sebaiknya apa yang dilakukan sekolah? Jawab: Ketika PPDB berlandaskan pada hasil tes, sekolah memang lebih homogen. Menjadi tidak adil ketika terdapat sekolah homogen yang mayoritas siswanya siap belajar dan orangtua mereka siap untuk mendukung anak belajar, sementara di sekolah lainnya berkumpul siswa dengan kondisi yang sebaliknya. Guru yang efektif adalah guru yang mampu menggunakan berbagai strategi dan pendekatan dalam mengajar anak-anak dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kapasitas guru-guru dalam menggunakan pendekatan yang beragam (differentiated instruction). Mendidik semua anak tanpa diskriminasi adalah tugas setiap satuan pendidikan.

Prinsip ini berlaku untuk semua, pemerintah pusat, daerah, sekolah dan juga guru.

jalur zonasi sma 2021

PPDB melahirkan kecurangan jalur zonasi sma 2021, yaitu manipulasi Kartu Keluarga agar anak bisa memasuki sekolah unggulan.

Bagaimana jalan keluarnya? Jawab: Dengan aturan yang lebih fleksibel, diharapkan praktik seperti ini tidak lagi terjadi karena tidak ada lagi anak yang tidak mendapatkan sekolah. Harapan orangtua dan anak untuk bisa masuk sekolah tertentu terjadi ketika kualitas pendidikan tidak merata.

Maka dengan perubahan sistem PPDB ini, pemerataan kualitas belajar di seluruh sekolah menjadi prioritas pemerintah baik di pusat maupun di daerah.

Maka dalam jangka menengah dan jangka panjang, harapannya tidak ada lagi orangtua yang menggunakan cara yang melanggar aturan dalam mendaftarkan anaknya karena kualitas sekolah sama baiknya. Dan ada juga praktik “jual-beli bangku” di sekolah favorit, bagaimana mengatasinya? Jawab: Praktik ini sebenarnya sudah lama sering terjadi, bukan ketika diterapkan aturan zonasi saja.

Hal ini merupakan masalah korupsi di sekolah secara umum. Praktik ini sudah ada baik ketika PPDB sepenuhnya jalur seleksi (sebelum ada aturan zonasi) maupun saat diterapkannya zonasi. Kita perlu kebijakan lain terkait penanggulangan korupsi untuk menghentikan praktik-praktik ini. Jalur Zonasi tidak boleh menggunakan nilai Ujian Nasional. Tidakkah ini bertentangan dengan Pasal 68 huruf b PP SNP yang menyatakan bahwa hasil ujian nasional digunakan untuk seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya?

Jawab: Dari jalur zonasi sma 2021 jalur PPDB, salah satunya adalah jalur prestasi. Untuk jalur ini kriteria seleksi dapat menggunakan nilai Ujian Nasional. Sehingga tidak ada yang bertentangan dengan PP tersebut.
Bertema.com – Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar.

Sahabat bertema, pada kesempatan ini admin akan menyampaikan informasi Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar. Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 atau Pendaftaran Jalur zonasi sma 2021 Peserta Didik Baru PPDB dilakukan secara serentak dimulai pada bulan Mei.

Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 berlandaskan Dasar hukum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB 2021 2022 adalah Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Pada pasal 2 dijelaskan bahwa PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif. Dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah melaksanakan PPDB dimulai pada bulan Mei setiap tahun.

Dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru sampai tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang. Adapun mekanisme pelaksanaan pendaftaran dilakukan secara online atau dalam jaringan. Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar Prinsip yang harus dijunjung oleh penyelenggara pendidikan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah sebagai berikut.

1. Obyektif, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus diselenggarakan secara obyektif. 2. Transparan, artinya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat. termasuk orang tua peserta didik baru untuk menghindari segala penyimpangan yang mungkin terjadi.

3. Akuntabel, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik prosedur maupun hasilnya.

4. Tidak diskriminatif, artinya setiap warga negara yang berusia sekolah dapat mengikuti program pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. tanpa membedakan suku, daerah asal, agama, golongan, dan status sosial (kondisi ekonomi).

5. Berkeadilan artinya jalur zonasi sma 2021 memihak pada kepentingan dari kelompok apapun. Adapun pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara bertahap yaitu: a. pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan yang dilakukan secara terbuka; b. pendaftaran; c. seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran; d. pengumuman penetapan peserta didik baru; dan e. daftar ulang. Pada pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru paling sedikit memuat informasi sebagai berikut: a.

persyaratan calon peserta didik sesuai dengan jenjangnya; b. tanggal pendaftaran; c. jalur pendaftaran yang terdiri dari jalur zonasi, jalur prestasi, atau jalur perpindahan orangtua/wali; d.

jumlah daya tampung yang tersedia pada kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA atau SMK sesuai dengan data Rombongan Belajar dalam Dapodik; dan e. tanggal penetapan pengumuman hasil proses seleksi PPDB. Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA SMK : a.

berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan c. memiliki SKL SMP atau bentuk lain yang sederajat.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kab Bekasi Kota Prov Jabar dilaksanakan secara daring (Online).

Pada PPDB dengan sistem daring (Online) kali ini yang menerapkan sistem zonasi berdasarkan wilayah desa/kelurahan atau kecamatan terdekat di Kab Bekasi Kota.

jalur zonasi sma 2021

Rerata nilai raport semester 1 sampai dengan semester 5 menjadi pertimbangan bila ada siswa yang mendaftar ada kesamaan jarak, tetapi yang diutamakan diterima adalah mereka yang mendaftar lebih awal. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bekasi Kota Prov Jabar dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut: a. jalur zonasi; b. jalur afirmasii; c. jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan d. jalur prestasi Zonasi PPDB SMA SMK Bekasi Kota Prov Jabar Tahun 2021 2022 Jalur zonasi, a.

Merupakan jalur PPDB dengan seleksi menggunakan sistem pembagian wilayah menjadi beberapa zona dengan mempertimbangkan letak geografis, wilayah administratif, dan letak satuan pendidikan terhadap domisili Calon Peserta Didik. b. Zona adalah kawasan atau area yang meliputi beberapa wilayah administratif pemerintahan tingkat Kabupaten/Kota. kecamatan dan/atau desa/kelurahan dalam jarak terdekat dengan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

berdasarkan usulan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dan disetujui oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan. c. Tempat domisili Calon Peserta Didik dari zona yang berbeda dengan satuan pendidikan, ditetapkan menjadi satu zona. jika tempat domisili terletak di wilayah administratif desa/kecamatan yang berbatasan dengan zona tempat satuan pendidikan.

d. Seleksi PPDB pada jalur zonasi mengutamakan jarak terdekat domisili Calon Peserta Didik dengan satuan Pendidikan. e. Jarak domisili dihitung berdasarkan jarak dari domisili/tempat tinggal ke Satuan Pendidikan menggunakan sistem teknologi informasi ( geolokasi); f.

Domisili Calon Peserta Didik didasarkan alamat rumah pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun jalur zonasi sma 2021. g. Calon Peserta Didik jalur zonasi minimal 50% (lima puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima, termasuk kuota untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas Penentuan urutan seleksi Jalur zonasi didasarkan pada: 1) Zonasi sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon peserta didik; 2) Nilai gabungan SMP/MTs/Paket B/Wustha; 3) Prioritas pilihan; dan 4) Pendaftar lebih awal.

Jadwal PPDB SMA SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar Jalur Afirmasi, merupakan jalur PPDB yang khusus diperuntukkan bagi peserta didik berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

Adapun kuota untuk jalur afirmasi sebesar 15% (lima belas persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Peserta didik dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dibuktikan dengan kepemilikan dokumen program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu. dari pemerintah pusat atau daerah seperti : 1) Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau 2) Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau 3) Kartu Pra Sejahtera (KPS), atau 4) Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau 5) Kartu Sembako Murah, atau 6) Kartu penanggulangan kemiskinan lainnya sesuai program pemerintah pusat atau daerah Penentuan urutan seleksi Jalur Afirmasi didasarkan pada: 1) Zonasi sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon peserta didik; 2) Nilai gabungan SMP/MTs/Paket B/Wustha; 3) Prioritas pilihan; dan 4) Pendaftar lebih awal.

5) Jika beberapa Calon Jalur zonasi sma 2021 Didik memiliki jarak yang sama, seleksi selanjutnya berdasarkan usia yang lebih tua. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali a.

jalur zonasi sma 2021

Jalur PPDB perpindahan tugas orang tua merupakan jalur PPDB yang disediakan bagi Calon Peserta Didik yang berdomisili mengikuti perpindahan tempat tugas orang tua. b. kuota jalur perpindahan orang tua dapat digunakan bagi Calon Jalur zonasi sma 2021 Didik dari guru/tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berdomisili dalam zonasi yang sama dengan sekolah yang dituju. c. Perpindahan orang tua dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi/lembaga/kantor atau perusahaan yang memberi tugas.

d. Calon Peserta Jalur zonasi sma 2021 anak guru/tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dibuktikan dengan surat penugasan dari pimpinan lembaga tempat bertugas orang tua Calon Peserta Didik.

e. Kuota jalur perpindahan maksimal sebesar 5% dari keseluruhan Calon Peserta Didik yang diterima. f. Perpindahan tugas orang tua pada tempat bertugas, paling lama telah bertugas tiga (3) tahun. g. Kriteria jalur perpindahan orangtua/anak guru diatur dalam ketentuan yang ditetapkan satuan pendidikan sebagai implementasi Manajemen Berbasis Sekolah h.

Setiap Satuan Pendidikan wajib menyusun Pedoman Operasional Standar (POS) untuk pelaksanaan PPDB jalur Perpindahan tugas orang tua/anak guru. Penentuan urutan seleksi Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali didasarkan pada: 1) Nilai gabungan SMP/MTs/Paket B/Wustha; 2) Prioritas pilihan; dan 3) Pendaftar lebih awal. Jalur prestasi a. Jalur Prestasi adalah jalur PPDB menggunakan seleksi berdasarkan prestasi yang dicapai peserta didik berupa perolehan nilai akademik pada rapor atau prestasi yang diperoleh melalui kejuaraan atau perlombaan; b.

Calon Peserta Didik jalur prestasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam, atau luar zonasi sekolah yang bersangkutan; c.

Kuota Calon Peserta Didik pada jalur prestasi SMA, merupakan sisa kuota dari jalur zonasi, afirmasi dan jalur perpindahan tugas orang tua, atau paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. d. Seleksi jalur prestasi nilai akademik rapor pada SMA dilakukan melalui pemeringkatan hasil kalibrasi nilai rapor semester satu (1) sampai dengan semester lima (5), pada mata pelajaran kelompok A, dengan variabel lain yang kriterianya ditetapkan satuan pendidikan berdasarkan pertimbangan aspek akademis atau aspek lainnya.

Jadwal PPDB SMA SMK 2020/2021 Bekasi Kota Prov Jabar dapat anda unduh di sini. Alur PPDB SMA SMK 2020/2021 Bekasi Kota Prov Jabar dapat anda unduh di sini. Ketentuan Pagu PPDB SMA SMK 2020/2021 Bekasi Kota Prov Jabar dapat anda unduh di sini. Tata cara pendaftaran PPDB SMA SMK 2020/2021 Bekasi Kota Prov Jabar dapat anda unduh di sini. Dan Pembagian Zonasi PPDB SMA SMK 2020/2021 Bekasi Kota Prov Jabar dapat anda unduh di sini.

Demikian informasi Syarat, Tata Cara dan Jadwal PPDB SMA-SMK Bekasi Kota 2021 2022 Prov Jabar, semoga bermanfaat.

PPDB Online SMA Jalur Zonasi TA 2021/2022. #PpdbOnlineSma2021




2022 www.videocon.com