Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Berikut ini merupakan pembahasan tentang salah satu tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu pubertas yang meliputi pengertian pubertas, ciri ciri pubertas, ciri ciri pubertas pada laki laki, ciri ciri pubertas pada perempuan, masa pubertas perempuan, masa pubertas laki-laki, tanda tanda pubertas pada wanita. Pengertian Pubertas Apakah yang dimaksud dengan pubertas? Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.

(Wikipedia) Masa Pubertas Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. (Wikipedia)Masa ini merupakan masa yang sangat labil, mudah terpengaruh, dan serba ingin tahu, untuk itu membutuhkan pengawasan dari orang tua, sebab organ-organ tubuhnya mulai berfungsi, seperti organ kelaminnya mulai memproduksi sel-sel kelamin.

Pada perempuan kelenjar susu mulai membesar, pinggul mulai membesar, dan tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin. Begitu juga pada anak laki-laki, suara lebih besar, lebih tegap, dan tumbuhnya rambut di sekitar alat kelaminnya. Inilah yang disebut sifat kelamin sekunder. Pubertas Ciri-ciri PubertasMasa-masa remaja adalah kelanjutan dari masa anak-anak, pada masa ini terjadilah perubahan fisik, tingkah laku yang sangat menonjol, pada masa ini anak mulai belajar mengembangkan kemampuan, yang kadang-kadang dilakukan di luar kesadarannya, rasa ingin tahu yang sangat besar, sehingga segala tindakannya kadang-kadang di luar batas tanpa berpikir akibatnya.

Semua ini karena pengaruh-pengaruh seperti aktivitas hormon pituitari. Perubahan fisik yang menyolok seperti pada perempuan payudara mulai membesar, pinggul mulai membesar, suara mulai halus, mengalami menstruasi, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin. Begitu juga pada laki-laki suara lebih besar, mengalami keluarnya sperma, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, pada masa ini anak mulai disebut masa pubertas.

Masa pubertas pada laki-laki datangnya lebih terlambat dibanding perempuan. Pubertas biasanya muncul pada umur 10 sampai 14 tahun dan pada seorang gadis ditandai dengan permulaan menstruasi – menarkhe. Uterus dan vagina membesar; buah dada membesar serta lemak, jaringan ikat masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur saluran darah bertambah.

Kemudian sifat kelamin sekunder tampil; lengkung tubuh berkembang dan jaringan adiposa membulatkan batas-batas anggotanya, serta tampilnya bulu dalam ketiak dan daerah pubis. Pelvis melebar. Perubahan penting terjadi pada masa si gadis menjadi matang jiwa dan raganya melalui masa remaja menjadi wanita dewasa. Pada anak laki-laki masa pubertasnya dimulai lebih kemudian dan dicirikan dengan perubahan suara menjadi lebih berat, pembesaran genitalis externa, tampilnya bulu di atas tubuh dan muka.

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja.

Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen. Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita. Ciri pubertas Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis, dan tumbuh bulu – bulu halus di daerah tertentu.

Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas.

Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks. Menopause Pada menopause atau masa klimakterium dalam hidup seorang wanita, yang terjadi kira-kira pada umur 45 sampai 50 tahun, tetapi juga dapat lebih dahulu atau lebih kemudian. Menstruasi berhenti, yang sering diiringi gejala-gejala tertentu, seperti perubahan vasomotorik dengan banyak keringat, muka rasa panas.

Jaringan buah dada sering mengerut, tetapi, bila ada kecenderungan menjadi gemuk, jaringan itu dapat diganti dengan lemak. Perubahan ke arah senil terjadi dalam ovarium, yaitu menjadi kecil dan hormon tidak dibuat lagi.

Ciri-ciri atau gejala menopause • Perubahan Lama Menstruasi • Perubahan Masa Menstruasi • Menstruasi Lebih Banyak • Perubahan Emosi • Susah Tidur • Vagina Menjadi Lebih Kering • Infeksi Saluran Kemih • Lebih Sering Buang Air Kecil • Menurunnya Gairah Seksual • Osteoporosis • Kesuburan Menurun • Mudah Lelah dan Mudah Sakit Pos-pos Terbaru • Soal: Berdasarkan nukleus, virus termasuk dalam • Soal: Berdasarkan korelasi, temukan opsi yang benar dari kolom.

Kolom IColumn-IIColumn III. Tanaman bodoh(p) Hormon volatil (i) Menginduksi dormansiII. Menginduksi penuaan (q) GA (r) Zeatin(ii) Buah matang (iii) Biasanya tanaman steril • Soal: Berdasarkan sifatnya yang mendaki, kadal disebut sebagai • Soal: Berdasarkan ciri-ciri yang diberikan di masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur ini, beri nama fium atau kelas untuk masing-masing: Adanya kolumna vertebralis, kulit berbulu dan bersifat vivipar ____.

• Soal: Pada stimulasi otot rangka, kalsium segera tersedia untuk mengikat troponin dari Komentar Terbaru • nonem pada Soal dan pembahasan asam basa SMA pilihan ganda • Anonim pada Soal dan jawaban essay masa praaksara • Anonim pada 10 Soal dan jawaban bulu tangkis pilihan ganda • Anonim pada Soal dan pembahasan unsur radioaktif • Anonymous pada Soal dan jawaban jamur (fungi) pilihan ganda
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana dianggap sebagai masa topan badai dan stress ( Storm and Stress).

Karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri, kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik. Seperti halnya dengan semua periode yang penting selama rentang kehidupan, masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya.

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Perkembangan perilaku remaja pada masa pubertas ditandai dengan perubahan-perubahan akibat pubertas yaitu perubahan pada perkembangan perilaku kognitif, sosioemosional, dan seksual.

Kata kunci : perilaku, remaja, pubertas PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa dimana dianggap sebagai masa topan badai dan stress ( Storm and Stress). Karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri, kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik.

Perilaku remaja terdiri dari perilaku kognitif, sosioemosional, dan seksual. Perilaku kognitif merupakan suatu perilaku remaja yang ditandai dengan bagaimana pola berpikir dari remaja itu. Sedangkan perilaku sosioemosianal merupakan suatu perilaku yang erat kaitannya dengan emosi remaja dan bagaimana remaja berinteraksi dengan kehidupan sosialnya. Dan perilaku seksual yakni suatu perilaku yang berkaitan erat dengan bagaimana remaja tersebut berpacaran.

Perilaku-perilaku tersebut tentunya berkaitan erat dengan masa pubertas. Dimana masa tersebut merupakan masa tumbuh kembang yang dialami oleh semua remaja. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Itu dinamakan masa pubertas.

Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi pertama ( menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen. Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita.

Pada masa pubertas itulah perkembangan remaja perlu adanya pengontrolan diri dari orang tua, masyarakat dilingkungan dimana mereka berada.

Karena pada masa itu remaja merasa semakin mampu dalam pengambilan keputusan. Remaja yang lebih tua lebih kompeten dalam mengambil keputusan disbanding remaja yang lebih muda, dimana mereka lebih kompeten daripada anak-anak. Kemampuan untuk mengambil keputusan tidak menjamin kemampuan itu diterapkan, karena dalam kehidupan nyata, luasnya pengalaman adalah penting.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Remaja perlu lebih banyak peluang untuk mempraktekkan dan mendiskusikan keputusan realistis. Dalam beberapa hal, kesalahan pengambilan keputusan pada remaja mungkin terjadi ketika dalam realitas yang menjadi masalah adalah prientasi masyarakat terhadap remaja dan kegagalan untu member mereka pilihan-pilihan yang memadai.

Untuk itu sebagao orang tua, dan masyarakat harus mengenal remaja itu pada tingkat perkembangan dalam masa pubertasnya. MASA REMAJA Pengertian Masa Remaja Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. • Menurut Stanley Hall (1) Masa remaja merupakan masa dimana dianggap sebagai masa topan badai dan stress ( Storm and Stress).

Karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri, kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik.

• Menurut Stanley Hall (2) usia remaja antara 12 sampai usia 23 tahun. • Menurut Erikson (3) masa remaja adalah masa yang akan melalui krisis dimana remaja berusaha untuk mencari identitas diri ( Search for self – Identity). • Menurut Piaget (4), masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak.

• WHO (5) mendefinisikan masa remaja merupakan periode perkembangan antara pubertas, perlihan biologis masa anak-anak dan masa dewasa, yaitu antara umur 10-20 tahun. Ciri-Ciri Masa Remaja Seperti halnya dengan semua periode yang penting selama rentang kehidupan, masa remaja mempunyai cirri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya.

Ciri-ciri tersebut diantaranya adalah : • Masa remaja sebagai periode yang penting • Masa remaja sebagai periode peralihan • Masa remaja sebagai periode perubahan • Masa remaja sebagai usia bermasalah • Masa remaja sebagai masa mencari identitas • Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan • Masa remaja sebagai masa yang tidak realistic • Masa remaja sebagai ambang masa dewasa Ciri – Ciri Khusus Masa Remaja (6 ) • ertumbuhan fisik yang sangat cepat • Emosinya yang tidak stabil • Perkembangan seksual sangat menonjol • Cara berpikirnya bersifat kausalitas ( hukum sebab akibat ) • Terikat erat dengan kelompoknya MASA PUBERTAS Pengertian Pubertas Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.

Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi pertama ( menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah ( 7 ). Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar.

Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan 2). Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.

Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone.

Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Karakteristik anak puber antara lain: merasa diri sudah dewasa sehingga anak sering membantah atau menentang, emosi tidak stabil sehingga anak puber cenderung merasa sedih, marah, gelisah, khawatir, mengatur dirinya sendiri sehingga terkesan egois, dan sangat mengutamakan kepentingan kelompok atau genk sehingga mudah terpengaruh oleh teman sekelompoknya.

Anak mudah terpengaruh oleh lingkungan dan budaya baru yang sering bertentangan dengan norma masyarakat, serta memiliki rasa keingitahuan yang besar pada hal-hal baru yang mengakibatkan perilaku coba-coba tanpa didasari dengan informasi yang benar dan jelas (8). Ciri-Ciri Masa Pubertas • Periode tumpang tindih • Periode yang singkat • Masa puber dibagi dalam tahap-tahap • Masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat • Masa negatif • Terjadi pada berbagai usia Tahap Pubertas • Tahap Pra Puber Dalam tahap pra puber ciri-ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ reproduksi belum sepenuhnya berkembang.

• Tahap Puber Kriteria kematangan seksual mulai muncul, terjadi haid pada anak perempuan dan pengalaman mimpi basah pada anak laki-laki. Ciri-ciri seks sekunder terus berkembang dan sel-sel diproduksi dalam organ-organ seks. • Tahap Pasca Puber Ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang.

Kondisi yang Menyebabkan Perubahan Pubertas • Peran Kelenjar Pituitary Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon yakni hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur individu dan hormon gonadotropik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Dalam keadaan demikianlah perubahan-perubahan pada masa puber mulai terjadi. • Peranan Gonad Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ seks yakni ciri seks primer bertambah besar dan fungsinya menjadi matang dan ciri seks sekunder seperti rambut kemaluan mulai berkembang.

• Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad Hormon yang dikeluarkan oleh gonad yang telah dirangsang oleh hormon gonadotropik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan penurunan jumlah hormon pertumbuhan secara berangsur-angsur dan sehingga menghentikan proses pertumbuhan. Interaksi anatar hormon gonadotropik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu dan berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati klimakteric.

Ciri Seks Primer • Ciri Seks Primer pada Laki-Laki Gonad atau testis yang terletak pada scrotum pada usia 14 tahun baru sekitar 10 persen dari ukuran matang. Kemudian terjadi pertumbuhan pesat selama satu atau dua tahun setelah itu pertumbuhannya menurun. Testis sudah berkembang penuh pada usia 20 atau 21 tahun.

Setelah pertumbuhan testis meningkat maka pertumbuhan penis meningkat pesat. Yang mula-mula meningkat adalah panjangnya kemudian berangsur-angsur dengan besarnya. Kalau fungsi organ reproduksi pria sudah matang maka biasanya mulai terjadi mimpi basah.

• Ciri Seks Primer pada Wanita Berat uterus anak usia 11 atau 12 tahun berkisar 5,3 gram. Pada usia 16 tahun rata-rata beratnya 43 gram. Tuba falopi, telur-telur dan vagina juga tumbuh pesat pada saat ini. Petunujuk pertama bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang adalah datangnya haid. Ciri Seks Sekunder • Ciri Seks Sekunder pada Laki-Laki • Tumbuhnya rambut kemaluan setelah testis dan penis mulai membesar. Kemudian setelah pertumbuhan rambut kemaluan hampir selesai timbullah rambut ketiak dan rambut di wajah.

• Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, warnanya pucat dan pori-pori meluas. • Kelenjar lemak semakin membesar dan menjadi lebh aktif sehingga dapat menimbulakan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mulai berfungsi dan keringat bertambah banyak.

• Otot bertambah besar dan kuat sehingga member bentuk bagi lengan, tungkai kaki dan bahu. • Suara berubah menjadi serak.

• Benjolan kecil di sekitar susu pria mulai timbul. Ini berlangsung selama beberapa minggu dan kemudian menurun baik jumlahnya maupun besarnya.

• Pinggul menjadi bertambah lebar dan bulat sebagai akibat membesarnya tulang masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur dan berkembangnya lemak bawah masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur.

• Payudara muali berkembang, putting susu membesar dan menonjol, dan dengan berkembangnya kelenjar susu payudara menjadi lebih besar dan lebih bulat. • Rambut kemaluan timbul. Bulu ketiak dan bulu pada kulit wajah mulai tampak. • Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat, dan lubang pori-pori bertambah besar. • Kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif.

Sumbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mengelurkan banyak keringat dan baunya menusuk sebelum dan selama masa haid. • Otot semakin besar dan semakin kuat sehingga memberikan bentuk pada bahu, lengan dan tungkai kaki. • Suara menjadi lebih penuh dan semakin merdu. (9) • Ciri Seks Sekunder pada Perempuan PERKEMBANGAN PERILAKU REMAJA Perkembangan perilaku remaja pada masa pubertas ditandai dengan perubahan-perubahan akibat pubertas yaitu sebagai berikut : • Perkembangan Perilaku Kognitif Remaja Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).

Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya.

Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.

Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Masa remaja ialah masa semakin meningkatnya pengambilan keputusan. Remaja yang lebih tua lebih kompeten dalam mengambil keputusan disbanding remaja yang lebih muda, dimana mereka lebih kompeten daripada anak-anak.

Kemampuan untuk mengambil keputusan tidak menjamin kemampuan itu diterapkan, karena dalam kehidupan nyata, luasnya pengalaman adalah penting. Remaja perlu lebih banyak peluang untuk mempraktekkan dan mendiskusikan keputusan realistis.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Dalam beberapa hal, kesalahan pengambilan keputusan pada remaja mungkin terjadi ketika dalam realitas yang menjadi masalah adalah prientasi masyarakat terhadap remaja dan kegagalan untu member mereka pilihan-pilihan yang memadai (10). • Perkembangan Perilaku Sosioemosional Remaja Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah.

Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Dalam hal kesadaran diri, pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka ( self-awareness). Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri.

Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan ( self-image). Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”.

Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan impulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab.

Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati- diri positif pada remaja. Kelak, ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan.

Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”; berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya.

Dapat dimengerti bahwa akibat yang luas dari masa puber pada keadaan fisik remaja juga memperngaruhi sikap dan perilaku. Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa perubahan dalam sikap dan perilaku yang terjadi pada saat ini lebih merupakan akibat dari perubahan sosial daripada akibat perubahan kelenjar yang berpengaruh pada keseimbangan tubuh.

Semakin sedikit simpati dan pengertian yang diterima remaja puber dari orang tua, kakak-adik, guru-guru, dan teman-teman dan semakin besar harapan-harapan social pada periode ini, semakin besar akibat psikologis dari perubahan-perubahan fisik. Pada umumnya pengaruh masa puber lebih banyak pada remaja perempuan daripada remaja laki-laki, sebagian disebabkan karena remaja perempuan biasanya lebih cepat matang daripada remaja laki-laki dan sebagian karena banyak hambatan-hambatan social mulai ditekankan pada perilaku remaja perempuan justru pada saat remaja perempuan mencoba untuk membebaskan diri dari berbagai pembatasan.

More membahas sebab-sebab mengapa remaja laki-laki tidak banyak berpengaruh oleh perubahan-perubahan masa puber seperti halnya remaja perempuan: Masa puber rupanya lebih merupakan kejadian yang berlangsung secara bertahap.

Tidak terjadi secara serentak dengan kepesatan perkembangan seperti yang dialami remaja perempuan. Rangsangan yang ditimbulkan sama kuatnya atau lebih kuat bagi pria namun ia mempunyai kesempatan lebih akrab untuk menyesuaikan dirinya. Karena mencapai masa puber lebih dulu, remaja perempuan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda perilaku yang mengganggu daripada remaja laki-laki. Tetapi perilaku remaja perempuan lebih cepat stabil daripada remaja laki-laki, dan remaja perempuan mulai berperilaku seperti sebelum masa puber.

Seberapa serius perubahan masa puber akan mempengaruhi perilaku sebagian besar bergantung pada kemampuan dan kemauan remaja puber untuk mengungkapkan keprihatinan dan kecemasannya kepada orang lain sehingga dengan begitu ia dapat memperoleh pandangan yang baru dan yang lebih baik. Seperti yang dijelaskan Dunbar, “Reaksi efektif terhadap perubahan terutama ditentukan oleh kemampuan untuk berkomunikasi….

Komunikasi adalah cara untuk mengatasi kecemasan yang selalu disertai tekanan”. Remaja yang merasa sulit atau tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain lebih banyak berperilaku negatif daripada remaja yang mampu dan mau berkomunikasi (11) Akibat perubahan masa puber pada sikap dan perilaku remaja adalah sebagai berikut (12) : • Ingin Menyendiri Kalau perubahan pada masa puber mulai terjadi, remaja biasanya menarik diri dari teman-teman masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur dari berbagai kegiatan keluarga dan sering bertengkar pada teman-teman dan pada anggota keluarga.

Remaja puber kerap melamun, sering tidak dimengerti dan diperlakukan dengan kurang baik, dan ia juga mengadakan ekperimen seks melalui masturbasi. Gejala menarik diri ini mencakup ketidakinginan berkomunikasi dengan orang-orang lain. Dalam masa remaja, remaja berusaha untuk melepaskan diri dari milieu orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya.

Erikson menyebutnya untuk menemukan identitas diri (13) • Bosan Remaja puber bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas-tugas sekolah, kegiatan-kegiatan sosial, dan kehidupan pada umumnya. Akibatnya, remaja sedikit sekali bekerja sehingga prestasinya diberbagai bidang menurun. Remaja menjadi terbiasa untuk tidak mau berprestasi khususnya karena sering timbul perasaan akan keadaan fisik yang tidak normal.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

• Inkoordinasi Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan, dan remaja akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat, koordinasi akan membaik secara bertahap. • Antagonisme sosial Remaja puber seringkali tidak mau bekerja sama, sering membantah, dan menentang. Permusuhan terbuka anatara dua seks yang berlainan diungkapkan dalam kritik, dan komentar-komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, remaja kemudian menjadi lebih ramah, lebih dapat bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain.

• Emosi yang meninggi Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil merupakan ciri-ciri bagian awal masa puber. Pada masa ini remaja merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah. Sedih, mudah marah, dan suasana hati yang negative sangat sering terjadi selama masa prahaid dan awal periode haid.

Dengan semakin matangnya keadaan fisik remaja, ketegangan lambat laun berkurang dan remaja sudah mulai mampu mengendalikan emosinya. • Hilangnya kepercayaan diri Remaja yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri sekaran menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dank arena kritik yang bertubi-tubi datang dari orang tua dan teman-temannya.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Banyak remaja laki-laki dan perempuan setelah masa puber mempunyai perasaan rendah diri. • Terlalu sederhana Perubahan tubuh yang terjadi selama masa puber menyebabkan remaja menjadi sangat sederhana dalam segala penampilannya karena takut orang-orang lain akan memperhatikan perubahan yang dialaminya dan member komentar yang buruk.

• Perkembangan Perilaku Seksual Remaja • Berpacaran Berpacaran dikalangan remaja bukanlah merupakan hal yang biasa, dibuktikan dari hampir sebagian responden menyatakan bahwa mereka pernah atau sedang berpacaran.

Sebagian remaja berpendapat bahwa pacaran juga memberikan dampak yang positif, misalnya terpacu untuk belajar lebih giat atau memberikan dampak negatif terhadap perilaku remaja mengarah keseksualitas.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Usia pertama berpacaran berkisar 14-17 tahun. Hal ini di dukung juga dari kegiatan yang biasa dilakukan remaja ketika berpacaran adalah ngobrol, namun tak jarang juga berpacaran diselingi dengan berciuman.

Mengapa remaja memilih berpacaran ? banyak faktor pendorong yang menyebabkan remaja memilih berpacaran. Dikalangan remaja muncul trend yang menyatakan bahwa jika seseorang remaja berpacaran berarti remaja tersebut modern dan tidak “kampungan”.

Perkembangan terhadap informasi juga menjadi salah satu pendorong (14) • Mengenal Media pornografi Sebagian besar remaja pernah menggunakan/melihat media pornografi pada saat berusia 14-17 tahun. Pada masa tersebut merupakan masa remaja dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Dan sepatutnya pada masa ini, remaja memperoleh informasi seks yang benar sehingga remaja tidak salah dalam bertingkah laku. Informasi tersebut memang sangat diperlukan oleh remaja. Informasi mengenai kesehatan reproduksi merupakan hal yang perlu diketahui bagi remaja.

Lembaga pendidikan hendaknya memikirkan bagaimana agar informasi tersebut dapat diberikan melalui sekolah oleh seorang guru tau dijadikan suatu mata pelajaran penunjang byang memiliki kurikulum pelajaran.

Media yang biasa/ sering digunakan remaja yaitu foto/gambar (semakin maraknya internet sehingga remaja memanfaatkannya untuk hal yang negatif dengan mengunjungi situs-situs X yang memberikan informasi seks yang tidak terbatas), majalah dan VCD/ film (semakin banyak dan mudahnya diperoleh remaja didukung dengan harga yang relatif terjangkau).

Kebanyakan remaja menggunakanmedia pornografiu di rumah, sekolah, bioskop atau rumah teman. Remaja cenderung memilih di rumah teman, karena merasa lebih leluasa dan dapat berdiskusi bersama jika ada yang tidak dipahami. Sumber media pornografi sebagian besar diperoleh melalui teman, menyewa atau membelinya sendiri akibat dorongan rasa ingintahu yang tinggi. Keinginan tahu remaja adalah hal yang wajar, namun bagaimana mengemasnya dan cara penyampaian informasi yang tepat, gar remaja tidak salah menafsirkannya.

• Mengalami Masalah Masturbasi dan Hubungan seksual Pemahaman remaja mengenai masturbasi atau onani masih sangatlah rendah. Dan dikalangan remaja berpendapat bahwa jika melakukan masturbasi atau onani berarti melakukan perbuatan yang melanggar norma. Hubungan seksual merupakan perilaku seksual yang tertinggi, karena jika remaja berani melakukan hal tersebut berarti remaja telah dan harus siap menerima segala resiko yang akan dihadapi.

Pada umumnya usia pertama kali melakukan hal tersebut berkisar 15-19 tahun. Pada masa ini memang secara fisik telah siap, namun banyak hal lain perlu diingat bahwa resikonya pun akan besar. Pacar merupakan pasangan utama melakukan hubungan seks tersebut. Hal ini berarti kondisi pacaran dapat mendorong dan merangsang untuk melakukannya. Didukung dengan pacaran yang dilakukan di rumah tanpa adanya pengawasan dari orang tua atau saudara.

Alasan utama remaja melakukan hubungan seksual adalah karena cinta atau sama-sama mau, terangsang dan rasa ingin tau. Jika dilihat dari umur remaja pertama kali melakukan hubungan seksual, telah dapat tercermin bahwa memang ketiga alasan di atas lah yang mendorong seorang remaja menyerahkan kehormatannya (15 ) • Mengalami berbagai Permasalahan Remaja Apabila remaja dihadapkan dalam suatu kondisi yang tidak diinginkan maka tjika terjadi kehamilan, remaja kebanyakan akan memilih akan meneruskannya dan menikah, karena menurut kalangan remaja bahwa pengguguran kandungan merupakan perbuatan yang tercela.

Dan jika pun pengguguran kandungan yang dipilih maka hal tersebut akan dilakukan dengan seorang dokter kandungan.(16) PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan isi makalah, maka dapat disimpulkan bahwa pubertas merupakan masa pertumbuhan tulang-tulang dan kematangan seksual yang terjadi pada masa awal remaja, dimana ditandai dengan adanya menstruasi pada wanita dan mimpi basah pada pria yang diikuti oleh cirri-ciri seks sekunder, seperti tumbuhnya rambut pada ketiak dan kemaluan, pinggul membesar, payudara membesar, suara berubah.

Hal tersebut berdampak pada perkembangan perilaku remaja, baik secara kognitif (operasional masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur, sosioemosional (ingin menyendiri, bosan, emosi meningkat), maupun seksual (berpacaran, hubungan seksual, pornografi). Saran Remaja memerlukan bimbingan baik dari keluarga atau lingkungannya, remaja yang mengalami masa pubertas akan terus mencari identitas diri mereka hingga mereka menemukan identitas diri mereka yang sebenarnya, pencarian identitas diri tersebut yang memerlukan bimbingan agar mereka dapat menemukan identitas diri yang sesuai dengan dirinya dan norma yang ada.

Identitas diri tersebut yang nantinya akan menentukan bagaiman perilaku mereka. Pencarian identitas diri pada remaja dapat di bimbing oleh keluarga atau lingkungan, baik itu lingkungan sekolah atau lingkungan di luar sekolah. Bimbingan oleh keluarga dilakukan dengan memberitahukan batasan-batasan norma yang yang berlaku di agama ataupun masyarakat, pemberitahuan tentang norma tersebut diharapkan agar remaja dapat berprilaku sesuai dengan norma yang ada.

Sedangkan bimbingan yang dilakukan di sekolah dengan cara memberikan pelajaran tentang moral, norma dan masa pubertas. Lingkungan di luar sekolah juga dapat mempengaruhi perilaku remaja, karena lingkungan yang baik tentunya juga akan memberikan contoh perilaku yang baik bagi remaja yang ada di lingkungannya. • Tulisan Terakhir • RODA KEHIDUPAN 20/04/2018 • The Elephant Rope 03/04/2018 • Setiap orang Memiliki Kisah Hidup 03/04/2018 • Lepaskan Masalah Anda 03/04/2018 • Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa Tapi Sering Dianggap Membatalkan Puasa 15/03/2018 • Arsip • April 2018 (4) • Maret 2018 (1) • Februari 2018 (4) • Mei 2017 (2) • April 2017 (2) • Februari 2017 (4) • Desember 2016 (2) • November 2016 (2) • Oktober 2016 (2) • September 2016 (2) • Agustus 2016 (2) • Juli 2016 (1) • Juni 2016 (2) • Mei 2016 (4) • April 2016 (4) • Maret 2016 (6) • Februari 2016 (3) • Januari 2016 (3) • Desember 2015 (3) • November 2015 (7) • September 2015 (5) • Agustus 2015 (10) • Juli 2015 (2) • Juni 2015 (6) • Mei 2015 (10) • April 2015 (16) • Maret 2015 (11) • Februari 2015 (3) • Januari 2015 (4) • Desember 2014 (8) • November 2014 (4) • Oktober 2014 (8) • September 2014 (26) • Agustus 2014 (9) • Juli 2014 (15) • Juni 2014 (14) • Mei 2014 (27) • April 2014 (3) • Maret 2014 (4) • Januari 2014 (2) • November 2013 (2) • Oktober 2013 (2) • Agustus 2013 (6) • Juli 2013 (6) • Kategori Tulisan • Download (10) • Humaniora (57) • Keagamaan (28) • Multimedia (6) • Pendidikan (51) • Seni dan Budaya (1) • Uncategorized (119) • Jumlah Pengunjung • 275.908 Orang • Tautan • EMIS • Kanwil Kemenag NTT • Kementerian Agama RI • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI • MAN KALABAHI • Admin • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Pada akhir usia sekolah, anak segera memasuki masa yang disebut dengan “ pubertas“ (berasal dari bahasa latin “pubescere”, artinya mendapat rambut kemaluan), yakni masa awal terjadinya pematangan seksual.

Dalam rangkaian proses perkembangan seseorang, masa puber tidak mempunyai tempat yang jelas. Sulit membedakan antara masa puber dengan masa remaja karena masa puber adalah bagian dari masa remaja dan pubertas sering dijadikan sebagai pertanda awal seseorang memasuki masa remaja. Ketika seorang anak mengalami pubertas, berarti dia anggap sudah memasuki masa remaja, yakni masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Meskipun sering tidak mempunyai tempat yang jelas dalam rangkaian proses perkembangan manusia, masa pubertas mempunyai arti khusus dalam kehidupan seseorang.

Betapa tidak, pada masa pubertas inilah terjadi perubahan-perubahan besar dan dramatis dalam perkembangan seorang anak, baik dalam pertumbuhan atau perkembangan fisik, kognitif, maupun dalam perkembangan psikososial anak.

Waktu datngnya masa pubertas tidak dapat diketahui secara pasti. Ada anak-anak yang memulai masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur pubertasnya pada usia yang lebih awal dan ada pula yang lebih belakangan. Biasanya, anak perempuan mulai memasuki masa pubertas lebih awal 2 tahun dibandingkan dengan anak laki-laki.

Menurut sejumlah ahli perkembangan, pada anak perempuan pubertas terjadi sekitar usia 10 tahun, sedangkan pada anak laki-laki terjadi pada usia sekitar 12 tahun.

Pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Seperti diterangkan Root “Masa puber adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Tahap ini disertai dengan perubahan-perubahan dalam pertumbuhan somatis dan perspektif psikologis”. [1] Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.

Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi pertama ( menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah.

[2] Dibandingkan dengan banyaknya perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar tubuh, masa puber relatif merupakan periode yang singkat, sekitar dua sampai empat tahun.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Anak yang mengalami masa puber selama dua tahun atau kurang dianggap sebagai anak yang “ cepat matang,” sedangkan yang memerlukan tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikan peralihan menjadi dewasa dianggap sebagai anak yang “ lambat matang.” Sebagai kelompok, anak perempuan cenderung lebih cepat matang daripada kelompok anak laki-laki, tetapi terdapat perbedaan yang mencolok dalah setiap kelompok.

Selama periode ini anak yang sedang berkembang mengalami berbagai perubahan dalam tubuh, perubahan dalam status termasuk penampilan, pakaian, milik, jangkauan pilihan, dan perubahan dalam sikap terhadap seks dan lawan jenis. Kesemuanya meliputi hubungan orang tua–anak yang berubah dan perubahan dalam peraturan-peratuaran yang dikenakan kepada anak muda. Purbetas dapat terjadi setiap saat antara usia lima atau enam tahun dan sembilan belas tahun.

Tetapi, rata-rata anak perempuandalam kebudayaan Amerika saat ini menjadi matang secara seksualpada tiga belas tahun, dan rata-rata anak laki=laki setahun kemudian. Variasi pada usia saat terjadinya pubertas dan dalam waktu yang diperlukan untuk proses ini menimbulkan banyak masalah pribadi maupun sosial bagi anak laki-laki dan perempuan. [4] Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi.

Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan.

Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif Pada saat seorang bayi terlahir di dunia, ia sudah diciptakan dengan milliaran jaringan sel otak yang sangat luar biasa.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Hal ini menjadi pondasi penting bagi perkembangan kognitifnya kelak. Perkembangan kognitif ( cognitive development) didefinisikan sebagai suatu pola perubahan dalam kemampuan-kemampuan mental, seperti; belajar, perhatian, ingatan, bahasa, berpikir, penalaran dan kreativitas.

Sedangkan menurut Muhibin Syah perkembangan Konitif ( cognitive development) adalah perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan/kecerdasan otak anak. Juga diseut perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengetahuan, yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

Sehingga kemampuan kognitif dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah. [5] Kemurungan, merajuk, redakan amarah, dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil merupakan ciri-ciri bagian awal masa puber.

Pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah. Sedih, mudah marah, dan suasana hati yang negatif sangat sering terjadi selama masa prahaid dan awal periode haid. [6] Pada usia sekolah dasar, anak sudah dapat mengikuti peraturan atau tuntunan-tuntunan dari orangtua atau lingkungan sosialny. Pada akhir usia ini, anak sudah memahami alasan yang mendasari suatu peraturan. Disamping itu, anak sudah dapat mengasosiasikan setiap perilaku dengan konsep benar-salah atau baik-buruk.

[7] Sikap dan prilaku moral Masa Akhir Kanak-kanak d. Pelanggaran hukum pada akhir masa kanak-kanak, Pelanggaran menjadi semakin berkurang. Menurunnya pelanggaran mungkin karena adanya kematangan, baik fisik maupun psikologis, tetapi lebih sering karena kurangnya tenaga yang merupakan ciri pertumbuhan yang pesat yang mengiringi bagian awal dari masa puber.

Banyak anak prapuber yang sama sekali tidak mempunyai tenaga untuk menjadi nakal. [8] Anak puber seringkali tidak mau bekerjasama, sering membantah dan menentang. Permusuhan terbuka antara dua jenis kelamin berlainan diungkapakan dalam kritik dan komentar-komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, anak kemudian menjadi ramah, lebih dapat bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain.

[10] Dapat dimengerti bahwa akibat yang luas dari masa puber pada keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap dan perilku.

Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa perubahan dalam sikap dan perilaku yang terjadi pada saat ini lebih merupakan akibat masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur perubahan sosial daripada perubahan kelenjar yang berpengaruh pada keseimbagan tubuh. Semakin sedikit simpati dan pengertian yang diterima anak puber dari orang tua, kakak-asik, guru-guru dan teman-teman, dan semakin besarnya harapan sosial pada periode ini, semakin besar akibat psikologis dari perubahan-perubahan fisik.

Anak puber seringkali tidak mau bekerja sama, sering membantah dan menentang. Permusuhan terbuka antara dua jenis kelamin berlainan di ungkapkan dalam kritik dan komentar-komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, anak kemudian menjadi lebih ramah, lebih dapat bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain. Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil merupakan ciri-ciri bagian awal masapuber.

Pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah dan cepat marah. Sedih, mudah marahn suasana hati yang negatif sangat sering terjadi selama masa prahaid dan awal periode haid. Dengan semakin matangnya keadaan fisik, ketegangan mulai berkurang dan anak sudah mulai mampu mengendalikan emosinya. Anak-anak yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri, sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik yang bertubi-tubi dari orang tua dan teman-temannya.

Banyak anak laki-laki dan perempuan setelah masa puber mempunyai perasaan rendah diri. Pada umumnya pengaruh masa puber lebih banyak pada anak perempuan dari pada anak laki-laki, sebagian disebabkan karena anak perempuan biasanya lebih cepat matang dari pada anak laki-laki dan sebagian karena banyak hambatan-hambatan sosial mulai di tekankan pada perilaku anak perempuan justru pada saat anak perempuan mencoba untuk membebaskan diri dari masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur pembatasan.

Karena mencapai masa puber lebih dulu. Akhir masa kanak-kanak berlangsung dari enam tahun sampai anak mencapai kematangan seksual, yaitu sekitar 13 tahun bagi anak perempuan dan 14 tahun bagi anak laki-laki oleh orangtua disebut masa menyulitkan. Oloeh para pendidik disebut usia “sekolah dasar” dan oleh ahli psikologi disebut “usia kelompok” atau “usia kreatif”.

Masa ini disebut “usia kelompok” karena anak berminat akan kegiatan dengan teman-teman dan ingin menjadi bagian dari kelompok yang mengharapkan anak untuk menyesuaikan diri dengan pola perilaku. Pada masa ini sebgaian anak mengembangkan kode moral yang dipengaruhi oleh standar moral kelompoknya dan hati nurani yang membimbingnya sebagai pengganti pengawasan dari luar yang pada waktu anak masih kecil, sekalipun demikian pelanggaran rumah di sekolah dan di lingkungan.

Masa pubertas merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pubertas yang terjadi pada masa remaja sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak.

Pengawasan orang tua sangat dibutuhkan agar perkembangan pubertas anak dapat berkembang dengan baik.Ciri-ciri fisik yang dialami anak pada masa pubertas akan membuat anak sedikit mengalami kepanikan untuk itu orang tua harus segera sigap dalam menununtun anaknya.

Perubahan sikap dan perilaku anak akan mengalami perubahan pada masa ini, apabila orang tua tidak mengawasi dengan baik maka anak akan melakukan perbuatan yang diluar batas. Penyusun mengakui bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang semestinya perlu ditambah dan diperbaiki. Uraian dan contoh yang diambil masih sangat kurang.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Oleh sebab itu, segala masukan yang bersifat positif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Harapan penyusun semoga inti dari permasalahan yang kita bahas ini dapat dipraktikkan di kehidupan sosial. ADMINISTRASI PENDIDIKAN (3) BAHASA INDONESIA (2) BIMBINGAN KONSELING (9) BIMBINGAN KONSELING ISLAM (8) DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN (3) DESAIN DAN SISTEM PEMBELAJARAN PAI (6) DESAIN PEMBELAJARAN (6) EVALUASI PEMBELAJAN (2) EVALUASI PEMBELAJARAN (1) FILSAFAT ILMU (3) FILSAFAT ISLAM (9) FILSAFAT PENDIDIKAN (5) FILSAFAT UMUM (5) FIQIH (4) HADIST (8) ILMU ALAMIAH DASAR (1) ILMU BAHASA ARAB (2) ILMU HADITS (3) ILMU KALAM (11) ILMU PENDIDIKAN ISLAM (1) INOVASI PENDIDIKAN (5) IPI (1) KAJIAN ISLAM (1) KAPITA SELEKTA PENDIS (3) KARYA ILMIYAH (1) KURIKULUM (1) KWN (2) MANAJEMEN PENDIDIKAN (2) MASA'ILUL FIQH (3) MEDIA PEMBELAJARAN (4) METODOLOGI PENELITIAN (9) METODOLOGI STUDI ISLAM I (2) METODOLOGI STUDI ISLAM II (4) MICRO TEACHING (4) MUSTHALAH AL HADITS (3) PEMBELAJARAN AA (1) PEMBELAJARAN QH (1) PEMBELAJARAN SKI (2) PEMIKIRAN ISLAM (15) PENDIDIKAN ISLAM KLASIK DAN MODERN (2) PENELITIAN (6) PENELITIAN PENDIDIKAN (3) PSIKOLOGI AGAMA (5) PSIKOLOGI PENDIDIKAN (5) PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (7) PSIKOLOGI UMUM (3) RESEARCH DESIGN (5) SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM (4) STRATEGI PEMBELAJARAN (4) SUPERVISI PENDIDIKAN (2) TAFSIR (3) TASAWUF (12) The Qur'an (1) ULUMUL QUR'AN (2) USHUL FIQH (1) • ► 2019 (55) • ► Feb (55) • ► 2016 (4) • ► Aug (4) • ▼ 2015 (38) • ► Dec (2) • ► Sep (17) • ▼ May (19) • HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT • AGAMA DAN METODE PENELITIAN AGAMA • KURIKULUM DAN MASA DEPAN BANGSA • HUKUM JUAL BELI • PSIKOLOGI PENDIDIKAN • KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN • BIOGRAFI IMAM HADIST • AKAD DALAM JUAL BELI • PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI • PERKEMBANGAN LANJUT USIA • KEPEMILIKAN masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur PERKEMBANGAN MASA PUBER • MANUSIA DALAM PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN • ANEKA PENDEKATAN DALAM STUDI AGAMA • MANUSIA ADALAH KHALIFAH DI BUMI • INGAT DAN LUPA • KEWARGANEGARAAN • KEPRIBADIAN DAN TEORI KEPRIBADIAN • PENGANTAR METODOLOGI STUDI ISLAM • ► 2014 (30) • ► Oct (5) • ► May (20) • ► Apr (5) • ► 2013 (3) • ► Oct (2) • ► Feb (1)
• Bank Soal K13 • Kelas 1 SD Kurikulum 2013 • Kelas 2 SD Kurikulum 2013 • Kelas 3 SD Kurikulum 2013 • Kelas 4 SD Kurikulum 2013 • Kelas 5 SD Kurikulum 2013 • Kelas 6 SD Kurikulum 2013 • Bank Soal Permapel • IPA • Pelajaran IPA SD Kelas 1 • Pelajaran IPA SD Kelas 2 • Pelajaran IPA SD Kelas 3 • Pelajaran IPA SD Kelas 4 • Pelajaran IPA SD Kelas 5 • Pelajaran IPA SD Kelas 6 • Pelajaran IPA SMP Kelas 7 • Pelajaran IPA SMP Kelas 8 • Pelajaran IPA SMP Kelas 9 • IPS • Pelajaran IPS SD Kelas 1 • Pelajaran IPS SD Kelas 2 • Pelajaran IPS SD Kelas 3 • Pelajaran IPS SD Kelas 4 • Pelajaran IPS SD Kelas 5 • Pelajaran IPS SD Kelas 6 • Pelajaran IPS SMP Kelas 7 • Matematika • Pelajaran Matematika SD Kelas 1 • Pelajaran Matematika SD Kelas 2 • Pelajaran Matematika SD Kelas 3 • Pelajaran Matematika SD Kelas 4 • Pelajaran Matematika SD Kelas 5 • Pelajaran MaTematika SD Kelas 6 • Pelajaran Matematika SMP Kelas 9 • PKN • Pelajaran PKN SD kelas 1 • Pelajaran PKN SD kelas 2 • Pelajaran PKN SD kelas 3 • Pelajaran PKN SD kelas 4 • Pelajaran PKN SD kelas 5 • Pelajaran PKN SD kelas 6 • Bahasa Indonesia • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2 Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 3 SD • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 SD • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 5 SD • Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 6 SD • Bahasa Jawa • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 1 SD • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 2 SD • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 3 SD • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 4 SD • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 5 SD • Pelajaran Bahasa Jawa Kelas 6 SD • Bahasa Inggris • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 1 • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 2 • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 3 • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 4 • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 5 • Pelajaran Bahasa Inggris SD Kelas 6 • Pelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas 7 • Pelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas 8 • Pelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas 9 • Download Soal • Download Soal Kelas 1 SD • Download Soal Kelas 2 SD • Download Soal Kelas 3 SD • Download Soal Kelas 4 SD • Download Soal Kelas 5 SD • Download Soal Kelas 6 SD • Soal Online • Latihan Soal Online Kelas 1 SD • Latihan Soal Online Kelas 2 SD • Latihan Soal Online Kelas 3 SD • Latihan Soal Online Kelas 4 SD • Latihan Soal Online Kelas 5 SD • Latihan Soal Online Kelas 6 SD • Media PPT • Media Power Point Kelas 1 SD • Media Power Point Kelas 2 SD • Media Power Point Kelas 3 SD • Media Power Point Kelas 4 SD • Media Power Point Kelas 5 SD • Media Power Point Kelas 6 SD • Gabung Kelas • Grup WA dan Telegram • Kelas Simulasi Tes • Grup Pendampingan Premium Pengertian Pubertas Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.

Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen.

Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita. Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki 1. Menguatnya otot-otot tubuh 2.

Jakun mulai tumbuh 3. Tumbuhnya rambut-rambut halus, seperti kumis, di ketiak atau pubis (rambut kemaluan) 4. Suara menjadi terdengar lebih berat dan besar 5.

Bertambahnya ukuran tulang menjadikan tubuh bertambah tinggi dan besar 6. Mulai mengalami mimpi basah (nocturnal orgasm) 7. Mulai muncul jerawat 8.

Hormon seks semakin matang ( Baca juga : Perkembangbiakan Pada Tumbuhan ) Ciri-ciri Pubertas pada Wanita 1. Pinggulmenjadi lebih lebar 2. Perkembangan otot paha yang lebih besar di belakang tulang paha dibandingkan di bagian depannya. 3. Pelebaran pinggul, rata-rata pinggang lebih rendah pada rasio pinggul dibandingkan pria dewasa. 4. Ukuran tangan dan kaki lebih kecil dibanding pria. 5. Wajah lebih bulat. 6. Payudara mulai tumbuh membesar 7. Kematangan organ reproduksi 8. Tumbuhnya rambut halus di area kemaluan.

9. Adanya pertumbuhan rambut pada bagian ketiak. 10. Suara semakin halus 11. Mengalami Haid (mentruasi) terjadi pertama kali pada usia 10–16 tahun. Pos terkait • Contoh Tindakan yang Dapat Merusak Kelestarian Alam • Soal IPA Online Kelas 6 SD Bab 9 Bumi, Bulan dan Matahari – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD Bab 8 Sistem Tata Surya – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD Bab 7 Gaya, Gerak dan Perpindahan Energi – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD Bab 6 Perubahan Benda – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD BAB 5 Hantaran dan Perpindahan Panas Benda – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD BAB 4 Pelestarian Hewan Dan Tumbuhan – Langsung Ada Nilainya • Soal IPA Online Kelas 6 SD Bab 3 Keseimbangan Lingkungan dan Ekosistem – Langsung Ada Nilainya • Soal Online IPA Kelas 6 SD BAB 2 Perkembangbiakan Makhluk Hidup – Langsung Ada Nilainya
LOS ANGELES - Anak-anak yang akan menanjak masa remaja pasti mengalami tentang pubertas.

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah.

Lantas bagaimana jika anak Anda belum mengalami pubertas sampai umur enam belas tahun atau tujuh belas tahun. Berikut tiga penyebab tertundanya pubertas sebagaimana dikutip dari Boldsky : 1. Faktor genetik Alasan di balik pubertas tertunda juga bisa disebabkan faktor genetik. Seperti adanya catatan mengenai keluarga yang memang sering mengalami perlambatan pubertas.

Tentunya bisa menyebabkan pubertas tertunda bagi anak anda. 2. Obesitas Obesitas bisa menjadi alasan di balik pubertas tertunda. Jika Anda berpikir anak Anda kelebihan berat badan, maka harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi berat badan. Sehingga anak bisa mengalami masa puber yang normal. 3. Jarang periksa ke dokter Memeriksakan kedokter untuk mengenai tumbuh kembang anak haruslah dijadwalkan.

Sebab, bisa menentukan langkah ke depan untuk perkembangan anak. Seperti perkembangan anak menjelang mengalami pubertas.

Sehingga, jika anak Anda mengalami pubertas yang tertunda maka segera periksakan kepada dokter. Sebab, bisa ditangani dengan spesialis perawatan kesehatan.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

Umumnya, dokter bakal menggunakan suntikan testosteron, dalam kasus ini yang jarang terjadi. Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur akan dilakukan terhadap anak laki-laki jika tidak ada pilihan lain.none
Pubertas adalah masa transisi dari masa anak ke masa dewasa, yang ditandai dengan munculnya tanda–tanda seksual sekunder dan kemampuan bereproduksi dengan ditandai dengan perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun perubahan masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur dan sosial (Styne, 2000).

Puber berasal dari kata latin Pubescere berarti mendapat pubes atau rambut kemaluan yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual (Panuji & Umami, 1999). Ilustrasi Pubertas Menurut Chaplin (1993:408), pubertas adalah periode-periode kehidupan dimana terjadi kematangan organ-organ seks mencapai tahap menjadi fungsional terhadap variasi yang jelas sekali diantara individu-individu yang berbeda, pada umumnya usia akhir periode untuk anak perempuan adalah 13 tahun dan pada anak laki-laki 14 tahun.

Pubertas bukan merupakan peristiwa yang tiba-tiba terjadi, tetapi merupakan suatu refleksi maturasi yang bertahap dari aksis hipotalamus-hipofisisgonad yang dimulai sejak masa janin sampai masa pubertas, dimana tiap periode mempunyai karakteristik tertentu.

Pubertas terjadi sebagai akibat dari peningkatan sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) dari hipotalamus dan diikuti oleh sekuen perubahan sistem endokrin yang komplek serta timbulnya sistem umpan balik negatif dan positif. Sekuen ini akan diikuti oleh timbulnya tanda seks sekunder, pacu tumbuh dan kesiapan untuk bereproduksi. Masa puber merupakan masa transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi karena pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja dan dikatakan tumpang tindih karena beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimilikinya, sementara beberapa ciri remaja juga dimilikinya.

Jadi masa puber meliputi tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan awal masa remaja. Menjelang anak matang secara seksual, ia masih disebut anak puber, begitu matang secara seksual ia disebut remaja atau remaja muda (Al Mighwar, 2006:70). Ciri-ciri Pubertas Anak yang mengalami masa pubertas selama dua tahun atau kurang dianggap sebagai anak yang cepat ma tang, sedangkan yang memerlukan tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikan peralihan menjadi dewasa dianggap sebagai anak yang lambat matang.

Anak perempuan cenderung lebih cepat matang dibandingkan anak laki-laki. Ciri-ciri anak yang mengalami masa pubertas adalah sebagai berikut (Soetioe, 1982:5-6): • Mencari pergaulan di luar keluarga, usaha melepaskan diri dari ikatan keluarga.

• Minat subjektif dan sosial, timbul ke dalam batin sendiri. • Kepribadian tumbuh dan si puber menemukan diri sendiri, ia mulai meneliti hidupnya. • Penemuan nilai-nilai, sikapnya menjadi emosional. • Daya pikir melepaskan sifat-sifat konkret dan menuju sifat-sifat abstrak. • Perkembangan anak laki-laki dan anak perempuan berbeda.

• Anak puber mengalami sikap ketidak-tenangan, tidak seimbang dan menunjukkan sifat yang bertentangan. Adapun ciri-ciri fisik anak yang memasuki masa pubertas adalah sebagai berikut (Sujanto, 1996:172-173): • Kelenjar bagi anak laki-laki mulai menghasilkan cairan yang terdiri atas sel-sel sperma dan bagi anak perempuan kelenjar kelaminnya mulai menghasilkan sel telur.

• Anak laki-laki mengalami mimpi basah sedangkan anak perempuan mengalami menstruasi. • Tubuh mulai berkembang, sehingga tampak pada anak laki-laki dadanya bertambah dengan otot-otot yang kuat dan anak perempuan, pinggulnya mulai melebar.

• Mulai tumbuhnya rambut-rambut di bagian-bagian tertentu baik anak laki-laki maupun anak perempuan. • Anak laki-laki lebih banyak bernafas dengan perut sedangkan anak perempuan lebih banyak bernafas dengan dada. • Suara mulai berubah menjadi lebih besar atau parau.

• Wajah anak laki-laki lebih tampak persegi sedangkan wajah anak perempuan lebih tampak membulat. • Motorik anak (cara bergerak) mulai berubah, sehingga cara berjalan anak laki-laki dan anak perempuan mengalami perubahan. Anak laki-laki tampak lebih kaku dan kasar, sedang anak perempuan tampak lebih canggung.

• Mulai menghias diri, baik anak laki-laki maupun anak perempuan berusaha menarik perhatian dengan memamerkan segala perkembangannya, tetapi dengan malu-malu. • Sikap batinnya kembali mengarah ke dalam, sehingga timbul rasa percaya diri. • Perkembangan tubuhnya mencapai kesempurnaan dan kembali harmonis. Tahap Masa Pubertas Masa pubertas terjadi secara bertahap yaitu masa prapubertas, pubertas dan pascapubertas yang dijelaskan sebagai berikut (Wong et al, 2009:585): • Prapubertas.

Yaitu periode sekitar 2 tahun sebelum pubertas ketika anak pertama kali mengalami perubahan fisik yang menandakan kematangan seksual. • Pubertas. Merupakan titik pencapaian kematangan seksual, ditandai dengan keluarnya darah menstruasi pertama kali pada remaja putri sedangkan pada remaja putra indikasi seksualitasnya kurang jelas. • Pascapubertas. Merupakan periode 1 sampai 2 tahun setelah pubertas, ketika pertumbuhan tulang telah lengkap dan fungsi reproduksinya terbentuk dengan cukup baik.

Daftar Pustaka • Styne DM. 2000. The physiology of puberty. In: Brook CG, Hindmarsh PC, editors. Clinical Pediatric Endocrinology. Fourth ed. London: Blackwell Science. • C.P Chaplin (Penerjemah Dr.Kartini Kartono). 1993. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali • Pers. • Panuji, Panut dan Umami, Ida. 1999. Psikologi Remaja. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. • Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. • Soeitoe, Samuel. 1982.

Psikologi Pendidikan (Mengutamakan segi-segi Perkembangan). Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. • Sujanto, Agus. 1996. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta. • Al-Mighwar, M. 2006. Psikologi Remaja. Bandung: Pustaka Setia. • Wong, D.L, et al.

masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur

2009. Buku ajar keperawatan pediatrik. Vol.1. Jakarta: EGC.

4 Tanda Utama Kamu Mengalami Pubertas




2022 www.videocon.com