Kapal selam hilang

kapal selam hilang kapal selam hilang

Jakarta - Selagi operasi pencarian digencarkan atas KRI Nanggala 402, keluarga para awak kapal selam tersebut masih menunggu kepastian. Ratih Wardhani mengaku "menunggu dan berdoa" atas nasib kakaknya, Mayor Laut Wisnu Subiyantoro, yang merupakan satu di antara 53 awak kapal selam tersebut. Menurut Ratih, kakaknya terakhir berjumpa dengan dua anak dan istrinya di Surabaya sebelum pergi berlayar pada Senin (19/04).

"Kami semua masih syok," sebutnya kepada BBC Indonesia. • Kapal selam yang hilang 75 tahun silam berhasil ditemukan: 'Saya berkomitmen sejak belia, saya akan menemukannya' • Pencarian kapal selam yang hilang dua pekan dihentikan, bagaimana nasib 44 awaknya? • Kapal selam Prancis yang hilang lebih dari kapal selam hilang tahun telah ditemukan: 'Ini sangat melegakan' Ratih kini berencana bertolak dari rumahnya di Kebumen, Jawa Tengah, ke Surabaya untuk mendampingi kakak iparnya dan kedua keponakannya sekaligus menunggu kepastian nasib Mayor Laut Wisnu Subiyantoro.

Sebelum menjadi awak KRI Nanggala, pria kelahiran 24 Agustus 1971 kapal selam hilang merupakan awak KRI Cakrakapal selam serupa yang juga dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman. Dia memulai pendidikan Sekolah Calon Bintara TNI AL sekitar 1989, kemudian dilanjutkan ke Sekolah Calon Perwira. Operasi pencarian atas KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali pada Rabu (21/04) terus dilakukan di tengah makin menipisnya persediaan oksigen di kapal selam TNI Angkatan Laut itu.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono, mengungkapkan bahwa KRI Nanggala 402 memiliki persediaan oksigen untuk 72 jam ke depan, atau sekitar tiga hari setelah hilang kontak.

"Jadi bila hilang kontak kemarin jam 3 jadi sampai hari Sabtu jam 3 cadangan oksigen masih ada," kata KSAL dalam jumpa pers bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Badung, Bali Kamis (22/04).

KSAL mengungkapkan bahwa KRI Nanggala 402 sebelum hilang kontak tengah mengikuti latihan penembakan rudal dan torpedo. Latihan yang digelar TNI AL itu diikuti 21 kapal KRI, 5 pesawat dan 2 kapal selama, termasuk KRI Nanggala 402. Namun, sejak hilangnya kapal selam hilang selam dengan 53 awak itu, latihan dihentikan dan kapal selam hilang semuanya terfokus pada pencarian.

BBC Sebelumnya, dalam jumpa pers Kamis pagi (22/04), Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, mengatakan sebanyak lima kapal perang dan satu helikopter TNI AL sedang melaksanakan operasi pencarian. Kelima kapal tersebut meliputi KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther. KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survei hydro oseanografi juga sedang menuju lokasi.

Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air. Kapal ini juga yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu, seperti saat kejadian jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. KRI Rigel, menurut Mayjen TNI Achmad Riad, diperkirakan tiba di lokasi pada Jumat (23/04) pukul 11.00 WITA. TNI juga telah menerima bantuan dari Singapura dan Malaysia. Singapura akan mengutus kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air.

Kapal Swift Rescue ini diperkirakan tiba di lokasi pada Sabtu (24/04). Adapun Malaysia akan mengirimkan Kapal Rescue Mega Bakti yang diperkirakan tiba Senin (26/04). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas. Jejak bahan bakar Melalui pengamatan udara dari helikopter, pada pukul 07:00 WIB ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal kapal menyelam.

Temuan serupa dilaporkan KRI REM 331 pada area seluas 150 m persegi.

kapal selam hilang

Keterangan dari TNI AL menyebutkan analisa sementara menunjukkan, "kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out (atau mati listrik) sehingga kapal tidak terkendali dan tidak melakukan prosedur kedaruratan sehingga kapal jatuh pada kedalaman 600-700 meter. Di seputar area tenggelam menunjukkan "kemungkinan terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam, kemungkinan terjadi kapal selam hilang tangki BBM (retak) karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402." Akan tetapi, berdasarkan keterangan Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, temuan tersebut "belum dapat disimpulkan sebagai bahan bakar kapal selam".

Ditambahkannya, KRI REM 331 mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2.5 knots. "Kontak tersebut kemudian hilang, sehingga masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam," papar Mayjen Achmad Riad. Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC News Kapal selam hilang bahwa pencarian tidak akan berhenti dan akan dilakukan 24 jam.

Dia juga mengungkapkan ini baru kali pertama kapal selam TNI AL hilang. Julius mengatakan pencarian dilakukan di perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter. TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO ( International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Keterangan lain menyebutkan terdapat tumpahan minyak di lokasi kontak terakhir. Ketika ditanya mengapa bisa hilang, Julius mengatakan, "Kapal ini sudah 40 tahun lebih, dengan risiko tekanan yang cukup besar, materialnya cukup bisa lelah." KRI Nanggala 402 dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman pada 1977 dan mulai digunakan pada 1981, dengan kecepatan jelajah 21,5 knot.

Tercatat KRI Nanggala beberapa kali melaksanakan pemeliharaan dan overhaul di Jerman, PT. Pal dan terakhir di Korea Selatan pada tahun 2007 hingga 2012. Kapal selam ini hilang kontak ketika tengah latihan penembakan senjata strategi di perairan Selat Bali.

Bagaimana kronologinya? Dalam jumpa pers pada Kamis (22/04), Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, mengatakan KRI Nanggala melaksanakan penyelaman pada pukul 03.46 waktu setempat Kemudian pada pukul 04.00, kapal tersebut melaksanakan penggenangan peluncur torpedo no.

kapal selam hilang

8. Aksi ini, menurut Mayjen Achmad Riad, adalah komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala. Pada pukul 04.25 saat Komandan Gugus Tugas Latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan Nanggala sudah terputus. Apa yang dapat menyebabkan kapal selam hilang? Kecelakaan kapal selam di dunia militer termasuk jarang, kata Muhammad Haripin, pengamat pertahanan LIPI.

Peralatan militer punya standar yang lebih tinggi dibandingkan produk komersial atau produk sipil, katanya. Haripin mengatakan ada dua faktor penyebab kecelakaan kapal selam. "Yang pertama, kendala teknis. Mungkin ada kerusakan teknis yang tidak terdeteksi atau yang dibiarkan berlarut-larut. Yang kedua, human error, atau faktor manusia," kata Haripin.

"Bisa jadi, personel kurang latihan atau dihadapkan pada medan atau lapangan yang menantang atau tidak lazim," tambahnya. Beberapa negara sudah merespons dan siap memberikan bantuan termasuk dari AL Singapura, AL Australia, dan AL India.

Kapal selam ini mengangkut 53 orang, terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang pakar persenjataan.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan seperti dikutip sejumlah laporan, seluruh kapal pencari dikerahkan untuk melacak KRI Nanggala-402. Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal selam ini sempat diperbarui dan dilengkapi lagi selama dua tahun di Korea Selatan dan selesai pada 2012, menurut kantor berita Reuters.

Kecelakaan kapal selam pernah terjadi pada 2017 di Kapal selam hilang di selatan Samudra Atlantik dengan 44 awak. Puing-puing kapal ditemukan setahun kemudian dan para pejabat kapal selam hilang kapal selam itu pecah karena tekanan. Simak video 'KSAL: Kondisi KRI Nanggala-402 Dalam Keadaan Baik-Siap Tempur': [Gambas:Video 20detik] (ita/ita) KOMPAS.com - Kapal selam KRI Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi di perairan utara Pulau Bali.

kapal selam hilang

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan insiden ini. "Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak," kata Hadi mengutip Kompas.id, Rabu. Baca juga: 4 Fakta Terkait Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Bali Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu diperkirakan hilang sekitar pukul 03.00 di perairan sekitar 60 mil atau kapal selam hilang 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Peristiwa hilangnya kapal selam sebelumnya juga pernah terjadi di dunia. Saat perang dunia bergejolak, ratusan kapal selam hilang. Akan tetapi, ada juga yang berhasil ditemukan. Berikut 4 kapal selam di dunia yang sempat hilang dan kembali ditemukan. 1. USS Grayback Kapal selam milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Grayback tenggelam di Samudra Pasifik selama Perang Dunia II. Melansir laman resmi Departemen Pertahanan AS, Grayback merupakan satu dari 52 kapal selam AS yang dilaporkan hilang selama konflik besar.

6 kapal selam lain telah ditemukan dalam beberapa dekade. Saat itu, Grayback menyusuri dasar laut dan diperkirakan tiba di Midway pada 7 Maret 1944.

Akan tetapi, kapal itu tidak pernah tiba.

kapal selam hilang

Ia terdaftar sebagai dugaan hilang pada 30 Maret 1944. Baca juga: KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir Sampai akhirnya, pada 5 Juni 2019, Komando Sejarah dan Warisan Angkatan Laut memverifikasi penemuan Grayback. Berita Terkait Per Desember 2020, TNI AL Gunakan Kapal Selam Pertama Buatan Indonesia INFOGRAFIK: Kapal selam hilang KRI Alugoro-405, Kapal Selam Pertama Produksi Anak Negeri Mengintip Kapal Selam Mini Bersenjata Torpedo Rancangan BPPT Video Viral Pria Naik Karpet Terbang seperti Aladdin di Jalanan, Seperti Apa Ceritanya?

4 Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, dari Lokasi hingga Kronologi Berita Kapal selam hilang Per Desember 2020, TNI AL Gunakan Kapal Selam Pertama Buatan Indonesia INFOGRAFIK: Mengenal KRI Alugoro-405, Kapal Selam Pertama Produksi Anak Negeri Mengintip Kapal Selam Mini Bersenjata Torpedo Rancangan BPPT Video Viral Pria Naik Karpet Terbang seperti Aladdin di Jalanan, Seperti Apa Ceritanya? 4 Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, dari Lokasi hingga Kronologi 4 Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, dari Lokasi hingga Kronologi https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/21/203116465/4-fakta-hilangnya-kapal-selam-kri-nanggala-402-dari-lokasi-hingga-kronologi https://asset.kompas.com/crops/UDHjyCsXNg57GqoxRIJjizHqBNc=/82x17:1190x756/195x98/data/photo/2021/04/21/607fff3657fdd.jpg
Jakarta, IDN Times - Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, menjelaskan bahwa pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) masih terus dilakukan.

Dalam keterangan pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Achmad menjelaskan detik-detik hilang kontak KRI Nanggal-402 di perairan Bali Utara. "Saya menyampaikan dengan lebih jelas, benar memang ada lost contact KRI Nanggala-402 kurang lebih 60 mil utara perairan Bali," ujarnya dalam keterangan pers di siaran langsung Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

kapal selam hilang

Kapal Selam KRI Nanggala-402. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif) Achmad menjelaskan, KRI Nanggala-402 mulai menyelam pada pukul 03.46 WIB dan meluncurkan torpedo nomor 8 pada pukul 04.40 WIB. Usai meluncurkan torpedo, KRI Kapal selam hilang hilang kontak dan komunikasi dengan Komandan Gugus Tugas Latihan terputus. "Komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pukul 04.25 WIB, saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, di situ komunikasi terputus," kata dia.

Baca Juga: [BREAKING] Data Penemuan Lokasi Kapal Selam KRI Nanggala-402 Kurang Kapal Selam KRI Nanggala-402. (ANTARA FOTO/Suryanto) Dia juga menjelaskan ada lima kapal perang serta satu helikopter yang diturunkan mencari KRI Nanggala-402. Kelima kapal yang turut dalam operasi pencarian adalah KRI Raden Eddy Martadinata 331 (KRI REM), KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724, serta Helly Panther.

Pihaknya juga sudah meluncurkan KRI Rigel 933 ke lokasi. "Saat ini ada lima KRI dan satu helikopter dengan kekuatan 400 orang personel," ujarnya. Ilustrasi Kapal Perang Indonesia (KRI).

ANTARA FOTO/Zabur Karuru Dalam proses pencarian, KRI REM sebelumnya telah melaporkan adanya temuan tumpahan minyak di beberapa lokasi berbeda. KRI REM juga sempat mendeteksi adanya pergerakan di bawah laut dalam proses pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) "Di samping temuan minyak, KRI REM melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot," kata Achmad.

Namun, temuan ini, kata dia, tidak bisa langsung disimpulkan Kapal selam hilang Nanggala-402 ditemukan, karena data yang ada dianggap belum cukup.

"Laporan dari KRI REM itu tidak bisa digunakan sebagai letak atau kedudukan dari KRI Nanggala-402, jadi sampai saat ini masih dilakukan pencarian," kata Achmad. Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad (tengah) didampingi Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono (kanan) dan Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dr.

Lukman Maruf (kiri) memberikan pernyataan dalam konferensi pers terkait Vaksin Nusantara, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Achmad juga menjelaskan Indonesia menerima tawaran bantuan dari negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia, dalam operasi pencarian ini. Singapura rencananya sudah mengirim kapal swift rescue yakni kapal penyelamat kapal selam yang menemui kendala di bawah air. Kapal ini diperkirakan tiba pada Jumat (24/04/2021).

Sedangkan, Malaysia sudah mengirim kapal rescue Mega Bakti yang diperkirakan tiba Senin (26/04/2021). Bantuan lainnya juga datang dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang mengerahkan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan).

kapal selam hilang

Baca Juga: Cuma Satu Jalan ke Luar yang Bisa Dipakai di KRI Nanggala-402 Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Virus Zoonotik Baru • [PUISI] Cokelat untuk Diana • 5 Cara Merawat Kulit Berminyak, Hindari Penggunaan Face Scrub! • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • Resep Kue Semprit Selai Stroberi, Kue Kering Khas Lebaran • [LINIMASA-10] Perkembangan Kapal selam hilang Pandemik COVID-19 di Indonesia • Rusia Dituduh Mengebom Sekolah di Ukraina Timur, 60 Orang Tewas • Properti seperti Apa yang Jadi Hunian Ideal menurut Millennial?

Jakarta, IDN Times – Kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) KRI Nanggala-402 menjadi berita utama setelah dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Bali pada Rabu (21/4/2021). Hingga hari ini, Sabtu (24/4/2021), kapal yang mengangkut 53 personel, yaitu 49 ABK, satu komandan satuan dan tiga personel arsenal itu, belum juga ditemukan. Berita hilangnya sebuah kapal selam bisa jadi membingungkan bagi sejumlah orang mengingat kapal selam umumnya ditujukan untuk misi rahasia dan karenanya memiliki kemampuan untuk bersembunyi atau tidak terdeteksi.

Jadi, apa sebenarnya yang membuat kapal selam dinyatakan hilang dan apa yang terjadi saat sebuah kapal selam hilang? Berikut penjelasannya. Baca Juga: Fakta-fakta Kelaikan Nanggala-402 Sebelum Dinyatakan Hilang Kontak Kapal Selam KRI Nanggala-402. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif) Sebuah kapal selam dinyatakan hilang apabila tidak ada kontak rutin yang dilakukan setelah kapal selam itu menyelam untuk menjalankan operasi atau misinya. Menurut The Conversation, biasanya sebuah kapal selam yang bertugas akan mengirimkan laporan rutin yang mengabarkan bahwa semuanya baik-baik saja.

KRI Hasan Basri 382 disiagakan sebagai bagian dari operasi pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya) Sebagaimana diketahui, kapal selam biasanya memiliki kemampuan untuk tidak terdeteksi atau tidak terlihat.

Oleh karenanya, sulit untuk menemukan sebuah kapal selam. Bahkan, dalam latihan jarak dekat sekalipun, sangat sulit untuk mempertahankan kontak sonar dengan kapal selam. Dalam kasus Nanggala-402, satu-satunya keberadaan terakhir yang diketahui dari kapal selam itu yaitu lokasi di mana kapal selam itu berada ketika terakhir kali dilaporkan pada Rabu. Menurut Bryan Clark, mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), meski kemampuan tidak terdeteksi ini sangat berguna saat beroperasi, namun bisa jadi masalah ketika kapal selam itu hilang atau jatuh.

“Kapal selam dirancang agar sulit ditemukan, yang jadi masalah ketika tenggelam atau jatuh,” katanya, mengutip Business Insider. Baca Juga: Kronologi Lengkap Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Panglima AL Singapura diberangkatkan untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang diperairan Bali pada Kamis (22/4/2021) (facebook.com/Singapore Embbasy in Jakarta) Saat sebuah kapal selam gagal memberi laporan ( call in), biasanya angkatan laut memiliki prosedur yang telah direncanakan sebelumnya untuk melakukan pemeriksaan dan memulai pencarian.

Prosedur itu umumnya segera diaktifkan ketika laporan semacam itu tidak diterima. Prosedur itu terbagi menjadi tiga, yaitu SUBLOOK, SUBMISS, dan SUBSUNK. Di mana SUBLOOK diaktifkan ketika sedang mencari kapal selam, SUBMISS adalah ketika kapal selam hilang, dan ketika harapan telah hilang atau bukti kecelakaan ditemukan, maka prosedur SUBSUNK dijalankan. KRI Karel Satsuitubun 356 bersiap sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021).

Sejak KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak saat menggelar latihan penembakan rudal di laut utara Bali, sebanyak lima KRI mulai disiagakan di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pangkalan TNI AL Banyuwangi.

(ANTARA FOTO/Budi Candra Setya) Dalam hal pencarian kapal selam, seperti pada KRI Nanggala-402, biasanya ada sejumlah kapal selam hilang yang bisa mempersulit pencarian. Kendala itu termasuk area pencarian yang luas dan kedalaman air. Dalam hal area pencarian, luasnya tidak bisa ditentukan karena bergantung pada seberapa cepat kapal selam itu kapal selam hilang. Jadi, semakin cepat sebuah kapal selam bergerak dan semakin lama intervalnya sejak pemeriksaan terakhirnya, maka semakin besar area pencariannya.

Masalah selanjutnya yaitu terkait dasar laut yang tidak rata. Semakin dalam dasar laut tempat kapal selam berada, maka semakin kuat tekanan yang ditimbulkan air terhadap lambung kapal selam, yang bisa berbahaya. Selain itu, semakin dalam dasar laut tempat kapal berada, maka akan membuat semakin sulit untuk mendeteksi fitur kapal di dasar laut.

Nanggala beroperasi di wilayah dengan kedalaman hingga 700 meter. Terlepas dari semua itu, masalah lain yang dimiliki kapal selam adalah kapasitas oksigen yang terbatas, dan dalam kasus KRI Nanggala-402 mereka hanya memiliki persediaan oksigen untuk waktu 3 hari atau sekitar 72 jam setelah kapal selam itu dinonaktifkan.

Itu berarti udara kemungkinan akan habis pada hari Sabtu pagi. Baca Juga: Sudah Lewat Batas Oksigen, Kapal Selam Nanggala-402 Belum Ditemukan Kapal Selam KRI Nanggala-402. (ANTARA FOTO/Suryanto) Pada dasarnya, kapal selam kapal selam hilang pelampung indikator darurat yang dapat dilepaskan untuk menandai posisinya jika terjadi kecelakaan. Namun ini hanya bisa diaktifkan ketika kecelakaan itu tidak melumpuhkan awak kapal.

Di perairan dangkal, pelampung bisa tetap ditambatkan ke kapal selam. Di perairan dalam, pelampung bisa mengambang bebas. Jadi, ketika pelampung terdeteksi, unit pencarian harus menghitung kembali perkiraan posisi pelepasan, termasuk memperhitungkan semua ketidakpastian yang ditimbulkan oleh angin dan arus air. Demikian pula halnya dengan puing-puing atau tumpahan minyak di permukaan laut jika ditemukan saat dalam pencarian sebuah kapal selam.

Baca Juga: [BREAKING] Panglima TNI: Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Dibantu 3 Negara Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Virus Zoonotik Baru • [PUISI] Cokelat untuk Diana • 5 Cara Merawat Kulit Berminyak, Hindari Penggunaan Face Scrub! • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • Resep Kue Semprit Selai Stroberi, Kue Kering Khas Lebaran • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Rusia Kapal selam hilang Mengebom Sekolah di Ukraina Timur, 60 Orang Tewas • Properti seperti Apa yang Jadi Hunian Ideal menurut Millennial?
JAKARTA: Kapal selam milik Tentera Laut Indonesia (TNI) yang membawa 53 anak kapal dilaporkan hilang di perairan kira-kira 96.56 kilometer (km) dari utara Bali, hari ini.

Lapor Kompas, kapal selam yang hilang itu merupakan KRI Nanggala-402. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengesahkan berita kehilangan kapal selam buatan German yang dibina pada tahun 1979. Katanya, KRI Nanggala-402 hilang dari utara Bali kira-kira kapal selam hilang pukul 3 pagi. “Kapal selam itu terputus hubungan setelah memberi kebenaran untuk menyelam,” kata Hadi.

Beliau berharap agar kapal selam itu dapat dikesan segera. Dalam pada itu, Hadi memberitahu, pihaknya meminta bantuan Singapura dan Australia yang memiliki kapal penyelamat untuk operasi pencarian KRI Nanggala-402. “Setakat ini, kapal tersebut dipercayai berada di perairan kira-kira kedalaman 700 meter.

“Esok saya akan bertolak ke lokasi tersebut,” katanya. Dilaporkan, KRI Nanggala-402 dijadualkan mengambil bahagian dalam latihan menembak peluru berpandu di laut Bali.

Latihan tersebut dijadualkan berlangsung esok. – AGENSI This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website.

Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website.

kapal selam hilang

These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your kapal selam hilang experience. Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal Selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di Perairan Bali saat melakukan gladi resik latihan penembakan terpedo.

Sempat ditemukan tumpahan minyak di lokasi awal KRI Kapal selam hilang menyelam. KRI Nanggala dijadwalkan akan melaksanakan penembakan Torpedo SUT meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4).

Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi. Selanjutnya diadakan pencarian oleh kapal lain yang terlibat dalam Satgas latihan tersebut. "Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara dengan helikopter, ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam," jelas Kemenhan dalam pernyataan resminya, Rabu (21/4). Pilihan Redaksi • Kapal Selam Nanggala-402 Hilang Kontak, Begini Kronologinya!

Dalam latihan tersebut KRI Nanggala membawa 53 awak (49 ABK, 1 komandan kapal, dan 3 orang Arsenal). Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar. TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Beberapa negara sudah merespons dan siap memberikan bantuan di antaranya adalah AL Singapura, AL Australia, dan AL India.

[Gambas:Video CNBC] (hoi/hoi)Suara.com - Pencarian tengah dilakukan untuk kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala-402, yang hilang di perairan Bali bagian utara, menurut para pejabat. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC News Indonesia bahwa pencarian tidak akan berhenti dan akan dilakukan 24 jam.

Dia juga mengungkapkan ini baru kali pertama kapal selam TNI AL hilang. Julius mengatakan pencarian dilakukan di perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter. TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO ( International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Baca Kapal selam hilang KRI Nanggala: TNI Dirikan Posko Crisis Center di Surabaya dan Banyuwangi Ketika ditanya mengapa bisa hilang, Julius mengatakan, "Kapal kapal selam hilang sudah 40 tahun lebih, dengan risiko tekanan yang cukup besar, materialnya cukup bisa lelah." KRI Nanggala 402 dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman pada 1977 dan mulai digunakan pada 1981, dengan kecepatan jelajah 21,5 knot dengan kapasitas penumpang 34 orang.

KRI Nanggala-402 hilang kontak ketika tengah latihan penembakan senjata strategi di perairan Selat Bali. "KRI Nanggala yang akan melaksanakan penembakan Torpedo SUT meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB.

Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan. Melalui pengamatan udara dari helikopter, pada pukul 07:00 WIB ditemukan tumpahan minyak di sektiar posisi awal kapal menyelam. Baca Juga: Kapal selam hilang Rigel yang Pernah Cari Sriwijaya Air Terlibat Pencarian KRI Nanggala Beberapa negara sudah merespons dan siap memberikan bantuan termasuk dari AL Singapura, AL Australia, dan AL India. Kapal selam ini mengangkut 53 orang, terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang pakar persenajtaan.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan seperti dikutip sejumlah laporan, seluruh kapal pencari dikerahkan untuk melacak KRI Nanggala-402. • Kapal selam yang hilang 75 tahun silam berhasil ditemukan: 'Saya berkomitmen sejak belia, saya akan menemukannya' • Pencarian kapal selam yang hilang dua pekan dihentikan, bagaimana nasib 44 awaknya?

• Kapal selam Prancis yang hilang lebih dari 50 tahun telah ditemukan: 'Ini sangat melegakan' Laporan media lokal menyebutkan kapal selam itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 96 kilometer di lepas pantai Bali pada Rabu pagi (21/04).

Sejumlah laporan menyebutkan kapal selam hilang itu kontak setelah KRI Nanggala 402 diberi lampu hijau untuk menyelam lebih dalam. Mengapa kapal selam bisa hilang? Kecelakaan kapal selam di dunia militer termasuk jarang, kata Muhammad Haripin, pengamat pertahanan LIPI. Peralatan militer punya standar yang lebih tinggi dibandingkan produk komersial atau produk sipil, katanya. Haripin mengatakan ada dua faktor penyebab kecelakaan kapal selam. "Yang pertama, kendala teknis.

kapal selam hilang

Mungkin ada kerusakan teknis yang tidak kapal selam hilang atau yang dibiarkan berlarut-larut. Yang kedua, human error, atau faktor manusia," kata Haripin. "Bisa jadi, personel kurang latihan atau dihadapkan pada medan atau lapangan yang menantang atau tidak lazim," tambahnya. Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia.

Kapal selam ini sempat diperbarui dan dilengkapi lagi selama dua tahun di Korea Slatan dan selesai pada 2012, menurut kantor berita Reuters.
Keterangan gambar, Anggota TNI AL melakukan penghormatan ketika kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan.

Kapal Selam Hilang Tapi Seluruh Kru Selamat, 77 Tahun Kemudian Kapal Selam Ditemukan Di Dasar Laut




2022 www.videocon.com