Anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Banyak orang tua merasa khawatir saat melihat anaknya malas belajar. Sebagai solusinya, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya ke tempat les atau bimbingan belajar.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Padahal, belum tentu solusi tersebut sesuai dengan apa yang anak butuhkan. Selalu ada penyebab di balik kebiasaan anak yang sering malas-malasan ketika diminta untuk belajar atau mengerjakan PR. Jika sudah ekstrim, ia mungkin akan berbohong ketika ditanyakan mengenai aktivitas di sekolahnya. Nah, mengenali penyebab anak malas belajar adalah langkah pertama yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasinya. Penyebab Anak Malas Belajar Ada banyak faktor yang menyebabkan anak malas belajar, baik dari segi fisik, mental, maupun lingkungan belajar yang kurang mendukung.

Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab anak malas belajar beserta penjelasannya: 1. Kesulitan memahami materi Anak cenderung menghindari materi pelajaran yang sulit ia pahami. Konsep materi yang kompleks dan soal-soal yang rumit sering kali menurunkan motivasi belajar anak.

Pada akhirnya, mereka cenderung menjadi enggan dan malas-malasan ketika belajar. Jika anak kesulitan memahami materi, orang tua perlu menelaah penyebabnya untuk mengetahui apakah ia kesulitan karena ada keterbatasan kognitif atau karena gangguan fisik tertentu, misalnya kesulitan membaca, melihat, mendengar, atau bicara. 2. Materi kurang menantang Tidak hanya materi yang sulit, materi yang terlalu mudah pun bisa membuat anak jadi tidak semangat belajar.

Bila materi kurang menantang, anak bisa berpikir, “Untuk apa belajar kalau aku sudah bisa?” 3. Kurang berminat terhadap topik yang dipelajari Setiap anak memiliki minat pada bidang yang berbeda. Anak yang memiliki minat di bidang musik tentu akan lebih semangat mempelajari cara bermain piano daripada menghafalkan rumus-rumus matematika.

4. Tidak nyaman dengan lingkungan belajar Guru yang killer, teman yang suka melakukan bullying, atau fasilitas belajar yang tidak memadai sering kali membuat anak kehilangan motivasi untuk belajar. Pada akhirnya, anak akan malas-malasan ketika diminta untuk belajar.

5. Kelelahan Belajar merupakan proses berpikir kompleks yang membutuhkan banyak energi. Jadi, wajar jika anak yang memiliki terlalu banyak aktivitas menjadi malas belajar, karena sudah merasa lelah dan ingin istirahat.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

6. Terlalu banyak gangguan Gadget, media sosial, suasana bising, dan kegiatan sosial bersama teman merupakan gangguan yang paling sering menginterupsi proses belajar. Ingat, kebanyakan anak belum memiliki kontrol diri yang kuat. Jika gangguan-gangguan ini tidak dikendalikan oleh orang tua, anak tentu lebih memilih melakukan hal-hal yang menurutnya lebih menyenangkan daripada belajar. Tips Mengatasi Anak Malas Belajar Peran penting dari orang tua sangat dibutuhkan untuk mengatasi anak yang malas belajar.

Selain berkomunikasi dengan baik, orang tua juga harus memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi kondisi ini. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan para orang tua yang anaknya malas belajar, antara lain: 1.

Bangun komunikasi dengan anak Sebelum menyuruh anak untuk belajar atau mendaftarkan anak ke tempat les, orang tua harus membuka ruang komunikasi dengan anak lebih dahulu. Tujuan komunikasi ini adalah agar orang tua paham betul apa yang menyebabkan anak malas belajar.

Beri anak kesempatan untuk bercerita tentang apa yang ia rasakan terhadap proses belajar, apa kendala yang ia hadapi, serta apa yang ia inginkan untuk membantunya belajar. 2. Ajak anak untuk menentukan tujuan belajarnya Sering kali anak menganggap belajar merupakan kewajiban semata, karena ia tidak mengerti makna dan manfaat dari materi yang ia pelajari.

Oleh karena itu, orang tua perlu membantu anak untuk mengenali dulu tujuan belajarnya. Kalau bisa, kaitkan dengan cita-cita atau minat anak. Sebagai contoh, jika anak ingin menjadi arsitek, ceritakanlah tentang keterkaitan antara tugas-tugas arsitek dengan pelajaran matematika, atau mungkin pelajaran sosial dan sejarah.

3. Kenali gaya belajar anak Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Sebagian anak suka belajar dengan cara membaca, sebagian lainnya dengan mendengarkan, sementara lainnya lebih suka melalui praktek. Dengan mengenali gaya belajar anak, orang tua akan lebih mudah memodifikasi materi dan sistem belajar agar sesuai dengan kebutuhan anak.

4. Bimbing anak untuk menyusun sistem belajarnya sendiri Ajak anak untuk memilih perlengkapan belajar, mengatur ruang belajar, serta menetapkan jadwal belajar. Keterlibatan anak dalam penyusunan sistem belajar akan membuat ia lebih semangat dan bertanggung jawab. 5. Buat suasana belajar menyenangkan Proses belajar anak dapat berlangsung di mana pun, tidak hanya di ruang belajar saja.

Orang tua dapat mengajak anak ke museum untuk belajar sejarah, ke kebun binatang untuk belajar tentang flora dan fauna, atau ke pusat-pusat edukasi ramah anak lainnya. 6. Hargai proses belajar, hindari terlalu fokus pada prestasi Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa ekspresi kekecewaan mereka ketika anak menunjukkan nilai ujian merupakan hal yang menyakitkan bagi anak.

Anak akan menganggap dirinya tidak mampu dan tidak menghargai usahanya sendiri. Orang tua perlu memberi penghargaan saat anak menunjukkan ketertarikan dan kemajuan dalam proses belajar, sekecil apa pun. Penghargaan terhadap proses belajar, bukan pada hasil, dapat membangun iklim belajar menyenangkan bagi anak. 7. Jadi role model Dalam proses belajar, anak membutuhkan teladan dari orang tuanya.

Saat memasuki waktu belajar, orang tua perlu membangun iklim belajar di dalam rumah. Orang tua dapat mendampingi anak belajar atau berada di dekatnya sambil membaca buku dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kantor. Jika saat anak belajar, orang tua justru bermain gadget atau menonton televisi, anak akan menganggap belajar sebagai suatu kewajiban yang membuat ia dijauhkan dari kegiatan menyenangkan seperti yang dilakukan orang tuanya.

Pada dasarnya, setiap anak adalah pribadi yang unik. Orang tua perlu mengenali dan memahami dulu karakter anak agar dapat mendampingi proses belajarnya dengan optimal. Yang terpenting, orang tua perlu mendorong anak untuk belajar karena kebutuhan, bukan karena suatu keharusan. Ditulis o leh: Arfilla Ahad Dori, M.Psi, Psikolog ( Psikolog Pendidikan) Konten [ Tampil] Kesulitan belajar pada anak akan muncul apabila anak mengalami kesukaran dalam memahami isi buku pelajaran, membaca, berhitung (Matematika), menulis, dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Sulit belajar diduga disebabkan tidak berfungsinya system syaraf pusat atau karena faktor psikologi anak. Pada kasus lain, anak-anak mengalami kesulitan belajar tidak mengalami kelainan dalam intelegensinya, karena mereka mempunyai intelegensi di atas rata-rata, namun mempunyai kesulitan dalam pelajaran tertentu. Kesulitan belajar pada anak Kesulitan belajar banyak disebabkan oleh beberapa factor, yaitu tidak berfungsinya saraf, gangguan penglihatan, pendengaran, gangguan persepsi, gangguan perhatian atau maslah ingatan.

Atau bisa juga kombinasi dari factor-faktor tersebut dan factor-faktor psikologis seperti rasa bosan, marah, sedih, jengkel, cemas dan lain-lain. Selain itu masalah sulit anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya juga bisa disebabkan anak tidak dapat melakukan sesuatu secara maksimal.

Misalnya tidak bisa mencatat dengan baik karena posisi duduk dikelas tidak nyaman. Ini merupakan sebab dari factor eksternal. Sedangkan factor internal penyebab sulit belajar adalah motivasi, sikap, anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya, persepsi (cara berpikir ataupun berpendapat), malas belajar pada anak dan sebagainya.

Bila gangguan-gangguan tersebut tidak dapat diatasi,kemungkinan penyebabnya adalah factor khusus yaitu adanya gangguan pada proses belajar yang semakin berat bila tidak dibantu dengan pengajaran khusu, yaitu mengikuti privat pelajaran tertentu. Namun bila anak memiliki gangguan perilaku atau emosi yang menimbulkan kesulitan belajar, maka diperlukan intervensi dari ahli-ahli tertentu misal dokter anak, psikiater, psikolog, terapis dan sebagainya.

Penanganan problem belajar sangat membutuhkan penanganan yang serius, hati-hati serta bijaksana, dan membutuhkan perencanaan dan bantuan serta kerjasama yang baik antara guru dengan orangtua, serta para ahli seperti dokter, paedagog, atau psikolog agar problem dapat diatasi sejak awal. Contoh kesulitan belajar Kesulitan membaca Yaitu kesulitan atau ketidakmampuan mengenal huruf, anak tidak dapat menyambung suku kata, atau penglihatannya kurang baik.

Kesulitan belajar menghitung (diskalkulia) Yaitu kesulitan melaksanakan tugas-tugas berhitung dan gangguan yang berhubungan dengan pemahaman dan penerapan konsep-konsep matematika. Dari penelitian di Amerika diperoleh hasil bahwa banyak siswa kelas 3-4 dan 5-6 SD mengalami kesulitan dengan bilangan pecahan, decimal, persen, dan pengukuran.

Kondisi ini disebabkan siswa kurang memahami arti symbol, salah menghitung atau menentukan hasil akhir dari suatu hitungan. Gangguan pemusatan perhatian Rentang perhatian pendek, yaitu gangguan perhatian yang mudah teralih dam mempunyau aktivitas fisik yang sangat tinggi, sehingga tidak bisa memusatkan perhatian dan sulit berkonsentrasi. Padahal supaya berhasil disekolah, siswa harus mengenali dan menjaga pikirannya agar sejalan dengan tugas-tugas yang diberikan guru, dan harus mampu untuk segera mengalihkan perhatiannya pada mata pelajaran baru, bila mata pelajaran yang lain sudah berlalu.

Gangguan pemusatan perhatian dapat menimbulkan kelainan tingkah laku. Misalnya sulit membedakan kanan dan kiri, sulit memahami dan merespon tugas ganda, sulit memahami bentuk-bentuk geometris, dan sulit menangkap instruksi karena siswa kurang konsentrasi sehingga kurang memahami perintah tersebut. Pada umumnya, yang banyak mengalami gangguan ini anak laki-laki dan perempuan yang ditentukan oleh kromosom Y.

Penyebab gangguan ini adalah adanya kelainan syaraf otak. Gangguan ini dapat diatasi dengan obat-obatan dan psikoterapi. Motivasi belajar rendah Yaitu contoh kasus anak yang mempunyai hasil tes IQ diatas rata-rata atau rata-rata, namun prestasi belajarnya disekolah rendah.

Berdasarkan suatu penelitian bahwa sangat sedikit anak yang menunjukkan prestasi yang sama dengan kecerdasannya. Pada kenyataannya kesenjangan antara prestasi dan potensi itu selalu ada. Dikatakan bahwa 14-15 % anak mengalami gejala underachieveranak laki-laki lebih banyak mengalami hal ini bila dibandingkan dengan anak perempuan. Gejala ini muncul ketika anak usia 6 tahun dan mulai terlibat kompetisi. Penyebab underachiever anak (prestasi tidak sesuai dengan potensi ) : • Orangtua menuntut terlalu tinggi atau perfectsionist, kondisi orangtua/lingkungan yang demikian menyebabkan anak kurang termotovasi untuk menyelesaikan tugasnya, sebagai cara untuk balas dendam pada orangtua yang dirasakannya telah bersikap tidak adil, kaku, otoriter dan sok berkuasa.

• Orangtua tidak/kurang memperhatikan prestasi anak. • Orangtua bersikap permisif (serba membolehkan). • Konflik keluarga yang serius • Orangtua terlalu melindungi • Orang tua terlalu sering mengkritik (tidak menerima anak) • Adanya problem perkembangan (kurang matang secara fisik, social dan psikologis).

Pencegahannya sebagai berikut : • Menerima anak dengan apa adanya, atau bersifat konsisten. Tidak menuntut anak diluar kemampuannya. Memberikan penghargaan pada anak atas usaha belajarnya yang sudah maksimal, terlepas ia berhasil atau gagal, dan mendengarkan apa yang disuarakan anak. Tidak melecehkan atau bersikap kasar pada anak.

• Ajari anak dan beri contoh untuk belajar aktif dan memecahkan masalah. • Berikan imbalan bila anak menunjukkan prestasi belajar. • Membuat target belajar anak dengan disesuaikan kondisi kemampuan anak. Penanganannya : • Ajari anak startegi membangkitkan motovasi. Orangtuaguru membuat kontrak dengan anak mengenai tugas anak, berapa lama akan diselesaikan, dan apa imbalannya. Ajari pula anak untuk memberikan imbalan kepada dirinya sendiri. Misalnya setelah selesai mengerjakan PR, ia boleh makan makanan kesukaannya, melihat pertandingan sepakbola atau bermain dengan temannya.

• Mengevaluasi kontrak-kontrak (perjanjian) tersebut supaya orangtua/guru mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan anak, sehingga orangtua dan anak dapat menetapkan target yang nyata supaya prestasi anak dapat optimal. Pembolos Ciri-cirinya adalah sebagai berikut : • Biasanya pulang ke rumah pada jam-jam sekolah, sehingga perilakunya tidak diketahui orangtuanya. Orangtua akan tahu anaknya bolos sekolah bila ada laporan dari guru disekolah.

• Pembolos sering merasa sendiri dan gelisah, tidak mampu bersikap social dan tidak mampu menekuni apapun. Sesuatu yang diinginkannya adalah cara terbaik untuk lari dari ketegangan di rumah ( hukuman yang keras dan penolakan dirinya terhadap aturan atau perintah guru/orangtua), lari dari masalah, menghibur diri sendiri, mencari teman yang juga haus kesenangan dan menghindarkan diri dari rasa bosan, depresi dan keputus asaan.

Penanganannya : • Menunjukkan pada anak bila orangtua/guru tidak mendukung kebiasaannya membolos. Mengatakan prinsip anda (sebagai orangtua/guru) bahwa kehadiran anak disekolah adalah tanggungjawab siswa (pribadi). Tidak ada gunanya menyalahkan guru, sekolah atau orangtua.

• Orangtua/guru harus mampu meyakinkan siswa bahwa sekolah adalah wajib, penting dan berguna. • Pendirian orangtua/guru harus terbukti sebagai tindakan yang tegas dan konsisten.

• Jalinlah hubungan yang erat dengan sekolah, sehingga orangtua bisa memantau anaknya melalui gurunya. Hubungan yang baik dengan guru akan memberikan informasi sejak awal bila ada yang tidak beres pada anak disekolah. • Simak suara anak, dari suaranya anda bisa tahu dan mengira-ira apakah ia berbohong atau tidak. • Dorong dan beri anak kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya ataupun konflik-konflik yang mungkin dirasakannya sampai ia merasa lega. • Cari jalan keluar dengan mengatasinya sendiri, meminta bantuan guru atau ahli lainnya.

• Beri anak motivasi dengan mengatakan secara terbuka apa imbalannya, kalau ia masih sekolah terus, dan apa hukumannya kalau ia tidak masuk sekolah. Buatlah perjanjian yang jelas, karena cara ini sering bisa membantu.
Terdapat sejumlah penyebab anak malas belajar yang perlu diwaspadai orangtua, seperti gaya belajar yang tak sesuai, lingkungan yang tak mendukung, hingga mengalami perundungan (bullying) di sekolah.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk mendampingi si kecil saat belajar, membuat area belajar yang nyaman, hingga menjelaskan pentingnya belajar pada anak. Advertisement Jangan terburu-buru menyalahkan anak ketika ia malas belajar. Sebab, ada berbagai kemungkinan penyebab yang mungkin membuatnya tidak suka belajar. Penyebab anak malas belajar menurut para ahli Dengan mengetahui alasan anak malas belajar, orangtua bisa membicarakan dan memberikan motivasi kepada anak supaya ia lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas dan memperhatikan guru di sekolah.

1. Gaya belajar yang tidak sesuai Gaya belajar yang salah bisa membuat anak malas belajar dan menurunkan motivasinya di sekolah. Setiap anak unik dan memiliki cara tersendiri dalam belajar, mengenali gaya belajar anak bisa membantunya untuk mengerti pelajaran dengan lebih baik.

Maka dari itu, Anda perlu peka dalam melihat gaya belajar mana yang paling sesuai untuk anak. Gaya belajar anak secara garis besar terbagi menjadi empat jenis, yaitu visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik.

Keempat gaya belajar ini berbeda satu sama lainnya dan memiliki sejumlah ciri khas: • Anak dengan gaya belajar visual lebih mudah untuk mengerti pelajaran dengan penglihatan, seperti menggunakan gambar, ilustrasi, diagram, video, dan sebagainya. • Anak dengan gaya belajar auditori lebih mudah menangkap informasi melalui suara.

Mereka dapat dengan cepat mengingat pelajaran dari guru yang sedang berbicara. • Anak dengan gaya belajar membaca dan menulis, mudah memahami materi pelajaran dalam bentuk tulisan, dan ditandai dengan kegemarannya untuk mencatat di buku cetak ataupun catatan.

• Anak dengan gaya belajar kinestetik lebih cepat menyerap informasi saat dilakukan atau dipadukan dengan hal-hal praktis. Gaya belajar ini membuat anak lebih senang belajar dengan langsung mempraktikkan materi pelajarannya.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Gaya belajar yang tidak tepat dapat membuat anak kesulitan untuk mengerti bahan pelajaran sehingga menyebabkan anak malas belajar. 2. Lingkungan yang tidak mendukung Penyebab malas belajar lainnya adalah lingkungan yang tidak mendukung.

Lingkungan sekitar anak merupakan salah satu faktor yang sering tidak diperhatikan oleh orangtua. Sebuah riset mengungkapkan bahwa lingkungan rumah yang positif berhubungan dengan prestasi akademik yang baik. Lingkungan rumah yang tidak kondusif mampu membuat anak malas belajar di rumah.

Begitu pula dengan lingkungan sekolah, sebuah penelitian menjelaskan bahwa lingkungan sekolah memiliki andil sebanyak 40 persen terhadap prestasi akademik siswa.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa siswa dengan fasilitas sekolah yang mencukupi serta lingkungan dan guru yang baik, memiliki performa akademik yang lebih baik daripada sekolah yang memiliki sedikit fasilitas dengan lingkungan yang tidak mendukung pembelajaran serta guru yang tidak memiliki kualifikasi. Tidak hanya itu, sekolah dengan fasilitas yang cukup dan modern juga dinilai mampu meningkatkan pembelajaran anak. Sehingga, anak malas belajar bukan berarti kesalahan dari dirinya sendiri, bisa jadi ia membutuhkan perubahan di lingkungan sekitarnya.

3. Bullying Orangtua dan pihak sekolah perlu peka dalam melihat apakah anak memiliki masalah di sekolah, salah satunya adalah bullying. Dalam jurnal International Education Studies, bullying atau perundungan berdampak negatif terhadap prestasi akademik anak. Anak malas belajar bisa menjadi salah satu indikasi bahwa ia mengalami bullying. Anda perlu jeli dalam melihat kondisi anak karena bullying tidak hanya bersifat fisik dan verbal, tetapi juga bisa melalui media sosial maupun dikucilkan oleh teman-temannya.

4. Masalah dalam proses belajar Penyebab malas belajar pada anak dapat disebabkan oleh masalah atau gangguan belajar yang dialaminya. Kondisi tersebut membuat anak kesulitan dalam menangkap atau memahami informasi yang diberikan. Beberapa gangguan belajar yang umumnya dialami anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya adalah ADHD dan disleksia. Anak ADHD dapat ditandai dengan sejumlah karakteristik, seperti kesulitan untuk fokus, perilaku yang impulsif, dan hiperaktif. Sementara itu disleksia merupakan gangguan belajar yang menyebabkan anak menjadi sulit membaca.

Kondisi ini diakibatkan oleh ketidakmampuan anak dalam mengaitkan pelafalan dengan kata-kata. Kedua contoh gangguan belajar ini tentunya akan menghalangi proses pembelajaran sehingga bisa membuat anak malas belajar. 5. Gangguan dalam emosi Alasan lain dari anak malas belajar adalah gangguan emosi yang diderita, seperti rasa cemas yang berlebih atau depresi. Kecemasan yang berlebihan bisa mengganggu anak dalam mengerjakan tugas, kerja kelompok, ataupun presentasi.

Suasana hati sangat berperan dalam konsentrasi, energi, dan motivasi anak. Depresi menyebabkan suasana hati anak memburuk dan mengganggu performa akademiknya. Gangguan ini biasanya ditandai dengan suasana hati yang sedih secara berkepanjangan, pemikiran untuk melukai diri atau mengenai bunuh diri, keinginan untuk melakukan bunuh diri, ataupun percobaan untuk melukai diri atau bunuh diri. Sebaiknya Anda segera bawa anak ke psikolog atau psikiater jika ia anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya tanda-tanda depresi.

6. Kurang tidur Dilansir dari Parenting for Brain, kurang tidur termasuk salah satu faktor penyebab malas belajar pada anak. Saat anak kurang tidur di malam hari, ia dapat merasa letih keesokan harinya sehingga tidak bermotivasi untuk belajar. Pastikan anak Anda mendapatkan jam tidur dan istirahat yang cukup agar ia memiliki tenaga untuk belajar. 7. Merasa bosan Salah satu alasan anak tidak suka belajar di rumah atau mengerjakan PR, bisa jadi karena ia merasa bosan.

Hal ini dapat disebabkan oleh media belajar yang kurang sesuai atau materi belajar yang tidak disukai sehingga anak menjadi jenuh. 8. Tidak menganggap penting kegiatan belajar Sikap malas belajar pada anak dapat disebabkan karena ia merasa belajar merupakan hal yang tidak penting.

Oleh karena itu, orangtua perlu membantu anak untuk memahami pentingnya belajar bagi masa depannya supaya ia lebih termotivasi. 9. Adanya gangguan di rumah Salah satu penyebab anak malas belajar yang perlu diwaspadai adalah adanya gangguan di rumah, seperti suasana yang berisik hingga terlalu banyak gawai ( gadget) yang menyala.

Berbagai gangguan ini dapat mengganggu fokus anak sehingga ia malas belajar. Bagaimana cara mengatasi anak malas belajar? Orangtua dapat membantu anak agar termotivasi belajar. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda pilih untuk membantu anak menemukan semangat belajarnya. 1. Dampingi anak Mendampingi anak selama menuntut ilmu di rumah dianggap sebagai cara mengatasi anak malas belajar usia dini. Dengan mendampingi anak untuk mengetahui gaya belajar yang efektif untuknya, ia dapat termotivasi dan Anda pun bisa lebih mudah mengarahkannya.

Anda bisa memulainya dari topik pelajaran yang disukai anak. 2. Membuat area belajar yang nyaman Cara mengatasi malas belajar yang perlu dilakukan orangtua adalah membuat area belajar yang nyaman dan jauh dari gangguan. Lingkungan rumah juga harus kondusif dan mendukung anak untuk belajar. Anda bisa menyediakan satu ruangan atau tempat khusus di rumah untuk anak belajar dengan kursi dan meja yang nyaman. Ruangan belajar anak tidak hanya harus nyaman, tetapi juga tidak dekat dengan hal-hal yang bisa membuat anak terganggu, seperti mainan, televisi, hingga smartphone.

Anda dapat melengkapi ruang belajar anak dengan peralatan yang memadai, seperti pensil, rak buku, dan sebagainya. 3. Cari tahu cita-cita anak Salah satu tips agar anak mau belajar adalah mencari tahu cita-cita anak. Anda dapat berdiskusi dengan anak mengenai apa yang ia ingin lakukan ke depannya. Menyadarkan anak terhadap tujuan hidupnya dan memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita tersebut, dianggap mampu meningkatkan motivasi dalam diri anak. 4. Jelaskan pada anak pentingnya belajar Orangtua dapat menjelaskan kepada anak mengapa belajar di sekolah penting untuk masa depannya.

Menjelaskan alasan mengapa belajar itu penting kepada anak dapat membantu meningkatkan motivasinya. Beri pemahaman juga bahwa anak yang malas belajar dapat membuatnya sulit mengikuti pelajaran di sekolah dan berpotensi mendapatkan nilai ujian yang buruk. 5. Tekankan upaya daripada hasil Gambar anak malas belajar Jangan hanya memuji anak saat anak mencapai nilai yang baik, tetapi puji juga saat ia melakukan berbagai upaya untuk bisa mencapai hasil tersebut.

Anda perlu menghargai setiap usaha yang telah dilakukan anak supaya ia dapat menikmati proses dari pencapaian targetnya. 6. Pupuk kepercayaan akan kemampuan diri sendiri Cara mengatasi anak TK susah belajar yang dapat dicoba selanjutnya adalah menumbuhkan rasa percaya dirinya.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Sebagian besar anak TK mungkin memiliki masalah percaya diri ketika belajar di sekolah, mengingat mereka baru saja memasuki lingkungan belajar yang masih asing. Anda juga bisa membantu anak menyadari kemampuannya. Misalnya, saat anak berhasil memecahkan soal matematika yang sulit, Anda bisa memberitahunya bahwa soal tersebut sulit dan tidak semua anak bisa mengerjakannya. Orangtua juga bisa memberikan nasihat untuk anak yang malas belajar supaya dirinya lebih termotivasi untuk menuntut ilmu.

7. Fokus pada satu perilaku Saat ingin meningkatkan motivasi anak, Anda tidak bisa sekaligus ingin mengubah semuanya.

Fokuslah pada satu perilaku tertentu yang ingin diubah, misalnya jika Anda ingin anak lebih termotivasi untuk membaca, jangan menyuruhnya mengerjakan hal lain sekaligus, seperti belajar berhitung atau menambah pekerjaan di rumah. Cara mengatasi anak susah belajar ini dapat mencegah si kecil menjadi kewalahan dan fokus untuk memperbaiki kesalahannya.

8. Berikan hadiah Memberikan hadiah secara terus-menerus tidak akan memberikan dampak yang positif. Namun, memberikan hadiah di waktu yang tepat dapat membantu meningkatkan motivasi anak. Anda bisa memberikan hadiah kepada anak karena telah menyelesaikan langkah-langkah kecilnya. Misalnya, memberikan tambahan waktu bermain saat ia berhasil menyelesaikan pekerjaan sekolahnya.

9. Hindari terlalu sering mengkritik anak Orangtua mungkin berpikir bahwa mengkritik anak dapat membuat ia menyadari kesalahan dan mengubahnya. Faktanya, kritikan malah bisa mengurangi kepercayaan diri anak. Alih-alih mengkritik, pujilah anak saat ia berhasil melakukan sesuatu. Contohnya, jangan memarahi anak karena sering lupa mengembalikan barang-barang ke tempatnya.

Lebih baik Anda mengucapkan rasa terima kasih saat ia tidak lupa mengembalikan barang-barang tersebut. Cara mendidik anak yang malas belajar ini diharapkan bisa menjaga rasa kepercayaan diri si kecil saat belajar di rumah maupun sekolah. 10. Jadilah contoh yang baik Anak dapat menjadikan orangtua sebagai teladannya dan karenanya Anda perlu menerapkan apa yang Anda katakan kepada anak.

Bila orangtua ingin anaknya menjadi termotivasi, orangtua perlu memperlihatkan bagaimana mereka bekerja keras dan tetap merasa senang dengan upaya yang telah dilakukan meskipun tujuan yang ingin dicapai tidak diraih dengan sempurna. 11. Membuat jadwal belajar di rumah Cara mengatasi malas belajar selanjutnya adalah dengan membiasakan anak disiplin menjalani jadwal belajar.

Jelaskan bahwa Anda tidak akan melarangnya bermain atau menjalankan hobinya, selama ia belajar pada jadwal yang telah disepakati bersama. 12. Jadikan hobi sebagai motivasi Anda bisa mengizinkan anak bermain game setelah jam belajar atau setelah menyelesaikan PR-nya. Jika si kecil menyukai buku cerita atau mainan, Anda bisa memberikan hadiah tersebut saat nilai ujiannya bagus. Semua itu bisa membuat anak semakin termotivasi untuk belajar. Ia pun dapat menyadari usahanya untuk belajar mendapatkan apresiasi.

13. Jangan memojokkan saat nilai anak tidak sesuai harapan Saat anak mendapatkan nilai di bawah harapan, memarahi atau menyudutkannya tidak akan menjadi motivasi positif. Duduklah bersama anak, bahas apa yang menjadi kesulitannya dan mencari solusi bersama dapat membantu Anda dan anak mendapatkan jalan keluar terbaik. 14. Ketahui kapan harus berkonsultasi Bila alasan anak malas belajar dikarenakan gangguan dalam emosi atau masalah dalam proses belajar, maka orangtua perlu membawa anak berkonsultasi ke psikolog dan dokter untuk diperiksa dan dilakukan penanganannya. Kunci dari mengatasi anak malas belajar adalah kepekaan, keterbukaan, dan pengertian dari Anda untuk berbicara secara pribadi dengan anak sehingga penyebabnya bisa diketahui.

Berbicara dengan anak adalah hal yang penting dan perlu dilakukan, terutama jika orangtua merasa ada bullying ataupun masalah pribadi lainnya di sekolah yang memicu anak malas belajar. Penerimaan dan pengertian Anda terhadap kemampuan dan keunikan anak bisa membantunya untuk merasa diterima dan termotivasi dalam pelajarannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya App Store atau Google Play sekarang juga!

Child Mind Institute. https://childmind.org/article/does-your-child-lack-motivation/ Diakses pada 19 Juli 2019 International Conference on Empowering Islamic Civilization in the 21st Century. https://pdfs.semanticscholar.org/924e/7c8b4c9744c4a66f26366a9c341ece63b038.pdf Diakses pada 19 Juli 2019 International Education Studies.

https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1144634.pdf Diakses pada 19 Juli 2019 IOSR Journal of Mathematics. http://www.iosrjournals.org/iosr-jm/papers/Vol11-issue4/Version-2/E011422631.pdf Diakses pada 19 Juli 2019 John Hopkins University. anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya Diakses pada 19 Juli 2019 Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/symptoms-causes/syc-20353552 Diakses pada 19 Juli 2019 Mayo Clinic.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adult-adhd/symptoms-causes/syc-20350878 Diakses pada 19 Juli 2019 National Center Against Bullying. https://www.ncab.org.au/bullying-advice/bullying-for-parents/types-of-bullying/ Diakses pada 19 Juli 2019 Ministry of Education.

https://education.gov.gy/web/index.php/parenting-tips/item/1855-how-to-encourage-good-study-habits-in-a-child Diakses pada 19 Juli 2019 Parents. https://www.parents.com/kids/development/behavioral/6-ways-to-motivate-your-kids/ Diakses pada 19 Juli 2019 The Asianparent Singapore. https://sg.theasianparent.com/lazy-kids Diakses pada 19 Juli 2019 Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/vark-learning-styles-2795156 Diakses pada 19 Juli 2019 Psychology Today.

https://www.psychologytoday.com/us/blog/shyness-is-nice/201303/motivating-your-child Diakses pada 17 Desember 2019 Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/savvy-parenting/201511/how-motivate-children-through-purpose Diakses pada 17 Desember 2019 Parenting for Brain.

https://www.parentingforbrain.com/why-is-my-kid-lazy/ Diakses pada 16 Agustus 2021 Cara mengkritik anak yang tidak belajar tepat waktu: • Berikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang halus. • Berikan pujian apabila anak sudah berusaha untuk belajar tepat waktu. • Dengarkan pendapat dan pahami perasaan anak. • Gunakan nada bicara yang tegas namun tenang. • Beritahu konsekuensi jika anak belajar terlambat. • Beritahu bahwa tidak apa-apa jika melakukan kesalahan, asalkan selanjutnya anak mau berusaha untuk belajar tepat waktu.

• Bantu anak untuk belajar tepat waktu. Penjelasan: Agar anak bisa belajar dengan tepat waktu, saudara kandung (kakak) atau orang tua perlu membimbing anak dan menyusun cara agar anak mau berubah. Orang tua perlu mengetahui permasalahan dibalik anak yang belajar tidak tepat waktu.

Komunikasikan dengan baik dan arahkan anak ke perilaku yang baik adalah salah satu cara agar anak mau mendengarkan nasihat orang tua. Pelajari lebih lanjut Materi tentang percakapan ayah yang menasihati anaknya brainly.co.id/tugas/12168845 Materi tentang contoh ayah yang mengkritik anaknya karena malas belajar brainly.co.id/tugas/3691573 ---------------------------------------------------------- Detail jawaban Kelas : IX (SMA 3) Mapel : Bahasa Indonesia Kategori : Kritik Kode : 9.1.5 #TingkatkanPrestasimu
Anak malas belajar merupakan kondisi yang wajar.

Namun, tidak sedikit orangtua yang mengkhawatirkan kondisi ini. Terlebih lagi, jika kemalasan ini membuat prestasi belajar anak Anda kian tertinggal dari teman-temannya. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir, ada beberapa cara mengatasi malas belajar pada anak yang dapat diterapkan. Advertisement Cara mengatasi malas belajar pada anak Cara mengatasi malas belajar pada anak dapat dilakukan dengan membuatnya lebih disiplin dan termotivasi untuk belajar.

Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membantu mendorongnya keluar dari kemalasan belajar. 1. Memberikan perhatian pada kegiatan belajar anak Cara mengatasi malas belajar dapat dimulai dari meningkatkan kepedulian anak akan pentingnya belajar. Mulailah bertanya tentang apa yang dipelajarinya di sekolah, bagaimana kondisi belajar, atau proses belajar seperti apa yang dijalaninya di sekolah.

Anda juga dapat duduk bersamanya saat dia belajar di rumah dan menunjukkan kepedulian Anda pada pelajarannya. Lakukan hal tersebut sebagai kebiasaan rutin. Tindakan ini akan menunjukkan sikap peduli Anda pada pendidikan dan proses belajar anak. Sehingga, kepedulian anak pada pendidikannya dapat meningkat dan mulai menyikapi aktivitas belajarnya sebagai hal yang penting.

2. Membuat jadwal belajar di rumah Cara mengatasi malas belajar selanjutnya adalah dengan membiasakan anak disiplin menjalani jadwal belajar. Jelaskan bahwa Anda tidak akan melarangnya bermain atau menjalankan hobinya, selama anak belajar pada jadwal yang telah disepakati bersama. 3. Siapkan kondisi belajar yang kondusif Saat memasuki jadwal belajar anak, pastikan anak mendapatkan suasana mendukung untuk belajar.

Matikan TV dan jauhkan apa saja yang bisa mengusik perhatiannya. Memiliki meja atau ruang belajar sendiri dengan pencahayaan yang sesuai, juga bisa membuat anak lebih siap belajar. 4. Jadikan hobi sebagai motivasi Perbolehkan anak bermain game setelah jam belajar atau setelah menyelesaikan PR-nya. Berikan anak buku cerita atau mainan baru saat nilai ujiannya bagus. Semua itu akan membuat anak semakin termotivasi untuk belajar. Anak pun akan merasa bahwa usahanya untuk belajar mendapatkan apresiasi.

5. Kenali cara belajar yang efektif bagi anak Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang menikmati gurunya menerangkan, membaca buku, atau lebih menyukai ilustrasi bergambar. Beberapa anak mungkin lebih efektif belajar secara audio visual atau dengan permainan interaktif. Anda dapat mencoba metode-metode belajar terbaik bagi Si Kecil sebagai cara mengatasi malas belajar pada anak.

6. Jangan memojokkan saat nilai anak tidak sesuai harapan Saat anak mendapatkan nilai di bawah harapan, memarahi atau menyudutkannya tidak akan menjadi motivasi positif.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Duduklah bersama anak, bahas apa yang menjadi kesulitannya dan mencari solusi bersama dapat membantu Anda dan anak mendapatkan jalan keluar terbaik.

7. Meminta bantuan psikolog pendidikan Jika kesulitan mencari cara mengatasi malas belajar pada anak, ada baiknya Anda mencoba menggunakan jasa seorang psikolog pendidikan. Psikolog atau konsultan pendidikan adalah seseorang yang dapat membantu anak dengan gangguan kesulitan belajar. Baca Juga • Cara Menjaga Mental Anak yang Gagal Lolos Sekolah saat PPDB • 12 Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik • 10 Penyebab Kenakalan Remaja dan Cara Mencegahnya Penyebab anak malas belajar Kesulitan memahami materi dapat menyebabkan anak malas belajar Selain itu, cara mengatasi malas belajar di atas akan lebih efektif jika Anda bisa mengidentifikasi penyebab kemalasan anak.

Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab anak malas belajar. 1. Tidak menganggap penting kegiatan belajar Sikap malas belajar pada anak dapat disebabkan karena Si Kecil merasa belajar merupakan hal yang tidak penting. 2. Merasa bosan Salah satu alasan anak tidak suka belajar di rumah atau mengerjakan PR, bisa jadi karena ia merasa bosan.

Hal ini bisa dikarenakan media belajar yang kurang sesuai anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya materi belajar yang tidak disukainya sehingga anak menjadi jenuh. 3. Kesulitan memahami materi Merasa buntu atau tidak mengalami kemajuan dapat membuat anak merasa enggan untuk belajar.

Mendapatkan nilai buruk juga bisa membuat motivasi anak belajar semakin menurun. 4. Lingkungan belajar tidak kondusif Lingkungan yang tidak mendukung, seperti televisi yang menyala atau kondisi berisik, juga bisa menjadi penyebab anak malas belajar.

Waspadai jika anak juga merasa malas ke sekolah, mungkin saja ia mendapatkan tekanan di lingkungan sekolahnya. 5. Memiliki gangguan belajar internal Beberapa kondisi yang dialami anak juga dapat membuatnya kesulitan belajar sehingga menimbulkan rasa malas pada dirinya. Misalnya, jika anak mengalami disleksia. Cara paling efektif untuk mengetahui penyebab anak malas belajar adalah dengan bertanya langsung kepadanya. Selain itu, Anda juga dapat bertanya pada guru sekolahnya dan melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan belajar anak selama ini.

Anda juga anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya berkunjung ke konsultan pendidikan untuk membantu anak memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Tentunya, selaku orangtua, Anda bisa mendampingi anak saat melakukan konsultasi.

Anda juga dapat berkonsultasi terkait cara mengatasi malas belajar yang efektif untuk diterapkan pada anak Anda. Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar parenting, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Education Corner. https://www.educationcorner.com/motivating-your-child-to-learn.html Diakses pada 23 Oktober 2020 Parenting – First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/20-tips-on-how-to-make-your-children-interested-in-study/ Diakses pada 23 Oktober 2020 Modern Parenting Tips.

http://parenting-train-discipline-love-child.blogspot.com/2012/01/lazy-kids-7-reasons-to-childs-laziness.html Diakses pada 23 Oktober 2020 The Asian Parent.

https://sg.theasianparent.com/lazy-kids Diakses pada 23 Oktober 2020 Association of Educational Psychologists. https://www.aep.org.uk/training/want-to-be-an-ep/ Diakses pada 23 Oktober 2020
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Rasa malas merupakan hal yang manusiawi dan semua orang pasti pernah mengalaminya, terlebih lagi pada remaja.

Ketika anak dihadapkan oleh banyak tugas dan materi yang harus ia pelajari, tak jarang rasa malas ini menghambat mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Meskipun demikian, Mama tidak bisa membiarkan remaja terus-terusan memelihara sifat malas tersebut. Perlu diketahui, bahwa mempertahankan kemalasan dapat beresiko fatal bagi pencapaian masa depan anak nantinya. Kemalasan merupakan salah satu hambatan terbesar yang dapat menggagalkan kesuksesan.

Meskipun tidak mudah, tapi sudah sepatutnya Mama menghadapi rasa malas anak yang harus dilawan. Untuk membantu Mama, kali ini Popmama.com telah merangkum lima cara efektif yang bisa Mama lakukan ketika menghadapi anak yang malas belajar.

Yuk simak tipsnya di bawah ini! Freepik/Karlyukav Menunda-nunda tugas atau belajar merupakan kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan banyak remaja, lho. Rasanya ingin mengerjakannya nanti saja, karena deadline atau ujian yang juga masih lama. Alih-alih mengerjakan apa yang sedang menjadi kewajibannya sebagai pelajar, anak malah cenderung mengisi waktu dengan kegiatan lain yang sebenarnya tidak lebih penting.

Jika kebiasaan ini tidak segera diubah, tentu keberhasilan anak bisa terhambat lho! Maka dari itu penting untuk mengingatkan anak agar menyelesaikan tugasnya dan belajar sesuai jadwalnya. Hindari berpikiran bahwa semua kewajiban anak akan selesai dengan sendirinya, karena mungkin saja pada akhirnya tugas anak tidak pernah tuntas.

Jika kebiasaan menunda-nunda ini sampai dibiarkan, tentu akan merugikan anak dalam menggapai cita-cita dan harapan orangtua. Freepik Buatlah daftar to-do-list tentang apa saja hal-hal yang harus remaja selesaikan dalam minggu ini.

Cara ini bisa efektif untuk menekan rasa malas, dan anak juga akan lebih terdorong untuk berusaha mencapai apa yang telah ditentukan.

Tak kalah penting, berikan semangat pada anak bahwa ia pasti bisa menyelesaikan daftar tugas tersebut. Hal ini akan membuatnya jadi lebih bersemangat sehingga tidak lagi terjebak dalam kemalasan. Freepik Sedikit disinggung sebelumnya soal jadwal belajar atau mengerjakan tugas. Cobalah Mama mengajak anak untuk membuat rutinitas sehari-hari.

Hal ini karena remaja umumnya memiliki aktivitas yang padat. Ada kegiatan-kegiatan tertentu yang memang bersifat penting dan ada pula kegiatan-kegiatan lain yang sebenarnya tidak begitu penting. Banyaknya kegiatan seringkali membuat anak lebih mudah lelah di awal, dan merasa malas meskipun belum menjalaninya. Untuk mengatasi hal tersebut Mama dan anak bisa menetapkan jadwal harian.

Dengan adanya jadwal harian maka anak dapat mengatur waktu dengan cermat, serta mampu memilah mana aktivitas yang sekiranya penting dan harus didahulukan. Pexels/Tara Winstead Salah satu hal terpenting yang dapat menekan rasa malas adalah motivasi.

Ketika Mama sudah semaksimal mungkin memberikan dukungan, maka anak harus bisa memotivasi dirinya sendiri. Dengan cara apa untuk mengingatkan anak agar memotivasi diri sendiri? Cara mudah untuk membuat anak mampu memotivasi diri sendiri adalah dengan menempelkan poster-poster tokoh favoritnya yang menunjukkan kalimat atau quotes motivasi. Misalnya, anak mengidolakan fisikawan teoretis, Albert Einstein. Maka carilah posternya yang memotivasi anak dari Einstein, seperti “Life is like riding a bicycle.

To keep your balance, you must keep moving.” (Hidup itu seperti naik sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak).

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Dengan memotivasi diri sendiri, menjadikan remaja sebagai individu yang memiliki jiwa kerja keras sehingga enggan membuang-buang waktu begitu saja. Pexels/Karolina Grabowska Disiplin merupakan salah satu hal yang paling sulit diterapkan dalam hidup seorang remaja. Namun, Mama harus tetap melakukannya. Ketika seorang anak tidak memiliki sikap disiplin, maka ia akan menjadi individu yang tidak menghargai waktu dan cenderung bermalas-malasan dalam mengerjakan sesuatu.

Ketika berusaha mendisiplinkan anak yang malas belajar, penting bagi Mama untuk menerapkan konsekuensi. Misalnya, mengambil hak istimewa anak seperti tidak boleh menonton televisi atau mengambil gadgetnya selama beberapa jam agar ia bisa fokus belajar dan mengerjakan tugas. Meskipun terkesan tidak mudah, tapi Mama harus membiasakan diri dengan hal tersebut.

Ketika sudah terbiasa memiliki sikap disiplin, maka anak akan mendapatkan banyak manfaat. Remaja yang sudah tertanam sikap disiplin, akan menjadi individu yang memiliki ketegasan diri, sehingga dapat melawan kemalasan.

Kini Mama sudah mengetahui bagaimana cara menghadapi remaja yang malas belajar. Rasa malas memang hal yang umum dimiliki setiap orang. Namun, hal tersebut tidak dapat Mama abaikan begitu saja. Jika anak mama termasuk individu yang masih terjebak kemalasan, jangan lupa untuk terapkan lima cara di atas agar rasa malasnya tidak semakin menjadi-jadi. Baca juga: • 3 Tips Belajar yang Tidak Membosankan a la Sherina, Yuk, Pelajari!

• 5 Olahraga Pagi untuk Anak SD agar Sehat Selama Belajar dari Rumah • 5 Dasar Penting Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Usia 6-9 TahunAnak malas belajar bukan berarti tidak bisa berubah. Bukan pula harus dengan cara kekerasan, agar anak mau menurut.

Ada banyak cara yang bisa orang tua pakai agar anak semangat dan aktif belajar tanpa kekerasan. Mengingat, kekerasan dalam bentuk verbal, perilaku atau pun bentuk yang lain bisa berdampak buruk juga bagi anak.

Oleh karena itu, mari gunakan cara-cara atraktif dan menyenangkan untuk membujuk anak aktif belajar. Misalnya saja, dengan tips serta cara dalam ulasan di bawah ini. 18 Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Dengan Metode Mudah Photo by Jessica Lewis on Unsplash Kecerdasan ada banyak macam, mulai dari tipe naturalis, spasial, linguistik, dan banyak lagi lainnya.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Jadi, jangan heran jika anak dengan kecerdasan naturalis yang dominan akan terkesan malas ketika belajar not, bentuk kunci gitar dan sejenisnya. Jadi bukan anak malas belajar, hanya saja ini bidang yang tidak terlalu anak sukai.

Oleh karena itu, jangan langsung judge anak sebagai pemalas, akan tetapi mari coba lakukan hal-hal ini dalam membangkitkan semangat belajar anak dan mengatasi anak malas belajar. 1. Susun Jadwal Sekilas terlihat remeh, padahal menyusun jadwal ini menjadi stimulus penting bagi anak untuk belajar skala prioritas dan sadar akan kewajibannya.

Misal, jadwalkan jam sekian belajar, jam sekian main, jam sekian boleh menonton film, serta lainnya. Menyusun jadwal memancing anak untuk membuat perencanaan, dengan demikian anak pun sadar bahwa dalam belajar masuk ke dalam kewajibannya. Jadi tidak abai, minimal bisa membuat anak ingat kalau ada ‘tanggungan’. 2. Komunikasi Sesuai Personality Ingat, bahwa setiap anak itu unik dan istimewa.

Ada anak yang tipe ekstrovert, dia akan mudah mengkomunikasikan apa maunya, apa yang tidak mau, serta hal lain yang terjadi pada dirinya.

Berbeda dengan anak introvert, butuh pendekatan intens untuk mengetahui kendala kenapa anak malas belajar.

Demikian juga dengan tipe lain, semua memiliki cara pendekatan yang berbeda-beda. Sesuaikan dengan jenis personality-nya dahulu untuk menemukan kendala, setelah itu susun problem solving-nya. 3.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

Buat Do dan Don’t Wajar saja melakukan sistem perintah dan larangan. Mengingat, anak masih butuh arahan orang tua. Jika terlalu lunak, menuruti semua mau anak, ini juga berdampak buruk pada perkembangan psikologisnya. Demikian juga jika terlalu keras, anak akan terkekang dan tidak bisa membuat keputusan sendiri. Oleh karena itu, berikan semacam list apa yang boleh ( do) dan apa yang tidak boleh ( don’t) dalam proses belajarnya. Misalnya saja, boleh sambil mendengarkan musik. Tidak boleh sambil menyimak streaming gamer kesukaannya.

4. Terapkan Parenting Belajar Sesuai Zaman Zaman anak 90-an mungkin familiar dengan larangan menonton TV saat jam belajar, bertelepon dengan teman, atau hal-hal lain di tahun itu. Berbeda dengan zaman sekarang, malah anak boleh menonton TV untuk belajar.

Dengan catatan bahwa acaranya adalah materi pelajaran via Android TV. Atau, malah harus saling bertelepon untuk diskusi online dengan teman sekelas ketika ada tugas kelompok. 5. Prime Time Puncak Tertinggi Fokus Anak Photo by Compare Fibre on Unsplash Pahami ritme jam biologis anak.

Ada anak yang fokus belajarnya singkat tapi hasilnya di atas rata-rata, sehingga ketika harus berlama-lama malah kacau. Tipe lain malah seperti mesin diesel, naiknya pelan dan lama, namun saat sudah optimal mampu melahap semua pelajaran. Selain itu, beberapa juga lebih suka belajar tengah malam, ada yang suka sore, dan lainnya.

Sesuaikan dengan kondisi saat anak nyaman, bisa fokus, dan orang tua tidak memaksakan kehendak kapan harus belajar sesuai jam orang tua. 6. Sediakan Jeda Waktu Berikan jam jeda ketika anak belajar. Misal setiap selesai satu jenis pelajaran, boleh istirahat. Atau, setiap berapa menit anak boleh rebahan, dan lainnya.

Ini efektif untuk menjaga mood anak tetap baik, dan tidak stress dengan tekanan yang ada. 7. Sesekali Terapkan Parenting Sistem Reward Sistem pengasuhan ini memang ada pro dan kontra, hanya saja ketika menerapkannya dalam batas wajar maka bisa bersinergi dengan tujuan orang tua untuk membuat anak malas belajar menjadi tidak malas belajar.

Misalnya saja, saat anak berhasil memecahkan soal yang sulit, orang tua boleh memberikan reward entah itu perpanjangan waktu untuk main game atau lainnya. 8. Terapkan Punishment Edukatif Ada reward maka ada punishment. Ini bisa orang tua terapkan untuk melatih kedisiplinan anak. Hanya saja, punishment-nya harus edukatif.

Tidak semata-mata sebagai hukuman saja, tetapi ada nilai lain yang bisa anak dapatkan. Misalnya saja, jika tidak mematuhi jadwal belajar yang telah disepakati bersama, anak harus merelakan uang jajannya diberikan pada pemulung di kompleks rumah.

9. Proporsi Setiap Pelajaran Berbeda Tidak semua anak suka dan pandai matematika, tidak pula semua suka seni lukis. Dengan demikian, berikan porsi belajar yang proporsional dengan ritme yang seimbang. Misal dari jenis yang tidak disukai dahulu, kalau sudah mulai bad mood, maka ganti ke yang disukai. Pengalihan ritme dan juga pengaturan durasi belajar jika dilakukan dengan benar, mampu mendorong anak lebih giat dan semangat belajar lebih baik lagi.

10. Pakai Media Belajar Ada anak yang mudah menangkap pelajaran dengan media audio, ada juga yang secara teks, bahkan ada pula yang perlu secara audio dan visual. Oleh karena itu, bekali jenis media belajar yang sesuai dengan anak. Jika anak baik-baik saja dengan semua tipe, tinggal bantu untuk mengenali jenis media yang paling memungkinkan di rumah. 11. Mengatasi Anak Malas Anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya Sistem Belajar Fun Terdengar mudah, belajar dengan fun.

Faktanya, untuk membuat belajar menjadi menyenangkan ini tidaklah semudah itu. Ada banyak faktor yang harus dikenali, mulai dari tipe karakter anak, kondisi lingkungan ketika belajar, hingga support tools yang harus ada untuk belajar nyaman.

Oleh karena itu, pastikan tidak ada umpatan, teriakan, kalimat penuh amarah, dan sejenisnya. Minimal ini membantu mood anak tetap baik sehingga belajarnya terasa fun, bukan malah jadi beban.

12. Tempat Belajar Sesuai Kepribadian Anak Cek tempat belajar anak, apakah anak nyaman dengan kondisinya? Ada anak yang harus di kondisi hening saat belajar, tentu akan terlihat ogah-ogahan saat disuruh belajar di ruang tengah yang dilewati oleh anggota keluarga. Demikian juga dengan anak yang lebih nyaman ada dalam keriuhan sekitar, tentu akan stress kalau harus belajar sendirian di dalam kamar yang hening. Jadi, jangan langsung memarahi anak, komunikasikan dan amati bagaimana perilaku belajarnya.

13. Perhatikan Umur Anak Umur berpengaruh dalam kematangan psikologis anak. Oleh karena itu, ada perbedaan cara menasihati anak untuk belajar. Kalau anak masih tingkat pendidikan usia dini, mungkin dengan sedikit kalimat penekanan bisa nurut.

Berbeda dengan anak usia 10 tahun ke atas, menjelang remaja emosinya labil dan cenderung frontal jika ada yang mengusik kenyamanannya. Jadi beda umur, beda pula cara membimbingnya. 14. Dengarkan Alasan Kenapa Anak Malas Belajar Anak bukan boneka, yang harus ikut semua perintah dan sudut pandang orang tua.

Mereka juga punya hati dan pikiran tersendiri. Oleh karena itu, ajak diskusi kenapa tidak mau belajar, atau hal apa yang membuat anak malas belajar. Jika sudah diketahui penyebabnya, maka anak pun bisa lebih nyaman ketika menjalani proses perbaikannya. Dengan demikian, anak pun akan lebih termotivasi untuk belajar lebih baik lagi. 15. Sounding Berkala Jangan pernah lelah untuk membimbing dan mengingatkan.

Sekadar sounding pun, ini berpengaruh penting bagi kedisiplinan anak untuk belajar. Tidak perlu dengan nada ancaman atau kemarahan, cukup tanyakan dengan intonasi normal, atau malah setengah bercanda untuk ingatkan waktu belajar setiap hari.

Ini efektif mencegah ledakan emosi anak, sehingga malah ter- trigger untuk berontak. 16. Kontrol Sewajarnya Orang tua memang memiliki tugas untuk membimbing anak, akan tetapi harus bedakan apakah itu malah mengekang berlebihan atau mengarahkan.

Boleh-boleh saja, mengingatkan anak untuk belajar, memberikan peraturan terkait jam belajar, waktu les dan lainnya. Hanya saja, jangan berlebihan, anak pun punya lelah, punya emosi dan memiliki hati yang harus dijaga kepercayaannya pada orang tua.

17. Jangan Libatkan Emosi Saat Proses Edukasi Anak akan lebih nyaman dan mudah menerima edukasi yang diberikan orang tua ketika nasihat disampaikan dalam kondisi tenang. Berbeda dengan saat ada ledakan emosi, anak meski jadi penurut, tapi ada trauma dan catatan kurang baik yang direkamnya terkait perilaku orang tua. 18. Pilih Sekolah Yang Tepat Ada apa dengan sekolah?

Banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa beban anak di sekolah, terkadang membuat anak merasa lelah. Oleh karena itu, ketika sampai di rumah, menjadi seperti malas dalam belajar. Padahal, anak juga memiliki emosi dan perasaan, yang bisa jadi terpengaruh dengan kondisi di sekolah. Bisa dari padatnya aktivitas di sekolah, ekstrakurikuler, maupun hal lain di luar sekolah.

Sebaiknya, gali dahulu penyebab anak menjadi malas belajar, kemudian kaji sistem di sekolah. Mengingat, tidak semua sekolah dapat menyajikan pelajaran dengan sistem yang membuat anak nyaman.

Sebagai contoh, di sekolah Prestasi Global. Di sana anak tidak hanya belajar pelajaran pada umumnya, tetapi juga lengkap dengan media belajar yang compatible. Sehingga, anak bisa nyaman, tetap fun, dan juga mampu menangkap pelajaran dengan baik. Kesimpulan Pada dasarnya tidak ada anak yang malas. Semua anak memiliki kecerdasan masing-masing, tugas orang tua di rumah untuk menemani proses belajar agar optimal. Jadi, tidak bisa hanya serahkan pada sekolah, sedangkan keluarga pasrah begitu saja.

Perlu digaris bawahi, bahwa peran aktif keluarga sangat berpengaruh pada hasil belajar anak. Ketika karakter anak sudah diketahui, tipe pelajaran dan cara belajar seperti apa yang cocok untuk anak telah dipahami, maka anak pun siap menghadapi berbagai macam pelajaran. Cara mengatasi anak malas belajar memang agak tricky.

Akan tetapi proses yang konsisten dari lingkungan, terutama keluarga, akan memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan belajar anak. Sebagaimana menurut Novani Maryam Rambe, dalam Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Vol 3 Tahun 2019, hal 930 – 934.

Menyatakan bahwa prestasi belajar anak tergantung dari kondisi keluarga. Semakin aktif dan peduli orang tua pada proses belajar anak, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan belajar anak. Hal ini juga yang diterapkan oleh sekolah seperti Prestasi Global. Yaitu aktif membangun komunikasi dengan orang tua terkait proses belajar anak. Sehingga, hasil belajar anak pun akan lebih optimal karena sekolah dan keluarga bersinergi untuk mendorong anak lebih berprestasi.

Baca juga : 4 Cara Asyik Belajar Sambil Bermain untuk Anak Ada banyak cara untuk mengatasi anak yang malas belajar, diantaranya, susun jadwal belajar anak, komunikasi sesuai personality, buat do dan don’t, terapkan parenting belajar sesuai zaman, prime time puncak tertinggi fokus anak, sediakan jeda waktu, sesekali terapkan parenting sistem reward, terapkan punishment edukatif, proporsi setiap pelajaran berbeda, pakai media belajar, mengatasi anak malas dengan sistem belajar fun, tempat belajar sesuai kepribadian anak, perhatikan umur anak, dengarkan alasan kenapa anak malas belajar, sounding berkala, kontrol sewajarnya, jangan libatkan emosi saat proses edukasi, pilih sekolah yang tepat.

Related Posts: • Cara Mengatasi Anak yang Malas Sholat • Inilah 11 Dampak Sering Memarahi Anak • 11 Buah Penurun Panas Anak Alami, Tanpa Efek… • 4 Tips untuk Orang Tua dalam Menghukum Anak Tanpa Kekerasan • 11 Strategi Guru Dalam Mendidik Anak Agar Tidak… • Parenting: Tidak Perlu Bingung, Ini Cara Ciptakan… Sekolah Prestasi Global terdiri dari 3 unit yakni KB ( kelompok belajar ) usia 3, 4 th TK ( taman kanak kanak ) usia 5 – 6 th dan SD ( sekolah dasar ) usia 6 atau 7 th.

Sekolah ini didirikan mengusung ciri khas modern islami maksudnya selain mengajarkan akademik ilmu umum juga mengedepankan penerapan keilmuan keagamaan islam sehari hari.

Sekolah Prestasi Global adalah sekolah yang melayani pembelajaran dengan senang dan menyenangkan untuk semua siswanya, diampu oleh guru-guru yang berpengalaman dibidangnya. Sekolah SD Terbaik di Depok - Playgroup TK SD Islam Terbaik di Depok Jakarta Selatan. Blog • Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Pertumbuhan Anak Maret 25, 2022 • Inilah 11 Tips Mengajarkan Tauhid pada Anak Usia Dini Maret 25, 2022 • Orang Tua Harus Tahu 8 Dampak negatif Media Sosial bagi Anak Maret 25, 2022 • 12 Tips Mengajari Anak Cerdas Mengelola Uang Maret 25, 2022 • Ketahui anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya Cara untuk Merawat Kulit Anak yang Benar Maret 25, 2022
Artikel ini memberikan tips untuk orang tua agar anak tidak ketinggalan pelajaran selama belajar di rumah.

anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya

-- Sejumlah kota dan daerah di Indonesia telah memutuskan untuk meliburkan kegiatan di sekolah dan menggantinya dengan belajar jarak jauh di rumah untuk mencegah penularan virus corona atau COVID-19.

Sistem belajar jarak jauh di rumah membutuhkan peran besar orang tua untuk memantau kegiatan belajar anak selama sekolah diliburkan. Jika tidak bisa menerapkan sistem belajar online atau jarak jauh di rumah, bisa-bisa anak tertinggal dibandingkan siswa lainnya, lho. Lalu, bagaimana ya caranya agar anak tidak ketinggalan pelajaran dan bisa tetap semangat belajar selama berada di rumah? Tak usah khawatir, ikuti tips mengawasi anak belajar di rumah berikut ini.

1. Membuat aturan jam belajar bersama anak Buat jadwal belajar (Sumber: genlish.com) Tidak belajar di sekolah bukan berarti bisa bersantai.

Jelaskan pada anak situasi yang terjadi bahwa sekolah tetap akan berlangsung dan hanya dipindahkan ke rumah. Kemudian, buat jadwal teratur mengenai jam belajar anak di rumah seperti kegiatan di sekolah. Cara ini akan membuat anak tetap disiplin meski berada di rumah.

Misalnya, dari pagi hingga siang anak hanya diperbolehkan untuk menggunakan gadget untuk belajar atau mengerjakan tugas online. Perlu ditegaskan juga agar anak mematuhi aturan yang telah disepakati. Jelaskan bahwa orang tua akan terus memantau kegiatan belajar anak. Buat juga anak tidak belajar sesuai dengan jadwal belajar yang telah disepakati bagaimana cara mengkritik nya istirahat dan jam selesai belajar agar anak bisa merelaksasi pikirannya.

2. Cek tugas yang diberikan Cek tugas yang dikerjakan anak (Sumber: dailytelegraph.com.au) Ingatkan anak, walaupun mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bebas bermain atau bersantai sepanjang hari. Selama belajar di rumah, masing-masing guru di sekolah akan memberikan tugas yang harus diselesaikan oleh anak. Ini merupakan target belajar yang harus dicapai anak setiap harinya. Untuk itu, orang tua wajib memastikan apa saja tugas yang diberikan oleh guru serta memastikan anak sudah menyelesaikan semua tugasnya dengan tepat waktu.

Baca juga: Bagaimana Cara Ibu Bisa Mengontrol Emosi Terhadap Anak 3. Konsultasi dengan guru di sekolah Konsultasi dengan guru (Sumber: neatoday.com) Orang tua juga harus selalu aktif berkonsultasi dengan guru di sekolah. Tanyakan pada guru materi apa yang harus dipelajari anak, metode pembelajaran, serta tugas yang harus dikerjakan. Apabila menemukan kesulitan dengan materi pelajaran atau dengan anak, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada guru bagaimana cara mengatasinya.

Jangan lupa untuk terus mengabarkan perkembangan anak selama belajar di rumah. 4. Berada di sebelah anak selama belajar Awasi anak belajar (Sumber: katadata.co.id) Pendampingan orang tua amat penting saat anak harus menggunakan perangkat teknologi saat belajar di rumah.

Selain alasan keamanan, anak juga membutuhkan bimbingan agar bisa belajar dengan lebih efektif mengingat anak-anak tentu lebih suka memainkan game dibandingkan media pembelajaran.

Saat waktunya belajar, sangat dianjurkan bagi orang tua untuk hadir di samping anak dan menemaninya belajar. 5. Evaluasi belajar Evaluasi (Sumber: parentcircle.com) Untuk mengukur perkembangan belajar anak, evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar di rumah sudah berjalan sesuai jadwal dan kompetensi yang diharapkan oleh guru sudah dicapai oleh anak.

Jika ada hambatan, diskusikan dengan anak apa kesulitan yang mereka hadapi dan cobalah mencari solusinya bersama. 6. Mengikuti pelajaran tambahan Mengikuti kursus atau les tambahan (sumber: mainmain.id) Tidak jarang, sekolah online membuat anak merasa susah memahami materi pelajaran. Mengikuti pelajaran tambahan dapat membantu anak agar tidak ketinggalan pelajaran sekolah selama belajar di rumah.

Anda bisa mendaftarkan anak Anda untuk mengikuti les privat atau kursus, untuk lebih mengasah kemampuan anak dalam belajar. Jika Anda bingung memilih program les atau kursus yang tepat, Anda bisa coba ikuti Kursus Ruangguru, program kolaborasi antara Ruangguru dengan Alta School, khusus untuk anak usia 4-7 tahun.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak sejak dini. Sangat d irekomendasikan untuk anak yang butuh kelas tambahan di luar pendidikan formal. Paket kursus yang bisa Anda coba untuk membantu anak agar tidak ketinggalan materi di sekolah adalah Ruangguru Matematika & Bahasa Inggris for Kids, atau Ruangguru Science, Math & English for Kids. Hmmm, bedanya apa, ya? Kursus Ruangguru Matematika & Bahasa Inggris for Kids ditujukan untuk anak usia 4-7 tahun. Anak akan belajar k onsep dasar berhitung yang menyenangkan dan memahami bahasa Inggris sejak dini dengan metode literasi.

Sementara itu, Kursus Ruangguru Science, Math & English for Kids ditujukan untuk anak usia 5-7 tahun. Di program ini, anak akan belajar materi Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA dalam bahasa Inggris, dengan kurikulum Internasional yang dapat menjadikan si kecil pemikir kritis serta analitis. Masing-masing kursus terdiri dari 3 level, dengan jumlah pertemuan 2 sesi per minggu yang berdurasi 60 menit. Terdapat 3 paket yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan si kecil, yaitu: Ruangguru Matematika & Bahasa Inggris for Kids Ruangguru Science, Math & English for Kids • Paket 1 bulan: Rp595.000 (sudah termasuk modul belajar senilai Rp150.000) • Paket 3 bulan: Rp1.265.000 (GRATIS 1 modul belajar) • Paket 6 bulan: Rp2.300.000 (GRATIS 2 modul belajar) • Paket 1 bulan: Rp630.000 (sudah termasuk modul belajar senilai Rp150.000) • Paket 3 bulan: Rp1.405.000 (GRATIS 1 modul belajar) • Paket 6 bulan: Rp2.555.000 (GRATIS 2 modul belajar) Si kecil akan b elajar secara live dan interaktif dengan visualisasi yang adaptif serta mudah dipahami.

Kelas hanya diisi 10-15 murid dengan 1 guru berpengalaman, sehingga anak dapat lebih mudah terpantau perkembangannya. Selain itu, Anda akan mendapatkan laporan belajar dan sertifikat dari Ruangguru setelah menyelesaikan modul pembelajaran. Anda bisa mendaftar melalui http://bit.ly/kursusforkids. Konsultan pendidikan Ruangguru akan menghubungi Anda, kemudian si kecil dapat mengikuti trial class terlebih dahulu. Jangan khawatir, trial class ini tidak dipungut biaya, sehingga Anda tak perlu ragu saat mendaftar.

--- Oke, itulah berbagai tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak agar tidak ketinggalan pelajaran di sekolah. Selain ikut menemani anak belajar, orang tua juga bisa menyiapkan aktivitas lain yang menyenangkan seperti menonton film, bermain game, atau berolahraga bersama. Jangan sampai anak stres dan bosan selama harus belajar di rumah.

Yuk, buat belajar di rumah jadi menyenangkan dengan #TetapSehatTetapBelajar bersama Ruangguru.

Langkah Menyusun Teks Eksposisi




2022 www.videocon.com