Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 8.3.

Sebarkan ini: Pengertian Daur Ulang Untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan dan emisi gas ruamh kaca bila dibandingkan dengan sebuah proses pembuatan barang yang baru. Dalam hal ini daur ulang merupakan salah satu strategi dalam mengelola sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai serta sebagai sebuah komponen utama dalam manajemen sampah modern sekaligus menjadi bagian ketika dalam sebuah proses hierarki sampah yang dikenal dengan istilah “4 R” “Reduce, Reuse, Recyle, and Replace”.

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).

Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang.

Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.

Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda.

Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri. Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah.

Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik. • Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia : Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Sampah – Pengertian, Sumber, Prinsip, Pengolahan, Faktor, Dampak Manfaat Produk Daur Ulang Salah satu upaya daur ulang sampah kertas adalah memberi perlakuan terhadap kertas kardus bekas untuk dijadikan produk bahan pengemas kembali dengan ukuran yang sama atau lebih kecil.

Hal yang perlu diperhatikan adalah permintaan jenis kardus biasanya harus seragam berdasarkan jenis gelombangnya, yakni kardus satu gelombang (one ply), 2 gelombang (two plies), dll. Disamping itu gelombang kardus tidak boleh dipress karena gelombangnya akan hilang dan mengurangi kekuatan kardus itu sendiri (Anonim2, 2012). Selain daur ulang kertas memiliki banyak manfaat, sebenarnya, me-reduce sekaligus me-recycle sampah organik RT menjadi kompos justru akan banyak mendatangkan manfaat.

Di samping lingkungan jadi lebih bersih, juga sangat menguntungkan bagi Anda yang suka berkebun. Kompos, dengan kata lain adalah nutrisi sekaligus starter bagi tanah untuk mengembalikan unsur hara secara alami. Sehingga, tingginya unsur organik dan mikroorganisme dalam kompos, serta kemampuannya mempertahankan kelembapan tanah menyebabkan akar tanaman mampu berkembang secara optimal.

Tak heran bila kompos dianggap sebagai alternatif upaya berkebun secara organik (Anonim3, 2012). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Manfaat Sampah Untuk Kehidupan Beserta Penjelasannya Keuntungan dan Kerugian Daur Ulang Kertas Daur Ulang • Satu upaya pemanfaatan kembali sampah kertas untuk mengurangi timbulan Sampah. • Menimbulkan kreatifitas dalam memanfaatkan kertas bekas. • Sumber tamabahan penghasilan masyarakat (Anonim2, 2012).

Dalam melakukan suatu usaha, kita perlu memperhitungkan resiko kerugian agar kita mampu meminimisasi kerugian untuk kemajuan usaha yang akan kita kelola. Seperti halnya dengan pembuatan jam dari bahan kertas daur ulang. Adapun resiko kerugian yang dapat terjadi adalah : • Peralatan yang ada dirumah rusak sehingga memerlukan modal untuk pembelian peralatan baru agar usaha ini tetap berjalan.

• Barang yang dijual kurang diminati pasaran karena banyak jam yang dijual dengan bahan yang bukan terbuat dari kertas daur ulang. • Masyarakat kurang minat terhadap produk hasil kertas daur ulang. Meminimisasi Kerugian Untuk tetap mempertahankan usaha ini dari resiko kerugian yang dapat terjadi, maka diperlukan usaha-usaha, seperti : • Menggunakan peralatan yang ada dengan hati-hati.

• Mempromosikan kepada masyarakat bahwa produk daur ulang merupakan karya seni yang tercipta dari sampah kertas. • Mempromosikan produk kepada teman atau kerabat. • Melakukan kreatifitas model jam yang akan dibuat. • Membuat aneka souvenir dari bahan kertas daur ulang, seperti : tempat foto, tempat pensil, sampul buku, note book, dll ( tidak terpaku hanya pada pembuatan jam saja) (Anonim2, 2012).

2. Kompos Daur ulang kompos menjadi pupuk tidak hanya memiliki manfaat tapi keuntungan yang besar. Dengan menggunakan kompos sebagai pupuk, tanaman bisa tumbuh lebih kuat. Tanaman buah pun akan berbuah lebih manis, kompos bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hias, bunga, atau sayuran di pekarangan rumah. Hasilnya, lingkungan bebas sampah, dan makin semarak dengan pepohonan yang tumbuh sehat di sekitar tempat tinggal. Suasana rumah pun terasa lebih asri dan segar karena kontribusi oksigen dari tanaman di sekitarnya (Anonim3, 2012).

Namun, disamping memiliki keuntungan, kompospun juga memiliki kerugian. Keuntungan Kerugian Memperbaiki tektur tanah Jumlah pupuk yang diberikan lebih tinggi daripada pupuk anorganik Meningkatkan pH tanah Respon tanaman lebih lambat Menambah unsur-unsur makro maupun mikro Menjadi sumber hama dan pernyakit bagi tanaman Meningkatkan keberadaan jasad-jasad renik dalam tanah Relatif tidak menimbulkan polusi lingkungan Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reboisasi : Pengertian, Fungsi, 20 Manfaat Reboisasi dan Penghijauan Jenis Material Dapat Didaur Ulang Ada beberapa bahan material yang dapat didaur ulang berserta prosesnya antara lain yaitu: • Bahan Bangunan Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan akan dihancurkan dengan menggunakan mesin penghancur dan kadang-kadang bersamaan dengan aspal, baru bata, tanah dan batu.

Hasil yang lebih kasar dapat dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata. • Baterai Dalam hal ini banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Baterai harus disortir terlebih dahulu dan tiap jenisnya memiliki perhatian khusus dalam pemprosesannya.

Seperti baterai jenis lama yang masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. • Barang Elektronik Untuk barang elektronik yang populer seperti komputer dan telepon genggam pada umumnya tidak didaur ulang hal ini karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya.

Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik seperti logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut yakni emas, besi, baja, silikon ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai seperti microchip, processor, kabel, reistor, plastik. Namun tujuan utama dari proses daur ulang tersebut ialah demi kelestarian lingkungan, meski manfaat ekonominya masih belum jelas. • Logam Besi dan baja ialah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia.

Logam termasuk salah satu yang termudah didaur ulang karena dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang ini meliputi proses logam pada umumnya, seperti peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut, contoh lainnya ialag aluminium yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, yang sehingga dapat dipastikan jika logam dapat dijadikan sebagai bahan yang dapat diaur ulang dengan tidak terbatas.

• Kaca Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainnya dibersihkan terlebihb dahulu dari bahan kontaminan, kemudian dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juag dipakai sebagai bahan bangunaan dan jalan. • Kertas Dalam hal ini kertas dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan materila kertas baru.

Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material yang baru atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah. • Plastik Untuk hal ini plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam.

Hanya saja terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Untuk saat ini berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang.

Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya.

Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang. Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya: • PET (Polietilena tereftalat). Umumnya terdapat pada botol minuman atau bahan konsumsi salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah yang cair.

• HDPE (High Density Polyethylene, Polietilena berdensitas tinggi) biasanya terdapat pada botol deterjen. • PVC (polivinil klorida) yang biasa terdapat pada pipa, rnitur, dan sebagainya. • LDPE (Low Density Polyethylene, Polietilena berdensitas rendah) biasa terdapat pada pembungkus makanan.

• PP (polipropilena) umumnya terdapat pada tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dan Latar Belakang Cara Proses Mendaur Ulang Berikut ini merupakan tahap-tahap dari kegiatan daur ulang yang dapat sobat lakukan: • Mengumpulkan; yakni mencari barang-barang yang telah di buang seperti kertas, botol air mineral, dus susu, kaleng dan lain-lainya.

• Memilah; yakni mengelompokkan sampah yang telah dikumpulkan berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik. • Menggunakan Kembali; Setelah dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. • Mengirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat daur ulang sampah, atau menunggu pengumpul barang bekas keliling yang akan dengan senang hati membeli salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah tersebut.

• Lakukan Daur Ulang Sendiri; Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat. 1. Menurut Alamendah’s : Proses atau Tahapan Daur Ulang. Berikut ini merupakan tahap-tahap dari kegiatan daur ulang yang dapat sobat lakukan: • Mengumpulkan; yakni mencari barang-barang yang telah di buang seperti kertas, botol air mineral, dus susu, kaleng dan lain-lainya.

• Memilah; yakni mengelompokkan sampah yang telah dikumpulkan berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik. • Menggunakan Kembali; Setelah dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. • Mengirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat daur ulang sampah, atau menunggu pengumpul barang bekas keliling yang akan dengan senang hati membeli barang tersebut. • Lakukan Daur Ulang Sendiri; Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri.

Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat. 2. Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia : Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulangpertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik.

Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah. • Pengolahan kembali secara fisik Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulangyaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuangcontohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.

Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminumkaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PETbotol kacakertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

• Pengolahan biologis Material sampah organikseperti zat tanamansisa makanan atau kertasbisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tanggaseperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. • Pemulihan energi Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain.

Daur-ulang melalui cara “perlakuan panas” bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungandimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen.

Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padatgas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif.

Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap. kegiatan recycle sehari-hari • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.

• Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat. • Sampah organik diolah menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada (sesuai ketentuan) atau manfaatkan sesuai dengan kreativitas masing-masing. (Silvana, 2012). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Biosfer Tujuan Produk Daur Ulang Sampah Tujuan utama dalam produk ini di antaranya untuk menambah penghasilan bagi tiap kepala keluarga.

Dalam produk ini banyak mendapatkan keuntungan yang begitu besar, juga bisa mengurangi jumlah sampahnamun juga tentang masalah lingkungan lain, seperti kebersihan air, dan dampak perubahan iklim. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Energi Alternatif Contoh Pembuatan Daur Ulang Kertas Daur Ulang Cara membuat kertas daur ulang sebenarnya sederhana dan tidak sulit.

Sudah banyak yang membahas cara ini, tetapi bolehlah tips sederhana membuat kertas dengan cara mendaur ulang ini saya sampaikan kembali. Membuat kertas daur ulang merupakan bentuk Recycle sebagai bagian dari 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) (Santoso, 2009).

Dengan membuat kertas daur ulang berarti telah mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sehingga secara tidak langsung cara ini akan mengurangi penggunaan kertas dan sampah kertas. Sebelum membuat kertas daur ulang. Sobat perlu mempersiapkan beberapa peralatan dan bahan (Santoso, 2009).

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang: • Kertas bekas. Karena judulnya saja membuat kertas daur ulang maka sobat harus mempersiapkan kertas-kertas bekas sebagai bahan utama. Bahan ini tentu akan berbeda salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah judulnya mendaur ulang duit. • Lem Kayu. • Air. • Zat Pewarna. Akan lebih baik jika menggunakan zat pewarna alami seperti dari kunyit atau serai dari pada zat pewarna buatan.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang: • Screen sablon atau bingkai kayu dengan kain kasa seukuran kertas yang diinginkan. • Ember untuk merendam atau sejenisnya.

• Blender. • Papan atau triplek. • Kain. • Gunting. Langkah-langkah membuat kertas daur ulang: • Gunting-gunting kertas kemudian rendam dalam ember selama sehari semalam. • Blender kertas dengan perbandingan air : kertas = 3 : 1 hingga menjadi pulp (bubur kertas).

• Masukkan pulp ke dalam bak atau ember yang telah diisi air seperempatnya. • Masukkan zat pewarna secukupnya. • Larutkan sedikit lem kayu (satu atau dua sedok makan) dengan air dan masukkan ke dalam bak berisi pulp. Aduk hingga rata. • Siapkan papan atau triplek yang sebelumnya telah dilapisi dengan kain. Kemudian basahi papan dengan air. • Masukkan screen ke dalam bak, saring pulp hingga air agak hilang dan ratakan.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Saat menyaring jangan terlalu tebal. • Letakkan screen secara terbalik di atas papan, gogok screen atau kain kasanya dengan perlahan sehingga pulp akan terlepas dari screen dan menempel pada papan.

• Tutup pulp di atas papan dengan kain yang sebelumnya telah dibasahi air. • Langkah nomor tujuh hingga sembilan dapat diulang beberapa kali untuk mendapatkan kertas daur ulang beberapa lapis sekaligus. Jika tidak langsung lanjutkan ke langkah kesebelas. • Tutup dengan papan atau triplek dan berikan pemberat di atasnya untuk mengepres. • Biarkan selama kurang lebih satu jam hingga kandungan air berkurang. Setelahnya masing-masing pasang dapat dijemur di tempat yang panas.

Ingat jemur bersama dengan kainnya. • Setelah kering kainnya dapat dibuka dengan hati-hati. Atau jika ingin hasilnya lebih rapi, sebelumnya dapat disetrika terlebih dahulu.

• Selesai. Kertas hasil daur ulang telah jadi dan dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan (Santoso, 2009). Ternyata emang gak sulit kan untuk membuat kertas daur ulang?. Selain ramah lingkungan dan bermanfaat untuk mengurangi sampah kertas, kegiatan daur ulang kertas bekas ternyata mengasikkan.

Jika dilakukan bersama dengan anak atau adik tentunya menjadi aktifitas yang menyehatkan sekaligus sebagai pembelajaran yang berharga. Dan bagi saya kegiatan yang berhubungan dengan air, usap-mengusap, aduk-mengaduk seperti dalam langkah-langkah membuat kertas daur ulang ini selalu memberi kesan ceria dan romantis.

Apalagi jika dilakukan bersama dengan orang yang spesial (Santoso, 2009). Daur Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Sampah Menjadi Kompos Bayangkan bila setiap orang mau menjalani upaya me-recycle. Artinya, dengan gerakan zerowaste, masyarakat kota bisa mengurangi paling tidak ½ dari sampah setiap harinya.

Jadi, inti utama dari gerakan zerowaste adalah memulai gerakan ini dari tingkat rumah tangga (RT). Zerowaste yang bisa dilakukan, selain me-recycle sampah non-organik (misalnya sampah dijadikan barang kerajinan), juga bisa dijadikan kompos. Permasalahannya adalah minimnya lahan untuk membuat kompos di perkotaan, apalagi efek samping bau tak sedap yang akan mengganggu selama pembuatan kompos membuat malas orang kota untuk ikut berpartisipasi dalam program ini. Tapi soal bau memang agak sulit dihilangkan.

Setiap proses pembusukan pasti akan menghasilkan bau, cara untuk mengurangi bau tak sedap ini salah satunya dengan teknik pembuatan kompos anaerob, yang ditutup plat beton dan melapisi kompos dengan tanah setebal 5 cm, di setiap pembuangan sampah organik (Anonim3, 2012).

Berikut langkah lengkap membuat kompos: • Sampah kertas dan plastik dicuci bersih, disimpan di tempat aman. Daun pisang, potongan wortel, kulit jeruk dan sejenisnya dijadikan bahan kompos.

Bila kurang, bisa ditambah dedaunan yang gugur di depan rumah atau rerumputan. • Perbandingan komposisi bahan kompos: sebaiknya dari sisa sayuran yang masih segar dan berwarna hijau ½ bagian, dan bahan dari daun-daun kering ½ bagian. • Membuat kompos tas harus di lahan luas. Memakai karung bekas pun bisa. Caranya, kumpulkan dedaunan kering (mengandung karbon) dan rerumputan hijau (mengandung nitrogen).

• Potong-potong semua bahan organik tadi dengan ukuran maksimum 3 cm. Lalu, masukkan semua bahan ke keranjang. Alangkah baiknya bila bahan tadi dicampur kotoran hewan, seperti kotoran ayam, kambing, atau sapi. Campurkan secukupnya untuk hasil kompos yang lebih maksimal. • Aduk rata bahan kompos dalam keranjang atau dalam karung.

Lalu, ikat karung (atau tutup keranjang), simpan di tempat sejuk. Jangan sampai kehujanan atau terkena sinar matahari langsung. Tiap 3 hari, ikatan karung dibuka, calon kompos diaduk-aduk, tambahkan MOL seperlunya. Tak perlu sampai terlalu basah, cukup lembap saja. • Di hari ke 3 sampai ke 20, temperatur bahan kompos dalam karung atau keranjang akan meninggi (hangat atau panas).

Di hari ke 27 biasanya temperatur bahan kompos akan mendingin dengan sendirinya, dan beberapa hari kemudian kompos sudah bisa dimanfaatkan. • Kompos buatan sendiri bisa dimanfaatkan untuk tanaman dalam pot. Caranya, 2 bagian kompos dicampur 1 bagian tanah, aduk rata, masukkan dalam pot. Campuran ini cocok sebagai media tanam tanaman bunga atau sayuran. Daftar Pustaka • Anonim1. 2012. Daur Ulang. Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Daur-ulang.

Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012. • Anonim2. 2011. Manfaat daur Ulang Sampah Kertas. Sumber: http://thiuzthiuz.blogspot.com/2011/05/manfaat-daur-ulang-sampah-kertas.html. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012. • Anonim3. 2012. Keuntungan dan Kelemahan Pupuk Organik. Sumber: http://pupukorganikterbaik.com/keuntungan-kelemahan-dari-pupuk-organik/.

Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012. • Santoso, Urip. 2009. Kertas Daur Ulang. Sumber: http://uripsantoso.wordpress.com/2009/06/09/kertas-daur-ulang/. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.

• Silvana, 2010. Pengelolaan Sampah Secara Terpadu Melalui Program 3r (Reduce, Reuse & Recycle) Di Kota Palu. Sumber: http://cicisilvana.wordpress.com/2010/06/13/pengelolaan-sampah-secara-terpadu-melalui-program-3r-reduce-reuse-recycle-di-kota-palu/. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA, SMA, SMK, SMP Ditag ampas tahu bisa digunakan untuk bahan makanan, apa arti sampah, apa saja hasil daur ulang sampah, apa saja yang termasuk dalam sampah anorganik, apa yang dimaksud dengan proses daur ulang dan berikan contohnya, arti kata kompos, arti kata plastik, arti kata sampah, arti kata terpendam, arti kosakata sejuk, arti lembaran, arti plastik, arti sampah, artikel daur ulang sampah plastik, artikel tentang daur ulang sampah anorganik, bagaimana cara mendaur ulang baterai, bagaimana cara mendaur ulang sampah, bahan bangunan hasil daur ulang, bahan yang dapat didaur ulang dan contoh produk hasil daur ulang, berilah contoh hasil daur ulang plastik, berita pemanfaatan barang bekas, berita tentang daur ulang sampah, cara daur ulang sampah, cara membuat baju dari botol aqua bekas, contoh berita tentang penanggulangan sampah, contoh daur ulang limbah, contoh daur ulang limbah plastik, contoh daur ulang sampah, contoh daur ulang sederhana, contoh kode plastik yang umum beredar kecuali, contoh limbah plastik brainly, contoh limbah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan ulang, contoh proses daur ulang, contoh reuse sampah plastik, contoh sampah plastik kemasan makanan, contoh sampah yang dapat didaur ulang dan manfaatnya, daur hidup adalah, daur ulang baju, daur ulang kertas, daur ulang limbah plastik menjadi kerajinan, daur ulang plastik, daur ulang plastik kresek, daur ulang sampah organik, definisi sampah, gambar daur ulang, istilah mengurangi pemakaian sampah disebut, jelaskan cara mendaur ulang sampah, jelaskan definisi daur ulang brainly, jelaskan proses daur air, jelaskan proses daur ulang sampah, jelaskan tentang konsep 3r, jelaskan tentang proses hierarki sampah, kerajinan daur ulang, kliping daur ulang, lembaran adalah, limbah yang dapat didaur ulang dan jenis produksinya, logo 3r, logo daur ulang, manfaat daur ulang, material bangunan daur ulang, mengurangi limbah dalam kehidupan, pengertian daur ulang limbah, pengertian limbah, pengertian reduce, produk makanan dengan teknik daur ulang, proses daur ulang plastik, recycle adalah, reduce adalah, sampah plastik dapat didaur ulang menjadi, sebutkan 3 tujuan daur ulang, sebutkan 4 cara mengolah sampah, sebutkan cara-cara mengolah sampah, sebutkan cara-cara mengurangi sampah plastik, tahap kegiatan daur ulang, tuliskan tujuan melakukan daur ulang sampah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Sejarah Suku Tomini • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy.

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Top clipped slide • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah • • • • • • • • • • • • IPA SMP Kelas 7 Semester 2 • 1.

IlmuPengetahuanAlam•KelasVIISMP/MTs•Semester2 SMP/MTs KELAS VIISEMESTER 2 ISBN: 978-602-427-000-1 (jilid lengkap) 978-602-427-002-5 (jilid 1b) IlmuPengetahuanAlam HET ZONA 1 ZONA 2 ZONA 3 ZONA 4 ZONA 5 Rp13.500 Rp14.100 Rp14.700 Rp15.800 Rp20.300 Buku Mata Pelajaran IPA ini disusun untuk membantu siswa dalam mempelajari dan memahami konsep IPA sesuai kompetensi dasar yang diharapkan dalam kurikulum 2013.

Buku ini terdiri dari 9 Bab yang disusun secara runtut mengikuti struktur kompetensi dasar dan dibagi dalam 4 tema besar yaitu: Materi (Bab 1, 2, dan 3), Sistem (Bab 4) Perubahan (Bab 5, 6, 7, dan 8) dan Interaksi (Bab 9).

Pembagian tema ini dimaksudkan agar siswa dapat dengan mudah memahami dan mengaitkan konsep-konsep yang terdapat pada masing-masing bab. Pembahasan pada setiap babnya dalam buku ini, selalu diawali dengan proses dan aktivitas yang harus dikerjakan siswa (IPA sebagai inkuiri) baik dalam bentuk pertanyaan kasus, kegiatan pengamatan, atau percobaan sederhana.

Hal ini diharapkan dapat memupuk keingintahuan siswa tentang topik yang akan dibahas. Kemudian, pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan singkat topik tersebut yang disertai ilustrasi dan penerapannya dalam kehidupan serta review dan berpikir kritis.

Dengan model pengorganisasian seperti ini, diharapkan siswa mendapatkan kemudahan untuk melatih kompetensinya terkait dengan mata pelajaran IPA. Menjelang akhir bab diberikan renungan untuk penguatan kecerdasan emosional dan afektif serta menyadari hakikat diri sebagai makhluk Tuhan. Akhir bab berupa pertanyaan dan tugas, mulai dari sekedar mengingat konsep, kemudian penerapan konsep, berpikir tingkat tinggi, dan tugas proyek. Dengan cara ini, diharapkan pada diri peserta didik tumbuh kompetensi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran IPA.

IlmuPengetahuanAlam KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017 • 2. Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013.

Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.--.

Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. vi, 186 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 2 ISBN 978-602-427-000-1 (jilid Lengkap) ISBN 978-602-427-002-5 (jilid 1b) 1. Sains — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 507 Penulis : Wahono Widodo, Fida Rachmadiarti, dan Siti Nurul Hidayati. Penelaah : Herawati Susilo, Maria Paristiowati, I Made Padri, Dadan Rosana, Ahmad Mudzakir, dan Ana Ratna Wulan.

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Cetakan Ke-1, 2013 ISBN 978-602-1530-63-4 (jilid 1/1a) Cetakan Ke-2, 2014 (Edisi Revisi) ISBN 978-602-282-316-2 (jilid 1b) Cetakan Ke-3, 2016 (Edisi Revisi) Cetakan Ke-4, 2017 (Edisi Revisi) Disusun dengan huruf Myriad Pro, 11 pt.

ISBN 978-602-427-002-5 (jilid 1b) • 3. iiiIlmu Pengetahuan Alam Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Bila pada jenjang SD/ MI, semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah- pisah menjadi mata pelajaran.

Sebagai transisi menuju ke pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya bagi siswa SMP/MTs. Materi- materi dari bidang-bidang ilmu Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Bumi dan Antariksa masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam semesta beserta segenap isinya. Buku IPA Kelas VII SMP/MTs ini disusun dengan pemikiran di atas.

Bidang ilmu Biologi dipakai sebagai landasan pembahasan bidang ilmu yang lain. Makhluk hidup digunakan sebagai objek untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam seperti objek alam dan interaksinya, energi dan keseimbangannya, dan lain-lain. Melalui pembahasan menggunakan bermacam bidang ilmu dalam rumpun ilmu pengetahuan alam, pemahaman utuh tentang alam yang dihuninya beserta benda-benda alam yang dijumpai di sekitarnya dapat dikuasai oleh peserta didik SMP/MTs.

Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun mengacu pada pembelajaran IPA secara terpadu dan utuh, sehingga setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya, dan bersikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab. Buku ini salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk membimbing dan memfasilitasi siswa untuk belajar IPA, KATA PENGANTAR • 4.

iv Kelas VII SMP/MTs Semester 2 termasukmeningkatkandanmenyesuaikandayaserapsiswadenganketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Bukuinimerupakanedisirevisi.Revisiterutamadilakukanuntukmenyesuaikan isibukudenganKompetensiDasarkelasVIImatapelajaranIPASMP/MTssertadalam semangat penyempurnaan Kurikulum 2013.

Tim penulis dibantu tim telah berupaya sebaik-baiknya dalam menyusun buku ini. Namun demikian, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya.

Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2016 Penulis • 5. vIlmu Pengetahuan Alam Kata Pengantar.

iii Daftar Isi.v Bab 1 Sistem Organisasi Kehidupan.1 A. Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan.4 B. Jaringan-Jaringan pada .12 C. Organ-Organ pada Hewan dan Tumbuhan.14 D. Sistem Organ dan Organisme.18 Bab 2 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan.28 A. Pengertian Lingkungan.29 B. Hal-hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan.31 C. Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola.33 D. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem .41 Bab 3 Pencemaran Lingkungan.47 A.

Definisi Pencemaran.49 B. Pencemaran Air.51 C. Pencemaran Udara.59 D. Pencemaran Tanah.62 Bab 4 Pemanasan Global.68 A. Efek Rumah Kaca.72 B. Pengertian Pemanasan Global.74 C. Penyebab Pemanasan Global.75 D. Dampak Pemanasan Global.76 E. Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasan Global.78 Daftar Isi • 6. vi Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Bab 5 Lapisan Bumi.83 A.

Atmosfer.86 B. Litosfer.98 C. Hidrosfer.131 Bab 6 Tata Surya.146 A. Sistem Tata Surya.150 B. Kondisi Bumi.155 C. Kondisi Bulan.159 D. Gerhana.162 Glosarium. 169 Indeks. 173 Daftar Pustaka. 174 Profil Penulis . 178 Profil Penelaah . 181 Profil Editor . 185 • 7. Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup Istilah-istilah Penting Hierarki Biologi, Sel, Jaringan, Organ, Sistem Organ, Organisme Sumber: Bab 1 Tumbuhan tingkat tinggi Organisme Molekul Organ Sel Jaringan Sistem organ • 8.

2 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Apakah di kelasmu ada struktur organisasi kelas? Apakah kamu terlibat dalam organisasi tersebut? Ternyata jika diperhatikan, kamu merupakan bagian dari kelas. Kelas kamu juga merupakan bagian dari kelas VII. Kelas VII merupakan bagian dari SMP/MTs.

Jika ditelusuri lebih jauh, ternyata sekolah kamu adalah bagian dari sekolah-sekolah yang ada di kecamatan dan seterusnya. Artinya, kamu sebagai peserta didik merupakan unit terkecil dari organisasi sekolah di kecamatan. Setelah memahami bacaan di atas, coba perhatikan tubuhmu. Apakah tubuhmu memiliki unit-unit penyusun? Untuk memahami hal tersebut, pada bab ini kamu akan mempelajari unit-unit penyusun tubuhmu.

Kamu akan mempelajari mulai dari unit terkecil sampai membentuk tubuhmu dan alam di sekitarmu. Langkah awal untuk mempelajari hal ini, coba lakukan kegiatan berikut. Kegiatan 1.1 Mengamati Bagian Tubuh Katak Apa yang diperlukan dalam pengamatan ini?

1. Katak ( sp), kloroform, dan alkohol 70% atau formalin 4%. 2. Baki bedah untuk tempat membedah salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah. 3. Pisau bedah dan gunting untuk membedah katak. 4. Jarum pentul untuk menusuk tangan dan kaki katak.

5. Pinset atau penjepit untuk membantu pem- bedahan, yakni menjepit organ-organ bagian dalam katak. Bagaimana cara melakukan pengamatan ini? Perhatikan bagaimana gurumu melakukan pembedahan katak Sumber: Dok.

Kemdikbud Gambar: 1.1 Pola pembedahan katak Ayo Kita Lakukan • 9. 3Ilmu Pengetahuan Alam 1. Mula-mula katak dimasukkan ke dalam stoples, kemudian kapas yang dibasahi dengan klorofom dimasukkan juga ke dalam stoples. Tutuplah stoples tersebut, tunggu hingga katak pingsan. Peringatan: 2. Letakkan katak pada baki bedah, kemudian rentangkan tangan dan kakinya. Setelah itu, tusuklah dengan jarum pentul agar posisi katak tidak berubah dan lebih mudah untuk dibedah (lihat Gambar 1.1).

3. Sayatlah bagian perut katak dengan gunting dan pisau bedah (lihat Gambar 1.1). Peringatan: 4. Lakukan pengamatan pada bagian dalam katak tersebut. Organ apa saja yang terdapat di dalam tubuh katak tersebut? 5. Tuliskan hasil pengamatanmu. Perlu salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah bahwa hanya hasil pengamatan bukan perkiraan terhadap hasil pengamatan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kamu dapat mengamati struktur bagian dalam katak, seperti paru-paru, jantung, usus, dan lain-lain.

Ternyata, jika ditelusuri bagian-bagian tersebut tersusun atas unit-unit terkecil lagi. Dengan demikian, urutan-urutan unit-unit ini akan membentuk suatu tingkatan atau hierarki struktur. Hierarki struktur ini dinamakan hierarki biologi yang membentuk salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah organisasi kehidupan. Gambar 1.2 menunjukkan struktur hierarki organisasi kehidupan yang dimulai dari atom-atom penyusun molekul yang berukuran mikro hingga ekosistem yang berukuran makro dan sangat kompleks.

Hierarki seperti ini dinamakan • 10. 4 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Sumber: http://op.wikispaces.com Gambar 1.2. Organisasi kehidupan A.

Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya.

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda. Kedua jenis sel tersebut adalah sel prokariotik dan sel eukariotik. Pada sistem lima kingdom, hanya monera (bakteri dan ganggang biru) yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya terdiri atas sel eukariotik.

Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani, yaituberarti “sebelum” dan berarti nukleus. Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti. Sel eukariotik (bahasa Yunani, berarti “sejati/ sebenarnya”) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti.

Ayo Kita Pelajari • Struktur dan fungsi sel Mengapa Penting? • Untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi sel Ekosistem • 11. 5Ilmu Pengetahuan Alam Sel prokariotik terdapat pada bakteri, termasuk sianobakteri. Sel Prokariota strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariota, karena tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar yang biasanya mirip jeli.

Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah keduanya yang menonjol dari permukaan selnya. Nukleoid (DNA) tidak dibungkus membran Pili (b) Ribosom Membran Plasma Dinding Sel Kapsu l Flagela (a) Sumber: Campbell. 2002 Biologi Gambar 1.3 Struktur sel prokariotik(a), (b) (dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron) Sel-sel tersebut akan menyusun tubuh makhluk hidup melalui peng- organisasian yang sistematis.

Dalam organisasi tubuh, sel memiliki peranan yang sangat penting. Kamu tidak dapat mengamati sel secara jelas pada tanaman atau hewan hanya dengan mata telanjang. Kamu membutuhkan alat bantu berupa mikroskop. Bagaimana mikroskop dapat digunakan untuk mengamati bagian-bagian sel sehingga tampak jelas?

Coba lakukan pengamatan berikut ini. Kegiatan 1.2 Mengamati Sel Tumbuhan dengan Mikroskop Apa yang diperlukan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah pengamatan ini? 1. Daun tanamanada yang menyebut Adam Hawa, daun sosongkokan, atau nanas kerang seperti Gambar 1.4. Ayo Kita Lakukan Kapsul Pili Dinding Sel Nukleoid (DNA) tidak dibungkus membran Flagea Membran Plasma Ribosom 0,5 • 12.

6 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 2. Mikroskoplengkapdengangelasobjek( )dankacapenutup 3. Silet 4. Pinset/jarum 5. Cawan petri 6. Pipet tetes 7.

Sedikit air Bagaimana cara pengamatan ini? 1. Mula-mula, buat sayatan melintang daun Adam Hawa dengan arah menuju ke sum- bu tubuh. 2. Letakkan sayatan tersebut pada gelas objek. Kemudian, tetesi dengan air. Tu- tuplah secara perlahan, jangan sampai terbentuk gelembung udara. 3. Amati preparat tersebut dengan perbesar- an lemah. Kemudian, amati dengan perbe- saran kuat. 4. Amati bagian-bagian yang tampak. Gambarlah di buku tugasmu. 5. Tuliskan hasil pengamatanmu. Perlu diingat bahwa, hanya hasil pengamatan, bukan tafsiran terhadap hasil pengamatan.

Simpulkan Dari pengamatan yang kamu lakukan, buatlah kesimpulan tentang sel. Sumber: carlasbanggar. wordpress.com Gambar 1.4 • 13. 7Ilmu Pengetahuan Alam Kegiatan 1.3 Membandingkan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan Apa yang diperlukan? 1. Bawang merah 2. Epitel pipi manusia 3. Pipet tetes 4.

Mikroskop 5. Pisau atau silet 6. Gelas objek 7. Kaca penutup 8. Air 9. Sendok es krim/batang. Apa yang harus dilakukan? 1. Kupas bagian luar bawang merah dan potong umbi lapis bawang merah secara membujur menjadi dua belahan. 2. Angkat salah satu lapisan tipis dari kulit luar umbi tersebut. Minta bantuan guru jika kamu mengalami kesulitan 3. Letakkan lapisan tipis tersebut di atas gelas objek! Kemudian, tetesi dengan setetes air. 4. Tutup dengan kaca penutup secara perlahan agar tidak muncul gelembung.

5. Amati di bawah mikroskop. 6. Gambarkan hasil pengamatanmu pada buku tugasmu dengan membuat tabel pengamatan (Tabel 1.1). Tentukan bagian-bagian membran sel, dinding sel, sitoplasma, inti sel, dan vakuola.

1. Bukalah mulutmu. Oleskan ujung batang korek api ke pipimu sebelah dalam. Berhati-hatilah, jangan sampai tertusuk batang kayu tersebut. Letakkan pada gelas objek yang telah diberi setetes air, kemudian tutup dengan kaca penutup. Amati di bawah mikroskop. 2. Gambar hasil pengamatanmu pada tempat yang telah disediakan. Tentukan bagian membran sel, sitoplasma, dan inti sel.

Ayo Kita Lakukan • 14. 8 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Tabel 1.1 Pengamatan sel No. Gambar Hasil Pengamatan Keterangan 1. Sel bawang merah 2. Epitel pipi Tuliskan perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan berdasarkan hasil pengamatanmu. Tabel 1.2 Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan No. Perbedaan Sel Tumbuhan Sel Hewan Presentasi Presentasikanlah hasil pengamatanmu di depan kelas. • 15. 9Ilmu Pengetahuan Alam Ingatlah • Sel merupakan unit terkecil kehidupan.

Di dalam sel terdapat penyusun sel atau organel sel. Namun, organel tidak disebut sebagai unit terkecil kehidupan sebab organel tidak mampu hidup mandiri. • Makhluk hidup bersel satu dapat hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri seperti energi, mineral, dan sebagainya.

• Umumnya,selberukuranmikroskopis.Namun,adaselyangberukuran makroskopis (besar). Seperti telur burung unta dan sel saraf zarafah yang memiliki panjang lebih dari 1 meter.

Perhatikan Gambar 1.5. Sumber: Campbell, 2008. Biology dan David Sadava, 2011, Life: The Science of Biology Gambar 1.5 Kisaran ukuran sel Atom Lipid Protein Bakteri Manusia Paus BiruBurung Kolibri Kebanyakan sel Hewan dan Tumbuhan Skala dimulai dari bagian atas dengan 10 m dan menurun, setiap pengukuran di sisi kiri menunjukkan pengecilan ukuran 10x Kebanyakan sel berukuran 1-100 μm Cemara Kloroplas Telur Katak Virus T Molekul Sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 µm, sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Perhatikan skala yang dipakai. Skala dimulai dari bagian atas dengan 10 meter dan menurun. Setiap pengukuran di sisi kiri menunjukkan pengecilan ukuran sepuluh kali. Pengukuran 1 centimeter (cm) = 10-2 m = 0,4 inci 1 milimeter (mm) = 10-3 m 1 mikrometer (µm) = 10-3 mm = 10-6 m 1 nanometer (nm) = 10-3 µm = 10-9 m • 16. 10 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Kegiatan 1.4 Kamu telah mempelajari tentang sel sebagai unit fungsional terkecil yang menyusun makhluk hidup.

Untuk mempelajarinya, kita membutuhkan alat bantu seperti mikroskop. Mengapa sebagian besar sel berukuran kecil? Coba jelaskan. (Untuk dapat menjawabnya, perhatikan Gambar 1.6 berikut. Ayo Kita Lakukan Kegiatan 1.5 Tugas Projek Membuat Model Sel 1.

Bentuklah satu kelompok yang beranggotakan 5 orang, pilihlah salah satu projek yang akan kamu kerjakan. Membuat model sel hewan atau membuat model sel tumbuhan.

Seperti contoh pada Gambar 1.7. 2. Buatlah model sel yang kamu pilih untuk dikumpulkan sebagai nilai hasil tugasmu. Luas permukaan meningkat sementara volume total tetap konstan Sumber: Gambar 1.6 Sel berukuran kecil • 17.

11Ilmu Pengetahuan Alam 3. Bekerjalah dengan kelompokmu dalam memilih bahan yang akan digunakan untuk membuat model yang sesuai dengan pilihanmu (tumbuhan/hewan)! Apa yang diperlukan? 1. Gabus, tanah liat, atau lilin plastisin. 2. Lem, gunting atau pisau kecil, dan spidol warna (pisau kecil dan cat warna untuk membedakan bagian-bagian sel). Peringatan: Hati-hati dalam menggunakan gunting dan pisau.

Apa yang akan dikerjakan? 1. Bentuk gabus/tanah liat/lilin plastisin menjadi bentuk model sel hewan atau tumbuhan sesuai pilihan kelompok. Perlu diingat, jangan lupa membuat organelnya. 2. Buatlah model sel tersebut lengkap dengan organel yang ada. Beri warna yang berbeda untuk setiap organel yang berbeda dengan spidol warna/cat warna. 3. Berilah nomor atau nama tiap organel tersebut. 4. Langkah nomor 1 - 3 dapat digunakan dengan bahan yang berbeda, misalnya tanah liat. Sumber: catherinamuiyonto.

blogspot.com Gambar 1.7 Model sel hewan 5. Laporkan hasilmu pada pertemuan berikutnya. • 18. 12 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Perlu direnungkan, bahwa sel yang ukurannya kecil ternyata terdiri atas organel-organel yang lebih kecil lagi dan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang dapat menghidupkan sel kecil tersebut, kecuali Tuhan Yang Maha Hidup dan Pemberi Kehidupan.

Oleh karena itu, kita harussenantiasabersyukuratasanugerahTuhanSangPemberiKehidupan. Coba kembali renungkan. Mengapa pada sel hewan tidak dijumpai dinding sel, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat dinding sel? Tuhan Yang Maha Kuasa juga pasti memiliki rahasia lain yang menakjubkan dibalik itu, bukan? Refleksi B. Jaringan-jaringan pada Hewan dan Tumbuhan Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel bersangkutan. Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri.

Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain.

Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel- sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan. Kegiatan 1.6 Mengamati Jaringan Apakah jaringan tersusun atas sel-sel yang memiliki ciri yang sama?

Apa yang diperlukan? Ayo Kita Lakukan Ayo Kita Pelajari • Jaringan Mengapa Penting? • Untuk menjelaskan bagian-bagian jaringan dan fungsinya.

• 19. 13Ilmu Pengetahuan Alam 1. Daun 4. Silet 2. Mikroskop 5. Pewarna metilen biru 3. Gelas objek dan kaca penutup 6. Pipet tetes Apa yang harus dilakukan? 1. Jaringan tumbuhan a. Sayatlah daun atau batang tumbuhan dengan membujur atau melintang setipis mungkin. b. Letakkan di atas gelas objek dan tetes dengan pewarna metilen biru. Kemudian, tutuplah dengan kaca penutup. c. Amati di bawah mikroskop.

Gambarlah jaringan tumbuhannya pada buku tugasmu. d. Identifikasilah bagian-bagian jaringan tersebut. Tabel 1.3 Jaringan tumbuhan Gambar Keterangan 2. Jaringan hewan a. Siapkan preparat awetan hewan (sel otot polos) yang ada di sekolahmu. b. Amatilah di bawah mikroskop. Gambarlah jaringan-jaringan hewan tersebut. Tabel 1.4 Jaringan hewan Gambar Keterangan • 20. 14 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Analisislah hasil pengamatanmu dan jawablah pertanyaan berikut.

1. Bagaimana struktur jaringan tumbuhan? Identifikasilah. 2. Bagaimana struktur jaringan hewan? Identifikasilah. 3. Bandingkan struktur jaringan hewan dan tumbuhan tersebut. Apakah persamaan dan perbedaannya? Lakukan hal-hal berikut untuk mengevaluasi hasil pengamatanmu. 1. Buat kesimpulan dari hasil pengamatanmu. 2. Kumpulkan hasil pengamatanmu kepada gurumu. Mintalah penda- patnya. Tumbuhan mempunyai bermacam-macam jaringan. Jaringan pembuluh kayu ( ) berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun, sedangkan jaringan pembuluh tapis ( ) mengangkut zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya. C. Organ-organ pada Hewan dan Tumbuhan Pada waktu pengamatan jaringan tumbuhan, kamu perlu memotong salah satu bagian tumbuhan, misalnya daun. Di dalam daun, ternyata ada beberapa macam jaringan.

Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda akan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Ayo Kita Pelajari • Organ Mengapa Penting? • Untuk menjelaskan bagian-bagian organ dan fungsinya.

• 21. 15Ilmu Pengetahuan Alam Kegiatan 1.7 Organ yang terdapat pada tumbuhan Apa yang diperlukan? 1. Tanaman pacar air yang masih memiliki akar dan daun yang telah direndam batang dan akarnya dengan larutan pewarna merah selama 2 x 24 jam 2. Pisau kecil dan gunting 3. Kertas label 4. Alat tulis Apa yang harus dilakukan? 1. Amati keseluruhan tanaman pacar air tersebut. 2. Identifikasilah bagian-bagian tanaman tersebut (akar, batang, dan daun).

Beri label pada setiap bagiannya untuk mempermudah pengamatanmu. Tuliskan fungsinya 3. Gunakan gunting atau silet untuk memotong organ-organ tumbuhan tersebut. Berhati-hatilah saat memotong. Peringatan: Berhati-hatilah dalam menggunakan gunting atau silet. Cucilah gunting dan silet tersebut setelah selesai digunakan. Tabel 1.5 Organ tumbuhan pacar air Gambar Keterangan Tumbuhan Pacar Air Utuh Bagian Daun Bagian Batang Bagian Akar Ayo Kita Lakukan • 22.

16 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Kegiatan Bereksplorasi Untuk melengkapi keterampilan mengenai sel, jaringan, dan organ, kamu diminta untuk melakukan eksplorasi terhadap ketiga hal tersebut. Eksplorasi dilakukan dengan menelusuri gambar dan mengidentifikasi penjelasan pada gambar.

1. . 2. . 3. . 4. . 5. . 6. . 7. . Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 1.8 Struktur Tumbuhan Lakukan langkah-langkah berikut 1. Perhatikan Gambar 1.8 di atas. 2. Sebutkan organ pada bagian tumbuhan yang ditunjuk. 3. Identifikasilah letak organ tersebut beserta fungsinya.

4. Catatlah hasil pengamatanmu pada buku tugasmu. 5. Carilah informasi melalui buku, majalah, koran, internet, atau sumber yang lain. Ayo Lakukan • 23. 17Ilmu Pengetahuan Alam 6. Tulislah kesimpulan dari hasil pengamatan kegiatan ini pada buku tugasmu. 7. Laporkan hasil kegiatanmu kepada gurumu dan mintalah pen- dapatnya. Kegiatan 1.8 Bagian-Bagian Tubuh Kamu telah mempelajari bahwa makhluk hidup tersusun atas unit terkecil yang disebut sel.

Sel berkumpul membentuk jaringan dan jaringan akan menyusun organ. Sekarang, tentukan bagian tubuh manusia yang termasuk sel, jaringan, atau organ salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah memberi tanda centang (√) pada kolom sel, jaringan, atau organ pada Tabel 1.6 berikut.

Tabel 1.6 Bagian-bagian tubuh Gambar Bagian Tubuh Nama Sel Jaringan Organ Gambar 1.9 Gambar 1.10 Ayo Kita Latihan • 24.

18 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Gambar Bagian Tubuh Nama Sel Jaringan Organ Gambar 1.11 Gambar 1.12 Gambar 1.13 Sumber: D. Sistem Organ dan Organisme Kamu sudah menemukan bermacam- macam organ yang terdapat pada tum- buhan dan manusia.

Beberapa organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi kerja tertentu disebut. Lanjutkan kegiatan ini untuk mem- pelajari sistem organ dan organisme. Ayo Kita Pelajari • Sistem organ dan organisme Mengapa Penting?

• Menjelaskan sistem organ dan organisme • 25. 19Ilmu Pengetahuan Alam Kegiatan 1.9 Sistem Organ dan Organisme Sebutkan organ-organ yang dapat ditemukan pada tubuh manusia dan telusuri fungsi masing-masing organ tersebut. Jawablah pertanyaan tersebut melalui percobaan berikut. Apa yang diperlukan?

- Torso/model manusia Lakukan langkah-langkah berikut ini. 1. Perhatikan torso/model tubuh manusia yang ada di sekolahmu. 2. Identifikasilah organ-organ yang menyusun torso tersebut. Kemudian tentukan cara menyusun sistem organ-organ tersebut.

3. Catatlah hasil pengamatanmu dalam Tabel 1.7 berikut ini. Tabel 1.7 Organ dan sistem organ No. Organ Fungsi Sistem Organ 1. 2. 3. 4. dst Simpulkan hasil pengamatanmu. Ayo Lakukan Kegiatan 1.10 Bagian-bagian Tubuh Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk me- lakukan fungsinya. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ-organ saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lainnya.Tanpa ada kerja sama dengan organ lain, maka proses dalam tubuh tidak akan terjadi.

Sistem organ manusia lebih detil dapat dilihat pada Tabel 1.8. Sistem organ, organ, dan fungsi yang masih belum terisi silahkan kamu cari sendiri dari berbagai referensi. Ayo Kita Latihan • 26. 20 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Pelajari sistem organ manusia yang terdapat padaTabel 1.8. Kemudian tuliskan nama masing-masing organ tersebut pada gambar yang tersedia. Tabel 1.8 Sistem Organ Manusia No.

Sistem Organ Gambar Organ Fungsi 1. Sistem pencernaan Gambar 1.14 Sistem pencernaan Mulut (lidah, gigi), faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, hati, rektum, pankreas, dan anus Mencerna makanan, mengabsorbsi molekul-molekul makanan yang sudah disederhanakan 2. Sistem pernapasan Gambar 1.15 Sistem pernapasan 3. Sistem gerak (rangka) Gambar 1.16 Sistem gerak (rangka) Tulang Menyokong dan melindungi organ dalam • 27.

21Ilmu Pengetahuan Alam No Sistem Organ Gambar Organ Fungsi 4. Sistem transportasi/ sirkulasi/ peredaran darah Gambar 1.17 Sistem Sirkulasi Jantung, arteri, vena, kapiler, dan sel-sel darah. Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh sel tubuh, dan mengangkut zat hasil metabolisme yang tidak berguna keluar dari sel tubuh, serta melindungi tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit. 5. Gambar 1.18 Sistem Saraf 6. Sistem ekskresi Gambar 1.19 Sistem Ekskresi Paru-paru, ginjal, kulit, dan hati Mengeluarkan sisa metabolisme yang tidak terpakai dari dalam tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan lingkungannya 7.

Sistem reproduksi Gambar 1.20 Sistem Reproduksi Ovarium, rahim, dan vagina. Perkembangbiakan Sumber: • 28. 22 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Sekarang kamu sudah mengetahui bahwa di dalam tubuh terdapat beberapa sistem organ. Pada kelompok makhluk hidup multiseluler seperti manusia, antarsistem organ saling berhubungan dan bekerja sama untuk menjalankan fungsinya. Sistem organ ini kemudian membentuk organisme, yaitu satu jenis makhluk hidup/individu, misalnya manusia.

Penerapan Konsep Kamu telah mempelajari bahwa organisme tersusun atas sistem organ yang tersusun atas organ. Apakah makhluk hidup tingkat rendah memiliki organ dan sistem organ? Coba pikirkan dan temukan jawabannya.

Lakukanlah eksplorasi. Kegiatan 1.11 Mengamati Organisme Apa yang perlu disiapkan dalam eksplorasi ini? 1. Sampel air yang menggenang beserta serasahnya dan tumbuhan air yang dibiarkan beberapa hari (dapat diambil dari air selokan yang terdapat di sekitar sekolah, rumah, atau persawahan).

Cucilah kedua salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah dengan sabun setelah melakukan kegiatan ini. 2.

Mikroskop. 3. Gelas objek dan kaca penutup. 4. Pipet tetes. Ayo Lakukan • 29. 23Ilmu Pengetahuan Alam Apa yang harus dilakukan? 1. Ambil sedikit air genangan dengan menggunakan pipet tetes. 2. Teteskan satu tetes pada gelas objek dan tutup dengan kaca penutup. Tutuplah gelas objek secara perlahan dan hati-hati. 3. Amati preparat tersebut dengan mikroskop.

4. Gambarlah organisme atau bagian organisme yang tampak pada mikroskop di buku tugasmu. Analisislah hasil pengamatanmu dengan menjawab pertanyaan berikut. 1. Termasuk organisme atau bagian tubuh organisme apa yang kamu lihat? 2. Tuliskan kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini di buku tugasmu. Kemudian laporkan hasil pengamatan pada gurumu. Kita sebagai manusia patut bersyukur atas nikmat yangTuhan berikan.

Tak ada satu pun yang Tuhan ciptakan secara sia-sia. Semua ciptaan Tuhan memiliki manfaat dan fungsi tertentu bagi kehidupan. Mari kita renungkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada manusia. Organ-organ yang Tuhan ciptakan sangat sempurna. Tuhan meletakkan organ-organ tubuh manusia sesuai tempatnya, sehingga tampak indah dan sempurna. Semua organ tubuh manusia terjalin dalam satu kesatuan tubuh. Semua organ berfungsi, bergerak, dan bekerja sama sesuai dengan peranannya masing-masing.Mataberfungsisebagaialatpenglihatan,telingaberfungsi sebagai alat pendengaran, dan lain sebagainya.

Bayangkan jika semua organ tidak mau bergerak sesuai dengan fungsinya maka akan terjadi mata jadi telinga, telinga jadi mulut, kaki jadi kepala. Tidak akan pernah dapat menjadi satu kesatuan, Maha Besar Tuhan Yang Maha Pencipta. Refleksi • 30. 24 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Kita telah mempelajari tentang Sistem Organisasi Kehidupan, tahukah kamu ilmuwan yang sudah berjasa untuk pengembangan ilmu yang telah kita pelajari ini?

• Robert Hooke (1635-1703) merupakan seorang kimiawan dan fisikawan yang melakukan riset di bidang optik dan geometri. Salah satu temuan pentingnya adalah mikroskop tetes, lensanya dibuat dari tetesan kaca pijar yang berbentuk cakram bikonkaf. Mikroskop buatan Hooke adalah penyempurnaan dari mikroskop Leuwenhook.

Penemuan ini dipublikasikan dalam bentuk buku berisi cara pembuatan dan teknik penggunaan mikroskop yang diberi judul Micrographia. Melalui mikroskop buatannya ini Hooke dapat mengamati sel hewan dan sel tumbuhan. Sel pertama yang diamati adalah sel jaringan gabus pada tumbuhan. Hooke juga yang pertama kali menyebutkan kata sel dalam jurnal penelitiannya. • Theodore Schwann (1810-1882) seorang ahli pengetahuan berkebangsaan Jerman, melaporkan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Kemudian Schwann mengusulkan dua azas yang dikenal dengan teori sel, yaitu semua organisme terdiri atas sel, dan sel merupakan unit dasar organisasi kehidupan.

Jauh sebelum masa para ahli tersebut, seorang ilmuwan yang bernama Ibnu Sina (980- 1037) telah mempelajari banyak hal tentang ilmu pengetahuan alam, di antaranya tentang fungsi organ tubuh. Selain itu juga Alexander Oparin (1894-1980) merupakan ilmuwan sains dari bangsa barat yang terjun dalam bidang biologi. Oparin adalah orang pertama yang membuktikan bahwa sel muncul sebelum adanya gen atau protein. INFO ILMUWAN • 31. 25Ilmu Pengetahuan Alam Organisme merupakan bagian hierarki struktur makhluk hidup yang membentuk organisasi kehidupan.

Hierarki struktur ini disebut hierarki Biologi. Organisasi kehidupan terdiri atas atom molekul organel sel sel jaringan organ sistem organ organisme. Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memroses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi.

Kerja sama dan interaksi di antara sel-sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk yang sama akan berkelompok. Kelompok sel itu dinamakan jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu. RANGKUMAN • 32. 26 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Uji kompetensi Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.

1. Perhatikan gambar sel di bawah ini. Identifikasilah bagian-bagiannya. Bagian-bagian yang menyusun sel tumbuhan A. . B. . C. . D. . E. . F. . G. . H. . I. . J. . K. . L. . M. . N. . Gambar 1.21 Sel Sumber: 2. Apayangterjadidengansistemorgantertentu,jikasalahsatuorganpenyusun- nyamengalamikerusakan?Dapatkahsistemorgantersebutberfungsidengan baik?

a. Bagian sel manakah yang menjadi penentu sel tersebut menjadi sel hidup atau sel mati? b. Apa yang terjadi apabila organ yang ditunjuk dengan huruf (I) pada Gambar 1.21 tidak berfungsi dengan baik? c. Bagian manakah yang disebut dinding sel?

Mengapa sel ini memiliki dinding sel? Jelaskan. • 33. 27Ilmu Pengetahuan Alam 3. Perhatikan gambar sistem pencernaan di bawah ini. Sebutkan bagian-bagian yang diberi tanda dengan huruf a sampai dengan r. Organ-organ penyusun sistem pencernaan a.

. b. . c. . d. . e. . f. . g. . h. . i. . j. .

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

. . k. . l. . .

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

. . m. . o. . p. . q. . Gambar 1.22 Sistem Pencernaan Sumber: 4. Mengapa mikroskop merupakan sesuatu yang sangat berguna untuk mempelajari sel? Jelaskan. Pemecahan Masalah Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang paling luas, rapat, dan kuat. Apakah kulit termasuk organ? Mengapa kulit yang kuat dapat berdarah? Kemukakan alasanmu! • 34. Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan Istilah-istilah Penting Lingkungan, Ekosistem, Saling Ketergantungan, Pola Interaksi Bab 2 Sumber: • 35.

29Ilmu Pengetahuan Alam Perhatikan Gambar 2.1 di bawah ini. Pada gambar (a) terlihat burung bangau bertengger di puncak pohon sedang berjemur setelah mencari makan di daerah sekitar Suaka Margasatwa, Pulau Rambut, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pada Gambar (b) terlihat seekor biawak sedang mengendap- endap mencari mangsa di tempat yang sama dengan burung bangau. Oleh karena itu, jika burung bangau tersebut berada di bawah, maka bangau akan menjadi santapan bagi biawak.

Peristiwa seperti ini sering terjadi di semua tempat bahwa sesama makhluk hidup saling berinteraksi. Sumber: Dokumen pribadi Drs. Paskal Sukandar, M.Si Gambar 2.1 (a) Burung bangau yang bertengger pada pohon, (b) Seekor biawak sedang mengendap mencari makan di Suaka Margasatwa Pulau Rambut DKI Jakarta (a) (b) Pada Bab 2 ini, kamu akan mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.

Untuk memahami bab ini dengan baik, coba pahami lebih dahulu mengenai lingkungan dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan. A. Pengertian Lingkungan Istilah berasal dari kata " ", yang memiliki makna " " Berdasarkan istilah tersebut, lingkungan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu.

Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks, sehingga dapat memengaruhi satu sama lain. Kondisi yang saling memengaruhi Ayo Kita Pelajari • Pengertian Lingkungan Mengapa Penting? • Untuk menjelaskan konsep lingkungan dan komponennya • 36. 30 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 ini membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi. Selain itu, salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah lingkungan itu dapat saling memengaruhi dengan kuat.

Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan tidak menutup kemungkinan untuk berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh makhluk hidup dalam satu lingkungan tersebut. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan abiotik.

1. Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. 2. Komponen abiotik, terdiri atas benda-benda tidak hidup di antaranya air, tanah, udara, dan cahaya. Kegiatan 2.1 Mempelajari Lingkungan Apa yang kamu amati pada Gambar 2.2? Pada gambar tersebut terdapat air, ikan, dan tumbuhan air.

1. Bagian yang hidup adalah . 2. Bagian yang tidak hidup adalah . 3. Bagaimana bagian yang hidup dan tidak hidup dapat berinteraksi? Alat dan Bahan 1. Botol plastik bekas air mineral ukuran 2 liter 2. Gunting 3.

Pasir 4. Kerikil 5. Penggaris 6. Air 7. Tumbuhan dan, 8. Ikan kepala timah/ 9. Makanan ikan Sumber: akuarium.forum.o-fish.com Gambar 2.2. Ekosistem buatan Ayo Kita Lakukan • 37. 31Ilmu Pengetahuan Alam Lakukan percobaan dengan langkah-langkah berikut. a. Potonglah bagian atas dari botol plastik yang telah dicuci. b. Tuangkan lapisan pasir setebal 5-10 cm di bagian dasar botol. c. Isilah botol tersebut dengan air sampai 5 cm di bawah permukaan botol dan biarkan terbuka selama 2 hari.

Jaga volume air agar tetap stabil dengan menambahkan air untuk mengganti air yang menguap dari botol. d. Tanamlah dan tambahlah 2 cm lapisan kerikil.

e. Bila air telah jernih, tambahkanlah seekor ikan kepala timah atau ikan koki atau ikan lain yang berukuran kecil. f. Berilah makan ikan dengan memasukkan makanan ikan secukupnya setiap hari. g. Sekarang kamu telah membuat suatu lingkungan yang disebut ekosistem.

h. Amatilah ekosistemmu setiap hari dan catatlah apa yang kamu amati dalam buku catatanmu. Pastikan kamu mengamati tentang bagian yang hidup dan bagian yang tidak hidup dalam ekosistemmu. Analisislah hasil kegiatanmu dengan menjawab pertanyaan berikut! a. Bagaimana bagian-bagian dalam botol berinteraksi untuk menyusun ekosistem? Jelaskan! b. Apa yang diperlukan untuk menjaga agar ekosistem tersebut sehat?

Presentasikan hasil percobaanmu di depan kelas. B. Hal-hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan Di sekolah, kamu menghabiskan waktu dalam ruangan kelas untuk berinter- aksi dengan teman dan guru. Setelah kegiatan sekolah selesai, mungkin kamu pergi ke lapangan olahraga, ke toko buku, atau berjalan menuju tempat bermain. Setiap hari, kamu menuju ke tempat yang berbeda di sekitarmu. Pernahkah kamu mencatat tempat yang kamu kunjungi? Apakah kamu juga mempelajari interaksimu dengan lingkungan yang kamu kunjungi?

• 38. 32 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Setiapmakhlukhidupmemerlukan ling- kungan tertentu sebagai tempat hidupnya. Tahukah kamu, tempat hidup dinamakan. Dalam suatu habitat, terdapat ber- bagai jenis makhluk hidup ( ) dan makhluk tak hidup ( ).

Tempatyangkamukunjungimerupakan suatu habitat bagi suatu makhluk hidup. Pada tempat tersebut akan terjadi interaksi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Kegiatan 2.2 Mengamati Ekosistem Amati Gambar 2.3, dan catat pengamatanmu.

• Ada salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah padi • Ada tanah tempat tumbuh tanaman padi • Ada . • Ada . Buatlah pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan tersebut. 1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang. 2. Catatlah jenis-jenis ekosistem apa saja yang diamati di lingkungan sekolahmu.

3. Catatlah semua makhluk hidup dan makhluk tak hidup yang terdapat pada lingkungan tersebut dalam suatu tabel seperti berikut. Kerjakan di buku tugasmu. Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.3 Siswa mengamati lingkungan di sekitar sekolah Ayo Kita Lakukan Ayo Kita Pelajari • Komponen lingkungan Mengapa Penting?

• Untuk mengetahui dan mengidentifikasikan komponen biotik dan abiotik dalam lingkungan • 39. 33Ilmu Pengetahuan Alam Tabel 2.1 Hasil pengamatan lingkungan No. Makhluk Hidup (Biotik) Jumlah Makhluk tak hidup (Abiotik) Keterangan 1. … … … … 2. … … … … 3. … … … … 4. … … … … 5. … … … … … … … … … 4. Buatlah kesimpulan dari kegiatanmu dengan mengaitkan peran setiap komponen tersebut.

C. Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola Jika kamu mengamati bagian ke- cil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya.

Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan kom- ponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik. Ayo Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Pelajari • Interaksi dalam ekosistem Mengapa Penting? • Untuk mengetahui dan menjelaskan pola interaksi dalam ekosistem Ayo Pikirkan • Pernahkah kamu melihat suatu daun yang berlubang?

• Apa yang menyebabkan daun tersebut berlubang? • 40. 34 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang Lain.

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaring- jaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Perhatikan Gambar 2.4 dan 2.5. Sumber: Piramida makanan.idfk.bogor.net Sumber: Anneahira.com Gambar 2.4 Piramida makanan Gambar 2.5 Jaring-jaring makanan.

2. Macam-macam Simbiosis Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis.

Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain. adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain. Perhatikan Gambar 2.6.

Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur. Unit Energi 0,01 1 10 1000 Unit Energi Unit Energi Unit Energi • 41. 35Ilmu Pengetahuan Alam Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.

Contoh simbiosis parasitisme adalah antara kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan merasakan gatal pada kulit dikepalanya. (a) (b) (c) Sumber: f4-preview.awardspace.com m.kidnesia.com sukasains.com Gambar 2.6 Macam-macam simbiosis pada makhluk hidup (a) Komensalisme (ikan badut dengan anemon) (b) Parasitisme (tumbuhan tali putri dengan inangnya) (c) Mutualisme (lebah dengan bunga) 3.

Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, peran organisme dibagi dan. Organisme heterotrof, berdasarkan jenis makanannya dibagi lagi menjadi 3 (tiga), yaitu, dan. (a) (b) (c) Sumber: id.inter-pix.com httpgrant.d11.org news.detik.com Gambar 2.7 Macam-macam hewan berdasarkan makanannya (a) herbivora (b) karnivora (c) omnivora menjadi 2 (dua), yaitu • 42.

36 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Untuk memahami ekosistem, salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah harus melakukan kegiatan berikut. Kegiatan 2.3 Memahami Saling Ketergantungan antara Makhluk Hidup Kamu akan melakukan si- mulasi tentang saling ketergan- tungan makhluk hidup dalam suatu ekosistem.

Dengan kegi- atan ini, kamu diharapkan me- mahami pentingnya setiap or- ganisme bagi kehidupan. Benda yang diperlukan. 1.

Benang kasur atau tali rafia. 2. Kartu-kartu yang berisi komponen ekosistem. Kegiatan ini dapat dilakukan di dalam atau di luar kelas. Lakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Pilih salah satu ekosistem. 2. Berkumpullah bersama temanmu membentuk lingkaran. 3. Bagilah peran temanmu masing-masing. Misalnya, temanmu yang pertama sebagai pohon dan memegang ujung tali.

4. Temanmu yang kedua yang berada di seberang teman pertama menyebutkan salah satu komponen ekosistem hutan tropis, selan- jutnya menjelaskan keterkaitan dengan komponen sebelumnya. Misalnya burung, hubungannya sebagai tempat hidup. 5. Kemudian tali dihubungkan lagi ke teman ketiga yang berada di seberang teman kedua. Hal ini terus dilakukan sampai semua teman sudah memegang tali rafia yang mewakili komponen hutan tropis. Sumber: Dok.

Kemdikbud Gambar 2.8 Benang kasur Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.9 Tali rafia Ayo Kita Lakukan • 43. 37Ilmu Pengetahuan Alam Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.10 Peserta didik bermain simulasi saling ketergantungan pada hutan tropis 6.

Setiap peserta didik harus memegang tali. 7. Guru menyebutkan salah satu komponen hutan tropis. Peserta didik yang memerankan komponen tersebut menggoyang-goyangkan tali yang dipegangnya, dan semua peserta didik diminta komentarnya apa yang dirasakan? Ternyata, semua peserta didik akan merasakan getaran dari tali rafia tersebut. 8. Selanjutnya, guru menyebutkan salah satu komponen hutan lain, dan meminta melepaskan tali yang dipegangnya.

Akibatnya, ada (komponen lain) yang talinya tidak kencang lagi dan komponen tersebut harus melepaskan talinya. 9. Buatlah kesimpulan berdasarkan kegiatan ini yang berkaitan dengan interaksi antarkomponen ekosistem hutan tropis.

1. Perhatikan Gambar 2.11. Berapa rantai makanankah yang terlihat pada gambar jaring-jaring makanan tersebut? 2. Apakah rantai makanan yang satu dengan yang lain saling ber- hubungan? Jelaskan. Ayo Kita Latihan • 44. 38 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Sumber: dc228.4shared.com Gambar 2.11 Jaring-jaring makanan 3. Tuliskan rantai makanan yang ditunjukkan pada Gambar 2.11 di atas. Isikan jawabannya pada tabel berikut. No. Rantai Makanan Bentuk interaksi Keterangan 1.

Contoh: Tumbuhan tikus elang pengurai Produsen- konsumen - pengurai Produsen = tumbuhan Konsumen = tikus dan elang Pengurai = jamur 2.

3. 4. Burung Musang Elang Pengurai • 45. 39Ilmu Pengetahuan Alam 1.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Apakah yang akan terjadi apabila salah satu organisme tidak tersedia di alam? 2. Apakah yang akan terjadi jika produsen dalam suatu ekosistem punah? Coba prediksikan. Jelaskan alasanmu. Berpikir Kritis Eksplorasi Kamu telah melakukan simulasi tentang saling ketergantungan antara makhluk hidup (Kegiatan 2.3). Sekarang, lanjutkan dengan eksplorasi.

Adapun yang akan dieksplorasi adalah ekosistem di sekitar sekolah. Kegiatan 2.4 Mengetahui bentuk saling ketergantungan Setiapmakhlukhidupmemilikikebutuhanyangberbedadarimakhluk hidup atau komponen ekosistem yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, ada berbagai macam bentuk saling ketergantungan antarmakhluk hidup.

Buatlah pertanyaan berdasarkan deskripsi tersebut. Bahan atau alat yang dibutuhkan 1. Alat tulis 2. Kaca pembesar (bila perlu) Lakukan langkah-langkah berikut ini. 1. Perhatikan dan amatilah ekosistem sawah, kolam ikan, lapangan rumput, atau ekosistem lain di sekitar sekolahmu. 2. Dapatkah kamu menentukan bentuk saling ketergantungan antara komponen-komponen dalam ekosistem? Ayo Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Lakukan • 46. 40 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Petunjuk Keselamatan Kerja Hati-hatilah dalam melakukan pengamatan, jangan memetik tumbuhan dan jangan melakukan kontak langsung dengan hewan yang kamu temui, cucilah tangan kamu setelah melakukan kegiatan ini.

3. Catat hasil pengamatanmu pada tabel berikut. No. Makhluk hidup I Makhluk hidup II Bentuk saling ketergantungan 1. … … … 2. … … … 3. … … … 4. … … … 5. … … … … … … … Apa yang dapat kamu simpulkan? 1. Bentuk saling ketergantungan organisme-organisme yang kamu temukan adalah. 2. Contoh bentuk saling ketergantungan adalah. Presentasi Presentasikan hasil pengamatanmu di depan kelas.

• 47. 41Ilmu Pengetahuan Alam D. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem Alam yang awalnya sebagai sa- habat bagi manusia, dapat menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Mengapa? Untuk menjawab perta- nyaan tersebut, lakukan pengamatan di bawah ini.

Ayo Pikirkan • Pernahkah kamu melihat gerakan ikan dan menghitung gerakan membuka menu- tupnya (tutup insang) selama 1 menit ( ) pada habitat air yang bersih? Bagaimana apabila habitatnya diganti dengan air yang tercemar? Adakah perbedaan gerakan dan frekuensi membuka dan menutupnya operkulum? Untuk men- jawab semua pertanyaan tersebut, lakukan kegiatan berikut. Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.12 Ikan dalam air habitat yang bersih Kegiatan 2.5 Mengetahui keadaan Ikan pada air bersih dan tercemar Siapkan dua stoples.

Satu stoples diisi air bersih sedangkan stoples lainnya diisi air tercemar. Masukkan seekor ikan pada masing-masing stoples. Amati ikan dalam stoples yang telah disiapkan, tulis hasil peng- amatanmu. Misalnya, gerakan ikan, berapa kali membuka menutupnya insang selama 1 menit. Dari hasil pengamatanmu, buatlah pertanyaan. Bagaimanakah pengaruh . terhadap . Ayo Lakukan Ayo Kita Pelajari • Interaksi manusia memengaruhi ekosistem Mengapa Penting?

• Untuk mengetahui dan memahami interaksi manusia dalam memengaruhi ekosistem • 48. 42 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Lakukan percobaan dengan langkah-langkah berikut. 1. Siapkan 4 buah stoples kosong, 4 ekor ikan kecil, dan 2. Isi setiap stoples dengan: a. air bersih, b. air sabun mandi (2 tetes/250 mL), c.

air sabun detergen (2 tetes/250 mL), d. obat nyamuk cair (2 tetes/250 mL). 3. Masukkan ikan-ikan tersebut ke dalam stoples. Lakukan analisis dengan langkah-langkah berikut. 1. Amati ikan dalam waktu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. 2. Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman di kelas dan gurumu. Presentasikan hasil pengamatanmu di depan kelas • Al-Tamimi adalah ilmuwan pada abad ke-10 M yang menulis buku mengenai hubungan antara ekologi dengan lingkungan yang cukup lengkap.

Buku itu berisi tentang berbagai tipe polusi udara di berbagai negara dan hubungannya dengan kondisi geografi, berbagai macam penyakit akibat polusi udara dan berbagai macam infeksi alami, prosedur higienisasi lingkungan ketika epidemi penyakit terjadi, cara mengatasi polusi air, cara merawat air di kolam dan berbagai macam polusinya. Selain Al- Tamimi, Qusta Ibnu Luqa, salah seorang penerjemah dan penulis buku terkemuka di abad ke-10 M menghasilkan karyanya yang terkait dengan isu lingkungan dengan risalah tentang penyakit menular.

Dalam risalahnya, dijelaskan hubungan antara penyakit menular dengan polusi lingkungan. Polusi yang berasal dari bumi, antara lain uap dari hutan dan rawa-rawa, serta asap dari gunung berapi. Lingkungan yang banyak polusinya membuat penyakit menular dapat menular dengan lebih cepat. Selain itu, dijelaskan pula bahwa cuaca yang sangat ekstrem dapat menurunkan kekebalan tubuh manusia. INFO ILMUWAN.

• 49. 43Ilmu Pengetahuan Alam • Howard Thomas Odum (1924-2002) adalah seorang ahli ekologi Amerika. Jurnal pertama yang dipublikasikan berjudul pada tahun 1950. Thomas Odum sangat terkenal di berbagai negara melalui bukunya. Buku ini menjadi panduan dan pegangan utama bagi para pelajar yang ingin menekuni bidang ekologi di lebih dari 13 negara.

Lingkungan secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat memengaruhi satu sama lain. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.

Komponen abiotik terdiri atas benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya. Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi.

Pola interaksi ini terjadi antara komponen biotik dan komponen abiotik serta antara komponen biotik dan biotik. Interaksiantaramakhlukhidupdenganmakhlukhidupyanglaindapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan), maupun melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Berdasarkan cara menyusun makanannya, makhluk hidup dapat berperan sebagai organisme dan.

Manusia juga memiliki interaksi dengan lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam me- nyebabkankualitaslingkunganturunsampaiketingkattertentu,akibatnya lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. RANGKUMAN salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah 50. 44 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Uji kompetensi Perhatikan Gambar 2.13 berikut ini.

Ekosistem Sawah dan Berbagai Permasalahannya Sumber: belajar.kemdikbud.go.id Gambar 2.13 Rantai makanan pada ekosistem sawah Ekosistem sawah merupakan salah satu ekosistem buatan manusia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tumbuh-tumbuhan yang dikembangkan pada ekosistem sawah umumnya merupakan produk-produk pertanian, seperti padi. Namun, pada kenyataannya padi bukan hanya sumber makanan pokok bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya.

Akibatnya, terjadi aliran energi dan materi dari padi ke beberapa makhluk hidup lainnya yang mengakibatkan menurunnya jumlah sumber makanan pokok manusia. Salah satu contoh makhluk hidup pemakan padi pada ekosistem sawah adalah serangga. Banyaknya serangga yang mencari makanan pada ekosistem sawah mengun- dang kehadiran katak pemangsa serangga.

Akibatnya, para petani juga harus berhadapan dengan katak yang banyak berada di sawah. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Oleh karena itu, petani melakukan banyak upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, jawablah pertanyaan berikut dengan benar.

1. Jika para petani melakukan pemberantasan serangga, apa yang akan terjadi pada populasi padi dan katak? Jelaskan. • 51. 45Ilmu Pengetahuan Alam 2. Apa saja yang mungkin memengaruhi keseimbangan ekosistem sawah tersebut? Coba identifikasikanlah 5 komponen abiotik yang ada. 3. Apa yang akan terjadi jika produsen pada ekosistem sawah tersebut habis karena suatu bencana alam, misalnya terjadi banjir?

4. Mengapa (padi, serangga, katak, ular, dan elang) dapat hidup di satu tempat yang sama, yaitu ekosistem sawah? Jelaskan jawabanmu berdasarkan Gambar 2.13. 5. Apabila pada ekosistem sawah tersebut tidak ada ular, coba jawab hal-hal yang akan terjadi berikut ini.

a. Apa yang akan terjadi dengan populasi katak pada ekosistem sawah tersebut? b. Apa yang akan terjadi pada populasi elang pada ekosistem sawah tersebut? c. Apa dampak yang ditimbulkan pada aktivitas pertanian yang dilakukan oleh para petani pada eksosistem sawah tersebut?

6. Perhatikan gambar berikut! Sumber: • 52. 46 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Sebuah pabrik terletak berdekatan dengan sungai yang mengalir melalui perumahan. Pabrik ini beroperasi setiap hari. Penduduk perumahan yang terletak di sebelah timur sungai sering mengalami permasalahan iritasi pada mata mereka, sedangkan penduduk sebelah barat tidak mengalaminya.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jelaskan. 7. Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh saling ketergantungan yang terjadi pada organisme perairan. Sepanjang hari, organisme-organisme tersebut memberi atau memanfaatkan (a) atau (b) seperti dalam gambar. Apakah gambar (a) dan (b) diatas dapat mewakili saling ketergantungan organisme?

Jelaskan. • 53. Pencemaran Lingkungan Istilah-istilah Penting Pencemaran, Air, Udara, Tanah, Lingkungan, Polutan, Tercemar, Ekosistem, Limbah, Limbah Rumah Tangga, Limbah Industri, dan Limbah Pertanian.

Bab 3 Sumber: Biologi, 2010 • 54. 48 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Manusia mempunyai keinginan untuk meningkatkan kesejahte- raan hidup. Bagaimana caranya? Di antaranya dengan mendirikan pabrik- pabrik yang dapat mengolah hasil alam menjadi bahan pangan dan sandang.

Pesatnya kemajuan teknologi dan in- dustrialisasi berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Munculnya pabrik-pabrik yang menghasilkan asap dan limbah buangan dapat mengakibatkan pencemaran ling- kungan. Gambardibawahinimenunjukkanbeberapahalyangterjadidilingkungan kita. Gambaran tentang apakah itu?

Coba pikirkan. Sumber: Biologi, 2010 Ayo Amati Terjadinya perubahan lingkungan akan memengaruhi keberadaan atau kelangsungan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu tergantung antara satu dengan yang lain.

Oleh karena itu, apabila ada salah satu komponen yang berubah, maka akan menyebabkan perubahan pada makhluk hidup lain yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Coba perhatikan kedua gambar berikut. Ayo Kita Pelajari • Pencemaran air • Pencemaran udara • Pencemaran tanah Mengapa Penting? • Untuk mengetahui dan menjelaskan jenis-jenis pencemaran, sumber pencemar, dampaknya dan juga bagaimana cara mengatasi atau mengurangi pencemaran. • 55. 49Ilmu Pengetahuan Alam Sumber: Depdiknas, 2009 Gambar 3.1 Daun yang jatuh ke sungai Sumber: Depdiknas, 2009 Gambar 3.2 Seseorang yang membuang sampah ke sungai Apa perbedaan dari kedua gambar tersebut?

Coba carilah perbedaan mengenai akibat yang ditimbulkan dari dua kejadian tersebut. Pada Gambar 3.1, beberapa daun jatuh dari pohon ke sungai. Daun-daun tersebut akan terbawa air sungai dan tidak menyebabkan bau dan air tetap jernih. Akan tetapi, pada Gambar 3.2 sampah-sampah yang dibuang ke sungai akan menghambat arus sungai dan dapat menyebabkan bau yang tidak sedap dan menyebabkan air menjadi keruh. Hal ini akan memengaruhi kehidupan makhluk hidup yang berada di sungai.

A. Definisi Pencemaran Berikan contoh lain mengenai tergang- gunya keseimbangan lingkungan karena aktivitas manusia. Keinginan manusia untuk meningkat- kan kesejahteraan hidup, akan memaksa- nya mendirikan pabrik-pabrik yang dapat mengolah hasil alam menjadi bahan pangan dan sandang.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi dan industrialisasi, akan berpengaruh terhadap kualitas ling- kungan. Munculnya pabrik-pabrik yang menghasilkanasapdanlimbahbuangannya mengakibatkan pencemaran lingkungan di sekitarnya.

Sumber: www.wikipedia.org Gambar 3.3 Limbah Pabrik • 56. 50 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Pencemaran lingkungan merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan. Pen- cemaran lingkungan ( ) merupakan segala sesuatu baik berupa bahan-bahan fisika maupun kimia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1997, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Jadi, pencemaran lingkungan terjadi akibat dari kumpulan kegiatan manusia ( ) dan bukan dari kegiatan perorangan ( ). Selain itu, pencemaran dapat diakibatkan oleh faktor alam, contoh gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik. Seperti meletusnya Gunung Merapi. Zatyangdapatmencemarilingkungandandapatmengganggukelangsungan hidup makhluk hidup disebut polutan.

Polutan ini dapat berupa zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. Kapan suatu zat dapat dikatakan sebagai polutan?

1) kadarnya melebihi batas kadar normal atau diambang batas; 2) berada pada waktu yang tidak tepat; 3) berada pada tempat yang tidak semestinya. Manusia tidak dapat mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh faktor alam. Tetapi manusia, hanya dapat mengendalikan pencemaran yang diakibatkanolehfaktorkegiatannyasendiri.Sepertilimbahrumahtangga,industri, zat-zat kimia berbahaya, tumpahan minyak, asap hasil pembakaran hutan dan minyak bumi serta limbah nuklir.

Untuk memahami tentang pencemaran, lakukan kegiatan berikut. Di lingkungan terdapat faktor abiotik dan biotik yang menyusunnya. Keseimbangan lingkungan hanya dapat salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah apabila ada keselarasan antara faktor abiotik dan faktor biotik Sumber: Encarta Encylpoedia, 2005 Gambar 3.4 Gunung meletus • 57.

51Ilmu Pengetahuan Alam Kegiatan 3.1 Mengetahui tentang pencemaran lingkungan 1. Siapkanlah air dari selokan depan sekolahmu sebanyak 100 mL, air dari sumur sekolah 100 mL, dan air mineral 100 mL. 2. Siapkan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru sebanyak masing-masing 3 lembar. 3. Siapkan tiga buah gelas kimia berukuran 250 mL, dan berikanlah label pada gelas masing–masing dengan tabel A, B, dan C.

4. Masukkan air selokan ke dalam gelas kimia berlabel A, air sumur ke dalam gelas kimia berlabel B, dan air mineral pada gelas berlabel C. 5. Periksalah keasaman dari masing-masing air dengan menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Amati warna kertas lakmus sebelum dimasukkan dan sesudah dimasukkan pada gelas kimia. Diskusikan hasilnya dengan temanmu dalam kelompok.

Ayo Kita Lakukan B. Pencemaran Air Dalam kehidupan sehari-hari, makhluk hidup selalu membutuhkan air, termasuk manusia. Kita sangat membutuhkan air bersih untuk berbagai kegiatan, antara lain minum, mandi, mencuci, memasak, dan sebagainya.

Salah satu ciri air bersih adalah tidak tercemar. Bagaimana air dikatakan tercemar? Air dikatakan tercemar apabila air itusudahberubah,baikwarna,bau,maupun rasanya. Sesuai dengan hasil kegiatanmu, air yang tercemar memiliki keasaman yang berbeda dengan air yang tidak tercemar. Pencemaran air, yaitu masuknya makhluk hidup, zat, salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah atau komponen lain ke dalam air.

Akibatnya, kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Sumber: Geografi SMP, 2005 Gambar 3.5 Mencari air bersih • 58. 52 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Pencemaran air merupakan kondisi air yang menyimpang dari sifat-sifat air dari keadaan normal. Kualitas air menentukan kehidupan di perairan laut ataupun sungai. Apabila perairan tercemar, maka keseimbangan ekosistem di dalamnya juga akan terganggu.

Air dapat tercemar oleh komponen-komponen anorganik, di antaranya berbagai logam berat yang berbahaya. Komponen-komponen logam berat ini berasal dari kegiatan industri. Kegiatan industri yang melibatkan penggunaan logam berat, antara lain industri tekstil, pelapisaan logam, cat/tinta warna, percetakan, bahan agrokimia, dan lain-lain. Beberapa logam berat ternyata telah mencemari air di negara kita, melebihi batas yang berbahaya bagi kehidup- an (Wisnu,1995). 1. Faktor Penyebab Pencemaran Air Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa- rawa, danau, dan laut.

Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. a. Limbah Industri Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kita harus mencegahnya agar tidak membuang air limbah industri ke saluran umum. Kegiatan industri selain menghasilkan produk utama (bahan jadi), juga menghasilkan produk sampingan yang tidak terpakai, yaitu limbah. Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas.

Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.

Limbah industri yang berupa logam berat sering dialirkan ke sungai, sehingga sungai menjadi tercemar. Jenis-jenis logam berat adalah raksa, timbal, dan kadmium di mana ketiganya sangat berbahaya bagi manusia apabila mengonsumsinya.

Misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang. Para nelayan di sekitar teluk Minamata memakan ikan yang tercemar raksa.

Akibatnya, mereka mengalami kerusakan saraf yang disebut penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang yang meninggal akibat penyakit ini. • 59. 53Ilmu Pengetahuan Alam b. Limbah Rumah Tangga Coba perhatikan kegiatan yang terjadi di dalam rumah tangga, pasar, perkantoran,rumahmakan,penginapan, dan sebagainya.

Kegiatan-kegiatan di tempat tersebut akan menghasilkan sampah/limbah yang dinamakan limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti limbah rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan, dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme.

Limbah yang berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi. Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat penguraian tersebut, kandungan oksigen dalam perairan juga menurun. Menurunnya kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan kehidupan biota di dalamnya. c. Limbah Pertanian Air limbah pertanian sebenarnya ti- dak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan.

Namun dengan digunakannya fertilizer sebagai pestisida yang kadang- kadang dilakukan secara berlebihan, sering menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air. Pada sektor pertanian juga dapat terjadi pencemaran air. Terutama akibat dari penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian tertentu, seperti insektisida dan herbisida.

Sumber: Biologi, 2010 Gambar 3.6 Sampah rumah tangga Sumber: www.wikipedia.org Gambar 3.7 • 60. 54 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian.

Kegiatan pertanian biasanya menggunakan obat-obatan pembasmi hama penyakit seperti pestisida, misalnya insektisida. Selain itu, kegiatan pertanian menggunakan pupuk, misalnya urea. Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai,waduk,ataudanau.Pupukyangtidakterserapketumbuhanakanterbuang menuju perairan.

Akibatnya, terjadi atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air. Tanaman ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut.

Akibatnya, proses fotosintesis terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.

2. Dampak Pencemaran Air Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi lingkungan, seperti hal-hal berikut. a. Penurunan Kualitas Lingkungan Pembuangan bahan tercemar secara langsung ke dalam perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada perairan tersebut.

Misalnya, pembuangan limbah organik dapat menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan tanaman air, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam air. Hal ini menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen terlarut dalam air, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya. b. Gangguan Kesehatan Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai penyakit.Tidak menutup kemungkinan di dalam air limbah tersebut mengandung virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit.

Air limbah juga bisa digunakan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa (vektor) penyakit tertentu. Berikut dijabarkan beberapa penyakit yang salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah oleh pencemaran air.

Tabel 3.1 Hasil pengamatan lingkungan. No. Penyebab Penyakit 1. Virus - Rota virus - Virus hepatitis A - Virus poliomyelitis Diare pada anak Hepatitis A Poliomyelitis • 61. 55Ilmu Pengetahuan Alam No. Penyebab Penyakit 2. Bakteri Kolera Diare atau disentri Tifus abdominale Paratifus Disentri 3.

Protozoa Disentri amoeba Balantidiasis Giardiasis 4. Metazoa Ascariasis Clonorchiasis Dyphylobothriasis Taeniasis Schistosomiasis Sumber : Kesehatan Lingkungan, 2005 c. Pemekatan Hayati Coba kamu pikirkan apabila suatu perairan tercemar oleh bahan beracun. Bahan beracun itu dapat meresap ke dalam tubuh alga, atau mikroorganisme lainnya.

Selanjutnya, hewan-hewan kecil (zooplankton) akan memakan alga tersebut, kemudian zooplankton akan dimakan oleh ikan ikan kecil dan ikan besar akan memakan ikan yang kecil. Apabila ikan-ikan besar tersebut ditangkap oleh manusia dan dimakan, maka bahan beracun tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Zooplankton yang makan alga tidak hanya satu, tetapi banyak sel alga. Dengandemikian,zooplanktontersebutsudahmengandungbahanberacunyang banyak. Demikian juga halnya dengan ikan kecil yang memakan zooplankton, dan ikan besar akan memakan ikan kecil tidak hanya satu. Makin banyak memakan ikan-ikan kecil, maka makin banyak bahan pencemar yang masuk ke tubuh ikan besar. Bagaimana dengan tubuh manusia jika sering makan ikan yang beracun tersebut? d. Mengganggu Pemandangan Kadang-kadang air limbah mengandung polutan yang tidak mengganggu kesehatan dan ekosistem, tetapi mengganggu pemandangan kota.

Meskipun air yang tercemar tidak menimbulkan bau, perubahan warna air mengganggu pandangan mata kita. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dan keasrian kota. • 62. 56 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 e.

Mempercepat Proses Kerusakan Benda Adasebagianairlimbahyangmengandungzatyangdapatdiubaholehbakteri menjadi gas yang dapat merusak seperti H2 S. Gas ini dapat mempercepat proses perkaratan pada besi. Agar terhindar dari hal-hal di atas, sebaiknya sebelum dibuang, air limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan Baku Mutu Air Limbah.

Kegiatan 3.2 Mengetahui dampak pencemaran air 1. Siapkanlah tiga buah gelas bekas air mineral yang ukurannya sama (200 mL). 2. Berilah label pada masing-masing gelas dengan menuliskan A, B, dan C. 3. Isilah masing-masing gelas dengan air mineral sebanyak 150 mL (mengukur air dengan menggunakan gelas ukur).

Kalau tidak ada gelas ukur, isilah dengan jumlah yang sama banyak. 4. Siapkanlah tiga ekor ikan kecil sejenis yang ukuran besarnya sama (kamu dapat menggunakan ikan kecil apapun yang ukurannya sama yang ada di daerahmu). 5. Siapkanlah detergen dan sendok kecil atau untuk lebih detail kamu dapat menggunakan timbangan digital untuk mengukur jumlah detergennya. 6. Ambillah satu sendok kecil detergen, lalu masukkan ke dalam gelas B.

7. Lakukanlah hal yang sama dengan ukuran dua kalinya (dua sendok kecil) detergen dan masukkan ke dalam gelas C. 8. Gelas A tidak ditambahkan detergen. 9. Setelah semuanya siap, ambillah ikan kecil yang kamu siapkan, dan masukkan ke dalam gelas masing-masing satu ekor. 10. Amatilah apa yang terjadi pada ikan (kondisi) pada periode waktu tertentu. Catatlah semua hasil pengamatanmu.

Laporkan hasil kegiatanmu. Presentasikan di depan kelas. Ayo Kita Lakukan • 63. 57Ilmu Pengetahuan Alam 3. Cara Penanggulangan Pencemaran Air Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan (yakni bahan organik yang dapat terurai oleh aktivitas makhluk hidup), meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan.

Pengolahan air limbah dapat dilakukan sebagai berikut (Sulistyorini, 2009). a. Pembuatan Kolam Stabilisasi Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai.

Kolam stabilisasi yang umum digunakan adalah kolamkolam (pengolahan air limbah yang tercemar bahan organik pekat), dan kolam (pemusnahan mikroorganisme patogen). Kolam ini dapat digunakan oleh semua kalangan karena mudah memilikinya dan murah harganya. b. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Pengolahan air limbah ini menggunakan alat-alat khusus.

Pengolahan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (pengolahan pertama), (pengolahan kedua), dan (pengolahan lanjutan). merupakan pengolahan pertama yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi. merupakan pengolahan kedua yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah.

merupakan lanjutan dari pengolahan kedua, yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen. Sumber: Kesehatan Lingkungan, 2005 Gambar 3.8. Instalasi pengolahan air limbah • 64. 58 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 c. Pengelolaan Excreta banyak terkandung dalam air limbah rumah tangga. banyak mengandung bakteri patogen penyebab penyakit.

Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai penyakit. Pengelolaan dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau yangadadisekitartempattinggal,dialirkanketempatpengelolaan,ataudilakukan secara kolektif. Untuk mencegah meresapnya air limbah ke sumur atau resapan air, jamban yang dibuat harus sehat.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Syaratnya, tidak mengotori permukaan tanah, permukaan air dan air tanah di sekitarnya, tidak menimbulkan bau, sederhana, jauh dari jangkauan serangga (lalat, nyamuk, atau kecoa), murah, dan diterima oleh pemakainya. Pengelolaan dalam dapat diolah secara anaerobik menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk rumah tangga. Selain itu, pengelolaan dengan tepat akan menjauhkan kita dari penyakit bawaan air.

Dalam meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga khususnya, dapat dilakukan upaya pengurangan sampah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Kistinnah (2009) bahwa cara menangani limbah cair dan padat diharapkan tidak menyebabkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal dengan istilah 4R, yaitu,dan.

1) Recycle (Pendaurulangan) Proses salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah untuk sampah yang dapat terurai dijadikan kompos. Kompos ini dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, sehingga dapat diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah dan kompos digunakan untuk pupuk. 2) Reuse (Penggunaan Ulang) Proses dilakukan untuk sampah yang tidak dapat terurai dan dapat dimanfaatkan ulang. Misalnya botol bekas sirop dapat digunakan lagi untuk menyimpan air minum.

3) Reduce adalah melakukan pengurangan bahan/penghematan. Contoh- nya jika akan berbelanja ke pasar atau supermarket, sebaiknya dari rumah membawa tas. Janganlah meminta tas plastik dari toko atau supermarket kalau akhirnya hanya dibuang saja. • 65. 59Ilmu Pengetahuan Alam 4) Repair artinya melakukan pemeliharaan. Contohnya membuang sampah tidak sembarangan, terutama tidak membuang sampah di perairan.

Pencemaran air sudah sangat memprihatinkan, sehingga membu- tuhkan peran serta semua pihak untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran tersebut.

Coba pikirkanlah. Bagaimana kamu membantu mengatasi dan mengurangi pencemaran air? Ayo Pikirkan C. Pencemaran Udara Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan komponen (makhluk hidup). Udara mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen. Dalam atmosfer bumi terkandung sekitar 20% oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Oksigen berperan dalam pembakaran senyawa karbohidrat di dalam tubuh organisme melalui pernapasan. Reaksi pembakaran tidak hanya terjadi di dalam tubuh, namun kita pun sering melakukannya, seperti pembakaran sampah atau lainnya.

Hasil samping dari pembakaran adalah senyawa karbon (CO2 dan CO) yang akan dibuang ke udara. Meningkatnya populasi makhluk hidup, maka proses pembakaran pun semakin meningkat.

Dengan demikian, konsentrasi senyawa karbondiudarameningkat.Karbondioksidaamatpentingbagiprosespembuatan makanan (fotosintesis) bagi tumbuhan. Dengan demikian, peningkatan senyawa karbon di udara dapat teratasi. Namun, dengan meningkatnya populasi manusia menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal meningkat. Hal ini membuat pembukaan ladang atau hutan untuk pemenuhan permintaan tempat tinggal Sumber: www.pestaola.gr Gambar 3.9.

Polusi udara dari asap pabrik • 66. 60 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 ini. Belum lagi kasus (penebangan liar) yang membuat populasi tumbuhan berkurang. Padahal hasil dari pembentukan makanan melalui fotosintesis menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Dengan demikian mulai terjadi kasus tentang pencemaran udara. Pencemaran udara didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana udara mengandung senyawa- senyawa kimia atau substansi fisik maupun biologi dalam jumlah yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, ataupun tumbuhan, serta merusak keindahan alam serta kenyamanan, atau merusak barang-barang perkakas ( ).

1. Macam-macam Pencemaran Udara a. Pencemaran Udara Primer Pencemaranudarainidisebabkanlangsungdarisumberpencemar.Contohnya peningkatan kadar karbon dioksida yang disebabkan oleh aktivitas pembakaran oleh manusia. b. Pencemaran Udara Sekunder Berbeda dengan pencemaran udara primer, pencemaran udara sekunder terjadi disebabkan oleh reaksi antara substansi-substansi pencemar udara primer yang terjadi di atmosfer. Misalnya, pembentukan ozon yang terjadi dari reaksi kimia partikel-partikel yang mengandung oksigen di udara.

2. Faktor Penyebab Pencemaran Udara Beberapa kegiatan baik dari alam ataupun manusia menghasilkan senyawa- senyawa gas yang membuat udara tercemar.

Berikut ini adalah penyebab pencemaran udara. a. Aktivitas Alam Aktivitas alam dapat menimbulkan pencemaran udara di atmosfer. Kotoran- kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak mengandung senyawa metana yang dapat meningkatkan suhu bumi dan akibatnya terjadi pemanasan global. Proses yang serupa terjadi pada siklus nitrogen di atmosfer. • 67. 61Ilmu Pengetahuan Alam Selain itu, bencana alam seperti meletusnya gunung berapi dapat menghasil- kan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tanaman.

Kebakaran hutan yang terjadi akan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah banyak yang dapat mencemari udara dan berbahaya bagi kesehatan hewan dan manusia. b. Aktivitas manusia Kegiatan-kegiatan manusia kini kian tak terkendali, kemajuan industri dan tek- nologi membawa sisi negatif bagi lingkungan.

Mengapa? Karena tidak ditangani dengan baik. Berikut ini merupakan pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. 1) Pembakaran sampah. 2) Asap-asap industri. 3) Asap kendaraan. 4) Asap rokok. 5) Senyawa-kimia buangan seperti CFC, dan lain-lain. 3. Dampak Pencemaran Udara Pencemaran udara mengakibatkan kerugian bagi banyak organisme peng- huni bumi.

Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain bagi kesehatan, tumbuhan, efek rumah kaca, dan rusaknya lapisan ozon.

a. Kesehatan Terbuktibahwakualitasudarayangmenurunakibatpencemaranmenimbulkan berbagai penyakit. ISPA (infeksi saluran pernapasan) adalah salah satunya.

Saluran pernapasan merupakan gerbang masuknya udara ke dalam tubuh. Udara yang kotor membawa senyawa-senyawa yang tidak baik bagi kesehatan. Tentu saja, pengendapan-pengendapan logam yang terlarut pada udara dapat mengendap di paru-paru dan dapat menimbulkan iritasi. Akibat yang lebih serius dari polusi udara adalah emfisema, yaitu gejala kesulitan pengangkutan oksigen.

Kadar karbon monoksida yang terlalu banyak di udara (lebih banyak dari oksigen) dapat menghambat pengikatan oksigen di dalam tubuh. Oleh karena itu tubuh akan kekurangan oksigen, sehingga sesak napas, terjadi pusing, dan berlanjut pada kematian apabila tidak ditangani dengan baik. • 68. 62 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 b. Bagi Tumbuhan Abu vulkanik dari meletusnya gunung berapi membuat udara tercemar dan memicu terpicunya hujan asam.

Hujan asam mengandung senyawa sulfur yang bersifat asam. Kondisi asam ini dapat mematikan tanaman setempat. Oleh karena itu kita sering menemui begitu banyak tanaman dan pohon yang rusak akibat hujan asam atau abu vulkanik. c. Efek Rumah Kaca Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer akan memicu terjadinya efek rumah kaca, yakni peningkatan suhu bumi.

CO dan CO2 akan membentuk semacam lapisan yang akan menahan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah bumi keluar, sehingga panas yang ditimbulkan bumi akan terkungkung di dalam seperti pada rumah kaca. d. Rusaknya Lapisan Ozon CFC merupakan senyawa yang sering digunakan dalam produk-produk pendingin (AC) dan aerosol. Ketika CFC terurai di atmosfer, maka akan memicu reaksi dengan oksigen penyusun ozon.

Dengan demikian, ozon akan terurai yang menyebabkan lapisan ozon berlubang. Padahal lapisan ozon berfung- si sebagai pelindung Bumi dari panas yang dipancarkan oleh Matahari.

Sinar UV yang dihasilkan oleh Matahari dapat memicu kanker, dengan adanya ozon, masuknya sinar UV ini akan diredam sehingga dampak yang ditimbulkan lebih sedikit.

Sayangnya, pemanasan global yang kini terjadi salah satunya diakibatkan oleh rusaknya lapisan ozon. Pada saat ini CFC untuk pendingin dan aerosol telah diganti dengan bahan lain yang ramah lingkungan.

D. Pencemaran Tanah Ketika suatu zat berbahaya atau ber- acun telah mencemari permukaan tanah, maka pasti dapat menguap, tersapu air hujan, dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian mengendap sebagai zat kimia Sumber: http//pencemarantanah.com Gambar 7. Contoh pencemaran tanah • 69. 63Ilmu Pengetahuan Alam beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia, ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pencemaran tanah adalah suatu keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungantanahalami.Pencemaraninibiasanyaterjadikarenakebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan subpermukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat ( ).

1. Faktor Penyebab Pencemaran Tanah Tidak jauh berbeda dengaa pencemaran air dan udara, pencemaran tanah juga banyak sekali penyebabnya. Penyebab tersebut di antaranya limbah do- mestik, limbah industri, dan limbah pertanian. a. Limbah Domestik Limbah domestik dapat berasal dari daerah seperti pemukiman penduduk (pedagang, tempat usaha, hotel dan lain-lain); kelembagaan (kantor-kantor pemerintahan dan swasta); serta tempat-tempat wisata.

Limbah domestik tersebut dapat berupa limbah padat dan cair. Adapun perbedaan limbah padat dan cair, yaitu sebagai berikut. Limbah padat dapat berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diurai- kan oleh mikroorganisme. Seperti plastik, serat, keramik, kaleng-ka- leng dan bekas bahan bangunan yang menyebabkan tanah menjadi kurang subur.

Limbah cair dapat berupa tinja (feses), detergen, oli, cat. Jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro- organisme di dalam tanah. • 70. 64 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Kedua limbah tersebut (padat dan cair) mempunyai dampak buruk bagi tanah, hingga akhirnya dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup tanpa kecuali kehidupan manusia itu sendiri.

Apalagi untuk limbah padat yang merupakan bahan pencemar yang akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang dibuang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.

Sampah anorganik tidak .Haliniyangmenyebabkanlapisantanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air, sehingga peresapan air dan mineral yang salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang.

Akibatnya, tanaman sulit tumbuh bahkan akan mati karena tidak memperoleh makanan untuk tumbuh dan berkembang. b. Limbah Industri Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri.

Limbah industri juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil bu- angan industri berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula,kertas, rayon,serta pengawetan buah, ikan, daging, dan lain-lain. Limbah industri berupa limbah cair yang merupakan hasil peng- olahan dalam suatu proses produksi.

Misalnya sisa-sisa pengolahan indus- tri pelapisan logam dan industri ki- mia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen, dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, dan Cd dapat mencemari tanah. Sumber: Buku Mari Belajar IPA Gambar 3.11. Sampah menumpuk merupakan pencemaran daratan • 71. 65Ilmu Pengetahuan Alam Hg, Zn, Pb, dan Cd merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikro- organisme.

Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah. c. Limbah Pertanian Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencarian sebagai petani. Akan tetapi, karena ketidaktahuan, tidak sedikit petani yang menggunakan pupuk sintetik melebihi ketentuan, atau caranya tidak tepat. Akibatnya, limbah pertanian yang berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman tanah tercemar.

Misalnya, pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah. Akibatnya, kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman, tetapi juga mikroorganisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu, penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut 2.

Dampak Pencemaran Tanah Semua pencemaran pasti akan merugikan makhluk hidup terutama manusia. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh, dan kerentanan populasi yang terkena.

Contohnya saja kromium berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Raksa dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena akan mengakibatkan kerusakan pada hati ditandai seperti keracunan.

Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Ada beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam kulit untuk paparan kimia yang telah disebutkan di atas.

Pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. • 72. 66 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Selain kesehatan manusia yang terganggu, pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun dan berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun.

Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan Arthropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut.

Akibatnya, perubahan ini dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan tersebut rendah, maka bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas.

Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan, dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi.

Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

3. Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah Berikut ini ada dua cara utama yang dapat dilakukan apabila tanah sudah tercemar, yaitu dan. Remediasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar.

Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau ) dan ex- situ (atau ). • 73. 67Ilmu Pengetahuan Alam Pembersihan adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah. Pembersihan ini terdiri atas (injeksi), dan.

Pembersihan meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya adalah, tanah tersebut disimpan di bak atau tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut.

Selanjutnya, zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan ini jauh lebih mahal dan rumit. adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

Salahsatumikroorganismeyangberfungsisebagaibioremediasiadalahjamur. Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Jamur tersebut dapat berperan langsung karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah.

Jamur salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah tidakdapatberperanlangsungkarenamenstimulirpertumbuhanmikroorganisme bioremediasi lain, seperti bakteri tertentu, jamur, dan sebagainya. • 74. Pemanasan Global Bab 4 Istilah-istilah Penting Efek Rumah Kaca, Perubahan Iklim, Pemanasan Global, Atmosfer Sumber: • 75. 69Ilmu Pengetahuan Alam Pernahkah kamu mengamati perubahan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah yang terjadi akhir-akhir ini?

Dalam pelajaran IPS, kamu ketahui bahwa bulan Mei hingga September di Indonesia berlangsung musim kemarau dan bulan Oktober hingga April berlangsung musim penghujan.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ini, perubahan musim di negara kita tidak dapat diprediksi lagi, terkadang bulan Mei di Indonesia masih turun hujan dan di bulan November di Indonesia masih berlangsung musim kemarau. Adapun yang lebih menakjubkan lagi peristiwa tersebut tidak dapat diprediksikannya musim ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, akan tetapi terjadi juga di negara-negara lain di dunia. Pernahkah kalian mendengar berita turunnya salju di Arab? Berita munculnya Matahari, ketika musim salju diTiongkok?

Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah yang akan terjadi pada Bumi kita? Ternyata, peristiwa tersebut berkaitan erat dengan perubahan iklim di dunia. Perubahan iklim tersebut terjadi karena adanya perubahan lingkungan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa perubahan lingkungan terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia. Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan alam dengan keseimbangannya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan sungguh-sungguh serta berusaha untuk melestarikan alam sebagai wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak menjadi manusia yang cerdas dan peduli terhadap semua ciptaan Tuhan.

Mengamati Perhatikan Gambar 4.1 yang terdapat di halaman 70. Menanya AdakahperbedaansuhudarikeduaGambar4.1padahalaman70tersebut? Menalar Apa yang dapat kamu simpulkan dari gambar tersebut? Untuk lebih jelas, mari lakukan kegiatan berikut. Untuk memahami hal tersebut di atas, buatlah pemodelan tentang efek rumah kaca.

Ayo Amati • 76. 70 Kelas VII SMP/MTs Semester 2 Pemodelan Efek Rumah Kaca 1. Buatlah kelompok kerja bersama temanmu sebanyak 4 orang siswa. 2. Siapkanlah alat dan bahan sebagai berikut. Alat dan Bahan Jumlah Stoples kaca 2 buah Termometer 2 buah Handuk yang direndam dengan air hangat selama 3 menit 2 buah Stopwatch 1 buah Plastik secukupnya Karet gelang secukupnya Peringatan Hati-hati ketika memegang termometer. Apabila termometer patah atau pecah, jangan menyentuhnya.

Mintalah gurumu untuk menanganinya. 3. Lakukan langkah-langkah berikut. a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. b. Berikan label pada ma- sing-masing stoples, ya- itu A dan B. c. Masukkan handuk yang telah direndam dengan air hangat selama 3 menit ke stoples A dan stoples B. d. Masukkan termometer ke dalam kedua stoples tersebut.

(Pastikan temperatur awal pada termometer adalah sama). e. Tutuplah stoples A dengan plastik, kemudian ikat dengan karet gelang hingga rapat. f. Letakkan stoples A dan stoples B di bawah sinar Matahari atau lampu.

Sumber: Buku Mari Belajar IPA Gambar 4.1. Pemodelan efek rumah kaca • 77. 71Ilmu Pengetahuan Alam g. Pastikan bahwa kedua stoples tersebut menerima energi panas yang sama. h. Catatlah suhu pada kedua stoples setiap 3 menit sekali, selama 15 menit. i. Buatlah tabel seperti Tabel 4.1. Masukkan hasil pengamatanmu. Kerjakan di buku tugasmu. j. Setelah 15 menit, jauhkan kedua stoples tersebut dari energi panas dan amati apa yang terjadi.

Tabel 4.1 Hasil pengamatan pemodelan efek rumah kaca No. Waktu (menit) Temperatur (o C) Stoples A Stoples B 1. 3 2. 6 3. 9 4. 12 5. 15 4. Dari data yang diperoleh buatlah grafik hubungan waktu dan suhu pada stoples A dan stoples B. Suhu (o C) Waktu (menit) 5. Gunakanlah pensil warna yang berbeda untuk menggambar diagram garis pada kedua hasil pengamatan (stoples A dan stoples B).
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 11.4.

Sebarkan ini: Pengertian Sedimentasi Sedimentasi adalah suatu peristiwa-peristiwa pengendapan material batuan yang diangkut oleh suatu tenaga air atau angin. Sesudah batuan terkikis, hasil pengikisan terbawa aliran air sungai, danau, dan akhirnya nya sampai di laut.

Pada saat suatu kekuatan pengangkut berkurang atau melemah, material hasil pengikisan ini diendapkan. Pengendapan ini bisa berlangsung di sungai, danau, dan dilaut. Sedimentasi adalah salah satu operasi pemisahan campuran padatan dan cairan ( slurry) menjadi cairan beningan dan sludge ( slurry yang lebih pekat konsentrasinya). Sedimentasi adalah suatu proses pemisahan suspensi secara mekanik menjadi dua bagian, yaitu slurry dan supernatant. Slurry adalah bagian dengan konsentrasi partikel terbesar, dan supernatant adalah bagian cairan yang bening, pada suhu seragam untuk mencegah pergeseran fluida karena konveksi.

Proses ini memanfaatkan proses gravitasi, yaitu dengan mendiamkan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah hingga membentuk endapan terpisah dari beningan (foust, 1980). Pemisahan dapat berlangsung karena adanya gaya gravitasi yang terjadi pada butiran tersebut. Ada beberapa pengertian mengenai Sedimentasi, yaitu : • Sedimentasi adalah pemisahan solid-liquid menggunakan pengendapan secara gravitasi untuk menyisihkan suspended solid.

• Sedimentasi adalah salah satu operasi pemisahan campuran padatan dan cairan ( slurry) menjadi cairan beningan dan sludge ( slurry yang lebih pekat konsentrasinya). • Sedimentasi adalah suatu proses mengendapkan zat padat atau tersuspensi non koloidal dalam air yang dilakukan dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Pada umumnya, sedimentasi digunakan pada pengolahan air minum, pengolahan air limbah, dan pada pengolahan air limbah tingkat lanjutan.

Biasanya proses sedimentasi dilakukan setelah proses koagulasi dan flokulasi dimana tujuannya adalah untuk memperbesar partikel padatan sehingga menjadi lebih berat dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat. Dengan kata lain, sedimentasi adalah suatu proses mengendapkan zat padat atau tersuspensi non koloidal dalam air yang dilakukan dengan memanfaatkan gaya gravitasi.

Sedimentasi bisa dilakukan pada awal maupun pada akhir dari unit sistim pengolahan. Jika kekeruhan dari influent tinggi sebaiknya dilakukan proses sedimentasi awal ( primary sedimentation) didahului dengan koagulasi dan flokulasi, dengan demikian akan mengurangi beban pada treatment berikutnya.

Sedangkan secondary sedimentation yang terletak pada akhir treatment gunanya untuk memisahkan dan mengumpulkan lumpur dari proses sebelumnya ( activated sludge, OD, dsb) dimana lumpur yang terkumpul tersebut dipompakan ke unit pengolahan lumpur tersendiri. Kecepatan pengendapan partikel yang terdapat di air tergantung pada berat jenis, bentuk dan ukuran partikel, viskositas air dan kecepatan aliran dalam bak pengendap.

Dapat disimpulkan bahwa sedimentasi merupakan proses pemisahan dan pengendapan padatan dan cairan ( solid-liquid) dengan menggunakan gaya gravitasi untuk mengendapkan partikel suspensi, baik dalam pengolahan air bersih (IPAM), maupun dalam pengolahan air limbah (IPAL) Jenis-jenis Sedimentasi • Sedimen Fluvial Jenis yang satu ini yaitu pengendapan hasil Erosi yang terjadi di sungai yang membentuk sedimen fluvial.

Hasil pengendapan disungai biasanya berupa batu giling, pasir, krikil, dan lumpur yang menutupi air sungai. Sedimen fluvial ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan atau pengaspalan jalan.

Banyak penduduk bermata pencaharian sebagai pengumpul pasir, krikil, atau batu hasil sedimen fluvial. • Sedimen Limnis Sediemen Limnis yaitu salah satu jenis sedimen yang pengendapan hasil erosi terjadi didanau dan membentuk sedimen limnis. Hasil pengendapan di danau ini biasa nya berbentuk delta, lapisan batu krikil, pasir, dan lumpur.

• Sedimen Marin Sedimen Marin ialah suatu pengendapan hasil erosi terbanyak terjadi dilaut. Pengendapan hasil erosi dilaut akan membentuk sedimen marin. Salah satu bentuk sedimen marin ialah gumuk pasir (sand dunes). Gumuk pasir ini berasal dari pasir yang terangkat ke udara saat ombak terpecah dipantai landai.

Selanjutnya pasir terbawa angin ke arah darat dan terendapkan amembentuk timbunan pasir. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Aplikasi Bioteknologi Modern – Pengertian, Genetika, kedokteran, pertanian, peternakan, limbah, Biokimia, Virologi, Biologi sel Fungsi Sedimentasi Menurut Kusnaedi (2002), tujuan pengolahan air minum merupakan upaya untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat sesuai dengan standar mutu air. Proses pengolahan air minum merupakan proses perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi air baku agar memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum.

Secara keseluruhan, proses sedimentasi berfungsi untuk : • Mengurangi beban kerja unit filtrasi dan memperpanjang umur pemakaian unit penyaring selanjutnya; • Mengurangi biaya operasi instalasi pengolahan. • Memisahkan partikel utuh ( discreet) seperti pasir dan juga untuk memisahkan padatan melayang (suspensi) yang sudah menggumpal.

Pada pengolahan air minum, terapan sedimentasi khususnya untuk: • Pengendapan air permukaan, khususnya untuk pengolahan dengan filter pasir cepat. • Pengendapan flok hasil koagulasi-flokulasi, khususnya sebelum disaring dengan filter pasir cepat.

• Pengendapan flok hasil penurunan kesadahan menggunakan soda-kapur. • Pengendapan lumpur pada penyisihan besi dan mangan. Pada pengolahan air limbah, sedimentasi umumnya digunakan untuk : • Penyisihan grit, pasir, atau silt (lanau).

• Penyisihan padatan tersuspensi pada clarifier pertama. • Penyisihan flok/lumpur biologis hasil proses activated sludge pada clarifier akhir. • Penyisihan humus pada clarifier akhir setelah trickling filter.

Pada pengolahan air limbah tingkat lanjutan, sedimentasi ditujukan untuk penyisihan lumpur setelah koagulasi dan sebelum proses filtrasi. Selain itu, prinsip sedimentasi juga digunakan dalam pengendalian partikel di udara.

Prinsip sedimentasi pada pengolahan air minum dan air limbah adalah sama, demikian juga untuk metoda dan peralatannya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Daur Ulang Limbah Organik Beserta Penanganannya Penyebab Dampak Sedimentasi • Delta Salah satu dampak dari sedimentasi yaitu akan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Delta, delta terbentuk di muara sungai yang laut nya dangkal dan aliran sungai nya membawa banyak bahan endapan.

Daerah delta ini biasa nya subur. Berdasarkan dari bentuk fisik, delta bisa berbentuk kaki burung, busur segitiga, dan kapak. Lahan delta bisa dimanfaatkan untuk suatu kegitan pertanian, peternakan, dan perikanan.

• Tanggul Alam Tanggul alam ini terbentuk ditepi sungai akibat sebuah timbunan material yang terbawa saat terjadi banjir. Material tersebut ini terendapkan dikanan kiri sungai. Timbunan tersebut ini semakin tinggi menyerupai tanggul. • Meander Meander yaitu sebuah kelokan-kelokan alur sungai. Meander ini terbentuk melalui proses sebuah pengikisan dan pengendapan yang terjadi dibagian dalam ataupun luar lekukan sungai. Pada bagian sungai yang alirannya cepat akan terjadi suatu pengikisan.

Bagian sungai yang aliran nya lambat akan terjadi suatu pengendapan. Proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga akan membentuk meander. • Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake) Oxbow Lake ini terbentuk akibat sebuah proses sedimentasi yang terus menerus di meander sungai. Akibat dari proses pengendapan, material sedimen akan memotong alur sungai yang sehingga menjadi lurus.

Cekungan alur sungai yang terpotong akan membentuk suatu genangan air yang menjadi danau. • Gumuk Pasir Gumuk pasir ini terbentuk dari hasil suatu pengendapan oleh angin. Tiupan angin yang kuat didaerah gurun ataupun pantai akan membentuk sebuah gumuk pasir.

Gumuk pasir ini terdapat di sepanjang pantai barat Belanda yang menjadi tanggul laut negara tersebut dan dipantai Parangtritis Yogyakarta. Akibat dari terjadinya sedimentasi akan membentuk sebuah bentuk yang indah, dan bisa menjadi pemandangan yang indah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Klasifikasi Limbah” Definisi Beserta Contohnya Faktor Mempengaruhi Kecepatan Sedimentasi Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan sedimentasi, yaitu: • Ukuran partikel, bentuk partikel, dan konsentrasi partikel Semakin besar semakin cepat mengendap dan semakin banyak yang terendapkan.

• Viskositas cairan Pengaruh viskositas cairan terhadap kecepatan sedimentasi yaitu dapat mempercepat proses sedimentasi dengan cara memperlambat cairan supaya partikel tidak lagi tersuspensi. • Temperatur Bila temperatur turun, laju pengendapan berkurang. Akibatnya waktu tinggal di dalam kolam sedimentasi menjadi bertambah. • Berat jenis partikel Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Limbah Organik” Definisi & ( Jenis – Prinsip Pengolahan ) Proses Sedimentsi Proses sedimentasi secara umum diartikan sebagai proses pengendapan dimana akibat gaya gravitasi, partikel yang mempunyai berat jenis lebih berat dari berat jenis air akan mengendap ke bawah dan yang lebih kecil berat jenisnya akan mengapung, kecepatan pengendapan partikel akan bertambah sesuai dengan pertambahan ukuran partikel dan berat jenisnya.

Pengendapan kandungan zat padat di dalam air dapat digolongkan menjadi pengendapan diskrit (kelas 1), pengendapan flokulen (kelas 2), pengendapan zone, pengendapan kompresi/tertekan ( Martin D, 2001; Peavy, 1985; Reynolds, 1977) dan pada pengolahan air minum yang digunakan adalah dengan pengendapan diskrit dan pengendapan flokulen. Pada dasarnya, pengolahan air minum dapat diawali dengan penjernihan air, pengurangan kadar bahan-bahn kimia terlarut dalam air sampai batas yang dianjurkan, penghilangan mikroba pathogen, memperbaiki derajat keasaman (pH) serta memisahkan gas terlarut yang dapat mengganggu estetika dan kesehatan.

Air tidak jernih umumnya mengandung residu. Residu tersebut dapat dihilangkan dengan proses penyaringan ( filtrasi) dan pengendapan ( sedimentasi). Untuk mempercepat proses penghilangan residu tersebut perlu ditambahkan koagulan. Bahan koagulan yang sering dipakai adalah tawas (alum).

Untuk memaksimalkan proses penghilangan residu, koagulan sebaiknya dilarutkan dalam air sebelum dimasukkan ke dalam tangki pengendapan. Sedimentasi dilakukan di dalam sebuah tangki dimana tangki tersebut berfungsi untuk mengendapkan kotoran-kotoran berupa lumpur dan pasir.

Pada tangki sedimentasi terdapat waktu tinggal. Ke dalam tangki sedimentasi ini diinjeksikan klorin yang berfungsi sebagai oksidator dan desinfektan. Sebagai oksidator klorin digunakan untuk menghilangkan bau dan rasa pada air. Mekanisme atau proses sedimentasi secara umum adalah sebagai berikut: • Pengendapan partikel flokulen berlangsung secara gravitasi.

• Flok yang dihasilkan pada proses koagulasi-flokulasi mempunyai ukuran yang makin besar, sehingga kecepatan pengendapannya makin besar. • Untuk menghindari pecahnya flok selama proses pengendapan, maka aliran air dalam bak harus laminer. Untuk tujuan ini, digunakan indikator bilangan Reynold (NRe) dan bilangan Froud (NFr). • Aliran air yang masuk pada inlet diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pengendapan. Biasanya dipasang diffuser wall atau perforated baffle untuk meratakan aliran ke bak pengendap dengan kecepatan yang rendah.

Diusahakan agar inlet bak langsung menerima air dari outlet bak flokulator. • Air yang keluar melalui outlet diatur sedemikian, sehingga tidak mengganggu flok yang telah mengendap.

Biasanya dibuat pelimpah (weir) dengan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah air di atas weir yang cukup tipis (1,5cm). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Reaksi Kimia Proses Sedimentasi skala kecil Dalam Proses Sedimentasi dalam skala kecil ini terdapat 3 cara yang dapat dilakukan, yaitu : 1. Cara Batch Cara ini cocok dilakukan untuk skala laboratorium, karena sedimentasi batch paling mudah dilakukan, pengamatan penurunan ketinggian mudah.

Mekanisme sedimentasi batch pada suatu silinder / tabung bisa dilihat pada gambar berikut : Gambar di atas menunjukkan slurry awal yang memiliki konsentrasi seragam dengan partikel padatan yang seragam di dalamtabung (zona B). Partikel mulai mengendap dan diasumsikan mencapai kecepatan maksimum dengan cepat.

Zona D yang terbentuk terdiri dari partikel lebih berat sehingga lebih cepat mengendap. Pada zona transisi, fluida mengalir ke atas karena tekanan dari zona D. Zona C adalah daerah dengan distribusi ukuran yang berbeda-beda dan konsentrasi tidak seragam. Zona B adalah daerah konsentrasi seragam, dengan konsentrasi dan distribusi sama dengan keadaan awal. Di atas zona B, adalah zona A yang merupakan cairan bening. Selama sedimentasi berlangsung, tinggi masing-masing zona berubah (gambar 2 b, c, d).

Zona A dan D bertambah, sedang zona B berkurang. Akhirnya zona B, C dan transisi hilang, semua padatan berada di zona D.

Saat ini disebut critical settling point, yaitu saat terbentuknya batas tunggal antara cairan bening dan endapan (Budi, 2011). 2. Cara Semi- Batch Pada sedimentasi semi-batchhanya ada cairan keluar saja, atau cairan masuk saja. Jadi, kemungkinan yang ada bisa berupa slurry yang masuk atau beningan yang keluar.

Mekanisme sedimentasi semi-batch bisa dilihat pada gambar berikut : 3. Cara Kontinyu Pada cara ini, ada cairan slurry yang masuk dan beningan yang dikeluarkan secara kontinyu. Saat steady state, ketinggian tiap zona akan konstan. Mekanisme sedimentasi kontinyu bisa dilihat pada gambar berikut : Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Energi Biofuel serta Jenis dan Manfaat Macam Sedimentasi Klasifikasi sedimentasi didasarkan pada konsentrasi partikel dan kemampuan partikel untuk berinteraksi.

Klasifikasi ini dapat dibagi kedalam empat tipeyaitu: • Settling tipe I (discrete particle settling) : pengendapan partikel diskrit, yaitu pengendapan yang memerlukan konsentrasi suspended solid yang paling rendah, sehingga analisisnya menjadi yang paling sederhana. Partikel mengendap secara individual dan tidak ada interaksi antar-partikel.

Contoh aplikasi dari Discrete settling adalah grit chambers. • Settling tipe II ( floculant settling): pengendapan partikel flokulen, terjadi interaksi antar-partikel sehingga ukuran meningkat dan kecepatan pengendapan bertambah.

Flocculant settling banyak digunakan pada primary clarifier • Settling tipe III ( hindered settling): pengendapan pada lumpur biologis, dimana gaya antar partikel saling menahan partikel lainnya untuk mengendap. Konsentrasi partikel adalah tidak terlalu tinggi (cukup) kemudian partikel bercampur dengan partikel lainnya dan kemudian mereka karam bersama-sama.

• Settling tipe IV ( compression settling): Pengendapan secara pemampatan. terjadi pemampatan partikel (kompresi) yang telah mengendap yang terjadi karena berat partikel Tipe sedimentasi yang sering ditemui pada proses pengolahan air minum adalah sedimentasi tipe I dan tipe II.

Sedimentasi tipe I dapat ditemui pada bangunan grit chamber dan prasedimentasi (sedimentasi I). Sedimentasi tipe II dapat ditemui pada bangunan sedimentasi II. Sedangkan sedimentasi tipa III dan IV lebih umum digunakan pada pengolahan air buangan. • Sedimentasi Tipe I Sedimentasi tipe I merupakan pengendapan partikel diskret, yaitu partikel yang tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran maupun berat selama partikel tersebut mengendap. Partikel tersebut dapat mengendap bebas secara individual tanpa membutuhkan adanya interaksi antar partikel, juga tanpa menggunakan koagulan.

Proses pengendapan partikel berlangsung semata-mata akibat pengaruh gaya partikel atau berat sendiri partikel. Pengendapan akan berlangsung sempurna apabila aliran dalam keadaan tenang (aliran laminar).

Sebagai contoh sedimentasi tipe I antara lain pengendapan lumpur kasar pada bak prasedimentasi untuk pengolahan air permukaan dan pengendapan pasir pada grit chamber.

Pengendapan sebuah discrete particle di dalam air hanya dipengaruhi oleh karakteristik air dan partikel yang bersangkutan. Dalam perhitungan dimensi efektif bak, faktor-faktor yang mempengaruhi performance bak seperti turbulensi pada inlet dan outlet, pusaran arus lokal, pengumpulan lumpur, besar nilai G sehubungan dengan penggunaan perlengkapan penyisihan lumpur dan faktor lain diabaikan untuk menghitung performance bak yang lebih sering disebut dengan ideal settling basin.

Partikel yang mempunyai rapat masa lebih besar dari rapat masa air akan bergerak vertical ke bawah. Gerakan partikel di dalam air yang tenang akan diperlambat oleh gaya hambatan akibat kekentalan air ( drag force) sampai dicapai suatu keadaan dimana besar gaya hambatan setara dengan gaya berat efektif partikel di dalam air. Setelah itu gerakan partikel akan berlangsung secara konstan dan disebut terminal settling velocity.

Gaya hambatan yang dialami selama partikel bergerak di dalam air dipengaruhi oleh kekasaran, ukuran, bentuk, dan kecepatan gerak partikel serta rapat masa dan kekentalan air. Sesuai dengan definisi di atas, maka pengendapan terjadi karena adanya interaksi gaya-gaya di sekitar partikel, yaitu gaya drag dan gaya impelling. Massa partikel menyebabkan adanya gaya drag dan diimbangi oleh gaya impelling, sehingga kecepatan pengendapan partikel konstan.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menghitung kecepatan pengendapan bila telah diketahui ukuran partikel, densitas atau specific gravity, dan temperatur air : • Asumsikan bahwa pengendapan mengikuti pola laminar, karena itu gunakan persamaan Stoke’s untuk menghitung kecepatan pengendapannya. • Setelah diperoleh kecepatan pengendapannya, hitung bilangan reynold untuk membuktikan pola aliran pengendapannya.

• Bila diperoleh laminar, maka perhitungan selesai. Bila diperoleh turbulen, maka gunakan persamaan untuk turbulen, dan bila diperoleh transisi, maka gunakan persamaan untuk transisi. • Sedimentasi Tipe II Sedimentasi tipe II adalah pengendapan partikel flokulen dalam suspensi encer, di mana selama pengendapan terjadi saling interaksi antar partikel. Bersatunya beberapa partikel membentuk gumpalan akan memperbesar rapat masanya, sehingga akan mempercepat pengendapannya.

Proses penggumpalan ( flocculation) di dalam kolam pengendapan akan terjadi tergantung pada keadaan partikel untuk saling berikatan dan dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti laju pembebanan permukaan, kedalaman kolam, gradient kecepatan, konsentrasi partikel di dalam air dan range ukuran butir.

Pengendapan partikel flokulen akan lebih efisien pada ketinggian bak yang relatif kecil. Karena tidak memungkinkan untuk membuat bak yang luas dengan ketinggian minimum, atau membagi ketinggian bak menjadi beberapa kompartemen, maka alternatif terbaik untuk meningkatkan efisiensi pengendapan bak adalah dengan memasang tube settler pada bagian atas bak pengendapan untuk menahan flok–flok yang terbentuk.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan efisiensi bak pengendapan adalah: • Luas bidang pengendapan • Penggunaan baffle pada bak sedimentasi • Mendangkalkan bak • Pemasangan plat miring Sebagai contoh sedimentasi tipe II antara lain pengendapan pertama pada pengolahan air limbah atau pengendapan partikel hasil proses koagulasi-flokulasi pada pengolahan air minum maupun air limbah.

Flocculant settling banyak digunakan pada primary clarifier. • Sedimentasi Tipe III dan Tipe IV Sedimentasi tipe III adalah pengendapan partikel dengan konsentrasi yang lebih pekat, dimana antar partikel secara bersama-sama saling menahan pengendapan partikel lain di sekitarnya ( hindered).

Karena itu pengendapan terjadi secara bersama-sama sebagai sebuah zona dengan kecepatan yang konstan. Pada bagian atas zona terdapat interface yang memisahkan antara massa partikel yang mengendap dengan air jernih. Hindered Settling sebagian besar digunakan di dalam secondary clarifiers. Sedimentasi tipe IV merupakan kelanjutan dari sedimentasi tipe III, di mana terjadi pemampatan (kompresi) massa partikel hingga diperoleh konsentrasi lumpur yang tinggi.

Pengendapan partikel dilakukan dengan cara memampatkan ( compressing) massa partikel dari bawah. Tekanan ( compression) terjadi tidak hanya di dalam zone yang paling rendah dari secondary clarifiers tetapi juga di dalam tangki sludge thickening. Sebagai contoh sedimentasi tipe III dan IV ini adalah pengendapan lumpur biomassa pada final clarifier setelah proses lumpur aktif (Gambar 2.2).

Tujuan pemampatan pada final clarifier adalah untuk mendapatkan konsentrasi lumpur biomassa yang tinggi untuk keperluan resirkulasi lumpur ke dalam reaktor lumpur aktif Sebelum mendisain sebuah bak final clarifier, maka perlu dilakukan percobaan laboratorium secara batch menggunakan column settling test.

Pengamatan dilakukan terhadap tinggi lumpur pada to hingga t. Data yang diperoleh adalah hubungan antara tinggi lumpur dengan waktu Unit Sedimentasi Unit sedimentasi merupakan peralatan yang berfungsi untuk memisahkan solid dan liquid dari suspensi untuk menghasilkan air yang lebih jernih dan konsentrasi lumpur yang lebih kental melalui pengendapan secara gravitasi.

Secara keseluruhan, fungsi unit sedimentasi dalam instalasi pengolahan adalah: • Mengurangi beban kerja unit filtrasi dan memperpanjang umur pemakaian unit penyaring selanjutnya; • Mengurangi biaya operasi instalasi pengolahan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam, Dan Contoh Pencemaran Lingkungan Beserta Cara Penanggulangannya Lengkap Cara Desain Sedimentasi Bak Pengendap Pertama (Pengendapan Diskrit) Pengendapan diskrit (disebut juga plain sedimentation atau sedimentasi I) dimaksudkan untuk mengendapkan partikel diskret atau partikel kasar atau lumpur.

Partikel diskret adalah partikel yang tidak mengalami perubahan bentuk dan ukuran selama mengendap di dalam air. Prasedimentasi hanya diperlukan apabila dalam air baku terdapat partikel diskret atau partikel kasar atau lumpur dalam jumlah yang besar.

Pengendapan dilakukan dalam bak berukuran besar (biasanya membutuhkan waktu detensi selama 2 hingga 4 jam) dalam aliran yang laminer, untuk memberikan kesempatan lumpur mengendap tanpa terganggu oleh aliran. Pengendapan berlangsung secara gravitasi tanpa penambahan bahan kimia sebelumnya. Bak pengendap I berfungsi untuk mengurangi partikel padat dalam air buangan dengan cara mengendapkan pada suatu tangki selama waktu tertentu sehingga terendapkan sekaligus mengurangi kekeruhan dan beban organik.

Lumpur yang dihasilkan dari bak pengendap I akan diolah lebih lanjut pada proses penanganan lumpur, sehingga volume lumpur dapat diperkecil.

Sedang fluida atau supernatannya keluar melalui sistem pelimpah yang ditampung pada saluran penampung/gullet menuju ke unit pengolahan biologi. Faktor penentu untuk mendesain Bak Pengendap I adalah: overflow rate, kedalaman tangki, waktu detensi Bak sedimentasi ideal. Sebuah aliran horizontal untuk melukiskan dalam bak sedimentasi menunjukkan karakteristik, yang secara umum digunakan cara pengendapan partikel diskrit : • aliran melalui bak terdistribusi merata melintasi sisi melintang bak • partikel terdispersi merata dalam air • pengendapan partikel yang dominan terjadi adalah type I Sebuah bak sedimentasi ideal dibagi menjadi 4 zona, yaitu: • Zona inlet.

Dalam zona ini aliran terdistribusi tidak merata melintasi bagian melintang bak; aliran meninggalkan zona inlet mengalir secara horisontal dan langsung menuju bagian outlet. • Zona pengendapan. Dalam zona ini, air mengalir pelan secara horisontal ke arah outlet, dan dalam zona ini terjadi proses pengendapan. Lintasan partikel diskret tergantung pada besarnya kecepatan pengendapan. • Zona lumpur. Dalam zona ini lumpur terakumulasi. Sekali lumpur masuk area ini ia akan tetap disana. • Zona outlet.

Dalam zona ini, air yang partikelnya telah terendapkan terkumpul pada bagian melintang bak dan siap melngalir keluar bak. Bak Pengendap II (Clarifier) Bak pengendap II berfungsi untuk mengendapkan zat padat yang terdapat dalam air buangan setelah melalui pengolahan biologis.

Bak pengendap ini dilengkapi dengan pengeruk lumpur mekanis. Lumpur yang terkumpul dipompakan ke unit pengolahan lumpur, sedang supernatannya dialirkan menuju bak filtrasi sebelum dibuang ke dalam air penerima.

Bentuk bak sedimentasi yaitu: a. Segi empat (rectangular). Pada bak ini, air mengalir horisontal dari inlet menuju outlet, sementara partikel mengendap ke bawah. b. Lingkaran (circular) – center feed. Pada bak ini, air masuk melalui pipa menuju inlet bak di bagian tengah bak, kemudian air mengalir horisontal dari inlet menuju outlet di sekeliling bak, sementara partikel mengendap ke bawah Secara tipikal bak persegi mempunyai rasio panjang : lebar antara 2 : 1 – 3 : 1.

c. Lingkaran (circular) – periferal feed. Pada bak ini, air masuk melalui sekeliling lingkaran dan secara horisontal mengalir menuju ke outlet di bagian tengah lingkaran, sementara partikel mengendap ke bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe periferal feed menghasilkan short circuit yang lebih kecil dibandingkan tipe center feed, walaupun center feed lebih sering digunakan.

Secara umum pola aliran pada bak lingkaran kurang mendekati pola ideal dibanding bak pengendap persegi panjang. Meskipun demikian, bak lingkaran lebih sering digunakan karena penggunaan peralatan pengumpul lumpurnya lebih sederhana. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Bioteknologi Pertanian Serta Manfaatnya Contoh Sedimentasi • Sedimentasi pada Pengolahan Air Minum Aplikasi teori sedimentasi pada pengolahan air minum adalah pada perancangan bangunan prasedimentasi dan sedimentasi II.

a.Prasedimentasi Bak prasedimentasi merupakan bagian dari bangunan pengolahan air minum yang berfungsi untuk mengendapkan partikel diskret yang relatif mudah mengendap.

Pengendapan dilakukan dalam bak berukuran besar (diperkirakan dalam waktu 1 hingga 3 jam) dalam aliran yang laminer untuk memberikan kesempatan lumpur mengendap tanpa terganggu oleh aliran. Pengendapan berlangsung secara gravitasi tanpa penambahan bahan kimia sebelumnya. Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada bak prasedimentasi adalah teori sedimentasi tipe I karena teori ini mengemukakan bahwa pengendapan partikel berlangsung secara individu (masing-masing partikel, diskret) dan tidak terjadi interaksi antar partikel.

b.Sedimentasi II Bak sedimentasi II merupakan bagian dari bangunan pengolahan air minum yang berfungsi untuk mengendapkan partikel hasil proses koagulasi-flokulasi yang relatif mudah mengendap (karena telah menggabung menjadi partikel berukuran besar). Tetapi partikel ini mudah pecah dan kembali menjadi partikel koloid. Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada bak sedimentasi II adalah teori sedimentasi tipe II karena teori ini mengemukakan bahwa pengendapan partikel berlangsung akibat adanya interaksi antar partikel.

Kelebihan dan kelemahan Sedimentasi Pengolahan Air Minum Kelebihan: • Membunuh lebih dari 50% bakteri. • Beberapa patogen akan berada di dasar wadah sehingga bagian atas wadah merupakan bagian paling bersih dan mengandung lebih sedikit pathogen. • Dapat membunuh organisma yang disebut cercariae, yang merupakan host perantara dalam siklus hidup bilharziasis ( schistosommiasis), penyakit yang berasal dari air dan sering terdapat di beberapa Negara.

Penyimpanan yang lebih lama akan semakin memperbaiki kualitas air. Kelemahan : • Membutuhkan waktu yang lama yakni sekitar 48 jam. • Tidak dapat membunuh semua bakteri dan mikroorganisme untuk menjadi benar-benar bersih. • Membutuhkan lahan yang luas. • Sedimentasi pada Pengolahan Air Limbah Aplikasi teori sedimentasi pada pengolahan air limbah: • Grit chamber Grit chamber merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang berfungsi untuk mengendapkan partikel kasar/grit bersifat diskret yang relatif sangat mudah mengendap.

Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada grit chamber adalah teori sedimentasi tipe I karena teori ini mengemukakan bahwa pengendapan partikel berlangsung secara individu (masing-masing partikel, diskret) dan tidak terjadi interaksi antar partikel. • Prasedimentasi Bak prasedimentasi merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang berfungsi untuk mengendapkan lumpur sebelum air limbah diolah secara biologis.

Meskipun belum terjadi proses kimia (misal koaguasi- flokulasi atau presipitasi), namun pengendapan di bak ini mengikuti pengendapan tipe II karena lumpur yang terdapat dalam air limbah tidak lagi bersifat diskret (mengingat kandungan komponen lain dalam air limbah, sehingga telah terjadi proses presipitasi). • Final clarifier Bak sedimentasi II (final clarifier) merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur hasil proses biologis (disebut juga lumpur biomassa).

Lumpur ini relatif sulit mengendap karena sebagian besar tersusun oleh bahan-bahan organik volatil. Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada bak sedimentasi II adalah teori sedimentasi tipe III dan IV karena pengendapan biomassa dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terjadinya pemampatan (kompresi) • Sedimentasi dalam industri Industri Kertas Pembuatan kertas merupakan proses yang melibatkan beberapa langkah dalam membuat perubahan pada kayu hingga akhirnya menjadi kertas.

Industri kertas juga merupakan industri manufaktur besar yang juga tentunya memiliki proses pengolahan limbah. Indutsri pulp dan kertas berusaha untuk meminimalisasi dampak limbah industri dengan cara mengusahakan penggunaan air secara efektif dan juga menggunakan proses modeling dan teknologi kidney dalam proses pengolahan air internal.

Anak sungai yang dihasilkan dari penggilingan pulp dan kertas mengandung material padat. Dan metode utama yang digunakan untuk menyingkirkan material tersebut adalah penyaringan, klarifikasi, dan flotasi.

Metode yang dipilih tergantung dari karakter material padat yang dihasilkan oleh limbah industri tersebut. Proses sedimentasi pada industri kertas merupakan teknologi paling sederhana dan paling ekonomis dalam memisahkan substansi padat dari limbah cair. Efisiensi yang tinggi dapat dicapai pada proses pengolahan anak sungai ketika material padat disaring sebelum menuju anak sungai dan dialirkan menuju tangki sedimentasi.

Peralatan sedimentasi berupa lintasan berbentuk lamella biasanya sering digunakan untuk mengelola limbah industri kertas, khususnya pada aliran limbah dengan konsentrasi serat yang tinggi dan logam berat seperti Cu dan Hg (Euni, 2013). Sistem Lamella Classifier terdiri dari serangkaian incline plate yang dipasang dengan sudut kemiringan 600° yang tersusun berjajar dan berfungsi untuk membentuk ruangan atau sel – sel sedimentasi yang terpisah di tiap pasang plat yang saling berdekatan.

Sel–sel ini merupakan faktor bertambahnya luas area sedimentasi yang sebanding dengan jumlah plat yang digunakan sehingga seluruh flok yang terbentuk pada unit flokulasi akan terendapkan di permukaan incline plate.

Air dialirkan melalui bagian bawah incline plate, perlahan air mengalir ke atas, kemudian gumpalan flok akan jatuh menempel pada bagian bawah tiap plat sedangkan air yang terolah mengalir keatas dan meluber menuju saluran weir yang akan mengalir menuju outlet tangki sedimentasi. Gumpalan dari kumpulan flok – flok yang menempel pada plat akan semakin banyak dan berat sehingga dapat meluncur kebawah pada permukaan plat yang miring.

Selanjutnya kompulan flok mengendap secara gravitasi menuju dasar tangki sedimentasi. Lumpur flok yang telah terbentuk secara periodik dibuang dengan membuka katup penguras (sludge drain) pada bagian bawah tangki sedimentasi. Direkomendasikan dilakukan pengeluaran lumpur secara kontinu yang tergantung pada pada beban suspended solid, untuk meningkatkan keefektifan volume zona pengendapan.

Selama periode air baku dengan kekeruhan rendah, sebagian lumpur yang terbentuk dikembalikan pada tangki flokulasi-koagulasi untuk meningkatkan efisiensi sistem (Aquarion, 2003). Daftar Pustaka • Coulson dan Richardson’s.

(2002). Chemical Engineering.Edisi5 : Volume 2. Oxfort : Butterworth Heinemann. • Halberthal, Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah (2013). Engineering Aspects In Solid-Liquid Separation-Thickener. From http://www.solidliquid separation.com/thickeners/thickener.htm, 12 Maret 2014 • Metcalf danEddi,Inc.( 2003).

Wastewater Engineering Treatment and Reuse.Edisi 4. Mc.Graw Hill. • Peavy, Howard S., Donald R. Rowe, dan George T., Environmnetal Engineering, McGraw-Hill Publishing Company, 1985.

• Perry, Robert H., dan Green, Don W., Perry’s Chemical Engineer’s Handbook, McGraw-Hill Publishing Company, 1999. • Reynolds, Tom D. Dan Richards, Paul A., Unit Operations and Processes in Environmental Engineering, 2nd edition, PWS Publishing Company, Boston, 1996. • Sincero, Arcadio P. Dan Gregorio A. Sincero, Environmental Engineering, Prentice Hall, 1996. • Tchobanoglous, George, Wastewater Engineering, Treatment and Reuse, 3rd edition, Metcalf & Eddy, Inc.

McGraw-Hill, Inc. New York, 1991. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi, IPS, S1, SMA, SMK, SMP Ditag #dampak sedimentasi, #jenis-jenis sedimentasi, #pengertian sedimentasi, abrasi adalah, aeolis, Cara Desain Sedimentasi, cara penanggulangan sedimentasi, contoh pengendapan, contoh proses pengendapan, contoh sedimentasi, contoh soal batuan sedimen, contoh soal sedimentasi, dataran aluvial, Faktor Mempengaruhi Kecepatan Sedimentasi, faktor penyebab sedimentasi, faktor yang mempengaruhi morfologi pantai, faktor yang mempengaruhi sedimentasi pdf, Fungsi Sedimentasi, jelaskan proses terjadinya tombolo, jenis sedimentasi dan hasil bentukannya, jenis sedimentasi pdf, kumpulan soal tentang sedimentasi, laporan praktikum sedimentasi, macam macam sedimentasi, macam macam sedimentasi berdasarkan pelakunya, Macam Sedimentasi, makalah pendangkalan sungai, manfaat sedimentasi, marine adalah geografi, masswasting adalah, material yang dibawa oleh sungai, pembahasan sedimentasi, pengertian erosi, pengertian sedimentasi menurut para ahli, penjelasan pendangkalan sungai, Penyebab Dampak Sedimentasi, penyebab sedimentasi, prinsip sedimentasi, proses sedimentasi pada pengolahan air, proses sedimentasi pdf, Proses Sedimentasi skala kecil, Proses Sedimentsi, sedimen dan sedimentasi, sedimen limnis, sedimen marine, sedimentasi aeolis adalah, sedimentasi biologis, sedimentasi fluvial, sedimentasi laut, sedimentasi menurut ahli, sedimentasi menurut para ahli, sedimentasi pdf, sedimentasi suspensi adalah, sedimentasi yang dipercepat, Unit Sedimentasi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Proses mengubah sesuatu dengan menambahkan nilai untuk mencapai kualitas unggul.

Mungkin Anda telah melihat proses bioteknologi konvensional yang terjadi pada hewan dan tumbuhan. Selain itu, ini juga dipelajari dalam biologi. Namun, tidak banyak dari kita yang tahu diskusi ini. Untuk alasan ini, jika ada di antara Anda yang tidak tahu atau tidak mengerti bioteknologi konvensional, jangan khawatir, saya akan membicarakannya dalam ikhtisar berikut.

Tapi pertama-tama saya membahas pengertian bioteknologi 6.8. Related posts: Pengertian Bioteknologi Metode yang melibatkan makhluk hidup atau organisme hidup untuk menciptakan produk baru yang dapat dimanfaatkan orang. Atau dapat dikatakan bahwa bioteknologi adalah cabang ilmu yang mengeksplorasi cara menggunakan organisme hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. Bioteknologi terdiri dari dua kata, yaitu bio (makna kehidupan) dan teknologi (ilmu terapan).

Saat ini, pengembangan bioteknologi tidak hanya didasarkan pada biologi, tetapi juga pada ilmu terapan dan murni lainnya seperti biokimia, komputer, biologi molekuler, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan sebagainya. Bagian dari keberhasilan bioteknologi, yang telah menarik perhatian publik, adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah bagian dari bioteknologi modern, yang ditemukan Watson dan Crik pada tahun 1953 menggunakan model DNA beruntai ganda.

Faktanya, bioteknologi telah dikenal selama ribuan tahun. Pada saat itu, banyak orang menggunakan makhluk hidup untuk membuat objek tertentu. Di masa lalu, penggunaan bioteknologi dalam kedokteran telah ditunjukkan, antara lain, oleh penemuan vaksin, antibiotik dan insulin, meskipun ini masih ada dalam jumlah terbatas karena kurangnya fermentasi. Setelah penemuan bioreaktor Louis Pasteur, perubahan signifikan terjadi. Dengan alat ini, produksi antibiotik dan vaksin dapat dilakukan secara massal.

Apa Itu Bioteknologi Konvensional? Bioteknologi Konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan layanan, seperti Jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim tertentu yang dimetabolisme untuk mendapatkan produk yang diinginkan.

Bioteknologi konvensional juga merupakan aplikasi bioteknologi yang digunakan karena sains belum berkembang pesat, penggunaannya dengan teknik fermentasi skala kecil terbatas pada peran organisme, dan prosesnya masih sangat sederhana.

Awalnya, bioteknologi hanya digunakan di bidang pertanian, tetapi seiring waktu juga untuk menemukan berbagai teknologi baru, terutama bioteknologi, yang juga telah berkembang di banyak bidang. Bioteknologi konvensional menghasilkan produk berdasarkan peran organisme sebagai bentuk atau pengubah nutrisi selama proses fermentasi.

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan alkohol, asam asetat, gula atau bahan makanan seperti tempe, tape, oncom, dan kecap. Selain itu, mikroorganisme dapat mengubah pola makan. Proses yang didukung oleh mikroorganisme, seperti. Dengan fermentasi, termasuk tempe, tape, kecap, dll, termasuk keju dan yoghurt. Bahkan proses bioteknologi konvensional ini dapat mengubah kandungan nutrisi makanan untuk menambah nilai bagi mereka.

Contoh dari proses bioteknologi konvensional adalah fermentasi. Selama fermentasi, glukosa yang terkandung dalam makanan dipecah oleh mikroba. Proses fermentasi dapat menghasilkan karbon dioksida, etanol, dan energi. Penerapan bioteknologi pada waktu itu bertujuan menghasilkan produk melalui peran mikroorganisme secara alami tanpa rekayasa genetika. Ini tidak benar, tampaknya bioteknologi konvensional tidak menggunakan rekayasa genetika sama sekali. Beberapa contoh bioteknologi konvensional yang dikembangkan oleh nenek moyang manusia di zaman kuno masih digunakan oleh masyarakat kita.

Contoh aplikasi ini umumnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu aplikasi mereka di sektor pengolahan susu, makanan dan non-makanan. Perkembangan bioteknologi konvensional tidak hanya terjadi dalam teknologi pangan, misalnya dalam produksi minuman beralkohol (bir, anggur) dan makanan (roti, keju). Namun, berkembang di bidang kesehatan, pemuliaan tanaman dan peternakan. Dalam hal makanan, mikroorganisme telah digunakan dengan cara yang berbeda, dan penelitian mikroorganisme ini tentu akan memakan waktu lama atau bahkan seumur hidup.

Ekologi mikroba akan berubah secara drastis karena posisinya, sehingga fermentasi makanan akan dilakukan di satu tempat. Jika Anda membuat makanan dengan mikroorganisme fermentasi yang sama tetapi di tempat yang berbeda, rasanya berbeda, bahkan jika jaraknya tidak terlalu besar. Bioteknologi konvensional memiliki beberapa ciri, antara lain : • Dikenal sejak awal peradaban manusia. • Gunakan produk yang dibuat langsung dari organisme atau mikroorganisme dalam bentuk senyawa kimia tertentu atau bahan makanan yang memiliki manfaat bagi manusia.

• Peralatannya sederhana. • Penggunaan mikroorganisme terbatas. • Jumlah produk yang diproduksi dalam jumlah kecil • Teknologi yang digunakan masih sederhana • Prosesnya relatif tidak steril, sehingga kualitas hasilnya tidak bisa dijamin.

Manfaat Bioteknologi Konvensional Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi sederhana. Bioteknologi memiliki beberapa manfaatnya, yaitu : • Tingkatkan kandungan nutrisi dari hasil produk bioteknologi dalam bentuk makanan dan minuman karena kandungan zat dari bahan makanan ini salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah berubah.

• Dengan menciptakan sumber makanan baru, seperti air kelapa, dimungkinkan untuk menghasilkan makanan baru, yaitu Nata de Coco. • Bisa membuat makanan tahan lama seperti mentimun. • Bisa meningkatkan pendapatan per kapita. Orang yang mengerti bagaimana membuat Nata de Coco dapat mengubah produk olahan mereka dari air kelapa kuno menjadi uang yang lebih berharga.

• Secara tidak langsung, ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat karena bioteknologi sederhana tidak memerlukan biaya banyak, sehingga anak-anak dapat menjual hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya tempe dan tape. Proses pembuatan tempe dan tape melibatkan bioteknologi. Bioteknologi Konvensional di Berbagai Bidang Bioteknologi konvensional yang digunakan manusia saat ini umumnya menggunakan proses yang sederhana dan telah dipraktikkan selama beberapa generasi.

Berikut ini beberapa manfaat bioteknologi di bidang kehidupan. Bidang Pengolahan Makanan Ini adalah sekelompok makhluk mikroskopis salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah ditemukan hampir di mana-mana dan biasanya berasal dari kelompok bakteri atau jamur. Makhluk ini memiliki area yang luas. Salah satu kemampuan mikroorganisme ini dapat menghasilkan enzim yang dilepaskan oleh tubuh. Enzim ini dapat menguraikan substrat atau bahan makanan yang mengelilinginya.

Ini dinyatakan sebagai fermentasi. Fermentasi ini memiliki banyak manfaat bagi manusia. Salah satunya adalah konversi berbagai bahan baku menjadi bahan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Manusia sudah lama menggunakan ragi dan ragi (Saccharomyces cereviceae) untuk menghasilkan alkohol sebagai pengembang roti.

Dalam kondisi anaerob, ragi memfermentasi gula menjadi alkohol dan CO2. Selain ragi, banyak agen biologis lainnya yang berperan dalam pemrosesan makanan. Nata de Coco juga memasukkan contoh-contoh bioteknologi konvensional dalam bentuk camilan sehat dengan konsistensi yang keras. Makanan ini terdiri dari santan, yang dicampur dengan Acetobacter xylinum. Bakteri ini mengubah gula menjadi air kelapa dan mengubahnya menjadi selulosa, yang lebih tahan dan lebih padat.

Nata de Coco tidak hanya dibuat dengan air kelapa, tetapi juga dapat dibuat dari jus nanas (Nata de Pineaplee), ekstrak kedelai (Nata de soja), ekstrak biji kakao (Nata de Cacao), dll. Bidang Pertanian Pertanian dan peternakan tidak lepas dari pengaruh bioteknologi konvensional. Masyarakat telah berusaha mendapatkan berbagai bibit unggul di bidang pertanian.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas panen, mereka harus mendapatkan benih unggul dari pertanian dengan panen yang baik. Dari sana, orang menghasilkan beragam tanaman pertanian. Manusia beralih dari cara yang berbeda, dari menyeberang ke memperoleh varietas baru, dari perbanyakan vegetatif ke radiasi untuk mengembangkan sifat-sifat baru.

Ketika teknologi pupuk digunakan, itu juga berubah. Pupuk yang diproduksi secara alami dan sintetis dari bahan sintetis telah dikembangkan untuk meningkatkan produk pertanian.

Ketika perbanyakan vegetatif dilakukan, ini harus dikembangkan untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk stek, transplantasi dan kultur jaringan. Pemotongan graft dilakukan di lingkungan terbuka sementara kultur jaringan dilakukan di laboratorium. Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan mengisolasi dan menumbuhkan bagian atau jaringan tanaman dalam media buatan aseptik. Selain menghasilkan benih berkualitas lebih tinggi, juga dapat digunakan untuk proses penaburan.

Ada dua cara menanam tanaman yang merupakan hasil pengembangan bioteknologi, yaitu tanaman hidroponik dan aerokultur.

Anda sering mendengar tanaman hidroponik, apa yang Anda ketahui tentang tanaman hidroponik? Tanaman hidroponik adalah tanaman yang ditanam dengan cara lain selain tanah, seperti pasir, batu bara bersisik, batu apung, batu dan air. Bidang Peternakan Penerapan bioteknologi konvensional sangat penting untuk meningkatkan produksi hewan.

Untuk mendapatkan benih yang lebih tinggi, manusia harus bereproduksi dengan sapi pilihan. Bagi petani, benih berkualitas tinggi sangat penting untuk meningkatkan produksi daging, telur dan susu berkualitas tinggi. seperti: Inseminasi Buatan Ini adalah teknik yang telah dikembangkan dengan inseminasi buatan. Investasi artifisial adalah cara untuk membawa sperma dari sapi jantan ke dalam alat kelamin ternak betina. Namun, sebelumnya, sperma sapi jantan dicairkan atau diproses.

Setelah itu, sapi betina memasuki sperma menggunakan metode khusus dan alat yang disebut senjata inseminasi. Ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat kelahiran sapi di musim kawin dan untuk mengatur program kelahiran. Inseminasi buatan meningkatkan kualitas hewan untuk mengoptimalkan penggunaan breed yang lebih tinggi dan untuk mencegah penularan atau penyebaran penyakit hewan.

Fertilisasi In Vitro Kebutuhan manusia akan produk pertanian semakin meningkat. Misalnya, kebutuhan masyarakat akan daging sapi dan susu sapi. Hal ini dinyatakan oleh pemerintah, yang masih mengimpor daging sapi dan susu sapi. T eknik penggandaan ternak telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan populasi. Selain teknik inseminasi buatan, perbanyakan ternak yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan fertilisasi in vitro.

Lingkungan Berbagai teknik pengolahan limbah telah diuji dan dikembangkan. Teknik pengolahan limbah, dalam hal ini limbah cair, dibagi menjadi tiga metode pengolahan, yaitu: • Pengolahan fisik • Perawatan kimia • Pengolahan biologis Pengolahan air limbah biologis lebih efektif daripada metode lain.

Metode biologis adalah metode yang berguna dalam kehidupan. Ini berfungsi sebagai katalis untuk menguraikan bahan yang terkandung dalam air limbah sebagai tanah subur.

Salah satu metode pengolahan air limbah yang menggunakan benda hidup (mikroorganisme) adalah pengolahan dengan lumpur aktif. Kelebihan dan Kekurangan Bioteknologi Konvensional Bioteknologi konvensional sangat membantu banyak orang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, ini tidak berarti bahwa ia tidak memiliki cacat. Keuntungan dan kerugian dari bioteknologi konvensional adalah : Kelebihan Meningkatkan nilai gizi makanan dan minuman seperti susu dalam yogurt, mentega, keju.

• Teknologi ini relatif sederhana. • Penciptaan sumber makanan baru, seperti air kelapa, bisa diubah menjadi Nata de Coco. • Ini secara tidak langsung dapat meningkatkan ekonomi, salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah bioteknologi konvensional tidak memerlukan biaya banyak, karena biaya yang digunakan relatif murah. • Efek jangka panjang sudah dikenal karena sistemnya sudah mapan. Kekurangan • Tidak mungkin mengatasi masalah ketidakcocokan genetik (inkompatibilitas).

• Peningkatan sifat genetik tidak langsung. • Hasilnya tidak bisa diprediksi. • Produksi varietas baru membutuhkan waktu yang relatif lama. • Hambatan alami dalam sistem pertanian seperti hama tidak bisa diatasi.

Contoh Bioteknologi Konvensional Berikut ini adalah contoh bioteknologi konvensional. Yogurt Yogurt dikenal sebagai minuman yang berasal dari proses fermentasi minuman susu menggunakan bakteri seperti Lactobacillus substilis dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini sangat berguna dalam memecah protein yang terkandung dalam susu sehingga mereka bisa menjadi asam laktat. Proses ini biasanya disebut sebagai proses fermentasi asam laktat, dan proses ini menghasilkan minuman yang disebut yoghurt.

Yogurt sekarang dapat dihargai oleh berbagai kelompok masyarakat, karena banyak digunakan di toko-toko, toko-toko dan tentu saja di supermarket. Harganya tidak cukup mahal dan cukup nyaman untuk dinikmati bersama keluarga di rumah. Tempe dan Oncom Selain praktis, tempe juga mengandung banyak nutrisi. Tempe dibuat dari kedelai menggunakan ragi dalam bentuk jamur Rhizopus sp. Jamur untuk produksi tempe atau jamur Rhizopus sp.

Berfungsi untuk mengubah kompleks protein kedelai yang sulit dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang dapat dengan mudah dicerna oleh manusia. Ada dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan hitam. Oncom merah terdiri dari bahan dasar ampas tahu, yang ditambahkan ke jamur Neurospora Crassa. Sementara itu, Oncom hitam terbuat dari kacang tanah yang berisi jamur Rhizopus oligosporus. Keju Dalam produksi keju, bakteri asam laktat digunakan, khususnya Lactobacillus dan Streptococcus.

Bakteri memiliki fungsi memfermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Proses pembuatan keju dimulai dengan memanaskan susu ke suhu 90 ° C atau mempastir dan mendinginkan hingga 30 ° C.

Selain itu, bakteri asam laktat dicampur. Sebagai hasil dari aktivitas bakteri, pH turun dan susu dipisahkan menjadi whey cair dan quark padat sehingga enzim renin ditambahkan dari perut sapi muda untuk mengumpulkan dadih. Enzim renin kini telah digantikan oleh enzim climosin buatan. Dadih yang terbentuk kemudian dipanaskan hingga suhu 32 ° Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah – 42 ° C dan diasinkan, kemudian ditekan untuk menghilangkan air dan disimpan untuk dimasak.

Virgin Coconut Oil (VCO) Pernahkah Anda mendengar tentang VCO? Minyak kelapa (VCO) atau minyak kelapa (Cocos nucifera). Konsumsi VCO diyakini dapat menyembuhkan penyakit karena kemampuannya untuk menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko kanker, memfasilitasi penyerapan mineral (Mg dan Ca), dan dapat membunuh virus. Namun, tidak diketahui bahwa manfaat kesehatan dari VCO perlu dieksplorasi. Bagaimana cara saya membuat VCO? Bahan dasarnya adalah parutan segar dan VCO yang baru saja dipres dengan santan atau manual.

Jus santan dimasak pada suhu di bawah 60 ° C untuk membentuk lapisan protein kelapa di tanah, air dan lapisan minyak bening murni di lapisan atas. Minuman Beralkohol Wine, rum, sake adalah beberapa contoh produk bioteknologi konvensional yang menggunakan lebih dari satu mikroorganisme dalam proses pembuatannya.

Sebagai contoh, dalam produksi alkohol, pati beras ketan atau bahan-bahan lain berbasis karbohidrat diubah menjadi glukosa oleh jamur Aspergillus. Glukosa kemudian dikonversi menjadi etanol menggunakan jamur Saccharomyces.

Acar Itu dibuat dari berbagai sayuran yang difermentasi. Cara mengubah sayuran menjadi acar, berbagai jenis bakteri seperti Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Pediococcus sp dapat digunakan.

Mikroba yang disebutkan di atas memiliki tujuan mengubah gula menjadi sayuran menjadi asam asetat. Asam asetat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan mikroba lain dan memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi. Itulah penjelasan untuk bioteknologi konvensional. Semoga, membaca artikel ini memperluas wawasan Anda. Baca Juga : • Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis • Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim • Akibat Dari Revolusi Bumi Related posts: • Proses Pembentukan Urine Pada Manusia • Percobaan Ingenhousz • Struktur Telinga dan Fungsinya Posted in Biologi Tagged apakah peran bioteknologi bagi manusia, bioteknologi konvensional keju, bioteknologi konvensional tempe, bioteknologi tradisional, ciri ciri bioteknologi konvensional, contoh bioteknologi, makalah bioteknologi konvensional, manfaat bioteknologi konvensional, materi bioteknologi, teknik-teknik dalam bioteknologi Artikel Terbaru • Pola Aliran Sungai • Massa Jenis Minyak • Contoh Pidato Perpisahan Kelas 9 • Fungsi Umum dan Khusus Pancasila • Contoh Hipotesis Dalam Penelitian • Manfaat dan Tujuan Penelitian • Contoh Rumusan Masalah • Cara Membuat Abstrak Dalam Penelitian • Ideologi Pancasila • Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Nouormand • Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pälzisch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Pertanian Umum • Agribisnis • Agroindustri • Agronomi • Ilmu pertanian • Jelajah bebas • Kebijakan pertanian • Lahan usaha tani • Mekanisasi pertanian • Menteri Pertanian • Perguruan tinggi pertanian • Perguruan tinggi pertanian di Indonesia • Permakultur • Pertanian bebas ternak • Pertanian berkelanjutan • Pertanian ekstensif • Pertanian intensif • Pertanian organik • Pertanian urban • Peternakan • Peternakan pabrik • Wanatani Sejarah • Sejarah pertanian salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Sejarah pertanian organik • Revolusi pertanian Arab • Revolusi pertanian Inggris • Revolusi hijau salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Revolusi neolitik Tipe • Akuakultur • Akuaponik • Hewan ternak • Hidroponik • Penggembalaan hewan • Perkebunan • Peternakan babi • Peternakan domba • Peternakan susu • Peternakan unggas • Peladangan • Portal:Pertanian Gambaran klasik pertanian di Indonesia Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bio enzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. [2] Kelompok ilmu- ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya.

Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya.

"Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak secara khusus disebut sebagai peternak. Daftar isi • 1 Cakupan pertanian • 2 Sejarah singkat pertanian dunia • 3 Pertanian kontemporer • 4 Tenaga kerja • 4.1 Keamanan • 5 Sistem pembudidayaan tanaman • 6 Sistem produksi hewan • 7 Masalah lingkungan • 7.1 Masalah pada hewan ternak • 7.2 Masalah penggunaan lahan dan air • 7.3 Pestisida • 7.4 Perubahan iklim • 8 Energi dan pertanian • 8.1 Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil • 9 Ekonomi pertanian • 10 Lihat pula • 11 Referensi • 12 Pranala luar Cakupan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia.

[3] Dalam arti sempit, pertanian diartikan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar ( hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah).

Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/ bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif ( intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis.

Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industri selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan. Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutan ( sustainable agriculture).

Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial. Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub "ideologi" pertanian yang disebutkan di atas.

Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya. Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi.

Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponik) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Sejarah singkat pertanian dunia [ sunting - sunting sumber ] Daerah " bulan sabit yang subur" di Timur Tengah. Di tempat ini ditemukan bukti-bukti awal pertanian, seperti biji-bijian dan alat-alat pengolahnya.

Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya (masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan pemeliharaan dan pembudidayaan hewan yang pertama kali. Selain itu, praktik pemanfaatan hutan sebagai sumber bahan pangan diketahui sebagai agroekosistem yang salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah.

[4] Pemanfaatan hutan sebagai kebun diawali dengan kebudayaan berbasis hutan di sekitar sungai. Secara bertahap manusia mengidentifikasi pepohonan dan semak yang bermanfaat. Hingga akhirnya seleksi buatan oleh manusia terjadi dengan menyingkirkan spesies dan varietas yang buruk dan memilih yang baik. [5] Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan.

Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian ( serealia, terutama gandum kuno seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut.

Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir pada era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian. Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda ( neolitikum), perunggu dan megalitikum.

Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.

Pada 5300 tahun yang lalu di China, kucing didomestikasi untuk menangkap hewan pengerat yang menjadi hama di ladang. [6] Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat ( Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut ( millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM.

Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda. Hewan ternak yang pertama kali di domestikasi adalah kambing/ domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing. Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM.

Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang.

Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini. Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuno (4000 tahun SM) dan Yunani Kuno (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun. Tanaman serat didomestikasikan di saat yang kurang lebih bersamaan dengan domestikasi tanaman pangan.

China mendomestikasikan ganja sebagai penghasil serat untuk membuat papan, tekstil, dan sebagainya; kapas didomestikasikan di dua tempat yang berbeda yaitu Afrika dan Amerika Selatan; di Timur Tengah dibudidayakan flax.

[7] Penggunaan nutrisi untuk mengkondisikan tanah seperti pupuk kandang, kompos, dan abu telah dikembangkan secara independen di berbagai tempat di dunia, termasuk Mesopotamia, Lembah Nil, dan Asia Timur.

[8] Pertanian kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Citra inframerah pertanian di Minnesota. Tanaman sehat berwarna merah, genangan air berwarna hitam, dan lahan penuh pestisida berwarna coklat Pertanian pada abad ke 20 dicirikan dengan peningkatan hasil, penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, pembiakan selektif, mekanisasi, pencemaran air, dan subsidi pertanian. Pendukung pertanian organik seperti Sir Albert Howard berpendapat bahwa di awal abad ke 20, penggunaan pestisida dan pupuk sintetik yang berlebihan dan secara jangka panjang dapat merusak kesuburan tanah.

Pendapat ini drman selama puluhan tahun, hingga kesadaran lingkungan meningkat di awal abad ke 21 menyebabkan gerakan pertanian berkelanjutan meluas dan mulai dikembangkan oleh petani, konsumen, dan pembuat kebijakan.

Sejak tahun 1990-an, terdapat perlawanan terhadap efek lingkungan dari pertanian konvensional, terutama mengenai pencemaran air, [9] menyebabkan tumbuhnya gerakan organik. Salah satu penggerak utama dari gerakan ini adalah sertifikasi bahan pangan organik pertama di dunia, yang dilakukan oleh Uni Eropa pada tahun 1991, dan mulai mereformasi Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa pada tahun 2005.

[10] Pertumbuhan pertanian organik telah memperbarui penelitian dalam teknologi alternatif seperti manajemen hama terpadu dan pembiakan selektif. Perkembangan teknologi terkini yang dipergunakan secara luas yaitu bahan pangan termodifikasi secara genetik. Di akhir tahun 2007, beberapa faktor mendorong peningkatan harga biji-bijian yang dikonsumsi manusia dan hewan ternak, menyebabkan peningkatan harga gandum (hingga 58%), kedelai (hingga 32%), dan jagung (hingga 11%) dalam satu tahun.

Kontribusi terbesar ada pada peningkatan permintaan biji-bijian sebagai bahan pakan ternak di Cina dan India, dan konversi biji-bijian bahan pangan menjadi produk biofuel. [11] [12] Hal ini menyebabkan kerusuhan dan demonstrasi yang menuntut turunnya harga pangan. [13] [14] [15] International Fund for Agricultural Development mengusulkan peningkatan pertanian skala kecil dapat menjadi solusi untuk meningkatkan suplai bahan pangan dan juga ketahanan pangan.

Visi mereka didasarkan pada perkembangan Vietnam yang bergerak dari importir makanan ke eksportir makanan, dan mengalami penurunan angka kemiskinan secara signifikan dikarenakan peningkatan jumlah dan volume usaha kecil di bidang pertanian di negara mereka.

[16] Sebuah epidemi yang disebabkan oleh fungi Puccinia graminis pada tanaman gandum menyebar di Afrika hingga ke Asia. [17] [18] [19] Diperkirakan 40% lahan pertanian terdegradasi secara serius. [20] Di Afrika, kecenderungan degradasi tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan lahan tersebut hanya mampu memberi makan 25% populasinya.

[21] Pada tahun 2009, China merupakan produsen hasil pertanian terbesar di dunia, diikuti oleh Uni Eropa, India, dan Amerika Serikat, berdasarkan IMF.Pakar ekonomi mengukur total faktor produktivitas pertanian dan menemukan bahwa Amerika Serikat saat ini 1.7 kali lebih produktif dibandingkan dengan tahun 1948.

[22] Enam negara di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, Argentina, dan Thailand mensuplai 90% biji-bijian bahan pangan yang diperdagangkan di dunia. [23] Defisit air yang terjadi telah meningkatkan impor biji-bijian di berbagai negara berkembang, [24] dan kemungkinan juga akan terjadi di negara yang lebih besar seperti China dan India.

[25] Tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2011, International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa setidaknya terdapat 1 miliar lebih penduduk yang bekerja di bidang sektor pertanian. Pertanian menyumbang setidaknya 70% jumlah pekerja anak-anak, dan di berbagai negara sejumlah besar wanita juga bekerja di sektor ini lebih banyak dibandingkan dengan sektor lainnya.

[26] Hanya salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah jasa yang mampu mengungguli jumlah pekerja pertanian, yaitu pada tahun 2007. Antara tahun 1997 dan 2007, jumlah tenaga kerja di bidang pertanian turun dan merupakan sebuah kecenderungan yang akan berlanjut.

[27] Jumlah pekerja yang dipekerjakan di bidang pertanian bervariasi di berbagai negara, mulai dari 2% di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, hingga 80% di berbagai negara di Afrika. [28] Di negara maju, angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan abad sebelumnya.

Pada abad ke 16, antara 55 hingga 75 persen penduduk Eropa bekerja di bidang pertanian. Pada abad ke 19, angka ini turun menjadi antara 35 hingga 65 persen. [29] Angka ini sekarang turun menjadi kurang dari 10%. [28] Keamanan [ sunting - sunting sumber ] Batang pelindung risiko tergulingnya traktor dipasang di belakang kursi pengemudi Pertanian merupakan industri yang berbahaya. Petani di seluruh dunia bekerja pada risiko tinggi terluka, penyakit paru-paru, hilangnya pendengaran, penyakit kulit, juga kanker tertentu karena penggunaan bahan kimia dan paparan cahaya matahari dalam jangka panjang.

Pada pertanian industri, luka secara berkala terjadi pada penggunaan alat dan mesin pertanian, dan penyebab utama luka serius. [30] Pestisida dan bahan kimia lainnya juga membahayakan kesehatan.

Pekerja yang terpapar pestisida secara jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fertilitas. [31] Di negara industri dengan keluarga yang semuanya bekerja pada lahan usaha tani yang dikembangkannya sendiri, seluruh keluarga tersebut berada pada risiko. [32] Penyebab utama kecelakaan fatal pada pekerja pertanian yaitu tenggelam dan luka akibat permesinan.

[32] ILO menyatakan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi yang membahayakan tenaga kerja. [26] Diperkirakan bahwa kematian pekerja di sektor ini setidaknya 170 ribu jiwa per tahun. Berbagai kasus kematian, luka, dan sakit karena aktivitas pertanian sering kali tidak dilaporkan sebagai kejadian akibat aktivitas pertanian. [33] ILO telah mengembangkan Konvensi Kesehatan dan Keselamatan di bidang Pertanian, 2001, yang mencakup risiko pada pekerjaan di bidang pertanian, pencegahan risiko ini, dan peran dari individu dan organisasi terkait pertanian.

[26] Sistem pembudidayaan tanaman [ sunting - sunting sumber ] Budi daya salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah di Bihar, India Sistem pertanaman dapat bervariasi pada setiap lahan usaha tani, tergantung pada ketersediaan sumber daya dan pembatas; geografi dan iklim; kebijakan pemerintah; tekanan ekonomi, sosial, dan politik; dan filosofi dan budaya petani.

[34] [35] Pertanian berpindah ( tebang dan bakar) adalah sistem di mana hutan dibakar. Nutrisi yang tertinggal di tanah setelah pembakaran dapat mendukung pembudidayaan tumbuhan semusim dan menahun untuk beberapa tahun. [36] Lalu petak tersebut ditinggalkan agar hutan tumbuh kembali dan petani berpindah ke petak hutan berikutnya yang akan dijadikan lahan pertanian.

Waktu tunggu akan semakin pendek ketika populasi petani meningkat, sehingga membutuhkan input nutrisi dari pupuk dan kotoran hewan, dan pengendalian hama. Pembudidayaan semusim berkembang dari budaya ini. Petani tidak berpindah, namun membutuhkan intensitas input pupuk dan pengendalian hama yang lebih tinggi. Industrialisasi membawa pertanian monokultur di mana satu kultivar dibudidayakan pada lahan yang sangat luas.

Karena tingkat keanekaragaman hayati yang rendah, penggunaan nutrisi cenderung seragam dan hama dapat terakumulasi pada halah tersebut, sehingga penggunaan pupuk dan pestisida meningkat. [35] Di sisi lain, sistem tanaman rotasi menumbuhkan tanaman berbeda secara berurutan dalam satu tahun. Tumpang sari adalah ketika tanaman yang berbeda ditanam pada waktu yang sama dan lahan yang sama, yang disebut juga salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah polikultur.

[36] Di lingkungan subtropis dan gersang, preiode penanaman terbatas pada keberadaan musim hujan sehingga tidak dimungkinkan menanam banyak tanaman semusim bergiliran dalam setahun, atau dibutuhkan irigasi. Di semua jenis lingkungan ini, tanaman menahun seperti kopi dan kakao dan praktik wanatani dapat tumbuh.

Di lingkungan beriklim sedang di mana padang rumput dan sabana banyak tumbuh, praktik budidaya tanaman semusim dan penggembalaan hewan dominan. [36] Sistem produksi hewan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Peternakan, Budi daya perikanan, dan Hewan ternak Sistem produksi hewan ternak dapat didefinisikan berdasarkan sumber pakan yang digunakan, yang terdiri dari peternakan berbasis penggembalaan, sistem kandang penuh, dan campuran.

[37] Pada tahun 2010, 30 persen lahan di dunia digunakan untuk memproduksi hewan ternak dengan mempekerjakan lebih 1.3 miliar orang. Antara tahun 1960-an sampai 2000-an terjadi peningkatan produksi hewan ternak secara signifikan, dihitung dari jumlah maupun massa karkas, terutama pada produksi daging sapi, daging babi, dan daging ayam. Produksi daging ayam pada periode tersebut meningkat hingga 10 kali lipat.

Hasil hewan non-daging seperti susu sapi dan telur ayam juga menunjukan peningkatan yang signifikan. Populasi sapi, domba, dan kambing diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2050. [38] Budi daya perikanan adalah produksi ikan dan hewan air lainnya di dalam lingkungan yang terkendali untuk konsumsi manusia.

Sektor ini juga termasuk yang mengalami peningkatan hasil rata-rata 9 persen per tahun antara tahun 1975 hingga tahun 2007.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

{INSERTKEYS} [39] Selama abad ke-20, produsen hewan ternak dan ikan menggunakan pembiakan selektif untuk menciptakan ras hewan dan hibrida yang mampu meningkatkan hasil produksi, tanpa memperdulikan keinginan untuk mempertahankan keanekaragaman genetika. Kecenderungan ini memicu penurunan signifikan dalam keanekaragaman genetika dan sumber daya pada ras hewan ternak, yang menyebabkan berkurangnya resistansi hewan ternak terhadap penyakit.

Adaptasi lokal yang sebelumnya banyak terdapat pada hewan ternak ras setempat juga mulai menghilang. [40] Produksi hewan ternak berbasis penggembalaan amat bergantung pada bentang alam seperti padang rumput dan sabana untuk memberi makan hewan ruminansia.

Kotoran hewan menjadi input nutrisi utama bagi vegetasi tersebut, namun input lain di luar kotoran hewan dapat diberikan tergantung kebutuhan. Sistem ini penting di daerah di mana produksi tanaman pertanian tidak memungkinkan karena kondisi iklim dan tanah. [36] Sistem campuran menggunakan lahan penggembalaan sekaligus pakan buatan yang merupakan hasil pertanian yang diolah menjadi pakan ternak.

[37] Sistem kandang memelihara hewan ternak di dalam kandang secara penuh dengan input pakan yang harus diberikan setiap hari. Pengolahan kotoran ternak dapat menjadi masalah pencemaran udara karena dapat menumpuk dan melepaskan gas metan dalam jumlah besar.

[37] Negara industri menggunakan sistem kandang penuh untuk mensuplai sebagian besar daging dan produk peternakan di dalam negerinya. Diperkirakan 75% dari seluruh peningkatan produksi hewan ternak dari tahun 2003 hingga 2030 akan bergantung pada sistem produksi peternakan pabrik.

{/INSERTKEYS}

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Sebagian besar pertumbuhan ini akan terjadi di negara yang saat ini merupakan negara berkembang di Asia, dan sebagian kecil di Afrika. [38] Beberapa praktik digunakan dalam produksi hewan ternak komersial seperti penggunaan hormon pertumbuhan menjadi kontroversi di berbagai tempat di dunia.

[41] Masalah lingkungan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pertanian Pertanian mampu menyebabkan masalah melalui pestisida, arus nutrisi, penggunaan air berlebih, hilangnya lingkungan alam, dan masalah lainnya. Sebuah penilaian yang dilakukan pada tahun 2000 di Inggris menyebutkan total biaya eksternal untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait pertanian adalah 2343 juta Poundsterling, atau 208 Poundsterling per hektare.

[42] Sedangkan di Amerika Serikat, biaya eksternal untuk produksi tanaman pertaniannya mencapai 5 hingga 16 miliar US Dollar atau 30-96 US Dollar per hektare, dan biaya eksternal produksi peternakan mencapai 714 juta US Dollar. [43] Kedua studi fokus pada dampak fiskal, yang menghasilkan kesimpulan bahwa begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk memasukkan biaya eksternal ke dalam usaha pertanian. Keduanya tidak memasukkan subsidi di dalam analisisnya, namun memberikan catatan bahwa subsidi pertanian juga membawa dampak bagi masyarakat.

[42] [43] Pada tahun 2010, International Resource Panel dari UNEP mempublikasikan laporan penilaian salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah lingkungan dari konsumsi dan produksi. Studi tersebut menemukan bahwa pertanian dan konsumsi bahan pangan adalah dua hal yang memberikan tekanan pada lingkungan, terutama degradasi habitat, perubahan iklim, penggunaan air, dan emisi zat beracun.

[44] Masalah pada hewan ternak [ sunting - sunting sumber ] PBB melaporkan bahwa "hewan ternak merupakan salah satu penyumbang utama masalah lingkungan". [45] 70% lahan pertanian dunia digunakan untuk produksi hewan ternak, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai lahan penggembalaan maupun lahan untuk memproduksi pakan ternak. Jumlah ini setara dengan 30% total lahan di dunia.

Hewan ternak juga merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca berupa gas metana dan nitro oksida yang, meski jumlahnya sedikit, namun dampaknya setara dengan emisi total CO 2.

Hal ini dikarenakan gas metana dan nitro oksida merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dibandingkan CO 2. Peternakan juga didakwa sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya deforestasi.

70% basin Amazon yang sebelumnya merupakan hutan kini menjadi lahan penggembalaan hewan, dan sisanya menjadi lahan produksi pakan. [46] Selain deforestasi dan degradasi lahan, budi daya hewan ternak yang sebagian besar berkonsep ras tunggal juga menjadi pemicu hilangnya keanekaragaman hayati.

Masalah penggunaan lahan dan air [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Dampak lingkungan dari irigasi Transformasi lahan menuju penggunaannya untuk menghasilkan barang dan jasa adalah cara yang paling substansial bagi manusia dalam mengubah ekosistem bumi, dan dikategrikan sebagai penggerak utama hilangnya keanekaragaman hayati.

Diperkirakan jumlah lahan yang diubah oleh manusia antara 39%-50%. [47] Degradasi lahan, penurunan fungsi dan produktivitas ekosistem jangka panjang, diperkirakan terjadi pada 24% lahan di dunia. [48] Laporan FAO menyatakan bahwa manajemen lahan sebagai penggerak utama degradasi dan 1.5 miliar orang bergantung pada lahan yang terdegradasi.

Deforestasi, desertifikasi, erosi tanah, kehilangan kadar mineral, dan salinisasi adalah contoh bentuk degradasi tanah. [36] Eutrofikasi adalah peningkatan populasi alga dan tumbuhan air di ekosistem perairan akibat aliran nutrisi dari lahan pertanian.

Hal ini mampu menyebabkan hilangnya kadar oksigen di air ketika jumlah alga dan tumbuhan air yang mati dan membusuk di perairan bertambah dan dekomposisi terjadi.

Hal ini mampu menyebabkan kebinasaan ikan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menjadikan air tidak bisa digunakan sebagai air minum dan kebutuhan masyarakat dan industri.

Penggunaan pupuk berlebihan di lahan pertanian yang diikuti dengan aliran air permukaan mampu menyebabkan nutrisi di lahan pertanian terkikis dan mengalir terbawa menuju ke perairan terdekat. Nutrisi inilah yang menyebabkan eutrofikasi. [49] Pertanian memanfaatkan 70% air tawar yang diambil dari berbagai sumber di seluruh dunia.

[50] Pertanian memanfaatkan sebagian besar air di akuifer, bahkan mengambilnya dari lapisan air tanah dalam laju yang tidak dapat dikembalikan ( unsustainable). Telah diketahui bahwa berbagai akuifer di berbagai tempat padat penduduk di seluruh dunia, seperti China bagian utara, sekitar Sungai Ganga, dan wilayah barat Amerika Serikat, telah berkurang jauh, dan penelitian mengenai ini sedang dilakukan di akuifer di Iran, Meksiko, dan Arab Saudi.

[51] Tekanan terhadap konservasi air terus terjadi dari salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah industri dan kawasan urban yang terus mengambil air secara tidak lestari, sehingga kompetisi penggunaan air bagi pertanian meningkat dan tantangan dalam memproduksi bahan pangan juga demikian, terutama di kawasan yang langka air.

[52] Penggunaan air di pertanian juga dapat menjadi penyebab masalah lingkungan, termasuk hilangnya rawa, penyebaran penyakit melalui air, dan degradasi lahan seperti salinisasi tanah ketika irigasi tidak dilakukan dengan baik.

[53] Pestisida [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pestisida Penggunaan pestisida telah meningkat sejak tahun 1950-an, menjadi 2.5 juta ton per tahun di seluruh dunia. Namun tingkat kehilangan produksi pertanian tetap terjadi dalam jumlah yang relatif konstan.

[54] WHO memperkirakan pada tahun 1992 bahwa 3 juta manusia keracunan pestisida setiap tahun dan menyebabkan kematian 200 ribu jiwa. [55] Pestisida dapat menyebabkan resistansi pestisida pada populasi hama sehingga pengembangan pestisida baru terus berlanjut. [56] Argumen alernatif dari masalah ini adalah pestisida merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi pangan pada lahan yang terbatas, sehingga dapat menumbuhkan lebih banyak tanaman pertanian pada lahan yang lebih sempit dan memberikan ruang lebih banyak bagi alam liar dengan mencegah perluasan lahan pertanian lebih ekstensif.

[57] [58] Namun berbagai kritik berkembang bahwa perluasan lahan yang mengorbankan lingkungan karena peningkatan kebutuhan pangan tidak dapat dihindari, [59] dan pestisida hanya menggantikan praktik pertanian yang baik yang ada seperti rotasi tanaman.

[56] Rotasi tanaman mencegah penumpukan hama yang sama pada satu lahan sehingga hama diharapkan menghilang setelah panen dan tidak datang kembali karena tanaman yang ditanam tidak sama dengan yang sebelumnya. Perubahan iklim [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Perubahan iklim dan pertanian Pertanian adalah salah satu yang mempengaruhi perubahan iklim, dan perubahan iklim memiliki dampak bagi pertanian.

Perubahan iklim memiliki pengaruh bagi pertanian melalui perubahan temperatur, hujan (perubahan periode dan kuantitas), kadar karbon dioksida di udara, radiasi matahari, dan interaksi dari semua elemen tersebut.

[36] Kejadian ekstrem seperti kekeringan dan banjir diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim. [60] Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Suplai air akan menjadi hal yang kritis untuk menjaga produksi pertanian dan menyediakan bahan pangan. Fluktuasi debit sungai akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Negara di sekitar sungai Nil sudah mengalami dampak fluktuasi debit sungai yang mempengaruhi hasil pertanian musiman yang mampu mengurangi hasil pertanian hingga 50%.

[61] Pendekatan yang bersifat mengubah diperlukan untuk mengelola sumber daya alam pada masa depan, seperti perubahan kebijakan, metode praktik, dan alat untuk mempromosikan pertanian berbasis iklim dan lebih banyak menggunakan informasi ilmiah dalam menganalisis risiko dan kerentanan akibat perubahan iklim.

[62] [63] Pertanian salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah memitigasi sekaligus memperburuk pemanasan global. Beberapa dari peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer bumi dikarenakan dekomposisi materi organik yang berada di tanah, dan sebagian besar gas metanan yang dilepaskan ke atmosfer berasal dari aktivitas pertanian, termasuk dekomposisi pada lahan basah pertanian seperti sawah, [64] dan aktivitas digesti hewan ternak.

Tanah yang basah dan anaerobik mampu menyebabkan denitrifikasi dan hilangnya nitrogen dari tanah, menyebabkan lepasnya gas nitrat oksida dan nitro oksida ke udara yang merupakan gas rumah kaca. [65] Perubahan metode pengelolaan pertanian mampu mengurangi pelepasan gas rumah kaca ini, dan tanah dapat difungsikan kembali sebagai fasilitas sekuestrasi karbon.

[64] Energi dan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Sejak tahun 1940, produktivitas pertanian meningkat secara signifikan dikarenakan penggunaan energi yang intensif dari aktivitas mekanisasi pertanian, pupuk, dan pestisida. Input energi ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. [66] Revolusi Hijau mengubah pertanian di seluruh dunia dengan peningkatan produksi biji-bijian secara signifikan, [67] dan kini pertanian modern membutuhkan input minyak bumi dan gas alam untuk sumber energi dan produksi pupuk.

Telah terjadi kekhawatiran bahwa kelangkaan energi fosil akan menyebabkan tingginya biaya produksi pertanian sehingga mengurangi hasil pertanian dan kelangkaan pangan. [68] Rasio konsumsi energi pada pertanian dan sistem pangan (%) pada tiga negara maju Negara Tahun Pertanian (secara langsung & tidak langsung) Sistem pangan Britania Raya [69] 2005 1.9 11 Amerika Serikat [70] 1996 2.1 10 Amerika Serikat [71] 2002 2.0 14 Swedia [72] 2000 2.5 13 Negara industri bergantung pada bahan bakar fosil secara dua hal, yaitu secara langsung dikonsumsi sebagai sumber energi di pertanian, dan secara tidak langsung sebagai input untuk manufaktur pupuk dan pestisida.

Konsumsi langsung dapat mencakup penggunaan pelumas dalam perawatan permesinan, dan fluida penukar panas pada mesin pemanas dan pendingin. Pertanian di Amerika Serikat mengkonsumsi sektar 1.2 eksajoule pada tahun 2002, yang merupakan 1% dari total energi yang dikonsumsi di negara tersebut. [68] Konsumsi tidak langsung yaitu sebagai manufaktur pupuk dan pestisida yang mengkonsumsi bahan bakar fosil setara 0.6 eksajoule pada tahun 2002.

[68] Gas alam dan batu bara yang dikonsumsi melalui produksi pupuk nitrogen besarnya setara dengan setengah kebutuhan energi di pertanian. China mengkonsumsi batu bara untuk produksi pupuk nitrogennya, sedangkan sebagian besar negara di Eropa menggunakan gas alam dan hanya sebagian kecil batu bara.

Berdasarkan laporan pada tahun 2010 yang dipublikasikan oleh The Royal Society, ketergantungan pertanian terhadap bahan bakar fosil terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bahan bakar yang digunakan di pertanian dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis tanaman, sistem produksi, dan lokasi.

[73] Energi yang digunakan untuk produksi alat dan mesin pertanian juga merupakan salah satu bentuk penggunaan energi di pertanian secara tidak pangsung. Sistem pangan mencakup tidak hanya pada produksi pertanian, namun juga pemrosesan setelah hasil pertanian keluar dari lahan usaha tani, pengepakan, transportasi, pemasaran, konsumsi, dan pembuangan dan pengolahan sampah makanan.

Energi yang digunakan pada sistem pangan ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan energi pada produksi hasil pertanian, dapat mencapai lima kali lipat. [70] [71] Pada tahun 2007, insentif yang lebih tinggi bagi petani penanam tanaman non-pangan penghasil biofuel [74] ditambah dengan faktor lain seperti pemanfaatan kembali lahan tidur yang kurang subur, peningkatan biaya transportasi, perubahan iklim, peningkatan jumlah konsumen, dan peningkatan penduduk dunia, [75] menyebabkan kerentanan pangan dan peningkatan harga pangan di berbagai tempat di dunia.

[76] [77] Pada Desember 2007, 37 negara di dunia menghadapi krisis pangan, dan 20 negara telah menghadapi peningkatan harga pangan di luar kendali, yang dikenal dengan kasus krisis harga pangan dunia 2007-2008.

Kerusuhan akibat menuntut turunnya harga pangan terjadi di berbagai tempat hingga menyebabkan korban jiwa. [13] [14] [15] Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil [ sunting - sunting sumber ] Prediksi M. King Hubbert mengenai laju produksi minyak bumi dunia. Pertanian modern sangat bergantung pada energi fosil ini.

[78] Pada kelangkaan bahan bakar fosil, pertanian organik akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan begitu banyak input berbasis minyak bumi seperti pupuk dan pestisida. Berbagai studi mengenai pertanian organik modern menunjukan bahwa hasil pertanian organik sama besarnya dengan pertanian konvensional.

[79] Kuba pasca runtuhnya Uni Soviet mengalami kelangkaan input pupuk dan pestisida kimia sehingga usaha pertanian di negeri tersebut menggunakan praktik organik dan mampu memberi makan populasi penduduknya. [80] Namun pertanian organik akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan jam kerja. [81] Perpindahan dari praktik monokultur ke pertanian organik juga membutuhkan waktu, terutama pengkondisian tanah [79] untuk membersihkan bahan kimia berbahaya yang tidak sesuai dengan standar bahan pangan organik.

Komunitas pedesaan bisa memanfaatkan biochar dan synfuel yang menggunakan limbah pertanian untuk diolah menjadi pupuk dan energi, sehingga bisa mendapatkan bahan bakar dan bahan pangan sekaligus, dibandingkan dengan persaingan bahan pangan vs bahan bakar yang masih terjadi hingga saat ini. Synfuel dapat digunakan di tempat; prosesnya akan lebih efisien dan mampu menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk seluruh aktivitas pertanian organik.

[82] [83] Ketika bahan pangan termodifikasi genetik (GMO) masih dikritik karena benih yang dihasilkan bersifat salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah sehingga tidak mampu direproduksi oleh petani [84] [85] dan hasilnya dianggap berbahaya bagi manusia, telah diusulkan agar tanaman jenis ini dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai penghasil bahan bakar, karena tanaman ini mampu dimodifikasi untuk menghasilkan lebih banyak dengan input energi yang lebih sedikit.

[86] Namun perusahaan utama penghasil GMO sendiri, Monsanto, tidak mampu melaksanakan proses produksi pertanian berkelanjutan dengan tanaman GMO lebih dari satu tahun. Di saat yang bersamaan, praktik pertanian dengan memanfaatkan ras tradisional menghasilkan lebih banyak pada jenis tanaman yang sama dan dilakukan secara berkelanjutan.

[87] Ekonomi pertanian [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Subsidi pertanian dan Ekonomi pedesaan Ekonomi pertanian adalah aktivitas ekonomi yang terkait dengan produksi, distribusi, dan konsumsi produk dan jasa pertanian. [88] Mengkombinasikan produksi pertanian dengan teori umum mengenai pemasaran dan bisnis adalah sebuah disiplin ilmu yang dimulai sejak akhir abad ke 19, dan terus bertumbuh sepanjang abad ke-20. [89] Meski studi mengenai pertanian terbilang baru, berbagai kecenderungan utama di bidang pertanian seperti sistem bagi hasil pasca Perang Saudara Amerika Serikat hingga sistem feodal yang pernah terjadi di Eropa, telah secara signifikan mempengaruhi aktivitas ekonomi suatu negara dan juga dunia.

[90] [91] Di berbagai tempat, harga pangan yang dipengaruhi oleh pemrosesan pangan, distribusi, dan pemasaran pertanian telah tumbuh dan biaya harga pangan yang dipengaruhi oleh aktivitas pertanian di atas lahan telah jauh berkurang efeknya. Hal ini terkait dengan efisiensi yang begitu tinggi dalam bidang pertanian dan dikombinasikan dengan peningkatan nilai tambah melalui pemrosesan bahan pangan dan strategi pemasaran. Konsentrasi pasar juga telah meningkat di sektor ini yang dapat meningkatkan efisiensi.

Namun perubahan ini mampu mengakibatkan perpindahan surplus ekonomi dari produsen (petani) ke konsumen, dan memiliki dampak yang negatif bagi komunitas pedesaan. [92] Digitalisasi perlu untuk merespon keterbatasan tenaga kerja dan juga meningkatkan efisiensi yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis, value, produk dan konsumen baru men-distruptive teknologi budidaya konvensional.

Baik selama proses bahkan hingga memasarkan produk pertanian, digitalisasi begitu efisien. Perlahan, para petani tidak gagap teknologi digital, dan bahkan bisa meningkatkan produkvitas sektor pertanian, hal ini tentu masih banyak tugas untuk mewujudkan petani menjadi petani digital.

[93] Kebijakan pemerintah suatu negara dapat mempengaruhi secara signifikan pasar produk pertanian, dalam bentuk pemberian pajak, subsidi, tarif, dan bea lainnya. [94] Sejak tahun 1960-an, kombinasi pembatasan ekspor impor, kebijakan nilai tukar, dan subsidi mempengaruhi pertanian di negara berkembang dan negara maju. Pada tahun 1980-an, para petani di negara berkembang yang tidak mendapatkan subsidi akan kalah bersaing dikarenakan kebijakan di berbagai negara yang menyebabkan rendahnya harga bahan pangan.

Di antara tahun 1980-an dan 2000-an, beberapa negara di dunia membuat kesepakatan untuk membatasi tarif, subsidi, dan batasan perdagangan lainnya yang diberlakukan di dunia pertanian.

[95] Namun pada tahun 2009, masih terdapat sejumlah distorsi kebijakan pertanian yang mempengaruhi harga bahan pangan. Tiga komoditas yang sangat terpengaruh adalah gula, susu, dan beras, yang terutama karena pemberlakuan pajak. Wijen merupakan biji-bijian penghasil minyak yang terkena pajak paling tinggi meski masih lebih rendah dibandingkan pajak produk peternakan. [96] Namun subsidi kapas masih terjadi di negara maju yang telah menyebabkan rendahnya harga di tingkat dunia dan menekan petani kapas di negara berkembang yang tidak disubsidi.

[97] Komoditas mentah seperti jagung dan daging sapi umumnya diharga berdasarkan kualitasnya, dan kualitas menentukan harga. Komoditas yang dihasilkan di suatu wilayah dilaporkan dalam bentuk volume produksi atau berat.

[98] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Safety and health in agriculture. International Labour Organization. 1999. ISBN 978-92-2-111517-5. Diakses tanggal 13 September 2010.

• ^ Harahap, Fitra Syawal (2021). Dasar-dasar Agronomi Pertanian. Mitra Cendekia Media. hlm. 2. ISBN 9786236957851. • ^ Lamangida, Saiman (2021).

"DEKAN HADIRI PENANDA TANGANAN IMPLEMENTASI KERJASAMA JURUSAN PETERNAKAN DENGAN DINAS PERTANIAN PROVINSI GORONTALO". ung.ac.id. Diakses tanggal 2022-01-04. • ^ Douglas John McConnell (2003).

The Forest Farms of Kandy: And Other Gardens of Complete Design. hlm. 1. ISBN 978-0-7546-0958-2. • ^ Douglas John McConnell (1992). The forest-garden farms of Kandy, Sri Lanka. hlm. 1. ISBN 978-92-5-102898-8. • ^ "Kucing Piaraan Tertua di Dunia Ditemukan". Kompas. 17 Desember 2013. • ^ Hancock, James F. (2012). Plant evolution and the origin of crop species (edisi ke-3rd). CABI. hlm. 119. ISBN 1845938011. • ^ UN Industrial Development Organization, International Fertilizer Development Center (1998).

The Fertilizer Manual (edisi ke-3rd). Springer. hlm. 46. ISBN 0792350324. • ^ Scheierling, Susanne M. (1995). "Overcoming agricultural pollution of water : the challenge of integrating agricultural and environmental policies in the European Union, Volume 1".

The World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-05. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "CAP Reform". European Commission. 2003. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "At Tyson and Kraft, Grain Costs Limit Profit". The New York Times. Bloomberg. 6 September 2007. • ^ McMullen, Alia (7 January 2008). "Forget oil, the new global crisis is food". Financial Post. Toronto. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-13. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b Watts, Jonathan (4 December 2007).

"Riots and hunger feared as demand for grain sends food costs soaring", The Guardian (London). • ^ a b Mortished, Carl (7 March 2008).

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

"Already we have riots, hoarding, panic: the sign of things to come?", The Times (London). • ^ a b Borger, Julian (26 February 2008). "Feed the world? We are fighting a losing battle, UN admits", The Guardian (London). • ^ "Food prices: smallholder farmers can be part of the solution".

International Fund for Agricultural Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-05. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ McKie, Robin; Rice, Xan (22 April 2007). "Millions face famine as crop disease rages", The Observer' (London).

• ^ Mackenzie, Debora (3 April 2007). "Billions at risk from wheat super-blight". New Scientist. London (2598): 6–7. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-09. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ Leonard, K.J. (February 2001). "Black stem rust biology and threat to wheat growers".

USDA Agricultural Research Service. Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ Sample, Ian (31 August 2007). "Global food crisis looms as climate change and population growth strip fertile land", The Guardian (London).

• ^ "Africa may be able to feed only 25% of its population by 2025", mongabay.com, 14 December 2006. • ^ "Agricultural Productivity in the United States". USDA Economic Research Service. 5 July 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-01. Diakses tanggal 2013-04-22.

• ^ " The Food Bubble Economy". The Institute of Science in Society. • ^ Brown, Lester R. "Global Water Shortages May Lead to Food Shortages-Aquifer Depletion".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-24. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "India grows a grain crisis". Asia Times (Hong Kong). 21 July 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-21. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b c "Safety and health in agriculture". International Labour Organization. 21 March 2011. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ AP (26 January 2007). "Services sector overtakes farming as world's biggest employer: ILO". The Financial Express. Diakses tanggal 2013-04-24.

• ^ a b "Labor Force – By Occupation". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 2013-05-04. • ^ Allen, Robert C. "Economic structure and agricultural productivity in Europe, 1300–1800" (PDF).

European Review of Economic History. 3: 1–25. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-10-27. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agricultural Injuries". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16.

• ^ "NIOSH Pesticide Poisoning Monitoring Program Protects Farmworkers". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ a b "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agriculture". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture: A hazardous work". International Labour Organization. 15 June 2009. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ "Analysis of farming systems".

Food and Agriculture Organization. Diakses tanggal 2013-05-22. • ^ a b Acquaah, G. 2002. Agricultural Production Systems. pp. 283–317 in "Principles of Crop Production, Theories, Techniques and Technology". Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ a b c d e f Chrispeels, M.J.; Sadava, D.E. 1994. "Farming Systems: Development, Productivity, and Sustainability". pp. 25–57 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ a b c Sere, C.; Steinfeld, H.; Groeneweld, J.

(1995). "Description of Systems in World Livestock Systems – Current status issues and trends". U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-26. Diakses tanggal 2013-09-08. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Thornton, Philip K. (27 September 2010). "Livestock production: recent trends, future prospects". Philosophical Transactions of the Royal Society B.

365 (1554). doi: 10.1098/rstb.2010.0134. • ^ Stier, Ken (September 19, 2007). "Fish Farming's Growing Dangers". Time. • ^ P. Ajmone-Marsan (May 2010). "A global view of livestock biodiversity and conservation – GLOBALDIV". Animal Genetics. 41 (supplement S1): 1–5. doi: 10.1111/j.1365-2052.2010.02036.x.

• ^ "Growth Promoting Hormones Pose Health Risk to Consumers, Confirms EU Scientific Committee" (PDF). European Union. 23 April 2002. Diakses tanggal 2013-04-06. • ^ a b Pretty, J; et al. (2000). "An assessment of the total external costs of UK agriculture". Agricultural Systems. 65 (2): 113–136. doi: 10.1016/S0308-521X(00)00031-7. • ^ a b Tegtmeier, E.M.; Duffy, M. (2005). "External Costs of Agricultural Production in the United States" (PDF). The Earthscan Reader in Sustainable Agriculture.

• ^ International Resource Panel (2010). "Priority products and materials: assessing the environmental impacts of consumption and production".

United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-24. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Livestock a major threat to environment". UN Food and Agriculture Organization. 29 November 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-28. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ Steinfeld, H.; Gerber, P.; Wassenaar, T.; Castel, V.; Rosales, M.; de Haan, C.

(2006). "Livestock's Long Shadow – Environmental issues and options" (PDF). Rome: U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-06-25. Diakses tanggal 5 December 2008. • ^ Vitousek, P.M.; Mooney, H.A.; Lubchenco, J.; Melillo, J.M. (1997). "Human Domination of Earth's Ecosystems". Science. 277: 494–499. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Bai, Z.G., D.L.

Dent, L. Olsson, and M.E. Schaepman (November 2008). "Global assessment of land degradation and improvement 1:identification by remote sensing" (PDF). FAO/ISRIC. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-12-13. Diakses tanggal 2013-05-24. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Carpenter, S.R., N.F.

Caraco, D.L. Correll, R.W. Howarth, A.N. Sharpley, and V.H. Smith (1998). "Nonpoint Pollution of Surface Waters with Phosphorus and Nitrogen". Ecological Applications. 8 (3): 559–568. doi: 10.1890/1051-0761(1998)008[0559:NPOSWW]2.0.CO;2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Molden, D. (ed.). "Findings of the Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture".

Annual Report 2006/2007. International Water Management Institute. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Li, Sophia (13 August 2012). "Stressed Aquifers Around the Globe". New York Times. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Use in Agriculture". FAO. November 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-15. Diakses tanggal 2013-05-07.

• ^ "Water Management: Towards 2030". FAO. March 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Pimentel, D. T.W. Culliney, and T. Bashore (1996.).

"Public health risks associated with pesticides and natural toxins in foods". Radcliffe's IPM World Textbook. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1999-02-18. Diakses tanggal 2013-05-07. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ WHO. 1992. Our planet, our health: Report of the WHU commission on health and environment.

Geneva: World Health Organization. • ^ a b Chrispeels, M.J. and D.E. Sadava. 1994. "Strategies for Pest Control" pp.355–383 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ Avery, D.T. (2000). Saving the Planet with Pesticides and Plastic: The Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Triumph of High-Yield Farming.

Indianapolis, IN: Hudson Institute. • ^ "Home". Center for Global Food Issues. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ Lappe, F.M., J. Collins, and P. Rosset. 1998. "Myth 4: Food vs. Our Environment" pp. 42–57 in World Hunger, Twelve Myths, Grove Press, New York. • ^ Harvey, Fiona (18 November 2011). "Extreme weather will strike as climate change takes hold, IPCC warns".

The Guardian. • ^ "Report: Blue Peace for the Nile" (PDF). Strategic Foresight Group. Diakses tanggal 2013-08-20. • ^ "World: Pessimism about future grows in agribusiness". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-10.

Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "SREX: Lessons for the agricultural sector". Climate & Development Knowledge Network. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ a b Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Soil Organic Matter" pp. 353–385 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Nitrogen and Sulfur Economy of Soils" pp. 386–421 in Elements of the Nature and Properties of Soils.

Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ " World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent. 14 June 2007. • ^ Robert W. Herdt (30 May 1997). "The Future of the Green Revolution: Implications for International Grain Markets" (PDF). The Rockefeller Foundation. hlm. 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-19. Diakses tanggal 2013-04-16.

• ^ a b c Schnepf, Randy (19 November 2004). "Energy use in Agriculture: Background and Issues" (PDF). CRS Report for Congress. Congressional Research Service. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2013-09-26.

• ^ Rebecca White (2007). "Carbon governance from a systems perspective: an investigation of food production and consumption in the UK" (PDF). Oxford University Center for the Environment. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-19. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Martin Heller and Gregory Keoleian (2000). "Life Cycle-Based Sustainability Indicators for Assessment of the U.S.

Food System" (PDF). University of Michigan Center for Sustainable Food Systems. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-03-14.

Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Patrick Canning, Ainsley Charles, Sonya Huang, Karen R. Polenske, and Arnold Waters (2010). "Energy Use in the U.S. Food System". USDA Economic Research Service Report No. ERR-94. United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-18. Diakses tanggal 2013-11-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Wallgren, Christine; Höjer, Mattias (2009).

"Eating energy—Identifying possibilities for reduced energy use in the future food supply system". Energy Policy. 37 (12): 5803–5813. doi: 10.1016/j.enpol.2009.08.046. ISSN 0301-4215. • ^ Jeremy Woods, Adrian Williams, John K. Hughes, Mairi Black and Richard Murphy (August 2010). "Energy and the food system". Philosophical Transactions of the Royal Society. 365 (1554): 2991–3006. doi: 10.1098/rstb.2010.0172. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Smith, Kate; Edwards, Rob (8 March 2008).

"2008: The year of global food crisis". The Herald. Glasgow. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "The global grain bubble". The Christian Science Monitor. 18 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-11-30. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ "The cost of food: Facts and figures".

BBC News Online. 16 October 2008. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ Walt, Vivienne (27 February 2008). "The World's Growing Food-Price Crisis". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-29. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent. 14 June 2007. • ^ a b "Can Sustainable Agriculture Really Feed the World?". University of Minnesota. August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-25.

Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "Cuban Organic Farming Experiment". Harvard School of Public Health. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-01.

Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ Strochlic, R.; Sierra, L. (2007). "Conventional, Mixed, and "Deregistered" Organic Farmers: Entry Barriers and Reasons for Exiting Organic Production in California" (PDF). California Institute for Rural Studies.

Diakses tanggal 2013-04-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ P. Read (2005). "Carbon cycle management with increased photo-synthesis and long-term sinks" (PDF). Geophysical Research Abstracts. 7: 11082. • ^ Greene, Nathanael (December 2004).

"How biofuels can help end America's energy dependence". Biotechnology Industry Organization. • ^ R. Pillarisetti and Kylie Radel (2004). "Economic and Environmental Issues in International Trade and Production of Genetically Modified Foods and Crops and the WTO".

19 (2). Journal of Economic Integration: 332–352. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Conway, G. (2000). "Genetically modified crops: risks and promise". 4(1): 2. Conservation Ecology. • ^ Srinivas (2008). "Reviewing The Methodologies For Sustainable Living". 7. The Electronic Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Monsanto failure". New Scientist. 181 (2433).

London. 7 February 2004. Diakses tanggal 18 April 2008. • ^ "Agricultural Economics". University of Idaho. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-01. Diakses tanggal 2013-04-16.

• ^ Runge, C. Ford (June 2006). "Agricultural Economics: A Brief Intellectual History" (PDF). Center for International Food and Agriculture Policy. hlm. 4. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Conrad, David E. "Tenant Farming and Sharecropping". Encyclopedia of Oklahoma History and Culture. Oklahoma Historical Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-27. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Stokstad, Marilyn (2005). Medieval Castles. Greenwood Publishing Group.

ISBN 0313325251. • ^ Sexton, R.J. (2000). "Industrialization and Consolidation in the US Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Sector: Implications for Competition and Welfare". American Journal of Agricultural Economics. 82 (5): 1087–1104. doi: 10.1111/0002-9092.00106. • ^ Novalius, Feby (8 Januari 2019).

"Digitalisasi Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi hingga Tekan Biaya Pemasaran". Okezone. Diakses tanggal 12 Oktober 2020. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009).

"How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 2–3. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kym Anderson and Ernesto Valenzuela (April 2006).

"Do Global Trade Distortions Still Harm Developing Country Farmers?" (PDF). World Bank Policy Research Working Paper 3901. World Bank. hlm. 1–2. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 21. Diakses tanggal 2013-04-16.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Glenys Kinnock (24 May 2011). "America's $24bn subsidy damages developing world cotton farmers". The Guardian. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture's Bounty" (PDF). May 2013. Diakses tanggal 2013-08-19. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agriculture.

• (Indonesia) Departemen Pertanian Republik Indonesia Diarsipkan 2007-02-03 di Wayback Machine. • (Inggris) Organisasi Pangan dan Pertanian PBB • (Inggris) Departemen Pertanian AS Diarsipkan 2008-07-08 di Wayback Machine. • Halaman ini terakhir diubah pada 28 Februari 2022, pukul 01.27.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah - Tentunya ini akan menjadi pelajaran yang sangat berarti sekali untuk kamu semua yang lagi mencari Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah tersebut di sini.

Kami membas Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah lengkap untuk anda bisa pelajari langsung nantinya, sehingga bisa membatu pelajaran buat anda semua.

Admin kunci jawaban menyampaikan banyak sekali soal untuk kamu semua dimana supaya anda yang ingin tahu pasti akan tahu untuk Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah tersebut, dan soal untuk umum hinga perguruan tinggi pun kami membahas di website ini sehingga sangat lengkap apa yang anda cari semua pelajaran kami berikan untuk membantu banyak orang bisa pelajari soal-soal dan kunci jawaban.

Maka untuk itu untuk memecahkan masalah Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah bisa anda melihat disini dibawah ini untuk bisa langsung dipelari atau anda bisa download Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah tersebut disini. Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah 1. Dunia telah melewati empat gelombang peradaban ekonomi.

Berikut bukan merupakan empat peradaban ekonomi yang telah dilewati dan dijalani. a. Ekonomi pertanian b. Ekonomi industri c. Ekonomi informasi d. Ekonomi kreatif e. Ekonomi maju 2. Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan sebutan 6M.

Salah satu dari 6M yang dapat dipahami sebagai pasar sasaran dari produk yang dihasilkan oleh suatu usaha adalah. a. Mooney b. Market c. Man d. Method e. Material 3. Produk hiasan yang ditemui di dalam rumah biasanya disebut dengan. a. Interior b. Eksterior c. Imperior d. Indoor e. Outdoor 4. Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembentukan, perakitan dan .

a. Pemasaran b. Pembentukan salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah. Finishing d. Painting e. Produk 5. Biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku, tenaga kerja dan biaya lain merupakan pengertian dari .

a. Biaya produksen b. Harga pemasaran c. Biaya produksi d. Pembiayaan bahan e. Semua jawaban salah 6. Untuk melindungi produk dari benturan dan cuaca serta memberikan kemudahan membawa adalah fungsi dari .

a. Kemasan b. Produk c. Brand d. Pemasaran e. Finishing 7. Mempersiapkan bahan baku agar siap produksi adalah tahap . a. Pembentukan b. Pembahanan c. Perakitan d. Pemasaran e. Finishing 8. Keindahan dapat dihasilkan dari pengolahan material untuk menghasilkan. a. Bentuk, lentur b. Warna, cantik, lembut c. Bentuk, warna, tekstur d. Bentuk, kekuatan e. Warna, kekuatan, kelenturan 9. Mengeksplorasi berbagai kemungkinan keindahan dan keunikan yang dihasilkan, adalah pengembangan desain untuk nilai .

a. Estetik b. Geometris c. Material d. Keunikan e. Kekuatan 10. Desain produk hiasan harus memiliki nilai estetik dan . a. Keindahan b. Kemahalan c. Keunikan d. Kabaikan e. kekuatan 11. Pengembangan desain dari limbah untuk membuat produk hiasan diawali dengan …. a. Riset b. Data c. Explorasi d. Ide e. Pengembangan 12. Pengembangan desein dengan riset bertujuan untuk mencari data tentang …. a. Bahan baku b. Potensi limbah c. Mengenali pasar d.

Explorasi salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah e.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Mengenali tempat 13. Limbah yang akan dimanfaatkan untuk memproduksi produk hiasan harus memiliki jumlah yang cukup, material dan bentuk yang sama agar …. a. Banyak yang berminat b. Laku dipasaran c. Produk memiliki standar d. Memilikii ciri khas e. Terlihat indah 14. Penentuan bahan baku limbah yang akan digunakan menjadi dasar untuk proses … a. Menganali pasar b. Explorasi material c. Pengembangan produk d. Explorasi ide desain e. Riset potensi 15. Dalam proses pengembangan desain setelah ide diperoleh, tahap selanjutnya adalah ….

a. Diskusi b. Riset potensi c. Menentukan bahan d. Studi pasar e. Pembuatan sketsa ide 16. Yang bukan termasuk pasar sasaran adalah …. a. Harga b. Usia c. Gender d. Pekerjaan e. Psikografi 17. Pencarian data melalui pengamatan dan wawancara dilakukan kepada pasar sasaran yang dituju untuk mengetahui …. a. Harga jual b. Selera dan daya beli c. Ketertarikan pengunjung d.

Pendapat pengunjung e. Nilai estetiknya 18. Yang bukan termasuk gaya desain diantaranya adalah …. a. Gaya jepang b. Gaya etnik c. Gaya eropa d. Gaya modern e. Gaya klasik 19. Eksplorasi material dapat dilakukan dengan cara antara lain … a. Membeli produk lain b. Mancari contoh c.

Mencari sumber lain d. Melakukan percobaan e. Menawarkan ke pasar 20. Produk hiasan diluar rumah dapat memanfaatkan angin dan air untuk mengahasilkan …. a. Pemandangan yang indah b. Sesuatu yang unik c. Barang siap jual d. Gerak dan panas e. Gerak dan bunyi 21. Material serat dan kain lebih tepatnya digunakan untuk produk hiasan di dalam rumah, karena … a. Tidak tahan cuaca b.

Mudah robek c. Mudah pudar d. Mudah terbakar e. Mudah hilang 22. Tahapan pada proses produksi secara umum terdiri dari, kecuali …. a. Pembahanan b. Percobaan c. Finishing d. Perakitan e. Pembentukan 23. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku, tenaga kerja dan biaya lain yang disebut … a. Overheat b. Over monitor c. Over head d. Hutang e.

Keuntungan 24. Yang termasuk biaya over head yaitu. kecuali a. Biaya membawa limbah b. Biaya makan c. Biaya minum d. Biaya pembelian barang e. Biaya membeli sabun 25. Total biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi disebut … a. Biaya bahan baku b. Biaya tenaga kerja c.

Biaya overhead d. Biaya overheat e. Biaya produksi 26. Rumus menentukan harga pokok produksi dengan cara … a. Biaya produksi / Jumlah produksi b. Biaua bahan + tenaga kerja / Jumlah produksi c.

Jumlah produksi / Overhead d. Biaya produksi x Jumlah produksi e. Jumlah produksi / Biaya produksi 27. Kemasan produk hiasan berfungsi untuk melindungi produk dari benturan dan cuaca serta … a. Agar terlihat tidak salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah b. Mudah dibawa c. Lebih dikenal d. Tidak mudah busuk e. Untuk formalitas 28. Produk hiasan memiliki keunggulan pada tampilan visual maka tidak akan memanfaatkan media … a. Televisi b. Majalah c. Radio d. Internet e.

Poster 29. Yang termasuk salah satu kunci keberhasilan penjualan produk inovatif adalah … a. Pendapatan orang b. Pekerjaan orang c. Biaya produksi d. Harga jual e. Manfaat produk 30. Penetapan harga jual tergantung pada … kecuali a.

Harga pokok produksi b. Kemasan c. Biaya promosi d. Biaya distribusi e. Pembeli 31. Hukum ekonomi dasar menjelaskan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dan . a. Persediaan barang b. Permintaan pembeli c. Peluang pasar d. Nilai rupiah e. Persediaan bahan 32. Produk fungsional dibuat untuk . a. Hiasan b. Bahan makanan c.

Membuat bahan bakar d. Membantu kegiatan manusia e. Aksesories 33. Agar usaha tidak tergantung pada sautu jenis produk saja kita harus melakukan. a. Market Development b. Product Development c. Diversification d. Market Penetration e. Marker Increasing 34. Sebuah produk fungsional harus memiliki konstruuksi yang baik agar. a. Aman dan nyaman saat digunakan b. Terlihat mahal c. Dapat menarik konsumen d. Awet e. Mudah digunakan 35. Bahan baku untuk membuat produk fungsional sebagai sarana berkreasi adalah .

a. Bahan alami b. Bahan baku limbah c. Bahan baku buatan d. Bahan baku sintetis e. Bahan baku temporer 36. Perbedaan antara produk fungsional fesyen dan non fesyen . a. Bahan baku yang mahal b. Bahan baku yang sulit dicari c. Nilai jual yang tinggi d. Fungsi yang sama e. Memiliki nilai estika yang tinggi 37. Yang tidak termasukk tahap produksi adalah. a. Pengemasan b. Finising c.

Pembahanan d. Perakitan e. Pembentukan 38. Proses pembahanan pada bahan baku kayu adalah . a. Mengecat kayu b. Memahat kayu sesuai pola c.

Memotong kayu dengan ukuran yang sesuai d. Membersihkan kayu e. Menghaluskan kayu 39. Yang harus diperhatikan pada proses pembentukan bahan baku adalah bentuk produk yang akan dibuat, jenis material, dan .

a. Jenis produk b. Alat c. Bahan baku d. Nilai estetika e. Bentuk Meterial 40. Teknik pembentukan dengan penganyaman dapat dilakukan untuk material seperti, kecuali . a. Lembaran karton b. Tanah c. Daun kering d. Lembaran kertas e. Potongan kemasan sachet 41. Cutter digunakan untuk pemotongan lurus, sedangkan gunting digunakan untuk pemotongan .

a. Kotak b. Karet c. Horizontal d. Melengkung e. Vertikal 42. Teknik sambungan diantaranya dengan . a. Anyam, corlem b. Pasak, anyam, benang c. Lem, cor pasak d. Pasak, lem, benang e. Cor, anyam, benang 43. Tujuan dari teknik finising adalah, kecuali. a. Rapi b. Menarik c. Awet d. Tahan lama e. Mengkilap 44.

Metode “ban berjalan” juga disebut metode . a. Modern b. Tradisional c. Lawas d. Lampau e. Pertengahan 45. Manfaat penggunaan metode modern . a. produksi yang mudah b. mempermudah pekerjaan c. Efisien dalam waktu d. Pekerja yang sedikit e. Menambah peluang pasar 46. Dalam proses pembentukan bahan baku kacca alat kesehatan dan keselamatan yang dipakai adalahkecuali . a. Kaca mata b.

Helm c. Masker d. Sarung tangan e. Sepatu 47. Selain alat kesehatan dan keselamatan kerja hal yang tak kalah penting adalah sikap kerja, kecuali. a. Rapi b. Sigap c. Teliti d. Konsentrasi e. Hati-hati 48. Pada metode tradisional satu orang melakukan . a. satu tahap produksi b. setengah tahap produksi c. setiap tahapan d. tahap awal dan akhir saja e. tahap awal saja 49.

Produk fungsional yang merupakan bagian dari gaya hidup dan fesyen, memanfaatkan bahan limbah yang memiliki ……. a. Potensi untuk menghasilkan nilai estetika b. Karakter material sesuai untuk fungsi produk tersebut c. Nilai jual yang tinggi d.

Bahan yang tidak mudah rusak e. Perawatan yang mudah 50. Produk fungsional untuk bercocok tanam dapat memanfaatkan limbah ……. Karena tahan terhadap air. a. Daun b. Ranting c. Kayu d. Logam e. Plastik 51. Material limbah untuk produk kerajinan fungsional harus memiliki karakter sesuai …… a. Minat kita b. Permintaan pasar c. Fungsi produk yang akan dibuat d. Bahan yang lagi hits e. Dengan anggaran keuangan 52. Agar aman dan nyaman saat digunakan, sebuah produk fungsional harus memiliki …… a.

Nilai jual yang tinggi b. Banyak peminat c. Pernak pernik yang mewah d. Konstruksi yang baik e. Bahan yang mahal 53. Sumber bahan baku yang dekat dengan tempat produksi akan dapat menekan…. a. Biaya transportasi bahan baku b. Jumlah bahan baku yang ada c. Tenaga untuk membuat produk fungsional d. Kualitas bahan baku e. Nilai jual produk 54. Proses pembahanan juga penting untuk menghasilkan produk yang awet, tidak mudah rusak karena faktor….

a. Harga b. Bahan c. Material tambahan d. Cuaca dan mikroorganisme e. Pembeli 55. Pembahanan batok kelapa yaitu membersihkan batok kelapa dari sabutnya dengan menggunakan…. a. Sabun b. Sikat c. Pasta gigi d. Oli e. Pisau dan amplas 56. Proses pembentukan batok kelapa untuk sendok adalah membentuk batok kelapa menjadi…. a. Elips b. Bulat c. Persegi d. Balok e. Segitiga 57. Bahan yang cocok untuk teknik anyaman yaitu…. a. Kertas b. Logam c.

Kayu d. Ranting e. Kulit 58. Proses yang menyambung-nyambungkan setiap bagian untuk kekuatan konstruksi disebut…. a. Perakitan b. Pembahanan c. Pembentukan d. Pewarnaan e. Finishing 59. Untuk melindungi tubuh dari sisa potongan kayu dan debu maka dianjurkan menggunakan….

a. Kaca mata dan masker b. Sarung tangandan masker c. Helm dan masker d. Baju kerja dan helm e. Sepatu safety dan masker 60. Pemanfaatan metode produksi dan pengaturan alur produksi mempengaruhi . a. Harga produk dan kualitas produk b. Kelancaran produksi dan keselamatan produksi c. Kesehatan tenaga kerja d.

Kualitas produk dan kelancaran produksi e. Keslamatan tenaga kerja dan kualitas produk 61. Untuk hasil pelapisan yang rapi pada teknik finising harus . a. Sapuan kuas maupun semprotan jangan tebal b.

Sapuan kuas maupun semprotan yang tipis c. Sapuan kuas maupun semprotan harus tebal d. Sapuan kuas maupun semprotan sesuai kebutuhan e.

Sapuan kuas yang tebal dan semprotan yang tipis 62. Ide desain produk fungsional dapat diperoleh dengan tiga cara pendekatan. Pendekatan pertama adalah … a. dengan melakukan eksplorasi material limbah untuk menghasilkan produk fungsional b. dengan mengenali pasar sasaran dan produk fungsional yang dibutuhkan.

c. dengan mengenali karakter dari limbah d. dengan mengganti material dari produk yang sudah umum digunakan e. dengan memikirkan kegiatan kegiatan yang membutuhkan produk produk fungsional 63. Produk fungsional pada dasarnya dibuat untuk. a. memudahkan suatu kegiatan b.

memaksimalkan potensi keunggulan limbah c. menghasilkan produk fungsional d. memudahkan suatu kegiatan melindungi dari kotoran dapat berupa lembaran kertas atau plastik e. memperkenalkan fungsi dan keunggulan dari produk 64. Pilihlah larutan pelapis yang berbahan dasar … agar aman bagi pengguna produk a.

minyak b. tanah c. air d. plastik e. logam 65. Limbah plastic memiliki keunggulan karena …… a. Mudah diolah b. tahan terhadap air c. Tahan terhadap panas d.

Mudah didapat e. Mudah didaur ulang 66. Eksplorasi teknik pengolahan material dilakukan untuk . a. memperkenalkan fungsi dan keunggulan dari produk b. memaksimalkan potensi keunggulan limbah dan mengurangi kelemahan yang dimiliki c. menghasilkan produk fungsional d. memudahkan suatu kegiatan melindungi dari kotoran dapat berupa lembaran kertas atau plastik e. memudahkan suatu kegiatan 67. Produk ……. dibuat untuk membantu kegiatan manusia.

a. Fungsional b. Kerajinan c. Perhiasan d. Makanan e. Pakaian 68. Produk dengan nilai …… lebih tinggi memiliki bentuk, warna atau tekstur yang menarik.

a. Ergonomis b. Estetika c. Fungsi d. Jual e. Pakai 69. Produk fungsional yang merupakan bagian dari gaya hidup dan fesyen, memanfaatkan bahan limbah yang memiliki ……. a. Potensi untuk menghasilkan nilai estetika b. Karakter material sesuai untuk fungsi produk tersebut c. Nilai jual yang tinggi d.

Bahan yang tidak mudah rusak e. Perawatan yang mudah 70. Kekuatan konstruksi material juga dapat diperoleh dengan cara ……. a. Menambah bahan perekat b. Menganyam bahan menjadi bidang c. Bahan dipotong-potong d. Memilih bahan yang mahal e. Menambah pernak-pernik 71. Bentuk lengkung memiliki kekuatan konstruksi lebih baik daripada ….

a. Lembaran b. Bulat c. Tidak rata d. Licin e. Bergelombang 72. Tahapan produksi baik untuk produk hiasan maupun produk fungsional terbagi atas 4 tahap, kecuali…. a. Pengolahan bahan b. Pembentukan c. Perakitan d. Finishing e. Pewarnaan 73. Pembahanan batok kelapa yaitu membersihkan batok kelapa dari sabutnya dengan menggunakan….

a. Sabun b. Sikat c. Pasta gigi d. Oli e. Pisau dan amplas 74. Salah satu factor yang mempengaruhi pembentukan bahan baku yaitu…. a. Harga jual b. Minat pembeli c. Jumlah pernak pernik d. Bentuk dasar material e. Kebutuhan pasar 75.

Teknik pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing yang dapat digunakan diantaranya, kecuali…. a. Teknik pembentukan dengan penganyaman b. Teknik pembentukan dengan potongan c. Teknik penyambungan d. Teknik finishing e. Teknik pengemasan 76. Bahan yang cocok untuk teknik anyaman yaitu…. a. Kertas b. Logam c. Kayu d. Ranting e. Kulit 77. Cutter digunakan untuk pemotongan lurus, sedangkan gunting untuk pemotongan….

a. Persegi b. Balok c. Segitiga d. Lengkung e. Prisma 78. Gunting cocok untuk pembentukan material…. a. Kertas b. Serat alami c. Lembek d. Basah e. Kayu 79. Proses yang menyambung-nyambungkan setiap bagian untuk kekuatan konstruksi disebut….

a. Perakitan b. Pembahanan c. Pembentukan d. Pewarnaan e. Finishing 80. Pemanfaatan metode produksi dan pengaturan alur produksi mempengaruhi kualitas produk dan…. a. Keamanan produk b. Nilai jual produk c. Peminat produk d. Kelancaran produksi e. Warna produk 81. Untuk melindungi tubuh dari sisa potongan kayu dan debu maka dianjurkan menggunakan…. a. Kaca mata dan masker b. Sarung tangandan masker c. Helm dan masker d. Baju kerja dan helm e. Sepatu safety dan masker 82.

Proses produksi suatu produk berbeda-beda tergantung dari … a. Bahan baku dan desain produknya b. Bahan baku dan tenaga produksinya c. Desain dan jenis produk d. Jenis produk dan tenaga kerja e. Tenaga kerja dan desain produk 83. Pada umumnya tahapan pada proses produksi terdiri dari empat tahap . kecuali a. Pembahanan b. Pengecatan c. Pembentuukan d. Perakitan e. Finishing 84. Keragaman limbah yang ada di Indonesia membuka peluang usaha produk kerajinan … dan … salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah limbah.

a. Estetis dan Miniature b. Hiasan dan Fungsional c. Benda Pakai dan Fungsional d. Tepat Guna dan Efisien e. Kayu dan Kertas 85. Dalam 6M salah satunya adalah Man. Dalam wirausaha kerajinan Man (Manusia) meliputi …………. dan ………….

a. Man Power dan Physic Power b. Mind Power dan Physic Power c. Man Power dan Mind Power d. Strange Power dan Physic Power e. Strange Power dan Mind Power 86. Dalam wirausaha produk dari limbah peralatan perkakas, dan mesin sederhana hanya sebagai alat bantu. Karena dalam wirausaha produk dari limbah yang diutamakan adalah … a. Produktivitas Kerja b. Motivasi kerja c. Peralatan yang mahal d. Kreativitas kerja e.

Keterampilan tangan LIHAT JUGA SOAL LAINNYA : Anda sedang membaca Artikel tentang Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah dan anda bisa menemukan Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah ini dengan URL https://kuncijawaban4.blogspot.com/2017/05/soal-wirausaha-produk-kerajinan-hiasan.html, Terimakasih Telah membaca Artikel Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah Anda boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste nya jika Artikel Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah ini sangat bermanfaat bagi anda, Namun jangan lupa untuk meletakkan Link Soal Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan Dari Limbah sebagai Sumbernya.Teknologi Ramah Lingkungan: Energi, Transportasi, Industri, dsb - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 4.1 Artikel Terkait Teknologi ramah lingkungan adalah bentuk aplikasi teknologi dengan tujuan memberi kemudahan bagi aktivitas dan pemenuhan kebutuhan manusia dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan seperti tidak menghasilkan limbah berbahaya dan menggunakan energi dari sumber daya alam yang dapat diperbarui (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

243). Jika kita mengamati sekitar, teknologi yang digunakan oleh masyarakat sudah sangat membantu aktivitas kehidupan. Mulai dari penggunaan sepeda motor dan mobil untuk bepergian, hingga listrik yang sudah tidak dapat dilepaskan lagi dari kehidupan sehari-hari. Namun, dibalik manfaat yang luar biasa tersebut, tersimpan bermacam potensi perusakan lingkungan dan alam yang justru dapat berpotensi memberikan malapetaka bagi manusia. Contohnya adalah bagaimana kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi gas buang yang menyebabkan pemanasan global yang dampak negatifnya sangat besar terhadap kita.

Kendaraan bermotor juga ditenagai oleh bahan bakar bensin ( gasolin) maupun Diesel. Selain berbahaya bagi alam dan kesehatan manusia (termasuk makhluk hidup lainnya) kedua bahan tersebut diambil dari fossiel fuel yang membutuhkan 650 juta tahun untuk terbentuk.

Artinya, cadangan minyak bumi itu akan ada habisnya. Coba bayangkan jika suatu saat cadangan tersebut habis. Bisa jadi manusia tidak akan dapat menggunakan teknologi kendaraan bermotor lagi. Jika kita terus kecanduan terhadap minyak bumi, diperkirakan cadangannya akan habis pada tahun 2052.

Oleh karena itu, penggunaan teknologi ramah lingkungan adalah suatu keharusan yang tidak dapat dihindari lagi. Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Lalu seperti apa penerapan atau aplikasi teknologi ramah lingkungan? Teknologi ramah lingkungan dapat diaplikasikan pada beberapa bidang kehidupan di antaranya bidang energi, lingkungan, industri, dan transportasi (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

211). Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Energi Teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan pada bidang energi sebagai upaya mencari sumber energi alternatif untuk masa depan. Contoh aplikasi teknologi ramah lingkungan dalam bidang energi adalah: • bahan bakar dari tumbuhan ( biofuel), • gas dari tumbuhan ( biogas), • sel surya ( solar cell), • pembangkit listrik tenaga air ( hydropower), • pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut dan ombak ( ocean power), • pembangkit listrik tenaga air ( wind power), • geotermal, • fuel cell dan hydrogen power.

Di bawah ini adalah penjelasan masing-masing teknologi tersebut. Bahan Bakar dari Tumbuhan ( Biofuel) Biofuel adalah jenis bahan bakar alternatif yang berasal dari bahan-bahan organik. Biofuel termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui karena dapat diolah langsung dari bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan. Hal ini berbeda jauh dengan bahan bakar fosil yang perlu jutaan tahun untuk dihasilkan, tumbuhan dapat dibudidayakan dalam hitungan mingguan hingga bulanan saja.

Ada dua jenis biofuel, yakni dalam bentuk etanol ( bioethanol), dan biodiesel. Berikut adalah pemaparannya. • Etanol (C2 H 5 OH) Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat dibuat dengan fermentasi karbohidrat atau reaksi kimia gas alam.

Beberapa tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti jagung, sorgum, dan singkong. • Biodiesel Biodiesel berasal dari lemak nabati, misalnya dari minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) atau minyak jarak pagar (Jatropha curcas L.). Biogas Biogas adalah bahan bakar alternatif yang diperoleh dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob, yakni bakteri yang hidup di lingkungan tanpa oksigen.

Bakteri anaerob bekerja dengan cara mengubah zat organik menjadi gas metana (CH4 ) sebesar 75%, dan sisanya adalah gas karbon dioksida, hidrogen, serta hidrogen sulfida. Kandungan yang digunakan sebagai sumber bahan bakar ramah lingkungan adalah gas metana. Bahan organik yang banyak digunakan dalam pembuatan biogas berasal dari kotoran dan urine hewan ternak.

Sel Surya ( Solar Cell) Teknologi sel surya atau solar cell bekerja dengan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan photovoltaic (PV) cell. Sel surya berbentuk tipis dan terbuat dari silikon (Si) yang dimurnikan atau polikristalin silikon dengan beberapa logam yang mampu menghasilkan listrik. Bagaimana sel surya mengubah energi matahari menjadi listrik?

Ketika cahaya matahari mengenai panel surya, cahaya menghasilkan emisi elektron pada komponen panel. Elektron itu kemudian dihubungkan dengan sistem tertentu sehingga dihasilkan listrik. Selanjutnya, listrik tersebuti dialirkan dan disimpan pada baterai, sehingga dapat digunakan bahkan pada saat mendung atau malam hari (sedang tidak ada matahari). Pembangkit Listrik Tenaga Air ( Hydropower) Tenaga air atau hydropower adalah energi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi gerak (energi kinetik) dari aliran air untuk menghasilkan listrik.

Cara yang paling umum untuk memanfaatkan hydropower ini yaitu dengan membangun dan membendung sungai besar untuk membentuk tempat penampungan air. Air yang dibendung dialirkan melalui suatu pipa besar dengan debit atau laju tertentu untuk memutar turbin generator yang akan menghasilkan listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut dan Ombak ( Ocean Power) Ocean Power dapat menghasilkan listrik dari energi pasang surut air laut dan ombak di beberapa pantai yang level ketinggian air dapat naik atau turun hingga 6 meter bahkan lebih.

Caranya, dengan membangun bendungan yang melintasi bibir pantai untuk mengambil energi pada aliran air laut untuk digunakan sebagai hydropower yang memutar turbin generator. Pembangkit Listrik Tenaga Angin ( Wind Power) Pembangkit listrik tenaga angin bekerja dengan menangkap angin untuk memutarkan turbin sehingga dapat diubah menjadi energi listrik.

Tenaga angin telah menjadi sumber energi kedua terbesar di dunia setelah panel surya. Ada dua jenis pembangkit listrik tenaga angin yang saat ini dikembangkan, yaitu pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun di daratan dan yang dibangun di pantai. Pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun di daratan harus terletak di daerah yang jauh dari pemukiman dan sedikit populasi penduduk. Sementara itu di pantai angin akan bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih stabil daripada angin yang bergerak di daratan.

Namun membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membangunnya. Angin terbentuk akibat perbedaan derajat dari sinar matahari yang menyinari bumi pada daerah ekuator dan daerah kutub menyebabkan terjadinya perbedaan panas di antara daerah tersebut. Bersama dengan adanya rotasi bumi, terjadilah aliran udara yang disebut angin.

Geotermal Energi geotermal merupakan panas yang tersimpan dalam tanah, lapisan dasar bumi, dan cairan dalam kerak bumi. Ilmuwan memperkirakan bahwa hanya dengan menggunakan 1% dari panas yang tersimpan sedalam 5 km dalam kerak bumi, dapat menghasilkan energi 250 kali lebih banyak dari minyak dan gas alam yang tersimpan di seluruh lapisan bumi.

Salah satu cara untuk memanfaatkan energi geotermal adalah dengan menggunakan sistem pompa panas geotermal “geothermal heat pump system”. Sistem ini dapat memanaskan dan mendinginkan sebuah rumah dengan memanfaatkan perbedaan temperatur. Sistem tersebut banyak digunakan di negara yang memiliki empat musim. Pada musim dingin, suatu pipa yang diletakkan dalam tanah dapat mengalirkan cairan yang membawa panas dari dasar bumi menuju sistem pendistribusian panas di rumah. Sebaliknya, pada musim panas, sistem ini bergerak berlawanan, memindahkan panas dari rumah dan menyimpannya dalam tanah.

Geotermal juga dapat diambil dari lapisan bumi yang lebih dalam dengan sistem yang disebut hydrothermal reservoir. Terdapat area di mana air dalam tanah bertemu dengan batuan panas sehingga terbentuk uap yang kemudian terakumulasi di antara bebatuan tersebut. Uap air yang terkumpul dalam jumlah besar akan menimbulkan tekanan yang tinggi. Aliran uap itu dapat digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga dapat menghasilkan listrik.

Fuel Cell dan Hydrogen Power Matahari menghasilkan energi yang menjaga keberlangsungan hidup di bumi melalui penggabungan inti (fusi) atom-atom hidrogen. Hidrogen merupakan unsur kimia paling sederhana dan paling banyak di alam semesta. Misalnya, hydrogen sendiri ditemukan dalam air (H20). Oleh karena itu, para ilmuwan menyatakan bahwa gas hidrogen (H2 ) akan menjadi bahan bakar di masa depan.

Agar harapan itu dapat terwujud, ilmuwan saat ini fokus untuk mengembangkan sel bahan bakar “fuel cell” yang menggabungkan gas hidrogen (H2 ) dan gas oksigen (O2 ).

Reaksi antara gas H2 dengan O2 menghasilkan energi panas yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber listrik. Reaksi antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut: 2 H2 + O2 → 2 H2 O + energi. Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi Teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan pada bidang transportasi. Tentunya dengan upaya menciptakan kendaraan yang tidak menghasilkan emisi atau limbah yang berbahaya bagi lingkungan dan menggunakan energi terbarukan.

Contoh teknologi ramah lingkungan dalam bidang transportasi adalah kendaraan hidrogen, bus surya, dan mobil listrik. Kendaraan Hidrogen ( Hydrogen Vehicle) Kendaraan hidrogen adalah kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar penggerak mesinnya. Di dalam kendaraan ini terpasang alat yang mampu mengubah energi kimia dari hidrogen menjadi energi mekanik. Alat tersebut bekerja dengan cara membakar hidrogen dalam mesin pembakaran internal atau dengan mereaksikan hidrogen dengan oksigen dalam fuel cell untuk menggerakkan motor listrik.

Selain mobil berbahan bakar hidrogen, beberapa negara telah mengembangkan sepeda hidrogen, sepeda motor hidrogen, dan skuter hidrogen. Saat ini beberapa perusahaan pesawat terbang juga tengah mengembangkan pesawat terbang berbahan bakar hidrogen.

Mobil Surya ( Solar Car) Mobil surya merupakan mobil yang energi utamanya berasal dari sinar matahari. Salah satu contoh mobil surya adalah bus surya. Bus yang menggunakan sinar matahari sebagai mesin penggerak dan memberikan energi pada alat-alat listrik dalamnya. Pada bus surya ini terdapat panel surya yang terpasang pada atap bus.

Panel surya ini dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan oleh mesin bus. Negara yang pertama kali menerapkan bus surya ini yaitu Australia, tepatnya di kota Adelaide. Mobil Listrik ( Electric Car) Mobil listrik adalah mobil yang didorong oleh satu atau lebih motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau alat penyimpanan energi yang lain. Motor elektrik ini mampu memberikan tenaga putaran dengan cepat dan memberikan percepatan yang singkat dan mengalahkan mobil bahan bakar fosil, suara yang dihasilkan juga sangat halus.

Sebetulnya mobil ini pertama kali dibuat pada tahun 1884 oleh seorang berkebangsaan Inggris, Thomas Parker. Namun mobil listrik ini baru berkembang pesat pada tahun 2008, semenjak ditemukannya teknologi pengaturan tenaga baterai.

Perkembangannya kian menggeliat karena sebagian besar negara maju menargetkan pelarangan mobil berbahan bakar fosil pada tahun 2025. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali mobil listrik. Keuntungan dari penggunaan mobil listrik ini antara lain mengurangi polusi udara, karena mobil ini tidak menghasilkan polutan dan mengurangi efek rumah kaca. Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Lingkungan Teknologi ramah lingkungan dalam bidang lingkungan adalah berbagai teknologi yang memiliki banyak manfaat antara lain pelestarian lingkungan, pencegah banjir, dan memperbaiki wilayah tercemar.

Contoh teknologi ramah lingkungan dalam bidang lingkungan adalah biopori, fitoremediasi, teknologi toilet pengompos, dan teknologi pemurnian air. Biopori Biopori adalah membuat area yang dibuat berlubang-lubang kecil (berpori) yang di isi sampah organik yang nantinya akan menyerap air hujan ke tanah dengan lebih baik.

Teknologi ini juga dikenal dengan istilah teknologi lubang resapan (TLR), merupakan teknik untuk membuat wilayah resapan air hujan. Teknik biopori memiliki prinsip yang sama dengan sumur resapan atau penampungan air. Biopori sangat bermanfaat bagi pelestarian keseimbangan lingkungan karena akan menjaga kesuburan dan kelestarian organisme tanah. Fitoremediasi Fitoremediasi merupakan penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

225). Melalui fitoremediasi ini polutan (zat penyebab polusi) seperti logam berat, pestisida, minyak, dan zat lain yang mengotori tanah, air, atau udara dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Teknologi fitoremediasi baru berkembang pada awal tahun 1990, yaitu dimulai dari kesuksesan dalam memperbaiki daerah tercemar oleh zat radioaktif sesium (Cs), stronsium (Sr), dan uranium (U) di Chernobyl, Rusia dengan menggunakan tumbuhan bunga matahari.

Toilet Pengompos ( Composting Toilet) Toilet pengompos adalah toilet kering yang menggunakan proses secara aerob untuk menghancurkan atau mendekomposisi feses salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah dihasilkan manusia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai pengganti toilet air pada umumnya. Toilet ini biasanya ditambah dengan campuran serbuk gergaji, sabut kelapa, atau lumut tertentu untuk membantu proses aerob, menyerap air, dan mengurangi bau.

Proses dekomposisi ini umumnya lebih cepat dari proses dekomposisi secara anaerob yang digunakan pada septic tank. Pemurnian Air ( Water Purification) Pemurnian air merupakan suatu proses penghilangan zat-zat kimia, kontaminan biologis, partikel-partikel padat, dan gas-gas dari air yang terkontaminasi atau kotor. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghasilkan air yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu. Terdapat dua jenis dari proses pemurnian air, yakni: • Pemurnian Air Sederhana Pemurnian air dapat dilakukan dengan membuat alat yang berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat lapisan-lapisan bahan seperti pasir, kerikil, batu, arang, ijuk atau sabut kelapa, dan dapat juga ditambah dengan kapas atau kain katun.

• Teknologi Osmosis Balik Osmosis balik merupakan teknologi pemurnian air yang menggunakan prinsip kebalikan dengan prinsip osmosis. Osmosis balik menggunakan prinsip tekanan untuk mengatasi tekanan osmotik yang terjadi secara alami. Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Industri Bidang industri merupakan salah satu bidang yang berpengaruh besar terhadap lingkungan karena sangat berkecenderungan untuk menghasilkan limbah polutan dalam proses produksinya.

Oleh karena itu berbagai upaya teknologi ramah lingkungan juga mulai banyak diterapkan. Salah satu contoh teknologi ramah lingkungan dalam bidang industri adalah biopulping. Biopulping Biopulping adalah teknologi ramah lingkungan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh mikroorganisme.

Proses pelapukan dilakukan secara alami oleh beberapa jenis mikroba dan jamur, sehingga sampah dari pohon-pohon yang telah mati akan kembali diserap oleh alam secara alami. Salah satu kendala besar yang dihadapi oleh para pemilik industri berbahan baku kayu seperti pabrik kertas adalah proses pengolahan limbah yang mengandung zat kayu (lignin) yang membutuhkan proses lama dan berbahaya terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Biasanya limbah dari pabrik kertas akan diuraikan dengan menggunakan bahan kimia seperti soda api, sulfit, dan garam sulfida. Bahan kimia ini akan memberikan efek negatif jika digunakan secara terus menerus. Biopulping menjadi jawaban atas kendala ini. Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian Penggunaan berbagai teknologi ramah lingkungan tentu menjadi jawaban terbesar atas pencegahan pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Namun tentunya hal tersebut akan terjadi jika kita semua mau menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran dan kebiasaan manusia dalam melakukan perilaku hemat energi dalam keseharian juga menjadi kunci utama dalam keberhasilannya. Berbagai perilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya adalah sebagai berikut. • Membudayakan penggunaan sepeda atau berjalan kaki untuk kegiatan sehari-hari. Selain menghemat BBM, penggunaan sepeda dan berjalan kaki juga dapat mengurangi polusi udara dan menyehatkan.

• Mematikan kendaraan jika sedang tidak digunakan dan jangan terlalu lama menyalakan kendaraan ketika akan digunakan. • Mematikan lampu saat tidur dan saat siang hari.

Oleh karena itu, saat membangun atau merenovasi rumah, sebaiknya membuat rumah dengan banyak jendela sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. • Jika menggunakan pompa air listrik untuk mengalirkan air, penuhilah bak mandi dan tempat penampungan air dalam sekali waktu.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

• Membuat jadwal mencuci dan menyetrika pakaian secara teratur, misal dua kali seminggu untuk seluruh pakaian yang kotor. • Jika menggunakan kendaraan, sebaiknya berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan.

Kemacetan di jalan membuat kendaraan membuang bahan bakar secara percuma. • Memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi. Misalnya mengganti lampu pijar yang menghasilkan warna kuning dengan lampu neon yang menghasilkan warna putih atau lampu LED (light emitting diode) yang dapat bertahan hingga 15 tahun.

• Tidak membuang kertas-kertas bekas begitu saja, tanamkan dalam diri bahwa setiap menggunakan sebuah kertas, berarti kita telah menebang sebuah pohon. • Menggunakan air secukupnya saat mandi dan mencuci. Teknologi Tidak Ramah Lingkungan Sebagai pengingat, prinsip pelestarian lingkungan yang digunakan teknologi ramah lingkungan adalah tidak menghasilkan limbah berbahaya dan menggunakan energi alam yang dapat diperbarui.

Apabila suatu teknologi tidak sesuai dengan prinsip tersebut, berarti teknologi itu termasuk teknologi tidak ramah lingkungan. Pengolahan Minyak Bumi Eksploitasi minyak bumi memiliki salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah dampak negatif terhadap tanah, udara, air, makhluk hidup, dan iklim.

Sebelum dilakukan penambangan minyak bumi ini, hutan terlebih dahulu ditebang dan aliran air dikeringkan. Selanjutnya, timbunan tanah berpasir, bebatuan, dan tanah lempung diambil sehingga bebatuan dan pasir minyak dapat terlihat. Bebatuan dan pasir minyak tersebut digali dengan bantuan alat berat, lalu dibawa menggunakan truk besar menuju tempat pemrosesan selanjutnya.

Bebatuan dan pasir minyak dicampur dengan air panas untuk diambil kandungan minyaknya yang selanjutnya diolah di kilang minyak. Penambangan minyak bumi jenis ini menghasilkan polusi udara berupa debu, uap, asap, dan bau yang menyelimuti daerah tambang. Selain itu, penambangan ini menghasilkan emisi gas rumah kaca tiga hingga lima kali lebih besar daripada tambang minyak bumi pada umumnya.

Pengolahan Batu Bara Batu bara merupakan bahan bakar yang paling kotor di antara bahan bakar yang lain. Bahkan sebelum batu bara dibakar, proses produksi batu bara, sehingga siap digunakan pun telah merusak tanah dan mencemari air dan udara.

Di dalam batu bara terkandung banyak karbon dan sulfur. Ketika dibakar, sulfur akan dilepas dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2 ).

Pembakaran batu bara juga menghasilkan partikel karbon hitam dalam jumlah yang sangat banyak. Partikel-partikel ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan. Permasalahan lain akibat pembakaran batu bara yaitu adanya emisi zat radioaktif. Pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi menghasilkan zat radioaktif 100 kali lebih banyak daripada pembangkit listrik tenaga nuklir. Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
Kelapa Sawit dan CPO Bisnis dan investasi pada bidang Kelapa Sawit dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Permintaan atas minyak nabati dan penyediaan biofuel telah mendorong peningkatan permintaan minyak nabati yang bersumber dari CPO ( Crude Palm Oil) yang berasal dari Kelapa Sawit. Hal ini disebabkan tanaman kelapa sawit memiliki potensi menghasilkan minyak sekitar 7 ton/hektar, lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai yang hanya 3 ton/hektar Kelapa sawit dan CPO merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia.

Dengan usaha-usaha yang dilakukan baik pemerintah maupun perusahaan swasta yang melakukan ekstensifikasi dan pengembangan pertanian serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembibitan dan pengolahan sawit, saat ini Indonesia menjadi negara penghasil CPO ( Crude Palm Oil) terbesar di dunia. Berikut ini kami uraikan secara singkat beberapa tahapan dalam Proses Pengolahan dari Kelapa Sawit sampai menjadi CPO ( Crude Palm Oil). Palm Oil Milling Process Proses Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit Kualitas hasil minyak CPO ( Rendemen) yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kondisis salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah ( TBS) yang diterima dan diproses oleh pabrik.

Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi meminimalkan kehilangan ( loses) dalam proses pengolahannya. Tandan Buah Segar Sawit Tandan buah Segar ( TBS) yang telah dipanen dari kebun diangkut ke lokasi Pabrik pengolahan Minyak Sawit dengan menggunakan truk. Sebelum dimasukan ke dalam Loading Ramp, Tandan Buah Segar tersebut harus ditimbang terlebih dahulu pada jembatan penimbangan ( Weighing Brigde) untuk mengetahui jumlah Tonase dari TBS yang diterima oleh Pabrik.

Jembatan Timbang Hal ini sangat sederhana, sebagian besar jenis jembatan timbang sekarang menggunakan sel-sel beban, dimana tekanan beban menyebabkan variasi pada sistem listrik yang diukur.

Pabrik Kelapa Sawit sekarang ini pada umum nya sudah menggunakan jembatan timbang yang terintegrasi langsung dengan sistem komputer.

Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu truk yang melewati jembatan timbang berhenti 5 menit, kemudian dicatat berat truk awal sebelum TBS dibongkar dan sortir, kemudian setelah dibongkar truk kembali ditimbang, selisih berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima dipabrik.

TBS yang telah ditimbang kemudian diterima oleh bagian Loading ramp, untuk dilakukan penyortiran. Hal ini dilakukan untuk memisahkan antara TBS yang layak diolah atau tidak. Penyortiran TBS Penyortiran Kualitas buah / TBS yang diterima pabrik harus diperiksa tingkat kematangan nya.

Jenis buah yang masuk ke PKS pada umumnya jenis Tenera dan jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah pada stasiun penerimaan TBS (Loading Ramp / penampungan TBS).

Kematangan TBS mempengaruhi terhadap rendemen minyak dan ALB ( Asam Lemak Bebas / FFA = Free Fatty Acid) yang dapat dilihat pada tabel berikut : Kematangan buah, Rendamen minyak (%), Kadar ALB (%) • TBS Mentah, Rendemen berkisar antara 11% – 14%, Kadar ALB = 1,3% – 2,0% • TBS Setengah matang / Mengkal, Rendemen 14% – 18%. ALB = 1,7% – 2,4% • TBS Matang, Rendemen 18% – 23%. ALB = 2,2% – 3% • TBS lewat matang 23% – 26%. ALB = 3,0% – 3,6% Catatan : Kadar Rendemen yang diperoleh dan besaran persentase ALB tergantung pada jenis TBS yang diolah dan juga bergantung pada berapa lama TBS masuk ke tahap pengolahan sejak dipanen dari kebun.

Setelah TBS di panen, semakin lama waktu jeda untuk diolah, semakin tinggi kadar ALB yang akan dihasilkan. Perebusan Setelah disortir, TBS yang layak olah lalu dimasukkan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat besi / baja berlubang-lubang ( cage) dan langsung dimasukkan ke dalam Sterilizer yaitu bejana perebusan yang menggunakan uap air yang bertekanan antara 2.6 sampai 3.0 Kg/cm2.

Proses perebusan ini dimaksudkan untuk mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kualitas minyak CPO. Disamping itu, juga dimaksudkan agar buah sawit mudah lepas dari tandannya ( berondolan) dan memudahkan pemisahan daging buah sawit dari cangkang dan inti. Tujuan perebusan : a) Mengurangi peningkatan asam lemak bebas.

b) Mempermudah proses pembrodolan pada threser. c) Menurunkan kadar air. d) Melunakan daging buah, sehingga daging buah mudah lepas dari biji. Sterilizer memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m (hal ini tergantung dari design yang dipakai oleh pabrik).

Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plat setebal 10 mm yang berfungsi untuk menahan uap / steam yang berasal dari Boiler. Dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk pembuangan air condesat agar pemanasan didalam sterilizer tetap seimbang.

Proses perebusan ini biasanya berlangsung selama 90 menit dengan menggunakan uap air yang berkekuatan antara 280 sampai 290 Kg/ton TBS. Proses ini dapat menghasilkan condensat (cairan) yang mengandung sekitar 0.5% minyak. Condensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat Pit, nanti nya dapat digunakan dalam membantu proses Pressan daging sawit. Tandan buah yang sudah selesai direbus dimasukan ke dalam Threser, yang berfungsi untuk memisahkan antara berondolan sawit dengan janjangan / tandan nya, dengan menggunakan Hoisting Crane atau Fruit Elevator (hal ini tergantung pada design yang digunakan oleh Pabrik).

Perontokan Buah dari Tandan / Threser Pada tahapan mesin Threser, buah yang masih melekat pada tandannya akan dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan, sehingga buah tersebut terlepas (kemudian ditampung dan dibawa oleh Fruit Conveyor ke Digester).

Tujuan mesin Threser adalah untuk memisahkan brondolan dari tangkai tandan. Alat yang digunakan pada mesin ini adalah drum berputar ( rotari drum thresher). Hasil stripping (perontokan) tidak selalu 100%, artinya masih ada brondolan yang melekat pada tangkai tandan, ini yang disebut dengan USB ( Unstripped Bunch).

Untuk mengatasi hal ini, maka dipakai sistem “Double Threshing”. Sistem ' Double Thresing' bekerja dengan cara janjang kosong / EFB ( Empty Fruit Bunch) dan USB yang keluar dari thresher pertama, tidak langsung dibuang, tetapi masuk ke threser kedua, supaya sisa berondolan yang masih tertinggal dari proses thresing pertama dapat terambil.

Selanjutnya Empty Fruit Bunch dibawa ketempat pembakaran ( incinerator) dan dapat dimanfaatkan sebagai produk sampingan, sebagai pupuk misal nya. Pengolahan Minyak dari Daging Buah Digester Digester Buah yang sudah terlepas (berondolan) yang dibawa oleh Fruit Conveyor dimasukkan ke dalam Digester atau peralatan pengaduk.

Tujuan dari penggunaan Digester adalah untuk memisahkan daging buah sawit terlepas dari biji (nut) nya. Dalam proses pengadukan Digester ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80° – 90°C. Fungsi Digester : 1. Melumatkan daging buah. 2. Memisahkan daging buah dengan biji. 3. Mempersiapkan Feeding Press. 4. Mempermudah proses di Press. 5. Membantu menaikkan Temperatur pada Screw Press. Didalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk yang terpasang pada bagian poros, sedangkan pisau bagian dasar sebagai pelempar atau mengeluarkan buah dari digester ke screw press.

Daging buah dari Digester yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk kedalam mesin pengempa ( twin screw press) kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepresan ( Screw Press) untuk memisahkan minyak keluar dari salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah dan Serat ( fibre).

Screw Press Fungsi dari Screw Press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, massa tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage minyak dipisahkan dari serabut dan biji. Selanjutnya minyak menuju stasiun clarifikasi, sedangkan ampas dan biji masuk ke stasiun kernel.

Untuk memudahkan proses pengepresan ini perlu tambahan air panas (+ air Condensat dari hasil perebusan) sekitar 10% s/d 15% terhadap kapasitas pengepresan.

Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas / serat fiber serta biji. Minyak kasar tersebut ditampung pada Crude Oil Tank, untuk dilakukan pemisahan kandungan pasirnya pada Sand Trap yang kemudian dilakukan penyaringan menggunakan Vibrating Screen. Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak ( oil sludge) dikirim ke pemisahan ampas dan biji ( Depericarper). Dalam proses penyaringan minyak kasar perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan minyak.

Minyak kasar ( Crude Oil) kemudian dipompakan ke dalam mesin Decanter guna memisahkan Solid (kotoran padat) dan Effluent (kotoran cair). Pada Effluent masih terkandung unsur minyak, air dan masa jenis ringan lain nya, kemudian ditampung pada Continious Settling Tank.

Minyak dialirkan ke Oil Tank dan pada fase berat ( sludge) yang terdiri dari air dan padatan yang terlarut ditampung ke dalam Sludge Tank yang kemudian dialirkan ke Sludge Separator untuk memisahkan (mengutip) minyak yang masih terkandung didalam nya. Minyak dari oil tank kemudian dialirkan ke dalam Oil Purifier untuk memisahkan kotoran / solid yang mengandung kadar air.

Selanjutnya dialirkan ke Vacuum Drier untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Kemudian melalui Sarvo Balance, minyak sawit dipompakan ke tangki timbun ( Oil Storage Tank). Proses Pemurnian Minyak Kelapa Sawit Setelah melewati proses Screw Press maka didapatlah minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Oil masuk ke stasiun Clarifikasi.

Proses pengolahan nya adalah sebagai berikut : Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir) Setelah di press maka Crude Oil yang mengandung air, minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk menampung pasir. Temperatur pada sand trap mencapai 95 derajat Celcius.

Vibrating Screen separator Vibro Seperator / Vibrating Screen Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut dan atau kotoran lain nya yang dapat mengganggu proses pemisahan / pemurnian minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran – getaran berkelanjutan pada Vibro kontrol melalui penyetelan pada bantalan yang di ikat pada elektromotor.

Getaran yang kurang stabil dapat mengakibatkan pemisahan tidak efektif. Vertical Clarifier Tank Fungsi dari VCT adalah untuk memisahkan minyak, air dan kotoran ( NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih ringan dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan NOS dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.

Fungsi Skimmer dalam VCT adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak dengan Sludge.

Temperatur yang cukup (sekitar 90 - 95 derajat Celcius) akan memudahkan proses pemisahan ini. Prinsip kerja didalam VCT dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda jenis. Prinsip bejana berhubungan diterapkan dalam mekanisme kerja di VCT. Oil Tank Fungsi dari Oil Tank adalah untuk tempat penampungan sementara Crude Oil sebelum diolah oleh Purifier.

Pemanasan dilakukan dengan menggunakan Steam Coil untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95 derajat Celcius. Kapasitas yang dapat diolah Oil Tank sekitar 10 Ton / Jam.

Oil Purifier Fungsi dari Oil Purifier adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak dengan cara sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu 95 derajat Celcius. Vacuum Dryer Fungsi dari Vacuum Dryer adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Sistem kerjanya sendiri adalah minyak disimpan kedalam bejana melalui Nozel. Suatu jalur resirkulasi dihubungkan dengan suatu pengapung didalam bejana. Vacuum dryer lalu melakukan proses sedemikian rupa sehinggan kadar air yang masih terkandung didalam minyak dapat diserap dan dibuang melalui pipa pembuangan.

Sludge Tank Fungsi dari Sludge Tank adalah tempat sementara sludge (bagian dari minyak kasar yang terdiri dari kotoran padatan dan zat cair yang masih mengandung minyak) sebelum diolah oleh sludge seperator. Pemanasan dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yaitu 90 - 95 derajat Celcius. Sand Cyclone / Pre- cleaner Fungsidari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge dan untuk memudahkan proses selanjutnya.

Brush Strainer ( Saringan Berputar ) Fungsi dari Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada sludge sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Seperator. Alat ini terdiri dari saringan dan sikat yang berputar. Sludge Seperator Fungsi dari Sludge Seperator adalah untuk mengambil minyak yang masih terkandung dalam sludge dengan cara sentrifugal.

Dengan gaya sentrifugal, minyak yang berat jenisnya lebih kecil akan bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah. Storage Tank Fungsi dari Storage Tank adalah untuk penyimpanan sementara minyak produksi yang dihasilkan sebelum dikirim atau dijual. Didalam Storage tank terdapat pipa-pipa yang dialiri oleh uap steam, untuk menjaga supaya suhu minyak CPO dalam tanki penyimpanan tetap terjaga stabil antara 45-50 derajat Celcius.

Storage Tank harus dibersihkan secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi pipa Steam harus dilakukan secara rutin, karena apabila salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah kebocoran pada pipa uap Steam dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO.

Proses Pengolahan Biji Sawit dan Fiber Telah dijelaskan sebelum nya bahwa setelah proses pengepresan akan menghasilkan Crude Oil, biji sawit / nut dan Fiber. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat proses pengolahan biji sawit dan fiber / Serabut sawit. Cake Breaker Conveyor (CBC) Fungsi dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan membantu memisahkan gumpalan yang terdiri dari biji sawit / nut dan Fiber (serabut) yang berasal dari stasiun Press ke depericarper.

Depericarper Fungsi dari Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler. Fungsi kerjanya adalah tergantung pada berat massa, yang massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan tan. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk ke Nut Polishing Drum. Nut Polishing Drum Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah : 1.

Membersihkan biji dari serabut – serabut yang masih melekat. 2. Membawa nut dari Depericarper ke Nut transport. 3. Memisahkan nut dari sampah. 4. Memisahkan gradasi nut. Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Silo Fungsi dari Nut Silo adalah tempat penyimpanan sementara nut sebelum diolah pada proses berikutnya.

Bila proses pemecahan nut dengan menggunakan nut Craker maka nut silo harus dilengkapi dengan sistem pemanasan ( Heater). Riplle Mill Fungsi dari riplle Mill adalah untuk memecahkan nut. Pada Riplle Mill terdapat rotor bagian yang berputar pada Riplle Plate bagian yang diam. Nut masuk diantara rotor dan Riplle Plate sehingga saling berbenturan dan memecahkan cangkang dari nut. Claybath Fungsi dari Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah yang besar dan beratnya hampir sama dengan menggunakan cairan Calsium Carbonat.

Proses pemisahan dilakukan berdasarkan kepada perbedaan berat jenis. Bila campuran cangkang dan inti dimasukan kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan calcium carbonat sedangkan cangkang berar jenisnya lebih besar.

Hydro Cyclone Fungsi dari Hydro Cyclone adalah : 1. Mengutip kembali inti sawit yang ikut terbawa ke cangkang. 2. Mengurangi losis (inti cangkang) dan kadar kotoran. Kernel Dryer Fungsi dari Kernel Dryer adalah untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti akan menyebabkan tumbuh / muncul nya jamur pada inti dan juga dapat mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB juga tinggi.

Pada Kernel Silo ada 3 tingkatan yaitu : Atas 70 derajat celcius, Tengah 60 derajat, Bawah 50 derajat celcius. Pada sebagian PKS ada yang menggunakan sebaliknya yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat, dan bawah 70 derajat celcius. Kernel Storage Fungsi dari Kernel ini adalah untuk tempat penyimpanan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual.

Kernel Storage pada umumnya berupa bulk silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan agar uap yang masih terkandung dalam inti dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur.

Penyedia Jasa Konstruksi Pabrik Kelapa Sawit dan Mesin Sawit beserta komponen part nya 20 April 2018 01.51 Kpd Yth. Pimpinan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit dan Supplier di Seluruh Indonesia Kami dari perusahaan Asia Service merupakan penyedia Jasa Konstruksi khususnya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit mulai dari Design Layout Plant sampai dengan import dan Instalasi Mesin sawit ataupun pembuatan mesin sawit yg lokal beserta commisioning dan penyediaan sparepart mesin mesin pengolahan sawit seperti Screwpress,DigesterBushing/ Bearing Housing,Roda Lori ,Cone Dll Asia Service juga menyediakan Jasa Konstruksi pembuatan Conveyor dan Elevator serta melayani jasa pengecoran (foundry) dengan material Cast Steel,Cast Iron,Kuningan ,Bronze, Aluminium dan Material lainnya Untuk Info Mengenai Produk dan jasa kami Silahkan Mengunjungi Website kami.

Hormat Kami Bp.Fendy founder www.AsiaService.co Office: 0617366885 Mobile:08126312188 Hapus master togel 13 Oktober 2015 20.34 KISAH NYATA. Ass.Saya ir Sutrisno.Dari Kota Jaya Pura Ingin Berbagi Cerita dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis, saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka internet dan menemukan nomor Ki Kanjeng saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya di kasih solusi, awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari Ki Kanjeng alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya, sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Ki,mau seperti saya silahkan hub Ki Kanjeng di nmr 085320279333 Kiyai Kanjeng,ini nyata demi Allah kalau saya tidak bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.

KEMARIN SAYA TEMUKAN TULISAN DIBAWAH INI SYA COBA HUBUNGI TERNYATA BETUL, BELIAU SUDAH MEMBUKTIKAN KESAYA !!! ((((((((((((DANA GHAIB))))))))))))))))) Pesugihan Instant 10 MILYAR Mulai bulan ini (juli 2015) Kami dari padepokan mengadakan program pesugihan Instant tanpa tumbal, serta tanpa resiko. Program ini kami khususkan bagi para pasien yang membutuhan modal usaha yang cukup besar, Hutang yang menumpuk (diatas 1 Milyar), Adapun ketentuan mengikuti program ini adalah sebagai berikut : Mempunyai Hutang diatas 1 Milyar Ingin membuka usaha dengan Modal diatas 1 Milyar dll Syarat : Usia Minimal 21 Tahun Berani Ritual (apabila tidak berani, maka bisa diwakilkan kami dan tim) Belum pernah melakukan perjanjian pesugihan ditempat lain Suci lahir dan batin (wanita tidak boleh mengikuti program ini pada saat datang bulan) Harus memiliki Kamar Kosong di rumah anda Proses : Proses ritual selama 2 hari 2 malam di dalam gua Harus siap mental lahir dan batin Sanggup Puasa 2 hari 2 malam ( ngebleng) Pada malam hari tidak boleh tidur Biaya ritual Sebesar 10 Juta dengan rincian sebagai berikut : Pengganti tumbal Kambing kendit : 5jt Ayam cemani : 2jt Minyak Songolangit : 2jt bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dll Sebesar : 1jt Prosedur Daftar Ritual ini : Kirim Foto anda Kirim Data sesuai KTP Format : Nama, Alamat, Umur, Nama ibu Kandung, Weton (Hari Lahir), PESUGIHAN 10 MILYAR Kirim ke nomor ini : 085320279333 SMS Anda akan Kami balas secepatnya Maaf Program ini TERBATAS.

Balas Hapus Unknown 14 April 2017 00.54 Perkenalkan kami dari PT Poly Stamino Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air limbah industri dan domestik.

salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah

Kami menyediakan enzim pengurai limbah lemak/minyak, industri, rumah sakit, domestik atau sewage, dan Septic Tank dengan merek BioWasteTM. BioWasteTM adalah Enzim Pengurai Limbah Cair (termasuk lemak dan minyak) berbentuk tepung (powder) dengan keunggulan antara lain sebagai berikut: Dapat diaplikasikan pada semua tahap proses pengolahan limbah, termasuk tahap pre-treatment di Grease Trap, Sewage Water Plant (SWP) dan Kolam Ekualisasi.

Merupakan konsentrat dan mengandung jumlah CFU (Colony Forming Units) yang sangat tinggi (2-5 miliar bakteri/gram) dengan reactivation rate 95-98% Mengandung bakteri strein fakultatif (dapat bekerja di kondisi aerob dan anaerob), kecuali jenis produk khusus bakteri anaerob Mampu bekerja di pH 5-9, optimal di pH 7-8 Tahan terhadap suhu panas sampai 500C Mampu bekerja di kondisi COD dan TDS yang tinggi Mampu mengurai COD dan BOD sampai 95% Tahan terhadap deterjen dan beban limbah yang berlebih (shockloading) Cepat stabil dan mengurai limbah dengan sangat cepat dan efektif Mampu dengan cepat menghilangkan bau busuk yang disebabkan oleh lemak, sewage maupun limbah organik lainnya Mengurai lemak sehingga manjadi cair dan tidak lengket dalam waktu singkat Mencegah pipa tersumbat dan kerusakan pompa Mengurangi endapan lumpur Dll.

Varian produk BioWasteTM adalah sbb: BioWasteTM WWTP (Pengurai limbah rumah sakit dan limbah industri) BioWasteTM STP (Pengurai limbah domestik atau sewage) BioWasteTM FOG (Pengurai limbah lemak, oli dan minyak) BioWasteTM Grease Trap (Pengurai limbah lemak di grease trap) BioWasteTM Septic Tank (Pengurai limbah septic tank) BioWasteTM Pond Clarifier (Penjernih air di danau/kolam) BioWasteTM Anaerob (Pengurai limbah di tanki/kolam anaerob dan tabung biogas) Jenis kemasan: Aluminium Foil 1 kg dan 100 gr Untuk mengetahui lebih detail mengenai produk BioWasteTM, bersama ini kami lampirkan presentasi BioWasteTM.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami di: Telp. 021 29430770 HP/WA. 0815-8637-4097 Email: marketing@polystamino.co.id PT Poly Stamino Indonesia Grease and Waste Water Specialist Jakarta Balas Hapus Merry Winata 30 November 2017 07.18 ** BANJIR BANJIR BANJIR UANG DI MEJA ** VIPbandarQ - YOUR No #1 BandarQ Online Indonesia ---------------------------------------------- Menyediakan 7 Jenis Permainan TerFAVORIT BANDAR Q - ADU Q - DOMINO QQ - POKER - CAPSA SUSUN - Bandar Poker - Sakong (New Game) ---------------------------------------------- Di Dukung 5 Bank Ternama di INDONESIA BCA - MANDIRI - BRI - BNI - DANAMON ---------------------------------------------- Bonus Terbesar di VIPbandarQ 1.

Bonus Refferal TANPA SYARAT 2. Bonus Rolligan TIAP MINGGU ---------------------------------------------- Selalu Ada Kejutan Untuk Member VIPBANDARQ ---------------------------------------------- Gabung Sekarang Juga dan Raih Kemenangan Puluhan Juta Setiap Hari CS ONLINE 24/7 BBM : 55AB0E6C INSTAGRAM : VIPBANDARQORG SKYPE : VIPBANDARQ FACEBOOK : VIPBANDARQ www.

VIPBANDARQ. org Balas Hapus Asia Service 20 April 2018 01.45 Melihat potensi jumlah PKS yang akan di bangun, maka sangat perlu diperhatikan proses DESAIN PABRIK KELAPA SAWIT demi optimalisasi produktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit.

Kami dari perusahaan Asia Service merupakan penyedia Jasa Konstruksi khususnya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit mulai dari Design Layout Plant sampai dengan import dan Instalasi Mesin sawit ataupun pembuatan mesin sawit yg lokal beserta commisioning dan penyediaan sparepart mesin mesin pengolahan sawit seperti Screwpress,DigesterBushing/ Bearing Housing,Roda Lori ,Cone Dll Asia Service juga menyediakan Jasa Konstruksi pembuatan Conveyor dan Elevator serta melayani jasa pengecoran (foundry) dengan material Cast Steel,Cast Iron,Kuningan ,Bronze, Aluminium dan Material lainnya Untuk Info Mengenai Produk dan jasa kami Silahkan Mengunjungi Website kami.

Hormat Kami Bp.Fendy founder www.AsiaService.co Office: 0617366885 Mobile:08126312188 Balas Hapus Alexandra Christie 26 Oktober 2019 10.03 Ayo Raih Kesempatan Mendapatkan Uang Ratusan Juta Rupiah.

Agen Sabung Ayam Online Terbesar dan Terpercaya di indonesia, Kunjungi Website Kami Di Ayo Daftar Disini Sekarang Juga untuk mendapatkan akun Sabung Ayam anda. Hubungi kami di WA: +62-812-2222-995 & Telegram : @bolavitacc Balas Hapus angkorpuro 18 Desember 2019 09.15 Ijin promo yah gan.Mari Bergabung Dengan Website itudewa Situs judi online yang memberikan BONUS DEPOSIT NEW MEMBER 10% Untuk Semua Member BARU SETIAP HARINYA.

MINIMAL Deposit Rp.25.000 dan Withdraw Rp.50.000 -Bonus referral sebesar 20% seumur hidup -Bonus Ajak Teman Kamu Bermain Refferensi S/D 100ribu -Bonus GEBYAR TURNOVER TERBANYAK MENDAPATKAN HADIAH UTAMA 50JT -Bonus Rollingan 0,3 -Bonus New Member 10% Akses ke 7 Game Hanya dengan 1 ID Tunggu apalagi ayo segera GABUNG di ITUDEWA BUKTI PEMENANG PROMO GEBYAR ITUDEWA : KLIK DISINI DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA : DAFTAR ITUDEWA HubungiKontak Kami : Line : ituDewa WhatsApp : +85561809401 WeChat : OfficialituDewa Balas Hapus Stevanie Liem 25 Januari 2020 13.10 Ayo Raih Kesempatan Mendapatkan Uang Ratusan Juta Rupiah.

Bandar Sabung Ayam Online Terbesar dan Terpercaya di indonesia, Kunjungi Website Kami Di Disini dan Dapatkan Juga Promo Bonus ANGPAO IMLEK untuk mendapatkan akun Sabung Ayam anda. Hubungi kami di WA: +62-812-2222-995 & Telegram : @bolavitacc Balas Hapus Nadine 16 Agustus 2020 02.16 Permisi ya kak Admin ^^ ituBola - ituBolaonline - Bandar Bola - Agen Bola Ayo Pasang Taruhanmu Sekarang di ItuBolaAgen Judi Bola & Casino Online Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.

Minimal Deposit Rp. 25.000,- Dan untuk minimal Withdraw Rp. 50.000,- Proses Deposit & Withdraw Yang Tercepat. => Bonus Cashback 5% (dibagikan setiap Hari Senin) => Customer Service 24 Jam Nonsto => Support Deposit Via Aplikasi OVO,PULSA,GOPAY Kontak Kami LINE : itubola757 WECHAT : itubolanet WHATSAPP :+85517696120 TELEGRAM : Itu Bola / +85517696120 Link Alternatif ituBola Online Agen Taruhan Judi Teraman, Situs Taruhan Judi Teraman, Agen JudiBola, Agen Judi Bola Online, Agen Bola Online, Agen Sportsbook, Judi Casino, Agen Judi Casino, Agen Casino Online, Agen Live CasinoTerpercaya Balas Hapus Dewa purba 19 September 2020 06.06 ituDewa Poker Domino QQ - Ceme Judi Domino QQ - Agen Domino QQ - Domino QQ Online - Agen Poker - Judi Poker - Poker Online - Agen OMAHA - Agen Super Ten - BlackJack PROMO SPESIAL GEBYAR BULANAN ITUDEWA.

KUMPULKAN TURNOVER SEBANYAK-BANYAKNYA DAN DAPATKAN HADIAH YANG FANTASTIS DARI ITUDEWA. MAINKAN DAN MENANGKAN HADIAH TOTAL RATUSAN JUTA, TANPA DI Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah SETIAP BULANNYA!

? DAIHATSU ALYA 1.0 D MANUAL ( Senilai Rp.100.000.000,- ) ? Yamaha Aerox 155 VVA R-Version ( Senilai Rp.25.340.000,- ) ? ACER PREDATOR Nitro 5 AN515-52 ( Senilai Rp.11.699.000,- ) ? Free Chips 1.500.000 ? Free Chips 1.000.000 ? Free Chips 250.000 SYARAT DAN KETENTUAN : KLIK DISINI DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA : DAFTAR ITUDEWA 1 ID untuk 7 Game Permainan yang disediakan oleh Situs ituDewa => Bonus Cashback 0.3% => Bonus Refferal 20% (dibagikan setiap Minggunya seumur hidup) => Bonus UPLINE REFERRAL UP TO 100.000!

=> Bonus New Member 10% => Customer Service 24 Jam Nonstop => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank) • Deposit Via Pulsa, OVO & GOPAY • Pusat Bantuan ituDewa Facebook : ituDewa Club Line: ituDewa WeChat : OfficialituDewa Telp / WA : +85561809401 Livechat : ituDewa Livechat Balas Hapus Stevanie Liem 3 Maret 2021 05.22 Ayo Cobain Sensasi Bermain Promo Freechip Tanpa Deposit. Join Disini Sekarang Kumpulan Berbagai Macam Permainan Taruhan Online Terbaik, Kunjungi Website Kami Di Klik Disini dan Dapatkan Bonus Terbaru 8X 9X 10X win klik disini untuk mendapatkan akun Sabung Ayam anda dan Bonus Berlimpah.

Balas Hapus Tommy 30 Juli 2021 14.18 Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemicalatau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga Terjangkau Cost saving Solusi Penawaran spesial Hemat biaya Energi dan listrik Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut Salam, (Tommy.k) WA:081310849918 Email: Tommy.transcal@gmail.com Management OUR SERVICE 1.

Coagulan, nutrisi dan bakteri Flokulan Boiler Chemical Cleaning Cooling tower Chemical Cleaning Chiller Chemical Cleaning AHU, Condensor Chemical Cleaning Chemical Maintenance Salah satu proses awal dalam pengolahan bahan limbah secara sederhana adalah Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP) Garment wash Eco Loundry Paper Chemical Textile Chemical Degreaser & Floor Cleaner Plant 2.

Oli industri Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik) Rust remover Coal & feul oil additive Cleaning Chemical Lubricant 3. Other Chemical RO Chemical Hand sanitizer Disinfectant Evaporator Oli Grease Karung Synthetic PAO. GENLUBRIC VG 68 C-PAO Zinc oxide Thinner Macam 2 lem Alat-alat listrik Packaging Pallet CAT COLD GALVANIZE COMPOUND K 404 CG Almunium Balas Hapus

PEMBELAJARAN PRAKARYA 8K PENGAMBILAN NILAI




2022 www.videocon.com